Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 218
Page 1
1
Page 2
Tentang Sampul Untuk Dicermati
Sampul ini menggambarkan kegiatan monitoring dalam program PPM SRI Organik PTVI di IGP Laporan Keberlanjutan PT Vale Indonesia Tbk, selanjutnya disebut “Laporan”,
Morowali, Desa Ululere, yang menampilkan interaksi antara personel PTVI dan masyarakat memuat data dan informasi yang material bagi pemangku kepentingan terkait kinerja
dalam pelaksanaan program. Dimulai pada tahun 2023, program ini telah memasuki siklus keberlanjutan PT Vale Indonesia pada tahun 2025. Secara umum, isi Laporan ini disusun
musim tanam kedelapan, dengan monitoring yang dilakukan setiap tiga bulan untuk berdasarkan analisis internal serta sumber dan dokumen yang kredibel. Istilah “PTVI”
mendukung implementasi yang efektif dan evaluasi program yang berkelanjutan. atau “Kami” yang digunakan dalam Laporan ini merujuk pada PT Vale Indonesia Tbk.
Program ini mencakup pendampingan budidaya padi organik dan sayuran organik, yang Pembaca perlu memahami bahwa Laporan ini memuat informasi yang mengandung
didukung oleh penggunaan kompos yang diproduksi secara mandiri dari sekam padi, pernyataan dan pandangan berwawasan ke depan (forward-looking statements). PT Vale
dengan aktivator mikroba yang disediakan melalui program. Program ini juga mencakup memahami bahwa risiko dan ketidakpastian dari berbagai faktor dapat memengaruhi
dukungan bagi kelompok UKBM herbal melalui budidaya tanaman berkhasiat obat, serta kinerja operasional dan kondisi bisnis di masa mendatang. Oleh karena itu, kami
dukungan infrastruktur pertanian, termasuk sekitar 800 meter saluran irigasi dan peralatan mengingatkan pembaca bahwa Perseroan tidak dapat menjamin bahwa pernyataan
pendukung pertanian. berwawasan ke depan akan mencerminkan kondisi aktual di masa depan. Dengan
demikian, kami menganjurkan pembaca untuk menggunakan informasi ini secara bijaksana.
Sampul ini mencerminkan tema laporan kami, Integrity in Action: Building Trust and
Sustainable Value, dengan menampilkan contoh nyata keterlibatan kami dengan masyarakat Tabel dan grafik yang disajikan dalam Laporan ini menampilkan data numerik menggunakan
sekitar melalui monitoring dan pelaksanaan program yang berkelanjutan. standar notasi bahasa Inggris. Penyajian nilai numerik dalam narasi juga menggunakan standar
notasi bahasa Indonesia.
2 Sustainability Report 2025
Page 3
Daftar Isi
Reklamasi dan Rehabilitasi 100
Untuk Dicermati 2 Pengelolaan Keberlanjutan 34
Perencanaan Penutupan Tambang 102
Keberlanjutan dalam Operasional Kami 35
Keterlibatan Pemangku Kepentingan 37
Daftar Isi 3 Tenaga Kerja Kami 105
Tinjauan Materialitas 40
Pendekatan PTVI terhadap Sumber Daya Manusia 106
Peta Jalan ESG 44
Statistik Karyawan 107
Sorotan Kinerja Keberlanjutan 2025 5 Tata Kelola Keberlanjutan 45
Pengakuan terhadap Hak Tenaga Kerja dan Hak Asasi 110
Kinerja Operasional 5 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Keberlanjutan 46
Manusia
Kinerja Lingkungan 6 Konservasi Mineral dan Efisiensi Sumber Daya 47
Komitmen terhadap Keberagaman, Kesetaraan, dan 112
Kinerja Sosial 8 Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab 48
Inklusi
Kinerja Tata Kelola 10 Tanggung Jawab atas Kualitas Produk dan Layanan 50
Remunerasi dan Tunjangan Karyawan 118
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 119
Tata Kelola 51
Deskripsi Tema 11 Kesehatan dan Keselamatan Kerja 123
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik 52
Mekanisme Pelaporan dan Penyelesaian Keluhan 131
Organ Tata Kelola 53
Karyawan
Pesan dari Pimpinan 12 Kinerja dan Proses Remunerasi Organ Tata Kelola 56
Pesan CEO 12 Etika Bisnis dan Kepatuhan 62
Masyarakat 132
Pesan Dewan Komisaris 16 Program Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing) 68
Pendekatan Kami terhadap Keterlibatan Masyarakat 133
Tanda Tangan Direksi dan Komisaris 17 Privasi Data dan Keamanan Siber 70
yang Bertanggung Jawab 134
Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia 136
Tentang PTVI 19 Lingkungan 72
Relokasi dan Hak atas Tanah serta Sumber Daya 136
Profil Perusahaan dan Kegiatan Usaha Utama 20 Pendekatan PTVI terhadap Lingkungan 73
Keterlibatan Masyarakat 137
Tujuan dan Nilai Inti Kami 21 Adaptasi dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim 75
Mekanisme Pengaduan Masyarakat 138
Bentuk Hukum dan Kepemilikan 22 Pengelolaan Energi dan Emisi 77
Pengelolaan Dampak terhadap Masyarakat 142
Identitas Perusahaan 23 Air dan Limbah Cair 84
Program Pemberdayaan Masyarakat
Wilayah Operasional 24 Pengelolaan Limbah 90
Kinerja Keuangan 25 Keanekaragaman Hayati 95
Sertifikasi dan Keanggotaan Asosiasi 28
Penghargaan dan Pengakuan 30
3 Sustainability Report 2025
Page 4
Tentang Laporan Ini
151
Pengungkapan Topik Material
154
Kontribusi Kami terhadap Tujuan Pembangunan 155
Berkelanjutan
Tabel Data 160
Tentang PTVI 160
Pengelolaan Keberlanjutan 162
Tata Kelola 162
Lingkungan 163
Sumber Daya Manusia 179
Lampiran 184
Pernyataan Assurance Independen 184
Indeks POJK 186
Indeks GRI 188
Indeks SASB 202
Lembar Umpan Balik 205
4 Sustainability Report 2025
Page 5
Kinerja Operasional[POJK51-B.1]
Total Produksi &Penjualan Nikel dalam Matte (Ton) Pendapatan dan Laba (Ribu US$) Biaya Produksi Nikel dalam Matte (US$ per Ton)
Produksi mencapai 72.027 ton, 1,00% dari 2024 Pendapatan usaha mencapai US$990.195 ribu, 4,19% dari Biaya produksi nikel matte mencapai US$9.560 per
Penjualan mencapai 73.093 tons, 0.64% dari 2024 2024 Laba tahun berjalan mencapai US$76.063 ribu, 31,69% ton, 0,85% dari 2024
dari 2024
Total Produksi &Penjualan Nikel Pendapatan dan Laba Biaya Produksi Nikel dalam Matte
dalam Matte (Ton) (Ribu US$) (US$ per Ton)
1.232.263
80.000
1.250,000 10.200
10.100 10.089
70.728 70.108 71.311 72.625 72.027 73.093
1.000.000 10.000
60.000 950.388
990.195
9.900
9.800
750.000
9.700
40.000
9.600
9.560
500.000 9.500
9.479
9.400
20.000
250.000 274.334 9.300
9.200
76.063
57.761
0 0 9.100
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Produksi Penjualan Pendapatan usaha Laba tahun berjalan
Meskipun harga nikel masih mengalami volatilitas, PTVI tetap menjaga kinerja operasional yang stabil. Melalui peningkatan efisiensi dan disiplin operasional, kami berhasil memperkuat profitabilitas
sekaligus mempertahankan kinerja produksi dan penjualan. [POJK51-E.5]
5 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 6
Kinerja Lingkungan [POJK51-B.2]
Biaya Pengelolaan Lingkungan IGP Morowali Pencemaran Udara
Sorowako
Penggunaan Energi Proporsi Energi
US$43.79M 2025 (GJ)
13.498
Terbarukan (%)
78%
Total Emisi SO2 (Ton SO2)
2023 2024 2025
dialokasikan untuk kegiatan pengelolaan
lingkungan 54,34% dari 2024
IGP Pomalaa 53.188 52.172 49.297
Energi dan Emisi Penggunaan Energi Proporsi Energi 5,51% dari 2024
2025 (GJ) Terbarukan (%)
Sorowako
Intensitas Emisi SO2 (Ton SO2/Ton Ni)
Penggunaan Energi (GJ) 8.422 74%
2023 2024 2025
2023 2024 2025 GHG Emissions
Sorowako 0,75 0,73 0,68
30.974.878 31.785.370 31.589.023
Total Emisi GRK (Ton CO2eq)
6.85% dari 2024
0,62% dari 2024
2023 2024 2025
Total Emisi Partikulat (Ton Partikulat)
Intensitas Energi (GJ/Ton Matte) 2.032.313 2.050.990 2.074.624
2023 2024 2025
2023 2024 2025 1,15% dari 2024
600 879 647
473,94 445,73 438,57 Intensitas Emisi GRK (Ton CO2eq/Ton Matte)
26,39% dari 2024
1,61% dari 2024 2023 2024 2025
Proporsi Energi Terbarukan (%) 28,73 28,76 28,80 Intensitas Emisi Partikulat (Ton Partikulat/Ton Ni)
2023 2024 2025 0,14% dari to 2024 2023 2024 2025
30,84% 30,60% 30,87% IGP Morowali IGP Pomalaa 0.008 0.012 0.009
0,91% dari 2024 Total Emisi GRK Total Emisi GRK 25.00% dari 2024
2025 (GJ) 2025 (GJ)
4.553,14 419
6 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
Pengelolaan Air Limbah yang Dihasilkan (Ton) Konservasi Keanekaragaman Hayati
Pengambilan Air (m³) Limbah B3 Sorowako
Sorowako Sorowako
72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi dilestarikan
2023 2024 2025 2023 2024 2025 dan dibudidayakan, 6% dari 2024
9.442.313 11.748.150 15.079.167 2.041 2.696 2.353 18 rusa Timor (Rusa timorensis) dilestarikan
Peningkatan signifikan dalam pengambilan air terutama 12.74 compared to 2024 Satu anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
disebabkan oleh penyempurnaan titik pemantauan dan dilestarikan
IGP Morowali
pengukuran flowmeter pada tahun 2025.
2023 2024 2025
Reklamasi dan Rehabilitasi
20,612 9,969 0,93 7,22 85,24 Reklamasi Tambang Progresif
IGP Morowali 2025 IGP Pomalaa 2025
0,90% dari 2024 11,93% dari 2024 IGP Pomalaa 156,67 ha 1,42 ha
2023 2024 2025 Sorowako Bahodopi
Intensitas Pengambilan Air (m³/Ton Matte)
Sorowako 4,06 5,71 58,42 Rehabilitasi DAS di Luar Konsesi
2023 2024 2025 Peningkatan timbulan limbah di IGP Morowali dan
133,50 164,75 209,35
Pomalaa terutama disebabkan oleh dimulainya
aktivitas produksi yang lebih intensif pada tahun 2025 17.877 ha
area rehabilitasi DAS di lima provinsi: Sulawesi
Limbah Non-B3 Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,
Pembuangan Air
Sorowako Jawa Barat, dan Bali
Sorowako
2023 2024 2025
2023 2024 2025 Pelatihan Lingkungan
6.378 5.906 5.349
50.226.716 100.709.771 89.695.408 338 karyawan 60 karyawan
9,43% dari 2024 1.966 kontraktor 6 kontraktor
10.94% dari 2024 mengikuti pelatihan mengikuti sertifikasi
lingkungan pengelolaan lingkungan
113.251 m³ 76ton 375ton
IGP Morowali pada tahun 2025 IGP Morowali pada 2025 IGP Pomalaa pada 2025
7 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 8
Kinerja Sosial [POJK51-B.3]
Sumber Daya Manusia Keberagaman Dewan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2.985 12,09% 2.493 Zero
karyawan dalam total total tenaga kerja karyawan mengikuti program pelatihan Nihil kematian akibat kerja (zero fatalities)
tenaga kerja 0,51% dari 2024 pada tahun 2025
Tingkat Turnover Karyawan
83,28% 89,95% 70.656 Zero
karyawan lokal (2,486) karyawan merupakan Nihil cedera kerja yang tercatat pada tahun 2025
0,47% dari 2024 anggota serikat pekerja Jam pelatihan diberikan pada tahun 2025
Perempuan dalam Kepemimpinan Program Sertifikasi
277
131 karyawan mengikuti program sertifikasi profesional
perempuan dalam posisi kepemimpinan (L1–L3),
sebesar 17,21% dari total posisi kepemimpinan Persiapan Pensiun
1,00% dari 2024
176
karyawan mengikuti program pelatihan persiapan purna tugas
Tingkat Perputaran Karyawan
1,04%
Tingkat turnover 0,12% dari 2024
8 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
Pemberdayaan Masyarakat Penerima Manfaat & Jangkauan Bentuk Dukungan
Pendidikan & Peningkatan Kapasitas
300+ KK menerima dukungan subsidi listrik di Sorowako
US$4.734.128
• 5 desa mendapatkan dukungan transportasi sekolah di
fasilitas umum didukung melalui program subsidi
Sorowako
~21 listrik • 3 penerima program magister dan 2 penerima program
dialokasikan untuk Program Pengembangan dan doktor didukung melalui program beasiswa
Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada tahun 2025 • 57 peserta mengikuti pelatihan vokasi dalam dua angkatan
desa menerima manfaat dari infrastruktur
18,35% dari 2024 8 distribusi air bersih di Towuti • 45 guru PAUD mengikuti program peningkatan kapasitas
• 347 mahasiswa terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata
desa terlibat dalam pembangunan infrastruktur (KKN) tematik
2023 2024 2025 13 partisipatif di Morowali
• 15 laptop disumbangkan untuk mendukung fasilitas
pembelajaran di sekolah-sekolah setempat
US$5.571.359 US$4.000.198 US$ 4.734.128 desa pemberdayaan dijangkau melalui program
13 kesehatan dan pembangunan di Morowali
• 1 kendaraan praktik disediakan untuk SMKN 1 Luwu Timur
18,35% dari 2024
KK terlayani melalui fasilitas pengelolaan sampah Pemberdayaan Ekonomi
267 TPS3R berbasis masyarakat • 4.600 bibit kakao dikembangkan melalui Rumah Pembibitan
US$3,98M Kakao di Pomalaa
peserta mengikuti program pelatihan bahasa • 80 petani didukung di lahan budidaya seluas sekitar 17
dialokasikan untuk program PPM di Sorowako
95 Inggris di Morowali hektare
US$751K US$138K 20
mahasiswa berpartisipasi dalam program Lingkungan
dialokasikan untuk dialokasikan untuk penelitian dan magang
• 18 unit Bank Sampah dan 11 Bank Sampah Sekolah didukung
program PPM di IGP program PPM di IGP di Sorowako
petani menerima peningkatan kapasitas dan
43 pendampingan teknis dalam budidaya padi
organik di lahan seluas 12 hektare
• 10 desa didukung melalui fasilitasi Program Kampung Iklim
(ProKlim)
• 118 ton sampah dikelola melalui TPS3R di Bahodopi
petani didukung dalam budidaya sayuran organik
37 di lahan sekitar 5 hektare
• 8.000+ kg kompos dihasilkan melalui program pengelolaan
sampah berbasis masyarakat
petani kakao terlibat dalam persiapan sertifikasi
100 di Pomalaa
Infrastruktur & Layanan Dasar
• 14 lampu jalan tenaga surya dipasang di Desa Bahomotefe
UMKM didukung melalui program kemandirian • 225 meter pagar desa dibangun di Desa Kolono
133 ekonomi di Sorowako • 10 booth UMKM dikembangkan sebagai bagian dari fasilitas
wisata desa di Unsongi
desa didukung melalui inisiatif pemberdayaan
38 terkait SDGs Desa
9 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 10
Kinerja Tata Kelola[POJK51-B.1]
Penilaian Kinerja Keberlanjutan
Sustainalytics
23,7
Skor Risiko ESG Sustainalytics – Kategori Risiko
Menengah 19,39% lebih rendah dibandingkan
tahun sebelumnya
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
99,53
0,86% dibandingkan kinerja 2023
Keberagaman Dewan
50%
Anggota Dewan Komisaris adalah perempuan
Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab
85%
Dari total pemasok merupakan pemasok domestik
10 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
Deskripsi Tema
Integrity in Actions: Building Trust and Sustainable Value
Memasuki tahun 2025, PTVI menghadapi ujian ketangguhan Di saat yang sama, PTVI meningkatkan fokus pada transparansi
yang signifikan, dipicu oleh berbagai tantangan operasional, komunikasi dan keterlibatan pemangku kepentingan secara
termasuk insiden kebocoran pipa minyak, di tengah dinamika aktif, terutama dalam merespons tantangan operasional,
pasar yang fluktuatif serta perubahan regulasi yang terus termasuk insiden kebocoran pipa minyak. Sepanjang
berkembang. Kondisi ini menuntut tidak hanya disiplin dalam tahun, kami memperkuat keterlibatan dengan masyarakat
pelaksanaan, tetapi juga peninjauan kembali terhadap cara terdampak, regulator, serta pemangku kepentingan
kami beroperasi, menetapkan prioritas, dan mengelola risiko lainnya untuk memastikan penyampaian informasi yang
di tengah kompleksitas yang terus meningkat. tepat waktu, merespons berbagai kekhawatiran, serta
mendukung upaya penanganan dan pemulihan. Langkah-
Tema “Integrity in Action: Building Trust and Sustainable langkah ini mencerminkan komitmen kami dalam membangun
Value” mencerminkan bagaimana PTVI merespons kondisi kepercayaan melalui keterbukaan, akuntabilitas, dan
tersebut, tidak hanya dengan menjaga kinerja, tetapi keterlibatan yang konsisten.
juga dengan memastikan bahwa integritas diterjemahkan
menjadi tindakan nyata di seluruh organisasi. Tantangan Ke depan, pembelajaran dan perbaikan yang dilakukan
yang dihadapi sepanjang tahun menjadi pengingat penting sepanjang tahun ini semakin memperkuat fondasi kami dalam
untuk mengantisipasi risiko complacency serta memperkuat membangun organisasi yang lebih tangguh. Integritas terus
kelincahan, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan di menjadi panduan dalam cara kami merespons, memperkuat
seluruh lini. tata kelola, serta berinteraksi secara terbuka dengan para
pemangku kepentingan. Melalui berbagai tantangan yang
Sepanjang tahun, PTVI juga mengalami perubahan signifikan dihadapi, kami menegaskan bahwa integritas dalam tindakan
dalam kepemimpinan dan tata kelola, yang ditandai dengan tetap menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan
penunjukan CEO baru, perubahan pada Dewan Komisaris, serta menciptakan nilai berkelanjutan.
restrukturisasi organisasi. Perkembangan ini berkontribusi
dalam memperkuat proses pengambilan keputusan,
meningkatkan fungsi pengawasan, serta memperbaiki
keselarasan antara strategi, operasional, dan komitmen
keberlanjutan.
11 Laporan Keberlanjutan
Page 12
Sambutan Presiden Direktur
Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
kejadian ini tetap tidak dapat kami cegah.
Transisi energi global yang semakin cepat membentuk ulang
arah industri, termasuk industri nikel. Indonesia berada di
Saya mengunjungi Towuti beberapa hari setelah kejadian
posisi kunci sebagai pemilik cadangan terbesar dunia sekaligus
untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan
produsen utama. Melalui kebijakan hilirisasi, Indonesia
masyarakat. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa di balik
mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta
setiap angka, ada kehidupan dan kepercayaan yang harus kami
memperkuat perannya dalam mendukung transisi menuju
jaga.
ekonomi rendah karbon.
Sejak awal, kami berkomitmen pada tiga hal: menghentikan
Namun, percepatan ini juga membawa konsekuensi berupa
dampak secepat mungkin, bersikap transparan atas apa
tekanan pasokan dan harga, yang mengingatkan kita bahwa
yang terjadi dan langkah yang kami ambil, serta tetap hadir
pertumbuhan harus diiringi dengan tanggung jawab.
hingga pemulihan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Tim kami bekerja tanpa henti untuk mengendalikan sumber
Dalam konteks ini, PTVI terus menghadapi dinamika
kebocoran dan membatasi dampaknya. Kami juga membuka
industri sekaligus memperkuat ketahanan operasional.
Posko Pengaduan dan Informasi agar masyarakat dapat
Di tengah kondisi yang tidak selalu mudah, kami tetap
berkomunikasi langsung dengan kami. Selain itu, kami
berkomitmen memastikan setiap keputusan selaras dengan
melibatkan para ahli independen dari IPB, UNHAS, Sucofindo,
prinsip keberlanjutan serta tanggung jawab kami terhadap
serta Pusat Pengurangan Risiko Bencana Universitas Indonesia
masyarakat dan lingkungan.
untuk memastikan penanganan dilakukan secara kredibel dan
berbasis ilmiah.
Tahun ini, kami menghadapi tantangan besar ketika terjadi
kebocoran pipa minyak pada 23 Agustus 2025 di Desa Lioka,
Saat ini kami tengah melakukan evaluasi menyeluruh dan
Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan,
yang menyebabkan minyak bahan bakar mencemari perairan
penguatan sistem pipa agar kejadian serupa tidak terulang. Bernardus Irmanto
Proses pemulihan lingkungan dan kompensasi kepada CEO dan Presiden Direktur
dan lahan pertanian di sekitarnya. Ini adalah kejadian yang
masyarakat masih terus berjalan, dengan pembaruan
serius, dan saya ingin menanggapinya secara terbuka dan jujur.
informasi yang kami sampaikan secara berkala. Kami tidak
akan menganggap proses ini selesai sebelum pemulihan “Keberlanjutan bukanlah proses yang
Saya menyampaikan permohonan maaf kepada para petani
benar-benar dirasakan oleh masyarakat. linier. Melainkan perjalanan yang terus
yang sawahnya terdampak, serta kepada keluarga di Lioka,
berkembang—melalui perbaikan, refleksi,
Langkea Raya, Baruga, Matompi, Wawondula, dan Timampu
Pengalaman ini menegaskan pentingnya bertindak cepat, dan pembaruan.”
yang menghadapi ketidakpastian atas air, lahan, dan mata
transparan, dan dengan kepedulian yang tulus terhadap
pencaharian mereka. Saya juga memohon maaf karena,
masyarakat dan lingkungan. Ini juga memperkuat komitmen
meskipun kami berupaya menjalankan standar terbaik,
12 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
kami untuk terus memperbaiki cara kami beroperasi, mengelola Growth Project (IGP) Morowali menghasilkan pendapatan biaya, dan dengan kualitas yang dipersyaratkan.
risiko, dan membangun ketahanan jangka panjang. Saya juga operasional sebesar US$91.517 ribu, sementara IGP Pomalaa
bersyukur atas semangat gotong royong yang muncul dalam berkontribusi sebesar US$10.095 ribu pada 2025. Kontribusi Di Morowali, kami mencapai tonggak penting ketika aktivitas
situasi ini—masyarakat, pemerintah, dan relawan bekerja ini membantu mendorong kenaikan total pendapatan penambangan berkembang signifikan menuju kesiapan
bersama setiap hari. Semangat inilah yang harus terus kami operasional sebesar 4,19% menjadi US$990.195 ribu, meskipun operasional, sementara pengiriman awal saprolit telah dimulai.
jaga dan layak kami perjuangkan. pendapatan Sorowako menurun, sekaligus menjadi tonggak Secara paralel, pembangunan fasilitas HPAL terus berjalan
penting dalam mendiversifikasi basis pendapatan kami. menuju target penyelesaian pada 2027.
Bagi kami, tanggung jawab tidak hanya diukur dari kinerja
operasional. Tanggung jawab tercermin dari bagaimana kami Secara keseluruhan, kami membukukan total pendapatan Penguatan Tata Kelola dan Kinerja ESG
memperkuat operasi, mendukung kehidupan masyarakat, operasional sebesar US$990.195 ribu, meningkat 4,19% PTVI terus memperkuat tata kelola dan kinerja ESG sebagai
menjaga lingkungan, dan menciptakan nilai jangka panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini diikuti landasan untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami
bagi Indonesia. peningkatan profitabilitas ang signifikan, dengan laba tahun mencatat Sustainalytics ESG Risk Rating sebesar 23,7,
berjalan meningkat 31,68% menjadi US$76.063 ribu, didukung dengan tingkat risiko menurun sebesar 19,4% dibandingkan
Melalui Laporan Keberlanjutan ini, kami menyampaikan oleh efisiensi ang lebih kuat dan disiplin pengelolaan bia a tahun sebelumnya. Sementara itu, skor ASEAN Corporate
capaian sekaligus pembelajaran yang kami peroleh sebagai di seluruh operasi kami, sekaligus mencerminkan ketahanan Governance Scorecard (ACGS) kami meningkat sebesar 0,86%
bagian dari komitmen kami terhadap perbaikan berkelanjutan operasional yang terus kami jaga di tengah tekanan pasar. menjadi 99,53 pada tahun 2025 dibandingkan dengan capaian
dan akuntabilitas. tahun 2023.
Pada saat yang sama, proyek-proyek strategis kami terus
Kinerja Operasional dan Proyek Strategis berkembang, memperkuat jalur pertumbuhan jangka Perkembangan ini menunjukkan peningkatan penyelarasan
Sepanjang tahun 2025, PTVI mempertahankan kinerja panjang kami. Secara bersama-sama, proyek-proyek ini dengan praktik terbaik di tingkat regional, khususnya dalam
operasional yang solid di tengah lingkungan pasar yang memperkuat keterkaitan antara operasi hulu dan hilir kami. aspek transparansi, akuntabilitas, dan hak pemegang saham.
menantang. Di Sorowako, produksi nikel dalam matte Kami memandang capaian ini tidak hanya sebagai peningkatan
mencapai 72.027 metrik ton, sedikit meningkat sebesar 1,00% Di Sorowako, Proyek Limonit diproyeksikan mulai beroperasi skor, tetapi juga mencerminkan penguatan dalam penerapan
dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume penjualan pada pertengahan 2027. Sementara itu, Proyek HPAL Pomalaa tata kelola serta integrasi aspek keberlanjutan dalam proses
naik 0,64% menjadi 73.093 metrik ton. Meskipun kinerja juga ditargetkan mulai commissioning pada awal 2027, pengambilan keputusan. Kami juga memperkuat tata
volume ini positif, pendapatan operasional dari Sorowako dengan infrastruktur utama telah tersedia dan konstruksi kelola melalui penyempurnaan kebijakan, penguatan fungsi
menurun 6,5% menjadi US$888.584 ribu, mencerminkan terus berjalan stabil. Sebagai salah satu pengembangan pengawasan, serta peningkatan integrasi ESG ke dalam
pelemahan harga nikel sepanjang tahun. Namun demikian, hilir kami yang paling maju, proyek ini merupakan langkah keputusan bisnis.
kami terus memperkuat disiplin bia a dan efisiensi operasional, penting dalam memperkuat kapasitas pengolahan
yang tercermin dari kenaikan biaya produksi nikel matte yang kami dan mendukung agenda hilirisasi nikel Indonesia. Untuk memastikan komitmen tersebut tercermin dalam
sangat marginal sebesar 0,85%, dari US$9.479 per metrik praktik yang terukur di lapangan, Sustainability Roadmap
ton pada 2024 menjadi US$9.560 per metrik ton pada 2025. Proyek HPAL Sambalagi di Bahodopi juga menunjukkan kami saat ini sedang dikalibrasi ulang agar target yang
kemajuan yang menggembirakan, dengan konstruksi ditetapkan tetap terukur, realistis, dan selaras dengan arah
Di luar Sorowako, kami mulai melihat kontribusi pendapatan yang terus berkembang dan keyakinan kuat jangka panjang, seiring dengan proses transformasi internal,
awal dari proyek-proyek pertumbuhan kami. Indonesia bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu, sesuai pertumbuhan usaha, serta perkembangan standar global.
13 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 14
Keberlanjutan tidak dikelola sebagai agenda yang terpisah, Di Sorowako, kami juga mencatat penurunan Keselamatan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
melainkan semakin diintegrasikan ke dalam proses manajemen emisi SO₂ sebesar 5,5% serta penurunan emisi Pada tahun 2025, kami mencatat nol fatalitas terkait pekerjaan,
risiko, alokasi modal, dan evaluasi kinerja di seluruh organisasi. partikulat sebesar 26,4%, yang menunjukkan yang mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam
pengendalian dampak kualitas udara yang lebih baik. melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja di area
Kinerja Lingkungan operasional. Sepanjang tahun, sebanyak 17.947 karyawan dan
Selama tahun pelaporan, kami terus meningkatkan kinerja Dalam pengelolaan lahan, kami melaksanakan reklamasi kontraktor menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian
lingkungan sambil menjaga keberlanjutan operasional di pascatambang seluas 156,67 hektare di Sorowako dan 1,42 dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kesehatan, deteksi
tengah kondisi yang menantang. Di Sorowako, kami mencatat hektare di IGP Morowali, serta rehabilitasi DAS di luar area konsesi dini, dan kesejahteraan secara menyeluruh, melampaui rencana
peningkatan emisi gas rumah kaca absolut (Cakupan 1 dan 2) seluas 17.877 hektare. Selain itu, seluruh titik pengolahan dan yang ditetapkan. Program ini dilengkapi dengan pelatihan
sebesar 1,15%, dengan intensitas emisi yang juga meningkat pemantauan air tetap memenuhi standar regulasi yang berlaku. keselamatan secara berkala, penilaian risiko, serta inisiatif
sebesar 0,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, peningkatan kesadaran untuk memastikan seluruh pekerja
penggunaan energi terbarukan meningkat sebesar 0,28%. Kami juga melanjutkan program efisiensi sumber da a melalui memiliki kesiapan dalam menjalankan pekerjaan secara aman.
pemanfaatan kembali produk samping operasional. Pada tahun
Peningkatan ini didukung oleh penggunaan biodiesel 2025, lebih dari 5 juta ton slag dan hampir 1 juta ton produk Kami juga terus memperkuat kesiapan tenaga kerja
dengan campuran 40% bahan baku nabati (B40). Secara samping lainnya dimanfaatkan kembali untuk konstruksi melalui pengembangan kapabilitas, dengan menyediakan
keseluruhan, energi terbarukan berkontribusi sekitar 30% internal, sehingga membantu mengurangi pembuangan lebih dari 70.000 jam pelatihan sepanjang tahun. Upaya
dari total konsumsi energi di Sorowako, serta mencapai ke landfill dan potensi pelepasan polutan ke lingkungan. ini mendukung pengembangan individu sekaligus
74% di IGP Pomalaa dan 78% di IGP Morowali. Porsi energi kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan.
terbarukan yang lebih tinggi pada proyek pengembangan Kami men adari bahwa kinerja lingkungan dapat berfluktuasi
mencerminkan kegiatan operasional yang masih berfokus seiring dinamika operasional. Namun, arah kami tetap jelas, Di luar operasional, investasi kami dalam pengembangan
pada penambangan dan bergantung pada biodiesel, aitu menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi, dan bergerak dan pemberdayaan masyarakat mencapai US$4,73 juta
sementara di Sorowako proses pengeringan bijih untuk secara bertahap menuju praktik pertambangan yang lebih pada tahun 2025, meningkat sekitar 18,35% dibandingkan
menghasilkan nikel matte masih bergantung pada batubara. bertanggung jawab. tahun sebelumnya. Program ini berfokus pada pendidikan,
pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur, serta akses
Untuk operasi Sorowako, kami menargetkan penurunan Sumber Daya Manusia, Keselamatan, dan Dampak Sosial terhadap layanan dasar di wilayah operasional kami.
emisi absolut Cakupan 1 dan 2 sebesar 33% pada tahun 2030 Karyawan dan kontraktor kami merupakan fondasi keberhasilan
dibandingkan baseline 2017. Pada tahun 2025, total emisi di kami. Kami memastikan setiap individu diperlakukan secara Melalui berbagai upaya tersebut, kami terus membangun
Sorowako tercatat sebesar 2.074.623 ton CO₂e, sehingga kami adil, aman, dan bermartabat, sejalan dengan prinsip hak hubungan yang dilandasi kepercayaan, keterbukaan, dan
tetap berada pada jalur menuju target 2030. Dalam jangka asasi manusia yang kami junjung. Hingga akhir 2025, PTVI tanggung jawab jangka panjang.
pendek, tingkat emisi diperkirakan relatif stabil, mengingat mempekerjakan 2.985 orang, dengan 83,3% merupakan
sejumlah inisiatif dekarbonisasi utama baru akan mulai diimple- tenaga kerja lokal yang berasal dari Luwu Timur, Morowali, dan
mentasikan sejak 2027, termasuk heat recovery, peningkatan Kolaka. Perempuan mewakili 12,09% dari total tenaga kerja di
dewatering bijih, serta elektrifikasi operasional. Inisiatif- seluruh lokasi operasional kami. Selain itu, dari total 761 posisi
inisiatif ini diharapkan dapat menurunkan emisi GRK dan manajerial, 17,21% di antaranya ditempati oleh perempuan.
mendukung transisi menuju operasi yang lebih rendah karbon.
14 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
Apresiasi dan Penutup
Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, mitra usaha, pemerintah,
pemegang saham, dan masyarakat atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.
Ke depan, kami menyadari bahwa dinamika industri akan terus berkembang. Dalam
menghadapi hal tersebut, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin,
pertumbuhan yang bertanggung jawab, serta kemajuan yang terukur dalam
keberlanjutan.
Integritas akan terus menjadi landasan kami dalam memimpin, mengelola risiko, dan
menciptakan nilai jangka panjang. Pembelajaran dari tantangan yang kami hadapi
tahun ini akan terus membentuk langkah kami ke depan.
Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen tahunan,
melainkan tanggung jawab yang kami jalankan setiap hari.
Terima kasih atas kepercayaan dan perjalanan yang kita jalani bersama.
Jakarta, 30 April 2026
Bernardus Irmanto
Presiden Direktur
PT Vale Indonesia Tbk
15 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 16
Sambutan Presiden Komisaris
Tahun 2025 menjadi periode yang menentukan bagi PTVI, di ini mencerminkan struktur kepemilikan multi-pemangku
mana kami tidak hanya diuji dari sisi ketahanan operasional, kepentingan, sekaligus memastikan bahwa praktik terbaik
tetapi juga dari kekuatan tata kelola serta disiplin dalam global dipertimbangkan sejalan dengan pemahaman yang
pengambilan keputusan strategis. mendalam terhadap konteks regulasi dan pemangku
kepentingan di Indonesia.
Kami beroperasi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi,
perkembangan regulasi, serta meningkatnya ekspektasi Komposisi Dewan Komisaris pada tahun 2025 juga menunjukkan
terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial. Dalam peningkatan keberagaman perspektif, dengan perempuan
kondisi seperti ini, tata kelola bukan sekadar struktur formal, mewakili 50% dari total anggota. Kepemimpinan yang inklusif
melainkan fondasi yang memastikan kedisiplinan dalam di tingkat tertinggi mencerminkan arah dan nilai yang kami
pengambilan keputusan, memperkuat akuntabilitas, dan pegang, dan kami akan terus memperkuat keberagaman
menjaga nilai jangka panjang. dalam struktur tata kelola PTVI.
Sepanjang tahun, PTVI mengalami berbagai perkembangan Dalam aspek keberlanjutan dan ESG, Dewan Komisaris memiliki
struktural dan strategis. Perubahan organisasi, kemajuan kapasitas untuk memberikan pengawasan yang efektif,
proyek strategis, serta penguatan pengawasan keberlanjutan dengan keahlian yang mencakup strategi ESG, keterlibatan
menuntut kejelasan peran dan akuntabilitas yang lebih kuat. pemangku kepentingan, hak asasi manusia, serta penerapan
Dalam masa perubahan, pengawasan yang cermat menjadi standar internasional dan agenda nasional Indonesia terkait
semakin penting. Peran Dewan Komisaris adalah memastikan transisi energi dan investasi berkelanjutan.
setiap keputusan tetap selaras dengan nilai perusahaan, profil
risiko, dan arah jangka panjang. Secara keseluruhan, Dewan Komisaris memberikan landasan
yang kuat dalam mengawasi komitmen ESG perusahaan,
Tahun ini juga menjadi fase penting dalam pembaruan memastikan bahwa keberlanjutan tetap menjadi bagian inti
kepemimpinan, dengan penunjukan Presiden Komisaris serta dari strategi jangka panjang PTVI.
Presiden Direktur dan Chief E ecutive Officer ang baru,
disertai perubahan dalam komposisi Dewan Komisaris dan Jakarta, 30 April 2026
Direksi. F. S. Multhazar
F. S. Multhazar Dewan Komisaris memiliki keberagaman latar belakang,
Presiden Komisaris pengalaman, dan perspektif yang memperkuat pendekatan Presiden Komisaris
perusahaan dalam tata kelola dan keberlanjutan. Komposisi PT Vale Indonesia Tbk
16 Laporan
Sustainability
Keberlanjutan
Report 2025
2025
Page 17
Tanda Tangan Direksi dan Komisaris
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT
Vale Indonesia Tbk tahun 2024 telah dimuat secara lengkap, dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran
isi laporan sesuai dengan POJK 51/POJK.03/2017. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Direksi*
Bernardus Irmanto Abu Ashar Heriyanto Agung Putra
Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur
Budiawansyah Rizky Andhika Putra Muhammad Asril
Direktur Direktur Direktur
Slamet Sugiharto
Direktur
17 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 18
Dewan Komisaris*
F. S. Multhazar Emily Olson** Kristina Gauthier
Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris
Christopher McCleave M Jasman Panjaitan Komisaris
Komisaris Komisaris Komisaris
Shiro Imai Rudiantara Retno L.P. Marsudi
Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen
Notes:
*Struktur Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan terakhir berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Perseroan pada September 2025.
**Anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku 2025, namun telah efektif mengundurkan diri
Marita Alisjahbana sejak 3 April 2026, dengan pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan pada 2 Juni 2026
Komisaris Independen
18 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
Tentang PTVI 19 Sustainability Report 2025
Page 20
Profil dan Kegiatan Usaha Utama Perseroan[GRI 2-6] [POJK51-C.4] Kehadiran PTVI di Indonesia dimulai pada tahun 1968 dengan matte, yang dipasok kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM). Selain kegiatan inti tersebut, pendirian PT International Nickel Indonesia (INCO), sebelum PTVI juga menjalankan berbagai kegiatan pendukung, seperti transportasi, pengadaan listrik, pengelolaan properti, pengolahan resmi mengadopsi nama PT Vale Indonesia Tbk pada tahun air limbah, pengelolaan dan daur ulang limbah, serta kegiatan remediasi.[GRI 2-6] [POJK51-C.4] 2011. Sejak itu, kami berkembang menjadi salah satu produsen nikel olahan terkemuka di Indonesia, berkontribusi terhadap upaya hilirisasi nasional jauh sebelum menjadi agenda strategis negara, dengan pengalaman lebih dari setengah abad sejak mulai mengoperasikan pabrik pengolahan pada tahun 1977. Sejak awal, PTVI juga membangun warisan sebagai pelopor pengolahan berbasis energi terbarukan di industri nikel nasional, dengan mengandalkan pembangkit listrik tenaga air sebagai sumber energi utama di tambang Sorowako kami. Selama beberapa dekade, kami terus mendorong praktik produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, yang dengan bangga kami sajikan dalam laporan ini. Operasi kami dijalankan berdasarkan kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kontrak Karya (KK) dengan masa konsesi 30 tahun sejak dimulainya operasi. Kontrak tersebut diperpanjang pada tahun 1996 dan selanjutnya beralih menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tahun 2025, yang berlaku hingga tahun 2035 dengan peluang perpanjangan lebih lanjut. Sejalan dengan transisi perizinan ini, kami terus melanjutkan pengembangan Indonesia Growth Project (IGP), yakni IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan proyek Sorowako Limonite. Proyek-proyek IGP tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan tambang. Beberapa kegiatan usaha kami tetap konsisten dengan tahun sebelumnya, yaitu penambangan bijih nikel, pengolahan bijih menjadi nikel matte, serta penjualan produk nikel matte yang dihasilkan. Dengan demikian, produk utama kami adalah nikel 20 Sustainability Report 2025
Page 21
Tujuan dan Nilai-Nilai Kami [GRI 2-24][POJK51-C.1][POJK51-F.1] PTVI beroperasi dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan. Kami menyadari bahwa pertambangan memegang peran penting dalam mendukung pembangunan global serta kebutuhan transisi energi. Pada tahun 2024, kami memperkenalkan prinsip CARES sebagai landasan dalam cara kami bekerja dan mengambil keputusan. Prinsip ini tercermin dalam lima nilai inti dan diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama yang menjadi pedoman dalam operasional sehari-hari serta penciptaan nilai jangka panjang. Untuk memastikan nilai-nilai tersebut tertanam kuat di seluruh organisasi, kami secara aktif dan konsisten menyosialisasikan prinsip CARES melalui forum town hall, keterlibatan pimpinan, dan berbagai kegiatan perusahaan. Berbagai forum ini menjadi titik sentuh strategis untuk memperkuat tujuan bersama, menyelaraskan karyawan dengan standar etika kami, serta menumbuhkan budaya integritas, kolaborasi, dan akuntabilitas. 21 Sustainability Report 2025
Page 22
Bentuk Hukum dan Kepemilikan [GRI 2-1][POJK51-C.3]
Sejak 16 Mei 1990, PTVI tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INCO. Per
31 Desember 2025, sekitar 20% saham kami dimiliki oleh publik. Mayoritas saham perusahaan
dimiliki oleh PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), badan usaha milik negara, sebesar
34,00%, diikuti oleh Vale Canada Limited (VCL) sebesar 33,88%, serta Sumitomo Metal Mining
Co., Ltd. sebesar 11,48%.
PTVI dikendalikan bersama oleh MIND ID dan VCL sebagai dua pemegang saham terbesar
kami. Struktur ini mendukung pengawasan yang seimbang dan keberlangsungan bisnis jangka
panjang di pasar nasional maupun internasional, sekaligus menjaga keselarasan dengan
kerangka regulasi dan prioritas pembangunan Indonesia.
20.6% PT Mineral Industri Indonesia (Persero)
33.8% Vale Canada Limited
Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd
Publik
34.0%
22 Sustainability Report 2025
Page 23
Compan Identit [GRI 2-1][POJK51-C.2]
Nama Tanggal Pendirian Alamat
Nama Perusahaan 25 Juli 1968 Kantor Pusat Pabrik Pengolahan
PT Vale Indonesia Tbk Sequis Tower, Lantai 20, Unit 6 & 7 Main Office Plant Site Sorowako
Nama lain Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Jl. Jend. Sudirman Kav. 71, Luwu Timur 92984,
PT Vale 16 Mei 1990 Jakarta 12190, Indonesia Sulawesi Selatan, Indonesia
Telepon: +62 21 524 9000 Telepon: +62 475 332 9100
Faksimile: +62 21 524 9020 Faksimile: +62 475 332 9575
Situs web: https://vale.com/indonesia
Surel: ptvicommunications@vale.com
Indonesia Growth Project Pomalaa
Jl. Alam Mekongga No. 81 A
Kantor Perwakilan Kel. Laloeha, Kec. Kolaka
Makassar, Sulawesi Selatan Kab. Kolaka 93561,
Jl. Somba Opu, PO Box 1143 Sulawesi Tenggara, Indonesia
Makassar 90001, Sulawesi Selatan, Indonesia
Telepon : +62 411 873731, 873732 Indonesia Growth Project Morowali
Faksimile: +62 411 856157 Port PT Vale, Jl. Trans Sulawesi
Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur
Kab. Morowali 94973
Sulawesi Tengah, Indonesia
23 Sustainability Report 2025
Page 24
Wila ah Operasional [GRI 2-1][POJK51-C.3]
Kami beroperasi secara eksklusif di Indonesia, di dalam wilayah yang diberikan berdasarkan IUPK yang berlaku hingga 28 Operasi inti PTVI berlokasi di Blok Sorowako, yang saat ini berfokus
Desember 2035. Izin tersebut mencakup total wilayah konsesi seluas 118.017 hektare, yang tersebar di tiga blok operasi pada penambangan bijih nikel saprolit (laterit berkadar nikel tinggi)
yang berlokasi di tiga provinsi: dan produksi nikel matte menggunakan teknologi pirometalurgi.
• Blok Sorowako, Sulawesi Selatan (70.566 ha) Fasilitas pengolahan mineral kami di Sorowako dilengkapi dengan
• Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah (22.699 ha) tanur pengering, tanur reduksi, tanur listrik, dan konverter, dengan
• Blok Pomalaa dan Sua-Sua, Sulawesi Tenggara(24.752 ha) kapasitas produksi 180–216 ton nikel matte per hari.
Selain operasi yang telah berjalan, kami juga tengah mengembangkan
Indonesia Growth Project (IGP), yang mencakup inisiatif ekspansi
di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako. Proyek-proyek ini dirancang
untuk memperkuat peran kami dalam agenda hilirisasi nikel
Indonesia, sekaligus mendiversifikasi kapabilitas pengolahan dan
mengoptimalkan pemanfaatan bijih.
24 Sustainability Report 2025
Page 25
Kinerja Ekonomi
IGP Pomalaa berlokasi di Pomalaa dan diluncurkan pada 27 November 2022. Proyek
ini akan memasok bijih nikel ke perusahaan patungan kami dengan PT Kolaka Kinerja Operasional dan Keuangan
Nickel Indonesia (KNI) yang memproduksi nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Dalam beberapa tahun terakhir, pasar nikel global mengalami
Precipitate (MHP), bahan antara utama untuk baterai kendaraan listrik, melalui periode pelemahan yang menyebabkan penurunan harga
IGP Pomalaa teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL). rata-rata nikel dan memberikan tekanan pada kinerja
keuangan industri secara luas. Meskipun kondisi pasar tetap
Area penambangan memiliki kapasitas produksi 28 juta ton per tahun (Mtpa) bijih menantang, disiplin pengendalian biaya yang prudent, operasi
limonit dan saprolit, sementara fasilitas HPAL memiliki kapasitas produksi 120 ribu yang stabil, dan kinerja produksi yang solid mendukung
ton per tahun (ktpa) MHP. ketahanan hasil keuangan kami.
IGP Morowali diresmikan pada 10 Februari 2023. Kegiatan penambangan dilakukan Pada tahun 2025, PTVI membukukan total pendapatan
di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi, dengan fasilitas pengolahan berlokasi sebesar US$990.195 ribu, meningkat US$39.807 ribu atau 4,19%
di Kecamatan Bungku Pesisir. Proyek ini akan memasok bijih ke perusahaan dibandingkan tahun 2024. Laba bersih juga meningkat menjadi
patungan kami dengan PT Bahodopi Smelter Nickel Indonesia (BNSI) untuk US$76.063 ribu, naik US$18.302 ribu atau 31,68% dibandingkan
IGP Morowali tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan kinerja
memproduksi MHP melalui proses HPAL. Area penambangan memiliki kapasitas
produksi 16 Mtpa bijih limonit dan saprolit, serta fasilitas HPAL dengan estimasi operasional yang lebih kuat serta upaya berkelanjutan dalam
kapasitas produksi 60 ktpa MHP yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun mengelola biaya di tengah fluktuasi kondisi pasar.
2027.
Di tengah lingkungan pasar yang menantang, PTVI tetap
IGP Sorowako Limonite Ore (SLO) berlokasi di dalam Blok Sorowako yang telah ada mempertahankan posisi keuangan yang sehat sambil
dan memperoleh persetujuan investasi final pada Mei 2024. Proyek ini berfokus mendukung pengembangan proyek melalui peningkatan
pada pengolahan bijih limonit (laterit berkadar nikel rendah), yang sebelumnya pembiayaan. Total aset mencapai US$3.345.847 ribu,
IGP Sorowako Limonite Ore (SLO) belum dimanfaatkan secara optimal. Proyek ini akan memasok bijih ke perusahaan meningkat US$169.319 ribu atau 5,33% dibandingkan tahun
patungan kami dengan PT Huali Nickel Indonesia (HNI) untuk memproduksi MHP 2024. Total ekuitas juga tumbuh sebesar US$42.300 ribu
melalui proses HPAL. Kapasitas penambangan bijih limonit mencapai 11 Mtpa, atau 1,55% menjadi US$2.775.076 ribu. Pada saat yang sama,
dengan fasilitas HPAL yang memiliki estimasi kapasitas produksi 60 ktpa MHP. liabilitas meningkat menjadi US$570.771 ribu, terutama
mencerminkan pembiayaan untuk kegiatan operasional dan
pengembangan proyek.
25 Sustainability Report 2025
Page 26
Posisi dan Kinerja Keuangan (dalam ribuan US$) [POJK51-C.3]
Biaya operasional relatif stabil, dengan biaya produksi nikel matte Nilai Ekonomi Langsung ang
mencapai US$9.560 per ton pada tahun 2025, dibandingkan Dihasilkan dan Didistribusikan
Varians (2025:2024) US$9.479 per ton pada tahun 2024, atau meningkat 0,85%. [POJK51-B.1][POJK51-F.2][GRI 201-1]
Data Keuangan 2025 2024 2023
Meskipun biaya produksi naik tipis secara tahunan, angka tersebut Pada tahun 2025, PTVI menghasilkan
Nominal % tetap lebih rendah dibandingkan tahun 2023 sebesar US$10.089 dan mendistribusikan nilai ekonomi
Total Aset 3.345.847 3.176.528 2.925.999 169.319 5,33% per ton, mencerminkan ketahanan pengelolaan biaya di tengah kepada para pemangku kepentingan
tekanan inflasi dan volatilitas pasar. melalui aktivitas operasional dan
Total Liabilitas 570.771 443.752 361.462 127.019 28,62% Bia a Produksi Nikel Matte (US$ per ton) keuangan kami, yang mencerminkan
Total Ekuitas 2.775.076 2.732.776 2.564.537 42.300 1,55% kontribusi terhadap pembangunan
2025 2024 2023 ekonomi nasional dan regional.
Total Pendapatan 990.195 950.388 1.232.263 39.807 4,19%
9.560 9.479 10.089
Laba Bersih 76.063 57.761 274.334 18.302 31,68% Kami menghasilkan total nilai ekonomi
Penjualan kepada Pembeli Utama sebesar US$994.117 ribu, meningkat
Meskipun menghadapi tantangan pasar, kami mempertahankan kinerja Meskipun volume penjualan nikel matte meningkat sepanjang dari US$954.107 ribu pada tahun 2024.
operasional yang stabil sepanjang tahun. Produksi nikel matte mencapai tahun, nilai penjualan kepada pembeli utama menurun 6,50% Peningkatan ini terutama didorong
72.027 metrik ton, meningkat 716 metrik ton atau 1,0% dibandingkan tahun secara tahunan menjadi US$888.584 ribu, terutama dipengaruhi oleh pendapatan operasional yang lebih
2024. Realisasi produksi juga melampaui target tahunan sebesar 71.234 metrik oleh pelemahan harga nikel. Pendapatan dari pelanggan utama, tinggi, didukung produksi yang stabil
ton, mencerminkan perencanaan dan pelaksanaan operasional yang efektif. termasuk Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., dan peningkatan kinerja penjualan.
Ltd., menurun sejalan dengan kondisi pasar yang berlaku. Namun Pendapatan lain juga meningkat,
Kinerja penjualan juga tetap positif. Penjualan nikel matte mencapai 73.093 demikian, total pendapatan perusahaan meningkat, didukung oleh mencerminkan kenaikan pendapatan
metrik ton, meningkat 468 metrik ton atau 0,65% dibandingkan tahun sumber pendapatan lainnya dan kinerja operasional yang lebih non-operasional. Dibandingkan
sebelumnya, sekaligus melampaui target penjualan tahunan sebesar 72.234 kuat. pendapatan yang disajikan kembali
metrik ton. Penjualan Nikel Matte kepada Pembeli Utama (dalam ribu US$) (restated) sebesar US$1.233.086
Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Nikel Matte (Ton) 2023-2025 [POJK51-B.1]
ribu pada tahun 2023, kinerja 2025
[POJK51-B.1][POJK51-F.2][SASB EM-MM-000.A]
Varians menunjukkan stabilisasi setelah
Customer 2025 2024 2023 (2025:2024) fluktuasi pasar sebelumnya dan selaras
Varians (2025:2024) dengan peningkatan laba bersih yang
Nickel matte 2025 2024 2023 Nominal %
tercatat selama tahun berjalan.
Nominal % Vale Canada
711.475 760.201 985.812 (48.726) -6,41%
Limited Kami mendistribusikan nilai ekonomi
Target 71.234 70.805 - 429 0,61%
Produksi sebesar US$944.234 ribu pada tahun
Sumitomo
Realisasi 72.027 71.311 70.728 716 1,00% 2025, mencerminkan pengeluaran
Metal Mining 177.109 190.187 246.451 (13.078) -6,88%
Target 72.234 71.797 - 437 0,61% Co., Ltd berkelanjutan untuk menopang operasi,
Penjualan mendukung karyawan, memenuhi
Realisasi 73.093 72.625 70.108 468 0,65% Total 888.584 950.388 1.232.263 (61.804) -6,50% kewajiban fiskal, dan berkontribusi pada
26 Sustainability Report 2025
Page 27
pembangunan masyarakat. Biaya operasional merupakan porsi terbesar dari Nilai Ekonomi Langsung ang Dihasilkan, Didistribusikan, dan
nilai ekonomi yang didistribusikan, disertai gaji dan tunjangan karyawan, Disimpan (dalam ribuan US$)
pembayaran kepada penyedia modal, pembayaran kepada pemerintah, serta
investasi masyarakat.
Variance (2025:2024)
Deskripsi 2025 2024 2023
Pembayaran kepada penyedia modal pada tahun 2025 mencerminkan
kewajiban pembiayaan terkait aktivitas sepanjang tahun. Pembayaran Nominal %
kepada pemerintah tetap menjadi kontribusi signifikan terhadap penerimaan Nilai Ekonomi Dihasilkan
negara, meskipun berfluktuasi dipengaruhi laba kena pajak dan kewajiban
fiskal. Investasi masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Pendapatan Usaha 990.195 950.388 1.232.263 39.807 4%
menunjukkan dukungan berkelanjutan terhadap inisiatif pengembangan Pendapatan Lain 3.922 3.719 823* 203 5%
masyarakat.
Total Pendapatan 994.117 954.107 1.233.086* 3.922 3.719
Nilai ekonomi yang ditahan pada tahun 2025 mencerminkan keseimbangan Nilai Ekonomi Didistribusikan
antara nilai ekonomi yang dihasilkan dan distribusi nilai yang lebih tinggi
kepada pemangku kepentingan selama tahun berjalan. Angka-angka Biaya Operasi 638.007 785.160* 550.958* 48.841 8%
nilai ekonomi yang diungkapkan berasal dari dan selaras dengan Laporan Gaji dan Tunjangan
Keuangan audit kami. Beberapa angka tahun sebelumnya telah disajikan 101.002 95.254 87.436 5.748 6%
Karyawan
kembali untuk menyesuaikan dengan metodologi Laporan Keuangan, guna
memastikan konsistensi dan keterbandingan antarperiode pelaporan. Pembayaran kepada
34.607 0 60.093 34.607 100%
Rincian angka disajikan pada tabel terkait. Penyandang Dana
Pembayaran Pajak kepada
170.419 202.242 204.617 -35.607 -18%
Pemerintah
Investasi Sosial 3.983 3.912* 4.291 358 9%
Total Nilai Ekonomi
PTVI tidak menerima bantuan keuangan 948.018 1.082.656* 907.395* 53.947 6%
Didistribusikan
apa pun dari Pemerintah Indonesia.
Namun demikian, sejalan dengan Nilai Ekonomi Disimpan (Nilai Ekonomi Dihasilkan - Nilai Ekonomi Didistribusikan)
struktur kepemilikan saham kami, Pemerintah Total Nilai Ekonomi
Indonesia secara tidak langsung memiliki saham di 49.883 73.693* 361.444* -13.937 -22%
Disimpan
PTVI melalui MIND ID, yang telah menjadi salah satu
pemegang saham kami sejak tahun 2020.[GRI 201-4] *Penyajian kembali (restatement) atas angka tahun sebelumnya dilakukan untuk menyesuaikan dengan
metodologi Laporan Keuangan serta memastikan konsistensi dan keterbandingan antarperiode
pelaporan.
27 Sustainability Report 2025
Page 28
Sertifikasi dan Keanggotaan pada Asosiasi [POJK51-C.5][GRI 2-28]
Sertifikasi
Nama No. Masa Lingkup Nama No. Masa Lingkup
Sertifikat Sertifikat
Sertifikasi Sertifikasi Berlaku Sertifikasi Sertifikasi Berlaku
ISO 14001:2015 ID005666, oleh 23 September Pabrik penambangan Great Place to Disertifikasi oleh 1 September 1 PT Vale Indonesia
Sistem Manajemen Bureau Veritas ISO 2024 - 3 Oktober dan pengolahan Work Great Place to 2025 - 1 Tbk
Lingkungan 14001:2015 2027 nikel, termasuk unit Work September 2026
dan layanan
pendukung di lokasi
pabrik Sorowako
ISO 17025 LP-1729-DN, oleh 28 Desember Kompetensi EDGE Advance Ð GP3-IDN-25062910 8 Oktober 2025 - Kantor Pusat PT Vale
Standar Uji dan Komite Akreditasi 2022 - 27 Laboratorium Green Building 239880, oleh 8 Oktober 2026 di lokasi pabrik
Kalibrasi Nasional Desember 2027 Pengujian dan Bureau Veritas Sorowako
Laboratorium Kalibrasi di lokasi South Africa (Pty)
pabrik Sorowako Ltd.
ISO 50001 IND.25.7130/EN/U 13 Mei 2024 - 24 Operasi
Sistem Manajemen November 2026 penambangan dan
Energi pengolahan nikel
matte di lokasi
pabrik Sorowako
28 Sustainability Report 2025
Page 29
Sertifikasi dan Keanggotaan pada Asosiasi [POJK51-C.5][GRI 2-28]
Keanggotaan pada Asosiasi
Asosiasi Internasional Asosiasi Nasional Asosiasi Nasional
UN Global Compact Indonesian Mining Forum Industri Nikel
Anggota Association Indonesia
Anggota Anggota
Link : Link :
Asosiasi Nasional Asosiasi Nasional Asosiasi Nasional
Indonesia Global Compact Asosiasi Emiten Indonesia Asosiasi Pengusaha
Network Anggota Indonesia
Anggota Anggota asosiasi
Link : Link :
Asosiasi Nasional Asosiasi Nasional
Indonesia Business Council Indonesia Corporate
for Sustainable Development Secretar Association
Anggota Anggota
Link :
29 Sustainability Report 2025
Page 30
Penghargaan dan Pencapaian
Pada tahun 2025, komitmen PT Vale terhadap perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang kuat, menerima pengakuan dari berbagai institusi. Penghargaan ini menunjukkan
bahwa kontribusi Perseroan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan tidak hanya diakui di lingkungan perusahaan, tetapi juga diapresiasi oleh para pihak eksternal, antara lain sebagai berikut:
TOP CSR Awards 2025 SDG Innovation Accelerator for Young
TopBusiness 11 Juni 2025 Professionals
UNGC 31 Juli 2025
• TOP CSR Awards 2025 Star 4 - sistem, kebijakan, dan
implementasi CSR yang baik di IGP Morowali Top 6 Innovations
• TOP Leader on CSR Commitment 2025 - Diberikan
kepada Bernardus Irmanto (CEO PT Vale) atas
komitmennya terhadap keberlanjutan
The Asia Responsible Enterprise Award (AREA) Innovation Technology for Social and
Enterprise Asia 27 Juni 2025 Environmental Awards (InTechSEA)
Universitas Hasanuddin 31 Juli 2025
• Penerima penghargaan AREA di kategori Social
Empowerment • Predikat Platinum - kategori Keanekaragaman Hayati
• Penerima penghargaan AREA di kategori Green • Predikat Emas - kategori Pangan, Energi dan Air
Leadership
Energi Mineral Festival 2025 Eco Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA)
Kementerian Energi dan Sumber Da a 30-31 Juli 2025 Department of Environmental 20 August 2025
Mineral dan B-Universe Engineering, Diponegoro Universit
• Predikat Emas - Green Power Innovation
Penerima apresiasi kategori inisiatif bidang ESG
• Predikat Emas - Hydro Smart Innovation
• Predikat Emas - Ecosystem Protection
• Predikat Perak - Low Carbon Innovation
• Predikat Perak - Community Development
• Predikat Perunggu - Eco-Cycle Innovation
• Predikat Perunggu - Eco-Hazard Innovation
30 Sustainability Report 2025
Page 31
Katadata ESG Index Awards Investortrust ESG Awards 2025
Katadata Indonesia 10 September 2025 Investortrust 23 Oktober 2025
• Penerima penghargaan Katadata ESG Index Awards • Gold Star Award - untuk perusahaan terbuka dengan
untuk sektor pertambangan kapitalisasi besar
• Penerima penghargaan Katadata ESG Index 2025 • Investortrust ESG Awards 2025 - kategori
Awarding Gender untuk sektor pertambangan Transparansi dan Pengungkapan Kinerja ESG
ESG Business Awards Penghargaan Subroto 2025
ESG Business Kementerian Energi dan Sumber Da a 24 Oktober 2025
25 September 2025
Mineral
• Penghargaan - Waste Management Award, Indonesia.
• Penghargaan - Biodiversity Conservation Award, Penerima Penghargaan Subroto 2025 - Program Matano
Indonesia Iniaku
Asia ESG Positive Impact Awards 2025
Bisnis Indonesia CSR Awards (BISRA) 2025
Asia ESG Positive Impact 5-7 November 2025
Bisnis Indonesia 30 September 2025
Consortium (A-EPIC)
• Predikat Platinum - IGP Morowali
Predikat Emas (Perusahaan Besar) - Kategori Lingkungan
• Penghargaan Khusus - Program CSR terbaik dalam
(Konservasi Keanekaragaman Hayati)
Perencanaan Strategis (IGP Morowali)
Lestari Award 2025 ESG Leadership Awards 2025
Kompas Gramedia 2 Oktober 2025 Bumi Global Karbon (BGK) Foundation 16 November 2025
Kategori Ekosistem Berkelanjutan- Program Kehati Lutim Penerima penghargaan Leadership AA – Advancing ESG
Bersinergi Transparency Leadership
31 Sustainability Report 2025
Page 32
ESG B-Universe 2025 Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT)
Investor Dail 20 November 2025 2025
Investortrust 28 November 2025
ESG Appreciation - kategori Pemberdayaan Masyarakat
Predikat Emas - Laporan Keberlanjutan 2024
Penghargaan Mitra Bhakti Husada (MBH) 2025
Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional
Kementerian Kesehatan Republik 9 Desember 2025
(TKMPN) XXIX
Indonesia
PT Wahana Kendali Mutu 24-29 November 2025
Penerima Penghargaan kategori Perlindungan Kesehatan
• Predikat Berlian dan Pilihan Favorit – Green Breaker,
Pekerja Perempuan
inovasi reklamasi area berbatu menggunakan limbah
sabuk kelapa
• Predikat Platinum - Innovator Tim, perbaikan metode
penyiraman slag launder untuk menurunkan risiko
Indonesian CSR Awards (ICA) & Indonesian SDGs
kerja dan biaya
Awards (ISDA) 2025
• Predikat Platinum - Autopipe, alat pembuka pipa
Corporate Forum for CSR 17 Desember 2025
sulit pada proyek eksplorasi untuk meningkatkan
Development (CFCD)
efisiensi kerja
• Predikat Platinum - Slag Warrior, pemanfaatan
• Predikat Platinum dan Emas untuk ICA - program
limbah slag nikel sebagai material infrastruktur ramah
Matano Iniaku
lingkungan
• Predikat Silver untuk ISDA - program Closed-loop
• Predikat Platinum - Stock Master, efisiensi biaya
Livestock System
pembelian unit tuyere baru sebesar 21%
• Predikat Emas - The Energizer, solusi mempercepat
Program Wajib Pajak
penanganan gangguan jaringan listrik tambang hingga
Badan Pendapatan Daerah Kabupaten 18 Maret 2025
71%
Kolaka
• Predikat Emas - Sarakaloka, optimalisasi
pemanfaatan sampah apu-apu di area lagoon
Penerima penghargaan Laporan Pajak Terbaik Tahun 2024
Kabupaten Kolaka
32 Sustainability Report 2025
Page 33
10th Asia’s Sustainability Reporting Awards Operational Excellence Conference (OPEXCON)
(ASRA) 2025 2025
CSR Works International Pte Ltd, 24 Oktober 2025 Shift Indonesia 13 November 2025
Singapura
Predikat Emas – Inovasi otomasi pengaturan rasio Silica/
Predikat Perunggu - Kategori Asia’s Best Sustainability Magnesia (S/M) pada slag furnace berbasis machine learning
Report (CEO Letter)
Fortune Indonesia 100 - 2025 Perhumas PR Excellence Awards 2025
Fortune Indonesia 12 September 2025 Perhimpunan Hubungan 13 December 2025
Mas arakat
Penerima penghargaan Peringkat 79
Penerima penghargaan Juara II Kategori Digital PR Program
Tema Umum
Global Supply Chain Excellence Awards (SCEA) Asia
Pacific 2025
Suppl Chain E cellence Award – 30 September 2025
Asia Pacific
Untuk informasi lebih lanjut
Penerima Penghargaan kategori Manufacturing (Program
mengenai sertifikasi, keanggotaan,
0-Hour Truck Rebuild)
dan penghargaan PTVI, silakan
kunjungi situs web kami:
HR Excellence Awards 2025
Human Resource Online 6 November 2025
Predikat Emas - Kategori Keunggulan dalam Strategi CSR
33 Sustainability Report 2025
Page 34
Manajemen
Keberlanjutan
34 Sustainability Report 2025
Page 35
Keberlanjutan dalam Operasional Kami[POJK51-A.1]
• Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Metals
Dalam mewujudkan aspirasi untuk meningkatkan kualitas Pedoman yang Mengatur Operasional
& Mining 2021
hidup dan berkontribusi pada masa depan yang lebih baik, Berkelanjutan Kami
• Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
PTVI menyadari pentingnya untuk terus merefleksikan
Development Goals/SDGs)
cara kami beroperasi, serta memastikan bahwa kehadiran Operasional dan praktik keberlanjutan PTVI berlandaskan
• Standar dan konvensi ketenagakerjaan International
kami mendorong kemajuan yang positif, bukan sebaliknya. pada peraturan perundang-undangan di Indonesia serta
Labour Organization (ILO)
Kesadaran ini menjadi landasan komitmen kami terhadap standar dan pedoman yang diakui secara global. Landasan ini
• United Nations Basic Principles on the Use of Force and
praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sekaligus memastikan bahwa seluruh aktivitas kami dijalankan secara
Firearms
dalam membangun operasional yang tangguh, meminimalkan bertanggung jawab dan efektif, sekaligus tetap selaras dengan
• United Nations Guiding Principles on Business and Human
risiko, dan memberikan dampak yang bermakna. Selain itu, komitmen dan persyaratan yang telah kami adopsi. Berikut
Rights
mengingat kegiatan operasional kami bergantung pada adalah regulasi, standar, dan kerangka kerja nasional maupun
• United Nations Global Compact (UNGC) Principles
komoditas dengan umur terbatas, komitmen ini menjadi internasional yang menjadi acuan kami.
