Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 44
Page 1
PT.WEHATransport
asi
Indonesi
a,Tbk.
danEnti
tasAnak/
andIt
sSubsidi
aries
LaporanKeuanganKonsol
idasian(Unaudit
ed)
UntukPer i
ode-
Peri
odeYangBer akhi
r
31Mar et2026dan31Desember2025
Sert
aunt ukperi
odeyangberakhir31Maret2026&2025
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk periode-periode yang berakhir
31 Maret 2026 dan 2025
Neraca Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-41
Page 3
Page 4
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Catatan Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 22,245,955,569 32,020,109,611
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2.429.785.811
pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Pihak berelasi 5 4,813,402,263 4,193,320,763
Pihak ketiga 5 5,767,525,091 6,398,965,494
Piutang lain-lain 6 900,028,211 1,119,723,829
Persediaan 7 3,968,479,644 3,507,291,603
Pajak dibayar dimuka 8 30,204,883 -
Uang muka 9 8,480,818,549 6,911,203,961
Biaya dibayar dimuka 10 2,396,574,065 1,747,388,713
Jumlah Aset Lancar 48,602,988,275 55,898,003,974
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi non-usaha 11 1,682,899,667 2,758,833,667
Investasi saham 12 41,473,699,453 41,473,749,699
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 10 225,537,303 569,101,264
Aset pajak tangguhan 3 625,865,777 538,998,351
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan 13
sebesar Rp 238.139.081.446 pada tanggal 31 Maret 2026
dan Rp 234.413.814.177 pada tanggal 31 Desember 2025 285,859,999,013 283,485,264,096
Aset Hak Guna - setelah dikurangi amortisasi sebesar 14
Rp 11.123.175.501 dan Rp 10.426.729.114 pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 5,281,010,447 5,535,322,671
Aset Tak Berwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar 15
Rp 421.015.338 dan nihil pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 16,419,598,162 16,840,613,500
Uang muka 16 17,481,903,921 5,788,735,669
Deposito yang dibatasi penggunaannya 17 650,500,000 451,000,000
Aset lain-lain 18 1,072,850,043 1,140,635,188
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 370,773,863,786 358,582,254,105
JUMLAH ASET 419,376,852,061 414,480,258,079
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-1-
Page 5
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Catatan Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 19 2,883,527,405 1,131,796,520
Utang usaha
Pihak berelasi 20 444,000,000 444,000,000
Pihak ketiga 20 1,087,284,878 1,169,764,993
Utang lain-lain 5,961,250 112,560,422
Utang pajak 21 1,885,547,846 1,476,134,350
Beban akrual 22 1,621,420,912 2,601,769,648
Pendapatan diterima dimuka 23 3,123,567,072 3,554,536,699
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 19 14,007,170,152 12,331,754,809
Pinjaman pembelian aset tetap 25 34,287,693,430 32,837,752,458
Liabilitas sewa 24 178,945,425 190,536,205
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 59,525,118,370 55,850,606,104
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 19 39,812,473,616 38,656,536,308
Pinjaman pembelian aset tetap 25 26,665,905,741 31,662,612,845
Liabilitas sewa 24 - 33,732,663
Liabilitas pajak tangguhan 37 24,564,024,178 24,403,828,146
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 36 3,870,689,544 3,846,224,748
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 94,913,093,079 98,602,934,710
JUMLAH LIABILITAS 154,438,211,449 154,453,540,814
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar- 1.700.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819
pada 31 Maret dan 31 Desember 2025 27 146,055,481,900 146,055,481,900
Tambahan modal disetor - neto 28 58,300,853,001 58,300,853,001
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
non-pengendali 4,885,877,402 4,885,877,402
Cadangan umum 30 1,000,000,000 1,000,000,000
Saldo laba 54,374,441,367 49,464,527,453
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan 264,616,653,670 259,706,739,756
Kepentingan Nonpengendali 29 321,986,942 319,977,509
JUMLAH EKUITAS 264,938,640,612 260,026,717,265
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 419,376,852,061 414,480,258,079
keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-2-
Page 6
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025
Tiga Bulan
Catatan 2026 2025
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 31 82,599,923,303 70,296,896,318
BEBAN POKOK PENDAPATAN 32 (54,143,339,146) (49,338,507,556)
LABA BRUTO 28,456,584,157 20,958,388,762
34% 30%
BEBAN USAHA
Beban penjualan 33 (2,081,250,665) (1,935,788,568)
Beban umum dan administrasi 34 (19,004,819,970) (15,352,515,211)
Jumlah Beban Usaha (21,086,070,635) (17,288,303,779)
LABA USAHA 7,370,513,522 3,670,084,983
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap 13 1,612,681,597 2,300,920,146
Pendapatan bunga 182,203,887 156,036,824
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi 12 (50,246) (68,191)
Beban bunga 35 (2,439,618,391) (2,632,546,983)
Lainnya - bersih (311,677,119) (110,786,222)
Beban lain-lain-bersih (956,460,272) (286,444,426)
LABA SEBELUM PAJAK 6,414,053,250 3,383,640,557
BEBAN PAJAK 1,502,129,903 749,315,857
LABA BERSIH 4,911,923,347 2,634,324,700
6% 4%
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN - (15,200,000)
LABA KOMPREHENSIF 4,911,923,347 2,619,124,700
Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 4,909,913,914 2,633,504,938
Kepentingan nonpengendali 29 2,009,433 819,762
Jumlah 4,911,923,347 2,634,324,700
Laba Komprehensif Bersih Yang
Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik entitas induk 4,909,913,914 2,618,304,938
Kepentingan nonpengendali 29 2,009,433 819,762
Jumlah 4,911,923,347 2,619,124,700
LABA BERSIH PER SAHAM 38 3 2
keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-3-
Page 7
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2026 dan 2025
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Selisih Nilai
Transaksi dengan
Tambahan Saldo Laba Kepentingan Kepentingan
Modal saham Modal Disetor - Bersih Dicadangkan Belum Dicadangkan Nonpengendali Total Nonpengendali Total Ekuitas
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 36,665,026,860 4,885,877,402 246,907,239,163 317,449,164 247,224,688,327
Laba (Rugi) komprehensif
Laba Tahun Berjalan - - - 2,633,504,938 - 2,633,504,938 819,762 2,634,324,700
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya - - - (15,200,000) - (15,200,000) - (15,200,000)
Jumlah Laba Komprehensif - - - 2,618,304,938 - 2,618,304,938 819,762 2,619,124,700
Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 39,283,331,798 4,885,877,402 249,525,544,101 318,268,926 249,843,813,027
Saldo pada tanggal 1 Januari 2026 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 49,464,527,453 4,885,877,402 259,706,739,756 319,977,509 260,026,717,265
Laba (Rugi) komprehensif
Laba Tahun Berjalan - - - 4,909,913,914 - 4,909,913,914 2,009,433 4,911,923,347
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya - - - - - - - -
Jumlah Laba Komprehensif - - - 4,909,913,914 - 4,909,913,914 2,009,433 4,911,923,347
Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 146,055,481,900 58,300,853,001 1,000,000,000 54,374,441,367 4,885,877,402 264,616,653,670 321,986,942 264,938,640,612
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
- 4-
Page 8
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025
Tiga Bulan
2026 2025
(Rp) (Rp)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan tunai dari pelanggan 82,180,312,579 69,821,961,556
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya (53,693,709,631) (45,956,101,439)
Pembayaran kepada karyawan (12,293,988,589) (10,877,453,908)
Kas bersih dihasilkan dari operasi 16,192,614,359 12,988,406,209
Pembayaran bunga (2,439,618,391) (2,633,286,393)
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 13,752,995,968 10,355,119,816
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 182,203,887 156,036,824
Penerimaan piutang pihak berelasi non-usaha 1,075,934,000 (13,033,742)
Pembayaran uang muka (13,608,084,752) (6,072,101,511)
Perolehan aset tetap (3,122,393,814) (3,655,528,677)
Penjualan aset tetap 2,668,700,000 2,994,030,208
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (12,803,640,679) (6,590,596,898)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek 1,751,730,885 2,181,225,531
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang (4,712,912,141) (1,959,809,014)
Kenaikan deposito yang dibatasi penggunaannya (199,500,000) -
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap (7,517,504,632) (5,941,699,761)
Pembayaran liabilitas sewa (45,323,443) (753,837,856)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (10,723,509,331) (6,474,121,100)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (9,774,154,042) (2,709,598,182)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 32,020,109,611 18,555,860,448
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 22,245,955,569 15,846,262,266
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11 September
2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822 HT.01.01.TH.2001 tanggal 3
Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2002,
Tambahan No. 10454.
Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta No. 62
tanggal 8 Juli 2015, dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta dan telah dicatatkan
ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No.
AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 87
tanggal 30 April 2025,dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta tentang perubahan
pasal 3 Anggaran Dasar mengenai penyesuaian kegiatan usaha penunjang Perusahaan sesuai dengan
Peraturan Badan Pusat Statistik No. 2 tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-0109333.AH.01.01 Tahun 2025 tanggal 20 Mei 2025.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang, angkutan
kota dan sewa kendaraan.
Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 128/BUA/I/2004
tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari Gubernur Daerah
Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan Sewa No. 3453/-
1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga memperoleh izin usaha
penyelenggaraan angkutan pariwisata dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 91203018727910004 tanggal 5 Desember 2022 yang
berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.
Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama Leisure.
Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat di Jalan
Tanjung Selor No 17, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan kantor operasional Perusahaan di Jl. Husein
Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan a.
Pada tanggal 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan
penawaran umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham
dengan 25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham yang dapat dikonversi sampai
dengan 30 Mei 2012. Pemegang waran dapat menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam periode
5(lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012. Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang waran,
maka waran menjadi kadaluwarsa dan tidak mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh saham telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada
Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada harga
penawaran Rp 175 per saham melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana sebanyak 98.610.327
waran tidak dikonversi menjadi saham dan telah berakhir pada bulan Juli 2016.
-6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan
surat No. S.196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas II kepada Pemegang Saham dalam rangka
penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 574.143.554 saham dengan nilai nominal Rp 100
per saham pada harga penawaran Rp 125 per saham.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau masing-masing
sejumlah 1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk persentase
kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Tahun Jumlah Aset
Operasi Persentase Pemilikan (Sebelum Eliminasi)
Anak Perusahaan Domisili Jenis Usaha Komersial 2026 2025 Maret 2026 Desember 2025
Rp Rp
PT Kencana Transport (KT) Yogyakarta Jasa transportasi 2002 100.000 100.000 11,481,003,873 12,160,497,405
PT Panorama Primakencana Bali Jasa transportasi 1996 99.889 99.889 4,646,927,867 4,874,456,207
Transindo (PPT)
PT Rhadana Primakencana Bali Jasa transportasi 2005 98.900 98.900 - -
Transindo (RPT)
dimiliki PPT dengan
kepemilikan 99%
PT Panorama Mitra Sarana (PMS) Jakarta Jasa transportasi 2007 98.000 98.000 12,139,448,197 12,151,071,897
PT Day Trans (DTS) Jakarta Jasa transportasi 2008 99.926 99.926 163,498,681,875 160,226,659,249
PT Day Trans Express Jakarta Jasa pengiriman 2024 98.927 98.927 254,553,904 375,058,923
PT Canary Transport (CT) Jakarta Jasa transportasi 2012 99.800 99.800 - 300,000
PT Weha Jalan Jalan Jakarta Jasa perjalanan wisata 2018 99.996 99.996 5,621,850,966 5,301,679,656
Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan mengenai
pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan keuangan
konsolidasian sesuai PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.
d. Karyawan, Komisaris dan Direktur
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan Akta No. 87 tanggal 30 April 2025 dari
Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta susunan pengurus Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Angreta Chandra
Komisaris Independen : Olip Susanto
Direksi
Direktur Utama : Andrianto Putera Tirtawisata
Direktur : Tiodora Amran Bonardy
: Romy Firmangustri
: Edgar Surjadi
Sebagai Perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota, dimana
Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.
-7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan komite audit adalah sebagai berikut:
Ketua : Olip Susanto
Anggota : Darmawan Nataatmadja
: Tommy Tan
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar Surjadi.
Perusahaan telah membentuk unit internal audit sejak tanggal 29 Desember 2009. Kepala internal audit pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah Yuly Gunawan.
Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.
Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-
masing adalah 404 karyawan dan 381 karyawan. Jumlah karyawan Grup (tidak diaudit) pada tanggal 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah 1084 karyawan dan 1086 karyawan.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan
arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir 31 Maret 2026 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut
ini:
kekuasaan atas investee
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait
dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.
-8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas
anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di
ekuitas.
c. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian
Perusahaan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran
pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia, yang
digunakan oleh Grup adalah Rp 16.993 dan Rp 16.782 per US$ 1.
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
2. untuk diperdagangkan
3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
1. akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
2. untuk diperdagangkan
3. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
4. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
f. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat
likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang
sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
-9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
g. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori aset
keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh
karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi tidak diungkapkan.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan kas dan setara kas, piutang
usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam kategori ini.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109, diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau
melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan
awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
-10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka pendek
dan panjang, utang usaha, utang lain lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang pihak
berelasi dalam kategori ini.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No.109, Grup mengklasifikasi seluruh asset keuangan dalam kategori yang
terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut.
Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut
signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.
Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap
diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang
diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai
selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit
di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut
(yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut
langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah
kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa
yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba
rugi konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya
perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
(1) Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung Liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima
tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer
secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak
mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah
mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
(2) Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau
telah kadaluarsa.
-11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
h. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost
and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
j. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
menggunakan metode ekuitas.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi adalah
sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuannya
atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum
atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
k. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
-12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
l. Aset Tetap
Pemilikan Langsung
Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan
nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang
tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat
melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan
aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 15 - 20
Peralatan dan perlengkapan 2-8
Kendaraan bermotor operasional (armada) 2-8
Kendaraan bermotor non-operasional (dinas) 4–8
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi
penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan
jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada
tahun terjadinya penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Aset dalam Pembangunan
Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya
perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang
bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai
dengan tujuannya.
Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)
Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 20 tahun.
-13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
m. Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa
yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
harus menilai apakah:
Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
identifikasian; dan
Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup
memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset
digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan
pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas
saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset
hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
-14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Sewa jangka-pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau
sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.
Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa
indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
n. Aset Takberwujud
Aset takberwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai,
jika ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi manfaat 10 tahun.
o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai
tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannnya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan,
seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun
sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama
sisa umur manfaatnya.
p. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
analisa sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup membuat
estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya
barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan jasa yang akan
dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa
tersebut).
-15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika
jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
yang bersangkutan.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
menggunakan metode suku bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
q. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
rugi.
Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun
yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada
periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya
liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
r. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak
tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
-16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
s. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
t. Segmen Operasi
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan
penilaian kinerja Grup.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman
historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset
keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
diungkapkan dalam Catatan 2.
b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan
dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang
wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan kerugian
untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang
bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan
secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian
ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi
yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
-17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp. Rp.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas 22,245,955,569 32,020,109,611
Piutang usaha 10,580,927,354 10,592,286,257
Piutang lain-lain 900,028,211 1,119,723,829
Piutang pihak berelasi non-usaha 1,682,899,667 2,758,833,667
Dana yang dibatasi penggunaannya 650,500,000 451,000,000
Aset lain-lain (setoran jaminan) 913,625,043 981,410,188
Jumlah 36,973,935,844 47,923,363,552
c. Sewa
Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup
menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas
sewa. Grup juga menentukan sejumlah sewa, termasuk sewa jangka pendek dan menerapkan ketentuan
PSAK No. 116, Sewa, mengenai pengecualian sewa jangka pendek.
Grup Sebagai Pesewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa
operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset
tersebut.
d. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi
mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali
Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan
metode penilaian yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 26.
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama,
evaluasi teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah
-18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
pemakaian, using secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap
penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan
menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan pada Catatan 13.
c. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir
aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 telah
diuangkapkan pada Catatan 13, Catatan 14 dan Catatan 15.
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 36 dan
mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-masing
sebesar Rp 3.870.689.544 dan Rp 3.846.224.748.
e. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan
memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya
dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.
-19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
4. Kas dan Setara Kas
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Kas-Rupiah 146,007,067 100,310,077
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 10,121,185,218 9,152,426,813
PT Bank Pan Indonesia Tbk 1,289,161,595 760,637,856
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 43,568,038 295,073,286
PT Bank Ina Perdana Tbk 22,452,251 142,539,363
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 629,390,902 762,851,919
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 136,171,059 174,152,940
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 393,455,431 1,311,364,631
PT Bank CIMB Niaga Tbk 105,697,228 14,885,946
Jumlah Bank - Rupiah 12,741,081,722 12,613,932,754
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 54,866,780 4,866,780
Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat 54,866,780 4,866,780
Jumlah Bank 12,795,948,502 12,618,799,534
Deposito berjangka - Rupiah
PT Bank Capital Indonesia Tbk 9,304,000,000 19,301,000,000
Jumlah Deposito Berjangka 9,304,000,000 19,301,000,000
Jumlah 22,245,955,569 32,020,109,611
Suku bunga per tahun deposito berjangka rupiah 6,00% - 7,75% 6,00% - 7,75%
5. Piutang Usaha
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
a. Berdasarkan Pelanggan
Pihak yang berelasi (Catatan 39) 5,606,763,100 4,986,681,600
Cadangan kerugian penurunan nilai (793,360,837) (793,360,837)
Pihak berelasi - bersih 4,813,402,263 4,193,320,763
Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri 7,403,950,065 8,035,390,468
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,636,424,974) (1,636,424,974)
Jumlah - Bersih 5,767,525,091 6,398,965,494
Jumlah 10,580,927,354 10,592,286,257
b. Berdasarkan Umur
Pihak yang berelasi (Catatan 39)
Belum jatuh tempo 199,182,500 39,056,500
Jatuh tempo
penurunan nilai
1 - 30 hari 968,662,500 621,848,500
31 - 60 hari 610,742,000 567,625,000
61 - 90 hari 718,612,000 694,442,500
91 - 120 hari 399,477,500 540,315,500
Lebih dari 120 hari 2,710,086,600 2,523,393,600
Jumlah 5,606,763,100 4,986,681,600
Cadangan kerugian penurunan nilai (793,360,837) (793,360,837)
Pihak berelasi - bersih 4,813,402,263 4,193,320,763
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 2,211,929,373 1,565,418,282
Jatuh tempo
1 - 30 hari 3,024,857,250 3,102,209,592
31 - 60 hari 534,074,457 1,475,610,250
61 - 90 hari 232,767,391 289,433,250
91 - 120 hari 76,262,500 110,600,000
Lebih dari 120 hari 1,324,059,094 1,492,119,094
Jumlah 7,403,950,065 8,035,390,468
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,636,424,974) (1,636,424,974)
Pihak ketiga - bersih 5,767,525,091 6,398,965,494
Jumlah 10,580,927,354- 10,592,286,257-
-20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 2,429,785,811 2,943,260,077
Penambahan - 21,575,624
Pemulihan - (41,898,336)
Penghapusan - (493,151,554)
Saldo akhir tahun 2,429,785,811 2,429,785,811
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang
dari pihak ketiga memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut,
sedangkan terhadap piutang dari pihak berelasi tidak dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai karena
manajemen berpendapat bahwa dapat ditagih piutang tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
ketiga.
6. Piutang Lain-lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pihak ketiga
Piutang dari karyawan 277,502,052 303,797,650
Lain-lain 622,526,159 815,926,179
Jumlah - neto 900,028,211 1,119,723,829
Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada tanggal 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas
piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut.
7. Persediaan
Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
tidak melampaui nilai realisasi bersihnya.
8. Pajak Dibayar Dimuka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pajak Penghasilan
Pajak Pertambahan Nilai 30,204,883 -
Jumlah - neto 30,204,883 -
9. Uang Muka
Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Sewa 8,365,159,449 6,483,000,000
Lain-lain 115,659,100 428,203,961
Jumlah 8,480,818,549 6,911,203,961
-21-
Page 25
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
10. Biaya Dibayar Dimuka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Sewa 278,293,924 308,377,049
Perizinan 600,334,836 520,803,386
Asuransi 765,740,705 846,089,025
Lain-lain 752,204,600 641,220,517
Jumlah 2,396,574,065 2,316,489,977
Dikurangi biaya dibayar dimuka
jangka pendek 2,171,031,762 1,747,388,713
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 225,542,303 569,101,264
Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
Jakarta, Yogyakarta dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.
11. Piutang Pihak Berelasi
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Aset Tidak Lancar - Rupiah
PT Panorama Media 1,575,000,000 1,575,000,000
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk - 1,081,484,000
PT Andalan Selaras Abadi 96,865,917 91,315,917
PT Panorama Aplikasi Nusantara 11,033,750 11,033,750
Jumlah 1,682,899,667 2,758,833,667
Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Saldo awal tahun - 655,842,110
Penghapusan - (655,842,110)
Saldo akhir tahun - -
Piutang pihak berelasi non usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan terlebih
dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal pengembalian
yang pasti. Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 saldo utang pihak berelasi adalah nihil.
Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.
12. Investasi Saham
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Andalan Selaras Abadi 41,473,699,453 41,473,749,699
Jumlah 41,473,699,453 41,473,749,699
Investasi pada Entitas Asosiasi – Metode Ekuitas
PT Andalan Selaras Abadi
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 51 tanggal 27 Maret 2024 dari Notaris
Hendra Justin Fu, S.H., M.Kn. Perusahaan memperoleh saham sebanyak 27.000 lembar saham atau sebesar
Rp 40.500.000.000 melalui penerbitan seluruh saham baru PT Andalan Selaras Abadi sehingga kepemilikan
Perusahaan di PT Andalan Selaras Abadi berubah dari 1,94% menjadi 35,88%. Perubahan tersebut telah
-22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0078881
tanggal 1 April 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang diakui oleh
Perusahaan masing-masing sebesar Rp 50.246 dan Rp 68.191.
Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan grup adalah
sebagai berikut:
PT Andalan Selaras Abadi
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset
Aset lancar 1,848,100 2,088,100
Aset tidak lancar 200,647,000,000 198,693,000,000
Jumlah 200,648,848,100 198,695,088,100
Liabilitas
Jangka pendek 8,325,000 13,975,000
Jangka panjang 38,162,065,918 38,156,515,918
Jumlah 38,170,390,918 38,170,490,918
Pendapatan - -
Beban - neto (140,000) (29,179,700)
Rugi bersih (140,000) (29,179,700)
13. Aset Tetap
Perubahan selama 2026
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Maret 2026
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 351,041,369,251 16,019,311,973 (10,408,498,428) - 356,652,182,796
Bangunan dan prasarana 77,255,284,013 - - - 77,255,284,013
Peralatan dan perlengkapan 46,501,579,907 482,412,141 - - 46,983,992,048
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 7,980,803,758 - - - 7,980,803,758
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 35,120,041,344 6,776,500 - - 35,126,817,844
Jumlah 517,899,078,273 16,508,500,614 (10,408,498,428) - 523,999,080,459
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 158,351,696,243 9,731,446,904 (9,352,480,025) 158,730,663,122
Bangunan dan prasarana 20,605,222,308 1,966,297,464 - 22,571,519,772
Peralatan dan perlengkapan 37,951,455,614 657,507,737 - 38,608,963,351
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 3,972,768,302 122,514,247 - 4,095,282,549
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 13,532,671,710 599,980,942 - 14,132,652,652
Jumlah 234,413,814,177 13,077,747,294 (9,352,480,025) 238,139,081,446
Nilai Tercatat 283,485,264,096 285,859,999,013
-23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Perubahan selama 2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2025
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 298,623,644,825 92,038,862,221 (39,621,137,795) - 351,041,369,251
Bangunan dan prasarana 54,369,120,654 19,667,440,456 - 3,218,722,903 77,255,284,013
Peralatan dan perlengkapan 47,166,297,516 992,170,371 (1,656,887,980) - 46,501,579,907
Kendaraan bermotor -
non-operasional (dinas) 7,499,411,119 2,502,082,600 (2,020,689,961) - 7,980,803,758
Aset tetap dalam perjanjian -
Bangunan dan Prasarana 34,399,863,544 720,177,800 - - 35,120,041,344
Aset dalam pembangunan 3,137,937,000 80,785,903 - (3,218,722,903) -
Jumlah 445,196,274,658 116,001,519,351 (43,298,715,736) - 517,899,078,273
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 145,476,528,993 35,340,672,395 (22,465,505,145) - 158,351,696,243
Bangunan dan prasarana 17,781,078,439 2,824,143,869 - - 20,605,222,308
Peralatan dan perlengkapan 34,341,303,584 5,267,127,563 (1,656,975,533) - 37,951,455,614
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 5,628,248,128 365,210,135 (2,020,689,961) - 3,972,768,302
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 9,194,146,387 4,338,525,323 - - 13,532,671,710
Jumlah 212,421,305,531 48,135,679,285 (26,143,170,639) - 234,413,814,177
Nilai Tercatat 232,774,969,127 283,485,264,096
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Beban langsung (catatan 32) 9,756,704,816 8,452,445,114
Beban usaha (catatan 34) 3,321,042,478 3,078,919,807
Jumlah 13,077,747,294 11,531,364,921
Pengurangan pada 31 Maret 2026 dan 2025 yang merupakan penjualan asset tertentu dengan rincian sebagai
berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Harga Jual 2,668,700,000 2,994,030,208
Nilai Tercatat 1,056,018,403 693,110,062
Keuntungan Penjualan 1,612,681,597 2,300,920,146
Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006. Bangunan
tersebut akan diserahkan pada pemilik tanah pada saat berakhirnya masa sewa. Perjanjian sewa menyewa ini
dapat diperpanjang dan diperbaharui kembali atas persetujuan kedua belah pihak (Catatan 40).
Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp 157.379.091.573 dan Rp 162.262.566.738 masing-
masing pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 digunakan sebagai jaminan atas utang bank, D
pinjaman pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan. S
e
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor s
operasional adalah sebesar Rp 278.403.515.000 dan Rp 272.584.900.000 (tidak diaudit). e
-24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan kepada m
pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.258.255.790.573 dan Rp 238.563.363.935. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025.
14. Aset Hak Guna
Perubahan selama tahun 2026
01 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2026
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Sewa Pool dan Counter 15,962,051,785 442,134,163 - 16,404,185,948
Jumlah 15,962,051,785 442,134,163 - 16,404,185,948
Akumulasi Penyusutan
Sewa Pool dan Counter 10,426,729,114 696,446,387 - 11,123,175,501
Jumlah 10,426,729,114 696,446,387 - 11,123,175,501
Jumlah 5,535,322,671 5,281,010,447
Perubahan selama tahun 2025
01 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Sewa Pool dan Counter 13,440,917,355 2,521,134,430 - 15,962,051,785
Jumlah 13,440,917,355 2,521,134,430 - 15,962,051,785
Akumulasi Penyusutan
Sewa Pool dan Counter 6,996,078,947 3,430,650,167 - 10,426,729,114
Jumlah 6,996,078,947 3,430,650,167 - 10,426,729,114
Jumlah 6,444,838,408 5,535,322,671
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 beban amortisasi masing-masing sebesar Rp 696.446.387 dan
Rp 826.939.641 (Catatan 34).
15. Aset Tak Berwujud
Perubahan selama tahun 2026
01 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2026
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Perangkat Lunak 16,840,613,500 - - 16,840,613,500
Jumlah 16,840,613,500 - - 16,840,613,500
Akumulasi Penyusutan
Perangkat Lunak - 421,015,338 - 421,015,338
Jumlah - 421,015,338 - 421,015,338
Jumlah 16,840,613,500 16,419,598,162
-25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Perubahan selama tahun 2025
01 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Perangkat Lunak - 16,840,613,500 - 16,840,613,500
Jumlah - 16,840,613,500 - 16,840,613,500
Akumulasi Penyusutan
Perangkat Lunak - - - -
Jumlah - - - -
Jumlah - 16,840,613,500
16. Uang Muka
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 akun ini merupakan akun uang muka pembelian aset tetap
masing-masing sebesar Rp 17.481.903.921 dan Rp 5.788.735.669.
17. Dana yang Dibatasi Penggunaannya
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rp Rp
Deposito berjangka-pihak ketiga
PT Bank Cetral Asia Tbk 475,500,000 276,000,000
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 175,000,000 175,000,000
650,500,000 451,000,000
18. Aset Lain-lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Setoran jaminan 913,625,043 981,410,188
Lainnya 159,225,000 159,225,000
Jumlah 1,072,850,043 1,140,635,188
19. Pinjaman Bank
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pinjaman bank jangka pendek
PT Bank KEB Hana Indonesia 2,883,527,405 1,131,796,520
Pinjaman bank jangka panjang
Perusahaan - Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 29,866,513,946 31,265,157,367
PT Bank Ina Perdana Tbk 3,307,505,242 3,613,138,835
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 4,279,400,444 4,733,179,322
PT Bank Central Asia Tbk 17,704,872,878 12,759,277,327
Jumlah 55,158,292,510 52,370,752,851
Diskonto yang belum diamortisasi (1,338,648,742) (1,382,461,734)
Jumlah - bersih 53,819,643,768 50,988,291,117
Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (14,007,170,152) (12,331,754,809)
Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
lebih dari satu tahun 39,812,473,616 38,656,536,308
-26-
Page 30
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Pinjaman diterima oleh Perusahaan
PT. Bank KEB Hana Indonesia
Pada tanggal 24 Januari 2024, Perusahaan melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman kredit modal kerja
dari PT Bank Keb Hana Indonesia dengan batas kredit sebesar Rp 3.000.000.000, dengan suku bunga 8,50%
per tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun.
