Back to announcement
1. PT PUDP Tbk Konsol Maret 2026 final.pdf
Financial statement Text extracted PUDPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 45
Page 1
PT. PUDJIADI PRESTIGE "Tbk"
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak diaudit) dan
31 Desember 2025 (Diaudit)
dan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
Page 3
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PUDJIADI PRESTIGE, Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Maret 2026 ( Tidak Diaudit), 31
1-3
Desember 2025 ( diaudit)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain untuk Periode yang Berakhir Pada 4
Tanggal-Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 ( Tidak Diaudit )
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian untuk Periode yang berakhir pada 31 Maret 5
2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk Periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit) 6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 7 - 42
Page 4
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Tidak Diaudit Diaudit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2i,4 6.665.404.739 6.881.195.989
Surat Berharga 5 57.949.486.707 59.580.282.820
Piutang Usaha-pihak ketiga
(Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebesar
Rp 84.460.305) 6 590.957.716 596.310.399
Piutang Lain - lain 7 9.857.747.784 11.501.697.442
Persediaan 8 192.997.979.866 191.863.368.438
Uang Muka dan Biaya
Dibayar Dimuka 9 1.331.846.182 1.634.013.108
Pajak Dibayar Dimuka 16a 262.668.996 498.164.133
Jumlah Aset Lancar 269.656.091.990 272.555.032.329
7 - 41
ASET TIDAK LANCAR
Tanah Yang Belum Dikembangkan 10 30.617.592.899 30.617.592.899
Investasi pada entitas asosiasi 11 98.167.380.983 97.612.301.048
Aset Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-
masing sebesar Rp 138.794.006.668 dan Rp 138.015.565.749) 12 89.751.938.656 90.237.856.333
Properti Investasi 13 15.905.481.224 15.901.245.224
Piutang Pihak Berelasi 14 27.882.837.598 29.037.526.198
Aset Pajak Tangguhan 6.797.726.145 6.797.726.145
Aset Lain-lain 15 3.413.669.022 3.423.209.294
Jumlah Aset Tidak Lancar 272.536.626.527 273.627.457.142
JUMLAH ASET 542.192.718.517 546.182.489.471
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua
Hal Yang Material sesuai dengan laporan No. 00093/3.0266/AU.1/03/0945-3/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026. Sedangkan
Laporan Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Tidak Diaudit Diaudit
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Pajak 16b 1.627.394.738 1.439.860.832
Utang Usaha-pihak ketiga 17 1.440.886.607 1.325.991.770
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 18 2.705.204.822 3.004.828.131
Uang Muka Penjualan 19 226.095.795 1.881.596.126
Penyisihan Penggantian Perabotan -
dan Peralatan Hotel 20 167.087.806 147.448.900
Pendapatan Diterima Dimuka 21 4.221.908.168 3.965.343.403
Uang Jaminan 22 1.280.283.758 1.054.387.262
Pembiayaan non bank jangka pendek 23 73.728.225 98.304.300
Utang Lain - lain 24 884.886.948 742.268.998
Utang Bank
Bagian Jangka Pendek Atas Jangka Panjang 25 19.909.102.616 17.340.998.414
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 32.536.579.483 31.001.028.136
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank
Setelah Dikurangi Bagian Liabilitas Jangka Pendek 25 867.600.038 867.600.038
Pembiayaan non bank jangka panjang 23 322.804.422 322.804.422
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 26 2.726.535.458 2.726.535.458
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.916.939.918 3.916.939.918
JUMLAH LIABILITAS 36.453.519.401 34.917.968.054
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua
Hal Yang Material sesuai dengan laporan No. 00093/3.0266/AU.1/03/0945-3/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026. Sedangkan
Laporan Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Tidak Diaudit Diaudit
EKUITAS
Modal Saham
Modal dasar sebesar 1.120.000.000 saham dengan
nilai nominal Rp 250 per saham; Modal ditempatkan dan
Disetor penuh 659.120.000 saham
pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 27 164.780.000.000 164.780.000.00
Tambahan Modal Disetor 28 (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Komponen Ekuitas Lain 442.119.949 442.119.949
Saldo Laba :
Telah Ditentukan Penggunaannya 14.655.238.596 14.655.238.596
Belum Ditentukan Penggunaannya 363.344.529.822 368.869.852.123
Jumlah yang dapat di atribusikan
kepada pemilik entitas induk 505.628.877.092 511.154.199.393
Kepentingan non pengendali 37 110.322.024 110.322.024
JUMLAH EKUITAS 505.739.199.116 511.264.521.417
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 542.192.718.517 546.182.489.471
Laporan keuangan PT. Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali dengan pendapat Wajar Dalam Semua
Hal Yang Material sesuai dengan laporan No. 00093/3.0266/AU.1/03/0945-3/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026. Sedangkan
Laporan Keuangan untuk yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tidak diaudit.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
Penjualan dan Pendapatan 29 9.549.184.117 7.726.213.408
Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung 30 (3.889.863.308) (3.412.985.824)
LABA KOTOR 5.659.320.809 4.313.227.584
Beban Usaha:
Beban Penjualan 31 (468.372.968) (447.485.946)
Beban Umum dan Administrasi 32 (9.474.399.171) (9.993.884.813)
Beban Penyusutan 32 (778.440.919) (829.594.429)
Jumlah (10.721.213.058) (11.270.965.188)
LABA ( RUGI ) OPERASI (5.061.892.249) (6.957.737.604)
Beban Keuangan 33 (98.541.389) (113.253.661)
Bagian Laba ( Rugi ) Entitas Asosiasi * 34 555.079.935 896.061.081
Pendapatan (Beban) Lain - bersih 35 (575.421.240) 1.878.070.019
LABA ( RUGI ) BERSIH SEBELUM PAJAK (5.180.774.943) (4.296.860.165)
Pajak Penghasilan (344.547.358) (212.931.813)
LABA ( RUGI ) BERSIH TAHUN BERJALAN (5.525.322.301) -
(4.509.791.978)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain - -
LABA ( RUGI ) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (5.525.322.301) (4.509.791.978)
Laba ( Rugi ) bersih tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (5.525.322.301) (4.509.791.978)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah (5.525.322.301) (4.509.791.978)
Laba ( Rugi ) komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (5.525.322.301) (4.509.791.978)
Kepentingan non pengendali - -
Jumlah (5.525.322.301) (4.509.791.978)
Laba ( Rugi ) per saham dasar
Jumlah lembar saham 659.120.000 659.120.000
Laba ( Rugi ) Bersih 36 (8,3829) (6,8421)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
Kepada pemilik entitas induk
Keuntungan Saldo laba
Tambahan (kerugian) Telah ditentukan Belum ditentukan Kepentingan
Modal saham modal disetor aktuaria penggunaannya penggunaannya Jumlah non pengendali Jumlah ekuitas
Saldo 1 Januari 2025 164.780.000.000 (37.593.011.275) 352.173.814 14.655.238.596 367.261.343.700 509.455.744.835 110.633.183 509.566.378.018
Laba bersih tahun berjalan - - - - (4.509.791.978) (4.509.791.978) (4.509.791.978)
Saldo 31 Maret 2025 164.780.000.000 (37.593.011.275) 352.173.814 14.655.238.596 362.751.551.722 504.945.952.857 110.633.183 505.056.586.040
Saldo 31 Desember 2025 164.780.000.000 (37.593.011.275) 442.119.949 14.655.238.596 368.869.852.123 511.154.199.393 110.322.024 511.264.521.417
Laba bersih tahun berjalan - - - - (5.525.322.301) (5.525.322.301) - (5.525.322.301)
Saldo 31 Maret 2026 164.780.000.000 (37.593.011.275) 442.119.949 14.655.238.596 363.344.529.822 505.628.877.092 110.322.024 505.739.199.116
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(disajikan dalam Rupiah)
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Tidak Diaudit Tidak Diaudit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 9.555.601.234 8.263.352.621
Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (7.326.467.460) (8.390.680.379)
Pembayaran Kepada Karyawan (6.409.866.839) (6.753.795.164)
Penerimaan Bunga 13.025.868 13.500.659
Pembayaran Beban Bunga (98.541.389) (113.253.661)
Pembayaran Pajak (1.290.591.548) (1.702.599.876)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Operasi (5.556.840.134) (8.683.475.800)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (292.523.242) (622.890.595)
Bunga Obiligasi 1.814.379.313 2.055.951.532
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Investasi 1.521.856.071 1.433.060.937
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Bank 9.906.378.380 2.255.723.770
Pembayaran Pinjaman Bank (7.241.874.167) (96.400.008)
Penerimaan Dari Pihak Berelasi 1.154.688.600 4.264.847.296
Pembayaran Ke Pihak Berelasi - (145.452.020)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Pendanaan 3.819.192.813 6.278.719.038
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (215.791.250) (971.695.825)
Kas dan Setara Kas
Awal Tahun 6.881.195.989 5.657.035.899
KAS DAN SETARA KAS PER31 MARET 2026 dan 2025 6.665.404.739 4.685.340.074
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Pudjiadi Prestige Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Miryam Magdalena Indriani Wiardi. SH.
No. 21 tanggal 11 September 1980 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No.Y.A.5/156/12 tanggal 26 Februari 1981. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami sebelas kali
perubahan, dan telah diumumkan diantaranya : Berita Negara Republik Indonesia No. 18538 tanggal 23 September
2008, Berita Negara Republik Indonesia No. 26, tambahan nomor 8145/L tanggal 01 April 2014. Akta berita acara
rapat umum pemegang saham no. 40 tanggal 31 Mei 2023 oleh Notaris Christina Susanto, SH., M.Kn. Notaris di
Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan surat keputusan No.AHU 01.09-0129982 tanggal 21 Juni 2023. Perubahan terakhir dengan Akta salinan
pernyataan keputusan rapat perubahan anggaran dasar No. 6 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Notaris
Christina Susanto, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Kemeterian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No.AHU- AH.01.03-0145835 tanggal 14 Juni 2024.
Sesuai dengan Pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang
pembangunan perumahan, perkantoran dan apartemen. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun
1981. Pada saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang real estate, jasa konstruksi dan penyewaan
ruangan/apartemen.
Perusahaan menyewakan Apartemen Jayakarta Plaza, Apartement Kemang, Apartement Prapanca di Jakarta dan
Azalea Suites di Cikarang.
Perusahaan melalui entitas anak, memiliki Hotel Marbella yang berlokasi di Anyer, Banten. Melalui entitas anak,
Perusahaan juga memiliki proyek real estat di Highland Park di Serang, Banten.
Perusahaan beralamat di Hotel Jayakarta Jakarta lantai 21, Jl. Hayam Wuruk No. 126, Jakarta. Website:
pudjiadiprestige.co.id, dan alamat e-mail: info@pudjiadiprestige.co.id.
PT Istana Kuta Ratu Prestige adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 40 tanggal 31 Mei 2023
yang dibuat dihadapan Christina Susanto, SH.,M.Kn, mengenai susunan Komisaris dan direksi pada tanggal 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
31-Mar-26 31-Des-25
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA Kosmian Pudjiadi, BSISE. MBA
Komisaris : Ariyo Tejo Ariyo Tejo
Komisaris Independen : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Damian Pudjiadi, MBA Damian Pudjiadi, MBA
Direktur Independen : Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto
Komite Audit :
Ketua : Octavianus Halim, MBA Octavianus Halim, MBA
Anggota : Ardika May Fendra Ardika May Fendra
: Afika Nur Fadilah Fikri Afika Nur Fadilah Fikri
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 , Perusahaan dan entitas anak memiliki masing-masing
sebanyak 168 karyawan (tidak diaudit).
