Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 53
Page 1
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 MARET 2026
SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2026
DAFTAR ISI
Halaman
▪ Surat Pernyataan Direksi
▪ Laporan Keuangan
▪ Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
▪ Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
▪ Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
▪ Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
▪ Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 49
Page 3
Page 4
LAPORAN KEUANGAN
Page 5
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
ASET Unaudited Audited
ASET LANCAR
Kas dan Bank 2i, 4 6.422.575.185 2.550.895.976
Investasi Jangka Pendek 5 138.030.000 178.690.000
Piutang Usaha 6 35.991.104.797 45.885.027.777
Piutang Lain - Lain 7 1.839.368.521 1.451.752.817
Persediaan 2j, 8 13.678.440.254 11.085.912.028
Biaya Dibayar Dimuka 2k, 9 88.318.646 71.339.526
Pajak Dibayar Dimuka 2t, 15a 2.524.509.859 1.885.250.500
Jumlah Aset Lancar 60.682.347.262 63.108.868.624
Aset Tidak Lancar
Uang Muka 10 1.590.026.405 1.462.453.160
Piutang Lain - Lain 7 3.785.000.000 7.740.000.000
Aset Tetap - Neto 11
Setelah dikurangi Akumulasi Penyusutan
masing-masing sebesar Rp
14.055.778.455,- dan Rp 13.998.893.185,- 2l, 11 26.582.905.185 26.498.134.744
pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025
Aset Pajak Tangguhan 2t, 15d 1.456.050.232 1.456.050.232
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.413.981.822 37.156.638.136
JUMLAH ASET 94.096.329.084 100.265.506.760
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
1
Page 6
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS Unaudited Audited
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 2n, 12 1.626.394.104 1.429.772.451
Utang Lain - Lain 2n, 13 1.937.600.000 1.937.600.004
Utang Pajak 2t, 15b 1.155.804.865 990.722.826
Utang Jangka Pendek 2n, 17 11.263.543.829 13.484.317.378
Beban Masih Harus Dibayar 2q, 16 409.215.397 42.341.553
Uang Muka Penjualan 2q 15.264.088 15.242.988
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 16.407.822.283 17.899.997.200
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka Panjang 2n,17 7.030.981.400 7.030.981.400
Utang Lain - Lain Jangka Panjang 2n,13 639.113.532 528.432.355
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2p, 15 6.727.214.507 8.880.764.507
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 14.397.309.439 16.440.178.262
JUMLAH LIABILITAS 30.805.131.722 34.340.175.462
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp. 100,- per
saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Modal dasar - 2.500.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
116.666.670.000 116.666.670.000
1.166.666.700 saham pada 31 Maret 2026 18
dan 31 Desember 2025
Tambahan modal disetor 18 1.465.526.994 1.465.526.994
Agio saham 19 18.179.427.165 18.179.427.165
Defisit (70.582.853.248) (67.948.672.490)
Jumlah ekuitas yang dapat didistribusikan
65.728.770.911 68.362.951.669
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (2.437.573.549) (2.437.620.371)
JUMLAH EKUITAS 63.291.197.362 65.925.331.298
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 94.096.329.084 100.265.506.760
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
2
Page 7
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 MARET 2026 31 MARET 2025
Unaudited Unaudited
PENJUALAN NETO 2q, 22 62.151.257.478 60.637.110.661
BEBAN POKOK PENJUALAN 2q, 23 (57.435.757.301) (55.175.163.701)
LABA BRUTO 4.715.500.177 5.461.946.960
BEBAN OPERASI
Beban Penjualan 2q, 24 (1.892.150.719) (1.471.258.300)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 25 (5.374.034.148) (5.456.393.872)
Pendapatan Lain - Lain 2q, 26 292.214 7.376.914
Beban Lain - Lain 2q, 27 (89.576.577) -
Laba Selisih Kurs 369.255.265 1.088.846.229
Jumlah Beban (6.986.213.965) (5.831.429.029)
LABA (RUGI) USAHA (2.270.713.788) (369.482.069)
Penghasilan Keuangan 28 2.332.011 5.924.672
Beban Keuangan 29 (325.092.157) (304.446.063)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (2.593.473.934) (668.003.460)
Pajak kini - -
Manfaat (Beban) pajak penghasilan - neto - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (2.593.473.934) (668.003.460)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Kerugian belum terealisasi atas nilai wajar portofolio efek
(40.660.000) (13.910.000)
tersedia untuk dijual
Jumlah Penghasilan (rugi) komprehensif lain (40.660.000) (13.910.000)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN
(2.634.133.934) (681.913.460)
BERJALAN
Jumlah Laba (rugi) Tahun Berjalan yang Dapat
Distribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk (2.593.427.112) (667.938.920)
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (46.822) (64.540)
Jumlah (2.593.473.934) (668.003.460)
Pemilik Entitas Induk (2.634.087.112) (681.861.105)
Kepentingan nonpengendali 2d, 21 (46.822) (52.355)
Jumlah (2.634.133.934) (681.913.460)
Laba (rugi) per saham dasar (2,26) (0,58)
Lihat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Merupakan
Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
(0)
3
Page 8
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PERIODE 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan Agio Saham Penghasilan Kepentingan Jumlah (Defisiensi)
Modal Modal Disetor Neto Defisit Komprehensif Lain Jumlah Non Pengendali Ekuitas
Saldo 31 Desember 2024 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (69.214.094.924) 774.821.064 67.872.350.299 (2.437.536.173) 65.434.814.126
Koreksi rugi tahun Lalu - - - 273.111 - 273.111 (273.106) 5
Laba (Rugi) tahun berjalan - - - (11.152.102.820) - (11.152.102.820) (160.822) (11.152.263.642)
-
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - - 11.642.431.079 11.642.431.079 349.730 11.642.780.809
Saldo 31 Desember 2025 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (80.365.924.633) 12.417.252.143 68.362.951.669 (2.437.620.371) 65.925.331.298
Koreksi rugi tahun Lalu - - - (93.646) - (93.646) 93.644 (2)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan - - - (2.593.427.112) - (2.593.427.112) (46.822) (2.593.473.934)
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - - (40.660.000) (40.660.000) - (40.660.000)
Saldo 31 Maret 2026 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (82.959.445.391) 12.376.592.143 65.728.770.911 (2.437.573.549) 63.291.197.362
Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasian merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
4
Page 9
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2026 DAN 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Unaudited Unaudited
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 76.369.456.823 58.428.600.499
Pembayaran kepada pemasok (60.163.338.359) (55.903.324.797)
Pembayaran untuk beban produksi dan usaha (2.675.229.111) (2.844.945.592)
Pembayaran kepada karyawan (3.521.890.054) (3.565.651.066)
Kas digunakan untuk operasi 10.008.999.299 (3.885.320.956)
Penerimaan penghasilan keuangan 2.332.011 5.924.672
Pembayaran pajak - neto (780.737.456) 513.167.196
Pembayaran beban keuangan (325.092.157) (304.446.063)
Pembayaran Imbalan Kerja - neto (2.622.076.445) -
Penerimaan (Pembayaran) Lainnya (89.284.363) 7.376.914
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi 6.194.140.889 (3.663.298.237)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (191.264.710) (635.440.870)
Pelepasan aset tetap 89.576.577 -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (101.688.133) (635.440.870)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank (41.935.773.549) (5.359.766.034)
Penerimaan utang bank 39.715.000.000 8.500.000.000
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan Untuk)
(2.220.773.549) 3.140.233.966
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN / PENURUNAN NETO KAS DAN
SETARA KAS 3.871.679.207 (1.158.505.141)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.550.895.976 2.946.522.621
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 6.422.575.183 1.788.017.480
5
Page 10
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Page 11
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 111
tanggal 29 Januari 2014 dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-08990.AH.01.01. Tahun 2014 tanggal 03 Maret 2014.
Akta Pendirian Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana tercantum
dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 2 tanggal 9 Januari 2018, yang
dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0008394 tanggal 10 Januari 2018.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 4 tanggal 16 Juni 2023,
yang dibuat di hadapan Retno Hertiyanti, S.H., M.Kn, Notaris di Semarang. Dilakukan
penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dari KBLI 2017 menjadi
KBLI 2020. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU -
0039804.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 13 Juli 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan
adalah meliputi pengolahan dan pengawetan hasil perikanan (rajungan), industri pengolahan
hasil perikanan melalui proses pembekuan(cold storage), menjalankan usaha pengawetan
crustacea dan biota perairan lainnya melalui proses pembekuan, serta dalam bidang
perdagangan termasuk impor, ekspor, interinsuler dan lokal dari segala jenis barang atau jasa
yang dapat diperdagangkan baik untuk perhitungan sendiri maupun pihak lain secara komisi,
grosir, pemasok, distributor dan keagenan serta perwakilan baik dari dalam maupun luar negeri
dari segala jenis barang dagangan dan jasa, baik hasil produksi pihak lain maupun hasil
produksi sendiri, termasuk diantaranya meliputi perdagangan besar hasil perikanan serta
perdagangan besar hasil olahan perikanan.
Perusahaan berdomisili di Semarang dengan alamat di Jl. KRT. Wongsonegoro No. 39,
Kelurahan Wonosari Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sejumlah 466.666.700
saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100, per saham yang mewakili sebesar 40% dari total
modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia
dengan harga penawaran sebesar Rp 150, per saham. Perusahaan telah mendapat
Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Perdana
Saham Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat No.
S471/D.04/2017 tanggal 21 Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham
Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
6
Page 12
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
c. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, informasi mengenai entitas anak yang
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026
Bidang Tahun Persentase Jumlah
Nama Perusahaan Domisili Usaha Operasi Kepemilikan Sebelum
Utama Komersial Efektif Eliminasi Aset
Budidaya hasil laut,
PT Nuansa Cipta perdagangan umum,
Makasar 2012 99,997% 44.425.192.079
Magello pengangkutan dan
kontraktor
PT Karya Persada
Indramayu Pengolahan rajungan 2014 99,997% 47.046.776.597
Khatulistiwa
31 DESEMBER 2025
Bidang Tahun Persentase Jumlah
Nama Perusahaan Domisili Usaha Operasi Kepemilikan Sebelum
Utama Komersial Efektif Eliminasi Aset
Budidaya hasil laut,
PT Nuansa Cipta perdagangan umum,
Makasar 2012 99,997% 48.539.459.216
Magello pengangkutan dan
kontraktor
PT Karya Persada
Indramayu Pengolahan rajungan 2014 99,997% 49.940.736.430
Khatulistiwa
PT Nuansa Cipta Magello (NCM)
Didirkan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 7 Desember 2000 dibuat dihadapan Notaris Hendrik
Jaury S.H, Notaris di Makassar. Berdasarkan Akta No. 109 tanggal 24 Juli 2014 dari Nisa
Rochmasari, S.H., M.Kn., Notaris di Semarang mengenai persetujuan atas penjualan sebagian
saham NCM kepada PT Prima Cakrawala Abadi Tbk, yang telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat keputusan No.
AHU-06661.40.21.TH.2014 tanggal 25 September 2014. Perusahaan memiliki kepemilikan
80% di NCM.
Berdasarkan Akta No.5 tanggal 11 September 2017 yang dibuat dihadapan Harra Mieltuani
Lubis Sh, Notaris di Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang, yang telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0171504 tanggal 14 September 2017,
kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi 99,90%.
7
Page 13
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
PT Nuansa Cipta Magello (NCM) (Lanjutan)
Perubahan terakhir dengan Akta No. 11 tanggal 23 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H., M.H.,
Notaris di Semarang, tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan
penambahan modal disetor menjadi Rp33.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan
mengkonversi sebagian hutang Perseroan sebesar Rp29.560.026.787.
Perubahan tersebut, telah mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No.
AHU-0053249.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan
99,997% di PT Nuansa Cipta Magello.
PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK)
Didirikan berdasarkan Akta No.203 tanggal 18 Maret 2014 yang dibuat dihadapan Notaris
Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Berdasarkan Akta No.4 tanggal 1
Agustus 2016 yang dibuat dihadapan Abdul Rasyid,S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan,
yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0071434 tanggal
13 Agustus 2016, kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah
menjadi 99,98%.
Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 10 tanggal 22 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H.,
M.H., Notaris di Semarang, tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan
penambahan modal disetor menjadi Rp35.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan
mengkonversi sebagian hutang Perseroan sebesar Rp30.000.000.000. Perubahan tersebut, telah
mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No. AHU-
0054008.01.02.Tahun 2022 tanggal 2 Agustus 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan
99,997% di PT Karya Persada Khatulistiwa.
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk, sesuai Akta no.
