Back to announcement
20240304_FPNI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31593082_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review FPNISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00013/2.0162-00/BS/05/0153/1/III/2024 1 Maret 2024 Kepada Yth. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Mangkuluhur City Tower 1, Lt. 32 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 1 – 3 Karet Semanggi, Setiabudi Jakarta Selatan 12930 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi Dengan hormat, Pada tanggal 1 Maret 2024, PT Lotte Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”) dan Lotte Chemical Corporation (selanjutnya disebut “LCC”), pihak yang terafiliasi dengan PT Lotte Chemical Titan Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah menandatangani Amendment to IP License Agreement (selanjutnya disebut “AIPLA”), dimana berdasarkan AIPLA, LCTN telah menerima lisensi kekayaan intelektual dari LCC termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN (selanjutnya disebut “Transaksi”). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2023, Perseroan merupakan entitas induk LCTN dengan kepemilikan sebesar 99,85%. Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240115-002 tanggal 15 Januari 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan plastik
dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di Mangkuluhur City Tower One,
Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan 12930, dengan nomor telepon: (021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366,
dan website: www.lottechem.co.id.
LCTN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene, perdagangan besar (distributor
utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai berproduksi secara komersial sejak bulan
Februari 1993.
LCC merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Republik Korea. Ruang lingkup
kegiatan usaha LCC adalah bergerak dalam bidang manufaktur dan distributor produk
petrokimia.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sebelumnya, dalam
menjalankan kegiatan usahanya, LCTN telah menggunakan lisensi atas merek dan logo
“Lotte” tanpa dikenakan beban royalti. Pada tahun 2019, LCC, sebagai pemilik lisensi atas
merek dan logo “Lotte”, mengharuskan LCTN dan perusahaan-perusahaan yang terafiliasi
dengan LCC untuk membayarkan tarif lisensi atas penggunaan lisensi tersebut. Selanjutnya,
pada tanggal 28 Juni 2019, LCTN dan LCC telah menandatangani perjanjian IP License
Agreement (Perjanjian Lisensi HAKI) (selanjutnya disebut “IPLA – HAKI”), dimana
berdasarkan IPLA – HAKI, LCTN telah menerima lisensi dari LCC untuk menggunakan lisensi
atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi
biaya iklan LCTN, yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Juli 2019 dan berakhir pada tanggal
31 Desember 2020.
Berdasarkan IP License Agreement (Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual) (selanjutnya
disebut “IPLA – KI”) tanggal 1 April 2021, LCTN dan LCC telah sepakat dimana LCTN
menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak untuk
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sebesar 0,50% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN, yang berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2021
dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang secara otomatis setiap
tahunnya untuk jangka waktu satu tahun kecuali salah satu pihak memberikan pihak lainnya
pemberitahuan tertulis tidak melakukan perpanjangan, tidak kurang dari tiga puluh hari
sebelum berakhirnya masa berlaku saat itu.
2
Page 4
Sehubungan dengan adanya penambahan terhadap ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat
yang telah disepakati sebelumnya dalam IPLA – KI oleh LCTN dan LCC, maka LCTN dan
LCC telah menandatangani AIPLA sehubungan dengan Transaksi, dimana berdasarkan
AIPLA, LCTN menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak untuk
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi sebesar 0,15% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif
lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
Dengan dilakukannya Transaksi, LCTN dapat menggunakan lisensi kekayaan intelektual
termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte”
sehingga hal tersebut diharapkan dapat menjaga kelangsungan usaha (going concern) LCTN
serta kestabilan pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang diharapkan dapat
mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan
datang.
Transaksi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko atas kelangsungan usaha Perseroan
dalam terus menjaga perolehan pendapatan secara konsolidasian bagi Perseroan dan entitas
anak Perseroan dengan menggunakan lisensi tersebut sebagai faktor utama yang
menentukan penetrasi pasar atas portofolio produk Perseroan dan entitas anak Perseroan.
Transaksi merupakan strategi Perseroan sebagai bagian dari LCC secara grup dalam upaya
menjaga keseimbangan atas perolehan keuntungan bagi Perseroan dan pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.
Dengan prospek kebutuhan produk petrokimia dalam negeri yang tinggi, setelah Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan LCTN dapat meningkatkan pendapatannya atas
penjualan produk polyethylene dengan menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte”
yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sehubungan dengan adanya penambahan terhadap ketentuan-ketentuan dan syarat-
syarat yang telah disepakati sebelumnya dalam IPLA – KI oleh LCTN dan LCC, maka
LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA sehubungan dengan Transaksi, dimana
berdasarkan AIPLA, LCTN menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan
suatu hak untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi
sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan
bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi beban
iklan LCTN.
• Dengan dilakukannya Transaksi, LCTN dapat menggunakan lisensi kekayaan intelektual
termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo
“Lotte” sehingga hal tersebut diharapkan dapat menjaga kelangsungan usaha (going
concern) LCTN serta kestabilan pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang
diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
3
Page 5
• Transaksi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko atas kelangsungan usaha
Perseroan dalam terus menjaga perolehan pendapatan secara konsolidasian bagi
Perseroan dan entitas anak Perseroan dengan menggunakan lisensi tersebut sebagai
faktor utama yang menentukan penetrasi pasar atas portofolio produk Perseroan dan
entitas anak Perseroan. Transaksi merupakan strategi Perseroan sebagai bagian dari
LCC secara grup dalam upaya menjaga keseimbangan atas perolehan keuntungan bagi
Perseroan dan pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
• Dengan prospek kebutuhan produk petrokimia dalam negeri yang tinggi, setelah Transaksi
menjadi efektif, Perseroan mengharapkan LCTN dapat meningkatkan pendapatannya
atas penjualan produk polyethylene dengan menggunakan lisensi atas merek dan logo
“Lotte” yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa LCTN
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,85% pada tanggal
31 Desember 2023 dan LCC merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, maka
Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana LCTN
telah menerima lisensi kekayaan intelektual dari LCC termasuk tanpa batasan suatu hak untuk
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi sebesar 0,15% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif
lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
4
Page 6
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia (selanjutnya disebut “SPI”) 2018.
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
“KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”) sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
5
Page 7
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00214/2.1032/AU.1/05/0705-3/1/III/2020 tanggal 5 Maret 2020 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00259/2.1032/AU.1/04/0705-3/1/II/2020 tanggal 28 Februari 2020 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian;
12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028 yang disusun
oleh manajemen Perseroan;
14. AIPLA;
15. IPLA – HAKI;
6
Page 8
16. IPLA – KI;
17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 6
tanggal 11 Juni 2021 yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara lain,
untuk disesuaikan dengan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang “Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka” (selanjutnya
disebut “POJK 15/2020”) dan POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang “Pelaksanaan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik” (selanjutnya disebut
“POJK 16/2020”) serta menyusun kembali seluruh anggaran dasar Perseroan;
18. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Jimmy
Tanal, S.H., M.Kn., No. 21 tanggal 13 Mei 2020 mengenai perbaikan maksud dan tujuan
serta kegiatan usaha LCTN;
19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin Wiryapranata dengan
posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
dengan Transaksi;
20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
mendatang;
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;
22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
penugasan; dan
26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
7
Page 9
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami
tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data
dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan LCTN.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
8
Page 10
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
9
Page 11
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240115-002 tanggal 15 Januari 2024 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
10
Page 12
I. ANALISIS TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Lotte Chemical Titan Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk LCTN dengan
kepemilikan sebesar 99,85% pada tanggal 31 Desember 2023, dimana LCTN
telah menerima lisensi kekayaan intelektual dari LCC termasuk tanpa batasan
suatu hak untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif
sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN
yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan
LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, LCC
merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan Latar belakang, manajemen,
kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Indofatra Plastik
Industri berdasarkan Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 19 tanggal
9 Desember 1987 dan kemudian berganti nama menjadi PT Fatrapolindo Nusa
Industri berdasarkan Akta No. 53 tanggal 18 Juli 1988 dari Notaris Rukmasanti
Hardjasatya, S.H. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-6603.HT.01.01.TH.’88
tanggal 30 Juli 1988, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 80, Tambahan
No. 3831 tanggal 5 Oktober 1990.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 6 tanggal 11 Juni 2021 yang dibuat di
hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara lain, untuk disesuaikan dengan
POJK 15/2020 dan POJK 16/2020 serta menyusun kembali seluruh Anggaran
Dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Suratnya tertanggal
6 Juli 2021 Nomor AHU-AH.01.03-0420842.
Perseroan berkantor pusat di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32, Jalan
Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan 12930.
11
Page 13
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Park Hyun Chul
Komisaris Independen : Hendang Tanusdjadja
Direksi
Direktur Utama : Jang Seon Pyo
Direktur : Jojok Hadrijanto
Direktur : Calvin Wiryapranata
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. 5.148.902.750 92,50% 1.287.225.687.500
Masyakarat (masing-masing dengan kepemilikan
di bawah 5,00%) 417.511.250 7,50% 104.377.812.500
Jumlah 5.566.414.000 100,00% 1.391.603.500.000
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
perdagangan besar karet dan plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor
utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
1990.
12
Page 14
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
perdagangan besar karet dan plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor
utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
1990.
Kelompok usaha Perseroan terdiri atas dua perusahaan aktif yang beroperasi di
Indonesia, yaitu Perseroan sebagai perusahaan induk dan LCTN sebagai anak
perusahaan. Perseroan bergerak dalam bidang perdagangan dan impor produk
polyethylene dan polypropylene sedangkan LCTN bergerak dalam pabrikasi
polyethylene dengan kapasitas terpasang tahunan sebesar 450.000 MT.
Polyethylene adalah jenis poliolefin yang paling banyak digunakan berdasarkan
volume di dunia. LCTN memproduksi berbagai macam resin high density
polyethylene (HDPE) dan linear low density polyethylene (LLDPE) dengan
menggunakan teknologi “bed terfluidisasi fasa gas” innovene yang terkenal
dengan pengoperasian yang kualitas produk yang sangat baik.
Produk LCTN telah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan
Sertifikat Halal. Dengan potensi pasar yang besar di Indonesia yang memiliki
populasi mayoritas Muslim dan kebutuhan akan produk halal, produk LCTN telah
menjadi produk resin bersertifikat halal pertama di dunia yang berkomitmen
untuk memasok produk halal, higienis, dan berkualitas unggul.
LCTN menawarkan LLDPE dengan kekuatan dan ketahanan yang tinggi serta
transparansi yang sangat baik dan tingkat gel yang rendah untuk berbagai
aplikasi film, kabel, cetak putar dan aplikasi ekstrusi lainnya. Produk HDPE LCTN
memiliki kinerja dan kualitas yang konsisten. Produk ini menawarkan kekuatan
dan kualitas permukaan yang baik, serta relatif tidak berbau, yang cocok untuk
aplikasi injection dan blow molding, extrusion, dan film.