Pinjaman ini dijamin dengan 1 unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 saldo pinjaman PT Bank KEB Hana Indonesia masing-
masing adalah sebesar Rp 2.883.527.405 dan Rp 1.131.796.520, sedangkan beban bunga pada 31 Maret 2026
dan 31 Maret 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 20.492.906 dan Rp 8.430.782.
PT. Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)
Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia
Tbk sebagai berikut:
Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
Batas kredit sebesar Rp 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 120 bulan. Pinjaman ini
digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak berelasi.
Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
Batas kredit sebesar Rp 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan. Pinjaman ini
digunakan untuk pembiayaan kembali pembelian unit baru serta renovasi armada Bus White Horse.
Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
Batas kredit sebesar Rp 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,00%-8,50% per tahun pada tahun 2022 dan
8,50%-9,00% per tahun pada tahun 2021 dengan jangka waktu kredit selama 96 bulan, dengan grace period
selama 24 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit bus baru.
Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
Kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Pada tanggal 30 Juni 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari
PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman
sampai dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:
3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak akad
restruktur ke-2.
5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai diangsur di
bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.
Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari Panin
terkait kondisi pandemi Covid-19, dimana diberikan grace period selama 12 bulan sejak akad restruktur (1 Mei
2022 sampai dengan 1 Mei 2023) dan suku bunga berlaku adalah 7% per tahun, bunga yang ditangguhkan saat
restruktur 1 dan 2 diangsur selama 24 bulan dengan rincian sebagai berikut:
70% dibayar selama 23 bulan.
30% dibayar pada bulan ke 24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025.
Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.
Pembayaran pokok pinjaman adalah sebesar Rp 1.398.643.421 pada 31 Maret 2026 dan Rp 1.473.158.538 pada
31 Maret 2025. Sedangkan beban bunga pada 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp 596.987.732 dan Rp
1.146.261.850 pada 31 Maret 2025.
-27-
Page 31
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
PT Bank Ina Perdana Tbk
Pada tanggal 28 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi dari PT Bank Ina Perdana
Tbk sebesar Rp 30.000.000.000, fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun yang mana digunakan untuk
pembelian armada baru serta rekondisi bus dengan grace period selama 6 bulan dengan suku bunga sebesar
8,5% per tahun.
Pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp305.633.593 pada 31 Maret 2026 dan Rp 280.906.444 pada 31 Maret
2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp 74.713.274 pada 31 Maret 2026 dan sebesar Rp 99.440.423 pada
31 Maret 2025.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit angsuran berjangka dari
PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 30.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun
dengan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan atas pembelian unit bus.
Pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 453.778.879 pada 31 Maret 2026 dan sebesar Rp 205.744.032 pada
31 Maret 2025. Sedangkan beban bunga sebesar Rp83.766.568 pada 31 Maret 2026 dan sebesar Rp 61.208.849
pada 31 Maret 2025.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 1 September 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi Kendaraan Niaga dari BCA
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 35.000.000.000, dengan suku bunga 7,50% per tahun dan jangka waktu
kredit selama 4 (empat) tahun. Pinjaman ini digunakan pembeliaan kendaraan komersial.
Pinjaman diterima oleh Entitas Anak
PT Bank Central Asia pada tanggal 12 Maret 2025, PT Panorama Primakencana Transindo, entitas anak,
memperoleh fasilitas dari PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:
Fasilitas Kredit Investasi 1 (KI 1)
Batas kredit sebesar Rp 1.150.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit selama
4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian kendaraan.
Fasilitas Kredit Investasi 2 (KI 2)
Batas kredit sebesar Rp 1.560.000.000 dengan suku bunga 8,25% per tahun dan jangka waktu kredit selama
4 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian karoseri kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas Kredit
Investasi 1.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan kendaraan. Pembayaran pokok pinjaman oleh Grup kepada PT Bank Cetral
Asia Tbk sebesar Rp 2.554.856.248 pada 31 Maret 2026 dan nihil pada 31 Maret 2025. Sedangkan beban bunga
sebesar Rp 252.255.170 pada 31 Maret 2026 dan nihil pada 31 Maret 2025.
20. Utang Usaha
Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
kendaraan. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pihak yang berelasi 444,000,000 444,000,000
Pihak ketiga - pemasok dalam negeri 1,087,284,878 1,169,764,993
Jumlah 1,531,284,878 1,613,764,993
-28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pihak Berelasi
Belum jatuh tempo 444,000,000 444,000,000
Pihak Ketiga
Belum jatuh tempo 751,194,883 520,854,543
Sudah jatuh tempo
< 30 hari 153,274,910 379,860,827
31 - 60 hari 21,778,000 29,468,940
61 - 90 hari - 8,800,000
91 - 360 hari - 119,319,598
> 360 hari 161,037,085 111,461,085
Jumlah 1,087,284,878 1,169,764,993
Jumlah 1,531,284,878 1,613,764,993
21. Utang Pajak
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pajak penghasilan badan 1,221,751,136 883,626,046
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 17,548,075 41,785,306
Pasal 21 240,067,433 159,181,646
Pasal 23 103,356,472 87,979,680
Pasal 25 290,181,484 290,181,484
Pajak Pertambahan Nilai 12,643,246 13,380,188
Jumlah 1,885,547,846 1,476,134,350
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib
pajak (self-assesment).
22. Beban Akrual
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Bahan Bakar 247,475,634 301,455,726
Jasa profesional 270,204,178 460,960,678
Listrik, air dan telekomunikasi 99,686,417 33,946,561
Bunga 340,477,109 340,477,109
Gaji dan tunjangan karyawan 340,194,161 472,229,500
Asuransi 63,141,842 345,232,048
Perbaikan dan pemeliharaan 46,748,000 262,246,899
Lain-lain 213,493,571 385,221,127
Jumlah 1,621,420,912 2,601,769,648
23. Pendapatan Diterima Dimuka
Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.
24. Liabilitas Sewa
Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
-29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Saldo Awal tahun 224,268,868 647,074,325
Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan (45,323,443) (422,805,457)
Utang neto 178,945,425 224,268,868
Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment)
berdasarkan perjanjian sewa:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Jatuh tempo:
2026 152,577,831 200,669,129
2027 33,848,781 33,848,781
Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum 186,426,612 234,517,910
Dikurangi bunga (7,481,187) (10,249,042)
Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum 178,945,425 224,268,868
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (178,945,425) (190,536,205)
Bagian jangka panjang - 33,732,663
Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi tahun 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing
sebesar Rp 7.481.187 dan Rp 7.337.045. (Catatan 35).
25. Pinjaman Pembelian Aset Tetap
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Pihak Ketiga
PT Toyota Astra Finance 30,801,337,729 31,521,704,096
PT Sunindo Kookmin Best Finance 13,179,043,603 15,559,959,400
PT BCA Finance 9,898,484,425 9,589,411,399
PT Astra Sedaya Finance 6,233,546,295 6,866,601,616
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 790,197,003 895,001,160
PT Maybank Indonesia Finance 50,990,116 67,687,632
Jumlah 60,953,599,171 64,500,365,303
Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
PT Toyota Astra Finance 17,039,889,159 15,180,444,173
PT Sunindo Kookmin Best Finance 9,963,814,936 9,872,443,658
PT BCA Finance 4,725,103,936 4,779,269,433
PT Astra Sedaya Finance 2,071,535,560 2,506,867,940
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 436,359,723 431,039,622
PT Maybank Indonesia Finance 50,990,116 67,687,632
Jumlah 34,287,693,430 32,837,752,458
Hutang pembelian aset tetap yang akan
jatuh tempo dalam waktu lebih dari
satu tahun
PT Toyota Astra Finance 13,761,448,570 5,687,515,742
PT Sunindo Kookmin Best Finance 3,215,228,667 16,341,259,923
PT BCA Finance 5,173,380,489 4,810,141,966
PT Maybank Indonesia Finance - -
PT Astra Sedaya Finance 4,162,010,735 4,359,733,676
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 353,837,280 463,961,538
Jumlah 26,665,905,741 31,662,612,845
Tingkat bunga per tahun 3,75% - 13,46% 3,75% - 13,46%
-30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui
hutang tersebut.
