Skip to content
Back to announcement

LK Interim PT Integra Indocabinet Tbk Maret 2026.pdf

Financial statement Text extracted WOOD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 68

Page 1
fod
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA

Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                                                                             Halaman
                         Daftar Isi



 Surat Pernyataan Direksi

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit .............................................................       1

 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….…………..                                                   2

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………                                                 3

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………………….                                                     4

 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit                   ……………………………………                          5 - 61




                                                           ***************************
Page 4

          
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                          31 Maret 2026                  31 Desember 2025
                                                                               Catatan
                                                          (Tidak diaudit)                    (Diaudit)


  ASET
  ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                                         104,706,970,307     5            78,239,274,872
  Piutang usaha - bersih                                                         6
    Pihak ketiga                                             342,518,847,123                 345,041,949,473
    Pihak berelasi                                            15,789,875,535     25           19,832,152,689
  Piutang lain-lain                                                              7
    Pihak ketiga                                             162,328,190,457                 158,148,937,224
    Pihak berelasi                                               525,713,982     25              572,255,495
  Persediaan - bersih                                      3,217,275,436,256     8         3,322,746,546,915
  Biaya dibayar di muka                                        4,803,144,319                   6,777,878,243
  Pajak dibayar di muka                                       55,251,119,288     17           78,327,684,906
  Uang muka pembelian                                      1,174,102,035,174     9         1,107,963,267,938
  Pinjaman ke pihak berelasi                                 153,634,028,841     25          179,177,432,841


  Jumlah Aset Lancar                                       5,230,935,361,282               5,296,827,380,596


  ASET TIDAK LANCAR
  Uang muka pembelian                                        109,648,731,118     9           109,097,048,469
  Penyertaan saham                                               242,336,320     10              242,336,320
  Investasi pada entitas asosiasi                             62,333,082,308     11           58,946,468,747
  Aset tetap - bersih                                      2,120,474,997,153     12        2,144,591,644,432
  Properti investasi                                         237,719,939,700     12          237,719,939,700
  Aset hak guna - bersih                                       3,998,006,053     16            9,293,051,296
  Aset tak berwujud - bersih                                  69,573,494,382     13           71,750,528,374
  Taksiran tagihan pajak                                      21,739,716,665                  18,555,574,727
  Aset pajak tangguhan                                         8,992,258,340                   8,992,258,340
  Aset lain-lain                                              51,380,573,704                  46,638,325,861


  Jumlah Aset Tidak Lancar                                 2,686,103,135,743               2,705,827,176,266


  JUMLAH ASET                                              7,917,038,497,025               8,002,654,556,862




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                 1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                         31 Maret 2026                 31 Desember 2025
                                                                             Catatan
                                                     (Tidak diaudit)                     (Diaudit)


  LIABILITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank                                  2,278,810,315,538     14      2,334,103,212,488
  Utang usaha                                                                  15
    Pihak ketiga                                           168,145,524,199               149,508,107,403
    Pihak berelasi                                             759,159,724     25            335,179,575
  Utang lain-lain
    Pihak ketiga                                           127,696,354,356               125,082,735,886
    Pihak berelasi                                           3,731,017,550     25          2,530,888,880
  Beban akrual                                                                 19
    Pihak ketiga                                            58,611,072,472                52,959,510,432
    Pihak berelasi                                          10,560,888,891     25         10,560,888,891
  Utang pajak                                               17,370,576,891     17         15,624,005,037
  Liabilitas kontrak                                        10,668,226,340     18         73,553,225,133
  Utang jangka panjang
    yang jatuh tempo dalam
    waktu satu tahun
    Utang bank dan lembaga
      keuangan bukan bank                                  103,415,125,381     14        103,536,587,938
    Liabilitas sewa                                          1,366,121,977                 1,591,862,705
    Utang Obligasi                                          52,437,144,288     19                      -
    Sukuk Mudharabah                                        25,230,000,000     19                      -


  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        2,858,801,527,607             2,869,386,204,368



  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang jangka panjang, setelah
    dikurangi bagian yang jatuh
    tempo dalam waktu satu tahun :
    Utang bank dan lembaga
      keuangan bukan bank                                  292,325,418,207     14        318,093,273,951
    Liabilitas sewa                                                      -                   258,221,320
    Utang obligasi                                                       -     19         52,413,948,885
    Sukuk mudharabah                                                     -     19         25,230,000,000
  Pinjaman dari pihak berelasi                             100,000,000,000     25        100,000,000,000
  Liabilitas imbalan kerja                                  35,011,264,471                33,582,892,356
  Liabilitas pajak tangguhan                                56,796,937,063                57,905,457,012


  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         484,133,619,741               587,483,793,524


  JUMLAH LIABILITAS                                      3,342,935,147,348             3,456,869,997,892




 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
 Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                               1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                          31 Maret 2026                  31 Desember 2025
                                                                               Catatan
                                                          (Tidak diaudit)                   (Diaudit)


  EKUITAS
  Ekuitas yang Dapat
    Didistribusikan kepada
    Pemilik Perusahaan

  Modal saham - nilai nominal
    Rp 100 per saham
    Modal dasar -
      20.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan
      disetor penuh -
      6.437.500.000 saham                                   643,750,000,000      20        643,750,000,000
  Tambahan modal disetor                                    314,163,016,890      20        314,163,016,890
  Saham treasuri                                            (89,957,290,800)     20        (89,957,290,800)
  Komponen ekuitas lainnya                                  236,753,894,133                236,753,894,133
  Penghasilan Komprehensif lain                            1,153,871,548,271             1,154,594,162,859
  Saldo laba
    Belum ditentukan
      penggunaannya                                        1,449,386,949,324             1,419,583,676,697
    Ditentukan penggunaannya                                792,735,214,664      20        792,735,214,664
  Jumlah Ekuitas yang dapat
    Diatribusikan kepada Pemilik
    Perusahaan                                             4,500,703,332,482             4,471,622,674,443
  Kepentingan non-pengendali                                  73,400,017,195     21         74,161,884,527


  JUMLAH EKUITAS                                           4,574,103,349,677             4,545,784,558,970


  JUMLAH LIABILITAS DAN
                                                           7,917,038,497,025             8,002,654,556,862
    EKUITAS




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                          31 Maret 2026                     31 Maret 2025
                                                          (Tidak diaudit)        Catatan    (Tidak diaudit)


 PENJUALAN BERSIH                                           722,404,256,810       22,25       773,507,387,650
 BEBAN POKOK PENJUALAN                                      569,525,095,255       23,25       615,297,431,430
 LABA BRUTO                                                 152,879,161,555                   158,209,956,220
 BEBAN USAHA
 Beban penjualan                                            (19,226,081,553)       24         (23,041,390,667)
 Beban umum dan administrasi                                (53,293,233,265)      24,25       (36,820,677,444)
 Total Beban Usaha                                          (72,519,314,818)                  (59,862,068,111)
 LABA USAHA                                                  80,359,846,737                    98,347,888,109
 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
 Beban keuangan                                             (54,588,207,187)     14,19,25     (54,020,760,044)
 Penjualan barang afalan                                       5,079,798,730                    7,024,972,472
 Laba (rugi) selisih kurs - bersih                             (179,640,953)                    4,826,597,969
 Penghasilan bunga                                             5,963,022,684       25           2,639,211,458
 Laba (rugi) pelepasan aset tetap                              (908,611,206)       12          (2,965,978,322)
 Bagian laba entitas asosiasi                                  2,742,376,787                    6,015,044,836
 Lain - lain bersih                                              262,862,242                    3,575,227,518


 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                              38,731,447,834                    65,442,203,996
 BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH                           (10,918,150,311)                  (17,079,801,738)
 LABA TAHUN BERJALAN                                         27,813,297,523                    48,362,402,258


 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                               -                                 -


 JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
                                                             27,813,297,523                    48,362,402,258
   TAHUN BERJALAN


 Laba tahun berjalan yang
   dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik Perusahaan                                          28,620,251,909                    49,502,606,012
 Kepentingan non-pengendali                                    (806,954,386)                   (1,140,203,754)
 JUMLAH                                                      27,813,297,523                    48,362,402,258


 LABA PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
   DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
   ENTITAS INDUK
   Dasar dan dilusian                                                     4.57     25                       7.90




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                 2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)




                                                                                           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan

                                                                                                                                                                                  Saldo laba

                 Catatan      Modal saham        Tambahan modal       Saham treasuri                  Komponen ekuitas                   Penghasilan           Belum ditentukan                  Ditentukan        Sub-jumlah           Kepentingan         Jumlah ekuitas
                                                     disetor                                               lainnya                    komprehensif lain        penggunaannya                   penggunaannya                           non-pengendali


  Saldo 1
                               643,750,000,000     314,163,016,890     (89,957,290,800)                   236,828,827,991                1,169,656,989,277       1,325,000,567,640               792,735,214,664   4,392,177,325,662     84,568,357,385      4,476,745,683,047
 Januari 2025


  Transfer
 surplus
 revaluasi
    ke saldo
                   12                        -                    -                    -                                 -                    (956,991,983)           956,991,983                              -                   -                    -                    -
 laba
  Selisih kurs
 atas
 penjabaran
    akun-akun
 kegiatan          1d
 usaha
   luar negeri     1d                        -                    -                    -                                 -                    1,397,019,895                       -                            -      1,397,019,895         395,965,352          1,792,985,247
  Laba tahun
                                             -                    -                    -                                 -                                 -        49,502,606,012                             -     49,502,606,012      (1,140,203,754)        48,362,402,258
 berjalan


 Saldo 31
                               643,750,000,000     314,163,016,890     (89,957,290,800)                   236,828,827,991                1,170,097,017,189       1,375,460,165,635               792,735,214,664   4,443,076,951,569     83,824,118,983      4,526,901,070,552
 Maret 2025




                                                                                           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan

                                                                                                                                                                                  Saldo laba

                 Catatan      Modal saham        Tambahan modal       Saham treasuri                  Komponen ekuitas                   Penghasilan           Belum ditentukan                  Ditentukan        Sub-jumlah           Kepentingan         Jumlah ekuitas
                                                     disetor                                               lainnya                    komprehensif lain        penggunaannya                   penggunaannya                           non-pengendali


  Saldo 1
                               643,750,000,000     314,163,016,890     (89,957,290,800)                   236,753,894,133                1,154,594,162,859       1,419,583,676,697               792,735,214,664   4,471,622,674,443     74,161,884,527      4,545,784,558,970
 Januari 2026


  Transfer
 surplus
 revaluasi
    ke saldo
                   12                        -                    -                    -                                 -                   (1,183,020,718)         1,183,020,718                             -                   -                    -                    -
 laba
  Selisih kurs
 atas
 penjabaran
    akun-akun
 kegiatan
 usaha
   luar negeri     20                        -                    -                    -                                 -                      460,406,130                       -                            -        460,406,130          92,230,482            552,636,612
  Dividen
 kepada
 kepentingan
    non-
                                             -                    -                    -                                 -                                 -                      -                            -                   -        (47,143,428)          (47,143,428)
 pengendali
  Laba tahun
                                             -                    -                    -                                 -                                 -        28,620,251,909                             -     28,620,251,909        (806,954,386)        27,813,297,523
 berjalan


 Saldo 31
                               643,750,000,000     314,163,016,890     (89,957,290,800)                   236,753,894,133                1,153,871,548,271       1,449,386,949,324               792,735,214,664   4,500,703,332,482     73,400,017,195      4,574,103,349,677
 Maret 2026




            Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang
            tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                                                                                         3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)


                                                          31 Maret 2026                    31 Maret 2025
                                                          (Tidak diaudit)        Catatan   (Tidak diaudit)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
    OPERASI
  Penerimaan dari pelanggan                                  666,171,190,396                  732,208,026,212
  Pembayaran kas kepada
    pemasok, direksi, karyawan
    dan lain-lain                                          (501,951,149,536)                (496,201,424,332)


  Kas yang diperoleh dari
    (digunakan untuk) operasi                                164,220,040,860                  236,006,601,880
  Penerimaan pajak                                                           -                 32,724,981,497
  Penerimaan bunga                                             5,963,022,684                    2,639,211,458
  Pembayaran bunga                                          (44,605,050,467)                 (52,750,694,430)
  Pembayaran pajak                                          (10,471,003,494)                 (14,762,141,022)
  Lain-lain - bersih                                           5,256,108,101                   10,230,795,120


  Kas Bersih yang Diperoleh
    dari (Digunakan untuk)
    Aktivitas Operasi                                        120,363,117,684                  214,088,754,503


  ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
  INVESTASI
  Hasil pelepasan aset tetap                                       266,360,366     12             437,789,345
  Pembayaran uang muka
    pembelian aset tetap                                      (2,660,412,844)                (11,547,303,972)
  Perolehan aset tetap                                          (953,916,539)      12          (8,170,803,957)
  Perolehan aset lain-lain                                    (8,069,926,630)                   (622,552,318)


  Kas Bersih yang Digunakan
    untuk Aktivitas Investasi                               (11,417,895,647)                 (19,902,870,902)




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                               4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2026
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)


                                                          31 Maret 2026                   31 Maret 2025
                                                          (Tidak diaudit)       Catatan   (Tidak diaudit)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  PENDANAAN
  Penerimaan dari utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka pendek                     2,093,708,321,370                1,961,273,770,810
  Pembayaran utang obligasi                                                 -     19       (197,470,000,000)
  Pembayaran sukuk mudharabah                                                     19        (83,800,000,000)
                                                                            -
  Pembayaran utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka pendek                 (2,150,108,718,490)                 (1,874,674,327,133)
  Pembayaran utang bank dan lembaga
    keuangan bukan bank jangka panjang                      (25,683,750,000)      14        (18,348,216,580)
  Pembayaran pokok liabilitas sewa                             (483,962,050)                  (2,897,402,299)
  Pembayaran dividen pada kepentingan
    non-pengendali                                              (47,143,428)                                -


  Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan
    untuk Aktivitas Pendanaan)                              (82,615,252,598)               (215,916,175,202)


  KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
    SETARA KAS DAN CERUKAN                                   26,329,969,439                 (21,730,291,601)


  DAMPAK BERSIH PERUBAHAN NILAI
    TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS                               137,725,996                    1,078,867,016


  KAS, SETARA KAS DAN
    CERUKAN AWAL TAHUN                                       78,239,274,872                   39,772,427,682


  KAS, SETARA KAS DAN
    CERUKAN AKHIR TAHUN                                     104,706,970,307                   19,121,003,097


  Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:


  Kas                                                        10,850,964,572       5           52,850,632,217
  Bank                                                       50,147,716,735       5           55,626,996,851
  Deposito berjangka                                         43,708,289,000       5           15,398,008,560
  Cerukan                                                                 -       14       (104,754,634,531)
  JUMLAH                                                    104,706,970,307                   19,121,003,097




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                              4a
Page 12
                                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                       Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   1.    UMUM
         a.   Pendirian Perusahaan
              PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
              tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
              Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
             Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah Ayu
             Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan tujuan
             Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
             Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022. Sampai dengan tanggal
Approved by: penerbitan laporan keuangan konsolidasian, amandemen tersebut belum dipublikasikan dalam Berita Negara.

              Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang
              industri dan perdagangan besar. Perusahaan saat ini bergerak di bidang industri mebel kayu dan produk kayu
              lainnya.
              Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Industri No. 678, Betro, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
              Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
              Entitas induk langsung dan entitas induk utama Perseroan adalah PT Integra Indo Lestari yang didirikan dan
              berdomisili di Indonesia.

         b.   Penawaran Umum Saham Perusahaan
              Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
              Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
              Perusahaan mencatatkan 6.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
              nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.

         c.   Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan

              Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
              pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
              Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan
              Rp 300.000.000.000.

              Perusahaan telah mencatatkan di Bursa EfekIndonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
              sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.

              Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan
              Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

         d.   Entitas Anak
              Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
                                                                                                         Persentase                     Jumlah aset sebelum
                                                                                                         Kepemilikan               eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                        Aktivitas    Tahun
                                                                         Bisnis      Operasi                                 31 Maret 2026
                       Entitas Anak                    Domisili                     Komersial
                                                                                                31 Mar, 2026   31 Des, 2025         31 Mar, 2026    31 Des, 2025
                                                                                                                   ____________                     _____________    ______




               Entitas Anak Langsung
               PT Belayan River Timber (BRT)       Kalimantan Timur         a         1972          81.44%             81.44%           531,424                     525,754

               PT Intertrend Utama (ITR)              Sidoarjo              b         1993          99.79%             99.79%          2,590,454               2,670,667
               PT Interkraft (ITK)                    Sidoarjo              b         2002          99.53%             99.53%          1,565,040               1,469,480
               PT Intera Indonesia (INT)              Sidoarjo              b         2012          99.89%             99.89%          1,431,651               1,423,903
               PT Inter Kayu Mandiri (IKM)            Sidoarjo              c         2015          80.00%             80.00%             56,898                  54,086
               Carbon Resources Alliance Aps (CRA)    Denmark               d           -           60.00%             60.00%            117,374                 115,916

               Entitas Anak Tidak Langsung
               Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
               PT Superalam Mas (SAM)                 Tulungagung       D   d             -        100.00%             100.00%           15,049                     15,027

               Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
               PT Narkata Rimba (NKT)                Kalimantan Timur       a            1978       99.00%             99.00%            47,336                     47,352
               PT Kandelia Alam (KAN)                Kalimantan Barat       d              -        80.00%             80.00%            24,691                     23,058
               PT Ekosistem Alam Sejahtera                Jakarta           d              -        70.00%             70.00%            27,325                     27,325
              (EAS)




                                                                                     5
Page 13
                                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                          Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   1.    UMUM (Lanjutan)

         d.    Entitas Anak (Lanjutan)
               Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut: (Lanjutan)
                                                                                                           Persentase                     Jumlah aset sebelum
                                                                                                           Kepemilikan               eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                        Aktivitas      Tahun
                                                                         Bisnis        Operasi                                 31 Maret 2026
                        Entitas Anak                    Domisili                      Komersial
                                                                                                  31 Mar, 2026    31 Des, 2025        31 Mar, 2026      31 Des, 2025
                                                                                                                     ____________                      _____________   ______



               Entitas Anak Tidak Langsung (Lanjutan)
Approved by:
               Melalui PT Belayan River Timber (BRT) (Lanjutan)
                PT Indika Ekosistem Khatulistiwa           Jakarta          d                 -       70.00%             70.00%            45,288                      45,238
                (IEK)
                PT Ananda Anugerah Agung (AAA)           Pekanbaru           d                -       90.00%             90.00%                4,813                    4,813

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
                PT Nala WIjaya Amerta (NWA)               Surabaya           d                -       100.00%            100.00%            4,046                       4,046
                PT Renjana Amerta Lestari (RAL)           Surabaya           d                -       100.00%            100.00%            6,262                       6,187
                PT Borneo Forestama Lestari (BFL)     Kalimantan Timur       d                -       100.00%            100.00%           13,698                      12,483
                PT Borneo Wana Utama (BWU)            Kalimantan Timur       d                -       100.00%            100.00%           42,227                      42,114
                PT Bakau Bina Usaha (BBU)                  Aceh              d                -       100.00%            100.00%            1,403                       1,393
                PT Nusantara Climate Initiative
                Indonesia (NCII)                          Jakarta            d                -       100.00%            100.00%               7,095                    5,597

                Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Ekosistem Alas Lestari (EAL)           Surabaya     D    d               -        100.00%             100.00%               3,235                   3,235

                Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Wana Kelola Utama (WKU)            Surabaya           d                    -       100.00%            100.00%                724                      724

                Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Arya Harita Wanantara (AHW)          Surabaya            d                 -      100.00%             100.00%               4,159                   3,259
                PT Askara Wana Utama (AWU)              Surabaya            d                 -      100.00%             100.00%                 714                     714
                PT Bhumi Nawasena Sejahtera             Surabaya            d                 -      100.00%             100.00%                 510                     507
                (BNS)

               Aktivitas Bisnis Entitas Anak
               a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
               b. Industri Mebel
               c. Perusahaan Induk
               d. Belum beroperasi secara komersial

               Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

               PT Intertrend Utama

               Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham ITR yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
               Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 18 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain pembagian
               dividen sebesar Rp 225.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

               PT Intera Indonesia

               Berdasarkan keputusan rapat umum para pemegang saham INT yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ayu
               Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 19 tanggal 28 Juni 2024, para pemegang saham telah menyetujui antara lain pembagian
               dividen sebesar Rp 75.000.000.000 untuk tahun buku 2023.

               PT Kandelia Alam

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 24 Desember 2024, para pemegang
               saham KAN menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 4.000.000.000 menjadi
               Rp 35.500.000.000.

               PT Ananda Anugerah Agung

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 11 Januari 2024, BRT memiliki penyertaan
               saham sebesar 900 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada AAA. Persentase
               kepemilikan BRT sebesar 90%.

               PT Bakau Bina Usaha

               Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 5 Februari 2024, BRT memiliki penyertaan
               saham sebesar 475 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada BBU. Persentase
               kepemilikan BRT sebesar 95%.

                                                                                          6
Page 14
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   1.    UMUM (Lanjutan)

         d.   Entitas Anak (Lanjutan)

              Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

              PT Nusantara Climate Initiative Indonesia

             Berdasarkan Akta Notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 6 Oktober 2025, Entitas Anak (BRT dan
             NR) mengakuisisi 2.850 lembar dan 150 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100.000 per lembar saham pada
Approved by: NCII. Persentase kepemilikan BRT dan NR masing-masing sebesar 95% dan 5%.

         e.   Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
              Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama (Independen)       :           Bing Hartono Poernomosidi*
              Komisaris                          :              Stephanie Kane Ilham
                                                 :                 Syany Tjandra

              Direksi
              Direktur Utama                     :                   Halim Rusli
              Direktur                           :                   Widjaja Karli
              Direktur Independen                :                  Wang Sutrisno
                                                 :               Fernando Situmorang

              Komite Audit
              Ketua                              :           Bing Hartono Poernomosidi*
              Anggota                            :                Agus Hari Santoso
                                                                Windhi Yuananta Sari
              *merangkap sebagai Komisaris Independen
              Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Grup”) memiliki 1.422 dan 1.334 orang karyawan tetap
              masing-masing pada tanggal 31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2025.

         f.   Persetujuan dan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
              Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini, sesuai
              dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi
              Perusahaan pada 30 April 2026.


   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
         a.   Perubahan Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
              Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
              Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
              Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi atas Standar
              Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan ISAK yang diadopsi dari
              International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
              Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan mempengaruhi isi masing-masing PSAK
              dan ISAK.
         b.   Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan

              Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
              operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas PSAK
              revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap
              jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
              •    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
                   Jangka Panjang

                   Amendemen ini hanya mempengaruhi penyajian liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dalam
                   laporan posisi keuangan dan bukan jumlah atau waktu pengakuan aset, liabilitas, penghasilan atau beban, atau
                   informasi yang diungkapkan mengenai pos-pos tersebut.
                                                                  7
Page 15
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)

         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)
               •   PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
                   Jangka Panjang (lanjutan)

                   Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang
                   didasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan, menetapkan bahwa klasifikasi tersebut tidak
                   dipengaruhi oleh ekspektasi apakah entitas akan menggunakan haknya untuk menunda penyelesaian suatu
                   liabilitas, menjelaskan bahwa hak tersebut ada jika kovenan dipatuhi pada akhir periode pelaporan, dan
                   memperkenalkan definisi 'penyelesaian' untuk memperjelas bahwa penyelesaian mengacu pada pengalihan ke
Approved by:
                   pihak lain atas kas, instrumen ekuitas, aset dan jasa lainnya.
               •   PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan

                   Amendemen tersebut menetapkan bahwa hanya perjanjian yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum akhir
                   periode pelaporan yang memengaruhi hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua
                   belas bulan setelah tanggal pelaporan (dan karenanya harus dipertimbangkan dalam menilai klasifikasi liabilitas
                   sebagai lancar atau tidak lancar).
                   Perjanjian tersebut memengaruhi apakah hak tersebut ada pada akhir periode pelaporan, bahkan jika kepatuhan
                   terhadap perjanjian dinilai hanya setelah tanggal pelaporan (misalnya perjanjian berdasarkan posisi keuangan
                   entitas pada tanggal pelaporan yang dinilai kepatuhannya hanya setelah tanggal pelaporan).
                   DSAK-IAI juga menetapkan bahwa hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya selama dua belas
                   bulan setelah tanggal pelaporan tidak terpengaruh jika entitas hanya harus mematuhi perjanjian setelah periode
                   pelaporan. Namun, jika hak entitas untuk menunda penyelesaian liabilitas bergantung pada kepatuhan entitas
                   terhadap perjanjian dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan, entitas mengungkapkan informasi
                   yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami risiko liabilitas yang harus dibayar kembali dalam
                   waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Ini akan mencakup informasi tentang perjanjian (termasuk
                   sifat perjanjian dan kapan entitas diharuskan untuk mematuhinya), jumlah tercatat liabilitas terkait dan fakta serta
                   keadaan, jika ada, yang menunjukkan bahwa entitas mungkin mengalami kesulitan dalam mematuhi perjanjian.
               •   PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
                   Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok

                   Amendemen tersebut menambahkan tujuan pengungkapan pada PSAK 207 yang menyatakan bahwa suatu
                   entitas diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang pengaturan keuangan pemasoknya yang
                   memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk menilai dampak pengaturan tersebut terhadap liabilitas dan
                   arus kas entitas. Selain itu, PSAK 107 diamendemen untuk menambahkan pengaturan keuangan pemasok
                   sebagai contoh dalam persyaratan untuk mengungkapkan informasi tentang paparan entitas terhadap
                   konsentrasi risiko likuiditas.
                   Amendemen tersebut berisi ketentuan transisi khusus untuk periode pelaporan tahunan pertama di mana Grup
                   menerapkan amendemen tersebut. Berdasarkan ketentuan transisi, suatu entitas tidak diharuskan untuk
                   mengungkapkan:
               •   informasi komparatif untuk setiap periode pelaporan yang disajikan sebelum awal periode pelaporan tahunan
                   di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut.
               •   informasi yang diwajibkan oleh PSAK 207:44H(b)(ii)-(iii) pada awal periode pelaporan tahunan di mana entitas
                   pertama kali menerapkan amendemen tersebut.

               •   PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik

                   Amendemen PSAK 116 menambahkan persyaratan pengukuran selanjutnya untuk transaksi jual dan sewa-balik
                   yang memenuhi persyaratan dalam PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan untuk dicatat
                   sebagai penjualan. Amendemen tersebut mengharuskan penjual-penyewa untuk menentukan 'pembayaran
                   sewa' atau 'pembayaran sewa yang direvisi' sehingga penjual-penyewa tidak mengakui keuntungan atau
                   kerugian yang terkait dengan hak penggunaan yang dimiliki oleh penjual- penyewa, setelah tanggal dimulainya.

                   Amendemen tersebut tidak memengaruhi keuntungan atau kerugian yang diakui oleh penjual-penyewa terkait
                   dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa. Tanpa persyaratan baru ini, penjual-penyewa bisa mengakui
                   keuntungan atas hak penggunaan yang dimilikinya semata-mata karena pengukuran ulang liabilitas sewa
                   (misalnya, setelah modifikasi sewa atau perubahan jangka waktu sewa) dengan menerapkan persyaratan umum
                   dalam PSAK 116. Hal ini khususnya dapat terjadi dalam sewa-balik yang mencakup pembayaran sewa variabel
                   yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga.


                                                                     8
Page 16
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan)

         b.    Amandemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)

               •    PSAK 116 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik (lanjutan)

                    Sebagai bagian dari amendemen, DSAK-IAI mengubah Contoh Ilustrasi dalam PSAK 116 dan menambahkan
                    contoh baru untuk mengilustrasikan pengukuran selanjutnya atas aset hak-guna dan liabilitias sewa dalam
                    transaksi jual dan sewa-balik dengan pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku
                    bunga. Contoh ilustrasi tersebut juga mengklarifikasi bahwa liabilitas yang timbul dari transaksi jual dan sewa-
                    balik yang memenuhi syarat sebagai penjualan dengan menerapkan PSAK 115 adalah liabilitas sewa.
Approved by:
                    Penjual-penyewa menerapkan amendemen secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208 terhadap transaksi jual
                    dan sewa-balik yang dilakukan setelah tanggal penerapan awal, yang didefinisikan sebagai awal periode
                    pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan PSAK 116.

         c. Standar dan Amandemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
               Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK yang
               relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah
               sebagai berikut:
               Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
               •   PSAK 117, “Kontrak Asuransi”
                   PSAK 117 mengatur relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan pengecualian ruang lingkup,
                   penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa modifikasi pada ketentuan
                   transisi. PSAK 117 juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis
                   asuransi dengan yang berasal dari kegiatan investasi.
               •   PSAK 117 (Amendemen), “Kontrak Asuransi”, Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109-Informasi Komparatif
                   Amendemen ini memperjelas pengaturan bagi entitas industri asuransi yang akan melakukan penerapan awal
                   PSAK 117 dan PSAK 109 dalam periode bersamaan. Amendemen ini juga mengatasi isu penerapan yang terkait
                   dengan informasi komparatif yang akan disajikan pada penerapan awal untuk aset keuangan.
               •   PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”
                   Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai apakah suatu
                   mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar yang akan
                   digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.
               Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
               •   Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi
                   dan Pengukuran Instrumen Keuangan
                   Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan aset
                   keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan yang
                   diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas kontraktual dari aset
                   keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan karakteristik pinjaman non-course
                   dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut juga memperkenalkan persyaratan
                   pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                   lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.
               •   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109, “Instrumen
                   Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

                 Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
                 pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang bertentangan
                 dalam standar.
               Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
               amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
               manajemen.




                                                                    9
Page 17
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL


         a.    Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
               Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
               Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
               Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
               (“DSAK-IAI”) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
               Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
               Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
Approved by:   kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang
               berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti yang telah
               diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif
               tanggal 1 Januari 2026.
               Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
               kelangsungan usaha.
               Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual
               dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran
               lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
               Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
               dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
               Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
               tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
               Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
               merupakan mata uang fungsional Grup.
         b.    Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
               Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
               lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang.
               Suatu aset disajikan lancar bila:
               (i)   akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
               (ii) untuk diperdagangkan,
               (iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
                     penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
                     periode pelaporan.
               Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
               Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
               (i)   akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
               (ii) untuk diperdagangkan,
               (iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
               (iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode
                    pelaporan.
               Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.




                                                                     10
Page 18
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)


         c.   Prinsip-prinsip Konsolidasi

              Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas- entitas yang dikendalikan
              secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.

             Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
             • Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan
                aktivitas relevan dari investee;
Approved by: • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
             • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

              Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
              perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
              Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua fakta dan
              keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
              • Pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
              • Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
              • Hak suara dan hak suara potensial Grup.

              Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup
              kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi
              atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari
              tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak.
              Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
              akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
              Grup, kecuali dinyatakan lain.
              Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup
              juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
              Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak
              dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan
              dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi
              keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
              Kepentingan non-pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan
              non-pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk
              masing-masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah
              tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian
              kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
              Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
              entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non-pengendali, walaupun hasil di kepentingan non-pengendali
              mempunyai saldo defisit.
              Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
              Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non- pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
              perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali
              yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
              diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
              Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
              a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
              b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali;
              c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
              d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
              e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
              f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi; dan
              g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                  penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara
                  langsung aset atau liabilitas yang terkait.




