Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 180
Page 1
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025
Page 2
Page 3
Tema Kami
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata
Di Indika Energy, perjalanan keberlanjutan kami Prioritas lingkungan, sosial, dan tata kelola bukanlah
dipandu oleh komitmen yang berkelanjutan (Enduring aspirasi yang terpisah, melainkan bagian integral
Commitments) — tujuan jangka panjang untuk dari cara kami mengukur kinerja dan mengevaluasi
mendiversifikasi portofolio secara bertahap, mengurangi keputusan. Kami memantau kemajuan secara ketat dan
dampak lingkungan, serta memperkuat kinerja meninjau hasil secara transparan, menyadari bahwa
sosial dan tata kelola di seluruh Grup. Komitmen ini beroperasi di berbagai sektor dan wilayah geografis
membentuk cara kami beroperasi hari ini sekaligus memerlukan adaptabilitas serta pembelajaran yang
mempersiapkan diri untuk masa depan, di mana berkelanjutan.
pertimbangan keberlanjutan semakin terintegrasi dalam
manajemen aset, pengembangan sumber daya manusia, Di atas segalanya, tema ini mencerminkan komitmen
pengawasan risiko, dan keputusan investasi. bersama di seluruh Grup. Perjalanan keberlanjutan kami
tidak hanya ditentukan oleh apa yang ingin kami capai,
Mewujudkan ambisi ini memerlukan konsistensi, tetapi oleh bagaimana kami mengeksekusinya dengan
disiplin, dan ketangguhan. “Komitmen Berkelanjutan” disiplin dan integritas. Dengan menjaga kejelasan arah
mencerminkan tekad kami untuk tetap teguh pada jalur dan fokus pada penyampaian yang konsisten, kami terus
yang telah ditetapkan, yaitu mengelola operasional menerjemahkan komitmen menjadi nilai yang terukur —
saat ini secara bertanggung jawab sambil terus maju membangun fondasi yang tangguh untuk pertumbuhan
secara konsisten menuju transformasi, bahkan ketika jangka panjang.
menghadapi berbagai tantangan. “Membuka Nilai Nyata”
(Unlocking Value) menangkap bagaimana visi strategis
kami kini menjadi realitas yang nyata. Dengan mematuhi
standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang
ketat, kami berfokus pada operasionalisasi transisi
bisnis kami — memperluas jejak energi terbarukan,
membangun kapabilitas kendaraan listrik, dan
mewujudkan proyek pertambangan emas kami menjadi
kenyataan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 3
Page 4
Daftar isi
Pesan dari Direktur Utama Bab 3 - Keberlanjutan Sosial dan Dampak
bagi Masyarakat
Sorotan Utama Tahun 2025 Pendekatan sosial
Mel akukan transisi deng an disipl in Pengembangan sumberdaya manusia
Perj al anan keberl anj utan kami Kinerja dan budaya keselamatan
Memberdayakan Indonesia: Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat
Bab 1 - Memahami Indika Energy dan
Menghormati hak asasi manusia
Perjalanan Transisi Kami
Warisan masyarakat adat dan kemitraan lokal
Perj al anan transisi kami y ang terus
beraksel erasi
Meng h adapi tantang an, meraih pel uang Bab 4 - Tata Kelola: Memastikan Integritas
Pendekatan kami terh adap risiko perubah an dan Akuntabilitas
ikl im Pendekatan tata kelola
Laporan Keberl anj utan kami: Transparansi, Mengelola perjalanan keberlanjutan sejalan
akuntabil itas, dan dampak dengan tujuan kami
Bab 2 – Pengelolaan Lingkungan: Informasi lainnya
Melestarikan Alam, Menjamin Masa Depan
Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi
Pendekatan kami dalam melestarikan alam
Pernyataan jaminan
Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK),
Glosarium
penggunaan energi, dan pengelolaan emisi
Pemetaan kerangka kerja
Penggunaan lahan, reklamasi, keanekaragaman
hayati, dan perlindungan ekosistem Hubungi kami
Pengelolaan air
Pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular
Pengelolaan kualitas udara
Pengelolaan material dan ekonomi sirkular
Pengelolaan lingkungan pada pemasok
4 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 5
Page 6
6 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
Pesan dari Direktur Utama
Tahun lalu, Indika Energy terus melangkah maju dengan Perspektif tersebut memandu cara kami mengelola
tujuan yang jelas dalam perjalanan keberlanjutan kami, transisi. Kami mendekatinya melalui tiga strategi
memenuhi komitmen, serta menciptakan nilai jangka yang saling terkait erat: Divestasi, Diversifikasi, dan
panjang. Tujuan kami untuk memberi energi bagi Dekarbonisasi. Kami terus merampingkan portofolio
Indonesia (energizing Indonesia) kian mendapatkan dengan mengurangi eksposur terhadap aktivitas
momentum, didukung oleh arah strategis yang jelas tinggi emisi yang tidak sejalan dengan arah jangka
dan pertumbuhan berkelanjutan dari lini bisnis yang panjang kami. Pada saat yang sama, kami secara aktif
selaras dengan lanskap energi masa depan. Pada tahun menumbuhkan bisnis di sektor energi bersih, mobilitas
2025, kemajuan ini menjadi semakin nyata di seluruh listrik, mineral, dan sektor masa depan lainnya yang
Grup — hasil dari keputusan yang konsisten, eksekusi dapat berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan.
yang disiplin, serta upaya kolektif untuk mencapai target Secara paralel, kami berupaya mengurangi intensitas
jangka menengah dan panjang, serta portofolio yang emisi dari operasional kami, terutama di area yang lebih
lebih berkelanjutan. sulit didekarbonisasi (hard-to-abate), melalui inisiatif
dekarbonisasi yang terukur dan perbaikan operasional.
Sebagai perusahaan investasi Indonesia dengan Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memungkinkan
portofolio bisnis yang terdiversifikasi, kami terus kami untuk maju dengan cara yang terencana, terukur,
beroperasi dalam lingkungan yang menuntut dan tangguh.
keseimbangan. Indonesia membutuhkan energi yang
andal saat ini, bahkan ketika sistem energi global terus Pendekatan disiplin ini terus memandu kemajuan kami
berevolusi. Di saat yang sama, ekspektasi terhadap menuju pencapaian yang jelas. Kami tetap fokus pada
tanggung jawab lingkungan, dampak sosial, dan target untuk menghasilkan setidaknya 50% pendapatan
ketangguhan jangka panjang terus meningkat. Tugas dari bisnis non-batubara pada tahun 2028, dan terus
kami adalah mengelola realitas-realitas ini secara berupaya mencapai komitmen jangka panjang kami
bersamaan, tanpa kehilangan pandangan terhadap untuk meraih netral emisi karbon pada tahun 2050.
tujuan akhir kami. Inilah arti memberi energi bagi Target-target ini bukanlah aspirasi abstrak. Hal tersebut
Indonesia menurut kami: memenuhi kebutuhan saat menjadi dasar bagaimana kami mengalokasikan
ini sambil membantu membangun kapabilitas — baik modal, menilai risiko, dan mengambil keputusan di
manusia, ekonomi, maupun lingkungan — yang akan seluruh Grup. Target ini juga memberikan titik acuan
mendukung masa depan bangsa. yang konsisten saat kami menavigasi perubahan
kondisi pasar, perkembangan teknologi, dan lingkungan
kebijakan.
Inilah arti memberi energi bagi
Indonesia menurut kami: memenuhi Pada tahun 2025, kami meninjau kembali dan
kebutuhan saat ini sambil mempertajam keselarasan antara strategi bisnis dan
perjalanan keberlanjutan kami. Ini menandai titik jangka
membantu membangun kapabilitas menengah yang penting untuk meninjau kemajuan kami
manusia, ekonomi, maupun menuju target 2030, serta memastikan keselarasan
lingkungan, yang akan mendukung yang berkelanjutan dengan komposisi portofolio bisnis
yang terus berkembang dan lanskap energi yang
masa depan bangsa. berubah. Di seluruh Grup, lebih banyak pencapaian
telah tercatat. Proyek emas Awak Mas semakin dekat
untuk memasuki fase produksi, menjadikannya potensi
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 7
Page 8
sumber pendapatan non-batubara baru yang signifikan langkah ini membuahkan hasil nyata; pada tahun 2025,
dan kontributor penting bagi diversifikasi portofolio. emisi GRK cakupan 1 dan 2 berhasil dikurangi menjadi
Proyek ini merepresentasikan lebih dari sekadar aset — 839 ktCO2eq, yang merepresentasikan pengurangan
ini mencerminkan persiapan matang selama bertahun- sebesar 30,29% dari baseline—melampaui target tahun
tahun dan kepercayaan diri kami dalam membangun 2025 sebesar 25%. Upaya ini mencerminkan tanggung
nilai di luar bisnis warisan (legacy business) kami. jawab kami dalam mengelola jejak lingkungan dari
operasional yang ada saat ini secara bertanggung
jawab, bahkan saat kami membangun bisnis yang
akan menentukan fase pertumbuhan Indika Energy
Perjalanan keberlanjutan kami berikutnya.
bukan hanya tentang aset dan
Tahun 2025 memiliki makna yang sangat penting
portofolio — melainkan tentang bagi Indika Energy. Lima tahun sebelumnya, kami
mata pencaharian masyarakat, mulai merumuskan target jangka menengah dalam
peluang, dan kemajuan bersama. peta jalan jangka panjang kami menuju netral
emisi karbon pada tahun 2050, sebagai bagian dari
perjalanan keberlanjutan yang lebih luas. Meskipun
Selama tahun ini, kami juga terus memperluas inisiatif kami menyadari bahwa kemajuan lebih lanjut masih
kendaraan listrik kami. ALVA memajukan mobilitas listrik diperlukan, kemampuan kami untuk memenuhi, bahkan
roda dua dengan peluncuran model-model baru yang melampaui target ESG 2025, membuktikan bahwa
ditujukan bagi pelanggan di pasar sepeda motor terbesar komitmen ini telah diterjemahkan menjadi hasil yang
di Asia Tenggara, sementara KALISTA memperkuat terukur. Ambisi ini berakar pada tujuan kami untuk
penawaran solusi armada kendaraan listrik (EV fleet), memberi energi bagi Indonesia demi masa depan yang
guna mendukung adopsi transportasi yang lebih bersih berkelanjutan (Energizing Indonesia for a Sustainable
di berbagai sektor. Selain itu, INVI mendukung uji coba Future), menciptakan nilai yang solid dan dampak yang
kendaraan listrik di operasi pertambangan Kideco bermakna bagi Indonesia.
sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi dan efisiensi
Grup, dengan berperan sebagai distributor kendaraan Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana
listrik komersial serta menyediakan solusi terintegrasi transformasi ini dirasakan oleh masyarakat. Perjalanan
yang mencakup penyediaan kendaraan, infrastruktur keberlanjutan kami bukan hanya tentang aset dan
pengisian daya, dan layanan purna jual. portofolio — melainkan tentang mata pencaharian
masyarakat, peluang, dan kemajuan bersama. Pada
Seiring dengan kemajuan berkelanjutan di bidang tahun 2025, Indika Energy menyelesaikan inisiatif
energi terbarukan serta bisnis lingkungan dan karbon, restorasi ekosistem selama tiga tahun melalui
perkembangan ini mencerminkan implementasi yang Program Mangrove in Action (IMPACT). Program ini
konsisten dan semakin dalamnya upaya diversifikasi merehabilitasi 250 hektar mangrove pesisir di Paser,
kami. Kalimantan Timur, dengan lebih dari 324.200 pohon
yang ditanam. Saat mencapai usia matang, mangrove
Secara paralel, kami memajukan upaya dekarbonisasi yang direstorasi ini diharapkan dapat menyerap
di seluruh operasional bisnis energi dan logistik kami. sekitar 2.500 tCO2eq per tahun, atau lebih dari 25.000
Dengan meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan tCO2eq selama sepuluh tahun, sekaligus mendukung
penggunaan bahan bakar, dan memperkuat praktik
operasional, kami terus mengurangi intensitas emisi
sembari menjaga keandalan dan kinerja. Langkah-
8 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
transparansi dalam keterbukaan informasi, dan
Jalan di depan akan terus memastikan bahwa risiko lingkungan serta sosial
menghadirkan tantangan — mulai menerima tingkat perhatian yang sama dengan kinerja
dari volatilitas pasar hingga keuangan. Fondasi tata kelola ini memungkinkan kami
untuk mengelola kompleksitas dengan disiplin serta
ketidakpastian teknologi — menjaga kepercayaan dari karyawan, masyarakat,
namun juga akan menawarkan investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
peluang untuk membangun
Laporan Keberlanjutan ini menjelaskan posisi Indika
ketangguhan, memperdalam Energy saat ini. Laporan ini mencerminkan kemajuan
kapabilitas, dan menciptakan nilai yang stabil, kapabilitas yang kian tumbuh, dan sebuah
perjalanan keberlanjutan yang dikelola secara aktif,
yang berkelanjutan. bukan sekadar ditunggu secara pasif. Laporan ini juga
mencerminkan pengakuan kami bahwa perjalanan
keanekaragaman hayati, meningkatkan ketangguhan ini masih berlangsung. Jalan di depan akan terus
pesisir, dan memperkuat mata pencaharian masyarakat menghadirkan tantangan, mulai dari volatilitas pasar
sekitar. Secara kolektif, hasil-hasil ini menunjukkan hingga ketidakpastian teknologi, namun juga akan
bagaimana prioritas lingkungan dan sosial dapat saling menawarkan peluang untuk membangun ketangguhan,
memperkuat, memberikan manfaat yang melampaui memperdalam kapabilitas, dan menciptakan nilai yang
batas-batas operasional Indika Energy. berkelanjutan.
Di seluruh Grup, kami juga terus berinvestasi pada Menatap masa depan, kami melangkah dengan penuh
sumber daya manusia kami. Kami memperkuat percaya diri dan fokus. Didukung oleh setiap karyawan
pengembangan tenaga kerja, memperluas peluang kami dan dipandu oleh tujuan yang jelas, kami tetap
untuk belajar dan peningkatan keterampilan (reskilling), berkomitmen untuk mengelola transisi kami secara
serta mempromosikan inklusi dan keberagaman bertanggung jawab dan transparan. Dengan terus
gender di seluruh bisnis kami. Seiring dengan peran memberi energi bagi Indonesia melalui energi yang
yang terus berevolusi di tengah perubahan struktural, andal, masyarakat yang berdaya, dan ekosistem yang
mempersiapkan insan kami tetap menjadi pusat dari tangguh, kami percaya Indika Energy dapat terus
pengelolaan transisi yang bertanggung jawab. Pada memainkan peran konstruktif dalam pembangunan
tahun 2025, kami memperkuat kapabilitas tenaga kerja bangsa sembari membangun bisnis yang lebih kuat dan
dan kepemimpinan di seluruh anak perusahaan Indika berkelanjutan untuk jangka panjang.
Energy melalui Future Leaders Development Program,
yang dilengkapi dengan inisiatif pembelajaran dan Kami berkomitmen sepenuhnya pada perjalanan ini, dan
inklusi yang lebih luas. Kami juga mempertahankan kami senang Anda menjadi bagian darinya.
fokus yang kuat pada kesehatan, keselamatan, dan
kesejahteraan, menyadari bahwa lingkungan kerja yang
aman dan saling menghormati adalah fundamental bagi
kinerja yang berkelanjutan.
Azis Armand
Direktur Utama dan CEO Grup
Tata kelola yang kuat menjadi landasan dari semua
upaya ini. Sepanjang tahun, kami terus memperkuat
pengawasan, memperjelas tanggung jawab, dan
mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan ke
dalam pengambilan keputusan di setiap tingkatan. Kami
memperkuat pengawasan rantai pasok, meningkatkan
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 9
Page 10
Sorotan Utama tahun 2025
Perjalanan keberlanjutan Indika Energy semakin nyata Sebagai respons, Indika Energy terus berekspansi
terlihat dari bagaimana target, tindakan, dan hasil kami melampaui energi tradisional ke berbagai lini bisnis
saling beririsan di seluruh lini bisnis. Komitmen jangka yang lebih luas dan siap menghadapi masa depan
panjang kami memberikan arah, sementara kemajuan (future-fit businesses). Portofolio kami kini mencakup
kami di tahun 2025 mencerminkan bagaimana ambisi eksposur yang kian tumbuh di bidang energi terbarukan,
tersebut diterjemahkan ke dalam pelaksanaan. Kinerja ekosistem kendaraan listrik, mineral dan logam
ESG kami terus berjalan selaras dengan ketangguhan berkelanjutan, serta solusi berbasis teknologi yang
finansial dan evolusi portofolio, didukung oleh alokasi mendukung efisiensi dan inovasi. Bidang-bidang ini
modal yang disiplin serta penekanan yang kian besar melengkapi operasional yang sudah ada sekaligus
pada bisnis yang siap menghadapi masa depan (future- membuka jalur baru bagi pertumbuhan jangka panjang.
fit businesses). Indikator dan inisiatif di bawah ini
menawarkan gambaran tentang bagaimana pendekatan Kemajuan sepanjang tahun 2025 mencerminkan arah
ini membentuk hasil nyata — mulai dari perbaikan tersebut. Kami telah memulai dan memperdalam
operasional dan pengurangan emisi hingga diversifikasi inisiatif utama yang mencakup energi terbarukan,
dan solusi berbasis alam (nature-based solutions) — pengembangan tenaga surya fotovoltaik, solusi
seraya memperkuat fondasi bagi penciptaan nilai jangka mobilitas listrik, serta proyek berbasis alam dan
panjang. terkait karbon yang mendukung pengurangan emisi
dan restorasi ekosistem. Secara paralel, kami terus
Melaksanakan transisi dengan memajukan portofolio logam dan mineral kami secara
disiplin lebih luas, menyadari meningkatnya kebutuhan
global akan pasokan bahan baku kritis yang aman,
bertanggung jawab, dan holistik yang mendasari
Di Indika Energy, kami mulai melaksanakan poros
teknologi baterai, elektrifikasi, dan transisi energi. Secara
keberlanjutan kami pada tahun 2018, dan saat ini
kolektif, hal ini berkontribusi pada bauran pendapatan
kami berada pada titik penting dalam transisi tersebut.
yang lebih seimbang dan proyeksi emisi yang lebih
Meskipun bisnis warisan kami di sektor batubara
rendah dari waktu ke waktu.
tetap menjadi bagian utama dari portofolio, Grup telah
bergeser secara mantap menuju profil pertumbuhan
yang lebih terdiversifikasi dan rendah karbon. Evolusi ini Melalui diversifikasi, divestasi, dan dekarbonisasi,
mencerminkan pilihan-pilihan terencana yang dibuat dari Indika Energy terus memperkuat ketangguhan jangka
waktu ke waktu — menyeimbangkan tanggung jawab panjang. Pendekatan ini mendukung manajemen risiko
saat ini dengan arah jangka panjang — dan telah mulai yang efektif, meningkatkan daya saing, dan melandasi
membentuk kembali di mana nilai diciptakan di seluruh penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan
bisnis. Transisi ini menjadi penting karena konteks seiring dengan kemajuan transisi yang dilakukan.
operasional yang terus berubah. Menjamin ketahanan
energi tetap menjadi hal yang esensial, terutama
dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Di saat yang sama, daya saing semakin bergantung
pada ketangguhan, kemampuan untuk beradaptasi
dengan pasar yang bergeser, teknologi yang berevolusi,
dan meningkatnya ekspektasi seputar keberlanjutan.
Ketangguhan iklim juga menjadi hal yang sentral,
yang membutuhkan langkah-langkah praktis untuk
mengurangi dampak lingkungan sekaligus berkontribusi
pada target netral emisi karbon Indonesia.
10 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
Gambar 1. Perjalanan menuju netral emisi karbon
2010
Menetapkan standar transparansi ESG
Meluncurkan Laporan Keberlanjutan pertama berbasis GRI, menandai
komitmen kami terhadap transparansi dan akuntabilitas. Laporan ini kini
diterbitkan setiap tahun sebagai bentuk dedikasi kami terhadap kemajuan yang
berkelanjutan.
2018
Memulai diversifikasi ke sektor rendah karbon
Indika Energy mulai mendiversifikasi portofolio bisnis dengan menjajaki
sektor rendah karbon, menyelaraskan strategi pertumbuhan dengan visi
jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan dan transisi energi.
2020
Membangun fondasi ESG
Meletakkan dasar bagi keunggulan ESG dengan menyelaraskan strategi
dengan tujuan perusahaan dan ambisi netral emisi karbon pada 2050.
2021
Menetapkan komitmen dan memperkuat transparansi
Kami meningkatkan transparansi keberlanjutan dengan menetapkan target ESG yang
jelas, mengadopsi biodiesel B30, serta membentuk Komite Keberlanjutan untuk
mendorong kemajuan di seluruh Grup. Kami juga menjadi bagian dari berbagai inisiatif
global—United Nations Global Compact (UNGC), IBCSD, dan WEF Stakeholder
Capitalism Metrics—serta menjadi anggota pertama dari Indonesia dalam Powering
Past Coal Alliance, menegaskan komitmen kami terhadap transisi energi yang adil.
2022
Memperluas praktik energi bersih
Kami memperkuat keberlanjutan operasional melalui pemasangan sistem PLTS di
Kideco untuk mengurangi penggunaan diesel serta penggunaan bus listrik guna
mendukung transportasi yang lebih bersih dan efisien. Indika Energy juga memperluas
adopsi PLTS di berbagai operasi, mempertegas komitmen terhadap energi terbarukan.
2023
Memperkuat dan memperluas inisiatif ESG
Kami meninjau kembali dan memperkuat fondasi ESG dengan menyelaraskan target
terhadap portofolio baru, mengadopsi standar global, serta meluncurkan peta jalan
netral emisi karbon. Adopsi penuh biofuel B30 menjadi langkah penting dalam
mengurangi emisi. Pada tahun ini, kami juga meluncurkan dua program keberlanjutan
unggulan—CANTING Berkelanjutan, yang berfokus pada penurunan stunting serta
peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta Indika Energy Mangrove Program in
Action (IMPACT), yang mendukung restorasi mangrove dan ketahanan iklim.
2024
Mendorong keberlanjutan melalui digitalisasi
Platform digital baru mulai digunakan untuk memantau kinerja keberlanjutan di
seluruh Indika Energy, meningkatkan akuntabilitas dan pencapaian hasil. Hingga
2024, kami berhasil menurunkan emisi cakupan 1 dan 2 sebesar 24%, menjaga kami
tetap berada pada jalur pencapaian target 2025 dan 2030.
2025
Mendorong inovasi rendah karbon
Pada tahun 2025, Indika Energy memulai uji coba kendaraan listrik (EV) dalam
operasional pertambangan untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung model
bisnis rendah karbon. Kami juga mulai bertransisi ke biofuel B40, memperkuat
komitmen terhadap energi yang lebih bersih dan dekarbonisasi operasional. Sebagai
hasil dari berbagai inisiatif tersebut, pada tahun 2025 kami berhasil menurunkan emisi
hingga 30,29%, melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 25%.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 11
Page 12
Perjalanan keberlanjutan kami
Transisi Indika Energy dipandu oleh tujuan jangka Secara keseluruhan, indikator-indikator ini menunjukkan
panjang yang jelas dan pelaksanaan jangka pendek sebuah bisnis yang mengelola berbagai rentang waktu
yang terukur. Komitmen kami untuk mencapai 50% sekaligus: memberikan hasil dalam jangka pendek,
pendapatan non-batubara pada tahun 2028 dan mengurangi paparan risiko dalam jangka menengah, dan
netral emisi karbon pada tahun 2050 mencerminkan membangun fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan
bagaimana Grup mengatur urutan perubahan — dalam jangka panjang. Inisiatif yang disoroti di
menyelaraskan ambisi dengan realitas operasional bawah ini mengilustrasikan bagaimana pendekatan
dan disiplin modal. Pencapaian-pencapaian ini ini diterjemahkan ke dalam tindakan di seluruh
memberikan arah, sekaligus memungkinkan fleksibilitas operasional dan portofolio yang lebih luas, mulai dari
untuk merespons kondisi pasar yang berevolusi, pengurangan intensitas emisi dan peningkatan efisiensi
perkembangan teknologi, serta jalur kebijakan yang energi, hingga pengintegrasian tenaga terbarukan dan
dinamis. peningkatan skala solusi berbasis alam. Setiap inisiatif
mencerminkan respons praktis terhadap perjalanan
Kinerja kami di tahun 2025 mengilustrasikan bagaimana keberlanjutan, yang didasarkan pada pengujian
transisi ini terbentuk dalam praktik nyata. Kemajuan operasional, hasil yang terukur, serta pembelajaran yang
kami terhadap target-target ESG memberikan gambaran dapat menginformasikan penerapan yang lebih luas di
aspek yang telah diperkuat, kinerja telah meningkat, seluruh Grup. Seiring berjalannya waktu, upaya-upaya
dan tata kelola telah semakin matang. Secara paralel, ini menunjukkan bagaimana kami di Indika Energy
hasil keuangan kami menunjukkan ketangguhan yang terus memajukan tujuan kami dengan penuh tekad,
berkelanjutan seiring dengan evolusi portofolio kami, menghubungkan kinerja, keberlanjutan, dan pencapaian
yang didukung oleh diversifikasi, disiplin biaya, serta nilai jangka panjang.
investasi terarah pada bisnis yang siap menghadapi
masa depan (future-fit businesses).
KALISTA telah mengoperasikan lebih dari 95 unit armada kendaraan
listrik di Indonesia pada tahun 2025, mengembangkan ekosistem
kendaraan listrik nasional serta transportasi yang berkelanjutan.
12 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
Ambisi ESG pada tahun 2025 dan target untuk tahun 2030
Komitmen ESG jangka panjang kami hingga tahun 2030 mencerminkan upaya Indika Energy untuk terus
mengintegrasikan keberlanjutan di seluruh lini bisnis, dengan target yang jelas dan terukur sebagai panduan dalam
mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab dan penciptaan nilai jangka panjang.
Gambar 2. Target ESG yang mendukung strategi transisi Indika Energy
LINGKUNGAN
Emisi GRK cakupan 1 dan 2
(Relatif terhadap baseline tahun
25% 33%
2020) Mengurangi emisi GRK cakupan 1 Mengurangi emisi GRK cakupan 1
dan 2 sebesar 25% pada tahun 2025. dan 2 sebesar 33% pada tahun 2030.
50% 55%
Mengurangi intensitas emisi GRK Mengurangi intensitas emisi GRK
cakupan 1 dan 2 per pendapatan cakupan 1 dan 2 per pendapatan
sebesar 50% pada tahun 2025. sebesar 55% pada tahun 2030.
10% 25%
Mengurangi intensitas emisi GRK Mengurangi intensitas emisi GRK
cakupan 1 dan 2 per ton produksi cakupan 1 dan 2 per ton produksi
batubara sebesar 10% pada tahun batubara sebesar 25% pada tahun
2025. 2030.
Pengelolaan energi
30% 35%
Meningkatkan persentase energi Meningkatkan persentase energi
terbarukan dalam bauran konsumsi terbarukan dalam bauran konsumsi
energi menjadi 30% pada tahun energi menjadi 35% pada tahun
2025. 2030.
Pengelolaan air
(Relatif terhadap baseline tahun
30% 32%
2020) Mengurangi intensitas pengambilan Mengurangi intensitas pengambilan
air per pendapatan sebesar 30% air per pendapatan sebesar 32%
pada tahun 2025. pada tahun 2030.
Pengelolaan limbah
40% 45%
Mengalihkan 40% sampah dari Mengalihkan 45% sampah dari
tempat pembuangan akhir pada tempat pembuangan akhir pada
tahun 2025. tahun 2030.
Lahan dan keanekaragaman hayati
(Relatif terhadap baseline tahun
20%
2020) Meningkatkan luas lahan reklamasi
sebesar 20% pada tahun 2025.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 13
Page 14
SOSIAL
Masyarakat sekitar
1%
1% dari laba sebelum bunga dan
pajak (EBIT) dialokasikan untuk
pengembangan masyarakat setiap
tahun.
Kesehatan dan keselamatan
Nol
Tidak ada korban jiwa setiap
tahunnya baik bagi karyawan
maupun kontraktor.
Keberagaman dan inklusi
20% 25%
Target 20% perempuan dalam Target 25% perempuan dalam
angkatan kerja pada tahun 2025. angkatan kerja pada tahun 2030.
15% 20%
Target 15% perempuan di Target 20% perempuan di
manajemen senior pada tahun 2025. manajemen senior pada tahun 2030.
TATA KELOLA
Etika bisnis
80% 100%
80% karyawan mengikuti pelatihan 100% karyawan mengikuti pelatihan
kode etik bisnis pada tahun 2025. kode etik bisnis pada tahun 2030.
100% 100%
100% anggota dewan direksi 100% anggota dewan direksi
mengikuti pelatihan kode etik bisnis mengikuti pelatihan kode etik bisnis
pada tahun 2025. pada tahun 2030.
Tata kelola perusahaan
30%
30% bobot KPI evaluasi dewan
direksi & manajemen senior terkait
dengan topik ESG pada tahun 2025.
14 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
Arah strategis transisi netral emisi karbon: pencapaian emisi GRK
cakupan 1 dan 2
Kemajuan dalam perjalanan menuju netral emisi karbon tercermin melalui pencapaian yang diperbarui untuk
menurunkan emisi GRK cakupan 1 dan 2, yang selaras dengan strategi transisi kami.
Gambar 3. Arah strategis dekarbonisasi Indika Energy cakupan 1 dan 2 menuju netral emisi karbon
PROYEKSI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) CAKUPAN 1 DAN 2
dalam ktCO2eq
1.203
Target 2025
903 ktCO2eq Target 2030
806 ktCO2eq
pada 2050
Netral emisi karbon
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2030
25% 33%
dari baseline 2020 dari baseline 2020
2050
Mendukung percepatan
transisi energi
Memperkuat praktik Akselerasi pertumbuhan Netral
Mendukung percepatan transisi energi
• Berinvestasi dalam pengembangan
Dekarbonisasi operasional
• Digitalisasi untuk meningkatkan
efisiensi dan pengendalian emisi
Berupaya mendukung kebutuhan strategis
Indonesia dalam pembangunan
berkelanjutan, melalui keseimbangan
emisi
•
bisnis rendah karbon
Divestasi aset yang terkait dengan
• Elektrifikasi kendaraan dan
peralatan operasional
antara perlindungan lingkungan dan
penciptaan nilai bagi masyarakat. karbon
batubara • Penerapan PV surya dan
penyimpanan baterai untuk
mengurangi ketergantungan pada
Membangun kemitraan untuk mengurangi
fossil-based fuel dan jaringan listrik
jejak karbon di seluruh rantai nilai
konvensional
• Melakukan pengukuran dan
pengelolaan emisi cakupan 3 • Peningkatan penggunaan biodiesel
B40 dan mempelajari potensi
• Mengembangkan program penggunaan B50 sebagai langkah
penurunan karbon bersama para pengurangan emisi
kontraktor
• Pemanfaatan teknologi dan inovasi
untuk mendorong operasional
rendah karbon
• Peningkatan akurasi metode dalam
pengukuran emisi GRK cakupan 3
• Reklamasi lahan dan restorasi
ekosistem dengan penyerapan
karbon yang terverifikasi
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 15
Page 16
Sorotan kinerja ESG tahun 2025
Kami mengelola tanggung jawab kami terhadap pengembangan karyawan, kesejahteraan masyarakat, dan
kelestarian lingkungan, sekaligus menyelaraskan aktivitas kami dengan standar internasional dan praktik terbaik
yang relevan. Untuk mendukung hal tersebut, kami secara berkala memantau kinerja melalui indikator operasional
dan keberlanjutan utama, termasuk bisnis baru kami yang secara bertahap diintegrasikan.
Melalui pemantauan yang berkelanjutan, kami berupaya mengidentifikasi area perbaikan sejak dini, sehingga
memungkinkan respons yang lebih tepat waktu dan efektif. Hal ini turut mendukung ketahanan operasional,
akuntabilitas dan perbaikan berkelanjutan. Indikator kinerja kami mengintegrasikan data, memonitor progres dan
perkembangan setiap tahunnya, serta memberikan visibilitas terhadap target, menjaga kami tetap berada pada arah
strategis menuju target netral emisi karbon pada 2050.
Pada tahun 2025, tren kinerja kami menunjukkan perkembangan positif di berbagai aspek ESG. Sebagai ilustrasi,
emisi GRK cakupan 1 dan 2 terus menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, dengan penurunan sebesar 8,27%
pada tahun 2025 dari tahun sebelumnya. Sementara porsi energi terbarukan meningkat menjadi 38,04% pada tahun
2025. Perkembangan positif juga terlihat dalam indikator sosial kami, termasuk peningkatan inklusivitas secara
bertahap, yang tercermin dari meningkatnya proporsi tenaga kerja perempuan. Berikut ini merupakan gambaran
kinerja ESG kami pada tahun 2025, beserta tren selama tiga tahun untuk memberikan konteks atas perkembangan
tersebut.
Gambar 4. Indikator kinerja ESG 2025 kami yang menunjukkan kemajuan tahunan
LINGKUNGAN
EMISI GRK CAKUPAN 1 DAN 2 (TonCO2eq) INTENSITAS EMISI GRK CAKUPAN 1 DAN 2 INTENSITAS EMISI GRK CAKUPAN 1 DAN 2
PER PENDAPATAN (TonCO2eq/juta USD PER TON PRODUKSI BATUBARA
pendapatan) (TonCO2eq/ton produksi batubara)
1.030.009
413
914.520 0,031
838.908 374 0,029
338 0,027
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Emisi GRK cakupan 1 dan 2 kami tercatat Meskipun kinerja emisi membaik di tengah Pada tahun 2025, kami memproduksi 30,5 juta ton
8,27% sebesar 838.908 tCO2eq, mencerminkan
penurunan sebesar 8,27% dibandingkan tahun 10,51% volatilitas harga batu bara, intensitas emisi
meningkat 10,51% dibandingkan tahun 3,58% batu bara, dengan intensitas emisi cakupan 1 dan
2 per ton produksi, turun 3,58% dibandingkan
sebelumnya. sebelumnya. tahun sebelumnya.
KONSUMSI ENERGI (Gigajoule) PORSI ENERGI TERBARUKAN (%) LIMBAH NON-B3 YANG DIALIHKAN (%)
14.794.645 38,04 73,01
13.715.656 34,02 58,74
12.952.340 33,37 46,30
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Pada tahun 2025, total konsumsi energi
Pada tahun 2025, porsi energi terbarukan meningkat Pada tahun 2025, tingkat pengalihan limbah
menurun sebesar 5,58% dibandingkan tahun
5,58% sebelumnya menjadi 12.952.340 GJ, yang
didorong oleh transisi ke B40 dan peningkatan
38,04% menjadi 38,04%, dari 34,02% pada tahun 2024,
mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam 24,29% meningkat menjadi 73,01%, naik 24,29%
dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh
integrasi energi bersih. inisiatif 3R (reduce, reuse, recycle).
penggunaan PV surya.
PENGAMBILAN AIR (ML) INTENSITAS PENGAMBILAN AIR INTENSITAS PENGAMBILAN AIR
(ML/juta USD pendapatan) (ML/ton produksi batubara)
2.829,71
0,930 0,077
2.029,77 0,830
1.535,97 0,756 0,046
0,042
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Pengambilan air menurun sebesar 24,33% Pada tahun 2025, intensitas pengambilan air kami Pada tahun 2025, intensitas pengambilan air kami
24,33% secara year-on-year didorong oleh penerapan
sistem closed-loop, pemanfaatan kembali air, 8,84% menurun sebesar 8,84% secara year-on-year
mencerminkan peningkatan efisiensi penggunaan air 9,27% menurun sebesar 9,27% secara year-on-year
menjadi 0,042 ML/ton produksi batu bara.
serta penguatan pengendalian operasional. di seluruh operasi.
16 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
REKLAMASI LAHAN
(Hektar)
5.879,42
5.384,24
5.234,98
2023 2024 2025
Pada tahun 2025, total reklamasi lahan
5.384,24 mencapai 5.384,24 hektar, yang mencerminkan
dampak dari aktivitas rehabilitasi khususnya di
wilayah operasional Kideco.
SOSIAL
INVESTASI SOSIAL MASYARAKAT PENGEMBANGAN MASYARAKAT
(% of EBIT) (Jiwa)
3,83 400.533
2,97 394.165
1,45 255.136
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Pada tahun 2025, investasi sosial masyarakat Pada tahun 2025, program pengembangan
3,83% meningkat menjadi 3,83% dari EBIT, dengan total nilai
Rp7,31 miliar.
255.136 masyarakat menjangkau 255.136 penerima manfaat,
menghadirkan inisiatif sosial yang berdampak.
FATALITAS KARYAWAN PADA OPERASI FATALITAS KONTRAKTOR PADA OPERASI
YANG DIKELOLA (Jiwa) YANG DIKELOLA (Jiwa)
2 2
1
0 0 0
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Pada tahun 2025, kami mencatat dua fatalitas
Pada tahun 2025, LTIR karyawan tercatat kontraktor. Kami turut berduka atas kejadian ini
0 fatalitas sebesar 0,00 dan TRIR sebesar 0,27,
mencerminkan fokus berkelanjutan terhadap 2 fatalitas dan memperkuat upaya pencegahan guna
menghindari terjadinya fatalitas di seluruh lini
kinerja keselamatan di seluruh operasi. bisnis.
PEREMPUAN DI ANGKATAN KERJA PEREMPUAN DI MANAJEMEN SENIOR
(%) (%)
20,30 16,08
20,19
11,68
18,75 11,19
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Pada tahun 2025, proporsi tenaga kerja Pada tahun 2025, proporsi perempuan dalam
20,30% perempuan mencapai 20,30%, atau 874 dari total
4.306 karyawan, mencerminkan kemajuan yang 16,08% manajemen senior mencapai 16,08%,
mencerminkan kemajuan yang terus berlanjut
terus berlanjut dalam keberagaman gender. dalam keberagaman kepemimpinan.
TATA KELOLA
JUMLAH KARYAWAN YANG MENGIKUTI JUMLAH ANGGOTA DEWAN YANG KPI ESG DEWAN DAN MANAJEMEN SENIOR
PELATIHAN COBC (%) MENGIKUTI PELATIHAN COBC (%)
3.864 106
3.728
Pada tahun 2025, penerapan KPI keberlanjutan terus
2.070 86 88 diperkuat di seluruh lini bisnis, termasuk Indika
Energy serta entitas utama seperti Kideco dan
2023 2024 2025 2023 2024 2025 Tripatra.
Pada tahun 2025, sebanyak 86,58% karyawan Pada tahun 2025, 100% anggota Dewan
86,58% telah mengikuti pelatihan COBC, sebagai upaya
berkelanjutan dalam memperkuat etika bisnis 100% mengikuti pelatihan COBC, menunjukkan
komitmen penuh dalam menjunjung tinggi etika
dan kepatuhan di seluruh organisasi. bisnis dan standar tata kelola.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 17
Page 18
Mewujudkan komitmen kami: kinerja ESG 2025 terhadap target
Pemantauan kinerja secara year-on-year membantu memberikan gambaran mengenai posisi kami dalam perjalanan
menuju netral emisi karbon, sekaligus menekankan pentingnya penetapan target yang jelas, transparansi dalam
proses pemantauan, serta implementasi yang konsisten dalam mendukung dekarbonisasi industri. Pada tahun
2025, Indika Energy menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam menerjemahkan komitmen keberlanjutan
menjadi hasil yang terukur, sejalan dengan arah strategis jangka panjang menuju target netral emisi karbon pada
tahun 2050. Target ESG 2025 mencerminkan momentum positif, dan di beberapa aspek melampaui target, meskipun
beberapa kemajuan tetap diperlukan. Dipandu oleh tujuan kami, Memberi Energi bagi Indonesia Untuk Masa Depan
yang Berkelanjutan (Energizing Indonesia for a Sustainable Future), kami terus menciptakan dampak yang bermakna.
Berlandaskan pada baseline tahun 2020, kami telah menetapkan target dekarbonisasi, termasuk pengurangan emisi
GRK cakupan 1 dan 2 sebesar 25% pada tahun 2025 dan 33% pada tahun 2030. Hingga tahun 2025, kami mencatat
penurunan sebesar 30,29%, melampaui target 2025 dan mencerminkan bahwa arah dekarbonisasi kami bergerak
sesuai rencana. Porsi energi terbarukan juga meningkat menjadi 38,04%, sementara tingkat pengalihan limbah
mencapai 73,01%, yang berada di atas target tahun 2025.
Dampak sosial tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Pada tahun 2025, sebesar 3,83% dari EBIT
dialokasikan untuk program pengembangan masyarakat, sementara representasi perempuan mencapai 20,30%
dalam tenaga kerja dan 16,08% pada tingkat manajemen senior, menunjukkan perkembangan yang berkelanjutan
dalam aspek inklusivitas.
TARGET ESG PROGRES PADA TAHUN 2025
Emisi GRK cakupan 1 dan 2
Pada tahun 2025, emisi cakupan 1 tercatat sebesar 827,79
25%
Mengurangi emisi cakupan 1
30,29%
relatif terhadap
ktCO2eq dan cakupan 2 sebesar 11,11 ktCO2eq, yang
didukung oleh peningkatan efisiensi energi, optimalisasi
bahan bakar, transisi ke B40, penggunaan PV surya, serta
dan 2 sebesar 25% pada tahun baseline 2020 integrasi bertahap sumber energi rendah karbon, termasuk
2025 dan 33% pada tahun 2030, uji coba kendaraan listrik (EV) pada armada pertambangan
relatif terhadap baseline tahun Kideco.
2020.
Intensitas emisi GRK cakupan 1 dan 2
50%
GRK cakupan 1 dan 2 per
47,84%
relatif terhadap
pendapatan sebesar 50% pada baseline 2020
tahun 2025 dan 55% pada tahun
2030, relatif terhadap baseline
tahun 2020. Pada tahun 2025, kami memproduksi 30,50 juta ton batu
bara dan mencatat pendapatan sebesar USD 2.030,90 juta.
Di tengah volatilitas harga batu bara. Intensitas emisi GRK
per pendapatan mencapai 47,84, sementara intensitas emisi
per ton produksi berhasil turun 16,67% dari baseline 2020,
10%
Mengurangi intensitas emisi
16,67%
relatif terhadap
melampaui target 10%. Kinerja ini didukung oleh efisiensi
operasional, optimalisasi bahan bakar termasuk B40,
integrasi energi rendah karbon seperti PV surya.
GRK cakupan 1 dan 2 per ton baseline 2020
produksi batubara sebesar 10%
pada tahun 2025 dan 25% pada
tahun 2030, relatif terhadap
baseline tahun 2020.
18 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
TARGET ESG PROGRES PADA TAHUN 2025
Pengelolaan energi
Total konsumsi energi mencapai 12.952.340,60 GJ, dengan
30%
Meningkatkan porsi energi
38,04%
927.355,14 GJ dari energi terbarukan, sehingga porsi energi
terbarukan mencapai 38,04% dan melampaui target 30%.
Pencapaian ini didukung oleh integrasi PV surya dan B40,
terbarukan dalam bauran serta peningkatan efisiensi dan strategi pengadaan energi
konsumsi energi menjadi 30% yang lebih optimal.
pada tahun 2025 dan 35% pada
tahun 2030.
Pengelolaan air
Realisasi penurunan intensitas pengambilan air mencapai
30% 65,15%
pengambilan air per pendapatan relatif terhadap
65,15%, serta total pengambilan air turun menjadi 1.535,97
ML. Kinerja ini didukung oleh penerapan sistem closed-
loop, pemanfaatan kembali air, pemanenan air hujan, serta
sebesar 30% pada tahun 2025 penguatan pengendalian operasional melalui pemantauan
baseline 2020 dan kalibrasi yang lebih baik, sehingga mengurangi
dan 32% pada tahun 2030, relatif
terhadap baseline tahun 2020 ketergantungan pada air tawar dan meningkatkan ketahanan
operasional.
Pengelolaan limbah
Timbulan limbah non-B3 mencapai 5.961,19 ton, dengan
40%
Mengalihkan 40% limbah non-B3
73,01%
73,01% atau 4.352,19 ton berhasil dialihkan dari pembuangan
akhir. Kinerja ini mencerminkan penerapan ekonomi sirkular
yang lebih efektif, didukung oleh peningkatan pemilahan,
dari pembuangan akhir pada daur ulang, dan pengendalian operasional.
tahun 2025 dan 45% pada tahun
2030.
Penggunaan lahan dan keanekaragaman hayati
Progres reklamasi lahan mencapai 18,80% pada tahun 2025,
20%
Meningkatkan luas reklamasi
18,80%
dengan total kumulatif 5.384,24 hektar di Kideco dan Mekko.
Pencapaian ini dipengaruhi oleh aktivitas pembukaan lahan
dan rehabilitasi yang berlangsung, khususnya di area Kideco,
lahan sebesar 20% pada tahun yang berdampak pada total luas reklamasi namun tetap
2025. mendukung kemajuan secara keseluruhan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 19
Page 20
TARGET ESG PROGRES PADA TAHUN 2025
Masyarakat lokal
Pada tahun 2025, investasi pengembangan masyarakat
1%
Sebesar 1% dari EBIT
3,83%
mencapai 3,83% dari EBIT, melampaui target 1%, dengan
total Rp71,35 miliar yang menjangkau lebih dari 255.100
individu. Pencapaian ini didukung oleh perluasan program di
dialokasikan untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,
pengembangan masyarakat serta penguatan keterlibatan pemangku kepentingan.
setiap tahun.
Kesehatan dan keselamatan
0
Tidak ada fatalitas setiap tahun
0 Pada tahun 2025, Indika Energy mencatat LTIR karyawan
sebesar 0,00 dan TRIR sebesar 0,27, sementara LTIR
bagi karyawan
kontraktor sebesar 194,99 dan TRIR sebesar 0,03. Pada
tahun yang sama, terjadi dua fatalitas kontraktor yang
kami sesalkan. Kami berfokus memberikan dukungan
0
Tidak ada fatalitas setiap tahun
2
kepada keluarga terdampak serta meningkatkan langkah
keselamatan untuk mencegah kejadian serupa.
bagi kontraktor
Keberagaman dan inklusi
20%
Peningkatan proporsi
20,30%
Pada tahun 2025, representasi tenaga kerja perempuan
perempuan dalam tenaga kerja mencapai 20,30% dari 4.306 karyawan, melampaui target
menjadi 20% pada tahun 2025 20%, sementara di manajemen senior mencapai 16,08%,
dan 25% pada tahun 2030 di atas target 15%. Hal ini didukung oleh praktik rekrutmen
inklusif dan pengembangan talenta, dengan fokus
15%
Peningkatan proporsi
16,08%
berkelanjutan pada peningkatan kepemimpinan menuju
target 2030.
perempuan dalam manajemen
senior menjadi 15% pada tahun
2025 dan 20% pada tahun 2030
20 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
TARGET ESG PROGRES PADA TAHUN 2025
Etika bisnis
80%
80% karyawan mengikuti
86,58%
pelatihan Code of Business
Conduct (COBC) pada tahun Pada tahun 2025, 86,58% karyawan mengikuti pelatihan
2025 dan 100% pada tahun 2030 COBC, melampaui target 80%, sementara 100% anggota
Dewan telah mengikuti pelatihan. Pencapaian ini
mencerminkan komitmen terhadap etika bisnis dan
100%
100% anggota dewan mengikuti
100,00%
integritas, dengan fokus berkelanjutan untuk mencapai
cakupan penuh karyawan menuju target 2030.
pelatihan Code of Business
Conduct (COBC) pada tahun
2025 dan 2030
Tata kelola
30%
30% (berdasarkan bobot) KPI
Pada tahun 2025, sebesar 30% dari KPI Dewan dan
manajemen senior telah mengintegrasikan aspek
keberlanjutan dalam manajemen kinerja. Implementasi di
evaluasi Dewan dan manajemen Indika Energy, Kideco, dan Tripatra menunjukkan keselarasan
senior terkait dengan topik ESG yang semakin erat antara akuntabilitas kepemimpinan dan
pada tahun 2025 prioritas keberlanjutan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 21
Page 22
Sorotan kinerja keuangan tahun 2025
Kinerja keuangan tahun 2025 memberikan gambaran mengenai performa dan ketahanan perusahaan, serta
mendukung kemampuan kami dalam menjalankan prioritas strategis dan keberlanjutan. Di tengah kondisi pasar yang
menantang, Grup Indika Energy mencatat laba bersih sebesar USD 6,03 juta pada tahun 2025, yang mencerminkan
ketahanan portofolio kami yang terdiversifikasi.
Kinerja ini turut memberikan ruang bagi kami untuk terus berinvestasi dalam inisiatif keberlanjutan dan inovasi yang
mendukung penciptaan nilai jangka panjang. Berlandaskan tujuan kami, Memberi Energi bagi Indonesia untuk Masa
Depan yang Berkelanjutan (Energizing Indonesia for a Sustainable Future), kami terus berupaya mengintegrasikan
kekuatan finansial dengan praktik yang bertanggung jawab, serta menunjukkan bahwa keberlanjutan dan kinerja
keuangan dapat berjalan secara selaras (GRI 201-1).
Gambar 5. Sorotan kinerja keuangan tahun 2025
PENDAPATAN (Juta USD) BIAYA OPERASIONAL (BIAYA UMUM DAN LABA KOTOR (Juta USD)
ADMINISTRASI) (Juta USD)
3.026,84 239,78 551,98 332,69 270,30
2.446,68 174,60
2.030,90 155,89
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Biaya operasional menurun sebesar
16,99% Pendapatan menurun sebesar 16,99%
dibandingkan tahun sebelumnya. 10,72% 10,72% dibandingkan tahun
sebelumnya.
18,75% Laba kotor menurun sebesar 18,75%
dibandingkan tahun sebelumnya.
EBITDA YANG DISESUAIKAN (Juta USD) LABA BERSIH (Juta USD)
395,13 119,68
285,27
210,31 10,08 6,03
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Adjusted EBITDA menurun sebesar
18,57% 18,57% dibandingkan tahun 40,21% Laba bersih menurun sebesar 40,21%
dibandingkan tahun sebelumnya.
sebelumnya.
22 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
Page 24
Inisiatif strategis utama dan Nilai ekonomi yang dihasilkan dan
dampak yang tercapai didistribusikan
Energi dan solusi terintegrasi yang disediakan oleh
Sepanjang tahun, inisiatif strategis secara aktif Grup Indika Energy berkontribusi dalam menggerakkan
dijalankan di seluruh bisnis, menerjemahkan prioritas pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup
menjadi tindakan yang terukur dan memberikan masyarakat di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025,
nilai nyata bagi perusahaan, masyarakat sekitar, dan Grup Indika Energy mencatatkan laba bersih sebesar
lingkungan. USD 6,03 juta, yang mencerminkan kinerja operasional
yang kuat dan ketangguhan bisnis. Nilai ekonomi yang
Di Grup Indika Energy, energi yang kami hasilkan dihasilkan selama tahun tersebut didistribusikan secara
menopang pembangunan ekonomi nasional dan bertanggung jawab kepada para pemangku kepentingan
mendukung kesejahteraan masyarakat di seluruh utama, termasuk karyawan, pemasok, pemerintah, dan
wilayah operasi kami. Dengan memasok energi ke masyarakat, selaras dengan prioritas pembangunan
industri dan rumah tangga, kami berkontribusi pada nasional Indonesia (GRI 201-1).
pertumbuhan nasional sekaligus menciptakan nilai
sosial dan ekonomi yang nyata di tingkat lokal. Dampak Selama periode pelaporan, Grup mencatatkan USD
kami diwujudkan melalui lapangan kerja, pengadaan 400,56 juta dalam bentuk kontribusi pajak dan royalti,
lokal, kontribusi fiskal, dan program pengembangan guna mendukung pembiayaan publik dan pembangunan
masyarakat yang ditargetkan di seluruh rantai nilai. Kami infrastruktur. Kontribusi ini terdiri dari pajak penghasilan
fokus pada penguatan ekonomi lokal yang mandiri, karyawan, pajak penghasilan badan, pajak pertambahan
tangguh, dan terdiversifikasi, memastikan masyarakat nilai (PPN), royalti di samping pelaporan dan kepatuhan
tetap adaptif dan sejahtera seiring dengan terus regulasi yang akurat dan tepat waktu (GRI 207-1, 207-4).
berkembangnya dinamika pasar dan lanskap industri.
Grup Indika Energy mematuhi semua hukum dan
peraturan perpajakan yang berlaku sebagai bagian dari
komitmen kami untuk mendukung pembiayaan negara
dan pembangunan nasional. Kami tidak menerima
bantuan keuangan langsung dari Pemerintah (GRI 201-
4).
Gambar 6. Nilai ekonomi yang dihasilkan
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan
Pendapatan Juta USD 3.026,84 2.446,68 2.030,90
Pendapatan lainnya Juta USD 13,90 0,00 4,86
Pendapatan investasi Juta USD 20,20 18,80 26,62
Pendapatan bersih dari perusahaan afiliasi dan Juta USD 22,88 15,46 12,55
usaha patungan
Nilai ekonomi total yang dihasilkan 3.083,81 2.480,94 2.074,93
Nilai ekonomi yang dihasilkan
Biaya pendapatan Juta USD (2.474,86) (2.113,99) (1.760,60)
Biaya penjualan, umum, dan administrasi Juta USD (239,78) (174,60) (155,89)
(termasuk gaji, upah, dan tunjangan karyawan)
Biaya keuangan Juta USD (85,55) (91,17) (69,22)
Biaya pajak Juta USD (94,94) (61,62) (60,79)
Pembayaran dividen Juta USD (73,25) (30,00) (5,04)
Biaya lainnya Juta USD 0,00 (6,32) 0,00
Nilai ekonomi total yang didistribusikan (2.968,39) (2.477,69) (2.051,53)
Nilai ekonomi total yang
111,37 3,25 23,40
dipertahankan
24 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
Dampak ekonomi tidak langsung
Ketenagakerjaan – Penciptaan lapangan kerja tetap
menjadi landasan dampak ekonomi tidak langsung
kami. Pada tahun 2025, kami mempekerjakan 4.306
individu secara langsung maupun tidak langsung,
dengan 44,77% dari tenaga kerja kami berasal dari
masyarakat lokal. Melalui kolaborasi dengan pemerintah
daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan Uji Coba Elektrifikasi
masyarakat, kami menerapkan program pengembangan
keterampilan, magang, dan inisiatif pendidikan. Program- Armada
program ini mengatasi kesenjangan kapabilitas tenaga
kerja, meningkatkan daya serap kerja, menstimulasi
pendapatan pajak daerah, serta mendukung mobilitas Pada tahun 2025, Kideco memulai uji coba kendaraan
sosial dan ekonomi (GRI 202-2, 404-2). listrik (electric vehicle atau EV) di dalam operasional
pertambangannya sebagai bagian dari upaya
Pengadaan lokal – Kami memprioritaskan pengadaan dekarbonisasi dan efisiensi Grup yang lebih luas. Uji
lokal untuk memperkuat ekonomi regional, coba ini berfokus pada evaluasi kelayakan teknis,
meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan menciptakan kinerja operasional, dan potensi pengurangan emisi
mata pencaharian yang berkelanjutan. Jika terdapat dari elektrifikasi aktivitas armada tambang terpilih, di
kesenjangan kapasitas, kami memberikan dukungan mana penggunaan bahan bakar diesel secara tradisional
pengembangan bisnis, termasuk pelatihan dan menjadi sumber emisi yang signifikan (GRI 302-1, 305-1,
pendampingan, untuk membantu pemasok lokal 3-3).
meningkatkan standar operasional, memenuhi
Inisiatif ini dirancang sebagai penilaian praktis dan bukan
persyaratan ESG, dan tetap kompetitif. Pendekatan ini
merupakan penerapan skala penuh. Dengan menguji
meningkatkan ketangguhan pemasok sekaligus selaras
kinerja EV di bawah kondisi operasional dunia nyata,
dengan tujuan pembangunan ekonomi nasional dan
Kideco berupaya untuk lebih memahami faktor-faktor
regional (GRI 204-1).
seperti kebutuhan energi, persyaratan pengisian daya,
keandalan operasional, dan integrasi dengan sistem yang
Pengembangan masyarakat – Inisiatif pengembangan ada. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk
masyarakat kami dirancang untuk menumbuhkan mengidentifikasi peluang maupun kendala yang terkait
kemandirian dan kemakmuran jangka panjang. Pada dengan elektrifikasi armada dalam konteks pertambangan
tahun 2025, kami menginvestasikan lebih dari Rp71,35 (GRI 302-1, 3-3).
miliar dalam program-program yang berfokus pada
pendidikan, akses layanan kesehatan, pelestarian Temuan awal dari uji coba menunjukkan bahwa kendaraan
lingkungan, dan pengembangan mata pencaharian. listrik dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi
Inisiatif ini juga mempromosikan kemandirian finansial diesel dan emisi terkait yang berarti, terutama dalam
melalui peningkatan keterampilan dan penciptaan penggunaan spesifik seperti transportasi pekerja
peluang ekonomi lokal baru (GRI 203-2). dan fungsi pendukung. Uji coba ini juga menyoroti
pertimbangan infrastruktur, termasuk logistik pengisian
Pembangunan infrastruktur – Beroperasi di daerah daya dan ketersediaan daya, yang sangat penting untuk
terpencil dan tertinggal memungkinkan Indika Energy menskalakan upaya elektrifikasi secara efektif (GRI 305-1,
untuk memberikan nilai sosial-ekonomi melalui investasi 302-1, 3-3).
infrastruktur terarah yang mendukung pengembangan
Selain pengurangan emisi, inisiatif ini mendukung tujuan
masyarakat dan akses ke layanan esensial. Pada
efisiensi operasional yang lebih luas dengan memberikan
tahun 2025, melalui anak perusahaan termasuk
wawasan tentang persyaratan pemeliharaan, biaya
Kideco dan Masmindo, kami mengimplementasikan
siklus hidup (life-cycle costs), dan potensi dampak
inisiatif infrastruktur yang berfokus pada akses air
produktivitas. Pembelajaran ini akan menjadi dasar bagi
bersih, konektivitas transportasi, fasilitas pendidikan,
keputusan di masa depan mengenai komposisi armada,
dan utilitas publik, yang memberikan manfaat bagi
perencanaan investasi, dan peran elektrifikasi dalam jalur
masyarakat di sekitar area operasional (GRI 203-1).
dekarbonisasi jangka panjang Kideco (GRI 302-4, 3-3).
~ 28%
Proyeksi pengurangan emisi GRK dari adopsi
armada pertambangan bertenaga listrik
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 25
Page 26
Peningkatan Inisiatif-inisiatif ini utamanya diberikan sebagai investasi
Pemanfaatan Biofuel masyarakat non-komersial yang didanai melalui
program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan
Kami terus memajukan program transisi bahan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah
bakar pada tahun 2025 dengan beralih dari B35— daerah serta masyarakat. Kontribusi tersebut mencakup
campuran diesel yang mengandung 35% bahan investasi keuangan langsung, dukungan natura in-kind
bakar nabati turunan minyak sawit—menjadi B40 support, dan bantuan teknis yang bertujuan untuk
di seluruh operasional kami. Langkah ini selaras mengatasi prioritas pembangunan lokal ketimbang
dengan peta jalan bahan bakar nabati (biofuel) menghasilkan keuntungan komersial, di mana program
nasional Indonesia dan mencerminkan komitmen pengembangan masyarakat telah memberikan manfaat
Grup Indika Energy untuk mengurangi intensitas kepada lebih dari 255.100 orang pada tahun 2025.
karbon dari operasional yang ada melalui langkah-
langkah praktis dan terukur (scalable) (GRI 302-1, Selain itu, Indika Energy mendukung pengembangan
305-1, 3-3). infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui
investasi komersial, berkontribusi pada ekosistem
Transisi ke B40 meningkatkan proporsi konten mobilitas rendah karbon Indonesia dan memajukan
terbarukan dalam penggunaan bahan bakar, sistem transportasi yang siap menghadapi masa depan
yang berkontribusi langsung terhadap emisi gas (GRI 203-2).
rumah kaca yang lebih rendah tanpa memerlukan
perubahan besar pada peralatan atau praktik
Kontribusi pasar – Melalui anak perusahaan kami,
operasional. Pengujian dan pemantauan yang
Kideco Jaya Agung, kami memainkan peran kunci
cermat telah dilakukan untuk memastikan
dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan
kompatibilitas bahan bakar, stabilitas kinerja, dan
memproduksi 30,51 juta metrik ton batubara pada tahun
keandalan operasional selama masa transisi (GRI
2025. Kami melampaui mandat pemerintah sebesar
302-1, 305-1, 3-3).
