Skip to content
Back to announcement

20260423_INET_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32073299_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review INET

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 134

Page 1
LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM
PT SARANA GLOBAL INDONESIA

       Tanggal Penilaian:
       31 Desember 2025
Page 2
Nomor: 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026                                                         8 April 2026


Kepada Yth.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gedung Cyber Lantai 10,
Jalan Kuningan Barat No.8,
Jakarta Selatan – DKI Jakarta

Up       :       Bapak Muhammad Arif
                 Direktur Utama

Perihal :        Penilaian 100% Saham PT Sarana Global Indonesia

Dengan hormat,

Sesuai dengan permintaan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk ("INET/Pemberi Tugas") kepada Kantor Jasa Penilai
Publik (KJPP) Iwan Bachron & Rekan ("IDR"), sehubungan dengan rencana akuisisi 60% atau 180.000 lembar saham
PT Sarana Global Indonesia ("SGI") melalui penerbitan saham baru, termasuk kepemilikan pada entitas anak sebesar
99% atau 12.375 lembar saham PT Jala Nusantara Mardika (“JNM”) dan 99% atau 999.999 lembar saham PT Nostag
Nusantara Mardika (“NNM”) milik JNM (“Rencana Transaksi”), seperti yang tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerja
No. 004/IDR-SPK/BS/III/2026 pada tanggal 4 Maret 2026, serta dalam batas-batas kemampuan kami sebagai Kantor
Jasa Penilai Publik (KJPP) yang beroperasi berdasarkan Izin Usaha dari Departemen Keuangan Republik Indonesia
No. 552KM.1/2009. Maka dengan ini, kami menyatakan bahwa telah menilai 100% saham SGI (termasuk di dalamnya
penilaian saham atas seluruh entitas anak perusahaan yang beroperasi) pada tanggal 31 Desember 2025.

LATAR BELAKANG
SGI adalah perusahaan yang berdiri sejak 25 April 2000, berstatus perusahaan tertutup, dan bergerak dalam bidang
engineering, procurement, and construction (EPC), khususnya dalam Jasa Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic)
bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan Managed Service (kegiatan Preventive
Maintenance). SGI memiliki sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu PT Jala Nusantara Mardika (“JNM”), dan JNM
juga memilik sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu Nostag Nusantara Mardika (“NNM”). Kedua perusahaan
tersebut membantu SGI dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, yakni dengan menyewakan kapal kepada SGI
untuk melaksanakan jasa - jasa SGI (kapal Pacific Guardian milik JNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis
fiber optic laut dalam (≥100 meter), dan kapal Nostag 10 milik NNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis
fiber optic dan power (≤100 meter)). Kantor Pusat SGI berlokasi di Indonesia dengan alamat di Jl. Patra Kuningan
VIII No.1, RT.6/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
12950.

INET merupakan sebuah perseroan terbatas yang didirikan pada tanggal 16 Desember 2016, berstatus perusahaan
terbuka (publicly-held company) dan bergerak dalam sektor telekomunikasi/infrastruktur digital dan menyediakan
layanan konektivitas B2B (terutama melayani penyedia layanan internet (ISP), korporasi, dan institusi). INET
Page 3
menyediakan beberapa layanan utama, seperti interkoneksi data center, colocation, local loop/akses lokal, IP Transit
(NAP), managed network service, serta solusi jaringan seperti SD-WAN. Kantor pusat INET berlokasi di Indonesia
dengan alamat di Gedung Cyber 1 Lantai 10, Jl. Kuningan Barat No. 8, Jakarta Selatan.

Berdasarkan informasi dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan adalah pengambilalihan atas
60% saham SGI melalui penerbitan saham baru (“Rencana Transaksi”). INET berpandangan bahwa pengambilalihan
saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnis dengan
memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di sisi
lain, transaksi ini memungkinkan optimalisasi kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan
dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi, sehingga tercipta nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua entitas.
Pertimbangan dan manfaat dari rencana transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya di Pulau
Jawa dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam pembangunan,
perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur telekomunikasi yang lebih
kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan mempercepat pertumbuhan bisnis
perusahaan.

Rencana transaksi juga merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020. Dalam
rangka pelaksanaan Transaksi Material dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam POJK 17/2020,
maka SGI telah menunjuk kami untuk melaksanakan penilaian 100% saham SGI.

STATUS PENILAI
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal 13 April
2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia
dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.

Penilaian saham ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) merupakan Penilai
independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-1.16.00465, yang terdaftar sebagai profesi
penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang
Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK
No. STTD.PPB-27/PJ-1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan
penilaian saham sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

IDR dalam memberikan jasa penilaian saham sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung tinggi
integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik
aktual maupun potensial dengan objek penilaian dan/atau pemilik aset dan Pemberi Tugas. Untuk penilaian saham
sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli, dan staf pelaksana
dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab
laporan penilaian saham.



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                        II
Page 4
IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud dalam Laporan Penilaian ini adalah:
Nama                          : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Domisili                      : Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
Industri                      : Telekomunikasi
Telp/Fax                      : +62 2150525588
Email                         : info@sinergynetworks.co.id

(Pemberi Tugas memastikan bahwa dalam kurun waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2 bulan), aset atau objek penilaian
tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang
sama atau berdekatan.) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4.).


OBJEK PENILAIAN
Objek penilaian dalam penugasan ini adalah 100% atau 120.000 lembar saham SGI dengan bentuk kepemilikan
mayoritas dengan kendali, dan kepemilikan pada entitas anak sebagai berikut:
 ➢      99% atau 12.375 lembar saham JNM, milik SGI dengan bentuk kepemilikan mayoritas dengan kendali.
        a.   99% atau 999.999 lembar saham NNM, milik JNM dengan bentuk kepemilikan mayoritas dengan kendali.

JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil penilaian saham dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Maksud dari penilaian saham ini adalah untuk memberikan opini/pendapat Nilai Pasar Saham atas OBJEK
PENILAIAN tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan transaksi akuisisi melalui penerbitan saham baru,
dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, dan oleh karenanya tidak
direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.

DASAR NILAI
Sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian, Dasar Nilai yang digunakan dalam penilaian ini adalah Nilai Pasar.

Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI Edisi VII-
2018, SPI 101-3.1).

Mengacu pada POJK 35/POJK.04/2020, Nilai Pasar, didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                III
Page 5
layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan.

TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian adalah 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan beserta tujuan
penilaian dan dari data keuangan SGI, JNM, dan NNM yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan
keuangan objek penilaian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian
ini.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Penilaian dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut :
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penilaian;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penilaian;
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan diverifikasi secara tertulis atau wawancara
       langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penilaian. Bila pada objek
       penilaian tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami
       menggunakan pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dan/atau wawancara dapat dilakukan tanpa ada pembatasan termasuk akses data yang harus disediakan
       oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penilaian ini akan dicatatkan sebagai bagian yang mengikat atas hasil
       penilaian yang dilakukan.

SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang
sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
⮚ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian saham diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas selama
       proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
       - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
           diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan pengecualian dalam semua hal
           yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 17 Maret 2026 oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin
           Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No. 00037/2.0935/AU.1/03/0977-3/1/III/2026 tanggal 17
           Maret 2026;
       - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
           diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan pengecualian dalam semua hal
           yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 22 Mei 2025 oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin
           Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No. 00116/2.0935/AU.1/05/0977-2/1/V/2025 tanggal 22
           Mei 2025;

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                     IV
Page 6
     - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah
         diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan pengecualian dalam semua hal
         yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Juni 2024 oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin
         Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No. 00080/2.0935/AU.1/03/0977-1/1/VI/2024 tanggal 27
         Juni 2024;
     - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah
         diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
         ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2023 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1145, dengan
         nomor laporan No. Ref. 00034/2.0052/AU.1/03/0492-3/1/VI/2023 tanggal 30 Juni 2023;
     - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah
         diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
         ditandatangani pada tanggal 14 Juni 2022 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1145, dengan
         nomor laporan No. Ref. 00046/2.0052/AU.1/03/1145-2/1 /VI/2022 tanggal 14 Juni 2022;
     - Proyeksi/Business Plan yang antara lain terdiri hasil operasi untuk periode 2025 sampai dengan 2030 yang
         diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan harapan kondisi pasar
         di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh SGI sesuai kondisi yang ada per
         tanggal penilaian;
     - Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal
         6 April 2026;
⮚ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media elektronik
     dan papan pengumuman yang layak:
     - Bank Indonesia (BI);
     - Badan Pusat Statistik (BPS);
     - Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
     - Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
     - Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ dan website Bursa Efek
         Indonesia.

ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Penilaian saham disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta
peraturan – peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penilaian. Dalam penilaian saham, kami
mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban perusahaan. Berikut asumsi
khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek penilaian yang dinilai tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah, bebas dari
    sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek penilaian yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penilaian;
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas sehubungan dengan penilaian ini adalah relevan, benar


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                   V
Page 7
    dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat dipercaya
    sesuai dengan prosedur penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek penilaian yang dapat membawa efek negatif
    terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai kepentingan
    finansial apapun terhadap objek penugasan.

PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan penilaian saham atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang
terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional SGI.

STANDAR PENILAIAN
Dalam pekerjaan penilaian saham ini kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018) dan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(POJK35/POJK.04/2020).

PREMIS PENILAIAN
Penilaian atas Saham dilakukan dengan premis penilaian bahwa SGI adalah sebuah perusahaan yang “going
concern”. Menurut definisi oleh Standar Penilaian Indonesia, going concern adalah suatu kondisi yang mencerminkan
usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam konstruksi dan juga sebuah premis dalam penilaian
dimana penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan (SPI Edisi
VI-2018, SPI 330 3.10).

KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa
penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian.

KONDISI PEMBATAS
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Pemberi Tugas atau
yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan kami tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari Pemberi Tugas bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                      VI
Page 8
Analisis penilaian saham SGI dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan,
biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami
peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

Hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada
sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan
bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian, dan bahwa perbedaan
yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun penyusunan laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik
dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar
penilaian.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian saham SGI tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk
apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.

PENDEKATAN PENILAIAN
SGI memiliki investasi pada entitas anak, yaitu JNM sebesar 99%, dan kepemilikan JNM pada entitas anaknya, yaitu
NNM sebesar 99%. Dalam hal melakukan penilaian saham SGI, penilaian dilakukan secara terpisah sesuai dengan
persentase kepemilikannya.

Pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) adalah Pendekatan
Pendapatan (Income Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cashflow/“DCF”) dan Pendekatan
Pasar (Market Approach) dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded
Company/“GPTC”), sedangkan pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM
(subsidiary) adalah Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan metode Penyesuaian Aset Bersih (“PAB”). Selanjutnya
nilai - nilai yang diperoleh dari setiap metode tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

Pendekatan pendapatan dengan metode DCF digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity)
mengingat bahwa pendapatan yang diperoleh dimasa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup
meyakinkan, dan SGI merupakan perusahaan yang beroperasi dengan baik (going concern) sehingga dapat men-
generate income secara berkesinambungan, dengan asumsi going concern, yaitu aktivitas operasi berjalan terus
walaupun pemilik atau manajemen berganti dan ketersediaan data terkait dengan Pendekatan Pendapatan dengan
metode DCF untuk melakukan penilaian SGI sudah memadai.

Pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC digunakan dalam penilaian saham SGI karena meskipun di
pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                      VII
Page 9
aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
perbandingan atas nilai saham dan ketersediaan data terkait dengan pendekatan pasar dengan menggunakan metode
GPTC untuk melakukan penilaian saham SGI sudah memadai.

Pendekatan aset dengan Metode PAB digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM dengan mempertimbangkan
kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan posisi keuangan dan laba rugi periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan kondisi bisnis tidak mencerminkan usaha yang berkelanjutan (not
going concern). JNM dan NNM juga memiliki karakteristik sebagai heavy asset based company, hal ini tercermin
berdasarkan komposisi aset tetap terhadap aset tidak lancar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total aset
JNM dan NNM. Selain itu ketersediaan data terkait dengan pendekatan aset dengan Metode PAB untuk melakukan
penilaian JNM dan NNM sudah memadai.

Dalam menentukan pendekatan penilaian dan metode penilaian tersebut kami telah mempertimbangkan ketentuan-
ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.

Berdasarkan strategi dan rencana masa depan (business plan), SGI (Entitas Induk/Parent Entity) akan tetap terus
melanjutkan operasinya yaitu jasa penggelaran kabel bawah laut, jasa perbaikan kabel bawah laut, dan manage
serviced. Dalam penilaian ini, jangka waktu proyeksi disajikan sampai dengan FY2030.