07 tanggal 22 Juli 2022, telah dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris
untuk periode tahun 2022 - 2027. Dan pada tanggal 8 Desember 2023 dilakukan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa, sesuai Akta no.17 tanggal 8 Desember 2023, sebagai persetujuan
pengunduran diri bapak Muhammad Reagy Sukmana sebagai komisaris perseroan. Selanjutnya
berdasar Rapat Umum Pemegang Saham Akta no.13 tanggal 25 Juni 2024 telah dilakukan
perubahan susunan dewan komisaris, sehingga Direksi dan Dewan Komisaris yang menjabat
pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
8
Page 14
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN)
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tn. A. Sunu Widyatmoko
Komisaris Independen : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Direksi
Direktur Utama : Tn. Raditya Wardhana
Direktur : Tn. Lim Tony
Direktur : Ny. Titi Indah Susilowati
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris nomor 003/Kom.PCA/VIII/2022 tanggal 9
Agustus 2022 dilakukan perubahan anggota Komite Audit, sehingga susunan Komite Audit
adalah sebagai berikut :
Komite Audit
Ketua : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Anggota : Tn. Djunggu H. Sitorus
Anggota : Tn. Hendra Wardana
Jabatan Sekretaris Perusahaan dirangkap oleh salah satu Direksi Perseroan, yaitu Titi Indah
Susilowati, berdasarkan Surat Pengangkatan Sekretaris Perusahan nomor 045/Dir.PCA/III/2022
tanggal 24 Maret 2022.
e. Otorisasi Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan,
selaku pihak yang bertanggungjawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal 30 April 2026.
9
Page 15
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di
Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (DSAK- IAI) serta peraturan terkait yang diterbitkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan No. VIII.G.7, Lampiran No. Kep-
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Grup Publik”.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha (bab 3 poin 09-Kerangka
Konseptual Pelaporan keuangan), dan konsep biaya perolehan
Laporan keuangan disusun berdasarkan PSAK 1 (PSAK 201- referensi baru) , “Penyajian
Laporan Keuangan”.
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual (Bab 1 poin 17- Kerangka
Konseptual Pelaporan keuangan), kecuali arus kas. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2
(PSAK 207 - referensi baru) : "Laporan Arus Kas", dengan menggunakan metode tidak
langsung (PSAK Nomor 2 poin 18 b) , dengan mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata Uang Fungsional
Seluruh angka dalam laporan keuangan dibulatkan dan dinyatakan dalam Rupiah (“Rp”)
sebagai mata uang fungsional , kecuali dinyatakan lain.
Lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi adalah lingkungan entitas tersebut
utamanya menghasilkan dan mengeluarkan kas. Entitas menpertimbangkan faktor berikut dalam
menentukan mata uang fungsionalnya (PSAK 10/PSAK 221 referensi baru poin 9):
a. yang paling memengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata
uang yang harga jual barang dan jasanya didenominasikan dan diselesaikan) dan dari negara
yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang
dan jasa entitas.
b. mata uang yang paling memengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari
pengadaan barang atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang mana biaya
tersebut didenominasikan dan diselesaikan)
Faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti mengenai mata uang fungsionalnya (PSAK
10 poin 10):
a. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan (yaitu penerbitan instrumen
utang dan instrumen ekuitas)
b. mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan
Rupiah memenuhi seluruh kriteria di atas sebagai mata uang fungsional
10
Page 16
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Lanjutan)
Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila (PSAK 201 poin 66):
a. akan direalisasikan, dijual atau dikonsumsi siklus oprasi normal
b. Untuk diperdagangkan, dan
c. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila (PSAK 201 poin 67):
a. akan dilunasi dalam siklus operasi normal
b. Untuk diperdagangkan, dan
c. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
d. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan
dengan pelaporan keuangan konsolidasian dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada
atau setelah 1 Januari 2024 sebagai berikut:
Amandemen PSAK 201 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 1): Penyajian Laporan
Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang dan
Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Amendemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai
jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan: hal yang dimaksud sebagai hak untuk
menangguhkan pelunasan, hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode
pelaporan, klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan
haknya untuk menangguhkan liabilitas, dan hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi
tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi
tidak akan berdampak pada klasifikasinya.
Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu
kewajiban timbul dari pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas
untuk menunda penyelesaian bergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan
dalam waktu dua belas bulan.
11
Page 17
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK
Amendemen PSAK 207 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 2) dan PSAK 107
(sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 60): Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amendemen PSAK 207 dan PSAK 107 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan
pemasok dan mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok
tersebut. Persyaratan pengungkapan dalam amendemen ini dimaksudkan untuk membantu
pengguna laporan keuangan dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok
terhadap liabilitas, arus kas, dan eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas.
Penerapan PSAK di atas tidak berdampak material terhadap pelaporan keuangan dan
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Standar baru yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025,
dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
- PSAK 74: Kontrak Asuransi;
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 -
Informasi Komparatif.
Namun, standar baru tersebut diestimasikan tidak memengaruhi akuntansi laporan keuangan
konsolidasian Grup di masa depan
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
PSAK 109, Instrumen Keuangan dan PSAK 107 Instrumen Keuangan Pengungkapan tentang
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan. Amendemen ini menambahkan dan
mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK 109 terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan,
serta mengklarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk aset keuangan dengan fitur ESG-
linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat secara kontraktual
seperti tranche. Amendemen ini juga mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait persyaratan
pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan menambah ketentuan terkait instrumen keuangan dengan
persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Grup masih melakukan evaluasi atas dampak
potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar, dan interpretasi standar tersebut.
Mulai 1 Januari 2024, referensi terhadap masing masing PSAK dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan telah diubah sesuai dengan penerbitan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, namun tidak mengubah materi dan tidak berdampak pada
akuntansi laporan keuangan konsolidasian
12
Page 18
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan, selaku entitas induk
dan entitas anak, sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Entitas anak adalah entitas yang
dikendalikan oleh Grup dan pengendalian tersebut timbul ketika Grup terekspos atau memiliki
hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak. Dengan
demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal
berikut ini (PSAK 65 poin 7):
a. kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini
untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
b. eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah
imbal hasil.
Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Entitas dan Entitas Anak memperoleh
pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Entitas dan Entitas Anak kehilangan
pengendalian atas Entitas dan Entitas Anak (PSAK 68 poin 20). Aset, liabilitas, penghasilan,dan
beban dari Entitas Anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan
konsolidasian sejak tanggal Entitas dan Entitas Anak memperoleh kendali sampai tanggal
Entitas dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Entitas dan Entitas Anak menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu/ lebih dari ketiga elemen dari
pengendalian (PSAK 68 poin 8).
Jika terdapat perubahan dalam bagaimana kekuasaan atas investee dapat dilaksanakan, maka
perubahan tersebut harus tercermin dalam bagaimana investor menilai kekuasaan atas investee.
Contoh, perubahan hak pengambilan keputusan berarti aktivitas relevan tidak lagi diarahkan
melalui hak suara, melainkan berdasarkan perjanjian lain, seperti kontrak, yang memberikan
pihak lain kemampuan mengarahkan aktivitas relevan
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas (PSAK 68 poin 23).
Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Entitas dan Entitas anak
menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari
ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari
investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Jika Grup kehilangan pengendalian atas Entitas Anak maka Grup:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali;
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain ; dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain.
13
Page 19
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
Kepentingan Non Pengendali
Entitas induk menyajikan kepentingan non pengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk (PSAK 68 poin 22)
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada
pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan
menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap
laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Entitas dan
Entitas Anak (PSAK 68 poin PP94).
Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan non pengendali berubah, entitas
menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan non pengendali untuk
mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Entitas tersebut mengakui
secara langsung dalam ekuitas setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan non
pengendali yang disesuaikan dengan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima, dan
mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk (PSAK 68 poin PP 96).
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-
masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan
dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Prosedur Konsolidasi (PSAK 68 poin PP86)
PP 86. Laporan Konsolidasian :
a. menggabungkan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas sejenis dari entitas
induk dengan entitas anaknya;
b. menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas
anak dan bagian entitas induk pada ekuitas setiap entitas anak (PSAK 22: Kombinasi Bisnis
menjelaskan bagaimana menghitung setiap goodwill terkait);
c. mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas
dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha
(laba atau rugi yang timbul dari transaksi dalam kelompok usaha yang diakui dalam aset,
seperti persediaan dan aset tetap, dieliminasi seluruhnya). Kerugian dalam kelompok usaha
mengindikasikan adanya penurunan nilai yang mensyaratkan pengakuan dalam laporan
keuangan konsolidasian. PSAK 46: Pajak Penghasilan diterapkan untuk perbedaan
temporer sebagai akibat penghapusan laba dan rugi yang timbul dari transaksi dalam
kelompok usaha.
14
Page 20
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
e. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada awalnya diukur sebesar nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup memilih untuk mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi pada tanggal akuisisi, yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan hak atas
bagian proporsional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi, sebesar bagian
proporsional kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari pihak diakuisisi. Biaya-
biaya terkait akuisisi yang timbul diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi
dan jasa diterima.
Selisih lebih atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis,
jumlah KNP pada pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang
sebelumnya dimiliki oleh Grup pada pihak yang diakuisisi (jika ada), terhadap nilai wajar neto
dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat sebagai goodwill.
Apabila nilai wajar neto tersebut melebihi jumlah yang disebutkan pada bagian awal di atas,
selisih tersebut diakui sebagai keuntungan pembelian dengan diskon dalam laba rugi pada
tanggal akuisisi.
Goodwill pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, goodwill
diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Dalam pengakuisisian saham atas PT Karya Persada Khatulistiwa dan PT Nuansa Cipta
Magello tidak terdapat selisih lebih atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam
kombinasi bisnis, sehingga tidak nampak akun goodwill dalam laporan konsolidasi ini
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7 (Penyesuaian 2015), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu
pihak dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan
(dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh
signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain
dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan di dalam
PSAK No. 224 ): “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Berdasarkan PSAK tersebut,
1. Orang atau anggota keluarga terdekatnya dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika orang
tersebut:
a. memiliki pengendalian ataupun pengendalian bersama terhadap Grup;
b. memiliki pengaruh signifikan terhadap Grup; atau
c. merupakan personil manajemen kunci dari Grup ataupun entitas induk dari Grup.
15
Page 21
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
2. Suatu entitas dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika memenuhi salah satu dari hal
berikut ini: (i) entitas dan Grup adalah anggota dari kelompok usaha yang sama;
a. entitas tersebut merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama tersebut merupakan anggota suatu kelompok usaha di
mana Grup adalah anggota dari kelompok usaha tersebut);
b. entitas tersebut dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
c. entitas yang merupakan ventura bersama dari Grup dan entitas lain yang merupakan
asosiasi dari Grup;
d. entitas yang merupakan suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
Grup atau entitas yang terkait dengan Grup;
e. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam angka (1) di atas;
f. orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
g. entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas
induk dari Grup;
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Efektif 1 Januari 2020, PSAK No.109, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55,
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan
terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi
lindung nilai.
Klasifikasi :
a. Aset Keuangan
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan
diukur pada : biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
atau nilai wajar melalui laba rugi dengan menggunakan dua dasar (PSAK 109 poin 4.1.1), yaitu :
a. model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan, dan
b. karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Klasifikasi aset keuangan didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah
semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Entitas dan Entitas Anak menilai persyaratan
kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
16
Page 22
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Nilai pokok untuk tujuan pengujian itu didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran
pokok atau amortisasi premi/diskonto).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai
waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Entitas dan Entitas Anak
menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di
mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas di tangan dan bank; piutang usaha; dan piutang lain-
lain yang diukur berdasar biaya perolehan "tanpa" amortisasi mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi, dan investasi saham (reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain.
b. Liabilitas keuangan
Entitas mengklasifikasikan liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi kecuali (a) nilai wajar melalui laba rugi (PSAK 109
poin 4.2.1)
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan Grup diukur pada biaya perolehan tanpa diamortisasi (mengingat tidak ada
objek yang diamortisasi) yang terdiri atas utang usaha, beban akrual, dan utang lain-lain
Pengukuran
a. Aset Keuangan
Pengukuran awal
Kecuali untuk piutang dagang , pada saat pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan atau
liabilitas keuangan pada nilai wajar ditambah atau dikurangi, biaya transaksi yang terkait
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dalam hal
aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi.(PSAK 109 poin 5.1.1). Grup tidak memiliki aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi sehingga piutang lain-lain dan utang lain-lain pada penguruan awal
dicatat sebesar nilai wajar saat itu tidak termasuk biaya transaksinya (sebesar kas yang diperoleh
atau dibayarkan saat awal transaksi)
Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan pada (PSAK 109 poin 5.2.1) :
- biaya perolehan diamortisasi;
- nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain; dan
- nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi
(PSAK 109 poin 4.1.2) :
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang
17
Page 23
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas di tangan dan bank; piutang usaha; dan piutang lain-
lain yang diukur berdasar biaya perolehan "tanpa" amortisasi mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi
(PSAK 71 poin 4.1.2) :
- aset keuangan dikelola dalam bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka untuk mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan, dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang
Aset keuangan Grup terdiri dari kas di tangan dan bank, piutang usaha, dan piutang lain-lain
yang diukur berdasar biaya perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi. Aset-aset keuangan tersebut telah memenuhi kriteria di atas
Investasi pada instrumen ekuitas, saat pengakuan awal, entitas dapat membuat pilihan yang tak
terbatalkan untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan selanjutnya pada
nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas dan bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki
untuk diperdagangkan maupun imbalan kontingensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam
kombinasi bisnis (PSAK 109 poin 5.7.5)
Investasi saham (reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain.
b. Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (PSAK 109 poin 4.2.1 dan poin
Seluruh liabiltas keuangan yang dimiliki Grup : utang usaha, akrual, dan utang lain-lain diukur
berdasarkan harga perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang harus
diamortisasi.
h. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, entitas mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan
sejumlah kerugian ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal (PSAK 109 poin 5.5.3)
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen
keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (PSAK 109 poin 5.5.5.)