25% untuk Kewajiban Pasar Domestik (Domestic Market
Implementasi B40 di seluruh operasional Obligation/DMO), dengan mengalokasikan 41,00% dari
pertambangan memerlukan koordinasi antara total produksi batubara ke pasar domestik. Secara
tim pengadaan, logistik, dan tim di lokasi (site) paralel, ekspor ke pasar termasuk Cina, Korea Selatan,
untuk memastikan pasokan yang konsisten dan dan Jepang memperkuat posisi kami sebagai pemasok
kepatuhan terhadap standar kualitas. Pemantauan energi yang andal, berkontribusi pada stabilitas energi
berkelanjutan terhadap kinerja mesin dan regional (GRI 2-6, 201-2).
indikator pemeliharaan membantu mengonfirmasi
bahwa campuran biodiesel yang lebih tinggi ini Menatap masa depan, kami tetap berkomitmen untuk
dapat diadopsi tanpa mengorbankan efisiensi menciptakan nilai bersama dengan menyeimbangkan
operasional (GRI 302-1, 3-3). kinerja ekonomi dengan tanggung jawab lingkungan
dan sosial. Seiring kami mempercepat transisi menuju
Seiring dengan ekspektasi regulator untuk energi terbarukan, meningkatkan skala solusi inovatif
memandatkan campuran bahan bakar nabati yang seperti mobilitas listrik, dan memperkuat ketangguhan
lebih tinggi, inisiatif ini menunjukkan bagaimana masyarakat, kami bertujuan untuk memainkan peran
peralihan bahan bakar secara bertahap dapat aktif dalam perjalanan pembangunan berkelanjutan
memberikan pengurangan emisi jangka pendek di Indonesia. Dengan berinvestasi pada manusia, ekonomi
sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi (hard- lokal, dan infrastruktur yang berorientasi masa depan,
to-abate) seperti pertambangan. Meskipun kami berupaya memberikan dampak positif yang
bukan merupakan solusi tunggal, adopsi B40 langgeng bagi para pemangku kepentingan saat ini
— atau bahkan tingkat bahan bakar nabati yang seraya membangun masa depan yang lebih inklusif dan
lebih tinggi — memainkan peran penting dalam berkelanjutan bagi generasi mendatang (GRI 3-3).
mengurangi jejak emisi Grup selama masa transisi,
melengkapi langkah-langkah jangka panjang
seperti elektrifikasi dan integrasi energi terbarukan
(GRI 305-1, 3-3).
37.700+
tCO2eq
Pengurangan emisi gas rumah kaca dari
penerapan B40 pada tahun 2025
26 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
Bertenaga Surya
Sepanjang tahun 2025, Indika Energy terus memperluas
penggunaan sistem fotovoltaik (PV) surya di seluruh aset
terpilih sebagai bagian dari upaya kami untuk mengintegrasikan
energi terbarukan ke dalam operasional sehari-hari. Instalasi ini
membantu mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis
bahan bakar fosil, menurunkan emisi dari listrik yang dibeli, dan
4.306 orang dipekerjakan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan (GRI 302-1,
302-4, 305-2, 3-3).
Secara langsung maupun tidak langsung
di seluruh operasi kami
Penyebaran PV surya kami difokuskan pada lokasi-lokasi di
mana pembangkitan listrik di tempat (on-site generation)
layak secara teknis dan komersial, dengan mempertimbangkan
44,77% tenaga kerja lokal
Memperkuat lapangan kerja lokal
kebutuhan operasional, infrastruktur yang tersedia, serta kondisi
jaringan listrik lokal. Dengan mengintegrasikan tenaga surya ke
dalam sistem energi yang ada, kami bertujuan untuk melengkapi
dan perekonomian daerah
pasokan listrik konvensional sembari tetap menjaga keandalan
dan kesinambungan operasional (GRI 302-1, 302-4, 3-3).
Perluasan PV surya ini juga mendukung pembelajaran dalam skala
IDR 71,35+ milliar investasi
besar. Setiap instalasi menyediakan data operasional mengenai
Dalam bidang pendidikan, akses layanan kinerja pembangkitan, integrasi sistem, dan persyaratan
kesehatan, konservasi lingkungan, dan pemeliharaan, yang membantu menyempurnakan strategi
pengembangan mata pencaharian penyebaran di masa depan. Wawasan ini berkontribusi pada
pengambilan keputusan yang lebih tepat terkait investasi energi
terbarukan di seluruh portofolio kami (GRI 302-4, 3-3).
255.100+ jiwa terdampak Seiring berjalannya waktu, pembangkitan listrik tenaga surya
di lokasi operasional diharapkan dapat memainkan peran
Melalui program pengembangan masyarakat
kami di seluruh wilayah operasi kami yang semakin besar dalam mengurangi emisi cakupan 2
dan mendukung tujuan dekarbonisasi jangka panjang Grup.
Meskipun PV surya merupakan salah satu komponen dari strategi
transisi energi yang lebih luas, integrasi yang berkelanjutan ini
41,00% dari produksi batubara
Dialokasikan ke pasar domestik melalui Kideco,
menunjukkan bagaimana energi terbarukan dapat ditanamkan
secara bertahap ke dalam lingkungan operasional (GRI 305-2,
mendukung ketahanan energi nasional 3-3).
75,8MW
Kapasitas PLTS terpasang oleh EMITS di seluruh
Indonesia hingga tahun 2025
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 27
Page 28
Penyerapan Karbon
dan Restorasi
Mangrove
Pada tahun 2025, kami memperkuat upaya
penyerapan karbon melalui kombinasi aktivitas
kehutanan berkelanjutan di bawah Indika
Nature dan penyelesaian program Indika Energy
Mangrove Program in Action (IMPACT). Secara
kolektif, inisiatif-inisiatif ini mencerminkan
komitmen Indika Energy terhadap solusi berbasis
alam (nature-based solutions) yang memberikan
manfaat bagi iklim, keanekaragaman hayati, dan
masyarakat (GRI 3-3, 305-5).
Proyek kehutanan Indika Nature berfokus
pada restorasi ekosistem jangka panjang dan
manajemen lahan berkelanjutan, mendukung
penyerapan karbon sembari melindungi
keanekaragaman hayati dan meningkatkan
ketangguhan ekosistem. Proyek-proyek ini
menekankan pada konservasi hutan, regenerasi,
dan pengelolaan yang bertanggung jawab sebagai
elemen inti dari mitigasi iklim (GRI 304-1, 304-2,
305-5).
Melengkapi upaya tersebut, program restorasi
mangrove IMPACT telah diperluas dan
menyelesaikan aktivitasnya selama tahun ini,
merestorasi ekosistem mangrove pesisir yang
memainkan peran kritis dalam penyimpanan
karbon, perlindungan garis pantai, dan pelestarian
habitat bagi berbagai jenis satwa liar yang
langka dan terancam punah. Restorasi mangrove
juga mendukung masyarakat pesisir dengan
memperkuat pertahanan alami dan menjaga mata
pencaharian yang bergantung pada lingkungan
laut yang sehat (GRI 304-3, 203-2).
Secara bersama-sama, inisiatif ini berkontribusi
pada strategi iklim yang lebih seimbang dengan
menangani emisi melalui jalur pengurangan
(reduction) maupun penyerapan (removal). Hal
ini juga menunjukkan bagaimana aksi lingkungan
dapat memberikan manfaat sampingan (co-
benefits) yang melampaui sekadar hasil karbon,
memperkuat pendekatan Indika Energy dalam
mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam
pencapaian nilai jangka panjang (GRI 305-5, 3-3).
Selengkapnya mengenai perjalanan
program unggulan kami, IMPACT,
dapat diakses melalui tautan berikut:
https://www.indikaenergy.co.id/esg/
790.000+
impactreport tCO2eq
Potensi penyerapan karbon tahunan dari
proyek Telaga Mas Kalimantan
28 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
Program Indika Energy Mangrove Program in Action (IMPACT) telah menanam lebih dari 324.000
bibit mangrove di lahan seluas 250 hektare. Program ini memiliki potensi untuk menyerap lebih dari
2.500 tCO2eq karbon per tahun, atau sekitar 25.000 tCO2eq dalam periode 10 tahun.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 29
Page 30
30 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
Memahami Indika Energy
dan Perjalanan Transisi Kami
Indika Energy beroperasi dalam sistem energi yang terus berevolusi, yang
dibentuk oleh dekarbonisasi, teknologi, dan tujuan pembangunan Indonesia.
Kami menyeimbangkan upaya pemenuhan kebutuhan energi saat ini dengan
membangun bisnis yang tangguh dan rendah emisi untuk masa depan.
Melalui penilaian ulang yang berkelanjutan terhadap risiko dan peluang, kami
mengadaptasi operasional dan investasi kami untuk mendukung penciptaan
nilai jangka panjang.
Perjalanan transisi kami yang terus berakselerasi
Menghadapi tantangan, meraih peluang
Pendekatan kami terhadap risiko perubahan iklim
Laporan Keberlanjutan kami: Transparansi, akuntabilitas,
dan dampak
Peringkat ESG dari MSCI Peringkat risiko ESG dari Penilaian pengungkapan
Indika Energy mencatat
Sustainalytics perubahan iklim dan
peningkatan peringkat ESG MSCI Indika Energy terus menjaga
ketahanan sumber daya air
menjadi ‘A’, dari sebelumnya ‘BBB’, transparansi dalam kinerja
dari CDP
yang menempatkan Perusahaan manajemen Risiko ESG melalui Indika Energy memperoleh skor
di antara perusahaan logam dan penilaian oleh Sustainalytics, ‘D’ untuk perubahan iklim dan ‘B-’
pertambangan terdiversifikasi dengan memperoleh skor Peringkat untuk ketahanan sumber daya
dengan peringkat tertinggi Risiko ESG sebesar 40,5 yang air dalam pengungkapan kepada
di Indonesia. Pencapaian ini menempatkan kami di persentil CDP, sebagai bagian dari upaya
mencerminkan kemajuan ke-8 terbaik dalam sub-industri transisi dalam memperkuat
signifikan dalam mengintegrasikan logam dan pertambangan perjalanan keberlanjutan
praktik bisnis yang lebih yang terdiversifikasi. Hal ini Perusahaan. Sebagai perusahaan
berkelanjutan dan bertanggung mencerminkan upaya berkelanjutan yang baru memulai pelaporan
jawab di seluruh operasi. Upaya dalam memperkuat praktik CDP, capaian ini mencerminkan
ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan risiko ESG dan komitmen berkelanjutan untuk
terciptanya nilai jangka panjang meningkatkan resiliensi operasional. terus meningkatkan transparansi,
serta memberikan kontribusi memperbaiki kinerja lingkungan,
positif dalam aspek ekonomi, serta memperkuat praktik tata kelola
lingkungan, dan sosial kepada iklim dan air yang lebih bertanggung
setiap pemangku kepentingan. jawab.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 29
Page 32
Perjalanan transisi kami yang terus
berakselerasi
Indika Energy adalah salah satu pemain utama dalam kami dalam manajemen portofolio, disiplin operasional,
sistem energi di Indonesia yang tengah berubah sebagai dan pelibatan pemangku kepentingan. Prinsip-prinsip
respons terhadap upaya dekarbonisasi global, kemajuan tersebut juga memperkuat tanggung jawab kami untuk
teknologi, dan tujuan pembangunan jangka panjang memberikan hasil positif tidak hanya bagi bisnis, tetapi
Indonesia. Perjalanan keberlanjutan kami mencerminkan juga bagi masyarakat dan lingkungan yang terhubung
bagaimana kami beradaptasi dengan perubahan- dengan aktivitas kami.
perubahan tersebut seraya tetap fokus pada pencapaian
nilai jangka panjang.
Nama PT Indika Energy Tbk. (Indika
perusahaan Energy) (GRI 2-1)
Kami terus mengelola portofolio yang memenuhi
kebutuhan energi saat ini, serta membangun bisnis Tanggal pendirian 19 Oktober 2000
yang mendukung ketangguhan dan intensitas Bidang usaha Indika Energy adalah perusahaan
emisi yang lebih rendah dari waktu ke waktu. investasi terdiversifikasi
Seiring dengan berevolusinya jalur energi global terkemuka di Indonesia, dengan
dan nasional, kami secara berkala menilai kembali portofolio yang mencakup sektor
prioritas, menyeimbangkan risiko dan peluang, serta Energi, Logistik dan Infrastruktur,
menyesuaikan pendekatan kami jika diperlukan. Logam dan Mineral, Energi
Terbarukan, Kendaraan Listrik,
Adaptabilitas ini melandasi cara kami mengelola
Teknologi dan Digital, serta
operasional, investasi, dan pelibatan pemangku Kesehatan
kepentingan seiring dengan kemajuan transisi yang
dilakukan. Kantor pusat Graha Mitra, Lantai 3, Jl. Jend.
Gatot Subroto Kav. 21, Jakarta
12930, Indonesia
Tentang Indika Energy
37,79% PT Indika Inti Investindo
Dipandu oleh tujuan (purpose), visi, misi, dan nilai-nama 28,08% PT Teladan Resources
kami, Indika Energy mendekati transisi ini dengan
komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan 0,34% Dewan Komisaris dan
Dewan Direksi
pengembangan energi yang bertanggung jawab. Prinsip-
prinsip ini membentuk cara kami mengambil keputusan 33,79% Publik
di seluruh Grup, memberikan informasi bagi pendekatan
30 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
Tujuan kami – Memberi Energi bagi » Dekarbonisasi – Secara aktif mengurangi emisi di
Indonesia demi Masa Depan yang seluruh operasional dan rantai nilai kami melalui
Berkelanjutan (Energizing Indonesia for a efisiensi energi, teknologi yang lebih bersih, dan
Sustainable Future) (GRI 2-23) solusi rendah karbon — yang mendukung perjalanan
kami menuju netral emisi karbon.
Kami hadir untuk menggerakkan pertumbuhan Indonesia
secara bertanggung jawab, menyeimbangkan kemajuan
ekonomi dengan pengelolaan lingkungan dan nilai Model bisnis kami (GRI 2-6, 2-7, 203-2,
sosial, sehingga energi hari ini dapat menciptakan 413-1)
manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kami menciptakan nilai dengan mengelola portofolio
aset jangka panjang yang tangguh secara bertanggung
Komitmen strategis kami (GRI 2-23, 3-3, jawab pada komoditas berpotensi tinggi. Pertumbuhan
201-1, 305-5) didorong oleh keunggulan operasional, penemuan dan
pengembangan sumber daya, akuisisi strategis, serta
Seiring dengan percepatan transisi, kami berkomitmen alokasi modal yang disiplin.
untuk membentuk kembali portofolio kami demi
ketangguhan jangka panjang. Pada tahun 2028,
Di luar kinerja keuangan, model bisnis kami
setidaknya 50% dari pendapatan kami akan dihasilkan
mengintegrasikan pendekatan nilai sosial yang kuat —
dari bisnis non-batubara, yang mencerminkan
memposisikan Indika Energy sebagai mitra tepercaya
pergeseran kami menuju bauran energi yang lebih
yang memberikan manfaat bersama bagi masyarakat,
terdiversifikasi dan siap menghadapi masa depan.
mitra, dan publik, sembari memungkinkan pertumbuhan
Secara paralel, kami mengejar ambisi untuk mencapai
yang berkelanjutan dan inklusif.
netral emisi karbon pada tahun 2050 atau lebih cepat,
sejalan dengan tujuan iklim global.
Nilai-nilai inti kami (GRI 2-23, 205-2, 404-
2, 405-1, 413-1)
Strategi kami (GRI 3-3, 201-1, 302-1, 305-
1) Nilai-nilai kami adalah fondasi dari komitmen
keberlanjutan kami, yang memandu cara kami
Transisi kami dipandu oleh tiga pilar strategis yang
beroperasi dan dampak yang kami ciptakan:
terintegrasi:
» Kesatuan dalam Keragaman: Mengakui
» Divestasi – Mengurangi ketergantungan pada
keberagaman sebagai kekuatan, kami mendorong
batubara dengan merealokasi modal secara
kolaborasi dan inklusivitas, memastikan setiap
bertahap menuju energi terbarukan dan usaha
individu berkontribusi pada visi perusahaan.
berkelanjutan, guna memastikan pengerahan modal
yang disiplin dan bertanggung jawab.
» Integritas: Bertindak dengan jujur dan menjunjung
tinggi standar etika dalam setiap keputusan,
» Diversifikasi – Memperluas sumber pendapatan
membangun kepercayaan dalam setiap interaksi.
non-batubara melalui energi terbarukan, kendaraan
listrik, dan infrastruktur hijau untuk memperkuat
ketangguhan serta membuka peluang pertumbuhan » Kerja sama: Membangun kemitraan yang
baru. didasarkan pada kepercayaan dan tujuan bersama,
mengutamakan kesuksesan kolektif dibandingkan
kepentingan individu.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 31
Page 34
» Ketangkasan: Menunjukkan ketahanan, adaptabilitas, Tren transisi energi global
dan pola pikir wirausaha untuk menangkap peluang Sistem energi global terus mengalami transformasi
dan menghadapi tantangan secara proaktif. yang cepat, didorong oleh target dekarbonisasi,
inovasi teknologi, dan kerangka kebijakan yang
» Pencapaian: Berfokus pada hasil yang terukur dan terus berkembang (GRI 305-5). Percepatan adopsi
mendorong kemajuan yang berarti bagi perusahaan, energi terbarukan, peningkatan elektrifikasi, dan
pemangku kepentingan, dan masyarakat. pengembangan bahan bakar berkelanjutan tengah
membentuk kembali cara energi diproduksi,
» Tanggung Jawab Sosial: Mengutamakan kepedulian didistribusikan, dan dikonsumsi, serta mendefinisikan
terhadap lingkungan, pengembangan komunitas, dan ulang lanskap persaingan bagi perusahaan energi.
penciptaan nilai sosial yang melampaui batas bisnis.
Mengelola risiko dan menangkap peluang
Dengan menghidupi nilai-nilai ini dan menanamkan Dalam konteks ini, Indika Energy secara aktif
keberlanjutan ke dalam setiap keputusan strategis, mengidentifikasi dan mengelola risiko fisik maupun
Indika Energy berkomitmen untuk membangun masa risiko terkait transisi, sembari memposisikan
depan yang berkelanjutan, adil, dan tangguh bagi portofolionya untuk menangkap peluang yang muncul
generasi mendatang. (GRI 201-2, GRI 2-23). Penilaian dan mitigasi risiko
terintegrasi di seluruh operasional dan keputusan
investasi, guna mendukung ketangguhan di tengah
Perjalanan transisi kami kondisi pasar dan regulasi yang terus berubah. Seiring
dengan diversifikasi portofolio melampaui batubara
Selama bertahun-tahun, Indika Energy telah menuju aset rendah karbon, kami mengurangi paparan
mengupayakan transisi yang konsisten menuju masa risiko jangka panjang sekaligus membuka peluang
depan yang lebih terdiversifikasi dan rendah karbon (GRI pertumbuhan di bidang energi terbarukan, ekosistem
2-22). Selama masa ini, strategi kami telah berevolusi kendaraan listrik, bahan bakar berkelanjutan, dan pasar
sebagai respons terhadap momentum iklim global, karbon.
perubahan ekspektasi investor, dan arah strategis netral
emisi karbon nasional Indonesia (GRI 201-2). Pergeseran Menerjemahkan komitmen global ke dalam aksi lokal
strategis kami mencerminkan konteks eksternal Kerangka kerja keberlanjutan global memberikan
tempat kami beroperasi sekaligus komitmen internal arah strategis, sementara kondisi lokal membentuk
untuk memperkuat ketangguhan jangka panjang. Alih- pelaksanaannya. Indika Energy menyelaraskan
alih berupa satu titik balik tunggal, transisi ini telah komitmen iklim internasional dengan jalur netral
dibentuk melalui fase-fase pembelajaran, adaptasi, dan emisi karbon Indonesia, menerjemahkannya ke dalam
pelaksanaan yang berkesinambungan, yang meletakkan inisiatif lokal yang dapat ditindaklanjuti (GRI 2-22, GRI
fondasi bagi kemajuan yang dijelaskan di sepanjang 305-1, 305-2). Pendekatan ini memastikan bahwa
laporan ini. aspirasi global disampaikan secara efektif di lapangan,
menciptakan dampak yang terukur bagi masyarakat,
pemangku kepentingan, dan lingkungan.
32 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
Natura Aromatik Nusantara mengintegrasikan pertanian regeneratif dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari transisi Indika Energy menuju portofolio yang lebih berkelanjutan. Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 33
Page 36
30
26 7
4
5
13 14
10
25
1
15
29 6 9
18 8
5 27
11
2 17 20 24
19
16 21
28
22
1 Kideco Jaya Agung, Kalimantan Timur 9 Cirebon Electric Power and Cirebon Energi
Prasarana, Jawa Barat
2 Tripatra, Jawa Barat
10 Interport Fuel Tank Terminal, Kalimantan Timur
3 Tripatra, Papua Barat
11 Interport, Jawa Barat
4 Tripatra, Riau
12 Masmindo Dwi Area, Sulawesi Selatan
5 Tripatra, Bontang, Kalimantan Timur
13 Mekko Metal Mining, Kalimantan Barat
6 Tripatra, Indramayu, Jawa Barat
14 Indika Nature Jaya Bumi Paser, Kalimantan Timur
7 Tripatra, Balikpapan, Kalimantan Timur
15 Indika Nature Telaga Mas Kalimantan, Kalimantan
8 Tripatra, Marunda, Bekasi Timur
34 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
Menghadapi tantangan, meraih peluang
Indika Energy mengelola portofolio bisnis yang beragam dan terintegrasi, yang mencerminkan kompleksitas
sekaligus peluang dalam lanskap energi yang terus berevolusi saat ini (GRI 2-6). Seiring dengan semakin beralihnya
prioritas global dan nasional menuju keberlanjutan, jejak operasional kami diposisikan secara strategis untuk
mengelola risiko terkait transisi sembari menangkap peluang di seluruh rantai nilai energi (GRI 3-3).
Dengan kehadiran operasional yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, bisnis Indika Energy saling
terhubung melalui komitmen bersama terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab, pengelolaan lingkungan,
dan penciptaan nilai jangka panjang. Jejak langkah di seluruh penjuru negeri ini mempertegas fokus kami pada
keberlanjutan dan pembangunan inklusif, memastikan operasional kami berkontribusi positif bagi masyarakat
setempat sembari mendukung pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan (GRI 2-6, 203-2, 413-1).
Gambar 7. Wilayah operasional dan aktivitas Indika Energy
23
3
12
16 Indika Nature Natura Aromatik Nusantara, 23 EMITS, Maluku Utara
Jawa Tengah
24 EMITS, Jawa Timur
17 ALVA Manufacturing Facilities, Jawa Barat
25 EMITS, Kalimantan Timur
18 ALVA Experience Centre, Jakarta
26 EMITS, Riau
19 ALVA Experience Centre Bandung, Jawa Barat
27 EMITS, Jawa Barat
20 ALVA Experience Centre Semarang, Jawa Tengah
28 EMITS, Bali
21 ALVA Experience Centre Surabaya, Jawa Timur
29 KALISTA, Jakarta
22 ALVA Experience Centre Denpasar, Bali
30 KALISTA, Medan
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 35
Page 38
Energi bertahap armada kendaraan listrik (EV) untuk
mengurangi emisi dan mengoptimalkan efisiensi
operasional. Pada tahun 2025, produksi batubara
Pilar Energi kami berperan dalam mendukung keamanan
mencapai 30,51 juta metrik ton, memperkuat peran
energi Indonesia melalui penyediaan pasokan,
Kideco dalam mendukung ketahanan energi sekaligus
dan secara bertahap meningkatkan efisiensi dan
memajukan operasi penambangan yang lebih
mengupayakan penurunan intensitas emisi di seluruh
berkelanjutan.
operasi (GRI 2-6, 302-1, 305-1, 3-3).
PT Indika Indonesia Resources (IIR)
PT Kideco Jaya Agung (Kideco)
PT Indika Indonesia Resources memanfaatkan
Didirikan pada tahun 1982, PT Kideco Jaya Agung
potensi sumber daya alam Indonesia untuk memenuhi
telah berkembang menjadi salah satu perusahaan
permintaan energi yang terus meningkat di pasar
pertambangan batubara terkemuka di Indonesia.
domestik dan internasional. Perusahaan ini berperan
Beroperasi di Paser di Kalimantan Timur, Kideco
aktif dalam perdagangan global batubara dan berbagai
memproduksi batubara berkualitas tinggi yang
komoditas, termasuk cangkang inti sawit yang
memenuhi permintaan domestik dan pasar regional dan
digunakan sebagai bahan baku energi biomassa, serta
global.
produk mineral tertentu.
Kideco mengintegrasikan praktik penambangan
Seiring dengan penguatan daya saing dan kualitas
yang bertanggung jawab melalui rehabilitasi lahan
produk, IIR tetap berkomitmen pada keberlanjutan
berkelanjutan, inisiatif keberlanjutan, dan adopsi
jangka panjang dan tanggung jawab lingkungan.
Semua produk dikelola sesuai dengan standar kualitas
dan persyaratan sertifikasi yang berlaku, memastikan
keselarasan dengan pasar yang terus berkembang dan
harapan pelanggan.
PT Tripatra Engineers and Constructors
(Tripatra)
Tripatra adalah perusahaan rekayasa, pengadaan, dan
konstruksi (EPC) yang menyediakan solusi proyek
terintegrasi, termasuk layanan operasi dan pemeliharaan
(O&M), untuk sektor minyak, gas, dan energi.
Dengan keahlian teknis yang kuat dan kemampuan
eksekusi proyek yang terbukti, Tripatra mendukung
pengembangan, keandalan, dan efisiensi infrastruktur
energi yang penting.
Sebagai respons terhadap kebutuhan energi yang terus
berkembang, Tripatra terus memperluas kemampuannya
dalam energi hijau dan proyek rendah karbon, dengan
mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan ke
dalam layanannya sambil menjunjung tinggi standar
keselamatan, kualitas, dan keunggulan operasional yang
tinggi.
36 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
Pilar Logistik dan Infrastruktur Selama tahun 2025, perusahaan memajukan
pengembangan dan pembangunan fasilitas sebagai
persiapan untuk produksi emas pertama yang
Pilar ini memungkinkan pergerakan energi dan barang
ditargetkan pada awal tahun 2027. Pengembangan
yang efisien, aman, dan tangguh, memperkuat rantai
utama meliputi fasilitas pengolahan, fasilitas
pasokan dan mendukung pembangunan infrastruktur
penyimpanan tailing (TSF), akomodasi, dan infrastruktur
nasional (GRI 2-6, 203-1, 203-2, 3-3).
pendukung seperti jalan akses umum dan pasokan
listrik. Masmindo telah menyelesaikan pembebasan
PT Interport Mandiri Utama (Interport) lahan seluas 1.434 hektar, hampir mencakup seluruh
area operasional yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
Interport mengoperasikan jaringan manajemen
logistik dan pelabuhan terintegrasi yang mendukung
Untuk memastikan pengembangan proyek yang
sektor pertambangan, energi, dan industri. Layanan
bertanggung jawab dan berkelanjutan, Masmindo telah
yang diberikan meliputi manajemen logistik, operasi
menerapkan Rencana Pengelolaan Lingkungan Terpadu
pelabuhan, penanganan barang curah, penyimpanan
yang memandu identifikasi, penilaian, dan mitigasi
bahan bakar, dan transportasi barang regional, yang
risiko lingkungan dan sosial. Perusahaan juga terus
memfasilitasi pergerakan sumber daya secara efisien
menjalin komunikasi dengan masyarakat setempat dan
dan andal.
pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan
transparansi, mengelola dampak, dan mendukung
Melalui kemampuan ini, Interport meningkatkan efisiensi pembangunan sosial ekonomi yang inklusif sepanjang
dan ketahanan rantai pasokan sekaligus berkontribusi siklus proyek.
pada pembangunan infrastruktur nasional. Dengan
mengedepankan keunggulan operasional, keselamatan,
dan keandalan, Interport memperkuat kemampuan
Indika Energy untuk mendukung ekosistem energi dan
industri Indonesia.
Pilar Logam dan Mineral
Pilar Logam dan Mineral mendukung industrialisasi
Indonesia dan transisi energi global dengan
mengembangkan sumber daya mineral secara
bertanggung jawab yang penting untuk infrastruktur dan
teknologi energi bersih. Kami menerapkan tata kelola
lingkungan yang kuat, keselamatan kerja, dan praktik
keterlibatan masyarakat di seluruh siklus proyek untuk
mengelola risiko dan menciptakan nilai bersama jangka
panjang (GRI 2-6, 3-3, 403-2, 304-1, 413-1).
PT Masmindo Dwi Area (Masmindo)
Masmindo bergerak di bidang penambangan emas dan
mineral terkait dalam area Kontrak Kerja (CoW) yang
disetujui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Proyek
ini berlokasi strategis di Latimojong, Luwu, Sulawesi
Selatan, dan merupakan aset kunci dalam portofolio
diversifikasi Indika Energy.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 37
Page 40
PT Mekko Metal Mining (Mekko) Hingga tahun 2025, EMITS mengembangkan lebih dari
75,8 MW kapasitas tenaga surya untuk klien komersial
Mekko beroperasi di sektor bauksit Indonesia, dan industri di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan
menambang dan mengolah bauksit untuk memasok Sulawesi. EMITS juga telah mendapatkan proyek dari
bahan baku produksi aluminium. Perusahaan ini PLN di bawah Program IPP De-Dieselisasi (Klaster
menekankan operasi yang bertanggung jawab dengan Timur) untuk mengembangkan 102 MWp tenaga surya
memprioritaskan perlindungan lingkungan, termasuk dan 252 MWh sistem penyimpanan energi baterai
konservasi air, rehabilitasi lahan, dan keterlibatan aktif (BESS) di Indonesia bagian Timur.
dengan masyarakat setempat. Beroperasi di wilayah
konsesi seluas 5.050 hektar, Mekko mematuhi standar
lingkungan yang ketat untuk membantu melindungi PT Indika Mul ti Properti (Indika Nature)
ekosistem sekitarnya sekaligus berkontribusi pada
Indika Nature memajukan solusi berbasis alam yang
pembangunan berkelanjutan sumber daya mineral
mendorong konservasi lingkungan dan pembangunan
Indonesia.
berkelanjutan dalam kemitraan dengan masyarakat
setempat. Mengelola lebih dari 135.000 hektar melalui
Energi Terbarukan pendekatan regeneratif, Indika Nature berfokus pada
restorasi ekosistem, peningkatan keanekaragaman
Pilar Energi Terbarukan kami mempercepat transisi hayati, restorasi kesuburan tanah, dan pengelolaan
menuju energi rendah karbon melalui energi surya, hutan yang bertanggung jawab. Melalui layanan
penyimpanan energi, dan solusi berbasis alam lingkungan dan program karbon, serta inisiatif iklim
yang mendukung dekarbonisasi, perlindungan berbasis komunitas, upaya Indika Nature berpotensi
keanekaragaman hayati, dan ketahanan masyarakat (GRI untuk mengurangi rata-rata lebih dari 790.000 ton
302-1, 305-2, 305-5, 304-1, 3-3). CO2eq setiap tahunnya, memperkuat perannya dalam
perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan
lahan yang berkelanjutan.
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
(EMITS) Dalam operasi midstream-nya, Indika Nature melalui
EMITS mengakselerasi pengembangan energi Natura Aromatik Nusantara (Natura) menyediakan
terbarukan di Indonesia, dengan fokus kuat pada bahan-bahan lokal berkualitas tinggi untuk industri
tenaga surya dan solusi Sistem Penyimpanan Energi Flavor & Fragrance global. Dengan memperkenalkan
Baterai (BESS). Perusahaan ini menyediakan sistem penetapan harga yang adil di sumbernya, memberikan
energi surya terintegrasi untuk pelanggan industri dan dukungan produksi kepada petani, dan memperkuat
komersial serta Produsen Listrik Independen (IPP), rantai pasokan yang etis dan transparan melalui
mendukung penggunaan energi yang andal dan rendah digitalisasi, Natura meningkatkan kesejahteraan
karbon. masyarakat lokal sekaligus memastikan integritas
38 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
produk. Seiring dengan perluasan kapasitas produksi di Hingga saat ini, lebih dari 95 kendaraan listrik
fasilitas Solo, Natura memperkuat kinerja lingkungannya KALISTA telah dioperasikan di Indonesia. Dengan
melalui pengelolaan limbah internal, inisiatif reboisasi, mengintegrasikan teknologi canggih, infrastruktur
dan transisi dari diesel ke biodiesel B40 dan boiler pengisian daya, dan pendekatan yang berpusat pada
CNG yang lebih bersih pada tahun 2025. Upaya-upaya pelanggan, KALISTA memungkinkan adopsi kendaraan
ini semakin memperkuat komitmen keberlanjutannya, listrik yang hemat biaya sekaligus mendukung transisi
sebagaimana tercermin dalam Peringkat Keberlanjutan mobilitas rendah karbon di Indonesia.
Perunggu dari EcoVadis.
PT Energi Makmur Buana (INVI)
Kendaraan Listrik
INVI didirikan sebagai bagian dari strategi Indika Energy
untuk mendukung percepatan transisi mobilitas listrik
Melalui solusi mobilitas listrik, kami mendukung transisi
di Indonesia. Sebagai distributor kendaraan listrik
transportasi bersih Indonesia dengan mengurangi
komersial roda empat ke atas—termasuk bus dan
emisi, memajukan ekosistem kendaraan listrik, dan
truk—INVI menyediakan solusi terintegrasi yang meliputi
memfasilitasi adopsi yang terukur di seluruh sektor
penyediaan unit kendaraan, infrastruktur pengisian daya,
publik dan komersial (GRI 302-1, 305-1, 305-2, 3-3).
dan layanan purna jual yang komprehensif.
PT Ilectra Motor Group (ALVA)
ALVA mendorong mobilitas berkelanjutan melalui solusi
kendaraan roda dua listrik yang inovatif, mendukung
percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan ini telah mendirikan Experience Center
di kota-kota besar, termasuk Jakarta, Bali, Bandung,
Surabaya, dan Semarang, dan lini produk kendaraan
listriknya memenuhi persyaratan Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN).
Dengan lebih dari 10.000 pengguna, ALVA telah
memperoleh sertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001 dan
terus memperluas ekosistemnya melalui peluncuran
model baru, peluncuran stasiun pengisian daya cepat,
serta kemitraan dengan KALISTA dan INVI untuk
memperkuat infrastruktur pengisian daya.
PT Kalista Nusa Armada (KALISTA)
KALISTA adalah penyedia solusi mobilitas listrik yang
berfokus pada keberlanjutan, yang menghadirkan bus
listrik dan solusi armada kendaraan listrik komersial
di Indonesia. Sebagai anak perusahaan Indika Energy,
KALISTA mendukung bisnis dan operator transportasi
umum dalam mengurangi emisi melalui transportasi
listrik yang andal.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 39
Page 42
Dengan fokus pada transportasi perkotaan dan sektor Perusahaan telah memperoleh proyek teknologi radio
pertambangan, INVI memfasilitasi transisi yang lancar berbasis AI yang dijadwalkan selesai pada tahun 2025
dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik melalui dan secara aktif mendukung berbagai inisiatif di seluruh
penawaran produk yang disesuaikan, dukungan teknis Indika Energy Group, termasuk sistem manajemen
yang andal, ketersediaan suku cadang, fasilitas layanan armada, solusi rantai pasokan batubara berbasis RFID,
khusus, dan pengoperasian stasiun pengisian daya yang dashboard IoT, dan platform digital untuk bisnis energi
berlokasi strategis sebagai operator titik pengisian daya terbarukan dan berbasis alam.
(Charging Point Operator/CPO).
Bisnis Kesehatan
Teknologi dan Digital
Pilar Kesehatan kami memperkuat ketahanan sosial
Pilar ini mengakselerasi keunggulan operasional dan dengan memperluas akses ke layanan kesehatan dan
inovasi dengan memanfaatkan platform digital, tata alat kesehatan strategis, termasuk kepada masyarakat
kelola data, dan teknologi canggih untuk meningkatkan yang kurang terlayani dan terpencil (GRI 203-2, 413-1,
efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan di seluruh 3-3).
ekosistem bisnis (GRI 2-6, 302-4, 418-1, 3-3).
PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI)
PT Xapiens Teknologi Indonesia GSI merupakan penyedia layanan kesehatan di
(Xapiens) Indonesia yang terus berkembang, dengan fokus
Xapiens adalah perusahaan teknologi informasi dan pada layanan laboratorium dan klinik serta dukungan
komunikasi (TIK) yang menyediakan solusi di bidang terhadap pengembangan kesehatan preventif berbasis
kecerdasan buatan, platform digital, keamanan genomika. Sebagai salah satu pelaku awal dalam tes
siber, layanan cloud, ERP, dan analisis data. Dengan genomika, GSI telah memperoleh sertifikasi Green Lab
pengalaman lebih dari satu dekade, Xapiens mendukung dan mengoperasikan fasilitas laboratorium genomika
transformasi digital dan efisiensi operasional melalui in-house berskala besar. Perusahaan mengacu pada
solusi berbasis teknologi dan layanan konsultasi. standar nasional dan internasional, termasuk ISO 9001
(Quality Management System), ISO 35001 (Biorisk
Management), akreditasi dari Kementerian Kesehatan,
serta sertifikasi PJK3, sebagai bagian dari upaya
menjaga kualitas, keselamatan, dan praktik operasional
yang bertanggung jawab.
Seiring dengan upaya berkelanjutan dalam inovasi dan
peningkatan kesehatan, GSI menyediakan berbagai
layanan, mulai dari pengujian genomika—seperti
Non-Invasive Prenatal Test (NIPT), lifestyle genomics,
nutrigenomics, pharmacogenomics, cancer genomics,
dan analisis gut microbiome—hingga layanan klinis,
termasuk medical check-up (MCU), vaksinasi, akupuntur,
konsultasi dokter spesialis, layanan laboratorium, serta
program edukasi kesehatan.
40 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
Pendekatan kami
Operasional yang dikelola oleh Tripatra dan Interport
menghadapi kendala tambahan, termasuk akses
terhadap risiko
terpencil, persyaratan keamanan, dan keterbatasan
infrastruktur. Mengatasi tantangan ini memerlukan
perubahan iklim
koordinasi erat dengan kontraktor dan mitra untuk
memajukan inisiatif dekarbonisasi secara bertahap (GRI
204-1, 305-4). Perluasan tenaga surya melalui EMITS
menyajikan peluang untuk mengintegrasikan energi
Indika Energy beroperasi dalam lingkungan dinamis
terbarukan di seluruh operasional kami, meskipun
yang dibentuk oleh sektor energi Indonesia dan tren
kompatibilitas teknis dengan infrastruktur yang ada,
pasar global yang lebih luas. Operasional kami terpapar
terutama di lokasi yang dikelola kontraktor, harus dinilai
pada berbagai faktor risiko, mulai dari tantangan fisik
dan dikelola dengan cermat (GRI 302-1, 302-4).
dan lingkungan hingga regulasi dan pasar. Dengan
menanamkan kerangka kerja manajemen risiko
yang kokoh di seluruh portofolio, kami bertujuan Tantangan lebih lanjut mencakup potensi penggunaan
untuk melindungi bisnis kami, menciptakan nilai bertahap biodiesel B50 di seluruh unit bisnis (GRI 305-5)
jangka panjang, dan mendorong pertumbuhan yang serta menavigasi harga offset karbon Indonesia yang
berkelanjutan. relatif rendah dibandingkan dengan pasar internasional
(GRI 201-2). Ketersediaan regulasi yang jelas dan
standar offset karbon yang kredibel akan sangat
Memahami tantangan utama memengaruhi kecepatan Indika Energy dalam mencapai
di masa depan ambisi netral emisi karbon, terutama di bawah jalur yang
selaras dengan Perjanjian Paris (GRI 305-5).
Mencapai tujuan keberlanjutan jangka menengah
dan panjang menghadirkan tantangan praktis dan Studi penilaian risiko
operasional (GRI 3-3). Hal ini mencakup peningkatan
skala bisnis dan perluasan portofolio non-batubara,
Indika Energy sedang memajukan penilaian
peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan
komprehensif terhadap risiko iklim fisik untuk secara
pasar sekaligus mengurangi emisi secara bersamaan,
bertahap mengidentifikasi, mengevaluasi, dan
serta beroperasi di area pertambangan terpencil yang
mengkuantifikasi potensi dampak masa depan terhadap
membutuhkan input energi lebih tinggi dan peralatan
operasional lokasi, produktivitas, dan biaya operasional
khusus (GRI 2-6, 302-1, 305-1).
di seluruh aset yang kami operasikan (GRI 3-3, 201-2).
Penilaian ini merupakan bagian dari pendekatan kami
Beberapa lokasi operasional masih bergantung pada yang lebih luas dalam mengintegrasikan risiko terkait
generator diesel, terutama di lokasi terpencil atau iklim ke dalam manajemen risiko perusahaan (enterprise
sementara dengan akses jaringan listrik yang terbatas risk management) dan perencanaan strategis (GRI 2-12,
(GRI 302-1). Elektrifikasi peralatan berat menawarkan 2-13).
potensi untuk menurunkan emisi dan biaya operasional,
sekaligus menciptakan sinergi antar anak perusahaan
Fase awal berfokus pada aset yang saat ini sedang
seperti INVI dan KALISTA (GRI 305-1, 305-5). Namun,
berproduksi, dengan mengevaluasi bagaimana
armada tambang listrik masih dalam tahap awal
bahaya iklim akut dan kronis dapat memengaruhi
pengembangan, dengan tantangan berkelanjutan terkait
kesinambungan operasional, integritas aset, dan
masa pakai baterai, daya tahan, dan kesiapan untuk
ketangguhan infrastruktur (GRI 201-2). Analisis ini
penerapan skala besar. Untuk mengelola risiko ini,
memprioritaskan skenario dengan potensi dampak
kami memprioritaskan keandalan teknologi dan secara
paling material, termasuk yang selaras dengan lintasan
aktif berkolaborasi dengan produsen peralatan guna
mempercepat inovasi dan membangun kepercayaan
pada kinerja operasional (GRI 3-3).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 41
Page 44
emisi gas rumah kaca dunia saat ini. Dalam kasus periode pelaporan, Indika Energy tidak mengidentifikasi
tertentu — seperti peningkatan risiko curah hujan tinggi adanya dampak sosial negatif yang signifikan dalam
yang memengaruhi operasional pertambangan dan rantai pasoknya melalui penilaian pemasok, aktivitas
mineral — skenario terburuk (low-case scenarios) juga pemantauan, maupun mekanisme pengaduan
dinilai jika hal tersebut dapat menimbulkan implikasi (grievance mechanisms). Perusahaan terus menerapkan
operasional atau keselamatan yang signifikan (GRI proses penyaringan dan evaluasi pemasok yang
3-3, 403-2). Studi yang sedang berlangsung ini akan mempertimbangkan praktik sosial dan ketenagakerjaan,
terus menginformasikan dan memperkuat manajemen termasuk kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta
risiko jangka panjang, perencanaan adaptasi iklim, dan hak asasi manusia (GRI 414-2).
langkah-langkah respons operasional kami (GRI 201-2,
3-3). Wawasan dari penilaian ini dimasukkan secara
sistematis ke dalam evaluasi risiko perusahaan
Rantai nilai (enterprise risk evaluation) tahunan kami untuk
menentukan kebutuhan akan langkah-langkah mitigasi
Kami sedang menilai bagaimana risiko iklim fisik dapat tambahan dan kontrol internal, guna memastikan bahwa
memengaruhi rantai nilai hulu (upstream) dan hilir risiko terkait iklim dikelola secara efektif di seluruh rantai
(downstream) kami dengan memanfaatkan data iklim nilai (GRI 2-25, 3-3).
untuk mengestimasi potensi waktu henti operasional
(operational downtime) baik dalam skenario rata-rata Gambar 8. Pendekatan kami terhadap risiko
maupun ekstrem (GRI 201-2, 3-3). Hal ini mencakup terkait iklim
tinjauan awal terhadap risiko majemuk (compound
risks), di mana berbagai peristiwa iklim dapat saling Memahami tantangan utama
berinteraksi dan memperkuat gangguan pada pemasok,
Kami berupaya menyeimbangkan diversifikasi
logistik, serta hubungan dengan pelanggan (GRI 201-2).
portofolio, pertumbuhan produksi, dan
dekarbonisasi, seiring dengan pengelolaan
kebutuhan energi dan penggunaan peralatan
Peluang utama yang muncul dari upaya ini mencakup
pada wilayah operasional.
penguatan perencanaan kesinambungan bisnis Studi penilaian risiko
(business continuity planning) untuk mengatasi Kami melakukan studi dan analisis dalam
ketergantungan pada pemasok dan lokasi yang
berbagai skenario dengan menggunakan data
iklim saat ini dan proyeksi jangka panjang.
kritis (GRI 2-12, 2-13), serta meningkatkan pelibatan
pemasok dengan mengintegrasikan pertimbangan Dampak terhadap keselamatan, produktivitas,
ketangguhan iklim ke dalam proses pengadaan dan dan nilai risiko
manajemen pemasok (GRI 204-1, 308-1, 414-1). Selama Kami menganalisis dampak dari risiko fisik yang
dapat memengaruhi keselamatan dan
produktivitas, serta mengintegrasikan hasil
skenario ke dalam perencanaan keuangan.
Penguatan tata kelola dan pemantauan
Kami terus memperkuat tata kelola perusahaan
termasuk pertimbangan terkait risiko iklim untuk
mendukung pengambilan keputusan ke
depannya.
Integrasi ke dalam perencanaan dan manajemen
risiko
Kami mengintegrasikan potensi risiko fisik dari
perubahan iklim ke dalam perencanaan bisnis,
manajemen risiko, serta proses pengambilan
keputusan untuk penggunaan modal.
42 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
Pengelolaan risiko terkait iklim
Di Indika Energy, kami mengelola risiko secara strategis dan proaktif sebagai bagian dari komitmen kami untuk
menciptakan nilai berkelanjutan jangka panjang (GRI 2-22, 3-3). Investasi berorientasi masa depan kami di bidang
energi terbarukan, solusi surya, kendaraan listrik, logistik, dan teknologi digital memperkuat ketangguhan kami
terhadap risiko spesifik sektor, sekaligus memungkinkan kami untuk menangkap peluang pertumbuhan dan inovasi
yang muncul (GRI 201-2, 203-1).
Sistem Manajemen Risiko kami, yang dipimpin oleh Unit Manajemen Risiko, mendukung Direksi dalam
mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko material, menumbuhkan budaya kesadaran risiko yang kuat, serta
menanamkan praktik terbaik di seluruh organisasi (GRI 2-12, 2-13, 2-14). Dipandu oleh kerangka kerja Manajemen
Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM), proses ini mencakup siklus risiko penuh — identifikasi,
analisis, mitigasi, dan pemantauan — untuk memastikan pendekatan yang konsisten, terstruktur, dan proaktif
terhadap risiko strategis maupun operasional (GRI 2-25, 3-3).
Kerangka kerja ini dilandasi oleh standar internasional terkemuka, termasuk World Economic Forum Stakeholder
Capitalism Metrics (WEF SCM), ISO 31000, dan standar Global Reporting Initiative (GRI) (GRI 2-23, 2-24). Secara
bersama-sama, kerangka kerja ini memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi masa depan
atas risiko finansial maupun non-finansial, sehingga memperkuat ketangguhan Indika Energy di tengah lanskap bisnis
dan transisi energi yang berkembang pesat (GRI 2-29, 3-3).
Gambar 9. Penilaian risiko terkait iklim Indika Energy
Cakupan
Penilaian Risiko pada induk dan anak perusahaan, termasuk usaha yang terkait langsung dengan ekspansi
bisnis baru dan inisiatif strategis, untuk memahami dinamika iklim dan kondisi pasar yang dapat
mempengaruhi strategi jangka panjang.
Risiko fisik (akut) Risiko fisik (kronis) Risiko transisi
Peristiwa iklim ekstrem yang terjadi secara Perubahan iklim yang berlangsung secara Risiko yang dapat memengaruhi operasional dan
tiba-tiba dan intens sehingga dapat bertahap dalam jangka panjang, yang ditandai pengambilan keputusan strategis akibat
menyebabkan gangguan operasional secara dengan kenaikan suhu, tingkat variabilitas curah perubahan dinamika pasar, perkembangan
langsung dan menyebabkan kerusakan pada hujan, serta keterbatasan air yang berkelanjutan teknologi, serta transisi menuju ekonomi rendah
infrastruktur penting. Operasi berbasis lapangan dapat memengaruhi keberlanjutan operasional, karbon.
dengan aset — seperti Kideco (pertambangan), meningkatkan kebutuhan pemeliharaan aset,
Tripatra (EPC), Indika Nature (kehutanan), dan serta membatasi ketersediaan sumber daya Risiko transisi utama:
Mekko (bauksit) — memiliki risiko pemaparan penting. • Penerapan harga karbon dan persyaratan
cuaca ekstrem yang bersifat akut. regulasi yang meningkatkan biaya pada
Contoh: operasi dengan intensitas emisi tinggi.
Contoh: • Keterbatasan air yang mengganggu • Pergeseran pasar menjauh dari batu bara
• Longsor dan curah hujan ekstrem yang proses pendinginan, pengendalian debu, yang berdampak pada prospek
menghambat aktivitas penambangan dan serta pengolahan dalam operasi pendapatan dan kondisi pembiayaan.
pengangkutan. pertambangan dan energi. • Risiko teknologi terkait PV surya,
• Banjir yang merusak jalan, conveyor, • Peningkatan suhu yang menambah penyimpanan energi, hidrogen, SAF.
pelabuhan, serta akses ke area tekanan pada kinerja peralatan, • Risiko reputasi yang terkait dengan
perkebunan. keselamatan tenaga kerja, dan kebutuhan ekspektasi investor, pengawasan
• Badai yang memengaruhi pasokan listrik, energi. pemangku kepentingan, serta penilaian
lokasi kerja terpencil, dan logistik. • Variabilitas curah hujan yang ESG.
memengaruhi kepadatan kayu, tingkat
Implikasi: keberhasilan pembibitan, serta kesehatan Implikasi:
Gangguan produksi jangka pendek, peningkatan hutan. Kebutuhan strategis untuk mempercepat
biaya operasional untuk perbaikan darurat, serta dekarbonisasi, mendiversifikasi sumber
potensi keterlambatan dalam rantai pasok. Implikasi: pendapatan, memperkuat transparansi dan
Kebutuhan belanja modal (CAPEX) jangka pengungkapan, serta berinvestasi pada
panjang yang lebih tinggi, investasi untuk teknologi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
adaptasi, serta penyesuaian dalam perencanaan
tata guna lahan dan siklur perkebunan.
Fokus dan penerapan
Identifikasi dan penilaian risiko telah diterapkan pada seluruh entitas induk dan anak perusahaan di Indika Energy Grup.
Hal ini mencakup potensi inisiatif dekarbonisasi seperti pemanfaatan PV surya, implementasi penggunaan biodiesel (B40, dan potensi
B50), penggunaan armada kendaraan listrik (EV), serta efisiensi energi dan sistem manajemen (EE/EMS).
Analisa skenario
Kami mengevaluasi potensi risiko melalui berbagai skenario, termasuk skenario dasar (baseline) dan pemetaan jalur transisi untuk
mengukur potensi dampak yang dapat dihasilkan, kapasitas adaptasi, serta kesiapan bisnis.
Hasil
Penilaian terstruktur akan memperkuat kemampuan Indika Energy untuk tetap tangguh, adaptif, dan berada pada posisi strategis untuk
berkembang dalam masa depan rendah karbon dan berkelanjutan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 43
Page 46
Matriks risiko perubahan iklim Indika Energy
Seiring dengan kemajuan perjalanan keberlanjutan kami, kami menyadari bahwa faktor-faktor terkait transisi —
termasuk kebijakan iklim yang terus berkembang, mekanisme penetapan harga karbon, serta pergeseran global
menuju ekonomi rendah karbon — memainkan peran signifikan dalam membentuk keputusan strategis dan peluang
jangka panjang kami (GRI 201-2, 305-5, 3-3). Kami memandang risiko transisi ini tidak hanya sebagai tantangan,
tetapi juga sebagai katalis bagi ketangguhan, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan, yang mendorong kami untuk
memperkuat model bisnis dalam lanskap energi yang terus berubah (GRI 2-22).
Untuk menavigasi dinamika ini, kami secara proaktif menyelaraskan diri dengan regulasi rendah karbon yang muncul,
meningkatkan efisiensi energi di seluruh operasional kami, dan secara sistematis mengintegrasikan pertimbangan
iklim ke dalam perencanaan strategis serta keputusan alokasi modal (GRI 302-4, 201-2, 2-23). Pendekatan yang
disiplin ini mendukung kemampuan kami untuk tetap adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi masa depan, seraya
terus maju menuju tujuan dekarbonisasi dan transisi jangka panjang (GRI 3-3).
Indika Energy menerapkan penilaian risiko iklim dan transisi yang terstruktur di seluruh perusahaan induk dan semua
anak perusahaan, menyadari bahwa risiko iklim fisik, perkembangan regulasi, dan pergeseran ekspektasi pasar
secara kolektif memengaruhi kinerja operasional dan penciptaan nilai jangka panjang (GRI 2-25, 3-3). Penilaian ini
menginformasikan proses manajemen risiko, keputusan investasi, dan perencanaan transisi kami, guna memastikan
keselarasan antara komitmen keberlanjutan dan tata kelola risiko di seluruh perusahaan (GRI 2-12, 2-13).
Gambar 10. Penilaian risiko terkait iklim dan langkah-langkah mitigasi
Unit bisnis Potensi dampak
Kategori Deskripsi risiko dan Rentang Langkah-langkah
yang finansial dan
risiko dampak waktu mitigasi dan adaptasi
terdampak operasional
Akut secara Hujan lebat Kideco, Pendek- Keterlambatan Kami memperkuat
fisik Curah hujan Masmindo, sedang operasional, ketahanan terhadap
yang tinggi dapat Mekko, Indika penurunan cuaca ekstrem melalui
mengganggu operasi Nature produktivitas, biaya sistem peringatan
pertambangan dan pemeliharaan jalan dini dan pemantauan
kehutanan, mengurangi yang lebih tinggi, curah hujan,
jarak pandang, arus logistik yang peningkatan drainase
memengaruhi kondisi lebih lambat, dan dan pengelolaan
jalan angkut, sehingga peningkatan risiko air, serta prosedur
memperlambat aktivitas kecelakaan. tanggap darurat
produksi. untuk memastikan
respons cepat
dan keselamatan
operasional.
Akut secara Banjir Kideco, Pendek- Penghentian Kami memperkuat
fisik Air banjir dapat Masmindo, sedang sementara ketahanan terhadap
merusak peralatan, Mekko, Indika operasional, cuaca ekstrem melalui
menggenangi area kerja Nature, ALVA potensi kerusakan sistem peringatan
atau lubang tambang, peralatan, dini dan pemantauan
serta membatasi akses kebutuhan biaya curah hujan,
ke lokasi dan jalur pemulihan, serta peningkatan drainase
transportasi. kemungkinan dan pengelolaan
keterlambatan air, serta prosedur
transportasi, tanggap darurat
gangguan rantai untuk memastikan
pasok, dan risiko respons cepat
dalam proses dan keselamatan
pengiriman dan operasional.
distribusi.
44 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
Unit bisnis Potensi dampak
Kategori Deskripsi risiko dan Rentang Langkah-langkah
yang finansial dan
risiko dampak waktu mitigasi dan adaptasi
terdampak operasional
Akut secara Tanah longsor Kideco, Pendek- Peningkatan Kami memperkuat
fisik Longsoran lereng Masmindo, sedang risiko insiden keselamatan
dapat mengancam Mekko, Indika keselamatan, melalui stabilisasi
keselamatan pekerja, Nature potensi lereng, pemantauan
merusak aset, dan penghentian geoteknik, serta
menghentikan kegiatan operasional penerapan zona
pertambangan, dalam skala terbatas pada area
terutama di daerah besar, kebutuhan dan periode berisiko
lapisan tanah penutup. perbaikan yang tinggi.
signifikan, serta
implikasi reputasi,
terutama jika
turut berdampak
pada wilayah
masyarakat.
Akut secara Badai dan angin Kideco, Pendek- Potensi penurunan Kami mengurangi
fisik kencang Masmindo, sedang produksi, risiko terkait angin
Badai hebat dapat Mekko, Indika peningkatan waktu melalui pemanfaatan
mengganggu aktivitas Nature, ALVA henti, kebutuhan sistem peringatan
di luar ruangan, biaya perbaikan cuaca, penerapan
merusak infrastruktur, struktural, protokol penghentian
serta memengaruhi berkurangnya sementara operasi
keselamatan pekerja umur aset, serta saat terjadi angin
dan stabilitas peralatan. meningkatnya ekstrem, serta
risiko cedera. penguatan aset-
aset penting untuk
menjaga keselamatan
dan meminimalkan
potensi kerusakan.
Kronis Kelangkaan air yang Kideco, Sedang– Potensi penurunan Kami memperkuat
secara fisik memengaruhi proses Masmindo, panjang produksi, ketahanan air melalui
industri Mekko, Indika peningkatan peningkatan daur
Keterbatasan Nature biaya operasional, ulang dan efisiensi
ketersediaan air kemungkinan penggunaan air,
dapat memengaruhi penundaan eksplorasi sumber
kapasitas pengolahan, produksi, serta air alternatif,
efisiensi pendinginan, risiko terkait serta penerapan
serta keberlangsungan kepatuhan rencana kontingensi
operasional. terhadap kekeringan untuk
peraturan. menjaga stabilitas
operasional selama
periode kelangkaan
air.
Kronis Peningkatan suhu Kideco, Sedang– Meningkatnya Kami berupaya
secara fisik memberi tekanan pada Tripatra, panjang kerusakan mengurangi risiko
peralatan dan tenaga Interport, peralatan, biaya terkait panas
kerja Masmindo, perawatan yang melalui peningkatan
Kenaikan suhu Mekko lebih tinggi, dan ketahanan peralatan
lingkungan dapat produktivitas yang terhadap suhu
turut mempercepat lebih rendah. tinggi, penguatan
keausan peralatan sistem pendinginan
serta berpotensi di seluruh operasi,
memengaruhi serta penerapan
produktivitas pekerja. protokol pencegahan
stres panas untuk
mendukung kesehatan
dan produktivitas
tenaga kerja.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 45
Page 48
Unit bisnis Potensi dampak
Kategori Deskripsi risiko dan Rentang Langkah-langkah
yang finansial dan
risiko dampak waktu mitigasi dan adaptasi
terdampak operasional
Kronis Gelombang panas Kideco, Pendek– Berkurangnya Kami berupaya
secara fisik memengaruhi Tripatra, menengah ketersediaan menjaga
kesehatan tenaga kerja Interport, tenaga kerja, kesejahteraan tenaga
Suhu ekstrem dapat Masmindo, meningkatnya kerja selama periode
meningkatkan Mekko risiko kesehatan panas ekstrem
risiko stres panas dan keselamatan, melalui penerapan
serta berpotensi serta hilangnya siklus istirahat
memengaruhi kapasitas produktivitas. yang terjadwal,
kerja. penyediaan area
istirahat yang teduh
dan fasilitas hidrasi,
serta penyesuaian
jadwal kerja untuk
mengurangi paparan
pada suhu puncak.