Selanjutnya, Perseroan melihat persaingan usaha, terutama untuk produk yang
berasal dari luar negeri, semakin ketat. Hal ini menuntut Perseroan untuk bisa
bergerak lebih dinamis untuk mengikuti perubahan di pasar. Peningkatan
kuantitas penjualan akan menjadi fokus utama Perseroan, yang bertujuan untuk
meningkatkan pangsa pasar, yang akan dilakukan dengan meningkatkan
intensitas pemasaran agar dapat melakukan penetrasi pasar secara lebih luas.
Komitmen Perseroan adalah menunjukkan eksistensi dengan selalu
mengembangkan diri dan up-to-date mengikuti keadaan pasar. Perubahan
kebutuhan dan perilaku masyarakat terhadap produk plastik pada khususnya
menuntut Perseroan untuk bisa berkembang mengikuti perubahan tersebut
dengan selalu memberikan produk dan pelayanan yang diinginkan. Perseroan
juga akan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang ada
serta membina hubungan baik dengan calon pelanggan yang berpotensi.
13
Page 15
Dari sisi operasional produksi, prioritas Perseroan adalah memastikan
kesinambungan proses produksi untuk senantiasa berjalan dengan normal tanpa
ada kendala baik dari sisi supply bahan baku maupun personel. Untuk itu,
menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan melalui kepatuhan yang ketat
terhadap prosedur dan pedoman menghadapi pandemi juga menjadi prioritas
dari Perseroan.
Untuk strategi jangka panjang, Perseroan juga masih memfokuskan diri pada
ketahanan Perseroan di situasi yang penuh tantangan dan terus beradaptasi
dengan menerapkan beberapa pilar strategi, yaitu:
• Berfokus pada preventive maintenance system, efisiensi proses/operasi,
menciptakan lingkungan yang aman.
• Melakukan peningkatan bisnis dan inovasi produk yang mengacu pada
perkembangan pasar.
• Senantiasa melakukan inisiatif keberlanjutan, tata kelola dan integritas
perusahaan, empati di tempat kerja.
Visi Perseroan di masa yang akan datang adalah menjadi produsen produk
polyethylene nomor satu di Indonesia, menjadi perusahaan petrokima
terkemuka, pemimpin pasar domestik, dan memperoleh dukungan kuat dari
entitas induk Perseroan. Selanjutnya, misi Perseroan di masa yang akan datang
adalah dengan fokus pada kestabilan dan kehandalan pabrik, kualitas produk
dan keunggulan pelayanan pelanggan. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen
untuk memastikan bisnis yang terus bertumbuh dan berkelanjutan di Indonesia
dengan memproduksi dan memasarkan polyethylene yang berkontribusi pada
peningkatan kehidupan setiap hari.
14
Page 16
I.A.2. PT Lotte Chemical Titan Nusantara
Dalam Transaksi, LCTN merupakan pihak yang telah menerima lisensi kekayaan
intelektual dari LCC termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan
lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi sebesar 0,15% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan bagian dari
jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan
LCTN.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, LCTN
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,85% dan
dan LCC merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan pada tanggal
31 Desember 2023. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
kegiatan usaha LCTN adalah sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
LCTN didirikan di Republik Indonesia pada tahun 1990 dengan nama
PT Petrokimia Nusantara Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati Soegito,
S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4808.HT.01.01-TH.90 tanggal
15 Agustus 1990, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan
No. 4257 tanggal 19 Oktober 1990.
Anggaran dasar LCTN telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 21
tanggal 13 Mei 2020, mengenai perbaikan maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha LCTN. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan
No. AHU-0036353.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 18 Mei 2020.
I.A.2.b. Manajemen
Komisaris dan Direksi LCTN pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Komisaris : Park Hyun Chul
Direksi
Presiden Direktur : Jang Seon Pyo
Direktur : Jojok Hadrijanto
Direktur : Robin Wahyudi Handoko
15
Page 17
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham LCTN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Perseroan 128.562.500 99,85% 218.170.562.500
Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. 187.500 0,15% 318.187.500
Jumlah 128.750.000 100,00% 218.488.750.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene,
perdagangan besar (distributor utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai
berproduksi secara komersial sejak bulan Februari 1993.
I.A.3. Lotte Chemical Corporation
Dalam Transaksi, LCC merupakan pihak yang telah memberikan lisensi
kekayaan intelektual kepada LCTN termasuk tanpa batasan suatu hak untuk
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi sebesar
0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan
bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi
beban iklan LCTN.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, LCC
merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha LCC adalah sebagai
berikut:
I.A.3.a Latar Belakang
LCC didirikan pada tanggal 16 Maret 1976 di Republik Korea dengan Business
Registration Number 118-81-1512 berdasarkan Certificate of Business
Registration tertanggal 1 April 2021.
16
Page 18
I.A.3.b. Manajemen
Susunan Direksi LCC pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Presiden dan CEO : Shin Dong-bin
Wakil Presiden dan CEO : Hwang Jin-koo
Wakil Presiden dan CEO : Lee Young-jun
Direktur : Choi Hyon-min
Direktur : Jeon Woon-bae
Direktur : Kang Jeon-won
Direktur : Nam Hye-jung
Direktur : Cho Woon-hang
Direktur : Cha Kyung-Hwan
I.A.3.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham LCC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
(Dalam KRW)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Lotte Corporation 10.826.458 25,31% 54.132.290.000
Lotte Property & Development 8.555.084 20,00% 42.775.420.000
Lotte Holdings Co. Ltd. 3.932.514 9,19% 19.662.570.000
Lotte Foundation of Arts 11.495 0,03% 57.475.000
National Pension Service (Korea) 3.248.175 7,59% 16.240.875.000
Lainnya 16.201.693 37,88% 81.008.465.000
Jumlah 42.775.419 100,00% 213.877.095.000
I.A.3.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha LCC adalah bergerak di bidang manufaktur dan
distributor produk petrokimia.
17
Page 19
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 1 Maret 2024, LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam AIPLA
adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan AIPLA adalah LCTN dan LCC.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan AIPLA adalah transaksi dimana LCTN telah
menerima lisensi kekayaan intelektual dari LCC termasuk tanpa batasan
suatu hak untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan
tarif sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan
LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
• Biaya-Biaya
Biaya-biaya berdasarkan AIPLA adalah sebagai berikut:
- Pada saat menghitung biaya lisensi berdasarkan IPLA – KI, apabila
LCTN menjelaskan bahwa kekayaan intelektual termasuk merek
terdaftar tidak memiliki atau berperan kecil sehubungan dengan transaksi
yang dilakukan serta merta sebagai agen atau terutama untuk
mendukung bisnis dari perusahaan terafiliasi, atau transaksi lainnya yang
setara, dan LCC mengakui bahwa penjelasan LCTN adalah wajar,
seluruh atau sebagian pendapatan dari transaksi yang relevan dapat
dikecualikan dari jumlah pendapatan yang menjadi dasar dari
perhitungan biaya.
Biaya Lisensi = [Pendapatan – Beban Iklan] x Tarif Biaya Lisensi
Tarif biaya lisensi dalam formula yang ditetapkan di atas ditetapkan
sebesar 0,50%.
- Selanjutnya, apabila marjin operasi tahunan LCTN sebelum mengurangi
jumlah biaya lisensi yang dihitung berdasarkan IPLA – KI adalah kurang
dari jumlah biaya yang dihitung sesuai dengan formula biaya sublisensi
berikut, LCC dapat, berdasarkan permintaan tertulis dari LCTN,
mengecualikan LCTN untuk membayar biaya lisensi yang ditetapkan
dalam IPLA – KI untuk tahun tersebut.
Biaya Sublisensi = [Pendapatan – Beban Iklan] x Tarif Biaya Sublisensi
18
Page 20
- Jika marjin operasional tahunan LCTN sebelum mengurangi jumlah biaya
lisensi yang dihitung sesuai IPLA – KI lebih besar daripada atau sama
dengan biaya sublisensi, namun kurang dari biaya lisensi yang dihitung
sesuai IPLA – KI, maka LCC dapat, berdasarkan permintaan tertulis dari
LCTN, memilih untuk menagihkan hanya biaya sublisensi untuk tahun
tersebut.
- Untuk kejelasan, “marjin operasi” dalam AIPLA ini berarti laba kotor
setelah pengurangan dari penjualan dan biaya administrasi umum. Tarif
biaya sublisensi dalam formula yang ditetapkan di atas ditentukan
sebesar 0,15%. Tanpa mengesampingkan ketentuan di atas, tarif biaya
lisensi tunduk pada perubahan jika tarif biaya yang diatur dalam IPLA –
KI diubah.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sehubungan dengan adanya penambahan terhadap ketentuan-ketentuan
dan syarat-syarat yang telah disepakati sebelumnya dalam IPLA – KI oleh
LCTN dan LCC, maka LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA
sehubungan dengan Transaksi, dimana berdasarkan AIPLA, LCTN
menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak
untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif
sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan
LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
• Dengan dilakukannya Transaksi, LCTN dapat menggunakan lisensi
kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan
lisensi atas merek dan logo “Lotte” sehingga hal tersebut diharapkan dapat
menjaga kelangsungan usaha (going concern) LCTN serta kestabilan
pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang diharapkan dapat
mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
• Transaksi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko atas kelangsungan
usaha Perseroan dalam terus menjaga perolehan pendapatan secara
konsolidasian bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan dengan
menggunakan lisensi tersebut sebagai faktor utama yang menentukan
penetrasi pasar atas portofolio produk Perseroan dan entitas anak
Perseroan. Transaksi merupakan strategi Perseroan sebagai bagian dari
LCC secara grup dalam upaya menjaga keseimbangan atas perolehan
keuntungan bagi Perseroan dan pemegang saham Perseroan di masa yang
akan datang.
19
Page 21
• Dengan prospek kebutuhan produk petrokimia dalam negeri yang tinggi,
setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan LCTN dapat
meningkatkan pendapatannya atas penjualan produk polyethylene dengan
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Kewajiban untuk membayar biaya lisensi dan biaya sublisensi atas
penggunaan lisensi untuk merek dan logo “Lotte” berpotensi memberikan
dampak terhadap kinerja keuangan LCTN pada masa yang akan datang.
• Tidak tertutup kemungkinan pada masa yang akan datang LCC akan
melakukan penyesuaian tarif biaya lisensi dan tarif biaya sublisensi atas
penggunaan lisensi atas merek dan logo “Lotte” yang pada akhirnya dapat
berdampak pada kinerja keuangan LCTN pada masa yang akan datang.
• Berdasarkan IPLA – KI dan AIPLA, sehubungan dengan Transaksi, LCTN
telah setuju untuk menerima lisensi dari LCC untuk menggunakan lisensi
atas merek dan logo “Lotte” yang sifatnya non-eksklusif, dimana LCC dapat
memberikan lisensi yang sama kepada pihak lain. Hal tersebut berpotensi
memberikan dampak bagi kinerja keuangan LCTN pada masa yang akan
datang.
