Skip to content
Back to announcement

Q1. Reports WEHA Maret 2026.pdf

Financial statement Text extracted WEHA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 44

Page 1
PT.WEHATransport
               asi
                 Indonesi
                        a,Tbk.
danEnti
      tasAnak/
             andIt
                 sSubsidi
                        aries




LaporanKeuanganKonsol
                    idasian(Unaudit
                                  ed)
UntukPer i
         ode-
            Peri
               odeYangBer akhi
                             r
31Mar et2026dan31Desember2025
Sert
   aunt ukperi
             odeyangberakhir31Maret2026&2025
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI




                                                                                   Halaman

Surat Pernyataan Direksi


Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
    31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk periode-periode yang berakhir
    31 Maret 2026 dan 2025


    Neraca Konsolidasian                                                             1-2

    Laporan Laba Rugi Konsolidasian                                                   3

    Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                           4

    Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                    5

    Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                     6-41
Page 3

          
Page 4
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025




                                                                                              31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                           Catatan                 Rp                            Rp

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                            4                  22,245,955,569                 32,020,109,611
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
     penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2.429.785.811
     pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
     Pihak berelasi                                                          5                    4,813,402,263                  4,193,320,763
     Pihak ketiga                                                            5                    5,767,525,091                  6,398,965,494
Piutang lain-lain                                                            6                      900,028,211                  1,119,723,829
Persediaan                                                                   7                    3,968,479,644                  3,507,291,603
Pajak dibayar dimuka                                                         8                       30,204,883                            -
Uang muka                                                                    9                    8,480,818,549                  6,911,203,961
Biaya dibayar dimuka                                                         10                   2,396,574,065                  1,747,388,713

Jumlah Aset Lancar                                                                               48,602,988,275                 55,898,003,974



ASET TIDAK LANCAR

Piutang pihak berelasi non-usaha                                             11                   1,682,899,667                  2,758,833,667
Investasi saham                                                              12                  41,473,699,453                 41,473,749,699
Biaya dibayar dimuka jangka panjang                                          10                     225,537,303                    569,101,264
Aset pajak tangguhan                                                         3                      625,865,777                    538,998,351
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan                   13
     sebesar Rp 238.139.081.446 pada tanggal 31 Maret 2026
     dan Rp 234.413.814.177 pada tanggal 31 Desember 2025                                      285,859,999,013                283,485,264,096
Aset Hak Guna - setelah dikurangi amortisasi sebesar                         14
     Rp 11.123.175.501 dan Rp 10.426.729.114 pada tanggal
     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025                                                           5,281,010,447                  5,535,322,671
Aset Tak Berwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar           15
     Rp 421.015.338 dan nihil pada tanggal
     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025                                                          16,419,598,162                 16,840,613,500
Uang muka                                                                    16                  17,481,903,921                  5,788,735,669
Deposito yang dibatasi penggunaannya                                         17                     650,500,000                    451,000,000
Aset lain-lain                                                               18                   1,072,850,043                  1,140,635,188

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                                       370,773,863,786                358,582,254,105

JUMLAH ASET                                                                                    419,376,852,061                414,480,258,079




       Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                      -1-
Page 5
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025




                                                                                           31 Maret 2026            31 Desember 2025
                                                                      Catatan                   Rp                         Rp

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

     Pinjaman bank jangka pendek                                         19                   2,883,527,405              1,131,796,520
     Utang usaha
             Pihak berelasi                                              20                     444,000,000                444,000,000
             Pihak ketiga                                                20                   1,087,284,878              1,169,764,993
     Utang lain-lain                                                                              5,961,250                112,560,422
     Utang pajak                                                         21                   1,885,547,846              1,476,134,350
     Beban akrual                                                        22                   1,621,420,912              2,601,769,648
     Pendapatan diterima dimuka                                          23                   3,123,567,072              3,554,536,699
     Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
             dalam waktu satu tahun:
             Pinjaman bank                                               19                  14,007,170,152             12,331,754,809
             Pinjaman pembelian aset tetap                               25                  34,287,693,430             32,837,752,458
             Liabilitas sewa                                             24                     178,945,425                190,536,205
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                              59,525,118,370             55,850,606,104


LIABILITAS JANGKA PANJANG

     Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
             yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Pinjaman bank                                               19                  39,812,473,616             38,656,536,308
             Pinjaman pembelian aset tetap                               25                  26,665,905,741             31,662,612,845
             Liabilitas sewa                                             24                             -                   33,732,663
     Liabilitas pajak tangguhan                                          37                  24,564,024,178             24,403,828,146
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             36                   3,870,689,544              3,846,224,748

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                             94,913,093,079             98,602,934,710

JUMLAH LIABILITAS                                                                           154,438,211,449            154,453,540,814


EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
      Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
            Modal dasar- 1.700.000.000 saham
            Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819
            pada 31 Maret dan 31 Desember 2025                           27                 146,055,481,900            146,055,481,900
     Tambahan modal disetor - neto                                       28                  58,300,853,001             58,300,853,001
     Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
            non-pengendali                                                                    4,885,877,402              4,885,877,402
     Cadangan umum                                                       30                   1,000,000,000              1,000,000,000
     Saldo laba                                                                              54,374,441,367             49,464,527,453
     Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
            pemilik Perusahaan                                                              264,616,653,670            259,706,739,756
     Kepentingan Nonpengendali                                           29                     321,986,942                319,977,509

JUMLAH EKUITAS                                                                              264,938,640,612            260,026,717,265

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                               419,376,852,061            414,480,258,079




                   keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                   -2-
Page 6
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025



                                                                                                             Tiga Bulan

                                                                   Catatan                      2026                             2025
                                                                                                 Rp                               Rp

PENJUALAN BERSIH                                                      31                      82,599,923,303                   70,296,896,318

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                                32                      (54,143,339,146)                 (49,338,507,556)

LABA BRUTO                                                                                    28,456,584,157                   20,958,388,762
                                                                                                         34%                              30%
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                                       33                       (2,081,250,665)                  (1,935,788,568)
Beban umum dan administrasi                                           34                      (19,004,819,970)                 (15,352,515,211)
Jumlah Beban Usaha                                                                            (21,086,070,635)                 (17,288,303,779)

LABA USAHA                                                                                      7,370,513,522                   3,670,084,983

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap                                  13                        1,612,681,597                    2,300,920,146
Pendapatan bunga                                                                                  182,203,887                      156,036,824
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi                             12                              (50,246)                         (68,191)
Beban bunga                                                           35                       (2,439,618,391)                  (2,632,546,983)
Lainnya - bersih                                                                                 (311,677,119)                    (110,786,222)
Beban lain-lain-bersih                                                                           (956,460,272)                    (286,444,426)

LABA SEBELUM PAJAK                                                                              6,414,053,250                   3,383,640,557

BEBAN PAJAK                                                                                     1,502,129,903                     749,315,857

LABA BERSIH                                                                                     4,911,923,347                   2,634,324,700
                                                                                                            6%                             4%
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN                                                                      -                       (15,200,000)

LABA KOMPREHENSIF                                                                               4,911,923,347                   2,619,124,700


Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                                                                       4,909,913,914                   2,633,504,938
    Kepentingan nonpengendali                                         29                            2,009,433                         819,762

     Jumlah                                                                                     4,911,923,347                   2,634,324,700


Laba Komprehensif Bersih Yang
    Dapat Diatribusikan Kepada:
    Pemilik entitas induk                                                                       4,909,913,914                   2,618,304,938
    Kepentingan nonpengendali                                         29                            2,009,433                         819,762

     Jumlah                                                                                     4,911,923,347                   2,619,124,700


LABA BERSIH PER SAHAM                                                 38                                    3                                2




                     keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                     -3-
Page 7
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2026 dan 2025




                                                                                                                                Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
                                                                                                                                                                      Selisih Nilai
                                                                                                                                                                   Transaksi dengan
                                                                                       Tambahan                 Saldo Laba                                           Kepentingan                                    Kepentingan
                                                              Modal saham          Modal Disetor - Bersih      Dicadangkan            Belum Dicadangkan             Nonpengendali                   Total          Nonpengendali   Total Ekuitas
                                                                  Rp                        Rp                      Rp                       Rp                            Rp                        Rp                 Rp              Rp


Saldo pada tanggal 1 Januari 2025                            146,055,481,900              58,300,853,001       1,000,000,000               36,665,026,860               4,885,877,402           246,907,239,163      317,449,164   247,224,688,327

Laba (Rugi) komprehensif

      Laba Tahun Berjalan                                                -                            -                  -                   2,633,504,938                         -              2,633,504,938          819,762     2,634,324,700

      Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                            -                            -                  -                     (15,200,000)                        -                (15,200,000)             -         (15,200,000)

Jumlah Laba Komprehensif                                                 -                            -                  -                   2,618,304,938                         -              2,618,304,938          819,762     2,619,124,700

Saldo pada tanggal 31 Maret 2025                             146,055,481,900              58,300,853,001       1,000,000,000               39,283,331,798               4,885,877,402           249,525,544,101      318,268,926   249,843,813,027


Saldo pada tanggal 1 Januari 2026                            146,055,481,900              58,300,853,001       1,000,000,000               49,464,527,453               4,885,877,402           259,706,739,756      319,977,509   260,026,717,265

Laba (Rugi) komprehensif

      Laba Tahun Berjalan                                                -                            -                  -                   4,909,913,914                         -              4,909,913,914        2,009,433     4,911,923,347

      Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya                            -                            -                  -                             -                           -                        -                -                 -

Jumlah Laba Komprehensif                                                 -                            -                  -                   4,909,913,914                         -              4,909,913,914        2,009,433     4,911,923,347

Saldo pada tanggal 31 Maret 2026                             146,055,481,900              58,300,853,001       1,000,000,000               54,374,441,367               4,885,877,402           264,616,653,670      321,986,942   264,938,640,612




                                                           Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                                                                             - 4-
Page 8
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025




                                                                                                                    Tiga Bulan
                                                                                                     2026                                 2025
                                                                                                     (Rp)                                 (Rp)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan tunai dari pelanggan                                                                   82,180,312,579                      69,821,961,556
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya                                                      (53,693,709,631)                    (45,956,101,439)
Pembayaran kepada karyawan                                                                       (12,293,988,589)                    (10,877,453,908)
Kas bersih dihasilkan dari operasi                                                               16,192,614,359                       12,988,406,209
Pembayaran bunga                                                                                 (2,439,618,391)                      (2,633,286,393)

Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi                                                      13,752,995,968                       10,355,119,816



ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan bunga                                                                                     182,203,887                          156,036,824
Penerimaan piutang pihak berelasi non-usaha                                                        1,075,934,000                          (13,033,742)
Pembayaran uang muka                                                                             (13,608,084,752)                      (6,072,101,511)
Perolehan aset tetap                                                                              (3,122,393,814)                      (3,655,528,677)
Penjualan aset tetap                                                                               2,668,700,000                        2,994,030,208
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                                                   (12,803,640,679)                      (6,590,596,898)



ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek                                                             1,751,730,885                        2,181,225,531
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                                                           (4,712,912,141)                      (1,959,809,014)
Kenaikan deposito yang dibatasi penggunaannya                                                       (199,500,000)                                 -
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap                                                          (7,517,504,632)                      (5,941,699,761)
Pembayaran liabilitas sewa                                                                           (45,323,443)                        (753,837,856)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                                                   (10,723,509,331)                      (6,474,121,100)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                               (9,774,154,042)                      (2,709,598,182)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                                                  32,020,109,611                       18,555,860,448


KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                                 22,245,955,569                       15,846,262,266




           Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
                                                                          -5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


 1.   Umum

      a. Pendirian dan Informasi Umum

        PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11 September
        2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822 HT.01.01.TH.2001 tanggal 3
        Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2002,
        Tambahan No. 10454.

        Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta No. 62
        tanggal 8 Juli 2015, dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta dan telah dicatatkan
        ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No.
        AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.

        Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 87
        tanggal 30 April 2025,dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta tentang perubahan
        pasal 3 Anggaran Dasar mengenai penyesuaian kegiatan usaha penunjang Perusahaan sesuai dengan
        Peraturan Badan Pusat Statistik No. 2 tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
        Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
        Surat Keputusan No. AHU-0109333.AH.01.01 Tahun 2025 tanggal 20 Mei 2025.

        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
        bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang, angkutan
        kota dan sewa kendaraan.

        Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
        berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
        November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 128/BUA/I/2004
        tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari Gubernur Daerah
        Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan Sewa No. 3453/-
        1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
        No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga memperoleh izin usaha
        penyelenggaraan angkutan pariwisata dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan
        Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 91203018727910004 tanggal 5 Desember 2022 yang
        berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.

        Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama Leisure.
        Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat di Jalan
        Tanjung Selor No 17, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan kantor operasional Perusahaan di Jl. Husein
        Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang.

      b. Penawaran Umum Efek Perusahaan                                                                                   a.

        Pada tanggal 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
        Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan
        penawaran umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham
        dengan 25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham yang dapat dikonversi sampai
        dengan 30 Mei 2012. Pemegang waran dapat menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam periode
        5(lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012. Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang waran,
        maka waran menjadi kadaluwarsa dan tidak mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh saham telah
        dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

        Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
        No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada
        Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada harga
        penawaran Rp 175 per saham melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana sebanyak 98.610.327
        waran tidak dikonversi menjadi saham dan telah berakhir pada bulan Juli 2016.




                                                         -6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan
        surat No. S.196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas II kepada Pemegang Saham dalam rangka
        penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 574.143.554 saham dengan nilai nominal Rp 100
        per saham pada harga penawaran Rp 125 per saham.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau masing-masing
        sejumlah 1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

     c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk persentase
        kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                                                       Tahun                                            Jumlah Aset
                                                                                       Operasi    Persentase Pemilikan              (Sebelum Eliminasi)

                        Anak Perusahaan      Domisili         Jenis Usaha             Komersial   2026          2025      Maret 2026              Desember 2025
                                                                                                                             Rp                        Rp

           PT Kencana Transport (KT)        Yogyakarta     Jasa transportasi            2002      100.000       100.000      11,481,003,873          12,160,497,405

           PT Panorama Primakencana            Bali        Jasa transportasi            1996       99.889        99.889       4,646,927,867           4,874,456,207
            Transindo (PPT)

              PT Rhadana Primakencana          Bali        Jasa transportasi            2005       98.900        98.900                 -                         -
                 Transindo (RPT)
                 dimiliki PPT dengan
                 kepemilikan 99%

           PT Panorama Mitra Sarana (PMS)    Jakarta       Jasa transportasi            2007       98.000        98.000      12,139,448,197          12,151,071,897

           PT Day Trans (DTS)                Jakarta       Jasa transportasi            2008       99.926        99.926     163,498,681,875         160,226,659,249

              PT Day Trans Express           Jakarta        Jasa pengiriman             2024       98.927        98.927        254,553,904                375,058,923

           PT Canary Transport (CT)          Jakarta       Jasa transportasi            2012       99.800        99.800                 -                    300,000

           PT Weha Jalan Jalan               Jakarta     Jasa perjalanan wisata         2018       99.996        99.996       5,621,850,966           5,301,679,656

        Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan mengenai
        pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan keuangan
        konsolidasian sesuai PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.

     d. Karyawan, Komisaris dan Direktur

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan Akta No. 87 tanggal 30 April 2025 dari
        Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta susunan pengurus Perusahaan adalah
        sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                                                           : Angreta Chandra
        Komisaris Independen                                                      : Olip Susanto

        Direksi
        Direktur Utama                                                            : Andrianto Putera Tirtawisata
        Direktur                                                                  : Tiodora Amran Bonardy
                                                                                  : Romy Firmangustri
                                                                                  : Edgar Surjadi

        Sebagai Perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
        diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota, dimana
        Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.




                                                                      -7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan komite audit adalah sebagai berikut:

        Ketua                                                : Olip Susanto
        Anggota                                              : Darmawan Nataatmadja
                                                             : Tommy Tan

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar Surjadi.
        Perusahaan telah membentuk unit internal audit sejak tanggal 29 Desember 2009. Kepala internal audit pada
        tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah Yuly Gunawan.

        Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.

        Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-
        masing adalah 404 karyawan dan 381 karyawan. Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) pada tanggal 31 Maret
        2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah 1084 karyawan dan 1086 karyawan.

2.   Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting

     a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan
        di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
        Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
        tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.

        Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
        tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
        masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan
        arus kas konsolidasian.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
        arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
        berakhir 31 Maret 2026 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan
        laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.

        Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
        uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

     b. Prinsip Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
        oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut
        ini:

           kekuasaan atas investee
           eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
           kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
            Grup.

        Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
        berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
        entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
        tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait
        dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.

        Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
        kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.




                                                      -8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
        pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
        entitas induk.

        Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
        Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas
        anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di
        ekuitas.

     c. Penjabaran Mata Uang Asing

        Mata Uang Fungsional dan Pelaporan

        Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
        dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
        konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian
        Perusahaan.

        Transaksi dan Saldo

        Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
        transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran
        pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia, yang
        digunakan oleh Grup adalah Rp 16.993 dan Rp 16.782 per US$ 1.

     d. Transaksi Pihak Berelasi

        Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
        berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

        Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

     e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
        tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

        1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
        2. untuk diperdagangkan
        3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
           penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
           tanggal pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

        1. akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
        2. untuk diperdagangkan
        3. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
        4. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
           pelaporan.

        Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

     f. Kas dan Setara Kas

        Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat
        likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang
        sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.




                                                            -9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     g. Instrumen Keuangan

        Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
        klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori aset
        keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
        penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh
        karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan dan liabilitas
        keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi tidak diungkapkan.

        Aset Keuangan

        Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
        pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
        komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:

           Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
           Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan pada
        biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
        komprehensif lain.

        1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
           Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

            a)    Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
                  rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
            b)    Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
                  semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

        Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
        dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode
        suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan
        cadangan kerugian penurunan nilai.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan kas dan setara kas, piutang
        usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam kategori ini.

        Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

        Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
        serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
        keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.

        Instrumen Ekuitas

        Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
        dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
        dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.

        Liabilitas Keuangan

        Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109, diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
        diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau
        melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan
        awal.

        Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
        termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
        perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
        disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.




                                                        -10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

        Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
        dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode
        suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka pendek
        dan panjang, utang usaha, utang lain lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang pihak
        berelasi dalam kategori ini.

        Saling Hapus Instrumen Keuangan

        Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
        keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
        melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
        atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

        Reklasifikasi Aset Keuangan

        Sesuai dengan ketentuan PSAK No.109, Grup mengklasifikasi seluruh asset keuangan dalam kategori yang
        terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut.
        Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.

        Penurunan Nilai Aset Keuangan

        Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
        individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
        jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif
        mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut
        signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang
        memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.
        Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap
        diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

        Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang
        diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai
        selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit
        di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut
        (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut
        langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah
        kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

        Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa
        yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian
        penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba
        rugi konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya
        perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

        (1) Aset Keuangan
            Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:
            a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
            b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
               menanggung Liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima
               tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
            c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer
               secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak
               mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah
               mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

        (2) Liabilitas Keuangan
            Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau
            telah kadaluarsa.



                                                        -11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     h. Pengukuran Nilai Wajar

        Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
        liabilitas akan terjadi:

           di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
           jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

        Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.

        Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
        menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
        kepentingan ekonomi terbaiknya.

        Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
        manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
        menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
        terbaiknya.

        Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
        diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

        Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
        dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

           Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
           Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
            diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
           Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
            dapat diobservasi.

        Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
        maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
        pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

     i. Persediaan

        Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost
        and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.

     j. Investasi Pada Entitas Asosiasi

        Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
        menggunakan metode ekuitas.

        Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
        konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba
        rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi adalah
        sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuannya
        atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum
        atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

        Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
        investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.

     k. Biaya Dibayar Dimuka

        Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
        lurus.




                                                        -12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     l. Aset Tetap

        Pemilikan Langsung

        Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
        biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
        Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan
        nilai, jika ada.

        Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang
        tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
        lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

        Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
        dibebankan ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
        menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat
        melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan
        aset tetap.

        Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
        sebagai berikut:
                                                             Tahun

        Bangunan dan prasarana                                15 - 20
        Peralatan dan perlengkapan                             2-8
        Kendaraan bermotor operasional (armada)                2-8
        Kendaraan bermotor non-operasional (dinas)             4–8

        Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
        perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

        Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
        penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
        diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.

        Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
        manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
        atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi
        penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
        pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan
        jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada
        tahun terjadinya penghentian pengakuan.

        Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
        apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

        Aset dalam Pembangunan

        Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya
        perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang
        bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai
        dengan tujuannya.

        Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)

        Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
        akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
        garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 20 tahun.




                                                       -13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     m. Sewa

        Grup menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa
        yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.

        Sebagai penyewa

        Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
        kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
        penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

        Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
        harus menilai apakah:

           Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
            identifikasian; dan
           Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup
            memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
            digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:

            1.   Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
            2.   Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
                 aset akan digunakan selama periode penggunaan.

        Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
        sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
        berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
        nonsewa.

        Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
        biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
        pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.

        Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
        yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
        didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
        dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
        menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

        Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:

           pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
           pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
            dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
           jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
           harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
           penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.

        Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan
        pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas
        saldo liabilitas untuk setiap periode.

        Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
        perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset
        hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
        menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
        manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.




                                                       -14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        Sewa jangka-pendek

        Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
        memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
        beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

        Sebagai pesewa

        Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau
        sewa pembiayaan.

        Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
        mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.
        Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
        maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa
        indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.

     n. Aset Takberwujud

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai,
        jika ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi manfaat 10 tahun.

     o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
        terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
        jumlah terpulihkan aset tersebut.

        Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
        penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
        kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
        mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

        Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
        indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi
        atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan
        aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai
        tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannnya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan,
        seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun
        sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
        mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama
        sisa umur manfaatnya.

     p. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
        analisa sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
           kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
        3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
           entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
           imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup membuat
           estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya
           barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan jasa yang akan
           dibayarkan selama periode kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
           sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
           secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
           jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa
           tersebut).



                                                       -15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:

        a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
        b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
           pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
           untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

        Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
        pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika
        jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

        Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
        yang bersangkutan.

        Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
        menggunakan metode suku bunga efektif.

        Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

     q. Imbalan Kerja

        Imbalan kerja jangka pendek

        Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
        keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
        rugi.

        Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang

        Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
        pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun
        yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
        langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada
        periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya
        liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.

     r. Pajak Penghasilan

        Pajak Kini

        Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
        berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

        Pajak Tangguhan

        Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
        perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
        pelaporan.

        Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak
        tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang
        kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat
        dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
        aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku
        atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

        Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
        dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
        pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
        perpajakan yang sama.




                                                        -16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     s. Laba per Saham

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
        Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

     t. Segmen Operasi

        Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
        dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan
        penilaian kinerja Grup.

3.   Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
     konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan
     liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman
     historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

     Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
     asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
     pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.

     Pertimbangan

     Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
     yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
     konsolidasian:

     a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

        Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
        menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset
        keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
        diungkapkan dalam Catatan 2.

     b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan

        Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
        telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
        mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
        melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan
        dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
        informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang
        wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

        Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
        telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan kerugian
        untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang
        bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan
        secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian
        ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi
        yang tersedia atau berlaku pada saat itu.

        Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
        sebagai berikut:




                                                       -17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                                       31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                             Rp.                           Rp.
         Pinjaman yang diberikan dan piutang
            Kas dan setara kas                                            22,245,955,569                32,020,109,611
            Piutang usaha                                                 10,580,927,354                10,592,286,257
            Piutang lain-lain                                                900,028,211                 1,119,723,829
            Piutang pihak berelasi non-usaha                               1,682,899,667                 2,758,833,667
            Dana yang dibatasi penggunaannya                                 650,500,000                   451,000,000
            Aset lain-lain (setoran jaminan)                                 913,625,043                   981,410,188

         Jumlah                                                           36,973,935,844                47,923,363,552


     c. Sewa

        Grup Sebagai Penyewa

        Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup
        menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas
        sewa. Grup juga menentukan sejumlah sewa, termasuk sewa jangka pendek dan menerapkan ketentuan
        PSAK No. 116, Sewa, mengenai pengecualian sewa jangka pendek.

        Grup Sebagai Pesewa

        Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa
        operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset
        tersebut.

     d. Pajak Penghasilan

        Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
        transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
        interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
        sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
        dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
     pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
     aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi
     pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi
     mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali
     Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.

     a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

        Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
        tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
        nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
        suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan
        metode penilaian yang berbeda.

        Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 26.

     b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

        Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
        digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama,
        evaluasi teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah



                                                           -18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


        secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
        pemakaian, using secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap
        penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
        signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
        faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan
        menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

        Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan pada Catatan 13.

     c. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
        nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir
        aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
        berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
        berdampak material pada hasil operasi Grup.

        Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 telah
        diuangkapkan pada Catatan 13, Catatan 14 dan Catatan 15.

     d. Imbalan Kerja Jangka Panjang

        Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
        aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 36 dan
        mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
        Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
        yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
        asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
        aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
        liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-masing
        sebesar Rp 3.870.689.544 dan Rp 3.846.224.748.

     e. Aset Pajak Tangguhan

        Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
        laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan
        memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
        untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya
        dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.




                                                       -19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


4.   Kas dan Setara Kas
                                                                31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                                      Rp                    Rp
      Kas-Rupiah                                                    146,007,067            100,310,077
      Bank
        Rupiah
           PT Bank Central Asia Tbk                              10,121,185,218          9,152,426,813
           PT Bank Pan Indonesia Tbk                              1,289,161,595            760,637,856
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                    43,568,038            295,073,286
           PT Bank Ina Perdana Tbk                                   22,452,251            142,539,363
           PT Bank Rakyat Indonesia Tbk                             629,390,902            762,851,919
           PT Bank Danamon Indonesia Tbk                            136,171,059            174,152,940
           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                            393,455,431          1,311,364,631
           PT Bank CIMB Niaga Tbk                                   105,697,228             14,885,946

         Jumlah Bank - Rupiah                                    12,741,081,722         12,613,932,754
         Dolar Amerika Serikat
            PT Bank Central Asia Tbk                                 54,866,780              4,866,780
         Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat                         54,866,780              4,866,780
         Jumlah Bank                                             12,795,948,502         12,618,799,534
      Deposito berjangka - Rupiah
        PT Bank Capital Indonesia Tbk                             9,304,000,000         19,301,000,000
      Jumlah Deposito Berjangka                                   9,304,000,000         19,301,000,000
      Jumlah                                                     22,245,955,569         32,020,109,611
      Suku bunga per tahun deposito berjangka rupiah            6,00% - 7,75%         6,00% - 7,75%

5.   Piutang Usaha
                                                                 31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                                      Rp                    Rp
      a. Berdasarkan Pelanggan

         Pihak yang berelasi (Catatan 39)                          5,606,763,100         4,986,681,600
         Cadangan kerugian penurunan nilai                          (793,360,837)         (793,360,837)
         Pihak berelasi - bersih                                   4,813,402,263         4,193,320,763

         Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri                    7,403,950,065          8,035,390,468
         Cadangan kerugian penurunan nilai                       (1,636,424,974)        (1,636,424,974)
         Jumlah - Bersih                                          5,767,525,091          6,398,965,494
         Jumlah                                                  10,580,927,354         10,592,286,257

      b. Berdasarkan Umur
         Pihak yang berelasi (Catatan 39)
            Belum jatuh tempo                                       199,182,500             39,056,500
            Jatuh tempo
               penurunan nilai
                1 - 30 hari                                          968,662,500           621,848,500
               31 - 60 hari                                          610,742,000           567,625,000
               61 - 90 hari                                          718,612,000           694,442,500
               91 - 120 hari                                         399,477,500           540,315,500
               Lebih dari 120 hari                                 2,710,086,600         2,523,393,600
            Jumlah                                                 5,606,763,100         4,986,681,600
            Cadangan kerugian penurunan nilai                       (793,360,837)         (793,360,837)
            Pihak berelasi - bersih                                4,813,402,263         4,193,320,763

         Pihak ketiga
            Belum jatuh tempo                                      2,211,929,373         1,565,418,282
            Jatuh tempo
                1 - 30 hari                                        3,024,857,250         3,102,209,592
               31 - 60 hari                                          534,074,457         1,475,610,250
               61 - 90 hari                                          232,767,391           289,433,250
               91 - 120 hari                                          76,262,500           110,600,000
               Lebih dari 120 hari                                 1,324,059,094         1,492,119,094
           Jumlah                                                  7,403,950,065          8,035,390,468
           Cadangan kerugian penurunan nilai                      (1,636,424,974)        (1,636,424,974)
           Pihak ketiga - bersih                                   5,767,525,091          6,398,965,494
         Jumlah                                                  10,580,927,354-        10,592,286,257-




                                                       -20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2026        31 Desember 2025
                                                                       Rp                     Rp

      Saldo awal tahun                                             2,429,785,811           2,943,260,077
      Penambahan                                                             -                21,575,624
      Pemulihan                                                              -               (41,898,336)
      Penghapusan                                                            -              (493,151,554)
      Saldo akhir tahun                                            2,429,785,811           2,429,785,811


     Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Maret
     2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang
     dari pihak ketiga memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut,
     sedangkan terhadap piutang dari pihak berelasi tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai karena
     manajemen berpendapat bahwa dapat ditagih piutang tersebut.

     Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
     ketiga.

6.   Piutang Lain-lain
                                                                    31 Maret 2026      31 Desember 2025
                                                                        Rp                    Rp
     Pihak ketiga
        Piutang dari karyawan                                          277,502,052           303,797,650
        Lain-lain                                                      622,526,159           815,926,179
     Jumlah - neto                                                     900,028,211         1,119,723,829

     Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.

     Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada tanggal 31
     Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas
     piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

7.   Persediaan

     Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
     tidak melampaui nilai realisasi bersihnya.