Metode Diskonto Arus Kas merupakan suatu metode penilaian dimana nilai suatu objek ditentukan berdasarkan
kemampuan objek penilaian tersebut untuk menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Untuk menggunakan
metode ini, sebelum melakukan proses diskonto (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan
mendatang berupa arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk kapital (net cash
flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya
adalah menetapkan tingkat diskonto (discount rate) yang tepat. Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai - nilai
arus kas bersih yang telah diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor diskonto
(discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah
arus kas bersih untuk ekuitas, maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang tersebut
merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut
merupakan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk mendapatkan
nilai ekuitas.

Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pasar (market approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari perusahaan pembanding
diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus sebanding dan sepadan dengan
perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai variabel pembanding, antara lain sales turnover, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                        VIII
Page 10
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai diperoleh
dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan
pembanding, seperti rasio P/E (price/earnings), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book value of equity),
MVIC/EBIT (market value invested capital/earning before interest, tax) MVIC/EBITDA (market value invested
capital/earning before interest, tax, depreciation, and amortization), MVIC/BVIC (market value invested capital/book
value invested capital), MVIC/REVENUE (market value invested capital/revenue) dan sebagainya.

Metode Penyesuaian Aset Bersih merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan neraca (balance
sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau hutang bank).

Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan mengurangkan jumlah yang tak dapat
ditagih secara normal. Aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian
properti yang berlaku umum.

Selain aset berwujud, Nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, dan daftar langganan (pool of captive customer), juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud
tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
(net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah
disesuaikan.

GAMBARAN PERUSAHAAN
SGI adalah perusahaan yang berdiri sejak 25 April 2000, berstatus perusahaan tertutup, dan bergerak dalam bidang
engineering, procurement, and construction (EPC). SGI memiliki dua anak perusahaan terkendali yaitu JNM dan NNM.
Kedua anak perusahaan terkendali dari SGI juga bergerak dalam bidang engineering, procurement, and construction
(EPC). Kantor Pusat SGI berlokasi di Indonesia dengan alamat di Jl. Patra Kuningan VIII No.1, RT.6/RW.4, Kuningan
Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.

Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan keuangan audit SGI untuk tahun 2025,
susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

                                Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI
                                                                                                         Persentase
                               Keterangan                                Jumlah Lembar Saham                 (%)
 Y. Didik Heru Purnomo                                                                      66.000                  55
 Lisa Anggraini                                                                             54.000                  45
 Total                                                                                     120.000                 100
Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI

Kepemilikan saham atas SGI masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh Bapak Y. Didik Heru Purnomo
sebanyak 66.000 lembar saham atau 55% kepemilikan dan Ibu Lisa Anggraini sebanyak 54.000 lembar saham atau
45% kepemilikan.

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                            IX
Page 11
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai berikut:

Penilaian dilakukan kepada SGI dan entitas anak secara terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya. Dengan
diterapkan diskon likuiditas pasar, maka diperoleh nilai pasar 100% saham SGI (nilai mayoritas/kendali) per 31
Desember 2025 adalah sebesar Rp175.195.000.000,-. Berikut adalah perhitungan nilai pasar 100% saham SGI
tanggal 31 Desember 2025.

                                                    Ringkasan Hasil Penilaian
                                                                                     Presentase             Indikasi Nilai
          Keterangan                       Metode              Indikasi Nilai 100%   Kepemilikan             Kepemilikan
                                                                                       Saham                   Saham
    PT Jala Nusantara Mardika         Adjusted Net Asset        (231.107.656.843)             99%          (228.796.580.274)
 Indikasi Nilai Entitas Anak                                                                               (228.796.580.274)
                                   Discounted Cashflow dan
   PT Sarana Global Indonesia      Guideline Publicly Traded                                100%            479.074.854.939
                                                                  479.074.854.939
                                           Company
 Indikasi Nilai Entitas Induk                                                                               479.074.854.939
 Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                               100%    250.278.274.665
 Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                               100%    250.278.274.665
 Discount for Lack of Control                                                                         0%                   -
 Indikasi Nilai 100% Saham Sebelum DLOM                                                                     250.278.274.665
 Discount for Lack of Marketability                                                                 30%     (75.083.482.399)
 Nilai Pasar 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                                          175.194.792.265
 Pembulatan                                                                                                 175.195.000.000
 Nilai Pasar Per Lembar                                                                                            1.459.957
Sumber: Data diolah




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                X
Page 12
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penilaian dengan pendekatan pendapatan (income approach) menggunakan metode DCF
(discounted cashflow) dan pendekatan pasar (market approach) menggunakan metode GPTC (guideline publicly
traded company), Nilai 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI (termasuk di dalamnya penilaian saham atas
seluruh entitas anak perusahaan) pada Tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar:

                                                             Nilai Pasar

                          ___________________ Rp175.195.000.000,-___________________

                   (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)

                                                                Atau

                                                   Nilai Pasar Per Lembar

                              ___________________ Rp1.459.957,-___________________

          (Satu Juta Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Rupiah)

Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun dari objek yang kami nilai serta
nilai yang kami laporkan, baik pada saat ini maupun di masa yang akan datang. Demikian penilaian saham ini
disampaikan secara objektif dan bebas dari konflik kepentingan dalam kapasitas kami sebagai Kantor Jasa Penilai
Publik.

Siapapun yang mendapat laporan ini, atau tembusan dari padanya, tidak ada hak untuk mengumumkan atau
mempergunakannya untuk keperluan apapun tanpa izin tertulis dari KJPP Iwan Bachron & Rekan, izin inipun hanya
diberikan dengan syarat-syarat yang layak. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP Iwan Bachron & Rekan.



Hormat kami,
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN
Appraisers and Consultants




Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis dan Properti
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
Izin Penilai Publik No. P-1.17.00500
STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023
MAPPI No. 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 XI
Page 13
                                    ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.

2. IDR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.

3. Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
    keakuratannya.

4. IDR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan yang dibuat oleh manajemen SGI dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

5. IDR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.

6. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
    mempengaruhi operasional SGI, JNM, dan NNM.

7. IDR bertanggung jawab atas laporan penilaian ini dan kesimpulan nilai akhir.

8. IDR telah memperoleh informasi atas status hukum saham SGI, JNM, dan NNM.




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                            XII
Page 14
                                              PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan di bawah
ini menyatakan bahwa:

1. Kami telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
     Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan
     akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan syarat-
     syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.
4. Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
     SGI dan telah dilakukan penyesuaian yang dianggap perlu sesuai kondisi pasar.
5. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi: identifikasi masalah, inspeksi lapangan,
     pengumpulan data & wawancara, analisis data, estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian, dan
     pelaporan.
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau jenis industri yang dinilai.
7. Kami tidak mempunyai kepentingan apa pun terhadap objek yang dinilai dan imbalan jasa yang kami terima
     tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
8. Perhitungan dan analisis dalam laporan penilaian saham SGI telah dilakukan dengan benar; dan IDR
     bertanggungjawab atas hasil penilaian SGI, NNM, dan JNM.
9. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap saham SGI, NNM, dan JNM pada tanggal penilaian
     (cut off date) yang ditentukan yaitu 31 Desember 2025.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
11. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan
     didalamnya adalah betul dan benar; laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang
     mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini; dan laporan ini telah disusun
     sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.
12. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
13. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan.
14. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
15. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dapat
     dipertanggungjawabkan.
16. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah disepakati
     sebelumnnya dengan Pemberi Tugas.
17. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan bantuan profesional
     dalam menyiapkan laporan penilaian.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                   XIII
Page 15
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa,
pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.


No. Nama                                                                             Tanda Tangan

1. Penanggung Jawab
   Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
    Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
    MAPPI No: 11-S-02732
    No. Register: RMK-2017.00554

2. Reviewer
   Dean Fajar Ramadhan, S.M.
    MAPPI No: 21-T-10752
    No Register: RMK-2023.04532

3. Penilai
   Dipa Pranaya, S.M.
    MAPPI No: 22-T-11276
    No Register: RMK-2023.04533

    Penilai
    Rafi Fauzan, S.M.
    MAPPI No: 21-P-10885




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                       XIV
Page 16
                                RINGKASAN EKSEKUTIF PENILAIAN SAHAM
Status Penilai                     : Penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Iwan Bachron dan Rekan
                                       dengan Kualifikasi Penilai Bisnis

Pemberi Tugas                      : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

Pengguna Laporan                   : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

Objek Penilaian                    : 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI (termasuk di dalamnya penilaian
                                       saham atas entitas anak perusahaan) dengan bentuk kepemilikan mayoritas
                                       dengan kendali.

Maksud dan Tujuan Penilaian : Maksud dan tujuan dari penilaian atas 100% saham SGI (termasuk di dalamnya
                                       penilaian saham atas seluruh entitas anak perusahaan/subsidiary) adalah untuk
                                       memberikan opini/pendapat Nilai Pasar Saham atas OBJEK PENILAIAN
                                       tersebut tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan transaksi akuisisi
                                       melalui penerbitan saham baru, dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dari
                                       Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
                                       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, oleh karenanya tidak
                                       direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.

Domisili                           : Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710

Dasar Nilai                        : Nilai Pasar

Tanggal Penilaian                  : 31 Desember 2025

Jenis Mata Uang                    : Rupiah

Pendekatan Penilaian               : Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan menggunakan metode
                                       Diskonto Arus Kas (Discounted Cashflow) dan pendekatan Pasar (Market
                                       Approach) dengan menggunakan metode Pembanding Perusahaan Tercatat di
                                       Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company).

Opini Nilai                        :
                                                                                         Presentase             Indikasi Nilai
                                                                       Indikasi Nilai
           Keterangan                         Metode                                     Kepemilikan            Kepemilikan
                                                                           100%
                                                                                           Saham                   Saham
    PT Jala Nusantara Mardika            Adjusted Net Asset          (231.107.656.843)          99%           (228.796.580.274)
 Indikasi Nilai Entitas Anak                                                                                  (228.796.580.274)
                                 Discounted Cashflow dan Guideline
   PT Sarana Global Indonesia                                         479.074.854.939          100%            479.074.854.939
                                     Publicly Traded Company
 Indikasi Nilai Entitas Induk                                                                                  479.074.854.939
 Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                                  100%    250.278.274.665
 Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                                  100%    250.278.274.665
 Discount for Lack of Control                                                                            0%                   -
 Indikasi Nilai 100% Saham Sebelum DLOM                                                                        250.278.274.665
 Discount for Lack of Marketability                                                                    30%     (75.083.482.399)
 Nilai Pasar 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                                             175.194.792.265
 Pembulatan                                                                                                    175.195.000.000
 Nilai Pasar Per Lembar                                                                                               1.459.957

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                              XV
Page 17
                                                                           DAFTAR ISI

Surat Pengantar .......................................................................................................................................................... I
Daftar Isi ............................................................................................................................................................... XVI
Daftar Tabel............................................................................................................................................................ XIX
Daftar Gambar dan Grafik ...................................................................................................................................... XXI
Definisi dan Istilah ................................................................................................................................................. XXII

BAB I PENDAHULUAN
I.1    LATAR BELAKANG .................................................................................................................................. I-1
I.2    LINGKUP PENUGASAN ............................................................................................................................I-2
I.2.1  Status Penilai ............................................................................................................................................ I-2
I.2.2  Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..................................................................................... I-2
I.2.3  Objek Penilaian ......................................................................................................................................... I-3
I.2.4  Jenis Mata Uang ........................................................................................................................................I-3
I.2.5  Maksud dan Tujuan Penilaian ................................................................................................................... I-3
I.2.6  Dasar Nilai................................................................................................................................................. I-3
I.2.7  Tanggal Penilaian ..................................................................................................................................... I-3
I.2.8  Tingkat Kedalaman Investigasi ................................................................................................................. I-4
I.2.9  Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ................................................................................ I-4
I.2.10 Asumsi dan Asumsi Khusus ...................................................................................................................... I-5
I.2.11 Persyaratan dan Persetujuan Untuk Publikasi .......................................................................................... I-6
I.2.12 Standar Penilaian ...................................................................................................................................... I-6
I.2.13 Premis Penilaian ....................................................................................................................................... I-6
I.2.14 Kejadian – Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event).......................................... I-6
I.2.15 Kondisi Pembatas ..................................................................................................................................... I-6
I.2.16 Pendekatan Penilaian ............................................................................................................................... I-7
I.2.17 Hasil Pelaksanaan Inspeksi ...................................................................................................................... I-9
I.3    ASPEK MANAJEMEN ............................................................................................................................... I-9
I.3.1  Sejarah dan Pendirian Perusahaan .......................................................................................................... I-9
I.3.2  Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha............................................................................................. I-10
I.3.3  Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham........................................................................... I-10
I.3.4  Susunan Dewan Komisaris dan Direksi .................................................................................................. I-11
I.3.5  Struktur Grup Perusahaan ...................................................................................................................... I-11
I.3.6  Jenis – Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat ...........................................................................................I-11
I.3.7  Pasar Geografis .......................................................................................................................................I-11
I.3.8  Legalitas dan Perizinan Usaha Perseroan ...............................................................................................I-11
I.3.9  Struktur Organisasi SGI ...........................................................................................................................I-13

