Back to announcement
LAPORAN KEUANGAN BOLA PER 31 MARET 2026.pdf
Financial statement Text extracted BOLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
31 MARET 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN
31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
Page 2
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2026 DAN 2025
(TIDAK DIAUDIT)
DAN LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN
31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
DAFTAR ISI
Ekshibit
Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim A
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim B
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim C
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim D
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim E
Page 3
Page 4
Ekshibit A/1
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2e, 2g, 4 15.765.189.998 32.986.899.263
Investasi jangka pendek 2e, 5 226.545.672.040 313.919.425.766
Piutang usaha 2e, 6
Pihak berelasi 446.365.630 314.994.645
Pihak ketiga 149.131.066.141 119.064.051.577
Piutang lain-lain 2e, 7
Pihak berelasi 9.358.308.693 10.101.678.711
Pihak ketiga 14.775.049.298 15.290.831.398
Persediaan 2h, 8 15.465.237.809 15.291.288.713
Pajak dibayar dimuka 2u, 17 11.861.381.201 9.468.261.625
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 2i, 9 18.573.439.686 15.799.293.567
TOTAL ASET LANCAR 461.921.710.496 532.236.725.265
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 2m,15 85.340.462.193 101.641.230.353
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 2j, 10 10.100.173.456 10.100.173.456
Aset hak guna 2k, 2r, 11 19.557.930.161 20.361.169.624
Aset tetap 2k, 12 114.275.744.757 105.119.458.045
Aset tidak berwujud 2l, 13 23.328.291.421 23.865.439.233
Aset pajak tangguhan 16.220.730.184 16.220.730.184
Aset tidak lancar lain 2e, 2m, 14 70.887.577.146 89.025.734.870
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 254.370.447.125 264.692.705.412
TOTAL ASET 801.632.619.814 898.570.661.030
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
secara keseluruhan.
Page 5
Ekshibit A/2
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2o, 16
Pihak berelasi 795.710.000 1.901.758.223
Pihak ketiga 29.085.870.158 28.743.579.866
Utang lain-lain 2o 1.393.980.706 3.598.512.648
Utang pajak 2u, 17 6.260.770.136 5.791.335.568
Beban akrual 2o 8.336.459.798 8.589.672.033
Pendapatan ditangguhkan 2t 27.943.179.986 17.773.000.661
Liabilitas sewa jatuh tempo dalam satu tahun 2o, 2r, 18 5.921.752.367 5.921.752.367
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 79.737.723.151 72.319.611.366
Liabilitas yang secara langsung terkait dengan
aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 186.974.740 234.685.941
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa pembiayaan setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun 2o, 2r, 18 9.606.495.619 11.047.303.799
Liabilitas imbalan pascakerja 2p, 19 4.621.158.095 4.621.158.095
Liabilitas pajak tangguhan 2.166.273.910 2.166.273.910
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 16.393.927.624 17.834.735.804
TOTAL LIABILITAS 96.318.625.515 90.389.033.111
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 10
Modal dasar - 16.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor - 6.000.000.000 2s, 20 60.000.000.000 60.000.000.000
Tambahan modal disetor 2s, 21 408.047.183.674 408.047.183.674
Akumulasi keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar aset keuangan FVTOCI 73.300.655 73.300.655
Saldo laba 170.849.487.700 271.929.398.926
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 638.969.972.029 740.049.883.255
Kepentingan non-pengendali 2b 66.344.022.270 68.131.744.664
TOTAL EKUITAS 705.313.994.299 808.181.627.919
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 801.632.619.814 898.570.661.030
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
secara keseluruhan.
Page 6
Ekshibit B
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(TIDAK DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
PENDAPATAN 2t, 22 77.862.119.529 60.440.580.447
BEBAN OPERASI 2t, 23 (83.091.204.246) (70.831.838.537)
LABA (RUGI) OPERASI (5.229.084.717) (10.391.258.090)
Pendapatan (beban) lain-lain 2t, 24 (97.638.548.903) (17.835.374.745)
LABA SEBELUM PAJAK (102.867.633.620) (28.226.632.835)
PENGHASILAN PAJAK - -
LABA TAHUN BERJALAN (102.867.633.620) (28.226.632.835)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan reklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar aset keuangan melalui penghasilan komprehensif lain,
sebelum pajak - -
Total penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan - setelah pajak - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (102.867.633.620) (28.226.632.835)
RUGI YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (101.079.911.226) (27.699.783.170)
Kepentingan non-pengendali 2b (1.787.722.394) (526.849.665)
Total (102.867.633.620) (28.226.632.835)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (102.867.633.620) (28.226.632.835)
Kepentingan non-pengendali 2b - -
Total (102.867.633.620) (28.226.632.835)
LABA (RUGI) PER SAHAM (17,14) (4,70)
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan.
Page 7
Ekshibit C
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan belum
direalisasi dari
Ekuitas yang dapat
Tambahan modal perubahan keuangan Kepentingan non-
Modal disetor Saldo Laba diatribusikan kepada Total ekuitas
disetor tersedia dijual pengendali
pemilik entitas induk
investasi jangka
pendek
Saldo per 01/01/2025 60.000.000.000 408.047.183.674 1.400.015.391 155.353.654.309 624.800.853.374 64.769.871.934 689.570.725.308
(Rugi) periode berjalan - - - (27.699.783.170) (27.699.783.170) (526.849.665) (28.226.632.835)
Kerugian komprehensif
lain tahun berjalan - - - - - -
Total kerugian komprehensif
tahun berjalan - - - (27.699.783.170) (27.699.783.170) (526.849.665) (28.226.632.835)
Saldo per 31/03/2025 60.000.000.000 408.047.183.674 1.400.015.391 127.653.871.139 597.101.070.204 64.243.022.269 661.344.092.473
Saldo per 01/01/2026 60.000.000.000 408.047.183.674 73.300.655 271.929.398.926 740.049.883.255 68.131.744.664 808.181.627.919
(Rugi) periode berjalan - - - (101.079.911.226) (101.079.911.226) (1.787.722.394) (102.867.633.620)
Kerugian komprehensif
lain tahun berjalan - - - - - -
Total kerugian komprehensif
tahun berjalan - - - (101.079.911.226) (101.079.911.226) (1.787.722.394) (102.867.633.620)
Saldo per 31/03/2026 60.000.000.000 408.047.183.674 73.300.655 170.849.487.700 638.969.972.029 66.344.022.270 705.313.994.299
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.
Page 8
Ekshibit D
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 dan 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Periode tiga bulan)
Maret 2026 Maret 2025
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 187.513.696.086 91.410.828.901
Pembayaran pada pemasok (150.952.987.494) (86.825.786.528)
Pembayaran pada karyawan (25.949.715.220) (23.640.649.885)
Kas digunakan untuk operasi 10.610.993.372 (19.055.607.512)
Penerimaan Bunga 160.474.038 160.474.038
Pembayaran Pajak Penghasilan (791.888.375) (1.108.728.203)
Pembayaran Beban Bunga (1.440.808.180) (111.111.111)
Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi 8.538.770.855 (20.114.972.788)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan (penempatan) Investasi Jangka Pendek (13.363.086.701) 2.000.000.000
Pembayaran untuk perolehan aset takberwujud - (371.249.568)
Pembayaran untuk perolehan aset tetap (16.936.231.495) (245.840.736)
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (30.299.318.196) 1.382.909.696
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (pembayaran) utang lain-lain 3.795.468.058 1.417.772.464
Penerimaan (pembayaran) piutang pihak berelasi 743.370.018 (1.252.374.691)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 4.538.838.076 165.397.773
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (17.221.709.265) (18.566.665.319)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 32.986.899.263 45.489.572.732
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 15.765.189.998 26.922.907.413
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan
Page 9
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta notaris No. 3 tanggal 3
Desember 2014 oleh Yurisa Martanti, S.H., M.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapat pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusannya No. AHU-
38135.40.10.2014 Tahun 2014 tanggal 5 Desember 2014. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 7 tanggal 27 Mei 2024 dari Dr. Putra Hutomo, S.H.,
M.Kn. notaris di Jakarta mengenai pengangkatan kembali pengurus Perusahaan. Perubahan data ini
telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
No.AHU-0108466 tanggal 4 Juni 2024.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan
meliputi manajemen klub sepakbola, perdagangan eceran dan aktivitas konsultasi manajemen dan
bisnis, serta kegiatan usaha penunjang sebagai perusahaan holding.
Perusahaan berlokasi di Jl. Mahendradata Utara, No. 75, Ubung, Denpasar Utara, Bali, Indonesia.
Pada akhir tahun 2014, Perusahaan mengakuisisi bisnis klub sepakbola dari PT Putra Samarinda
Indonesia (PSI) (Catatan 12). Pada tahun 2015, Perusahaan telah memindahkan home base klub ke
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Indonesia dan mendaftarkan klub di liga sepakbola
Indonesia dengan nama Bali United Pusam. Selanjutnya pada tahun 2016, Perusahaan mengubah
pendaftaran nama tersebut dengan nama Bali United. Pada tahun 2025, Perusahaan telah selesai
mengurus perubahan nama dan perpanjangan penggunaan logo Bali United.
Pada akhir periode pelaporan, pemegang saham utama yang mempunyai kemampuan untuk
menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apapun pengelolaan dan/atau
kebijakan Perusahaan adalah Pieter Tanuri.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan anggota Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
31/03/2026 dan 31/12/2025
Komisaris Utama Jemi Wiyono Prihadi
Komisaris Edy Soehartono
Komisaris Independen Andy Flores Noya
Direktur Utama Yabes Tanuri
Direktur Y. Ade Bunian Moniaga
Direktur Katharine Wianna
Direktur Putri Paramita Sudali
Komite Audit
Ketua Andy Flores Noya
Anggota J. Anwar Hasan
Achmad Sofyan
Sekretaris Perusahaan Y. Ade Bunian Moniaga
Grup memiliki 216 karyawan (31 Desember 2025: 216 karyawan) (tidak diaudit).
Page 10
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran umum saham Perusahaan
Ringkasan penawaran umum perdana Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia adalah sebagai
berikut:
Tanggal
Surat efektif pencatatan Keterangan Total penerimaan modal
S-67/D.04/2019 31/05/2019 Penawaran umum perdana sejumlah 2 miliar saham dengan harga Rp 350.000.000.000
penawaran Rp 175 per saham dan nilai nominal Rp 10 per saham.
d. Struktur Grup
Perusahaan mengendalikan entitas anak berikut, yang semuanya berdomisili di Indonesia:
Persentase pemilikan Total aset sebelum
Tahun efektif eliminasi
Entitas anak Bidang usaha operasi komersial 31/03/2026 31/12/2025 31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
PT Kreasi Karya Bangsa Sport agency dan live video streaming / 2019 90,00% 90,00% 243.631.361.477 230.940.813.453
Sport agency and live video streaming
PT Rahasia Gadis Nusantara 1) Perdagangan dan jasa/ 2020 23,55% 23,55% 14.737.274.221 13.365.760.272
Trading and service
PT Ekonomi Baru Investasi Aktivitas holding/ 2021 92,59% 92,59% 132.594.279.605 178.063.313.282
Teknologi Holding activation
PT Pedagang Aset Kripto 2) Pengelolaan portal web dan platform digital/ - 70,00% 70,00% 91.340.462.194 107.641.230.353
Management of web portals and digital platforms
PT IOG Indonesia Sejahtera Aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya/ 2019 95,00% 95,00% 4.012.940.475 4.019.656.290
Sports activities and other recreation
PT Bali Boga Sejahtera Restoran dan kafe/ 2019 90,00% 90,00% 1.806.871.627 2.141.001.957
Restaurant and café
PT Radio Swara Bukit Bali Indah Penyiaran radio/ 2019 99,00% 99,00% 544.335.795 879.705.499
Radio broadcasting
PT Manusia Masa Depan Perdagangan dan jasa/ 2022 50,00% 50,00% 5.094.357.389 9.772.643.476
Trading and service
PT Karya Digital Madani 1) Perdagangan dan jasa/ 2021 99,99% 99,99% 9.941.566.507 10.206.943.935
1) Kepemilikan tidak langsung melalui PT Kreasi Karya Bangsa
2) Kepemilikan tidak langsung melalui PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi
PT Pedagang Aset Kripto
Berdasarkan Surat Keputusan tanggal 1 Oktober 2025, para pemegang saham PT Pedagang Aset Kripto
(PAK) telah membahas dan menetapkan rencana untuk melakukan penjualan seluruh kepemilikan saham
kepada pihak ketiga, yang pelaksanaannya akan tunduk pada persetujuan pemegang saham akhir PAK,
serta pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia (Catatan 15).
Rencana penjualan investasi saham pada PAK akan mengikuti penerapan memenuhi Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 105 “Aset Tidak Lancar Yang Dikuasai Untuk Dijual dan Operasi Yang
Dihentikan”. Oleh karena itu, pada tanggal akhir tahun pelaporan investasi saham pada PAK
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual (Catatan 15).
Page 11
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur Grup (lanjutan)
PT Karya Digital Madani
Berdasarkan akta No. 66 tanggal 23 Desember 2025 oleh Hadijah., S.H. notaris di Kota Jakarta Selatan.
PT PNM Venture Capital (PNMVC) menyetujui mengalihan 5.300 lembar kepemilikan saham di PT Karya
Digital Madani kepada PT Kreasi Karya Bangsa. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai Surat No. AHU-0027251.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 13 Februari
2026.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah - Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan regulator
pasar modal dan peraturan terkait yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk entitas
yang berada dibawah pengawasannya, khususnya Peraturan No. VIII.G.7 tanggal 25 Juni 2012 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Manajemen Grup telah menilai kemampuan kelangsungan usaha secara berkelanjutan dan berkeyakinan
bahwa Grup memiliki sumber daya untuk melanjutkan usaha di masa datang. Selain itu, manajemen
tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas
kemampuan kelangsungan usaha Grup secara berkelanjutan. Oleh karena itu, laporan keuangan
konsolidasian tetap disusun berdasarkan kelangsungan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, telah disusun
berdasarkan akuntansi basis akrual. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan
metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Laporan keuangan konsolidasian Grup disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang merupakan mata
uang fungsional Grup.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun berdasarkan biaya historis, kecuali untuk akun tertentu
yang disusun berdasarkan pengukuran seperti diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut. Biaya historis pada umumnya berdasarkan nilai wajar yang digunakan pada saat pertukaran
aset.
Nilai wajar merupakan harga yang akan diterima untuk menjual aset atau dibayar untuk mentransfer
liabilitas pada transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari apakah
harga yang langsung dapat diobservasi atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain.
Dalam mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas, Grup memperhitungkan karakteristik dari aset atau
liabilitas jika pelaku pasar akan menggunakan karakteristik tersebut dalam perhitungan ketika menilai
aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk keperluan pengukuran dan/atau
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian ditentukan secara seperti itu, kecuali untuk
pengukuran yang memiliki beberapa kesamaan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar,
seperti nilai realisasi neto persediaan dalam PSAK 202 atau nilai pakai dalam PSAK 236.
Page 12
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Input yang digunakan dalam menentukan pengukuran nilai wajar dikategorikan dalam level berbeda
berdasarkan bagaimana diobservasi input yang digunakan dalam teknik penilaian yang digunakan
(hirarki nilai wajar):
• Level 1: Harga kuotasian di pasar aktif untuk pos yang identik (tanpa penyesuaian);
• Level 2: Input yang dapat diobservasi baik langsung maupun tidak selain input level 1; dan
• Level 3: Input yang tidak dapat diobservasi (seperti tidak berasal dari data pasar).
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan asumsi dan estimasi akuntansi kritikal tertentu. Manajemen juga diharuskan
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup.
Area yang membutuhkan pertimbangan lebih tinggi atau kompleks, atau area yang asumsi dan
estimasinya signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian dijelaskan pada Catatan 3.
Kebijakan akuntansi material yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian diatur
di bawah. Kebijakan ini diterapkan secara konsisten dengan semua periode penyajian, kecuali
disebutkan lain.
Standar baru dan amendemen PSAK
Standar baru dan amendemen PSAK yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025 telah diterapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penerapan tidak berdampak secara subtansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak
berpengaruh material terhadap laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
PSAK 117 “Kontrak Asuransi”
PSAK ini mengatur relaksasi beberapa ketentuan pada Perusahaan asuransi seperti pemisahan antara
pendapatan yang diperoleh dari bisnis asuransi dan bisnis investasi, termasuk penambahan pengecualian
ruang lingkup, penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa
modifikasi pada ketentuan transisi.
Amandemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” – Kekurangan Ketertukaran
Amendemen ini menjelaskan pengaturan pengungkapan terkait kondisi ketika suatu mata uang tidak
tertukarkan.
Standar baru, revisi dan amendemen yang belum efektif
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mengevaluasi dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru, revisi dan amendemen berikut yang telah
diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2025 sebagai
berikut:
Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” -
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
Page 13
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Amendemen PSAK 109 ini menambahkan dan mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK 109 terkait
penghentian pengakuan liabilitas keuangan, serta mengklarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk
aset keuangan dengan fitur ESG-linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang
terikat secara kontraktual seperti tranches.
Amendemen ini juga mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait persyaratan pengungkapan investasi
pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan
menambah ketentuan terkait instrumen keuangan dengan persyaratan kontraktual yang mengubah
waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” -
Kontrak Yang Mengacu Pada Listrik Bergantung Alam
Amandemen ini mengubah persyaratan ‘pengunaan sendiri' dan akuntansi lindung nilai dalam PSAK 109
serta memperkenalkan persyaratan pengungkapan khusus untuk PSAK 107. Ketentuan ini hanya berlaku
untuk kontrak yang melibatkan variabilitas dalam pembangkit listrik yang disebabkan oleh kondisi alam
yang tidak dapat dikendalikan, seperti cuaca. Kontrak - kontrak ini dikenal sebagai 'kontrak dengan
referensi listrik yang bergantung pada alam'.
PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”
PSAK 118 menggantikan PSAK 201, mempertahankan banyak prinsip yang ada tetapi secara signifikan
mengubah cara entitas melaporkan “laba atau rugi operasional.” PSAK ini menetapkan struktur yang
jelas untuk laporan laba rugi dengan mengelompokkan pos-pos ke dalam kategori operasi, investasi,
pembiayaan, pajak penghasilan, dan operasi yang dihentikan. Standar ini mewajibkan pengungkapan
tertentu, termasuk ukuran kinerja tetapan manajemen (UKTM), yang memungkinkan investor
memahami bagaimana pandangan manajemen atas kinerja keuangan perusahaan dan bagaimana ukuran
tersebut dibandingkan dengan ukuran yang didefinisikan dalam PSAK 118.
Meskipun PSAK 118 tidak memengaruhi pengakuan atau pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan,
dampaknya terhadap penyajian dan pengungkapan diperkirakan akan sangat luas, terutama yang
berkaitan dengan laporan kinerja keuangan dan penyediaan UKTM dalam laporan keuangan.
Manajemen saat ini sedang menilai secara rinci implikasi penerapan standar baru ini pada laporan
keuangan konsolidasian Grup. Dari penilaian awal, secara garis besar, dampak potensial berikut telah
diidentifikasi:
1) Meskipun adopsi PSAK 118 tidak akan berpengaruh pada laba Grup, Grup mengharapkan
pengelompokan pos pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi ke dalam kategori baru akan
memengaruhi cara perhitungan dan pelaporan laba operasi. Dari penilaian dampak garis besar yang
dilakukan Grup, pos-pos berikut mungkin berpotensi memengaruhi laba operasi. Grup saat ini
mengakui beberapa keuntungan dan kerugian lain-lain setelah laba (rugi) operasi, mungkin akan
terjadi perubahan mengenai tempat di mana keuntungan dan kerugian tersebut diakui, dan Grup
saat ini sedang mengevaluasi kebutuhan untuk melakukan perubahan.
2) Pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan utama mungkin akan berubah akibat penerapan
konsep ‘ringkasan terstruktur yang berguna’ dan prinsip yang ditingkatkan mengenai agregasi dan
disaggregasi.
Selain itu, karena goodwill akan disajikan secara terpisah dalam laporan posisi keuangan, Grup
akan memisahkan goodwill dan aset tidak berwujud lainnya serta menyajikannya secara terpisah
dalam laporan posisi keuangan.
Page 14
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
b. Dasar Konsolidasian
Ketika Perusahaan mengendalikan investee, akan diklasifikasikan sebagai entitas anak. Perusahaan
mengendalikan investee jika ketiga unsur berikut ini dipenuhi: (a) kekuasaan atas investee, (b) eksposur
atau hak atas imbal hasil variabel dari investee, dan (c) kemampuan untuk menggunakan kekuasannya
atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil. Pengendalian dinilai kembali jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap setiap unsur pengendalian.
Pengendalian de facto terdapat pada situasi ketika Perusahaan memiliki kemampuan praktis untuk
mengarahkan aktivitas yang relevan dari investee tanpa memegang hak suara mayoritas. Dalam
penentuan terdapatnya pengendalian de facto, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan
keadaan yang relevan termasuk; ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif baik ukuran dan
penyebaran pihak lain yang memegang hak suara, hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan
dan oleh pihak lain, pengaturan kontraktual lain, dan pola kehadiran dalam pemilihan hak suara.
Laporan keuangan konsolidasian menyajikan kinerja dari Perusahaan dan entitas anaknya seolah-olah
Perusahaan dan entitas anaknya membentuk satu kesatuan usaha. Transaksi dan saldo antara entitas–
entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh.
Jika diperlukan, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan
akuntansi yang digunakan sesuai dengan Perusahaan.
Konsolidasian entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
dihentikan pada saat Perusahaan kehilangan pengendalian entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan
beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan
tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan dengan pemilik entitas
induk dan kepentingan non-pengendali. Total penghasilan komprehensif entitas anak tersebut
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali bahkan jika hasilnya
mengakibatkan kepentingan non-pengendali menjadi saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan non-
pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak.
Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang
diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas
induk.
Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka keuntungan atau kerugian pelepasan diakui
dalam laba rugi dan dihitung dari perbedaan antara (a) nilai wajar seluruh pembayaran yang diterima
dan nilai wajar dari kepentingan yang tersisa dan (b) nilai tercatat sebelumnya atas aset (termasuk
goodwill) dan liabilitas entitas anak serta setiap kepentingan non-pengendali.
Seluruh jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan
entitas anak tersebut dicatat seolah olah Grup telah langsung melepas aset dan liabilitas terkait dari
entitas anak (misalnya reklasifikasi ke laba rugi atau transfer ke kategori lain ekuitas sesuai dengan
standar yang berlaku).
Page 15
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
b. Dasar Konsolidasian (lanjutan)
Nilai wajar sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap
sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 109, atau jika sesuai,
biaya perolehan saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
c. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis Grup dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan atau imbalan yang
dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang meliputi nilai wajar aset yang
diperoleh, liabilitas yang diambil alih dan instrumen ekuitas yang diterbitkan, ditambah jumlah
kepentingan non-pengendali yang diakuisisi ditambah, jika kombinasi bisnis secara bertahap, nilai wajar
kepentingan ekuitas yang ada pada pihak yang diakuisisi.
Imbalan kontijensi termasuk dalam biaya perolehan sebesar nilai wajar pada saat tanggal akuisisi dan,
dalam kasus pertimbangan kontingen diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan, diukur kemudian
melalui laba rugi. Biaya langsung akuisisi diakui segera sebagai beban.
Pada saat tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui
pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur berdasarkan standar akuntansi
yang relevan.
Goodwill dikapitalisasi sebagai aset tidak berwujud dengan setiap penurunan nilai tercatat dibebankan
pada laba rugi.
Jika nilai wajar aset teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontijensi melebihi nilai wajar imbalan yang
dibayarkan, selisih tersebut dikreditkan secara penuh ke laba atau rugi pada saat tanggal akuisisi.
Grup memiliki pilihan, atas suatu transaksi berdasarkan basis transaksi, untuk pengakuan awal
kepentingan non-pengendali pada pihak pengakuisisi yang merupakan kepentingan kepemilikan dan
memberikan hak kepada pemegangnya bagian secara proporsional aset bersih entitas baik dalam hal
likuidasi maupun nilai wajar pada saat tanggal akuisisi atau, pada proporsi instrumen kepemilikan dalam
jumlah yang diakui dari aset bersih teridentifikasi.
Komponen lain kepentingan non-pengendali seperti opsi saham yang beredar umumnya diukur pada nilai
wajar. Grup tidak memilih untuk mengambil opsi untuk menggunakan nilai wajar dalam akuisisi yang
telah selesai sampai dengan saat ini. Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis
termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration
arrangement), imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk
sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill.
Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang
diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang
fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Page 16
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut
diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada
tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas.
Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan
sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam
laba rugi.
Apabila akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum
selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset
atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta
dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang
diakui pada tanggal tersebut.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (entitas pelapor).
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
(1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
(2) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(3) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(1) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(2) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
(3) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(4) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
(5) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor.
(6) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a).
(7) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(8) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
Page 17
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
Transaksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Seluruh transaksi
signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan laporan keuangan
konsolidasian.
e. Aset Keuangan
Tanggal pengakuan
Aset keuangan awalnya diakui pada tanggal perdagangan di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak
instrumen keuangan. Termasuk perdagangan reguler, pembelian atau penjualan aset keuangan yang
memerlukan pengiriman aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di
pasar.
Pengakuan awal dan pengukuran kemudian
Semua aset keuangan awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung, kecuali untuk aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu kategori berikut: (1) biaya perolehan
diamortisasi; (2) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI) dan; (3) nilai wajar melalui
laba rugi (FVTPL). Pengklasifikasian ini tergantung pada model bisnis entitas untuk pengelolaan aset
keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual.
Grup memiliki aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, FVTOCI dan FVTPL pada akhir periode
pelaporan. Kebijakan akuntansi Grup untuk setiap kategori adalah sebagai berikut:
Biaya perolehan diamortisasi
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam
model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual; dan persyaratan kontraktual aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Grup timbul terutama dari penyediaan barang dan
jasa kepada pelanggan (misalnya piutang usaha), tetapi juga termasuk jenis aset keuangan non-ekuitas.
Aset pada awalnya diakui pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang berkaitan langsung dengan
akuisisi atau penerbitan, dan kemudian dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai.
Piutang usaha diukur pada jumlah imbalan yang diharapkan oleh Grup berhak dalam pertukaran transfer
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama
pihak ketiga, dan piutang usaha tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan pada saat
pengakuan awal aset.
Pendapatan bunga aset keuangan termasuk dalam pendapatan keuangan. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui di laba rugi dan disajikan pada keuntungan dan
kerugian lain-lain.
Page 18
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi terdiri dari kas dan setara kas,
piutang usaha dan piutang lain-lain dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI)
Aset keuangan diklasifikasi dan diukur pada FVTOCI, jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang tujuannya akan terpenuhi dengan maupun mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
keuangan dan persyaratan kontraktual aset keuangan memenuhi tes SPPI.
• Investasi pada instrumen utang
Grup memiliki investasi pada instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI (Catatan 5).
Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan dalam Catatan 5, 14, dan 27. Investasi pada
instrumen utang ini pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi. Kemudian,
perubahan nilai tercatat investasi pada instrumen utang akibat dari keuntungan atau kerugian
penurunan nilai, dan penghasilan bunga yang dihitung dengan menggunakan metode bunga efektif
diakui dalam laba rugi.
Jumlah yang diakui dalam laba rugi adalah sama dengan jumlah yang akan diakui dalam laba rugi
jika investasi pada instrumen utang ini telah diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Semua
perubahan lainnya dalam nilai tercatat investasi pada instrumen utang ini diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dan diakumulasikan di dalam keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
wajar aset keuangan FVTOCI.
Ketika investasi pada instrumen utang ini dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau
kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
• Investasi pada insturmen ekuitas
Grup memiliki sejumlah investasi strategis dalam entitas yang listed dan tidak-listed yang tidak
diperhitungkan sebagai entitas anak, asosiasi atau entitas pengendalian bersama.
Untuk investasi tersebut, Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
mengklasifikasikan investasi pada FVTOCI daripada FVTPL karena Grup menganggap pengukuran ini
paling representatif untuk model bisnis aset ini. Penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan
entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan Perusahaan.
Investasi pada instrumen ekuitas pada FVTOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya
transaksi. Kemudian, aset diukur pada nilai wajar dengan keuntungan dan kerugian yang timbul
dari perubahan nilai wajar diakui pada penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam
keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar aset keuangan FVTOCI.
Akumulasi keuntungan atau kerugian tidak direklasifikasi ke laba rugi pada saat penarikan investasi
pada instrumen ekuitas, sebaliknya, ditransfer ke saldo laba.
Dividen atas investasi pada instrumen ekuitas ini diakui dalam laba rugi, kecuali dividen jelas
merupakan pemulihan sebagian dari biaya perolehan investasi.
Page 19
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Aset keuangan FVTOCI Grup merupakan investasi pada instrumen ekuitas pada PT Vidio Dot Com, PT
Rans Entertainmen Indonesia, PT Liga Indonesia Baru, PT Mitra Maha Meta dan Stargo Pte. Ltd dan
investasi pada instrumen utang pada PT Indozone Media Indonesia dan Tjufoo Pte. Ltd (31 Desember
2025: PT Vidio Dot Com, PT Rans Entertainmen Indonesia, PT Liga Indonesia Baru, PT Mitra Maha Meta
dan Stargo Pte. Ltd dan investasi pada instrumen utang pada PT Indozone Media Indonesia dan Tjufoo
Pte. Ltd) (Catatan 14) yang biaya perolehannya merupakan estimasi terbaik nilai wajarnya terkait
dengan informasi terbaik kini yang tersedia tidak cukup untuk mengukur nilai wajar.
Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Aset keuangan yang tidak dimiliki dalam salah satu dari dua model bisnis yang disebutkan di atas atau
yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI diukur pada
FVTPL. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL, jika aset keuangan baik dimiliki untuk
perdagangan atau konsiderasi kontinjen yang timbul dari kombinasi bisnis pada pengakuan awal.
Aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk dijual dalam waktu dekat;
atau pada pengakuan awal merupakan bagian portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi bahwa
Grup mengelola bersama-sama dan memiliki bukti dari pola aktual ambil untung jangka pendek; atau
derivatif (kecuali derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai
yang ditentukan dan efektif).
Grup telah menetapkan investasi pada instrumen ekuitas melalui perusahaan sekuritas (Catatan 5)
sebagai aset keuangan pada FVTPL pada saat pengakuan awal. Grup tidak memiliki aset lainnya untuk
diperdagangkan dan secara sukarela mengklasifikasikan aset keuangan sebagai FVTPL.
Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, dengan
keuntungan atau kerugian nilai wajar diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian neto yang
diakui dalam laba rugi mencakup dividen dan termasuk dalam pos keuntungan dan kerugian lain-lain
(Catatan 24). Nilai wajar ditentukan seperti dijelaskan pada Catatan 5 dan 27.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan hanya jika hak kontraktual arus kas aset berakhir, atau
ketika transfer aset keuangan dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset ke
entitas lain.
Jika Grup tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset dan terus mengendalikan aset yang ditransfer, Grup mengakui kepentingan yang
dipertahankan dalam aset dan liabilitas terkait untuk jumlah yang harus dibayar. Jika Grup
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang
ditransfer, Grup terus mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin untuk hasil
yang diterima.
Penurunan nilai aset keuangan
Grup menilai dasar forward-looking kerugian kredit ekspektasian (ECLs) terkait dengan instrumen
utang yang dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai diterapkan
tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit secara signifikan.
Page 20
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai aset keuangan
ECLs didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai dengan kontrak dan semua arus
kas yang Grup harapkan untuk menerima, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal.
Arus kas diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan jaminan atau peningkatan kredit lainnya
yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.
ECL diakui untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
pengakuan awal aset, ECL dibentuk untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa default yang
mungkin terjadi dalam 12-bulan berikutnya (12-bulan ECL). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi
peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal aset, cadangan kerugian diakui
untuk kerugian kredit ekspektasian selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL
sepanjang umurnya).
Untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECLs.
Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan risiko kredit, tetapi memperbarui cadangan kerugian
berdasarkan ECLs sepanjang umur pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan
risiko kredit sejak pengakuan awal instrumen keuangan seumur hidup. Grup telah menetapkan
ketentuan matriks berdasarkan pengalaman histori kerugian kredit, yang disesuaikan dengan faktor
forward-looking yang spesifik bagi debitur dan lingkungan ekonomi yang dapat mempengaruhi
kemampuan bayar debitur.
Grup menganggap aset keuangan dalam default ketika pembayaran kontraktual jatuh tempo 120 hari.
Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan dalam default
ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak akan menerima jumlah sesuai
kontrak secara penuh sebelum memperhitungkan peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup.
Cadangan tersebut dicatat di dalam akun beban operasi dengan kerugian yang diakui pada laporan
laba rugi konsolidasian. Aset keuangan dihapuskan ketika tidak terdapat ekspektasian yang pasti untuk
memulihkan arus kas kontraktual, nilai tercatat bruto aset dihapuskan terhadap cadangan terkait.
Reklasifikasi aset keuangan
Reklasifikasi aset keuangan diperbolehkan, jika dan hanya jika, ada perubahan model bisnis
pengelolaan aset keuangan. Setelah pengakuan awal, Grup tidak melakukan reklasifikasi aset
keuangan selama periode-periode penyajian.
f. Offsetting aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan di offset dan dilaporkan dalam jumlah neto di laporan posisi
keuangan konsolidasian Grup, jika terdapat hak yang dapat dilakukan secara hukum untuk offset
jumlah yang diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikan secara neto atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
g. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas meliputi kas, bank, dan deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya
serta tidak dijaminkan sebagai jaminan utang yang mudah dikonversi pada jumlah yang diketahui
dalam kas dan tunduk pada risiko yang tidak signifikan dari perubahan nilai.
Page 21
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
h. Persediaan
Persediaan diakui pada awalnya sebesar biaya perolehan dan kemudian pada nilai yang lebih rendah
antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan persediaan Grup meliputi biaya
pembelian dan biaya lainnya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto adalah estimasi
harga jual dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk menjual.
Penyisihan untuk persediaan yang usang, jika diperlukan, disajikan berdasarkan hasil penelaahan
terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada akhir tahun.
i. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode
garis lurus.
j. Investasi pada entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional
investee tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Penghasilan operasi dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 105, “Aset Tidak Lancar Dikuasai Untuk Dijual dan
Operasi Yang Dihentikan”.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya
perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas aset
bersih entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang
ditentukan untuk setiap investasi secara individu.
Bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup
semua kepentingan jangka panjang, secara substansi, merupakan bagian dari Grup dan nilai investasi
bersih dalam entitas asosiasi) diakui hanya sebatas bahwa Grup telah mempunyai kewajiban hukum
atau kewajiban konstruktif atau melakukan pembayaran atas kewajiban entitas asosiasi.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas dari tanggal pada saat investee menjadi
entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari
aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal
akuisisi, diakui sebagai goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi.
Setiap kelebihan dari kepemilikan Grup dari nilai wajar neto dari aset yang teridentifikasi, liabilitas
dan liabilitas kontinjen atas biaya perolehan investasi, sesudah pengujian kembali segera diakui pada
laba rugi pada periode di mana investasinya diperoleh.
