Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-INCO-att2.pdf

Other Text extracted INCO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 218

Page 1
1
Page 2
    Tentang Sampul                                                                               Untuk Dicermati

    Sampul ini menggambarkan kegiatan monitoring dalam program PPM SRI Organik PTVI di IGP       Laporan Keberlanjutan PT Vale Indonesia Tbk, selanjutnya disebut “Laporan”,
    Morowali, Desa Ululere, yang menampilkan interaksi antara personel PTVI dan masyarakat       memuat data dan informasi yang material bagi pemangku kepentingan terkait kinerja
    dalam pelaksanaan program. Dimulai pada tahun 2023, program ini telah memasuki siklus        keberlanjutan PT Vale Indonesia pada tahun 2025. Secara umum, isi Laporan ini disusun
    musim tanam kedelapan, dengan monitoring yang dilakukan setiap tiga bulan untuk              berdasarkan analisis internal serta sumber dan dokumen yang kredibel. Istilah “PTVI”
    mendukung implementasi yang efektif dan evaluasi program yang berkelanjutan.                 atau “Kami” yang digunakan dalam Laporan ini merujuk pada PT Vale Indonesia Tbk.

    Program ini mencakup pendampingan budidaya padi organik dan sayuran organik, yang            Pembaca perlu memahami bahwa Laporan ini memuat informasi yang mengandung
    didukung oleh penggunaan kompos yang diproduksi secara mandiri dari sekam padi,              pernyataan dan pandangan berwawasan ke depan (forward-looking statements). PT Vale
    dengan aktivator mikroba yang disediakan melalui program. Program ini juga mencakup          memahami bahwa risiko dan ketidakpastian dari berbagai faktor dapat memengaruhi
    dukungan bagi kelompok UKBM herbal melalui budidaya tanaman berkhasiat obat, serta           kinerja operasional dan kondisi bisnis di masa mendatang. Oleh karena itu, kami
    dukungan infrastruktur pertanian, termasuk sekitar 800 meter saluran irigasi dan peralatan   mengingatkan pembaca bahwa Perseroan tidak dapat menjamin bahwa pernyataan
    pendukung pertanian.                                                                         berwawasan ke depan akan mencerminkan kondisi aktual di masa depan. Dengan
                                                                                                 demikian, kami menganjurkan pembaca untuk menggunakan informasi ini secara bijaksana.
    Sampul ini mencerminkan tema laporan kami, Integrity in Action: Building Trust and
    Sustainable Value, dengan menampilkan contoh nyata keterlibatan kami dengan masyarakat       Tabel dan grafik yang disajikan dalam Laporan ini menampilkan data numerik menggunakan
    sekitar melalui monitoring dan pelaksanaan program yang berkelanjutan.                       standar notasi bahasa Inggris. Penyajian nilai numerik dalam narasi juga menggunakan standar
                                                                                                 notasi bahasa Indonesia.




2            Sustainability Report 2025
Page 3
    Daftar Isi
                                                                                                             Reklamasi dan Rehabilitasi                          100
    Untuk Dicermati                              2    Pengelolaan Keberlanjutan                         34
                                                                                                             Perencanaan Penutupan Tambang                       102
                                                      Keberlanjutan dalam Operasional Kami              35
                                                      Keterlibatan Pemangku Kepentingan                 37
    Daftar Isi                                   3                                                           Tenaga Kerja Kami                                   105
                                                      Tinjauan Materialitas                             40
                                                                                                             Pendekatan PTVI terhadap Sumber Daya Manusia        106
                                                      Peta Jalan ESG                                    44
                                                                                                             Statistik Karyawan                                  107
    Sorotan Kinerja Keberlanjutan 2025           5    Tata Kelola Keberlanjutan                         45
                                                                                                             Pengakuan terhadap Hak Tenaga Kerja dan Hak Asasi   110
    Kinerja Operasional                           5   Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Keberlanjutan     46
                                                                                                             Manusia
    Kinerja Lingkungan                            6   Konservasi Mineral dan Efisiensi Sumber Daya      47
                                                                                                             Komitmen terhadap Keberagaman, Kesetaraan, dan      112
    Kinerja Sosial                                8   Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab               48
                                                                                                             Inklusi
    Kinerja Tata Kelola                          10   Tanggung Jawab atas Kualitas Produk dan Layanan   50
                                                                                                             Remunerasi dan Tunjangan Karyawan                   118
                                                                                                             Pelatihan dan Pengembangan Karyawan                 119
                                                      Tata Kelola                                       51
    Deskripsi Tema                               11                                                          Kesehatan dan Keselamatan Kerja                     123
                                                      Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik        52
                                                                                                             Mekanisme Pelaporan dan Penyelesaian Keluhan        131
                                                      Organ Tata Kelola                                 53
                                                                                                             Karyawan
    Pesan dari Pimpinan                          12   Kinerja dan Proses Remunerasi Organ Tata Kelola   56
    Pesan CEO                                    12   Etika Bisnis dan Kepatuhan                        62
                                                                                                             Masyarakat                                          132
    Pesan Dewan Komisaris                        16   Program Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing)    68
                                                                                                             Pendekatan Kami terhadap Keterlibatan Masyarakat    133
    Tanda Tangan Direksi dan Komisaris           17   Privasi Data dan Keamanan Siber                   70
                                                                                                             yang Bertanggung Jawab                              134
                                                                                                             Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia             136
    Tentang PTVI                                 19   Lingkungan                                        72
                                                                                                             Relokasi dan Hak atas Tanah serta Sumber Daya       136
    Profil Perusahaan dan Kegiatan Usaha Utama   20   Pendekatan PTVI terhadap Lingkungan               73
                                                                                                             Keterlibatan Masyarakat                             137
    Tujuan dan Nilai Inti Kami                   21   Adaptasi dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim   75
                                                                                                             Mekanisme Pengaduan Masyarakat                      138
    Bentuk Hukum dan Kepemilikan                 22   Pengelolaan Energi dan Emisi                      77
                                                                                                             Pengelolaan Dampak terhadap Masyarakat              142
    Identitas Perusahaan                         23   Air dan Limbah Cair                               84
                                                                                                             Program Pemberdayaan Masyarakat
    Wilayah Operasional                          24   Pengelolaan Limbah                                90
    Kinerja Keuangan                             25   Keanekaragaman Hayati                             95
    Sertifikasi dan Keanggotaan Asosiasi         28
    Penghargaan dan Pengakuan                    30




3           Sustainability Report 2025
Page 4
    Tentang Laporan Ini
                                                  151
    Pengungkapan Topik Material
                                                  154

    Kontribusi Kami terhadap Tujuan Pembangunan   155
    Berkelanjutan
    Tabel Data                                    160
    Tentang PTVI                                  160
    Pengelolaan Keberlanjutan                     162
    Tata Kelola                                   162
    Lingkungan                                    163
    Sumber Daya Manusia                           179

    Lampiran                                      184
    Pernyataan Assurance Independen               184
    Indeks POJK                                   186
    Indeks GRI                                    188
    Indeks SASB                                   202
    Lembar Umpan Balik                            205




4          Sustainability Report 2025
Page 5
    Kinerja Operasional[POJK51-B.1]
    Total Produksi &Penjualan Nikel dalam Matte (Ton)                       Pendapatan dan Laba (Ribu US$)                                                  Biaya Produksi Nikel dalam Matte (US$ per Ton)
    Produksi mencapai 72.027 ton, 1,00% dari 2024                           Pendapatan usaha mencapai US$990.195 ribu, 4,19% dari                           Biaya produksi nikel matte mencapai US$9.560 per
    Penjualan mencapai 73.093 tons, 0.64% dari 2024                         2024 Laba tahun berjalan mencapai US$76.063 ribu, 31,69%                        ton, 0,85% dari 2024
                                                                            dari 2024


             Total Produksi &Penjualan Nikel                                              Pendapatan dan Laba                                                     Biaya Produksi Nikel dalam Matte
                    dalam Matte (Ton)                                                          (Ribu US$)                                                                   (US$ per Ton)
                                                                                              1.232.263
      80.000
                                                                             1.250,000                                                                        10.200
                                                                                                                                                              10.100       10.089
                    70.728   70.108     71.311   72.625   72.027   73.093

                                                                             1.000.000                                                                        10.000
     60.000                                                                                                          950.388
                                                                                                                                         990.195
                                                                                                                                                              9.900
                                                                                                                                                              9.800
                                                                              750.000
                                                                                                                                                              9.700
     40.000
                                                                                                                                                              9.600
                                                                                                                                                                                                9.560
                                                                              500.000                                                                         9.500
                                                                                                                                                                                      9.479

                                                                                                                                                              9.400
      20.000
                                                                              250.000                     274.334                                             9.300

                                                                                                                                                              9.200
                                                                                                                                                   76.063
                                                                                                                               57.761
         0                                                                      0                                                                              9.100

                       2023               2024               2025                            2023                   2024                2025                              2023       2024       2025
                             Produksi            Penjualan                               Pendapatan usaha               Laba tahun berjalan




    Meskipun harga nikel masih mengalami volatilitas, PTVI tetap menjaga kinerja operasional yang stabil. Melalui peningkatan efisiensi dan disiplin operasional, kami berhasil memperkuat profitabilitas
    sekaligus mempertahankan kinerja produksi dan penjualan. [POJK51-E.5]




5               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 6
    Kinerja Lingkungan [POJK51-B.2]
    Biaya Pengelolaan Lingkungan                            IGP Morowali                                                Pencemaran Udara
                                                                                                                        Sorowako
                                                                  Penggunaan Energi                 Proporsi Energi

                 US$43.79M                                            2025 (GJ)

                                                                          13.498
                                                                                                    Terbarukan (%)

                                                                                                         78%
                                                                                                                        Total Emisi SO2 (Ton SO2)

                                                                                                                                2023                  2024                    2025
               dialokasikan untuk kegiatan pengelolaan
                    lingkungan 54,34% dari 2024
                                                            IGP Pomalaa                                                         53.188               52.172               49.297

    Energi dan Emisi                                              Penggunaan Energi                 Proporsi Energi           5,51% dari 2024
                                                                      2025 (GJ)                     Terbarukan (%)
    Sorowako
                                                                                                                        Intensitas Emisi SO2 (Ton SO2/Ton Ni)
    Penggunaan Energi (GJ)                                                 8.422                         74%
                                                                                                                                2023                  2024                    2025
            2023                  2024            2025      GHG Emissions
                                                            Sorowako                                                             0,75                 0,73                    0,68
        30.974.878             31.785.370      31.589.023
                                                            Total Emisi GRK (Ton CO2eq)
                                                                                                                              6.85% dari 2024
          0,62% dari 2024
                                                                    2023                  2024                  2025
                                                                                                                        Total Emisi Partikulat (Ton Partikulat)
    Intensitas Energi (GJ/Ton Matte)                              2.032.313            2.050.990           2.074.624
                                                                                                                                2023                  2024                    2025
            2023                  2024            2025            1,15% dari 2024
                                                                                                                                 600                   879                    647
           473,94                445,73          438,57     Intensitas Emisi GRK (Ton CO2eq/Ton Matte)
                                                                                                                              26,39% dari 2024
          1,61% dari 2024                                           2023                  2024                  2025

    Proporsi Energi Terbarukan (%)                                  28,73                 28,76                 28,80   Intensitas Emisi Partikulat (Ton Partikulat/Ton Ni)

            2023                  2024            2025            0,14% dari to 2024                                            2023                  2024                    2025

          30,84%                 30,60%          30,87%     IGP Morowali                          IGP Pomalaa                   0.008                 0.012                   0.009

          0,91% dari 2024                                        Total Emisi GRK                      Total Emisi GRK         25.00% dari 2024
                                                                    2025 (GJ)                            2025 (GJ)
                                                                    4.553,14                                419




6               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
    Pengelolaan Air                                              Limbah yang Dihasilkan (Ton)                               Konservasi Keanekaragaman Hayati
    Pengambilan Air (m³)                                         Limbah B3                                                  Sorowako
    Sorowako                                                     Sorowako
                                                                                                                             72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi dilestarikan
           2023                 2024                   2025          2023                   2024              2025           dan dibudidayakan, 6% dari 2024

        9.442.313           11.748.150              15.079.167       2.041                  2.696             2.353          18 rusa Timor (Rusa timorensis) dilestarikan

    Peningkatan signifikan dalam pengambilan air terutama          12.74 compared to 2024                                    Satu anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
    disebabkan oleh penyempurnaan titik pemantauan dan                                                                       dilestarikan
                                                                 IGP Morowali
    pengukuran flowmeter pada tahun 2025.
                                                                       2023                 2024               2025
                                                                                                                            Reklamasi dan Rehabilitasi
      20,612                              9,969                         0,93                 7,22              85,24        Reklamasi Tambang Progresif
      IGP Morowali 2025                   IGP Pomalaa 2025
        0,90% dari 2024                     11,93% dari 2024     IGP Pomalaa                                                 156,67 ha                       1,42 ha
                                                                       2023                 2024               2025          Sorowako                        Bahodopi
    Intensitas Pengambilan Air (m³/Ton Matte)
    Sorowako                                                           4,06                  5,71              58,42        Rehabilitasi DAS di Luar Konsesi
         2023                  2024                      2025    Peningkatan timbulan limbah di IGP Morowali dan
        133,50                164,75                    209,35
                                                                 Pomalaa terutama disebabkan oleh dimulainya
                                                                 aktivitas produksi yang lebih intensif pada tahun 2025                    17.877 ha
                                                                                                                                 area rehabilitasi DAS di lima provinsi: Sulawesi
                                                                 Limbah Non-B3                                                   Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,
    Pembuangan Air
                                                                 Sorowako                                                                      Jawa Barat, dan Bali
    Sorowako
                                                                      2023                  2024               2025
           2023                 2024                   2025                                                                 Pelatihan Lingkungan
                                                                      6.378                 5.906              5.349
       50.226.716           100.709.771            89.695.408                                                                338 karyawan                    60 karyawan
                                                                    9,43% dari 2024                                          1.966 kontraktor                6 kontraktor
      10.94% dari 2024                                                                                                       mengikuti pelatihan             mengikuti sertifikasi
                                                                                                                             lingkungan                      pengelolaan lingkungan
      113.251 m³                                                   76ton                            375ton
      IGP Morowali pada tahun 2025                                 IGP Morowali pada 2025           IGP Pomalaa pada 2025




7            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 8
    Kinerja Sosial [POJK51-B.3]
    Sumber Daya Manusia                                               Keberagaman Dewan                                             Kesehatan dan Keselamatan Kerja


         2.985                              12,09%                                        2.493                                                          Zero
       karyawan dalam total                   total tenaga kerja               karyawan mengikuti program pelatihan                        Nihil kematian akibat kerja (zero fatalities)
           tenaga kerja                         0,51% dari 2024                                                                                         pada tahun 2025

                                                                      Tingkat Turnover Karyawan

      83,28%                                89,95%                                      70.656                                                           Zero
      karyawan lokal (2,486)                 karyawan merupakan                                                                         Nihil cedera kerja yang tercatat pada tahun 2025
          0,47% dari 2024                   anggota serikat pekerja           Jam pelatihan diberikan pada tahun 2025



    Perempuan dalam Kepemimpinan                                      Program Sertifikasi

                                                                       277
                               131                                     karyawan mengikuti program sertifikasi profesional

          perempuan dalam posisi kepemimpinan (L1–L3),
           sebesar 17,21% dari total posisi kepemimpinan              Persiapan Pensiun
                           1,00% dari 2024
                                                                       176
                                                                       karyawan mengikuti program pelatihan persiapan purna tugas
    Tingkat Perputaran Karyawan

     1,04%
     Tingkat turnover   0,12% dari 2024




8              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
    Pemberdayaan Masyarakat                                         Penerima Manfaat & Jangkauan                                 Bentuk Dukungan
                                                                                                                                 Pendidikan & Peningkatan Kapasitas
                                                                    300+     KK menerima dukungan subsidi listrik di Sorowako

            US$4.734.128
                                                                                                                                 • 5 desa mendapatkan dukungan transportasi sekolah di
                                                                             fasilitas umum didukung melalui program subsidi
                                                                                                                                   Sorowako
                                                                     ~21     listrik                                             • 3 penerima program magister dan 2 penerima program
        dialokasikan untuk Program Pengembangan dan                                                                                doktor didukung melalui program beasiswa
       Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada tahun 2025                                                                             • 57 peserta mengikuti pelatihan vokasi dalam dua angkatan
                                                                             desa menerima manfaat dari infrastruktur
                        18,35% dari 2024                              8      distribusi air bersih di Towuti                     • 45 guru PAUD mengikuti program peningkatan kapasitas
                                                                                                                                 • 347 mahasiswa terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata
                                                                             desa terlibat dalam pembangunan infrastruktur         (KKN) tematik
           2023                  2024                    2025         13     partisipatif di Morowali
                                                                                                                                 • 15 laptop disumbangkan untuk mendukung fasilitas
                                                                                                                                   pembelajaran di sekolah-sekolah setempat
      US$5.571.359          US$4.000.198            US$ 4.734.128            desa pemberdayaan dijangkau melalui program
                                                                      13     kesehatan dan pembangunan di Morowali
                                                                                                                                 • 1 kendaraan praktik disediakan untuk SMKN 1 Luwu Timur
       18,35% dari 2024
                                                                             KK terlayani melalui fasilitas pengelolaan sampah   Pemberdayaan Ekonomi
                                                                     267     TPS3R berbasis masyarakat                           • 4.600 bibit kakao dikembangkan melalui Rumah Pembibitan
     US$3,98M                                                                                                                      Kakao di Pomalaa
                                                                             peserta mengikuti program pelatihan bahasa          • 80 petani didukung di lahan budidaya seluas sekitar 17
     dialokasikan untuk program PPM di Sorowako
                                                                      95     Inggris di Morowali                                   hektare

     US$751K                                US$138K                   20
                                                                             mahasiswa berpartisipasi dalam program              Lingkungan
     dialokasikan untuk                     dialokasikan untuk               penelitian dan magang
                                                                                                                                 • 18 unit Bank Sampah dan 11 Bank Sampah Sekolah didukung
     program PPM di IGP                     program PPM di IGP                                                                     di Sorowako
                                                                             petani menerima peningkatan kapasitas dan
                                                                      43     pendampingan teknis dalam budidaya padi
                                                                             organik di lahan seluas 12 hektare
                                                                                                                                 • 10 desa didukung melalui fasilitasi Program Kampung Iklim
                                                                                                                                   (ProKlim)
                                                                                                                                 • 118 ton sampah dikelola melalui TPS3R di Bahodopi
                                                                             petani didukung dalam budidaya sayuran organik
                                                                      37     di lahan sekitar 5 hektare
                                                                                                                                 • 8.000+ kg kompos dihasilkan melalui program pengelolaan
                                                                                                                                   sampah berbasis masyarakat

                                                                             petani kakao terlibat dalam persiapan sertifikasi
                                                                     100     di Pomalaa
                                                                                                                                 Infrastruktur & Layanan Dasar
                                                                                                                                 • 14 lampu jalan tenaga surya dipasang di Desa Bahomotefe
                                                                             UMKM didukung melalui program kemandirian           • 225 meter pagar desa dibangun di Desa Kolono
                                                                     133     ekonomi di Sorowako                                 • 10 booth UMKM dikembangkan sebagai bagian dari fasilitas
                                                                                                                                   wisata desa di Unsongi
                                                                             desa didukung melalui inisiatif pemberdayaan
                                                                      38     terkait SDGs Desa




9              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 10
 Kinerja Tata Kelola[POJK51-B.1]
 Penilaian Kinerja Keberlanjutan
 Sustainalytics



                          23,7
       Skor Risiko ESG Sustainalytics – Kategori Risiko
       Menengah 19,39% lebih rendah dibandingkan
                     tahun sebelumnya



 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)



                        99,53
                  0,86% dibandingkan kinerja 2023


 Keberagaman Dewan


                         50%
        Anggota Dewan Komisaris adalah perempuan


 Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab


                          85%
      Dari total pemasok merupakan pemasok domestik




10           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
                             Deskripsi Tema
                             Integrity in Actions: Building Trust and Sustainable Value

                             Memasuki tahun 2025, PTVI menghadapi ujian ketangguhan         Di saat yang sama, PTVI meningkatkan fokus pada transparansi
                             yang signifikan, dipicu oleh berbagai tantangan operasional,   komunikasi dan keterlibatan pemangku kepentingan secara
                             termasuk insiden kebocoran pipa minyak, di tengah dinamika     aktif, terutama dalam merespons tantangan operasional,
                             pasar yang fluktuatif serta perubahan regulasi yang terus      termasuk insiden kebocoran pipa minyak. Sepanjang
                             berkembang. Kondisi ini menuntut tidak hanya disiplin dalam    tahun, kami memperkuat keterlibatan dengan masyarakat
                             pelaksanaan, tetapi juga peninjauan kembali terhadap cara      terdampak, regulator, serta pemangku kepentingan
                             kami beroperasi, menetapkan prioritas, dan mengelola risiko    lainnya untuk memastikan penyampaian informasi yang
                             di tengah kompleksitas yang terus meningkat.                   tepat waktu, merespons berbagai kekhawatiran, serta
                                                                                            mendukung upaya penanganan dan pemulihan. Langkah-
                             Tema “Integrity in Action: Building Trust and Sustainable      langkah ini mencerminkan komitmen kami dalam membangun
                             Value” mencerminkan bagaimana PTVI merespons kondisi           kepercayaan melalui keterbukaan, akuntabilitas, dan
                             tersebut, tidak hanya dengan menjaga kinerja, tetapi           keterlibatan yang konsisten.
                             juga dengan memastikan bahwa integritas diterjemahkan
                             menjadi tindakan nyata di seluruh organisasi. Tantangan        Ke depan, pembelajaran dan perbaikan yang dilakukan
                             yang dihadapi sepanjang tahun menjadi pengingat penting        sepanjang tahun ini semakin memperkuat fondasi kami dalam
                             untuk mengantisipasi risiko complacency serta memperkuat       membangun organisasi yang lebih tangguh. Integritas terus
                             kelincahan, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan di      menjadi panduan dalam cara kami merespons, memperkuat
                             seluruh lini.                                                  tata kelola, serta berinteraksi secara terbuka dengan para
                                                                                            pemangku kepentingan. Melalui berbagai tantangan yang
                             Sepanjang tahun, PTVI juga mengalami perubahan signifikan      dihadapi, kami menegaskan bahwa integritas dalam tindakan
                             dalam kepemimpinan dan tata kelola, yang ditandai dengan       tetap menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan
                             penunjukan CEO baru, perubahan pada Dewan Komisaris, serta     menciptakan nilai berkelanjutan.
                             restrukturisasi organisasi. Perkembangan ini berkontribusi
                             dalam memperkuat proses pengambilan keputusan,
                             meningkatkan fungsi pengawasan, serta memperbaiki
                             keselarasan antara strategi, operasional, dan komitmen
                             keberlanjutan.




11   Laporan Keberlanjutan
Page 12
 Sambutan Presiden Direktur
 Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
                                                                  kejadian ini tetap tidak dapat kami cegah.
 Transisi energi global yang semakin cepat membentuk ulang
 arah industri, termasuk industri nikel. Indonesia berada di
                                                                  Saya mengunjungi Towuti beberapa hari setelah kejadian
 posisi kunci sebagai pemilik cadangan terbesar dunia sekaligus
                                                                  untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan
 produsen utama. Melalui kebijakan hilirisasi, Indonesia
                                                                  masyarakat. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa di balik
 mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta
                                                                  setiap angka, ada kehidupan dan kepercayaan yang harus kami
 memperkuat perannya dalam mendukung transisi menuju
                                                                  jaga.
 ekonomi rendah karbon.

                                                                  Sejak awal, kami berkomitmen pada tiga hal: menghentikan
 Namun, percepatan ini juga membawa konsekuensi berupa
                                                                  dampak secepat mungkin, bersikap transparan atas apa
 tekanan pasokan dan harga, yang mengingatkan kita bahwa
                                                                  yang terjadi dan langkah yang kami ambil, serta tetap hadir
 pertumbuhan harus diiringi dengan tanggung jawab.
                                                                  hingga pemulihan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
                                                                  Tim kami bekerja tanpa henti untuk mengendalikan sumber
 Dalam konteks ini, PTVI terus menghadapi dinamika
                                                                  kebocoran dan membatasi dampaknya. Kami juga membuka
 industri sekaligus memperkuat ketahanan operasional.
                                                                  Posko Pengaduan dan Informasi agar masyarakat dapat
 Di tengah kondisi yang tidak selalu mudah, kami tetap
                                                                  berkomunikasi langsung dengan kami. Selain itu, kami
 berkomitmen memastikan setiap keputusan selaras dengan
                                                                  melibatkan para ahli independen dari IPB, UNHAS, Sucofindo,
 prinsip keberlanjutan serta tanggung jawab kami terhadap
                                                                  serta Pusat Pengurangan Risiko Bencana Universitas Indonesia
 masyarakat dan lingkungan.
                                                                  untuk memastikan penanganan dilakukan secara kredibel dan
                                                                  berbasis ilmiah.
 Tahun ini, kami menghadapi tantangan besar ketika terjadi
 kebocoran pipa minyak pada 23 Agustus 2025 di Desa Lioka,
                                                                  Saat ini kami tengah melakukan evaluasi menyeluruh dan
 Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan,
 yang menyebabkan minyak bahan bakar mencemari perairan
                                                                  penguatan sistem pipa agar kejadian serupa tidak terulang.     Bernardus Irmanto
                                                                  Proses pemulihan lingkungan dan kompensasi kepada              CEO dan Presiden Direktur
 dan lahan pertanian di sekitarnya. Ini adalah kejadian yang
                                                                  masyarakat masih terus berjalan, dengan pembaruan
 serius, dan saya ingin menanggapinya secara terbuka dan jujur.
                                                                  informasi yang kami sampaikan secara berkala. Kami tidak
                                                                  akan menganggap proses ini selesai sebelum pemulihan            “Keberlanjutan bukanlah proses yang
 Saya menyampaikan permohonan maaf kepada para petani
                                                                  benar-benar dirasakan oleh masyarakat.                          linier. Melainkan perjalanan yang terus
 yang sawahnya terdampak, serta kepada keluarga di Lioka,
                                                                                                                                  berkembang—melalui perbaikan, refleksi,
 Langkea Raya, Baruga, Matompi, Wawondula, dan Timampu
                                                                  Pengalaman ini menegaskan pentingnya bertindak cepat,           dan pembaruan.”
 yang menghadapi ketidakpastian atas air, lahan, dan mata
                                                                  transparan, dan dengan kepedulian yang tulus terhadap
 pencaharian mereka. Saya juga memohon maaf karena,
                                                                  masyarakat dan lingkungan. Ini juga memperkuat komitmen
 meskipun kami berupaya menjalankan standar terbaik,



12        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
 kami untuk terus memperbaiki cara kami beroperasi, mengelola      Growth Project (IGP) Morowali menghasilkan pendapatan          biaya,   dan    dengan     kualitas   yang    dipersyaratkan.
 risiko, dan membangun ketahanan jangka panjang. Saya juga         operasional sebesar US$91.517 ribu, sementara IGP Pomalaa
 bersyukur atas semangat gotong royong yang muncul dalam           berkontribusi sebesar US$10.095 ribu pada 2025. Kontribusi     Di Morowali, kami mencapai tonggak penting ketika aktivitas
 situasi ini—masyarakat, pemerintah, dan relawan bekerja           ini membantu mendorong kenaikan total pendapatan               penambangan berkembang signifikan menuju kesiapan
 bersama setiap hari. Semangat inilah yang harus terus kami        operasional sebesar 4,19% menjadi US$990.195 ribu, meskipun    operasional, sementara pengiriman awal saprolit telah dimulai.
 jaga dan layak kami perjuangkan.                                  pendapatan Sorowako menurun, sekaligus menjadi tonggak         Secara paralel, pembangunan fasilitas HPAL terus berjalan
                                                                   penting dalam mendiversifikasi basis pendapatan kami.          menuju target penyelesaian pada 2027.
 Bagi kami, tanggung jawab tidak hanya diukur dari kinerja
 operasional. Tanggung jawab tercermin dari bagaimana kami         Secara keseluruhan, kami membukukan total pendapatan           Penguatan Tata Kelola dan Kinerja ESG
 memperkuat operasi, mendukung kehidupan masyarakat,               operasional sebesar US$990.195 ribu, meningkat 4,19%           PTVI terus memperkuat tata kelola dan kinerja ESG sebagai
 menjaga lingkungan, dan menciptakan nilai jangka panjang          dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini diikuti             landasan untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami
 bagi Indonesia.                                                   peningkatan profitabilitas ang signifikan, dengan laba tahun   mencatat Sustainalytics ESG Risk Rating sebesar 23,7,
                                                                   berjalan meningkat 31,68% menjadi US$76.063 ribu, didukung     dengan tingkat risiko menurun sebesar 19,4% dibandingkan
 Melalui Laporan Keberlanjutan ini, kami menyampaikan              oleh efisiensi ang lebih kuat dan disiplin pengelolaan bia a   tahun sebelumnya. Sementara itu, skor ASEAN Corporate
 capaian sekaligus pembelajaran yang kami peroleh sebagai          di seluruh operasi kami, sekaligus mencerminkan ketahanan      Governance Scorecard (ACGS) kami meningkat sebesar 0,86%
 bagian dari komitmen kami terhadap perbaikan berkelanjutan        operasional yang terus kami jaga di tengah tekanan pasar.      menjadi 99,53 pada tahun 2025 dibandingkan dengan capaian
 dan akuntabilitas.                                                                                                               tahun 2023.
                                                                   Pada saat yang sama, proyek-proyek strategis kami terus
 Kinerja Operasional dan Proyek Strategis                          berkembang, memperkuat jalur pertumbuhan jangka                Perkembangan ini menunjukkan peningkatan penyelarasan
 Sepanjang tahun 2025, PTVI mempertahankan kinerja                 panjang kami. Secara bersama-sama, proyek-proyek ini           dengan praktik terbaik di tingkat regional, khususnya dalam
 operasional yang solid di tengah lingkungan pasar yang            memperkuat keterkaitan antara operasi hulu dan hilir kami.     aspek transparansi, akuntabilitas, dan hak pemegang saham.
 menantang. Di Sorowako, produksi nikel dalam matte                                                                               Kami memandang capaian ini tidak hanya sebagai peningkatan
 mencapai 72.027 metrik ton, sedikit meningkat sebesar 1,00%       Di Sorowako, Proyek Limonit diproyeksikan mulai beroperasi     skor, tetapi juga mencerminkan penguatan dalam penerapan
 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume penjualan         pada pertengahan 2027. Sementara itu, Proyek HPAL Pomalaa      tata kelola serta integrasi aspek keberlanjutan dalam proses
 naik 0,64% menjadi 73.093 metrik ton. Meskipun kinerja            juga ditargetkan mulai commissioning pada awal 2027,           pengambilan keputusan. Kami juga memperkuat tata
 volume ini positif, pendapatan operasional dari Sorowako          dengan infrastruktur utama telah tersedia dan konstruksi       kelola melalui penyempurnaan kebijakan, penguatan fungsi
 menurun 6,5% menjadi US$888.584 ribu, mencerminkan                terus berjalan stabil. Sebagai salah satu pengembangan         pengawasan, serta peningkatan integrasi ESG ke dalam
 pelemahan harga nikel sepanjang tahun. Namun demikian,            hilir kami yang paling maju, proyek ini merupakan langkah      keputusan bisnis.
 kami terus memperkuat disiplin bia a dan efisiensi operasional,   penting    dalam     memperkuat    kapasitas   pengolahan
 yang tercermin dari kenaikan biaya produksi nikel matte yang      kami dan mendukung agenda hilirisasi nikel Indonesia.          Untuk memastikan komitmen tersebut tercermin dalam
 sangat marginal sebesar 0,85%, dari US$9.479 per metrik                                                                          praktik yang terukur di lapangan, Sustainability Roadmap
 ton pada 2024 menjadi US$9.560 per metrik ton pada 2025.          Proyek HPAL Sambalagi di Bahodopi juga menunjukkan             kami saat ini sedang dikalibrasi ulang agar target yang
                                                                   kemajuan yang menggembirakan, dengan konstruksi                ditetapkan tetap terukur, realistis, dan selaras dengan arah
 Di luar Sorowako, kami mulai melihat kontribusi pendapatan        yang   terus  berkembang    dan    keyakinan  kuat             jangka panjang, seiring dengan proses transformasi internal,
 awal dari proyek-proyek pertumbuhan kami. Indonesia               bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu, sesuai              pertumbuhan usaha, serta perkembangan standar global.




13        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 14
 Keberlanjutan tidak dikelola sebagai agenda yang terpisah,           Di    Sorowako,   kami   juga mencatat   penurunan                     Keselamatan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
 melainkan semakin diintegrasikan ke dalam proses manajemen           emisi SO₂ sebesar 5,5% serta penurunan emisi                           Pada tahun 2025, kami mencatat nol fatalitas terkait pekerjaan,
 risiko, alokasi modal, dan evaluasi kinerja di seluruh organisasi.   partikulat   sebesar   26,4%,   yang   menunjukkan                     yang mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam
                                                                      pengendalian dampak kualitas udara yang lebih baik.                    melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja di area
 Kinerja Lingkungan                                                                                                                          operasional. Sepanjang tahun, sebanyak 17.947 karyawan dan
 Selama tahun pelaporan, kami terus meningkatkan kinerja              Dalam pengelolaan lahan, kami melaksanakan reklamasi                   kontraktor menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian
 lingkungan sambil menjaga keberlanjutan operasional di               pascatambang seluas 156,67 hektare di Sorowako dan 1,42                dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kesehatan, deteksi
 tengah kondisi yang menantang. Di Sorowako, kami mencatat            hektare di IGP Morowali, serta rehabilitasi DAS di luar area konsesi   dini, dan kesejahteraan secara menyeluruh, melampaui rencana
 peningkatan emisi gas rumah kaca absolut (Cakupan 1 dan 2)           seluas 17.877 hektare. Selain itu, seluruh titik pengolahan dan        yang ditetapkan. Program ini dilengkapi dengan pelatihan
 sebesar 1,15%, dengan intensitas emisi yang juga meningkat           pemantauan air tetap memenuhi standar regulasi yang berlaku.           keselamatan secara berkala, penilaian risiko, serta inisiatif
 sebesar 0,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain,                                                                                  peningkatan kesadaran untuk memastikan seluruh pekerja
 penggunaan energi terbarukan meningkat sebesar 0,28%.                Kami juga melanjutkan program efisiensi sumber da a melalui            memiliki kesiapan dalam menjalankan pekerjaan secara aman.
                                                                      pemanfaatan kembali produk samping operasional. Pada tahun
 Peningkatan ini didukung oleh penggunaan biodiesel                   2025, lebih dari 5 juta ton slag dan hampir 1 juta ton produk          Kami juga terus memperkuat kesiapan tenaga kerja
 dengan campuran 40% bahan baku nabati (B40). Secara                  samping lainnya dimanfaatkan kembali untuk konstruksi                  melalui pengembangan kapabilitas, dengan menyediakan
 keseluruhan, energi terbarukan berkontribusi sekitar 30%             internal, sehingga membantu mengurangi pembuangan                      lebih dari 70.000 jam pelatihan sepanjang tahun. Upaya
 dari total konsumsi energi di Sorowako, serta mencapai               ke landfill dan potensi pelepasan polutan ke lingkungan.               ini   mendukung     pengembangan    individu  sekaligus
 74% di IGP Pomalaa dan 78% di IGP Morowali. Porsi energi                                                                                    kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan.
 terbarukan yang lebih tinggi pada proyek pengembangan                Kami men adari bahwa kinerja lingkungan dapat berfluktuasi
 mencerminkan kegiatan operasional yang masih berfokus                seiring dinamika operasional. Namun, arah kami tetap jelas,            Di luar operasional, investasi kami dalam pengembangan
 pada penambangan dan bergantung pada biodiesel,                       aitu menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi, dan bergerak           dan pemberdayaan masyarakat mencapai US$4,73 juta
 sementara di Sorowako proses pengeringan bijih untuk                 secara bertahap menuju praktik pertambangan yang lebih                 pada tahun 2025, meningkat sekitar 18,35% dibandingkan
 menghasilkan nikel matte masih bergantung pada batubara.             bertanggung jawab.                                                     tahun sebelumnya. Program ini berfokus pada pendidikan,
                                                                                                                                             pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur, serta akses
 Untuk operasi Sorowako, kami menargetkan penurunan                   Sumber Daya Manusia, Keselamatan, dan Dampak Sosial                    terhadap layanan dasar di wilayah operasional kami.
 emisi absolut Cakupan 1 dan 2 sebesar 33% pada tahun 2030            Karyawan dan kontraktor kami merupakan fondasi keberhasilan
 dibandingkan baseline 2017. Pada tahun 2025, total emisi di          kami. Kami memastikan setiap individu diperlakukan secara              Melalui berbagai upaya tersebut, kami terus membangun
 Sorowako tercatat sebesar 2.074.623 ton CO₂e, sehingga kami          adil, aman, dan bermartabat, sejalan dengan prinsip hak                hubungan yang dilandasi kepercayaan, keterbukaan, dan
 tetap berada pada jalur menuju target 2030. Dalam jangka             asasi manusia yang kami junjung. Hingga akhir 2025, PTVI               tanggung jawab jangka panjang.
 pendek, tingkat emisi diperkirakan relatif stabil, mengingat         mempekerjakan 2.985 orang, dengan 83,3% merupakan
 sejumlah inisiatif dekarbonisasi utama baru akan mulai diimple-      tenaga kerja lokal yang berasal dari Luwu Timur, Morowali, dan
 mentasikan sejak 2027, termasuk heat recovery, peningkatan           Kolaka. Perempuan mewakili 12,09% dari total tenaga kerja di
 dewatering bijih, serta elektrifikasi operasional. Inisiatif-        seluruh lokasi operasional kami. Selain itu, dari total 761 posisi
 inisiatif ini diharapkan dapat menurunkan emisi GRK dan              manajerial, 17,21% di antaranya ditempati oleh perempuan.
 mendukung transisi menuju operasi yang lebih rendah karbon.




14         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
                                  Apresiasi dan Penutup
                                  Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, mitra usaha, pemerintah,
                                  pemegang saham, dan masyarakat atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.

                                  Ke depan, kami menyadari bahwa dinamika industri akan terus berkembang. Dalam
                                  menghadapi hal tersebut, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin,
                                  pertumbuhan yang bertanggung jawab, serta kemajuan yang terukur dalam
                                  keberlanjutan.

                                  Integritas akan terus menjadi landasan kami dalam memimpin, mengelola risiko, dan
                                  menciptakan nilai jangka panjang. Pembelajaran dari tantangan yang kami hadapi
                                  tahun ini akan terus membentuk langkah kami ke depan.

                                  Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen tahunan,
                                  melainkan tanggung jawab yang kami jalankan setiap hari.

                                  Terima kasih atas kepercayaan dan perjalanan yang kita jalani bersama.




                                  Jakarta, 30 April 2026
                                  Bernardus Irmanto

                                  Presiden Direktur
                                  PT Vale Indonesia Tbk




15   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 16
                                      Sambutan Presiden Komisaris
                                      Tahun 2025 menjadi periode yang menentukan bagi PTVI, di          ini mencerminkan struktur kepemilikan multi-pemangku
                                      mana kami tidak hanya diuji dari sisi ketahanan operasional,      kepentingan, sekaligus memastikan bahwa praktik terbaik
                                      tetapi juga dari kekuatan tata kelola serta disiplin dalam        global dipertimbangkan sejalan dengan pemahaman yang
                                      pengambilan keputusan strategis.                                  mendalam terhadap konteks regulasi dan pemangku
                                                                                                        kepentingan di Indonesia.
                                      Kami beroperasi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi,
                                      perkembangan regulasi, serta meningkatnya ekspektasi              Komposisi Dewan Komisaris pada tahun 2025 juga menunjukkan
                                      terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial. Dalam              peningkatan keberagaman perspektif, dengan perempuan
                                      kondisi seperti ini, tata kelola bukan sekadar struktur formal,   mewakili 50% dari total anggota. Kepemimpinan yang inklusif
                                      melainkan fondasi yang memastikan kedisiplinan dalam              di tingkat tertinggi mencerminkan arah dan nilai yang kami
                                      pengambilan keputusan, memperkuat akuntabilitas, dan              pegang, dan kami akan terus memperkuat keberagaman
                                      menjaga nilai jangka panjang.                                     dalam struktur tata kelola PTVI.

                                      Sepanjang tahun, PTVI mengalami berbagai perkembangan             Dalam aspek keberlanjutan dan ESG, Dewan Komisaris memiliki
                                      struktural dan strategis. Perubahan organisasi, kemajuan          kapasitas untuk memberikan pengawasan yang efektif,
                                      proyek strategis, serta penguatan pengawasan keberlanjutan        dengan keahlian yang mencakup strategi ESG, keterlibatan
                                      menuntut kejelasan peran dan akuntabilitas yang lebih kuat.       pemangku kepentingan, hak asasi manusia, serta penerapan
                                      Dalam masa perubahan, pengawasan yang cermat menjadi              standar internasional dan agenda nasional Indonesia terkait
                                      semakin penting. Peran Dewan Komisaris adalah memastikan          transisi energi dan investasi berkelanjutan.
                                      setiap keputusan tetap selaras dengan nilai perusahaan, profil
                                      risiko, dan arah jangka panjang.                                  Secara keseluruhan, Dewan Komisaris memberikan landasan
                                                                                                        yang kuat dalam mengawasi komitmen ESG perusahaan,
                                      Tahun ini juga menjadi fase penting dalam pembaruan               memastikan bahwa keberlanjutan tetap menjadi bagian inti
                                      kepemimpinan, dengan penunjukan Presiden Komisaris serta          dari strategi jangka panjang PTVI.
                                      Presiden Direktur dan Chief E ecutive Officer ang baru,
                                      disertai perubahan dalam komposisi Dewan Komisaris dan            Jakarta, 30 April 2026
                                      Direksi.                                                          F. S. Multhazar

     F. S. Multhazar                  Dewan Komisaris memiliki keberagaman latar belakang,
     Presiden Komisaris               pengalaman, dan perspektif yang memperkuat pendekatan             Presiden Komisaris
                                      perusahaan dalam tata kelola dan keberlanjutan. Komposisi         PT Vale Indonesia Tbk




16      Laporan
        Sustainability
                Keberlanjutan
                       Report 2025
                               2025
Page 17
                                                           Tanda Tangan Direksi dan Komisaris
                                           Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT
                                          Vale Indonesia Tbk tahun 2024 telah dimuat secara lengkap, dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran
                                                 isi laporan sesuai dengan POJK 51/POJK.03/2017. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


                                                                                       Direksi*




                       Bernardus Irmanto                                              Abu Ashar                                  Heriyanto Agung Putra
                                  Presiden Direktur                                Wakil Presiden Direktur                                     Direktur




                            Budiawansyah                                      Rizky Andhika Putra                                     Muhammad Asril
                                      Direktur                                             Direktur                                            Direktur




                                                                                Slamet Sugiharto
                                                                                           Direktur




17   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 18
                                                          Dewan Komisaris*



                           F. S. Multhazar                   Emily Olson**                                          Kristina Gauthier
                                  Presiden Komisaris        Wakil Presiden Komisaris                                          Komisaris




                    Christopher McCleave               M Jasman Panjaitan                                                  Komisaris
                                      Komisaris                      Komisaris                                                Komisaris




                                  Shiro Imai                     Rudiantara                                       Retno L.P. Marsudi
                                      Komisaris                 Komisaris Independen                                    Komisaris Independen



                                                       Notes:
                                                       *Struktur Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan terakhir berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
                                                       Saham Luar Biasa Perseroan pada September 2025.
                                                       **Anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku 2025, namun telah efektif mengundurkan diri

                        Marita Alisjahbana             sejak 3 April 2026, dengan pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum
                                                       Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan pada 2 Juni 2026
                              Komisaris Independen




18   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
     Tentang PTVI
19   Sustainability Report 2025
Page 20
 Profil dan Kegiatan Usaha Utama Perseroan[GRI 2-6] [POJK51-C.4]
 Kehadiran PTVI di Indonesia dimulai pada tahun 1968 dengan        matte, yang dipasok kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM). Selain kegiatan inti tersebut,
 pendirian PT International Nickel Indonesia (INCO), sebelum       PTVI juga menjalankan berbagai kegiatan pendukung, seperti transportasi, pengadaan listrik, pengelolaan properti, pengolahan
 resmi mengadopsi nama PT Vale Indonesia Tbk pada tahun            air limbah, pengelolaan dan daur ulang limbah, serta kegiatan remediasi.[GRI 2-6] [POJK51-C.4]
 2011. Sejak itu, kami berkembang menjadi salah satu produsen
 nikel olahan terkemuka di Indonesia, berkontribusi terhadap
 upaya hilirisasi nasional jauh sebelum menjadi agenda strategis
 negara, dengan pengalaman lebih dari setengah abad sejak
 mulai mengoperasikan pabrik pengolahan pada tahun 1977.
 Sejak awal, PTVI juga membangun warisan sebagai pelopor
 pengolahan berbasis energi terbarukan di industri nikel
 nasional, dengan mengandalkan pembangkit listrik tenaga
 air sebagai sumber energi utama di tambang Sorowako kami.
 Selama beberapa dekade, kami terus mendorong praktik
 produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, yang
 dengan bangga kami sajikan dalam laporan ini.

 Operasi kami dijalankan berdasarkan kepercayaan yang
 diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kontrak
 Karya (KK) dengan masa konsesi 30 tahun sejak dimulainya
 operasi. Kontrak tersebut diperpanjang pada tahun 1996 dan
 selanjutnya beralih menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus
 (IUPK) pada tahun 2025, yang berlaku hingga tahun 2035
 dengan peluang perpanjangan lebih lanjut. Sejalan dengan
 transisi perizinan ini, kami terus melanjutkan pengembangan
 Indonesia Growth Project (IGP), yakni IGP Pomalaa, IGP
 Morowali, dan proyek Sorowako Limonite. Proyek-proyek IGP
 tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan
 tambang.

 Beberapa kegiatan usaha kami tetap konsisten dengan tahun
 sebelumnya, yaitu penambangan bijih nikel, pengolahan bijih
 menjadi nikel matte, serta penjualan produk nikel matte yang
 dihasilkan. Dengan demikian, produk utama kami adalah nikel



20        Sustainability Report 2025
Page 21
 Tujuan dan Nilai-Nilai Kami [GRI 2-24][POJK51-C.1][POJK51-F.1]
 PTVI beroperasi dengan tujuan meningkatkan
 kualitas hidup dan berkontribusi pada masa
 depan yang lebih berkelanjutan. Kami menyadari
 bahwa pertambangan memegang peran penting
 dalam mendukung pembangunan global serta
 kebutuhan transisi energi. Pada tahun 2024,
 kami memperkenalkan prinsip CARES sebagai
 landasan dalam cara kami bekerja dan mengambil
 keputusan. Prinsip ini tercermin dalam lima nilai
 inti dan diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku
 utama yang menjadi pedoman dalam operasional
 sehari-hari serta penciptaan nilai jangka panjang.

 Untuk memastikan nilai-nilai tersebut tertanam
 kuat di seluruh organisasi, kami secara aktif dan
 konsisten menyosialisasikan prinsip CARES melalui
 forum town hall, keterlibatan pimpinan, dan
 berbagai kegiatan perusahaan. Berbagai forum ini
 menjadi titik sentuh strategis untuk memperkuat
 tujuan bersama, menyelaraskan karyawan dengan
 standar etika kami, serta menumbuhkan budaya
 integritas, kolaborasi, dan akuntabilitas.




21        Sustainability Report 2025
Page 22
 Bentuk Hukum dan Kepemilikan [GRI 2-1][POJK51-C.3]
 Sejak 16 Mei 1990, PTVI tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INCO. Per
 31 Desember 2025, sekitar 20% saham kami dimiliki oleh publik. Mayoritas saham perusahaan
 dimiliki oleh PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), badan usaha milik negara, sebesar
 34,00%, diikuti oleh Vale Canada Limited (VCL) sebesar 33,88%, serta Sumitomo Metal Mining
 Co., Ltd. sebesar 11,48%.

 PTVI dikendalikan bersama oleh MIND ID dan VCL sebagai dua pemegang saham terbesar
 kami. Struktur ini mendukung pengawasan yang seimbang dan keberlangsungan bisnis jangka
 panjang di pasar nasional maupun internasional, sekaligus menjaga keselarasan dengan
 kerangka regulasi dan prioritas pembangunan Indonesia.




              20.6%                               PT Mineral Industri Indonesia (Persero)
                                  33.8%           Vale Canada Limited

                                                  Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd

                                                  Publik
                       34.0%




22        Sustainability Report 2025
Page 23
     Compan Identit                                [GRI 2-1][POJK51-C.2]



     Nama                           Tanggal Pendirian                      Alamat
     Nama Perusahaan                25 Juli 1968                           Kantor Pusat                                  Pabrik Pengolahan
     PT Vale Indonesia Tbk                                                 Sequis Tower, Lantai 20, Unit 6 & 7           Main Office Plant Site Sorowako
     Nama lain                      Tanggal Pencatatan di Bursa Efek       Jl. Jend. Sudirman Kav. 71,                   Luwu Timur 92984,
     PT Vale                        16 Mei 1990                            Jakarta 12190, Indonesia                      Sulawesi Selatan, Indonesia
                                                                           Telepon: +62 21 524 9000                      Telepon: +62 475 332 9100
                                                                           Faksimile: +62 21 524 9020                    Faksimile: +62 475 332 9575
                                                                           Situs web: https://vale.com/indonesia
                                                                           Surel: ptvicommunications@vale.com
                                                                                                                         Indonesia Growth Project Pomalaa
                                                                                                                         Jl. Alam Mekongga No. 81 A
                                                                           Kantor Perwakilan                             Kel. Laloeha, Kec. Kolaka
                                                                           Makassar, Sulawesi Selatan                    Kab. Kolaka 93561,
                                                                           Jl. Somba Opu, PO Box 1143                    Sulawesi Tenggara, Indonesia
                                                                           Makassar 90001, Sulawesi Selatan, Indonesia
                                                                           Telepon : +62 411 873731, 873732              Indonesia Growth Project Morowali
                                                                           Faksimile: +62 411 856157                     Port PT Vale, Jl. Trans Sulawesi
                                                                                                                         Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur
                                                                                                                         Kab. Morowali 94973
                                                                                                                         Sulawesi Tengah, Indonesia




23     Sustainability Report 2025
Page 24
 Wila ah Operasional [GRI 2-1][POJK51-C.3]
 Kami beroperasi secara eksklusif di Indonesia, di dalam wilayah yang diberikan berdasarkan IUPK yang berlaku hingga 28   Operasi inti PTVI berlokasi di Blok Sorowako, yang saat ini berfokus
 Desember 2035. Izin tersebut mencakup total wilayah konsesi seluas 118.017 hektare, yang tersebar di tiga blok operasi   pada penambangan bijih nikel saprolit (laterit berkadar nikel tinggi)
 yang berlokasi di tiga provinsi:                                                                                         dan produksi nikel matte menggunakan teknologi pirometalurgi.
 •   Blok Sorowako, Sulawesi Selatan (70.566 ha)                                                                          Fasilitas pengolahan mineral kami di Sorowako dilengkapi dengan
 •   Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah (22.699 ha)                                                                           tanur pengering, tanur reduksi, tanur listrik, dan konverter, dengan
 •   Blok Pomalaa dan Sua-Sua, Sulawesi Tenggara(24.752 ha)                                                               kapasitas produksi 180–216 ton nikel matte per hari.

                                                                                                                          Selain operasi yang telah berjalan, kami juga tengah mengembangkan
                                                                                                                          Indonesia Growth Project (IGP), yang mencakup inisiatif ekspansi
                                                                                                                          di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako. Proyek-proyek ini dirancang
                                                                                                                          untuk memperkuat peran kami dalam agenda hilirisasi nikel
                                                                                                                          Indonesia, sekaligus mendiversifikasi kapabilitas pengolahan dan
                                                                                                                          mengoptimalkan pemanfaatan bijih.




24        Sustainability Report 2025
Page 25
                                                                                                                             Kinerja Ekonomi
                                       IGP Pomalaa berlokasi di Pomalaa dan diluncurkan pada 27 November 2022. Proyek
                                       ini akan memasok bijih nikel ke perusahaan patungan kami dengan PT Kolaka             Kinerja Operasional dan Keuangan
                                       Nickel Indonesia (KNI) yang memproduksi nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide            Dalam beberapa tahun terakhir, pasar nikel global mengalami
                                       Precipitate (MHP), bahan antara utama untuk baterai kendaraan listrik, melalui        periode pelemahan yang menyebabkan penurunan harga
                  IGP Pomalaa          teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL).                                            rata-rata nikel dan memberikan tekanan pada kinerja
                                                                                                                             keuangan industri secara luas. Meskipun kondisi pasar tetap
                                       Area penambangan memiliki kapasitas produksi 28 juta ton per tahun (Mtpa) bijih       menantang, disiplin pengendalian biaya yang prudent, operasi
                                       limonit dan saprolit, sementara fasilitas HPAL memiliki kapasitas produksi 120 ribu   yang stabil, dan kinerja produksi yang solid mendukung
                                       ton per tahun (ktpa) MHP.                                                             ketahanan hasil keuangan kami.


                                       IGP Morowali diresmikan pada 10 Februari 2023. Kegiatan penambangan dilakukan         Pada tahun 2025, PTVI membukukan total pendapatan
                                       di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi, dengan fasilitas pengolahan berlokasi         sebesar US$990.195 ribu, meningkat US$39.807 ribu atau 4,19%
                                       di Kecamatan Bungku Pesisir. Proyek ini akan memasok bijih ke perusahaan              dibandingkan tahun 2024. Laba bersih juga meningkat menjadi
                                       patungan kami dengan PT Bahodopi Smelter Nickel Indonesia (BNSI) untuk                US$76.063 ribu, naik US$18.302 ribu atau 31,68% dibandingkan
                 IGP Morowali                                                                                                tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan kinerja
                                       memproduksi MHP melalui proses HPAL. Area penambangan memiliki kapasitas
                                       produksi 16 Mtpa bijih limonit dan saprolit, serta fasilitas HPAL dengan estimasi     operasional yang lebih kuat serta upaya berkelanjutan dalam
                                       kapasitas produksi 60 ktpa MHP yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun            mengelola biaya di tengah fluktuasi kondisi pasar.
                                       2027.
                                                                                                                             Di tengah lingkungan pasar yang menantang, PTVI tetap
                                       IGP Sorowako Limonite Ore (SLO) berlokasi di dalam Blok Sorowako yang telah ada       mempertahankan posisi keuangan yang sehat sambil
                                       dan memperoleh persetujuan investasi final pada Mei 2024. Proyek ini berfokus         mendukung pengembangan proyek melalui peningkatan
                                       pada pengolahan bijih limonit (laterit berkadar nikel rendah), yang sebelumnya        pembiayaan. Total aset mencapai US$3.345.847 ribu,
     IGP Sorowako Limonite Ore (SLO)   belum dimanfaatkan secara optimal. Proyek ini akan memasok bijih ke perusahaan        meningkat US$169.319 ribu atau 5,33% dibandingkan tahun
                                       patungan kami dengan PT Huali Nickel Indonesia (HNI) untuk memproduksi MHP            2024. Total ekuitas juga tumbuh sebesar US$42.300 ribu
                                       melalui proses HPAL. Kapasitas penambangan bijih limonit mencapai 11 Mtpa,            atau 1,55% menjadi US$2.775.076 ribu. Pada saat yang sama,
                                       dengan fasilitas HPAL yang memiliki estimasi kapasitas produksi 60 ktpa MHP.          liabilitas meningkat menjadi US$570.771 ribu, terutama
                                                                                                                             mencerminkan pembiayaan untuk kegiatan operasional dan
                                                                                                                             pengembangan proyek.




25     Sustainability Report 2025
Page 26
                  Posisi dan Kinerja Keuangan (dalam ribuan US$) [POJK51-C.3]
                                                                                                    Biaya operasional relatif stabil, dengan biaya produksi nikel matte               Nilai Ekonomi Langsung ang
                                                                                                    mencapai US$9.560 per ton pada tahun 2025, dibandingkan                           Dihasilkan dan Didistribusikan
                                                                              Varians (2025:2024)   US$9.479 per ton pada tahun 2024, atau meningkat 0,85%.                           [POJK51-B.1][POJK51-F.2][GRI 201-1]
     Data Keuangan            2025              2024               2023
                                                                                                    Meskipun biaya produksi naik tipis secara tahunan, angka tersebut                 Pada tahun 2025, PTVI menghasilkan
                                                                              Nominal       %       tetap lebih rendah dibandingkan tahun 2023 sebesar US$10.089                      dan mendistribusikan nilai ekonomi
  Total Aset                3.345.847        3.176.528          2.925.999      169.319    5,33%     per ton, mencerminkan ketahanan pengelolaan biaya di tengah                       kepada para pemangku kepentingan
                                                                                                    tekanan inflasi dan volatilitas pasar.                                            melalui aktivitas operasional dan
  Total Liabilitas           570.771          443.752             361.462      127.019    28,62%                       Bia a Produksi Nikel Matte (US$ per ton)                       keuangan kami, yang mencerminkan
  Total Ekuitas             2.775.076        2.732.776          2.564.537      42.300     1,55%                                                                                       kontribusi terhadap pembangunan
                                                                                                               2025                     2024                         2023             ekonomi nasional dan regional.
  Total Pendapatan           990.195          950.388           1.232.263      39.807     4,19%
                                                                                                               9.560                    9.479                       10.089
  Laba Bersih                76.063             57.761            274.334      18.302     31,68%                                                                                      Kami menghasilkan total nilai ekonomi
                                                                                                    Penjualan kepada Pembeli Utama                                                    sebesar US$994.117 ribu, meningkat
 Meskipun menghadapi tantangan pasar, kami mempertahankan kinerja                                   Meskipun volume penjualan nikel matte meningkat sepanjang                         dari US$954.107 ribu pada tahun 2024.
 operasional yang stabil sepanjang tahun. Produksi nikel matte mencapai                             tahun, nilai penjualan kepada pembeli utama menurun 6,50%                         Peningkatan ini terutama didorong
 72.027 metrik ton, meningkat 716 metrik ton atau 1,0% dibandingkan tahun                           secara tahunan menjadi US$888.584 ribu, terutama dipengaruhi                      oleh pendapatan operasional yang lebih
 2024. Realisasi produksi juga melampaui target tahunan sebesar 71.234 metrik                       oleh pelemahan harga nikel. Pendapatan dari pelanggan utama,                      tinggi, didukung produksi yang stabil
 ton, mencerminkan perencanaan dan pelaksanaan operasional yang efektif.                            termasuk Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co.,                       dan peningkatan kinerja penjualan.
                                                                                                    Ltd., menurun sejalan dengan kondisi pasar yang berlaku. Namun                    Pendapatan lain juga meningkat,
 Kinerja penjualan juga tetap positif. Penjualan nikel matte mencapai 73.093                        demikian, total pendapatan perusahaan meningkat, didukung oleh                    mencerminkan kenaikan pendapatan
 metrik ton, meningkat 468 metrik ton atau 0,65% dibandingkan tahun                                 sumber pendapatan lainnya dan kinerja operasional yang lebih                      non-operasional.           Dibandingkan
 sebelumnya, sekaligus melampaui target penjualan tahunan sebesar 72.234                            kuat.                                                                             pendapatan yang disajikan kembali
 metrik ton.                                                                                            Penjualan Nikel Matte kepada Pembeli Utama (dalam ribu US$)                   (restated)    sebesar      US$1.233.086
      Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Nikel Matte (Ton) 2023-2025                                                          [POJK51-B.1]
                                                                                                                                                                                      ribu pada tahun 2023, kinerja 2025
                                 [POJK51-B.1][POJK51-F.2][SASB EM-MM-000.A]
                                                                                                                                                                     Varians          menunjukkan       stabilisasi    setelah
                                                                                                      Customer            2025       2024              2023        (2025:2024)        fluktuasi pasar sebelumnya dan selaras
                                                                              Varians (2025:2024)                                                                                     dengan peningkatan laba bersih yang
          Nickel matte                  2025          2024           2023                                                                                       Nominal        %
                                                                                                                                                                                      tercatat selama tahun berjalan.
                                                                              Nominal       %       Vale Canada
                                                                                                                         711.475    760.201           985.812   (48.726)     -6,41%
                                                                                                    Limited                                                                           Kami mendistribusikan nilai ekonomi
                  Target               71.234        70.805             -       429       0,61%
  Produksi                                                                                                                                                                            sebesar US$944.234 ribu pada tahun
                                                                                                    Sumitomo
                     Realisasi         72.027         71.311        70.728      716       1,00%                                                                                       2025, mencerminkan pengeluaran
                                                                                                    Metal Mining         177.109    190.187           246.451   (13.078)     -6,88%
                  Target               72.234         71.797            -       437       0,61%     Co., Ltd                                                                          berkelanjutan untuk menopang operasi,
  Penjualan                                                                                                                                                                           mendukung karyawan, memenuhi
                     Realisasi         73.093        72.625         70.108     468        0,65%     Total                888.584    950.388       1.232.263     (61.804)    -6,50%    kewajiban fiskal, dan berkontribusi pada



26           Sustainability Report 2025
Page 27
 pembangunan masyarakat. Biaya operasional merupakan porsi terbesar dari                       Nilai Ekonomi Langsung ang Dihasilkan, Didistribusikan, dan
 nilai ekonomi yang didistribusikan, disertai gaji dan tunjangan karyawan,                                     Disimpan (dalam ribuan US$)
 pembayaran kepada penyedia modal, pembayaran kepada pemerintah, serta
 investasi masyarakat.
                                                                                                                                                            Variance (2025:2024)
                                                                                        Deskripsi               2025          2024               2023
 Pembayaran kepada penyedia modal pada tahun 2025 mencerminkan
 kewajiban pembiayaan terkait aktivitas sepanjang tahun. Pembayaran                                                                                          Nominal       %
 kepada pemerintah tetap menjadi kontribusi signifikan terhadap penerimaan     Nilai Ekonomi Dihasilkan
 negara, meskipun berfluktuasi dipengaruhi laba kena pajak dan kewajiban
 fiskal. Investasi masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,         Pendapatan Usaha                990.195       950.388           1.232.263       39.807      4%

 menunjukkan dukungan berkelanjutan terhadap inisiatif pengembangan            Pendapatan Lain                  3.922         3.719              823*              203     5%
 masyarakat.
                                                                               Total Pendapatan                994.117       954.107           1.233.086*      3.922      3.719

 Nilai ekonomi yang ditahan pada tahun 2025 mencerminkan keseimbangan          Nilai Ekonomi Didistribusikan
 antara nilai ekonomi yang dihasilkan dan distribusi nilai yang lebih tinggi
 kepada pemangku kepentingan selama tahun berjalan. Angka-angka                Biaya Operasi                   638.007       785.160*          550.958*        48.841      8%

 nilai ekonomi yang diungkapkan berasal dari dan selaras dengan Laporan        Gaji dan Tunjangan
 Keuangan audit kami. Beberapa angka tahun sebelumnya telah disajikan                                          101.002        95.254            87.436         5.748       6%
                                                                               Karyawan
 kembali untuk menyesuaikan dengan metodologi Laporan Keuangan, guna
 memastikan konsistensi dan keterbandingan antarperiode pelaporan.             Pembayaran kepada
                                                                                                               34.607           0               60.093         34.607     100%
 Rincian angka disajikan pada tabel terkait.                                   Penyandang Dana

                                                                               Pembayaran Pajak kepada
                                                                                                               170.419       202.242            204.617       -35.607     -18%
                                                                               Pemerintah

                                                                               Investasi Sosial                 3.983         3.912*             4.291             358     9%

                                                                               Total Nilai Ekonomi
                         PTVI tidak menerima bantuan keuangan                                                  948.018      1.082.656*         907.395*        53.947      6%
                                                                               Didistribusikan
                              apa pun dari Pemerintah Indonesia.
                                 Namun demikian, sejalan dengan                Nilai Ekonomi Disimpan (Nilai Ekonomi Dihasilkan - Nilai Ekonomi Didistribusikan)
                   struktur kepemilikan saham kami, Pemerintah                 Total Nilai Ekonomi
               Indonesia secara tidak langsung memiliki saham di                                               49.883        73.693*           361.444*       -13.937     -22%
                                                                               Disimpan
              PTVI melalui MIND ID, yang telah menjadi salah satu
                  pemegang saham kami sejak tahun 2020.[GRI 201-4]              *Penyajian kembali (restatement) atas angka tahun sebelumnya dilakukan untuk menyesuaikan dengan
                                                                                   metodologi Laporan Keuangan serta memastikan konsistensi dan keterbandingan antarperiode
                                                                                                                             pelaporan.




27        Sustainability Report 2025
Page 28
 Sertifikasi dan Keanggotaan pada Asosiasi [POJK51-C.5][GRI 2-28]
 Sertifikasi

                               Nama               No.                 Masa                 Lingkup                           Nama              No.                 Masa                 Lingkup
     Sertifikat                                                                                              Sertifikat
                             Sertifikasi       Sertifikasi           Berlaku                                               Sertifikasi      Sertifikasi           Berlaku

                           ISO 14001:2015     ID005666, oleh       23 September       Pabrik penambangan                  Great Place to   Disertifikasi oleh   1 September 1      PT Vale Indonesia
                           Sistem Manajemen   Bureau Veritas ISO   2024 - 3 Oktober   dan pengolahan                      Work             Great Place to       2025 - 1           Tbk
                           Lingkungan         14001:2015           2027               nikel, termasuk unit                                 Work                 September 2026
                                                                                      dan layanan
                                                                                      pendukung di lokasi
                                                                                      pabrik Sorowako




                           ISO 17025          LP-1729-DN, oleh     28 Desember        Kompetensi                          EDGE Advance Ð   GP3-IDN-25062910     8 Oktober 2025 -   Kantor Pusat PT Vale
                           Standar Uji dan    Komite Akreditasi    2022 - 27          Laboratorium                        Green Building   239880, oleh         8 Oktober 2026     di lokasi pabrik
                           Kalibrasi          Nasional             Desember 2027      Pengujian dan                                        Bureau Veritas                          Sorowako
                           Laboratorium                                               Kalibrasi di lokasi                                  South Africa (Pty)
                                                                                      pabrik Sorowako                                      Ltd.




                           ISO 50001          IND.25.7130/EN/U     13 Mei 2024 - 24   Operasi
                           Sistem Manajemen                        November 2026      penambangan dan
                           Energi                                                     pengolahan nikel
                                                                                      matte di lokasi
                                                                                      pabrik Sorowako




28       Sustainability Report 2025
Page 29
 Sertifikasi dan Keanggotaan pada Asosiasi [POJK51-C.5][GRI 2-28]
 Keanggotaan pada Asosiasi

      Asosiasi Internasional                                      Asosiasi Nasional                                Asosiasi Nasional
                                    UN Global Compact                                 Indonesian Mining                                Forum Industri Nikel
                                    Anggota                                           Association                                      Indonesia
                                                                                      Anggota                                          Anggota
                                                         Link :                                           Link :




      Asosiasi Nasional                                           Asosiasi Nasional                                Asosiasi Nasional
                                    Indonesia Global Compact                          Asosiasi Emiten Indonesia                        Asosiasi Pengusaha
                                    Network                                           Anggota                                          Indonesia
                                    Anggota                                                                                            Anggota asosiasi
                                                         Link :                                           Link :




      Asosiasi Nasional                                           Asosiasi Nasional
                                    Indonesia Business Council                        Indonesia Corporate
                                    for Sustainable Development                       Secretar Association
                                    Anggota                                           Anggota
                                                         Link :




29     Sustainability Report 2025
Page 30
 Penghargaan dan Pencapaian
 Pada tahun 2025, komitmen PT Vale terhadap perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang kuat, menerima pengakuan dari berbagai institusi. Penghargaan ini menunjukkan
 bahwa kontribusi Perseroan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan tidak hanya diakui di lingkungan perusahaan, tetapi juga diapresiasi oleh para pihak eksternal, antara lain sebagai berikut:

                                          TOP CSR Awards 2025                                                                                       SDG Innovation Accelerator for Young
                                          TopBusiness                                        11 Juni 2025                                           Professionals
                                                                                                                                                    UNGC                                           31 Juli 2025
                                            • TOP CSR Awards 2025 Star 4 - sistem, kebijakan, dan
                                               implementasi CSR yang baik di IGP Morowali                                                           Top 6 Innovations
                                            • TOP Leader on CSR Commitment 2025 - Diberikan
                                               kepada Bernardus Irmanto (CEO PT Vale) atas
                                               komitmennya terhadap keberlanjutan


                                          The Asia Responsible Enterprise Award (AREA)                                                              Innovation Technology for Social and
                                          Enterprise Asia                                    27 Juni 2025                                           Environmental Awards (InTechSEA)
                                                                                                                                                    Universitas Hasanuddin                         31 Juli 2025
                                            • Penerima penghargaan AREA di kategori Social
                                               Empowerment                                                                                            • Predikat Platinum - kategori Keanekaragaman Hayati
                                            • Penerima penghargaan AREA di kategori Green                                                             • Predikat Emas - kategori Pangan, Energi dan Air
                                               Leadership




                                          Energi Mineral Festival 2025                                                                              Eco Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA)
                                          Kementerian Energi dan Sumber Da a           30-31 Juli 2025                                              Department of Environmental                20 August 2025
                                          Mineral dan B-Universe                                                                                    Engineering, Diponegoro Universit

                                                                                                                                                      • Predikat Emas - Green Power Innovation
                                          Penerima apresiasi kategori inisiatif bidang ESG
                                                                                                                                                      • Predikat Emas - Hydro Smart Innovation
                                                                                                                                                      • Predikat Emas - Ecosystem Protection
                                                                                                                                                      • Predikat Perak - Low Carbon Innovation
                                                                                                                                                      • Predikat Perak - Community Development
                                                                                                                                                      • Predikat Perunggu - Eco-Cycle Innovation
                                                                                                                                                      • Predikat Perunggu - Eco-Hazard Innovation




30        Sustainability Report 2025
Page 31
                                  Katadata ESG Index Awards                                    Investortrust ESG Awards 2025
                                  Katadata Indonesia                     10 September 2025     Investortrust                               23 Oktober 2025


                                    • Penerima penghargaan Katadata ESG Index Awards           •        Gold Star Award - untuk perusahaan terbuka dengan
                                       untuk sektor pertambangan                                        kapitalisasi besar
                                    • Penerima penghargaan Katadata ESG Index 2025             •        Investortrust ESG Awards 2025 - kategori
                                       Awarding Gender untuk sektor pertambangan                        Transparansi dan Pengungkapan Kinerja ESG



                                  ESG Business Awards                                          Penghargaan Subroto 2025
                                  ESG Business                                                 Kementerian Energi dan Sumber Da a         24 Oktober 2025
                                                                         25 September 2025
                                                                                               Mineral
                                    • Penghargaan - Waste Management Award, Indonesia.
                                    • Penghargaan - Biodiversity Conservation Award,           Penerima Penghargaan Subroto 2025 - Program Matano
                                       Indonesia                                               Iniaku




                                                                                               Asia ESG Positive Impact Awards 2025
                                  Bisnis Indonesia CSR Awards (BISRA) 2025
                                                                                               Asia ESG Positive Impact                 5-7 November 2025
                                  Bisnis Indonesia                       30 September 2025
                                                                                               Consortium (A-EPIC)

                                    • Predikat Platinum - IGP Morowali
                                                                                               Predikat Emas (Perusahaan Besar) - Kategori Lingkungan
                                    • Penghargaan Khusus - Program CSR terbaik dalam
                                                                                               (Konservasi Keanekaragaman Hayati)
                                       Perencanaan Strategis (IGP Morowali)




                                  Lestari Award 2025                                           ESG Leadership Awards 2025
                                  Kompas Gramedia                             2 Oktober 2025   Bumi Global Karbon (BGK) Foundation 16 November 2025


                                  Kategori Ekosistem Berkelanjutan- Program Kehati Lutim       Penerima penghargaan Leadership AA – Advancing ESG
                                  Bersinergi                                                   Transparency Leadership




31   Sustainability Report 2025
Page 32
                                  ESG B-Universe 2025                                           Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT)
                                  Investor Dail                            20 November 2025     2025
                                                                                                Investortrust                         28 November 2025
                                  ESG Appreciation - kategori Pemberdayaan Masyarakat
                                                                                                Predikat Emas - Laporan Keberlanjutan 2024




                                                                                                Penghargaan Mitra Bhakti Husada (MBH) 2025
                                  Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional
                                                                                                Kementerian Kesehatan Republik         9 Desember 2025
                                  (TKMPN) XXIX
                                                                                                Indonesia
                                  PT Wahana Kendali Mutu               24-29 November 2025

                                                                                                Penerima Penghargaan kategori Perlindungan Kesehatan
                                    • Predikat Berlian dan Pilihan Favorit – Green Breaker,
                                                                                                Pekerja Perempuan
                                       inovasi reklamasi area berbatu menggunakan limbah
                                       sabuk kelapa
                                    • Predikat Platinum - Innovator Tim, perbaikan metode
                                       penyiraman slag launder untuk menurunkan risiko
                                                                                                Indonesian CSR Awards (ICA) & Indonesian SDGs
                                       kerja dan biaya
                                                                                                Awards (ISDA) 2025
                                    • Predikat Platinum - Autopipe, alat pembuka pipa
                                                                                                Corporate Forum for CSR                17 Desember 2025
                                       sulit pada proyek eksplorasi untuk meningkatkan
                                                                                                Development (CFCD)
                                       efisiensi kerja
                                    • Predikat Platinum - Slag Warrior, pemanfaatan
                                                                                                  • Predikat Platinum dan Emas untuk ICA - program
                                       limbah slag nikel sebagai material infrastruktur ramah
                                                                                                     Matano Iniaku
                                       lingkungan
                                                                                                  • Predikat Silver untuk ISDA - program Closed-loop
                                    • Predikat Platinum - Stock Master, efisiensi biaya
                                                                                                     Livestock System
                                       pembelian unit tuyere baru sebesar 21%
                                    • Predikat Emas - The Energizer, solusi mempercepat
                                                                                                Program Wajib Pajak
                                       penanganan gangguan jaringan listrik tambang hingga
                                                                                                Badan Pendapatan Daerah Kabupaten            18 Maret 2025
                                       71%
                                                                                                Kolaka
                                    • Predikat Emas - Sarakaloka, optimalisasi
                                       pemanfaatan sampah apu-apu di area lagoon
                                                                                                Penerima penghargaan Laporan Pajak Terbaik Tahun 2024
                                                                                                Kabupaten Kolaka




32   Sustainability Report 2025
Page 33
                                  10th Asia’s Sustainability Reporting Awards                                                 Operational Excellence Conference (OPEXCON)
                                  (ASRA) 2025                                                                                 2025
                                  CSR Works International Pte Ltd,           24 Oktober 2025                                  Shift Indonesia                          13 November 2025
                                  Singapura
                                                                                                                              Predikat Emas – Inovasi otomasi pengaturan rasio Silica/
                                  Predikat Perunggu - Kategori Asia’s Best Sustainability                                     Magnesia (S/M) pada slag furnace berbasis machine learning
                                  Report (CEO Letter)




                                  Fortune Indonesia 100 - 2025                                                                Perhumas PR Excellence Awards 2025
                                  Fortune Indonesia                       12 September 2025                                   Perhimpunan Hubungan                     13 December 2025
                                                                                                                              Mas arakat
                                  Penerima penghargaan Peringkat 79
                                                                                                                              Penerima penghargaan Juara II Kategori Digital PR Program
                                                                                                                              Tema Umum




                                  Global Supply Chain Excellence Awards (SCEA) Asia
                                  Pacific 2025
                                  Suppl Chain E cellence Award –          30 September 2025
                                  Asia Pacific

                                                                                               Untuk informasi lebih lanjut
                                  Penerima Penghargaan kategori Manufacturing (Program
                                                                                               mengenai sertifikasi, keanggotaan,
                                  0-Hour Truck Rebuild)
                                                                                               dan penghargaan PTVI, silakan
                                                                                               kunjungi situs web kami:

                                  HR Excellence Awards 2025
                                  Human Resource Online                     6 November 2025


                                  Predikat Emas - Kategori Keunggulan dalam Strategi CSR




33   Sustainability Report 2025
Page 34
     Manajemen
     Keberlanjutan
34   Sustainability Report 2025
Page 35
 Keberlanjutan dalam Operasional Kami[POJK51-A.1]
                                                                                                                                •   Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Metals
 Dalam mewujudkan aspirasi untuk meningkatkan kualitas          Pedoman     yang            Mengatur         Operasional
                                                                                                                                    & Mining 2021
 hidup dan berkontribusi pada masa depan yang lebih baik,       Berkelanjutan Kami
                                                                                                                                •   Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
 PTVI menyadari pentingnya untuk terus merefleksikan
                                                                                                                                    Development Goals/SDGs)
 cara kami beroperasi, serta memastikan bahwa kehadiran         Operasional dan praktik keberlanjutan PTVI berlandaskan
                                                                                                                                •   Standar dan konvensi ketenagakerjaan International
 kami mendorong kemajuan yang positif, bukan sebaliknya.        pada peraturan perundang-undangan di Indonesia serta
                                                                                                                                    Labour Organization (ILO)
 Kesadaran ini menjadi landasan komitmen kami terhadap          standar dan pedoman yang diakui secara global. Landasan ini
                                                                                                                                •   United Nations Basic Principles on the Use of Force and
 praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sekaligus         memastikan bahwa seluruh aktivitas kami dijalankan secara
                                                                                                                                    Firearms
 dalam membangun operasional yang tangguh, meminimalkan         bertanggung jawab dan efektif, sekaligus tetap selaras dengan
                                                                                                                                •   United Nations Guiding Principles on Business and Human
 risiko, dan memberikan dampak yang bermakna. Selain itu,       komitmen dan persyaratan yang telah kami adopsi. Berikut
                                                                                                                                    Rights
 mengingat kegiatan operasional kami bergantung pada            adalah regulasi, standar, dan kerangka kerja nasional maupun
                                                                                                                                •   United Nations Global Compact (UNGC) Principles
 komoditas dengan umur terbatas, komitmen ini menjadi           internasional yang menjadi acuan kami.
                                                                                                                                •   International Finance Corporation (IFC) Performance
 semakin penting untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang
                                                                                                                                    Standards
 serta daya saing bisnis kami.                                  Regulasi Nasional
                                                                                                                                •   Global Reporting Initiative (GRI)
                                                                                                                                •   Voluntary Principles on Security and Human Rights
 Untuk memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan        •    Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
                                                                                                                                •   Perjanjian Paris Perserikatan Bangsa-Bangsa 2015
 yang bertanggung jawab di tingkat tertinggi, PTVI telah            Terbatas
                                                                                                                                •   United Nations Declaration on the Rights of Indigenous
 mengintegrasikannya ke dalam Kebijakan Keberlanjutan yang      •   Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.
                                                                                                                                    Peoples
 terakhir diperbarui pada tahun 2024 dan telah disetujui oleh       1827/K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
                                                                                                                                •   OECD Due Diligence Guidance for Responsible Supply
 Direksi. Kami memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya           Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
                                                                                                                                    Chains of Minerals from Conflict-Affected and High-Risk
 menjadi prinsip panduan, tetapi juga pengungkit strategis      •   Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
                                                                                                                                    AreasChains of Minerals from Conflict-Affected and
 yang membentuk pengambilan keputusan, mendorong                    Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
                                                                                                                                    High-Risk Area
 transformasi, dan menjadi dasar arah jangka panjang                Emiten, dan Perusahaan Publik
 operasional kami.
                                                                Kerangka dan Standar Global
 Pada bagian ini, kami menguraikan elemen-elemen utama
 yang menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diwujudkan        •   ISO 26000 – Panduan Tanggung Jawab Sosial
                                                                                                                                            Akses Kebijakan
 dalam praktik, mencakup dimensi aktivitas kami, pilar-pilar    •   ISO 14001:2015 – Sistem Manajemen Lingkungan
                                                                                                                                            Keberlanjutan
 yang menjadi pedoman operasional, serta fokus utama pada       •   ISO 45001:2018 – Sistem Manajemen Kesehatan dan
                                                                                                                                            kami:
 masing-masing pilar.                                               Keselamatan Kerja
                                                                •   ISO 9001:2015 – Sistem Manajemen Mutu
                                                                •   ISO 31000:2018 – Manajemen Risiko
                                                                •   Prinsip International Council on Mining and Metals (ICMM)




35        Sustainability Report 2025
Page 36
 Integrasi Keberlanjutan dalam Strategi Bisnis                      Sepanjang tahun 2025, kami berfokus pada penguatan keselarasan internal dan koordinasi lintas fungsi untuk memastikan bahwa
 [POJK 51 A.1][GRI 2-12][GRI 2-13]
                                                                    aspek keberlanjutan diterapkan secara konsisten di seluruh area operasional dan fungsi. Hal ini mencakup peningkatan koordinasi
                                                                    antara fungsi perencanaan strategis, manajemen risiko, operasional, dan keberlanjutan guna mendukung implementasi yang
 Pertimbangan keberlanjutan terintegrasi dalam strategi             terpadu serta akuntabilitas yang jelas.
 bisnis PTVI untuk memastikan bahwa penciptaan nilai jangka
 panjang selaras dengan praktik bisnis yang bertanggung             Dengan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, PTVI memastikan bahwa setiap keputusan strategis tidak hanya
 jawab serta pengelolaan risiko yang efektif. Keberlanjutan         berkontribusi pada kinerja jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan jangka panjang, daya saing, serta penciptaan nilai
 tidak diposisikan sebagai agenda terpisah, melainkan menjadi       bagi para pemangku kepentingan.
 bagian yang melekat dalam perencanaan strategis, proses
 pengambilan keputusan, dan pengawasan operasional kami.