BAB II       ASPEK EKONOMI DAN PEMASARAN
II.1         KONDISI MAKRO EKONOMI ...................................................................................................................II-1
II.1.1       Perkembangan Ekonomi Dunia.................................................................................................................II-1
II.1.2       Tingkat Inflasi Dunia ..................................................................................................................................II-4
II.1.3       Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .............................................................................................................II-8
II.1.3.1     Neraca Perdagangan .............................................................................................................................. II-10
II.1.3.2     Nilai Tukar Rupiah................................................................................................................................... II-11
II.1.3.3     Inflasi ....................................................................................................................................................... II-12
II.1.3.4     Perkembangan Moneter.......................................................................................................................... II-12
II.2         Tinjauan Industri Konstruksi .................................................................................................................... II-14
II.2.1       Gambaran Umum Industri Konstruksi ..................................................................................................... II-14

  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                               XVI
Page 18
II.2.2       Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Konstruksi ................................................................................... II-16
II.2.3       Prospek Industri Konstruksi..................................................................................................................... II-17
II.3         TINJAUAN INDUSTRI INFRASTRUKTUR JARINGAN .......................................................................... II-18
II.3.1       Gambaran Umum Industri Infrastruktur Jaringan .................................................................................... II-18
II.3.2       Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Infrastruktur Jaringan .................................................................. II-20
II.3.3       Prospek Industri Infrastruktur Jaringan ................................................................................................... II-21
II.4         Analisis SWOT ........................................................................................................................................ II-22
II.4.1       Analisis SWOT Industri Konstruksi.......................................................................................................... II-22
II.4.1       Analisis SWOT Industri Infrastruktur Jaringan ........................................................................................ II-23

BAB III ANALISIS KEUANGAN HISTORIS
III.1   ANALISA KEUANGAN HISTORIS SGI (ENTITAS INDUK/PARENT ONLY)………………. .................... III-1
III.1.1 Laporan Posisi Keuangan ....................................................................................................................... III-1
III.1.2 Laporan Laba (Rugi) ............................................................................................................................... III-3
III.1.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................................... III-4
III.1.4 Analisis Vertikal ....................................................................................................................................... III-6
III.1.5 Analisis Rasio.......................................................................................................................................... III-8
III.1.6 Informasi Perpajakan .............................................................................................................................. III-9
III.1.7 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham ...................................................................................... III-9
III.1.8 Informasi Asuransi yang ditanggung Perusahaan ................................................................................. III-10
III.1.9 Analisis Common Size Atas Industri ..................................................................................................... III-10
III.2   ANALISA KEUANGAN HISTORIS JNM (ENTITAS ANAK) .................................................................. III-10
III.2.1 Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................................................... III-11
III.2.2 Laporan Laba (Rugi) ............................................................................................................................. III-13
III.2.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................................. III-14
III.2.4 Analisis Vertikal ..................................................................................................................................... III-15
III.2.5 Analisis Rasio........................................................................................................................................ III-17
III.2.6 Informasi Perpajakan ............................................................................................................................ III-18
III.3   ANALISA KEUANGAN HISTORIS NNM (ENTITAS ANAK) .................................................................. III-19
III.3.1 Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................................................... III-19
III.3.2 Laporan Laba (Rugi) ............................................................................................................................. III-21
III.3.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................................. III-22
III.3.4 Analisis Vertikal ..................................................................................................................................... III-23
III.3.5 Analisis Rasio........................................................................................................................................ III-25
III.3.6 Informasi Perpajakan ............................................................................................................................ III-26

BAB IV ANALISIS RISIKO
IV.1   RISIKO KREDIT ...................................................................................................................................... IV-1
IV.2   RISIKO KEBIJAKAN/PERATURAN PEMERINTAH ................................................................................ IV-1
IV.3   RISIKO OPERASIONAL ......................................................................................................................... IV-2
IV.4   RISIKO KOMPETISI ............................................................................................................................... IV-2
IV.5   RISIKO HUKUM ...................................................................................................................................... IV-3
IV.6   RISIKO REPUTASI ................................................................................................................................. IV-3
IV.7   RISIKO STRATEGI ................................................................................................................................. IV-3

BAB V PENDEKATAN, METODE DAN HASIL PENILAIAN
V.1     METODE PENILAIAN YANG UMUM DIGUNAKAN ............................................................................... V-1
V.1.1 Metode Diskonto Arus Kas ..................................................................................................................... V-1
V.1.2 Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek...................................................................... V-1
V.1.3 Metode Penyesuaian Aset Bersih .......................................................................................................... V-2
V.2     METODE PENILAIAN SGI DAN ENTITAS ANAK .................................................................................. V-2
V.2.1 Metode Penilaian yang Digunakan ......................................................................................................... V-2
V.2.2 Control Premium (“CP”), Discount for Lack of Control (“DLOC”) dan Discount
        for Lack of Marketability (“DLOM”) ......................................................................................................... V-3
V.2.2.1 Control Premium (“CP”) dan Discount for Lack of Control (“DLOC”) ...................................................... V-3

  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                     XVII
Page 19
V.2.2.2 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”)........................................................................................... V-4
V.2.2.3 DLOC dan DLOM Pada Objek Penilaian................................................................................................ V-6
V.3     PENENTUAN NILAI PASAR NNM ......................................................................................................... V-7
V.3.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB ................................................................. V-7
V.3.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB ................................................................. V-8
V.4     PENENTUAN NILAI PASAR JNM .......................................................................................................... V-8
V.4.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB .................................................................. V-8
V.4.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB ................................................................ V-10
V.5     PENENTUAN NILAI PASAR SGI ......................................................................................................... V-10
V.5.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF ......................................... V-10
V.5.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF ......................................... V-20
V.5.2 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode GPTC ...................................... V-20
V.5.2.1 Penentuan Perusahaan Pembanding dan Pengali ............................................................................... V-20
V.5.2.2 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
        Tercatat di Bursa Efek .......................................................................................................................... V-24
V.5.3 Rekonsiliasi Indikasi Nilai ..................................................................................................................... V-24
V.6     Nilai Pasar 100% Saham SGI .............................................................................................................. V-25
V.6     KESIMPULAN NILAI PASAR SAHAM ................................................................................................. V-26




  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                           XVIII
Page 20
                                                                         DAFTAR TABEL
Tabel.I.1.      Daftar Hadir Wawancara .................................................................................................................. I-9
Tabel.I.2.      Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI .......................................................... I-10

Tabel.II.1.     Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) ............................................................. II-2
Tabel.II.2.     Pertumbuhan PDB Global (Region: ASEAN) (%, yoy) .................................................................... II-2
Tabel.II.3.     Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy) ................................................................... II-3
Tabel.II.4.     Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy) ....................................................................... II-3
Tabel.II.5.     Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy) ...................................................................... II-4
Tabel.II.6.     Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy) ..................................................................... II-5
Tabel.II.7.     Tingkat Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy)............................................................................ II-6
Tabel.II.8.     Tingkat Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)........................................................................... II-7
Tabel.II.9.     Tingkat Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy) .............................................................................. II-7
Tabel.II.10.    Tingkat Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy) .............................................................................. II-8
Tabel.II.11.    Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy) ................. II-8
Tabel.II.12.    Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy) ........................ II-9
Tabel.II.13.    Ringkasan Pendapatan dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi .............................................. II-15

Tabel III.1.    Laporan Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                Rupiah penuh) ............................................................................................................................... III-1
Tabel III.2.    Laporan Laba (Rugi) SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                Rupiah penuh) ............................................................................................................................... III-3
Tabel III.3.    Laporan Arus Kas SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                penuh) ............................................................................................................................................ III-4
Tabel III.4.    Analisis Vertikal Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                ....................................................................................................................................................... III-6
Tabel III.5.    Analisis Vertikal Laba/Rugi SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ...................... III-7
Tabel III.6.    Rasio Keuangan SGI ..................................................................................................................... III-8
Tabel III.7.    Kompensasi Bagi Pemegang Saham (dalam Rupiah penuh) ...................................................... III-10
Tabel III.8.    Analisis Rata-Rata Margin Industri............................................................................................... III-10
Tabel III.9.    Laporan Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-11
Tabel III.10.   Laporan Laba (Rugi) JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-13
Tabel III.11.   Laporan Arus Kas JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                penuh) .......................................................................................................................................... III-14
Tabel III.12.   Analisis Vertikal Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember
                2025 ............................................................................................................................................. III-15
Tabel III.13.   Analisis Vertikal Laba/Rugi JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................... III-16
Tabel III.14.   Rasio Keuangan JNM .................................................................................................................. III-17
Tabel III.15.   Laporan Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                (dalam Rupiah penuh) ................................................................................................................. III-19
Tabel III.16.   Laporan Laba (Rugi) NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-21

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                             XIX
Page 21
Tabel III.17. Laporan Arus Kas NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
              Rupiah penuh) ............................................................................................................................. III-22
Tabel III.18. Analisis Vertikal Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember
              2025 ............................................................................................................................................. III-23
Tabel III.19. Analisis Vertikal Laba/Rugi NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .................. III-24
Tabel III.20. Rasio Keuangan NNM ................................................................................................................. III-25

Tabel V.1.  Dasar Pengenaan CP, DLOC, DLOM ............................................................................................ V-6
Tabel V.2.  Perhitungan Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) ............. V-7
Tabel V.3.  Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) .................... V-8
Tabel V.4.  Perhitungan Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) .............. V-9
Tabel V.5.  Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh) ................... V-10
Tabel V.6.  Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta........................................................ V-12
Tabel V.7.  Biaya Modal untuk Ekuitas SGI.................................................................................................... V-13
Tabel V.8.  WACC SGI ................................................................................................................................... V-20
Tabel V.9.  Indikasi Nilai 100% Saham SGI Berdasarkan Metode DCF (dalam Rupiah penuh) .................... V-20
Tabel V.10. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 1............................................................................... V-21
Tabel V.11. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 2............................................................................... V-21
Tabel V.12. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3............................................................................... V-22
Tabel V.13. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3............................................................................... V-22
Tabel V.14. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 4 dan 5 ..................................................................... V-22
Tabel V.15. Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding ............................................................................ V-23
Tabel V.16. Perhitungan Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode GPTC (dalam Rupiah penuh) ................ V-23
Tabel V.17. Rekonsiliasi Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode DCF dan GPTC (dalam Rupiah
            penuh) .......................................................................................................................................... V-25
Tabel V.18. Nilai Pasar 100% Saham SGI (dalam Rupiah penuh).................................................................. V-25




  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                       XX
Page 22
                                                       DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar I.1. Struktur Grup Perusahaan SGI ..................................................................................................... I-11
Gambar I.2. Struktur Organisasi SGI ................................................................................................................ I-13

Gambar II.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025......................................................II-10
Gambar II.2. Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2024 ..................................................................II-16
Gambar II.3. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023 .........................II-18
Gambar II.4. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ............................................II-19
Gambar II.5. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ......................................... II-19
Gambar II.6. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024) ..................II-20

Gambar V.1. Proyeksi Arus Kas SGI (dalam Rupiah penuh) ............................................................................ V-18
Gambar V.2. Proyeksi Posisi Keuangan SGI (dalam Rupiah penuh) ................................................................ V-19

Grafik II.1.       Neraca Perdagangan ....................................................................................................................II-11
Grafik II.2.       Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang .....................II-11
Grafik II.3.       Inflasi IHK dan Komponen ............................................................................................................II-12
Grafik II.4.       Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA .................................................................II-13
Grafik II.5.       Suku Bunga Perbankan ................................................................................................................II-13
Grafik II.6.       Permodalan Industri Perbankan....................................................................................................II-14
Grafik II.7.       PDB dari Sektor Konstruksi di Indonesia dari Tahun 2015 hingga 2024 ......................................II-15
Grafik II.8.       Distribusi Pendapatan Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau (Persen), 2024 ............................II-16
Grafik II.9.       Kapitalisasi Pasar Perusahaan Konstruksi Indonesia (2024)........................................................II-17
Grafik II.10.      Proyeksi Nilai Tambah di Pasar Konstruksi ..................................................................................II-17
Grafik II.11.      Proyeksi Pendapatan di Pasar Konstruksi ....................................................................................II-18
Grafik II.12.      Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025) ...............................................II-20
Grafik II.13.      Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025) ...............................................II-21
Grafik II.14.      Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030) ..................................................II-21
Grafik II.15.      Proyeksi rata-rata pengeluaran per kapita (2017-2030)................................................................II-22

Grafik V.1.        Proyeksi Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh) ....................................................................... V-15
Grafik V.2.        Proyeksi Beban Pokok Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh) ................................................. V-16
Grafik V.3.        Proyeksi Beban Usaha SGI (dalam Rupiah penuh) ..................................................................... V-17
Grafik V.4.        Proyeksi Laba Bersih SGI (dalam Rupiah penuh)........................................................................ V-17




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                XXI
Page 23
                                             DEFINISI DAN ISTILAH

      Berdasarkan POJK POJK 35/POJK.04/2020, definisi dan istilah yang digunakan dalam penilaian adalah:

      1.    Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
            penilaian.
      2.    Penilai adalah orang atau perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
            pasar modal.
      3.    Penilai Bisnis adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
            Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
      4.    Penilai Properti adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian properti sebagaimana dimaksud
            dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
      5.    Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
            sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
            kegiatan di pasar modal.
      6.    Penugasan Penilaian Profesional adalah penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
            penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
            mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian.
      7.    Nilai adalah perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang atau
            jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang akan diperoleh dari objek
            Penilaian pada tanggal Penilaian.
      8.    Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
            dinyatakan.
      9.    Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
            berdasarkan kriteria tertentu.
      10. Premis Nilai adalah asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
            digunakan pada objek Penilaian.
      11. Nilai Buku adalah:
            a. hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau
                penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan; atau
            b. selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam
                laporan keuangan.
      12. Nilai Aset Bersih adalah total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas.
      13. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
            liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
            menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
            kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehatihatian, dan tanpa
            paksaan.