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan telah melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah dinyatakan efektif melalui Surat
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor: S- 168/PM/1994 tanggal 28 September 1994. Saham
yang ditawarkan sejumlah 26.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Penjatahan
saham dilakukan tanggal 7 Nopember 1994. Sampai saat ini, saham- saham Perusahaan masih tercatat di Bursa
Efek Indonesia (BEI).
7
Page 11
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM - (lanjutan)
d. Struktur Grup
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, struktur Grup adalah sebagai berikut:
Persentase
kepemilikan
langsung dan Tahun
Jenis usaha tidak langsung Tahun operasi Jumlah aset
Entitas anak /Domisili 31 Mart'26 31 Des'25 penyertaan Komersial 31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Hotel Marbella Perhotelan / 99,14 99,14 1996 1997 75.226.169.644 77.367.386.482
Pengembang Banten
Internasional
PT Graha Puji Real Estat / 99,99 99,99 1998 2013 166.728.735.024 167.149.432.340
Propertindo Jakarta
PT Kotaserang Real Estat / 90,00 90,00 1995 1996 8.104.657.277 8.957.841.469
Baru Permai Jakarta
PT Ubud Bali Asri Real Estat / 99,99 99,99 2008 - 10.532.211.633 10.532.211.633
Jakarta
PT Graha Puji Bahana Real Estat / 99,96 99,96 1994 - 6.407.663.390 6.407.663.390
Jakarta
PT Jakarta Internasional Pengelolaan 99,90 99,90 2000 2001 47.444.793.042 46.515.563.438
Property Gedung /
PT Marbella Property1 Real Estat / 99,90 99,90 2004 - 243.884.400 243.884.400
Jakarta
PT Pudjiadi Gapura Real Estat / 64,70 64,70 1997 - 401.572.315 401.572.315
Vila Marbella2 Banten
1. PT Marbella Property dimiliki Perusahaan melalui PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
2. PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella dimiliki Perusahaan melalui PT Graha Pudji Bahana.
e. Investasi pada Entitas Asosiasi
Persentase Kepemilikan
Langsung dan Tidak Langsung
Entitas Asosiasi Kegiatan Usaha Utama 31 Maret 2026 31 Des 2025
PT Konrat Marbella Pengembang 45,00 45,00
PT Pudjipapan Kreasindo Real Estat 37,89 37,89
PT Konrat Marbella Balikpapan Pengembang 30,00 30,00
PT Juwara Warga Hotel Corporation Perhotelan 27,50 27,50
Yayasan REI Sosial 3,00 3,00
PT Spinindo Mitra Daya Pengembang Kawasan 2,00 2,00
Pada tahun 2013, Perusahaan membeli 24.990 saham PT Graha Puji Propertindo dari PT Graha Pudji Bahana
dengan harga beli sebesar Rp 12.490.000 atas mendapatkan kepemilikan langsung sebesar 99,99% di PT Graha Puji
Propertindo.
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 27 Mei 2013 Notaris Weliana Salim, SH modal saham Perusahaan mengalami
perubahan menjadi 2.000 saham dengan nilai nominal Rp 5.000/saham sehingga kepemilikan PT Pudjiadi Prestige
Tbk atas PT Graha Puji Propertindo menjadi 1.999.990 lembar saham atau sebesar 99,9995% dengan nilai nominal
Rp.999.995.000.
Berdasarkan akta No.5 yang dibuat dihadapan Notaris Santy Triana, SE, SH, Mkn pada tanggal 23 November 2022,
modal saham perusahaan pada PT Jakarta Internasional Properti mengalami perubahan menjadi Rp 30.000.000.000
atau 100% dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFKAN
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
8
Page 12
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas
konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan
Penerapan dari standar baru/revisi, yang relevan dengan operasi Perusahaan, yang telah diterbitkan dan efektif
sejak tanggal 1 Januari 2025, Penerapan standar baru berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap
kebijakan akuntansi Grup untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya, berikut ini perubahan yang tidak
terdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berukut :
- Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan Keuangan”
- Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing"
- Amendemen PSAK 216 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
- Amendemen PSAK 208 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang definisi
estimasi akuntansi;
- Amendemen PSAK 116 “Sewa (Sale and Leaseback)"
- Amendemen PSAK 117 “Kontrak Asuransi"
Efektif pada tanggal 1 Januari 2025 dan penerapan dini diperkenankan.
Manajemen masih mengevaluasi penerapan dari standar, interpretasi, amandemen ataupun penyesuaian tersebut
dan belum dapat menentukan dampak yang mungkin timbul terhadap pelaporan keuangan secara keseluruhan.
Standar akuntansi yang telah diterbitkan berlaku efektif 1 Januari 2026:
Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107
Amendemen ini menjelaskan terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan dengan kas menggunakan sistem
pembayaran elektronik, klasifikasi aset keuangan, pengungkapan terkait investasi pada instrumen ekuitas
ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan pengungkapan terkait
persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual. Amendemen ini diperkirakan
tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasi.
Amandemen 338 : Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Amandemen ini menegaskan bahwa entitas perlu menilai substansi ekonomi transaksi dalam menentukan metode
akuntansi yang digunakan. Apabila transaksi merupakan restrukturisasi internal tanpa perubahan pengendalian
akhir, maka digunakan metode penyatuan kepemilikan, sedangkan apabila transaksi memiliki substansi ekonomi
yang menyerupai akuisisi, maka dapat digunakan metode akuisisi. Selain itu, amandemen ini juga memperjelas
persyaratan pengungkapan dalam laporan keuangan terkait transaksi tersebut.
c. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar
akrual. Mata uang pelaporan (penyajian) yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah (Rp) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasian
tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
d. Instrumen Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 239, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar.
9
Page 13
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Grup menerapkan PSAK No. 239 (Amandemen 2020) “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 239
(Amandemen 2024) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK no. 239 (Amandemen 2024)
“Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
PSAK 239 berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan mengidentifikasikan informasi yang harus
diungkapkan. Persyaratan pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit,
dalam aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga,
dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus.
PSAK 239 mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu
dan tingkat kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan
akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut.
Aset Keuangan
PSAK 239 mengatur prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitias keuangan dan beberapa
kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. PSAK ini, antara lain, menyediakan definisi dan karakteristik
derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan
lindung nilai.
PSAK 239 mensyaratkan pengungkapan signifikansi instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja; beserta
sifat dan tingkat yang timbul dari resiko keuangan Perusahaan yang terekspos selama periode berjalan dan pada
akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko mereka.
Pengakuan awal
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 239 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar
melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset
keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan,
jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir periode keuangan.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
ditetapkan oleh peraturan dan kebiasan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal
perdagangan, seperti tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan Perusahaan mencakup kas dan setara kas,
investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain- lain, aset lancar lain-lain dan aset tidak lancar lain-lain - uang
jaminan.
Pengukuran Setelah Pengakuan awal
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh aset keuangan dikategorikan sebagai pinjaman dan piutang. Pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 , Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang dinilai pada nilai
wajar melalui laba atau rugi, aset keuangan tersedia untuk dijual dan investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang
diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta
melalui proses amortisasi.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 239 diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba atau rugi, utang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang
efektif, jika sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal utang dan pinjaman, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas keuangan Perusahaan mencakup utang jangka
pendek, utang usaha kepada pihak ketiga, utang lain- lain, biaya masih harus dibayar dan utang jangka panjang.
Perusahaan telah menetapkan bahwa seluruh liabilitas keuangan dikategorikan sebagai utang dan pinjaman. Pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 , Perusahaan tidak mempunyai liabilitas keuangan yang dinilai pada
nilai wajar melalui laba atau rugi, atau derivatif yang dibentuk sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
10
Page 14
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif.
Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika liabilitas tersebut dihentikan
pengakuannya serta melalui proses amortisasinya.
Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu
pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen
keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar, referensi atas nilai
wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lainnya.
Penyesuaian Risiko Kredit
Perusahaan menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko
kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai
untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Perusahaan terkait
dengan instrumen keuangan tersebut ikut diperhitungkan.
Biaya Perolehan yang Diamortisasi Dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan
penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto
pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku
bunga efektif.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang
obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih
dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan
yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai
secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam
kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai
diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, total kerugian tersebut diukur sebagai selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa
mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman atau piutang yang diberikan memiliki suku bunga
variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga
efektif yang berlaku.
Jika pinjaman atau piutang yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk
mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan
dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan total kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya
berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan
yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada
Perusahaan. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau
berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui
sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa
mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi.
11
Page 15
Pinjaman yang diberikan danPTpiutang
PUDJIADI PRESTIGE
beserta dengan Tbk DAN ENTITAS
cadangan ANAK
terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan
CATATAN
yang realistis atas pemulihan di ATAS
masa LAPORAN
mendatang KEUANGAN
dan seluruhKONSOLIDASIAN
agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada
Perusahaan. Jika, Tanggal
pada tahun berikutnya,
31 Maret nilai estimasi
2026 (Tidak kerugian
Diaudit) dan penurunan
31 Desember 2025 nilai aset keuangan bertambah atau
(Diaudit)
berkurang karena peristiwa yangdanterjadi
Yangsetelah penurunan
Berakhir nilai diakui,
Pada Tanggal maka kerugian penurunan nilai yang diakui
- tanggal
sebelumnya bertambah 31 atau
Maretberkurang
2026 (tidakdengan
diaudit) dan 31 Maret 2025
menyesuaikan pos(Tidak Diaudit)
cadangan penurunan nilai. Jika di masa
(Disajikan
mendatang penghapusan tersebut dapat dalam Rupiah,
dipulihkan, kecuali
jumlah dinyatakan
pemulihan lain) diakui pada laba atau rugi.
tersebut
Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan
atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari
aset keuangan tersebut berakhir; atau (2) Perusahaan memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a)
Perusahaan secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
atau (b) Perusahaan secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini
ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan
liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
e. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk entitas
terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup
memiliki seluruh hal berikut ini:
- kekuasaan atas investee;
- eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
- kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir
pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban entitas anak
yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup
kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan
transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
Suatu pengendalian atas entitas anak dianggap ada bilamana Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak. Perusahaan akan menilai kembali apakah memiliki kendali jika ada
perubahan atas satu atau lebih unsur pengendalian. Ini termasuk situasi dimana hak protektif yang dimiliki (seperti
yang dihasilkan dari hubungan pinjaman) menjadi substantif dan mengakibatkan Perusahaan memiliki kekuasaan
atas entitas anak.
Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal
pengendalian dimulai sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.
Ketika Perusahaan kehilangan kendali atas entitas anak, Perusahaan menghentikan pengakuan aset dan liabilitas
entitas anak, dan kepentingan nonpengendali terkait dan komponen ekuitas lainnya. Laba atau rugi yang timbul diakui
dalam laba rugi. Kepentingan yang dipertahankan di entitas anak sebelumnya diukur sebesar nilai wajar ketika
pengendalian hilang.
Seluruh transaksi dan saldo antar Perusahaan dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian, sehingga laporan
keuangan konsolidasian hanya mencakup transaksi dan saldo dengan pihak lain.
12
Page 16
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan entitas induk dan kepentingan nonpengendali
disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara
jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara
langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada entitas induk dalam kapasitasnya sebagai pemilik.