                                                                  11
Page 19
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                     Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)


         c.    Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)

               Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai
               nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109, “Instrumen Keuangan”,
               ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura
               bersama.

         d.    Kombinasi Bisnis
Approved by:
               Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur
               pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang
               dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan
               kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya
               akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

               Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar kecuali
               untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.

               Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali
               dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada)
               atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
               tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.

               Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai kembali
               apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil alih dan
               menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian
               kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan imbalan yang
               dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.
               Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari
               pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada nilai
               wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
               Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
               pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode
               pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran
               (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal
               akuisisi.
               Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat
               sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan
               kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
               penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau
               liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar
               dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang
               tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan
               perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
               Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
               kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba
               rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan tersebut
               dilepas/dijual.
               Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup
               melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya.
               Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan
               yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
               akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.




                                                                     12
Page 20
                                                          FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                      Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         e.    Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
               Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
               transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi
               entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti
               substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan
               ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
               Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan.
               Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
Approved by:
               entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat aset
               neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi atau
               direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
         f.    Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
               Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
               a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
                  (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
                  (ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
                  (iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.

               b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
                  (i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
                         berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
                  (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
                         bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
                  (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
                  (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
                         entitas ketiga.
                  (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang
                         terkait dengan Grup.
                  (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
                  (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil
                         manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
                  (viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                         menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
                  (ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
               Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
               yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
         g. Instrumen Keuangan
             Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
             keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi
             keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
               Klasifikasi
               i. Aset keuangan
                   Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
                   diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                   (“FVTOCI”).
                   Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                   •    Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
                        mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                   •    Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
                        pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
                  Grup mengklasifikasikan instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                  •  Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
                     kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                  •  Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata
                     dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.



                                                                      13
Page 21
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
             Klasifikasi (Lanjutan)
             i. Aset keuangan (Lanjutan)
                 Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
                 memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
                 dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
                 Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola aset keuangan
Approved by:
                 untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus
                 kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
                 Pada saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan instrumen
                 ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
                 Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur
                 pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai
                 diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                 Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset yang
                 memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan
                 komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara
                 signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting
                 mismatch”).
                 Aset keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
                 keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang
                 disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya.
                 Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika:
                 •    diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat; atau
                 •    pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana
                      dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan actual laba jangka pendek; atau
                 •    merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau lindung nilai
                      yang ditunjuk dan efektif)
                Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain- lain diklasifikasikan sebagai
                aset yang diukur dengan biaya diamortisasi dan penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                diukur pada FVTOCI.
                Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL.
             ii. Liabilitas keuangan
                Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada
                FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
                Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas
                keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan
                untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga instrumen yang tidak ditetapkan
                sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                kecuali instrumen sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang
                timbul diakui pada laba rugi.
                Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan awal,
                dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 109 terpenuhi.
                Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha, utang lain-
                lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai liabilitas
                keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
                FVTPL.
             Pengakuan dan Pengukuran
             Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada awalnya
             diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan
             aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
             keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
             perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui langsung pada laba rugi.

                                                                 14
Page 22
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Pengakuan dan Pengukuran (Lanjutan)
               i. Aset keuangan
                  Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
                  ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
                  perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
                  Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang diamortisasi
Approved by:
                  atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut sebagai berikut:
                  •   Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
                      Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
                      metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba
                      rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
                  •   Instrumen ekuitas ditetapkan pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
                      penghentian pengakuan
                      Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang
                      timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan aset
                      keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian
                      kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke saldo laba.
                      Dividen diakui sebagai penghasilan investasi lainnya pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran
                      dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi, di mana
                      keuntungan tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lain. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada
                      FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
               ii. Liabilitas keuangan
                  •   Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
                      Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi
                      bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya
                      perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.


               Metode Suku Bunga Efektif
               Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan dalam menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
               aset keuangan atau liabilitas keuangan dan dalam pengalokasian dan pengkuan pendapatan bunga atau beban
               bunga pada laporan laba rugi selama periode relevan.
               Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan
               kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat bruto aset
               keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
               entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari
               instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi- opsi serupa),
               tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup seluruh fee (imbalan) dan
               komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lainnya.
               Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
               Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
               konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
               yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
               dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
               bersamaan.
               Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan
               dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
               peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.




                                                                    15
Page 23
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
             Penurunan Nilai Aset Keuangan
             Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.
             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
             besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan
             loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun eksposur atas
             gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk kontrak jaminan
Approved by:
             keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang
             diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis,
             pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi
             perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang
             diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan
             akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar
             yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa
             umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
             Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang
             disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
             namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
             Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan
             perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
             Peningkatan risiko kredit secara signifikan
             Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
             awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan
             dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan
             penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan mendukung, termasuk
             pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
             Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di mana debitur Grup
             beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan
             organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi
             yang terkait dengan operasi inti Grup.
             Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan
             sejak pengakuan awal: (a) indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan
             signifikan, (b) wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, (c) kemungkinan bahwa mereka akan
             dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan (d) di mana data yang dapat diobservasi
             mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi masa mendatang, seperti perubahan tunggakan
             atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.
             Definisi gagal bayar
             Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal
             karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya
             tidak dapat dipulihkan:
             •   ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
             •   informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur
                 kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan
                 yang dimiliki oleh Grup).
             Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak
             lebih dari 90 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria
             yang lebih panjang lebih tepat.



                                                                  16
Page 24
                                                         FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Aset keuangan memburuk
               Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
               pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami
               penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
               •   kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
               •   pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
Approved by:
               •   pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang
                   dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika
                   pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
               • terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
                  lainnya;
               •   hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
               •   pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit yang
                   terjadi.
               Kebijakan penghapusan
               Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam
               kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam
               proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya sudah
               lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek
               aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai. Setiap
               pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
               Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan dengan
               penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada instrumen
               utang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
               diakumulasi dalam “cadangan aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain”,
               dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
               Penghentian Pengakuan
               i. Aset keuangan
                   Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                   keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
                   Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                   keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: (Lanjutan)
                   a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
                   b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
                      menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material kepada
                      pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko
                      dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                      tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
                      mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                   Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
                   kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
                   mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan pengendalian atas
                   aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
                   Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
                   terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
                   dibayar kembali.
                   Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan dasar
                   yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.




                                                                     17
Page 25
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
               Penghentian Pengakuan (Lanjutan)
               i. Aset keuangan (Lanjutan)
                  Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
                  nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Sebaliknya, pada
                  penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal untuk
                  diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi
Approved by:      investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
               ii. Liabilitas keuangan
                  Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
                  dibatalkan atau kedaluwarsa.
                  Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
                  persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
                  keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
                  keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
                  Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
                  dan utang diakui dalam laba rugi.
         h. Pengukuran Nilai Wajar
               Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
               mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
               Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
               terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
               menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
               Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
               harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
               terbaiknya.
               Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
               mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
               penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
               Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
               diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
               keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
                 • Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
                 • Tingkat 2: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
                   diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
                 • Tingkat 3: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
                   dapat diobservasi.
               Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan
               apakah terjadi transfer antara tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input tingkat
               terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
               Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
               karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.




                                                                   18
Page 26
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

          i. Kas dan Setara Kas
             Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas (yaitu kas di tangan dan rekening
             giro) dan setara kas. Setara kas adalah investasi jangka pendek (umumnya dengan jatuh tempo awal tiga bulan atau
             kurang), sangat likuid yang dengan cepat dapat segera dikonversi ke jumlah kas yang diketahui dan memiliki risiko
             perubahan nilai yang tidak signifikan. Setara kas dimiliki untuk tujuan pemenuhan komitmen kas jangka pendek bukan
             untuk investasi atau tujuan lainnya.
             Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas dan setara kas sebagaimana
             dijelaskan di atas, setelah dikurangi saldo cerukan bank yang harus dibayar kembali sesuai permintaan dan
Approved by: merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup. Cerukan tersebut disajikan sebagai pinjaman
             jangka pendek pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
          j. Persediaan
             Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
             Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-
             biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang
             sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan variabel, sebagai
             tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
             Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya
             untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
             Grup menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi
             fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
          k. Biaya Dibayar di Muka
             Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
          l. Investasi pada Entitas Asosiasi
             Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan
             adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak
             mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
             Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan
             menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan
             PSAK 105, “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.
             Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar
             biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas laba rugi dan
             penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Grup atas kerugian
             entitas asosiasi melebihi kepentingan Grup pada entitas asosiasi (yang mencakup semua kepentingan jangka
             panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi neto Grup dalam entitas asosiasi), Grup
             menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Grup
             mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
             Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi
             entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari aset yang
             teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui sebagai goodwill. Goodwill
             termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap
             kelebihan kepemilikan Grup dari nilai wajar neto aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi,
             sesudah pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
             Persyaratan dalam PSAK 236, “Penurunan Nilai”, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap
             penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi. Bila diperlukan, jumlah tercatat investasi
             (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236 sebagai suatu aset tunggal dengan
             membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya
             pelepasan) dengan jumlah tercatatnya. Rugi penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi. Setiap
             pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut
             kemudian meningkat.




                                                                   19
Page 27
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

          l. Investasi pada Entitas Asosiasi (Lanjutan)
               Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi pada
               entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Grup mempertahankan
               kepemilikan dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi dan sisa investasi tersebut merupakan aset
               keuangan, Grup mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut
               dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 109. Selisih antara jumlah tercatat
               pada asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan.
               Nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi
Approved by:   termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Grup mencatat seluruh
               jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi
               tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah
               melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi)
               pada saat penghentian metode ekuitas.
               Grup melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura
               bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran
               kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.
               Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup
               mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
               komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut
               akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait.)
               Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
               dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar kepemilikan dalam
               entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
               Grup menerapkan PSAK 109, termasuk persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka panjang dalam
               entitas asosiasi ketika metode ekuitas tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari investasi neto pada
               investee. Selanjutnya, dalam menerapkan PSAK 109 untuk kepentingan jangka panjang, Grup tidak
               memperhitungkan penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK 228 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat
               kepentingan jangka panjang yang timbul dari alokasi kerugian investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan
               PSAK 228).
         m. Aset Tetap
               Tanah dan bangunan dinyatakan sebesar nilai revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi
               akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi, kecuali untuk tanah yang tidak
               disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai wajar aset
               yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
               Setiap kenaikan revaluasi yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dikreditkan ke akun ‟keuntungan dari
               revaluasi aset tetap” pada penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pembalikan penurunan revaluasi, atas aset
               yang sama yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan tersebut dikreditkan ke laba rugi
               sebesar penurunan yang dibebankan sebelumnya. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan
               bangunan dibebankan dalam laporan laba rugi hingga melebihi nilainya, jika ada, yang dicatat dalam keuntungan
               dari revaluasi aset tetap terkait dengan revaluasi tanah dan bangunan sebelumnya.
               Cadangan revaluasi yang dipindahkan secara periodik ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah
               penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset
               tersebut.
               Selain itu, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai
               aset neto disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Pada saat pelepasan, cadangan revaluasi
               atas aset yang dijual dipindahkan ke saldo laba.
               Aset tetap lainnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
               Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap pada saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi
               kriteria pengakuan. Demikian pula, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
               jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
               pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.




                                                                    20
Page 28
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
          m. Aset Tetap (Lanjutan)

               Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
               tetap, sebagai berikut:

                                                                Tahun

                Bangunan                                        10-30
                Sarana dan prasarana                              10
Approved by:    Instalasi listrik                                8-20
                Mesin dan peralatan                              4-16
                Alat-alat berat                                    8
                Kendaraan dan inventaris                          4-8
               Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
               perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset
               takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
               Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi
               untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
               transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset
               pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
               perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah
               secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”.
               Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
               masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban
               akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul
               dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
               Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya
               perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan
               kebijakan akuntansi Grup. Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
               tujuannya, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan
               sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.
               Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direviu dan disesuaikan, setiap akhir tahun, bila
               diperlukan.
         n. Properti Investasi
               Properti investasi Grup merupakan tanah yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai
               atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk
               tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
               Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
               jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
               pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
               investasi. Penambahan selanjutnya dikapitalisasi ke nilai tercatat aset hanya ketika ada keuntungan ekonomi di
               masa yang akan datang dapat dinikmati oleh Grup dari penambahan tersebut dan hal tersebut dapat diukur secara
               andal.
               Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
               digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
               saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
               dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau
               pelepasan tersebut.
               Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
               dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
               atau pengembangan.
               Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
               dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.




                                                                  21
Page 29
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         n. Properti Investasi (Lanjutan)
               Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Grup menggunakan metode biaya pada
               tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat
               properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan
               penggunaannya.

         o. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
               Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (“IUPHHK”)”; seperti biaya
Approved by:
               Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
               pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
               dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.

         p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
               Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
               Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat
               estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
               Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas dikurangi
               biaya untuk menjual dan nilai pakainya, dan ditentukan untuk aset individual, kecuali aset tersebut tidak
               menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai
               tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset atau unit penghasil kas tersebut mengalami
               penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai
               segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan
               nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
               Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
               tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko
               spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
               terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
               menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
               yang tersedia.
               Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
               nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
               telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau unit
               penghasil kas tersebut.
               Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
               terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
               penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan
               tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto
               setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
               pada tahun- tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
               komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal ini
               pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah pembalikan tersebut,
               penyusutan atau amortisasi aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat
               aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
         q. Sewa
               Sebagai Penyewa
               Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak-
               guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Grup merupakan penyewa,
               kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau
               kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui pembayaran
               sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih
               merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
               Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal
               permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat
               ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.



                                                                    22
Page 30
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)


   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

          q. Sewa (Lanjutan)
               Sebagai Penyewa (Lanjutan)
               Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan
               berdasarkan serangkaian input, termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah;
               penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian
               khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan grup dan sewa tersebut
               tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Grup.
Approved by:
               Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
                • pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
                • pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
                  menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
                • jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
                • harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
                • pembayaran penalty karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
                  untuk menghentikan sewa.

               Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
               Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas
               sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa
               yang telah dibayar.
               Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba
               rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas
               untuk setiap periode.
               Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-guna) jika:
                • terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di mana
                  liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revision menggunakan tingkat diskonto revisian;
                • terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan
                  pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan
                  pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
                  perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
                • kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa diukur
                  dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.

               Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau
               sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi
               akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
               Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana
               aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi
               diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak- guna terkait, kecuali jika biaya
               tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
               Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa
               manfaat aset, sebagai berikut:
                                                               Tahun

                Mesin dan peralatan                               16
                Kendaraan                                          8
               Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak- guna merefleksikan Grup
               akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai
               pada tanggal permulaan sewa.
               Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                                  23
Page 31
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         q. Sewa (Lanjutan)
               Grup menerapkan PSAK 236 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat
               kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan penurunan nilai aset non
               keuangan.
               Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas
               sewa dan aset hak- guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi
               yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan
               laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Approved by:
               Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan penyewa untuk tidak memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat
               masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak
               menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan
               atau komponen non sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar
               harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing- masing dari komponen non sewa.

         r. Pajak Penghasilan
               Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
               transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain
               atau langsung pada ekuitas atau kombinasi bisnis.
               Pajak Kini
               Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
               ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
               yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
               berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan
               akan dibayar kepada otoritas pajak.
               Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam
               laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
               Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan
               sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak
               penghasilan.
               Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
               keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut
               dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
               Pajak Tangguhan
               Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan
               pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan
               diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui
               untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
               jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi
               fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain
               dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan
               temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak
               memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan
               temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
               direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
               secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
               pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan
               atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau
               dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
               Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah
               tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
               mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai
               kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
               akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.