Persyaratan dalam PSAK 109, instrumen keuangan, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk
mengakui setiap penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi Grup.
Page 22
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan)
Jika perlu, jumlah tercatat investasi yang tersisa (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai
dengan PSAK 236, Penurunan Nilai Aset, sebagai suatu aset tunggal dengan membandingkan antara
jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual) dengan jumlah tercatat.
Rugi penurunan nilai yang diakui pada keadaan tersebut tidak dialokasikan pada setiap aset yang
membentuk bagian dari nilai tercatat investasi. Setiap pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai
dengan PSAK 236 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat.
Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas dari tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
investasi pada entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual.
Ketika Grup mempertahankan kepentingan dalam entitas asosiasi terdahulu dan sisa kepentingan
adalah aset keuangan, Grup mengukur setiap sisa kepentingan pada nilai wajar pada tanggal tersebut
dan nilai wajar dianggap sebagai nilai wajarnya pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 109.
Selisih antara jumlah tercatat entitas asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan, dan nilai wajar
setiap investasi yang tersisa dan setiap hasil dari pelepasan bagian kepentingan dalam entitas asosiasi
termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pelepasan dari entitas asosiasi.
Selanjutnya, Grup mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi tersebut dengan dasar perlakuan yang sama
dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang
terkait.
Oleh karena itu, jika keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain oleh entitas asosiasi akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat pelepasan dari aset
atau liabilitas terkait, Grup mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba rugi (sebagai
penyesuaian reklasifikasi) ketika metode ekuitas dihentikan.
Ketika Grup mengurangi kepemilikannya di entitas asosiasi tetapi Grup masih menggunakan metode
ekuitas, Grup mereklasifikasi ke dalam laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya
telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang berkaitan dengan penurunan kepemilikan (jika
keuntungan atau kerugian tersebut akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas
terkait).
Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi keuntungan dan kerugian yang timbul dari
transaksi dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sepanjang
kepemilikan dalam entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
k. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset meliputi harga perolehan termasuk bea impor dan pajak dan biaya yang
dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai tujuan
penggunaan.
Page 23
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Aset Tetap (lanjutan)
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset meliputi harga perolehan termasuk bea impor dan pajak dan biaya yang
dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai tujuan
penggunaan.
Grup menerapkan model biaya setelah pengakuan awal untuk aset tetap. Penyusutan diakui sebagai
penghapusan biaya perolehan aset dikurangi nilai sisa selama masa manfaat aset menggunakan metode
garis lurus selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun Tarif
Pemilikan langsung
Bangunan 20 5%
Peralatan 5 20%
Kendaraan bermotor 5 20%
Instalasi 5 20%
Mesin dan perlengkapan 5 20%
Aset hak guna
Tanah 6-31 16,67% - 3,23%
Bangunan 6-22 16,67% - 4,55%
Stadion 5 20%
Kendaraan 3 33,33%
Estimasi masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu minimum setiap akhir tahun buku,
dengan pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi diterapkan secara prospektif.
Tanah diklasifikasi aset tetap pemilikan langsung terkait hak atas tanah tersebut mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan karena itu secara substansial menyerupai
pembelian tanah. Tanah dicatat pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Jika hak atas tanah tidak
mengalihkan pengendalian asset pendasar kepada Grup melainkan mengalihkan hak menggunakan
asset pendasar, Grup menerapkan sebagai transaksi sewa sesuai PSAK 116, “Sewa”.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada saat terjadinya. Biaya lain yang terjadi setelah
pengakuan awal untuk menambah, mengganti sebagian atau memperbaiki aset diakui aset tetap jika
dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi di masa datang berkenaan dengan aset akan
mengalir ke Perusahaan dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk
biaya pinjaman (apabila ada) yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang
digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-
masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
Jika aset tetap baik ditarik maupun dilepaskan, keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan
atau penarikan aset tetap ditentukan sebagai perbedaan antara hasil penjualan dan nilai tercatat aset
tetap dan diakui di dalam laba rugi.
Page 24
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tidak Berwujud
Koin kripto
Koin kripto Grup merupakan aset kripto berupa mata uang kripto yang terdiri dari Bitcoin (BTC) dan
Ethereum (ETH) yang tidak masuk dalam kriteria aset keuangan, namun memenuhi definisi aset tidak
berwujud berdasarkan PSAK 238 yang awalnya diukur berdasarkan harga perolehan dan kemudian
dicatat menggunakan model revaluasi karena koin kripto memiliki pasar aktif.
Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup untuk memastikan bahwa nilai tercatat tidak
berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan menggunakan nilai wajar pada tanggal
pelaporan. Koin kripto tidak disusutkan karena masa manfaatnya yang tidak terbatas.
Setiap kenaikan yang berasal dari revaluasi koin kripto langsung dikreditkan ke penghasilan
komprehensif lain dan akumulasinya ke surplus revaluasi pada bagian ekuitas, kecuali sebelumnya
penurunan revaluasi atas aset tidak berwujud yang sama pernah diakui dalam laba rugi, dalam hal ini,
kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam
laba rugi.
Penurunan nilai tercatat yang berasal dari revaluasi koin kripto dibebankan dalam laba rugi apabila
penurunan tersebut melebihi saldo akun surplus revaluasi coin yang berasal dari revaluasi koin
sebelumnya.
Jika koin kripto yang telah direvaluasi dijual, saldo surplus revaluasi tersisa dipindahkan langsung ke
saldo laba.
Goodwill
Aset tidak berwujud merupakan goodwill yang timbul dari akuisisi bisnis diakui sebagai aset pada
tanggal diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi).
Biaya perolehan atau imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar,
yang meliputi nilai wajar aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih dan instrumen ekuitas yang
diterbitkan, ditambah jumlah kepentingan non-pengendali yang diakuisisi ditambah, jika kombinasi
bisnis secara bertahap, nilai wajar kepentingan ekuitas yang ada pada pihak yang diakuisisi.
Imbalan kontijensi termasuk dalam biaya perolehan sebesar nilai wajar pada saat tanggal akuisisi dan,
dalam kasus pertimbangan kontingen diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan, diukur kemudian
melalui laba rugi. Biaya langsung akuisisi diakui segera sebagai beban. Pada saat tanggal akuisisi, aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk
aset dan liabilitas tertentu yang diukur berdasarkan standar akuntansi yang relevan.
Goodwill akan diuji penurunan nilainya setiap tahun dan ketika terdapat indikasi penurunan nilai,
goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas atau kelompok unit penghasil kas untuk tujuan
uji penurunan nilai. Nilai tercatat goodwill dibandingkan dengan nilai yang dapat dipulihkan yakni
nilai tertinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.
Page 25
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tidak Berwujud (lanjutan)
Pendaftaran
Biaya yang terkait dengan akuisisi pendaftaran pemain dan manajemen staf kunci (ofisial) sepakbola
dikapitalisasi pada nilai wajar konsideran yang dibayarkan. Biaya ini meliputi biaya transfer, biaya agen
yang dikeluarkan oleh klub dan biaya langsung terkait lainnya, pertimbangan kontingen yang terutama
terutang untuk klub mantan pemain dan biaya pendaftaran pemain.
Biaya pendaftaran diamortisasi sepenuhnya dengan menggunakan metode garis lurus selama periode
kontrak yang dicakup oleh kontrak pemain dan ofisial. Ketika kontrak diperpanjang, biaya yang terkait
dengan usaha perpanjangan kontrak ditambahkan ke saldo yang belum diamortisasi pada tanggal
perpanjangan dan nilai tercatat yang direvisi diamortisasi selama masa sisa kontrak yang direvisi.
Registrasi merupakan pemain terdaftar diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual ketika
nilai tercatat diharapkan akan dipulihkan melalui transaksi penjualan dan penjualan tersebut dianggap
sangat mungkin akan terjadi.
Sangat mungkin didefinisikan sebagai dipasarkan secara aktif oleh klub, dengan penawaran tanpa syarat
telah diterima sebelum akhir periode pelaporan. Aset ini dinyatakan pada jumlah yang terendah antara
nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Keuntungan dan kerugian pelepasan pemain dan ofisial sepak bola terdaftar ditentukan dengan
membandingkan antara nilai wajar konsideran piutang, dikurangi dengan biaya transaksi, dan nilai
tercatat dan diakui dalam laba rugi yang disajikan pada keuntungan dan kerugian lain-lain. Pendapatan
dari peminjaman pemain yang dipinjamkan sementara pada klub sepakbola lain juga diakui dalam laba
rugi yang disajikan dalam keuntungan dan kerugian lain-lain.
Akun media sosial
Grup memiliki akun media sosial Instagram yang diperoleh dengan membeli dari pihak ketiga, akun
media sosial pada awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dan kemudian akan diakui sebesar biaya
perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada. Grup menetapkan
akun media sosial diamortisasi sejak tanggal perolehan dengan menggunakan metode garis lurus selama
8 tahun.
Virtual human
Grup memiliki virtual human pada awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dan kemudian akan
diakui sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika
ada. Grup menetapkan virtual human diamortisasi sejak tanggal perolehan dengan menggunakan
metode garis lurus selama 8 tahun.
Lisensi
Grup memiliki lisensi atas keanggotaan klub basket Bali United pada Indonesian Basketball League (IBL)
dan wajib menjadi peserta IBL selama minimal 5 tahun. Lisensi pada awalnya dinyatakan sebesar biaya
perolehan dan kemudian akan diakui sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi
dan rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya sepenuhnya diamortisasi dengan menggunakan metode garis
lurus selama 5 tahun.
Page 26
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tidak Berwujud (lanjutan)
Aset tidak berwujud lain
Hak Merek
Aset tidak berwujud lain meliputi biaya pengurusan hak hukum pendaftaran merek dagang pada awalnya
dinyatakan sebesar biaya perolehan dan kemudian akan diakui sebesar biaya perolehan setelah
dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada.
Perangkat Lunak
Biaya perolehan perangkat lunak yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun diakui sebagai
aset tidak berwujud dan diamortisasi selama 8-10 tahun dengan metode garis lurus.
m. Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual
Aset diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual ketika nilai tercatat akan
dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian berlanjut dan penjualan
sangat mungkin terjadi.
Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi
biaya untuk menjual, kecuali untuk aset-aset seperti aset pajak tangguhan, aset yang terkait dengan
imbalan kerja, aset keuangan dan properti investasi yang dicatat pada nilai wajar yang secara khusus
dikecualikan dari persyaratan ini.
Kerugian penurunan nilai awal atau kemudian diakui atas penurunan nilai aset ke nilai wajar dikurangi
dengan biaya untuk menjual aset. Keuntungan diakui atas peningkatan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual aset, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya.
Keuntungan atau kerugian yang sebelumnya tidak diakui pada tanggal penjualan aset diakui pada
tanggal penghentian pengakuan.
Aset tidak lancar tidak boleh disusutkan atau diamortisasi selama diklasifikasikan sebagai dikuasai untuk
dijual. Bunga dan beban lainnya yang dapat diatribusikan pada liabilitas dari kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dikuasai untuk dijual tetap diakui.
Aset yang diklasifikasikan sebagai dikuasai untuk dijual disajikan secara terpisah dari aset lainnya dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian. Liabilitas yang diklasifikasikan sebagai dikuasai untuk dijual
disajikan secara terpisah dari liabilitas lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Terkait dengan operasi yang dihentikan bukan merupakan komponen lini bisnis inti Grup, hasil dari
operasi yang dihentikan tidak disajikan secara terpisah dalam laba rugi.
Page 27
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Penurunan nilai aset non-keuangan (tidak termasuk persediaan dan aset pajak tangguhan)
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mereviu nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan
apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, jumlah yang dapat dipulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian
penurunan nilai (apabila ada). Apabila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah yang dapat
dipulihkan atas suatu aset individu, Grup mengestimasi jumlah yang dapat dipulihkan dari unit penghasil
kas atas aset.
Apabila dasar alokasi yang rasional dan konsisten dapat diidentifikasi, aset korporat juga dialokasikan
ke unit penghasil kas individu, atau jika alokasian dinyatakan ke kelompok terkecil dari unit penghasil
kas yang merupakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dapat diidentifikasi.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakai. Dalam menyatakan nilai pakai, estimasi arus kas masa datang didiskontokan ke nilai kini
menggunakan tarif diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terkini dari nilai waktu
uang dan spesifik risiko aset dimana estimasi arus kas masa datang belum disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari suatu aset (atau unit penghasil kas) diperkirakan kurang dari nilai tercatat,
nilai tercatat aset (atau unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Rugi
penurunan nilai diakui langsung dalam laba rugi.
Jika rugi penurunan nilai kemudian dibalik, nilai tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditambahkan
menjadi estimasi jumlah terpulihkan setelah revisi, tetapi kenaikan nilai tercatat tidak melebihi nilai
tercatat yang telah ditetapkan sebelum rugi penurunan nilai diakui atas aset (atau unit penghasil kas)
pada tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui langsung dalam laba rugi. Pihak
berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (entitas pelapor).
o. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup
menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen keuangan. Grup menetapkan
klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Seluruh liabilitas keuangan diakui pada
awalnya pada nilai wajar ditambah dalam hal liabilitas keuangan tidak dinyatakan pada FTVPL, biaya
transaksi langsung yang dapat diatribusikan. Grup tidak memiliki liabilitas yang diklasifikasikan pada
FVTPL pada akhir periode pelaporan. Liabilitas keuangan Grup diukur kemudian pada biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode bunga efektif.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan,
dibatalkan atau kadaluarsa. Perbedaan antara nilai tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan
pengakuannya dan pembayaran dan jumlah terutang diakui pada laba rugi.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Grup meliputi, utang usaha, utang lain-lain,
beban akrual dan liabilitas sewa.
Page 28
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Imbalan pascakerja
Grup memberikan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No.
11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 35 dan 36 Tahun 2021.
Pada saat ini, Grup sedang dalam proses perubahan Peraturan Perusahaan kepada Dinas
Ketenagakerjaan untuk disesuaikan dengan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tidak terdapat
pendanaan yang disisihkan terkait imbalan pascakerja ini.
Perhitungan program imbalan pascakerja pasti ditentukan dengan menggunakan Metode Projected Unit
Credit yang perhitungan aktuarianya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan. Keuntungan dan
kerugian aktuaria dari kewajiban imbalan kerja pasti diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada
periode saat terjadi dan dicerminkan secara langsung pada saldo laba dan tidak akan direklasifikasi
pada laba rugi.
Biaya jasa diakui dalam laba rugi, dan termasuk juga biaya jasa kini dan biaya jasa lalu maupun
keuntungan dan kerugian atas kurtailmen dan penyelesaian. Biaya bunga diakui dalam laba rugi, dan
dihitung dengan menggunakan suku bunga diskonto yang digunakan untuk mengukur kewajiban imbalan
pasti pada awal periode tahunan atas saldo kewajiban imbalan pasti, dengan mempertimbangkan
pengaruh dari pembayaran imbalan kerja dalam periode berjalan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan skema imbalan kerja atau skema kurtailmen
diakui langsung dalam laba rugi. Grup menyajikan biaya jasa, biaya bunga dalam beban operasi (Catatan
23).
q. Provisi dan kontinjensi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai
akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan
estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dilakukan.
Jumlah diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dan pertimbangan yang diperlukan untuk
penyelesaian kewajiban pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan
ketidakpastian yang melekat pada kewajiban. Provisi diukur menggunakan estimasi arus kas
penyelesaian kewajiban kini dengan nilai tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas tersebut.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomis untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat
dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian
akan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi
diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian kecuali kemungkinan arus keluar
sumber daya ekonomi adalah kecil.
Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian, namun diungkapkan di dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika terdapat kemungkinan suatu arus masuk manfaat
ekonomis mengalir ke dalam entitas.
Page 29
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Transaksi sewa
Grup sebagai penyewa
Grup menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan semua pengaturan sewa dalam
hal sebagai penyewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dengan durasi 12 bulan atau kurang dan sewa
yang aset pendasarnya bernilai rendah.
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk penyewaan jangka pendek (yaitu
sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi
pembelian). Pembayaran sewa pada sewa jangka pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai
rendah diakui sebagai biaya atas dasar garis lurus selama masa sewa.
Aset hak guna
Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa, yaitu pada tanggal aset pendasarnya
tersedia untuk digunakan atas tanah, bangunan, stadion dan kendaraan (31 Desember 2025: tanah,
bangunan, stadion dan kendaraan) yang disewa untuk digunakan dalam operasi Grup).
Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi setiap akumulasi penyusutan dan kerugian
penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset
hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan
pembayaran sewa dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurang insentif sewa yang diterima
serta jumlah provisi diakui, jika Grup secara kontraktual diwajibkan untuk membongkar, memindahkan,
merestorasi tempat dimana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
oleh syarat dan ketentuan sewa.
Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dan masa manfaat
dari aset pendasar selama 3-31 tahun (Catatan 2k).
Jika sewa mentransfer kepemilikan aset pendasar atau biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan
bahwa Grup mengharapkan untuk melaksanakan opsi pembelian, aset hak guna terkait disusutkan
selama masa manfaat dari aset pendasar. Penyusutan dimulai sejak tanggal dimulai sewa.
Aset hak guna juga dapat mengalami penurunan nilai. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai
diungkapkan dalam Catatan 2n. Aset hak guna disajikan didalam pos aset tetap dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian (Catatan 11).