Kronis Kekeringan dan Kideco, Sedang– Potensi gangguan Kami memperkuat
secara fisik kelangkaan air Masmindo, panjang pada tingkat ketahanan terhadap
Periode kekeringan Mekko, Indika operasional serta kekeringan melalui
yang berkepanjangan Nature peningkatan biaya upaya konservasi
mengurangi pasokan pengadaan air. air, pemanfaatan
air untuk operasional spesies yang lebih
dan siklus pertumbuhan tahan terhadap
kehutanan. kondisi kering, serta
peningkatan efisiensi
irigasi di seluruh
wilayah operasional.
Kronis Kenaikan permukaan Interport Panjang Potensi Melalui peningkatan
secara fisik laut yang memengaruhi keterlambatan infrastruktur terpadu
pelabuhan pengiriman, dan pendekatan
Kenaikan permukaan peningkatan biaya berbasis alam,
air laut dan logistik, serta kami memperkuat
gelombang badai kemungkinan ketahanan pelabuhan
dapat memengaruhi bertambahnya dengan penguatan
operasional pelabuhan waktu henti pada aset utama,
serta kelancaran logistik infrastruktur. peninggian struktur
ekspor. yang rentan, serta
penyiapan rencana
logistik alternatif
untuk mendukung
keberlanjutan
operasional di tengah
kenaikan permukaan
laut.
Transisi – Menurunnya Indika Energy, Sedang– Penurunan Mencakup upaya
pasar permintaan batubara Kideco, IIR panjang pendapatan, menjaga komitmen
global berkurangnya tanpa pengembangan
Penurunan penjualan pangsa pasar, tambang batubara
dan pendapatan penurunan nilai baru, mempercepat
batubara berdampak aset, melemahnya diversifikasi ke EV,
pada profitabilitas dan arus kas jangka energi terbarukan, dan
kelangsungan aset panjang. solusi berbasis alam,
jangka panjang. serta memperkuat
pendapatan non-
batubara untuk
ketahanan jangka
panjang.
46 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
Unit bisnis Potensi dampak
Kategori Deskripsi risiko dan Rentang Langkah-langkah
yang finansial dan
risiko dampak waktu mitigasi dan adaptasi
terdampak operasional
Transisi – Volatilitas harga pasar Indika Energy, Pendek– Pendapatan yang Kami memperkuat
pasar Ketidakpastian Kideco, IIR menengah kurang dapat ketahanan terhadap
pendapatan dan arus diprediksi, tekanan dinamika pasar
kas yang dipengaruhi pada margin, melalui diversifikasi
oleh fluktuasi harga penyesuaian pembelian jangka
komoditas. atau renegosiasi panjang, penerapan
kontrak, serta strategi lindung nilai,
meningkatnya serta pengujian stres
volatilitas laba. secara berkala yang
terintegrasi dalam
siklus perencanaan
untuk mengelola
volatilitas permintaan
dan harga.
Transisi Kendala pembiayaan Indika Energy, Sedang– Akses pembiayaan Kami meningkatkan
– kondisi untuk aset padat karbon Kideco panjang yang terbatas, ketahanan kami
pasar Biaya yang lebih tinggi biaya modal dengan memperkuat
atau akses terbatas yang lebih tinggi, kinerja ESG,
terhadap modal untuk valuasi negatif dari memperdalam
proyek batubara dan investor. keterlibatan dengan
proyek dengan emisi mitra keuangan
tinggi. berkelanjutan, dan
secara bertahap
mendiversifikasikan
portofolio kami ke
arah aset rendah
karbon.
Transisi – Penetapan harga Indika Energy, Pendek– Peningkatan Kami memperkuat
kebijakan karbon, pelaporan Kideco, Indika menengah biaya operasional, sistem akuntansi
dan regulasi emisi, dan kepatuhan Nature potensi penalti emisi GRK kami,
terhadap target netral kepatuhan, tekanan menerapkan harga
emisi karbon terhadap margin, karbon internal
Biaya operasional serta kebutuhan untuk memandu
yang lebih tinggi dan yang semakin pengambilan
kemungkinan implikasi mendesak untuk keputusan, dan
regulasi jika target tidak belanja modal memajukan
sepenuhnya terpenuhi. dekarbonisasi. dekarbonisasi melalui
adopsi biofuel B40
dan program efisiensi
energi.
Transisi – Pengungkapan emisi Sedang Meningkatnya Kami meningkatkan
kebijakan GRK cakupan 3 beban kerja sistem data rantai
dan regulasi Paparan terhadap risiko kepatuhan, nilai, termasuk
reputasi dan kepatuhan terungkapnya keterlibatan pemasok,
yang berasal dari emisi kewajiban karbon, dan mengkaji
hulu dan hilir. dan meningkatnya perhitungan emisi
beban audit. GRK cakupan 3
kami secara lebih
menyeluruh.
Transisi – Perubahan insentif KALISTA, Pendek– Menurunnya Kami terus memantau
kebijakan kendaraan listrik atau INVI, ALVA sedang daya saing pasar dan menyempurnakan
dan regulasi aturan konten lokal kendaraan listrik, kebijakan serta
Adopsi pasar tertunda meningkatnya strategi pasar yang
atau daya saing biaya kepatuhan, adaptif, didukung oleh
menurun untuk solusi dan pergeseran keahlian internal dan
kendaraan listrik (EV). permintaan. optimalisasi konten
lokal.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 47
Page 50
Unit bisnis Potensi dampak
Kategori Deskripsi risiko dan Rentang Langkah-langkah
yang finansial dan
risiko dampak waktu mitigasi dan adaptasi
terdampak operasional
Transisi – Mandat baru terkait Grup Indika Pendek– Siklus pembayaran Kami
kebijakan retensi dan pelaporan Energy sedang yang lebih lambat, mengembangkan
dan regulasi data biaya administrasi platform untuk
Meningkatnya beban yang lebih tinggi, memastikan
administratif dan risiko kebutuhan akurasi dalam alat
ketidakpatuhan. peningkatan kepatuhan digital
sistem. dan peningkatan tata
kelola data kami.
Transisi – Evolusi teknologi KALISTA, Pendek– Risiko teknologi Kami mendorong
kebijakan yang pesat di bidang INVI, ALVA, panjang yang terhenti, biaya inovasi melalui
dan regulasi kendaraan listrik, EMITS modal (CAPEX) proyek percontohan
baterai, dan panel surya peningkatan yang teknologi, kemitraan
fotovoltaik tinggi, ROI yang R&D strategis, dan
Risiko keusangan atau lebih rendah, adopsi teknologi
kurangnya investasi ketidaksesuaian modular, semuanya
pada teknologi baru. antara dipandu oleh kerangka
penelitian dan kerja tata kelola
pengembangan inovatif yang kuat
(R&D) dan untuk memastikan
permintaan solusi yang terukur
komersial. dan berdampak tinggi.
Risiko Sengketa hukum Grup Indika Sedang Biaya hukum Indika Energy
hukum terkait klausul yang Energy yang lebih tinggi, memperkuat
berhubungan dengan pembatalan pengawasan hukum
iklim kontrak, melalui peninjauan
Kewajiban finansial, penundaan proyek. kontrak yang lebih
penundaan proyek, dan ketat, kepatuhan
kerusakan reputasi. terhadap klausul iklim,
dan tata kelola yang
lebih baik.
Risiko Pengawasan terhadap Grup Indika Pendek– Potensi penurunan Indika Energy
reputasi komitmen iklim, Energy panjang kepercayaan memastikan
integritas kredit karbon, investor, transparansi
tuduhan pencucian citra memburuknya melalui peningkatan
lingkungan peringkat ESG, pengungkapan
Potensi penurunan berkurangnya dan pelaporan,
kepercayaan pemangku kemampuan keselarasan dengan
kepentingan, risiko untuk menarik standarisasi global,
sanksi regulasi, serta kemitraan, serta serta keterlibatan aktif
dampak negatif meningkatnya dengan masyarakat.
terhadap reputasi dan tantangan dalam
merek. memperoleh
perizinan
operasional.
Indika Energy telah mengidentifikasi risiko dan peluang terkait perubahan iklim dan melakukan penilaian awal (GRI
3-3). Meskipun hasil analisis tersebut saat ini mendukung manajemen risiko internal dan proses perencanaan
strategis, dampak keuangan yang terukur secara finansial belum diungkapkan kepada publik, karena metodologi,
asumsi, dan input data terus disempurnakan untuk memastikan keakuratan dan keandalan. Penguatan pemodelan
keuangan terkait iklim dan kemampuan pengungkapan tetap menjadi prioritas berkelanjutan seiring Grup
memperkuat integrasi dengan praktik pelaporan terkait iklim yang terus berkembang (GRI 201-2).
48 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
Pengendalian risiko dan langkah-
langkah adaptasi
Kami telah menetapkan rangkaian pengendalian
yang komprehensif untuk mengelola risiko terkait
cuaca ekstrem di seluruh operasional kami, dengan
keselamatan sebagai prioritas utama (GRI 403-1, 403-
2, 403-7). Pengendalian ini mencakup penggunaan
sistem pemantauan cuaca dan peringatan dini, protokol
kesiapsiagaan yang jelas, rencana manajemen darurat
spesifik lokasi, serta personel tanggap darurat yang
terlatih untuk memastikan tindakan yang efektif dan
tepat waktu selama peristiwa cuaca ekstrem (GRI 2-25).
Untuk meminimalkan risiko kegagalan peralatan
dan gangguan operasional, kami beroperasi sesuai
dengan praktik terbaik industri, didukung oleh program
inspeksi dan pemeliharaan preventif yang kuat, serta
ketersediaan suku cadang kritis yang selaras dengan
upaya mitigasi risiko kami (GRI 2-24, 3-3). Selain itu,
perencanaan kontinjensi ditanamkan ke dalam proses
manajemen risiko operasional kami, guna memperkuat
ketangguhan dan kesinambungan organisasi di bawah
kondisi iklim ekstrem (GRI 201-2, 2-25).
Meningkatkan pendekatan kami
terhadap risiko iklim
Seiring dengan pemahaman kami terhadap risiko iklim
fisik yang terus mendalam, studi kuantifikasi risiko kami
akan berkembang secara bertahap untuk meningkatkan
cara kami mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan
memantau risiko iklim di seluruh aset yang kami
operasikan (GRI 3-3, 201-2). Wawasan yang dihasilkan
dari studi ini akan digunakan untuk memperbarui profil
risiko perusahaan, memperkuat aktivitas manajemen
risiko, serta menginformasikan perencanaan korporat
dan pengambilan keputusan strategis (GRI 2-24, 2-25).
Setelah selesai, temuan tersebut akan mendukung
identifikasi pengendalian dan langkah-langkah adaptasi
yang baru atau yang ditingkatkan, guna memastikan
operasional kami tetap tangguh di bawah kondisi iklim
yang berubah (GRI 201-2, 3-3). Selain itu, hasilnya akan
memandu evaluasi terhadap implikasi finansial maupun
nilai sosial dari potensi investasi adaptasi, memperkuat
komitmen kami terhadap penciptaan nilai berkelanjutan
jangka panjang bagi bisnis dan masyarakat di tempat
kami beroperasi (GRI 201-1, 413-1).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 49
Page 52
Laporan
mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola —
mencerminkan kinerja anak perusahaan di mana Grup
Keberlanjutan
Indika Energy memegang lebih dari 50% kepemilikan dan
menjalankan kendali manajemen (GRI 2-2, 2-6). Entitas-
kami: Transparansi,
entitas tersebut meliputi:
akuntabilitas, dan
» PT Kideco Jaya Agung (Kideco)
» PT Indika Indonesia Resources (IIR)
dampak » PT Tripatra Engineering and PT Tripatra Engineers
and Constructors (Tripatra)
» PT Interport Mandiri Utama (Interport)
Laporan Keberlanjutan Indika Energy memberikan
gambaran komprehensif tentang bagaimana kami » PT Masmindo Dwi Area (Masmindo)
mengintegrasikan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan » PT Mekko Metal Mining (Mekko)
Tata Kelola (ESG) di seluruh operasional dan strategi » PT Indika Multi Properti (Indika Nature)
bisnis kami. Laporan ini mencerminkan komitmen kami » PT Ilectra Motor Group (ALVA)
terhadap transparansi, akuntabilitas, dan penciptaan
» PT Kalista Nusa Armada (KALISTA)
nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Laporan ini
menunjukkan bagaimana Indika Energy menerjemahkan » PT Energi Makmur Buana (INVI)
komitmen iklim global ke dalam aksi lokal, sembari » PT Xapiens Teknologi Indonesia (Xapiens)
mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan
ketangguhan jangka panjang bagi Grup dan masyarakat Periode dan standar pelaporan
yang kami layani. Kecuali dinyatakan lain, pengungkapan dalam Laporan
Keberlanjutan ini mencakup periode dari 1 Januari
hingga 31 Desember 2025. Jika relevan, informasi
Tentang laporan ini dan batasan data
komparatif dari tahun 2024 telah disertakan untuk
kami
meningkatkan kejelasan dan memberikan konteks pada
Di Grup Indika Energy, kami percaya bahwa ketangguhan tren kinerja. Grup Indika Energy berkomitmen untuk
bisnis jangka panjang tidak hanya dibangun di atas menerbitkan Laporan Keberlanjutan secara tahunan (GRI
kinerja keuangan, tetapi juga pada nilai positif dan abadi 2-3, 2-4).
yang kami ciptakan bagi lingkungan, masyarakat, dan
tata kelola yang baik. Prioritas Lingkungan, Sosial, dan
Tata Kelola (ESG) ini melandasi perjalanan keberlanjutan Kerangka kerja dan komitmen pelaporan
kami serta memandu cara kami mengelola operasional Laporan Keberlanjutan ini disusun sesuai dengan
dan keputusan strategis. Laporan Keberlanjutan ini POJK No. 51/POJK.03/2017, Standar Global Reporting
menyajikan laporan yang transparan dan komprehensif Initiative (GRI) 2021 (GRI 1), dan Metrik Utama dari World
mengenai komitmen, tindakan, dan kinerja ESG kami Economic Forum (WEF) Stakeholder Capitalism Metrics.
selama tahun berjalan (GRI 2-3, 2-29). Laporan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan PBB (SDGs) dan Sepuluh Prinsip United
Isi laporan ini berfokus pada topik-topik ESG yang Nations Global Compact (UNGC) (GRI 2-23, 2-24).
material bagi Grup Indika Energy. Topik-topik ini
diidentifikasi melalui penilaian materialitas yang Indika Energy adalah penandatangan UN Global
terstruktur, yang melibatkan keterlibatan manajemen Compact, dan laporan ini menguraikan komitmen
internal dan pemangku kepentingan eksternal utama. berkelanjutan kami untuk menanamkan prinsip-prinsip
Proses ini memungkinkan kami untuk memprioritaskan tersebut di seluruh tata kelola, pengelolaan lingkungan,
dampak, risiko, dan peluang yang paling signifikan praktik ketenagakerjaan, hak asasi manusia, dan
bagi bisnis dan pemangku kepentingan kami, guna upaya anti-korupsi (GRI 2-23). Sejak tahun 2022, kami
memastikan strategi keberlanjutan kami tetap relevan secara bertahap telah memasukkan Metrik Kapitalisme
dan berorientasi masa depan (GRI 3-1, 3-2). Pemangku Kepentingan WEF ke dalam pengungkapan
ESG kami, guna memperkuat komitmen terhadap
Kecuali dinyatakan lain, informasi keuangan dan non- transparansi, akuntabilitas, dan pengukuran kinerja
keuangan yang diungkapkan dalam laporan ini — yang keberlanjutan yang konsisten (GRI 2-24).
50 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
Jaminan eksternal Pendekatan keberlanjutan kami
Untuk meningkatkan kredibilitas dan keandalan
pengungkapan kami, Laporan Keberlanjutan ini telah Di Grup Indika Energy, keberlanjutan adalah bagian
melalui proses jaminan independen (independent integral dari cara kami beroperasi dan mengambil
assurance) oleh SGS Indonesia atas kepatuhannya keputusan. Kami menyadari bahwa pengelolaan sumber
terhadap Standar GRI. Rincian mengenai ruang lingkup, daya yang bertanggung jawab serta manajemen dampak
metodologi, dan kesimpulan dari perikatan jaminan lingkungan dan sosial yang efektif sangat penting bagi
tersebut disajikan dalam Laporan Jaminan Independen ketangguhan bisnis jangka panjang.
pada halaman lampiran informasi lainnya di akhir
laporan ini. (GRI 2-5)
Gambar 11. Kerangka keberlanjutan Indika Energy
TUJUAN KAMI
Memberi Energi bagi Indonesia demi Masa Depan yang Berkelanjutan
VISI KAMI MISI KAMI
Mitra bisnis yang sangat terpercaya, inovatif, — Mengembangkan Indonesia secara berkelanjutan
dan berkelanjutan untuk menciptakan — Menjadi perusahaan investasi terdiversifikasi yang tangguh
nilai yang berkelanjutan — Memberdayakan sumber daya manusia kami
serta secara aktif mengembangkan pemimpin generasi berikutnya
— Menjalankan tanggung jawab sosial dengan menjunjung tinggi keberagaman dan integritas
— Menciptakan nilai yang unggul bagi seluruh pemangku kepentingan
KESATUAN
DALAM KERAGAMAN
INTEGRITAS KERJASAMA NILAI-NILAI KAMI KETANGKASAN PENCAPAIAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
STRATEGI PERUSAHAAN
Investasi di sektor non-batubara Dekarbonisasi aktivitas operasional perusahaan Divestasi portofolio dengan emisi karbon tinggi
TOPIK MATERIAL
Proses penilaian materialitas internal dan eksternal untuk mengidentifikasi topik material
Topik material menjadi fokus dalam peninjauan strategi keberlanjutan dan pelaporan kami
TARGET ESG 2025 DAN 2030
LINGKUNGAN SOSIAL TATA KELOLA
EMISI GRK CAKUPAN 1 DAN 2 MASYARAKAT SEKITAR ETIKA BISNIS
(Relatif terhadap baseline 2020)
25% 33% 1% 80% 100%
Mengurangi emisi GRK Mengurangi emisiGRK 1% dari laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) 80% karyawan mengikuti 80% karyawan mengikuti
cakupan 1 dan 2 sebesar cakupan 1 dan 2 sebesar dialokasikan untuk pengembangan pelatihan kode etik bisnis pelatihan kode etik bisnis
25% pada tahun 2025 33% pada tahun 2030 masyarakat setiap tahun pada tahun 2025 pada tahun 2030
50% 55% KESEHATAN DAN KESELAMATAN 100% 100%
Mengurangi intensitas Mengurangi intensitas 100% anggota dewan 100% anggota dewan
emisi GRK cakupan 1 dan emisi GRK cakupan 1 dan direksi mengikuti pelatihan direksi mengikuti pelatihan
2 per pendapatan sebesar 2 per pendapatan sebesar Nol kode etik bisnis pada kode etik bisnis pada
50% pada tahun 2025 55% pada tahun 2030 Tidak ada korban jiwa setiap tahunnya baik tahun 2025 tahun 2030
bagi karyawan maupun kontraktor
10% 25%
Mengurangi intensitas Mengurangi intensitas
KEBERAGAMAN DAN INKLUSI TATA KELOLA PERUSAHAAN
emisi GRK cakupan 1 dan emisi GRK cakupan 1 dan
2 per ton produksi 2 per ton produksi
batubara sebesar 10% batubara sebesar 25% 20% 25% 30%
pada tahun 2025 pada tahun 2030 20% perempuan dalam 25% perempuan dalam 30% bobot KPI evaluasi
angkatan kerja pada tahun angkatan kerja pada tahun dewan direksi &
2025 2030 manajemen senior terkait
PENGELOLAAN ENERGI dengan topik ESG pada
tahun 2025
15% 20%
30% 35% 15% perempuan di 20% perempuan di
Meningkatkan persentase Meningkatkan persentase manajemen senior pada manajemen senior pada
energi terbarukan dalam energi terbarukan dalam tahun 2025 tahun 2030
bauran konsumsi energi bauran konsumsi energi
menjadi 30% pada tahun menjadi 35% pada tahun
2025 2030
PENGELOLAAN AIR
(Relatif terhadap baseline 2020)
30% 32%
Mengurangi intensitas Mengurangi intensitas
pengambilan air per pengambilan air per
pendapatan sebesar 30% pendapatan sebesar 33%
pada tahun 2025 pada tahun 2030
PENGELOLAAN LIMBAH
40% 45%
Mengalihkan 40% sampah Mengalihkan 45% sampah
dari tempat pembuangan dari tempat pembuangan
akhir pada tahun 2025 akhir pada tahun 2030
LAHAN DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
(Relatif terhadap baseline 2020)
20%
Meningkatkan luas lahan
reklamasi sebesar 20%
pada tahun 2025
KEPATUHAN SUSTAINABILITY COMMITTEE
Kebijakan, Standar, Prosedur, dan Pedoman Memiliki fungsi pengawasan dan tanggung jawab utama.
Metrik, Pelaporan, dan Asurans Komite ini menerima pembaruan secara berkala mengenai kinerja
bisnis di seluruh operasi kami, termasuk area risiko material
terkait keberlanjutan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 51
Page 54
Seiring dengan ekspektasi pemangku kepentingan Pengawasan keberlanjutan dijalankan oleh Komite
yang terus berkembang, kinerja keberlanjutan telah Keberlanjutan khusus yang memandu dan memantau
menjadi ukuran utama bagi kredibilitas, kepercayaan, kinerja di bidang kesehatan dan keselamatan,
dan penciptaan nilai (GRI 2-22, 2-29). Perjalanan manajemen lingkungan, pengembangan masyarakat,
keberlanjutan kami berpijak pada tujuan yang jelas, nilai- serta hak asasi manusia. Komite ini memastikan
nama bersama, dan keselarasan dengan standar yang keselarasan kebijakan, prosedur, dan Pedoman Perilaku
diakui secara global. Kami menyelaraskan praktik kami (Code of Conduct) dengan nilai-nama serta ekspektasi
dengan kerangka kerja internasional seperti Standar kinerja Grup, sementara evaluasi berkala dan analisis
GRI, Ekspektasi Kinerja International Council on Mining kesenjangan (gap analysis) mendukung kemajuan
and Metals (ICMM), dan Towards Sustainable Mining. menuju target tahun 2028 dan 2050 kami (GRI 2-25, 3-3).
Kerangka kerja ini mendukung konsistensi, akuntabilitas,
dan komparabilitas di seluruh operasional kami melalui Tata kelola yang kuat melandasi cara Indika Energy
penilaian mandiri yang terstruktur dan, jika berlaku, mengelola transisi energi dan agenda keberlanjutan
verifikasi pihak ketiga, guna memperkuat perilaku etis, yang lebih luas. Membangun di atas struktur tata kelola
transparansi, serta perbaikan berkelanjutan (GRI 2-23, perusahaan kami, kami telah memperkuat mekanisme
2-24). pengawasan untuk menanamkan pertimbangan
keberlanjutan dan transisi ke dalam pengambilan
keputusan sehari-hari di seluruh Grup (GRI 2-9, 2-12).
Gambar 12. Tata kelola keberlanjutan Indika Energy
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris
Memegang tanggung jawab utama atas
Tata Kelola pengawasan strategis seluruh kinerja keberlanjutan
Grup Indika Energy. Komite Keberlanjutan bertindak
Keberlanjutan sebagai badan pengawas yang ditunjuk untuk
Komite Keberlanjutan menjalankan tugas pengawasan dan peninjauan
Mempertahankan struktur tata secara rinci. Komite Keberlanjutan memantau
kelola yang kuat sangat kemajuan secara reguler yaitu triwulanan untuk
penting untuk memastikan memastikan akuntabilitas dan keselarasan
Indika Energy tetap fokus pada pencapaian dengan target yang diharapkan.
tujuan keberlanjutannya.
Dewan Komisaris dan Direksi
memainkan peran penting
dalam mengintegrasikan
praktik berkelanjutan ke dalam
strategi bisnis, untuk Pengelolaan
mendorong terciptanya nilai
jangka panjang. Struktur ini Direktur Utama Memainkan peran kunci dalam memberikan
diperkuat dengan panduan organisasi mengenai topik keberlanjutan
pembentukan Komite yang penting. Manajemen menetapkan proses tata
kelola internal untuk pelaporan berkala, yang sangat
Keberlanjutan pada tahun penting untuk transparansi, akuntabilitas, dan
2021, untuk mengawasi secara tindakan proaktif. Dewan Direksi meninjau dan
independen kinerja memastikan keselarasan target perjalanan
keberlanjutan. Kepala Divisi keberlanjutan. Kepala Divisi Keberlanjutan
Keberlanjutan melakukan pelaksanaan strategi, bertanggung
jawab untuk mengarahkan implementasi rencana
keberlanjutan di seluruh organisasi, memberikan
laporan berkala secara terperinci tentang kinerja,
risiko, dan kemajuan langsung kepada Dewan
Direksi dan Komite Keberlanjutan.
Keberlanjutan Anak Perusahaan
Keberlanjutan Fungsi keberlanjutan di anak usaha dilakukan oleh
Anak Perusahaan Tim Keberlanjutan di masing masing unit usaha.
Tim ini mengelola dan mengoordinasikan
implementasi strategi dan program ESG di tingkat
lokal. Setiap tim melaporkan kinerja kepada Direksi
di anak perusahaan masing-masing untuk
penyelarasan dan pelaksanaan operasional. Untuk
tata kelola yang lebih mendalam, Komite
Keberlanjutan juga telah dibentuk di beberapa anak
perusahaan utama untuk lebih menanamkan
strategi dalam operasi setiap kegiatan operasional.
52 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
Pada tingkat Dewan, pertimbangan iklim dan Komitmen kebijakan
keberlanjutan diintegrasikan ke dalam diskusi strategis
dan keputusan investasi. Direksi meninjau strategi Saat kami memajukan transisi rendah karbon, Grup
transisi energi, menilai risiko dan peluang terkait iklim, Indika Energy terus memperkuat kerangka tata kelola
serta memantau kemajuan terhadap target utama. dan standar operasionalnya. Kebijakan-kebijakan utama,
Pengeluaran modal (capital expenditure) besar, akuisisi, terutama yang terkait dengan hak asasi manusia,
dan divestasi dievaluasi untuk memastikan keselarasan telah diperbarui untuk selaras dengan praktik terbaik
dengan tujuan transisi dan penciptaan nilai jangka internasional dan ekspektasi pemangku kepentingan
panjang (GRI 2-12, 2-13, 201-2). yang terus berkembang (GRI 2-23, 412-1).
Akuntabilitas diperkuat melalui integrasi Indikator Secara paralel, kami memperbarui Prosedur
Kinerja Utama (Key Performance Indicators/KPI) Operasi Standar (SOP) di seluruh unit bisnis untuk
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) ke dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan,
evaluasi kinerja Direksi dan manajemen senior, dengan meningkatkan efisiensi, dan memperkuat perilaku
sekitar 30% penilaian terkait dengan topik-topik ESG etis. Pembaruan ini mendukung kesiapan operasional,
pada tahun 2025. Kebijakan remunerasi lebih lanjut manajemen risiko, serta transisi yang adil dan merata
mendukung pencapaian target dengan menghubungkan menuju ekonomi rendah karbon (GRI 2-24, 3-3).
insentif pada pengurangan emisi, perbaikan operasional,
dan ekspansi bisnis rendah karbon (GRI 2-19, 2-20).
Memantau kemajuan
Komite Keberlanjutan menerima pembaruan triwulanan Kemajuan dalam keberlanjutan dipantau setiap
mengenai kemajuan menuju komitmen keberlanjutan triwulan melalui rapat Komite Keberlanjutan dan
jangka panjang dan netral emisi karbon (net-zero), analisis kesenjangan yang terstruktur di seluruh
yang memungkinkan koordinasi lintas fungsi, dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola. Hal ini
identifikasi risiko yang muncul, serta penyelarasan memungkinkan pelacakan yang konsisten menuju target
prioritas di seluruh unit bisnis. Struktur ini memperkuat tahun 2028 dan 2050 kami (GRI 3-3).
keberlanjutan sebagai tanggung jawab kepemimpinan
bersama (GRI 2-25, 3-3). Kami juga menjalin komunikasi secara berkala dengan
unit-bisnis untuk mendukung pengembangan dan
Seiring dengan kemajuan transisi kami, tata kelola iklim implementasi strategi keberlanjutan mereka, guna
terus berevolusi sejalan dengan praktik terbaik global. memastikan keselarasan dengan ambisi netral emisi
Komponen kinerja transisi dalam kerangka insentif karbon Grup Indika Energy. Melalui pemantauan,
kami menekankan pada inisiatif yang berkontribusi pelibatan, dan tinjauan kinerja yang berkelanjutan, kami
langsung terhadap pengurangan emisi dan kemajuan tetap akuntabel dan fokus pada pencapaian tujuan
menuju netral emisi karbon, yang dinilai berdasarkan keberlanjutan jangka panjang kami (GRI 2-25, 3-3).
target pengurangan gas rumah kaca, penyebaran energi
terbarukan pada tahun 2030, serta pengembangan Pelibatan pemangku kepentingan
bisnis rendah karbon (GRI 3-3, 305-1, 305-2).
Keberhasilan menavigasi transisi energi memerlukan
Inti dari pendekatan tata kelola kami adalah komitmen kolaborasi mendalam di seluruh rantai nilai. Di Indika
terhadap integritas, disiplin, dan penciptaan nilai Energy, kami aktif terlibat dengan mitra lokal dan global
jangka panjang. Rencana Transisi (Transition Plan) untuk memitigasi risiko (de-risk) dan memfasilitasi
kami membentuk pilar lingkungan dari strategi ESG inisiatif transisi kami — mulai dari penggunaan bahan
kami, menanamkan aksi iklim ke dalam pengambilan bakar B40 dan truk listrik hingga pemasangan sistem
keputusan korporat, dan menerjemahkan ambisi menjadi PV surya, integrasi jaringan listrik, dan eksplorasi solusi
hasil yang terukur menuju tahun 2030 dan seterusnya offset karbon. Kemitraan ini membantu kami mengatasi
(GRI 3-3). tantangan operasional dan infrastruktur sekaligus
mempercepat adopsi teknologi rendah karbon di seluruh
bisnis kami (GRI 2-29, 302-1, 305-2).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 53
Page 56
Kolaborasi memainkan peran kritis dalam memperkuat » Pengaruh (Influence): Pemangku kepentingan yang
kesiapan infrastruktur, mengamankan pendanaan, membentuk strategi, kebijakan, atau pengambilan
dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Dengan keputusan kami.
bekerja erat bersama badan pemerintah, rekan industri,
dan lembaga keuangan, kami memobilisasi modal, » Perspektif beragam (Diverse perspectives): Suara-
meningkatkan kapabilitas teknis, dan membangun suara yang menantang asumsi dan menginspirasi
rantai pasok yang lebih tangguh. Pendekatan kolektif ini inovasi.
mengurangi inefisiensi operasional dan memposisikan
Grup untuk penciptaan nilai jangka panjang di tengah Indika Energy berkomitmen teguh untuk memajukan
lanskap energi yang terus berkembang (GRI 2-6, 2-29, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB
201-2). sebagai kerangka kerja bagi pertumbuhan yang inklusif
dan berkelanjutan. Sebagai penandatangan United
Pelibatan yang transparan dan berkelanjutan dengan Nations Global Compact (UNGC), kami menjunjung
regulator tetap menjadi hal esensial bagi upaya tinggi Sepuluh Prinsipnya mengenai hak asasi manusia,
transisi kami. Dialog yang konstruktif mendukung tenaga kerja, lingkungan, dan anti-korupsi, serta
akses ke pendanaan konsesional dan campuran menanamkannya di seluruh strategi, tata kelola, dan
(blended financing) untuk proyek energi terbarukan dan operasional kami. Melalui Kideco, kami juga merupakan
elektrifikasi, sekaligus memungkinkan solusi bersama anggota International Council on Mining and Metals
terhadap kendala jaringan listrik dan optimalisasi (ICMM), yang memperkuat komitmen kami terhadap
sumber daya. Melalui pelibatan ini, kami memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan
keselarasan antara perkembangan kebijakan, kebutuhan berkelanjutan (GRI 2-23, 2-24).
operasional, dan tujuan keberlanjutan (GRI 2-29).
Untuk lebih memperkuat jalur transisi kami, kami aktif
Sesuai dengan Standar Pelibatan Pemangku berpartisipasi dalam Powering Past Coal Alliance
Kepentingan AA1000, kami secara sistematis (PPCA), mendukung upaya global untuk menghapus
mengidentifikasi dan memprioritaskan pemangku penggunaan batubara yang tidak disertai upaya mitigasi
kepentingan berdasarkan lima dimensi utama (GRI 2-29): (unabated coal), serta menjadi anggota Indonesia
Business Council for Sustainable Development (IBCSD).
» Ketergantungan (Dependency): Pihak-pihak yang Platform-platform ini memungkinkan kolaborasi baik di
bergantung secara langsung maupun tidak langsung tingkat nasional maupun internasional, memastikan aksi
pada operasional kami. keberlanjutan kami memberikan dampak yang terukur,
kredibel, dan langgeng (GRI 2-6, 2-28).
» Tanggung jawab (Responsibility): Pemangku
kepentingan kepada siapa kami memiliki kewajiban Melalui kemitraan dan pelibatan ini, kami menumbuhkan
hukum, komersial, atau etika. jaringan keahlian bersama, kepercayaan, dan sumber
daya, mengubah kolaborasi menjadi kemajuan nyata
» Ketegangan (Tension): Kelompok-kelompok yang menuju masa depan rendah karbon yang tangguh (GRI
memerlukan perhatian khusus karena kekhawatiran 2-29, 3-3).
sosial, lingkungan, atau ekonomi.
54 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
Gambar 13. Memahami pemangku kepentingan kami dan bagaimana kami berinteraksi dengan mereka
Pemangku Mengapa hal itu
Minat utama Bagaimana kami terlibat Frekuensi komunikasi
kepentingan penting
Mendorong
Kualitas produk, Keterlibatan rutin
pendapatan, Pertemuan ad hoc,
harga, kepatuhan berdasarkan komoditas
Pelanggan positioning produk, pembaruan triwulanan,
terhadap peraturan, dan geografi, asosiasi
dan kinerja laporan tahunan
metrik keberlanjutan industri, inisiatif kolaboratif
keberlanjutan
Kesehatan dan
keselamatan, Komunikasi Pertemuan umum
Inti dari kinerja
kesejahteraan, internal, pertemuan triwulanan, pembaruan
Karyawan operasional,
pengembangan, umum, keterlibatan internal berkala, laporan
budaya, dan inovasi
inklusi, kinerja kepemimpinan, survei tahunan
keberlanjutan
Pajak, perizinan,
Membentuk
tenaga kerja, Keterlibatan langsung di Pertemuan rutin & ad hoc,
lingkungan,
Pemerintah kepatuhan semua tingkatan, asosiasi pengungkapan informasi,
regulasi, fiskal, dan
lingkungan, dampak industri laporan tahunan
operasional
terhadap masyarakat
Pemegang hak Warisan budaya,
Konsultasi, kesepakatan,
Masyarakat dan pemangku hak asasi manusia, Forum reguler, pertemuan
forum komunitas, investasi
adat kepentingan utama dampak lingkungan, ad hoc
sosial
komunitas peluang lokal
Kesehatan,
Memastikan Keselamatan, dan
Rekan sejawat
keselarasan dengan Lingkungan (HSE), Partisipasi dalam komite, Keterlibatan ad hoc,
dan asosiasi
standar dan praktik kinerja keberlanjutan, inisiatif bersama, advokasi pelaporan tahunan
industri
terbaik kemampuan tenaga
kerja
Memberikan akses Pengembalian Pengarahan analis, Pertemuan rutin,
Komunitas
ke modal dan nilai finansial, kinerja ESG, pengungkapan informasi, pembaruan triwulanan,
investasi
jangka panjang manajemen risiko tolok ukur ESG laporan tahunan
Mendukung Hak-hak tenaga kerja, Dialog langsung yang
Forum reguler, pertemuan
Serikat buruh hubungan industrial keselamatan, upah, menghormati kebebasan
ad hoc
yang konstruktif kondisi kerja berserikat
Izin sosial untuk
Dampak lingkungan
beroperasi dan Konsultasi masyarakat, Forum reguler, pertemuan
Masyarakat dan sosial, lapangan
keberlanjutan partisipasi, program sosial ad hoc
kerja, pemasok lokal
proyek
Membentuk Pengarahan media, siaran Pembaruan triwulanan,
Kinerja perusahaan,
Media persepsi publik dan pers, wawancara, platform siaran pers, laporan
inisiatif keberlanjutan
transparansi digital tahunan
Memberikan
Hak asasi manusia, Keterlibatan dan kemitraan
LSM & pengawasan Keterlibatan ad hoc, laporan
dampak lingkungan, di tingkat kelompok dan
masyarakat dan umpan balik tahunan
tata kelola aset
independen
Penciptaan nilai Rapat Umum Pemegang
Pemegang jangka panjang dan Kinerja keuangan, Saham (RUPS), pertemuan Pembaruan triwulanan;
saham akuntabilitas tata ESG, tata kelola investor, pengungkapan laporan tahunan
kelola informasi
Meningkatkan Perilaku etis,
Mitra Dewan, komite, program Forum rutin, laporan
dampak sosial dan tata kelola, hasil
masyarakat bersama tahunan
lingkungan keberlanjutan
Memastikan
kesinambungan Standar pengadaan, Keterlibatan siklus
Keterlibatan ad hoc,
Pemasok operasional dan pembayaran, HSE, pemasok, penilaian
formulir pemasok
rantai nilai yang etika berbasis risiko
bertanggung jawab
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 55
Page 58
Menentukan topik keberlanjutan Proses penilaian
material » Riset (desk research) – Kami meninjau topik material
yang sudah ada dan mengevaluasi pencantuman
Setiap tahun, Grup Indika Energy melakukan penilaian topik serta sub-topik baru dengan menganalisis
materialitas keberlanjutan untuk mengidentifikasi topik prioritas pemangku kepentingan, isu keberlanjutan
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang memiliki yang muncul, serta penilaian materialitas yang
dampak paling signifikan terhadap bisnis, pemangku dilakukan oleh rekan-rekan industri. Hal ini
kepentingan, dan rantai nilai kami. Penilaian ini membantu memastikan relevansi yang berkelanjutan
dilakukan selaras dengan Standar GRI, guna memastikan dan keselarasan dengan ekspektasi ESG yang
pendekatan yang terstruktur dan konsisten dalam berkembang.
mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengelola topik-
topik material. Hasil dari proses ini menjadi landasan » Pelibatan pemangku kepentingan – Kami melibatkan
strategi keberlanjutan kami serta memandu ruang berbagai pemangku kepentingan internal dan
lingkup dan isi Laporan Keberlanjutan kami (GRI 3-1, eksternal, termasuk perwakilan pemerintah, investor,
3-2). perbankan, penyedia asuransi, media, pelanggan,
asosiasi industri, organisasi non-pemerintah
Penilaian materialitas kami mengevaluasi dampak (LSM/NGO), serta perwakilan karyawan. Pelibatan
positif maupun negatif, dengan menarik berbagai ini memberikan wawasan berharga mengenai
masukan internal dan eksternal. Hal ini mencakup kekhawatiran, ekspektasi, serta risiko dan peluang
profil risiko perusahaan Grup, kerangka kerja nilai yang muncul bagi pemangku kepentingan.
sosial, wawasan dari Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan (RUPST), standar industri yang berlaku, regulasi » Tinjauan akhir dan penilaian (scoring) – Tim
keberlanjutan, ekspektasi investor, serta liputan media Keberlanjutan mengonsolidasikan dan memberikan
terkait operasional kami. Kami juga menilai dampak penilaian atas masukan yang diterima, yang
yang muncul tidak hanya dari operasional langsung kemudian ditinjau oleh Komite Keberlanjutan. Jika
kami, tetapi juga di seluruh rantai nilai, termasuk sesuai, daftar akhir topik material dibagikan kepada
hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis (GRI 3-1, pemangku kepentingan yang berpartisipasi. Saat ini
2-29). kami sedang dalam proses menyelaraskan strategi,
target, dan komunikasi kami dengan topik material
Pengawasan atas penilaian materialitas berada di yang telah diperbarui untuk memastikan integrasi
bawah tanggung jawab Komite Keberlanjutan, yang yang efektif di seluruh Grup.
meninjau topik keberlanjutan material setiap tahunnya.
Melalui pelibatan berkelanjutan dengan manajemen » Validasi – Kami memvalidasi hasil penilaian
internal dan pemangku kepentingan eksternal, kami melalui tinjauan bersama manajemen senior untuk
menilai signifikansi relatif dari topik-topik ESG dan memastikan keselarasan dengan arah strategis
mengidentifikasi isu-isu baru yang dapat memengaruhi Perusahaan (GRI 2-14).
strategi jangka panjang kami. Pada tahun 2024, kami
menegaskan kembali relevansi topik material yang ada
dan menyempurnakan prioritasnya untuk mencerminkan
ekspektasi pemangku kepentingan dan dinamika bisnis
yang terus berkembang (GRI 3-2, 3-3).
56 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
Gambar 14. Prioritas topik ESG, berdasarkan perspektif dari para pemangku kepentingan dan potensi
dampak yang dihasilkan
TINGGI
• Emisi GRK Kepentingan tinggi
• Konsumsi energi
• Keanekaragaman, inklusi
Kepentingan
• Kesehatan & keselamatan
dan kesetaraan kerja rendah/menengah
• Penggunaan lahan dan
keanekaragaman hayati
DAMPAK KEPADA PEMANGKU KEPENTINGAN
• Kehadiran pasar
• Inovasi dan kemajuan • Pengelolaan limbah
• Air dan efluen
teknologi • Tata kelola perusahaan
• Masyarakat lokal
• Hak asasi manusia dan • Etika dan kepatuhan
perlakuan adil
• Praktik ketenagakerjaan • Kinerja ekonomi dan
• Tata kelola perpajakan keberlanjutan bisnis
dan kesejahteraan
• Hak masyarakat adat karyawan
RENDAH DAMPAK KEPADA BISNIS TINGGI
Gambar 15.Topik keberlanjutan material menentukan arah strategis kami menuju netral emisi karbon
Standar
Pilar Topik Keterangan SDG’s Fokus strategis
GRI
Konsumsi energi meliputi
bahan bakar, listrik, pemanasan, Mendorong
pendinginan, dan uap, termasuk transisi menuju
Emisi gas rumah pengukuran dan pengelolaan netral emisi
302, 305 7, 13
kaca dan energi emisi gas rumah kaca (GRK), karbon melalui
emisi yang tidak terkontrol, dan inovasi dan aksi
emisi udara signifikan lainnya iklim
seperti ODS, NOx, dan SOx
Pengelolaan
Pengelolaan pengambilan,
lingkungan—
Manajemen air konsumsi, dan pembuangan
303 6, 7 menghormati
dan limbah air limbah yang terkait dengan
Lingkungan dan melestarikan
kegiatan operasional
sehat alam
Dampak lingkungan dan Pengelolaan
kesehatan manusia dari lingkungan—
Pengelolaan
limbah operasional, termasuk 306 12, 13 menghormati
sampah
penanganan, pengolahan, dan dan melestarikan
pengelolaan pembuangan alam
Meminimalkan gangguan lahan
Pengelolaan
Penggunaan dan melindungi ekosistem,
lingkungan—
lahan dan spesies, dan keanekaragaman
304 13, 15 menghormati
keanekaragaman genetik untuk memastikan
dan melestarikan
hayati ketahanan lingkungan jangka
alam
panjang
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 57
Page 60
Standar
Pilar Topik Keterangan SDG’s Fokus strategis
GRI
Tenaga kerja
Dampak sosial—
yang aman, Perekrutan, retensi, kondisi
401, 402, memberdayakan
inklusif, kerja, pelatihan, pengembangan
Ketenagakerjaan 404, 406, 1, 8, 10 masyarakat dan
dan siap karier, hubungan karyawan, dan
407 meningkatkan
menghadapi kebebasan berserikat
kualitas hidup
masa depan
Mendorong keberagaman Dampak sosial—
Keberagaman,
tenaga kerja, menghilangkan memberdayakan
inklusi, dan
diskriminasi, memastikan 405 5, 8, 10 masyarakat dan
kesempatan yang
kesempatan yang sama, dan meningkatkan
setara
mendukung remunerasi yang adil kualitas hidup
Menyediakan kondisi kerja yang Dampak sosial—
Kesehatan dan aman dan sehat, mencegah memberdayakan
keselamatan bahaya fisik dan mental, serta 403 3, 8 masyarakat dan
kerja meningkatkan kesejahteraan meningkatkan
karyawan kualitas hidup
Dampak ekonomi, sosial,
Dampak sosial—
Komunitas budaya, dan lingkungan terhadap
memberdayakan
yang masyarakat setempat, termasuk 1, 4, 10,
Masyarakat 413, 414 masyarakat dan
berkembang hak asasi manusia, mata 11
meningkatkan
dan berdaya pencaharian, kesehatan, dan
kualitas hidup
pembangunan sosial
Nilai ekonomi yang dihasilkan Mendorong
dan didistribusikan, implikasi pertumbuhan
201, 203, 1, 8, 9,
Kinerja ekonomi keuangan terkait iklim, dan ekonomi dan
207 12
dampak ekonomi tidak langsung masyarakat
yang mendukung ketahanan berkelanjutan
Kerangka tata kelola yang
memastikan perilaku etis,
Tata kelola 206, 408, Tata kelola—
transparansi, akuntabilitas,
perusahaan, 409, 410, 5, 8, 12, memastikan
Tata kelola anti-korupsi, hak asasi manusia,
etika, dan 411, 415, 16 integritas dan
mekanisme pengaduan, praktik
perilaku bisnis 416 akuntabilitas
yang bertanggung jawab, dan
kepatuhan terhadap peraturan
Penyajian ulang informasi Penyajian kembali mengenai kinerja
pembuangan air
Apabila diperlukan pernyataan kembali (restatement) Selama periode pelaporan, Indika Energy menyatakan
atas informasi yang dilaporkan sebelumnya, kami kembali data pembuangan air tahun 2023 dan 2024
mengungkapkannya secara transparan dan menjelaskan berdasarkan kategori total padatan terlarut (total
sifat serta alasan di balik perubahan tersebut. dissolved solids/TDS) untuk meningkatkan akurasi
Pendekatan ini memastikan akurasi, konsistensi, dan pelaporan. Sebelumnya, pembuangan air dari ALVA
keterbandingan data antar periode pelaporan, serta diklasifikasikan ke dalam kategori air lainnya dengan
mendukung pemahaman pemangku kepentingan kadar TDS melebihi 1.000 mg/L.
mengenai tren kinerja dari waktu ke waktu. Setiap
pernyataan kembali dilakukan untuk mencerminkan
Menyusul peningkatan dalam metodologi penghitungan,
peningkatan kualitas data, metodologi, cakupan, atau
pemantauan, dan validasi data di ALVA, sebesar 1,91
ketersediaan informasi yang lebih andal.
ML pada tahun 2023 dan 3,09 ML pada tahun 2024
diklasifikasikan ulang sebagai pembuangan air tawar
(freshwater discharge), karena kadar TDS yang terukur
dikonfirmasi berada di bawah 1.000 mg/L. Pernyataan
kembali ini mencerminkan upaya berkelanjutan Grup
untuk meningkatkan konsistensi dan keandalan data,
serta praktik manajemen data lingkungan secara
keseluruhan.
58 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Gambar 16. Pernyataan ulang debit air berdasarkan kategori total padatan terlarut
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
Air tawar (<= 1.000 mg/L TDS) ML 212.515,68 3,35% 219.631,35 -1,12% 217.177,45
Air lainnya (> 1.000 mg/L TDS) ML 292,89 -100% 0,00 100% 1,72
Konsumsi air total ML 212.808,57 3,21% 219.631,35 -1,12% 217.179,1
Di seluruh Grup Indika Energy, keberlanjutan terintegrasi ke dalam cara kami merencanakan, mengoperasikan, dan
menata kelola bisnis, didukung oleh pengawasan yang jelas, proses yang terstruktur, dan pelaporan yang transparan.
Fokus kami adalah menginternalisasi disiplin ini secara konsisten, sambil terus menyempurnakan pendekatan kami
seiring perkembangan portofolio. Kinerja lingkungan merupakan pertimbangan inti dalam manajemen operasional
dan perencanaan jangka panjang, yang membentuk pemanfaatan sumber daya, pengelolaan risiko, dan pengukuran
hasil di seluruh aktivitas kami. Fondasi ini memberikan konteks untuk melihat lebih dekat bagaimana aspek
lingkungan ditangani dalam praktik, termasuk emisi, pengelolaan sumber daya, dan aspek-aspek penting lainnya dari
kinerja lingkungan kami.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 59
Page 62
60 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
Pengelolaan Lingkungan:
Melestarikan Alam, Menjaga
Masa Depan
Lingkungan menjadi pertimbangan yang terintegrasi di seluruh operasional
Indika Energy, termasuk dalam pengelolaan energi, emisi, lahan, air, dan
keanekaragaman hayati. Seiring perkembangan usaha, pada 2025 kami tetap
berfokus pada pencapaian target jangka menengah, dengan pelaksanaan yang
disiplin dan pemantauan kinerja yang berkelanjutan. Di saat yang sama, kami
terus memperkuat sistem untuk mendukung target jangka panjang, termasuk
arah strategis menuju netral emisi karbon.
Pendekatan kami dalam melestarikan alam
Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK), penggunaan energi, dan
pengelolaan emisi
Penggunaan lahan, reklamasi, keanekaragaman hayati, dan
perlindungan ekosistem
Pengelolaan air
Pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular
Pengelolaan kualitas udara
Pengelolaan material dan ekonomi sirkular
Pengelolaan lingkungan pemasok
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 61
Page 64
Pendekatan kami dalam melestarikan alam Pendekatan lingkungan Indika Energy berfokus pada pengelolaan dampak secara bertanggung jawab di seluruh rantai operasional, sekaligus mendukung transisi jangka panjang kami menuju portofolio dengan intensitas emisi yang lebih rendah (GRI 3-3). Kami memprioritaskan beberapa fokus utama, termasuk emisi (GRI 305), penggunaan energi (GRI 302), pengelolaan lahan dan keanekaragaman hayati (GRI 304), serta pengelolaan air (GRI 303), yang didukung oleh standar yang jelas, sistem pemantauan yang kuat, dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan di tingkat operasional. Pengungkapan lingkungan kami selaras dengan Standar GRI 2021 untuk memastikan konsistensi, akuntabilitas, dan transparansi (GRI 1, 2-1), memastikan visibilitas pengelolaan dan pelaporan risiko, dampak, dan kinerja lingkungan di seluruh Grup bagi pemangku kepentingan (GRI 2-23, 2-24, 3-1). Selaras dengan ambisi jangka panjang untuk mencapai netral emisi karbon pada tahun 2050, kami menetapkan target jangka pendek dan menengah untuk tahun 2025 dan 2030 (GRI 3-2, 305-5). Target ini menjadi landasan dalam mengarahkan operasional, keputusan investasi, penetapan kinerja, serta memastikan keselarasan dengan tujuan netral emisi karbon (GRI 2-6, 2-12). 62 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
Inventarisasi Gas Rumah Kaca Secara menyeluruh, hingga akhir tahun 2025, kinerja
emisi GRK cakupan 1 dan 2 tercatat turun 30,29% dari
(GRK), penggunaan energi, dan baseline 2020, atau melampaui target yang ditetapkan
pengelolaan emisi yaitu 25%. Ke depannya, kami akan terus memonitor
secara terukur pengelolaan emisi di setiap lini bisnis,
Selaras dengan upaya pemenuhan kebutuhan seiring dengan perkembangan operasional menuju
energi Indonesia, Indika Energy berkomitmen untuk tercapainya target jangka panjang untuk mencapai netral
berkontribusi dalam mewujudkan masa depan rendah emisi karbon pada tahun 2050 (GRI 305-5).
karbon. Strategi kami berfokus pada dekarbonisasi
operasi, perluasan solusi efisiensi energi dan bebas Gambar 17. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
karbon menuju target netral emisi karbon pada tahun cakupan 1 dan 2
2050 (GRI 2-22, 2-23, 305-1, 305-2). 2025 menjadi tahun (TonCO2eq)
penting dalam perjalanan ESG kami, dimana target
jangka menengah kami akan menjadi titik acuan untuk
2025 838.908
menilai kemajuan dan identifikasi prioritas ke depannya
dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola,
termasuk pengelolaan emisi (GRI 3-3).
2024 914.520
Seiring dengan perkembangan kondisi internal dan
eksternal, kami melakukan kalibrasi ulang terhadap peta 2023 1.030.009
jalan keberlanjutan kami untuk menyelaraskan antara
strategi bisnis, pengelolaan risiko, pemantauan kinerja,
dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku
kepentingan (GRI 2-22, 2-23).
Gambar 18. Intensitas emisi Gas Rumah Kaca
(GRK) cakupan 1 dan 2 per ton produksi batubara
Untuk mewujudkan komitmen ini, Indika Energy (TonCO2eq/ton produksi batubara)
menerapkan kerangka kerja dekarbonisasi yang
terstruktur dan terukur yang berlandaskan pada pilar
2025 0,027
utama yaitu elektrifikasi, pengembangan sumber energi
terbarukan, efisiensi energi, dekarbonisasi transportasi,
dan penggunaan secara selektif kredit karbon (carbon
2024 0,029
credit) jika diperlukan. Pilar-pilar ini diterapkan secara
terarah di seluruh lini bisnis, dengan memprioritaskan
area di mana pilar-pilar tersebut secara efektif
2023 0,031
memberikan pengurangan emisi terbesar dan hasil
kinerja yang terukur (GRI 302-1, 302-4, 305-5).
Pencapaian penurunan emisi Gambar 19. Komsumsi energi
(Gigajoule)
Pada tahun 2025, Indika Energy kembali mencatat
penurunan emisi GRK cakupan 1 dan cakupan 2, yang
mencerminkan efisiensi operasional, pengelolaan energi 2025 4.927.355 8.024.985
yang baik dan perubahan komposisi portofolio yang
sesuai. Total emisi GRK cakupan 1 tercatat 827,79
ktCO2eq, sedangkan emisi GRK cakupan 2 tercatat 11,11 2024 4.666.246 9.051.022
ktCO2eq. Hasil ini didukung oleh implementasi inisiatif
efisiensi energi, optimalisasi penggunaan bahan bakar,
dan secara bertahap mengintegrasikan sumber energi 2023 4.937.289 9.857.355
rendah karbon di seluruh unit bisnis (GRI 305-1, 305-2).
Energi terbarukan Energi tak terbarukan
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 63
Page 66
Gambar 20. Bauran energi terbarukan dasar replikasi dan pengembangan ke depan. Beberapa
(%) studi kasus menunjukkan bagaimana penyesuaian
operasional yang terarah dapat menghasilkan
penghematan energi yang terukur, dengan tetap menjaga
produktivitas dan standar keselamatan (GRI 302-4, 302-
1).
Bauran energi terbarukan 38,04% Implementasi energi terbarukan dan
61,96% pada tahun 2025
rendah karbon
Indika Energy terus memperluas portofolio energi
terbarukan dan rendah karbon. Pada tahun 2021, bekerja
sama dengan Fourth Partner Energy Ltd. dari India,
Indika Energy meluncurkan Empat Mitra Indika Tenaga
Energi tak terbarukan Energi terbarukan Surya (EMITS) yang fokus untuk mengembangkan
potensi tenaga surya di Indonesia. Hingga tahun 2025,
EMITS telah memperluas kapasitas terpasang PLTS
menjadi 75,80 MW melalui proyek yang beroperasi di
Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
(GRI 302-1, 302-4). Ekspansi EMITS juga akan diarahkan
untuk mendukung pencapaian target nasional Indonesia
Bauran energi terbarukan 34,02%
pada tahun 2024 dalam meningkatkan porsi energi terbarukan hingga
65,98%
23% dari total bauran energi, sekaligus memperluas
jangkauan dan akses terhadap energi bersih. Bagi
Indika Energy, EMITS berperan dalam mempercepat
diversifikasi portofolio dan mendukung pencapaian
target Indika Energy untuk meraih 50% pendapatan
Energi tak terbarukan Energi terbarukan non-batu bara pada tahun 2028, sekaligus memperkuat
upaya pencapaian netral emisi karbon (GRI 302-4, 305-
5).
Efisiensi energi dan peningkatan
operasional Akselerasi dekarbonisasi di seluruh
portofolio
Di seluruh operasi pertambangan dan logistik, Indika
Energy terus menerapkan langkah-langkah efisiensi Untuk mengelola emisi yang terkait dengan perubahan
operasional yang bertujuan untuk mengurangi portofolio dan operasional, kami menerapkan langkah-
konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan. Inisiatif ini langkah untuk mengurangi emisi di seluruh pilar bisnis.
mencakup optimalisasi kemiringan jalan angkut untuk Langkah-langkah ini mendukung pengelolaan emisi yang
meningkatkan efisiensi bahan bakar dalam transportasi bertanggung jawab sekaligus menjaga kesinambungan
material, penerapan teknologi mitigasi kebisingan pada operasional dengan target netral emisi karbon (GRI 305-
peralatan berat untuk mendukung operasi yang lebih 1, 305-2, 305-5).
efisien, serta peningkatan penggunaan lampu LED
guna mengurangi konsumsi listrik. Secara keseluruhan, Upaya pengurangan emisi difokuskan pada kombinasi
langkah-langkah ini memberikan peningkatan bertahap langkah operasional dan penerapan teknologi. Inisiatif
pada kinerja operasional sekaligus mendukung tujuan ini mencakup peningkatan bertahap penggunaan
dekarbonisasi Grup yang lebih luas (GRI 302-4, 305-1). campuran biodiesel—yang saat ini telah mencapai
hingga B40—serta elektrifikasi peralatan pertambangan
Secara paralel, program penghematan energi juga dan transportasi. Selain itu, kami mengembangkan
diterapkan di sejumlah operasi terpilih untuk secara pemanfaatan sistem PV surya dan penyimpanan baterai
sistematis mengidentifikasi dan mengatasi inefisiensi di lokasi operasional, fasilitas logistik, dan kantor, serta
pada penggunaan peralatan, proses, dan infrastruktur. mendorong efisiensi energi melalui optimalisasi proses
Program ini didukung oleh mekanisme pemantauan dan dan peningkatan utilisasi armada.
evaluasi untuk menilai peningkatan kinerja serta menjadi
64 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
Mendorong Mobilitas Rendah Karbon di Indonesia
Melalui Elektrifikasi Armada
Peralihan Indonesia menuju mobilitas listrik semakin berkembang dari tahap uji coba menuju penerapan yang lebih luas,
dengan lini usaha kami turut memperkuat momentum tersebut pada area yang telah teruji dan layak secara ekonomi. Melalui
anak usaha ALVA, KALISTA, dan INVI, kami terus mendorong dekarbonisasi sektor transportasi dengan menyediakan solusi
mobilitas listrik terintegrasi bagi konsumen, pelaku usaha, dan operator publik.
Secara kolektif, ketiga anak usaha Indika Energy tersebut membuka peluang bagi perkotaan, koridor logistik, dan area
pertambangan untuk beralih dari tahap adopsi awal menuju pemanfaatan kendaraan listrik yang lebih luas secara bertahap.
ALVA berfokus pada kendaraan roda dua, KALISTA mendukung kebutuhan operator melalui penyediaan bus listrik dan layanan
pemeliharaan jangka panjang, sementara INVI melengkapi ekosistem melalui penyediaan kendaraan, infrastruktur pengisian
daya, serta layanan purna jual guna mendukung keberlanjutan operasional armada.