Jika dalam periode pelaporan sebelumnya entitas telah mengukur penyisihan kerugian untuk
instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya, tetapi pada
tanggal pelaporan periode kini ditentukan bahwa persyaratan tidak lagi terpenuhi, maka entitas
mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan pada tanggal
pelaporan periode kini (PSAK 109 poin 5.5.7)
18
Page 24
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
h. Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan)
Menentukan peningkatan risiko kredit signifikan
Jika informasi bersifat perkiraan masa depan yang wajar dan terdukung tersedia tanpa biaya
atau upaya berlebihan, entitas tidak hanya bergantung pada informasi tunggakan dalam
menentukan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Terdapat praduga bahwa risiko kredit suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari 30 hari (PSAK 109
poin 5.5.11)
Pendekatan yang disederhanakan
Entitas selalu mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya untuk (PSAK 109 poin 5.15) :
- piutang dagang, dan
- piutang sewa
Grup telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha dan piutang lain-lain,
dengan menggunakan pendekatan ekspektasian kerugian sepanjang umurnya karena terdapat
penunggakan lebih dari 30 hari
i. Kas dan setara kas dan bank yang dibatasi
Kas dan setara kas terdiri dari kas tunai, bank, dan setara kas yang tidak digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman, serta tidak dibatasi penggunaannya.
Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi
atau tujuan lain. Untuk memenuhi kualifikasi sebagai setara kas, suatu investasi harus segera
dapat dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko
perubahan nilai yang tidak signifikan. Oleh karena itu, suatu investasi umumnya memenuhi
kualifikasi sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu, sebagai contoh,
tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk ekuitas tidak
termasuk setara kas, kecuali substansi investasi dalam bentuk ekuitas tersebut adalah setara kas.
(PSAK 207 poin 7). Grup memiliki setara kas dalam bentuk deposito.
Pinjaman bank (jika ada) umumnya dipertimbangkan sebagai aktivitas pendanaan. Akan tetapi,
di beberapa negara, cerukan (bank overdraft) yang dibayarkan lagi berdasarkan permintaan
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas. Dalam keadaan tersebut,
cerukan termasuk komponen kas dan setara kas. Karakterisitik dari pengaturan perbankan
tersebut mengakibatkan saldo bank sering berfluktuasi dari saldo positif menjadi negatif
(overdrawn). (PSAK 2 Poin 8)
19
Page 25
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi
neto (PSAK 202 poin 9). Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini di mana ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang (weighted average method ). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan
dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang
diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di
mana pendapatan terkait diakui.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan
lambatnya perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-
masing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Nilai penyisihan
penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui
sebagai beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga
pembelian, biaya pinjaman, dan biaya lainnya yang dapat di distribusikan secara langsung untuk
membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Grup
menggunakan model biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada) - PSAK 216- poin 30)
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, apabila kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara
andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak diakui selama tahun berjalan pada saat
terjadinya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya (PSAK 216 poin 55) dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomis.
Keterangan Tahun
Bangunan 20
Peralatan kantor 4
Peralatan pabrik 4-8
Kendaraan 4-8
Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
20
Page 26
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
Suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
Revaluasi aset tetap
Perusahaan menerapkan revaluasi atas aset tetap tertentu setelah pengakuan awal sesuai dengan
PSAK 16 Aset Tetap. Revaluasi dilakukan per kelompok aset, untuk memastikan bahwa jumlah
tercatat aset tidak berbeda secara material dari nilai wajarnya pada akhir periode pelaporan.
Aset tetap yang direvaluasi disajikan sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi.
m. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah di mana jumlah tercatat aset melebihi jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan
nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang dapat teridentifikasi dalam menghasilkan
arus kas terpisah (Unit Penghasil Kas atau UPK). Aset nonkeuangan yang mengalami
penurunan nilai kemudian ditelaah untuk kemungkinan pembalikan atas penurunan nilai pada
tiap tanggal pelaporan.
n. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi;
selisih antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laba rugi
selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi
pinjaman sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal
ini, biaya memperoleh pinjaman ditangguhkan sampai penarikan pinjaman terjadi. Sepanjang
tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya
memperoleh pinjaman dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk jasa likuiditas dan
diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
o. Transaksi Sewa
Mulai tanggal 1 Januari 2020, PSAK No. 116 wajib diterapkan, yang mensyaratkan pengakuan
liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa
operasi. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau berubah, pada atau setelah 1
Januari 2020.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset selama jangka waktu tertentu untuk
dipertukarkan dengan imbalan (PSAK 73/PSAK 116 referensi baru - poin 9)
21
Page 27
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Grup merupakan pihak penyewa
Grup (jika) menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa
(PSAK 116 poin 22). Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai (PSAK 116 poin 30). Aset hakguna disusutkan
selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai bagian dari “Aset tetap”.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar (PSAK 116 poin
26). Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan.
Liabilitas sewa, disajikan sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh
tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur
bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan
tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas.
Namun, untuk transaksi sewa yang jatuh temponya 1 (satu) tahun atau kurang, Grup tidak
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk: - sewa jangka-pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang atau - sewa yang asetnya bernilai rendah.
Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis
lurus selama masa sewa.
Grup menyewa tanah dan mess dengan periode sewa 1 (satu) tahun yang diakui sebagai sewa
dibayar di muka dengan pembebanan secara garis lurus.
Grup merupakan pihak pesewa (jika ada)
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian,
pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
Sebagai pihak pemberi sewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sebagai sewa
operasi atau sewa pembiayaan (PSAK 116 poin 61)
Apakah suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi bergantung pada substansi
transaksi daripada bentuk kontraknya. Contoh situasi yang secara individual atau gabungan
yang pada umumnya akan menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah
(PSAK 116 poin 63):
1. sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa;
2. penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pendasar pada harga yang diperkirakan cukup
rendah dari nilai wajar pada tanggal opsi tersebut mulai dapat dieksekusi sehingga menjadi
cukup pasti, pada tanggal insepsi, bahwa opsi tersebut akan dieksekusi;
3. masa sewa adalah sebagian besar umur ekonomik dari aset pendasar meski hak kepemilikan
tidak dialihkan;
4. pada tanggal insepsi, nilai sekarang dari pembayaran sewa setidaknya mencakup secara
substansial seluruh nilai wajar aset pendasar; dan
5. aset pendasar bersifat khusus sehingga hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa
modifikasi signifikan.
22
Page 28
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Indikator situasi yang secara individual atau gabungan juga dapat menyebabkan sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah (PSAK 116 poin 64):
1. jika penyewa dapat membatalkan sewa, maka kerugian pesewa yang terkait dengan
pembatalan tersebut ditanggung oleh penyewa;
2. keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residual terutang pada penyewa (sebagai
contoh, dalam bentuk potongan harga rental yang sama dengan sebagian besar hasil
penjualan pada akhir sewa); dan
3. penyewa memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua pada harga
rental yang secara substansial lebih rendah daripada rental pasar.
Sewa Operasi - sebagai lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian,
pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
p. Liabilitas Imbalan Pascakerja
Grup menerapkan PSAK No. 219: “Imbalan Kerja”, dalam mengakui liabilitas imbalan
pascakerja kepada karyawan sesuai dengan ketentuan minimum di dalam Undang-Undang No.
13/2003 tentang “Ketenagakerjaan”. Perhitungan liabilitas imbalan pascakerja tersebut
didasarkan pada metode aktuarial Projected Unit Credit setelah memperhitungkan kontribusi
yang dibuat oleh Grup terkait dengan program (jika ada).
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perpu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30
Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020
(kemudian diganti dengan UU nomor 4 tahun 2023). Dengan berlakunya Perpu ini, UU
No.11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Grup merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti
yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan
karyawan saat pensiun, yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran
kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan pada periode
terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya
terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Akuntansi oleh entitas untuk program imbalan pasti meliputi tahap berikut: (PSAK 219 poin 57)
a. menentukan defisit atau surplus. Hal ini termasuk:
i menggunakan teknik aktuarial, metode Projected Unit Credit, untuk membuat estimasi
andal atas biaya akhir entitas dari imbalan yang menjadi hak pekerja sebagai pengganti
jasa mereka pada periode berjalan dan periode sebelumnya. Hal ini mensyaratkan
entitas untuk menentukan besarnya imbalan yang dapat diatribusikan kepada periode
berjalan dan periode sebelumnya, dan untuk membuat estimasi (asumsi aktuarial)
tentang variabel demografik (seperti tingkat perputaran pekerja dan tingkat mortalitas)
dan variabel keuangan (seperti tingkat kenaikan gaji dan biaya kesehatan) yang akan
memengaruhi biaya atas imbalan tersebut);
ii mendiskontokan imbalan tersebut untuk menentukan nilai sekarang kewajiban imbalan
pasti dan biaya jasa kini; dan
iii mengurangi nilai wajar aset program dari nilai sekarang kewajiban imbalan pasti.
23
Page 29
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
p. Liabilitas Imbalan Pascakerja (Lanjutan)
b. menentukan jumlah liabilitas (aset) imbalan pasti neto sebagai jumlah defisit atau surplus
yang ditentukan dalam huruf (a), disesuaikan untuk setiap dampak dari pembatasan aset
imbalan pasti neto dari batas atas aset .
c. menentukan jumlah yang diakui dalam laba rugi:
i biaya jasa kini
ii setiap biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian.
iii bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
c. menentukan pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang akan diakui
sebagai penghasilan komprehensif lain, yang terdiri atas:
i keuntungan dan kerugian aktuarial;
ii imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga
neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; dan
iii setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan
dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang atas penjualan
barang dari aktivitas normal Grup. Pendapatan disajikan setelah dikurangi pajak pertambahan
nilai, retur, potongan harga dan diskon. Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat
ekonomi akan mengalir kepada Grup dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal.
Kriteria pengakuan tertentu berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan pendapatan diakui:
I. Penjualan barang dagang
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang
diserahkan dan pelanggan telah menerima barang tersebut.
II. Penghasilan bunga
Pendapatan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Sejak 1 Januari 2020, Perusaan telah menerapkan PSAK 72/PSAK 115 referensi baru yang
membutuhkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji
dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
3. Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi
hak Perusahaan sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan. Jika yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan
memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan sebagai imbalan atas pengalihan barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat
layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal
ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
24
Page 30
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali
atas barang atau jasa tersebut).
Identifikasi kontrak dengan pelanggan
(PSAK 115 poin 9) Entittas mencatat kontrak dengan pelanggan dalam ruang lingkup
pernyataan ini jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
1. para pihak dengan kontrak telah menyetujui kontrak (secara tertulis, lisan atau sesuai
dengan praktik bisnis pada umumnya) dan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban
mereka masing-masing;
2. entitas dapat mengidentifikasi hak setiap pihak mengenai barang atau jasa yang akan
dialihkan;
3. entitas dapat mengidentifikasi jangka waktu pembayaran barang atau jasa yang akan
dialihkan; 'Jangka waktu pembayaran sesuai kesepakatan dalam kontrak yaitu rata-rata
maksimal 3 bulan dari tanggal invoice
4. kontrak memiliki substansi komersial yaitu risikio, waktu atau jumlah arus kas masa depan
entitas diperkirakan berubah sebagai akibat dari kontrak; dan
5. kemungkinan besar (probable) entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya
dalam pertukaran barang atau jasa yang akan dialihkan ke pelanggan. Dalam mengevaluasi
apakah kolektibilitas dari jumlah imbalan kemungkinan besar terjadi, entitas hanya
mempertimbangkan kemampuan dan intensi pelanggan untuk membayar jumlah imbalan
ketika jatuh tempo. Jumlah imbalan yang akan menjadi hak entitas mungkin lebih kecil dari
harga yang tercatat dalam kontrak jika imbalan bersifat variabel karena entitas dapat
menawarkan suatu konsesi harga kepada pelanggan.