Liabilitas sewa
Pada awalnya liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
tersebut, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga tidak
dapat ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
Page 30
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Liabilitas sewa (lanjutan)
Pembayaran sewa termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran sewa tetap
(termasuk pembayaran tetap secara substansi), dikurangi dengan piutang insentif sewa; pembayaran
sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, yang awalnya diukur menggunakan indeks
atau suku bunga pada tanggal permulaan; jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa
dalam jaminan nilai residual; harga eksekusi opsi beli, jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi
opsi tersebut; dan pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan
penyewa mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
s. Instrumen Ekuitas
Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasikan sebagai ekuitas hanya jika tidak
memenuhi definisi liabilitas keuangan atau aset keuangan. Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang
memberikan hak residual atas aset Grup setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
Modal saham Grup diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil
penerimaan bersih setelah dikurangi biaya emisi saham. Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang
tambahan modal disetor dalam ekuitas.
t. Pengakuan pendapatan dan beban
Kebijakan akuntansi pendapatan dan beban dibawah ini diterapkan berdasarkan PSAK 115.
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
(1) identifikasi kontrak dengan pelanggan;
(2) identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
(3) penetapan harga transaksi;
(4) alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dalam kontrak; dan
(5) pengakuan pendapatan ketika (pada saat) entitas telah menyelesaikan kewajiban pelaksanaan.
Kewajiban pelaksanaan kontrak dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
(a) Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
(b) Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang
sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Liabilitas kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak
disajikan terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Kriteria spesifik berikut ini juga harus
dipenuhi sebelum pendapatan diakui.
Page 31
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan manajemen klub
Grup memiliki pendapatan yang diperoleh dari aktivitas yang berkaitan dengan Bali United (klub sepak
bola dan basket) sebagai berikut:
• Pendapatan sponsorship dan komersial
Pendapatan sponsorship dan komersial (baik yang diterima dalam bentuk tunai atau barang)
merupakan pendapatan dari eksploitasi logo dan foto pemain Bali United melalui perjanjian sponsor
dan perjanjian komersial lain, pendapatan dari ritel barang bermerek dan lisensi Bali United dan
pendapatan tur dari tim utama Bali United.
Pendapatan diakui selama masa perjanjian sponsor sesuai dengan kewajiban pelaksanaan yang
termasuk dalam kontrak dan berdasarkan hak sponsor yang dinikmati oleh sponsor individu. Dalam
kasus di mana hak sponsor tetap sama selama durasi kontrak, pendapatan diakui saat kewajiban
pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke waktu (persentase penyelesaian).
Sehubungan dengan kontrak dengan banyak kewajiban pelaksanaan, Grup mengalokasikan total
piutang untuk setiap elemen yang dapat diidentifikasi secara terpisah berdasarkan nilai wajarnya,
dan kemudian mengakui pendapatan saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu
ke waktu (persentase penyelesaian).
Pendapatan ritel diakui ketika pengendalian atas produk telah dialihkan, pada waktu penjualan
kepada pelanggan. Pendapatan lisensi sehubungan dengan hak untuk mengakses lisensi diakui
sejalan dengan kewajiban pelaksanaan yang tercakup dalam kontrak, dalam hal ini tetap sama
selama durasi kontrak, pendapatan diakui secara merata pada waktu yang telah berlalu (persentase
penyelesaian).
• Pendapatan Kontribusi
Pendapatan kontribusi merupakan tagihan atas pembagian pendapatan dari aktivitas komersial
termasuk dalam kompetisi sponsorship dan kontrak penyiaran, hak untuk mendapatkan pendapatan
komersial dari pertandingan berdasarkan regulasi kompetisi serta aktivitas lain yang terkait dengan
keikutsertaan yang dinegosiasikan secara terpusat oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), Asian Football
Confederation (AFC) dan operator kompetisi domestik lain.
Pendapatan diakui saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke waktu
(persentase penyelesaian) yaitu pada saat pertandingan dimainkan dan atau saat pendapatan
diketahui pada akhir setiap musim sepakbola.
Pendapatan kontribusi yang diterima sebelum akhir periode tetapi berkaitan dengan masa datang
diperlakukan sebagai liabilitas kontrak. Liabilitas kontrak kemudian diakui pendapatan sesuai
dengan kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke waktu (persentase
penyelesaian).
Page 32
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
• Pendapatan Pertandingan
Pendapatan pertandingan diakui berdasarkan pertandingan yang dimainkan sepanjang tahun
dengan pendapatan dari setiap pertandingan diakui pada saat kewajiban pelaksanaan diselesaikan
yaitu pada saat pertandingan telah dimainkan.
Pendapatan pertandingan mencakup semua aktivitas pertandingan dalam dan luar negeri dari
pertandingan Bali United yang dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dan bagian kuota
penerimaan tiket dari pertandingan domestik yang tidak dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta,
dan biaya untuk mengatur acara lainnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Bagian penerimaan tiket yang dibayarkan ke klub peserta lainnya dan biaya lainnya
penyelenggaraan kompetisi pertandingan domestik yang dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta
diperlakukan sebagai pengurang pendapatan pertandingan.
Pendapatan pertandingan yang diterima sebelum akhir periode tetapi berkaitan dengan masa
datang (terutama penjualan fasilitas musiman untuk pertandingan tim utama di Stadion Kapten I
Wayan Dipta) dicatat sebagai liabilitas kontrak. Liabilitas kontrak akan diakui pendapatan pada
saat kewajiban pelaksanaan diselesaikan yaitu pada saat pertandingan telah dimainkan.
Pendapatan agensi
Grup memiliki pendapatan dari entitas anak yang berkaitan dengan aktivitas kreatif, seni dan hiburan
sebagai berikut:
• Pendapatan live streaming
Pendapatan live streaming dari live video streaming dan rekaman video merupakan tagihan yang
diperoleh dari jasa pembuatan video berdasarkan kontrak dengan pelanggan yang diakui pada satu
titik waktu.
Pendapatan live streaming diakui saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu
ke waktu (persentase penyelesaian).
• Pendapatan event dan promosi
Pendapatan event dan promosi termasuk jasa virtual human diakui berdasarkan event dan promosi
yang diadakan sepanjang tahun melalui event/festival yang diadakan dan juga melalui sosial media.
Pendapatan dari setiap event dan promosi diakui pada saat kewajiban pelaksanaan event dan
promosi telah selesai (pada satu titik waktu).
• Pendapatan sport agency
Pendapatan sport agency dari kontrak sponsor merupakan tagihan kepada sponsor yang bekerja
sama untuk aktivitas sponsorship kepada klub-klub sepakbola di Indonesia.
Pendapatan sport agency diakui saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke
waktu (persentase penyelesaian).
Page 33
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan lain
Pendapatan dari penjualan barang dagang cafe, iklan, parfum, boneka tumochi dan virtual human
diakui ketika pengendalian atas produk telah dialihkan, yaitu pada saat barang diserahkan kepada
pelanggan.
Beban
Remunerasi pemain dan ofisial dan beban lainnya
Remunerasi dibebankan sebagai beban operasi secara metode garis lurus sepanjang masa kontrak
berdasarkan jumlah yang dibayarkan kepada pemain dan ofisial dalam periode tersebut. Setiap bonus
kinerja diakui ketika Grup menganggap bahwa kemungkinan kondisi terkait dengan pembayaran akan
tercapai.
Uang muka pada saat persetujuan kontrak biasanya dibayar ke pemain dan ofisial dalam jumlah tertentu
untuk jangka waktu kontrak yang disepakati.
Uang muka kontrak disepakati pada atau menjelang awal tahun keuangan dan diakui sebagai uang muka
kontak yang disajikan pada biaya dibayar dimuka dan uang muka dan aset tidak lancar lain-lain. Uang
muka kontrak kemudian dibebankan sebagai beban operasi secara metode garis lurus sepanjang masa
kontrak.
Beban lain
Beban lainnya diakui pada periode saat terjadinya (basis akrual).
Biaya yang langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak
(biaya untuk memenuhi) atau penambahan untuk mendapatkan kontrak (biaya untuk memperoleh) dan
diharapkan dapat dipulihkan.
Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 115 dan diakui sebagai
aset tidak lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan
penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.
u. Perpajakan
Beban pajak meliputi pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laba rugi, kecuali pajak
tersebut terkait dengan pos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung di ekuitas.
Dalam hal ini, pajak juga diakui masing-masing dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung di
ekuitas.
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal pelaporan. Aset dan/atau liabilitas pajak kini meliputi kewajiban, atau klaim dari,
otoritas pajak terkait dengan periode pelaporan saat ini atau sebelumnya, yang belum dibayar pada
akhir setiap tanggal periode pelaporan. Pajak dihitung sesuai dengan tarif pajak dan peraturan pajak
yang berlaku pada periode fiskal terkait, berdasarkan laba kena pajak untuk periode tersebut. Semua
perubahan aset atau liabilitas pajak kini diakui sebagai komponen beban pajak dalam laba rugi.
Page 34
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Perpajakan (lanjutan)
Pajak tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, kecuali untuk
perbedaan yang timbul dari; pengakuan awal goodwill, pengakuan awal suatu aset atau liabilitas dalam
suatu transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi
maupun laba kena pajak, dan investasi pada entitas anak, asosiasi dan ventura bersama dimana Grup
mampu mengendalikan pembalikan perbedaan temporer dan kemungkinan besar perbedaan temporer
tidak akan dibalik di masa datang yang dapat diperkirakan.
Pengakuan aset pajak tangguhan dibatasi untuk hal-hal yang besar kemungkinan bahwa jumlah laba
kena pajak akan tersedia terhadap perbedaan yang dapat digunakan. Jumlah aset atau liabilitas
ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada
tanggal pelaporan dan diharapkan berlaku pada saat liabilitas (aset) pajak tangguhan diselesaikan
(terpulihkan).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan di-offset apabila Grup memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
meng-offset aset pajak dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan yang terkait
dengan pajak yang dipungut otoritas pajak yang sama maupun; laba kena pajak yang sama entitas grup,
atau entitas grup yang berbeda yang bermaksud menyelesaikan aset dan libilitas pajak kini secara neto,
atau merealisasikan aset dan menyelesaikan libilitasnya secara simultan, dalam setiap periode masa
datang di mana aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.
v. Laba (rugi) per saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar
selama periode berjalan.
w. Informasi segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara
regular direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan
menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang
sama);
b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
penilaian kinerja Grup terfokus pada kategori dari setiap produk, yang menyerupai informasi segmen
usaha yang dilaporkan di periode sebelumnya.
Page 35
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI PERTIMBANGAN DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG MATERIAL
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Grup, seperti dijelaskan dalam Catatan 2, manajemen diharuskan
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi mengenai nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak
tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi terkait berdasarkan pengalaman masa lalu dan faktor lain
yang dipertimbangkan menjadi relevan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi
dan asumsi yang mendasarinya direviu secara berkelanjutan. Perubahan atas estimasi akuntansi diakui pada
periode terjadinya perubahan estimasi, bila perubahan mempengaruhi hanya pada periode tersebut, atau
pada periode perubahan dan periode masa datang bila perubahan mempengaruhi masa kini dan periode
masa datang.
a. Pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi
Berikut ini pertimbangan kritis, selain dari yang berkaitan dengan keterlibatan estimasi (lihat 3b
dibawah), yang dilakukan manajemen pada saat proses penerapan kebijakan akuntansi Grup yang
berpengaruh paling signifikan pada jumlah yang diakui di laporan keuangan konsolidasian.
Penilaian model bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan tergantung pada hasil dari SPPI dan tes model bisnis. Penilaian
ini mencakup pertimbangan yang merefleksikan semua bukti yang relevan, termasuk bagaimana kinerja
aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang mempengaruhi kinerja aset dan bagaimana kinerja
dikelola dan bagaimana manajer aset dikompensasi.
Grup memonitor aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan FVTOCI yang telah
mengalami penghentian sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasan aset dan apakah
alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis untuk aset yang dimiliki tersebut.
Monitoring merupakan bagian dari penilaian Grup yang terus menerus mengenai apakah model bisnis
aset keuangan tersisa yang masih dipegang tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
perubahan dalam model bisnis dan sehingga perubahan prosfektif pada klasifikasi aset keuangan
tersebut. Tidak terdapat perubahan yang diperlukan selama periode penyajian.
Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Seperti dijelaskan dalam Catatan 2e dan 27, kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai cadangan
setara dengan ECL-12 bulan untuk tahap 1 aset, atau ECL sepanjang umur untuk tahap 2 atau tahap 3
aset. Aset berubah ke tahap 2 ketika risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal.
PSAK 109 tidak menentukan apa yang merupakan peningkatan risiko kredit secara signifikan. Dalam
menilai apakah risiko kredit aset telah meningkat secara signifikan Grup memperhitungkan kualitatif
dan kuantitatif yang tepat dan didukung informasi forward-looking.
Sewa
Grup mempunyai beberapa perjanjian sewa di mana Grup bertindak sebagai penyewa untuk beberapa
aset tetap tertentu. Berdasarkan PSAK 116, Grup mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat
kepemilikan yang signifikan dari aset sewa yang di transfer kepada penyewa atau tetap berada pada
Grup, jangka waktu sewa dan suku bunga pinjaman inkremental antara lain, mensyaratkan Grup untuk
membuat pertimbangan dan estimasi.
Page 36
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI PERTIMBANGAN DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
a. Pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi
Sewa (lanjutan)
Grup menyewa tanah, bangunan, stadion dan peralatan berdasarkan perjanjian sewa operasi.
Berdasarkan PSAK 116, aset hak guna dan liabilitas sewa harus diakui untuk sewa jangka panjang. Dalam
menentukan jangka waktu sewa, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang menciptakan
insentif ekonomi untuk melakukan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi penghentian.
Ketika Grup tidak dapat dengan mudah menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan
suku bunga pinjaman inkremental Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, diantaranya memerlukan
pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan sampai pada tingkat
diskonto akhir.
Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup mempertimbangkan risiko kredit, jangka
waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi dan waktu di mana sewa dimasukkan.
b. Estimasi dan asumsi
Informasi asumsi utama mengenai masa datang dan sumber utama dari estimasi lain pada akhir periode
pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini.
Pengukuran nilai wajar
Beberapa aset dan liabilitas yang termasuk dalam laporan keuangan Grup memerlukan pengukuran,
dan/atau pengungkapan pada nilai wajar.
Input yang digunakan dalam menentukan pengukuran nilai wajar dikategorikan dalam level berbeda
berdasarkan bagaimana diobservasi input yang digunakan dalam Teknik penilaian yang digunakan
(hirarki nilai wajar).
• Level 1: Harga kuotasian di pasar aktif untuk pos yang identik (tanpa penyesuaian)
• Level 2: Input yang dapat diobservasi baik langsung maupun tidak selain input level 1
• Level 3: Input yang tidak dapat diobservasi (seperti tidak berasal dari data pasar)
Pengklasifikasi pos ke level 1, 2 dan 3 didasarkan pada level terendah dari input yang digunakan yang
memiliki pengaruh signifikan pada pengukuran nilai wajar pos. Transfer pos antara level diakui pada
saat periode tersebut terjadi. Grup telah menyusun prosedur untuk menentukan teknik penilaian dan
input untuk pengukuran nilai wajar. Dalam mengestimasi nilai wajar liabilitas, Grup menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi sejauh itu tersedia. Jika input Level 1 tidak tersedia, Grup melibatkan
penilai yang memenuhi syarat untuk melakukan penilaian. Apabila Grup bekerja sama dengan penilai
eksternal untuk menetapkan teknik penilaian yang sesuai dan input untuk model, Grup melaporkan
temuan penilaian kepada direksi Grup untuk menjelaskan penyebab fluktuasi nilai wajar aset dan
liabilitas. Informasi tentang teknik penilaian dan input yang digunakan dalam penentuan nilai wajar
liabilitas diungkapkan dalam Catatan 27.
Manajemen yakin bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan sudah tepat dalam
penentuan nilai wajar liabilitas tersebut.
Page 37
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI PERTIMBANGAN DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan menggunakan matriks provisi untuk menghitung
ECL untuk piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari jatuh tempo untuk akun tertentu. Matriks
provisi awalnya didasarkan pada sejarah tingkat default Grup yang diobservasi.
Grup akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman historis kerugian kredit dengan
informasi forward looking. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default historis diperbarui dan
perubahan pada estimasi forward looking dianalisis.
Penilaian korelasi antara tingkat historis default yang diobservasi, perkiraan kondisi ekonomi dan ECLs
merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah dari ECLs sensitif terhadap perubahan dalam keadaan dan
perkiraan kondisi ekonomi. Pengalaman historis kerugian kredit Grup dan perkiraan kondisi ekonomi
juga tidak dapat merepresentasikan aktual default pelanggan di masa datang. Informasi mengenai ECls
atas piutang usaha Grup diungkapkan pada Catatan 6.
Nilai tercatat piutang usaha Grup sebesar Rp 149.902.422.154 (31 Desember 2025: Rp 119.379.046.222).
Rugi penurunan nilai persediaan
Grup melakukan penyisihan bagi penurunan nilai persediaan apabila nilai realisasi neto persediaan lebih
rendah dibandingkan dengan biaya karena kerusakan, penurunan nilai fisik persediaan, keusangan,
perubahan tingkat harga dan penyebab-penyebab lain.
Akun penyisihan dikaji ulang untuk mencerminkan penilaian yang disesuaikan di dalam pencatatan
keuangan. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 8.
Estimasi masa manfaat aset tetap dan aset tidak berwujud (tidak termasuk koin kripto, goodwill dan
pendaftaran)
Masa manfaat dari masing-masing item aset tetap dan aset tidak berwujud diestimasi berdasarkan
jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada
penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan
aset sejenis.
Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari
perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta
keterbatasan hak atau pembatasan terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, kinerja operasi di
masa datang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu
terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas.
Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan
dan penurunan nilai tercatat aset, sementara peningkatan nilai residu dari setiap item aset akan
mengurangi penyusutan yang tercatat dan meningkatkan nilai tercatat aset ini.
Perubahan masa manfaat setiap item aset tetap dan aset tidak berwujud dapat mempengaruhi jumlah
biaya penyusutan dan amortisasi yang diakui serta nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud.