Di sektor transportasi publik, bus listrik KALISTA telah
beroperasi di Medan dan Jakarta, sebagai bagian dari Dari bus listrik di perkotaan
pembelajaran awal terkait performa kendaraan dan
pengisian daya dalam kondisi operasional nyata. Sebanyak
hingga truk listrik di area tambang,
60 unit bus di Medan dan 26 unit bus di Jakarta yang kami terus mengeksplorasi
beroperasi mencerminkan implementasi yang memiliki
pengembangan mobilitas listrik di
potensi untuk direplikasi melalui integrasi kendaraan,
infrastruktur pengisian, dan layanan, sehingga operator area yang berpotensi memberikan
dapat lebih fokus pada pengelolaan rute dan operasional. kontribusi terhadap penurunan emisi.
KALISTA juga tengah mempersiapkan pengembangan
implementasi armada di kota-kota lainnya.
Selain transportasi perkotaan, Indika Energy melalui INVI secara bertahap memperluas inisiatif elektrifikasi armada ke sektor
industri dan pertambangan. Pada operasional pertambangan Kideco—yang berkontribusi hingga mencapai 72% terhadap total
emisi—kami telah memulai uji coba EV dump truck sebagai langkah awal dalam mengeksplorasi potensi pengurangan emisi.
Uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan kinerja operasional, dengan indikasi awal menunjukkan potensi
penurunan emisi lebih dari 20% per unitnya, bila dibandingkan dengan armada diesel konvensional. Uji coba ini juga menjadi
langkah awal dalam pengembangan potensi komersialisasi solusi elektrifikasi INVI untuk sektor pertambangan.
Di sisi hulu, INVI juga berperan dalam mengintegrasi dan mendistribusikan kendaraan listrik komersial serta sistem pengisian
daya. INVI mengidentifikasi model kendaraan yang sesuai untuk berbagai kebutuhan operasional, membangun kerjasama
dengan Original Equipment Manufacturer (OEM), serta mengembangkan layanan purna jual yang mendukung keberlanjutan
penggunaan armada. Dalam model operasional tertentu, INVI juga melayani pemeliharaan berbasis jarak tempuh, sementara
pada skema penjualan armada, nilai jangka panjang didukung melalui kontrak layanan dan suku cadang. Pendekatan ini
memungkinkan pengembangan yang bertahap di sektor pertambangan dan logistik, dengan mempertimbangkan kebutuhan
operasional yang beragam serta penyediaan infrastruktur pengisian daya yang relevan.
Berkembangnya implementasi mobilitas listrik diharapkan akan seiring dengan penurunan emisi. Armada bus listrik di Medan
dan Jakarta, apabila beroperasi secara optimal, diperkirakan dapat menurunkan emisi GRK sekitar 6,50 ktCO2eq per tahun.
Elektrifikasi kendaraan berat di area tambang juga menunjukkan potensi tambahan pengurangan emisi, dengan hasil awal
uji coba mengindikasikan potensi penghematan hingga 6,00 ktCO2eq per tahun. Untuk periode 2026 hingga 2030, total
penurunan emisi GRK dari inisiatif kendaraan listrik diproyeksikan dapat mencapai sekitar 42,50 ktCO2eq, atau sekitar 5,50%
dari total emisi GRK cakupan 1 dan 2 Indika Energy dalam periode tersebut.
Secara keseluruhan, peran KALISTA sebagai operator dan INVI sebagai integrator mencerminkan pendekatan bertahap
dalam mengembangkan mobilitas listrik di berbagai sektor, termasuk transportasi publik, logistik, dan pertambangan, dengan
mempertimbangkan potensi penurunan emisi serta keberlanjutan model bisnis dalam jangka panjang.
“Kami mengapresiasi komitmen Grup Indika Energy dalam menghadirkan transportasi umum listrik di Medan.
Kehadiran armada bus listrik ini turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara,
serta menghadirkan layanan yang lebih modern dan berkelanjutan—sejalan dengan visi hijau kota dan agenda
dekarbonisasi nasional,” ujar Iswar Lubis, Kepala Dinas Perhubungan Medan (2019–2025).
“Bus dengan lantai rendah ini sangat membantu. Sebagai penyandang disabilitas, saya merasa lebih mudah saat naik
ke dalam bus,” ujar Putu Sumartana, penumpang.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 65
Page 68
Menerangi Jalan Menuju Sistem Energi Rendah
Karbon
Indika Energy terus mendorong pemanfaatan listrik yang lebih bersih di seluruh operasionalnya dengan
mengintegrasikan sumber energi rendah karbon dan bebas karbon secara praktis, sesuai dengan karakteristik
masing-masing lokasi, serta selaras dengan kebutuhan operasional. Dengan mempertimbangkan keberagaman
infrastruktur dan ketersediaan energi di berbagai wilayah Indonesia, kami menerapkan pendekatan yang fleksibel
dalam pengadaan listrik—mengombinasikan pasokan listrik dari jaringan berbasis energi terbarukan—untuk
secara bertahap menurunkan emisi dari listrik yang dibeli tanpa menurunkan kinerja.
Pendekatan ini tercermin dalam berbagai konteks operasional di seluruh Grup. Pada proyek emas Awak Mas milik
Masmindo, listrik dipasok dari jaringan Telo–Bellopa yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga minihidro,
sehingga mendukung pengurangan emisi pada kegiatan operasional. Indika Nature melalui Natura memanfaatkan
Renewable Energy Certificates (REC) untuk mendukung peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam
operasionalnya.
Di Kideco, EMITS menunjukkan potensi integrasi energi terbarukan secara langsung dalam operasional
pertambangan melalui sistem captive power hibrida. Melalui kolaborasi ini, EMITS dan Kideco telah membangun
dan mengoperasikan sistem pembangkit listrik tenaga surya di lokasi operasional, dengan mengombinasikan
PV surya, penyimpanan baterai, dan generator diesel sebagai pendukung hanya jika diperlukan. Sistem ini
mendukung optimalisasi pemanfaatan energi surya pada siang hari serta membuka peluang untuk replikasi di
lokasi tambang lainnya. Secara keseluruhan, inisiatif ini mencerminkan bagaimana solusi yang disesuaikan dapat
mendukung upaya penurunan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi dan merespons kondisi lokal.
Untuk memperluas upaya ini di luar lokasi operasional,
EMITS telah mengembangkan dan menginstal berbagai
Transisi energi kami dibangun
platform tenaga surya di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, secara bertahap, mulai dari
Sulawesi, dan Maluku, dengan total kapasitas terpasang tingkat operasional hingga
sekitar 75,80 MW. EMITS beroperasi melalui model
terintegrasi end-to-end—mencakup pembiayaan, memperluas penggunaan solusi
rekayasa, konstruksi, operasi, dan manajemen energi— listrik bersih untuk mendukung
serta mengintegrasikan penyimpanan baterai dan solusi
mikrogrid untuk mendukung keandalan pasokan sekaligus
ketahanan operasional sekaligus
meningkatkan efisiensi biaya energi bagi pelanggan. bauran energi Indonesia secara
Ke depan, EMITS diproyeksikan memainkan peran strategis lebih luas.
dalam mendukung pengurangan penggunaan diesel
(de-dieselization) di Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan belum terlayani secara optimal. Bekerja
sama dengan InfraCo Asia dan PLN, EMITS tengah mempersiapkan implementasi sistem hibrida tenaga surya
dan baterai di 46 lokasi pembangkit listrik terpencil di Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Dengan skema
build-own-operate jangka panjang, program ini dirancang untuk menghadirkan sekitar 102 MWp kapasitas
tenaga surya dan 252 MWh penyimpanan baterai, sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik, mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung penurunan emisi secara berkelanjutan.
66 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
Biofuel dan Efisiensi Bahan Bakar: Mendorong
Penurunan Emisi dalam Jangka Pendek
Kami terus memperluas penggunaan biofuel di seluruh operasional sebagai salah satu langkah untuk
menurunkan intensitas karbon dari aktivitas yang ada. Melanjutkan penerapan campuran biodiesel B30 dan B35
sebelumnya, Indika Energy mulai beralih ke biodiesel B40 pada tahun 2025, sehingga meningkatkan porsi bahan
bakar terbarukan dalam kegiatan operasional.
Peralihan ke campuran biodiesel yang lebih tinggi Biofuel bukan solusi tunggal,
memungkinkan penurunan emisi yang terukur tanpa namun peningkatan campuran
memerlukan perubahan signifikan pada infrastruktur,
maupun praktik operasional. Hal ini menjadikan biofuel biodiesel menjadi jembatan
sebagai solusi yang relevan untuk aktivitas dengan praktis menuju operasional yang
intensitas energi tinggi seperti pertambangan, logistik,
dan transportasi berat, di mana alternatif selain bahan
lebih rendah karbon.
bakar cair masih terbatas dalam jangka pendek. Selain
itu, penggunaan B40 juga mendukung agenda transisi energi nasional dengan memperkuat rantai pasok biofuel
domestik serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Meskipun biofuel bukan merupakan
solusi tunggal, penerapan campuran yang semakin tinggi memberikan jalur yang dapat diterapkan secara
bertahap untuk menurunkan emisi, seiring dengan berkembangnya teknologi pendukung lainnya.
Seiring dengan peralihan bahan bakar, Indika Energy juga memperkuat efisiensi bahan bakar dan tata kelola
energi dalam operasional logistiknya. Di Tanah Merah Coal Terminal (TMCT), Interport menjalankan program
efisiensi bahan bakar yang lebih terarah untuk operasional tugboat dan tongkang guna mengatasi inefisiensi
yang sebelumnya berkontribusi pada peningkatan emisi, biaya operasional, serta pemborosan energi. Program
ini juga berfokus pada optimalisasi waktu pelayaran, peningkatan ketersediaan kapal, inspeksi tongkang secara
berkala, serta peningkatan kapabilitas awak kapal.
Salah satu perbaikan utama adalah perubahan pendekatan dari alokasi bahan bakar yang sebelumnya
diseragamkan menjadi sebesar 3.300 liter per perjalanan tanpa menyertakan pertimbangan kapasitas kapal,
menjadi pendekatan berbasis data. Uji coba lapangan dilakukan untuk menentukan kebutuhan bahan bakar
aktual berdasarkan tenaga mesin tugboat, dengan dukungan verifikasi independen dari Sucofindo. Berdasarkan
hasil tersebut, ditetapkan standar bahan bakar yang lebih diferensiatif, yaitu sekitar 2.100–2.800 liter per
perjalanan, disertai dengan penyesuaian insentif awak kapal yang mendorong efisiensi bahan bakar.
Hasil implementasi ini menunjukkan manfaat dari kombinasi
disiplin operasional dan pengambilan keputusan berbasis
Melalui kombinasi biodiesel data. Konsumsi bahan bakar di TMCT menurun sebesar
dan efisiensi bahan bakar, 27,30%, dengan estimasi penurunan emisi sekitar 6.359
kami mendorong penurunan tCO2eq, serta diikuti oleh efisiensi biaya operasional dan
penurunan risiko penggunaan bahan bakar yang tidak
emisi jangka pendek sesuai ketentuan. Selain manfaat lingkungan dan finansial
sekaligus memperkuat tata dalam jangka pendek, inisiatif ini juga memperkuat tata
kelola energi serta menjadi model yang dapat direplikasi
kelola energi. untuk operasional logistik maritim yang lebih berkelanjutan
di seluruh Grup.
Secara keseluruhan, perluasan penggunaan biofuel dan implementasi program efisiensi bahan bakar
mencerminkan komitmen Indika Energy dalam mendorong penurunan emisi dalam jangka pendek melalui
langkah-langkah yang praktis dan terukur, sekaligus terus melangkah menuju target dekarbonisasi jangka
panjang.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 67
Page 70
Penggunaan offset karbon yang Digitalisasi dan optimisasi proses
bertanggung jawab dan terbatas
Indika Energy terus memperkuat penggunaan
Pengimbangan karbon diterapkan sebagai langkah perangkat digital di seluruh Grup untuk meningkatkan
pelengkap dalam strategi penurunan emisi Indika pemantauan, pengelolaan, dan optimalisasi kinerja
Energy dan hanya digunakan untuk mengatasi operasional. Melalui analisis data, otomatisasi, dan
emisi residual yang tersisa setelah semua upaya sistem digital terintegrasi, kami meningkatkan visibilitas
pengurangan operasional yang layak telah dilakukan. waktu nyata atas konsumsi energi, penggunaan
Pendekatan ini mencerminkan fokus kami untuk bahan bakar, dan emisi di tingkat lokasi, sehingga
memprioritaskan pengurangan emisi di sumbernya, memungkinkan kontrol operasional yang lebih kuat dan
sekaligus mempertimbangkan penggunaan offset dalam pengelolaan kinerja yang lebih konsisten. Sistem ini
mendukung target netral emisi karbon jangka panjang juga membantu mendukung pengambilan keputusan
(GRI 3-3, 305-5). sehari-hari, mengidentifikasi potensi inefisiensi, serta
memungkinkan tindakan perbaikan dilakukan secara
Apabila diterapkan, offset karbon diprioritaskan dari lebih tepat waktu, yang pada akhirnya berkontribusi
kredit berbasis kehutanan yang berasal dari lahan pada peningkatan efisiensi energi dan pengelolaan emisi
terverifikasi milik sendiri, termasuk Telaga Mas secara bertahap (GRI 302-1, 302-4, 305-1, 305-5).
Kalimantan yang dikelola oleh Indika Nature. Proses
verifikasi saat ini sedang berjalan melalui Verra untuk Pada tahun 2025, pendekatan ini semakin diperkuat
memastikan kesesuaian dengan standar nasional dan melalui pengembangan platform digital ESG. Platform ini
internasional yang berlaku. Pendekatan ini diharapkan dirancang untuk mendukung penyelarasan metodologi,
dapat mendukung aspek kepatuhan, kualitas kredit, pendekatan perhitungan, dan definisi data di seluruh
serta transparansi dan ketertelusuran, sejalan dengan Grup, sehingga berkontribusi pada peningkatan
persyaratan verifikasi yang relevan (GRI 305-5). akurasi, konsistensi, serta kesiapan audit. Selain itu,
platform ini juga memfasilitasi proses pengumpulan
Penggunaan offset akan disesuaikan secara bertahap data yang lebih terstruktur, pemantauan kinerja, serta
dengan hasil produksi yang telah terverifikasi, sehingga pelacakan pencapaian target ESG secara lebih jelas.
tetap proporsional dan selaras dengan inisiatif Dengan penguatan tata kelola data dan transparansi,
dekarbonisasi Grup secara keseluruhan. Dalam hal platform ini diharapkan dapat mendukung pelaporan
ini, offset diposisikan sebagai pelengkap dan tidak emisi yang lebih andal sekaligus memperkuat fondasi
dimaksudkan untuk menggantikan upaya pengurangan bagi peningkatan kinerja keberlanjutan dan inisiatif
emisi di seluruh operasi (GRI 305-5). penurunan emisi dalam jangka panjang. (GRI 2-5, 302-1,
305-1, 305-2, 305-5).
Melalui pendekatan ini, Indika Energy berupaya
mengintegrasikan pengurangan emisi operasional
dengan penggunaan offset yang bertanggung jawab Inisiatif Indika Nature mendukung perlindungan keanekaragaman
untuk mendukung kemajuan menuju netral emisi karbon. hayati dan pengelolaan lahan berkelanjutan, dengan potensi
menyerap lebih dari 790.000 tCO2eq per tahun.
Dengan mengedepankan implementasi yang konsisten
dan inovasi, kami berharap dapat terus berkontribusi
pada pertumbuhan berkelanjutan, penciptaan nilai
jangka panjang bagi pemangku kepentingan, serta
agenda transisi energi di Indonesia (GRI 2-22, 2-23).
68 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Kinerja Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan energi
Gambar 21. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) (GRI 305-1, 305-2, 305-4, 305-5)
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
Emisi GRK cakupan 1 tCO2eq 1.023.433,00 -11,40% 906.799,57 -8,71% 827.795,63
Emisi GRK cakupan 2 tCO2eq 6.576,00 11,95% 7.720,23 43,95% 11.113,04
Total emisi GRK
tCO2eq 1.030.009,00 -11,25% 914.519,80 -8,27% 838.907,79
cakupan 1 dan 2
tCO2eq 977.853,00 -10,38% 876.375,6 -10,17% 787.259,63
Intensitas emisi GRK Juta ton
berbasis produksi produksi 31,61 -2,79% 30,73 -0,72% 30,51
(khusus perusahaan batubara
pertambangan
batubara) tCO2eq /
ton produksi 0,031 -8,00% 0,029 -3,58% 0,027
batubara
tCO2eq 1.030.009,00 -11,25% 914.519,80 -8,27% 838.907,79
Intensitas emisi GRK Juta USD
3.049,00 -19,73% 2.446,68 -17,37% 2.021,63
berbasis pendapatan pendapatan
(semua anak
perusahaan) tCO2eq/
juta USD 338,00 10,51% 373,78 11,02% 414,97
pendapatan
Catatan:
• Gas yang termasuk dalam perhitungan: CO2, CH4, N2O. Tingkat GWP yang digunakan untuk menghitung emisi GRK cakupan 1
dan 2 didasarkan pada Laporan Penilaian Panel Kelima Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) (AR5): CO2 = 1, CH4 =
28, N2O = 265. (GRI 305-1, 305-2)
• Data emisi GRK cakupan 1 dan 2 tahun 2025 mencakup Kideco, Indika Indonesia Resources, Tripatra, Interport, Masmindo,
Mekko, Indika Nature, Ilectra Motor Group, Xapiens, dan Indika Energy Holding, dengan penambahan anak perusahaan pada
tahun 2025, yaitu KALISTA dan INVI.
• Parameter intensitas berbasis produksi tahun 2023 dihitung berdasarkan data Kideco dan Indika Indonesia Resources,
sedangkan tahun 2024 dan 2025 hanya berdasarkan data Kideco.
• Indika Energy menggunakan kontrol operasional untuk mengkonsolidasikan data emisi. Indika Energy mengkonsolidasikan data
dari anak perusahaan ini setiap kuartal melalui penggunaan platform ESG internal (GRI 305-1).
• Faktor emisi GRK cakupan 1 berikut ini diperoleh dari pelaporan gas rumah kaca DEFRA, dengan faktor konversi seperti di
bawah ini (GRI 305-1):
• Diesel mineral 100%: 0,00256 tCO2eq per liter
• B30: 0,00191 tCO2eq per liter
• B35: 0,00179 tCO2eq per liter
• B40: 0,00166 tCO2eq per liter
• CNG: 0,05311 tCO2eq per mmbtu
• LNG: 0,0000029 tCO2eq per kilogram
• Pendingin R-410A: 1,924 tCO2eq per kilogram
• Pendingin R-134A: 1,300 tCO2eq per kilogram
• Pendingin R-32: 0,677 tCO2eq per kilogram
• Faktor emisi cakupan 2 diperoleh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia: https://jdih.esdm.go.id/index.
php/web/result/2183/detail dengan faktor emisi dipilih berdasarkan jaringan yang terhubung dengan setiap lokasi operasional
(misalnya, Jamali, Mahakam, Barito, dll.) (GRI 305-2)
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 69
Page 72
Gambar 22. Konsumsi energi menurut sumber aktivitas (GRI 302-1)
Sumber energi Satuan 2023 % 2024 % 2025
Konsumsi energi terbarukan
PV surya GJ 907,39 67,32% 1.518,27 29,50% 1.966,17
Biofuel GJ 4.936.382,10 -5,55% 4.662.586,14 5,62% 4.924.522,84
Listrik jaringan GJ 0,00 100,00% 2.142,08 -59,52% 867,13
Jumlah konsumsi
GJ 4.937.289,49 -5,49% 4.666.246,49 5,60% 4.927.355,14
energi terbarukan
Konsumsi energi non-terbarukan
Bahan bakar diesel dan
GJ 9.833.354,00 -8,26% 9.020.706,62 -11,54% 7.979.764,40
bensin
Bahan bakar lainnya
GJ 0,00 0,00% 0,00 0,00% 4.912,39
(CNG, LPG dan lainnya)
Listrik jaringan GJ 24.001,00 26,31% 30.315,48 32,96% 40.307,81
Jumlah konsumsi
GJ 9.857.355,00 -8,18% 9.051.022,09 -11,34% 8.024.984,60
energi non-terbarukan
Konsumsi energi total GJ 14.794.644,49 -7,28% 13.717.268,58 -5,58% 12.952.340,60
GJ 13.892.929,00 -5,79% 13.088.000,62 -7,67% 12.084.578,34
Intensitas energi Juta ton
berbasis produksi produksi 31,61 -2,79% 30,73 -0,72% 30,51
(untuk perusahaan batubara
pertambangan
batubara) GJ/ton
produksi 0,44 -3,09% 0,43 -6,99% 0,40
batubara
GJ 14.794.645,00 -7,28% 13.717.268,58 -5,58% 12.952.339,74
Intensitas energi Juta USD
3.049,00 -19,73% 2.446,68 -17,37% 2.021,63
berbasis pendapatan pendapatan
(semua anak
perusahaan) GJ/ juta
USD 4.852,00 15,55% 5.606,48 14,28% 6.406,87
pendapatan
Catatan:
• Angka tahun 2025 mencakup Kideco, Indika Indonesia Resources, Tripatra, Interport, Masmindo, Mekko, Indika Nature, Ilectra
Motor Group, Xapiens, dan Indika Energy Holding, dengan penambahan anak perusahaan pada tahun 2025, yaitu KALISTA dan
INVI.
• Parameter intensitas berbasis produksi tahun 2023 dihitung berdasarkan data Kideco dan Indika Indonesia Resources,
sedangkan tahun 2024 dan 2025 hanya berdasarkan data Kideco.
• Indika Energy belum menghitung penggunaan energi di luar perusahaan atau pengurangan kebutuhan energi dari produk dan
layanan yang terjual karena kompleksitas data yang tidak berada di bawah kendali perusahaan (GRI 302-2, 302-5).
• Faktor konversi berikut ini diperoleh dari pelaporan gas rumah kaca DEFRA, dengan faktor konversi seperti di bawah ini (GRI
302-1):
• Konsumsi listrik: 0,0036 GJ per kWh
• Konsumsi bahan bakar:
• 100% diesel mineral: 0,0357 GJ per liter • B40: 0,0351 GJ per liter
• B30: 0,0353 GJ per liter • CNG: 1,0551 GJ per mmbtu
• B35: 0,0352 GJ per liter • LNG: 0,00461 GJ per kilogram
70 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
Indika Energy terus berupaya memperkuat proses
Penggunaan lahan, reklamasi, identifikasi dan mitigasi risiko keanekaragaman hayati
keanekaragaman hayati, dan dan penilaian dampak terhadap masyarakat, sebagai
perlindungan ekosistem bagian dari dukungan terhadap operasional yang
bertanggung jawab serta upaya untuk tetap selaras
Bagi Indika Energy perlindungan keanekaragaman dengan regulasi nasional dan standar keberlanjutan
hayati menjadi bagian penting dari upaya menjalankan internasional.
operasional yang bertanggung jawab, khususnya pada
kegiatan yang berada di area habitat sensitif dan bernilai
konservasi tinggi. Kami menerapkan pendekatan kehati- Program pengelolaan dan reklamasi lahan
hatian dan berbasis risiko dalam memahami interaksi Kami berupaya memitigasi gangguan lahan, serta secara
dengan lingkungan, yang didukung oleh kerangka bertahap memperbaiki kondisi area yang terdampak oleh
kerja terstruktur untuk membantu mengidentifikasi, operasional. Reklamasi lahan menjadi bagian penting
menilai, dan mengelola potensi dampak terhadap dalam siklus hidup pertambangan, yang mendukung
keanekaragaman hayati sepanjang siklus proyek. pemulihan fungsi lahan dan habitat alami seiring dengan
Melalui kajian lingkungan sejak tahap awal, perencanaan berakhirnya aktivitas operasional (GRI 3-3, 304-2).
mitigasi, serta pemantauan berkelanjutan, kami
berupaya meminimalkan potensi dampak negatif Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan reklamasi
sekaligus mendukung ketahanan ekosistem di wilayah dilakukan secara berkala setiap tahun, mengacu pada
operasional (GRI 304-1, 304-2). ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM). Pada tahun 2025, kegiatan reklamasi
Kami menyadari bahwa sebagian area operasional dapat dilaksanakan di seluruh aset pertambangan dan mineral,
berada di dalam atau berdekatan dengan kawasan yang yang saat ini termasuk di Kideco dan Mekko yang telah
sensitif secara lingkungan maupun kawasan lindung. beroperasi, berdasarkan rencana yang telah disetujui
Operasional anak usaha kami seperti Kideco dan Indika serta standar pengelolaan lingkungan internal. Selain itu,
Nature berlokasi di wilayah yang beririsan dengan kami juga berkontribusi pada kegiatan restorasi tingkat
area konservasi atau kawasan lindung. Berdasarkan provinsi sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban
kajian dampak lingkungan dan sosial, pemantauan regulasi dan komitmen berkelanjutan terhadap
berkelanjutan, serta proses kepatuhan terhadap rehabilitasi lahan serta pemulihan ekosistem (GRI 304-2,
regulasi, tidak terdapat indikasi adanya dampak negatif 411-1).
signifikan, baik aktual maupun potensial, terhadap
keanekaragaman hayati maupun masyarakat selama Hingga 31 Desember 2025, capaian reklamasi lahan
periode pelaporan (GRI 304-2, GRI 413-2). secara kumulatif mencapai 18,80%, mendekati target
tahun 2025 sebesar 20%. Perkembangan ini antara
Kajian dampak lingkungan dan sosial, rencana lain didukung oleh kegiatan penataan kembali lahan
pengelolaan keanekaragaman hayati, serta mekanisme di area operasional Kideco, di mana area yang telah
pelibatan masyarakat diterapkan di berbagai operasi ditambang dipersiapkan secara bertahap untuk proses
untuk membantu mengidentifikasi, mencegah, rehabilitasi. Upaya ini dilakukan dengan pendekatan
dan memitigasi potensi risiko. Hasil pemantauan yang mempertimbangkan pemulihan fungsi ekosistem,
menunjukkan bahwa aktivitas operasional umumnya penanaman kembali vegetasi lokal, serta penciptaan
berada dalam batas ambang lingkungan yang telah kondisi yang mendukung keberlanjutan keanekaragaman
ditetapkan, dengan langkah mitigasi yang terus hayati.
diupayakan untuk meminimalkan gangguan terhadap
ekosistem dan masyarakat sekitar. Upaya reklamasi difokuskan pada pemulihan fungsi
lahan, peningkatan stabilitas tanah, revegetasi dengan
Untuk entitas anak lainnya, seperti Interport, ALVA, spesies lokal, serta dukungan terhadap potensi
KALISTA, INVI, dan Xapiens, kegiatan operasional pada pemanfaatan lahan pasca-tambang yang berkelanjutan.
umumnya berada di kawasan industri atau area yang Dalam jangka waktu tertentu, langkah-langkah ini
relatif tidak sensitif, serta tidak beririsan langsung diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan
dengan kawasan lindung atau area dengan nilai kualitas lingkungan dan pengelolaan risiko penggunaan
keanekaragaman hayati tinggi. Meskipun demikian, lahan jangka panjang (GRI 304-2).
praktik pengelolaan risiko lingkungan dan sosial tetap
diterapkan secara konsisten di seluruh unit usaha
guna membantu memastikan bahwa potensi dampak
terhadap masyarakat dan ekosistem dapat dikelola
secara lebih proaktif (GRI 3-3, GRI 304-2, GRI 413-1).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 71
Page 74
Dalam perspektif jangka panjang, Kideco telah Inisiatif konservasi keanekaragaman
menyusun Rencana Penutupan Tambang sebagai hayati dan pengelolaan kawasan lindung
panduan pengelolaan yang bertanggung jawab di Kideco
sepanjang siklus hidup pertambangan di Kabupaten
Paser, Kalimantan Timur. Rencana ini mendukung Kideco berupaya mengelola dan menjaga area dengan
pelaksanaan rehabilitasi secara bertahap, pengelolaan nilai keanekaragaman hayati tinggi di dalam dan sekitar
risiko lingkungan jangka panjang, serta pengembangan wilayah operasionalnya di Kalimantan Timur. Area ini
opsi pemanfaatan lahan pasca-operasi. Informasi terkait mencakup ekosistem yang berdekatan dengan Cagar
rencana ini juga dikomunikasikan kepada pemangku Alam Teluk Adang, sebuah kawasan konservasi yang
kepentingan sebagai bagian dari upaya transparansi dilindungi secara hukum dan dikenal memiliki ekosistem
dan keselarasan dengan harapan regulasi maupun hutan bakau, hutan pesisir, serta hutan tropis dataran
masyarakat (GRI 3-3, 413-1). rendah yang mendukung beragam spesies flora dan
fauna.
Kami memahami bahwa kegiatan ekstraksi dan
operasional berbasis energi memiliki potensi dampak Selain itu, Gunung Jondang yang berada di sekitar area
terhadap ekosistem apabila tidak dikelola dengan operasional Kideco telah ditetapkan secara internal
baik. Aktivitas pertambangan dan penggunaan lahan sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati.
dapat memengaruhi keanekaragaman hayati melalui Kawasan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai zona
perubahan kondisi lahan, modifikasi habitat, serta penyangga ekologis yang mendukung konektivitas
dinamika fungsi ekosistem di area operasional. Dampak habitat dan stabilitas ekosistem di sekitar area
ini dapat mencakup perubahan pada habitat flora operasional. Inisiatif yang dilakukan di lokasi-lokasi
dan fauna, stabilitas tanah, kualitas air, serta kondisi ini mencakup perlindungan habitat, pemantauan
lingkungan di sekitarnya. keanekaragaman hayati, serta reklamasi lahan secara
bertahap untuk membantu menjaga fungsi ekologis.
Pembukaan lahan dan pengembangan operasional
berpotensi menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi Upaya konservasi ini dilaksanakan dengan mengacu
serta meningkatnya paparan permukaan tanah, yang pada Undang-Undang Konservasi Alam Indonesia (2024)
dapat meningkatkan risiko erosi dan degradasi apabila serta regulasi terkait dari Kementerian Lingkungan Hidup
tidak diimbangi dengan langkah mitigasi yang memadai. dan Kehutanan, sebagai bagian dari upaya mendukung
Selain itu, pengelolaan produk operasional dan limbah praktik operasional yang bertanggung jawab sekaligus
menjadi aspek penting untuk mencegah potensi dampak perlindungan kawasan dengan nilai keanekaragaman
terhadap tanah dan sumber daya air. Perubahan hayati tinggi (GRI 304-1).
penggunaan lahan dan pola hidrologi juga perlu dikelola
dengan baik agar tidak memengaruhi keseimbangan Sebelum dimulainya kegiatan penambangan, penilaian
ekosistem dan masyarakat di sekitarnya. dampak keanekaragaman hayati dilakukan untuk
membantu mengidentifikasi potensi risiko serta
Untuk mengelola potensi dampak tersebut, kami menentukan langkah mitigasi yang relevan dalam
menerapkan kajian dampak lingkungan, rencana menjaga flora dan fauna. Kideco juga bekerja sama
pengelolaan keanekaragaman hayati, praktik dengan masyarakat setempat dalam kegiatan
reklamasi bertahap, serta pengelolaan limbah dan pengayaan keanekaragaman hayati melalui pembibitan
air yang bertanggung jawab di seluruh operasional. dan penanaman spesies asli. Upaya ini diharapkan
Pendekatan ini bertujuan untuk membantu menghindari, dapat membantu membangun kembali koridor hutan
meminimalkan, dan merehabilitasi gangguan lingkungan, yang menghubungkan habitat yang terfragmentasi serta
sekaligus mendukung pemulihan ekosistem dan mendukung pergerakan satwa liar (GRI 304-2, 413-1).
ketahanan lingkungan dalam jangka panjang (GRI 304-
2). Sejak tahun 2011, kami melakukan pemantauan
keanekaragaman hayati secara berkala di wilayah
Roto Samurangau, serta di Arboretum Tandarayan—
kawasan konservasi multifungsi seluas 105 hektar
yang mencakup hutan alami dan area reklamasi
pascatambang (GRI 304-2).
Selain itu, Kideco telah mengembangkan koridor
satwa liar seluas 734 hektar sebagai bagian dari
upaya menjaga konektivitas ekologis dan mengurangi
fragmentasi habitat, sekaligus mendukung keberlanjutan
spesies dan keanekaragaman genetik. Inventarisasi
flora dan fauna mencakup berbagai kelompok spesies,
mulai dari pohon, tumbuhan herba, liana, dan epifit,
hingga mamalia, burung, reptil, amfibi, dan serangga.
72 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Ecology Selain itu, Masmindo melibatkan masyarakat setempat
and Conservation for Tropical Studies (ECOSITROP), dalam mendorong pengelolaan lingkungan dan
yang mendukung pendekatan berbasis ilmiah dalam peningkatan kesadaran, sebagai bagian dari upaya
pengelolaan keanekaragaman hayati (GRI 304-1, 304-2). mendukung pengelolaan sumber daya yang bertanggung
jawab sekaligus perlindungan keanekaragaman hayati
dalam jangka panjang di wilayah proyek (GRI 413-1).
Mengintegrasikan keanekaragaman
hayati ke dalam pengelolaan hutan
regeneratif Indika Nature Restorasi ekosistem
Indika Nature mengembangkan pendekatan Indika Energy mengembangkan upaya restorasi
regeneratif berbasis lanskap dalam upaya konservasi ekosistem sebagai bagian dari pendekatan terstruktur
keanekaragaman hayati, dengan fokus pada dalam mengelola dampak lingkungan sekaligus
perlindungan dan pemulihan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan jangka panjang. Aktivitas
mendukung nilai lingkungan dalam jangka panjang. restorasi ini mengacu pada hierarki mitigasi—
Aktivitas yang dijalankan mencakup jasa lingkungan, menghindari, meminimalkan, dan memulihkan, dengan
kehutanan berkelanjutan, dan agroforestri, dengan upaya pertimbangan kompensasi karbon sebagai langkah
menjaga integritas ekologis di seluruh lanskap yang terakhir apabila relevan—guna membantu pengelolaan
dikelola serta melibatkan masyarakat lokal sebagai dampak residual serta mendukung hasil yang lebih baik
bagian dari proses tersebut. bagi keanekaragaman hayati (GRI 3-3, 304-1, 304-2, 304-
3).
Pada tahun 2025, Indika Nature mengelola lebih dari
135.000 hektar lahan, termasuk di wilayah Telaga Mas Prinsip-prinsip utama yang menjadi acuan dalam
Kalimantan (TMK). Area wilayah TMK digunakan untuk pendekatan berbasis alam Grup meliputi:
mendukung perlindungan tutupan hutan, mendorong
regenerasi alami, serta membantu mengurangi tekanan » Menghindari dampak: Mengutamakan langkah-
terhadap ekosistem di sekitarnya, sekaligus memberikan langkah yang membantu mencegah deforestasi,
manfaat tambahan berupa penyerapan karbon. hilangnya habitat, dan polusi sebelum terjadi (GRI
304-1, 304-2).
Pertimbangan keanekaragaman hayati diintegrasikan
dalam praktik pengelolaan lahan, termasuk melalui » Memulihkan dan meregenerasi: Melakukan
perlindungan habitat, restorasi ekosistem, dan rehabilitasi area yang terdegradasi serta mendukung
pemantauan kondisi ekologis. Dengan menjaga pemulihan habitat alami dan ketahanan ekosistem
keberlanjutan tutupan hutan dan mendukung pasca-operasional (GRI 304-3).
konektivitas lanskap, Indika Nature berupaya
berkontribusi pada konservasi spesies, ketahanan » Mendukung keanekaragaman hayati: Melindungi
ekosistem, serta stabilitas lingkungan dalam jangka spesies dan ekosistem yang rentan serta
panjang, sejalan dengan tujuan terkait perubahan iklim. mengintegrasikan pertimbangan keanekaragaman
hayati dalam perencanaan dan pengambilan
Pengelolaan keanekaragaman hayati keputusan operasional (GRI 304-4).
berbasis ekosistem di Proyek Emas Awak
Mas » Berkolaborasi untuk dampak yang lebih luas:
Bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan
Masmindo mengintegrasikan pertimbangan
mitra konservasi untuk mendukung upaya restorasi
keanekaragaman hayati dalam pengembangan
yang relevan dengan konteks lokal (GRI 413-1).
Proyek Emas Awak Mas melalui pendekatan berbasis
ekosistem. Meskipun proyek ini berada di area non-
Restorasi ekosistem dipandang sebagai bagian
perhutanan, perencanaan lingkungan dirancang
penting dalam pengelolaan risiko lingkungan jangka
untuk mempertimbangkan keseimbangan antara
panjang sekaligus mendukung kualitas lahan dan
pengembangan sumber daya mineral dan perlindungan
keanekaragaman hayati pasca-operasional. Indika
fungsi ekologis di sekitarnya (GRI 304-1).
Energy terus berupaya memperkuat pendekatan
ini melalui penyempurnaan bertahap dalam proses
Risiko terhadap keanekaragaman hayati diidentifikasi
perencanaan, implementasi, dan pemantauan. Inisiatif
melalui penilaian lingkungan yang dilakukan sebelum
restorasi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi
dan selama pengembangan proyek, sehingga
spesifik lokasi, dinamika risiko lingkungan, serta praktik
langkah-langkah mitigasi dapat diintegrasikan dalam
terbaik yang terus berkembang, dengan harapan dapat
perencanaan operasional. Pemantauan berkelanjutan
mendukung terbentuknya ekosistem yang berfungsi
juga dilakukan untuk membantu mengidentifikasi
secara alami dan berkelanjutan dari waktu ke waktu (GRI
potensi dampak terhadap flora dan fauna lokal sejak
3-3, 304-3).
tahap awal (GRI 304-2).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 73
Page 76
Kideco Care: Memulihkan Ekosistem Secara Luas
Program Kideco Care, yang diimplementasikan dalam kerangka Rencana Pengelolaan Keanekaragaman
Hayati Kideco, mencerminkan komitmen jangka panjang untuk mendukung pemulihan ekosistem yang
terdampak oleh aktivitas pertambangan serta memperkuat hasil keanekaragaman hayati setelah masa
operasional tambang. Program ini mengintegrasikan reklamasi progresif, restorasi habitat, pengembangan
koridor satwa liar, serta pemantauan berbasis sains, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan lembaga
pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat setempat.
Pada tahun 2025, Kideco Care menunjukkan perkembangan yang positif terhadap target yang
telah ditetapkan. Kegiatan reklamasi dan revegetasi mencakup pemulihan lahan seluas 117,87 hektar,
yang didukung oleh pemeliharaan berkelanjutan di Roto Samurangau dan Susubang Uko. Indikator
keanekaragaman hayati juga menunjukkan tren peningkatan jumlah koloni Owa Kalawat (gibbon) dari
satu pada tahun 2020 menjadi tiga pada tahun 2025, yang mengindikasikan perbaikan kualitas dan
konektivitas habitat.
Untuk mendukung upaya reboisasi, Kideco mengoperasikan fasilitas pembibitan dengan kapasitas
hingga 1,2 juta bibit per tahun. Pada tahun 2025, sebanyak 397.632 bibit spesies lokal diproduksi untuk
mendukung kegiatan reklamasi dan penanaman pengayaan. Selain itu, Arboretum Tandarayan seluas
105,66 hektar terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran multifungsi, yang mengintegrasikan hutan
alami dan lahan reklamasi untuk mendukung penelitian, edukasi, serta keterlibatan masyarakat.
Pemantauan keanekaragaman hayati dilakukan melalui pendekatan berbasis sains yang menggabungkan
survei lapangan, penggunaan camera trap, serta penilaian oleh para ahli. Pada tahun 2025, pemantauan
mencatat keberagaman spesies yang cukup luas, termasuk 134 spesies pohon, 110 spesies tumbuhan
herba dan liana, 53 mamalia, 159 burung, 54 reptil dan amfibi, serta 689 spesies serangga. Koridor satwa
liar yang ditanami spesies pangan dan multifungsi juga terus diperkuat untuk mendukung keberadaan
fauna kunci serta membantu mengurangi fragmentasi habitat.
Di luar kegiatan restorasi di lokasi, Kideco Care juga menekankan aspek edukasi, kolaborasi, dan
pengelolaan bersama. Melalui inisiatif hijau, sekolah dan kelompok masyarakat dilibatkan dalam berbagai
kegiatan seperti lokakarya konservasi dan kunjungan lapangan, yang bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman terkait reklamasi dan perlindungan keanekaragaman hayati. Program ini juga mendukung
desa-desa binaan PROKLIM melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam
penerapan aksi adaptasi iklim dan pengelolaan lingkungan.
Kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk BKSDA, DLH, ESDM, serta Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan, turut mendukung keselarasan dengan prioritas konservasi nasional serta memperkuat
transparansi dalam pemantauan bersama.
Melalui Kideco Care, upaya restorasi keanekaragaman hayati diupayakan menjadi bagian yang terintegrasi
dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab, dengan tujuan mendukung hasil ekologis yang
terukur saat ini sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem di masa mendatang.
Kideco Care mencerminkan upaya
kami dalam mendukung pemulihan
ekosistem di luar pertambangan,
dengan menggabungkan reklamasi,
pendekatan ilmiah, dan kemitraan
masyarakat untuk memperkuat
keanekaragaman hayati dan nilai
lingkungan jangka panjang.
74 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
Indika Energy
Mangrove Program in
Action (IMPACT)
Di sepanjang garis pantai Kabupaten Paser, Kalimantan
Timur, ekosistem mangrove memiliki peran penting
dalam menjaga keseimbangan lingkungan—mulai
dari melindungi garis pantai dari abrasi, menyimpan
karbon, hingga mendukung keanekaragaman
hayati dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Melihat pentingnya fungsi tersebut, Indika Energy
meluncurkan Indika Energy Mangrove Program in
Action (IMPACT) pada tahun 2023 sebagai bagian dari
upaya berkelanjutan untuk mendukung pemulihan
ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan
terhadap perubahan iklim. Program ini dirancang
untuk merehabilitasi area mangrove yang terdegradasi
sekaligus melibatkan masyarakat dalam pengelolaan
lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Selama lebih dari tiga tahun pelaksanaan, IMPACT
berhasil mencapai target rehabilitasi seluas 250
hektar, dengan total 324.200 bibit mangrove yang
ditanam. Pelaksanaan program dilakukan secara
bertahap, dimulai dari 35 hektar (46.600 bibit) pada
tahun 2023, meningkat menjadi 115 hektar (141.100
bibit) pada tahun 2024, dan diselesaikan dengan 100
hektar (136.500 bibit) pada tahun 2025. Program
ini memberikan manfaat bagi sembilan desa di
Kabupaten Paser, yaitu Tajur, Baijaya, Riwang, Langgai,
Seniung Jaya, Suliran Baru, Laburan, Sungai Langir, dan
Lori.
Melalui pendekatan penanaman yang disesuaikan
dengan kondisi lokal, menggunakan spesies seperti
Rhizophora mucronata dan Avicennia, program
ini turut mendukung pemulihan ekosistem serta
keberlanjutan keanekaragaman hayati, sekaligus
berkontribusi pada peningkatan sumber daya
perikanan pesisir seperti udang, kepiting, dan kerang.
Selain itu, upaya ini juga membantu menjaga habitat
berbagai satwa, termasuk monyet hidung panjang,
kera ekor panjang, kepiting tapal kuda, serta berbagai
spesies burung.
IMPACT tidak hanya tentang
penanaman mangrove, tetapi Di samping manfaat lingkungan, IMPACT juga berfokus
pada penguatan kapasitas masyarakat dalam
juga mendukung ketahanan mengelola ekosistem mangrove secara mandiri,
pesisir dan manfaat jangka sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan manfaat
jangka panjang bagi lingkungan dan penghidupan
panjang bagi perlindungan garis masyarakat pesisir. Program ini secara resmi selesai
pantai Paser. pada 12 November 2025 di Desa Tajur, dengan
kehadiran perwakilan perusahaan dan Pemerintah
Kabupaten Paser, sebagai penanda selesainya salah
satu inisiatif keberlanjutan dengan dampak jangka
panjang.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 75
Page 78
Kinerja penggunaan lahan, reklamasi, dan keanekaragaman hayati 2025
Gambar 23. Kinerja reklamasi lahan (GRI 304-2)
2023 2024 2025
Keterangan Satuan
Realisasi Kumulatif Realisasi Kumulatif Realisasi Kumulatif
Kideco Hektar 79,97 5.130,03 174,00 5.223,34 117,87 5.341,21
Mekko Hektar 6,00 6,00 5,64 11,64 31,39 43,03
MUTU Hektar 138,03 743,39 0,00 0,00 0,00 0,00
(divestasi
pada tahun
2023)
Total Hektar 224,00 5.879,42 179,64 5.234,98 149,26 5.384,24
Gambar 24. Spesies yang diklasifikasikan dalam Daftar Merah IUCN di wilayah yang dikelola oleh Grup
Indika Energy (GRI 304-2, 304-4)
Tingkat risiko kepunahan 2023 2024 2025
Kritis 17 17 4
Terancam punah 41 42 11
Rentan 93 101 24
Hampir terancam 91 98 37
Risiko rendah 242 637 348
Gambar 25. Kinerja keanekaragaman hayati fauna menurut spesies (GRI 304-2)
Keterangan 2023 2024 2025
Mamalia 49 53 53
Burung 138 159 177
Herpetofauna 44 54 54
Serangga 429 689 728
Catatan:
• Data yang disajikan mencerminkan kontribusi dari Kideco dan Indika Nature, sementara Masmindo, yang saat ini masih berada
dalam fase eksplorasi, tengah melanjutkan pengembangan proses identifikasi data dan penilaian awal.
Gambar 26. Daftar fauna yang dilindungi yang tercatat di area reklamasi Kideco
Status berdasarkan
Nama lokal Nama ilmiah
P106 IUCN 2023 2024 2025
Bekantan kahau Nasalis larvatus Dilindungi Terancam √ √ √
Beruang madu Helarctos malayanus Dilindungi Rentan √ √ √
76 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
Status berdasarkan
Nama lokal Nama ilmiah
P106 IUCN 2023 2024 2025
Kijang muntjak Muntiacus muntjak Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Kucing kuwuk Prionailurus bengalensis Dilindungi Risiko rendah √ √
Lutung abu-abu Trachypithecus cristatus Dilindungi Hampir terancam √ √
Lutung merah Presbytes rubicunda Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Owa kalawat Hylobates muelleri Dilindungi Terancam √ √ √
Pelanduk napu Tragulus napu Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Rusa sambar Rusa unicolor Dilindungi Rentan √ √ √
Trenggiling peusing Manis javanica Dilindungi Terancam kritis √ √
Baza jerdon Aviceda jerdoni Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Elang berontok Spizaetus cirrhatus Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Elang bondol Haliastur indus Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Elang hitam Ictinaetus malayensis Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Elang tikus Elanus caeruleus Dilindungi Risiko rendah √ √
Elang-alap jambul Accipiter trivirgatus Dilindungi Risiko rendah √
Elang-ikan kecil Ichthyophaga humilis Dilindungi Hampir terancam √
Kangkareng hitam Anthracoceros malayanus Dilindungi Rentan √ √ √
Kangkareng perut-putih Anthracoceros albirostris Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Rangkong badak Buceros badak Dilindungi Rentan √ √ √
Takur ampis Calorhamphus fuliginosus Dilindungi Risiko rendah √
Takur tenggeret Psilopogon australis Dilindungi Hampir terancam √
Takur topi-emas Megalaima henricii Dilindungi Hampir terancam √ √
Cabak kota Caprimulgus affinis Dilindungi Terancam √ √ √
Cica-daun besar Chloropsis sonnerati Dilindungi Hampir terancam √ √ √
Cica-daun kecil Chloropsis cyanopogon Dilindungi Rentan √
Sempur-hujan sungai Cymbirhynchus Dilindungi Risiko rendah √ √
macrorhynchos
Layang-layang batu Hirundo tahitica Dilindungi Hampir terancam √ √
Bentet abu-abu Lanius schach Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Takur warna-warni Psilopogon mystacophanos Dilindungi Hampir terancam √ √
Burung-madu sriganti Cinnyris jugularis Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Paok hijau Pitta sordida Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Kipasan belang Rhipidura javanica Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Kerak kerbau Acridotheres javanicus Dilindungi Risiko rendah √ √ √
Luntur putri Harpactes orrhophaeus Dilindungi Rentan √ √
Buaya Crocodylus porosus Dilindungi Risiko rendah √ √
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 77
Page 80
Pengelolaan air Capaian pada tahun 2025 memberikan indikasi yang
baik terhadap penerapan kerangka pengelolaan air,
sekaligus menjadi landasan untuk melanjutkan upaya
Pengelolaan air merupakan bagian penting dari upaya
menuju target efisiensi air Grup pada tahun 2030. Ke
keberlanjutan Indika Energy dan mencerminkan
depan, pemantauan berkelanjutan, penilaian risiko
tanggung jawab kami dalam mengelola air sebagai
secara berkala, serta keterlibatan dengan pengelola
sumber daya yang semakin terbatas (GRI 303-1). Di
lokasi dan penyedia air eksternal diharapkan tetap
seluruh Grup, kami mengembangkan pendekatan
mendukung konsistensi kinerja serta pengelolaan risiko
pengelolaan air yang terstruktur, yang mencakup
terkait air dalam jangka panjang (GRI 3-3, 303-1, 303-5).
pemantauan terhadap pengambilan, konsumsi,
dan pembuangan air, perencanaan berbasis risiko,
Gambar 27. Intensitas pengambilan air (GRI 303-5)
serta penerapan langkah-langkah efisiensi di tingkat
(ML/juta USD pendapatan)
operasional. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu
meminimalkan dampak terhadap sistem air lokal
sekaligus mendukung ketahanan operasional (GRI 303-3, 2025 0,756
303-4, 303-5).
Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan
keberagaman kondisi operasional, termasuk lokasi 2024 0,830
yang berada di wilayah dengan tingkat tekanan air yang
relatif lebih tinggi. Dalam konteks ini, kami berupaya
mendorong penggunaan air yang bertanggung jawab,
2023 0,930
menjaga kualitas air, serta menjalin kolaborasi dengan
pemangku kepentingan, khususnya di area di mana
sumber daya air digunakan secara bersama atau
dikelola oleh pihak eksternal (GRI 303-1, 303-2).
Inisiatif penggunaan, efisiensi, dan
Dengan mengintegrasikan pertimbangan pengelolaan pengurangan air
air dalam pengambilan keputusan operasional dan
perencanaan jangka panjang, Indika Energy berupaya Indika Energy melakukan pemantauan pengambilan,
memperkuat kinerja lingkungan, mengelola risiko terkait konsumsi, dan pembuangan air di seluruh lokasi
air secara lebih baik, serta berkontribusi pada upaya operasional secara sistematis, dengan memanfaatkan
yang lebih luas dalam mendukung ketahanan dan meteran aliran yang telah dikalibrasi. Data terkait air dari
keberlanjutan sumber daya air di Indonesia (GRI 3-3). seluruh entitas anak dikonsolidasikan dan dilaporkan
secara berkala, sehingga mendukung pemantauan
kinerja, evaluasi inisiatif yang berjalan, serta pelacakan
Kinerja pengelolaan air tahun 2025 kemajuan terhadap target intensitas pengambilan air
untuk tahun 2025 dan 2030. Proses penilaian kinerja
Penurunan intensitas pengambilan air sebesar 30%,
ini turut membantu mendorong efisiensi penggunaan
dengan capaian penurunan sebesar 64,99%, serta
air, memperkuat akuntabilitas di tingkat operasional,
penurunan total pengambilan air secara tahunan sekitar
serta mendukung pemenuhan standar internal dan
1.535,97 ML. Perbaikan kinerja ini antara lain didukung
persyaratan regulasi (GRI 303-3, 303-4, 303-5).
oleh peningkatan penggunaan sistem air sirkulasi
tertutup, pemanfaatan kembali air proses, pemanenan
air hujan, serta penguatan pengendalian operasional Selain itu, penilaian lingkungan dilakukan secara berkala
melalui penggunaan flow meter yang terkalibrasi untuk membantu menjaga kualitas air permukaan, air
dan tinjauan kinerja secara berkala. Upaya-upaya ini tanah, dan ekosistem laut. Penilaian ini dilaksanakan
berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada oleh tenaga yang terakreditasi sesuai dengan Standar
sumber air tawar, sekaligus membantu mendukung Nasional Indonesia (SNI), dengan fokus pada kualitas
ketahanan operasional dan pengelolaan risiko terkait air, air limbah dan potensi dampak lingkungan, guna
khususnya di wilayah dengan tingkat tekanan air yang memastikan bahwa air yang dilepas ke lingkungan
relatif lebih tinggi (GRI 303-3, 303-4, 303-5). memenuhi ketentuan yang berlaku (GRI 303-2, 303-4).
78 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
Upaya efisiensi air juga terus dikembangkan, termasuk Gambar 30. Pengambilan dan kinerja daur ulang
melalui penerapan sistem sirkuit tertutup di lokasi air (GRI 303-3) (ML)
pertambangan Kideco dan Mekko, di mana air yang
digunakan dalam proses operasional ditangkap kembali
2025 1.535,97 1.393,26
dan dimanfaatkan ulang. Inisiatif lainnya mencakup
penggunaan air hujan serta pemanfaatan kembali air
limbah untuk membantu mengurangi ketergantungan
pada sumber air tawar. Selain itu, penggunaan alat 2024 2.029,77 1.644,14
penyemprot kabut dan sistem penyiraman yang
terkalibrasi juga diterapkan untuk pengendalian debu,
dengan tujuan menjaga efisiensi penggunaan air tanpa
2023 2.829,71 1.952,00
mengurangi efektivitas operasional (GRI 303-3, 303-5).
Pengambilan air Daur ulang air
Gambar 28. Kinerja air dan limbah (GRI 303-3, 303-
4, 303-5)
Pengambilan air (ML)
Pemantauan dan pengelolaan
24,33% 2025: 1.535,97
wilayah dengan potensi keterbatasan
2024: 2.029,77 ketersediaan air
2023: 2.829,71 Indika Energy melakukan penilaian risiko air eksternal
untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik
Konsumsi air (ML) mengenai potensi paparan risiko terkait air di tingkat
lokasi operasional. Berdasarkan pemetaan Risiko Air
43,84% 2025: 2.925,68
Aqueduct dari WRI, dua lokasi operasional Grup Indika
2024: 3.678,11 Energy, yaitu fasilitas Babelan milik Interport dan
pabrik Cikarang milik ALVA, berada di wilayah yang
2023: 2.819,00 dikategorikan memiliki tingkat sensitivitas air yang relatif
tinggi (GRI 303-1). Pada tahun 2025, pengambilan air di
Debit air (ML)
kedua lokasi tersebut masing-masing tercatat sebesar
2,07 ML untuk ALVA Cikarang dan 0,44 ML untuk
1,12% 2025: 217.179,18
Interport Babelan, yang mengindikasikan pentingnya
2024: 219.631,35 penerapan upaya efisiensi dan pengelolaan air secara
berkelanjutan di area dengan tingkat risiko yang lebih
2023: 212.812,00 tinggi.
Gambar 29. Pengambilan air berdasarkan sumber Di lokasi-lokasi ini, pasokan air berasal dari pihak
(GRI 303-3) eksternal, seperti klien atau pengelola kawasan
(%) industri, sehingga kendali langsung Grup terhadap
volume pengambilan air menjadi terbatas. Dalam
1,24% 6,04% konteks tersebut, Indika Energy berupaya memperkuat
penerapan langkah-langkah efisiensi dan konservasi
1,08% air di tingkat operasional, sebagai bagian dari upaya
untuk membantu mengelola potensi dampak lingkungan
0,00% sekaligus mengurangi paparan risiko terkait air (GRI 303-
3, 303-5).
91,63%
Air permukaan Air tanah Air laut
Air terproduksi Air dari pihak ketiga
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 79
Page 82
Gambar 31. Pengambilan air pada wilayah dengan potensi keterbatasan ketersediaan air (GRI 303-1)
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
ALVA Cikarang ML 3,09 -10,68% 2,76 -25,00% 2,07
Interport Babelan ML 0,82 -37,64% 0,51 -13,57% 0,44
Total pengambilan air pada ML 3,91 -16,31% 3,27 -23,22% 2,51
wilayah dengan potensi
keterbatasan ketersediaan air
Pengambilan air pada wilayah dengan potensi Keterlibatan pemangku kepentingan
keterbatasan ketersediaan air (ML) dalam konservasi air
Berdasarkan hasil pemantauan, pelaporan, dan
0,44 pemahaman risiko di tingkat operasional, Indika Energy
2025
2.,07 terus berupaya menjalin keterlibatan dengan pemangku
kepentingan terkait untuk mendukung penggunaan
0,51 air yang bertanggung jawab di seluruh kegiatan
2024 operasional, khususnya di wilayah yang memiliki
2,76
potensi keterbatasan ketersediaan air. Keterlibatan
dengan karyawan dan pengelola lokasi difokuskan
0,82 pada penguatan praktik penggunaan air yang efisien,
2023 3,09 peningkatan disiplin operasional, serta keselarasan
dengan prosedur pengelolaan air internal (GRI 303-1,
Interport Babelan ALVA Cikarang 303-5).
Pada lokasi di mana pasokan air dan infrastruktur
dikelola oleh pihak eksternal, kami menjaga koordinasi
secara berkala dengan pemasok, klien, dan pengelola
kawasan industri. Upaya ini dilakukan untuk mendukung
konsumsi air yang lebih bertanggung jawab, memastikan
kesesuaian dengan persyaratan pengelolaan air yang
berlaku, serta menjaga keselarasan dengan peraturan
setempat dan pengelolaan sumber daya air secara
bersama (GRI 2-29, 303-3).
80 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
Kinerja pengelolaan air
Gambar 32. Kinerja pengambilan air (GRI 303-3)
Pengambilan air berdasarkan
Satuan 2023 % 2024 % 2025
sumber
Air permukaan ML 2.464,44 -38,80% 1.557,58 -9,64% 1.407,43
Air tanah ML 18,39 2.216,51% 426,01 -96,10% 16,61
Air laut ML 314,28 -94,04% 18,72 2,13% 19,12
Air hasil produksi ML 0,00 0,00% 0,00 0,00% 0,00
Air pihak ketiga ML 32,60 -15,74% 27,47 237,89% 92,81
Total pengambilan air ML 2.829,71 -28,27% 2.029,77 -24,33% 1.535,97
Air tawar (<= 1.000 mg/L TDS) ML 2.490,60 -20,25% 2.011,05 -24,57% 1.516,85
Air lainnya (> 1.000 mg/L TDS) ML 339,11 -94,04% 18,72 2,13% 19,12
Intensitas pengambilan air juta ton 31,60 -2,74% 30,73 -0,74% 30,51
produksi
batubara
ML/ton 0,08 -40,32% 0,05 -9,26% 0,04
produksi
batubara
juta USD 3.049,00 -19,73% 2.446,68 -17,37% 2.030,90
pendapatan
ML/ 0,93 -10,82% 0,83 -8,42% 0,76
juta USD
pendapatan
Catatan:
• Angka tahun 2023 hingga 2025 mencakup Kideco, Tripatra, Interport, Indika Indonesia Resources, Ilectra Motor Group, Xapiens,
Masmindo, Mekko, Indika Nature, dan Indika Energy Holding, dengan penambahan anak perusahaan pada tahun 2025, yaitu
KALISTA dan INVI.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 81
Page 84
Gambar 33. Kinerja konsumsi air (GRI 303-5)
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
Air tawar (<= 1.000 mg/L TDS) ML 2.488,32 -19,54% 3.659,39 -20.57% 2.906,56
Air lainnya (> 1.000 mg/L TDS) ML 330,72 -94,04% 18,72 2,13% 19,12
Konsumsi air total ML 2.819,04 -27,85% 3.678,11 -20,46% 2.925,68
Catatan:
• Angka tahun 2023 hingga 2025 mencakup Kideco, Tripatra, Interport, Indika Indonesia Resources, Ilectra Motor Group, Xapiens,
Masmindo, Mekko, Indika Nature, dan Indika Energy Holding, dengan penambahan anak perusahaan pada tahun 2025, yaitu
KALISTA dan INVI.