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                      XXII
Page 24
      14. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
            dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
            Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
      15. Pendekatan Penilaian adalah suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau
            lebih metode penilaian.
      16. Pendekatan Aset adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis objek Penilaian
            yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas menjadi Nilai Pasar sesuai
            dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis.
      17. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian
            dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
            penawaran.
      18. Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis
            atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan Tingkat diskonto
            tertentu.
      19. Metode Penilaian adalah suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian.
      20. Business Interest adalah kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
            surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud.
      21. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat
            pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian
      22. Tanggal Laporan Penilaian Bisnis adalah tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh
            Penilai Bisnis.
      23. Tenaga Ahli adalah orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
            ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik.
      24. Holding Company adalah suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya atau seluruhnya
            berasal dari penyertaan pada perusahaan lain.
      25. Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah atau persentase
            tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
            pengendalian atas objek Penilaian.
      26. Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketabilities) adalah suatu jumlah atau persentase
            tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas
            objek Penilaian.
      27. Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau
            dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap suatu
            perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
      28. Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang
            merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek
            Penilaian.
      29. Modal Investasi adalah jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan.
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 XXIII
Page 25
      30. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
            sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan
            ekonomi.
      31. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
            a. tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
            b. merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
            c. telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
                pertumbuhan perusahaan.
      32. Nilai Terminal (Terminal Value) adalah Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu
            tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi.




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                XXIV
Page 26
                                                       BAB I
                                                   PENDAHULUAN

I.1    LATAR BELAKANG
       IDR telah ditunjuk oleh INET dalam penugasan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
       atas Penilaian 100% atau 120.000 lembar saham SGI, termasuk kepemilikan pada entitas anak sebesar
       99% atau 12.375 lembar saham JNM dan 99% atau 999.999 lembar saham NNM milik JNM, seperti yang
       tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerja No. 004/IDR-SPK/BS/III/2026 pada tanggal 4 Maret 2026.

       SGI adalah perusahaan yang berdiri sejak 25 April 2000, berstatus perusahaan tertutup, dan bergerak
       dalam bidang engineering, procurement, and construction (EPC), khususnya dalam Jasa Penggelaran
       kabel (Power / Fiber Optic) bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan
       Managed Service (kegiatan Preventive Maintenance). SGI memiliki sebuah anak perusahaan terkendali,
       yaitu PT Jala Nusantara Mardika (“JNM”), dan JNM juga memilik sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu
       Nostag Nusantara Mardika (“NNM”). Kedua perusahaan tersebut membantu SGI dalam menjalankan
       kegiatan operasionalnya, yakni dengan menyewakan kapal kepada SGI untuk melaksanakan jasa - jasa
       SGI (kapal Pacific Guardian milik JNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis fiber optic laut dalam
       (≥100 meter), dan kapal Nostag 10 milik NNM untuk penggelaran dan perbaikan kabel jenis
       fiber optic dan power (≤100 meter)). Kantor Pusat SGI berlokasi di Indonesia dengan alamat di Jl. Patra
       Kuningan VIII No.1, RT.6/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah
       Khusus Ibukota Jakarta 12950.

       INET merupakan sebuah perseroan terbatas yang didirikan pada tanggal 16 Desember 2016, berstatus
       perusahaan terbuka (publicly-held company) dan bergerak dalam sektor telekomunikasi/infrastruktur
       digital dan menyediakan layanan konektivitas B2B (terutama melayani penyedia layanan internet (ISP),
       korporasi, dan institusi). INET menyediakan beberapa layanan utama, seperti interkoneksi data center,
       colocation, local loop/akses lokal, IP Transit (NAP), managed network service, serta solusi jaringan seperti
       SD-WAN. Kantor pusat INET berlokasi di Indonesia dengan alamat di Gedung Cyber 1 Lantai 10, Jl.
       Kuningan Barat No. 8, Jakarta Selatan.

       Berdasarkan informasi dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan adalah
       pengambilalihan atas 60% saham SGI melalui penerbitan saham baru (“Rencana Transaksi”). INET
       berpandangan bahwa pengambilalihan saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala usaha sekaligus
       memperluas jangkauan bisnis dengan memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa
       pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di sisi lain, transaksi ini memungkinkan optimalisasi kemampuan,
       pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi,
       sehingga tercipta nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua entitas. Pertimbangan dan manfaat dari
       rencana transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya di Pulau Jawa dan
       Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
       pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                     I-1
Page 27
       pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur
       telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan
       mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan.

       Rencana transaksi juga merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020.
       Dalam rangka pelaksanaan Transaksi Material dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam
       POJK 17/2020, maka SGI telah menunjuk kami untuk melaksanakan penilaian 100% saham SGI.

I.2    LINGKUP PENUGASAN
I.2.1 Status Penilai
       IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal
       13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan
       Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.

       Penilaian saham ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
       merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-1.16.00465,
       yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat
       Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan
       Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023.
       Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian saham sebagaimana
       yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

       IDR dalam memberikan jasa penilaian saham sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung
       tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan
       kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek penilaian dan/atau pemilik aset dan pemberi tugas.
       Untuk penilaian saham sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh
       Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah
       koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan penilaian saham.

I.2.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
       Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud dalam Laporan Penilaian ini adalah:
       Nama                   : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
       Domisili               : Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
       Industri               : Telekomunikasi
       Telp                   : +62 2150525588
       Email                  : info@sinergynetworks.co.id

       (Pemberi Tugas memastikan bahwa dalam kurun waktu yang bersamaan (dalam kurun waktu 2 bulan), aset atau objek
       penilaian tersebut tidak sedang atau telah dilakukan penilaian lain untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan
       tanggal penilaian yang sama atau berdekatan.) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4.).




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                     I-2
Page 28
I.2.3 Objek Penilaian
       Objek penilaian dalam penugasan ini adalah 100% atau 120.000 lembar saham SGI dengan bentuk
       kepemilikan mayoritas dengan kendali, dan kepemilikan pada entitas anak sebagai berikut:
            ➢ 99% atau 12.375 lembar saham JNM, milik SGI dengan bentuk kepemilikan mayoritas dengan
                 kendali.
                 a. 99% atau 999.999 lembar saham NNM, milik JNM dengan bentuk kepemilikan mayoritas
                     dengan kendali.

I.2.4 Jenis Mata Uang
       Dalam penugasan ini hasil penilaian saham dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

I.2.5 Maksud dan Tujuan Penilaian
       Maksud dari penilaian saham ini adalah untuk memberikan opini/pendapat Nilai Pasar Saham atas OBJEK
       PENILAIAN tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan transaksi akuisisi melalui penerbitan
       saham baru, dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
       Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, dan oleh
       karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.

I.2.6 Dasar Nilai
       Sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian, Dasar Nilai yang digunakan dalam penilaian ini adalah Nilai
       Pasar.

       Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
       penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
       penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
       layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian
       dan tanpa paksaan (SPI Edisi VII-2018, SPI 101-3.1).

       Mengacu pada POJK 35/POJK.04/2020, Nilai Pasar, didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang
       dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
       berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
       pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
       pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan.

I.2.7 Tanggal Penilaian
       Tanggal penilaian adalah 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
       beserta tujuan penilaian dan dari data keuangan SGI, JNM, dan NNM yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan objek penilaian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
       2025 yang menjadi dasar penilaian ini.



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  I-3
Page 29
I.2.8 Tingkat Kedalaman Investigasi
       Penilaian dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
       ➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penilaian;
       ➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penilaian;
       ➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan diverifikasi secara tertulis atau
           wawancara langsung;
       ➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penilaian. Bila
           pada objek penilaian tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara
           keseluruhan, maka kami menggunakan pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang
           relevan;
       ➢ Inspeksi dan/atau wawancara dapat dilakukan tanpa ada pembatasan termasuk akses data yang harus
           disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
       ➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penilaian ini akan dicatatkan sebagai bagian yang mengikat
           atas hasil penilaian yang dilakukan.

I.2.9 Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
       Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
       sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
       ⮚ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas
           selama proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
           - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
               yang telah diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan
               pengecualian dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 17 Maret 2026
               oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No.
               00037/2.0935/AU.1/03/0977-3/1/III/2026 tanggal 17 Maret 2026;
           - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
               yang telah diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan
               pengecualian dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 22 Mei 2025
               oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No.
               00116/2.0935/AU.1/05/0977-2/1/V/2025 tanggal 22 Mei 2025;
           - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
               yang telah diaudit oleh KAP Gatot Permadi, Azwir, & Abimail dengan opini wajar dengan
               pengecualian dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Juni 2024
               oleh Azwir Zamrinurdin, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0977, dengan nomor laporan No.
               00080/2.0935/AU.1/03/0977-1/1/VI/2024 27 Juni 2024;
           - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
               yang telah diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
               material dan telah ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2023 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                               I-4
Page 30
               Publik No. AP.1145, dengan nomor laporan No. Ref. 00034/2.0052/AU.1/03/0492-3/1/VI/2023 30
               Juni 2023;
           - Laporan keuangan konsolidasian Audit SGI tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
               yang telah diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
               material dan telah ditandatangani pada tanggal 14 Juni 2022 oleh Benny, CPA dengan Izin Akuntan
               Publik No. AP.1145, dengan nomor laporan No. Ref. 00046/2.0052/AU.1/03/1145-2/1 /VI/2022 14
               Juni 2022;
           - Proyeksi/Business Plan yang antara lain terdiri hasil operasi untuk periode 2025 sampai dengan 2030
               yang diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan
               harapan kondisi pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh SGI
               sesuai kondisi yang ada per tanggal penilaian;
           - Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026
               tanggal 6 April 2026;
       ⮚ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media
           elektronik dan papan pengumuman yang layak:
           - Bank Indonesia (BI);
           - Badan Pusat Statistik (BPS);
           - Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
           - Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
           - Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ dan website
               Bursa Efek Indonesia.

I.2.10 Asumsi dan Asumsi Khusus
       Penilaian saham disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
       keuangan, serta peraturan – peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penilaian. Dalam
       penilaian saham, kami mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan
       kewajiban perusahaan. Berikut asumsi khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian
       sebagai berikut:
       ➢ Objek penilaian yang dinilai tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah,
           bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya;
       ➢ Objek penilaian yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penilaian;
       ➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penilaian ini adalah
           relevan, benar dan dapat dipercaya;
       ➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;
       ➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat
           dipercaya sesuai dengan prosedur penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik;
       ➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek penilaian yang dapat membawa efek
           negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                I-5
Page 31
       ⮚ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai
           kepentingan finansial apapun terhadap objek penugasan.

I.2.11 Persyaratan dan Persetujuan Untuk Publikasi
       Laporan penilaian saham atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
       yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
       operasional SGI.

I.2.12 Standar Penilaian
       Dalam pekerjaan Penilaian Saham ini kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
       Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018)
       dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal (POJK35/POJK.04/2020).

I.2.13 Premis Penilaian
       Penilaian atas Saham dilakukan dengan premis penilaian bahwa SGI adalah sebuah perusahaan yang
       “going concern”. Menurut definisi oleh Standar Penilaian Indonesia, going concern adalah suatu kondisi
       yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam konstruksi dan juga
       sebuah premis dalam penilaian dimana penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
       operasinya secara berkelanjutan (SPI Edisi VI-2018, SPI 330 3.10).
       beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban perusahaan.