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
Sesuai PSAK 115 poin 27, barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan bersifat dapat
dibedakan jika kedua kriteria berikut terpenuhi :
1. pelanggan memperoleh manfaat dari barang atau jasa baik barang atau jasa itu sendiri atau
bersama dengan sumber daya lain yang siap tersedia kepada pelangggan (yaitu barang atau
jasa yang bersifat dapat dibedakan); dan
2. janji entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan dapat diidentifikasi
secara terpisah dari janji lain dalam kontrak (yaitu janji utuk mengalihkan barang atau jasa
yang bersifat dapat dibedakan dalam konteks kontrak tersebut)
Grup menyediakan produk rajungan dengan berbagai kemasan yang dapat diidentifikasi secara
terpisah karena antar kemasan tidak memiliki ketergantungan yang tinggi. Oleh karenanya
kewajiaban pelaksanaan Grup bersifat dapat dipisahkan (bukan kewajiban pelaksanaan tunggal)
Penentuan harga dan alokasinya
Harga berdasar kesepakatan di mana tiap kemasan memiliki harga tersendiri. Oleh karena itu
tidak diperlukan pengalokasian harga ke masing-masing kemasan
25
Page 31
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pengakuan pendapatan/pemenuhan kewajiban pelaksanaan
Dalam memenuhi kewajiban pelaksanaan, Grup tidak memenuhi kriteria satupun dari berikut
sebagai kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu (oleh karena itu pemenuhan
kewajiban pelaksanaan Grup berdasarkan pemenuhan kewajiban pada waktu tertentu) :
1. pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan dari
pelaksanaan entitas selama entitas melaksanakan kewajibannya
2. pelaksanaan entitas menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh pekerjaan dalam
proses ) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan
3. pelaksanaan entitas tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi entitas
dan entitas memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan yang
telah diselesaikan sampai saat ini
Selama pemenuhan kewajiban pelaksanaana pada waktu tertentu, Grup menerapkan kebijakan
praktisnya dalam pengakuan pendapatan yaitu pendapatan diakui pada saat pelanggan memiliki
risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset ( saat barang telah dikirim)
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) berdasarkan
kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disajikan ke dalam mata uang
Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau
rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 , nilai tukar Rupiah untuk masing-masing
mata uang asing 1 Dolar Amerika Serikat masing-masing sebesar Rp 16.993,- dan Rp 16.782,-
s. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif)
sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan
liabilitas dan estimasi andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dari pertimbangan yang
diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas kini pada akhir periode pelaporan, dengan
mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi liabilitasnya. Apabila suatu provisi
diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan liabilitas kini, maka nilai
tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
26
Page 32
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
t. Perpajakan
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau
dibayarkan kepada) otoritas perpajakan yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan
peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak kini diakui atas laba kena pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif konsolidasian tahun berjalan kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan
transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui pada penghasilan komprehensif lain
ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang
berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pajak
tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan
langsung ke ekuitas.
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan
pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang
berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadikan yang diakui,
di luar laba atau rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari
akuntansi awal untuk kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi
kombinasi bisnis.
27
Page 33
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
t. Perpajakan (Lanjutan)
ii. Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer
antara dasar pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset
pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas
kredit pajak dan akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang masih dapat
dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap akhir tanggal pelaporan
dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan akan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan
tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah
diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak tangguhan diakui atas laba kena pajak di dalam laba rugi tahun berjalan kecuali
apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui
pada penghasilan komprehensif lain ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak
yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan
liabilitas pajak kini dan 2) aset serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
iii. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Sesuai dengan PSAK No. 70: “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, aset
dan liabilitas pengampunan pajak diakui apabila memenuhi ketentuan mengenai pengakuan
dalam SAK.
Pada pengakuan awal, aset pengampunan pajak diukur sebesar nilai aset berdasarkan Surat
Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) sedangkan liabilitas pengampunan pajak diukur
sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas dan setara kas dalam rangka
menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan
pajak. Pengukuran setelah pengakuan awal dan penghentian pengakuan aset dan liabilitas
pengampunan pajak mengacu pada ketentuan SAK yang relevan untuk masing-masing aset
dan liabilitas yang terkait.
Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diakui sebagai bagian dari akun
“Tambahan Modal Disetor” pada ekuitas. Selisih tersebut tidak dapat diakui sebagai laba
rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo laba. Saling hapus antara aset dan liabilitas
pengampunan pajak tidak dapat dilakukan.
Uang tebusan yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode SKPP diterbitkan dan
disajikan sebagai bagian dari beban usaha. Seluruh saldo klaim atas kelebihan pembayaran
pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dan
provisi pajak sebelum pengampunan pajak, disesuaikan ke laba rugi pada periode SKPP
diterbitkan.
28
Page 34
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
u. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada periode yang bersangkutan.
v. Segmen Operasi
Segmen operasi disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian. Identifikasi segmen operasi berdasarkan laporan
internal komponen-komponen Grup yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian
kinerja Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan
menilai kinerjanya; dan
c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi
sumber daya dan penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing produk.
w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan bukti kondisi yang ada pada akhir
periode pelaporan (adjusting events) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian.
Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian
diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian apabila jumlahnya material.
x. Operasi yang dihentikan
Operasi yang dihentikan adalah komponen entitas yang telah dilepaskan atau diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual dan mewakili lini usaha atau area geografis operasi utama yang
terpisah, merupakan bagian dari suatu rencana tunggal terkoordinasi untuk melepaskan lini
usaha atau area operasi, atau merupakan suatu entitas anak yang diperoleh secara khusus dengan
tujuan dijual kembali. Hasil dari operasi yang dihentikan disajikan secara terpisah dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
29
Page 35
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
yang dilaporkan, serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Adanya
ketidakpastian terkait dengan asumsi dan estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 55
(Revisi 2014). Tiap-tiap kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi
yang berbeda.
Pengakuan Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi fiskal yang belum dikompensasi sepanjang
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi
pajak yang belum dikompensasikan tersebut.
Pertimbangan yang signifikan dari manajemen diperlukan untuk menentukan pengakuan terhadap aset
pajak tangguhan, berdasarkan rentang waktu dan tingkat laba kena pajak masa depan serta perencanaan
strategi pajak masa depan. Sehubungan dengan hal ini, manajamen melakukan pengujian terhadap
kemungkinan besaran laba kena pajak Grup di masa depan berdasarkan rencana bisnis 5 tahun ke
depan (masa daluwarsa pajak).
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang
tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Keadaan dan asumsi mengenai perkembangan masa
depan yang ada saat ini dapat berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyusutan Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis dari aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang
umumnya diperkirakan. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya
penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk direvisi. Jumlah tercatat aset tetap pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 26.582.905.185,- dan Rp
26.498.134.745,- (Catatan 2i dan 12).
30
Page 36
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
(LANJUTAN)
Liabilitas Imbalan Pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial
yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan,
tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan
kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2p atas Laporan Keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup
dapat mempengaruhi secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja.
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada
peraturan yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak (Catatan 2t), perhitungan pajak
sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak
dianggap benar selama belum terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang
terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat
ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh
beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi
antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual
dan jumlah tercatat tersebut dapat mempengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban
pajak. Saldo utang pajak pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah
sebesar Rp 1.155.804.865, dan Rp. 990.722.826,- (Catatan 17b).
31
Page 37
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Kas 132.266.531 107.494.530
Bank
Rupiah
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 328.388 778.388
- PT Bank Central Asia Tbk 950.107.967 1.687.016.121
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 91.903.927 8.831.198
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 72.899.897 64.409.318
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk 14.163.291 14.313.011
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 5.118.625.549 623.490.643
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 5.035.358 5.465.199
Dolar Amerika Serikat
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 10.402.982 10.273.810
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 2.669.430 2.686.463
- PT Bank Central Asia Tbk 6.769.671 7.692.533
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) 1.189.510 1.678.200
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 16.212.682 16.766.560
Deposito - -
Saldo Kas dan Bank 6.422.575.185 2.550.895.976
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
- PT Bank CIMB Niaga Tbk $612,19 $612,19
- PT Bank Negara Indonesia Tbk $157,09 $160,08
- PT Bank Central Asia Tbk $398,38 $458,38
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) $70,00 $100,00
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) $954,08 $999,08
$2.191,74 $2.329,73
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 36 Tahun 2023 serta Peraturan Bank Indonesia nomor 7 tahun 2023 tentang pengaturan Devisa
Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), dana masuk dalam mata uang asing wajib ditempatkan dalam Rekening Khusus (Reksus)
sebesar 30% dari nilai PPE (Pemberitahuan Pabean Ekspor) selama 3 bulan, yang diawasi oleh Bank Indonesia.
Mulai 1 Maret 2025, peraturan DHE diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2025, pada pasal 11A meniadakan ketentuan
penempatan DHE SDA yang dipergunakan antara lain untuk keperluan operasional.
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
31 MARET 2026
Saham
Keterangan Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
(lembar)
- Investasi Reksadana pada PT Artha 1.070.000 395.900.000
Securitas Indonesia tgl.31 Des 2024 (217.210.000) 178.690.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Jan 2026 37.450.000 216.140.000
- Harga pasar investasi tgl. 28 Feb 2026 (27.820.000) 188.320.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Mar 2026 (50.290.000) 138.030.000
31 DESEMBER 2025
Saham
Keterangan (lembar) Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
- Investasi Reksadana pada PT Artha 1.070.000 395.900.000
Securitas Indonesia tgl.31 Des 2024 (301.740.000) 94.160.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Jan 2025 (3.210.000) 90.950.000
- Harga pasar investasi tgl. 28 Feb 2025 (7.490.000) 83.460.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Mar 2025 (3.210.000) 80.250.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 April 2025 1.070.000 81.320.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Mei 2025 4.280.000 85.600.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 Juni 2025 (3.210.000) 82.390.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Juli 2025 (1.070.000) 81.320.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Agust 2025 6.420.000 87.740.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 Sept 2025 14.980.000 102.720.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Okt 2025 (12.840.000) 89.880.000
- Harga pasar investasi tgl. 30 Nov 2025 9.630.000 99.510.000
- Harga pasar investasi tgl. 31 Des 2025 79.180.000 178.690.000
31
Page 38
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri dari:
Piutang Ekspor 36.167.338.052 46.058.959.896
Piutang Lokal 9.090.000 9.090.000
Jumlah 36.176.428.052 46.068.049.896
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (185.323.255) (183.022.119)
Total 35.991.104.797 45.885.027.777
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan Umur piutang adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai 31.669.190.693 25.044.439.811
Telah jatuh tempo
1 - 30 hari 4.503.247.359 21.019.620.085
31 - 60 hari - -
61 - 90 hari - -
Lebih dari 90 hari 3.990.000 3.990.000
Jumlah 36.176.428.052 46.068.049.896
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (185.323.255) (183.022.119)
Total 35.991.104.797 45.885.027.777
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
Piutang Ekspor $2.127.452,86 $2.744.545,34
Jumlah $2.127.452,86 $2.744.545,34
Cadangan Piutang Tidak Tertagih $ (10.906) $ (10.906)
Total $2.116.547,00 $2.733.639,48
Manajemen mencadangkan kerugian piutang dagang sebesar 1% dari nilai invoice, untuk piutang dengan umur 180 hari setelah barang
diterima (240 hari dari tanggal invoice). Hal tersebut berdasar termin pembayaran salah satu pelanggan dengan estimasi lama pengiriman
ekspor berkisar 45 - 60 hari. Dan terdapat kemungkinan adanya sampling FDA. Sampai dengan 31 Desember 2025 tidak terdapat invoice
dengan umur lebih dari 240 hari.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
a. Piutang Lancar
Akun ini terdiri dari:
Pemasok daging 1.816.930.122 1.425.788.413
Karyawan 19.610.870 17.636.875
Lainnya 2.827.529 8.327.529
Jumlah 1.839.368.521 1.451.752.817
b. Piutang Tidak Lancar
Adalah piutang kepada PT Tandikek Asri Lestari, PT. Anugrah Semesta Investama & Piutang Suplier meat, sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Jatuh Tempo
PT. Tandikek Asri Lestari 1613 hari 9.000.000.000 9.000.000.000
PT. Anugrah Semesta Investama 2161 hari 3.000.000.000 3.000.000.000
Jumlah 12.000.000.000 12.000.000.000
Cadangan Kerugian Piutang (9.600.000.000) (9.600.000.000)
Total 2.400.000.000 2.400.000.000
Uang Muka Suplier Meat 6.735.000.000 10.690.000.000
Penghapusan Piutang (5.350.000.000) (5.350.000.000)
Jumlah 1.385.000.000 5.340.000.000
Pada tahun 2018 dan 2019 dilakukan pembayaran uang muka untuk pembelian bahan baku, namun tidak dapat terealisasi karena
tidak terjadi kesepakatan harga dan kualitas sesuai standar pabrik. Perseroan menagihkan pengembalian uang muka tersebut,
namun suplier tidak dapat mengembalikan penuh. Selanjutnya berdasarkan Surat Penetapan Dewan Komisaris nomor
007/Kom.PCA/XI/2025 tanggal 12 Desember 2025, sebagian piutang tersebut disetujui dihapuskan.