Gambar 34. Kinerja debit air (GRI 303-4)
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
Air permukaan ML 212.512,66 3,34% 219.602,41 -1,11% 217.162,73
Air tanah ML 3,02 718,54% 24,72 -48,46% 12,74
Air laut ML 294,38 -99,50% 1,46 17,73% 1,72
Air pihak ketiga ML 1,63 69,02% 2,76 -27,82% 1,99
Air tawar (<= 1.000 mg/L TDS) ML 212.515,68 3,35% 219.631,35 -1,12% 217.177,46
Air lainnya (> 1.000 mg/L TDS) ML 296,01 -98,57% 4,22 -59,24% 1,72
Konsumsi air total ML 212.811,69 3,20% 219.631,34 -1,12% 217.179,18
Catatan:
• Angka tahun 2023 hingga 2025 mencakup Kideco, Tripatra, Interport, Indika Indonesia Resources, Ilectra Motor Group, Xapiens,
Masmindo, Mekko, Indika Nature, dan Indika Energy Holding, dengan penambahan anak perusahaan pada tahun 2025, yaitu
KALISTA dan INVI.
82 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
Pengelolaan limbah dan ekonomi
sirkular Untuk mendukung implementasi yang konsisten,
kami bekerja sama dengan penyedia jasa pihak ketiga
Indika Energy mengelola limbah sebagai bagian penting memberikan pelatihan kepada tenaga operasional,
dari upaya pengelolaan lingkungan dan peningkatan dengan fokus pada pemilahan limbah yang tepat,
kinerja operasional. Pendekatan yang diterapkan prosedur penanganan, serta praktik daur ulang yang
mengacu pada hierarki pengelolaan limbah—reduce, aplikatif. Pendekatan serupa juga diterapkan di berbagai
reuse, recycle, recover, dan dispose—dengan fokus pada entitas anak, termasuk Tripatra dan Indika Nature,
upaya meminimalkan limbah pada sumbernya (GRI 306- dengan praktik daur ulang yang diselaraskan dengan
1, 306-2). Praktik pengelolaan limbah diterapkan dalam standar dan sistem pengelolaan di setiap wilayah
sistem pengelolaan lingkungan di lokasi operasional, operasi (GRI 306-2, 306-3).
dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku,
standar internal, serta proses manajemen risiko.
Pada beberapa lokasi operasional, Interport dan Kideco
mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah di lokasi,
Di seluruh operasional, kami menerapkan pemilahan termasuk kegiatan daur ulang dan pengomposan,
limbah, penanganan yang bertanggung jawab, serta sehingga membantu mengurangi ketergantungan pada
bekerja sama dengan pihak ketiga berizin untuk kegiatan pembuangan akhir serta mendorong pemanfaatan
pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan limbah sumber daya secara lebih sirkular di seluruh operasional
(GRI 306-3). Limbah berbahaya dan tidak berbahaya (GRI 306-4, 306-5).
dikelola secara terpisah untuk membantu mengurangi
risiko lingkungan serta memastikan kepatuhan terhadap
peraturan. Kami juga mendorong peningkatan pemulihan Pengelolaan limbah berbasis sirkular dan
material dan praktik daur ulang, termasuk penggunaan pemulihan sumber daya
kembali kemasan dan logam, serta produk samping
Kami menerapkan hierarki pengelolaan limbah yang
operasional lainnya, guna mengurangi volume limbah
terstruktur, dengan mengutamakan pencegahan limbah,
yang berakhir di tempat pembuangan akhir (GRI 306-4,
pemilahan di sumber, daur ulang, dan pemulihan,
306-5).
sementara pembuangan menjadi opsi terakhir (GRI 306-
1, 306-2).
Sebagai bagian dari perjalanan keberlanjutan Indika
Energy, pengelolaan limbah juga turut mendukung
Pada tahun 2025, Indika Energy terus memperkuat
upaya penurunan emisi, pemanfaatan sumber daya
penerapan praktik pengelolaan limbah sirkular melalui
secara sirkular, serta ketahanan operasional. Kinerja
kerja sama dengan Waste4Change sebagai mitra
pengelolaan limbah secara regular dimonitor di setiap
pengelolaan limbah. Limbah dipilah sejak sumbernya
lokasi operasional dan dikonsolidasikan di tingkat
menjadi kategori yang dapat didaur ulang, dikomposkan,
Grup untuk memahami tren, mengidentifikasi peluang
dan residu, guna mendukung proses pengolahan
perbaikan, serta mendukung peningkatan kinerja secara
lanjutan yang lebih tepat serta meningkatkan pemulihan
berkelanjutan. Melalui penerapan yang konsisten dan
material (GRI 306-2, 306-3).
penyempurnaan sistem secara bertahap, kami berupaya
mengurangi dampak limbah sekaligus mendukung
penciptaan nilai jangka panjang (GRI 306-2, 3-3). Material yang dapat didaur ulang dimanfaatkan
kembali menjadi produk bernilai tambah, sementara
limbah organik diolah melalui proses pengomposan
Program pengurangan dan daur ulang dan pemanfaatan larva black soldier fly (BSF) untuk
limbah mendukung pemulihan nutrisi dan pengolahan limbah
yang lebih berkelanjutan (GRI 306-4). Limbah residu
Indika Energy menerapkan sistem pemantauan limbah
yang tidak dapat didaur ulang atau dikomposkan
yang terstruktur di seluruh operasional, yang dijalankan
diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), yang dapat
melalui kerja sama dengan penyedia jasa pihak ketiga
dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif
yang memiliki izin (GRI 306-1, 306-2). Timbulan limbah,
sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada
proses pemilahan, serta penanganannya dilaporkan
pembuangan ke landfill (GRI 306-4, 306-5).
setiap bulan, sehingga memberikan visibilitas terhadap
volume limbah, tingkat daur ulang, serta upaya
pengurangan yang perlu dilakukan (GRI 306-3, 306-4).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 83
Page 86
Fasilitas pengelolaan limbah di beberapa lokasi Secara keseluruhan, praktik-praktik ini mencerminkan
operasional juga mendukung pengolahan di tempat, upaya Indika Energy dalam mengintegrasikan
termasuk kegiatan daur ulang dan pengomposan, pengelolaan limbah, ke dalam pendekatan keberlanjutan
sehingga mendorong pemanfaatan sumber daya secara yang lebih luas—dengan mendorong efisiensi sumber
lebih sirkular serta efisiensi operasional. Seiring dengan daya, pengurangan limbah, serta pemanfaatan kembali
upaya tersebut, volume limbah yang dikirim ke landfill material secara sirkular, sambil tetap memperhatikan
pada tahun 2025 menunjukkan kecenderungan menurun, kepatuhan dan aspek perlindungan lingkungan.
sementara proporsi limbah yang dikelola melalui daur
ulang dan pemulihan meningkat dibandingkan tahun Gambar 35. Limbah yang digunakan kembali dan
sebelumnya (GRI 306-5). didaur ulang (GRI 306-2)(Tons)
Pengelolaan limbah berbahaya dan tidak 2025 5.023.,55
berbahaya
Sebagian limbah yang dihasilkan dari operasional
Indika Energy diklasifikasikan sebagai limbah
berbahaya dan dikelola sesuai dengan ketentuan 2024 4,.099,23
peraturan yang berlaku. Limbah berbahaya disimpan
di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) berizin
sebelum dilakukan pengolahan atau pembuangan,
2023 5.238,00
dengan pengendalian yang mendukung klasifikasi dan
penanganan yang tepat (GRI 306-2, 306-3).
Gambar 36. Limbah yang dihasilkan
Sejalan dengan pendekatan ekonomi sirkular, kami
(%)
berupaya memprioritaskan pemulihan dan pemanfaatan
kembali limbah tidak berbahaya apabila memungkinkan
secara teknis dan operasional. Sebagai contoh, oli
40,67%
pelumas bekas dimanfaatkan kembali sebagai substitusi
parsial bahan bakar diesel dalam campuran bahan
peledak ANFO, sehingga dapat memperpanjang masa
guna sumber daya sekaligus membantu mengurangi 59,33% Limbah yang dihasilkan
pada tahun 2025
ketergantungan pada bahan bakar dengan intensitas
emisi yang lebih tinggi (GRI 306-4). Pada tahun 2025,
sekitar 73,01% limbah non-B3 yang memenuhi kriteria
telah dikelola melalui skema pemanfaatan kembali
atau pemulihan, sehingga turut berkontribusi dalam
mengurangi volume limbah yang dibuang. Berbahaya Tidak berbahaya
Kami juga memperpanjang masa pakai ban kendaraan
melalui program retreading dan regrooving, yang 45,58%
membantu mengurangi konsumsi material dan timbulan
limbah. Ban yang telah mencapai akhir masa pakainya
dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan, 54,42% Limbah yang dihasilkan
seperti penanda jalan dan komponen struktural di pada tahun 2024
area reklamasi, yang turut mendukung keselamatan
operasional dan pemulihan lahan pascatambang (GRI
306-4, 306-5).
84 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
Pencegahan tumpahan dan manajemen
risiko lingkungan
Gambar 37. Limbah yang dialihkan
Sebagai bagian dari pendekatan manajemen risiko
(%)
lingkungan yang lebih luas, Indika Energy menyadari
potensi risiko lingkungan yang terkait dengan tumpahan
dan mempertahankan pengendalian pencegahan,
kesiapan, dan respons yang kuat di seluruh operasi.
43,07%
Ini termasuk prosedur operasi standar, tim respons
terlatih, dan pemantauan tingkat lokasi untuk mencegah
insiden dan memastikan penahanan, pembersihan,
56,93% LImbah yang dialihkan dan remediasi yang cepat sesuai dengan persyaratan
pada tahun 2025
peraturan yang berlaku (GRI 3-3, 306-3).
Selama periode pelaporan, tidak ada insiden tumpahan
yang tercatat. Meskipun demikian operasi kami
dilengkapi standar respons yang cepat, dengan
Berbahaya Tidak berbahaya langkah-langkah mitigasi yang diterapkan untuk
membatasi dampak lingkungan dan memulihkan area
terdampak sesuai dengan standar peraturan (GRI
55,59% 306-3). Peningkatan berkelanjutan dalam pencegahan
tumpahan, siaga daat kondisi darurat, dan kemampuan
respons tetap menjadi prioritas untuk memastikan
44,41% LImbah yang dialihkan risiko lingkungan dikelola secara efektif dan ketahanan
pada tahun 2024 operasional tetap terjaga (GRI 3-3, 306-3).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 85
Page 88
Kinerja pengelolaan limbah kami tahun 2025 Gambar 38. Limbah yang dihasilkan (GRI 306-3) Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025 Limbah berbahaya ton 4.323,56 7,09% 4.630,16 -11,73% 4.087,01 Limbah tidak berbahaya ton 11.955,50 -53,75% 5.528,88 7,82% 5.961,19 Jumlah total limbah yang ton 16.279,07 -37,59% 10.159,04 -1,09% 10.048,20 dihasilkan Gambar 39. Limbah berbahaya menurut metode pengelolaannya (GRI 306-4, 306-5) Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025 Digunakan kembali ton 3,60 -100,00% 0,00 0,00% 0,00 Daur ulang ton 514,23 111,10% 1.085,52 -22,64% 839,78 Kompos ton 0,00 0,00% 0,00 0,00% 0,00 Diserahkan kepada pihak ton 3.327,39 -10,45% 2.979,65 -17,69% 2.452,44 ketiga yang berizin untuk menggunakan kembali/ mendaur ulang Total limbah yang dialihkan dari ton 3.845,22 5,72% 4.065,17 -19,01% 3.292,22 pembuangan Dibakar (dengan pemulihan ton 0,00 100,00% 0,05 -100,00% 0,00 energi) Dibakar (tanpa pemulihan ton 67,93 -10,08% 61,08 -66,97% 20,18 energi) Ditimbun di tempat ton 0,00 100,00% 0,53 -100,00% 0,00 pembuangan sampah Dibawa ke pihak ketiga yang ton 410,41 22,64% 503,33 53,90% 774,62 berizin untuk membuang limbah Total limbah yang dibuang ton 478,34 18,12% 564,99 40,67% 794,79 86 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
Gambar 40. Limbah tidak berbahaya menurut metode pengelolaan (GRI 306-4, 306-5)
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
Digunakan kembali ton 0,00 0,00% 0,00 100,00% 4,77
Daur ulang ton 4.720,11 -36,15% 3.013,71 38,67% 4.179,00
Kompos ton 741,53 0,00% 164,99 -14,33% 141,36
Diserahkan kepada pihak ton 73,03 -5,45% 69,05 -60,81% 27,06
ketiga yang berizin untuk
menggunakan kembali/
mendaur ulang
Total limbah yang dialihkan ton 5.534,67 -41,32% 3.247,75 34,01% 4.352,19
dari pembuangan
Dibakar (dengan pemulihan ton 0,00 0,00% 55,40 -100,00% 0,00
energi)
Dibakar (tanpa pemulihan ton 0,00 0,00% 0,00 100,00% 0,81
energi)
Ditimbun di tempat ton 5.296,53 0,00% 2.163,31 -29,48% 1.525,63
pembuangan sampah
Dibawa ke pihak ketiga yang ton 1.124,30 -94,45% 62,42 32,26% 82,56
berizin untuk membuang
limbah
Total limbah yang dibuang ton 6.420,83 -64,47% 2.281,13 -29,46% 1.609,00
Catatan:
• Angka tahun 2023 hingga 2025 mencakup Kideco, Tripatra, Interport, Indika Indonesia Resources, Ilectra Motor Group, Xapiens,
Masmindo, Mekko, Indika Nature, dan Indika Energy Holding, dengan penambahan anak perusahaan pada tahun 2025, yaitu
KALISTA dan INVI.
• Limbah yang diserahkan kepada pihak ketiga (baik yang berizin untuk digunakan kembali/didaur ulang maupun yang berizin
untuk dibuang) menunjukkan bahwa limbah tersebut dialihkan atau diarahkan untuk dibuang di luar lokasi, sedangkan limbah
yang termasuk dalam kategori lain menunjukkan bahwa limbah tersebut dialihkan atau diarahkan untuk dibuang di lokasi yang
sama.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 87
Page 90
Pengelolaan kualitas udara Kepatuhan terhadap standar kualitas
udara lokal dan internasional
Pengelolaan kualitas udara merupakan bagian Kepatuhan terhadap standar kualitas udara tetap
integral dari perjalanan pengelolaan lingkungan menjadi persyaratan inti di seluruh operasi kami. Di
dan dekarbonisasi Indika Energy yang lebih luas. Di Kideco, pengujian emisi untuk sumber dilakukan oleh
seluruh operasi kami, kami menerapkan pendekatan laboratorium eksternal terakreditasi, didukung oleh
pencegahan dan pengendalian pengelolaan emisi sistem pemantauan berkelanjutan untuk melacak kinerja
udara, dengan fokus pada penurunan tingkap partikel, terhadap ambang batas peraturan. Praktik-praktik ini
debu, dan polutan lain pada kegiatan operasional memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas udara
perusahaan. Langkah-langkah mitigasi kami dirancang yang ditetapkan pemerintah, termasuk persyaratan
untuk memenuhi persyaratan peraturan dan standar berdasarkan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup
industri yang berlaku, yang secara progresif memperkuat dan Kehutanan tahun 2021 (GRI 305-7).
pengelolaan kualitas udara melalui peningkatan praktik
operasional dan adopsi teknologi yang lebih bersih (GRI Melalui pendekatan terpadu ini—yang mencakup
3-3). integrasi operasional, penerapan solusi energi yang
lebih bersih, serta penguatan pemantauan—Indika
Program pengurangan partikel, debu, dan Energy berupaya meningkatkan pengelolaan kualitas
polutan udara sejalan dengan perjalanan keberlanjutannya,
dengan harapan dapat mendukung lingkungan yang
Pengendalian operasional untuk mengurangi partikel, lebih sehat bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga
debu dan emisi polutan meliputi penggunaan sistem keberlangsungan operasional yang bertanggung jawab
penyemprotan air, meriam kabut, transportasi tertutup, dan tangguh.
pengelolaan kecepatan, dan program pemeliharaan
peralatan. Langkah-langkah ini dilengkapi dengan Kinerja lingkungan merupakan bagian yang tidak
pemantauan berkelanjutan dan penilaian berkala untuk terpisahkan dari konteks operasional kami secara
memastikan efektivitas dan mendukung tindakan keseluruhan. Keputusan yang kami ambil terkait emisi,
korektif tepat waktu jika diperlukan (GRI 305-7). penggunaan lahan, pengelolaan air, dan penanganan
limbah turut membentuk kondisi operasional sehari-hari
Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi jangka serta memengaruhi interaksi kami dengan masyarakat
panjang, Indika Energy juga mengembangkan inisiatif di sekitar area kerja.
yang berpotensi memberikan manfaat tambahan bagi
kualitas udara. Inisiatif ini mencakup pengembangan Interaksi tersebut membawa isu lingkungan semakin
infrastruktur kendaraan listrik, eksplorasi awal terhadap dekat dengan aspek kesejahteraan tenaga kerja,
solusi berbasis hidrogen apabila relevan, serta upaya hubungan dengan masyarakat, serta dampak sosial
bertahap untuk mengurangi ketergantungan pada diesel yang lebih luas. Seiring dengan upaya kami dalam
konvensional. mengelola tanggung jawab lingkungan, Indika Energy
juga berupaya memberikan perhatian
Peningkatan penggunaan campuran biodiesel yang lebih yang seimbang
tinggi dan integrasi energi surya dalam bauran energi terhadap masyarakat
operasional turut berkontribusi terhadap penurunan yang terdampak oleh
emisi gas rumah kaca, sekaligus membantu mengurangi operasional, serta
polutan udara seperti karbon monoksida (CO), nitrogen bagaimana proses
oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikulat (GRI transisi ini
305-7). dirasakan
di tingkat
lapangan.
88 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
Kinerja kualitas udara tahun 2025
Gambar 41. Emisi udara signifikan (GRI 305)
Keterangan Satuan 2023 % 2024 % 2025
NOx ton 689,79 1,11% 697,45 -18,54% 568,11
SOx ton 2,23 127,72% 5,08 78,82% 9,08
Polutan organik persisten ton 0,00 100,00% 0,11 -100,00% 0,00
Senyawa organik volatil ton 0,00 100,00% 0,28 -100,00% 0,00
Polutan udara berbahaya (HAP) ton 0,00 100,00% 0,03 -24,66% 0,02
Partikel debu (PM) ton 13,00 -34,04% 8,58 31,20% 11,25
Kategori standar emisi udara lainnya yang ton 94,30 -9,28% 85,55 -1,54% 84,23
diidentifikasi dalam peraturan terkait
Catatan:
• Formula perhitungan yang digunakan untuk menghitung Pendekatan ini mencakup pemantauan penggunaan
emisi gas buang adalah konsentrasi (mg/Nm3) x debit (m3/ material berdasarkan berat atau volume (GRI
detik) x jumlah jam operasional (jam/tahun) x 0,0036 (detik/
301-1), pemanfaatan material daur ulang apabila
jam). Perhitungan dilakukan berdasarkan pengujian emisi
yang dilakukan di laboratorium. memungkinkan (GRI 301-2), serta eksplorasi
• Baik data konsentrasi maupun debit diperoleh dari hasil uji pengambilan kembali produk dan kemasan untuk
emisi yang dilakukan oleh laboratorium. mendukung siklus material yang lebih tertutup (GRI 301-
• Kategori emisi udara lainnya, misalnya polutan organik 3).
persisten (POP), senyawa organik volatil (VOC), dan
lain-lain, belum dihitung karena tidak termasuk dalam
persyaratan Peraturan Menteri. Melalui pengelolaan konsumsi material yang lebih
sistematis serta integrasi prinsip ekonomi sirkular,
Indika Energy berupaya meminimalkan jejak lingkungan,
meningkatkan efisiensi sumber daya, serta memperkuat
Material dan ekonomi sirkular praktik keberlanjutan di seluruh lini bisnis.
Indika Energy menyadari bahwa pengelolaan material
yang bertanggung jawab merupakan aspek penting Material yang digunakan berdasarkan
dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dan berat atau volume (GRI 301-1)
mendukung keberlanjutan jangka panjang. Di seluruh lini Selama periode pelaporan, Indika Energy menggunakan
operasional, termasuk batubara, kendaraan listrik (EV), kombinasi material terbarukan dan tidak terbarukan
minyak atsiri (Natura Aromatik), serta kegiatan industri di seluruh operasionalnya. Material utama mencakup
lainnya, kami melakukan pemantauan penggunaan batu bara, logam, bahan bakar, bahan baku nabati untuk
material baik yang terbarukan maupun tidak terbarukan minyak atsiri, serta material pendukung operasional
guna meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah, dan seperti kemasan.
mendorong penerapan prinsip sirkular.
Penggunaan material dipantau secara sistematis
untuk mendukung efisiensi sumber daya, perencanaan
operasional, serta kebutuhan pelaporan keberlanjutan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 89
Page 92
Terbarukan / tidak
Segmen bisnis Jenis material Keterangan
terbarukan
Kendaraan listrik Baja, aluminium, plastik, Tak terbarukan Digunakan dalam manufaktur
roda dua baterai kendaraan dan komponennya
Minyak atsiri Bahan baku nabati, minyak Terbarukan Sumber bahan baku
pembawa berkelanjutan untuk produksi
minyak atsiri
Logistik, Kayu, logam, material Terbarukan dan tidak Digunakan untuk kebutuhan
pengemasan, dan kemasan terbarukan operasional, kemasan, dan
infrastruktur infrastruktur
Penggunaan material daur ulang (GRI Pengelolaan lingkungan pada
301-2) pemasok
Indika Energy berupaya memanfaatkan material daur
ulang apabila memungkinkan untuk mendukung Indika Energy mengintegrasikan pertimbangan
penerapan prinsip sirkular di seluruh operasional. lingkungan dalam proses pemilihan pemasok untuk
Contohnya mencakup penggunaan logam daur mendukung praktik pengadaan yang sejalan dengan
ulang dalam konstruksi dan plastik daur ulang dalam tujuan keberlanjutan. Selama periode pelaporan,
produksi kendaraan listrik. Upaya untuk meningkatkan pemasok baru dari entitas utama telah dinilai
penggunaan material daur ulang terus dikembangkan menggunakan kriteria lingkungan, termasuk kepatuhan
secara bertahap di seluruh lini bisnis, dengan tujuan terhadap peraturan yang berlaku, penerapan sistem
mendukung efisiensi operasional, mengurangi dampak manajemen lingkungan, serta keselarasan dengan
lingkungan, serta memperkuat komitmen Grup terhadap kebijakan keberlanjutan Grup, dengan rencana untuk
pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. memperluas penilaian ini ke seluruh entitas di masa
mendatang. Proses penyaringan ini bertujuan untuk
membantu mengelola risiko lingkungan, mendorong
Produk dan kemasan daur ulang (GRI 301- praktik pengadaan yang bertanggung jawab, serta
3) memperkuat kolaborasi dengan pemasok yang memiliki
Kami juga terus mengeksplorasi peluang untuk komitmen serupa terhadap pengelolaan lingkungan (GRI
melakukan daur ulang produk dan kemasan yang saat 308-1).
ini berfokus pada pengurangan limbah operasional,
termasuk pemulihan residu pertambangan, daur ulang Kami secara grup juga melakukan pemantauan terhadap
peralatan operasional, program pengembalian baterai rantai pasok untuk mengidentifikasi dan mengelola
kendaraan listrik, serta pengumpulan kembali wadah potensi dampak lingkungan yang mungkin timbul.
minyak atsiri. Meskipun program daur ulang dalam skala Selama periode pelaporan, pemasok yang teridentifikasi
besar masih dalam tahap pengembangan, upaya ini memiliki ketidaksesuaian atau kesenjangan kinerja
mencerminkan komitmen Indika Energy terhadap prinsip lingkungan ditindaklanjuti melalui rencana tindakan
ekonomi sirkular serta pengelolaan material yang lebih perbaikan, yang mencakup pelatihan, peningkatan
berkelanjutan di seluruh lini bisnis (GRI 301-3). proses, serta evaluasi lanjutan. Upaya ini dilakukan untuk
membantu mengurangi risiko lingkungan, meningkatkan
kinerja pemasok, serta memastikan kesesuaian dengan
standar lingkungan Indika Energy dalam seluruh aktivitas
pengadaan (GRI 308-2).
90 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
Kami memperkuat pengadaan berkelanjutan bersama entitas anak seperti Indika Nature yang mendukung pengembangan nursery, inovasi produk, serta kemitraan dengan masyarakat guna mendorong keberlanjutan jangka panjang dan perlindungan lingkungan. Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 91
Page 94
92 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
Keberlanjutan Sosial dan
Dampak bagi Masyarakat
Keberlanjutan jangka panjang Indika Energy tidak hanya didorong oleh
transformasi portofolio, tetapi juga oleh pengembangan sumber daya ma-
nusia yang mendukung proses tersebut. Kami terus memperkuat aspek
keberlanjutan sosial melalui peningkatan kapabilitas tenaga kerja, pener-
apan praktik ketenagakerjaan yang adil, fokus pada aspek kesehatan dan
keselamatan, serta keterlibatan yang konstruktif dengan masyarakat.
Pendekatan sosial
Pengembangan sumber daya manusia
Kinerja dan budaya keselamatan
Memberikan Energi untuk Indonesia: Mendukung kesejahteraan
masyarakat
Menghormati hak asasi manusia
Warisan masyarakat adat dan kemitraan lokal
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 93
Page 96
Pendekatan sosial
Keberlanjutan jangka panjang Indika Energy tidak 413-1). Fokus kami adalah membangun hubungan yang
hanya bergantung pada transformasi portofolio, tetapi konstruktif dan mengembangkan program yang relevan
juga pada bagaimana kami mendukung karyawan dengan kebutuhan masyarakat.
dan masyarakat sepanjang proses tersebut. Seiring
perkembangan bisnis, kami berkomitmen memastikan Pada tahun 2025, berbagai upaya terus dilakukan
transisi berlangsung secara bertanggung jawab, inklusif, untuk mendukung penguatan kapabilitas karyawan,
serta memperhatikan para pihak yang terlibat (GRI 3-3). peningkatan keselamatan kerja, serta keterlibatan
yang terbuka dengan para pemangku kepentingan.
Pendekatan sosial kami diarahkan pada kesiapan tenaga Kami memahami bahwa kemajuan yang berkelanjutan
kerja dalam menghadapi perubahan, dengan tetap memerlukan konsistensi, kolaborasi, dan proses
menjaga lingkungan kerja yang aman, adil, dan saling pembelajaran yang terus berkembang (GRI 3-3, 413-1).
menghormati. Kami terus mengembangkan kapabilitas
karyawan melalui berbagai inisiatif pembelajaran (GRI Kebijakan dan pengungkapan kami diselaraskan
404-1, 404-2), mendorong praktik ketenagakerjaan dengan kerangka kerja global dan nasional yang
yang adil (GRI 401-1), serta memperkuat sistem relevan, termasuk peraturan yang berlaku serta standar
kesehatan dan keselamatan kerja (GRI 403-1, 403-2, keberlanjutan yang diakui. Hal ini diharapkan dapat
403-9). Penghormatan terhadap hak asasi manusia di mendukung transparansi, memperkuat akuntabilitas,
seluruh operasi dan rantai nilai tetap menjadi perhatian serta mendorong peningkatan kinerja secara
utama, seiring dengan upaya mendorong inklusi dan berkelanjutan di seluruh Grup.
kesempatan yang setara (GRI 409-1, 406-1).
Melalui prioritas dan target sosial yang telah ditetapkan,
Di luar lingkup internal, kami juga berupaya berkontribusi kami berupaya mempersiapkan karyawan dalam
secara positif kepada masyarakat di sekitar wilayah menghadapi perubahan peran (GRI 404-2), mendorong
operasional. Melalui praktik bisnis yang bertanggung lingkungan kerja yang aman dan inklusif (GRI 403-9,
jawab, kemitraan, dan berbagai inisiatif sosial, kami 406-1), serta bekerja bersama masyarakat agar proses
berupaya mendukung pembangunan lokal, mendorong transisi dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan
partisipasi, serta menciptakan nilai jangka panjang (GRI berkelanjutan (GRI 413-1).
94 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
Kami juga berupaya membangun lingkungan kerja yang
Pengembangan sumber daya menghargai keberagaman dan mendukung kesetaraan
manusia kesempatan di seluruh operasional (GRI 405-1). Melalui
berbagai inisiatif Human Capital, kami mendorong
Di Grup Indika Energy, karyawan adalah salah satu terciptanya lingkungan kerja yang positif dan kondusif,
fondasi penting dalam mendukung kinerja dan sehingga karyawan dapat berkontribusi secara optimal
ketahanan jangka panjang (GRI 3-3). Seiring dengan dan mengembangkan potensi mereka. Sejalan dengan
upaya transisi menuju masa depan energi yang lebih nilai Integrity kami juga menyediakan mekanisme
rendah karbon, pengembangan sumber daya manusia pengaduan yang mudah diakses dan bersifat rahasia,
menjadi bagian yang semakin relevan dalam strategi guna mendukung penyampaian masukan, penanganan
keberlanjutan kami. Kami berupaya mengembangkan isu, serta pencegahan potensi pelanggaran di tempat
tenaga kerja yang terampil, terlibat, dan siap kerja (GRI 2-25).
menghadapi perubahan, sehingga dapat merespons
dinamika sektor energi sekaligus berkontribusi pada
Kebijakan ketenagakerjaan kami disusun dengan
pencapaian target netral emisi karbon (GRI 404-1, 404-
mengacu pada standar internasional yang diakui,
2).
termasuk International Labour Organization (ILO), serta
mencerminkan komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar
Seiring dengan perubahan lanskap energi, pengelolaan ketenagakerjaan seperti non-diskriminasi, kebebasan
sumber daya manusia yang efektif menjadi semakin berserikat, dan kondisi kerja yang layak (GRI 2-30,
penting dalam mendukung transisi yang adil dan inklusif 407-1, 408-1, 409-1). Kebijakan ini dikomunikasikan
(GRI 3-3). Melalui berbagai upaya pengembangan secara berkala melalui media internal dan situs resmi
karyawan, peningkatan kesejahteraan, dan penyediaan perusahaan untuk mendukung pemahaman dan
kesempatan yang setara (GRI 401-2, 405-1), kami penerapan yang konsisten di seluruh Grup (GRI 2-23).
berupaya agar transisi menuju masa depan energi
yang lebih berkelanjutan juga dapat memberikan
Informasi lebih lanjut terkait kebijakan ketenagakerjaan
manfaat sosial yang lebih luas (GRI 413-1). Kebijakan
kami dapat diakses melalui tautan berikut https://www.
ketenagakerjaan kami mencakup aspek kesejahteraan
indikaenergy.co.id/id/tatakelola/kebijakansumberdaya
karyawan, pengembangan profesional, keberagaman,
serta perlakuan yang setara, sejalan dengan arah
Melalui pendekatan yang menyeluruh dan berbasis nilai
keberlanjutan jangka panjang Perusahaan (GRI 2-23).
ini, Indika Energy berupaya memastikan bahwa praktik
Pendekatan ini didukung oleh nilai-nilai perusahaan—
ketenagakerjaan tidak hanya selaras dengan standar
Unity in Diversity, Integrity, Teamwork, Agility,
nasional dan internasional, tetapi juga mendukung
Achievement, dan Social Responsibility (UnITAAS)—
penguatan budaya organisasi—yang pada akhirnya
yang membentuk arah kepemimpinan, kolaborasi, dan
diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan
pengambilan keputusan di seluruh Grup.
organisasi, kesejahteraan karyawan, serta pertumbuhan
berkelanjutan dalam jangka panjang.
Nilai-nilai tersebut juga dimplementasikan dalam
interaksi antar karyawan, serta menjadi dasar dalam
praktik ketenagakerjaan. Dengan mengintegrasikan Program pelatihan, peningkatan
UnITAAS ke dalam kerangka pengembangan sumber ketrampilan untuk mendukung kesiapan
daya manusia kami berupaya memastikan bahwa proses karyawan menghadapi peran kerja
rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan talenta,
Indika Energy terus mendorong pembelajaran
dan keterlibatan karyawan berjalan dengan prinsip yang
berkelanjutan untuk membantu karyawan beradaptasi
konsisten, yang mendukung rasa saling menghargai,
seiring dengan perkembangan bisnis dan kebutuhan
akuntabilitas, dan pembelajaran berkelanjutan (GRI 404-
kapabilitas yang terus berubah. Kami berupaya
2).
memperkuat kesiapan tenaga kerja melalui program
pelatihan, reskilling, dan upskilling yang dirancang untuk
mendukung karyawan dalam menghadapi perubahan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 95
Page 98
Dari Nilai ke Perilaku:
Mengintegrasikan UnITAAS di Seluruh Indika
Energy
Di Grup Indika Energy, nilai-nilai perusahaan menjadi dalam memantau dan mengarahkan aktivitas yang
panduan dalam cara kami bekerja dan berinteraksi selaras dengan UnITAAS. Peran ini diharapkan dapat
setiap hari. Unity in Diversity, Integrity, Teamwork, membantu menerjemahkan nilai ke dalam tindakan
Agility, Achievement, dan Social Responsibility nyata, termasuk melalui fasilitasi diskusi, integrasi
(UnITAAS) menjadi landasan bersama bagi seluruh nilai dalam tujuan tim, serta penguatan perilaku yang
karyawan. Kami menyadari bahwa mendefinisikan diharapkan dalam pengambilan keputusan sehari-
nilai merupakan langkah awal yang penting, namun hari. Setelah pelaksanaan program, kami melakukan
penerapannya dalam praktik sehari-hari memerlukan penilaian ulang untuk melihat perkembangan yang
proses yang berkelanjutan. Untuk itu, kami berupaya terjadi serta mengidentifikasi area yang masih dapat
memperjelas perilaku kunci yang mencerminkan ditingkatkan.
makna dari setiap nilai, sehingga dapat lebih mudah
dipahami dan diterapkan dalam aktivitas kerja.
Hal ini menjadi bagian dari perjalanan kami dalam
menghidupkan nilai secara lebih konsisten di seluruh Nilai akan memberikan dampak
organisasi. ketika diterapkan secara
Pada tahun 2025, kami mulai menerapkan pendekatan konsisten, melalui keputusan,
yang lebih terstruktur dengan melakukan penilaian kolaborasi, dan tindakan yang
terhadap posisi organisasi serta persepsi karyawan
di seluruh Grup. Melalui survei, sesi diskusi, dan mencerminkan jati diri serta
refleksi internal, kami mengevaluasi sejauh mana prinsip.
UnITAAS dipahami dan dijalankan, baik di tingkat
korporat maupun direktorat. Hasil penilaian ini
membantu mengidentifikasi aspek nilai yang masih Ke depan, kami tengah mempersiapkan rangkaian
perlu diperkuat di masing-masing divisi. Berdasarkan program lanjutan untuk semakin memperkuat
hasil penilaian, kami kemudian mengembangkan penerapan perilaku berbasis UnITAAS di seluruh
program yang ditujukan pada dua tingkat yaitu organisasi. Kami memahami bahwa pembentukan
inisiatif korporat untuk seluruh karyawan dan program budaya merupakan proses yang berkelanjutan dan
spesifik direktorat yang disesuaikan dengan konteks memerlukan konsistensi, keteladanan dari pimpinan,
operasional. serta partisipasi seluruh karyawan. Melalui keterlibatan
yang berkelanjutan dan implementasi yang terukur,
Partisipasi aktif dari seluruh karyawan terus Grup Indika Energy berupaya agar UnITAAS tidak
didorong sebagai bagian dari upaya bersama dalam hanya menjadi kerangka nilai, tetapi juga menjadi
mengimplementasikan nilai. Untuk mendukung landasan perilaku yang mendukung transformasi dan
keberlanjutan implementasi, kami juga menunjuk perjalanan keberlanjutan jangka panjang.
values champions di setiap divisi yang berperan
96 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
Melalui pengembangan teknis, program kepemimpinan, Kesempatan pembelajaran eksternal
serta peluang pembelajaran lintas fungsi, kami
mendukung penguatan kapabilitas karyawan di berbagai Karyawan diarahkan untuk mengikuti berbagai
sektor baru dan model operasional yang berkembang. kesempatan pembelajaran eksternal, seperti konferensi
Upaya ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran industri, webinar yang dipandu oleh para ahli, serta
berkelanjutan dan pengembangan karier, sekaligus pelatihan yang relevan dengan keberlanjutan dan
berkontribusi pada proses transisi yang lebih adil dan transformasi bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat
inklusif (GRI 404-1, 404-2, 3-3). membantu memperluas wawasan terhadap praktik dan
perspektif yang terus berkembang (GRI 404-1, 404-2).
Pelatihan wajib
Learning Management System (LMS)
Program pelatihan wajib di Grup Indika Energy
mencakup berbagai aspek penting, termasuk Kode Learning Management System (LMS) Grup Indika
Etik dan Perilaku, kebijakan anti-penyuapan dan anti- Energy mendukung pembelajaran berkelanjutan melalui
korupsi, serta praktik kesehatan, keselamatan, dan program pelatihan daring dan luring. Materi pelatihan
lingkungan (HSE). Program ini mendukung terbentuknya mencakup berbagai kompetensi, seperti kepemimpinan,
pemahaman dasar yang selaras sekaligus memperkuat manajemen proyek, literasi keuangan, keamanan
penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab di siber, pemahaman strategis dan bisnis, komunikasi,
seluruh Grup (GRI 2-17, 205-2, 403-5). pengembangan diri, ketahanan, serta keterampilan
teknis. Program ini diharapkan dapat mendukung
pengembangan karier karyawan sekaligus meningkatkan
Pada tahun 2025, kami terus mengembangkan
efektivitas organisasi (GRI 404-1, 404-2).
pendekatan yang lebih efisien dalam pengembangan
tenaga kerja melalui pelatihan internal dan sesi
berbagi pengetahuan. Pendekatan ini berkontribusi Inisiatif pengembangan karier dan
pada perluasan jangkauan dan dampak pelatihan, rencana suksesi
yang tercermin dari peningkatan jumlah peserta dan
total jam pelatihan, yang pada tahun ini mencapai Pengembangan karier dan perencanaan suksesi
lebih dari 116.000 jam. Sejalan dengan itu, Indika diterapkan sebagai bagian dari upaya membangun
Energy mengembangkan model pengembangan yang kapabilitas internal, menjaga kesinambungan
menyeimbangkan peningkatan kapabilitas sekaligus organisasi, serta mempersiapkan karyawan untuk peran
mendukung partisipasi karyawan yang lebih luas (GRI kepemimpinan dan spesialis di masa depan di seluruh
404-1, 404-2). Grup (GRI 3-3, 404-2).
Program pelatihan eksekutif Program pensiun (201-3)
Serangkaian pelatihan khusus bagi eksekutif Indika Energy berupaya mendukung kesejahteraan
diselenggarakan untuk pimpinan Grup dan direktur karyawan sepanjang masa kerja hingga masa pensiun.
entitas anak yang baru ditunjuk, yang mencakup topik Usia pensiun normal di lingkungan Grup umumnya
seperti aksi korporasi, hukum dan praktik perdagangan, berada pada kisaran 55 hingga 56 tahun, sesuai dengan
tata kelola, pengembangan peluang bisnis, serta strategi peraturan yang berlaku dan kebijakan perusahaan.
investasi. Selain itu, diselenggarakan juga workshop
bagi eksekutif Grup sebagai penyegaran, yang bertujuan Sebagai bagian dari komitmen tersebut, perusahaan
untuk memperdalam pemahaman mengenai peran menyediakan program pensiun bagi karyawan yang
dan fungsi komite di bawah Dewan Komisaris, prinsip memenuhi syarat. Program ini dijalankan sesuai dengan
tata kelola perusahaan yang baik, dasar-dasar hukum ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, dengan kontribusi
bagi Komisaris, serta manajemen risiko korporasi. yang dibagi antara karyawan dan perusahaan sesuai
Program ini diharapkan dapat mendukung penguatan regulasi yang berlaku. Melalui skema ini, kami berupaya
kapasitas kepemimpinan serta membantu proses mendukung keamanan finansial jangka panjang
pengambilan keputusan yang lebih tepat seiring dengan karyawan serta memberikan dasar yang lebih stabil
perkembangan portofolio bisnis. dalam memasuki masa purna kerja (GRI 201-3).
Selain manfaat finansial, Indika Energy juga
memfasilitasi program pelatihan pra-pensiun bagi
karyawan yang mendekati masa pensiun. Program ini
dirancang untuk membantu meningkatkan pemahaman
terkait perencanaan keuangan, kesiapan pribadi, serta
perencanaan transisi pasca-kerja, sehingga karyawan
dapat mempersiapkan tahap berikutnya dalam
kehidupan mereka dengan lebih baik.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 97
Page 100
Program Pengembangan Kepemimpinan Indika Energy:
Membina Generasi Pemimpin Menuju Transisi yang
Adil dan Inklusif
Di Grup Indika Energy, keberlanjutan tidak hanya berkaitan Business Performance Improvement (BPI): Pembelajaran
dengan transformasi portofolio, tetapi juga dengan melalui praktik
bagaimana kami mendukung karyawan untuk berkembang
seiring perubahan tersebut. Dalam perjalanan transisi energi, Sebagai bagian penting dari program, inisiatif Business
kami memahami bahwa keberhasilan jangka panjang juga Performance Improvement (BPI) menjadi salah satu
dipengaruhi oleh kepemimpinan yang mampu mengelola komponen utama dalam proses pembelajaran. Peserta dibagi
perubahan secara bertanggung jawab, inklusif, dan ke dalam kelompok lintas fungsi dan diberikan topik proyek
berempati. Program Future Leaders Development Program strategis yang mencakup berbagai entitas anak.
(FLDP) merupakan salah satu inisiatif yang mendukung
penguatan kapasitas kepemimpinan dalam konteks tersebut.
Transisi yang adil tidak hanya
tentang perubahan energi, tetapi
Transisi kami akan semakin juga tentang kesiapan karyawan
kuat ketika karyawan dapat kami dalam menghadapi
berkembang bersamanya, perubahan tersebut.
didukung oleh pemimpin yang
inklusif dan adaptif. Setiap kelompok didampingi oleh mentor internal untuk
mendukung proses pembelajaran secara praktis. Proses ini
Inisiatif program ini diawali melalui Future Leaders Gathering meliputi identifikasi dan analisis permasalahan, penyusunan
pada tahun 2024, yang menjadi langkah awal dalam rekomendasi strategis, serta presentasi kepada manajemen.
mengidentifikasi talenta potensial di seluruh Grup Indika Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta
Energy. Kegiatan ini kemudian berkembang menjadi program mengembangkan kemampuan kolaborasi, pemecahan
pengembangan selama satu tahun yang dirancang untuk masalah, serta pemahaman terhadap konteks bisnis yang
mempersiapkan talenta berpotensi tinggi dalam menghadapi lebih luas.
tanggung jawab yang lebih luas.
Mempersiapkan kepemimpinan strategis
Melalui proses seleksi yang melibatkan para CEO di
FLDP merupakan bagian dari upaya Grup Indika Energy dalam
berbagai lini bisnis—dengan memperhatikan representasi
mendukung kesiapan organisasi menghadapi perubahan.
yang beragam dan kesempatan yang setara—sebanyak 64
Dengan membekali talenta untuk berkontribusi lintas fungsi
talenta terpilih untuk mengikuti program FLDP 2025. Pada 16
dan konteks operasional, program ini diharapkan dapat
Desember 2025, para peserta telah menyelesaikan rangkaian
mendukung penguatan kapabilitas internal, mobilitas tenaga
program pengembangan tersebut di INDY Bintaro Office Park.
kerja, serta ketahanan organisasi.
Program tahun 2025 mengombinasikan pembelajaran di
Ke depan, Grup tengah mempersiapkan pengembangan
kelas, penerapan strategis, serta pengalaman praktis. Materi
lanjutan bagi peserta tahun berikutnya, termasuk modul
yang disampaikan mencakup pemahaman bisnis, inovasi,
pasca-FLDP yang bertujuan untuk memperdalam kapabilitas
pengelolaan sumber daya manusia, kunjungan perusahaan,
strategis dan memperkuat pipeline talenta untuk peran-
serta benchmarking industri. Setiap modul dilengkapi dengan
peran penting di masa mendatang. FLDP diharapkan dapat
tugas individu untuk mendukung penerapan materi yang
mendukung kesiapan pemimpin dalam mengelola inisiatif
dipelajari. Peserta juga melakukan presentasi analisis kasus
strategis, berkontribusi pada transformasi lintas entitas,
guna mengembangkan kemampuan berpikir strategis dan
serta mendukung agenda keberlanjutan jangka panjang Grup
komunikasi. Salah satu kegiatan dalam program ini adalah
Indika Energy.
kunjungan benchmarking ke PT Paragon Technology and
Innovation, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk Dengan selesainya FLDP 2025, Grup Indika Energy terus
berdiskusi dan memperoleh wawasan mengenai manajemen berupaya memperkuat pengembangan kepemimpinan
inovasi dan budaya organisasi. sebagai bagian dari perjalanan keberlanjutan, dengan
harapan dapat mendukung ketahanan organisasi serta
proses transisi yang lebih inklusif bagi karyawan dan
pemangku kepentingan.
98 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
Forum Keberlanjutan:
Mendorong Praktik ESG
Melalui Pembelajaran
Bersama
Untuk memperkuat pemahaman bersama dan
konsistensi dalam implementasi prioritas ESG,
Indika Energy secara berkala menyelenggarakan
sustainability workshop yang diikuti oleh tim
keberlanjutan Grup Indika Energy dari berbagai
wilayah di Indonesia. Forum ini menghadirkan
perwakilan dari berbagai unit bisnis dan lokasi
operasional sebagai ruang kolaboratif untuk
menyelaraskan perspektif, berbagi pengalaman
praktis, serta memperdalam pemahaman teknis
terkait komitmen keberlanjutan Grup (GRI 2-24, 3-3).
Ketika kita saling belajar,
keberlanjutan bergerak dari
kebijakan menuju praktik—
mendukung dampak yang lebih
konsisten di setiap lokasi.
Workshop dirancang sebagai forum diskusi terbuka,
di mana peserta dapat saling berbagi pengalaman
implementasi di lapangan—mulai dari praktik yang
berjalan baik, tantangan yang dihadapi, hingga peluang
perbaikan. Topik yang dibahas mencakup pembaruan
regulasi, praktik pelaporan, strategi keterlibatan
masyarakat, serta pendekatan pengelolaan risiko.
Melalui pertukaran pengalaman antar tim, kapasitas
internal dapat terus diperkuat (GRI 404-2) sekaligus
mendorong konsistensi dalam penerapan prinsip
keberlanjutan di berbagai konteks operasional.
Selain itu, forum ini juga membantu memperkuat
pemahaman mengenai kontribusi masing-masing
fungsi keberlanjutan terhadap target Grup, sehingga
komitmen yang telah ditetapkan tidak hanya tercermin
dalam kebijakan, tetapi juga dalam praktik sehari-
hari (GRI 2-23). Dengan menghubungkan tim lintas
wilayah, workshop ini turut mendorong kolaborasi,
akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan.
Seiring waktu, forum ini berkembang menjadi lebih
dari sekadar kegiatan koordinasi, melainkan menjadi
ruang pembelajaran bersama. Melalui dialog dan
pemecahan masalah secara kolektif, tim keberlanjutan
terus membangun pendekatan yang lebih selaras dan
berkelanjutan dalam mendukung pencapaian dampak
jangka panjang di berbagai wilayah operasional.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 99
Page 102
Membangun Kapabilitas seperti kemampuan beradaptasi, kolaborasi, dan pemikiran
strategis, yang relevan dalam menghadapi dinamika sektor
untuk Masa Depan: energi (GRI 404-1, 404-2). Pendekatan ini mencerminkan
Ekosistem Pembelajaran
upaya untuk memastikan bahwa pengembangan kapabilitas
berjalan seiring dengan transformasi bisnis.
Terintegrasi
Pembelajaran bukanlah suatu
Komitmen Kideco terhadap keunggulan operasional dan kegiatan sesaat, melainkan
keberlanjutan jangka panjang didukung oleh pengembangan proses berkelanjutan yang
tenaga kerja yang berkelanjutan. Melalui TERBAIK Centre
(Training and Education for Better Achievement in Kideco),
membantu karyawan berkembang
perusahaan mengembangkan platform pembelajaran yang seiring dengan perkembangan
terstruktur untuk memperkuat kompetensi karyawan serta bisnis.
mendukung kebutuhan bisnis yang terus berkembang (GRI
404-1, 404-2).
Kideco juga menghadirkan Kideco Academy sebagai
Awalnya dirancang untuk meningkatkan kapabilitas teknis ruang pembelajaran dan pertukaran pengetahuan
operator dan mekanik, TERBAIK Centre menyediakan yang berkelanjutan. Dilengkapi dengan fasilitas seperti
pengalaman pembelajaran yang bersifat praktis melalui perpustakaan, komputer, dan ruang presentasi, Academy
penggunaan simulator, replika peralatan, area praktik, serta ini mendorong sesi berbagi internal serta dialog lintas
fasilitas kelas. Program pelatihan ini tidak hanya mendukung fungsi. Dengan melibatkan peserta pelatihan sebelumnya
peningkatan efisiensi dan produktivitas operasional, tetapi sebagai fasilitator, Kideco berupaya membangun budaya
juga membantu memperkuat standar keselamatan serta pembelajaran yang bersifat kolaboratif, aplikatif, dan
kesadaran terhadap risiko di lingkungan kerja (GRI 403-1, terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari (GRI 404-2).
403-9). Pelatihan difasilitasi oleh instruktur internal yang
berpengalaman serta didukung oleh tenaga ahli eksternal, Secara keseluruhan, TERBAIK Centre dan Kideco Academy
sehingga karyawan dapat terus mengembangkan kompetensi membentuk ekosistem pembelajaran yang saling melengkapi
sesuai dengan praktik terbaik industri. dalam mendukung penguatan kompetensi teknis, kapasitas
kepemimpinan, serta ketahanan organisasi. Inisiatif ini
Seiring dengan kebutuhan yang terus berkembang, mencerminkan upaya Kideco dalam berinvestasi pada
Kideco memperluas peran TERBAIK Centre menjadi pengembangan karyawan, sehingga mereka dapat terus
pusat pembelajaran yang lebih komprehensif. Selain beradaptasi, berkembang, dan berkontribusi dalam
pelatihan teknis, pusat ini juga mendukung pengembangan perjalanan keberlanjutan jangka panjang perusahaan (GRI
kepemimpinan dan peningkatan keterampilan non-teknis, 3-3, 404-1).
100 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
INDY Club: Ruang untuk Memperkuat Keterlibatan
Karyawan, Tumbuh dan Berkembang
Di Indika Energy, kami memahami bahwa Untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh,
ketahanan bisnis jangka panjang tidak terlepas dari Indika Energy menyelenggarakan sesi Health Talk
kesejahteraan, keterlibatan dan pemberdayaan secara berkala yang menghadirkan tenaga profesional
karyawan. Oleh karena itu, kami terus berupaya di bidang kesehatan dan kebugaran. Topik yang
membangun lingkungan kerja yang positif dan dibahas meliputi pengelolaan stres, nutrisi, kesehatan
inklusif, yang mendukung perkembangan pribadi dan mental, pencegahan penyakit, hingga ergonomi, yang
profesional, serta mendorong transparansi, kesehatan, diharapkan dapat membantu karyawan menjaga
dan komunikasi terbuka di seluruh organisasi (GRI kesejahteraan fisik dan psikologis (GRI 403-3, 403-6).
3-3).
Kami juga mendorong komunikasi terbuka melalui
INDY Club menjadi salah satu wadah bagi karyawan forum Breakfast and Dialogue, yaitu diskusi informal
untuk terhubung di luar aktivitas pekerjaan sehari- yang mempertemukan karyawan dengan Direksi dan
hari. Melalui berbagai kegiatan seperti olahraga, tim Human Capital. Forum ini memberikan ruang
program kesehatan, workshop kreatif, serta kegiatan untuk bertanya, berbagi masukan, serta membangun
keagamaan, INDY Club mendorong kebersamaan, komunikasi yang konstruktif, sehingga dapat
saling menghargai, dan rasa memiliki di lingkungan memperkuat kepercayaan dan transparansi dalam
kerja. Inisiatif ini turut mendukung terciptanya organisasi (GRI 2-29, 402-1).
budaya kerja yang lebih suportif dan meningkatkan
keterlibatan karyawan (GRI 401-2, 403-6). Selain itu, karyawan memiliki akses terhadap
pemeriksaan kesehatan secara berkala serta
dukungan medis dan psikologis melalui tenaga
profesional internal maupun mitra layanan kesehatan,
Karyawan yang merasa dihargai termasuk konsultasi kesehatan mental. Melalui
dan didengar tidak hanya penyediaan dukungan yang komprehensif ini, Indika
Energy berupaya memastikan bahwa karyawan
memperkuat budaya kerja, tetapi merasa sehat, didengar, dan dihargai sebagai bagian
juga mendukung terciptanya penting dari kinerja berkelanjutan (GRI 401-2, 403-6).
masa depan yang lebih tangguh. Melalui INDY Club dan berbagai inisiatif terkait, kami
terus mendorong terciptanya lingkungan kerja di mana
karyawan merasa terhubung, didukung, dan memiliki
ruang untuk berkembang—baik secara individu
maupun bersama.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 101
Page 104
DEI (keberagaman, kesetaraan, dan Tidak ada toleransi terhadap pelecehan
inklusi) Indika Energy menerapkan pendekatan tanpa
toleransi terhadap segala bentuk pelecehan di seluruh
operasional, dengan tujuan mendukung lingkungan
Mendorong representasi dan inklusi kerja yang aman, saling menghormati, dan inklusif bagi
Indika Energy berupaya meningkatkan representasi karyawan, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan
di semua tingkatan organisasi, termasuk di sektor- lainnya (GRI 3-3, 406-1). Komitmen ini berlaku bagi
sektor yang secara tradisional didominasi laki-laki, seluruh individu tanpa memandang peran, lokasi,
dengan mendorong partisipasi perempuan dalam peran maupun status kepegawaian.
kepemimpinan dan teknis (GRI 3-3, 405-1). Pendekatan
ini dilakukan antara lain melalui pengembangan Harapan terkait perilaku yang saling menghormati
lini bisnis yang membuka peluang kerja yang lebih dituangkan dalam Kode Etik Grup (GRI 2-23) dan
inklusif, serta memastikan akses yang setara terhadap didukung melalui program sosialisasi serta pelatihan
pengembangan karier berdasarkan kompetensi dan secara berkala, yang membantu karyawan memahami
kapabilitas (GRI 405-2, 406-1). berbagai bentuk pelecehan serta mekanisme pelaporan
yang tersedia (GRI 404-1, 406-1).
Kami juga mendorong perekrutan tenaga kerja lokal
sebagai bagian dari upaya mendukung inklusi ekonomi Mekanisme pelaporan dan penanganan dirancang
dan pengembangan keterampilan di masyarakat sekitar agar mudah diakses dan menjaga kerahasiaan, serta
wilayah operasional (GRI 413-1). Pada tahun 2025, dilengkapi dengan perlindungan terhadap potensi
tenaga kerja lokal mencakup 44,77% dari total karyawan, tindakan balasan (GRI 2-26). Melalui penerapan
yang mencerminkan upaya kami dalam mendorong kebijakan secara konsisten, peningkatan kesadaran,
penciptaan nilai bersama serta meningkatkan partisipasi serta pemantauan kasus yang dilaporkan (GRI 406-
masyarakat dalam pertumbuhan perusahaan (GRI 202- 1), Indika Energy berupaya membangun budaya kerja
2). yang mendukung karyawan untuk menyampaikan
kekhawatiran secara aman serta menjalankan peran
mereka dengan percaya diri dan bermartabat.
Kesempatan yang setara
Indika Energy menerapkan praktik rekrutmen,
pengembangan, dan promosi berbasis merit untuk Kompensasi dan tunjangan yang adil
mendukung akses yang adil terhadap berbagai peluang, Indika Energy menerapkan praktik kompensasi yang adil
tanpa membedakan gender, latar belakang, maupun dan setara untuk mendukung kesejahteraan karyawan,
karakteristik pribadi (GRI 3-3, 405-1, 406-1). Pendekatan keamanan finansial, serta retensi jangka panjang (GRI
ini diharapkan dapat mendukung keberagaman tenaga 3-3). Grup memastikan bahwa tingkat kompensasi
kerja, memperkaya perspektif, serta berkontribusi pada terendah berada di atas ketentuan upah minimum yang
pengambilan keputusan dan kinerja organisasi dalam berlaku, sehingga dapat mendukung standar hidup yang
jangka panjang (GRI 405-1). layak di seluruh operasional (GRI 202-1).
Hingga akhir tahun 2025, keterwakilan perempuan Kompensasi dan tunjangan ditentukan berdasarkan
mencakup 20,30% dari total tenaga kerja Grup kebutuhan peran, kinerja, dan merit, serta diterapkan
dan 16,08% dari posisi manajemen senior, yang secara konsisten tanpa diskriminasi berdasarkan gender,
menunjukkan perkembangan menuju representasi usia, etnis, maupun karakteristik pribadi lainnya (GRI
yang lebih seimbang (GRI 405-1). Melalui kebijakan 405-2, 406-1).
yang inklusif, program pengembangan kepemimpinan,
serta praktik kerja yang setara (GRI 405-2), Indika Selain gaji pokok, karyawan juga memperoleh
Energy terus berupaya memperkuat keberagaman paket manfaat yang dirancang untuk mendukung
gender dan mendukung terciptanya lingkungan kerja kesejahteraan dan keamanan finansial (GRI 401-2).
yang memungkinkan partisipasi dan pengembangan Bergantung pada status kepegawaian, manfaat ini
perempuan di seluruh Grup (GRI 406-1). dapat mencakup jaminan sosial melalui BPJS kesehatan
dan ketenagakerjaan, asuransi kesehatan, asuransi
jiwa, tunjangan makan dan transportasi, tunjangan
102 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
komunikasi, cuti tahunan berbayar, tunjangan hari raya Berbagai inisiatif terus dikembangkan, termasuk
(THR), cuti melahirkan, cuti ibadah, serta cuti panjang peningkatan aksesibilitas lingkungan kerja, pemanfaatan
bagi karyawan yang telah mencapai masa kerja tertentu. teknologi bantu, serta penyelenggaraan program
pelatihan yang relevan (GRI 404-2), disertai dengan
Hak atas manfaat disesuaikan dengan kategori peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan
kepegawaian. Karyawan tetap menerima paket terkait inklusi disabilitas (GRI 404-1). Dengan
manfaat secara lengkap, sementara karyawan kontrak mengintegrasikan inklusi disabilitas ke dalam nilai
memperoleh manfaat serupa dengan pengecualian dan prioritas keberlanjutan, Indika Energy berupaya
tertentu, seperti asuransi jiwa. Karyawan paruh waktu memperkuat komitmen terhadap kesetaraan sosial,
menerima kompensasi dan jaminan sosial sesuai keberagaman, dan kesempatan yang setara (GRI 405-1,
dengan ketentuan yang berlaku. Untuk tenaga alih 406-1), sehingga seluruh karyawan dapat berpartisipasi
daya, kompensasi diberikan sesuai dengan peraturan secara penuh dalam mendukung kinerja organisasi.
ketenagakerjaan, sementara manfaat lainnya dikelola
oleh penyedia jasa terkait berdasarkan perjanjian kerja.