Pembayaran pokok pinjaman pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 adalah masing-masing sebesar Rp
7.517.504.632 dan Rp 5.941.699.761. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar Rp 1.403.921.554
dan Rp 1.309.868.033 pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025.
26. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami
dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan
keuangan atau likuidasi yang dipaksakan.Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.
Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
31 Maret 2026
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Input signifikan yang
Harga kuotasian dalamInput signifikan yang dapattidak dapat di observasi
Nilai Tercatat pasar aktif/ (Level 1) di observasi (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan
Aset tetap - kendaraan bermotor operasional 197,921,519,674 - - 278,403,515,000
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Utang bank jangka panjang (bagian jangka
pendek dan bagian jangka panjang) 53,819,643,768 - 55,158,292,510 -
Pinjaman pembelian aset tetap 60,953,599,171 - 60,953,599,171 -
31 Desember 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Input signifikan yang
Harga kuotasian dalamInput signifikan yang dapattidak dapat di observasi
Nilai Tercatat pasar aktif/ (Level 1) di observasi (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan
Aset tetap - kendaraan bermotor operasional 192,689,673,008 - - 272,584,900,000
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Utang bank jangka panjang (bagian jangka
pendek dan bagian jangka panjang) 50,988,291,117 - 52,370,752,851 -
Pinjaman pembelian aset tetap 64,500,365,303 - 64,500,365,303 -
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia
dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan
yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam
hirarki Level 2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level 2
diestimasi berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar
pembanding dengan faktor penyesuaian yang relevan.
-31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
27. Modal Saham
Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra, Biro
Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Panorama Sentrawisata Tbk 766,517,000 52.48% 76,651,700,000
PT Weha Investama 211,805,686 14.50% 21,180,568,600
Masyarakat (masing-masing
kurang dari 5%) 482,232,133 33.02% 48,223,213,300
Jumlah 1,460,554,819 100% 146,055,481,900
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang
terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga gearing
ratio Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang bersih adalah
jumlah utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan konsolidasian)
dikurangi kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan, yang
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Jumlah pinjaman dan utang 117,835,715,769 116,844,721,808
Dikurangi : kas 22,896,455,569 32,471,109,611
Utang neto 94,939,260,200 84,373,612,197
Jumlah ekuitas 264,938,640,612 260,026,717,265
Rasio utang neto terhadap modal 35.83% 32.45%
28. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran
Seri I dan Seri II, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penambahan modal dengan
memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II sebagai berikut:
Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:
-32-
Page 36
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Jumlah
Emisi saham perdana (Rp 245 per saham) 31,360,000,000
Dikurangi biaya emisi saham (2,070,852,386)
Hasi penawaran umum perdana 29,289,147,614
Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham) 81,054,000
Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham) (12,827,000,000)
Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
transaksi entitas sepengendali (1,846,153,568)
Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013 32,120,270,250
Biaya emisi tahun 2013 (2,136,025,804)
Kepentingan nonpengendali pada
entitas anak yang dilepaskan 601,896,425
Pelaksanaan konversi Warran seri II 365,296,200
Saldo pada tanggal 31 Desember 2014 45,648,485,117
Pelaksanaan konversi waran seri II 1,875,000,000
Saldo pada tanggal 31 Desember 2015 47,523,485,117
Pelaksanaan konversi waran seri II 8,175
Saldo pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 47,523,493,292
Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022 14,353,588,850
Biaya emisi tahun 2022 (3,576,229,141)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 58,300,853,001
29. Kepentingan Non Pengendali
Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
berikut:
31 Maret 2026
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan non
Modal saham Saldo Laba pengendali Laba (rugi) Jumlah
Rp Rp Rp Rp Rp
PT Panorama Mitra Sarana 310,000,000 (313,857,122) 246,434,560 (6,474) 242,570,964
PT Day Tans (DTS) 43,600,000 41,468,869 (5,962,006) 3,724,565 82,831,428
PT. Daytrans Express 15,000,000 (11,779,464) - (2,325,387) 895,149
PT Panorama Prima Kencana Transindo 5,000,000 (23,198,385) 19,801,393 607,548 2,210,556
PT Canary Transport 5,000,000 (8,592,201) (600) (3,592,801)
PT Rhadana Prima Kencana Transindo 3,000,000 (82,908,475) 79,908,475 - -
PT Weha Jalan Jalan 300,000 (91,045) (3,147,090) 9,781 (2,928,354)
Jumlah 381,900,000 (398,957,823) 337,035,332 2,009,433 321,986,942
31 Desember 2025
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan non Penghasilan
Modal saham Saldo Laba pengendali komprehensif Jumlah
Rp Rp Rp Rp Rp
PT Panorama Mitra Sarana 310,000,000 (310,883,411) 246,434,560 (2,973,711) 242,577,438
PT Day Tans (DTS) 43,600,000 31,756,957 (5,962,006) 9,711,912 79,106,863
PT. Daytrans Express 15,000,000 (5,971,871) - (5,807,593) 3,220,536
PT Panorama Prima Kencana Transindo 5,000,000 (24,887,167) 19,801,393 1,688,782 1,603,008
PT Canary Transport 5,000,000 (8,592,201) - - (3,592,201)
PT Rhadana Prima Kencana Transindo 3,000,000 (82,908,475) 79,908,475 - -
PT Weha Jalan Jalan 300,000 - (3,147,090) (91,045) (2,938,135)
Jumlah 381,900,000 (401,486,168) 337,035,332 2,528,345 319,977,509
-33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
30. Cadangan Umum
Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995, dan
telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah membentuk cadangan umum sebesar
Rp. 1.000.000.000.
31. Penjualan Bersih
Rincian pendapatan bersih Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jenis produk a. b.
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Jasa angkutan antar kota 54,953,845,028 41,869,821,448
Jasa angkutan penumpang 25,717,464,697 26,585,989,406
Lain-lain 1,928,613,578 1,841,085,464
Jumlah 82,599,923,303 70,296,896,318
b. Berdasarkan sumber pendapatan
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Pihak Berelasi
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN) 1,848,470,000 -
PT Panorama JTB Tours Indonesia 511,678,500 801,375,500
PT Panorama Evenindo 108,845,500 359,536,500
PT Panorama Media 2,030,000 317,225,000
Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000) 5,950,000 14,350,000
Jumlah 2,476,974,000 1,492,487,000
Pihak ketiga 80,122,949,303 68,804,409,318
Jumlah 82,599,923,303 70,296,896,318
Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.
32. Beban Pokok Penjualan
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Beban kendaraan 23,970,797,288 20,798,100,206
Bahan bakar 12,001,409,778 11,690,479,421
Penyusutan (catatan 13) 9,756,704,816 8,452,445,114
Perbaikan dan pemeliharaan 6,221,568,128 6,174,275,205
Gaji dan tunjangan karyawan 1,474,614,329 1,361,155,335
Asuransi 260,092,118 259,318,797
Lain-lain 458,152,689 602,733,478
Jumlah 54,143,339,146 49,338,507,556
Selama triwulan pertama tahun 2026 dan 2025, tidak terdapat beban langsung yang merupakan pembelian dari
pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Pada triwulan pertama tahun 2026 dan 2025, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.