20
Page 22
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. PT Lotte Chemical Titan Nusantara
II.A.1. Latar Belakang
LCTN didirikan di Republik Indonesia pada tahun 1990 dengan nama
PT Petrokimia Nusantara Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati Soegito,
S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4808.HT.01.01-TH.90 tanggal
15 Agustus 1990, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan
No. 4257 tanggal 19 Oktober 1990.
Anggaran dasar LCTN telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 21
tanggal 13 Mei 2020, mengenai perbaikan maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha LCTN. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-0036353.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 18 Mei 2020.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene,
perdagangan besar (distributor utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai
berproduksi secara komersial sejak bulan Februari 1993.
II.B. Tinjauan Industri Plastik
II.B.1. Tinjauan Industri Plastik di Dunia
Industri plastik merupakan salah satu sektor ekonomi yang besar serta
memainkan peran penting dalam berbagai sektor lainnya seperti kemasan,
otomotif, konstruksi, dan elektronik. Adanya proses pembentukan plastik melalui
tahap polyethylene merupakan salah satu kunci dalam produksi plastik.
Polyethylene merupakan suatu proses penggabungan dari beberapa molekul
sederhana atau monomer menjadi molekul besar yang disebut makromolekul
atau polimer melalui suatu proses kimia. Bahan plastik mudah dibentuk sesuai
dengan apa yang dibutuhkan ketika bahan plastik tersebut terpapar oleh tekanan
dan suhu panas. Bermacam-macam bentuk dari bahan plastik antara lain seperti
batangan, balok, hingga silinder. Semua bentuk dasar tersebut kemudian dapat
diolah kembali menjadi plastik kresek, pembungkus makanan, kemasan botol,
dan lain sebagainya. Salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan dan
diproduksi pada saat ini adalah polietilena yang merupakan campuran sejenis
polimer dari etilen yang memiliki dua tipe kepadatan yaitu kepadatan tinggi dan
kepadatan rendah.
21
Page 23
Kenaikan Kapasitas Polyethylene Negara-negara di Dunia
Periode Q4/2022 - Q4/2023
(Dalam ribuan ton)
Jumlah
Produsen Lokasi
Kapasitas
JG Summit Olefins Corporation Filipina 250
Pangerang Refining and Petrochemical Malaysia 400
Long Son Petrochemical Vietnam 450
Phulo Khari India 450
Nova Chemicals Kanada 454
Dow Chemical Amerika Serikat (AS) 600
Baystar Bayport Polymers LLC AS 626
Petrochina Guangdong Petrochemical Tiongkok 800
Sumber: Independence Commodity Intelligence Services (ICIS)
Berdasarkan data yang diperoleh dari ICIS, pada Q4/2022 – Q4/2023 negara
yang mengalami kenaikan kapasitas polyethylene tertinggi yaitu Tiongkok
sebesar 800 ribu ton dengan produsen Petrochina Guangdong Petrochemical.
Selanjutnya diikuti oleh AS masing-masing sebesar 600 ribu ton dan 626 ribu ton
dengan produsen masing-masing Dow Chemical dan Baystar Bayport Polymers
LLC. Selain itu, untuk jumlah ekspor polyethylene di AS adalah sebesar 45,00%
dari jumlah penjualan.
Menurut laporan yang berjudul Plastic Packaging Market Size, Share & Trends
Analysis Report By Material, By Product (Rigid, Flexible), By Technology
(Injection Molding, Extrusion, Blow Molding, Thermoforming), By Application, By
Region, And Segment Forecasts, 2024 – 2030 yang dipublikasikan oleh Grand
View Research, pada tahun 2023 pasar kemasan plastik di dunia adalah sebesar
USD 384,35 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan terutama
disebabkan oleh meningkatnya produk untuk pribadi dan rumah tangga, farmasi,
serta makanan dan minuman. Selain itu tekstur plastik yang fleksibel, ringan, dan
transparan menjadi salah satu faktor yang mendorong penggunaan dari
beberapa sektor industri tersebut dibandingkan dengan bahan sejenis kaca atau
logam.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2023 ukuran pasar
industri plastik di dunia adalah sebesar USD 712,00 miliar dan diperkirakan
mengalami pertumbuhan mencapai USD 1,05 triliun pada tahun 2033 dengan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan/compound annual growth rate (CAGR)
sebesar 4,00%.
22
Page 24
Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia
Tahun 2024 – 2030
(Dalam miliar USD)
400,00
340,03
350,00
300,00 286,86
271,83
258,59
246,84
250,00 236,32
218,18 226,82
200,00
150,00
100,00
50,00
0,00
2023* 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
*Aktual
Sumber: Statista
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun
2024 – 2030 nilai pasar kemasan plastik di dunia mengalami kenaikan masing-
masing sebesar USD 8,64 miliar, USD 9,50 miliar, USD 10,52 miliar,
USD 11,75 miliar, USD 13,24 miliar, USD 15,03 miliar, dan USD 53,17 miliar atau
setara dengan 3,96%, 4,19%, 4,45%, 4,76%, 5,12%, 5,53%, dan 18,54%.
Dengan adanya tren positif tersebut, maka industri plastik di dunia diperkirakan
memiliki kinerja yang positif pada masa mendatang.
II.B.2. Tinjauan Industri Plastik di Indonesia
Industri plastik nasional memiliki peranan penting sekaligus berkaitan erat
dengan industri lainnya, seperti industri makanan dan minuman, kosmetik,
farmasi, elektronika, pertanian, otomotif, barang-barang rumah tangga, serta
mainan. Industri plastik di Indonesia menjadi rantai pasok produksi bagi sektor
strategis lainnya.
Menurut laporan yang diperoleh dari Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, industri plastik berhubungan erat dengan sektor manufaktur
dengan peluang pasar yang cukup besar karena dibutuhkan sebagai bahan baku
dari berbagai industri lain. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian
Perindustrian, sektor manufaktur di Indonesia pada Q3/2023 mengalami
pertumbuhan sebesar 5,20% dibandingkan dengan Q3/2022 dan menjadi
sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi.
23
Page 25
Potensi konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar dan hal ini
memberikan peluang dalam rangka mendorong pertumbuhan industri
pengolahan plastik. Konsumsi plastik yang meningkat salah satunya tercermin
dari nilai impor yang besar dimana menurut laporan yang diperoleh dari Badan
Pusat Statistik, pada tahun 2023 nilai impor plastik dan barang dari plastik
mencapai USD 9,40 miliar.
Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
Tahun 2020 – 2023
(Dalam miliar USD)
22,50
22,00
22,00
21,46
21,50 21,18
21,00
20,46
20,50
20,00
19,50
2020 2021 2022 2023
*Proyeksi
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2021 – 2023
pendapatan industri pembuatan produk karet dan plastik di Indonesia jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya terus mengalami kenaikan yaitu
sebesar USD 0,72 miliar, USD 0,28 miliar, dan USD 0,54 miliar atau
masing-masing setera dengan 3,52%, 1,32%, dan 2,52%.
Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
Tahun 2023 – 2028
(Dalam miliar USD)
250,00
208,50
197,40
200,00 185,00
173,40
151,80
150,00 133,90
100,00
50,00
0,00
2023* 2024 2025 2026 2027 2028
*Aktual
Sumber: Statista
24
Page 26
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2024 – 2028
pendapatan sektor mainan plastik dan lainnya terus mengalami kenaikan jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu masing-masing sebesar
USD 17,90 miliar, USD 21,60 miliar, USD 11,60 miliar, USD 12,40 miliar, dan
USD 11,10 miliar atau setara dengan 13,37%, 14,23%, 6,69%, 6,70%, dan
5,62% dengan CAGR sebesar 8,26%. Dengan mempertimbangkan kebutuhan
dari sektor industri lainnya terhadap industri plastik dan tren perkembangan yang
ada maka diperkirakan industri plastik di Indonesia menunjukkan kinerja positif
pada masa mendatang.
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
perdagangan besar karet dan plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor
utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
1990.
Kelompok usaha Perseroan terdiri atas dua perusahaan aktif yang beroperasi di
Indonesia, yaitu Perseroan sebagai perusahaan induk dan LCTN sebagai anak
perusahaan. Perseroan bergerak dalam bidang perdagangan dan impor produk
polyethylene dan polypropylene sedangkan LCTN bergerak dalam pabrikasi
polyethylene dengan kapasitas terpasang tahunan sebesar 450.000 MT.
Polyethylene adalah jenis poliolefin yang paling banyak digunakan berdasarkan
volume di dunia. LCTN memproduksi berbagai macam resin HDPE dan linear
LLDPE dengan menggunakan teknologi “bed terfluidisasi fasa gas” innovene
yang terkenal dengan pengoperasian yang kualitas produk yang sangat baik.
Produk LCTN telah memperoleh sertifikat SNI dan Sertifikat Halal. Dengan
potensi pasar yang besar di Indonesia yang memiliki populasi mayoritas Muslim
dan kebutuhan akan produk halal, produk LCTN telah menjadi produk resin
bersertifikat halal pertama di dunia yang berkomitmen untuk memasok produk
halal, higienis, dan berkualitas unggul.
LCTN menawarkan LLDPE dengan kekuatan dan ketahanan yang tinggi serta
transparansi yang sangat baik dan tingkat gel yang rendah untuk berbagai
aplikasi film, kabel, cetak putar dan aplikasi ekstrusi lainnya. Produk HDPE LCTN
memiliki kinerja dan kualitas yang konsisten. Produk ini menawarkan kekuatan
dan kualitas permukaan yang baik, serta relatif tidak berbau, yang cocok untuk
aplikasi injection dan blow molding, extrusion, dan film.
Selanjutnya, Perseroan melihat persaingan usaha, terutama untuk produk yang
berasal dari luar negeri, semakin ketat. Hal ini menuntut Perseroan untuk bisa
bergerak lebih dinamis untuk mengikuti perubahan di pasar. Peningkatan
kuantitas penjualan akan menjadi fokus utama Perseroan, yang bertujuan untuk
meningkatkan pangsa pasar, yang akan dilakukan dengan meningkatkan
intensitas pemasaran agar dapat melakukan penetrasi pasar secara lebih luas.
25
Page 27
Komitmen Perseroan adalah menunjukkan eksistensi dengan selalu
mengembangkan diri dan up-to-date mengikuti keadaan pasar. Perubahan
kebutuhan dan perilaku masyarakat terhadap produk plastik pada khususnya
menuntut Perseroan untuk bisa berkembang mengikuti perubahan tersebut
dengan selalu memberikan produk dan pelayanan yang diinginkan. Perseroan
juga akan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang ada
serta membina hubungan baik dengan calon pelanggan yang berpotensi.