 Direksi, dengan pengawasan dari Dewan Komisaris,
 memegang peran sentral dalam memastikan bahwa prinsip
 keberlanjutan tercermin dalam keputusan strategis utama,
 termasuk perencanaan jangka panjang, alokasi modal, dan
 evaluasi proyek-proyek signifikan. Melalui pembahasan dan
 penelaahan secara berkala, Direksi memberikan arahan dan
 pengawasan agar aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
 (ESG) dipertimbangkan secara seimbang bersama faktor
 keuangan dan operasional. Peran ini didukung oleh Komite
 Keberlanjutan yang memfasilitasi integrasi serta pemantauan
 inisiatif keberlanjutan di seluruh PTVI (penjelasan lebih lanjut
 disampaikan pada bagian Tata Kelola Keberlanjutan).

 Pada tingkat manajemen, keberlanjutan diintegrasikan
 dalam proses manajemen risiko perusahaan (enterprise risk
 management) dan pelaksanaan strategi. Risiko dan peluang
 terkait ESG diidentifikasi, dinilai, dan dipantau sebagai bagian
 dari kerangka manajemen risiko yang lebih luas, sehingga
 PTVI dapat mengantisipasi dampak terhadap ketahanan dan
 kinerja bisnis, sekaligus memahami potensi dampak terhadap
 masyarakat dan lingkungan. Pendekatan terintegrasi ini
 mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan
 memperkuat kemampuan kami dalam merespons tantangan
 yang terus berkembang.



36            Sustainability Report 2025
Page 37
 Keterlibatan Pemangku Kepentingan[POJK51-E.4][GRI 2-29]
 Keterlibatan pemangku kepentingan membantu PTVI
 memahami ekspektasi eksternal serta mengidentifikasi
 isu-isu yang dapat memengaruhi keberlanjutan operasional
 kami, lingkungan, dan masyarakat. Kegiatan ini dirancang
 untuk menghasilkan masukan yang relevan bagi pengambilan
 keputusan, pengelolaan risiko, dan penentuan topik material,
 bukan sekadar sebagai sarana komunikasi satu arah.

 Kami melakukan pemetaan pemangku kepentingan di seluruh
 wilayah operasional untuk mengidentifikasi kelompok yang
 relevan serta menentukan pendekatan keterlibatan yang
 tepat. Umpan balik yang diperoleh melalui konsultasi, forum
 dialog, dan mekanisme pengaduan ditelaah dan dipertim-
 bangkan dalam penilaian risiko dan dampak terkait ESG,
 sehingga memungkinkan PTVI merespons secara tepat waktu
 dan proporsional.

 Mekanisme pengaduan kami melengkapi proses ini dengan
 menyediakan saluran yang mudah diakses bagi pemangku
 kepentingan untuk menyampaikan aspirasi, kekhawatiran,
 maupun permohonan penyelesaian. Melalui pendekatan ini,
 keterlibatan pemangku kepentingan mendukung pengelolaan
 dampak secara bertanggung jawab, menjaga social license to
 operate, serta memperkuat penciptaan nilai jangka panjang.

 Tabel berikut menyajikan kelompok utama pemangku
 kepentingan PTVI sebagai acuan dalam pelaksanaan
 operasional dan pengelolaan keberlanjutan. Tabel tersebut
 menguraikan bentuk keterlibatan, isu utama yang menjadi
 perhatian, serta respons kami, sehingga memberikan
 gambaran terstruktur mengenai bagaimana masukan
 pemangku kepentingan diintegrasikan ke dalam aktivitas
 operasional dan proses pengambilan keputusan.



37        Sustainability Report 2025
Page 38
      Jenis Pemangku                     Pemangku
                                                             Peran dan Kepentingan                    Bentuk Keterlibatan                           Respons PTVI                  Frekuensi Keterlibatan
        Kepentingan                     Kepentingan

 Tenaga Kerja Internal            Karyawan, Manajemen        Tenaga kerja merupakan         •   Rapat internal dan saluran komunikasi     •   Penyusunan RJPP                 •   Laporan triwulanan, semester,
                                  PTVI, Kontraktor           pemangku kepentingan           •   Platform pelatihan dan pembelajaran       •   Optimalisasi produksi dan           tahunan
                                                             utama yang mendorong           •   Sistem evaluasi kinerja dan umpan balik       penjualan                       •   Evaluasi berkala
                                                             keberhasilan perusahaan        •   Forum hubungan industrial                 •   Implementasi VPS, CSMS, dan     •   PKB setiap 2 tahun
                                                             melalui peningkatan kinerja    •   Sesi komunikasi K3LH                          HSE
                                                             ekonomi, keselamatan, dan                                                    •   Program PNI & LBI
                                                             pengelolaan lingkungan.                                                      •   PKB & LKS Bipartit
                                                             Partisipasi aktif mereka
                                                             mendukung optimalisasi
                                                             produksi, manajemen risiko,
                                                             serta pencapaian tujuan
                                                             jangka panjang.

 Masyarakat Lokal &               Masyarakat, Tokoh Formal   Hubungan yang kuat             •   Konsultasi masyarakat dan forum dialog    •   Rekrutmen tenaga kerja lokal•   •   BKAD: 3x/tahun atau sesuai
 Pemangku Kepentingan Lokal       & Informal, LSM            memastikan aspirasi            •   Forum multipihak (BKAD)                       Implementasi PPM                    kebutuhan
                                                             dan kekhawatiran dapat         •   Mekanisme pengaduan• Kegiatan             •   Komite tingkat desa             •   Dialog bulanan/berbasis isu
                                                             ditangani serta mendukung          keterlibatan masyarakat                   •   Penanganan pengaduan
                                                             pembangunan lokal                                                            •   Program pelatihan &
                                                             berkelanjutan.                                                                   pemberdayaan



 Pemerintah                       Pemerintah Pusat &         Memastikan kepatuhan           •   Rapat koordinasi dan pertemuan regulasi   •   Pembayaran pajak & PNBP         •   Koordinasi berkelanjutan
                                  Daerah, TNI, Polri         regulasi, keselarasan          •   Pelaporan dan pengungkapan                •   Koordinasi dengan TNI/Polri     •   Pelaporan berkala (Triwulan/
                                                             kebijakan, dan stabilitas      •   Konsultasi kebijakan                      •   Pelaporan ESG & operasional         Semester/Tahunan)
                                                             operasional.                   •   Forum koordinasi keamanan                 •   Kepatuhan AMDAL & regulasi      •   Sesuai kebutuhan
                                                                                            •   Proses perizinan



 Sektor Publik                    BUMN, Institusi Publik     Mendukung keselarasan          •   Forum kemitraan strategis                 •   Proyek bersama                  •   Pelaporan berkala (Triwulan/
                                                             dengan kebijakan               •   Koordinasi lintas sektor                  •   Partisipasi kebijakan               Semester/Tahunan)
                                                             sosial-ekonomi dan inisiatif   •   Dialog kebijakan                          •   Kolaborasi keberlanjutan
                                                             strategis.




38        Sustainability Report 2025
Page 39
     Jenis Pemangku                     Pemangku
                                                            Peran dan Kepentingan                   Bentuk Keterlibatan                      Respons PTVI                   Frekuensi Keterlibatan
       Kepentingan                     Kepentingan

 Hubungan Bisnis                 Investor, Pemasok, Mitra   Mendukung pendanaan,           •   Paparan investor                     •   Penyusunan RJPP                 •   Pelaporan berkala (Triwulan/
                                                            stabilitas rantai pasok, dan   •   Forum pemasok                        •   Laporan Tahunan &                   Semester/Tahunan)
                                                            pertumbuhan operasional.       •   Saluran pengungkapan kinerja             Keberlanjutan
                                                                                           •   Diskusi kemitraan                    •   Pengungkapan publik
                                                                                                                                    •   Sosialisasi kebijakan pemasok




 Pelanggan                       Pelanggan                  Mendukung peningkatan          •   Pertemuan rutin dan diskusi bisnis   •   Penyelarasan dengan RJPP        •   Minimal bulanan
                                                            kualitas produk dan            •   Pengelolaan kontrak                  •   Keterlibatan pelanggan
                                                            kepuasan pelanggan.                                                         berkelanjutan




 Media, Akademisi & LSM          Media, Akademisi, LSM      Mendukung transparansi,        •   Interaksi media dan pers             •   Siaran pers & publikasi         •   Sesuai kebutuhan
                                                            kepercayaan publik, dan        •   Forum kolaborasi riset               •   Kolaborasi riset
                                                            penguatan berbasis riset.      •   Saluran komunikasi publik            •   Kemitraan terkait PPM
                                                                                           •   Forum dialog




39       Sustainability Report 2025
Page 40
 Tinjauan Materialitas[GRI 3-1]
 Memahami isu-isu yang paling signifikan memengaruhi bisnis       Double Materiality Process
 dan pemangku kepentingan kami merupakan fondasi penting
 bagi strategi jangka panjang PTVI serta komitmen kami                         Tahap 1                       Tahap 2                         Tahap 3                            Tahap 4
                                                                       Kompilasi Topik-topik ESG     Penilaian Dampak (Impact       Penilaian Risiko dan Peluang          Penilaian Materialitas
 terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.                      yang Relevan                    Assessment)                          ESG                     (Materiality Assessment)


                                                                      Identifikasi Topik ESG       Identifikasi Dampak dari       Identifikasi Risiko dan          Penyelarasan Materialitas
 Sejalan dengan praktik industri, kami melakukan asesmen
                                                                      Terkait:                     Topik-topik ESG                Peluang ESG                      Dampak dan Finansial
 double materiality yang komprehensif pada 2024, dengan
                                                                      Mengumpulkan                 Dampak dikelompokkan positif   Mengidentifikasi risiko dan      Mengintegrasikan penilaian
 tinjauan tahunan untuk memvalidasi keberlanjutan relevansi           topik-topik relevan dari     dan negatif, aktual dan        peluang ESG berdasarkan data     dampak dan keuangan
 topik-topik prioritas yang telah diidentifikasi.                     standar, kerangka kerja,     potensial                      internal dan informasi terbaru   untuk pemahaman yang
                                                                      benchmarking, dan                                                                            holistik.
                                                                      perspektif internal
 Pendekatan kami mengacu pada Global Reporting Initiative             perusahaan.                                                 Penilaian Risiko dan Peluang
                                                                                                   Survey Pemangku
 (GRI), khususnya GRI 3: Material Topics 2021. Sesuai standar                                                                     Menilai kemungkinan, dampak      Materiality Matrix
                                                                                                   Kepentingan
 tersebut, topik material ditentukan berdasarkan signifikansi                                                                     finansial, toleransi risiko,
                                                                                                                                  prioritas, dan pengaruhnya       Memetakan topik material
                                                                                                   Untuk menampung persepsi
 dampak kami terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia,                                            stakeholder baik internal      terhadap kinerja keuangan        berdasarkan signifikansi
                                                                                                                                  jangka pendek, menengah, dan     dampak dan relevansi
 termasuk hak asasi manusia, serta tingkat perhatian dan                                           maupun eksternal
                                                                                                                                  panjang.                         finansial..
 kepentingan para pemangku kepentingan. Kami juga menilai
 potensi implikasi topik-topik keberlanjutan terhadap                                              Materiality Threshold

 operasional dan kinerja finansial kami.                                                           Menetapkan batas untuk
                                                                                                   mengidentifikasi dampak yang
                                                                                                   paling signifikan.
 Proses ini menghasilkan identifikasi 18 topik keberlanjutan
 yang merepresentasikan isu-isu ESG paling relevan di seluruh
                                                                           Topik-topik ESG             Materialitas Dampak            Materialitas Finansial1           8 Topik Keberlanjutan
 operasi dan rantai nilai kami. Topik-topik ini menjadi dasar
 untuk proses prioritisasi lebih lanjut dan terus menjadi acuan
 dalam strategi, pengelolaan risiko, serta pengungkapan kami.




40        Sustainability Report 2025
Page 41
                           Tinjauan dan Prioritisasi Materialitas 2025

                           Melanjutkan asesmen double materiality tahun 2024, pada 2025                   license to operate serta mendukung ambisi pertumbuhan kami;
                           kami melakukan tinjauan terarah untuk memvalidasi keberlanjutan                dan
                           relevansi topik-topik keberlanjutan yang telah diidentifikasi, sekaligus   •   Perspektif nilai, yang mengevaluasi apakah kinerja saat ini sudah
                           memperkuat keselarasan topik-topik tersebut dengan konteks bisnis              memadai sekaligus mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan
                           yang terus berkembang dan prioritas strategis kami.                            penciptaan nilai melampaui praktik yang telah ada.

                           Alih-alih melakukan asesmen ulang secara menyeluruh, kami                  Selain itu, kami mengidentifikasi keterkaitan antar topik untuk
                           menyempurnakan cara topik-topik tersebut diprioritaskan dan dikelola       mendorong pendekatan pengelolaan yang lebih terintegrasi dan
                           melalui proses evaluasi terstruktur yang mengintegrasikan perspektif       terfokus.
                           pemangku kepentingan dan pertimbangan nilai bisnis.
                                                                                                      Sebagai hasilnya, 18 topik keberlanjutan tersebut dikonsolidasikan dan
                           Kami melibatkan enam kelompok pemangku kepentingan utama—                  diprioritaskan menjadi enam topik material yang mencakup dimensi
                           karyawan dan serikat pekerja, LSM lokal dan masyarakat, regulator,         lingkungan, sosial, dan tata kelola. Keenam topik material ini merepre-
                           investor, calon mitra, serta media—untuk mengonfirmasi kembali             sentasikan area dengan signifikansi tertinggi bagi bisnis dan pemangku
                           isu-isu prioritas. Kami juga menilai posisi kami saat ini untuk            kepentingan kami, serta menjadi landasan strategi dan pengungkapan
                           masing-masing topik dibandingkan dengan pelaku industri sejenis di         keberlanjutan kami.
                           tingkat lokal maupun global.
                                                                                                      Pendekatan ini memastikan topik-topik material kami tetap terfokus,
                           Setiap topik dievaluasi melalui dua perspektif yang saling melengkapi:     dapat ditindaklanjuti, dan selaras dengan penciptaan nilai jangka
                           •    Perspektif pemangku kepentingan, Perspektif pemangku                  panjang.
                                kepentingan, yang menilai pentingnya suatu topik dalam menjaga




41   Sustainability Report 2025
Page 42
 Topik Materialitas[GRI 3-1]
                                                   Tingkat Materialitas Dampak                                                 Tingkat Materialitas Finansial
 No    Topik Material                                                                                                                                                                  Jangka Waktu             Strategi PTVI
                                         Positif           Skor             Negatif            Skor                   Risiko             Skor               Peluang          Skor
                                                           (1-3)                               (1-3)                                     (1-3)                               (1-3)

 1    Pengelolaan          Peningkatan kualitas                    Pengelolaan air,                    Ketidakpatuhan terhadap                   Inisiatif ekonomi                   Jangka Pendek–     Memperkuat pengelolaan air
      Limbah dan Air       lingkungan dan                          limbah, dan tailing                 standar limbah cair, kelangkaan           sirkular, daur ulang air,           Menengah           terpadu, meningkatkan tata
                           kesehatan masyarakat                    yang tidak efektif                  air, serta kegagalan fasilitas            dan pemanfaatan slag                                   kelola tailing, memperluas
                           melalui pengelolaan air,                dapat menyebabkan                   tailing dapat memicu sanksi,              meningkatkan efisiensi                                 inisiatif daur ulang dan
                           limbah, dan tailing yang                pencemaran, kerusakan               biaya remediasi, dan gangguan             sumber daya, menekan                                   pemanfaatan kembali, serta
                           bertanggung jawab.                      ekosistem, serta                    operasional.                              biaya, dan memperkuat                                  memastikan kepatuhan
                                                                   berkurangnya ketersediaan                                                     kinerja lingkungan.                                    terhadap regulasi.
                                                                   air.

 2    Produksi Rendah      Penurunan emisi gas rumah               Ketergantungan tinggi               Kegagalan memenuhi target                 Elektrifikasi, energi               Jangka Menengah–   Mempercepat roadmap
      Emisi                kaca melalui pengelolaan                pada bahan bakar fosil              Net Zero dan standar emisi                terbarukan, dan                     Panjang            dekarbonisasi melalui
                           emisi dan energi yang                   meningkatkan emisi dan              dapat mengakibatkan sanksi,               inisiatif dekarbonisasi                                transisi energi, elektrifikasi
                           efektif, berkontribusi pada             mempercepat degradasi               peningkatan biaya operasional,            meningkatkan efisiensi                                 operasional, serta integrasi
                           mitigasi perubahan iklim                lingkungan.                         dan penurunan daya saing.                 serta memperkuat posisi                                energi terbarukan.
                           dan kualitas udara yang                                                                                               PTVI dalam rantai nilai
                           lebih baik.                                                                                                           rendah karbon.

 3    Pengelolaan Lahan    Perlindungan ekosistem                  Penggunaan lahan yang               Kehilangan keanekaragaman                 Inisiatif rehabilitasi              Jangka Menengah–   Menerapkan rehabilitasi
                           melalui konservasi                      tidak berkelanjutan dapat           hayati dan penutupan tambang              pascatambang dan                    Panjang            progresif, memperkuat
                           keanekaragaman hayati                   menyebabkan kehilangan              yang tidak memadai dapat                  pemanfaatan lahan                                      rencana pengelolaan
                           serta praktik penutupan                 habitat, degradasi                  memicu sanksi, kerusakan                  menciptakan peluang                                    keanekaragaman hayati, serta
                           dan rehabilitasi tambang                ekosistem, dan penurunan            reputasi, serta kewajiban                 ekonomi alternatif dan                                 mengembangkan pemanfaatan
                           yang bertanggung jawab.                 produktivitas lahan.                lingkungan jangka panjang.                meningkatkan kinerja ESG.                              lahan pascatambang yang
                                                                                                                                                                                                        selaras dengan kebutuhan
                                                                                                                                                                                                        masyarakat.




42       Sustainability Report 2025
Page 43
                                                   Tingkat Materialitas Dampak                                              Tingkat Materialitas Finansial
 No    Topik Material                                                                                                                                                                Jangka Waktu             Strategi PTVI
                                      Positif              Skor              Negatif          Skor                 Risiko             Skor               Peluang           Skor
                                                           (1-3)                              (1-3)                                   (1-3)                                (1-3)

 4    Masyarakat Lokal     Pembangunan wilayah                     Keterlibatan yang                  Sengketa lahan, protes                  Kemitraan yang kuat,                 Jangka Pendek–    Memperkuat keterlibatan
                           yang inklusif melalui                   tidak memadai atau                 masyarakat, dan ketidak-                pembiayaan berkelanjutan,            Menengah          pemangku kepentingan,
                           keterlibatan masyarakat                 relokasi yang tidak adil           sesuaian ekspektasi dapat               dan meningkatnya                                       meningkatkan mekanisme
                           yang efektif, praktik                   dapat memicu konflik               menghambat proyek dan                   permintaan nikel yang                                  pengaduan, memastikan
                           relokasi yang adil, dan                 sosial, gangguan mata              mengancam social license to             bertanggung jawab                                      praktik relokasi yang adil,
                           dampak ekonomi positif.                 pencaharian, dan                   operate.                                mendorong pertumbuhan                                  serta menyelaraskan program
                                                                   menurunnya kepercayaan                                                     ekonomi bersama.                                       masyarakat dengan prioritas
                                                                   publik.                                                                                                                           lokal.

 5    Kesejahteraan dan    Lingkungan kerja yang                   Penerapan K3 dan                   Insiden kerja, perselisihan             Teknologi keselamatan,               Jangka Pendek–    Memperkuat budaya
      Inklusi              aman dan inklusif melalui               standar ketenagaker-               tenaga kerja, dan risiko                pengembangan tenaga                  Menengah          keselamatan, menerapkan
                           penerapan K3 dan praktik                jaan yang lemah dapat              kesehatan kerja dapat                   kerja, dan praktik inklusi                             sistem K3 yang preventif,
                           ketenagakerjaan yang adil               menyebabkan kecelakaan             mengganggu operasional serta            memperkuat ketahanan                                   memperluas program
                           meningkatkan ketahanan                  kerja, diskriminasi,               meningkatkan biaya hukum                operasional dan retensi                                pelatihan, serta mendorong
                           dan produktivitas tenaga                dan rendahnya moral                dan kompensasi.                         talenta.                                               keberagaman dan inklusi.
                           kerja.                                  karyawan.

 6    Integritas Bisnis    Peningkatan transparansi                Kegagalan tata kelola              Perubahan regulasi, tantangan           Tata kelola yang kuat,               Jangka Pendek–    Memperkuat sistem
                           dan akuntabilitas melalui               dan praktik tidak etis             perizinan, dan ketidakpatuhan           rantai pasok yang                    Panjang           kepatuhan, menegakkan
                           tata kelola perusahaan                  dapat menimbulkan                  dapat mengganggu                        bertanggung jawab,                   (Berkelanjutan)   kode etik, meningkatkan
                           yang baik dan praktik                   risiko hukum, kerusakan            operasional serta menurunkan            dan praktik transparan                                 pengendalian internal, serta
                           bisnis yang etis.                       reputasi, dan menurunnya           kepercayaan investor.                   meningkatkan kredibilitas,                             memastikan transparansi di
                                                                   kepercayaan pemangku                                                       menarik investasi, dan                                 seluruh operasional dan rantai
                                                                   kepentingan.                                                               mendukung penciptaan                                   pasok.
                                                                                                                                              nilai jangka panjang.




43       Sustainability Report 2025
Page 44
 Peta Jalan ESG
 Roadmap ESG PTVI menjadi kerangka terstruktur yang                    dan tahap pengembangan proyek baru
 memandu integrasi prioritas lingkungan, sosial, dan tata kelola   •   Memastikan konsistensi standar dan ekspektasi kinerja di
 (ESG) ke dalam strategi bisnis kami. Roadmap ini menguraikan          Sorowako, Morowali, dan Pomalaa
 pendekatan bertahap untuk memperkuat fondasi tata kelola,         •   Menyempurnakan target, metrik, dan langkah
 meningkatkan pengukuran dampak, serta mengintegra-                    implementasi agar mencerminkan cakupan operasional
 sikan pertimbangan ESG ke dalam operasional dan proses                yang semakin luas
 pengambilan keputusan.                                            •   Memperkuat       integrasi  antara    strategi    ESG,
                                                                       manajemen      risiko,  dan   perencanaan     investasi
 Dalam beberapa tahun terakhir, PTVI terus meningkatkan
 tingkat kematangan ESG secara progresif melalui penguatan         Proses ini mencerminkan komitmen PTVI terhadap
 sistem manajemen, peningkatan pemantauan kinerja,                 pertumbuhan yang bertanggung jawab, serta integrasi aspek
 serta penguatan mekanisme akuntabilitas di seluruh area           keberlanjutan sejak tahap pengembangan proyek hingga
 operasional.                                                      operasional dan penutupan tambang.

 Penguatan Peta Jalan yang Sedang Berlangsung                      Menjaga Keberlanjutan Implementasi dan Kinerja

 Pada tahun 2025, PTVI memulai proses penguatan strategis          Selama proses penguatan roadmap berlangsung, implementasi
 terhadap Peta Jalan ESG untuk memastikan keselarasan dengan       ESG tetap dijalankan melalui struktur tata kelola dan sistem
 perkembangan jejak operasional, strategi pertumbuhan              manajemen yang telah ada. Berbagai inisiatif utama terkait
 jangka panjang, serta aspirasi perusahaan.                        kinerja iklim, pengelolaan lingkungan, keterlibatan masyarakat,
                                                                   pengembangan tenaga kerja, serta tata kelola terus diimple-
 Penguatan ini mencerminkan proses carve-out, ekspansi, dan        mentasikan dan dipantau.
 pengembangan proyek IGP Morowali dan IGP Pomalaa yang
 menjadi tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan              Capaian atas komitmen ESG diungkapkan dalam laporan ini
 PTVI. Seiring dengan semakin luasnya portofolio operasional,      sebagai bentuk komitmen berkelanjutan PTVI terhadap praktik
 penting bagi kami untuk memastikan bahwa kerangka ESG             pertambangan yang bertanggung jawab dan penciptaan nilai
 tetap komprehensif, terintegrasi, dan diterapkan secara           jangka panjang.
 konsisten di seluruh area operasional.
                                                                   Peta Jalan ESG yang telah diperbarui akan dikomunikasikan
 Proses peninjauan yang sedang berlangsung bertujuan untuk:        setelah proses penguatan ini selesai.
 •   Menyelaraskan prioritas ESG dengan proses carve-out




44        Sustainability Report 2025
Page 45
 Tata Kelola Keberlanjutan[POJK51-E.1]
 PTVI memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui                                                 KOMITE KEBERLANJUTAN
 pengawasan yang terstruktur baik di tingkat Direksi maupun
 manajemen. Isu-isu keberlanjutan dibahas melalui mekanisme
 tata kelola formal untuk memastikan keselarasan antara                                                     Dewan Komisaris (BoC)
 strategi perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan terhadap
 regulasi, serta penciptaan nilai jangka panjang. Direksi bersama
 komite terkait menjalankan pengawasan aktif terhadap
                                                                                                                   Direksi (BoD)
 dampak, risiko, dan peluang keberlanjutan sebagai bagian dari
 kerangka tata kelola perusahaan secara keseluruhan.[GRI 2-12][GRI
 2-13]

                                                                                           Komite Keberlanjutan di bawah Dewan Direksi


                                                                                                         Departemen Keberlanjutan


                                                                          Rapat ESG Operasional
                                                                                                                              Rapat ESG Khusus (Kelompok Fokus Tematik)
                                                                     (Pemantauan KPI rutin & pelaksanaan)



                                                                         Pemilik Topik Material ESG

                                                                                                                         HRDD          Persiapan         Emisi GRK         Masyarakat
                                                                                                                   (Uji Tuntas Hak       IRMA               dan           dan Pemangku
                                                                                                                    Asasi Manusia)                     Perubahan Iklim     Kepentingan




                                                                              * the focus group may change from time to time, depending on specific agenda or goals that the
                                                                                                               company want to achieve




45         Sustainability Report 2025
Page 46
 Pada tahun 2025, PTVI menyelenggarakan lima rapat Komite             mengenai Hak Asasi Manusia disajikan pada bagian Uji Tuntas Hak Asasi Manusia).[GRI 2-12][GRI 2-25]
 Keberlanjutan untuk memantau kemajuan dan memberikan
 arahan terhadap prioritas utama ESG. Rapat-rapat ini menjadi         Melalui rapat berkala dan pengawasan yang terstruktur, PTVI memastikan bahwa aspek keberlanjutan tetap terintegrasi dalam
 platform untuk diskusi strategis yang efektif, koordinasi lintas     proses tata kelola, perencanaan strategis, dan pelaksanaan operasional.[GRI 2-12][GRI 2-25]
 fungsi, serta evaluasi kinerja atas inisiatif keberlanjutan di
 seluruh operasi kami. Departemen Keberlanjutan bertindak
 sebagai koordinator utama yang memastikan kebijakan dan
                                                                      Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Keberlanjutan
 strategi keberlanjutan diimplementasikan secara efektif.[GRI 2-13]
                                                                      Pemantauan dan pelaporan merupakan bagian integral dari                Selain pemantauan internal, kinerja ESG PTVI juga dinilai oleh
 Sepanjang tahun, pembahasan dalam Komite Keberlanjutan               pendekatan pengelolaan keberlanjutan PTVI. Kinerja ESG                 lembaga pemeringkat eksternal, termasuk Sustainalytics.
 difokuskan pada penyempurnaan Peta Jalan ESG kami.                   dipantau melalui indikator kinerja utama (Key Performance              Pada tahun 2025, skor Risiko ESG kami membaik menjadi 23,7
 Topik utama meliputi pengawasan penentuan materialitas,              Indicators/KPI) yang telah ditetapkan di seluruh topik material        dibandingkan 29,4 pada tahun 2024, yang mencerminkan
 penyelarasan dengan lembaga pemeringkat ESG eksternal,               dan fungsi, serta dilaporkan secara berkala untuk memastikan           penurunan eksposur risiko ESG sebesar 19,4%. Skor
 peningkatan pengungkapan keberlanjutan, penguatan                    keselarasan dengan roadmap keberlanjutan dan persyaratan               tersebut masih berada dalam kategori Medium Risk, namun
 sistem pemantauan dan evaluasi, serta peninjauan kredensial          regulasi.                                                              menunjukkan tren penurunan risiko yang konsisten dalam
 keberlanjutan dan keselarasan dengan standar internasional.                                                                                 beberapa tahun terakhir.
 Komite juga meninjau akurasi dan kelengkapan informasi
 terkait keberlanjutan yang diungkapkan dalam Laporan
                                                                                  Sebagai bagian dari komitmen terhadap
 Keberlanjutan ini.[GRI 2-14]
                                                                                  transparansi,    PTVI  secara     konsisten
                                                                              menyampaikan Communication on Progress
 Komite memberikan arahan terkait area prioritas dan alokasi
                                                                              (CoP) tahunan dalam kerangka United Nations
 sumber daya untuk mendukung peningkatan yang sistematis
                                                                              Global Compact (UNGC), yang mengungkapkan
 sejalan dengan standar pertambangan yang bertanggung
                                                                              kemajuan terkait prinsip hak asasi manusia,
 jawab tingkat internasional.[GRI 2-12]
                                                                              ketenagakerjaan, lingkungan, dan anti-korupsi.

 Selain itu, Komite menerima pembaruan terkait pengelolaan
                                                                              CoP tersebut tersedia untuk publik melalui
 dampak hak asasi manusia, termasuk penilaian risiko,
                                                                              platform UNGC.
 identifikasi risiko HAM yang paling signifikan, investigasi, serta
 pengembangan langkah mitigasi yang berorientasi ke depan.
 Pembahasan menekankan penguatan integrasi pertimbangan
                                                                                                                                             Peningkatan ini mencerminkan upaya berkelanjutan PTVI
 HAM dalam pengambilan keputusan operasional dan proses
                                                                                                                                             dalam memperkuat praktik pengelolaan risiko ESG serta
 pengelolaan pemasok, serta mekanisme pemulihan apabila
                                                                                                                                             menjaga pengawasan yang konsisten terhadap topik
 dampak merugikan teridentifikasi (informasi lebih lanjut
                                                                                                                                             lingkungan, sosial, dan tata kelola yang material.




46         Sustainability Report 2025
Page 47
 Konservasi Mineral dan Efisiensi Sumber Daya
 Sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel,                                                                            dipisahkan dan dikelola sebagai bagian dari pengembangan
 PTVI menyadari bahwa pengelolaan sumber daya secara                                    Kinerja Recovery 2025                     potensi pengolahan di masa depan. Pendekatan ini memastikan
 bertanggung jawab merupakan fondasi keberlanjutan                                                                                bahwa material tersebut tetap memiliki nilai ekonomi dan
                                                                  Recovery Penambangan
 lingkungan dan ketahanan operasional jangka panjang.                                                                             tidak diperlakukan sebagai limbah.
 Optimalisasi proses penambangan dan pengolahan                   Sorowakio-Petea &
                                                                                                                      90.25%
                                                                  Bohodopi Blok 1
 memungkinkan pemanfaatan maksimum dari area tambang                                                                   Hingga
                                                                                                                                     Siklus Material: Mengubah Limbah Menjadi Manfaat
 yang ada, sekaligus meminimalkan kehilangan material dan         Bohodopi Blok 2 & 3                                    99%
 kebutuhan pembukaan lahan baru.                                  Recovery Pengolahan                                                                Material Residu                 Dimanfaatkan kembali
                                                                                                                                                                                     untuk Pekerjaan Sipil
                                                                  Sorowakio-Petea &
                                                                                                                   89.73%                                    5,352,400 ton           Internal
 Pada tahun 2025, kegiatan penambangan dilakukan di               Bohodopi Blok 1
                                                                                                                                                             Slag
                                                                                                                                                                                            Konstruksi Jalan

 Sorowako–Petea, Blok Bahodopi 1, serta Blok Bahodopi 2                                                                                Operasi                                              Pembangunan
                                                                                                                                    Penambangan              939,024 ton                    Infrastruktur Tambang
 dan 3, sementara belum terdapat aktivitas penambangan                                                                              & Pengolahan             Material reject dryer
                                                                                                                                                                                            Stabilisasi Permukaan
 di Pomalaa. Total produksi bijih mencapai 15.918.295 wet
 metric tons (wmt). Kadar nikel rata-rata berada pada kisaran
 1,61%–1,79%, mencerminkan penerapan grade control dan          Efisiensi pengolahan juga menjadi faktor kunci dalam konservasi
 rekonsiliasi yang terstruktur untuk meminimalkan dilusi dan    mineral. Kegiatan pengolahan dan pemurnian di Sorowako–
 meningkatkan akurasi ekstraksi.[GRI 301-1]                     Petea dan Bahodopi Blok 1 mencapai tingkat recovery sebesar
                                                                89,73% pada tahun 2025, sejalan dengan parameter studi            Sirkularitas material juga menjadi bagian integral dari
 Kinerja mining recovery dipantau secara berkala untuk          kelayakan. PTVI terus melakukan penyempurnaan operasional         konservasi sumber daya. Sepanjang tahun 2025, PTVI
 mengevaluasi efektivitas ekstraksi terhadap cadangan yang      dan peningkatan teknologi untuk memaksimalkan perolehan           memanfaatkan kembali 5.352.400 ton slag dan 939.024 ton
 dimodelkan. Pada tahun 2025, tingkat mining recovery di        nikel serta meminimalkan kehilangan material. Sementara itu,      material reject dryer untuk pekerjaan sipil internal, seperti
 Sorowako–Petea dan Bahodopi Blok 1 mencapai rata-rata          bijih dari Bahodopi Blok 2 dan 3 dijual ke pasar domestik tanpa   pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi
 90,25%, sementara Bahodopi Blok 2 dan 3 mencapai hingga        melalui proses pengolahan internal.                               lahan. Praktik ini membantu mengurangi timbulan limbah,
 99%. Berbagai inisiatif peningkatan berkelanjutan—termasuk                                                                       menekan penggunaan material eksternal, serta meningkatkan
 program bottom ore recovery, peningkatan kontrol sampling,     Sebagai bagian dari praktik akuntansi mineral yang transparan,    efisiensi penggunaan sumber daya.[GRI 301-2][GRI 301-3]
 dan penyempurnaan model blok—terus dilakukan untuk             PTVI juga memantau mineral ikutan dalam produksi nikel
 meningkatkan kinerja ini.                                      matte. Pada tahun 2025, produksi kobalt tercatat sebesar 968      Melalui pemantauan recovery, optimalisasi proses, akuntansi
                                                                ton.                                                              mineral, dan pemanfaatan material secara sirkular, PTVI terus
                                                                                                                                  memperkuat pengelolaan sumber daya yang bertanggung
                                                                Pengelolaan material berkadar rendah dilakukan secara             jawab di seluruh rantai nilai pertambangan. Upaya ini
                                                                terstruktur untuk mendukung perencanaan jangka panjang.           mendukung kepatuhan regulasi, efisiensi operasional, serta
                                                                Selama tahun pelaporan, sebanyak 2.814.030 wmt bijih limonit      pengurangan dampak lingkungan.




47        Sustainability Report 2025
Page 48
                                                            Rantai Pasokan yang Bertanggung Jawab
                                                                                                                                yang lebih tinggi, langkah mitigasi tambahan dan verifikasi
     Peningkatan Efisiensi           Pengolahan   melalui   Pengadaan yang Bertanggung Jawab dan Uji
                                                                                                                                kepatuhan lanjutan dilakukan sebelum persetujuan diberikan.
     Inovasi Terarah                                        Kelayakan
                                                                                                                                Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola diintegrasikan dalam
     Pada tahun 2025, PTVI terus menerapkan berbagai        Kami menyadari bahwa risiko dan dampak keberlanjutan tidak
                                                                                                                                seluruh proses penapisan ini. Kriteria lingkungan mencakup
     pengendalian operasional dan peningkatan               hanya dapat timbul dari kegiatan operasional kami, tetapi
                                                                                                                                kepatuhan terhadap regulasi serta kinerja HSER, sementara
     teknologi untuk mengurangi kehilangan nikel serta      juga dari aktivitas di sepanjang rantai pasok. Di PTVI, praktik
                                                                                                                                aspek sosial dan tata kelola meliputi standar ketenagaker-
     meningkatkan efisiensi material dalam sistem           pengadaan yang bertanggung jawab merupakan bagian yang
                                                                                                                                jaan, perilaku etis, dan penguatan integritas. Pada 2025, 100%
     pengolahan. Dua inisiatif utama memberikan             terintegrasi dalam kerangka tata kelola dan manajemen
                                                                                                                                pemasok—termasuk pemasok baru—telah dinilai terhadap
     dampak signifikan.                                     risiko kami, untuk memastikan pemasok memenuhi standar
                                                                                                                                aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian dari proses uji
                                                            ESG yang telah ditetapkan, selain persyaratan komersial dan
                                                                                                                                kelayakan dan pengadaan PTVI. Pendekatan menyeluruh ini
     Pertama, peningkatan akurasi pemisahan slag–           teknis.
                                                                                                                                memastikan hanya mitra usaha yang bertanggung jawab dan
     matte melalui penguatan sistem pemantauan pada
                                                                                                                                patuh yang dapat berpartisipasi dalam rantai nilai kami.
     proses converter. Peningkatan deteksi dan kontrol      Keterlibatan dengan pemasok dimulai melalui proses
                                                                                                                                .[GRI 2-23][GRI 205-2][GRI 308-1][GRI 414-1]
     proses ini membantu mengurangi kehilangan nikel        prakualifikasi yang terstruktur dan mengacu pada pedoman
     ke slag serta menjaga stabilitas recovery selama       internal. Pada awal 2025, PTVI menerapkan proses Third Party
     proses pemurnian.                                      Due Diligence (TPDD) yang diperkuat, menggantikan mekanisme
                                                            sebelumnya yaitu Initial Risk Assessment Questionnaire (IRAQ).                            100% pemasok
     Kedua, optimalisasi sistem granulasi melalui           Melalui TPDD, calon pemasok diwajibkan mengisi kuesioner                                termasuk pemasok baru,
     penerapan oversize product crushing, yang              komprehensif yang mencakup:                                                      telah dinilai berdasarkan aspek
     mengurangi sirkulasi reject dan meminimalkan           •    Identitas organisasi dan kepemilikan manfaat (beneficial                              lingkungan dan sosial.
     kebutuhan reprocessing. Inisiatif ini memungkinkan          ownership)
     material yang masih bernilai untuk langsung            •    Pengurus perusahaan dan perwakilan hukum
     dimanfaatkan kembali dalam aliran produk jual,         •    Keterkaitan politik dan aktivitas lobi
                                                                                                                                Setelah melalui proses TPDD, pemasok yang disetujui diwajibkan
     sehingga menekan kehilangan internal dan               •    Hubungan dengan pejabat pemerintah
                                                                                                                                memformalkan komitmennya melalui perjanjian kontraktual.
     meningkatkan efisiensi proses secara keseluruhan.      •    Riwayat pidana, hukum, dan kepatuhan regulasi
                                                                                                                                Supplier Code of Conduct (SCoC) kami menerjemahkan
                                                            •    Program kepatuhan serta penerapan ESG
                                                                                                                                ekspektasi terkait tata kelola, integritas, lingkungan, dan hak
     Melalui inisiatif ini, PTVI berhasil meningkatkan
                                                                                                                                asasi manusia ke dalam kewajiban kontraktual yang mengikat.
     presisi recovery dan efisiensi material dalam          Proses uji kelayakan ini wajib dilakukan bagi seluruh calon pihak
                                                                                                                                SCoC melarang pekerja anak, kerja paksa, pembatasan
     operasional pengolahan.                                ketiga sebelum dapat berpartisipasi dalam proses pengadaan,
                                                                                                                                kebebasan berserikat, serta praktik disipliner yang tidak
                                                            termasuk evaluasi tender dan pelaksanaan kontrak. Pemasok
                                                                                                                                pantas, termasuk hukuman fisik. Kode ini juga mewajibkan
                                                            kemudian diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko (rendah,
                                                                                                                                kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan dan
                                                            menengah, atau tinggi). Apabila teridentifikasi indikator risiko
                                                                                                                                lingkungan yang berlaku.



48      Sustainability Report 2025
Page 49
 Untuk memperkuat akuntabilitas, PTVI memasukkan                                                                                        kemajuan dalam memperkuat penggunaan barang dan jasa
 mekanisme disipliner dalam perjanjian dengan pemasok                                                                                   dalam negeri. Peningkatan ini didukung oleh keterlibatan
                                                                         Selama 2025, terdapat beberapa kasus terisolasi terkait
 dan kontraktor. Ketentuan ini mengatur jenis pelanggaran,                                                                              berkelanjutan dengan pemasok lokal, upaya mendorong
                                                                         keterlambatan pembayaran upah yang teridentifikasi
 tingkat keparahan, serta sanksi atau tindakan perbaikan yang                                                                           kesiapan sertifikasi TKDN, serta penguatan koordinasi dalam
                                                                         melalui kanal pengaduan dan evaluasi berkala kinerja
 dapat diterapkan, termasuk penghentian sementara maupun                                                                                proses pengadaan. Meski tantangan masih ada, terutama
                                                                         kontraktor. Permasalahan ini ditindaklanjuti melalui
 pemutusan kontrak apabila diperlukan.                                                                                                  terkait kesiapan pemasok untuk memenuhi persyaratan
                                                                         keterlibatan dengan kontraktor terkait, verifikasi
                                                                                                                                        sertifikasi, PTVI tetap berkomitmen meningkatkan kinerja
                                                                         kewajiban kontraktual, serta tindakan korektif
 Bagi pemasok yang beroperasi di area operasional kami,                                                                                 TKDN sebagai bagian dari penguatan partisipasi rantai pasok
                                                                         lanjutan untuk mendukung penyelesaian secara tepat
 kepatuhan juga diperkuat melalui sistem badging wajib.                                                                                 nasional.
                                                                         waktu. Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan,
 Akses kerja dapat ditahan apabila persyaratan kontraktual,
                                                                         tidak ditemukan pola berulang yang bersifat sistemik.
 keselamatan, atau kepatuhan tidak dipenuhi atau terjadi                                                                                                     Capaian TKDN
 pelanggaran.[GRI 2-23][GRI 407-1][GRI 408-1][GRI 409-1][GRI 414-2]
                                                                         Pada tahun pelaporan yang sama, tiga kontrak vendor                      2025                2024              2023
                                                                         dihentikan setelah terkonfirmasi adanya pelanggaran
 Pemantauan dan Penegakan terhadap Pemasok
                                                                         yang diidentifikasi melalui proses pengendalian internal
                                                                         terkait aktivitas evaluasi anggaran. Tindakan tersebut                 40,58%               28,52%           36,04%
 Seluruh pemasok dengan kontrak aktif berada dalam
                                                                         dilakukan sesuai ketentuan kontraktual dan prosedur
 pemantauan kinerja berkelanjutan melalui Contractor
                                                                         kepatuhan yang berlaku.
 Performance Report (CPR) bulanan, yang mengevaluasi kinerja                                                                            Praktik pengadaan yang bertanggung jawab juga berkontribusi
 operasional, HSER, dan kepatuhan kontraktual. Terdapat                                                                                 terhadap ketahanan ekonomi di wilayah operasional kami.
 ambang batas kinerja minimum yang harus dipenuhi, dan                                                                                  Pada 2025, kami bekerja sama dengan 907 pemasok domestik,
 kinerja yang terus berada di bawah standar dapat memengaruhi         Mendukung Pemasok Domestik[GRI 204-1]                             yang mewakili 85% dari total basis pemasok kami, sementara
 kelayakan untuk kontrak di masa mendatang.                                                                                             165 pemasok atau 15% sisanya merupakan mitra internasional.
                                                                      Sebagai bagian dari komitmen kami untuk memperkuat
 Meskipun pada 2025 tidak terdapat pelatihan khusus Human             partisipasi ekonomi domestik, PTVI melakukan penyajian
 Rights Due Diligence bagi pemasok, persyaratan terkait               kembali data Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sejak
 hak asasi manusia dan kepatuhan ketenagakerjaan tetap                2022, sejalan dengan perubahan metodologi perhitungan
 terintegrasi dalam klausul kontraktual, kontrol operasional,         dan penerapan kriteria yang lebih ketat oleh regulator. Angka
 dan mekanisme pengawasan berkelanjutan.[GRI 2-24]                    yang disajikan mencerminkan capaian berdasarkan produk
                                                                      tersertifikasi dan telah diverifikasi secara independen oleh PT
                                                                      Sucofindo yang ditunjuk oleh Kementerian Energi dan Sumber
                                                                      Daya Mineral (ESDM).

                                                                      Setelah mengalami penurunan pada tahun-tahun sebelumnya,
                                                                      capaian TKDN PTVI meningkat menjadi 40,58% pada 2025, atau
                                                                      naik 42% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan




49         Sustainability Report 2025
Page 50
             Jumlah Pemasok Berdasarkan Kategori 2025                   Tanggung Jawab atas Kualitas Produk dan Layanan
                                                                        [POJK51-F.17]

                                                                        PTVI memastikan bahwa proses produksi dan produk nikel             Selain kualitas produk, PTVI juga menjaga keterlibatan yang
             165 (15%)
                                                                        yang dihasilkan telah memenuhi standar internasional serta         terstruktur dengan pelanggan untuk memastikan keandalan
                                                                        kerangka regulasi yang berlaku. Operasional kami mengacu           layanan. Transaksi produk umumnya dilakukan melalui kontrak
                                                                        pada persyaratan seperti Restriction of Hazardous Substances       jangka panjang, sehingga tidak diterapkan mekanisme survei
                                                            907 (85%)   (RoHS) dan ISO 17025, yang diakui secara luas di pasar ekspor,     kepuasan pelanggan secara formal. Sebagai gantinya, kami me-
                                                                        termasuk Uni Eropa. Selain itu, produk kami telah melalui          nyelenggarakan pertemuan koordinasi secara berkala dengan
                     Pemasok Domestik           Pemasok Internasional   klasifikasi bahaya sesuai dengan Globally Harmonized System        pelanggan untuk membahas aspek operasional, spesifikasi
                                                                        of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) yang diadopsi   produk, kinerja pengiriman, serta peluang peningkatan
                                                                        oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diimplementasikan              layanan. Pendekatan ini memungkinkan penyelesaian isu secara
 Belanja pengadaan juga mencerminkan komitmen ini. Pada
                                                                        di Indonesia melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 23        tepat waktu, komunikasi yang transparan, serta peningkatan
 2025, alokasi belanja kepada pemasok domestik mencapai
                                                                        Tahun 2013.                                                        layanan secara berkelanjutan guna mendukung kemitraan
 US$895,4 juta atau 90% dari total pengeluaran pemasok,
                                                                                                                                           jangka panjang.[POJK51-F.30]
 sementara US$97,3 juta atau 10% dialokasikan kepada
                                                                        Pada tahun pelaporan, selain nikel matte, PTVI mulai
 pemasok internasional. [GRI 204-1]
                                                                        melakukan penjualan bijih nikel dari area proyek tertentu sesuai
 Nilai Pengadaan Berdasarkan Kategori Pemasok 2025 (US$)                dengan persetujuan regulasi dan tahapan pengembangan
                                                                        yang berlaku. Prosedur pengendalian mutu serta mekanisme
         Description                    Total (US$)                %    kepatuhan kontraktual diterapkan secara konsisten di seluruh
                                                                        portofolio produk untuk memastikan bahwa transaksi bijih
     Pemasok Domestik              895.424.509,35                 90%   nikel memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati serta
                                                                        standar regulasi yang berlaku.[POJK51-F.27]
     Pemasok
                                    97.254.721,73                 10%   Sebagai produk antara dalam rantai nilai business-to-busi-
     Internasional
                                                                        ness, baik nikel matte maupun bijih nikel digunakan sebagai
     Total                        992.679.231,08                 100%   bahan baku untuk proses industri hilir dan tidak memiliki
                                                                        paparan langsung kepada konsumen akhir. Sepanjang
                                                                        periode pelaporan, tidak terdapat pengaduan terkait aspek
 Melalui prakualifikasi yang terstruktur, penilaian risiko berbasis
                                                                        keselamatan produk maupun dampak kesehatan dari
 tata kelola, penapisan ESG, uji kelayakan hak asasi manusia,
                                                                        karyawan, kontraktor, maupun pembeli. Tidak terdapat
 pemantauan berkelanjutan, serta dukungan terhadap
                                                                        permintaan penarikan produk (product recall) dari pelanggan,
 pemasok domestik, kami berupaya menjaga rantai pasok yang
                                                                        yang mencerminkan konsistensi proses penjaminan mutu yang
 tangguh, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan tujuan
                                                                        kami terapkan.[POJK51-F.28][POJK51-F.29]
 keberlanjutan kami.



50            Sustainability Report 2025
Page 51
     Tata Kelola
51   Sustainability
     Laporan Keberlanjutan
                    Report 2025
                            2025
Page 52
 Menegakkan Good Corporate Governance
                                        PTVI meyakini bahwa tata kelola yang kuat merupakan fondasi
                                        utama untuk mencapai tujuan keberlanjutan sekaligus memastikan
                                        ketahanan bisnis jangka panjang. Komitmen kami untuk
                                        menjalankan usaha secara etis, transparan, dan bertanggung jawab
                                        berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)
                                        yang diterapkan secara konsisten di seluruh tingkat organisasi.
                                        Prinsip-prinsip ini menjadi dasar dalam menjalankan operasional,
                                        mengambil keputusan, serta membangun hubungan dengan para
                                        pemangku kepentingan.

                                        Penerapan GCG didukung oleh kerangka tata kelola yang
                                        komprehensif, yang mencakup berbagai kebijakan, standar, dan
                                        pedoman internal. Di antaranya adalah Kebijakan Keberlanjutan,
                                        Kebijakan Anti-Korupsi, Kode Etik, serta berbagai piagam yang
                                        mengatur peran dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, dan
                                        komite pendukung. Melalui kerangka ini, kami memastikan bahwa
                                        prinsip tata kelola tidak hanya tertuang dalam dokumen formal,
                                        tetapi juga terintegrasi dalam praktik organisasi, sistem, serta
                                        proses pengambilan keputusan.

                                        Di luar kepatuhan terhadap regulasi, tata kelola di PTVI juga
                                        difokuskan pada penguatan manajemen risiko, efektivitas fungsi
                                        pengawasan, serta pemberdayaan seluruh fungsi organisasi agar
                                        dapat menjalankan perann a secara bertanggung jawab dan efisien.
                                        Pendekatan ini mendukung upaya kami dalam meningkatkan kinerja
                                        operasional sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap
                                        perekonomian nasional serta mendorong terciptanya iklim investasi
                                        yang bertanggung jawab.

                                        Melalui penerapan prinsip tata kelola yang konsisten, PTVI berupaya
                                        memperkuat akuntabilitas, memitigasi risiko terkait tata kelola,
                                        serta mencegah potensi dampak negatif yang dapat timbul akibat
                                        praktik tata kelola yang tidak memadai.[GRI 2-27]




52   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
 Badan Tata Kelola
                                                                                                                                 Dewan Komisaris dan fungsi pengawasan, sementara Presiden
                                                                                                                                 Direktur memimpin Direksi dan fungsi eksekutif. Pemisahan
                                                                                                                                 peran yang tegas ini menciptakan mekanisme check and
                                                                                                                                 balance yang efektif, memperkuat akuntabilitas, serta
                                                                                                                                 memastikan praktik tata kelola yang sehat.

                                                                                                                                 Kedua organ tata kelola tersebut didukung oleh komite dan
                                                                                                                                 fungsi manajemen untuk memastikan pelaksanaan tugas
                                                                                                                                 secara optimal. Komite di bawah Dewan Komisaris meliputi
                                                                                                                                 Komite Audit, Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi
                                                                                                                                 (KTNR), Komite Mitigasi Risiko, serta Komite Kontrak Karya.
                                                                                                                                 Sementara itu, Direksi didukung oleh berbagai fungsi
                                                                                                                                 manajemen utama, antara lain Human Capital, Legal, Sekretaris
                                                                                                                                 Perusahaan, Hubungan Investor, Keuangan, Kepatuhan
                                                                                                                                 dan Etika, Enterprise Risk Management, Komunikasi dan
                                                                                                                                 E ternal Affairs, Corporate Affairs, Unit Audit Internal, serta
                                                                                                                                 Pengendalian Internal.

                                                                                                                                 Kerangka tata kelola kami juga dipandu oleh berbagai
                                                                                                                                 instrumen internal, termasuk Kebijakan GCG, Kode Etik,
                                                                                                                                 Kebijakan Nominasi dan Remunerasi, serta kebijakan tata kelola
 PTVI telah membangun struktur tata kelola yang mengacu           secara resmi mencalonkan dan mengangkat anggota Dewan
                                                                                                                                 lainnya, guna memastikan keselarasan dengan peraturan pe-
 pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan           Komisaris dan Direksi. RUPS juga berfungsi sebagai mekanisme
                                                                                                                                 rundang-undangan, ketentuan regulator, dan praktik terbaik.
 Terbatas serta berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate       akuntabilitas, di mana Dewan Komisaris dan Direksi
                                                                                                                                 Melalui instrumen tersebut, kami menjunjung tinggi prinsip
 Governance (GCG). Kerangka tata kelola kami terdiri dari Rapat   menyampaikan laporan kinerja serta pelaksanaan tata kelola.
                                                                                                                                 transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi,
 Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tertinggi,
                                                                                                                                 dan kewajaran dalam setiap proses pengambilan keputusan.
 Dewan Komisaris (BoC), dan Direksi (BoD), yang masing-masing     PTVI menerapkan struktur tata kelola dua tingkat (two-tier
 memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan       system), di mana Dewan Komisaris menjalankan fungsi
 peraturan yang berlaku serta Anggaran Dasar PTVI.                pengawasan terhadap pengelolaan yang dilakukan oleh Direksi.
                                                                  Dewan Komisaris memberikan arahan strategis, nasihat, dan
 RUPS merupakan forum utama bagi pemegang saham                   rekomendasi, sekaligus memastikan penerapan prinsip GCG
 untuk menjalankan hak dan kewenangannya. Melalui RUPS,           secara konsisten. Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan
 pemegang saham menyetujui tindakan-tindakan korporasi            perusahaan secara menyeluruh, pelaksanaan operasional,
 yang strategis, menetapkan arah keputusan penting, serta         serta pencapaian kinerja. Presiden Komisaris memimpin



53        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 54
                                                                RUPSLB pada 28 Juli dan 23 September 2025. Perubahan ini terjadi sebagai akibat dari pengunduran diri serta pemberhentian
 Proses Nominasi dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9]
 [GRI 2-10]                                                     dengan hormat sejumlah anggota dewan. Salah satu perubahan utama adalah pengangkatan Bernardus Irmanto sebagai
                                                                Presiden Direktur, sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri Presiden Direktur sebelumnya. Selain itu, kami juga menunjuk
 Nominasi anggota organ tata kelola beserta komite
                                                                Chief Human Capital Officer, Chief Sustainabilit and Corporate Affairs Officer, serta Chief Strateg and Technical Officer ang
 pendukungnya dilakukan sesuai dengan Peraturan
                                                                baru untuk memperkuat kepemimpinan PTVI. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada akhir tahun disajikan dalam tabel
 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 33/POJK.04/2014 serta
                                                                terlampir.[POJK51-C.6][GRI 2-6]
 Kebijakan Nominasi dan Remunerasi PTVI. Kebijakan ini
 mensyaratkan bahwa setiap kandidat harus menunjukkan                                                                             Dewan Komisaris
 integritas, kompetensi, keahlian dan pengalaman yang
 relevan, independensi dari benturan kepentingan maupun           Presiden Komisaris                                                                     F. S. Multhazar
 afiliasi politik, memiliki rekam jejak hukum dan profesional
                                                                  Wakil Presiden Komisaris                                                               Emily Olson
 yang bersih, serta tidak memiliki hubungan usaha maupun
 hubungan keluarga yang dilarang dengan PTVI. Kandidat            Komisaris                                                                              Kristina Gauthier
 anggota Dewan Komisaris dan Direksi dapat dicalonkan oleh
                                                                  Komisaris                                                                              Christopher McCleave
 berbagai pihak, termasuk pemegang saham yang memenuhi
 persyaratan, Dewan Komisaris, Direksi, Komite Tata Kelola,       Komisaris                                                                              M Jasman Panjaitan
 Nominasi, dan Remunerasi (KTNR), maupun pihak lain
                                                                  Komisaris                                                                              Katherine Angela Oendoen
 seperti penasihat atau konsultan independen eksternal yang
 ditunjuk oleh KTNR.                                              Komisaris                                                                              Shiro Imai

                                                                  Komisaris Independen                                                                   Rudiantara
 Pencalonan komite pendukung Dewan Komisaris juga
 mengacu pada ketentuan yang berlaku yang diterbitkan oleh        Komisaris Independen                                                                   Retno L.P. Marsudi
 OJK. Ketentuan tersebut mengatur persyaratan komposisi
                                                                  Komisaris Independen                                                                   Marita Alisjahbana
 komite, termasuk keterlibatan anggota Dewan Komisaris
 serta keberadaan Komisaris Independen di dalamnya. Rincian                                                                              Direksi
 lebih lanjut mengenai ketentuan ini, beserta komposisi
                                                                  Presiden Direktur                                                                      Bernardus Irmanto
 masing-masing komite, diungkapkan dalam Laporan Tahunan
 kami.                                                            Wakil Presiden Direktur & Chief Operation and Infrastructure Officer                   Abu Ashar

                                                                  Direktur & Chief Human Capital Officer                                                 Heriyanto Agung Putra
 Pada tahun 2025, PTVI mengalami perubahan signifikan dalam
 susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahan tersebut          Direktur & Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer                          Budiawansyah
 dibahas dan disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham
                                                                  Direktur & Chief Financial Officer                                                     Rizky Andhika Putra
 Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Januari 2025, Rapat Umum
 Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 16 Mei 2025, serta           Direktur & Chief Project Officer                                                       Muhammad Asril

                                                                  Direktur & Chief Strategy and Technical Officer                                        Slamet Sugiharto

54            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
 Komposisi dewan kami telah memenuhi seluruh ketentuan
 yang berlaku dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk                                               Statistik Organ Tata Kelola pada tahun 2025
 persyaratan minimal tiga anggota Dewan Komisaris, 30%
 Komisaris Independen, serta dua anggota Direksi.
                                                              Komposisi Dewan Komisaris (Non-eksekutif)

 Seiring dengan perubahan komposisi dewan dalam
 periode pelaporan, Direksi saat ini belum memiliki
                                                              dan Direksi (Eksekutif))
                                                                                                                                                   50%
                                                                                                                                                   dari Dewan Komisaris adalah
 anggota perempuan. Namun, Dewan Komisaris kini terdiri
 dari 50% perempuan, meningkat dari 30% pada tahun                                                                                                 perempuan.
 sebelumnya. Selain itu, keterwakilan perempuan pada
 komite pendukung juga telah melampaui 30%. Capaian
 ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam
 mendorong keberagaman dan inklusi di tingkat tata kelola.
                                                                                       Laki-laki   Perempuan
                                                                                                                                                   30%
                                                                                                                                                   dari Dewan Komisaris adalah
                                                                                                                                                   Komisaris Independen.
 Kami juga mengungkapkan informasi rinci untuk setiap         Perseroan memiliki 10 anggota Dewan Komisaris dan 7 anggota
 anggota organ tata kelola, termasuk masa jabatan, rangkap    Direksi.

 jabatan di perusahaan lain, serta kompetensi yang relevan,
 dalam bagian Profil Direksi, Profil Dewan Komisaris, dan
 Komite pada Laporan Tahunan kami. Silakan merujuk pada       Jumlah Anggota Komite Pendukung
 bagian tersebut untuk informasi lebih lanjut.

                                                              Komite Audit                                         2        2

                                                              Komite Tata Kelola, Nominasi,                                             4      2
                                                              dan Remunerasi


                                                              Komite Mitigasi Risiko                                                   4       1



                                                                                                                       Laki-laki   Perempuan




55        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 56
 Kinerja dan Proses Remunerasi Badan Tata Kelola
 Proses Komunikasi Isu Strategis kepada Badan                  mengenai isu-isu lingkungan dan sosial yang krusial, sekaligus
 Tata Kelola [GRI 2-16]                                        memperkuat keselarasan antara fungsi manajemen dan teknis
                                                               dalam pengelolaannya. Organ tata kelola juga menerima
 PTVI memastikan bahwa organ tata kelola tertinggi memiliki    laporan atas isu-isu penting yang disampaikan melalui
 akses yang penuh dan tepat waktu terhadap informasi serta     mekanisme whistleblowing PTVI.
 isu-isu material yang relevan bagi organisasi. Komitmen ini
 ditegaskan dalam Piagam Direksi, yang menyatakan bahwa        Pengembangan           Kompetensi            di      bidang
 setiap Direktur memiliki akses penuh dan tidak terbatas       Keberlanjutan [GRI 2-17]
 kepada karyawan serta pihak ketiga, termasuk agen atau
 konsultan, untuk memperoleh informasi yang diperlukan         Badan tata kelola yang kompeten dan terus memperkuat serta
 dalam menjalankan tugasnya. Komite pendukung, seperti         memperbarui pemahaman terkait keberlanjutan merupakan
 Komite Mitigasi Risiko dan Komite Audit, juga diwajibkan      elemen penting untuk memastikan efektivitas pengawasan
 oleh piagam masing-masing untuk menyampaikan laporan          atas misi keberlanjutan PTVI. Anggota Direksi dan Dewan
 berkala kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas temuan        Komisaris secara berkelanjutan meningkatkan pengetahuan,
 mereka, termasuk risiko utama, isu kepatuhan, serta aspek     keterampilan, dan pengalaman kolektif mereka di bidang
 pengendalian internal, sehingga isu-isu signifikan dapat      keberlanjutan melalui program pendidikan dan pelatihan, serta
 diangkat dan ditindaklanjuti secara tepat.                    partisipasi dalam dialog, lokakarya, dan konferensi. Dorongan
                                                               sekaligus kewajiban untuk pengembangan berkelanjutan ini
 Selain itu, Direksi dan Dewan Komisaris menyelenggara-        telah diatur secara formal dalam Piagam Direksi dan Piagam
 kan rapat secara triwulanan untuk membahas isu-isu kritis,    Dewan Komisaris.
 perkembangan strategis, serta risiko utama yang dihadapi
 PTVI. Direksi juga melaksanakan townhall secara berkala       Selama tahun pelaporan, anggota organ tata kelola
 dengan jajaran manajemen setiap triwulan guna memastikan      berpartisipasi dalam berbagai inisiatif peningkatan kapasitas,
 keselarasan, meningkatkan transparansi, serta mendorong       baik secara individu maupun bersama, yang mencakup topik
 komunikasi dua arah terkait prioritas dan tantangan utama.    seperti implementasi ESG di sektor pertambangan, hilirisasi
 Rincian pelaksanaan rapat Direksi diungkapkan dalam Laporan   nikel yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, transisi
 Tahunan kami.                                                 energi dan dinamika geopolitik mineral kritis, keterlibatan
                                                               pemangku kepentingan dan pengelolaan risiko ESG, serta
 Direksi berkoordinasi secara langsung dengan, dan Dewan       ketahanan keuangan dan inovasi digital untuk mendukung
 Komisaris melakukan pengawasan terhadap, Komite               praktik bisnis yang berkelanjutan. Rangkuman kegiatan
 Keberlanjutan yang mengawasi dampak lingkungan dan            peningkatan kapasitas tersebut disajikan pada tabel berikut.
 sosial kami. Koordinasi dan pengawasan ini memastikan
 bahwa organ tata kelola tetap memperoleh informasi terkini



56        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
 Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]

     Jenis Kegiatan                   Topik                     Ringkasan                                                      Tanggal        Penyelenggara                     Partisipan

 Dialog                      Implementing ESG in              Forum ini membahas penerapan prinsip ESG dalam                2 Juni 2025    Indonesian Nickel Miners   Bernardus Irmanto sebagai
                             Indonesia’s Nickel Mining        industri pertambangan nikel di Indonesia, termasuk                           Association (APNI)         Panelis
                             Industry: Challenges and         tantangan operasional, teknologi ramah lingkungan, dan
                             Opportunities                    pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat praktik
                                                              pertambangan berkelanjutan.




 Konferensi                  Building Resilient               Konferensi ini membahas ketahanan industri, termasuk          10 Juni 2025   Indonesia Miner            Vinicius Mendes sebagai
                             Foundations – Insights           adaptasi PTVI terhadap dinamika industri, peran inovasi                                                 Keynote Speaker
                             from the Frontlines of           dan kepemimpinan, serta posisi Indonesia dalam rantai nilai
                             Nickel Mining                    nikel global.




 Dialog                      Jakarta Geopolitical             Forum ini membahas transisi energi sebagai isu strategis      25 Juni 2025   National Resilience        Vinicius Mendes sebagai Panelis
                             Forum                            dalam geopolitik dan geoekonomi global, serta menyoroti                      Institute
                                                              praktik hilirisasi nikel berkelanjutan yang selaras dengan
                                                              standar global.




57            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 58
 Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]

     Jenis Kegiatan                   Topik                                                          Ringkasan                                                     Tanggal        Penyelenggara                        Partisipan

 Penghargaan                 Sustainability Leadership:   Diskusi ini berfokus pada implementasi strategi ESG di industri ekstraktif, termasuk upaya mitigasi   10 Juli 2025   Indonesia Social              Bernardus Irmanto sebagai
                             Aligning Business            risiko ESG dan penguatan komunikasi antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.                                   Responsibility Award (ISRA)   Panelis
                             Purpose with Sustainable
                             Development




 Konferensi                  Future CFO Indonesia         Konferensi ini membahas keseimbangan antara ekspektasi pemangku kepentingan dan disiplin              17 Juli 2025   CXociety                      Rizky A. Putra sebagai Panelis
                             Conference 2025              keuangan, termasuk keamanan TI dan pemanfaatan AI untuk proyeksi arus kas.




 Dialog                      Driving Energy Transition                                            Sesi ini membahas kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan      24 Juli 2025   Olah Karsa bersama            Bernardus Irmanto sebagai
                             & Green Mobility                                                     strategi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan                           dengan S&P Global             Panelis
                                                                                                  dan transisi energi.                                                         Sustainable




58            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
 Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]

     Jenis Kegiatan                 Topik                       Ringkasan                                                        Tanggal           Penyelenggara                     Partisipan

 Workshop                  Mining Goes to Campus              Program ini melibatkan mahasiswa dalam diskusi mengenai         1 Oktober 2025    PT Vale Indonesia          Bernardus Irmanto sebagai
                                                              praktik pertambangan berkelanjutan, menyoroti peran                                                          Panelis
                                                              nikel dalam transisi energi dan pentingnya partisipasi
                                                              generasi muda.




 Dialog                    Indonesia at the                   Diskusi ini menekankan pentingnya nikel dan tembaga             10 Oktober 2025   Kementerian Koordinator    Bernardus Irmanto sebagai
                           Epicentre of Critical              dalam transisi energi global serta posisi strategis Indonesia                     Bidang Infrastruktur       Panelis
                           Minerals: Nickel, Copper,          dalam rantai pasok mineral kritis.                                                dan Pembangunan
                           and the Global Energy                                                                                                Kewilayahan, Kementerian
                           Transition                                                                                                           Investasi, Kamar Dagang
                                                                                                                                                dan Industri Indonesia




 Dialog                    Indonesia Critical                 Forum ini membahas peluang dan tantangan sektor mineral         13 Oktober 2025   APNI - PERHAPI             Bernardus Irmanto sebagai
                           Minerals Forum                     kritis di Indonesia, memperkuat posisinya di pasar global                                                    Panelis
                                                              serta mendorong kolaborasi internasional.




59          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 60
 Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]

     Jenis Kegiatan               Topik                                                         Ringkasan                                               Tanggal           Penyelenggara                     Partisipan

 Dialog                  Maintaining Profitabilit   Diskusi ini menyoroti peran mineral kritis, hilirisasi industri, dan praktik pertambangan yang   16 Oktober 2025   Kementerian Energi dan     Slamet Sugiharto sebagai
                         Amid Fluctuating Global    bertanggung jawab dalam mendukung industrialisasi berkelanjutan dan transisi energi.                               Sumber Daya Mineral        Panelis
                         Commodity Prices



 Dialog                  Pemanfaatan Lahan          Diskusi ini menyoroti pentingnya optimalisasi lahan pascatambang untuk mendukung ketahanan       16 Oktober 2025   Kementerian Energi dan     Budiawansyah sebagai Panelis
                         Pascatambang untuk         pangan melalui pendekatan berkelanjutan, serta mengatasi tantangan teknis dan sosial dalam                         Sumber Daya Mineral
                         Ketahanan Pangan,          rehabilitasi lahan.
                         Peluang dan Tantangan
                         dalam Pemanfaatan
                         Lahan Kritis
                         Pascatambang

 Dialog                  Biofuel for the Nation:    Diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan biofuel sebagai    2 Desember 2025   PT Pertamina Patra Niaga   Abu Ashar sebagai Panelis
                         Collaborative Solutions    bagian dari solusi energi hijau untuk mendukung transisi energi berkelanjutan.
                         for Green Energy
                         Sustainability



 Selain berperan sebagai panelis dan pembicara dalam berbagai forum, PTVI juga berpartisipasi dalam sejumlah sesi diskusi yang berfokus pada percepatan komitmen ESG di Indonesia, transisi
 energi, pengelolaan sumber daya, serta peran kepemimpinan dan investasi asing dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Diskusi tersebut juga mencakup integrasi aspek keberlanjutan ke
 dalam strategi bisnis, operasional, dan proyek pertumbuhan PTVI, sejalan dengan transformasi menuju masa depan rendah karbon.