• International Finance Corporation (IFC) Performance
semakin penting untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang
Standards
serta daya saing bisnis kami. Regulasi Nasional
• Global Reporting Initiative (GRI)
• Voluntary Principles on Security and Human Rights
Untuk memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan • Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
• Perjanjian Paris Perserikatan Bangsa-Bangsa 2015
yang bertanggung jawab di tingkat tertinggi, PTVI telah Terbatas
• United Nations Declaration on the Rights of Indigenous
mengintegrasikannya ke dalam Kebijakan Keberlanjutan yang • Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.
Peoples
terakhir diperbarui pada tahun 2024 dan telah disetujui oleh 1827/K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
• OECD Due Diligence Guidance for Responsible Supply
Direksi. Kami memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
Chains of Minerals from Conflict-Affected and High-Risk
menjadi prinsip panduan, tetapi juga pengungkit strategis • Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
AreasChains of Minerals from Conflict-Affected and
yang membentuk pengambilan keputusan, mendorong Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
High-Risk Area
transformasi, dan menjadi dasar arah jangka panjang Emiten, dan Perusahaan Publik
operasional kami.
Kerangka dan Standar Global
Pada bagian ini, kami menguraikan elemen-elemen utama
yang menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diwujudkan • ISO 26000 – Panduan Tanggung Jawab Sosial
Akses Kebijakan
dalam praktik, mencakup dimensi aktivitas kami, pilar-pilar • ISO 14001:2015 – Sistem Manajemen Lingkungan
Keberlanjutan
yang menjadi pedoman operasional, serta fokus utama pada • ISO 45001:2018 – Sistem Manajemen Kesehatan dan
kami:
masing-masing pilar. Keselamatan Kerja
• ISO 9001:2015 – Sistem Manajemen Mutu
• ISO 31000:2018 – Manajemen Risiko
• Prinsip International Council on Mining and Metals (ICMM)
35 Sustainability Report 2025
Page 36
Integrasi Keberlanjutan dalam Strategi Bisnis Sepanjang tahun 2025, kami berfokus pada penguatan keselarasan internal dan koordinasi lintas fungsi untuk memastikan bahwa
[POJK 51 A.1][GRI 2-12][GRI 2-13]
aspek keberlanjutan diterapkan secara konsisten di seluruh area operasional dan fungsi. Hal ini mencakup peningkatan koordinasi
antara fungsi perencanaan strategis, manajemen risiko, operasional, dan keberlanjutan guna mendukung implementasi yang
Pertimbangan keberlanjutan terintegrasi dalam strategi terpadu serta akuntabilitas yang jelas.
bisnis PTVI untuk memastikan bahwa penciptaan nilai jangka
panjang selaras dengan praktik bisnis yang bertanggung Dengan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, PTVI memastikan bahwa setiap keputusan strategis tidak hanya
jawab serta pengelolaan risiko yang efektif. Keberlanjutan berkontribusi pada kinerja jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan jangka panjang, daya saing, serta penciptaan nilai
tidak diposisikan sebagai agenda terpisah, melainkan menjadi bagi para pemangku kepentingan.
bagian yang melekat dalam perencanaan strategis, proses
pengambilan keputusan, dan pengawasan operasional kami.
Direksi, dengan pengawasan dari Dewan Komisaris,
memegang peran sentral dalam memastikan bahwa prinsip
keberlanjutan tercermin dalam keputusan strategis utama,
termasuk perencanaan jangka panjang, alokasi modal, dan
evaluasi proyek-proyek signifikan. Melalui pembahasan dan
penelaahan secara berkala, Direksi memberikan arahan dan
pengawasan agar aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
(ESG) dipertimbangkan secara seimbang bersama faktor
keuangan dan operasional. Peran ini didukung oleh Komite
Keberlanjutan yang memfasilitasi integrasi serta pemantauan
inisiatif keberlanjutan di seluruh PTVI (penjelasan lebih lanjut
disampaikan pada bagian Tata Kelola Keberlanjutan).
Pada tingkat manajemen, keberlanjutan diintegrasikan
dalam proses manajemen risiko perusahaan (enterprise risk
management) dan pelaksanaan strategi. Risiko dan peluang
terkait ESG diidentifikasi, dinilai, dan dipantau sebagai bagian
dari kerangka manajemen risiko yang lebih luas, sehingga
PTVI dapat mengantisipasi dampak terhadap ketahanan dan
kinerja bisnis, sekaligus memahami potensi dampak terhadap
masyarakat dan lingkungan. Pendekatan terintegrasi ini
mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan
memperkuat kemampuan kami dalam merespons tantangan
yang terus berkembang.
36 Sustainability Report 2025
Page 37
Keterlibatan Pemangku Kepentingan[POJK51-E.4][GRI 2-29] Keterlibatan pemangku kepentingan membantu PTVI memahami ekspektasi eksternal serta mengidentifikasi isu-isu yang dapat memengaruhi keberlanjutan operasional kami, lingkungan, dan masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan masukan yang relevan bagi pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, dan penentuan topik material, bukan sekadar sebagai sarana komunikasi satu arah. Kami melakukan pemetaan pemangku kepentingan di seluruh wilayah operasional untuk mengidentifikasi kelompok yang relevan serta menentukan pendekatan keterlibatan yang tepat. Umpan balik yang diperoleh melalui konsultasi, forum dialog, dan mekanisme pengaduan ditelaah dan dipertim- bangkan dalam penilaian risiko dan dampak terkait ESG, sehingga memungkinkan PTVI merespons secara tepat waktu dan proporsional. Mekanisme pengaduan kami melengkapi proses ini dengan menyediakan saluran yang mudah diakses bagi pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi, kekhawatiran, maupun permohonan penyelesaian. Melalui pendekatan ini, keterlibatan pemangku kepentingan mendukung pengelolaan dampak secara bertanggung jawab, menjaga social license to operate, serta memperkuat penciptaan nilai jangka panjang. Tabel berikut menyajikan kelompok utama pemangku kepentingan PTVI sebagai acuan dalam pelaksanaan operasional dan pengelolaan keberlanjutan. Tabel tersebut menguraikan bentuk keterlibatan, isu utama yang menjadi perhatian, serta respons kami, sehingga memberikan gambaran terstruktur mengenai bagaimana masukan pemangku kepentingan diintegrasikan ke dalam aktivitas operasional dan proses pengambilan keputusan. 37 Sustainability Report 2025
Page 38
Jenis Pemangku Pemangku
Peran dan Kepentingan Bentuk Keterlibatan Respons PTVI Frekuensi Keterlibatan
Kepentingan Kepentingan
Tenaga Kerja Internal Karyawan, Manajemen Tenaga kerja merupakan • Rapat internal dan saluran komunikasi • Penyusunan RJPP • Laporan triwulanan, semester,
PTVI, Kontraktor pemangku kepentingan • Platform pelatihan dan pembelajaran • Optimalisasi produksi dan tahunan
utama yang mendorong • Sistem evaluasi kinerja dan umpan balik penjualan • Evaluasi berkala
keberhasilan perusahaan • Forum hubungan industrial • Implementasi VPS, CSMS, dan • PKB setiap 2 tahun
melalui peningkatan kinerja • Sesi komunikasi K3LH HSE
ekonomi, keselamatan, dan • Program PNI & LBI
pengelolaan lingkungan. • PKB & LKS Bipartit
Partisipasi aktif mereka
mendukung optimalisasi
produksi, manajemen risiko,
serta pencapaian tujuan
jangka panjang.
Masyarakat Lokal & Masyarakat, Tokoh Formal Hubungan yang kuat • Konsultasi masyarakat dan forum dialog • Rekrutmen tenaga kerja lokal• • BKAD: 3x/tahun atau sesuai
Pemangku Kepentingan Lokal & Informal, LSM memastikan aspirasi • Forum multipihak (BKAD) Implementasi PPM kebutuhan
dan kekhawatiran dapat • Mekanisme pengaduan• Kegiatan • Komite tingkat desa • Dialog bulanan/berbasis isu
ditangani serta mendukung keterlibatan masyarakat • Penanganan pengaduan
pembangunan lokal • Program pelatihan &
berkelanjutan. pemberdayaan
Pemerintah Pemerintah Pusat & Memastikan kepatuhan • Rapat koordinasi dan pertemuan regulasi • Pembayaran pajak & PNBP • Koordinasi berkelanjutan
Daerah, TNI, Polri regulasi, keselarasan • Pelaporan dan pengungkapan • Koordinasi dengan TNI/Polri • Pelaporan berkala (Triwulan/
kebijakan, dan stabilitas • Konsultasi kebijakan • Pelaporan ESG & operasional Semester/Tahunan)
operasional. • Forum koordinasi keamanan • Kepatuhan AMDAL & regulasi • Sesuai kebutuhan
• Proses perizinan
Sektor Publik BUMN, Institusi Publik Mendukung keselarasan • Forum kemitraan strategis • Proyek bersama • Pelaporan berkala (Triwulan/
dengan kebijakan • Koordinasi lintas sektor • Partisipasi kebijakan Semester/Tahunan)
sosial-ekonomi dan inisiatif • Dialog kebijakan • Kolaborasi keberlanjutan
strategis.
38 Sustainability Report 2025
Page 39
Jenis Pemangku Pemangku
Peran dan Kepentingan Bentuk Keterlibatan Respons PTVI Frekuensi Keterlibatan
Kepentingan Kepentingan
Hubungan Bisnis Investor, Pemasok, Mitra Mendukung pendanaan, • Paparan investor • Penyusunan RJPP • Pelaporan berkala (Triwulan/
stabilitas rantai pasok, dan • Forum pemasok • Laporan Tahunan & Semester/Tahunan)
pertumbuhan operasional. • Saluran pengungkapan kinerja Keberlanjutan
• Diskusi kemitraan • Pengungkapan publik
• Sosialisasi kebijakan pemasok
Pelanggan Pelanggan Mendukung peningkatan • Pertemuan rutin dan diskusi bisnis • Penyelarasan dengan RJPP • Minimal bulanan
kualitas produk dan • Pengelolaan kontrak • Keterlibatan pelanggan
kepuasan pelanggan. berkelanjutan
Media, Akademisi & LSM Media, Akademisi, LSM Mendukung transparansi, • Interaksi media dan pers • Siaran pers & publikasi • Sesuai kebutuhan
kepercayaan publik, dan • Forum kolaborasi riset • Kolaborasi riset
penguatan berbasis riset. • Saluran komunikasi publik • Kemitraan terkait PPM
• Forum dialog
39 Sustainability Report 2025
Page 40
Tinjauan Materialitas[GRI 3-1]
Memahami isu-isu yang paling signifikan memengaruhi bisnis Double Materiality Process
dan pemangku kepentingan kami merupakan fondasi penting
bagi strategi jangka panjang PTVI serta komitmen kami Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4
Kompilasi Topik-topik ESG Penilaian Dampak (Impact Penilaian Risiko dan Peluang Penilaian Materialitas
terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab. yang Relevan Assessment) ESG (Materiality Assessment)
Identifikasi Topik ESG Identifikasi Dampak dari Identifikasi Risiko dan Penyelarasan Materialitas
Sejalan dengan praktik industri, kami melakukan asesmen
Terkait: Topik-topik ESG Peluang ESG Dampak dan Finansial
double materiality yang komprehensif pada 2024, dengan
Mengumpulkan Dampak dikelompokkan positif Mengidentifikasi risiko dan Mengintegrasikan penilaian
tinjauan tahunan untuk memvalidasi keberlanjutan relevansi topik-topik relevan dari dan negatif, aktual dan peluang ESG berdasarkan data dampak dan keuangan
topik-topik prioritas yang telah diidentifikasi. standar, kerangka kerja, potensial internal dan informasi terbaru untuk pemahaman yang
benchmarking, dan holistik.
perspektif internal
Pendekatan kami mengacu pada Global Reporting Initiative perusahaan. Penilaian Risiko dan Peluang
Survey Pemangku
(GRI), khususnya GRI 3: Material Topics 2021. Sesuai standar Menilai kemungkinan, dampak Materiality Matrix
Kepentingan
tersebut, topik material ditentukan berdasarkan signifikansi finansial, toleransi risiko,
prioritas, dan pengaruhnya Memetakan topik material
Untuk menampung persepsi
dampak kami terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia, stakeholder baik internal terhadap kinerja keuangan berdasarkan signifikansi
jangka pendek, menengah, dan dampak dan relevansi
termasuk hak asasi manusia, serta tingkat perhatian dan maupun eksternal
panjang. finansial..
kepentingan para pemangku kepentingan. Kami juga menilai
potensi implikasi topik-topik keberlanjutan terhadap Materiality Threshold
operasional dan kinerja finansial kami. Menetapkan batas untuk
mengidentifikasi dampak yang
paling signifikan.
Proses ini menghasilkan identifikasi 18 topik keberlanjutan
yang merepresentasikan isu-isu ESG paling relevan di seluruh
Topik-topik ESG Materialitas Dampak Materialitas Finansial1 8 Topik Keberlanjutan
operasi dan rantai nilai kami. Topik-topik ini menjadi dasar
untuk proses prioritisasi lebih lanjut dan terus menjadi acuan
dalam strategi, pengelolaan risiko, serta pengungkapan kami.
40 Sustainability Report 2025
Page 41
Tinjauan dan Prioritisasi Materialitas 2025
Melanjutkan asesmen double materiality tahun 2024, pada 2025 license to operate serta mendukung ambisi pertumbuhan kami;
kami melakukan tinjauan terarah untuk memvalidasi keberlanjutan dan
relevansi topik-topik keberlanjutan yang telah diidentifikasi, sekaligus • Perspektif nilai, yang mengevaluasi apakah kinerja saat ini sudah
memperkuat keselarasan topik-topik tersebut dengan konteks bisnis memadai sekaligus mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan
yang terus berkembang dan prioritas strategis kami. penciptaan nilai melampaui praktik yang telah ada.
Alih-alih melakukan asesmen ulang secara menyeluruh, kami Selain itu, kami mengidentifikasi keterkaitan antar topik untuk
menyempurnakan cara topik-topik tersebut diprioritaskan dan dikelola mendorong pendekatan pengelolaan yang lebih terintegrasi dan
melalui proses evaluasi terstruktur yang mengintegrasikan perspektif terfokus.
pemangku kepentingan dan pertimbangan nilai bisnis.
Sebagai hasilnya, 18 topik keberlanjutan tersebut dikonsolidasikan dan
Kami melibatkan enam kelompok pemangku kepentingan utama— diprioritaskan menjadi enam topik material yang mencakup dimensi
karyawan dan serikat pekerja, LSM lokal dan masyarakat, regulator, lingkungan, sosial, dan tata kelola. Keenam topik material ini merepre-
investor, calon mitra, serta media—untuk mengonfirmasi kembali sentasikan area dengan signifikansi tertinggi bagi bisnis dan pemangku
isu-isu prioritas. Kami juga menilai posisi kami saat ini untuk kepentingan kami, serta menjadi landasan strategi dan pengungkapan
masing-masing topik dibandingkan dengan pelaku industri sejenis di keberlanjutan kami.
tingkat lokal maupun global.
Pendekatan ini memastikan topik-topik material kami tetap terfokus,
Setiap topik dievaluasi melalui dua perspektif yang saling melengkapi: dapat ditindaklanjuti, dan selaras dengan penciptaan nilai jangka
• Perspektif pemangku kepentingan, Perspektif pemangku panjang.
kepentingan, yang menilai pentingnya suatu topik dalam menjaga
41 Sustainability Report 2025
Page 42
Topik Materialitas[GRI 3-1]
Tingkat Materialitas Dampak Tingkat Materialitas Finansial
No Topik Material Jangka Waktu Strategi PTVI
Positif Skor Negatif Skor Risiko Skor Peluang Skor
(1-3) (1-3) (1-3) (1-3)
1 Pengelolaan Peningkatan kualitas Pengelolaan air, Ketidakpatuhan terhadap Inisiatif ekonomi Jangka Pendek– Memperkuat pengelolaan air
Limbah dan Air lingkungan dan limbah, dan tailing standar limbah cair, kelangkaan sirkular, daur ulang air, Menengah terpadu, meningkatkan tata
kesehatan masyarakat yang tidak efektif air, serta kegagalan fasilitas dan pemanfaatan slag kelola tailing, memperluas
melalui pengelolaan air, dapat menyebabkan tailing dapat memicu sanksi, meningkatkan efisiensi inisiatif daur ulang dan
limbah, dan tailing yang pencemaran, kerusakan biaya remediasi, dan gangguan sumber daya, menekan pemanfaatan kembali, serta
bertanggung jawab. ekosistem, serta operasional. biaya, dan memperkuat memastikan kepatuhan
berkurangnya ketersediaan kinerja lingkungan. terhadap regulasi.
air.
2 Produksi Rendah Penurunan emisi gas rumah Ketergantungan tinggi Kegagalan memenuhi target Elektrifikasi, energi Jangka Menengah– Mempercepat roadmap
Emisi kaca melalui pengelolaan pada bahan bakar fosil Net Zero dan standar emisi terbarukan, dan Panjang dekarbonisasi melalui
emisi dan energi yang meningkatkan emisi dan dapat mengakibatkan sanksi, inisiatif dekarbonisasi transisi energi, elektrifikasi
efektif, berkontribusi pada mempercepat degradasi peningkatan biaya operasional, meningkatkan efisiensi operasional, serta integrasi
mitigasi perubahan iklim lingkungan. dan penurunan daya saing. serta memperkuat posisi energi terbarukan.
dan kualitas udara yang PTVI dalam rantai nilai
lebih baik. rendah karbon.
3 Pengelolaan Lahan Perlindungan ekosistem Penggunaan lahan yang Kehilangan keanekaragaman Inisiatif rehabilitasi Jangka Menengah– Menerapkan rehabilitasi
melalui konservasi tidak berkelanjutan dapat hayati dan penutupan tambang pascatambang dan Panjang progresif, memperkuat
keanekaragaman hayati menyebabkan kehilangan yang tidak memadai dapat pemanfaatan lahan rencana pengelolaan
serta praktik penutupan habitat, degradasi memicu sanksi, kerusakan menciptakan peluang keanekaragaman hayati, serta
dan rehabilitasi tambang ekosistem, dan penurunan reputasi, serta kewajiban ekonomi alternatif dan mengembangkan pemanfaatan
yang bertanggung jawab. produktivitas lahan. lingkungan jangka panjang. meningkatkan kinerja ESG. lahan pascatambang yang
selaras dengan kebutuhan
masyarakat.
42 Sustainability Report 2025
Page 43
Tingkat Materialitas Dampak Tingkat Materialitas Finansial
No Topik Material Jangka Waktu Strategi PTVI
Positif Skor Negatif Skor Risiko Skor Peluang Skor
(1-3) (1-3) (1-3) (1-3)
4 Masyarakat Lokal Pembangunan wilayah Keterlibatan yang Sengketa lahan, protes Kemitraan yang kuat, Jangka Pendek– Memperkuat keterlibatan
yang inklusif melalui tidak memadai atau masyarakat, dan ketidak- pembiayaan berkelanjutan, Menengah pemangku kepentingan,
keterlibatan masyarakat relokasi yang tidak adil sesuaian ekspektasi dapat dan meningkatnya meningkatkan mekanisme
yang efektif, praktik dapat memicu konflik menghambat proyek dan permintaan nikel yang pengaduan, memastikan
relokasi yang adil, dan sosial, gangguan mata mengancam social license to bertanggung jawab praktik relokasi yang adil,
dampak ekonomi positif. pencaharian, dan operate. mendorong pertumbuhan serta menyelaraskan program
menurunnya kepercayaan ekonomi bersama. masyarakat dengan prioritas
publik. lokal.
5 Kesejahteraan dan Lingkungan kerja yang Penerapan K3 dan Insiden kerja, perselisihan Teknologi keselamatan, Jangka Pendek– Memperkuat budaya
Inklusi aman dan inklusif melalui standar ketenagaker- tenaga kerja, dan risiko pengembangan tenaga Menengah keselamatan, menerapkan
penerapan K3 dan praktik jaan yang lemah dapat kesehatan kerja dapat kerja, dan praktik inklusi sistem K3 yang preventif,
ketenagakerjaan yang adil menyebabkan kecelakaan mengganggu operasional serta memperkuat ketahanan memperluas program
meningkatkan ketahanan kerja, diskriminasi, meningkatkan biaya hukum operasional dan retensi pelatihan, serta mendorong
dan produktivitas tenaga dan rendahnya moral dan kompensasi. talenta. keberagaman dan inklusi.
kerja. karyawan.
6 Integritas Bisnis Peningkatan transparansi Kegagalan tata kelola Perubahan regulasi, tantangan Tata kelola yang kuat, Jangka Pendek– Memperkuat sistem
dan akuntabilitas melalui dan praktik tidak etis perizinan, dan ketidakpatuhan rantai pasok yang Panjang kepatuhan, menegakkan
tata kelola perusahaan dapat menimbulkan dapat mengganggu bertanggung jawab, (Berkelanjutan) kode etik, meningkatkan
yang baik dan praktik risiko hukum, kerusakan operasional serta menurunkan dan praktik transparan pengendalian internal, serta
bisnis yang etis. reputasi, dan menurunnya kepercayaan investor. meningkatkan kredibilitas, memastikan transparansi di
kepercayaan pemangku menarik investasi, dan seluruh operasional dan rantai
kepentingan. mendukung penciptaan pasok.
nilai jangka panjang.
43 Sustainability Report 2025
Page 44
Peta Jalan ESG
Roadmap ESG PTVI menjadi kerangka terstruktur yang dan tahap pengembangan proyek baru
memandu integrasi prioritas lingkungan, sosial, dan tata kelola • Memastikan konsistensi standar dan ekspektasi kinerja di
(ESG) ke dalam strategi bisnis kami. Roadmap ini menguraikan Sorowako, Morowali, dan Pomalaa
pendekatan bertahap untuk memperkuat fondasi tata kelola, • Menyempurnakan target, metrik, dan langkah
meningkatkan pengukuran dampak, serta mengintegra- implementasi agar mencerminkan cakupan operasional
sikan pertimbangan ESG ke dalam operasional dan proses yang semakin luas
pengambilan keputusan. • Memperkuat integrasi antara strategi ESG,
manajemen risiko, dan perencanaan investasi
Dalam beberapa tahun terakhir, PTVI terus meningkatkan
tingkat kematangan ESG secara progresif melalui penguatan Proses ini mencerminkan komitmen PTVI terhadap
sistem manajemen, peningkatan pemantauan kinerja, pertumbuhan yang bertanggung jawab, serta integrasi aspek
serta penguatan mekanisme akuntabilitas di seluruh area keberlanjutan sejak tahap pengembangan proyek hingga
operasional. operasional dan penutupan tambang.
Penguatan Peta Jalan yang Sedang Berlangsung Menjaga Keberlanjutan Implementasi dan Kinerja
Pada tahun 2025, PTVI memulai proses penguatan strategis Selama proses penguatan roadmap berlangsung, implementasi
terhadap Peta Jalan ESG untuk memastikan keselarasan dengan ESG tetap dijalankan melalui struktur tata kelola dan sistem
perkembangan jejak operasional, strategi pertumbuhan manajemen yang telah ada. Berbagai inisiatif utama terkait
jangka panjang, serta aspirasi perusahaan. kinerja iklim, pengelolaan lingkungan, keterlibatan masyarakat,
pengembangan tenaga kerja, serta tata kelola terus diimple-
Penguatan ini mencerminkan proses carve-out, ekspansi, dan mentasikan dan dipantau.
pengembangan proyek IGP Morowali dan IGP Pomalaa yang
menjadi tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan Capaian atas komitmen ESG diungkapkan dalam laporan ini
PTVI. Seiring dengan semakin luasnya portofolio operasional, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan PTVI terhadap praktik
penting bagi kami untuk memastikan bahwa kerangka ESG pertambangan yang bertanggung jawab dan penciptaan nilai
tetap komprehensif, terintegrasi, dan diterapkan secara jangka panjang.
konsisten di seluruh area operasional.
Peta Jalan ESG yang telah diperbarui akan dikomunikasikan
Proses peninjauan yang sedang berlangsung bertujuan untuk: setelah proses penguatan ini selesai.
• Menyelaraskan prioritas ESG dengan proses carve-out
44 Sustainability Report 2025
Page 45
Tata Kelola Keberlanjutan[POJK51-E.1]
PTVI memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui KOMITE KEBERLANJUTAN
pengawasan yang terstruktur baik di tingkat Direksi maupun
manajemen. Isu-isu keberlanjutan dibahas melalui mekanisme
tata kelola formal untuk memastikan keselarasan antara Dewan Komisaris (BoC)
strategi perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan terhadap
regulasi, serta penciptaan nilai jangka panjang. Direksi bersama
komite terkait menjalankan pengawasan aktif terhadap
Direksi (BoD)
dampak, risiko, dan peluang keberlanjutan sebagai bagian dari
kerangka tata kelola perusahaan secara keseluruhan.[GRI 2-12][GRI
2-13]
Komite Keberlanjutan di bawah Dewan Direksi
Departemen Keberlanjutan
Rapat ESG Operasional
Rapat ESG Khusus (Kelompok Fokus Tematik)
(Pemantauan KPI rutin & pelaksanaan)
Pemilik Topik Material ESG
HRDD Persiapan Emisi GRK Masyarakat
(Uji Tuntas Hak IRMA dan dan Pemangku
Asasi Manusia) Perubahan Iklim Kepentingan
* the focus group may change from time to time, depending on specific agenda or goals that the
company want to achieve
45 Sustainability Report 2025
Page 46
Pada tahun 2025, PTVI menyelenggarakan lima rapat Komite mengenai Hak Asasi Manusia disajikan pada bagian Uji Tuntas Hak Asasi Manusia).[GRI 2-12][GRI 2-25]
Keberlanjutan untuk memantau kemajuan dan memberikan
arahan terhadap prioritas utama ESG. Rapat-rapat ini menjadi Melalui rapat berkala dan pengawasan yang terstruktur, PTVI memastikan bahwa aspek keberlanjutan tetap terintegrasi dalam
platform untuk diskusi strategis yang efektif, koordinasi lintas proses tata kelola, perencanaan strategis, dan pelaksanaan operasional.[GRI 2-12][GRI 2-25]
fungsi, serta evaluasi kinerja atas inisiatif keberlanjutan di
seluruh operasi kami. Departemen Keberlanjutan bertindak
sebagai koordinator utama yang memastikan kebijakan dan
Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Keberlanjutan
strategi keberlanjutan diimplementasikan secara efektif.[GRI 2-13]
Pemantauan dan pelaporan merupakan bagian integral dari Selain pemantauan internal, kinerja ESG PTVI juga dinilai oleh
Sepanjang tahun, pembahasan dalam Komite Keberlanjutan pendekatan pengelolaan keberlanjutan PTVI. Kinerja ESG lembaga pemeringkat eksternal, termasuk Sustainalytics.
difokuskan pada penyempurnaan Peta Jalan ESG kami. dipantau melalui indikator kinerja utama (Key Performance Pada tahun 2025, skor Risiko ESG kami membaik menjadi 23,7
Topik utama meliputi pengawasan penentuan materialitas, Indicators/KPI) yang telah ditetapkan di seluruh topik material dibandingkan 29,4 pada tahun 2024, yang mencerminkan
penyelarasan dengan lembaga pemeringkat ESG eksternal, dan fungsi, serta dilaporkan secara berkala untuk memastikan penurunan eksposur risiko ESG sebesar 19,4%. Skor
peningkatan pengungkapan keberlanjutan, penguatan keselarasan dengan roadmap keberlanjutan dan persyaratan tersebut masih berada dalam kategori Medium Risk, namun
sistem pemantauan dan evaluasi, serta peninjauan kredensial regulasi. menunjukkan tren penurunan risiko yang konsisten dalam
keberlanjutan dan keselarasan dengan standar internasional. beberapa tahun terakhir.
Komite juga meninjau akurasi dan kelengkapan informasi
terkait keberlanjutan yang diungkapkan dalam Laporan
Sebagai bagian dari komitmen terhadap
Keberlanjutan ini.[GRI 2-14]
transparansi, PTVI secara konsisten
menyampaikan Communication on Progress
Komite memberikan arahan terkait area prioritas dan alokasi
(CoP) tahunan dalam kerangka United Nations
sumber daya untuk mendukung peningkatan yang sistematis
Global Compact (UNGC), yang mengungkapkan
sejalan dengan standar pertambangan yang bertanggung
kemajuan terkait prinsip hak asasi manusia,
jawab tingkat internasional.[GRI 2-12]
ketenagakerjaan, lingkungan, dan anti-korupsi.
Selain itu, Komite menerima pembaruan terkait pengelolaan
CoP tersebut tersedia untuk publik melalui
dampak hak asasi manusia, termasuk penilaian risiko,
platform UNGC.
identifikasi risiko HAM yang paling signifikan, investigasi, serta
pengembangan langkah mitigasi yang berorientasi ke depan.
Pembahasan menekankan penguatan integrasi pertimbangan
Peningkatan ini mencerminkan upaya berkelanjutan PTVI
HAM dalam pengambilan keputusan operasional dan proses
dalam memperkuat praktik pengelolaan risiko ESG serta
pengelolaan pemasok, serta mekanisme pemulihan apabila
menjaga pengawasan yang konsisten terhadap topik
dampak merugikan teridentifikasi (informasi lebih lanjut
lingkungan, sosial, dan tata kelola yang material.
46 Sustainability Report 2025
Page 47
Konservasi Mineral dan Efisiensi Sumber Daya
Sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel, dipisahkan dan dikelola sebagai bagian dari pengembangan
PTVI menyadari bahwa pengelolaan sumber daya secara Kinerja Recovery 2025 potensi pengolahan di masa depan. Pendekatan ini memastikan
bertanggung jawab merupakan fondasi keberlanjutan bahwa material tersebut tetap memiliki nilai ekonomi dan
Recovery Penambangan
lingkungan dan ketahanan operasional jangka panjang. tidak diperlakukan sebagai limbah.
Optimalisasi proses penambangan dan pengolahan Sorowakio-Petea &
90.25%
Bohodopi Blok 1
memungkinkan pemanfaatan maksimum dari area tambang Hingga
Siklus Material: Mengubah Limbah Menjadi Manfaat
yang ada, sekaligus meminimalkan kehilangan material dan Bohodopi Blok 2 & 3 99%
kebutuhan pembukaan lahan baru. Recovery Pengolahan Material Residu Dimanfaatkan kembali
untuk Pekerjaan Sipil
Sorowakio-Petea &
89.73% 5,352,400 ton Internal
Pada tahun 2025, kegiatan penambangan dilakukan di Bohodopi Blok 1
Slag
Konstruksi Jalan
Sorowako–Petea, Blok Bahodopi 1, serta Blok Bahodopi 2 Operasi Pembangunan
Penambangan 939,024 ton Infrastruktur Tambang
dan 3, sementara belum terdapat aktivitas penambangan & Pengolahan Material reject dryer
Stabilisasi Permukaan
di Pomalaa. Total produksi bijih mencapai 15.918.295 wet
metric tons (wmt). Kadar nikel rata-rata berada pada kisaran
1,61%–1,79%, mencerminkan penerapan grade control dan Efisiensi pengolahan juga menjadi faktor kunci dalam konservasi
rekonsiliasi yang terstruktur untuk meminimalkan dilusi dan mineral. Kegiatan pengolahan dan pemurnian di Sorowako–
meningkatkan akurasi ekstraksi.[GRI 301-1] Petea dan Bahodopi Blok 1 mencapai tingkat recovery sebesar
89,73% pada tahun 2025, sejalan dengan parameter studi Sirkularitas material juga menjadi bagian integral dari
Kinerja mining recovery dipantau secara berkala untuk kelayakan. PTVI terus melakukan penyempurnaan operasional konservasi sumber daya. Sepanjang tahun 2025, PTVI
mengevaluasi efektivitas ekstraksi terhadap cadangan yang dan peningkatan teknologi untuk memaksimalkan perolehan memanfaatkan kembali 5.352.400 ton slag dan 939.024 ton
dimodelkan. Pada tahun 2025, tingkat mining recovery di nikel serta meminimalkan kehilangan material. Sementara itu, material reject dryer untuk pekerjaan sipil internal, seperti
Sorowako–Petea dan Bahodopi Blok 1 mencapai rata-rata bijih dari Bahodopi Blok 2 dan 3 dijual ke pasar domestik tanpa pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi
90,25%, sementara Bahodopi Blok 2 dan 3 mencapai hingga melalui proses pengolahan internal. lahan. Praktik ini membantu mengurangi timbulan limbah,
99%. Berbagai inisiatif peningkatan berkelanjutan—termasuk menekan penggunaan material eksternal, serta meningkatkan
program bottom ore recovery, peningkatan kontrol sampling, Sebagai bagian dari praktik akuntansi mineral yang transparan, efisiensi penggunaan sumber daya.[GRI 301-2][GRI 301-3]
dan penyempurnaan model blok—terus dilakukan untuk PTVI juga memantau mineral ikutan dalam produksi nikel
meningkatkan kinerja ini. matte. Pada tahun 2025, produksi kobalt tercatat sebesar 968 Melalui pemantauan recovery, optimalisasi proses, akuntansi
ton. mineral, dan pemanfaatan material secara sirkular, PTVI terus
memperkuat pengelolaan sumber daya yang bertanggung
Pengelolaan material berkadar rendah dilakukan secara jawab di seluruh rantai nilai pertambangan. Upaya ini
terstruktur untuk mendukung perencanaan jangka panjang. mendukung kepatuhan regulasi, efisiensi operasional, serta
Selama tahun pelaporan, sebanyak 2.814.030 wmt bijih limonit pengurangan dampak lingkungan.
47 Sustainability Report 2025
Page 48
Rantai Pasokan yang Bertanggung Jawab
yang lebih tinggi, langkah mitigasi tambahan dan verifikasi
Peningkatan Efisiensi Pengolahan melalui Pengadaan yang Bertanggung Jawab dan Uji
kepatuhan lanjutan dilakukan sebelum persetujuan diberikan.
Inovasi Terarah Kelayakan
Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola diintegrasikan dalam
Pada tahun 2025, PTVI terus menerapkan berbagai Kami menyadari bahwa risiko dan dampak keberlanjutan tidak
seluruh proses penapisan ini. Kriteria lingkungan mencakup
pengendalian operasional dan peningkatan hanya dapat timbul dari kegiatan operasional kami, tetapi
kepatuhan terhadap regulasi serta kinerja HSER, sementara
teknologi untuk mengurangi kehilangan nikel serta juga dari aktivitas di sepanjang rantai pasok. Di PTVI, praktik
aspek sosial dan tata kelola meliputi standar ketenagaker-
meningkatkan efisiensi material dalam sistem pengadaan yang bertanggung jawab merupakan bagian yang
jaan, perilaku etis, dan penguatan integritas. Pada 2025, 100%
pengolahan. Dua inisiatif utama memberikan terintegrasi dalam kerangka tata kelola dan manajemen
pemasok—termasuk pemasok baru—telah dinilai terhadap
dampak signifikan. risiko kami, untuk memastikan pemasok memenuhi standar
aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian dari proses uji
ESG yang telah ditetapkan, selain persyaratan komersial dan
kelayakan dan pengadaan PTVI. Pendekatan menyeluruh ini
Pertama, peningkatan akurasi pemisahan slag– teknis.
memastikan hanya mitra usaha yang bertanggung jawab dan
matte melalui penguatan sistem pemantauan pada
patuh yang dapat berpartisipasi dalam rantai nilai kami.
proses converter. Peningkatan deteksi dan kontrol Keterlibatan dengan pemasok dimulai melalui proses
.[GRI 2-23][GRI 205-2][GRI 308-1][GRI 414-1]
proses ini membantu mengurangi kehilangan nikel prakualifikasi yang terstruktur dan mengacu pada pedoman
ke slag serta menjaga stabilitas recovery selama internal. Pada awal 2025, PTVI menerapkan proses Third Party
proses pemurnian. Due Diligence (TPDD) yang diperkuat, menggantikan mekanisme
sebelumnya yaitu Initial Risk Assessment Questionnaire (IRAQ). 100% pemasok
Kedua, optimalisasi sistem granulasi melalui Melalui TPDD, calon pemasok diwajibkan mengisi kuesioner termasuk pemasok baru,
penerapan oversize product crushing, yang komprehensif yang mencakup: telah dinilai berdasarkan aspek
mengurangi sirkulasi reject dan meminimalkan • Identitas organisasi dan kepemilikan manfaat (beneficial lingkungan dan sosial.
kebutuhan reprocessing. Inisiatif ini memungkinkan ownership)
material yang masih bernilai untuk langsung • Pengurus perusahaan dan perwakilan hukum
dimanfaatkan kembali dalam aliran produk jual, • Keterkaitan politik dan aktivitas lobi
Setelah melalui proses TPDD, pemasok yang disetujui diwajibkan
sehingga menekan kehilangan internal dan • Hubungan dengan pejabat pemerintah
memformalkan komitmennya melalui perjanjian kontraktual.
meningkatkan efisiensi proses secara keseluruhan. • Riwayat pidana, hukum, dan kepatuhan regulasi
Supplier Code of Conduct (SCoC) kami menerjemahkan
• Program kepatuhan serta penerapan ESG
ekspektasi terkait tata kelola, integritas, lingkungan, dan hak
Melalui inisiatif ini, PTVI berhasil meningkatkan
asasi manusia ke dalam kewajiban kontraktual yang mengikat.
presisi recovery dan efisiensi material dalam Proses uji kelayakan ini wajib dilakukan bagi seluruh calon pihak
SCoC melarang pekerja anak, kerja paksa, pembatasan
operasional pengolahan. ketiga sebelum dapat berpartisipasi dalam proses pengadaan,
kebebasan berserikat, serta praktik disipliner yang tidak
termasuk evaluasi tender dan pelaksanaan kontrak. Pemasok
pantas, termasuk hukuman fisik. Kode ini juga mewajibkan
kemudian diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko (rendah,
kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan dan
menengah, atau tinggi). Apabila teridentifikasi indikator risiko
lingkungan yang berlaku.
48 Sustainability Report 2025
Page 49
Untuk memperkuat akuntabilitas, PTVI memasukkan kemajuan dalam memperkuat penggunaan barang dan jasa
mekanisme disipliner dalam perjanjian dengan pemasok dalam negeri. Peningkatan ini didukung oleh keterlibatan
Selama 2025, terdapat beberapa kasus terisolasi terkait
dan kontraktor. Ketentuan ini mengatur jenis pelanggaran, berkelanjutan dengan pemasok lokal, upaya mendorong
keterlambatan pembayaran upah yang teridentifikasi
tingkat keparahan, serta sanksi atau tindakan perbaikan yang kesiapan sertifikasi TKDN, serta penguatan koordinasi dalam
melalui kanal pengaduan dan evaluasi berkala kinerja
dapat diterapkan, termasuk penghentian sementara maupun proses pengadaan. Meski tantangan masih ada, terutama
kontraktor. Permasalahan ini ditindaklanjuti melalui
pemutusan kontrak apabila diperlukan. terkait kesiapan pemasok untuk memenuhi persyaratan
keterlibatan dengan kontraktor terkait, verifikasi
sertifikasi, PTVI tetap berkomitmen meningkatkan kinerja
kewajiban kontraktual, serta tindakan korektif
Bagi pemasok yang beroperasi di area operasional kami, TKDN sebagai bagian dari penguatan partisipasi rantai pasok
lanjutan untuk mendukung penyelesaian secara tepat
kepatuhan juga diperkuat melalui sistem badging wajib. nasional.
waktu. Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan,
Akses kerja dapat ditahan apabila persyaratan kontraktual,
tidak ditemukan pola berulang yang bersifat sistemik.
keselamatan, atau kepatuhan tidak dipenuhi atau terjadi Capaian TKDN
pelanggaran.[GRI 2-23][GRI 407-1][GRI 408-1][GRI 409-1][GRI 414-2]
Pada tahun pelaporan yang sama, tiga kontrak vendor 2025 2024 2023
dihentikan setelah terkonfirmasi adanya pelanggaran
Pemantauan dan Penegakan terhadap Pemasok
yang diidentifikasi melalui proses pengendalian internal
terkait aktivitas evaluasi anggaran. Tindakan tersebut 40,58% 28,52% 36,04%
Seluruh pemasok dengan kontrak aktif berada dalam
dilakukan sesuai ketentuan kontraktual dan prosedur
pemantauan kinerja berkelanjutan melalui Contractor
kepatuhan yang berlaku.
Performance Report (CPR) bulanan, yang mengevaluasi kinerja Praktik pengadaan yang bertanggung jawab juga berkontribusi
operasional, HSER, dan kepatuhan kontraktual. Terdapat terhadap ketahanan ekonomi di wilayah operasional kami.
ambang batas kinerja minimum yang harus dipenuhi, dan Pada 2025, kami bekerja sama dengan 907 pemasok domestik,
kinerja yang terus berada di bawah standar dapat memengaruhi Mendukung Pemasok Domestik[GRI 204-1] yang mewakili 85% dari total basis pemasok kami, sementara
kelayakan untuk kontrak di masa mendatang. 165 pemasok atau 15% sisanya merupakan mitra internasional.
Sebagai bagian dari komitmen kami untuk memperkuat
Meskipun pada 2025 tidak terdapat pelatihan khusus Human partisipasi ekonomi domestik, PTVI melakukan penyajian
Rights Due Diligence bagi pemasok, persyaratan terkait kembali data Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sejak
hak asasi manusia dan kepatuhan ketenagakerjaan tetap 2022, sejalan dengan perubahan metodologi perhitungan
terintegrasi dalam klausul kontraktual, kontrol operasional, dan penerapan kriteria yang lebih ketat oleh regulator. Angka
dan mekanisme pengawasan berkelanjutan.[GRI 2-24] yang disajikan mencerminkan capaian berdasarkan produk
tersertifikasi dan telah diverifikasi secara independen oleh PT
Sucofindo yang ditunjuk oleh Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM).
Setelah mengalami penurunan pada tahun-tahun sebelumnya,
capaian TKDN PTVI meningkat menjadi 40,58% pada 2025, atau
naik 42% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan
49 Sustainability Report 2025
Page 50
Jumlah Pemasok Berdasarkan Kategori 2025 Tanggung Jawab atas Kualitas Produk dan Layanan
[POJK51-F.17]
PTVI memastikan bahwa proses produksi dan produk nikel Selain kualitas produk, PTVI juga menjaga keterlibatan yang
165 (15%)
yang dihasilkan telah memenuhi standar internasional serta terstruktur dengan pelanggan untuk memastikan keandalan
kerangka regulasi yang berlaku. Operasional kami mengacu layanan. Transaksi produk umumnya dilakukan melalui kontrak
pada persyaratan seperti Restriction of Hazardous Substances jangka panjang, sehingga tidak diterapkan mekanisme survei
907 (85%) (RoHS) dan ISO 17025, yang diakui secara luas di pasar ekspor, kepuasan pelanggan secara formal. Sebagai gantinya, kami me-
termasuk Uni Eropa. Selain itu, produk kami telah melalui nyelenggarakan pertemuan koordinasi secara berkala dengan
Pemasok Domestik Pemasok Internasional klasifikasi bahaya sesuai dengan Globally Harmonized System pelanggan untuk membahas aspek operasional, spesifikasi
of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) yang diadopsi produk, kinerja pengiriman, serta peluang peningkatan
oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diimplementasikan layanan. Pendekatan ini memungkinkan penyelesaian isu secara
Belanja pengadaan juga mencerminkan komitmen ini. Pada
di Indonesia melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 23 tepat waktu, komunikasi yang transparan, serta peningkatan
2025, alokasi belanja kepada pemasok domestik mencapai
Tahun 2013. layanan secara berkelanjutan guna mendukung kemitraan
US$895,4 juta atau 90% dari total pengeluaran pemasok,
jangka panjang.[POJK51-F.30]
sementara US$97,3 juta atau 10% dialokasikan kepada
Pada tahun pelaporan, selain nikel matte, PTVI mulai
pemasok internasional. [GRI 204-1]
melakukan penjualan bijih nikel dari area proyek tertentu sesuai
Nilai Pengadaan Berdasarkan Kategori Pemasok 2025 (US$) dengan persetujuan regulasi dan tahapan pengembangan
yang berlaku. Prosedur pengendalian mutu serta mekanisme
Description Total (US$) % kepatuhan kontraktual diterapkan secara konsisten di seluruh
portofolio produk untuk memastikan bahwa transaksi bijih
Pemasok Domestik 895.424.509,35 90% nikel memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati serta
standar regulasi yang berlaku.[POJK51-F.27]
Pemasok
97.254.721,73 10% Sebagai produk antara dalam rantai nilai business-to-busi-
Internasional
ness, baik nikel matte maupun bijih nikel digunakan sebagai
Total 992.679.231,08 100% bahan baku untuk proses industri hilir dan tidak memiliki
paparan langsung kepada konsumen akhir. Sepanjang
periode pelaporan, tidak terdapat pengaduan terkait aspek
Melalui prakualifikasi yang terstruktur, penilaian risiko berbasis
keselamatan produk maupun dampak kesehatan dari
tata kelola, penapisan ESG, uji kelayakan hak asasi manusia,
karyawan, kontraktor, maupun pembeli. Tidak terdapat
pemantauan berkelanjutan, serta dukungan terhadap
permintaan penarikan produk (product recall) dari pelanggan,
pemasok domestik, kami berupaya menjaga rantai pasok yang
yang mencerminkan konsistensi proses penjaminan mutu yang
tangguh, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan tujuan
kami terapkan.[POJK51-F.28][POJK51-F.29]
keberlanjutan kami.
50 Sustainability Report 2025
Page 51
Tata Kelola
51 Sustainability
Laporan Keberlanjutan
Report 2025
2025
Page 52
Menegakkan Good Corporate Governance
PTVI meyakini bahwa tata kelola yang kuat merupakan fondasi
utama untuk mencapai tujuan keberlanjutan sekaligus memastikan
ketahanan bisnis jangka panjang. Komitmen kami untuk
menjalankan usaha secara etis, transparan, dan bertanggung jawab
berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)
yang diterapkan secara konsisten di seluruh tingkat organisasi.
Prinsip-prinsip ini menjadi dasar dalam menjalankan operasional,
mengambil keputusan, serta membangun hubungan dengan para
pemangku kepentingan.
Penerapan GCG didukung oleh kerangka tata kelola yang
komprehensif, yang mencakup berbagai kebijakan, standar, dan
pedoman internal. Di antaranya adalah Kebijakan Keberlanjutan,
Kebijakan Anti-Korupsi, Kode Etik, serta berbagai piagam yang
mengatur peran dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, dan
komite pendukung. Melalui kerangka ini, kami memastikan bahwa
prinsip tata kelola tidak hanya tertuang dalam dokumen formal,
tetapi juga terintegrasi dalam praktik organisasi, sistem, serta
proses pengambilan keputusan.
Di luar kepatuhan terhadap regulasi, tata kelola di PTVI juga
difokuskan pada penguatan manajemen risiko, efektivitas fungsi
pengawasan, serta pemberdayaan seluruh fungsi organisasi agar
dapat menjalankan perann a secara bertanggung jawab dan efisien.
Pendekatan ini mendukung upaya kami dalam meningkatkan kinerja
operasional sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap
perekonomian nasional serta mendorong terciptanya iklim investasi
yang bertanggung jawab.
Melalui penerapan prinsip tata kelola yang konsisten, PTVI berupaya
memperkuat akuntabilitas, memitigasi risiko terkait tata kelola,
serta mencegah potensi dampak negatif yang dapat timbul akibat
praktik tata kelola yang tidak memadai.[GRI 2-27]
52 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
Badan Tata Kelola
Dewan Komisaris dan fungsi pengawasan, sementara Presiden
Direktur memimpin Direksi dan fungsi eksekutif. Pemisahan
peran yang tegas ini menciptakan mekanisme check and
balance yang efektif, memperkuat akuntabilitas, serta
memastikan praktik tata kelola yang sehat.
Kedua organ tata kelola tersebut didukung oleh komite dan
fungsi manajemen untuk memastikan pelaksanaan tugas
secara optimal. Komite di bawah Dewan Komisaris meliputi
Komite Audit, Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi
(KTNR), Komite Mitigasi Risiko, serta Komite Kontrak Karya.
Sementara itu, Direksi didukung oleh berbagai fungsi
manajemen utama, antara lain Human Capital, Legal, Sekretaris
Perusahaan, Hubungan Investor, Keuangan, Kepatuhan
dan Etika, Enterprise Risk Management, Komunikasi dan
E ternal Affairs, Corporate Affairs, Unit Audit Internal, serta
Pengendalian Internal.
Kerangka tata kelola kami juga dipandu oleh berbagai
instrumen internal, termasuk Kebijakan GCG, Kode Etik,
Kebijakan Nominasi dan Remunerasi, serta kebijakan tata kelola
PTVI telah membangun struktur tata kelola yang mengacu secara resmi mencalonkan dan mengangkat anggota Dewan
lainnya, guna memastikan keselarasan dengan peraturan pe-
pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Komisaris dan Direksi. RUPS juga berfungsi sebagai mekanisme
rundang-undangan, ketentuan regulator, dan praktik terbaik.
Terbatas serta berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate akuntabilitas, di mana Dewan Komisaris dan Direksi
Melalui instrumen tersebut, kami menjunjung tinggi prinsip
Governance (GCG). Kerangka tata kelola kami terdiri dari Rapat menyampaikan laporan kinerja serta pelaksanaan tata kelola.
transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi,
Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tertinggi,
dan kewajaran dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Dewan Komisaris (BoC), dan Direksi (BoD), yang masing-masing PTVI menerapkan struktur tata kelola dua tingkat (two-tier
memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan system), di mana Dewan Komisaris menjalankan fungsi
peraturan yang berlaku serta Anggaran Dasar PTVI. pengawasan terhadap pengelolaan yang dilakukan oleh Direksi.
Dewan Komisaris memberikan arahan strategis, nasihat, dan
RUPS merupakan forum utama bagi pemegang saham rekomendasi, sekaligus memastikan penerapan prinsip GCG
untuk menjalankan hak dan kewenangannya. Melalui RUPS, secara konsisten. Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan
pemegang saham menyetujui tindakan-tindakan korporasi perusahaan secara menyeluruh, pelaksanaan operasional,
yang strategis, menetapkan arah keputusan penting, serta serta pencapaian kinerja. Presiden Komisaris memimpin
53 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 54
RUPSLB pada 28 Juli dan 23 September 2025. Perubahan ini terjadi sebagai akibat dari pengunduran diri serta pemberhentian
Proses Nominasi dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9]
[GRI 2-10] dengan hormat sejumlah anggota dewan. Salah satu perubahan utama adalah pengangkatan Bernardus Irmanto sebagai
Presiden Direktur, sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri Presiden Direktur sebelumnya. Selain itu, kami juga menunjuk
Nominasi anggota organ tata kelola beserta komite
Chief Human Capital Officer, Chief Sustainabilit and Corporate Affairs Officer, serta Chief Strateg and Technical Officer ang
pendukungnya dilakukan sesuai dengan Peraturan
baru untuk memperkuat kepemimpinan PTVI. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada akhir tahun disajikan dalam tabel
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 33/POJK.04/2014 serta
terlampir.[POJK51-C.6][GRI 2-6]
Kebijakan Nominasi dan Remunerasi PTVI. Kebijakan ini
mensyaratkan bahwa setiap kandidat harus menunjukkan Dewan Komisaris
integritas, kompetensi, keahlian dan pengalaman yang
relevan, independensi dari benturan kepentingan maupun Presiden Komisaris F. S. Multhazar
afiliasi politik, memiliki rekam jejak hukum dan profesional
Wakil Presiden Komisaris Emily Olson
yang bersih, serta tidak memiliki hubungan usaha maupun
hubungan keluarga yang dilarang dengan PTVI. Kandidat Komisaris Kristina Gauthier
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dapat dicalonkan oleh
Komisaris Christopher McCleave
berbagai pihak, termasuk pemegang saham yang memenuhi
persyaratan, Dewan Komisaris, Direksi, Komite Tata Kelola, Komisaris M Jasman Panjaitan
Nominasi, dan Remunerasi (KTNR), maupun pihak lain
Komisaris Katherine Angela Oendoen
seperti penasihat atau konsultan independen eksternal yang
ditunjuk oleh KTNR. Komisaris Shiro Imai
Komisaris Independen Rudiantara
Pencalonan komite pendukung Dewan Komisaris juga
mengacu pada ketentuan yang berlaku yang diterbitkan oleh Komisaris Independen Retno L.P. Marsudi
OJK. Ketentuan tersebut mengatur persyaratan komposisi
Komisaris Independen Marita Alisjahbana
komite, termasuk keterlibatan anggota Dewan Komisaris
serta keberadaan Komisaris Independen di dalamnya. Rincian Direksi
lebih lanjut mengenai ketentuan ini, beserta komposisi
Presiden Direktur Bernardus Irmanto
masing-masing komite, diungkapkan dalam Laporan Tahunan
kami. Wakil Presiden Direktur & Chief Operation and Infrastructure Officer Abu Ashar
Direktur & Chief Human Capital Officer Heriyanto Agung Putra
Pada tahun 2025, PTVI mengalami perubahan signifikan dalam
susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahan tersebut Direktur & Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Budiawansyah
dibahas dan disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham
Direktur & Chief Financial Officer Rizky Andhika Putra
Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Januari 2025, Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 16 Mei 2025, serta Direktur & Chief Project Officer Muhammad Asril
Direktur & Chief Strategy and Technical Officer Slamet Sugiharto
54 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
Komposisi dewan kami telah memenuhi seluruh ketentuan
yang berlaku dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Statistik Organ Tata Kelola pada tahun 2025
persyaratan minimal tiga anggota Dewan Komisaris, 30%
Komisaris Independen, serta dua anggota Direksi.
Komposisi Dewan Komisaris (Non-eksekutif)
Seiring dengan perubahan komposisi dewan dalam
periode pelaporan, Direksi saat ini belum memiliki
dan Direksi (Eksekutif))
50%
dari Dewan Komisaris adalah
anggota perempuan. Namun, Dewan Komisaris kini terdiri
dari 50% perempuan, meningkat dari 30% pada tahun perempuan.
sebelumnya. Selain itu, keterwakilan perempuan pada
komite pendukung juga telah melampaui 30%. Capaian
ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam
mendorong keberagaman dan inklusi di tingkat tata kelola.
Laki-laki Perempuan
30%
dari Dewan Komisaris adalah
Komisaris Independen.
Kami juga mengungkapkan informasi rinci untuk setiap Perseroan memiliki 10 anggota Dewan Komisaris dan 7 anggota
anggota organ tata kelola, termasuk masa jabatan, rangkap Direksi.
jabatan di perusahaan lain, serta kompetensi yang relevan,
dalam bagian Profil Direksi, Profil Dewan Komisaris, dan
Komite pada Laporan Tahunan kami. Silakan merujuk pada Jumlah Anggota Komite Pendukung
bagian tersebut untuk informasi lebih lanjut.
Komite Audit 2 2
Komite Tata Kelola, Nominasi, 4 2
dan Remunerasi
Komite Mitigasi Risiko 4 1
Laki-laki Perempuan
55 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 56
Kinerja dan Proses Remunerasi Badan Tata Kelola
Proses Komunikasi Isu Strategis kepada Badan mengenai isu-isu lingkungan dan sosial yang krusial, sekaligus
Tata Kelola [GRI 2-16] memperkuat keselarasan antara fungsi manajemen dan teknis
dalam pengelolaannya. Organ tata kelola juga menerima
PTVI memastikan bahwa organ tata kelola tertinggi memiliki laporan atas isu-isu penting yang disampaikan melalui
akses yang penuh dan tepat waktu terhadap informasi serta mekanisme whistleblowing PTVI.
isu-isu material yang relevan bagi organisasi. Komitmen ini
ditegaskan dalam Piagam Direksi, yang menyatakan bahwa Pengembangan Kompetensi di bidang
setiap Direktur memiliki akses penuh dan tidak terbatas Keberlanjutan [GRI 2-17]
kepada karyawan serta pihak ketiga, termasuk agen atau
konsultan, untuk memperoleh informasi yang diperlukan Badan tata kelola yang kompeten dan terus memperkuat serta
dalam menjalankan tugasnya. Komite pendukung, seperti memperbarui pemahaman terkait keberlanjutan merupakan
Komite Mitigasi Risiko dan Komite Audit, juga diwajibkan elemen penting untuk memastikan efektivitas pengawasan
oleh piagam masing-masing untuk menyampaikan laporan atas misi keberlanjutan PTVI. Anggota Direksi dan Dewan
berkala kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas temuan Komisaris secara berkelanjutan meningkatkan pengetahuan,
mereka, termasuk risiko utama, isu kepatuhan, serta aspek keterampilan, dan pengalaman kolektif mereka di bidang
pengendalian internal, sehingga isu-isu signifikan dapat keberlanjutan melalui program pendidikan dan pelatihan, serta
diangkat dan ditindaklanjuti secara tepat. partisipasi dalam dialog, lokakarya, dan konferensi. Dorongan
sekaligus kewajiban untuk pengembangan berkelanjutan ini
Selain itu, Direksi dan Dewan Komisaris menyelenggara- telah diatur secara formal dalam Piagam Direksi dan Piagam
kan rapat secara triwulanan untuk membahas isu-isu kritis, Dewan Komisaris.
perkembangan strategis, serta risiko utama yang dihadapi
PTVI. Direksi juga melaksanakan townhall secara berkala Selama tahun pelaporan, anggota organ tata kelola
dengan jajaran manajemen setiap triwulan guna memastikan berpartisipasi dalam berbagai inisiatif peningkatan kapasitas,
keselarasan, meningkatkan transparansi, serta mendorong baik secara individu maupun bersama, yang mencakup topik
komunikasi dua arah terkait prioritas dan tantangan utama. seperti implementasi ESG di sektor pertambangan, hilirisasi
Rincian pelaksanaan rapat Direksi diungkapkan dalam Laporan nikel yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, transisi
Tahunan kami. energi dan dinamika geopolitik mineral kritis, keterlibatan
pemangku kepentingan dan pengelolaan risiko ESG, serta
Direksi berkoordinasi secara langsung dengan, dan Dewan ketahanan keuangan dan inovasi digital untuk mendukung
Komisaris melakukan pengawasan terhadap, Komite praktik bisnis yang berkelanjutan. Rangkuman kegiatan
Keberlanjutan yang mengawasi dampak lingkungan dan peningkatan kapasitas tersebut disajikan pada tabel berikut.
sosial kami. Koordinasi dan pengawasan ini memastikan
bahwa organ tata kelola tetap memperoleh informasi terkini
56 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]
Jenis Kegiatan Topik Ringkasan Tanggal Penyelenggara Partisipan
Dialog Implementing ESG in Forum ini membahas penerapan prinsip ESG dalam 2 Juni 2025 Indonesian Nickel Miners Bernardus Irmanto sebagai
Indonesia’s Nickel Mining industri pertambangan nikel di Indonesia, termasuk Association (APNI) Panelis
Industry: Challenges and tantangan operasional, teknologi ramah lingkungan, dan
Opportunities pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat praktik
pertambangan berkelanjutan.
Konferensi Building Resilient Konferensi ini membahas ketahanan industri, termasuk 10 Juni 2025 Indonesia Miner Vinicius Mendes sebagai
Foundations – Insights adaptasi PTVI terhadap dinamika industri, peran inovasi Keynote Speaker
from the Frontlines of dan kepemimpinan, serta posisi Indonesia dalam rantai nilai
Nickel Mining nikel global.
Dialog Jakarta Geopolitical Forum ini membahas transisi energi sebagai isu strategis 25 Juni 2025 National Resilience Vinicius Mendes sebagai Panelis
Forum dalam geopolitik dan geoekonomi global, serta menyoroti Institute
praktik hilirisasi nikel berkelanjutan yang selaras dengan
standar global.
57 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 58
Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]
Jenis Kegiatan Topik Ringkasan Tanggal Penyelenggara Partisipan
Penghargaan Sustainability Leadership: Diskusi ini berfokus pada implementasi strategi ESG di industri ekstraktif, termasuk upaya mitigasi 10 Juli 2025 Indonesia Social Bernardus Irmanto sebagai
Aligning Business risiko ESG dan penguatan komunikasi antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Responsibility Award (ISRA) Panelis
Purpose with Sustainable
Development
Konferensi Future CFO Indonesia Konferensi ini membahas keseimbangan antara ekspektasi pemangku kepentingan dan disiplin 17 Juli 2025 CXociety Rizky A. Putra sebagai Panelis
Conference 2025 keuangan, termasuk keamanan TI dan pemanfaatan AI untuk proyeksi arus kas.
Dialog Driving Energy Transition Sesi ini membahas kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan 24 Juli 2025 Olah Karsa bersama Bernardus Irmanto sebagai
& Green Mobility strategi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan S&P Global Panelis
dan transisi energi. Sustainable
58 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]
Jenis Kegiatan Topik Ringkasan Tanggal Penyelenggara Partisipan
Workshop Mining Goes to Campus Program ini melibatkan mahasiswa dalam diskusi mengenai 1 Oktober 2025 PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto sebagai
praktik pertambangan berkelanjutan, menyoroti peran Panelis
nikel dalam transisi energi dan pentingnya partisipasi
generasi muda.
Dialog Indonesia at the Diskusi ini menekankan pentingnya nikel dan tembaga 10 Oktober 2025 Kementerian Koordinator Bernardus Irmanto sebagai
Epicentre of Critical dalam transisi energi global serta posisi strategis Indonesia Bidang Infrastruktur Panelis
Minerals: Nickel, Copper, dalam rantai pasok mineral kritis. dan Pembangunan
and the Global Energy Kewilayahan, Kementerian
Transition Investasi, Kamar Dagang
dan Industri Indonesia
Dialog Indonesia Critical Forum ini membahas peluang dan tantangan sektor mineral 13 Oktober 2025 APNI - PERHAPI Bernardus Irmanto sebagai
Minerals Forum kritis di Indonesia, memperkuat posisinya di pasar global Panelis
serta mendorong kolaborasi internasional.
59 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 60
Peningkatan Kapasitas Badan Tata Kelola dalam Bidang Keberlanjutan pada Tahun 2025[POJK51-E.2]
Jenis Kegiatan Topik Ringkasan Tanggal Penyelenggara Partisipan
Dialog Maintaining Profitabilit Diskusi ini menyoroti peran mineral kritis, hilirisasi industri, dan praktik pertambangan yang 16 Oktober 2025 Kementerian Energi dan Slamet Sugiharto sebagai
Amid Fluctuating Global bertanggung jawab dalam mendukung industrialisasi berkelanjutan dan transisi energi. Sumber Daya Mineral Panelis
Commodity Prices
Dialog Pemanfaatan Lahan Diskusi ini menyoroti pentingnya optimalisasi lahan pascatambang untuk mendukung ketahanan 16 Oktober 2025 Kementerian Energi dan Budiawansyah sebagai Panelis
Pascatambang untuk pangan melalui pendekatan berkelanjutan, serta mengatasi tantangan teknis dan sosial dalam Sumber Daya Mineral
Ketahanan Pangan, rehabilitasi lahan.
Peluang dan Tantangan
dalam Pemanfaatan
Lahan Kritis
Pascatambang
Dialog Biofuel for the Nation: Diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan biofuel sebagai 2 Desember 2025 PT Pertamina Patra Niaga Abu Ashar sebagai Panelis
Collaborative Solutions bagian dari solusi energi hijau untuk mendukung transisi energi berkelanjutan.
for Green Energy
Sustainability
Selain berperan sebagai panelis dan pembicara dalam berbagai forum, PTVI juga berpartisipasi dalam sejumlah sesi diskusi yang berfokus pada percepatan komitmen ESG di Indonesia, transisi
energi, pengelolaan sumber daya, serta peran kepemimpinan dan investasi asing dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Diskusi tersebut juga mencakup integrasi aspek keberlanjutan ke
dalam strategi bisnis, operasional, dan proyek pertumbuhan PTVI, sejalan dengan transformasi menuju masa depan rendah karbon.
60 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola[GRI 2-18]
perusahaan publik sejenis, serta masukan dari pihak eksternal dengan perusahaan sejenis, remunerasi pada tahun-tahun
independen. Dewan Komisaris kemudian mengajukan sebelumnya, keseimbangan antara komponen tetap dan
Kinerja Direksi dievaluasi setiap tahun pada awal tahun melalui
struktur dan besaran remunerasi tersebut kepada pemegang variabel, serta faktor relevan lainnya yang ditetapkan oleh
proses yang terstruktur dan transparan sebagaimana diatur
saham untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum komite. Proses tersebut berlaku untuk penetapan gaji,
dalam Piagam Direksi. Setiap Direktur melakukan penilaian
Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Proses berikut digunakan manfaat ketenagakerjaan, bonus berbasis kinerja maupun
mandiri atas kinerja, baik secara kolektif sebagai Direksi
dalam penetapan gaji dan manfaat ketenagakerjaan. PTVI non-kinerja, serta manfaat purna jabatan Direksi. Direksi tidak
maupun secara individual, berdasarkan indikator kinerja
tidak memberikan bonus berbasis kinerja, bonus non-kinerja, menerima manfaat lainnya, seperti opsi saham.
utama (KPI) yang telah ditetapkan pada awal tahun buku.
maupun opsi saham kepada Dewan Komisaris.