Tidak terdapat perubahan dalam estimasi masa manfaat aset selama periode berjalan. Nilai tercatat
aset tetap dan aset tidak berwujud pada akhir periode pelaporan diungkapkan pada Catatan 12 dan 13.
Page 38
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI PERTIMBANGAN DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
b. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Goodwill
Akuntansi akuisisi mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan
biaya perolehan kepada nilai pasar wajar yang dapat diandalkan atas aset dan liabilitas yang diakuisisi,
termasuk aset takberwujud. Sesuai PSAK 103, “Kombinasi Bisnis”, goodwill tidak diamortisasi dan diuji
untuk penurunan nilai setiap tahun.
Penentuan apakah goodwill diturunkan nilainya memerlukan estimasi nilai pakai dari unit penghasil kas
dari goodwill telah dialokasikan. Perhitungan nilai pakai memerlukan Grup mengestimasi arus kas masa
datang yang diharapkan yang timbul dari unit penghasil kas dan kesesuaian tingkat diskonto didalam
menghitung nilai kini. Informasi lebih lanjut mengenai goodwill diungkapkan pada Catatan 13.
Pendaftaran
Grup akan melakukan tinjauan penurunan nilai atas aset tidak berwujud, termasuk pendaftaran pemain
dan staf manajemen sepak bola utama, jika kejadian buruk menunjukkan bahwa nilai tercatat aset
yang diamortisasi mungkin tidak dapat dipulihkan.
Meskipun tidak ada individu yang dapat dipisahkan dari unit penghasil kas tunggal (“UPK”), karena
merupakan operasi Grup secara keseluruhan, mungkin ada keadaan tertentu di mana seorang individu
dikeluarkan dari UPK, ketika menjadi jelas bahwa mereka akan tidak berpartisipasi dengan tim utama
klub lagi, misalnya, seorang pemain mengalami cedera yang mengancam karier atau dikeluarkan secara
permanen dari tim utama karena alasan lain. Jika keadaan seperti itu terjadi, nilai tercatat individu
akan dinilai berdasarkan estimasi terbaik Grup atas nilai wajar individu dikurangi biaya untuk menjual.
Liabilitas imbalan pascakerja
Penentuan liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil realisasi yang berbeda dari asumsi akan berpengaruh terhadap
jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa datang.
Walaupun asumsi dianggap telah sesuai dan memadai, namun perubahan signifikan pada hasil aktual
atau perubahan signifikan terhadap asumsi akan berpengaruh material terhadap liabilitas imbalan
pascakerja. Informasi selanjutnya termasuk nilai tercatat terdapat dalam Catatan 19.
Perpajakan
Grup memiliki eksposur pajak penghasilan dan pajak lainnya terkait dengan pertimbangan signifikan
dalam menentukan provisi pajak. Grup melaporkan pajak berdasarkan sistem self-assessment dan
mengakui liabilitas bagi isu perpajakan yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah pajak tambahan
akan jatuh tempo. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu
tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Apabila hasil perpajakan final dari hal-hal tersebut berbeda dari jumlah yang semula diakui, maka
jumlah tersebut akan berdampak pada pajak kini dan pajak lainnya pada periode dimana penentuan
tersebut dibuat. Nilai tercatat pajak dibayar dimuka dan utang pajak Grup diungkapkan dalam Catatan
17.
Page 39
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Kas 275.539.564 345.125.423
Bank
Pihak ketiga
PT Bank Central Asia Tbk 1.219.682.357 8.798.391.924
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.178.314.683 8.674.639.728
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1.642.656.206 3.642.909.378
PT Bank Ina Perdana Tbk 3.571.611.412 3.636.161.462
PT Bank Mega Tbk 1.141.229.497 1.143.036.957
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 168.620.518 178.201.206
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 121.577.592 121.868.602
PT Bank Permata Tbk 55.683.572 55.811.037
PT Bank UOB 8.702.938 8.799.760
PT Bank KB Indonesia Tbk 4.706.530 5.000.000
PT Bank Syariah Indonesia 1.865.129 1.953.786
PT Bank QNB Indonesia Tbk -
Sub-total 15.114.650.434 26.266.773.840
Setara kas - deposito berjangka
Pihak ketiga
PT Bank Ina Perdana Tbk - 3.500.000.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 2.500.000.000
PT Bank Mega Tbk 375.000.000 375.000.000
Sub-total 375.000.000 6.375.000.000
Total 15.765.189.998 32.986.899.263
Suku bunga deposito berjangka
per tahun 1,75% - 2,25% 1,75% - 2,25%
Seluruh kas dan setara kas didenominasi dalam mata uang Rupiah.
Nilai wajar kas dan setara kas mendekati nilai tercatat karena instrumen jatuh tempo dalam jangka pendek.
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Aset keuangan pada FVTOCI
Instrumen utang - Harga kuotasian
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk - 2.572.441.777
PT Syailendra Capital 125.351.180 130.895.378
Sub-total 125.351.180 2.703.337.155
Aset keuangan pada FVTPL
Instrumen ekuitas - Harga kuotasian
PT Buana Capital Sekuritas 98.381.771.311 126.747.521.015
PT Juara Capital Indonesia 90.565.341.346 121.372.776.863
PT Nusadana Investama Indonesia 37.473.208.203 63.095.790.733
Sub-total 226.420.320.860 311.216.088.611
Total 226.545.672.040 313.919.425.766
Page 40
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Trimegah Asset Management
Entitas anak melakukan investasi pada Reksadana Dana Kas PT Trimegah Asset Management dengan mutasi
unit penyertaan sebagai berikut:
31/03/2026
Reksa Dana Trimegah Fixed Income Plan Trim Kas 2 Kelas A
Unit penyertaan Nilai aset neto Sub-total Unit penyertaan Nilai aset neto Sub-total Total
Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo awal tahun - - - - - - -
Penambahan - - - - - - -
Penarikan - - - - - - -
Keuntungan belum direalisasi
dari perubahan nilai wajar - - - - - - -
Kerugian direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - - - - - -
Saldo akhir tahun - - - - - - -
31/12/2025
Reksa Dana Trimegah Fixed Income Plan Trim Kas 2 Kelas A
Unit penyertaan Nilai aset neto Sub-total Unit penyertaan Nilai aset neto Sub-total Total
Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo awal tahun 52.118.834,9074 1.150,9422 59.985.766.510 3.759.795,0718 1.895,8119 7.127.864.238 67.113.630.748
Penambahan 112.229.607,4279 1.162,2156 130.435.000.000 - - - 130.435.000.000
Penarikan (164.348.442,3353) 1.152,6425 (189.435.000.000) (3.759.795,0718) (1.861,8036) (7.000.000.000) (196.435.000.000)
Keuntungan belum direalisasi
dari perubahan nilai wajar - - 2.923.766.506 - - - 2.923.766.506
Kerugian direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - (3.909.533.016) - - (127.864.238) (4.037.397.254)
Saldo akhir tahun - - - - - - -
Per tanggal 31 Maret 2026, Grup sudah tidak memiliki unit penyertaan reksadana kas yang disimpan di PT
Trimegah Aset Management. Pada tanggal 9 Desember 2025, Grup telah menarik seluruh unit penyertaan
dan mereklasifikasi keuntungan perubahan nilai wajar tahun berjalan sebesar Rp 0,- (31 Des 2025: Rp
4.037.397.254) pada keuntungan dan kerugian lain-lain (Catatan 24).
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Perusahaan juga melakukan investasi pada Reksadana Dana Kas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dengan
mutasi unit penyertaan sebagai berikut:
31/03/2026
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal tahun 2.155.784,4733 1.193,2741 2.572.441.777
Penambahan - - -
Penarikan (2.155.784,4733) 1.193,2741 (2.572.441.777)
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - -
Kerugian direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - -
Saldo akhir tahun - - -
Page 41
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (lanjutan)
31/12/2025
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal tahun 13.257.070,4155 1.150,9422 15.258.121.790
Penambahan 10.785.691,7315 1.335,1012 14.399.990.000
Penarikan (21.886.977,6737) (1.227,4864) (26.865.968.326)
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 261.107.762
Kerugian direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - (480.809.449)
Saldo akhir tahun 2.155.784,4733 1.193,2741 2.572.441.777
Per tanggal 31 Maret 2026, Grup sudah tidak memiliki unit penyertaan reksadana kas yang disimpan di PT
Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk. Grup mengakui keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
aset keuangan FVTOCI sebesar Rp0,- (31 Des 2025: Rp 261.107.762) dan juga mengakui kerugian yang
direalisasi sebesar Rp0,- (31 Des 2025: Rp 480.809.449) pada keuntungan dan kerugian lain-lain (Catatan
24).
PT Syailendra Capital
Grup melakukan investasi pada Reksadana Dana Kas PT Syailendra Capital dengan mutasi unit penyertaan
sebagai berikut:
31/03/2026
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal tahun 73.824,7118 1.773,0564 130.895.378
Kerugian belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - (5.544.198)
Saldo akhir tahun 73.824,7118 1.697,9569 125.351.180
31/12/2025
Unit penyertaan/ Nilai aset neto/ Total/
Participation unit Net assets value Total
Rp Rp
Saldo awal tahun 73.824,7118 1.683,4157 124.277.679
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 6.617.699
Saldo akhir tahun 73.824,7118 1.773,0564 130.895.378
Grup mengakui keuntungan (kerugian) belum direalisasi dari perubahan nilai wajar aset keuangan FVTOCI
sebesar -Rp 5.544.198 (31 Des 2205: Rp 6.617.699) pada keuntungan dan kerugian lain-lain (Catatan 24).
Page 42
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
Mutasi akumulasi keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar aset keuangan pada FVTOCI
adalah sebagai berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 73.300.655 1.400.015.391
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan
nilai wajar tahun berjalan - 3.191.491.967
Kerugian direalisasi dari perubahan nilai
wajar tahun berjalan - (4.518.206.703)
Saldo akhir tahun 73.300.655 73.300.655
Seluruh investasi jangka pendek pada FVTOCI menggunakan nilai wajar surat berharga kuotasian didasarkan
pada publikasi harga pasar di Bursa Efek Indonesia yang merupakan hirarki nilai wajar pada level 1.
Aset keuangan pada FVTPL - Harga kuotasian
Pada tanggal 19 September 2019, Perusahaan menandatangani Kontrak Pengelolaan Portofolio Efek Untuk
Kepentingan Nasabah Secara Individual dengan PT Nusadana Investama Indonesia (Nusadana). Nusadana
ditunjuk sebagai manajer investasi dan jangka waktu perjanjian selama 1 tahun dan secara otomatis akan
diperpanjang kecuali terjadi pengakhiran.
Tujuan investasi untuk memperoleh keuntungan (capital gain), dengan batasan alokasi aset pada efek
bersifat ekuitas, utang, KIK dan instrumen pasar uang yaitu: deposito, deposits on call, kas, SBI. Perusahaan
akan membayar imbal jasa sebesar presentase tertentu kepada Nusadana.
Pada tanggal September 2019, Perusahaan telah menyetorkan dana tunai sebesar Rp 10 miliar dan pada
April 2020 sebesar Rp 20 miliar. Pada akhir periode pelaporan, seluruh aset pendasar Kontrak Pengelolaan
Portofolio Efek merupakan instrumen ekuitas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan juga menempatkan dana investasi pada PT Buana Capital Sekuritas (Buana), pihak berelasi dan
PT Juara Capital Indonesia (Juara) (31 Desember 2025: PT Buana Capital Sekuritas (Buana), pihak berelasi
dan PT Juara Capital Indonesia (Juara)) dengan tujuan investasi untuk memperoleh keuntungan (capital
gain) melalui perdagangan instrumen ekuitas di Bursa Efek Indonseia.
Seluruh investasi jangka pendek pada FVTPL menggunakan nilai wajar surat berharga kuotasian didasarkan
pada publikasi harga pasar di Bursa Efek Indonesia yang merupakan hirarki nilai wajar pada level 1, dengan
rincian sebagai berikut:
31/03/2026
Nusadana Buana Juara Total
Rp Rp Rp Rp
Saldo awal tahun 63.095.790.733 126.747.521.015 121.372.776.863 311.216.088.611
Penempatan - 78.530.000.000 - 78.530.000.000
Penarikan - (15.000.000.000) - (15.000.000.000)
Reklasifikasi (Catatan 15) - (78.530.000.000) - (78.530.000.000)
Dividen - - - -
Keuntungan
direalisasi dari
perubahan nilai wajar (Catatan 24) 5.592.250.660 700.914.084 9.393.021.754 15.686.186.498
(Kerugian)
belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar (Catatan 24) (31.214.833.190) (44.929.750.489) (40.200.457.271) (116.345.040.950)
Saldo akhir tahun 37.473.208.203 67.518.684.610 90.565.341.346 195.557.234.159
Page 43
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
Aset keuangan pada FVTPL - Harga kuotasian (lanjutan)
31/12/2025
Nusadana Buana Juara Total
Rp Rp Rp Rp
Saldo awal tahun 37.893.308.899 112.940.237.769 94.037.675.905 244.871.222.573
Penempatan - 275.269.715.437 - 275.269.715.437
Penarikan - (234.202.072.219) - (234.202.072.219)
Reklasifikasi (Catatan 15) - (93.904.000.000) - (93.904.000.000)
Dividen - 2.692.436.600 - 2.692.436.600
Keuntungan
direalisasi dari
perubahan nilai wajar (Catatan 24) 13.232.815.846 39.882.013.376 6.926.551.421 60.041.380.643
(Kerugian)
belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar (Catatan 24) 11.969.665.988 24.069.190.052 20.408.549.537 56.447.405.577
Saldo akhir tahun 63.095.790.733 126.747.521.015 121.372.776.863 311.216.088.611
6. PIUTANG USAHA
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Berdasarkan pelanggan
Pihak berelasi (Catatan 25) 446.365.630 314.994.645
Pihak ketiga
PT Liga Indonesia Baru 70.493.186.003 70.493.186.003
PT Telekomunikasi Seluler 3.591.721.028 5.286.914.298
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 3.170.606.335 3.170.606.335
PT Persis Solo Saestu 1.854.075.000 1.809.675.000
PT XL Axiata Tbk 1.470.166.971 1.518.446.660
PT Bola Basket Indonesia 1.382.127.955 1.382.127.955
PT Gitaswara Indonesia 1.315.000.000 1.713.534.400
PT World Innovative Telecommunication 1.256.418.235 1.584.267.003
PT Panca Amara Utama - 2.220.000.000
Lain-lain (masing-masing
dibawah 5% dari total) 67.767.193.051 33.054.722.360
Sub-total 152.300.494.578 122.233.480.014
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.169.428.437) (3.169.428.437)
Neto 149.131.066.141 119.064.051.577
Total 149.577.431.771 119.379.046.222
Seluruh piutang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah.
Nilai wajar piutang usaha yang diklasifikasi sebagai aset keuangan biaya perolehan diamortisasi mendekati
nilai tercatat. Sebelum menerima suatu pelanggan baru, Grup menilai kualitas kredit pelanggan yang
potensial tersebut. Manajemen melakukan reviu secara berkala atas piutang tersebut untuk mengurangi
risiko konsentransi kredit. Jangka waktu rata-rata kredit pendapatan jasa adalah 30 hari.
Grup menerapkan PSAK 109 dengan pendekatan yang disederhanakan untuk ECLs menggunakan cadangan
ECLs sepanjang umur untuk piutang usaha. Untuk mengukur ECLs, piutang usaha dikelompokkan berdasarkan
risiko kredit dan umur yang sama. Untuk menilai karakteristik risiko sesuai jenis kontrak.
Page 44
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Tingkat kerugian ekspektasian didasarkan pada pengalaman historis kerugian kredit Grup selama periode
tiga tahun sebelum periode berakhir. Tingkat kerugian historis disesuaikan untuk informasi saat ini dan
forward-looking tentang faktor makroekonomi yang mempengaruhi pelanggan Grup. Grup telah
mengidentifikasi produk domestik bruto (PDB), tingkat pengangguran dan inflasi sebagai faktor
makroekonomi utama tempat Grup beroperasi.
Berikut ini analisa umur dan ringkasan dasar penentuan cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha:
31/03/2026 31/12/2025
Tingkat Nilai tercatat Tingkat Nilai tercatat
kerugian bruto piutang Cadangan kerugian kerugian bruto piutang Cadangan kerugian
ekspektasian usaha penurunan nilai ekspektasian usaha penurunan nilai
% Rp Rp % Rp Rp
Belum jatuh tempo/
not past due 0,21% 35.534.486.879 76.304.906 0,10% 75.187.442.639 76.304.906
Sudah jatuh tempo/
past due
1- 60 0,48% 21.903.212.467 104.708.760 1,30% 8.068.217.948 104.708.760
61 - 120 0,98% 20.452.332.145 199.851.579 2,00% 9.997.378.891 199.851.579
> 120 3,73% 74.856.828.717 2.788.563.192 9,52% 29.295.435.181 2.788.563.192
Total/Total 152.746.860.208 3.169.428.437 122.548.474.659 3.169.428.437
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 3.169.428.437 2.394.649.408
Penambahan (pemulihan) tahun
berjalan - 1.441.318.687
Penghapusan piutang - (666.539.658)
Saldo akhir tahun 3.169.428.437 3.169.428.437
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah memadai.
Grup tidak memiliki jaminan atas saldo-saldo piutang usaha ini.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Pihak berelasi (Catatan 25) 9.358.308.693 10.101.678.711
Pihak ketiga
PT Gelora Trisula Semesta 13.925.854.106 14.325.854.106
Lain-lain 849.195.192 964.977.292
Sub-total 14.775.049.298 15.290.831.398
Total 24.133.357.991 25.392.510.109
Pada tanggal 1 April 2021, Grup memberikan pinjaman kepada PT Teknologi Kreasi Bangsa, pihak berelasi,
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 450.000.000 dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Maret
2025. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga.