60        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
 Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola[GRI 2-18]
                                                                   perusahaan publik sejenis, serta masukan dari pihak eksternal   dengan perusahaan sejenis, remunerasi pada tahun-tahun
                                                                   independen. Dewan Komisaris kemudian mengajukan                 sebelumnya, keseimbangan antara komponen tetap dan
 Kinerja Direksi dievaluasi setiap tahun pada awal tahun melalui
                                                                   struktur dan besaran remunerasi tersebut kepada pemegang        variabel, serta faktor relevan lainnya yang ditetapkan oleh
 proses yang terstruktur dan transparan sebagaimana diatur
                                                                   saham untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum             komite. Proses tersebut berlaku untuk penetapan gaji,
 dalam Piagam Direksi. Setiap Direktur melakukan penilaian
                                                                   Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Proses berikut digunakan        manfaat ketenagakerjaan, bonus berbasis kinerja maupun
 mandiri atas kinerja, baik secara kolektif sebagai Direksi
                                                                   dalam penetapan gaji dan manfaat ketenagakerjaan. PTVI          non-kinerja, serta manfaat purna jabatan Direksi. Direksi tidak
 maupun secara individual, berdasarkan indikator kinerja
                                                                   tidak memberikan bonus berbasis kinerja, bonus non-kinerja,     menerima manfaat lainnya, seperti opsi saham.
 utama (KPI) yang telah ditetapkan pada awal tahun buku.
                                                                   maupun opsi saham kepada Dewan Komisaris.
 Hasil penilaian tersebut kemudian dilaporkan kepada Dewan
                                                                                                                                          Proses Penentuan Remunerasi Dewan Direksi
 Komisaris.
                                                                         Proses Penentuan Remunerasi Dewan Komisaris
                                                                                                                                    01
 KPI tersebut juga mencakup indikator terkait pengelolaan
                                                                    01
 dampak PTVI terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan
 sosial, yang mengaitkan kompensasi eksekutif dengan kinerja
 keberlanjutan serta terintegrasi dalam evaluasi kinerja secara
 keseluruhan. KPI ditetapkan, dipantau, dan dievaluasi setiap                                                                       02
 tahun oleh Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi
 (KTNR). Selain itu, KTNR juga melakukan penilaian kinerja
                                                                    02
 tahunan terhadap anggota Direksi pada awal tahun dan
 menyampaikan hasilnya kepada Dewan Komisaris. Proses                                                                               03
 evaluasi ini dilaksanakan sesuai dengan Kebijakan Proses
 Nominasi dan Remunerasi, dan hasil penilaian tersebut
 menjadi dasar untuk mendorong peningkatan berkelanjutan            03
 dalam praktik tata kelola dan organisasi.
                                                                                                                                   Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap transparansi,
                                                                                                                                   PTVI mengungkapkan informasi mengenai perbandingan
                                                                                                                                   antara kompensasi eksekutif dan karyawan. Perhitungan ini
 Kebijakan Remunerasi dan Rasio Kompensasi                         Remunerasi Direksi ditetapkan melalui Rapat Umum
 [GRI 2-19] [GRI 2-20][GRI 2-21]                                                                                                   menggunakan total kompensasi tahunan, yang mencakup
                                                                   Pemegang Saham (RUPS). Kewenangan tersebut dapat
                                                                                                                                   gaji, bonus, penghargaan berbasis saham, opsi saham,
                                                                   didelegasikan kepada Dewan Komisaris dan dalam praktiknya
                                                                                                                                   insentif non-ekuitas, perubahan nilai manfaat pensiun, serta
 Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi             dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dengan dukungan
                                                                                                                                   pendapatan dari kompensasi tangguhan non-kualifikasi.
 diatur dalam Anggaran Dasar PTVI serta piagam Komite Tata         Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi (KTNR). KTNR
 Kelola, Nominasi, dan Remunerasi (KTNR). Kami memberikan          mengusulkan remunerasi Direksi dengan mempertimbangkan
                                                                                                                                   Sejalan dengan komitmen terhadap transparansi dan
 remunerasi kepada Komisaris berkewarganegaraan Indonesia          peran dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi
                                                                                                                                   penerapan tata kelola yang baik, PTVI Indonesia Tbk juga
 berdasarkan rekomendasi KTNR, yang mempertimbangkan               serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan dan kinerja
                                                                                                                                   mengungkapkan perbandingan remunerasi antara manajemen
 pembanding industri dari fungsi sumber daya manusia PTVI,         PTVI, kinerja individu dan pencapaian target, pembandingan
                                                                                                                                   kunci dan karyawan. Remunerasi personel manajemen kunci,



61           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 62
 yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi, mencakup         internasional yang diakui.                                      yang kuat serta menegakkan pendekatan zero tolerance
 gaji dan manfaat jangka pendek, manfaat pasca-kerja, serta                                                                      terhadap segala bentuk korupsi.[GRI 205-1][SASB EM-MM-510a.2]
 pembayaran berbasis saham.                                      Kode Etik ini disetujui oleh Direksi dan diawasi oleh Dewan
                                                                 Komisaris, sebagai wujud akuntabilitas pada tingkat tata        Komitmen kami dalam pencegahan korupsi diformalkan
 Pada tahun 2025, total kompensasi Dewan Komisaris               kelola tertinggi.                                               melalui Kebijakan Anti-Korupsi yang disetujui pada April 2025
 tercatat sebesar US$2,618 juta, setara dengan 2,6% dari                                                                         dan dijadwalkan untuk ditinjau kembali pada tahun 2027.
 total biaya karyawan. Sementara itu, Direksi menerima           Implementasi Kode Etik dilakukan melalui komunikasi internal,   Kebijakan ini berlaku bagi seluruh organ tata kelola, karyawan,
 total kompensasi sebesar US$6,317 juta, atau 6,3% dari          pelatihan berkala, serta proses pernyataan kepatuhan            serta mitra usaha PTVI. Kebijakan tersebut memberikan
 total biaya karyawan. Secara keseluruhan, total kompensasi      oleh karyawan. Prinsip-prinsipnya juga terintegrasi dalam       panduan mengenai perilaku yang diperbolehkan dan tidak
 Dewan Komisaris dan Direksi mencapai US$8,935 juta, yang        kebijakan perusahaan dan prosedur operasional. Standar          diperbolehkan, termasuk dalam pemberian hadiah dan jamuan,
 merepresentasikan 8,9% dari total biaya karyawan PTVI.          ini turut diterapkan kepada mitra usaha melalui Supplier        investasi sosial dan lingkungan, interaksi dengan pejabat
                                                                 Code of Conduct, yang menetapkan ekspektasi terkait etika,      pemerintah, uji kelayakan pihak ketiga, serta pengungkapan
                                                                 kepatuhan, praktik ketenagakerjaan, serta tanggung jawab        hubungan dengan pejabat pemerintah. Kebijakan ini secara

 Etika Bisnis & Kepatuhan                                        lingkungan.                                                     tegas melarang praktik suap, ang kami definisikan sebagai
                                                                                                                                 pemberian, penawaran, permintaan, atau penerimaan sesuatu
                                                                                                                                 yang bernilai untuk memengaruhi secara tidak semestinya
                                                                   Akses Kode Etik
 Di PTVI, komitmen kami terhadap praktik bisnis yang etis dan                                                                    pejabat pemerintah maupun pihak lain. Selain itu, kebijakan
                                                                   kami:
 bertanggung jawab berlandaskan nilai CARES—Compassion,                                                                          ini juga melarang facilitation payments, yaitu pembayaran
 Accountability, Resilience, Excellence, dan Sustainability.                                                                     untuk mempercepat proses administratif rutin. Pemberian
 Nilai-nilai ini menjadi panduan dalam pengambilan keputusan                                                                     hadiah dalam bentuk uang tunai, kontribusi politik yang tidak
 serta mendorong integritas, transparansi, dan kepatuhan di                                                                      semestinya, serta penggunaan pihak ketiga untuk melakukan
                                                                 Antikorupsi [SASB EM-MM-510a.1]
 seluruh kegiatan operasional. Nilai tersebut juga tertanam                                                                      tindakan yang dilarang juga tidak diperkenankan.
 dalam Kode Etik sebagai pedoman praktis untuk menjalankan
                                                                 Risiko korupsi kami identifikasi sebagai risiko material ang
 bisnis secara bertanggung jawab dan konsisten.                                                                                  Untuk memastikan implementasi yang efektif, kami mengo-
                                                                 mencakup seluruh ruang lingkup kegiatan PTVI (100% operasi),
                                                                                                                                 munikasikan dan memperkuat kebijakan ini melalui berbagai
                                                                 mengingat kelemahan dalam penerapan Good Corporate
 Kode Etik kami menetapkan standar perilaku yang diharapkan                                                                      saluran. Pelatihan anti-korupsi tersedia dalam bentuk modul
                                                                 Governance, termasuk pengendalian anti-korupsi, dapat
 dari seluruh karyawan, manajemen, serta anggota Direksi                                                                         e-learning wajib yang dapat diakses melalui platform intranet
                                                                 menimbulkan risiko hukum, finansial, maupun reputasi.
 dan Dewan Komisaris. Di dalamnya mencakup prinsip-prin-                                                                         internal. Kesadaran juga diperkuat melalui komunikasi internal,
 sip terkait praktik bisnis yang etis, pencegahan korupsi,                                                                       termasuk poster dan imbauan berkala, serta melalui ketentuan
                                                                 PTVI beroperasi di Indonesia, di mana tantangan tata kelola
 pengelolaan benturan kepentingan, serta kepatuhan terhadap                                                                      kontraktual yang memasukkan kewajiban anti-korupsi bagi
                                                                 masih menjadi perhatian, sebagaimana tercermin dalam
 peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kode Etik                                                                            karyawan maupun pemasok.
                                                                 Corruption Perceptions Index oleh Transparency International,
 juga mengatur penghormatan terhadap hak asasi manusia,
                                                                 meskipun Indonesia tidak termasuk dalam kelompok negara
 termasuk non-diskriminasi, praktik ketenagakerjaan yang                                                                         Kami memberikan perhatian khusus kepada karyawan yang
                                                                 dengan peringkat terendah. Dalam konteks tersebut, kami
 adil, kebebasan berserikat, serta larangan pekerja anak dan                                                                     memiliki peran dengan intensitas interaksi tinggi dengan
                                                                 menerapkan pengendalian internal dan mekanisme tata kelola
 kerja paksa, sejalan dengan regulasi yang berlaku dan standar                                                                   instansi atau pejabat pemerintah. Ketidakpatuhan terhadap



62        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
 Kebijakan Anti-Korupsi akan dikenakan sanksi disipliner,       kepentingan terhadap tata kelola dan integritas kami.[GRI 14.22.6]   Sebagai pemegang IUPK, PTVI berkewajiban untuk memberikan
 termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja atau                                                                                  kontribusi kepada Pemerintah Indonesia dalam bentuk
 penghentian kontrak dengan pihak ketiga.                       Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko korupsi di seluruh         pembayaran bagi hasil sebesar 10% dari laba bersih, sesuai
                                                                rantai pasok, seluruh kontrak dengan pihak ketiga memuat             dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, kami juga tunduk




           348
                                                                klausul anti-korupsi yang melarang segala bentuk praktik             pada kewajiban divestasi sebagaimana diatur dalam peraturan
                                                                korupsi. Selain itu, kami mengoperasikan sistem pengadaan            perundang-undangan. Kewajiban ini menegaskan kontribusi
                                        karyawan                elektronik berbasis web untuk meningkatkan transparansi              kami kepada negara sekaligus mendukung pembangunan
                                                                dalam seluruh proses pengadaan. Sistem ini mencakup                  daerah.[GRI 14.22.5]
     telah mengikuti pelatihan anti-korupsi melalui platform    seluruh tahapan, mulai dari registrasi vendor, pra-kuali-
     pembelajaran digital PTVI.[GRI 205-2]                      fikasi, proses tender barang dan jasa, hingga pengelolaan            Untuk menjaga independensi dan mencegah pengaruh
                                                                kontrak. Pembukaan tender diumumkan secara terbuka                   politik yang tidak semestinya, Kebijakan Anti-Korupsi kami
 Karyawan yang Mengikuti Pelatihan                       Anti   melalui situs pengadaan kami, sehingga memungkinkan                  secara tegas melarang karyawan maupun eksekutif untuk
 Korupsi pada Tahun 2025[GRI 2-18]                              pemangku kepentingan untuk memantau tender yang sedang               memberikan donasi atau kontribusi politik, baik dalam bentuk
                                                                berlangsung maupun yang telah selesai.                               uang maupun non-uang, secara langsung maupun tidak
                          Posisi                      Total                                                                          langsung atas nama PTVI. Larangan ini mencakup kontribusi
                                                                Melalui mekanisme whistleblowing yang dijelaskan lebih               kepada partai politik, kandidat politik, maupun kegiatan
                      Manajemen                         5       lanjut pada bagian berikutnya, kami mencatat tidak terdapat          kampanye. Kebijakan ini juga pada prinsipnya melarang
            Manajer Umum atau Spesialis                 18      kasus korupsi ang terkonfirmasi di seluruh operasi PTVI ang          pemberian cuti, baik berbayar maupun tidak berbayar, kepada
                                                                melibatkan anggota organ tata kelola, karyawan, maupun               karyawan atau eksekutif untuk tujuan mencalonkan diri dalam
               Staf Senior atau Manajer                103      mitra usaha. Dengan demikian, tidak terdapat kontrak kerja           jabatan politik atau mendukung partai maupun kandidat
                           Staf                        146      maupun kemitraan yang dihentikan atau tidak diperpanjang             politik, kecuali diwajibkan oleh peraturan perundang-undan-
                                                                akibat kasus korupsi. [GRI 205-3]                                    gan atau perjanjian kerja bersama yang berlaku.[GRI 415-1]
                        Non-staf                        76

                         TOTAL                         348      Hubungan dan Keterlibatan dalam Aktivitas                            Persaingan Usaha yang Sehat
                                                                Politik                                                              Sejalan dengan nilai utama kami, Accountability, PTVI
 Transparansi merupakan pilar utama dalam komitmen                                                                                   berkomitmen untuk menjunjung tinggi persaingan usaha yang
 anti-korupsi kami. PTVI mengungkapkan informasi mengenai       PTVI menjaga transparansi dengan mengungkapkan informasi             bebas dan adil sebagai fondasi bagi lingkungan bisnis yang
 beneficial ownership, ang disajikan secara ringkas dalam       terkait interaksi kami dengan Pemerintah melalui Laporan             sehat dan berkelanjutan. Kami menjalankan kegiatan usaha
 laporan ini dan dijelaskan lebih rinci dalam Laporan Tahunan   Tahunan dan situs resmi perusahaan. Meskipun IUPK dan                dengan integritas serta mendorong praktik pasar yang bebas
 kami. Pengungkapan ini membantu mencegah penyalahgunaan        beberapa perizinan tertentu tidak dapat diakses secara               dari kecurangan, kolusi, penetapan harga, pengaturan tender,
 struktur perusahaan untuk praktik korupsi serta memperkuat     publik karena ketentuan hukum dan aspek kerahasiaan yang             maupun bentuk manipulasi lainnya, baik dalam hubungan
 akuntabilitas kepada pemangku kepentingan. Kami juga           berlaku di sektor pertambangan di Indonesia, kami tetap              dengan pihak sektor publik maupun swasta. Komitmen ini
 menjaga transparansi dalam hubungan dengan instansi            mengungkapkan ketentuan-ketentuan utama yang relevan                 diformalkan dalam Kebijakan Anti-Monopoli PTVI, yang
 pemerintah, sebagaimana diuraikan lebih lanjut pada bagian     dengan operasional, termasuk pembayaran yang dilakukan               menjadi pedoman dalam menjaga persaingan usaha yang
 berikutnya, guna mempertahankan kepercayaan pemangku           kepada Pemerintah.                                                   sehat di seluruh aktivitas bisnis kami.



63         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 64
 Kebijakan ini secara tegas melarang perwakilan maupun pihak        berikut menjadi dasar dalam strategi perpajakan tersebut.[GRI   perpajakan, baik badan maupun individu. Kami juga terbuka
 ketiga untuk terlibat dalam segala bentuk kesepahaman,             207-1][GRI 207-2]
                                                                                                                                    terhadap kegiatan sosialisasi dan kunjungan dari otoritas
 perjanjian—baik secara eksplisit maupun implisit—atau                                                                              pajak guna meningkatkan pemahaman atas kewajiban
 praktik terkoordinasi dengan pesaing untuk memanipulasi                                                                            perpajakan. Bersama otoritas terkait, kami turut mendukung
 harga, membagi pasar atau pelanggan, membatasi pasokan,                                                                            penyebarluasan informasi perpajakan kepada karyawan. [GRI
 atau merusak mekanisme persaingan dalam proses tender.                                                                             207-3]


 Kebijakan ini juga mewajibkan agar seluruh interaksi dengan                                                                        Karena seluruh operasi PTVI berada di Indonesia, laporan ini
 pihak ketiga menghindari praktik anti-persaingan secara                                                                            mencakup pembayaran pajak dan penerimaan negara bukan
 sepihak, penyalahgunaan kekuatan pasar, maupun pembatasan                                                                          pajak (PNBP) yang disetorkan kepada Pemerintah Indonesia,
 vertikal yang melibatkan pesaing, pelanggan, pemasok, atau                                                                         baik di tingkat pusat maupun daerah.
 pihak lain yang dapat berdampak negatif terhadap persaingan
 yang sehat, konsumen, maupun masyarakat luas. Selama                                                                               Pada tahun 2025, kami membayarkan US$164.345 ribu
 tahun pelaporan, tidak terdapat kasus perilaku anti-persain-                                                                       kepada otoritas pemerintah, turun 18,7% dibandingkan
 gan, pelanggaran anti-monopoli, maupun praktik monopoli di                                                                         tahun 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih
 seluruh operasi PTVI. .[GRI 206-1]                                                                                                 rendahnya pembayaran pajak, khususnya pajak penghasilan
                                                                                                                                    badan, sejalan dengan perubahan laba kena pajak dan kinerja
 Pembayaran kepada Pemerintah dan Kepatuhan                                                                                         usaha secara keseluruhan. Dibandingkan tahun 2023, total
 Pajak                                                                                                                              pembayaran relatif stabil, menunjukkan normalisasi setelah
                                                                                                                                    kontribusi fiskal ang lebih tinggi pada tahun sebelumn a.
 Pembayaran pajak merupakan bagian penting dari upaya
 kami dalam mewujudkan tujuan untuk meningkatkan                                                                                    Pembayaran pajak mencapai US$112.283 ribu pada tahun 2025,
 kualitas hidup dan mentransformasi masa depan bersama.             Komite Audit mengawasi proses identifikasi dan pengelolaan      setara 68,3% dari total pembayaran kepada pemerintah.
 Pendekatan perpajakan PTVI dipandu oleh kebijakan internal         potensi risiko perpajakan, sementara konsultan eksternal        Nilai ini menurun 35,7% dibandingkan tahun 2024, terutama
 yang memastikan pengelolaan pajak secara bertanggung               memberikan keahlian independen dalam menangani isu              disebabkan oleh penurunan signifikan pada pajak penghasilan
 jawab serta selaras dengan peraturan yang berlaku. Direktur        perpajakan yang kompleks atau berisiko tinggi. Setiap           badan yang mencerminkan lebih rendahnya laba kena
 Keuangan mengawasi strategi dan pengelolaan perpajakan             permasalahan atau perbedaan interpretasi perpajakan             pajak selama tahun berjalan. Meski demikian, komponen
 melalui fungsi Keuangan.                                           ditangani melalui proses penelaahan internal dan eskalasi,      pajak lainnya, termasuk pajak penghasilan karyawan, pajak
                                                                    serta didukung—apabila diperlukan—oleh penasihat hukum          pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, pajak daerah,
 PTVI berkomitmen untuk mematuhi seluruh peraturan perun-           dan pajak eksternal serta mekanisme penyelesaian sengketa       pajak pemotongan, serta bea masuk dan cukai, tetap
 dang-undangan yang berlaku. Kami tidak menerapkan praktik          sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [GRI 207-2][GRI 207-3]    memberikan kontribusi yang konsisten. Dibandingkan tahun
 perpajakan yang agresif, dan pertimbangan pajak bukan                                                                              2023, penurunan ini juga mencerminkan variabilitas pajak
 menjadi pendorong utama dalam pengambilan keputusan                Keterlibatan dengan otoritas pajak merupakan prinsip utama      berbasis pendapatan yang dipengaruhi oleh kinerja laba.
 bisnis. Sebaliknya, pendekatan perpajakan kami mendukung           dalam pendekatan perpajakan kami. Kami secara proaktif
 strategi bisnis PTVI, termasuk komitmen dalam menciptakan          berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Pajak setempat            Dari sisi komposisi, pembayaran kepada pemerintah
 nilai jangka panjang bagi lingkungan dan sosial. Prinsip-prinsip   untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap kewajiban             pusat tetap menjadi porsi terbesar dari total kontribusi,



64        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
     mencerminkan kewajiban fiskal sesuai regulasi nasional. Sementara itu,    Komponen PNBP        2025     2024     2023     Kredibilitas pengungkapan perpajakan kami diperkuat
     pembayaran kepada pemerintah daerah tetap berperan penting dalam                                                          melalui audit eksternal atas laporan keuangan yang
     mendukung pembangunan lokal, khususnya di Luwu Timur, Morowali,          Royalti Produksi      45.553   19.449   33.990   dilakukan secara berkala oleh kantor akuntan publik
     dan Kolaka, wilayah tempat kami beroperasi.                                                                               independen. Ruang lingkup, proses, dan hasil audit
                                                                               Kab. Luwu Timur      28.038   19.449   33.990   tersebut diungkapkan dalam Laporan Tahunan PTVI,
                   Pembayaran Pajak dan PNBP (US$ ribu)                        Kab. Morowali        15.644     –        –      yang memberikan keyakinan atas akurasi, kelengkapan,
                                                                                                                               serta kepatuhan pelaporan keuangan dan perpajakan
                     Deskripsi               2025      2024       2023         Kab. Kolaka          1.870      –        –      kami.

      Pembayaran Pajak                      114.573   174.503    163.189      Iuran Tetap Wilayah                              Selain itu, kami juga memperkuat integritas tata kelola
                                                                                                     437      459      455
                                                                              Kontrak Karya                                    perpajakan dengan menyediakan saluran yang mudah
      Penerimaan Negara Bukan Pajak
                                            52.062     27.702     41.392                                                       diakses dan bersifat rahasia untuk menyampaikan
      (PNBP)
                                                                               Kab. Luwu Timur       261      275      272     kekhawatiran terkait perilaku bisnis, termasuk isu
      Total Pembayaran Pajak dan PNBP      166.635    202.205    204.582                                                       perpajakan, melalui mekanisme whistleblowing.
                                                                               Kab. Morowali         84       88       87
                                                                                                                               Mekanisme ini dijelaskan lebih lanjut pada bagian
        Komponen Pajak yang Dibayarkan oleh PTVI (US$ ribu)                    Kab. Kolaka           92       96       95      berikutnya dalam bab ini.[GRI 207-2]

                                                                              PNBP Lainnya          6.073    7.794    6.948
                Komponen Pajak               2025       2024      2023

      Pajak Pertambahan Nilai (PPN)         15.376     15.030     6.532       Total                 52.062   27.702   41.392

      Pajak Bumi dan Bangunan (P3)           6.074     3.204       3.121

         Kab.Luwu Timur                      5.873     2.794      2.723

         Kab. Morowali                        82        196        190

         Kab. Kolaka                          119       213        208

      Pajak Penghasilan Karyawan            19.816     18.706     14.340

      Pajak Penghasilan Badan               19.756     91.430     91.618

      Pajak Daerah, Retribusi, dan Hibah    33.845     33.616     30.565

      Pajak Pemotongan Pihak Ketiga         12.707     8.209      12.409

      Bea Masuk                              4.709     4.307      4.603

      Total                                 112.283   174.503    163.189




65            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 66
                   Kolaborasi untuk Kemudahan Kepatuhan Pajak

                                                                                                          Pendekatan sosialisasi secara langsung ini membantu
                                                                                                          meningkatkan pemahaman karyawan terhadap sistem
                                                                                                          perpajakan yang baru sekaligus memastikan kelancaran
                                                                                                          dalam memenuhi kewajiban perpajakan seiring dengan
                                                                                                          perkembangan regulasi. Mengingat jumlah tenaga kerja kami
                                                                                                          yang besar, kolaborasi ini mencerminkan keterlibatan proaktif
                                                                                                          kami dengan otoritas pajak dalam memperkuat kesadaran dan
                                                                                                          kesiapan kepatuhan perpajakan.



                                                                                                             Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan
                                                                                                             melalui inisiatif Pojok Pajak. Pendampingan
                                                                                                             langsung di tempat kerja membantu karyawan
                                                                                                             memahami sistem Coretax dengan lebih baik
                                                                                                             serta mempersiapkan pelaporan SPT Tahunan
                                                                                                             yang akan datang.
                   Pada Desember 2025, PTVI bekerja sama dengan KP2KP Malili di bawah KPP Pratama
                                                                                                             - Elma Layuk, Payroll Supervisor PTVI
                   Palopo untuk menyelenggarakan inisiatif Pojok Pajak selama empat hari, pada 9–12
                   Desember, di tiga lokasi strategis: Kantin Plant Site Siloku, Kantor Mining Harapan,
                   dan Area Enggano.

                   Melalui program pendampingan langsung ini, karyawan memperoleh dukungan dalam
                   aktivasi akun Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pembuatan kode otorisasi DJP,
                   konsultasi perpajakan, serta pembaruan data wajib pajak. Inisiatif ini merupakan
                   bagian dari persiapan menghadapi tahun pajak berikutnya, di mana pelaporan Surat
                   Pemberitahuan Tahunan (SPT) akan sepenuhnya dilakukan melalui platform Coretax
                   DJP.




66   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
 Benturan Kepentingan [GRI 2-15]                                                      Pendekatan dalam Pencegahan dan Pengelolaan Konflik Kepentingan

 Benturan kepentingan terjadi ketika kepentingan pribadi                                   KTNR melakukan penilaian untuk memastikan bahwa calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi
 seseorang, atau kepentingan anggota keluarga, pihak                 Uji Kelayakan dan     memenuhi seluruh persyaratan kelayakan. Kandidat wajib mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
 terdekat, pemegang saham, maupun pejabat pemerintah,             Kepatutan dalam Proses   No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, serta kriteria
 dapat memengaruhi pengambilan keputusan, terlepas                        Nominasi         seleksi internal kami, termasuk ketentuan bahwa kandidat tidak memiliki dan tidak akan memiliki jabatan
 dari apakah transaksi tersebut menguntungkan PTVI atau                                    yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan PTVI.
 tidak. Kami menyadari bahwa pencegahan dan pengelolaan
 benturan kepentingan—terutama pada tingkat tata kelola—
 merupakan hal yang mendasar dalam menjaga integritas.                                     Dewan Komisaris mengawasi dan mengelola potensi benturan kepentingan yang melibatkan manajemen,
                                                                                           Direksi, Dewan Komisaris, dan pemegang saham, termasuk penyalahgunaan aset perusahaan dan transaksi

 Untuk menjunjung prinsip tersebut, kami telah menetapkan         Pengawasan terhadap      dengan pihak berelasi. Anggota Direksi yang memiliki rangkap jabatan di luar PTVI wajib memperoleh

 kebijakan yang komprehensif serta langkah-langkah yang kuat        Potensi Benturan       persetujuan dari Dewan Komisaris. Seluruh anggota Dewan Komisaris diwajibkan untuk menghindari

 untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola potensi              Kepentingan          situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. Apabila potensi benturan kepentingan muncul,

 benturan kepentingan, termasuk yang melibatkan anggota                                    anggota wajib mengungkapkannya dan tidak diperkenankan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan

 organ tata kelola. Pendekatan ini dijelaskan lebih lanjut pada                            yang dapat merugikan PTVI atau kepentingannya.

 bagian berikut.
                                                                                           Dewan Komisaris terdiri dari paling sedikit 30% Komisaris Independen untuk memastikan pengawasan
                                                                                           yang objektif dan pemberian nasihat yang independen kepada Direksi, khususnya dalam hal yang
                                                                        Komisaris
                                                                                           berkaitan dengan potensi benturan kepentingan. Komisaris Independen wajib mematuhi Peraturan OJK
                                                                       Independen
                                                                                           No. 33/POJK.04/2014 dan tidak diperkenankan memiliki jabatan yang dapat mengganggu independensi
                                                                                           atau menimbulkan benturan kepentingan.


                                                                    Deklarasi Tahunan      Setiap tahun, anggota Dewan Komisaris beserta komite pendukungnya, serta Direksi, menyampaikan
                                                                  mengenai Independensi    pernyataan benturan kepentingan. Selain itu, setiap Komisaris yang akan diangkat kembali setelah
                                                                      dan Benturan         menjabat selama dua periode berturut-turut wajib menyatakan independensinya kepada RUPS serta
                                                                      Kepentingan          menyampaikan pernyataan tertulis untuk diungkapkan dalam Laporan Tahunan kami.


                                                                   Mekanisme Pelaporan     Kami telah menetapkan mekanisme untuk pelaporan dan penanganan potensi benturan kepentingan
                                                                   Konflik Kepentingan     serta pelanggaran terkait, yang dijelaskan lebih lanjut pada bagian berikutnya dalam bab ini.




67        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 68
 Kami mengungkapkan potensi benturan kepentingan kepada
 pemangku kepentingan melalui Laporan Tahunan kami.
 Pengungkapan ini mencakup area-area utama yang berpotensi
 menimbulkan benturan kepentingan, termasuk rangkap
 jabatan yang dimiliki oleh anggota Direksi dan Dewan Komisaris
 (lihat bagian Profil Direksi dan Profil Dewan Komisaris), struktur
 pemegang saham pengendali (lihat bagian Pemegang Saham
 Mayoritas dan Pengendali), serta hubungan dengan pihak
 berelasi, transaksi, dan saldo yang masih berjalan (lihat bagian
 Informasi Material—Investasi, Ekspansi, Divestasi, Merger,
 Akuisisi, Restrukturisasi Utang/Modal, Transaksi Afiliasi,
 dan Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan).
 Pada tahun 2025, PTVI tidak memiliki entitas anak dan tidak
 melakukan kepemilikan silang (cross-shareholding) dengan
 pemasok maupun pemangku kepentingan lainnya.




68         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
 Program Pelaporan Pelanggaran[GRI 2-25][GRI 2-26]
 Proses dan Saluran Pelaporan                                                                           Alur Pelaporan Pelanggaran di PTVI

 Sebagai wujud komitmen PTVI dalam menjunjung standar etika
 bisnis tertinggi, kami menyediakan mekanisme whistleblowing                                                    Perusahaan Independen                       PTVI Whistleblower
 yang kuat untuk memungkinkan deteksi dini dan penanganan                      Pelaporan                      Penyedia Layanan Pelaporan                          Team
 atas potensi pelanggaran etika, sehingga integritas dapat
 terjaga di seluruh operasional.
                                                                          Mengajukan laporan                         Menerima laporan

 Platform whistleblowing kami, Vale Whistleblower Channel
 (VWC), telah beroperasi selama lebih dari satu dekade dan
 dikelola secara independen oleh Deloitte Indonesia sebagai                                                        Menyampaikan dugaan                       Konfirmasi laporan
 pihak konsultan terpercaya. Keterlibatan pihak independen
 ini memastikan bahwa mekanisme whistleblowing dikelola
 secara profesional dan tidak memihak, sekaligus melindungi                Menerima umpan                          Berkomunikasi sebagai                     Memberikan umpan
 identitas pelapor melalui proses penyaringan laporan sebelum                   balik                                   perantara                                 balik
 diteruskan kepada Tim Whistleblower PTVI. Alur pemrosesan
 laporan disajikan pada grafik terlampir.
                                                                                                                  Laporan lengkap (akhir)                    Konfirmasi laporan




                                                                VWC memungkinkan karyawan, tenaga kerja non-karyawan, pelanggan, masyarakat, serta pihak ketiga lainnya untuk melaporkan
                                                                dugaan pelanggaran etika bisnis. Platform ini menyediakan berbagai kanal pelaporan, baik secara daring maupun luring, serta
                                                                beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dalam Bahasa Indonesia (sebagai bahasa lokal dan bahasa kerja) dan Bahasa Inggris,
                                                                sehingga menjamin aksesibilitas dan fleksibilitas ang luas.

                                                                Kami secara proaktif mensosialisasikan keberadaan VWC kepada seluruh pemangku kepentingan melalui pelatihan, media sosial,
                                                                penyebaran informasi, dan poster. Sistem VWC juga memungkinkan pelapor untuk tetap anonim saat menyampaikan laporan,
                                                                sebagaimana dijelaskan pada grafik di bawah ini. Hal ini mendukung kerahasiaan ang ketat serta membantu mencegah intimidasi
                                                                atau tindakan balasan terhadap pelapor, yang secara tegas dilarang dalam Kode Etik PTVI.




69        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 70
                                  Sepanjang tahun pelaporan, kami menerima 60 laporan dugaan
                                  pelanggaran melalui Vale Whistleblower Channel (VWC),
                                  yang mencakup isu lingkungan, kesehatan dan keselamatan
                                  (EHS), pelecehan, serta diskriminasi. Jumlah ini meningkat
                                  dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (data berkala tersedia
                                  pada bab Tabel Data).

                                  Setelah melalui proses penyaringan awal, sebanyak 30 laporan
                                  dinyatakan valid dan dilanjutkan ke tahap investigasi. Dari
                                  jumlah tersebut, 25 kasus tidak dapat diverifikasi karena
                                  keterbatasan informasi, tidak terdapat kasus yang dinyatakan
                                  tidak terbukti, dan 1 kasus terkonfirmasi. Kasus ang
                                  terkonfirmasi tersebut telah ditindaklanjuti melalui langkah
                                  perbaikan yang sesuai dengan prosedur internal kami.

                                  Berdasarkan kategori pengungkapan, sebagian besar laporan
                                  yang diterima melalui VWC berkaitan dengan isu lingkungan,
                                  kesehatan, dan keselamatan (EHS), diikuti oleh pelecehan dan
                                  diskriminasi.




70   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
                                                                                                                      Privasi Data dan Keamanan Siber[GRI 3-3][GRI 418-1]




 Tindakan Disiplin terhadap Pelanggaran
 PTVI memastikan bahwa setiap pelanggaran terhadap Kode Etik dan Perilaku
 kami dikenakan pertanggungjawaban yang jelas. Kami menangani pelanggaran
 tersebut melalui penerapan sanksi disipliner secara bertahap, mulai dari teguran
 lisan atau tertulis, penangguhan, hingga pemutusan hubungan kerja. Laporan
 yang diterima melalui Vale Whistleblower Channel (VWC), bersama dengan                                               Di era digital, perlindungan data dan informasi menjadi hal yang krusial untuk menjaga integritas operasional
 temuan dari investigasi internal dan mekanisme pemantauan lainnya, menjadi                                           serta kepercayaan pemangku kepentingan. PTVI menyadari bahwa tata kelola data yang efektif mendukung
 dasar utama dalam proses penilaian dan penyelesaian kasus.                                                           keberlangsungan bisnis, melindungi hak individu, serta memitigasi risiko siber yang dapat berdampak pada
                                                                                                                      operasional dan reputasi perusahaan. Oleh karena itu, keamanan siber dan perlindungan data pribadi menjadi
                                                                                                                      aspek material dalam pengelolaan keberlanjutan kami.
                                                    2025                        2024                    2023
         Tahapan Tindakan
                                           Safety     Non-Safety       Safety     Non-Safety   Safety    Non-Safety   PTVI berkomitmen untuk melindungi privasi dan data pribadi individu yang informasinya kami kelola, termasuk
                                                                                                                      karyawan, pelanggan, penyedia jasa, dan pemangku kepentingan lainnya. Komitmen ini diimplementasi-
 Langkah I: Pengarahan Tertulis        19             8            23            22            19        15
                                                                                                                      kan melalui Kebijakan Perlindungan Data Pribadi dan Privasi yang mengatur pengumpulan, pemrosesan,
 Langkah II: Peringatan Tertulis I     32             23           46            17            15        28           penyimpanan, dan penghapusan data secara bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 Langkah III: Peringatan Tertulis II   3              2            12            4             5         1
                                                                                                                      Kami mengumpulkan data pribadi hanya untuk tujuan yang sah dan jelas, antara lain untuk pengelolaan
                                                                                                                      hubungan kerja, administrasi kontrak, serta pemenuhan kewajiban regulasi seperti perlindungan kesehatan
 Langkah IV: Peringatan Terakhir       11             2            5             3             8         -
                                                                                                                      dan keselamatan kerja karyawan. Data pribadi juga dapat diproses untuk mendukung hubungan dengan
 Langkah V: Pemutusan                                                                                                 pelanggan, pemasok, dan mitra usaha guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan kontraktual dan
                                       3              1            1             1             1         1
 Hubungan Kerja                                                                                                       hukum. Pemrosesan data dilakukan berdasarkan dasar hukum yang sah, termasuk persetujuan pemilik data,
                                                                                                                      kebutuhan kontraktual, kewajiban hukum, atau kepentingan sah kami. Untuk data pribadi yang bersifat
 Total                                 68             36           87            47            48        45
                                                                                                                      sensitif, seperti informasi kesehatan, agama, atau data biometrik, pemrosesan hanya dilakukan dengan
                                                                                                                      persetujuan eksplisit dan untuk tujuan ang spesifik serta dapat dipertanggungjawabkan.


71          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 72
 Langkah Keamanan Siber dan Manajemen Risiko
                                                               mitigasi untuk meminimalkan dampak.

 Untuk mengelola risiko keamanan siber dan melindungi data
                                                               Sepanjang tahun pelaporan, PTVI mencatat empat peringatan keamanan siber ang terkait dengan upa a penghapusan file.
 pribadi, PTVI menerapkan berbagai pengendalian teknis dan
                                                               Seluruh insiden tersebut segera ditindaklanjuti melalui proses manajemen insiden internal, dan berhasil diselesaikan tanpa adanya
 organisasi yang selaras dengan standar keamanan informasi
                                                               pelanggaran data ang terkonfirmasi, kehilangan data, maupun pengungkapan informasi pribadi atau pemangku kepentingan
 internal serta regulasi yang berlaku. Kami memastikan bahwa
                                                               secara tidak sah.
 data pribadi hanya dibagikan kepada pihak ketiga yang
 berwenang dan diwajibkan untuk memproses data secara
                                                               Pada periode yang sama, PTVI tidak menerima pengaduan yang terbukti dari karyawan, pelanggan, maupun pemangku kepentingan
 aman serta hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan. Untuk
                                                               lainnya terkait perusakan, perubahan, atau kebocoran data dan informasi digital.
 transfer data lintas negara, kami menerapkan mekanisme
 perlindungan yang memadai, termasuk klausul kontraktual
 standar atau mekanisme lain yang diakui secara hukum guna
 memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan
 data.                                                                  Edukasi dan Kesadaran Karyawan
 Sebagai bagian dari kerangka tata kelola, kami mendoku-                Kami menyadari bahwa keamanan siber juga sangat
 mentasikan aktivitas pemrosesan data pribadi dalam Record              bergantung pada kesadaran individu. Oleh karena itu,
 of Processing Activities (ROPA). Untuk aktivitas pemrosesan            PTVI secara berkelanjutan meningkatkan pemahaman
 yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi terhadap hak dan             karyawan mengenai pentingnya perlindungan data
 kebebasan subjek data, kami melakukan Data Protection                  dan privasi. Edukasi dilakukan melalui berbagai
 Impact Assessment untuk mengidentifikasi dan memitigasi                inisiatif internal, seperti kampanye kesadaran, banner
 risiko sebelum implementasi.                                           informasi, penyebaran informasi melalui WhatsApp,
                                                                        serta media digital di area operasional. Materi terkait
 Untuk mencegah akses tidak sah, kehilangan, atau                       keamanan siber juga diintegrasikan dalam program
 penyalahgunaan data, kami menerapkan berbagai langkah                  onboarding bagi karyawan baru dan kontraktor. Melalui
 pengamanan, termasuk enkripsi, autentikasi multi-faktor,               berbagai inisiatif tersebut, kami memastikan bahwa
 perlindungan firewall, serta pemantauan keamanan secara                karyawan dan kontraktor memahami peran mereka
 berkelanjutan. Akses terhadap data sensitif dibatasi hanya             dalam melindungi data serta menjaga keamanan
 kepada pihak yang berwenang berdasarkan hak akses yang                 informasi di seluruh operasional PTVI.
 telah ditetapkan. Kami juga memiliki sistem pencadangan
 dan pemulihan data untuk menjaga integritas data dan
 kesinambungan operasional. Dalam hal terjadi potensi
 pelanggaran data, kami mengikuti prosedur penanganan
 insiden yang telah ditetapkan, termasuk eskalasi internal,
 pelaporan kepada Data Protection Officer, serta langkah




72        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
     Lingkungan
73   Laporan Berkelanjutan 2025
Page 74
 Pendekatan PTVI terhadap Lingkungan
 PTVI berkomitmen menghormati dan melindungi lingkungan             •   Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan sesuai             kepatuhan regulasi, dan pengembangan kapabilitas di seluruh
 tempat kami beroperasi. Sistem Manajemen Lingkungan                    ISO 14001 dan peraturan serta standar ang berlaku;       wilayah operasional.
 (Environmental Management System/EMS) kami di operasi              •   Pengembangan strategi adaptasi perubahan
 Sorowako telah diverifikasi secara independen dan                      iklim dan menerapkan langkah-langkah untuk                    Biaya Pengelolaan Lingkungan 2025 (US$)[POJK51-F.4]
 tersertifikasi ISO 14001:2015 (Cert. No. ID005666), serta secara       menurunkan emisi gas rumah kaca;
 berkala menjalani audit surveillance. Implementasin a juga         •   Peningkatan efisiensi energi dan memperluas                     Site             2025              2024           2023

 didukung melalui pemantauan kepatuhan lingkungan nasional              pemanfaatan energi terbarukan;                               Sorowako         33.806.894        25.542.883     66.168.330
 berdasarkan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)             •   Penerapan strategi pengelolaan air untuk
 dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL). Sistem                  mengurangi       pengambilan      air    tawar     dan     IGP Morowali         457.692          2.325.011       805.547

 ini mencerminkan komitmen kami terhadap perlindungan                   meningkatkan daur ulang air;                                IGP Pomalaa        9.527.482         505.338         366.765
 lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung            •   Penguatan pengelolaan limbah melalui pengendalian
 jawab sebagaimana tertuang dalam Kebijakan Keberlanjutan               berbasis risiko serta prinsip reduce, reuse, rec cle;          Total          43.792.068        28.373.232     67.340.642

 kami.                                                              •   Perlindungan keanekaragaman hayati melalui
                                                                        penerapan mitigation hierarch            dan praktik     Pada 2025, total bia a pengelolaan lingkungan PTVI mencapai
 Pendekatan pengelolaan lingkungan kami berbasis risiko dan             reklamasi progresif ang diarahkan untuk mencapai         US$43,8 juta, meningkat 54% dari US$28,4 juta pada 2024,
 berorientasi pada dampak. Kami mengidentifikasi, menilai,              no net loss; dan                                         mencerminkan penguatan pengendalian lingkungan dan upa a
 dan mengelola risiko lingkungan sejak tahap perencanaan            •   Pelaksanaan perencanaan penutupan tambang                kepatuhan di operasi maupun proyek pertumbuhan kami. Realisasi
 paling awal melalui Analisis Mengenai Dampak Lingkungan                serta rehabilitasi lahan secara berkelanjutan            tersebut masih berada di bawah tingkat 2023, ang dipengaruhi oleh
 (AMDAL) atau Environmental Impact Assessment (EIA). Melalui            sepanjang siklus hidup pertambangan guna                 investasi besar ang bersifat satu kali di Sorowako. Namun demikian,
 pendekatan ini, kami berupa a meminimalkan pelepasan                   memastikan stabilitas lingkungan dan pemanfaatan         peningkatan pada 2025 menunjukkan pertumbuhan kembali ang
 polutan lingkungan serta mendorong pemanfaatan sumber                  lahan pascatambang ang berkelanjutan.                    didorong oleh kebutuhan operasional dan perkembangan proyek.
 da a alam secara bertanggung jawab di seluruh operasi
 kami di Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali. Dalam             Kami mengungkapkan kinerja lingkungan melalui                Sebagian besar bia a tetap terkonsentrasi di Sorowako, aitu
 praktikn a, kami juga melibatkan berbagai pemangku                 Sustainabilit  Report, Annual Report, situs web              sebesar US$33,8 juta atau sekitar 77% dari total bia a pengelolaan
 kepentingan, termasuk mas arakat, otoritas pemerintah, dan         perusahaan, serta pelaporan berkala kepada otoritas          lingkungan. Jumlah ini meningkat 32% dibandingkan 2024, terutama
 mitra usaha, melalui mekanisme konsultasi ang terstruktur          terkait sebagai bagian dari komitmen terhadap                untuk mendukung program pengelolaan lingkungan tahunan,
 untuk mendukung pengambilan keputusan lingkungan yang              transparansi dan akuntabilitas.                              termasuk pemantauan air, pengendalian emisi udara, pengelolaan
 transparan dan berbasis informasi.                                                                                              limbah, dan aktivitas kepatuhan rutin lainn a ang sejalan dengan
                                                                    Komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan juga           skala dan kematangan operasi penambangan dan pengolahan kami.
 Kebijakan Keberlanjutan kami menetapkan serangkaian                tercermin melalui bia a pengelolaan lingkungan ang
 komitmen lingkungan yang menjadi pedoman dalam mengelola           dialokasikan untuk mendukung program lingkungan,
 dampak operasional. Melalui kebijakan ini, PTVI berkomitmen        mitigasi dampak, rehabilitasi lahan, sistem pemantauan,
 mengurangi jejak lingkungan kami melalui:



74        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 75
 Peningkatan paling signifikan terjadi di IGP Pomalaa, di mana
 biaya pengelolaan lingkungan meningkat tajam menjadi
 US$9,5 juta dibandingkan US$0,5 juta pada 2024. Kenaikan                           Membangun Kapabilitas dan Kesadaran Lingkungan di Seluruh Operasi
 substansial ini terutama didorong oleh pembangunan
 infrastruktur lingkungan, khususn a konstruksi sediment           Sejalan dengan investasi berkelanjutan kami dalam pengelolaan lingkungan, kami men adari bahwa komitmen finansial
 pond untuk memperkuat pengendalian pengelolaan air selama         saja tidak cukup untuk memastikan implementasi ang efektif. Keberhasilan program lingkungan kami bergantung pada
 pengembangan pro ek, disertai investasi ang lebih luas untuk      kapabilitas, kesadaran, dan akuntabilitas para pihak ang menjalankann a di seluruh operasi kami. Oleh karena itu, kami
 mendukung sistem pengelolaan lingkungan dan kepatuhan             terus berinvestasi dalam pengembangan kapasitas melalui program pelatihan dan sertifikasi ang terstruktur. Inisiatif
 regulasi seiring proyek mendekati mechanical completion.          ini dirancang untuk membekali kar awan dan kontraktor kami dengan pengetahuan serta kompetensi teknis ang
                                                                   diperlukan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) secara efektif dan menjaga standar lingkungan
 Sebalikn a, bia a di IGP Morowali menurun menjadi US$457.692      kami dalam kegiatan operasional sehari-hari.
 dari US$2,3 juta pada 2024, mencerminkan selesain a sejumlah
 aktivitas awal penyiapan lingkungan serta pergeseran menuju       Pada 2025, PTVI men elenggarakan program pelatihan lingkungan bagi total 2.304 peserta, ang terdiri dari 338
 langkah pengelolaan lingkungan yang lebih terarah seiring         kar awan dan 1.966 kontraktor. Tinggin a partisipasi tenaga non-kar awan mencerminkan peran signifikan kontraktor
 perkembangan bertahap proyek.                                     dalam mendukung aktivitas operasional, sekaligus pentingn a memastikan seluruh personel ang bekerja di wila ah
                                                                   operasional kami mematuhi standar dan praktik lingkungan yang sama.
 Ke depan, bia a pengelolaan lingkungan diperkirakan
 meningkat sejalan dengan kemajuan berkelanjutan Proyek            Selain itu, seban ak 66 peserta memperoleh sertifikasi profesional terkait pengelolaan lingkungan, ang terdiri dari
 Pertumbuhan Indonesia PTVI, khususn a di Pomalaa dan              60 kar awan dan 6 kontraktor, sehingga semakin memperkuat keahlian internal dalam pengelolaan lingkungan,
 Morowali, seiring kedua pro ek bertransisi dari fase konstruksi   pengendalian pencemaran, dan pengelolaan limbah di seluruh operasi kami.
 menuju tahap kesiapan operasional awal. Perkembangan ini
 diperkirakan akan memperluas cakupan dan intensitas aktivitas
 pengelolaan lingkungan, termasuk pemantauan, pelaporan,                                                                                             Total Peserta
 dan kewajiban kepatuhan yang semakin komprehensif sesuai
 dengan persyaratan regulasi nasional.                                                                                              Karyawan          Kontraktor            Total


 Seiring pro ek Pomalaa mendekati mechanical completion                                  Total Partisipan                              338               1.966              2.304
 dan proyek Morowali melanjutkan pengembangan operasi
 pertambangan dan pengolahan terintegrasi, semakin ban ak
 titik kepatuhan lingkungan—seperti pemantauan kualitas
 air, pengendalian emisi udara, pengelolaan limbah, dan                                     Karyawan                                    60                 6                  66
 perlindungan keanekaragaman hayati—yang mulai beroperasi
 penuh. Hal ini termasuk penerapan sistem pemantauan
 berkelanjutan untuk mengelola potensi dampak yang
 terkait dengan operasi High Pressure Acid Leach (HPAL) oleh
 perusahaan patungan kami, PT Kolaka Nickel Indonesia.



75        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 76
                                  Adaptasi dan Ketahanan Iklim
                                  PTVI menyadari bahwa perubahan iklim merupakan risiko
                                  fisik maupun risiko transisi ang dapat memengaruhi operasi     PTVI telah menetapkan peta jalan dekarbonisasi untuk
                                  kami, mas arakat sekitar, serta ekosistem tempat kami          operasi Sorowako       ang mencakup portofolio inisiatif
                                  beroperasi. Sebagai respons, kami terus memperkuat strategi    untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan
                                  adaptasi iklim dan dekarbonisasi untuk mendukung ketahanan     emisi operasional. Melalui peta jalan ini, PTVI berkomitmen
                                  operasional jangka panjang serta menyelaraskan langkah         menurunkan emisi gas rumah kaca absolut Scope 1 dan Scope
                                  kami dengan tujuan iklim global dan nasional, termasuk Paris   2 sebesar 33% pada tahun 2030 dibandingkan dengan baseline
                                  Agreement dan Nationally Determined Contribution (NDC)         tahun 2017. Kami saat ini berada pada jalur ang sesuai untuk
                                  Indonesia.                                                     mencapai target tersebut.

                                  Selama tahun pelaporan, kami memulai pemetaan risiko           Untuk pro ek pertumbuhan kami di Pomalaa dan Bahodopi,
                                  iklim untuk memahami potensi paparan risiko terkait iklim      peta jalan dekarbonisasi saat ini masih dalam tahap
                                  di seluruh wila ah operasional kami. Kajian ini mengevaluasi   pengembangan. Pendekatan bertahap ini memungkinkan
                                  potensi dampak finansial perubahan iklim terhadap operasi      kami menilai karakteristik operasional spesifik tiap lokasi,
                                  kami, serta dampak aktivitas kami terhadap lingkungan.         kebutuhan energi, serta jalur teknologi rendah karbon ang
                                                                                                 tersedia sebelum menetapkan strategi penurunan emisi
                                  Melalui proses ini, kami tengah mengidentifikasi berbagai      jangka panjang.
                                  risiko fisik, termasuk curah hujan ekstrem, banjir, longsor,
                                  kekeringan, dan kebakaran hutan, serta risiko transisi ang     Sejalan dengan itu, kami juga sedang meninjau jalur
                                  berkaitan dengan perkembangan regulasi iklim, potensi          dekarbonisasi jangka panjang untuk memastikan tetap selaras
                                  mekanisme penetapan harga karbon, perkembangan                 dengan portofolio operasional dan konteks tata kelola yang
                                  teknologi, dan pergeseran permintaan pasar menuju produk       terus berkembang. Melalui upa a ini, PTVI bertujuan secara
                                  rendah karbon.                                                 bertahap menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi,
                                                                                                 serta memperkuat ketahanan operasional seiring transisi
                                  Untuk memahami lebih lanjut potensi dampak dari waktu          menuju model operasi rendah karbon. Rincian lebih lanjut
                                  ke waktu, kami juga memasukkan analisis skenario iklim         mengenai implementasi inisiatif penurunan emisi disajikan
                                  menggunakan Shared Socioeconomic Pathways (SSPs) yang          pada bagian Pengelolaan Energi, Emisi GRK, dan Polutan Udara
                                  dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate           dalam laporan ini.
                                  Change (IPCC), termasuk SSP2 (Middle of the Road) dan SSP5
                                  (Fossil-Fuel Development). Skenario ini mendukung evaluasi
                                  risiko iklim dalam horizon perencanaan jangka pendek,
                                  menengah, dan panjang, ang saat ini masih dalam proses.




76   Laporan Berkelanjutan 2025
Page 77
                         Melibatkan Generasi Muda dalam Aksi Iklim melalui Program ProKlim




     Pada 18 Juni 2025, PTVI melibatkan siswa sekolah menengah atas dari empat kecamatan di wila ah pemberda aan
     kami—Nuha, Wasuponda, Towuti, dan Malili—melalui sesi edukasi iklim ang diselenggarakan di SMA 5 Luwu Timur,
     Wasuponda. Kegiatan ini memperkenalkan Program Kampung Iklim (ProKlim) dan bertujuan meningkatkan kesadaran
     generasi muda terhadap dampak perubahan iklim, termasuk banjir, kekeringan, gagal panen, dan pen akit terkait iklim.
     Melalui inisiatif ini, kami mendorong para siswa untuk memahami sumber emisi gas rumah kaca serta pentingn a aksi
     individu dan kolektif dalam menghadapi tantangan iklim.

     Melalui inisiatif ProKlim, PTVI mendorong aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis mas arakat, termasuk
     pemanenan air hujan, pembangunan biopori, pen ediaan reservoir air, penanaman pohon dan mangrove, praktik
     pertanian berkelanjutan, serta pengelolaan limbah ang bertanggung jawab melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
     Inisiatif-inisiatif ini bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat sekaligus mendukung perlindungan lingkungan
     dan mata pencaharian berkelanjutan.




77      Laporan Berkelanjutan 2025
Page 78
 Pengelolaan Energi dan Emisi
 Pengelolaan konsumsi energi dan emisi merupakan komponen
 penting dalam pendekatan pengelolaan lingkungan PTVI.
 Penggunaan energi merupakan salah satu sumber utama
 emisi gas rumah kaca (GRK) dalam operasi kami, sementara
 proses industri dan pembakaran bahan bakar juga dapat
 menghasilkan emisi udara non-GRK. Untuk mengelola dampak
 tersebut, kami menerapkan praktik pengelolaan energi dan
 emisi ang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi energi,
 menurunkan emisi operasional, serta memastikan kepatuhan
 terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.

 Sebagai bagian dari upa a tersebut, PTVI telah men usun
 Peta Jalan Dekarbonisasi untuk operasi Sorowako. Peta
 jalan ini mencakup portofolio inisiatif ang dirancang untuk
 meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi di seluruh
 aktivitas pertambangan dan pengolahan melalui elektrifikasi,
 optimasi proses, pemulihan energi, serta peningkatan
 efisiensi operasional. Secara keseluruhan, inisiatif-inisiatif
 ini mendukung transisi kami menuju operasi rendah karbon
 dengan tetap menjaga kinerja operasional.

 Peta jalan ini mendukung target kami untuk menurunkan
 emisi gas rumah kaca absolut Scope 1 dan Scope 2 sebesar
 33% pada tahun 2030 dibandingkan dengan baseline tahun
 2017. Operasi Sorowako memiliki profil energi rendah
 karbon, karena sebagian besar kebutuhann a dipasok oleh
 pembangkit listrik tenaga air terbarukan yang kami hasilkan
 sendiri. Dengan keunggulan ini, kami terus melaksanakan
 berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi diesel,
 mengoptimalkan penggunaan energi dalam operasi
 pengolahan, serta memanfaatkan panas buangan ang
 dihasilkan dari proses produksi.




78        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 79
 Pada tahun 2025, operasi Sorowako tetap berada pada jalur        Konsumsi energi dan intensitas energi kami dihitung menggunakan metodologi ang selaras dengan pedoman Intergovernmental
  ang sesuai untuk mencapai target 2030 kami. Kami terus          Panel on Climate Change (IPCC) dan prinsip Sistem Manajemen Energi ISO 50001. Total konsumsi energi ditentukan berdasarkan
 melanjutkan implementasi inisiatif-inisiatif utama sejalan       input energi dari berbagai sumber, termasuk energi ang dibeli dan energi ang dihasilkan secara internal untuk kebutuhan
 dengan peta jalan tersebut.                                      operasional. Karena PTVI tidak menjual listrik, pemanas, pendingin, maupun uap, angka ang dilaporkan merepresentasikan energi
                                                                  yang dikonsumsi dalam operasi kami.
 Sejalan dengan itu, kami juga sedang meninjau jalur
                                                                                                                 Penggunaan Energi Sorowako
 dekarbonisasi jangka panjang kami untuk memastikan tetap
 selaras dengan portofolio operasional dan konteks tata kelola
 yang terus berkembang.                                                                Energy Source                                  Unit                 2025                2024            2023

                                                                   Energi Tidak Terbarukan
 Untuk pro ek pertumbuhan kami di Pomalaa dan Bahodopi,
 peta jalan dekarbonisasi saat ini sedang dalam pengembangan       Batubara                                                            GJ              11.938.379,55      11.255.340,33    9.638.512,00
 dan ditargetkan selesai pada 2026. Pendekatan bertahap
 ini memungkinkan kami menilai karakteristik operasional           High Speed Diesel (HSD) (atau Solar/HSD kalau mau
                                                                                                                                       GJ              1.391.579,42        1.466.353,78    1.483.815,83
 spesifik tiap lokasi, kebutuhan energi, dan jalur teknologi       lokalisasi)
 rendah karbon yang tersedia sebelum menetapkan strategi           Marine Fuel Oil (MFO)                                               GJ              8.503.013,34        9.330.935,02    10,295,322,00
 penurunan emisi jangka panjang.
                                                                   Bensin                                                              GJ                3.037,27            7.367,19        5.784,00
 Rincian lebih lanjut mengenai implementasi inisiatif penurunan    Total Energi Tidak Terbarukan                                       GJ             21.836.009,58       22.059.996,32    21.423.433,83
 emisi dan kinerja terkait disajikan pada bagian Pengelolaan
 Energi, Emisi GRK, dan Pengelolaan Polusi Udara dalam laporan     Energi Terbarukan
 ini. [SASB EM-MM-110a.2]                                          Pembangkit Listrik Tenaga Air                                       GJ              8.858.749,14        8.935.798,81    8.791.124,00

 Pengelolaan Energi                                                Biodiesel B30                                                       GJ                   N/A                 N/A         150.766,00

                                                                   Biodiesel B35                                                       GJ               140.514,30          789.575,11      609.554,00
 PTVI memantau dan mengevaluasi konsumsi energi di seluruh
 operasi kami sebagai bagian dari upa a meningkatkan efisiensi     Biodiesel B40                                                       GJ               753.749,50              N/A            N/A
 energi dan mengelola emisi yang terkait dengan penggunaan         Total Energi Terbarukan                                             GJ              9.753.012,94        9.725.373,92    9.551.444,00
 energi. Pelaporan kami saat ini berfokus pada energi yang
 dikonsumsi dalam organisasi di bawah kendali operasional          Total Energi Tidak Terbarukan dan Terbarukan                        GJ             31.589.022,52       31.785.370,24    30.974.877,83
 kami. Konsumsi energi di luar organisasi, termasuk energi         Produksi Nikel Matte                                                Ton              72.027,00           71.310,68       70.728,00
 yang digunakan dalam rantai pasok hulu dan transportasi
 produk hilir, belum termasuk dalam batas pelaporan saat ini.      Intensitas Penggunaan Energi                                      GJ/Ton               438,57              445,73          437,94
 Kami terus mengevaluasi metodologi dan ketersediaan data
                                                                                       Biodiesel B30 tidak lagi digunakan sejak 2024, sementara Biodiesel B40 mulai digunakan pada 2025.
 untuk memperluas pengungkapan ini pada periode pelaporan
 mendatang.



79        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 80
 Pada 2025, PTVI mencatat total konsumsi energi sebesar                   di seluruh operasi kami. Penurunan konsumsi marine fuel oil      13.498 GJ, dengan 10.625 GJ atau sekitar 79% dipasok dari
 31.589.022,52 GJ di operasi Sorowako, menurun sekitar 196.348            dan high-speed diesel juga semakin mendukung optimalisasi        sumber energi terbarukan. Angka-angka ini mencerminkan
 GJ atau 0,62% dibandingkan tahun sebelumn a. Meskipun                    bauran bahan bakar kami serta mengurangi ketergantungan          integrasi sumber energi berbasis terbarukan pada tahap awal
 konsumsi energi total sedikit menurun, produksi nikel matte              pada bahan bakar fosil konvensional.                             operasional proyek-proyek tersebut dan mendukung strategi
 meningkat menjadi 72.027 ton, ang menunjukkan peningkatan                                                                                 jangka panjang kami untuk meningkatkan penetrasi energi
 kinerja energi selama tahun pelaporan. Decoupling antara                 Peningkatan ini juga didukung oleh pengenalan dan
 pertumbuhan produksi dan konsumsi energi ini berkontribusi               pemanfaatan Biodiesel B40, ang berkontribusi sebesar
 pada penurunan intensitas energi menjadi 438,57 GJ per ton               753.749,50 GJ pada 2025 dan menjadi langkah penting dalam
 nikel matte, turun 1,61% dari 2024, ang mencerminkan upa a               memperkuat transisi kami menuju bahan bakar yang lebih
 berkelanjutan untuk mengoptimalkan penggunaan energi                     rendah karbon. Secara keseluruhan, perkembangan ini
 di seluruh aktivitas pertambangan dan pengolahan melalui                 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam meningkatkan
 efisiensi operasional dan perbaikan proses.[GRI 302-1][GRI 302-3][SASB   efisiensi energi sekaligus mempertahankan porsi energi
 EM-MM-130a.1][POJK51-F.6]
                                                                          rendah karbon yang stabil dan tangguh dalam operasi kami.
                                                                          [POJK51-F.7]




                                                                          Peningkatan operasional yang berkontribusi pada penurunan
                                                                          intensitas energi selama tahun berjalan meliputi pengelolaan
                                                                          ore stockpile ang lebih baik, kadar air bijih ang lebih rendah
                                                                          sehingga mengurangi kebutuhan energi untuk pengeringan,
                                                                          serta penggunaan energi ang lebih efisien dalam proses
                                                                          pengeringan di lokasi Sorowako. PTVI juga terus melaksanakan
                                                                          inisiatif efisiensi energi ang lebih luas serta program bahan
                                                                          bakar alternatif, termasuk campuran biodiesel dan uji coba
                                                                          biomassa, sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi kami.
                                                                          Perbaikan-perbaikan ini berkontribusi pada penurunan
                                                                          energi ang dibutuhkan per ton nikel matte ang diproduksi,
 Pada saat ang sama, porsi energi terbarukan dalam bauran
                                                                          sebagaimana tercermin dalam penurunan intensitas energi
 energi kami meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
                                                                          selama tahun pelaporan.[GRI 302-4][GRI 302-5]
 Energi terbarukan—yang terutama dipasok dari fasilitas
 pembangkit listrik tenaga air yang kami hasilkan sendiri—
                                                                          Untuk wila ah operasi kami ang lebih baru, energi terbarukan
 mencapai 9.753.012,94 GJ pada 2025, setara 30,87% dari
                                                                          membentuk porsi yang jauh lebih besar dalam bauran energi.
 total konsumsi energi, meningkat dari 30,60% pada 2024.
                                                                          Di IGP Pomalaa, total konsumsi energi internal mencapai 8.422
 Peningkatan ini didukung oleh tambahan penggunaan
                                                                          GJ pada 2025, dengan energi terbarukan berkontribusi sebesar
 energi terbarukan sebesar 27.639 GJ dan mencerminkan
                                                                          6.215 GJ atau sekitar 74% dari total penggunaan energi.
 optimasi berkelanjutan atas sumber energi rendah karbon
                                                                          Sementara itu, di IGP Morowali, total konsumsi energi mencapai



80             Laporan Berkelanjutan 2025
Page 81
     Konsumsi Energi Terbarukan dan Tidak Terbarukan                 Rincian lebih lanjut mengenai konsumsi energi berdasarkan
                      untuk Proyek                                   sumber di seluruh wilayah operasional PTVI disajikan dalam
                                                                     Tabel Data pada laporan ini, termasuk rincian sumber energi
                                                                     terbarukan dan non-terbarukan untuk Sorowako, IGP
                                                                     Pomalaa, dan IGP Morowali.

                                                                     Emisi Gas Rumah Kaca

                                                                     PTVI melakukan inventarisasi emisi GRK secara berkala sesuai
                                                                     dengan kerangka GHG Protocol, ang mencakup Scope 1
                                                                     (emisi langsung) dari pembakaran bahan bakar dan aktivitas
                                                                     operasional serta Scope 2 (emisi tidak langsung) dari konsumsi
                                                                     listrik. Emisi yang berasal dari pembakaran atau biodegradasi
                                                                     biomassa dikecualikan dari perhitungan sebagai emisi biogenik.
                                                                     Inventarisasi kami mencakup emisi CO₂, CH₄, N₂O, dan HFC
 PTVI terus menerapkan peningkatan operasional yang
                                                                       ang seluruhn a din atakan dalam CO₂ ekuivalen (CO₂eq)
 ditujukan untuk menurunkan konsumsi energi secara
                                                                     menggunakan metodologi yang selaras dengan pedoman In-
 keseluruhan sekaligus memperluas penggunaan energi
                                                                     tergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Kajian untuk
 terbarukan dan energi rendah karbon. Upaya ini mendukung
                                                                     mengkuantifikasi emisi Scope 3 telah berjalan sejak tahun
 jalur dekarbonisasi kami secara lebih luas dan berkontribusi
                                                                     sebelumn a, dan kami berencana mengungkapkan emisi
 pada peningkatan efisiensi energi di seluruh rantai nilai
                                                                     tersebut pada periode pelaporan mendatang.
 produksi.

                                                                     PTVI menggunakan tahun 2017 sebagai tahun dasar (baseline)
                                                                     untuk target penurunan emisi di operasi Sorowako. Tahun
      Disclaimer:                                                    ini menandai saat kami memformalkan komitmen untuk
      Intensitas energi saat ini hanya dilaporkan untuk operasi      menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendukung masa
      Sorowako. IGP Pomalaa dan IGP Morowali masih berada            depan rendah karbon. Pada tahun 2017, total emisi Scope 1 dan
      pada tahap pengembangan dan konstruksi, di mana volume         Scope 2 di Sorowako tercatat sebesar 2.145.198 ton CO₂e.
      produksi belum mencapai tingkat yang memungkinkan
      perhitungan indikator berbasis output seperti intensitas       Berdasarkan baseline tersebut, kami menetapkan target
      energi. Pelaporan untuk kedua lokasi ini akan diintegrasikan   untuk menurunkan emisi absolut sebesar 33% pada tahun
      setelah tingkat produksi yang stabil telah tercapai.           2030, sehingga total emisi menjadi sekitar 1.437.283 ton CO₂e.
                                                                     Saat ini, kami berada pada jalur ang sesuai untuk mencapai
                                                                     target tersebut.




81         Laporan Berkelanjutan 2025
Page 82
                                         Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Intensitas Emisi

                             Deskripsi                                     Satuan                  2025                 2024                2023

  Scope 1                                                                Ton CO2eq               2.072.143            2.048.411          2.029.486

  Pembakaran Bergerak (HSD & Bensin)                                     Ton CO2eq                119.674              134.462            124.845

  Pembakaran Stasioner (Batubara, HSD, & MFO)                            Ton CO2eq              1.503.081             1.415.786          1.386.405

  Bahan Peledak                                                          Ton CO2eq                  108                   43                 101

  Freon                                                                  Ton CO2eq                   1                    2                 1,769

  Emisi Proses                                                           Ton CO2eq               378.759              365.959             383.674

  AFOLU                                                                  Ton CO2eq                70.520               132.159            132.692

  Scope 2                                                                Ton CO2eq                 2.481                2.580              2.827            Karena IGP Pomalaa dan IGP Morowali masih berada pada tahap
  Scope 3                                                                Ton CO2eq                  N/A                  N/A                N/A             awal operasional dan pengembangan, baseline historis emisi
                                                                                                                                                            untuk kedua lokasi tersebut belum ditetapkan. Selama tahun
  Total Scope 1-3                                                        Ton CO2eq              2.074.623            2.050.990           2.032.313          pelaporan, inventarisasi emisi untuk lokasi-lokasi ini terutama
  Produksi Nikel Matte                                                       Ton                  72.027               71.310              70.728           mencakup emisi Scope 1 ang berasal dari pembakaran bahan
                                                                                                                                                            bakar langsung dalam aktivitas operasional.
  Intensitas                                                          Ton CO2eq/Ton               28,80                 28,76               28,73
                                                                                                                                                            Emisi Scope 2 belum dilaporkan untuk IGP Pomalaa karena
 Pada 2025, total emisi Scope 1 dan Scope 2 di Sorowako mencapai 2.074.624 ton CO₂eq, meningkat sebesar 23.633 ton CO₂eq,                                   konsumsi listrik untuk operasi tersebut dipenuhi melalui
 atau sekitar 1,15%, dibandingkan tahun sebelumn a. Emisi Scope 1 mencakup ma oritas emisi, aitu sebesar 2.072.143 ton CO₂eq,                               pembelian Renewable Energy Certificates (REC)              ang
 sementara emisi Scope 2 tercatat sebesar 2.481 ton CO₂eq, menurun 99 ton CO₂eq, atau sekitar 3,84%, dibandingkan tahun                                     diterbitkan oleh pen edia listrik nasional, ang merepresen-
 sebelumn a. Kontribusi Scope 2 ang relatif kecil mencerminkan ketergantungan kami ang berkelanjutan pada pembangkit listrik                                tasikan listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan.
 tenaga air terbarukan sebagai sumber listrik utama yang mendukung operasi di Sorowako. [GRI 305-1][GRI 305-2][GRI 305-5][SASB EM-MM-110a.1][POJK51-F.11]   Dengan demikian, konsumsi listrik terkait dianggap memiliki
                                                                                                                                                            emisi berbasis pasar (market-based emissions) sebesar nol.
 Dari sisi intensitas emisi, Sorowako mencatat 28,80 ton CO₂eq per ton nikel ang diproduksi pada 2025, meningkat 0,04 ton CO₂eq
 per ton, atau sekitar 0,15%, dibandingkan tahun sebelumn a. [GRI 305-4][POJK51-F.11]                                                                       Emisi Scope 3 juga belum dimasukkan dalam inventarisasi,
                                                                                                                                                            karena saat ini kami masih mengkaji sumber emisi yang relevan
 Untuk wila ah operasional baru kami, perhitungan emisi GRK dilakukan untuk pertama kalin a pada tahun pelaporan. Di IGP                                    serta ketersediaan data di seluruh rantai nilai. Pemantauan
 Pomalaa, total emisi Scope 1 pada tahun 2025 tercatat sebesar 419 ton CO₂e. Sementara itu, di IGP Morowali, total emisi Scope 1                            dan pelaporan emisi untuk wilayah operasional ini akan
 mencapai 4.553,14 ton CO₂e. [GRI 305-1][GRI 305-2] [GRI 305-5][EM-MM-110a.1][POJK51-F.11]                                                                  terus diperluas seiring perkembangan aktivitas dan semakin
                                                                                                                                                            matangnya sistem pemantauan yang diterapkan. [GRI 305-3]



82          Laporan Berkelanjutan 2025
Page 83
     Emisi yang Mengandung Bahan Perusak Ozon                   Pemanfaatan Biodiesel (B35 dan B40) serta Biomassa            Automatic Granulation Operational Node
     (ODS)[GRI 305-6]                                           [POJK51-F.7][GRI 302-4][GRI 302-5]
                                                                                                                              (AUTO-GRON) [POJK51-F.7][GRI 302-4] [GRI 302-5]
                                                                Pada 2025, PTVI memperluas penggunaan campuran
     PTVI tidak menggunakan freon HCF-22 (CHF₂Cl)               biodiesel (B35 dan B40) dan memulai uji coba pemanfaatan
     dan telah beralih ke refrigeran yang lebih ramah           biomassa sebagai bagian dari upaya meningkatkan porsi         PTVI memperkenalkan Automatic Granulation
     lingkungan. Sebagian besar refrigeran yang saat            energi terbarukan dalam bauran energi operasional kami        Operational Node (AUTO-GRON) untuk meningkatkan
     ini digunakan adalah R32, ang memiliki nilai Ozone         serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.       efisiensi energi dalam proses granulasi nikel matte
     Depletion Potential (ODP) sebesar 0. Kami secara           Di operasi Sorowako, penggunaan biodiesel mencapai            pada unit converter. Sebelumnya, suhu burner dan
     rutin memantau penggunaan refrigeran dan                   932.489 GJ, terdiri dari 145.666 GJ B35 dan 786.823 GJ B40,   kecepatan conveyor diatur secara manual oleh
     memasukkannya ke dalam inventarisasi emisi gas             yang merepresentasikan sekitar 2,9% dari total konsumsi       operator, yang sering menyebabkan suhu tidak stabil,
     rumah kaca kami.                                           energi di lokasi tersebut.                                    kualitas produk yang tidak konsisten, dan konsumsi
                                                                                                                              bahan bakar yang lebih tinggi selama proses granulasi.
                                                                Di IGP Pomalaa, konsumsi biodiesel mencapai 6.215 GJ,
 Untuk mengendalikan sumber emisi dan mendukung target
                                                                terdiri dari 1.176 GJ B35 dan 5.039 GJ B40, yang mencakup     Melalui AUTO-GRON, PTVI menerapkan sistem
 iklim jangka panjang, PTVI terus menerapkan langkah-lang-
                                                                sekitar 74% dari total penggunaan energi selama fase          kendali otomatis yang mengintegrasikan sensor suhu
 kah mitigasi di seluruh wila ah operasional kami, termasuk
                                                                awal operasional.                                             dengan pengendalian burner dan conveyor. Sistem ini
 Sorowako serta operasi ang berkembang di IGP Pomalaa dan
                                                                                                                              memungkinkan pengelolaan suhu yang lebih presisi
 IGP Morowali. Upa a ini berfokus pada peningkatan efisiensi
                                                                Demikian pula, di IGP Morowali, penggunaan biodiesel          dan meningkatkan stabilitas proses selama granulasi.
 operasional, optimalisasi konsumsi bahan bakar dalam
                                                                mencapai 10.625 GJ, terdiri dari 1.161 GJ B35 dan 9.465
 aktivitas pengolahan, dan integrasi bertahap solusi energi
                                                                GJ B40, yang merepresentasikan sekitar 79% dari total         Melalui optimalisasi proses granulasi, inisiatif ini
 rendah karbon sejalan dengan peta jalan dekarbonisasi kami.
                                                                konsumsi energi lokasi tersebut.                              membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dan
                                                                                                                              meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan di
 Inisiatif ini mencakup peningkatan peralatan dan optimasi
                                                                Inisiatif-inisiatif ini mendukung substitusi bertahap bahan   unit converter. Program ini juga mendukung upaya
 proses pada operasi furnace dan converter, pen empurnaan
                                                                bakar fosil dengan sumber energi berbasis terbarukan,         PTVI yang lebih luas dalam mengelola penggunaan
 sistem distribusi bahan bakar dan udara, optimalisasi
                                                                yang berkontribusi pada intensitas karbon yang lebih          energi dan menurunkan emisi operasional sebagai
 proses material handling dan screening, serta penguatan
                                                                rendah dalam penggunaan energi operasional dan                bagian dari perjalanan dekarbonisasi Perseroan.
 pemantauan konsumsi bahan bakar pada peralatan bergerak.
                                                                mendukung upaya lebih luas Perseroan dalam mengelola
 Kami juga terus mendorong substitusi bertahap bahan bakar
                                                                serta menurunkan emisi gas rumah kaca sejalan dengan
 fosil dengan sumber energi alternatif—termasuk campuran
                                                                peta jalan dekarbonisasi.
 biodiesel dan biomassa—serta peningkatan efisiensi energi
 yang lebih luas di fasilitas pengolahan. Melalui upaya-upaya
 ini, kami bertujuan secara bertahap menurunkan intensitas
 emisi sekaligus memperkuat efisiensi operasional seiring
 ekspansi operasi kami. [POJK51-F.12][GRI 305-5]




83        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 84
 Polutan Udara
                                                                     Perbaikan ini juga tercermin pada intensitas emisi SO₂eq, ang
 PTVI secara berkelanjutan mengelola emisi udara konvensional        menurun menjadi 0,68 ton SO₂eq per ton metrik nikel matte
 (non-GRK) melalui pemantauan dan pengukuran berkala sesuai           ang diproduksi pada tahun 2025, atau turun sekitar 6,8%
 dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 4       dibandingkan tahun 2024. Tingkat ini tetap jauh di bawah
 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak bagi       ambang batas regulasi ang berlaku sebesar 0,80 ton SO₂eq
 Kegiatan Pertambangan. Pemantauan kami saat ini berfokus pada       per ton nikel matte yang diproduksi.
 polutan ang dinilai paling material bagi operasi pengolahan kami,
 khususn a sulfur oksida (SO ) dan partikulat (particulate matter/   Hasil ini mencerminkan efektivitas berbagai pro ek inovasi
 PM).[GRI 305-7][SASB EM-MM-120a.1][POJK51-F.11]                     yang bertujuan mengurangi penggunaan sulfur dalam proses
                                                                     pengolahan kami, serta perbaikan operasional berkelanjutan
 Sulfur Dioksida Ekuivalen (SO₂eq)                                    ang meningkatkan efisiensi penggunaan sulfur, memperkuat
                                                                     stabilitas proses, dan menjaga konsistensi kinerja emisi di
 Pemantauan emisi sulfur dioksida ekuivalen (SO₂eq) saat ini         seluruh aktivitas pengolahan.[GRI 305-7][SASB EM-MM-120a.1][POJK51-F.11]
                                                                                                                                                Partikulat
 diterapkan pada operasi Sorowako, tempat pengolahan nikel
 matte dilakukan. Lokasi Sorowako mengoperasikan pabrik
                                                                                                                                                Emisi partikulat dalam operasi kami terutama dihasilkan dari
 pengolahan ang menggunakan sulfur dalam proses sulfidisasi,
                                                                                                                                                pengoperasian dryer kiln, reduction kiln, electric furnace, dan
  ang menghasilkan emisi terkait sulfur. Wila ah operasional
                                                                                                                                                product dryer di fasilitas pengolahan. Emisi ini merupakan
 kami lainn a, IGP Pomalaa dan IGP Morowali, masih berada
                                                                                                                                                emisi cerobong (stack emissions) yang berasal dari fasilitas
 pada tahap awal operasional dan belum mengoperasikan
                                                                                                                                                pengolahan kami.
 fasilitas pengolahan sejenis ang menghasilkan emisi SO₂.