Perekrutan tenaga kerja lokal dan
pengembangan masyarakat
Melalui kerangka manfaat yang terstruktur ini, kami
berupaya memastikan perlakuan yang adil dan konsisten Indika Energy mendorong perekrutan tenaga kerja lokal
bagi seluruh karyawan, sekaligus memenuhi ketentuan sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi
yang berlaku dan mendukung kesejahteraan tenaga ekonomi dan menciptakan nilai bersama di wilayah
kerja. operasional. Melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta
keterlibatan pemasok lokal apabila memungkinkan,
kami berupaya mendukung peningkatan pendapatan
Inklusi disabilitas di tempat kerja masyarakat, pengembangan keterampilan, serta
Indika Energy berkomitmen untuk menciptakan aktivitas ekonomi di tingkat regional. Pada tahun
lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan dengan 2025, tenaga kerja lokal mencakup 44,77% dari total
berbagai kemampuan dapat berkontribusi secara karyawan Grup, yang mencerminkan perhatian kami
optimal dan mengembangkan potensi mereka (GRI 3-3). terhadap pengembangan kapasitas lokal seiring dengan
Grup mendukung inklusi penyandang disabilitas dengan kebutuhan operasional.
mendorong akses yang setara terhadap peluang kerja
dan pengembangan karier (GRI 401-1, 404-2), serta Inisiatif pengembangan masyarakat difokuskan pada
menyediakan penyesuaian yang diperlukan di tempat bidang pendidikan, penghidupan berkelanjutan, serta
kerja untuk mendukung lingkungan kerja yang aman dan program pemberdayaan yang disesuaikan dengan
kondusif (GRI 403-3). kebutuhan lokal. Program-program ini dirancang
melalui keterlibatan dengan masyarakat dan pemangku
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kepentingan setempat, dengan pendekatan yang
regulasi, tetapi juga mencerminkan upaya untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka
membangun budaya kerja yang dilandasi oleh rasa panjang. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan
saling menghormati, non-diskriminasi, dan inklusi keterampilan, dukungan bagi usaha kecil, serta
(GRI 406-1). Di Kideco, misalnya, karyawan dengan pengembangan aktivitas ekonomi berbasis komunitas
disabilitas berperan aktif dalam kegiatan operasional yang relevan dengan konteks lokal.
sehari-hari, menunjukkan bagaimana praktik inklusif
dapat mendukung kolaborasi tim sekaligus memperkuat Selain itu, kami juga mendukung keterlibatan generasi
kinerja organisasi (GRI 405-1). muda melalui berbagai inisiatif pendidikan dan pelatihan
yang bertujuan mempersiapkan mereka untuk dunia
kerja, kewirausahaan, serta peluang di sektor-sektor
yang terus berkembang. Upaya ini mencerminkan
pendekatan jangka panjang dalam pengembangan
masyarakat, yang mengaitkan pertumbuhan sumber
daya manusia dengan ketahanan ekonomi lokal.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 103
Page 106
Demografi karyawan kami tahun 2025
Hingga 31 Desember 2025, Grup Indika Energy mempekerjakan 4.306 karyawan di seluruh operasionalnya,
dengan dukungan 2.668 tenaga alih daya untuk menjaga fleksibilitas operasional. Komposisi tenaga kerja kami
mencerminkan keberagaman dari sisi gender, kelompok usia, kewarganegaraan, dan latar belakang pendidikan, yang
turut memperkuat kapabilitas organisasi serta memperkaya perspektif di seluruh Grup (GRI 405-1).
Sepanjang tahun, kami terus berupaya mengelola dinamika ketenagakerjaan secara bertanggung jawab melalui
berbagai inisiatif, termasuk pengembangan karier, mobilitas internal, serta penyesuaian organisasi yang terstruktur.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan jangka panjang, pengembangan
profesional, serta stabilitas finansial karyawan, sekaligus memperkuat upaya membangun organisasi yang tangguh,
berkelanjutan, dan berpusat pada manusia.
Gambar 42. Demografi karyawan grup Indika Energy
Jumlah karyawan
Jenis kelamin (GRI 405-1)
2023 2024 2025
Laki-laki 2.908 3.085 3.432
Perempuan 671 780 874
Jumlah karyawan
Kelompok usia (GRI 405-1)
2023 2024 2025
<30 tahun 1.083 1.184 1.237
30-50 tahun 2.084 2.256 2.565
>50 tahun 412 425 504
Jumlah karyawan
Latar belakang pendidikan (GRI 405-1)
2023 2024 2025
Gelar doktor 4 9 11
Gelar magister 257 287 320
Gelar sarjana 2012 2.271 2.469
Gelar diploma 314 375 400
Sekolah dasar hingga sekolah menengah atas 992 923 1.106
Jumlah karyawan
Kewarganegaraan (GRI 405-1)
2023 2024 2025
Indonesia 3.555 3.846 4.286
Bulgaria 1 1 1
Filipina 1 1 1
India 5 4 4
Korea Selatan 5 3 3
Trinidad dan Tobago 1 1 0
Amerika 2 2 1
Australia 3 3 1
104 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
Jumlah karyawan
Kewarganegaraan (GRI 405-1)
2023 2024 2025
Singapura 4 4 4
Selandia Baru 1 0 0
Kanada 1 0 1
Jepang 0 0 2
Belanda 0 0 1
Cina 0 0 1
Gambar 43. Representasi perempuan di Grup Indika Energy pada tahun 2025 (GRI 405)
Keterangan Jumlah karyawan %
Keseluruhan karyawan
Laki-laki 3.432 79,70%
Perempuan 874 20,30%
Manajemen senior
Laki-laki 172 83,50%
Perempuan 32 16,08%
Gambar 44. Karyawan Grup Indika Energy menurut jenis pekerjaan pada tahun 2025 (GRI 2-7)
Keterangan Permanen Pekerja sementara/kontrak
Laki-laki 1.947 1.485
Perempuan 592 282
Catatan: Mengingat fleksibilitas penugasan di berbagai lokasi proyek, karyawan tidak diklasifikasikan berdasarkan wilayah kerja.
Gambar 45. Pekerja yang tidak dipekerjakan langsung oleh Grup Indika Energy (GRI 2-8)
Pekerja yang bukan karyawan (GRI 2-8) 2024 2025
Staf yang dipekerjakan dari luar 1.847 2.668
Catatan: Data mengenai pekerja non-karyawan dikumpulkan menggunakan metodologi yang selaras dengan penghitungan jumlah
karyawan, dengan tanggal batas pelaporan 31 Desember 2025.
Gambar 46. Keragaman dalam tata kelola perusahaan dan karyawan (GRI 405-1)
2025
Keterangan
Jumlah karyawan %
Berdasarkan jenis kelamin
Laki-laki 3.432 79,70%
Perempuan 874 20,30%
Berdasarkan kelompok usia
<30 tahun 1.237 28,73%
30-50 tahun 2.565 59,57%
>50 tahun 504 11,70%
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 105
Page 108
Gambar 47. Jumlah karyawan baru (GRI 401-1)
Jumlah karyawan baru (GRI 401-1) 2025
Berdasarkan jenis kelamin
Laki-laki 640
Perempuan 167
Berdasarkan kelompok usia
<30 tahun 319
30-50 tahun 372
>50 tahun 116
Catatan: Mengingat fleksibilitas penugasan di berbagai lokasi proyek, karyawan tidak diklasifikasikan berdasarkan wilayah kerja.
Gambar 48. Jumlah pergantian karyawan (GRI 401-1)
Keterangan 2025
Berdasarkan jenis kelamin
Laki-laki 929
Perempuan 311
Berdasarkan kelompok usia
<30 tahun 483
30-50 tahun 634
>50 tahun 123
Catatan: Mengingat fleksibilitas penugasan di berbagai lokasi proyek, karyawan tidak diklasifikasikan berdasarkan wilayah kerja.
Gambar 49. Jenis pergantian karyawan (GRI 401-1)
Keterangan 2023 2024 2025
Sukarela 1,71% 0,83% 2,32%
Tidak sukarela 2,75% 3,62% 12,49%
Jumlah 4,46% 4,45% 14,82%
Gambar 50. Hak cuti orang tua, pemanfaatan, dan tingkat kembali bekerja menurut jenis kelamin
(GRI 401-3)
Keterangan Laki-laki Perempuan
Jumlah karyawan yang memiliki hak atas cuti orang tua 2.157 320
Jumlah karyawan yang mengambil cuti orang tua 144 31
Tingkat kembali bekerja 97,92% 74,19%
106 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
Gambar 51. Parameter pelatihan (GRI 404-1, 404-3)
Berdasarkan jenis
Berdasarkan level
kelamin
Keterangan Satuan Total
BOC, BOD,
Laki-laki Perempuan > Manager
Eksekutif
Jumlah jam pelatihan Jam 95.709 20.338 2.941 113.106 116.047
Rata-rata jam pelatihan per Jam 27,89 23,27 16,52 27,40 26,95
karyawan
Persentase karyawan yang % 100% 100% 100% 100% 100%
menerima evaluasi kinerja
dan pengembangan karier
Masmindo bekerja sama dengan petani kopi lokal untuk meningkatkan
produktivitas dan kualitas kopi, sekaligus mendukung penghidupan yang
berkelanjutan serta pengembangan masyarakat.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 107
Page 110
INDY Women in Action: Ketika Perempuan
Menginspirasi Perubahan
Sebagai bagian dari rangkaian pembuka perayaan Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama
ulang tahun ke-25 Indika Energy, INDY Women in psikolog Pritta Tyas melalui topik “Finding Harmony
Action menghadirkan ruang kebersamaan bagi lebih in a Fast-Paced World.” Melalui pendekatan praktis,
dari 300 perempuan Grup Indika Energy untuk peserta diajak untuk menjaga keseimbangan antara
memperkuat keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi,
Diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kartini pada serta memahami pentingnya ketahanan emosional
21 April di INDY Bintaro Office Park, Tangerang Selatan, dalam mendukung kinerja yang berkelanjutan.
kegiatan ini mencerminkan komitmen Perusahaan
dalam mendorong lingkungan kerja yang inklusif—di
mana perempuan mendapatkan kesempatan yang
setara, didukung untuk berkembang, dan didorong Penguatan keberagaman dan
untuk berkontribusi secara optimal. inklusi tidak hanya tentang
Lebih dari sekadar perayaan, INDY Women in representasi, tetapi juga
Action menjadi wadah bagi perempuan untuk tentang membuka potensi
berbagi pengalaman, memperluas perspektif, serta
mengembangkan kapasitas pribadi dan profesional. perempuan untuk berkontribusi
Forum ini juga mengakui peran ganda yang dijalankan dan menciptakan dampak yang
banyak perempuan—baik sebagai profesional maupun
sebagai bagian penting dalam keluarga—serta
berkelanjutan.
mengapresiasi ketangguhan dan kontribusi mereka di
lingkungan kerja. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan
pentingnya ruang inklusif yang memungkinkan
Salah satu rangkaian utama adalah diskusi panel
perempuan untuk saling terhubung, belajar, dan
bertema “Women Driving Change Through Purpose
berkembang bersama. INDY Women in Action tidak
and Innovation.” Sesi ini menghadirkan Retno Marsudi,
hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga
Menteri Luar Negeri Indonesia (2014–2024) serta
merupakan langkah nyata dalam memperkuat budaya
Retina Rosabai, Director dan Group Chief Financial
kerja yang inklusif, di mana perempuan didorong untuk
Officer Indika Energy. Mengacu pada semangat Raden
berperan aktif dalam kepemimpinan, inovasi, dan
Ajeng Kartini, Retno Marsudi menekankan bahwa
penciptaan nilai jangka panjang.
pendidikan perempuan berperan penting dalam
membentuk generasi masa depan, serta perlunya Semangat kebersamaan dan inspirasi yang terbangun
dukungan yang memadai agar perempuan dapat melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut,
menjalankan perannya secara optimal. Sejalan dengan mendorong perempuan di seluruh Grup untuk
hal tersebut, Retina Rosabai mendorong perempuan di berkontribusi secara positif di berbagai peran yang
Indika Energy untuk terus mengembangkan diri, berani dijalankan.
mengambil peran kepemimpinan, serta berkontribusi
dalam mendorong inovasi.
Sesi berikutnya berfokus pada pemberdayaan
finansial yang disampaikan oleh perencana keuangan
Prita Ghozie melalui topik “Building Financial
Confidence, Independence and Investment.” Peserta
memperoleh wawasan praktis terkait pengelolaan
keuangan, pembentukan dana darurat, serta strategi
investasi yang sesuai. Sesi ini menegaskan pentingnya
literasi dan kemandirian finansial sebagai dasar
pengambilan keputusan yang lebih baik.
108 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
More than 300 participants joined the sessions both offline and
online to celebrate Kartini Day, engaging with inspiring speakers
and discussions that highlighted the importance of women’s
empowerment, leadership, and inclusivity.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 109
Page 112
secara langsung serta respons yang lebih tanggap
Kinerja dan budaya keselamatan terhadap potensi risiko.
Metrik kesehatan dan keselamatan kerja Di KALISTA, KALISTA Digital Dashboard digunakan untuk
memantau operasional armada kendaraan listrik secara
Indika Energy memantau kinerja kesehatan dan
real-time, termasuk lokasi kendaraan, performa baterai,
keselamatan kerja bagi karyawan maupun kontraktor
dan status pengisian. Sistem ini juga dilengkapi dengan
di seluruh Grup menggunakan indikator utama yang
pemantauan perilaku pengemudi, deteksi kelelahan,
terstandarisasi, guna memberikan gambaran yang
serta peringatan tabrakan, yang bertujuan mendukung
menyeluruh terkait kejadian insiden, tingkat keparahan,
operasional yang lebih aman sekaligus memantau
serta tingkat paparan risiko (GRI 3-3, 403-9). Indikator
penggunaan energi dan emisi.
tersebut mencakup fatalitas, cedera dengan kehilangan
waktu kerja (lost-time injuries), cedera tercatat, serta
insiden berdampak tinggi, yang dikombinasikan Indika Energy juga menerapkan berbagai alat
dengan total jam kerja sebagai dasar evaluasi kinerja keselamatan digital, seperti HAZOB untuk pelaporan
keselamatan secara keseluruhan (GRI 403-9). bahaya, BBS untuk pemantauan perilaku keselamatan,
PTO untuk pelacakan sertifikasi keselamatan, serta
SHEPRO untuk pengelolaan risiko operasional. Melalui
Untuk menjaga konsistensi dan keterbandingan, kami
pendekatan yang terintegrasi ini, kami terus berupaya
menggunakan metrik keselamatan yang terstandar,
memperkuat budaya keselamatan yang proaktif serta
termasuk Lost Time Injury Rate (LTIR) dan Total
meningkatkan kinerja kesehatan dan keselamatan kerja
Recordable Injury Rate (TRIR), sesuai dengan sistem
di seluruh operasional.
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang
diterapkan (GRI 403-1, 403-2). Metrik ini ditinjau
secara berkala untuk membantu mengidentifikasi tren, Penerapan sistem ini didukung oleh pengawasan
menilai risiko, serta mendukung penyusunan langkah manajemen, partisipasi aktif karyawan, serta proses
perbaikan dan pencegahan yang lebih tepat sasaran pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk
(GRI 403-7). Pendekatan berbasis data ini diharapkan memastikan konsistensi implementasi di seluruh
dapat mendukung peningkatan berkelanjutan sekaligus entitas dan keselarasan dengan regulasi nasional serta
memperkuat upaya perlindungan terhadap karyawan, standar industri yang relevan. Melalui pendekatan ini,
kontraktor, dan seluruh pihak yang terlibat dalam Indika Energy terus mendorong penguatan budaya
kegiatan operasional. keselamatan serta peningkatan kinerja K3 secara
berkelanjutan di seluruh Grup (GRI 403-1).
Selain pemenuhan terhadap regulasi, beberapa entitas
anak juga secara sukarela mengadopsi standar Inisiatif budaya keselamatan dan
kesehatan dan keselamatan kerja yang diakui secara keterlibatan karyawan dalam program
internasional, seperti OHSAS 18001:2007 dan ISO keselamatan
45001:2018, sebagai bagian dari upaya memperkuat
manajemen risiko, praktik keselamatan operasional, Di luar aspek pengukuran, Indika Energy juga berupaya
serta peningkatan berkelanjutan di seluruh Grup. Sistem memperkuat budaya keselamatan yang menekankan
manajemen K3 mencakup identifikasi bahaya dan kesadaran, tanggung jawab, dan kepemilikan bersama
penilaian risiko, pengendalian operasional, pelatihan dan (GRI 3-3, 403-1). Program keselamatan dirancang
pengembangan kompetensi keselamatan, pengelolaan untuk melibatkan karyawan dan kontraktor melalui
keselamatan kontraktor, pelaporan dan investigasi pelatihan berkala, keterlibatan di tingkat lokasi, serta
insiden, serta kesiapsiagaan dan tanggap darurat. komunikasi yang jelas mengenai praktik keselamatan
(GRI 403-5, 403-8). Pelatihan keselamatan menjadi salah
satu pendekatan utama dalam mendukung budaya
Untuk mendukung keselamatan kerja, Indika Energy juga
ini di berbagai lini operasional. Seluruh karyawan dan
memanfaatkan teknologi Industri 4.0 dalam pemantauan
kontraktor di lokasi operasional mengikuti induksi
dan pengelolaan risiko secara real-time. Di Kideco,
keselamatan sebelum memulai pekerjaan. Program ini
platform Nembayung memfasilitasi karyawan dalam
mencakup pengenalan prinsip dasar kesehatan dan
mengidentifikasi dan melaporkan potensi bahaya secara
keselamatan kerja, identifikasi dan pelaporan bahaya,
proaktif. Sementara itu, di Interport, sistem INSTINCT
prosedur tanggap darurat, serta peran individu dalam
(Interport HSE Information and Communication
menjaga lingkungan kerja yang aman.
Technology) mendukung pemantauan keselamatan
110 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
Keselamatan Dimulai dari
Saya: Budaya Kepedulian
terhadap Keselamatan
Di Indika Energy, keselamatan tidak hanya dipandang
sebagai sistem, tetapi juga sebagai tanggung jawab
bersama yang tercermin dalam cara kita berpikir,
mengambil keputusan, dan bertindak setiap
hari. Di seluruh operasional, kami terus berupaya
memperkuat budaya keselamatan yang proaktif,
di mana setiap individu didorong untuk mengenali
risiko, menyampaikan potensi bahaya, dan melakukan
tindakan pencegahan sebelum insiden terjadi.
Sepanjang tahun, berbagai inisiatif keselamatan
tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap
prosedur, tetapi juga pada peningkatan kesadaran
dan kepemilikan perilaku. Melalui toolbox meeting,
leadership safety walk, pelatihan penyegaran, serta
saluran pelaporan terbuka, karyawan dan kontraktor
didorong untuk berpartisipasi aktif dalam identifikasi
bahaya dan mitigasi risiko. Upaya ini didukung oleh
sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
yang terstruktur (GRI 403-1) serta proses perbaikan
berkelanjutan berdasarkan pembelajaran dari
investigasi insiden (GRI 403-2).
Salah satu fokus utama adalah membangun budaya
kepedulian (care culture), di mana keselamatan
dipandang sebagai bentuk perhatian terhadap
sesama—baik rekan kerja, keluarga, maupun
masyarakat. Mekanisme keterlibatan dan konsultasi
pekerja (GRI 403-4) membantu memastikan bahwa
masukan dari lapangan dapat menjadi dasar dalam
penyempurnaan prosedur dan langkah pencegahan.
Pembelajaran dari berbagai kejadian juga dibagikan
lintas lokasi untuk mendukung konsistensi dan
mengurangi potensi terulangnya risiko.
Meskipun tantangan masih dapat ditemui dalam
lingkungan operasional yang kompleks, kami terus
berupaya memperkuat komitmen bahwa setiap
insiden dapat dicegah dan setiap masukan memiliki
nilai. Melalui penguatan akuntabilitas kepemimpinan,
peningkatan pengendalian, serta komunikasi yang
terbuka, Indika Energy terus melangkah menuju tujuan
Keselamatan bukan
jangka panjang untuk meminimalkan insiden serius hanya tentang aturan dan
(GRI 403-9). prosedur, tetapi tentang
Melalui kewaspadaan bersama dan rasa tanggung saling menjaga satu
jawab kolektif, keselamatan diharapkan tidak hanya sama lain, setiap hari.
menjadi indikator kinerja, tetapi juga nilai yang
membentuk cara kami menjalankan operasional
sehari-hari.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 111
Page 114
Selanjutnya, karyawan mengikuti pelatihan penyegaran kami sesalkan dan ditangani dengan perhatian serius.
secara berkala serta program yang disesuaikan dengan Prioritas utama kami adalah memberikan dukungan
kebutuhan dan profil risiko masing-masing peran. kepada keluarga yang terdampak melalui komunikasi
Materi pelatihan mencakup praktik kerja aman, penilaian langsung, bantuan, serta pendampingan lanjutan,
risiko, penggunaan alat pelindung diri (APD), sistem izin sekaligus memastikan tindak lanjut dilakukan di seluruh
kerja, serta kesiapsiagaan darurat. Untuk peran dengan area terkait.
tingkat risiko lebih tinggi, pelatihan tambahan berbasis
kompetensi dan sertifikasi juga diberikan. Pelatihan ini Setelah kejadian, perusahaan menghentikan sementara
disampaikan melalui kombinasi sesi kelas, pengarahan aktivitas terkait dan melaksanakan safety stand-
di lapangan, dan simulasi praktis (GRI 403-5). down untuk memperkuat kesadaran terhadap bahaya
serta pengendalian risiko di seluruh operasional.
Di tingkat operasional, upaya ini didukung oleh forum Pemberitahuan juga disampaikan kepada pemangku
dan diskusi K3 yang diselenggarakan secara berkala. kepentingan terkait, termasuk otoritas ketenagakerjaan
Forum ini memberikan ruang bagi karyawan dan setempat dan klien, sesuai dengan ketentuan yang
kontraktor untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan berlaku.
tantangan keselamatan, serta bertukar pembelajaran
dan praktik yang relevan. Pendekatan ini diharapkan Investigasi dilakukan secara internal dengan melibatkan
dapat mendukung terciptanya dialog terbuka serta pihak terkait, serta mendukung proses peninjauan oleh
memperkuat kesadaran bersama terhadap pentingnya otoritas setempat. Laporan investigasi disusun secara
keselamatan kerja. Selain itu, berbagai program komprehensif, mencakup analisis akar penyebab dan
peningkatan kesadaran juga dilaksanakan untuk rencana tindak lanjut.
menjaga perhatian terhadap aspek keselamatan dalam
aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini mencakup kampanye Berdasarkan hasil investigasi, berbagai langkah
keselamatan, komunikasi rutin, serta pengingat visual di perbaikan dan pencegahan telah diterapkan, antara lain:
area kerja.
» Peninjauan dan penyempurnaan prosedur
Secara keseluruhan, rangkaian pelatihan, diskusi, dan operasional standar K3 serta pengendalian
program kesadaran ini bertujuan untuk mendukung administratif
peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi
bahaya dan menilai risiko, mendorong pelaporan » Penguatan sosialisasi dan pemahaman prosedur
dini terhadap kondisi tidak aman dan near miss, keselamatan di seluruh tim operasional
serta memperkuat perilaku kerja yang aman (GRI » Evaluasi teknis terhadap peralatan dan sistem
403-2, 403-9). Melalui komunikasi yang terbuka operasional
dan keterlibatan yang berkelanjutan, Indika Energy
berupaya mengintegrasikan aspek keselamatan dalam » Penempatan tenaga teknis yang kompeten untuk
perencanaan dan pelaksanaan operasional di berbagai aktivitas berisiko tinggi
lingkungan kerja (GRI 403-7). » Penguatan pengawasan keselamatan serta
akuntabilitas pengawasan bagi kontraktor dan
karyawan
Kemajuan menuju target tanpa insiden
» Pelaksanaan kampanye keselamatan dan
Indika Energy memiliki tujuan jangka panjang untuk
penyebaran pembelajaran dari insiden di seluruh
mencapai tidak adanya insiden serius yang terjadi di
lokasi
seluruh operasional. Upaya menuju tujuan ini didukung
melalui pemantauan berkelanjutan, penguatan » Penegasan peran dan tanggung jawab terkait
pengendalian, serta pembelajaran dari setiap insiden keselamatan kerja
untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Meskipun
Sejalan dengan itu, kami juga melakukan peninjauan
kondisi operasional di setiap lokasi memiliki karakteristik
lebih luas untuk mengidentifikasi kategori aktivitas
yang berbeda, penguatan budaya keselamatan—
dengan risiko tinggi di seluruh lokasi, termasuk
yang didukung oleh sistem yang jelas dan komitmen
pekerjaan di ketinggian, pengoperasian peralatan dan
kepemimpinan—tetap menjadi elemen penting dalam
mesin, serta aktivitas lain dengan tingkat paparan
melindungi tenaga kerja dan menjaga operasional yang
risiko yang lebih tinggi. Pengendalian yang diperkuat,
aman (GRI 3-3, 403-1, 403-7).
peningkatan pengawasan, serta persyaratan kompetensi
yang lebih ketat telah diterapkan pada aktivitas-aktivitas
Pada tahun 2025, Indika Energy mencatat Lost-Time tersebut, dengan pembelajaran yang terus diintegrasikan
Injury Rate (LTIR) sebesar 0,00 dan Total Recordable dalam proses peningkatan manajemen risiko.
Incident Rate (TRIR) sebesar 0,27 untuk karyawan.
Untuk kontraktor, LTIR tercatat sebesar 194,99 dan
TRIR sebesar 0,03. Pada periode yang sama, terdapat
dua kejadian fatalitas yang melibatkan kontraktor di
lokasi operasional yang berbeda. Kejadian ini sangat
112 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
Indika Energy terus berupaya memperkuat sistem dan cepat. Klinik ini beroperasi selama 24 jam dengan
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja serta layanan yang komprehensif, mencakup konsultasi
memastikan penerapan pengendalian pencegahan medis umum, perawatan gigi, layanan kesehatan ibu
yang memadai bagi seluruh individu yang terlibat dalam dan anak, pemeriksaan laboratorium, layanan farmasi,
operasional (GRI 403-2, 403-4). serta layanan gawat darurat (IGD) bagi karyawan dan
keluarganya. Klinik Pratama Kideco terus menjaga
kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien,
Penyakit terkait pekerjaan (GRI 403-10) sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di
Selama periode pelaporan, Indika Energy tidak mencatat sekitar wilayah operasional.
kasus penyakit akibat kerja pada karyawan maupun
kontraktor. Grup terus menerapkan program kesehatan Selain itu, Kideco juga mengembangkan Mental Health
kerja preventif, pemantauan medis secara berkala, Program yang bertujuan mendukung kesejahteraan
serta langkah pengendalian risiko untuk meminimalkan psikologis karyawan dan keluarganya. Program ini
potensi paparan bahaya kesehatan di tempat kerja dan menyediakan akses terhadap layanan konseling
menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat. profesional, dengan psikolog berlisensi yang tersedia
untuk konsultasi secara langsung di Klinik Kideco
Sebagai bagian dari upaya tersebut, entitas anak Indika secara berkala, sehingga karyawan memiliki ruang untuk
Energy, Kideco, mengoperasikan fasilitas layanan menjaga dan mengelola kesehatan mental mereka.
kesehatan di lokasi melalui Klinik Pratama Kideco,
yang menyediakan akses layanan medis secara mudah
Gambar 52. Kinerja kesehatan dan keselamatan (GRI 403-9, 403-10)
TOTAL
Keterangan
2023 2024 2025
Untuk karyawan
Jumlah korban jiwa 0 1 0
Jumlah cedera yang menyebabkan kehilangan waktu kerja 0 6.001 0
Jumlah cedera yang tercatat 2 12 2
Jumlah cedera dengan konsekuensi berat 0 0 0
Jumlah jam kerja 30.603.127 9.507.340 7.347.323
Tingkat cedera yang menyebabkan kehilangan waktu kerja 0,00 631,20 0,00
(LTIR)
Jumlah tingkat cedera yang tercatat (TRIR) 0,01 0,25 0,27
Untuk kontraktor
Jumlah korban jiwa 2 0 2
Jumlah cedera yang menyebabkan kehilangan waktu kerja 12.188 1 12.001
Jumlah cedera yang tercatat 8 24 2
Jumlah cedera dengan konsekuensi berat 2 0 1
Jumlah jam kerja 58.606.276 56.559.444 61.546.507
Tingkat cedera yang menyebabkan kehilangan waktu kerja 41,59 0,02 194,99
(LTIR)
Jumlah tingkat cedera yang tercatat (TRIR) 0,03 0,08 0,03
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 113
Page 116
Memberdayakan Indonesia: Pendidikan (GRI 413-1)
Meningkatkan kesejahteraan Grup Indika Energy mendukung berbagai inisiatif
masyarakat pendidikan yang bertujuan memperkuat kualitas sumber
daya manusia serta memperluas akses terhadap
Keterlibatan kami dengan masyarakat tidak hanya pembelajaran yang berkualitas di masyarakat sekitar
terbatas pada keberadaan operasional. Kami menyadari wilayah operasional. Melalui program beasiswa,
bahwa kegiatan kami berlangsung di tengah komunitas, pengembangan kapasitas, serta kerja sama dengan
dan kami berupaya untuk memberikan kontribusi yang institusi pendidikan, Grup berupaya mendukung
positif bagi wilayah tempat kami beroperasi. Pada tahun peningkatan keterampilan, hasil pembelajaran, serta
pelaporan 78,60% lokasi operasional telah tercakup kesiapan generasi mendatang untuk berpartisipasi
dalam program keterlibatan masyarakat, penilaian dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
dampak, serta inisiatif pengembangan yang terstruktur.
Sementara itu, lokasi lainnya bersifat administratif Selama periode pelaporan, Grup Indika Energy
atau non-operasional, sehingga memiliki interaksi yang melaksanakan berbagai program pendidikan di seluruh
terbatas dengan masyarakat sekitar (GRI 413-1). operasionalnya untuk mendorong pembelajaran yang
inklusif serta pengembangan kapasitas bagi siswa,
Bagi kami, pembangunan berkelanjutan tidak hanya tenaga pendidik, dan masyarakat. Fokus utama
berkaitan dengan penyediaan solusi energi, tetapi juga diarahkan pada perluasan akses pendidikan melalui
tentang mendukung ketahanan masyarakat, membuka program beasiswa, termasuk program Indika Energy
peluang, serta berkontribusi pada peningkatan Cerdaskan Anak Bangsa bagi anak karyawan dan tenaga
kesejahteraan. Melalui dialog dan keterlibatan lini depan, serta beasiswa Tripatra Cerdaskan Anak
dengan pemangku kepentingan lokal, kami berupaya Bangsa yang telah menjangkau lebih dari 500 siswa.
menyelaraskan kegiatan kami dengan prioritas Indika Energy juga menjalin kemitraan dengan Yayasan
masyarakat, sehingga pertumbuhan yang dicapai dapat Karya Salemba Empat (KSE), dengan memberikan
berlangsung secara lebih inklusif dan berimbang (GRI dukungan pendanaan pendidikan selama tiga tahun bagi
203-1, 413-1). mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Pengelolaan dampak sosial menjadi bagian penting dari Upaya pengembangan sekolah dan generasi muda juga
pendekatan bisnis yang bertanggung jawab dan strategi diperkuat melalui berbagai inisiatif, seperti program
keberlanjutan jangka panjang Grup Indika Energy. Grup Engineering for Teenagers oleh Tripatra, serta program
secara berkala melakukan penilaian dampak sosial penguatan kapasitas guru, Green School Program,
untuk mengidentifikasi potensi risiko dan peluang yang dan pelatihan 3R oleh Interport. INVI turut melengkapi
timbul dari operasional, yang didukung oleh keterlibatan inisiatif ini melalui program INVI Goes to School EV
pemangku kepentingan serta proses evaluasi yang Library Bus, yang bertujuan meningkatkan literasi
terstruktur. Pendekatan ini membantu kami dalam sekaligus memperkenalkan teknologi berkelanjutan
mengelola potensi dampak secara lebih proaktif kepada siswa.
sekaligus memperkuat kontribusi sosial-ekonomi yang
positif bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan penilaian Selain itu, kami juga mendorong pendidikan yang inklusif
selama periode pelaporan, tidak terdapat operasi yang dan berbasis komunitas. Kideco mengimplementasikan
diidentifikasi memiliki dampak negatif yang signifikan program Kideco DREAMS (Kideco Cares for Difable
terhadap masyarakat lokal (GRI 413-2). Communities) yang mendukung anak-anak berkebutuhan
khusus beserta pendampingnya di Kabupaten Paser,
Berdasarkan pemahaman tersebut, Indika Energy dengan menjangkau lebih dari 600 penerima manfaat.
mengembangkan kerangka Social Impact Framework Sementara itu, Indika Nature memberikan pelatihan
yang terstruktur, dengan fokus pada penciptaan hasil budidaya nilam dan pengolahan pascapanen kepada
pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah petani di Pemalang dan Purbalingga, sebagai bagian
operasional. Inisiatif investasi sosial kami difokuskan dari upaya penguatan keterampilan masyarakat serta
pada tiga pilar utama—pendidikan, kesehatan, dan pengembangan penghidupan yang lebih berkelanjutan.
pemberdayaan masyarakat—yang saling terhubung
untuk mendukung penguatan sumber daya manusia, Kesehatan (GRI 203-2, 413-1, 413-2)
peningkatan kualitas hidup, serta ketahanan ekonomi
lokal. Melalui kemitraan dengan pemangku kepentingan Grup Indika Energy berkontribusi dalam mendukung
lokal, pemerintah, dan organisasi masyarakat, program- peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
program ini dirancang untuk memberikan manfaat melalui berbagai inisiatif, termasuk program kesehatan
jangka panjang serta mendukung penciptaan nilai preventif, peningkatan akses terhadap layanan
bersama yang sejalan dengan prioritas pembangunan kesehatan dasar, serta program nutrisi yang disesuaikan
daerah (GRI 203-2, 413-1). dengan kebutuhan lokal. Upaya ini diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat
kapasitas layanan kesehatan, serta mendukung
114 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
Pada tahun 2025, Indika Energy menciptakan dampak sosial positif bagi
lebih dari 255.000 masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui
peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, program
pengembangan masyarakat, serta infrastruktur.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 115
Page 118
Kemitraan dengan masyarakat merupakan inti dari pendekatan keberlanjutan Indika Energy. Dengan membangun kepercayaan, rasa saling menghormati, kami melibatkan dan membina hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional kami 116 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
ketahanan sosial dan kualitas hidup dalam jangka mikro dan kecil, serta program ketahanan berbasis
panjang. komunitas, Grup berupaya memperkuat kapasitas
ekonomi lokal sekaligus mendorong kemandirian
Sejalan dengan program unggulan dalam penurunan masyarakat dan pertumbuhan yang inklusif dalam
stunting, Kideco mengimplementasikan inisiatif jangka panjang.
CANTING (Cegah dan Tangani Stunting) di 15 desa
di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Program ini Sebagai bagian dari pendekatan ini, Indika Nature
memberikan dukungan yang terintegrasi, meliputi melalui Natura Aromatik Nusantara (Natura)
pendampingan bagi ibu hamil berisiko tinggi dan pasca- mengembangkan model budidaya regeneratif di Desa
persalinan, layanan kesehatan keliling, peningkatan Karangjengkol, Purbalingga. Inisiatif ini tidak hanya
kapasitas kader kesehatan, pemberian makanan berfokus pada pencapaian produksi, tetapi juga pada
tambahan, serta edukasi kesehatan ibu dan anak penguatan keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, serta
berbasis keluarga melalui Kelas SIAGA. Melalui program tata kelola rantai pasok yang lebih transparan. Program
ini, lebih dari 700 masyarakat telah menerima manfaat, ini turut berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan
yang turut mendukung peningkatan kesehatan ibu dan petani, dengan rata-rata pendapatan peserta tercatat
anak di sekitar wilayah operasional. sekitar 62% di atas upah minimum setempat, sehingga
membantu meningkatkan ketahanan ekonomi rumah
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Interport juga tangga.
mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui
Program Pendampingan Keluarga Stunting, yang Kideco mengimplementasikan program One Contractor
berfokus pada penguatan kapasitas layanan kesehatan One PROKLIM Village, sebuah inisiatif kolaboratif yang
lokal melalui pelatihan kader posyandu, edukasi melibatkan kontraktor operasional dalam mendukung
pencegahan stunting sejak dini, serta dukungan nutrisi ketahanan desa. Program ini mencakup berbagai
bagi ibu hamil. aspek, seperti ketahanan pangan dan air, kesehatan
masyarakat, pengelolaan limbah, peningkatan tutupan
Melengkapi inisiatif Grup, Tripatra menjalankan hijau, serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
program Cegah Stunting yang mencakup edukasi nutrisi sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan lokal
dan intervensi kesehatan preventif, dengan tujuan dalam menghadapi risiko kekeringan dan banjir.
mendukung penurunan risiko stunting serta mendorong
pembangunan masyarakat yang lebih sehat di wilayah Tripatra turut berkontribusi melalui program UMKM
operasionalnya. Masa Depan: Berdampak, Berkelanjutan, yang
mendukung pengembangan kapasitas usaha mikro,
Sejalan dengan komitmen Indika Energy dalam kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong
meningkatkan kesehatan masyarakat, Masmindo turut praktik kewirausahaan yang lebih berkelanjutan.
memperluas akses terhadap layanan kesehatan dasar Melengkapi upaya ini, Interport mendukung penghidupan
melalui penyediaan layanan medis dan kunjungan dokter masyarakat pesisir melalui bantuan mesin perahu
ke lebih dari 1.300 penerima manfaat di 12 desa di bagi nelayan di wilayah pesisir Balikpapan untuk
wilayah Latimojong, Sulawesi Selatan. Program ini turut meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Interport
menangani 52 kasus stunting yang teridentifikasi dan juga menjalankan Program Kampung Iklim, termasuk
berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting dari pelatihan mitigasi bencana untuk memperkuat
19% menjadi 7%. Selain itu, Masmindo juga menginisiasi kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap
program makan siang bergizi di dua sekolah dalam perubahan iklim.
wilayah operasional, yang menjangkau lebih dari 160
siswa dan mendukung perbaikan status gizi anak. Di wilayah Latimojong, Masmindo turut mendukung
pemberdayaan ekonomi lokal melalui inisiatif yang
berfokus pada pengembangan penghidupan berbasis
Pemberdayaan masyarakat (GRI 413-1) pertanian berkelanjutan. Hal ini antara lain dilakukan
Grup Indika Energy mendorong pemberdayaan melalui dukungan kepada 45 petani di Desa Toklajuk
masyarakat melalui dukungan terhadap penghidupan berupa penyediaan 2.000 bibit kopi Arabika Komasti
berkelanjutan, kewirausahaan lokal, serta partisipasi yang mencakup sekitar 1,20 hektare lahan.
ekonomi yang inklusif di wilayah operasional. Melalui
pengembangan keterampilan, dukungan bagi usaha
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 117
Page 120
Selain itu, Masmindo juga memfasilitasi pembentukan dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra
tiga koperasi masyarakat—Sarre Seia Sekata, Sipakatuo, strategis. Peningkatan infrastruktur jalan Jingkar
dan Hasil Tani—yang melibatkan 73 anggota dari Latimojong juga membantu memperbaiki konektivitas
tiga desa sebagai wadah kegiatan ekonomi berbasis dan mobilitas di tujuh desa sekitar, sehingga mendukung
komunitas. Inisiatif ini turut diperkuat melalui akses ekonomi dan layanan. Selain itu, renovasi fasilitas
dukungan terhadap Program Kampung Iklim, termasuk sekolah dasar di Salubulo turut menciptakan lingkungan
pembentukan kelompok kerja masyarakat di Desa belajar yang lebih aman dan kondusif bagi siswa.
Toklajuk dan Boneposi, guna mendukung peningkatan
kapasitas lokal dalam implementasi aksi iklim serta Melengkapi upaya tersebut, Grup Indika Energy juga
memperkuat ketahanan masyarakat dalam jangka mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan
panjang. melalui pengembangan infrastruktur pengisian
kendaraan listrik, sebagai bagian dari komitmen
terhadap infrastruktur masa depan dan sistem
Pengembangan infrastruktur (GRI 203-2,
transportasi rendah karbon.
413-1)
Di luar program pengembangan masyarakat, keberadaan Sepanjang tahun pelaporan, berbagai inisiatif
Grup Indika Energy di wilayah operasional, termasuk di pengembangan infrastruktur terus dilaksanakan
daerah terpencil, turut membuka peluang penciptaan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat serta
nilai sosial-ekonomi yang berkelanjutan melalui meningkatkan akses terhadap layanan dasar di sekitar
pengembangan infrastruktur yang strategis. Pada tahun wilayah operasional. Inisiatif ini mencakup peningkatan
2025, Grup melanjutkan upaya peningkatan akses akses air bersih, fasilitas pendidikan, sarana komunitas,
terhadap infrastruktur dasar, seperti sistem air bersih, serta utilitas publik, yang dirancang untuk menjawab
fasilitas pendidikan dan komunitas, serta utilitas publik, kebutuhan lokal dan memperkuat ketahanan masyarakat
yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas (GRI 203-1).
hidup, aktivitas ekonomi, dan ketahanan masyarakat
dalam jangka panjang (GRI 203-2).
Interport berkontribusi dalam meningkatkan akses 255.100+ penerima manfaat
layanan dasar melalui pembangunan menara air untuk Melalui program pengembangan masyarakat di
masyarakat, yang membantu memperkuat distribusi berbagai wilayah operasional
dan keandalan pasokan air. Selain itu, perusahaan juga
melakukan revitalisasi Masjid Desa Paser Mayang yang
berada di kawasan pasar, termasuk penambahan kanopi
eksternal untuk meningkatkan kapasitas serta fungsi IDR 71,35 miliar investasi
ruang publik sebagai tempat interaksi dan aktivitas Untuk pendidikan, akses layanan kesehatan,
sosial masyarakat. konservasi lingkungan, dan pengembangan
kehidupan masyarakat
Secara paralel, Masmindo melaksanakan berbagai
inisiatif infrastruktur terintegrasi di wilayah Latimojong,
Sulawesi Selatan, untuk menjawab kebutuhan dasar
masyarakat. Revitalisasi fasilitas air bersih di Desa 85+ UMKM diberdayakan
Mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang
Ranteballa meningkatkan akses air layak bagi lebih
dari 100 rumah tangga, empat fasilitas umum, dan lima inklusif
tempat ibadah, serta mendukung pencapaian target
SDGs terkait air bersih dan sanitasi melalui kolaborasi
1.900+ tenaga kerja lokal
Direkrut di seluruh wilayah operasional
118 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 119
Page 122
120 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
INDIKA NATURE
Dari Nilam Menuju Kesejahteraan - Memperkuat
Penghidupan Masyarakat di Purbalingga
Indonesia menyumbang sekitar 90% produksi minyak nilam dunia, dengan nilai ekspor mencapai hingga USD 150 juta per
tahun. Di balik nilai ekonominya, nilam juga memiliki nilai budaya sekaligus potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat pedesaan. Melihat potensi tersebut, Indika
Nature melalui inisiatif Natura Aromatik Nusantara
(Natura) mengembangkan model budidaya regeneratif di
“Memiliki pekerjaan membuat
Desa Karangjengkol, Purbalingga, yang dirancang untuk saya bahagia, terlebih lagi juga
mendukung keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, serta
membantu kondisi keuangan saya,”
tata kelola rantai pasok yang lebih transparan.
Rusmeni Sakim, petani lokal di
Diluncurkan pada Januari 2025, Program Budidaya Nilam
Berkelanjutan ini mengubah lahan yang sebelumnya
Karangjengkol.
tidak produktif menjadi area perkebunan yang bernilai,
sekaligus berkontribusi menghidupkan kembali peran Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah penghasil nilam. Dengan
pendekatan berbasis kerangka SMART, program ini mengintegrasikan budidaya, pemberdayaan, dan ketertelusuran dalam satu
ekosistem yang saling terhubung. Program ini menargetkan pengembangan 10 hektare lahan inti serta 26,80 hektare lahan
yang dikelola oleh 70 petani mitra, dengan target produksi mencapai 1.500 kilogram minyak nilam pada akhir tahun 2025.
Selain berfokus pada target produksi, program ini juga mendorong perbaikan struktur rantai pasok. Natura menyediakan
dukungan berupa modal kerja, dua unit penyulingan di lokasi, pelatihan teknis, serta penerapan prosedur operasional standar
(SOP). Upaya ini membantu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi petani, seperti fluktuasi harga, degradasi lahan,
serta ketergantungan pada perantara. Mekanisme pembelian yang terjamin dan harga yang lebih stabil memberikan kepastian
bagi petani, sementara sistem rantai pasok yang dapat ditelusuri sepenuhnya meningkatkan transparansi dari proses
budidaya hingga produk akhir.
Program ini juga menunjukkan dampak sosial dan ekonomi
yang terukur. Jumlah petani yang terlibat meningkat dari
“Kami ingin kerja sama ini 15 menjadi 70 orang, dengan partisipasi perempuan yang
berlangsung lama, dengan harga semakin aktif dalam kegiatan budidaya dan pengolahan. Rata-
rata pendapatan petani mencapai Rp45,40 juta per hektare
yang stabil, sehingga per tahun, sekitar 62% di atas upah minimum setempat, yang
memberikan manfaat bagi semua berkontribusi pada peningkatan ketahanan ekonomi rumah
tangga. Dari sisi lingkungan, seluruh hasil panen telah dapat
pihak,” Erno dan Darpin, petani ditelusuri, sekitar 50% limbah penyulingan dimanfaatkan
lokal di Karangjengkol. kembali sebagai bahan bakar dan kompos, serta lahan yang
sebelumnya tidak produktif kini kembali dimanfaatkan secara
berkelanjutan.
Yang membedakan inisiatif ini adalah pendekatannya yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang. Setiap hasil panen
terdokumentasi dan dapat ditelusuri, sehingga memperkuat kepercayaan di sepanjang rantai nilai. Natura tidak hanya
memberikan pendampingan, tetapi juga menyediakan akses terhadap modal, teknologi, dan keahlian teknis untuk mendukung
hasil yang konsisten dan berkualitas. Program ini juga mendorong partisipasi perempuan dan generasi muda, sekaligus
memberikan perlindungan bagi petani melalui kontrak pembelian dan kemitraan langsung dengan pembeli. Di sisi lain, Natura
juga memastikan pasokan minyak nilam berkualitas tinggi yang berkelanjutan untuk kebutuhan produksi, sehingga tercipta nilai
bersama melalui peningkatan margin, stabilitas pendapatan, dan penguatan penghidupan masyarakat.
Melalui model regeneratif ini, Natura menunjukkan bahwa praktik pertanian berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi
yang nyata sekaligus mendukung pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat—menjadikan budidaya nilam sebagai
salah satu alternatif penghidupan masa depan yang berkelanjutan.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 121
Page 124
Sementara itu, di Tanah Grogot, upaya pencegahan
stunting difokuskan pada keterlibatan masyarakat
dan dukungan gizi bagi ibu. Pada Juli 2025, Desa
Janju menjadi lokasi pelaksanaan diskusi evaluasi
INTERPORT dan perencanaan program stunting yang melibatkan
berbagai pemangku kepentingan lokal. Diskusi ini
bertujuan untuk meninjau pelaksanaan program yang
Membangun Awal berjalan serta mengidentifikasi peluang perbaikan,
yang selanjutnya akan menjadi dasar penyempurnaan
Kehidupan yang Sehat: program di tahun berikutnya agar lebih sesuai dengan
Pencegahan Stunting kebutuhan masyarakat.
Sejak Dini Sebagai tindak lanjut, dukungan tambahan berupa
asupan protein juga diberikan kepada 10 ibu hamil di
Desa Janju untuk membantu meningkatkan kesehatan
ibu dan mengurangi risiko stunting. Bantuan ini
Mendukung tumbuh kembang anak sejak tahap awal melengkapi upaya perencanaan jangka panjang,
kehidupan merupakan bagian penting dari upaya dengan menggabungkan intervensi langsung dan
keterlibatan kami dengan masyarakat. Melalui berbagai penguatan program yang berkelanjutan.
inisiatif pencegahan stunting di Balikpapan dan Tanah
Grogot, kami berupaya meningkatkan kesadaran, Melalui edukasi, kolaborasi, dan dukungan gizi yang
mendukung pemenuhan gizi ibu, serta berkontribusi terarah, inisiatif ini diharapkan dapat membantu
pada perkembangan anak dalam jangka panjang. keluarga membangun fondasi yang lebih kuat bagi
generasi yang lebih sehat di masa depan.
Di Balikpapan, program Canting Book (Calon Pengantin
Cegah Stunting) diperkenalkan untuk membekali
calon pasangan dengan pengetahuan dasar sebelum
membangun keluarga. Materi edukasi mencakup
Pencegahan stunting dimulai jauh
nutrisi, kesehatan kehamilan, perawatan bayi baru sebelum kelahiran—melalui orang
lahir, serta perkembangan anak usia dini. Bekerja sama tua yang memiliki pemahaman
dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) Balikpapan, sebanyak 550 buku yang baik, ibu yang sehat, serta
Canting telah didistribusikan kepada 550 pasangan, dukungan dari masyarakat secara
guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya
pencegahan stunting sejak dini serta peran orang tua
bersama-sama.
dalam mendukung tumbuh kembang anak.
122 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
pengelolaan lahan yang aman—dengan sebagian
masyarakat masih mengandalkan pertanian di
lereng yang berisiko. Melalui Destana, masyarakat
mendapatkan pelatihan dasar terkait manajemen
bencana, termasuk perencanaan evakuasi,
MASMINDO pertolongan pertama, serta koordinasi tanggap
darurat. Lebih dari 100 rumah tangga berpartisipasi
dalam tiga sesi pelatihan dan simulasi evakuasi,
Destana Ulusalu: yang kemudian menghasilkan pembentukan satu tim
Membangun Ketahanan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.
dari Risiko menuju Salah satu kekuatan utama Destana Ulusalu terletak
pada pendekatannya yang terintegrasi. Selain
Kesiagaan meningkatkan kesiapsiagaan bencana, program ini
juga mendorong praktik pertanian yang lebih aman
dan berkelanjutan melalui pengembangan budidaya
Terletak di Desa Ulusalu, Kabupaten Luwu—di mana
berbasis greenhouse. Pendekatan ini membantu
sekitar 39,70% wilayahnya tergolong rawan longsor
mengurangi aktivitas pertanian di lereng curam yang
dan banjir—masyarakat setempat menghadapi risiko
berisiko, sekaligus mendukung stabilitas pendapatan
bencana yang berulang, termasuk terputusnya akses
masyarakat. Sebagai tahap awal, pembangunan
akibat jalan yang tertutup. Melihat kondisi tersebut,
greenhouse telah dilakukan, dengan indikasi awal
Masmindo menginisiasi program Desa Tangguh
peningkatan hasil panen serta berkurangnya tekanan
Bencana (Destana) bekerja sama dengan Universitas
terhadap lingkungan.
Cokroaminoto Palopo (UNCP), Palang Merah
Indonesia (PMI) Luwu, dan Badan Penanggulangan Proses pemantauan dan evaluasi dilakukan secara
Bencana Daerah (BPBD). Program ini didasarkan pada berkala setiap semester, bekerja sama dengan UNCP,
pemahaman bahwa penguatan kapasitas masyarakat tim Emergency Response Team (ERT) Masmindo,
memiliki peran yang sama pentingnya dengan serta pemerintah desa, untuk memastikan efektivitas
pembangunan infrastruktur fisik. dan pengembangan program secara berkelanjutan.
Dengan desain yang dapat direplikasi, model Destana
Ketahanan sejati tidak hanya ini diharapkan dapat diterapkan di desa-desa lain
di wilayah Latimojong guna memperkuat ketahanan
dibangun melalui infrastruktur, kawasan secara lebih luas.
tetapi melalui masyarakat
Melalui Destana Ulusalu, Masmindo menunjukkan
yang berdaya dalam bahwa pengurangan risiko bencana, ketahanan
melindungi masa depannya. penghidupan, dan pengelolaan lingkungan dapat
berjalan secara selaras. Dengan mendorong
pendekatan berbasis komunitas, program ini
Sebelum program ini berjalan, Desa Ulusalu belum berupaya membangun kemandirian masyarakat dalam
memiliki tim kesiapsiagaan bencana yang terstruktur, menghadapi risiko sekaligus mendukung keberlanjutan
prosedur evakuasi yang jelas, maupun praktik jangka panjang.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 123
Page 126
seminar interaktif, diskusi kelompok, serta eksperimen
praktis yang mudah dipahami.
Program EFT 2025 yang diselenggarakan pada 19
Juli di kantor pusat Tripatra, bertepatan dengan Hari
Anak Nasional, melibatkan 50 siswa SMP dari wilayah
Jabodetabek. Program ini dilaksanakan bekerja sama
TRIPATRA dengan Indika Foundation dan Persatuan Insinyur
Indonesia (PII), menggabungkan eksplorasi teknis
dengan pendampingan langsung dari para praktisi.
Engineering for Teenagers: Dalam kegiatan ini, siswa merancang dan membangun
Menginspirasi Calon
model rumah berbasis turbin angin, sekaligus
mengelola anggaran simulasi untuk pembelian
Insinyur Masa Depan material—mengintegrasikan konsep energi terbarukan
dengan literasi keuangan, efisiensi, dan analisis biaya.
untuk Indonesia yang Hasil evaluasi pasca-program menunjukkan bahwa
Berkelanjutan
lebih dari 70% peserta mengalami peningkatan
pemahaman serta minat terhadap bidang teknik.
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama Kemajuan program dipantau melalui indikator yang
keberlanjutan di Tripatra, didasari keyakinan terukur, termasuk jumlah peserta, peningkatan
bahwa akses yang setara terhadap pembelajaran pengetahuan dan minat, serta penyelesaian proyek
berkualitas sangat penting dalam mempersiapkan praktis. Selain meningkatkan kesadaran, EFT juga
generasi masa depan. Sejak tahun 2019, Tripatra mendorong kolaborasi antara industri dan masyarakat,
mengembangkan program Engineering for Teenagers memperkuat literasi teknis generasi muda, serta
(EFT) untuk menumbuhkan minat siswa sekolah berkontribusi pada pengembangan sumber daya
menengah pertama terhadap bidang teknik dan energi manusia jangka panjang yang sejalan dengan strategi
terbarukan melalui pendekatan pembelajaran yang keberlanjutan Tripatra.
interaktif dan berbasis praktik.
Yang membedakan EFT adalah kemampuannya
Indonesia masih menghadapi kesenjangan jumlah menjadikan bidang teknik lebih mudah diakses
insinyur, dengan sekitar 2.671 insinyur per satu juta sekaligus menarik bagi generasi muda. Melalui
penduduk—lebih rendah dibandingkan negara lain di kombinasi eksperimen terstruktur, kreativitas, kerja
kawasan seperti Vietnam (9.000) dan Korea Selatan sama tim, dan pendampingan langsung, program
(25.000). Salah satu faktor yang berkontribusi ini membantu siswa melihat teknik tidak hanya
adalah terbatasnya paparan terhadap konsep teknik sebagai disiplin teknis, tetapi juga sebagai jalur untuk
sejak usia dini. Untuk menjawab tantangan ini, EFT berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan
memperkenalkan prinsip-prinsip teknik melalui Indonesia.
Dengan memperkenalkan bidang teknik sejak dini, kita membuka ruang
bagi generasi muda untuk membayangkan, merancang, dan membangun
masa depan yang lebih berkelanjutan.
124 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
pendidikan perdamaian, penguatan berpikir kritis, serta
literasi sosial-emosional. Dari keseluruhan peserta, 19
organisasi dengan kinerja terbaik melanjutkan ke tahap
implementasi penuh, sehingga dapat memperluas jangkauan
dan dampak program di berbagai daerah.
Program ini menunjukkan hasil yang terukur dalam perubahan
perilaku dan peningkatan kapasitas. Evaluasi pasca-
program menunjukkan bahwa 95% peserta mengalami
peningkatan kemampuan berpikir kritis, sementara 84%
meningkatkan kompetensi sosial-emosional. Lebih dari 70%
peserta kemudian berperan aktif sebagai agen perdamaian
di komunitasnya, menerjemahkan pembelajaran menjadi
aksi nyata. Tingkat kepuasan peserta yang tercermin dari
INDIKA FOUNDATION Net Promoter Score sebesar 9,5 dari 10 menunjukkan
kepercayaan yang tinggi terhadap program ini. Selain itu,
nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,49
Program Impact Grant:
menunjukkan bahwa setiap Rp 1 yang diinvestasikan mampu
menghasilkan Rp 4,49 nilai sosial, mencerminkan efektivitas
Memberdayakan dan akuntabilitas program.
Pemuda untuk Ketika generasi muda
Membangun Perdamaian dibekali dengan keterampilan,
Positif kepercayaan, dan kesempatan,
Indika Foundation berupaya memperkuat masa depan
mereka dapat menjadi penggerak
Indonesia dengan memberdayakan generasi muda melalui terciptanya perdamaian positif.
ekosistem kolaboratif yang mendorong terciptanya
perdamaian positif. Melalui Impact Grant Program, sebanyak Salah satu kekuatan utama Impact Grant Program adalah
50 organisasi masyarakat sipil yang dipimpin oleh anak pendekatannya yang terintegrasi dan berorientasi jangka
muda di berbagai wilayah Indonesia memperoleh pelatihan panjang. Program diawali dengan bootcamp intensif
terstruktur, pendampingan, serta dukungan pendanaan untuk yang membekali peserta dengan keterampilan dalam
mengembangkan kapasitas organisasi, memperluas jejaring, perancangan program, manajemen organisasi, serta
dan menciptakan ruang partisipasi yang bermakna bagi metodologi pembangunan perdamaian. Tahap ini dilanjutkan
generasi muda. Memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya, dengan pendampingan berkelanjutan yang memberikan
program ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat dan dukungan teknis dan pengembangan kepemimpinan sesuai
menunjukkan dampak sosial yang signifikan. dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Peserta
kemudian mengimplementasikan proyek dan aksi nyata di
masyarakat dengan dukungan finansial dan teknis, sehingga
“Kami mengapresiasi kolaborasi pembelajaran dapat diwujudkan dalam dampak yang terukur.
dengan Indika Foundation Program ini juga mengadopsi semangat gotong royong,
yang memberikan banyak dengan menekankan kemitraan jangka panjang dibandingkan
pembelajaran berharga. dukungan yang bersifat transaksional. Melalui kolaborasi,
kepercayaan, dan keterlibatan berkelanjutan, Indika
Melalui pendekatan problem Foundation berupaya memperkuat ketahanan kelembagaan
tree dan logframe, kami dapat organisasi yang dipimpin oleh generasi muda, sekaligus
menumbuhkan agen perubahan yang mampu mendorong
menyusun proposal dan kegiatan transformasi sosial yang inklusif dan konstruktif.
berbasis dampak secara lebih Melalui pendekatan berbasis ekosistem ini, Impact Grant
sistematis, sekaligus beradaptasi Program tidak hanya memperkuat organisasi kepemudaan,
tetapi juga berkontribusi pada penguatan kohesi sosial di
dengan pelatihan hybrid tanpa Indonesia—menunjukkan bahwa dampak berkelanjutan
mengurangi kualitas,” Cerita berawal dari generasi muda yang diberdayakan.
Perubahan (Story of Change).
Program ini dilaksanakan selama 15 bulan dengan
kerangka kerja yang terukur dan terstruktur. Tujuannya
adalah memperkuat kapasitas 50 organisasi agar mampu
memberdayakan lebih dari 6.000 anak muda melalui
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 125
Page 128
Keterlibatan pemangku kepentingan menjadi bagian
Menghormati hak asasi manusia penting dalam pendekatan ini. Indika Energy secara
aktif berinteraksi dengan masyarakat lokal, pemerintah,
Indika Energy memahami bahwa penghormatan organisasi masyarakat sipil, serta pemangku
terhadap hak asasi manusia merupakan fondasi penting kepentingan lainnya untuk mendorong praktik bisnis
dalam menjalankan operasional yang bertanggung yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Kami
jawab dan berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek hak juga bekerja sama dengan pemasok dan kontraktor
asasi manusia menjadi bagian integral dari strategi untuk memastikan keselarasan dengan standar hak
keberlanjutan Grup, sejalan dengan keyakinan bahwa asasi manusia, termasuk perlindungan hak pekerja,
keberhasilan jangka panjang perlu dicapai dengan tetap kondisi kerja yang aman dan sehat, kebebasan
menjunjung tinggi perlindungan dan penghormatan berserikat, serta larangan terhadap kerja paksa, pekerja
terhadap hak individu di seluruh operasional dan rantai anak, perdagangan manusia, dan diskriminasi (GRI 2-23,
nilai. 3-3, 406, 413).
