PT Pradiksi Gunatama Tbk
listed issuer 352 attachments mirroredOverview
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) adalah perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Perusahaan mengelola kebun sawit dan mengolah hasilnya menjadi minyak sawit mentah serta produk turunan inti sawit.
PGUN memperoleh pendapatan dari kegiatan perkebunan sawit, termasuk penanaman, pemeliharaan, dan panen, serta pengolahan hasil panen. Produk utamanya mencakup CPO dan CPKO yang umumnya diproses lebih lanjut oleh industri lain. Kegiatan pendukung yang disebut dalam laporan meliputi konstruksi gedung industri dan layanan kepelabuhanan.
- Kantor pusat
- Jl. Negara Km. 44, Kec. Batu Engau, Kab. Paser, Kalimantan Timur 76261
- Didirikan
- 1995
- Tercatat di BEI
- 7 Juli 2020
- Karyawan
- 3.021 orang per 31 Desember 2025
- Luas izin usaha
- 41.562,25 hektare per akhir 2025
- Luas tertanam
- 23.329,03 hektare per akhir 2025
- Pabrik
- 1 pabrik kelapa sawit, kapasitas 90 ton per jam
- corsec@pradiksi.co.id
Industri
Perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, bagian dari industri agribisnis dan bahan baku pangan.
Posisi: Pemain berskala lebih kecil dibanding sejumlah emiten sawit seperti TAPG dan DSNG; perbandingan skala operasional ini bukan pangsa pasar nasional.
- Harga CPO dan produk sawit terkait
- Produktivitas kebun dan porsi tanaman menghasilkan
- Biaya pupuk, tenaga kerja, energi, dan logistik
- Cuaca serta kondisi panen
- Kapasitas dan efisiensi pengolahan
Grup & pengendali
Pengendali: PT Araya Agro Lestari (38,44%) dan PT Citra Agro Raya (38,25%) merupakan dua pemegang saham terbesar menurut snapshot 31 Agustus 2026.
Kepemilikan kedua pemegang saham tersebut ditampilkan terpisah; sumber yang digunakan tidak memastikan apakah keduanya bertindak sebagai satu kelompok pengendali.
Sejarah
- 1995Perseroan didirikan dan menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit di Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
- 2020Saham PGUN tercatat di BEI pada 7 Juli.
- 2022Perseroan bergabung dengan PT Senabangun Anekapertiwi; laporan menyebut luas perkebunan menjadi 41.562,25 hektare.
- 2023Perseroan membeli lahan sawit milik PT Langgai Agrindo Agung dan PT Bumi Paser Agrindo seluas sekitar 2.000 hektare.
Perkebunan kelapa sawit
Kegiatan hulu meliputi pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan buah kelapa sawit.
Pengolahan minyak sawit
Pengolahan buah sawit dan inti sawit menjadi minyak mentah untuk diproses lebih lanjut oleh industri lain.
Produk & merek lain
- Website https://pradiksi.co.id/
- Hubungan investor https://pradiksi.co.id/
- LinkedIn https://www.linkedin.com/company/pt-pradiksi-gunatama-tbk
Hanya tautan yang muncul di dokumen atau hasil pencarian yang ditampilkan.
Ringkasan AI dari dokumen emiten dan web; periksa sumbernya.
Intinya, beli PGUN?
PGUN masih 27,5% lebih tinggi dalam tiga bulan, tetapi lonjakan Agustus–September tampak didorong volatilitas dan rumor, bukan katalis fundamental yang terkonfirmasi.
Rp 9.625 (2026-09-25)
· 1H -1,0%
· 1M +1,1%
· 1B -2,8%
· 3B +27,5%
· vs IHSG 1B -0,2%
· 52mg 5.250–29.525
Laba bersih Kuartal II / Second Quarter: 44.51B44,510,478,395
(-46,7% YoY)
Kenapa naik?
Dalam tiga bulan PGUN naik 27,48% dan mengungguli IHSG 23,43 poin, meski sebulan terakhir turun 2,78%; kenaikan beruntun yang diselingi pembalikan tajam terjadi dengan volume melonjak. Lonjakan 18–20 Agustus tidak sejalan dengan besarnya gerak IHSG dan perusahaan membantah punya rencana akuisisi BYAN, sehingga penyebab pergerakan belum didukung katalis fundamental yang jelas.