I.2.14 Kejadian – Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
       Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan penilaian ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai
       peristiwa penting yang dapat berdampak secara material terhadap hasil analisis penilaian.

I.2.15 Kondisi Pembatas
       Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
       kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh
       Pemberi Tugas atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak
       menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
       informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari Pemberi Tugas bahwa mereka
       tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi
       tidak lengkap atau menyesatkan.

       Analisis penilaian Saham SGI dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan
       di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
       secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
       segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
       informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                               I-6
Page 32
       Hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan
       pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu,
       kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
       penilaian, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun penyusunan laporan
       penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
       menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh
       adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
       transaksi, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.

       Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Saham SGI tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
       dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
       informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan
       dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
       hukum.

I.2.16 Pendekatan Penilaian
       SGI memiliki investasi pada entitas anak, yaitu JNM sebesar 99%, dan kepemilikan JNM pada entitas
       anaknya, yaitu NNM sebesar 99%. Dalam hal melakukan penilaian saham SGI, penilaian dilakukan secara
       terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya.

       Pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) adalah
       Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted
       Cashflow/“DCF”) dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan metode pembanding perusahaan
       tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company/“GPTC”), sedangkan pendekatan penilaian yang
       digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM (subsidiary) adalah Pendekatan Biaya (Cost Approach)
       dengan metode Penyesuaian Aset Bersih (“PAB”). Selanjutnya nilai - nilai yang diperoleh dari setiap metode
       tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

       Pendekatan pendapatan dengan metode DCF digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent
       Entity) mengingat bahwa pendapatan yang diperoleh dimasa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
       cukup meyakinkan, dan SGI merupakan perusahaan yang beroperasi dengan baik (going concern)
       sehingga dapat men-generate income secara berkesinambungan, dengan asumsi going concern, yaitu
       aktivitas operasi berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti dan ketersediaan data terkait
       dengan Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF untuk melakukan penilaian SGI sudah memadai.

       Pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC digunakan dalam penilaian saham SGI karena
       meskipun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis
       dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada
       dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham dan ketersediaan data terkait dengan
       pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC untuk melakukan penilaian saham SGI sudah
       memadai.
 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 I-7
Page 33
      Pendekatan aset dengan Metode PAB digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM dengan
      mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan posisi keuangan dan laba
      rugi periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan kondisi bisnis tidak
      mencerminkan usaha yang berkelanjutan (not going concern). JNM dan NNM juga memiliki karakteristik
      sebagai heavy asset based company, hal ini tercermin berdasarkan komposisi aset tetap terhadap aset
      tidak lancar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total aset JNM dan NNM. Selain itu ketersediaan
      data terkait dengan pendekatan aset dengan Metode PAB untuk melakukan penilaian JNM dan NNM sudah
      memadai.

      Dalam menentukan pendekatan penilaian dan metode penilaian tersebut kami telah mempertimbangkan
      ketentuan-ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.

      Berdasarkan strategi dan rencana masa depan (business plan), SGI (Entitas Induk/Parent Entity) akan tetap
      terus melanjutkan operasinya yaitu jasa penggelaran kabel bawah laut, jasa perbaikan kabel bawah laut,
      dan manage serviced. Dalam penilaian ini, jangka waktu proyeksi disajikan sampai dengan FY2030.

      Metode Diskonto Arus Kas merupakan suatu metode penilaian dimana nilai suatu objek ditentukan
      berdasarkan kemampuan objek penilaian tersebut untuk menghasilkan keuntungan di masa mendatang.
      Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto (discounting), terlebih dahulu harus
      diproyeksikan pendapatan mendatang berupa arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau
      arus kas bersih untuk kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
      dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat diskonto (discount rate) yang
      tepat. Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah diproyeksikan, termasuk
      nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat
      diskonto sesuai dengan periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
      maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai
      ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut
      merupakan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
      mendapatkan nilai ekuitas.

      Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek merupakan metode penilaian yang didasarkan
      pada pendekatan pasar (market approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan
      harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari
      perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

      Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus sebanding dan sepadan
      dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai variabel pembanding, antara lain sales turnover,
      ekuitas, struktur modal (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

      Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai
      diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari
      perusahaan pembanding, seperti rasio P/E (price/earnings), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book
Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    I-8
Page 34
       value of equity), MVIC/EBIT (market value invested capital/earning before interest, tax) MVIC/EBITDA
       (market value invested capital/earning before interest, tax, depreciation, and amortization), MVIC/BVIC
       (market value invested capital/book value invested capital), MVIC/REVENUE (market value invested
       capital/revenue) dan sebagainya

       Metode Penyesuaian Aset Bersih merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan
       neraca (balance sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
       (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
       menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau hutang bank).

       Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan mengurangkan jumlah yang
       tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan
       konsep penilaian properti yang berlaku umum.

       Selain aset berwujud, Nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten, lisensi, biaya riset
       dan pengembangan, dan daftar langganan (pool of captive customer), juga harus dihitung. Nilai pasar aset
       tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara
       terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh
       aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

I.2.17 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
       Pelaksana Inspeksi/Wawancara:

            a. Tanggal Inspeksi Lapangan : 9 Maret 2026
            b. Tanggal Wawancara                  : 16 Maret 2026
            c. Pelaksana                          : Dean Fajar Ramadhan

       Dalam penilaian ini, kami melakukan inspeksi lapangan dan wawancara, baik dengan manajemen SGI
       ataupun pihak yang mewakilinya di kantor pusat SGI dan lokasi docking kapal Pacific Guardian. Disamping
       itu, kami juga melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-
       pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan Objek
       Penilaian, yaitu:

                                                Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara
           Pihak yang diwawancarai                       Perusahaan                           Jabatan
         Bp. Bayu Erriano Affia                              SGI                       Chief Financial Officer
         Ibu Fifi Susanti                                    SGI                     GM Finance & Accounting

I.3    ASPEK MANAJEMEN
I.3.1 Sejarah dan Pendirian Perusahaan
       PT Sarana Global Indonesia didirikan dengan akta pendirian dari notaris Daniel Praganda Marpaung, SH
       No.78 tanggal 27 April 2000. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor C-15.102.HT 01.01 TH. 2000 tanggal 25 Juli 2000.
 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                       I-9
Page 35
       Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan yang terakhir dengan akta Pernyataan
       Keputusan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Sarana Global Indonesia dari Notaris Haria Fitri
       Sucipto, S.H., M.Kn No. 11 tanggal 22 Oktober 2025 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris, Peralihan
       Saham, dan Pergantian Nama Pemegang Saham. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
       Administrasi Badan Hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
       Surat Nomor: AHUAH.01.09-0354213 tanggal 23 Oktober 2025.

       SGI menjalankan kegiatan usaha yang berfokus pada pembangunan, pengelolaan, serta pemeliharaan
       infrastruktur kabel laut guna mendukung jaringan telekomunikasi. Khususnya pada jasa konstruksi
       penggelaran kabel bawah laut (submarine cable). SGI memiliki sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu
       JNM, dan JNM juga memilik sebuah anak perusahaan terkendali, yaitu NNM. Pembentukan JNM dan NNM
       dilatarbelakangi oleh kebutuhan kepemilikan aset kapal yang mensyaratkan izin khusus berupa SIUPAL
       (Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut), sehingga kepemilikan kapal ditempatkan pada entitas anak.
       Dalam mendukung kegiatan operasionalnya, SGI menggunakan infrastruktur utama berupa kapal khusus,
       dimana cable ship dimiliki oleh JNM yaitu Pacific Guardian, sedangkan cable barge dimiliki oleh NNM yaitu
       Nostag 10. Kedua aset tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas penggelaran maupun
       pemeliharaan kabel bawah laut. Kegiatan usaha utama SGI mencakup jasa penggelaran kabel bawah laut,
       jasa perbaikan kabel bawah laut (corrective maintenance), serta manage services yang berupa kegiatan
       preventive maintenance seperti pemeliharaan rutin shelter, koordinasi dengan otoritas terkait, dan pengujian
       jaringan menggunakan OTDR (Optical Time Domain Reflectometer). Dengan struktur dan kapabilitas
       tersebut, SGI mampu menyediakan layanan yang terintegrasi dalam pembangunan dan pengelolaan
       infrastruktur kabel bawah laut. Kantor Pusat SGI berlokasi di Jl. Patra Kuningan VIII No.1, RT.6/RW.4,
       Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12950

I.3.2 Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
       Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perusahaan yaitu bergerak dalam
       bidang jasa pelaksana konstruksi.

I.3.3 Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
       Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan keuangan audit SGI untuk
       tahun 2025, susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

                         Tabel I.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI
                                                                        Jumlah Lembar             Persentase
                                   Keterangan
                                                                           Saham                      (%)
        Y. Didik Heru Purnomo                                                       66.000                     55
        Lisa Anggraini                                                              54.000                     45
        Total                                                                      120.000                   100
       Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  I - 10
Page 36
       Kepemilikan saham atas SGI masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh Bapak Y. Didik Heru
       Purnomo sebanyak 66.000 lembar saham atau 55% kepemilikan dan Ibu Lisa Anggraini sebanyak 54.000
       lembar saham atau 45% kepemilikan.

I.3.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
       Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                  : Yosaphat Didik Heru Purnomo

       Direksi
       Direktur Utama                   : Taryono

I.3.5 Struktur Grup Perusahaan
       Struktur grup perusahaan SGI berdasarkan informasi dari manajemen SGI dan laporan keuangan audit SGI
       per 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

                                           Gambar I.1. Struktur Grup Perusahaan SGI


                                                   PT Sarana Global Indonesia


                                                                99%
                                                    PT Jala Nusantara Mardika


                                                                99%
                                                 PT Nostag Nusantara Mardika


         Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI


I.3.6 Jenis – Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat
       Saham SGI terdiri dari 1 (satu) jenis saham yang memberikan hak yang sama dan sederajat kepada para
       pemegang sahamnya.

I.3.7 Pasar Geografis
       Sebagai perusahaan yang ruang lingkup kegiatan usahanya dalam bidang engineering, procurement, and
       construction (EPC) dan memiliki kantor pusat di Indonesia, maka SGI memiliki pasar geografis yang
       mencakup wilayah Indonesia.

I.3.8 Legalitas dan Perizinan Usaha Perseroan
       Saat ini SGI telah memperoleh dokumen-dokumen yang diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan
       dengan usahanya dengan rincian sebagai berikut:

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                           I - 11
Page 37
      ⮚ Akta Pendirian oleh Notaris Bp. Daniel, P.M. SH., No. 78 Tanggal 27 April 2000;
      ⮚ Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-15.102.HT 01.01 TH. 2000 tanggal 25 Juli
          2000;
      ⮚ Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Notaris Haria Fitri Sucipto, S.H., M.Kn., No. 11
          Tanggal 22 Oktober 2025;
      ⮚ Pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0354213 tanggal 23 Oktober 2025;
      ⮚ Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 9120009382803 atas nama PT
          Sarana Global Indonesia yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
      ⮚ Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi No.
          912000938280300170001 atas nama PT Sarana Global Indonesia yang diterbitkan oleh Kepala Badan
          Koordinasi Penanaman Modal;
      ⮚ Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi No.
          912000938280300160001 atas nama PT Sarana Global Indonesia yang diterbitkan oleh Kepala Badan
          Koordinasi Penanaman Modal;
      ⮚ Akta Pendirian oleh Notaris M. Nova Faisal, SH., M.Kn, No. 69 Tanggal 31 Mei 2017;
      ⮚ Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0025411.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal
          5 Juni 2017;
      ⮚ Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Rindy Ayu Rahmadiyanti, SH, M.Kn., No. 02 Tanggal
          15 September 2020;
      ⮚ Pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- AH.01.03-0244945 tanggal 21 September 2018;
      ⮚ Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 8120203722263 atas nama PT
          Jala Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS;
      ⮚ Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) No. 34/1/SIUPAL/PMDN/2018 atas nama PT
          Jala Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
      ⮚ Akta Pendirian oleh Notaris M. Nova Faisal, SH., M.Kn, No. 49 Tanggal 21 Agustus 2017;
      ⮚ Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 0036270.AH.01.01 tahun 2017;
      ⮚ Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Notaris Rindy Ayu Rahmadiyanti S.H., M.Kn., No.
          07 Tanggal 21 September 2020;
      ⮚ Pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0389788 tanggal 23 September 2020;
      ⮚ Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No. 8120119232085 atas nama PT

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                          I - 12
Page 38
           Nostag Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS;
       ⮚ Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) No. 12/1/SIUPAL/PMDN/2018 atas nama PT
           Nostag Nusantara Mardika yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;

I.3.9 Struktur Organisasi SGI
                                               Gambar I.2. Struktur Organisasi SGI




       Sumber: Manajemen SGI




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                           I - 13
Page 39
                                                             BAB II
                                  ASPEK EKONOMI DAN PEMASARAN

II.1     KONDISI MAKRO EKONOMI
II.1.1   Perkembangan Ekonomi Dunia
         Internasional Monetary Fund (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%
         pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta
         meningkatnya investasi pada teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, IMF
         mengingatkan bahwa dorongan dari investasi teknologi yang sangat cepat juga berpotensi memicu
         volatilitas apabila peningkatan produktivitas tidak berjalan sesuai harapan, yang dapat berdampak pada
         koreksi pasar dan penurunan kekayaan rumah tangga. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dan
         dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul kembali kebijakan
         proteksionisme yang dapat menekan kinerja perusahaan dan menjaga tekanan inflasi. Secara regional,
         prospek pertumbuhan menunjukkan variasi, dengan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat,
         wilayah Eropa tumbuh lebih terbatas, sementara Cina mempertahankan momentum yang relatif lebih
         tinggi, mencerminkan pemulihan global yang tetap bertahan namun tidak merata. Uraian mengenai
         kondisi perekonomian dunia berikut didasarkan pada data dan informasi terkini yang dipublikasikan oleh
         Trading Economics.