Komitmen ini dituangkan dalam Kebijakan Hak Asasi Indika Energy berupaya menjalankan operasional
Manusia Indika Energy, yang selaras dengan prinsip- dengan memperhatikan hak masyarakat, termasuk
prinsip United Nations Global Compact (UNGC) di akses terhadap sumber daya alam, keberlanjutan
bidang hak asasi manusia, serta didukung oleh kerangka penghidupan, serta lingkungan yang sehat. Kami juga
internasional yang diakui, termasuk Deklarasi Universal berupaya memastikan bahwa rantai pasok dikelola
Hak Asasi Manusia dan Deklarasi ILO tentang Prinsip secara bertanggung jawab dan bebas dari pelanggaran
dan Hak Dasar di Tempat Kerja. hak asasi manusia. Kebijakan Hak Asasi Manusia Indika
Energy dapat diakses secara publik melalui situs web
Grup berkomitmen untuk menghormati hak seluruh resmi Perusahaan di https://www.indikaenergy.co.id/
individu yang terdampak oleh kegiatan operasional, governance/gcg-updates/.
khususnya kelompok yang rentan, termasuk masyarakat
lokal dan masyarakat adat, perempuan, anak-anak, Untuk mendukung akuntabilitas, kami menyediakan
penyandang disabilitas, serta kelompok minoritas. sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system)
Prinsip kesetaraan, inklusi, dan non-diskriminasi serta mekanisme pengaduan yang dapat diakses secara
diintegrasikan dalam hubungan ketenagakerjaan, aman dan rahasia oleh karyawan, kontraktor, maupun
keterlibatan masyarakat, serta kemitraan bisnis. pemangku kepentingan eksternal. Saluran ini dirancang
agar transparan, adil, dan responsif, serta memastikan
Untuk mendukung implementasi komitmen ini, Indika bahwa setiap laporan dapat disampaikan tanpa rasa
Energy menerapkan pendekatan pengelolaan hak asasi khawatir terhadap tindakan balasan.
manusia yang komprehensif, meliputi:
Seluruh laporan dipantau, ditinjau, dan ditindaklanjuti
» Uji tuntas hak asasi manusia — proses berkelanjutan melalui proses yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan
untuk mengidentifikasi, menilai, mencegah, dan permasalahan, langkah perbaikan dan pemulihan akan
mengurangi potensi risiko terkait hak asasi manusia direkomendasikan dan dilaksanakan sesuai kebutuhan,
yang timbul dari aktivitas operasional dan hubungan dengan pengawasan untuk memastikan tindak lanjut
bisnis. dan perbaikan berkelanjutan. Pendekatan ini mendukung
terciptanya kepercayaan, akuntabilitas, serta praktik
» Mekanisme pengaduan — saluran pelaporan bisnis yang bertanggung jawab di seluruh Grup.
yang mudah diakses dan menjaga kerahasiaan,
tersedia bagi karyawan, kontraktor, masyarakat,
dan pemangku kepentingan eksternal untuk Sistem whistleblowing
menyampaikan kekhawatiran terkait hak asasi Indika Energy memiliki sistem whistleblowing formal
manusia atau praktik bisnis. yang berfungsi sebagai mekanisme pengaduan bagi
seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan,
» Program pelatihan dan peningkatan kesadaran — kontraktor, dan pihak eksternal. Sistem ini dapat diakses
inisiatif untuk memperkuat pemahaman karyawan selama 24 jam melalui berbagai saluran, seperti surat,
dan kontraktor mengenai prinsip hak asasi manusia, email, faksimile, telepon, serta situs web khusus, yang
etika, dan praktik kerja yang bertanggung jawab. tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
untuk memastikan aksesibilitas yang luas dan inklusif
(GRI 2-25, 2-26).
126 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 127
Page 130
128 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
Selain melalui saluran formal, kami juga Perjanjian kerja bersama dan kebebasan
mempertimbangkan masukan yang diterima melalui berserikat
berbagai kanal lain, termasuk media massa, media
sosial, dan sarana komunikasi publik. Setiap laporan Indika Energy menghormati hak karyawan untuk
ditangani secara profesional, menjaga kerahasiaan, berserikat dan melakukan perundingan bersama. Kami
dan dilakukan secara objektif, dengan upaya untuk meyakini bahwa dialog terbuka dan keterlibatan yang
menindaklanjuti dan menyelesaikan setiap isu secara konstruktif dapat mendukung terciptanya organisasi
adil dan tepat waktu (GRI 2-25, 2-26). yang lebih kuat dan inklusif.
Karyawan dan perwakilannya dilibatkan dalam proses
Penanganan pengaduan penyusunan dan peninjauan kebijakan Perusahaan
Indika Energy telah menetapkan mekanisme formal bagi yang berkaitan dengan kondisi kerja dan kesejahteraan
karyawan untuk memperoleh saran serta menyampaikan karyawan. Perusahaan juga menyampaikan perubahan
pengaduan terkait pekerjaan, sebagaimana diatur kebijakan yang signifikan—khususnya yang berkaitan
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Bab VII tentang dengan kesejahteraan, sistem merit, atau rencana
Hubungan Industrial—Pasal 133 mengenai Keluhan bisnis—setidaknya satu bulan sebelum implementasi.
Karyawan dan Pasal 134 tentang Penyelesaian Keluhan Komunikasi dilakukan melalui berbagai saluran internal
Karyawan. Karyawan dapat menyampaikan pengaduan seperti email, town hall meeting, forum koordinasi, serta
kepada atasan langsung, yang bertanggung jawab untuk platform keterlibatan terstruktur lainnya, sesuai dengan
memfasilitasi penyelesaian secara tepat waktu di tingkat ketentuan Perusahaan dan perjanjian kerja bersama
operasional maupun struktural. yang berlaku (GRI 402-1).
Untuk mendukung aksesibilitas, transparansi, dan Sebagai bagian dari komitmen ini, karyawan memiliki
kerahasiaan, Perusahaan juga mengembangkan sistem hak untuk membentuk dan bergabung dalam serikat
khusus dalam pengelolaan pengaduan, masukan, dan pekerja sebagai sarana komunikasi dengan manajemen.
keluhan karyawan di seluruh operasional. Sebagai Serikat pekerja di lingkungan Grup Indika Energy antara
contoh, Kideco mengoperasikan Layanan Aspirasi lain mencakup Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
dan Keluhan Olo (LAKO), sebuah platform terintegrasi (SPSI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Serikat
dalam sistem Human Capital and Supporting System Independen Serikat Pekerja Paser (SPP), dan Serikat
(HCSS), yang memungkinkan karyawan menyampaikan Pekerja Batubara (SP BARA). Keberadaan serikat pekerja
aspirasi, memantau perkembangan penyelesaian, serta ini menyediakan ruang yang terstruktur bagi karyawan
memastikan tindak lanjut yang memadai. Mekanisme ini untuk menyampaikan aspirasi serta berkontribusi dalam
mendukung budaya keterbukaan (speak-up culture) serta membangun hubungan industrial yang harmonis.
memperkuat komitmen kami terhadap praktik kerja yang
adil dan saling menghormati. Kebebasan berserikat dilindungi oleh peraturan
ketenagakerjaan di Indonesia dan selaras dengan
Apabila pengaduan belum dapat diselesaikan, karyawan konvensi International Labour Organization (ILO)
memiliki hak untuk meneruskan permasalahan yang relevan. Saat ini, perjanjian kerja bersama telah
tersebut kepada serikat pekerja untuk dibahas melalui diterapkan di Kideco dan mencakup 88,89% karyawan. Di
mekanisme bipartit. Jika masih belum mencapai tingkat Grup, penerapan perjanjian kerja bersama terus
kesepakatan, proses dapat dilanjutkan ke mekanisme dikembangkan di beberapa entitas lainnya.
tripartit sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang
berlaku (GRI 2-25, 2-26). Sejalan dengan prinsip tersebut, Perusahaan juga
melakukan penilaian risiko di seluruh operasional dan
Mekanisme ini juga mempertimbangkan masukan dari entitas utama untuk mengidentifikasi potensi risiko
pemangku kepentingan, termasuk perwakilan karyawan, terkait hak karyawan atas kebebasan berserikat dan
untuk terus menyempurnakan proses penanganan perundingan bersama. Berdasarkan hasil penilaian,
pengaduan agar tetap transparan, adil, dan mudah tidak ditemukan adanya operasi yang memiliki risiko
diakses (GRI 2-25, 2-26, 412-1). signifikan. Indika Energy akan terus memantau dan
memperkuat praktik hubungan industrial sebagai bagian
dari komitmen terhadap standar ketenagakerjaan yang
bertanggung jawab (GRI 2-30, 407-1).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 129
Page 132
Pekerja anak dan kerja paksa atau wajib dan rantai nilai Perusahaan. Penilaian ini mencakup
aspek kepatuhan regulasi, profil tenaga kerja, serta
Indika Energy memahami bahwa perlindungan terhadap praktik pengelolaan kontraktor guna memastikan bahwa
hak-hak dasar tenaga kerja merupakan bagian penting langkah pengendalian yang memadai telah diterapkan.
dari praktik bisnis yang bertanggung jawab. Perusahaan Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan, tidak
melarang segala bentuk pekerja anak serta kerja paksa ditemukan risiko signifikan terkait pekerja anak maupun
atau kerja wajib di seluruh operasional, dan menjunjung kerja paksa (GRI 408-1, 409-1).
tinggi prinsip-prinsip yang diatur dalam konvensi
International Labour Organization (ILO) terkait usia
Gambar 53. Insiden terkait diskriminasi (GRI 406-
minimum kerja, penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan
1)
terburuk bagi anak, serta penghapusan kerja paksa.
Kepatuhan terhadap peraturan nasional yang berlaku,
Keterangan 2023 2024 2025
termasuk Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13
Tahun 2003 Pasal 68 dan ketentuan terkait lainnya, Insiden yang ditinjau oleh 0 4 0
menjadi dasar dari pendekatan ini. organisasi
Rencana perbaikan sedang 0 4 0
Di seluruh organisasi, prinsip-prinsip tersebut diimplementasikan
diintegrasikan ke dalam kebijakan internal, proses
rekrutmen dan hubungan kerja, serta mekanisme Rencana perbaikan telah 0 0 0
pengawasan terhadap kontraktor, untuk memastikan diimplementasikan dan
hasilnya telah ditinjau
bahwa seluruh tenaga kerja memenuhi persyaratan usia
melalui proses peninjauan
minimum dan bekerja secara sukarela, tanpa adanya
manajemen internal rutin
paksaan, tekanan, atau ancaman.
Insiden tersebut tidak lagi 0 0 0
menjadi subjek tindakan
Penilaian risiko dilakukan secara berkala untuk
hukum
mengidentifikasi potensi paparan terhadap praktik
pekerja anak maupun kerja paksa di dalam operasional Jumlah insiden 0 4 0
130 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
KIDECO Pelatihan ini selaras dengan standar internasional yang
diakui, termasuk UN Guiding Principles on Business
and Human Rights serta konvensi International Labour
Melindungi dan Organization (ILO) yang relevan, serta mengacu pada
peraturan nasional yang berlaku. Dengan demikian,
Mengedepankan Rasa praktik keamanan tidak hanya mencerminkan disiplin
Hormat: Hak Asasi operasional, tetapi juga akuntabilitas etika yang kuat.
Manusia Penghormatan terhadap hak
Di Kideco, personel keamanan sering menjadi
asasi manusia bukan hanya
titik interaksi pertama di area operasional. kewajiban kepatuhan, tetapi juga
Mereka berperan dalam menjaga keselamatan
tanggung jawab yang tercermin
tenaga kerja, aset, dan kelangsungan
operasional. Namun, tanggung jawab tersebut dalam cara kita beroperasi,
juga mencakup penghormatan terhadap berinteraksi, dan berkembang.
martabat manusia dalam setiap interaksi.
Lebih dari itu, program ini menegaskan bahwa
Memahami peran penting ini, Kideco
keamanan bukan semata tentang pengendalian,
memperkuat program pelatihan hak asasi
tetapi tentang perlindungan yang dijalankan dengan
manusia yang ditujukan khusus bagi
integritas. Personel didorong untuk mengedepankan
personel keamanan. Program ini tidak hanya
penilaian yang bijak, empati, dan profesionalisme,
berfokus pada pemenuhan regulasi, tetapi
khususnya dalam berinteraksi dengan karyawan,
juga menekankan bahwa keselamatan dan
kontraktor, maupun masyarakat sekitar.
penghormatan perlu berjalan secara seimbang.
Pelatihan ini juga memperkuat pemahaman terhadap
Melalui sesi pembelajaran di kelas dan diskusi
mekanisme pengaduan dan whistleblowing di Kideco,
interaktif—termasuk studi kasus dan simulasi
sehingga karyawan dan pemangku kepentingan
berbasis skenario—peserta mempelajari
memiliki akses terhadap saluran yang aman dan dapat
berbagai prinsip penting, seperti non-
dipercaya untuk menyampaikan kekhawatiran tanpa
diskriminasi, penggunaan kekuatan secara
rasa khawatir. Peserta diingatkan bahwa perlindungan
proporsional, keterlibatan yang bertanggung
hak asasi manusia merupakan tanggung jawab
jawab dengan masyarakat, pencegahan
bersama yang memerlukan kewaspadaan, konsistensi,
pelecehan dan kerja paksa, kebebasan
dan komitmen.
berserikat, serta mekanisme penanganan dan
eskalasi pengaduan. Pendekatan ini menekankan Dengan mengintegrasikan kesadaran hak asasi
penerapan praktis, sehingga personel keamanan manusia ke dalam praktik keamanan sehari-hari,
dapat lebih memahami dan mengelola potensi Kideco berupaya membangun kepercayaan, mengelola
risiko hak asasi manusia dalam konteks risiko, serta memperkuat budaya kerja di mana
operasional, pengawasan kontraktor, dan keselamatan, keadilan, dan rasa hormat berjalan
interaksi dengan masyarakat. beriringan—karena melindungi operasional juga berarti
melindungi hak setiap individu.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 131
Page 134
Program-program ini dirancang secara kolaboratif untuk
Warisan masyarakat adat dan memperkuat kapasitas lokal, menjaga warisan budaya,
kemitraan lokal serta memastikan masyarakat dapat berpartisipasi
secara bermakna dan memperoleh manfaat dari
Indika Energy memahami pentingnya menghormati kegiatan yang berlangsung di wilayahnya.
masyarakat adat, warisan budaya, serta praktik hidup
tradisional di wilayah operasionalnya. Kami mengakui
Kinerja sosial memerlukan konsistensi dalam penerapan
prinsip free, prior and informed consent (FPIC) sebagai
dari waktu ke waktu. Pengembangan keterampilan,
landasan dalam setiap aktivitas yang berpotensi
penciptaan lingkungan kerja yang aman, dukungan
berdampak pada masyarakat adat, serta berupaya
terhadap penghidupan, serta penghormatan terhadap
memastikan bahwa proses keterlibatan dilakukan secara
hak-hak masyarakat membutuhkan kejelasan
transparan, penuh penghormatan, dan dengan itikad
peran dan perhatian yang berkelanjutan di berbagai
baik.
konteks operasional. Seiring dengan perkembangan
bisnis, aspek-aspek ini tetap menjadi bagian penting
Pendekatan ini selaras dengan standar internasional, dalam pengelolaan perubahan serta dalam menjaga
termasuk United Nations Declaration on the Rights kepercayaan karyawan, masyarakat, dan pemangku
of Indigenous Peoples (UNDRIP) dan Konvensi kepentingan lainnya. Penerapan komitmen sosial
International Labour Organization (ILO) 169, serta secara konsisten, respons terhadap masukan, serta
peraturan nasional yang berlaku. Kerangka ini menjadi pemantauan hasil didukung oleh pembagian peran
panduan dalam mengidentifikasi potensi dampak, yang jelas, pengawasan yang efektif, dan struktur
melakukan keterlibatan dengan masyarakat terdampak, pengambilan keputusan yang mendorong akuntabilitas
serta mengintegrasikan pertimbangan budaya ke dalam di seluruh Grup.
perencanaan dan pengambilan keputusan operasional.
Gambar 54. Jumlah karyawan yang tergabung
Kolaborasi dengan masyarakat lokal menjadi bagian dalam serikat pekerja (GRI 2-30)
penting dari pendekatan ini. Di Kideco, kami melakukan
studi pemetaan untuk memahami keberadaan, sebaran, Jenis kelamin 2024 2025
serta sistem budaya masyarakat adat Paser di wilayah
operasional. Studi ini dilakukan bekerja sama dengan Laki-laki 340 324
peneliti dari Universitas Mulawarman, mencakup 19
Perempuan 30 34
desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Paser, serta
mengacu pada Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan
tahun 2017. Hasil studi menunjukkan bahwa enam Gambar 55. Insiden terkait masyarakat adat (GRI
desa memiliki keberadaan masyarakat adat Paser yang 411-1)
signifikan (lebih dari 75%), sementara desa lainnya
menunjukkan tingkat representasi yang lebih terbatas Keterangan 2023 2024 2025
(10% atau kurang). Temuan ini menjadi dasar dalam
memperkuat pendekatan keterlibatan yang lebih Insiden yang ditinjau oleh 0 0 0
kontekstual dan sensitif terhadap budaya setempat. organisasi
Rencana perbaikan sedang 0 0 0
Pada tahun 2025, sebagaimana tahun-tahun diimplementasikan
sebelumnya, tidak terdapat pelanggaran terhadap hak
Rencana perbaikan telah 0 0 0
masyarakat adat di seluruh wilayah operasional Indika
diimplementasikan dan
Energy. Hal ini mencerminkan penerapan pengendalian hasilnya ditinjau melalui
internal, proses keterlibatan, serta pemantauan yang proses peninjauan
terus dilakukan untuk mencegah potensi dampak manajemen internal rutin
negatif.
Insiden tersebut tidak lagi 0 0 0
menjadi subjek tindakan
Dalam konteks tertentu, Indika Energy juga hukum
mengembangkan program berbagi manfaat (benefit-
sharing) dan pengembangan bersama (co-development) Jumlah insiden 0 0 0
yang diselaraskan dengan prioritas masyarakat serta
mendukung hasil sosial dan ekonomi jangka panjang.
132 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 133
Page 136
134 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
Tata Kelola: Memastikan
Integritas dan Akuntabilitas
Di Indika Energy, keberlanjutan menjadi landasan dalam menciptakan nilai
jangka panjang. Melalui tata kelola yang kuat dan arah strategis yang jelas, kami
mengintegrasikan pertimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara cermat ke
dalam setiap pengambilan keputusan. Perjalanan kami mencerminkan transisi yang
seimbang, yang mendukung ketahanan energi, mendorong dekarbonisasi, serta
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan generasi mendatang..
Pendekatan tata kelola kami
Mengelola perjalanan keberlanjutan secara terarah
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 135
Page 138
Tata kelola yang efektif menyediakan landasan yang guna mendukung transparansi, keterbandingan, dan
mendukung keselarasan antara strategi, kinerja, dan akuntabilitas seiring dengan perkembangan bisnis (GRI
akuntabilitas (GRI 2-9). Di Indika Energy, kerangka 2-2, 2-3).
tata kelola kami membantu mengatur pembagian
tanggung jawab, proses pengambilan keputusan, serta
pelaksanaan fungsi pengawasan di seluruh Grup (GRI Pengawasan dewan atas keberlanjutan
2-12, 2-13). Pengawasan Dewan yang kuat menjadi landasan dalam
pengelolaan keberlanjutan di seluruh Grup Indika Energy
Struktur ini mendukung integrasi aspek keberlanjutan ke (GRI 2-12). Dewan berperan sentral dalam mengarahkan
dalam perencanaan korporasi, manajemen risiko, dan strategi keberlanjutan, memantau kinerja ESG, serta
operasional, sehingga prioritas lingkungan dan sosial menyetujui inisiatif utama yang menentukan arah
dapat dikelola secara selaras dengan kinerja keuangan jangka panjang perusahaan (GRI 2-13, 2-14). Melalui
(GRI 3-3, 201-2). Peran yang jelas di tingkat Dewan dan penelaahan dan keterlibatan secara berkala, aspek
manajemen, didukung oleh komite khusus serta proses keberlanjutan diintegrasikan ke dalam pengambilan
yang terstruktur, turut memfasilitasi pengawasan yang keputusan strategis, selaras dengan pertimbangan
konsisten seiring dengan kompleksitas transisi dan keuangan dan operasional (GRI 2-9, 3-3).
dinamika perubahan jangka panjang yang dihadapi
perusahaan (GRI 2-14).
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Pendekatan tata kelola kami Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan
badan pengambilan keputusan tertinggi dalam Grup
Indika Energy (GRI 2-9). RUPS menetapkan struktur
Kerangka tata kelola Indika Energy menyediakan struktur
tata kelola perusahaan melalui pengangkatan anggota
untuk menerjemahkan tujuan keberlanjutan dan transisi
Dewan Komisaris, Direksi, serta komite (GRI 2-10).
ke dalam pengambilan keputusan, pengawasan, dan
akuntabilitas di seluruh Grup (GRI 2-9, 2-12). Peran yang
jelas, tanggung jawab yang terdefinisi, serta proses yang Pada tahun 2025, RUPS Tahunan diselenggarakan
terstruktur memandu penetapan strategi, pengelolaan pada 5 Mei sebagai forum untuk meninjau kinerja,
risiko, dan pemantauan kinerja, sehingga aspek menyetujui keputusan, serta membahas berbagai
lingkungan dan sosial terintegrasi secara selaras dengan hal terkait kegiatan usaha dan operasional Grup
prioritas keuangan dan operasional (GRI 2-13, 3-3). (GRI 2-16). Indika Energy menerapkan struktur tata
kelola dua tingkat, dengan Dewan Komisaris berperan
sebagai Dewan Pengawas dan Direksi sebagai Dewan
Tata kelola berperan penting dalam mendukung transisi
Eksekutif (GRI 2-9). Kedua Dewan bertanggung jawab
energi melalui pengambilan keputusan yang berbasis
atas pengambilan keputusan terkait keberlanjutan
informasi, alokasi modal yang disiplin, dan implementasi
yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, sosial,
yang konsisten di seluruh portofolio yang terdiversifikasi.
dan tata kelola, termasuk penelaahan dan persetujuan
Pengawasan di tingkat Dewan dan manajemen
pengungkapan keberlanjutan (GRI 2-12, 2-14).
memastikan bahwa risiko dan peluang terkait transisi
diidentifikasi sejak dini, dievaluasi secara menyeluruh,
dan dikelola selaras dengan tujuan jangka panjang Grup Dewan Komisaris
(GRI 2-14, 201-2).
Dewan Komisaris bertanggung jawab mengawasi
kebijakan dan pengelolaan yang dijalankan oleh Direksi,
Praktik tata kelola Grup selaras dengan standar
serta memastikan operasional berjalan sesuai peraturan
global dan kerangka pelaporan yang relevan,
dan prinsip tata kelola yang baik (GRI 2-9, 2-13).
termasuk Standar GRI (GRI 1), prinsip United Nation
Sebagai badan tata kelola tertinggi, Dewan Komisaris
Global Compact (GRI 2-23), dan WEF Stakeholder
mengawasi kinerja manajemen dan arah strategis
Capitalism Metrics. Kerangka ini menjadi acuan dalam
perusahaan. Dewan ini dipimpin oleh Komisaris Utama
mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam struktur
yang menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian
tata kelola, pengungkapan, dan pemantauan kinerja,
nasihat. Dalam menjalankan perannya, Dewan Komisaris
juga memberikan arahan strategis dan pengawasan
136 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
independen untuk mendukung kinerja berkelanjutan dan Ketua organ tata kelola tertinggi dan
penciptaan nilai jangka panjang (GRI 2-11, 2-12). benturan kepentingan
Sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas
Indika Energy menerapkan standar kelayakan dan
No. 40 Tahun 2007 beserta perubahannya, Indika
kepatuhan yang ketat dalam pengangkatan komisaris,
Energy menerapkan sistem dua tingkat (two-tier board)
termasuk persyaratan independensi bagi Komisaris
yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan
Independen (GRI 2-10, 2-15). Selain itu, para komisaris
Komisaris secara kolektif berperan dalam mengawasi
diharapkan memiliki kapabilitas kepemimpinan, keahlian
kinerja Direksi, memberikan arahan strategis, serta
yang relevan, serta komitmen terhadap nilai dan prinsip
memastikan perusahaan dijalankan sejalan dengan
tata kelola Grup (GRI 2-23).
prinsip tata kelola perusahaan yang baik guna
mendukung pencapaian visi dan misi (GRI 102-18, 102-
Komite Keberlanjutan 25). Direksi, dengan dukungan Sekretaris Perusahaan
dan komite terkait, bertanggung jawab atas pelaksanaan
Dibentuk pada tahun 2021, Komite Keberlanjutan
operasional perusahaan (GRI 102-22).
berperan dalam mendukung Dewan Komisaris
dalam mengawasi aspek lingkungan, sosial, dan
Struktur tata kelola ini dirancang untuk mendukung
tata kelola di seluruh Grup (GRI 2-9, 2-12). Komite ini
efektivitas dan efisiensi operasional sekaligus menjaga
turut berkontribusi dalam mendorong transparansi,
kepentingan para pemangku kepentingan. Selain itu,
konsistensi, dan akuntabilitas dalam pengambilan
struktur ini juga membantu meminimalkan potensi
keputusan terkait keberlanjutan (GRI 2-14). Secara
pengaruh kepentingan pribadi maupun pihak ketiga
triwulanan, Direktur Utama bersama Komite
dalam pengambilan keputusan, sehingga independensi
Keberlanjutan turut berpartisipasi dalam forum diskusi
dan integritas tetap terjaga (GRI 102-23, 102-24).
keberlanjutan untuk meninjau perkembangan, berbagi
Apabila terdapat potensi benturan kepentingan antara
pembelajaran, serta membahas prioritas pada tahap
kepentingan perusahaan dan kepentingan pribadi
selanjutnya dalam perjalanan keberlanjutan Grup (GRI
anggota Dewan, maka persetujuan akan diperoleh
2-13, 2-17).
melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai
dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan guna menjaga
Dewan Direksi kredibilitas dan kepercayaan publik.
Dewan Direksi bertanggung jawab mengelola
perusahaan sesuai dengan tujuan strategis dan Dalam upaya menjaga profesionalisme dan objektivitas,
Anggaran Dasar (GRI 2-13). Bertindak atas nama anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak
perusahaan dalam aspek hukum dan bisnis, Direksi diperkenankan merangkap jabatan yang berpotensi
bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang menimbulkan benturan kepentingan, baik secara
Saham serta memastikan operasional berjalan sesuai langsung maupun tidak langsung. Setiap anggota Dewan
dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GRI diharapkan memiliki komitmen untuk menghindari
2-9). benturan kepentingan serta menjunjung tinggi etika
bisnis dan integritas dalam setiap keputusan dan
kebijakan. Melalui pemisahan yang jelas antara fungsi
Persyaratan kelayakan Dewan Direksi diterapkan secara
pengawasan dan pengelolaan dalam sistem dua tingkat,
konsisten selama masa jabatan, mencakup integritas
Indika Energy memastikan bahwa Dewan Komisaris dan
keuangan, kepemimpinan yang bertanggung jawab,
Direksi dapat menjalankan perannya secara akuntabel,
kepatuhan hukum, dan kewajiban regulasi (GRI 2-15).
transparan, serta terus menjaga kepercayaan para
Hal ini memperkuat etika, transparansi, dan akuntabilitas
pemangku kepentingan (GRI 102-18, 102-22, 102-23).
di tingkat eksekutif, serta memastikan Direksi
memiliki rekam jejak yang bersih dari pelanggaran dan
ketidakpatuhan (GRI 2-23).
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 137
Page 140
Struktur Perusahaan
100% 100% 100%
50%
PT Indika Energy
PT Indika Inti Corpindo PT Tripatra Multi Energi Infrastructure (Indonesia)
(Indonesia) (Indonesia)
PT Indika Tenaga Baru
50% (Indonesia) » Perdagangan, Pembangunan
» Investasi dan Perdagangan dan Jasa
Umum » Perdagangan Umum
» Manajemen Konsultasi
51% 100%
40% 2% PT Tripatra Engineering 98%
PT Kideco Jaya Agung 51%
(Indonesia) PT Interport Mandiri Utama
(Indonesia)
PT Empat Mitra Indika
» Jasa Konsultasi untuk Bidang- Tenaga Surya (Indonesia) » Jasa Manajemen dan
» Eksplorasi, Pengembangan,
bidang Konstruksi, Industri & Perdagangan
Pertambangan dan
Infrastruktur
Pemasaran Batubara
» Jasa Konsultasi
100%
6% 100%
49% 10% 90%
PT Interport Multi
PT Indika Indonesia 94% PT Tripatra Bioenergi
PT Indika Empat Niaga (Indonesia)
Resources (Indonesia) Angkasa (Indonesia) PT Sumber Multi Energi
Mitra Sumbawa
Penajam (Indonesia)
(Indonesia)
» Pertambangan dan » Jasa pengurusan
» Industri Kimia Dasar Organik
Perdagangan Transportasi, Perdagangan
» Perdagangan Umum » Konsultasi Manajemen dan Jasa Lainnya
100%
90% 100%
PT Tripatra Engineers 100% 10%
Indika Capital and Constructors
Investments Pte.Ltd. 49% 51% PT Indika Empat
(Indonesia) PT Indika Empat Mitra PT Mitra Baruna Nusantara
(Singapore) Mitra Timor
Surya (Indonesia) (Indonesia)
(Indonesia)
» Jasa Konsultasi, Konstruksi,
» Perdagangan Batubara dan Bisnis, Perdagangan dan
Mineral Serta Perdagangan Industri » Perdagangan Umum » Konsultasi Manajemen » Stevedoring
Umum
100%
60% 100% 100%
46% PT Interport
PT Empat Mitra Sarana Baruna
Indika Energy Trading PT Sea Bridge Shipping PT Empat Mitra (Indonesia)
Indika Mentari
Pte.Ltd. (Indonesia) Indika Cahaya (Indonesia)
(Indonesia)
(Singapore)
» Pengelolaan pelabuhan
» Pengangkutan Barang » Perdagangan Umum » Perdagangan Umum
» Perdagangan Domestik
100%
90% 100% 100% 100%
100% PT Interport
Dirandra Syandana
10% Tripatra (Singapore) PT Indika Multi Indika Power (Indonesia)
PT Indika Energy Trading PT Indika Infrastruktur
(Indonesia) Pte.Ltd. Energi Internasional Investments Pte.Ltd
Investindo (Indonesia)
(Singapore) (Indonesia) (Singapore) » Transportasi laut
» Perdagangan » Investasi » Perdagangan Umum » Investasi » Investasi 100%
PT Interport
100% 25%
99,99% Mandiri Abadi (Indonesia)
PT Prasarana 5% PT Cirebon 15%
Indika Capital Pte. Ltd. Tripatra Investments
Energi Indonesia Electric Power (Indonesia)
(Singapore) Limited (B.V.I) » Jasa Manajemen Transportasi
(Indonesia)
» Pembangkit Listrik Tenaga
» Investasi » Perdagangan Umum Uap (PLTU)
» Pemasaran & Investasi
PT Kariangau Gapura
Terminal Energi (Indonesia)
100% 100%
100%
5% PT Cirebon 15% » Pengelolaan Pelabuhan
PT Kuala Pelabuhan PT Prasarana Power Services (Indonesia) Khusus
Indika Capital Resources 5% Indonesia Energi Cirebon (Indonesia)
Limited (B.V.I) (Indonesia)
» Pengoperasian dan PT Jatim Gapura
» Perdagangan Umum Pemeliharaan Fasilitas dan
» Pembiayaan » Operasi Pelabuhan Terminal Energi (Indonesia)
Alat-alat Listrik
100%
25%
» Pengelolaan Pelabuhan
Khusus
PT Cirebon Energi
Prasarana (Indonesia)
PT Pahala
Globalindo Energi
100% (Indonesia)
» Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU)
» Perdagangan Bahan Bakar
Catatan: *100% saham perseroan terbatas (PT) Indonesia yang dimiliki oleh 2 pemegang saham yang keduanya adalah PT Indika Energy Tbk. dan atau anak perusahaannya.
138 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
PT Indika Energy Tbk.
(Indonesia)
100.0% 100% 100% 100% 100%
PT Indika Multi Properti PT Solusi Mobilitas Indonesia PT Indika Medika Nusantara PT Indy Properti Indonesia
PT Indika Mineral (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia)
Investindo (Indonesia)
» Konstruksi, Real Estate dan » Industri Motor, Perdagangan » Industri Alat Kesehatan dan » Pembangunan, Jasa dan
Perdagangan dan Jasa Obat Farmasi Perdagangan
» Investasi
100% 99% 100%
68,61% 100%
PT Mitra Motor Group PT Genomik Solidaritas
Indika Energy
Nusantara PT Jaya Bumi Paser (Indonesia) Indonesia (Indonesia)
Capital Pte. Ltd.
Resources Ltd. (Australia) (Indonesia) (Singapore)
» Industri Kendaraan Bermotor,
» Tes Sekuensing Genom,
Perdagangan dan Jasa
» Investasi » Perusahaan Hutan Laboratorium dan Jasa Klinis » Pembiayaan
Umum
100%
100%
75% 60%
50% Indika Energy Capital III
Pte.Ltd.
100%
PT Interport Reksa Bumi Salu Siwa Pty. Ltd. PT Diva Perdana Pesona PT Foxconn Indika Motor PT Bioneer (Singapore)
(Indonesia) (Australia) (Indonesia) (Indonesia) Indika Group (Indonesia)
» Pembiayaan
» Distributor Alat Kesehatan
» Investasi » Perusahaan Hutan » Manufaktur Kendaraan Roda 4 dan Obat Farmasi
» Pengelolaan limbah 100%
berbahaya
75% 100% Indika Energy Capital IV
96% 100%
Pte.Ltd.
PT Bioneer Indika (Singapore)
100% PT Elang Mas Andalan 25% PT Masmindo PT Telaga Mas Kalimantan PT Energi Makmur Buana Diagnostik (Indonesia)
(Indonesia) Dwi Area (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia)
» Pembiayaan
» Distributor Alat Kesehatan
» Jasa Bongkar Muat dan Obat Farmasi 100%
» Pertambangan Emas » Perusahaan Hutan » Distributor Kendaraan Roda 4
» Loading/Unloading Services
PT Indika Digital Teknologi
100% (Indonesia)
100% 100% 100%
30% PT Laras Ekosistem Organik PT Kalista Nusa Armada
PT Rockgeo PT Industri
PT Mitra Samudra (Indonesia) » Jasa Teknologi Digital
Energi Nusantara (Indonesia) Baterai Nusantara
Indonesia (Indonesia)
(Indonesia) (Indonesia)
100%
» Konsultasi Manajemen dan » Sewa, Perdagangan EV dan
Perdagangan Besar Stasiun Penukaran Baterai
» Investasi » Perdagangan Bijih Mineral » Manufaktur Baterai EV
PT Xapiens Teknologi
Indonesia (Indonesia)
0,65%
100% 100% 100%
» Jasa Teknologi Digital
100% 99,35%
PT Indika Logistic & PT Perkasa PT Manufaktur PT Kalista Rotom Orbita
Support Services Investama Mineral PT Natura Aromatik Teknologi Baterai (Indonesia) 100% 90%
10.0%
(Indonesia) (Indonesia) Nusantara (Indonesia) (Indonesia)
» Pengelolaan Pelabuhan » Sewa dan Perdagangan PT Zebra Cross Teknologi
» Perdagangan Bijih Mineral » Manufaktur Baterai EV Sepeda Motor Listrik (Indonesia)
Khusus
» Industri Minyak Atsiri
100%
100% » Jasa Teknologi Digital
100% 100% PT Kalista Nayara
Dayautama (Indonesia)
PT Interport Sarana PT Ilectra Motor Group 100%
PT Mekko Metal Mining (Indonesia)
Infrastruktur Indonesia
(Indonesia)
(Indonesia) » Sewa dan Perdagangan Indika Ventures Pte.Ltd.
Kendaraan Listrik Roda 4
» Industri Sepeda Motor, (Singapore)
» Pengelolaan Pelabuhan Perdagangan dan Jasa
» Tambang Bauksit
Khusus
100%
» Jasa Teknologi Digital
25%
100% 30% PT Kalista Soter
65% 100% Hastia (Indonesia) 22,5%
PT Batu Ampar PT Perkasa Alumina PT Electra Mobilitas
Container Terminal Indonesia Indonesia (Indonesia) » Sewa dan Perdagangan PT Narada Sahara Kencana
(Indonesia) (Indonesia) Kendaraan Listrik (Indonesia)
» Pengelolaan Pelabuhan » Smelter
» Pabrik Sepeda Motor 100%
» Jasa Teknologi Digital
PT Kalista Biru
Nusantara (Indonesia)
100%
51% PT Interport PT Electra Distribusi » Sewa dan Perdagangan
Patimban Agung Indonesia (Indonesia) Kendaraan Listrik
(Indonesia)
» Perdagangan Besar
» Pengelolaan Pelabuhan Sepeda Motor
100%
54,8% PT Cotrans Asia PT Electra Auto Indonesia
(Indonesia) (Indonesia)
» Jasa Pengangkutan dan » Perdagangan Eceran
Pengiriman Batubara Sepeda Motor
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 139
Page 142
Struktur Organisasi
Direksi
Direktur Utama dan CEO Grup
Azis Armand
Internal Audit
Einstein Erlangga
Direktur dan Group Chief Direktur dan Group Chief Corporate
Financial Officer Services & External Relations
CEO Anak Perusahaan
Retina Rosabai Johanes Ispurnawan
Head of Finance & Head of Human
Accounting Capital & Services
Johanes
Lista Kusnadi
Ispurnawan (Act)
Head of Corporate
Head of Legal
Finance
Nicky Kurniawan Muthia Soebagjo
Investor Relations
fungsi koordinasi untuk
Raihan Noer
menyelaraskan sinergi
140 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
Head of CEO Office,
Corporate Communications,
and Sustainability
Ricky Fernando
Sekretaris Perusahaan
Adi Pramono
Direktur dan Group Chief Direktur dan Group Chief
Investment Officer Portfolio Officer
Deddy Sudarijanto Kamen Palatov
Head of Business Chief Risk & Group Strategy & Group Information
Development Compliance Officer New Venture Technology
Sreecharan
Alif Sasetyo Lucas Djunaidi Prabaharan Gopalan
Nagarkal V.
Head of Corporate
Planning & Portfolio
Management
Wilona Tantra (Act)
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 141
Page 144
Independensi 2-12, 201-2). Tanggung jawab pelaksanaan pengelolaan
risiko berada pada pimpinan unit bisnis, dengan
Per 31 Desember 2025, Dewan Komisaris terdiri dukungan pengawasan terpusat.
dari Komisaris Utama, Wakil Komisaris Utama, dua
Komisaris, dan dua Komisaris Independen, dengan
Evaluasi kinerja Direksi juga mencakup aspek
masa jabatan antara satu hingga lima tahun (GRI 2-9).
keberlanjutan melalui KPI yang ditetapkan oleh Dewan
Komisaris Independen memenuhi seluruh persyaratan
Komisaris (GRI 2-18, 2-19). KPI tersebut meliputi
independensi, termasuk tidak memiliki afiliasi dengan
pencapaian target dalam Rencana Kerja dan Anggaran,
manajemen, auditor, maupun pemegang saham utama
kontribusi terhadap kinerja bisnis, keterlibatan
(GRI 2-10).
dalam inisiatif yang ditugaskan, komitmen terhadap
kepentingan Grup, serta kepatuhan terhadap hukum,
Delegasi peran peraturan, dan kebijakan internal (GRI 2-23).
Dewan Komisaris mendelegasikan fungsi pengawasan
sesuai keahlian dan pengalaman, dengan para Komisaris Pengembangan kompetensi badan tata
menjabat sebagai ketua atau wakil ketua pada komite kelola tertinggi
utama:
Kami memahami bahwa tata kelola yang kuat menjadi
salah satu fondasi penting dalam mendukung praktik
» Komite Audit, Risiko, dan Kepatuhan: Eko Putro bisnis berkelanjutan. Untuk itu, kami terus mendorong
Sandjojo pengembangan kapasitas Direksi dan Dewan Komisaris
melalui berbagai kesempatan pembelajaran yang relevan
» Komite Proyek dan Investasi: Farid Harianto dan Eko dengan inisiatif keberlanjutan (GRI 2-17).
Putro Sandjojo
Sepanjang tahun 2025, anggota Dewan Komisaris dan
» Komite Nominasi dan Remunerasi: Farid Harianto, Direksi mengikuti program kepemimpinan sebagai
Agus Lasmono, dan Nurcahya Basuki bagian dari upaya pengembangan kompetensi. Selain
itu, beberapa anggota Direksi turut berpartisipasi dalam
» Komite Keberlanjutan: Farid Harianto dan Eko Putro diskusi terkait isu-isu keberlanjutan. Di luar pelatihan
Sandjojo formal, pimpinan perusahaan juga didorong untuk
terlibat dalam berbagai program, dan konferensi yang
berfokus pada keberlanjutan, sebagai bagian dari
Integrasi aspek keberlanjutan dalam pembelajaran berkelanjutan dan upaya penyelarasan
pengambilan keputusan perusahaan dengan praktik terbaik global.
Aspek keberlanjutan diintegrasikan dalam pengambilan
keputusan perusahaan melalui indikator kinerja utama Gambar 56. Manfaat jangka pendek BOC dan BOD
(KPI) yang terkait ESG, yang ditetapkan setiap tahun di
tingkat Grup sebagai bagian dari siklus perencanaan 2023 2024 2025
strategis (GRI 2-13, 2-19). Pencapaian KPI ini dipantau
melalui tinjauan bisnis triwulanan dan dilaporkan Manfaat jangka 1.863.524 1.304.660 1.658.052
langsung kepada Group CEO. Fungsi Keberlanjutan pendek Dewan
Komisaris
mengkoordinasikan kebijakan dan strategi ESG
(dalam USD)
pada topik material, melakukan peninjauan kinerja
secara berkala, serta memberikan rekomendasi untuk Manfaat jangka 6.369.380 4.629.463 2.647.482
memperkuat implementasi di seluruh operasional (GRI pendek Dewan
3-3). Direksi (dalam
USD)
Risiko lingkungan dan sosial juga diintegrasikan ke Jumlah 8.232.904 5.934.123 4.305.534
dalam Kerangka Manajemen Risiko Grup yang selaras
dengan ISO 31000 tentang Manajemen Risiko. Kerangka
ini memastikan bahwa risiko transisi, lingkungan, dan
sosial diidentifikasi, dinilai, dan dikelola dengan tingkat
disiplin yang setara dengan risiko material lainnya (GRI
142 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 145
Kebijakan remunerasi mendorong pengambilan keputusan yang independen
serta penerapan tata kelola yang beretika.
Kerangka remunerasi Grup Indika Energy dirancang
untuk mendukung upaya menarik dan mempertahankan
talenta, sekaligus menjaga keselarasan dengan tujuan Komunikasi mengenai isu kritis
bisnis dan praktik yang berlaku di industri. Sesuai
Grup Indika Energy mendorong budaya komunikasi yang
dengan POJK 34, Komite Nominasi dan Remunerasi
terbuka di seluruh tingkatan organisasi. Pertemuan
berperan dalam menyusun struktur, merumuskan
rutin yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, serta
kebijakan, serta menetapkan remunerasi bagi anggota
berbagai komite menjadi sarana untuk membahas dan
Direksi (GRI 2-19, 2-20).
menindaklanjuti isu-isu penting secara tepat waktu.
Komponen remunerasi Direksi dapat mencakup gaji,
Dalam situasi tertentu, termasuk kondisi krisis,
honorarium, insentif, dan tunjangan, baik yang bersifat
kami mengaktifkan tim respons lintas fungsi yang
tetap maupun variabel. Dalam proses penetapannya,
dipimpin oleh manajemen senior dengan kewenangan
dipertimbangkan berbagai aspek, seperti acuan
pengambilan keputusan. Tim ini menyusun pendekatan
industri dan praktik di sektor sejenis, tugas, tanggung
yang komprehensif untuk mengidentifikasi serta
jawab, serta kewenangan masing-masing anggota
mengelola risiko utama dan turunannya, mencakup
Direksi dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan,
perencanaan, pengumpulan informasi, pengelolaan
pencapaian target secara individu maupun kolektif, serta
pemangku kepentingan, penanganan teknis atau
keseimbangan antara komponen tetap dan variabel
operasional, upaya pemulihan, investigasi, serta aspek
dalam remunerasi.
tata kelola (GRI 2-16).
Untuk Dewan Komisaris, struktur, kebijakan, dan
Sepanjang tahun 2025, kami menindaklanjuti tujuh
besaran remunerasi ditetapkan setiap tahun oleh
laporan yang diterima melalui Sistem Pelaporan
Komite Nominasi dan Remunerasi. Penetapannya
Pelanggaran (Whistleblowing System) terkait isu etika
juga mempertimbangkan standar industri, peran
dan kepatuhan. Setiap laporan ditinjau secara tepat
masing-masing anggota, serta kontribusinya terhadap
waktu, dengan langkah-langkah yang diambil mengacu
pencapaian tujuan perusahaan (GRI 2-20).
pada kerangka regulasi dan pedoman etika perusahaan.
Melalui proses ini, kami terus berupaya menjaga
Konflik kepentingan (GRI 2-15) transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik,
sekaligus memperkuat budaya integritas di seluruh
Kami berkomitmen untuk menjaga standar yang baik organisasi
dalam mencegah potensi benturan kepentingan, baik
yang nyata maupun yang dapat dipersepsikan, sehingga
kepentingan pribadi tidak memengaruhi pengambilan
Struktur tata kelola
keputusan perusahaan. Seluruh anggota Direksi dan
Dewan Komisaris diharapkan untuk memisahkan Struktur tata kelola Indika Energy dirancang untuk
kepentingan pribadi dan perusahaan, serta menghindari memastikan pengawasan yang jelas, akuntabilitas
situasi yang berpotensi menimbulkan benturan yang terdefinisi, serta pelaksanaan yang terkoordinasi
kepentingan. dalam mengelola risiko terkait iklim dan mendorong
pencapaian tujuan keberlanjutan Grup (GRI 2-9,
2-12). Struktur ini memastikan pertimbangan transisi
Pada tahun 2025, tidak terdapat hubungan keluarga,
terintegrasi dalam perencanaan strategis, manajemen
maupun secara keuangan pribadi, yang dapat
risiko, dan pengambilan keputusan operasional di
memengaruhi pengambilan keputusan. Grup dikelola
seluruh organisasi (GRI 2-13, 3-3).
secara profesional, tanpa adanya benturan kepentingan
maupun pengaruh eksternal, serta tetap mengacu
pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Komite khusus dan mandat
prinsip etika bisnis. Kode Etik Bisnis kami secara jelas
mengatur mengenai benturan kepentingan, sekaligus Untuk memperkuat pengawasan atas transisi bisnis
menegaskan tanggung jawab pemegang saham, Dewan dan isu terkait iklim, Indika Energy memiliki komite
Komisaris, dan Direksi untuk saling menghormati peran khusus, termasuk Komite Audit, Risiko, dan Kepatuhan
dan kewenangan masing-masing. Di seluruh tingkatan dan Komite Keberlanjutan (GRI 2-9). Setiap komite
organisasi, mulai dari pimpinan hingga karyawan, kami menjalankan mandat yang jelas, yang disetujui oleh
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 143
Page 146
Dewan, mencakup tanggung jawab, kewenangan, serta Koordinasi dan akuntabilitas lintas fungsi
garis pelaporan (GRI 2-12). Struktur ini mendukung
pengawasan yang terfokus sekaligus memastikan Tata kelola yang efektif juga didukung oleh koordinasi
keselarasan dengan tata kelola perusahaan secara yang melibatkan berbagai fungsi di luar komite formal.
keseluruhan (GRI 2-14). Indika Energy membentuk kelompok kerja lintas
fungsi yang melibatkan fungsi-fungsi utama seperti
manajemen risiko, hukum, keuangan, keberlanjutan, dan
Peran dan tanggung jawab perencanaan korporat (GRI 2-9, 2-13). Kelompok kerja ini
mendukung pengambilan keputusan yang terintegrasi
Pengawasan atas transisi bisnis dan kinerja
serta membantu menerjemahkan prioritas transisi ke
keberlanjutan dilakukan secara bersama antara Dewan
dalam pelaksanaan yang konsisten di seluruh unit bisnis.
dan manajemen, dengan pembagian peran yang jelas
untuk memperkuat akuntabilitas (GR 2-9, 2-12).
Melalui mekanisme koordinasi ini, pertimbangan terkait
iklim dan keberlanjutan turut diintegrasikan dalam
» Dewan Komisaris (BoC) memegang tanggung jawab
proses pengambilan keputusan investasi, alokasi
utama atas pengawasan strategis terhadap kinerja
modal, serta perencanaan operasional (GRI 2-12, 2-23).
keberlanjutan Grup. Tanggung jawab ini mencakup
Pendekatan ini membantu menyelaraskan tujuan
pemberian persetujuan akhir atas Rencana
keberlanjutan dengan proses bisnis utama, sekaligus
pengembangan Indika Energy serta memastikan
mendukung pelaksanaan yang lebih terarah seiring
bahwa pertimbangan jangka Panjang terkait iklim
dengan kemajuan agenda transisi Grup (GRI 3-3).
dan transisi disertakan pada tingkat tata kelola
tertinggi (GRI 2-14).
Etika bisnis dan kepatuhan
» Dewan Direksi (BoD) bertanggung jawab
mengawasi pengembangan dan implementasi Standar etika yang kuat menjadi landasan bagi Indika
strategi transisi bisnis, rencana aksi iklim, serta Energy dalam menjalankan operasional, mengelola
inisiatif dekarbonisasi Grup. Direksi menelaah risiko, dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan
dan menyempurnakan rencana ini sebelum (GRI 2-23). Kebijakan yang jelas, penegakan yang
merekomendasikannya kepada Dewan Komisaris konsisten, serta pengawasan aktif membentuk perilaku
untuk memperoleh persetujuan, sehingga arah etis di seluruh Grup, sehingga integritas, transparansi,
strategis dapat diterjemahkan ke dalam rencana dan kepatuhan terintegrasi dalam pengambilan
yang dapat dijalankan (GRI 2-13). keputusan sehari-hari maupun strategi jangka panjang
(GRI 2-24, 2-26).
» Komite Audit, Risiko, dan Kepatuhan mengawasi
identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko serta
Anti-suap dan korupsi
peluang terkait iklim, termasuk risiko transisi dan
risiko fisik. Komite ini berperan penting dalam Indika Energy menerapkan kebijakan nol toleransi
mengintegrasikan pertimbangan iklim ke dalam terhadap penyuapan dan korupsi di seluruh operasional
kerangka manajemen risiko perusahaan (ERM) (GRI 2-23, 205-3). Komitmen ini didukung oleh system
dan proses perencanaan strategis, serta menelaah Anti-Bribery Management System (ABMS) yang
langkah mitigasi agar selaras dengan tingkat diterapkan secara menyeluruh di tingkat Grup untuk
toleransi risiko Grup (GRI 2-12, 201-2). memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan dan praktik terbaik internasional.
» Komite Keberlanjutan berfokus pada pemantauan
kinerja keberlanjutan dan aspek terkait iklim di Efektivitas ABMS diperkuat melalui Bribery Risk
seluruh Grup. Hal ini mencakup pemantauan Assessment (BRA) yang dilakukan setiap tahun di
pencapaian target penurunan emisi GRK selaras seluruh Grup Indika Energy dan entitas anak (GRI
dengan transisi bisnis, serta penelaahan keselarasan 205-1). Penilaian ini mengidentifikasi potensi risiko,
kebijakan dan praktik operasional dengan komitmen mengevaluasi efektivitas pengendalian yang ada, serta
iklim dan perkembangan regulasi (GRI 2-12, 305-5). menjadi dasar penetapan langkah mitigasi. Hasilnya
dilaporkan kepada Direksi dan fungsi Anti-Bribery
Compliance untuk memastikan risiko ditangani pada
tingkat pengawasan yang tepat (GRI 2-12, 2-14).
144 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 147
Pada tahun 2025, Indika Energy memperbarui
sertifikasi ISO 37001:2016 sebagai bentuk komitmen
terhadap standar global anti-korupsi. Sepanjang tahun
tersebut, tidak terdapat risiko maupun insiden terkait
penyuapan atau korupsi, dan seluruh proses dikelola
sesuai prosedur yang berlaku, sehingga memperkuat
akuntabilitas dan transparansi (GRI 205-3).
Sistem pelaporan pelanggaran
Indika Energy telah mengoperasikan sistem pelaporan Laporan yang diterima dikelola oleh Komite Etik, yang
pelanggaran (whistleblowing) sejak tahun 2013, sebagai melakukan penelaahan awal dan menentukan kebutuhan
saluran yang bersifat rahasia bagi karyawan, pemasok, investigasi lebih lanjut (GRI 2-26). Jika diperlukan,
pelanggan, dan pihak ketiga lainnya untuk melaporkan investigasi dilakukan dan rekomendasi disusun, dengan
dugaan pelanggaran atau ketidakpatuhan (GRI 2-25, pembaruan disampaikan secara triwulanan kepada
2-26). Sistem ini dapat diakses melalui berbagai Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan komite terkait
platform, termasuk email, surat, telepon, faksimile, dan melalui Corporate Secretary dan Departemen Hukum
situs web, serta tersedia dalam Bahasa Indonesia dan (GRI 2-14). Proses yang terstruktur ini mendukung
Bahasa Inggris sejak tahun 2021 untuk meningkatkan penyelesaian yang tepat waktu, transparansi, dan
aksesibilitas dan perlindungan bagi pelapor. Informasi pengawasan yang konsisten.
lebih lanjut mengenai sistem ini dapat diakses melalui:
https://webapps.indikaenergy.co.id/whistleblowing/?f=i
Gambar 54. Penilaian risiko dan komunikasi Indika Energy terkait anti-korupsi pada tahun 2025 (GRI
205-1, 205-2)
Keterangan Jumlah %
Operasi dinilai berdasarkan risiko terkait korupsi 11 78,57%
Badan tata kelola yang telah disosialisasi dan dilatih 92 100%
mengenai kebijakan dan prosedur anti-korupsi
Karyawan yang telah disosialisasi mengenai kebijakan 4.306 100%
dan prosedur anti-korupsi
Karyawan yang dilatih dalam anti-korupsi 3.728 86,58%
Catatan:
• Data jumlah pegawai dan badan tata kelola yang menerima sosialisasi atau pelatihan kebijakan dan prosedur anti-korupsi tidak
disajikan berdasarkan kategori pegawai dan wilayah, karena keterbatasan data serta ketidakmampuan untuk mengelompokkan
sebagian pegawai berdasarkan wilayah akibat penempatan kerja di berbagai lokasi.
Gambar 57. Insiden terkait korupsi di Grup Indika Energy (GRI 205-3)
Keterangan 2023 2024 2025
Peristiwa korupsi 0 1 1
Peristiwa pemecatan pegawai karena korupsi 0 0 0
Insiden pemutusan kontrak mitra bisnis akibat 0 0 0
pelanggaran terkait korupsi
Kasus hukum publik yang diajukan terhadap 0 0 0
perusahaan atau karyawannya 0 0 1
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 145
Page 148
Gambar 56. Laporan pelanggaran dan insiden
ketidakpatuhan di Grup Indika Energy (GRI 2-27, Perilaku anti-persaingan
205-3, 2-16) Selama periode pelaporan, Indika Energy dan entitas
anak tidak menghadapi maupun menyelesaikan tindakan
Keterangan 2023 2024 2025 hukum terkait perilaku anti-persaingan, pelanggaran anti-
trust, atau praktik monopoli. Grup menjunjung prinsip
Laporan pelanggaran 2 1 7 persaingan usaha yang sehat melalui penerapan Kode
diterima Etik, standar etika bisnis, serta kerangka kepatuhan yang
Kasus pelanggaran 0 0 1 berlaku di seluruh operasional.
hukum dan peraturan
Denda atas pelanggaran 0 0 0 Upaya ini didukung oleh pengendalian internal,
hukum dan peraturan peningkatan kesadaran karyawan, serta mekanisme
pemantauan yang dirancang untuk mencegah praktik
Nilai moneter denda 0 0 0
anti-persaingan dan memastikan kepatuhan terhadap
karena tidak mematuhi
peraturan yang berlaku. Perusahaan tetap berkomitmen
hukum dan peraturan
(dalam USD) menjaga praktik bisnis yang etis serta integritas pasar di
seluruh rantai nilai (GRI 206-1).
Mendorong kepatuhan terhadap regulasi
Indika Energy mendorong kepatuhan terhadap regulasi Pelatihan dan pemantauan
dengan mengintegrasikan standar etika ke dalam praktik Pelatihan dan pemantauan berperan penting dalam
organisasi dan hubungan bisnis (GRI 2-23, 2-24). Seluruh memperkuat perilaku etis dan kepatuhan terhadap
karyawan baru diwajibkan mengikuti pelatihan Kode Etik regulasi (GRI 2-26, 205-2). Indika Energy menyediakan
Bisnis serta menyatakan komitmen untuk mematuhi program pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan
standar tersebut (GRI 205-2). Ketentuan serupa berlaku pemahaman terhadap Kode Etik Bisnis dan persyaratan
bagi mitra bisnis, pemasok, dan subkontraktor yang kepatuhan terkait di seluruh organisasi.
diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai
bagian dari pengelolaan kepatuhan dan risiko korupsi di
Program ini ditinjau dan diperbarui secara berkala
seluruh rantai nilai (GRI 2-6, 205-3).
untuk memastikan relevansi dan keselarasan dengan
perkembangan regulasi. Mekanisme pemantauan
Sepanjang tahun 2025, pemahaman terhadap Kode Etik melengkapi pelatihan dengan memperkuat pengawasan,
Bisnis, Anti-Bribery Management System (ABMS), dan mengidentifikasi kesenjangan, serta mendukung
program whistleblowing diperkuat melalui komunikasi perbaikan berkelanjutan dalam praktik etika dan
internal, platform digital, materi visual, survei, serta kepatuhan (GRI 2-27).
pelatihan penyegaran (GRI 2-25, 2-26). Upaya ini
memastikan karyawan tetap memahami ekspektasi
etika dan mekanisme pelaporan.
Penilaian risiko dilakukan secara berkala untuk
mengevaluasi efektivitas pengendalian anti-korupsi
serta mengidentifikasi peluang perbaikan (GRI 205-1). Ke
depan, transparansi akan ditingkatkan melalui perluasan
pengungkapan terkait pelatihan dan komunikasi
anti-korupsi, termasuk penyajian data yang lebih rinci
berdasarkan kategori karyawan, organ tata kelola, dan
wilayah (GRI 205-2).
146 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 147
Page 150
Kebijakan dan penetapan target
Kebijakan yang jelas dan target yang terukur menjadi Untuk mendukung pengambilan keputusan yang
fondasi pendekatan keberlanjutan Indika Energy (GRI terstruktur dan bertanggung jawab, kami menerapkan
2-23, 2-24). Grup menetapkan kebijakan keberlanjutan mekanisme penyaringan ESG dan penilaian risiko dalam
dan Standard Operating Procedures (SOP) yang proses utama, termasuk perencanaan belanja modal,
mencerminkan komitmen, prinsip panduan, serta optimalisasi portofolio, serta keputusan investasi
pengelolaan dampak ESG dan isu terkait iklim di seluruh dan divestasi strategis. Pendekatan ini memastikan
operasional (GRI 3-3). pertimbangan keberlanjutan terintegrasi selaras dengan
prioritas keuangan dan operasional (GRI 2-23, 2-24).