8.   Pajak Dibayar Dimuka
                                                                  31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                      Rp                       Rp
      Pajak Penghasilan
        Pajak Pertambahan Nilai                                       30,204,883                            -
      Jumlah - neto                                                   30,204,883                            -

9.   Uang Muka

     Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari:

                                                               31 Maret 2026            31 Desember 2025
                                                                    Rp                          Rp
      Sewa                                                       8,365,159,449             6,483,000,000
      Lain-lain                                                    115,659,100               428,203,961
      Jumlah                                                     8,480,818,549             6,911,203,961




                                                     -21-
Page 25
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


10.   Biaya Dibayar Dimuka
                                                                 31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                      Rp                      Rp

      Sewa                                                          278,293,924               308,377,049
      Perizinan                                                     600,334,836               520,803,386
      Asuransi                                                      765,740,705               846,089,025
      Lain-lain                                                     752,204,600               641,220,517
      Jumlah                                                      2,396,574,065             2,316,489,977
      Dikurangi biaya dibayar dimuka
        jangka pendek                                             2,171,031,762             1,747,388,713
      Biaya dibayar dimuka jangka panjang                           225,542,303               569,101,264

      Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
      Jakarta, Yogyakarta dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.

11.   Piutang Pihak Berelasi
                                                                31 Maret 2026           31 Desember 2025
                                                                     Rp                        Rp
        Aset Tidak Lancar - Rupiah
           PT Panorama Media                                      1,575,000,000              1,575,000,000
           PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk                                   -              1,081,484,000
           PT Andalan Selaras Abadi                                  96,865,917                 91,315,917
           PT Panorama Aplikasi Nusantara                            11,033,750                 11,033,750
        Jumlah                                                    1,682,899,667              2,758,833,667

      Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2026        31 Desember 2025
                                                                       Rp                     Rp

         Saldo awal tahun                                                         -           655,842,110
         Penghapusan                                                              -          (655,842,110)
         Saldo akhir tahun                                                        -                   -

      Piutang pihak berelasi non usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan terlebih
      dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal pengembalian
      yang pasti. Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 saldo utang pihak berelasi adalah nihil.

      Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
      mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
      Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.

12.   Investasi Saham
                                                                31 Maret 2026             31 Desember 2025
      PT Andalan Selaras Abadi                                  41,473,699,453               41,473,749,699
      Jumlah                                                    41,473,699,453               41,473,749,699

      Investasi pada Entitas Asosiasi – Metode Ekuitas

      PT Andalan Selaras Abadi

      Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 51 tanggal 27 Maret 2024 dari Notaris
      Hendra Justin Fu, S.H., M.Kn. Perusahaan memperoleh saham sebanyak 27.000 lembar saham atau sebesar
      Rp 40.500.000.000 melalui penerbitan seluruh saham baru PT Andalan Selaras Abadi sehingga kepemilikan
      Perusahaan di PT Andalan Selaras Abadi berubah dari 1,94% menjadi 35,88%. Perubahan tersebut telah



                                                         -22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


      disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0078881
      tanggal 1 April 2024.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang diakui oleh
      Perusahaan masing-masing sebesar Rp 50.246 dan Rp 68.191.

      Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan grup adalah
      sebagai berikut:
                                                                                PT Andalan Selaras Abadi
                                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025

      Aset
          Aset lancar                                                          1,848,100                                  2,088,100
          Aset tidak lancar                                              200,647,000,000                            198,693,000,000
      Jumlah                                                             200,648,848,100                            198,695,088,100

      Liabilitas
            Jangka pendek                                                       8,325,000                                 13,975,000
            Jangka panjang                                                 38,162,065,918                             38,156,515,918
      Jumlah                                                               38,170,390,918                             38,170,490,918

      Pendapatan                                                                            -                                           -
      Beban - neto                                                                   (140,000)                                (29,179,700)
      Rugi bersih                                                                    (140,000)                                (29,179,700)


13.   Aset Tetap

                                                                     Perubahan selama 2026

                                        1 Januari 2026      Penambahan               Pengurangan          Reklasifikasi            31 Maret 2026
                                             Rp                Rp                        Rp                   Rp                       Rp

      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
         Kendaraan bermotor
             operasional (armada)         351,041,369,251     16,019,311,973           (10,408,498,428)                   -         356,652,182,796
         Bangunan dan prasarana            77,255,284,013                  -                         -                    -          77,255,284,013
         Peralatan dan perlengkapan        46,501,579,907        482,412,141                         -                    -          46,983,992,048
         Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)        7,980,803,758                   -                        -                    -            7,980,803,758

         Aset tetap dalam perjanjian

               Bangunan dan Prasarana      35,120,041,344           6,776,500                        -                    -           35,126,817,844

      Jumlah                              517,899,078,273     16,508,500,614           (10,408,498,428)                   -         523,999,080,459

      Akumulasi penyusutan:

      Pemilikan langsung
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)         158,351,696,243      9,731,446,904            (9,352,480,025)                             158,730,663,122
        Bangunan dan prasarana             20,605,222,308      1,966,297,464                         -                               22,571,519,772
        Peralatan dan perlengkapan         37,951,455,614        657,507,737                         -                               38,608,963,351
        Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)        3,972,768,302       122,514,247                          -                                 4,095,282,549
        Aset tetap dalam perjanjian
             Bangunan dan Prasarana        13,532,671,710       599,980,942                          -                                14,132,652,652
      Jumlah                              234,413,814,177     13,077,747,294            (9,352,480,025)                             238,139,081,446


      Nilai Tercatat                      283,485,264,096                                                                           285,859,999,013




                                                                 -23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                                     Perubahan selama 2025

                                        1 Januari 2025      Penambahan               Pengurangan          Reklasifikasi           31 Desember 2025
                                             Rp                 Rp                       Rp                   Rp                        Rp

      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
         Kendaraan bermotor
             operasional (armada)         298,623,644,825     92,038,862,221           (39,621,137,795)                  -             351,041,369,251
         Bangunan dan prasarana            54,369,120,654     19,667,440,456                         -       3,218,722,903              77,255,284,013
         Peralatan dan perlengkapan        47,166,297,516        992,170,371            (1,656,887,980)                  -              46,501,579,907
         Kendaraan bermotor                                                                                                                          -
             non-operasional (dinas)        7,499,411,119      2,502,082,600            (2,020,689,961)                   -              7,980,803,758

         Aset tetap dalam perjanjian                                                                                                                 -

               Bangunan dan Prasarana      34,399,863,544       720,177,800                          -                    -             35,120,041,344

         Aset dalam pembangunan             3,137,937,000         80,785,903                         -       (3,218,722,903)                         -

      Jumlah                              445,196,274,658    116,001,519,351           (43,298,715,736)                   -            517,899,078,273

      Akumulasi penyusutan:

      Pemilikan langsung
        Kendaraan bermotor
             operasional (armada)         145,476,528,993     35,340,672,395           (22,465,505,145)                   -            158,351,696,243
        Bangunan dan prasarana             17,781,078,439      2,824,143,869                         -                    -             20,605,222,308
        Peralatan dan perlengkapan         34,341,303,584      5,267,127,563            (1,656,975,533)                   -             37,951,455,614
        Kendaraan bermotor
             non-operasional (dinas)        5,628,248,128       365,210,135             (2,020,689,961)                   -              3,972,768,302
        Aset tetap dalam perjanjian
             Bangunan dan Prasarana         9,194,146,387      4,338,525,323                         -                    -             13,532,671,710
      Jumlah                              212,421,305,531     48,135,679,285           (26,143,170,639)                   -            234,413,814,177


      Nilai Tercatat                      232,774,969,127                                                                              283,485,264,096


     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
                                                                                       31 Maret 2026                      31 Maret 2025
                                                                                            Rp                                 Rp

      Beban langsung (catatan 32)                                                            9,756,704,816                      8,452,445,114
      Beban usaha (catatan 34)                                                               3,321,042,478                      3,078,919,807
      Jumlah                                                                             13,077,747,294                        11,531,364,921


     Pengurangan pada 31 Maret 2026 dan 2025 yang merupakan penjualan asset tertentu dengan rincian sebagai
     berikut:
                                                                                       31 Maret 2026                      31 Maret 2025
                                                                                            Rp                                 Rp

      Harga Jual                                                                             2,668,700,000                      2,994,030,208
      Nilai Tercatat                                                                         1,056,018,403                        693,110,062
      Keuntungan Penjualan                                                                   1,612,681,597                      2,300,920,146

     Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
     dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
     Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006. Bangunan
     tersebut akan diserahkan pada pemilik tanah pada saat berakhirnya masa sewa. Perjanjian sewa menyewa ini
     dapat diperpanjang dan diperbaharui kembali atas persetujuan kedua belah pihak (Catatan 40).

     Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp 157.379.091.573 dan Rp 162.262.566.738 masing-
     masing pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 digunakan sebagai jaminan atas utang bank,                                                   D
     pinjaman pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan.                                                                                       S
                                                                                                                                                         e
     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor                                                 s
     operasional adalah sebesar Rp 278.403.515.000 dan Rp 272.584.900.000 (tidak diaudit).                                                               e



                                                                     -24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan kepada   m
      pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.258.255.790.573 dan Rp 238.563.363.935. Manajemen
      berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
      dipertanggungkan.

      Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan
      31 Desember 2025.

14.   Aset Hak Guna
                                                      Perubahan selama tahun 2026
                                01 Januari 2026      Penambahan        Pengurangan           31 Maret 2026
                                      Rp                 Rp                 Rp                    Rp

      Biaya Perolehan
      Sewa Pool dan Counter     15,962,051,785         442,134,163                     -     16,404,185,948
         Jumlah                 15,962,051,785         442,134,163                     -     16,404,185,948

      Akumulasi Penyusutan
      Sewa Pool dan Counter     10,426,729,114         696,446,387                     -     11,123,175,501
        Jumlah                  10,426,729,114         696,446,387                     -     11,123,175,501

      Jumlah                     5,535,322,671                                                5,281,010,447


                                                       Perubahan selama tahun 2025

                                01 Januari 2025      Penambahan         Pengurangan        31 Desember 2025
                                      Rp                 Rp                 Rp                    Rp

      Biaya Perolehan
      Sewa Pool dan Counter      13,440,917,355      2,521,134,430                 -         15,962,051,785
         Jumlah                  13,440,917,355      2,521,134,430                 -         15,962,051,785

      Akumulasi Penyusutan
      Sewa Pool dan Counter       6,996,078,947      3,430,650,167                 -         10,426,729,114
        Jumlah                    6,996,078,947      3,430,650,167                 -         10,426,729,114
      Jumlah                      6,444,838,408                                               5,535,322,671

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 beban amortisasi masing-masing sebesar Rp 696.446.387 dan
      Rp 826.939.641 (Catatan 34).