- sedang Pada 18–20 Agustus saham melonjak dan berbalik tajam dengan volume sangat tinggi; pemberitaan mengaitkan perhatian pasar dengan rumor akuisisi BYAN, tetapi PGUN menyatakan tidak memiliki rencana akuisisi tersebut. [1↗] [2↗]
- sedang Pergerakan besar pada 9–10 Juni terjadi saat IHSG juga bergerak sangat kuat, sehingga sebagian kenaikan mungkin mengikuti sentimen pasar, meski kenaikan PGUN jauh lebih besar. [1↗]
- tinggi RUPSLB 23 September hanya menyetujui penyesuaian klasifikasi KBLI dan bukan perubahan kegiatan usaha; tidak tampak sebagai katalis fundamental kuat untuk reli harga. [1]
Alasan
- Lonjakan harga dan volume yang tajam lalu berbalik cepat lebih menunjukkan perdagangan spekulatif daripada kenaikan yang terjelaskan oleh kabar korporasi terkonfirmasi.
- Kinerja semester I 2026 menunjukkan laba bersih 44,5 miliar rupiah pada kuartal II, dibanding 83,5 miliar pada kuartal II 2025; angka tersebut belum mendukung valuasi tinggi tanpa informasi valuasi dan prospek tambahan.
- BEI mengumumkan kepemilikan PGUN terkonsentrasi tinggi; tiga pemegang saham terbesar tercatat menguasai sekitar 92,4%, sehingga likuiditas dan ruang gerak harga dapat rentan.
- Harga 25 September Rp9.625 masih jauh di bawah puncak 52 minggu Rp29.525, tetapi itu sendiri tidak membuktikan saham murah atau memberi dasar nilai wajar.
Katalis
- Kinerja kuartal berikutnya yang menunjukkan pemulihan pendapatan dan laba secara konsisten dapat memperkuat dasar fundamental saham.
- Pengumuman korporasi material atau rencana usaha baru yang terkonfirmasi dapat menjadi katalis, berbeda dari rumor yang telah dibantah.
Risiko
- Pembalikan harga tajam disertai volume berkali-kali lipat rata-rata meningkatkan risiko masuk saat euforia atau sulit keluar pada harga yang diinginkan. [1↗]
- Konsentrasi kepemilikan yang tinggi dapat mempersempit saham beredar dan memperbesar volatilitas maupun risiko likuiditas. [1]
- Jika rumor akuisisi BYAN menjadi alasan sebagian pelaku membeli, klarifikasi bahwa PGUN tidak memiliki rencana tersebut dapat memicu kekecewaan dan tekanan jual.
Riwayat prediksi PGUN Semua →
| 25 Sep 26 | HINDARI | — | 9.625 | +0,0% | Berjalan |
Bukan rekomendasi investasi — analisis AI dari keterbukaan informasi, harga dan berita. Periksa sumbernya sebelum mengambil keputusan.