Piutang PT Tandikek Asri Lestari dan Piutang PT. Anugerah Semesta Investama diklasifikasikan sebagai piutang tidak lancar dan
sudah dilakukan pencadangkan kerugian sebesar 80% sejak semester kedua taun 2022 sampai dengan 31 Desember tahun 2025 .
Saat ini sedang dalam proses menunggu upaya lowyer untuk mencari data dan keberadaan kedua perusahaan tersebut. Lihat
Catatan 39 dan 40.
PT. Anugerah Semesta
No Keterangan PT. Tandikek Asri Lestari
Investama
1 Perjanjian Hutang Piutang
- Tanggal Perjanjian Kredit 30-Oct-19 30-Oct-19
- Jangka waktu 6 bulan, jatuh tempo 30 April 2020 2 tahun, jatuh tempo 30 Okt 2021
- Keperluan Modal Kerja Modal Kerja
- Bunga 17% 17%
- Jumlah pinjaman Rp.3.000.000.000,- Rp. 9.000.000.000
2 Realisasi pemberian pinjaman
- Tanggal Transfer 30-Oct-19 30-Oct-19
- Bank BCA BCA
32
Page 39
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG TIDAK LANCAR (LANJUTAN)
PT. Anugerah Semesta
No Keterangan PT. Tandikek Asri Lestari
Investama
3 Pembayaran Bunga
- Tanggal 31-Dec-19 Periode 1: 31 Desember 2019
- Jumlah Bunga Rp. 97.750.000,- Rp.293.250.000
- Tanggal 31-Dec-20 Periode 2: 31 Desember 2020
Belum dilakukan pembayaran bunga Belum dilakukan pembayaran bunga
Periode 3: 31 Oktober 2021
Manajemen telah melakukan upaya penagihan terhadap Piutang PT. Tandikek Asri Lestari dan PT. Anugrah Semesta Investama
melalui Kantor Advokat Infiniti & Co, dan selanjutnya pengurusan sengketa dilanjutkan melalui Kantor Advokat Prisma & Co.
Lihat Catatan 39.
8. PERSEDIAAN
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri dari:
Barang jadi 6.666.694.721 5.582.979.627
Barang dalam proses
- Kaleng 464.997.718 475.571.343
- Sortir 42.707.173 51.810.654
Bahan baku 3.396.958.389 1.536.852.886
Bahan pembantu 3.107.082.253 3.438.697.521
Jumlah 13.678.440.254 11.085.912.031
Rincian volume persediaan, sebagai berikut:
Jenis Barang Volume (Kg) Volume (Kg)
Rajungan 15.683 16.664
Ikan Segar 933 884
Rumput Laut 236.710 121.693
Jumlah 253.326 139.241
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat persediaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 tidak melampaui nilai
realisasi netonya sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas persediaan dan seluruh persediaan diasuransikan oleh
manajemen.
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri dari:
Asuransi 72.860.312 51.876.208
Sewa 15.458.334 19.463.318
Jumlah 88.318.646 71.339.526
10. UANG MUKA
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri dari:
- Pembelian Barang Dagang 1.590.026.406 1.462.453.160
Jumlah 1.590.026.406 1.462.453.160
11. ASET TETAP
Rincian dan mutasi aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Mutasi Per 31 Maret 2026
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan :
Tanah 17.429.194.419 70.000.000 - 17.499.194.419
Bangunan 11.845.562.503 - - 11.845.562.503
Peralatan Pabrik 6.932.766.080 97.000.000 80.000.000 6.949.766.080
Kendaraan 2.945.865.500 252.069.090 232.576.000 2.965.358.590
Peralatan Kantor 1.343.639.427 35.162.620 - 1.378.802.047
Jumlah 40.497.027.929 454.231.710 312.576.000 40.638.683.639
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 6.568.275.294 141.900.661 - 6.710.175.955
Peralatan Pabrik 4.742.301.141 124.897.425 80.000.000 4.787.198.566
Kendaraan 1.509.648.850 82.096.741 232.576.000 1.359.169.591
Peralatan Kantor 1.178.667.900 20.566.443 - 1.199.234.343
Jumlah 13.998.893.185 369.461.270 312.576.000 14.055.778.455
Nilai Buku 26.498.134.744 26.582.905.184
33
Page 40
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (LANJUTAN)
Mutasi Per 31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan :
Tanah 5.836.990.636 11.592.203.783 - 17.429.194.419
Bangunan 11.487.151.401 358.411.102 - 11.845.562.503
Peralatan Pabrik 6.151.673.380 781.092.700 - 6.932.766.080
Kendaraan 2.807.596.288 290.319.212 152.050.000 2.945.865.500
Peralatan Kantor 1.283.817.747 59.821.680 - 1.343.639.427
Jumlah 27.567.229.452 13.081.848.477 152.050.000 40.497.027.929
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 6.036.513.760 531.761.534 - 6.568.275.294
Peralatan Pabrik 4.226.012.258 516.288.883 - 4.742.301.141
Kendaraan 1.328.307.163 328.887.182 147.545.495 1.509.648.850
Peralatan Kantor 1.079.506.248 99.161.652 - 1.178.667.900
Jumlah 12.670.339.429 1.476.099.251 147.545.495 13.998.893.185
Nilai Buku 14.896.890.023 26.498.134.744
Grup tidak memiliki aset kualifikasian sehingga tidak terdapat biaya pinjaman dan tarif kapitalisasi yang dikapitalisasi selama tahun
berjalan.
Tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan dan diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, terdapat perbedaan nilai
wajar aset tetap dari jumlah tercatat karena aset dinilai dengan nilai historis (historical cost), tidak terdapat aset tetap yang dihentikan
pengakuannya, dan tidak terdapat jumlah aset yang tidak dipakai sementara yang dipakai oleh Grup.
Beban penyusutan aset tetap yang dialokasikan adalah sebagai berikut :
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Beban Pokok Penjualan (Cat. 21) 253.514.464 856.952.734
Beban Umum dan Administrasi (Cat 23) 115.946.805 465.705.985
Jumlah 369.461.269 1.322.658.719
Manajemen mengasuransikan seluruh aset tetap dengan rincian sebagai berikut :
Objek Pertanggungan Nilai Pertanggungan
Gedung
- Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngalian, Semarang, Jawa Tengah 1.960.000.000
- Jl. Mina Ayu D/H Jl. Tanggul RT.13/ RW.04, Desa Limbangan, Kec. Juntinyuat, Indramayu. 1.860.600.000
- Jl Kima 3 No.5A Kav. K-48, Kel. Daya, Kec. Birinkanaya, Makassar 1.835.438.000
Kendaraan
- All Risk dan TJH 3.001.690.000
Jumlah Nilai Pertanggungan 8.657.728.000
Manajemen berpendapat bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap Grup dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan adanya
penurunan nilai atas aset tetap tersebut.
Revaluasi Aset Tetap
Pada tahun 2025, Perseroan melakukan revaluasi tanah pada PT. Karya Persada Khatulistiwa dan PT. Nuansa Cipta Magello. Berdasarkan
1. PT. Karya Persada Khatulistiwa
Aset Revaluasi Nilai Buku Nilai Revaluasi Surplus Revaluasi (OCI)
Tanah- Jalan Mina Ayu Rt. 04 RW.13 Kelurahan 270.539.319 2.633.800.000 2.363.260.681
Limbangan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu,
Provisi Jawa Barat
SHGB no. 00018 dan no. 00019
Luas : 2976 m2
2. PT. Nuansa Cipta Magello
Aset Revaluasi Nilai Buku Nilai Revaluasi Surplus Revaluasi (OCI)
Tanah- Jalan KIMA 3 KAV.5 AB, Kelurahan Daya, 471.056.898 9.700.000.000 9.228.943.102
Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Provinsi
Sulawesi Selatan.
SHGB no. 21082, Luas 2367 m2
SHGB no. 20185, Luas 2435 m2
4.802 m2
Total 11.592.203.783 11.592.203.783 11.592.203.783
12. UTANG USAHA
Akun ini merupakan utang usaha kepada suplier yang terdiri dari:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Pemasok daging 619.643.551 518.481.630
Pemasok packaging 465.279.206 481.065.458
Freight / Pengiriman 350.697.796 348.418.655
Lainnya 190.773.551 81.806.708
Jumlah 1.626.394.104 1.429.772.451
13. UTANG LAIN-LAIN
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri:
Pihak Ketiga
Astro Media Indonesia - Jk. Pendek 1.937.600.000 1.937.600.000 1.937.600.000
Lain-lain - Jk. Panjang 639.113.532 528.432.359
Jumlah 2.576.713.532
\ 2.466.032.359
Utang lain-lain merupakan pinjaman dana ke pihak berelasi dan pihak ketiga untuk keperluan operasional.
34
Page 41
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG LAIN-LAIN (LANJUTAN)
Pada tanggal 15 Februari 2022 telah dilakukan perjanjian Restrukturisasi Hutang Erry Firmansyah dan PT Astro Media Indonesia
dihadapan Notaris Retno Hertiyanti, Sarjana Hukum, Notaris di kota Semarang yang telah ditandatangani dua perjanjian restrukturisasi
hutang, yaitu:
1. Surat Perjanjian Hutang nomor 6, mengenai restrukturisasi hutang PT Prima Cakrawala Abadi dengan Erry Firmansyah.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan kepada kreditur.
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp7.750.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022. Sisa pinjaman Rp
4.750.000.000 akan dibayarkan Rp 950.000.000 pada 30 Desember 2023 dan Rp 3.800.000.000 pada 30 Desember 2024.
2. Surat Perjanjian Hutang nomor 7, mengenai restrukturisasi hutang PT Prima Cakrawala Abadi dengan PT Astro Media Indonesia.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan kepada kreditur.
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp12.688.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022. Sisa pinjaman
Rp9.688.000.000 akan dibayarkan beberapa tahap dalam lima tahun, mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2026. Masing-
masing tahap jatuh tempo setiap tahun pada tanggal 30 Desember, sebesar Rp1.937.600.000.
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup memberikan imbalan bagi karyawan yang mencapai usia pensiun yaitu usia 55 tahun sesuai dengan Undang-Undang ketenagakerjaan
No. 13/2003 tentang “Ketenagakerjaan” tanggal 25 Maret 2003.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan yang dilakukan
oleh Aktuaris Independen yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Aktuaris
Independen tersebut yang masing-masing tanggal 11 Februari 2026 dan 18 Februari 2025 , perhitungan dilakukan dengan menggunakan
metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Tingkat diskonto 6,05% 6,05%
Tingkat kenaikan gaji rata-rata 3% 3%
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat mortalitas 100% TMI4 100% TMI4
Tingkat pengunduran diri 5,00% sampai dengan usia 35 5,00% sampai dengan usia
35 dan berkurang secara
dan berkurang secara linear
linear sampai dengan
sampai dengan 0,00% pada
0,00% pada usia 55 tahun
usia 55 tahun dan setelahnya. dan setelahnya.