15.   Aset Tak Berwujud
                                                      Perubahan selama tahun 2026
                                01 Januari 2026      Penambahan        Pengurangan           31 Maret 2026
                                      Rp                 Rp                 Rp                    Rp

      Biaya Perolehan
      Perangkat Lunak           16,840,613,500                  -                      -     16,840,613,500
         Jumlah                 16,840,613,500                  -                      -     16,840,613,500

      Akumulasi Penyusutan
      Perangkat Lunak                       -          421,015,338                     -       421,015,338
         Jumlah                             -          421,015,338                     -       421,015,338

      Jumlah                    16,840,613,500                                               16,419,598,162




                                                    -25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                       Perubahan selama tahun 2025

                                01 Januari 2025      Penambahan           Pengurangan         31 Desember 2025
                                      Rp                 Rp                   Rp                     Rp

      Biaya Perolehan
      Perangkat Lunak                       -       16,840,613,500                     -        16,840,613,500
         Jumlah                             -       16,840,613,500                     -        16,840,613,500

      Akumulasi Penyusutan
      Perangkat Lunak                       -                  -                       -                   -
         Jumlah                             -                  -                       -                   -
      Jumlah                                -                                                   16,840,613,500

16.   Uang Muka

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 akun ini merupakan akun uang muka pembelian aset tetap
      masing-masing sebesar Rp 17.481.903.921 dan Rp 5.788.735.669.

17.   Dana yang Dibatasi Penggunaannya
                                                                   31 Maret 2025           31 Desember 2024
                                                                        Rp                        Rp
      Deposito berjangka-pihak ketiga
      PT Bank Cetral Asia Tbk                                         475,500,000               276,000,000
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                   175,000,000               175,000,000
                                                                      650,500,000               451,000,000

18.   Aset Lain-lain
                                                                      31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                           Rp                      Rp
        Setoran jaminan                                                  913,625,043              981,410,188
        Lainnya                                                          159,225,000              159,225,000
      Jumlah                                                           1,072,850,043            1,140,635,188

19.   Pinjaman Bank
                                                                   31 Maret 2026           31 Desember 2025
                                                                        Rp                        Rp
      Pinjaman bank jangka pendek
           PT Bank KEB Hana Indonesia                                2,883,527,405             1,131,796,520

      Pinjaman bank jangka panjang
         Perusahaan - Rupiah
           PT Bank Pan Indonesia Tbk                               29,866,513,946             31,265,157,367
           PT Bank Ina Perdana Tbk                                  3,307,505,242              3,613,138,835
           PT Bank Danamon Indonesia Tbk                            4,279,400,444              4,733,179,322
           PT Bank Central Asia Tbk                                17,704,872,878             12,759,277,327

          Jumlah                                                   55,158,292,510             52,370,752,851
          Diskonto yang belum diamortisasi                         (1,338,648,742)            (1,382,461,734)
          Jumlah - bersih                                          53,819,643,768             50,988,291,117
          Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun                                 (14,007,170,152)          (12,331,754,809)
          Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
            lebih dari satu tahun                                  39,812,473,616             38,656,536,308




                                                    -26-
Page 30
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     Pinjaman diterima oleh Perusahaan

     PT. Bank KEB Hana Indonesia

     Pada tanggal 24 Januari 2024, Perusahaan melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman kredit modal kerja
     dari PT Bank Keb Hana Indonesia dengan batas kredit sebesar Rp 3.000.000.000, dengan suku bunga 8,50%
     per tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun.

     Pinjaman ini dijamin dengan 1 unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali.
     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 saldo pinjaman PT Bank KEB Hana Indonesia masing-
     masing adalah sebesar Rp 2.883.527.405 dan Rp 1.131.796.520, sedangkan beban bunga pada 31 Maret 2026
     dan 31 Maret 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 20.492.906 dan Rp 8.430.782.

     PT. Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)

     Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia
     Tbk sebagai berikut:

        Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
         Batas kredit sebesar Rp 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
         8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 120 bulan. Pinjaman ini
         digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak berelasi.
        Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
         Batas kredit sebesar Rp 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
         8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan. Pinjaman ini
         digunakan untuk pembiayaan kembali pembelian unit baru serta renovasi armada Bus White Horse.
        Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
         Batas kredit sebesar Rp 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
         8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan, dengan grace period
         selama 24 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit bus baru.

     Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
     Kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

     Pada tanggal 30 Juni 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari
     PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman
     sampai dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:

        3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak akad
         restruktur ke-2.
        5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai diangsur di
         bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.

     Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari Panin
     terkait kondisi pandemi Covid-19, dimana diberikan grace period selama 12 bulan sejak akad restruktur (1 Mei
     2022 sampai dengan 1 Mei 2023) dan suku bunga berlaku adalah 7% per tahun, bunga yang ditangguhkan saat
     restruktur 1 dan 2 diangsur selama 24 bulan dengan rincian sebagai berikut:

        70% dibayar selama 23 bulan.
        30% dibayar pada bulan ke 24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025.

     Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
     Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
     menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
     diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.

     Pembayaran pokok pinjaman adalah sebesar Rp 1.398.643.421 pada 31 Maret 2026 dan Rp 1.473.158.538 pada
     31 Maret 2025. Sedangkan beban bunga pada 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp 596.987.732 dan Rp
     1.146.261.850 pada 31 Maret 2025.




                                                      -27-
Page 31
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


      PT Bank Ina Perdana Tbk

      Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi dari PT Bank Ina Perdana
      Tbk sebesar Rp 30.000.000.000, fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun yang mana digunakan untuk
      pembelian armada baru serta rekondisi bus dengan grace period selama 6 bulan dengan suku bunga sebesar
      8,5% per tahun.

      Pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp305.633.593 pada 31 Maret 2026 dan Rp 280.906.444 pada 31 Maret
      2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp 74.713.274 pada 31 Maret 2026 dan sebesar Rp 99.440.423 pada
      31 Maret 2025.

      PT Bank Danamon Indonesia Tbk

      Pada tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit angsuran berjangka dari
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 30.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun
      dengan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan atas pembelian unit bus.

      Pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 453.778.879 pada 31 Maret 2026 dan sebesar Rp 205.744.032 pada
      31 Maret 2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp83.766.568 pada 31 Maret 2026 dan sebesar Rp 61.208.849
      pada 31 Maret 2025.

      PT Bank Central Asia Tbk

      Pada tanggal 1 September 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi Kendaraan Niaga dari BCA
      dengan jumlah maksimum sebesar Rp 35.000.000.000, dengan suku bunga 7,50% per tahun dan jangka waktu
      kredit selama 4 (empat) tahun. Pinjaman ini digunakan pembeliaan kendaraan komersial.

      Pinjaman diterima oleh Entitas Anak

      PT Bank Central Asia pada tanggal 12 Maret 2025, PT Panorama Primakencana Transindo, entitas anak,
      memperoleh fasilitas dari PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:

         Fasilitas Kredit Investasi 1 (KI 1)
          Batas kredit sebesar Rp 1.150.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit selama
          4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian kendaraan.
         Fasilitas Kredit Investasi 2 (KI 2)
          Batas kredit sebesar Rp 1.560.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit selama
          4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian karoseri kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas Kredit
          Investasi 1.

      Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan kendaraan. Pembayaran pokok pinjaman oleh Grup kepada PT Bank Cetral
      Asia Tbk sebesar Rp 2.554.856.248 pada 31 Maret 2026 dan nihil pada 31 Maret 2025. Sedangkan beban bunga
      sebesar Rp 252.255.170 pada 31 Maret 2026 dan nihil pada 31 Maret 2025.


20.   Utang Usaha

      Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
      kendaraan. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                                               Rp                    Rp

      Pihak yang berelasi                                                     444,000,000            444,000,000
      Pihak ketiga - pemasok dalam negeri                                   1,087,284,878          1,169,764,993
      Jumlah                                                                1,531,284,878          1,613,764,993




                                                       -28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


      Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut:

                                                                         31 Maret 2026      31 Desember 2025
                                                                              Rp                   Rp
      Pihak Berelasi
        Belum jatuh tempo                                                    444,000,000          444,000,000
      Pihak Ketiga
        Belum jatuh tempo                                                    751,194,883          520,854,543
        Sudah jatuh tempo
          < 30 hari                                                          153,274,910          379,860,827
          31 - 60 hari                                                        21,778,000           29,468,940
          61 - 90 hari                                                                 -            8,800,000
          91 - 360 hari                                                                -          119,319,598
          > 360 hari                                                         161,037,085          111,461,085
        Jumlah                                                             1,087,284,878        1,169,764,993
      Jumlah                                                               1,531,284,878        1,613,764,993

21.   Utang Pajak
                                                                        31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                                             Rp                    Rp

      Pajak penghasilan badan                                              1,221,751,136          883,626,046
      Pajak penghasilan
        Pasal 4 (2)                                                           17,548,075           41,785,306
        Pasal 21                                                             240,067,433          159,181,646
        Pasal 23                                                             103,356,472           87,979,680
        Pasal 25                                                             290,181,484          290,181,484
      Pajak Pertambahan Nilai                                                 12,643,246           13,380,188
      Jumlah                                                               1,885,547,846        1,476,134,350

      Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib
      pajak (self-assesment).

 22. Beban Akrual
                                                                         31 Maret 2026      31 Desember 2025
                                                                              Rp                   Rp

      Bahan Bakar                                                            247,475,634          301,455,726
      Jasa profesional                                                       270,204,178          460,960,678
      Listrik, air dan telekomunikasi                                         99,686,417           33,946,561
      Bunga                                                                  340,477,109          340,477,109
      Gaji dan tunjangan karyawan                                            340,194,161          472,229,500
      Asuransi                                                                63,141,842          345,232,048
      Perbaikan dan pemeliharaan                                              46,748,000          262,246,899
      Lain-lain                                                              213,493,571          385,221,127
      Jumlah                                                               1,621,420,912        2,601,769,648

23.   Pendapatan Diterima Dimuka

      Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.