Hasil penilaian tersebut kemudian dilaporkan kepada Dewan
Proses Penentuan Remunerasi Dewan Direksi
Komisaris.
Proses Penentuan Remunerasi Dewan Komisaris
01
KPI tersebut juga mencakup indikator terkait pengelolaan
01
dampak PTVI terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan
sosial, yang mengaitkan kompensasi eksekutif dengan kinerja
keberlanjutan serta terintegrasi dalam evaluasi kinerja secara
keseluruhan. KPI ditetapkan, dipantau, dan dievaluasi setiap 02
tahun oleh Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi
(KTNR). Selain itu, KTNR juga melakukan penilaian kinerja
02
tahunan terhadap anggota Direksi pada awal tahun dan
menyampaikan hasilnya kepada Dewan Komisaris. Proses 03
evaluasi ini dilaksanakan sesuai dengan Kebijakan Proses
Nominasi dan Remunerasi, dan hasil penilaian tersebut
menjadi dasar untuk mendorong peningkatan berkelanjutan 03
dalam praktik tata kelola dan organisasi.
Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap transparansi,
PTVI mengungkapkan informasi mengenai perbandingan
antara kompensasi eksekutif dan karyawan. Perhitungan ini
Kebijakan Remunerasi dan Rasio Kompensasi Remunerasi Direksi ditetapkan melalui Rapat Umum
[GRI 2-19] [GRI 2-20][GRI 2-21] menggunakan total kompensasi tahunan, yang mencakup
Pemegang Saham (RUPS). Kewenangan tersebut dapat
gaji, bonus, penghargaan berbasis saham, opsi saham,
didelegasikan kepada Dewan Komisaris dan dalam praktiknya
insentif non-ekuitas, perubahan nilai manfaat pensiun, serta
Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dengan dukungan
pendapatan dari kompensasi tangguhan non-kualifikasi.
diatur dalam Anggaran Dasar PTVI serta piagam Komite Tata Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi (KTNR). KTNR
Kelola, Nominasi, dan Remunerasi (KTNR). Kami memberikan mengusulkan remunerasi Direksi dengan mempertimbangkan
Sejalan dengan komitmen terhadap transparansi dan
remunerasi kepada Komisaris berkewarganegaraan Indonesia peran dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi
penerapan tata kelola yang baik, PTVI Indonesia Tbk juga
berdasarkan rekomendasi KTNR, yang mempertimbangkan serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan dan kinerja
mengungkapkan perbandingan remunerasi antara manajemen
pembanding industri dari fungsi sumber daya manusia PTVI, PTVI, kinerja individu dan pencapaian target, pembandingan
kunci dan karyawan. Remunerasi personel manajemen kunci,
61 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 62
yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi, mencakup internasional yang diakui. yang kuat serta menegakkan pendekatan zero tolerance
gaji dan manfaat jangka pendek, manfaat pasca-kerja, serta terhadap segala bentuk korupsi.[GRI 205-1][SASB EM-MM-510a.2]
pembayaran berbasis saham. Kode Etik ini disetujui oleh Direksi dan diawasi oleh Dewan
Komisaris, sebagai wujud akuntabilitas pada tingkat tata Komitmen kami dalam pencegahan korupsi diformalkan
Pada tahun 2025, total kompensasi Dewan Komisaris kelola tertinggi. melalui Kebijakan Anti-Korupsi yang disetujui pada April 2025
tercatat sebesar US$2,618 juta, setara dengan 2,6% dari dan dijadwalkan untuk ditinjau kembali pada tahun 2027.
total biaya karyawan. Sementara itu, Direksi menerima Implementasi Kode Etik dilakukan melalui komunikasi internal, Kebijakan ini berlaku bagi seluruh organ tata kelola, karyawan,
total kompensasi sebesar US$6,317 juta, atau 6,3% dari pelatihan berkala, serta proses pernyataan kepatuhan serta mitra usaha PTVI. Kebijakan tersebut memberikan
total biaya karyawan. Secara keseluruhan, total kompensasi oleh karyawan. Prinsip-prinsipnya juga terintegrasi dalam panduan mengenai perilaku yang diperbolehkan dan tidak
Dewan Komisaris dan Direksi mencapai US$8,935 juta, yang kebijakan perusahaan dan prosedur operasional. Standar diperbolehkan, termasuk dalam pemberian hadiah dan jamuan,
merepresentasikan 8,9% dari total biaya karyawan PTVI. ini turut diterapkan kepada mitra usaha melalui Supplier investasi sosial dan lingkungan, interaksi dengan pejabat
Code of Conduct, yang menetapkan ekspektasi terkait etika, pemerintah, uji kelayakan pihak ketiga, serta pengungkapan
kepatuhan, praktik ketenagakerjaan, serta tanggung jawab hubungan dengan pejabat pemerintah. Kebijakan ini secara
Etika Bisnis & Kepatuhan lingkungan. tegas melarang praktik suap, ang kami definisikan sebagai
pemberian, penawaran, permintaan, atau penerimaan sesuatu
yang bernilai untuk memengaruhi secara tidak semestinya
Akses Kode Etik
Di PTVI, komitmen kami terhadap praktik bisnis yang etis dan pejabat pemerintah maupun pihak lain. Selain itu, kebijakan
kami:
bertanggung jawab berlandaskan nilai CARES—Compassion, ini juga melarang facilitation payments, yaitu pembayaran
Accountability, Resilience, Excellence, dan Sustainability. untuk mempercepat proses administratif rutin. Pemberian
Nilai-nilai ini menjadi panduan dalam pengambilan keputusan hadiah dalam bentuk uang tunai, kontribusi politik yang tidak
serta mendorong integritas, transparansi, dan kepatuhan di semestinya, serta penggunaan pihak ketiga untuk melakukan
Antikorupsi [SASB EM-MM-510a.1]
seluruh kegiatan operasional. Nilai tersebut juga tertanam tindakan yang dilarang juga tidak diperkenankan.
dalam Kode Etik sebagai pedoman praktis untuk menjalankan
Risiko korupsi kami identifikasi sebagai risiko material ang
bisnis secara bertanggung jawab dan konsisten. Untuk memastikan implementasi yang efektif, kami mengo-
mencakup seluruh ruang lingkup kegiatan PTVI (100% operasi),
munikasikan dan memperkuat kebijakan ini melalui berbagai
mengingat kelemahan dalam penerapan Good Corporate
Kode Etik kami menetapkan standar perilaku yang diharapkan saluran. Pelatihan anti-korupsi tersedia dalam bentuk modul
Governance, termasuk pengendalian anti-korupsi, dapat
dari seluruh karyawan, manajemen, serta anggota Direksi e-learning wajib yang dapat diakses melalui platform intranet
menimbulkan risiko hukum, finansial, maupun reputasi.
dan Dewan Komisaris. Di dalamnya mencakup prinsip-prin- internal. Kesadaran juga diperkuat melalui komunikasi internal,
sip terkait praktik bisnis yang etis, pencegahan korupsi, termasuk poster dan imbauan berkala, serta melalui ketentuan
PTVI beroperasi di Indonesia, di mana tantangan tata kelola
pengelolaan benturan kepentingan, serta kepatuhan terhadap kontraktual yang memasukkan kewajiban anti-korupsi bagi
masih menjadi perhatian, sebagaimana tercermin dalam
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kode Etik karyawan maupun pemasok.
Corruption Perceptions Index oleh Transparency International,
juga mengatur penghormatan terhadap hak asasi manusia,
meskipun Indonesia tidak termasuk dalam kelompok negara
termasuk non-diskriminasi, praktik ketenagakerjaan yang Kami memberikan perhatian khusus kepada karyawan yang
dengan peringkat terendah. Dalam konteks tersebut, kami
adil, kebebasan berserikat, serta larangan pekerja anak dan memiliki peran dengan intensitas interaksi tinggi dengan
menerapkan pengendalian internal dan mekanisme tata kelola
kerja paksa, sejalan dengan regulasi yang berlaku dan standar instansi atau pejabat pemerintah. Ketidakpatuhan terhadap
62 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
Kebijakan Anti-Korupsi akan dikenakan sanksi disipliner, kepentingan terhadap tata kelola dan integritas kami.[GRI 14.22.6] Sebagai pemegang IUPK, PTVI berkewajiban untuk memberikan
termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja atau kontribusi kepada Pemerintah Indonesia dalam bentuk
penghentian kontrak dengan pihak ketiga. Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko korupsi di seluruh pembayaran bagi hasil sebesar 10% dari laba bersih, sesuai
rantai pasok, seluruh kontrak dengan pihak ketiga memuat dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, kami juga tunduk
348
klausul anti-korupsi yang melarang segala bentuk praktik pada kewajiban divestasi sebagaimana diatur dalam peraturan
korupsi. Selain itu, kami mengoperasikan sistem pengadaan perundang-undangan. Kewajiban ini menegaskan kontribusi
karyawan elektronik berbasis web untuk meningkatkan transparansi kami kepada negara sekaligus mendukung pembangunan
dalam seluruh proses pengadaan. Sistem ini mencakup daerah.[GRI 14.22.5]
telah mengikuti pelatihan anti-korupsi melalui platform seluruh tahapan, mulai dari registrasi vendor, pra-kuali-
pembelajaran digital PTVI.[GRI 205-2] fikasi, proses tender barang dan jasa, hingga pengelolaan Untuk menjaga independensi dan mencegah pengaruh
kontrak. Pembukaan tender diumumkan secara terbuka politik yang tidak semestinya, Kebijakan Anti-Korupsi kami
Karyawan yang Mengikuti Pelatihan Anti melalui situs pengadaan kami, sehingga memungkinkan secara tegas melarang karyawan maupun eksekutif untuk
Korupsi pada Tahun 2025[GRI 2-18] pemangku kepentingan untuk memantau tender yang sedang memberikan donasi atau kontribusi politik, baik dalam bentuk
berlangsung maupun yang telah selesai. uang maupun non-uang, secara langsung maupun tidak
Posisi Total langsung atas nama PTVI. Larangan ini mencakup kontribusi
Melalui mekanisme whistleblowing yang dijelaskan lebih kepada partai politik, kandidat politik, maupun kegiatan
Manajemen 5 lanjut pada bagian berikutnya, kami mencatat tidak terdapat kampanye. Kebijakan ini juga pada prinsipnya melarang
Manajer Umum atau Spesialis 18 kasus korupsi ang terkonfirmasi di seluruh operasi PTVI ang pemberian cuti, baik berbayar maupun tidak berbayar, kepada
melibatkan anggota organ tata kelola, karyawan, maupun karyawan atau eksekutif untuk tujuan mencalonkan diri dalam
Staf Senior atau Manajer 103 mitra usaha. Dengan demikian, tidak terdapat kontrak kerja jabatan politik atau mendukung partai maupun kandidat
Staf 146 maupun kemitraan yang dihentikan atau tidak diperpanjang politik, kecuali diwajibkan oleh peraturan perundang-undan-
akibat kasus korupsi. [GRI 205-3] gan atau perjanjian kerja bersama yang berlaku.[GRI 415-1]
Non-staf 76
TOTAL 348 Hubungan dan Keterlibatan dalam Aktivitas Persaingan Usaha yang Sehat
Politik Sejalan dengan nilai utama kami, Accountability, PTVI
Transparansi merupakan pilar utama dalam komitmen berkomitmen untuk menjunjung tinggi persaingan usaha yang
anti-korupsi kami. PTVI mengungkapkan informasi mengenai PTVI menjaga transparansi dengan mengungkapkan informasi bebas dan adil sebagai fondasi bagi lingkungan bisnis yang
beneficial ownership, ang disajikan secara ringkas dalam terkait interaksi kami dengan Pemerintah melalui Laporan sehat dan berkelanjutan. Kami menjalankan kegiatan usaha
laporan ini dan dijelaskan lebih rinci dalam Laporan Tahunan Tahunan dan situs resmi perusahaan. Meskipun IUPK dan dengan integritas serta mendorong praktik pasar yang bebas
kami. Pengungkapan ini membantu mencegah penyalahgunaan beberapa perizinan tertentu tidak dapat diakses secara dari kecurangan, kolusi, penetapan harga, pengaturan tender,
struktur perusahaan untuk praktik korupsi serta memperkuat publik karena ketentuan hukum dan aspek kerahasiaan yang maupun bentuk manipulasi lainnya, baik dalam hubungan
akuntabilitas kepada pemangku kepentingan. Kami juga berlaku di sektor pertambangan di Indonesia, kami tetap dengan pihak sektor publik maupun swasta. Komitmen ini
menjaga transparansi dalam hubungan dengan instansi mengungkapkan ketentuan-ketentuan utama yang relevan diformalkan dalam Kebijakan Anti-Monopoli PTVI, yang
pemerintah, sebagaimana diuraikan lebih lanjut pada bagian dengan operasional, termasuk pembayaran yang dilakukan menjadi pedoman dalam menjaga persaingan usaha yang
berikutnya, guna mempertahankan kepercayaan pemangku kepada Pemerintah. sehat di seluruh aktivitas bisnis kami.
63 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 64
Kebijakan ini secara tegas melarang perwakilan maupun pihak berikut menjadi dasar dalam strategi perpajakan tersebut.[GRI perpajakan, baik badan maupun individu. Kami juga terbuka
ketiga untuk terlibat dalam segala bentuk kesepahaman, 207-1][GRI 207-2]
terhadap kegiatan sosialisasi dan kunjungan dari otoritas
perjanjian—baik secara eksplisit maupun implisit—atau pajak guna meningkatkan pemahaman atas kewajiban
praktik terkoordinasi dengan pesaing untuk memanipulasi perpajakan. Bersama otoritas terkait, kami turut mendukung
harga, membagi pasar atau pelanggan, membatasi pasokan, penyebarluasan informasi perpajakan kepada karyawan. [GRI
atau merusak mekanisme persaingan dalam proses tender. 207-3]
Kebijakan ini juga mewajibkan agar seluruh interaksi dengan Karena seluruh operasi PTVI berada di Indonesia, laporan ini
pihak ketiga menghindari praktik anti-persaingan secara mencakup pembayaran pajak dan penerimaan negara bukan
sepihak, penyalahgunaan kekuatan pasar, maupun pembatasan pajak (PNBP) yang disetorkan kepada Pemerintah Indonesia,
vertikal yang melibatkan pesaing, pelanggan, pemasok, atau baik di tingkat pusat maupun daerah.
pihak lain yang dapat berdampak negatif terhadap persaingan
yang sehat, konsumen, maupun masyarakat luas. Selama Pada tahun 2025, kami membayarkan US$164.345 ribu
tahun pelaporan, tidak terdapat kasus perilaku anti-persain- kepada otoritas pemerintah, turun 18,7% dibandingkan
gan, pelanggaran anti-monopoli, maupun praktik monopoli di tahun 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih
seluruh operasi PTVI. .[GRI 206-1] rendahnya pembayaran pajak, khususnya pajak penghasilan
badan, sejalan dengan perubahan laba kena pajak dan kinerja
Pembayaran kepada Pemerintah dan Kepatuhan usaha secara keseluruhan. Dibandingkan tahun 2023, total
Pajak pembayaran relatif stabil, menunjukkan normalisasi setelah
kontribusi fiskal ang lebih tinggi pada tahun sebelumn a.
Pembayaran pajak merupakan bagian penting dari upaya
kami dalam mewujudkan tujuan untuk meningkatkan Pembayaran pajak mencapai US$112.283 ribu pada tahun 2025,
kualitas hidup dan mentransformasi masa depan bersama. Komite Audit mengawasi proses identifikasi dan pengelolaan setara 68,3% dari total pembayaran kepada pemerintah.
Pendekatan perpajakan PTVI dipandu oleh kebijakan internal potensi risiko perpajakan, sementara konsultan eksternal Nilai ini menurun 35,7% dibandingkan tahun 2024, terutama
yang memastikan pengelolaan pajak secara bertanggung memberikan keahlian independen dalam menangani isu disebabkan oleh penurunan signifikan pada pajak penghasilan
jawab serta selaras dengan peraturan yang berlaku. Direktur perpajakan yang kompleks atau berisiko tinggi. Setiap badan yang mencerminkan lebih rendahnya laba kena
Keuangan mengawasi strategi dan pengelolaan perpajakan permasalahan atau perbedaan interpretasi perpajakan pajak selama tahun berjalan. Meski demikian, komponen
melalui fungsi Keuangan. ditangani melalui proses penelaahan internal dan eskalasi, pajak lainnya, termasuk pajak penghasilan karyawan, pajak
serta didukung—apabila diperlukan—oleh penasihat hukum pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, pajak daerah,
PTVI berkomitmen untuk mematuhi seluruh peraturan perun- dan pajak eksternal serta mekanisme penyelesaian sengketa pajak pemotongan, serta bea masuk dan cukai, tetap
dang-undangan yang berlaku. Kami tidak menerapkan praktik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [GRI 207-2][GRI 207-3] memberikan kontribusi yang konsisten. Dibandingkan tahun
perpajakan yang agresif, dan pertimbangan pajak bukan 2023, penurunan ini juga mencerminkan variabilitas pajak
menjadi pendorong utama dalam pengambilan keputusan Keterlibatan dengan otoritas pajak merupakan prinsip utama berbasis pendapatan yang dipengaruhi oleh kinerja laba.
bisnis. Sebaliknya, pendekatan perpajakan kami mendukung dalam pendekatan perpajakan kami. Kami secara proaktif
strategi bisnis PTVI, termasuk komitmen dalam menciptakan berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Pajak setempat Dari sisi komposisi, pembayaran kepada pemerintah
nilai jangka panjang bagi lingkungan dan sosial. Prinsip-prinsip untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap kewajiban pusat tetap menjadi porsi terbesar dari total kontribusi,
64 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
mencerminkan kewajiban fiskal sesuai regulasi nasional. Sementara itu, Komponen PNBP 2025 2024 2023 Kredibilitas pengungkapan perpajakan kami diperkuat
pembayaran kepada pemerintah daerah tetap berperan penting dalam melalui audit eksternal atas laporan keuangan yang
mendukung pembangunan lokal, khususnya di Luwu Timur, Morowali, Royalti Produksi 45.553 19.449 33.990 dilakukan secara berkala oleh kantor akuntan publik
dan Kolaka, wilayah tempat kami beroperasi. independen. Ruang lingkup, proses, dan hasil audit
Kab. Luwu Timur 28.038 19.449 33.990 tersebut diungkapkan dalam Laporan Tahunan PTVI,
Pembayaran Pajak dan PNBP (US$ ribu) Kab. Morowali 15.644 – – yang memberikan keyakinan atas akurasi, kelengkapan,
serta kepatuhan pelaporan keuangan dan perpajakan
Deskripsi 2025 2024 2023 Kab. Kolaka 1.870 – – kami.
Pembayaran Pajak 114.573 174.503 163.189 Iuran Tetap Wilayah Selain itu, kami juga memperkuat integritas tata kelola
437 459 455
Kontrak Karya perpajakan dengan menyediakan saluran yang mudah
Penerimaan Negara Bukan Pajak
52.062 27.702 41.392 diakses dan bersifat rahasia untuk menyampaikan
(PNBP)
Kab. Luwu Timur 261 275 272 kekhawatiran terkait perilaku bisnis, termasuk isu
Total Pembayaran Pajak dan PNBP 166.635 202.205 204.582 perpajakan, melalui mekanisme whistleblowing.
Kab. Morowali 84 88 87
Mekanisme ini dijelaskan lebih lanjut pada bagian
Komponen Pajak yang Dibayarkan oleh PTVI (US$ ribu) Kab. Kolaka 92 96 95 berikutnya dalam bab ini.[GRI 207-2]
PNBP Lainnya 6.073 7.794 6.948
Komponen Pajak 2025 2024 2023
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 15.376 15.030 6.532 Total 52.062 27.702 41.392
Pajak Bumi dan Bangunan (P3) 6.074 3.204 3.121
Kab.Luwu Timur 5.873 2.794 2.723
Kab. Morowali 82 196 190
Kab. Kolaka 119 213 208
Pajak Penghasilan Karyawan 19.816 18.706 14.340
Pajak Penghasilan Badan 19.756 91.430 91.618
Pajak Daerah, Retribusi, dan Hibah 33.845 33.616 30.565
Pajak Pemotongan Pihak Ketiga 12.707 8.209 12.409
Bea Masuk 4.709 4.307 4.603
Total 112.283 174.503 163.189
65 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 66
Kolaborasi untuk Kemudahan Kepatuhan Pajak
Pendekatan sosialisasi secara langsung ini membantu
meningkatkan pemahaman karyawan terhadap sistem
perpajakan yang baru sekaligus memastikan kelancaran
dalam memenuhi kewajiban perpajakan seiring dengan
perkembangan regulasi. Mengingat jumlah tenaga kerja kami
yang besar, kolaborasi ini mencerminkan keterlibatan proaktif
kami dengan otoritas pajak dalam memperkuat kesadaran dan
kesiapan kepatuhan perpajakan.
Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan
melalui inisiatif Pojok Pajak. Pendampingan
langsung di tempat kerja membantu karyawan
memahami sistem Coretax dengan lebih baik
serta mempersiapkan pelaporan SPT Tahunan
yang akan datang.
Pada Desember 2025, PTVI bekerja sama dengan KP2KP Malili di bawah KPP Pratama
- Elma Layuk, Payroll Supervisor PTVI
Palopo untuk menyelenggarakan inisiatif Pojok Pajak selama empat hari, pada 9–12
Desember, di tiga lokasi strategis: Kantin Plant Site Siloku, Kantor Mining Harapan,
dan Area Enggano.
Melalui program pendampingan langsung ini, karyawan memperoleh dukungan dalam
aktivasi akun Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pembuatan kode otorisasi DJP,
konsultasi perpajakan, serta pembaruan data wajib pajak. Inisiatif ini merupakan
bagian dari persiapan menghadapi tahun pajak berikutnya, di mana pelaporan Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) akan sepenuhnya dilakukan melalui platform Coretax
DJP.
66 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
Benturan Kepentingan [GRI 2-15] Pendekatan dalam Pencegahan dan Pengelolaan Konflik Kepentingan
Benturan kepentingan terjadi ketika kepentingan pribadi KTNR melakukan penilaian untuk memastikan bahwa calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi
seseorang, atau kepentingan anggota keluarga, pihak Uji Kelayakan dan memenuhi seluruh persyaratan kelayakan. Kandidat wajib mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
terdekat, pemegang saham, maupun pejabat pemerintah, Kepatutan dalam Proses No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, serta kriteria
dapat memengaruhi pengambilan keputusan, terlepas Nominasi seleksi internal kami, termasuk ketentuan bahwa kandidat tidak memiliki dan tidak akan memiliki jabatan
dari apakah transaksi tersebut menguntungkan PTVI atau yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan PTVI.
tidak. Kami menyadari bahwa pencegahan dan pengelolaan
benturan kepentingan—terutama pada tingkat tata kelola—
merupakan hal yang mendasar dalam menjaga integritas. Dewan Komisaris mengawasi dan mengelola potensi benturan kepentingan yang melibatkan manajemen,
Direksi, Dewan Komisaris, dan pemegang saham, termasuk penyalahgunaan aset perusahaan dan transaksi
Untuk menjunjung prinsip tersebut, kami telah menetapkan Pengawasan terhadap dengan pihak berelasi. Anggota Direksi yang memiliki rangkap jabatan di luar PTVI wajib memperoleh
kebijakan yang komprehensif serta langkah-langkah yang kuat Potensi Benturan persetujuan dari Dewan Komisaris. Seluruh anggota Dewan Komisaris diwajibkan untuk menghindari
untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola potensi Kepentingan situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. Apabila potensi benturan kepentingan muncul,
benturan kepentingan, termasuk yang melibatkan anggota anggota wajib mengungkapkannya dan tidak diperkenankan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan
organ tata kelola. Pendekatan ini dijelaskan lebih lanjut pada yang dapat merugikan PTVI atau kepentingannya.
bagian berikut.
Dewan Komisaris terdiri dari paling sedikit 30% Komisaris Independen untuk memastikan pengawasan
yang objektif dan pemberian nasihat yang independen kepada Direksi, khususnya dalam hal yang
Komisaris
berkaitan dengan potensi benturan kepentingan. Komisaris Independen wajib mematuhi Peraturan OJK
Independen
No. 33/POJK.04/2014 dan tidak diperkenankan memiliki jabatan yang dapat mengganggu independensi
atau menimbulkan benturan kepentingan.
Deklarasi Tahunan Setiap tahun, anggota Dewan Komisaris beserta komite pendukungnya, serta Direksi, menyampaikan
mengenai Independensi pernyataan benturan kepentingan. Selain itu, setiap Komisaris yang akan diangkat kembali setelah
dan Benturan menjabat selama dua periode berturut-turut wajib menyatakan independensinya kepada RUPS serta
Kepentingan menyampaikan pernyataan tertulis untuk diungkapkan dalam Laporan Tahunan kami.
Mekanisme Pelaporan Kami telah menetapkan mekanisme untuk pelaporan dan penanganan potensi benturan kepentingan
Konflik Kepentingan serta pelanggaran terkait, yang dijelaskan lebih lanjut pada bagian berikutnya dalam bab ini.
67 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 68
Kami mengungkapkan potensi benturan kepentingan kepada pemangku kepentingan melalui Laporan Tahunan kami. Pengungkapan ini mencakup area-area utama yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan, termasuk rangkap jabatan yang dimiliki oleh anggota Direksi dan Dewan Komisaris (lihat bagian Profil Direksi dan Profil Dewan Komisaris), struktur pemegang saham pengendali (lihat bagian Pemegang Saham Mayoritas dan Pengendali), serta hubungan dengan pihak berelasi, transaksi, dan saldo yang masih berjalan (lihat bagian Informasi Material—Investasi, Ekspansi, Divestasi, Merger, Akuisisi, Restrukturisasi Utang/Modal, Transaksi Afiliasi, dan Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan). Pada tahun 2025, PTVI tidak memiliki entitas anak dan tidak melakukan kepemilikan silang (cross-shareholding) dengan pemasok maupun pemangku kepentingan lainnya. 68 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
Program Pelaporan Pelanggaran[GRI 2-25][GRI 2-26]
Proses dan Saluran Pelaporan Alur Pelaporan Pelanggaran di PTVI
Sebagai wujud komitmen PTVI dalam menjunjung standar etika
bisnis tertinggi, kami menyediakan mekanisme whistleblowing Perusahaan Independen PTVI Whistleblower
yang kuat untuk memungkinkan deteksi dini dan penanganan Pelaporan Penyedia Layanan Pelaporan Team
atas potensi pelanggaran etika, sehingga integritas dapat
terjaga di seluruh operasional.
Mengajukan laporan Menerima laporan
Platform whistleblowing kami, Vale Whistleblower Channel
(VWC), telah beroperasi selama lebih dari satu dekade dan
dikelola secara independen oleh Deloitte Indonesia sebagai Menyampaikan dugaan Konfirmasi laporan
pihak konsultan terpercaya. Keterlibatan pihak independen
ini memastikan bahwa mekanisme whistleblowing dikelola
secara profesional dan tidak memihak, sekaligus melindungi Menerima umpan Berkomunikasi sebagai Memberikan umpan
identitas pelapor melalui proses penyaringan laporan sebelum balik perantara balik
diteruskan kepada Tim Whistleblower PTVI. Alur pemrosesan
laporan disajikan pada grafik terlampir.
Laporan lengkap (akhir) Konfirmasi laporan
VWC memungkinkan karyawan, tenaga kerja non-karyawan, pelanggan, masyarakat, serta pihak ketiga lainnya untuk melaporkan
dugaan pelanggaran etika bisnis. Platform ini menyediakan berbagai kanal pelaporan, baik secara daring maupun luring, serta
beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dalam Bahasa Indonesia (sebagai bahasa lokal dan bahasa kerja) dan Bahasa Inggris,
sehingga menjamin aksesibilitas dan fleksibilitas ang luas.
Kami secara proaktif mensosialisasikan keberadaan VWC kepada seluruh pemangku kepentingan melalui pelatihan, media sosial,
penyebaran informasi, dan poster. Sistem VWC juga memungkinkan pelapor untuk tetap anonim saat menyampaikan laporan,
sebagaimana dijelaskan pada grafik di bawah ini. Hal ini mendukung kerahasiaan ang ketat serta membantu mencegah intimidasi
atau tindakan balasan terhadap pelapor, yang secara tegas dilarang dalam Kode Etik PTVI.
69 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 70
Sepanjang tahun pelaporan, kami menerima 60 laporan dugaan
pelanggaran melalui Vale Whistleblower Channel (VWC),
yang mencakup isu lingkungan, kesehatan dan keselamatan
(EHS), pelecehan, serta diskriminasi. Jumlah ini meningkat
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (data berkala tersedia
pada bab Tabel Data).
Setelah melalui proses penyaringan awal, sebanyak 30 laporan
dinyatakan valid dan dilanjutkan ke tahap investigasi. Dari
jumlah tersebut, 25 kasus tidak dapat diverifikasi karena
keterbatasan informasi, tidak terdapat kasus yang dinyatakan
tidak terbukti, dan 1 kasus terkonfirmasi. Kasus ang
terkonfirmasi tersebut telah ditindaklanjuti melalui langkah
perbaikan yang sesuai dengan prosedur internal kami.
Berdasarkan kategori pengungkapan, sebagian besar laporan
yang diterima melalui VWC berkaitan dengan isu lingkungan,
kesehatan, dan keselamatan (EHS), diikuti oleh pelecehan dan
diskriminasi.
70 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Privasi Data dan Keamanan Siber[GRI 3-3][GRI 418-1]
Tindakan Disiplin terhadap Pelanggaran
PTVI memastikan bahwa setiap pelanggaran terhadap Kode Etik dan Perilaku
kami dikenakan pertanggungjawaban yang jelas. Kami menangani pelanggaran
tersebut melalui penerapan sanksi disipliner secara bertahap, mulai dari teguran
lisan atau tertulis, penangguhan, hingga pemutusan hubungan kerja. Laporan
yang diterima melalui Vale Whistleblower Channel (VWC), bersama dengan Di era digital, perlindungan data dan informasi menjadi hal yang krusial untuk menjaga integritas operasional
temuan dari investigasi internal dan mekanisme pemantauan lainnya, menjadi serta kepercayaan pemangku kepentingan. PTVI menyadari bahwa tata kelola data yang efektif mendukung
dasar utama dalam proses penilaian dan penyelesaian kasus. keberlangsungan bisnis, melindungi hak individu, serta memitigasi risiko siber yang dapat berdampak pada
operasional dan reputasi perusahaan. Oleh karena itu, keamanan siber dan perlindungan data pribadi menjadi
aspek material dalam pengelolaan keberlanjutan kami.
2025 2024 2023
Tahapan Tindakan
Safety Non-Safety Safety Non-Safety Safety Non-Safety PTVI berkomitmen untuk melindungi privasi dan data pribadi individu yang informasinya kami kelola, termasuk
karyawan, pelanggan, penyedia jasa, dan pemangku kepentingan lainnya. Komitmen ini diimplementasi-
Langkah I: Pengarahan Tertulis 19 8 23 22 19 15
kan melalui Kebijakan Perlindungan Data Pribadi dan Privasi yang mengatur pengumpulan, pemrosesan,
Langkah II: Peringatan Tertulis I 32 23 46 17 15 28 penyimpanan, dan penghapusan data secara bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Langkah III: Peringatan Tertulis II 3 2 12 4 5 1
Kami mengumpulkan data pribadi hanya untuk tujuan yang sah dan jelas, antara lain untuk pengelolaan
hubungan kerja, administrasi kontrak, serta pemenuhan kewajiban regulasi seperti perlindungan kesehatan
Langkah IV: Peringatan Terakhir 11 2 5 3 8 -
dan keselamatan kerja karyawan. Data pribadi juga dapat diproses untuk mendukung hubungan dengan
Langkah V: Pemutusan pelanggan, pemasok, dan mitra usaha guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan kontraktual dan
3 1 1 1 1 1
Hubungan Kerja hukum. Pemrosesan data dilakukan berdasarkan dasar hukum yang sah, termasuk persetujuan pemilik data,
kebutuhan kontraktual, kewajiban hukum, atau kepentingan sah kami. Untuk data pribadi yang bersifat
Total 68 36 87 47 48 45
sensitif, seperti informasi kesehatan, agama, atau data biometrik, pemrosesan hanya dilakukan dengan
persetujuan eksplisit dan untuk tujuan ang spesifik serta dapat dipertanggungjawabkan.
71 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 72
Langkah Keamanan Siber dan Manajemen Risiko
mitigasi untuk meminimalkan dampak.
Untuk mengelola risiko keamanan siber dan melindungi data
Sepanjang tahun pelaporan, PTVI mencatat empat peringatan keamanan siber ang terkait dengan upa a penghapusan file.
pribadi, PTVI menerapkan berbagai pengendalian teknis dan
Seluruh insiden tersebut segera ditindaklanjuti melalui proses manajemen insiden internal, dan berhasil diselesaikan tanpa adanya
organisasi yang selaras dengan standar keamanan informasi
pelanggaran data ang terkonfirmasi, kehilangan data, maupun pengungkapan informasi pribadi atau pemangku kepentingan
internal serta regulasi yang berlaku. Kami memastikan bahwa
secara tidak sah.
data pribadi hanya dibagikan kepada pihak ketiga yang
berwenang dan diwajibkan untuk memproses data secara
Pada periode yang sama, PTVI tidak menerima pengaduan yang terbukti dari karyawan, pelanggan, maupun pemangku kepentingan
aman serta hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan. Untuk
lainnya terkait perusakan, perubahan, atau kebocoran data dan informasi digital.
transfer data lintas negara, kami menerapkan mekanisme
perlindungan yang memadai, termasuk klausul kontraktual
standar atau mekanisme lain yang diakui secara hukum guna
memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan
data. Edukasi dan Kesadaran Karyawan
Sebagai bagian dari kerangka tata kelola, kami mendoku- Kami menyadari bahwa keamanan siber juga sangat
mentasikan aktivitas pemrosesan data pribadi dalam Record bergantung pada kesadaran individu. Oleh karena itu,
of Processing Activities (ROPA). Untuk aktivitas pemrosesan PTVI secara berkelanjutan meningkatkan pemahaman
yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi terhadap hak dan karyawan mengenai pentingnya perlindungan data
kebebasan subjek data, kami melakukan Data Protection dan privasi. Edukasi dilakukan melalui berbagai
Impact Assessment untuk mengidentifikasi dan memitigasi inisiatif internal, seperti kampanye kesadaran, banner
risiko sebelum implementasi. informasi, penyebaran informasi melalui WhatsApp,
serta media digital di area operasional. Materi terkait
Untuk mencegah akses tidak sah, kehilangan, atau keamanan siber juga diintegrasikan dalam program
penyalahgunaan data, kami menerapkan berbagai langkah onboarding bagi karyawan baru dan kontraktor. Melalui
pengamanan, termasuk enkripsi, autentikasi multi-faktor, berbagai inisiatif tersebut, kami memastikan bahwa
perlindungan firewall, serta pemantauan keamanan secara karyawan dan kontraktor memahami peran mereka
berkelanjutan. Akses terhadap data sensitif dibatasi hanya dalam melindungi data serta menjaga keamanan
kepada pihak yang berwenang berdasarkan hak akses yang informasi di seluruh operasional PTVI.
telah ditetapkan. Kami juga memiliki sistem pencadangan
dan pemulihan data untuk menjaga integritas data dan
kesinambungan operasional. Dalam hal terjadi potensi
pelanggaran data, kami mengikuti prosedur penanganan
insiden yang telah ditetapkan, termasuk eskalasi internal,
pelaporan kepada Data Protection Officer, serta langkah
72 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
Lingkungan 73 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 74
Pendekatan PTVI terhadap Lingkungan
PTVI berkomitmen menghormati dan melindungi lingkungan • Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan sesuai kepatuhan regulasi, dan pengembangan kapabilitas di seluruh
tempat kami beroperasi. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan peraturan serta standar ang berlaku; wilayah operasional.
(Environmental Management System/EMS) kami di operasi • Pengembangan strategi adaptasi perubahan
Sorowako telah diverifikasi secara independen dan iklim dan menerapkan langkah-langkah untuk Biaya Pengelolaan Lingkungan 2025 (US$)[POJK51-F.4]
tersertifikasi ISO 14001:2015 (Cert. No. ID005666), serta secara menurunkan emisi gas rumah kaca;
berkala menjalani audit surveillance. Implementasin a juga • Peningkatan efisiensi energi dan memperluas Site 2025 2024 2023
didukung melalui pemantauan kepatuhan lingkungan nasional pemanfaatan energi terbarukan; Sorowako 33.806.894 25.542.883 66.168.330
berdasarkan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) • Penerapan strategi pengelolaan air untuk
dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL). Sistem mengurangi pengambilan air tawar dan IGP Morowali 457.692 2.325.011 805.547
ini mencerminkan komitmen kami terhadap perlindungan meningkatkan daur ulang air; IGP Pomalaa 9.527.482 505.338 366.765
lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung • Penguatan pengelolaan limbah melalui pengendalian
jawab sebagaimana tertuang dalam Kebijakan Keberlanjutan berbasis risiko serta prinsip reduce, reuse, rec cle; Total 43.792.068 28.373.232 67.340.642
kami. • Perlindungan keanekaragaman hayati melalui
penerapan mitigation hierarch dan praktik Pada 2025, total bia a pengelolaan lingkungan PTVI mencapai
Pendekatan pengelolaan lingkungan kami berbasis risiko dan reklamasi progresif ang diarahkan untuk mencapai US$43,8 juta, meningkat 54% dari US$28,4 juta pada 2024,
berorientasi pada dampak. Kami mengidentifikasi, menilai, no net loss; dan mencerminkan penguatan pengendalian lingkungan dan upa a
dan mengelola risiko lingkungan sejak tahap perencanaan • Pelaksanaan perencanaan penutupan tambang kepatuhan di operasi maupun proyek pertumbuhan kami. Realisasi
paling awal melalui Analisis Mengenai Dampak Lingkungan serta rehabilitasi lahan secara berkelanjutan tersebut masih berada di bawah tingkat 2023, ang dipengaruhi oleh
(AMDAL) atau Environmental Impact Assessment (EIA). Melalui sepanjang siklus hidup pertambangan guna investasi besar ang bersifat satu kali di Sorowako. Namun demikian,
pendekatan ini, kami berupa a meminimalkan pelepasan memastikan stabilitas lingkungan dan pemanfaatan peningkatan pada 2025 menunjukkan pertumbuhan kembali ang
polutan lingkungan serta mendorong pemanfaatan sumber lahan pascatambang ang berkelanjutan. didorong oleh kebutuhan operasional dan perkembangan proyek.
da a alam secara bertanggung jawab di seluruh operasi
kami di Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali. Dalam Kami mengungkapkan kinerja lingkungan melalui Sebagian besar bia a tetap terkonsentrasi di Sorowako, aitu
praktikn a, kami juga melibatkan berbagai pemangku Sustainabilit Report, Annual Report, situs web sebesar US$33,8 juta atau sekitar 77% dari total bia a pengelolaan
kepentingan, termasuk mas arakat, otoritas pemerintah, dan perusahaan, serta pelaporan berkala kepada otoritas lingkungan. Jumlah ini meningkat 32% dibandingkan 2024, terutama
mitra usaha, melalui mekanisme konsultasi ang terstruktur terkait sebagai bagian dari komitmen terhadap untuk mendukung program pengelolaan lingkungan tahunan,
untuk mendukung pengambilan keputusan lingkungan yang transparansi dan akuntabilitas. termasuk pemantauan air, pengendalian emisi udara, pengelolaan
transparan dan berbasis informasi. limbah, dan aktivitas kepatuhan rutin lainn a ang sejalan dengan
Komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan juga skala dan kematangan operasi penambangan dan pengolahan kami.
Kebijakan Keberlanjutan kami menetapkan serangkaian tercermin melalui bia a pengelolaan lingkungan ang
komitmen lingkungan yang menjadi pedoman dalam mengelola dialokasikan untuk mendukung program lingkungan,
dampak operasional. Melalui kebijakan ini, PTVI berkomitmen mitigasi dampak, rehabilitasi lahan, sistem pemantauan,
mengurangi jejak lingkungan kami melalui:
74 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 75
Peningkatan paling signifikan terjadi di IGP Pomalaa, di mana
biaya pengelolaan lingkungan meningkat tajam menjadi
US$9,5 juta dibandingkan US$0,5 juta pada 2024. Kenaikan Membangun Kapabilitas dan Kesadaran Lingkungan di Seluruh Operasi
substansial ini terutama didorong oleh pembangunan
infrastruktur lingkungan, khususn a konstruksi sediment Sejalan dengan investasi berkelanjutan kami dalam pengelolaan lingkungan, kami men adari bahwa komitmen finansial
pond untuk memperkuat pengendalian pengelolaan air selama saja tidak cukup untuk memastikan implementasi ang efektif. Keberhasilan program lingkungan kami bergantung pada
pengembangan pro ek, disertai investasi ang lebih luas untuk kapabilitas, kesadaran, dan akuntabilitas para pihak ang menjalankann a di seluruh operasi kami. Oleh karena itu, kami
mendukung sistem pengelolaan lingkungan dan kepatuhan terus berinvestasi dalam pengembangan kapasitas melalui program pelatihan dan sertifikasi ang terstruktur. Inisiatif
regulasi seiring proyek mendekati mechanical completion. ini dirancang untuk membekali kar awan dan kontraktor kami dengan pengetahuan serta kompetensi teknis ang
diperlukan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) secara efektif dan menjaga standar lingkungan
Sebalikn a, bia a di IGP Morowali menurun menjadi US$457.692 kami dalam kegiatan operasional sehari-hari.
dari US$2,3 juta pada 2024, mencerminkan selesain a sejumlah
aktivitas awal penyiapan lingkungan serta pergeseran menuju Pada 2025, PTVI men elenggarakan program pelatihan lingkungan bagi total 2.304 peserta, ang terdiri dari 338
langkah pengelolaan lingkungan yang lebih terarah seiring kar awan dan 1.966 kontraktor. Tinggin a partisipasi tenaga non-kar awan mencerminkan peran signifikan kontraktor
perkembangan bertahap proyek. dalam mendukung aktivitas operasional, sekaligus pentingn a memastikan seluruh personel ang bekerja di wila ah
operasional kami mematuhi standar dan praktik lingkungan yang sama.
Ke depan, bia a pengelolaan lingkungan diperkirakan
meningkat sejalan dengan kemajuan berkelanjutan Proyek Selain itu, seban ak 66 peserta memperoleh sertifikasi profesional terkait pengelolaan lingkungan, ang terdiri dari
Pertumbuhan Indonesia PTVI, khususn a di Pomalaa dan 60 kar awan dan 6 kontraktor, sehingga semakin memperkuat keahlian internal dalam pengelolaan lingkungan,
Morowali, seiring kedua pro ek bertransisi dari fase konstruksi pengendalian pencemaran, dan pengelolaan limbah di seluruh operasi kami.
menuju tahap kesiapan operasional awal. Perkembangan ini
diperkirakan akan memperluas cakupan dan intensitas aktivitas
pengelolaan lingkungan, termasuk pemantauan, pelaporan, Total Peserta
dan kewajiban kepatuhan yang semakin komprehensif sesuai
dengan persyaratan regulasi nasional. Karyawan Kontraktor Total
Seiring pro ek Pomalaa mendekati mechanical completion Total Partisipan 338 1.966 2.304
dan proyek Morowali melanjutkan pengembangan operasi
pertambangan dan pengolahan terintegrasi, semakin ban ak
titik kepatuhan lingkungan—seperti pemantauan kualitas
air, pengendalian emisi udara, pengelolaan limbah, dan Karyawan 60 6 66
perlindungan keanekaragaman hayati—yang mulai beroperasi
penuh. Hal ini termasuk penerapan sistem pemantauan
berkelanjutan untuk mengelola potensi dampak yang
terkait dengan operasi High Pressure Acid Leach (HPAL) oleh
perusahaan patungan kami, PT Kolaka Nickel Indonesia.
75 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 76
Adaptasi dan Ketahanan Iklim
PTVI menyadari bahwa perubahan iklim merupakan risiko
fisik maupun risiko transisi ang dapat memengaruhi operasi PTVI telah menetapkan peta jalan dekarbonisasi untuk
kami, mas arakat sekitar, serta ekosistem tempat kami operasi Sorowako ang mencakup portofolio inisiatif
beroperasi. Sebagai respons, kami terus memperkuat strategi untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan
adaptasi iklim dan dekarbonisasi untuk mendukung ketahanan emisi operasional. Melalui peta jalan ini, PTVI berkomitmen
operasional jangka panjang serta menyelaraskan langkah menurunkan emisi gas rumah kaca absolut Scope 1 dan Scope
kami dengan tujuan iklim global dan nasional, termasuk Paris 2 sebesar 33% pada tahun 2030 dibandingkan dengan baseline
Agreement dan Nationally Determined Contribution (NDC) tahun 2017. Kami saat ini berada pada jalur ang sesuai untuk
Indonesia. mencapai target tersebut.
Selama tahun pelaporan, kami memulai pemetaan risiko Untuk pro ek pertumbuhan kami di Pomalaa dan Bahodopi,
iklim untuk memahami potensi paparan risiko terkait iklim peta jalan dekarbonisasi saat ini masih dalam tahap
di seluruh wila ah operasional kami. Kajian ini mengevaluasi pengembangan. Pendekatan bertahap ini memungkinkan
potensi dampak finansial perubahan iklim terhadap operasi kami menilai karakteristik operasional spesifik tiap lokasi,
kami, serta dampak aktivitas kami terhadap lingkungan. kebutuhan energi, serta jalur teknologi rendah karbon ang
tersedia sebelum menetapkan strategi penurunan emisi
Melalui proses ini, kami tengah mengidentifikasi berbagai jangka panjang.
risiko fisik, termasuk curah hujan ekstrem, banjir, longsor,
kekeringan, dan kebakaran hutan, serta risiko transisi ang Sejalan dengan itu, kami juga sedang meninjau jalur
berkaitan dengan perkembangan regulasi iklim, potensi dekarbonisasi jangka panjang untuk memastikan tetap selaras
mekanisme penetapan harga karbon, perkembangan dengan portofolio operasional dan konteks tata kelola yang
teknologi, dan pergeseran permintaan pasar menuju produk terus berkembang. Melalui upa a ini, PTVI bertujuan secara
rendah karbon. bertahap menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi,
serta memperkuat ketahanan operasional seiring transisi
Untuk memahami lebih lanjut potensi dampak dari waktu menuju model operasi rendah karbon. Rincian lebih lanjut
ke waktu, kami juga memasukkan analisis skenario iklim mengenai implementasi inisiatif penurunan emisi disajikan
menggunakan Shared Socioeconomic Pathways (SSPs) yang pada bagian Pengelolaan Energi, Emisi GRK, dan Polutan Udara
dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate dalam laporan ini.
Change (IPCC), termasuk SSP2 (Middle of the Road) dan SSP5
(Fossil-Fuel Development). Skenario ini mendukung evaluasi
risiko iklim dalam horizon perencanaan jangka pendek,
menengah, dan panjang, ang saat ini masih dalam proses.
76 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 77
Melibatkan Generasi Muda dalam Aksi Iklim melalui Program ProKlim
Pada 18 Juni 2025, PTVI melibatkan siswa sekolah menengah atas dari empat kecamatan di wila ah pemberda aan
kami—Nuha, Wasuponda, Towuti, dan Malili—melalui sesi edukasi iklim ang diselenggarakan di SMA 5 Luwu Timur,
Wasuponda. Kegiatan ini memperkenalkan Program Kampung Iklim (ProKlim) dan bertujuan meningkatkan kesadaran
generasi muda terhadap dampak perubahan iklim, termasuk banjir, kekeringan, gagal panen, dan pen akit terkait iklim.
Melalui inisiatif ini, kami mendorong para siswa untuk memahami sumber emisi gas rumah kaca serta pentingn a aksi
individu dan kolektif dalam menghadapi tantangan iklim.
Melalui inisiatif ProKlim, PTVI mendorong aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis mas arakat, termasuk
pemanenan air hujan, pembangunan biopori, pen ediaan reservoir air, penanaman pohon dan mangrove, praktik
pertanian berkelanjutan, serta pengelolaan limbah ang bertanggung jawab melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Inisiatif-inisiatif ini bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat sekaligus mendukung perlindungan lingkungan
dan mata pencaharian berkelanjutan.
77 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 78
Pengelolaan Energi dan Emisi Pengelolaan konsumsi energi dan emisi merupakan komponen penting dalam pendekatan pengelolaan lingkungan PTVI. Penggunaan energi merupakan salah satu sumber utama emisi gas rumah kaca (GRK) dalam operasi kami, sementara proses industri dan pembakaran bahan bakar juga dapat menghasilkan emisi udara non-GRK. Untuk mengelola dampak tersebut, kami menerapkan praktik pengelolaan energi dan emisi ang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi energi, menurunkan emisi operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Sebagai bagian dari upa a tersebut, PTVI telah men usun Peta Jalan Dekarbonisasi untuk operasi Sorowako. Peta jalan ini mencakup portofolio inisiatif ang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi di seluruh aktivitas pertambangan dan pengolahan melalui elektrifikasi, optimasi proses, pemulihan energi, serta peningkatan efisiensi operasional. Secara keseluruhan, inisiatif-inisiatif ini mendukung transisi kami menuju operasi rendah karbon dengan tetap menjaga kinerja operasional. Peta jalan ini mendukung target kami untuk menurunkan emisi gas rumah kaca absolut Scope 1 dan Scope 2 sebesar 33% pada tahun 2030 dibandingkan dengan baseline tahun 2017. Operasi Sorowako memiliki profil energi rendah karbon, karena sebagian besar kebutuhann a dipasok oleh pembangkit listrik tenaga air terbarukan yang kami hasilkan sendiri. Dengan keunggulan ini, kami terus melaksanakan berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi diesel, mengoptimalkan penggunaan energi dalam operasi pengolahan, serta memanfaatkan panas buangan ang dihasilkan dari proses produksi. 78 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 79
Pada tahun 2025, operasi Sorowako tetap berada pada jalur Konsumsi energi dan intensitas energi kami dihitung menggunakan metodologi ang selaras dengan pedoman Intergovernmental
ang sesuai untuk mencapai target 2030 kami. Kami terus Panel on Climate Change (IPCC) dan prinsip Sistem Manajemen Energi ISO 50001. Total konsumsi energi ditentukan berdasarkan
melanjutkan implementasi inisiatif-inisiatif utama sejalan input energi dari berbagai sumber, termasuk energi ang dibeli dan energi ang dihasilkan secara internal untuk kebutuhan
dengan peta jalan tersebut. operasional. Karena PTVI tidak menjual listrik, pemanas, pendingin, maupun uap, angka ang dilaporkan merepresentasikan energi
yang dikonsumsi dalam operasi kami.
Sejalan dengan itu, kami juga sedang meninjau jalur
Penggunaan Energi Sorowako
dekarbonisasi jangka panjang kami untuk memastikan tetap
selaras dengan portofolio operasional dan konteks tata kelola
yang terus berkembang. Energy Source Unit 2025 2024 2023
Energi Tidak Terbarukan
Untuk pro ek pertumbuhan kami di Pomalaa dan Bahodopi,
peta jalan dekarbonisasi saat ini sedang dalam pengembangan Batubara GJ 11.938.379,55 11.255.340,33 9.638.512,00
dan ditargetkan selesai pada 2026. Pendekatan bertahap
ini memungkinkan kami menilai karakteristik operasional High Speed Diesel (HSD) (atau Solar/HSD kalau mau
GJ 1.391.579,42 1.466.353,78 1.483.815,83
spesifik tiap lokasi, kebutuhan energi, dan jalur teknologi lokalisasi)
rendah karbon yang tersedia sebelum menetapkan strategi Marine Fuel Oil (MFO) GJ 8.503.013,34 9.330.935,02 10,295,322,00
penurunan emisi jangka panjang.
Bensin GJ 3.037,27 7.367,19 5.784,00
Rincian lebih lanjut mengenai implementasi inisiatif penurunan Total Energi Tidak Terbarukan GJ 21.836.009,58 22.059.996,32 21.423.433,83
emisi dan kinerja terkait disajikan pada bagian Pengelolaan
Energi, Emisi GRK, dan Pengelolaan Polusi Udara dalam laporan Energi Terbarukan
ini. [SASB EM-MM-110a.2] Pembangkit Listrik Tenaga Air GJ 8.858.749,14 8.935.798,81 8.791.124,00
Pengelolaan Energi Biodiesel B30 GJ N/A N/A 150.766,00
Biodiesel B35 GJ 140.514,30 789.575,11 609.554,00
PTVI memantau dan mengevaluasi konsumsi energi di seluruh
operasi kami sebagai bagian dari upa a meningkatkan efisiensi Biodiesel B40 GJ 753.749,50 N/A N/A
energi dan mengelola emisi yang terkait dengan penggunaan Total Energi Terbarukan GJ 9.753.012,94 9.725.373,92 9.551.444,00
energi. Pelaporan kami saat ini berfokus pada energi yang
dikonsumsi dalam organisasi di bawah kendali operasional Total Energi Tidak Terbarukan dan Terbarukan GJ 31.589.022,52 31.785.370,24 30.974.877,83
kami. Konsumsi energi di luar organisasi, termasuk energi Produksi Nikel Matte Ton 72.027,00 71.310,68 70.728,00
yang digunakan dalam rantai pasok hulu dan transportasi
produk hilir, belum termasuk dalam batas pelaporan saat ini. Intensitas Penggunaan Energi GJ/Ton 438,57 445,73 437,94
Kami terus mengevaluasi metodologi dan ketersediaan data
Biodiesel B30 tidak lagi digunakan sejak 2024, sementara Biodiesel B40 mulai digunakan pada 2025.
untuk memperluas pengungkapan ini pada periode pelaporan
mendatang.
79 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 80
Pada 2025, PTVI mencatat total konsumsi energi sebesar di seluruh operasi kami. Penurunan konsumsi marine fuel oil 13.498 GJ, dengan 10.625 GJ atau sekitar 79% dipasok dari
31.589.022,52 GJ di operasi Sorowako, menurun sekitar 196.348 dan high-speed diesel juga semakin mendukung optimalisasi sumber energi terbarukan. Angka-angka ini mencerminkan
GJ atau 0,62% dibandingkan tahun sebelumn a. Meskipun bauran bahan bakar kami serta mengurangi ketergantungan integrasi sumber energi berbasis terbarukan pada tahap awal
konsumsi energi total sedikit menurun, produksi nikel matte pada bahan bakar fosil konvensional. operasional proyek-proyek tersebut dan mendukung strategi
meningkat menjadi 72.027 ton, ang menunjukkan peningkatan jangka panjang kami untuk meningkatkan penetrasi energi
kinerja energi selama tahun pelaporan. Decoupling antara Peningkatan ini juga didukung oleh pengenalan dan
pertumbuhan produksi dan konsumsi energi ini berkontribusi pemanfaatan Biodiesel B40, ang berkontribusi sebesar
pada penurunan intensitas energi menjadi 438,57 GJ per ton 753.749,50 GJ pada 2025 dan menjadi langkah penting dalam
nikel matte, turun 1,61% dari 2024, ang mencerminkan upa a memperkuat transisi kami menuju bahan bakar yang lebih
berkelanjutan untuk mengoptimalkan penggunaan energi rendah karbon. Secara keseluruhan, perkembangan ini
di seluruh aktivitas pertambangan dan pengolahan melalui mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam meningkatkan
efisiensi operasional dan perbaikan proses.[GRI 302-1][GRI 302-3][SASB efisiensi energi sekaligus mempertahankan porsi energi
EM-MM-130a.1][POJK51-F.6]
rendah karbon yang stabil dan tangguh dalam operasi kami.
[POJK51-F.7]
Peningkatan operasional yang berkontribusi pada penurunan
intensitas energi selama tahun berjalan meliputi pengelolaan
ore stockpile ang lebih baik, kadar air bijih ang lebih rendah
sehingga mengurangi kebutuhan energi untuk pengeringan,
serta penggunaan energi ang lebih efisien dalam proses
pengeringan di lokasi Sorowako. PTVI juga terus melaksanakan
inisiatif efisiensi energi ang lebih luas serta program bahan
bakar alternatif, termasuk campuran biodiesel dan uji coba
biomassa, sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi kami.
Perbaikan-perbaikan ini berkontribusi pada penurunan
energi ang dibutuhkan per ton nikel matte ang diproduksi,
Pada saat ang sama, porsi energi terbarukan dalam bauran
sebagaimana tercermin dalam penurunan intensitas energi
energi kami meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
selama tahun pelaporan.[GRI 302-4][GRI 302-5]
Energi terbarukan—yang terutama dipasok dari fasilitas
pembangkit listrik tenaga air yang kami hasilkan sendiri—
Untuk wila ah operasi kami ang lebih baru, energi terbarukan
mencapai 9.753.012,94 GJ pada 2025, setara 30,87% dari
membentuk porsi yang jauh lebih besar dalam bauran energi.
total konsumsi energi, meningkat dari 30,60% pada 2024.
Di IGP Pomalaa, total konsumsi energi internal mencapai 8.422
Peningkatan ini didukung oleh tambahan penggunaan
GJ pada 2025, dengan energi terbarukan berkontribusi sebesar
energi terbarukan sebesar 27.639 GJ dan mencerminkan
6.215 GJ atau sekitar 74% dari total penggunaan energi.
optimasi berkelanjutan atas sumber energi rendah karbon
Sementara itu, di IGP Morowali, total konsumsi energi mencapai
80 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 81
Konsumsi Energi Terbarukan dan Tidak Terbarukan Rincian lebih lanjut mengenai konsumsi energi berdasarkan
untuk Proyek sumber di seluruh wilayah operasional PTVI disajikan dalam
Tabel Data pada laporan ini, termasuk rincian sumber energi
terbarukan dan non-terbarukan untuk Sorowako, IGP
Pomalaa, dan IGP Morowali.
Emisi Gas Rumah Kaca
PTVI melakukan inventarisasi emisi GRK secara berkala sesuai
dengan kerangka GHG Protocol, ang mencakup Scope 1
(emisi langsung) dari pembakaran bahan bakar dan aktivitas
operasional serta Scope 2 (emisi tidak langsung) dari konsumsi
listrik. Emisi yang berasal dari pembakaran atau biodegradasi
biomassa dikecualikan dari perhitungan sebagai emisi biogenik.
Inventarisasi kami mencakup emisi CO₂, CH₄, N₂O, dan HFC
PTVI terus menerapkan peningkatan operasional yang
ang seluruhn a din atakan dalam CO₂ ekuivalen (CO₂eq)
ditujukan untuk menurunkan konsumsi energi secara
menggunakan metodologi yang selaras dengan pedoman In-
keseluruhan sekaligus memperluas penggunaan energi
tergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Kajian untuk
terbarukan dan energi rendah karbon. Upaya ini mendukung
mengkuantifikasi emisi Scope 3 telah berjalan sejak tahun
jalur dekarbonisasi kami secara lebih luas dan berkontribusi
sebelumn a, dan kami berencana mengungkapkan emisi
pada peningkatan efisiensi energi di seluruh rantai nilai
tersebut pada periode pelaporan mendatang.
produksi.
PTVI menggunakan tahun 2017 sebagai tahun dasar (baseline)
untuk target penurunan emisi di operasi Sorowako. Tahun
Disclaimer: ini menandai saat kami memformalkan komitmen untuk
Intensitas energi saat ini hanya dilaporkan untuk operasi menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendukung masa
Sorowako. IGP Pomalaa dan IGP Morowali masih berada depan rendah karbon. Pada tahun 2017, total emisi Scope 1 dan
pada tahap pengembangan dan konstruksi, di mana volume Scope 2 di Sorowako tercatat sebesar 2.145.198 ton CO₂e.
produksi belum mencapai tingkat yang memungkinkan
perhitungan indikator berbasis output seperti intensitas Berdasarkan baseline tersebut, kami menetapkan target
energi. Pelaporan untuk kedua lokasi ini akan diintegrasikan untuk menurunkan emisi absolut sebesar 33% pada tahun
setelah tingkat produksi yang stabil telah tercapai. 2030, sehingga total emisi menjadi sekitar 1.437.283 ton CO₂e.
Saat ini, kami berada pada jalur ang sesuai untuk mencapai
target tersebut.
81 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 82
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Intensitas Emisi
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023
Scope 1 Ton CO2eq 2.072.143 2.048.411 2.029.486
Pembakaran Bergerak (HSD & Bensin) Ton CO2eq 119.674 134.462 124.845
Pembakaran Stasioner (Batubara, HSD, & MFO) Ton CO2eq 1.503.081 1.415.786 1.386.405
Bahan Peledak Ton CO2eq 108 43 101
Freon Ton CO2eq 1 2 1,769
Emisi Proses Ton CO2eq 378.759 365.959 383.674
AFOLU Ton CO2eq 70.520 132.159 132.692
Scope 2 Ton CO2eq 2.481 2.580 2.827 Karena IGP Pomalaa dan IGP Morowali masih berada pada tahap
Scope 3 Ton CO2eq N/A N/A N/A awal operasional dan pengembangan, baseline historis emisi
untuk kedua lokasi tersebut belum ditetapkan. Selama tahun
Total Scope 1-3 Ton CO2eq 2.074.623 2.050.990 2.032.313 pelaporan, inventarisasi emisi untuk lokasi-lokasi ini terutama
Produksi Nikel Matte Ton 72.027 71.310 70.728 mencakup emisi Scope 1 ang berasal dari pembakaran bahan
bakar langsung dalam aktivitas operasional.
Intensitas Ton CO2eq/Ton 28,80 28,76 28,73
Emisi Scope 2 belum dilaporkan untuk IGP Pomalaa karena
Pada 2025, total emisi Scope 1 dan Scope 2 di Sorowako mencapai 2.074.624 ton CO₂eq, meningkat sebesar 23.633 ton CO₂eq, konsumsi listrik untuk operasi tersebut dipenuhi melalui
atau sekitar 1,15%, dibandingkan tahun sebelumn a. Emisi Scope 1 mencakup ma oritas emisi, aitu sebesar 2.072.143 ton CO₂eq, pembelian Renewable Energy Certificates (REC) ang
sementara emisi Scope 2 tercatat sebesar 2.481 ton CO₂eq, menurun 99 ton CO₂eq, atau sekitar 3,84%, dibandingkan tahun diterbitkan oleh pen edia listrik nasional, ang merepresen-
sebelumn a. Kontribusi Scope 2 ang relatif kecil mencerminkan ketergantungan kami ang berkelanjutan pada pembangkit listrik tasikan listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan.
tenaga air terbarukan sebagai sumber listrik utama yang mendukung operasi di Sorowako. [GRI 305-1][GRI 305-2][GRI 305-5][SASB EM-MM-110a.1][POJK51-F.11] Dengan demikian, konsumsi listrik terkait dianggap memiliki
emisi berbasis pasar (market-based emissions) sebesar nol.
Dari sisi intensitas emisi, Sorowako mencatat 28,80 ton CO₂eq per ton nikel ang diproduksi pada 2025, meningkat 0,04 ton CO₂eq
per ton, atau sekitar 0,15%, dibandingkan tahun sebelumn a. [GRI 305-4][POJK51-F.11] Emisi Scope 3 juga belum dimasukkan dalam inventarisasi,
karena saat ini kami masih mengkaji sumber emisi yang relevan
Untuk wila ah operasional baru kami, perhitungan emisi GRK dilakukan untuk pertama kalin a pada tahun pelaporan. Di IGP serta ketersediaan data di seluruh rantai nilai. Pemantauan
Pomalaa, total emisi Scope 1 pada tahun 2025 tercatat sebesar 419 ton CO₂e. Sementara itu, di IGP Morowali, total emisi Scope 1 dan pelaporan emisi untuk wilayah operasional ini akan
mencapai 4.553,14 ton CO₂e. [GRI 305-1][GRI 305-2] [GRI 305-5][EM-MM-110a.1][POJK51-F.11] terus diperluas seiring perkembangan aktivitas dan semakin
matangnya sistem pemantauan yang diterapkan. [GRI 305-3]
82 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 83
Emisi yang Mengandung Bahan Perusak Ozon Pemanfaatan Biodiesel (B35 dan B40) serta Biomassa Automatic Granulation Operational Node
(ODS)[GRI 305-6] [POJK51-F.7][GRI 302-4][GRI 302-5]
(AUTO-GRON) [POJK51-F.7][GRI 302-4] [GRI 302-5]
Pada 2025, PTVI memperluas penggunaan campuran
PTVI tidak menggunakan freon HCF-22 (CHF₂Cl) biodiesel (B35 dan B40) dan memulai uji coba pemanfaatan
dan telah beralih ke refrigeran yang lebih ramah biomassa sebagai bagian dari upaya meningkatkan porsi PTVI memperkenalkan Automatic Granulation
lingkungan. Sebagian besar refrigeran yang saat energi terbarukan dalam bauran energi operasional kami Operational Node (AUTO-GRON) untuk meningkatkan
ini digunakan adalah R32, ang memiliki nilai Ozone serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. efisiensi energi dalam proses granulasi nikel matte
Depletion Potential (ODP) sebesar 0. Kami secara Di operasi Sorowako, penggunaan biodiesel mencapai pada unit converter. Sebelumnya, suhu burner dan
rutin memantau penggunaan refrigeran dan 932.489 GJ, terdiri dari 145.666 GJ B35 dan 786.823 GJ B40, kecepatan conveyor diatur secara manual oleh
memasukkannya ke dalam inventarisasi emisi gas yang merepresentasikan sekitar 2,9% dari total konsumsi operator, yang sering menyebabkan suhu tidak stabil,
rumah kaca kami. energi di lokasi tersebut. kualitas produk yang tidak konsisten, dan konsumsi
bahan bakar yang lebih tinggi selama proses granulasi.