Akuisisi entitas anak oleh Perusahaan dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan akuisisi diukur
pada nilai wajar aset yang diberikan, instrumen ekuitas yang diterbitkan, liabilitas yang terjadi atau diambil dan
penyesuaian harga beli kontinjensi, jika ada, pada tanggal transaksi. Goodwill yang timbul dari akuisisi entitas anak
diuji penurunan nilainya minimal secara tahunan. Keuntungan yang dihasilkan atas pembelian dengan diskon diakui
langsung pada laba rugi. Biaya-biaya transaksi yang timbul dari akuisisi entitas anak dibebankan langsung pada laba
rugi tahun berjalan.
Kepentingan nonpengendali diakui pada tanggal kombinasi bisnis dan selanjutnya disesuaikan dengan proporsi atas
perubahan aset bersih teridentifikasi entitas anak.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian diperlakukan sebagai transaksi antara pemegang ekuitas dan dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dinyatakan
sebesar proporsi pemegang saham nonpengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas entitas anak tersebut
berdasarkan persentase kepemilikan pemegang saham nonpengendali pada entitas anak tersebut.
Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil
penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh
Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada
saat terjadinya.
f. Kombinasi Bisnis
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali
untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-
pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki
oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi
yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah
dari setiap kepentingan non pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih diakui segera
dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak atas bagian
proposional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada
bagian proporsional kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi.
Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar transaksi. Kepentingan nonpengendali jenis lain diukur pada nilai
wajar atau, jika berlaku, pada dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar akuntansi lain.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari
pengaturan imbalan kontinjen, imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk
sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan
penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari
informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal
akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
13
Page 17
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian
periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang
diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian
selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah
tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait
dalam laba rugi atau dalam penghasilan komprehensif lain.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur
kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam laba rugi.
Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya
dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup
melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya.
Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk
mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika
diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
g. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika dan hanya jika:
- saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
tersebut; dan
- berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank (rekening giro), dan deposito berjangka di bank yang sewaktu-waktu
bisa dicairkan, sifatnya sangat likuid dan dapat dengan cepat dijadikan kas dengan jangka waktu tidak lebih dari tiga
bulan sejak tanggal penempatan, serta tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya.
Deposito berjangka yang dijaminkan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan, disajikan sebagai bagian dari aset lancar.
Namun, jika dibatasi lebih dari 12 (dua belas) bulan, maka disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar.
i. Cadangan Penurunan Nilai Piutang
Cadangan penurunan nilai ditentukan berdasarkan kebijakan yang disajikan pada catatan Piutang.
j. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Pengaruh signfikan adalah kekuasaan
untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan
atas pengendalian bersama adalah serupa dengan yang diperlukan untuk menentukan pengendalian atas entitas
anak.
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas,
nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Grup atas laba rugi neto, dan penerimaan dividen
dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain mencerminkan bagian Grup atas hasil operasi dari entitas
asosiasi. Apabila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui
bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi - transaksi antara Grup dengan entitas
asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi.
Grup menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas Investasi Grup dalam investasi pada
entitas asosiasi. Grup menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan pada investasi dalam
entitas asosiasi mengalami penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah
penurunan nilai berdasarkan selisih antara nilai terpulihkan atas investasi pada entitas asosiasi dan nilai tercatatnya
dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
14
Page 18
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
k. Persediaan
Perusahaan dan entitas anak yang bergerak dalam bidang real estate:
Persediaan yang terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estat dan biaya
proyek tidak langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estat dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek
pengembangan real estat dan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata - rata.
Harga perolehan persediaan real estat meliputi biaya perizinan, pembebasan (ganti rugi) tanah, pengurusan surat-
surat tanah, pematangan tanah, prasarana, pengembangan dan pembangunan proyek, termasuk kapitalisasi bunga
selama masa pembangunan dan pengembangan.
Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan:
Persediaan makanan, minuman, perlengkapan dan barang dagangan hotel dinyatakan sebesar nilai terendah antara
biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai
realisasi bersih ditentukan berdasarkan taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi taksiran biaya yang
diperlukan untuk menjual persediaan tersebut. Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi
nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih. Penyisihan persediaan usang atau persediaan yang perputarannya lambat
ditentukan, jika ada, berdasarkan penelaahan atas kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun.
l. Tanah Yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinilai berdasarkan harga perolehan. yang meliputi antara lain biaya pembebasan
(ganti rugi), pengurusan surat-surat tanah dan pematangan tanah. Pada saat dimulainya pengembangan prasarana,
nilai tanah tersebut akan direklasifikasi ke akun persediaan sebagai persediaan dalam pembangunan atau aset tetap
sebagai proyek dalam penyelesaian.
m. Aset Tetap
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut :
Jenis Aset Masa Manfaat Keekonomian
Bangunan dan Prasarana 20 - 30 Tahun
Mesin dan Peralatan Listrik 2-10 Tahun
Kendaraan 3-5 Tahun
Perabot dan Peralatan Kantor 2-8 Tahun
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset)
dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, perbaikan atau renovasi
yang menambah nilai guna aset dikapitalisasi. Bahan keramik, linen, sendok-garpu dan pecah belah yang diperoleh
pada saat hotel mulai beroperasi dan pada saat hotel direnovasi dikapitalisasi sebagai bagian dari aset tetap dan
setiap penggantian yang terjadi selama beroperasinya hotel, dibebankan pada "Penyisihan atas Penggantian
Peralatan Hotel".
n. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian disajikan sebagai bagian dalam aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Semua
beban, termasuk biaya pinjaman dalam masa pembangunan, yang terjadi sehubungan dengan penyelesaian
pembangunan tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam penyelesaian. Aset dalam
penyelesaian akan disusutkan pada saat manfaat atas aset tersebut telah digunakan oleh Perusahaan.
o. Uang Muka Penjualan
Angsuran penjualan yang diterima dari pembeli dicatat dengan 'deposit method'. Selisih lebih jumlah yang diterima
atas jumlah yang diakui sebagai pendapatan disajikan dalam laporan posisi keuangan dalam kelompok liabilitas.
Selisih lebih jumlah yang diakui sebagai pendapatan atas angsuran yang diterima disajikan dalam laporan posisi
keuangan pada akun piutang usaha.
15
Page 19
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
p Penyisihan Penggantian Peralatan Hotel
Penyisihan penggantian peralatan hotel ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan dan jasa
pelayanan yang belum didistribusikan. Biaya penggantian barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah yang
rusak atau hilang dibebankan pada penyisihan ini.
q. Biaya Pinjaman
Bunga dan beban keuangan lainnya atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pengembangan dan
pembangunan tanah dan bangunan diklasifikasi sebagai bagian dan biaya perolehan persediaan atau aset dalam
tahap pengembangan. Beban keuangan ini mencakup beban bunga, selisih kurs, amortisasi premi swap dan biaya
pinjaman lainnya. Kapitalisasi biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan persediaan dan aset tetap telah
selesai dan siap digunakan.
r. Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan Final
Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajaknya diakui proporsional dengan jumlah
pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang
terutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian,
diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau utang pajak. Perbedaan nilai tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan
dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak
tangguhan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan
jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan
liabilitas kecuali perbedaan yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa
datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam
periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pajak Penghasilan Tidak Final
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara
Perusahaan dan entitas anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan
jumlah tercatat aset dan liabilitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika
kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta
Perusahaan dan entitas anak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan
dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak
penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan
komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
s. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali (SNTRES)
Selisih antara harga pengalihan yang timbul dari pengalihan aset, utang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan
lainnya dengan nilai buku transaksi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai “Selisih
Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai unsur ekuitas.
Berlakunya PSAK 338, Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali efektif 1 Januari 2024, pengakuan SNTRES
direklasifikasi sebagai bagian dari tambahan modal disetor.
16
Page 20
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
t. Pengakuan Pendapatan Beban
Penjualan
Efektif pada tanggal 1 Januari 2024, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai
dengan PSAK 115, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang adopsi dari IFRS 15.
Berdasarkan standar baru ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak
(over the time) atau pada titik tertentu (at a point of time). Jika suatu kontrak tidak memenuhi syarat - syarat
tersebut, pendapatan kontrak itu baru bisa diakui saat terjadi penyerahan aset (at a point of time).
1. Kriteria pendapatan diakui secara over the time adalah sebagai berikut:
• Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja Entitas
saat Entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaan tersebut.
• Kinerja Entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang
diciptakan atau ditingkatkan;
• Kinerja Entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap Entitas dan Entitas
memiliki hak yang dapat dipaksakan untuk untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu
tanggal tertentu.
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
3. Menentukan harga transaksi;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
sepanjang waktu).
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya
langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset
sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan akan
diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terhutang dan tingkat bunga
yang berlaku.
Beban
Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian diakui sesuai
dengan tingkat persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode.
Beban, kecuali yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian, diakui
sesuai dengan masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (basis akrual).
u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”, yang
menggambarkan bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri dalam laporan
keuangan entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Perusahaan
mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya, jika ada
indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas, manajemen menggunakan penilaian untuk
menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan
kondisi yang mendasarinya. Penerapan PSAK revisi ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata
uang rupiah menggunakan kurs terakhir yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi
dikredit atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
17
Page 21
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan posisi keuangan sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
1 Dolar Amerika serikat 16.999 16.782
Laba atau rugi kurs dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
v. Laba per saham
Laba usaha dan laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
w. Imbalan Kerja Karyawan
Perusahaan dan entitas anak menghitung dan mencatat imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-
Undang No. 6/2023.
Efektif tanggal 31 Desember 2023, Grup menerapkan Amandemen PSAK 219, "Imbalan Kerja tentang Amendemen,
Kurtailmen, atau Penyelesaian Program".
Amandemen ini mengklarifikasi bahwa biaya jasa lalu (keuntungan atau kerugian atas penyelesaian) dihitung dengan
mengukur liabilitas (aset) imbalan pasti menggunakan asumsi aktuarial kini dan membandingkan imbalan yang
ditawarkan dalam program dan aset program sebelum dan setelah amendemen, (atau kurtailmen atau penyelesaian
program) tetapi tidak mempertimbangkan dampak batas atas aset (yang mungkin timbul ketika program imbalan pasti
dalam keadaan surplus) PSAK 24 secara jelas mengatur bahwa dampak perubahan dari batas atas aset yang timbul
dari perubahan program (atau kurtailmen atau penyelesaian) ditentukan dalam tahap kedua dan diakui secara normal
di penghasilan komprehensif lain.
Paragraf yang berkaitan dengan pengukuran biaya jasa kini dan bunga neto atas liabilitas (aset) manfaat pasti juga
telah diamandemen.
Grup sekarang disyaratkan untuk menggunakan asumsi yang diperbarui dari pengukuran kembali tersebut untuk
menentukan biaya jasa kini dan bunga neto untuk sisa periode pelaporan setelah perubahan program.
Dalam hal bunga neto, amandemen telah menjelaskan bahwa untuk periode setelah amandemen program, bunga
neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) manfaat pasti neto sebagaimana telah diukur kembali berdasarkan
PSAK 219 dengan tingkat diskonto yang digunakan dalam pengukuran kembali (juga memperhitungkan dampak
kontribusi dan pembayaran manfaat terhadap liabilitas (aset) manfaat pasti).
Penerapan dari amandemen PSAK 219 tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset program (tidak
termasuk bunga neto) diakui langsung melalui penghasilan komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau
kewajiban pensiun neto diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari
definisi dan surplus program.
Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba atau rugi konsolidasi pada periode berikutnya. Seluruh biaya jasa lalu
diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau
pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
jasa terdiri dari biaya jasa kini dan biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin,
jika ada.
Beban atau pendapatan bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba atau rugi.
x. Informasi segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasi.
PSAK 105 mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari
Perusahaan dan entitas anak yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional ”dalam rangka
mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan
Perusahaan dan entitas anak mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis) menggunakan pendekatan risiko
dan pengembalian.
18
Page 22
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka menghasilkan sumber daya dan
menilai kinerja segmen operasi terfokus pada kategori dari setiap produk dimana hampir sama dengan informasi
segmen bisnis yang dilaporkan di tahun sebelumnya.
y. Transaksi dengan pihak berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010). “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini
mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan
keuangan konsolidasian dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak
signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk. entitas anak dan
entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota suatu Perusahaan. yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor
atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen
kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang
sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
z. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
Terkait dengan penerapan PSAK No. 71 (Amandemen 2020), pada setiap tanggal laporan posisi keuangan.
Manajemen mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti tersebut, maka:
Manajemen pertama kali akan menentukan bukti objektif penurunan nilai individual atas aset keuangan yang
signifikan secara indivudual. Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan individual.
maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan dengan risiko yang serupa dan menentukan
penurunan nilai secara kolektif.
1. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, kerugian diukur sebagai selisih antara
nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga
efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset keuangan tersebut disajikan setelah dikurangi baik secara
langsung maupun menggunakan pos penyisihan. Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi
komprehensif.
2. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan. kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih
antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan
dengan tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut
tidak dapat dipulihkan.
19
Page 23
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. Untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual. kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung
dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif meskipun aset
keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif tersebut adalah selisih antara
biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini. dikurangi kerugian
penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan keuangan laba rugi konsolidasi.
aa. Sewa
PSAK 116 menetapkan model komprehensif untuk mengidentifikasi perjanjian sewa dan perlakuannya dalam
laporan keuangan Penyewa dan Pesewa. PSAK 73 memperkenalkan model pengendalian untuk identifikasi sewa,
membedakan antara sewa dan kontrak layanan berdasarkan apakah ada aset identifikasi yang dikendalikan oleh
pelanggan.
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 116 menggunakan pendekatan retrospektif modifikasi dengan mengakui
dampak kumulatif penerapan awal PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal ekuitas pada 1 Januari
2020. Dengan demikian data komparasi tahun 2019 tidak disajikan kembali dan disajikan sesuai standar
sebelumnya dan interprestasi terkait.
Kelompok Usaha menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu tertentu dengan
imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-masing kontrak, kecuali dalam
kasus dimana Kelompok Usaha cukup yakin untuk melaksanakan opsi perpanjangan kontrak.
Kelompok Usaha memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 224, yang
antara lain:
1. Penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
2. Akuntansi sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai
sewa jangka pendek.
3. Pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal .
4. Penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk
perpanjangan atau pemutusan masa sewa.
5. Menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8, dan
tidak menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar ini;
6. Tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Kelompok Usaha
menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
7. Untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset bernilai
rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum USD 5.000 atau Rp 50 Juta dalam kondisi baru).
Efektif 1 Januari 2025
PSAK 224 juga mengizinkan Kelompok Usaha untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan
Kelompok Usaha untuk tidak menilai kembali hasil penilaian Kelompok Usaha sebelumnya tentang identifikasi
sewa, klasifikasi sewa dan biaya langsung awal. Kelompok Usaha menerapkan definisi sewa dan panduan terkait
yang ditetapkan dalam PSAK 224 untuk semua kontrak sewa kontrak sewa yang dibuat atau dimodifikasi pada atau
setelah 1 Januari 2025.
Kelompok Usaha sebagai lessee
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan
pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset yang mendasarinya.
Kelompok Usaha mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran
kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang
dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi
insentif sewa yang diterima.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa yang lebih pendek dan
estimasi masa manfaat dari aset.
Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan
pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa manfaat ekonomis aset. Aset hak
guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset.
20
Page 24
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap
(termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang
bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu.
Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh
Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan
Kelompok Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri.
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 239, penyisihan kerugian kredit yang diharapkan telah diakui pada piutang
sewa pembiayaan.
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan
dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama
masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada
periode terjadinya.
Kelompok Usaha sebagai lessor
Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap
(termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang
bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu.
Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh
Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok
Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri.
Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs diakui sebagai beban pada periode di mana
peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran terjadi. Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa,
Kelompok Usaha menggunakan tingkat pinjaman tambahan pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga
yang tersirat dalam sewa tidak dapat ditentukan dengan mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa
ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
itu, jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan
pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan, berakhir dalam 12 bulan setelah 1 Januari 2024 dan
sewa bernilai rendah, serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Kelompok Usaha
akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan
pendapatan komprehensif lain konsolidasian.
Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan
memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa dimana Kelompok Usaha mentransfer secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal awal
dan dinilai kembali hanya jika ada modifikasi sewa.
ab. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 228 (Revisi 2024), “Investasi pada Entitas Asosiasi”, yang
menggantikan PSAK No. 15 (Revisi 1994), "Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi".
PSAK revisi ini diterapkan secara retrospektif dan mengatur akuntansi investasi dalam entitas asosiasi dalam hal
penentuan pengaruh signifikan, metode akuntansi yang harus diterapkan, penurunan nilai investasi dan laporan
keuangan tersendiri. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian. Investasi dimana Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kepemilikan paling sedikit
20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana
Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan
investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas laba atau rugi neto, dan
penerimaan dividen dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila
terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan mengakui bagiannya atas
perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau
rugi yang belum terealisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak dengan entitas
asosiasi dieliminasi sesuai dengan jumlah kepentingan Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi.
21
Page 25
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas
investasi Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan pada
setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam
entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung total penurunan
nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan
mengakuinya sebagai laba rugi.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki
pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 239 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas
keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia
termasuk namun tidak terbatas pada jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status piutang dari pelanggan
berdasarkan catatan piutang dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui. Untuk mencatat
penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat
diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya
diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi dan Asumsi
Jumlah pemulihan atas aset tetap dan aset tidak berwujud
Jumlah pemulihan atas aset tidak berwujud dan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai
prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai biaya
masa depan untuk menghasilkan cadangan terbukti dan terestimasi harga komoditas masa depan dan tingkat diskonto.
Setiap perubahan dalam asumsi asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan
dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah
umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset dan karenanya
biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia
termasuk namun tidak terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian
dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan
informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain,
tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur
pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas
imbalan pasti ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara
Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi
atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi
akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang
dapat diverifikasi jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang
berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
Perusahaan.
22
Page 26
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan
mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
penghasilan badan.
4. KAS DAN SETARA KAS
Saldo kas dan setara kas Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kas Rupiah 140.607.500 141.607.500
Sub jumlah 140.607.500 141.607.500
Bank
Bank - Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 871.993.315 943.126.072
PT Bank Negara Indonesia Tbk 632.466.246 1.048.720.657
PT Bank Mandiri Tbk 1.006.919.291 673.820.911
PT Bank Central Asia Tbk 1.458.287.331 2.212.389.187
PT Bank Permata Tbk 40.024.162 40.024.162
PT Bank Syariah Indonesia 730.000 805.000
PT Bank UOB Indonesia 27.816.119 28.447.719
PT Bank Tabungan Negara Tbk 10.710.201 10.779.896
PT Bank Jawa Barat 24.489.171 8.119.212
PT Bank Banten 1.361.403 73.355.673
Sub jumlah 4.074.797.239 5.039.588.489
Deposito Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk 2.450.000.000 1.700.000.000
Sub jumlah 2.450.000.000 1.700.000.000
Jumlah Kas dan Setara Kas 6.665.404.739 6.881.195.989
Persyaratan penting deposito:
Deposito 2,5% - 3,5% 2,5% - 3,5%
Obligasi 6,875 % 6,875 %
5. SURAT - SURAT BERHARGA
Berikut ini adalah daftar rincian portofolio saham yang diperdagangkan dan dimiliki oleh Perusahaan per 31 Maret 2026
dan 31 Desember 2025.
31 Maret 2026
Keuntungan/kerugian
Harga Harga Nilai Pasar yang belum
Lembar rata-rata Perolehan Direalisasikan
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 30.000.000 (66.240.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 53.750 24.560
Obligasi
Obligasi - - 59.536.877.720 57.919.432.957 (1.617.444.763)
Jumlah/Total 750.050 712 59.633.146.910 57.949.486.707 (1.683.660.203)
31 Desember 2025
Keuntungan/kerugian
Harga Harga Nilai Pasar yang belum
Lembar rata-rata perolehan Direalisasikan
SAHAM
PT Bakrieland Development Tbk 750.000 128 96.240.000 33.750.000 (62.490.000)
PT Sierad Produce Tbk 50 584 29.190 56.250 27.060
Obligasi
Obligasi - - 59.536.877.720 59.546.476.570 9.598.850
Jumlah/Total 750.050 - 59.633.146.910 59.580.282.820 (52.864.090)
23
Page 27
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Obligasi milik pemerintah yang ditempatkan oleh PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA
PIK) memiliki rate kupon 6,875% per tahun dan jatuh tempo 15 Agustus 2051.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 04054/PG/SLK/2025 pada bulan September 2025,
dan Akta Perjanjian Kredit No. 00025/PPK/PSB/2025 pada bulan April 2025 ORI FR0089 PT Bank Central Asia Tbk
(BCA PIK) Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) dengan nilai agunan sebesar
Rp37.000.000.000,- (lihat Catatan 25).
6. PIUTANG USAHA
Piutang usaha merupakan piutang atas penjualan, sewa kontrak dan pemeliharaan properti kepada pihak ketiga pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Properti 561.313.848 396.484.834
Perhotelan 114.104.173 284.285.870
Sub jumlah 675.418.021 680.770.704
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (84.460.305) (84.460.305)
Jumlah 590.957.716 596.310.399
Berdasarkan penelaahan atas status akun piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan adanya kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo Awal 84.460.305 261.201.128
Penambahan tahun berjalan - 5.117.643
Penghapusan tahun berjalan - -
Pemulihan tahun berjalan - (181.858.466)
Saldo akhir 84.460.305 84.460.305
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Lancar 244.317.761 488.635.522
1 bulan - 6 bulan 366.828.601 85.015.750
6 bulan - 12 bulan 15.227.835 25.379.725
Diatas 12 bulan 49.043.824 81.739.707
Jumlah 675.418.021 680.770.704
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pemilik Kondominium 7.806.884.643 7.957.861.677
Iuran Pemeliharaan 530.594.828 926.984.640
Operasional 110.300.339 92.440.339
Uang Muka Properti 74.052.694
Bunga Obligasi 452.383.595 1.312.600.781
Lain-lain 2.117.134.508 2.297.307.440
Jumlah 11.017.297.913 12.661.247.571
Dikurangi :
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.159.550.129) (1.159.550.129)
Jumlah 9.857.747.784 11.501.697.442
24
Page 28
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo Awal 1.159.550.129 1.367.044.163
Penambahan tahun berjalan - 484.005.144
Penghapusan tahun berjalan - (681.246.860)
Pemulihan tahun berjalan - (10.252.318)
Saldo akhir 1.159.550.129 1.159.550.129
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Lancar 1.742.601.276 1.592.082.448
1 bulan - 6 bulan 2.025.663.169 1.849.348.521
6 bulan - 12 bulan 1.622.745.204 1.592.745.204
Diatas 12 bulan 5.626.288.264 7.627.071.398
Jumlah 11.017.297.913 12.661.247.571
Piutang Pemilik kondominium merupakan piutang atas pemeliharaan dan jasa administrasi seperti listrik, asuransi, dan air
bersih (PAM) kepada pemilik kondominium yang belum dibayarkan kepada pihak pengelola.
