Back to announcement
PT Layand International Tbk 31 Mar 2026.pdf
Financial statement Text extracted LAPDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TANGGAL 31 MARET 2026 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) d1/April 29, 2026 paraf:
Page 2
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 6
Page 3
Page 4
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 31 Desember
Catatan 2026 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 277.210.905 249.891.298
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 5 6.635.410.615 6.635.410.615
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 6,35 2.356.027.143 2.405.787.976
Pihak Ketiga 6 2.251.838.115 5.871.322.547
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 7 8.533.917.567 11.130.003.324
Persediaan 8 15.180.960.214 18.192.991.678
Pajak Dibayar Dimuka 15a 647.196.020 919.981.885
Jumlah Aset Lancar 35.882.560.579 45.405.389.323
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 9 93.975.559.752 94.524.050.578
Aset Hak-Guna 10 523.757.585 558.674.758
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11 11.296.287 11.199.983
Aset Pajak Tangguhan 15e 427.539.366 423.545.445
Aset Keuangan Lainnya 12 750.000.000 750.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 95.688.152.990 96.267.470.764
JUMLAH ASET 131.570.713.569 141.672.860.087
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -1-
Page 5
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 31 Desember
Catatan 2026 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 13 12.690.897.766 22.834.060.515
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi 14,35 14.709.325.098 8.431.868.598
Beban Akrual 19 129.045.000 162.340.000
Utang Bank 16 1.036.394.665 598.183.790
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank 17 27.723.518.217 30.609.225.733
Utang Pajak 15b 1.880.000 25.447.783
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Utang Pembelian Aset Tetap 20 1.045.855.556 1.147.238.889
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 18,35 187.635.899 148.651.930
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 57.524.552.201 63.957.017.238
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Pembelian Aset Tetap 20 64.625.000 258.500.000
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 18,34 452.120.630 491.104.599
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi 14,34 54.550.000.000 54.550.000.000
Liabilitas Imbalan Pascakerja 21 1.118.325.189 1.142.133.879
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 56.185.070.819 56.441.738.478
JUMLAH LIABILITAS 113.709.623.020 120.398.755.716
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Rp100 per saham
Modal Dasar 15.000.000.000 saham,
Ditempatkan dan Disetor
3.966.350.139 saham 22 396.635.013.900 396.635.013.900
Tambahan Modal Disetor 23 32.148.364.560 32.148.364.560
Penghasilan Komprehensif Lain 31 1.070.645.215 1.014.350.311
Akumulasi Rugi (453.388.884.669) (451.329.836.225)
Defisiensi Modal Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk (23.534.860.994) (21.532.107.454)
Kepentingan Non-Pengendali 24 41.395.951.543 42.806.211.825
JUMLAH EKUITAS 17.861.090.549 21.274.104.371
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 131.570.713.569 141.672.860.087
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -2-
Page 6
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 31 Maret
Catatan 2026 2025
PENJUALAN 25 1.524.010.785 61.955.256.742
BEBAN POKOK PENJUALAN 26 (1.461.292.155) (57.440.489.346)
LABA BRUTO 62.718.630 4.514.767.396
Beban Umum dan Administrasi 27 (2.112.497.460) (3.245.305.863)
Beban Bunga dan Keuangan 28 (1.481.685.429) (1.597.603.769)
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 29 58.770.497 1.279.975.537
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (3.472.693.762) 951.833.301
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Tangguhan 15c 3.385.036 7.419.015
RUGI TAHUN BERJALAN (3.469.308.726) 959.252.316
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 30 55.589.715 11.360.475
Pajak Penghasilan Terkait 30 608.885 (2.499.305)
Komponen Ekuitas Lainnya 30 96.304 149.111
RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (3.413.013.822) 968.262.597
JUMLAH RUGI TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (2.059.048.444) 352.656.480
Kepentingan Non-Pengendali (1.410.260.282) 606.595.836
JUMLAH (3.469.308.726) 959.252.316
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (2.002.753.540) 329.351.975
Kepentingan Non-Pengendali (1.410.260.282) 638.910.622
JUMLAH (3.413.013.822) 968.262.597
LABA PER SAHAM 31 (0,86) 0,24
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -3-
Page 7
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Defisiensi Modal yang
Pengukuran Dapat Distribusikan
Tambahan Kembali Akumulasi Rugi kepada Pemilik Kepentingan Jumlah
Modal Saham Modal Disetor Imbalan Pasti Entitas Induk Non-Pengendali Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.081.691.687 (449.837.937.344) (19.972.867.197) 48.317.342.669 28.344.475.472
Rugi Bersih Tahun Berjalan - - - 352.656.480 352.656.480 606.595.836 959.252.316
Penghasilan Komprehensif Lain - - 9.010.281 - 9.010.281 - 9.010.281
Saldo per 31 Maret 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.090.701.968 (449.485.280.864) (19.611.200.436) 48.923.938.505 29.312.738.069
Saldo per 1 Januari 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.081.691.687 (449.837.937.344) (19.972.867.197) 48.317.342.669 28.344.475.472
Rugi Tahun Berjalan - - - (4.205.379.607) (4.205.379.607) (2.848.141.826) (7.053.521.433)
Penghasilan Komprehensif Lain - - (16.849.668) - (16.849.668) - (16.849.668)
Dampak Atas Penyesuaian -
Kombinasi Bisnis - - (50.491.708) 2.713.480.726 2.662.989.018 (2.662.989.018) -
Saldo per 31 Desember 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.014.350.311 (451.329.836.225) (21.532.107.454) 42.806.211.825 21.274.104.371
Rugi Tahun Berjalan - - - (2.059.048.444) (2.059.048.444) (1.410.260.282) (3.469.308.726)
Penghasilan Komprehensif Lain - - 56.294.904 - 56.294.904 - 56.294.904
Saldo per 31 Maret 2026 396.635.013.900 32.148.364.560 1.070.645.215 (453.388.884.669) (23.534.860.994) 41.395.951.543 17.861.090.549
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolida sian secara keseluruhan
2012 -4-
Page 8
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 31 Maret
Catatan 2026 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 6, 25 5.193.256.050 61.026.910.491
7,8,9,13,
Pembayaran Kepada Pemasok 15b,26,27 (6.752.819.053) (67.371.546.576)
Pembayaran Kepada Karyawan 21,27 (731.936.063) (2.508.208.893)
12,10,15e,20
Pembayaran Kepada Operasional Lainnya 18,3 (839.684.686) 7.830.691.974
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 28 - (1.597.603.769)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (3.131.183.752) (2.619.756.773)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 5 - (54.971.563)
Pembayaran Piutang lain-lain Dari Pihak Ketiga 7 - -
Penerimaan Bunga 29 - 2.031.668
Perolehan Aset Tetap 2l,9 - -
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi - (52.939.895)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang/Piutang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi - Bersih
Penerimaan 14 5.606.000.000 4.477.210.573
Pembayaran 14 - (490.186.001)
Utang Bank
Penerimaan 16 1.097.000.000 3.900.000.000
Pembayaran 16 (658.789.125) (14.744.995.399)
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank
Penerimaan 17 - 84.263.403.385
Pembayaran 17 (2.885.707.516) (87.490.215.611)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 3.158.503.359 (10.084.783.053)
PENURUNAN BERSIH
KAS DAN BANK 27.319.607 (12.757.479.721)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 249.891.298 29.247.586.533
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 277.210.905 16.490.106.812
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
201- 5 -
Page 9
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERM
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Leyand International Tbk (“Perusahaan”), semula bernama PT Lapindo International Tbk,
didirikan berdasarkan Akta No. 52, tanggal 7 Juni 1990 yang dibuat dihadapan Oriana Roosdilan,
S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-6175.HT.01.01.TH.95 tanggal 17 Mei 1995.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
No. 5 tanggal 6 Juni 2023 dari Emmy Yatmini S.H. Notaris di Jakarta, mengenai susunan dewan
direksi dan komisaris, ruang lingkup kegiatan Perusahaan, persetujuan rencana Perusahaan untuk
mendapatkan pinjaman dari Pemegang Saham dan pengambilalihan saham RER serta perubahan
Anggaran Dasar sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Akta perubahan ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-0111782.AH.01.11. Tahun 2023 tanggal 16 Juni
2023.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara
lain meliputi bidang aktivitas keuangan, asuransi, profesional, ilmiah dan teknis yang berfokus pada
aktivitas Perusahaan Holding dan aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya.
Grup berdomisili di Jakarta dengan kantor beralamat di Panin Tower Lantai 11 Jl. Asia Afrika Lot
19, Senayan, Jakarta Pusat.
Jumlah karyawan Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
adalah 22 dan 98 (tidak diaudit)
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sayid Muhammad Riyadh
Komisaris : Tan Siok Sing
Komisaris Independen : Thauriq Anwar
Dewan Direksi
Direktur Utama : Jamal Abdul Nasir Bamadhaj
Direktur Bambang Rahardja Burhan
Direktur Kiran Raj
Direktur Hong Shieh Yung, Travis (Hong Xueyong, Travis)
Direktur Achmad Rifky
Komite Audit
Ketua : Thauriq Anwar
Anggota : Duwi Suprianto
Anggota : Widya Mauretya
Perusahaan mengangkat komite audit berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand
International Tbk No. 01/SK/DEKOM/I/2026 tanggal 19 Januari 2026.
-6-
Page 10
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rustono Fulia
Komisaris : Bobby Alianto
Komisaris Independen : Frans Saul Noija
Dewan Direksi
Direktur Utama : Bambang Rahardja Burhan
Direktur : Yehezkiel Fulia
Komite Audit
Ketua : Frans Saul Noija
Anggota : Elisabet Yunia Astriani
Anggota : Chintya Rusli
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand International Tbk No. 01/SKDIR/V/2025 tanggal
5 Mei 2025 Perusahaan mencabut Surat Keputusan No.04/SKDIR/VI/2023 Perusahaan
menetapkan Sinasir Daely sebagai Kepala Unit Audit Internal.