                                                                                                                                                Pada 2025, Sorowako mencatat emisi partikulat sebesar 647
 Di Sorowako, emisi SO₂eq terutama berasal dari penggunaan
                                                                                                                                                ton, menurun 232 ton atau sekitar 26,4% dibandingkan 2024.
 sulfur dalam proses pengolahan nikel serta dari pembakaran
                                                                                                                                                Peningkatan ini mencerminkan penguatan pengendalian
 marine fuel oil dan batubara yang digunakan dalam aktivitas
                                                                                                                                                operasional dan optimalisasi sistem penanganan debu di
 pengolahan.
                                                                                                                                                fasilitas pengolahan.

 Pada tahun 2025, Sorowako mencatat emisi SO₂eq sebesar
                                                                                                                                                Intensitas emisi partikulat juga membaik menjadi 0,009 ton
 49.297 ton, menurun sebesar 2.875 ton atau sekitar 5,5%
                                                                                                                                                partikulat per ton nikel ang diproduksi, atau turun 25%
 dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini melanjutkan tren
                                                                                                                                                dibandingkan 2024. Untuk semakin memperkuat pengelolaan
 penurunan yang terlihat dalam tiga tahun terakhir dan sejalan
                                                                                                                                                emisi, PTVI terus mengevaluasi langkah-langkah peningkatan
 dengan target kami untuk mengurangi emisi SO₂eq absolut
                                                                                                                                                tambahan, termasuk rencana implementasi program
 sebesar 500 ton per tahun.
                                                                                                                                                aglomerasi debu (dust agglomeration), ang saat ini masih
                                                                                                                                                dalam evaluasi teknis. [GRI 305-7][SASB EM-MM-120a.1][POJK51-F.11]




84         Laporan Berkelanjutan 2025
Page 85
                                                                                          penggunaan air kami tidak mengganggu ketersediaan, kualitas, maupun aksesibilitas air bagi pengguna lain,
                                                                                          sekaligus bekerja sama untuk melindungi sumber daya bersama tersebut.

                                                                                          Pengambilan dan Konsumsi Air[GRI 303-3][GRI 303-5][SASB EM-MM-140a.1][POJK51-F.8]

                                                                                          Sumber air utama operasi Sorowako adalah Danau Matano ang berada di sekitar wila ah operasi kami.
                                                                                          Pengambilan air dari danau ini dikelola secara hati-hati untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus
                                                                                          menjaga ketersediaan sumber daya bersama tersebut. Pendekatan ini juga selaras dengan status konservasi
                                                                                          danau sebagai Kawasan Taman Wisata Alam sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian
                                                                                          No. 274/Kpts/Um/4/1979 tanggal 24 April 1979.

                                                                                          Untuk pro ek pertumbuhan kami, pengambilan air terutama bersumber dari sistem sungai. Di seluruh
                                                                                          wila ah operasional kami, air tawar bersumber dari badan air permukaan ang tidak diklasifikasikan
                                                                                          mengalami tekanan air dasar tinggi atau sangat tinggi (high or extremely high baseline water stress). Kami
 Untuk IGP Pomalaa dan IGP Morowali, emisi partikulat dari cerobong (stack particulate    mendefinisikan air tawar sebagai air dengan total padatan terlarut (total dissolved solids) maksimum 1.000
 emissions) saat ini belum relevan karena fasilitas pengolahan yang menghasilkan emisi    mg/L. Untuk tujuan pelaporan, volume air tawar ang diambil dianggap setara dengan volume air ang
 cerobong belum beroperasi di kedua lokasi tersebut. Oleh karena itu, pemantauan          dikonsumsi dalam operasi kami.
 emisi udara di wilayah operasional ini saat ini difokuskan pada kualitas udara ambien.
 Pemantauan partikulat telah dilakukan di IGP Pomalaa sebagai bagian dari pemantauan      Pada 2025, pengambilan air untuk operasi Sorowako mencapai 15.079.167 m³ ang seluruhn a bersumber
 udara ambien, sementara pengambilan sampel partikulat di IGP Morowali belum dilakukan,   dari Danau Matano, dengan intensitas pengambilan air sebesar 209,35 m³ per ton nikel ang diproduksi.
 seiring persyaratan pemantauan lingkungan yang masih berkembang mengikuti tahapan        Volume pengambilan air yang dilaporkan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya terutama
 pengembangan proyek.                                                                     mencerminkan peningkatan akurasi pengukuran setelah pen esuaian sistem pengambilan air serta
                                                                                          pemasangan dan kalibrasi flow meter ang diperbarui bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah Luwu

 Air dan Efluen                                                                           Timur, bukan akibat peningkatan kebutuhan air operasional ang sebanding. Kebutuhan air operasional
                                                                                          secara umum relatif konsisten, sementara angka tahun-tahun sebelumn a mungkin belum sepenuhn a
                                                                                          mencerminkan volume pengambilan aktual akibat keterbatasan pengukuran sebelumn a dan karenan a
 Air memegang peranan penting dalam mendukung operasi PTVI dan ekosistem di
                                                                                          tidak sepenuhnya dapat dibandingkan. Perbaikan ini memperkuat akurasi dan keandalan pemantauan serta
 sekitarn a. Air digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, pengolahan mineral,
                                                                                          pelaporan air ke depan.
 pembersihan peralatan, pengelolaan lingkungan, dan sanitasi di seluruh wila ah
 operasional kami. Di luar kebutuhan operasional, air juga menopang mas arakat dan
 ekosistem lokal yang berbagi sumber air yang sama. [GRI 303-1]

 Men adari pentingn a hal tersebut, kami berkomitmen mengelola air secara
 bertanggung jawab sepanjang siklusn a, mulai dari pengambilan hingga pembuangan.
 Pendekatan kami didasarkan pada pemahaman bahwa badan air yang kami
 gunakan merupakan sumber daya bersama yang dimanfaatkan masyarakat lokal
 dan pemangku kepentingan lainn a. Oleh karena itu, kami berupa a memastikan




85        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 86
          Pengambilan Air Operasional Sorowako dan Intensitas
                                                                                        Efisiensi Air dan Daur Ulang[GRI 303-1][POJK51-F.8}
                          Unit           2023           2024           2025
                                                                                        Untuk mendukung pengelolaan air ang bertanggung jawab, PTVI menerapkan berbagai
 Total                                                                                  langkah efisiensi air di seluruh wila ah operasional, termasuk pabrik pengolahan, area tambang,
 Pengambilan               m3          9,442,313      11,748,150    15,079,167          perkantoran, dan fasilitas pendukung. Upa a ini mencakup pemantauan penggunaan air
 Air                                                                                    melalui sistem daring Steam, Water, Air, and Power (SWAP), pencegahan kehilangan air melalui
 m3                 m3/ton matte        113.50          164.75        209.35            pengendalian kebocoran dan limpasan, serta optimalisasi efisiensi melalui daur ulang dan
                                                                                        penggunaan kembali air di operasi pabrik dan pertambangan.

 Untuk IGP Pomalaa, total pengambilan air pada tahun 2025 mencapai 9.969 m³             Air daur ulang dimanfaatkan untuk berbagai proses industri, termasuk sistem pendingin,
  ang bersumber dari air sungai permukaan, meningkat sekitar 1.066 m³ atau 12,0%        pendinginan slag, persiapan bahan kimia, pen iraman jalan, dan pendinginan peralatan.
 dibandingkan tahun sebelumn a, mencerminkan peningkatan bertahap aktivitas             Distribusi air juga dikelola secara hati-hati untuk menjaga integritas sistem, sementara inovasi
 operasional seiring perkembangan proyek.                                               berkelanjutan terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi air di seluruh operasi kami.

 Di IGP Morowali, total pengambilan air mencapai 17.873 m³ pada tahun 2025, ang
                                                                                   Pengelolaan Efluen dan Pembuangan Air[GRI 303-2][GRI 303-4][POJK51-F.8][POJK51-F.13]
 bersumber dari air permukaan dan air tanah. Jumlah ini meningkat sekitar 1.090
 m³ atau 6,5% dibandingkan tahun 2024, sejalan dengan meningkatn a aktivitas
                                                                                   Efluen ang dihasilkan dari operasi kami terutama berasal dari proses industri, air tambang, dan penggunaan
 operasional di lokasi tersebut.
                                                                                   air domestik. Untuk mencegah potensi dampak terhadap badan air sekitar, PTVI menerapkan sistem
                                                                                   pengolahan dan pemantauan air limbah di seluruh wilayah operasional guna memastikan air yang dibuang
                                                                                   memenuhi standar mutu lingkungan dan persyaratan regulasi yang berlaku.

                                                                                   Di operasi Sorowako, efluen dari aktivitas pertambangan dan pengolahan dikelola melalui jaringan lebih
                                                                                   dari 100 kolam pengendapan, didukung fasilitas pengolahan khusus seperti Instalasi Pengolahan Air
                                                                                   Limbah Pakalangkai dan unit Lamella Gravit Settler (LGS). Sistem pengolahan ini menghilangkan padatan
                                                                                   tersuspensi dan kontaminan lainnya sebelum pembuangan serta mendukung kepatuhan terhadap Peraturan
                                                                                   Menteri Lingkungan Hidup No. 9 Tahun 2006 tentang baku mutu air limbah kegiatan pertambangan nikel.

                                                                                   Setelah diolah, air dibuang ke badan air permukaan sekitar ang tidak tergolong mengalami tekanan air,
                                                                                   termasuk Danau Matano, Danau Mahalona, Sungai Salo Lamunto, dan Sungai Petea. Pada 2025, total air
                                                                                   olahan ang dibuang dari operasi Sorowako mencapai 89.697,94 megaliter, menurun sekitar 11.008,88
                                                                                   megaliter atau sekitar 10,9% dibandingkan 2024. Penurunan ini mencerminkan peningkatan praktik
                                                                                   pengelolaan air, termasuk peningkatan penggunaan kembali dan daur ulang air dalam proses operasional.
                                                                                   Sebagian besar air buangan dialirkan ke Sungai Petea dan Danau Matano, ang secara bersama mencakup
                                                                                   mayoritas volume pembuangan.



86        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 87
     Pembuangan Air Operasi Sorowako berdasarkan Badan Penerima Air                         Untuk pro ek IGP Pomalaa, pembuangan air limbah industri belum terjadi selama tahun pelaporan karena
                                                                                            lokasi masih berada dalam tahap konstruksi Smelter Development Project (SDP), dengan operasi ditargetkan
       Tujuan Pembuangan Air           Unit       2025            2024           2023       dimulai pada triwulan I 2026. Selama konstruksi, limpasan permukaan dikelola melalui kolam penampungan
                                                                                            (pocket pond) dengan kualitas air dipantau untuk parameter seperti TSS, Kromium (Cr), Nikel (Ni), dan Besi
 Air Permukaan (Danau Matano)          m³      25.372.487       25.639.690     18.045.493   (Fe). Volume pembuangan tidak diukur karena tidak terdapat pembuangan terkendali dari kolam tersebut.

                                                                                            Sementara itu, di IGP Morowali, pembuangan air limbah dalam jumlah terbatas terjadi selama aktivitas
 Air Permukaan (Danau Mahalona)        m³       21.221.547      20.648.522     11.370.115   operasional awal. Pada 2025, total air ang dibuang mencapai 113.251,39 m³, terdiri atas pembuangan ke
 Air permukaan (Sungai Salo                                                                 sungai permukaan (100.228,32 m³) dan laut (13.023,07 m³). Seiring berkembangn a aktivitas operasional,
                                       m³       3.898.304       3.705.430          –        PTVI akan terus memperkuat sistem pemantauan dan pelaporan air limbah di lokasi ini untuk memastikan
 Lamunto)
                                                                                            kepatuhan berkelanjutan terhadap standar lingkungan yang berlaku.
 Air Permukaan (Sungai Petea)          m³      39.203.071       50.716.129     21.472.522

 Total                                 m³     89.695.408,20   100.709.771,00   50.226.716   Pemantauan Kualitas Efluen

                                                                                            Di seluruh wila ah operasional, kami melakukan pemantauan dan analisis rutin untuk memastikan kualitas
                                                                                            efluen kami memenuhi standar air limbah ang berlaku. Analisis efluen dilakukan oleh laboratorium
                                                                                            independen terakreditasi menggunakan metode analitik berdasarkan SNI 6989.59:2008 tentang Air dan Air
                                                                                            Limbah, serta metode internasional ang diakui ang diterbitkan oleh American Public Health Association
                                                                                            (APHA).

                                                                                            Pemantauan mencakup parameter utama seperti total suspended solids (TSS), kromium (Cr), kromium
                                                                                            heksavalen (Cr⁶+), besi (Fe), dan nikel (Ni) pada sampel efluen ang dikumpulkan dari sedikitn a 11 titik
                                                                                            observasi, ang mencakup fasilitas pengolahan air limbah dan titik pembuangan di operasi Sorowako. Selama
                                                                                            beberapa tahun terakhir, konsentrasi parameter-parameter tersebut secara konsisten berada dalam batas
                                                                                            regulasi ang berlaku, mencerminkan efektivitas sistem pengolahan air limbah kami.

                                                                                            Beberapa lokasi pemantauan mencatat volume air limbah terolah terbesar selama tahun pelaporan, termasuk
                                                                                            Petea East (23.146.907 m³), Petea Far East (16.056.164 m³), dan Petea West (13.744.808 m³). Di lokasi-lokasi
                                                                                            tersebut, konsentrasi total suspended solids (TSS) berada pada kisaran 10,00 hingga 13,50 mg/L, jauh di
                                                                                            bawah ambang batas regulasi ang berlaku sebesar 200 mg/L, sementara konsentrasi total kromium (Cr),
                                                                                            kromium heksavalen (Cr⁶+), besi (Fe), dan nikel (Ni) juga tetap berada dalam batas regulasi masing-masing.
                                                                                            Hasil ini menunjukkan bahwa sistem sedimentasi dan klarifikasi, termasuk kolam pengendapan dan unit
                                                                                            Lamella Gravit Settler (LGS), terus efektif dalam mengelola kualitas efluen sebelum pembuangan.




87        Laporan Berkelanjutan 2025
Page 88
 Hasil pemantauan tahun 2025 konsinten menunjukkan
 kepatuhan terhadap ambang batas regulasi untuk seluruh                 Substitusi Pendinginan Berbasis Air dengan Pendinginan Udara di Super Furnace 4
 parameter yang dipantau. Pengukuran yang disajikan
                                                               Dalam proses pirometalurgi untuk memproduksi nikel matte, dinding furnace umumnya memerlukan pendinginan
 merupakan nilai median yang diperoleh dari berbagai titik
                                                               untuk mengendalikan suhu tinggi ang dihasilkan selama operasi. Sebelumn a, pendinginan di Furnace 4 (Super
 pemantauan yang terkait dengan fasilitas pengolahan air
                                                               Furnace 4) mengandalkan air daur ulang ang disemprotkan ke dinding furnace. Proses ini sering menyebabkan
 limbah pertambangan, pengolahan, dan domestik.
                                                               kehilangan air melalui evaporasi dan memerlukan tambahan pasokan air untuk menjaga tingkat operasional.

 Rincian hasil pemantauan untuk setiap titik observasi,
                                                               Untuk meningkatkan efisiensi air, PTVI memperkenalkan sistem pendinginan udara ambien ang didukung teknologi
 termasuk nilai parameter, ambang batas regulasi, dan volume
                                                               blower untuk menggantikan mekanisme pendinginan berbasis air di bagian bawah Furnace 4. Dengan menggantikan
 pembuangan berdasarkan badan air penerima di seluruh
                                                               pendinginan air dengan pendinginan udara, operasi berhasil menghilangkan penggunaan air untuk proses ini.
 wila ah operasional kami, disajikan pada bagian Tabel Data
 dalam laporan ini.
                                                               Melalui inisiatif ini, PTVI menurunkan konsumsi air sebesar 12.290 m³ pada 2025, sekaligus mengurangi penggunaan
                                                               energi melalui eliminasi kebutuhan sistem pompa yang sebelumnya digunakan dalam pendinginan berbasis air.

                                                                                Peningkatan Efisiensi Sirkulasi Air dalam Granulasi Converter melalui
     Sebuah studi ang dilakukan pada 2023 di area
                                                                                                     Integrasi Paddle Classifier
     tambang PTVI di Sorowako, ang hasiln a masih
     berlaku hingga saat ini, menunjukkan bahwa tidak          PTVI juga melakukan peningkatan otomatisasi sirkulasi air dalam proses granulasi converter melalui integrasi sistem
     terdapat risiko terbentuknya air asam tambang             Paddle Classifier (PADLE POP). Dalam proses ini, air ang digunakan selama granulasi dipisahkan dari partikel nikel
     (acid mine drainage / AMD) di lokasi tersebut. Hal ini    matte melalui paddle classifier dan disirkulasikan kembali untuk digunakan ulang di dalam proses.
     dikonfirmasi oleh tidak ditemukann a batuan ang
     berpotensi menghasilkan AMD di area pertambangan.         Sistem ang ditingkatkan ini dilengkapi sensor pemantauan real-time ang terhubung dengan basis data operasional,
     AMD merupakan salah satu isu utama dalam                  memungkinkan pengendalian otomatis operasi pompa berdasarkan level air di granulation pit. Otomatisasi ini
     industri pertambangan karena berpotensi merusak           meningkatkan efisiensi proses sekaligus mencegah insiden limpasan (overflow).
     ekosistem dan sumber air seperti sungai, danau, dan
     air tanah. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan        Sebagai hasiln a, inisiatif ini menurunkan konsumsi air di operasi converter sebesar 112.203 m³ pada 2025 sekaligus
      ang bertanggung jawab, khususn a terkait limbah          meningkatkan pengendalian operasional. Setelah implementasi sistem ini, tidak terdapat insiden
     cair, menjadi sangat penting.[SASB EM-MM-160a.2]           ang tercatat selama tahun pelaporan.




88        Laporan Berkelanjutan 2025
                                2025
Page 89
     Towuti Oil Leakage Recovery[GRI 306-3][POJK F.15][SASB EM-MM-150a.9][SASB EM-MM-140a.2]

     Pada 23 Agustus 2025, terjadi kebocoran pipa min ak di Desa            sejumlah langkah respons, termasuk dukungan bagi sawah terdampak melalui pemulihan tanah dan bantuan penanaman
     Lioka, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Setelah                 kembali, pen ediaan air bersih bagi warga dan ternak, perbaikan infrastruktur publik ang terdampak, serta dukungan
     menerima laporan, PTVI segera mengaktifkan Emergenc                    pemulihan lahan pertanian dengan tetap menjaga akses terhadap fasilitas penting masyarakat.
     Response Group (ERG) dan berkoordinasi dengan pemerintah
     daerah, perwakilan mas arakat, serta instansi terkait untuk            Sepanjang proses tanggap darurat dan pemulihan, PTVI menjaga transparansi dan komunikasi aktif dengan para
     membentuk tim tanggap darurat bersama. Kolaborasi ini                  pemangku kepentingan, termasuk melalui pengungkapan perkembangan mitigasi dan pemulihan melalui saluran
     memungkinkan tindakan penanggulangan, mitigasi, dan                    komunikasi resmi dan situs web Perseroan.
     pemulihan dilakukan secara cepat guna meminimalkan
     dampak lingkungan dan sosial.

     Langkah-langkah pengendalian teknis segera diterapkan,
     termasuk mengamankan area pipa terdampak serta
     memasang oil boom, oil trap, dan kolam penahan (containment
     pond) untuk mencegah pen ebaran min ak lebih lanjut.
     Kegiatan pemantauan lingkungan dilakukan melalui pengujian
     kualitas air dan tanah, serta penialain ekologis terhadap flora
     dan fauna di area sekitar. Minyak yang berhasil dipulihkan dan
     material terkontaminasi dikelola sesuai regulasi lingkungan
     yang berlaku dan ditangani melalui fasilitas pengelolaan
     limbah B3 berizin milik PTVI. Jika diperlukan, langkah remediasi
     lahan dan bioremediasi juga diterapkan untuk memulihkan
     kondisi tanah dan fungsi lingkungan.

     PTVI juga memperhatikan kekhawatiran yang disampaikan
     mas arakat Desa Lioka dan mendukung komunitas terdampak
     melalui berbagai bentuk bantuan. Aspirasi dan umpan balik
     masyarakat diterima melalui Grievance and Information Center
     di Kantor Kecamatan Towuti serta hotline khusus. Berdasarkan
     masukan tersebut dan asesmen lapangan, PTVI melaksanakan




89       Laporan Berkelanjutan 2025
Page 90
     Dampak Lingkungan dari Kebocoran

     Insiden ini memerlukan berbagai tindakan pengelolaan             memulihkan kondisi lingkungan dan mendukung pemulihan
     lingkungan di sejumlah area operasional, meliputi:               masyarakat terdampak.

     •    Pengelolaan Limbah                                          PTVI tetap berkomitmen terhadap transparansi dan
     Material yang terkontaminasi minyak dan minyak hasil             keterlibatan pemangku kepentingan sepanjang proses tanggap
     pemulihan dikumpulkan dan dikelola sebagai limbah B3             darurat dan pemulihan. Informasi terbaru mengenai mitigasi,
     sesuai regulasi ang berlaku. Sekitar 5 ton min ak hasil          remediasi, dan dukungan bagi mas arakat secara berkala
     pemulihan diproses melalui perlakuan termal (dryer/thermal       diungkapkan melalui saluran komunikasi resmi kami. Untuk
     unit) selama tiga hari, ang untuk sementara memengaruhi
     operasi pengolahan dan meningkatkan penggunaan energi
     operasional serta emisi. Tanah tambahan yang terkontaminasi
     memerlukan perlakuan bioremediasi yang dapat berlanjut
     hingga satu tahun tergantung perkembangan pemulihan.

     •    Kualitas Tanah dan Lahan
     Area tanah yang terkontaminasi menjalani proses remediasi
     dan bioremediasi untuk memulihkan kualitas tanah dan fungsi
     lingkungan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan
     efektivitas langkah-langkah pemulihan tersebut.

     •    Kualitas Air
     Sistem pengendalian preventif, termasuk oil boom dan oil trap,
     dipasang untuk mencegah pen ebaran min ak ke badan air
     sekitar. Pemantauan kualitas air secara rutin dilakukan untuk
     memastikan kondisi lingkungan kembali ke tingkat yang dapat
     diterima.

     Melalui langkah mitigasi dan pemulihan tersebut, PTVI terus
     bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk




90       Laporan Berkelanjutan 2025
Page 91
 Pengelolaan Limbah                                                          limbah B3, limbah non-B3, dan aliran limbah terkait pertambangan, sehingga memungkinkan pengelolaan dan pengolahan
                                                                             yang sesuai berdasarkan karakteristik material dan persyaratan regulasi.

 Pengelolaan limbah yang bertanggung jawab merupakan bagian
                                                                             Limbah B3 disimpan sementara di fasilitas pen impanan berizin ang ditetapkan sebelum diangkut oleh pihak ketiga
 integral dari pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan operasional
                                                                             berwenang ke fasilitas pengolahan atau pembuangan berizin sesuai regulasi ang berlaku. Limbah non-B3 dikelola melalui
 PTVI. Operasi kami menghasilkan berbagai aliran limbah (waste
                                                                             daur ulang, penggunaan kembali, atau pembuangan terkendali sesuai karakteristik materialn a.[GRI 306-2][POJK51-F.14]
 streams) ang berasal dari aktivitas pertambangan, pengolahan
 mineral, pekerjaan pemeliharaan, dan fasilitas pendukung. Tanpa
                                                                             Material terkait pertambangan seperti overburden, topsoil, dan slag dikelola sebagai bagian dari siklus operasional tambang
 pengelolaan ang tepat, aliran limbah ini berpotensi menimbulkan
                                                                             dan program pengelolaan lingkungan, termasuk rehabilitasi lahan dan penggunaan kembali material jika memungkinkan.
 dampak lingkungan terkait penggunaan lahan, kualitas air, dan
                                                                             Praktik ini membantu memastikan material tambang dimanfaatkan secara bertanggung jawab sekaligus meminimalkan
 kesehatan ekosistem. Oleh karena itu, kami menerapkan praktik
                                                                             dampak lingkungan sepanjang siklus operasional.
 pengelolaan limbah yang terstruktur untuk meminimalkan risiko
 lingkungan, mencegah pencemaran, dan mendorong penggunaan
                                                                             PTVI mengawasi pengelolaan limbah dan bahan berbahaya melalui prosedur internal pengelolaan lingkungan dan
 sumber daya yang bertanggung jawab di seluruh wilayah operasional
                                                                             mekanisme pemantauan kepatuhan. Hal ini mencakup pengawasan terhadap pengangkutan limbah, dokumentasi, dan
 kami.[GRI 306-1]
                                                                             proses pengolahan untuk memastikan limbah B3 han a ditangani oleh operator berizin dan dikelola sesuai pers aratan
                                                                             regulasi ang berlaku. Prosedur ini diterapkan di seluruh wila ah operasional aktif kami, dan juga akan menjadi acuan
 Pendekatan pengelolaan limbah kami dipandu oleh prinsip reduce,
                                                                             praktik pengelolaan limbah untuk lokasi tidak aktif apabila kondisi tersebut terjadi. Melalui pengendalian ini, kami menjaga
 reuse, recycle, dan recovery (4R). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui
                                                                             ketertelusuran (traceability) dan kepatuhan regulasi di seluruh rantai pengelolaan limbah pada wilayah operasional kami.[GRI
 pemilahan limbah, inisiatif daur ulang, praktik pemulihan material,         306-4][SASB EM-MM-150a.10]
 dan pembuangan akhir yang bertanggung jawab untuk mengurangi
 jumlah limbah ang memerlukan pembuangan, sekaligus mendorong
                                                                             Limbah ang dihasilkan dari operasi kami pada umumn a terbagi ke dalam tiga kategori utama, aitu limbah B3, limbah
 penggunaan sumber da a secara sirkular sedapat mungkin.[GRI 306-2]
                                                                             non-B3, dan limbah pertambangan, sebagaimana dirangkum dalam tabel berikut.

 Praktik pengelolaan limbah di PTVI diterapkan di seluruh wilayah
 operasional, termasuk operasi Sorowako serta area pro ek ang                Jenis Limbah                 Deskripsi
 berkembang di IGP Pomalaa dan IGP Morowali, serta mencakup aliran           B3                           Filter bekas, oli bekas, lumpur min ak (oil sludge), baterai bekas, material ang terkontaminasi limbah
 limbah operasional maupun limbah terkait masyarakat di lokasi yang                                       B3, lampu, cartridge, pelumas bekas, selang bekas, limbah laboratorium, sludge, limbah elektronik,
 menjalankan program kolaboratif.                                                                         asbes, kemasan bekas limbah B3, residu pembersihan radiator, limbah terkontaminasi bahan
                                                                                                          berbaha a, pakaian bekas terkontaminasi, limbah medis, dan botol kemasan bahan kimia.
 Mekanisme Pengelolaan Limbah
                                                                             Non-B3                       Limbah belt conveyor, roller conveyor, track plate, bucket, belt frame, rel, rantai, wearing plate, drum,
 Kami mengelola limbah melalui sistem terstruktur ang mencakup                                            shaft, roller AF, lembaran besi, baja konstruksi, plastik, kaca, kaleng, sisa makanan, kertas, daun, ka u,
 pemilahan, pen impanan, pengangkutan, pengolahan, daur ulang,                                            batang bambu, rumput, ban bekas, dan FABA (fly ash and bottom ash).
 dan pembuangan, sehingga setiap jenis limbah ditangani sesuai
 karakteristik dan profil risiko lingkungann a. Limbah ang dihasilkan        Limbah                       Topsoil, overburden, dan slag.
 dari aktivitas operasional pertama-tama dipilah di sumber menjadi           Tambang




91         Laporan Berkelanjutan 2025
Page 92
 Dalam bagian ini, data kinerja limbah berfokus pada aliran        Kinerja Timbulan dan Pengelolaan Limbah                           PTVI terus meningkatkan praktik pengelolaan limbah di
 limbah industri dan operasional, termasuk limbah B3 dan                                                                             operasi Sorowako. Pada 2025, limbah non-B3 menurun dari
 non-B3 ang dihasilkan dari aktivitas pemeliharaan, operasi        Selama tahun pelaporan, PTVI menghasilkan limbah                  5.906 ton pada tahun sebelumn a menjadi 5.349 ton, atau
 pendukung pengolahan, dan pengelolaan fasilitas. Material         dari aktivitas operasional, pemeliharaan, dan kegiatan            turun 9,4%, ang mencerminkan upa a berkelanjutan untuk
 terkait pertambangan seperti overburden, topsoil, dan slag        pendukung di seluruh wilayah operasional kami. Aliran             menekan timbulan limbah. Pada saat ang sama, peningkatan
 tidak termasuk dalam angka timbulan limbah yang disajikan         limbah dikategorikan menjadi limbah B3 dan non-B3, serta          fasilitas pemilahan limbah kami turut meningkatkan kapasitas
 pada subbagian ini, karena material tersebut dikelola sebagai     dikelola melalui daur ulang, penggunaan kembali, pemulihan,       dan efisiensi pengolahan, dengan tingkat pemilahan limbah
 bagian dari siklus produksi pertambangan dan dilaporkan           pembuangan terkendali, atau pengolahan oleh pihak ketiga          meningkat dari 17% menjadi 30%, sehingga lebih ban ak
 secara terpisah pada bagian Efisiensi Mineral dalam laporan       berizin sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.           material dapat dipulihkan dan digunakan kembali dibandingkan
 ini.                                                                                                                                dibuang.
                                                                   Pada 2025, total limbah ang dihasilkan di seluruh wila ah
     Pengelolaan Tailing dalam Operasi Kami                [SASB
                                                                   operasional kami mencapai sekitar 9.967,65 ton, di mana           PTVI sebelumn a menetapkan target zero waste to landfill
     EM-MM-150a.5][SASB EM-MM-540a.1][SASB EM-MM-540a.2][SASB
                                                                   sekitar 75% merupakan limbah non-B3 dan 25% limbah B3.            pada 2025, seiring rencana pen elesaian fasilitas refuse-derived
     EM-MM-540a.3][GRI 14.6.2][GRI 14.6.3]
                                                                   Timbulan limbah masih sangat terkonsentrasi di operasi            fuel (RDF). Namun, karena tantangan teknis, pro ek tersebut
                                                                   Sorowako, ang mencakup lebih dari 94% total jejak limbah          belum dapat diselesaikan dalam tahun berjalan. Meskipun
     Operasi pengolahan nikel PTVI menggunakan                     PTVI, mencerminkan skala dan kematangan Sorowako sebagai          target ini belum tercapai, PTVI tetap berkomitmen mengurangi
     teknologi Reduction Kiln Electric Furnace (RKEF),             operasi pertambangan dan pengolahan terintegrasi utama            pembuangan ke landfill. Untuk mendukung hal tersebut, kami
     yaitu proses pirometalurgi yang tidak menghasilkan            PTVI. Sebagai perbandingan, volume limbah di IGP Pomalaa          terus memperkuat pemilahan limbah dengan memisahkan
     tailing sebagaimana umumnya dihasilkan pada                   dan IGP Morowali masih relatif terbatas dan sebagian besar        material organik dan non-organik. Limbah organik diolah
     pengolahan mineral secara hidrometalurgi. Dengan              terkait dengan aktivitas konstruksi dan tahap awal operasi.[GRI   melalui budidaya maggot dan dimanfaatkan sebagai bahan
     demikian, tidak terdapat tailing yang dihasilkan dari         306-3][POJK51-F.13]
                                                                                                                                     pakan, sementara material non-organik seperti plastik, kertas,
     operasi PTVI.                                                                                                                   kaca, dan aluminium dikirim ke mitra pihak ketiga untuk didaur
                                                                   Di operasi Sorowako, total limbah non-B3 ang dihasilkan           ulang dan digunakan kembali. Upaya ini berkontribusi terhadap
     Namun demikian, sebagai bagian dari rantai nilai              mencapai 5.349 ton pada 2025. Dari jumlah tersebut, 1.609         pengurangan volume landfill secara bertahap dan mendukung
     hilir nikel yang lebih luas untuk mendukung material          ton atau 30% berhasil dialihkan dari pembuangan melalui           pendekatan yang lebih sirkular dalam pengelolaan limbah.
     baterai, fasilitas pengolahan pada usaha patungan             inisiatif daur ulang, penggunaan kembali, dan guna ulang
     HPAL kami menghasilkan residu pengolahan mineral              (repurposing), sementara 3.740 ton atau 70% diarahkan ke          Timbulan limbah di IGP Pomalaa meningkat seiring
     seperti tailing atau lumpur proses. PTVI menyadari            fasilitas controlled landfill.                                    perkembangan aktivitas operasional selama tahun pelaporan.
     potensi dampak yang terkait dengan aktivitas ini dan                                                                            Pada 2025, IGP Pomalaa menghasilkan 375 ton limbah non-B3,
     bekerja sama dengan para mitra untuk mendorong                Untuk limbah B3, Sorowako menghasilkan 2.353 ton selama           dibandingkan 216 ton pada 2024, atau meningkat 73,6%. Dari
     praktik pengelolaan residu ang bertanggung jawab,             tahun pelaporan. Dari jumlah tersebut, 1.246,57 ton atau          limbah non-B3 ang dihasilkan, 9,18 ton atau 2,4% dialihkan
     sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku serta           setara 53% diolah melalui insinerasi, sementara 1.106,43 ton      dari pembuangan, sementara 366 ton atau 97,6% diarahkan ke
     praktik terbaik ang diakui secara internasional.              atau 47% diangkut ke fasilitas pengelolaan limbah B3 pihak        fasilitas pembuangan terkendali.
                                                                   ketiga berizin untuk pengolahan dan pembuangan.[GRI 306-4][GRI
                                                                   306-5][SASB EM-MM-140a.2][SASB EM-MM-150a.7][SASB EM-MM-150a.8]




92          Laporan Berkelanjutan 2025
Page 93
 Timbulan limbah B3 di IGP Pomalaa mencapai 49,37 ton pada
 2025, meningkat signifikan dibandingkan 5,71 ton pada 2024
                                                                                      Pengolahan Limbah Organik melalui Black Soldier Fly           Sorowako, Wawondula, dan Wasuponda. Melalui inisiatif
 seiring intensifikasi aktivitas konstruksi dan awal operasi.
                                                                                      (BSF)                                                         ini, material ang dapat didaur ulang dikumpulkan dan
 Dari jumlah tersebut, 15,38 ton disimpan sementara untuk
                                                                                                                                                    disalurkan untuk mendukung upaya daur ulang lokal
 pemulihan atau daur ulang, sementara 33,99 ton diangkut
                                                                                      PTVI terus mendukung pengelolaan limbah organik               serta memberikan peluang ekonomi tambahan bagi
 ke fasilitas pihak ketiga berizin untuk pengolahan dan
                                                                                      melalui program Black Soldier Fly (BSF), ang mengubah         masyarakat.
 pembuangan.[GRI 306-3][GRI 306-4][GRI 306-5][SASB EM-MM-150a.7][SASB EM-MM-150a.8]
                                                                                      limbah organik menjadi produk bernilai seperti maggot
                                                                                      dan kompos.                                                   Selama periode pelaporan, material ang disalurkan
 Di IGP Morowali, timbulan limbah juga meningkat seiring
                                                                                                                                                    meliputi 3,38 ton botol plastik, 0,96 ton kaleng aluminium,
 perkembangan aktivitas operasional. Pada 2025, total limbah
                                                                                      Selama periode pelaporan, sekitar 213,36 ton limbah           dan 1,15 ton botol kaca.
 non-B3 ang dihasilkan mencapai 76,78 ton, dibandingkan
                                                                                      organik diolah melalui sistem BSF, menghasilkan 11,81
 7,88 ton pada 2024. Dari jumlah tersebut, 0,82 ton atau 1,1%
                                                                                      ton maggot dan 29,42 ton kompos. Maggot tersebut              Pemanfaatan Kembali Material untuk Masyarakat
 dialihkan dari pembuangan, sementara 75,96 ton atau 98,9%
                                                                                      disalurkan kepada Kelompok Tani Woliko Berkembang             dan Lingkungan
 diarahkan ke fasilitas pembuangan terkendali.
                                                                                      dan dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif
                                                                                      untuk mendukung kegiatan peternakan lokal. Sementara          PTVI juga mendorong penggunaan kembali material
 Timbulan limbah B3 di IGP Morowali mencapai 85,24 ton pada
                                                                                      itu, kompos dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani            melalui pemanfaatan ulang limbah operasional. Sekitar
 2025, dibandingkan 7,22 ton pada 2024, dengan seluruh volume
                                                                                      serta digunakan dalam kegiatan reklamasi lahan PTVI           126,97 ton limbah ka u dimanfaatkan kembali, sementara
 diangkut ke fasilitas pengelolaan limbah B3 pihak ketiga berizin
                                                                                      untuk meningkatkan kualitas tanah dan mendukung               24,65 ton ban bekas digunakan kembali untuk mendukung
 untuk pengolahan dan pembuangan sesuai persyaratan
                                                                                      pertumbuhan vegetasi.                                         penguatan lereng di area agroforestri nanas PTVI serta
 regulasi. Seiring terus berkembangnya aktivitas operasional di
                                                                                                                                                    diolah menjadi sekitar 100 pot tanaman ang didistribusi-
 IGP Pomalaa dan IGP Morowali, sistem pengelolaan limbah dan
                                                                                      Melalui inisiatif ini, limbah organik diubah menjadi sumber   kan kepada masyarakat setempat.
 praktik pemantauan akan terus diperkuat untuk memastikan
                                                                                      daya yang bermanfaat sekaligus memperkuat partisipasi
 kepatuhan terhadap standar lingkungan.[GRI 306-3][GRI 306-5][SASB
 EM-MM-150a.7][SASB EM-MM-150a.8]
                                                                                      masyarakat dalam pengelolaan limbah berkelanjutan dan
                                                                                      pemanfaatan sumber da a secara sirkular.

 Untuk lebih lanjut menekan timbulan limbah dan mendorong
                                                                                      Daur Ulang Berbasis Masyarakat melalui Bank Sampah
 pemanfaatan sumber da a secara sirkular, PTVI menerapkan
 berbagai inisiatif pemulihan limbah di seluruh wilayah
                                                                                      Untuk memperkuat sistem daur ulang berbasis
 operasional dan masyarakat sekitar. Program-program ini
                                                                                      mas arakat, PTVI berkolaborasi dengan bank sampah di
 bertujuan mentransformasikan limbah menjadi sumber
 daya bernilai sekaligus mendukung penghidupan lokal dan
 kesadaran lingkungan.




93            Laporan Berkelanjutan 2025
Page 94
                              Pendidikan Kesadaran Lingkungan bagi Siswa Sekolah Dasar




     Pada 13 Agustus hingga 17 September 2025, PTVI melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali melaksanakan
     program edukasi lingkungan bertajuk “Murid Cinta Lingkungan: Kelola Sampah dengan Bijak” sebagai bagian dari
     inisiatif pengelolaan sampah berbasis mas arakat. Program ini menjangkau 12 sekolah dasar di 13 desa binaan,
     dengan memperkenalkan praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan memperkuat kesadaran
     lingkungan sejak dini.

     Melalui sesi edukasi interaktif, kami memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bersama nilai-nilai 5K:
     kebersihan, kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan keindahan, guna mendorong siswa membangun kebiasaan
     yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

     Melalui diskusi, kuis, dan kegiatan pembelajaran praktis, program ini dirancang agar edukasi lingkungan menjadi
     menarik dan mudah diterapkan. Melalui inisiatif ini, PTVI bertujuan menumbuhkan buda a tanggung jawab
     lingkungan di kalangan generasi muda sekaligus mendukung terwujudnya komunitas yang lebih bersih dan
     berkelanjutan di wilayah operasional kami.




94     Laporan Berkelanjutan 2025
Page 95
                                    Aksi Pemuda untuk Menjaga Danau Matano




     Pada 31 Oktober 2025, PTVI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan berbagai organisasi
     mas arakat mendukung inisiatif lingkungan ang dipimpin pemuda bertajuk “Bersih Itu Keren: Pemuda Ambil Peran
     Jaga Danau” di area Dermaga Sorowako.

     Kegiatan ini melibatkan pelajar, organisasi kepemudaan, mas arakat lokal, dan perwakilan pemerintah dalam aksi
     bersih-bersih bersama untuk mengurangi sampah di sepanjang tepian Danau Matano, salah satu danau purba
     terdalam di dunia dan aset ekologis penting bagi kawasan ini.

     Inisiatif ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mas arakat, khususn a generasi muda, mengenai
     pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan pengelolaan lingkungan (environmental stewardship).
     Melalui upa a kolaboratif ini, PTVI mendorong partisipasi ang lebih besar dalam melindungi ekosistem alami
     sekaligus menjaga kualitas lingkungan Danau Matano, ang menopang penghidupan mas arakat lokal dan berperan
     penting dalam ekosistem operasional kami.

     “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan sampah
     dan konservasi danau. Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja bersama masyarakat dan para
     pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan Danau Matano.”
     — Sainab Husain Paraga , Senior Coordinator PTPM Livelihood Social Development PTVI




95     Laporan Berkelanjutan 2025
Page 96
 Keanekaragaman Hayati
 Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan tekanan terhadap          dan mengelola risiko terkait keanekaragaman hayati, pada
 ekosistem melalui gangguan lahan, pembukaan vegetasi,             2025 PTVI menyelesaikan Critical Habitat Assessments (CHA)             56                               55
 fragmentasi habitat, perubahan hidrologi, dan meningkatnya        dan Ecosystem Services Assessments (ESA) di seluruh wilayah            Spesies pemicu habitat           Desa yang dikonsultasikan
 aktivitas manusia di wilayah operasional. Menyadari potensi       operasional sesuai dengan ekspektasi IFC PS6, IRMA, dan                kritis yang teridentifikasi di   selama proses ESA
                                                                                                                                          seluruh lokasi operasi
 dampak tersebut, PTVI menerapkan pendekatan pengelolaan           ICMM. Asesmen ini memperkuat pemahaman kami terhadap
 keanekaragaman hayati yang terstruktur di sepanjang siklus        risiko keanekaragaman hayati, ketergantungan pada jasa
 hidup pertambangan, mulai dari perencanaan tambang hingga         ekosistem, dan prioritas konservasi, sekaligus mendukung jalur         Temuan asesmen menjadi dasar penyusunan Biodiversity
 pascatambang.[GRI 101-6][GRI 304-2]                               kami menuju pencapaian No Net Loss dan Net Gain.                       Management Plans (BMP) di tingkat lokasi serta mendukung
                                                                                                                                          pengembangan berkelanjutan Biodiversity Action Plans (BAP)
 Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami                 Asesmen tersebut mengonfirmasi bahwa sebagian bentang                  dan Biodiversity Offset Plans (BOP) untuk menangani dampak
 dipandu oleh regulasi nasional dan kerangka kerja yang diakui     alam operasional kami memenuhi kriteria habitat kritis karena          residual dan semakin mendukung ambisi No Net Loss kami.
 secara internasional, termasuk Convention on Biological           keberadaan spesies terancam dan endemik, serta ekosistem
 Diversity (1992), IFC Performance Standard 6 on Biodiversity      unik seperti sistem Danau Malili dan bentang alam karst. Di
 Conservation and Sustainable Management of Living Natural         Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali, teridentifikasi total
 Resources (2012), ICMM Good Practice Guidance for Mining and      56 spesies pemicu habitat kritis (critical habitat trigger species),
 Biodiversity, serta standar Initiative for Responsible Mining     yang terdiri dari 34 spesies di Sorowako serta masing-masing
 Assurance (IRMA).                                                 11 spesies di IGP Pomalaa dan IGP Morowali.

 Tujuan kami adalah mencapai No Net Loss keanekaragaman            Proses ESA juga mengidentifikasi jasa ekosistem yang bernilai
 hayati di seluruh wilayah operasional. Komitmen ini selaras       tinggi bagi masyarakat sekitar, termasuk jasa penyediaan
 dengan tujuan jangka panjang yang ditetapkan dalam Kunming–       seperti perikanan dan hasil hutan, jasa pengaturan seperti
 Montreal Global Biodiversity Framework, termasuk ambisi           pengendalian erosi dan perlindungan daerah aliran sungai,
 menghentikan dan membalikkan kehilangan keanekaragaman            serta jasa budaya yang terkait dengan ekowisata dan lokasi
 hayati pada 2030 serta mendukung pemulihan ekosistem pada         bernilai spiritual.
 2050.[GRI 101-1][SASB EM-MM-160a.1]
                                                                   Pelibatan pemangku kepentingan merupakan bagian integral
 Asesmen Risiko Keanekaragaman Hayati dan                          dari asesmen ini, melalui konsultasi dengan masyarakat lokal
 Pendekatan Pengelolaan                                            di 55 desa di sekitar wilayah operasional kami, tim lingkungan
                                                                   PTVI, serta para ahli keanekaragaman hayati. Masukan dari
 Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami                 proses pelibatan ini memperkuat pemahaman mengenai
 berfokus pada tiga aspek yang saling terkait: spesies, habitat,   kondisi keanekaragaman hayati, ketergantungan terhadap
 dan dampak terhadap ekosistem. Untuk mengidentifikasi             ekosistem, dan perspektif masyarakat terhadap pemanfaatan
                                                                   sumber daya alam.




96           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
 Profil Habitat Kritis Spesifik per Lokasi

 Sorowako                                                          IGP Pomalaa                                                      IGP Morowali

 Di Sorowako, Critical Habitat Assessment mengonfirmasi            Di Pomalaa, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi 11      Di Morowali, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi
 keberadaan habitat kritis yang dipicu oleh 34 spesies, termasuk   spesies pemicu habitat kritis, termasuk mamalia darat, burung,   11 spesies pemicu habitat kritis, termasuk spesies endemik
 flora dan fauna terancam serta spesies endemik air tawar yang     reptil, dan spesies endemik air tawar, beberapa di antaranya     air tawar dan nilai keanekaragaman hayati yang terkait
 terkait dengan sistem Danau Malili. Spesies pemicu (trigger       telah dikonfirmasi melalui pemantauan keanekaragaman             dengan kawasan karst. Asesmen ini juga menyoroti ekosistem
 species) mencakup spesies endemik Sulawesi yang menjadi           hayati. Temuan ini mendukung pengelolaan ekosistem darat,        karst sebagai karakteristik ekologis khas yang memerlukan
 prioritas konservasi seperti anoa, babi rusa, kuskus beruang      air tawar, dan pesisir yang sensitif di sekitar area proyek.     pengelolaan khusus.
 (bear cuscus), maleo, serta spesies akuatik endemik dalam
 kelompok Telmatherina dan Caridina.                               Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa              Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa
                                                                   penyediaan yang terkait dengan perikanan dan hasil hutan,        ekosistem penyediaan, pengaturan, dan budaya yang bernilai
 Ecosystem Services Assessment Sorowako mengidentifikasi
                                                                   jasa pengaturan yang berkaitan dengan fungsi daerah aliran       bagi masyarakat, termasuk sumber pangan liar, tanaman obat,
 jasa penyediaan penting seperti perikanan air tawar dan hasil
 hutan, jasa pengaturan termasuk pengaturan aliran air dan         sungai dan iklim, serta jasa budaya yang terkait dengan          sistem air tawar, dan bentang alam yang memiliki nilai budaya.
 pengendalian erosi, serta jasa ekosistem budaya yang terkait      ekowisata dan lokasi bernilai spiritual.
 dengan lokasi ekowisata dan bentang alam bernilai spiritual di                                                                     Biodiversity Management Plan Bahodopi disusun berdasarkan
 sekitar Danau Matano.                                             Biodiversity Management Plan Pomalaa mencakup lima tema          enam tema utama:
                                                                   utama:                                                           1. Pengelolaan Habitat Terestrial
 Biodiversity Management Plan Sorowako disusun berdasarkan                                                                          2. Perlindungan dan Konservasi Spesies
 lima tema utama:                                                  1.   Pengelolaan Habitat Terestrial                              3. Pengelolaan Habitat Air Tawar
 1. Pengelolaan Habitat Terestrial                                 2.   Perlindungan dan Konservasi Spesies                         4. Pengelolaan Habitat Laut
 2. Perlindungan dan Konservasi Spesies                            3.   Pengelolaan Habitat Air Tawar                               5. Pengelolaan Spesies Asing Invasif
 3. Pengelolaan Sistem Danau Malili                                4.   Pengelolaan Spesies Asing Invasif                           6. Pengelolaan Karst
 4. Pengelolaan Spesies Asing Invasif                              5.   Pengelolaan Habitat Laut
 5. Pengelolaan Ekosistem Karst




97           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 98
 Mengelola Dampak Keanekaragaman Hayati                         Jasa Ekosistem dan Pelibatan Pemangku                              Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Jasa
 melalui Hierarki Mitigasi[GRI 101-2]                           Kepentingan                                                        Ekosistem[GRI 101-4][GRI 101-8]
 Untuk mengelola risiko keanekaragaman hayati yang terkait      Sebagai bagian dari proses Ecosystem Services Assessment           Langkah-langkah tersebut selanjutnya diimplementasikan
 dengan aktivitas kami, kami menerapkan hierarki mitigasi,      (ESA), pelibatan pemangku kepentingan dilakukan untuk              melalui Biodiversity Management Plan kami, yang menguraikan
 yang memprioritaskan penghindaran, minimisasi, pemulihan,      membangun pemahaman yang lebih luas mengenai                       prosedur operasional, inisiatif konservasi, langkah pengelolaan
 dan pengimbangan dampak.                                       keanekaragaman hayati dan ketergantungan terhadap                  habitat, dan program pemantauan keanekaragaman hayati di
                                                                ekosistem dari berbagai perspektif. Proses ini melibatkan          seluruh wilayah operasional.
 Tindakan pada Setiap Tahapan Hierarki Mitigasi[GRI 101-2]      konsultasi di 55 desa, terdiri dari 22 desa di Sorowako, 20 desa
                                                                di Pomalaa, dan 13 desa di Bahodopi, serta dilengkapi dengan       Selain rencana pengelolaan tersebut, PTVI juga melaksanakan
                          Memilih lokasi dan teknologi          pelibatan para ahli keanekaragaman hayati.                         asesmen keanekaragaman hayati dan program pemantauan
                          yang meminimalkan dampak                                                                                 berkala untuk mengidentifikasi kondisi ekologis, potensi
     Penghindaran         terhadap keanekaragaman               Konsultasi masyarakat dan diskusi kelompok terarah                 dampak terkait operasi, serta memantau populasi spesies.
                          hayati sejak tahap perencanaan.       memberikan informasi berharga terkait perjumpaan satwa             Asesmen ini mencakup survei dasar (baseline biodiversity
                                                                liar, spesies yang memiliki nilai budaya, pemanfaatan sumber       surveys), pemantauan ekologis periodik, serta kolaborasi
                          Mengurangi dampak selama              daya alam, dan jasa ekosistem yang menopang penghidupan            dengan para ahli eksternal seperti universitas dan lembaga
                          tahap desain dan konstruksi           masyarakat.                                                        riset lingkungan.[GRI 101-4]
      Minimalisasi
                          melalui praktik terbaik dan
                          inovasi teknologi.                    Jasa ekosistem utama yang diidentifikasi melalui asesmen           Kegiatan pemantauan berfokus pada:
                                                                meliputi:
                                                                                                                                    distribusi spesies flora dan fauna
                          Melaksanakan reklamasi dan               Kategori Jasa
                                                                                           Contoh yang Diidentifikasi               keberadaan spesies dilindungi atau endemik
                          rehabilitasi pada lingkungan              Ekosistem
      Pemulihan           terdampak untuk memulihkan
                          fungsi ekosistem.                                          Perikanan, hasil hutan, tanaman obat,          kondisi habitat dan kesehatan ekosistem
                                                                   Penyediaan
                                                                                     pangan liar
                                                                                                                                    potensi gangguan yang terkait dengan aktivitas operasional
                          Mengompensasi kehilangan
                          ekologis melalui program                                   Pengaturan aliran air, pengendalian
     Pengimbangan                                                  Pengaturan                                                      Temuan dari pemantauan ini mendukung langkah pengelolaan
                          kompensasi yang sesuai.                                    erosi, regulasi iklim
                                                                                                                                   adaptif dan menjadi dasar pelaksanaan inisiatif konservasi
                                                                                                                                   keanekaragaman hayati di seluruh wilayah operasional.
                                                                                     Kawasan ekowisata, bentang alam
 Sebagai bagian dari penguatan implementasi hierarki ini,            Budaya
                                                                                     sakral dan bernilai budaya
 PTVI terus mengembangkan Biodiversity Action Plans dan
 Biodiversity Offset Plans yang ditujukan untuk mendukung
                                                                Temuan     ini  mendukung     perencanaan  pengelolaan
 hasil keanekaragaman hayati yang terukur serta berkontribusi
                                                                keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat pemahaman
 pada pencapaian No Net Loss maupun Net Gain sesuai
                                                                mengenai keterkaitan antara integritas ekosistem dan
 ekspektasi internasional.
                                                                kesejahteraan masyarakat.




98           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
 Area Operasional di Sekitar Kawasan Lindung[GRI
 304-1][POJK F.9][GRI 101-5][SASB EM-MM-160a.3][GRI 14.12.3]


                                                                   Kawasan Lindung dalam Konsesi Operasional Berdasarkan          Terancam Punah atau Rentan dalam IUCN Red List. Spesies
 Kami beroperasi dalam wilayah konsesi seluas lebih dari 110.000
                                                                   Regulasi Nasional (ha)[POJK51-F.9][EM-MM-210a.1]               penting lainnya yang tercatat di wilayah operasional kami
 hektare. Sebagian kecil dari area konsesi tersebut tumpang
                                                                                                                                  meliputi rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix), tarsius
 tindih dengan kawasan lindung yang ditetapkan sebagai Taman                                           Taman       % terhadap
                                                                                      Total Area    Wisata Alam       Total       Sulawesi (Tarsius tarsier), dan rusa Timor (Cervus timorensis).
 Wisata Alam (TWA), khususnya di Sorowako dan Tanamalia.                 Site
                                                                                       KK (ha)       (TWA) (ha)     Area KK
 Area-area tersebut dipertahankan sesuai regulasi nasional
                                                                                                                                  Ekosistem air tawar dalam bentang alam operasional,
 dan tidak menjadi lokasi kegiatan pertambangan maupun                Sorowako       60,882.40        297.99         1.52%
                                                                                                                                  khususnya di sekitar sistem Danau Malili, juga mendukung
 operasi aktif sehingga nilai ekologis dan fungsi konservasinya
                                                                      Tanamalia       15,889.71       156.02         0.98%        sejumlah spesies akuatik endemik, termasuk udang air
 tetap terjaga.
                                                                                                                                  tawar dari genus Caridina dan spesies ikan dari kelompok
                                                                     IGP Morowali     16,586.31          -           0.97%
                                                                                                                                  Telmatherina, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai
 Indonesia juga merupakan pihak pada berbagai konvensi
 lingkungan internasional penting, termasuk Konvensi Ramsar,         IGP Pomalaa      20,287.86          -           0.00%        Critically Endangered atau Endangered karena habitatnya yang
                                                                                                                                  terbatas.
 CITES, World Heritage Convention, UNESCO Man and the
 Biosphere Programme, dan Convention on Biological Diversity.      Spesies Dilindungi di Wilayah Operasional[GRI 304-4]
                                                                                                                                  Survei flora juga mengidentifikasi berbagai spesies tumbuhan
 Berdasarkan asesmen saat ini, kawasan lindung dan kawasan         Wilayah operasional PTVI mendukung keanekaragaman
                                                                                                                                  yang tercantum dalam IUCN Red List, termasuk Manilkara
 sensitif yang diakui secara internasional tersebut tidak          spesies darat dan akuatik yang tinggi, termasuk sejumlah
                                                                                                                                  celebica, Pterocarpus indicus, Dillenia celebica, Diospyros
 tumpang tindih dengan jejak operasional kami.                     spesies yang terdaftar dalam IUCN Red List of Threatened
                                                                                                                                  celebica, serta beberapa spesies Nepenthes yang diakui sebagai
                                                                   Species dan daftar konservasi nasional Indonesia. Pemantauan
                                                                                                                                  flora prioritas konservasi di Sulawesi.
 Secara keseluruhan, area yang berada dalam perlindungan           keanekaragaman hayati yang dilakukan di wilayah operasional
 berdasarkan regulasi nasional hanya mencakup proporsi             kami di Sorowako, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa mencatat
 kecil dari total wilayah konsesi kami, yaitu sekitar 1.52% di     total 120 spesies fauna dan 110 spesies flora yang terdaftar
 Sorowako dan 0.98% di Tanamalia, sementara IGP Pomalaa            dalam IUCN Red List. Spesies-spesies tersebut mencakup
 tidak memiliki tumpang tindih dengan kawasan lindung dan          kategori Critically Endangered, Endangered, Vulnerable,
 IGP Morowali memiliki area perlindungan dalam konsesi namun       Near Threatened, dan Least Concern, yang mencerminkan
 tidak mencakup kawasan TWA sebagaimana ditunjukkan                keragaman ekologis ekosistem di sekitar operasi kami.
 dalam tabel berikut.
                                                                   Di antara spesies yang teridentifikasi terdapat sejumlah
 Melalui pendekatan ini, kami memastikan operasi dijalankan        spesies endemik Sulawesi dan spesies prioritas konservasi,
 secara bertanggung jawab, dengan menghormati kawasan              termasuk anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), anoa
 lindung yang dilindungi secara hukum serta selaras dengan         pegunungan (Bubalus quarlesi), kuskus beruang Sulawesi
 regulasi nasional dan kerangka konservasi yang diakui secara      (Ailurops ursinus), babirusa (Babyrousa celebensis), dan
 internasional.                                                    maleo (Macrocephalon maleo), yang dikategorikan sebagai




99              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 100
 Daftar lengkap spesies fauna dan flora yang teridentifikasi di wilayah operasional PTVI, termasuk status konservasinya berdasarkan IUCN Red List, disajikan pada bab Tabel Data dalam laporan ini.




 Inisiatif Konservasi Keanekaragaman Hayati[GRI                     Inisiatif-inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami        mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati ke
 304-4][POJK F.10][GRI 101-7]                                       yang lebih luas untuk meminimalkan dampak ekologis dari            dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta
 Pada 2025, PTVI melanjutkan berbagai inisiatif konservasi          kegiatan pertambangan sekaligus mendukung keberlanjutan            berkontribusi pada ketangguhan jangka panjang ekosistem di
 keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem di seluruh           ekosistem jangka panjang melalui pemantauan berkelanjutan,         sekitar operasi kami.
 wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga              program konservasi, restorasi habitat, dan langkah
 keseimbangan ekologis dan mendukung perlindungan spesies           perlindungan spesies.                                                 Konservasi Keanekaragaman Hayati Tahun
 asli.                                                                                                                                    2025[POJK51-F.10]
                                                                    Selain kegiatan konservasi di lokasi, hasil pemantauan                • 72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi dikonservasi
 Selama tahun berjalan, kami melakukan konservasi dan               keanekaragaman hayati, Critical Habitat Assessments,                    serta ditanam kembali di area tambang meningkat 6%
                                                                    dan Ecosystem Services Assessments terus menjadi dasar                  dibandingkan 2024
 penanaman kembali 72.296 pohon lokal, endemik, dan
                                                                    langkah pengelolaan adaptif dan memperkuat implementasi               • 18 rusa Timor (Cervus timorensis) dikonservasi
 dilindungi, meningkat sekitar 6% dibandingkan 2024. Upaya
                                                                    Biodiversity Management Plans di tingkat lokasi. Hal ini              • 1 anoa dataran rendah ( ) dikonservasi
 ini mendukung pemulihan habitat, meningkatkan tutupan
 vegetasi di area yang direhabilitasi, serta berkontribusi pada     mencakup upaya terkait perlindungan habitat, pengelolaan
 pemulihan fungsi ekosistem di bentang alam yang terdampak.         spesies invasif, pengelolaan ekosistem air tawar dan karst,
                                                                    serta konservasi bentang alam sensitif secara ekologis seperti
 Upaya konservasi satwa liar juga berlanjut melalui pengelolaan     sistem Danau Malili.
 spesies dalam program konservasi kami, yang mencatat 18 rusa
 Timor (Cevrus timorensis) dan 1 anoa dataran rendah (Bubalus       Sebagai bagian dari penguatan hasil keanekaragaman hayati
 depressicornis) dalam pengelolaan konservasi, mencerminkan         jangka panjang, PTVI juga terus mengembangkan Biodiversity
 upaya berkelanjutan kami untuk melindungi spesies prioritas        Action Plans dan Biodiversity Offset Plans untuk menangani
 konservasi dan mendukung populasi fauna asli yang lestari.         dampak residual dan mendukung kemajuan menuju No Net
                                                                    Loss, dan apabila memungkinkan, Net Gain keanekaragaman
                                                                    hayati. Inisiatif-inisiatif ini memperkuat komitmen kami untuk



100             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
                                                                  Restorasi Ekosistem Laut di Pulau Bulupoloe

                                                                                                                       Pada 27 Juli 2025, PTVI melaksanakan inisiatif restorasi ekosistem laut di Pulau
                                                                                                                       Bulupoloe, Sulawesi Selatan. Melalui inisiatif ini, kami memasang 25 struktur terumbu
                                                                                                                       karang buatan (spider reef) dan mengangkat lebih dari 200 kilogram sampah pesisir
                                                                                                                       untuk membantu memulihkan habitat laut dan memperbaiki kondisi pesisir. Dengan
                                                                                                                       pemasangan ini, PTVI telah menempatkan total 150 unit terumbu buatan di perairan
                                                                                                                       sekitar untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang.

                                                                                                                       Selain memulihkan habitat laut, struktur terumbu buatan ini diharapkan dapat
                                                                                                                       menarik populasi ikan lokal, meningkatkan kualitas perairan, dan mendukung
                                                                                                                       penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan sekitar. Untuk memastikan
                                                                                                                       efektivitas jangka panjang, PTVI melakukan pemantauan rutin terhadap terumbu
                                                                                                                       tersebut bekerja sama dengan Sorowako Diving Club (SDC), termasuk pengamatan
                                                                                                                       pertumbuhan karang, pemantauan spesies laut, dan pencitraan bawah air.Kegiatan
                                                                                                                       transplantasi ini melibatkan 11 penyelam profesional dari SDC, mencerminkan
   “Restorasi laut tidak berhenti pada pemasangan. Kami memastikan pemantauan berkelanjutan                            pendekatan kolaboratif kami dalam pengelolaan ekosistem laut (marine ecosystem
   dilakukan agar ekosistem dapat pulih dan berkembang secara bertahap.”— Suharpiyu Wijaya, Head of                    stewardship).
   IGP Sorowako Limonite PTVI



 Reklamasi dan Rehabilitasi                                       dan disampaikan kepada Pemerintah pada 2025. Sebagai
                                                                  bagian dari periode reklamasi 2021–2025, PTVI sebelumnya
                                                                                                                                                   dalam implementasi reklamasi sambil mengakomodasi
                                                                                                                                                   pengembangan tambang yang masih berlangsung.
                                                                  menargetkan reklamasi sebesar 70% dari lahan tambang
 PTVI berkomitmen melaksanakan reklamasi dan rehabilitasi                                                                                          Pada awal 2025, total area tambang terganggu yang belum
                                                                  di wilayah konsesi Sorowako pada 2025. Meskipun target
 progresif sebagai bagian dari pendekatan pertambangan                                                                                             direklamasi di seluruh wilayah operasional PTVI tercatat
                                                                  aspiratif ini belum tercapai dalam jangka waktu awal, target
 yang bertanggung jawab, yang terintegrasi dalam kerangka                                                                                          3.222,13 hektare. Selama tahun pelaporan, terdapat
                                                                  tersebut telah direvisi, disetujui oleh kementerian dan
 rehabilitasi dan penutupan tambang kami. Reklamasi                                                                                                967,56 hektare lahan baru yang terganggu. Sebagian besar
                                                                  diperpanjang seiring transisi menuju IUPK.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.5][GRI 14.8.7]
 mencakup pembentukan kontur (contouring), stabilisasi                                                                                             kegiatan reklamasi selama tahun pelaporan dilaksanakan di
 bentang lahan, pengelolaan tanah, penyemaian, revegetasi, dan                                                                                     Sorowako, sementara gangguan lahan terutama didorong
 remediasi yang dirancang untuk memulihkan lahan terganggu,       Reklamasi Lahan Progresif                                                        oleh pengembangan proyek pertumbuhan di IGP Pomalaa.
 mendukung pemulihan ekosistem, serta mengurangi risiko                                                                                            Reklamasi yang masih terbatas di dalam konsesi proyek
 lingkungan seperti erosi, sedimentasi, pelindian logam berat,    Pada akhir 2025, reklamasi di wilayah konsesi Sorowako                           pertumbuhan mencerminkan statusnya yang masih berada
                                                                  mencapai 65,09% dari total kumulatif area tambang terbuka,                       pada tahap pengembangan. PTVI tetap berkomitmen
 dan degradasi ekosistem sepanjang siklus hidup tambang.
                                                                  sementara tingkat keberhasilan rehabilitasi dalam konsesi                        melaksanakan reklamasi progresif sepanjang siklus hidup
 PTVI      melaksanakan      kegiatan     reklamasi      sesuai                                                                                    tambang dan membawa kewajiban yang tersisa ke periode
 dengan      Rencana   Reklamasi     yang     telah   disetujui   mencapai 86%, di atas persyaratan minimum regulasi
                                                                                                                                                   perencanaan berikutnya.[GRI 14.8.6]
 (No. 01599/CEOS/XI/2022), yang terakhir diperbarui               sebesar 70%. Hasil ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan




101          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 102
               Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi – Sorowako (Hektare) [GRI 14.8.6]                                        Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai
                                                                                                                                       Sebagian wilayah operasional kami berada dalam kawasan
                            Deskripsi                                         2025                2024                 2023            hutan tempat kami beroperasi berdasarkan Persetujuan
                                                                                                                                       Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Sebagai pemegang PPKH,
   Luas lahan terganggu (ha) Tahunan                                          418.25              269.16               230.16          PTVI mematuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
                                                                                                                                       Kehutanan No. 59 Tahun 2019 yang mewajibkan pemegang
   Total luas lahan terganggu (ha) Akumulatif                                7,689.00            7,356.01            7,178.29          izin melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di
                                                                                                                                       luar area izin sebagai kompensasi atas penggunaan kawasan
   Fasilitas (Kantor + Perumahan + Lainnya)                                  1,754.80            1,460.61            1,460.61          hutan.

   Lahan terganggu yang belum direklamasi (Stockpile + Disposal)             2,071.64            2,104.27            2,014.10          Melalui program ini, PTVI berkontribusi memulihkan lahan
                                                                                                                                       terdegradasi dan meningkatkan fungsi ekosistem DAS di
   Luas lahan direklamasi (ha) Akumulatif                                    3,862.56            3,791.13            3,703.58          area yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
                                                                                                                                       dan Kehutanan. Hingga tahun pelaporan, area rehabilitasi
   Luas lahan direklamasi (ha) Tahunan                                        156.67              178.98             224.44            DAS kumulatif mencapai 18.849 hektare yang tersebar di
                                                                                                                                       lima provinsi—Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi
   % lahan tambang yang direklamasi (e/d+e)                                  65.09%              64.31%              64.77%            Tenggara, Jawa Barat, dan Bali. Luasan tersebut terdiri dari
                                                                                                                                       14.879 hektare terkait Sorowako, 1.953 hektare terkait IGP
                                                                                                                                       Pomalaa, dan 1.045 hektare terkait IGP Morowali.
 Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi                     Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi
            – IGP Morowali (Hektare)                                            – IGP Pomalaa (Hektare)                                        Deskripsi                2025      2024      2023
                                                                                                                                        Total Akumulatif Luas
                                                                                                                                                                      14,879.00 14,879.00 10,435.00
         Deskripsi                                                          Deskripsi                                                   Rehabilitasi DAS (ha)
                                    2025      2024     2023                                          2025     2024         2023
                                                                                                                                        Luas Rehabilitasi DAS
                                                                                                                                                                        0.00    4,444.00    435.00
   Total Akumulatif Luas                                              Total Akumulatif Luas                                             Tahunan (ha)
                                    342.73    236.43   95.70                                        807.76    364.75       65.20
   Lahan Terganggu (ha)                                               Lahan Terganggu (ha)
                                                                                                                                      Selama 2025, kegiatan rehabilitasi DAS mencakup 1.953 hektare
   Luas Lahan Terganggu                                               Luas Lahan Terganggu                                            yang dilaksanakan terkait IGP Pomalaa dan 1.045 hektare terkait
                                 106.30    140.73    95.68                                         443.01     299.55     30.10
   Tahunan (ha)                                                       Tahunan (ha)                                                    IGP Morowali, yang mencerminkan implementasi berkelanjutan
    Total Akumulatif Luas                                          Total Akumulatif Luas                                              kewajiban rehabilitasi spesifik proyek. Di Sorowako, tidak
                                  1.42        -        -                                              -          -          -         terdapat tambahan area rehabilitasi DAS tahunan pada tahun
    Lahan Direklamasi (ha)                                         Lahan Direklamasi (ha)
                                                                                                                                      berjalan, sementara luas rehabilitasi kumulatif tetap 14.879
    Luas Lahan Direklamasi                                         Luas Lahan Direklamasi                                             hektare. Setiap lokasi rehabilitasi menjalani tahapan penyiapan
                                  1.42        -        -                                              -          -          -
    Tahunan (ha)                                                   Tahunan (ha)
                                                                                                                                      lahan, penanaman, dan pemeliharaan untuk mendukung
                                                                                                                                      pertumbuhan vegetasi dan pemulihan ekosistem.
 pertumbuhan vegetasi dan pemulihan ekosistem. Penetapan lokasi rehabilitasi di luar Sulawesi, termasuk di Jawa Barat dan Bali, mengikuti lokasi yang ditentukan melalui keputusan menteri, sekaligus
 mendukung upaya pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi lahan terdegradasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini, PTVI berkontribusi meningkatkan stabilitas tanah, mengurangi
 risiko erosi, dan mendukung kesehatan ekosistem DAS dalam jangka panjang.