Dari sisi operasional produksi, prioritas Perseroan adalah memastikan
kesinambungan proses produksi untuk senantiasa berjalan dengan normal tanpa
ada kendala baik dari sisi supply bahan baku maupun personel. Untuk itu,
menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan melalui kepatuhan yang ketat
terhadap prosedur dan pedoman menghadapi pandemi juga menjadi prioritas
dari Perseroan.
Untuk strategi jangka panjang, Perseroan juga masih memfokuskan diri pada
ketahanan Perseroan di situasi yang penuh tantangan dan terus beradaptasi
dengan menerapkan beberapa pilar strategi, yaitu:
• Berfokus pada preventive maintenance system, efisiensi proses/operasi,
menciptakan lingkungan yang aman.
• Melakukan peningkatan bisnis dan inovasi produk yang mengacu pada
perkembangan pasar.
• Senantiasa melakukan inisiatif keberlanjutan, tata kelola dan integritas
perusahaan, empati di tempat kerja.
Visi Perseroan di masa yang akan datang adalah menjadi produsen produk
polyethylene nomor satu di Indonesia, menjadi perusahaan petrokima
terkemuka, pemimpin pasar domestik, dan memperoleh dukungan kuat dari
entitas induk Perseroan. Selanjutnya, misi Perseroan di masa yang akan datang
adalah dengan fokus pada kestabilan dan kehandalan pabrik, kualitas produk
dan keunggulan pelayanan pelanggan. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen
untuk memastikan bisnis yang terus bertumbuh dan berkelanjutan di Indonesia
dengan memproduksi dan memasarkan polyethylene yang berkontribusi pada
peningkatan kehidupan setiap hari.
26
Page 28
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sehubungan dengan adanya penambahan terhadap ketentuan-ketentuan
dan syarat-syarat yang telah disepakati sebelumnya dalam IPLA – KI oleh
LCTN dan LCC, maka LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA
sehubungan dengan Transaksi, dimana berdasarkan AIPLA, LCTN
menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak
untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif
sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan
LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
• Dengan dilakukannya Transaksi, LCTN dapat menggunakan lisensi
kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan
lisensi atas merek dan logo “Lotte” sehingga hal tersebut diharapkan dapat
menjaga kelangsungan usaha (going concern) LCTN serta kestabilan
pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang diharapkan dapat
mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
• Transaksi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko atas kelangsungan
usaha Perseroan dalam terus menjaga perolehan pendapatan secara
konsolidasian bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan dengan
menggunakan lisensi tersebut sebagai faktor utama yang menentukan
penetrasi pasar atas portofolio produk Perseroan dan entitas anak
Perseroan. Transaksi merupakan strategi Perseroan sebagai bagian dari
LCC secara grup dalam upaya menjaga keseimbangan atas perolehan
keuntungan bagi Perseroan dan pemegang saham Perseroan di masa yang
akan datang.
• Dengan prospek kebutuhan produk petrokimia dalam negeri yang tinggi,
setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan LCTN dapat
meningkatkan pendapatannya atas penjualan produk polyethylene dengan
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
27
Page 29
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sehubungan dengan adanya penambahan terhadap ketentuan-ketentuan
dan syarat-syarat yang telah disepakati sebelumnya dalam IPLA – KI oleh
LCTN dan LCC, maka LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA
sehubungan dengan Transaksi, dimana berdasarkan AIPLA, LCTN
menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak
untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif
sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan
LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
• Dengan dilakukannya Transaksi, LCTN dapat menggunakan lisensi
kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan
lisensi atas merek dan logo “Lotte” sehingga hal tersebut diharapkan dapat
menjaga kelangsungan usaha (going concern) LCTN serta kestabilan
pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang diharapkan dapat
mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
• Transaksi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko atas kelangsungan
usaha Perseroan dalam terus menjaga perolehan pendapatan secara
konsolidasian bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan dengan
menggunakan lisensi tersebut sebagai faktor utama yang menentukan
penetrasi pasar atas portofolio produk Perseroan dan entitas anak
Perseroan. Transaksi merupakan strategi Perseroan sebagai bagian dari
LCC secara grup dalam upaya menjaga keseimbangan atas perolehan
keuntungan bagi Perseroan dan pemegang saham Perseroan di masa yang
akan datang.
• Dengan prospek kebutuhan produk petrokimia dalam negeri yang tinggi,
setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan LCTN dapat
meningkatkan pendapatannya atas penjualan produk polyethylene dengan
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
28
Page 30
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:
• Kewajiban untuk membayar biaya lisensi dan biaya sublisensi atas
penggunaan lisensi untuk merek dan logo “Lotte” berpotensi memberikan
dampak terhadap kinerja keuangan LCTN pada masa yang akan datang.
• Tidak tertutup kemungkinan pada masa yang akan datang LCC akan
melakukan penyesuaian tarif biaya lisensi dan tarif biaya sublisensi atas
penggunaan lisensi atas merek dan logo “Lotte” yang pada akhirnya dapat
berdampak pada kinerja keuangan LCTN pada masa yang akan datang.
• Berdasarkan IPLA – KI dan AIPLA, sehubungan dengan Transaksi, LCTN
telah setuju untuk menerima lisensi dari LCC untuk menggunakan lisensi
atas merek dan logo “Lotte” yang sifatnya non-eksklusif, dimana LCC dapat
memberikan lisensi yang sama kepada pihak lain. Hal tersebut berpotensi
memberikan dampak bagi kinerja keuangan LCTN pada masa yang akan
datang.
29
Page 31
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit
oleh KAP PSS dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 25.757 31.225 38.411 4.823 3.130
Investasi jangka pendek - 8.500 - - -
Piutang usaha
Pihak berelasi 5.131 3.816 7.181 5.055 4.696
Pihak ketiga 7.523 10.659 9.288 8.130 6.840
Piutang lain-lain 2.124 724 2.148 159 2.663
Persediaan - neto 49.815 60.361 54.554 44.761 45.367
Pajak dibayar di muka 3.156 2.941 4.135 8.084 7.837
Biaya dibayar di muka 163 263 272 202 268
Aset lancar lainnya 1.069 825 1.169 349 555
Jumlah Aset Lancar 94.738 119.314 117.158 71.563 71.356
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 58.193 50.848 52.676 60.206 69.087
Properti investasi 10.108 10.108 8.123 8.123 8.123
Aset hak guna - neto 630 268 514 814 -
Aset tak berwujud - perangkat lunak komputer - neto 87 159 238 274 102
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.546 11.157 3.934 8.017 8.867
Aset tidak lancar lainnya 368 367 379 380 384
Aset pajak tangguhan - 3 - - -
Goodwill - - - - 7.809
Jumlah Aset Tidak Lancar 87.932 72.910 65.864 77.814 94.372
JUMLAH ASET 182.670 192.224 183.022 149.377 165.728
30
Page 32
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 1.332 1.520 720 581 909
Pihak berelasi 60.213 70.482 52.524 37.119 36.019
Utang lain-lain 2.043 1.591 1.649 1.146 1.045
Kontrak liabilitas - Pihak ketiga 1.860 1.276 9.725 2.052 1.428
Biaya masih harus dibayar 4.060 3.614 5.720 3.875 3.357
Utang pajak 92 145 289 64 67
Liabilitas sewa jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 77 218 240 327 -
Pinjaman dari pihak berelasi - - - - 11.281
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 69.677 78.846 70.867 45.164 54.106
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 408 27 278 511 -
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 1.757 2.140 3.750 7.198
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 4.105 5.105 4.790 5.228
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.004 5.889 7.523 9.051 12.426
JUMLAH LIABILITAS 75.681 84.735 78.390 54.215 66.532
EKUITAS
Modal saham 163.838 163.838 163.838 163.838 163.838
Tambahan modal disetor 45.880 45.880 45.880 45.880 45.880
Defisit (102.879) (102.380) (105.233) (114.690) (110.522)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 106.839 107.338 104.485 95.028 99.196
Kepentingan non-pengendali 150 151 147 134 -
JUMLAH EKUITAS 106.989 107.489 104.632 95.162 99.196
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 182.670 192.224 183.022 149.377 165.728
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar USD 182,67 juta,
USD 192,22 juta, USD 183,02 juta, USD 149,38 juta, dan USD 165,73 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar USD 9,55 juta atau setara dengan 4,97% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan setara kas, investasi jangka pendek, serta persediaan – neto
masing-masing sebesar USD 5,47 juta, USD 8,50 juta, dan USD 10,55 juta, yang
disertai dengan kenaikan aset tetap – neto serta tagihan dan keberatan atas hasil
pemeriksaan pajak masing-masing sebesar USD 7,35 juta dan USD 7,39 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 9,20 juta atau setara dengan 5,03% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan investasi jangka pendek dan tagihan serta keberatan atas hasil
pemeriksaan pajak masing-masing sebesar USD 8,50 juta dan USD 7,22 juta,
yang disertai dengan adanya penurunan kas dan setara kas sebesar
USD 7,19 juta.
31
Page 33
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 33,65 juta atau setara dengan 22,52% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 33,59 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar USD 16,35 juta atau setara dengan 9,87% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan aset tetap – neto dan goodwill masing-masing sebesar sebesar
USD 8,88 juta dan USD 7,81 juta.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar USD 75,68 juta,
USD 84,74 juta, USD 78,39 juta, USD 54,22 juta, dan USD 66,53 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 9,05 juta atau setara dengan 10,69% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha – pihak berelasi sebesar
USD 10,27 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 6,35 juta atau setara dengan 8,09% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak berelasi sebesar USD 17,96 juta,
yang disertai dengan penurunan kontrak liabilitas – pihak ketiga, biaya masih
harus dibayar, dan liabilitas imbalan pasca kerja masing-masing sebesar
USD 8,45 juta, USD 2,11 juta, dan USD 1,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 24,18 juta atau setara dengan 44,59% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak berelasi, kontrak liabilitas – pihak
ketiga, dan biaya masih harus dibayar masing-masing sebesar USD 15,41 juta,
USD 7,67 juta, dan USD 1,85 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 12,32 juta atau setara dengan 18,51% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman dari pihak berelasi sebesar
USD 11,28 juta.