Manajemen kunci Perusahaan adalah pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab
dalam perencanaan, pengarahan, dan pengendalian aktivitas Perusahaan secara langsung maupun
tidak langsung. Manajemen kunci tersebut meliputi Direktur Utama dan Direktur. Perusahaan
merupakan bagian dari kelompok usaha yang berada di bawah pengendalian akhir PT JSI Sinergi
Mas sebagai entitas induk utama.
1.c. Entitas Anak
Pada 31 Maret 2026, Perusahaan memiliki 51% saham entitas anak sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Pendirian
PT Rusindo Eka Raya Indonesia 134.209.034.785 51% 1999
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki 51% saham entitas anak sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Pendirian
PT Rusindo Eka Raya Indonesia 144.373.607.662 51% 1999
PT Rusindo Eka Raya (RER)
RER didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris John Leonard Waworuntu, S.H., No. 36 tanggal
17 Februari 1999. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-12250.HT.01.01.Th.99, tanggal
2 Juli 1999. RER berkedudukan di Tangerang dengan kegiatan utama dalam bidang perdagangan
besar bahan makanan dan minuman.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 8 tanggal 16 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Indoraya
Tunggal Pratama sebesar 45.000 saham.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal 22 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Rusco Logistik
Internasional sebesar 15.333 saham.
PT Rusindo Eka Raya (RER), entitas anak, RER didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris
John Leonard Waworuntu, S.H., No. 36 tanggal 17 Februari 1999. Akta ini telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
-7-
Page 11
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Keputusan No.C-12250.HT.01.01.Th.99, tanggal 2 Juli 1999. RER berkedudukan di Tangerang
dengan kegiatan utama dalam bidang perdagangan besar bahan makanan dan minuman.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal 16 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Indoraya
Tunggal Pratama sebesar 45.000 saham. Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal
22 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano, S.H., bahwa entitas anak menyetujui pembelian
seluruh saham kepunyaan/milik Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham
sebesar 15.333 saham atau sebesar Rp 14. 740.092.486,70 dari PT Rusco Logistik Internasional.
Dari akuisisi tersebut mencatat sebagai keuntungan pembelian dengan diskon, pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2023.
Pada tanggal akuisisi RER, nilai wajar aset bersih dan nilai yang dibayarkan sebagai berikut:
Rupiah
Nilai Wajar Aset Bersih 60.333.000.000
Nilai Kas yang Dikeluarkan pada Saat Akuisisi 58.000.000.000
Pembelian dengan Diskon (Gain on Purchase Bargain) 2.333.000.000
Perusahaan dan RER secara kolektif disebut ”Grup”.
1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 27 Juni 2001 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan penawaran
umum perdana sebanyak 60.000.000 saham disertai penerbitan waran seri I sebanyak 30.000.000
kepada masyarakat. Pada tanggal 17 Juli 2001, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa efek
Indonesia.
Pada tanggal 27 Maret 2008 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan
penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. 5.1764/BL/2008 untuk
melakukan penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak
3.701.574.800 saham baru dari portepel disertai penerbitan waran seri II sebanyak 92.539.370
kepada masyarakat. Pada tanggal 31 Desember 2014, waran yang telah dilaksanakan adalah
sebanyak 377.139 waran pada harga pelaksanaan Rp 120 (dalam jumlah penuh) atau seluruhnya
sebesar Rp 45.256.680.
Sejak Maret 2020 Perusahaan tidak membukukan pendapatan. Berdasarkan pengumuman
penghentian sementara perdagangan efek sementara PT Leyand International Tbk dengan Nomor
Peng-SPT-00014/BEI.PP3/07-2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan
penghentian sementara perdagangan efek PT Leyand International Tbk di seluruh pasar sejak sesi
I Perdagangan hari kamis, 2 Juli 2020 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Berdasarkan Surat No.S-09511/BEI.PP3/10-2023 tentang Pencabutan Penghentian Sementara
Perdagangan Efek yang di terbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 31 Oktober 2023,
Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mencabut penghentian sementara Perdagangan Saham
PT Leyand International Tbk diseluruh pasar terhitung sejak sesi I Perdagangan Efek pada hari
Rabu tanggal 1 November 2023.
1.e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
ini yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 April 2026.
-8-
Page 12
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Grup, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Grup. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini
disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Penerapan dari revisi standar akuntansi berikut yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, tidak
menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh
yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan.
Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Ketertukaran/ Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs Valuta
Asing terkait Kekurangan.
1 Januari 2026
Amendemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan.
Amendemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan.
Amendemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Keuntungan atau Kerugian dari
Penghentian Pengakuan.
Amendemen Panduan Implementasi PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
Pendahuluan; Pengungkapan Risiko Kredit; dan Pengungkapan selisih ditangguhkan antara nilai
wajar dan harga transaksi.
Amendemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Penghentian Pengakuan Liabilitas Sewa; dan
Harga Transaksi.
Amendemen PSAK 110 ”Laporan Keuangan Konsolidasian”: Penentuan ’Agen De Facto’
Amendemen PSAK 207 “Laporan Arus Kas“: Laporan arus kas untuk investasi pada anak
perusahaan, asosiasi, dan ventura bersama yang menggunakan metode biaya perolahan.
1 Januari 2027
PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Penerapan dari amendemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memilki dampak material terhadap laporan
keuangan pada periode berjalan atau tahun sebelumnya.
-9-
Page 13
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i) Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang lain-lain dan aset keuangan tidak lancar
lainnya (instrumen keuangan yang memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi
konsolidasian. kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi
konsolidasian.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Grup terdiri dari kas dan
bank dan piutang lain-lain.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi
konsolidasian atau penghasilan komprehensif lain.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
konsilidasian atau melalui penghasilan komprehensif lain.
- 10 -
Page 14
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Grup telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau
berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan
yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan salah satu
diantara (a) Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari
aset, atau (b) Grup tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109, ”instrumen keuangan”, diklasifikasikan sebagai
berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau
melalui penghasilan komprehensif lain.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup hanya memiliki liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Grup mengukur
seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii) Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di
masa yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan.
Grup menerapkan pendekatan umum PSAK 109, ”instrumen keuangan” untuk mengukur kerugian
kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya
untuk semua piutang dagang dan aset keuangan lainnya.
- 11 -
Page 15
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait
dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan,
yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.f. Persediaan
Persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan,
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
2.g. Dasar Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Grup dan entitas yang
dikendalikan oleh Grup. Pengendalian tercapai dimana Perusahaan memiliki kekuasaan atas
investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil investor.
Grup menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang
disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan
atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk
mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan
keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan
Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap
ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki
oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan
kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa
Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang
relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS
sebelumnya.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara
khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal
diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti untuk
mengendalikan entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan untuk kepentingan non-pengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba
komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali
meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh
Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang berkaitan
dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
- 12 -
Page 16
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam
ekuitas. Kepentingan non-pengendali pemegang saham awalnya diukur baik pada nilai wajar
ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan non-pengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat
diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar
akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepemilikan
pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya
dalam ekuitas. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada kepentingan non-pengendali
bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan
non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas
anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar
imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
pemilik entitas induk.
Ketika konsolidasian kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui
dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang
diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari
aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan
non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain
yang terkait dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung
aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori
lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan / diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai
wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian
dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam PSAK
239, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, ketika berlaku, biaya perolehan pada
saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
2.h. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar
tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada
pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di
dalam laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada
nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang
relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap
kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika
ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada
tanggal akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh
dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah
dari setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika
ada), selisih lebih diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak
atas bagian proposional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik
pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan kepentingan non-pengendali atas
aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar
transaksi. Kepentingan non-pengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada
dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar akuntansi lain.
- 13 -
Page 17
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas
yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan
kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari
imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran
adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode
pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi
yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut
diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada
tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan
kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai
dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam
laba rugi kosolidasian atau dalam pendapatan komprehensif lain (OCI).
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya,
jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi
yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi
dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya
belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi
menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan
berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
2.i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian setiap Grup, transaksi dalam mata uang
asing selain mata uang fungsional Grup (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non-moneter yang diukur pada
nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai
wajar ditentukan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam valuta asing yang tidak
dijabarkan kembali.
Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba rugi konsilidasian pada periode saat terjadinya.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari
Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.993 16.782
2.j. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 35 atas
Laporan Keuangan.
- 14 -
Page 18
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.k. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri atas kas, bank dan deposito di mana deposito tersebut digunakan
sebagai jaminan utang bank.
2.l. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Grup menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap selain mesin
dan peralatan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai (jika ada).
Tanah diakui sebesar harga perolehan tidak disusutkan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa
depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur
secara andal.
Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode yaitu metode garis lurus untuk mencatat
jumlah penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Kendaraan 4
Inventaris Kantor dan Gudang 4
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan, pabrik dan pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai “aset
dalam penyelesaian”. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi
atau pemasangan selesai. Penyusutan mulai dibebankan pada saat aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan manajemen.
2.m. Sewa
Perusahaan sebagai Pesewa (Lessor)
Sewa dimana Perusahaan sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa
operasi. Ketika persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
- 15 -
Page 19
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan
ke jumlah tercatat aset sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna diukur
pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya langsung awal
yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi
insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan aset
pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penuruan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan selama
estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak - Guna Masa Manfaat
Tanah 2 tahun
Gudang dan Ruko 3 tahun
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk aset
bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa
yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam
laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.n. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk
menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
terpulihkan atas suatu aset individual, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil
kas atas aset.
Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan
nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum
disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya,
nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi
penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 2e.
- 16 -
Page 20
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.o. Imbalan Pascakerja
Perusahaan menyelenggarakan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan
tetapnya sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 6/2023. Perusahaan telah menerapkan
panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode jasa untuk
program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang-undang cipta kerja
beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang diterbitkan oleh DSAK-
IAI pada April 2022.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara
sukarela.
2.p. Provisi dan Kontijensi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan
dalam laporan keuangan jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
diperoleh.
2.q. Pajak Penghasilan
Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari
laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun
berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena
pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan
temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan
temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu
transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak
tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan
berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode
pelaporan.