102          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
 Perencanaan Penutupan Tambang
 Status Perencanaan Penutupan Tambang menurut Area Operasional
      Area Operasional                         Status Operasional                     Estimasi Umur Tambang         Revisi Terakhir Rencana Penutupan               Persetujuan ESDM

          Sorowako                   Operasi aktif dengan rehabilitasi progresif                2045                             Oktober 2022                          November 2023

        IGP Morowali                 Operasi aktif dengan rehabilitasi progresif                2044                             Agustus 2024                          November 2024

         IGP Pomalaa                 Operasi aktif dengan rehabilitasi progresif                2045                     Rencana dalam pengembangan            Rencana dalam pengembangan



 PTVI beroperasi di tiga lokasi tambang—Operasi Sorowako, IGP          Rencana Penutupan Tambang disusun untuk mendukung              Potensi dampak lingkungan yang dapat muncul setelah
 Pomalaa, dan IGP Morowali—yang seluruhnya masih aktif dan             dekomisioning dan rehabilitasi lokasi tambang secara aman,     penutupan tambang meliputi perubahan stabilitas bentang
 belum memasuki tahap penutupan. Estimasi Life of Mine (LOM)           meminimalkan dampak lingkungan, serta meninggalkan             lahan, keberhasilan pembentukan vegetasi, pengelolaan
 untuk masing-masing lokasi adalah hingga 2045, 2045, dan              warisan positif yang berkelanjutan pascatambang. Rencana       air permukaan, dan stabilitas jangka panjang area yang
 2044 dengan kegiatan penutupan dan rehabilitasi diperkirakan          tersebut diperbarui secara berkala untuk mencerminkan          direklamasi. Untuk mengatasi risiko tersebut, rencana
 berlanjut hingga 2060. Sejalan dengan praktik pertambangan            perkembangan operasional dan persyaratan regulasi. Revisi      penutupan kami memasukkan berbagai langkah pengelolaan
 yang baik, perencanaan penutupan diintegrasikan dengan                terbaru diajukan pada Oktober 2022 untuk Sorowako dan          lingkungan, termasuk stabilisasi bentang lahan, revegetasi
 rehabilitasi progresif yang dilakukan selama operasi untuk            Agustus 2024 untuk IGP Morowali, dan keduanya telah            menggunakan spesies tanaman yang sesuai, pengendalian
 mengurangi area terganggu secara bertahap dan mendukung               melalui proses tinjauan formal serta memperoleh persetujuan    erosi, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi tanah
 transisi yang lebih lancar menuju penutupan akhir.[GRI 14.8.9]        dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)         dan air.
                                                                       masing-masing pada November 2023 dan November 2024.[GRI
 Rencana Penutupan Tambang telah tersedia untuk Operasi                14.8.5]                                                        Pemantauan lingkungan pascapenutupan akan dilakukan
 Sorowako dan IGP Morowali, sementara rencana untuk IGP                                                                               untuk memverifikasi bahwa area yang direklamasi tetap
 Pomalaa masih dalam pengembangan, mencerminkan tahap                                                                                 stabil dan pemulihan ekosistem berlangsung sesuai harapan.
 perkembangan proyek serta progres menuju perencanaan                  Pengelolaan Lingkungan Pascapenutupan                          Program pemantauan mencakup indikator utama seperti
 penutupan formal sesuai persyaratan regulasi. Rencana                                                                                pertumbuhan vegetasi, stabilitas lahan, dan kualitas air di
 penutupan ini dirancang untuk mendukung dekomisioning dan             Setelah kegiatan pertambangan berakhir, PTVI berkomitmen       area bekas operasi. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk
 rehabilitasi yang aman, meminimalkan dampak lingkungan,               memastikan area bekas tambang tetap stabil secara              mendukung transisi area bekas tambang menjadi bentang
 serta meninggalkan warisan positif yang berkelanjutan                 lingkungan dan aman bagi ekosistem serta masyarakat            lahan yang stabil, mampu menopang fungsi ekologis, dan
 pascatambang.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.7]                                 sekitar. Oleh karena itu, perencanaan penutupan tambang        bila sesuai, mendukung pemanfaatan lahan masa depan yang
                                                                       kami mencakup kerangka pengelolaan lingkungan yang             disepakati bersama pemangku kepentingan dan regulator.
                                                                       komprehensif untuk menangani potensi risiko lingkungan
                                                                       selama fase pascapenutupan.




103          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 104
 Komitmen Finansial untuk Penutupan Lokasi                      rekening bersama, deposito berjangka, garansi bank, atau
 yang Akuntabel                                                 dalam kondisi tertentu cadangan akuntansi.

 Estimasi biaya penutupan tambang merupakan bagian              Berdasarkan Rencana Penutupan Tambang terbaru yang
 integral dari Rencana Penutupan Tambang kami. Kami menilai     disetujui, estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako
 kebutuhan penutupan berdasarkan dua skenario:                  mencapai US$70,6 juta dan secara bertahap telah ditempatkan
                                                                dalam deposito berjangka sejak 2017 hingga 2023. Untuk Blok
 1. Skenario penutupan dasar, di mana aktivitas penambangan     Bahodopi, estimasi biaya penutupan mencapai US$2,7 juta,
    dan pengolahan berakhir pada 2045                           yang seluruhnya telah ditempatkan dalam deposito berjangka
 2. Skenario penutupan mendadak, yang memodelkan                pada 2023. Provisi ini dicatat dalam laporan keuangan kami
    penghentian operasi lebih awal yang tidak terduga.          dan ditinjau secara berkala untuk mencerminkan pembaruan
                                                                asumsi, kondisi operasional, dan persyaratan regulasi.[GRI 14.8.8]
 Skenario penutupan mendadak mencerminkan asumsi dan
 kondisi lokasi yang tercakup dalam rencana penutupan terbaru   Melalui perencanaan penutupan yang terintegrasi, rehabilitasi
 yang disetujui, dan akan diperbarui dalam revisi rencana       progresif, pemantauan lingkungan jangka panjang, dan
 berikutnya.                                                    penyediaan dana khusus, PTVI berupaya memastikan
                                                                penutupan tambang dikelola secara bertanggung jawab dan
 Perhitungan biaya penutupan mencakup seluruh rangkaian         transparan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan
 aktivitas yang diperlukan sepanjang proses penutupan,          hasil pascatambang yang berkelanjutan.
 termasuk       pelaksanaan,    pemeliharaan,   pemantauan
 pascapenutupan, dan risiko terkait penutupan yang telah
 diidentifikasi. Estimasi ini didasarkan pada asumsi utama
 termasuk proyeksi penggunaan lahan, progres reklamasi,            US$70.6M
 sisa area terganggu, dan pendekatan implementasi yang             Estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako,
 ditetapkan dalam rencana penutupan. Dalam menentukan              ditempatkan dalam deposito berjangka 2017–2023
 biaya penutupan bersih, pendapatan yang diharapkan dari
 material scrap yang dapat dipulihkan dikurangkan dari total
 estimasi biaya.[GRI 14.8.8]
                                                                   US$2.7M
 PTVI berkomitmen menyediakan dana penutupan tambang
                                                                   Estimasi biaya penutupan untuk Blok Bahodopi,
 sesuai Peraturan Pemerintah No. 78/2010 tentang Reklamasi
                                                                   sepenuhnya ditempatkan dalam deposito berjangka
 dan Pascatambang, yang mewajibkan perusahaan tambang
                                                                   pada tahun 2023
 menyediakan jaminan finansial melalui instrumen seperti




104          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
                                                    Pelibatan Pemangku Kepentingan dalam Pembaruan Perencanaan




                                   Pada 25 November 2025, PTVI memulai konsultasi dini dengan pemangku kepentingan sebagai bagian dari rencana
                                   pembaruan dokumen pascatambang untuk Operasi Sorowako, menyusul perpanjangan izin tambang Perseroan hingga
                                   2035 dan transisi dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Diselenggarakan di Malili,
                                   Luwu Timur, konsultasi ini menjadi tahap awal yang penting dalam penyusunan pembaruan rencana pascatambang
                                   guna memastikan keselarasan dengan perkembangan operasional, persyaratan regulasi, dan ekspektasi pemangku
                                   kepentingan.

                                   Konsultasi ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, perwakilan masyarakat,
                                   serta pemangku kepentingan teknis lainnya di wilayah pemberdayaan PTVI. Diskusi mencakup usulan pembaruan
                                   terkait rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, dekomisioning fasilitas, kegiatan pemantauan, dan pertimbangan
                                   pemanfaatan lahan pascatambang.

                                   Forum ini juga menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk memberikan masukan mengenai isu-isu seperti
                                   pemulihan ekosistem, transparansi lingkungan, program sosial, dan peluang ekonomi masyarakat dalam konteks
                                   pascatambang. Masukan yang diperoleh melalui konsultasi ini didokumentasikan untuk menjadi bahan penyempurnaan
                                   dokumen pascatambang sebelum diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

                                   Konsultasi ini mencerminkan pendekatan PTVI dalam mengintegrasikan pelibatan pemangku kepentingan ke dalam
                                   perencanaan penutupan serta mendukung transparansi dalam pengembangan pengaturan pengelolaan pascatambang
                                   jangka panjang.




105   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 106
 Keanekaragaman Hayati
 Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan tekanan terhadap          mengelola risiko terkait keanekaragaman hayati, pada 2025
 ekosistem melalui gangguan lahan, pembukaan vegetasi,             PTVI menyelesaikan Critical Habitat Assessments (CHA) dan              56                               55
 fragmentasi habitat, perubahan hidrologi, dan meningkatnya        Ecosystem Services Assessments (ESA) di seluruh wilayah                Spesies pemicu habitat           Desa yang dikonsultasikan
 aktivitas manusia di wilayah operasional. Menyadari potensi       operasional sesuai dengan ekspektasi IFC PS6, IRMA, dan                kritis yang teridentifikasi di   selama proses ESA
                                                                                                                                          seluruh lokasi operasi
 dampak tersebut, PTVI menerapkan pendekatan pengelolaan           ICMM. Asesmen ini memperkuat pemahaman kami terhadap
 keanekaragaman hayati yang terstruktur di sepanjang siklus        risiko keanekaragaman hayati, ketergantungan pada jasa
 hidup pertambangan, mulai dari perencanaan tambang hingga         ekosistem, dan prioritas konservasi, sekaligus mendukung jalur         Temuan asesmen menjadi dasar penyusunan Biodiversity
 pascatambang.[GRI 101-6][GRI 304-2]                               kami menuju pencapaian No Net Loss dan Net Gain.                       Management Plans (BMP) di tingkat lokasi serta mendukung
                                                                                                                                          pengembangan berkelanjutan Biodiversity Action Plans
                                                                                                                                          (BAP) dan Biodiversity Offset Plans (BOP) untuk menangani
 Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami                 Asesmen tersebut mengonfirmasi bahwa sebagian bentang                  dampak residual dan semakin mendukung ambisi No Net
 dipandu oleh regulasi nasional dan kerangka kerja yang diakui     alam operasional kami memenuhi kriteria habitat kritis karena          Loss kami.
 secara internasional, termasuk Convention on Biological           keberadaan spesies terancam dan endemik, serta ekosistem
 Diversity (1992), IFC Performance Standard 6 on Biodiversity      unik seperti sistem Danau Malili dan bentang alam karst. Di
 Conservation and Sustainable Management of Living Natural         Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali, teridentifikasi total
 Resources (2012), ICMM Good Practice Guidance for Mining and      56 spesies pemicu habitat kritis (critical habitat trigger species),
 Biodiversity, serta standar Initiative for Responsible Mining     yang terdiri dari 34 spesies di Sorowako serta masing-masing
 Assurance (IRMA).                                                 11 spesies di IGP Pomalaa dan IGP Morowali.

 Tujuan kami adalah mencapai No Net Loss keanekaragaman            Proses ESA juga mengidentifikasi jasa ekosistem yang bernilai
 hayati di seluruh wilayah operasional. Komitmen ini selaras       tinggi bagi masyarakat sekitar, termasuk jasa penyediaan
 dengan tujuan jangka panjang yang ditetapkan dalam Kunming–       seperti perikanan dan hasil hutan, jasa pengaturan seperti
 Montreal Global Biodiversity Framework, termasuk ambisi           pengendalian erosi dan perlindungan daerah aliran sungai,
 menghentikan dan membalikkan kehilangan keanekaragaman            serta jasa budaya yang terkait dengan ekowisata dan lokasi
 hayati pada 2030 serta mendukung pemulihan ekosistem pada         bernilai spiritual.
 2050.[GRI 101-1][SASB EM-MM-160a.1]
                                                                   Pelibatan pemangku kepentingan merupakan bagian integral
 Asesmen Risiko Keanekaragaman Hayati dan                          dari asesmen ini, melalui konsultasi dengan masyarakat lokal
 Pendekatan Pengelolaan                                            di 55 desa di sekitar wilayah operasional kami, tim lingkungan
                                                                   PTVI, serta para ahli keanekaragaman hayati. Masukan dari
  ndekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami
 Pe
                                                                   proses pelibatan ini memperkuat pemahaman mengenai
 berfokus pada tiga aspek yang saling terkait: spesies, habitat,   kondisi keanekaragaman hayati, ketergantungan terhadap
 dan dampak terhadap ekosistem. Untuk mengidentifikasi dan         ekosistem, dan perspektif masyarakat terhadap pemanfaatan
                                                                   sumber daya alam.




106          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
 Profil Habitat Kritis Spesifik per

 Sorowako                                                          IGP Pomalaa                                                      IGP Morowali

 Di Sorowako, Critical Habitat Assessment mengonfirmasi            Di Pomalaa, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi 11      Di Morowali, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi
 keberadaan habitat kritis yang dipicu oleh 34 spesies, termasuk   spesies pemicu habitat kritis, termasuk mamalia darat, burung,   11 spesies pemicu habitat kritis, termasuk spesies endemik
 flora dan fauna terancam serta spesies endemik air tawar yang     reptil, dan spesies endemik air tawar, beberapa di antaranya     air tawar dan nilai keanekaragaman hayati yang terkait
 terkait dengan sistem Danau Malili. Spesies pemicu (trigger       telah dikonfirmasi melalui pemantauan keanekaragaman             dengan kawasan karst. Asesmen ini juga menyoroti ekosistem
 species) mencakup spesies endemik Sulawesi yang menjadi           hayati. Temuan ini mendukung pengelolaan ekosistem darat,        karst sebagai karakteristik ekologis khas yang memerlukan
 prioritas konservasi seperti anoa, babirusa, kuskus beruang       air tawar, dan pesisir yang sensitif di sekitar area proyek.     pengelolaan khusus.
 (bear cuscus), maleo, serta spesies akuatik endemik dalam
 kelompok Telmatherina dan Caridina.                               Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa              Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa
                                                                   penyediaan yang terkait dengan perikanan dan hasil hutan,        ekosistem penyediaan, pengaturan, dan budaya yang bernilai
 Ecosystem Services Assessment Sorowako mengidentifikasi
                                                                   jasa pengaturan yang berkaitan dengan fungsi daerah aliran       bagi masyarakat, termasuk sumber pangan liar, tanaman obat,
 jasa penyediaan penting seperti perikanan air tawar dan hasil
 hutan, jasa pengaturan termasuk pengaturan aliran air dan         sungai dan iklim, serta jasa budaya yang terkait dengan          sistem air tawar, dan bentang alam yang memiliki nilai budaya.
 pengendalian erosi, serta jasa ekosistem budaya yang terkait      ekowisata dan lokasi bernilai spiritual.
 dengan lokasi ekowisata dan bentang alam bernilai spiritual di                                                                     Biodiversity Management Plan Bahodopi disusun berdasarkan
 sekitar Danau Matano.                                             Biodiversity Management Plan Pomalaa mencakup lima tema          enam tema utama:
                                                                   utama:                                                           1. Pengelolaan Habitat Terestrial
 Biodiversity Management Plan Sorowako disusun berdasarkan         6. Pengelolaan Habitat Terestrial                                2. Perlindungan dan Konservasi Spesies
 lima tema utama:                                                  7. Perlindungan dan Konservasi Spesies                           3. Pengelolaan Habitat Air Tawar
 1. Pengelolaan Habitat Terestrial                                 8. Pengelolaan Habitat Air Tawar                                 4. Pengelolaan Habitat Laut
 2. Perlindungan dan Konservasi Spesies                            9. Pengelolaan Spesies Asing Invasif                             5. Pengelolaan Spesies Asing Invasif
 3. Pengelolaan Sistem Danau Malili                                10.       Pengelolaan Habitat Laut                               6. Pengelolaan Karst
 4. Pengelolaan Spesies Asing Invasif
 5. Pengelolaan Ekosistem Karst




107          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 108
 Mengelola Dampak Keanekaragaman Hayati                         Jasa Ekosistem dan Pelibatan Pemangku                              Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Jasa
 melalui Hierarki Mitigasi[GRI 101-2]                           Kepentingan                                                        Ekosistem[GRI 101-4][GRI 101-8]
 Untuk mengelola risiko keanekaragaman hayati yang terkait      Sebagai bagian dari proses Ecosystem Services Assessment           Langkah-langkah tersebut selanjutnya diimplementasikan
 dengan aktivitas kami, kami menerapkan hierarki mitigasi       (ESA), pelibatan pemangku kepentingan dilakukan untuk              melalui Biodiversity Management Plan kami, yang menguraikan
 (mitigation hierarchy), yang memprioritaskan penghindaran,     membangun pemahaman yang lebih luas mengenai                       prosedur operasional, inisiatif konservasi, langkah pengelolaan
 minimisasi, pemulihan, dan pengimbangan dampak.                keanekaragaman hayati dan ketergantungan terhadap                  habitat, dan program pemantauan keanekaragaman hayati di
                                                                ekosistem dari berbagai perspektif. Proses ini melibatkan          seluruh wilayah operasional.
 Tindakan pada Setiap Tahapan Hierarki Mitigasi[GRI 101-2]      konsultasi di 55 desa, terdiri dari 22 desa di Sorowako, 20 desa
                                                                di Pomalaa, dan 13 desa di Bahodopi, serta dilengkapi dengan       Selain rencana pengelolaan tersebut, PTVI juga melaksanakan
                          Memilih lokasi dan teknologi          pelibatan para ahli keanekaragaman hayati.                         asesmen keanekaragaman hayati dan program pemantauan
        Avoid             yang meminimalkan dampak                                                                                 berkala untuk mengidentifikasi kondisi ekologis, potensi
    (Penghindaran)        terhadap keanekaragaman               Konsultasi masyarakat dan diskusi kelompok terarah (focus          dampak terkait operasi, serta memantau populasi spesies.
                          hayati sejak tahap perencanaan.       group discussions) memberikan informasi berharga terkait           Asesmen ini mencakup survei dasar (baseline biodiversity
                                                                perjumpaan satwa liar, spesies yang memiliki nilai budaya,         surveys), pemantauan ekologis periodik, serta kolaborasi
                          Mengurangi dampak selama              pemanfaatan sumber daya alam, dan jasa ekosistem yang              dengan para ahli eksternal seperti universitas dan lembaga
                          tahap desain dan konstruksi           menopang penghidupan masyarakat.                                   riset lingkungan.[GRI 101-4]
       Minimize
      (Minimisasi)        melalui praktik terbaik dan
                          inovasi teknologi.                    Jasa ekosistem utama yang diidentifikasi melalui asesmen           Kegiatan pemantauan berfokus pada:
                                                                meliputi:
                                                                                                                                    distribusi spesies flora dan fauna
                          Melaksanakan reklamasi dan               Kategori Jasa
                                                                                           Contoh yang Diidentifikasi
        Restore           rehabilitasi pada lingkungan              Ekosistem                                                       keberadaan spesies dilindungi atau endemik
      (Pemulihan)         terdampak untuk memulihkan
                                                                                                                                    kondisi habitat dan kesehatan ekosistem
                          fungsi ekosistem.                        Penyediaan        Perikanan, hasil hutan, tanaman obat,
                                                                  (Provisioning)     pangan liar
                                                                                                                                    potensi gangguan yang terkait dengan aktivitas operasional
       Offset             Mengompensasi kehilangan
                          ekologis melalui program                 Pengaturan        Pengaturan aliran air, pengendalian
   (Pengimbangan)                                                                                                                  Temuan dari pemantauan ini mendukung langkah pengelolaan
                          kompensasi yang sesuai.                  (Regulating)      erosi, regulasi iklim
                                                                                                                                   adaptif dan menjadi dasar pelaksanaan inisiatif konservasi
                                                                                                                                   keanekaragaman hayati di seluruh wilayah operasional.
                                                                     Budaya          Kawasan ekowisata, bentang alam
 Sebagai bagian dari penguatan implementasi hierarki ini,
                                                                    (Cultural)       sakral dan bernilai budaya
 PTVI terus mengembangkan Biodiversity Action Plans dan
 Biodiversity Offset Plans yang ditujukan untuk mendukung
                                                                Temuan     ini  mendukung     perencanaan  pengelolaan
 hasil keanekaragaman hayati yang terukur serta berkontribusi
                                                                keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat pemahaman
 pada pencapaian No Net Loss maupun Net Gain sesuai
                                                                mengenai keterkaitan antara integritas ekosistem dan
 ekspektasi internasional.
                                                                kesejahteraan masyarakat.




108          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
 Area Operasional di Sekitar Kawasan Lindung[GRI
 304-1][POJK F.9][GRI 101-5][SASB EM-MM-160a.3][GRI 14.12.3]


                                                                 Kawasan Lindung dalam Konsesi Operasional Berdasarkan          Endangered atau Vulnerable dalam IUCN Red List. Spesies
 Kami beroperasi dalam wilayah konsesi seluas lebih dari
                                                                 Regulasi Nasional (ha)[POJK51-F.9][EM-MM-210a.1]               penting lainnya yang tercatat di wilayah operasional kami
 110.000 hektare. Sebagian kecil dari area konsesi tersebut
                                                                                                                                meliputi rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix), tarsius
 tumpang tindih dengan kawasan lindung yang ditetapkan                                               Taman       % terhadap
                                                                                    Total Area    Wisata Alam       Total       Sulawesi (Tarsius tarsier), dan rusa Timor (Rusa timorensis).
 sebagai Taman Wisata Alam (Nature Recreation Parks / TWA),            Site
                                                                                     KK (ha)       (TWA) (ha)     Area KK
 khususnya di Sorowako dan Tanamalia. Area-area tersebut
                                                                                                                                Ekosistem air tawar dalam bentang alam operasional,
 dipertahankan sesuai regulasi nasional dan tidak menjadi           Sorowako       60,882.40        297.99         1.52%
                                                                                                                                khususnya di sekitar sistem Danau Malili, juga mendukung
 lokasi kegiatan pertambangan maupun operasi aktif, sehingga
                                                                    Tanamalia       15,889.71       156.02         0.98%        sejumlah spesies akuatik endemik, termasuk udang air
 nilai ekologis dan fungsi konservasinya tetap terjaga.
                                                                                                                                tawar dari genus Caridina dan spesies ikan dari kelompok
                                                                   IGP Morowali     16,586.31          -           0.97%
                                                                                                                                Telmatherina, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai
 Indonesia juga merupakan pihak pada berbagai konvensi
 lingkungan internasional penting, termasuk Konvensi Ramsar,       IGP Pomalaa      20,287.86          -           0.00%        Critically Endangered atau Endangered karena habitatnya
                                                                                                                                yang terbatas.
 CITES, World Heritage Convention, UNESCO Man and the
 Biosphere Programme, dan Convention on Biological Diversity.    Spesies Dilindungi di Wilayah Operasional[GRI 304-4]
                                                                                                                                Survei flora juga mengidentifikasi berbagai spesies tumbuhan
 Berdasarkan asesmen saat ini, kawasan lindung dan kawasan       Wilayah operasional PTVI mendukung keanekaragaman
                                                                                                                                yang tercantum dalam IUCN Red List, termasuk Manilkara
 sensitif yang diakui secara internasional tersebut tidak        spesies darat dan akuatik yang tinggi, termasuk sejumlah
                                                                                                                                celebica, Pterocarpus indicus, Dillenia celebica, Diospyros
 tumpang tindih dengan jejak operasional kami.                   spesies yang terdaftar dalam IUCN Red List of Threatened
                                                                                                                                celebica, serta beberapa spesies Nepenthes yang diakui
                                                                 Species dan daftar konservasi nasional Indonesia. Pemantauan
                                                                                                                                sebagai flora prioritas konservasi di Sulawesi.
 Secara keseluruhan, area yang berada dalam perlindungan         keanekaragaman hayati yang dilakukan di wilayah operasional
 berdasarkan regulasi nasional hanya mencakup proporsi           kami di Sorowako, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa mencatat
 kecil dari total wilayah konsesi kami, yaitu sekitar 1.52% di   total 120 spesies fauna dan 110 spesies flora yang terdaftar
 Sorowako dan 0.98% di Tanamalia, sementara IGP Pomalaa          dalam IUCN Red List. Spesies-spesies tersebut mencakup
 tidak memiliki tumpang tindih dengan kawasan lindung, dan       kategori Critically Endangered, Endangered, Vulnerable,
 IGP Morowali memiliki area perlindungan dalam konsesi namun     Near Threatened, dan Least Concern, yang mencerminkan
 tidak mencakup kawasan TWA sebagaimana ditunjukkan              keragaman ekologis ekosistem di sekitar operasi kami.
 dalam tabel berikut.
                                                                 Di antara spesies yang teridentifikasi terdapat sejumlah
 Melalui pendekatan ini, kami memastikan operasi dijalankan      spesies endemik Sulawesi dan spesies prioritas konservasi,
 secara bertanggung jawab, dengan menghormati kawasan            termasuk anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), anoa
 lindung yang dilindungi secara hukum serta selaras dengan       pegunungan (Bubalus quarlesi), kuskus beruang Sulawesi
 regulasi nasional dan kerangka konservasi yang diakui secara    (Ailurops ursinus), babirusa (Babyrousa celebensis), dan
 internasional.                                                  maleo (Macrocephalon maleo), yang dikategorikan sebagai




109             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 110
 Daftar lengkap spesies fauna dan flora yang teridentifikasi di wilayah operasional PTVI, termasuk status konservasinya berdasarkan IUCN Red List, disajikan pada bab Tabel Data dalam laporan ini.




 Inisiatif Konservasi Keanekaragaman Hayati[GRI                     yang lebih luas untuk meminimalkan dampak ekologis dari            mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati ke
 304-4][POJK F.10][GRI 101-7]                                       kegiatan pertambangan sekaligus mendukung keberlanjutan            dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta
 Pada 2025, PTVI melanjutkan berbagai inisiatif konservasi          ekosistem jangka panjang melalui pemantauan berkelanjutan,         berkontribusi pada ketangguhan jangka panjang ekosistem di
 keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem di seluruh           program konservasi, restorasi habitat, dan langkah                 sekitar operasi kami.
 wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga              perlindungan spesies.
 keseimbangan ekologis dan mendukung perlindungan spesies                                                                                 Konservasi Keanekaragaman Hayati Tahun
 asli.                                                              Selain kegiatan konservasi di lokasi, hasil pemantauan                2025[POJK51-F.10]
                                                                    keanekaragaman hayati, Critical Habitat Assessments,                  • 72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi dikonservasi
 Selama tahun berjalan, kami melakukan konservasi dan               dan Ecosystem Services Assessments terus menjadi dasar                  dan ditanam kembali di area tambang 6% dibandingkan
                                                                    langkah pengelolaan adaptif dan memperkuat implementasi                 2024
 penanaman kembali 72.296 pohon lokal, endemik, dan
                                                                    Biodiversity Management Plans di tingkat lokasi. Hal ini              • 18 rusa Timor (Cervus timorensis) dikonservasi
 dilindungi, meningkat sekitar 6% dibandingkan 2024. Upaya                                                                                • 1 anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
 ini mendukung pemulihan habitat, meningkatkan tutupan              mencakup upaya terkait perlindungan habitat, pengelolaan
                                                                                                                                            dikonservasi
 vegetasi di area yang direhabilitasi, serta berkontribusi pada     spesies invasif, pengelolaan ekosistem air tawar dan karst,
 pemulihan fungsi ekosistem di bentang alam yang terdampak.         serta konservasi bentang alam sensitif secara ekologis seperti
                                                                    sistem Danau Malili.
 Upaya konservasi satwa liar juga berlanjut melalui pengelolaan
 spesies dalam program konservasi kami, yang mencatat 18 rusa       Sebagai bagian dari penguatan hasil keanekaragaman hayati
 Timor (Rusa timorensis) dan 1 anoa dataran rendah (Bubalus         jangka panjang, PTVI juga terus mengembangkan Biodiversity
 depressicornis) dalam pengelolaan konservasi, mencerminkan         Action Plans dan Biodiversity Offset Plans untuk menangani
 upaya berkelanjutan kami untuk melindungi spesies prioritas        dampak residual dan mendukung kemajuan menuju No Net
 konservasi dan mendukung populasi fauna asli yang lestari.         Loss, dan apabila memungkinkan, Net Gain keanekaragaman
 Inisiatif-inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami        hayati. Inisiatif-inisiatif ini memperkuat komitmen kami untuk




110             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
                                                                  Restorasi Ekosistem Laut di Pulau Bulupoloe

                                                                                                                       Pada 27 Juli 2025, PTVI melaksanakan inisiatif restorasi ekosistem laut di Pulau
                                                                                                                       Bulupoloe, Sulawesi Selatan. Melalui inisiatif ini, kami memasang 25 struktur terumbu
                                                                                                                       karang buatan (spider reef) dan mengangkat lebih dari 200 kilogram sampah pesisir
                                                                                                                       untuk membantu memulihkan habitat laut dan memperbaiki kondisi pesisir. Dengan
                                                                                                                       pemasangan ini, PTVI telah menempatkan total 150 unit terumbu buatan di perairan
                                                                                                                       sekitar untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang.

                                                                                                                       Selain memulihkan habitat laut, struktur terumbu buatan ini diharapkan dapat
                                                                                                                       menarik populasi ikan lokal, meningkatkan kualitas perairan, dan mendukung
                                                                                                                       penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan sekitar. Untuk memastikan
                                                                                                                       efektivitas jangka panjang, PTVI melakukan pemantauan rutin terhadap terumbu
                                                                                                                       tersebut bekerja sama dengan Sorowako Diving Club (SDC), termasuk pengamatan
                                                                                                                       pertumbuhan karang, pemantauan spesies laut, dan pencitraan bawah air.


   “Restorasi laut tidak berhenti pada pemasangan. Kami memastikan pemantauan berkelanjutan                            Kegiatan transplantasi ini melibatkan 11 penyelam profesional dari SDC, mencerminkan
   dilakukan agar ekosistem dapat pulih dan berkembang secara bertahap.”— Suharpiyu Wijaya, Head of                    pendekatan kolaboratif kami dalam pengelolaan ekosistem laut (marine ecosystem
   IGP Sorowako Limonite PTVI                                                                                          stewardship).



 Reklamasi dan Rehabilitasi                                       dan disampaikan kepada Pemerintah pada 2025. Sebagai
                                                                  bagian dari periode reklamasi 2021–2025, PTVI sebelumnya
                                                                                                                                                   dalam implementasi reklamasi sambil mengakomodasi
                                                                                                                                                   pengembangan tambang yang masih berlangsung.
                                                                  menargetkan reklamasi sebesar 70% dari lahan tambang
 PTVI berkomitmen melaksanakan reklamasi dan rehabilitasi                                                                                          Pada awal 2025, total area tambang terganggu yang belum
                                                                  di wilayah konsesi Sorowako pada 2025. Meskipun target
 progresif sebagai bagian dari pendekatan pertambangan                                                                                             direklamasi di seluruh wilayah operasional PTVI tercatat
                                                                  aspiratif ini belum tercapai dalam jangka waktu awal, target
 yang bertanggung jawab, yang terintegrasi dalam kerangka                                                                                          3.222,13 hektare. Selama tahun pelaporan, terdapat
                                                                  tersebut telah direvisi, disetujui oleh kementerian, dan
 rehabilitasi dan penutupan tambang kami. Reklamasi                                                                                                967,56 hektare lahan baru yang terganggu. Sebagian besar
                                                                  diperpanjang seiring transisi menuju IUPK.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.5][GRI 14.8.7]
 mencakup pembentukan kontur (contouring), stabilisasi                                                                                             kegiatan reklamasi selama tahun pelaporan dilaksanakan di
 bentang lahan, pengelolaan tanah, penyemaian, revegetasi, dan                                                                                     Sorowako, sementara gangguan lahan terutama didorong
 remediasi yang dirancang untuk memulihkan lahan terganggu,       Reklamasi Lahan Progresif                                                        oleh pengembangan proyek pertumbuhan di IGP Pomalaa.
 mendukung pemulihan ekosistem, serta mengurangi risiko                                                                                            Reklamasi yang masih terbatas di dalam konsesi proyek
 lingkungan seperti erosi, sedimentasi, pelindian logam berat,    Pada akhir 2025, reklamasi di wilayah konsesi Sorowako                           pertumbuhan mencerminkan statusnya yang masih berada
                                                                  mencapai 65,09% dari total kumulatif area tambang terbuka,                       pada tahap pengembangan. PTVI tetap berkomitmen
 dan degradasi ekosistem sepanjang siklus hidup tambang.
                                                                  sementara tingkat keberhasilan rehabilitasi dalam konsesi                        melaksanakan reklamasi progresif sepanjang siklus hidup
 PTVI      melaksanakan      kegiatan     reklamasi      sesuai                                                                                    tambang dan membawa kewajiban yang tersisa ke periode
 dengan      Rencana   Reklamasi     yang     telah   disetujui   mencapai 86%, di atas persyaratan minimum regulasi
                                                                                                                                                   perencanaan berikutnya.[GRI 14.8.6]
 (No. 01599/CEOS/XI/2022), yang terakhir diperbarui               sebesar 70%. Hasil ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan




111          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 112
               Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi – Sorowako (Hektare) [GRI 14.8.6]                                        Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai
                                                                                                                                       Sebagian wilayah operasional kami berada dalam kawasan
                            Deskripsi                                          2025               2024                  2023           hutan tempat kami beroperasi berdasarkan Persetujuan
                                                                                                                                       Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Sebagai pemegang PPKH,
   a) Luas lahan terganggu (ha) Tahunan                                        418.25             269.16                230.16         PTVI mematuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
                                                                                                                                       Kehutanan No. 59 Tahun 2019 yang mewajibkan pemegang
   b) Total luas lahan terganggu (ha) Akumulatif                              7,689.00           7,356.01             7,178.29         izin melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di
                                                                                                                                       luar area izin sebagai kompensasi atas penggunaan kawasan
   c) Fasilitas (Kantor + Perumahan + Lainnya)                                1,754.80           1,460.61             1,460.61         hutan.
                                                                                                                                       Melalui program ini, PTVI berkontribusi memulihkan lahan
   d) Lahan terganggu yang belum direklamasi (Stockpile + Disposal)           2,071.64           2,104.27             2,014.10         terdegradasi dan meningkatkan fungsi ekosistem DAS di
                                                                                                                                       area yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
   e) Luas lahan direklamasi (ha) Akumulatif                                  3,862.56           3,791.13             3,703.58         dan Kehutanan. Hingga tahun pelaporan, area rehabilitasi
                                                                                                                                       DAS kumulatif mencapai 18.849 hektare yang tersebar di
   f) Luas lahan direklamasi (ha) Tahunan                                      156.67             178.98              224.44           lima provinsi—Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi
                                                                                                                                       Tenggara, Jawa Barat, dan Bali. Luasan tersebut terdiri dari
   g) % lahan tambang yang direklamasi (e/d+e)                                65.09%             64.31%               64.77%           14.879 hektare terkait Sorowako, 1.953 hektare terkait IGP
                                                                                                                                       Pomalaa, dan 1.045 hektare terkait IGP Morowali.

 Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi                       Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi                           Deskripsi                2025       2026      2023
            – IGP Morowali (Hektare)                                              – IGP Pomalaa (Hektare)
                                                                                                                                        Total Akumulatif Luas
                                                                                                                                                                      14,879.00 14,879.00 10,435.00
                                                                                                                                        Rehabilitasi DAS (ha)
         Deskripsi                  2025       2026     2023                 Deskripsi               2025      2026         2023        Luas Rehabilitasi DAS
                                                                                                                                                                         0.00    4,444.00    435.00
   Total Akumulatif Luas                                               Total Akumulatif Luas                                            Tahunan (ha)
                                    342.73     236.43   95.70                                       807.76    364.75        65.20
   Lahan Terganggu (ha)                                                Lahan Terganggu (ha)
                                                                                                                                       Selama 2025, kegiatan rehabilitasi DAS mencakup 1.953 hektare
   Luas Lahan Terganggu                                                Luas Lahan Terganggu                                            yang dilaksanakan terkait IGP Pomalaa dan 1.045 hektare terkait
                                    106.30     140.73   95.68                                       443.01     299.55       30.10
   Tahunan (ha)                                                        Tahunan (ha)                                                    IGP Morowali, yang mencerminkan implementasi berkelanjutan
                                                                                                                                       kewajiban rehabilitasi spesifik proyek. Di Sorowako, tidak
   Total Akumulatif Luas                                               Total Akumulatif Luas
                                     1.42        -        -                                            -          -              -     terdapat tambahan area rehabilitasi DAS tahunan pada tahun
   Lahan Direklamasi (ha)                                              Lahan Direklamasi (ha)
                                                                                                                                       berjalan, sementara luas rehabilitasi kumulatif tetap 14.879
   Luas Lahan Direklamasi                                              Luas Lahan Direklamasi                                          hektare. Setiap lokasi rehabilitasi menjalani tahapan penyiapan
                                     1.42        -        -                                            -          -              -
   Tahunan (ha)                                                        Tahunan (ha)                                                    lahan, penanaman, dan pemeliharaan untuk mendukung

 pertumbuhan vegetasi dan pemulihan ekosistem. Penetapan lokasi rehabilitasi di luar Sulawesi, termasuk di Jawa Barat dan Bali, mengikuti lokasi yang ditentukan melalui keputusan menteri, sekaligus
 mendukung upaya pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi lahan terdegradasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini, PTVI berkontribusi meningkatkan stabilitas tanah, mengurangi
 risiko erosi, dan mendukung kesehatan ekosistem DAS dalam jangka panjang.




112          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
 Perencanaan Penutupan Tambang
 Status Perencanaan Penutupan Tambang menurut Area Operasional
      Area Operasional                       Status Operasional                     Estimasi Umur Tambang         Revisi Terakhir Rencana Penutupan                MEMR Approval

          Sorowako              Active operations with progressive rehabilitation             2045                             October 2022                          November 2023

        IGP Morowali            Active operations with progressive rehabilitation             2044                             August 2024                           November 2024

        IGP Pomalaa             Active operations with progressive rehabilitation             2045                        Plan under development                Plan under development


 PTVI beroperasi di tiga lokasi tambang—Operasi Sorowako,            meminimalkan dampak lingkungan, serta meninggalkan             komprehensif untuk menangani potensi risiko lingkungan
 IGP Pomalaa, dan IGP Morowali—yang seluruhnya masih                 warisan positif yang berkelanjutan pascatambang.               selama fase pascapenutupan.
 aktif dan belum memasuki tahap penutupan. Estimasi Life of                                                                         Potensi dampak lingkungan yang dapat muncul setelah
 Mine (LOM) untuk masing-masing lokasi adalah hingga 2045,           Rencana Penutupan Tambang disusun untuk mendukung              penutupan tambang meliputi perubahan stabilitas bentang
 2045, dan 2044, dengan kegiatan penutupan dan rehabilitasi          dekomisioning dan rehabilitasi lokasi tambang secara aman,     lahan, keberhasilan pembentukan vegetasi, pengelolaan
 diperkirakan berlanjut hingga 2060. Sejalan dengan                  meminimalkan dampak lingkungan, serta meninggalkan             air permukaan, dan stabilitas jangka panjang area yang
 praktik pertambangan yang baik, perencanaan penutupan               warisan positif yang berkelanjutan pascatambang. Rencana       direklamasi. Untuk mengatasi risiko tersebut, rencana
 diintegrasikan dengan rehabilitasi progresif yang dilakukan         tersebut diperbarui secara berkala untuk mencerminkan          penutupan kami memasukkan berbagai langkah pengelolaan
 selama operasi, untuk mengurangi area terganggu secara              perkembangan operasional dan persyaratan regulasi. Revisi      lingkungan, termasuk stabilisasi bentang lahan, revegetasi
 bertahap dan mendukung transisi yang lebih lancar menuju            terbaru diajukan pada Oktober 2022 untuk Sorowako dan          menggunakan spesies tanaman yang sesuai, pengendalian
 penutupan akhir.[GRI 14.8.9]                                        Agustus 2024 untuk IGP Morowali, dan keduanya telah            erosi, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi tanah
                                                                     melalui proses tinjauan formal serta memperoleh persetujuan    dan air.
 Rencana Penutupan Tambang telah tersedia untuk Operasi              dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
 Sorowako dan IGP Morowali, sementara rencana untuk IGP              masing-masing pada November 2023 dan November 2024.[GRI        Pemantauan lingkungan pascapenutupan akan dilakukan
 Pomalaa masih dalam pengembangan, mencerminkan tahap                14.8.5]                                                        untuk memverifikasi bahwa area yang direklamasi tetap
 perkembangan proyek serta progres menuju perencanaan                                                                               stabil dan pemulihan ekosistem berlangsung sesuai harapan.
 penutupan formal sesuai persyaratan regulasi. Rencana                                                                              Program pemantauan mencakup indikator utama seperti
 penutupan ini dirancang untuk mendukung dekomisioning dan           Pengelolaan Lingkungan Pascapenutupan                          pertumbuhan vegetasi, stabilitas lahan, dan kualitas air di
 rehabilitasi yang aman, meminimalkan dampak lingkungan,                                                                            area bekas operasi. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk
 serta meninggalkan warisan positif yang berkelanjutan               Setelah kegiatan pertambangan berakhir, PTVI berkomitmen       mendukung transisi area bekas tambang menjadi bentang
 pascatambang.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.7]                               memastikan area bekas tambang tetap stabil secara              lahan yang stabil, mampu menopang fungsi ekologis, dan
                                                                     lingkungan dan aman bagi ekosistem serta masyarakat            bila sesuai, mendukung pemanfaatan lahan masa depan yang
 Rencana Penutupan Tambang disusun untuk mendukung                   sekitar. Oleh karena itu, perencanaan penutupan tambang        disepakati bersama pemangku kepentingan dan regulator.
 dekomisioning dan rehabilitasi lokasi tambang secara aman,          kami mencakup kerangka pengelolaan lingkungan yang




113         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 114
 Komitmen Finansial untuk Penutupan Lokasi                      Bahodopi, estimasi biaya penutupan mencapai US$70,6 juta dan
 yang Akuntabel                                                 secara bertahap telah ditempatkan dalam deposito berjangka
                                                                sejak 2017 hingga 2023. Untuk Blok Bahodopi, estimasi biaya
 The estimation of mine closure costs forms an integral part    penutupan mencapai US$2,7 juta, yang seluruhnya telah
 of Estimasi biaya penutupan tambang merupakan bagian           ditempatkan dalam deposito berjangka pada 2023. Provisi
 integral dari Rencana Penutupan Tambang kami. Kami menilai     ini dicatat dalam laporan keuangan kami dan ditinjau secara
 kebutuhan penutupan berdasarkan dua skenario:                  berkala untuk mencerminkan pembaruan asumsi, kondisi
 1. Skenario penutupan dasar, di mana aktivitas penambangan     operasional, dan persyaratan regulasi.[GRI 14.8.8]
    dan pengolahan berakhir pada 2045
 2. Skenario penutupan mendadak, yang memodelkan                Melalui perencanaan penutupan yang terintegrasi, rehabilitasi
    penghentian operasi lebih awal yang tidak terduga.          progresif, pemantauan lingkungan jangka panjang, dan
                                                                penyediaan dana khusus, PTVI berupaya memastikan
 Skenario penutupan mendadak mencerminkan asumsi dan            penutupan tambang dikelola secara bertanggung jawab dan
 kondisi lokasi yang tercakup dalam rencana penutupan terbaru   transparan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan
 yang disetujui, dan akan diperbarui dalam revisi rencana
 berikutnya.

 Perhitungan biaya penutupan mencakup seluruh rangkaian
                                                                   US$70.6M
 aktivitas yang diperlukan sepanjang proses penutupan,             Estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako,
 termasuk       pelaksanaan,    pemeliharaan,   pemantauan         ditempatkan dalam deposito berjangka 2017–2023
 pascapenutupan, dan risiko terkait penutupan yang telah
 diidentifikasi. Estimasi ini didasarkan pada asumsi utama

                                                                   US$2.7M
 termasuk proyeksi penggunaan lahan, progres reklamasi,
 sisa area terganggu, dan pendekatan implementasi yang
 ditetapkan dalam rencana penutupan. Dalam menentukan
 biaya penutupan bersih, pendapatan yang diharapkan dari           Estimasi biaya penutupan untuk Blok Bahodopi,
 material scrap yang dapat dipulihkan dikurangkan dari total       sepenuhnya ditempatkan dalam deposito berjangka
 estimasi biaya.[GRI 14.8.8]                                       pada tahun 2023

 PTVI berkomitmen menyediakan dana penutupan tambang            Provisi ini dicatat dalam laporan keuangan kami dan ditinjau
 sesuai Peraturan Pemerintah No. 78/2010 tentang Reklamasi      secara berkala untuk mencerminkan pembaruan asumsi,
 dan Pascatambang, yang mewajibkan perusahaan tambang           kondisi operasional, dan persyaratan regulasi.[GRI 14.8.8]
 menyediakan jaminan finansial melalui instrumen seperti
 rekening bersama, deposito berjangka, garansi bank, atau       Melalui perencanaan penutupan yang terintegrasi, rehabilitasi
 dalam kondisi tertentu cadangan akuntansi.                     progresif, pemantauan lingkungan jangka panjang, dan
                                                                penyediaan dana khusus, PTVI berupaya memastikan
 Berdasarkan Rencana Penutupan Tambang terbaru yang             penutupan tambang dikelola secara bertanggung jawab dan
 disetujui, estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako        transparan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan
 mencapai US$70,6 juta dan secara bertahap telah ditempatkan    hasil pascatambang yang berkelanjutan.
 dalam deposito berjangka sejak 2017 hingga 2023. Untuk Blok




114          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
                                                    Pelibatan Pemangku Kepentingan dalam Pembaruan Perencanaan




                                   Pada 25 November 2025, PTVI memulai konsultasi dini dengan pemangku kepentingan sebagai bagian dari rencana
                                   pembaruan dokumen pascatambang untuk Operasi Sorowako, menyusul perpanjangan izin tambang Perseroan hingga
                                   2035 dan transisi dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Diselenggarakan di Malili,
                                   Luwu Timur, konsultasi ini menjadi tahap awal yang penting dalam penyusunan pembaruan rencana pascatambang
                                   guna memastikan keselarasan dengan perkembangan operasional, persyaratan regulasi, dan ekspektasi pemangku
                                   kepentingan.

                                   Konsultasi ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, perwakilan masyarakat,
                                   serta pemangku kepentingan teknis lainnya di wilayah pemberdayaan PTVI. Diskusi mencakup usulan pembaruan
                                   terkait rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, dekomisioning fasilitas, kegiatan pemantauan, dan pertimbangan
                                   pemanfaatan lahan pascatambang.

                                   Forum ini juga menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk memberikan masukan mengenai isu-isu seperti
                                   pemulihan ekosistem, transparansi lingkungan, program sosial, dan peluang ekonomi masyarakat dalam konteks
                                   pascatambang. Masukan yang diperoleh melalui konsultasi ini didokumentasikan untuk menjadi bahan penyempurnaan
                                   dokumen pascatambang sebelum diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

                                   Konsultasi ini mencerminkan pendekatan PTVI dalam mengintegrasikan pelibatan pemangku kepentingan ke dalam
                                   perencanaan penutupan serta mendukung transparansi dalam pengembangan pengaturan pengelolaan pascatambang
                                   jangka panjang.




115   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 116
      Tenaga
      Kerja Kami
116   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
 Pendekatan PTVI terkait Sumber Daya Manusia
                                                                                                                                nilai; serta Kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi,
                                                                                                                                yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif
                                                                                                                                di mana keberagaman dihargai dan kesempatan yang setara
                                                                                                                                diberikan kepada seluruh individu, termasuk perempuan dan
                                                                                                                                penyandang disabilitas. Kebijakan-kebijakan ini berlaku bagi
                                                                                                                                karyawan, kontraktor, dan mitra usaha, serta bertujuan untuk
                                                                                                                                menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan suportif,
                                                                                                                                yang mendorong pengembangan profesional dan kolaborasi.

                                                                                                                                Kami mengimplementasikan komitmen tersebut melalui
                                                                                                                                sistem manajemen yang selaras dengan standar nasional dan
                                                                                                                                internasional, termasuk ISO 45001 dan Sistem Manajemen
                                                                                                                                Keselamatan Pertambangan (SMKP), serta mengacu pada
                                                                                                                                prinsip-prinsip inti International Labour Organization (ILO).

                                                                                                                                Dalam pengelolaan SDM, kami mengidentifikasi sejumlah risiko
                                                                                                                                utama, seperti kecelakaan kerja, pelanggaran hak tenaga
                                                                                                                                kerja, ketidaksetaraan kesempatan kerja, serta menurunnya
                                                                                                                                keterlibatan dan motivasi karyawan. Untuk mengantisipasi
                                                                                                                                dan memitigasi risiko tersebut, kami secara konsisten
                                                                                                                                melaksanakan pelatihan keselamatan, memperkuat budaya
                                                                                                                                kerja yang inklusif, serta menyediakan mekanisme pengaduan
 Di PTVI, kami meyakini bahwa karyawan merupakan fondasi          dan memperoleh manfaat dari kegiatan PTVI.                    dan pelaporan yang mudah diakses agar setiap aspirasi dapat
 sekaligus aset strategis yang mendukung keberhasilan                                                                           ditindaklanjuti secara tepat.
 dan keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, kami              Pendekatan kami dalam pengelolaan sumber daya manusia
 menempatkan kesejahteraan, pengembangan kompetensi,              (SDM) didasarkan pada sejumlah kebijakan utama yang menjadi   Efektivitas pengelolaan SDM dipantau melalui berbagai
 serta perlindungan hak karyawan sebagai prioritas utama.         panduan dalam pengelolaan tenaga kerja secara bertanggung     mekanisme internal, termasuk audit internal, survei kepuasan
 Komitmen ini diwujudkan melalui upaya membangun tenaga           jawab. Kebijakan tersebut mencakup Kebijakan Keberlanjutan,   karyawan, serta dialog berkelanjutan dengan serikat pekerja.
 kerja yang produktif, beragam, inklusif, dan memiliki motivasi   yang menguraikan komitmen kami terhadap kesejahteraan         Melalui proses ini, kami terus mengevaluasi kondisi kerja
 tinggi, guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh       karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta praktik      dan meningkatkan upaya dalam menciptakan lingkungan
 pemangku kepentingan. Kami juga mendorong penguatan              ketenagakerjaan yang adil; Kebijakan Hak Asasi Manusia,       kerja yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Kami juga
 tenaga kerja lokal dengan membuka kesempatan kerja serta         yang menegaskan komitmen kami untuk menghormati               menetapkan target dan indikator kinerja yang terukur untuk
 mendukung pengembangan keterampilan masyarakat di                hak asasi manusia yang diakui secara internasional serta      memastikan pengelolaan isu-isu material terkait SDM berjalan
 sekitar wilayah operasi, sehingga mereka dapat berpartisipasi    melindungi hak-hak pekerja di seluruh operasi dan rantai      secara efektif.

  2
117       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 118
 Statistik Karyawan[POJK51-C.3] [SASB EM-MM-000.B]
 Pada akhir tahun 2025, PTVI mempekerjakan total
                                                                                                                     Ikhtisiar Karyawan Tahun 2025[GRI 2-7]
 2.985 karyawan, sedikit menurun dibandingkan
 3.038 karyawan pada tahun sebelumnya.

                                                       PTVI mempekerjakan       Jumlah Karyawan berdasarkan                                                    Jumlah Karyawan berdasarkan
 Kami terus menunjukkan kemajuan dalam                 2.985 karyawan           Kategori Kepegawaian                                                           Status Kepegawaian
 membangun tenaga kerja yang lebih beragam dan
                                                                                                                                                                                                        2.351
 inklusif. Perempuan kini merepresentasikan 12%              Laki-laki                                                                  1.275
 dari total karyawan, mencerminkan peningkatan
 yang konsisten dibandingkan tahun lalu. Kami juga
 bangga bahwa 83% tenaga kerja kami berasal dari                                                                                                                                        3
                                                            Perempuan
 masyarakat lokal, yang menunjukkan komitmen                                                                                                                                            11
 dalam mendukung penyerapan tenaga kerja dan
                                                                                                                                                                                    K         K                        K                      K                    K         K

 pembangunan ekonomi daerah.                                                      Manajemen     General               Senior     Staf   Non-staf                                                                                                              Bungku
                                                                                              Manager atau          Staff atau                                                                                                                                 Timur
                                                                                                Spesialis            Manajer

 Selain itu, kami juga membuka kesempatan                                                                                                                                                             Perempuan   Laki-laki   P: Permanen     K: Kontrak

 bagi penyandang disabilitas, dengan mengakui
 kontribusi berharga mereka dalam operasional
                                                                            Jumlah Karyawan berdasarkan                           Jumlah Karyawan berdasarkan                            Jumlah Karyawan berdasarkan
 kami. Melalui berbagai upaya ini, kami berupaya                                                                                  Lokasi dan Jenis Kelamin                               Tingkat Pendidikan
                                                                            Umur[405-1]
 menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,
                                                         Karyawan
 setara, dan suportif bagi seluruh karyawan.
                                                         Lokal
                                                                                               1.883                                               2.402


 Total tenaga kerja kami terdiri dari 2.886 karyawan                                                                                                                                                                                                               1.495
 tetap (97%) dan 99 karyawan kontrak (3%), dengan
 kelompok usia 30–50 tahun sebagai proporsi
 terbesar. Konsentrasi karyawan terbesar berada
 di Sorowako sebagai pusat kegiatan operasional         74 Karyawan
                                                        Penyandang                                                                                                                                                                                                         10
 utama kami. Karyawan PTVI berasal dari
                                                        Disabilitas                                                                                                                          Doktor                              Sarjana                           SMA     SMP
 berbagai latar belakang pendidikan, menciptakan                                   Tahun
                                                                                                Tahun
                                                                                                                      Tahun                                                Bungku             (S3)       Magister (S2)             (S1)
                                                                                                                                                                            Timur
 keberagaman keterampilan, perspektif, dan                                                 Perempuan    Laki-laki
                                                                                                                                                   Perempuan   Laki-laki
                                                                                                                                                                                                                                  Perempuan       Laki-laki


 pengalaman. Keberagaman ini memperkuat
 budaya      organisasi     serta      meningkatkan
 kemampuan kami untuk berinovasi, berkolaborasi,
 dan menciptakan nilai jangka panjang.



118        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
 Karyawan Baru [GRI 401-1]                                                                       Tingkat Pergantian Karyawan [GRI 401-1]
 Perluasan tenaga kerja kami tetap sejalan dengan komitmen untuk menciptakan manfaat             Kami memastikan bahwa seluruh karyawan memperoleh manfaat dan fasilitas yang layak sebagai
 ekonomi yang positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Sejalan dengan             bagian dari komitmen kami dalam menghargai tenaga kerja. Komitmen ini tercermin dari tingkat
 tahapan rekrutmen yang telah dijelaskan sebelumnya, peluang kerja kami sampaikan                retensi karyawan yang secara konsisten tinggi di seluruh wilayah operasional kami. Salah satu
 secara terbuka melalui proses seleksi yang transparan dan dapat diakses oleh publik.            indikator utama yang menggambarkan hal tersebut adalah tingkat pergantian karyawan (employee
                                                                                                 turnover rate). Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat turnover kami tetap berada di bawah
 Pada tahun ini, sebanyak 63 karyawan baru bergabung dengan PTVI, dengan mayoritas               rata-rata industri, dan pada tahun ini tren tersebut terus berlanjut.
 penempatan berada di operasi Sorowako sebagai wilayah operasional terbesar kami. Dari
 total tersebut, 21 karyawan merupakan perempuan dan 42 karyawan merupakan laki-laki.            Pada tahun 2025, sebanyak 31 karyawan mengakhiri masa kerjanya di PTVI, yang merepresentasi-
                                                                                                 kan tingkat pergantian karyawan sebesar 1,04%, sedikit berbeda dibandingkan dengan 0,92% pada
 Berdasarkan kelompok usia, 27 karyawan berusia di bawah 30 tahun, 36 karyawan berada            tahun sebelumnya. Tingkat pergantian karyawan bervariasi di setiap area operasional, dengan
 pada rentang usia 30–50 tahun, dan tidak terdapat karyawan baru berusia di atas 50              jumlah tertinggi tercatat di Sorowako dan terendah di Makassar, Pomalaa, dan Palu. Berdasarkan
 tahun.                                                                                          kelompok demografis, tingkat pergantian karyawan tertinggi terjadi pada karyawan laki-laki dalam
                                                                                                 rentang usia 30–50 tahun.


                    Jumlah Karyawan Baru Tahun 2025                                                          Jumlah Karyawan Mengundurkan Diri Tahun 2025*


                                                                                                           Jakarta

                                                                                                           Makassar

                                                                                                           Sorowako

                                                                                                           Pomalaa


      East Bungku                                                                                         East Bungku

                                                                                                          Palu



      P <30 tahun    P 30-50 tahun     P >50 tahun   L <30 tahun   L 30-50 tahun M L >50 tahun             P <30 tahun   P 30-50 tahun   P >50 tahun   L <30 tahun   L 30-50 tahun   L >50 tahun



                                                                                                 **Data mencakup karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela selama periode pelaporan



119       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 120
                                                                                                Tenaga Kerja Non-Karyawan [GRI 2-7]
                      Data Kontraktor                                                           PTVI melibatkan berbagai pemasok dan mitra usaha, di mana
                                                                                                tenaga kerja mereka—selanjutnya disebut sebagai kontraktor—
      Jumlah Kontraktor Warga Negara Indonesia (WNI)                                            melaksanakan pekerjaan di bawah pengendalian kami. Para
          berdasarkan Jenis Kelamin (2023 - 2025)
                                                                                                kontraktor ini mendukung beragam aktivitas, mulai dari fungsi
                                                                          20.549                administratif dan teknis hingga operasional lapangan, serta
                                                                                                berperan penting dalam menjaga keberlangsungan operasi.
                                            12.533
         10.614
                                                                                                Pada akhir tahun 2025, jumlah kontraktor tercatat sebanyak
                                                                                                22.645 orang berdasarkan pendekatan headcount. Angka ini
                    1.239                                1.500                     1.953        meningkat sebesar 8.595 kontraktor atau 61,2% dibandingkan
                                                                                                tahun 2024, yang terutama didorong oleh peningkatan skala
                                        L            P                                          aktivitas operasional, termasuk proyek furnace rebuild yang
                                                                                                membutuhkan tenaga kerja kontraktor dalam jumlah signifikan.
       Jumlah Kontraktor Warga Negara Asing (WNA)
          berdasarkan Jenis Kelamin (2023 - 2025)
                                                                                                Berdasarkan kewarganegaraan, tenaga kerja kontraktor kami
                                                                                                didominasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 22.502
                                                                                                orang atau 99,4%, sementara Warga Negara Asing (WNA)
                                                                                                berjumlah 143 orang atau 0,6%. Komposisi ini mencerminkan
                                                                                                prioritas kami dalam mendorong partisipasi tenaga kerja nasional.

                                                                                                Kami juga mendukung partisipasi tenaga kerja yang inklusif. Pada
                                        L            P
                                                                                                tahun 2025, jumlah kontraktor perempuan mencapai 1.953 orang
                                                                                                atau 8,6% dari total tenaga kerja kontraktor, yang berkontribusi
      Jumlah Kontraktor Warga Negara Indonesia (WNI)                                            dalam berbagai peran operasional maupun fungsi pendukung.
            berdasarkan Lokalitas (2023 - 2025)
                                                                         1.673
                                                                         16.173                 Dari sisi regional, sebanyak 17.846 kontraktor atau 78,8%
                                                                                                dikategorikan sebagai tenaga kerja lokal, termasuk 1.673
                                        1.326
            1.055                       10.508                                                  perempuan, sementara 4.656 kontraktor atau 20,6% merupakan
            8,743
                                                                                                tenaga kerja non-lokal. Distribusi ini menunjukkan kontribusi
                                                                                      4.376     kami dalam mendukung penyerapan tenaga kerja lokal dan
                              1.871                              2.025
                                                                                                pengembangan ekonomi regional, khususnya di wilayah
           Lokal            Non-Lokal       Lokal            Non-Lokal   Lokal      Non-Lokal   operasional seperti Sorowako.

                                        L                P
                                                                                                Jumlah kontraktor dihitung menggunakan pendekatan headcount
                                                                                                dan merepresentasikan jumlah individu yang tercatat pada akhir
                                                                                                tahun pelaporan.
120     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
                                   Menghargai Hak Ketenagakerjaan dan Hak Asasi Manusia
                                   Serikat Pekerja dan Perjanjian Kerja Bersama                     melibatkan mereka dalam proses peninjauan Perjanjian Kerja
                                                                                                    Bersama (PKB) yang dilakukan setiap dua tahun. Melalui proses
                                   PTVI menjunjung tinggi pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan.        ini, serikat pekerja memiliki ruang untuk menyampaikan dan
                                   Kebebasan berserikat dijamin sesuai dengan Undang-Undang         memperjuangkan kepentingannya, serta memastikan bahwa
                                   Dasar 1945, Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang              PKB disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
                                   Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serta Undang-Undang No. 13        undangan dan kebutuhan tenaga kerja. Pembaruan PKB
                                   Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan semakin diperkuat        terbaru telah diselesaikan pada Juli tahun ini dengan partisipasi
                                   melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Dokumen PKB ini          aktif dari perwakilan serikat pekerja yang telah disebutkan
                                   berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk            sebelumnya. PKB tersebut memuat ketentuan utama terkait
                                   memitigasi risiko ketidakpatuhan terhadap hak tersebut.          hubungan kerja, hak dan kewajiban pekerja, serta tata kelola
                                   PKB juga mendukung hak pekerja untuk berserikat dengan           hubungan industrial secara keseluruhan. Selain itu, PKB
                                   menyediakan akses bagi serikat pekerja terhadap fasilitas,       juga menetapkan mekanisme yang jelas untuk penyelesaian
                                   sarana digital, dukungan administratif, serta dukungan           perselisihan dan keluhan antara PTVI dan karyawan.
                                   finansial, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitasnya
                                   secara efektif.                                                  Kami memandang karyawan sebagai mitra strategis dalam
                                                                                                    operasional perusahaan, sehingga kami berkomitmen untuk
                                   Pada tahun pelaporan, sebanyak 2.685 dari 2.985 karyawan         menjaga komunikasi yang transparan dan tepat waktu. Melalui
                                   aktif (sekitar 89,9%) tercatat sebagai anggota serikat pekerja   PKB, PTVI menjamin bahwa setiap perubahan operasional yang
                                   yang tergabung dalam beberapa serikat berikut, yang              signifikan dan berpotensi memengaruhi status ketenagaker-
                                   seluruhnya telah terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan dan          jaan akan diinformasikan kepada karyawan paling lambat satu
                                   Transmigrasi setempat:                                           bulan sebelumnya. Hal ini memberikan waktu yang memadai
                                                                                                    bagi karyawan untuk memahami, mempersiapkan diri, dan
                                   1.   Federasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia (FSPBI)            merespons perubahan yang mungkin terjadi, sekaligus
                                   2.   Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia       memperkuat budaya kepercayaan, saling menghormati, dan
                                        (PK SBSI)                                                   pengelolaan tenaga kerja yang bertanggung jawab. [GRI 402-1]
                                   3.   Serikat Staf Vale Indonesia (SSVI)
                                   4.   Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)       PKB berlaku bagi seluruh karyawan PTVI (100%), tanpa
                                   5.   Federasi Pertambangan dan Energi – Konfederasi Serikat      memandang keanggotaan dalam serikat pekerja. Di seluruh
                                        Buruh Seluruh Indonesia (FPE-KSBSI)                         wilayah operasional, kami tidak mencatat adanya kasus
                                   6.   Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan     maupun potensi pelanggaran terkait kebebasan berserikat
                                        Unit Kerja PT Vale Indonesia Tbk                            maupun perundingan bersama. [GRI 2-30][GRI 407-1][SASB EM-MM-310a.1]
                                   7.   Serikat Pekerja Bersatu Vale Indonesia (SPBVI)

                                   PTVI secara rutin menyelenggarakan pertemuan dengan
                                   serikat pekerja setidaknya setiap satu hingga dua bulan, serta
                                                                                                                          89.9% dari total tenaga
                                                                                                                        kerja aktif kami merupakan
                                                                                                                            anggota serikat pekerja
  6
121   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 122
                                                            Pencegahan Kerja Paksa dan Pekerja Anak[POJK51-                 peningkatan kesadaran mengenai hak asasi manusia secara
  Mogok Kerja Karyawan[GRI 14.20.3][SASB EM-MM-310a.2]      F.19][GRI 408-1][GRI 409-1]
                                                                                                                            rutin dilaksanakan, dengan fokus khusus pada pencegahan
  Sepanjang tahun pelaporan, kami tidak mencatat adanya
                                                                                                                            kerja paksa, perbudakan modern, dan pekerja anak. Upaya ini
  aksi mogok kerja karyawan (nihil), yang mencerminkan
                                                            ASebagai bagian dari komitmen kami untuk menjalankan usaha      turut mencakup promosi perlindungan hak anak dan remaja,
  kuatnya hubungan industrial serta komitmen kami
                                                            secara bertanggung jawab, PTVI memandang perlindungan hak       termasuk melalui inisiatif untuk mencegah dan menanggulangi
  terhadap komunikasi yang terbuka dan transparan. Kami
                                                            asasi manusia sebagai prinsip fundamental dalam pengelolaan     eksploitasi seksual terhadap anak di wilayah yang berpotensi
  terus menjaga lingkungan kerja yang memungkinkan
                                                            ketenagakerjaan. Komitmen ini berlandaskan kepatuhan            memiliki risiko tersebut.
  setiap aspirasi dan kekhawatiran disampaikan secara
                                                            terhadap peraturan nasional, termasuk Undang-Undang
  bebas serta ditangani secara konstruktif melalui dialog
                                                            No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta selaras
  berkelanjutan antara karyawan, serikat pekerja, dan
                                                            dengan prinsip-prinsip internasional yang ditetapkan oleh
  manajemen.
                                                            International Labour Organization (ILO), sebagaimana
                                                            tercantum dalam Kebijakan Hak Asasi Manusia kami. Kebijakan
                                                            tersebut menegaskan posisi kami yang tegas terhadap segala
                                                            praktik yang menempatkan pekerja dalam kondisi rentan atau
                                                            mengabaikan martabat, keadilan, dan rasa hormat.
                                                            Sejalan dengan itu, PTVI secara tegas menolak praktik pekerja
                                                            anak serta segala bentuk kerja paksa maupun perbudakan
                                                            modern di seluruh kegiatan operasional. Sepanjang tahun
                                                            pelaporan, tidak terdapat kasus pelanggaran terkait hal
                                                            tersebut.
                                                            Komitmen ini juga kami terapkan di seluruh rantai pasok.
                                                            Kami melakukan penilaian risiko terkait pekerja anak, kerja
                                                            paksa, dan perdagangan manusia pada operasional pemasok,
                                                            termasuk mengidentifikasi area berisiko tinggi serta mem-
                                                            prioritaskan pemasok di wilayah tersebut untuk pemantauan
                                                            yang lebih intensif. Selain itu, seluruh pemasok diwajibkan,
                                                            melalui klausul kontraktual yang mengikat, untuk melarang
                                                            secara tegas segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia
                                                            dan ketenagakerjaan sebagaimana diuraikan dalam bagian
                                                            ini. Kami juga mengharapkan pelanggan dan mitra usaha
                                                            untuk menjunjung nilai yang sama serta menerapkan langkah
                                                            perbaikan yang memadai apabila terjadi ketidakpatuhan.
                                                            Kami juga memandang penting untuk menanamkan nilai-nilai
                                                            ini kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program




122     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
 Komitmen Terhadap Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi[POJK51-F.18]
 Tim yang beragam dan inklusif memperkuat inovasi, kualitas
 pengambilan keputusan, keterlibatan karyawan, kinerja
 keuangan, serta reputasi kami sebagai tempat kerja pilihan.                              Piagam Keberagaman dan Inklusi - Komitmen
 Hal ini juga meningkatkan kemampuan kami untuk memahami
 dan berkolaborasi dengan masyarakat serta pemangku
 kepentingan yang kami layani. Keberagaman kami pandang
                                                                         Budaya Tempat Kerja                         Indikator Kinerja &                            Pengembangan Karier
 sebagai keunggulan kompetitif yang terintegrasi dalam                                                               Akuntabilitas
 Kebijakan Keberagaman dan Inklusi, Kebijakan Keberlanjutan,
                                                                  Menciptakan lingkungan kerja yang           Mengintegrasikan prinsip DEI ke dalam         Menyediakan jalur karier yang transparan
 Kebijakan SDM, Kode Etik, serta Perjanjian Kerja Bersama.
                                                                  aman, inklusif, dan suportif, di mana       indikator kinerja organisasi, serta           dan berbasis merit, serta peluang
                                                                  setiap karyawan dapat berkontribusi         memastikan akuntabilitas di selluruh          pengembangan yang dapat diakses oleh
 Kami berkomitmen untuk menyediakan kesempatan kerja              secara maksimal                             Direktorat                                    seluruh karyawan
 yang setara bagi seluruh karyawan dan pelamar kerja.
 Setiap keputusan ketenagakerjaan, termasuk rekrutmen,
 penempatan, promosi, pelatihan, pengembangan karier,
                                                                                                                      Rekrutmen Inklusif                                 Penghargaan yang
 kompensasi, hingga pemutusan hubungan kerja, didasarkan
                                                                         Jaringan Afinitas                                                                               Adil
 pada kualifikasi, kinerja, dan kebutuhan bisnis, tanpa           Mendukung kelompok sumber daya             Menerapkan strategi untuk menarik talenta         Menjamin kesetaraan dalam
 diskriminasi berdasarkan gender, etnis, agama, disabilitas,      karyawan seperti Vale Women Network        beragam dari berbagai gender, etnis, dan          pemberian gaji dan manfaat, serta
 usia, kewarganegaraan, maupun karakteristik pribadi lainnya.     dan kelompok afinitas budaya untuk         kelompok yang kurang terwakili                    mengatasi potensi kesenjangan upah
                                                                  memperkuat inklusi dan representasi                                                          berdasarkan gender dan keadilan

 Pendekatan kami dalam mewujudkan keberagaman dan inklusi
 dijabarkan lebih lanjut dalam Diversity and Inclusion Charter,
 yang memuat delapan komitmen utama.
                                                                                            Pelatihan dan                                Kemitraan dan
                                                                                            Kesadaran                                    Keterlibatan
                                                                                   Menyediakan pelatihan DEI wajib bagi           Berkolaborasi
                                                                                                                                  Collaborate withdengan    mitra,
                                                                                                                                                      partners,    komunitas
                                                                                                                                                                local        lokal,
                                                                                                                                                                      communities,
                                                                                   seluruh karyawan, mencakup bias tidak          dan  pemangku    kepentingan     untuk mendorong
                                                                                                                                  and stakeholders to advance DEI values beyond
                                                                                   sadar, praktik inklusif, dan kompetensi        nilai-nilai DEI di luar lingkungan kerja
                                                                                                                                  the workplace.
                                                                                   budaya, yang diperbarui secara berkala
                                                                                   sesuai praktik terbaik global




123       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 124
           Mengatasi Bias dan Mecegah Pelecehan:                  interaktif, studi kasus, dan simulasi (role-play), peserta      Insiden Diskriminasi [GRI 406-1]
                 Memperkuat DEI di PTVI                           mengeksplorasi pendekatan praktis dalam mencegah                Pada tahun 2025, terdapat tiga insiden diskriminasi
                                                                  diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada gender,         yang dilaporkan melalui mekanisme pengaduan
                                                                  ras, etnis, agama, orientasi seksual, maupun disabilitas.       resmi perusahaan. Seluruh kasus yang dilaporkan
                                                                                                                                  telah ditinjau dan diselidiki sesuai dengan prosedur
                                                                  Komitmen PTVI terhadap DEI juga tercermin dalam capaian         yang berlaku. Hingga akhir periode pelaporan, dua
                                                                  dan target yang telah ditetapkan. PTVI memperoleh skor          kasus masih dalam tahap pemulihan dengan rencana
                                                                  kesetaraan gender tertinggi di sektor pertambangan              tindakan yang sedang dijalankan, sementara satu
                                                                  dalam Katadata ESG Index 2025 (88,33) serta menargetkan         kasus telah menyelesaikan proses pemulihan, dengan
                                                                  peningkatan proporsi karyawan perempuan menjadi 18%             hasil yang tetap berada dalam pemantauan rutin
                                                                  pada tahun 2030, dengan tetap mempertahankan rasio              manajemen internal. Selain itu, satu kasus telah
                                                                  upah 1:1 untuk peran yang setara.                               ditutup dan tidak memerlukan tindak lanjut lebih
                                                                                                                                  lanjut.
      Pada 28–29 November 2025, PTVI menyelenggarakan             Melalui inisiatif ini, PTVI terus mendorong terciptanya
      program pelatihan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI)    budaya kerja yang inklusif, di mana keberagaman dihargai               Jumlah Insiden Diskriminasi           2025
      dengan fokus pada Unconscious Bias dan pencegahan           dan setiap karyawan memiliki kesempatan yang setara
      pelecehan. Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid di      untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan jangka                Jumlah total insiden diskriminasi             3
      beberapa lokasi, termasuk CO Wekoila Meeting Room,          panjang perusahaan.
      Almek Padamarang Meeting Room, serta Ground                                                                                  Jumlah insiden yang ditinjau oleh
                                                                                                                                                                                 3
      Training Classroom di IGP Pomalaa, dan diikuti oleh                                                                          organisasi
      karyawan, tenaga penugasan (seconded personnel), serta                                                                       Jumlah insiden dengan rencana
      kontraktor.                                                                                                                                                                2
                                                                                                                                   pemulihan yang sedang dijalankan

      Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
      dan pemahaman mengenai keberagaman, kesetaraan,                                                                              Jumlah insiden dengan rencana
      dan inklusi, sekaligus membantu peserta mengenali                                                                            pemulihan yang telah dilaksanakan dan         1
      bias tidak sadar yang dapat memengaruhi perilaku dan                                                                         dalam pemantauan manajemen
      pengambilan keputusan di tempat kerja. Melalui diskusi

                                                                                                                                   Jumlah insiden yang telah ditutup (tidak
                                                                                                                                                                                 1
 Dalam konteks saat ini, PTVI memberikan penekanan kuat pada inklusi tenaga kerja lokal, pemberdayaan perempuan, kesetaraan        memerlukan tindak lanjut)
 gender, serta inklusi penyandang disabilitas. Penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai inisiatif untuk masing-masing kelompok
 prioritas tersebut disajikan pada bagian berikutnya.




124        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
 Perlindungan Tenaga Kerja Lokal [GRI 202-2]                      Karyawan lokal didefinisikan sebagai individu yang domisili resminya, sebagaimana
                                                                  tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), berada di kabupaten yang sama dengan
 Proses     rekrutmen      kami    mencerminkan       komitmen    lokasi operasional tempat mereka ditugaskan, sesuai dengan ketentuan pada tahap                        48.1% dari
 berkelanjutan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.          Rekrutmen Lokal. Pada tahun 2025, PTVI mempekerjakan sebanyak 2.486 karyawan                    seluruh posisi
 Proses ini dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa siklus,   lokal, yang merepresentasikan 83,3% dari total tenaga kerja berdasarkan definisi                   manajerial
 dimulai dari cakupan wilayah terkecil dan terdekat dengan area   tersebut. Dari jumlah tersebut, 366 orang menduduki posisi manajerial, atau setara         PTVI diduduki oleh
 operasional. Setiap siklus kemudian diperluas secara bertahap,   dengan 48,1% dari seluruh posisi manajerial di perusahaan. Capaian ini mencerminkan          karyawan lokal
 baik dari sisi cakupan maupun jarak, guna memastikan proses      komitmen kami untuk memastikan bahwa masyarakat di sekitar wilayah operasional
 yang adil, transparan, serta tetap mengutamakan masyarakat       memiliki partisipasi yang bermakna serta peran dalam pengambilan keputusan yang
 lokal sebagai prioritas utama. Tahapan proses tersebut           berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.
 digambarkan dalam ilustrasi berikut.
                                                                  Komposisi Karyawan PTVI berdasarkan Area Penempatan dan Status Karyawan Lokal Tahun 2025[GRI 14.9.6]
 Tahapan Rekrutmen PTVI
                                                                                   Lokal

                                                                              Non-Lokal

                                                                                   Lokal

                                                                               Non-Lokal

                                                                                   Lokal                                                                         2.183

                                                                              Non-Lokal

                                                                                   Lokal

                                                                               Non-Lokal

                                                                                   Lokal

                                                                               Non-Lokal

                                                                                   Lokal

                                                                               Non-Lokal

                                                                                                                              Laki-laki   Perempuan

                                                                  Catatan: Karyawan lokal didefinisikan sebagai individu yang domisili resminya, sebagaimana tercantum dalam Kartu Tanda
                                                                  Penduduk (KTP), berada di kabupaten yang sama dengan lokasi operasional tempat mereka ditugaskan. Karyawan lainnya
                                                                  dikategorikan sebagai non-lokal.