Kebijakan ini menyediakan kerangka yang konsisten
untuk pengambilan keputusan operasional dan selaras Kami mengalokasikan modal pada proyek dan inisiatif
dengan strategi jangka panjang serta ambisi transisi yang selaras dengan strategi transisi, komitmen
Grup. SOP menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik keberlanjutan, dan tingkat toleransi risiko Indika
melalui panduan implementasi yang terstruktur di Energy. Dengan mengintegrasikan ESG dalam proses
seluruh unit bisnis, sekaligus mendukung penetapan investasi, Grup memperkuat ketahanan, meningkatkan
target keberlanjutan dan iklim yang terukur, termasuk pengelolaan risiko, serta mendukung pertumbuhan
emisi GRK dan indikator ESG utama lainnya (GRI 302, jangka panjang yang bertanggung jawab. Pemantauan
305). berkelanjutan memastikan alokasi modal tetap selaras
dengan tujuan ESG dan menghasilkan dampak yang
Kebijakan, SOP, dan target ditinjau secara berkala diharapkan (GRI 3-3).
untuk menyesuaikan dengan perkembangan regulasi,
ekspektasi pemangku kepentingan, dan dinamika bisnis
Transparansi, pelaporan, dan jaminan
(GRI 2-29). Pencapaian target dipantau dan dilaporkan
secara berkala kepada manajemen dan Dewan Transparansi dan pengungkapan yang kredibel
untuk memperkuat akuntabilitas serta memastikan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pemangku
keselarasan dengan prioritas strategis (GRI 2-12, 2-14). kepentingan serta memantau kemajuan dari waktu ke
waktu (GRI 2-1, 2-2). Strategi ESG dan transisi Indika
Energy, serta kinerjanya, tercermin dalam penilaian
Pengelolaan alokasi modal dan integrasi eksternal seperti Sustainalytics dan CDP. Hasil penilaian
ESG tersebut ditinjau secara berkala untuk mengidentifikasi
Pertimbangan ESG dan iklim diintegrasikan dalam area perbaikan dan memperkuat akuntabilitas (GRI 2-5).
proses alokasi modal, evaluasi investasi, dan
perencanaan sumber daya di seluruh Grup (GRI 2-12, Grup menyelaraskan pengungkapan dengan kerangka
2-13). Keputusan investasi tidak hanya didasarkan global dan nasional yang diakui, termasuk Standar GRI
pada potensi imbal hasil finansial, tetapi juga (GRI 1), TCFD, Transition Plan Taskforce (TPT), Peraturan
mempertimbangkan risiko dan peluang lingkungan, OJK No. 51/2017 (POJK 51/2017), serta ISO 37001:2016
sosial, dan tata kelola, termasuk risiko transisi dan risiko untuk manajemen anti-suap (GRI 2-23, 205-1). Ke
fisik terkait iklim (GRI 201-2, 3-3). depan, praktik pelaporan akan terus dikembangkan
dengan mengadopsi standar yang terus berkembang,
termasuk IFRS S1 dan S2, guna memastikan relevansi,
keterbandingan, dan kredibilitas pengungkapan terkait
iklim dan keberlanjutan.
148 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 151
Di Tripatra, keberlanjutan bukan sekadar pelengkap dalam ditempatkan sejajar dengan kapabilitas finansial dan teknis
proses pengadaan, tetapi menjadi bagian inti dalam dalam pengambilan keputusan pengadaan. Melalui proses
membangun kemitraan dan menciptakan nilai jangka panjang. ini, kami mengidentifikasi dampak lingkungan utama dalam
Kami menyadari bahwa dampak kami melampaui operasi operasi dan kemitraan, termasuk emisi karbon dari logistik dan
langsung, sehingga pengadaan kami transformasikan menjadi penggunaan alat berat, serta potensi risiko pencemaran tanah.
pengungkit strategis untuk mendorong perubahan ekonomi, Temuan ini memungkinkan langkah mitigasi yang lebih terarah
lingkungan, dan sosial yang positif. Dengan mengintegrasikan sekaligus membuka ruang kolaborasi, peningkatan kapasitas,
prinsip ESG dalam keputusan pengadaan, kami memperkuat dan perbaikan berkelanjutan.
hubungan dengan pemasok, mengurangi eksposur risiko,
mendorong inovasi, serta mempromosikan
praktik bisnis yang beretika di seluruh rantai Rantai pasok kami bukan sekadar jaringan
nilai. pemasok, tetapi merupakan komitmen
Komitmen ini diwujudkan melalui langkah bersama terhadap integritas, inovasi, dan
nyata. Kami mengintegrasikan kuesioner
ESG sebagai persyaratan wajib dalam sistem
penciptaan nilai jangka panjang.
e-procurement, sehingga kinerja keberlanjutan
menjadi prasyarat bagi pendaftaran vendor. Hingga akhir tahun, Didukung oleh tata kelola yang kuat, kolaborasi lintas
lebih dari 71 mitra pemasok baru, mulai dari vendor lokal skala fungsi, serta investasi yang terarah dalam pengembangan
kecil hingga mitra yang lebih besar, secara resmi mengadopsi ESG dan pemasok, inisiatif pengadaan berkelanjutan
Supplier Ethical Policy kami. Pencapaian ini menjadi langkah Tripatra mencerminkan keyakinan sederhana bahwa ketika
penting dalam menyelaraskan rantai pasok dengan strategi keberlanjutan menjadi bagian dari cara kami memilih dan
ESG dan transisi kami, termasuk dalam upaya memahami dan bekerja dengan mitra, kami tidak hanya mengelola risiko, tetapi
mengelola emisi GRK cakupan 3. juga membangun rantai pasok yang tangguh, transparan, dan
mampu menciptakan dampak nyata serta nilai jangka panjang.
Kuesioner ESG ini tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi
juga mengevaluasi pemasok berdasarkan efisiensi energi,
pengelolaan limbah, hak tenaga kerja, keberagaman dan inklusi,
etika, serta transparansi. Dengan demikian, aspek keberlanjutan
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 149
Page 152
Mengelola perjalanan keberlanjutan
secara terarah
Perjalanan keberlanjutan Indika Energy dipandu Kemajuan kami tercermin tidak hanya pada pencapaian,
oleh tujuan jangka panjang dan diwujudkan melalui tetapi juga pada cara kami mengelola tantangan.
keputusan praktis sehari-hari di seluruh bisnis (GRI Menyeimbangkan kinerja jangka pendek dengan
2-12, 2-13). Pertimbangan lingkungan, sosial, dan tata kesiapan jangka panjang memerlukan prioritas yang
kelola semakin terintegrasi dengan prioritas operasional, cermat serta dialog berkelanjutan di seluruh Grup dan
keuangan, dan strategis, bukan sebagai komitmen dengan pemangku kepentingan (GRI 2-29). Hal ini juga
terpisah, tetapi sebagai bagian dari cara Grup beroperasi bergantung pada kolaborasi, baik dengan karyawan
dan merencanakan masa depan (GRI 2-23, 2-24). yang menerapkan prioritas ini dalam aktivitas sehari-
hari, dengan masyarakat yang terhubung dengan
Kinerja lingkungan memengaruhi cara kami mengelola operasi kami, maupun dengan mitra yang mendukung
aset, memanfaatkan sumber daya, dan mengembangkan pelaksanaan di seluruh rantai nilai (GRI 2-30, 413-1).
pendekatan menuju penurunan emisi (GRI 3-3, 302, 303,
305). Aspek sosial membentuk bagaimana individu Ke depan, perjalanan keberlanjutan kami akan terus
mengalami proses transisi, mulai dari kesiapan tenaga menuntut ketahanan dan fokus. Seiring perubahan
kerja dan keselamatan hingga hubungan dengan kondisi eksternal serta munculnya risiko dan peluang
masyarakat dan hasil pembangunan bersama (GRI baru, kami tetap yakin pada kejelasan arah yang telah
403, 404, 413). Tata kelola menyediakan kerangka yang ditetapkan (GRI 2-22). Investasi yang kami lakukan,
menghubungkan dimensi tersebut melalui penetapan kapabilitas yang kami kembangkan, serta struktur tata
tanggung jawab yang jelas, penguatan pengawasan, kelola yang kami bangun memberikan fondasi yang kuat
serta pelaksanaan yang konsisten dari waktu ke waktu bagi Grup untuk melangkah ke depan.
(GRI 2-9, 2-14, 2-17).
Laporan ini mencerminkan posisi Indika Energy dalam
Perjalanan ini menuntut pembelajaran dan adaptasi perjalanan tersebut, mencakup apa yang telah dibangun,
berkelanjutan. Operasi di berbagai wilayah dan sektor yang sedang dikelola secara aktif, dan yang masih
menghadirkan kondisi, ekspektasi, dan tantangan yang dalam proses pengembangan. Dengan tujuan yang
beragam. Dinamika pasar terus berkembang, teknologi jelas, pengawasan yang semakin kuat, serta komitmen
semakin matang, dan kebijakan terus diperbarui. Oleh berkelanjutan terhadap transparansi (GRI 2-1, 2-2, 2-3),
karena itu, pendekatan kami tidak bergantung pada kami akan terus melangkah secara terarah, dengan
satu jalur tunggal, melainkan berfokus pada penguatan tetap menjaga fokus pada tujuan jangka panjang dan
sistem, kapabilitas, dan tata kelola untuk menanggapi menyikapi secara adaptif dinamika dunia yang terus
perubahan secara terarah dan fleksibel (GRI 3-1, 3-2). berubah.
Dengan arah yang telah ditetapkan, kami kini berfokus
pada pelaksanaan, menerjemahkan komitmen menjadi .
rencana, rencana menjadi tindakan, dan tindakan
menjadi hasil (GRI 3-3).
150 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
Informasi Tambahan
Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi mengenai tanggung jawab atas
Laporan Keberlanjutan 2025
Kami, sebagai Dewan Komisaris dan Direksi Indika Energy, telah mengevaluasi isi Laporan Keberlanjutan
2025 dan menyatakan bahwa laporan ini mencakup seluruh aspek keberlanjutan yang relevan bagi Indika
Energy. Kami bertanggung jawab atas keakuratan isi Laporan Keberlanjutan ini, termasuk informasi
keuangan dan informasi terkait lainnya.
Jakarta, April 2026
Agus Lasmono Azis Armand
Presiden Komisaris Direktur Utama
Wishnu Wardhana Deddy Sudarijanto
Wakil Presiden Komisaris Direktur
Nurcahya Basuki Retina Rosabai
Komisaris Direktur
M. Arsjad Rasjid P.M. Johanes Ispurnawan
Komisaris Direktur
Farid Harianto Kamen Kamenov Palatov
Komisaris Independen Direktur
Eko Putro Sandjojo
Komisaris Independen
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 151
Page 154
ASSURANCE STATEMENT
SGS INDONESIA’S REPORT ON SUSTAINABILITY ACTIVITIES IN THE
PT INDIKA ENERGY Tbk SUSTAINABILITY REPORT FOR 2025
NATURE OF THE ASSURANCE/VERIFICATION
PT. SGS Indonesia was commissioned by PT Indika Energy Tbk to conduct an independent assurance of the
Sustainability Report 2025 period 01 January - 31 December 2025
INTENDED USERS OF THIS ASSURANCE STATEMENT
This Assurance Statement is provided with the intention of informing all PT Indika Energy Tbk’s stakeholders.
RESPONSIBILITIES
The information in the Report and its presentation is the responsibility of the directors or governing body and the
management of PT Indika Energy Tbk. SGS has not been involved in the preparation of any of the material
included in the Report.
Our responsibility is to express an opinion on the text, data, graphs and statements within the scope of assurance
based upon sufficient and appropriate objective evidence.
ASSURANCE STANDARDS, TYPE AND LEVEL OF ASSURANCE
The assurance of this report has been conducted according to the AA1000 Assurance Standard (AA1000AS v3),
a standard used globally to provide assurance on sustainability-related information across organizations of all
types, including the evaluation of nature and extent to which an organization adheres to the Accountability
Principles (AA1000AP,2018).
Assurance has been conducted at a moderate level of scrutiny and type 2
SCOPE OF ASSURANCE
The scope of the assurance included evaluation of quality, accuracy and reliability of specified performance
information as detailed below and evaluation of adherence to the following reporting criteria:
• AA1000 Accountability Principles (2018)
• Global Reporting Initiative Sustainability Reporting Standards 2021 (In Accordance with)
SPECIFIED PERFORMANCE INFORMATION AND DISCLOSURES INCLUDED IN SCOPE
• Energy Consumption
• Greenhouse Gases Emission scope 1 and scope 2
• Occupational Health and Safety
• Land use and Biodiversity
• Water and Effluent
• Community Development
• Diversity, Equity, and Inclusion
• Waste Management
• Corporate Governance
• Ethics and Compliance
152 Laporan Keberlanjutan 2025
SAGP2003 Issue 1 Effective Date: 01/01/2025
Page 155
ASSURANCE METHODOLOGY
The assurance comprised a combination of pre-assurance research and interviews with relevant accountable
managers and employees at the Head Office of PT Indika Energy Tbk’s in Jakarta via remote, sampling for
2 (two) subsidiaries, site PT Kideco Tbk in Kalimantan Timur via remote and PT Interport Mandiri Utama in Jakarta
and Kalimantan Timur via remote. PT Indika Energy Tbk’s Sustainability Report 2025 covers PT Indika Energy
Tbk’s, Subsidiaries, Joint Ventures, and Associated Companies.
LIMITATIONS
Financial data drawn directly from independently audited financial accounts has not been checked back to source
as part of this assurance process.
INDEPENDENCE AND COMPETENCE
The SGS Group of companies is the world leader in inspection, testing and verification, operating in more than
140 countries and providing services including management systems and service certification; quality,
environmental, social and ethical auditing and training; environmental, social and sustainability report assurance.
SGS affirm our independence from PT Indika Energy Tbk , being free from bias and conflicts of interest with the
organization, its subsidiaries and stakeholders.
The assurance team was assembled based on their knowledge, experience and qualifications for this assignment,
Environmental Management System (EMS) Lead Auditor, Quality Management System (QMS) Lead Auditor,
Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) Lead Auditor, and the Associate Certified
Sustainability Assurance Practitioner (ACSAP).
FINDINGS AND CONCLUSIONS
ASSURANCE OPINION
On the basis of the methodology described and the assurance work performed, we are satisfied that the specified
performance information included in the scope of assurance is accurate, reliable, has been fairly stated and has
been prepared, in all material respects, in accordance with the AA1000 Accountability Principles (2018) and
Global Reporting Initiative Sustainability Reporting Standards 2021 (In Accordance with).
We believe that the organization has chosen an appropriate level of assurance for this stage in their reporting.
ADHERENCE TO AA1000 ACCOUNTABILITY PRINCIPLES (2018)
INCLUSIVITY
PT Indika Energy Tbk has demonstrated a good commitment to stakeholder inclusivity and stakeholder
engagement. A variety of engagement efforts such as survey and communication to employees, customers,
investors, suppliers, sustainability experts, and other stakeholders are implemented to underpin the organization's
understanding of stakeholder concerns.
MATERIALITY
PT Indika Energy Tbk has established effective processes for determining issues that are material to the business.
Formal review has identified stakeholders and those issues that are material to each group of stakeholders, and
the report addresses these at an appropriate level to reflect their importance and priority to these stakeholders.
High Importance material topics are Energy Consumption, Greenhouse Gases Emission scope 1 and scope 2,
Occupational Health and Safety, Land use and Biodiversity, Water and Effluent, Community Development,
Diversity, Equity, and Inclusion, Waste Management, Corporate Governance, Ethics and Compliance.
RESPONSIVENESS
PT Indika Energy Tbk’s has responded to stakeholder’s issues that affect to its sustainability performance and is
released through decisions, actions and performance, as well as communication with stakeholders.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 153
SAGP2003 Issue 1 Effective Date: 01/01/2025
Page 156
IMPACT
PT Indika Energy Tbk has demonstrated a process on identify and represented impacts that encompass a range
of environmental, social and governance topics from wide range of sources, such as activities, policies, programs,
decisions and products and services, as well as any related performance. Measurement and evaluation of its
impacts related to material topic were in place at target setting with combination of qualitative and quantitative
measurements.
QUALITY AND RELIABILITY OF SPECIFIED PERFORMANCE INFORMATION
• The Occupational Health and Safety Management System and Environmental Management System
have been implemented and are being effectively maintained.
• PT Indika Energy Tbk has developed an internal platform to collect Environmental, Social, and
Governance (ESG) data from its subsidiaries, ensuring the reliability and accuracy of ESG information.
ADHERENCE TO GLOBAL REPORTING INITIATIVE SUSTAINABILITY REPORTING STANDARDS (2021)
In our opinion, the PT Indika Energy Tbk’s Sustainability Report 2025 is presented in accordance with the Global
Reporting Initiative Sustainability Reporting Standards 2021 for the period from 01 January 2025 to 31 December
2025 and fulfills all the required content and quality criteria.
Foundation
In our opinion, the content and quality of the report adhere to the GRI Reporting Principles of Accuracy, Balance,
Clarity, Comparability, Completeness, Sustainability context, Timeliness and Verifiability.
General Disclosures
All the General disclosures required for reporting in accordance with the Global Reporting Initiative Sustainability
Reporting Standards 2021
Material Topics
PT Indika Energy Tbk disclose material topics that represent an organization’s most significant impacts on the
economy, environment, and people, in accordance with Global Reporting Initiative Sustainability Reporting
Standards 2021.
Signed:
For and on behalf of SGS Indonesia
Waras Putri Andrianti
Waras Putri Andrianti
Business Assurance Director
Jakarta, Indonesia
16 March 2026
WWW.SGS.COM
154 Laporan Keberlanjutan 2025
SAGP2003 Issue 1 Effective Date: 01/01/2025
Page 157
Glosarium
ESG Environmental, Social, and Governance
EV Electric Vehicle
Singkatan
FaaS Fleet-as-a-Service: Sebuah model
bisnis yang dioperasikan oleh KALISTA
ALVA Merek sepeda motor listrik roda dua dari
yang memisahkan kepemilikan dan
Ilectra Motor Group. Dalam dokumen ini,
pemeliharaan armada dari operator
ALVA dan Ilectra Motor Group disebutkan
armada
secara bergantian
FEED Front End Engineering Design
BESS Battery Energy Storage System
FID Final Investment Decision
CAPEX Capital Expenditure
Grup Indika Energy dan entitas anak usaha
CC(U)S Carbon Capture, (Utilization) and Storage
- Serangkaian teknologi yang dirancang
untuk menangkap emisi karbon dioksida GED Tripatra Green Energy Development
(CO2) untuk digunakan kembali atau
disimpan untuk mencegahnya masuk ke ICE Internal Combustion Engine
atmosfer
IIR Indika Indonesia Resources, entitas
CIL Carbon-in-Leach (metode pengolahan anak usaha Indika Energy yang bergerak
emas) di bidang perdagangan batubara dan
komoditas lainnya
TCO2eq Ton setara karbon dioksida
IMG Ilectra Motor Group, perusahaan induk
EBITDA Earnings Before Interest, Taxes, kendaraan listrik roda dua Indika Energy
Depreciation, and Amortization yang berfokus mengelola manufaktur,
distribusi, dan jaringan dealer ALVA
EMB Energi Makmur Buana, entitas anak Indika
Energy di bidang kendaraan listrik. Operasi IMP Indika Multi Properti (Indika Nature),
penjualan INVI merupakan bagian dari entitas anak usaha Indika Energy yang
entitas berfokus pada solusi berbasis alam
dengan pendekatan regeneratif
EMITS Empat Mitra Indika Tenaga Surya,
perusahaan patungan antara Indika Interport Interport Mandiri Utama, entitas anak
Energy dan Fourth Partner Energy yang usaha Indika Energy yang menyediakan
berfokus pada pengembangan energi layanan logistik dan jasa kepelabuhanan
terbarukan
IPCC Intergovernmental Panel on Climate
EMS Energy Management System Change
EPC Engineering, Procurement, and IPP Independent Power Producer
Construction
IPY INDY Properti Indonesia, entitas anak
E&C Engineering and Construction usaha Indika Energy yang berfokus pada
pengelolaan gedung
ENDC Enhanced Nationally Determined
Contribution
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 155
Page 158
IUPK Izin Usaha Pertambangan Khusus - MUTU Multi Tambangjaya Utama, entitas
Izin yang dimiliki oleh Kideco sebagai anak usaha Indika Energy di bidang
kelanjutan dari Kontrak Karya Batubara pertambangan batubara yang telah
sebelumnya didivestasi pada tahun 2023
INVI Merek dari Energi Makmur Buana yang NDC Nationally Determined Contribution
berfokus pada pengembangan kendaraan
listrik, termasuk bus listrik dan armada NEK Nilai Ekonomi Karbon
tambang berbasis truk listrik, didukung
oleh infrastruktur seperti stasiun NZE Net-Zero Emissions, kondisi di mana emisi
pengisian gas rumah kaca yang dihasilkan seimbang
dengan jumlah emisi yang diserap atau
JETP Just Energy Transition Partnership dihilangkan dari atmosfer
JV Joint Venture, kerja sama bisnis antara OPEX Operational Expenditure
dua atau lebih pihak untuk mencapai
tujuan tertentu PLN Perusahaan Listrik Negara, perusahaan
listrik milik negara Indonesia yang
Kideco Kideco Jaya Agung, entitas anak usaha bertanggung jawab atas pembangkit
Indika Energy di bidang pertambangan listrik, transmisi, distribusi, dan ritel
batu bara
POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
KALISTA Kalista Nusa Armada, entitas anak
usaha Indika Energy yang berfokus pada PPA Power Purchase Agreement
kendaraan listrik roda empat atau lebih
REC Renewable Energy Certificates atau
KEN Kebijakan Energi Nasional Sertifikat Energi Terbarukan, instrumen
berbasis pasar yang menyatakan bahwa
KLHK Kementerian Lingkungan Hidup dan listrik dihasilkan dari sumber energi
Kehutanan terbarukan dan dibeli dari PLN
KPI Indikator Kinerja Utama SPKLU Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
Umum, stasiun yang dapat diakses publik
KtCO2q Ribuan ton setara karbon dioksida untuk mengisi daya kendaraan listrik
LNG Liquefied Natural Gas TCFD Task Force on Climate-related Financial
Disclosures
Masmindo Masmindo Dwi Area, entitas anak usaha
Indika Energy di bidang pertambangan Tripatra Entitas anak usaha Indika Energy yang
emas di Luwu, Sulawesi Selatan menyediakan layanan EPC, termasuk
Tripatra Multi Energi, Tripatra Engineering,
dan Tripatra Engineers & Constructors
Mekko Mekko Metal Mining, entitas anak usaha
Indika Energy di bidang pertambangan
bauksit di Landak, Kalimantan Barat Xapiens Xapiens Teknologi Indonesia, entitas anak
usaha Indika Energy yang berfokus pada
layanan teknologi informasi dan solusi
MMG Mitra Motor Group, anak usaha dari Indika
digital
Energy di industri kendaraan listrik
156 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 159
Istilah
Area dilindungi Emisi GRK cakupan 1 (scope 1 GHG emissions)
Area yang dilindungi dari gangguan selama kegiatan Emisi gas rumah kaca yang berasal dari sumber yang
operasional, di mana lingkungan tetap berada pada dimiliki atau dikendalikan secara langsung (emisi
kondisi alaminya dengan ekosistem yang sehat dan langsung), termasuk emisi dari pembakaran pada boiler,
berfungsi. Termasuk area yang telah dipulihkan, yaitu tungku, kendaraan/kapal yang dimiliki atau dikendalikan,
area yang digunakan atau terdampak oleh kegiatan serta emisi dari lapisan batubara. Emisi GRK cakupan 1
operasional dan telah direhabilitasi hingga kembali ke diukur dalam tonCO2eq.
kondisi semula atau kondisi dengan ekosistem yang
sehat dan berfungsi.
Emisi GRK cakupan 2 (scope 2 GHG emissions)
Pendekatan ini mencakup emisi gas rumah kaca yang
Baseline berasal dari pengaturan kontraktual, kami menggunakan
Titik awal yang digunakan sebagai dasar perbandingan. faktor emisi spesifik pemasok apabila tersedia dan
relevan, atau menggunakan faktor emisi residual atau
jaringan listrik (grid) suatu negara apabila data tersebut
Benturan kepentingan tidak tersedia. Emisi GRK cakupan 2 diukur dalam
Situasi ketika individu dihadapkan pada pilihan antara tonCO2eq.
kepentingan organisasi dan kepentingan pribadi atau
profesional lainnya.
Emisi GRK cakupan 3 (scope 3 GHG emissions)
Cedera kerja dengan kehilangan waktu (Lost Time Emisi gas rumah kaca tidak langsung (yang tidak
Injury/LTI) termasuk dalam cakupan 2 yang terjadi di sepanjang
LTI dicatat ketika karyawan atau kontraktor tidak dapat rantai nilai, baik dari aktivitas hulu maupun hilir. Saat
bekerja setelah suatu insiden. Hari kerja yang hilang ini, kami masih mengeksplorasi pendekatan untuk
dihitung mulai dari hari kerja terjadwal pertama ketika menghitung emisi GRK cakupan 3.
pekerja tidak masuk setelah hari terjadinya cedera. Hari
terjadinya cedera tidak termasuk dalam perhitungan.
Fotovoltaik (PV) surya
LTI tidak mencakup cedera dengan pembatasan kerja
Teknologi yang mengubah energi matahari menjadi
(Restricted Work Injuries) maupun fatalitas.
listrik.
ILO
Gas Rumah Kaca (GRK)
International Labour Organization (ILO) adalah badan
Gas-gas yang berkontribusi terhadap pemanasan global,
Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertujuan untuk
termasuk CO₂, CH₄, N₂O, HFCs, PFCs, dan SF₆. Emisi ini
mendorong keadilan sosial serta perlindungan hak asasi
dilaporkan dalam satuan CO₂ ekuivalen (CO2eq), kecuali
manusia dan hak-hak ketenagakerjaan yang diakui
dinyatakan lain. Protokol Gas Rumah Kaca (Greenhouse
secara internasional.
Gas Protocol) mengelompokkan emisi GRK ke dalam
beberapa cakupan berdasarkan sumbernya.
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia merupakan
Global Reporting Initiative (GRI)
standar bersama bagi semua negara yang menetapkan
Global Reporting Initiative (GRI) adalah organisasi
hak-hak dasar manusia untuk dilindungi secara
standar independen internasional yang mengembangkan
universal.
dan menyebarluaskan kerangka pelaporan keberlanjutan
yang bersifat sukarela.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 157
Page 160
ILO Karyawan
International Labor Organization (ILO) adalah badan Individu yang memiliki hubungan kerja dengan
PBB yang mempromosikan keadilan sosial dan hak organisasi sesuai dengan hukum atau praktik yang
tenaga kerja. berlaku secara nasional.
United Nations Global Compact (UNGC) Kebebasan berserikat
UNGC merupakan inisiatif sukarela yang didasarkan Hak pemberi kerja dan pekerja untuk membentuk,
pada komitmen pimpinan perusahaan (CEO) untuk bergabung, dan menjalankan organisasi mereka sendiri
menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan universal serta tanpa memerlukan persetujuan terlebih dahulu atau
mengambil langkah-langkah dalam mendukung Tujuan campur tangan dari pihak lain.
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs) PBB.
Intensitas emisi GRK cakupan 1 dan 2 Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)
Intensitas emisi GRK cakupan 1 dan 2 dihitung sebagai Pendekatan yang mencakup aspek lingkungan, sosial,
rasio antara emisi emisi GRK cakupan 1 dan 2 berbasis dan tata kelola dalam kegiatan bisnis.
lokasi dari aset industri yang dioperasikan oleh Indika
Energy pada akhir tahun pelaporan, terhadap produksi
batubara (dalam ton) serta terhadap pendapatan (dalam Limbah cair
juta USD). Istilah lain yang digunakan dalam laporan Air limbah yang berasal dari kegiatan operasional, baik
ini untuk merujuk pada metrik tersebut antara lain yang telah diolah maupun belum, yang dibuang ke
intensitas emisi dan intensitas emisi gas rumah kaca lingkungan.
(GRK).
Mekanisme pengaduan
IPCC Proses formal bagi pemangku kepentingan untuk
Panel antar pemerintah tentang Perubahan Iklim menyampaikan keluhan terkait dampak kegiatan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (Intergovernmental Panel operasional.
on Climate Change/IPCC) menilai informasi ilmiah,
teknis, dan sosial-ekonomi terkait risiko perubahan iklim
yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Pembuangan air (water discharge)
Jumlah total efluen, air bekas pakai, dan air yang tidak
digunakan yang dilepaskan ke air permukaan, air tanah,
Jam kerja air laut, atau pihak ketiga, di mana organisasi tidak lagi
Total jam kerja karyawan dan kontraktor, termasuk memanfaatkannya, selama periode pelaporan.
lembur, tidak termasuk ketidakhadiran.
158 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 161
Pengambilan air (water withdrawal) Setara karbon dioksida (CO2eq)
Jumlah total air yang diambil ke dalam batas Satuan untuk mengukur potensi pemanasan global dari
operasional organisasi dari seluruh sumber untuk gas rumah kaca.
berbagai keperluan selama periode pelaporan. Termasuk
air permukaan, air tanah, air laut, serta air yang diperoleh
dari pihak ketiga. Tenaga kerja
Mencakup karyawan dan kontraktor.
Penyakit akibat kerja (occupational disease)
Setiap penyakit atau gangguan kesehatan kronis yang Tingkat cedera kerja dengan kehilangan waktu (LTIR)
timbul akibat pekerjaan atau aktivitas kerja; biasanya Jumlah cedera kerja dengan kehilangan waktu per
diidentifikasi lebih sering terjadi pada kelompok pekerja 200.000 atau 1.000.000 jam kerja.
tertentu dibandingkan dengan populasi umum atau
kelompok pekerja lainnya. Penyakit akibat kerja berbeda
Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)
dengan cedera kerja.
Tujuan global untuk pembangunan berkelanjutan.
Paris Agreement
Perjanjian internasional terkait perubahan iklim yang
mencakup mitigasi dan adaptasi.
Perundingan bersama
Proses negosiasi antara pemberi kerja dan organisasi
pekerja untuk menentukan kondisi kerja dan hubungan
kerja.
Program pengembangan masyarakat
Rencana yang memuat tindakan untuk meminimalkan
atau mengompensasi dampak sosial dan ekonomi serta
meningkatkan dampak positif suatu proyek terhadap
masyarakat.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 159
Page 162
Pemetaan kerangka kerja
Global Reporting Index (GRI)
Pernyataan PT Indika Energy Tbk. telah melaporkan informasi sesuai dengan Standar GRI 2021,
penggunaan sebagaimana dikutip dalam indeks konten GRI ini untuk periode 1 Januari 2025 hingga 31
Desember 2025.
GRI 1 digunakan GRI 1: Landasan 2021
Persyaratan 9: Memberitahukan GRI
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
GRI 2: Pengungkapan 2-1 Rincian organisasi 30
Umum 2021
2-2 Entitas yang termasuk 36
dalam pelaporan keberlanjutan
organisasi
2-3 Periode pelaporan, frekuensi 50
dan titik kontak
2-4 Penyajian kembali informasi 58
2-5 Jaminan eksternal 152
2-6 Aktivitas, rantai nilai dan 26, 31, 35,
hubungan bisnis lainnya 40, 53, 146
2-7 Karyawan 95, 104
2-8 Pekerja yang bukan karyawan 105
2-9 Struktur dan komposisi tata 136
kelola
2-10 Nominasi dan pemilihan 136, 137
badan tata kelola tertinggi
2-11 Ketua badan tata kelola 137
tertinggi
2-12 Peran badan tata kelola 137
tertinggi dalam mengawasi
pengelolaan dampak
2-13 Pendelegasian tanggung 136, 137,
jawab untuk mengelola dampak 142
2-14 Peran badan tata kelola 144, 145
tertinggi dalam pelaporan
keberlanjutan
160 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 163
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
2-15 Konflik kepentingan 143
2-16 Komunikasi masalah kritis 143
2-17 Pengetahuan kolektif dari 97, 142
badan tata kelola tertinggi
2-18 Evaluasi kinerja badan tata 142
kelola tertinggi
2-19 Kebijakan remunerasi 52, 143
2-20 Proses untuk menentukan 143
remunerasi
2-21 Rasio kompensasi total Keterbatasan Pendekatan
tahunan kerahasiaan pengungkapan
akan ditinjau
secara berkala
sesuai dengan
persyaratan
kepatuhan
2-22 Pernyataan tentang strategi 32, 43, 51,
pembangunan berkelanjutan 61, 150
2-23 Komitmen kebijakan 31, 43, 150
2-24 Menanamkan komitmen 49, 53
kebijakan
2-25 Proses untuk memperbaiki 95, 126,
dampak negatif 129, 145
2-26 Mekanisme untuk mencari 102, 145
nasihat dan menyampaikan
kekhawatiran
2-27 Kepatuhan terhadap hukum 146
dan peraturan
2-28 Asosiasi keanggotaan 29
2-29 Pendekatan untuk 43, 53
keterlibatan pemangku
kepentingan
2-30 Perjanjian perundingan 132
kolektif
GRI 3: Topik Material 3-1 Proses untuk menentukan 50, 56
2021 topik material
3-2 Daftar topik material 57
3-3 Manajemen topik material 61, 93, 135
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi 24
Ekonomi 2016 langsung yang dihasilkan dan
didistribusikan
201-2 Implikasi keuangan dan 32, 41, 148
risiko serta peluang lainnya
akibat perubahan iklim
201-3 Kewajiban rencana 97
manfaat pasti dan rencana
pensiun lainnya
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 161
Page 164
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
201-4 Bantuan keuangan yang 24
diterima dari pemerintah
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi dan layanan 118
Ekonomi Tidak infrastruktur didukung
Langsung 2016
203-2 Dampak ekonomi tidak 24, 40, 114,
langsung yang signifikan 118
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran 25
Pengadaan 2016 kepada pemasok lokal
GRI 205: Anti-korupsi 205-1 Operasi yang dinilai 144
2016 berdasarkan risiko terkait korupsi
205-2 Komunikasi dan pelatihan 146
tentang kebijakan dan prosedur
anti-korupsi
205-3 Kejadian korupsi yang 146
terkonfirmasi dan tindakan yang
diambil
GRI 206: Perilaku 206-1 Tindakan hukum atas 146
Anti-Persaingan perilaku anti persaingan, anti
Usaha 2016 monopoli, dan praktik monopoli.
GRI 207: Pajak 2019 207-1 Pendekatan terhadap Keterbatasan Pendekatan
pajak kerahasiaan transparansi pajak
akan ditinjau untuk
pengungkapan di
masa mendatang
207-2 Tata kelola pajak, Keterbatasan Proses manajemen
pengendalian, dan manajemen kerahasiaan risiko pajak
risiko diperkuat untuk
mendukung
pengungkapan di
masa depan
207-3 Keterlibatan pemangku 43, 53
kepentingan dan pengelolaan
masalah yang terkait dengan
pajak
207-4 Pelaporan per negara Tidak relevan Topik ini akan
terus ditinjau
melalui asesmen
materialitas secara
berkala
GRI 301: Material 301-1 Material yang digunakan 89
2016 berdasarkan berat atau volume
301-2 Bahan masukan daur ulang 89
yang digunakan
301-3 Produk reklamasi dan 89
bahan kemasannya
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam 16, 64, 70
organisasi
302-2 Konsumsi energi di luar 16, 64, 70
organisasi
302-3 Intensitas energi 70
162 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
302-4 Pengurangan konsumsi 64
energi
302-5 Pengurangan kebutuhan 64
energi untuk produk dan layanan
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air 78
Limbah 2018 sebagai sumber daya bersama
303-2 Pengelolaan dampak 78
terkait pembuangan air
303-3 Penarikan air 16, 79, 82
303-4 Pembuangan air 82
303-5 Konsumsi air 82
GRI 304: 304-1 Lokasi operasional yang 71
Keanekaragaman dimiliki, disewa, dikelola di
Hayati 2016 dalam, atau berdekatan dengan
kawasan lindung dan kawasan
dengan nilai keanekaragaman
hayati tinggi di luar kawasan
lindung.
304-2 Dampak signifikan dari 71
kegiatan, produk dan layanan
terhadap keanekaragaman hayati
304-3 Habitat yang dilindungi 73
atau dipulihkan
304-4 Spesies dalam Daftar 77
Merah IUCN dan spesies dalam
daftar konservasi nasional yang
habitatnya berada di wilayah
yang terkena dampak operasi
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK langsung 16, 63
(Cakupan 1)
305-2 Emisi GRK tidak langsung 16, 63
(Cakupan 2)
305-3 Emisi GRK tidak langsung 63
lainnya (Cakupan 3)
305-4 Intensitas emisi GRK 16, 63
305-5 Pengurangan emisi GRK 63
305-6 Emisi zat perusak ozon 88
(ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), 88
sulfur oksida (SOx), dan emisi
udara signifikan lainnya
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan 83
dampak penting terkait limbah
306-2 Pengelolaan dampak 83
penting terkait limbah
306-3 Limbah yang dihasilkan 86
306-4 Limbah yang dialihkan dari 16, 86
pembuangan
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 163
Page 166
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
306-5 Limbah yang dibuang ke 86
tempat pembuangan
GRI 308: Penilaian 308-1 Pemasok baru yang 90
Lingkungan Pemasok disaring menggunakan kriteria
2016 lingkungan
308-2 Dampak lingkungan 90
negatif pada rantai pasokan dan
tindakan yang diambil
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru 106
Ketenagakerjaan 2016 dan pergantian karyawan
401-2 Manfaat yang diberikan 102
kepada karyawan penuh waktu
yang tidak diberikan kepada
karyawan sementara atau paruh
waktu
401-3 Cuti orang tua 106
GRI 402: Hubungan 402-1 Periode pemberitahuan 129
Ketenagakerjaan/ minimum mengenai perubahan
Manajemen 2016 operasional
GRI 403: Kesehatan 403-1 Sistem manajemen 110
dan Keselamatan kesehatan dan keselamatan kerja
Kerja 2018
403-2 Identifikasi bahaya, 110
penilaian risiko, dan investigasi
insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja 110
403-4 Partisipasi pekerja, 112
konsultasi, dan komunikasi
mengenai kesehatan dan
keselamatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja tentang 112
kesehatan dan keselamatan kerja
403-6 Promosi kesehatan pekerja 112
403-7 Pencegahan dan mitigasi 112
dampak kesehatan dan
keselamatan kerja yang terkait
langsung dengan hubungan
bisnis
403-8 Pekerja yang dilindungi 110
oleh sistem manajemen
kesehatan dan keselamatan kerja
403-9 Cedera akibat pekerjaan 113
403-10 Penyakit akibat pekerjaan 113
GRI 404: Pelatihan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per 107
dan Pendidikan 2016 tahun per karyawan
404-2 Program untuk 97
meningkatkan keterampilan
karyawan dan program bantuan
transisi
164 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 167
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
404-3 Persentase karyawan 107
yang menerima tinjauan kinerja
dan pengembangan karir secara
berkala
GRI 405: 405-1 Keberagaman badan tata 102
Keberagaman dan kelola dan karyawan
Kesempatan yang
Sama 2016
405-2 Rasio gaji pokok dan 102
remunerasi perempuan terhadap
laki-laki
GRI 406: 406-1 Insiden diskriminasi dan 102
Antidiskriminasi 2016 tindakan korektif yang diambil
GRI 407: Kebebasan 407-1 Operasi dan pemasok 129
Berserikat dan yang mana hak atas kebebasan
Perundingan Bersama berserikat dan perundingan
2016 kolektif dapat terancam
GRI 408: Pekerja Anak 408-1 Operasi dan pemasok yang 130
2016 berisiko tinggi terhadap insiden
pekerja anak
GRI 409: Kerja Paksa 409-1 Operasi dan pemasok yang 130
atau Wajib 2016 berisiko tinggi terhadap insiden
kerja paksa atau wajib
GRI 410: Praktik 410-1 Personel keamanan yang 126
Keamanan 2016 terlatih dalam kebijakan atau
prosedur hak asasi manusia
GRI 411: Hak-Hak 411-1 Insiden pelanggaran hak- 132
Masyarakat Adat hak masyarakat adat
2016
GRI 413: Komunitas 413-1 Operasi dengan 114
Lokal 2016 keterlibatan masyarakat lokal,
penilaian dampak, dan program
pembangunan
413-2 Operasi yang memiliki 114
dampak negatif signifikan,
baik aktual maupun potensial,
terhadap masyarakat lokal
GRI 414: Penilaian 414-1 Pemasok baru yang 126
Sosial Pemasok 2016 disaring menggunakan kriteria
sosial
414-2 Dampak sosial negatif 126
dalam rantai pasokan dan
tindakan yang diambil
GRI 415: Kebijakan 415-1 Kontribusi politik 24
Publik 2016
GRI 416: Kesehatan 416-1 Penilaian dampak Tidak material Topik ini akan
dan Keselamatan kesehatan dan keselamatan dari ditinjau secara
Pelanggan 2016 kategori produk dan layanan berkala dalam
proses asesmen
materialitas
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 165
Page 168
ALASAN TIDAK
STANDAR GRI PENYINGKAPAN HAL TINDAK LANJUT
DICANTUMKAN
416-2 Insiden ketidakpatuhan Tidak material Topik ini akan
terhadap dampak kesehatan dan ditinjau secara
keselamatan produk dan layanan berkala dalam
proses asesmen
materialitas
GRI 417: Pemasaran 417-1 Persyaratan untuk Tidak material Topik ini akan
dan Pelabelan 2016 informasi dan pelabelan produk ditinjau secara
dan layanan berkala dalam
proses asesmen
materialitas
417-2 Insiden ketidakpatuhan Tidak material Topik ini akan
terhadap informasi dan ditinjau secara
pelabelan produk dan layanan berkala dalam
proses asesmen
materialitas
417-3 Insiden ketidakpatuhan Tidak material Topik ini akan
terkait komunikasi pemasaran ditinjau secara
berkala dalam
proses asesmen
materialitas
GRI 418: Privasi 418-1 Keluhan yang terbukti Tidak material Topik ini akan
Pelanggan 2016 terkait pelanggaran privasi ditinjau secara
pelanggan dan kehilangan data berkala dalam
pelanggan proses asesmen
materialitas
166 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 169
Indeks Referensi POJK
NOMOR
PENYINGKAPAN HALAMAN
INDEKS
Strategi keberlanjutan
A.1 Penjelasan strategi keberlanjutan 15
Gambaran umum kinerja aspek keberlanjutan
B.1 Aspek ekonomi 24
B.1.a Jumlah produksi atau layanan yang terjual 26
B.1.b Pendapatan atau penjualan 22
B.1.c Laba atau rugi bersih 22
B.1.d Produk ramah lingkungan 38
B.1.e Keterlibatan pihak lokal dalam proses bisnis keuangan berkelanjutan 53
B.2 Aspek lingkungan 61
B.2.a Penggunaan energi 64
B.2.b Hasil pengurangan emisi 63
B.2.c Penurunan air dan limbah 83
B.2.d Konservari keanekaragaman hayat 71
B.3. Ikhtisar kinerja sosial yang menjelaskan dampak positif dan negatif dari
114
implementasi keuangan berkelanjutan terhadap masyarakat dan lingkungan
Profil perusahaan
C.1 Visi, misi, dan nilai-nilai keberlanjutan 31
C.2 Alamat perusahaan 30
C.3 Skala perusahaan 30
C.3.a Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban Dijelaskan lebih
lanjut dalam
Laporan Tahunan
C.3.b Jumlah karyawan berdasarkan jenis kelamin, posisi, usia, pendidikan, dan
104
status
C.3.c Persentase kepemilikan saham 138
C.3.d Area operasional 34
C.4 Produk, layanan, dan menjalankan aktivitas bisnis. 36
C.5 Keanggotaan dalam asosiasi 29
C.6 Perubahan signifikan dalam isu-isu dan perusahaan publik Dijelaskan lebih
lanjut dalam
Laporan Tahunan
Penjelasan Dewan Direksi
D.1.a Kebijakan untuk menanggapi tantangan dalam mewujudkan strategi
53
keberlanjutan
D.1.b Implementasi keuangan berkelanjutan 54
D.1.c Strategi pencapaian target 15
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 167
Page 170
NOMOR
PENYINGKAPAN HALAMAN
INDEKS
Tata kelola keberlanjutan
E.1 Bertanggung jawab untuk menerapkan keuangan berkelanjutan 53
E.2 Pengembangan kompetensi terkait keuangan berkelanjutan 53
E.3 Penilaian risiko implementasi keuangan berkelanjutan 32
E.4 Hubungan para pemangku kepentingan 43, 53
E.5 Masalah dalam implementasi keuangan berkelanjutan Tidak relevan
Kinerja keberlanjutan
F.1 Aktivitas budaya keberlanjutan 132
Kinerja keuangan
F.2 Perbandingan target dan kinerja produksi, portofolio, pembiayaan, pendapatan,
22
dan laba rugi
F.3 Perbandingan target dan kinerja portofolio, target pembiayaan, atau investasi
22
dalam proyek yang sejalan dengan keuangan berkelanjutan
Aspek umum
F.4 Biaya lingkungan 16, 61
Aspek material
F.5 Material yang digunakan ramah lingkungan 89
Aspek energi
F.6 Jumlah dan intensitas energi yang digunakan 16, 70
F.7 Upaya dan pencapaian efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan 64
Aspek air
F.8 Penggunaan air 82
Aspek keanekaragaman hayati
F.9 Dampak dari area operasional yang terletak di dekat atau di dalam kawasan
71
konservasi
F.10 Upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati 71
Aspek emisi
F.11 Jumlah dan intensitas emisi yang dihasilkan berdasarkan jenisnya 16, 69
F.12 Upaya dan pencapaian pengurangan emisi yang telah dilakukan 63
Aspek limbah dan air limbah
F.13 Jumlah limbah dan air limbah yang dihasilkan berdasarkan jenisnya 16, 86
F.14 Mekanisme pengelolaan limbah dan air limbah 83
F.15 Tumpahan yang terjadi (jika ada) 85
Keluhan mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan lingkungan hidup
F.16 Jumlah dan isi pengaduan lingkungan yang diterima dan diselesaikan 63
Kinerja sosial
F.17 Komitmen untuk menyediakan layanan berupa produk dan/atau layanan yang
25
setara kepada konsumen
168 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 171
NOMOR
PENYINGKAPAN HALAMAN
INDEKS
Aspek ketenagakerjaan
F.18 Kesempatan kerja yang setara 102
F.19 Pekerja anak dan kerja paksa 130
F.20 Upah minimum Regional 102
F.21 Lingkungan kerja yang layak dan aman 102
F.22 Pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan 97
Pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan
F.23 Dampak operasi terhadap masyarakat sekitar 114
F.24 Keluhan masyarakat 114
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan 114
Tanggung jawab atas pengembangan produk/layanan berkelanjutan
F.26 Inovasi dan pengembangan produk/layanan keuangan berkelanjutan Tidak relevan
F.27 Produk/layanan dievaluasi untuk keamanan pelanggan 25
F.28 Dampak produk/layanan 25
F.29 Jumlah penarikan produk Tidak relevan
F.30 Survei kepuasan pelanggan terhadap produk dan/atau layanan keuangan
53
berkelanjutan
Informasi lainnya
G.1 Verifikasi tertulis dari pihak independen (jika ada) 152
G.2 Formulir umpan balik 174
G.3 Tanggapan terhadap masukan atas laporan keberlanjutan tahun sebelumnya 174
G.4 Daftar pengungkapan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan
nomor 51/POJK.03/2017 tentang Implementasi keuangan berkelanjutan untuk 167
lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 169
Page 172
Indeks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(SDGs)
SDGS YANG
TEMA BISNIS
RELEVAN
STANDAR GRI HALAMAN
Pertumbuhan SDG 8 – Pekerjaan GRI 201-1 Kinerja Ekonomi
ekonomi & layak dan GRI 401 Pekerjaan 24, 106, 107,
lapangan kerja pertumbuhan 129
GRI 402 Hubungan buruh/manajemen
ekonomi
GRI 404 Pelatihan & pendidikan
Perilaku bisnis dan SDG 16 – Perdamaian, GRI 2-23 Tata kelola & etika
tata kelola yang keadilan, dan lembaga GRI 205 Anti-korupsi 31, 43, 144
etis yang kuat
Kesehatan dan SDG 3 – Kesehatan GRI 403 Kesehatan dan keselamatan kerja
keselamatan kerja dan kesejahteraan 110
yang baik
Strategi iklim & SDG 13 – Aksi iklim GRI 305 Emisi
pengurangan emisi 63
Pengendalian SDG 11 – Kota GRI 305-6 Emisi udara
kualitas udara & dan komunitas GRI 305-7 Emisi lainnya 90
emisi berkelanjutan
Transisi energi & SDG 7 – Energi yang GRI 302 Energi
64
energi terbarukan terjangkau dan bersih
Pengelolaan air SDG 6 – Air bersih dan GRI 303 Air & limbah
78
dan air limbah sanitasi
Limbah & ekonomi SDG 12 – Konsumsi GRI 306 Limbah
sirkular dan produksi yang 83
bertanggung jawab
Keanekaragaman SDG 15 – Kehidupan GRI 304 Keanekaragaman hayati
hayati & di darat
71
pengelolaan
penggunaan lahan
Pengembangan SDG 1 – Tanpa GRI 203-1 Dampak ekonomi tidak langsung
komunitas & kemiskinan GRI 413-1 Komunitas lokal
dampak sosial 24, 114
SDG 4 – Pendidikan
berkualitas
Hak asasi SDG 5 – Kesetaraan GRI 2-30 Perundingan bersama
manusia & praktik gender GRI 407-1 Kebebasan berserikat
ketenagakerjaan SDG 10 – Mengurangi 129, 130
GRI 408-1 Pekerja anak
kesenjangan
GRI 409-1 Kerja paksa
Keterlibatan SDG 10 – Mengurangi GRI 411 Hak-hak masyarakat adat
masyarakat adat kesenjangan GRI 413 Keterlibatan masyarakat
dan lokal 132
SDG 15 – Kehidupan
di darat
Keberlanjutan SDG 12 – Konsumsi GRI 204 Praktik Pengadaan
rantai pasokan dan produksi yang GRI 308-1 Penilaian lingkungan pemasok 90
bertanggung jawab
GRI 414-1 Penilaian sosial pemasok
170 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 173
Indeks World Economic Forum Stakeholder
Capitalism Metrics (WEF SCM)
TEMA METRIK INTI HALAMAN
Tata Kelola
Tujuan tata kelola Menetapkan tujuan 31
Kualitas badan tata kelola Komposisi badan tata kelola 136
Keterlibatan pemangku kepentingan Masalah material yang berdampak pada
57
pemangku kepentingan
Perilaku etis Anti-korupsi 144
Saran etika dan mekanisme pelaporan yang
144
dilindungi
Pengawasan risiko dan peluang Mengintegrasikan risiko dan peluang ke dalam
32
proses bisnis
Planet
Perubahan iklim Emisi Gas Rumah Kaca 63
Implementasi TCFD 148
Degradasi alam Penggunaan lahan dan kepekaan ekologis 71
Ketersediaan air tawar Konsumsi dan pengambilan air di daerah yang
78
kekurangan air
Masyarakat
Martabat dan kesetaraan Keberagaman dan inklusi 102
Kesetaraan gaji 102
Tingkat upah 102
Risiko terjadinya insiden pekerja anak, kerja paksa
130
atau kerja wajib
Kesehatan dan kesejahteraan Kesehatan dan keselamatan 110
Keterampilan untuk masa depan Pelatihan disediakan 107
Kesejahteraan
Penciptaan lapangan kerja dan kekayaan Jumlah absolut dan tingkat pekerjaan 104
Kontribusi ekonomi 24
Kontribusi investasi keuangan 24
Inovasi dalam produk dan layanan yang Total biaya penelitian dan pengembangan Belum
lebih baik diungkapkan
Vitalitas komunitas dan sosial Total pajak yang dibayar 24
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 171
Page 174
Indeks United Nations Global Compact
(UNGC)
TEMA PRINSIP HALAMAN
Hak Asasi 1. Perusahaan harus mendukung dan menghormati perlindungan 126
hak asasi manusia yang diakui secara internasional.
Manusia
2. Perusahaan harus memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam 130
pelanggaran hak asasi manusia.
Tenaga kerja 3. Perusahaan harus menjunjung tinggi kebebasan berserikat dan 129
pengakuan efektif atas hak untuk melakukan perundingan kolektif.
4. Perusahaan harus mendukung penghapusan segala bentuk kerja 130
paksa dan wajib.
5. Perusahaan harus mendukung penghapusan pekerja anak secara 130
efektif.
6. Perusahaan harus menjunjung tinggi penghapusan diskriminasi 102
dalam hal pekerjaan dan profesi.
Lingkungan 7. Perusahaan harus mendukung pendekatan kehati-hatian terhadap 63-90
tantangan lingkungan.
8. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mendorong tanggung 63-90
jawab lingkungan yang lebih besar.
9. Perusahaan harus mendorong pengembangan dan penyebaran 63-90
teknologi ramah lingkungan.
Anti-korupsi 10. Perusahaan harus memerangi korupsi dalam segala bentuknya, 144
termasuk pemerasan dan penyuapan.
172 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 175
Page 176
Formulir umpan balik pemangku
kepentingan
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca c. Laporan ini memberikan pengungkapan yang
Laporan Keberlanjutan Indika Energy 2025. berimbang, termasuk kemajuan dan tantangan.
☐ Sangat setuju
Seiring dengan kelanjutan perjalanan transisi kami,
☐ Setuju
perspektif Anda sangat penting dalam membantu kami
memperkuat strategi, meningkatkan transparansi, dan ☐ Tidak setuju
memperbaiki relevansi pengungkapan informasi kami. ☐ Sangat tidak setuju
Kami menyambut baik masukan Anda.
1. Kelompok pemangku kepentingan mana yang paling 3. Relevansi dan topik materi
mewakili Anda? Bagian mana yang menurut Anda paling relevan?
☐ Investor / pemegang saham ☐ Strategi transisi energi
☐ Karyawan ☐ Kinerja iklim dan lingkungan
☐ Pelanggan ☐ Dampak sosial dan pengembangan masyarakat
☐ Pemasok / mitra bisnis ☐ Kesehatan dan keselamatan
☐ Pemerintah / regulator ☐ Tata kelola dan manajemen risiko
☐ Perwakilan komunitas ☐ Etika dan kepatuhan
☐ LSM / masyarakat sipil ☐ Rantai pasokan dan bisnis yang bertanggung
☐ Akademisi / peneliti jawab
☐ Media
☐ Lainnya: ________________________ Apakah ada topik yang ingin Anda bahas lebih
mendalam dalam laporan mendatang?
_______________________________________________________
Negara/wilayah (opsional): ________________________
_______________________________________________________
_______________________________________________________
2. Kesan Anda secara keseluruhan
_______________________________________________________
a. Bagaimana penilaian Anda terhadap Laporan _______________________________________________________
Keberlanjutan ini secara keseluruhan?
_______________________________________________________
☐ Bagus sekali
4. Melihat ke depan
☐ Bagus
Dari perspektif Anda, area mana yang sebaiknya
☐ Memuaskan diprioritaskan oleh Indika Energy dalam beberapa tahun
☐ Perlu perbaikan mendatang?
☐ Dekarbonisasi dan pengurangan emisi gas rumah
kaca
b. Laporan tersebut menjelaskan dengan jelas
prioritas keberlanjutan dan transisi Indika Energy. ☐ Pengembangan energi terbarukan dan
terdiversifikasi
☐ Sangat setuju
☐ Efisiensi air dan sumber daya
☐ Setuju
☐ Penggunaan lahan, reklamasi, dan
☐ Tidak setuju keanekaragaman hayati
☐ Sangat tidak setuju
174 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 177
☐ Pengembangan dan keselamatan manusia
☐ Pengembangan komunitas
☐ Tata kelola dan transparansi
☐ Lainnya: __________________________________________
5. Format dan aksesibilitas
Laporan ini jelas, terstruktur, dan mudah dinavigasi
☐ Sangat setuju
☐ Setuju
☐ Tidak setuju
☐ Sangat tidak setuju
Format yang disukai untuk pelaporan di masa mendatang:
☐ Laporan cetak lengkap
☐ Versi web digital/interaktif
6. Komentar tambahan
Kami menghargai saran atau masukan lebih lanjut:
___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________
Kontak
Nama:
Organisasi:
Email:
☐ Saya terbuka untuk dialog lebih lanjut mengenai masalah keberlanjutan.
Kami menghargai waktu dan perspektif Anda. Masukan Anda mendukung komitmen berkelanjutan Indika Energy
terhadap transparansi, akuntabilitas, dan transisi yang bertanggung jawab saat kami berupaya menciptakan nilai
berkelanjutan jangka panjang.
Komitmen Keberlanjutan, Membuka Nilai Nyata 175
Page 178
Hubungi kami
Laporan Keberlanjutan 2025 Indika Energy merupakan bagian inti dari komunikasi atas kinerja Lingkungan, Sosial,
dan Tata Kelola (ESG) tahunan perusahaan (GRI 2-3). Laporan ini melengkapi Laporan Tahunan 2025 Indika Energy
dan menguraikan bagaimana risiko dan peluang keberlanjutan diidentifikasi dan dikelola selama tahun pelaporan
(GRI 3).
Selain Laporan ini, kami juga mengkomunikasikan kinerja ESG kami melalui berbagai publikasi perusahaan dan
memberikan pembaruan secara berkala tentang inisiatif dan kemajuan perusahaan melalui situs web dan platform
media sosial resmi kami. Sebagai penandatangan United Nations Global Compact (UNGC), Indika Energy juga
menerbitkan Communications on Progress (CoP) tahunan sejak tahun 2022, yang menegaskan kembali komitmen
perusahaan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.
PT Indika Energy Tbk.
Graha Mitra, Lantai 3
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21
Jakarta 12930, Indonesia
sustainability@indikaenergy.co.id
www.indikaenergy.co.id
indika.energy
176 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 179
Page 180
Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Bab
· Direktur Utama
p.4
unresolved
org
Seiring dengan berevolusinya jalur energi global
p.32
unresolved
—
prioritas, menyeimbangkan risiko dan peluang, serta
p.32
unresolved
—
menyesuaikan pendekatan kami jika diperlukan.
p.32
unresolved
—
operasional, investasi, dan pelibatan pemangku
p.32
unresolved
org
PT Indika Inti Investindo Dipandu
p.32
unresolved
org
pengembangan energi yang bertanggung jawab. Prinsip-prinsip ini membentuk cara kami mengambil
p.32
unresolved
org
PT Indika Indonesia Resources
p.38 ×3
unresolved
org
PT Kideco Jaya Agung
p.38 ×3
unresolved
org
PT Tripatra Engineers
p.38 ×2
unresolved
org
PT Interport Mandiri Utama
p.39 ×2
unresolved
org
PT Masmindo Dwi Area
p.39 ×2
unresolved
org
PT Mekko Metal Mining
p.40 ×2
unresolved
org
PT Indika Mul
p.40
unresolved
org
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
p.40
unresolved
org
PT Energi Makmur Buana
p.41 ×2
unresolved
org
PT Ilectra Motor Group
p.41 ×2
unresolved
org
PT Kalista Nusa Armada
p.41 ×2
unresolved
org
PT Genomik Solidaritas Indonesia
p.42
unresolved
org
PT Xapiens Teknologi Indonesia
p.42 ×2
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.42
unresolved
org
PT Tripatra Engineering
p.52
unresolved
org
PT Indika Multi Properti
p.52
unresolved
person
Memainkan
· Direktur Utama
p.54
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
p.71
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.73
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.74 ×2
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.76
unresolved
org
PT Paragon Technology
p.100
unresolved
—
BoC
· Komisaris
p.146
unresolved
org
Departemen
p.147
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.