         Korea Selatan mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dengan 1,5% (yoy) pada tahun
         2025. Pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar didukung oleh sektor ekspor dan manufaktur yang meluas
         pada tahun tersebut. Australia juga mengalami pertumbuhan PDB dari 1,2% (yoy) pada 2024 ke 2,6%
         (yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya konsumsi rumah tangga yang disebabkan
         oleh kenaikan pendapatan bersih, serta kuatnya ekspor barang dan jasa, dan naiknya investasi bisnis
         yang didukung regulasi moneter. Sebaliknya, Jepang mengalami sedikit penurunan PDB dari 0,6% pada
         2024 menjadi 0,1% (yoy) pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penurunan domestik,
         menurunnya ekspor, tekanan inflasi, dan masalah ekonomi struktural. India tercatat menunjukkan laju
         pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor jasa, seperti perdagangan, hotel, transportasi, dan
         komunikasi. Di sisi lain, Cina mengalami penurunan dari 5,4% (yoy) pada 2024, menjadi 4,5% (yoy) pada
         2025. Pertumbuhan ekonomi di Cina sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur dan konstruksi,
         yang tercatat melemah belakangan ini.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                               II - 1
Page 40
                             Tabel II.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
                                                             PDB
               Negara         2020                 2021       2022         2023          2024          2025
          APAC
          Korea Selatan          -1,1%                4,3%       1,1%         2,1%          1,2%          1,5%
          Australia              -0,4%                4,9%       3,2%         1,3%          1,2%          2,6%
          Jepang                 -0,6%                2,8%       0,6%         0,0%          0,6%          0,1%
          India                    1,8%               5,5%       4,3%         7,1%          7,4%          7,8%
          Cina                     6,5%               4,5%       3,0%         5,3%          5,4%          4,5%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Indonesia juga mengalami peningkatan ekonomi yang stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun
        sebelumnya, dengan 5,4% (yoy), yang disebabkan oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi
        domestik, serta stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara stabil terus naik selama 3 tahun
        terakhir yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, naiknya angka investasi, dan ekspansi sektoral.
        Singapura juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 dengan 6,9% (yoy) di 2025.
        Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi per kapita tertinggi di dunia, ekonomi Singapura sangat
        bergantung kepada perdagangan internasional. Singapura juga menjadi tujuan utama investasi dari luar
        negeri. India juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, dengan 7,8% (yoy). Di
        sisi lain, Thailand memiliki pertumbuhan PDB yang menurun dengan 3,3% (yoy) pada tahun 2024 menjadi
        2,5% (yoy) pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi sektor
        pabrik yang lesu, aktivitas pariwisata yang melemah, dan dampak tarif Amerika Serikat yang meningkat.
        Filipina juga mengalami penurunan PDB dari 5,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,0% (yoy) pada 2025.
        Penyebab utama penurunan ini adalah faktor internal (seperti skandal korupsi infrastruktur dan
        serangkaian bencana alam topan), dan juga tekanan perdagangan internasional. Untuk Vietnam, terdapat
        peningkatan PDB dari 7,6% (yoy) pada 2024 lalu bertumbuh menjadi 8,5% pada 2025. Pertumbuhan ini
        didukung oleh kuatnya sektor perdagangan, kegiatan industri dan jasa, serta tingginya pemasukan
        investasi. Faktor-faktor pendukung ini didasari oleh kestabilan ekonomi makro dan kebijakan yang
        mendukung.

                               Tabel II.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
                                                             PDB
              Negara          2020                2021        2022         2023           2024          2025
         ASEAN
         Indonesia               -2,2%                5,0%       5,0%          5,0%          5,0%          5,4%
         Singapura               -0,1%                8,0%       2,4%          3,1%          5,3%          6,9%
         Thailand                -4,1%                1,9%       1,3%          1,8%          3,3%          2,5%
         Filipina                -8,2%                7,9%       7,1%          5,5%          5,3%          3,0%
         Vietnam                  4,5%                5,2%       5,9%          6,7%          7,6%          8,5%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Meksiko mengalami kenaikan PDB dari 0,3% (yoy) di 2024 menjadi 1,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini
        kebanyakan disebabkan oleh menguatnya investasi, perdagangan, dan perbaikan kondisi ekonomi.


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  II - 2
Page 41
        Faktor terbesar pertumbuhan PDB Meksiko adalah banyaknya perusahaan luar negeri yang
        merelokasikan produksinya ke Meksiko supaya lebih dekat dengan pasar Amerika Serikat. Relokasi ini
        mempengaruhi kenaikan investasi langsung asing, aktivitas manufaktur, dan penciptaan lapangan kerja.
        Amerika mengalami sedikit penurunan dari 2,4% (yoy) di 2024 menjadi 2,2% (yoy) di 2025. Penurunan ini
        terutama disebabkan oleh kenaikan tarif dan konflik perdagangan yang meningkatkan biaya bisnis, serta
        lemahnya pengeluaran konsumen akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Kanada juga mengalami
        penurunan PDB cukup signifikan, dengan 3,1% (yoy) pada 2024 menjadi 0,7% (yoy) di 2025. Penurunan
        ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan, yang dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan dengan
        Amerika Serikat setelah adanya kenaikan tarif yang memengaruhi industri otomotif, aluminium, dan baja.
        Lemahnya investasi bisnis juga menjadi salah satu faktor turunnya PDB Kanada, disusul oleh menurunnya
        angka populasi serta tingginya hutang rumah tangga.

                               Tabel II.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: America) (%, yoy)
                                                              PDB
              Negara           2020                2021         2022        2023         2024         2025
         Amerika
         Brasil                    -0,3%               1,5%        2,7%        2,4%            3,6%      N/A
         Meksiko                   -3,5%               1,9%        4,6%        2,4%            0,3%     1,8%
         Amerika Serikat           -0,9%               5,2%        1,3%        3,4%            2,4%     2,2%
         Argentina                 -4,3%               8,4%        1,3%       -1,2%            2,6%      N/A
         Kanada                    -3,0%               5,5%        3,1%        1,3%            3,1%     0,7%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Afrika Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan
        tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan pasokan listrik berkepanjangan dari
        Eskom, kendala logistik dan transportasi oleh Transnet yang menghambat distribusi dan ekspor, serta
        melemahnya konsumsi domestik dan tekanan dari kondisi ekonomi global. Nigeria mencatat pertumbuhan
        PDB sebesar 4,1% (yoy) pada 2025, meningkat dibandingkan 3,8% pada periode yang sama tahun
        sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan sektor minyak sebesar 6,8% seiring naiknya
        produksi minyak mentah rata-rata menjadi 1,58 juta barel per hari, serta pertumbuhan sektor non-minyak
        sebesar 4,0% yang ditopang oleh sektor pertanian, informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan
        asuransi, perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.

                                Tabel II.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy)
                                                              PDB
               Negara          2020                2021         2022       2023          2024         2025
         Afrika
         Afrika Selatan            -3,4%               1,7%       0,8%         1,6%            0,8%     0,8%
         Algeria                   -1,2%               2,3%       4,3%         3,0%            4,2%      N/A
         Nigeria                    0,1%               4,0%       3,5%         3,5%            3,8%     4,1%
         Mesir                      2,0%               8,3%       3,9%         2,3%            4,3%      N/A
         Maroko                    -5,4%               7,7%       0,7%         4,1%            3,7%      N/A
        Sumber: Trading Economics, 2025



Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                II - 3
Page 42
         Jerman mengalami peningkatan PDB yang cukup signifikan dari -0,2% di 2024 menjadi 0,4% di 2025.
         Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingkat inflasi yang meredam dan biaya pinjaman yang
         lebih rendah, yang menyebabkan kenaikan permintaan domestik, seperti meningkatnya sektor konsumsi
         rumah tangga dan investasi sektor konstruksi. Penurunan ini didorong oleh fokusnya negara pada
         pengeluaran sektor militer, harga minyak yang rendah dan ekspor gas yang lemah, dan sanksi-sanksi
         beberapa negara. Prancis mengalami sedikit kenaikan PDB dari 0,7% (yoy) di 2024 ke 1,2% (yoy) di 2025.
         Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kegiatan besar seperti Olympics yang meningkatkan sektor
         pariwisata, transportasi, dan perbelanjaan secara sementara. Faktor lain yang mendukung kenaikan PDB
         Prancis adalah berkembangnya sektor ekspor dan industri jasa, serta pengeluaran publik dan dukungan
         dari pemerintah. Britania Raya, di sisi lain, mengalami sedikit penurunan PDB dari 1,0% (yoy) menjadi
         1,0% (yoy) dari 2024 ke 2025. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya angka serta biaya hutang yang
         dipicu oleh regulasi Bank of England yang menetapkan suku bunga relatif tinggi setelah tingginya inflasi
         pada tahun 2022 sampai 2023. Lemahnya pengeluaran konsumen di rumah tangga juga menjadi salah
         satu alasan melemahnya PDB Britania Raya. Italia mengalami sedikit kenaikan terhadap PDB-nya dari
         0,6% menjadi 0,8% (yoy) dari 2024 ke 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya investasi
         publik yang dibiayai oleh European Union. Permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga juga
         mendukung kenaikan PDB Italia.

                                Tabel II.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Europe) (%, yoy)
                                                                    PDB
                 Negara               2020            2021             2022      2023     2024         2025
          Eropa
          Jerman                     -2,1%                   2,4%         0,8%    -0,8%     -0,2%         0,4%
          Rusia                      -1,3%                   6,0%        -1,9%     5,3%      3,3%           N/A
          Prancis                     0,0%                   5,2%         1,2%    1,60%     0,70%        1,20%
          Britania Raya              -7,6%                   9,1%         1,9%    -0,5%      1,9%         1,0%
          Italia                     -6,0%                   8,5%         2,3%     0,6%      0,6%         0,8%
         Sumber: Trading Economics, 2025


II.1.2   Tingkat Inflasi Dunia
         Pergerakan inflasi di kawasan Asia–Pasifik (APAC) pada tahun 2025 menunjukkan tren yang bervariasi.
         Dari lima negara yang diamati, tiga negara mengalami peningkatan tingkat inflasi, sementara dua negara
         lainnya mencatat penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

         Korea Selatan mengalami sedikit kenaikan inflasi pada 2024 ke 2025, dari 1,9% menjadi 2,3% (yoy).
         Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya harga bahan bakar dan
         energi yang mempengaruhi biaya transportasi dan produksi. Lemahnya Won yang mempengaruhi harga
         barang impor juga menjadi pemicu naiknya inflasi. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, angka inflasi
         Korea Selatan ini masih dinilai sehat dan masih dekat dengan target bank sentral. Australia juga
         mengalami kenaikan angka inflasi yang cukup signifikan, dari 1,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,8% (yoy)
         pada 2025, dengan faktor utamanya merupakan naiknya harga rumah dan persewaan. Naiknya harga


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 II - 4
Page 43
        listrik dan energi yang disebabkan oleh berkurangnya subsidi pemerintah juga mempengaruhi kenaikan
        angka inflasi. Di sisi lain, Jepang mengalami penurunan inflasi cukup drastis dari 3,8% (yoy) pada 2024
        menjadi 1,2% (yoy) di 2025. Penurunan inflasi ini terjadi karena pada periode sebelumnya, inflasi
        meningkat karena kenaikan harga pangan, tetapi stabilisasi harga tersebut kemudian menyebabkan inflasi
        secara keseluruhan menurun. Penurunan pertumbuhan ekonomi yang menurunkan tekanan permintaan
        terhadap barang dan jasa juga menjadi pemicu naiknya inflasi Jepang. India juga mengalami penurunan
        inflasi cukup signifikan dari 5,2% (yoy) pada 2024 menjadi 1,3% (yoy) di 2025. Penurunan ini disebabkan
        oleh turunnya harga makanan secara signifikan, terutama sayuran dan makanan pokok lainnya.
        Penurunan harga makanan ini dipengaruhi oleh membaiknya pasokan pertanian dan cuaca yang
        mendukung. Di sisi lain, China mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 0,1% (yoy) pada 2024 yang naik ke
        0,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan di 2025, besarnya pengeluaran
        konsumen selama masa libur, serta adanya regulasi dari pemerintah yang terfokus kepada menaikkan
        permintaan domestik.