Piutang lain-lain - lainnya merupakan piutang non operasinal . sehubungan dengan rencana pembayaran yang akan
dilakukan berdasarkan penelaahan atas status akun piutang lain lain pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk
menutup kemungkinan adanya kerugian atas tidak tertagihnya piutang lain lain.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Properti 163.583.925.959 163.579.282.053
Real Estat 29.139.066.087 28.004.568.051
Perhotelan 274.987.820 279.518.334
Jumlah 192.997.979.866 191.863.368.438
Adapun rincian persediaan sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Properti :
Bangunan selesai dan Tanah untuk Dijual :
Jayakarta Plaza 1.000.534.424 1.000.534.424
Sunter Pratama III 902.400.715 902.400.715
Ubud Bali 10.531.211.633 10.531.211.633
Prapanca 6.729.419.771 6.729.419.780
Sudirman Mansion 7.535.911.671 7.535.911.671
Green Palace Residence 136.884.447.745 136.879.803.830
Sub jumlah 163.583.925.959 163.579.282.053
Real Estat :
PT Jakarta Internasional Property 25.943.865.774 24.251.620.467
PT Kota Serang Baru Permai 3.195.200.313 3.752.947.584
Sub jumlah 29.139.066.087 28.004.568.051
Perhotelan :
Makanan dan Minuman 81.210.788 190.390.758
Perlengkapan 193.777.032 89.127.576
Sub jumlah 274.987.820 279.518.334
Jumlah 192.997.979.866 191.863.368.438
- Persediaan di Jayakarta Plaza berupa kios sejumlah 133 unit masing-masing untuk tahun 2026 dan 2025.
- Persediaan di Sunter Pratama berupa tanah dengan luas 511m2, sesuai dengan SHGB No. 07683 untuk tahun 2026 dan
2025.
25
Page 29
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
- Pada tanggal 16 Desember 2024, Perusahaan menyatakan bahwa Tanah Yang Belum Dikembangkan di Desa Buahan
Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali menjadi Persediaan karena akan dijual (lihat Catatan 10).
- Persediaan di Prapanca berupa 11 dan 11 unit apartement untuk tahun 2024 dan 2025.
- Persediaan di Sudirman Mansion berupa 1 unit apartemen berdasarkan SHGB No. 504.XXVI.C Blok C dengan luas 149
m2. Kenaikan persediaan di Sudirman Mansion karena adanya renovasi unit.
- Persediaan di Green Palace Residence berupa 344 dan 344 unit apartemen pada tahun 2026 dan 2025.
- Persediaan PT Jakarta Internasional Property tanah dengan nomor sertifikat hak milik NIB.09.02.000032762.0 yang
terletak di kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kota Administrasi Jakarta Selatan, seluas 2.529 m2. Dan
persediaan Austin terletak pada Cluster Austin Residence Kawasan Highland Park pada tahun 2026 dan 2025.
- Persediaan PT Kota Serang Baru Permai berupa 22 dan 26 unit ruko dan memiliki tanah seluas 6.029 m2 pada tahun
2026 dan 2025.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan Green Palace Residence telah diasuransikan dengan
jumlah pertanggungan sebesar Rp 180.000.000.000 untuk periode 31 Mei 2025 - 31 Mei 2026. Dan Kota Serang Baru
Permai Rp 2.706.000.000,- untuk periode 1 Juni 2025 - 1 Juni 2026. Manajemen berpendapat bahwa pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan risiko kerugian yang timbul.
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian biaya dibayar dimuka pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Asuransi 479.346.437 769.050.229
Uang Muka 16.493.015 -
Perijinan 567.401.061 566.056.687
Sewa 102.544.443 137.206.537
Pemeliharaan 53.471.178 44.559.315
Iklan dan Promosi 112.590.048 117.140.340
-
Jumlah 1.331.846.182 1.634.013.108
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Proyek Bandulu, Banten 1.679.085.476 1.679.085.476
Tanah di Cipocok, Banten 2.866.000.000 2.866.000.000
Tanah di Cikarang 22.507.947.424 22.507.947.424
Tanah di Serang 3.564.559.999 3.564.559.999
Jumlah 30.617.592.899 30.617.592.899
Pada tanggal 16 Desember 2024, Perusahaan menyatakan bahwa Tanah yang Belum Dikembangkan senilai
Rp10.531.211.633 seluas ±50.000 m2 yang berlokasi di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar,
Provinsi Bali menjadi Persediaan karena akan dijual.
Tanah di Cikarang merupakan tanah belum dikembangkan dengan luas 11.257 m² dan 377 m².
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
31 Maret 2026 % Kepemilikan 31 Desember 2025
Metode ekuitas:
PT Pudjipapan Kreasindo 56.727.242.163 37,89 55.757.961.630
PT Juwara Warga Hotel 39.614.934.312 27,50 40.029.134.910
PT Boga Karya Lestari 125.000.000 27,50 125.000.000
PT Konrat Marbella 910.204.508 45,00 910.204.508
PT Konrat Marbella Balikpapan 75.000.000 30,00 75.000.000
Sub jumlah 97.452.380.983 96.897.301.048
Metode Nilai Wajar:
PT Marbella Dago Pakar 500.000.000 10,00 500.000.000
PT Spinindo Mitra Daya 160.000.000 2,00 160.000.000
PT Unggul Graha Persada 30.000.000 4,20 30.000.000
Yayasan REI 25.000.000 3,00 25.000.000
Sub jumlah 715.000.000 715.000.000
Jumlah 98.167.380.983 97.612.301.048
26
Page 30
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
Rincian aset tetap, akumulasi penyusutan, dan nilai buku sebagai berikut:
31 Maret 2026
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Biaya perolehan:
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 149.998.605.970 109.822.950 150.108.428.920
Mesin dan Peralatan 19.081.829.059 65.242.210 19.147.071.269
Kendaraan 6.399.895.262 6.399.895.262
Perabot dan
Peralatan Kantor 21.972.709.952 117.458.082 22.090.168.034
Sub jumlah 228.253.422.082 292.523.242 - - 228.545.945.324
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 94.268.860.629 664.365.510 94.933.226.139
Mesin dan Peralatan 15.122.071.991 18.273.536 15.140.345.527
Kendaraan 5.348.994.854 21.580.566 5.370.575.420
Perabot dan
Peralatan Kantor 23.275.638.275 74.221.307 23.349.859.582
pengembangan
Sub jumlah 138.015.565.749 778.440.919 - - 138.794.006.668
Nilai buku 90.237.856.333 89.751.938.656
31 Desember 2025
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Biaya perolehan :
Hak atas tanah 159.390.910 - - - 159.390.910
Tanah 30.640.990.929 - - - 30.640.990.929
Bangunan dan
Prasarana 146.900.736.543 3.097.869.427 - 149.998.605.970
Mesin dan Peralatan 18.761.886.183 319.942.876 - 19.081.829.059
Kendaraan 6.078.171.619 896.725.761 575.002.118 - 6.399.895.262
Perabot dan
Peralatan Kantor 21.900.839.139 71.870.813 - 21.972.709.952
- - -
Sub jumlah 224.442.015.323 4.386.408.877 575.002.118 - 228.253.422.082
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
Prasarana 91.829.520.948 2.439.339.681 - 94.268.860.629
Mesin dan Peralatan 15.057.633.173 64.438.818 - 15.122.071.991
Kendaraan 5.833.622.989 90.373.983 575.002.118 - 5.348.994.854
Perabot dan
Peralatan Kantor 23.170.342.439 105.295.836 - 23.275.638.275
Sub jumlah 135.891.119.549 2.699.448.318 575.002.118 - 138.015.565.749
Nilai buku 88.550.895.774 90.237.856.333
Hak atas tanah tercatat atas nama Perusahaan.
Beban penyusutan tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 778.440.919 dan Rp
2.699.448.318.
27
Page 31
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset tetap perusahaan telah diasuransikan untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dimasa yang akan datang.
Pada tanggal 31 Maret 2026 , aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis
Standar Asuransi Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 20101192500004 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 4.660.000
20101062500151 30/04/2025 - 30/04/2026
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk USD 4.660.000
20101202500046 30/04/2025 - 30/04/2026
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 20110082500005 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 500.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 20109032500065 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 1.360.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.502.2025.000013.00 01/08/2025 - 01/08/2026 USD 500.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.201.2025.000859.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 100.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.202.2025.000197.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 100.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.703.2025.000045.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 26.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.203.2025.000032.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 101.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.703.2025.000046.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 26.000.000.000
BCA Insurance 011401092500711 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 280.000.000.000
BCA Insurance 01140222500258 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 280.000.000.000
BCA Insurance 011408032500010 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 22.500.000.000
BCA Insurance 011409012500019 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 10.000.000.000
Pada tahun 31 Desember 2025, aset tetap kecuali tanah dan persediaan Perusahaan telah diasuransikan dengan Polis
Standar Asuransi Indonesia dengan rincian sebagai berikut :
Perusahaan Asuransi Nomor polis Jangka Waktu Mata uang Pertanggungan
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 20101192500004 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 4.660.000
20101062500151 30/04/2025 - 30/04/2026
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk USD 4.660.000
20101202500046 30/04/2025 - 30/04/2026
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 20110082500005 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 500.000
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 20109032500065 30/04/2025 - 30/04/2026 USD 1.360.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.502.2025.000013.00 01/08/2025 - 01/08/2026 USD 500.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.201.2025.000859.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 100.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.202.2025.000197.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 100.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.703.2025.000045.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 26.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.203.2025.000032.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 101.000.000.000
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa 015.4050.703.2025.000046.00 01/08/2025 - 01/08/2026 IDR 26.000.000.000
BCA Insurance 011401092500711 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 280.000.000.000
BCA Insurance 01140222500258 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 280.000.000.000
BCA Insurance 011408032500010 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 22.500.000.000
BCA Insurance 011409012500019 29/09/2025 - 20/09/2026 IDR 10.000.000.000
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang
timbul atas risiko-risiko yang dipertanggungkan tersebut.
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan
nilai aset tetap, sehingga manajemen tidak melakukan cadangan penurunan nilai aset tetap pada 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025.
13. PROPERTI INVESTASI
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Sudirman Mension 13.198.742.900 13.198.742.900
Unit Marbella 1.554.459.574 1.554.459.574
Marbella Terra 1.152.278.750 1.148.042.750
Jumlah 15.905.481.224 15.901.245.224
28
Page 32
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tahun 2024, Perusahaan melakukan reklasifikasi Aset Tetap Unit Marbella sebanyak 3 unit menjadi Properti
Investasi (lihat Catatan 9 dan 32). Akta 3 Unit Marbella sebagai berikut: Akta SHGB No.00321/VII/AB Blok AB dengan luas
170 m², Akta SHGB No.00363/VIII/AB Blok AB dengan luas 306 m², dan Akta SHGB No.00364/VIII/AB Blok AB dengan
luas 306 m².
Marbella Terra merupakan bangunan yang digunakan/disewakan untuk tempat Rekreasi Umum.
14. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Piutang dari Pihak-pihak yang Berelasi
Piutang kepada Perusahaan yang memiliki relasi timbul karena pemberian pinjaman sementara tanpa bunga dan
pengeluaran dana yang dilakukan untuk kepentingan Perusahaan yang berelasi. Tidak ada transaksi jual beli dengan
pihak yang berelasi. Saldo piutang kepada Perusahaan yang berelasi terdiri dari :
Jumlah
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Pudjipapan Kreasindo 20.175.912.146 20.450.910.468
PT Marbella Dago Pakar 2.060.451.750 2.060.451.750
Himpunan Penghuni Kondominium
& Hotel - "Marbella Anyer" 5.646.473.702 6.526.163.980
27.882.837.598 29.037.526.198
15. ASET LAIN-LAIN 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perlengkapan dan Peralatan Hotel 2.770.847.195 2.770.847.194
Escrow Account 249.533.627 259.073.900
Keanggotaan Golf 135.000.000 135.000.000
Kios 88.288.200 88.288.200
Hanamart 170.000.000 170.000.000
Jumlah 3.413.669.022 3.423.209.294
Keanggotaan golf merupakan uang jaminan atas membership golf Direksi Perusahaan.
Keanggotaan golf merupakan uang jaminan atas membership golf Direksi Perusahaan. Escrow account merupakan
deposito PT Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak yang di tempatkan di Bank UOB, dan Bank BTN, yang di escrow per
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, deposito yang di escrow mempunyai batas jangka waktu, dengan persyaratan dan
ketentuan yang telah ditetapkan.
16. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pajak Penghasilan Final 262.668.996 498.164.133
Jumlah 262.668.996 498.164.133
b. Utang Pajak
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pajak Penghasilan Final 79.420.360 8.855.808
Pajak Hotel dan Restoran 852.787.102 879.769.624
Pajak Bumi dan Bangunan 296.667.824 296.667.824
Pajak Penghasilan Pasal 21 394.423.367 243.973.592
Pajak Penghasilan Pasal 23 4.096.085 1.814.869
Pajak Pertambahan Nilai - 8.779.115
Jumlah 1.627.394.738 1.439.860.832
29
Page 33
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG USAHA
Rincian utang usaha menurut bidang usaha pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2025 masing-masing
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Properti 436.047.439 275.758.725
Perhotelan 1.004.839.168 1.050.233.045
Jumlah 1.440.886.607 1.325.991.770
Rincian umur hutang dihitung sejak tanggal faktur sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Lancar 827.722.423 700.582.542
1 bulan - 6 bulan 142.178.061 36.676.575
6 bulan - 12 bulan - -
Diatas 12 bulan 470.986.122 588.732.653
Jumlah 1.440.886.607 1.325.991.770
Perusahaan tidak memberikan jaminan terhadap masing - masing supplier atas transaksi hutang usaha.
18. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Operasional Hotel 1.169.051.996 1.180.910.055
Beban Kepegawaian 314.699.120 501.005.071
Beban Utiliti 568.028.563 795.150.251
Jasa profesional 214.577.503 244.891.363
Lainnya 438.847.640 282.871.391
Jumlah 2.705.204.822 3.004.828.131
19. UANG MUKA PENJUALAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Uang muka penjualan 226.095.795 1.881.596.126
Jumlah 226.095.795 1.881.596.126
20. PENYISIHAN PENGGANTIAN PERABOTAN DAN PERALATAN HOTEL
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Penyisihan penggantian perabot
dan peralatan hotel 167.087.806 147.448.900
Jumlah 167.087.806 147.448.900
Penyisihan penggantian perabotan dan peralatan hotel berasal dari pendapatan dan jasa pelayanan yang belum
didistribusikan. Bentuk penggantian berupa barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah akibat rusak atau
hilang.
21. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Pendapatan diterima dimuka merupakan penerimaan sewa dimuka atas sewa properti/perhotelan yang disewakan. Saldo
ini diakui sebagai pendapatan secara bulanan terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Sewa properti 3.473.762.940 3.250.746.970
Perhotelan 748.145.228 714.596.433
Jumlah 4.221.908.168 3.965.343.403
22. UANG JAMINAN
Uang jaminan diterima merupakan uang jaminan sewa ruangan/apartemen, telepon, dan perabotan yang akan
dikembalikan apabila hubungan sewa menyewa berakhir, jumlah nya sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Properti 1.280.283.758 1.054.387.262
Perhotelan - -
Jumlah 1.280.283.758 1.054.387.262
30
Page 34
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PEMBIAYAAN NON BANK
Rincian penambahan aset tetap melalui pembiayaan non bank sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pembiayaan non bank jangka pendek 73.728.225 98.304.300
Pembiayaan non bank jangka panjang 322.804.422 322.804.422
Jumlah 396.532.647 421.108.722
Pada tahun 2025 Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit non bank dengan perjanjian nomor: 011/PAGPUDP/I/2025
tanggal 13 bulan Januari tahun 2025 atas kendaraan Toyota Avanza dan perjanjian nomor: 020/PAGPUDP/X/2025
tanggal 13 bulan Maret tahun 2025 atas kendaraan mobil Cherry atas pengadaan kendaraan . Jangka waktu
pembiayaan non bank atas penambahan aset tetap 5 tahun dengan suku bunga 10%.
24. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Properti 884.886.948 742.268.998
Jumlah 884.886.948 742.268.998
Adapun rincian hutang lain-lain sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Lainnya 884.886.948 742.268.998
Jumlah 884.886.948 742.268.998
25. UTANG BANK
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pokok utang
PT Bank Central Asia Tbk 20.776.702.654 18.208.598.452
Jumlah pokok utang 20.776.702.654 18.208.598.452
Biaya yang belum diamortisasi - -
Nilai wajar utang bank 20.776.702.654 18.208.598.452
Bagian Liabilitas Jangka Pendek
PT Bank Central Asia Tbk 19.909.102.616 17.340.998.414
Sub Jumlah 19.909.102.616 17.340.998.414
Bagian Liabilitas Jangka Panjang
PT Bank Central Asia Tbk 867.600.038 867.600.038
Sub Jumlah 867.600.038 867.600.038
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Lokal ( Rekening Koran )
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 04054/PG/SLK/2025 bulan September 2025 dihadapan selaku Kepala Urusan
Solusi Kegalitas Kredit dan Kepada Bidang Solusi Legalitas Kredit PT Bank Central Asia Tbk., serta Direktur Utama
dan Direktur Perseroan PT Pudjiadi Prestige Tbk.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 13.500.000.000.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran)
Penggunaan : Membiayai Persediaan Barang Debitor (Modal Kerja)
Jangka waktu : 27 Maret 2025 - 27 Maret 2026. Pada lampiran perubahan perjanjian Kredit Maret 2025 bahwa
perpanjangan batas waktu penarikan dan/atau penggunaan fasilitas kredit melalui "sarana digital".
Tingkat bunga : 6,58% per tahun
31
Page 35
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jaminan : Obligasi No. 50-202402230010459223 milik/ atas nama PT Pudjiadi Prestige Tbk dengan
total nominal sebesar Rp 17.000.000.000,- (Tujuh Belas Milyar Rupiah). Apabila nilai pasar
Agunan berupa Surat Berharga Negara (SBN) dan/atau Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk
Ritel (SR) atau Fixed rate (FR) (selanjutnya secara bersama atau sendiri-sendiri disebut juga
"Obligasi Negara") mengalami penurunan sehingga nilai pasar Agunan menjadi kurang dari atau
sama dengan 105% dari jumlah plafond Fasilitas Kredit, maka :Perusahaan wajib memberikan
tambahan Agunan berupa Obligasi Negara milik Perusahaan dan/atau produk dana BCA milik
Perusahaan dalam bentuk dan nilai tertentu yang dapat diterima oleh BCA. Untuk keperluan tersebut
Perusahaan wajib menandatangani Dokumen Agunan yang diperlukan.
Berdasarkan pada tanggal 14 April 2025 telah dibuat Akta Perjanjian Kredit No. 00025/PPK/PSB/2025 dihadapan Kepala
Urusan Solusi Kegalitas Kredit dan Kepada Bidang Solusi Legalitas Kredit PT Bank Central Asia Tbk., serta Direktur
Utama PT Jakarta Internasional Property.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 15.600.000.000,-.(lima belas miliar enam ratus juta rupiah)
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran)
Penggunaan : Membiayai Persediaan Barang Debitor (Modal Kerja)
Jangka waktu : 27 Maret 2025 - 27 Maret 2026. Pada lampiran perubahan perjanjian Kredit Maret 2025 bahwa
perpanjangan batas waktu penarikan dan/atau penggunaan fasilitas kredit melalui "sarana digital".
Tingkat bunga : 6,58% per tahun
Jaminan : Obligasi No. 50-202402230010459221 milik/ atas nama PT Jakarta Internasional Property dengan
total nominal sebesar Rp20.000.000.000,- (Dua puluh Milyar Rupiah). Apabila nilai pasar Agunan
berupa Surat Berharga Negara (SBN) dan/atau Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel (SR)
atau Fixed rate (FR) (selanjutnya secara bersama atau sendiri-sendiri disebut juga "Obligasi
Negara") mengalami penurunan sehingga nilai pasar Agunan menjadi kurang dari atau sama dengan
105% dari jumlah plafond Fasilitas Kredit, maka : Perusahaan wajib memberikan tambahan Agunan
berupa Obligasi Negara milik Perusahaan dan/atau produk dana BCA milik Perusahaan dalam
bentuk dan nilai tertentu yang dapat diterima oleh BCA. Untuk keperluan tersebut Perusahaan wajib
menandatangani Dokumen Agunan yang diperlukan.
PT Bank Central Asia Tbk - Fasilitas Kredit Investasi
Berdasarkan pada tanggal 30 April 2019 telah dibuat Akta Perjanjian Kredit No. 87 oleh dan dihadapan Suminto, Sarjana
Hukum, Spesialis Notariat, Notaris di Kabupaten Serang, yang telah diubah terakhir dengan Perubahan Perjanjian Kredit
tanggal 28 April 2020 Nomor 02170/PPK/SLK/2020.
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 13.500.000.000.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Jangka waktu : 84 bulan yang akan berakhir pada tahun 2026.
Tingkat bunga : 10,25% per tahun
Jaminan : Pinjaman tersebut diikat dengan hak tanggungan peringkat atas 50 unit rumah susun yang terletak
di Kondominium Hotel Marbella Pantai Indah Anyer, Jalan Karang Bolong Anyer Desa Bandulu,
Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
Sebuah Apartemen di Marbella Pantai Indah Anyer Tower Yudistira (Tower D) Jl. Raya Karang
Bolong Anyer, Kab. Serang sesuai sertifikat Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00394/SERANG,
Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00398,00399,00401/Serang, Hak Satuan Rumah Susun -
SHMRS 00402,00403,00404/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00408.00409.00425/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00426.00429.00435/Serang, Hak
Satuan Rumah Susun - SHMRS 00436.00438.00439/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00443.00444.00459/Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00465.00469.00470/Serang, Hak
Satuan Rumah Susun - SHMRS 00471.00472.00473/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
00474.00475.00477/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 00479.00480.495/ Serang, Hak
Satuan Rumah Susun - SHMRS 499.502.503.506/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
509.541.547.559/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS 569.571.577.590/ Serang, Hak
Satuan Rumah Susun - SHMRS 592.603.622.623/ Serang, Hak Satuan Rumah Susun - SHMRS
628.632.633/ Serang atas nama HOTEL MARBELLA PT.