24.   Liabilitas Sewa

      Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:




                                                            -29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                                     31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                          Rp                         Rp
      Saldo Awal tahun                                                     224,268,868                 647,074,325
      Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan                 (45,323,443)              (422,805,457)

      Utang neto                                                           178,945,425                 224,268,868

      Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment)
      berdasarkan perjanjian sewa:
                                                         31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                          Rp                          Rp
      Jatuh tempo:
      2026                                                                  152,577,831                   200,669,129
      2027                                                                     33,848,781                  33,848,781
      Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum                             186,426,612                   234,517,910
      Dikurangi bunga                                                          (7,481,187)                (10,249,042)
      Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum                                178,945,425                   224,268,868
      Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                       (178,945,425)               (190,536,205)

      Bagian jangka panjang                                                           -                    33,732,663

      Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi tahun 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing
      sebesar Rp 7.481.187 dan Rp 7.337.045. (Catatan 35).

25.   Pinjaman Pembelian Aset Tetap
                                                                      31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                           Rp                       Rp
      Pihak Ketiga
         PT Toyota Astra Finance                                      30,801,337,729            31,521,704,096
         PT Sunindo Kookmin Best Finance                              13,179,043,603            15,559,959,400
         PT BCA Finance                                                9,898,484,425             9,589,411,399
         PT Astra Sedaya Finance                                       6,233,546,295             6,866,601,616
         PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                 790,197,003               895,001,160
         PT Maybank Indonesia Finance                                     50,990,116                67,687,632
      Jumlah                                                          60,953,599,171            64,500,365,303

      Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
         tempo dalam waktu satu tahun
         PT Toyota Astra Finance                                      17,039,889,159            15,180,444,173
         PT Sunindo Kookmin Best Finance                               9,963,814,936             9,872,443,658
         PT BCA Finance                                                4,725,103,936             4,779,269,433
         PT Astra Sedaya Finance                                       2,071,535,560             2,506,867,940
         PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                 436,359,723               431,039,622
         PT Maybank Indonesia Finance                                     50,990,116                67,687,632
      Jumlah                                                          34,287,693,430            32,837,752,458

      Hutang pembelian aset tetap yang akan
        jatuh tempo dalam waktu lebih dari
        satu tahun
        PT Toyota Astra Finance                                       13,761,448,570             5,687,515,742
        PT Sunindo Kookmin Best Finance                                3,215,228,667            16,341,259,923
        PT BCA Finance                                                 5,173,380,489             4,810,141,966
        PT Maybank Indonesia Finance                                             -                         -
        PT Astra Sedaya Finance                                        4,162,010,735             4,359,733,676
        PT Clipan Finance Indonesia Tbk                                  353,837,280               463,961,538
      Jumlah                                                          26,665,905,741             31,662,612,845
      Tingkat bunga per tahun                                        3,75% - 13,46%           3,75% - 13,46%




                                                              -30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


      Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui
      hutang tersebut.

      Pembayaran pokok pinjaman pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 adalah masing-masing sebesar Rp
      7.517.504.632 dan Rp 5.941.699.761. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar Rp 1.403.921.554
      dan Rp 1.309.868.033 pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025.


26.   Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

      Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami
      dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan
      keuangan atau likuidasi yang dipaksakan.Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.

      Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada tanggal
      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
                                                                                            31 Maret 2026
                                                                                             Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                  Input signifikan yang
                                                                           Harga kuotasian dalamInput signifikan yang dapattidak dapat di observasi
                                                        Nilai Tercatat      pasar aktif/ (Level 1)       di observasi (Level 2)        (Level 3)
      Aset yang nilai wajarnya disajikan
          Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   197,921,519,674                              -                        -       278,403,515,000


      Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
          Utang bank jangka panjang (bagian jangka
          pendek dan bagian jangka panjang)               53,819,643,768                             -         55,158,292,510                             -


          Pinjaman pembelian aset tetap                   60,953,599,171                             -         60,953,599,171                             -


                                                                                          31 Desember 2025
                                                                                             Pengukuran nilai wajar menggunakan
                                                                                                                                  Input signifikan yang
                                                                           Harga kuotasian dalamInput signifikan yang dapattidak dapat di observasi
                                                        Nilai Tercatat      pasar aktif/ (Level 1)       di observasi (Level 2)        (Level 3)
      Aset yang nilai wajarnya disajikan
          Aset tetap - kendaraan bermotor operasional   192,689,673,008                              -                        -       272,584,900,000


      Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
          Utang bank jangka panjang (bagian jangka
          pendek dan bagian jangka panjang)               50,988,291,117                             -         52,370,752,851                             -


          Pinjaman pembelian aset tetap                   64,500,365,303                             -         64,500,365,303                             -



      Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
      penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia
      dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan
      yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam
      hirarki Level 2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level 2
      diestimasi berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.

      Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
      tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar
      pembanding dengan faktor penyesuaian yang relevan.




                                                                  -31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


27.   Modal Saham

      Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra, Biro
      Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                                 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                                             Jumlah           Persentase          Jumlah Modal
                Nama Pemegang Saham                          Saham            Kepemilikan            Disetor
                                                                                  %                    Rp

      PT Panorama Sentrawisata Tbk                         766,517,000            52.48%           76,651,700,000
      PT Weha Investama                                    211,805,686            14.50%           21,180,568,600
      Masyarakat (masing-masing
        kurang dari 5%)                                    482,232,133            33.02%           48,223,213,300

      Jumlah                                             1,460,554,819            100%            146,055,481,900

      Manajemen Permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
      modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
      diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.

      Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
      perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang
      terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga gearing
      ratio Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang bersih adalah
      jumlah utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan konsolidasian)
      dikurangi kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan, yang
      disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

      Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2026              31 Desember 2025
                                                                             Rp                             Rp
        Jumlah pinjaman dan utang                                          117,835,715,769                116,844,721,808
        Dikurangi : kas                                                     22,896,455,569                 32,471,109,611
        Utang neto                                                          94,939,260,200                 84,373,612,197


        Jumlah ekuitas                                                     264,938,640,612                260,026,717,265
        Rasio utang neto terhadap modal                                             35.83%                        32.45%


28.   Tambahan Modal Disetor - Bersih

      Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
      penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran
      Seri I dan Seri II, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penambahan modal dengan
      memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II sebagai berikut:

      Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:




                                                          -32-
Page 36
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                                                                                             Jumlah
       Emisi saham perdana (Rp 245 per saham)                                                                              31,360,000,000
       Dikurangi biaya emisi saham                                                                                         (2,070,852,386)
       Hasi penawaran umum perdana                                                                                          29,289,147,614
       Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham)                                                                                 81,054,000
       Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham)                                                                          (12,827,000,000)
       Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
           transaksi entitas sepengendali                                                                                  (1,846,153,568)
       Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013                                                                                32,120,270,250
       Biaya emisi tahun 2013                                                                                              (2,136,025,804)
       Kepentingan nonpengendali pada
          entitas anak yang dilepaskan                                                                                        601,896,425
       Pelaksanaan konversi Warran seri II                                                                                    365,296,200
       Saldo pada tanggal 31 Desember 2014                                                                                 45,648,485,117
       Pelaksanaan konversi waran seri II                                                                                   1,875,000,000
       Saldo pada tanggal 31 Desember 2015                                                                                 47,523,485,117
       Pelaksanaan konversi waran seri II                                                                                           8,175
       Saldo pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021                                                               47,523,493,292
       Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022                                                                               14,353,588,850
       Biaya emisi tahun 2022                                                                                              (3,576,229,141)
       Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025                                                               58,300,853,001


29.   Kepentingan Non Pengendali

      Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
      berikut:
                                                                                     31 Maret 2026


                                                                                  Selisih nilai transaksi
                                                                                dengan kepentingan non
                                            Modal saham       Saldo Laba               pengendali            Laba (rugi)            Jumlah
                                                Rp                Rp                       Rp                   Rp                    Rp

      PT Panorama Mitra Sarana                 310,000,000      (313,857,122)              246,434,560                (6,474)        242,570,964
      PT Day Tans (DTS)                         43,600,000        41,468,869                (5,962,006)            3,724,565          82,831,428
      PT. Daytrans Express                      15,000,000       (11,779,464)                      -              (2,325,387)            895,149
      PT Panorama Prima Kencana Transindo        5,000,000       (23,198,385)               19,801,393               607,548           2,210,556
      PT Canary Transport                        5,000,000        (8,592,201)                                           (600)         (3,592,801)
      PT Rhadana Prima Kencana Transindo         3,000,000       (82,908,475)                79,908,475                  -                   -
      PT Weha Jalan Jalan                          300,000           (91,045)                (3,147,090)               9,781          (2,928,354)

      Jumlah                                   381,900,000      (398,957,823)              337,035,332            2,009,433          321,986,942

                                                                                  31 Desember 2025


                                                                                  Selisih nilai transaksi
                                                                                dengan kepentingan non       Penghasilan
                                            Modal saham       Saldo Laba               pengendali           komprehensif           Jumlah
                                                Rp                Rp                       Rp                   Rp                   Rp

      PT Panorama Mitra Sarana                  310,000,000     (310,883,411)              246,434,560           (2,973,711)        242,577,438
      PT Day Tans (DTS)                          43,600,000       31,756,957                (5,962,006)           9,711,912          79,106,863
      PT. Daytrans Express                       15,000,000       (5,971,871)                      -             (5,807,593)          3,220,536
      PT Panorama Prima Kencana Transindo         5,000,000      (24,887,167)               19,801,393            1,688,782           1,603,008
      PT Canary Transport                         5,000,000       (8,592,201)                      -                    -            (3,592,201)
      PT Rhadana Prima Kencana Transindo          3,000,000      (82,908,475)               79,908,475                  -                   -
      PT Weha Jalan Jalan                           300,000              -                  (3,147,090)             (91,045)         (2,938,135)

      Jumlah                                    381,900,000     (401,486,168)              337,035,332            2,528,345         319,977,509




                                                                  -33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


30.   Cadangan Umum

      Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995, dan
      telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
      pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
      disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah membentuk cadangan umum sebesar
      Rp. 1.000.000.000.