Pada tanggal 27 Agustus 2021, Grup memberikan pinjaman kepada PT Gelora Trisula Semesta dengan jumlah
maksimum sebesar Rp 25.000.000.000. Jangka waktu pinjaman sampai dengan jangka waktu 1 tahun.
Page 45
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan)
Pinjaman ini tidak dikenakan bunga. Pinjaman ini telah diperpanjang beberapa kali, sampai dengan 27
Agustus 2026.
Dalam menentukan ECL, manajemen telah memperhitungkan pengalaman historis gagal bayar dan posisi
keuangan counterparty, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik bagi debitur dan kondisi ekonomi
umum industri tempat debitur beroperasi. Tidak terdapat cadangan kerugian yang dibuat.
8. PERSEDIAAN
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Jersey dan merchandise 8.470.661.271 9.640.083.531
Kosmetik 6.859.277.303 4.600.936.061
Kebutuhan cafe 48.727.169 168.703.169
Lain - lain 86.572.066 881.565.952
Total 15.465.237.809 15.291.288.713
Persediaan tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lain.
Berdasarkan hasil penelaahan atas nilai realisasi neto dan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, Grup
berkeyakinan bahwa semua persediaan dapat dijual atau digunakan, sehingga penyisihan untuk persediaan
usang dan penurunan nilai persediaan tidak diperlukan.
9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Uang muka operasional 12.663.458.978 10.272.526.074
Biaya sewa dibayar di muka 2.467.794.889 2.138.409.091
Asuransi dibayar di muka 325.732.104 1.010.839.566
Uang muka remunerasi
pemain dan staf (Catatan 14) 1.728.615.015 974.666.667
Lain-lain 1.387.838.700 1.402.852.169
Total 18.573.439.686 15.799.293.567
Uang muka operasional terutama merupakan uang muka operasional pertandingan, perlengkapan pemain
dan operasional live video streaming.
Page 46
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Grup memiliki investasi pada entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dengan
rincian kepemilikan investasi sebagai berikut:
Tempat Persentase kepemilikan Nilai tercatat
Nama perusahaan Bidang usaha kedudukan 31/03/2026 31/12/2025 31/03/2026 31/12/2025
% % Rp Rp
PT Hiperion Kapital Investama Jasa konsultasi/ Jakarta 40,00 40,00 5.163.831.907 5.163.831.907
Consultant services
Digital Technology Mediatama Pte. Ltd Jasa telekomunikasi/ Jakarta 20,00 20,00 1.464.379.529 1.464.379.529
Telecomunication service
PT Samville Koda Studio Jasa design/ Jakarta 35,06 35,06 3.207.355.799 3.207.355.799
Design service
PT Aspirasi Lintas Talenta Reproduksi media rekaman/ Surabaya 20,00 20,00 264.606.221 264.606.221
Reproduction of recorded media
PT Karya Digital Madani Periklanan/ Jakarta - - - -
Advertising
PT Kelola Aset Digital Pemrogaman/ Jakarta 30,00 30,00 - -
Progamming
Total 10.100.173.456 10.100.173.456
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 10.100.173.456 16.556.842.027
Penambahan biaya perolehan awal - -
Pengurangan - (4.993.176.383)
Bagian rugi tahun berjalan - (1.463.492.188)
Saldo akhir tahun 10.100.173.456 10.100.173.456
PT Aspirasi Lintas Talenta
Berdasarkan akta No. 4 tanggal 20 Mei 2024 dari notaris Pradita Ayu Yustisia S.H., M.Kn, notaris di Bogor,
Grup telah mengambil bagian saham baru PT Aspirasi Lintas Talenta (ALT) sebanyak 12.000.000 saham
dengan nilai nominal sebesar Rp 1,2 miliar atau setara dengan 20% dari total modal ditempatkan dan disetor
ALT.
11. ASET HAK GUNA
Rincian Aset hak guna adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Saldo Awal Penambahan Penghapusan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 10.450.600.266 - - - 10.450.600.266
Bangunan 18.278.676.141 - - - 18.278.676.141
Stadion 2.868.956.034 - - - 2.868.956.034
Kendaraan 527.985.306 - - - 527.985.306
Jumlah 32.126.217.747 - - - 32.126.217.747
Akumulasi
Penyusutan
Tanah 3.731.793.367 146.870.256 - - 3.878.663.623
Bangunan 5.986.742.818 442.706.372 - - 6.429.449.190
Stadion 1.577.925.819 154.997.802 - - 1.732.923.621
Kendaraan 468.586.119 58.665.033 - - 527.251.152
Jumlah 11.765.048.123 803.239.463 - - 12.568.287.586
Jumlah Tercatat 20.361.169.624 19.557.930.161
Page 47
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET HAK GUNA (lanjutan)
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Penghapusan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 8.606.939.652 1.843.660.614 - - 10.450.600.266
Bangunan 15.546.453.920 2.732.222.221 - - 18.278.676.141
Stadion 2.868.956.034 - - - 2.868.956.034
Kendaraan*) - 527.985.306 - - 527.985.306
Jumlah 27.022.349.606 5.103.868.141 - - 32.126.217.747
Akumulasi
Penyusutan
Tanah 2.482.394.314 1.249.399.053 - - 3.731.793.367
Bangunan 3.070.732.524 2.916.010.294 - - 5.986.742.818
Stadion 1.004.134.612 573.791.207 - - 1.577.925.819
Kendaraan*) - 468.586.119 - - 468.586.119
Jumlah 6.557.261.450 5.207.786.673 - - 11.765.048.123
Jumlah Tercatat 20.465.088.156 20.361.169.624
*) Penambahan nilai perolehan dan akumulasi penyusutan asek hak guna kendaraan berasal dari aset hak guna PT KDM atas akuisisi
12. ASET TETAP
Berikut adalah mutasi aktiva tetap untuk periode 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
Akuisisi
01/01/2026 Penambahan Pengurangan entitas anak Reklasifikasi 31/03/2026
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan
Pemilikan langsung:
Bangunan 37.603.604.161 69.375.000 - - - 37.672.979.161
Peralatan 135.074.435.320 16.447.991.541 - - - 151.522.426.861
Kendaraan bermotor 21.764.950.055 131.454.955 - - - 21.896.405.010
Instalasi 10.440.617.921 17.410.000 - - - 10.458.027.921
Leasehold Improvement - 270.000.000 - - - 270.000.000
Mesin dan perlengkapan 21.349.207.866 - - - - 21.349.207.866
Aset dalam pembangunan 254.000.000 - - - - 254.000.000
Total 226.486.815.323 16.936.231.496 - - - 243.423.046.819
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung:
Bangunan 10.649.425.864 472.425.815 - - - 11.121.851.679
Peralatan 70.817.255.741 5.715.122.170 - - - 76.532.377.911
Kendaraan bermotor 11.573.643.081 860.468.104 - - - 12.434.111.185
Instalasi 8.833.500.326 199.650.908 - - - 9.033.151.234
Leasehold Improvement - 7.500.000 - - - 7.500.000
Mesin dan perlengkapan 19.493.532.266 524.777.787 - - - 20.018.310.053
Total 121.367.357.278 7.779.944.784 - - - 129.147.302.062
Nilai tercatat neto 105.119.458.045 114.275.744.757
Page 48
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP (lanjutan)
Akuisisi
01/01/2025 Penambahan Pengurangan entitas anak Reklasifikasi 31/12/2025
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan
Pemilikan langsung:
Bangunan 37.554.354.157 49.250.004 - - - 37.603.604.161
Peralatan 94.582.870.516 40.301.497.917 - 224.025.185 (33.958.298) 135.074.435.320
Kendaraan bermotor 19.591.740.616 3.194.284.439 (1.021.075.000) - - 21.764.950.055
Instalasi 10.065.386.553 375.231.368 - - - 10.440.617.921
Mesin dan perlengkapan 21.316.689.220 32.518.646 - - - 21.349.207.866
Aset dalam pembangunan 254.000.000 - - - - 254.000.000
Total 183.365.041.062 43.952.782.374 (1.021.075.000) 224.025.185 (33.958.298) 226.486.815.323
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung:
Bangunan 8.768.215.688 1.881.210.176 - - - 10.649.425.864
Peralatan 54.162.890.550 16.539.163.468 - 132.125.678 (16.923.955) 70.817.255.741
Kendaraan bermotor 9.615.754.159 2.978.963.922 (1.021.075.000) - - 11.573.643.081
Instalasi 7.877.765.806 955.734.520 - - - 8.833.500.326
Mesin dan perlengkapan 17.650.811.911 1.842.720.355 - - - 19.493.532.266
Total 98.075.438.114 24.197.792.441 (1.021.075.000) 132.125.678 (16.923.955) 121.367.357.278
Nilai tercatat neto 85.289.602.948 105.119.458.045
Penyusutan aset tetap sebesar Rp 7.779.944.784 (31 Des 2025: 23.729.206.322) dibebankan pada beban
operasi (Catatan 23).
Grup telah mereklasifikasi aset tetap milik PT Pedagang Aset Kripto dengan nilai tercatat neto sebesar Rp
15.336.431 (Catatan 15).
Grup memiliki aset tetap dalam pembangunan yang merupakan renovasi cafe dengan persentase penyelesaian
berkisar 5% (31 Desember 2025: 5%) dan diperkirakan selesai pada tahun 2027.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada akhir periode pelaporan.
13. ASET TIDAK BERWUJUD
01/01/2026 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 31/03/2026
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Nilai revaluasi:
Koin kripto - - - - - -
Harga perolehan
Goodwill 17.318.189.810 - - - - 17.318.189.810
Pendaftaran 4.865.443.550 381.822.571 - - - 5.247.266.121
Akun media sosial 11.360.794.500 - - - - 11.360.794.500
Virtual human 1.462.484.674 - - - - 1.462.484.674
Lain-lain 512.444.398 - - - - 512.444.398
Total 35.519.356.932 381.822.571 - - - 35.901.179.503
Akumulasi amortisasi
Pendaftaran 4.128.240.893 483.348.185 - - - 4.611.589.078
Akun media sosial 7.131.633.821 355.204.203 - - - 7.486.838.024
Virtual human 376.295.079 45.702.645 - - - 421.997.724
Lain-lain 17.747.906 34.715.350 - - - 52.463.256
Total 11.653.917.699 918.970.383 - - - 12.572.888.082
Nilai tercatat neto 23.865.439.233 23.328.291.421
Page 49
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK BERWUJUD (lanjutan)
01/01/2025 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 31/12/2025
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Nilai revaluasi:
Koin kripto 398.848.758 - - (21.471.250) (377.377.508) -
Harga perolehan
Goodwill 16.700.000.000 618.189.810 - - - 17.318.189.810
Pendaftaran 4.488.099.550 377.344.000 - - - 4.865.443.550
Akun media sosial 11.360.794.500 - - - - 11.360.794.500
Virtual human 1.462.484.674 - - - - 1.462.484.674
Lisensi 2.000.000.000 - (2.000.000.000) - - -
Lain-lain 505.849.398 6.595.000 - - - 512.444.398
Total 36.916.076.880 1.002.128.810 (2.000.000.000) (21.471.250) (377.377.508) 35.519.356.932
Akumulasi amortisasi
Pendaftaran 3.773.044.194 355.196.699 - - - 4.128.240.893
Akun media sosial 5.710.817.008 1.420.816.813 - - - 7.131.633.821
Virtual human 205.547.363 170.747.716 - - - 376.295.079
Lisensi 1.733.333.333 266.666.667 (2.000.000.000) - - -
Lain-lain 3.000.000 14.747.906 - - - 17.747.906
Total 11.425.741.898 2.228.175.801 (2.000.000.000) - - 11.653.917.699
Nilai tercatat neto 25.490.334.982 23.865.439.233
Koin Kripto
Koin kripto Grup dinyatakan sebesar nilai revaluasi, yang merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi
yang terdiri dari Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing sebesar 0,175447 unit dan 2,3756
unit dengan nilai Rp 1.738.011.008 dan Rp 40.214.000 (31/12/2024: 0,175447 unit dan 2,3756 unit
dengan nilai Rp 1.533.095.936 dan Rp 54.669.000). Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup telah
mereklasifikasi koin kripto milik PT Pedagang Aset Kripto dengan nilai tercatat sebesar Rp 377.377.408
sebagai aset tidak lancar yang dikuasi untuk dijual (Catatan 15).
Goodwill
PT Putra Samarinda Indonesia
Goodwill timbul dari proses akuisisi bisnis PT Putra Samarinda Indonesia (PSI) yang dialokasikan ke unit
penghasil kas yang manfaatnya diharapkan dari akuisisi bisnis yang dapat diatribusikan pada penguatan
klub sepak bola.
Pada tanggal 3 Desember 2014, Tuan Harbiansyah Hanafiah (“Penjual”) yang merupakan pemegang
saham pengendali dari PSI dan pemilik sah klub sepakbola Putra Samarinda dan Tuan Yabes Tanuri
(“Pembeli”) menandatangani nota kesepahaman yang antara lain sebagai berikut:
a. Penjual sepakat untuk menjual dan mengalihkan kepada pembeli klub sepakbola Putra Samarinda
termasuk klub pembinaan pemain mudanya, yang terdaftar dan telah diverifikasi oleh PT Liga
Indonesia sebagai peserta kompetisi ISL tahun 2014/2015 dengan izin kompetisi termasuk di
dalamnya adalah nama dan entitas serta keanggotaan PSSI berikut dengan segala legalitasnya dan
hak komersial serta hak kekayaan intelektual (termasuk namun tidak terbatas pada merk) yang
terkait dengan klub setelah persyaratan pendahuluan telah dipenuhi.
b. Penjual dan pembeli sepakat bahwa pembeli bermaksud menjalankan klub sepakbola Putra
Samarinda dengan homebase di Bali sehingga pembeli berhak memperpanjang dan mengakhiri
kontrak para pemain, ofisial, pelatih dan karyawan klub, sponsor atau mitra yang akan disepakati
kemudian.
Page 50
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK BERWUJUD (lanjutan)
Goodwill (lanjutan)
c. Penjual dan pembeli sepakat bahwa pembeli membeli klub sepak bola Putra Samarinda dan bukan
saham PSI, dengan harga pembelian sebesar Rp 16,7 miliar. Oleh karena itu, seluruh kewajiban,
kerugian dan tanggung jawab, pajak, bea, tunggakan, biaya, ongkos, pengeluran, gaji, bonus, biaya
kompetisi dan semua kewajiban lainnya yang ada pada saat kesepakatan dan yang akan datang
menjadi tanggung jawab PSI.
Nota kesepahaman akan efektif setelah perjanjian pendahuluan telah dipenuhi pada saat tanggal
penyelesaian. Pada tanggal 12 Desember 2014, Tuan Yabes Tanuri telah mengalihkan seluruh hak dan
kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman kepada Perusahaan.
Selanjutnya, pada tanggal 15 Desember 2015, nota kesepahaman ini telah efektif melalui
penandatanganan Perjanjian Jual Beli dimana ditegaskan bahwa yang dijual adalah klub sepak bola
Putra Samarinda yang homebasenya di Bali. Apabila biaya lebih lanjut terkait dengan perpindahan
operasi di Bali diperlukan, penjual akan menanggung biaya tersebut. Pembeli juga memiliki hak
eksklusif untuk memilih dan mengontrak ulang pemain, pelatih, ofisial dan karyawan yang telah habis
masa kontrak kerjanya dan penjual wajib dengan biaya sendiri mendaftarkan Perusahaan kepada badan
yang berwenang termasuk namun tidak terbatas pada PSSI, PT Liga Indonesia, AFC dan FIFA.
Perusahaan berkeyakinan bahwa akuisisi ini merupakan akuisisi bisnis karena Perusahaan memperoleh
klub sepakbola yang merupakan input sebagai sumber daya ekonomik dan memperoleh hak eksklusif
untuk memilih dan mengontrak ulang pemain, pelatih dan ofisial yang diperlukan dalam proses
menghasilkan out-put. Oleh karena itu, seluruh hak dan kewajiban klub sepakbola Putra Samarinda
berada pada PSI, tidak terdapat aset dan liabilitas teridentifikasi yang diakui oleh Perusahaan dan
Perusahaan mengakui seluruh harga pembelian klub sepakbola Putra Samarinda sebagai goodwill.
Grup melakukan pengukuran atas penurunan goodwill secara tahunan atau lebih sering, jika terdapat
indikasi penurunan nilai goodwill. Pada saat pengukuran penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada
unit penghasil kas yang terendah yang diharapkan dapat memberikan manfaat atas penggabungan
usaha, yang ditentukan oleh Grup.
PT Karya Digital Madani
Goodwill timbul dari kombinasi bisnis PT Karya Digital Madani (KDM) sebesar Rp 618.189.810 (Catatan
4) yang dialokasikan ke unit penghasil kas yang manfaatnya diharapkan dari kombinasi bisnis yang dapat
diatribusikan pada penguatan bisnis serta diharapkan dapat bersinergi melalui penggabungan operasi
Grup dengan KDM (Catatan 4).
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai goodwill pada akhir periode pelaporan.
Pendaftaran
Saldo yang belum diamortisasi dari pendaftaran pemain dan ofisial tim sebesar Rp 737.202.657 per 31
Desember 2025. Sisa saldo diharapkan akan diamortisasi selama masa kontrak pemain atau ofisial tim.
Hal ini tidak memperhitungkan penambahan pemain atau ofisial tim setelah 31 Desember 2025, yang
berdampak pada peningkatan biaya amortisasi di masa datang, juga tidak mempertimbangkan
pelepasan setelah 31 Desember 2025, yang akan berdampak pada penurunan biaya amortisasi di masa
datang. Selain itu, setiap negosiasi ulang kontrak juga akan berdampak pada biaya di masa datang.