Rekonsiliasi nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja pada awal dan akhir tahun adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Aset Neto Awal Periode (3.407.564.684) (2.561.473.847)
Pembayaran Imbalan Oleh Perusahaan - 116.097.224
(Beban) Pendapatan di Laba Rugi - (872.216.432)
(Beban) Pendapatan pada PKL - (276.504.837)
Biaya Terminasi - 186.533.208
Saldo Akhir (3.407.564.684) (3.407.564.684)
Rincian beban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Biaya jasa kini - 491.447.298
Biaya jasa lalu - -
Beban bunga - 171.999.454
Penyesuaian atas koreksi data - -
Pengakuan Liabilitas Masa Kerja Lalu - 22.236.472
Liabilitas atas transfer masuk - -
Jumlah - 685.683.224
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
35
Page 42
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (LANJUTAN)
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Saldo awal (3.407.564.684) (2.561.473.847)
Beban imbalan pascakerja tahun berjalan - (685.683.224)
Pembayaran imbalan pascakerja yang dibayarkan tahun berjalan
- 116.097.224
Jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain
- (276.504.837)
Saldo Akhir (3.407.564.684) (3.407.564.684)
Cadangan Imbalan Pascakerja Lainya (3.319.649.823) (5.473.199.823)
Jumlah Hutang Imbalan Kerja (6.727.214.507) (8.880.764.507)
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri dari:
Pajak Penghasilan
- Pasal 22 11.590.387 9.600.687
- Pasal 23 113.376.914 76.906.758
- Pasal 25 274.048.639 161.318.443
PPN (Vat In) 2.125.493.919 1.637.424.612
Jumlah 2.524.509.859 1.885.250.500
b. Utang Pajak
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri dari Pajak penghasilan :
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 141.498.618 92.782.816
- Pasal 22 34.516.795 48.748.437
- Pasal 23 47.217.274 27.275.505
- Pasal 25 37.576.732 37.576.732
- Pasal 29 711.869.113 711.869.113
PPN (Vat Out) 183.126.333 72.470.223
Jumlah 1.155.804.865 990.722.826
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Beban pajak kini
- Induk - -
- Entitas anak - 1.083.434.220
Subjumlah - 1.083.434.220
Pajak tangguhan
- Perusahaan - (564.225.754)
- Entitas anak - (161.422.820)
Subjumlah - (725.648.573)
Neto - 357.785.647
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan taksiran
penghasilan kena pajak tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi) dan
(2.593.473.934) (10.794.477.995)
penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak (1.580.532.288) (4.206.000.911)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (1.012.941.646) (6.588.477.084)
Beda temporer
- Imbalan Pascakerja 318.246.466 789.661.878
- Pembayaran Pensiun - -
36
Page 43
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
Beda tetap 31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
- Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal 522.220.826 3.030.634.021
- Penghasilan yang telah dikenakan pajak bersifat final (1.866.826) (15.597.506)
Taksiran Penghasilan Kena Pajak - Perusahaan
(174.341.180) (2.783.778.692)
Taksiran Pajak Penghasilan - Dibulatkan (174.341.000) (2.783.779.000)
Kompensasi Kerugian Fiskal 2018 - -
Kompensasi Kerugian Fiskal 2019 - -
Kompensasi Kerugian Fiskal 2020 - -
Kompensasi Kerugian Fiskal 2024 - -
Jumlah Penghasilah Kena Pajak (174.341.000) (2.783.779.000)
Beban Pajak Kini Induk Perusahaan - NIHIL
Dikurangi Pajak Penghasilan dibayar dimuka
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
- Pasal 22 10.585.687 4.846.423
- Pasal 23 113.376.914 76.906.758
- Pasal 25 76.299.829 76.299.829
Jumlah Taksiran Utang Pajak Penghasilan
200.262.430 158.053.010
Perusahaan – Pasal 29/28A
Beban Pajak Kini Konsolidasi - -
d. Pajak Penghasilan Tangguhan
Rincian mutasi aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
Periode yang berakhir 31 Maret 2026
Dibebankan ke
Dikreditkan ke
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi
Komprehensif Lain
Rugi fiskal 528.917.952 - - - 528.917.952
Penyusutan aset tetap - - - - -
Beban imbalan kerja 1.182.759.474 - - - 1.182.759.474
Penghasilan
(295.892.062) - - - (295.892.062)
komprehensif lain
Penyisihan Piutang
40.264.866 - 40.264.866
Lain-lain & Usaha
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak 1.456.050.229 - - - 1.456.050.229
Tangguhan
Periode yang berakhir 31 Desember 2025
Dibebankan ke
Dikreditkan ke
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi
Komprehensif Lain
Rugi fiskal (73.798.135) 528.917.952 - 73.798.135 528.917.952
Penyusutan aset tetap - - - - -
Beban imbalan kerja 1.063.104.415 119.655.058 - - 1.182.759.474
Penghasilan
(351.910.720) - 56.018.657 - (295.892.062)
komprehensif lain
Penyisihan Piutang
36.987.438 - 3.277.429 40.264.866
Lain-lain & Usaha
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak 674.382.999 648.573.010 56.018.657 77.075.563 1.456.050.229
Tangguhan
37
Page 44
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
e. Pengampunan Pajak
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang
“Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli 2016. Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang,
tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap aset dan membayar uang
tebusan sebagaimana diatur di dalam UU.
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak berdasarkan Surat Pernyataan Harta No. 50300001897 tanggal 22 Desember 2016
dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 1.465.526.994,-
16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Gaji karyawan 342.757.861 40.107.318
Jamsostek 64.223.301 -
Hutang Biaya Lainya 2.234.234 2.234.234
Jumlah 409.215.396 42.341.552
17. UTANG BANK
Akun ini terdiri dari:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Utang Bank Jangka Pendek
- PT Pool Advista Finance Tbk. 1.198.543.829 1.584.317.378
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10.065.000.000 11.900.000.000
Utang Bank Jangka Panjang
- PT Pool Advista Finance Tbk. 7.030.981.400 7.030.981.400
Jumlah 18.294.525.229 20.515.298.778
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Anjak Piutang Nomor 175 tertanggal 30 Agustus 2019 dihadapan Notaris Yulia, SH
menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk. selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Mugello selaku Debitur. Dalam perjanjian
kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1 Jenis Fasilitas : Pembiayaan investasi - restruktur
2 Skema Fasilitas : Pembayaran secara angsurang
3 Sifat Pembiayaan : Uncommited
4 Limit Kredit : Rp. 12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah)
5 Tujuan Penggunaan : Restrukturisasi pembiayaan modal kerja
6 Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal 30 September 2020 s/d 30 September 2023
7 Pembayaran kembali : Bulan 1-35 : Rp. 35.463.708
Bulan 36 : Rp. 11.829.915.952,-
8 Suku Bunga : 3% p.a dan differed bunga 10% dibayar saat jatuh tempo fasilitas.
9 Biaya Provisi : Sebesar 0,25% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
10 Biaya Administrasi : Rp. 2.500.000,-
11 Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12 Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13 Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh tempo
tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan pembayaran.
14 Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15 Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF dan
terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16 Agunan : a. Klien mengikatkan diri serta menjamin kreditur, bahwa piutang-piutang yang
dialihkan kepada kreditur adalah piutang-piutang yang timbul dan memenuhi
syarat sebagai berikut:
- Akan dibayar penuh dan tepat waktu oleh pihak tertagih.
- Pihak tertagih mampu membayar hutang setiap saat.
- Pihak tertagih tidak akan menerbitkan dan/atau menarik cheque atau
surat berharga lain yang tidak ada dananya, tidak sah, cacat hukum atau
kadaluarsa.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan pailit.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan di bawah pengampunan.
- Pihak tertagih tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang tidak
disetujui kreditur.
- Pihak tertagi tidak dalam keadaan terlibat dalam suatu perkara.
- Pihak tertagih tidak akan menghentikan usahanya dengan alasan apapun.
38
Page 45
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Pendek (Lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk.
b. Klien juga menjamin bahwa :
- Klien harus menyerahkan dan mengalihkan seluruh faktur-faktur dari
pihak tertagih yang telah disetujui kepada kreditur.
- Kreditur adalah satu-satunya pihak yang ditunjukan memperoleh hak
untuk membeli piutang-piutang yang dimiliki klien.
- Berkenaan dengan pengalihan piutang-piutang kepada kreditur dengan
tidak mengesampingkan ketentuan-ketentuan termuat dalam perjanjian
- Dalam hal kreditur memberi pengecualian tertentu kepada klien maupun
pihak tertagih.
- Segalah tuntutan yang timbul dari pihak tertagih menjadi beban tanggung
jawab serta resiko klien sendiri.
- Kreditur berhak untuk mendebet rekening (rekening factoring dan atau
rekening penampungan) klien untuk jumlah sesuai perhitungan kreditur.
Pada tanggal 30 Agustus 2021 dilakukan restrukturisasi hutang PT. Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta no.14 tanggal 6
September 2021 dihadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai Adendum Pertama Perjanjian pembiayaan Investasi
(Restrukturisasi) Rp. 12.000.000.000 dengan outstanding per tanggal 6 September 2021 sebesar Rp. 11.944.744.137, terinci
sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.944.744.137,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur : 30 Agustus 2021 sd 30 September 2023
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Aug'23 Rp 35.463.708
Sept'23 Rp 11.829.915.951,58
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp 0
10. Biaya Administrasi : Rp 2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh
tempo tak terbayar sampai dengan tanggal pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF dan
terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16 Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 175
Pada tanggal 29 September 2023 dilakukan restrukturisasi hutang PT. Nuansa Cipta Magello pada PT. Pool Advista Finance,
yaitu Adendum kedua no 002/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023 dihadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H.,
plafond Rp. 12.000.000.000, dengan outstanding per tanggal 27 September 2023 sebesar Rp. 11.800.414.914, Tersebut
merupakan perubahan dari Adendum Pertama atas Perjanjian pembiayaan Investasi (Restrukturisasi) no. 14 tanggal 6 September
2021. Terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.800,414,914,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi (Perpanjangan Jangka Waktu Pembiayaan)
6. Jangka Waktu Restruktur : 84 bulan (30 September 2023 sd 30 September 2030)
7. Suku Bunga : 7% eff p.a
8. Angsuran : Rp 178.099.886,-/bulan
10. Biaya Administrasi : Rp 15.000.000,-
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 2% per bulan dari angsuran tertunggak
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF, dan
diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan : Tanah dan bangunan atas nama PT. Nuansa Cipta Magello, sertifikat SHGB no.
21082 dan 21085, yaitu tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Kima 3 No. 5A
Kav K-48 Kel Daya Kec. Biringkanaya, Makassar dengan LT 4.803 m2 LB 1.431
m2.
39
Page 46
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Pendek (Lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 10 Juni 2024 telah ditandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja nomor RCO.SMG/0168/KMK/2024, Akta no. 10
atas nama PT. Karya Persada Khatulistiwa dihadapan Notaris Maria Dwi Hartati, SH,M.Kn, berdasar SPPK nomor SME.Ar-
07.SPW.SPPK/140/2024 tanggal 21 Mei 2024. Terinci sebagai berikut :
1. Jenis Fasilitas : Kredit Modal Kerja
2. Plafond : Rp 10.000.000.000,-
3. Skema Kredit : Revolving - Transaksional
4. Tujuan Penggunaan : Tambahan modal kerja usaha perdagangan hasil olahan perikanan (rajungan)
5. Jangka Waktu Fasilitas : 12 bulan
6. Jangka Waktu per Penarikan : 2 bulan sejak tanggal pencairan kredit
7. Suku Bunga : 9,25% pa. dan besarnya bunga dapat berubah sewaktu - waktu
8. Angsuran : dibayarkan setiap bulan setiap tanggal 15
10. Provisi : 0,1% dari plafond
11. Servicing fee : 0,4% dari plafond
12. Biaya Administrasi : Rp.4.500.000,-
13. Biaya Pengelolaan Rekening : Rp.50.000,- per bulan
14. Biaya Asuransi : Rp. 5.948.662,-
15. Biaya Notaris : Rp. 35.000.000,-
16. Denda Keterlambatan 5% pa. diatas suku bunga kredit untuk setiap keterlambatan pembayaran pokok,
:
bunga, ongkos dan biaya lainnya
17. Penalty Pre-payment 3% dari limit kredit apabila kredit dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo dan/atau
: di take-over Bank lain, terlebih dahulu mengjukan permohonan secara tertulis,
minimal 14 hari kerja sebelum pelunasan dipercepat.
18. Asuransi : Jaminan diasuransikan di Asuransi AXA Insurance Indonesia, polis nomor
1050101062400027 selama jangka waktu kredit
16. Agunan : Tanah dan bangunan atas PT Karya Persada Khatulistiwa dengan sertifikat SHGB
no. 00018 dan 00019, LT 2.796 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan,
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jantinyuat
Tanah dan Bangunan atas nama Pt. Prima Cakrawala Abadi dengan sertifikat
SHGB No: 01640 & 01641 yang terletak di Jl. Beringin Raya No.37 RT 010 RW
04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Setelah jangka waktu perjanjian dengan PT. Bank Mandiri berakhir, Perseroan mendapatkan pembiayaan modal kerja dari PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero). Berdasarkan Surat Penawaran Putusan Kredit (Offering Letter) nomor B.1611/KC-RO-
SMG/OPK/05/2025 tanggal 22 Mei 2025, yang kemudian dilanjutkan dalam Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja no.18 tanggal 5
Juni 2025 dan no. 19 tanggal 5 Juni 2025, adalah sebagai berikut :
A. Fasilitas KMK Bersyarat
1. Plafond Kredit : Rp 10.000.000.000,-
2. Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja Bersyarat
3. Bentuk Kredit : Maks Co. Tetap
4. Tujuan Penggunaan : Tambahan modal kerja usaha Perdagangan Besar Hasil Olahan Perikanan dan
Take Over KMK dari Bank Mandiri
5. Jangka Waktu Kredit : 12 bulan
6. Suku Bunga : 9% pa. dibayar efektif setiap bulan
7. Provisi Kredit : 0,25%
8. Penalty : 50% dari suku bunga yang berlaku apabila terjadi tunggakan atas pokok dan atau
bunga
9. Biaya Administrasi : Rp 5.000.000,-
B. Fasilitas KMK Co. Tetap
1. Plafond Kredit : Rp 5.000.000,-
2. Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja
3. Bentuk Kredit : Maks Co. Tetap
4. Tujuan Penggunaan : Tambahan modal kerja usaha Perdagangan Besar Hasil Olahan Perikanan dan
Take Over KMK dari Bank Mandiri
5. Jangka Waktu Kredit : 12 bulan
6. Suku Bunga : 9% pa. dibayar efektif setiap bulan
7. Provisi Kredit : 0,25%
8. Penalty : 50% dari suku bunga yang berlaku apabila terjadi tunggakan atas pokok dan atau
bunga
9. Biaya Administrasi : Rp 2.000.000,-
40
Page 47
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (LANJUTAN)
Utang Bank Jangka Panjang (Lanjutan)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
C.Agunan Kredit
Agunan kredit berupa tanah dan bangunan pabrik PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk dan PT. Karya Persada Khatulistiwa.