Di IGP Pomalaa, konsumsi biodiesel mencapai 6.215 GJ,
Untuk mengendalikan sumber emisi dan mendukung target
terdiri dari 1.176 GJ B35 dan 5.039 GJ B40, yang mencakup Melalui AUTO-GRON, PTVI menerapkan sistem
iklim jangka panjang, PTVI terus menerapkan langkah-lang-
sekitar 74% dari total penggunaan energi selama fase kendali otomatis yang mengintegrasikan sensor suhu
kah mitigasi di seluruh wila ah operasional kami, termasuk
awal operasional. dengan pengendalian burner dan conveyor. Sistem ini
Sorowako serta operasi ang berkembang di IGP Pomalaa dan
memungkinkan pengelolaan suhu yang lebih presisi
IGP Morowali. Upa a ini berfokus pada peningkatan efisiensi
Demikian pula, di IGP Morowali, penggunaan biodiesel dan meningkatkan stabilitas proses selama granulasi.
operasional, optimalisasi konsumsi bahan bakar dalam
mencapai 10.625 GJ, terdiri dari 1.161 GJ B35 dan 9.465
aktivitas pengolahan, dan integrasi bertahap solusi energi
GJ B40, yang merepresentasikan sekitar 79% dari total Melalui optimalisasi proses granulasi, inisiatif ini
rendah karbon sejalan dengan peta jalan dekarbonisasi kami.
konsumsi energi lokasi tersebut. membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dan
meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan di
Inisiatif ini mencakup peningkatan peralatan dan optimasi
Inisiatif-inisiatif ini mendukung substitusi bertahap bahan unit converter. Program ini juga mendukung upaya
proses pada operasi furnace dan converter, pen empurnaan
bakar fosil dengan sumber energi berbasis terbarukan, PTVI yang lebih luas dalam mengelola penggunaan
sistem distribusi bahan bakar dan udara, optimalisasi
yang berkontribusi pada intensitas karbon yang lebih energi dan menurunkan emisi operasional sebagai
proses material handling dan screening, serta penguatan
rendah dalam penggunaan energi operasional dan bagian dari perjalanan dekarbonisasi Perseroan.
pemantauan konsumsi bahan bakar pada peralatan bergerak.
mendukung upaya lebih luas Perseroan dalam mengelola
Kami juga terus mendorong substitusi bertahap bahan bakar
serta menurunkan emisi gas rumah kaca sejalan dengan
fosil dengan sumber energi alternatif—termasuk campuran
peta jalan dekarbonisasi.
biodiesel dan biomassa—serta peningkatan efisiensi energi
yang lebih luas di fasilitas pengolahan. Melalui upaya-upaya
ini, kami bertujuan secara bertahap menurunkan intensitas
emisi sekaligus memperkuat efisiensi operasional seiring
ekspansi operasi kami. [POJK51-F.12][GRI 305-5]
83 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 84
Polutan Udara
Perbaikan ini juga tercermin pada intensitas emisi SO₂eq, ang
PTVI secara berkelanjutan mengelola emisi udara konvensional menurun menjadi 0,68 ton SO₂eq per ton metrik nikel matte
(non-GRK) melalui pemantauan dan pengukuran berkala sesuai ang diproduksi pada tahun 2025, atau turun sekitar 6,8%
dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 4 dibandingkan tahun 2024. Tingkat ini tetap jauh di bawah
Tahun 2014 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak bagi ambang batas regulasi ang berlaku sebesar 0,80 ton SO₂eq
Kegiatan Pertambangan. Pemantauan kami saat ini berfokus pada per ton nikel matte yang diproduksi.
polutan ang dinilai paling material bagi operasi pengolahan kami,
khususn a sulfur oksida (SO ) dan partikulat (particulate matter/ Hasil ini mencerminkan efektivitas berbagai pro ek inovasi
PM).[GRI 305-7][SASB EM-MM-120a.1][POJK51-F.11] yang bertujuan mengurangi penggunaan sulfur dalam proses
pengolahan kami, serta perbaikan operasional berkelanjutan
Sulfur Dioksida Ekuivalen (SO₂eq) ang meningkatkan efisiensi penggunaan sulfur, memperkuat
stabilitas proses, dan menjaga konsistensi kinerja emisi di
Pemantauan emisi sulfur dioksida ekuivalen (SO₂eq) saat ini seluruh aktivitas pengolahan.[GRI 305-7][SASB EM-MM-120a.1][POJK51-F.11]
Partikulat
diterapkan pada operasi Sorowako, tempat pengolahan nikel
matte dilakukan. Lokasi Sorowako mengoperasikan pabrik
Emisi partikulat dalam operasi kami terutama dihasilkan dari
pengolahan ang menggunakan sulfur dalam proses sulfidisasi,
pengoperasian dryer kiln, reduction kiln, electric furnace, dan
ang menghasilkan emisi terkait sulfur. Wila ah operasional
product dryer di fasilitas pengolahan. Emisi ini merupakan
kami lainn a, IGP Pomalaa dan IGP Morowali, masih berada
emisi cerobong (stack emissions) yang berasal dari fasilitas
pada tahap awal operasional dan belum mengoperasikan
pengolahan kami.
fasilitas pengolahan sejenis ang menghasilkan emisi SO₂.
Pada 2025, Sorowako mencatat emisi partikulat sebesar 647
Di Sorowako, emisi SO₂eq terutama berasal dari penggunaan
ton, menurun 232 ton atau sekitar 26,4% dibandingkan 2024.
sulfur dalam proses pengolahan nikel serta dari pembakaran
Peningkatan ini mencerminkan penguatan pengendalian
marine fuel oil dan batubara yang digunakan dalam aktivitas
operasional dan optimalisasi sistem penanganan debu di
pengolahan.
fasilitas pengolahan.
Pada tahun 2025, Sorowako mencatat emisi SO₂eq sebesar
Intensitas emisi partikulat juga membaik menjadi 0,009 ton
49.297 ton, menurun sebesar 2.875 ton atau sekitar 5,5%
partikulat per ton nikel ang diproduksi, atau turun 25%
dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini melanjutkan tren
dibandingkan 2024. Untuk semakin memperkuat pengelolaan
penurunan yang terlihat dalam tiga tahun terakhir dan sejalan
emisi, PTVI terus mengevaluasi langkah-langkah peningkatan
dengan target kami untuk mengurangi emisi SO₂eq absolut
tambahan, termasuk rencana implementasi program
sebesar 500 ton per tahun.
aglomerasi debu (dust agglomeration), ang saat ini masih
dalam evaluasi teknis. [GRI 305-7][SASB EM-MM-120a.1][POJK51-F.11]
84 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 85
penggunaan air kami tidak mengganggu ketersediaan, kualitas, maupun aksesibilitas air bagi pengguna lain,
sekaligus bekerja sama untuk melindungi sumber daya bersama tersebut.
Pengambilan dan Konsumsi Air[GRI 303-3][GRI 303-5][SASB EM-MM-140a.1][POJK51-F.8]
Sumber air utama operasi Sorowako adalah Danau Matano ang berada di sekitar wila ah operasi kami.
Pengambilan air dari danau ini dikelola secara hati-hati untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus
menjaga ketersediaan sumber daya bersama tersebut. Pendekatan ini juga selaras dengan status konservasi
danau sebagai Kawasan Taman Wisata Alam sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian
No. 274/Kpts/Um/4/1979 tanggal 24 April 1979.
Untuk pro ek pertumbuhan kami, pengambilan air terutama bersumber dari sistem sungai. Di seluruh
wila ah operasional kami, air tawar bersumber dari badan air permukaan ang tidak diklasifikasikan
mengalami tekanan air dasar tinggi atau sangat tinggi (high or extremely high baseline water stress). Kami
Untuk IGP Pomalaa dan IGP Morowali, emisi partikulat dari cerobong (stack particulate mendefinisikan air tawar sebagai air dengan total padatan terlarut (total dissolved solids) maksimum 1.000
emissions) saat ini belum relevan karena fasilitas pengolahan yang menghasilkan emisi mg/L. Untuk tujuan pelaporan, volume air tawar ang diambil dianggap setara dengan volume air ang
cerobong belum beroperasi di kedua lokasi tersebut. Oleh karena itu, pemantauan dikonsumsi dalam operasi kami.
emisi udara di wilayah operasional ini saat ini difokuskan pada kualitas udara ambien.
Pemantauan partikulat telah dilakukan di IGP Pomalaa sebagai bagian dari pemantauan Pada 2025, pengambilan air untuk operasi Sorowako mencapai 15.079.167 m³ ang seluruhn a bersumber
udara ambien, sementara pengambilan sampel partikulat di IGP Morowali belum dilakukan, dari Danau Matano, dengan intensitas pengambilan air sebesar 209,35 m³ per ton nikel ang diproduksi.
seiring persyaratan pemantauan lingkungan yang masih berkembang mengikuti tahapan Volume pengambilan air yang dilaporkan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya terutama
pengembangan proyek. mencerminkan peningkatan akurasi pengukuran setelah pen esuaian sistem pengambilan air serta
pemasangan dan kalibrasi flow meter ang diperbarui bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah Luwu
Air dan Efluen Timur, bukan akibat peningkatan kebutuhan air operasional ang sebanding. Kebutuhan air operasional
secara umum relatif konsisten, sementara angka tahun-tahun sebelumn a mungkin belum sepenuhn a
mencerminkan volume pengambilan aktual akibat keterbatasan pengukuran sebelumn a dan karenan a
Air memegang peranan penting dalam mendukung operasi PTVI dan ekosistem di
tidak sepenuhnya dapat dibandingkan. Perbaikan ini memperkuat akurasi dan keandalan pemantauan serta
sekitarn a. Air digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, pengolahan mineral,
pelaporan air ke depan.
pembersihan peralatan, pengelolaan lingkungan, dan sanitasi di seluruh wila ah
operasional kami. Di luar kebutuhan operasional, air juga menopang mas arakat dan
ekosistem lokal yang berbagi sumber air yang sama. [GRI 303-1]
Men adari pentingn a hal tersebut, kami berkomitmen mengelola air secara
bertanggung jawab sepanjang siklusn a, mulai dari pengambilan hingga pembuangan.
Pendekatan kami didasarkan pada pemahaman bahwa badan air yang kami
gunakan merupakan sumber daya bersama yang dimanfaatkan masyarakat lokal
dan pemangku kepentingan lainn a. Oleh karena itu, kami berupa a memastikan
85 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 86
Pengambilan Air Operasional Sorowako dan Intensitas
Efisiensi Air dan Daur Ulang[GRI 303-1][POJK51-F.8}
Unit 2023 2024 2025
Untuk mendukung pengelolaan air ang bertanggung jawab, PTVI menerapkan berbagai
Total langkah efisiensi air di seluruh wila ah operasional, termasuk pabrik pengolahan, area tambang,
Pengambilan m3 9,442,313 11,748,150 15,079,167 perkantoran, dan fasilitas pendukung. Upa a ini mencakup pemantauan penggunaan air
Air melalui sistem daring Steam, Water, Air, and Power (SWAP), pencegahan kehilangan air melalui
m3 m3/ton matte 113.50 164.75 209.35 pengendalian kebocoran dan limpasan, serta optimalisasi efisiensi melalui daur ulang dan
penggunaan kembali air di operasi pabrik dan pertambangan.
Untuk IGP Pomalaa, total pengambilan air pada tahun 2025 mencapai 9.969 m³ Air daur ulang dimanfaatkan untuk berbagai proses industri, termasuk sistem pendingin,
ang bersumber dari air sungai permukaan, meningkat sekitar 1.066 m³ atau 12,0% pendinginan slag, persiapan bahan kimia, pen iraman jalan, dan pendinginan peralatan.
dibandingkan tahun sebelumn a, mencerminkan peningkatan bertahap aktivitas Distribusi air juga dikelola secara hati-hati untuk menjaga integritas sistem, sementara inovasi
operasional seiring perkembangan proyek. berkelanjutan terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi air di seluruh operasi kami.
Di IGP Morowali, total pengambilan air mencapai 17.873 m³ pada tahun 2025, ang
Pengelolaan Efluen dan Pembuangan Air[GRI 303-2][GRI 303-4][POJK51-F.8][POJK51-F.13]
bersumber dari air permukaan dan air tanah. Jumlah ini meningkat sekitar 1.090
m³ atau 6,5% dibandingkan tahun 2024, sejalan dengan meningkatn a aktivitas
Efluen ang dihasilkan dari operasi kami terutama berasal dari proses industri, air tambang, dan penggunaan
operasional di lokasi tersebut.
air domestik. Untuk mencegah potensi dampak terhadap badan air sekitar, PTVI menerapkan sistem
pengolahan dan pemantauan air limbah di seluruh wilayah operasional guna memastikan air yang dibuang
memenuhi standar mutu lingkungan dan persyaratan regulasi yang berlaku.
Di operasi Sorowako, efluen dari aktivitas pertambangan dan pengolahan dikelola melalui jaringan lebih
dari 100 kolam pengendapan, didukung fasilitas pengolahan khusus seperti Instalasi Pengolahan Air
Limbah Pakalangkai dan unit Lamella Gravit Settler (LGS). Sistem pengolahan ini menghilangkan padatan
tersuspensi dan kontaminan lainnya sebelum pembuangan serta mendukung kepatuhan terhadap Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup No. 9 Tahun 2006 tentang baku mutu air limbah kegiatan pertambangan nikel.
Setelah diolah, air dibuang ke badan air permukaan sekitar ang tidak tergolong mengalami tekanan air,
termasuk Danau Matano, Danau Mahalona, Sungai Salo Lamunto, dan Sungai Petea. Pada 2025, total air
olahan ang dibuang dari operasi Sorowako mencapai 89.697,94 megaliter, menurun sekitar 11.008,88
megaliter atau sekitar 10,9% dibandingkan 2024. Penurunan ini mencerminkan peningkatan praktik
pengelolaan air, termasuk peningkatan penggunaan kembali dan daur ulang air dalam proses operasional.
Sebagian besar air buangan dialirkan ke Sungai Petea dan Danau Matano, ang secara bersama mencakup
mayoritas volume pembuangan.
86 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 87
Pembuangan Air Operasi Sorowako berdasarkan Badan Penerima Air Untuk pro ek IGP Pomalaa, pembuangan air limbah industri belum terjadi selama tahun pelaporan karena
lokasi masih berada dalam tahap konstruksi Smelter Development Project (SDP), dengan operasi ditargetkan
Tujuan Pembuangan Air Unit 2025 2024 2023 dimulai pada triwulan I 2026. Selama konstruksi, limpasan permukaan dikelola melalui kolam penampungan
(pocket pond) dengan kualitas air dipantau untuk parameter seperti TSS, Kromium (Cr), Nikel (Ni), dan Besi
Air Permukaan (Danau Matano) m³ 25.372.487 25.639.690 18.045.493 (Fe). Volume pembuangan tidak diukur karena tidak terdapat pembuangan terkendali dari kolam tersebut.
Sementara itu, di IGP Morowali, pembuangan air limbah dalam jumlah terbatas terjadi selama aktivitas
Air Permukaan (Danau Mahalona) m³ 21.221.547 20.648.522 11.370.115 operasional awal. Pada 2025, total air ang dibuang mencapai 113.251,39 m³, terdiri atas pembuangan ke
Air permukaan (Sungai Salo sungai permukaan (100.228,32 m³) dan laut (13.023,07 m³). Seiring berkembangn a aktivitas operasional,
m³ 3.898.304 3.705.430 – PTVI akan terus memperkuat sistem pemantauan dan pelaporan air limbah di lokasi ini untuk memastikan
Lamunto)
kepatuhan berkelanjutan terhadap standar lingkungan yang berlaku.
Air Permukaan (Sungai Petea) m³ 39.203.071 50.716.129 21.472.522
Total m³ 89.695.408,20 100.709.771,00 50.226.716 Pemantauan Kualitas Efluen
Di seluruh wila ah operasional, kami melakukan pemantauan dan analisis rutin untuk memastikan kualitas
efluen kami memenuhi standar air limbah ang berlaku. Analisis efluen dilakukan oleh laboratorium
independen terakreditasi menggunakan metode analitik berdasarkan SNI 6989.59:2008 tentang Air dan Air
Limbah, serta metode internasional ang diakui ang diterbitkan oleh American Public Health Association
(APHA).
Pemantauan mencakup parameter utama seperti total suspended solids (TSS), kromium (Cr), kromium
heksavalen (Cr⁶+), besi (Fe), dan nikel (Ni) pada sampel efluen ang dikumpulkan dari sedikitn a 11 titik
observasi, ang mencakup fasilitas pengolahan air limbah dan titik pembuangan di operasi Sorowako. Selama
beberapa tahun terakhir, konsentrasi parameter-parameter tersebut secara konsisten berada dalam batas
regulasi ang berlaku, mencerminkan efektivitas sistem pengolahan air limbah kami.
Beberapa lokasi pemantauan mencatat volume air limbah terolah terbesar selama tahun pelaporan, termasuk
Petea East (23.146.907 m³), Petea Far East (16.056.164 m³), dan Petea West (13.744.808 m³). Di lokasi-lokasi
tersebut, konsentrasi total suspended solids (TSS) berada pada kisaran 10,00 hingga 13,50 mg/L, jauh di
bawah ambang batas regulasi ang berlaku sebesar 200 mg/L, sementara konsentrasi total kromium (Cr),
kromium heksavalen (Cr⁶+), besi (Fe), dan nikel (Ni) juga tetap berada dalam batas regulasi masing-masing.
Hasil ini menunjukkan bahwa sistem sedimentasi dan klarifikasi, termasuk kolam pengendapan dan unit
Lamella Gravit Settler (LGS), terus efektif dalam mengelola kualitas efluen sebelum pembuangan.
87 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 88
Hasil pemantauan tahun 2025 konsinten menunjukkan
kepatuhan terhadap ambang batas regulasi untuk seluruh Substitusi Pendinginan Berbasis Air dengan Pendinginan Udara di Super Furnace 4
parameter yang dipantau. Pengukuran yang disajikan
Dalam proses pirometalurgi untuk memproduksi nikel matte, dinding furnace umumnya memerlukan pendinginan
merupakan nilai median yang diperoleh dari berbagai titik
untuk mengendalikan suhu tinggi ang dihasilkan selama operasi. Sebelumn a, pendinginan di Furnace 4 (Super
pemantauan yang terkait dengan fasilitas pengolahan air
Furnace 4) mengandalkan air daur ulang ang disemprotkan ke dinding furnace. Proses ini sering menyebabkan
limbah pertambangan, pengolahan, dan domestik.
kehilangan air melalui evaporasi dan memerlukan tambahan pasokan air untuk menjaga tingkat operasional.
Rincian hasil pemantauan untuk setiap titik observasi,
Untuk meningkatkan efisiensi air, PTVI memperkenalkan sistem pendinginan udara ambien ang didukung teknologi
termasuk nilai parameter, ambang batas regulasi, dan volume
blower untuk menggantikan mekanisme pendinginan berbasis air di bagian bawah Furnace 4. Dengan menggantikan
pembuangan berdasarkan badan air penerima di seluruh
pendinginan air dengan pendinginan udara, operasi berhasil menghilangkan penggunaan air untuk proses ini.
wila ah operasional kami, disajikan pada bagian Tabel Data
dalam laporan ini.
Melalui inisiatif ini, PTVI menurunkan konsumsi air sebesar 12.290 m³ pada 2025, sekaligus mengurangi penggunaan
energi melalui eliminasi kebutuhan sistem pompa yang sebelumnya digunakan dalam pendinginan berbasis air.
Peningkatan Efisiensi Sirkulasi Air dalam Granulasi Converter melalui
Sebuah studi ang dilakukan pada 2023 di area
Integrasi Paddle Classifier
tambang PTVI di Sorowako, ang hasiln a masih
berlaku hingga saat ini, menunjukkan bahwa tidak PTVI juga melakukan peningkatan otomatisasi sirkulasi air dalam proses granulasi converter melalui integrasi sistem
terdapat risiko terbentuknya air asam tambang Paddle Classifier (PADLE POP). Dalam proses ini, air ang digunakan selama granulasi dipisahkan dari partikel nikel
(acid mine drainage / AMD) di lokasi tersebut. Hal ini matte melalui paddle classifier dan disirkulasikan kembali untuk digunakan ulang di dalam proses.
dikonfirmasi oleh tidak ditemukann a batuan ang
berpotensi menghasilkan AMD di area pertambangan. Sistem ang ditingkatkan ini dilengkapi sensor pemantauan real-time ang terhubung dengan basis data operasional,
AMD merupakan salah satu isu utama dalam memungkinkan pengendalian otomatis operasi pompa berdasarkan level air di granulation pit. Otomatisasi ini
industri pertambangan karena berpotensi merusak meningkatkan efisiensi proses sekaligus mencegah insiden limpasan (overflow).
ekosistem dan sumber air seperti sungai, danau, dan
air tanah. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan Sebagai hasiln a, inisiatif ini menurunkan konsumsi air di operasi converter sebesar 112.203 m³ pada 2025 sekaligus
ang bertanggung jawab, khususn a terkait limbah meningkatkan pengendalian operasional. Setelah implementasi sistem ini, tidak terdapat insiden
cair, menjadi sangat penting.[SASB EM-MM-160a.2] ang tercatat selama tahun pelaporan.
88 Laporan Berkelanjutan 2025
2025
Page 89
Towuti Oil Leakage Recovery[GRI 306-3][POJK F.15][SASB EM-MM-150a.9][SASB EM-MM-140a.2]
Pada 23 Agustus 2025, terjadi kebocoran pipa min ak di Desa sejumlah langkah respons, termasuk dukungan bagi sawah terdampak melalui pemulihan tanah dan bantuan penanaman
Lioka, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Setelah kembali, pen ediaan air bersih bagi warga dan ternak, perbaikan infrastruktur publik ang terdampak, serta dukungan
menerima laporan, PTVI segera mengaktifkan Emergenc pemulihan lahan pertanian dengan tetap menjaga akses terhadap fasilitas penting masyarakat.
Response Group (ERG) dan berkoordinasi dengan pemerintah
daerah, perwakilan mas arakat, serta instansi terkait untuk Sepanjang proses tanggap darurat dan pemulihan, PTVI menjaga transparansi dan komunikasi aktif dengan para
membentuk tim tanggap darurat bersama. Kolaborasi ini pemangku kepentingan, termasuk melalui pengungkapan perkembangan mitigasi dan pemulihan melalui saluran
memungkinkan tindakan penanggulangan, mitigasi, dan komunikasi resmi dan situs web Perseroan.
pemulihan dilakukan secara cepat guna meminimalkan
dampak lingkungan dan sosial.
Langkah-langkah pengendalian teknis segera diterapkan,
termasuk mengamankan area pipa terdampak serta
memasang oil boom, oil trap, dan kolam penahan (containment
pond) untuk mencegah pen ebaran min ak lebih lanjut.
Kegiatan pemantauan lingkungan dilakukan melalui pengujian
kualitas air dan tanah, serta penialain ekologis terhadap flora
dan fauna di area sekitar. Minyak yang berhasil dipulihkan dan
material terkontaminasi dikelola sesuai regulasi lingkungan
yang berlaku dan ditangani melalui fasilitas pengelolaan
limbah B3 berizin milik PTVI. Jika diperlukan, langkah remediasi
lahan dan bioremediasi juga diterapkan untuk memulihkan
kondisi tanah dan fungsi lingkungan.
PTVI juga memperhatikan kekhawatiran yang disampaikan
mas arakat Desa Lioka dan mendukung komunitas terdampak
melalui berbagai bentuk bantuan. Aspirasi dan umpan balik
masyarakat diterima melalui Grievance and Information Center
di Kantor Kecamatan Towuti serta hotline khusus. Berdasarkan
masukan tersebut dan asesmen lapangan, PTVI melaksanakan
89 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 90
Dampak Lingkungan dari Kebocoran
Insiden ini memerlukan berbagai tindakan pengelolaan memulihkan kondisi lingkungan dan mendukung pemulihan
lingkungan di sejumlah area operasional, meliputi: masyarakat terdampak.
• Pengelolaan Limbah PTVI tetap berkomitmen terhadap transparansi dan
Material yang terkontaminasi minyak dan minyak hasil keterlibatan pemangku kepentingan sepanjang proses tanggap
pemulihan dikumpulkan dan dikelola sebagai limbah B3 darurat dan pemulihan. Informasi terbaru mengenai mitigasi,
sesuai regulasi ang berlaku. Sekitar 5 ton min ak hasil remediasi, dan dukungan bagi mas arakat secara berkala
pemulihan diproses melalui perlakuan termal (dryer/thermal diungkapkan melalui saluran komunikasi resmi kami. Untuk
unit) selama tiga hari, ang untuk sementara memengaruhi
operasi pengolahan dan meningkatkan penggunaan energi
operasional serta emisi. Tanah tambahan yang terkontaminasi
memerlukan perlakuan bioremediasi yang dapat berlanjut
hingga satu tahun tergantung perkembangan pemulihan.
• Kualitas Tanah dan Lahan
Area tanah yang terkontaminasi menjalani proses remediasi
dan bioremediasi untuk memulihkan kualitas tanah dan fungsi
lingkungan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan
efektivitas langkah-langkah pemulihan tersebut.
• Kualitas Air
Sistem pengendalian preventif, termasuk oil boom dan oil trap,
dipasang untuk mencegah pen ebaran min ak ke badan air
sekitar. Pemantauan kualitas air secara rutin dilakukan untuk
memastikan kondisi lingkungan kembali ke tingkat yang dapat
diterima.
Melalui langkah mitigasi dan pemulihan tersebut, PTVI terus
bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk
90 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 91
Pengelolaan Limbah limbah B3, limbah non-B3, dan aliran limbah terkait pertambangan, sehingga memungkinkan pengelolaan dan pengolahan
yang sesuai berdasarkan karakteristik material dan persyaratan regulasi.
Pengelolaan limbah yang bertanggung jawab merupakan bagian
Limbah B3 disimpan sementara di fasilitas pen impanan berizin ang ditetapkan sebelum diangkut oleh pihak ketiga
integral dari pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan operasional
berwenang ke fasilitas pengolahan atau pembuangan berizin sesuai regulasi ang berlaku. Limbah non-B3 dikelola melalui
PTVI. Operasi kami menghasilkan berbagai aliran limbah (waste
daur ulang, penggunaan kembali, atau pembuangan terkendali sesuai karakteristik materialn a.[GRI 306-2][POJK51-F.14]
streams) ang berasal dari aktivitas pertambangan, pengolahan
mineral, pekerjaan pemeliharaan, dan fasilitas pendukung. Tanpa
Material terkait pertambangan seperti overburden, topsoil, dan slag dikelola sebagai bagian dari siklus operasional tambang
pengelolaan ang tepat, aliran limbah ini berpotensi menimbulkan
dan program pengelolaan lingkungan, termasuk rehabilitasi lahan dan penggunaan kembali material jika memungkinkan.
dampak lingkungan terkait penggunaan lahan, kualitas air, dan
Praktik ini membantu memastikan material tambang dimanfaatkan secara bertanggung jawab sekaligus meminimalkan
kesehatan ekosistem. Oleh karena itu, kami menerapkan praktik
dampak lingkungan sepanjang siklus operasional.
pengelolaan limbah yang terstruktur untuk meminimalkan risiko
lingkungan, mencegah pencemaran, dan mendorong penggunaan
PTVI mengawasi pengelolaan limbah dan bahan berbahaya melalui prosedur internal pengelolaan lingkungan dan
sumber daya yang bertanggung jawab di seluruh wilayah operasional
mekanisme pemantauan kepatuhan. Hal ini mencakup pengawasan terhadap pengangkutan limbah, dokumentasi, dan
kami.[GRI 306-1]
proses pengolahan untuk memastikan limbah B3 han a ditangani oleh operator berizin dan dikelola sesuai pers aratan
regulasi ang berlaku. Prosedur ini diterapkan di seluruh wila ah operasional aktif kami, dan juga akan menjadi acuan
Pendekatan pengelolaan limbah kami dipandu oleh prinsip reduce,
praktik pengelolaan limbah untuk lokasi tidak aktif apabila kondisi tersebut terjadi. Melalui pengendalian ini, kami menjaga
reuse, recycle, dan recovery (4R). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui
ketertelusuran (traceability) dan kepatuhan regulasi di seluruh rantai pengelolaan limbah pada wilayah operasional kami.[GRI
pemilahan limbah, inisiatif daur ulang, praktik pemulihan material, 306-4][SASB EM-MM-150a.10]
dan pembuangan akhir yang bertanggung jawab untuk mengurangi
jumlah limbah ang memerlukan pembuangan, sekaligus mendorong
Limbah ang dihasilkan dari operasi kami pada umumn a terbagi ke dalam tiga kategori utama, aitu limbah B3, limbah
penggunaan sumber da a secara sirkular sedapat mungkin.[GRI 306-2]
non-B3, dan limbah pertambangan, sebagaimana dirangkum dalam tabel berikut.
Praktik pengelolaan limbah di PTVI diterapkan di seluruh wilayah
operasional, termasuk operasi Sorowako serta area pro ek ang Jenis Limbah Deskripsi
berkembang di IGP Pomalaa dan IGP Morowali, serta mencakup aliran B3 Filter bekas, oli bekas, lumpur min ak (oil sludge), baterai bekas, material ang terkontaminasi limbah
limbah operasional maupun limbah terkait masyarakat di lokasi yang B3, lampu, cartridge, pelumas bekas, selang bekas, limbah laboratorium, sludge, limbah elektronik,
menjalankan program kolaboratif. asbes, kemasan bekas limbah B3, residu pembersihan radiator, limbah terkontaminasi bahan
berbaha a, pakaian bekas terkontaminasi, limbah medis, dan botol kemasan bahan kimia.
Mekanisme Pengelolaan Limbah
Non-B3 Limbah belt conveyor, roller conveyor, track plate, bucket, belt frame, rel, rantai, wearing plate, drum,
Kami mengelola limbah melalui sistem terstruktur ang mencakup shaft, roller AF, lembaran besi, baja konstruksi, plastik, kaca, kaleng, sisa makanan, kertas, daun, ka u,
pemilahan, pen impanan, pengangkutan, pengolahan, daur ulang, batang bambu, rumput, ban bekas, dan FABA (fly ash and bottom ash).
dan pembuangan, sehingga setiap jenis limbah ditangani sesuai
karakteristik dan profil risiko lingkungann a. Limbah ang dihasilkan Limbah Topsoil, overburden, dan slag.
dari aktivitas operasional pertama-tama dipilah di sumber menjadi Tambang
91 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 92
Dalam bagian ini, data kinerja limbah berfokus pada aliran Kinerja Timbulan dan Pengelolaan Limbah PTVI terus meningkatkan praktik pengelolaan limbah di
limbah industri dan operasional, termasuk limbah B3 dan operasi Sorowako. Pada 2025, limbah non-B3 menurun dari
non-B3 ang dihasilkan dari aktivitas pemeliharaan, operasi Selama tahun pelaporan, PTVI menghasilkan limbah 5.906 ton pada tahun sebelumn a menjadi 5.349 ton, atau
pendukung pengolahan, dan pengelolaan fasilitas. Material dari aktivitas operasional, pemeliharaan, dan kegiatan turun 9,4%, ang mencerminkan upa a berkelanjutan untuk
terkait pertambangan seperti overburden, topsoil, dan slag pendukung di seluruh wilayah operasional kami. Aliran menekan timbulan limbah. Pada saat ang sama, peningkatan
tidak termasuk dalam angka timbulan limbah yang disajikan limbah dikategorikan menjadi limbah B3 dan non-B3, serta fasilitas pemilahan limbah kami turut meningkatkan kapasitas
pada subbagian ini, karena material tersebut dikelola sebagai dikelola melalui daur ulang, penggunaan kembali, pemulihan, dan efisiensi pengolahan, dengan tingkat pemilahan limbah
bagian dari siklus produksi pertambangan dan dilaporkan pembuangan terkendali, atau pengolahan oleh pihak ketiga meningkat dari 17% menjadi 30%, sehingga lebih ban ak
secara terpisah pada bagian Efisiensi Mineral dalam laporan berizin sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku. material dapat dipulihkan dan digunakan kembali dibandingkan
ini. dibuang.
Pada 2025, total limbah ang dihasilkan di seluruh wila ah
Pengelolaan Tailing dalam Operasi Kami [SASB
operasional kami mencapai sekitar 9.967,65 ton, di mana PTVI sebelumn a menetapkan target zero waste to landfill
EM-MM-150a.5][SASB EM-MM-540a.1][SASB EM-MM-540a.2][SASB
sekitar 75% merupakan limbah non-B3 dan 25% limbah B3. pada 2025, seiring rencana pen elesaian fasilitas refuse-derived
EM-MM-540a.3][GRI 14.6.2][GRI 14.6.3]
Timbulan limbah masih sangat terkonsentrasi di operasi fuel (RDF). Namun, karena tantangan teknis, pro ek tersebut
Sorowako, ang mencakup lebih dari 94% total jejak limbah belum dapat diselesaikan dalam tahun berjalan. Meskipun
Operasi pengolahan nikel PTVI menggunakan PTVI, mencerminkan skala dan kematangan Sorowako sebagai target ini belum tercapai, PTVI tetap berkomitmen mengurangi
teknologi Reduction Kiln Electric Furnace (RKEF), operasi pertambangan dan pengolahan terintegrasi utama pembuangan ke landfill. Untuk mendukung hal tersebut, kami
yaitu proses pirometalurgi yang tidak menghasilkan PTVI. Sebagai perbandingan, volume limbah di IGP Pomalaa terus memperkuat pemilahan limbah dengan memisahkan
tailing sebagaimana umumnya dihasilkan pada dan IGP Morowali masih relatif terbatas dan sebagian besar material organik dan non-organik. Limbah organik diolah
pengolahan mineral secara hidrometalurgi. Dengan terkait dengan aktivitas konstruksi dan tahap awal operasi.[GRI melalui budidaya maggot dan dimanfaatkan sebagai bahan
demikian, tidak terdapat tailing yang dihasilkan dari 306-3][POJK51-F.13]
pakan, sementara material non-organik seperti plastik, kertas,
operasi PTVI. kaca, dan aluminium dikirim ke mitra pihak ketiga untuk didaur
Di operasi Sorowako, total limbah non-B3 ang dihasilkan ulang dan digunakan kembali. Upaya ini berkontribusi terhadap
Namun demikian, sebagai bagian dari rantai nilai mencapai 5.349 ton pada 2025. Dari jumlah tersebut, 1.609 pengurangan volume landfill secara bertahap dan mendukung
hilir nikel yang lebih luas untuk mendukung material ton atau 30% berhasil dialihkan dari pembuangan melalui pendekatan yang lebih sirkular dalam pengelolaan limbah.
baterai, fasilitas pengolahan pada usaha patungan inisiatif daur ulang, penggunaan kembali, dan guna ulang
HPAL kami menghasilkan residu pengolahan mineral (repurposing), sementara 3.740 ton atau 70% diarahkan ke Timbulan limbah di IGP Pomalaa meningkat seiring
seperti tailing atau lumpur proses. PTVI menyadari fasilitas controlled landfill. perkembangan aktivitas operasional selama tahun pelaporan.
potensi dampak yang terkait dengan aktivitas ini dan Pada 2025, IGP Pomalaa menghasilkan 375 ton limbah non-B3,
bekerja sama dengan para mitra untuk mendorong Untuk limbah B3, Sorowako menghasilkan 2.353 ton selama dibandingkan 216 ton pada 2024, atau meningkat 73,6%. Dari
praktik pengelolaan residu ang bertanggung jawab, tahun pelaporan. Dari jumlah tersebut, 1.246,57 ton atau limbah non-B3 ang dihasilkan, 9,18 ton atau 2,4% dialihkan
sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku serta setara 53% diolah melalui insinerasi, sementara 1.106,43 ton dari pembuangan, sementara 366 ton atau 97,6% diarahkan ke
praktik terbaik ang diakui secara internasional. atau 47% diangkut ke fasilitas pengelolaan limbah B3 pihak fasilitas pembuangan terkendali.
ketiga berizin untuk pengolahan dan pembuangan.[GRI 306-4][GRI
306-5][SASB EM-MM-140a.2][SASB EM-MM-150a.7][SASB EM-MM-150a.8]
92 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 93
Timbulan limbah B3 di IGP Pomalaa mencapai 49,37 ton pada
2025, meningkat signifikan dibandingkan 5,71 ton pada 2024
Pengolahan Limbah Organik melalui Black Soldier Fly Sorowako, Wawondula, dan Wasuponda. Melalui inisiatif
seiring intensifikasi aktivitas konstruksi dan awal operasi.
(BSF) ini, material ang dapat didaur ulang dikumpulkan dan
Dari jumlah tersebut, 15,38 ton disimpan sementara untuk
disalurkan untuk mendukung upaya daur ulang lokal
pemulihan atau daur ulang, sementara 33,99 ton diangkut
PTVI terus mendukung pengelolaan limbah organik serta memberikan peluang ekonomi tambahan bagi
ke fasilitas pihak ketiga berizin untuk pengolahan dan
melalui program Black Soldier Fly (BSF), ang mengubah masyarakat.
pembuangan.[GRI 306-3][GRI 306-4][GRI 306-5][SASB EM-MM-150a.7][SASB EM-MM-150a.8]
limbah organik menjadi produk bernilai seperti maggot
dan kompos. Selama periode pelaporan, material ang disalurkan
Di IGP Morowali, timbulan limbah juga meningkat seiring
meliputi 3,38 ton botol plastik, 0,96 ton kaleng aluminium,
perkembangan aktivitas operasional. Pada 2025, total limbah
Selama periode pelaporan, sekitar 213,36 ton limbah dan 1,15 ton botol kaca.
non-B3 ang dihasilkan mencapai 76,78 ton, dibandingkan
organik diolah melalui sistem BSF, menghasilkan 11,81
7,88 ton pada 2024. Dari jumlah tersebut, 0,82 ton atau 1,1%
ton maggot dan 29,42 ton kompos. Maggot tersebut Pemanfaatan Kembali Material untuk Masyarakat
dialihkan dari pembuangan, sementara 75,96 ton atau 98,9%
disalurkan kepada Kelompok Tani Woliko Berkembang dan Lingkungan
diarahkan ke fasilitas pembuangan terkendali.
dan dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif
untuk mendukung kegiatan peternakan lokal. Sementara PTVI juga mendorong penggunaan kembali material
Timbulan limbah B3 di IGP Morowali mencapai 85,24 ton pada
itu, kompos dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani melalui pemanfaatan ulang limbah operasional. Sekitar
2025, dibandingkan 7,22 ton pada 2024, dengan seluruh volume
serta digunakan dalam kegiatan reklamasi lahan PTVI 126,97 ton limbah ka u dimanfaatkan kembali, sementara
diangkut ke fasilitas pengelolaan limbah B3 pihak ketiga berizin
untuk meningkatkan kualitas tanah dan mendukung 24,65 ton ban bekas digunakan kembali untuk mendukung
untuk pengolahan dan pembuangan sesuai persyaratan
pertumbuhan vegetasi. penguatan lereng di area agroforestri nanas PTVI serta
regulasi. Seiring terus berkembangnya aktivitas operasional di
diolah menjadi sekitar 100 pot tanaman ang didistribusi-
IGP Pomalaa dan IGP Morowali, sistem pengelolaan limbah dan
Melalui inisiatif ini, limbah organik diubah menjadi sumber kan kepada masyarakat setempat.
praktik pemantauan akan terus diperkuat untuk memastikan
daya yang bermanfaat sekaligus memperkuat partisipasi
kepatuhan terhadap standar lingkungan.[GRI 306-3][GRI 306-5][SASB
EM-MM-150a.7][SASB EM-MM-150a.8]
masyarakat dalam pengelolaan limbah berkelanjutan dan
pemanfaatan sumber da a secara sirkular.
Untuk lebih lanjut menekan timbulan limbah dan mendorong
Daur Ulang Berbasis Masyarakat melalui Bank Sampah
pemanfaatan sumber da a secara sirkular, PTVI menerapkan
berbagai inisiatif pemulihan limbah di seluruh wilayah
Untuk memperkuat sistem daur ulang berbasis
operasional dan masyarakat sekitar. Program-program ini
mas arakat, PTVI berkolaborasi dengan bank sampah di
bertujuan mentransformasikan limbah menjadi sumber
daya bernilai sekaligus mendukung penghidupan lokal dan
kesadaran lingkungan.
93 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 94
Pendidikan Kesadaran Lingkungan bagi Siswa Sekolah Dasar
Pada 13 Agustus hingga 17 September 2025, PTVI melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali melaksanakan
program edukasi lingkungan bertajuk “Murid Cinta Lingkungan: Kelola Sampah dengan Bijak” sebagai bagian dari
inisiatif pengelolaan sampah berbasis mas arakat. Program ini menjangkau 12 sekolah dasar di 13 desa binaan,
dengan memperkenalkan praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan memperkuat kesadaran
lingkungan sejak dini.
Melalui sesi edukasi interaktif, kami memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bersama nilai-nilai 5K:
kebersihan, kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan keindahan, guna mendorong siswa membangun kebiasaan
yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui diskusi, kuis, dan kegiatan pembelajaran praktis, program ini dirancang agar edukasi lingkungan menjadi
menarik dan mudah diterapkan. Melalui inisiatif ini, PTVI bertujuan menumbuhkan buda a tanggung jawab
lingkungan di kalangan generasi muda sekaligus mendukung terwujudnya komunitas yang lebih bersih dan
berkelanjutan di wilayah operasional kami.
94 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 95
Aksi Pemuda untuk Menjaga Danau Matano
Pada 31 Oktober 2025, PTVI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan berbagai organisasi
mas arakat mendukung inisiatif lingkungan ang dipimpin pemuda bertajuk “Bersih Itu Keren: Pemuda Ambil Peran
Jaga Danau” di area Dermaga Sorowako.
Kegiatan ini melibatkan pelajar, organisasi kepemudaan, mas arakat lokal, dan perwakilan pemerintah dalam aksi
bersih-bersih bersama untuk mengurangi sampah di sepanjang tepian Danau Matano, salah satu danau purba
terdalam di dunia dan aset ekologis penting bagi kawasan ini.
Inisiatif ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mas arakat, khususn a generasi muda, mengenai
pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan pengelolaan lingkungan (environmental stewardship).
Melalui upa a kolaboratif ini, PTVI mendorong partisipasi ang lebih besar dalam melindungi ekosistem alami
sekaligus menjaga kualitas lingkungan Danau Matano, ang menopang penghidupan mas arakat lokal dan berperan
penting dalam ekosistem operasional kami.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan sampah
dan konservasi danau. Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja bersama masyarakat dan para
pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan Danau Matano.”
— Sainab Husain Paraga , Senior Coordinator PTPM Livelihood Social Development PTVI
95 Laporan Berkelanjutan 2025
Page 96
Keanekaragaman Hayati
Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan tekanan terhadap dan mengelola risiko terkait keanekaragaman hayati, pada
ekosistem melalui gangguan lahan, pembukaan vegetasi, 2025 PTVI menyelesaikan Critical Habitat Assessments (CHA) 56 55
fragmentasi habitat, perubahan hidrologi, dan meningkatnya dan Ecosystem Services Assessments (ESA) di seluruh wilayah Spesies pemicu habitat Desa yang dikonsultasikan
aktivitas manusia di wilayah operasional. Menyadari potensi operasional sesuai dengan ekspektasi IFC PS6, IRMA, dan kritis yang teridentifikasi di selama proses ESA
seluruh lokasi operasi
dampak tersebut, PTVI menerapkan pendekatan pengelolaan ICMM. Asesmen ini memperkuat pemahaman kami terhadap
keanekaragaman hayati yang terstruktur di sepanjang siklus risiko keanekaragaman hayati, ketergantungan pada jasa
hidup pertambangan, mulai dari perencanaan tambang hingga ekosistem, dan prioritas konservasi, sekaligus mendukung jalur Temuan asesmen menjadi dasar penyusunan Biodiversity
pascatambang.[GRI 101-6][GRI 304-2] kami menuju pencapaian No Net Loss dan Net Gain. Management Plans (BMP) di tingkat lokasi serta mendukung
pengembangan berkelanjutan Biodiversity Action Plans (BAP)
Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami Asesmen tersebut mengonfirmasi bahwa sebagian bentang dan Biodiversity Offset Plans (BOP) untuk menangani dampak
dipandu oleh regulasi nasional dan kerangka kerja yang diakui alam operasional kami memenuhi kriteria habitat kritis karena residual dan semakin mendukung ambisi No Net Loss kami.
secara internasional, termasuk Convention on Biological keberadaan spesies terancam dan endemik, serta ekosistem
Diversity (1992), IFC Performance Standard 6 on Biodiversity unik seperti sistem Danau Malili dan bentang alam karst. Di
Conservation and Sustainable Management of Living Natural Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali, teridentifikasi total
Resources (2012), ICMM Good Practice Guidance for Mining and 56 spesies pemicu habitat kritis (critical habitat trigger species),
Biodiversity, serta standar Initiative for Responsible Mining yang terdiri dari 34 spesies di Sorowako serta masing-masing
Assurance (IRMA). 11 spesies di IGP Pomalaa dan IGP Morowali.
Tujuan kami adalah mencapai No Net Loss keanekaragaman Proses ESA juga mengidentifikasi jasa ekosistem yang bernilai
hayati di seluruh wilayah operasional. Komitmen ini selaras tinggi bagi masyarakat sekitar, termasuk jasa penyediaan
dengan tujuan jangka panjang yang ditetapkan dalam Kunming– seperti perikanan dan hasil hutan, jasa pengaturan seperti
Montreal Global Biodiversity Framework, termasuk ambisi pengendalian erosi dan perlindungan daerah aliran sungai,
menghentikan dan membalikkan kehilangan keanekaragaman serta jasa budaya yang terkait dengan ekowisata dan lokasi
hayati pada 2030 serta mendukung pemulihan ekosistem pada bernilai spiritual.
2050.[GRI 101-1][SASB EM-MM-160a.1]
Pelibatan pemangku kepentingan merupakan bagian integral
Asesmen Risiko Keanekaragaman Hayati dan dari asesmen ini, melalui konsultasi dengan masyarakat lokal
Pendekatan Pengelolaan di 55 desa di sekitar wilayah operasional kami, tim lingkungan
PTVI, serta para ahli keanekaragaman hayati. Masukan dari
Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami proses pelibatan ini memperkuat pemahaman mengenai
berfokus pada tiga aspek yang saling terkait: spesies, habitat, kondisi keanekaragaman hayati, ketergantungan terhadap
dan dampak terhadap ekosistem. Untuk mengidentifikasi ekosistem, dan perspektif masyarakat terhadap pemanfaatan
sumber daya alam.
96 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
Profil Habitat Kritis Spesifik per Lokasi
Sorowako IGP Pomalaa IGP Morowali
Di Sorowako, Critical Habitat Assessment mengonfirmasi Di Pomalaa, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi 11 Di Morowali, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi
keberadaan habitat kritis yang dipicu oleh 34 spesies, termasuk spesies pemicu habitat kritis, termasuk mamalia darat, burung, 11 spesies pemicu habitat kritis, termasuk spesies endemik
flora dan fauna terancam serta spesies endemik air tawar yang reptil, dan spesies endemik air tawar, beberapa di antaranya air tawar dan nilai keanekaragaman hayati yang terkait
terkait dengan sistem Danau Malili. Spesies pemicu (trigger telah dikonfirmasi melalui pemantauan keanekaragaman dengan kawasan karst. Asesmen ini juga menyoroti ekosistem
species) mencakup spesies endemik Sulawesi yang menjadi hayati. Temuan ini mendukung pengelolaan ekosistem darat, karst sebagai karakteristik ekologis khas yang memerlukan
prioritas konservasi seperti anoa, babi rusa, kuskus beruang air tawar, dan pesisir yang sensitif di sekitar area proyek. pengelolaan khusus.
(bear cuscus), maleo, serta spesies akuatik endemik dalam
kelompok Telmatherina dan Caridina. Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa
penyediaan yang terkait dengan perikanan dan hasil hutan, ekosistem penyediaan, pengaturan, dan budaya yang bernilai
Ecosystem Services Assessment Sorowako mengidentifikasi
jasa pengaturan yang berkaitan dengan fungsi daerah aliran bagi masyarakat, termasuk sumber pangan liar, tanaman obat,
jasa penyediaan penting seperti perikanan air tawar dan hasil
hutan, jasa pengaturan termasuk pengaturan aliran air dan sungai dan iklim, serta jasa budaya yang terkait dengan sistem air tawar, dan bentang alam yang memiliki nilai budaya.
pengendalian erosi, serta jasa ekosistem budaya yang terkait ekowisata dan lokasi bernilai spiritual.
dengan lokasi ekowisata dan bentang alam bernilai spiritual di Biodiversity Management Plan Bahodopi disusun berdasarkan
sekitar Danau Matano. Biodiversity Management Plan Pomalaa mencakup lima tema enam tema utama:
utama: 1. Pengelolaan Habitat Terestrial
Biodiversity Management Plan Sorowako disusun berdasarkan 2. Perlindungan dan Konservasi Spesies
lima tema utama: 1. Pengelolaan Habitat Terestrial 3. Pengelolaan Habitat Air Tawar
1. Pengelolaan Habitat Terestrial 2. Perlindungan dan Konservasi Spesies 4. Pengelolaan Habitat Laut
2. Perlindungan dan Konservasi Spesies 3. Pengelolaan Habitat Air Tawar 5. Pengelolaan Spesies Asing Invasif
3. Pengelolaan Sistem Danau Malili 4. Pengelolaan Spesies Asing Invasif 6. Pengelolaan Karst
4. Pengelolaan Spesies Asing Invasif 5. Pengelolaan Habitat Laut
5. Pengelolaan Ekosistem Karst
97 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 98
Mengelola Dampak Keanekaragaman Hayati Jasa Ekosistem dan Pelibatan Pemangku Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Jasa
melalui Hierarki Mitigasi[GRI 101-2] Kepentingan Ekosistem[GRI 101-4][GRI 101-8]
Untuk mengelola risiko keanekaragaman hayati yang terkait Sebagai bagian dari proses Ecosystem Services Assessment Langkah-langkah tersebut selanjutnya diimplementasikan
dengan aktivitas kami, kami menerapkan hierarki mitigasi, (ESA), pelibatan pemangku kepentingan dilakukan untuk melalui Biodiversity Management Plan kami, yang menguraikan
yang memprioritaskan penghindaran, minimisasi, pemulihan, membangun pemahaman yang lebih luas mengenai prosedur operasional, inisiatif konservasi, langkah pengelolaan
dan pengimbangan dampak. keanekaragaman hayati dan ketergantungan terhadap habitat, dan program pemantauan keanekaragaman hayati di
ekosistem dari berbagai perspektif. Proses ini melibatkan seluruh wilayah operasional.
Tindakan pada Setiap Tahapan Hierarki Mitigasi[GRI 101-2] konsultasi di 55 desa, terdiri dari 22 desa di Sorowako, 20 desa
di Pomalaa, dan 13 desa di Bahodopi, serta dilengkapi dengan Selain rencana pengelolaan tersebut, PTVI juga melaksanakan
Memilih lokasi dan teknologi pelibatan para ahli keanekaragaman hayati. asesmen keanekaragaman hayati dan program pemantauan
yang meminimalkan dampak berkala untuk mengidentifikasi kondisi ekologis, potensi
Penghindaran terhadap keanekaragaman Konsultasi masyarakat dan diskusi kelompok terarah dampak terkait operasi, serta memantau populasi spesies.
hayati sejak tahap perencanaan. memberikan informasi berharga terkait perjumpaan satwa Asesmen ini mencakup survei dasar (baseline biodiversity
liar, spesies yang memiliki nilai budaya, pemanfaatan sumber surveys), pemantauan ekologis periodik, serta kolaborasi
Mengurangi dampak selama daya alam, dan jasa ekosistem yang menopang penghidupan dengan para ahli eksternal seperti universitas dan lembaga
tahap desain dan konstruksi masyarakat. riset lingkungan.[GRI 101-4]
Minimalisasi
melalui praktik terbaik dan
inovasi teknologi. Jasa ekosistem utama yang diidentifikasi melalui asesmen Kegiatan pemantauan berfokus pada:
meliputi:
distribusi spesies flora dan fauna
Melaksanakan reklamasi dan Kategori Jasa
Contoh yang Diidentifikasi keberadaan spesies dilindungi atau endemik
rehabilitasi pada lingkungan Ekosistem
Pemulihan terdampak untuk memulihkan
fungsi ekosistem. Perikanan, hasil hutan, tanaman obat, kondisi habitat dan kesehatan ekosistem
Penyediaan
pangan liar
potensi gangguan yang terkait dengan aktivitas operasional
Mengompensasi kehilangan
ekologis melalui program Pengaturan aliran air, pengendalian
Pengimbangan Pengaturan Temuan dari pemantauan ini mendukung langkah pengelolaan
kompensasi yang sesuai. erosi, regulasi iklim
adaptif dan menjadi dasar pelaksanaan inisiatif konservasi
keanekaragaman hayati di seluruh wilayah operasional.
Kawasan ekowisata, bentang alam
Sebagai bagian dari penguatan implementasi hierarki ini, Budaya
sakral dan bernilai budaya
PTVI terus mengembangkan Biodiversity Action Plans dan
Biodiversity Offset Plans yang ditujukan untuk mendukung
Temuan ini mendukung perencanaan pengelolaan
hasil keanekaragaman hayati yang terukur serta berkontribusi
keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat pemahaman
pada pencapaian No Net Loss maupun Net Gain sesuai
mengenai keterkaitan antara integritas ekosistem dan
ekspektasi internasional.
kesejahteraan masyarakat.
98 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
Area Operasional di Sekitar Kawasan Lindung[GRI
304-1][POJK F.9][GRI 101-5][SASB EM-MM-160a.3][GRI 14.12.3]
Kawasan Lindung dalam Konsesi Operasional Berdasarkan Terancam Punah atau Rentan dalam IUCN Red List. Spesies
Kami beroperasi dalam wilayah konsesi seluas lebih dari 110.000
Regulasi Nasional (ha)[POJK51-F.9][EM-MM-210a.1] penting lainnya yang tercatat di wilayah operasional kami
hektare. Sebagian kecil dari area konsesi tersebut tumpang
meliputi rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix), tarsius
tindih dengan kawasan lindung yang ditetapkan sebagai Taman Taman % terhadap
Total Area Wisata Alam Total Sulawesi (Tarsius tarsier), dan rusa Timor (Cervus timorensis).
Wisata Alam (TWA), khususnya di Sorowako dan Tanamalia. Site
KK (ha) (TWA) (ha) Area KK
Area-area tersebut dipertahankan sesuai regulasi nasional
Ekosistem air tawar dalam bentang alam operasional,
dan tidak menjadi lokasi kegiatan pertambangan maupun Sorowako 60,882.40 297.99 1.52%
khususnya di sekitar sistem Danau Malili, juga mendukung
operasi aktif sehingga nilai ekologis dan fungsi konservasinya
Tanamalia 15,889.71 156.02 0.98% sejumlah spesies akuatik endemik, termasuk udang air
tetap terjaga.
tawar dari genus Caridina dan spesies ikan dari kelompok
IGP Morowali 16,586.31 - 0.97%
Telmatherina, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai
Indonesia juga merupakan pihak pada berbagai konvensi
lingkungan internasional penting, termasuk Konvensi Ramsar, IGP Pomalaa 20,287.86 - 0.00% Critically Endangered atau Endangered karena habitatnya yang
terbatas.
CITES, World Heritage Convention, UNESCO Man and the
Biosphere Programme, dan Convention on Biological Diversity. Spesies Dilindungi di Wilayah Operasional[GRI 304-4]
Survei flora juga mengidentifikasi berbagai spesies tumbuhan
Berdasarkan asesmen saat ini, kawasan lindung dan kawasan Wilayah operasional PTVI mendukung keanekaragaman
yang tercantum dalam IUCN Red List, termasuk Manilkara
sensitif yang diakui secara internasional tersebut tidak spesies darat dan akuatik yang tinggi, termasuk sejumlah
celebica, Pterocarpus indicus, Dillenia celebica, Diospyros
tumpang tindih dengan jejak operasional kami. spesies yang terdaftar dalam IUCN Red List of Threatened
celebica, serta beberapa spesies Nepenthes yang diakui sebagai
Species dan daftar konservasi nasional Indonesia. Pemantauan
flora prioritas konservasi di Sulawesi.
Secara keseluruhan, area yang berada dalam perlindungan keanekaragaman hayati yang dilakukan di wilayah operasional
berdasarkan regulasi nasional hanya mencakup proporsi kami di Sorowako, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa mencatat
kecil dari total wilayah konsesi kami, yaitu sekitar 1.52% di total 120 spesies fauna dan 110 spesies flora yang terdaftar
Sorowako dan 0.98% di Tanamalia, sementara IGP Pomalaa dalam IUCN Red List. Spesies-spesies tersebut mencakup
tidak memiliki tumpang tindih dengan kawasan lindung dan kategori Critically Endangered, Endangered, Vulnerable,
IGP Morowali memiliki area perlindungan dalam konsesi namun Near Threatened, dan Least Concern, yang mencerminkan
tidak mencakup kawasan TWA sebagaimana ditunjukkan keragaman ekologis ekosistem di sekitar operasi kami.
dalam tabel berikut.
Di antara spesies yang teridentifikasi terdapat sejumlah
Melalui pendekatan ini, kami memastikan operasi dijalankan spesies endemik Sulawesi dan spesies prioritas konservasi,
secara bertanggung jawab, dengan menghormati kawasan termasuk anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), anoa
lindung yang dilindungi secara hukum serta selaras dengan pegunungan (Bubalus quarlesi), kuskus beruang Sulawesi
regulasi nasional dan kerangka konservasi yang diakui secara (Ailurops ursinus), babirusa (Babyrousa celebensis), dan
internasional. maleo (Macrocephalon maleo), yang dikategorikan sebagai
99 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 100
Daftar lengkap spesies fauna dan flora yang teridentifikasi di wilayah operasional PTVI, termasuk status konservasinya berdasarkan IUCN Red List, disajikan pada bab Tabel Data dalam laporan ini.
Inisiatif Konservasi Keanekaragaman Hayati[GRI Inisiatif-inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati ke
304-4][POJK F.10][GRI 101-7] yang lebih luas untuk meminimalkan dampak ekologis dari dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta
Pada 2025, PTVI melanjutkan berbagai inisiatif konservasi kegiatan pertambangan sekaligus mendukung keberlanjutan berkontribusi pada ketangguhan jangka panjang ekosistem di
keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem di seluruh ekosistem jangka panjang melalui pemantauan berkelanjutan, sekitar operasi kami.
wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga program konservasi, restorasi habitat, dan langkah
keseimbangan ekologis dan mendukung perlindungan spesies perlindungan spesies. Konservasi Keanekaragaman Hayati Tahun
asli. 2025[POJK51-F.10]
Selain kegiatan konservasi di lokasi, hasil pemantauan • 72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi dikonservasi
Selama tahun berjalan, kami melakukan konservasi dan keanekaragaman hayati, Critical Habitat Assessments, serta ditanam kembali di area tambang meningkat 6%
dan Ecosystem Services Assessments terus menjadi dasar dibandingkan 2024
penanaman kembali 72.296 pohon lokal, endemik, dan
langkah pengelolaan adaptif dan memperkuat implementasi • 18 rusa Timor (Cervus timorensis) dikonservasi
dilindungi, meningkat sekitar 6% dibandingkan 2024. Upaya
Biodiversity Management Plans di tingkat lokasi. Hal ini • 1 anoa dataran rendah ( ) dikonservasi
ini mendukung pemulihan habitat, meningkatkan tutupan
vegetasi di area yang direhabilitasi, serta berkontribusi pada mencakup upaya terkait perlindungan habitat, pengelolaan
pemulihan fungsi ekosistem di bentang alam yang terdampak. spesies invasif, pengelolaan ekosistem air tawar dan karst,
serta konservasi bentang alam sensitif secara ekologis seperti
Upaya konservasi satwa liar juga berlanjut melalui pengelolaan sistem Danau Malili.
spesies dalam program konservasi kami, yang mencatat 18 rusa
Timor (Cevrus timorensis) dan 1 anoa dataran rendah (Bubalus Sebagai bagian dari penguatan hasil keanekaragaman hayati
depressicornis) dalam pengelolaan konservasi, mencerminkan jangka panjang, PTVI juga terus mengembangkan Biodiversity
upaya berkelanjutan kami untuk melindungi spesies prioritas Action Plans dan Biodiversity Offset Plans untuk menangani
konservasi dan mendukung populasi fauna asli yang lestari. dampak residual dan mendukung kemajuan menuju No Net
Loss, dan apabila memungkinkan, Net Gain keanekaragaman
hayati. Inisiatif-inisiatif ini memperkuat komitmen kami untuk
100 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
Restorasi Ekosistem Laut di Pulau Bulupoloe
Pada 27 Juli 2025, PTVI melaksanakan inisiatif restorasi ekosistem laut di Pulau
Bulupoloe, Sulawesi Selatan. Melalui inisiatif ini, kami memasang 25 struktur terumbu
karang buatan (spider reef) dan mengangkat lebih dari 200 kilogram sampah pesisir
untuk membantu memulihkan habitat laut dan memperbaiki kondisi pesisir. Dengan
pemasangan ini, PTVI telah menempatkan total 150 unit terumbu buatan di perairan
sekitar untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang.
Selain memulihkan habitat laut, struktur terumbu buatan ini diharapkan dapat
menarik populasi ikan lokal, meningkatkan kualitas perairan, dan mendukung
penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan sekitar. Untuk memastikan
efektivitas jangka panjang, PTVI melakukan pemantauan rutin terhadap terumbu
tersebut bekerja sama dengan Sorowako Diving Club (SDC), termasuk pengamatan
pertumbuhan karang, pemantauan spesies laut, dan pencitraan bawah air.Kegiatan
transplantasi ini melibatkan 11 penyelam profesional dari SDC, mencerminkan
“Restorasi laut tidak berhenti pada pemasangan. Kami memastikan pemantauan berkelanjutan pendekatan kolaboratif kami dalam pengelolaan ekosistem laut (marine ecosystem
dilakukan agar ekosistem dapat pulih dan berkembang secara bertahap.”— Suharpiyu Wijaya, Head of stewardship).
IGP Sorowako Limonite PTVI
Reklamasi dan Rehabilitasi dan disampaikan kepada Pemerintah pada 2025. Sebagai
bagian dari periode reklamasi 2021–2025, PTVI sebelumnya
dalam implementasi reklamasi sambil mengakomodasi
pengembangan tambang yang masih berlangsung.
menargetkan reklamasi sebesar 70% dari lahan tambang
PTVI berkomitmen melaksanakan reklamasi dan rehabilitasi Pada awal 2025, total area tambang terganggu yang belum
di wilayah konsesi Sorowako pada 2025. Meskipun target
progresif sebagai bagian dari pendekatan pertambangan direklamasi di seluruh wilayah operasional PTVI tercatat
aspiratif ini belum tercapai dalam jangka waktu awal, target
yang bertanggung jawab, yang terintegrasi dalam kerangka 3.222,13 hektare. Selama tahun pelaporan, terdapat
tersebut telah direvisi, disetujui oleh kementerian dan
rehabilitasi dan penutupan tambang kami. Reklamasi 967,56 hektare lahan baru yang terganggu. Sebagian besar
diperpanjang seiring transisi menuju IUPK.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.5][GRI 14.8.7]
mencakup pembentukan kontur (contouring), stabilisasi kegiatan reklamasi selama tahun pelaporan dilaksanakan di
bentang lahan, pengelolaan tanah, penyemaian, revegetasi, dan Sorowako, sementara gangguan lahan terutama didorong
remediasi yang dirancang untuk memulihkan lahan terganggu, Reklamasi Lahan Progresif oleh pengembangan proyek pertumbuhan di IGP Pomalaa.
mendukung pemulihan ekosistem, serta mengurangi risiko Reklamasi yang masih terbatas di dalam konsesi proyek
lingkungan seperti erosi, sedimentasi, pelindian logam berat, Pada akhir 2025, reklamasi di wilayah konsesi Sorowako pertumbuhan mencerminkan statusnya yang masih berada
mencapai 65,09% dari total kumulatif area tambang terbuka, pada tahap pengembangan. PTVI tetap berkomitmen
dan degradasi ekosistem sepanjang siklus hidup tambang.
sementara tingkat keberhasilan rehabilitasi dalam konsesi melaksanakan reklamasi progresif sepanjang siklus hidup
PTVI melaksanakan kegiatan reklamasi sesuai tambang dan membawa kewajiban yang tersisa ke periode
dengan Rencana Reklamasi yang telah disetujui mencapai 86%, di atas persyaratan minimum regulasi
perencanaan berikutnya.[GRI 14.8.6]
(No. 01599/CEOS/XI/2022), yang terakhir diperbarui sebesar 70%. Hasil ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan
101 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 102
Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi – Sorowako (Hektare) [GRI 14.8.6] Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai
Sebagian wilayah operasional kami berada dalam kawasan
Deskripsi 2025 2024 2023 hutan tempat kami beroperasi berdasarkan Persetujuan
Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Sebagai pemegang PPKH,
Luas lahan terganggu (ha) Tahunan 418.25 269.16 230.16 PTVI mematuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan No. 59 Tahun 2019 yang mewajibkan pemegang
Total luas lahan terganggu (ha) Akumulatif 7,689.00 7,356.01 7,178.29 izin melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di
luar area izin sebagai kompensasi atas penggunaan kawasan
Fasilitas (Kantor + Perumahan + Lainnya) 1,754.80 1,460.61 1,460.61 hutan.
Lahan terganggu yang belum direklamasi (Stockpile + Disposal) 2,071.64 2,104.27 2,014.10 Melalui program ini, PTVI berkontribusi memulihkan lahan
terdegradasi dan meningkatkan fungsi ekosistem DAS di
Luas lahan direklamasi (ha) Akumulatif 3,862.56 3,791.13 3,703.58 area yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan. Hingga tahun pelaporan, area rehabilitasi
Luas lahan direklamasi (ha) Tahunan 156.67 178.98 224.44 DAS kumulatif mencapai 18.849 hektare yang tersebar di
lima provinsi—Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi
% lahan tambang yang direklamasi (e/d+e) 65.09% 64.31% 64.77% Tenggara, Jawa Barat, dan Bali. Luasan tersebut terdiri dari
14.879 hektare terkait Sorowako, 1.953 hektare terkait IGP
Pomalaa, dan 1.045 hektare terkait IGP Morowali.
Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi
– IGP Morowali (Hektare) – IGP Pomalaa (Hektare) Deskripsi 2025 2024 2023
Total Akumulatif Luas
14,879.00 14,879.00 10,435.00
Deskripsi Deskripsi Rehabilitasi DAS (ha)
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Luas Rehabilitasi DAS
0.00 4,444.00 435.00
Total Akumulatif Luas Total Akumulatif Luas Tahunan (ha)
342.73 236.43 95.70 807.76 364.75 65.20
Lahan Terganggu (ha) Lahan Terganggu (ha)
Selama 2025, kegiatan rehabilitasi DAS mencakup 1.953 hektare
Luas Lahan Terganggu Luas Lahan Terganggu yang dilaksanakan terkait IGP Pomalaa dan 1.045 hektare terkait
106.30 140.73 95.68 443.01 299.55 30.10
Tahunan (ha) Tahunan (ha) IGP Morowali, yang mencerminkan implementasi berkelanjutan
Total Akumulatif Luas Total Akumulatif Luas kewajiban rehabilitasi spesifik proyek. Di Sorowako, tidak
1.42 - - - - - terdapat tambahan area rehabilitasi DAS tahunan pada tahun
Lahan Direklamasi (ha) Lahan Direklamasi (ha)
berjalan, sementara luas rehabilitasi kumulatif tetap 14.879
Luas Lahan Direklamasi Luas Lahan Direklamasi hektare. Setiap lokasi rehabilitasi menjalani tahapan penyiapan
1.42 - - - - -
Tahunan (ha) Tahunan (ha)
lahan, penanaman, dan pemeliharaan untuk mendukung
pertumbuhan vegetasi dan pemulihan ekosistem.
pertumbuhan vegetasi dan pemulihan ekosistem. Penetapan lokasi rehabilitasi di luar Sulawesi, termasuk di Jawa Barat dan Bali, mengikuti lokasi yang ditentukan melalui keputusan menteri, sekaligus
mendukung upaya pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi lahan terdegradasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini, PTVI berkontribusi meningkatkan stabilitas tanah, mengurangi
risiko erosi, dan mendukung kesehatan ekosistem DAS dalam jangka panjang.
102 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
Perencanaan Penutupan Tambang
Status Perencanaan Penutupan Tambang menurut Area Operasional
Area Operasional Status Operasional Estimasi Umur Tambang Revisi Terakhir Rencana Penutupan Persetujuan ESDM
Sorowako Operasi aktif dengan rehabilitasi progresif 2045 Oktober 2022 November 2023
IGP Morowali Operasi aktif dengan rehabilitasi progresif 2044 Agustus 2024 November 2024
IGP Pomalaa Operasi aktif dengan rehabilitasi progresif 2045 Rencana dalam pengembangan Rencana dalam pengembangan
PTVI beroperasi di tiga lokasi tambang—Operasi Sorowako, IGP Rencana Penutupan Tambang disusun untuk mendukung Potensi dampak lingkungan yang dapat muncul setelah
Pomalaa, dan IGP Morowali—yang seluruhnya masih aktif dan dekomisioning dan rehabilitasi lokasi tambang secara aman, penutupan tambang meliputi perubahan stabilitas bentang
belum memasuki tahap penutupan. Estimasi Life of Mine (LOM) meminimalkan dampak lingkungan, serta meninggalkan lahan, keberhasilan pembentukan vegetasi, pengelolaan
untuk masing-masing lokasi adalah hingga 2045, 2045, dan warisan positif yang berkelanjutan pascatambang. Rencana air permukaan, dan stabilitas jangka panjang area yang
2044 dengan kegiatan penutupan dan rehabilitasi diperkirakan tersebut diperbarui secara berkala untuk mencerminkan direklamasi. Untuk mengatasi risiko tersebut, rencana
berlanjut hingga 2060. Sejalan dengan praktik pertambangan perkembangan operasional dan persyaratan regulasi. Revisi penutupan kami memasukkan berbagai langkah pengelolaan
yang baik, perencanaan penutupan diintegrasikan dengan terbaru diajukan pada Oktober 2022 untuk Sorowako dan lingkungan, termasuk stabilisasi bentang lahan, revegetasi
rehabilitasi progresif yang dilakukan selama operasi untuk Agustus 2024 untuk IGP Morowali, dan keduanya telah menggunakan spesies tanaman yang sesuai, pengendalian
mengurangi area terganggu secara bertahap dan mendukung melalui proses tinjauan formal serta memperoleh persetujuan erosi, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi tanah
transisi yang lebih lancar menuju penutupan akhir.[GRI 14.8.9] dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan air.
masing-masing pada November 2023 dan November 2024.[GRI
Rencana Penutupan Tambang telah tersedia untuk Operasi 14.8.5] Pemantauan lingkungan pascapenutupan akan dilakukan
Sorowako dan IGP Morowali, sementara rencana untuk IGP untuk memverifikasi bahwa area yang direklamasi tetap
Pomalaa masih dalam pengembangan, mencerminkan tahap stabil dan pemulihan ekosistem berlangsung sesuai harapan.
perkembangan proyek serta progres menuju perencanaan Pengelolaan Lingkungan Pascapenutupan Program pemantauan mencakup indikator utama seperti
penutupan formal sesuai persyaratan regulasi. Rencana pertumbuhan vegetasi, stabilitas lahan, dan kualitas air di
penutupan ini dirancang untuk mendukung dekomisioning dan Setelah kegiatan pertambangan berakhir, PTVI berkomitmen area bekas operasi. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk
rehabilitasi yang aman, meminimalkan dampak lingkungan, memastikan area bekas tambang tetap stabil secara mendukung transisi area bekas tambang menjadi bentang
serta meninggalkan warisan positif yang berkelanjutan lingkungan dan aman bagi ekosistem serta masyarakat lahan yang stabil, mampu menopang fungsi ekologis, dan
pascatambang.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.7] sekitar. Oleh karena itu, perencanaan penutupan tambang bila sesuai, mendukung pemanfaatan lahan masa depan yang
kami mencakup kerangka pengelolaan lingkungan yang disepakati bersama pemangku kepentingan dan regulator.
komprehensif untuk menangani potensi risiko lingkungan
selama fase pascapenutupan.
103 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 104
Komitmen Finansial untuk Penutupan Lokasi rekening bersama, deposito berjangka, garansi bank, atau
yang Akuntabel dalam kondisi tertentu cadangan akuntansi.
Estimasi biaya penutupan tambang merupakan bagian Berdasarkan Rencana Penutupan Tambang terbaru yang
integral dari Rencana Penutupan Tambang kami. Kami menilai disetujui, estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako
kebutuhan penutupan berdasarkan dua skenario: mencapai US$70,6 juta dan secara bertahap telah ditempatkan
dalam deposito berjangka sejak 2017 hingga 2023. Untuk Blok
1. Skenario penutupan dasar, di mana aktivitas penambangan Bahodopi, estimasi biaya penutupan mencapai US$2,7 juta,
dan pengolahan berakhir pada 2045 yang seluruhnya telah ditempatkan dalam deposito berjangka
2. Skenario penutupan mendadak, yang memodelkan pada 2023. Provisi ini dicatat dalam laporan keuangan kami
penghentian operasi lebih awal yang tidak terduga. dan ditinjau secara berkala untuk mencerminkan pembaruan
asumsi, kondisi operasional, dan persyaratan regulasi.[GRI 14.8.8]
Skenario penutupan mendadak mencerminkan asumsi dan
kondisi lokasi yang tercakup dalam rencana penutupan terbaru Melalui perencanaan penutupan yang terintegrasi, rehabilitasi
yang disetujui, dan akan diperbarui dalam revisi rencana progresif, pemantauan lingkungan jangka panjang, dan
berikutnya. penyediaan dana khusus, PTVI berupaya memastikan
penutupan tambang dikelola secara bertanggung jawab dan
Perhitungan biaya penutupan mencakup seluruh rangkaian transparan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan
aktivitas yang diperlukan sepanjang proses penutupan, hasil pascatambang yang berkelanjutan.
termasuk pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan
pascapenutupan, dan risiko terkait penutupan yang telah
diidentifikasi. Estimasi ini didasarkan pada asumsi utama
termasuk proyeksi penggunaan lahan, progres reklamasi, US$70.6M
sisa area terganggu, dan pendekatan implementasi yang Estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako,
ditetapkan dalam rencana penutupan. Dalam menentukan ditempatkan dalam deposito berjangka 2017–2023
biaya penutupan bersih, pendapatan yang diharapkan dari
material scrap yang dapat dipulihkan dikurangkan dari total
estimasi biaya.[GRI 14.8.8]
US$2.7M
PTVI berkomitmen menyediakan dana penutupan tambang
Estimasi biaya penutupan untuk Blok Bahodopi,
sesuai Peraturan Pemerintah No. 78/2010 tentang Reklamasi
sepenuhnya ditempatkan dalam deposito berjangka
dan Pascatambang, yang mewajibkan perusahaan tambang
pada tahun 2023
menyediakan jaminan finansial melalui instrumen seperti
104 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
Pelibatan Pemangku Kepentingan dalam Pembaruan Perencanaan
Pada 25 November 2025, PTVI memulai konsultasi dini dengan pemangku kepentingan sebagai bagian dari rencana
pembaruan dokumen pascatambang untuk Operasi Sorowako, menyusul perpanjangan izin tambang Perseroan hingga
2035 dan transisi dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Diselenggarakan di Malili,
Luwu Timur, konsultasi ini menjadi tahap awal yang penting dalam penyusunan pembaruan rencana pascatambang
guna memastikan keselarasan dengan perkembangan operasional, persyaratan regulasi, dan ekspektasi pemangku
kepentingan.
Konsultasi ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, perwakilan masyarakat,
serta pemangku kepentingan teknis lainnya di wilayah pemberdayaan PTVI. Diskusi mencakup usulan pembaruan
terkait rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, dekomisioning fasilitas, kegiatan pemantauan, dan pertimbangan
pemanfaatan lahan pascatambang.
Forum ini juga menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk memberikan masukan mengenai isu-isu seperti
pemulihan ekosistem, transparansi lingkungan, program sosial, dan peluang ekonomi masyarakat dalam konteks
pascatambang. Masukan yang diperoleh melalui konsultasi ini didokumentasikan untuk menjadi bahan penyempurnaan
dokumen pascatambang sebelum diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Konsultasi ini mencerminkan pendekatan PTVI dalam mengintegrasikan pelibatan pemangku kepentingan ke dalam
perencanaan penutupan serta mendukung transparansi dalam pengembangan pengaturan pengelolaan pascatambang
jangka panjang.
105 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 106
Keanekaragaman Hayati
Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan tekanan terhadap mengelola risiko terkait keanekaragaman hayati, pada 2025
ekosistem melalui gangguan lahan, pembukaan vegetasi, PTVI menyelesaikan Critical Habitat Assessments (CHA) dan 56 55
fragmentasi habitat, perubahan hidrologi, dan meningkatnya Ecosystem Services Assessments (ESA) di seluruh wilayah Spesies pemicu habitat Desa yang dikonsultasikan
aktivitas manusia di wilayah operasional. Menyadari potensi operasional sesuai dengan ekspektasi IFC PS6, IRMA, dan kritis yang teridentifikasi di selama proses ESA
seluruh lokasi operasi
dampak tersebut, PTVI menerapkan pendekatan pengelolaan ICMM. Asesmen ini memperkuat pemahaman kami terhadap
keanekaragaman hayati yang terstruktur di sepanjang siklus risiko keanekaragaman hayati, ketergantungan pada jasa
hidup pertambangan, mulai dari perencanaan tambang hingga ekosistem, dan prioritas konservasi, sekaligus mendukung jalur Temuan asesmen menjadi dasar penyusunan Biodiversity
pascatambang.[GRI 101-6][GRI 304-2] kami menuju pencapaian No Net Loss dan Net Gain. Management Plans (BMP) di tingkat lokasi serta mendukung
pengembangan berkelanjutan Biodiversity Action Plans
(BAP) dan Biodiversity Offset Plans (BOP) untuk menangani
Pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami Asesmen tersebut mengonfirmasi bahwa sebagian bentang dampak residual dan semakin mendukung ambisi No Net
dipandu oleh regulasi nasional dan kerangka kerja yang diakui alam operasional kami memenuhi kriteria habitat kritis karena Loss kami.
secara internasional, termasuk Convention on Biological keberadaan spesies terancam dan endemik, serta ekosistem
Diversity (1992), IFC Performance Standard 6 on Biodiversity unik seperti sistem Danau Malili dan bentang alam karst. Di
Conservation and Sustainable Management of Living Natural Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali, teridentifikasi total
Resources (2012), ICMM Good Practice Guidance for Mining and 56 spesies pemicu habitat kritis (critical habitat trigger species),
Biodiversity, serta standar Initiative for Responsible Mining yang terdiri dari 34 spesies di Sorowako serta masing-masing
Assurance (IRMA). 11 spesies di IGP Pomalaa dan IGP Morowali.
Tujuan kami adalah mencapai No Net Loss keanekaragaman Proses ESA juga mengidentifikasi jasa ekosistem yang bernilai
hayati di seluruh wilayah operasional. Komitmen ini selaras tinggi bagi masyarakat sekitar, termasuk jasa penyediaan
dengan tujuan jangka panjang yang ditetapkan dalam Kunming– seperti perikanan dan hasil hutan, jasa pengaturan seperti
Montreal Global Biodiversity Framework, termasuk ambisi pengendalian erosi dan perlindungan daerah aliran sungai,
menghentikan dan membalikkan kehilangan keanekaragaman serta jasa budaya yang terkait dengan ekowisata dan lokasi
hayati pada 2030 serta mendukung pemulihan ekosistem pada bernilai spiritual.
2050.[GRI 101-1][SASB EM-MM-160a.1]
Pelibatan pemangku kepentingan merupakan bagian integral
Asesmen Risiko Keanekaragaman Hayati dan dari asesmen ini, melalui konsultasi dengan masyarakat lokal
Pendekatan Pengelolaan di 55 desa di sekitar wilayah operasional kami, tim lingkungan
PTVI, serta para ahli keanekaragaman hayati. Masukan dari
ndekatan pengelolaan keanekaragaman hayati kami
Pe
proses pelibatan ini memperkuat pemahaman mengenai
berfokus pada tiga aspek yang saling terkait: spesies, habitat, kondisi keanekaragaman hayati, ketergantungan terhadap
dan dampak terhadap ekosistem. Untuk mengidentifikasi dan ekosistem, dan perspektif masyarakat terhadap pemanfaatan
sumber daya alam.
106 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
Profil Habitat Kritis Spesifik per
Sorowako IGP Pomalaa IGP Morowali
Di Sorowako, Critical Habitat Assessment mengonfirmasi Di Pomalaa, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi 11 Di Morowali, Critical Habitat Assessment mengidentifikasi
keberadaan habitat kritis yang dipicu oleh 34 spesies, termasuk spesies pemicu habitat kritis, termasuk mamalia darat, burung, 11 spesies pemicu habitat kritis, termasuk spesies endemik
flora dan fauna terancam serta spesies endemik air tawar yang reptil, dan spesies endemik air tawar, beberapa di antaranya air tawar dan nilai keanekaragaman hayati yang terkait
terkait dengan sistem Danau Malili. Spesies pemicu (trigger telah dikonfirmasi melalui pemantauan keanekaragaman dengan kawasan karst. Asesmen ini juga menyoroti ekosistem
species) mencakup spesies endemik Sulawesi yang menjadi hayati. Temuan ini mendukung pengelolaan ekosistem darat, karst sebagai karakteristik ekologis khas yang memerlukan
prioritas konservasi seperti anoa, babirusa, kuskus beruang air tawar, dan pesisir yang sensitif di sekitar area proyek. pengelolaan khusus.
(bear cuscus), maleo, serta spesies akuatik endemik dalam
kelompok Telmatherina dan Caridina. Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa Ecosystem Services Assessment mengidentifikasi jasa
penyediaan yang terkait dengan perikanan dan hasil hutan, ekosistem penyediaan, pengaturan, dan budaya yang bernilai
Ecosystem Services Assessment Sorowako mengidentifikasi
jasa pengaturan yang berkaitan dengan fungsi daerah aliran bagi masyarakat, termasuk sumber pangan liar, tanaman obat,
jasa penyediaan penting seperti perikanan air tawar dan hasil
hutan, jasa pengaturan termasuk pengaturan aliran air dan sungai dan iklim, serta jasa budaya yang terkait dengan sistem air tawar, dan bentang alam yang memiliki nilai budaya.
pengendalian erosi, serta jasa ekosistem budaya yang terkait ekowisata dan lokasi bernilai spiritual.
dengan lokasi ekowisata dan bentang alam bernilai spiritual di Biodiversity Management Plan Bahodopi disusun berdasarkan
sekitar Danau Matano. Biodiversity Management Plan Pomalaa mencakup lima tema enam tema utama:
utama: 1. Pengelolaan Habitat Terestrial
Biodiversity Management Plan Sorowako disusun berdasarkan 6. Pengelolaan Habitat Terestrial 2. Perlindungan dan Konservasi Spesies
lima tema utama: 7. Perlindungan dan Konservasi Spesies 3. Pengelolaan Habitat Air Tawar
1. Pengelolaan Habitat Terestrial 8. Pengelolaan Habitat Air Tawar 4. Pengelolaan Habitat Laut
2. Perlindungan dan Konservasi Spesies 9. Pengelolaan Spesies Asing Invasif 5. Pengelolaan Spesies Asing Invasif
3. Pengelolaan Sistem Danau Malili 10. Pengelolaan Habitat Laut 6. Pengelolaan Karst
4. Pengelolaan Spesies Asing Invasif
5. Pengelolaan Ekosistem Karst
107 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 108
Mengelola Dampak Keanekaragaman Hayati Jasa Ekosistem dan Pelibatan Pemangku Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Jasa
melalui Hierarki Mitigasi[GRI 101-2] Kepentingan Ekosistem[GRI 101-4][GRI 101-8]
Untuk mengelola risiko keanekaragaman hayati yang terkait Sebagai bagian dari proses Ecosystem Services Assessment Langkah-langkah tersebut selanjutnya diimplementasikan
dengan aktivitas kami, kami menerapkan hierarki mitigasi (ESA), pelibatan pemangku kepentingan dilakukan untuk melalui Biodiversity Management Plan kami, yang menguraikan
(mitigation hierarchy), yang memprioritaskan penghindaran, membangun pemahaman yang lebih luas mengenai prosedur operasional, inisiatif konservasi, langkah pengelolaan
minimisasi, pemulihan, dan pengimbangan dampak. keanekaragaman hayati dan ketergantungan terhadap habitat, dan program pemantauan keanekaragaman hayati di
ekosistem dari berbagai perspektif. Proses ini melibatkan seluruh wilayah operasional.
Tindakan pada Setiap Tahapan Hierarki Mitigasi[GRI 101-2] konsultasi di 55 desa, terdiri dari 22 desa di Sorowako, 20 desa
di Pomalaa, dan 13 desa di Bahodopi, serta dilengkapi dengan Selain rencana pengelolaan tersebut, PTVI juga melaksanakan
Memilih lokasi dan teknologi pelibatan para ahli keanekaragaman hayati. asesmen keanekaragaman hayati dan program pemantauan
Avoid yang meminimalkan dampak berkala untuk mengidentifikasi kondisi ekologis, potensi
(Penghindaran) terhadap keanekaragaman Konsultasi masyarakat dan diskusi kelompok terarah (focus dampak terkait operasi, serta memantau populasi spesies.
hayati sejak tahap perencanaan. group discussions) memberikan informasi berharga terkait Asesmen ini mencakup survei dasar (baseline biodiversity
perjumpaan satwa liar, spesies yang memiliki nilai budaya, surveys), pemantauan ekologis periodik, serta kolaborasi
Mengurangi dampak selama pemanfaatan sumber daya alam, dan jasa ekosistem yang dengan para ahli eksternal seperti universitas dan lembaga
tahap desain dan konstruksi menopang penghidupan masyarakat. riset lingkungan.[GRI 101-4]
Minimize
(Minimisasi) melalui praktik terbaik dan
inovasi teknologi. Jasa ekosistem utama yang diidentifikasi melalui asesmen Kegiatan pemantauan berfokus pada:
meliputi:
distribusi spesies flora dan fauna
Melaksanakan reklamasi dan Kategori Jasa
Contoh yang Diidentifikasi
Restore rehabilitasi pada lingkungan Ekosistem keberadaan spesies dilindungi atau endemik
(Pemulihan) terdampak untuk memulihkan
kondisi habitat dan kesehatan ekosistem
fungsi ekosistem. Penyediaan Perikanan, hasil hutan, tanaman obat,
(Provisioning) pangan liar
potensi gangguan yang terkait dengan aktivitas operasional
Offset Mengompensasi kehilangan
ekologis melalui program Pengaturan Pengaturan aliran air, pengendalian
(Pengimbangan) Temuan dari pemantauan ini mendukung langkah pengelolaan
kompensasi yang sesuai. (Regulating) erosi, regulasi iklim
adaptif dan menjadi dasar pelaksanaan inisiatif konservasi
keanekaragaman hayati di seluruh wilayah operasional.
Budaya Kawasan ekowisata, bentang alam
Sebagai bagian dari penguatan implementasi hierarki ini,
(Cultural) sakral dan bernilai budaya
PTVI terus mengembangkan Biodiversity Action Plans dan
Biodiversity Offset Plans yang ditujukan untuk mendukung
Temuan ini mendukung perencanaan pengelolaan
hasil keanekaragaman hayati yang terukur serta berkontribusi
keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat pemahaman
pada pencapaian No Net Loss maupun Net Gain sesuai
mengenai keterkaitan antara integritas ekosistem dan
ekspektasi internasional.
kesejahteraan masyarakat.
108 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
Area Operasional di Sekitar Kawasan Lindung[GRI
304-1][POJK F.9][GRI 101-5][SASB EM-MM-160a.3][GRI 14.12.3]
Kawasan Lindung dalam Konsesi Operasional Berdasarkan Endangered atau Vulnerable dalam IUCN Red List. Spesies
Kami beroperasi dalam wilayah konsesi seluas lebih dari
Regulasi Nasional (ha)[POJK51-F.9][EM-MM-210a.1] penting lainnya yang tercatat di wilayah operasional kami
110.000 hektare. Sebagian kecil dari area konsesi tersebut
meliputi rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix), tarsius
tumpang tindih dengan kawasan lindung yang ditetapkan Taman % terhadap
Total Area Wisata Alam Total Sulawesi (Tarsius tarsier), dan rusa Timor (Rusa timorensis).
sebagai Taman Wisata Alam (Nature Recreation Parks / TWA), Site
KK (ha) (TWA) (ha) Area KK
khususnya di Sorowako dan Tanamalia. Area-area tersebut
Ekosistem air tawar dalam bentang alam operasional,
dipertahankan sesuai regulasi nasional dan tidak menjadi Sorowako 60,882.40 297.99 1.52%
khususnya di sekitar sistem Danau Malili, juga mendukung
lokasi kegiatan pertambangan maupun operasi aktif, sehingga
Tanamalia 15,889.71 156.02 0.98% sejumlah spesies akuatik endemik, termasuk udang air
nilai ekologis dan fungsi konservasinya tetap terjaga.
tawar dari genus Caridina dan spesies ikan dari kelompok
IGP Morowali 16,586.31 - 0.97%
Telmatherina, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai
Indonesia juga merupakan pihak pada berbagai konvensi
lingkungan internasional penting, termasuk Konvensi Ramsar, IGP Pomalaa 20,287.86 - 0.00% Critically Endangered atau Endangered karena habitatnya
yang terbatas.
CITES, World Heritage Convention, UNESCO Man and the
Biosphere Programme, dan Convention on Biological Diversity. Spesies Dilindungi di Wilayah Operasional[GRI 304-4]
Survei flora juga mengidentifikasi berbagai spesies tumbuhan
Berdasarkan asesmen saat ini, kawasan lindung dan kawasan Wilayah operasional PTVI mendukung keanekaragaman
yang tercantum dalam IUCN Red List, termasuk Manilkara
sensitif yang diakui secara internasional tersebut tidak spesies darat dan akuatik yang tinggi, termasuk sejumlah
celebica, Pterocarpus indicus, Dillenia celebica, Diospyros
tumpang tindih dengan jejak operasional kami. spesies yang terdaftar dalam IUCN Red List of Threatened
celebica, serta beberapa spesies Nepenthes yang diakui
Species dan daftar konservasi nasional Indonesia. Pemantauan
sebagai flora prioritas konservasi di Sulawesi.
Secara keseluruhan, area yang berada dalam perlindungan keanekaragaman hayati yang dilakukan di wilayah operasional
berdasarkan regulasi nasional hanya mencakup proporsi kami di Sorowako, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa mencatat
kecil dari total wilayah konsesi kami, yaitu sekitar 1.52% di total 120 spesies fauna dan 110 spesies flora yang terdaftar
Sorowako dan 0.98% di Tanamalia, sementara IGP Pomalaa dalam IUCN Red List. Spesies-spesies tersebut mencakup
tidak memiliki tumpang tindih dengan kawasan lindung, dan kategori Critically Endangered, Endangered, Vulnerable,
IGP Morowali memiliki area perlindungan dalam konsesi namun Near Threatened, dan Least Concern, yang mencerminkan
tidak mencakup kawasan TWA sebagaimana ditunjukkan keragaman ekologis ekosistem di sekitar operasi kami.
dalam tabel berikut.
Di antara spesies yang teridentifikasi terdapat sejumlah
Melalui pendekatan ini, kami memastikan operasi dijalankan spesies endemik Sulawesi dan spesies prioritas konservasi,
secara bertanggung jawab, dengan menghormati kawasan termasuk anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), anoa
lindung yang dilindungi secara hukum serta selaras dengan pegunungan (Bubalus quarlesi), kuskus beruang Sulawesi
regulasi nasional dan kerangka konservasi yang diakui secara (Ailurops ursinus), babirusa (Babyrousa celebensis), dan
internasional. maleo (Macrocephalon maleo), yang dikategorikan sebagai
109 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 110
Daftar lengkap spesies fauna dan flora yang teridentifikasi di wilayah operasional PTVI, termasuk status konservasinya berdasarkan IUCN Red List, disajikan pada bab Tabel Data dalam laporan ini.
Inisiatif Konservasi Keanekaragaman Hayati[GRI yang lebih luas untuk meminimalkan dampak ekologis dari mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati ke
304-4][POJK F.10][GRI 101-7] kegiatan pertambangan sekaligus mendukung keberlanjutan dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta
Pada 2025, PTVI melanjutkan berbagai inisiatif konservasi ekosistem jangka panjang melalui pemantauan berkelanjutan, berkontribusi pada ketangguhan jangka panjang ekosistem di
keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem di seluruh program konservasi, restorasi habitat, dan langkah sekitar operasi kami.
wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga perlindungan spesies.
keseimbangan ekologis dan mendukung perlindungan spesies Konservasi Keanekaragaman Hayati Tahun
asli. Selain kegiatan konservasi di lokasi, hasil pemantauan 2025[POJK51-F.10]
keanekaragaman hayati, Critical Habitat Assessments, • 72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi dikonservasi
Selama tahun berjalan, kami melakukan konservasi dan dan Ecosystem Services Assessments terus menjadi dasar dan ditanam kembali di area tambang 6% dibandingkan
langkah pengelolaan adaptif dan memperkuat implementasi 2024
penanaman kembali 72.296 pohon lokal, endemik, dan
Biodiversity Management Plans di tingkat lokasi. Hal ini • 18 rusa Timor (Cervus timorensis) dikonservasi
dilindungi, meningkat sekitar 6% dibandingkan 2024. Upaya • 1 anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
ini mendukung pemulihan habitat, meningkatkan tutupan mencakup upaya terkait perlindungan habitat, pengelolaan
dikonservasi
vegetasi di area yang direhabilitasi, serta berkontribusi pada spesies invasif, pengelolaan ekosistem air tawar dan karst,
pemulihan fungsi ekosistem di bentang alam yang terdampak. serta konservasi bentang alam sensitif secara ekologis seperti
sistem Danau Malili.
Upaya konservasi satwa liar juga berlanjut melalui pengelolaan
spesies dalam program konservasi kami, yang mencatat 18 rusa Sebagai bagian dari penguatan hasil keanekaragaman hayati
Timor (Rusa timorensis) dan 1 anoa dataran rendah (Bubalus jangka panjang, PTVI juga terus mengembangkan Biodiversity
depressicornis) dalam pengelolaan konservasi, mencerminkan Action Plans dan Biodiversity Offset Plans untuk menangani
upaya berkelanjutan kami untuk melindungi spesies prioritas dampak residual dan mendukung kemajuan menuju No Net
konservasi dan mendukung populasi fauna asli yang lestari. Loss, dan apabila memungkinkan, Net Gain keanekaragaman
Inisiatif-inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami hayati. Inisiatif-inisiatif ini memperkuat komitmen kami untuk
110 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
Restorasi Ekosistem Laut di Pulau Bulupoloe
Pada 27 Juli 2025, PTVI melaksanakan inisiatif restorasi ekosistem laut di Pulau
Bulupoloe, Sulawesi Selatan. Melalui inisiatif ini, kami memasang 25 struktur terumbu
karang buatan (spider reef) dan mengangkat lebih dari 200 kilogram sampah pesisir
untuk membantu memulihkan habitat laut dan memperbaiki kondisi pesisir. Dengan
pemasangan ini, PTVI telah menempatkan total 150 unit terumbu buatan di perairan
sekitar untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang.
Selain memulihkan habitat laut, struktur terumbu buatan ini diharapkan dapat
menarik populasi ikan lokal, meningkatkan kualitas perairan, dan mendukung
penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan sekitar. Untuk memastikan
efektivitas jangka panjang, PTVI melakukan pemantauan rutin terhadap terumbu
tersebut bekerja sama dengan Sorowako Diving Club (SDC), termasuk pengamatan
pertumbuhan karang, pemantauan spesies laut, dan pencitraan bawah air.
“Restorasi laut tidak berhenti pada pemasangan. Kami memastikan pemantauan berkelanjutan Kegiatan transplantasi ini melibatkan 11 penyelam profesional dari SDC, mencerminkan
dilakukan agar ekosistem dapat pulih dan berkembang secara bertahap.”— Suharpiyu Wijaya, Head of pendekatan kolaboratif kami dalam pengelolaan ekosistem laut (marine ecosystem
IGP Sorowako Limonite PTVI stewardship).
Reklamasi dan Rehabilitasi dan disampaikan kepada Pemerintah pada 2025. Sebagai
bagian dari periode reklamasi 2021–2025, PTVI sebelumnya
dalam implementasi reklamasi sambil mengakomodasi
pengembangan tambang yang masih berlangsung.
menargetkan reklamasi sebesar 70% dari lahan tambang
PTVI berkomitmen melaksanakan reklamasi dan rehabilitasi Pada awal 2025, total area tambang terganggu yang belum
di wilayah konsesi Sorowako pada 2025. Meskipun target
progresif sebagai bagian dari pendekatan pertambangan direklamasi di seluruh wilayah operasional PTVI tercatat
aspiratif ini belum tercapai dalam jangka waktu awal, target
yang bertanggung jawab, yang terintegrasi dalam kerangka 3.222,13 hektare. Selama tahun pelaporan, terdapat
tersebut telah direvisi, disetujui oleh kementerian, dan
rehabilitasi dan penutupan tambang kami. Reklamasi 967,56 hektare lahan baru yang terganggu. Sebagian besar
diperpanjang seiring transisi menuju IUPK.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.5][GRI 14.8.7]
mencakup pembentukan kontur (contouring), stabilisasi kegiatan reklamasi selama tahun pelaporan dilaksanakan di
bentang lahan, pengelolaan tanah, penyemaian, revegetasi, dan Sorowako, sementara gangguan lahan terutama didorong
remediasi yang dirancang untuk memulihkan lahan terganggu, Reklamasi Lahan Progresif oleh pengembangan proyek pertumbuhan di IGP Pomalaa.
mendukung pemulihan ekosistem, serta mengurangi risiko Reklamasi yang masih terbatas di dalam konsesi proyek
lingkungan seperti erosi, sedimentasi, pelindian logam berat, Pada akhir 2025, reklamasi di wilayah konsesi Sorowako pertumbuhan mencerminkan statusnya yang masih berada
mencapai 65,09% dari total kumulatif area tambang terbuka, pada tahap pengembangan. PTVI tetap berkomitmen
dan degradasi ekosistem sepanjang siklus hidup tambang.
sementara tingkat keberhasilan rehabilitasi dalam konsesi melaksanakan reklamasi progresif sepanjang siklus hidup
PTVI melaksanakan kegiatan reklamasi sesuai tambang dan membawa kewajiban yang tersisa ke periode
dengan Rencana Reklamasi yang telah disetujui mencapai 86%, di atas persyaratan minimum regulasi
perencanaan berikutnya.[GRI 14.8.6]
(No. 01599/CEOS/XI/2022), yang terakhir diperbarui sebesar 70%. Hasil ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan
111 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 112
Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi – Sorowako (Hektare) [GRI 14.8.6] Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai
Sebagian wilayah operasional kami berada dalam kawasan
Deskripsi 2025 2024 2023 hutan tempat kami beroperasi berdasarkan Persetujuan
Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Sebagai pemegang PPKH,
a) Luas lahan terganggu (ha) Tahunan 418.25 269.16 230.16 PTVI mematuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan No. 59 Tahun 2019 yang mewajibkan pemegang
b) Total luas lahan terganggu (ha) Akumulatif 7,689.00 7,356.01 7,178.29 izin melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di
luar area izin sebagai kompensasi atas penggunaan kawasan
c) Fasilitas (Kantor + Perumahan + Lainnya) 1,754.80 1,460.61 1,460.61 hutan.
Melalui program ini, PTVI berkontribusi memulihkan lahan
d) Lahan terganggu yang belum direklamasi (Stockpile + Disposal) 2,071.64 2,104.27 2,014.10 terdegradasi dan meningkatkan fungsi ekosistem DAS di
area yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
e) Luas lahan direklamasi (ha) Akumulatif 3,862.56 3,791.13 3,703.58 dan Kehutanan. Hingga tahun pelaporan, area rehabilitasi
DAS kumulatif mencapai 18.849 hektare yang tersebar di
f) Luas lahan direklamasi (ha) Tahunan 156.67 178.98 224.44 lima provinsi—Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Tenggara, Jawa Barat, dan Bali. Luasan tersebut terdiri dari
g) % lahan tambang yang direklamasi (e/d+e) 65.09% 64.31% 64.77% 14.879 hektare terkait Sorowako, 1.953 hektare terkait IGP
Pomalaa, dan 1.045 hektare terkait IGP Morowali.
Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi Deskripsi 2025 2026 2023
– IGP Morowali (Hektare) – IGP Pomalaa (Hektare)
Total Akumulatif Luas
14,879.00 14,879.00 10,435.00
Rehabilitasi DAS (ha)
Deskripsi 2025 2026 2023 Deskripsi 2025 2026 2023 Luas Rehabilitasi DAS
0.00 4,444.00 435.00
Total Akumulatif Luas Total Akumulatif Luas Tahunan (ha)
342.73 236.43 95.70 807.76 364.75 65.20
Lahan Terganggu (ha) Lahan Terganggu (ha)
Selama 2025, kegiatan rehabilitasi DAS mencakup 1.953 hektare
Luas Lahan Terganggu Luas Lahan Terganggu yang dilaksanakan terkait IGP Pomalaa dan 1.045 hektare terkait
106.30 140.73 95.68 443.01 299.55 30.10
Tahunan (ha) Tahunan (ha) IGP Morowali, yang mencerminkan implementasi berkelanjutan
kewajiban rehabilitasi spesifik proyek. Di Sorowako, tidak
Total Akumulatif Luas Total Akumulatif Luas
1.42 - - - - - terdapat tambahan area rehabilitasi DAS tahunan pada tahun
Lahan Direklamasi (ha) Lahan Direklamasi (ha)
berjalan, sementara luas rehabilitasi kumulatif tetap 14.879
Luas Lahan Direklamasi Luas Lahan Direklamasi hektare. Setiap lokasi rehabilitasi menjalani tahapan penyiapan
1.42 - - - - -
Tahunan (ha) Tahunan (ha) lahan, penanaman, dan pemeliharaan untuk mendukung
pertumbuhan vegetasi dan pemulihan ekosistem. Penetapan lokasi rehabilitasi di luar Sulawesi, termasuk di Jawa Barat dan Bali, mengikuti lokasi yang ditentukan melalui keputusan menteri, sekaligus
mendukung upaya pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi lahan terdegradasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini, PTVI berkontribusi meningkatkan stabilitas tanah, mengurangi
risiko erosi, dan mendukung kesehatan ekosistem DAS dalam jangka panjang.
112 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
Perencanaan Penutupan Tambang
Status Perencanaan Penutupan Tambang menurut Area Operasional
Area Operasional Status Operasional Estimasi Umur Tambang Revisi Terakhir Rencana Penutupan MEMR Approval
Sorowako Active operations with progressive rehabilitation 2045 October 2022 November 2023
IGP Morowali Active operations with progressive rehabilitation 2044 August 2024 November 2024
IGP Pomalaa Active operations with progressive rehabilitation 2045 Plan under development Plan under development
PTVI beroperasi di tiga lokasi tambang—Operasi Sorowako, meminimalkan dampak lingkungan, serta meninggalkan komprehensif untuk menangani potensi risiko lingkungan
IGP Pomalaa, dan IGP Morowali—yang seluruhnya masih warisan positif yang berkelanjutan pascatambang. selama fase pascapenutupan.
aktif dan belum memasuki tahap penutupan. Estimasi Life of Potensi dampak lingkungan yang dapat muncul setelah
Mine (LOM) untuk masing-masing lokasi adalah hingga 2045, Rencana Penutupan Tambang disusun untuk mendukung penutupan tambang meliputi perubahan stabilitas bentang
2045, dan 2044, dengan kegiatan penutupan dan rehabilitasi dekomisioning dan rehabilitasi lokasi tambang secara aman, lahan, keberhasilan pembentukan vegetasi, pengelolaan
diperkirakan berlanjut hingga 2060. Sejalan dengan meminimalkan dampak lingkungan, serta meninggalkan air permukaan, dan stabilitas jangka panjang area yang
praktik pertambangan yang baik, perencanaan penutupan warisan positif yang berkelanjutan pascatambang. Rencana direklamasi. Untuk mengatasi risiko tersebut, rencana
diintegrasikan dengan rehabilitasi progresif yang dilakukan tersebut diperbarui secara berkala untuk mencerminkan penutupan kami memasukkan berbagai langkah pengelolaan
selama operasi, untuk mengurangi area terganggu secara perkembangan operasional dan persyaratan regulasi. Revisi lingkungan, termasuk stabilisasi bentang lahan, revegetasi
bertahap dan mendukung transisi yang lebih lancar menuju terbaru diajukan pada Oktober 2022 untuk Sorowako dan menggunakan spesies tanaman yang sesuai, pengendalian
penutupan akhir.[GRI 14.8.9] Agustus 2024 untuk IGP Morowali, dan keduanya telah erosi, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi tanah
melalui proses tinjauan formal serta memperoleh persetujuan dan air.
Rencana Penutupan Tambang telah tersedia untuk Operasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Sorowako dan IGP Morowali, sementara rencana untuk IGP masing-masing pada November 2023 dan November 2024.[GRI Pemantauan lingkungan pascapenutupan akan dilakukan
Pomalaa masih dalam pengembangan, mencerminkan tahap 14.8.5] untuk memverifikasi bahwa area yang direklamasi tetap
perkembangan proyek serta progres menuju perencanaan stabil dan pemulihan ekosistem berlangsung sesuai harapan.
penutupan formal sesuai persyaratan regulasi. Rencana Program pemantauan mencakup indikator utama seperti
penutupan ini dirancang untuk mendukung dekomisioning dan Pengelolaan Lingkungan Pascapenutupan pertumbuhan vegetasi, stabilitas lahan, dan kualitas air di
rehabilitasi yang aman, meminimalkan dampak lingkungan, area bekas operasi. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk
serta meninggalkan warisan positif yang berkelanjutan Setelah kegiatan pertambangan berakhir, PTVI berkomitmen mendukung transisi area bekas tambang menjadi bentang
pascatambang.[GRI 14.8.4][GRI 14.8.7] memastikan area bekas tambang tetap stabil secara lahan yang stabil, mampu menopang fungsi ekologis, dan
lingkungan dan aman bagi ekosistem serta masyarakat bila sesuai, mendukung pemanfaatan lahan masa depan yang
Rencana Penutupan Tambang disusun untuk mendukung sekitar. Oleh karena itu, perencanaan penutupan tambang disepakati bersama pemangku kepentingan dan regulator.
dekomisioning dan rehabilitasi lokasi tambang secara aman, kami mencakup kerangka pengelolaan lingkungan yang
113 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 114
Komitmen Finansial untuk Penutupan Lokasi Bahodopi, estimasi biaya penutupan mencapai US$70,6 juta dan
yang Akuntabel secara bertahap telah ditempatkan dalam deposito berjangka
sejak 2017 hingga 2023. Untuk Blok Bahodopi, estimasi biaya
The estimation of mine closure costs forms an integral part penutupan mencapai US$2,7 juta, yang seluruhnya telah
of Estimasi biaya penutupan tambang merupakan bagian ditempatkan dalam deposito berjangka pada 2023. Provisi
integral dari Rencana Penutupan Tambang kami. Kami menilai ini dicatat dalam laporan keuangan kami dan ditinjau secara
kebutuhan penutupan berdasarkan dua skenario: berkala untuk mencerminkan pembaruan asumsi, kondisi
1. Skenario penutupan dasar, di mana aktivitas penambangan operasional, dan persyaratan regulasi.[GRI 14.8.8]
dan pengolahan berakhir pada 2045
2. Skenario penutupan mendadak, yang memodelkan Melalui perencanaan penutupan yang terintegrasi, rehabilitasi
penghentian operasi lebih awal yang tidak terduga. progresif, pemantauan lingkungan jangka panjang, dan
penyediaan dana khusus, PTVI berupaya memastikan
Skenario penutupan mendadak mencerminkan asumsi dan penutupan tambang dikelola secara bertanggung jawab dan
kondisi lokasi yang tercakup dalam rencana penutupan terbaru transparan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan
yang disetujui, dan akan diperbarui dalam revisi rencana
berikutnya.
Perhitungan biaya penutupan mencakup seluruh rangkaian
US$70.6M
aktivitas yang diperlukan sepanjang proses penutupan, Estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako,
termasuk pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan ditempatkan dalam deposito berjangka 2017–2023
pascapenutupan, dan risiko terkait penutupan yang telah
diidentifikasi. Estimasi ini didasarkan pada asumsi utama
US$2.7M
termasuk proyeksi penggunaan lahan, progres reklamasi,
sisa area terganggu, dan pendekatan implementasi yang
ditetapkan dalam rencana penutupan. Dalam menentukan
biaya penutupan bersih, pendapatan yang diharapkan dari Estimasi biaya penutupan untuk Blok Bahodopi,
material scrap yang dapat dipulihkan dikurangkan dari total sepenuhnya ditempatkan dalam deposito berjangka
estimasi biaya.[GRI 14.8.8] pada tahun 2023
PTVI berkomitmen menyediakan dana penutupan tambang Provisi ini dicatat dalam laporan keuangan kami dan ditinjau
sesuai Peraturan Pemerintah No. 78/2010 tentang Reklamasi secara berkala untuk mencerminkan pembaruan asumsi,
dan Pascatambang, yang mewajibkan perusahaan tambang kondisi operasional, dan persyaratan regulasi.[GRI 14.8.8]
menyediakan jaminan finansial melalui instrumen seperti
rekening bersama, deposito berjangka, garansi bank, atau Melalui perencanaan penutupan yang terintegrasi, rehabilitasi
dalam kondisi tertentu cadangan akuntansi. progresif, pemantauan lingkungan jangka panjang, dan
penyediaan dana khusus, PTVI berupaya memastikan
Berdasarkan Rencana Penutupan Tambang terbaru yang penutupan tambang dikelola secara bertanggung jawab dan
disetujui, estimasi biaya penutupan untuk Blok Sorowako transparan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan
mencapai US$70,6 juta dan secara bertahap telah ditempatkan hasil pascatambang yang berkelanjutan.
dalam deposito berjangka sejak 2017 hingga 2023. Untuk Blok
114 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
Pelibatan Pemangku Kepentingan dalam Pembaruan Perencanaan
Pada 25 November 2025, PTVI memulai konsultasi dini dengan pemangku kepentingan sebagai bagian dari rencana
pembaruan dokumen pascatambang untuk Operasi Sorowako, menyusul perpanjangan izin tambang Perseroan hingga
2035 dan transisi dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Diselenggarakan di Malili,
Luwu Timur, konsultasi ini menjadi tahap awal yang penting dalam penyusunan pembaruan rencana pascatambang
guna memastikan keselarasan dengan perkembangan operasional, persyaratan regulasi, dan ekspektasi pemangku
kepentingan.
Konsultasi ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, perwakilan masyarakat,
serta pemangku kepentingan teknis lainnya di wilayah pemberdayaan PTVI. Diskusi mencakup usulan pembaruan
terkait rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, dekomisioning fasilitas, kegiatan pemantauan, dan pertimbangan
pemanfaatan lahan pascatambang.
Forum ini juga menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk memberikan masukan mengenai isu-isu seperti
pemulihan ekosistem, transparansi lingkungan, program sosial, dan peluang ekonomi masyarakat dalam konteks
pascatambang. Masukan yang diperoleh melalui konsultasi ini didokumentasikan untuk menjadi bahan penyempurnaan
dokumen pascatambang sebelum diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Konsultasi ini mencerminkan pendekatan PTVI dalam mengintegrasikan pelibatan pemangku kepentingan ke dalam
perencanaan penutupan serta mendukung transparansi dalam pengembangan pengaturan pengelolaan pascatambang
jangka panjang.
115 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 116
Tenaga
Kerja Kami
116 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
Pendekatan PTVI terkait Sumber Daya Manusia
nilai; serta Kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi,
yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif
di mana keberagaman dihargai dan kesempatan yang setara
diberikan kepada seluruh individu, termasuk perempuan dan
penyandang disabilitas. Kebijakan-kebijakan ini berlaku bagi
karyawan, kontraktor, dan mitra usaha, serta bertujuan untuk
menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan suportif,
yang mendorong pengembangan profesional dan kolaborasi.
Kami mengimplementasikan komitmen tersebut melalui
sistem manajemen yang selaras dengan standar nasional dan
internasional, termasuk ISO 45001 dan Sistem Manajemen
Keselamatan Pertambangan (SMKP), serta mengacu pada
prinsip-prinsip inti International Labour Organization (ILO).
Dalam pengelolaan SDM, kami mengidentifikasi sejumlah risiko
utama, seperti kecelakaan kerja, pelanggaran hak tenaga
kerja, ketidaksetaraan kesempatan kerja, serta menurunnya
keterlibatan dan motivasi karyawan. Untuk mengantisipasi
dan memitigasi risiko tersebut, kami secara konsisten
melaksanakan pelatihan keselamatan, memperkuat budaya
kerja yang inklusif, serta menyediakan mekanisme pengaduan
Di PTVI, kami meyakini bahwa karyawan merupakan fondasi dan memperoleh manfaat dari kegiatan PTVI. dan pelaporan yang mudah diakses agar setiap aspirasi dapat
sekaligus aset strategis yang mendukung keberhasilan ditindaklanjuti secara tepat.
dan keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, kami Pendekatan kami dalam pengelolaan sumber daya manusia
menempatkan kesejahteraan, pengembangan kompetensi, (SDM) didasarkan pada sejumlah kebijakan utama yang menjadi Efektivitas pengelolaan SDM dipantau melalui berbagai
serta perlindungan hak karyawan sebagai prioritas utama. panduan dalam pengelolaan tenaga kerja secara bertanggung mekanisme internal, termasuk audit internal, survei kepuasan
Komitmen ini diwujudkan melalui upaya membangun tenaga jawab. Kebijakan tersebut mencakup Kebijakan Keberlanjutan, karyawan, serta dialog berkelanjutan dengan serikat pekerja.
kerja yang produktif, beragam, inklusif, dan memiliki motivasi yang menguraikan komitmen kami terhadap kesejahteraan Melalui proses ini, kami terus mengevaluasi kondisi kerja
tinggi, guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta praktik dan meningkatkan upaya dalam menciptakan lingkungan
pemangku kepentingan. Kami juga mendorong penguatan ketenagakerjaan yang adil; Kebijakan Hak Asasi Manusia, kerja yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Kami juga
tenaga kerja lokal dengan membuka kesempatan kerja serta yang menegaskan komitmen kami untuk menghormati menetapkan target dan indikator kinerja yang terukur untuk
mendukung pengembangan keterampilan masyarakat di hak asasi manusia yang diakui secara internasional serta memastikan pengelolaan isu-isu material terkait SDM berjalan
sekitar wilayah operasi, sehingga mereka dapat berpartisipasi melindungi hak-hak pekerja di seluruh operasi dan rantai secara efektif.
2
117 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 118
Statistik Karyawan[POJK51-C.3] [SASB EM-MM-000.B]
Pada akhir tahun 2025, PTVI mempekerjakan total
Ikhtisiar Karyawan Tahun 2025[GRI 2-7]
2.985 karyawan, sedikit menurun dibandingkan
3.038 karyawan pada tahun sebelumnya.
PTVI mempekerjakan Jumlah Karyawan berdasarkan Jumlah Karyawan berdasarkan
Kami terus menunjukkan kemajuan dalam 2.985 karyawan Kategori Kepegawaian Status Kepegawaian
membangun tenaga kerja yang lebih beragam dan
2.351
inklusif. Perempuan kini merepresentasikan 12% Laki-laki 1.275
dari total karyawan, mencerminkan peningkatan
yang konsisten dibandingkan tahun lalu. Kami juga
bangga bahwa 83% tenaga kerja kami berasal dari 3
Perempuan
masyarakat lokal, yang menunjukkan komitmen 11
dalam mendukung penyerapan tenaga kerja dan
K K K K K K
pembangunan ekonomi daerah. Manajemen General Senior Staf Non-staf Bungku
Manager atau Staff atau Timur
Spesialis Manajer
Selain itu, kami juga membuka kesempatan Perempuan Laki-laki P: Permanen K: Kontrak
bagi penyandang disabilitas, dengan mengakui
kontribusi berharga mereka dalam operasional
Jumlah Karyawan berdasarkan Jumlah Karyawan berdasarkan Jumlah Karyawan berdasarkan
kami. Melalui berbagai upaya ini, kami berupaya Lokasi dan Jenis Kelamin Tingkat Pendidikan
Umur[405-1]
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,
Karyawan
setara, dan suportif bagi seluruh karyawan.
Lokal
1.883 2.402
Total tenaga kerja kami terdiri dari 2.886 karyawan 1.495
tetap (97%) dan 99 karyawan kontrak (3%), dengan
kelompok usia 30–50 tahun sebagai proporsi
terbesar. Konsentrasi karyawan terbesar berada
di Sorowako sebagai pusat kegiatan operasional 74 Karyawan
Penyandang 10
utama kami. Karyawan PTVI berasal dari
Disabilitas Doktor Sarjana SMA SMP
berbagai latar belakang pendidikan, menciptakan Tahun
Tahun
Tahun Bungku (S3) Magister (S2) (S1)
Timur
keberagaman keterampilan, perspektif, dan Perempuan Laki-laki
Perempuan Laki-laki
Perempuan Laki-laki
pengalaman. Keberagaman ini memperkuat
budaya organisasi serta meningkatkan
kemampuan kami untuk berinovasi, berkolaborasi,
dan menciptakan nilai jangka panjang.
118 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
Karyawan Baru [GRI 401-1] Tingkat Pergantian Karyawan [GRI 401-1]
Perluasan tenaga kerja kami tetap sejalan dengan komitmen untuk menciptakan manfaat Kami memastikan bahwa seluruh karyawan memperoleh manfaat dan fasilitas yang layak sebagai
ekonomi yang positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Sejalan dengan bagian dari komitmen kami dalam menghargai tenaga kerja. Komitmen ini tercermin dari tingkat
tahapan rekrutmen yang telah dijelaskan sebelumnya, peluang kerja kami sampaikan retensi karyawan yang secara konsisten tinggi di seluruh wilayah operasional kami. Salah satu
secara terbuka melalui proses seleksi yang transparan dan dapat diakses oleh publik. indikator utama yang menggambarkan hal tersebut adalah tingkat pergantian karyawan (employee
turnover rate). Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat turnover kami tetap berada di bawah
Pada tahun ini, sebanyak 63 karyawan baru bergabung dengan PTVI, dengan mayoritas rata-rata industri, dan pada tahun ini tren tersebut terus berlanjut.
penempatan berada di operasi Sorowako sebagai wilayah operasional terbesar kami. Dari
total tersebut, 21 karyawan merupakan perempuan dan 42 karyawan merupakan laki-laki. Pada tahun 2025, sebanyak 31 karyawan mengakhiri masa kerjanya di PTVI, yang merepresentasi-
kan tingkat pergantian karyawan sebesar 1,04%, sedikit berbeda dibandingkan dengan 0,92% pada
Berdasarkan kelompok usia, 27 karyawan berusia di bawah 30 tahun, 36 karyawan berada tahun sebelumnya. Tingkat pergantian karyawan bervariasi di setiap area operasional, dengan
pada rentang usia 30–50 tahun, dan tidak terdapat karyawan baru berusia di atas 50 jumlah tertinggi tercatat di Sorowako dan terendah di Makassar, Pomalaa, dan Palu. Berdasarkan
tahun. kelompok demografis, tingkat pergantian karyawan tertinggi terjadi pada karyawan laki-laki dalam
rentang usia 30–50 tahun.
Jumlah Karyawan Baru Tahun 2025 Jumlah Karyawan Mengundurkan Diri Tahun 2025*
Jakarta
Makassar
Sorowako
Pomalaa
East Bungku East Bungku
Palu
P <30 tahun P 30-50 tahun P >50 tahun L <30 tahun L 30-50 tahun M L >50 tahun P <30 tahun P 30-50 tahun P >50 tahun L <30 tahun L 30-50 tahun L >50 tahun
**Data mencakup karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela selama periode pelaporan
119 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 120
Tenaga Kerja Non-Karyawan [GRI 2-7]
Data Kontraktor PTVI melibatkan berbagai pemasok dan mitra usaha, di mana
tenaga kerja mereka—selanjutnya disebut sebagai kontraktor—
Jumlah Kontraktor Warga Negara Indonesia (WNI) melaksanakan pekerjaan di bawah pengendalian kami. Para
berdasarkan Jenis Kelamin (2023 - 2025)
kontraktor ini mendukung beragam aktivitas, mulai dari fungsi
20.549 administratif dan teknis hingga operasional lapangan, serta
berperan penting dalam menjaga keberlangsungan operasi.
12.533
10.614
Pada akhir tahun 2025, jumlah kontraktor tercatat sebanyak
22.645 orang berdasarkan pendekatan headcount. Angka ini
1.239 1.500 1.953 meningkat sebesar 8.595 kontraktor atau 61,2% dibandingkan
tahun 2024, yang terutama didorong oleh peningkatan skala
L P aktivitas operasional, termasuk proyek furnace rebuild yang
membutuhkan tenaga kerja kontraktor dalam jumlah signifikan.
Jumlah Kontraktor Warga Negara Asing (WNA)
berdasarkan Jenis Kelamin (2023 - 2025)
Berdasarkan kewarganegaraan, tenaga kerja kontraktor kami
didominasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 22.502
orang atau 99,4%, sementara Warga Negara Asing (WNA)
berjumlah 143 orang atau 0,6%. Komposisi ini mencerminkan
prioritas kami dalam mendorong partisipasi tenaga kerja nasional.
Kami juga mendukung partisipasi tenaga kerja yang inklusif. Pada
L P
tahun 2025, jumlah kontraktor perempuan mencapai 1.953 orang
atau 8,6% dari total tenaga kerja kontraktor, yang berkontribusi
Jumlah Kontraktor Warga Negara Indonesia (WNI) dalam berbagai peran operasional maupun fungsi pendukung.
berdasarkan Lokalitas (2023 - 2025)
1.673
16.173 Dari sisi regional, sebanyak 17.846 kontraktor atau 78,8%
dikategorikan sebagai tenaga kerja lokal, termasuk 1.673
1.326
1.055 10.508 perempuan, sementara 4.656 kontraktor atau 20,6% merupakan
8,743
tenaga kerja non-lokal. Distribusi ini menunjukkan kontribusi
4.376 kami dalam mendukung penyerapan tenaga kerja lokal dan
1.871 2.025
pengembangan ekonomi regional, khususnya di wilayah
Lokal Non-Lokal Lokal Non-Lokal Lokal Non-Lokal operasional seperti Sorowako.
L P
Jumlah kontraktor dihitung menggunakan pendekatan headcount
dan merepresentasikan jumlah individu yang tercatat pada akhir
tahun pelaporan.
120 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
Menghargai Hak Ketenagakerjaan dan Hak Asasi Manusia
Serikat Pekerja dan Perjanjian Kerja Bersama melibatkan mereka dalam proses peninjauan Perjanjian Kerja
Bersama (PKB) yang dilakukan setiap dua tahun. Melalui proses
PTVI menjunjung tinggi pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan. ini, serikat pekerja memiliki ruang untuk menyampaikan dan
Kebebasan berserikat dijamin sesuai dengan Undang-Undang memperjuangkan kepentingannya, serta memastikan bahwa
Dasar 1945, Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang PKB disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serta Undang-Undang No. 13 undangan dan kebutuhan tenaga kerja. Pembaruan PKB
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan semakin diperkuat terbaru telah diselesaikan pada Juli tahun ini dengan partisipasi
melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Dokumen PKB ini aktif dari perwakilan serikat pekerja yang telah disebutkan
berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk sebelumnya. PKB tersebut memuat ketentuan utama terkait
memitigasi risiko ketidakpatuhan terhadap hak tersebut. hubungan kerja, hak dan kewajiban pekerja, serta tata kelola
PKB juga mendukung hak pekerja untuk berserikat dengan hubungan industrial secara keseluruhan. Selain itu, PKB
menyediakan akses bagi serikat pekerja terhadap fasilitas, juga menetapkan mekanisme yang jelas untuk penyelesaian
sarana digital, dukungan administratif, serta dukungan perselisihan dan keluhan antara PTVI dan karyawan.
finansial, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitasnya
secara efektif. Kami memandang karyawan sebagai mitra strategis dalam
operasional perusahaan, sehingga kami berkomitmen untuk
Pada tahun pelaporan, sebanyak 2.685 dari 2.985 karyawan menjaga komunikasi yang transparan dan tepat waktu. Melalui
aktif (sekitar 89,9%) tercatat sebagai anggota serikat pekerja PKB, PTVI menjamin bahwa setiap perubahan operasional yang
yang tergabung dalam beberapa serikat berikut, yang signifikan dan berpotensi memengaruhi status ketenagaker-
seluruhnya telah terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan dan jaan akan diinformasikan kepada karyawan paling lambat satu
Transmigrasi setempat: bulan sebelumnya. Hal ini memberikan waktu yang memadai
bagi karyawan untuk memahami, mempersiapkan diri, dan
1. Federasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia (FSPBI) merespons perubahan yang mungkin terjadi, sekaligus
2. Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia memperkuat budaya kepercayaan, saling menghormati, dan
(PK SBSI) pengelolaan tenaga kerja yang bertanggung jawab. [GRI 402-1]
3. Serikat Staf Vale Indonesia (SSVI)
4. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) PKB berlaku bagi seluruh karyawan PTVI (100%), tanpa
5. Federasi Pertambangan dan Energi – Konfederasi Serikat memandang keanggotaan dalam serikat pekerja. Di seluruh
Buruh Seluruh Indonesia (FPE-KSBSI) wilayah operasional, kami tidak mencatat adanya kasus
6. Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan maupun potensi pelanggaran terkait kebebasan berserikat
Unit Kerja PT Vale Indonesia Tbk maupun perundingan bersama. [GRI 2-30][GRI 407-1][SASB EM-MM-310a.1]
7. Serikat Pekerja Bersatu Vale Indonesia (SPBVI)
PTVI secara rutin menyelenggarakan pertemuan dengan
serikat pekerja setidaknya setiap satu hingga dua bulan, serta
89.9% dari total tenaga
kerja aktif kami merupakan
anggota serikat pekerja
6
121 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 122
Pencegahan Kerja Paksa dan Pekerja Anak[POJK51- peningkatan kesadaran mengenai hak asasi manusia secara
Mogok Kerja Karyawan[GRI 14.20.3][SASB EM-MM-310a.2] F.19][GRI 408-1][GRI 409-1]
rutin dilaksanakan, dengan fokus khusus pada pencegahan
Sepanjang tahun pelaporan, kami tidak mencatat adanya
kerja paksa, perbudakan modern, dan pekerja anak. Upaya ini
aksi mogok kerja karyawan (nihil), yang mencerminkan
ASebagai bagian dari komitmen kami untuk menjalankan usaha turut mencakup promosi perlindungan hak anak dan remaja,
kuatnya hubungan industrial serta komitmen kami
secara bertanggung jawab, PTVI memandang perlindungan hak termasuk melalui inisiatif untuk mencegah dan menanggulangi
terhadap komunikasi yang terbuka dan transparan. Kami
asasi manusia sebagai prinsip fundamental dalam pengelolaan eksploitasi seksual terhadap anak di wilayah yang berpotensi
terus menjaga lingkungan kerja yang memungkinkan
ketenagakerjaan. Komitmen ini berlandaskan kepatuhan memiliki risiko tersebut.
setiap aspirasi dan kekhawatiran disampaikan secara
terhadap peraturan nasional, termasuk Undang-Undang
bebas serta ditangani secara konstruktif melalui dialog
No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta selaras
berkelanjutan antara karyawan, serikat pekerja, dan
dengan prinsip-prinsip internasional yang ditetapkan oleh
manajemen.
International Labour Organization (ILO), sebagaimana
tercantum dalam Kebijakan Hak Asasi Manusia kami. Kebijakan
tersebut menegaskan posisi kami yang tegas terhadap segala
praktik yang menempatkan pekerja dalam kondisi rentan atau
mengabaikan martabat, keadilan, dan rasa hormat.
Sejalan dengan itu, PTVI secara tegas menolak praktik pekerja
anak serta segala bentuk kerja paksa maupun perbudakan
modern di seluruh kegiatan operasional. Sepanjang tahun
pelaporan, tidak terdapat kasus pelanggaran terkait hal
tersebut.
Komitmen ini juga kami terapkan di seluruh rantai pasok.
Kami melakukan penilaian risiko terkait pekerja anak, kerja
paksa, dan perdagangan manusia pada operasional pemasok,
termasuk mengidentifikasi area berisiko tinggi serta mem-
prioritaskan pemasok di wilayah tersebut untuk pemantauan
yang lebih intensif. Selain itu, seluruh pemasok diwajibkan,
melalui klausul kontraktual yang mengikat, untuk melarang
secara tegas segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia
dan ketenagakerjaan sebagaimana diuraikan dalam bagian
ini. Kami juga mengharapkan pelanggan dan mitra usaha
untuk menjunjung nilai yang sama serta menerapkan langkah
perbaikan yang memadai apabila terjadi ketidakpatuhan.
Kami juga memandang penting untuk menanamkan nilai-nilai
ini kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program
122 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
Komitmen Terhadap Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi[POJK51-F.18]
Tim yang beragam dan inklusif memperkuat inovasi, kualitas
pengambilan keputusan, keterlibatan karyawan, kinerja
keuangan, serta reputasi kami sebagai tempat kerja pilihan. Piagam Keberagaman dan Inklusi - Komitmen
Hal ini juga meningkatkan kemampuan kami untuk memahami
dan berkolaborasi dengan masyarakat serta pemangku
kepentingan yang kami layani. Keberagaman kami pandang
Budaya Tempat Kerja Indikator Kinerja & Pengembangan Karier
sebagai keunggulan kompetitif yang terintegrasi dalam Akuntabilitas
Kebijakan Keberagaman dan Inklusi, Kebijakan Keberlanjutan,
Menciptakan lingkungan kerja yang Mengintegrasikan prinsip DEI ke dalam Menyediakan jalur karier yang transparan
Kebijakan SDM, Kode Etik, serta Perjanjian Kerja Bersama.
aman, inklusif, dan suportif, di mana indikator kinerja organisasi, serta dan berbasis merit, serta peluang
setiap karyawan dapat berkontribusi memastikan akuntabilitas di selluruh pengembangan yang dapat diakses oleh
Kami berkomitmen untuk menyediakan kesempatan kerja secara maksimal Direktorat seluruh karyawan
yang setara bagi seluruh karyawan dan pelamar kerja.
Setiap keputusan ketenagakerjaan, termasuk rekrutmen,
penempatan, promosi, pelatihan, pengembangan karier,
Rekrutmen Inklusif Penghargaan yang
kompensasi, hingga pemutusan hubungan kerja, didasarkan
Jaringan Afinitas Adil
pada kualifikasi, kinerja, dan kebutuhan bisnis, tanpa Mendukung kelompok sumber daya Menerapkan strategi untuk menarik talenta Menjamin kesetaraan dalam
diskriminasi berdasarkan gender, etnis, agama, disabilitas, karyawan seperti Vale Women Network beragam dari berbagai gender, etnis, dan pemberian gaji dan manfaat, serta
usia, kewarganegaraan, maupun karakteristik pribadi lainnya. dan kelompok afinitas budaya untuk kelompok yang kurang terwakili mengatasi potensi kesenjangan upah
memperkuat inklusi dan representasi berdasarkan gender dan keadilan
Pendekatan kami dalam mewujudkan keberagaman dan inklusi
dijabarkan lebih lanjut dalam Diversity and Inclusion Charter,
yang memuat delapan komitmen utama.