-34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
33. Beban Penjualan
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Gaji dan tunjangan karyawan 1,352,351,737 1,296,758,264
Pemasaran dan promosi 728,898,928 639,030,304
Jumlah 2,081,250,665 1,935,788,568
34. Beban Umum dan Administrasi
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Gaji dan tunjangan karyawan 9,334,987,184 7,969,387,767
Penyusutan Aset tetap (catatan 13 dan 14) 4,438,504,203 3,905,859,448
Perbaikan dan pemeliharaan 1,069,747,495 1,087,281,109
Administrasi kantor 1,227,621,913 958,458,254
Sewa 1,283,748,143 412,453,403
Pos dan telekomunikasi 842,352,875 528,924,822
Pajak 190,511,634 103,959,784
Jasa profesional dan Legal 114,635,750 64,607,650
Imbalan Jangka Panjang - Bersih 179,100,000 117,500,000
Lain-lain 323,610,773 204,082,974
Jumlah 19,004,819,970 15,352,515,211
35. Beban Bunga
Terdiri dari beban bunga atas:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Pinjaman bank jangka pendek 20,492,906 8,430,782
Liabilitas jangka panjang:
Pinjaman bank 1,007,722,744 1,306,911,123
Liabilitas sewa pembiayaan 7,481,187 7,337,045
Pinjaman pembelian aset tetap 1,403,921,554 1,309,868,033
Jumlah 2,439,618,391 2,632,546,983
36. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13
tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan
imbalan pasca-kerja tersebut.
Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria
Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 12 Februari 2026.
Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing sebanyak 235
karyawan pada 31 Maret 2026 dan 235 karyawan pada 31 Desember 2025.
-35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rp Rp
Saldo awal tahun 3,846,224,748 2,938,008,037
Nilai jasa kini 105,899,744 383,598,978
Biaya bunga-bersih 73,200,256 208,598,570
Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
perubahan asumsi aktuarial 53,690,920 807,672,664
Pembayaran imbalan (208,326,124) (491,653,501)
Cadangan imbalan pasti pasca-kerja 3,870,689,544 3,846,224,748
Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Tingkat diskonto 7.10% 7.10%
Tingkat kenaikan gaji 5.00% 5.00%
Tingkat kematian Indonesia IV (2019) Indonesia IV (2019)
37. Pajak Penghasilan
Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi. Perhitungan
taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak penghasilan sesuai
dengan undang-undang yang berlaku.
38. Laba bersih per saham
Perhitungan laba per saham berdasarkan informasi berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemilik perusahaan (dalam Rp) 4,909,913,914 2,633,504,938
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
untuk perhitungan laba neto per saham dasar 1,460,554,819 1,460,554,819
Laba per saham 3 2
39. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham Perusahaan.
b. PT Andalan Selaras Abadi merupakan entitas asosiasi.
c. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
- PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
- PT Panorama Evenindo
- PT Panorama JTB Tours Indonesia
- PT Andalan Selaras Abadi
d. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
Perusahaan dan Grup:
- PT Panorama World
- PT Panorama Investama
- PT The 101 Jakarta Airport CBC
- PT Panorama Media
- PT Panorama Aplikasi Nusantara
-36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :
Persentase terhadap jumlah
Aset/Liabilitas
31 Maret 31 Desember 31 Maret 31 Desember
2026 2025 2026 2025
Rp Rp % %
Aset lancar
Piutang usaha
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 2,225,689,800 2,182,789,000 0.53 0.53
Grayline 723,926,000 960,258,800 0.17 0.23
PT Panorama Media 846,173,800 959,803,800 0.20 0.23
PT Panorama Evenindo 1,732,300,000 883,830,000 0.41 0.21
PT Panorama JTB Tours Indonesia 76,913,500 - 0.02 -
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp 20.000.000) 1,760,000 - 0.00 -
Jumlah 5,606,763,100 4,986,681,600 1.34 1.20
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (793,360,837) (793,360,837) (0.19) (0.19)
Jumlah - Bersih 4,813,402,263 4,193,320,763 1.15 1.01
Aset tidak lancar
Piutang pihak berelasi
PT Panorama Media 1,575,000,000 1,575,000,000 0.38 0.38
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk - 1,081,484,000 - 0.26
PT Andalan Selaras Abadi 96,865,917 91,315,917 0.02 0.02
PT Panorama Aplikasi Nusantara 11,033,750 11,033,750 0.00 0.00
Jumlah - Bersih 1,682,899,667 2,758,833,667 0.40 0.67
1.07
Liabilitas #REF!
Utang usaha
PT Panorama Sentrawisata Tbk 444,000,000 444,000,000 0.29 0.29
-37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
40. Perjanjian Sewa
Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian bangunan
di atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa sewa (Catatan
12) dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan dengan pihak ketiga
dengan rincian sebagai berikut:
Lokasi tanah dan
Entitas anak/
bangunan/ Location of Periode perjanjian/Period of agreement
Subsidiaries
land and buildings
WEHA Medan *) 1 Februari 2024 - 1 Februari 2027 (February 1, 2024 - February 1, 2027)
WEHA Semarang *) 3 Januari 2025 - 2 Februari 2028 (January 3, 2025 - February 2, 2028)
KT Yogyakarta *) 1 Februari 2006 - 1 Februari 2026 (February 1, 2006 - February 1, 2026)
DTS Jakarta *) 8 Juni 2020 - 31 Januari 2026 (June 8, 2020 - January 31, 2026)
DTS Yogyakarta *) 1 Februari 2019 - 31 Januari 2029 (February 1, 2019 - January 31, 2029)
DTS Bandung *) 30 November 2025 - 29 November 2028 (November 30, 2025 - November 29, 2028)
DTS Jakarta *) 1 Agustus 2025 - 31 Juli 2028 (August 1, 2025 - July 31, 2028)
DTS Bandung *) 16 September 2020 - 16 September 2028 (September 16, 2020 - September 16,
2028)
DTS Semarang *) 9 Juni 2021 - 9 Juni 2026 (June 9, 2021 - June 9, 2026)
DTS Jakarta 1 Juli 2024- 30 Juni 2027 (July 1, 2024 - June 30, 2027)
DTS Yogyakarta *) 1 September 2021 - 31 Agustus 2028 (September 1, 2021 - August 31, 2028)
DTS Bandung *) 16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
DTS Jakarta 24 Mei 2025 - 23 Mei 2027 (May 24, 2025 - May 23, 2027)
DTS Semarang *) 1 Januari 2025 - 2 Februari 2028 (January 1, 2025- February 2, 2028)
*) : Perjanjian sewa dengan bangun, kelola dan alih/Lease agreements with build, operat and transfer
Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 24.
41. Segmen Operasi
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan
penumpang, jasa angkutan antar kota, dan jasa lainnya.