1. Tanah dan bangunan atas PT Karya Persada Khatulistiwa dengan sertifikat SHGB no. 00018 dan 00019, LT 2.796 terletak di
Desa Limbangan, Kecamatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jantinyuat
2. Tanah dan Bangunan atas nama Pt. Prima Cakrawala Abadi dengan sertifikat SHGB No: 01640 & 01641 yang terletak di Jl.
Beringin Raya No.37 RT 010 RW 04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
D.Asuransi
Agunan kredit wajib diasuransikan kepada Perusahaan asuransi rekanan BRI sebesar nilai pasar wajar dengan banker’s clause
untuk kepentingan BRI, dengan premi dan jangka waktu yang disesuaikan dengan jangka waktu kredit.
18. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase Kepemilikan
Pemegang Saham Jumlah
dan Disetor Penuh (%)
PT ASABRI (Persero) 305.535.018 26,19% 30.553.501.800
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 802.771.682 68,81% 80.277.168.200
Jumlah 1.166.666.700 100,00% 116.666.670.000
31 DESEMBER 2025
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase Kepemilikan
Pemegang Saham Jumlah
dan Disetor Penuh (%)
PT ASABRI (Persero) 293.285.543 25,14% 29.328.554.300
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 815.021.157 69,86% 81.502.115.700
Jumlah 1.166.666.700 100,00% 116.666.670.000
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk No. 2 tanggal 9 Januari 2018, mengenai
peningkatan modal di tempatkan dan modal disetor Perseroan dari sebesar Rp 70.000.000.000 menjadi sebesar Rp 116.666.670.000.
Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0008394 tanggal 10 Januari 2018.
Tambahan Modal Disetor
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Akun ini terdiri :
- Pengampunan Pajak 1.465.526.994 1.465.526.994
- Tambahan Modal Disetor 46.666.670.000 46.666.670.000
Jumlah 48.132.196.994 48.132.196.994
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 466.666.700 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100,-
setiap saham yang mewakili sebesar 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia
dengan harga penawaran sebesar Rp 150,- setiap saham. Perusahaan telah mendapat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran
dalam Rangka Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. S-
471/D.04/2017 tanggal 21 Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia. Namun penambahan modal disetor baru diaktakan tanggal 9 Januari 2018.
Pengelolaan Modal
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah memastikan bahwa manajemen mempertahankan peringkat kredit yang baik dan rasio
modal yang sehat untuk mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
Rasio utang terhadap modal dihitung berdasarkan pembagian antara liabilitas neto dengan jumlah ekuitas. Liabilitas neto meliputi seluruh
liabilitas dikurangi dengan kas dan bank. Jumlah modal meliputi seluruh ekuitas sebagaimana yang disajikan di dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
41
Page 48
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM (LANJUTAN)
Perhitungan rasio utang terhadap ekuitas (Debt Equity Ratio/DER ) adalah sebagai berikut:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Jumlah Liabilitas 30.805.131.722 34.340.175.462
Dikurangi:
- Kas dan Bank (lihat Catatan 4) 6.422.575.185 2.550.895.976
- Liabilitas Neto 24.382.556.537 31.789.279.486
Jumlah Ekuitas 63.291.197.362 65.925.331.298
Rasio Liabilitas Neto Terhadap Modal 38,5% 48,2%
Tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 Group lebih banyak menggunakan modal kerja sendiri dibanding hutang, dan
mempertahankan dana kas dan bank 31 Maret 2026 sebesar Rp 6.422.575.313,-
19. AGIO SAHAM
Saldo agio saham pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp. 18.179.427.165,- dan Rp. 18.179.427.165,-
merupakan jumlah agio setelah dikurangi dengan biaya emisi dalam penawaran umum saham perdana Perusahaan.
20. SALDO LABA (RUGI)
Saldo laba (rugi) ditahan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah:
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Saldo awal (67.948.672.490) (68.439.273.860)
Perubahan:
Laba (rugi) tahun berjalan (2.634.087.112) 490.328.259
Koreksi saldo laba (rugi) (93.646) 273.111
Koreksi lainnya - -
Saldo akhir (70.582.853.248) (67.948.672.490)
21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
31 MARET 2026 31 DESEMBER 2025
Saldo awal (2.437.620.372) (2.437.536.174)
Jumlah modal yang didistribusikan ke entitas anak 93.644 (273.106)
Rugi komprehensif periode berjalan konsolidasian yang
(46.822) 188.908
distribusikan ke entitas anak
Jumlah (2.437.573.550) (2.437.620.372)
31 MARET 2026
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Laba Rugi Tahun Berjalan Pendapatan Neto
NCM 44.425.192.079 21.642.136.096 (960.854.922) 24.773.329.791
KPK 47.046.776.597 14.081.970.978 (619.677.366) 37.350.836.661
Jumlah 91.471.968.677 35.724.107.074 (1.580.532.288) 62.124.166.452
31 DESEMBER 2025
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Laba Rugi Tahun Berjalan Pendapatan Neto
NCM 48.539.459.216 24.795.548.308 852.556.255 115.272.884.696
KPK 49.940.736.430 16.356.253.445 5.707.617.232 158.493.325.146
Jumlah 98.480.195.646 41.151.801.753 6.560.173.486 273.766.209.842
22. PENJUALAN NETO
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari :
Penjualan ekspor 61.476.436.221 60.272.334.885
Penjualan lokal 588.244.680 364.775.776
Penjualan Lain-lain 86.576.577 -
Jumlah 62.151.257.478 60.637.110.661
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025, Perusahaan melakukan semua transaksi penjualan kepada
pihak ketiga, dan terdapat pendapatan dari pelanggan yang jumlahnya di atas 10% dari jumlah pendapatan bersih.
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Penjualan bersih diatas 10% - Ekspor 61.476.436.221 60.272.334.885
Persentase terhadap Penjualan 98,9% 99,4%
42
Page 49
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Persediaan Bahan Baku & Packing
Awal 4.975.550.405 3.769.787.722
Pembelian 53.651.389.494 48.386.965.555
Akhir (6.504.040.646) (4.101.790.661)
Pemakaian bahan baku & bahan pembantu 52.122.899.253 48.054.962.615
Biaya tenaga kerja langsung 4.396.562.179 4.922.726.920
Beban Depresiasi 253.514.464 261.649.448
Beban Utilitas 741.460.595 575.866.247
Beban Overhead 985.358.797 1.074.251.376
Barang Setengah Jadi Awal 527.381.998 459.607.720
Barang Setengah Jadi Akhir (507.704.891) (496.489.048)
Harga Pokok Produksi 58.519.472.395 54.852.575.278
Persediaan Barang Jadi
Awal 5.582.979.627 3.501.920.031
Akhir (6.666.694.721) (3.179.331.609)
Beban Pokok Penjualan 57.435.757.301 55.175.163.699
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025, tidak terdapat pembelian dari pemasok yang jumlahnya di
atas 10% dari pembelian Perusahaan.
24. BEBAN PENJUALAN
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari :
Kargo 1.169.152.350 1.236.583.655
Stuffing ekspor 19.543.500 20.265.400
Surveyor - 75.376.500
Promosi dan Pameran 617.843.848 47.392.335
Lain-lain 85.611.020 91.640.410
Jumlah 1.892.150.718 1.471.258.300
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Gaji dan tunjangan karyawan 3.478.650.054 3.542.560.586
Jasa profesional 142.776.324 234.909.051
Perjalanan dinas 309.601.202 230.818.231
Penyusutan (Catatan 11) 26.370.228 109.972.556
Amortisasi 35.198.593 27.795.232
Listrik dan air 50.245.785 48.066.064
Pajak 306.560.136 258.670.870
Transportasi 25.707.378 23.715.452
Pemeliharaan 183.749.137 265.373.114
Telepon 36.308.432 32.835.463
Perijinan 33.119.120 25.648.000
Rumah tangga kantor 43.474.388 65.831.220
Perlengkapan kantor 28.548.060 37.748.154
Jamuan 9.465.699 10.056.867
Administrasi OJK dan BEI 102.250.000 68.250.000
Cadangan Imbalan Pascakerja 366.450.000 369.150.000
Sewa 16.340.000 16.795.000
Beban CSR 1.590.000 8.388.896
Asuransi - 29.253.250
Beban Pengembangan dan Pelatihan SDM 43.240.000 23.090.480
Beban RUPS 8.287.500 -
Lain-lain 24.025.667 27.465.387
Jumlah 5.374.034.148 5.456.393.872
43
Page 50
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Pendapatan (beban) lainnya 292.214 7.376.813
Pendapatan Bunga Lainnya - 100
Jumlah 292.214 7.376.914
27. BEBAN LAIN - LAIN
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 89.576.577 -
Jumlah 89.576.577 -
28. PENGHASILAN KEUANGAN
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Pendapatan Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan dan Jasa
2.332.011 5.924.672
Giro
Jumlah 2.332.011 5.924.672
29. BEBAN KEUANGAN
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Beban pajak jasa giro 465.185 973.341
Beban Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan 296.510.747 274.752.050
Beban Administrasi Bank 28.116.225 28.720.673
Jumlah 325.092.157 304.446.063
30. LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
31 MARET 2026 31 MARET 2025
Akun ini terdiri dari:
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (2.634.133.934) 5.704.647.962
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun
1.166.666.700 1.166.666.700
berjalan
Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar (2,26) 4,89
31. SEGMEN OPERASI
a. Segmen Primer
Untuk kepentingan manajemen, kegiatan usaha Grup diklasifikasikan menjadi 1 (satu) segmen usaha, yaitu perdagangan hasil olahan jenis
rajungan. Informasi mengenai segmen usaha adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 MARET 2026 31 MARET 2025
Penjualan eksternal 62.151.257.478 60.637.110.661
Beban pokok penjualan (57.435.757.301) (55.175.163.701)
Laba Segmen 4.715.500.177 5.461.946.960
b. Segmen Geografis
Informasi mengenai segmen usaha geografis grup adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 MARET 2026 31 MARET 2025
Penjualan
Ekspor 61.476.436.221 60.272.334.885
Lokal 588.244.680 364.775.776
Jumlah 62.064.680.901 60.637.110.661
32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Entitas dianggap berelasi jika entitas tersebut, baik
secara langsung maupun tidak langsung, dapat mengendalikan atau mengendalikan bersama, atau memiliki pengaruh signifikan atas Grup
dalam pengambilan keputusan keuangan dan operasional. Entitas juga dianggap berelasi jika entitas tersebut sepengendalian dengan Grup.
Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Kompensasi Manajemen Kunci
Manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
mengendalikan kegiatan Perusahaan, termasuk direktur Perusahaan yang tercantum pada Catatan 1 atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
44
Page 51
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. INSTRUMEN KEUANGAN
Jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian telah mendekati nilai wajarnya
karena seluruhnya merupakan instrumen keuangan berjangka pendek.
34. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko mata uang, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kebijakan manajemen
terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalkan potensi dan dampak keuangan yang mungkin timbul dari risiko-risiko
tersebut. Dalam kaitannya dengan hal ini, manajemen tidak memperkenankan adanya transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif.
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup:
a. Risiko Mata Uang
Perusahaan melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang dan karena itu terekspos risiko mata uang. Grup tidak memiliki
kebijakan khusus terhadap lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen senantiasa memantau eksposur mata uang dan akan
mempertimbangkan untuk melakukan lindung nilai manakala timbul risiko mata uang yang signifikan.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak akan gagal memenuhi liabilitas dalam suatu instrumen keuangan atau kontrak
konsumen yang menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi Grup berasal dari kredit yang
diberikan kepada pelanggan tertentu dan simpanan di bank.
Manajemen meminimalkan risiko kredit dengan menempatkan dana hanya pada bank yang memiliki reputasi baik serta melakukan
hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang memiliki kondisi usaha yang baik.