32
Page 36
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 10 Februari 2022 Perusahaan mendapatkan persetujuan restrukturisasi ke- 3 Fasilitas Pinjaman Kredit
Investasi sehingga ketentuan Fasilitas Pinjaman Transaksi Kredit Investasi menjadi berikut:
Plafond kredit : Fasilitas Pinjaman Plafond sebesar Rp 2.345.733.541.
Jenis kredit : Fasilitas Kredit Investasi
Penggunaan : Renovasi Marbella Anyer
Tingkat bunga : 8,50% per tahun
Jangka waktu : Jatuh tempo tahun 2029.
Jaminan : Jaminan nya sama dengan Perubahan Perjanjian Kredit tanggal 28 April 2020 Nomor
02170/PPK/SLK/2020.
Persyaratan :
1. Pra Realisasi
- Restrukturisasi dapat dilakukan setelah cabang memastikan seluruh fasilitas di BCA tidak ada
tunggakan.
2. Syarat Agunan:
- Admin memastikan bahwa seluruh agunan telah diasuransikan dengan banker's clause dan debitur
telah menyerahkan asli polis asuransi serta bukti bayar ke BCA.
- Penilaian ulang dan peninjauan fisik agunan agar dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
di BCA.
3. Syarat Keuangan:
- Aktivitas keuangan tetap dipusatkan di BCA.
- Tidak diperkenankan untuk menambah fasilitas di bank/ lembaga lainnya selama fasilitas kredit di
BCA belum lunas.
- Tidak diperkenankan untuk pembagian deviden.
- Hutang pemegang saham yang ada dan yang akan di masa mendatang wajib disubordinasikan
terhadap pinjaman di BCA, namun diperkenankan menjadi tambahan modal disetor.
- BCA memiliki opsi untuk mempercepat pembayaran bunga serta mereview penurunan suku bunga
yang dikenakan ke debitur apabila cashflow debitur membaik.
- Kolektibilitas sesuai ketentuan yang berlaku di BCA.
- Lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BCA..
Pada tanggal 14 September 2022 sesuai dengan Surat Permohonan nomor 035/HMPI-DIR/IX/2022, PT Hotel Marbella
Pengembang International mengajukan permohonan untuk melunasi sebagian pokok Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi
kepada bank sebesar Rp 10.000.000.000. Fasilitas Pinjaman Kredit Investasi PT Hotel Marbella Pengembang
International dibayarkan oleh PT Pudjiadi Prestige Tbk, lalu pembayaran ini menjadi Utang Pihak Berelasi kepada PT
Pudjiadi Prestige Tbk.
26. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi
bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi sisa masa
kerja rata-rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.
33
Page 37
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Metode penilaian aktuaria yang dipakai oleh aktuaris independen Agus Susanto adalah metode Projected Unit
Credit dengan laporan dan pada tahun 2025 dengan No.074/PSAK/KKA-AS/I/2026 dan No 076 /PSAK/ KKA-
AS/I/2026 tanggal 29 Januari 2026.
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal Tahun 2.726.535.458 4.188.624.668
Pembayaran ke Karyawan - (1.688.862.500)
Penyesuaian beban manfaat karyawan 447.415.310
Penghasilan komprehensif lain - (220.642.020)
Saldo akhir tahun 2.726.535.458 2.726.535.458
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Tingkat diskonto 0,00% 5,90%
Tingkat penarikan :
Umur 18 - 30 tahun 0,00% 0,00%
Umur 31 - 40 tahun 0,00% 3,00%
Umur 41 - 44 tahun 0,00% 2,00%
Umur 45 - 52 tahun 0,00% 1,00%
Umur 53 - 54 tahun 0,00% 0,00%
Tingkat kenaikan gaji 0,00% 5,50%
Tingkat kematian Indonesia IV ( 2029 )
Tingkat cacat 0,00% 0,02%
Metode Projected Unit Credit
27. MODAL SAHAM
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.120.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 659.120.000 164.780.000.000
Modal saham dan susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 sebagai berikut:
Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 1.120.000.000 280.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor penuh 659.120.000 164.780.000.000
34
Page 38
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) 31 Maret 2026 sebagai berikut :
31 Maret 2026
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 293.545.682 44,54 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 150.093.228 22,77 37.523.307.000
Marianti Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 27.025.256 4,10 6.756.314.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 20.984.300 3,18 5.246.075.000
Damian Pudjiadi 18.642.778 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 8.800.806 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya:
Lainnya < 5% 85.875.042 13,02 21.468.760.500
Jumlah 659.120.000 100,00 164.780.000.000
Adapun pemegang saham dan termasuk pendiri (founder) per 31 Desember 2025 sebagai berikut :
31 Desember 2025
Saham % Nominal (Rp)
Pemegang saham
PT Istana Kuta Ratu Prestige 293.545.682 44,54 73.386.420.500
Lenawati Setiadi 150.093.228 22,77 37.523.307.000
Marianti Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kosmian Pudjiadi 27.076.454 4,11 6.769.113.500
Kristian Pudjiadi 27.025.256 4,10 6.756.314.000
Gabriel Lukman Pudjiadi 20.984.300 3,18 5.246.075.000
Damian Pudjiadi 18.642.778 2,83 4.660.694.500
Ariyo Tejo 8.800.806 1,34 2.200.201.500
Masyarakat Lainnya: -
Lainnya < 5% 85.875.042 13,02 21.468.760.500
Jumlah 659.120.000 100,00 164.780.000.000
Sebagaimana dijelaskan pada catatan 1, Perusahaan telah mengajukan Surat Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham
kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal untuk melaksanakan emisi saham melalui Bursa Efek Jakarta dan telah
dinyatakan menjadi efektif tanggal 28 September 1994. Penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan sejumlah
26.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dilakukan dengan harga perdana Rp 2.500 per lembar atau
Rp 1.500 di atas nilai nominal atau dengan agio saham sebesar Rp 39.000.000.000.
Berdasarkan hasil RUPSLB dengan Akta No. 25 tanggal 23 Mei 2014, yang dibuat dihadapan Yatty Sriyati
Suhadiwiraatmaja, SH, MM, MHum Notaris di Jakarta, Perseroan mengadakan penghapusan Saham Seri B dari modal
Perusahaan sebanyak 412.500.000 saham dengan nilai nominal Rp 200 (dua ratus rupiah) per saham.
Pada tanggal 31 Mei 1996 Perusahaan mengadakan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum
Luar Biasa Pemegang Saham (RULBPS) yang disahkan oleh Notaris Imas Fatimah, SH dengan Akta nomor 103 tanggal
yang sama. RULBPS antara lain memutuskan:
35
Page 39
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pembagian Saham Bonus
Rasio pembagian deviden saham adalah setiap pemegang 10 (sepuluh) saham seri A perseroan yang tercatat pada
daftar pemegang saham, berhak atas 1 (satu) deviden saham yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari
saham-saham yang masih dalam simpanan dengan nilai nominal Rp 500 (lima ratus rupiah) per saham.
Saldo laba yang di kapitalisasi sebesar Rp 20.720.000.000 yang terbagi atas saham bonus sebesar Rp
14.000.000.000 dan agio saham sebesar Rp 6.720.000.000.
Ketentuannya adalah setiap pemilik 100 saham lama yang telah ditempatkan akan mendapat 40 Saham Bonus yang
terdiri dari 39 Saham Bonus berasal dari Agio Saham dan satu Saham Bonus berasal dari laba ditahan.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 22 Mei 2012 perusahaan melakukan pembagian
saham bonus yang merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Saldo laba yang di
kapitalisasi sebesar Rp 20,72 milyar yang tebagi atas saham bonus sebesar Rp 14 milyar dan agio saham sebesar Rp 6,7
milyar, sehingga total saham di catatkan adalah 308.000.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 27 Mei 2013 perusahaan melakukan pembagian
saham bonus yang merupakan dividen saham yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan rasio pembagian
dividen 1 : 20 . Perusahaan juga melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham. sehingga total saham
di catatkan adalah 329.560.000 lembar saham.
Berdasarkan keputusan RUPS luar biasa perseroaan pada tanggal 6 Juni 2024 perusahaan melakukan pemecahan nilai
nominal saham (stock split) yang berasal dari kapitalisasi sebagian saldo laba. Dengan ratio 1 (satu) saham lama menjadi
2 (dua) saham baru atau 1 : 2 Sehingga total saham di catatkan adalah 659.120.000 lembar saham. Nominal per Saham
dari Rp 500 menjadi Rp 250.
28. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Biaya emisi efek ekuitas (4.316.562.730) (4.316.562.730)
Agio saham 5.776.000.000 5.776.000.000
Selisih nilai transaksi entitas sepengendali (41.388.644.545) (41.388.644.545)
Aset pengampunan pajak 2.336.196.000 2.336.196.000
Jumlah (37.593.011.275) (37.593.011.275)
Akun selisih nilai transaksi entitas sepengendali atas penjualan saham dan persediaan PT Kota serang Baru Permai dan
PT Hotel Marbella Pengembang Internasional yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan
Perusahaan.
Pada tahun 2016, Perusahaan dan entitas anak telah memanfaatkan Kebijakan Pengampunan Pajak sesuai dengan
Undang-undang Nomor11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak
Nomor KET-219/PP/WPJ.07/2016 tanggal 23 September 2016, Jumlah aset tambahan yang dimasukkan dalam Program
Pengampunan Pajak adalah sejumlah Rp 2.336.196.000.
36
Page 40
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PENJUALAN DAN PENDAPATAN
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Penjualan dan Sewa:
Penjualan Properti 1.386.554.623 -
Pendapatan sewa dan pemeliharaan apartemen 5.620.688.435 5.182.615.011
Sub jumlah 7.007.243.058 5.182.615.011
Pendapatan Hotel
Kamar 1.598.824.203 1.278.929.738
Makanan dan Minuman 816.845.468 1.252.043.659
Departemen Lainnya 126.271.388 12.625.000
Sub jumlah 2.541.941.059 2.543.598.397
Jumlah 9.549.184.117 7.726.213.408
Seluruh pendapatan Perusahaan dan Entitas Anak diperoleh dari pihak ketiga.
Pada 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat pembeli yang memiliki nilai penjualan yang melebihi 10%
dari pendapatan usaha.
30. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban pokok penjualan properti 559.563.252 -
Beban Pokok Sewa dan Pemeliharaan Apartemen 1.860.995.613 2.146.398.284
Beban pokok hotel :
Gaji, upah dan tunjangan lainnya 649.567.272 615.004.784
Kamar, Makanan dan Minuman 694.725.625 627.749.138
Operasional dan pemeliharaan 125.011.547 23.833.618
Jumlah 3.889.863.308 3.412.985.824
31. BEBAN PENJUALAN
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Properti
Iklan dan promosi 15.110.000 12.934.431
Beban Kepegawaian 267.420.118 191.642.119
Komisi 61.993.769 143.621.527
Beban kantor 3.064.906 2.783.380
Sub jumlah 347.588.793 350.981.457
Hotel
Pemasaran 120.784.175 96.504.489
Sub jumlah 120.784.175 96.504.489
Jumlah 468.372.968 447.485.946
37
Page 41
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32.BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Properti, sewa dan pemeliharaan
Beban kepegawaian 4.180.257.500 4.303.563.890
Pajak dan perijinan 486.412.376 458.251.765
Pemeliharaan dan Perbaikan 360.080.762 380.964.685
Kebersihan 429.053.097 436.490.010
Beban kantor 40.881.627 49.171.415
Jasa profesional dan Konsultan 45.566.667 128.966.667
Asuransi 622.841.606 641.204.190
Administrasi saham 236.875.000 142.800.000
Sewa 79.002.919 75.240.333
Listrik, air dan telepon 24.706.129 29.796.079
Bahan bakar dan pelumas 14.226.540 29.610.689
Lainnya 101.096.178 69.171.006
Sub jumlah 6.621.000.401 s 6.745.230.729
Beban Penyusutan dan Amortisasi 374.296.394 288.090.694
Sub jumlah 6.995.296.795 7.033.321.423
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Hotel
Biaya Kepegawaian 1.312.621.949 1.640.696.464
Peralatan, Pemeliharaan dan Energi 673.194.637 685.789.591
Asuransi 163.601.565 155.681.146
Perlengkapan Kantor 122.598.624 123.047.421
Pajak dan Perizinan 162.373.426 173.265.750
Singking Fund 316.176.000 225.840.000
Jasa profesional dan Konsultan 56.044.106 116.276.872
Transportasi 19.533.659 17.410.240
Biaya Operasional Untuk Tamu Hotel 378.000 58.434.987
Penyisihan Penggantian Peralatan - 26.665.323
Administrasi 24.737.465 18.519.900
Telepon dan Fax 2.139.339 7.026.390
Sub jumlah 2.853.398.770 3.248.654.084
Beban Penyusutan dan Amortisasi 404.144.525 541.503.735
Sub jumlah 3.257.543.295 3.790.157.819
Jumlah 10.252.840.090 10.823.479.242
33. BEBAN KEUANGAN
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban Bunga Pinjaman 98.541.389 113.253.661
Jumlah 98.541.389 113.253.661
38
Page 42
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. BAGIAN LABA (RUGI) ENTITAS ASOSIASI
31 Maret 2026 31 Maret 2025
PT Juwara Warga Hotel (414.200.598) 181.158.083
PT Pujipapan Kreasindo 969.280.533 714.902.998
Jumlah 555.079.935 896.061.081
35. PENDAPATAN (BEBAN) DILUAR USAHA
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Properti, sewa dan pemeliharaan
Pendapatan Diluar Usaha
Pendapatan bunga dan jasa giro 1.067.251.001 1.273.733.881
Sub jumlah 1.067.251.001 1.273.733.881
Beban Diluar Usaha
Penurunan nilai surat berharga 1.679.907.703
Administrasi bank 26.749.057 15.410.571
Sub jumlah 1.706.656.760 15.410.571
Hotel
Pendapatan Diluar Usaha
Penggantian Biaya pemeliharaan kondominium - 383.228.931
Pendapatan bunga dan jasa giro 1.354.908
Lain - lain 62.629.611 236.517.778
Sub jumlah 63.984.519 619.746.709
Sub jumlah - -
Jumlah (575.421.240) 1.878.070.019
36. LABA PER SAHAM DASAR
Laba ( Rugi ) per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar.
Laba ( Rugi ) bersih merupakan laba bersih yang di attribusikan ke induk.
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Laba ( Rugi ) bersih (5.525.322.301) (4.509.791.978)
Rata-rata saham beredar 659.120.000 659.120.000
Laba ( Rugi ) bersih per saham (8,3829) (6,8421)
37. DIVIDEN
Berdasarkan hasil RUPS tanggal 5 Juni 2025 perusahaan tidak membagikan dividen di tahun 2025.
39
Page 43
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Rincian hak kepentingan nonpengendali aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Damian Pudjiadi 500.000 500.000
PT Abadimukti Guna Lestari 109.283.621 109.283.621
Jumlah 109.783.621 109.783.621
39. INFORMASI SEGMEN
Segmen Primer
Segmen primer Perusahaan dan Entitas Anak dikelompokkan berdasarkan kegiatan usaha sebagai berikut :
pengembangan real estat, hotel dan lainnya.
Segmen usaha yang dilaporkan memenuhi tes baik tes 10% maupun tes 75% seperti yang dipersyaratkan oleh Standar
Akuntansi Keuangan.
Informasi bentuk segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan Entitas Anak sebagai berikut :
31 Maret 2026
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 7.007.243.058 2.541.941.059 - 9.549.184.117
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 2.420.558.865 1.469.304.443 - 3.889.863.308
Laba Kotor 4.586.684.193 1.072.636.616 - 5.659.320.809
Beban usaha (7.342.885.588) (3.378.327.470) - (10.721.213.058)
Pendapatan (beban)
Luar usaha - 639.405.759 63.984.519 - (575.421.240)
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi 969.280.533 (414.200.598) - 555.079.935
Beban Keuangan (61.487.413) (37.053.976) - (98.541.389)
Laba sebelum pajak (2.487.814.034) (2.692.960.909) - (5.180.774.943)
31 Maret 2025
Sewa apartemen
dan real estate Perhotelan Eliminasi Konsolidasi
Penjualan dan Pendapatan 5.182.615.011 2.543.598.397 - 7.726.213.408
Beban pokok penjualan
dan Beban langsung 2.146.398.284 1.266.587.540 - 3.412.985.824
Laba Kotor 3.036.216.727 1.277.010.857 - 4.313.227.584
Beban usaha (7.384.302.880) (3.886.662.308) - (11.270.965.188)
Pendapatan (beban)
Luar usaha 1.258.323.310 619.746.709 - 1.878.070.019
Bagian laba bersih
Entitas asosiasi 714.902.998 181.158.083 - 896.061.081
Beban Keuangan (192.822.184) 79.568.523 - (113.253.661)
Laba sebelum pajak (2.567.682.029) (1.729.178.136) - (4.296.860.165)
40
Page 44
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. MANAJEMEN RISIKO
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi. Pinjaman
pada berbagai tingkat suku bunga variabel menunjukkan Perusahaan kepada nilai wajar risiko tingkat suku bunga.
Untuk modal kerja dan pinjaman investasi, Perusahaan berusaha mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara
selalu melakukan pengawasan terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.
Risiko Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan Perusahaan adalah rupiah. Perusahaan dapat menghadapi risiko mata uang asing karena biaya
beberapa pembelian utamanya dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, dolar Singapura dan
yen Jepang. Apabila pembelian Perusahaan di dalam mata uang selain rupiah, dan tidak seimbang dalam hal
kuantitas/jumlah dan/atau pemilihan waktu, Perusahaan harus menghadapi risiko mata uang asing.
Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan
deposito di bank. Untuk meringankan risiko ini, Perusahaan ada kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya
dibuat kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan
Perusahaan dimana semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi
kredit. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang
tidak tertagih.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan
menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi
piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menindaklanjuti melalui jalur
hukum. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika utang dianggap tidak tertagih.
Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan akan menghentikan penyaluran semua produk kepada pelanggan jika terjadi
keterlambatan dan/atau gagal bayar.
Untuk mengurangi risiko gagal bayar bank atas penempatan deposito Perusahaan, Perusahaan memiliki kebijakan hanya
akan menempatkan deposito pada bank-bank yang memiliki reputasi yang baik.
Risiko Likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh
tempo dengan menjaga kecukupan kas dan setara kas, dan ketersediaan pendanaan melalui total fasilitas kredit
berkomitmen yang cukup.
Perusahaan secara regular mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual dan terus menerus menjaga kestabilan
hari utang dan hari piutangnya.
Risiko Pasar
Perusahaan dan Entitas Anak terekspos dengan risiko pasar sehubungan dengan usaha Perusahaan dalam bidang
properti dimana pasar properti mengalami kelesuan, serta usaha Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan
resort yang berada di pinggir pantai sehubungan dengan banyaknya risiko bencana tsunami yang dapat mengakibatkan
penurunan pendapatan.
41. MANAJEMEN MODAL
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk menjaga kelangsungan usaha sehingga dapat
memberikan hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan lainnya, mempertahankan rasio
modal yang sehat, dan memelihara struktur permodalan yang optimum.
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang
dibayarkan kepada pemegang saham, imbal hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk
mengurangi pinjaman.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan
pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan
arus kas operasi dan belanja modal, serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
41
Page 45
PT PUDJIADI PRESTIGE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Yang Berakhir Pada Tanggal - tanggal
31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. TRANSAKSI NON KAS
Informasi pendukung laporan arus kas sehubungan dengan aktivitas arus kas adalah penambahan aset tetap melalui :
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Pembiayaan non kas - 491.521.500
Jumlah - 491.521.500
43. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI
Perlambatan perekonomian global dan dampak negatif yang terjadi pada pasar finansial utama di dunia yang diakibatkan
oleh perang ukraina dan rusia serta kebangkrutan silicon valley bank telah menimbulkan volatilitas yang tinggi pada nilai
wajar instrumen keuangan, terhentinya perdagangan, gangguan operasional perusahaan, pasar saham yang tidak stabil
dan likuiditas yang ketat pada sektor-sektor ekomomi tertentu di Indonesia, termasuk industri properti, yang dapat
berkelanjutan dan berdampak terhadap keuangan dan operasional. Kemampuan pemerintah Indonesia untuk
meminimalkan dampak perlambatan ancaman perang ukraina dan rusia serta kebangkrutan silicon valley bank tersebut,
selain kebijakan fiskal dan kebijakan lainya yang diterapkan pemerintah. Kebijakan tersebut, termasuk pelaksanaannya
dan kebijakan yang timbul, berada di luar kontrol perusahaan.
44. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah diselesaikan dan diotorisasi
untuk diterbitkan pada tanggal 30 April 2026.
42
Names mentioned 70 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Christina Susanto
· Notaris
p.10 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.10 ×2
unresolved
org
BAPEPAM
p.10
unresolved
org
PT Hotel Marbella
p.11
unresolved
org
PT Graha Puji
p.11
unresolved
org
PT Kotaserang
p.11
unresolved
org
PT Ubud Bali Asri
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional
p.11
unresolved
org
PT Marbella Property
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura
p.11
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang Internasional.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjiadi Gapura Vila Marbella
p.11
unresolved
org
PT Konrat Marbella
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pudjipapan Kreasindo
p.11 ×4
unresolved
org
PT Konrat Marbella Balikpapan
p.11 ×2
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel Corporation
p.11
unresolved
org
Yayasan REI
p.11 ×2
unresolved
org
PT Spinindo Mitra Daya
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo
p.11 ×2
unresolved
org
PT Graha Puji Propertindo. Berdasarkan Akta
p.11
unresolved
person
Weliana Salim
p.11
unresolved
person
Santy Triana
p.11
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Properti
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Bank Jawa Barat
p.26
unresolved
org
PT Bank Banten
p.26
unresolved
org
Sierad Produce Tbk
p.26 ×4
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Property
p.28 ×3
unresolved
org
PT Kota Serang Baru Permai
p.28 ×2
unresolved
org
PT Juwara Warga Hotel
p.29 ×2
unresolved
org
PT Boga Karya Lestari
p.29
unresolved
org
PT Marbella Dago Pakar
p.29 ×2
unresolved
org
PT Unggul Graha Persada
p.29
unresolved
org
PT Asuransi Wahana Tata Indonesa
p.31 ×12
unresolved
org
Bank UOB
p.32
unresolved
org
PT Jakarta Internasional Property. Plafond
p.35
unresolved
org
PT Hotel Marbella Pengembang International
p.36 ×2
unresolved
person
Yatty Sriyati Suhadiwiraatmaja
· Notaris
p.38
unresolved
—
RULBPS
· Pemegang Saham
p.38
unresolved
person
Imas Fatimah
p.38
unresolved
org
Departemen
p.40
unresolved
org
PT Abadimukti Guna Lestari
p.43
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.