Akun media sosial
Pada tanggal 15 Oktober 2020, PT Rahasia Gadis Nusantara, Entitas Anak telah membeli dan menerima
pengalihan hak atas akun media sosial Instagram Rahasia Gadis dari pihak ketiga dengan harga Rp
5.500.000.000 untuk tujuan mengelola dan mengembangkan akun Rahasia Gadis tersebut.
Page 51
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK BERWUJUD (lanjutan)
Virtual Human
Pada tahun 2023, PT Manusia Masa Depan, entitas anak, memiliki aset digital dalam bentuk virtual
human yang digunakan sebagai media promosi.
Lisensi
Pada tanggal 3 September 2020, PT Kreasi Karya Bangsa, entitas anak telah membayar biaya lisensi
sebesar Rp 2 miliar untuk memperoleh lisensi keanggotaan dari Indonesian Basketball League (IBL), agar
klub bola basket “Bali United” yang dimiliki dan dikelola oleh Grup dapat mengikuti kompetisi IBL
selama minimal 5 tahun. Perusahaan tidak memperpanjang terkait dengan lisensi keanggotaan IBL.
Lain - lain
Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh Perusahaan untuk memperoleh hak merek “Bali United”, jingle
dan pendaftaran hak merek tersebut kepada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan perangkat lunak.
Status hak merek yang didaftarkan pada tanggal 14 Januari 2015 di Direktorat Jendral Kekayaan
Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah selesai pada tahun
2025.
14. ASET TIDAK LANCAR LAIN
Grup memiliki aset tidak lancar lainnya yang terdiri dari:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Aset keuangan pada FVTOCI-investasi
pada instrumen ekuitas 57.254.358.000 57.254.358.000
Uang muka pembelian aset tetap - 18.184.202.487
Aset keuangan pada FVTOCI-investasi
pada instrumen utang 8.723.379.125 8.723.379.125
Uang muka remunerasi
pemain dan staf (Catatan 9) 4.702.983.333 4.702.983.333
Biaya perbaikan stadion
yang ditangguhkan 116.047.210 160.811.925
Biaya dibayar dimuka jk. panjang
operasional 90.809.478 -
Total 70.887.577.146 89.025.734.870
Aset keuangan pada FVTOCI - investasi pada instrumen ekuitas
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
PT Vidio Dot Com 29.138.000.000 29.138.000.000
PT Rans Entertainmen Indonesia 16.000.000.000 16.000.000.000
PT Liga Indonesia Baru 10.000.000.000 10.000.000.000
PT Mitra Maha Meta 1.400.000.000 1.400.000.000
Stargo Pte. Ltd 716.358.000 716.358.000
Total 57.254.358.000 57.254.358.000
Page 52
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TIDAK LANCAR LAIN (lanjutan)
PT Vidio Dot Com
Berdasarkan akta No. 23 tanggal 14 Juni 2022 dari notaris Candra Lim, S.H., LL.M notaris di Jakarta Utara,
Perusahaan melakukan investasi saham pada PT Vidio Dot Com sebanyak 13.406 saham atau 0,21% hak
kepemilikan dengan harga perolehan sebesar Rp 29.138.000.000.
PT Rans Entertainmen Indonesia
Berdasarkan akta No. 126 tanggal 29 Desember 2021 dari notaris Sugih Haryati S.H. M.Kn, notaris di
Tangerang, PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (EBIT), entitas anak, telah mengambil bagian saham baru
PT Rans Entertainmen Indonesia (RANS) sebanyak 307 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 307 juta atau
setara dengan 0,77% dari total modal ditempatkan dan disetor RANS. EBIT telah menyetorkan modal
sebesar Rp 16 miliar atas 307 saham tersebut kepada RANS.
PT Liga Indonesia Baru
Berdasarkan akta No 31 tanggal 20 Juni 2023 dari notaris Emmy Yatmini S.H, notaris di Jakarta Selatan,
Perusahaan telah menyetujui peningkatan atas saham pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dari Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi sebesar 2.002.805 saham dengan nominal Rp 1.000 atau setara
dengan 5,26% melalui konversi piutang usaha milik Perusahaan.
Berdasarkan akta No. 43 tanggal 26 Juni 2024 dari notaris Emmy Yatmini S.H, notaris di Jakarta Selatan,
Perusahaan telah menyetujui peningkatan atas saham pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dari Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi sebesar 3.000.250 saham dengan nominal Rp 1.000 atau setara
dengan 5,26% melalui konversi piutang usaha milik Perusahaan.
Berdasarkan akta No. 18 tanggal 7 Juli 2025 dari notaris Emmy Yatmini S.H, notaris di Jakarta Selatan,
Perusahaan telah menyetujui peningkatan atas saham pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dari Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi sebesar 10.000.000 saham dengan nominal Rp 1.000 atau setara
dengan 5,49%.
PT Mitra Maha Meta
Berdasarkan perjanjian surat utang tanggal 11 Juni 2022, Perusahaan melakukan investasi sebesar USD
100.000 atau setara Rp 1.400.000.000 pada surat utang PT Mitra Maha Meta. Jatuh tempo surat utang
tersebut tanggal 31 Desember 2022.
Surat utang dapat dikonversi ke modal saham dengan jumlah 583 saham seri C dengan hak kepemilikan
4,96%.
Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) tanggal 3 November 2023,
Grup mengkonversi menjadi saham preference. Surat utang dapat dikonversi ke modal saham dengan
jumlah 583 saham seri C dengan hak kepemilikan 4,96%.
Stargo Pte. Ltd
Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) tanggal 21 Juli 2022,
Perusahaan melakukan investasi dalam saham Stargo Pte. Ltd sebanyak 10.417 saham atau 0,62 % hak
kepemilikan dengan biaya perolehan sebesar Rp 716.358.000.
Uang muka pembelian aset tetap
Uang muka pembelian aset tetap terbesar merupakan uang muka pembelian peralatan stadion berupa
peralatan Video Assistant Referee (VAR) per 31 Desember 2025.
Page 53
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TIDAK LANCAR LAIN (lanjutan)
Aset keuangan pada FVTOCI - investasi pada instrumen utang
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
PT Indozone Media Indonesia 5.131.770.000 5.131.770.000
Tjufoo Pte. Ltd 3.591.609.125 3.591.609.125
Total 8.723.379.125 8.723.379.125
PT Indozone Media Indonesia
Pada tanggal 10 September 2021, Grup memberikan pinjaman kepada PT Indozone Media Indonesia sebesar
USD 120.000 atau setara dengan Rp 1.887.720.000 dengan jangka waktu 3 tahun. Pinjaman ini tidak
dikenakan bunga dan dapat dikonversi sewaktu-waktu menjadi modal dengan harga konversi sebesar Rp
1.701.300.000.
Berdasarkan perjanjian surat sanggup tanggal 5 April 2022, Perusahaan melakukan investasi sebesar USD
225.000 atau setara Rp 3.244.050.000 pada surat utang PT Indozone Media Indonesia. Surat tersebut tidak
dikenakan bunga, tanpa jangka waktu pembayaran yang tetap dan dapat dikonversi sewaktu-waktu
menjadi modal.
Tjufoo Pte. Ltd
Berdasarkan perjanjian surat utang tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan melakukan investasi sebesar USD
250.000 atau setara Rp 3.591.609.125 pada surat utang Tjufoo Pte. Ltd. Surat utang ini tidak dikenakan
bunga dan dapat dikonversi sewaktu – waktu menjadi modal.
Uang muka remunerasi pemain dan staff
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 5.677.650.000 3.664.262.837
Penambahan 2.189.877.500 6.774.953.000
Amortisasi (Catatan 23) (1.435.929.152) (4.761.565.837)
Saldo akhir tahun 6.431.598.348 5.677.650.000
Bagian lancar (Catatan 9) (1.728.615.015) (974.666.667)
Bagian tidak lancar 4.702.983.333 4.702.983.333
Biaya perbaikan stadion yang ditangguhkan
Merupakan biaya renovasi stadion Kapten I Wayan Dipta dengan rincian sebagai berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 160.811.925 697.988.503
Amortisasi (Catatan 23) (44.764.715) (537.176.578)
Saldo akhir tahun 116.047.210 160.811.925
Page 54
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. ASET TIDAK LANCAR YANG DIKUASAI UNTUK DIJUAL
Grup memiliki rencana untuk melepaskan bisnis usaha PT Pedagang Aset Kripto (PAK), entitas anak yang
bukan merupakan lini bisnis inti Grup melalui Surat Keputusan tanggal 1 Oktober 2025 (Catatan 1d).
Sehingga pada laporan keuangan konsolidasian tahun 31 Desember 2025 Grup telah mengklasifikasikan
sebagai aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual, dikarenakan Perusahaan memiliki keyakinan bahwa
rencana tersebut dapat direalisasikan.
Saat ini proses penjualan pada tahap komunikasi dengan calon pembeli yang telah diidentifikasi dan dinilai
memiliki kapasitas serta kredibilitas yang memadai. Penjualan dimaksud dapat diselesaikan pada Kuartal II
Tahun 2026. Apabila harga penjualan telah disepakati, pelaksanaan transaksi penjualan investasi saham
PAK akan dilakukan dengan tunduk dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
di Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual
Kas dan bank 5.739.105.413 6.631.069.721
Pajak dibayar dimuka 78.889.405 71.319.221
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 462.590.125 475.934.200
Investasi jangka pendek 78.530.000.000 93.904.000.000
Aset tetap dan hak guna - neto 151.996.666 181.026.627
Aset tidak berwujud 377.377.508 377.377.508
Aset pajak tangguhan 503.076 503.076
Total 85.340.462.193 101.641.230.353
Liabilitas yang secara langsung terkait
dengan aset tidak lancar yang
dikuasai untuk dijual
Utang lain-lain 46.724.230 45.787.520
Utang pajak 491.517 7.619.428
Beban akrual 3.000.000 15.000.000
Liabilitas sewa 136.758.993 166.278.993
Total 186.974.740 234.685.941
Aset neto entitas anak yang
dikuasai untuk dijual 85.153.487.453 101.406.544.412
Page 55
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG USAHA
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Berdasarkan pemasok
Pihak berelasi (Catatan 25) 795.710.000 1.901.758.223
Pihak ketiga
PT Galva Technologies Tbk 14.494.225.173 14.693.820.720
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 4.621.637.528 4.579.485.278
PT Eloi Coco Industries 1.228.487.538 1.474.591.288
PT Asvinia Travel Services 246.584.000 -
Ordia Rental Equipment 182.082.500 -
PT Garuda Sepakbola Indonesia - -
PT Persebaya Indonesia - -
PT Celebest - -
PT Persija Jaya Jakarta - -
PT Mahesa Jenar Semarang - -
Lain-lain (masing-masing
dibawah 5% dari total) 8.312.853.419 7.995.682.580
Sub-total 29.085.870.158 28.743.579.866
Total 29.881.580.158 30.645.338.089
Utang usaha umumnya dilunasi dalam jangka waktu 30-60 hari.
Utang usaha timbul dari pembelian barang dagangan, streaming, sponsorship dan biaya operasional lainnya
serta penggunaan jasa yang dibutuhkan untuk operasional Grup.
Seluruh utang usaha tidak dijamin dan didenominasi dalam mata uang Rupiah.
Nilai wajar utang usaha yang diklasifikasi sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi mendekati nilai tercatat karena sifat jangka pendek utang tersebut.
17. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Pajak Penghasilan Pasal 28a
2025 2.555.740.937 2.555.740.937
2024 3.559.432.738 3.559.432.738
2023 - -
Pajak penghasilan - Pasal 21 12.224.191 13.550.250
Pajak penghasilan - Pasal 23 791.888.375 -
Pajak penghasilan - Pasal 4 ayat 2 81.900.000 -
Pajak Pertambahan Nilai 4.860.194.960 3.339.537.700
Total 11.861.381.201 9.468.261.625
*) Penambahan lebih bayar tahun 2024 sebesar Rp 102.289.510 berasal dari lebih bayar milik PT Karya
Digital Madani yang diakuisisi oleh Grup tahun 2025.
Page 56
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN
b. Utang pajak
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 53.608.534 398.540.445
Pasal 21 1.103.979.862 212.112.718
Pasal 23 973.919.237 1.201.642.606
Pasal 26 12.614.430 17.776.313
Pasal 29 23.002.202 23.002.202
Pajak Pertambahan Nilai 4.079.160.952 3.798.949.717
Pajak pembangunan I (PB I) 14.484.919 139.311.567
Total 6.260.770.136 5.791.335.568
18. LIABILITAS SEWA
Grup mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka panjang. Grup memiliki kontrak sewa
tanah, bangunan dan stadion. Kewajiban Grup dalam sewa ini dijamin dengan hak pesewa atas aset yang
disewakan. Grup dilarang mengalihkan dan menyewakan kembali aset yang disewakan. Beberapa kontrak
sewa terdapat opsi perpanjangan yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.
Perusahaan juga memiliki sewa apartemen tertentu dengan jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dan
sewa peralatan kantor dengan nilai yang rendah. Perusahaan menerapkan pengakuan pengecualian sewa
jangka pendek dan sewa aset pendasar nilai rendah untuk sewa tersebut.
Aset hak guna
Perusahaan menyajikan nilai tercatat aset hak guna yang diklasifikasikan dalam aset tetap seperti
diungkapkan pada Catatan 11.
Nilai tercatat liabilitas sewa dan analisis jatuh tempo liabilitas sewa diungkapkan di bawah ini:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Tanah 3.531.714.857 3.531.714.857
Bangunan 8.879.041.875 10.319.850.055
Stadion 3.069.303.203 3.069.303.203
Kendaraan 48.188.051 48.188.051
Total 15.528.247.986 16.969.056.166
Page 57
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA (lanjutan)
Pembayaran sewa
minimum Bunga Nilai kini
Rp Rp Rp
31/03/2026
Tidak lebih dari satu tahun 7.982.593.333 2.060.840.966 5.921.752.367
Antara satu dan lima tahun 13.260.051.820 3.653.556.201 9.606.495.619
Total 21.242.645.153 5.714.397.167 15.528.247.986
Liabilitas jangka pendek 5.921.752.367
Liabilitas jangka panjang 9.606.495.619
Pembayaran sewa
minimum Bunga Nilai kini
Rp Rp Rp
31/12/2025
Tidak lebih dari satu tahun 7.982.593.333 2.060.840.966 5.921.752.367
Antara satu dan lima tahun 14.700.860.000 3.653.556.201 11.047.303.799
Total 22.683.453.333 5.714.397.167 16.969.056.166
Liabilitas jangka pendek 5.921.752.367
Liabilitas jangka panjang 11.047.303.799
Perusahaan memiliki kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan, opsi perpanjangan ini diperhitungan
dalam aset hak guna dan liabilitas sewa karena sifat yang bisa dipaksakan.
Penambahan liabilitas sewa terjadi dari transaksi baru yang telah memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan
kriteria sewa seperti yang disyaratkan oleh PSAK 116, sebagai berikut:
Tanah
Pada tanggal 27 Juli 2016, Perusahaan dan pihak ketiga menandatangani kontrak sewa tanah yang dapat
digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka waktu 31 tahun
6 bulan dengan nilai Rp 1,5 miliar.
Pada tanggal 9 Oktober 2017, Perusahaan dan pihak ketiga menandatangani kontrak sewa tanah yang dapat
digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka waktu 16 tahun
dengan nilai Rp 740 juta.
Pada tanggal 18 November 2019, Perusahaan dan pihak ketiga menandatangani kontrak sewa tanah yang
dapat digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka waktu 15
tahun dengan nilai Rp 391,5 juta.
Pada tanggal 21 Agustus 2023, Perusahaan dan pihak ketiga menandatangani kontrak sewa tanah yang dapat
digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka waktu 20 tahun
dengan nilai Rp 1,5 miliar.
Pada tanggal 31 Agustus 2023, Perusahaan dan pihak berelasi menandatangani kontrak sewa tanah yang
dapat digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka waktu 20
tahun 8 bulan dengan nilai Rp 954,8 juta.
Page 58
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA (lanjutan)
Pada tanggal 9 Oktober 2023, Perusahaan dan pihak berelasi menandatangani kontrak sewa tanah yang
dapat digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka waktu 2
tahun berlaku mulai 3 April 2023 dengan harga sewa sebesar Rp 50 juta per bulan dan dibayarkan per bulan.
Pada tanggal 1 Januari 2025, Perusahaan dan pihak ketiga menandatangani kontrak amandemen sewa tanah
yang dapat digunakan untuk mendirikan membangun sarana olahraga dan pendukungnya dengan jangka
waktu 1 tahun berlaku mulai 1 Januari 2025 dengan harga sewa sebesar Rp 1 miliar. Pada tanggal 22
Desember 2025, Perusahaan memperpanjang sewa selama 1 tahun dengan harga sewa Rp 1 miliar.
Bangunan
Perusahaan dan pihak ketiga menandatangani kontrak sewa bangunan yang dapat digunakan untuk mess
pemain, gudang dan ruang kantor dengan jangka waktu 3-22 tahun dengan nilai Rp 2,7 miliar (2024: Rp 10
miliar). Pada tahun 2024, terdapat pengurangan aset hak guna yang telah selesai kontrak sewa dengan
biaya perolehan dan akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 6.553.582.580 dan pengurangan atas
perubahan kontrak masa sewa beberapa luas bangunan dengan nilai tercatat neto atas aset hak guna usaha
sebesar Rp 5.059.719.371 dan liabilitas sewa sebesar Rp 6.740.706.751 dan mengakui keuntungan atas
selisih nilai kini liabilitas sewa dan nilai tercatat neto aset hak guna usaha sebesar Rp 1.680.987.380 pada
keuntungan dan kerugian lain-lain.