- 17 -
Page 21
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang berbeda yang bermaksud
untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan pajak tangguhan
diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan
yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan
komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar
laba atau rugi yang timbul dari akuntansi awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi
bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
2.r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus
memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
kontrak.
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika
tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan
biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
terpenuhinya kewajiban pelaksanaan. Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap
kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset
kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan
tangguhan”.
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga di akru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terutang dan
tingkat bunga yang berlaku.
- 18 -
Page 22
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya dan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika
pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut.
2.s. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba
bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa.
2.t. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal
disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 2, Dewan Direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari
estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari penggunaan
aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai untuk
menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini
akan berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
- 19 -
Page 23
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset Grup.
Manfaat Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakui dalam laporan
keuangan mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Walaupun asumsi Grup
dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan
dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan
pascakerja Grup. Nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja dan asumsi dari aktuaris diungkapkan
dalam Catatan 22.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Masa manfaat setiap aset tetap Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari
penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman
atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan
berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa
mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan
beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 10.
4. KAS DAN SETARA KAS
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Kas 80.404.514 79.616.903
Bank
Bank Central Asia 84.570.980 63.723.117
Bank CIMB Niaga 42.361.639 42.497.801
Bank Maybank 28.260.774 28.475.148
Bank Danamon 26.541.611 27.291.125
Bank Panin Indonesia 13.789.311 7.285.762
Bank OCBC NISP 1.282.076 1.001.442
Jumlah 277.210.905 249.891.298
Seluruh saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Bank Pan Indonesia 6.635.410.615 6.635.410.615
Jumlah 6.635.410.615 6.635.410.615
Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening Bank Garansi pada Bank Pan Indonesia yang
bertujuan untuk menjamin utang yang tidak bisa terbayarkan ke pihak prinsipal. Bank Garansi tersebut
akan diperbarui setiap akhir masa berlaku dengan keterangan sebagai berikut:
Berdasarkan pemberitahuan perpanjangan Bilyet Deposito Berjangka:
- 20 -
Page 24
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
No. Deposito Berjangka : Bank Pan Indonesia No. 00327012
Nominal : Rp 6.579.029.235
Jangka Waktu : 3 bulan dari tanggal 15 Februari 2026 – 15 Mei 2026
Suku Bunga : 4,25%
6. PIUTANG USAHA
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi 2.698.822.365 2.748.583.198
Sub Jumlah 2.698.822.365 2.748.583.198
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (342.795.222) (342.795.222)
Jumlah Piutang Pihak Berelasi – Bersih 2.356.027.143 2.405.787.976
Pihak Ketiga
CV Raya Dipta Swastika 2.090.018.994 2.395.863.587
Toko Susu CS 285.000.000 465.526.841
Toko MMM Sejahtera 148.119.969 178.503.990
CV H.M Putra 144.853.999 154.853.999
PT Astro Teknologies Indonesia 25.487.490 304.603.258
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo - 430.559.094
PT Duta Sentosa Yasa - 362.981.409
PT Orientraco Perkasa - 291.587.677
PT Jaya Putra Panipahan - 211.054.558
PT Niceso Sukses Indonesia - 129.052.727
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 394.948.974 1.783.326.718
Sub Jumlah 3.088.429.426 6.707.913.858
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (836.591.311) (836.591.311)
Jumlah Piutang Pihak Ketiga – Bersih 2.251.838.115 5.871.322.547
Jumlah 4.607.865.258 8.277.110.523
Rincian umur piutang usaha sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Belum Jatuh Tempo 39.918.308 1.565.735.703
Jatuh Tempo
0 - 30 hari 50.560.539 1.204.084.780
31 - 60 hari 2.080.298 1.146.918.541
61 - 90 hari 45.498.324 4.578.947.563
> 90 hari 5.649.194.322 960.810.469
Jumlah 5.787.251.791 9.456.497.056
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (1.179.386.533) (1.179.386.533)
Jumlah Bersih 4.607.865.258 8.277.110.523
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Saldo Awal 1.179.386.533 126.365.693
Pemulihan Pencadangan (Catatan 28) - 1.053.020.840
Jumlah 1.179.386.533 1.179.386.533
- 21 -
Page 25
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Perusahaan menggunakan model kerugian kredit
ekspektasian, yang menggunakan model kerugian kredit yang terjadi untuk mengukur penyisihan
penurunan nilai piutang usaha. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai
piutang diatas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang tersebut.
Berdasarkan penelaahan atas status masing-masing piutang pada akhir tahun, manajemen memutuskan
bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah cukup karena tidak terdapat
perubahan signifikan terhadap kualitas kredit dan jumlah tersebut masih dapat ditagih. Selain itu, terdapat
piutang yang telah dilakukan penurunan nilai.
7. PIUTANG LAIN-LAIN KEPADA PIHAK KETIGA
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Principle DCV 2.703.743.856 3.889.235.709
Principle MRV 4.171.492.903 4.990.552.093
Giro Mundur 309.080.269 900.614.983
Lain-lain 1.349.600.539 1.349.600.539
Jumlah 8.533.917.567 11.130.003.324
Piutang klaim asuransi kebakaran merupakan klaim asuransi atas kebakaran gudang PT Rusindo Eka
Raya (RER) yang berlokasi di Karawaci Tangerang, pada tanggal 28 Oktober 2024 pukul 16:30 WIB.
Manajemen Perseroan menjelaskan dalam surat dengan Nomor: 058/LAPD/X/2024 pada tanggal
29 Oktober 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 seluruh persediaan RER diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi
Indonesia Tbk dengan nomor polis 330124001463 dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 3.971.776.732, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan nomor polis JKT01-G-2405-00F0002861
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 18.000.000.000, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dengan
nomor polis 36012125000154 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 11.934.000000 dan nomor polis
36011024000012 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 9.500.000.000.
Berdasarkan surat persetujuan klaim asuransi No. Ref: 0050/CMC/ZAI/III/2025-C tanggal 7 Maret 2025
oleh PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk menyampaikan persetujuan klaim dengan perhitungan ganti rugi
sebesar Rp 3.548.086.074.
Surat pernyataan No. KLAIM 99010112401744 tanggal 12 Maret 2025 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
QQ PT Rusindo Eka Raya menyatakan setuju untuk menerima pembayaran klaim dari PT Zurich Asuransi
Indonesia Tbk sebagai Penanggung sebesar Rp 3.548.086.074, pembayaran klaim tersebut ditransfer atas
nama Dana Setoran Asuransi Pinjaman Rekanan SMEC dengan nomor rekening GL 241213.
Berdasarkan Dana Setoran Asuransi Reff No. 15/ZAI-BDI/FIN/III/25 tanggal 25 Maret 2025 yang
menyatakan bahwa PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk telah melakukan pendebetan ke rekening Bank
Danamon atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 3.548.086.074.
Berdasarkan Dana Setoran Asuransi Reff No. A2KK83DM0IXB tanggal 8 Agustus 2025 yang menyatakan
bahwa PT Asuransi Allianz Utama Indonesia telah melakukan pendebetan ke rekening Bank Maybank atas
nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 11.500.000.000.
Berdasarkan Dana Setoran Asuransi Reff No. A2KK7MWYSP3N tanggal 8 Agustus 2025 yang
menyatakan bahwa PT Asuransi Allianz Utama Indonesia telah melakukan pendebetan ke rekening Bank
Maybank atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 2.372.970.640.
Berdasarkan surat Permohonan Persetujuan Klaim Asuransi dengan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk
No.058/BIL/VI/2025 tanggal 20 Juni 2025, menyetujui klaim asuransi dengan nominal sebesar
Rp 5.720.187.143.
Berdasarkan Dana Setoran Asuransi Reff No. 058/BIL/VI/2025 tanggal 15 Juli 2025 yang menyatakan
bahwa PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk telah melakukan pendebetan ke rekening Bank BCA atas nama
PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 5.720.187.143.
- 22 -
Page 26
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Piutang kepada Rustono Fulia merupakan pinjaman yang diberikan oleh Perusahaan untuk keperluan
sewa berdasarkan Perjanjian sewa No. 001/SPK-SEWA/RER/I/2025 pada tanggal 2 Januari 2025 sampai
dengan 31 Desember 2025.
Piutang kepada PT Rusco Online Distribusi merupakan pinjaman yang diberikan oleh RER berdasarkan
perjanjian untuk keperluan modal PT Rusco Online Distribusi berdasarkan perjanjian No. ADDM-02/RER-
ROD/01/2025 yang tidak dikenakan bunga dan akan dilunasi dalam jangka waktu selambat-lambatnya
pada tanggal 31 Desember 2026.
Piutang Principle Distributor Claim Voucher (DCV) merupakan piutang kepada distributor RER atas
program yang diberikan oleh distributor kepada toko serta bonus atas pencapaian yang diperoleh dari
Grup.
Piutang Principle Market Return Voucher (MRV) merupakan piutang atas pengembalian barang oleh Grup
kepada pemasok.
8. PERSEDIAAN
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Kebutuhan Ibu dan Anak 5.603.151.468 6.796.761.166
Perlengkapan Elektronik 4.947.676.903 5.579.178.217
Makanan dan Minuman 4.630.131.843 5.817.052.295
Jumlah 15.180.960.214 18.192.991.678
Seluruh persediaan merupakan persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan dan tidak terdapat persediaan
yang dikonsinyasikan kepada pihak lain.
Pada tanggal 31 Desember 2024 seluruh persediaan RER diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi
Indonesia Tbk dengan nomor polis 330124001463 dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 3.971.776.732 dengan jangka waktu sejak 30 September 2024 sampai dengan 30 September 2025.
Pada tanggal 21 Maret 2025 persediaan RER yang diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi Indonesia
Tbk dengan nomor polis 330124001463 sudah dibayarkan sebesar Rp 3.548.086.074.
Pada tanggal 31 Desember 2024 seluruh persediaan RER diasuransikan kepada PT Asuransi Multi Artha
Guna Tbk dengan nomor polis 36012125000154 dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 11.934.000000 dengan jangka waktu sejak 1 Januari 2025 sampai dengan 1 Januari 2026.
