Back to announcement
20240328_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31620638_lamp1.pdf
Other Text extracted SSIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Press Release – 28 Maret 2024
SSIA MEMBUKUKAN HASIL PENDAPATAN FY23 YANG
MEMUASKAN DENGAN PROSPEK POSITIF 2024
Highlights
• SSIA mengumumkan bahwa mencatat pencapaian yang kuat pada FY23 di
seluruh tiga segmen bisnis utama (properti, konstruksi, dan perhotelan).
• Pendapatan bersih SSIA pada kuartal IV 2023 meningkat sebesar 627,5%
secara kuartal ke kuartal menjadi Rp200,3 miliar dari Rp27,5 miliar pada
kuartal III 2023. Didorong oleh peningkatan pendapatan bersih dari segmen
properti sebesar 2.796,7% menjadi Rp233,6 miliar dari Rp8,1 miliar pada
kuartal III 2023.
• PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perusahaan, mengalami pemulihan
yang luar biasa di sektor properti. Pada FY23, SCS berhasil menutup penjualan
pemasaran sebesar 20,5 hektar (Rp391,8 miliar) dari tanah inventaris
Suryacipta Karawang dan Subang Smartpolitan, meningkat 70,9% dari
penjualan FY22 sebesar 12,0 hektar (Rp222,2 miliar). Saat ini, SCS memiliki
backlog sebesar 4,0 hektar senilai Rp69,9 miliar. Meskipun SCS tidak mencapai
target penjualan tanah FY23 (30ha dari Karawang, 60ha dari Subang), SSIA
melihat minat yang luar biasa, terutama dari China, di Kota Industri Suryacipta,
Karawang, serta Subang Smartpolitan, pengembangan kota hijau industri
terbaru SSIA. Perusahaan percaya bahwa minat ini akan membawa SSIA
mencapai target penjualan pemasaran untuk Kota Industri Suryacipta
Karawang dan Subang Smartpolitan, masing-masing sebesar 20 hektar dan 45
hektar pada tahun 2024.
• Unit bisnis konstruksi SSIA, PT Nusa Raya Cipta Tbk ("NRCA"), berhasil
mengamankan kontrak baru senilai Rp2.924,7 miliar pada FY23, naik 24,3%
dari Rp2.352,3 miliar pada FY22.
• Sementara itu, pertumbuhan pada segmen perhotelan sebagian besar
didorong oleh Melia Bali Hotel (pendapatan naik 72,7% YoY), yang mengalami
peningkatan pesat pasca pandemi yang melebihi tingkat pra-pandemi.
Sementara itu, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, baru saja berganti merek,
dan sebagian besar renovasi telah selesai pada November 2023.
• Tiga bisnis utama SSIA diharapkan akan berperforma sangat baik pada tahun
2024, menyusul pemulihan dari pandemi COVID-19 pada tahun 2020 - 2022
dan hasil positif Pemilihan Umum Indonesia pada tahun 2024, terutama dalam
penjualan kawasan industri, yang menunjukkan siklus positif seperti kisaran
tahun 2010-2011.
1
Page 2
Ikhtisar Laporan Keuangan FY23 PT Surya Semesta Internusa Tbk
(“SSIA”)
• SSIA melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4.537,7 miliar pada tahun
2023. Pendapatan tumbuh sebesar 25,5% dari Rp3.614,9 miliar yang dibukukan
pada FY22. Peningkatan ini terutama didorong oleh kinerja yang kuat di tiga
segmen utama. Pendapatan properti meningkat sebesar 37,1% (Rp231,0 miliar),
sedangkan pendapatan di segmen bisnis konstruksi dan perhotelan SSIA
meningkat sebesar 17,5% dan 52,2% (masing-masing Rp430,2 miliar dan
Rp310,3 miliar).
• Laba kotor FY23 meningkat 44,6% YoY menjadi Rp1.327,2 miliar, naik dari
Rp918,1 miliar di FY22, didorong oleh peningkatan laba kotor properti sebesar
58,5% (Rp172,8 miliar) dan peningkatan laba kotor perhotelan sebesar 56,9%
(Rp211,3 miliar)
• EBITDA FY23 meningkat 58,6% YoY menjadi Rp726,0 miliar dari Rp457,6 miliar di
FY22, yang disebabkan oleh peningkatan EBITDA properti sebesar 66,8%
(Rp148,0 miliar) dan EBITDA perhotelan sebesar 97,4% (Rp119,1 miliar).