32
Page 34
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar USD 106,99 juta,
USD 107,49 juta, USD 104,63 juta, USD 95,16 juta, dan USD 99,20 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 0,50 juta atau setara dengan 0,47% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
USD 0,40 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 2,86 juta atau setara dengan 2,73% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
USD 2,90 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 9,47 juta atau setara dengan 9,95% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
USD 9,56 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 4,03 juta atau setara dengan 4,07% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
USD 4,95 juta
III.A.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 376.213 473.879 412.096 309.367 331.945
Beban pokok penjualan 369.780 459.389 388.501 307.424 327.389
Laba kotor 6.433 14.490 23.595 1.943 4.556
Beban penjualan (6.608) (7.428) (9.123) (5.961) (5.420)
Beban umum dan administrasi (5.053) (4.739) (5.225) (4.955) (4.761)
Beban keuangan (36) (92) (93) (101) (52)
Keuntungan (kerugian) kurs - neto 723 (2.145) 240 253 379
Penghasilan bunga 922 861 850 76 64
Beban lain-lain (38) (30) (89) (12.665) (256)
Keuntungan lain-lain 2.517 2.230 2.077 13.585 1.157
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (1.140) 3.147 12.232 (7.825) (4.333)
Manfaat (beban) pajak penghasilan 740 (251) (2.668) 2.880 1.047
Laba (rugi) tahun berjalan (400) 2.896 9.564 (4.945) (3.286)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya (100) (39) (94) 773 (53)
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan (500) 2.857 9.470 (4.172) (3.339)
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (399) 2.892 9.550 (4.940) (3.286)
Kepentingan non-pengendali (1) 4 14 (5) -
33
Page 35
II.A.6 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 376,21 juta, USD 473,88 juta,
USD 412,10 juta, USD 309,37 juta, dan USD 331,95 juta.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar
USD 97,67 juta atau setara dengan 20,61% dibandingkan dengan pendapatan
dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
USD 61,78 juta atau setara dengan 14,99% dibandingkan dengan pendapatan
dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar
USD 102,73 juta atau setara dengan 33,21% dibandingkan dengan pendapatan
dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar
USD 22,58 juta atau setara dengan 6,80% dibandingkan dengan pendapatan
dari kontrak dengan pelanggan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019.
III.A.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
USD 0,40 juta, USD 4,95 juta, dan USD 3,29 juta. Laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar USD 2,90 juta dan USD 9,56 juta.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 3,30 juta atau setara
dengan 113,81% dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 6,67 juta atau setara
dengan 69,72% dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
34
Page 36
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar USD 14,51 juta atau setara
dengan 293,41% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar USD 1,66 juta atau setara
dengan 50,49% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
III.A.8. Laporan Arus Kas
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 378.618 467.424 416.485 307.719 342.256
Pembayaran kepada pemasok utama dan
beban usaha lainnya (366.196) (451.769) (375.332) (296.294) (330.631)
Pembayaran untuk pajak penghasilan (8.277) (10.502) (5.192) (2.840) (7.145)
Pembayaran kepada karyawan (5.885) (5.989) (5.817) (5.521) (5.787)
Pembayaran untuk biaya bank dan beban keuangan lainnya (36) (51) (51) (37) (51)
Penerimaan dari pendapatan bunga 922 861 850 76 64
Penerimaan dari pengembalian pajak 2.050 4.783 7.947 5.608 6.687
Pembayaran pajak final atas perpindahan saham - - - (4.743) -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 1.196 4.757 38.890 3.968 5.393
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (12.841) (5.093) (3.038) (4.466) (4.861)
Penerimaan dari penjualan aset tetap 5 - - 8 -
Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek 8.500 (8.500) - - -
Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi (4.336) (13.593) (3.038) (4.458) (4.861)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak berelasi - neto (1.978) 1.964 (1.902) 2.523 (220)
Pembayaran liabilitas sewa (350) (314) (362) (340) -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (2.328) 1.650 (2.264) 2.183 (220)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (5.468) (7.186) 33.588 1.693 312
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 31.225 38.411 4.823 3.130 2.818
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 25.757 31.225 38.411 4.823 3.130
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 1,20 juta, USD 4,76 juta, USD 38,89 juta,
USD 3,97 juta, dan USD 5,39 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 1,20 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 378,62 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok utama dan beban usaha lainnya,
pembayaran untuk pajak penghasilan, serta pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar USD 366,20 juta, USD 8,28 juta, dan USD 5,89 juta.
35
Page 37
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 4,76 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 467,42 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok utama dan beban usaha lainnya serta
pembayaran untuk pajak penghasilan masing-masing sebesar USD 451,77 dan
USD 10,50 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 38,89 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 416,49 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok utama dan beban usaha lainnya serta
pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar USD 375,33 juta dan
USD 5,82 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar USD 3,97 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 307,72 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok utama dan beban usaha lainnya serta
pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar USD 296,29 juta dan
USD 5,52 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar USD 5,39 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan dan penerimaan dari pengembalian
pajak masing-masing sebesar USD 342,26 juta dan USD 6,69 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok utama dan beban usaha lainnya,
pembayaran untuk pajak penghasilan, serta pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar USD 330,63 juta, USD 7,15 juta, dan USD 5,79 juta.
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar USD 4,34 juta, USD 13,59 juta,
USD 3,04 juta, USD 4,46 juta, dan USD 4,86 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 4,34 juta berasal
dari perolehan aset tetap sebesar USD 12,84 juta, yang disertai dengan
pencairan investasi jangka pendek sebesar USD 8,50 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 13,59 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan penempatan investasi jangka pendek
masing-masing sebesar USD 5,09 juta dan USD 8,50 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 3,04 juta
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.
36
Page 38
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar USD 4,46 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan penerimaan dari penjualan aset tetap
masing-masing sebesar USD 4,47 juta dan USD 0,01 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar USD 4,86 juta
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 2,33 juta, USD 2,26 juta, dan
USD 0,22 juta. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
dan 2020 masing-masing adalah sebesar USD 1,65 juta dan USD 2,18 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 2,33 juta
terutama berasal dari pembayaran kepada pihak berelasi – neto dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar USD 1,98 juta dan
USD 0,35 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 1,65 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi – neto sebesar USD 1,96 juta, yang
disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar USD 0,31 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 2,26 juta
terutama berasal dari pembayaran kepada pihak berelasi – neto dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar USD 1,90 juta dan
USD 0,36 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar USD 2,18 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi – neto sebesar USD 2,52 juta, yang
disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar USD 0,34 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar USD 0,22 juta
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada pihak berelasi – neto.
37
Page 39
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 1,36 1,51 1,65 1,58 1,32
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 2,06 2,47 2,25 2,07 2,00
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,59 0,56 0,57 0,64 0,60
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,41 0,44 0,43 0,36 0,40
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,71 0,79 0,75 0,57 0,67
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 1,71% 3,06% 5,73% 0,63% 1,37%
Marjin laba (rugi) bersih -0,11% 0,61% 2,32% -1,60% -0,99%
Imbal hasil aset -0,22% 1,51% 5,23% -3,31% -1,98%
Imbal hasil ekuitas -0,37% 2,69% 9,14% -5,20% -3,31%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio perputaran
jumlah aset masing-masing adalah 2,06; 2,47; 2,25; 2,07; dan 2,00.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,59; 0,56; 0,57; 0,64; dan 0,60.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,41; 0,44; 0,43;
0,36; dan 0,40, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,71; 0,79; 0,75; 0,57; dan 0,67.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021masing-masing
adalah sebesar 1,51% dan 5,23%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar 2,69% dan 9,14%.
38
Page 40
III.B. Analisis atas Kinerja Historis LCTN
Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh KAP PSS
masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
Ikhtisar data keuangan penting LCTN adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 25.416 30.831 37.567 4.466 1.718
Investasi jangka pendek - 8.500 - - -
Piutang usaha
Pihak berelasi 5.131 3.816 7.181 5.055 4.696
Pihak ketiga 7.304 10.582 9.098 7.729 6.207
Piutang lain-lain 2.122 722 2.146 175 27.085
Persediaan - neto 49.143 59.628 54.452 43.796 44.636
Pajak dibayar di muka 3.126 2.862 4.098 8.028 7.733
Biaya dibayar di muka 162 262 271 201 265
Aset lancar lainnya 1.069 825 1.169 347 554
Jumlah Aset Lancar 93.473 118.028 115.982 69.797 92.894
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 58.193 50.848 52.676 60.206 69.087
Properti investasi 10.108 10.108 8.123 8.123 8.123
Aset hak-guna - neto 630 268 514 814 -
Aset tak berwujud - perangkat lunak komputer - neto 87 159 238 274 102
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.145 10.856 3.640 7.581 8.281
Aset tidak lancar lainnya 384 379 394 396 399
Jumlah Aset Tidak Lancar 87.547 72.618 65.585 77.394 85.992
JUMLAH ASET 181.020 190.646 181.567 147.191 178.886
39
Page 41
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 1.332 1.520 720 581 909
Pihak berelasi 58.994 69.230 51.471 35.044 33.194
Utang lain-lain 2.010 1.561 1.628 1.134 993
Kontrak liabilitas - Pihak ketiga 1.793 1.274 9.626 2.050 -
Biaya masih harus dibayar 3.974 3.512 5.595 3.713 3.178
Utang pajak 91 144 288 64 65
Liabilitas sewa jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 77 218 240 327 -
Uang muka penjualan - - - - 1.385
Pinjaman dari pemegang saham - - - - 28.622
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 68.271 77.459 69.568 42.913 68.346
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 408 27 278 511 -
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 1.757 2.140 3.750 7.198
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 4.105 5.105 4.790 5.228
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.004 5.889 7.523 9.051 12.426
JUMLAH LIABILITAS 74.275 83.348 77.091 51.964 80.772
EKUITAS
Modal saham 128.750 128.750 128.750 128.750 128.750
Tambahan modal disetor 15.453 15.453 15.453 15.453 15.453
Modal disetor lainnya 8.776 8.776 8.776 8.776 8.776
Defisit (46.234) (45.681) (48.503) (57.752) (54.865)
JUMLAH EKUITAS 106.745 107.298 104.476 95.227 98.114
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 181.020 190.646 181.567 147.191 178.886
III.B.2. Aset
Jumlah aset LCTN pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
dan 2019 masing-masing adalah sebesar USD 181,02 juta, USD 190,65 juta,
USD 181,57 juta, USD 147,19 juta, dan USD 178,89 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset LCTN mengalami penurunan
sebesar USD 9,63 juta atau setara dengan 5,05% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan setara kas, investasi jangka pendek, serta persediaan – neto
masing-masing sebesar USD 5,42 juta, USD 8,50 juta, dan USD 10,49 juta, yang
disertai dengan kenaikan aset tetap – neto serta tagihan dan keberatan atas hasil
pemeriksaan pajak masing-masing sebesar USD 7,35 juta dan USD 7,29 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset LCTN mengalami kenaikan
sebesar USD 9,08 juta atau setara dengan 5,00% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan investasi jangka pendek, persediaan – neto, dan tagihan dan keberatan
atas hasil pemeriksaan pajak masing-masing sebesar USD 8,50 juta,
USD 5,18 juta, dan USD 7,22 juta, yang disertai dengan penurunan kas dan
setara kas serta piutang usaha – pihak berelasi masing-masing sebesar
USD 6,74 juta dan USD 3,37 juta.