9. ASET TETAP
31 Maret 2026
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 71.914.730.000 - - 71.914.730.000
Bangunan 25.033.113.000 - - 25.033.113.000
Peralatan Kantor 1.575.167.843 - - 1.575.167.843
Kendaraan 11.247.004.834 - - 11.247.004.834
Jumlah 109.770.015.677 - - 109.770.015.677
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 5.346.772.100 302.695.100 - 5.649.467.200
Peralatan Kantor 1.560.830.648 1.785.432 - 1.562.616.080
Kendaraan 8.338.362.351 244.010.294 - 8.582.372.645
Jumlah 15.245.965.099 548.490.826 - 15.794.455.925
Nilai Buku 94.524.050.578 93.975.559.752
- 23 -
Page 27
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 71.914.730.000 - - 71.914.730.000
Bangunan 25.033.113.000 - - 25.033.113.000
Peralatan Kantor 1.563.400.953 11.766.890 - 1.575.167.843
Kendaraan 11.247.004.834 - - 11.247.004.834
Jumlah 109.758.248.787 11.766.890 - 109.770.015.677
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 4.135.991.700 1.210.780.400 - 5.346.772.100
Peralatan Kantor 1.544.980.597 15.850.051 - 1.560.830.648
Kendaraan 7.362.321.176 976.041.175 - 8.338.362.351
Jumlah 13.043.293.473 2.202.671.626 - 15.245.965.099
Nilai Buku 96.714.955.314 94.524.050.578
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Beban Pokok Penjualan (Catatan 27) - 2.198.471.631
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 28) 548.490.826 4.199.995
Jumlah 548.490.826 2.202.671.626
Aset berupa kendaraan diasuransikan ke PT Mitsui Leasing Capital No. 102330730/103528 terhadap
kecelakaan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 1.738.000.000 dengan jangka
waktu yang berlaku sampai 12 Desember 2026.
Bangunan & sarana pelengkap serta mesin - mesin pabrik Perusahaan diasuransikan kepada PT Asuransi
Multi Artha Guna, Tbk dengan nomor polis 36012125020592, nilai pertanggungan sebesar
Rp94.819.480.000 dengan jangka waktu yang berlaku pada tanggal 19 Desember 2025 sampai dengan 19
Desember 2026.
10. ASET HAK - GUNA
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Harga Perolehan 1.396.686.896 1.396.686.896
Akumulasi Penyusutan (872.929.311) (803.094.966)
Jumlah 523.757.585 558.674.758
RER mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Tn. Rustono Fulia berdasarkan tanggal
3 Januari 2020 atas sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya seluas 1.860 m2 atas nama
Tn. Rustono Fulia yang terletak di Jl. Imam Bonjol KM 2.8 No. 228, Karawaci, Tangerang. Masa sewa ini
berlaku selama 10 tahun sejak 1 Januari 2020 sampai dengan 1 Januari 2030 dengan nilai sewa sebesar
Rp 180.000.000 per tahun.
Sehubungan dengan perjanjian sewa menyewa seluruhnya dilakukan dengan pihak berelasi yaitu
Tn. Rustono Fulia. Syarat dan ketentuan yang dimaksud atas perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
Perjanjian sewa-menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2030 dan dapat diperpanjang
dengan jangka waktu tertentu dengan syarat-syarat yang akan disepakati kemudian oleh yang
menyewakan dan penyewa.
Penyewa dilarang menggunakan objek sewa selain untuk kantor dan gudang sebagaimana disepakati
pada Perjanjian Sewa.
- 24 -
Page 28
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Selama jangka waktu berlakunya perjanjian, penyewa sama sekali tidak dibenarkan untuk
mengalihkan hak atau menyewakan kembali kepada pihak ketiga dengan alasan apapun juga, tanpa
izin dan persetujuan tertulis dari pihak pertama.
Penyewa tidak diperbolehkan mengubah struktur dan instalasi dari unit bangunan tersebut tanpa izin
dan persetujuan dari pihak yang menyewakan.
Alokasi beban amortisasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Beban Pokok Penjualan (Catatan 27) 34.917.173 139.668.690
Jumlah 34.917.173 139.668.690
11. INVESTASI PADA OBLIGASI DAN REKSADANA
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Bank Central Asia 11.296.287 11.199.983
Jumlah 11.296.287 11.199.983
Reksadana diperoleh melalui Bank Central Asia dengan rincian sebagai berikut:
Reksadana : Batavia Dana Kas Maxima
Jumlah Unit : 5.966,8007
NAB/Unit Beli Rata-rata : 1.675,9400
NAB/Unit Pasar : 1.893,8600
Tanggal NAB/Unit Pasar : 31 Maret 2026
Nilai Modal : Rp 9.999.999,97
Nilai Pasar : Rp 11.296.287,45
12. ASET KEUANGAN LAINNYA
Deposito Berjangka pada Pihak Ketiga:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Bank Danamon Indonesia 750.000.000 -
Jumlah 750.000.000 -
Berdasarkan pemberitahuan perpanjangan Bilyet Deposito Berjangka tanggal 08 September 2025:
No. Deposito Berjangka : Bank Danamon No. 003699170142
Nominal : Rp 750.000.000
Jangka Waktu : 12 bulan dari tanggal 08 September 2025 – 09 September 2026
Suku Bunga : 4,00%
Deposito berjangka dijaminkan dalam rangka perpanjangan fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) pasif.
Deposito tersebut merupakan jaminan baru berupa time deposit (TD) atas nama PT Rusindo Eka Raya
- 25 -
Page 29
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
13. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
31 Maret 31 Desember
2026 2025
PT Lucky Mom Indonesia 12.047.645.409 12.532.118.428
PT Energizer Indonesia 216.669.947 311.669.947
PT Eden Pangan Indonesia 158.330.023 484.839.751
PT Angel Greenmom Indonesia 124.189.114 172.930.442
PT Hoka Karya Mandiri 104.269.626 777.027.930
PT Sukanda Djaya 39.793.647 39.793.647
PT Fokus Ritel Indoprima - 4.266.475.424
PT Bintang Inter Global - 2.088.761.118
PT Macrosentra Niagaboga - 1.939.694.329
PT Delta Sukses Teknologi - 220.749.499
Jumlah 12.690.897.766 22.834.060.515
Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Belum Jatuh Tempo - 5.232.028.007
Jatuh Tempo
30 hari 104.269.626 2.355.492.550
31 - 60 hari - 6.978.582.373
61 - 90 hari 301.650.029 6.076.365.088
≥ 90 hari 12.284.978.111 2.191.592.497
Jumlah 12.690.897.766 22.834.060.515
14. UTANG LAIN-LAIN
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Pihak Berelasi
Jangka Pendek
Rustono Fulia 6.254.219.000 283.360.000
PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) 4.698.508.598 4.698.508.598
Leo Andyanto 3.000.000.000 3.000.000.000
PT Intiputera Bumitirta 450.000.000 450.000.000
PT JSI Sinergi Mas 306.597.500 -
Sub Jumlah 14.709.325.098 8.431.868.598
Jangka Panjang
Leo Andyanto 37.000.000.000 37.000.000.000
PT Intiputera Bumitirta 17.550.000.000 17.550.000.000
Sub Jumlah 54.550.000.000 54.550.000.000
Jumlah 69.259.325.098 62.981.868.598
Perjanjian utang lain-lain kepada PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) mengalami
beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan perjanjian No. ADDM-LAPD-PM/01/2025 para
pihak menyetujui addendum perjanjian utang-piutang dan sampai dengan 31 Desember 2025 Perusahaan
belum melunasi utang kepada PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya).
RER mengadakan perjanjian utang dengan PT Blessindo Makmur Sentosa berdasarkan Perjanjian Utang
No. BMS-RER/02/2023 pada tanggal 13 Februari 2023 dengan jangka waktu maksimal pengembalian
pada tanggal 31 Desember 2024. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan Perusahaan
melakukan perpanjangan berdasarkan addendum No. ADDM-01/BMS-RER/01/2025 dengan jangka
waktu pelunasan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
- 26 -
Page 30
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
RER mengadakan perjanjian utang dengan PT Rusco Online Distribusi berdasarkan Perjanjian Utang No.
RER-ROD/09/2021 pada tanggal 6 September 2021 dengan jangka waktu maksimal pengembalian pada
tanggal 31 Desember 2023. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan Perusahaan melakukan
perpanjangan berdasarkan addendum No. ADDM-02/RER-ROD/01/2025 dengan jangka waktu pelunasan
selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
RER mengadakan perjanjian utang dengan Yehezkiel Fulia berdasarkan Perjanjian Utang No. YF-
RER/01/2022 pada tanggal 3 Januari 2022 dengan jangka waktu maksimal pengembalian pada tanggal
31 Desember 2024. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan Perusahaan melakukan
perpanjangan berdasarkan addendum No. ADDM-01/YF-RER/01/2025 dengan jangka waktu pelunasan
selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP-LAPD/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan Leo Andyanto, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian fasilitas
pinjaman Perusahaan dari Leo Andyanto sebesar Rp 40.000.000.000, dengan jangka waktu 10 tahun dan
bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini akan digunakan oleh
Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51% kepemilikan atas saham PT
Rusindo Eka Raya dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perusahaan.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP/LA-IB/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan PT Intiputera Bumitirta, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian
fasilitas pinjaman Perusahaan dari PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp 18.000.000.000, dengan jangka
waktu 10 tahun dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini
akan digunakan oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51% kepemilikan
atas saham PT Rusindo Eka Raya.