125       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 126
 Upaya untuk mempertahankan proporsi karyawan lokal
                                                                      Memperkuat Kesiapan Tenaga Kerja Lokal melalui Pelatihan Vokasi bersama Poliwako
 yang tinggi didukung melalui investasi dalam pendidikan dan
 pengembangan keterampilan. Kami bekerja sama dengan
 sekolah serta lembaga pendidikan vokasi untuk membuka
 peluang kerja sekaligus membangun jalur pengembangan
 tenaga kerja lokal yang kompeten. Melalui kemitraan ini,
 kami memperkuat proses rekrutmen dan retensi talenta
 lokal, sehingga masyarakat sekitar memiliki kompetensi yang
 dibutuhkan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat
 dari kegiatan operasional kami.




                                                               Untuk mendukung agenda hilirisasi industri di Indonesia serta     sehingga peserta dapat mengaplikasikan keterampilan
                                                               kebutuhan tenaga kerja di masa depan, PTVI meluncurkan            yang diperoleh secara langsung di lingkungan kerja
                                                               program Vocational Short-Term Training (VST) bekerja sama         nyata.
                                                               dengan Politeknik Sorowako (Poliwako) pada Agustus 2025.
                                                               Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing talenta     Melalui kolaborasi antara industri dan institusi
                                                               lokal sekaligus mempersiapkan masyarakat di sekitar wilayah       pendidikan ini, PTVI berupaya membangun pipeline
                                                               operasional dalam menghadapi peluang industri yang terus          talenta lokal yang berkelanjutan dan selaras
                                                               berkembang.                                                       dengan kebutuhan operasional. Dengan membekali
                                                                                                                                 masyarakat lokal dengan keterampilan praktis yang
                                                               Melalui proses seleksi yang kompetitif dengan total 140           siap pakai di industri, program ini turut berkontribusi
                                                               pendaftar, sebanyak 45 peserta terpilih untuk mengikuti           pada pengembangan sumber daya manusia jangka
                                                               pelatihan di tiga bidang yang relevan dengan kebutuhan            panjang serta memperkuat partisipasi ekonomi yang
                                                               industri, yaitu pengelasan (welding), kelistrikan (electrical),   inklusif di Luwu Timur.
                                                               dan administrasi bisnis. Program pelatihan teknis berlangsung
                                                               selama tiga bulan, yang kemudian dilanjutkan dengan magang
                                                               selama tiga bulan bersama kontraktor nasional mitra PTVI,




126       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
 Dukungan bagi Karyawan Perempuan                                 Komposisi Karyawan PTVI berdasarkan Gender dan Kategori Pekerjaan Tahun 2023–2025[GRI 405-1]

 Perempuan masih merupakan kelompok minoritas di PTVI,
 dan kami tetap berkomitmen kuat untuk meningkatkan
 keterwakilan serta pengalaman kerja mereka secara
 keseluruhan. Pada tahun pelaporan, 12% dari total tenaga
 kerja dan 17,2% dari posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan,
 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini
 menunjukkan bahwa kami berada pada jalur yang tepat untuk
 mencapai target internal, yaitu meningkatkan partisipasi
 perempuan hingga 16% dari total tenaga kerja.




                                                                                                      General Manager          Senior Staff
                                                                                   Manajemen                                                          Staf             Non-staf
                                                                                                       atau Spesialis         atau Manajer


                                                                                                                            Laki-laki      Perempuan




                                                                  Pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada proses rekrutmen, tetapi juga menuntut terciptanya lingkungan kerja di
                                                                  mana perempuan merasa aman, didukung, dan inklusif—terutama dalam industri yang secara tradisional didominasi oleh laki-laki.
                                                                  Untuk itu, PTVI menerapkan berbagai inisiatif yang dirancang agar perempuan merasa diterima, dihargai, dan mampu berkembang
                                                                  secara optimal, sebagaimana ditunjukkan dalam ilustrasi yang menyertainya.




127       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 128
 Dukungan di Tempat Kerja bagi Karyawan                          menjadi lebih ringan serta membebaskan karyawan hamil            Selain itu, PTVI menyediakan berbagai manfaat yang
 Perempuan                                                       dari jadwal kerja malam, sehingga mereka dapat mem-              mendukung kebutuhan keluarga, mulai dari penanggungan
                                                                 prioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan           hingga 100% biaya persalinan hingga dukungan pendidikan
                                                                 secara keseluruhan. Kami juga memberikan cuti melahirkan         dan layanan kesehatan bagi anak karyawan hingga tingkat
                                            Transportasi
                                        door-to-door pada        minimal selama empat bulan, yang dapat diperpanjang              tertentu. Selain itu, karyawan juga berhak atas cuti berbayar
                                     malam hari (22.00–06.00),
                                      dipisahkan berdasarkan     sesuai rekomendasi medis. Kebijakan ini dirancang sebagai        untuk keperluan keluarga atau kondisi darurat, termasuk
                                               gender
                                                                 langkah sistematis untuk memastikan perempuan dapat tetap        ketika anggota keluarga sakit. Melalui berbagai inisiatif
                                                                 berpartisipasi secara penuh dan aman dalam dunia kerja.          tersebut, kami berupaya mendorong kesetaraan gender,
      Cuti menstruasi                 Cuti melahirkan yang
                                                                 Selain itu, karyawan laki-laki memperoleh cuti ayah selama       meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta berkontribusi
      selama dua hari                 komprehensif beserta       tiga hari untuk mendampingi pasangan saat proses persalinan.     dalam membangun keluarga yang lebih kuat dan tangguh.
                                     paket manfaat pendukung
        setiap bulan                                             Kebijakan ini tidak hanya memungkinkan peran ayah dalam
                                                                 pengasuhan awal, tetapi juga memperkuat dukungan keluarga        Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
                                                                 serta mendorong pembagian peran yang lebih seimbang dalam
                     Fasilitas ruang laktasi                     rumah tangga.                                                    PTVI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang
                   khusus untuk mendukung
                          ibu menyusui
                                                                                                                                  inklusif dengan memberikan kesempatan yang setara bagi
                                                                 Pada tahun 2025, sebanyak 79 karyawan perempuan dan 2.450        penyandang disabilitas. Proses rekrutmen kami terbuka dan
                                                                 karyawan laki-laki berhak atas cuti orang tua, sementara 87      dapat diakses oleh semua pihak, dengan memastikan bahwa
 Kesetaraan Gender                                               karyawan laki-laki dan 13 karyawan perempuan memanfaatkan        setiap kandidat dinilai berdasarkan kemampuan, potensi, serta
                                                                 hak tersebut. Efektivitas kebijakan ini tercermin dari tingkat   kesesuaian dengan posisi yang dilamar. Penyandang disabilitas
 PTVI memastikan bahwa karyawan tidak kehilangan                 kembali bekerja (return-to-work rate) sebesar 100% bagi          didorong untuk berpartisipasi dalam proses rekrutmen, sejalan
 kesempatan untuk bekerja, berkembang, dan memajukan             karyawan perempuan setelah cuti melahirkan, di mana              dengan keyakinan kami bahwa keberagaman kemampuan
 karier ketika mereka memilih untuk membangun keluarga.          seluruhnya tetap melanjutkan pekerjaan mereka setelah            akan memperkuat organisasi. Pada tahun 2025, sekitar 2,5%
 Kami memahami bahwa tanggung jawab keluarga, khususnya          kembali bekerja. Rincian lebih lanjut mengenai data cuti orang   atau 74 karyawan merupakan penyandang disabilitas, dengan
 terkait kehamilan dan persalinan, dapat berdampak lebih besar   tua disajikan pada Bab Tabel Data.                               15 di antaranya menduduki posisi kepemimpinan.
 terhadap perjalanan karier perempuan. Oleh karena itu, kami
 menyediakan manfaat cuti melahirkan yang komprehensif                                                                            Untuk mendukung partisipasi penuh, kami menyediakan
                                                                                                          Laki-laki   Perempuan
 serta kebijakan yang berorientasi pada keluarga untuk                                                                            fasilitas dan akomodasi kerja yang aksesibel. Fasilitas tersebut
 mendukung kebutuhan orang tua. Hal ini merupakan bagian                                                                          meliputi jalur kerja yang ramah kursi roda di area operasional,
 penting dari komitmen kami dalam menciptakan lingkungan          Karyawan yang berhak atas cuti                                  toilet khusus yang dapat diakses, serta tempat duduk prioritas
                                                                                                          2.450          79
 kerja yang sehat, suportif, dan setara.                          melahirkan                                                      pada bus karyawan. Melalui berbagai upaya ini, kami berupaya
                                                                  Karyawan yang mengambil cuti                                    menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan
 Untuk mendukung karyawan perempuan selama masa                                                             87           13       penyandang disabilitas bekerja dengan nyaman dan aman,
                                                                  melahirkan
 kehamilan, kami memberikan penyesuaian pekerjaan                                                                                 serta berkontribusi secara optimal dalam operasional kami.




128         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
 Remunerasi dan Tunjangan Karyawan
 Pemberian Tunjangan [GRI 401-2]                                                                                      Remunerasi yang Patuh dan Berkeadilan[POJK51-F.20]
 Kami menempatkan penciptaan lingkungan kerja di                  Employee Compensation
                                                                      Kompensasi dan          Permanent
                                                                                              Karyawan    Temporary
                                                                                                          Karyawan    [GRI 202-1][GRI 405-2]
                                                                    Tunjangan Karyawan
                                                                       and Benefit              Tetap
                                                                                               Employee    Kontrak
                                                                                                           Employee
 mana setiap karyawan merasa dihargai sebagai prioritas                                                               PTVI memberikan remunerasi yang adil dan kompetitif kepada
 utama, karena mereka merupakan inti, pemikiran, dan         Gaji Pokok                                               karyawan tanpa diskriminasi berdasarkan gender maupun
 kekuatan di balik operasional kami. Oleh karena itu,                                                                 karakteristik pribadi lainnya. Kami memastikan rasio upah 1:1
 kami berkomitmen tidak hanya untuk memberikan               Fasilitas Kesehatan                                      antara karyawan laki-laki dan perempuan untuk peran yang
 kompensasi yang kompetitif, tetapi juga menyediakan         Asuransi Jiwa                                            sama dengan kualifikasi serta tanggung jawab yang setara.
 berbagai manfaat karyawan secara komprehensif sesuai                                                                 Prinsip ini diterapkan secara konsisten di seluruh posisi.
 dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku serta         Program BPJS Kesehatan
 Perjanjian Kerja Bersama (PKB).                             Program BPJS Ketenagakerjaan                             Struktur remunerasi kami juga mencakup berbagai
                                                                                                                      manfaat tambahan seperti tunjangan, bonus, serta insentif
 Tabel pada bagian ini menyajikan kompensasi dan             Perlindungan disabilitas dan                             penempatan, termasuk fasilitas perumahan di area operasional
 tunjangan yang kami berikan kepada karyawan tetap           ketidakmampuan bekerja                                   tambang seperti Sorowako, Morowali, dan Pomalaa. Selain itu,
 dan tidak tetap di seluruh wilayah operasional, termasuk    Dukungan Perumahan                                       karyawan juga memperoleh hak cuti sesuai dengan ketentuan
 Jakarta, Makassar, Sorowako, Wawondula, Wasuponda,                                                                   yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
 Malili, Bahodopi, dan Pomalaa.                              Bonus Tahunan

                                                             Fasilitas Makan                                          Remunerasi dasar yang kami berikan berada di atas upah
 Paket manfaat kami mencakup kompensasi dan                                                                           minimum regional di seluruh wilayah operasional. Remunerasi
 insentif finansial yang kompetitif untuk mendukung          Program Insentif Tahunan (AIP)                           terendah bagi karyawan PTVI tercatat 8% lebih tinggi
 kesejahteraan, keseimbangan kehidupan kerja, serta          Bantuan Pendidikan Anak                                  dibandingkan upah minimum regional yang berlaku di
 kebutuhan keluarga; perlindungan kesehatan dan ke-          Karyawan                                                 Kabupaten Luwu Timur, lokasi operasi Sorowako kami. Hal
 tenagakerjaan melalui jaminan kesehatan dan program                                                                  ini mencerminkan komitmen kami untuk memastikan bahwa
 jaminan sosial; berbagai skema cuti berbayar; serta         Cuti Melahirkan                                          remunerasi tingkat awal tetap kompetitif dan melampaui
 dukungan operasional dan kebutuhan hidup, seperti           Tunjangan Transportasi                                   ketentuan upah minimum yang berlaku.
 fasilitas transportasi dan bantuan perumahan. Cakupan,
 durasi, serta mekanisme perhitungan manfaat tersebut        Tunjangan Cuti                                           Manfaat Pensiun [GRI 201-3]
 diatur secara rinci dalam PKB.                              Tunjangan Lembur                                         PTVI menyediakan manfaat pensiun yang komprehensif
                                                                                                                      bagi karyawan, mencakup aspek finansial, asuransi, serta
 Sesuai dengan ketentuan dalam PKB, kami juga                Tunjangan Pernikahan                                     penghargaan melalui berbagai skema. Program utama kami
 menyediakan skema insentif berbasis kinerja melalui         Tunjangan Hari Raya                                      adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yang wajib
 Annual Incentive Program (AIP), yang mempertimbang-                                                                  diikuti oleh seluruh karyawan tetap dengan masa kerja minimal
 kan kinerja PTVI secara keseluruhan, serta kontribusi tim   Santunan Duka                                            dua tahun. Dalam program ini, PTVI berkontribusi sebesar 10%
 dan individu. Besaran insentif ditentukan berdasarkan       Imbalan Masa Kerja                                       dari gaji karyawan, sementara karyawan berkontribusi sebesar
 kinerja perusahaan, kontribusi tim, dan pencapaian                                                                   2%.
 individu.                                                   Tunjangan Masa Kerja 25 Tahun


129       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 130
                                                                   perlindungan asuransi jiwa. Dalam skema ini, PTVI berkontribusi   Peserta program pelatihan tetap menerima upah penuh serta
                        176 karyawan mengikuti                     sebesar 4% dari gaji pokok untuk karyawan staf, dengan            dukungan logistik selama mengikuti pelatihan. Karyawan
                                program pelatihan
                                                                   kontribusi karyawan sebesar 2%. Untuk karyawan non-staff,         tetap mendapatkan gaji penuh, serta fasilitas konsumsi seperti
                           pra-pensiun pada 2025
                                                                   PTVI berkontribusi sebesar 10% dari gaji pokok.                   makan dan coffee break. Untuk pelatihan yang dilaksanakan
                         (239 termasuk pasangan)
                                                                                                                                     di luar area kerja, kegiatan tersebut diperlakukan sebagai
                                                                   Skema Manfaat Pensiun
                                                                                                                                     perjalanan dinas, sehingga karyawan berhak atas tunjangan
 Selain skema iuran pasti tersebut, kami juga mengakui
                                                                                                                                     yang sesuai. Selain itu, PTVI juga memberikan dukungan
 kewajiban imbalan pascakerja sesuai dengan peraturan
                                                                                                                                     administratif dan logistik bagi karyawan yang melanjutkan
 ketenagakerjaan yang berlaku. Kewajiban ini dihitung                    Dana Pensiun
                                                                                                                                     pendidikan tinggi secara paruh waktu, termasuk memfasilitasi
 berdasarkan masa kerja serta tingkat kompensasi karyawan              Lembaha Keuangan
                                                                            (DPLK)                                                   sesi perkuliahan di lokasi kerja apabila memungkinkan.
 pada saat pemutusan hubungan kerja atau pensiun.
                                                                                                                                     Karyawan yang ingin mengambil sabbatical leave untuk
                                                                                                                                     melanjutkan studi penuh waktu juga diberikan kesempatan,
 Liabilitas imbalan pascakerja jangka panjang kami terdiri dari
                                                                                                      Bonus dan                      dengan dukungan administratif dari perusahaan guna
 manfaat pensiun dan ketenagakerjaan, penghargaan masa                                             Penghargaan Masa                  menunjang kelancaran proses pendidikan mereka.
 kerja, serta manfaat kesehatan pascapensiun. Pada tahun                                                 Kerja
 2025, total liabilitas tersebut mencapai US$49.042 ribu,
 meningkat dari US$43.613 ribu pada tahun 2024 atau naik
 sebesar 12,4% secara tahunan.
                                                                   Pelatihan dan
 Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan
 kewajiban atas manfaat pensiun dan ketenagakerjaan serta          Pengembangan
 penghargaan masa kerja, seiring dengan dinamika tenaga kerja
 dan akumulasi masa kerja karyawan, yang sebagian diimbangi        Karyawan [POJK51-F.22]
 oleh penurunan manfaat kesehatan pascapensiun.
                                                                   Pengembangan karyawan tetap menjadi fondasi penting
 Seluruh liabilitas dihitung oleh aktuaris independen untuk        dalam mencapai keunggulan organisasi jangka panjang. Untuk
 memastikan akurasi dan kesesuaian dengan standar yang             mendukung hal tersebut, PTVI secara berkelanjutan menye-
 berlaku.                                                          lenggarakan berbagai program pelatihan dan pengembangan
                                                                   kapabilitas yang mencakup beragam tujuan, antara lain
 Selain itu, karyawan kami juga terlindungi melalui program        memperkuat kemampuan kepemimpinan, meningkatkan
 BPJS Ketenagakerjaan sebagai program jaminan sosial wajib         kompetensi teknis, serta memperdalam pemahaman terkait
 yang mencakup perlindungan kecelakaan kerja, santunan             praktik keberlanjutan dan keselamatan kerja. Selain program
 kematian, jaminan hari tua, pensiun, serta risiko cedera kerja.   tersebut, kami juga menyediakan pelatihan khusus bagi
                                                                   karyawan yang akan memasuki masa pensiun serta bagi
 Kami juga menyediakan manfaat tambahan melalui program            karyawan yang kembali bekerja setelah menjalani cuti dalam
 internal Saving Plan, yang memberikan manfaat tunai serta         jangka waktu panjang.



130       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
                          Program Pengembangan Karyawan[GRI 404-2]

                                                                                                        Program Pelatihan Pra-Pensiun — Mempersiapkan
      Program         Total Peserta                              Topik                                     Karyawan Menghadapi Masa Pensiun [GRI 404-2]

  Program         274 karyawan        1.  Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Energi
  Sertifikasi                         2.  Pembaruan Sertifikasi Pilot Drone (Remote Pilot)
  Profesional                         3.  Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Energi
                                      4.  Pelatihan Personel Keamanan – Kualifikasi Gada Utama
                                      5.  Pelatihan dan Sertifikasi Life Cycle Assessment (LCA)
                                      6.  Sertifikasi Pengawas Operasional Madya (POM)
                                      7.  Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP)
                                      8.  Rigging Dasar                                               Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung karyawan sepanjang
                                      9.  Scaffolding Dasar                                           siklus kariernya, PTVI menyelenggarakan Program Pelatihan
                                      10. Inspektur Scaffolding                                       Pra-Pensiun tahun 2025 bagi karyawan yang akan memasuki masa
                                      11. Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi                 pensiun. Program ini dilaksanakan dalam dua gelombang pada
                                      12. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran        Februari 2025 di Learning Centre dan beberapa lokasi bisnis terpilih,
                                          Udara                                                       dengan melibatkan 55 peserta.
                                      13. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air
                                      14. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3          Program yang berlangsung selama tiga hari ini berfokus pada
                                      15. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah Padat       penguatan kesiapan mental, perencanaan keuangan, kesadaran
                                          Non-B3                                                      kesehatan, serta peluang pascapensiun. Para peserta memperoleh
                                      16. Sertifikasi Operator Sarana Pengendalian Pencemaran         pemahaman mengenai strategi menjaga kesehatan fisik dan mental,
                                          Udara                                                       pengelolaan aset secara bertanggung jawab, serta penemuan kembali
                                      17. Sertifikasi Ahli Pelaporan Eksplorasi Rinci                 tujuan hidup di luar peran profesional. Kunjungan lapangan ke usaha
                                      18. Sertifikasi Pengawas Operasional Utama (POU)                lokal juga memberikan wawasan praktis terkait kewirausahaan dan
                                      19. Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Keahlian Bendungan Besar   alternatif sumber penghasilan setelah pensiun.
                                      20. Kursus Juru Ledak Level II
                                      21. Sertifikasi Loading Master                                  Melalui program transisi yang terstruktur ini, PTVI berupaya
                                      22. Recognition of Current Competency (RCC)                     memastikan bahwa masa pensiun tidak dipandang sebagai
                                                                                                      akhir, melainkan sebagai fase baru yang didukung oleh kesiapan,
                                                                                                      kepercayaan diri, dan stabilitas. Dengan membekali karyawan dengan
                                                                                                      pengetahuan dan keterampilan yang relevan, PTVI menegaskan
                                                                                                      komitmen jangka panjang terhadap kesejahteraan karyawan dan
                                                                                                      pengelolaan tenaga kerja yang berkelanjutan.




131      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 132
 Jam Pelatihan[GRI 404-1]                                                            Karyawan yang Mengikuti Pelatihan dan Jam Pelatihan Tahun 2025

 Program pelatihan yang dilaksanakan sepanjang tahun              Kategori                        Total Peserta Pelatihan                               Total Jam Pelatihan
 menghasilkan total 70.656 jam pelatihan dengan melibatkan        Pekerjaan
 2.553 peserta dari seluruh kategori karyawan, mulai dari                             Laki-laki         Perempuan           Total          Laki-laki        Perempuan           Total
 manajemen senior hingga non-staf. Secara rata-rata, setiap      Manajemen               27                 2                29                 473                35            508
 karyawan mengikuti pelatihan selama 27,68 jam. Kelompok
 non-staf mencatat rata-rata jam pelatihan tertinggi, diikuti      General
 oleh kelompok Senior Staff atau Manajer. Berdasarkan gender,    Manager atau            91                 16               107               1.979              452           2.431
 karyawan perempuan rata-rata mengikuti pelatihan selama           Spesialis
 31,34 jam, lebih tinggi dibandingkan karyawan laki-laki yang     Senior Staff
 rata-rata 27,14 jam, dengan selisih sekitar empat jam. Data                             393                95              488                12.228             2.710        14.938
                                                                 atau Manajer
 periodik sejak tahun 2023 disajikan lebih lanjut dalam Bab
 Tabel Data.                                                         Staf                628               136              764                15.880            4.044         19.924

                                                                   Non-staf             1.041               64              1.105              29.880            2.975         32.855
 Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karier [GRI
 404-3]                                                             TOTAL               2.180              313              2.493              60.440         10.216           70.656


 Pemantauan kinerja secara berkala merupakan hal yang                                                    Rata-rata Jam Pelatihan Tahun 2025
 penting untuk memastikan karyawan memperoleh
 arahan, umpan balik, serta dukungan pengembangan yang
 dibutuhkan dalam perjalanan karier mereka. Proses evaluasi                                                                         Rata-rata Jam Pelatihan (Total Jam Pelatihan / Total
 yang terstruktur memungkinkan PTVI untuk mengidenti-                                 Kategori Pekerjaan                                           Jumlah Karyawan)
 fikasi kekuatan, mengatasi kesenjangan kompetensi, serta                                                                           Laki-laki           Perempuan             Total
 membangun talent pipeline yang kuat guna mendukung
 keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Kinerja                                   Manajemen                                    13,14              8,75                12,70
 seluruh karyawan tetap dievaluasi setiap tahun, sementara                       General Manager atau Spesialis                       18,67               26,59               19,76
 karyawan tidak tetap mengikuti jalur evaluasi tersendiri yang
 disesuaikan dengan status kepegawaiannya. Pada tahun 2025,                        Senior Staff atau Manajer                          25,06               24,64               24,98
 100% karyawan telah menjalani proses penilaian kinerja.                                        Staf                                  22,09               26,26               22,82

                                                                                           Non-staf                                   23,44               39,14               24,32

                                                                                               TOTAL                                  23,03               28,30               23,67




132       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
         Karyawan yang Menerima Penilaian Kinerja 2025
                                                                              Peluncuran IMPACT: Membangun Budaya Kinerja yang Transparan dan Berorientasi pada
                                                                                                              Pengembangan

                                                                 .




          Manajemen        General            Senior     Staf   Non-staf
                         Manager atau       Staff atau
                           Spesialis         Manajer


                                        L          P

 Karyawan pada level staf dan di atasnya dievaluasi melalui sistem Career     Pada Juli 2025, PTVI memperkenalkan IMPACT (Initiate, Measure, Perform, Align, Collaborate, Transform)
 & Succession Planning (CSP), yang menyediakan penilaian kinerja secara       sebagai sistem manajemen kinerja yang diperbarui, yang dirancang untuk mendukung pengembangan
 berkelanjutan, mendukung pengembangan talenta, serta memfasilitasi           karyawan serta memperkuat keselarasan antara kontribusi individu dan tujuan perusahaan. Sistem ini
 perencanaan suksesi untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan.             menggantikan kerangka sebelumnya dan dikembangkan untuk mencerminkan dinamika organisasi yang
 Sementara itu, karyawan non-staf dievaluasi melalui sistem Personal          terus berkembang, termasuk dalam proses carve-out.
 Performance Effectiveness Appraisal (PPEA). Melalui penilaian kinerja yang
 dilakukan secara berkelanjutan, kami memperoleh pemahaman yang lebih         IMPACT menyediakan struktur yang lebih jelas dalam penetapan tujuan, pengukuran kinerja, serta
 mendalam mengenai potensi karyawan serta mengidentifikasi peluang            pemberian umpan balik secara berkelanjutan, sehingga karyawan dapat memahami ekspektasi dengan lebih
 pengembangan karier yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi.          baik, memantau progres, serta merencanakan pengembangan karier mereka. Pendekatan ini menekankan
                                                                              aspek keadilan, kolaborasi, dan hasil yang terukur, sehingga memperkuat budaya kerja yang mengakui
                                                                              kinerja dan kontribusi secara transparan.

                      Sertifikasi Great Place to Work®                        Didukung oleh platform digital dengan kemampuan analitik yang lebih canggih, sistem ini memungkinkan
                      Pada tahun 2025, PTVI memperoleh sertifikasi            proses evaluasi kinerja yang lebih terstruktur serta mendukung pengambilan keputusan pengembangan
                      dari Great Place to Work® sebagai salah satu Best       talenta berbasis data. Implementasi IMPACT dimulai pada siklus penetapan tujuan tahun 2025 dan akan
                      Companies to Work For™ di Asia Tenggara, dengan         terus disempurnakan melalui keterlibatan aktif karyawan dan pimpinan.
                      88% karyawan menyatakan bahwa PTVI merupakan
                      tempat kerja yang baik—jauh di atas rata-rata           Melalui IMPACT, PTVI bertujuan untuk membangun budaya kinerja yang memberdayakan karyawan,
                      global sebesar 59%.                                     mendorong perbaikan berkelanjutan, serta mendukung pengembangan karier jangka panjang.




133       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 134
 Kesehatan dan Keselamatan Karyawan[POJK51-F.21]
 Komitmen terhadap Kesehatan dan Keselamatan
 Kerja
                                                                                    Kerangka Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja[GRI 403-1] [GRI 403-2]
 PTVI menyadari bahwa industri pertambangan memiliki risiko dan
 bahaya yang melekat, sehingga kami berkomitmen untuk mengelola            Jenis Program                        Program                                             Frekuensi
 risiko tersebut secara proaktif, khususnya untuk mencapai
 nihil fatalitas kerja dan nihil penyakit akibat kerja. Komitmen      Program Pelatihan dan         Contractor Safety Management      Bulanan
 ini menjadi landasan utama yang mendukung keberlangsungan            Induksi                       System (CSMS)
 operasional kami, melalui penerapan Sistem Manajemen Kesehatan
 dan Keselamatan Kerja (SMK3) sebagai mekanisme pencegahan                                          General Induction Program (GIP)   Untuk karyawan baru, pembaruan setiap 2 tahun

 utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional untuk                                         Site-Specific Induction Program   Sesuai kebutuhan untuk akses area tertentu
 menurunkan risiko. Komitmen ini juga mencerminkan kepatuhan                                        (SSIP)
 kami terhadap Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
 No. 26 Tahun 2018 yang mewajibkan perusahaan pertambangan                                          Safety Talks                      Dilaksanakan sebelum memulai pekerjaan

 untuk memastikan operasional yang aman dan sehat. [GRI 403-1]        Pedoman Manajemen             Pedoman Program Pencegahan        Disosialisasikan secara berkelanjutan
                                                                                                    Fatalitas
 SMK3 kami mencakup berbagai aspek, antara lain program pelatihan
 dan induksi, pedoman manajemen, penilaian risiko, sistem perizinan                                 Pedoman Pencegahan Kelelahan      Disosialisasikan secara berkelanjutan

 dan otorisasi kerja, serta kegiatan audit dan inspeksi. Sistem ini                                 (Fatigue)

 juga telah diselaraskan dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827       Penilaian Risiko              Hazard Identification and Risk    Bulanan
 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik                                            Assessment (HIRA)
 Pertambangan yang Baik, termasuk penerapan Sistem Manajemen
 Keselamatan Pertambangan (SMKP). Implementasi SMKP dipantau                                        Health Risk Assessment (HRA)      Tahunan

 melalui audit tahunan, yang pada tahun ini menunjukkan tingkat                                     Risk Assessment (RA)              Sebelum pekerjaan baru dimulai atau saat terjadi perubahan kondisi
 kepatuhan sebesar 75,5%. Selain itu, pada tahun pelaporan, PTVI                                                                      risiko
 berhasil memperoleh sertifikasi ISO 45001, yang menegaskan
 keselarasan kami dengan praktik manajemen kesehatan dan                                            Job Safety Analysis (JSA)         Sebelum pekerjaan baru dimulai atau saat terjadi perubahan kondisi

 keselamatan kerja yang diakui secara internasional. [GRI 403-1]                                                                      risiko

                                                                      Perizinan & Otorisasi Kerja   Safe Working Permit (SWP)         Wajib untuk seluruh pekerjaan berbasis proyek
 Pendekatan K3 kami berlaku untuk seluruh karyawan (100%),
 termasuk tenaga kontraktor dan vendor, serta mencakup seluruh                                      Critical Activity Requirements    Audit bulanan untuk seluruh aktivitas berisiko tinggi

 pihak yang melakukan aktivitas atau berkunjung ke area operasional                                 (CAR)

 kami, seperti Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Kami meyakini bahwa   Audit & Inspeksi              Heavy Equipment Inspection        Harian
 sistem K3 yang efektif harus dibangun berdasarkan pengalaman para                                  (Pengecekan dan Pemeriksaan
 pihak tersebut yang menjalankannya setiap hari. Masukan mereka                                     Harian, or P2H)
 menjadi dasar untuk menjaga relevansi sistem dengan kondisi di
 lapangan serta mendorong perbaikan berkelanjutan.                                                  Audit/Inspeksi                    Minimal 8 audit per orang per bulan



134       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
 Setiap tahun, karyawan, kontraktor, dan vendor berpartisipasi   Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Strategi
 dalam pertemuan dengan Komite Keselamatan Pertambangan          Mitigasi
 (KKP) untuk membahas isu-isu K3. Untuk memastikan setiap        Salah satu tahapan terpenting dalam SMK3 kami adalah
 masukan ditindaklanjuti secara tepat, kami telah menetapkan     proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Proses ini
 mekanisme yang jelas dalam meninjau dan merespons aspirasi      memungkinkan PTVI untuk mengidentifikasi bahaya kerja
 karyawan dalam kerangka SMK3 kami. [GRI 403-4][GRI 403-8]       yang berpotensi menimbulkan cedera berat maupun penyakit
                                                                 akibat kerja, sehingga kami dapat merancang langkah-langkah
                                                                 yang paling tepat dan efektif dalam meningkatkan kinerja K3.
                                                                 Penilaian dilakukan melalui kerangka Hazard Identification
                  100% karyawan dan tenaga                       and Risk Assessment (HIRA), yang dilaksanakan setiap bulan
              kerja non-karyawan tercakup                        atau ketika terdapat risiko baru. Proses ini dilakukan oleh
                  dalam SMK3 kami, dengan                        tenaga profesional internal yang telah tersertifikasi sebagai
         data yang telah diverifikasi melalui                    Pengawas Operasional Pertama (POP) oleh Kementerian
         audit internal dan eksternal[GRI 403-8]                 ESDM, serta mengikuti pelatihan HIRA secara berkala setiap
                                                                 dua tahun. [GRI 403-2]

 PTVI memastikan bahwa seluruh mitra usaha, termasuk             Berdasarkan hasil penilaian HIRA terbaru, kami mengiden-
 kontraktor dan subkontraktor, mematuhi persyaratan SMK3         tifikasi berbagai potensi bahaya, antara lain pengoperasian
 yang kami terapkan. Kami menyediakan pedoman HSE yang           alat berat, pekerjaan di ketinggian, aktivitas peledakan,
 komprehensif dan selaras dengan standar operasional kami,       pekerjaan di area dengan potensi paparan gas berbahaya,
 yang wajib ditinjau oleh seluruh pemasok serta menjadi bagian   lingkungan dengan paparan panas tinggi, lingkungan dengan
 dari proses registrasi dan persetujuan sebelum mereka dapat     tingkat kebisingan tinggi, serta aktivitas terkait lainnya. Risiko
 berpartisipasi dalam proses pengadaan maupun kontrak.           yang ditimbulkan mencakup cedera dan fatalitas, keracunan
 Pemasok yang tidak memenuhi kriteria wajib HSE, termasuk        gas, stres panas (heat stress), gangguan pendengaran, serta
 yang tercantum dalam daftar pelanggaran ketenagakerjaan         gangguan muskuloskeletal.
 nasional (Dirty List), tidak memenuhi syarat untuk bekerja
 sama dengan kami. PTVI juga berhak untuk menangguhkan           Hasil penilaian ini menjadi dasar dalam penerapan berbagai
 atau menghentikan pekerjaan kontraktor, baik sebagian           langkah pengendalian untuk meningkatkan K3. Tindakan
 maupun seluruhnya, apabila ditemukan risiko HSE yang serius     tersebut mengacu pada hierarki pengendalian risiko, yang
 atau bersifat segera (imminent), maupun apabila terjadi         dimulai dari eliminasi bahaya, substitusi dengan proses atau
 pelanggaran terhadap persyaratan keselamatan internal           material yang lebih aman, penerapan pengendalian teknis
 maupun ketentuan hukum yang berlaku. [GRI 403-7]                dan administratif untuk mengurangi paparan, serta sebagai
                                                                 langkah terakhir penggunaan alat pelindung diri (APD) yang
                                                                 sesuai. [GRI 403-2][GRI 403-9][GRI 403-10]




135       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 136
                                                                                                                                                Selain HIRA, PTVI juga melaksanakan Health Risk Assessment
                                                                                                                                                (HRA) setiap tahun untuk mengidentifikasi potensi penyakit
                                            Bahaya Terkait Pekerjaan dan Mitigasi Risiko[GRI 403-9][GRI 403-10]                                 akibat kerja yang terkait dengan aktivitas operasional.
                                                Risiko Cedera                                                                                   Berdasarkan penilaian terbaru, beberapa penyakit akibat kerja
                 Bahaya                       Berat & Gangguan                              Tindakan Pengendalian Risiko                        yang teridentifikasi dengan tingkat risiko tertinggi meliputi
                                                 Kesehatan                                                                                      bronkitis, Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Noise-Induced
                                                                                                                                                Hearing Loss (NIHL), dermatitis kontak alergi, serta radial
                                              Cedera serius /          •   Pengembangan standar CAR/MHS-03                                      styloid tenosynovitis. Selama tahun pelaporan, kami mengi-
 Pengoperasian alat berat
                                              fatalitas                •   Pelatihan dan audit keselamatan pengoperasian kendaraan              dentifikasi bahwa sejumlah bahaya dan risiko yang terdeteksi
                                              Cedera serius /          •   Penerapan standar CAR/MHS-09                                         melalui proses HIRA dan HRA menjadi kontributor utama
 Pekerjaan di ketinggian                                                                                                                        terhadap cedera kerja dan gangguan kesehatan, khususnya
                                              fatalitas                •   Pelatihan dan audit terkait bahaya kerja di ketinggian
                                                                                                                                                yang berkaitan dengan paparan debu dan partikel udara,
                                                                       •   Penerapan standar CAR/MHS-09                                         tingkat kebisingan tinggi, tekanan ergonomi akibat pekerjaan
                                              Cedera serius /
 Aktivitas peledakan                                                   •   Sertifikasi juru ledak                                               berulang, serta paparan bahan kimia atau zat berbahaya
                                              fatalitas
                                                                       •   Audit keselamatan terkait operasi peledakan                          lainnya. Untuk memitigasi risiko tersebut, kami menerapkan
                                                                       •   Penilaian risiko higiene industri di seluruh area operasional        berbagai langkah pencegahan, termasuk pelaksanaan Medical
 Bekerja di area dengan potensi paparan                                •   Pemantauan langsung dan daring                                       Check-Up (MCU) secara berkala untuk memantau kondisi
                                              Keracunan gas                                                                                     kesehatan pekerja, Job Safety Analysis (JSA) untuk mengi-
 gas berbahaya                                                         •   Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman
                                                                       •   Penggunaan APD wajib sesuai kebutuhan                                dentifikasi dan mengendalikan bahaya di tempat kerja, serta
                                                                                                                                                penerapan pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan
                                                                       •   Penilaian risiko higiene industri di seluruh area operasional        alat pelindung diri (APD) guna mengurangi paparan terhadap
 Bekerja di lingkungan dengan paparan         Stres panas (heat        •   Pemantauan langsung dan daring                                       risiko kesehatan kerja. [GRI 403-9][GRI 403-10]
 panas                                        stress)                  •   Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman
                                                                       •   Penggunaan APD wajib sesuai kebutuhan                                Pada tahun 2025, sebanyak 2.903 karyawan dan 15.044
                                                                       •   Penilaian risiko higiene industri di seluruh area operasional        kontraktor telah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di
 Bekerja di lingkungan dengan tingkat         Gangguan                 •   Pemantauan langsung dan daring                                       seluruh wilayah operasional kami. [GRI 403-6]
 kebisingan tinggi                            pendengaran              •   Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman
                                                                       •   Penggunaan APD wajib sesuai kebutuhan                                 Jumlah Peserta Medical Checkup 2023-2025[GRI 403-6]

 Jenis pekerjaan lain yang diidentifikasi                              •   Penerapan pengendalian teknis pada peralatan tambang dengan risiko
 melalui analisis kebutuhan pekerjaan         Gangguan musku-              ergonomi tinggi                                                                      2.903

 proyek, termasuk:                            loskeletal (nyeri        •   Pengendalian administratif untuk meningkatkan kesadaran operator                                                           15.044



 •    Pengoperasian peralatan tambang         punggung bawah,              terhadap risiko ergonomi                                                             2.851

 •    Penanganan material secara              hernia, nucleus          •   Pengendalian administratif untuk aktivitas penanganan material                                                11.754


      manual                                  pulposus, dan lainnya)       secara manual
                                                                                                                                                                2.671
                                                                                                                                                                                                  14.131



                                                                                                                                                                        Karyawan   Kontraktor




136       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
                                                               Salah satu langkah utama dalam mitigasi risiko adalah memastikan seluruh personel memiliki kesiapsiagaan yang memadai
                                                               melalui prosedur Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat. Setiap departemen melaksanakan simulasi keadaan darurat setidaknya
                                                               satu kali dalam setahun, dengan partisipasi yang wajib bagi seluruh karyawan. Skenario yang dipersiapkan dalam simulasi
      Audit Internal ISO 45001 untuk Memperkuat
                                                               tersebut meliputi kebakaran, gempa bumi, benda jatuh, kecelakaan kendaraan, keracunan, paparan bahan kimia, tumpahan
      Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
                                                               hidrokarbon, tabrakan atau tergulingnya kendaraan, gigitan hewan berbisa, hingga potensi kegagalan bendungan. Dalam
                                                               situasi darurat yang berpotensi berdampak pada masyarakat, seperti kegagalan bendungan, masyarakat sekitar juga dilibatkan
                                                               dalam pelaksanaan simulasi. [GRI 14.15.4]

                                                                                    Peningkatan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat di Area Produksi




  Pada Juni 2025, PTVI melaksanakan audit internal secara
  komprehensif sebagai bagian dari persiapan penerapan
  ISO 45001:2018. Audit ini mengevaluasi efektivitas Sistem
  Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
  di seluruh fungsi operasional dan pendukung, termasuk
  kegiatan pertambangan, pengolahan, logistik, dan proyek.

  Hasil penilaian mengidentifikasi sejumlah peluang untuk
  memperkuat implementasi sistem, khususnya pada                  Pada November 2025, PTVI melaksanakan simulasi tanggap darurat yang terfokus di area Process Plant (Reduction
  aspek pengendalian dokumen, manajemen perubahan,                Kiln – CC3) untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi skenario operasional berisiko tinggi. Simulasi ini
  proses tindakan korektif, serta integrasi respons darurat.      mencakup kejadian kegagalan rem kontainer saat proses pengangkatan (hoisting) yang mengakibatkan skenario
  Di sisi lain, audit juga menegaskan kuatnya komitmen            cedera serius, serta menguji koordinasi antara tim operasional, personel keselamatan, Fire Emergency Services (FES),
  pimpinan terhadap tata kelola keselamatan, keberadaan           tim medis, dan keamanan.
  pengendalian risiko kritis yang terstruktur, serta
  pencapaian nihil insiden fatal dalam dua tahun terakhir.        Pelaksanaan simulasi menunjukkan koordinasi lintas fungsi yang kuat serta kepatuhan terhadap prosedur yang
                                                                  berlaku, sekaligus mengidentifikasi adanya kendala akses yang memengaruhi waktu respons. Temuan tersebut telah
  Melalui proses ini, PTVI terus memperkuat praktik               dimasukkan ke dalam rencana tindakan perbaikan untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan di lokasi.
  manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, guna
  memastikan sistem yang diterapkan tetap andal,                  Melalui pelaksanaan simulasi berbasis skenario secara rutin, PTVI terus memperkuat budaya keselamatan yang
  akuntabel, serta selaras dengan standar internasional dan       proaktif serta memastikan karyawan dan kontraktor selalu siap untuk merespons situasi darurat secara cepat dan
  praktik pertambangan yang bertanggung jawab.                    efektif.




137       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 138
 Selain kesiapsiagaan darurat, PTVI juga secara rutin meny-
                                                                    Sepanjang pelaksanaan, berbagai kegiatan bertema                 Layanan Kesehatan Kerja dan Non-Kerja
 elenggarakan pelatihan kesehatan, keselamatan, dan tanggap
                                                                    keselamatan     melibatkan    karyawan,    kontraktor,
 darurat (HSE) bagi karyawan. Program pelatihan ini bertujuan
                                                                    serta pemangku kepentingan lokal. Inisiatif yang                 PTVI berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan
 untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya di tempat
                                                                    dilakukan antara lain Dojo Safety Challenge, CrossFit            kerja dan non-kerja yang berkualitas bagi seluruh pekerja guna
 kerja serta memperkuat kesiapan pekerja dalam menghadapi
                                                                    Challenge, serta kompetisi olahraga antar departemen             melindungi kesejahteraan mereka di seluruh area operasional.
 potensi situasi darurat.
                                                                    yang dirancang untuk mendorong kerja sama tim,                   Layanan kesehatan kerja berfokus pada pencegahan, deteksi,
                                                                    kewaspadaan, dan perilaku keselamatan yang proaktif.             dan pengelolaan risiko kesehatan yang timbul dari kondisi
 Pada tahun 2025, pelatihan HSE dilaksanakan di berbagai lokasi
                                                                                                                                     kerja, sementara layanan kesehatan non-kerja mendukung
 operasional. Di lokasi Sorowako, total jam pelatihan mencapai
                                                                    Tidak hanya di area operasional, PTVI juga memperluas            kesejahteraan secara menyeluruh melalui program yang
 1.460 jam untuk karyawan dan 6.789 jam untuk kontraktor,
                                                                    edukasi keselamatan ke lima sekolah di Luwu Timur,               mendorong gaya hidup sehat serta pencegahan penyakit di
 sementara di lokasi Pomalaa mencapai 262 jam untuk karyawan
                                                                    melalui penyuluhan mengenai kesehatan kerja,                     luar faktor pekerjaan.
 dan 5.244 jam untuk kontraktor. Materi pelatihan mencakup
                                                                    keselamatan lingkungan (HSE), keselamatan berkendara,
 identifikasi bahaya di tempat kerja, prosedur operasi yang
                                                                    serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.                         Didukung oleh tenaga kesehatan profesional serta tim
 aman, kesiapsiagaan tanggap darurat, serta penggunaan alat
                                                                                                                                     kesehatan kerja yang terus mendapatkan pelatihan, kami
 pelindung diri (APD).
                                                                    Program ini menjadi pengingat bersama bahwa                      menjalankan berbagai program layanan kesehatan kerja,
                                                                    keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif.                   antara lain:[GRI 403-3]
 Seluruh sesi pelatihan dipandu oleh instruktur yang
                                                                    Melalui keterlibatan pimpinan, partisipasi tenaga
 tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),
                                                                    kerja, serta kolaborasi dengan masyarakat, PTVI terus            •   Penilaian Risiko Kesehatan di Tempat Kerja
 sehingga menjamin kualitas pelatihan yang diberikan. Untuk
                                                                    memperkuat budaya keselamatan guna menciptakan                   •   Penerapan ergonomi kerja
 memastikan efektivitas pembelajaran, setiap pelatihan
                                                                    lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif.          •   Surveilans dan analisis penyakit akibat kerja serta penyakit
 dilengkapi dengan post-test guna mengukur tingkat
                                                                                                                                         umum lainnya
 pemahaman peserta. [GRI 403-5]
                                                                  Seluruh karyawan dan pekerja memiliki akses terhadap               •   Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
                                                                  mekanisme pelaporan yang transparan dan efisien untuk              •   Pengelolaan kelelahan kerja
                                                                  melaporkan bahaya kerja maupun kondisi berbahaya melalui
   Bulan K3 Nasional 2025 — Memperkuat Budaya                     aplikasi CRM (Critical Risk Management) berbasis smartphone.       Selain itu, kami juga memberikan perhatian besar pada
         Keselamatan di Operasi Sorowako                          Selain itu, supervisor dapat melaporkan insiden atau               kebutuhan kesehatan non-kerja. Seluruh karyawan beserta
                                                                  kecelakaan melalui aplikasi khusus IRIS. Setiap laporan yang       keluarga mereka tercakup dalam berbagai manfaat kesehatan
    PTVI menutup rangkaian Bulan K3 Nasional 2025 di
                                                                  masuk ditindaklanjuti dengan investigasi menyeluruh untuk          yang disediakan perusahaan, termasuk kepesertaan dalam
    operasi Sorowako pada Februari 2025 sebagai bentuk
                                                                  mengidentifikasi akar penyebab. Hasil investigasi digunakan        program jaminan kesehatan nasional (BPJS), perlindungan
    penegasan komitmen dalam menjaga lingkungan
                                                                  untuk menyempurnakan prosedur K3 guna mencegah kejadian            biaya pengobatan dan rawat inap, serta akses terhadap
    kerja yang aman dan sehat. Program ini menekankan
                                                                  serupa di masa mendatang, dan setiap perubahan dikomuni-           layanan kesehatan melalui fasilitas rumah sakit INCO di lokasi
    bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan
                                                                  kasikan kepada karyawan melalui pelatihan K3. Dalam kondisi        operasional. Cakupan layanan ini diatur dalam PKB, termasuk
    terhadap prosedur, melainkan budaya bersama yang
                                                                  berbahaya, penghentian pekerjaan dan evakuasi dari area kerja      komitmen kami dalam menjaga kerahasiaan data medis
    tertanam di seluruh tingkat operasional.
                                                                  wajib dilakukan. Ketentuan ini secara konsisten disosialisasikan   karyawan. Informasi kesehatan dikelola secara ketat dan
                                                                  kepada seluruh karyawan melalui poster, kegiatan sosialisasi,      hanya dapat diakses oleh personel yang berwenang yang telah
                                                                  serta safety share rutin. [GRI 403-2]                              menandatangani Integrity Pact. [GRI 403-3][GRI 403-6]


138       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
 Sebagai pelengkap, PTVI juga secara proaktif menyelenggara-
 kan berbagai program promotif, preventif, dan suportif yang
                                                                            Kesadaran Kesehatan Mental Karyawan — Program Deteksi Dini di IGP Morowali
 mendorong gaya hidup sehat dan kesejahteraan menyeluruh.
 Program ini mencakup kegiatan kebugaran, pemeriksaan
 kesehatan berkala (tahunan atau dua tahunan), vaksinasi,
 serta dukungan nutrisi, higiene, dan sanitasi. Kami juga
 menyediakan program khusus yang berfokus pada kesehatan
 mental, penyakit tidak menular, penyalahgunaan zat, penyakit
 menular, serta risiko ergonomi dan gangguan muskuloskeletal.
 Seluruh program ini didukung sepenuhnya oleh perusahaan.
 Meskipun partisipasi bersifat sukarela, kami memastikan
 seluruh pekerja dapat dengan mudah mengakses program
 maupun informasinya melalui media sosial, pesan langsung,
 siaran informasi, serta papan informasi di area kerja.[GRI 403-6]




                                                                     Sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan suportif, PTVI melalui IGP
                                                                     Morowali menyelenggarakan program peningkatan kesadaran kesehatan mental dan deteksi dini bagi karyawan
                                                                     dan kontraktor pada Januari 2025. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kondisi operasional di mana lebih dari 70%
                                                                     karyawan bekerja jauh dari keluarga, yang berpotensi meningkatkan tekanan emosional dan kelelahan mental.

                                                                     Sesi yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan psikiater berlisensi yang memberikan pemahaman
                                                                     mengenai tanda-tanda awal gangguan psikologis, faktor pemicu stres di tempat kerja, serta strategi membangun
                                                                     mekanisme koping yang sehat. Peserta juga didorong untuk memandang kesehatan mental sebagai aspek yang
                                                                     sama pentingnya dengan keselamatan fisik dalam menjaga kesejahteraan dan produktivitas.

                                                                     Sebagai tindak lanjut, PTVI menyediakan layanan skrining kesehatan mental secara sukarela untuk membantu
                                                                     mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta memastikan dukungan yang tepat dapat diberikan secara cepat.
                                                                     Inisiatif ini turut memperkuat budaya kerja yang mendorong karyawan dan kontraktor untuk merasa aman
                                                                     dalam menyampaikan kondisi dan kebutuhan terkait kesehatan mental mereka.




139        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 140
 Statistik Cedera dan Penyakit Akibat Kerja                        insiden sebelum terjadi. Untuk mendukung hal tersebut, kami
                                                                   secara rutin menjalankan kampanye keselamatan dengan
 Di PTVI, keselamatan merupakan prioritas utama di seluruh         fokus kuat pada pengelolaan kelelahan (fatigue management),
 kegiatan operasional. Untuk memantau kinerja serta                yang diakui sebagai salah satu faktor utama penyebab insiden
 mendorong perbaikan berkelanjutan, kami melacak berbagai          kerja. Inisiatif ini mencakup penyampaian pesan keselamatan
 indikator kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan           melalui berbagai media, seperti banner dan materi komunikasi
 maupun kontraktor yang berada di bawah kendali operasional        visual di area operasional, guna memperkuat perilaku aman
 kami. Indikator tersebut tidak hanya mencakup jumlah              dan menjaga kesadaran keselamatan di seluruh tenaga kerja.
 cedera akibat kerja, tetapi juga insiden kehilangan waktu
 kerja (lost-time incidents), yang membantu kami memahami          Seiring dengan pertumbuhan tenaga kerja, khususnya
 risiko secara lebih komprehensif dan memperkuat langkah           dari sisi kontraktor, kami menyadari pentingnya menjaga
 pencegahan.                                                       pengendalian keselamatan yang kuat. Oleh karena itu, kami
                                                                   terus memperkuat Contractor Safety Management System
 Pada tahun 2025, kami mencatat nihil fatalitas di seluruh         (CSMS). Sistem ini memastikan bahwa seluruh kontraktor
 area operasional. Terdapat tiga cedera dengan konsekuensi         memenuhi standar keselamatan PTVI melalui proses yang
 tinggi dan 22 kasus cedera tercatat, seluruhnya melibatkan        terstruktur, mulai dari pra-kualifikasi, pelatihan keselamatan,
 kontraktor, dibandingkan dengan 10 kasus pada tahun 2024.         penilaian risiko, pengawasan, hingga pemantauan kinerja
 Kami juga mencatat satu insiden kehilangan waktu kerja pada       secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi erat dengan
 karyawan dan lima pada kontraktor. Selama tahun tersebut,         kontraktor, kami berupaya mencegah insiden, meningkatkan
 total jam kerja meningkat signifikan dari sekitar 32 juta jam     budaya keselamatan, serta mempertahankan komitmen
 menjadi 49 juta jam, yang terutama didorong oleh aktivitas        terhadap nihil fatalitas kerja.
 besar di Sorowako, termasuk pembangunan ulang furnace dan
 ekspansi proyek seiring mendekati kapasitas operasi penuh. [GRI
 14.15.3]




 Sebagai bagian dari pendekatan proaktif terhadap keselamatan,
 kami juga memantau insiden near miss. Insiden ini mencakup
 baik karyawan maupun kontraktor, dan seluruhnya dicatat
 secara terintegrasi untuk memberikan gambaran menyeluruh
 mengenai potensi risiko di seluruh operasi. Pada tahun 2025,
 tingkat frekuensi near miss tercatat sebesar 1,55, menunjukkan
 peningkatan sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya
 sebesar 1,84. Hal ini mencerminkan upaya berkelanjutan dalam
 meningkatkan kesadaran terhadap bahaya serta mencegah



140         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
                                                                      Statistik Cedera Akibat Kerja

                                                                         Total Jam Kerja 2023-2025




                                   Statistik Cedera Akibat Kerja Karyawan dan Pekerja Non-Karyawan 2023-2025[GRI 403-9][SASB EM-MM-320a.1]




141   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 142
 Mekanisme Pelaporan dan Penyelesaian Keluhan Karyawan
 PTVI berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang
                                                                             Tingkat Eskalasi Keluhan
 aman dan suportif bagi seluruh karyawan, termasuk melalui
 mekanisme yang jelas dan mudah diakses sebagaimana diatur
                                                                 Pelaporan kepada Atasan Langsung
 dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk menangani            Karyawan menyampaikan keluhan secara tertulis kepada atasan langsung dengan
 baik keluhan (terkait pelanggaran PKB) maupun pengaduan         tembusan kepada atasan yang lebih tinggi. Atasan langsung wajib memberikan tanggapan
 (isu lain di tempat kerja). Seluruh laporan ditangani dengan    dalam waktu maksimal tujuh hari sejak laporan diterima. Kegagalan dalam merespons
 menjaga kerahasiaan secara ketat, sehingga karyawan merasa      dapat dikenakan sanksi.
                                                                                                                                Jika masalah masih belum terselesaikan
 aman dan nyaman dalam menyampaikan permasalahan.
 Keterlibatan aktif karyawan juga memungkinkan identifikasi
 kesenjangan sistem serta mendorong perbaikan berkelanjutan
 di lingkungan kerja.                                            Eskalasi kepada Atasan yang Lebih Tinggi
                                                                 Karyawan menyampaikan keluhan kepada atasan tingkat berikutnya atau Manager once
 PTVI menerapkan mekanisme yang terstruktur dan bertahap         Removed (MoR) dengan mengacu pada dokumen yang dihasilkan pada Level I. Apabila
 dalam pelaporan serta penyelesaian permasalahan. Karyawan       tercapai penyelesaian, dokumentasi disampaikan kepada Human Resources dan Business
                                                                 Partner–Industrial Relations (HRBP-IR). Ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat
 dapat meneruskan permasalahan ke tingkat berikutnya             dikenakan sanksi kepada pihak terkait.
 hanya apabila belum terselesaikan pada tingkat sebelumnya.
 Mekanisme ini terdiri dari empat tingkat yang dirancang untuk                                                                  Jika masalah masih belum terselesaikan
 memastikan penyelesaian yang adil, transparan, dan tepat
 waktu.

                                                                 Peninjauan oleh Human Resource dan Business Partner–Industrial Relations (HRBP-IR)
                                                                 Karyawan dapat meminta HRBP-IR untuk meninjau keputusan pada tingkat sebelumnya
                                                                 berdasarkan ketentuan dalam PKB. Apabila permasalahan masih belum terselesaikan,
                                                                 karyawan dapat melanjutkan ke Level IV.

                                                                                                                                Jika masalah masih belum terselesaikan




                                                                  Penyelesaian Bipartit
                                                                  Apabila Level I hingga III belum menghasilkan kesepakatan atau penyelesaian, permasalahan
                                                                  dapat dibahas dalam pertemuan bipartit, di mana karyawan diwakili oleh serikat pekerja.




142       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
      Communities
143
  1   Laporam Keberlanjutan 2025
Page 144
 Pendekatan Kami terhadap Pelibatan Komunitas yang Bertanggung Jawab
                                                                                                                            Pada tahun 2025, PTVI melanjutkan pendekatan pengelolaan
                                                                                                                            hak asasi manusia yang diterapkan sejak 2024 karena tetap
                                                                                                                            relevan dengan konteks operasional dan dinamika sosial di
                                                                                                                            sekitar wilayah operasi. Pendekatan ini berlandaskan Kebijakan
                                                                                                                            Keberlanjutan dan kebijakan hak asasi manusia yang mengacu
                                                                                                                            pada standar internasional, termasuk IFC Performance
                                                                                                                            Standards, ISO 26000, ICMM, dan Voluntary Principles on
                                                                                                                            Security and Human Rights. Kami memiliki komitmen kebijakan
                                                                                                                            untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi
                                                                                                                            manusia dalam seluruh kegiatan operasional, yang disetujui
                                                                                                                            dan didukung oleh Direksi serta dipantau melalui mekanisme
                                                                                                                            pengawasan internal.

                                                                                                                            Topik material yang dikelola mencakup hak asasi manusia dan
                                                                                                                            komunitas, keterlibatan dan hubungan dengan masyarakat,
                                                                                                                            dampak ekonomi lokal, akses air bersih, serta permukiman
                                                                                                                            kembali. Pengelolaan dilakukan secara terintegrasi untuk
                                                                                                                            mencegah dan memitigasi dampak negatif sekaligus



 mendorong dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.       dan dapat diakses. Pengaduan yang relevan dengan isu hak     topik material dievaluasi secara berkala melalui pemantauan
 Keterlibatan masyarakat dilaksanakan secara terbuka dan       asasi manusia ditangani melalui proses uji tuntas (HRDD),    program, kinerja mekanisme pengaduan, serta umpan balik
 partisipatif sejak tahap perencanaan, didukung studi sosial   termasuk penilaian, tindak lanjut, dan langkah korektif.     pemangku kepentingan, sebagai bagian dari komitmen kami
 dan lingkungan untuk mengidentifikasi potensi dampak          Tindak lanjut atas pengaduan sebelumnya diwujudkan melalui   menjalankan operasional yang transparan, inklusif, dan selaras
 serta penerapan hierarki mitigasi apabila diperlukan. PTVI    penguatan kebijakan, perbaikan mekanisme pengaduan, dan      dengan kepentingan masyarakat.
 juga menyediakan mekanisme pengaduan yang terstruktur         implementasi rencana aksi HAM. Efektivitas pengelolaan




144
  2       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 145
 Penghormatan pada Hak Asasi Manusia
 PTVI berkomitmen untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi
 hak asasi manusia, termasuk hak-hak komunitas lokal, sebagai              Pembaruan Implementasi Rencana Aksi Uji Tuntas Hak Asasi Manusia [SASB EM-MM-210a.3]
 bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang
 bertanggung jawab. Pengelolaan risiko dan dampak HAM dilakukan            Menindaklanjuti investigasi independen Human Rights Due Diligence (HRDD) pada 2023, PTVI menyusun Komitmen dan
 melalui proses HRDD yang terintegrasi dalam kegiatan operasional,         Rencana Aksi Hak Asasi Manusia untuk merespons temuan serta memperkuat pendekatan pengelolaan HAM. Sepanjang
 sejalan dengan pendekatan penilaian dampak sosial dan keterlibatan        2025, kami melanjutkan implementasi rencana aksi tersebut pada sejumlah area prioritas, meliputi keterlibatan masyarakat,
 masyarakat.                                                               akses air bersih, perlindungan mata pencaharian, pengelolaan lahan, serta tata kelola keamanan.

 PTVI juga memastikan mitra bisnis, termasuk pemasok dan kontraktor,         Topik              Progres 2025                                           Langkah Selanjutnya (2026)
 menjalankan kegiatan usaha dengan menghormati hak asasi manusia
 melalui pelatihan berkelanjutan, identifikasi risiko secara transparan,     Manajemen          PTVI memperkuat mekanisme keterlibatan                 Perangkat pemantauan akan terus ditingkatkan melalui
 serta penerapan hierarki mitigasi, dengan mengacu pada standar              Linkungan          masyarakat dan penanganan pengaduan yang               penetapan indikator keberhasilan yang jelas serta
 internasional seperti IFC Performance Standards dan Voluntary               dan Sosial         selaras dengan IFC Performance Standard 5              penguatan kapasitas internal untuk penanganan isu
                                                                                                (IFC-PS). Penguatan ini mencakup peningkatan           dan pelaporan yang lebih sistematis. Selain itu, program
 Principles on Security and Human Rights (VPSHR).                                               kapasitas staf, pelaporan rutin kepada manajemen,      peningkatan kapasitas akan dilaksanakan bagi unit
                                                                                                serta penyempurnaan sistem pelacakan isu melalui       hubungan pemangku kepentingan guna mendukung
                                                                                                Social Development Information (SDI).                  keterlibatan yang lebih efektif dan bermakna.

                                                                             Sorowako:          Melanjutkan penyusunan Land Acquisition and            Implementasi corrective action plan (CAP) akan mengacu
                                                                             Kompensasi         Resettlement Framework (LARF) sebagai pedoman          pada LARF yang telah ditetapkan dan diintegrasikan ke
                                                                             dan Isu            proses pengadaan lahan di seluruh wilayah              dalam perencanaan proyek serta pengelolaan lahan. Upaya
    Kebijakan Hak Asasi Manusia kami menjadi landasan                                           operasional     guna      memastikan     konsistensi   ini mencakup pelaksanaan studi sosial-ekonomi terhadap
    dalam memastikan penghormatan, perlindungan,                                                implementasi, mencakup penilaian kompensasi,           masyarakat terdampak proyek (project affected people/
    dan pemulihan hak-hak individu dalam seluruh                                                praktik relokasi, serta rencana pemulihan mata         PAP) dan penyusunan rencana pemulihan mata pencaharian
                                                                                                pencaharian yang selaras dengan regulasi nasional      berdasarkan
    aktivitas operasional.                                                                      dan standar internasional. Selain itu, kami telah
                                                                                                menyelesaikan kajian diagnostik dan penyusunan
    Hak Asasi                  Dokumen Laporan Investigasi                                      corrective action plan (CAP) untuk pengadaan
    Manusia kami:              Publik Hak Asasi Manusia:                                        lahan sebelumnya.

                                                                             Asuli: Akses       PTVI melakukan penilaian berbasis hak asasi            Perusahaan melaksanakan rencana aksi perbaikan melalui
                                                                             untuk Air          manusia terkait akses air serta melanjutkan            konsultasi dengan masyarakat untuk memastikan akses
                                                                                                pemantauan kualitas air dengan melibatkan              air yang aman dan berkelanjutan. Upaya ini dilanjutkan
                                                                                                masyarakat      terdampak     guna     mendukung       dengan penyusunan prosedur standar bagi inisiatif
                                                                                                transparansi. Melalui proses ini, kesenjangan yang     pemantauan air berbasis masyarakat (community-based
                                                                                                ada diidentifikasi untuk penyusunan rencana aksi       monitoring/CBM), dengan mengacu pada kerangka
                                                                                                perbaikan yang diperlukan                              Interlaken Group guna memperkuat mekanisme
                                                                                                                                                       kolaboratif bersama pemangku kepentingan terdampak
                                                                                                                                                       dalam mengelola dampak HAM terkait kegiatan
                                                                                                                                                       pertambangan.




145         Laporam Keberlanjutan 2025
Page 146
                                                                                                                                           Pelatihan Hak Asasi Manusia untuk Petugas
                                                                                                                                           Keamanan[GRI 410-1]

                                                                                                                                           PTVI memastikan bahwa pengelolaan keamanan dilaksanakan
      Topik                Progres 2025                                         Langkah Selanjutnya (2026)                                 dengan menghormati hak asasi manusia dan sejalan
                                                                                                                                           dengan kebijakan internal, ketentuan nasional, serta prinsip
      Tanamalia:Mata       Keterlibatan pemangku kepentingan yang               Konsultasi luas dengan masyarakat terkait                  internasional yang relevan, termasuk Voluntary Principles
      Pencaharian          terstruktur dan selaras dengan IFC telah             TCF terus dilanjutkan, dengan fasilitasi                   on Security and Human Rights (VPSHR). Seluruh personel
      & Konsultasi         dikembangkan, dengan pesan kunci yang                Pemerintah Daerah dan Direktorat Konflik                   keamanan, baik karyawan tetap maupun tenaga alih daya
                           jelas untuk menjangkau berbagai kelompok             Tenurial Kementerian Kehutanan sebagai                     dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), terdaftar dan
                           masyarakat. Mekanisme serta saluran pengaduan        pihak tepercaya, guna mencapai                             memiliki kualifikasi resmi sesuai Keputusan Kepala Kepolisian
                           juga telah dibangun dan disosialisasikan. Rencana    kesepakatan sebelum dimulainya kembali
                                                                                                                                           Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang
                           akses lahan dan kerangka Tanamalia Coexistence       kegiatan eksplorasi.
                           Framework (TCF), di dalamnya termasuk rencana
                                                                                                                                           Pengamanan Swakarsa (Gada Pratama dan Gada Madya).
                           pemulihan mata pencaharian dan manfaat bagi                                                                     Pada tahun pelaporan, total personel keamanan yang terlibat
                           masyarakat lokal, pada dasarnya telah disusun                                                                   dalam operasional Perseroan berjumlah 668 orang, terdiri dari
                           mengacu pada LARF.                                                                                              41 personel in-house dan 627 personel dari BUJP. Dari jumlah
                                                                                                                                           tersebut, sebanyak 33 personel telah mengikuti pelatihan
      Pendekatan           Security arrangements for drilling activities have   Security governance will be further strengthened           khusus terkait hak asasi manusia yang terintegrasi dalam
      Keamanan dan         been strengthened through the development of         through the development of a corporate-wide Security       pelatihan VPSHR. Pelatihan dilaksanakan dalam pada 3–5 Juni
      Kebebasan            VPSHR- and IFC PS4-aligned Security Management       Management Plan aligned with the Voluntary Principles      2025 di Sorowako.
                           Plans, operating procedures, and updated security    on Security and Human Rights (VPs) and IFC Performance
                           risk assessments that incorporate community          Standard 4. This includes ensuring compliance of private   Topik Pelatihan Mencakup:
                           security considerations. VPSHR training has been     and public security arrangements through reviewing         • Prinsip-prinsip utama VPSHR, termasuk asesmen risiko,
                           delivered to security personnel across operations,   agreements, targeted training, and the effective
                                                                                                                                             hubungan dengan keamanan publik dan swasta;
                           supported by international expertise. A corporate-   implementation of Encroachment Prevention Procedures
                           wide Security Management Plan is under               (EPP) while safeguarding community human rights.           • Tanggung jawab perlindungan, penghormatan, dan
                           development, alongside the implementation of                                                                      pemulihan atas dugaan pelanggaran HAM;
                           encroachment prevention procedures aligned with                                                                 • Analisis risiko keamanan dari perspektif dampak terhadap
                           IFC PS4 and PS5 to manage risks in state forest                                                                   masyarakat dan perusahaan;
                           areas                                                                                                           • Penerapan skala penggunaan kekuatan (use of force
                                                                                                                                             continuum) secara proporsional;
                                                                                                                                           • Identifikasi potensi risiko pelanggaran HAM dalam operasi
                                                                                                                                             keamanan, termasuk dalam situasi protes atau konflik sosial.

                                                                                                                                           Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas personel
                                                                                                                                           dalam mengidentifikasi risiko HAM sejak dini, menerapkan
                                                                                                                                           pendekatan yang proporsional dalam penggunaan kekuatan,
                                                                                                                                           serta memastikan koordinasi yang bertanggung jawab dengan
                                                                                                                                           aparat keamanan publik apabila diperlukan.




146       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 147
 Relokasi dan Hak atas Tanah serta Sumber Daya[GRI                                                                               Community Engagement
 14.12.2]
 PTVI menyadari bahwa kegiatan operasional perusahaan             masih perlu ditingkatkan.                                      termasuk dalam konteks pasca-relokasi, sebagai bagian dari
 membutuhkan akses terhadap lahan yang juga dimanfaatkan                                                                         pengelolaan dampak sosial yang terintegrasi dalam kebijakan
 oleh masyarakat. Itu sebab, kami menerapkan prinsip              Kerangka Land Access and Resettlement Framework (LARF)         keberlanjutan perusahaan. Pendekatan ini dilakukan secara
 penghindaran relokasi sebagai pendekatan utama. Apabila          telah disusun sebagai panduan terstruktur dan konsisten        terbuka, bermakna, dan berkelanjutan untuk mengiden-
 relokasi tidak dapat dihindari, PTVI berkomitmen untuk           dalam pengelolaan proses terkait lahan di seluruh area         tifikasi, mencegah, memitigasi, dan memulihkan dampak
 memastikan proses dilaksanakan secara adil, transparan, dan      operasional. Kerangka ini bertujuan memperkuat transparansi,   terhadap masyarakat. Pelaksanaannya mencakup kajian sosial,
 dengan menghormati hak, martabat, serta kesejahteraan            akuntabilitas, dan partisipasi pemangku kepentingan,           konsultasi dengan masyarakat, serta Program Pemulihan dan
 masyarakat terdampak.                                            sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional      Pengembangan Penghidupan Berkelanjutan yang dirancang
                                                                  dan standar internasional yang relevan.                        untuk mendukung pemulihan mata pencaharian dan
 Pendekatan kami mengacu pada prinsip-prinsip IFC                 Elemen utama dalam kerangka ini meliputi:                      kesejahteraan masyarakat terdampak.
 Performance Standard 5 (PS5) tentang Pengadaan Lahan dan         1. Penetapan skema kompensasi yang jelas dan konsisten
 Pemukiman Kembali Secara Tidak Sukarela. PTVI bekerja sama       2. Peninjauan praktik kompensasi masa lalu beserta potensi     Sebagai bagian dari pengelolaan dampak terhadap masyarakat,
 dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memitigasi             dampak sosialnya                                            kami menyediakan rencana pelibatan pemangku kepentingan
 potensi dampak, dengan menempatkan perlindungan hak atas         3. Penguatan transparansi dalam penyampaian temuan             serta mekanisme pengaduan yang terstruktur, mudah diakses,
 tanah, pemulihan mata pencaharian, dan perlakuan setara             kepada pemangku kepentingan                                 dan responsif di seluruh wilayah operasional, yang terintegrasi
 bagi seluruh pihak terdampak sebagai prinsip utama.              4. Pelaksanaan tindakan perbaikan yang diperlukan              dengan proses Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (Human Rights Due
                                                                  5. Kejelasan pemisahan antara langkah mitigasi dampak dan      Diligence/HRDD) kami. Setiap pengaduan dicatat, diverifikasi,
 Sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan memastikan            program investasi sosial                                    dan ditindaklanjuti melalui dialog serta tindakan korektif
 keselarasan dengan praktik terbaik internasional, PTVI telah     6. Pendorongan proses konsultasi yang inklusif dan             yang proporsional. Efektivitas mekanisme ini dievaluasi secara
 memulai proses diagnostik terhadap praktik kompensasi               terdokumentasi dengan baik                                  berkala melalui pemantauan jumlah dan jenis pengaduan,
 dan relokasi pada periode sebelumnya di seluruh wilayah                                                                         tingkat penyelesaian, serta umpan balik masyarakat, yang
 operasional, termasuk di wilayah Sorowako, Bahodopi, dan         Melalui penerapan kerangka tersebut, PTVI berupaya             menjadi dasar untuk perbaikan berkelanjutan dan penguatan
 Pomalaa. Kajian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian praktik   memastikan bahwa seluruh proses akuisisi lahan dan relokasi    hubungan dengan masyarakat.
 masa lalu dengan standar yang berlaku, mengidentifikasi          dikelola secara bertanggung jawab, selaras dengan prinsip
 kebutuhan tindakan korektif—khususnya terkait penguasaan         hak asasi manusia, keadilan sosial, dan tujuan pembangunan-
 lahan secara tidak sukarela—agar lebih selaras dengan regulasi   berkelanjutan.
 dan standar internasional, serta mengidentifikasi area yang      PTVI mengelola keterlibatan dan hubungan dengan komunitas




147       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 148
 Mekanisme Pengaduan Masyarakat[GRI 2-25]                              Saluran pengaduan tersedia melalui berbagai media, termasuk      Apabila dalam proses penanganan pengaduan ditemukan
                                                                       telepon, kotak pengaduan, surat elektronik dan tertulis, serta   dampak terhadap hak asasi manusia, PTVI berkomitmen untuk
 Untuk mendukung keterlibatan pemangku kepentingan                     pertemuan koordinasi rutin di tingkat kecamatan. Seluruh         melakukan langkah pemulihan dan mitigasi secara adil dan
 yang bertanggung jawab, PTVI menyediakan mekanisme                    pengaduan dicatat dalam Sistem Stakeholder Demands and           efektif, dengan merujuk pada Prinsip-Prinsip Panduan PBB
 pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat dan                      Issues (SDI), ditelaah oleh Departemen External Relations, dan   tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia serta panduan ICMM.
 pemangku kepentingan lainnya sebagai sarana penyampaian               ditindaklanjuti sesuai prosedur dengan melibatkan fungsi         Pendekatan ini menegaskan komitmen kami terhadap
 pengaduan, kekhawatiran, maupun dugaan pelanggaran hak                terkait. Hasil penanganannya lalu dikomunikasikan kembali        legitimasi, aksesibilitas, keadilan, transparansi, dan
 asasi manusia. Mekanisme ini menjadi bagian dari sistem               kepada pelapor sebagai bentuk transparansi, sementara data       pembelajaran berkelanjutan dalam pengelolaan mekanisme
 akuntabilitas perusahaan dalam mengelola dampak sosial dan            pengaduan dilaporkan secara berkala kepada Direksi untuk         pengaduan. [GRI 14.10.4][POJK51-F.24]
 menjaga hubungan yang saling menghormati.[GRI 14.10.4][POJK51-F.24]   memastikan dukungan manajerial terhadap penyelesaian isu
                                                                       strategis.[GRI 14.10.4]




      Proses Penanganan Pengaduan




             Penerima Pengaduan                                Penelahaan Pengeaduan                              Tindak Lanjut                           Penyelesaian & Verifikasi
          Pengaduan diterima melalui                         Pengaduan ditelaah oleh tim                 Pengaduan yang layak ditangani                    Penyelesaian diverifikasi
          berbagai saluran dan dicatat                        terkait untuk menentukan                   melalui pendekatan yang sesuai,               berdasarkan kesepakatan; kasus
           untuk proses selanjutnya                             kelayakan tindak lanjut                  termasuk dialog atau pelibatan                dinyatakan selesai atau diproses
                                                                                                                   pihak ketiga                       ulang jika muncul pengaduan baru




148        Laporam Keberlanjutan 2025
Page 149
 Pengelolaan Dampak terhadap Masyarakat[GRI
 413-1][POJK51-F.23]

 PTVI meyakini bahwa keterlibatan yang konstruktif dengan        sesuai karakteristik sosial, politik, dan lingkungan di setiap    kebutuhan lokal, termasuk dukungan infrastruktur dasar,
 masyarakat sekitar merupakan fondasi keberlanjutan              wilayah operasi, dengan tetap menjunjung prinsip transparansi     akses layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
 operasional. Kami menerapkan standar dan pedoman internal       dan akuntabilitas.                                                Pendekatan ini memastikan aspirasi masyarakat menjadi
 untuk memastikan keterlibatan dilakukan secara konsisten,                                                                         bagian dari pertimbangan operasional perusahaan serta
 inklusif, dan bertanggung jawab sejak tahap perencanaan         Melalui proses partisipatif, PTVI merancang dan melaksanakan      mendukung terpeliharanya hubungan jangka panjang dan
 hingga pelaksanaan kegiatan. Pendekatan ini bersifat adaptif    program pengembangan komunitas yang selaras dengan                upaya menjaga social license to operate (SLO)


                                         PRESENTASE
                       JUMLAH
                                         DESA
        WILAYAH        DESA
                                         DI WILAYAH
                                                      PENGELOLAAN DAMPAK DAN BENTUK INVESTASI SOSIAL
                       TERDAKPAK
                                         OPERASI

      SOROWAKO

    Kecamatan                5             13%        Pengelolaan Pencemaran Udara: Penggunaan filter udara, penerapan teknologi pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan lingkungan
    Nuha                                              yang berkelanjutan. .
                                                      Pengelolaan Pencemaran Air: Penggunaan kolam sedimentasi limpasan, instalasi pengolahan air limbah, daur ulang limbah cair dan
                                                      padat, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
                                                      Pengelolaan Pencemaran Tanah: Reklamasi lahan bekas tambang, daur ulang limbah padat, serta pengelolaan lingkungan yang
                                                      berkelanjutan.
                                                      Kesempatan Kerja: Peningkatan pendapatan riil masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta program ketahanan pangan.
                                                      Pertumbuhan Penduduk: Pengembangan infrastruktur, program ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
                                                      Perubahan Sosial Budaya: Penguatan nilai sosial dan budaya lokal serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.