                            Tabel II.6. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Asia Pasifik) (%, yoy)
                                                                   Inflasi
                Negara               2020            2021               2022     2023       2024      2025
         APAC
         Korea Selatan               0,6%                   3,7%          5,0%      3,2%       1,9%      2,3%
         Australia                    N/A                    N/A           N/A       N/A       1,3%      3,8%
         Jepang                      0,8%                   0,0%          4,0%      6,5%       3,8%      1,2%
         India                       4,6%                   5,7%          5,7%      5,7%       5,2%      1,3%
         China                       0,2%                   1,5%          1,8%     -0,3%       0,1%      0,8%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Indonesia mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada tahun 2025 sebesar 2,9% (yoy) dibandingkan
        dengan tahun sebelumnya sebesar 1,6% (yoy). Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini karena
        harga pangan yang melejit, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Naiknya harga pangan ini terjadi
        akibat permintaan yang kuat dan beberapa gangguan distribusi di berbagai wilayah. Menjelang natal dan
        tahun baru 2025, permintaan konsumen juga naik yang mendorong harga sejumlah barang naik.
        Singapura mengalami penurunan angka inflasi dari 3,8% (yoy) pada 2024 menjadi 1,2% (yoy) di 2025.
        Penyebab penurunan inflasi di Singapura mencakup beberapa faktor, seperti menurunnya kenaikan harga
        secara umum dan dampak permintaan domestik dan global yang melemah. Kebijakan moneter dan fiskal
        di Singapura yang disesuaikan untuk membantu menekan tekanan harga dan pertumbuhan ekonomi juga
        menjadi salah satu faktor penurunan inflasi. Thailand juga mengalami penurunan inflasi yang cukup
        signifikan, dengan angka 1,2% (yoy) ke -0,3% (yoy) pada 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan
        biaya pada sektor listrik rumah tangga dan bahan bakar, menyusul perkembangan di pasar energi global
        dan langkah-langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup. Inflasi Filipina juga mengalami
        penurunan, dari 2,9% (yoy) pada 2024 ke 1,8% (yoy) di 2025. Penyebab penurunan ini adalah
        melambatnya kenaikan harga pangan, terutama makanan dan minuman non-alkohol. Di sisi lain, Vietnam



Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 II - 5
Page 44
        juga mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 3,0% pada 2024 menjadi 3,5% pada 2025. Kenaikan ini
        disebabkan oleh kenaikan harga makanan, serta kenaikan harga energi dan biaya produksi dan
        penyesuaian harga layanan publik seperti listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.

                              Tabel II.7. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: ASEAN) (%, yoy)
                                                              Inflasi
                Negara         2020                2021           2022     2023          2024       2025
         ASEAN
         Indonesia                  1,7%               1,9%         5,5%      2,6%          1,6%        2,9%
         Singapura                  0,8%               0,0%         4,0%      6,5%          3,8%        1,2%
         Thailand                  -0,3%               2,2%         5,9%     -0,8%          1,2%       -0,3%
         Filipina                   3,3%               3,1%         8,1%      3,9%          2,9%        1,8%
         Vietnam                    0,2%               1,8%         4,6%      3,6%          2,9%        3,5%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Inflasi di Brasil sedikit mengalami penurunan namun tetap ada di angka yang stabil, sebesar 4,8% (yoy)
        pada 2024 dan sebesar 4,3% (yoy) pada 2025. Faktor utama penurunan inflasi di Brasil adalah turunnya
        harga makanan yang berkontribusi secara kuat kepada keseluruhan angka inflasi. Adanya perubahan
        pada tarif listrik dan biaya perumahan juga mempengaruhi turunnya angka inflasi. Meksiko mengalami
        penurunan inflasi dari 4,2% (yoy) pada 2024 ke 3,7% (yoy) pada 2025. Penurunan inflasi ini sebagian
        besar disebabkan oleh penurunan harga makanan dan energi, disusul oleh kebijakan moneter dari Bank
        of Mexico yang mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi untuk mengekang tekanan harga, serta
        terjadinya penurunan inflasi. Amerika Serikat juga mengalami tren yang mirip dengan 2 negara
        sebelumnya, sebesar 2,9% pada 2024 yang turun menjadi 2,8% pada 2025. Penurunan inflasi ini
        sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve setelah
        kenaikan inflasi secara tajam pada tahun 2021-2022 yang mempengaruhi berkurangnya pinjaman,
        memperlambat pengeluaran konsumen, dan berkurangnya permintaan barang dan jasa. Faktor lain yang
        mempengaruhi turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat adalah turunnya harga energi seperti bahan bakar
        yang mengurangi biaya transportasi. Di Argentina, angka inflasi sangat tinggi dalam beberapa tahun
        terakhir, namun turun drastis dari 117,8% (yoy) pada 2024 menjadi 31,5% (yoy) pada tahun 2025.
        Meskipun turun secara drastis, angka inflasi ini masih termasuk sangat tinggi dibandingkan dengan
        negara lain. Adanya kebijakan penghematan pemerintah yang ketat, termasuk pemotongan besar dalam
        pengeluaran pemerintah, terciptanya surplus anggaran, dan pengurangan subsidi negara menyebabkan
        berkurangnya jumlah uang yang beredar di ekonomi Argentina, sehingga tekanan inflasi menurun. Faktor
        lain yang mempengaruhi turunnya inflasi Argentina adalah pengendalian jumlah uang yang beredar, serta
        adanya perubahan kebijakan nilai tukar. Kanada, tidak seperti negara Amerika lainnya, mengalami
        kenaikan pada angka inflasinya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan, terutama di
        restoran dan toko kelontong, disusul dengan perubahan regulasi pajak sementara. Meskipun mengalami
        kenaikan, inflasi Kanada masih ada di angka target Bank of Canada.




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                               II - 6
Page 45
                              Tabel II.8. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)
                                                               Inflasi
                Negara           2020                2021           2022           2023       2024      2025
         Amerika
         Brasil                      4,5%              10,1%              5,8%        4,6%       4,8%      4,3%
         Meksiko                     3,2%               7,4%              7,8%        4,2%       4,2%      3,7%
         Amerika Serikat             1,4%               7,0%              6,5%        3,4%       2,9%      2,7%
         Argentina                  36,1%              50,9%             94,8%      211,4%     117,8%     31,5%
         Kanada                      0,7%               4,8%              6,3%        3,4%       1,8%      2,4%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Tingkat inflasi Afrika Selatan tercatat sebesar 3,6% (yoy) pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 3,0%
        (yoy) pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga pada sektor
        perumahan dan utilitas, makanan dan minuman non-alkohol, serta jasa keuangan dan asuransi. Tingkat
        inflasi Nigeria tercatat sebesar 15,2% (yoy) pada 2025, menurun dari 34,8% (yoy) pada tahun sebelumnya
        dan menjadi yang terendah sejak 2020. Penurunan ini terjadi setelah otoritas statistik mengubah metode
        perhitungan dengan menggunakan rata-rata indeks harga konsumen tahun 2024 sebagai acuan, serta
        didorong oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan inflasi inti. Tingkat inflasi Mesir tercatat sebesar
        12,3% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan 24,1% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh
        turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging dan unggas, produk susu, buah-buahan,
        sayuran, serta gula dan makanan manis, serta penurunan harga beberapa barang non-pangan seperti
        peralatan rumah tangga. Tingkat inflasi Maroko tercatat sebesar -0,3% (yoy) pada 2025, menurun
        dibandingkan inflasi sebesar 0,7% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga
        makanan serta berlanjutnya penurunan harga transportasi, disertai penurunan harga pada sektor
        perumahan dan utilitas, pakaian dan alas kaki, serta Kesehatan.

                               Tabel II.9. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy)
                                                               Inflasi
               Negara         2020              2021            2022             2023        2024       2025
         Afrika
         Afrika Selatan          3,1%              5,9%            7,2%             5,1%        3,0%       3,6%
         Algeria                 3,5%              8,5%            9,3%             7,8%        4,4%        N/A
         Nigeria               15,8%              15,6%           21,3%            28,9%       34,8%      15,2%
         Mesir                   5,4%              5,9%           21,3%            33,7%       24,1%      12,3%
         Maroko                 -0,3%              3,2%            8,3%             3,4%        0,7%      -0,3%
        Sumber: Trading Economics, 2025

        Jerman mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2025 dengan 1,8% (yoy) jika
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2,6% (yoy). Beberapa faktor yang menjelaskan
        penurunan ini adalah meredanya tingkat inflasi di beberapa sektor seperti pangan dan energi atau bahan
        bakar. Rusia juga mengalami penurunan tingkat inflasi dari 9,5% (yoy) pada 2024 menjadi 5,6% (yoy) di
        2025. Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan di beberapa sektor seperti pangan, barang-
        barang non-pangan, dan jasa. Seperti 2 negara sebelumnya, Prancis juga mengalami penurunan inflasi


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  II - 7
Page 46
         dengan angka 1,3% (yoy) ke 0,80% (yoy) pada 2025. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh
         penurunan harga energi/bahan bakar. Tingkat Inflasi Britania Raya, berbeda dengan negara-negara
         sebelumnya, mengalami peningkatan, dari 1,7% (yoy) pada 2024 ke 1,6% (yoy) di 2025. Penyebab
         peningkatan ini adalah naiknya harga di sektor pangan, terutama untuk produk alkohol, tembakau, dan
         transportasi. Di sisi lain, Italia mengalami sedikit penurunan inflasi dari 1,3% pada 2024 menjadi 1,2%
         pada 2025. Penurunan ini dapat dilihat dari beberapa sektor, seperti jasa transportasi, pangan, jasa yang
         berhubungan dengan rekreasi dan kultur, dan pengeluaran pribadi.

                                     Tabel II.10. Pertumbuhan Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy)
                                                                          Inflasi
                 Negara           2020                     2021                2022                    2023                2024                  2025
          Eropa
          Jerman                     -0,2%                       4,9%                8,1%                3,7%                     2,6%              1,8%
          Rusia                       4,9%                       8,4%               11,9%                7,4%                     9,5%              5,6%
          Prancis                     0,0%                       2,8%                5,9%                3,7%                     1,3%              0,8%
          Britania Raya               0,6%                       5,4%               10,5%                4,0%                     2,5%              3,4%
          Italia                     -0,2%                       3,9%               11,6%                0,6%                     1,3%              1,2%
         Sumber: Trading Economics, 2025


II.1.3   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
         Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus diperkuat agar sejalan
         dengan kapasitas perekonomian nasional. Perkembangan terkini mengindikasikan bahwa pada triwulan
         III tahun 2025, kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha didukung oleh kinerja produksi pada sektor
         Pertanian, Industri Pengolahan, serta Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan
         ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi
         sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian.