Grup memiliki kebijakan yang jelas dalam pemilihan pelanggan, perjanjian yang mengikat secara hukum dan secara historis mempunyai
tingkat yang rendah atas piutang usaha yang bermasalah. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk
mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. Jumlah maksimum eksposur risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat sebagaimana
diungkapkan pada Catatan 4, 6 dan 7.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, rincian aset keuangan adalah sebagai berikut :
31 MARET 2026
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 6.422.575.185 - - 6.422.575.185
- Piutang usaha 31.669.190.693 - - 31.669.190.693
- Piutang lain-lain 1.839.368.521 - - 1.839.368.521
Jumlah 39.931.134.399 - - 39.931.134.399
31 DESEMBER 2025
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 2.550.895.976 - - 2.550.895.976
- Piutang usaha 45.885.027.777 340.000 - 45.885.367.777
- Piutang lain-lain 1.451.752.817 - - 1.451.752.817
Jumlah 49.887.676.570 340.000 - 49.888.016.570
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan memperoleh dana tunai ketika memenuhi
komitmennya atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan terkait dengan risiko ini terutama adalah untuk menjaga tingkat kas dalam
besaran yang memadai guna mendanai kebutuhan operasional dan menutup liabilitas (terutama liabilitas dalam jangka pendek).
Pengelolaan kas tersebut mencakup proyeksi hingga beberapa periode ke depan, menjaga profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan
serta memantau rencana dan realisasi arus kas. Sebagai bagian dari upaya tersebut, manajemen juga senantiasa mengupayakan penagihan
kepada pelanggan secara tepat waktu dan sedapat mungkin mengurangi transaksi pembelian yang dilakukan secara tunai.
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak
didiskontokan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
31 MARET 2026
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Utang usaha 1.626.394.104 - - 1.626.394.104
Utang lain-lain 1.937.600.000 - - 1.937.600.000
Beban harus dibayar 409.215.397 - - 409.215.397
Jumlah 3.973.209.501 - - 3.973.209.501
45
Page 52
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan )
31 DESEMBER 2025
Belum Jatuh Tempo Kurang Dari 1 Lebih Dari 1
Jumlah
Tahun Tahun
Utang usaha 1.429.772.451 - - 1.429.772.451
Utang lain-lain 1.937.600.004 - - 1.937.600.004
Beban harus dibayar 42.341.553 - - 42.341.553
Jumlah 3.409.714.008 - - 3.409.714.008
35. PERJANJIAN PENTING
Tanggal 2 Januari 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima Cakrawala
Abadi, Tbk nomor PK 077/KSO/PCA-KPK/I/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2025 s/d 30 Juni 2025, berupa
marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 2 Januari 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima Cakrawala Abadi,
Tbk nomor PK 078/KSO/PCA-NCM/I/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2025 s/d 30 Juni 2025, berupa
marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya. Pada tanggal 15 April
2025 diperbaharui dengan addendum nomor 079/KSO/PCA-NCM/IV/2025 mengenai pembebasan dari kewajiban membayar marketing
fee kepada PCA untuk periode 1 Januari 2024 s/d 31 Maret 2025. Pada tanggal 30 Juni 2025 diperbaharui dengan addendum nomor
080/KSO/PCA-NCM/IV/2025 mengenai pembebasan dari kewajiban membayar marketing fee kepada PCA untuk periode 1 april 2024
s/d 30 Juni 2025.
Tanggal 30 Juni 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima Cakrawala Abadi,
Tbk nomor PK 131/KSO/PCA-KPK/VII/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2025 s/d 31 Desember 2025, berupa
marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 30 Juni 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima Cakrawala Abadi, Tbk
nomor PK 130/KSO/PCA-NCM/VII/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2025 s/d 31 Desember 2025, berupa
marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6
bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 15 Desember 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima Cakrawala
Abadi, Tbk nomor PK 267/KSO/PCA-KPK/XII/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2026 s/d 30 Juni 2026,
berupa marketing fee sebesar 4% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap
6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 15 Desember 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima Cakrawala
Abadi, Tbk nomor PK 268/KSO/PCA-NCM/XII/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2026 s/d 30 Juni 2026,
berupa marketing fee sebesar 2% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap
6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
36. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan tidak mendapatkan Ijin Usaha Industri (IUI) dari Instansi terkait karena kantor dan pabrik yang berlokasi di Semarang berada
dikawasan pemukiman/perumahan. Kondisi ini menyebabkan Perusahaan berhenti dalam melakukan kegiatan proses produksi serta
banyaknya pengunduran diri sebagian karyawan/tenaga kerja ahli yang bekerja di Perusahaan. Oleh karena itu, kelangsungan hidup
Perusahaan bergantung sepenuhnya pada operasional anak perusahaan serta dukungan keuangan eksternal agar Perusahaan mematuhi
kewajibannya pada saat jatuh tempo. Untuk masalah ini, dewan pengurus Perusahaan percaya bahwa prinsip mengenai mayoritas
pemegang saham telah berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial kepada Perusahaan dan akan menjamin untuk memenuhi
semua kewajiban Perusahaan.
Dalam upaya mengatasi hal tersebut manajemen perusahaan akan melakukan langkah - langkah sebgai berikut :
1. Perseroan berencana untuk menjual asset tanah dan pabrik yang berlokasi di Semarang sebagai modal untuk relokasi pabrik
perseroan ke lokasi yang diizinkan untuk kegiatan industri.
2. Meningkatkan modal kerja maupun modal investasi Perseroan melalui kerjasama dengan lembaga keuangan.
3. Berupaya untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan dari anak usaha.
4. Memperluas jaringan supply bahan baku mulai dari Indonesia bagian barat sampai dengan bagian timur
5. Membuka dan memperluas pasar lokal untuk meningkatkan rasio penjualan lokal dibandingkan dengan ekspor
Dengan dukungan penuh dari pemegang saham dan sumber daya yang dimiliki saat ini, manajemen meyakini bahwa Grup akan tetap dapat
mempertahankan kelangsungan usahanya di masa depan
46
Page 53
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. REMUNERASI DIREKSI DAN KOMISARIS
Pengangkatan direksi dan komisaris serta pemberian remunerasi dan fasilitas bagi Direksi dan Dewan Komisaris PT Prima Cakrawala
Abadi Tbk ditetapkan berdasar RUPS, sesuai anggaran dasar Perseroan Akta no. 20 tanggal 19 September 2017 beserta perubahannya,
yaitu Akta No.5 tanggal 13 Agustus 2021.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk yang dituangkan dalam Akta no. 07 tanggal 22 Juli 2022,
dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris. Remunerasi beserta fasilitas Direksi dan Dewan Komisaris diatur dalam
Surat Ketetapan No.004/ Kom.PCA/IX/2022 tgl. 9 September 2022
Pada tanggal 22 Juli 2024 diterbitkan Surat Keputusan No. 005/ Kom.PCA/ VII/ 2024 mengenai Penetapan Remunerasi Direksi dan
Dewan Komisaris tahun 2024. Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris yang telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS
pada tanggal 25 Juni 2024, yang tertuang dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nomor 12 tanggal 25 Juni 2024.
Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2025 telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS Tahunan, yang tertuang
dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nomor 13 tanggal 24 Juni 2025. Remunerasi Direksi dan dewan komisaris
tahun 2025 ditetapkan berdasarkan surat keputusan No.003/Kom.PCA/VII/2025 tanggal 15 Juli 2025.
38. PERKEMBANGAN PERKARA PT ASI DAN PT TAL
Berdasarkan surat perjanjian antara PT Nuansa Cipta Magello dan PT Tandikek Asri Lestari tertanggal 30 Oktober 2019. isi dari surat
perjanjiannya ialah, bahwa Pihak pertama (PT NCM) meminjamkan uang kepada pihak kedua (PT TAL) sebesar Rp9.000.000.000,-
(Sembilan Milyar rupiah) dengan jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari penandatanganan kontrak.
Berdasarkan surat perjanjian antara PT Nuansa Cipta Magello dan PT Anugrah Semesta Investama tertanggal 30 Oktober 2019. isi dari
surat perjanjiannya ialah, Bahwa Pihak pertama (PT NCM) meminjamkan uang kepada pihak ke dua (PT ASI) sebesar Rp3.000.000.000,-
(Tiga Milyar rupiah) dengan jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung dari penandatanganan kontrak.
Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan Prisma & Co no. 043/PRISMA-NCM/KH/VI/2023 pada tanggal 30 Juni 2023 untuk
melanjutkan pengurusan sengketa PT Tandikek Asri Lestari dan PT Anugerah Semesta Investama.
1. Berdasarkan Progress Report no. 074/PRISMA-NCM/REPORT/XI/2023 dan 075/PRISMA-NCM/REPORT/XI/2023 tanggal 21
November 2023, perkembangan pengurusan sengketa adalah sebagai berikut :
- Pada tanggal 31 Juli 2023 dikirimkan Somasi pertama kepada PT ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
- Pada tanggal 12 September 2023 dikirimkan Somasi kedua kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
- Pada tanggal 30 Oktober 2023 dikirimkan Somasi ketiga kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
2. Pada tanggal 27 Desember 2023 dilakukan permohonan Arbitrase ke BANI terhadap PT ASI melalui surat nomor 082/NCM-ASI-
BANI/XII/2023. Dan permohonan Arbitrase terhadap PT TAL melalui surat nomor 084/NCM-TAL-BANI/XII/2023.
3. Berdasarkan permohonan Perkara PT. NCM terhadap PT. ASI tersebut, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya Arbitrase Perkara
Nomor 47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan tanggapan dari PT. ASI. Selanjutnya
Selanjutnya dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah lewatnya batas waktu pembayaran BANI sampai
waktu yang telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor 24.1559/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus 2024 Perihal
Penghapusan Perkara, bahwa Perkara tersebut dihapus dari daftar register perkara BANI dikarenakan belum diterimanya
pembayaran atas Biaya Administrasi.
4. Berdasarkan permohonan Perkara PT. NCM terhadap PT. TAL, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya Arbitrase Perkara Nomor
47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan tanggapan dari PT. TAL. Selanjutnya
dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah lewatnya batas waktu pembayaran BANI sampai waktu yang
telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor 24.1560/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus 2024 Perihal Penghapusan
Perkara dikarenakan belum diterimanya pembayaran atas Biaya Administrasi, Biaya Pemeriksaan dan Biaya Arbiter tersebut
sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
5. Selanjutnya Perseroan mengupayakan penagihan piutang PT. ASI dan PT.TAL, serta mendiskusikan dengan Pengacara Perseroan,
yaitu Prisma & Co, terkait penyelesaikan masalah tersebut.
47
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
· Notaris
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×7
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.11
unresolved
person
Retno Hertiyanti
· Notaris
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri
p.11
unresolved
org
Domisili
· Nama Perusahaan
p.12 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta
p.12 ×2
unresolved
org
PT Karya Persada Indramayu Pengolahan
p.12 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Magello
p.12 ×12
unresolved
person
Nisa Rochmasari
p.12
unresolved
person
Harra Mieltuani Lubis Sh
· Notaris
p.12
unresolved
org
PT Karya Persada Khatulistiwa
p.13 ×11
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.13
unresolved
person
A. Sunu Widyatmoko
p.14
unresolved
person
Raditya Wardhana
p.14
unresolved
person
Lim Tony
p.14
unresolved
person
Titi Indah Susilowati
p.14
unresolved
person
H. Sitorus
p.14
unresolved
person
Hendra Wardana
p.14
unresolved
org
Bank Indonesia
p.31 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.36
unresolved
org
PT Artha
p.37 ×2
unresolved
org
PT Tandikek Asri Lestari
p.38 ×6
unresolved
org
PT. Anugrah Semesta Investama
p.38 ×4
unresolved
org
PT. Anugerah Semesta Investama
p.38 ×2
unresolved
org
PT. Anugerah Semesta
p.38 ×2
unresolved
org
PT. Tandikek Asri Lestari Investama
p.38 ×2
unresolved
org
PT. Karya Persada Khatulistiwa Aset Revaluasi
p.40
unresolved
org
PT. Nuansa Cipta Magello Aset Revaluasi
p.40
unresolved
org
PT Astro Media Indonesia
p.41 ×2
unresolved
person
Yulia
p.44
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Mugello
p.44
unresolved
org
PT. Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta
p.45
unresolved
person
Dewi Ramasari
p.45 ×2
unresolved
person
Maria Dwi Hartati
p.46
unresolved
org
PT Bahari Istana Alkausar
p.47 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.47
unresolved
org
PT ASI
p.53 ×8
unresolved
org
PT TAL
p.53 ×7
unresolved
org
PT NCM
p.53 ×4
unresolved
org
PT. ASI. Selanjutnya Selanjutnya
p.53
unresolved
org
PT. TAL. Selanjutnya
p.53
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.