Pelatihan dan Kemitraan dan
Kesadaran Keterlibatan
Menyediakan pelatihan DEI wajib bagi Berkolaborasi
Collaborate withdengan mitra,
partners, komunitas
local lokal,
communities,
seluruh karyawan, mencakup bias tidak dan pemangku kepentingan untuk mendorong
and stakeholders to advance DEI values beyond
sadar, praktik inklusif, dan kompetensi nilai-nilai DEI di luar lingkungan kerja
the workplace.
budaya, yang diperbarui secara berkala
sesuai praktik terbaik global
123 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 124
Mengatasi Bias dan Mecegah Pelecehan: interaktif, studi kasus, dan simulasi (role-play), peserta Insiden Diskriminasi [GRI 406-1]
Memperkuat DEI di PTVI mengeksplorasi pendekatan praktis dalam mencegah Pada tahun 2025, terdapat tiga insiden diskriminasi
diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada gender, yang dilaporkan melalui mekanisme pengaduan
ras, etnis, agama, orientasi seksual, maupun disabilitas. resmi perusahaan. Seluruh kasus yang dilaporkan
telah ditinjau dan diselidiki sesuai dengan prosedur
Komitmen PTVI terhadap DEI juga tercermin dalam capaian yang berlaku. Hingga akhir periode pelaporan, dua
dan target yang telah ditetapkan. PTVI memperoleh skor kasus masih dalam tahap pemulihan dengan rencana
kesetaraan gender tertinggi di sektor pertambangan tindakan yang sedang dijalankan, sementara satu
dalam Katadata ESG Index 2025 (88,33) serta menargetkan kasus telah menyelesaikan proses pemulihan, dengan
peningkatan proporsi karyawan perempuan menjadi 18% hasil yang tetap berada dalam pemantauan rutin
pada tahun 2030, dengan tetap mempertahankan rasio manajemen internal. Selain itu, satu kasus telah
upah 1:1 untuk peran yang setara. ditutup dan tidak memerlukan tindak lanjut lebih
lanjut.
Pada 28–29 November 2025, PTVI menyelenggarakan Melalui inisiatif ini, PTVI terus mendorong terciptanya
program pelatihan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) budaya kerja yang inklusif, di mana keberagaman dihargai Jumlah Insiden Diskriminasi 2025
dengan fokus pada Unconscious Bias dan pencegahan dan setiap karyawan memiliki kesempatan yang setara
pelecehan. Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid di untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan jangka Jumlah total insiden diskriminasi 3
beberapa lokasi, termasuk CO Wekoila Meeting Room, panjang perusahaan.
Almek Padamarang Meeting Room, serta Ground Jumlah insiden yang ditinjau oleh
3
Training Classroom di IGP Pomalaa, dan diikuti oleh organisasi
karyawan, tenaga penugasan (seconded personnel), serta Jumlah insiden dengan rencana
kontraktor. 2
pemulihan yang sedang dijalankan
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
dan pemahaman mengenai keberagaman, kesetaraan, Jumlah insiden dengan rencana
dan inklusi, sekaligus membantu peserta mengenali pemulihan yang telah dilaksanakan dan 1
bias tidak sadar yang dapat memengaruhi perilaku dan dalam pemantauan manajemen
pengambilan keputusan di tempat kerja. Melalui diskusi
Jumlah insiden yang telah ditutup (tidak
1
Dalam konteks saat ini, PTVI memberikan penekanan kuat pada inklusi tenaga kerja lokal, pemberdayaan perempuan, kesetaraan memerlukan tindak lanjut)
gender, serta inklusi penyandang disabilitas. Penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai inisiatif untuk masing-masing kelompok
prioritas tersebut disajikan pada bagian berikutnya.
124 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
Perlindungan Tenaga Kerja Lokal [GRI 202-2] Karyawan lokal didefinisikan sebagai individu yang domisili resminya, sebagaimana
tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), berada di kabupaten yang sama dengan
Proses rekrutmen kami mencerminkan komitmen lokasi operasional tempat mereka ditugaskan, sesuai dengan ketentuan pada tahap 48.1% dari
berkelanjutan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Rekrutmen Lokal. Pada tahun 2025, PTVI mempekerjakan sebanyak 2.486 karyawan seluruh posisi
Proses ini dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa siklus, lokal, yang merepresentasikan 83,3% dari total tenaga kerja berdasarkan definisi manajerial
dimulai dari cakupan wilayah terkecil dan terdekat dengan area tersebut. Dari jumlah tersebut, 366 orang menduduki posisi manajerial, atau setara PTVI diduduki oleh
operasional. Setiap siklus kemudian diperluas secara bertahap, dengan 48,1% dari seluruh posisi manajerial di perusahaan. Capaian ini mencerminkan karyawan lokal
baik dari sisi cakupan maupun jarak, guna memastikan proses komitmen kami untuk memastikan bahwa masyarakat di sekitar wilayah operasional
yang adil, transparan, serta tetap mengutamakan masyarakat memiliki partisipasi yang bermakna serta peran dalam pengambilan keputusan yang
lokal sebagai prioritas utama. Tahapan proses tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.
digambarkan dalam ilustrasi berikut.
Komposisi Karyawan PTVI berdasarkan Area Penempatan dan Status Karyawan Lokal Tahun 2025[GRI 14.9.6]
Tahapan Rekrutmen PTVI
Lokal
Non-Lokal
Lokal
Non-Lokal
Lokal 2.183
Non-Lokal
Lokal
Non-Lokal
Lokal
Non-Lokal
Lokal
Non-Lokal
Laki-laki Perempuan
Catatan: Karyawan lokal didefinisikan sebagai individu yang domisili resminya, sebagaimana tercantum dalam Kartu Tanda
Penduduk (KTP), berada di kabupaten yang sama dengan lokasi operasional tempat mereka ditugaskan. Karyawan lainnya
dikategorikan sebagai non-lokal.
125 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 126
Upaya untuk mempertahankan proporsi karyawan lokal
Memperkuat Kesiapan Tenaga Kerja Lokal melalui Pelatihan Vokasi bersama Poliwako
yang tinggi didukung melalui investasi dalam pendidikan dan
pengembangan keterampilan. Kami bekerja sama dengan
sekolah serta lembaga pendidikan vokasi untuk membuka
peluang kerja sekaligus membangun jalur pengembangan
tenaga kerja lokal yang kompeten. Melalui kemitraan ini,
kami memperkuat proses rekrutmen dan retensi talenta
lokal, sehingga masyarakat sekitar memiliki kompetensi yang
dibutuhkan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat
dari kegiatan operasional kami.
Untuk mendukung agenda hilirisasi industri di Indonesia serta sehingga peserta dapat mengaplikasikan keterampilan
kebutuhan tenaga kerja di masa depan, PTVI meluncurkan yang diperoleh secara langsung di lingkungan kerja
program Vocational Short-Term Training (VST) bekerja sama nyata.
dengan Politeknik Sorowako (Poliwako) pada Agustus 2025.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing talenta Melalui kolaborasi antara industri dan institusi
lokal sekaligus mempersiapkan masyarakat di sekitar wilayah pendidikan ini, PTVI berupaya membangun pipeline
operasional dalam menghadapi peluang industri yang terus talenta lokal yang berkelanjutan dan selaras
berkembang. dengan kebutuhan operasional. Dengan membekali
masyarakat lokal dengan keterampilan praktis yang
Melalui proses seleksi yang kompetitif dengan total 140 siap pakai di industri, program ini turut berkontribusi
pendaftar, sebanyak 45 peserta terpilih untuk mengikuti pada pengembangan sumber daya manusia jangka
pelatihan di tiga bidang yang relevan dengan kebutuhan panjang serta memperkuat partisipasi ekonomi yang
industri, yaitu pengelasan (welding), kelistrikan (electrical), inklusif di Luwu Timur.
dan administrasi bisnis. Program pelatihan teknis berlangsung
selama tiga bulan, yang kemudian dilanjutkan dengan magang
selama tiga bulan bersama kontraktor nasional mitra PTVI,
126 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
Dukungan bagi Karyawan Perempuan Komposisi Karyawan PTVI berdasarkan Gender dan Kategori Pekerjaan Tahun 2023–2025[GRI 405-1]
Perempuan masih merupakan kelompok minoritas di PTVI,
dan kami tetap berkomitmen kuat untuk meningkatkan
keterwakilan serta pengalaman kerja mereka secara
keseluruhan. Pada tahun pelaporan, 12% dari total tenaga
kerja dan 17,2% dari posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan,
meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini
menunjukkan bahwa kami berada pada jalur yang tepat untuk
mencapai target internal, yaitu meningkatkan partisipasi
perempuan hingga 16% dari total tenaga kerja.
General Manager Senior Staff
Manajemen Staf Non-staf
atau Spesialis atau Manajer
Laki-laki Perempuan
Pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada proses rekrutmen, tetapi juga menuntut terciptanya lingkungan kerja di
mana perempuan merasa aman, didukung, dan inklusif—terutama dalam industri yang secara tradisional didominasi oleh laki-laki.
Untuk itu, PTVI menerapkan berbagai inisiatif yang dirancang agar perempuan merasa diterima, dihargai, dan mampu berkembang
secara optimal, sebagaimana ditunjukkan dalam ilustrasi yang menyertainya.
127 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 128
Dukungan di Tempat Kerja bagi Karyawan menjadi lebih ringan serta membebaskan karyawan hamil Selain itu, PTVI menyediakan berbagai manfaat yang
Perempuan dari jadwal kerja malam, sehingga mereka dapat mem- mendukung kebutuhan keluarga, mulai dari penanggungan
prioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan hingga 100% biaya persalinan hingga dukungan pendidikan
secara keseluruhan. Kami juga memberikan cuti melahirkan dan layanan kesehatan bagi anak karyawan hingga tingkat
Transportasi
door-to-door pada minimal selama empat bulan, yang dapat diperpanjang tertentu. Selain itu, karyawan juga berhak atas cuti berbayar
malam hari (22.00–06.00),
dipisahkan berdasarkan sesuai rekomendasi medis. Kebijakan ini dirancang sebagai untuk keperluan keluarga atau kondisi darurat, termasuk
gender
langkah sistematis untuk memastikan perempuan dapat tetap ketika anggota keluarga sakit. Melalui berbagai inisiatif
berpartisipasi secara penuh dan aman dalam dunia kerja. tersebut, kami berupaya mendorong kesetaraan gender,
Cuti menstruasi Cuti melahirkan yang
Selain itu, karyawan laki-laki memperoleh cuti ayah selama meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta berkontribusi
selama dua hari komprehensif beserta tiga hari untuk mendampingi pasangan saat proses persalinan. dalam membangun keluarga yang lebih kuat dan tangguh.
paket manfaat pendukung
setiap bulan Kebijakan ini tidak hanya memungkinkan peran ayah dalam
pengasuhan awal, tetapi juga memperkuat dukungan keluarga Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
serta mendorong pembagian peran yang lebih seimbang dalam
Fasilitas ruang laktasi rumah tangga. PTVI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang
khusus untuk mendukung
ibu menyusui
inklusif dengan memberikan kesempatan yang setara bagi
Pada tahun 2025, sebanyak 79 karyawan perempuan dan 2.450 penyandang disabilitas. Proses rekrutmen kami terbuka dan
karyawan laki-laki berhak atas cuti orang tua, sementara 87 dapat diakses oleh semua pihak, dengan memastikan bahwa
Kesetaraan Gender karyawan laki-laki dan 13 karyawan perempuan memanfaatkan setiap kandidat dinilai berdasarkan kemampuan, potensi, serta
hak tersebut. Efektivitas kebijakan ini tercermin dari tingkat kesesuaian dengan posisi yang dilamar. Penyandang disabilitas
PTVI memastikan bahwa karyawan tidak kehilangan kembali bekerja (return-to-work rate) sebesar 100% bagi didorong untuk berpartisipasi dalam proses rekrutmen, sejalan
kesempatan untuk bekerja, berkembang, dan memajukan karyawan perempuan setelah cuti melahirkan, di mana dengan keyakinan kami bahwa keberagaman kemampuan
karier ketika mereka memilih untuk membangun keluarga. seluruhnya tetap melanjutkan pekerjaan mereka setelah akan memperkuat organisasi. Pada tahun 2025, sekitar 2,5%
Kami memahami bahwa tanggung jawab keluarga, khususnya kembali bekerja. Rincian lebih lanjut mengenai data cuti orang atau 74 karyawan merupakan penyandang disabilitas, dengan
terkait kehamilan dan persalinan, dapat berdampak lebih besar tua disajikan pada Bab Tabel Data. 15 di antaranya menduduki posisi kepemimpinan.
terhadap perjalanan karier perempuan. Oleh karena itu, kami
menyediakan manfaat cuti melahirkan yang komprehensif Untuk mendukung partisipasi penuh, kami menyediakan
Laki-laki Perempuan
serta kebijakan yang berorientasi pada keluarga untuk fasilitas dan akomodasi kerja yang aksesibel. Fasilitas tersebut
mendukung kebutuhan orang tua. Hal ini merupakan bagian meliputi jalur kerja yang ramah kursi roda di area operasional,
penting dari komitmen kami dalam menciptakan lingkungan Karyawan yang berhak atas cuti toilet khusus yang dapat diakses, serta tempat duduk prioritas
2.450 79
kerja yang sehat, suportif, dan setara. melahirkan pada bus karyawan. Melalui berbagai upaya ini, kami berupaya
Karyawan yang mengambil cuti menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan
Untuk mendukung karyawan perempuan selama masa 87 13 penyandang disabilitas bekerja dengan nyaman dan aman,
melahirkan
kehamilan, kami memberikan penyesuaian pekerjaan serta berkontribusi secara optimal dalam operasional kami.
128 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
Remunerasi dan Tunjangan Karyawan
Pemberian Tunjangan [GRI 401-2] Remunerasi yang Patuh dan Berkeadilan[POJK51-F.20]
Kami menempatkan penciptaan lingkungan kerja di Employee Compensation
Kompensasi dan Permanent
Karyawan Temporary
Karyawan [GRI 202-1][GRI 405-2]
Tunjangan Karyawan
and Benefit Tetap
Employee Kontrak
Employee
mana setiap karyawan merasa dihargai sebagai prioritas PTVI memberikan remunerasi yang adil dan kompetitif kepada
utama, karena mereka merupakan inti, pemikiran, dan Gaji Pokok karyawan tanpa diskriminasi berdasarkan gender maupun
kekuatan di balik operasional kami. Oleh karena itu, karakteristik pribadi lainnya. Kami memastikan rasio upah 1:1
kami berkomitmen tidak hanya untuk memberikan Fasilitas Kesehatan antara karyawan laki-laki dan perempuan untuk peran yang
kompensasi yang kompetitif, tetapi juga menyediakan Asuransi Jiwa sama dengan kualifikasi serta tanggung jawab yang setara.
berbagai manfaat karyawan secara komprehensif sesuai Prinsip ini diterapkan secara konsisten di seluruh posisi.
dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku serta Program BPJS Kesehatan
Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Program BPJS Ketenagakerjaan Struktur remunerasi kami juga mencakup berbagai
manfaat tambahan seperti tunjangan, bonus, serta insentif
Tabel pada bagian ini menyajikan kompensasi dan Perlindungan disabilitas dan penempatan, termasuk fasilitas perumahan di area operasional
tunjangan yang kami berikan kepada karyawan tetap ketidakmampuan bekerja tambang seperti Sorowako, Morowali, dan Pomalaa. Selain itu,
dan tidak tetap di seluruh wilayah operasional, termasuk Dukungan Perumahan karyawan juga memperoleh hak cuti sesuai dengan ketentuan
Jakarta, Makassar, Sorowako, Wawondula, Wasuponda, yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Malili, Bahodopi, dan Pomalaa. Bonus Tahunan
Fasilitas Makan Remunerasi dasar yang kami berikan berada di atas upah
Paket manfaat kami mencakup kompensasi dan minimum regional di seluruh wilayah operasional. Remunerasi
insentif finansial yang kompetitif untuk mendukung Program Insentif Tahunan (AIP) terendah bagi karyawan PTVI tercatat 8% lebih tinggi
kesejahteraan, keseimbangan kehidupan kerja, serta Bantuan Pendidikan Anak dibandingkan upah minimum regional yang berlaku di
kebutuhan keluarga; perlindungan kesehatan dan ke- Karyawan Kabupaten Luwu Timur, lokasi operasi Sorowako kami. Hal
tenagakerjaan melalui jaminan kesehatan dan program ini mencerminkan komitmen kami untuk memastikan bahwa
jaminan sosial; berbagai skema cuti berbayar; serta Cuti Melahirkan remunerasi tingkat awal tetap kompetitif dan melampaui
dukungan operasional dan kebutuhan hidup, seperti Tunjangan Transportasi ketentuan upah minimum yang berlaku.
fasilitas transportasi dan bantuan perumahan. Cakupan,
durasi, serta mekanisme perhitungan manfaat tersebut Tunjangan Cuti Manfaat Pensiun [GRI 201-3]
diatur secara rinci dalam PKB. Tunjangan Lembur PTVI menyediakan manfaat pensiun yang komprehensif
bagi karyawan, mencakup aspek finansial, asuransi, serta
Sesuai dengan ketentuan dalam PKB, kami juga Tunjangan Pernikahan penghargaan melalui berbagai skema. Program utama kami
menyediakan skema insentif berbasis kinerja melalui Tunjangan Hari Raya adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yang wajib
Annual Incentive Program (AIP), yang mempertimbang- diikuti oleh seluruh karyawan tetap dengan masa kerja minimal
kan kinerja PTVI secara keseluruhan, serta kontribusi tim Santunan Duka dua tahun. Dalam program ini, PTVI berkontribusi sebesar 10%
dan individu. Besaran insentif ditentukan berdasarkan Imbalan Masa Kerja dari gaji karyawan, sementara karyawan berkontribusi sebesar
kinerja perusahaan, kontribusi tim, dan pencapaian 2%.
individu. Tunjangan Masa Kerja 25 Tahun
129 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 130
perlindungan asuransi jiwa. Dalam skema ini, PTVI berkontribusi Peserta program pelatihan tetap menerima upah penuh serta
176 karyawan mengikuti sebesar 4% dari gaji pokok untuk karyawan staf, dengan dukungan logistik selama mengikuti pelatihan. Karyawan
program pelatihan
kontribusi karyawan sebesar 2%. Untuk karyawan non-staff, tetap mendapatkan gaji penuh, serta fasilitas konsumsi seperti
pra-pensiun pada 2025
PTVI berkontribusi sebesar 10% dari gaji pokok. makan dan coffee break. Untuk pelatihan yang dilaksanakan
(239 termasuk pasangan)
di luar area kerja, kegiatan tersebut diperlakukan sebagai
Skema Manfaat Pensiun
perjalanan dinas, sehingga karyawan berhak atas tunjangan
Selain skema iuran pasti tersebut, kami juga mengakui
yang sesuai. Selain itu, PTVI juga memberikan dukungan
kewajiban imbalan pascakerja sesuai dengan peraturan
administratif dan logistik bagi karyawan yang melanjutkan
ketenagakerjaan yang berlaku. Kewajiban ini dihitung Dana Pensiun
pendidikan tinggi secara paruh waktu, termasuk memfasilitasi
berdasarkan masa kerja serta tingkat kompensasi karyawan Lembaha Keuangan
(DPLK) sesi perkuliahan di lokasi kerja apabila memungkinkan.
pada saat pemutusan hubungan kerja atau pensiun.
Karyawan yang ingin mengambil sabbatical leave untuk
melanjutkan studi penuh waktu juga diberikan kesempatan,
Liabilitas imbalan pascakerja jangka panjang kami terdiri dari
Bonus dan dengan dukungan administratif dari perusahaan guna
manfaat pensiun dan ketenagakerjaan, penghargaan masa Penghargaan Masa menunjang kelancaran proses pendidikan mereka.
kerja, serta manfaat kesehatan pascapensiun. Pada tahun Kerja
2025, total liabilitas tersebut mencapai US$49.042 ribu,
meningkat dari US$43.613 ribu pada tahun 2024 atau naik
sebesar 12,4% secara tahunan.
Pelatihan dan
Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan
kewajiban atas manfaat pensiun dan ketenagakerjaan serta Pengembangan
penghargaan masa kerja, seiring dengan dinamika tenaga kerja
dan akumulasi masa kerja karyawan, yang sebagian diimbangi Karyawan [POJK51-F.22]
oleh penurunan manfaat kesehatan pascapensiun.
Pengembangan karyawan tetap menjadi fondasi penting
Seluruh liabilitas dihitung oleh aktuaris independen untuk dalam mencapai keunggulan organisasi jangka panjang. Untuk
memastikan akurasi dan kesesuaian dengan standar yang mendukung hal tersebut, PTVI secara berkelanjutan menye-
berlaku. lenggarakan berbagai program pelatihan dan pengembangan
kapabilitas yang mencakup beragam tujuan, antara lain
Selain itu, karyawan kami juga terlindungi melalui program memperkuat kemampuan kepemimpinan, meningkatkan
BPJS Ketenagakerjaan sebagai program jaminan sosial wajib kompetensi teknis, serta memperdalam pemahaman terkait
yang mencakup perlindungan kecelakaan kerja, santunan praktik keberlanjutan dan keselamatan kerja. Selain program
kematian, jaminan hari tua, pensiun, serta risiko cedera kerja. tersebut, kami juga menyediakan pelatihan khusus bagi
karyawan yang akan memasuki masa pensiun serta bagi
Kami juga menyediakan manfaat tambahan melalui program karyawan yang kembali bekerja setelah menjalani cuti dalam
internal Saving Plan, yang memberikan manfaat tunai serta jangka waktu panjang.
130 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
Program Pengembangan Karyawan[GRI 404-2]
Program Pelatihan Pra-Pensiun — Mempersiapkan
Program Total Peserta Topik Karyawan Menghadapi Masa Pensiun [GRI 404-2]
Program 274 karyawan 1. Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Energi
Sertifikasi 2. Pembaruan Sertifikasi Pilot Drone (Remote Pilot)
Profesional 3. Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Energi
4. Pelatihan Personel Keamanan – Kualifikasi Gada Utama
5. Pelatihan dan Sertifikasi Life Cycle Assessment (LCA)
6. Sertifikasi Pengawas Operasional Madya (POM)
7. Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP)
8. Rigging Dasar Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung karyawan sepanjang
9. Scaffolding Dasar siklus kariernya, PTVI menyelenggarakan Program Pelatihan
10. Inspektur Scaffolding Pra-Pensiun tahun 2025 bagi karyawan yang akan memasuki masa
11. Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi pensiun. Program ini dilaksanakan dalam dua gelombang pada
12. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Februari 2025 di Learning Centre dan beberapa lokasi bisnis terpilih,
Udara dengan melibatkan 55 peserta.
13. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air
14. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 Program yang berlangsung selama tiga hari ini berfokus pada
15. Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah Padat penguatan kesiapan mental, perencanaan keuangan, kesadaran
Non-B3 kesehatan, serta peluang pascapensiun. Para peserta memperoleh
16. Sertifikasi Operator Sarana Pengendalian Pencemaran pemahaman mengenai strategi menjaga kesehatan fisik dan mental,
Udara pengelolaan aset secara bertanggung jawab, serta penemuan kembali
17. Sertifikasi Ahli Pelaporan Eksplorasi Rinci tujuan hidup di luar peran profesional. Kunjungan lapangan ke usaha
18. Sertifikasi Pengawas Operasional Utama (POU) lokal juga memberikan wawasan praktis terkait kewirausahaan dan
19. Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Keahlian Bendungan Besar alternatif sumber penghasilan setelah pensiun.
20. Kursus Juru Ledak Level II
21. Sertifikasi Loading Master Melalui program transisi yang terstruktur ini, PTVI berupaya
22. Recognition of Current Competency (RCC) memastikan bahwa masa pensiun tidak dipandang sebagai
akhir, melainkan sebagai fase baru yang didukung oleh kesiapan,
kepercayaan diri, dan stabilitas. Dengan membekali karyawan dengan
pengetahuan dan keterampilan yang relevan, PTVI menegaskan
komitmen jangka panjang terhadap kesejahteraan karyawan dan
pengelolaan tenaga kerja yang berkelanjutan.
131 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 132
Jam Pelatihan[GRI 404-1] Karyawan yang Mengikuti Pelatihan dan Jam Pelatihan Tahun 2025
Program pelatihan yang dilaksanakan sepanjang tahun Kategori Total Peserta Pelatihan Total Jam Pelatihan
menghasilkan total 70.656 jam pelatihan dengan melibatkan Pekerjaan
2.553 peserta dari seluruh kategori karyawan, mulai dari Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
manajemen senior hingga non-staf. Secara rata-rata, setiap Manajemen 27 2 29 473 35 508
karyawan mengikuti pelatihan selama 27,68 jam. Kelompok
non-staf mencatat rata-rata jam pelatihan tertinggi, diikuti General
oleh kelompok Senior Staff atau Manajer. Berdasarkan gender, Manager atau 91 16 107 1.979 452 2.431
karyawan perempuan rata-rata mengikuti pelatihan selama Spesialis
31,34 jam, lebih tinggi dibandingkan karyawan laki-laki yang Senior Staff
rata-rata 27,14 jam, dengan selisih sekitar empat jam. Data 393 95 488 12.228 2.710 14.938
atau Manajer
periodik sejak tahun 2023 disajikan lebih lanjut dalam Bab
Tabel Data. Staf 628 136 764 15.880 4.044 19.924
Non-staf 1.041 64 1.105 29.880 2.975 32.855
Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karier [GRI
404-3] TOTAL 2.180 313 2.493 60.440 10.216 70.656
Pemantauan kinerja secara berkala merupakan hal yang Rata-rata Jam Pelatihan Tahun 2025
penting untuk memastikan karyawan memperoleh
arahan, umpan balik, serta dukungan pengembangan yang
dibutuhkan dalam perjalanan karier mereka. Proses evaluasi Rata-rata Jam Pelatihan (Total Jam Pelatihan / Total
yang terstruktur memungkinkan PTVI untuk mengidenti- Kategori Pekerjaan Jumlah Karyawan)
fikasi kekuatan, mengatasi kesenjangan kompetensi, serta Laki-laki Perempuan Total
membangun talent pipeline yang kuat guna mendukung
keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Kinerja Manajemen 13,14 8,75 12,70
seluruh karyawan tetap dievaluasi setiap tahun, sementara General Manager atau Spesialis 18,67 26,59 19,76
karyawan tidak tetap mengikuti jalur evaluasi tersendiri yang
disesuaikan dengan status kepegawaiannya. Pada tahun 2025, Senior Staff atau Manajer 25,06 24,64 24,98
100% karyawan telah menjalani proses penilaian kinerja. Staf 22,09 26,26 22,82
Non-staf 23,44 39,14 24,32
TOTAL 23,03 28,30 23,67
132 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
Karyawan yang Menerima Penilaian Kinerja 2025
Peluncuran IMPACT: Membangun Budaya Kinerja yang Transparan dan Berorientasi pada
Pengembangan
.
Manajemen General Senior Staf Non-staf
Manager atau Staff atau
Spesialis Manajer
L P
Karyawan pada level staf dan di atasnya dievaluasi melalui sistem Career Pada Juli 2025, PTVI memperkenalkan IMPACT (Initiate, Measure, Perform, Align, Collaborate, Transform)
& Succession Planning (CSP), yang menyediakan penilaian kinerja secara sebagai sistem manajemen kinerja yang diperbarui, yang dirancang untuk mendukung pengembangan
berkelanjutan, mendukung pengembangan talenta, serta memfasilitasi karyawan serta memperkuat keselarasan antara kontribusi individu dan tujuan perusahaan. Sistem ini
perencanaan suksesi untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan. menggantikan kerangka sebelumnya dan dikembangkan untuk mencerminkan dinamika organisasi yang
Sementara itu, karyawan non-staf dievaluasi melalui sistem Personal terus berkembang, termasuk dalam proses carve-out.
Performance Effectiveness Appraisal (PPEA). Melalui penilaian kinerja yang
dilakukan secara berkelanjutan, kami memperoleh pemahaman yang lebih IMPACT menyediakan struktur yang lebih jelas dalam penetapan tujuan, pengukuran kinerja, serta
mendalam mengenai potensi karyawan serta mengidentifikasi peluang pemberian umpan balik secara berkelanjutan, sehingga karyawan dapat memahami ekspektasi dengan lebih
pengembangan karier yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi. baik, memantau progres, serta merencanakan pengembangan karier mereka. Pendekatan ini menekankan
aspek keadilan, kolaborasi, dan hasil yang terukur, sehingga memperkuat budaya kerja yang mengakui
kinerja dan kontribusi secara transparan.
Sertifikasi Great Place to Work® Didukung oleh platform digital dengan kemampuan analitik yang lebih canggih, sistem ini memungkinkan
Pada tahun 2025, PTVI memperoleh sertifikasi proses evaluasi kinerja yang lebih terstruktur serta mendukung pengambilan keputusan pengembangan
dari Great Place to Work® sebagai salah satu Best talenta berbasis data. Implementasi IMPACT dimulai pada siklus penetapan tujuan tahun 2025 dan akan
Companies to Work For™ di Asia Tenggara, dengan terus disempurnakan melalui keterlibatan aktif karyawan dan pimpinan.
88% karyawan menyatakan bahwa PTVI merupakan
tempat kerja yang baik—jauh di atas rata-rata Melalui IMPACT, PTVI bertujuan untuk membangun budaya kinerja yang memberdayakan karyawan,
global sebesar 59%. mendorong perbaikan berkelanjutan, serta mendukung pengembangan karier jangka panjang.
133 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 134
Kesehatan dan Keselamatan Karyawan[POJK51-F.21]
Komitmen terhadap Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Kerangka Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja[GRI 403-1] [GRI 403-2]
PTVI menyadari bahwa industri pertambangan memiliki risiko dan
bahaya yang melekat, sehingga kami berkomitmen untuk mengelola Jenis Program Program Frekuensi
risiko tersebut secara proaktif, khususnya untuk mencapai
nihil fatalitas kerja dan nihil penyakit akibat kerja. Komitmen Program Pelatihan dan Contractor Safety Management Bulanan
ini menjadi landasan utama yang mendukung keberlangsungan Induksi System (CSMS)
operasional kami, melalui penerapan Sistem Manajemen Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (SMK3) sebagai mekanisme pencegahan General Induction Program (GIP) Untuk karyawan baru, pembaruan setiap 2 tahun
utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional untuk Site-Specific Induction Program Sesuai kebutuhan untuk akses area tertentu
menurunkan risiko. Komitmen ini juga mencerminkan kepatuhan (SSIP)
kami terhadap Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
No. 26 Tahun 2018 yang mewajibkan perusahaan pertambangan Safety Talks Dilaksanakan sebelum memulai pekerjaan
untuk memastikan operasional yang aman dan sehat. [GRI 403-1] Pedoman Manajemen Pedoman Program Pencegahan Disosialisasikan secara berkelanjutan
Fatalitas
SMK3 kami mencakup berbagai aspek, antara lain program pelatihan
dan induksi, pedoman manajemen, penilaian risiko, sistem perizinan Pedoman Pencegahan Kelelahan Disosialisasikan secara berkelanjutan
dan otorisasi kerja, serta kegiatan audit dan inspeksi. Sistem ini (Fatigue)
juga telah diselaraskan dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 Penilaian Risiko Hazard Identification and Risk Bulanan
K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Assessment (HIRA)
Pertambangan yang Baik, termasuk penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan Pertambangan (SMKP). Implementasi SMKP dipantau Health Risk Assessment (HRA) Tahunan
melalui audit tahunan, yang pada tahun ini menunjukkan tingkat Risk Assessment (RA) Sebelum pekerjaan baru dimulai atau saat terjadi perubahan kondisi
kepatuhan sebesar 75,5%. Selain itu, pada tahun pelaporan, PTVI risiko
berhasil memperoleh sertifikasi ISO 45001, yang menegaskan
keselarasan kami dengan praktik manajemen kesehatan dan Job Safety Analysis (JSA) Sebelum pekerjaan baru dimulai atau saat terjadi perubahan kondisi
keselamatan kerja yang diakui secara internasional. [GRI 403-1] risiko
Perizinan & Otorisasi Kerja Safe Working Permit (SWP) Wajib untuk seluruh pekerjaan berbasis proyek
Pendekatan K3 kami berlaku untuk seluruh karyawan (100%),
termasuk tenaga kontraktor dan vendor, serta mencakup seluruh Critical Activity Requirements Audit bulanan untuk seluruh aktivitas berisiko tinggi
pihak yang melakukan aktivitas atau berkunjung ke area operasional (CAR)
kami, seperti Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Kami meyakini bahwa Audit & Inspeksi Heavy Equipment Inspection Harian
sistem K3 yang efektif harus dibangun berdasarkan pengalaman para (Pengecekan dan Pemeriksaan
pihak tersebut yang menjalankannya setiap hari. Masukan mereka Harian, or P2H)
menjadi dasar untuk menjaga relevansi sistem dengan kondisi di
lapangan serta mendorong perbaikan berkelanjutan. Audit/Inspeksi Minimal 8 audit per orang per bulan
134 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
Setiap tahun, karyawan, kontraktor, dan vendor berpartisipasi Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Strategi
dalam pertemuan dengan Komite Keselamatan Pertambangan Mitigasi
(KKP) untuk membahas isu-isu K3. Untuk memastikan setiap Salah satu tahapan terpenting dalam SMK3 kami adalah
masukan ditindaklanjuti secara tepat, kami telah menetapkan proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Proses ini
mekanisme yang jelas dalam meninjau dan merespons aspirasi memungkinkan PTVI untuk mengidentifikasi bahaya kerja
karyawan dalam kerangka SMK3 kami. [GRI 403-4][GRI 403-8] yang berpotensi menimbulkan cedera berat maupun penyakit
akibat kerja, sehingga kami dapat merancang langkah-langkah
yang paling tepat dan efektif dalam meningkatkan kinerja K3.
Penilaian dilakukan melalui kerangka Hazard Identification
100% karyawan dan tenaga and Risk Assessment (HIRA), yang dilaksanakan setiap bulan
kerja non-karyawan tercakup atau ketika terdapat risiko baru. Proses ini dilakukan oleh
dalam SMK3 kami, dengan tenaga profesional internal yang telah tersertifikasi sebagai
data yang telah diverifikasi melalui Pengawas Operasional Pertama (POP) oleh Kementerian
audit internal dan eksternal[GRI 403-8] ESDM, serta mengikuti pelatihan HIRA secara berkala setiap
dua tahun. [GRI 403-2]
PTVI memastikan bahwa seluruh mitra usaha, termasuk Berdasarkan hasil penilaian HIRA terbaru, kami mengiden-
kontraktor dan subkontraktor, mematuhi persyaratan SMK3 tifikasi berbagai potensi bahaya, antara lain pengoperasian
yang kami terapkan. Kami menyediakan pedoman HSE yang alat berat, pekerjaan di ketinggian, aktivitas peledakan,
komprehensif dan selaras dengan standar operasional kami, pekerjaan di area dengan potensi paparan gas berbahaya,
yang wajib ditinjau oleh seluruh pemasok serta menjadi bagian lingkungan dengan paparan panas tinggi, lingkungan dengan
dari proses registrasi dan persetujuan sebelum mereka dapat tingkat kebisingan tinggi, serta aktivitas terkait lainnya. Risiko
berpartisipasi dalam proses pengadaan maupun kontrak. yang ditimbulkan mencakup cedera dan fatalitas, keracunan
Pemasok yang tidak memenuhi kriteria wajib HSE, termasuk gas, stres panas (heat stress), gangguan pendengaran, serta
yang tercantum dalam daftar pelanggaran ketenagakerjaan gangguan muskuloskeletal.
nasional (Dirty List), tidak memenuhi syarat untuk bekerja
sama dengan kami. PTVI juga berhak untuk menangguhkan Hasil penilaian ini menjadi dasar dalam penerapan berbagai
atau menghentikan pekerjaan kontraktor, baik sebagian langkah pengendalian untuk meningkatkan K3. Tindakan
maupun seluruhnya, apabila ditemukan risiko HSE yang serius tersebut mengacu pada hierarki pengendalian risiko, yang
atau bersifat segera (imminent), maupun apabila terjadi dimulai dari eliminasi bahaya, substitusi dengan proses atau
pelanggaran terhadap persyaratan keselamatan internal material yang lebih aman, penerapan pengendalian teknis
maupun ketentuan hukum yang berlaku. [GRI 403-7] dan administratif untuk mengurangi paparan, serta sebagai
langkah terakhir penggunaan alat pelindung diri (APD) yang
sesuai. [GRI 403-2][GRI 403-9][GRI 403-10]
135 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 136
Selain HIRA, PTVI juga melaksanakan Health Risk Assessment
(HRA) setiap tahun untuk mengidentifikasi potensi penyakit
Bahaya Terkait Pekerjaan dan Mitigasi Risiko[GRI 403-9][GRI 403-10] akibat kerja yang terkait dengan aktivitas operasional.
Risiko Cedera Berdasarkan penilaian terbaru, beberapa penyakit akibat kerja
Bahaya Berat & Gangguan Tindakan Pengendalian Risiko yang teridentifikasi dengan tingkat risiko tertinggi meliputi
Kesehatan bronkitis, Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Noise-Induced
Hearing Loss (NIHL), dermatitis kontak alergi, serta radial
Cedera serius / • Pengembangan standar CAR/MHS-03 styloid tenosynovitis. Selama tahun pelaporan, kami mengi-
Pengoperasian alat berat
fatalitas • Pelatihan dan audit keselamatan pengoperasian kendaraan dentifikasi bahwa sejumlah bahaya dan risiko yang terdeteksi
Cedera serius / • Penerapan standar CAR/MHS-09 melalui proses HIRA dan HRA menjadi kontributor utama
Pekerjaan di ketinggian terhadap cedera kerja dan gangguan kesehatan, khususnya
fatalitas • Pelatihan dan audit terkait bahaya kerja di ketinggian
yang berkaitan dengan paparan debu dan partikel udara,
• Penerapan standar CAR/MHS-09 tingkat kebisingan tinggi, tekanan ergonomi akibat pekerjaan
Cedera serius /
Aktivitas peledakan • Sertifikasi juru ledak berulang, serta paparan bahan kimia atau zat berbahaya
fatalitas
• Audit keselamatan terkait operasi peledakan lainnya. Untuk memitigasi risiko tersebut, kami menerapkan
• Penilaian risiko higiene industri di seluruh area operasional berbagai langkah pencegahan, termasuk pelaksanaan Medical
Bekerja di area dengan potensi paparan • Pemantauan langsung dan daring Check-Up (MCU) secara berkala untuk memantau kondisi
Keracunan gas kesehatan pekerja, Job Safety Analysis (JSA) untuk mengi-
gas berbahaya • Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman
• Penggunaan APD wajib sesuai kebutuhan dentifikasi dan mengendalikan bahaya di tempat kerja, serta
penerapan pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan
• Penilaian risiko higiene industri di seluruh area operasional alat pelindung diri (APD) guna mengurangi paparan terhadap
Bekerja di lingkungan dengan paparan Stres panas (heat • Pemantauan langsung dan daring risiko kesehatan kerja. [GRI 403-9][GRI 403-10]
panas stress) • Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman
• Penggunaan APD wajib sesuai kebutuhan Pada tahun 2025, sebanyak 2.903 karyawan dan 15.044
• Penilaian risiko higiene industri di seluruh area operasional kontraktor telah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di
Bekerja di lingkungan dengan tingkat Gangguan • Pemantauan langsung dan daring seluruh wilayah operasional kami. [GRI 403-6]
kebisingan tinggi pendengaran • Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman
• Penggunaan APD wajib sesuai kebutuhan Jumlah Peserta Medical Checkup 2023-2025[GRI 403-6]
Jenis pekerjaan lain yang diidentifikasi • Penerapan pengendalian teknis pada peralatan tambang dengan risiko
melalui analisis kebutuhan pekerjaan Gangguan musku- ergonomi tinggi 2.903
proyek, termasuk: loskeletal (nyeri • Pengendalian administratif untuk meningkatkan kesadaran operator 15.044
• Pengoperasian peralatan tambang punggung bawah, terhadap risiko ergonomi 2.851
• Penanganan material secara hernia, nucleus • Pengendalian administratif untuk aktivitas penanganan material 11.754
manual pulposus, dan lainnya) secara manual
2.671
14.131
Karyawan Kontraktor
136 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
Salah satu langkah utama dalam mitigasi risiko adalah memastikan seluruh personel memiliki kesiapsiagaan yang memadai
melalui prosedur Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat. Setiap departemen melaksanakan simulasi keadaan darurat setidaknya
satu kali dalam setahun, dengan partisipasi yang wajib bagi seluruh karyawan. Skenario yang dipersiapkan dalam simulasi
Audit Internal ISO 45001 untuk Memperkuat
tersebut meliputi kebakaran, gempa bumi, benda jatuh, kecelakaan kendaraan, keracunan, paparan bahan kimia, tumpahan
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
hidrokarbon, tabrakan atau tergulingnya kendaraan, gigitan hewan berbisa, hingga potensi kegagalan bendungan. Dalam
situasi darurat yang berpotensi berdampak pada masyarakat, seperti kegagalan bendungan, masyarakat sekitar juga dilibatkan
dalam pelaksanaan simulasi. [GRI 14.15.4]
Peningkatan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat di Area Produksi
Pada Juni 2025, PTVI melaksanakan audit internal secara
komprehensif sebagai bagian dari persiapan penerapan
ISO 45001:2018. Audit ini mengevaluasi efektivitas Sistem
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
di seluruh fungsi operasional dan pendukung, termasuk
kegiatan pertambangan, pengolahan, logistik, dan proyek.
Hasil penilaian mengidentifikasi sejumlah peluang untuk
memperkuat implementasi sistem, khususnya pada Pada November 2025, PTVI melaksanakan simulasi tanggap darurat yang terfokus di area Process Plant (Reduction
aspek pengendalian dokumen, manajemen perubahan, Kiln – CC3) untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi skenario operasional berisiko tinggi. Simulasi ini
proses tindakan korektif, serta integrasi respons darurat. mencakup kejadian kegagalan rem kontainer saat proses pengangkatan (hoisting) yang mengakibatkan skenario
Di sisi lain, audit juga menegaskan kuatnya komitmen cedera serius, serta menguji koordinasi antara tim operasional, personel keselamatan, Fire Emergency Services (FES),
pimpinan terhadap tata kelola keselamatan, keberadaan tim medis, dan keamanan.
pengendalian risiko kritis yang terstruktur, serta
pencapaian nihil insiden fatal dalam dua tahun terakhir. Pelaksanaan simulasi menunjukkan koordinasi lintas fungsi yang kuat serta kepatuhan terhadap prosedur yang
berlaku, sekaligus mengidentifikasi adanya kendala akses yang memengaruhi waktu respons. Temuan tersebut telah
Melalui proses ini, PTVI terus memperkuat praktik dimasukkan ke dalam rencana tindakan perbaikan untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan di lokasi.
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, guna
memastikan sistem yang diterapkan tetap andal, Melalui pelaksanaan simulasi berbasis skenario secara rutin, PTVI terus memperkuat budaya keselamatan yang
akuntabel, serta selaras dengan standar internasional dan proaktif serta memastikan karyawan dan kontraktor selalu siap untuk merespons situasi darurat secara cepat dan
praktik pertambangan yang bertanggung jawab. efektif.
137 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 138
Selain kesiapsiagaan darurat, PTVI juga secara rutin meny-
Sepanjang pelaksanaan, berbagai kegiatan bertema Layanan Kesehatan Kerja dan Non-Kerja
elenggarakan pelatihan kesehatan, keselamatan, dan tanggap
keselamatan melibatkan karyawan, kontraktor,
darurat (HSE) bagi karyawan. Program pelatihan ini bertujuan
serta pemangku kepentingan lokal. Inisiatif yang PTVI berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan
untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya di tempat
dilakukan antara lain Dojo Safety Challenge, CrossFit kerja dan non-kerja yang berkualitas bagi seluruh pekerja guna
kerja serta memperkuat kesiapan pekerja dalam menghadapi
Challenge, serta kompetisi olahraga antar departemen melindungi kesejahteraan mereka di seluruh area operasional.
potensi situasi darurat.
yang dirancang untuk mendorong kerja sama tim, Layanan kesehatan kerja berfokus pada pencegahan, deteksi,
kewaspadaan, dan perilaku keselamatan yang proaktif. dan pengelolaan risiko kesehatan yang timbul dari kondisi
Pada tahun 2025, pelatihan HSE dilaksanakan di berbagai lokasi
kerja, sementara layanan kesehatan non-kerja mendukung
operasional. Di lokasi Sorowako, total jam pelatihan mencapai
Tidak hanya di area operasional, PTVI juga memperluas kesejahteraan secara menyeluruh melalui program yang
1.460 jam untuk karyawan dan 6.789 jam untuk kontraktor,
edukasi keselamatan ke lima sekolah di Luwu Timur, mendorong gaya hidup sehat serta pencegahan penyakit di
sementara di lokasi Pomalaa mencapai 262 jam untuk karyawan
melalui penyuluhan mengenai kesehatan kerja, luar faktor pekerjaan.
dan 5.244 jam untuk kontraktor. Materi pelatihan mencakup
keselamatan lingkungan (HSE), keselamatan berkendara,
identifikasi bahaya di tempat kerja, prosedur operasi yang
serta pencegahan penyalahgunaan narkoba. Didukung oleh tenaga kesehatan profesional serta tim
aman, kesiapsiagaan tanggap darurat, serta penggunaan alat
kesehatan kerja yang terus mendapatkan pelatihan, kami
pelindung diri (APD).
Program ini menjadi pengingat bersama bahwa menjalankan berbagai program layanan kesehatan kerja,
keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif. antara lain:[GRI 403-3]
Seluruh sesi pelatihan dipandu oleh instruktur yang
Melalui keterlibatan pimpinan, partisipasi tenaga
tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),
kerja, serta kolaborasi dengan masyarakat, PTVI terus • Penilaian Risiko Kesehatan di Tempat Kerja
sehingga menjamin kualitas pelatihan yang diberikan. Untuk
memperkuat budaya keselamatan guna menciptakan • Penerapan ergonomi kerja
memastikan efektivitas pembelajaran, setiap pelatihan
lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. • Surveilans dan analisis penyakit akibat kerja serta penyakit
dilengkapi dengan post-test guna mengukur tingkat
umum lainnya
pemahaman peserta. [GRI 403-5]
Seluruh karyawan dan pekerja memiliki akses terhadap • Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
mekanisme pelaporan yang transparan dan efisien untuk • Pengelolaan kelelahan kerja
melaporkan bahaya kerja maupun kondisi berbahaya melalui
Bulan K3 Nasional 2025 — Memperkuat Budaya aplikasi CRM (Critical Risk Management) berbasis smartphone. Selain itu, kami juga memberikan perhatian besar pada
Keselamatan di Operasi Sorowako Selain itu, supervisor dapat melaporkan insiden atau kebutuhan kesehatan non-kerja. Seluruh karyawan beserta
kecelakaan melalui aplikasi khusus IRIS. Setiap laporan yang keluarga mereka tercakup dalam berbagai manfaat kesehatan
PTVI menutup rangkaian Bulan K3 Nasional 2025 di
masuk ditindaklanjuti dengan investigasi menyeluruh untuk yang disediakan perusahaan, termasuk kepesertaan dalam
operasi Sorowako pada Februari 2025 sebagai bentuk
mengidentifikasi akar penyebab. Hasil investigasi digunakan program jaminan kesehatan nasional (BPJS), perlindungan
penegasan komitmen dalam menjaga lingkungan
untuk menyempurnakan prosedur K3 guna mencegah kejadian biaya pengobatan dan rawat inap, serta akses terhadap
kerja yang aman dan sehat. Program ini menekankan
serupa di masa mendatang, dan setiap perubahan dikomuni- layanan kesehatan melalui fasilitas rumah sakit INCO di lokasi
bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan
kasikan kepada karyawan melalui pelatihan K3. Dalam kondisi operasional. Cakupan layanan ini diatur dalam PKB, termasuk
terhadap prosedur, melainkan budaya bersama yang
berbahaya, penghentian pekerjaan dan evakuasi dari area kerja komitmen kami dalam menjaga kerahasiaan data medis
tertanam di seluruh tingkat operasional.
wajib dilakukan. Ketentuan ini secara konsisten disosialisasikan karyawan. Informasi kesehatan dikelola secara ketat dan
kepada seluruh karyawan melalui poster, kegiatan sosialisasi, hanya dapat diakses oleh personel yang berwenang yang telah
serta safety share rutin. [GRI 403-2] menandatangani Integrity Pact. [GRI 403-3][GRI 403-6]
138 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
Sebagai pelengkap, PTVI juga secara proaktif menyelenggara-
kan berbagai program promotif, preventif, dan suportif yang
Kesadaran Kesehatan Mental Karyawan — Program Deteksi Dini di IGP Morowali
mendorong gaya hidup sehat dan kesejahteraan menyeluruh.
Program ini mencakup kegiatan kebugaran, pemeriksaan
kesehatan berkala (tahunan atau dua tahunan), vaksinasi,
serta dukungan nutrisi, higiene, dan sanitasi. Kami juga
menyediakan program khusus yang berfokus pada kesehatan
mental, penyakit tidak menular, penyalahgunaan zat, penyakit
menular, serta risiko ergonomi dan gangguan muskuloskeletal.
Seluruh program ini didukung sepenuhnya oleh perusahaan.
Meskipun partisipasi bersifat sukarela, kami memastikan
seluruh pekerja dapat dengan mudah mengakses program
maupun informasinya melalui media sosial, pesan langsung,
siaran informasi, serta papan informasi di area kerja.[GRI 403-6]
Sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan suportif, PTVI melalui IGP
Morowali menyelenggarakan program peningkatan kesadaran kesehatan mental dan deteksi dini bagi karyawan
dan kontraktor pada Januari 2025. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kondisi operasional di mana lebih dari 70%
karyawan bekerja jauh dari keluarga, yang berpotensi meningkatkan tekanan emosional dan kelelahan mental.
Sesi yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan psikiater berlisensi yang memberikan pemahaman
mengenai tanda-tanda awal gangguan psikologis, faktor pemicu stres di tempat kerja, serta strategi membangun
mekanisme koping yang sehat. Peserta juga didorong untuk memandang kesehatan mental sebagai aspek yang
sama pentingnya dengan keselamatan fisik dalam menjaga kesejahteraan dan produktivitas.
Sebagai tindak lanjut, PTVI menyediakan layanan skrining kesehatan mental secara sukarela untuk membantu
mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta memastikan dukungan yang tepat dapat diberikan secara cepat.
Inisiatif ini turut memperkuat budaya kerja yang mendorong karyawan dan kontraktor untuk merasa aman
dalam menyampaikan kondisi dan kebutuhan terkait kesehatan mental mereka.
139 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 140
Statistik Cedera dan Penyakit Akibat Kerja insiden sebelum terjadi. Untuk mendukung hal tersebut, kami
secara rutin menjalankan kampanye keselamatan dengan
Di PTVI, keselamatan merupakan prioritas utama di seluruh fokus kuat pada pengelolaan kelelahan (fatigue management),
kegiatan operasional. Untuk memantau kinerja serta yang diakui sebagai salah satu faktor utama penyebab insiden
mendorong perbaikan berkelanjutan, kami melacak berbagai kerja. Inisiatif ini mencakup penyampaian pesan keselamatan
indikator kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan melalui berbagai media, seperti banner dan materi komunikasi
maupun kontraktor yang berada di bawah kendali operasional visual di area operasional, guna memperkuat perilaku aman
kami. Indikator tersebut tidak hanya mencakup jumlah dan menjaga kesadaran keselamatan di seluruh tenaga kerja.
cedera akibat kerja, tetapi juga insiden kehilangan waktu
kerja (lost-time incidents), yang membantu kami memahami Seiring dengan pertumbuhan tenaga kerja, khususnya
risiko secara lebih komprehensif dan memperkuat langkah dari sisi kontraktor, kami menyadari pentingnya menjaga
pencegahan. pengendalian keselamatan yang kuat. Oleh karena itu, kami
terus memperkuat Contractor Safety Management System
Pada tahun 2025, kami mencatat nihil fatalitas di seluruh (CSMS). Sistem ini memastikan bahwa seluruh kontraktor
area operasional. Terdapat tiga cedera dengan konsekuensi memenuhi standar keselamatan PTVI melalui proses yang
tinggi dan 22 kasus cedera tercatat, seluruhnya melibatkan terstruktur, mulai dari pra-kualifikasi, pelatihan keselamatan,
kontraktor, dibandingkan dengan 10 kasus pada tahun 2024. penilaian risiko, pengawasan, hingga pemantauan kinerja
Kami juga mencatat satu insiden kehilangan waktu kerja pada secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi erat dengan
karyawan dan lima pada kontraktor. Selama tahun tersebut, kontraktor, kami berupaya mencegah insiden, meningkatkan
total jam kerja meningkat signifikan dari sekitar 32 juta jam budaya keselamatan, serta mempertahankan komitmen
menjadi 49 juta jam, yang terutama didorong oleh aktivitas terhadap nihil fatalitas kerja.
besar di Sorowako, termasuk pembangunan ulang furnace dan
ekspansi proyek seiring mendekati kapasitas operasi penuh. [GRI
14.15.3]
Sebagai bagian dari pendekatan proaktif terhadap keselamatan,
kami juga memantau insiden near miss. Insiden ini mencakup
baik karyawan maupun kontraktor, dan seluruhnya dicatat
secara terintegrasi untuk memberikan gambaran menyeluruh
mengenai potensi risiko di seluruh operasi. Pada tahun 2025,
tingkat frekuensi near miss tercatat sebesar 1,55, menunjukkan
peningkatan sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya
sebesar 1,84. Hal ini mencerminkan upaya berkelanjutan dalam
meningkatkan kesadaran terhadap bahaya serta mencegah
140 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
Statistik Cedera Akibat Kerja
Total Jam Kerja 2023-2025
Statistik Cedera Akibat Kerja Karyawan dan Pekerja Non-Karyawan 2023-2025[GRI 403-9][SASB EM-MM-320a.1]
141 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 142
Mekanisme Pelaporan dan Penyelesaian Keluhan Karyawan
PTVI berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang
Tingkat Eskalasi Keluhan
aman dan suportif bagi seluruh karyawan, termasuk melalui
mekanisme yang jelas dan mudah diakses sebagaimana diatur
Pelaporan kepada Atasan Langsung
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk menangani Karyawan menyampaikan keluhan secara tertulis kepada atasan langsung dengan
baik keluhan (terkait pelanggaran PKB) maupun pengaduan tembusan kepada atasan yang lebih tinggi. Atasan langsung wajib memberikan tanggapan
(isu lain di tempat kerja). Seluruh laporan ditangani dengan dalam waktu maksimal tujuh hari sejak laporan diterima. Kegagalan dalam merespons
menjaga kerahasiaan secara ketat, sehingga karyawan merasa dapat dikenakan sanksi.
Jika masalah masih belum terselesaikan
aman dan nyaman dalam menyampaikan permasalahan.
Keterlibatan aktif karyawan juga memungkinkan identifikasi
kesenjangan sistem serta mendorong perbaikan berkelanjutan
di lingkungan kerja. Eskalasi kepada Atasan yang Lebih Tinggi
Karyawan menyampaikan keluhan kepada atasan tingkat berikutnya atau Manager once
PTVI menerapkan mekanisme yang terstruktur dan bertahap Removed (MoR) dengan mengacu pada dokumen yang dihasilkan pada Level I. Apabila
dalam pelaporan serta penyelesaian permasalahan. Karyawan tercapai penyelesaian, dokumentasi disampaikan kepada Human Resources dan Business
Partner–Industrial Relations (HRBP-IR). Ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat
dapat meneruskan permasalahan ke tingkat berikutnya dikenakan sanksi kepada pihak terkait.
hanya apabila belum terselesaikan pada tingkat sebelumnya.
Mekanisme ini terdiri dari empat tingkat yang dirancang untuk Jika masalah masih belum terselesaikan
memastikan penyelesaian yang adil, transparan, dan tepat
waktu.
Peninjauan oleh Human Resource dan Business Partner–Industrial Relations (HRBP-IR)
Karyawan dapat meminta HRBP-IR untuk meninjau keputusan pada tingkat sebelumnya
berdasarkan ketentuan dalam PKB. Apabila permasalahan masih belum terselesaikan,
karyawan dapat melanjutkan ke Level IV.
Jika masalah masih belum terselesaikan
Penyelesaian Bipartit
Apabila Level I hingga III belum menghasilkan kesepakatan atau penyelesaian, permasalahan
dapat dibahas dalam pertemuan bipartit, di mana karyawan diwakili oleh serikat pekerja.
142 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
Communities 143 1 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 144
Pendekatan Kami terhadap Pelibatan Komunitas yang Bertanggung Jawab
Pada tahun 2025, PTVI melanjutkan pendekatan pengelolaan
hak asasi manusia yang diterapkan sejak 2024 karena tetap
relevan dengan konteks operasional dan dinamika sosial di
sekitar wilayah operasi. Pendekatan ini berlandaskan Kebijakan
Keberlanjutan dan kebijakan hak asasi manusia yang mengacu
pada standar internasional, termasuk IFC Performance
Standards, ISO 26000, ICMM, dan Voluntary Principles on
Security and Human Rights. Kami memiliki komitmen kebijakan
untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi
manusia dalam seluruh kegiatan operasional, yang disetujui
dan didukung oleh Direksi serta dipantau melalui mekanisme
pengawasan internal.
Topik material yang dikelola mencakup hak asasi manusia dan
komunitas, keterlibatan dan hubungan dengan masyarakat,
dampak ekonomi lokal, akses air bersih, serta permukiman
kembali. Pengelolaan dilakukan secara terintegrasi untuk
mencegah dan memitigasi dampak negatif sekaligus
mendorong dampak sosial yang positif dan berkelanjutan. dan dapat diakses. Pengaduan yang relevan dengan isu hak topik material dievaluasi secara berkala melalui pemantauan
Keterlibatan masyarakat dilaksanakan secara terbuka dan asasi manusia ditangani melalui proses uji tuntas (HRDD), program, kinerja mekanisme pengaduan, serta umpan balik
partisipatif sejak tahap perencanaan, didukung studi sosial termasuk penilaian, tindak lanjut, dan langkah korektif. pemangku kepentingan, sebagai bagian dari komitmen kami
dan lingkungan untuk mengidentifikasi potensi dampak Tindak lanjut atas pengaduan sebelumnya diwujudkan melalui menjalankan operasional yang transparan, inklusif, dan selaras
serta penerapan hierarki mitigasi apabila diperlukan. PTVI penguatan kebijakan, perbaikan mekanisme pengaduan, dan dengan kepentingan masyarakat.
juga menyediakan mekanisme pengaduan yang terstruktur implementasi rencana aksi HAM. Efektivitas pengelolaan
144
2 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 145
Penghormatan pada Hak Asasi Manusia
PTVI berkomitmen untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi
hak asasi manusia, termasuk hak-hak komunitas lokal, sebagai Pembaruan Implementasi Rencana Aksi Uji Tuntas Hak Asasi Manusia [SASB EM-MM-210a.3]
bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang
bertanggung jawab. Pengelolaan risiko dan dampak HAM dilakukan Menindaklanjuti investigasi independen Human Rights Due Diligence (HRDD) pada 2023, PTVI menyusun Komitmen dan
melalui proses HRDD yang terintegrasi dalam kegiatan operasional, Rencana Aksi Hak Asasi Manusia untuk merespons temuan serta memperkuat pendekatan pengelolaan HAM. Sepanjang
sejalan dengan pendekatan penilaian dampak sosial dan keterlibatan 2025, kami melanjutkan implementasi rencana aksi tersebut pada sejumlah area prioritas, meliputi keterlibatan masyarakat,
masyarakat. akses air bersih, perlindungan mata pencaharian, pengelolaan lahan, serta tata kelola keamanan.
PTVI juga memastikan mitra bisnis, termasuk pemasok dan kontraktor, Topik Progres 2025 Langkah Selanjutnya (2026)
menjalankan kegiatan usaha dengan menghormati hak asasi manusia
melalui pelatihan berkelanjutan, identifikasi risiko secara transparan, Manajemen PTVI memperkuat mekanisme keterlibatan Perangkat pemantauan akan terus ditingkatkan melalui
serta penerapan hierarki mitigasi, dengan mengacu pada standar Linkungan masyarakat dan penanganan pengaduan yang penetapan indikator keberhasilan yang jelas serta
internasional seperti IFC Performance Standards dan Voluntary dan Sosial selaras dengan IFC Performance Standard 5 penguatan kapasitas internal untuk penanganan isu
(IFC-PS). Penguatan ini mencakup peningkatan dan pelaporan yang lebih sistematis. Selain itu, program
Principles on Security and Human Rights (VPSHR). kapasitas staf, pelaporan rutin kepada manajemen, peningkatan kapasitas akan dilaksanakan bagi unit
serta penyempurnaan sistem pelacakan isu melalui hubungan pemangku kepentingan guna mendukung
Social Development Information (SDI). keterlibatan yang lebih efektif dan bermakna.
Sorowako: Melanjutkan penyusunan Land Acquisition and Implementasi corrective action plan (CAP) akan mengacu
Kompensasi Resettlement Framework (LARF) sebagai pedoman pada LARF yang telah ditetapkan dan diintegrasikan ke
dan Isu proses pengadaan lahan di seluruh wilayah dalam perencanaan proyek serta pengelolaan lahan. Upaya
Kebijakan Hak Asasi Manusia kami menjadi landasan operasional guna memastikan konsistensi ini mencakup pelaksanaan studi sosial-ekonomi terhadap
dalam memastikan penghormatan, perlindungan, implementasi, mencakup penilaian kompensasi, masyarakat terdampak proyek (project affected people/
dan pemulihan hak-hak individu dalam seluruh praktik relokasi, serta rencana pemulihan mata PAP) dan penyusunan rencana pemulihan mata pencaharian
pencaharian yang selaras dengan regulasi nasional berdasarkan
aktivitas operasional. dan standar internasional. Selain itu, kami telah
menyelesaikan kajian diagnostik dan penyusunan
Hak Asasi Dokumen Laporan Investigasi corrective action plan (CAP) untuk pengadaan
Manusia kami: Publik Hak Asasi Manusia: lahan sebelumnya.
Asuli: Akses PTVI melakukan penilaian berbasis hak asasi Perusahaan melaksanakan rencana aksi perbaikan melalui
untuk Air manusia terkait akses air serta melanjutkan konsultasi dengan masyarakat untuk memastikan akses
pemantauan kualitas air dengan melibatkan air yang aman dan berkelanjutan. Upaya ini dilanjutkan
masyarakat terdampak guna mendukung dengan penyusunan prosedur standar bagi inisiatif
transparansi. Melalui proses ini, kesenjangan yang pemantauan air berbasis masyarakat (community-based
ada diidentifikasi untuk penyusunan rencana aksi monitoring/CBM), dengan mengacu pada kerangka
perbaikan yang diperlukan Interlaken Group guna memperkuat mekanisme
kolaboratif bersama pemangku kepentingan terdampak
dalam mengelola dampak HAM terkait kegiatan
pertambangan.
145 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 146
Pelatihan Hak Asasi Manusia untuk Petugas
Keamanan[GRI 410-1]
PTVI memastikan bahwa pengelolaan keamanan dilaksanakan
Topik Progres 2025 Langkah Selanjutnya (2026) dengan menghormati hak asasi manusia dan sejalan
dengan kebijakan internal, ketentuan nasional, serta prinsip
Tanamalia:Mata Keterlibatan pemangku kepentingan yang Konsultasi luas dengan masyarakat terkait internasional yang relevan, termasuk Voluntary Principles
Pencaharian terstruktur dan selaras dengan IFC telah TCF terus dilanjutkan, dengan fasilitasi on Security and Human Rights (VPSHR). Seluruh personel
& Konsultasi dikembangkan, dengan pesan kunci yang Pemerintah Daerah dan Direktorat Konflik keamanan, baik karyawan tetap maupun tenaga alih daya
jelas untuk menjangkau berbagai kelompok Tenurial Kementerian Kehutanan sebagai dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), terdaftar dan
masyarakat. Mekanisme serta saluran pengaduan pihak tepercaya, guna mencapai memiliki kualifikasi resmi sesuai Keputusan Kepala Kepolisian
juga telah dibangun dan disosialisasikan. Rencana kesepakatan sebelum dimulainya kembali
Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang
akses lahan dan kerangka Tanamalia Coexistence kegiatan eksplorasi.
Framework (TCF), di dalamnya termasuk rencana
Pengamanan Swakarsa (Gada Pratama dan Gada Madya).
pemulihan mata pencaharian dan manfaat bagi Pada tahun pelaporan, total personel keamanan yang terlibat
masyarakat lokal, pada dasarnya telah disusun dalam operasional Perseroan berjumlah 668 orang, terdiri dari
mengacu pada LARF. 41 personel in-house dan 627 personel dari BUJP. Dari jumlah
tersebut, sebanyak 33 personel telah mengikuti pelatihan
Pendekatan Security arrangements for drilling activities have Security governance will be further strengthened khusus terkait hak asasi manusia yang terintegrasi dalam
Keamanan dan been strengthened through the development of through the development of a corporate-wide Security pelatihan VPSHR. Pelatihan dilaksanakan dalam pada 3–5 Juni
Kebebasan VPSHR- and IFC PS4-aligned Security Management Management Plan aligned with the Voluntary Principles 2025 di Sorowako.
Plans, operating procedures, and updated security on Security and Human Rights (VPs) and IFC Performance
risk assessments that incorporate community Standard 4. This includes ensuring compliance of private Topik Pelatihan Mencakup:
security considerations. VPSHR training has been and public security arrangements through reviewing • Prinsip-prinsip utama VPSHR, termasuk asesmen risiko,
delivered to security personnel across operations, agreements, targeted training, and the effective
hubungan dengan keamanan publik dan swasta;
supported by international expertise. A corporate- implementation of Encroachment Prevention Procedures
wide Security Management Plan is under (EPP) while safeguarding community human rights. • Tanggung jawab perlindungan, penghormatan, dan
development, alongside the implementation of pemulihan atas dugaan pelanggaran HAM;
encroachment prevention procedures aligned with • Analisis risiko keamanan dari perspektif dampak terhadap
IFC PS4 and PS5 to manage risks in state forest masyarakat dan perusahaan;
areas • Penerapan skala penggunaan kekuatan (use of force
continuum) secara proporsional;
• Identifikasi potensi risiko pelanggaran HAM dalam operasi
keamanan, termasuk dalam situasi protes atau konflik sosial.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas personel
dalam mengidentifikasi risiko HAM sejak dini, menerapkan
pendekatan yang proporsional dalam penggunaan kekuatan,
serta memastikan koordinasi yang bertanggung jawab dengan
aparat keamanan publik apabila diperlukan.