                                                                  24
Page 32
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         r.   Pajak Penghasilan (Lanjutan)
               Pajak Tangguhan (Lanjutan)
               Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
               ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
               tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas
               dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan,
               pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan
               untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Approveds.
        by: Imbalan Kerja

               Imbalan Kerja Jangka Pendek
               Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
               akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
               karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada
               laba rugi.
               Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan
               akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
               Imbalan Pascakerja Program Imbalan Pasti
               Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
               tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja. Beban
               pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
               periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan
               tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
               Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika
               ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
               keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode
               terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian
               untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui sebagai pos terpisah
               pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
               Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup mengakui
               biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
               Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
               imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
                • Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian)
                • Beban atau pendapatan bunga neto
                • Pengukuran kembali
               Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen
               dicatat sebagai biaya jasa lalu.
               Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus
               aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini
               manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan
               atas program.
         t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban
               Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
               analisa sebagai berikut:
                • Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
                • Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak
                  untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
                • Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
                  sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
                  dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah
                  imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
                  dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama
                  periode kontrak;
                                                                25
Page 33
                                                        FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

         t.    Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
                Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
                analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
                 • Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdirisendiri
                   relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
                   langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
                 • Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi denganmenyerahkan barang atau jasa
Approved by:       yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
                Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan
                dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan
                pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan
                Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
                pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan yaitu saat penyerahan barang kepada pelanggan
                sesuai dengan ketentuan penjualan.
                Liabilitas Kontrak
                Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
                pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan ketika
                Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada pelanggan).
                Liabilitas kontrak disajikan terpisah di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
                Beban
                Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
                Penghasilan/Beban Bunga
                Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau biaya bunga
                dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
                pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
                keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
                atau liabilitas keuangan.
         u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo
                Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga merupakan
                mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali entitas anak tertentu, yaitu CRA yang memiliki mata uang
                fungsional Krona Denmark. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan
                laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut.
                Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
                dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
                sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
                perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
                dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.
                Pos-pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku
                pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta
                asing tidak dijabarkan kembali.
                Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk:
                Selisih kurs atas pinjaman dalam valuta asing yang berkaitan dengan aset dalam konstruksi untuk penggunaan
                yang produktif di masa depan, termasuk dalam biaya perolehan aset tersebut ketika dianggap sebagai penyesuaian
                atas biaya bunga atas pinjaman dalam valuta asing;
                Selisih kurs atas pos moneter piutang atau utang dari kegiatan usaha luar negeri yang penyelesaiannya tidak
                direncanakan atau tidak mungkin terjadi (karenanya membentuk bagian dari investasi neto dalam kegiatan usaha
                luar negeri), yang pada awalnya diakui pada penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba
                rugi pada pelepasan atau pelepasan sebagian dari investasi neto; dan
                Selisih nilai tukar yang muncul dari penjabaran kembali pos-pos non-moneter, di mana keuntungan atau kerugian
                diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Untuk pos-pos non-moneter tersebut, setiap keuntungan atau
                kerugian dari komponen pertukaran tersebut juga diakui dalam penghasilan komprehensif lain.


                                                                    26
Page 34
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo (Lanjutan)
               Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah, mata uang penyajian Grup, pada tanggal
               31 Maret 2026 dan 2025, adalah sebagai berikut:

                                   Mata uang              31 Maret 2026           31 Desember 2025
                              US$ 1                          16,993                    16,782
                              EUR 1                          19,538                    19,753
                              RMB 1                           2,459                     2,401
Approved by:   Akun-akun dari entitas anak luar negeri dijabarkan dari mata uang pelaporannya menjadi Rupiah dengan dasar
               sebagai berikut:
                  a.    Aset dan liabilitas, baik moneter maupun non-moneter, dijabarkan dengan menggunakan kurs penutup.
                  b.    Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi atau,
                        bila memenuhi syarat, kurs rata-rata periode tersebut.
                  c.    Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif Lain – Selisih Kurs atas
                        Penjabaran Akun-akun Kegiatan Usaha Luar Negeri” sebagai bagian dari ekuitas sampai pelepasan
                        investasi neto yang bersangkutan.
               Pada pelepasan kegiatan usaha luar negeri (yaitu pelepasan dari seluruh kepentingan Grup pada kegiatan usaha
               luar negeri, atau pelepasan yang melibatkan hilangnya pengendalian pada entitas anak yang mencakup kegiatan
               usaha luar negeri, atau pelepasan parsial atas kepentingan dalam pengaturan bersama atau entitas asosiasi yang
               mencakup kegiatan operasi luar negeri, merupakan aset keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri),
               seluruh selisih kurs terakumulasi di ekuitas yang terkait dengan kegiatan usaha luar negeri yang telah diatribusikan
               ke pemilik Perusahaan direklasifikasi ke laba rugi.
               Selanjutnya, dalam pelepasan sebagian dari entitas anak yang mencakup kegiatan usaha luar negeri, yang tidak
               mengakibatkan hilangnya pengendalian Grup atas entitas anak, bagian proporsional dari akumulasi selisih kurs
               diatribusikan kembali kepada kepentingan non- pengendali dan tidak diakui dalam laba rugi. Untuk seluruh
               pelepasan sebagian kepentingan lainnya (yaitu pelepasan sebagian dari entitas asosiasi atau pengaturan bersama
               yang tidak mengakibatkan hilangnya pengaruh signifikan atau pengendalian bersama Grup), bagian proporsional
               dari jumlah kumulatif selisih kurs direklasifikasi ke laba rugi.
               Pada konsolidasi, selisih kurs yang berasal dari penjabaran atas investasi neto entitas luar negeri (termasuk pos-
               pos moneter yang secara substansi membentuk bagian investasi neto entitas luar negeri), diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah di bawah judul “cadangan selisih
               kurs atas penjabaran akun- akun kegiatan usaha luar negeri”.
               Goodwill dan penyesuaian nilai wajar yang timbul dari akuisisi dari kegiatan usaha luar negeri diperlakukan sebagai
               aset dan liabilitas dari kegiatan usaha luar negeri dan dijabarkan pada kurs tutup buku. Selisih kurs yang timbul
               diakui pada penghasilan komprehensif lain.
         v. Informasi Segmen
               Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
               direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
               segmen operasi.
               Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
                   a.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memeroleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
                        pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
                   b.   yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
                        keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
                   c.   di mana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
               Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian
               kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
               Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
               kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
               Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
         w. Laba per Saham Dasar
               Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
               pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang
               bersangkutan.

                                                                  27
Page 35
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   3.    INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
         x. Biaya Emisi Saham
               Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
               “Tambahan Modal Disetor”.

         y. Provisi dan Kontinjensi
               Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
               peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal
               mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Approved by:
               Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan
               kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi
               kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan
               kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu uang bersifat
               material).
               Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
               penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
               berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.
               Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari
               pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah
               piutang dapat diukur secara andal.
               Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi diungkapkan
               dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya yang mewujudkan manfaat
               ekonomi bersifat kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian di mana kemungkinan
               besar terjadi arus masuk manfaat ekonomi.
         z.    Saham Treasuri
               Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
               kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan
               tidak diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa
               yang akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.

         aa. Peristiwa setelah Periode Pelaporan
               Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
               pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode
               pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan
               konsolidasian.

   4.     PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
          Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
          dan asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir
          periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
          terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
         a.    Pertimbangan
                Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
                memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
               Penilaian Model Bisnis
               Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
               menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
               untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
               relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
               dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
               yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
               dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
               konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
               berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika
               tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan
               prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
               disajikan.
                                                                   28
Page 36
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         a. Pertimbangan (Lanjutan)
               Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
               Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 3g, kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai cadangan yang setara
               dengan ECL 12 bulan untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
               bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. PSAK 109
               tidak menjelaskan apa yang merupakan peningkatan risiko kredit yang signifikan. Dalam menilai apakah risiko
               kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi masa depan yang wajar
               dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Approved by:   Penentuan Mata Uang Fungsional
               Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata
               uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
               penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
               Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
               Grup menyimpulkan bahwa penjualan barang yang diberikan harus suatu titik waktu karena pelanggan secara
               bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan Grup. Pendapatan dari penjualan produk-produk Grup
               diakui pada saat pengendalian atas barang berpindah kepada pembeli, yang pada umumnya terjadi pada saat
               yang bersamaan dengan pengiriman dan penerimaan barang.
               Pendapatan diakui bila besar kemungkinan bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan
               jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima.
         b. Estimasi dan Asumsi
               Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
               memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
               berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
               saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
               berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi
               terkait pada saat terjadinya.
               Penurunan Nilai Piutang Usaha
               Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari
               lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.
               Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat gagal bayar yang diamati secara historis Grup. Grup akan
               mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan
               ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat
               menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, maka tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
               pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan
               ke depan dianalisis.
               Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
               adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
               Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili gagal bayar aktual
               pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Grup.
               Penilaian Instrumen Keuangan
               Grup menggunakan teknik penilaian yang meliputi input yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
               diobservasi untuk mengestimasi nilai wajar dari beberapa jenis instrumen keuangan.
               Direksi berpendapat bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah tepat dalam
               menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.
               Revaluasi Aset Tetap
               Pengukuran nilai tanah dan bangunan pada nilai revaluasi dengan perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
               komprehensif lain. Grup menggunakan spesialis penilai independen untuk menentukan nilai wajar pada tanggal
               31 Desember 2023.
               Untuk aset tetap, penilai menggunakan pendekatan perbandingan pasar untuk tanah dan pendekatan biaya untuk
               bangunan.




                                                                 29
Page 37
                                                       FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)
         b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
               Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain Goodwill)
               Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih
               besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
               didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal
               atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
               dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.
               Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi
Approved by:
               yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset
               dari unit penghasil kas yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam
               model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan
               dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
               Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal
               31 Maret 2026 dan 2025.
               Imbalan Pasca-Kerja dan Pensiun
               Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
               digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
               lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
               umur pensiun dan tingkat kematian.
               Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi keuangan
               konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain dalam periode
               terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
               pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi secara
               material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
               Pajak Penghasilan
               Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
               dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup
               mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
               penghasilan badan.
               Aset Pajak Tangguhan
               Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang belum
               digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal
               tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak
               tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
               perencanaan pajak masa depan.
               Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
               Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik
               yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
               estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan
               disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang memengaruhi jumlah yang diestimasi.
               Estimasi IBR untuk Sewa
               Grup tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Grup menggunakan
               suku bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus
               dibayar Grup untuk meminjam dalam jangka waktu yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan
               untuk memeroleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh
               karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Grup, yang memerlukan perkiraan ketika tidak ada
               tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan sewa.
               Grup memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti suku bunga pasar) jika tersedia dan
               membuat estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan (seperti peringkat kredit).




                                                                  30
Page 38
                                                      FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   4.    PERTIMBANGAN KRISIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan)

         b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
               Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
               Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
               manfaat ekonomisnya. Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Grup ditentukan berdasarkan periode
               kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
               pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
               berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
               lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat
Approved by:   dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena
               perubahan faktor yang disebutkan di atas.
               Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan dan
               amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
   5.    KAS DAN SETARA KAS

           Akun ini terdiri dari:
                                                                  31 Maret 2026                  31 Desember 2025
                                                                  (Tidak diaudit)                    (Diaudit)

           Kas                                                         10,850,964,572                     724,521,287

           Bank - pihak ketiga
           Rupiah
           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               12,969,220,764                     458,564,762
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                       4,749,659,174                   4,821,015,324
           PT Bank Pembangunan Daerah Khusus
              Ibukota Jakarta                                               1,627,429                       2,167,429
           PT Bank Central Asia Tbk                                     2,570,857,932                   1,828,481,719
           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                      21,856,653,917                  25,670,532,040
           PT Bank ICBC Indonesia                                          15,923,840                      15,958,729
           PT Bank Syariah Indonesia                                        3,991,261                       4,036,261
           PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk                        2,079,325                       3,885,092
           PT Bank Maspion Indonesia Tbk                                   26,465,453                      26,488,434

           Dolar Amerika Serikat
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         727,064,198                   9,883,018,813
           PT Bank Central Asia Tbk                                        62,123,349                      65,766,141
           Ringkobing Landbobank                                        5,955,910,556                   5,881,956,744
           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                1,121,320,150                   2,390,930,030
           PT Bank ICBC Indonesia                                          15,189,703                      15,532,915
           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                          39,480,856                      19,480,378

           Euro
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         30,148,828                       24,178,774

           Sub-Jumlah                                                  50,147,716,735                  51,111,993,585

           Deposito Berjangka - pihak ketiga
           Rupiah
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                      15,856,762,000                   6,600,000,000

           Dolar Amerika Serikat
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                      27,851,527,000                  19,802,760,000

           Sub-Jumlah                                                  43,708,289,000                  26,402,760,000
           Jumlah                                                     104,706,970,307                  78,239,274,872

         Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 2,5%-3% dan 2,5%-4% per tahun masing-masing pada tahun
         2026 dan 2025.
                                                                 31
Page 39
                                                     FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   6.    PIUTANG USAHA – BERSIH

           Akun ini terdiri dari:
           a. Berdasarkan pelanggan

                                                                   31 Maret 2026                31 Desember 2025
                                                                   (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

           Pihak ketiga
           Ekspor
Approved by:                                                          336,178,974,266                 342,388,979,278
           Lokal                                                        6,578,418,100                   3,013,501,481
           Sub-jumlah                                                 342,757,392,366                 345,402,480,759
           Penyisihan atas kerugian
                      kredit ekspektasian                               (238,545,243)                   (360,531,286)
           Pihak ketiga - bersih                                      342,518,847,123                 345,041,949,473

           Pihak berelasi
           PT Integriya Dekorindo                                       9,097,972,186                    7,982,126,965
           PT Alam Mentari Sejahtera                                      395,885,534                      383,070,505
           PT Mindo Integra Indonesia                                   6,380,542,287                   11,516,046,525
           Sub Jumlah                                                  15,874,400,007                   19,881,243,995
           Penyisihan atas kerugian
                      kredit ekspektasian                                 (84,524,472)                    (49,091,306)
           Pihak berelasi - bersih                                     15,789,875,535                  19,832,152,689
           Piutang usaha - bersih                                     358,308,722,658                 364,874,102,162


          Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 90 hari.
          Penyisihan atas ECL untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha
          diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis
          posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum
          industri di mana debitur beroperasi.
          Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.


           b. Berdasarkan mata uang

                                                                   31 Maret 2026                 31 Desember 2025
                                                                   (Tidak diaudit)                   (Diaudit)

           Dolar Amerika Serikat                                      336,178,974,266                 340,547,390,107
           Rupiah                                                      22,452,818,107                  22,894,745,476
           Euro                                                                     -                   1,841,589,171
           Jumlah                                                     358,631,792,373                 365,283,724,754
           Penyisihan atas kerugian
                     kredit ekspektasian                                (323,069,715)                   (409,622,592)
           Piutang usaha - neto                                       358,308,722,658                 364,874,102,162




                                                                 32
Page 40
                                                     FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   6.    PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)


            c. Berdasarkan umur

                                                                  31 Maret 2026                31 Desember 2025
                                                                  (Tidak diaudit)                  (Diaudit)


           Belum jatuh tempo                                        161,631,912,853                 180,341,145,963
           1 - 30 hari                                               47,025,997,063                  40,441,421,623
Approved by:
           31 - 60 hari                                              31,806,673,186                  15,817,555,756
           61 – 90 hari                                              15,845,343,490                  22,771,362,550
           > 90 hari                                                102,321,865,781                 105,912,238,862
            Jumlah                                                  358,631,792,373                 365,283,724,754
            Penyisihan atas kerugian
                          kredit ekspektasian                          (323,069,715)                   (409,622,592)
            Sub Jumlah                                              358,308,722,658                 364,874,102,162



            d. Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2026                31 Desember 2025
                                                                  (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

            Saldo awal                                                   409,622,592                   5,687,825,753
            Penyisihan tahun berjalan                                    230,619,208                               -
            Pemulihan tahun berjalan                                   (317,172,085)                 (5,278,203,161)

            Saldo akhir                                                 323,069,715                      409,622,592


         Pada tanggal 31 Desember 2025, piutang usaha sebesar Rp 708.063.000.000 dijadikan jaminan utang bank dan lembaga
         keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
         Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas ECL tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak
         tertagihnya piutang usaha.