• Laba bersih konsolidasi SSIA pada FY23 adalah sebesar Rp176,6 miliar (naik dari
rugi bersih pada 9M23 sebesar Rp23,7 miliar), meningkat 0,4% dari laba bersih
sebesar Rp175,8 miliar pada FY22. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan 481,0% (Rp170,2 miliar) YoY pada segmen bisnis properti.
• Posisi kas Perseroan pada FY23 sebesar Rp1.219,0 miliar, meningkat 7,3% dari
Rp1.136,0 miliar pada FY22.
• Utang kena bunga sebesar Rp2.526,4 miliar pada FY23, turun 0,84% dari
Rp2.547,9 miliar pada tahun sebelumnya. Pada FY23, rasio utang/ekuitas
(gearing) adalah 56,9%.
Laporan Keuangan Konsolidasi
(dalam miliar rupiah)
FY23 FY22 YoY
Pendapatan 4.537,7 3.614,9 25,5%
Properti 854,0 623,1 37,1%
Konstruksi 2.885,9 2.455,7 17,5%
Perhotelan 905,2 594,9 52,2%
Lain-lain 11,4 8,8 30,5%
Laba Kotor 1.327,2 918,1 44,6%
EBITDA 726,0 457,6 58,6%
Pendapatan Bersih 176,6 175,8 0,4%
Laba Komprehensif 159,7 224,9 -29,0%
Marjin EBITDA 16,0% 12,7% 3,3 ppts
Marjin Laba Bersih 3,9% 4,9% -1,0 ppts
FY23 FY22 YoY
Kas dan Setara Kas 1.219,0 1.136,0 7,3%
Total Aset 8.416,8 8.289,6 1,5%
Utang kena Bunga 2.526,4 2.547,9 -0,8%
Total Liabilitas 3.973,3 4.030,2 -1,4%
Kepentingan non-pengendali 436,4 419,3 4,1%
Ekuitas 4.007,0 3.840,2 4,3%
2
Page 3
Business Segment Analysis
FY23 Segmen Bisnis
dalam miliar rupiah Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan 854,0 2.885,9 905,2 4.537,7
Persentase segmen 18% 62% 19% 100%
Laba Kotor 468,0 316,8 582,7 1.327,2
Persentase segmen 34% 23% 43% 100%
EBITDA 369,5 204,5* 241,4 726,0
Persentase segmen 45% 25% 30% 100%
Marjin Laba Kotor 54,8% 11,0% 64,4% 29,2%
Marjin EBITDA 43,3% 7,1% 26,7% 16,0%
*termasuk kerugian dari JO Rp3,795 miliar
FY22 Segmen Bisnis
Dalam miliar rupiah Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan 623,1 2.455,7 594,9 3.614,9
Persentase segmen 17% 67% 16% 100%
Laba Kotor 295,3 262,1 371,4 918,1
Persentase segmen 32% 28% 40% 100%
EBITDA 221,5 170,6* 122,3 457,6
Persentase segmen 43% 33% 24% 100%
Marjin Laba Kotor 47,4% 10,7% 62,4% 25,4%
Marjin EBITDA 35,5% 6,9% 20,6% 12,7%
*termasuk laba dari JO Rp764 juta
Analisis Kuartal ke Kuartal
Q4 2023 Q3 2023 QoQ
Pendapatan 1.517,2 1.182,2 28,3%
Laba Kotor 555,5 317,4 75,0%
Laba Operasi 324,5 129,9 149,9%
EBITDA 386,2 155,8 147,9%
Laba Bersih 200,3 27,5 627,5%
Properti
• Unit properti SSIA, yang mencakup pendapatan dari kawasan industri, biaya
pemeliharaan, sewa komersial, dan hunian, memperoleh pendapatan sebesar
Rp854,0 miliar pada FY23, meningkat sebesar 37,1% dari Rp623,1 miliar pada
FY22.
• PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perusahaan, melaporkan
pendapatan sebesar Rp684,8 miliar pada FY23, naik 37,7% dari Rp497,4 miliar
pada FY22. Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan tanah
yang tercatat sebesar 86,2% (Rp385,8 miliar pada FY23 vs Rp207,2 miliar pada
FY22).
• Edenhaus Simatupang, sebuah portofolio dari PT TCP Internusa, adalah
kawasan hunian mewah yang terdiri dari 41 unit boutique homes yang didesain
dengan konsep garden home resort dengan nilai sekitar Rp300 miliar. TCP
berhasil mencatat penjualan pemasaran sebanyak 39 unit rumah (Rp283,1
3
Page 4
miliar) hingga 31 Desember 2023. Sejak berdirinya pada Maret 2020, TCP telah
mencatat penjualan sebanyak 37 unit (Rp269,0 miliar).