146 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 147
Relokasi dan Hak atas Tanah serta Sumber Daya[GRI Community Engagement
14.12.2]
PTVI menyadari bahwa kegiatan operasional perusahaan masih perlu ditingkatkan. termasuk dalam konteks pasca-relokasi, sebagai bagian dari
membutuhkan akses terhadap lahan yang juga dimanfaatkan pengelolaan dampak sosial yang terintegrasi dalam kebijakan
oleh masyarakat. Itu sebab, kami menerapkan prinsip Kerangka Land Access and Resettlement Framework (LARF) keberlanjutan perusahaan. Pendekatan ini dilakukan secara
penghindaran relokasi sebagai pendekatan utama. Apabila telah disusun sebagai panduan terstruktur dan konsisten terbuka, bermakna, dan berkelanjutan untuk mengiden-
relokasi tidak dapat dihindari, PTVI berkomitmen untuk dalam pengelolaan proses terkait lahan di seluruh area tifikasi, mencegah, memitigasi, dan memulihkan dampak
memastikan proses dilaksanakan secara adil, transparan, dan operasional. Kerangka ini bertujuan memperkuat transparansi, terhadap masyarakat. Pelaksanaannya mencakup kajian sosial,
dengan menghormati hak, martabat, serta kesejahteraan akuntabilitas, dan partisipasi pemangku kepentingan, konsultasi dengan masyarakat, serta Program Pemulihan dan
masyarakat terdampak. sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional Pengembangan Penghidupan Berkelanjutan yang dirancang
dan standar internasional yang relevan. untuk mendukung pemulihan mata pencaharian dan
Pendekatan kami mengacu pada prinsip-prinsip IFC Elemen utama dalam kerangka ini meliputi: kesejahteraan masyarakat terdampak.
Performance Standard 5 (PS5) tentang Pengadaan Lahan dan 1. Penetapan skema kompensasi yang jelas dan konsisten
Pemukiman Kembali Secara Tidak Sukarela. PTVI bekerja sama 2. Peninjauan praktik kompensasi masa lalu beserta potensi Sebagai bagian dari pengelolaan dampak terhadap masyarakat,
dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memitigasi dampak sosialnya kami menyediakan rencana pelibatan pemangku kepentingan
potensi dampak, dengan menempatkan perlindungan hak atas 3. Penguatan transparansi dalam penyampaian temuan serta mekanisme pengaduan yang terstruktur, mudah diakses,
tanah, pemulihan mata pencaharian, dan perlakuan setara kepada pemangku kepentingan dan responsif di seluruh wilayah operasional, yang terintegrasi
bagi seluruh pihak terdampak sebagai prinsip utama. 4. Pelaksanaan tindakan perbaikan yang diperlukan dengan proses Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (Human Rights Due
5. Kejelasan pemisahan antara langkah mitigasi dampak dan Diligence/HRDD) kami. Setiap pengaduan dicatat, diverifikasi,
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan memastikan program investasi sosial dan ditindaklanjuti melalui dialog serta tindakan korektif
keselarasan dengan praktik terbaik internasional, PTVI telah 6. Pendorongan proses konsultasi yang inklusif dan yang proporsional. Efektivitas mekanisme ini dievaluasi secara
memulai proses diagnostik terhadap praktik kompensasi terdokumentasi dengan baik berkala melalui pemantauan jumlah dan jenis pengaduan,
dan relokasi pada periode sebelumnya di seluruh wilayah tingkat penyelesaian, serta umpan balik masyarakat, yang
operasional, termasuk di wilayah Sorowako, Bahodopi, dan Melalui penerapan kerangka tersebut, PTVI berupaya menjadi dasar untuk perbaikan berkelanjutan dan penguatan
Pomalaa. Kajian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian praktik memastikan bahwa seluruh proses akuisisi lahan dan relokasi hubungan dengan masyarakat.
masa lalu dengan standar yang berlaku, mengidentifikasi dikelola secara bertanggung jawab, selaras dengan prinsip
kebutuhan tindakan korektif—khususnya terkait penguasaan hak asasi manusia, keadilan sosial, dan tujuan pembangunan-
lahan secara tidak sukarela—agar lebih selaras dengan regulasi berkelanjutan.
dan standar internasional, serta mengidentifikasi area yang PTVI mengelola keterlibatan dan hubungan dengan komunitas
147 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 148
Mekanisme Pengaduan Masyarakat[GRI 2-25] Saluran pengaduan tersedia melalui berbagai media, termasuk Apabila dalam proses penanganan pengaduan ditemukan
telepon, kotak pengaduan, surat elektronik dan tertulis, serta dampak terhadap hak asasi manusia, PTVI berkomitmen untuk
Untuk mendukung keterlibatan pemangku kepentingan pertemuan koordinasi rutin di tingkat kecamatan. Seluruh melakukan langkah pemulihan dan mitigasi secara adil dan
yang bertanggung jawab, PTVI menyediakan mekanisme pengaduan dicatat dalam Sistem Stakeholder Demands and efektif, dengan merujuk pada Prinsip-Prinsip Panduan PBB
pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat dan Issues (SDI), ditelaah oleh Departemen External Relations, dan tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia serta panduan ICMM.
pemangku kepentingan lainnya sebagai sarana penyampaian ditindaklanjuti sesuai prosedur dengan melibatkan fungsi Pendekatan ini menegaskan komitmen kami terhadap
pengaduan, kekhawatiran, maupun dugaan pelanggaran hak terkait. Hasil penanganannya lalu dikomunikasikan kembali legitimasi, aksesibilitas, keadilan, transparansi, dan
asasi manusia. Mekanisme ini menjadi bagian dari sistem kepada pelapor sebagai bentuk transparansi, sementara data pembelajaran berkelanjutan dalam pengelolaan mekanisme
akuntabilitas perusahaan dalam mengelola dampak sosial dan pengaduan dilaporkan secara berkala kepada Direksi untuk pengaduan. [GRI 14.10.4][POJK51-F.24]
menjaga hubungan yang saling menghormati.[GRI 14.10.4][POJK51-F.24] memastikan dukungan manajerial terhadap penyelesaian isu
strategis.[GRI 14.10.4]
Proses Penanganan Pengaduan
Penerima Pengaduan Penelahaan Pengeaduan Tindak Lanjut Penyelesaian & Verifikasi
Pengaduan diterima melalui Pengaduan ditelaah oleh tim Pengaduan yang layak ditangani Penyelesaian diverifikasi
berbagai saluran dan dicatat terkait untuk menentukan melalui pendekatan yang sesuai, berdasarkan kesepakatan; kasus
untuk proses selanjutnya kelayakan tindak lanjut termasuk dialog atau pelibatan dinyatakan selesai atau diproses
pihak ketiga ulang jika muncul pengaduan baru
148 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 149
Pengelolaan Dampak terhadap Masyarakat[GRI
413-1][POJK51-F.23]
PTVI meyakini bahwa keterlibatan yang konstruktif dengan sesuai karakteristik sosial, politik, dan lingkungan di setiap kebutuhan lokal, termasuk dukungan infrastruktur dasar,
masyarakat sekitar merupakan fondasi keberlanjutan wilayah operasi, dengan tetap menjunjung prinsip transparansi akses layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
operasional. Kami menerapkan standar dan pedoman internal dan akuntabilitas. Pendekatan ini memastikan aspirasi masyarakat menjadi
untuk memastikan keterlibatan dilakukan secara konsisten, bagian dari pertimbangan operasional perusahaan serta
inklusif, dan bertanggung jawab sejak tahap perencanaan Melalui proses partisipatif, PTVI merancang dan melaksanakan mendukung terpeliharanya hubungan jangka panjang dan
hingga pelaksanaan kegiatan. Pendekatan ini bersifat adaptif program pengembangan komunitas yang selaras dengan upaya menjaga social license to operate (SLO)
PRESENTASE
JUMLAH
DESA
WILAYAH DESA
DI WILAYAH
PENGELOLAAN DAMPAK DAN BENTUK INVESTASI SOSIAL
TERDAKPAK
OPERASI
SOROWAKO
Kecamatan 5 13% Pengelolaan Pencemaran Udara: Penggunaan filter udara, penerapan teknologi pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan lingkungan
Nuha yang berkelanjutan. .
Pengelolaan Pencemaran Air: Penggunaan kolam sedimentasi limpasan, instalasi pengolahan air limbah, daur ulang limbah cair dan
padat, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Pengelolaan Pencemaran Tanah: Reklamasi lahan bekas tambang, daur ulang limbah padat, serta pengelolaan lingkungan yang
berkelanjutan.
Kesempatan Kerja: Peningkatan pendapatan riil masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta program ketahanan pangan.
Pertumbuhan Penduduk: Pengembangan infrastruktur, program ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Perubahan Sosial Budaya: Penguatan nilai sosial dan budaya lokal serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kecamatan 6 15% Program ketahanan pangan, peningkatan pendapatan riil, pembangunan infrastruktur, penguatan nilai sosial dan budaya lokal, serta
Wasuponda pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
Kecamatan 18 47% Pengelolaan Pencemaran Udara: Use of air filters; carbon emission reduction technologies; sustainable environmental management.
Towuti Pengelolaan Pencemaran Air: Pembangunan kolam sedimentasi untuk limpasan air, instalasi pengolahan air limbah, daur ulang limbah
cair, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Pengelolaan Pencemaran Lahan: Reklamasi lahan bekas tambang, daur ulang limbah padat, serta pengelolaan lingkungan yang
berkelanjutan.
Kesempatan Kerja: Program ketahanan pangan, peningkatan pendapatan riil, serta pembangunan infrastruktur.
149 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 150
PRESENTASE
JUMLAH
DESA
WILAYAH DESA
DI WILAYAH
PENGELOLAAN DAMPAK DAN BENTUK INVESTASI SOSIALA
TERDAMPAK
OPERASI
Pertumbuhan Penduduk: Pembangunan infrastruktur, program ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Perubahan Budaya Lokal: Program penguatan ketahanan sosial dan budaya lokal serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kecamatan 9 23% Pencemaran Udara (debu dari kendaraan operasional): Perbaikan jalan, pembatasan kecepatan kendaraan, pemeliharaan jalan secara rutin,
Malili serta penyiraman jalan.
Pencemaran Air (potensi kontaminasi): Pengelolaan lingkungan untuk menjaga kualitas air.
Kesempatan Kerja: Program ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan riil.
Pertumbuhan Penduduk: Pengembangan infrastruktur pendukung, penataan ruang, serta penyediaan layanan dasar
Perubahan Budaya: Program penguatan ketahanan sosial dan budaya lokal.
POMALAA
Kecamatan 12 55% Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya: Program peningkatan pendapatan riil serta pelestarian nilai sosial dan budaya.
Pomalaa Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.
Pengadaan Lahan dari Perkebunan Masyarakat Rentan: Penyusunan dan pelaksanaan Livelihood Restoration Program (LRP).
Kecamatan 10 43% Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya: Program peningkatan pendapatan riil serta pelestarian nilai sosial dan budaya.
Baula Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.
Pengadaan Lahan dari Perkebunan Masyarakat Rentan: Penyusunan dan pelaksanaan Livelihood Restoration Program (LRP).
MOROWALI
Kecamatan 10 77% Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya: Program peningkatan pendapatan riil serta penguatan keberlanjutan sosial dan budaya.
Bungku Akumulasi Limbah:Inisiatif pengelolaan sampah rumah tangga.
Timur Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.
Kecamatan 3 23% Pertumbuhan Penduduk dan Perubahan Budaya:Program peningkatan pendapatan riil serta penguatan keberlanjutan sosial dan budaya.
Bahodopi Akumulasi Limbah:Program pengelolaan sampah rumah tangga
Debu dari Kendaraan Operasional: Pemeliharaan jalan secara rutin dan penyiraman jalan.
150 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 151
Berdasarkan pemantauan kegiatan operasional dan Di IGP Pomalaa, pengaduan terutama berkaitan dengan
masukan yang diterima melalui mekanisme pengaduan, PTVI peluang kerja, sengketa lahan, dampak lingkungan, isu sosial,
mengidentifikasi adanya dampak aktual dan potensi dampak serta kompensasi. Dari 95 kasus yang diterima, 90 kasus berhasil
negatif terhadap masyarakat lokal di sekitar wilayah operasi. diselesaikan, mencerminkan tingkat penyelesaian sekitar 95%.
Dampak tersebut terutama berkaitan dengan aktivitas
operasional pertambangan, penggunaan lahan, akses terhadap Sementara itu, di IGP Morowali, pengaduan umumnya terkait
sumber daya dan mata pencaharian, serta pelaksanaan dengan akses jalan dan air, dampak lingkungan, peluang kerja,
program sosial dan pasca-relokasi.[GRI 413-2] serta isu terkait lahan. Seluruh 62 kasus yang dilaporkan telah
diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 100%.
Sepanjang tahun 2025, PTVI menerima total 295 pengaduan
dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait berbagai Seluruh pengaduan dikelola melalui mekanisme pengaduan
aspek sosial, operasional, dan lingkungan. Dari jumlah tersebut, PTVI sebagai saluran komunikasi dua arah yang transparan,
138 kasus berasal dari Sorowako, 95 dari IGP Pomalaa, dan 62 untuk memastikan setiap permasalahan ditangani secara
dari IGP Morowali. tepat waktu dan akuntabel. Setiap kasus ditangani dengan
mempertimbangkan konteks spesifiknya melalui komunikasi
Di Sorowako, pengaduan didominasi oleh isu sengketa lahan, yang terbuka dan penuh penghormatan dengan para pengadu.
dampak terhadap properti, ketidakpuasan terhadap kontraktor Proses penyelesaian senantiasa dievaluasi untuk memastikan
dan pemasok, serta peluang kerja dan isu lingkungan serta keselarasan dengan prinsip hak asasi manusia dan transparansi,
kesehatan. Dari 138 kasus yang diterima, sebanyak 131 kasus sekaligus menghasilkan pembelajaran yang mendukung
telah diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 95%. perbaikan berkelanjutan serta pencegahan terulangnya isu
serupa di masa mendatang.. [POJK51 F-16][GRI 413-2]
Data Pengaduan Per Wilayah Operasioanal — 2025 [POJK51-F.24][GRI 14.10.4]
Sorowako IGP Morowali IGP Pomalaa
Sorowako 138 cases
131 diselesaikan 7 Dalam Proses 7 0 5
IGP Morowali 60 60 cases
Diselesaikan 131 60 90
60 diselesaikan
IGP Pomalaa 95 cases Total 138 60 95
90 diselesaikan 5
Tingkat Resolusi 95% 100% 95%
Diselesaikan Dalam Proses
151 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 152
Respons dan Upaya Pemulihan Utama Pengelolaan Pengaduan Terkait Kebocoran Pipa Minyak Towuti
PTVI melaksanakan berbagai langkah respons untuk menangani [POJK51-F.16] Leak[POJK51-F.16]
insiden dan mendukung masyarakat terdampak, meliputi:
Penanganan awal dan pembersihan
• Sumber kebocoran berhasil ditutup
• Kegiatan pembersihan dilakukan di sungai, lahan pertanian, dan area terdampak
lainnya
• Upaya pengendalian dilalanju melalui pemasangan oil boom dan bahan penyerap
untuk mencegah penyebaran lebih lanjut
Pemantauan Lingkungan
• Sampel air dari sungai dan Danau Towuti diambil dan diuji oleh laboratorium
independen
• Pengukuran kualitas udara dilakukan di permukiman terdampak
• Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air dan udara tetap berada dalam baku
mutu lingkungan yang berlaku dan aman digunakan
Dukungan Masyarakat dan Respons Kesehatan
• Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan penanganan sesuai
kebutuhan
• Masker dan alat pelindung didistribusikan kepada masyarakat terdampak Menindaklanjuti insiden kebocoran pipa minyak yang berdampak pada wilayah Towuti, PTVI
• Pasokan air bersih sementara disediakan melalui tangki dan fasilitas penyimpanan menyediakan saluran pengaduan khusus untuk menerima dan menindaklanjuti pengaduan dari
• Bantuan pangan dan kebutuhan pokok disalurkan selama masa tanggap darurat pemangku kepentingan dan masyarakat terdampak.
Perbaikan Infrastruktur dan Pemulihan Akses
• Perbaikan dilakukan pada jalan, jembatan, sistem drainase, serta akses menuju lahan Melalui mekanisme ini, tercatat sekitar 395 pengaduan yang mencakup berbagai topik, termasuk:
pertanian yang terdampak • Akses air bersih dan sumur
• Perbaikan infrastruktur sementara dilakukan untuk mendukung mobilitas • Dampak lingkungan dan keanekaragaman hayati
masyarakat dan kelancaran proses pemulihan
• Dampak pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan
Dukungan Mata Pencaharian dan Kompensasi
• PTVI melakukan asesmen lapangan terhadap dampak pada sektor pertanian, • Penggunaan lahan dan proses kompensasi
perikanan, peternakan, dan sumber penghidupan lainnya • Isu kesehatan
• Skema kompensasi disusun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan • Kerusakan jalan, akses, dan infrastruktur
perwakilan masyarakat • Kerusakan atau kehilangan properti dan aset
• Pembayaran kompensasi diberikan kepada pihak terdampak yang memenuhi kriteria
• Gangguan logistik dan operasional
melalui proses verifikasi dan kesepakatan
• Koordinasi masyarakat dan aspek keamanan
Pelibatan dan Koordinasi Pemangku Kepentingan
• Berbagai pertemuan koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, tokoh desa,
kelompok masyarakat, dan instansi teknis Setiap pengaduan dicatat, diverifikasi, dan dinilai berdasarkan tingkat urgensinya, kemudian ditindaklanjuti
• Konsultasi publik dan sesi informasi diselenggarakan untuk menyampaikan hasil melalui koordinasi antara tim PTVI, instansi pemerintah daerah, dan perwakilan masyarakat. Hingga
pemantauan, langkah pemulihan, serta mekanisme kompensasi Desember 2025, status penanganan pengaduan yang diterima adalah 238 selesai, 121 dalam proses, dan 36
• Posko pengaduan dan layanan hotline tetap dioperasikan untuk memastikan akses belum ditindaklanjuti, dengan rencana tindak lanjut pada awal tahun berikutnya.
berkelanjutan bagi masyarakat dalam menyampaikan masukan
152 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 153
Program Pemberdayaan Masyarakat[POJK51-F.25][GRI 203-1]
PTVI menjalankan inisiatif sosial secara terpadu untuk Komitmen PTVI terhadap masyarakat melampaui masa aktif program pengembangan infrastruktur pendukung PPM
menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi penambangan. Program PPM dirancang untuk mendorong sebagai komponen terbesar dari total belanja. Selanjutnya,
masyarakat di sekitar wilayah operasi. Inisiatif ini dirancang kemandirian masyarakat melalui pengelolaan sumber daya lokal alokasi juga diarahkan pada program kemandirian ekonomi dan
tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tetap dapat tumbuh pengembangan sosial budaya, yang menunjukkan pendekatan
saat ini, tetapi juga untuk mempersiapkan ketahanan ekonomi dan berkembang tanpa bergantung pada aktivitas pertambangan
kami yang seimbang antara pembangunan infrastruktur
dan sosial pascatambang. Pelaksanaannya dilakukan melalui di masa depan. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan
pendukung dan penguatan keberlanjutan mata pencaharian
kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam mendukung transisi sosial dan ekonomi yang adil.
masyarakat.
sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, pada tahun 2025 PTVI
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat mengalokasikan dana sebesar AS$4.734.128 untuk pelaksanaan Secara geografis, sebagian besar pendanaan masih
(PPM), PTVI berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat PPM di seluruh wilayah operasional. Jumlah ini meningkat 18% terkonsentrasi di Sorowako, dengan kontribusi yang mulai
dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dan kreatif, dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan penguatan berkembang dari IGP Morowali, sementara alokasi di IGP
pengembangan infrastruktur dasar, serta peningkatan akses berkelanjutan terhadap investasi kami dalam pengembangan Pomalaa relatif masih terbatas. Distribusi ini mencerminkan
terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Program-program masyarakat. perbedaan tahapan pengembangan operasional serta
ini ditujukan untuk membuka peluang kerja, meningkatkan intensitas keterlibatan masyarakat di masing-masing wilayah.
pendapatan, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan Dari sisi alokasi, pendanaan terutama difokuskan pada
publik yang esensial.
Distribusi Dana PPM Tahun Demi Tahun
PROGRAM DAN AKTIVITAS SOROWAKO IGP POMALAA IGP MOROWALI TOTAL
2023 US$5,571,359
Pendidikan 100.121 236.925 337.046
Kesehatan 261.953 20.594 282.547 2024 US$4,000,198
Tingkat Pendapatan Riil dan
329.041 137,850 21.946 350.987
Pekerjaan 2025 US$4,734,128
Kemandirian Ekonomi 790.652 9.392 800.044
Sosial Budaya 451.859 91.523 543.382
Sosial Lingkungan 229.722 138.401 368.123
Kelembagaan Komunitas
Pembangunan Infrastruktur
345.756
1.473.998
2.580
229.665
348.336
1.703.663
US$4.734M
naik 18% dari 2024
Total 3.983.102 3.983.102 3.983.102 4.734.128
153 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 154
Realisasi PPM Sorowako Kesehatan Tingkat Pendapatan Riil dan Pekerjaan
Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Program Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang kesehatan Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada aspek tingkat
Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTVI difokuskan pada peningkatan akses layanan kuratif, promotif, pendapatan riil dan pekerjaan difokuskan pada penguatan
di Sorowako mencapai sebesar US$3.983.012. Program ini dan preventif di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi agribisnis dan UMKM di wilayah pemberdayaan, dengan
mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, mencapai US$261.953 atau sekitar 6,6% dari total investasi PPM total investasi mencapai US$329.041 atau sekitar 8,3% dari
peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja, kemandirian di Sorowako. Layanan kesehatan bagi masyarakat lokal terus total investasi PPM di Sorowako. Program ini dilaksanakan
ekonomi, sosial budaya, pengelolaan lingkungan berbasis diberikan melalui RS INCO, dengan sekitar 1.263 kunjungan melalui pendekatan terintegrasi, termasuk Program
masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pembangunan rawat jalan serta dukungan layanan rawat inap dan rujukan. Fasilitasi Kemandirian Masyarakat (agribisnis), P3SRLB, serta
infrastruktur dasar. Upaya promotif dan preventif dilakukan melalui berbagai PKPM Terfokus di Kecamatan Nuha, Wasuponda, Towuti,
inisiatif, termasuk Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), dan Malili, dengan pendampingan berupa sekolah lapang
Pendidikan skrining penyakit tidak menular, senam jantung sehat, donor pertanian organik, peningkatan kapasitas teknis, penguatan
darah, serta pengendalian demam berdarah melalui PSN 3M kelembagaan, serta fasilitasi pemasaran.
Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang Plus di empat wilayah pemberdayaan.
pendidikan difokuskan pada peningkatan akses dan mutu Di sektor peternakan, penguatan dilakukan pada kelompok
pembelajaran di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi Intervensi kesehatan juga difokuskan pada peningkatan sapi di Desa Kawata dan Parumpanai serta ayam kampung
mencapai US$100.121 atau sekitar 2,5% dari total investasi PPM kualitas layanan dan kapasitas sistem kesehatan, termasuk Woliko yang melibatkan kelompok disabilitas, melalui
di Sorowako. Untuk memperluas akses, PTVI menyediakan
melalui peningkatan kapasitas pada 9 puskesmas di wilayah dukungan sarana, pelatihan, dan penyusunan SOP bekerja
layanan transportasi sekolah bagi siswa SMP dan SMA di lima
pemberdayaan, serta penguatan kesehatan ibu dan anak, sama dengan Universitas Hasanuddin. Pengembangan UMKM
desa, yaitu Balambano, Laskap, Pongkeru, Pasi-pasi, dan
Harapan, guna mengatasi kendala geografis. khususnya dalam pencegahan stunting dan penanganan ibu mencakup pelatihan manajemen produksi, legalitas usaha,
hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK). Upaya dan pemasaran digital, serta partisipasi pameran. Inisiatif lain
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui ini dilakukan melalui pelatihan tenaga kesehatan dan kader juga mencakup program konservasi pesisir dan pengolahan
pemberian beasiswa komunitas bagi 3 penerima jenjang S2 dan posyandu bekerja sama dengan RS Primaya Sorowako dan hasil laut di Malili bersama YKCLI dan masyarakat setempat.
2 penerima jenjang S3, serta program pendidikan vokasional Dinas Kesehatan Luwu Timur. Selain itu, PTVI mendukung Program-program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas
jangka pendek yang diikuti oleh 57 peserta dalam dua batch. penguatan upaya kesehatan berbasis masyarakat melalui ekonomi masyarakat melalui peningkatan produktivitas dan
Upaya peningkatan mutu pembelajaran juga diperkuat melalui pengembangan UKBM Herbal dan HIPHO (Himpunan Penggiat akses pasar, dengan implementasi yang terus disesuaikan
pelatihan bagi 45 guru PAUD se-Kabupaten Luwu Timur, Herbal Organik), serta program edukatif seperti Sekolah dengan kebutuhan lokal.
kegiatan edukasi pengelolaan sampah plastik bagi siswa SD dan Bersinar bagi siswa tingkat SMA.
SMP, serta dukungan sarana pendidikan berupa 15 unit laptop
dan bantuan kendaraan praktik bagi SMKN 1 Luwu Timur.
Program-program ini dirancang untuk memperkuat akses
Selain itu, PTVI memperkuat kolaborasi dengan perguruan layanan kesehatan sekaligus mendorong perubahan perilaku
tinggi melalui program KKN Tematik yang melibatkan 155 hidup sehat di masyarakat, dengan pelaksanaan yang terus
mahasiswa dari Universitas Hasanuddin dan 192 mahasiswa dipantau dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan di wilayah
dari Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo. Program- pemberdayaanmonitored and adapted to local needs.
program ini diharapkan mempermudah akses pendidikan
sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi
keterampilan masyarakat
154 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 155
Kemandirian Ekonomi Social Budaya
Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang sosial
kemandirian ekonomi difokuskan pada penguatan kapasitas budaya difokuskan pada penguatan kerukunan antarumat
dan daya saing UMKM, dengan total investasi mencapai beragama, pelestarian budaya lokal, pengembangan
US$790.652 atau sekitar 19,9% dari total investasi PPM di kepemudaan dan olahraga, serta respons sosial kemanusiaan,
Sorowako. Program ini mencakup pelatihan manajemen dengan total investasi mencapai US$451.859 atau sekitar
usaha, keuangan, digital marketing, produksi, dan desain 11,3% dari total investasi PPM di Sorowako. Dukungan
promosi, serta pendampingan legalitas, digitalisasi diberikan melalui renovasi dan pembangunan sarana ibadah,
pembukuan, penguatan kelembagaan, dan akses pemasaran serta partisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti
maupun perbankan. Tercatat sebanyak 133 UMKM binaan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Natal, dan Tahun
yang terfasilitasi melalui program ini. Pengembangan ekonomi Baru, termasuk kegiatan Safari Ramadan bersama pemerintah
kreatif juga dilakukan melalui pelatihan anyaman Teduhu daerah di empat kecamatan dan dukungan pengamanan
dan Sampa Konao di Desa Nuha dan Matano sebagai upaya hari raya. Kegiatan sosial juga mencakup bakti sosial dan
pelestarian budaya sekaligus peningkatan nilai ekonomi penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
produk lokal.
Di sisi budaya dan kepemudaan, PTVI mendukung berbagai
Melalui Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri kegiatan seperti Hari Jadi dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu,
(PKPM) Terfokus, PTVI mendukung pengembangan potensi pameran budaya Pompessi Luwu, Pesta Panen (Padungku),
lokal seperti Wisata Lumbung Padi di Desa Nikkel, Kampung serta Festival Gau Maraja Leang-Leang. Penguatan kapasitas
Singkong di Desa Nuha, dan Penangkaran Benih Padi di Desa masyarakat juga dilakukan melalui pelatihan kelembagaan
Tole, yang mencakup studi kelayakan, penguatan BUMDes, lokal, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan olahraga,
infrastruktur pendukung, serta pelatihan teknis. Secara termasuk Nickel Cup, turnamen sepak bola, voli, dan
khusus, inisiatif Kampung Singkong difokuskan pada penguatan taekwondo. Selain itu, bantuan tanggap darurat diberikan
kapasitas BUMDes agar mampu mengelola program secara untuk berbagai kejadian bencana, termasuk banjir, puting
berkelanjutan pada masa handover, sekaligus membekali beliung, dan kebakaran di wilayah pemberdayaan. Pro-
masyarakat dengan keterampilan untuk mengoptimalkan gram-program ini dirancang untuk memperkuat kohesi sosial
pemanfaatan singkong guna meningkatkan nilai ekonominya. dan identitas budaya masyarakat secara inklusif, dengan
pelaksanaan yang terus disesuaikan dengan dinamika dan
Dukungan terhadap SDGs Desa juga diberikan di 38 desa kebutuhan lokal.
melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif dan layanan
dasar. Selain itu, pengembangan Kawasan Agrowisata Nanas di
Desa Tabarano dilakukan melalui penyediaan sarana produksi,
nursery, rumah kompos dan maggot, pelatihan budidaya
dan pengolahan, serta penguatan legalitas kelompok
Pondata. Program-program ini dirancang untuk memperkuat
ekosistem ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas,
diversifikasi usaha, dan pemanfaatan potensi wilayah
155 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 156
Pemberian Kesempatan kepada Masyarakat Pembentukan Kelembagaan Komunitas
untuk Pengelolaan Lingkungan
Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang pembentukan kelembagaan komunitas difokuskan pada penguatan tata
Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako dalam pemberian kelola dan kapasitas kelembagaan desa melalui pendampingan reguler bersama Commit Foundation, dengan total investasi
kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan lingkungan mencapai US$345.756 atau sekitar 8,7% dari total investasi PPM di Sorowako. Pendampingan ini mencakup pemerintah desa,
difokuskan pada penguatan ekonomi sirkular berbasis BUMDes, BUMDesma, serta pelaksana kegiatan SDGs Desa dan program sosial lainnya, dengan fokus pada peningkatan koordinasi,
masyarakat, dengan total investasi mencapai US$229.722 atau akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan program. Penguatan juga dilakukan pada BUMDesma Anatowa dan Wute Monuwo
sekitar 5,8% dari total investasi PPM di Sorowako. Program melalui pembenahan AD/ART, penyusunan SOP, standardisasi tarif, perbaikan tata kelola administrasi dan keuangan, serta
ini dilaksanakan melalui pendampingan Bank Sampah Unit (18 optimalisasi pengelolaan aset, guna memperkuat kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan
unit) dan Bank Sampah Sekolah (11 unit) di empat kecamatan,
yang mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan pemilahan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung PPM
dan daur ulang, pembenahan administrasi, penyediaan
sarana termasuk ATM sampah, serta monitoring rutin. Sepanjang tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang infrastruktur difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,
Berbagai inovasi seperti kompos, pupuk organik cair (POC), dengan total investasi mencapai sekitar US$1.473.998 atau sekitar 37,0% dari total investasi PPM di Sorowako, menjadikannya sebagai
ecobrick, dan optimalisasi biodigester turut dikembangkan porsi alokasi terbesar. Alokasi ini terutama digunakan untuk distribusi listrik bagi masyarakat lokal Sorowako melalui dukungan
untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah dan partisipasi terhadap layanan PLN, pembiayaan listrik untuk sekitar 21 fasilitas umum, serta penyediaan sistem distribusi air bersih di delapan
masyarakat. desa di Kecamatan Towuti—Timampu, Pekaloa, Matompi, Wawondula, Lioka, Baruga, Asuli, dan Langkea Raya—melalui jaringan
terintegrasi berbasis gravitasi dari Danau Towuti. PTVI juga melanjutkan pengembangan kawasan Dongi Ledu-Ledu melalui pendekatan
Selain itu, PTVI mendorong penguatan Program Kampung partisipatif, termasuk asesmen sosial, social mapping, dan penyusunan baseline sosial-ekonomi sebagai dasar perencanaan program
Iklim (ProKlim) melalui pendampingan di 10 desa yang bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
berfokus pada upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
termasuk penguatan kelompok petani dan ketahanan pangan
masyarakat. Pengembangan infrastruktur pengelolaan
sampah juga dilakukan melalui TPS3R Baruga di Towuti
bekerja sama dengan pemerintah desa dan Bumdesma,
serta dukungan pengangkutan sampah masyarakat. Upaya
pelestarian lingkungan pesisir di Malili turut dilakukan melalui
konservasi terumbu karang, mangrove, dan lamun, serta
penguatan kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS).
Program-program ini dirancang untuk meningkatkan
kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus
mendorong praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
156 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 157
Realisasi PPM IGP Morowali Kesehatan berperan sebagai mentor bagi petani lainnya. PTVI juga
Sepanjang tahun 2025, total investasi PPM PTVI di IGP Morowali mendukung produktivitas melalui penyediaan alat pertanian
mencapai sebesar US$751.027. Program ini mencakup berbagai Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang serta pembenahan saluran irigasi yang meningkatkan
bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan kesehatan difokuskan pada pencegahan stunting, peningkatan efisiensi aktivitas pertanian dan memperluas manfaat bagi
riil dan pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, gizi ibu hamil dan balita, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan
pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan dasar di 13 desa pemberdayaan, dengan total investasi Provinsi Sulawesi Tengah dan didukung oleh Dinas Pertanian
lingkungan, pembentukan kelembagaan komunitas, serta mencapai US$20.594 atau sekitar 2,7% dari total investasi PPM Kabupaten Morowali. Selain itu, dilakukan penguatan
pembangunan infrastruktur pendukung. di IGP Morowali. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi kemasan produk beras organik, dan pada Oktober 2025
dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Puskesmas dilaksanakan re-sertifikasi organik oleh lembaga independen
Bahodopi, Bungku Timur, dan Bahomotefe, serta melibatkan untuk menjaga standar dan daya saing produk. Program ini
118 ton 267 kader kesehatan dan PKK kecamatan. Dukungan juga diberikan dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan
Sampah yang dikelola melalui Rumah tangga yang dilayani melalui penyediaan sarana kesehatan seperti alat ukur bayi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis lokal
TPS 3R pada tahun 2025 oleh fasilitas sampah TPS 3R
dan dewasa serta fetal doppler untuk Poskesdes, Polindes, yang berkelanjutan.
dan Pustu guna meningkatkan mutu dan jangkauan layanan
kesehatan desa. Upaya promotif dan preventif dilakukan
80 melalui Program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan
Petani yang dijangkau melalui pertanian organik Gerak Sehat yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
PSRLB (musim tanam ke-8)
Program ini dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan
dasar sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat
Pendidikan terhadap perilaku hidup sehat.
Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang
pendidikan difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya Tingkat Pendapatan Riil dan Pekerjaan
manusia di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi
mencapai US$236.925 atau sekitar 31,5% dari total investasi IPada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada aspek tingkat
PPM di IGP Morowali. Program ini mencakup fasilitasi penelitian
pendapatan riil dan pekerjaan difokuskan pada penguatan
dan magang bagi 20 pelajar dan mahasiswa di berbagai
sektor agribisnis melalui Program Pertanian Sehat Ramah
departemen, bimbingan Bahasa Inggris bekerja sama dengan
Universitas Tadulako bagi 95 peserta dari desa binaan, serta Lingkungan dan Berkelanjutan (PSRLB), dengan total investasi
seminar edukatif terkait pencegahan penyalahgunaan zat mencapai US$21.946 atau sekitar 2,9% dari total investasi PPM
adiktif bagi pelajar, guru, dan orang tua. Di bidang vokasi, di IGP Morowali. Program ini mencakup budidaya padi organik
pembangunan Welding Academy bersama Yayasan Al- metode SRI yang telah memasuki musim tanam ke-7 hingga
Khairaat telah diselesaikan dan dipersiapkan untuk diserahkan ke-8, menjangkau 43 penerima manfaat di lahan lebih dari
sepenuhnya kepada pihak yayasan untuk operasional. Selain 12 hektar di Ululere, Kolono, Bahomoahi, dan One Pute Jaya,
itu, PTVI telah memfinalisasi kebijakan beasiswa yang selaras serta pendampingan sayur organik bagi 37 penerima manfaat
dengan pemerintah daerah, dengan implementasi program di hampir 5 hektar lahan di tujuh desa.
“Beasiswa Motau” yang direncanakan mulai dijalankan pada
tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperluas akses
Penguatan kapasitas dilakukan melalui skema Training of
pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan dan kompetensi
Trainers (ToT), di mana petani yang telah mengikuti pelatihan
tenaga kerja lokal.
157 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 158
Kemandirian Ekonomi pemuda dan festival budaya seperti tari Luminda dan lomba Pembentukan Kelembagaan Komunitas
Mehule. Program ini dirancang untuk memperkuat toleransi,
Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang kebersamaan, dan keberlanjutan nilai budaya di wilayah Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako pada bidang
kemandirian ekonomi difokuskan pada penguatan kapasitas pemberdayaan. pembentukan kelembagaan komunitas difokuskan pada
dan daya saing UMKM, dengan total investasi mencapai penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan desa melalui
US$9.392 atau sekitar 1,3% dari total investasi PPM di IGP Pemberian Kesempatan kepada pendampingan reguler bersama Commit Foundation, dengan
Morowali. Program ini mencakup pendampingan berkelanjutan Masyarakat untuk Pengelolaan Lingkungan total investasi mencapai US$345.756 atau sekitar 8,7% dari
bagi UMKM binaan untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas total investasi PPM di Sorowako. Pendampingan ini mencakup
produksi, dan strategi usaha, termasuk relokasi rumah produksi Pada tahun 2025, PPM PTVI di Sorowako dalam pemberian pemerintah desa, BUMDes, BUMDesma, serta pelaksana
serta penguatan perhitungan harga pokok produksi (HPP) di kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan lingkungan kegiatan SDGs Desa dan program sosial lainnya, dengan fokus
Desa Laroue. Selain itu, dilakukan pendampingan sertifikasi difokuskan pada penguatan ekonomi sirkular berbasis pada peningkatan koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas
halal untuk produk herbal di Desa Unsongi, seperti VCO, kopi, masyarakat, dengan total investasi mencapai US$229.722 atau pelaksanaan program. Penguatan juga dilakukan pada
abon, dan olahan pala, guna memperluas akses pasar dan sekitar 5,8% dari total investasi PPM di Sorowako. Program BUMDesma Anatowa dan Wute Monuwo melalui pembenahan
meningkatkan nilai tambah produk lokal. PTVI juga mendorong ini dilaksanakan melalui pendampingan Bank Sampah Unit (18 AD/ART, penyusunan SOP, standardisasi tarif, perbaikan
inovasi produk seperti Sambal Lumako, memfasilitasi sharing unit) dan Bank Sampah Sekolah (11 unit) di empat kecamatan, tata kelola administrasi dan keuangan, serta optimalisasi
session antar pelaku UKBM herbal, serta membuka akses yang mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan pemilahan pengelolaan aset, guna memperkuat kapasitas kelembagaan
pelatihan dan jejaring kewirausahaan, termasuk bimbingan dan daur ulang, pembenahan administrasi, penyediaan sarana secara berkelanjutan.
teknis hortikultura. Program ini dirancang untuk memperkuat termasuk ATM sampah, serta monitoring rutin. Berbagai
ekosistem usaha lokal yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. inovasi seperti kompos, pupuk organik cair (POC), ecobrick,
dan optimalisasi biodigester turut dikembangkan untuk
Sosial Budaya meningkatkan nilai ekonomi sampah dan partisipasi masyarakat.
Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang sosial Selain itu, PTVI mendorong penguatan Program Kampung
budaya difokuskan pada penguatan kohesi sosial, karakter Iklim (ProKlim) melalui pendampingan di 10 desa yang
generasi muda, dan solidaritas masyarakat, dengan total berfokus pada upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
investasi mencapai US$91.523 atau sekitar 12,2% dari total termasuk penguatan kelompok petani dan ketahanan pangan
investasi PPM di IGP Morowali. Program ini mencakup dukungan masyarakat. Pengembangan infrastruktur pengelolaan
terhadap berbagai kegiatan olahraga dan kepemudaan sampah juga dilakukan melalui TPS3R Baruga di Towuti
seperti Karang Taruna Cup II, Mateantina Cup 2025, Pekan bekerja sama dengan pemerintah desa dan Bumdesma,
Olahraga Desa Le-Le & Dampala, Turnamen Bulutangkis serta dukungan pengangkutan sampah masyarakat. Upaya
Pelajar se-Sulawesi Tengah, serta Glora Taekwondo Indonesia pelestarian lingkungan pesisir di Malili turut dilakukan melalui
Championship 2025, serta rencana penyelenggaraan Vale Cup konservasi terumbu karang, mangrove, dan lamun, serta
sebagai ruang kolaborasi antar desa dan komunitas pemuda. penguatan kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS).
Di bidang keagamaan dan budaya, dukungan diberikan melalui Program-program ini dirancang untuk meningkatkan
renovasi Masjid Nurul Falah di Desa Onepute Jaya, bantuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus
tanggap darurat kebakaran di Desa Bahomotefe, dialog lintas mendorong praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
agama bersama FKUB Morowali, serta kegiatan kepemimpinan
158 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 159
Infrastructure Development Supporting PPM Program-program ini dirancang untuk meningkatkan akses
layanan dasar sekaligus mendukung pembangunan desa yang
Pada tahun 2025, PPM PTVI di IGP Morowali pada bidang inklusif dan berkelanjutan.
pembangunan infrastruktur difokuskan pada peningkatan
layanan dasar dan fasilitas publik melalui pendekatan Realisasi PPM di Pomalaa
partisipatif, dengan total investasi mencapai US$229.665
atau sekitar 30,6% dari total investasi PPM di IGP Morowali. Sepanjang tahun 2025, PPM PTVI di Blok Pomalaa difokuskan
Program ini mencakup realisasi lanjutan anggaran tahun 2024 pada penguatan sektor pertanian kakao melalui monitoring
(US$38.278), antara lain pembangunan pagar desa sepanjang alumni Sekolah Lapang (SL) Kakao, dengan total investasi
mencapai US$137.850. Secara umum, petani telah mulai
225 meter di Desa Kolono, pemasangan 14 lampu jalan tenaga
menerapkan teknik budidaya yang diperoleh, khususnya
surya di Desa Bahomotefe, serta penyelesaian hall TPS 3R di
pemangkasan, meskipun sebagian masih memerlukan
Desa Dampala sebagai pusat pengelolaan sampah dan edukasi pendampingan lanjutan untuk memastikan konsistensi praktik.
lingkungan berbasis masyarakat. Rumah Pembibitan Kakao di pusat belajar pertanian terpadu
Kelurahan Silea, Kecamatan Wundulako, telah rampung
Melalui Program Partisipasi Desa tahun 2025 di 13 desa dan dengan sekitar 4.600 benih tertanam. Fasilitas ini dikelola
2 kecamatan, PTVI bekerja sama dengan Bappeda Morowali oleh FORKAMA, gabungan lima kelompok tani peserta Sekolah
dalam melakukan monitoring dan asistensi teknis atas Lapang, yang juga didukung dengan sarana pengendalian
berbagai proyek infrastruktur, antara lain: hama. Hasil monitoring menunjukkan pertumbuhan bibit
• Pembangunan jalan tani di Desa Bahomotefe berjalan dengan baik.
• Pembangunan pagar desa di Desa Ululere, Kolono,
Sebagai bagian dari persiapan menuju sertifikasi internasional
Bahomoahi, Laroue, dan Nambo dengan progres fisik 3%
produk kakao, PTVI memfasilitasi pembentukan kelembagaan
hingga 22%, terutama pada tahap pondasi dan kolom Internal Control System (ICS) serta pelatihan manajemen
• Pembangunan pasar desa di Desa Lele yang saat ini berada pengawasan internal. Tim ICS dibentuk dari anggota FORKAMA
pada tahap pemasangan pondasi. yang juga mengelola rumah pembibitan, dengan target
• Pengembangan sarana wisata desa di Desa Unsongi, sekitar 100 petani di Kelurahan Silea dan desa sekitarnya
termasuk penyediaan 10 booth UMKM dan tanggul penahan sebagai calon produsen bersertifikasi. Program ini dirancang
banjir. untuk memperkuat praktik budidaya berkelanjutan sekaligus
• Pembangunan lapangan futsal di Desa Geresa yang saat ini meningkatkan daya saing produk kakao lokal.
dalam tahap pengadaan material.
• Pembangunan tanggul sungai dan fasilitas bermain di TK
Desa Lahaufu.
• Pembangunan pagar Kantor Camat Bungku Timur.
• Pengadaan sarana dan prasarana kantor pelayanan
kecamatan serta lanjutan pengembangan fasilitas
kebencanaan di Kecamatan Bahodopi.
159 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 160
Bersama Masyarakat Merawat Ekosistem Menguatkan Ketahanan Pangan melalui
Pesisir Malili Pertanian Organik
Kami melaksanakan Program Konservasi Pesisir Laut Malili Perjalanan program pertanian organik PTVI Indonesia IGP
secara bertahap sebagai bagian dari komitmen menjaga Morowali telah memasuki musim tanam ke-8 pada tahun
keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut. Pelaksanaan 2025. Melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan
program difokuskan pada penguatan koordinasi multipihak, Berkelanjutan (PSRLB), kami berupaya meningkatkan pendapatan
persiapan teknis, serta implementasi awal kegiatan restorasi riil dan kesempatan kerja masyarakat di wilayah pemberdayaan.
yang melibatkan masyarakat pesisir, sehingga upaya Program ini mendorong praktik pertanian organik melalui
konservasi tidak hanya berbasis intervensi teknis tetapi juga metode System of Rice Intensification (SRI) yang menjangkau
didukung tata kelola kolaboratif dan partisipasi komunitas. sekitar 80 petani melalui budidaya padi dan sayuran organik.
Salah satu kegiatan utama pada periode ini adalah monitoring Melalui PSRLB, PTVI tidak hanya mendorong praktik
transplantasi terumbu karang untuk menilai kondisi media budidaya, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukung
tanam, tingkat kelangsungan hidup fragmen, serta stabilitas yang komprehensif. Penguatan kapasitas petani dilakukan
struktur transplantasi. Hasil pemantauan menjadi dasar secara berkelanjutan melalui pendekatan Training of Trainer
evaluasi teknis guna memastikan metode yang digunakan sesuai (ToT), sehingga alumni pelatihan dapat menjadi tutor
dengan karakteristik perairan pesisir Malili dan mendukung sebaya bagi petani lain. Pendekatan ini mendorong transfer
keberhasilan rehabilitasi terumbu karang secara berkelanjutan. pengetahuan secara horizontal di tingkat komunitas, sekaligus
memperkuat kemandirian petani dan memperluas penerapan
Program ini juga disertai sosialisasi kepada masyarakat praktik pertanian berkelanjutan di desa-desa binaan.
pesisir guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya
perlindungan mangrove, lamun, dan terumbu karang, sekaligus Kami juga mendukung pengadaan saluran drainase, mesin
mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir. pemotong rumput, mesin pencacah, pompa air, serta penguatan
Koordinasi dengan Yayasan Konservasi Laut Cendrawasih kemasan produk beras organik untuk meningkatkan nilai
Indonesia (YKCLI) dilakukan untuk memastikan kesiapan tambah dan akses pasar. Pada Oktober 2025 dilakukan proses
implementasi dan pendampingan kelompok masyarakat. re-sertifikasi organik oleh lembaga sertifikasi independent
untuk memperkuat fondasi ekosistem agribisnis lokal yang lebih
Secara keseluruhan, program mencakup rehabilitasi kredibel sekaligus memastikan produk pertanian binaan tetap
mangrove, lamun, dan terumbu karang melalui pembibitan, memenuhi standar organik yang berlaku. Melalui pendekatan
penanaman, pembangunan nursery, serta monitoring berkala, pendampingan yang berkelanjutan, PSRLB menjadi salah
yang diperkuat dengan peningkatan kapasitas masyarakat, satu pilar penting dalam mendorong ketahanan pangan dan
pembentukan POKMASWAS, dan kajian oseanografi sebagai kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pemberdayaan.
dasar pengelolaan pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
160 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 161
Meningkatkan Nilai Tambah Kakao Lokal melalui Pelatihan Pengolahan Sebagai bagian dari implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PTVI melalui IGP “Selama ini kami hanya menjual biji kakao mentah. Dengan adanya pelatihan ini, kami belajar mengolahnya menjadi Pomalaa menyelenggarakan pelatihan pengolahan kakao bagi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini membuka wawasan baru bagi kami sebagai petani,” masyarakat di wilayah pemberdayaan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dan pelaku usaha — Rahmad, Ketua Kelompok Forum Kakao Mandara lokal dalam mengolah biji kakao menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memperkuat daya saing komoditas kakao lokal. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini mencakup seluruh tahapan proses produksi, mulai dari fermentasi, pengeringan, sortasi, pemanggangan, pengupasan, penghalusan, hingga tempering, pencetakan, dan pengemasan produk cokelat. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan terkait pengemasan dan strategi pemasaran untuk mendukung akses pasar yang lebih luas. Program ini difasilitasi oleh instruktur berpengalaman dan dirancang untuk memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk bertransformasi dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan upaya PTVI dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan nilai tambah komoditas unggulan daerah. 161 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 162
Tentang
Laporan Ini
162
1 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 163
Tentang Laporan Ini
Laporan Keberlanjutan ini menegaskan komitmen PTVI Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan pelaporan yang berlaku, kami melakukan sejumlah penyesuaian
terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola Terbatas; (restatement) terhadap data pada laporan sebelumnya.
isu-isu keberlanjutan yang paling material sepanjang tahun Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor Penyesuaian ini merupakan bagian dari komitmen kami
2025. Melalui laporan ini, kami berupaya memberikan POJK No. 51/POJK.03/2017
51/POJK.03/2017 tentang on Pelaksanaan
the Implementation
Keuanganof terhadap peningkatan kualitas data dan praktik pelaporan
gambaran yang menyeluruh kepada seluruh pemangku Sustainable Finance
Berkelanjutan for Financial
bagi Lembaga Services Institutions,
Jasa Keuangan, Emiten, dan yang berkelanjutan.[GRI 2-3][GRI 2-4]
kepentingan, termasuk karyawan, serikat pekerja, lembaga Issuers, and Publik;
Perusahaan Public Companies
swadaya masyarakat, masyarakat sipil, investor, pelanggan, Penyesuaian (restatement) dilakukan pada beberapa aspek
pemasok, dan pemerintah, mengenai upaya serta capaian Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021; berikut:
kami dalam menjalankan operasi yang bertanggung jawab. 1. Data Emisi: pembaruan dilakukan berdasarkan hasil audit
GRI 14: Sektor Pertambangan 2024; tahun 2026 yang meningkatkan akurasi perhitungan Scope 1
Laporan ini menggambarkan perjalanan keberlanjutan dan Scope 2.
Perusahaan dengan menyoroti pendekatan strategis Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Metals 2. Data Energi: penyesuaian dilakukan untuk memastikan
and Mining Standard 2021;
dan tata kelola yang diterapkan. Di dalamnya, kami juga konsistensi metodologi dan keselarasan dengan data emisi.
menjabarkan langkah-langkah nyata yang telah dilakukan MSCI (digunakan sebagai referensi untuk indikator terkait 3. Rehabilitasi DAS: data tahun 2024 diperbarui untuk
untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengatasi pengungkapan); mencerminkan perkembangan dan verifikasi terkini.
berbagai tantangan, melindungi lingkungan, dan memberikan Sustainalytics (digunakan sebagai referensi untuk indikator 4. Data Finansial: diselaraskan dengan Laporan Keuangan yang
kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. terkait pengungkapan); telah diaudit.
Sebagai bentuk akuntabilitas, Laporan Keberlanjutan ini telah International Council on Mining and Metals (ICMM) (digu- Informasi dalam laporan mencakup data kualitatif dan
disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris sebagai organ nakan sebagai referensi untuk indikator terkait pengung- kuantitatif yang menggambarkan kebijakan, inisiatif, dan
tata kelola tertinggi yang mengawasi aspek keberlanjutan kapan). capaian PTVI dalam aspek keberlanjutan. Data numerik
di perusahaan. Selain itu, laporan ini telah melalui proses disampaikan dalam satuan metrik menggunakan Bahasa
penjaminan (assurance) eksternal oleh pihak independen, PT Ruang Lingkup dan Batasan Pelaporan Indonesia, kecuali dinyatakan lain. Dalam menyusun laporan
Sejahtera Rambah Asia Indonesia, sesuai dengan persetujuan ini, kami mengacu pada Standar GRI 2021 dengan menerapkan
Direksi. Proses verifikasi tersebut dilaksanakan pada 1-21 April Laporan keberlanjutan ini menyajikan gambaran komprehensif prinsip-prinsip pelaporan seperti akurasi, keseimbangan,
2026 tanpa adanya benturan kepentingan.[GRI 2-5][GRI 2-14] mengenai aktivitas operasional PTVI di seluruh unit bisnis. kejelasan, perbandingan, kelengkapan, konteks keberlanjutan,
Data utama berasal dari wilayah Sorowako, serta dilengkapi ketepatan waktu, dan dapat diverifikasi. Kami juga melibatkan
Prinsip Pelaporan dengan data dari IGP Morowali dan IGP Pomalaa[GRI 2-2] para pemangku kepentingan dalam proses penetapan
isi laporan melalui penilaian materialitas, agar laporan
Laporan Keberlanjutan untuk tahun fiskal 2024 disusun Laporan ini mencakup data dan informasi sepanjang periode mencerminkan isu-isu yang relevan dan signifikan bagi
dengan mengacu pada kerangka kerja, peraturan, dan standar 1 Januari hingga 31 Desember 2025, dan merupakan laporan keberlanjutan bisnis PTVI.
berikut: keberlanjutan kami yang ke-15. Untuk memastikan penyajian
data yang semakin akurat, andal, dan selaras dengan standar
163 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 164
PTVI sangat menghargai setiap masukan dan tanggapan dari aliran sungai (DAS) di luar wilayah konsesi, penggunaan energi
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan terbarukan, serta inisiatif uji coba penggunaan kendaraan
para pembaca Laporan Keberlanjutan ini. Kami mendorong Keberlanjutan Tahun Sebelumnya [POJK51 G.3] listrik dan biodiesel dalam upaya menuju netralitas karbon.
para pembaca dan pengguna laporan untuk menyampaikan
saran, umpan balik, pendapat, maupun wawasan lainnya Berdasarkan hasil lembar umpan balik, para pembaca menilai
Menanggapi hal tersebut, dalam Laporan Keberlanjutan tahun
yang dapat membantu meningkatkan kualitas pelaporan bahwa Laporan Keberlanjutan PTVI telah memuat informasi
2025 ini PTVI memperkuat pengungkapan mengenai inisiatif
keberlanjutan kami. yang bermanfaat serta disajikan secara sistematis dan mudah
lingkungan, termasuk strategi dekarbonisasi, pengelolaan
dipahami. Namun demikian, kami juga menerima sejumlah
energi dan air, serta program reklamasi dan rehabilitasi lahan.
saran perbaikan, antara lain perlunya penjelasan yang lebih
Untuk memudahkan partisipasi Anda, kami menyediakan Kami juga menambahkan informasi yang lebih komprehensif
mendalam mengenai pengelolaan lingkungan pascatambang,
Lembar Umpan Balik di bagian akhir laporan. Kontribusi Anda mengenai aspek keselamatan kerja, serta kontribusi sosial dan
penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta
sangat berarti dan akan berperan penting dalam mendukung ekonomi perusahaan bagi masyarakat sekitar.
kontribusi perusahaan terhadap pengembangan masyarakat
perbaikan berkelanjutan laporan kami di masa mendatang. dan negara.
Mohon kirimkan lembar umpan balik yang telah diisi melalui Kami berterima kasih atas partisipasi dan perhatian seluruh
pemangku kepentingan, dan akan terus mendorong
surat elektronik ke:[GRI 2-3] Selain itu, pemangku kepentingan juga mengusulkan agar
komunikasi terbuka untuk meningkatkan kualitas laporan di
PTVI memperluas pengungkapan terkait rehabilitasi daerah
tahun-tahun mendatang.
ptvicommunications@vale.com
164 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
Pengungkapan Topik Material
Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, PTVI tidak melakukan dan masyarakat, serta ekspektasi pemangku kepentingan catatan pengaduan kami, penilaian dampak dan risiko internal,
penilaian materialitas secara menyeluruh dari awal, melainkan yang terus berkembang seiring dengan perkembangan serta perkembangan eksternal yang relevan terhadap
melakukan tinjauan materialitas untuk menegaskan kembali regulasi, ekspansi proyek di Pomalaa dan Bahodopi, serta sektor pertambangan nikel, sehingga memastikan bahwa
relevansi topik material yang telah diidentifikasi sebelumnya, perubahan dalam konteks operasional kami; tinjauan ini pengungkapan keberlanjutan kami tahun 2025 tetap relevan,
sehingga tetap mencerminkan dampak aktual dan potensial dilakukan dengan mengacu pada GRI Universal Standards 2021 berbasis dampak, dan selaras dengan proses tata kelola serta
kami yang paling signifikan terhadap ekonomi, lingkungan, dan mempertimbangkan berbagai sumber masukan, termasuk manajemen risiko kami.
No Topik Material Pengungkapan GRI Pengungkapan SASB
Waste and Water GRI 3: Topik Material 2021 · GRI 303: Air dan Limbah 2018 · GRI 306: Limbah 2020 · GRI 14: Topik Pengelolaan Air: EM-MM-140a.1 · EM-MM-140a.2
1
Management 14.7 Manajemen Air · GRI 14: Topik 14.6 Manajemen Limbah Pengelolaan Limbah & Bahan Berbahaya: EM-MM-150a.4 • EM-MM-150a.5 • EM-
MM-150a.6 • EM-MM-150a.7 • EM-MM-150a.8 • EM-MM-150a.9 • EM-MM-150a.10
Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Tailing: EM-MM-540a.1 • EM-MM-540a.2 • EM-
MM-540a.3
Low Emission GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 302: Energi 2016 • GRI 305: Emisi 2016 Emisi Gas Rumah Kaca: EM-MM-110a.1 • EM-MM-110a.2
2
Production Kualitas Udara: EM-MM-120a.1
Manajemen Energi: EM-MM-130a.1
• GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 101: Keanekaragaman Hayati 2024 • GRI 304: Keanekaragaman
Land Use Dampak Keanekaragaman Hayati: EM-MM-160a.1 • EM-MM-160a.2 • EM-MM-
3 Hayati 2016 • GRI 14: Topik 14.8 Penutupan dan Rehabilitasi • GRI 14: Topik 14.12 Hak atas Tanah
Management 160a.3
dan Sumber Daya
Local Community • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 413: Komunitas Lokal 2016 • GRI 411: Hak-Hak Masyarakat Keamanan, Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Masyarakat Adat: EM-MM-210a.1 • EM-
4
Adat 2016 • GRI 410: Praktik Keamanan 2016 • GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Langsung MM-210a.2 • EM-MM-210a.3
2016 • GRI 204: Praktik Pengadaan 2016 • GRI 14: Topik 14.10 Komunitas Lokal • GRI 14: Topik Hubungan Masyarakat: EM-MM-210b.1 • EM-MM-210b.2
14.11 Masyarakat Adat • GRI 14: Topik 14.9 Dampak Ekonomi • GRI 14: Topik 14.25 Daerah yang
Terdampak Konflik
Well-being & • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2018 • GRI 404: Praktik Ketenagakerjaan: EM-MM-310a.1 • EM-MM-310a.2
5
Inclusion Pelatihan dan Pendidikan 2016 • GRI 401: Ketenagakerjaan 2016 • GRI 402: Hubungan Kerja/ Kesehatan & Keselamatan Kerja: EM-MM-320a.1
Manajemen 2016 • GRI 405: Keragaman dan Kesempatan yang Sama 2016 • GRI 406: Non-
diskriminasi 2016 • GRI 407: Kebebasan Berserikat 2016 • GRI 408: Pekerja Anak • GRI 409: Kerja
Paksa • GRI 14: Topik 14.20 Kebebasan Berserikat
Business Integrity • GRI 3: Topik Material 2021 • GRI 205: Anti-Korupsi 2016 • GRI 206: Perilaku Anti-Persaingan Etika Bisnis & Transparansi: EM-MM-510a.1 • EM-MM-510a.2
6
2016 • GRI 207: Pajak 2019 • GRI 415: Kebijakan Publik 2016 • GRI 418: Privasi Pelanggan 2016 • GRI
14: Topik 14.22 Anti-Korupsi • GRI 14: Topik 14.23 Pembayaran kepada Pemerintah
165 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 166
Penjelasan
KontribusiTema
Kami Terhadap Melalui keanggotaan dan inisiatif keberlanjutan: Indonesia Business Council
for Sustainable Development (IBCSD), PT Vale turut serta merancang dokumen
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kontribusi bisnis dalam mendukung TPB.
BAPPENAS METADATA PT VALE’S SUPPORT
SUSTAINABLE
DEVELOPMENT GOALS Target Indicator Target Strategy Achievements
2. Zero Hunger Mengakhiri segala Prevalensi stunting Menurunkan angka stunting di Melaksanakan intervensi gizi • Mendukung 43 petani dalam budidaya
bentuk malnutrisi, pada anak di bawah lima Kabupaten Luwu Timur menjadi terintegrasi dan penghidupan padi organik di lahan 12 hektare dan
termasuk pada tahun tahun 14% dan mendukung generasi berkelanjutan melalui 37 petani dalam budidaya sayuran
2025 mencapai target muda yang sehat dan produktif. program Genzi dan pertanian organik di sekitar 5 hektare.
yang disepakati secara masyarakat. • Melanjutkan implementasi gerakan
internasional terkait Genzi untuk pencegahan stunting dan
stunting dan wasting pemenuhan gizi.
pada anak di bawah usia
5 tahun, serta memenuhi
kebutuhan gizi remaja
putri, ibu hamil dan
menyusui, serta lansia.
3. Good Health and Mencapai cakupan Cakupan layanan Memastikan akses universal Menerapkan cakupan • 100% kepesertaan BPJS Kesehatan
Well-being kesehatan universal, kesehatan esensial terhadap perlindungan perlindungan kesehatan wajib, bagi karyawan.
termasuk perlindungan kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan preventif, • 100% kepesertaan BPJS Kesehatan
risiko finansial, akses kinerja kesehatan dan dan memperkuat manajemen bagi karyawan kontraktor, mitra dan
terhadap layanan keselamatan kerja. K3. vendor.
kesehatan esensial • Nol fatalitas terkait pekerjaan.
yang berkualitas serta • Melanjutkan program pemantauan
akses terhadap obat kesehatan bagi karyawan dan
dan vaksin yang aman, kontraktor.
efektif, berkualitas dan
terjangkau bagi semua.
166 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 167
BAPPENAS METADATA PT VALE’S SUPPORT
SUSTAINABLE
DEVELOPMENT GOALS Target Indicator Target Strategy Achievements
5. Gender Equality Mengakhiri segala Kerangka hukum yang Meningkatkan jumlah karyawan Menerapkan Piagam DEI dan • Sosialisasi DEI dilaksanakan.
bentuk diskriminasi mendorong kesetaraan perempuan dan karyawan memperkuat rekrutmen setara, • 361 karyawan perempuan (12,1%) dari
terhadap semua gender penyandang disabilitas. pengembangan kepemimpinan total tenaga kerja.
perempuan dan anak dan program inklusi. • 131 perempuan dalam peran
perempuan di mana pun. kepemimpinan (17,2%).
• 50% keterwakilan perempuan di Dewan
Komisaris.
• 313 karyawan perempuan berpartisipasi
dalam pelatihan untuk mendukung
pengembangan kapabilitas perempuan.
6. Clean Water and Meningkatkan kualitas Proporsi air limbah yang Menjaga kepatuhan kualitas Melaksanakan pemantauan • 89,7 juta m³ air buangan dari operasi
Sanitation air dengan mengurangi diolah dengan aman air limbah dan memperkuat kualitas air, pengolahan Sorowako dikelola melalui sistem
pencemaran, pengelolaan air yang air limbah, pengelolaan pembuangan terkendali.
menghilangkan bertanggung jawab di seluruh sedimentasi, dan memperkuat • 113.251 m³ air buangan dari IGP
pembuangan limbah dan area operasi. pengelolaan pembuangan air Morowali dipantau selama operasi
meminimalkan pelepasan yang bertanggung jawab. awal.
bahan kimia serta • Pemantauan parameter utama
material berbahaya, (TSS, Cr, Cr6+, Fe, Ni) tetap berada
mengurangi setengah dalam batas regulasi di seluruh titik
proporsi air limbah yang pemantauan.
tidak diolah dan secara
signifikan meningkatkan
daur ulang serta
penggunaan kembali
yang aman secara global.
167 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 168
BAPPENAS METADATA PT VALE’S SUPPORT
SUSTAINABLE
DEVELOPMENT GOALS Target Indicator Target Strategy Achievements
7. Affordable and Clean Memperluas Kapasitas energi Energi terbarukan untuk Mengoptimalkan energi bersih, • Pangsa energi terbarukan Sorowako
Energy infrastruktur dan terbarukan terpasang operasi dengan 100% stabilitas listrik, pemanfaatan sebesar 30,02%.
meningkatkan teknologi pembangkitan energi bersih panas buangan, tenaga surya • IGP Pomalaa: 8.422 GJ, 74% energi
untuk penyediaan pada 2030. dan konversi bahan bakar. terbarukan.
layanan energi modern • IGP Morowali: 13.498 GJ, 79% energi
dan berkelanjutan terbarukan.
bagi semua di negara
berkembang.
10. Reduced Inequality Menjamin kesempatan Proporsi pelanggaran Mendorong inklusi, partisipasi Melaksanakan kampanye • 2.486 karyawan lokal (83,3%) dari
yang setara dan HAM yang ditangani lokal dan kesadaran HAM. kesadaran HAM dan tenaga kerja.
mengurangi memberdayakan masyarakat • 207 keluhan dikelola di Sorowako,
ketimpangan. adat melalui program 80 di IGP Pomalaa, dan 86 di IGP
pembangunan terpadu. Morowali melalui mekanisme
pengaduan.
• Melanjutkan program kesadaran HAM
dan pemberdayaan masyarakat yang
inklusif.
168 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 169
BAPPENAS METADATA PT VALE’S SUPPORT
SUSTAINABLE
DEVELOPMENT GOALS Target Indicator Target Strategy Achievements
11. Kota dan Mengurangi dampak Jumlah masyarakat Mendukung pemulihan Mendukung masyarakat • US$4,73 juta dialokasikan untuk PPM
Permukiman bencana dan melindungi terdampak bencana wilayah terdampak bencana tangguh melalui tanggap (+18,3%).