   7.    PIUTANG LAIN-LAIN


            Piutang lain-lain terdiri dari:

                                                                  31 Maret 2026                31 Desember 2025
                                                                  (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

            Pihak ketiga                                            162,328,190,457                 158,148,937,224
            Pihak berelasi
            PT Integriya Dekorindo                                      135,294,118                     117,300,000
            PT Alam Mentari Sejahtera                                     1,010,000                       1,010,000
            PT Mindo Integra Indonesia                                  389,409,864                     453,945,495
            Sub-jumlah                                                  525,713,982                     572,255,495

            Jumlah                                                  162,853,904,439                 158,721,192,719



         Manajemen menilai risiko gagal bayar piutang lain- lain adalah rendah atau kecil, sehingga tidak ada penyisihan atas
         ECL yang diakui.
                                                                 33
Page 41
                                                    FINAL DRAFT
        PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
        Tanggal 31 Maret 2026
        dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
        (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   8.    PERSEDIAAN – BERSIH


           Akun ini terdiri dari:

                                                                    31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                    (Tidak diaudit)               (Diaudit)

           Manufaktur
           Bahan baku dan pembantu
Approved by:                                                         1,641,689,975,172           1,723,932,548,104
           Barang dalam proses                                         806,058,872,593             832,179,638,565
           Barang jadi                                                 773,188,063,770             770,295,835,525

           Kehutanan
           Persediaan kayu bulat                                         6,490,747,759                 6,490,747,759

           Sub-Jumlah                                                3,227,427,659,294           3,332,898,769,953
           Penyisihan penurunan nilai pasar
             dan keusangan persediaan                                  (10,152,223,038)              (10,152,223,038)

           Jumlah                                                    3,217,275,436,256           3,322,746,546,915


         Mutasi penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai berikut :


                                                                    31 Maret 2026              31 Desember 2025
                                                                    (Tidak diaudit)                (Diaudit)

            Saldo awal                                                  10,152,223,038                10,473,798,038
            Penyisihan (pemulihan)
              tahun berjalan                                                         -                 (321,575,000)
            Saldo akhir                                                 10,152,223,038                10,152,223,038


         Pada tanggal 31 Desember 2025, persediaan sebesar Rp 2.505.857.580.000 digunakan sebagai jaminan atas utang
         bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

         Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir tahun, manajemen
         berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
         atas nilai persediaan tersebut.




                                                               34
Page 42
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   9. UANG MUKA PEMBELIAN


        Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:

                                                                    31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                    (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

        Pihak ketiga
Approved Persediaan
         by:                                                         1,172,599,310,335             1,107,865,531,256
        Aset tetap                                                       8,190,519,715                 7,977,844,485
        Lain-lain                                                      102,960,936,242               101,216,940,666

        Jumlah                                                       1,283,750,766,292             1,217,060,316,407



        Uang muka pembelian disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai:

        Aset lancar                                                  1,174,102,035,174             1,107,963,267,938
        Aset tidak lancar                                              109,648,731,118               109,097,048,469

        Jumlah                                                       1,283,750,766,292             1,217,060,316,407


       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah yang berlokasi di
       Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m2        dengan nilai masing-masing sebesar Rp 7.872.651.562 dan
       Rp 7.808.551.562.

   10. PENYERTAAN SAHAM
                                            Persentase                                  Penurunan atas
                                                               Biaya perolehan                                     Nilai wajar
                                            kepemilikan                               perubahan nilai wajar
        31 Maret 2026
        PT Integriya Dekorindo (ITD)              18.49%            15,990,782,486          (15,990,782,486)                      -
        PT Teknologi Optimal Prima
                                                   8.92%             3,004,400,000           (3,004,400,000)                      -
        (TOP)
        PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)                19%            1,900,000,000           (1,657,663,680)            242,336,320


        Jumlah                                                      20,895,182,486          (20,652,846,166)            242,336,320



                                            Persentase                                  Penurunan atas
                                                               Biaya perolehan                                     Nilai wajar
                                            kepemilikan                               perubahan nilai wajar
        31 Desember 2025
        PT Integriya Dekorindo (ITD)           18.49%               15,990,782,486          (15,990,782,486)                      -
        PT Teknologi Optimal Prima
                                               8.92%                 3,004,400,000           (3,004,400,000)                      -
        (TOP)
        PT Interkreasi Kerja Aji (IKA)          19%                  1,900,000,000           (1,657,663,680)            242,336,320


        Jumlah                                                      20,895,182,486          (20,652,846,166)            242,336,320




                                                               35
Page 43
                                                               FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                              Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI



                                                                                          31 Maret 2026                   31 Desember 2025
                                                                                          (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

           Saldo awal                                                                       58,946,468,747                         36,798,183,027
           Penambahan                                                                                    -                            450,000,000
           Bagian laba                                                                       2,742,376,787                         19,663,238,048
           Bagian pada penghasilan
Approved by:
             komprehensif lain                                                                      644,236,774                      2,035,047,672

            Saldo akhir                                                                     62,333,082,308                         58,946,468,747




            Pada tanggal 31 Maret 2026, entitas asosiasi yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut:

                                                                                                                                  Persentase kepemilikan
                      Nama entitas asosiasi                  Aktivitas utama                          Tempat kedudukan              dan hak suara yang
                                                                                                                                       dimiliki Grup

            PT WoodOne Intega Indonesia                    Manufaktur pintu kayu                             Indonesia                           25%
            PT Mindo Integra Indonesia                      Manufaktur furniture                             Indonesia                          37.5%


   12. ASET TETAP – BERSIH
        Akun ini terdiri dari:


                                                                                    31 Maret 2026

                                     Saldo Awal                 Penambahan                          Pengurangan          Reklasifikasi                   Saldo Akhir
      Biaya perolehan atau

      jumlah revaluasian

      Tanah                            1,225,979,335,867                        -                                    -                      -               1,225,979,335,867

      Bangunan                           607,902,058,923                        -                                    -                      -                 607,902,058,923

      Sarana prasarana                   170,922,449,849                        -                                    -                      -                 170,922,449,849

      Instalasi listrik                   54,515,193,716                        -                                    -                      -                  54,515,193,716

      Mesin dan peralatan                534,951,371,772            7,323,426,826                        4,212,725,521            146,448,280                 538,208,521,357

      Alat-alat berat                      2,100,000,000                        -                                    -                      -                   2,100,000,000

      Kendaraan                           82,693,753,647             791,503,942                                     -                      -                  83,485,257,589

      Inventaris                          32,480,677,216             149,879,673                           97,266,281                       -                  32,533,290,608

      Sub-jumlah                       2,711,544,840,990            8,264,810,441                        4,309,991,802            146,448,280               2,715,646,107,909

      Aset dalam penyelesaian              1,189,503,372              98,184,031                                     -          (146,448,280)                   1,141,239,123

      Jumlah                           2,712,734,344,362            8,362,994,472                        4,309,991,802                      -               2,716,787,347,032



      Akumulasi penyusutan

      Bangunan                            91,240,398,357           10,343,648,066                                    -                      -                 101,584,046,423

      Sarana prasarana                    80,239,800,028           10,304,668,158                                    -                      -                  90,544,468,186

      Instalasi listrik                   39,343,326,022             452,118,231                                     -                      -                  39,795,444,253

      Mesin dan peralatan                260,261,048,197            8,606,248,207                        3,075,247,554                      -                 265,792,048,850

      Alat-alat berat                      2,100,000,000                        -                                    -                      -                   2,100,000,000

      Kendaraan                           66,242,562,374            1,169,012,877                                    -                      -                  67,411,575,251

      Inventaris                          28,715,564,952             428,974,640                           59,772,676                       -                  29,084,766,916

      Jumlah                             568,142,699,930           31,304,670,179                        3,135,020,230                      -                 596,312,349,879

      Nilai Buku                       2,144,591,644,432                                                                                                    2,120,474,997,153




                                                                               36
Page 44
                                                         FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                    Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2026
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)

                                                                             31 Desember 2025
                                   Saldo Awal            Penambahan                        Pengurangan           Reklasifikasi                   Saldo Akhir

         Biaya perolehan atau

         jumlah revaluasian

         Tanah                       1,225,979,335,867                   -                                   -                       -              1,225,979,335,867

         Bangunan                      604,394,407,001       1,770,509,699                                   -          1,737,142,223                 607,902,058,923

         Sarana prasarana              170,922,449,849                   -                                   -                       -                170,922,449,849

         Instalasi listrik              52,743,593,086       1,701,600,630                                   -             70,000,000                  54,515,193,716
Approved by:
       Mesin dan peralatan             485,957,611,387      66,089,377,426                      18,391,076,838          1,295,459,797                 534,951,371,772

         Alat-alat berat                 3,192,500,000                   -                       1,092,500,000                       -                  2,100,000,000

         Kendaraan                      79,418,083,040       9,369,627,153                       6,093,956,546                       -                 82,693,753,647

         Inventaris                     31,556,081,483       1,529,909,584                        605,313,851                        -                 32,480,677,216

         Sub-jumlah                  2,654,164,061,713      80,461,024,492                      26,182,847,235          3,102,602,020               2,711,544,840,990

         Aset dalam penyelesaian         3,002,090,996       1,290,014,396                                   -         (3,102,602,020)                  1,189,503,372

         Jumlah                      2,657,166,152,709      81,751,038,888                      26,182,847,235                       -              2,712,734,344,362



         Akumulasi penyusutan

         Bangunan                       49,965,065,565      41,275,332,792                                   -                       -                 91,240,398,357

         Sarana prasarana               72,481,814,435       7,757,985,593                                   -                       -                 80,239,800,028

         Instalasi listrik              37,545,741,748       1,797,584,274                                   -                       -                 39,343,326,022

         Mesin dan peralatan           237,530,354,445      33,501,956,082                      10,771,262,330                       -                260,261,048,197

         Alat-alat berat                 3,192,500,000                   -                       1,092,500,000                       -                  2,100,000,000

         Kendaraan                      64,018,188,622       6,300,205,978                       4,075,832,226                       -                 66,242,562,374

         Inventaris                     27,313,946,888       1,894,731,320                        493,113,256                        -                 28,715,564,952

         Jumlah                        492,047,611,703      92,527,796,039                      16,432,707,812                       -                568,142,699,930

         Nilai Buku                  2,165,118,541,006                                                                                              2,144,591,644,432




          Pada periode Maret 2026 dan 2025, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
          perolehan masing-masing sebesar Rp 6.392.878.363 dan Rp 27.593.863.165 dan akumulasi penyusutan masing-masing
          sebesar Rp 1.209.719.235 dan Rp 7.243.144.332.
          Pada periode Maret 2026 dan 2025, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-
          masing sebesar Rp 1.016.199.570 dan Rp 20.209.272.002.


             Beban penyusutan dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut:
                                                                                       31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                                      (Tidak diaudit)                       (Diaudit)


             Beban pokok penjualan                                                          17,721,088,575                  69,075,464,666
             Beban umum dan administrasi                                                    12,373,862,369                  16,209,187,041


             Jumlah                                                                         30,094,950,944                  85,284,651,707



          Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp 576.665.500.079
          pada tanggal 31 Desember 2025. Keuntungan revaluasi aset tetap yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
          terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 976.034.601.816 tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
          Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
          sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
          yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.




                                                                         37
Page 45
                                                         FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)

        Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:

                                        Penilai Independen              Tanggal              Nama Penilai Independen               Nomor Ijin
                                                                        Laporan                                                     Penilai
         PT Integra Indocabinet     KJPP Pung’s Zulkarnain &           18 Januari         Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                                  P-1.13.00378
         Tbk                                Rekan                        2024                        (Cert.)
         PT Intertrend Utama       KJPP Sarwono, Indriassari &         15 Januari
                                                                                         Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)          P-1.12.00326
                                            Rekan                        2024
         PT Interkraft             KJPP Ruddy Barus Yenny &                             Dr. Ruddy Tri Santoso, M.M., MAPPI
                                                                  30 Maret 2023                                                   P-1.17.00472
                                            Rekan                                                      (Cert)
Approved by:                       KJPP Sarwono, Indriassari &         15 Januari
                                                                                         Anhar Armansyah,ST.MAPPI (Cert)          P-1.12.00326
                                            Rekan                        2024
                                    KJPP Pung’s Zulkarnain &
         PT Intera Indonesia                                          8 Maret 2024
                                            Rekan                                         Fahmi Hassan, M.Ec.Dev, MAPPI
                                                                                                                                  P-1.13.00378
                                    KJPP Pung’s Zulkarnain &           18 Januari                    (Cert.)
                                            Rekan                        2024

       Hirarki nilai wajar atas tanah dan bangunan adalah tingkat 2.
       Tidak terdapat perpindahan antar atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
       Pada tahun 2025 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 16.903.069.820.
       Grup memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun. Pada tanggal
       31 Maret 2026, HGB Grup masih memiliki sisa jangka waktu 1-30 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu
       HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


         Aset dalam penyelesaian terdiri dari:
                                                                                          31 Maret 2026
                                                         Perkiraan %                          Nilai               Tahun perkiraan
                                                         penyelesaian                       tercatat               penyelesaian


         Bangunan, Sarana dan
          Prasarana                                             75%                         1,072,265,644          Agustus 2026
         Mesin dan Peralatan                                    60%                            68,972,479              Mei 2026


         Jumlah                                                                             1,141,239,123


                                                                                        31 Desember 2025
                                                         Perkiraan %                          Nilai               Tahun perkiraan
                                                         penyelesaian                       tercatat               penyelesaian


         Bangunan, Sarana dan
          Prasarana                                             66%                         1,044,080,644              Juli 2026
         Mesin dan Peralatan                                    95%                           145,422,728           Januari 2026


         Jumlah                                                                             1,189,503,372


         Rincian pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                                    31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                                    (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

         Harga jual                                                                          266,360,366                 5,289,912,065
         Nilai tercatat neto                                                             (1,174,971,572)               (9,742,391,676)

         Jumlah                                                                            (908,611,206)               (4,452,479,611)




                                                                         38
Page 46
                                                        FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)
   12. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)

         Pada tahun 2025, terdapat pembebanan aset dalam penyelesaian sebesar Rp 7.747.747.
         Pada tanggal 31 Desember 2025, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar
         Rp 2.211.327.150.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang
         obligasi dan sukuk mudharabah.
         Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
         yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.
         Properti Investasi
         Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Grup yang berlokasi di Wedoroklurak, Sidoarjo.
Approved by:
         Hirarki nilai wajar atas properti investasi – tanah adalah tingkat 2.
         Tidak terdapat perpindahan antar tingkat atas pengukuran nilai wajar selama tahun berjalan.
         Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
         yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.