Stadion
Pada tanggal 14 Juni 2023, Perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Gianyar menandatangani kontrak sewa
Stadion untuk periode sewa 5 tahun yang berlaku mulai 6 April 2023 dengan harga sewa sebesar Rp 825,6
juta per tahun dan dibayarkan per tahun.
Seluruh liabilitas sewa didominasi dalam Rupiah.
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup tidak melakukan pencadangan atas imbalan pascakerja dari bulan Januari s/d Maret 2026 dengan
pertimbangan fluktuatifnya turnover karyawan selama 3 bulan terakhir. Maka dari itu Perusahaan
menyajikan kembali perhitungan dan rincian Liabilitas Imbalan Pascakerja sesuai dengan hasil perhitungan
terakhir yang telah dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan untuk pelaporan keuangan
yang berakhir pada bulan Desember 2025 dan telah diaudit sebagai berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Saldo awal periode 4.621.158.095 3.557.456.977
Biaya jasa kini - 865.774.339
Biaya jasa lalu - (10.990.143)
Biaya bunga - 235.232.748
Termasuk dalam laba rugi - 1.090.016.944
Kerugian akturial
yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan - 230.026.981
Penyesuaian atas pengalaman - (230.069.060)
Termasuk dalam kerugian
komprehensif lain - (42.079)
Pembayaran imbalan - (26.273.747)
Saldo akhir periode 4.621.158.095 4.621.158.095
Page 59
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. MODAL SAHAM
31/03/2026 dan 31/12/2025
Persentase Total modal
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan ditempatkan dan disetor
% Rp
Pieter Tanuri 2.295.830.720 38,26% 22.958.307.200
PT Asuransi Central Asia 533.000.000 8,88% 5.330.000.000
PT Asuransi Central Asia Raya 384.000.000 6,40% 3.840.000.000
Ayu Patricia Rachmat 304.627.000 5,08% 3.046.270.000
Masyarakat (masing-masing dibawah
5% dari total) 2.482.542.280 41,38% 24.825.422.800
Total 6.000.000.000 100,00% 60.000.000.000
Berdasarkan akta No. 32 tanggal 12 Februari 2019 dari Christina Dwi Utami, SH., M.Hum., M.Kn., notaris di
Jakarta, Perusahaan telah meningkatkan modal dasar Perusahaan dari Rp 60 miliar menjadi Rp 160 miliar
dan perubahan nilai nominal saham Perusahaan yang semula Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham
dan menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum, dalam jumlah sebanyak-banyaknya 2 miliar saham
dengan nilai nominal Rp 10 per saham atau setara dengan 33,33 % dari total modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan setelah Penawaran Umum.
Perubahan anggaran dasar telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0007609.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 13 Februari 2019 dan telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan dan pemberitahuan perubahan data No. AHU-AH.01.03-
0087719 dan No. AHU-AH.01.03-0087720 masing-masing tanggal 13 Februari 2019.
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Agio saham dari penawaran umum saham
perusahaan kepada masyarakat
sebesar 2 miliar saham dengan nilai
nominal Rp 10 per saham dan harga
penawaran Rp 175 per saham 330.000.000.000 330.000.000.000
Agio saham dari peningkatan
modal disetor sebesar
84.210.526 saham dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dan
pelaksanaan Rp 1.000 per saham 75.789.473.400 75.789.473.400
Agio saham 13.421.052.600 13.421.052.600
Pengampunan pajak 1.070.257.725 1.070.257.725
Biaya emisi penawaran saham (12.233.600.051) (12.233.600.051)
Total 408.047.183.674 408.047.183.674
Page 60
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENDAPATAN
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Manajemen klub
Komersial 22,636,990,753 18,192,542,735
Kontribusi 3,672,750,000 3,549,640,000
Sport Agency
Sponsor 9,031,844,615 21.744.470.133
Live Video Streaming dan rekaman Video 41,983,172,825 16,515,545,514
Lainnya 537,361,336 438,382,065
Total 77,862,119,529 60,440,580,447
23. BEBAN OPERASI
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Remunerasi pemain dan ofisial 14.301.405.817 10.861.884.709
Gaji dan tunjangan 12.471.645.496 11.394.064.855
Perjalanan dinas 8.993.747.301 4.928.448.396
Sewa 6.390.496.815 5.750.735.280
Jasa profesional 8.405.644.230 7.340.379.855
Beban talent management 2.221.706.539 2.043.567.183
Beban sponsorship - 2.650.714.214
Beban marketing 1.017.001.315 492.178.501
Beban pokok merchandise 5.353.302.298 4.035.864.196
Beban kantor 1.634.620.236 412.141.314
Jaringan dan internet 2.411.041.085 1.391.837.903
Live video streaming dan rekaman video 2.685.066.150 2.739.719.573
Konsumsi 995.300.985 713.739.658
Perbaikan dan perawatan 328.802.242 597.072.056
Pajak dan perijinan 926.500.952 907.869.725
Penyusutan aset hak guna (Catatan 11) 803.239.463 1.297.748.244
Penyusutan aset (Catatan 12) 7.779.944.784 5.558.860.807
Amortisasi akun media sosial (Catatan 13) 355.204.203 354.486.685
Amortisasi pendaftaran (Catatan 13) 483.348.185 69.925.276
Amortisasi virtual human (Catatan 13) 45.702.645 45.702.645
Amortisasi remunerasi pemain dan ofisial (Catatan 14) 1.435.929.152 886.342.502
Amortisasi perbaikan stadion (Catatan 14) 44.764.715 -
Listrik dan air 620.873.729 677.059.005
Sumbangan 414.827.107 357.580.671
Lain-lain 2.971.088.802 5.323.915.284
Jumlah 83.091.204.246 70.831.838.537
24. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN - LAIN
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Pendapatan bunga 92,057,164 160,474,038
Pendapatan investasi (489,451,849) 1,446,852,909
Keuntungan dan (kerugian) lain -lain (97,241,154,218) (19,442,701,692)
Jumlah (97,638,548,903) (17,835,374,745)
Page 61
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. SIFAT RELASI DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat relasi:
a. Pieter Tanuri adalah pemegang saham mayoritas Perusahaan.
b. PT Penta Artha Impressi, PT Bola Nusantara, PT Kilat Republik Indonesia, PT Terrazone Indonesia, PT
Kelola Aset Digital, PT Teknologi Kreasi Bangsa, PT Samvile Koda Studio dan PT Buana Capital Sekuritas
(31/12/2025: PT Penta Artha Impressi, PT Bola Nusantara, PT Kilat Republik Indonesia, PT Terrazone
Indonesia, PT Kelola Aset Digital, PT Teknologi Kreasi Bangsa, PT Samvile Koda Studio dan PT Buana
Capital Sekuritas) memiliki pemegang saham akhir yang sama dengan Perusahaan.
c. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi merupakan manajemen kunci Perusahaan.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi:
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan mengadakan transaksi tertentu dengan pihak berelasi. Transaksi-
transaksi tersebut meliputi antara lain:
a. Saldo piutang usaha (Catatan 6) yang timbul dari transaksi pendapatan adalah sebagai berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Rp
PT Penta Artha Impressi 191.573.680 191.573.680
Lain-lain 254.791.950 123.420.965
Total 446.365.630 314.994.645
Persentase dari total aset 0,06% 0,04%
b. Saldo piutang lain-lain (Catatan 7) yang timbul dari pemberian pinjaman sementara tanpa bunga
adalah sebagai berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
PT Bola Nusantara 3.013.145.127 3.012.127.827
PT Terrazone Indonesia 2.467.823.233 2.372.855.282
PT Kilat Republik Indonesia 2.449.087.286 2.579.388.901
PT Kelola Aset Digital 910.536.529 910.536.529
PT Teknologi Kreasi Bangsa 450.000.000 450.000.000
Lain-lain 67.716.518 776.770.172
Total 9.358.308.693 10.101.678.711
Persentase dari total aset 1,16% 1,12%
c. Saldo utang usaha (Catatan 16) yang timbul dari pembelian barang dagangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
PT Samville Koda Studio 538.310.000 1.644.358.223
PT Teknologi Kreasi Bangsa 257.400.000 257.400.000
Total 795.710.000 1.901.758.223
Persentase dari total liabilitas 0,78% 2,10%
Page 62
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. IKATAN DAN PERJANJIAN YANG SIGNIFIKAN
a. Perusahaan memperoleh kontrak sponsor untuk tim sepakbola Bali United dari pihak ketiga sebesar Rp
28,55 miliar per tahun untuk liga domestik yang berlaku sampai dengan tahun 2026.
b. Perusahaan memiliki kontrak signifikan dengan pemain, pelatih dan ofisial tim sepakbola profesional
dengan jangka waktu 6 bulan sampai dengan 4 tahun dengan rincian total kontrak per tahun sebagai
berikut:
31/03/2026 31/12/2025
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Rp Rp
Pemain tim utama 34 35.647.903.333 34 27.255.475.000
Pemain tim usia muda 57 1.832.450.000 92 649.000.000
Pelatih dan ofisial tim 33 8.865.700.000 28 5.441.050.000
Total 46.346.053.333 33.345.525.000
27. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Grup terekspos terhadap risiko keuangan seperti nilai wajar atau risiko arus kas atas suku bunga, risiko
likuiditas, dan risiko kredit dalam menghadapi operasinya. Secara umum dengan semua bisnis lainnya,
Grup menghadapi risiko yang timbul dari penggunaan instrumen keuangan. Catatan ini menggambarkan
tujuan Grup, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko-risiko dan metode yang digunakan untuk
mengukurnya. Informasi kuantitatif lebih lanjut sehubungan dengan risiko ini disajikan melalui laporan
keuangan konsolidasian ini.
Tidak terdapat perubahan secara substansial dalam eksposur risiko instrumen keuangan Grup, tujuan,
kebijakan dan proses untuk mengelola risiko-risiko atau metode yang digunakan untuk mengukurnya dari
periode sebelumnya kecuali dinyatakan lain dalam catatan ini.
a. Instrumen keuangan utama
Instrumen keuangan utama yang digunakan Grup, dari instrumen keuangan yang mana risiko timbul,
meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, setoran
jaminan, investasi saham, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual dan liabilitas sewa.
Page 63
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Kelompok instrumen keuangan
31/03/2026 31/12/2025
Rp Rp
Aset keuangan
Biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 15.765.189.998 32.986.899.263
Piutang usaha 149.577.431.771 119.379.046.222
Piutang lain-lain 24.133.357.991 25.392.510.109
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 5.739.105.413 6.631.069.721
Sub-total 195.215.085.173 184.389.525.315
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (FVTOCI)
Investasi jangka pendek 125.351.180 2.703.337.155
Investasi pada instrumen ekuitas 57.254.358.000 57.254.358.000
Investasi pada instrumen utang 8.723.379.125 8.723.379.125
Sub-total 66.103.088.305 68.681.074.280
Nilai wajar melalui
laba rugi (FVTPL)
Investasi jangka pendek 226.420.320.860 311.216.088.611
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 78.530.000.000 93.904.000.000
Total 304.950.320.860 405.120.088.611
Liabilitas keuangan
Biaya perolehan yang diamortisasi
Utang usaha 29.881.580.158 30.645.338.089
Utang lain-lain 7.393.980.706 3.598.512.648
Beban akrual 8.336.459.798 8.589.672.033
Liabilitas sewa 15.528.247.986 16.969.056.166
Liabilitas yang secara langsung terkait dengan
aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 186.483.223 227.066.513
Total 61.326.751.871 60.029.645.449
c. Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar secara berulang (tetapi nilai wajar diharuskan
diungkapkan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar secara berulang (tetapi nilai wajar diharuskan
diungkapkan) meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain
dan beban akrual. Pengungkapan nilai wajar liabilitas sewa tidak diharuskan sesuai standar akuntansi.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut diatas yang diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasian, mendekati nilai tercatat karena jatuh tempo dalam
jangka pendek.
d. Instrumen keuangan diukur dengan nilai wajar secara berulang
Grup memiliki instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar secara berulang pada akhir periode
pelaporan berupa investasi jangka pendek pada PT Nusadana Investama Indonesia, PT Buana Capital
Sekuritas, Reksadana Dana Kas PT Syailendra Capital, PT Juara Capital Indonesia dan PT Trimegah
Sekuritas Indonesia Tbk (Catatan 5). Nilai wajar instrumen keuangan menggunakan harga kuotasian di
pasar aktif, pada Bursa Efek Indonesia yang merupakan hirarki nilai wajar pada level 1.
Grup juga memiliki instrumen keuangan FVTOCI atas investasi pada instrumen ekuitas pada PT Rans
Entertainmen Indonesia, PT Vidio Dot Com, Stargo Pte. Ltd, PT Liga Indonesia Baru dan PT Mitra Maha
Meta, Grup juga memiliki instrumen keuangan FVTOCI atas investasi pada instrumen utang pada Tjufoo
Pte. Ltd dan PT Indozone Media Indonesia yang dinyatakan sebesar biaya perolehan (Catatan 14)
Page 64
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2026 DAN 2025
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
e. Tujuan manajemen risiko keuangan
Kebijakan manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk memastikan bahwa terdapat sumber daya
keuangan yang memadai untuk pengembangan usaha Grup serta dapat mengelola risiko harga, risiko
suku bunga, risiko likuiditas, dan risiko kredit. Kebijakan manajemen risiko keuangan yang dijalankan
oleh Grup adalah sebagai berikut:
Manajemen risiko harga
Grup terekspos risiko harga yang berasal dari aset keuangan FVTOCI dan aset keuangan FVTPL seperti
diungkapkan dalam Catatan 5 yang dicatat sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul
atas perubahan nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual diakui sebagai penghasilan komprehensif
lain.
28. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN OTORISASI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian merupakan tanggung jawab manajemen,
dan telah diotorisasi oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 April 2025.
Names mentioned 98 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Yurisa Martanti
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Dr. Putra Hutomo
p.9 ×2
unresolved
org
PT Putra Samarinda Indonesia
p.9 ×2
unresolved
person
Edy Soehartono
· Komisaris
p.9
unresolved
person
Andy Flores Noya
· Komisaris Independen
p.9 ×2
unresolved
person
Y. Ade Bunian Moniaga
· Direktur
p.9 ×2
unresolved
person
J. Anwar Hasan
· Anggota
p.9
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa
p.10 ×4
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara
p.10 ×2
unresolved
org
PT Pedagang Aset Kripto
p.10 ×6
unresolved
org
PT IOG Indonesia Sejahtera
p.10
unresolved
org
PT Bali Boga Sejahtera
p.10
unresolved
org
PT Radio Swara Bukit Bali Indah
p.10
unresolved
org
PT Karya Digital Madani
p.10 ×6
unresolved
person
Hadijah.
p.11
unresolved
org
PT PNM Venture Capital
p.11
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×4
unresolved
org
PT Vidio Dot Com
p.19 ×6
unresolved
org
PT Liga Indonesia Baru
p.19 ×10
unresolved
org
PT Mitra Maha Meta
p.19 ×5
unresolved
org
Stargo Pte. Ltd
p.19 ×6
unresolved
org
PT Indozone Media Indonesia
p.19 ×7
unresolved
org
Tjufoo Pte. Ltd
p.19 ×6
unresolved
org
PT Bank UOB
p.39
unresolved
org
PT Buana Capital Sekuritas
p.39 ×6
unresolved
org
PT Juara Capital Indonesia
p.39 ×4
unresolved
org
PT Nusadana Investama Indonesia
p.39 ×3
unresolved
org
PT Trimegah Asset Management Entitas
p.40
unresolved
org
PT Trimegah Asset Management
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Trimegah Fixed Income Plan
p.40 ×2
unresolved
org
PT Trimegah Aset Management.
p.40
unresolved
org
PT Syailendra Capital Grup
p.41
unresolved
org
PT Telekomunikasi Seluler
p.43
unresolved
org
PT Persis Solo Saestu
p.43
unresolved
org
PT Bola Basket Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Gitaswara Indonesia
p.43
unresolved
org
PT World Innovative Telecommunication
p.43
unresolved
org
PT Panca Amara Utama
p.43
unresolved
org
PT Gelora Trisula Semesta
p.44 ×2
unresolved
org
PT Teknologi Kreasi Bangsa
p.44 ×5
unresolved
org
PT Hiperion Kapital Investama
p.46
unresolved
org
Digital Technology Mediatama Pte. Ltd
p.46
unresolved
org
PT Samville Koda Studio
p.46 ×2
unresolved
org
PT Aspirasi Lintas Talenta
p.46 ×3
unresolved
person
Pradita Ayu Yustisia S.H.
p.46
unresolved
org
PT KDM
p.47
unresolved
org
PT Putra Samarinda Indonesia Goodwill
p.49
unresolved
person
Harbiansyah Hanafiah
p.49
unresolved
org
PT Liga Indonesia
p.49 ×2
unresolved
org
PT Karya Digital Madani Goodwill
p.50
unresolved
person
Candra Lim
p.52
unresolved
org
PT Mitra Maha Meta. Jatuh
p.52
unresolved
org
PT Eloi Coco Industries
p.55
unresolved
org
PT Asvinia Travel Services
p.55
unresolved
org
PT Garuda Sepakbola Indonesia
p.55
unresolved
org
PT Persebaya Indonesia
p.55
unresolved
org
PT Celebest
p.55
unresolved
org
PT Persija Jaya
p.55
unresolved
org
PT Mahesa Jenar Semarang
p.55
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Gianyar
p.58
unresolved
org
Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan
p.58
unresolved
org
PT Asuransi Central Asia Raya
p.59
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.59
unresolved
org
PT Penta Artha Impressi
p.61 ×3
unresolved
org
PT Bola Nusantara
p.61 ×3
unresolved
org
PT Kilat Republik Indonesia
p.61 ×3
unresolved
org
PT Terrazone Indonesia
p.61 ×3
unresolved
org
PT Samvile Koda Studio
p.61 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.