40
Page 42
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset LCTN mengalami kenaikan
sebesar USD 34,38 juta atau setara dengan 23,35% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan kas dan setara kas USD 33,10 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset LCTN mengalami penurunan
sebesar USD 31,70 juta atau setara dengan 17,72% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan piutang lain-lain dan aset tetap masing-masing
sebesar USD 26,91 juta dan USD 8,88 juta.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas LCTN pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar USD 74,28 juta, USD 83,35 juta,
USD 77,09 juta, USD 51,96 juta, dan USD 80,77 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas LCTN mengalami penurunan
sebesar USD 9,07 juta atau setara dengan 10,89% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang usaha – pihak berelasi sebesar USD 10,24 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas LCTN mengalami kenaikan
sebesar USD 6,26 juta atau setara dengan 8,12% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan utang usaha – pihak berelasi sebesar USD 17,76 juta, yang
disertai dengan penurunan kontrak liabilitas – pihak ketiga, biaya masih harus
dibayar, dan liabilitas imbalan pasca kerja masing-masing sebesar
USD 8,35 juta, USD 2,08 juta, dan USD 1,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas LCTN mengalami kenaikan
sebesar USD 25,13 juta atau setara dengan 48,35% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak berelasi dan kontrak liabilitas –
pihak ketiga masing-masing sebesar USD 16,43 juta dan USD 7,58 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas LCTN mengalami penurunan
sebesar USD 28,81 juta atau setara dengan 35,67% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman dari pemegang saham sebesar
USD 28,62 juta.
41
Page 43
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas LCTN pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar USD 106,75 juta,
USD 107,30 juta, USD 104,48 juta, USD 95,23 juta, dan USD 98,11 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas LCTN mengalami penurunan
sebesar USD 0,55 juta atau setara dengan 0,52% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh LCTN sebesar USD 0,45 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas LCTN mengalami kenaikan
sebesar USD 2,82 juta atau setara dengan 2,70% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh LCTN sebesar USD 2,86 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas LCTN mengalami kenaikan
sebesar USD 9,25 juta atau setara dengan 9,71% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh LCTN sebesar USD 9,34 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas LCTN mengalami penurunan
sebesar USD 2,89 juta atau setara dengan 2,94% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh LCTN sebesar USD 3,66 juta
III.B.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 369.151 466.647 402.584 299.673 317.205
Beban pokok penjualan 362.985 452.397 379.448 298.173 313.317
Laba kotor 6.166 14.250 23.136 1.500 3.888
Beban penjualan (6.607) (7.426) (9.121) (5.958) (5.403)
Beban umum dan administrasi (4.854) (4.610) (5.019) (4.638) (4.416)
Beban keuangan (34) (90) (91) (97) (1.428)
Keuntungan (kerugian) kurs - neto 724 (2.076) 212 261 338
Penghasilan bunga 918 854 839 59 57
Beban lain-lain (38) (30) (20) (58) (184)
Keuntungan lain-lain 2.517 2.230 2.075 2.391 1.157
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (1.208) 3.102 12.011 (6.540) (5.991)
Manfaat (beban) pajak penghasilan 755 (241) (2.668) 2.880 1.139
Laba (rugi) tahun berjalan (453) 2.861 9.343 (3.660) (4.852)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya (100) (39) (94) 773 (53)
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (553) 2.822 9.249 (2.887) (4.905)
42
Page 44
III.B.6 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 369,15 juta, USD 466,65 juta, USD 402,58
juta, USD 299,67 juta, dan USD 317,21 juta.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar USD 97,50 juta
atau setara dengan 20,89% dibandingkan dengan pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar USD 64,06 juta
atau setara dengan 15,91% dibandingkan dengan pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar USD 102,91 juta
atau setara dengan 34,34% dibandingkan dengan pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar USD 17,53 juta
atau setara dengan 5,53% dibandingkan dengan pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019.
III.B.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
USD 0,45 juta, USD 3,66 juta, dan USD 4,85 juta. Laba tahun berjalan LCTN
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar USD 2,86 juta dan USD 9,34 juta.
Rugi tahun berjalan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 3,31 juta atau setara
dengan 115,83% dibandingkan dengan laba tahun berjalan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 6,48 juta atau setara
dengan 69,38% dibandingkan dengan laba tahun berjalan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
43
Page 45
Laba tahun berjalan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar USD 13,00 juta atau setara
dengan 355,27% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Rugi tahun berjalan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar USD 1,19 juta atau setara
dengan 24,57% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
III.B.8. Laporan Arus Kas
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 371.633 460.176 406.664 297.792 325.745
Pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya (359.311) (444.131) (365.914) (290.931) (314.926)
Pembayaran untuk pajak penghasilan (8.118) (10.317) (5.080) (2.658) (6.808)
Pembayaran kepada karyawan (5.832) (5.938) (5.769) (5.446) (5.688)
Pembayaran untuk biaya bank dan beban keuangan lainnya (34) (49) (49) (33) (44)
Penerimaan dari pendapatan bunga 918 854 839 59 57
Penerimaan dari pengembalian pajak 2.002 4.618 7.689 5.279 6.354
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 1.258 5.213 38.380 4.062 4.690
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (12.841) (5.093) (3.038) (4.466) (4.861)
Penerimaan dari penjualan aset tetap 5 - - 8 -
Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek 8.500 (8.500) - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (4.336) (13.593) (3.038) (4.458) (4.861)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak berelasi - neto (1.987) 1.958 (1.879) 3.484 (101)
Pembayaran liabilitas sewa (350) (314) (362) (340) -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (2.337) 1.644 (2.241) 3.144 (101)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (5.415) (6.736) 33.101 2.748 (272)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 30.831 37.567 4.466 1.718 1.990
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 25.416 30.831 37.567 4.466 1.718
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 1,26 juta, USD 5,21 juta, USD 38,38 juta,
USD 4,06 juta, dan USD 4,69 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 1,26 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan dan penerimaan dari pengembalian
pajak masing-masing sebesar USD 371,63 juta dan USD 2,00 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya, pembayaran
untuk pajak penghasilan, dan pembayaran kepada karyawan masing-masing
sebesar USD 359,31 juta, USD 8,12 juta, dan USD 5,83 juta.
44
Page 46
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 5,21 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan USD 460,18 juta, yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya serta pembayaran
untuk pajak penghasilan masing-masing sebesar USD 444,13 juta dan
USD 10,32 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 38,38 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan serta penerimaan dari pengembalian
pajak masing-masing sebesar USD 406,66 juta dan USD 7,69 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya, pembayaran
untuk pajak penghasilan, serta pembayaran kepada karyawan masing-masing
sebesar USD 365,91 juta, USD 5,08 juta, dan USD 5,77 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar USD 4,06 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan serta penerimaan dari pengembalian
pajak masing-masing sebesar USD 297,79 juta dan USD 5,28 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya, pembayaran
untuk pajak penghasilan, serta pembayaran kepada karyawan masing-masing
sebesar USD 290,93 juta, USD 2,66 juta, dan USD 5,45 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar USD 4,69 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan serta penerimaan dari pengembalian
pajak masing-masing sebesar USD 325,75 juta dan USD 6,35 juta, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha lainnya, pembayaran
untuk pajak penghasilan, serta pembayaran kepada karyawan masing-masing
sebesar USD 314,93 juta, USD 6,81 juta, dan USD 5,69 juta.
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 4,34 juta, USD 13,59 juta, USD 3,04 juta,
USD 4,46 juta, dan USD 4,86 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 4,34 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar USD 12,84 juta, yang disertai dengan
pencairan investasi jangka pendek sebesar dan USD 8,50 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 13,59 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan penempatan investasi jangka pendek
masing-masing sebesar USD 5,09 juta dan USD 8,50 juta.
45
Page 47
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 3,04 juta seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar USD 4,46 juta terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar USD 4,47 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar USD 4,86 juta seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, dan 2019
masing-masing adalah sebesar USD 2,34 juta, USD 2,24 juta, dan USD 0,10
juta. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020 masing-
masing adalah sebesar USD 1,64 juta dan USD 3,14 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 2,34 juta terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak berelasi – neto dan pembayaran liabilitas
sewa masing-masing sebesar USD 1,99 juta dan USD 0,35 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 1,64 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi – neto sebesar USD 1,96 juta, yang
disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar USD 0,31 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 2,24 juta terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak berelasi – neto dan pembayaran liabilitas
sewa masing-masing sebesar USD 1,88 juta dan USD 0,36 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar USD 3,14 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi – neto sebesar USD 3,48 juta, yang
disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar USD 0,34 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LCTN untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar USD 0,10 juta
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada pihak berelasi – neto.
46
Page 48
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 1,37 1,52 1,67 1,63 1,36
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 2,04 2,45 2,22 2,04 1,77
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,59 0,56 0,58 0,65 0,55
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,41 0,44 0,42 0,35 0,45
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,70 0,78 0,74 0,55 0,82
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 1,67% 3,05% 5,75% 0,50% 1,23%
Marjin laba (rugi) bersih -0,12% 0,61% 2,32% -1,22% -1,53%
Imbal hasil aset -0,25% 1,50% 5,15% -2,49% -2,71%
Imbal hasil ekuitas -0,42% 2,67% 8,94% -3,84% -4,95%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan LCTN dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi LCTN. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio perputaran jumlah aset
masing-masing adalah 2,04; 2,45; 2,22; 2,04; dan 1,77.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas LCTN
terhadap jumlah aset LCTN. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
0,59; 0,56; 0,58; 0,65; dan 0,55.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan LCTN untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,41; 0,44; 0,42;
0,35; dan 0,45, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,70; 0,78; 0,74; 0,55; dan 0,82.
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan LCTN dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah
sebesar 1,50% dan 5,15%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan LCTN dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar 2,67% dan 8,94%.