   13. ASET TAK BERWUJUD – BERSIH

         Akun ini terdiri dari:

                                                                            31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                            (Tidak diaudit)               (Diaudit)

         Biaya ditangguhkan atas hak
           pengusahaan hutan dan
           proyek kredit karbon, bersih                                        67,384,031,300            69,305,497,416
         Piranti lunak - bersih                                                 2,189,463,082             2,445,030,958

         Jumlah                                                                69,573,494,382            71,750,528,374

        Beban amortisasi biaya yang ditangguhkan atas hak pengusahaan hutan dan proyek kredit karbon dan piranti lunak pada
        31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 masing-masing sebesar Rp 386.556.717 dan Rp 323.966.091, dicatat sebagai bagian
        dari “Beban umum dan administrasi – lain-lain”.
        Grup memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 45-55 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2026, HPH
        Grup masih memiliki sisa jangka waktu 26-29 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HPH tersebut dapat
        diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK

         a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:

                                                                          31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                          (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Perusahaan
         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja plafon                                            332,937,000,000           482,869,000,000
           Kredit modal kerja RC terbatas                                       249,473,427,495           239,950,269,010
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja revolving                                                500,000,000           500,000,000
         PT Bank Rakyat Indonesia
           (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja Co. tetap                                              50,000,000,000        50,000,000,000
           Kredit modal W/A
             pre financing                                                           50,000,000,000        50,000,000,000

         Sub-jumlah                                                             682,910,427,495           823,319,269,010



                                                                    39
Page 47
                                                         FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                             Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (lanjutan)

                                                                             31 Maret 2026                    31 Desember 2025
                                                                            (Tidak diaudit)                         (Diaudit)


         Pihak ketiga
         Entitas Anak
Approved by:
         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja plafon                                                 652,432,000,000                502,500,000,000
           Kredit modal kerja RC terbatas                                             96,237,478,531                 93,130,645,346
           Letter of credit
               (US$ 1.886.128 pada Maret 2026
               dan US$ 3.275.268 pada 2025)                                           32,050,978,372                 54,965,542,038
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
           Pre export financing                                                      199,900,000,075                199,900,000,010
           Kredit modal kerja revolving                                               49,500,000,000                 49,500,000,000
           Letter of credit
               (US$ 675.505 pada Maret 2026
               dan US$ 704.736 pada 2025)                                             11,478,858,334                 11,826,875,692
         PT Bank Rakyat Indonesia
           (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja Co. tetap                                              225,250,000,000                225,050,110,796
           Kredit modal W/A
               pre financing                                                         317,000,000,000                317,000,000,000
           Letter of credit                                                           12,050,572,731                 56,910,769,596
         Sub-jumlah                                                                1,595,899,888,043               1,510,783,943,478


         Jumlah                                                                    2,278,810,315,538               2,334,103,212,488


        Perusahaan
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

        Perusahaan, MII dan Entitas Anak (ITR, ITK, dan INT) memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan rincian fasilitas
        sebagai berikut :

                                                  Suku bunga                                              Batas maksimal
                        Fasilitas                                      Mata uang
                                                2026      2025                                     2026                    2025

         Kredit modal kerja RC terbatas         8.25%    8.25%            Rupiah                350,000,000,000         350,000,000,000
         Kredit modal kerja plafond             8.25%    8.25%            Rupiah              1,065,000,000,000       1,065,000,000,000

         Letter of credit/SKBDN                                           Dolar AS                     6,000,000                6,000,000

         Treasury line                                                  Dollar AS                      2,000,000                2,000,000


        Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2026 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset
        tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.

        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        • Rasio lancar minimum 1x.
        • Rasio debt service coverage minimum 100%.
        • Rasio debt to equity maksimum 2,5x.


                                                                     40
Page 48
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a.     Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Perusahaan (Lanjutan)
        PT Bank Maspion Indonesia Tbk

        Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2026 dan diperpanjang setiap tahun serta dijamin dengan aset
        tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT,
Approved by:
        ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.

        Perusahaan wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
         • Rasio lancar minimum 1x.
         • Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
         • Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

        Pada bulan Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut telah dilunasi dan diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia
        (Persero) Tbk.

        PT Bank Central Asia Tbk

        Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025.

        Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan dan IIL, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan,
        ITR, INT, IIL dan sebagian dari direksi Perusahaan.

        Perusahaan wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut :
         • Rasio lancar minimum 1x.
         • Rasio debt service coverage minimum 1x.
         • Rasio debt to equity maksimum 1x.
         • Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

        Pada bulan Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut telah diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

        Pada tanggal 8 Juli 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa kredit modal kerja Co tetap dan kredit modal
        kerja WA pre financing dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 50 miliar. Pada bulan Juli 2025, PT Bank
        Rakyat Indonesia (Persero) telah mengambil alih pinjaman dari PT Bank Maspion Indonesia Tbk dan PT Bank Central
        Asia Tbk.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-masing pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas ini akan jatuh
        tempo pada tanggal 21 Juli 2026 dan dijamin dengan aset tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang
        usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR dan jaminan pribadi dari sebagian direksi.

        Perusahaan wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
         • Rasio cakupan bunga minimal 150%.
         • Coverage modal kerja minimal 125%.
         • Rasio debt equity maksimal 300%.
         • Rasio EBITDA, NWC dan laba bersih positif.
         • Nilai persediaan maksimal 35 kali dibanding penjualan per bulan.




                                                                41
Page 49
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a.     Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Perusahaan (Lanjutan)
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

        Perusahaan dan Entitas Anak, ITR, memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan rincian fasilitas sebagai berikut :


                          Fasilitas                   Suku            Batas maksimal            Batas jangka waktu
Approved by:                                          bunga                                          fasilitas

         Kredit modal kerja revolving                  8.5%            Rp 50,000,000,000            21 Juni 2026
         Kredit modal kerja transaksional
                                                       8.5%           Rp 200,000,000,000            21 Juni 2026
         sublimited PEF LC dan non-LC
         Non-cash loan                                                    US$ 3,000,000          21 Desember 2026
         Treasury line                                                    US$ 5,000,000          21 Desember 2026


       Fasilitas ini dijamin dengan asset tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik
       Perusahaan dan ITR serta jaminan pribadi dari direktur

        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •   Rasio lancar minimum 1x.
        •   Rasio debt service coverage minimum 4,5x.
        •   Rasio debt to equity maksimum 1,25x.



        Entitas anak
        PT Bank Maspion Indonesia Tbk

        INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan dan demand loan dengan batas
        maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.

        ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, fixed loan dan demand loan dengan batas
        maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 170 miliar.

        ITK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan fixed loan dengan batas maksimum
        masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025. Pada Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut
        telah dilunasi dan diambil alih oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM, properti investasi
        tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta corporate guarantee dari Perusahaan.

        Grup wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •   Rasio lancar minimum 1x.
        •   Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
        •   Rasio debt to equity maksimum 2,5x.




                                                                 42
Page 50
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                   Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        a.     Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

        Entitas anak (lanjutan)
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
        Entitas Anak telah memperoleh fasilitas kredit dengan rincian sebagai berikut :

                                                                                           Batas maksimum
                          Fasilitas                     Entitas Anak                2026                      2025
Approved by:
         Kredit modal kerja W/A Pre Financing               ITU               Rp 97,000,000,000          Rp 97,000,000,000
                                                            ITK               Rp 30,000,000,000          Rp 30,000,000,000
                                                            INT               Rp 190,000,000,000         Rp 190,000,000,000
         Kredit modal kerja Co tetap                        ITU               Rp 90,250,000,000          Rp 90,250,000,000
                                                            ITK               Rp 20,000,000,000          Rp 20,000,000,000
                                                            INT               Rp 115,000,000,000         Rp 115,000,000,000
         Kredit Modal Kerja LC/SKBDN                        ITU               Rp 57,750,000,000          Rp 57,750,000,000

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juni
        2026.

        Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan yang sama dengan jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh
        Perusahaan.

        Entitas Anak wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
         • Rasio cakupan bunga minimal 150%.
         • Coverage modal kerja minimal 125%.
         • Rasio debt equity maksimal 300%.
         • Rasio EBITDA, NWC dan laba bersih positif.
        • Nilai persediaan maksimal 35 kali dibanding penjualan per bulan untuk ITK.
        • Nilai persediaan maksimal 15 kali dibanding penjualan per bulan untuk ITR.
        • Nilai persediaan maksimal 12 kali dibanding penjualan per bulan untuk INT.

        PT Bank Central Asia Tbk
        INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, kredit multi dan kredit ekspor dengan batas
        maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 25 miliar dan Rp 30 miliar.

        ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum sebesar US$ 3.500.000.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025. Pada Juli 2025, fasilitas pinjaman bank tersebut
        telah dilunasi dan diambil alih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh Entitas Anak kecuali jaminan rekening
        giro.

        Entitas anak wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •      Rasio lancar minimum 1x.
        •      Rasio debt service coverage minimum 1x.
        •      Rasio debt to equity maksimum 1x.
        •      Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.




                                                                  43
Page 51
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

         b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:

                                                                   31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                   (Tidak diaudit)               (Diaudit)

         Pihak ketiga
         Perusahaan
Approved by:

         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit investasi refinancing                                137,812,500,000           147,656,250,000
         PT BCA Finance                                                    712,727,017               825,949,375

         Sub-jumlah                                                    138,525,227,017           148,482,199,375

         Pihak ketiga
         Entitas Anak

         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit investasi refinancing                                  83,080,000,000           89,020,000,000
         PT Bank Rakyat Indonesia
           (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja Co. menurun                              173,600,000,000           183,500,000,000
         PT BCA Finance                                                    535,316,571               627,662,514

         Sub-jumlah                                                    257,215,316,571           273,147,662,514
         Jumlah                                                        395,740,543,588           421,629,861,889

         Bagian jatuh tempo dalam
           waktu satu tahun                                           (103,415,125,381)        (103,536,587,938)

         Bagian Jangka Panjang                                         292,325,418,207           318,093,273,951


        Perusahaan
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
        Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema PEN
        dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar
        8,25% per tahun pada tahun 2026 dan 2025.

        Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November 2024.
        Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 9.843.750.000 dan
        Rp 39.375.000.000. Fasilitas kredit skema PEN telah dilunasi pada bulan November 2024.




                                                              44
Page 52
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

        b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)

        Perusahaan (Lanjutan)
        PT BCA Finance
        Pada tahun 2020-2021 dan 2024-2025, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang
        dalam angsuran bulanan sampai dengan 2024-2028. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,88%-4,49% per tahun pada
        tahun 2026 dan 2025.
Approved by:
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 113.222.358 dan Rp 355.637.388.

        Entitas anak
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
        Pada tanggal 6 September 2021, ITR, Entitas Anak, memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
        maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas
        ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau
        rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 5.940.000.000 dan
        Rp 23.760.000.000.

        PT Bank Maspion Indonesia Tbk
        Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan
        batas maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2025, dan
        terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan
        fasilitas jangka pendek. Fasilitas ini telah dilunasi pada bulan Juli 2025.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2025 sebesar Rp 33.879.214.324.
        ITR wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
        •      Rasio lancar minimum 1x.
        •      Rasio debt service coverage minimum 100%.
        •      Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

        PT BCA Finance

        Pada tahun 2021-2025, ITR, ITK dan INT, Entitas Anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan
        angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,88%-5,72% per tahun pada tahun 2026 dan
        2025.
        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 92.345.943 dan Rp 321.379.326.

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

        Pada tanggal 8 Juli 2025, Entitas Anak, ITR dan INT telah memperoleh fasilitas kredit modal kerja Co menurun masing-
        masing sebesar Rp 100 miliar.

        Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2026. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan
        sampai dengan Juni 2030.

        Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 9.900.000.000 dan
        Rp 16.500.000.000.

        Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.


        Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut
        di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.




                                                               45
Page 53
                                                FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                       Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   15. UTANG USAHA


      a. Berdasarkan pemasok


                                                                31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                (Tidak diaudit)               (Diaudit)


      Pihak ketiga
       Lokal
Approved by:                                                           84,826,144,570          77,159,801,241
      Impor                                                            83,319,379,629          72,348,306,162
      Sub-jumlah                                                      168,145,524,199         149,508,107,403


      Pihak berelasi
      PT Integriya Dekorindo                                                644,183,222           335,179,575
      PT Mindo Integra Indonesia                                            114,976,502                       -
      Sub-jumlah                                                            759,159,724           335,179,575


      Jumlah                                                          168,904,683,923         149,843,286,978


      b. Berdasarkan mata uang


                                                                31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                (Tidak diaudit)               (Diaudit)


      Rupiah                                                           85,585,304,294          77,494,980,816
      Dolar Amerika Serikat                                            16,290,175,356          60,569,332,132
      Ren Min Bi                                                       63,890,759,364           8,965,864,195
      Euro                                                               3,138,444,909          2,813,109,835


      Jumlah                                                          168,904,683,923         149,843,286,978


      c. Berdasarkan umur


                                                                31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                (Tidak diaudit)               (Diaudit)


      1 - 30 hari                                                     124,354,091,461         116,916,902,484
      31 - 60 hari                                                       5,213,073,962         22,211,115,278
      61 – 90 hari                                                     18,927,446,812           5,299,955,672
      > 90 hari                                                        20,410,071,688           5,415,313,544


      Jumlah                                                          168,904,683,923         149,843,286,978



     Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.




                                                           46
Page 54
                                                    FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   16. ASET HAK GUNA – BERSIH


                                                                31 Maret 2026

                              Saldo Awal           Penambahan             Pengurangan            Reklasifikasi               Saldo Akhir



       Biaya Perolehan
       Mesin dan
                               10,844,766,582                    -                      -         (6,392,878,363)                    4,451,888,219
       peralatan
       Kendaraan                 657,424,054                     -                      -                                             657,424,054
Approved by:
       Jumlah                  11,502,190,636                    -                      -         (6,392,878,363)                    5,109,312,273


       Akumulasi
       Penyusutan
       Mesin dan
                                1,976,301,654           91,341,613                      -         (1,209,719,235)                     857,924,032
       peralatan
       Kendaraan                 232,837,686            20,544,502                      -                                             253,382,188

       Jumlah                   2,209,139,340          111,886,115                      -         (1,209,719,235)                    1,111,306,220

       Nilai Buku               9,293,051,296                                                                                        3,998,006,053



                                                              31 Desember 2025

                              Saldo Awal           Penambahan             Pengurangan            Reklasifikasi               Saldo Akhir



       Biaya Perolehan
       Mesin dan
                               35,060,129,747                    -                      -        (24,215,363,165)                10,844,766,582
       peralatan
       Kendaraan                4,035,924,054                    -                      -         (3,378,500,000)                     657,424,054

       Jumlah                  39,096,053,801                    -                      -        (27,593,863,165)                11,502,190,636


       Akumulasi
       Penyusutan
       Mesin dan
                                6,048,060,792        1,689,128,930                      -         (5,760,888,068)                    1,976,301,654
       peralatan
       Kendaraan                1,365,374,277          349,719,673                      -         (1,482,256,264)                     232,837,686

       Jumlah                   7,413,435,069        2,038,848,603                      -         (7,243,144,332)                    2,209,139,340

       Nilai Buku              31,682,618,732                                                                                        9,293,051,296




       Rincian berdasarkan nilai tercatat untuk setiap kelompok aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2026                       31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                         (Diaudit)

       Mesin dan peralatan                                                       3,593,964,187                      8,868,464,928
       Kendaraan                                                                   404,041,866                        424,586,368

       Jumlah                                                                    3,998,006,053                      9,293,051,296




       Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
       yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.