    Kecamatan                6             15%        Program ketahanan pangan, peningkatan pendapatan riil, pembangunan infrastruktur, penguatan nilai sosial dan budaya lokal, serta
    Wasuponda                                         pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan

    Kecamatan                18            47%        Pengelolaan Pencemaran Udara: Use of air filters; carbon emission reduction technologies; sustainable environmental management.
    Towuti                                            Pengelolaan Pencemaran Air: Pembangunan kolam sedimentasi untuk limpasan air, instalasi pengolahan air limbah, daur ulang limbah
                                                      cair, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
                                                      Pengelolaan Pencemaran Lahan: Reklamasi lahan bekas tambang, daur ulang limbah padat, serta pengelolaan lingkungan yang
                                                      berkelanjutan.
                                                      Kesempatan Kerja: Program ketahanan pangan, peningkatan pendapatan riil, serta pembangunan infrastruktur.




149         Laporam Keberlanjutan 2025
Page 150
                                      PRESENTASE
                    JUMLAH
                                      DESA
       WILAYAH      DESA
                                      DI WILAYAH
                                                   PENGELOLAAN DAMPAK DAN BENTUK INVESTASI SOSIALA
                    TERDAMPAK
                                      OPERASI


                                                   Pertumbuhan Penduduk: Pembangunan infrastruktur, program ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
                                                   Perubahan Budaya Lokal: Program penguatan ketahanan sosial dan budaya lokal serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

  Kecamatan                  9           23%       Pencemaran Udara (debu dari kendaraan operasional): Perbaikan jalan, pembatasan kecepatan kendaraan, pemeliharaan jalan secara rutin,
  Malili                                           serta penyiraman jalan.
                                                   Pencemaran Air (potensi kontaminasi): Pengelolaan lingkungan untuk menjaga kualitas air.
                                                   Kesempatan Kerja: Program ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan riil.
                                                   Pertumbuhan Penduduk: Pengembangan infrastruktur pendukung, penataan ruang, serta penyediaan layanan dasar
                                                   Perubahan Budaya: Program penguatan ketahanan sosial dan budaya lokal.


  POMALAA

  Kecamatan               12             55%       Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya: Program peningkatan pendapatan riil serta pelestarian nilai sosial dan budaya.
  Pomalaa                                          Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.
                                                   Pengadaan Lahan dari Perkebunan Masyarakat Rentan: Penyusunan dan pelaksanaan Livelihood Restoration Program (LRP).


  Kecamatan             10               43%       Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya: Program peningkatan pendapatan riil serta pelestarian nilai sosial dan budaya.
  Baula                                            Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.
                                                   Pengadaan Lahan dari Perkebunan Masyarakat Rentan: Penyusunan dan pelaksanaan Livelihood Restoration Program (LRP).


      MOROWALI

  Kecamatan             10               77%       Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya: Program peningkatan pendapatan riil serta penguatan keberlanjutan sosial dan budaya.
  Bungku                                           Akumulasi Limbah:Inisiatif pengelolaan sampah rumah tangga.
  Timur                                            Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.


  Kecamatan              3               23%       Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya:Program peningkatan pendapatan riil serta penguatan keberlanjutan sosial dan budaya.
  Bahodopi                                         Akumulasi Limbah:Program pengelolaan sampah rumah tangga
                                                   Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.




150      Laporam Keberlanjutan 2025
Page 151
 Berdasarkan pemantauan kegiatan operasional dan                              Di IGP Pomalaa, pengaduan terutama berkaitan dengan
 masukan yang diterima melalui mekanisme pengaduan, PTVI                      peluang kerja, sengketa lahan, dampak lingkungan, isu sosial,
 mengidentifikasi adanya dampak aktual dan potensi dampak                     serta kompensasi. Dari 95 kasus yang diterima, 90 kasus berhasil
 negatif terhadap masyarakat lokal di sekitar wilayah operasi.                diselesaikan, mencerminkan tingkat penyelesaian sekitar 95%.
 Dampak tersebut terutama berkaitan dengan aktivitas
 operasional pertambangan, penggunaan lahan, akses terhadap                   Sementara itu, di IGP Morowali, pengaduan umumnya terkait
 sumber daya dan mata pencaharian, serta pelaksanaan                          dengan akses jalan dan air, dampak lingkungan, peluang kerja,
 program sosial dan pasca-relokasi.[GRI 413-2]                                serta isu terkait lahan. Seluruh 62 kasus yang dilaporkan telah
                                                                              diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 100%.
 Sepanjang tahun 2025, PTVI menerima total 295 pengaduan
 dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait berbagai                    Seluruh pengaduan dikelola melalui mekanisme pengaduan
 aspek sosial, operasional, dan lingkungan. Dari jumlah tersebut,             PTVI sebagai saluran komunikasi dua arah yang transparan,
 138 kasus berasal dari Sorowako, 95 dari IGP Pomalaa, dan 62                 untuk memastikan setiap permasalahan ditangani secara
 dari IGP Morowali.                                                           tepat waktu dan akuntabel. Setiap kasus ditangani dengan
                                                                              mempertimbangkan konteks spesifiknya melalui komunikasi
 Di Sorowako, pengaduan didominasi oleh isu sengketa lahan,                   yang terbuka dan penuh penghormatan dengan para pengadu.
 dampak terhadap properti, ketidakpuasan terhadap kontraktor                  Proses penyelesaian senantiasa dievaluasi untuk memastikan
 dan pemasok, serta peluang kerja dan isu lingkungan serta                    keselarasan dengan prinsip hak asasi manusia dan transparansi,
 kesehatan. Dari 138 kasus yang diterima, sebanyak 131 kasus                  sekaligus menghasilkan pembelajaran yang mendukung
 telah diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 95%.                perbaikan berkelanjutan serta pencegahan terulangnya isu
                                                                              serupa di masa mendatang.. [POJK51 F-16][GRI 413-2]




  Data Pengaduan Per Wilayah Operasioanal — 2025 [POJK51-F.24][GRI 14.10.4]
                                                                                                                          Sorowako               IGP Morowali   IGP Pomalaa
      Sorowako                                              138 cases
      131 diselesaikan                                                7        Dalam Proses                                    7                      0             5

      IGP Morowali 60                                        60 cases
                                                                               Diselesaikan                                   131                    60             90
      60 diselesaikan
      IGP Pomalaa                                            95 cases          Total                                          138                    60             95
      90 diselesaikan                                                 5
                                                                               Tingkat Resolusi                              95%                    100%           95%
                       Diselesaikan           Dalam Proses




151         Laporam Keberlanjutan 2025
Page 152
  Respons dan Upaya Pemulihan Utama                                                               Pengelolaan Pengaduan Terkait Kebocoran Pipa Minyak Towuti
  PTVI melaksanakan berbagai langkah respons untuk menangani                                                      [POJK51-F.16] Leak[POJK51-F.16]
  insiden dan mendukung masyarakat terdampak, meliputi:
  Penanganan awal dan pembersihan
  • Sumber kebocoran berhasil ditutup
  • Kegiatan pembersihan dilakukan di sungai, lahan pertanian, dan area terdampak
    lainnya
  • Upaya pengendalian dilalanju melalui pemasangan oil boom dan bahan penyerap
    untuk mencegah penyebaran lebih lanjut
  Pemantauan Lingkungan
  • Sampel air dari sungai dan Danau Towuti diambil dan diuji oleh laboratorium
    independen
  • Pengukuran kualitas udara dilakukan di permukiman terdampak
  • Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air dan udara tetap berada dalam baku
    mutu lingkungan yang berlaku dan aman digunakan
  Dukungan Masyarakat dan Respons Kesehatan
  • Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan penanganan sesuai
    kebutuhan
  • Masker dan alat pelindung didistribusikan kepada masyarakat terdampak                 Menindaklanjuti insiden kebocoran pipa minyak yang berdampak pada wilayah Towuti, PTVI
  • Pasokan air bersih sementara disediakan melalui tangki dan fasilitas penyimpanan      menyediakan saluran pengaduan khusus untuk menerima dan menindaklanjuti pengaduan dari
  • Bantuan pangan dan kebutuhan pokok disalurkan selama masa tanggap darurat             pemangku kepentingan dan masyarakat terdampak.
  Perbaikan Infrastruktur dan Pemulihan Akses
  • Perbaikan dilakukan pada jalan, jembatan, sistem drainase, serta akses menuju lahan   Melalui mekanisme ini, tercatat sekitar 395 pengaduan yang mencakup berbagai topik, termasuk:
    pertanian yang terdampak                                                              • Akses air bersih dan sumur
  • Perbaikan infrastruktur sementara dilakukan untuk mendukung mobilitas                 • Dampak lingkungan dan keanekaragaman hayati
    masyarakat dan kelancaran proses pemulihan
                                                                                          • Dampak pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan
  Dukungan Mata Pencaharian dan Kompensasi
  • PTVI melakukan asesmen lapangan terhadap dampak pada sektor pertanian,                • Penggunaan lahan dan proses kompensasi
    perikanan, peternakan, dan sumber penghidupan lainnya                                 • Isu kesehatan
  • Skema kompensasi disusun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan              • Kerusakan jalan, akses, dan infrastruktur
    perwakilan masyarakat                                                                 • Kerusakan atau kehilangan properti dan aset
  • Pembayaran kompensasi diberikan kepada pihak terdampak yang memenuhi kriteria
                                                                                          • Gangguan logistik dan operasional
    melalui proses verifikasi dan kesepakatan
                                                                                          • Koordinasi masyarakat dan aspek keamanan
  Pelibatan dan Koordinasi Pemangku Kepentingan
  • Berbagai pertemuan koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, tokoh desa,
    kelompok masyarakat, dan instansi teknis                                              Setiap pengaduan dicatat, diverifikasi, dan dinilai berdasarkan tingkat urgensinya, kemudian ditindaklanjuti
  • Konsultasi publik dan sesi informasi diselenggarakan untuk menyampaikan hasil         melalui koordinasi antara tim PTVI, instansi pemerintah daerah, dan perwakilan masyarakat. Hingga
    pemantauan, langkah pemulihan, serta mekanisme kompensasi                             Desember 2025, status penanganan pengaduan yang diterima adalah 238 selesai, 121 dalam proses, dan 36
  • Posko pengaduan dan layanan hotline tetap dioperasikan untuk memastikan akses         belum ditindaklanjuti, dengan rencana tindak lanjut pada awal tahun berikutnya.
    berkelanjutan bagi masyarakat dalam menyampaikan masukan



152      Laporam Keberlanjutan 2025
Page 153
 Program Pemberdayaan Masyarakat[POJK51-F.25][GRI 203-1]
 PTVI menjalankan inisiatif sosial secara terpadu untuk             Komitmen PTVI terhadap masyarakat melampaui masa aktif         program pengembangan infrastruktur pendukung PPM
 menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi                 penambangan. Program PPM dirancang untuk mendorong             sebagai komponen terbesar dari total belanja. Selanjutnya,
 masyarakat di sekitar wilayah operasi. Inisiatif ini dirancang     kemandirian masyarakat melalui pengelolaan sumber daya lokal   alokasi juga diarahkan pada program kemandirian ekonomi dan
 tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat            secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tetap dapat tumbuh   pengembangan sosial budaya, yang menunjukkan pendekatan
 saat ini, tetapi juga untuk mempersiapkan ketahanan ekonomi        dan berkembang tanpa bergantung pada aktivitas pertambangan
                                                                                                                                   kami yang seimbang antara pembangunan infrastruktur
 dan sosial pascatambang. Pelaksanaannya dilakukan melalui          di masa depan. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan
                                                                                                                                   pendukung dan penguatan keberlanjutan mata pencaharian
 kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan            dalam mendukung transisi sosial dan ekonomi yang adil.
                                                                                                                                   masyarakat.
 sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
                                                                    Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, pada tahun 2025 PTVI
 Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat           mengalokasikan dana sebesar AS$4.734.128 untuk pelaksanaan     Secara geografis, sebagian besar pendanaan masih
 (PPM), PTVI berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat        PPM di seluruh wilayah operasional. Jumlah ini meningkat 18%   terkonsentrasi di Sorowako, dengan kontribusi yang mulai
 dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dan kreatif,          dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan penguatan     berkembang dari IGP Morowali, sementara alokasi di IGP
 pengembangan infrastruktur dasar, serta peningkatan akses          berkelanjutan terhadap investasi kami dalam pengembangan       Pomalaa relatif masih terbatas. Distribusi ini mencerminkan
 terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Program-program         masyarakat.                                                    perbedaan tahapan pengembangan operasional serta
 ini ditujukan untuk membuka peluang kerja, meningkatkan                                                                           intensitas keterlibatan masyarakat di masing-masing wilayah.
 pendapatan, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan       Dari sisi alokasi, pendanaan terutama difokuskan pada
 publik yang esensial.



    Distribusi Dana PPM                                                                                                                             Tahun Demi Tahun
 PROGRAM DAN AKTIVITAS                     SOROWAKO               IGP POMALAA             IGP MOROWALI               TOTAL
                                                                                                                                         2023                                  US$5,571,359
 Pendidikan                                   100.121                                        236.925                337.046

 Kesehatan                                    261.953                                         20.594                282.547              2024                                  US$4,000,198

 Tingkat Pendapatan Riil dan
                                              329.041                137,850                  21.946                350.987
 Pekerjaan                                                                                                                               2025                                  US$4,734,128

 Kemandirian Ekonomi                          790.652                                          9.392                800.044

 Sosial Budaya                                451.859                                         91.523                543.382

 Sosial Lingkungan                            229.722                                         138.401               368.123

 Kelembagaan Komunitas

 Pembangunan Infrastruktur
                                             345.756

                                             1.473.998
                                                                                              2.580

                                                                                             229.665
                                                                                                                    348.336

                                                                                                                    1.703.663
                                                                                                                                                  US$4.734M
                                                                                                                                                         naik 18% dari 2024
 Total                                       3.983.102              3.983.102                3.983.102             4.734.128




153       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 154
 Realisasi PPM Sorowako                                           Kesehatan                                                        Tingkat Pendapatan Riil dan Pekerjaan

 Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Program                Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang kesehatan      Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada aspek tingkat
 Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTVI              difokuskan pada peningkatan akses layanan kuratif, promotif,     pendapatan riil dan pekerjaan difokuskan pada penguatan
 di Sorowako mencapai sebesar US$3.983.012. Program ini           dan preventif di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi    agribisnis dan UMKM di wilayah pemberdayaan, dengan
 mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan,     mencapai US$261.953 atau sekitar 6,6% dari total investasi PPM   total investasi mencapai US$329.041 atau sekitar 8,3% dari
 peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja, kemandirian         di Sorowako. Layanan kesehatan bagi masyarakat lokal terus       total investasi PPM di Sorowako. Program ini dilaksanakan
 ekonomi, sosial budaya, pengelolaan lingkungan berbasis          diberikan melalui RS INCO, dengan sekitar 1.263 kunjungan        melalui pendekatan terintegrasi, termasuk Program
 masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pembangunan             rawat jalan serta dukungan layanan rawat inap dan rujukan.       Fasilitasi Kemandirian Masyarakat (agribisnis), P3SRLB, serta
 infrastruktur dasar.                                             Upaya promotif dan preventif dilakukan melalui berbagai          PKPM Terfokus di Kecamatan Nuha, Wasuponda, Towuti,
                                                                  inisiatif, termasuk Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS),           dan Malili, dengan pendampingan berupa sekolah lapang
 Pendidikan                                                       skrining penyakit tidak menular, senam jantung sehat, donor      pertanian organik, peningkatan kapasitas teknis, penguatan
                                                                  darah, serta pengendalian demam berdarah melalui PSN 3M          kelembagaan, serta fasilitasi pemasaran.
 Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang                Plus di empat wilayah pemberdayaan.
 pendidikan difokuskan pada peningkatan akses dan mutu                                                                             Di sektor peternakan, penguatan dilakukan pada kelompok
 pembelajaran di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi     Intervensi kesehatan juga difokuskan pada peningkatan            sapi di Desa Kawata dan Parumpanai serta ayam kampung
 mencapai US$100.121 atau sekitar 2,5% dari total investasi PPM   kualitas layanan dan kapasitas sistem kesehatan, termasuk        Woliko yang melibatkan kelompok disabilitas, melalui
 di Sorowako. Untuk memperluas akses, PTVI menyediakan
                                                                  melalui peningkatan kapasitas pada 9 puskesmas di wilayah        dukungan sarana, pelatihan, dan penyusunan SOP bekerja
 layanan transportasi sekolah bagi siswa SMP dan SMA di lima
                                                                  pemberdayaan, serta penguatan kesehatan ibu dan anak,            sama dengan Universitas Hasanuddin. Pengembangan UMKM
 desa, yaitu Balambano, Laskap, Pongkeru, Pasi-pasi, dan
 Harapan, guna mengatasi kendala geografis.                       khususnya dalam pencegahan stunting dan penanganan ibu           mencakup pelatihan manajemen produksi, legalitas usaha,
                                                                  hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK). Upaya       dan pemasaran digital, serta partisipasi pameran. Inisiatif lain
 Peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui       ini dilakukan melalui pelatihan tenaga kesehatan dan kader       juga mencakup program konservasi pesisir dan pengolahan
 pemberian beasiswa komunitas bagi 3 penerima jenjang S2 dan      posyandu bekerja sama dengan RS Primaya Sorowako dan             hasil laut di Malili bersama YKCLI dan masyarakat setempat.
 2 penerima jenjang S3, serta program pendidikan vokasional       Dinas Kesehatan Luwu Timur. Selain itu, PTVI mendukung           Program-program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas
 jangka pendek yang diikuti oleh 57 peserta dalam dua batch.      penguatan upaya kesehatan berbasis masyarakat melalui            ekonomi masyarakat melalui peningkatan produktivitas dan
 Upaya peningkatan mutu pembelajaran juga diperkuat melalui       pengembangan UKBM Herbal dan HIPHO (Himpunan Penggiat            akses pasar, dengan implementasi yang terus disesuaikan
 pelatihan bagi 45 guru PAUD se-Kabupaten Luwu Timur,             Herbal Organik), serta program edukatif seperti Sekolah          dengan kebutuhan lokal.
 kegiatan edukasi pengelolaan sampah plastik bagi siswa SD dan    Bersinar bagi siswa tingkat SMA.
 SMP, serta dukungan sarana pendidikan berupa 15 unit laptop
 dan bantuan kendaraan praktik bagi SMKN 1 Luwu Timur.
                                                                  Program-program ini dirancang untuk memperkuat akses
 Selain itu, PTVI memperkuat kolaborasi dengan perguruan          layanan kesehatan sekaligus mendorong perubahan perilaku
 tinggi melalui program KKN Tematik yang melibatkan 155           hidup sehat di masyarakat, dengan pelaksanaan yang terus
 mahasiswa dari Universitas Hasanuddin dan 192 mahasiswa          dipantau dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan di wilayah
 dari Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo. Program-           pemberdayaanmonitored and adapted to local needs.
 program ini diharapkan mempermudah akses pendidikan
 sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi
 keterampilan masyarakat




154       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 155
                                   Kemandirian Ekonomi                                            Social Budaya
                                   Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang              Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang sosial
                                   kemandirian ekonomi difokuskan pada penguatan kapasitas        budaya difokuskan pada penguatan kerukunan antarumat
                                   dan daya saing UMKM, dengan total investasi mencapai           beragama, pelestarian budaya lokal, pengembangan
                                   US$790.652 atau sekitar 19,9% dari total investasi PPM di      kepemudaan dan olahraga, serta respons sosial kemanusiaan,
                                   Sorowako. Program ini mencakup pelatihan manajemen             dengan total investasi mencapai US$451.859 atau sekitar
                                   usaha, keuangan, digital marketing, produksi, dan desain       11,3% dari total investasi PPM di Sorowako. Dukungan
                                   promosi, serta pendampingan legalitas, digitalisasi            diberikan melalui renovasi dan pembangunan sarana ibadah,
                                   pembukuan, penguatan kelembagaan, dan akses pemasaran          serta partisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti
                                   maupun perbankan. Tercatat sebanyak 133 UMKM binaan            Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Natal, dan Tahun
                                   yang terfasilitasi melalui program ini. Pengembangan ekonomi   Baru, termasuk kegiatan Safari Ramadan bersama pemerintah
                                   kreatif juga dilakukan melalui pelatihan anyaman Teduhu        daerah di empat kecamatan dan dukungan pengamanan
                                   dan Sampa Konao di Desa Nuha dan Matano sebagai upaya          hari raya. Kegiatan sosial juga mencakup bakti sosial dan
                                   pelestarian budaya sekaligus peningkatan nilai ekonomi         penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
                                   produk lokal.
                                                                                                  Di sisi budaya dan kepemudaan, PTVI mendukung berbagai
                                   Melalui Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri         kegiatan seperti Hari Jadi dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu,
                                   (PKPM) Terfokus, PTVI mendukung pengembangan potensi           pameran budaya Pompessi Luwu, Pesta Panen (Padungku),
                                   lokal seperti Wisata Lumbung Padi di Desa Nikkel, Kampung      serta Festival Gau Maraja Leang-Leang. Penguatan kapasitas
                                   Singkong di Desa Nuha, dan Penangkaran Benih Padi di Desa      masyarakat juga dilakukan melalui pelatihan kelembagaan
                                   Tole, yang mencakup studi kelayakan, penguatan BUMDes,         lokal, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan olahraga,
                                   infrastruktur pendukung, serta pelatihan teknis. Secara        termasuk Nickel Cup, turnamen sepak bola, voli, dan
                                   khusus, inisiatif Kampung Singkong difokuskan pada penguatan   taekwondo. Selain itu, bantuan tanggap darurat diberikan
                                   kapasitas BUMDes agar mampu mengelola program secara           untuk berbagai kejadian bencana, termasuk banjir, puting
                                   berkelanjutan pada masa handover, sekaligus membekali          beliung, dan kebakaran di wilayah pemberdayaan. Pro-
                                   masyarakat dengan keterampilan untuk mengoptimalkan            gram-program ini dirancang untuk memperkuat kohesi sosial
                                   pemanfaatan singkong guna meningkatkan nilai ekonominya.       dan identitas budaya masyarakat secara inklusif, dengan
                                                                                                  pelaksanaan yang terus disesuaikan dengan dinamika dan
                                   Dukungan terhadap SDGs Desa juga diberikan di 38 desa          kebutuhan lokal.
                                   melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif dan layanan
                                   dasar. Selain itu, pengembangan Kawasan Agrowisata Nanas di
                                   Desa Tabarano dilakukan melalui penyediaan sarana produksi,
                                   nursery, rumah kompos dan maggot, pelatihan budidaya
                                   dan pengolahan, serta penguatan legalitas kelompok
                                   Pondata. Program-program ini dirancang untuk memperkuat
                                   ekosistem ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas,
                                   diversifikasi usaha, dan pemanfaatan potensi wilayah




155   Laporam Keberlanjutan 2025
Page 156
 Pemberian Kesempatan kepada Masyarakat                             Pembentukan Kelembagaan Komunitas
 untuk Pengelolaan Lingkungan
                                                                    Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang pembentukan kelembagaan komunitas difokuskan pada penguatan tata
 Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako dalam pemberian              kelola dan kapasitas kelembagaan desa melalui pendampingan reguler bersama Commit Foundation, dengan total investasi
 kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan lingkungan          mencapai US$345.756 atau sekitar 8,7% dari total investasi PPM di Sorowako. Pendampingan ini mencakup pemerintah desa,
 difokuskan pada penguatan ekonomi sirkular berbasis                BUMDes, BUMDesma, serta pelaksana kegiatan SDGs Desa dan program sosial lainnya, dengan fokus pada peningkatan koordinasi,
 masyarakat, dengan total investasi mencapai US$229.722 atau        akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan program. Penguatan juga dilakukan pada BUMDesma Anatowa dan Wute Monuwo
 sekitar 5,8% dari total investasi PPM di Sorowako. Program         melalui pembenahan AD/ART, penyusunan SOP, standardisasi tarif, perbaikan tata kelola administrasi dan keuangan, serta
 ini dilaksanakan melalui pendampingan Bank Sampah Unit (18         optimalisasi pengelolaan aset, guna memperkuat kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan
 unit) dan Bank Sampah Sekolah (11 unit) di empat kecamatan,
 yang mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan pemilahan           Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung PPM
 dan daur ulang, pembenahan administrasi, penyediaan
 sarana termasuk ATM sampah, serta monitoring rutin.                Sepanjang tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang infrastruktur difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,
 Berbagai inovasi seperti kompos, pupuk organik cair (POC),         dengan total investasi mencapai sekitar US$1.473.998 atau sekitar 37,0% dari total investasi PPM di Sorowako, menjadikannya sebagai
 ecobrick, dan optimalisasi biodigester turut dikembangkan          porsi alokasi terbesar. Alokasi ini terutama digunakan untuk distribusi listrik bagi masyarakat lokal Sorowako melalui dukungan
 untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah dan partisipasi            terhadap layanan PLN, pembiayaan listrik untuk sekitar 21 fasilitas umum, serta penyediaan sistem distribusi air bersih di delapan
 masyarakat.                                                        desa di Kecamatan Towuti—Timampu, Pekaloa, Matompi, Wawondula, Lioka, Baruga, Asuli, dan Langkea Raya—melalui jaringan
                                                                    terintegrasi berbasis gravitasi dari Danau Towuti. PTVI juga melanjutkan pengembangan kawasan Dongi Ledu-Ledu melalui pendekatan
 Selain itu, PTVI mendorong penguatan Program Kampung               partisipatif, termasuk asesmen sosial, social mapping, dan penyusunan baseline sosial-ekonomi sebagai dasar perencanaan program
 Iklim (ProKlim) melalui pendampingan di 10 desa yang               bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
 berfokus pada upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
 termasuk penguatan kelompok petani dan ketahanan pangan
 masyarakat. Pengembangan infrastruktur pengelolaan
 sampah juga dilakukan melalui TPS3R Baruga di Towuti
 bekerja sama dengan pemerintah desa dan Bumdesma,
 serta dukungan pengangkutan sampah masyarakat. Upaya
 pelestarian lingkungan pesisir di Malili turut dilakukan melalui
 konservasi terumbu karang, mangrove, dan lamun, serta
 penguatan kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS).
 Program-program ini dirancang untuk meningkatkan
 kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus
 mendorong praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan.




156       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 157
 Realisasi PPM IGP Morowali                                                Kesehatan                                                       berperan sebagai mentor bagi petani lainnya. PTVI juga
 Sepanjang tahun 2025, total investasi PPM PTVI di IGP Morowali                                                                            mendukung produktivitas melalui penyediaan alat pertanian
 mencapai sebesar US$751.027. Program ini mencakup berbagai                Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang           serta pembenahan saluran irigasi yang meningkatkan
 bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan             kesehatan difokuskan pada pencegahan stunting, peningkatan      efisiensi aktivitas pertanian dan memperluas manfaat bagi
 riil dan pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya,                   gizi ibu hamil dan balita, serta penguatan layanan kesehatan    masyarakat, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan
 pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan                  dasar di 13 desa pemberdayaan, dengan total investasi           Provinsi Sulawesi Tengah dan didukung oleh Dinas Pertanian
 lingkungan, pembentukan kelembagaan komunitas, serta                      mencapai US$20.594 atau sekitar 2,7% dari total investasi PPM   Kabupaten Morowali. Selain itu, dilakukan penguatan
 pembangunan infrastruktur pendukung.                                      di IGP Morowali. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi    kemasan produk beras organik, dan pada Oktober 2025
                                                                           dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Puskesmas            dilaksanakan re-sertifikasi organik oleh lembaga independen
                                                                           Bahodopi, Bungku Timur, dan Bahomotefe, serta melibatkan        untuk menjaga standar dan daya saing produk. Program ini
        118 ton                                      267                   kader kesehatan dan PKK kecamatan. Dukungan juga diberikan      dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan
    Sampah yang dikelola melalui            Rumah tangga yang dilayani     melalui penyediaan sarana kesehatan seperti alat ukur bayi      masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis lokal
      TPS 3R pada tahun 2025                oleh fasilitas sampah TPS 3R
                                                                           dan dewasa serta fetal doppler untuk Poskesdes, Polindes,       yang berkelanjutan.
                                                                           dan Pustu guna meningkatkan mutu dan jangkauan layanan
                                                                           kesehatan desa. Upaya promotif dan preventif dilakukan
                                   80                                      melalui Program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan
               Petani yang dijangkau melalui pertanian organik             Gerak Sehat yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
                         PSRLB (musim tanam ke-8)
                                                                           Program ini dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan
                                                                           dasar sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat
 Pendidikan                                                                terhadap perilaku hidup sehat.
 Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang
 pendidikan difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya                 Tingkat Pendapatan Riil dan Pekerjaan
 manusia di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi
 mencapai US$236.925 atau sekitar 31,5% dari total investasi               IPada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada aspek tingkat
 PPM di IGP Morowali. Program ini mencakup fasilitasi penelitian
                                                                           pendapatan riil dan pekerjaan difokuskan pada penguatan
 dan magang bagi 20 pelajar dan mahasiswa di berbagai
                                                                           sektor agribisnis melalui Program Pertanian Sehat Ramah
 departemen, bimbingan Bahasa Inggris bekerja sama dengan
 Universitas Tadulako bagi 95 peserta dari desa binaan, serta              Lingkungan dan Berkelanjutan (PSRLB), dengan total investasi
 seminar edukatif terkait pencegahan penyalahgunaan zat                    mencapai US$21.946 atau sekitar 2,9% dari total investasi PPM
 adiktif bagi pelajar, guru, dan orang tua. Di bidang vokasi,              di IGP Morowali. Program ini mencakup budidaya padi organik
 pembangunan Welding Academy bersama Yayasan Al-                           metode SRI yang telah memasuki musim tanam ke-7 hingga
 Khairaat telah diselesaikan dan dipersiapkan untuk diserahkan             ke-8, menjangkau 43 penerima manfaat di lahan lebih dari
 sepenuhnya kepada pihak yayasan untuk operasional. Selain                 12 hektar di Ululere, Kolono, Bahomoahi, dan One Pute Jaya,
 itu, PTVI telah memfinalisasi kebijakan beasiswa yang selaras             serta pendampingan sayur organik bagi 37 penerima manfaat
 dengan pemerintah daerah, dengan implementasi program                     di hampir 5 hektar lahan di tujuh desa.
 “Beasiswa Motau” yang direncanakan mulai dijalankan pada
 tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperluas akses
                                                                           Penguatan kapasitas dilakukan melalui skema Training of
 pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan dan kompetensi
                                                                           Trainers (ToT), di mana petani yang telah mengikuti pelatihan
 tenaga kerja lokal.




157        Laporam Keberlanjutan 2025
Page 158
 Kemandirian Ekonomi                                                pemuda dan festival budaya seperti tari Luminda dan lomba          Pembentukan Kelembagaan Komunitas
                                                                    Mehule. Program ini dirancang untuk memperkuat toleransi,
 Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang              kebersamaan, dan keberlanjutan nilai budaya di wilayah             Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang
 kemandirian ekonomi difokuskan pada penguatan kapasitas            pemberdayaan.                                                      pembentukan kelembagaan komunitas difokuskan pada
 dan daya saing UMKM, dengan total investasi mencapai                                                                                  penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan desa melalui
 US$9.392 atau sekitar 1,3% dari total investasi PPM di IGP         Pemberian Kesempatan kepada                                        pendampingan reguler bersama Commit Foundation, dengan
 Morowali. Program ini mencakup pendampingan berkelanjutan          Masyarakat untuk Pengelolaan Lingkungan                            total investasi mencapai US$345.756 atau sekitar 8,7% dari
 bagi UMKM binaan untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas                                                                              total investasi PPM di Sorowako. Pendampingan ini mencakup
 produksi, dan strategi usaha, termasuk relokasi rumah produksi     Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako dalam pemberian              pemerintah desa, BUMDes, BUMDesma, serta pelaksana
 serta penguatan perhitungan harga pokok produksi (HPP) di          kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan lingkungan          kegiatan SDGs Desa dan program sosial lainnya, dengan fokus
 Desa Laroue. Selain itu, dilakukan pendampingan sertifikasi        difokuskan pada penguatan ekonomi sirkular berbasis                pada peningkatan koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas
 halal untuk produk herbal di Desa Unsongi, seperti VCO, kopi,      masyarakat, dengan total investasi mencapai US$229.722 atau        pelaksanaan program. Penguatan juga dilakukan pada
 abon, dan olahan pala, guna memperluas akses pasar dan             sekitar 5,8% dari total investasi PPM di Sorowako. Program         BUMDesma Anatowa dan Wute Monuwo melalui pembenahan
 meningkatkan nilai tambah produk lokal. PTVI juga mendorong        ini dilaksanakan melalui pendampingan Bank Sampah Unit (18         AD/ART, penyusunan SOP, standardisasi tarif, perbaikan
 inovasi produk seperti Sambal Lumako, memfasilitasi sharing        unit) dan Bank Sampah Sekolah (11 unit) di empat kecamatan,        tata kelola administrasi dan keuangan, serta optimalisasi
 session antar pelaku UKBM herbal, serta membuka akses              yang mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan pemilahan           pengelolaan aset, guna memperkuat kapasitas kelembagaan
 pelatihan dan jejaring kewirausahaan, termasuk bimbingan           dan daur ulang, pembenahan administrasi, penyediaan sarana         secara berkelanjutan.
 teknis hortikultura. Program ini dirancang untuk memperkuat        termasuk ATM sampah, serta monitoring rutin. Berbagai
 ekosistem usaha lokal yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.   inovasi seperti kompos, pupuk organik cair (POC), ecobrick,
                                                                    dan optimalisasi biodigester turut dikembangkan untuk
 Sosial Budaya                                                      meningkatkan nilai ekonomi sampah dan partisipasi masyarakat.

 Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang sosial       Selain itu, PTVI mendorong penguatan Program Kampung
 budaya difokuskan pada penguatan kohesi sosial, karakter           Iklim (ProKlim) melalui pendampingan di 10 desa yang
 generasi muda, dan solidaritas masyarakat, dengan total            berfokus pada upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
 investasi mencapai US$91.523 atau sekitar 12,2% dari total         termasuk penguatan kelompok petani dan ketahanan pangan
 investasi PPM di IGP Morowali. Program ini mencakup dukungan       masyarakat. Pengembangan infrastruktur pengelolaan
 terhadap berbagai kegiatan olahraga dan kepemudaan                 sampah juga dilakukan melalui TPS3R Baruga di Towuti
 seperti Karang Taruna Cup II, Mateantina Cup 2025, Pekan           bekerja sama dengan pemerintah desa dan Bumdesma,
 Olahraga Desa Le-Le & Dampala, Turnamen Bulutangkis                serta dukungan pengangkutan sampah masyarakat. Upaya
 Pelajar se-Sulawesi Tengah, serta Glora Taekwondo Indonesia        pelestarian lingkungan pesisir di Malili turut dilakukan melalui
 Championship 2025, serta rencana penyelenggaraan Vale Cup          konservasi terumbu karang, mangrove, dan lamun, serta
 sebagai ruang kolaborasi antar desa dan komunitas pemuda.          penguatan kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS).
 Di bidang keagamaan dan budaya, dukungan diberikan melalui         Program-program ini dirancang untuk meningkatkan
 renovasi Masjid Nurul Falah di Desa Onepute Jaya, bantuan          kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus
 tanggap darurat kebakaran di Desa Bahomotefe, dialog lintas        mendorong praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
 agama bersama FKUB Morowali, serta kegiatan kepemimpinan




158       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 159
 Infrastructure Development Supporting PPM                      Program-program ini dirancang untuk meningkatkan akses
                                                                layanan dasar sekaligus mendukung pembangunan desa yang
 Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang          inklusif dan berkelanjutan.
 pembangunan infrastruktur difokuskan pada peningkatan
 layanan dasar dan fasilitas publik melalui pendekatan          Realisasi PPM di Pomalaa
 partisipatif, dengan total investasi mencapai US$229.665
 atau sekitar 30,6% dari total investasi PPM di IGP Morowali.   Sepanjang tahun 2025, PPM PTVI di Blok Pomalaa difokuskan
 Program ini mencakup realisasi lanjutan anggaran tahun 2024    pada penguatan sektor pertanian kakao melalui monitoring
 (US$38.278), antara lain pembangunan pagar desa sepanjang      alumni Sekolah Lapang (SL) Kakao, dengan total investasi
                                                                mencapai US$137.850. Secara umum, petani telah mulai
 225 meter di Desa Kolono, pemasangan 14 lampu jalan tenaga
                                                                menerapkan teknik budidaya yang diperoleh, khususnya
 surya di Desa Bahomotefe, serta penyelesaian hall TPS 3R di
                                                                pemangkasan, meskipun sebagian masih memerlukan
 Desa Dampala sebagai pusat pengelolaan sampah dan edukasi      pendampingan lanjutan untuk memastikan konsistensi praktik.
 lingkungan berbasis masyarakat.                                Rumah Pembibitan Kakao di pusat belajar pertanian terpadu
                                                                Kelurahan Silea, Kecamatan Wundulako, telah rampung
 Melalui Program Partisipasi Desa tahun 2025 di 13 desa dan     dengan sekitar 4.600 benih tertanam. Fasilitas ini dikelola
 2 kecamatan, PTVI bekerja sama dengan Bappeda Morowali         oleh FORKAMA, gabungan lima kelompok tani peserta Sekolah
 dalam melakukan monitoring dan asistensi teknis atas           Lapang, yang juga didukung dengan sarana pengendalian
 berbagai proyek infrastruktur, antara lain:                    hama. Hasil monitoring menunjukkan pertumbuhan bibit
 • Pembangunan jalan tani di Desa Bahomotefe                    berjalan dengan baik.
 • Pembangunan pagar desa di Desa Ululere, Kolono,
                                                                Sebagai bagian dari persiapan menuju sertifikasi internasional
   Bahomoahi, Laroue, dan Nambo dengan progres fisik 3%
                                                                produk kakao, PTVI memfasilitasi pembentukan kelembagaan
   hingga 22%, terutama pada tahap pondasi dan kolom            Internal Control System (ICS) serta pelatihan manajemen
 • Pembangunan pasar desa di Desa Lele yang saat ini berada     pengawasan internal. Tim ICS dibentuk dari anggota FORKAMA
   pada tahap pemasangan pondasi.                               yang juga mengelola rumah pembibitan, dengan target
 • Pengembangan sarana wisata desa di Desa Unsongi,             sekitar 100 petani di Kelurahan Silea dan desa sekitarnya
   termasuk penyediaan 10 booth UMKM dan tanggul penahan        sebagai calon produsen bersertifikasi. Program ini dirancang
   banjir.                                                      untuk memperkuat praktik budidaya berkelanjutan sekaligus
 • Pembangunan lapangan futsal di Desa Geresa yang saat ini     meningkatkan daya saing produk kakao lokal.
   dalam tahap pengadaan material.
 • Pembangunan tanggul sungai dan fasilitas bermain di TK
   Desa Lahaufu.
 • Pembangunan pagar Kantor Camat Bungku Timur.
 • Pengadaan sarana dan prasarana kantor pelayanan
   kecamatan serta lanjutan pengembangan fasilitas
   kebencanaan di Kecamatan Bahodopi.




159       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 160
 Bersama Masyarakat Merawat Ekosistem                              Menguatkan Ketahanan Pangan melalui
 Pesisir Malili                                                    Pertanian Organik

 Kami melaksanakan Program Konservasi Pesisir Laut Malili          Perjalanan program pertanian organik PTVI Indonesia IGP
 secara bertahap sebagai bagian dari komitmen menjaga              Morowali telah memasuki musim tanam ke-8 pada tahun
 keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut. Pelaksanaan             2025. Melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan
 program difokuskan pada penguatan koordinasi multipihak,          Berkelanjutan (PSRLB), kami berupaya meningkatkan pendapatan
 persiapan teknis, serta implementasi awal kegiatan restorasi      riil dan kesempatan kerja masyarakat di wilayah pemberdayaan.
 yang melibatkan masyarakat pesisir, sehingga upaya                Program ini mendorong praktik pertanian organik melalui
 konservasi tidak hanya berbasis intervensi teknis tetapi juga     metode System of Rice Intensification (SRI) yang menjangkau
 didukung tata kelola kolaboratif dan partisipasi komunitas.       sekitar 80 petani melalui budidaya padi dan sayuran organik.

 Salah satu kegiatan utama pada periode ini adalah monitoring      Melalui PSRLB, PTVI tidak hanya mendorong praktik
 transplantasi terumbu karang untuk menilai kondisi media          budidaya, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukung
 tanam, tingkat kelangsungan hidup fragmen, serta stabilitas       yang komprehensif. Penguatan kapasitas petani dilakukan
 struktur transplantasi. Hasil pemantauan menjadi dasar            secara berkelanjutan melalui pendekatan Training of Trainer
 evaluasi teknis guna memastikan metode yang digunakan sesuai      (ToT), sehingga alumni pelatihan dapat menjadi tutor
 dengan karakteristik perairan pesisir Malili dan mendukung        sebaya bagi petani lain. Pendekatan ini mendorong transfer
 keberhasilan rehabilitasi terumbu karang secara berkelanjutan.    pengetahuan secara horizontal di tingkat komunitas, sekaligus
                                                                   memperkuat kemandirian petani dan memperluas penerapan
 Program ini juga disertai sosialisasi kepada masyarakat           praktik pertanian berkelanjutan di desa-desa binaan.
 pesisir guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya
 perlindungan mangrove, lamun, dan terumbu karang, sekaligus       Kami juga mendukung pengadaan saluran drainase, mesin
 mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir.     pemotong rumput, mesin pencacah, pompa air, serta penguatan
 Koordinasi dengan Yayasan Konservasi Laut Cendrawasih             kemasan produk beras organik untuk meningkatkan nilai
 Indonesia (YKCLI) dilakukan untuk memastikan kesiapan             tambah dan akses pasar. Pada Oktober 2025 dilakukan proses
 implementasi dan pendampingan kelompok masyarakat.                re-sertifikasi organik oleh lembaga sertifikasi independent
                                                                   untuk memperkuat fondasi ekosistem agribisnis lokal yang lebih
 Secara keseluruhan, program mencakup rehabilitasi                 kredibel sekaligus memastikan produk pertanian binaan tetap
 mangrove, lamun, dan terumbu karang melalui pembibitan,           memenuhi standar organik yang berlaku. Melalui pendekatan
 penanaman, pembangunan nursery, serta monitoring berkala,         pendampingan yang berkelanjutan, PSRLB menjadi salah
 yang diperkuat dengan peningkatan kapasitas masyarakat,           satu pilar penting dalam mendorong ketahanan pangan dan
 pembentukan POKMASWAS, dan kajian oseanografi sebagai             kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pemberdayaan.
 dasar pengelolaan pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.




160       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 161
 Meningkatkan Nilai Tambah Kakao Lokal
 melalui Pelatihan Pengolahan

 Sebagai bagian dari implementasi Program Pengembangan
 dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PTVI melalui IGP                “Selama ini kami hanya menjual biji kakao mentah. Dengan adanya pelatihan ini, kami belajar mengolahnya menjadi
 Pomalaa menyelenggarakan pelatihan pengolahan kakao bagi           produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini membuka wawasan baru bagi kami sebagai petani,”
 masyarakat di wilayah pemberdayaan. Program ini bertujuan
 untuk meningkatkan keterampilan petani dan pelaku usaha            — Rahmad, Ketua Kelompok Forum Kakao Mandara
 lokal dalam mengolah biji kakao menjadi produk bernilai tambah,
 sekaligus memperkuat daya saing komoditas kakao lokal.

 Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini mencakup seluruh
 tahapan proses produksi, mulai dari fermentasi, pengeringan,
 sortasi, pemanggangan, pengupasan, penghalusan, hingga
 tempering, pencetakan, dan pengemasan produk cokelat.
 Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan terkait
 pengemasan dan strategi pemasaran untuk mendukung akses
 pasar yang lebih luas. Program ini difasilitasi oleh instruktur
 berpengalaman dan dirancang untuk memberikan pemahaman
 praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.

 Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk
 bertransformasi dari penjual bahan mentah menjadi produsen
 produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
 Pendekatan ini sejalan dengan upaya PTVI dalam mendorong
 pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui
 peningkatan kapasitas dan nilai tambah komoditas unggulan
 daerah.




161       Laporam Keberlanjutan 2025
Page 162
      Tentang
      Laporan Ini
162
  1   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 163
 Tentang Laporan Ini
 Laporan Keberlanjutan ini menegaskan komitmen PTVI                  Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan            pelaporan yang berlaku, kami melakukan sejumlah penyesuaian
 terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola             Terbatas;                                                      (restatement) terhadap data pada laporan sebelumnya.
 isu-isu keberlanjutan yang paling material sepanjang tahun           Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor                 Penyesuaian ini merupakan bagian dari komitmen kami
 2025. Melalui laporan ini, kami berupaya memberikan                  POJK No. 51/POJK.03/2017
                                                                      51/POJK.03/2017      tentang on Pelaksanaan
                                                                                                        the Implementation
                                                                                                                       Keuanganof   terhadap peningkatan kualitas data dan praktik pelaporan
 gambaran yang menyeluruh kepada seluruh pemangku                     Sustainable Finance
                                                                      Berkelanjutan          for Financial
                                                                                     bagi Lembaga          Services Institutions,
                                                                                                    Jasa Keuangan,   Emiten, dan    yang berkelanjutan.[GRI 2-3][GRI 2-4]
 kepentingan, termasuk karyawan, serikat pekerja, lembaga             Issuers, and Publik;
                                                                      Perusahaan   Public Companies
 swadaya masyarakat, masyarakat sipil, investor, pelanggan,                                                                         Penyesuaian (restatement) dilakukan pada beberapa aspek
 pemasok, dan pemerintah, mengenai upaya serta capaian                Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021;               berikut:
 kami dalam menjalankan operasi yang bertanggung jawab.                                                                             1. Data Emisi: pembaruan dilakukan berdasarkan hasil audit
                                                                      GRI 14: Sektor Pertambangan 2024;                             tahun 2026 yang meningkatkan akurasi perhitungan Scope 1
 Laporan ini menggambarkan perjalanan keberlanjutan                                                                                 dan Scope 2.
 Perusahaan dengan menyoroti pendekatan strategis                     Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Metals       2. Data Energi: penyesuaian dilakukan untuk memastikan
                                                                      and Mining Standard 2021;
 dan tata kelola yang diterapkan. Di dalamnya, kami juga                                                                            konsistensi metodologi dan keselarasan dengan data emisi.
 menjabarkan langkah-langkah nyata yang telah dilakukan               MSCI (digunakan sebagai referensi untuk indikator terkait     3. Rehabilitasi DAS: data tahun 2024 diperbarui untuk
 untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengatasi                  pengungkapan);                                                mencerminkan perkembangan dan verifikasi terkini.
 berbagai tantangan, melindungi lingkungan, dan memberikan            Sustainalytics (digunakan sebagai referensi untuk indikator   4. Data Finansial: diselaraskan dengan Laporan Keuangan yang
 kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.       terkait pengungkapan);                                        telah diaudit.

 Sebagai bentuk akuntabilitas, Laporan Keberlanjutan ini telah        International Council on Mining and Metals (ICMM) (digu-      Informasi dalam laporan mencakup data kualitatif dan
 disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris sebagai organ             nakan sebagai referensi untuk indikator terkait pengung-      kuantitatif yang menggambarkan kebijakan, inisiatif, dan
 tata kelola tertinggi yang mengawasi aspek keberlanjutan             kapan).                                                       capaian PTVI dalam aspek keberlanjutan. Data numerik
 di perusahaan. Selain itu, laporan ini telah melalui proses                                                                        disampaikan dalam satuan metrik menggunakan Bahasa
 penjaminan (assurance) eksternal oleh pihak independen, PT         Ruang Lingkup dan Batasan Pelaporan                             Indonesia, kecuali dinyatakan lain. Dalam menyusun laporan
 Sejahtera Rambah Asia Indonesia, sesuai dengan persetujuan                                                                         ini, kami mengacu pada Standar GRI 2021 dengan menerapkan
 Direksi. Proses verifikasi tersebut dilaksanakan pada 1-21 April   Laporan keberlanjutan ini menyajikan gambaran komprehensif      prinsip-prinsip pelaporan seperti akurasi, keseimbangan,
 2026 tanpa adanya benturan kepentingan.[GRI 2-5][GRI 2-14]         mengenai aktivitas operasional PTVI di seluruh unit bisnis.     kejelasan, perbandingan, kelengkapan, konteks keberlanjutan,
                                                                    Data utama berasal dari wilayah Sorowako, serta dilengkapi      ketepatan waktu, dan dapat diverifikasi. Kami juga melibatkan
 Prinsip Pelaporan                                                  dengan data dari IGP Morowali dan IGP Pomalaa[GRI 2-2]          para pemangku kepentingan dalam proses penetapan
                                                                                                                                    isi laporan melalui penilaian materialitas, agar laporan
 Laporan Keberlanjutan untuk tahun fiskal 2024 disusun              Laporan ini mencakup data dan informasi sepanjang periode       mencerminkan isu-isu yang relevan dan signifikan bagi
 dengan mengacu pada kerangka kerja, peraturan, dan standar         1 Januari hingga 31 Desember 2025, dan merupakan laporan        keberlanjutan bisnis PTVI.
 berikut:                                                           keberlanjutan kami yang ke-15. Untuk memastikan penyajian
                                                                    data yang semakin akurat, andal, dan selaras dengan standar




163       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 164
 PTVI sangat menghargai setiap masukan dan tanggapan dari                                                                    aliran sungai (DAS) di luar wilayah konsesi, penggunaan energi
                                                               Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan                        terbarukan, serta inisiatif uji coba penggunaan kendaraan
 para pembaca Laporan Keberlanjutan ini. Kami mendorong        Keberlanjutan Tahun Sebelumnya [POJK51 G.3]                   listrik dan biodiesel dalam upaya menuju netralitas karbon.
 para pembaca dan pengguna laporan untuk menyampaikan
 saran, umpan balik, pendapat, maupun wawasan lainnya          Berdasarkan hasil lembar umpan balik, para pembaca menilai
                                                                                                                             Menanggapi hal tersebut, dalam Laporan Keberlanjutan tahun
 yang dapat membantu meningkatkan kualitas pelaporan           bahwa Laporan Keberlanjutan PTVI telah memuat informasi
                                                                                                                             2025 ini PTVI memperkuat pengungkapan mengenai inisiatif
 keberlanjutan kami.                                           yang bermanfaat serta disajikan secara sistematis dan mudah
                                                                                                                             lingkungan, termasuk strategi dekarbonisasi, pengelolaan
                                                               dipahami. Namun demikian, kami juga menerima sejumlah
                                                                                                                             energi dan air, serta program reklamasi dan rehabilitasi lahan.
                                                               saran perbaikan, antara lain perlunya penjelasan yang lebih
 Untuk memudahkan partisipasi Anda, kami menyediakan                                                                         Kami juga menambahkan informasi yang lebih komprehensif
                                                               mendalam mengenai pengelolaan lingkungan pascatambang,
 Lembar Umpan Balik di bagian akhir laporan. Kontribusi Anda                                                                 mengenai aspek keselamatan kerja, serta kontribusi sosial dan
                                                               penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta
 sangat berarti dan akan berperan penting dalam mendukung                                                                    ekonomi perusahaan bagi masyarakat sekitar.
                                                               kontribusi perusahaan terhadap pengembangan masyarakat
 perbaikan berkelanjutan laporan kami di masa mendatang.       dan negara.
 Mohon kirimkan lembar umpan balik yang telah diisi melalui                                                                  Kami berterima kasih atas partisipasi dan perhatian seluruh
                                                                                                                             pemangku kepentingan, dan akan terus mendorong
 surat elektronik ke:[GRI 2-3]                                 Selain itu, pemangku kepentingan juga mengusulkan agar
                                                                                                                             komunikasi terbuka untuk meningkatkan kualitas laporan di
                                                               PTVI memperluas pengungkapan terkait rehabilitasi daerah
                                                                                                                             tahun-tahun mendatang.
       ptvicommunications@vale.com




164       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
 Pengungkapan Topik Material
 Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, PTVI tidak melakukan                     dan masyarakat, serta ekspektasi pemangku kepentingan                    catatan pengaduan kami, penilaian dampak dan risiko internal,
 penilaian materialitas secara menyeluruh dari awal, melainkan              yang terus berkembang seiring dengan perkembangan                        serta perkembangan eksternal yang relevan terhadap
 melakukan tinjauan materialitas untuk menegaskan kembali                   regulasi, ekspansi proyek di Pomalaa dan Bahodopi, serta                 sektor pertambangan nikel, sehingga memastikan bahwa
 relevansi topik material yang telah diidentifikasi sebelumnya,             perubahan dalam konteks operasional kami; tinjauan ini                   pengungkapan keberlanjutan kami tahun 2025 tetap relevan,
 sehingga tetap mencerminkan dampak aktual dan potensial                    dilakukan dengan mengacu pada GRI Universal Standards 2021               berbasis dampak, dan selaras dengan proses tata kelola serta
 kami yang paling signifikan terhadap ekonomi, lingkungan,                  dan mempertimbangkan berbagai sumber masukan, termasuk                   manajemen risiko kami.


   No     Topik Material        Pengungkapan GRI                                                                                      Pengungkapan SASB

          Waste and Water       GRI 3: Topik Material 2021 · GRI 303: Air dan Limbah 2018 · GRI 306: Limbah 2020 · GRI 14: Topik      Pengelolaan Air: EM-MM-140a.1 · EM-MM-140a.2
    1
          Management            14.7 Manajemen Air · GRI 14: Topik 14.6 Manajemen Limbah                                              Pengelolaan Limbah & Bahan Berbahaya: EM-MM-150a.4 • EM-MM-150a.5 • EM-
                                                                                                                                      MM-150a.6 • EM-MM-150a.7 • EM-MM-150a.8 • EM-MM-150a.9 • EM-MM-150a.10
                                                                                                                                      Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Tailing: EM-MM-540a.1 • EM-MM-540a.2 • EM-
                                                                                                                                      MM-540a.3


          Low Emission          GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 302: Energi 2016 • GRI 305: Emisi 2016                               Emisi Gas Rumah Kaca: EM-MM-110a.1 • EM-MM-110a.2
    2
          Production                                                                                                                  Kualitas Udara: EM-MM-120a.1
                                                                                                                                      Manajemen Energi: EM-MM-130a.1

                                • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 101: Keanekaragaman Hayati 2024 • GRI 304: Keanekaragaman
          Land Use                                                                                                                    Dampak Keanekaragaman Hayati: EM-MM-160a.1 • EM-MM-160a.2 • EM-MM-
    3                           Hayati 2016 • GRI 14: Topik 14.8 Penutupan dan Rehabilitasi • GRI 14: Topik 14.12 Hak atas Tanah
          Management                                                                                                                  160a.3
                                dan Sumber Daya

          Local Community       • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 413: Komunitas Lokal 2016 • GRI 411: Hak-Hak Masyarakat            Keamanan, Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Masyarakat Adat: EM-MM-210a.1 • EM-
    4
                                Adat 2016 • GRI 410: Praktik Keamanan 2016 • GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Langsung                   MM-210a.2 • EM-MM-210a.3
                                2016 • GRI 204: Praktik Pengadaan 2016 • GRI 14: Topik 14.10 Komunitas Lokal • GRI 14: Topik          Hubungan Masyarakat: EM-MM-210b.1 • EM-MM-210b.2
                                14.11 Masyarakat Adat • GRI 14: Topik 14.9 Dampak Ekonomi • GRI 14: Topik 14.25 Daerah yang
                                Terdampak Konflik

          Well-being &          • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2018 • GRI 404:               Praktik Ketenagakerjaan: EM-MM-310a.1 • EM-MM-310a.2
    5
          Inclusion             Pelatihan dan Pendidikan 2016 • GRI 401: Ketenagakerjaan 2016 • GRI 402: Hubungan Kerja/              Kesehatan & Keselamatan Kerja: EM-MM-320a.1
                                Manajemen 2016 • GRI 405: Keragaman dan Kesempatan yang Sama 2016 • GRI 406: Non-
                                diskriminasi 2016 • GRI 407: Kebebasan Berserikat 2016 • GRI 408: Pekerja Anak • GRI 409: Kerja
                                Paksa • GRI 14: Topik 14.20 Kebebasan Berserikat

          Business Integrity    • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 205: Anti-Korupsi 2016 • GRI 206: Perilaku Anti-Persaingan         Etika Bisnis & Transparansi: EM-MM-510a.1 • EM-MM-510a.2
    6
                                2016 • GRI 207: Pajak 2019 • GRI 415: Kebijakan Publik 2016 • GRI 418: Privasi Pelanggan 2016 • GRI
                                14: Topik 14.22 Anti-Korupsi • GRI 14: Topik 14.23 Pembayaran kepada Pemerintah




165       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 166
 Penjelasan
 KontribusiTema
            Kami Terhadap                                                                                        Melalui keanggotaan dan inisiatif keberlanjutan: Indonesia Business Council
                                                                                                                 for Sustainable Development (IBCSD), PT Vale turut serta merancang dokumen
 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                                                                                kontribusi bisnis dalam mendukung TPB.


                                             BAPPENAS METADATA                                                               PT VALE’S SUPPORT
     SUSTAINABLE
  DEVELOPMENT GOALS                    Target                    Indicator                  Target                           Strategy                           Achievements


 2. Zero Hunger               Mengakhiri segala       Prevalensi stunting       Menurunkan angka stunting di     Melaksanakan intervensi gizi     •   Mendukung 43 petani dalam budidaya
                              bentuk malnutrisi,      pada anak di bawah lima   Kabupaten Luwu Timur menjadi     terintegrasi dan penghidupan         padi organik di lahan 12 hektare dan
                              termasuk pada tahun     tahun                     14% dan mendukung generasi       berkelanjutan melalui                37 petani dalam budidaya sayuran
                              2025 mencapai target                              muda yang sehat dan produktif.   program Genzi dan pertanian          organik di sekitar 5 hektare.
                              yang disepakati secara                                                             masyarakat.                      •   Melanjutkan implementasi gerakan
                              internasional terkait                                                                                                   Genzi untuk pencegahan stunting dan
                              stunting dan wasting                                                                                                    pemenuhan gizi.
                              pada anak di bawah usia
                              5 tahun, serta memenuhi
                              kebutuhan gizi remaja
                              putri, ibu hamil dan
                              menyusui, serta lansia.


 3. Good Health and           Mencapai cakupan           Cakupan layanan        Memastikan akses universal       Menerapkan cakupan               •   100% kepesertaan BPJS Kesehatan
 Well-being                   kesehatan universal,       kesehatan esensial     terhadap perlindungan            perlindungan kesehatan wajib,        bagi karyawan.
                              termasuk perlindungan                             kesehatan dan memperkuat         layanan kesehatan preventif,     •   100% kepesertaan BPJS Kesehatan
                              risiko finansial, akses                           kinerja kesehatan dan            dan memperkuat manajemen             bagi karyawan kontraktor, mitra dan
                              terhadap layanan                                  keselamatan kerja.               K3.                                  vendor.
                              kesehatan esensial                                                                                                  •   Nol fatalitas terkait pekerjaan.
                              yang berkualitas serta                                                                                              •   Melanjutkan program pemantauan
                              akses terhadap obat                                                                                                     kesehatan bagi karyawan dan
                              dan vaksin yang aman,                                                                                                   kontraktor.
                              efektif, berkualitas dan
                              terjangkau bagi semua.




166     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 167
                                             BAPPENAS METADATA                                                              PT VALE’S SUPPORT
     SUSTAINABLE
  DEVELOPMENT GOALS                     Target                   Indicator                     Target                       Strategy                             Achievements

 5. Gender Equality            Mengakhiri segala         Kerangka hukum yang       Meningkatkan jumlah karyawan Menerapkan Piagam DEI dan           • Sosialisasi DEI dilaksanakan.
                               bentuk diskriminasi       mendorong kesetaraan      perempuan dan karyawan       memperkuat rekrutmen setara,        • 361 karyawan perempuan (12,1%) dari
                               terhadap semua            gender                    penyandang disabilitas.      pengembangan kepemimpinan             total tenaga kerja.
                               perempuan dan anak                                                               dan program inklusi.                • 131 perempuan dalam peran
                               perempuan di mana pun.                                                                                                 kepemimpinan (17,2%).
                                                                                                                                                    • 50% keterwakilan perempuan di Dewan
                                                                                                                                                      Komisaris.
                                                                                                                                                    • 313 karyawan perempuan berpartisipasi
                                                                                                                                                      dalam pelatihan untuk mendukung
                                                                                                                                                      pengembangan kapabilitas perempuan.




 6. Clean Water and            Meningkatkan kualitas    Proporsi air limbah yang   Menjaga kepatuhan kualitas     Melaksanakan pemantauan       •      89,7 juta m³ air buangan dari operasi
 Sanitation                    air dengan mengurangi    diolah dengan aman         air limbah dan memperkuat      kualitas air, pengolahan             Sorowako dikelola melalui sistem
                               pencemaran,                                         pengelolaan air yang           air limbah, pengelolaan              pembuangan terkendali.
                               menghilangkan                                       bertanggung jawab di seluruh   sedimentasi, dan memperkuat   •      113.251 m³ air buangan dari IGP
                               pembuangan limbah dan                               area operasi.                  pengelolaan pembuangan air           Morowali dipantau selama operasi
                               meminimalkan pelepasan                                                             yang bertanggung jawab.              awal.
                               bahan kimia serta                                                                                                •      Pemantauan parameter utama
                               material berbahaya,                                                                                                     (TSS, Cr, Cr6+, Fe, Ni) tetap berada
                               mengurangi setengah                                                                                                     dalam batas regulasi di seluruh titik
                               proporsi air limbah yang                                                                                                pemantauan.
                               tidak diolah dan secara
                               signifikan meningkatkan
                               daur ulang serta
                               penggunaan kembali
                               yang aman secara global.




167      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 168
                                            BAPPENAS METADATA                                                               PT VALE’S SUPPORT
     SUSTAINABLE
  DEVELOPMENT GOALS                    Target                  Indicator                    Target                          Strategy                           Achievements

 7. Affordable and Clean       Memperluas               Kapasitas energi       Energi terbarukan untuk          Mengoptimalkan energi bersih,     •   Pangsa energi terbarukan Sorowako
 Energy                        infrastruktur dan        terbarukan terpasang   operasi dengan 100%              stabilitas listrik, pemanfaatan       sebesar 30,02%.
                               meningkatkan teknologi                          pembangkitan energi bersih       panas buangan, tenaga surya       •   IGP Pomalaa: 8.422 GJ, 74% energi
                               untuk penyediaan                                pada 2030.                       dan konversi bahan bakar.             terbarukan.
                               layanan energi modern                                                                                              •   IGP Morowali: 13.498 GJ, 79% energi
                               dan berkelanjutan                                                                                                      terbarukan.
                               bagi semua di negara
                               berkembang.




 10. Reduced Inequality        Menjamin kesempatan      Proporsi pelanggaran   Mendorong inklusi, partisipasi   Melaksanakan kampanye             •   2.486 karyawan lokal (83,3%) dari
                               yang setara dan          HAM yang ditangani     lokal dan kesadaran HAM.         kesadaran HAM dan                     tenaga kerja.
                               mengurangi                                                                       memberdayakan masyarakat          •   207 keluhan dikelola di Sorowako,
                               ketimpangan.                                                                     adat melalui program                  80 di IGP Pomalaa, dan 86 di IGP
                                                                                                                pembangunan terpadu.                  Morowali melalui mekanisme
                                                                                                                                                      pengaduan.
                                                                                                                                                  •   Melanjutkan program kesadaran HAM
                                                                                                                                                      dan pemberdayaan masyarakat yang
                                                                                                                                                      inklusif.




168      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 169
                                            BAPPENAS METADATA                                                          PT VALE’S SUPPORT
     SUSTAINABLE
  DEVELOPMENT GOALS                    Target                   Indicator                  Target                      Strategy                              Achievements

 11. Kota dan                 Mengurangi dampak         Jumlah masyarakat       Mendukung pemulihan         Mendukung masyarakat            •      US$4,73 juta dialokasikan untuk PPM
 Permukiman                   bencana dan melindungi    terdampak bencana       wilayah terdampak bencana   tangguh melalui tanggap                (+18,3%).
 Berkelanjutan                masyarakat rentan.                                dan memperkuat ketahanan    darurat, infrastruktur          •      Lebih dari 300 rumah tangga dan
                                                                                masyarakat.                 partisipatif dan program               sekitar 21 fasilitas publik didukung
                                                                                                            pemberdayaan.                          melalui program subsidi listrik.
                                                                                                                                            •      13 desa terlibat dalam pembangunan
                                                                                                                                                   infrastruktur partisipatif.




 12. Konsumsi dan             Kelola bahan kimia dan    Limbah B3 yang          Mengurangi limbah B3 dan    Meningkatkan efisiensi sumber       • 9.967,65 ton total limbah dihasilkan.
 Produksi yang                limbah sepanjang siklus   dihasilkan dan diolah   meningkatkan pemanfaatan/   daya, mengurangi timbulan           • Komposisi limbah: 75% non-B3, 25% B3.
 Bertanggung Jawab            hidupnya dengan cara                              pengolahan yang aman.       limbah dan meningkatkan             • 3.120,18 ton (44,4%) limbah non-B3
                              yang ramah lingkungan,                                                        pemulihan/daur ulang.                 dialihkan.
                              dan kurangi secara                                                                                                • 1.246,57 ton limbah B3 dipulihkan/
                              signifikan polusi dan                                                                                               didaur ulang.
                              limbah kimia ke udara,                                                                                            • Timbulan limbah B3 turun 9,43% dan
                              air, dan tanah untuk                                                                                                intensitas limbah membaik 12,5% dari
                              meminimalkan dampak                                                                                                 2024.
                              buruk.




169     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 170
                                             BAPPENAS METADATA                                                                  PT VALE’S SUPPORT
     SUSTAINABLE
  DEVELOPMENT GOALS
                                       Target                   Indicator                      Target                           Strategy                              Achievements

 13. Penanganan               Integrate climate         GHG inventory and          Move toward carbon-neutral       Optimize energy,                     • Penurunan 2,9% intensitas emisi GRK.
 Perubahan Iklim              mitigation into           annual emissions           operations by 2050; 33% GHG      lower-carbon fuels, electri-         • Penurunan 5,5% emisi SO₂.
                              strategies and planning                              reduction by 2030.               fication, rehabilitation and         • Peningkatan 6,8% intensitas SO₂.
                                                                                                                    reforestation.                       • Penurunan 26,4% emisi partikulat.




 15. Ekosistem Daratan        Menjamin konservasi,      Luas kawasan hutan         Melindungi keanekaragaman        Melaksanakan konservasi          •      Mengonservasi dan menanam kembali
                              restorasi dan             sebagai proporsi total     hayati dan memulihkan            keanekaragaman hayati,                  72.296 pohon lokal, endemik dan
                              pemanfaatan               daratan / kemajuan         ekosistem terdampak operasi      reklamasi progresif, restorasi          dilindungi, sekitar meningkat 6% dari
                              berkelanjutan ekosistem   konservasi dan restorasi   melalui program konservasi dan   ekosistem, dan rehabilitasi             2024.
                              daratan dan perairan      ekosistem                  rehabilitasi.                    pascatambang.                    •      Melanjutkan upaya konservasi satwa
                              darat beserta jasa                                                                                                            liar melalui program pengelolaan
                              lingkungannya,                                                                                                                spesies.
                              khususnya hutan, lahan                                                                                                 •      Reklamasi progresif dan rehabilitasi
                              basah, pegunungan dan                                                                                                         diterapkan di seluruh area operasi
                              lahan kering.                                                                                                                 yang terganggu.