Chart IDX · harian (EOD)
Musiman kinerja per tahun vs rata-rata
Pengumuman terbaru 25
Financial position Kuartal II / Second Quarter · Tidak Diaudit / Unaudit
| Figure (IDR) | 30 Jun 2026 | 31 Mar 2026 | 31 Dec 2025 | 30 Sep 2025 |
|---|---|---|---|---|
| Report posisi keuangan | ||||
| Total assets | 2.43T2,425,365,581,412 | 2.51T2,508,056,669,983 | 2.52T2,520,834,318,205 | 2.49T2,489,373,587,747 |
| Current assets | 297.70B297,701,108,595 | 325.83B325,831,239,348 | 324.47B324,474,666,741 | 259.82B259,817,293,407 |
| Non-aktif assets | 2.13T2,127,664,472,817 | 2.18T2,182,225,430,635 | 2.20T2,196,359,651,464 | 2.23T2,229,556,294,340 |
| Total liabilities | 502.56B502,559,736,607 | 557.14B557,135,241,991 | 602.12B602,116,414,752 | 608.30B608,302,954,620 |
| Equity | 1.92T1,922,805,844,805 | 1.95T1,950,921,427,992 | 1.92T1,918,717,903,453 | 1.88T1,881,070,633,127 |
| Paid-in capital | 573.78B573,784,888,200 | 573.78B573,784,888,200 | 573.78B573,784,888,200 | 573.78B573,784,888,200 |
| Retained earnings | 420.77B420,766,826,938 | 433.00B433,000,488,893 | 384.79B384,793,837,130 | 264.01B264,009,101,921 |
| Laba rugi komprehensif | ||||
| Revenue | 304.98B304,979,130,772 | 166.54B166,542,924,195 | — | 537.83B537,831,051,054 |
| Operating profit | 44.51B44,510,478,395 | 32.48B32,478,992,704 | — | 101.43B101,433,992,940 |
| Net profit | 44.51B44,510,478,395 | 32.48B32,478,992,704 | — | 101.43B101,433,992,940 |
| Comprehensive income | 44.08B44,080,748,060 | 32.20B32,203,524,540 | — | 100.00B99,996,056,439 |
| EPS basic / diluted | 7.7600 / — | 5.6600 / — | — / — | 17.6800 / — |
| Rasio keuangan · derived | ||||
| Current ratio | 183.65% | 171.98% | 152.30% | 151.74% |
| ROA | 1.84% | 1.29% | — | 4.07% |
| ROE | 2.31% | 1.66% | — | 5.39% |
From the XBRL instance filed with IDX. Ratios are derived from the figures above, so they may differ in the last decimal from the issuers's own rounding.
What the company owns Property, plant and equipment, net of depreciation
| Asset class | Share | Net | Bruto | Depreciation |
|---|---|---|---|---|
| LAND Land | 732.74B732,740,263,179 | 732.74B732,740,263,179 | — | |
| BUILDING Building Leasehold Improvement | 298.97B298,973,380,375 | 412.31B412,308,285,072 | 113.33B113,334,904,697 | |
| VEHICLE Motor Vehicle | 50.10B50,097,421,244 | 77.60B77,604,156,471 | 27.51B27,506,735,227 | |
| HEAVY_EQUIPMENT Heavy Equipment | 36.46B36,455,137,724 | 124.31B124,306,545,759 | 87.85B87,851,408,035 | |
| MACHINERY Machinery Equipment | 22.33B22,327,997,174 | 119.18B119,176,639,181 | 96.85B96,848,642,007 | |
| FURNITURE Furniture Office Equipment | 3.05B3,049,551,330 | 9.37B9,370,045,610 | 6.32B6,320,494,280 |
Classes an issuers does not report are absent rather than zero — a company that leases all its land simply omits it.
Total assets over time
Asset transactions 0 Material, affiliated and conflict-of-interest deals
No material or affiliated transactions parsed.
Shareholder register from filings as last reported to IDX · the register below is the authoritative source
No filings recorded.
| Jonet Budiarto | 0 | 0.00% | 31 Aug 2026 |
| Tamlikho | 0 | 0.00% | 31 Aug 2026 |
| Liana Saputri | 0 | 0.00% | 31 Aug 2026 |
| Indra Surya | 0 | 0.00% | 31 Aug 2026 |
| Baramega Cipta Mulia | 900,000,250 | 15.69% | 31 Aug 2026 |
| Araya Agro Lestari | 2,205,668,196 | 38.44% | 31 Aug 2026 |
| Citra Agro Raya | 2,194,718,786 | 38.25% | 31 Aug 2026 |
| Khairuddin Simatupang | 0 | 0.00% | 31 Mar 2026 |
| Jooyoung Lee | 0 | 0.00% | 30 Sep 2024 |
RUPS
Board
| Indra Surya | Komite Nominasi dan Remunerasi | since Sep 2023 |
| Erry TP Hidayat | Komite Nominasi dan Remunerasi | since Sep 2026 |
| Erick Osmanto | Komite Nominasi dan Remunerasi | since Dec 2025 |
Change terbaru
Backup status
- Attachments
- 352
- Mirrored
- 350
- Pending
- 0
Ownership filings on this issuer
No ownership filings recorded.