47
Page 49
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2023:
(Dalam ribuan USD)
Setelah
Keterangan 31/12/23 Penyesuaian
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 25.757 - 25.757
Piutang usaha
Pihak berelasi 5.131 - 5.131
Pihak ketiga 7.523 - 7.523
Piutang lain-lain 2.124 - 2.124
Persediaan - neto 49.815 - 49.815
Pajak dibayar di muka 3.156 - 3.156
Biaya dibayar di muka 163 - 163
Aset lancar lainnya 1.069 - 1.069
Jumlah Aset Lancar 94.738 - 94.738
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 58.193 - 58.193
Properti investasi 10.108 - 10.108
Aset hak guna - neto 630 - 630
Aset tak berwujud - perangkat lunak komputer - neto 87 - 87
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 18.546 - 18.546
Aset tidak lancar lainnya 368 - 368
Jumlah Aset Tidak Lancar 87.932 - 87.932
JUMLAH ASET 182.670 - 182.670
48
Page 50
(Dalam ribuan USD)
Setelah
Keterangan 31/12/23 Penyesuaian
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 1.332 - 1.332
Pihak berelasi 60.213 - 60.213
Utang lain-lain 2.043 - 2.043
Kontrak liabilitas - Pihak ketiga 1.860 - 1.860
Biaya masih harus dibayar 4.060 - 4.060
Utang pajak 92 - 92
Liabilitas sewa jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 77 - 77
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 69.677 - 69.677
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 408 - 408
Liabilitas pajak tangguhan - neto 974 - 974
Liabilitas imbalan pasca kerja 4.622 - 4.622
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.004 - 6.004
JUMLAH LIABILITAS 75.681 - 75.681
EKUITAS
Modal saham 163.838 - 163.838
Tambahan modal disetor 45.880 - 45.880
Saldo laba (102.879) - (102.879)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 106.839 - 106.839
Kepentingan non-pengendali 150 - 150
JUMLAH EKUITAS 106.989 - 106.989
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 182.670 - 182.670
(Dalam ribuan USD)
Setelah
Keterangan 31/12/23 Penyesuaian
Transaksi
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 376.213 - 376.213
Beban pokok penjualan 369.780 - 369.780
Laba kotor 6.433 - 6.433
Beban penjualan (6.608) - (6.608)
Beban umum dan administrasi (5.053) - (5.053)
Beban keuangan (36) - (36)
Keuntungan kurs - neto 723 - 723
Penghasilan bunga 922 - 922
Beban lain-lain (38) - (38)
Keuntungan lain-lain 2.517 - 2.517
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan (1.140) - (1.140)
Manfaat pajak penghasilan 740 - 740
Rugi tahun berjalan (400) - (400)
Rugi komprehensif lainnya (100) - (100)
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (500) - (500)
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (399) - (399)
Kepentingan non-pengendali (1) - (1)
49
Page 51
III.D. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.D.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028:
Sebelum Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 403.930 406.601 409.379 447.401 450.667
Beban pokok penjualan 395.962 398.353 400.126 434.854 437.280
Laba kotor 7.968 8.248 9.253 12.547 13.387
Beban usaha 10.673 10.940 11.213 12.056 12.358
Laba usaha (2.705) (2.691) (1.960) 491 1.029
Pendapatan lain-lain 2.969 2.969 2.969 2.969 2.969
Laba sebelum pajak penghasilan 264 278 1.009 3.460 3.998
Manfaat pajak penghasilan (58) (61) (222) (761) (880)
Laba tahun berjalan 206 217 787 2.699 3.119
Setelah Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.741 424.080 425.936 460.724 463.209
Laba kotor 13.417 14.083 15.351 19.284 20.452
Beban usaha 12.598 12.900 14.729 15.798 16.150
Laba usaha 819 1.183 621 3.486 4.302
Pendapatan lain-lain 2.969 2.969 2.969 2.969 2.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.788 4.152 3.591 6.455 7.271
Beban pajak penghasilan (833) (913) (790) (1.420) (1.600)
Laba tahun berjalan 2.954 3.238 2.801 5.035 5.672
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi
masing-masing adalah sebesar USD 2,12 miliar dan USD 7,03 juta.
50
Page 52
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dan
laba tahun berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
USD 2,28 miliar dan USD 19,70 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2028, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Produk yang dihasilkan
LCTN merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang bidang industri
polyethylene, perdagangan besar (distributor utama dan importir) dan real
estate. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh LCTN adalah high density
polyethylene (HDPE) dan linear low density polyethylene (LLDP).
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis LCTN adalah wilayah
Indonesia dengan mayoritas area penjualan berada di pulau Jawa dan sebagian
kecil di pulau Sumatera serta negara lainnya, terutama Malaysia dan Tiongkok
sebagai pasar geografis untuk penjualan ekspor.
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha LCTN adalah
PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan produk yang dihasilkan adalah
polyethylene, polypropylene, dan beberapa produk turunan petrokimia lainnya.
51
Page 53
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan bergerak lebih dinamis
untuk mengikuti perubahan di pasar. Peningkatan kuantitas penjualan akan
menjadi fokus utama LCTN, yang bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar,
yang akan dilakukan dengan meningkatkan intensitas pemasaran agar dapat
melakukan penetrasi pasar secara lebih luas.
Komitmen LCTN adalah menunjukkan eksistensi dengan selalu
mengembangkan diri dan up-to-date mengikuti keadaan pasar. Perubahan
kebutuhan dan perilaku masyarakat terhadap produk plastik pada khususnya
menuntut LCTN untuk bisa berkembang mengikuti perubahan tersebut dengan
selalu memberikan produk dan pelayanan yang diinginkan. LCTN juga akan
selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang ada serta
membina hubungan baik dengan calon pelanggan yang berpotensi.
Dari sisi operasional produksi, prioritas LCTN adalah memastikan
kesinambungan proses produksi untuk senantiasa berjalan dengan normal tanpa
ada kendala baik dari sisi pasokan bahan baku maupun sisi personel.
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
52
Page 54
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Kami melakukan analisis perbandingan terhadap tarif yang dibebankan pada
beberapa perusahaan publik lainnya di Indonesia. Berikut adalah keterangan
mengenai tarif yang dibebankan pada perusahaan-perusahaan publik di
Indonesia menggunakan laporan keuangan terkini sebagaimana telah
dipublikasikan pada website BEI adalah sebagai berikut;
No. Nama Perusahaan Penerima Jasa Pemberi Jasa Jasa Fee atas Jasa yang Diberikan
1 PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Otoparts Tbk Sakae Riken Kogyo Co. Ltd., Japan Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Astra Otoparts Tbk Magna International japan Inc. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Air Products Indonesia Kumi Kasei Co. Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Federal Izumi Manufacturing MAHLE Engine Component Japan Corp. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT FSCM Manufacturing Indonesia Daido Kogyo Co. Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Menara Terus Makmur Kawasaki Industrial Co. Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Menara Terus Makmur MetalArt Corporation, Japan Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Gemala Kempa Daya Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation, Japan Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Century Batteries Indonesia GS Yuasa International Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Pakoakuina Topy Industries Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Velasto Indonesia Saitama Kiki Co., Ltd., Japan Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Indokario Perkasa Toyoda Gosei Co. Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
PT Astra Daido Steel Indonesia Daido Die & Mold Steel Solutions Co., Ltd. Royalti dan teknis 0,50% - 4,00% dari penjualan produk tertentu
2 PT Fast Food Indonesia Tbk PT Fast Food Indonesia Tbk KFC Restaurants Asia Pte. Ltd. Royalti 6,00% dari pendapatan
PT Fast Food Indonesia Tbk KFC Asia Holding. LLC Royalti 6,00% dari pendapatan
PT Fast Food Indonesia Tbk Taco Bell Restaurants Asia Pte. Ltd. Royalti 6,00% dari pendapatan
3 PT Gajah Tunggal Tbk PT Gajah Tunggal Tbk GITI Tire Pte. Ltd. Royalti 1,30% dari penjualan bersih produk GITI
4 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk Royalti 1,50% dari penjualan bersih produk mi instan
Indofood (M) Food Industries Sdn. Bhd PT Indofood Sukses Makmur Tbk Royalti 1,50% dari nilai penjualan neto produk
5 PT Asahimas Flat Glass Tbk PT Asahimas Flat Glass Tbk AGC Glass Europe Royalti 1,00% sampai dengan 4,00% dari penjualan neto
PT Asahimas Flat Glass Tbk AGC Inc. Royalti 0,50% sampai dengan 3,50% dari penjualan neto
6 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Alfamart Trading Philippines, Inc. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Royalti 0,50% dari pendapatan neto per kuartal
7 PT Citra Putra Realty Tbk PT Citra Putra Realty Tbk PT Luxury Hotel International Indonesia Royalti 1,25% sampai dengan 1,75% dari pendapatan kotor
8 PT Citra Tubindo Tbk PT Citra Tubindo Tbk Vallourec Oil & Gas France Royalti 3,25% dari penjualan
9 PT Indospring Tbk PT Indospring Tbk Murata Spring Co. Ltd. Royalti 2,00% dari penjualan neto
PT Indospring Tbk Mitsubishi Steel Mfg. Co. Ltd. Royalti 2,50% dari penjualan bersih atau minimal USD 6.000
10 PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk PT Accor Asia Pasific Consulting Indonesia Royalti 4,00% dari laba bruto operasi hotel, tidak termasuk pajak
PT Metropolitan Realty Internasional PT Accor Asia Pasific Consulting Indonesia Royalti 4,00% dari laba bruto operasi hotel, tidak termasuk pajak
PT Hotel Cikini Realty PT Accor Asia Pasific Consulting Indonesia Royalti 4,00% dari laba bruto operasi hotel, tidak termasuk pajak
PT Hotel Kemang Realty Pop! International Hotels Corporation Royalti 2,50% dari jumlah pendapatan hotel, tidak termasuk pajak
PT Hotel Yogya Realty Pop! International Hotels Corporation Royalti 2,50% dari jumlah pendapatan hotel, tidak termasuk pajak
PT Bangun Hotel Nusantara Pop! International Hotels Corporation Royalti 1,50% dari jumlah pendapatan hotel, tidak termasuk pajak
Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
Indonesia, sebagaimana diuraikan di atas, tarif yang dibebankan pada
perusahaan-perusahaan publik di atas berkisar antara 0,50% sampai dengan
6,00% dari pendapatan. Dengan demikian, biaya sublisensi LCTN dengan
tarif sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang
merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari pendapatan
LCTN dikurangi beban iklan LCTN masih berada di bawah kisaran tarif
sejenis yang dibebankan pada perusahaan-perusahaan publik di atas
sehingga hal tersebut memberikan keuntungan bagi Perseroan dan LCTN.
53
Page 55
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028:
Sebelum Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 403.930 406.601 409.379 447.401 450.667
Beban pokok penjualan 395.962 398.353 400.126 434.854 437.280
Laba kotor 7.968 8.248 9.253 12.547 13.387
Beban usaha 10.673 10.940 11.213 12.056 12.358
Laba usaha (2.705) (2.691) (1.960) 491 1.029
Pendapatan lain-lain 2.969 2.969 2.969 2.969 2.969
Laba sebelum pajak penghasilan 264 278 1.009 3.460 3.998
Manfaat pajak penghasilan (58) (61) (222) (761) (880)
Laba tahun berjalan 206 217 787 2.699 3.119
Setelah Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.741 424.080 425.936 460.724 463.209
Laba kotor 13.417 14.083 15.351 19.284 20.452
Beban usaha 12.598 12.900 14.729 15.798 16.150
Laba usaha 819 1.183 621 3.486 4.302
Pendapatan lain-lain 2.969 2.969 2.969 2.969 2.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.788 4.152 3.591 6.455 7.271
Beban pajak penghasilan (833) (913) (790) (1.420) (1.600)
Laba tahun berjalan 2.954 3.238 2.801 5.035 5.672
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Transaksi masing-masing adalah sebesar USD 2,12 miliar dan
USD 7,03 juta.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
dan laba tahun berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah
sebesar USD 2,28 miliar dan USD 19,70 juta.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
54
Page 56
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028 masing-masing adalah sebesar
USD 5,31 juta dan USD 15,90 juta. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028
lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028. Dalam perhitungan nilai kini,
digunakan tingkat diskonto sebesar 7,99%, yang merupakan biaya modal
ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai
berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 4,70%, yang diperoleh dari
Bloomberg dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan
bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,38%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2023 yang diterbitkan pada bulan Januari tahun 2024.