                                                                 47
Page 55
                                             FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                         Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN


    a. Pajak dibayar di muka terdiri dari:
                                                      31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                      (Tidak diaudit)           (Diaudit)

     Perusahaan
     Pajak Pertambahan Nilai                                4,167,962,604         6,948,855,743
Approved by:
     Pajak penghasilan:
       Pasal 21                                                         -               888,260
       Pasal 23                                                         -               173,606
     Sub-jumlah                                             4,167,962,604         6,949,917,609

    Entitas anak
    Pajak Pertambahan Nilai                                50,766,367,171       70,954,429,323
    Pajak penghasilan:
      Pasal 21                                                316,789,513          423,337,974
    Sub-jumlah                                             51,083,156,684       71,377,767,297

    Jumlah                                                 55,251,119,288       78,327,684,906




    b. Utang pajak terdiri dari:

                                                      31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                      (Tidak diaudit)           (Diaudit)

    Perusahaan
    Pajak penghasilan:
      Pasal 4(2)                                               6,478,790               204,342
      Pasal 21                                               609,739,500            91,224,607
      Pasal 22                                                 2,176,970             3,024,695
      Pasal 23                                                50,685,110            45,430,539
      Pasal 25                                               209,325,389           209,325,389
    Sub-jumlah                                               878,405,759           349,209,572

    Entitas anak
    Pajak Pertambahan Nilai                                             -         4,031,648,622
    Pajak penghasilan:
      Pasal 4(2)                                               48,185,224           45,435,104
      Pasal 21                                                960,000,795          425,318,293
      Pasal 22                                                 23,778,001           94,656,867
      Pasal 23                                                331,133,527          263,364,698
      Pasal 25                                              2,416,406,801          490,761,097
      Pasal 26                                                          -           25,107,000
      Pasal 29                                             12,712,666,784        9,898,503,784
    Sub-jumlah                                             16,492,171,132       15,274,795,465

    Jumlah                                                 17,370,576,891       15,624,005,037



                                                      48
Page 56
                                                                FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                       Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

       c. Lain-lain

         Pada Maret 2026 dan tahun 2025, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut:


                                                                                            2026

                                  Surat Ketetapan
               Entitas                                    Jenis Pajak                         Periode              Jumlah                Tanggal Surat Ketetapan Pajak
                                       Pajak
Approved by:                                                                           November - Desember
          Perusahaan            Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                            1,809,569,372     Januari - Maret 2026
                                                                                             2025

                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                 Januari 2026               1,280,481,814     Maret 2026

                                                                                       November - Desember
          PT Intertrend Utama   Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                                              Januari - Maret 2026
                                                                                             2025                     17,141,537,116

                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                 Januari 2026               6,759,756,949     Maret 2026

                                                                                       November - Desember
          PT Interkraft         Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                            5,697,026,647     Januari - Maret 2026
                                                                                             2025

                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                 Januari 2026               3,038,258,633     Maret 2026

                                                                                       November - Desember
          PT Intera Indonesia   Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                                            3,145,505,752     Januari - Maret 2026
                                                                                             2025

                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai                 Januari 2026               1,305,307,245     Maret 2026

                                Lebih Bayar         Pajak Penghasilan Pasal 29                  2024                   1,356,693,874     Maret 2026

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan Pasal 21                  2024                    322,230,159      Maret 2026

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan Pasal 23                  2024                        16,995,738   Maret 2026




                                                                                            2025
                                  Surat Ketetapan
               Entitas                                       Jenis pajak                      Periode              Jumlah                Tanggal Surat Ketetapan Pajak
                                       Pajak

          Perusahaan            Kurang bayar        Pajak Penghasilan pasal 29                  2022                   1,778,792,998     Oktober 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 22             Desember 2022                    32,039,377   Oktober 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23             Desember 2022                    45,450,132   Oktober 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai           Mei-Juli, Desember 2022                3,293,290   Oktober 2025
                                                                                                                                         Februari, April, Juni-Oktober,
                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           Januari-Juli, Oktober 2025     16,172,578,430
                                                                                                                                         Desember 2025
                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           November-Desember 2024           4,033,565,590     Januari-Februari 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21                  2023                    209,947,545      Maret 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 22             Desember 2023                    26,911,622   Maret 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23             Desember 2023                166,361,583      Maret 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai                Desember 2023                131,577,725      Maret 2025

                                Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 29                  2023                 21,742,062,798      Maret 2025
          PT Intertrend
                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           November-Desember 2024         26,377,961,464      January-Februari 2025
          Utama
                                Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai             Januari-Oktober 2025         86,624,089,914      April-Desember 2025

                                Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 29                  2023                   6,188,492,102     Februari 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Pertambahan Nilai                 Januari 2023                       85,268    Januari 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21             Desember 2023                250,443,363      Januari 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 22             Desember 2023                    17,516,602   Januari 2025

                                Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23             Desember 2023                     8,499,058   Januari 2025




                                                                                 49
Page 57
                                                            FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                   Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 31 Maret 2026
       dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

         c. Lain-lain (lanjutan)

            Pada Maret 2026 dan tahun 2025, Grup memperoleh Surat Ketetapan Pajak sebagai berikut: (lanjutan)



                                                                                         2025
                               Surat Ketetapan
                 Entitas                                 Jenis pajak                       Periode               Jumlah                Tanggal Surat Ketetapan Pajak
                                    Pajak
Approved by:
           PT Interkraft     Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           November-Desember 2024           3,852,151,571      Januari 2025

                             Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai               Januari-Juli 2025           26,253,923,645      Maret-Oktober 2025

                             Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           September-Oktober 2025          10,363,308,876      November-Desember 2025

                             Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai            Agustus-Oktober 2024            6,025,785,422      Januari 2025
                                                 Pajak Penghasilan pasal 4
                             Lebih Bayar                                            Februari dan April 2025                3,968,304   April dan Oktober 2025
                                                 (2)
                                                                                   Agustus 2024 dan Januari,
                             Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 23                                                4,637,518   April dan Oktober 2025
                                                                                       Maret, Juni 2025
                             Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 29                  2023                   1,945,333,573      Januari 2025
                                                 Pajak Penghasilan pasal 4
                             Kurang Bayar                                               Desember 2023                      3,548,288   Januari 2025
                                                 (2)
                             Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23             Desember 2023                     22,635,876   Januari 2025

                             Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21             Desember 2023                     66,106,926   Januari 2025
             PT Intera
                             Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai           November-Desember 2024           5,840,906,346      Januari-Februari 2025
             Indonesia
                             Lebih Bayar         Pajak Pertambahan Nilai             Januari-Oktober 2025          21,845,455,274      Februari-Desember 2025

                             Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 29                  2023                   1,819,280,748      Januari 2025
                                                                                    Januari dan September
                             Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 23                                                  70,971    Mei, Juni dan December 2025
                                                                                             2025
                                                                                     November 2024 dan
                             Lebih Bayar         Pajak Penghasilan pasal 22                                                 309,838    April dan October 2025
                                                                                        Agustus 2025
                             Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 21             Desember 2023                 367,673,198      Januari 2025
                                                                                    Februari dan Desember
                             Kurang Bayar        Pajak Penghasilan pasal 23                                               39,928,191   Januari 2025
                                                                                             2023
                                                 Pajak Penghasilan pasal 4
                             Kurang Bayar                                               Desember 2023                      8,169,360   Januari 2025
                                                 (2)




    18. LIABILITAS KONTRAK

           Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture:

                                                                                     31 Maret 2026                  31 Desember 2025
                                                                                     (Tidak diaudit)                    (Diaudit)

           Pihak ketiga
           Ekspor                                                                               10,654,712,826                 73,539,711,619
           Lokal                                                                                    13,513,514                     13,513,514
           Sub-jumlah                                                                           10,668,226,340                 73,553,225,133

           Jumlah                                                                               10,668,226,340                 73,553,225,133




                                                                              50
Page 58
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH


      a. Utang obligasi terdiri dari :

                                                                      31 Maret 2026                   31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

      Nilai nominal                                                         52,530,000,000                  52,530,000,000
       Dikurangi
Approved by:     biaya emisi obligasi
       ditangguhkan yang belum diamortisasi                                    (92,855,712)                  (116,051,115)
      Utang obligasi - bersih                                               52,437,144,288                  52,413,948,885
      Bagian Jatuh Tempo dalam
       waktu satu tahun                                                     52,437,144,288                                  -

      Bagian jangka panjang                                                                -                52,413,948,885


      b. Sukuk mudharabah terdiri dari:

                                                                      31 Maret 2026                   31 Desember 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                     (Diaudit)

      Nilai nominal                                                         25,230,000,000                  25,230,000,000
      Bagian jatuh tempo
        dalam waktu satu tahun                                              25,230,000,000                                  -

      Bagian jangka panjang                                                                -                25,230,000,000


       “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)

       Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap
       II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

       Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan penawaran
       masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah
       sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
             bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
         -   Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
             (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

       Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
       Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
       Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
         -   Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
         -   Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

       Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap II Seri A telah dilunasi pada 24 Maret 2025.

       Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
       (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.




                                                                 51
Page 59
                                                     FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                 Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   19. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)

       Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
       kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada
       di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

       Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, sebagai
       modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Pembangunan
       Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

       “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Approved by:
       Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)

       Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
       Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I
       Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.

       Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan penawaran
       masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah
       sebagai berikut:

         -     Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
               bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
         -     Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
               tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.

       Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
       Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
       Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
         -     Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
               per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
         -     Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
               dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
       Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
       (Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
       Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan persediaan
       tertentu milik Perusahaan.
       Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi, untuk
       melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan sebagai
       modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia
       (Persero) Tbk.
       Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
       (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali Amanat
       sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
          -    Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya Perusahaan
               atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
          -    Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
          -    Menjaminkan dan/atau membebani dengan cara apapun asset Grup.
          -    Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
          -    Mengubah bidang usaha utama.
          -    Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang.
          -    Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
       Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
          -    EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal1,25x.
          -    Rasio debt to equity maksimum 3x.
       Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan pada
       perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
       Saldo beban bunga terutang pada Maret 2026 dan 2025 sebesar Rp 147,420,000 dan Rp 126.360.000 yang dicatat
       sebagai bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

                                                                 52
Page 60
                                                      FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR

        a.     Modal Saham

               Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Maret 2026 dan
               31 Desember 2025 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
               berikut:

                                                                               Persentase
                                                     Jumlah saham                                           Jumlah
                                                                               Kepemilikan
Approved by:
                PT Integra Indo Lestari                   4,573,835,000                71.05%               457,383,500,000
                Komisaris
                  Stephanie Kane Ilham                       10,000,000                 0.15%                 1,000,000,000
                  Syany Tjandra                              10,000,000                 0.15%                 1,000,000,000
                Direksi
                  Halim Rusli                                25,000,000                 0.39%                 2,500,000,000
                  Widjaja Karli                              20,000,000                 0.31%                 2,000,000,000
                  Wang Sutrisno                              10,000,000                 0.15%                 1,000,000,000
                Masyarakat (masing-masing
                  kurang dari 5%                          1,615,121,900                25.09%               161,512,190,000

                Sub-jumlah                                6,263,956,900                97.29%               626,395,690,000
                Saham treasuri                              173,543,100                 2.71%                17,354,310,000
                Jumlah                                    6,437,500,000                  100%               643,750,000,000

               Berdasarkan program MESOP yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-
               0007286 tanggal 16 Januari 2023, modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari Rp 636.250.000.000
               menjadi Rp 643.750.000.000.

               Saham Treasuri
               Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
               persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
               sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
               bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.

               Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
               dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
               lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.

               Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
               Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
               perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
               sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
               Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
               RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.

               Cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
               Selisih kurs yang berkaitan dengan penjabaran dari aset neto dari kegiatan usaha luar negeri Grup dari mata uang
               fungsional mereka ke mata uang penyajian Grup (yaitu Rupiah) diakui langsung dalam penghasilan komprehensif
               lain dan diakumulasikan dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri. Selisih
               kurs sebelumnya diakumulasi dalam cadangan selisih kurs atas penjabaran akun-akun kegiatan usaha luar negeri
               direklasifikasi ke laba rugi saat dilepaskan atau pelepasan sebagian kegiatan usaha luar negeri.




                                                                 53
Page 61
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                          Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   20. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)

        b.     Tambahan modal disetor
               Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:


                                                                         31 Maret 2026                      31 Desember 2025
                                                                         (Tidak diaudit)                        (Diaudit)

                Tambahan modal disetor
Approved by:
                  di atas nilai nominal                                       236,412,562,853                        236,412,562,853
                Biaya emisi saham                                              (6,142,500,000)                        (6,142,500,000)
                Selisih transaksi kombinasi
                  bisnis antar entitas                                            82,846,704,551                      82,846,704,551
                  sepengendali
                Pengampunan pajak                                                  1,046,249,486                       1,046,249,486

                Jumlah                                                        314,163,016,890                        314,163,016,890



               Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
               Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominalnya
               dan MESOP.
        c.     Kombinasi bisnis entitas sepengendali
               Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
               tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
               melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
               Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
               diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
               “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
               Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
               disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:


                                     Tahun
                                    akuisisi                                               Aset bersih yang
                                                        Harga beli (harga jual)                                                Selisih
                                  (pelepasan)                                              diperoleh (dilepas)
                Entitas anak
                ITD                   2021                       (123,300,000,000)              (61,702,637,678)               61,597,362,322
                SAM                   2020                          6,750,000,000                   3,953,644,773
                                                                                                                               (2,796,355,227)
                BRT                   2012                         13,125,600,000                  27,736,469,667              14,610,869,667
                ITR                   2012                          7,524,000,000                   9,096,469,925                1,572,469,925
                ITK                   2012                          4,653,000,000                                               7,862,357,864
                                                                                                   12,515,357,864

                Jumlah                                            (91,247,400,000)                 (8,400,695,449)             82,846,704,551




                                                                   54
Page 62
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                      Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   21. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI


                                                                     31 Maret 2026                    31 Desember 2025
                                                                     (Tidak diaudit)                      (Diaudit)

           Saldo awal                                                        74,161,884,527                   84,568,357,385
           Bagian rugi tahun berjalan                                         (806,954,384)                 (12,207,766,484)
           Bagian penghasilan komprehensif
             tahun berjalan                                                               -                       63,383,520
           Dividen
Approved by:                                                                   (47,143,428)                                -
           Setoran modal                                                                  -                    1,271,000,000
           Selisih kurs atas penjabaran
             akun-akun kegiatan usaha
             luar negeri                                                         92,230,480                         466,910,106

          Jumlah                                                             73,400,017,195                   74,161,884,527


   22. PENJUALAN BERSIH
       Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:


                                                                      31 Maret 2026                       31 Maret 2025
                                                                     (Tidak diaudit)                      (Tidak diaudit)


          Ekspor
            Manufaktur
              Building component                                             631,051,600,001                  684,640,512,864
              Set up                                                          45,833,022,834                       47,458,243,733
              Knock down                                                      13,882,766,621                       37,090,215,205
          Sub - jumlah                                                       690,767,389,456                  769,188,971,802


          Lokal
            Manufaktur
              Building component                                               4,874,184,649                        2,446,376,460
              Set up                                                           6,561,686,301                        1,861,768,448
              Knock down                                                       1,384,052,208                          10,270,940
            Kehutanan                                                         18,816,944,196                                     -
          Sub - jumlah                                                        31,636,867,354                        4,318,415,848


          Jumlah                                                             722,404,256,810                  773,507,387,650


       Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian untuk
       periode 31 Maret 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut:


                                             31 Maret 2026                                       31 Maret 2025
                                             (Tidak diaudit)                                     (Tidak diaudit)

                                                             Persentase                                        Persentase
                                       Jumlah             terhadap jumlah               Jumlah              terhadap jumlah
                                                          penjualan bersih                                  penjualan bersih

        Novo Building                 227,496,618,645               31.49%             275,073,521,338                    35.56%
        US Lumber                     145,531,985,013               20.15%              90,598,283,132                    11.71%
        Starbright Forever, Llc        73,227,777,424               10.14%             156,904,922,734                    20.28%


                                                               55
Page 63
                                                  FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                   Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   22. PENJUALAN BERSIH (Lanjutan)

        Penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:


                                                                    31 Maret 2026         31 Maret 2025
                                                                    (Tidak diaudit)       (Tidak diaudit)

         Pihak ketiga                                                   715,091,712,636      770,766,265,052
         Pihak berelasi
Approved by:
                                                                          7,312,544,174        2,741,122,598

        Jumlah                                                          722,404,256,810      773,507,387,650



   23. BEBAN POKOK PENJUALAN

       Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:




                                                                    31 Maret 2026          31 Maret 2025
                                                                    (Tidak diaudit)        (Tidak diaudit)

       Pemakaian bahan baku
         dan pembantu                                                   314,589,060,618       356,029,749,102
       Upah buruh langsung                                               68,351,423,457        78,360,853,593
       Beban pabrikasi                                                  162,950,569,751       158,418,052,312
       Jumlah beban produksi                                            545,891,053,826       592,808,655,007