Konstruksi
• PT Nusa Raya Cipta Tbk ("NRCA"), unit konstruksi SSIA, melaporkan
pendapatan konsolidasi sebesar Rp2.895,5 miliar untuk tahun penuh 2023.
Pendapatannya meningkat sebesar 17,6% YoY dari Rp2.462,4 miliar. Selain itu,
NRCA juga memperoleh laba bersih sebesar Rp99,5 miliar dari Januari hingga
Desember 2023, naik 33,3% dari Rp74,7 miliar pada FY22.
• Proyek utama yang diperoleh pada FY23 adalah Paket Pabrik 1 & 2 PT Akebono
Brake Astra Indonesia (AAIJ) Karawang, Capital Cove BSD Tangerang, Nava Park
BSD Tangerang, Power H2O2 Chemical Karawang, PM3 (Kertas Brawn) &
Gudang Karawang, Gedung Utama BCTMP Karawang, East Vara BSD
Tangerang, RS Dirgahayu Samarinda, Museum Budaya, Sains, & Teknologi
Surakarta, Marriott The Luxury Hotel Labuan Bajo, infrastruktur Subang
Smartpolitan, Ekspansi DP Mall Semarang, Hilton Hotel Padalarang Bandung,
PT IFARS Pharmaceutical Surakarta, dan Buerer Kendal.
Perhotelan
• Unit bisnis perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp905,2 miliar
pada FY23, meningkat 52,2% dibandingkan dengan Rp594,9 miliar pada FY22.
• Tingkat hunian Gran Melia Jakarta (GMJ) adalah 55,6% pada FY23, naik dari
46,4% pada FY22. Sedangkan tarif kamar rata-rata (ARR) untuk FY23 sekitar
Rp1.156K, naik dari Rp1.041K pada FY22.
• Tingkat hunian di Melia Bali Hotel (MBH) meningkat menjadi 80,4% pada FY23
dari 57,3% pada FY22. ARR MBH meningkat menjadi Rp2.061K pada FY23 dari
Rp1.696K pada FY22.
• Tingkat hunian di Umana Bali, LXR Hotels & Resorts (LXR) adalah 20,6% pada
FY23, naik dari 15,1% pada FY22. ARR untuk FY23 adalah Rp7.888K, naik dari
Rp6.572K pada FY22.
• Tingkat hunian BATIQA Hotels pada FY23 adalah 67,0%, dengan ARR sebesar
Rp364K. ARR BATIQA untuk FY22 adalah Rp344K, dengan tingkat hunian
61,5%.
• Platform digital SSIA, Travelio.com, merupakan perusahaan sewa properti
online inovatif yang menawarkan opsi sewa jangka pendek, menengah, dan
panjang untuk apartemen dan rumah di 13 kota utama di seluruh Indonesia.
Didukung oleh perusahaan investasi Temasek Holding's Pavillion Capital di
Singapura, Mirae Asset, Samsung Ventures, dan Gobi Partners. Pada FY23,
Travelio mencapai peningkatan 23,5% dalam Nilai Barang Kotor (GMV) YoY dan
bertujuan untuk tumbuh 30% menjelang akhir 2024. Hingga Desember 2023,
Travelio, sebagai platform manajemen tempat tinggal pribadi terbesar di
Indonesia, mengelola >14.000 unit dan diharapkan mencapai lebih dari 16.000
unit pada Desember 2024.
###
4
Page 5
Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal dengan nama PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni
1971. Nama perusahaan kemudian berubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun
1995. Bisnis utama SSIA adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi serta
perhotelan.
Portofolio investasi SSIA yang sangat beragam di antaranya Suryacipta City of Industry, Subang
Smartpolitan, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali menjadi menara SSI Tower), Hotel Gran
Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan BATIQA Hotels.
Selama lebih dari 50 tahun dalam bisnis properti, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi brand‐
nya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah
sebagai perusahaan terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi
perusahaan publik pada tanggal 27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi
www.suryainternusa.com.
###
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Erlin Budiman
VP Head of Investor Relations & Corporate Communications
erlin.budiman@suryainternusa.com
Office: +62215262121
5
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Suryacipta Swadaya
p.1 ×2
unresolved
org
PT TCP Internusa
p.3
unresolved
org
PT Akebono Brake Astra Indonesia
p.4
unresolved
org
PT IFARS Pharmaceutical Surakarta
p.4
unresolved
org
PT Multi Investments Limited
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.