31.   Penjualan Bersih

      Rincian pendapatan bersih Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:

      a. Berdasarkan jenis produk                                                                                a. b.
                                                                   31 Maret 2026            31 Maret 2025
                                                                        Rp                       Rp

         Jasa angkutan antar kota                                    54,953,845,028          41,869,821,448
         Jasa angkutan penumpang                                     25,717,464,697          26,585,989,406
         Lain-lain                                                    1,928,613,578           1,841,085,464
         Jumlah                                                      82,599,923,303          70,296,896,318
      b. Berdasarkan sumber pendapatan
                                                                   31 Maret 2026            31 Maret 2025
                                                                        Rp                       Rp
         Pihak Berelasi
         PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN)                      1,848,470,000                         -
         PT Panorama JTB Tours Indonesia                               511,678,500                 801,375,500
         PT Panorama Evenindo                                          108,845,500                 359,536,500
         PT Panorama Media                                               2,030,000                 317,225,000
         Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000)                              5,950,000                  14,350,000
         Jumlah                                                      2,476,974,000            1,492,487,000
         Pihak ketiga                                               80,122,949,303           68,804,409,318
         Jumlah                                                     82,599,923,303           70,296,896,318


      Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
      dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.

32.   Beban Pokok Penjualan
                                                                 31 Maret 2026             31 Maret 2025
                                                                      Rp                        Rp

      Beban kendaraan                                              23,970,797,288           20,798,100,206
      Bahan bakar                                                  12,001,409,778           11,690,479,421
      Penyusutan (catatan 13)                                       9,756,704,816            8,452,445,114
      Perbaikan dan pemeliharaan                                    6,221,568,128            6,174,275,205
      Gaji dan tunjangan karyawan                                   1,474,614,329            1,361,155,335
      Asuransi                                                        260,092,118              259,318,797
      Lain-lain                                                       458,152,689              602,733,478

      Jumlah                                                       54,143,339,146           49,338,507,556


      Selama triwulan pertama tahun 2026 dan 2025, tidak terdapat beban langsung yang merupakan pembelian dari
      pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

      Pada triwulan pertama tahun 2026 dan 2025, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
      melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.



                                                     -34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


33.   Beban Penjualan
                                                                       31 Maret 2026             31 Maret 2025
                                                                            Rp                        Rp

      Gaji dan tunjangan karyawan                                         1,352,351,737             1,296,758,264
      Pemasaran dan promosi                                                 728,898,928               639,030,304
      Jumlah                                                              2,081,250,665             1,935,788,568


34.   Beban Umum dan Administrasi
                                                                     31 Maret 2026              31 Maret 2025
                                                                          Rp                         Rp

      Gaji dan tunjangan karyawan                                      9,334,987,184              7,969,387,767
      Penyusutan Aset tetap (catatan 13 dan 14)                        4,438,504,203              3,905,859,448
      Perbaikan dan pemeliharaan                                       1,069,747,495              1,087,281,109
      Administrasi kantor                                              1,227,621,913                958,458,254
      Sewa                                                             1,283,748,143                412,453,403
      Pos dan telekomunikasi                                             842,352,875                528,924,822
      Pajak                                                              190,511,634                103,959,784
      Jasa profesional dan Legal                                         114,635,750                 64,607,650
      Imbalan Jangka Panjang - Bersih                                    179,100,000                117,500,000
      Lain-lain                                                          323,610,773                204,082,974
      Jumlah                                                         19,004,819,970             15,352,515,211


35.   Beban Bunga

      Terdiri dari beban bunga atas:
                                                                      31 Maret 2026              31 Maret 2025
                                                                           Rp                         Rp
      Pinjaman bank jangka pendek                                          20,492,906                  8,430,782
      Liabilitas jangka panjang:
         Pinjaman bank                                                  1,007,722,744             1,306,911,123
         Liabilitas sewa pembiayaan                                         7,481,187                 7,337,045
         Pinjaman pembelian aset tetap                                  1,403,921,554             1,309,868,033
      Jumlah                                                            2,439,618,391             2,632,546,983


36.   Imbalan Kerja Jangka Panjang

      Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13
      tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan
      imbalan pasca-kerja tersebut.

      Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria
      Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 12 Februari 2026.

      Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing sebanyak 235
      karyawan pada 31 Maret 2026 dan 235 karyawan pada 31 Desember 2025.




                                                        -35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


      Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2026           31 Desember 2025
                                                                           Rp                        Rp
      Saldo awal tahun                                                  3,846,224,748              2,938,008,037
      Nilai jasa kini                                                      105,899,744               383,598,978
      Biaya bunga-bersih                                                    73,200,256               208,598,570
      Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
         perubahan asumsi aktuarial                                         53,690,920               807,672,664
      Pembayaran imbalan                                                  (208,326,124)             (491,653,501)
      Cadangan imbalan pasti pasca-kerja                                3,870,689,544              3,846,224,748

      Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:

                                                                       31 Maret 2025            31 Maret 2024

      Tingkat diskonto                                                     7.10%                    7.10%
      Tingkat kenaikan gaji                                                5.00%                    5.00%
      Tingkat kematian                                               Indonesia IV (2019)      Indonesia IV (2019)

37.   Pajak Penghasilan

      Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi. Perhitungan
      taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak penghasilan sesuai
      dengan undang-undang yang berlaku.

38.   Laba bersih per saham

      Perhitungan laba per saham berdasarkan informasi berikut:
                                                                       31 Maret 2026             31 Maret 2025
                                                                            Rp                        Rp
      Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
        pemilik perusahaan (dalam Rp)                                    4,909,913,914             2,633,504,938

      Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
        untuk perhitungan laba neto per saham dasar                      1,460,554,819             1,460,554,819
      Laba per saham                                                                   3                         2


39.   Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi

      Sifat Pihak Berelasi

      a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham Perusahaan.
      b. PT Andalan Selaras Abadi merupakan entitas asosiasi.
      c. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
         - PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
         - PT Panorama Evenindo
         - PT Panorama JTB Tours Indonesia
         - PT Andalan Selaras Abadi
      d. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
         Perusahaan dan Grup:
         - PT Panorama World
         - PT Panorama Investama
         - PT The 101 Jakarta Airport CBC
         - PT Panorama Media
         - PT Panorama Aplikasi Nusantara




                                                        -36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


     Transaksi dengan Pihak Berelasi

     Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :

                                                                                      Persentase terhadap jumlah
                                                                                             Aset/Liabilitas
                                               31 Maret             31 Desember       31 Maret        31 Desember
                                                 2026                  2025             2026               2025
                                                  Rp                    Rp               %                     %
      Aset lancar
       Piutang usaha
         PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk     2,225,689,800         2,182,789,000              0.53                0.53
         Grayline                              723,926,000            960,258,800              0.17                0.23
         PT Panorama Media                     846,173,800            959,803,800              0.20                0.23
         PT Panorama Evenindo                 1,732,300,000           883,830,000              0.41                0.21
         PT Panorama JTB Tours Indonesia         76,913,500                       -            0.02                    -
         Lain-lain (masing-masing
           di bawah Rp 20.000.000)                1,760,000                       -            0.00                    -
       Jumlah                                 5,606,763,100         4,986,681,600              1.34                1.20
       Cadangan Kerugian Penurunan Nilai       (793,360,837)         (793,360,837)           (0.19)                (0.19)

       Jumlah - Bersih                        4,813,402,263         4,193,320,763              1.15                1.01


      Aset tidak lancar
       Piutang pihak berelasi
         PT Panorama Media                    1,575,000,000         1,575,000,000              0.38                0.38
         PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk                      -    1,081,484,000                 -                0.26
         PT Andalan Selaras Abadi                96,865,917            91,315,917              0.02                0.02
         PT Panorama Aplikasi Nusantara          11,033,750            11,033,750              0.00                0.00

         Jumlah - Bersih                      1,682,899,667         2,758,833,667              0.40                0.67
                                                                                               1.07
      Liabilitas                                                                       #REF!
       Utang usaha
         PT Panorama Sentrawisata Tbk          444,000,000            444,000,000              0.29                0.29




                                                        -37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


40.   Perjanjian Sewa

      Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian bangunan
      di atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa sewa (Catatan
      12) dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan dengan pihak ketiga
      dengan rincian sebagai berikut:


                                  Lokasi tanah dan
       Entitas anak/
                               bangunan/ Location of                                 Periode perjanjian/Period of agreement
       Subsidiaries
                                 land and buildings

      WEHA                     Medan *)                    1 Februari 2024 - 1 Februari 2027 (February 1, 2024 - February 1, 2027)
      WEHA                     Semarang *)                 3 Januari 2025 - 2 Februari 2028 (January 3, 2025 - February 2, 2028)
      KT                       Yogyakarta *)               1 Februari 2006 - 1 Februari 2026 (February 1, 2006 - February 1, 2026)
      DTS                      Jakarta *)                  8 Juni 2020 - 31 Januari 2026 (June 8, 2020 - January 31, 2026)
      DTS                      Yogyakarta *)               1 Februari 2019 - 31 Januari 2029 (February 1, 2019 - January 31, 2029)
      DTS                      Bandung *)                  30 November 2025 - 29 November 2028 (November 30, 2025 - November 29, 2028)
      DTS                      Jakarta *)                  1 Agustus 2025 - 31 Juli 2028 (August 1, 2025 - July 31, 2028)
      DTS                      Bandung *)                  16 September 2020 - 16 September 2028 (September 16, 2020 - September 16,
                                                           2028)
      DTS                      Semarang *)                 9 Juni 2021 - 9 Juni 2026 (June 9, 2021 - June 9, 2026)
      DTS                      Jakarta                     1 Juli 2024- 30 Juni 2027 (July 1, 2024 - June 30, 2027)
      DTS                      Yogyakarta *)               1 September 2021 - 31 Agustus 2028 (September 1, 2021 - August 31, 2028)
      DTS                      Bandung *)                  16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
      DTS                      Jakarta                     24 Mei 2025 - 23 Mei 2027 (May 24, 2025 - May 23, 2027)
      DTS                      Semarang *)                 1 Januari 2025 - 2 Februari 2028 (January 1, 2025- February 2, 2028)

      *) : Perjanjian sewa dengan bangun, kelola dan alih/Lease agreements with build, operat and transfer


      Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 24.


41.   Segmen Operasi

      Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
      bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
      masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan
      penumpang, jasa angkutan antar kota, dan jasa lainnya.