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 647.196.020 919.981.885
Jumlah 647.196.020 919.981.885
b. Utang Pajak
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Pajak Penghasilan:
Entitas Induk
Pasal 21 - 22.664.662
Pasal 23 1.880.000 2.783.121
Jumlah 1.880.000 25.447.783
c. Beban Pajak Penghasilan – Bersih
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Manfaat Pajak Tangguhan 3.385.036 (279.379.730)
Jumlah 3.385.036 (279.379.730)
- 27 -
Page 31
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Pajak Penghasilan Badan
Entitas Induk
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
Menurut Laporan Laba Rugi (590.337.018) (1.240.987.095)
Koreksi Fiskal:
Beda Tetap
Tunjangan PPh 21 3.450.496 54.450.650
Beban Imbalan Paska Kerja 16.394.500 65.578.000
Pendapatan Jasa Giro (21.187) (44.068)
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih 19.823.809 119.984.582
Laba (Rugi) Fiskal (570.513.207) (1.121.002.513)
Akumulasi Rugi Fiskal
2021 - -
2022 - -
2023 - -
2024 (2.323.376.905) (2.323.376.905)
2025 (1.121.892.013) (1.121.892.013)
2026 (570.513.207) -
Jumlah Akumulasi Rugi Fiskal (4.015.782.125) (3.445.268.918)
Entitas Anak – RER
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Rugi Sebelum Pajak (2.881.467.245) (5.533.154.609)
Beda Temporer:
Beban Imbalan Pascakerja 15.386.525 61.546.098
Penyusutan Aset Tetap - 886.458.155
Beda Permanen:
Pendapatan Jasa Giro (58.704.736) (2.490.102)
Beban yang tidak Dapat dikurangkan menurut fiskal - 106.087.380
Sumbangan dan Jamuan - 14.400.000
Rugi Kena Pajak (Rugi Fiskal) (2.807.375.984) (4.467.153.078)
Pembulatan (2.807.375.000) (4.467.153.000)
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 menjadi dasar dalam
pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan.
e. Pajak Tangguhan
Dibebankan ke
Penghasilan
1 Januari Dikreditkan Komprehensif 31 Maret
2026 ke Laba Rugi Lain 2026
Imbalan Pascakerja 190.370.755 3.385.036 608.885 194.364.676
Cadangan Piutang 259.465.037 - - 259.465.037
Penyusutan Aset Tetap (26.290.347) - - (26.290.347)
Aset Pajak Tangguhan
Bersih 423.545.445 3.385.036 608.885 427.539.366
- 28 -
Page 32
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Dibebankan ke
Penghasilan
1 Januari Dikreditkan Komprehensif 31 Desember
2025 ke Laba Rugi Lain 2025
Imbalan Pascakerja 275.197.572 (90.767.316) 5.940.499 190.370.755
Cadangan Piutang 173.276.810 86.188.227 - 259.465.037
Penyusutan Aset Tetap 248.510.294 (274.800.641) - (26.290.347)
Aset Pajak Tangguhan
Bersih 696.984.676 (279.379.730) 5.940.499 423.545.445
16. UTANG BANK
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Bank Danamon Indonesia 1.036.394.665 598.183.790
Jumlah Utang Bank 1.036.394.665 598.183.790
Tingkat suku bunga 3,65% 3,65%
RER memiliki utang bank dengan rincian sebagai berikut:
1) Bank Danamon Indonesia
a. Berdasarkan perjanjian kredit Nomor PP/PRP/0001/1024 tanggal 29 September 2025 Perihal
Pemberian Gadai Deposito sebagai agunan kredit.
Plafon : Rp 5.000.000.000
Jenis Kredit : Rekening Koran Passive
Jangka Waktu : 12 bulan terhitung mulai tanggal 27-09-2025 s/d 27-09-2026
Suku Bunga : 8,50%
Jaminan :
a) Bilyet Deposito No. Seri DE-D16604, No. Rekening 003650526811 atas nama
PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 1.500.000.000
b) AR atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 2.000.000.000
c) Inventory atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 2.000.000.000
Ketentuan tambahan:
a) Debitur wajib membuka rekening operasional dan rekening KRK Pasif pada Bank.
b) Debitur wajib melakukan pembelian seluruh barang dagangan dari Prinsipal
menggunakan Fasilitas KRK Pasif di Bank.
c) Menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan termasuk neraca dan perhitungan laba-rugi,
segera setelah diminta oleh Bank selambat-lambatnya 60 hari kalender sejak tanggal
laporan.
d) Menyerahkan daftar stock barang debitur setiap triwulan selambat-lambatnya 30 hari
kalender setelah tanggal periode laporan dan ditandatangani oleh pihak yang
berwenang dari debitur.
17. UTANG LEMBAGA KEUANGAN NON-BANK
31 Maret 31 Desember
2026 2025
PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) 27.723.518.217 28.157.139.475
PT Sembrani Finance Indonesia - 1.416.850.865
PT Dipo Star Finance - 1.035.235.393
Jumlah Utang Bank 27.723.518.217 30.609.225.733
Tingkat suku bunga 2,31% - 11% 2,31% - 11%
- 29 -
Page 33
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020569 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020570 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020571 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020572 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020573 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020574 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020575 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga
7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (Satu) unit mobil kepada PT Sembrani
Finance Indonesia.
Berdasarkan addendum perjanjian No. 0199/Batumbu/Legal-Compliance/VIII/2024 tanggal 8 Agustus
2024, perihal exposure kerjasama dan fitur pinjaman.
Plafon : Rp 48.000.000.000
Jenis Kredit : APFG maks 100% dari nilai invoice Prinsipal
Besaran Pinjaman : Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 2.000.000.000
Jangka Waktu : 60 hari setelah tanggal Perjanjian
Suku Bunga : 11% p.a
Jaminan :
a) Jaminan bilyet giro/cek senilai 125% dari plafond pinjaman.
b) Garansi Perusahaan dari Prinsipal.
c) Garansi pribadi dari Tn. Rustono Fulia.
- 30 -
Page 34
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan perjanjian pembiayaan
investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009457/1/10/05/2024 pada tanggal 27 Mei 2024
dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa berikutnya pada
tanggal 27 Juni 2024 sampai dengan 27 April 2027 dengan suku bunga 2,31%. Pinjaman tersebut
menjaminkan berupa BPKB atas 7 (tujuh) unit mobil kepada PT Dipo Star Finance.
Berdasarkan Surat Pelunasan No. 0131/JKS/04/VI/2025 tanggal 4 Juni 2025, Group telah melunasi
seluruh kewajiban atas pembelian 7 (tujuh) unit kendaraan yang sebelumnya dibiayai melalui fasilitas
pembiayaan dengan No. Pembiayaan 0009457/1/10/05/2024.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan perjanjian
pembiayaan investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009438/1/10/02/2024 pada tanggal
28 Februari 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 28 Maret 2024 sampai dengan 28 Januari 2027 dengan suku bunga 6,94%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 7 (tujuh) unit mobil kepada PT Dipo Star Finance.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan perjanjian
pembiayaan investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009435/1/10/02/2024 pada tanggal
09 Februari 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 9 Maret 2024 sampai dengan 9 Januari 2027 dengan suku bunga 4,23%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 12 (dua belas) unit mobil kepada PT Dipo Star
Finance.
18. LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Pembayaran yang Jatuh Tempo pada Tahun:
2022 180.000.000 180.000.000
2023 180.000.000 180.000.000
2024-2030 1.440.000.000 1.440.000.000
Jumlah Pembayaran Minimum Sewa 1.800.000.000 1.800.000.000
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Dikurangi:
Pokok (756.930.367) (756.930.367)
Bunga (403.313.104) (403.313.104)
Nilai Kini Pembayaran Minimum Sewa 639.756.529 639.756.529
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: (187.635.899) (148.651.930)
Bagian Jangka Panjang 452.120.630 491.104.599
Berikut ini merupakan biaya bunga terkait sewa:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Bunga Sewa - 38.291.773
Jumlah - 38.291.773
Liabilitas Sewa merupakan liabilitas kepada Tn. Rustono Fulia sehubungan dengan sewa tanah berikut
bangunan yang berdiri di atasnya, yang terletak di Jalan Imam Bonjol KM. 2,8 No. 228 Karawaci
Tangerang dengan jangka waktu selama 10 (sepuluh) tahun dari tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan 1
Januari 2030 dengan pembayaran sewa dilakukan setiap tahun dan tingkat suku bunga sebesar 4,90%,
dengan harga sewa sebesar Rp 180.000.000.
- 31 -
Page 35
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
19. BEBAN AKRUAL
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Jasa Profesional 96.100.000 118.600.000
Gaji dan Tunjangan 32.945.000 43.740.000
Jumlah 129.045.000 162.340.000
20. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP
Utang pembelian aset tetap merupakan utang atas pembelian kendaraan bermotor dengan sebagai
berikut:
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE71EBPK002777 4V21Z00154
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE71EBPK002776 4V21Z00136
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE73EFPK000524 4V21Z75545
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE73EFPK000521 4V21Z75550
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor mesin MF3PE812TNJ040236 kepada Cimb Niaga
Finance dengan suku bunga 6,90% dan jangka waktu 24 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003937 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003943 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003946 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74HRK003942 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003941 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Jadwal pembayaran utang pembelian aset tetap minimum berdasarkan perjanjian utang pembelian aset
tetap Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Liabilitas Sewa Pembiayaan 1.045.855.556 1.147.238.889
Lebih dari Satu Tahun dan Kurang dari Lima Tahun 64.625.000 258.500.000
Nilai Sekarang atas Pembayaran minimum
Utang Pembiayaan 1.110.480.556 1.405.738.889
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun (1.045.855.556) (1.147.238.889)
Bagian Jangka Panjang 64.625.000 258.500.000
- 32 -
Page 36
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
21. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja pada 31 Desember 2024 berdasarkan perhitungan aktuaris
independen oleh Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Jumlah Karyawan 23 23
Umur Pensiun Normal (per Tahun) 55 55
Kenaikan Gaji (per Tahun) 6,00% 6,00%
Tingkat Diskonto (per Tahun) 6,68% 6,68%
Tabel Mortalitas TMI-2019 TMI-2019
Tabel berikut menyajikan komponen liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Rincian liabilitas atas kewajiban imbalan pascakerja karyawan adalah
sebagai berikut:
Mutasi liabilitas atas kewajiban imbalan pascakerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Saldo Awal Tahun 1.223.502.284 1.223.502.284
Efek Konsolidasi -
Beban yang Diakui pada Tahun Berjalan 31.781.025 127.124.098
Perubahan Kebijakan Kompensasi yang Memengaruhi
Perhitungan Manfaat - (231.777.139)
Pendapatan Komprehensif Lain (55.589.715) 23.284.636
Saldo Akhir Tahun 1.118.325.189 1.142.133.879
Jumlah beban imbalan pasca kerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Beban Jasa Kini 22.683.320 79.080.278
Beban Bunga 9.097.705 48.043.820
Perubahan Program Manfaat (231.777.139)
Aktuarial yang timbul dari penyesuaian atas pengalaman - 11.070.636
Jumlah 31.781.025 (93.582.405)
Asumsi aktuaria yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan kematian.