       Barang dalam proses
         Awal tahun                                                     832,179,638,564        662,592,842,391
         Akhir tahun                                                  (806,058,872,593)      (665,188,138,875)
       Jumlah beban pokok produksi                                      572,011,819,797        590,213,358,523

       Persediaan barang jadi
          Awal tahun                                                    770,295,835,524        854,762,621,282
          Pembelian barang jadi                                             405,503,704             36,905,979
          Akhir tahun                                                 (773,188,063,770)      (829,715,454,354)

       Jumlah beban pokok penjualan                                     569,525,095,255       615,297,431,430




                                                               56
Page 64
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   24. BEBAN USAHA

       Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2026                    31 Maret 2025
                                                                      (Tidak diaudit)                  (Tidak diaudit)

         Beban penjualan
         Kurir dan ekspor                                                   6,975,900,862                     9,554,665,685
Approved by:
         Komisi                                                             5,891,027,246                     9,412,169,717
         Gaji dan tunjangan                                                 1,514,031,712                       841,844,575
         Riset dan pengembangan                                               238,315,579                       363,133,848
         Promosi                                                                8,845,676                       191,956,736
         Ongkos angkut                                                        445,006,602                     1,058,724,960
         Lain-lain (masing-
           masing dibawah Rp 2 miliar)                                      4,152,953,876                     1,618,895,146

        Jumlah                                                             19,226,081,553                   23,041,390,667


        Beban umum dan administrasi
        Gaji dan tunjangan                                                 22,230,507,674                   18,629,601,186
        Jasa manajemen                                                      5,464,634,503                    4,071,389,729
        Penyusutan                                                         12,760,419,087                    3,720,276,534
        Jamuan dan sumbangan                                                1,567,161,771                    3,034,699,017
        Pajak                                                                 241,549,445                      377,410,815
        Imbalan Kerja                                                       1,428,372,115                    1,396,537,081
        Jasa profesional                                                    1,702,720,972                    1,236,985,788
        Asuransi                                                            1,192,635,841                    1,091,989,089
        Keperluan kantor                                                      668,087,835                      524,490,371
        Transportasi                                                          583,182,310                      334,444,787
        Perbaikan dan pemeliharaan                                            394,679,916                      919,101,388
        Sewa                                                                  766,374,895                      189,901,608
        Perjalanan dinas                                                      951,983,622                      201,614,181
        Lain-lain (masing-
          masing dibawah Rp 2 miliar)                                       3,340,923,279                     1,092,235,870

        Jumlah                                                             53,293,233,265                   36,820,677,444



   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
       Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak berelasi.
       Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
       tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
       Saldo dan transaksi antara entitas induk dan entitas anaknya, yang merupakan pihak berelasi, telah dieliminasi pada
       saat konsolidasi dan tidak diungkapkan dalam catatan ini.
       a.   Sifat hubungan dan transaksi

                    Pihak-pihak berelasi                  Hubungan                              Jenis transaksi
             PT Integra Indo Lestari (IIL)      Induk Perusahaan                    Jasa professional, beban sewa, dan beban
                                                                                    keuangan
             PT Alam Mentari Sejahtera (AMS)    Perusahaan Afiliasi                 Penjualan
             PT Integriya Dekorindo (ITD)       Perusahaan Afiliasi                 Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
                                                                                    penghasilan bunga, dan beban sewa
             PT Mindo Integra Indonesia (MII)   Perusahaan Afiliasi                 Penjualan dan pendapatan sewa
                                                               57
Page 65
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

        b.     Transaksi


               Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):

                                                                       31 Maret 2026                       31 Maret 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                     (Tidak diaudit)

               Penjualan Bersih - ITD                                         4,805,152,868                     1,991,910,698
Approved by:
               Penjualan Bersih - AMS                                         1,033,063,700                       749,211,900
               Penjualan Bersih - MII                                         1,474,327,606                                 -

               Jumlah                                                         7,312,544,174                     2,741,122,598

               Persentase terhadap
                 penjualan bersih                                                     1.01%                             0.35%



               Pembelian dari pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                                       31 Maret 2026                       31 Maret 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                     (Tidak diaudit)

               Pembelian - ITD                                                  280,829,664                         34,854,628
               Pembelian - MII                                                  103,582,435                                  -

               Jumlah                                                           384,412,099                         34,854,628

               Persentase terhadap
                 beban pokok penjualan                                                0.07%                             0.01%

               Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok penjualan):

                                                                       31 Maret 2026                       31 Maret 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                     (Tidak diaudit)

               Beban sewa - IIL                                                            -                    5,061,386,139

               Jumlah                                                                      -                    5,061,386,139

               Persentase terhadap
                 beban pokok penjualan                                                0.00%                             0.82%

               Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):

                                                                       31 Maret 2026                       31 Maret 2025
                                                                       (Tidak diaudit)                     (Tidak diaudit)

               Jasa manajemen - IIL                                           5,464,634,503                     4,071,389,729

               Jumlah                                                         5,464,634,503                     4,071,389,729

               Persentase terhadap
                 beban umum dan
                 administrasi                                                        10.25%                            11.06%




                                                                  58
Page 66
                                                         FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   25. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

        b.     Transaksi (Lanjutan)

               Jasa manajemen
               IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
               teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, dan INT.
               Saldo terutang pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing adalah Rp 3.176.054.591 dan
               Rp 2.530.888.880 yang dicatat sebagai bagian dari “Utang lain-lain – jangka pendek” pada laporan posisi keuangan
               konsolidasian.
Approved by:
               Pinjaman Pihak Berelasi

               Perusahaan memberikan pinjaman kepada ITD pada tahun 2025 dan 2024. Saldo piutang yang timbul dari transaksi
               tersebut pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, disajikan sebagai “Pinjaman ke pihak berelasi” di laporan posisi
               keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 14,12% per tahun dan memiliki jangka waktu
               selama 1 tahun. Jumlah penghasilan bunga dari transaksi tersebut sebesar Rp 2.065.169.019 dan Rp 2.317.529.413
               masing-masing pada 31 Maret 2026 dan 2025 dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan bunga” di laporan laba
               rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan saldo piutang bunga disajikan sebagai bagian dari
               “Piutang lain-lain” di laporan posisi keuangan konsolidasian.

               Pada bulan Oktober 2024, Perusahaan menerima pinjaman dari IIL sebesar Rp 100 miliar. Saldo utang yang timbul
               dari transaksi tersebut pada 31 Maret 2026 dan 2025, disajikan sebagai “Pinjaman dari pihak berelasi” di laporan
               posisi keuangan konsolidasian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,72% per tahun dan memiliki jangka waktu
               selama 5 tahun.
        c.     Saldo

                Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):

                                                                          31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                          (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

                Piutang usaha                                                  15,789,875,535               19,832,152,689
                Piutang lain-lain                                                 525,713,982                  572,255,495
                Pinjaman ke pihak berelasi                                    153,634,028,841              179,177,432,841

                Jumlah                                                        169,949,618,358              199,581,841,025

                Persentase terhadap
                  aset                                                                  2.15%                         2.49%


                Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):

                                                                          31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                          (Tidak diaudit)                 (Diaudit)

                Utang Usaha                                                       759,159,724                  335,179,575
                Utang lain-lain - IIL                                           3,731,017,550                2,530,888,880
                Beban akrual - IIL                                             10,560,888,891               10,560,888,891
                Pinjaman dari pihak berelasi                                  100,000,000,000              100,000,000,000

                Jumlah                                                        115,051,066,165              113,426,957,346

                Persentase terhadap
                  liabilitas                                                            3.44%                         3.28%


                                                                    59
Page 67
                                                       FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   26. LABA PER SAHAM
        Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:

                                                                            31 Maret 2026                          31 Maret 2025
                                                                            (Tidak diaudit)                        (Tidak diaudit)

         Laba tahun berjalan yang
           dapat diatribusikan pada
           pemilik perusahaan                                                      28,620,251,909                      49,502,606,012
Approved by:
         Jumlah rata-rata tertimbang
           saham yang beredar                                                       6,263,956,900                        6,263,956,900
         Laba per saham dasar
           dan dilusi                                                                         4.57                                    7.90


   27. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
        sebagai berikut:

                                        31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)                                  31 Desember 2025 (Diaudit)
                               Mata Uang Asing           Ekuivalen Rupiah                     Mata Uang Asing        Ekuivalen Rupiah
        ASET
        Kas dan setara kas    US$         2,105,138               35,772,615,812          US$          2,267,873                 38,059,445,021
                              EUR             1,543                   30,148,828          EUR              1,224                     24,178,774
        Piutang usaha         US$        19,783,299              336,178,974,266          US$         20,292,420                340,547,390,107
                                                                                          EUR             93,230                  1,841,589,171
        Jumlah                                                   371,981,738,906                                                380,472,603,073

        LIABILITAS
        Utang bank dan
        lembaga
        keuangan bukan bank   US$         2,561,633               43,529,836,706          US$          3,980,003                 66,792,417,730
        Utang usaha           US$           958,640               16,290,175,356          US$            534,255                  8,965,864,195
                              EUR           160,635                3,138,444,909          EUR            142,412                  2,813,109,835
                              RMB        25,986,220               63,890,759,364          RMB         25,230,178                 60,569,332,132
        Utang lain-lain       US$         7,000,190              118,954,228,670          EUR          7,000,190                117,477,188,580
        Jumlah                                                   245,803,445,005                                                256,617,912,472

        Aset - bersih                                            126,178,293,901                                                123,854,690,601


        Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode
        31 Maret 2026 dan Tahun 2025.

   28. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

       Berdasarkan Akta Notaris Reni Surnarsih, S.H., M.Kn., No. 11 tanggal 6 Desember 2024, Perusahaan, PT Interkraft (ITK),
       PT WoodOne Integra Indonesia (WII), PT Intertrend Utama (ITR) dan PT Integriya Dekorindo (ITD) melakukan kerja sama
       operasi dengan PT Ciputra Cipta Cemerlang (“CCC”) untuk membentuk Badan Pengelola dengan nama JO Ciputra Integra
       (JO). Kepemilikan JO sebesar 50% masing-masing untuk Perusahaan ITK, WII, ITR dan ITD dengan CCC dan dibentuk
       dalam rangka kerja sama pengembangan lahan di Jalan Lingkar Timur, Kedung Mulya, Wedoro Klurak, Kecamatan Candi,
       Kabupaten Sidoarjo, dengan luas lahan ± 403.014 m 2. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, proyek tersebut masih
       dalam tahap pengembangan.
       Informasi tambahan sehubungan dengan operasi bersama (porsi 100%) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
       2025 adalah sebagai berikut:

                                                                 2026
                                    Jumlah aset          Jumlah liabilitas          Jumlah pendapatan               Rugi neto


        JO Ciputra Integra           5,133,489,192           8,818,981,496                             -             (3,685,492,304)


                                                                    60
Page 68
                                                   FINAL DRAFT
     PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
     Tanggal 31 Maret 2026
     dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     (Mata Uang Rupiah Indonesia)

   28. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (Lanjutan)
       Informasi tambahan sehubungan dengan operasi bersama (porsi 100%) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
       2025 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

                                                             2025
                                Jumlah aset          Jumlah liabilitas    Jumlah pendapatan          Rugi neto


         JO Ciputra Integra       2,236,144,806          4,912,065,921                    -          (2,675,921,115)

Approved by:

   29. REKLASIFIKASI AKUN

       Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mencatat beban pengangkutan penjualan ke beban pokok penjualan
       atas penjualan ekspor yang memenuhi persyaratan pengiriman DDP (Delivered Duty Paid) sehingga angka komparatif
       telah disesuaikan dengan penyajian tahun berjalan.

                                                             31 Maret 2026                31 Maret 2025
                                                             (Tidak diaudit)              (Tidak diaudit)
                                                       Dilaporkan sebelumnya               Direklasifikasi
         Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
         Beban pokok penjualan -
              Beban pabrikasi                                   138,299,239,245        158,418,052,312
         Beban penjualan -
              Kurir dan eksport                                  29,673,478,752           9,554,665,685


   30. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN

       Pada April 2026, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk masa
       Februari 2026 sebesar Rp 1.059.340.426.

       Pada April 2026, ITR, Entitas Anak menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
       masa Februari 2026 sebesar Rp 7.358.446.466.

       Pada April 2026, INT, Entitas Anak menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
       masa Februari 2026 sebesar Rp 633.224.631.

       Pada April 2026, ITK, Entitas Anak menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
       masa Februari 2026 sebesar Rp 2.542.092.467.




                                                               61

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.53 MB
Published30 Apr 2026
Pages68
Characters309,007
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INTEGRA INDOCABINET TBK p.2 ×209
linked person Stephanie Kane Ilham p.14 ×2
linked person Syany Tjandra p.14 ×2
linked person Halim Rusli p.14 ×2
linked person Widjaja Karli p.14 ×2
linked person Wang Sutrisno p.14 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.38 ×14
linked org Bank Central Asia Tbk p.38 ×14
linked org PT Bank Syariah Indonesia p.38
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk p.38 ×14
linked org Indonesia Eximbank p.59
possible org PT Integra Indo Lestari p.12 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×6
possible person Bing Hartono Poernomosidi p.14 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.38 ×24
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.38 ×40
unresolved person Soetjipto p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved org PT Belayan River Timber p.12 ×4
unresolved org PT Intertrend Utama p.12 ×6
unresolved org PT Interkraft p.12 ×5
unresolved org PT Intera Indonesia p.12 ×4
unresolved org PT Inter Kayu Mandiri p.12
unresolved org PT Superalam Mas p.12
unresolved org PT Narkata Rimba p.12 ×2
unresolved org PT Kandelia Alam p.12 ×2
unresolved org PT Ekosistem Alam Sejahtera p.12
unresolved org PT Indika Ekosistem Khatulistiwa p.13
unresolved org PT Ananda Anugerah Agung p.13 ×2
unresolved org PT Nala WIjaya Amerta p.13 ×2
unresolved org PT Renjana Amerta Lestari p.13 ×4
unresolved org PT Borneo Forestama Lestari p.13 ×2
unresolved org PT Borneo Wana Utama p.13 ×2
unresolved org PT Bakau Bina p.13 ×2
unresolved org PT Nusantara Climate Initiative Indonesia p.13
unresolved org PT Ekosistem Alas Lestari p.13
unresolved org PT Wana Kelola Utama p.13
unresolved org PT Arya Harita Wanantara p.13
unresolved org PT Askara Wana Utama p.13
unresolved org PT Bhumi Nawasena Sejahtera p.13
unresolved org PT Nusantara Climate Initiative Indonesia Berdasarkan Akta p.14
unresolved person Akta Notaris Dyah Ayu Ambarwati p.14 ×7
unresolved org Bank Indonesia p.33 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota p.38
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.38 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk p.38 ×2
unresolved org PT Integriya Dekorindo p.39 ×7
unresolved org PT Alam Mentari Sejahtera p.39 ×3
unresolved org PT Mindo Integra Indonesia p.39 ×5
unresolved org PT Teknologi Optimal Prima p.42 ×2
unresolved org PT Interkreasi Kerja Aji p.42 ×2
unresolved org PT WoodOne Intega Indonesia p.43
unresolved org KJPP Pung’s Zulkarnain p.45 ×3
unresolved person Fahmi Hassan p.45 ×2
unresolved org KJPP Sarwono p.45 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.45
unresolved person Dr. Ruddy Tri Santoso p.45 ×2
unresolved org PT BCA Finance p.51 ×4
unresolved org PT Intertrend Lebih Bayar p.56
unresolved org PT Intera Lebih Bayar p.57
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.58 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.59
unresolved org Banten Tbk. p.59
unresolved org PT Datindo Entrycom p.60
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH. p.60
unresolved person IKATAN PENTING Berdasarkan Akta Notaris Reni Surnarsih p.67
unresolved org PT WoodOne Integra Indonesia p.67
unresolved org PT Ciputra Cipta Cemerlang p.67
unresolved org Pengelola p.67

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-I-WOOD.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result