170     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 171
 Tabel Data
 06 Tentang PTVI
 Posisi dan Kinerja Keuangan (dalam ribuan US$) 2023 - 2025[POJK51-C.3]

                                                                                      Varians
   Data Keuangan               2025         2024               2023
                                                                          Nominal                 %

  Total Aset                 3.345.847    3.176.528         2.925.999      169.319              5,33%

  Total Liabilitas            570.771      443.752           361.462       127.019              28,62%

  Total Ekuitas              2.775.076    2.732.776         2.564.537      42.300               1,55%

  Pendapatan                  990.195      950.388           1.232.263     39.807               4,19%

  Laba Bersih                  76.063       57.761           274.334        18.302              31,68%


 Pendapatan Usaha (dalam ribuan US$) berdasarkan Pelanggan 2023–2025[POJK51-B.1]

                                                                              Variance (2025:2024)
       Customer                2025         2024              2023
                                                                          Nominal                 %

  Vale Canada
                              711.475      760.201           985.812       (48.726)             -6,41%
  Limited

  Sumitomo Metal
                              177.109      190.187           246.451       (13.078)             -6,88%
  Mining Co., Ltd

  Total                      888.584       950.388          1.232.263      (61.804)             -6,50%




1711       Laporan Keberlanjutan 2024
Page 172
 Target dan Realisasi Produksi serta Penjualan Nikel Matte (Ton) 2023–2025) [POJK51-B.1][POJK51-F.2]

                                                                                                                           Variance
      Description                       2025                        2024                         2023
                                                                                                                 Nominal                %

  Produksi

  Target                               71.234                      70.805                            -             429                0,61%

  Realisasi                            72.027                       71.311                      70.728             716                1,00%

  Penjualan

  Target                               72.234                       71.797                           -             437                0,61%

  Realisasi                            73.093                      72.625                       70.108            468                 0,65%

 Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan, Didistribusikan, dan Ditahan (dalam ribuan US$) 2023–2025



                                                                                                                             Variance
                                            2025                         2024                            2023
                                                                                                                   Nominal                  %

  Nilai Ekonomi yang Dihasilkan

  Pendapatan Usaha                        990.195                      950.388                       1.232.263      39.807                  4%


  Pendapatan Lainnya                        3.922                        3.719                           823*        203                    5%

  Total Pendapatan                         994.117                     954.107                   1.233.086*         3.922                3,719

  Nilai Ekonomi yang Didistribusikan

  Biaya Operasional                       638.007                     785.160*                       550.958*       48.841                  8%

  Gaji dan Tunjangan                       101.002                     95.254                         87.436        5.748                   6%
  Karyawan

  Pembayaran kepada                        34.607                          0                          60.093        34.607              100%
  Penyedia Modal




  2
172           Laporan Keberlanjutan 2024
Page 173
                                                                                                                  Variance
                                  2025                     2024                     2023
                                                                                                        Nominal                %

  Pembayaran Pajak                     170.419                 202.242                   204.617            -35.607                  -18%
  kepada Pemerintah

  Investasi                                3.983                   3.912*                     4.291               358                  9%
  Masyarakat

  Total Economic Value       944.234948.018                  1.082.656*                  907.395*            53.947                    6%
  Distributed

  Nilai Ekonomi yang Ditahan (Nilai Ekonomi yang Dihasilkan - Nilai Ekonomi yang Didistribusikan

  Total Nilai Ekonomi                  49.883                     73.693*                361.444*            -13.937                 -22%
  yang Didistribusikan



 07 PENGELOLAAN KEBERLANJUTAN
 Total Pemasok berdasarkan Kategori                                                                      Biaya Pengadaan berdasarkan Kategori Pemasok (US$)

                               2025                        2024                      2023                                              2025                  2024                      2023
   Description                                                                                               Deskripsi
                       Total           %           Total            %            Total          %                                  Total       %        Total           %         Total          %

  Domestik                  907        85%            783               77%          787         83%      Domestik           895.424.509,35   90%    727.776.418.254   91%    723.529.595,03    86%

  Internasional             165          15%          235               23%          163          17%     Internasional       97.254.721,73   10%     68.768.362,08    9%      119.703.373,33   14%

                                                                                                          TOTAL              992.679.231,08   100%   796.544.780,33    100%   843.232.968,36    100%
  TOTAL                   1.072        100%          1.018          100%            950         100%

 08 TATA KELOLA
 Penanganan Laporan Pelanggaran melalui VWC
                      Deskripsi                              2025         2024      2023

  Jumlah Laporan yang Diterima                                     60          23        34

  Jumlah Laporan yang Ditindaklanjuti                              30          17        30

  Persentase Laporan Valid                                     50%            74%    94%


1733      Laporan Keberlanjutan 2024
Page 174
 09 Lingkungan
 Volume Konsumsi Energi dalam Organisasi (GJ)[GRI 302-1][POJK51-F.6][SASB EM-MM-130a.1]
 Sorowako

           Sumber Energi                                   Alokasi                    Unit     2025                2024               2023

  Sumber Energi Tidak Terbarukan

  Batu Bara                             Tungku Pengering (Drying Kilns)                   GJ     5.620.329,28        5.380.753,10      4.477.155,00

                                        Kiln Reduksi – Reduktan                           GJ     3.514.493,10        3.263.552,46     3.399.804,00

                                        Kiln Reduksi – Pembakaran                         GJ     2.803.557,17        2,611,034,77      1.761.553,00

                                        Total                                             GJ    11.938.379,55       11.255.340,33      9.638.512,00

  High Speed Diesel (HSD)               Generator Termal                                  GJ           2.384,73            4.310,72          5.186,07

                                        Boiler Uap                                        GJ             925,73              877,43          6.045,14

                                        Tungku Pengering PP & Lainnya                     GJ          24.068,99           25.318,14      26.881,96

                                        Kiln Reduksi                                      GJ          20.270,69           19.272,63       26.919,01

                                        Pemurnian – Nikel 78%                             GJ      190.542,68          240.839,86         221.775,41

                                        Kendaraan Berat                                   GJ     1.075.633,75         1.105.445,61     1.054.569,59

                                        Kendaraan Ringan, Truk, dan Lainnya               GJ          77.752,87           70.289,39      142.438,65

                                        Total                                             GJ     1.391.579,42        1.466.353,78      1.483.815,83

  Marine Fuel Oil (MFO)                 Boiler Uap                                        GJ          26.435,01           30.696,12      24.928,00

                                        Tungku Pengering                                  GJ       874.214,34        1.202.834,46     1.600.666,00

                                        Kiln Reduksi                                      GJ     7.602.363,99       8.097.404,44      8.669.728,00

                                        Total                                             GJ     8.503.013,34        9.330.935,02     10.295.322,00

  Bensin                                Kendaraan Ringan                                  GJ            7.367,19           5.784,00          6.625,00

  Total Penggunaan Energi Tidak Terbarukan                                                GJ    21.836.009,58       22.059.996,32     21.423.433,83



  4
174        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 175
           Sumber Energi                                      Alokasi               Unit                     2025                     2024                       2023

 Sumber Energi Terbarukan

 Pembangkit Listrik Tenaga Air
                                                                                     GJ                        8.858.749,14             8.935.798,81              8,791,124.00
 (PLTA)

 Biodiesel B30                           Pabrik Pengolahan                           GJ                                     -                        -             150.766,00

 Biodiesel B35                                                                       GJ                         140.514,30                   789.575,11            609.554,00

 Biodiesel B40                                                                       GJ                         753.749,50                           -

 Tidak Terbarukan + Energi Terbarukan (e)                                                                     9.753.012,94             9.725.373,92              9.551.444,00


 IGP Morowali                                                                                   IGP Pomalaa
                    Sumber Energi                              Unit        2025
                                                                                                                      Sumber Energi                       Unit               2025
 Sumber Energi Tidak Terbarukan
                                                                                                 Sumber Energi Tidak Terbarukan
 Listrik                                                        GJ                  2.207
                                                                                                 Electricity                                               GJ                       2.872
 Sumber Energi Terbarukan
                                                                                                 Sumber Energi Terbarukan
 Biodiesel B35                                                  GJ                   1.176
                                                                                                 Biodiesel B35                                             GJ                        1.161
 Biodiesel B40                                                  GJ                  5.039
                                                                                                 Biodiesel B40                                             GJ                       9.465
 Total Penggunaan Energi Terbarukan                              GJ                 6.215
                                                                                                 Total Penggunaan Energi Terbarukan                        GJ                       10.625
 Tidak Terbarukan + Energi Terbarukan                           GJ                  8.422
                                                                                                 Tidak Terbarukan + Energi Terbarukan                      GJ                       13.498
 Intensitas Energi Sorowako         [GRI 302-3][POJK51-F.6]



                                  Deskripsi                             Satuan               2025                    2024              2023

  Total Produksi Nikel Matte                                              Ton                       72.027                  71.311              70.728

  Konsumsi Energi                                                          GJ              31.589.023,94            31.785.370,24      30.974.878,83

  Intensitas Energi                                                     GJ/Ton Ni                   437,94                445.73                438.57




  5
175        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 176
 Sumber Konsumsi Energi [GRI 302-4]

      Sumber                                                                                                                   Variance (2025:2024)
                               Satuan                  2025                  2024                   2023
  Konsumsi Energi
                                                                                                                         Nominal                  %

  MFO                           Barel                 1.388.652,69           1.509.299,55            1.654.992,7             (120.646,86)             -7,99%

  HSD                            Liter               72.113.602,35          68,261,137,58         68.057.320,00              3.852.464,77             5,64%

  Batu Bara                      Ton                    434.692,47             403.351,64            347.362,00                 31.340,83              7,77%


 Hasil Perhitungan Intensitas Emisi GRK[GRI 305-1][GRI 305-2] [GRI 305-4] [POJK51-F.11][SASB EM-MM-110a.1]
 Sorowako

                 Deskripsi                         Satuan                   2025                     2024                      2023           2017 Baseline

  Scope 1                                         Ton CO2eq                     2.072.142             2.048.411,00            2.029.486,00        2.010.963,00

  Scope 2                                         Ton CO2eq                          2481                    2.580,00             2.827,00             2.987,00

  Scope 3                                         Ton CO2eq                           N/A                        N/A                   N/A                 N/A

  Total Scopes                                    Ton CO2eq                 2,074,623.90             2.050.990,70              2.032.313,00       2.013.950,00

  Nickel Production Amount                            Ton                      72.027,00                  71.310,68              70.728,00            76.807,00

  GHG Emission Intensity                       Ton CO2eq /Ton                       28,80                       28,76                 28,73              26,22


 IGP Morowali                                                                                                   IGP Pomalaa

                        Deskripsi                             Satuan                  2025                                            Deskripsi                    Satuan     2025

  Lingkup 1                                                 Ton CO2eq                        4.536,32            Lingkup 1                                        Ton CO2eq          419,00

  Lingkup 2                                                 Ton CO2eq                            16,82           Lingkup 2                                        Ton CO2eq               -

  Lingkup 3                                                 Ton CO2eq                                 -          Lingkup 3                                        Ton CO2eq               -

  Total Lingkup                                             Ton CO2eq                        4.553,14            Total Lingkup                                    Ton CO2eq          419,00



  6
176         Laporan Keberlanjutan 2024
Page 177
 Hasil Pengukuran dan Perhitungan Intensitas Emisi SO₂ [GRI 305-7] [POJK51-F.11][SASB EM-MM-120a.1]          Hasil Pengukuran dan Perhitungan Intensitas Emisi Partikulat [GRI 305-7] [POJK51-F.11][SASB EM-MM-120a.1]

            Deskripsi                    Satuan               2025             2024          2023                      Deskripsi                    Satuan               2025            2024             2023

  Total Produksi Nikel                     Ton                  72.027              71.311     70.728         Total Produksi Nikel                     Ton                  72.027           71.311          70.728

  Total Emisi SO₂                       Ton SO2eq               49.297         52.172,00     53.188,00
                                                                                                              Total Emisi Partikulat             Ton Partikulat                 647             879              600
  Intensitas Emisi                      Ton SO2eq/                   0,68            0,73           0,75
                                          Ton Ni                                                                                                Ton Partikulat/
  Baku Mutu SO₂                                                      0,80            0,80           0,80      Intensitas Emisi Partikulat                                    0,009           0,012            0,007
                                                                                                                                                   Ton Ni



 Pengambilan dan Konsumsi Air [GRI303-5][SASB EM-MM-140a.1]
 Sorowako

                Deskripsi                           Satuan                   2025                2024                      2023

  Air Permukaan (Danau Matano)                        m3                    15.079.167,00        11.748.150,00             9.442.313,00

  Air Permukaan (Sungai) *jika ada                    m3                               N/A                    N/A                     N/A

  Air Tanah *jika ada                                 m3                               N/A                    N/A                     N/A

  Pihak Ketiga (PDAM) *jika ada                       m3                               N/A                    N/A                     N/A

  Total                                               m3                    15.079.167,00        11,748,150.00            9.442.313,00

 IGP Morowali

                 Deskripsi                           Satuan                  2025                   2024                    2023

  Air Permukaan (Danau)                               m3                               N/A                    N/A                     N/A

  Air Permukaan (Sungai)                              m3                            10.035                 No Data              No Data

  Air Tanah                                           m3                            10.577                  18.035                   2.311

  Pihak Ketiga (PDAM)                                 m3                               N/A                    N/A                     N/A

  TOTAL                                               m3                            20.612                  18.035                   2.311



  7
177        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 178
 IGP Pomalaa

                Deskripsi                Satuan              2025                       2024                    2023

  Air Permukaan (Danau)                       m3                        N/A                       N/A                  N/A

  Air Permukaan (Sungai)                      m3                    9.969,00                8.903,00                   N/A

  Air Tanah                                   m3                        N/A                       N/A                  N/A

  Pihak Ketiga (PDAM/Masyarakat/dll)          m3                        N/A                       N/A                  N/A

  TOTAL                                       m3                    9.969,00                8.903,00                   0.00


 Pembuangan Air[GRI 303-4]
 Sorowako                                                                                                         IGP Morowali

                Deskripsi              Satuan         2025                 2024                  2023                         Deskripsi     Satuan   2025

  Air Permukaan (Danau Matano)          m3            25.372.487           25.639.690          17.384.078,97       Air Permukaan (Danau)     m3             N/A

  Air Permukaan (Danau Mahalo-na)       m3             21.221.547          20.648.522           11.370.115,20      Air Permukaan (Sungai)    m3       100.228,32

  Air Permukaan (Sungai Salo                                                                                       Air Tanah                 m3             N/A
                                        m3             3.898.304               3.705.430                   -
  Lamunto)
                                                                                                                   Laut                      m3        13.023,07
  Air Permukaan (Sungai Petea)          m 3
                                                      39.203.071               50.716.129      21.472.522,02
                                                                                                                   Total                     m3       113.251,39
  Air Tanah                             m 3
                                                             N/A                     N/A                 N/A

  Laut                                  m3                   N/A                     N/A                 N/A

  Total                                 m3         89.695.408,20       100.709.771,00          50.226.716,19




  8
178       Laporan Keberlanjutan 2024
Page 179
 Sorowako Effluent Quality Measurement Results 2025[POJK51 F.13]

                                                                                                                    Parameter, Baku Mutu, dan Hasil Pengukuran

  No   Lokasi Titik Kepatuhan                 Sumber             Titik Pembu-angan   Volume Terolah         TSS         Jumlah Cr     Cr6+          Fe             Ni

                                                                                                          <200 ppm       0,5 ppm     0,1 ppm      5 ppm          0,5 ppm

  1    Petea Far East                  Pertambangan            Sungai Pe-tea                 16.056.164     12,50          0,07        0,02        0,03           0,01

  2    Petea East                      Pertambangan            Sungai Petea                 23.146.907     10,00           0,10        0,06        0,03           0,01

  3    Petea West                      Pertambangan            Matano                       13.744.808      13,50          0,09        0,04        0,06           0,01

  4    Lorraine                        Pertambangan            Matano                         1.983.131     10,50          0,05        0,01        0,03           0,01

  5    Kathryn                         Pertambangan            Matano                         5.717.849     9,00           0,05        0,01        0,07           0,01

  6    Lamangka 1                      Pertambangan            Mahalona                      6.282.546     10,00           0,07        0,02        0,03           0,01

  7    Lamangka 2                      Pertambangan            Mahalona                       5.146.607    10,00           0,06        0,01        0,03           0,02

  8    Lamangka 3                      Pertambangan            Mahalona                      9.792.393      12,50          0,15        0,07        0,03           0,01

  9    LC-A                            Pertambangan            Matano                        3.853.042      8,50           0,05        0,01        0,03           0,01

  10   Petea Washing Pad               Pertambangan            Matano                           73.656     10,00           0,05        0,01        0,03           0,01

  11   Petea D3 West                   Pertambangan            Salo Lamunto                  3.898.304      11,00          0,08        0,03        0,05           0,01

  12   CP 4                            Tumpukan Batu Bara dan Sungai Malili                      2.535     20,00           N/A         N/A         N/A            N/A
                                       Sulfur

  13   D Lagoon                        Domestik                Matano                           391.211     9,00           N/A         N/A         N/A            N/A

  14   F Lagoon                        Domestik                Matano                           226.74      9,00           N/A         N/A         N/A            N/A

  15   Helai Lagoon                    Domestik                Matano                            14.127    10,00           N/A         N/A         N/A            N/A

  16   SMP YPS                         Domestik                Matano                             8,88      8,00           N/A         N/A         N/A            N/A

  17   Rumah Sakit                     Domestik                Matano                            12.357    10,00           N/A         N/A         N/A            N/A




  9
179       Laporan Keberlanjutan 2024
Page 180
 Produksi Limbah B3[GRI 306-3]
 Sorowako                                                                   IGP Morowali                                           IGP Pomalaa

                             Unit       2025       2024     2023                            Unit     2025       2024     2023                    Unit   2025    2024    2023

  Timbulan Limbah            Ton          2.041     2.696   2.353            Timbulan       Ton          0,93    7,22     85,24    Timbulan      Ton     4,06    5,71   58,42
                                                                             Limbah                                                Limbah
  Intensitas             Ton/Matte       0,029      0,038   0,033

 Produksi Limbah Non-B3[GRI 306-3]
  Sorowako                                                                   IGP Morowali                                          IGP Pomalaa

        Kategori                                                                            Unit     2025                                        Unit   2025
       Pengelolaan         Unit         2025       2024      2023
         Limbah                                                              Timbulan       Ton           375                       Timbulan     Ton       76
                                                                             Limbah                                                 Limbah
  Timbulan Limbah           Ton          6.378      5.906      5.349

  Intensitas             Ton/Ton          0,09       0,08          0,07
                          Matte

  Limbah yang               Ton            963      1.004      1.609
  Dipilah

  Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi (Ha)[GRI 304-3][GRI 14.8.6]
  Sorowako

                                                                    2025                2024                     2023

   a) Luas lahan terganggu (ha) Tahunan                                     418,25             269,16                    230,16

   b) Total luas lahan terganggu (ha) Akumulatif                          7.689,00           7.356,01                   7.178,29

   c) Fasilitas (Kantor + Perumahan + Lainnya)                            1.754,80           1.460,61                   1.460,61

   d) Lahan terganggu yang belum direklamasi                              2.071,64           2.104,27                   2.014,10
   (Stockpile + Disposal)

   e) Luas lahan direklamasi (ha) Akumulatif                              3.862,56            3.791,13                  3.703,58



  10
180        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 181
                                                                  2025                    2024                   2023

  f) Luas lahan direklamasi (ha) Tahunan                                 156,67                  178,98                 224,44

  g) % lahan tambang yang direklamasi (e/d+e)                            65,09%                 64,31%                  64,77%

  h) Luas rehabilitasi daerah aliran sungai/DAS (ha)                  14.879,00            14.879,00                  10.435,00
  Akumulatif

  i) Luas rehabilitasi daerah aliran sungai/DAS (ha)                        0,00               4.444,00                 435,00

 IGP Morowali                                                                                       IGP Pomalaa

                                                       2025       2024             2023                                                  2025       2024       2023

  Luas Lahan Terganggu (ha) Total                       342,73        236,43         95,70           Luas Lahan Terganggu (ha) Total       807,76    364,75      65,20
  Akumulatif                                                                                         Akumulatif

  Luas Lahan Terganggu (ha)                             106,30        140,73         95,68           Luas Lahan Terganggu (ha)            443,01     299,55       30,10

  Luas Lahan Direklamasi (ha) Total                        1,42             -              -         Luas Lahan Direklamasi (ha) Total          -          -          -
  Akumulatif                                                                                         Akumulatif

  Luas Lahan Direklamasi (ha)                              1,42             -              -         Luas Lahan Direklamasi (ha)                -          -          -

  Luas Rehabilitasi DAS (ha) Total                     1.045,00             -              -         Luas Rehabilitasi DAS (ha) Total    1.953,00          -          -
  Akumulatif                                                                                         Akumulatif

  Luas Rehabilitasi DAS (ha)                           1.045,00             -              -         Luas Rehabilitasi DAS (ha)          1.953,00          -          -


 Daftar Spesies Flora dan Fauna Dilindungi berdasarkan IUCN Red List[GRI 304-4]
 Spesies Fauna Sorowako dan Status Konservasi

                    Local Name                                    Species Name                            IUCN Conservation Status

  Fauna Terestrial

  Anoa dataran rendah                              Bubalus depressicornis                          Endangered

  Anoa pegunungan                                  Bubalus quarlesi                                Endangered




  11
181        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 182
                     Local Name                            Species Name         IUCN Conservation Status

  Kuskus beruang Sulawesi                Ailurops ursinus                 Vulnerable

  Babi rusa                              Babyrousa celebensis             Vulnerable

  Maleo                                  Macrocephalon maleo              Vulnerable

  Monyet digo                            Macaca ochreata                  Vulnerable

  Monyet hitam tonkean                   Macaca tonkeana                  Vulnerable

  Kangkareng Sulawesi                    Rhabdotorrhinus exarhatus        Vulnerable

  Julang Sulawesi                        Rhyticeros cassidix              Vulnerable

  Tarsius                                Tarsius tarsier                  Vulnerable

  Rusa Timor                             Rusa timorensis                  Vulnerable

  Kadalan Sulawesi                       Rhamphococcyx calyorhynchus      Vulnerable

  Babi Hutan                             Sus celebensis                   Near Threatened

  Elang Alap Kecil                       Accipiter nanus                  Near Threatened

  Kehicap Sulawesi                       Hypothymis puella                Least Concern

  Serindit sulawesi                      Loriculus stigmatus              Least Concern

  Cabai Panggu Kelabu                    Dicaeum celebicum                Least Concern

  Cabai Panggu Kuning                    Dicaeum aureolimbatum            Least Concern

  Elang Bondol                           Haliastur indus                  Least Concern

  Elang Alap Nipon                       Accipiter gularis                Least Concern

  Elang Hitam                            Ictinaetus malayensis            Least Concern

  Alap-alap Sapi                         Falco moluccensis                Least Concern

  Elang Alap Ekor Total                  Accipiter trivirgatus            Least Concern

  Elang Ular Sulawesi                    Spilornis rufipectus             Least Concern

  Elang Tiram                            Pandion haliaetus                Least Concern


  12
182         Laporan Keberlanjutan 2024
Page 183
                     Local Name                       Species Name         IUCN Conservation Status

  Tiong Lampu Sulawesi                  Coracias temminckii          Least Concern

  Kepudang Sungu Biru                   Coracina temminckii          Least Concern

  Pelatuk Kelabu Sulawesi               Mulleripicus fulvus          Least Concern

  Tir-kiring Bukit                      Prioniturus platurus         Least Concern

  Raja Perling Sulawesi                 Basilornis celebensis        Least Concern

  Fauna Air Tawar

  Udang lamak merah                     Caridina lanceolata          Critically Endangered

  Udang biru                            Caridina loehae              Critically Endangered

  Udang air tawar                       Caridina holthuisi           Endangered

  Kepiting danau                        Nautilothelphusa zimmeri     Endangered

  Opudi                                 Telmatherina wahjui          Endangered

  Butini                                Glossogobius matanensis      Near Threatened

  Opudi                                 Telmatherina abendanoni      Near Threatened

  Opudi                                 Telmatherina antoniae        Near Threatened

  Opudi                                 Telmatherina obscura         Near Threatened

  Opudi                                 Telmatherina opudi           Near Threatened

  Opudi                                 Telmatherina prognatha       Near Threatened

  Udang Merah Sulawesi                  Ceyx fallax                  Near Threatened




  13
183        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 184
 Spesies Flora Sorowako dan Status Konservasi

                     Nama Lokal                           Nama Spesies            Status Konservasi IUCN             Endemisitas

  Timboewolo                             Manilkara celebica              Critically

  Endangered                             -                               Endangered

                                         Archidendron tjendana           Endangered

                                         Beilschmiedia gigantocarpa      Endangered

  Kaloju                                 Xanthostemon confertiflorus     Endangered                        Endemic

  Angsana / Cenrana                      Pterocarpus indicus             Endangered

  Dengen Celebica                        Dillenia celebica               Endangered                        Endemic

  Agathis                                Agathis celebica                Vulnerable                        Endemic

  Agathis                                Agathis dammara                 Vulnerable                        -

  Eboni                                  Diospyros celebica              Vulnerable                        Endemic

  Kantong Semar                          Nepenthes petiolata             Vulnerable                        -

  Kayu Mata Kucing                       Hopea celebica                  Vulnerable                        -

  Kumea                                  Manilkara fasciculata           Vulnerable                        -

  Buri                                   Weinmannia devogelii            Near Threatened                   -

  Betao                                  Calophyllum soulattri           Least Concern                     -

  Nyato                                  Palaquium obovatum              Least Concern                     -

  Bitti                                  Vitex cofassus                  Least Concern                     -

  Manggis Hutan                          Garcinia celebica               Least Concern                     Endemic

  Tembeuwa                               Kjellbergiodendron celebicum    Least Concern                     Endemic

  Kayu asa                               Lithocarpus celebicus           Least Concern                     Endemic

  Bayur                                  Pterospermum celebicum          Least Concern                     Endemic




  14
184         Laporan Keberlanjutan 2024
Page 185
                     Nama Lokal                                      Nama Spesies                   Status Konservasi IUCN                      Endemisitas

  Belimbing Bajo                                       Sarcotheca celebica                   Least Concern                            Endemic

  Kantong Semar Maksimum                               Nepenthes maxima                      Least Concern                            Endemic

  Kantong Semar Bersungut                              Nepenthes tentaculata                 Least Concern                            -

  Beluang                                              Eleusine indica                       Least Concern                            Endemic

  Lokomomo                                             Deplanchea bancana                    Least Concern                            -

  Dengen Serata                                        Dillenia serrata                      Least Concern                            -

  Knema                                                Knema matanesis                       Least Concern                            Endemic



 Spesies Fauna IGP Morowali dan Status Konservasi

         Nama Lokal                      Nama Spesies               Status Konservasi IUCN         Nama Lokal                Nama Spesies         Status Konservasi IUCN

  Bajing Alston Sulawesi       Prosciurillus alstoni                Near Threatened                                 Todirhamphus chloris          Least Concern

  Anoa                         Bubalus sp.                          Endangered                                      Hirundapus caudacutus         Least Concern

  Babi hutan                   Sus celebensis                       Near Threatened                                 Collocalia esculenta          Least Concern

  Codot Sulawesi               Cynopterus luzoniensis               Least Concern                                   Artamus leucorynchus          Least Concern

  Codot kecil                  Cynopterus minutus                   Least Concern                                   Aceros cassidix               Least Concern

  Cecadu pisang kecil          Macroglossus minimus                 Least Concern                                   Lalage leucopygialis          Least Concern

  Nyap biasa                   Rousettus amplexicaudatus            Least Concern                                   Caprimulgus celebensis        Least Concern

  Codot walet                  Thoopterus nigrescens                Least Concern                                   Egretta garzetta              Least Concern

  Barong besar                 Hipposideros diadema                 Least Concern                                   Ptilinopus melanospilus       Least Concern

  Tomosu besar                 Miniopterus tristis                  Least Concern                                   Streptopelia chinensis        Least Concern

                               Spilornis rufipectus                 Least Concern                                   Treron vernans                Least Concern

                               Nisaetus lanceolatus                 Least Concern                                   Ducula radiata                Least Concern




  15
185         Laporan Keberlanjutan 2024
Page 186
       Nama Lokal                     Nama Spesies          Status Konservasi IUCN   Nama Lokal            Nama Spesies         Status Konservasi IUCN

                            Corvus enca                     Least Concern                         Passer montanus               Least Concern

                            Phaenicophaeus calyorhynchus    Least Concern                         Prioniturus platurus          Least Concern

                            Centropus bengalensis           Least Concern                         Pycnonotus aurigaster         Least Concern

                            Cacomantis merulinus            Least Concern                         Amaurornis phoenicurus        Least Concern

                            Centropus celebensis            Least Concern                         Actitis hypoleucos            Least Concern

                            Dicaeum aureolimbatum           Least Concern                         Otus manadensis               Least Concern

                            Dicaeum nehrkorni               Least Concern                         Scissirostrum dubium          Least Concern

                            Dicaeum celebicum               Least Concern                         Basilornis celebensis         Least Concern

                            Dicrurus hottentottus leucops   Least Concern                         Zosterops atrifons            Least Concern

                            Dicrurus montanus               Least Concern                         Zosterops chloris             Least Concern

                            Lonchura malacca                Least Concern                         Eutropis rudis                Not Evaluated

                            Lonchura punctulata             Least Concern                         Emoia caeruleocauda           Least Concern

                            Hemiprocne longipenis           Least Concern                         Emoia astrocostata            Not Evaluated

                            Hirundo tahitica                Least Concern                         Sphenomorphus nigrolabris     Not Evaluated

                            Merops ornatus                  Least Concern                         Sphenomorphus variegatus      Not Evaluated

                            Hypothymis puella               Least Concern                         Eutropis indeprensa           Not Evaluated

                            Culicicapa helianthea           Least Concern                         Eutropis rugifera             Not Evaluated

                            Nectarinia jugularis            Least Concern                         Varanus salvator              Least Concern

                            Aethopyga siparaja              Least Concern                         Gehyra mutilata               Not Evaluated

                            Anthreptes malacensis           Least Concern                         Hemidactylus frenatus         Least Concern

                            Leptocoma sericea               Least Concern                         Bronchocela celebensis        Least Concern

                            Oriolus chinensis               Least Concern                         Ahaetulla prasina             Least Concern

                            Edulisoma morio                 Least Concern                         Psamodynastes pulverulentus   Least Concern


  16
186      Laporan Keberlanjutan 2024
Page 187
       Nama Lokal                     Nama Spesies       Status Konservasi IUCN   Nama Lokal            Nama Spesies        Status Konservasi IUCN

                            Hypsiscopus plumbea          Not Evaluated                         Dolichandrone spathacea      Least Concern

                            Duttaphrynus melanostictus   Least Concern                         Trema orientale              Least Concern

                            Ingerophrynus celebensis     Least Concern                         Casuarina equisetifolia      Least Concern

                            Fejervarya cancrivora        Least Concern                         Maranthes corymbosa          Least Concern

                             Limnonectes sp. 2           Least Concern                         Terminalia catappa           Least Concern

                            Limnonectes inflatus         Least Concern                         Blumea balsamifera           Least Concern

                            Polypedates iskandari        Not Evaluated                         Ipomoea pes-caprae           Least Concern

                            Papurana calebensis          Least Concern                         Cyathea celebica             Least Concern

                                                                                               Cyathea contaminans          Least Concern

                                                                                               Cycas rumphii                Near Threatened

                                                                                               Scleria malaccensis          Least Concern

 Spesies Flora IGP Morowali dan Status Konservasi                                              Dillenia serrata             Least Concern

                                                                                               Diospyros celebica           Vulnerable
       Nama Lokal                     Nama Spesies       Status Konservasi IUCN
                                                                                               Bridelia tomentosa           Least Concern
                             Anacardium occidentale      Least Concern
                                                                                               Hevea brasiliensis           Least Concern
                             Buchanania arborescens      Least Concern
                                                                                               Macaranga mappa              Least Concern
                             Dracontomelon dao           Least Concern
                                                                                               Mallotus paniculatus         Least Concern
                             Mangifera indica            Data Deficient
                                                                                               Castanopsis acuminatissima   Least Concern
                             Mangifera minor             Least Concern
                                                                                               Lithocarpus celebicus        Least Concern
                             Cananga odorata             Least Concern
                                                                                               Dicranopteris linearis       Least Concern
                             Alstonia macrophylla        Least Concern
                                                                                               Imperata cylindrica          Least Concern
                             Alstonia scholaris          Least Concern
                                                                                               Phragmites karka             Least Concern
                             Agathis celebica            Vulnerable
                                                                                               Saccharum spontaneum         Least Concern


  17
187      Laporan Keberlanjutan 2024
Page 188
       Nama Lokal                     Nama Spesies      Status Konservasi IUCN   Nama Lokal            Nama Spesies          Status Konservasi IUCN

                            Calophyllum soulatri        Least Concern                         Ficus microcarpa               Least Concern

                            Leea indica                 Least Concern                         Ficus punctata                 Least Concern

                            Acacia mangium              Least Concern                         Ficus septica                  Least Concern

                            Paraserianthes falcataria   Least Concern                         Ficus variegata                Least Concern

                            Archidendron clypearia      Least Concern                         Moringa oleifera               Least Concern

                            Cassia alata                Least Concern                         Musa acuminata                 Least Concern

                            Cassia siamensis            Least Concern                         Myristica fragrans             Data Deficient

                            Dalbergia candenatensis     Least Concern                         Kjellbergiodendron celebicum   Least Concern

                            Gliricidia sepium           Least Concern                         Psidium guajava                Least Concern

                            Mimosa pudica               Least Concern                         Syzygium acuminatissimum       Least Concern

                            Tamarindus indicus          Least Concern                         Nepenthes gracilis             Least Concern

                            Lycopodiella cernua         Least Concern                         Areca catechu                  Data Deficient

                            Lygodium microphyllum       Least Concern                         Corypha utan                   Least Concern

                            Ceiba pentandra             Least Concern                         Metroxylon sago                Least Concern

                            Commersonia bartramia       Least Concern                         Nypa fruticans                 Least Concern

                            Heritiera littoralis        Least Concern                         Pandanus odorifer              Least Concern

                            Hibiscus tiliaceus          Least Concern                         Piper aduncum                  Least Concern

                            Kleinhovia hospita          Least Concern                         Dacrycarpus imbricatus         Least Concern

                            Dysoxylum gaudichaudianum   Least Concern                         Podocarpus neriifolius         Least Concern

                            Toona ciliata               Least Concern                         Acrostichum aureum             Least Concern

                            Toona sureni                Least Concern                         Pteris vittata                 Least Concern

                            Artocarpus elasticus        Least Concern                         Bruguiera sexangula            Least Concern

                            Ficus hispida               Least Concern                         Rhizophora apiculata           Least Concern


  18
188      Laporan Keberlanjutan 2024
Page 189
       Nama Lokal                     Nama Spesies       Status Konservasi IUCN   Spesies Fauna IGP Pomalaa dan Status Konservasi

                            Nauclea orientalis           Least Concern                 Nama Lokal                   Nama Spesies         Status Konservasi IUCN

                            Melicope lunu-ankenda        Least Concern            Kima raksasa             Tridachna gigas               Critically Endangered

                            Lepisanthes alata            Least Concern            -                        Nomorhamphus sagittarius      Endangered

                            Lepisanthes amoena           Least Concern            Elang perut - karat      Lophotriorchis kienerii       Near Threatened

                            Nephelium lappaceum          Least Concern            Pergam hijau             Ducula aenea                  Near Threatened

                            Palaquium obovatum           Least Concern            Pungguk oker             Ninox ochracea                Near Threatened

                            Duabanga moluccana           Least Concern            Kangkareng Sulawesi      Rhabdotorrhinus exarhatus     Vulnerable

                            Sonneratia alba              Least Concern            Julang emas Sulawesi     Rhytyceros cassidix           Vulnerable

                            Sonneratia caseolaris        Least Concern            -                        Tytthoscincus textus          Vulnerable

                            Cyclosorus interruptus       Least Concern            Katak parasut gunung     Rhacophorus monticola         Vulnerable

                            Callicarpa tomentosa         Least Concern            Kuskus kerdil Sulawesi   Strigocuscus celebensis       Near Threatened

                            Gmelina arborea              Least Concern            Bajing kecil Sulawesi    Prosciurillus alstoni         Near Threatened

                            Stachytarpheta jamaicensis   Least Concern            Codot muka garis         Styloctenium wallacei         Near Threatened

                            Vitex pinnata                Least Concern            Tarsius                  Tarsius tarsier               Vulnerable

                                                                                  Kuskus beruang           Auliurops ursinus             Vulnerable

                                                                                  Bajing Merah Sulawesi    Rubisciurus rubiventer        Vulnerable

                                                                                  Monyet Dinggo /          Macaca ochreata               Vulnerable
                                                                                  Monyet Butung

                                                                                  Musang Sulawesi          Macrogalidia muschenbroekki   Vulnerable

                                                                                  Anoa dataran rendah      Bubalus depressicornis        Endangered




  19
189      Laporan Keberlanjutan 2024
Page 190
 09 Tenaga Kerja Kami
 Total dan Persentase Pekerja Lokal

           Description                  2025         2024        2024

 Jumlah Karyawan                        2.985        3.038       3.017

 Jumlah Karyawan Lokal                  2.486        2.516       2.589

 Persentase Karyawan Lokal              83%             83%      86%


 Total Karyawan berdasarkan Jabatan dan Jenis Kelamin[GRI 405-1]

                                                                2025                              2024                                2023
                  Posisi
                                                Laki-laki     Perempuan    Total    Laki-laki    Perempuan     Total    Laki-laki   Perempuan    Total

 Managemen (L3)                                    36             4         40          30               4       34         24           3        27

 General Manager atau Spesialis (L2)              106             17        123        112              13      125        104          11        115

 Staf Senior atau Manager (L1)                    488            110       598         473           102        575        402          79        481

 Staf                                             719            154        873        685           155        840        691          131       822

 Nonstaf                                          1.275          76        1.351      1.386             78     1.464      1.489         83       1.572

 Total                                           2.624           361       2.985      2.686          352       3.038      2.710         307      3.017

 Total Karyawan berdasarkan Kelompok Usia

                                                                2025                             2024                                2023
              Kelompok Usia
                                                Laki-laki     Perempuan   Total    Laki-laki    Perempuan    Total     Laki-laki    Perempuan   Total

  >50 Tahun                                        630           35       665        577           28        605         539           23       562

  30-50 Tahun                                     1.883          263      2.146      1.980         254       2.234      2.059          228      2.287

  <30 tahun                                        111           63        174       129           70        199          112          56       168

  Total                                           2.624          361      2.985     2.686          352       3.038      2.710          307      3.017




  20
190        Laporan Keberlanjutan 2024
Page 191
 Total Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan

                                                       2025                            2024                                 2023
             Level Pendidikan
                                         Laki-laki   Perempuan   Total   Laki-laki    Perempuan     Total     Laki-laki     Perempuan    Total

  S3/Sederajat                               2           0        2         8             1          9            1             0          1

  S2/Sederajat                              67          30        97        68           26          94          56            21         77

  S1/Sederajat                              791         224      1.015     769           219        988         700            176       876

  Diploma/Sederajat                        295          65       360       301           64         365         276            57        333

  SMA                                      1.459        42       1.501     1.526         42         1.568       1.657          53        1.710

  SMP                                       10           0        10        14            0          14          20             0         20

  Total                                   2.624         361      2.985    2.686          352        3.038      2.710           307       3.017

 Total Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian
                                                       2025                            2024                                   2023
            Status Kepegawaian
                                         Laki-laki   Perempuan   Total    Laki-laki    Perempuan      Total     Laki-laki    Perempuan    Total

 Pegawai Tetap                            2.549         337      2.886      2.607             322     2.929       2.653            280     2.933

 Pegawai Kontrak                            75          24        99         79               30       109            57            27         84

 Total                                    2.624         361      2.985     2.686              352     3.038       2.710            307     3.017

 Total Karyawan berdasarkan Lokasi Operasional
                                                       2025                            2024                                   2023
            Lokasi Operasional
                                         Laki-laki   Perempuan   Total   Laki-laki     Perempuan     Total     Laki-laki     Perempuan    Total

  Bungku Timur                              78          21        99         74           19          93              55            16         71

  Jakarta                                   59          43        102        58           35          93              45            25         70

  Makassar                                  11           4        15         5                3          8            3              2         5

  Palu                                       1           0         1         1                0          1            1              0         1




  21
191         Laporan Keberlanjutan 2024
Page 192
                                                              2025                                                    2024                                                    2023
            Lokasi Operasional
                                         Laki-laki      Perempuan                 Total           Laki-laki          Perempuan              Total          Laki-laki          Perempuan               Total

  Pomalaa                                   73                 26                   99                  71                    29             100                56                   21                 77

  Sorowako                                2.402                267                2.669             2.477                     266           2.743           2.550                    243              2.793

  Total                                   2.624                361                2.985             2.686                     352           3.038           2.710                    307              3.017

 Total Karyawan berdasarkan Status Kewarnegaraan

                                                                  2025                                                            2024                                                 2023

                                          Laki-laki           Perempuan                  Total          Laki-laki             Perempuan            Total         Laki-laki           Perempuan                Total

  Warga Negara Indonesia (WNI)              2.622                     360                2.982               2.683                  352            3.034             2.706                 307                3.013

  Warga Negara Asing (WNA)                       2                     1                  3                    3                    0               4                 4                    0                   4

  Total                                     2.624                     361                2.985               2.686                 352             3038              2.710                 307                3.017

 Keberagaman Tenaga Kerja dan Pekerja Lokal[GRI 405-1]

                                                     2025                           2024                           2023

                                           Total              %             Total             %              Total            %

  Penyandang Disabilitas                    74              2,48%            67            2,21%              3        0,10%

  Pekerja Lokal                            2.457            82,31%          2.516         82,82%             2.589     85,81%

 Total Kontraktor berdasarkan Kewarganegaraan

                                                              2025                                                   2024                                                 2023

                                         Laki-laki      Perempuan              Total          Laki-laki            Perempuan              Total      Laki-laki         Perempuan               Total

  Indonesian Citizen (WNI)                20.549              1.953            22.502             12.533              1.500               14.033        10.614               1.239             11.853

  Foreign National (WNA)                    137                   6               143               9                     3                 12             34                 7                  41

  Total                                   20.686              1.959           22.645              12.542              1.503               14.045        10.648               1.246          11.894



  22
192         Laporan Keberlanjutan 2024
Page 193
 Total Kontraktor Warga Negara Indonesia berdasarkan Lokalitas

                                                        2025                                                             2024                                                   2023
  Tingkat Pendidikan
                               Laki-laki          Perempuan                   Total             Laki-laki         Perempuan             Total            Laki-laki         Perempuan              Total

  Lokal                           16.173                1.673                 17.846             10.508              1.326              11.834               8.743              1.055             9.798

  Non Lokal                        4.376                280                   4.656                  2.025               174             2.199               1.871                184             2.055

  Total                          20.549                 1.953                 22.502             12.533              1.500              14.033               10.614             1.239             11.853


 Total Working Hours

                                                                              2025                                                                             2024
  Tingkat Pendidikan       Satuan                                                                                                                                                                            2023
                                           Sorowako             IGP Morowali           IGP Pomalaa               Total           Sorowako        IGP Morowali         IGP Pomalaa         Total

 Karyawan                    Jam           6.127.468              239.952                197.540               6.564.960         6.280.560         176.040              184.680         6.641.280          6.379.740

 Kontraktor                  Jam           26.239.164             7.099.302             9.285.380            42.623.846          23.291.155        3.493.111           2.400.986        29.185.252     23.036.374

 Total                                     32.366.632            7.339.254              9.482.920            49.188.806          29.571.715        3.669.151           2.585.666        35.826.532        29.416.114




 Statistik Cedera Akibat Kerja untuk Karyawan dan Kontraktor[GRI 403-9][SASB EM-MM-320a.1]

                                                                                              2025                                                             2024

          Level of Education                   Satuan                                                                                                                                                       2023
                                                                                   IGP                  IGP                                           IGP                IGP
                                                                Sorowako                                                 Total      Sorowako                                            Total
                                                                                 Morowali             Pomalaa                                       Morowali           Pomalaa

 Karyawan

 Total Loss Time Injury                       #                      1                  -                -                 1             -               -                -               -                   -

 Loss Time Injury Frequency Rate
                                              #                     0,16               0,00             0,00             0,15          0,00            0,00              0,00             -                 0,00
 (LTIFR)

 Total Recordable Injury                      #                      -                  -                -                 -             -               -                -               -                   -




  23
193       Laporan Keberlanjutan 2024
Page 194
                                                                    2025                                         2024
          Level of Education           Satuan                                                                                             2023
                                                             IGP             IGP                          IGP             IGP
                                                Sorowako                             Total   Sorowako                             Total
                                                           Morowali        Pomalaa                      Morowali        Pomalaa

 Total Recordable Injury Frequency
                                       #          0,00       0,00           0,00     0,00      0,00       0,00           0,00       -     0,00
 Rate (TRIFR)

 Kontraktor

 Total Loss Time Injury                #           5          0               0       5         1          0               0        1      4

 Loss Time Injury Frequency Rate
                                       #          0,19        0               0      0,12      0,04        0               0      0,03    0,17
 (LTIFR)

 Total Recordable Injury               #           16         3               3       22        9          1               0       10      10

 Total Recordable Injury Frequency
                                       #          0,61       0,42           0,32     0,52      0,39       0,29             0      0,34    0,43
 Rate (TRIFR)

 Karyawan dan Kontraktor

 Near Miss Incidents                   #           53         10             13       76        59         6               1       66      62

 Near Miss Frequency Rate              #          1,64       1,36            1,37    1,55      2,00       1,64           0,39     1,84    2,11




  24
194       Laporan Keberlanjutan 2024
Page 195
195   Laporam Keberlanjutan 2025
Page 196
196   Laporam Keberlanjutan 2025
Page 197
 Indeks POJK
 Penjelasan Tema
              [POJK G.4]                                                                               Indeks POJK dalam laporan ini disusun berdasarkan:
                                                                                                       • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017
                                                                                                       • Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 16/SEOJK.04/2021


                                                                            TOPIK                                                                    HALAMAN

 A    Strategi Keberlanjutan

       A.1.     Penjelasan Strategi Keberlanjutan

 B    Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan

       B.1.     Aspek Ekonomi, paling sedikit memuat:

                a. Kuantitas produksi atau jasa yang dijual;

                b. Pendapatan atau penjualan;

                c. Laba atau rugi bersih;

                d. Produk ramah lingkungan; dan

                e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan.

       B.2.     Aspek Lingkungan Hidup, paling sedikit memuat:

                a. Penggunaan energi;

                b. Pengurangan emisi yang dihasilkan;

                c. Pengurangan limbah dan efluen; dan

                d. Pelestarian keanekaragaman hayati.

       B.3.     Aspek Sosial

 C    Profil Perusahaan

       C.1.     Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan

       C.2.     Alamat Perusahaan

       C.3.     Skala Usaha, paling sedikit memuat:

                a. Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban;



197   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 198
                                                                      TOPIK                                                                     HALAMAN

                b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan;

                c. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham; dan

                d. Wilayah operasional.

       C.4.     Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan

       C.5.     Keanggotaan pada Asosiasi

       C.6.     Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan

 D    Penjelasan Direksi

       D.1.     Penjelasan Direksi

                a. Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan

                b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan

                c. Strategi pencapaian target

 E    Tata Kelola Keberlanjutan

       E.1.     Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan

       E.2.     Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan

       E.3.     Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan

       E.4.     Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan

       E.5.     Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan

 F    Kinerja Keberlanjutan

       F.1.     Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan

      Kinerja Ekonomi

       F.2.     Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi

                Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan
       F.3.
                dengan Keuangan Berkelanjutan




198   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 199
                                                                      TOPIK                                                       HALAMAN

      Kinerja Lingkungan Hidup

      Aspek Umum

       F.4.     Biaya Lingkungan Hidup

      Aspek Material

       F.5.     Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan

      Aspek Energi

       F.6.     Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan

       F.7.     Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan

      Aspek Air

       F.8.     Penggunaan Air

      Aspek Keankearagaman Hayati

       F.9.     Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati

       F.10.    Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati

      Aspek Emisi

       F.11.    Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya

       F.12.    Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan

      Aspek Limbah dan Efluen

       F.13.    Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis

       F.14.    Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen

       F.15.    Tumpahan yang Terjadi (jika ada)

      Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup

       F.16.    Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Displeasing




199   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 200
                                                                       TOPIK                                                                 HALAMAN

      Kinerja Sosial

       F.17.    Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen

      Aspek Ketenagakerjaan

       F.18.    Kesetaraan Kesempatan Bekerja

       F.19.    Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa

       F.20.    Upah Minimum Regional

       F.21.    Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman

       F22.     Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai

      Aspek Masyarakat

       F.23.    Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar

       F.24.    Pengaduan Masyarakat

       F.25.    Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

      Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan

       F.26.    Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan

       F.27.    Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan

       F.28.    Dampak Produk/Jasa

       F.29.    Jumlah Produk yang Ditarik Kembali

       F.30.    Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan

 G    Lain-lain

       G.1.     Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)

       G.2.     Lembar Umpan Balik

       G.3.     Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya

                Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan
       G.4.
                bagi Lembaga Jasa Keuangan,Emiten, dan Perusahaan Publik




200   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 201
 Indeks GRI
 Penjelasan Tema
 Pernyataan penggunaan                PT Vale Indonesia Tbk telah melaporkan informasi yang tertera       GRI 1 yang digunakan                        GRI 1 : Fondasi 2021
                                      dalam Indeks Isi GRI untuk periode 1 Januari-31 Desember 2025.
                                                                                                          Standar Sektor GRI yang berlaku             GRI 14: Sektor Pertambangan 2024

                                                                                                                                 YANG TIDAK DICANTUMKAN                               NO. RUJUKAN
      STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                             LOKASI           PERSYARATAN YANG TIDAK                                                       STANDAR SEKTOR
                                                                                                                                            ALASAN                PENJELASAN               GRI
                                                                                                            DICANTUMKAN
 GRI 2: Pengungkapan         2-1 Rincian organisasi
 Umum 2021
                             2-2 Entitas yang dicantumkan dalam pelaporan
                             keberlanjutan organisasi
                             2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak
                             pelaporan

                             2-4 Penyajian kembali informasi

                             2-5 Penjaminan eksternal
                             2-6 Kegiatan, rantai nilai dan hubungan bisnis
                             lain
                             2-7 Tenaga kerja
                             2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung

                             2-9 Struktur dan komposisi tata kelola
                             2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata
                             kelola tertinggi

                             2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi

                             2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam
                             mengawasi manajemen dampak
                             2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola
                             dampak
                             2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam
                             pelaporan keberlanjutan
                             2-15 Konflik kepentingan

                             2-16 Komunikasi masalah penting
                             2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola
                             tertinggi

201     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 202
                                                                                                                YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                        LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                           ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                                DICANTUMKAN

                              2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi

                              2-19 Kebijakan remunerasi

                              2-20 Proses untuk menentukan remunerasi

                              2-21 Rasio kompensasi total tahunan
                              2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan
                              berkelanjutan
                              2-23 Komitmen kebijakan

                              2-24 Menanamkan komitmen kebijakan

                              2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif
                              2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan
                              mengemukakan masalah
                              2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

                              2-28 Asosiasi keanggotaan
                              2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku
                              kepentingan
                              2-30 Perjanjian perundingan kolektif
 GRI 3: Topik Material 2021 3-1 Proses untuk menentukan topik material

                              3-2 Daftar topik material

                              3-3 Manajemen topik material
 GRI 101: Keanekaragaman 101-1 Kebijakan untuk menghentikan dan
 Hayati 2024             mengembalikan hilangnya keanekaragaman                                                                                       14.4.2
                         hayati
                              101-2 Manajemen dampak keanekaragaman
                                                                                                                                                      14.4.3
                              hayati




202      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 203
                                                                                                                   YANG TIDAK DICANTUMKAN                               NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                         LOKASI    PERSYARATAN YANG TIDAK                                                   STANDAR SEKTOR
                                                                                                                                ALASAN               PENJELASAN              GRI
                                                                                                  DICANTUMKAN
                                                                                            Seluruh pengungkapan       Informasi tidak relevan   PT Vale tidak
                                                                                                                                                 melakukan
                                                                                                                                                 akses terhadap
                                                                                                                                                 sumber daya
                                                                                                                                                 genetik maupun
                                                                                                                                                 pengetahuan
                                                                                                                                                 tradisional dalam
                              101-3 Akses dan berbagi manfaat                                                                                    operasionalnya.
                                                                                                                                                 Oleh karena
                                                                                                                                                 itu, indikator ini
                                                                                                                                                 tidak dianggap
                                                                                                                                                 relevan dalam
                                                                                                                                                 konteks kegiatan
                                                                                                                                                 operasional
                                                                                                                                                 Perseroan.
                              101-4 Identifikasi dampak keanekaragaman
                                                                                                                                                                      14.4.4
                              hayati
                              101-5 Lokasi yang memiliki dampak
                                                                                                                                                                      14.4.5
                              keanekaragaman hayati
                              101-6 Pemicu langsung hilangnya
                                                                                                                                                                      14.4.6
                              keanekaragaman hayati
                              101-7 Perubahan kondisi keanekaragaman hayati                                                                                           14.4.7

                              101-8 Layanan ekosistem                                                                                                                 14.4.8
 GRI 201: Kinerja Ekonomi     201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan
                                                                                                                                                                      14.2.2
 2016                         dan didistribusikan
                                                                                                                                                                      14.2.2
                              201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang
                                                                                                                                                                      14.9.2
                              lain akibat dari perubahan iklim                                                                                                        14.23.2
                              201-3 Kewajiban program pensiun manfaat pasti
                              dan program pensiun lainnya
                              201-4 Bantuan finansial ang diterima dari
                                                                                                                                                                      14.23.3
                              pemerintah




203      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 204
                                                                                                              YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                           PENGUNGKAPAN                       LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                         ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                              DICANTUMKAN
 GRI 202: Keberadaan          202-1 Rasio standar upah karyawan pemula
 Pasar 2016                   berdasarkan jenis kelamin terhadap upah                                                                               14.17.2
                              minimum regional
                              202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal
                                                                                                                                                    14.21.2
                              dari masyarakat setempat
 GRI 203: Dampak
                              203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
 Ekonomi Tidak Langsung                                                                                                                             14.9.3
                              layanan
 2016
                              203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang
                                                                                                                                                    14.9.4
                              signifikan
 GRI 204: Praktik             204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok
                                                                                                                                                    14.9.5
 Pengadaan 2016               lokal
 GRI 205: Antikorupsi 2016 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko
                                                                                                                                                    14.22.2
                           terkait korupsi
                              205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang
                                                                                                                                                    14.22.3
                              kebijakan dan prosedur antikorupsi
                              205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan
                                                                                                                                                    14.22.4
                              tindakan yang diambil
 GRI 206: Perilaku Anti-      206-1 Langkah-langkah hukum untuk perilaku
 persaingan 2016              antipersaingan, praktik antipakat dan monopoli
 GRI 207: Pajak 2019          207-1 Pendekatan terhadap pajak                                                                                       14.23.4
                              207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan
                                                                                                                                                    14.23.5
                              manajemen risiko pajak
                              207-3 Keterlibatan pemangku kepentingan dan
                              pengelolaan kepedulian yang berkaitan dengan                                                                          14.23.6
                              pajak
                              207-4 Laporan per negara                                                                                              14.23.7




204      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 205
                                                                                                             YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                     LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                        ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                             DICANTUMKAN
 GRI 301: Material 2016       301-1 Material digunakan berdasarkan berat
                              atau volume
                              301-2 Material input dari daur ulang yang
                              digunakan
                              301-3 Pemerolehan ulang produk dan material
                              kemasannya
 GRI 302: Energi 2016         302-1 Konsumsi energi dalam organisasi                                                                               14.1.2

                              302-2 Konsumsi energi di luar organisasi                                                                             14.1.3

                              302-3 Intensitas energi                                                                                              14.1.4

                              302-4 Pengurangan konsumsi energi
                              302-5 Pengurangan untuk energi yang
                              dibutuhkan untuk produk dan jasa
 GRI 303: Air dan Efluen      303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya
                                                                                                                                                   14.7.2
 2018                         bersama
                              303-2 Manajemen dampak yang berkaitan
                                                                                                                                                   14.7.3
                              dengan pembuangan air
                              303-3 Pengambilan air                                                                                                14.7.4

                              303-4 Pembungan air                                                                                                  14.7.5

                              303-5 Konsumsi air                                                                                                   14.7.6




205      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 206
                                                                                                              YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                      LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                         ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                              DICANTUMKAN
 GRI 304:                     304-1 Lokasi operasi yang dimiliki, disewa,
 Keanekaragaman Hayati        dikelola, atau berdekatan dengan,
 2016                         kawasan lindung dan kawasan dengan nilai
                              keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan
                              lindung
                              304-2 Dampak signifikan dari aktivitas, produk,
                              dan jasa pada keanekaragaman hayati
                              304-3 Habitat yang dilindungi atau direstorasi
                              304-4 Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies
                              daftar konservasi nasional dengan habitat
                              dalam wilayah yang terkena efek operasi
 GRI 305: Emisi 2016          305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung                                                                                  14.1.5
                              305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak
                                                                                                                                                    14.1.6
                              langsung
                              305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
                                                                                                                                                    14.1.7
                              lainnya
                              305-4 Intensitas emisi GRK                                                                                            14.1.8

                              305-5 Pengurangan emisi GRK                                                                                           14.1.9

                              305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS)
                              305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida
                                                                                                                                                    14.3.2
                              (SO ), dan emisi udara signifikan lainn a
 GRI 306: Efluen dan          306-1 Pelepasan air berdasarkan mutu dan
 Limbah 2016                  tujuan
                              306-2 Limbah berdasarkan jenis dan metode
                              pembuangan
                              306-3 Tumpahan ang signifikan                                                                                         14.15.2

                              306-4 Pengangkutan limbah berbahaya
                              306-5 Badan air yang dipengaruhi oleh
                              pelepasan dan/atau limpahan air



206      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 207
                                                                                                            YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
      STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                     LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                       ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                            DICANTUMKAN
 GRI 306: Limbah 2020         306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan
                                                                                                                                                  14.5.2
                              terkait limbah
                              306-2 Manajemen dampak signifikan terkait
                                                                                                                                                  14.5.3
                              limbah
                              306-3 Timbulan limbah                                                                                               14.5.4
                              306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan
                                                                                                                                                  14.5.5
                              akhir
                              306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan
                                                                                                                                                  14.5.6
                              akhir
 GRI 401: Kepegawaian         401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian
                                                                                                                                                  14.17.3
 2016                         karyawan
                              401-2 Tunjangan yang diberikan kepada
                              karyawan purnawaktu yang tidak diberikan
                                                                                                                                                  14.17.4
                              kepada karyawan pada kurun waktu tertentu
                              atau paruh waktu
                                                                                                                                                  14.17.5
                              401-3 Cuti melahirkan
                                                                                                                                                  14.21.3
 GRI 402: Hubungan
                        402-1 Periode pemberitahuan minimum terkait                                                                               14.8.2
 Tenaga Kerja/Manajemen
                        perubahan operasional                                                                                                     14.17.3
 2016




207      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 208
                                                                                                            YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                    LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                       ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                            DICANTUMKAN
 GRI 403: Kesehatan dan       403-1 Sistem manajemen kesehatan dan
                                                                                                                                                  14.17.4
 Keselamatan Kerja 2018       keselamatan kerja
                              403-2 Pengidentifikasian baha a, penilaian                                                                          14.17.5
                              risiko, dan investigasi insiden                                                                                     14.21.3

                              403-3 Layanan kesehatan kerja                                                                                       14.16.4
                              403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi
                              pekerja tentang kesehatan dan keselamatan                                                                           14.16.5
                              kerja
                              403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan
                                                                                                                                                  14.16.6
                              dan keselamatan kerja
                              403-6 Peningkatan kualitas kesehatan Pekerja                                                                        14.16.7
                              403-7 Pencegahan dan mitigasi
                              dampak-dampak kesehatan dan keselamatan
                                                                                                                                                  14.16.8
                              kerja yang secara langsung terkait hubungan
                              bisnis
                              403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem
                                                                                                                                                  14.16.9
                              manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
                              403-9 Kecelakaan kerja                                                                                              14.16.10

                              403-10 Penyakit akibat kerja                                                                                        14.16.11
 GRI 404: Pelatihan dan       404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per                                                                         14.17.7
 Pendidikan 2016              karyawan                                                                                                            14.21.4
                              404-2 Program untuk meningkatkan
                                                                                                                                                  14.8.3
                              keterampilan karyawan dan program bantuan
                                                                                                                                                  14.17.8
                              peralihan
                              404-3 Persentase karyawan yang menerima
                              tinjauan rutin terhadap kinerja dan
                              pengembangan karier




208      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 209
                                                                                                             YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                             PENGUNGKAPAN                    LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                        ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                             DICANTUMKAN
 GRI 405:                      405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan                                                                          14.21.5
 Keanekaragaman dan            karyawan
 Peluang Setara 2016
                               405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
                                                                                                                                                   14.21.6
                               perempuan dibandingkan laki-laki
 GRI 406: Nondiskriminasi      406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan
                                                                                                                                                   14.21.7
 2016                          perbaikan yang dilakukan
 GRI 407: Kebebasan
                               407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas
 Berserikat dan
                               kebebasan berserikat dan perundingan kolektif                                                                       14.20.3
 Perundingan Kolektif
                               mungkin berisiko
 2016
 GRI 408: Pekerja anak         408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko
                                                                                                                                                   14.18.2
 2016                          signifikan terhadap insiden pekerja anak
 GRI 409: Kerja Paksa atau 409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko
 Wajib Kerja 2016          signifikan terhadap insiden kerja paksa atau                                                                            14.19.2
                           wajib kerja
 GRI 410: Praktik              410-1 Petugas keamanan yang dilatih mengenai
                                                                                                                                                   14.14.2
 Keamanan 2016                 kebijakan atau prosedur hak asasi manusia
 GRI 413: Masyarakat           413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat
 Setempat 2016                 setempat, penilaian dampak, dan program                                                                             14.10.2
                               pengembangan
                               413-2 Operasi yang secara aktual dan yang
                               berpotensi memiliki dampak negatif signifikan                                                                       14.10.3
                               terhadap masyarakat setempat
 GRI 414: Penilaian Sosial                                                                                                                         14.17.9
                               414-1 Seleksi pemasok baru dengan
 Pemasok 2016                                                                                                                                      14.18.3
                               menggunakan kriteria sosial
                                                                                                                                                   14.19.3
                               414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai
                                                                                                                                                   14.17.10
                               pasokan dan tindakan yang telah diambil
 GRI 415: Kebijakan Publik
                               415-1 Kontribusi politik                                                                                            14.24.2
 2016
                               418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai
 GRI 418: Privasi
                               pelanggaran terhadap privasi pelanggan dan
 Pelanggan 2016
                               hilangnya data pelanggan



209       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 210
                                                                                                               YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                             PENGUNGKAPAN                      LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                          ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                               DICANTUMKAN

 GRI 14: Sektor Pertambangan 2024
 14.6 Endapan (Tailings)       14.6.2 Laporkan metode pembuangan endapan
                               yang digunakan oleh organisasi.
                               14.6.3 Sebutkan fasilitas endapan organisasi,
                               dan laporkan nama, lokasi, dan status
                               kepemilikan, termasuk apakah organisasi selaku
                               operator atau tidak
 14.8 Penutupan dan            14.8.4 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan
 Rehabilitasi                  apakah lokasi tambang:
                                • Memiliki rencana penutupan dan rehabilitasi;
                                • Sedang melakukan aktivitas penutupan
                                  tambang dan rehabilitasi;
                                • Telah ditutup dan direhabilitasi.
                               14.8.5 Untuk setiap rencana penutupan dan
                               rehabilitasi:
                                • Laporkan apakah rencana telah disetujui oleh
                                  otoritas terkait;
                                • Laporkan tanggal evaluasi rencana terbaru
                                  dan evaluasi selanjutnya.
                               14.8.6 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan
                               dalam satuan hektare:
                                • Total lahan yang terganggu dan belum
                                  direhabilitasi;
                                • Total lahan yang terganggu dan telah
                                  direhabilitasi (termasuk yang direhabilitasi
                                  secara progresif, jika ada).
                               14.8.7 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan
                               perkiraan umur tambang (LOM).




210       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 211
                                                                                                               YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                       LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                          ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                               DICANTUMKAN
                              14.8.8 Untuk provisi keuangan yang dibuat oleh
                              organisasi untuk penutupan dan rehabilitasi,
                              termasuk pemantauan lingkungan dan
                              sosial-ekonomi pascapenutupan dan tindak
                              pemulihan untuk lokasi tambang, laporkan:
                               • Total perkiraan biaya penutupan (tidak
                                 dipotong), apakah provisi finansial mampu
                                 menutup biaya penutupan perkiraan saat ini
                                 secara penuh, dan apakah provisi finansial
                                 yang dibuat telah sejalan dengan persyaratan
                                 peraturan yang berlaku, berdasarkan lokasi
                                 tambang;
                               • Metode yang digunakan untuk menghitung
                                 perkiraan biaya penutupan;
                               • Instrumen keuangan yang digunakan atau
                                 dikembangkan untuk memastikan provisi
                                 finansial cukup untuk penutupan dan
                                 rehabilitasi.
                              14.8.9 Jelaskan provisi nonkeuangan yang
                              dibuat oleh organisasi untuk mengelola
                              transisi sosial-ekonomi masyarakat lokal
                              menuju ekonomi pascapenambangan yang
                              berkelanjutan, termasuk upaya, proyek, dan
                              program kolaboratif.
 14.9 Dampak Ekonomi          14.9.6 Laporkan persentase pekerja yang
                              direkrut dari masyarakat lokal di tingkat lokasi
                              tambang, diperinci berdasarkan gender, dan
                              definisi ‘mas arakat lokal’ (komunitas lokal)
                              menurut organisasi.
 14.10 Komunitas Lokal        14.10.4 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan:
                               • Jumlah dan jenis pengaduan dari masyarakat
                                 lokal selama periode pelaporan;
                               • Persentase pengaduan yang ditangani dan
                                 diselesaikan selama periode pelaporan;
                               • Persentase pengaduan yang diselesaikan
                                 melalui remediasi selama periode pelaporan.




211      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 212
                                                                                                                 YANG TIDAK DICANTUMKAN                  NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                         LOKASI   PERSYARATAN YANG TIDAK                                     STANDAR SEKTOR
                                                                                                                            ALASAN        PENJELASAN          GRI
                                                                                                 DICANTUMKAN
 14.12 Hak atas Tanah dan     14.12.2 Sebutkan lokasi tambang di mana
 Sumber Daya                  pemukiman kembali secara paksa direncanakan,
                              berlangsung, atau telah dilakukan.Untuk setiap
                              lokasi tambang tersebut:
                               • Laporkan berapa banyak orang yang telah
                                 atau akan digusur, dan rincilah berdasarkan
                                 gender;
                               • Jelaskan bagaimana mata pencaharian dan
                                 hak asasi manusia terdampak atau dapat
                                 terdampak dan telah dipulihkan.
                              14.12.3 Sebutkan lokasi operasi tempat
                              terjadin a konflik atau pelanggaran hak
                              atas tanah dan sumber daya (termasuk hak
                              penguasaan adat, kolektif, dan informal), dan
                              jelaskan insiden serta pemangku kepentingan
                              yang hak-haknya terdampak atau dapat
                              terdampak.
 14.15 Manajemen Krisis       14.15.3 Laporkan jumlah insiden kritis dalam
                              periode pelaporan, jelaskan dampak, dan
                              tindakan untuk memulihkan itu
                              14.15.4 Laporkan persentase lokasi tambang
                              yang memiliki program kesiapan dan tanggap
                              darurat, dan sebutkan lokasi yang tidak
                              memilikinya.
 14.20 Kebebasan              14.20.3 Laporkan jumlah mogok kerja dan
 Perserikat dan               larangan bekerja yang melibatkan 1.000 pekerja
 Perundingan Bersama          atau lebih yang berlangsung satu shift penuh
                              atau lebih lama, beserta durasi total hari pekerja
                              menganggur.




212      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 213
                                                                                                                   YANG TIDAK DICANTUMKAN                               NO. RUJUKAN
       STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                         LOKASI    PERSYARATAN YANG TIDAK                                                   STANDAR SEKTOR
                                                                                                                                ALASAN              PENJELASAN               GRI
                                                                                                  DICANTUMKAN
 14.22 Antikorupsi            14.22.5 Menjelaskan pendekatan terhadap
                              transparansi kontrak, termasuk:• apakah
                              kontrak dan izin terbuka untuk publik. Jika ya, di
                              mana hal itu dipublikasikan;
                               • Jika kontrak atau izin tidak tersedia secara
                                 publik, alasan atas hal ini dan tindakan yang
                                 dilakukan untuk menjadikannya tersedia
                                 secara publik di masa depan.
                              14.22.6 Laporkan informasi berikut tentang
                              pihak yang berhak atas manfaat organisasi,
                              termasuk usaha patungan:
                               • Nama, kewarganegaraan, dan negara tempat
                                 tinggal;
                               • Apakah orang yang memiliki pengaruh politik;
                               • Tingkat kepemilikan;
                               • Bagaimana kepemilikan atau pengendalian
                                 digunakan.
 14.23 Pembayaran             14.23.8 Untuk mineral yang dibeli dari negara,                Seluruh pengungkapan       Informasi tidak relevan   PT Vale tidak
 kepada Pemerintah            atau pihak ketiga yang ditunjuk oleh negara                                                                        membeli mineral
                              untuk menjual atas nama mereka, laporkan:                                                                          dari negara
                               • Volume dan jenis mineral yang dibeli;                                                                           sehingga indikator
                               • Nama lengkap entitas penjual dan penerima                                                                       ini tidak relevan
                                 pembayaran;                                                                                                     dengan operasional
                                                                                                                                                 PT Vale.
                               • Pembayaran yang dilakukan untuk pembelian.




213      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 214
                                      TOPIK DALAM STANDAR SEKTOR GRI YANG BERLAKU YANG DITENTUKAN SEBAGAI BUKAN MATERIAL

                                        TOPIK                                                                         PENJELASAN
                                                                         Topik ini bukan menjadi topik material untuk Perusahaan saat ini karena belum terdapat pengakuan
                                                                         resmi atau regulasi nasional terkait penetapan wilayah adat di area operasional Perseroan. Meskipun
 14.11 Hak-hak Masyarakat Adat
                                                                         demikian, Perseroan tetap berkomitmen untuk menghormati hak-hak masyarakat sesuai dengan
                                                                         prinsip-prinsip hak asasi manusia.
                                                                         PT Vale tidak terlibat dalam kegiatan pertambangan rakyat maupun pertambangan skala kecil (artisanal
                                                                         and small-scale mining / ASM), baik secara langsung maupun melalui rantai pasokannya. Operasional
 14.13 Pertambangan rakyat dan pertambangan skala kecil                  perusahaan sepenuhnya dilakukan dalam skala industri dengan izin usaha pertambangan yang sah dan
                                                                         pengawasan ketat dari pemerintah Indonesia. Dengan demikian, topik ini tidak dianggap material dalam
                                                                         konteks kegiatan operasional dan dampak keberlanjutan Perseroan.
                                                                         PT Vale tidak beroperasi di wila ah ang diklasifikasikan sebagai kawasan terdampak konflik bersenjata
                                                                         maupun wilayah berisiko tinggi sebagaimana dimaksud dalam panduan internasional. Seluruh kegiatan
 14.25 Kawasan terdampak konflik dan berisiko tinggi                     operasional utama perusahaan berada di wilayah yang relatif stabil secara politik dan sosial, serta berada
                                                                         di bawah pengawasan dan perlindungan hukum nasional. Oleh karena itu, topik ini tidak dianggap
                                                                         material dalam konteks risiko dan dampak keberlanjutan yang relevan bagi Perseroan.




214      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 215
 Penjelasan
 Indeks SASBTema
                      KODE                                                              METRIK                                                 LOKASI

 Emisi Gas Rumah Kaca

 EM-MM-110a.1                           Emisi Scope 1 global bruto, persentase yang tercakup dalam peraturan pembatasan emisi

                                        Diskusi strategi jangka panjang dan pendek untuk mengelola emisi Scope 1, target pengurangan
 EM-MM-110a.2
                                        emisi, dan analisis kinerja terhadap target tersebut

 Kualitas Udara

                                        Emisi udara dari polutan berikut: (1) CO, (2) NOx (tidak termasuk N2O), (3) SOx, (4) partikel materi
 EM-MM-120a.1
                                        (PM10), (5) merkuri (Hg), (6) timbal (Pb), dan (7) senyawa organik volatil (VOCs)

 Pengelolaan Energi

 EM-MM-130a.1                           Total energi yang dikonsumsi, persentase listrik jaringan, dan persentase energi terbarukan

 Pengelolaan Air

                                        Total air yang diambil, total air yang dikonsumsi; persentase masing-masing di wilayah dengan
 EM-MM-140a.1
                                        Tekanan Air Dasar Tinggi atau Sangat Tinggi

 EM-MM-140a.2                           Jumlah insiden ketidakpatuhan terkait izin, standar, dan regulasi kualitas air

 Pengelolaan Limbah & Bahan Berbahaya

 EM-MM-150a.4                           Total berat limbah non-mineral yang dihasilkan

 EM-MM-150a.5                           Total berat tailing yang dihasilkan

 EM-MM-150a.6                           Total berat batuan limbah yang dihasilkan

 EM-MM-150a.7                           Total berat limbah berbahaya yang dihasilkan

 EM-MM-150a.8                           Total berat limbah berbahaya yang didaur ulang

 EM-MM-150a.9                           Jumlah insiden signifikan terkait dengan bahan berbahaya dan pengelolaan limbah

                                        Deskripsi kebijakan dan prosedur pengelolaan limbah dan bahan berbahaya untuk operasi aktif dan
 EM-MM-150a.10
                                        tidak aktif




215     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 216
                      KODE                                                                  METRIK                                                     LOKASI

 Dampak Keanekaragaman Hayati

 EM-MM-160a.1                                Deskripsi kebijakan dan praktik manajemen lingkungan untuk lokasi aktif

                                             Persentase lokasi tambang di mana pengaliran air asam tambang: (1) diprediksi terjadi, (2) secara aktif
 EM-MM-160a.2
                                             dimitigasi, dan (3) sedang dalam perawatan atau remediasi

                                             Persentase dari (1) cadangan terbukti dan (2) cadangan probable yang berada di lokasi atau dekat
 EM-MM-160a.3
                                             dengan kawasan konservasi atau habitat spesies yang terancam punah

 Keamanan, Hak Asasi Manusia, dan Hak Masyarakat Adat

 EM-MM-210a.1                                Persentase dari (1) cadangan terbukti dan (2) cadangan probable yang berada di area konflik

                                             Persentase dari (1) cadangan terbukti dan (2) cadangan probable yang berada di tanah masyarakat
 EM-MM-210a.2
                                             adat

                                             Diskusi tentang proses keterlibatan dan praktik uji tuntas terkait dengan hak asasi manusia, hak
 EM-MM-210a.3
                                             masyarakat adat, dan operasi di daerah konflik

 Hubungan Masyarakat

                                             Diskusi tentang proses pengelolaan risiko dan peluang yang terkait dengan hak-hak masyarakat dan
 EM-MM-210b.1
                                             kepentingan

 EM-MM-210b.2                                (1) Jumlah dan (2) durasi keterlambatan non-teknis

 Praktik Ketenagakerjaan

 EM-MM-310a.1                                Persentase tenaga kerja aktif yang dipekerjakan berdasarkan perjanjian kolektif

 EM-MM-310a.2                                (1) Jumlah dan (2) durasi pemogokan dan penutupan perusahaan

 Kesehatan & Keselamatan Tenaga Kerja

                                             (1) Tingkat semua kejadian, (2) tingkat kematian, (3) tingkat frekuensi nyaris celaka (NMFR) dan (4)
 EM-MM-320a.1                                rata-rata jam pelatihan kesehatan, keselamatan, dan tanggap darurat untuk (a) karyawan langsung
                                             dan (b) karyawan kontrak.




216     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 217
                       KODE                                                                    METRIK                                                      LOKASI

 Etika Bisnis dan Transparansi

 EM-MM-510a.1                                Deskripsi sistem manajemen pencegahan korupsi dan penyuapan di seluruh rantai nilai

                                             Produksi di negara-negara yang memiliki peringkat 20 terendah dalam Indeks Persepsi Korupsi
 EM-MM-510a.2
                                             Transparency International

 Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Tailing

                                             Tabel inventaris fasilitas penyimpanan tailing: (1) nama fasilitas, (2) lokasi, (3) status kepemilikan, (4)
                                             status operasional, (5) metode konstruksi, (6) kapasitas penyimpanan maksimum yang diizinkan,
 EM-MM-540a.1
                                             (7) jumlah tailing yang disimpan saat ini, (8) klasifikasi konsekuensi, (9) tanggal tinjauan teknis
                                             independen terbaru, (10) temuan material, (11) tindakan mitigasi, (12) EPRP spesifik lokasi

                                             Ringkasan sistem pengelolaan tailing dan struktur tata kelola yang digunakan untuk memantau dan
 EM-MM-540a.2
                                             menjaga stabilitas fasilitas penyimpanan tailing

                                             Pendekatan untuk pengembangan Rencana Kesiapsiagaan dan Respons Darurat (EPRP) untuk fasilitas
 EM-MM-540a.3
                                             penyimpanan tailing

 Metrik Aktivitas

 EM-MM-000.A                                 Produksi (1) bijih logam dan (2) produk logam jadi

 EM-MM-000.B                                 Jumlah total karyawan, persentase kontraktor




217     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 218
 Feedback Form [POJK51-G.2]
                                                                       1. This Sustainability Report provides valuable insights into PTVI’s economic, environmental, social, and governance
                                                                       performance.

 Thank you for taking the time to read the 2025 Sustainability
 Report of PT Vale Indonesia Tbk.
                                                                       2. The data and information disclosed in this report are structured, systematic, and easily understandable

 To improve the quality of the report, enhance transparency of our
 sustainability performance, and gather input for the preparation
 of future reports, we kindly ask you to complete the following        3. The data and information disclosed in this report are complete, transparent, and unbiased.
 Feedback Form and return it to us via email, or scan the QR code to
 fill it out online.

                                                                       4. The design, font type, size, color scheme, layout, and images in this report are attractive and easy to read.
 Thank you again for your time and support.



                                                                       5. What are the information(s) in this report that you consider most useful?




 Reader’s Profile                                                      6. What are the information(s) in this report that can be improved?

 Full Name:
                                                                       ..................................................................................................................................................................................................
 Institution/ Company:
                                                                       7. What information in this report do you think should be included in future reports?
 Email:

 Category:
                                                                       ..................................................................................................................................................................................................


                                                                                                                                 Thank you for taking the time to provide feedback on this report.
                                                                                                                                 We greatly appreciate your contribution in completing this form.
                                                                                                                                 Please send the completed feedback form via email to:
                                                                                                                                 ptvicommunications@vale.com




218       Sustainability Report 2025

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.91 MB
Published30 Apr 2026
Pages218
Characters839,982
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Bernardus Irmanto · Presiden Direktur p.12 ×14
linked person Abu Ashar p.17 ×3
linked person Rizky Andhika Putra p.17 ×2
linked person Muhammad Asril p.17 ×2
linked person Slamet Sugiharto p.17 ×3
linked person Emily Olson · Presiden Komisaris p.18 ×3
linked person Kristina Gauthier · Komisaris p.18 ×2
linked person Shiro Imai · Komisaris p.18 ×2
linked person Marita Alisjahbana · Komisaris Independen p.18 ×2
linked org Vale Canada Limited p.20 ×7
linked org Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. p.20 ×5
linked org Fortune Indonesia p.33 ×2
linked person Katherine Angela Oendoen · Komisaris p.54
linked person Retno L.P. Marsudi · Komisaris Independen p.54
linked org PT Pertamina Patra Niaga p.60
linked org Pemerintah Kabupaten p.95
possible org Vale Indonesia Tbk p.2 ×14
possible person M Jasman Panjaitan · Komisaris p.18 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.22
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.54 ×4
possible person Rudiantara · Komisaris Independen p.54
unresolved person Pesan · Komisaris p.3
unresolved person Sambutan · Direktur p.12 ×2
unresolved org PT International Nickel Indonesia p.20
unresolved org Vale Canada Limited Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd p.22
unresolved org PT Kolaka p.25
unresolved org PT Bahodopi Smelter Nickel Indonesia p.25
unresolved org PT Huali Nickel Indonesia p.25
unresolved — ISO 17025 p.28
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Da p.30 ×2
unresolved org Kementerian Kesehatan Republik p.32
unresolved org PT Wahana Kendali Mutu p.32
unresolved org Pendapatan Daerah Kabupaten p.32
unresolved org CSR Works International Pte Ltd p.33
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. Peoples p.35
unresolved — BoC · Komisaris p.45 ×2
unresolved org Departemen Keberlanjutan Rapat ESG Operasional Rapat ESG Khusus p.45
unresolved org Departemen Keberlanjutan p.46
unresolved org PT Sucofindo p.49
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.49 ×2
unresolved org Menteri Perindustrian p.50
unresolved org Tata Kelola p.53 ×6
unresolved person F. S. Multhazar · Presiden Komisaris p.54 ×2
unresolved person Christopher McCleave · Komisaris p.54
unresolved — Non-eksekutif · Komisaris p.55
unresolved org Tata Kelola Proses Komunikasi Isu Strategis p.56
unresolved org Kementerian Koordinator p.59
unresolved org Kementerian Transition p.59
unresolved org Kementerian Energi p.60 ×2
unresolved org Indonesia Tbk p.61
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.66
unresolved org PT Kolaka Nickel Indonesia. p.75
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.84
unresolved org Menteri Pertanian p.85
unresolved org Pendapatan Daerah Luwu Air dan Efluen p.85
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup p.86
unresolved org Penerima Air p.87
unresolved org Pemerintah Kabupaten Luwu Timur p.95
unresolved org Departemen External Relations p.148

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 2

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result