55
Page 57
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2023 sebesar 0,73.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,07% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 4,70% + ( 0,73 x 7,38% ) – 2,07%
= 7,99%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028
adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 206 217 787 2.699 3.119
Faktor diskonto 0,9623 0,8911 0,8252 0,7641 0,7076
Nilai kini 198 193 650 2.062 2.207
Jumlah nilai kini 5.310
Setelah Transaksi
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.954 3.238 2.801 5.035 5.672
Faktor diskonto 0,9623 0,8911 0,8252 0,7641 0,7076
Nilai kini 2.843 2.886 2.311 3.847 4.013
Jumlah nilai kini 15.900
4. Sehubungan dengan adanya penambahan terhadap ketentuan-ketentuan
dan syarat-syarat yang telah disepakati sebelumnya dalam IPLA – KI oleh
LCTN dan LCC, maka LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA
sehubungan dengan Transaksi, dimana berdasarkan AIPLA, LCTN
menerima lisensi kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak
untuk menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif
sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan
LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi sebesar 0,50% dari
pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
56
Page 58
5. Dengan dilakukannya Transaksi, LCTN dapat menggunakan lisensi
kekayaan intelektual termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan
lisensi atas merek dan logo “Lotte” sehingga hal tersebut diharapkan dapat
menjaga kelangsungan usaha (going concern) LCTN serta kestabilan
pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang diharapkan dapat
mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
6. Transaksi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko atas kelangsungan
usaha Perseroan dalam terus menjaga perolehan pendapatan secara
konsolidasian bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan dengan
menggunakan lisensi tersebut sebagai faktor utama yang menentukan
penetrasi pasar atas portofolio produk Perseroan dan entitas anak
Perseroan. Transaksi merupakan strategi Perseroan sebagai bagian dari
LCC secara grup dalam upaya menjaga keseimbangan atas perolehan
keuntungan bagi Perseroan dan pemegang saham Perseroan di masa yang
akan datang.
7. Dengan prospek kebutuhan produk petrokimia dalam negeri yang tinggi,
setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan LCTN dapat
meningkatkan pendapatannya atas penjualan produk polyethylene dengan
menggunakan lisensi atas merek dan logo “Lotte” yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
57
Page 59
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
58
Page 60
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
59
Page 61
Lampiran B
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 403.930 406.601 409.379 447.401 450.667
Beban pokok penjualan 395.962 398.353 400.126 434.854 437.280
Laba kotor 7.968 8.248 9.253 12.547 13.387
Beban usaha 10.673 10.940 11.213 12.056 12.358
Laba usaha (2.705) (2.691) (1.960) 491 1.029
Pendapatan lain-lain 2.969 2.969 2.969 2.969 2.969
Laba sebelum pajak penghasilan 264 278 1.009 3.460 3.998
Manfaat pajak penghasilan (58) (61) (222) (761) (880)
Laba tahun berjalan 206 217 787 2.699 3.119
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 435.158 438.163 441.287 480.008 483.661
Beban pokok penjualan 421.741 424.080 425.936 460.724 463.209
Laba kotor 13.417 14.083 15.351 19.284 20.452
Beban usaha 12.598 12.900 14.729 15.798 16.150
Laba usaha 819 1.183 621 3.486 4.302
Pendapatan lain-lain 2.969 2.969 2.969 2.969 2.969
Laba sebelum pajak penghasilan 3.788 4.152 3.591 6.455 7.271
Beban pajak penghasilan (833) (913) (790) (1.420) (1.600)
Laba tahun berjalan 2.954 3.238 2.801 5.035 5.672
60
Page 62
Lampiran C
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 206 217 787 2.699 3.119
Faktor diskonto 0,9623 0,8911 0,8252 0,7641 0,7076
Nilai kini 198 193 650 2.062 2.207
Jumlah nilai kini 5.310
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2028
(Dalam ribuan USD)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28
Laba tahun berjalan 2.954 3.238 2.801 5.035 5.672
Faktor diskonto 0,9623 0,8911 0,8252 0,7641 0,7076
Nilai kini 2.843 2.886 2.311 3.847 4.013
Jumlah nilai kini 15.900
61
Page 63
Lampiran D
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 1 Maret 2024, LCTN dan LCC telah menandatangani AIPLA sehubungan
dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam AIPLA adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan AIPLA adalah LCTN dan LCC.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan AIPLA adalah transaksi dimana LCTN telah menerima lisensi
kekayaan intelektual dari LCC termasuk tanpa batasan suatu hak untuk menggunakan
lisensi atas merek dan logo “Lotte” dengan tarif sublisensi sebesar 0,15% dari pendapatan
LCTN dikurangi beban iklan LCTN yang merupakan bagian dari jumlah tarif lisensi
sebesar 0,50% dari pendapatan LCTN dikurangi beban iklan LCTN.
• Biaya-Biaya
Biaya-biaya berdasarkan AIPLA adalah sebagai berikut:
- Pada saat menghitung biaya lisensi berdasarkan IPLA – KI, apabila LCTN
menjelaskan bahwa kekayaan intelektual termasuk merek terdaftar tidak memiliki atau
berperan kecil sehubungan dengan transaksi yang dilakukan serta merta sebagai
agen atau terutama untuk mendukung bisnis dari perusahaan terafiliasi, atau transaksi
lainnya yang setara, dan LCC mengakui bahwa penjelasan LCTN adalah wajar,
seluruh atau sebagian pendapatan dari transaksi yang relevan dapat dikecualikan dari
jumlah pendapatan yang menjadi dasar dari perhitungan biaya.
Biaya Lisensi = [Pendapatan – Beban Iklan] x Tarif Biaya Lisensi
Tarif biaya lisensi dalam formula yang ditetapkan di atas ditetapkan sebesar 0,50%.
- Selanjutnya, apabila marjin operasi tahunan LCTN sebelum mengurangi jumlah biaya
lisensi yang dihitung berdasarkan IPLA – KI adalah kurang dari jumlah biaya yang
dihitung sesuai dengan formula biaya sublisensi berikut, LCC dapat, berdasarkan
permintaan tertulis dari LCTN, mengecualikan LCTN untuk membayar biaya lisensi
yang ditetapkan dalam IPLA – KI untuk tahun tersebut.
Biaya Sublisensi = [Pendapatan – Beban Iklan] x Tarif Biaya Sublisensi
- Jika marjin operasional tahunan LCTN sebelum mengurangi jumlah biaya lisensi yang
dihitung sesuai IPLA – KI lebih besar daripada atau sama dengan biaya sublisensi,
namun kurang dari biaya lisensi yang dihitung sesuai IPLA – KI, maka LCC dapat,
berdasarkan permintaan tertulis dari LCTN, memilih untuk menagihkan hanya biaya
sublisensi untuk tahun tersebut.
62
Page 64
- Untuk kejelasan, “marjin operasi” dalam AIPLA ini berarti laba kotor setelah
pengurangan dari penjualan dan biaya administrasi umum. Tarif biaya sublisensi
dalam formula yang ditetapkan di atas ditentukan sebesar 0,15%. Tanpa
mengesampingkan ketentuan di atas, tarif biaya lisensi tunduk pada perubahan jika
tarif biaya yang diatur dalam IPLA – KI diubah.
63
Names mentioned 89 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Lotte Chemical Titan Nusantara
p.2
unresolved
org
Lotte Chemical Corporation
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
PSS
p.6 ×11
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.8 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Jimmy Tanal
p.8 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×3
unresolved
org
PT Indofatra Plastik Industri
p.12
unresolved
person
Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya
p.12 ×2
unresolved
org
PT Fatrapolindo Nusa Industri
p.12
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.12 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
Modal Kepemilikan Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.
p.13
unresolved
org
PT Lotte Chemical Titan Nusantara Dalam Transaksi
p.16
unresolved
org
PT Petrokimia Nusantara Interindo
p.16 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Moendjiati Soegito
p.16 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.16 ×2
unresolved
org
Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.
p.17
unresolved
org
Modal Kepemilikan Lotte Corporation
p.18
unresolved
org
Lotte Holdings Co. Ltd.
p.18
unresolved
org
PT Lotte Chemical Titan Nusantara II.
p.22
unresolved
org
Lokasi Kapasitas JG Summit Olefins Corporation
p.23
unresolved
org
Baystar Bayport Polymers LLC
p.23 ×2
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
p.24
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.24
unresolved
org
Pusat Statistik
p.25
unresolved
org
Sakae Riken Kogyo Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
Kumi Kasei Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
PT Federal Izumi Manufacturing
p.54
unresolved
org
MAHLE Engine Component Japan Corp.
p.54
unresolved
org
PT FSCM Manufacturing Indonesia
p.54
unresolved
org
Daido Kogyo Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
PT Menara Terus Makmur
p.54 ×2
unresolved
org
Kawasaki Industrial Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
MetalArt Corporation
p.54
unresolved
org
PT Gemala Kempa Daya
p.54
unresolved
org
Bus Corporation
p.54
unresolved
org
PT Century Batteries Indonesia
p.54
unresolved
org
GS Yuasa International Ltd.
p.54
unresolved
org
PT Pakoakuina
p.54
unresolved
org
Topy Industries Ltd.
p.54
unresolved
org
PT Velasto Indonesia
p.54
unresolved
org
Saitama Kiki Co., Ltd.
p.54
unresolved
org
PT Indokario Perkasa
p.54
unresolved
org
Toyoda Gosei Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
PT Astra Daido Steel Indonesia
p.54
unresolved
org
Mold Steel Solutions Co., Ltd.
p.54
unresolved
org
KFC Restaurants Asia Pte. Ltd.
p.54
unresolved
org
KFC Asia Holding. LLC
p.54
unresolved
org
Taco Bell Restaurants Asia Pte. Ltd.
p.54
unresolved
org
GITI Tire Pte. Ltd.
p.54
unresolved
org
Food Industries Sdn. Bhd
p.54
unresolved
org
PT Luxury Hotel International Indonesia
p.54
unresolved
org
Indospring Tbk
p.54 ×6
unresolved
org
Murata Spring Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
Mitsubishi Steel Mfg. Co. Ltd.
p.54
unresolved
org
Setiabudi Internasional Tbk
p.54 ×2
unresolved
org
PT Accor Asia Pasific Consulting Indonesia
p.54 ×3
unresolved
org
PT Metropolitan Realty Internasional
p.54
unresolved
org
PT Hotel Cikini Realty
p.54
unresolved
org
PT Hotel Kemang Realty
p.54
unresolved
org
International Hotels Corporation
p.54 ×3
unresolved
org
PT Hotel Yogya Realty
p.54
unresolved
org
PT Bangun Hotel Nusantara
p.54
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.59 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.59
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.59
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
5225 ms
12 Sep 2026 23:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'transaksi dimana LCTN'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
'dimana LCTN',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}