-38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
31 Maret 2026
Jasa Angkutan Jasa Angkutan
Penumpang Antar Kota Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan Usaha 33,921,470,497 54,953,845,028 1,928,613,578 (8,204,005,800) 82,599,923,303
Beban pokok penjualan 24,665,326,330 35,875,580,841 1,806,437,775 (8,204,005,800) 54,143,339,146
Hasil segmen - laba Kotor Segmen 9,256,144,167 19,078,264,187 122,175,803 - 28,456,584,157
Laba Usaha 504,772,856 7,213,385,013 (347,644,347) - 7,370,513,522
Keuntungan atas penjualan
aset tetap 1,550,960,284 61,721,313 - - 1,612,681,597
Beban bunga dan keuangan lain (1,627,648,115) (811,970,276) - - (2,439,618,391)
Pendapatan Bunga 174,538,811 7,665,076 - - 182,203,887
Ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi (50,246) - - - (50,246)
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih (51,018,027) (252,601,441) (8,057,651) - (311,677,119)
Laba Sebelum Pajak 551,555,563 6,218,199,685 (355,701,998) - 6,414,053,250
Beban Pajak (151,583,045) (1,428,801,298) 78,254,440 - (1,502,129,903)
Laba (Rugi) Bersih 399,972,518 4,789,398,387 (277,447,558) - 4,911,923,347
Pendapatan komprehensif lain - - - - -
Laba (rugi) komprehensif 399,972,518 4,789,398,387 (277,447,558) - 4,911,923,347
Aset Segmen *) 238,078,053,154 163,498,681,875 17,144,046,372 - 418,720,781,401
Liabilitas Segmen *) 78,337,931,975 46,349,778,748 3,300,928,702 - 127,988,639,425
Pengungkapan Tambahan
Perolehan barang modal 10,337,809,469 6,170,691,145 - - 16,508,500,614
Penyusutan & amortisasi 8,891,205,520 5,277,031,686 26,971,813 - 14,195,209,019
Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
Jawa 32,782,522,944 54,953,845,028 1,928,613,578 (8,204,005,800) 81,460,975,750
Luar Jawa 1,138,947,553 - - - 1,138,947,553
Jumlah 33,921,470,497 54,953,845,028 1,928,613,578 (8,204,005,800) 82,599,923,303
Aset segmen
Jawa 233,436,267,687 163,498,681,875 17,144,046,372 - 414,078,995,934
Luar Jawa 4,641,785,467 - - - 4,641,785,467
Jumlah 238,078,053,154 163,498,681,875 17,144,046,372 - 418,720,781,401
*) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
pajak tangguhan.
-39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
31 Maret 2025
Jasa Angkutan Jasa Angkutan
Penumpang Antar Kota Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan Usaha 100,826,874,130 136,094,817,047 6,293,236,350 (13,277,796,888) 229,937,130,639
Beban pokok penjualan 69,918,241,380 88,897,614,721 5,778,103,988 (13,277,796,888) 151,316,163,201
Hasil segmen - laba Kotor Segmen 30,908,632,750 47,197,202,326 515,132,362 - 78,620,967,438
Laba Usaha 7,392,755,439 16,944,479,240 (842,418,815) - 23,494,815,864
Keuntungan atas penjualan
aset tetap 3,013,047,743 2,400,000,000 - - 5,413,047,743
Beban bunga dan keuangan lain (5,154,970,437) (2,015,487,197) - - (7,170,457,634)
Pendapatan Bunga 269,074,782 16,084,937 69,976 - 285,229,695
Ekuitas pada rugi bersih (480,280) - - (480,280)
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih 666,725,338 276,594,902 12,256,822 - 955,577,062
Laba Sebelum Pajak 6,186,152,585 17,621,671,882 (830,092,017) - 22,977,732,450
Beban Pajak (1,369,509,935) (3,876,767,814) 191,110,969 - (5,055,166,780)
Laba (Rugi) Bersih 4,816,642,650 13,744,904,068 (638,981,048) - 17,922,565,670
Pendapatan komprehensif lain - - - - -
Laba (rugi) komprehensif 4,816,642,650 13,744,904,068 (638,981,048) - 17,922,565,670
Aset Segmen *) 223,018,927,999 151,607,197,395 17,116,626,892 - 391,742,752,286
Liabilitas Segmen *) 71,714,727,858 37,098,705,457 2,456,061,452 - 111,269,494,767
Pengungkapan Tambahan
Perolehan barang modal 28,712,746,856 40,126,106,548 - - 68,838,853,404
Penyusutan & amortisasi 23,488,257,343 14,373,638,807 81,895,857 - 37,943,792,007
Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
Jawa 96,441,885,525 136,094,817,047 6,293,236,350 (13,277,796,888) 225,552,142,034
Luar Jawa 4,384,988,605 - - - 4,384,988,605
Jumlah 100,826,874,130 136,094,817,047 6,293,236,350 (13,277,796,888) 229,937,130,639
Aset segmen
Jawa 217,793,560,877 151,607,197,395 17,116,626,892 - 386,517,385,164
Luar Jawa 5,225,367,122 - - - 5,225,367,122
Jumlah 223,018,927,999 151,607,197,395 17,116,626,892 - 391,742,752,286
*) Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas
pajak tangguhan.
42. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian
Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
Perolehan aset tetap melalui:
- pinjaman pembelian aset tetap 3,970,738,500 12,660,820,351
- pinjaman Bank 7,500,451,800 2,399,197,500
Realisasi uang muka pembelian untuk
perolehan aset tetap 1,914,916,500 5,414,419,879
Liabilitas sewa dari pengakuan aset hak guna - 854,236,139
-40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 serta untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025
43. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Diterapkan pada tahun 2025
Penerapan amandemen PSAK No. 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” terkait kondisi ketika suatu
mata uang tidak tertukarkan, yang berlaku efektif 1 Januari 2025, relevan bagi Grup namun tidak menyebabkan
perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsilidasian.
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk tahun buku yang
diimulai pada atau setelah:
1 Januari 2026
- Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No.107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrument keuangan.
- Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No.107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan” tentang klontrak yang mengacu pada listrik bergantungg alam: dan
- Amandemen PSAK No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” terkait perubahan rujukan pengukuran
bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis dalam kondisi tidak praktis.
1 Januari 2027
- PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
**********
-41-
Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Transportasi Indonesia Tbk
p.9
unresolved
person
Rachmat Santoso
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.9
unresolved
person
Buntario Tigris Darmawa Ng
p.9 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.9
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×2
unresolved
org
PT Kencana Transport
p.10
unresolved
org
PT Panorama Primakencana
p.10
unresolved
org
PT Rhadana Primakencana
p.10
unresolved
org
PT Panorama Mitra Sarana
p.10 ×3
unresolved
org
PT Day Trans
p.10
unresolved
org
PT Day Trans Express
p.10
unresolved
org
PT Canary Transport
p.10 ×3
unresolved
org
PT Weha
p.10 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12
unresolved
org
PT Panorama Media
p.25 ×5
unresolved
org
PT Andalan Selaras Abadi
p.25 ×10
unresolved
org
PT Panorama Aplikasi Nusantara
p.25 ×3
unresolved
person
Hendra Justin Fu
p.25
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.26
unresolved
org
Bank Cetral Asia Tbk
p.29 ×4
unresolved
org
PT Panorama Primakencana Transindo
p.31
unresolved
org
PT Toyota Astra Finance
p.33 ×3
unresolved
org
PT Sunindo Kookmin Best Finance
p.33 ×3
unresolved
org
PT BCA Finance
p.33 ×3
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.35
unresolved
org
PT Day Tans
p.36 ×2
unresolved
org
PT. Daytrans Express
p.36 ×2
unresolved
org
PT Panorama Prima Kencana Transindo
p.36 ×2
unresolved
org
PT Rhadana Prima Kencana Transindo
p.36 ×2
unresolved
org
PT Panorama JTB Tours Indonesia
p.37 ×3
unresolved
org
PT Panorama Evenindo
p.37 ×3
unresolved
org
PT Panorama World
p.39
unresolved
org
PT Panorama Investama
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.