                                                                         -38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                                                                 31 Maret 2026
                                                   Jasa Angkutan           Jasa Angkutan
                                                    Penumpang                Antar Kota               Lain-lain             Eliminasi            Konsolidasian
                                                         Rp                     Rp                       Rp                    Rp                    Rp

      Pendapatan Usaha                                33,921,470,497           54,953,845,028          1,928,613,578         (8,204,005,800)       82,599,923,303

      Beban pokok penjualan                           24,665,326,330           35,875,580,841          1,806,437,775         (8,204,005,800)       54,143,339,146

      Hasil segmen - laba Kotor Segmen                 9,256,144,167           19,078,264,187            122,175,803                    -          28,456,584,157

      Laba Usaha                                         504,772,856            7,213,385,013           (347,644,347)                   -           7,370,513,522

      Keuntungan atas penjualan
         aset tetap                                     1,550,960,284              61,721,313                    -                      -            1,612,681,597
      Beban bunga dan keuangan lain                    (1,627,648,115)           (811,970,276)                   -                      -           (2,439,618,391)
      Pendapatan Bunga                                    174,538,811               7,665,076                    -                      -              182,203,887
      Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi               (50,246)                    -                      -                      -                  (50,246)
      Pendapatan (beban) lain-lain - bersih               (51,018,027)           (252,601,441)            (8,057,651)                   -             (311,677,119)
      Laba Sebelum Pajak                                  551,555,563           6,218,199,685           (355,701,998)                   -            6,414,053,250
      Beban Pajak                                        (151,583,045)         (1,428,801,298)            78,254,440                    -           (1,502,129,903)

      Laba (Rugi) Bersih                                 399,972,518            4,789,398,387           (277,447,558)                   -           4,911,923,347

      Pendapatan komprehensif lain                                 -                       -                      -                     -                        -

      Laba (rugi) komprehensif                           399,972,518            4,789,398,387           (277,447,558)                   -           4,911,923,347


      Aset Segmen *)                                 238,078,053,154          163,498,681,875         17,144,046,372                    -         418,720,781,401



      Liabilitas Segmen *)                            78,337,931,975           46,349,778,748          3,300,928,702                    -         127,988,639,425


      Pengungkapan Tambahan

         Perolehan barang modal                       10,337,809,469            6,170,691,145                     -                     -          16,508,500,614

         Penyusutan & amortisasi                       8,891,205,520            5,277,031,686             26,971,813                    -          14,195,209,019

         Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                 Jawa                                 32,782,522,944           54,953,845,028          1,928,613,578         (8,204,005,800)       81,460,975,750
                 Luar Jawa                             1,138,947,553                      -                      -                      -           1,138,947,553

                  Jumlah                              33,921,470,497           54,953,845,028          1,928,613,578         (8,204,005,800)       82,599,923,303


         Aset segmen
                  Jawa                                 233,436,267,687        163,498,681,875         17,144,046,372                    -         414,078,995,934
                  Luar Jawa                            4,641,785,467                       -                      -                     -           4,641,785,467

                    Jumlah                           238,078,053,154          163,498,681,875         17,144,046,372                    -         418,720,781,401


    *) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
       pajak tangguhan.




                                                                            -39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


                                                                                                   31 Maret 2025
                                                    Jasa Angkutan           Jasa Angkutan
                                                     Penumpang                Antar Kota                Lain-lain               Eliminasi             Konsolidasian
                                                          Rp                     Rp                        Rp                      Rp                     Rp

       Pendapatan Usaha                               100,826,874,130          136,094,817,047           6,293,236,350          (13,277,796,888)       229,937,130,639

       Beban pokok penjualan                           69,918,241,380            88,897,614,721          5,778,103,988          (13,277,796,888)       151,316,163,201

       Hasil segmen - laba Kotor Segmen                30,908,632,750            47,197,202,326            515,132,362                       -          78,620,967,438

       Laba Usaha                                       7,392,755,439            16,944,479,240           (842,418,815)                      -          23,494,815,864

       Keuntungan atas penjualan
          aset tetap                                     3,013,047,743            2,400,000,000                    -                         -           5,413,047,743
       Beban bunga dan keuangan lain                    (5,154,970,437)          (2,015,487,197)                   -                         -          (7,170,457,634)
       Pendapatan Bunga                                    269,074,782               16,084,937                 69,976                       -             285,229,695
       Ekuitas pada rugi bersih                               (480,280)                     -                      -                                          (480,280)
       Pendapatan (beban) lain-lain - bersih               666,725,338              276,594,902             12,256,822                       -             955,577,062
       Laba Sebelum Pajak                                6,186,152,585           17,621,671,882           (830,092,017)                      -          22,977,732,450
       Beban Pajak                                      (1,369,509,935)          (3,876,767,814)           191,110,969                       -          (5,055,166,780)

       Laba (Rugi) Bersih                               4,816,642,650            13,744,904,068           (638,981,048)                      -          17,922,565,670

       Pendapatan komprehensif lain                                 -                       -                       -                        -                        -

       Laba (rugi) komprehensif                         4,816,642,650            13,744,904,068           (638,981,048)                      -          17,922,565,670


       Aset Segmen *)                                 223,018,927,999          151,607,197,395          17,116,626,892                       -         391,742,752,286



       Liabilitas Segmen *)                            71,714,727,858            37,098,705,457          2,456,061,452                       -         111,269,494,767


       Pengungkapan Tambahan

          Perolehan barang modal                       28,712,746,856            40,126,106,548                     -                        -          68,838,853,404

          Penyusutan & amortisasi                      23,488,257,343            14,373,638,807             81,895,857                       -          37,943,792,007

          Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
                  Jawa                                 96,441,885,525          136,094,817,047           6,293,236,350          (13,277,796,888)       225,552,142,034
                  Luar Jawa                             4,384,988,605                      -                       -                        -            4,384,988,605

                  Jumlah                              100,826,874,130          136,094,817,047           6,293,236,350          (13,277,796,888)       229,937,130,639


          Aset segmen
                   Jawa                               217,793,560,877          151,607,197,395          17,116,626,892                       -         386,517,385,164
                   Luar Jawa                            5,225,367,122                       -                       -                        -           5,225,367,122

                     Jumlah                           223,018,927,999          151,607,197,395          17,116,626,892                       -         391,742,752,286


      *) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
         pajak tangguhan.




42.    Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian

       Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:

                                                                                                    31 Maret 2026                           31 Maret 2025
                                                                                                         Rp                                      Rp
      Perolehan aset tetap melalui:
         - pinjaman pembelian aset tetap                                                                 3,970,738,500                           12,660,820,351
         - pinjaman Bank                                                                                 7,500,451,800                             2,399,197,500
      Realisasi uang muka pembelian untuk
         perolehan aset tetap                                                                            1,914,916,500                             5,414,419,879
      Liabilitas sewa dari pengakuan aset hak guna                                                                          -                       854,236,139




                                                                               -40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025


43.   Standar Akuntansi Keuangan Baru

      Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

      Diterapkan pada tahun 2025

      Penerapan amandemen PSAK No. 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” terkait kondisi ketika suatu
      mata uang tidak tertukarkan, yang berlaku efektif 1 Januari 2025, relevan bagi Grup namun tidak menyebabkan
      perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsilidasian.

      Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

      Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk tahun buku yang
      diimulai pada atau setelah:

      1 Januari 2026

      -   Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No.107, “Instrumen Keuangan:
          Pengungkapan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrument keuangan.
      -   Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No.107, “Instrumen Keuangan:
          Pengungkapan” tentang klontrak yang mengacu pada listrik bergantungg alam: dan
      -   Amandemen PSAK No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” terkait perubahan rujukan pengukuran
          bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis dalam kondisi tidak praktis.

      1 Januari 2027

      -   PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.

      Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
      mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
      tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.


                                                       **********




                                                       -41-

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.04 MB
Published29 Apr 2026
Pages44
Characters179,703
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. p.2 ×127
linked person Angreta Chandra p.10
linked person Olip Susanto p.10 ×2
linked person Andrianto Putera Tirtawisata p.10
linked person Tiodora Amran Bonardy p.10
linked person Romy Firmangustri p.10
linked person Edgar Surjadi p.10 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.23 ×16
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.23 ×10
linked org Bank Ina Perdana Tbk p.23 ×11
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.23 ×14
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.23 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.23 ×2
linked org Bank Capital Indonesia Tbk p.23 ×2
linked org Destinasi Tirta Nusantara Tbk p.25 ×14
linked org PT Bank KEB Hana Indonesia p.29 ×7
linked org PT Astra Sedaya Finance p.33 ×5
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.33 ×8
linked org Panorama Sentrawisata Tbk p.35 ×8
linked org PT Weha Investama p.35 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.23 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia Tbk p.23 ×2
possible person Agus Susanto p.38
unresolved org Transportasi Indonesia Tbk p.9
unresolved person Rachmat Santoso p.9
unresolved org Menteri Kehakiman p.9
unresolved person Buntario Tigris Darmawa Ng p.9 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.9
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org Bapepam p.9 ×2
unresolved org PT Kencana Transport p.10
unresolved org PT Panorama Primakencana p.10
unresolved org PT Rhadana Primakencana p.10
unresolved org PT Panorama Mitra Sarana p.10 ×3
unresolved org PT Day Trans p.10
unresolved org PT Day Trans Express p.10
unresolved org PT Canary Transport p.10 ×3
unresolved org PT Weha p.10 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.12
unresolved org PT Panorama Media p.25 ×5
unresolved org PT Andalan Selaras Abadi p.25 ×10
unresolved org PT Panorama Aplikasi Nusantara p.25 ×3
unresolved person Hendra Justin Fu p.25
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.26
unresolved org Bank Cetral Asia Tbk p.29 ×4
unresolved org PT Panorama Primakencana Transindo p.31
unresolved org PT Toyota Astra Finance p.33 ×3
unresolved org PT Sunindo Kookmin Best Finance p.33 ×3
unresolved org PT BCA Finance p.33 ×3
unresolved org PT Raya Saham Registra p.35
unresolved org PT Day Tans p.36 ×2
unresolved org PT. Daytrans Express p.36 ×2
unresolved org PT Panorama Prima Kencana Transindo p.36 ×2
unresolved org PT Rhadana Prima Kencana Transindo p.36 ×2
unresolved org PT Panorama JTB Tours Indonesia p.37 ×3
unresolved org PT Panorama Evenindo p.37 ×3
unresolved org PT Panorama World p.39
unresolved org PT Panorama Investama p.39

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2026-I-WEHA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result