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti karena tidak mungkin bahwa perubahan asumsi akan terjadi dalam isolasi satu
sama lain karena beberapa dari asumsi dapat berkorelasi.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.
- 33 -
Page 37
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
22. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 berdasarkan catatan
yang dibuat oleh PT Ficomindo Buana Registrar, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Jumlah Modal
Jumlah Persentase Ditempatkan
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Dan Disetor
PT JSI Sinergi Mas 2.022.838.500 51% 202.283.850.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1.943.511.639 49% 194.351.163.900
Jumlah 3.966.350.139 100% 396.635.013.900
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka tanggal
11 November 2025, terdapat pembelian saham yang senilai 466.691.324 lembar saham dengan harga
pembelian atau penjualan per saham Rp 10 dengan tanggal transaksi pada tanggal 10 November 2025.
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka tanggal
3 November 2025 Nomor 01/SRT/XI/2025, terdapat pembelian saham yang senilai 534.136.045 lembar
saham dengan harga pembelian atau penjualan per saham Rp 10 dengan tanggal transaksi pada tanggal
30 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka tanggal
3 November 2025 Nomor 01/SRT/XI/2025, terdapat pembelian saham yang senilai 508.260.231 lembar
saham dengan harga pembelian atau penjualan per saham Rp 10 dengan tanggal transaksi pada tanggal
30 Oktober 2025.
Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka
tanggal 19 September 2025, terdapat pembelian Saham atas nama PT JSI Sinergi Mas sebesar 12,95%
atau 513.750.900 lembar saham di mana PT JSI Sinergi Mas sebelumnya telah mengumumkan Negosiasi
Rencana Pengambilalihan PT Leyand International Tbk yang telah disampaikan pada tanggal 28 Agustus
2025.
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
a) Pengampunan Pajak
Merupakan tambahan modal disetor dari aset pengampunan pajak sesuai dengan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak dari Kementerian Keuangan No. KET-1150/PP/WPJ.07/2017 atas nama
PT Leyand International Tbk tertanggal 25 April 2017 dengan rincian aset berupa kas sebesar
Rp 100.000.000 dan Surat Keterangan Pengampunan Pajak dari Kementerian Keuangan No. KET-
230/PP/WPJ.07/2017 tertanggal 18 Januari 2017 dengan rincian aset berupa persediaan sebesar
Rp 400.000.000. Jumlah tambahan modal disetor yang merupakan aset pengampunan pajak per
tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 500.000.000.
- 34 -
Page 38
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b) Agio Saham
31 Maret
2026 dan
31 Desember
2025
Agio Saham
Penawaran saham sebesar 60.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 200 per saham pada tahun 2001. 37.015.748.000
Penawaran saham sebesar 1.386.200 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 166 per saham pada tahun 2006. 6.000.000.000
Penawaran saham sebesar 3.701.574.800 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 110 per saham pada tahun 2008. 91.489.200
Pelaksanaan 26.000 waran seri II saham dengan nilai nominal
Rp 100 per waran yang ditawarkan Rp 120 per waran pada tahun 2014. 520.000
Pelaksanaan 351.139 waran seri II saham dengan nilai nominal
Rp 100 per waran yang ditawarkan Rp 120 per waran pada tahun 2014. 7.022.780
Dikurangi dengan Biaya Emisi Saham (6.766.415.420)
Penerbitan Saham Bonus. (4.300.000.000)
Jumlah 32.048.364.560
24. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Kepentingan Non-Pengendali atas Aset Bersih Entitas Anak:
31 Maret 31 Desember
2026 2025
PT Rusco Logistik International 21.186.083.365 21.907.842.155
Rustono Fulia 19.852.803.369 20.529.140.524
Yehezkiel Fulia 357.064.809 369.229.146
Jumlah 41.395.951.543 42.806.211.825
25. PENJUALAN
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Penjualan 1.524.010.785 61.955.256.742
Jumlah 1.524.010.785 61.955.256.742
Rincian penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi - 12.177.758.136
Sub Jumlah - 12.177.758.136
- 35 -
Page 39
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Pihak Ketiga
PT Lucky Mom Indonesia 606.346.545 5.992.124.987
Toko Tri Adi Bersama 234.542.848 -
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo 160.537.818 -
PT Niceso Sukses Indonesia 153.000.060 -
CV Raya Dipta Swastika - 7.055.895.857
Lain-Lain (Masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 369.583.514 36.729.477.762
Sub Jumlah 1.524.010.785 49.777.498.606
Jumlah 1.524.010.785 61.955.256.742
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun yang berakhir
31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 sebagai berikut:
31 Maret 31 Maret
2026 2025
PT Lucky Mom Indonesia 606.346.545 -
Toko Tri Adi Bersama 160.537.818 -
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo 153.000.060 -
PT Rusco Online Distribusi - 12.177.758.136
Jumlah 919.884.423 12.177.758.136
26. BEBAN POKOK PENJUALAN
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Persediaan Awal 18.192.991.678 17.219.285.675
Pembelian - 62.213.384.873
Retur Pembelian (1.591.117.482) -
Barang Siap Dijual 16.601.874.196 79.432.670.548
Persediaan Akhir (15.180.960.214) (22.751.312.648)
Jumlah Persediaan 1.420.913.982 56.681.357.900
Biaya Overhead:
Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 11) 34.917.173 34.917.173
Biaya Transportasi 5.461.000 163.189.982
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 10) - 561.024.291
Beban Pokok Penjualan 1.461.292.155 57.440.489.346
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total pembelian untuk tahun yang
berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 sebagai berikut:
31 Maret 31 Maret
2026 2025
PT Lucky Mom Indonesia - 18.035.518.544
PT Fokus Ritel Indoprima - 10.796.137.466
PT Sinbad Karya Perdagangan - 6.722.971.744
Jumlah - 35.554.627.754
- 36 -
Page 40
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Gaji dan tunjangan 708.127.373 2.526.716.964
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 548.490.826 1.049.999
Iuran OJK 288.627.500 60.000.000
Jasa Profesional 99.117.000 225.010.000
Imbalan Pascakerja (Catatan 21) 31.781.025 33.722.796
Biaya Kantor 23.037.625 114.148.070
PPN yang Dibiayakan 12.218.272 9.460.000
Biaya Operasional 10.614.891 21.530.746
BPJS Tenaga Kerja 6.550.800 3.326.400
BPJS Kesehatan 2.700.000 2.700.000
Transportasi 2.286.500 191.053.910
Pemeliharaan Inventaris Kantor 611.700 3.443.298
Biaya Pos Materai & Fotocopy 270.500 20.000
Keamanan 25.000 7.397.000
Entertainment Direksi - 20.456.680
Software - 17.170.000
Jamuan dan Sumbangan - 7.600.000
Beban Lain-lain 378.038.448 500.000
Jumlah 2.112.497.460 3.245.305.863
28. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Biaya Bunga 1.450.236.441 1.352.398.729
Biaya Administrasi Bank 31.448.988 18.455.040
Biaya Provisi - 226.750.000
Jumlah 1.481.685.429 1.597.603.769
29. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN – BERSIH
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Pendapatan Lain-lain 58.704.736 1.101.019.503
Pendapatan Jasa Giro 65.761 2.035.972
Pendapatan Sewa - 525.000.000
Pendapatan Akturia - 3.854.250
Beban Bunga Sewa - (7.485.188)
Beban Lain-lain - (344.449.000)
Jumlah 58.770.497 1.279.975.537
- 37 -
Page 41
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
31 Maret 31 Desember
2026 2025
Saldo Awal 1.014.350.311 1.081.691.687
Penambahan
Pengukuran Kembali Atas Kewajiban
Imbalan Pasti (Catatan 22) 55.589.715 (23.284.636)
Komponen Ekuitas Lainnya 96.304 494.469
Dampak Atas Penyesuaian Kombinasi Bisnis (50.491.708)
Pajak Penghasilan Terkait 608.885 5.940.499
Saldo Akhir 1.070.645.215 1.014.350.311
31. RUGI PER SAHAM
31 Maret 31 Maret
2026 2025
Rugi untuk Perhitungan Rugi per saham (3.413.013.822) 968.262.597
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah rata-rata tertimbang saham
untuk perhitungan rugi bersih per saham 3.966.350.139 3.966.350.139
Rugi per saham (Rupiah penuh) (0,86) 0,24
32. SEGMEN OPERASI
Grup melaporkan segmen operasi berdasarkan PSAK 108 (revisi 2024) segmen usaha dan segmen
operasi. Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup melakukan penambahan atas usaha
dibidang distribusi pada entitas anak.