Berkelanjutan masyarakat rentan. dan memperkuat ketahanan darurat, infrastruktur • Lebih dari 300 rumah tangga dan
masyarakat. partisipatif dan program sekitar 21 fasilitas publik didukung
pemberdayaan. melalui program subsidi listrik.
• 13 desa terlibat dalam pembangunan
infrastruktur partisipatif.
12. Konsumsi dan Kelola bahan kimia dan Limbah B3 yang Mengurangi limbah B3 dan Meningkatkan efisiensi sumber • 9.967,65 ton total limbah dihasilkan.
Produksi yang limbah sepanjang siklus dihasilkan dan diolah meningkatkan pemanfaatan/ daya, mengurangi timbulan • Komposisi limbah: 75% non-B3, 25% B3.
Bertanggung Jawab hidupnya dengan cara pengolahan yang aman. limbah dan meningkatkan • 3.120,18 ton (44,4%) limbah non-B3
yang ramah lingkungan, pemulihan/daur ulang. dialihkan.
dan kurangi secara • 1.246,57 ton limbah B3 dipulihkan/
signifikan polusi dan didaur ulang.
limbah kimia ke udara, • Timbulan limbah B3 turun 9,43% dan
air, dan tanah untuk intensitas limbah membaik 12,5% dari
meminimalkan dampak 2024.
buruk.
169 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 170
BAPPENAS METADATA PT VALE’S SUPPORT
SUSTAINABLE
DEVELOPMENT GOALS
Target Indicator Target Strategy Achievements
13. Penanganan Integrate climate GHG inventory and Move toward carbon-neutral Optimize energy, • Penurunan 2,9% intensitas emisi GRK.
Perubahan Iklim mitigation into annual emissions operations by 2050; 33% GHG lower-carbon fuels, electri- • Penurunan 5,5% emisi SO₂.
strategies and planning reduction by 2030. fication, rehabilitation and • Peningkatan 6,8% intensitas SO₂.
reforestation. • Penurunan 26,4% emisi partikulat.
15. Ekosistem Daratan Menjamin konservasi, Luas kawasan hutan Melindungi keanekaragaman Melaksanakan konservasi • Mengonservasi dan menanam kembali
restorasi dan sebagai proporsi total hayati dan memulihkan keanekaragaman hayati, 72.296 pohon lokal, endemik dan
pemanfaatan daratan / kemajuan ekosistem terdampak operasi reklamasi progresif, restorasi dilindungi, sekitar meningkat 6% dari
berkelanjutan ekosistem konservasi dan restorasi melalui program konservasi dan ekosistem, dan rehabilitasi 2024.
daratan dan perairan ekosistem rehabilitasi. pascatambang. • Melanjutkan upaya konservasi satwa
darat beserta jasa liar melalui program pengelolaan
lingkungannya, spesies.
khususnya hutan, lahan • Reklamasi progresif dan rehabilitasi
basah, pegunungan dan diterapkan di seluruh area operasi
lahan kering. yang terganggu.
170 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 171
Tabel Data
06 Tentang PTVI
Posisi dan Kinerja Keuangan (dalam ribuan US$) 2023 - 2025[POJK51-C.3]
Varians
Data Keuangan 2025 2024 2023
Nominal %
Total Aset 3.345.847 3.176.528 2.925.999 169.319 5,33%
Total Liabilitas 570.771 443.752 361.462 127.019 28,62%
Total Ekuitas 2.775.076 2.732.776 2.564.537 42.300 1,55%
Pendapatan 990.195 950.388 1.232.263 39.807 4,19%
Laba Bersih 76.063 57.761 274.334 18.302 31,68%
Pendapatan Usaha (dalam ribuan US$) berdasarkan Pelanggan 2023–2025[POJK51-B.1]
Variance (2025:2024)
Customer 2025 2024 2023
Nominal %
Vale Canada
711.475 760.201 985.812 (48.726) -6,41%
Limited
Sumitomo Metal
177.109 190.187 246.451 (13.078) -6,88%
Mining Co., Ltd
Total 888.584 950.388 1.232.263 (61.804) -6,50%
1711 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 172
Target dan Realisasi Produksi serta Penjualan Nikel Matte (Ton) 2023–2025) [POJK51-B.1][POJK51-F.2]
Variance
Description 2025 2024 2023
Nominal %
Produksi
Target 71.234 70.805 - 429 0,61%
Realisasi 72.027 71.311 70.728 716 1,00%
Penjualan
Target 72.234 71.797 - 437 0,61%
Realisasi 73.093 72.625 70.108 468 0,65%
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan, Didistribusikan, dan Ditahan (dalam ribuan US$) 2023–2025
Variance
2025 2024 2023
Nominal %
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Pendapatan Usaha 990.195 950.388 1.232.263 39.807 4%
Pendapatan Lainnya 3.922 3.719 823* 203 5%
Total Pendapatan 994.117 954.107 1.233.086* 3.922 3,719
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Biaya Operasional 638.007 785.160* 550.958* 48.841 8%
Gaji dan Tunjangan 101.002 95.254 87.436 5.748 6%
Karyawan
Pembayaran kepada 34.607 0 60.093 34.607 100%
Penyedia Modal
2
172 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 173
Variance
2025 2024 2023
Nominal %
Pembayaran Pajak 170.419 202.242 204.617 -35.607 -18%
kepada Pemerintah
Investasi 3.983 3.912* 4.291 358 9%
Masyarakat
Total Economic Value 944.234948.018 1.082.656* 907.395* 53.947 6%
Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan (Nilai Ekonomi yang Dihasilkan - Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Total Nilai Ekonomi 49.883 73.693* 361.444* -13.937 -22%
yang Didistribusikan
07 PENGELOLAAN KEBERLANJUTAN
Total Pemasok berdasarkan Kategori Biaya Pengadaan berdasarkan Kategori Pemasok (US$)
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Description Deskripsi
Total % Total % Total % Total % Total % Total %
Domestik 907 85% 783 77% 787 83% Domestik 895.424.509,35 90% 727.776.418.254 91% 723.529.595,03 86%
Internasional 165 15% 235 23% 163 17% Internasional 97.254.721,73 10% 68.768.362,08 9% 119.703.373,33 14%
TOTAL 992.679.231,08 100% 796.544.780,33 100% 843.232.968,36 100%
TOTAL 1.072 100% 1.018 100% 950 100%
08 TATA KELOLA
Penanganan Laporan Pelanggaran melalui VWC
Deskripsi 2025 2024 2023
Jumlah Laporan yang Diterima 60 23 34
Jumlah Laporan yang Ditindaklanjuti 30 17 30
Persentase Laporan Valid 50% 74% 94%
1733 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 174
09 Lingkungan
Volume Konsumsi Energi dalam Organisasi (GJ)[GRI 302-1][POJK51-F.6][SASB EM-MM-130a.1]
Sorowako
Sumber Energi Alokasi Unit 2025 2024 2023
Sumber Energi Tidak Terbarukan
Batu Bara Tungku Pengering (Drying Kilns) GJ 5.620.329,28 5.380.753,10 4.477.155,00
Kiln Reduksi – Reduktan GJ 3.514.493,10 3.263.552,46 3.399.804,00
Kiln Reduksi – Pembakaran GJ 2.803.557,17 2,611,034,77 1.761.553,00
Total GJ 11.938.379,55 11.255.340,33 9.638.512,00
High Speed Diesel (HSD) Generator Termal GJ 2.384,73 4.310,72 5.186,07
Boiler Uap GJ 925,73 877,43 6.045,14
Tungku Pengering PP & Lainnya GJ 24.068,99 25.318,14 26.881,96
Kiln Reduksi GJ 20.270,69 19.272,63 26.919,01
Pemurnian – Nikel 78% GJ 190.542,68 240.839,86 221.775,41
Kendaraan Berat GJ 1.075.633,75 1.105.445,61 1.054.569,59
Kendaraan Ringan, Truk, dan Lainnya GJ 77.752,87 70.289,39 142.438,65
Total GJ 1.391.579,42 1.466.353,78 1.483.815,83
Marine Fuel Oil (MFO) Boiler Uap GJ 26.435,01 30.696,12 24.928,00
Tungku Pengering GJ 874.214,34 1.202.834,46 1.600.666,00
Kiln Reduksi GJ 7.602.363,99 8.097.404,44 8.669.728,00
Total GJ 8.503.013,34 9.330.935,02 10.295.322,00
Bensin Kendaraan Ringan GJ 7.367,19 5.784,00 6.625,00
Total Penggunaan Energi Tidak Terbarukan GJ 21.836.009,58 22.059.996,32 21.423.433,83
4
174 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 175
Sumber Energi Alokasi Unit 2025 2024 2023
Sumber Energi Terbarukan
Pembangkit Listrik Tenaga Air
GJ 8.858.749,14 8.935.798,81 8,791,124.00
(PLTA)
Biodiesel B30 Pabrik Pengolahan GJ - - 150.766,00
Biodiesel B35 GJ 140.514,30 789.575,11 609.554,00
Biodiesel B40 GJ 753.749,50 -
Tidak Terbarukan + Energi Terbarukan (e) 9.753.012,94 9.725.373,92 9.551.444,00
IGP Morowali IGP Pomalaa
Sumber Energi Unit 2025
Sumber Energi Unit 2025
Sumber Energi Tidak Terbarukan
Sumber Energi Tidak Terbarukan
Listrik GJ 2.207
Electricity GJ 2.872
Sumber Energi Terbarukan
Sumber Energi Terbarukan
Biodiesel B35 GJ 1.176
Biodiesel B35 GJ 1.161
Biodiesel B40 GJ 5.039
Biodiesel B40 GJ 9.465
Total Penggunaan Energi Terbarukan GJ 6.215
Total Penggunaan Energi Terbarukan GJ 10.625
Tidak Terbarukan + Energi Terbarukan GJ 8.422
Tidak Terbarukan + Energi Terbarukan GJ 13.498
Intensitas Energi Sorowako [GRI 302-3][POJK51-F.6]
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023
Total Produksi Nikel Matte Ton 72.027 71.311 70.728
Konsumsi Energi GJ 31.589.023,94 31.785.370,24 30.974.878,83
Intensitas Energi GJ/Ton Ni 437,94 445.73 438.57
5
175 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 176
Sumber Konsumsi Energi [GRI 302-4]
Sumber Variance (2025:2024)
Satuan 2025 2024 2023
Konsumsi Energi
Nominal %
MFO Barel 1.388.652,69 1.509.299,55 1.654.992,7 (120.646,86) -7,99%
HSD Liter 72.113.602,35 68,261,137,58 68.057.320,00 3.852.464,77 5,64%
Batu Bara Ton 434.692,47 403.351,64 347.362,00 31.340,83 7,77%
Hasil Perhitungan Intensitas Emisi GRK[GRI 305-1][GRI 305-2] [GRI 305-4] [POJK51-F.11][SASB EM-MM-110a.1]
Sorowako
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023 2017 Baseline
Scope 1 Ton CO2eq 2.072.142 2.048.411,00 2.029.486,00 2.010.963,00
Scope 2 Ton CO2eq 2481 2.580,00 2.827,00 2.987,00
Scope 3 Ton CO2eq N/A N/A N/A N/A
Total Scopes Ton CO2eq 2,074,623.90 2.050.990,70 2.032.313,00 2.013.950,00
Nickel Production Amount Ton 72.027,00 71.310,68 70.728,00 76.807,00
GHG Emission Intensity Ton CO2eq /Ton 28,80 28,76 28,73 26,22
IGP Morowali IGP Pomalaa
Deskripsi Satuan 2025 Deskripsi Satuan 2025
Lingkup 1 Ton CO2eq 4.536,32 Lingkup 1 Ton CO2eq 419,00
Lingkup 2 Ton CO2eq 16,82 Lingkup 2 Ton CO2eq -
Lingkup 3 Ton CO2eq - Lingkup 3 Ton CO2eq -
Total Lingkup Ton CO2eq 4.553,14 Total Lingkup Ton CO2eq 419,00
6
176 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 177
Hasil Pengukuran dan Perhitungan Intensitas Emisi SO₂ [GRI 305-7] [POJK51-F.11][SASB EM-MM-120a.1] Hasil Pengukuran dan Perhitungan Intensitas Emisi Partikulat [GRI 305-7] [POJK51-F.11][SASB EM-MM-120a.1]
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023 Deskripsi Satuan 2025 2024 2023
Total Produksi Nikel Ton 72.027 71.311 70.728 Total Produksi Nikel Ton 72.027 71.311 70.728
Total Emisi SO₂ Ton SO2eq 49.297 52.172,00 53.188,00
Total Emisi Partikulat Ton Partikulat 647 879 600
Intensitas Emisi Ton SO2eq/ 0,68 0,73 0,75
Ton Ni Ton Partikulat/
Baku Mutu SO₂ 0,80 0,80 0,80 Intensitas Emisi Partikulat 0,009 0,012 0,007
Ton Ni
Pengambilan dan Konsumsi Air [GRI303-5][SASB EM-MM-140a.1]
Sorowako
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023
Air Permukaan (Danau Matano) m3 15.079.167,00 11.748.150,00 9.442.313,00
Air Permukaan (Sungai) *jika ada m3 N/A N/A N/A
Air Tanah *jika ada m3 N/A N/A N/A
Pihak Ketiga (PDAM) *jika ada m3 N/A N/A N/A
Total m3 15.079.167,00 11,748,150.00 9.442.313,00
IGP Morowali
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023
Air Permukaan (Danau) m3 N/A N/A N/A
Air Permukaan (Sungai) m3 10.035 No Data No Data
Air Tanah m3 10.577 18.035 2.311
Pihak Ketiga (PDAM) m3 N/A N/A N/A
TOTAL m3 20.612 18.035 2.311
7
177 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 178
IGP Pomalaa
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023
Air Permukaan (Danau) m3 N/A N/A N/A
Air Permukaan (Sungai) m3 9.969,00 8.903,00 N/A
Air Tanah m3 N/A N/A N/A
Pihak Ketiga (PDAM/Masyarakat/dll) m3 N/A N/A N/A
TOTAL m3 9.969,00 8.903,00 0.00
Pembuangan Air[GRI 303-4]
Sorowako IGP Morowali
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023 Deskripsi Satuan 2025
Air Permukaan (Danau Matano) m3 25.372.487 25.639.690 17.384.078,97 Air Permukaan (Danau) m3 N/A
Air Permukaan (Danau Mahalo-na) m3 21.221.547 20.648.522 11.370.115,20 Air Permukaan (Sungai) m3 100.228,32
Air Permukaan (Sungai Salo Air Tanah m3 N/A
m3 3.898.304 3.705.430 -
Lamunto)
Laut m3 13.023,07
Air Permukaan (Sungai Petea) m 3
39.203.071 50.716.129 21.472.522,02
Total m3 113.251,39
Air Tanah m 3
N/A N/A N/A
Laut m3 N/A N/A N/A
Total m3 89.695.408,20 100.709.771,00 50.226.716,19
8
178 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 179
Sorowako Effluent Quality Measurement Results 2025[POJK51 F.13]
Parameter, Baku Mutu, dan Hasil Pengukuran
No Lokasi Titik Kepatuhan Sumber Titik Pembu-angan Volume Terolah TSS Jumlah Cr Cr6+ Fe Ni
<200 ppm 0,5 ppm 0,1 ppm 5 ppm 0,5 ppm
1 Petea Far East Pertambangan Sungai Pe-tea 16.056.164 12,50 0,07 0,02 0,03 0,01
2 Petea East Pertambangan Sungai Petea 23.146.907 10,00 0,10 0,06 0,03 0,01
3 Petea West Pertambangan Matano 13.744.808 13,50 0,09 0,04 0,06 0,01
4 Lorraine Pertambangan Matano 1.983.131 10,50 0,05 0,01 0,03 0,01
5 Kathryn Pertambangan Matano 5.717.849 9,00 0,05 0,01 0,07 0,01
6 Lamangka 1 Pertambangan Mahalona 6.282.546 10,00 0,07 0,02 0,03 0,01
7 Lamangka 2 Pertambangan Mahalona 5.146.607 10,00 0,06 0,01 0,03 0,02
8 Lamangka 3 Pertambangan Mahalona 9.792.393 12,50 0,15 0,07 0,03 0,01
9 LC-A Pertambangan Matano 3.853.042 8,50 0,05 0,01 0,03 0,01
10 Petea Washing Pad Pertambangan Matano 73.656 10,00 0,05 0,01 0,03 0,01
11 Petea D3 West Pertambangan Salo Lamunto 3.898.304 11,00 0,08 0,03 0,05 0,01
12 CP 4 Tumpukan Batu Bara dan Sungai Malili 2.535 20,00 N/A N/A N/A N/A
Sulfur
13 D Lagoon Domestik Matano 391.211 9,00 N/A N/A N/A N/A
14 F Lagoon Domestik Matano 226.74 9,00 N/A N/A N/A N/A
15 Helai Lagoon Domestik Matano 14.127 10,00 N/A N/A N/A N/A
16 SMP YPS Domestik Matano 8,88 8,00 N/A N/A N/A N/A
17 Rumah Sakit Domestik Matano 12.357 10,00 N/A N/A N/A N/A
9
179 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 180
Produksi Limbah B3[GRI 306-3]
Sorowako IGP Morowali IGP Pomalaa
Unit 2025 2024 2023 Unit 2025 2024 2023 Unit 2025 2024 2023
Timbulan Limbah Ton 2.041 2.696 2.353 Timbulan Ton 0,93 7,22 85,24 Timbulan Ton 4,06 5,71 58,42
Limbah Limbah
Intensitas Ton/Matte 0,029 0,038 0,033
Produksi Limbah Non-B3[GRI 306-3]
Sorowako IGP Morowali IGP Pomalaa
Kategori Unit 2025 Unit 2025
Pengelolaan Unit 2025 2024 2023
Limbah Timbulan Ton 375 Timbulan Ton 76
Limbah Limbah
Timbulan Limbah Ton 6.378 5.906 5.349
Intensitas Ton/Ton 0,09 0,08 0,07
Matte
Limbah yang Ton 963 1.004 1.609
Dipilah
Luas Area Tambang Terganggu dan Direhabilitasi (Ha)[GRI 304-3][GRI 14.8.6]
Sorowako
2025 2024 2023
a) Luas lahan terganggu (ha) Tahunan 418,25 269,16 230,16
b) Total luas lahan terganggu (ha) Akumulatif 7.689,00 7.356,01 7.178,29
c) Fasilitas (Kantor + Perumahan + Lainnya) 1.754,80 1.460,61 1.460,61
d) Lahan terganggu yang belum direklamasi 2.071,64 2.104,27 2.014,10
(Stockpile + Disposal)
e) Luas lahan direklamasi (ha) Akumulatif 3.862,56 3.791,13 3.703,58
10
180 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 181
2025 2024 2023
f) Luas lahan direklamasi (ha) Tahunan 156,67 178,98 224,44
g) % lahan tambang yang direklamasi (e/d+e) 65,09% 64,31% 64,77%
h) Luas rehabilitasi daerah aliran sungai/DAS (ha) 14.879,00 14.879,00 10.435,00
Akumulatif
i) Luas rehabilitasi daerah aliran sungai/DAS (ha) 0,00 4.444,00 435,00
IGP Morowali IGP Pomalaa
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Luas Lahan Terganggu (ha) Total 342,73 236,43 95,70 Luas Lahan Terganggu (ha) Total 807,76 364,75 65,20
Akumulatif Akumulatif
Luas Lahan Terganggu (ha) 106,30 140,73 95,68 Luas Lahan Terganggu (ha) 443,01 299,55 30,10
Luas Lahan Direklamasi (ha) Total 1,42 - - Luas Lahan Direklamasi (ha) Total - - -
Akumulatif Akumulatif
Luas Lahan Direklamasi (ha) 1,42 - - Luas Lahan Direklamasi (ha) - - -
Luas Rehabilitasi DAS (ha) Total 1.045,00 - - Luas Rehabilitasi DAS (ha) Total 1.953,00 - -
Akumulatif Akumulatif
Luas Rehabilitasi DAS (ha) 1.045,00 - - Luas Rehabilitasi DAS (ha) 1.953,00 - -
Daftar Spesies Flora dan Fauna Dilindungi berdasarkan IUCN Red List[GRI 304-4]
Spesies Fauna Sorowako dan Status Konservasi
Local Name Species Name IUCN Conservation Status
Fauna Terestrial
Anoa dataran rendah Bubalus depressicornis Endangered
Anoa pegunungan Bubalus quarlesi Endangered
11
181 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 182
Local Name Species Name IUCN Conservation Status Kuskus beruang Sulawesi Ailurops ursinus Vulnerable Babi rusa Babyrousa celebensis Vulnerable Maleo Macrocephalon maleo Vulnerable Monyet digo Macaca ochreata Vulnerable Monyet hitam tonkean Macaca tonkeana Vulnerable Kangkareng Sulawesi Rhabdotorrhinus exarhatus Vulnerable Julang Sulawesi Rhyticeros cassidix Vulnerable Tarsius Tarsius tarsier Vulnerable Rusa Timor Rusa timorensis Vulnerable Kadalan Sulawesi Rhamphococcyx calyorhynchus Vulnerable Babi Hutan Sus celebensis Near Threatened Elang Alap Kecil Accipiter nanus Near Threatened Kehicap Sulawesi Hypothymis puella Least Concern Serindit sulawesi Loriculus stigmatus Least Concern Cabai Panggu Kelabu Dicaeum celebicum Least Concern Cabai Panggu Kuning Dicaeum aureolimbatum Least Concern Elang Bondol Haliastur indus Least Concern Elang Alap Nipon Accipiter gularis Least Concern Elang Hitam Ictinaetus malayensis Least Concern Alap-alap Sapi Falco moluccensis Least Concern Elang Alap Ekor Total Accipiter trivirgatus Least Concern Elang Ular Sulawesi Spilornis rufipectus Least Concern Elang Tiram Pandion haliaetus Least Concern 12 182 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 183
Local Name Species Name IUCN Conservation Status Tiong Lampu Sulawesi Coracias temminckii Least Concern Kepudang Sungu Biru Coracina temminckii Least Concern Pelatuk Kelabu Sulawesi Mulleripicus fulvus Least Concern Tir-kiring Bukit Prioniturus platurus Least Concern Raja Perling Sulawesi Basilornis celebensis Least Concern Fauna Air Tawar Udang lamak merah Caridina lanceolata Critically Endangered Udang biru Caridina loehae Critically Endangered Udang air tawar Caridina holthuisi Endangered Kepiting danau Nautilothelphusa zimmeri Endangered Opudi Telmatherina wahjui Endangered Butini Glossogobius matanensis Near Threatened Opudi Telmatherina abendanoni Near Threatened Opudi Telmatherina antoniae Near Threatened Opudi Telmatherina obscura Near Threatened Opudi Telmatherina opudi Near Threatened Opudi Telmatherina prognatha Near Threatened Udang Merah Sulawesi Ceyx fallax Near Threatened 13 183 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 184
Spesies Flora Sorowako dan Status Konservasi
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Endemisitas
Timboewolo Manilkara celebica Critically
Endangered - Endangered
Archidendron tjendana Endangered
Beilschmiedia gigantocarpa Endangered
Kaloju Xanthostemon confertiflorus Endangered Endemic
Angsana / Cenrana Pterocarpus indicus Endangered
Dengen Celebica Dillenia celebica Endangered Endemic
Agathis Agathis celebica Vulnerable Endemic
Agathis Agathis dammara Vulnerable -
Eboni Diospyros celebica Vulnerable Endemic
Kantong Semar Nepenthes petiolata Vulnerable -
Kayu Mata Kucing Hopea celebica Vulnerable -
Kumea Manilkara fasciculata Vulnerable -
Buri Weinmannia devogelii Near Threatened -
Betao Calophyllum soulattri Least Concern -
Nyato Palaquium obovatum Least Concern -
Bitti Vitex cofassus Least Concern -
Manggis Hutan Garcinia celebica Least Concern Endemic
Tembeuwa Kjellbergiodendron celebicum Least Concern Endemic
Kayu asa Lithocarpus celebicus Least Concern Endemic
Bayur Pterospermum celebicum Least Concern Endemic
14
184 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 185
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Endemisitas
Belimbing Bajo Sarcotheca celebica Least Concern Endemic
Kantong Semar Maksimum Nepenthes maxima Least Concern Endemic
Kantong Semar Bersungut Nepenthes tentaculata Least Concern -
Beluang Eleusine indica Least Concern Endemic
Lokomomo Deplanchea bancana Least Concern -
Dengen Serata Dillenia serrata Least Concern -
Knema Knema matanesis Least Concern Endemic
Spesies Fauna IGP Morowali dan Status Konservasi
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN
Bajing Alston Sulawesi Prosciurillus alstoni Near Threatened Todirhamphus chloris Least Concern
Anoa Bubalus sp. Endangered Hirundapus caudacutus Least Concern
Babi hutan Sus celebensis Near Threatened Collocalia esculenta Least Concern
Codot Sulawesi Cynopterus luzoniensis Least Concern Artamus leucorynchus Least Concern
Codot kecil Cynopterus minutus Least Concern Aceros cassidix Least Concern
Cecadu pisang kecil Macroglossus minimus Least Concern Lalage leucopygialis Least Concern
Nyap biasa Rousettus amplexicaudatus Least Concern Caprimulgus celebensis Least Concern
Codot walet Thoopterus nigrescens Least Concern Egretta garzetta Least Concern
Barong besar Hipposideros diadema Least Concern Ptilinopus melanospilus Least Concern
Tomosu besar Miniopterus tristis Least Concern Streptopelia chinensis Least Concern
Spilornis rufipectus Least Concern Treron vernans Least Concern
Nisaetus lanceolatus Least Concern Ducula radiata Least Concern
15
185 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 186
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN
Corvus enca Least Concern Passer montanus Least Concern
Phaenicophaeus calyorhynchus Least Concern Prioniturus platurus Least Concern
Centropus bengalensis Least Concern Pycnonotus aurigaster Least Concern
Cacomantis merulinus Least Concern Amaurornis phoenicurus Least Concern
Centropus celebensis Least Concern Actitis hypoleucos Least Concern
Dicaeum aureolimbatum Least Concern Otus manadensis Least Concern
Dicaeum nehrkorni Least Concern Scissirostrum dubium Least Concern
Dicaeum celebicum Least Concern Basilornis celebensis Least Concern
Dicrurus hottentottus leucops Least Concern Zosterops atrifons Least Concern
Dicrurus montanus Least Concern Zosterops chloris Least Concern
Lonchura malacca Least Concern Eutropis rudis Not Evaluated
Lonchura punctulata Least Concern Emoia caeruleocauda Least Concern
Hemiprocne longipenis Least Concern Emoia astrocostata Not Evaluated
Hirundo tahitica Least Concern Sphenomorphus nigrolabris Not Evaluated
Merops ornatus Least Concern Sphenomorphus variegatus Not Evaluated
Hypothymis puella Least Concern Eutropis indeprensa Not Evaluated
Culicicapa helianthea Least Concern Eutropis rugifera Not Evaluated
Nectarinia jugularis Least Concern Varanus salvator Least Concern
Aethopyga siparaja Least Concern Gehyra mutilata Not Evaluated
Anthreptes malacensis Least Concern Hemidactylus frenatus Least Concern
Leptocoma sericea Least Concern Bronchocela celebensis Least Concern
Oriolus chinensis Least Concern Ahaetulla prasina Least Concern
Edulisoma morio Least Concern Psamodynastes pulverulentus Least Concern
16
186 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 187
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN
Hypsiscopus plumbea Not Evaluated Dolichandrone spathacea Least Concern
Duttaphrynus melanostictus Least Concern Trema orientale Least Concern
Ingerophrynus celebensis Least Concern Casuarina equisetifolia Least Concern
Fejervarya cancrivora Least Concern Maranthes corymbosa Least Concern
Limnonectes sp. 2 Least Concern Terminalia catappa Least Concern
Limnonectes inflatus Least Concern Blumea balsamifera Least Concern
Polypedates iskandari Not Evaluated Ipomoea pes-caprae Least Concern
Papurana calebensis Least Concern Cyathea celebica Least Concern
Cyathea contaminans Least Concern
Cycas rumphii Near Threatened
Scleria malaccensis Least Concern
Spesies Flora IGP Morowali dan Status Konservasi Dillenia serrata Least Concern
Diospyros celebica Vulnerable
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN
Bridelia tomentosa Least Concern
Anacardium occidentale Least Concern
Hevea brasiliensis Least Concern
Buchanania arborescens Least Concern
Macaranga mappa Least Concern
Dracontomelon dao Least Concern
Mallotus paniculatus Least Concern
Mangifera indica Data Deficient
Castanopsis acuminatissima Least Concern
Mangifera minor Least Concern
Lithocarpus celebicus Least Concern
Cananga odorata Least Concern
Dicranopteris linearis Least Concern
Alstonia macrophylla Least Concern
Imperata cylindrica Least Concern
Alstonia scholaris Least Concern
Phragmites karka Least Concern
Agathis celebica Vulnerable
Saccharum spontaneum Least Concern
17
187 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 188
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN
Calophyllum soulatri Least Concern Ficus microcarpa Least Concern
Leea indica Least Concern Ficus punctata Least Concern
Acacia mangium Least Concern Ficus septica Least Concern
Paraserianthes falcataria Least Concern Ficus variegata Least Concern
Archidendron clypearia Least Concern Moringa oleifera Least Concern
Cassia alata Least Concern Musa acuminata Least Concern
Cassia siamensis Least Concern Myristica fragrans Data Deficient
Dalbergia candenatensis Least Concern Kjellbergiodendron celebicum Least Concern
Gliricidia sepium Least Concern Psidium guajava Least Concern
Mimosa pudica Least Concern Syzygium acuminatissimum Least Concern
Tamarindus indicus Least Concern Nepenthes gracilis Least Concern
Lycopodiella cernua Least Concern Areca catechu Data Deficient
Lygodium microphyllum Least Concern Corypha utan Least Concern
Ceiba pentandra Least Concern Metroxylon sago Least Concern
Commersonia bartramia Least Concern Nypa fruticans Least Concern
Heritiera littoralis Least Concern Pandanus odorifer Least Concern
Hibiscus tiliaceus Least Concern Piper aduncum Least Concern
Kleinhovia hospita Least Concern Dacrycarpus imbricatus Least Concern
Dysoxylum gaudichaudianum Least Concern Podocarpus neriifolius Least Concern
Toona ciliata Least Concern Acrostichum aureum Least Concern
Toona sureni Least Concern Pteris vittata Least Concern
Artocarpus elasticus Least Concern Bruguiera sexangula Least Concern
Ficus hispida Least Concern Rhizophora apiculata Least Concern
18
188 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 189
Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN Spesies Fauna IGP Pomalaa dan Status Konservasi
Nauclea orientalis Least Concern Nama Lokal Nama Spesies Status Konservasi IUCN
Melicope lunu-ankenda Least Concern Kima raksasa Tridachna gigas Critically Endangered
Lepisanthes alata Least Concern - Nomorhamphus sagittarius Endangered
Lepisanthes amoena Least Concern Elang perut - karat Lophotriorchis kienerii Near Threatened
Nephelium lappaceum Least Concern Pergam hijau Ducula aenea Near Threatened
Palaquium obovatum Least Concern Pungguk oker Ninox ochracea Near Threatened
Duabanga moluccana Least Concern Kangkareng Sulawesi Rhabdotorrhinus exarhatus Vulnerable
Sonneratia alba Least Concern Julang emas Sulawesi Rhytyceros cassidix Vulnerable
Sonneratia caseolaris Least Concern - Tytthoscincus textus Vulnerable
Cyclosorus interruptus Least Concern Katak parasut gunung Rhacophorus monticola Vulnerable
Callicarpa tomentosa Least Concern Kuskus kerdil Sulawesi Strigocuscus celebensis Near Threatened
Gmelina arborea Least Concern Bajing kecil Sulawesi Prosciurillus alstoni Near Threatened
Stachytarpheta jamaicensis Least Concern Codot muka garis Styloctenium wallacei Near Threatened
Vitex pinnata Least Concern Tarsius Tarsius tarsier Vulnerable
Kuskus beruang Auliurops ursinus Vulnerable
Bajing Merah Sulawesi Rubisciurus rubiventer Vulnerable
Monyet Dinggo / Macaca ochreata Vulnerable
Monyet Butung
Musang Sulawesi Macrogalidia muschenbroekki Vulnerable
Anoa dataran rendah Bubalus depressicornis Endangered
19
189 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 190
09 Tenaga Kerja Kami
Total dan Persentase Pekerja Lokal
Description 2025 2024 2024
Jumlah Karyawan 2.985 3.038 3.017
Jumlah Karyawan Lokal 2.486 2.516 2.589
Persentase Karyawan Lokal 83% 83% 86%
Total Karyawan berdasarkan Jabatan dan Jenis Kelamin[GRI 405-1]
2025 2024 2023
Posisi
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Managemen (L3) 36 4 40 30 4 34 24 3 27
General Manager atau Spesialis (L2) 106 17 123 112 13 125 104 11 115
Staf Senior atau Manager (L1) 488 110 598 473 102 575 402 79 481
Staf 719 154 873 685 155 840 691 131 822
Nonstaf 1.275 76 1.351 1.386 78 1.464 1.489 83 1.572
Total 2.624 361 2.985 2.686 352 3.038 2.710 307 3.017
Total Karyawan berdasarkan Kelompok Usia
2025 2024 2023
Kelompok Usia
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
>50 Tahun 630 35 665 577 28 605 539 23 562
30-50 Tahun 1.883 263 2.146 1.980 254 2.234 2.059 228 2.287
<30 tahun 111 63 174 129 70 199 112 56 168
Total 2.624 361 2.985 2.686 352 3.038 2.710 307 3.017
20
190 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 191
Total Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan
2025 2024 2023
Level Pendidikan
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
S3/Sederajat 2 0 2 8 1 9 1 0 1
S2/Sederajat 67 30 97 68 26 94 56 21 77
S1/Sederajat 791 224 1.015 769 219 988 700 176 876
Diploma/Sederajat 295 65 360 301 64 365 276 57 333
SMA 1.459 42 1.501 1.526 42 1.568 1.657 53 1.710
SMP 10 0 10 14 0 14 20 0 20
Total 2.624 361 2.985 2.686 352 3.038 2.710 307 3.017
Total Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian
2025 2024 2023
Status Kepegawaian
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Pegawai Tetap 2.549 337 2.886 2.607 322 2.929 2.653 280 2.933
Pegawai Kontrak 75 24 99 79 30 109 57 27 84
Total 2.624 361 2.985 2.686 352 3.038 2.710 307 3.017
Total Karyawan berdasarkan Lokasi Operasional
2025 2024 2023
Lokasi Operasional
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Bungku Timur 78 21 99 74 19 93 55 16 71
Jakarta 59 43 102 58 35 93 45 25 70
Makassar 11 4 15 5 3 8 3 2 5
Palu 1 0 1 1 0 1 1 0 1
21
191 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 192
2025 2024 2023
Lokasi Operasional
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Pomalaa 73 26 99 71 29 100 56 21 77
Sorowako 2.402 267 2.669 2.477 266 2.743 2.550 243 2.793
Total 2.624 361 2.985 2.686 352 3.038 2.710 307 3.017
Total Karyawan berdasarkan Status Kewarnegaraan
2025 2024 2023
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Warga Negara Indonesia (WNI) 2.622 360 2.982 2.683 352 3.034 2.706 307 3.013
Warga Negara Asing (WNA) 2 1 3 3 0 4 4 0 4
Total 2.624 361 2.985 2.686 352 3038 2.710 307 3.017
Keberagaman Tenaga Kerja dan Pekerja Lokal[GRI 405-1]
2025 2024 2023
Total % Total % Total %
Penyandang Disabilitas 74 2,48% 67 2,21% 3 0,10%
Pekerja Lokal 2.457 82,31% 2.516 82,82% 2.589 85,81%
Total Kontraktor berdasarkan Kewarganegaraan
2025 2024 2023
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Indonesian Citizen (WNI) 20.549 1.953 22.502 12.533 1.500 14.033 10.614 1.239 11.853
Foreign National (WNA) 137 6 143 9 3 12 34 7 41
Total 20.686 1.959 22.645 12.542 1.503 14.045 10.648 1.246 11.894
22
192 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 193
Total Kontraktor Warga Negara Indonesia berdasarkan Lokalitas
2025 2024 2023
Tingkat Pendidikan
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
Lokal 16.173 1.673 17.846 10.508 1.326 11.834 8.743 1.055 9.798
Non Lokal 4.376 280 4.656 2.025 174 2.199 1.871 184 2.055
Total 20.549 1.953 22.502 12.533 1.500 14.033 10.614 1.239 11.853
Total Working Hours
2025 2024
Tingkat Pendidikan Satuan 2023
Sorowako IGP Morowali IGP Pomalaa Total Sorowako IGP Morowali IGP Pomalaa Total
Karyawan Jam 6.127.468 239.952 197.540 6.564.960 6.280.560 176.040 184.680 6.641.280 6.379.740
Kontraktor Jam 26.239.164 7.099.302 9.285.380 42.623.846 23.291.155 3.493.111 2.400.986 29.185.252 23.036.374
Total 32.366.632 7.339.254 9.482.920 49.188.806 29.571.715 3.669.151 2.585.666 35.826.532 29.416.114
Statistik Cedera Akibat Kerja untuk Karyawan dan Kontraktor[GRI 403-9][SASB EM-MM-320a.1]
2025 2024
Level of Education Satuan 2023
IGP IGP IGP IGP
Sorowako Total Sorowako Total
Morowali Pomalaa Morowali Pomalaa
Karyawan
Total Loss Time Injury # 1 - - 1 - - - - -
Loss Time Injury Frequency Rate
# 0,16 0,00 0,00 0,15 0,00 0,00 0,00 - 0,00
(LTIFR)
Total Recordable Injury # - - - - - - - - -
23
193 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 194
2025 2024
Level of Education Satuan 2023
IGP IGP IGP IGP
Sorowako Total Sorowako Total
Morowali Pomalaa Morowali Pomalaa
Total Recordable Injury Frequency
# 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 - 0,00
Rate (TRIFR)
Kontraktor
Total Loss Time Injury # 5 0 0 5 1 0 0 1 4
Loss Time Injury Frequency Rate
# 0,19 0 0 0,12 0,04 0 0 0,03 0,17
(LTIFR)
Total Recordable Injury # 16 3 3 22 9 1 0 10 10
Total Recordable Injury Frequency
# 0,61 0,42 0,32 0,52 0,39 0,29 0 0,34 0,43
Rate (TRIFR)
Karyawan dan Kontraktor
Near Miss Incidents # 53 10 13 76 59 6 1 66 62
Near Miss Frequency Rate # 1,64 1,36 1,37 1,55 2,00 1,64 0,39 1,84 2,11
24
194 Laporan Keberlanjutan 2024
Page 195
195 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 196
196 Laporam Keberlanjutan 2025
Page 197
Indeks POJK
Penjelasan Tema
[POJK G.4] Indeks POJK dalam laporan ini disusun berdasarkan:
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 16/SEOJK.04/2021
TOPIK HALAMAN
A Strategi Keberlanjutan
A.1. Penjelasan Strategi Keberlanjutan
B Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1. Aspek Ekonomi, paling sedikit memuat:
a. Kuantitas produksi atau jasa yang dijual;
b. Pendapatan atau penjualan;
c. Laba atau rugi bersih;
d. Produk ramah lingkungan; dan
e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan.
B.2. Aspek Lingkungan Hidup, paling sedikit memuat:
a. Penggunaan energi;
b. Pengurangan emisi yang dihasilkan;
c. Pengurangan limbah dan efluen; dan
d. Pelestarian keanekaragaman hayati.
B.3. Aspek Sosial
C Profil Perusahaan
C.1. Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.2. Alamat Perusahaan
C.3. Skala Usaha, paling sedikit memuat:
a. Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban;
197 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 198
TOPIK HALAMAN
b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan;
c. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham; dan
d. Wilayah operasional.
C.4. Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.5. Keanggotaan pada Asosiasi
C.6. Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
D Penjelasan Direksi
D.1. Penjelasan Direksi
a. Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan
b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan
c. Strategi pencapaian target
E Tata Kelola Keberlanjutan
E.1. Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.2. Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan
E.3. Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.4. Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan
E.5. Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
F Kinerja Keberlanjutan
F.1. Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
F.2. Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan
F.3.
dengan Keuangan Berkelanjutan
198 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 199
TOPIK HALAMAN
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4. Biaya Lingkungan Hidup
Aspek Material
F.5. Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
Aspek Energi
F.6. Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.7. Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
Aspek Air
F.8. Penggunaan Air
Aspek Keankearagaman Hayati
F.9. Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
F.10. Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
Aspek Emisi
F.11. Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
F.12. Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
Aspek Limbah dan Efluen
F.13. Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.14. Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.15. Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16. Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Displeasing
199 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 200
TOPIK HALAMAN
Kinerja Sosial
F.17. Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18. Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.19. Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.20. Upah Minimum Regional
F.21. Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F22. Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
Aspek Masyarakat
F.23. Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
F.24. Pengaduan Masyarakat
F.25. Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26. Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.27. Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.28. Dampak Produk/Jasa
F.29. Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.30. Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
G Lain-lain
G.1. Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.2. Lembar Umpan Balik
G.3. Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan
G.4.
bagi Lembaga Jasa Keuangan,Emiten, dan Perusahaan Publik
200 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 201
Indeks GRI
Penjelasan Tema
Pernyataan penggunaan PT Vale Indonesia Tbk telah melaporkan informasi yang tertera GRI 1 yang digunakan GRI 1 : Fondasi 2021
dalam Indeks Isi GRI untuk periode 1 Januari-31 Desember 2025.
Standar Sektor GRI yang berlaku GRI 14: Sektor Pertambangan 2024
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 2: Pengungkapan 2-1 Rincian organisasi
Umum 2021
2-2 Entitas yang dicantumkan dalam pelaporan
keberlanjutan organisasi
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak
pelaporan
2-4 Penyajian kembali informasi
2-5 Penjaminan eksternal
2-6 Kegiatan, rantai nilai dan hubungan bisnis
lain
2-7 Tenaga kerja
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata
kelola tertinggi
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam
mengawasi manajemen dampak
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola
dampak
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam
pelaporan keberlanjutan
2-15 Konflik kepentingan
2-16 Komunikasi masalah penting
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola
tertinggi
201 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 202
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
2-19 Kebijakan remunerasi
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi
2-21 Rasio kompensasi total tahunan
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan
berkelanjutan
2-23 Komitmen kebijakan
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan
mengemukakan masalah
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
2-28 Asosiasi keanggotaan
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku
kepentingan
2-30 Perjanjian perundingan kolektif
GRI 3: Topik Material 2021 3-1 Proses untuk menentukan topik material
3-2 Daftar topik material
3-3 Manajemen topik material
GRI 101: Keanekaragaman 101-1 Kebijakan untuk menghentikan dan
Hayati 2024 mengembalikan hilangnya keanekaragaman 14.4.2
hayati
101-2 Manajemen dampak keanekaragaman
14.4.3
hayati
202 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 203
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
Seluruh pengungkapan Informasi tidak relevan PT Vale tidak
melakukan
akses terhadap
sumber daya
genetik maupun
pengetahuan
tradisional dalam
101-3 Akses dan berbagi manfaat operasionalnya.
Oleh karena
itu, indikator ini
tidak dianggap
relevan dalam
konteks kegiatan
operasional
Perseroan.
101-4 Identifikasi dampak keanekaragaman
14.4.4
hayati
101-5 Lokasi yang memiliki dampak
14.4.5
keanekaragaman hayati
101-6 Pemicu langsung hilangnya
14.4.6
keanekaragaman hayati
101-7 Perubahan kondisi keanekaragaman hayati 14.4.7
101-8 Layanan ekosistem 14.4.8
GRI 201: Kinerja Ekonomi 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan
14.2.2
2016 dan didistribusikan
14.2.2
201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang
14.9.2
lain akibat dari perubahan iklim 14.23.2
201-3 Kewajiban program pensiun manfaat pasti
dan program pensiun lainnya
201-4 Bantuan finansial ang diterima dari
14.23.3
pemerintah
203 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 204
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 202: Keberadaan 202-1 Rasio standar upah karyawan pemula
Pasar 2016 berdasarkan jenis kelamin terhadap upah 14.17.2
minimum regional
202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal
14.21.2
dari masyarakat setempat
GRI 203: Dampak
203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan
Ekonomi Tidak Langsung 14.9.3
layanan
2016
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang
14.9.4
signifikan
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok
14.9.5
Pengadaan 2016 lokal
GRI 205: Antikorupsi 2016 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko
14.22.2
terkait korupsi
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang
14.22.3
kebijakan dan prosedur antikorupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan
14.22.4
tindakan yang diambil
GRI 206: Perilaku Anti- 206-1 Langkah-langkah hukum untuk perilaku
persaingan 2016 antipersaingan, praktik antipakat dan monopoli
GRI 207: Pajak 2019 207-1 Pendekatan terhadap pajak 14.23.4
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan
14.23.5
manajemen risiko pajak
207-3 Keterlibatan pemangku kepentingan dan
pengelolaan kepedulian yang berkaitan dengan 14.23.6
pajak
207-4 Laporan per negara 14.23.7
204 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 205
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 301: Material 2016 301-1 Material digunakan berdasarkan berat
atau volume
301-2 Material input dari daur ulang yang
digunakan
301-3 Pemerolehan ulang produk dan material
kemasannya
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 14.1.2
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 14.1.3
302-3 Intensitas energi 14.1.4
302-4 Pengurangan konsumsi energi
302-5 Pengurangan untuk energi yang
dibutuhkan untuk produk dan jasa
GRI 303: Air dan Efluen 303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya
14.7.2
2018 bersama
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan
14.7.3
dengan pembuangan air
303-3 Pengambilan air 14.7.4
303-4 Pembungan air 14.7.5
303-5 Konsumsi air 14.7.6
205 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 206
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 304: 304-1 Lokasi operasi yang dimiliki, disewa,
Keanekaragaman Hayati dikelola, atau berdekatan dengan,
2016 kawasan lindung dan kawasan dengan nilai
keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan
lindung
304-2 Dampak signifikan dari aktivitas, produk,
dan jasa pada keanekaragaman hayati
304-3 Habitat yang dilindungi atau direstorasi
304-4 Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies
daftar konservasi nasional dengan habitat
dalam wilayah yang terkena efek operasi
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 14.1.5
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak
14.1.6
langsung
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
14.1.7
lainnya
305-4 Intensitas emisi GRK 14.1.8
305-5 Pengurangan emisi GRK 14.1.9
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida
14.3.2
(SO ), dan emisi udara signifikan lainn a
GRI 306: Efluen dan 306-1 Pelepasan air berdasarkan mutu dan
Limbah 2016 tujuan
306-2 Limbah berdasarkan jenis dan metode
pembuangan
306-3 Tumpahan ang signifikan 14.15.2
306-4 Pengangkutan limbah berbahaya
306-5 Badan air yang dipengaruhi oleh
pelepasan dan/atau limpahan air
206 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 207
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan
14.5.2
terkait limbah
306-2 Manajemen dampak signifikan terkait
14.5.3
limbah
306-3 Timbulan limbah 14.5.4
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan
14.5.5
akhir
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan
14.5.6
akhir
GRI 401: Kepegawaian 401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian
14.17.3
2016 karyawan
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada
karyawan purnawaktu yang tidak diberikan
14.17.4
kepada karyawan pada kurun waktu tertentu
atau paruh waktu
14.17.5
401-3 Cuti melahirkan
14.21.3
GRI 402: Hubungan
402-1 Periode pemberitahuan minimum terkait 14.8.2
Tenaga Kerja/Manajemen
perubahan operasional 14.17.3
2016
207 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 208
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 403: Kesehatan dan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan
14.17.4
Keselamatan Kerja 2018 keselamatan kerja
403-2 Pengidentifikasian baha a, penilaian 14.17.5
risiko, dan investigasi insiden 14.21.3
403-3 Layanan kesehatan kerja 14.16.4
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi
pekerja tentang kesehatan dan keselamatan 14.16.5
kerja
403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan
14.16.6
dan keselamatan kerja
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan Pekerja 14.16.7
403-7 Pencegahan dan mitigasi
dampak-dampak kesehatan dan keselamatan
14.16.8
kerja yang secara langsung terkait hubungan
bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem
14.16.9
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 14.16.10
403-10 Penyakit akibat kerja 14.16.11
GRI 404: Pelatihan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per 14.17.7
Pendidikan 2016 karyawan 14.21.4
404-2 Program untuk meningkatkan
14.8.3
keterampilan karyawan dan program bantuan
14.17.8
peralihan
404-3 Persentase karyawan yang menerima
tinjauan rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
208 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 209
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan 14.21.5
Keanekaragaman dan karyawan
Peluang Setara 2016
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
14.21.6
perempuan dibandingkan laki-laki
GRI 406: Nondiskriminasi 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan
14.21.7
2016 perbaikan yang dilakukan
GRI 407: Kebebasan
407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas
Berserikat dan
kebebasan berserikat dan perundingan kolektif 14.20.3
Perundingan Kolektif
mungkin berisiko
2016
GRI 408: Pekerja anak 408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko
14.18.2
2016 signifikan terhadap insiden pekerja anak
GRI 409: Kerja Paksa atau 409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko
Wajib Kerja 2016 signifikan terhadap insiden kerja paksa atau 14.19.2
wajib kerja
GRI 410: Praktik 410-1 Petugas keamanan yang dilatih mengenai
14.14.2
Keamanan 2016 kebijakan atau prosedur hak asasi manusia
GRI 413: Masyarakat 413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat
Setempat 2016 setempat, penilaian dampak, dan program 14.10.2
pengembangan
413-2 Operasi yang secara aktual dan yang
berpotensi memiliki dampak negatif signifikan 14.10.3
terhadap masyarakat setempat
GRI 414: Penilaian Sosial 14.17.9
414-1 Seleksi pemasok baru dengan
Pemasok 2016 14.18.3
menggunakan kriteria sosial
14.19.3
414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai
14.17.10
pasokan dan tindakan yang telah diambil
GRI 415: Kebijakan Publik
415-1 Kontribusi politik 14.24.2
2016
418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai
GRI 418: Privasi
pelanggaran terhadap privasi pelanggan dan
Pelanggan 2016
hilangnya data pelanggan
209 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 210
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
GRI 14: Sektor Pertambangan 2024
14.6 Endapan (Tailings) 14.6.2 Laporkan metode pembuangan endapan
yang digunakan oleh organisasi.
14.6.3 Sebutkan fasilitas endapan organisasi,
dan laporkan nama, lokasi, dan status
kepemilikan, termasuk apakah organisasi selaku
operator atau tidak
14.8 Penutupan dan 14.8.4 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan
Rehabilitasi apakah lokasi tambang:
• Memiliki rencana penutupan dan rehabilitasi;
• Sedang melakukan aktivitas penutupan
tambang dan rehabilitasi;
• Telah ditutup dan direhabilitasi.
14.8.5 Untuk setiap rencana penutupan dan
rehabilitasi:
• Laporkan apakah rencana telah disetujui oleh
otoritas terkait;
• Laporkan tanggal evaluasi rencana terbaru
dan evaluasi selanjutnya.
14.8.6 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan
dalam satuan hektare:
• Total lahan yang terganggu dan belum
direhabilitasi;
• Total lahan yang terganggu dan telah
direhabilitasi (termasuk yang direhabilitasi
secara progresif, jika ada).
14.8.7 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan
perkiraan umur tambang (LOM).
210 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 211
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
14.8.8 Untuk provisi keuangan yang dibuat oleh
organisasi untuk penutupan dan rehabilitasi,
termasuk pemantauan lingkungan dan
sosial-ekonomi pascapenutupan dan tindak
pemulihan untuk lokasi tambang, laporkan:
• Total perkiraan biaya penutupan (tidak
dipotong), apakah provisi finansial mampu
menutup biaya penutupan perkiraan saat ini
secara penuh, dan apakah provisi finansial
yang dibuat telah sejalan dengan persyaratan
peraturan yang berlaku, berdasarkan lokasi
tambang;
• Metode yang digunakan untuk menghitung
perkiraan biaya penutupan;
• Instrumen keuangan yang digunakan atau
dikembangkan untuk memastikan provisi
finansial cukup untuk penutupan dan
rehabilitasi.
14.8.9 Jelaskan provisi nonkeuangan yang
dibuat oleh organisasi untuk mengelola
transisi sosial-ekonomi masyarakat lokal
menuju ekonomi pascapenambangan yang
berkelanjutan, termasuk upaya, proyek, dan
program kolaboratif.
14.9 Dampak Ekonomi 14.9.6 Laporkan persentase pekerja yang
direkrut dari masyarakat lokal di tingkat lokasi
tambang, diperinci berdasarkan gender, dan
definisi ‘mas arakat lokal’ (komunitas lokal)
menurut organisasi.
14.10 Komunitas Lokal 14.10.4 Untuk setiap lokasi tambang, laporkan:
• Jumlah dan jenis pengaduan dari masyarakat
lokal selama periode pelaporan;
• Persentase pengaduan yang ditangani dan
diselesaikan selama periode pelaporan;
• Persentase pengaduan yang diselesaikan
melalui remediasi selama periode pelaporan.
211 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 212
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
14.12 Hak atas Tanah dan 14.12.2 Sebutkan lokasi tambang di mana
Sumber Daya pemukiman kembali secara paksa direncanakan,
berlangsung, atau telah dilakukan.Untuk setiap
lokasi tambang tersebut:
• Laporkan berapa banyak orang yang telah
atau akan digusur, dan rincilah berdasarkan
gender;
• Jelaskan bagaimana mata pencaharian dan
hak asasi manusia terdampak atau dapat
terdampak dan telah dipulihkan.
14.12.3 Sebutkan lokasi operasi tempat
terjadin a konflik atau pelanggaran hak
atas tanah dan sumber daya (termasuk hak
penguasaan adat, kolektif, dan informal), dan
jelaskan insiden serta pemangku kepentingan
yang hak-haknya terdampak atau dapat
terdampak.
14.15 Manajemen Krisis 14.15.3 Laporkan jumlah insiden kritis dalam
periode pelaporan, jelaskan dampak, dan
tindakan untuk memulihkan itu
14.15.4 Laporkan persentase lokasi tambang
yang memiliki program kesiapan dan tanggap
darurat, dan sebutkan lokasi yang tidak
memilikinya.
14.20 Kebebasan 14.20.3 Laporkan jumlah mogok kerja dan
Perserikat dan larangan bekerja yang melibatkan 1.000 pekerja
Perundingan Bersama atau lebih yang berlangsung satu shift penuh
atau lebih lama, beserta durasi total hari pekerja
menganggur.
212 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 213
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO. RUJUKAN
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN LOKASI PERSYARATAN YANG TIDAK STANDAR SEKTOR
ALASAN PENJELASAN GRI
DICANTUMKAN
14.22 Antikorupsi 14.22.5 Menjelaskan pendekatan terhadap
transparansi kontrak, termasuk:• apakah
kontrak dan izin terbuka untuk publik. Jika ya, di
mana hal itu dipublikasikan;
• Jika kontrak atau izin tidak tersedia secara
publik, alasan atas hal ini dan tindakan yang
dilakukan untuk menjadikannya tersedia
secara publik di masa depan.
14.22.6 Laporkan informasi berikut tentang
pihak yang berhak atas manfaat organisasi,
termasuk usaha patungan:
• Nama, kewarganegaraan, dan negara tempat
tinggal;
• Apakah orang yang memiliki pengaruh politik;
• Tingkat kepemilikan;
• Bagaimana kepemilikan atau pengendalian
digunakan.
14.23 Pembayaran 14.23.8 Untuk mineral yang dibeli dari negara, Seluruh pengungkapan Informasi tidak relevan PT Vale tidak
kepada Pemerintah atau pihak ketiga yang ditunjuk oleh negara membeli mineral
untuk menjual atas nama mereka, laporkan: dari negara
• Volume dan jenis mineral yang dibeli; sehingga indikator
• Nama lengkap entitas penjual dan penerima ini tidak relevan
pembayaran; dengan operasional
PT Vale.
• Pembayaran yang dilakukan untuk pembelian.
213 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 214
TOPIK DALAM STANDAR SEKTOR GRI YANG BERLAKU YANG DITENTUKAN SEBAGAI BUKAN MATERIAL
TOPIK PENJELASAN
Topik ini bukan menjadi topik material untuk Perusahaan saat ini karena belum terdapat pengakuan
resmi atau regulasi nasional terkait penetapan wilayah adat di area operasional Perseroan. Meskipun
14.11 Hak-hak Masyarakat Adat
demikian, Perseroan tetap berkomitmen untuk menghormati hak-hak masyarakat sesuai dengan
prinsip-prinsip hak asasi manusia.
PT Vale tidak terlibat dalam kegiatan pertambangan rakyat maupun pertambangan skala kecil (artisanal
and small-scale mining / ASM), baik secara langsung maupun melalui rantai pasokannya. Operasional
14.13 Pertambangan rakyat dan pertambangan skala kecil perusahaan sepenuhnya dilakukan dalam skala industri dengan izin usaha pertambangan yang sah dan
pengawasan ketat dari pemerintah Indonesia. Dengan demikian, topik ini tidak dianggap material dalam
konteks kegiatan operasional dan dampak keberlanjutan Perseroan.
PT Vale tidak beroperasi di wila ah ang diklasifikasikan sebagai kawasan terdampak konflik bersenjata
maupun wilayah berisiko tinggi sebagaimana dimaksud dalam panduan internasional. Seluruh kegiatan
14.25 Kawasan terdampak konflik dan berisiko tinggi operasional utama perusahaan berada di wilayah yang relatif stabil secara politik dan sosial, serta berada
di bawah pengawasan dan perlindungan hukum nasional. Oleh karena itu, topik ini tidak dianggap
material dalam konteks risiko dan dampak keberlanjutan yang relevan bagi Perseroan.
214 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 215
Penjelasan
Indeks SASBTema
KODE METRIK LOKASI
Emisi Gas Rumah Kaca
EM-MM-110a.1 Emisi Scope 1 global bruto, persentase yang tercakup dalam peraturan pembatasan emisi
Diskusi strategi jangka panjang dan pendek untuk mengelola emisi Scope 1, target pengurangan
EM-MM-110a.2
emisi, dan analisis kinerja terhadap target tersebut
Kualitas Udara
Emisi udara dari polutan berikut: (1) CO, (2) NOx (tidak termasuk N2O), (3) SOx, (4) partikel materi
EM-MM-120a.1
(PM10), (5) merkuri (Hg), (6) timbal (Pb), dan (7) senyawa organik volatil (VOCs)
Pengelolaan Energi
EM-MM-130a.1 Total energi yang dikonsumsi, persentase listrik jaringan, dan persentase energi terbarukan
Pengelolaan Air
Total air yang diambil, total air yang dikonsumsi; persentase masing-masing di wilayah dengan
EM-MM-140a.1
Tekanan Air Dasar Tinggi atau Sangat Tinggi
EM-MM-140a.2 Jumlah insiden ketidakpatuhan terkait izin, standar, dan regulasi kualitas air
Pengelolaan Limbah & Bahan Berbahaya
EM-MM-150a.4 Total berat limbah non-mineral yang dihasilkan
EM-MM-150a.5 Total berat tailing yang dihasilkan
EM-MM-150a.6 Total berat batuan limbah yang dihasilkan
EM-MM-150a.7 Total berat limbah berbahaya yang dihasilkan
EM-MM-150a.8 Total berat limbah berbahaya yang didaur ulang
EM-MM-150a.9 Jumlah insiden signifikan terkait dengan bahan berbahaya dan pengelolaan limbah
Deskripsi kebijakan dan prosedur pengelolaan limbah dan bahan berbahaya untuk operasi aktif dan
EM-MM-150a.10
tidak aktif
215 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 216
KODE METRIK LOKASI
Dampak Keanekaragaman Hayati
EM-MM-160a.1 Deskripsi kebijakan dan praktik manajemen lingkungan untuk lokasi aktif
Persentase lokasi tambang di mana pengaliran air asam tambang: (1) diprediksi terjadi, (2) secara aktif
EM-MM-160a.2
dimitigasi, dan (3) sedang dalam perawatan atau remediasi
Persentase dari (1) cadangan terbukti dan (2) cadangan probable yang berada di lokasi atau dekat
EM-MM-160a.3
dengan kawasan konservasi atau habitat spesies yang terancam punah
Keamanan, Hak Asasi Manusia, dan Hak Masyarakat Adat
EM-MM-210a.1 Persentase dari (1) cadangan terbukti dan (2) cadangan probable yang berada di area konflik
Persentase dari (1) cadangan terbukti dan (2) cadangan probable yang berada di tanah masyarakat
EM-MM-210a.2
adat
Diskusi tentang proses keterlibatan dan praktik uji tuntas terkait dengan hak asasi manusia, hak
EM-MM-210a.3
masyarakat adat, dan operasi di daerah konflik
Hubungan Masyarakat
Diskusi tentang proses pengelolaan risiko dan peluang yang terkait dengan hak-hak masyarakat dan
EM-MM-210b.1
kepentingan
EM-MM-210b.2 (1) Jumlah dan (2) durasi keterlambatan non-teknis
Praktik Ketenagakerjaan
EM-MM-310a.1 Persentase tenaga kerja aktif yang dipekerjakan berdasarkan perjanjian kolektif
EM-MM-310a.2 (1) Jumlah dan (2) durasi pemogokan dan penutupan perusahaan
Kesehatan & Keselamatan Tenaga Kerja
(1) Tingkat semua kejadian, (2) tingkat kematian, (3) tingkat frekuensi nyaris celaka (NMFR) dan (4)
EM-MM-320a.1 rata-rata jam pelatihan kesehatan, keselamatan, dan tanggap darurat untuk (a) karyawan langsung
dan (b) karyawan kontrak.
216 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 217
KODE METRIK LOKASI
Etika Bisnis dan Transparansi
EM-MM-510a.1 Deskripsi sistem manajemen pencegahan korupsi dan penyuapan di seluruh rantai nilai
Produksi di negara-negara yang memiliki peringkat 20 terendah dalam Indeks Persepsi Korupsi
EM-MM-510a.2
Transparency International
Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Tailing
Tabel inventaris fasilitas penyimpanan tailing: (1) nama fasilitas, (2) lokasi, (3) status kepemilikan, (4)
status operasional, (5) metode konstruksi, (6) kapasitas penyimpanan maksimum yang diizinkan,
EM-MM-540a.1
(7) jumlah tailing yang disimpan saat ini, (8) klasifikasi konsekuensi, (9) tanggal tinjauan teknis
independen terbaru, (10) temuan material, (11) tindakan mitigasi, (12) EPRP spesifik lokasi
Ringkasan sistem pengelolaan tailing dan struktur tata kelola yang digunakan untuk memantau dan
EM-MM-540a.2
menjaga stabilitas fasilitas penyimpanan tailing
Pendekatan untuk pengembangan Rencana Kesiapsiagaan dan Respons Darurat (EPRP) untuk fasilitas
EM-MM-540a.3
penyimpanan tailing
Metrik Aktivitas
EM-MM-000.A Produksi (1) bijih logam dan (2) produk logam jadi
EM-MM-000.B Jumlah total karyawan, persentase kontraktor
217 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 218
Feedback Form [POJK51-G.2]
1. This Sustainability Report provides valuable insights into PTVI’s economic, environmental, social, and governance
performance.
Thank you for taking the time to read the 2025 Sustainability
Report of PT Vale Indonesia Tbk.
2. The data and information disclosed in this report are structured, systematic, and easily understandable
To improve the quality of the report, enhance transparency of our
sustainability performance, and gather input for the preparation
of future reports, we kindly ask you to complete the following 3. The data and information disclosed in this report are complete, transparent, and unbiased.
Feedback Form and return it to us via email, or scan the QR code to
fill it out online.
4. The design, font type, size, color scheme, layout, and images in this report are attractive and easy to read.
Thank you again for your time and support.
5. What are the information(s) in this report that you consider most useful?
Reader’s Profile 6. What are the information(s) in this report that can be improved?
Full Name:
..................................................................................................................................................................................................
Institution/ Company:
7. What information in this report do you think should be included in future reports?
Email:
Category:
..................................................................................................................................................................................................
Thank you for taking the time to provide feedback on this report.
We greatly appreciate your contribution in completing this form.
Please send the completed feedback form via email to:
ptvicommunications@vale.com
218 Sustainability Report 2025
Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Pesan
· Komisaris
p.3
unresolved
person
Sambutan
· Direktur
p.12 ×2
unresolved
org
PT International Nickel Indonesia
p.20
unresolved
org
Vale Canada Limited Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd
p.22
unresolved
org
PT Kolaka
p.25
unresolved
org
PT Bahodopi Smelter Nickel Indonesia
p.25
unresolved
org
PT Huali Nickel Indonesia
p.25
unresolved
—
ISO 17025
p.28
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Da
p.30 ×2
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik
p.32
unresolved
org
PT Wahana Kendali Mutu
p.32
unresolved
org
Pendapatan Daerah Kabupaten
p.32
unresolved
org
CSR Works International Pte Ltd
p.33
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. Peoples
p.35
unresolved
—
BoC
· Komisaris
p.45 ×2
unresolved
org
Departemen Keberlanjutan Rapat ESG Operasional Rapat ESG Khusus
p.45
unresolved
org
Departemen Keberlanjutan
p.46
unresolved
org
PT Sucofindo
p.49
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.49 ×2
unresolved
org
Menteri Perindustrian
p.50
unresolved
org
Tata Kelola
p.53 ×6
unresolved
person
F. S. Multhazar
· Presiden Komisaris
p.54 ×2
unresolved
person
Christopher McCleave
· Komisaris
p.54
unresolved
—
Non-eksekutif
· Komisaris
p.55
unresolved
org
Tata Kelola Proses Komunikasi Isu Strategis
p.56
unresolved
org
Kementerian Koordinator
p.59
unresolved
org
Kementerian Transition
p.59
unresolved
org
Kementerian Energi
p.60 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.61
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.66
unresolved
org
PT Kolaka Nickel Indonesia.
p.75
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.84
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.85
unresolved
org
Pendapatan Daerah Luwu Air dan Efluen
p.85
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup
p.86
unresolved
org
Penerima Air
p.87
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
p.95
unresolved
org
Departemen External Relations
p.148
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.