Grup melakukan usaha dibidang ruang lingkup kegiatan Grup yang dimana meliputi dibidang aktivitas
keuangan, asuransi, profesional, ilmiah dan teknis yang berfokus pada aktivitas Grup Holding dan
Aktivitas Konsultasi Manajemen lainnya, sehingga laporan segmen operasi disajikan sebagai berikut:
31 Maret 2026
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pendapatan Usaha dan
Penjualan 1.524.010.785 - 1.524.010.785 - 1.524.010.785
Beban Pokok Penjualan dan
Beban Langsung (1.461.292.155) - (1.461.292.155) - (1.461.292.155)
Laba Kotor 62.718.630 - 62.718.630 - 62.718.630
Penghasilan (Beban) yang
Tidak Dapat Dialokasikan
Beban Umum dan
Administrasi (1.521.486.393) (591.011.067) (2.112.497.460) - (2.112.497.460)
Beban Bunga dan Keuangan (1.481.448.791) (236.638) (1.481.685.429) - (1.481.685.429)
Pendapatan Lain-lain - bersih 58.749.310 21.187 58.770.497 - 58.770.497
Rugi sebelum pajak (2.881.467.244) (591.226.518) (3.472.693.762) - (3.472.693.762)
- 38 -
Page 42
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Posisi Keuangan
Aset segmen 134.209.034.785 60.366.327.762 194.575.362.547 63.004.648.978 131.570.713.569
Investasi kepada entitas
asosiasi - - - - -
Aset yang tidak dapat
Dialokasikan - - - - -
Jumlah aset konsolidasian 134.209.034.785 60.366.327.762 194.575.362.547 63.004.648.978 131.570.713.569
Informasi Lainnya
Penyusutan 548.490.826
31 Desember 2025
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pendapatan Usaha dan
Penjualan 230.245.960.203 - 230.245.960.203 - 230.245.960.203
Beban Pokok Penjualan dan
Beban Langsung (216.129.197.088) - (216.129.197.088) - (216.129.197.088)
Laba Kotor 14.116.763.115 - 14.116.763.115 - 14.116.763.115
Penghasilan (Beban) yang
Tidak Dapat Dialokasikan
Beban Umum dan
Administrasi (13.802.432.939) (1.237.807.274) (15.040.240.213) - (15.040.240.213)
Beban Bunga dan Keuangan (7.199.010.503) (723.889) (7.199.734.392) - (7.199.734.392)
Pendapatan Lain-lain - bersih 1.351.525.719 (2.455.932) 1.349.069.787 - 1.349.069.787
Rugi sebelum pajak (5.533.154.608) (1.240.987.095) (6.774.141.703) - (6.774.141.703)
Laporan Posisi Keuangan
-
Aset segmen 144.373.607.664 60.358.946.401 204.732.554.065 63.059.693.978 141.672.860.087
Investasi kepada entitas
asosiasi - - - - -
Aset yang tidak dapat
Dialokasikan - - - - -
Jumlah aset konsolidasian 144.373.607.664 60.358.946.401 204.732.554.065 63.059.693.978 141.672.860.087
Informasi Lainnya
Penyusutan - - - - 2.202.671.626
33. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Sifat pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Rustono Fulia Personel Kunci Liabilitas Sewa dan Piutang Lain-lain
Yehezkiel Fulia Direktur Utang Lain-lain
PT Rusco Online Personel Kunci Piutang Usaha dan Utang Lain-lain
Distribusi
34. IKATAN
PT Leyand International Tbk (Entitas Induk)
PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya)
Perjanjian utang lain-lain kepada PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) berdasarkan
perjanjian No. ADDM-LAPD-PM/01/2025 para pihak menyetujui addendum perjanjian utang-piutang dan
sampai dengan 31 Desember 2025 Perusahaan belum melunasi utang kepada PT Visindo Prime Sinergi
(dahulu PT Parama Multidaya).
- 39 -
Page 43
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan Leo Andyanto
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP-LAPD/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022
antara Perusahaan dengan Leo Andyanto, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian fasilitas
pinjaman Perusahaan kepada Leo Andyanto sebesar Rp 40.000.000.000, dengan jangka waktu
31 Desember 2032 dan bunga sebesar 1,00% per annum dan dibayarkan setiap tiga bulan.
Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan PT Intiputera Bumitirta
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor 002/PFP/LAPD-IB/IV/2023 tanggal 12 April 2023
antara Perusahaan dengan PT Intiputera Bumitirta, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian
fasilitas pinjaman Perusahaan kepada PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp 18.000.000, dengan jangka
waktu 12 April 2033 dan bunga sebesar 1,00% per annum dan dibayarkan setiap tiga bulan.
PT Rusindo Eka Raya (Entitas Anak)
Perjanjian Sewa-Menyewa
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 3 Januari 2020 antara Perusahaan dengan
Tn. Rustono Fulia, telah terjadi kesepakatan untuk menyewakan sebuah tanah berikut bangunan yang
berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Imam Bonjol Km 2,8, No. 228, Karawaci, Tangerang selama 10
tahun yang dimulai dari 1 Januari 2020 sampai dengan 1 Januari 2030 dengan harga sewa sebesar
Rp 180.000.000 per tahun.
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa No. 001/SPK-SEWA/RER/I/2025 tanggal 2 Januari 2025
antara Perusahaan yang diwakili oleh Rustono Fulia dengan PT Indo Bangun Raya yang diwakili oleh
Hendry Kurniawan, telah terjadi kesepakatan untuk menyewakan sebuah tanah berikut bangunan yang
berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Imam Bonjol No.228 KM 2,8, Bojong Jaya Karawaci, Tangerang
selama 12 (dua belas) bulan mulai terhitung 2 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dengan
harga sewa sebesar Rp 2.100.000.000 per tahun.
Perjanjian Kerjasama Distribusi
1. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 016/MMMM/PD/III/2025 tanggal 1 Maret 2025
antara Perusahaan dengan PT Mega Mulia Mekar Mandiri, telah terjadi kesepakatan kerjasama
sebagai distributor, untuk menjual Produk Korek Api Gas M2000, Glue, Pembersih, dll. Perjanjian ini
berlaku mulai tanggal efektif tanggal 1 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026 dengan Jaminan
Bank Garansi yang nilainya akan dievaluasi setiap 6 bulan sekali.
2. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 1115/Agr/EPM/X/2024 tanggal 1 September
2024 antara Perusahaan dengan PT Enseval Putera Megatrading Tbk, telah terjadi kesepakatan
kerjasama sebagai distributor distributor untuk menjual produk di wilayah Kota Tangerang,
Tangerang Tengah, dan Tangerang Selatan. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif 1 September
2024 sampai dengan 31 Desember 2025 dengan Jaminan Bank Garansi senilai Rp 800.000.000.
3. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 18 Desember 2024 antara Perusahaan
dengan PT Angel Greenmom Indonesia, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor
untuk menjual produk di wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang,
dan Jakarta Barat untuk menjual produk botol bayi Greenmom, Nipple, Brush dan Tissue Basah bayi.
Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif 1 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
4. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 66/RER-HKM/IV/2024 tanggal 16 April 2024
antara Perusahaan dengan PT Hoka Karya Mandiri, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai
distributor untuk menjual produk Tissue Sonel. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif 1 Mei 2024
sampai dengan 1 Mei 2029 dengan Jaminan Bank Garansi senilai Rp 300.000.000.
- 40 -
Page 44
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 001/FRI/PD-GT/II/2024 ADD-01 tanggal 13
Januari 2025 antara Perusahaan dengan PT Fokus Ritel Indoprima. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 16 Februari 2025 sampai dengan 31 Maret 2026.
6. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 002/FRN/PD-GT/IV/2023 ADD-02 tanggal 10
Januari 2025 antara Perusahaan dengan PT Fokus Ritel Nusaprima. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 1 Mei 2025 sampai dengan 30 April 2026.
7. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 084/ASI-RUSINDOEKARAYA/VIII/2024 pada
tanggal 9 September 2024 antara Perusahaan dengan PT Aladdin Sarana Indonesia yang diwakilkan
oleh Lenny Marlyna Wibisono telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual
berupa Produk Kuaci Chaca, Unilever Internasional. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif
tanggal 9 September 2024 yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025.
8. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 002/1112/2024/JKT pada tanggal 2 Januari
2025 antara Perusahaan dengan PT Delta Sukses Teknologi. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal
efektif 2 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025.
9. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 027/LMI-LEG/PKS-MD/II/2025 tanggal 16
Januari 2025 antara Perusahaan dengan PT Lucky Mom Indonesia yang diwakilkan oleh Li Jiaxing,
telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual produk berupa perlengkapan
kebutuhan ibu dan anak dengan merek dagang makuku, ladis dan parent. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 24 Februari 2025 sampai dengan tanggal 23 Februari 2026.
10. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 26 Desember 2007 antara Perusahaan
dengan PT Energizer Indonesia yang diwakilkan Djon Halim, telah terjadi kesepakatan kerjasama
sebagai distributor untuk menjual produk berupa baterai di wilayah Tangerang dan sekitarnya dengan
jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.
11. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 1 November 2024 antara Perusahaan
dengan PT Macrosentra Niagaboga, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor ekslusif
untuk tujuan menjual produk milik Cimory Group di Area Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan
Tangerang Kabupaten. Wilayah pemasarannya adalah Lokal Store Minimarket, Supermarket dan
Tradisional Market. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
tanggal 31 Desember 2025.
12. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 223/PKS-LEGAL/DSY/X/2024 pada tanggal
14 Oktober 2024 antara Perusahaan dengan PT Duta Sentosa Yasa yang diwakilkan oleh Rika
Juniaty Tanzil telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual berupa Korek
Api Gas. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif tanggal 10 Oktober 2024 sampai dengan 10
Oktober 2025.
13. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 018/ADD-I/BIG/VIII/2025 pada tanggal 1
Agustus 2025 antara Perusahaan dengan PT Bintang Inter Global yang diwakilkan oleh Arman Elok
telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual berupa produk perawatan di
Area Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 1 Agustus 2025 sampai dengan 30 November 2025.
- 41 -
Page 45
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
35. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Maret
2026
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Setara Kas 277.210.905
Kas yang Dibatasi Penggunanya 6.635.410.615
Piutang Usaha dari Pihak Berelasi 2.356.027.143
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 2.251.838.115
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 8.533.917.567
Aset Keuangan Tidak Lancar
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11.296.287
Jumlah Aset Keuangan 20.065.700.632
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 12.690.897.766
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 14.709.325.098
Liabilitas Sewa Jangka Pendek kepada Pihak Berelasi 187.635.899
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 1.045.855.556
Utang Bank 1.036.394.665
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank Jangka Pendek 27.723.518.217
Beban Akrual 129.045.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 64.529.753.245
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2025
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Setara Kas 249.891.298
Kas yang Dibatasi Penggunanya 6.635.410.615
Piutang Usaha dari Pihak Berelasi 2.405.787.976
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5.871.322.547
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 11.130.003.324
Aset Keuangan Tidak Lancar
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11.199.983
Jumlah Aset Keuangan 26.303.615.743
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 22.834.060.515
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 8.431.868.598
Utang Lain-lain Pihak Ketiga 598.183.790
Liabilitas Sewa Jangka Pendek kepada Pihak Berelasi 148.651.930
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 1.147.238.889
Utang Bank 598.183.790
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank Jangka Pendek 30.609.225.733
Beban Akrual 162.340.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 64.529.753.245
- 42 -
Page 46
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan
kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui
optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari kas dan setara kas (Catatan 4)
dan ekuitas yang terdiri dari modal yang ditempatkan dan disetor, penghasilan komprehensif lain,
saldo laba dan kepentingan non-pengendali (Catatan 25).
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber
daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk
mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan
pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang
fungsional dari Grup yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata
uang asing tersebut. Volatilitas ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang
mempengaruhi pendapatan dan beban Grup.
Kebijakan Grup adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari
aktivitas operasi dan pendanaan dalam mata uang yang sama.
Sebagian besar transaksi Grup dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan
pembukuannya.
ii. Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya
yang mengakibatkan kerugian bagi Grup.
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha
lain-lain. Grup menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang
layak serta terpercaya.
Grup memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan
dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup
memiliki kebijakan untuk memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki
sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan pengawasan secara terus
menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan untuk
kerugian mencerminkan eksposur Grup terhadap risiko kredit.
iii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola
risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan dan fasilitas bank dengan terus menerus
memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas
keuangan.
- 43 -
Page 47
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang
didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta
untuk membayar. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana Grup mungkin
akan diminta untuk membayar.
31 Maret 2026
Kurang dari Lebih dari
Satu Tahun 1 – 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 12.690.897.766 - - 12.690.897.766
Utang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi 69.259.325.098 - - 69.259.325.098
Beban Akrual 129.045.000 - - 129.045.000
Jumlah 82.079.267.864 - - 82.079.267.864
31 Desember 2025
Kurang dari Lebih dari
Satu Tahun 1 – 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 22.834.060.515 - - 22.834.060.515
Utang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi 62.981.868.598 - - 62.981.868.598
Beban Akrual 162.340.000 - - 162.340.000
Jumlah 85.978.269.113 - - 85.978.269.113
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar
biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya
karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar.
37. KELANGSUNGAN USAHA
Grup mengalami akumulasi kerugian sebesar Rp 453.388.884.669 pada 31 Maret 2026. Laporan
keuangan konsolidasian tidak mencakup penyesuaian yang berkaitan dengan pemulihan dan klasifikasi
atas aset yang tercatat atau jumlah dan klasifikasi liabilitas yang mungkin diperlukan dalam hal Grup tidak
dapat melanjutkan kegiatan usaha. Perusahaan pun memiliki beberapa utang dari PT Visindo Prime
Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) dan untuk membayar biaya-biaya perusahaan.
Manajemen telah melakukan penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya dengan membuat rencana bisnis (business plan) yang komprehensif dan
mengatur rencana aksi strategis korporasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Transformasi Portofolio melalui Akuisisi Strategis PT BSS.
Dengan rencana akuisisi PT BSS, PT JSI Sinergi Mas sebagai Pemegang Saham Pengendali akan
meningkatkan Ekuitas Perseroan dan sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah
disampaikan, PT Leyand International Tbk berencana untuk melakukan akuisisi mayoritas atas PT
BSS yang sekaligus akan menggantikan peran anak usaha pengendali sebelumnya yaitu PT RER.
Saat ini PT BSS sedang dalam proses penandatangan beberapa potensi proyek pada lokasi IUP
yang berbeda sebagai kontraktor pertambangan batu bara dan mineral yang diharapkan
kedepannya dapat meningkatkan kinerja Perusahaan.
- 44 -
Page 48
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026
Untuk Periode Maret Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Optimalisasi Sinergi dengan Pengendali Baru (JSI Grup)
Akuisisi PT BSS menjadi relevan secara strategis untuk disinergikan dengan pengalaman dan
kapabilitas JSI Grup sebagai pengendali baru Perusahaan yang memiliki rekam jejak dan
kompetensi dalam industri pertambangan, khususnya batu bara. Sinergi ini diharapkan dapat
memperkuat kapabilitas operasional, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan peluang
perolehan kontrak jasa pertambangan bagi PT BSS sebagai kontraktor.
3. Pemanfaatan Momentum Pasar dan Percepatan Aktivitas RKAB
Manajemen melihat adanya peluang pertumbuhan yang kuat seiring dengan kebijakan Pemerintah
Indonesia yang mendorong percepatan realisasi RKAB sektor pertambangan, khususnya batu bara,
guna menjawab kebutuhan global yang meningkat akibat dinamika geopolitik dan tren kenaikan
harga komoditas. Kondisi ini memberikan peluang bagi PT BSS untuk meningkatkan volume
pekerjaan sebagai kontraktor pertambangan.
4. Pengembangan Aset Strategis dan Integrasi Bisnis
Selain fokus pada batu bara sebagai core business, JSI Grup juga memiliki beberapa perizinan
eksplorasi pasir kuarsa yang saat ini dalam tahap pengembangan. Komoditas ini memiliki prospek
jangka panjang sebagai bahan baku industri teknologi seperti microchip berbasi AI, solar panel, dan
hilirisasi industri mineral. Di sisi lain, Perusahaan tetap melanjutkan proyek kerja sama operasi (JO)
tambang batu bara serta mengoptimalkan operasional pelabuhan dan logistik untuk mendukung
integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Manajemen meyakini bahwa rencana akuisisi PT BSS oleh PT Leyand International Tbk yang disertai
dengan penggantian pengendali anak usaha sebelumnya, merupakan langkah strategis yang akan
memperkuat fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Sinergi dengan JSI Grup sebagai
pengendali baru, didukung oleh fokus pada pengembangan pasir kuarsa, serta momentum percepatan
aktivitas RKAB, diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perusahaan secara
signifikan.
- 45 -
Names mentioned 90 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Lapindo International Tbk
p.9 ×2
unresolved
person
Oriana Roosdilan
· Notaris
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Kiran Raj
· Direktur
p.9
unresolved
person
Hong Shieh Yung
· Direktur
p.9
unresolved
person
Achmad Rifky
· Direktur
p.9
unresolved
—
Sinasir Daely
· Kepala Unit Audit Internal
p.10
unresolved
org
PT Rusindo Eka Raya
p.10 ×17
unresolved
person
Akta Notaris John Leonard Waworuntu
p.10 ×2
unresolved
person
Dino Irwin Tengkano
p.10 ×4
unresolved
org
PT Indoraya Tunggal Pratama
p.10 ×2
unresolved
org
PT Rusco Logistik Internasional
p.10 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11 ×3
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.11 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia
p.17
unresolved
org
Bank Garansi
p.23 ×5
unresolved
org
PT Rusco Online Distribusi
p.24 ×6
unresolved
person
H.M Putra
p.24
unresolved
org
PT Astro Teknologies Indonesia
p.24
unresolved
org
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo
p.24 ×3
unresolved
org
Koneksi Niaga Solusindo
p.24 ×3
unresolved
org
PT Duta Sentosa Yasa
p.24 ×2
unresolved
org
PT Orientraco Perkasa
p.24
unresolved
org
PT Jaya Putra Panipahan
p.24
unresolved
org
PT Niceso Sukses Indonesia
p.24 ×2
unresolved
org
Zurich Asuransi Indonesia Tbk
p.25 ×12
unresolved
org
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
p.25 ×3
unresolved
org
Bank BCA
p.25
unresolved
org
PT Mitsui Leasing Capital
p.27 ×5
unresolved
person
Rustono Fulia. Syarat
p.27 ×6
unresolved
org
PT Lucky Mom Indonesia
p.29 ×5
unresolved
org
PT Energizer Indonesia
p.29 ×2
unresolved
org
PT Eden Pangan Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Angel Greenmom Indonesia
p.29 ×2
unresolved
org
PT Hoka Karya Mandiri
p.29 ×2
unresolved
org
PT Sukanda Djaya
p.29
unresolved
org
PT Fokus Ritel Indoprima
p.29 ×2
unresolved
org
PT Bintang Inter Global
p.29 ×2
unresolved
org
PT Macrosentra Niagaboga
p.29 ×2
unresolved
org
PT Delta Sukses Teknologi
p.29
unresolved
org
PT Visindo Prime Sinergi
p.29 ×7
unresolved
org
PT Parama Multidaya
p.29 ×7
unresolved
org
PT Blessindo Makmur Sentosa
p.29
unresolved
org
Entitas Induk
p.31
unresolved
org
PT Berdayakan Usaha Indonesia
p.32
unresolved
org
PT Sembrani Finance Indonesia
p.32 ×9
unresolved
org
PT Dipo Star Finance
p.32 ×5
unresolved
org
PT Sembrani Finance Indonesia. Perusahaan
p.33 ×6
unresolved
org
PT Dipo Star Finance. Berdasarkan Surat Pelunasan
p.34
unresolved
org
PT Dipo Star Finance. Perusahaan
p.34
unresolved
org
PT Win Express Indonesia
p.35 ×5
unresolved
org
PT Ficomindo Buana Registrar
p.37
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)
p.37
unresolved
org
Kementerian Keuangan No. KET-
p.37 ×2
unresolved
org
PT Rusco Logistik International
p.38
unresolved
org
PT Sinbad Karya Perdagangan
p.39
unresolved
person
Yehezkiel Fulia
· Direktur
p.42
unresolved
person
Utang Lain-lain
· Direktur
p.42
unresolved
org
PT Rusco Online
p.42
unresolved
org
PT Intiputera Bumitirta Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman
p.43
unresolved
org
PT Indo Bangun Raya
p.43
unresolved
org
PT Mega Mulia Mekar Mandiri
p.43
unresolved
org
PT Fokus Ritel Indoprima. Perjanjian
p.44
unresolved
org
PT Fokus Ritel Nusaprima. Perjanjian
p.44
unresolved
org
PT Aladdin Sarana Indonesia
p.44
unresolved
org
PT Delta Sukses Teknologi. Perjanjian
p.44
unresolved
org
PT BSS.
p.47 ×8
unresolved
org
PT RER. Saat
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.