              Tabel II.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
                                                                       2023                                   2024                               2025
                           Komponen                                                        2023                                   2024
                                                           I      II          III   IV             I      II         III   IV              I       II      III

          Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan             0.44    2.03    1.49      1.13   1.31 -3.54    3.25 1.69         0.71    0.67 10.52     1.65 4.93

          Pertambangan dan Penggalian                     4.92    5.01    6.95      7.46   6.12   9.31   3.17 3.46         3.95    4.90 -1.23     2.03 -1.98

          Industri Pengolahan                             4.43    4.88    5.19      4.07   4.64   4.13   3.95 4.72         4.89    4.43   4.55    5.68 5.54

          Pengadaan Listrik dan Gas                       2.67    3.15    5.06      8.68   4.91   5.35   5.39 5.02         3.42    4.77   5.11    0.90 2.86
          Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
                                                          5.70    4.78    4.49      4.66   4.90   4.44   0.84 0.03         1.06    1.56   0.18    0.82 3.32
          dan Daur Ulang
          Konstruksi                                      0.32    5.23    6.39      7.68   4.91   7.59   7.29 7.48         5.81    7.02   2.18    4.98 4.21
          Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
                                                          4.94    5.30    5.10      4.09   4.85   4.58   4.85 4.82         5.19    4.86   5.03    5.37 5.49
          dan Sepeda Motor
          Transportasi dan Pergudangan                   15.93 15.28 14.74 10.33 13.96            8.66   9.56 8.64         7.92    8.69   9.01    8.52 8.62

          Akomodasi dan Makan Minum                      11.54    9.91 10.93        7.88 10.00    9.34 10.15 8.32          6.61    8.56   5.75    8.04 8.41

          Informasi dan Komunikasi                        7.11    8.03    8.51      6.74   7.59   8.41   7.66 6.82         7.45    7.57   7.72    7.92 9.65

          Jasa Keuangan dan Asuransi                      4.45    2.86    5.24      6.56   4.77   3.93   7.90 5.49         1.74    4.74   3.98    3.20 0.77

          Real Estat                                      0.37    0.96    2.21      2.18   1.43   2.54   2.16 2.32         2.97    2.50   2.94    3.71 3.95



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                              II - 8
Page 47
         Jasa Perusahaan                                    6.37   9.59    9.37     7.62       8.24     9.63       7.96 7.93     8.08     8.38       9.27     9.31 9.94
         Adm. Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan
                                                            2.13   8.18 -6.24       1.63       1.51 18.89          2.81 3.94     1.16     6.40       4.78     4.69 4.33
         Sosial Wajib
         Jasa Pendidikan                                    1.02   5.42 -2.09       2.63       1.77     7.43       2.44 2.56     2.95     3.75       5.03     1.40 10.59

         Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                 4.77   8.27    2.92     3.09       4.67 11.65          8.57 7.65     5.20     8.11       5.78     3.80 6.83

         Jasa lainnya                                       8.90 11.89 11.14 10.15 10.52                8.92       8.85 9.95 11.36        9.80       9.84 11.31 9.92

         PDB                                                5.04   5.17    4.94     5.04       5.05     5.11       5.05 4.95     5.02     5.03       4.87     5.12 5.04
        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang tercermin dari meningkatnya konsumsi
        rumah tangga. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran belanja sosial pemerintah serta meningkatnya
        keyakinan rumah tangga terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini turut
        mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Di sisi lain, investasi,
        khususnya pada komponen non bangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya optimisme
        pelaku usaha yang tercermin dari pola ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur.
        Kedepannya, penguatan permintaan domestik perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kinerja ekspor
        yang diprakirakan mengalami perlambatan akibat berakhirnya fenomena frontloading ekspor ke Amerika
        Serikat, serta menurunnya ekspor besi dan baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
        Secara sektoral, kinerja positif juga tercermin pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain
        Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan
        Akomodasi dan Makan Minum.

                 Tabel II.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy)
                                                     2023                                                   2024                                            2025
                  Komponen                                                  2023                                                   2024
                                          I     II          III     IV                     I           II          III    IV                     I           II       III
        Konsumsi Swasta                 4.57   5.30     5.08       4.78      4.94      5.33           5.05     5.06      5.01      5.11      4.91           5.04     4.87
        Konsumsi Rumah Tangga           4.53   5.22     5.05       4.47      4.82      4.91           4.93     4.91      4.98      4.94      4.89           4.97     4.89
        Konsumsi Lembaga Nonprofit
                                        6.29   8.78     6.40       18.37    10.03     24.13           9.79     11.46     6.06     12.48      3.07           7.82     4.28
        yang Melayani Rumah Tangga
        Konsumsi Pemerintah             3.33   10.52    -3.86      2.94      3.02     20.44           2.03     4.62      4.17      6.61      -1.38          -0.33    5.49
        Investasi (PMTDB)               1.53   4.05     5.08       4.32      3.76      3.78           4.42     5.16      5.03      4.61      2.12           6.99     5.04
           Investasi Bangunan           0.08   3.32     6.31       6.42      4.04      5.46           5.31     6.02      5.26      5.51      1.35           4.89     3.02
           Investasi Nonbangunan        5.70   6.10     2.05       -0.78     3.03      -0.78          1.97     2.96      4.40      2.23      4.32           25.3    10.34
        Ekspor                         11.72   -2.84    -3.91      1.66      1.34      1.48           8.13     8.79      7.63      6.51      6.78       10.67        9.91
        Impor                           4.12   -3.25    -6.82      0.14     -1,60      1.50           7.79     11.92     10.36     7.95      3.96       11.65        1.18
        PDB                             5.04   5.17     4.94       5.04      5.05      5.11           5.05     4.96      5.02      5.03      4.87           5.12     5.04
        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

        Sepanjang tahun 2025 seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, wilayah
        Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tertinggi berada
        di wilayah Sulawesi. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56,93%
        dengan pertumbuhan 5,30%. Selanjutnya, kontribusi pulau Sumatera mencapai 22,22% dengan
        pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%. Di wilayah Kalimantan kontribusinya mencapai 8,12% dengan
        pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79%. Di wilayah Sulawesi dengan kontribusi sebesar 7,22%, dan


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                           II - 9
Page 48
         pertumbuhan ekonominya mencapai 6,23% menjadi yang tertinggi diantara wilayah lainnya. Kemudian,
         di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai
         4,87%. Terakhir, di Maluku dan Papua kontribusinya mencapai 2,69 dengan pertumbuhan ekonomi 1,44%

                          Gambar II.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025




         Sumber: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025, BPS


II.1.3.1 Neraca Perdagangan
         NPI triwulan IV 2025 diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang positif yang didukung oleh kinerja
         neraca perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar
         2,7 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang berbasis
         sumber daya alam, antara lain logam mulia dan perhiasan/permata, nikel beserta produk turunannya,
         serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, aliran modal pada triwulan IV 2025 tercatat mengalami net inflows.
         Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan yang cukup signifikan pada Desember 2025 yang
         berasal dari penerbitan global bond. Sebelumnya, pada Oktober dan November 2025, aliran modal
         tercatat relatif rendah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, posisi cadangan
         devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut
         setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri
         pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                   II - 10
Page 49
                                                  Grafik II.1. Neraca Perdagangan




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


II.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
         Nilai tukar Rupiah tetap terjaga stabil yang didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta aliran
         masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Pada 16 Desember 2025, nilai tukar Rupiah tercatat
         sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir November 2025 dan masih sejalan
         dengan pergerakan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia, bahkan cenderung menguat
         dibandingkan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilitas tersebut didukung oleh langkah stabilisasi
         Bank Indonesia melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik off-shore maupun on-
         shore (DNDF), intervensi di pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
         Selain itu, inflows pada pasar saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta
         peningkatan pasokan valas dari korporasi, termasuk konversi valas eksportir seiring penguatan kebijakan
         Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), turut menopang terkendalinya nilai tukar Rupiah.

                Grafik II.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    II - 11
Page 50
II.1.3.3 Inflasi
         Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
         dengan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti juga terjaga pada level
         rendah, yaitu 2,38% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas.
         Kondisi tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjangkar
         ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran, serta imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu,
         inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat relatif rendah sebesar 1,93% (yoy). Di sisi lain, inflasi
         kelompok volatile food (VF) masih berada pada level yang relatif tinggi, yakni 6,21% (yoy), yang terutama
         dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bawang merah akibat keterbatasan pasokan sebagai dampak
         gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.

                                               Grafik II.3. Inflasi IHK dan Komponen




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


II.1.3.4 Perkembangan Moneter
         Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
         tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Upaya tersebut ditempuh melalui penurunan suku
         bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
         BI-Rate telah diturunkan sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang
         2025, sehingga mencapai 4,75% pada Desember 2025 yang merupakan level terendah sejak 2022.
         Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF serta di pasar
         domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Sementara itu, ekspansi
         likuiditas ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal
         2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir 2025 dan kembali menurun menjadi Rp694,04 triliun pada 20
         Januari 2026. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN sebagai bentuk sinergi kebijakan
         moneter dan fiskal yang hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk Rp13,21 triliun di
         pasar sekunder. Sejalan dengan penurunan BI-Rate dan ekspansi likuiditas, suku bunga pasar uang turut
         menurun, tercermin dari suku bunga INDONIA yang turun menjadi 3,69% pada 20 Januari 2026, serta
         suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat sebesar 4,62%, 4,66%, dan


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    II - 12
Page 51
        4,69% pada 15 Januari 2026.

                               Grafik II.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

        Pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia serta penempatan dana Saldo
        Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan diharapkan dapat diikuti dengan percepatan penurunan
        suku bunga perbankan. Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 dan
        ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA menurun sebesar 234 bps sejak awal 2025 menjadi
        3,69% pada 20 Januari 2026. Selain itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami
        penurunan masing-masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps menjadi 4,62%, 4,66%, dan 4,69%
        pada 15 Januari 2026. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing
        tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi penurunan suku bunga kebijakan
        terhadap suku bunga perbankan juga terus berlangsung, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga
        kredit. Suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat menurun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025
        menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun penurunan lebih lanjut masih diperlukan, khususnya
        terkait pemberian special rate kepada deposan besar. Sejalan dengan penurunan suku bunga dana
        tersebut, suku bunga kredit perbankan turut menurun sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi
        8,81% pada Desember 2025.

                                               Grafik II.5. Suku Bunga Perbankan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                             II - 13
Page 52
         Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada 2025 tercatat bervariasi, dengan kredit
         investasi tumbuh sebesar 21,06% (yoy), kredit modal kerja 4,52% (yoy), dan kredit konsumsi 6,58% (yoy).
         Kinerja tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia melalui penurunan suku bunga dan penguatan
         insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di tengah kondisi makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan
         yang tetap terjaga. Dari sisi permintaan, pelaku usaha masih perlu didorong untuk meningkatkan ekspansi
         dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang pada Desember
         2025 tercatat sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit. Sementara itu, dari sisi
         penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap
         Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% serta pertumbuhan DPK sebesar 13,83% (yoy). Minat
         penyaluran kredit juga terus membaik, meskipun persyaratan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM
         masih relatif ketat akibat tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.

                                            Grafik II.6. Permodalan Industri Perbankan




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


II.2     TINJAUAN INDUSTRI KONSTRUKSI
II.2.1   Gambaran Umum Industri Konstruksi
         Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan
         lahan tempat kedudukannya. Output dari sektor ini sangat beragam, meliputi gedung, jalan, jembatan, rel
         dan jembatan kereta api, terowongan, bangunan air dan sistem drainase, fasilitas sanitasi, bandara,
         pelabuhan, serta instalasi elektrikal dan komunikasi, termasuk berbagai pekerjaan konstruksi khusus
         lainnya. Pada tahun 2024, PDB sektor konstruksi di Indonesia tercatat mencapai sekitar 2.233,46 triliun
         rupiah. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan sektor konstruksi dalam beberapa tahun
         terakhir, seiring dengan fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah guna
         meningkatkan konektivitas nasional. Dengan kontribusi yang terus meningkat, sektor konstruksi menjadi
         salah satu penyumbang utama terhadap PDB Indonesia setelah sektor pertanian dan perdagangan ritel,
         serta berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                II - 14
Page 53
                     Grafik II.7. PDB dari Sektor Konstruksi di Indonesia dari Tahun 2015 hingga 2024
                     PDB DARI SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA DARI TAHUN 2015 HINGGA 2024

            2024**                                                                                                 2.233,46
             2023*                                                                                          2.072,38
              2022                                                                                   1.912,98
              2021                                                                             1.771,73
              2020                                                                        1.652,66
              2019                                                                          1.701,74
              2018                                                                    1.562,30
              2017                                                              1.410,51
              2016                                                         1.287,60
              2015                                                     1.177,08
                     0                 500                  1.000                1.500              2.000                2.500
                                                              dalam triliun Rupiah
        Sumber: Statista, 2026

        Pendapatan perusahaan konstruksi berasal dari nilai pekerjaan konstruksi yang telah diselesaikan serta
        sumber pendapatan lainnya. Pada tahun 2024, total pendapatan perusahaan konstruksi di Indonesia
        mencapai 1.800,50 triliun rupiah, meningkat sebesar 7,28% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat
        sebesar 1.678,40 triliun rupiah. Dari total tersebut, nilai konstruksi yang diselesaikan menyumbang
        1.730,38 triliun rupiah, sedangkan pendapatan lainnya mencapai 70,12 triliun rupiah. Di sisi lain, total
        pengeluaran perusahaan konstruksi di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 1.109,54 triliun rupiah.
        Pengeluaran ini didominasi oleh biaya bahan bangunan yang digunakan sebesar 914,35 triliun rupiah atau
        82,41%. Selain itu, terdapat biaya bahan bakar sebesar 32,08 triliun rupiah atau 2,89%, serta pengeluaran
        lainnya sebesar 163,10 triliun rupiah atau 14,70%.

                         Tabel II.13. Ringkasan Pendapatan dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi
                            Uraian                                2023                     2024             Pertumbuhan (%)
          A Pendapatan/Revenue                                  1.678.399.302            1.800.504.177            7,28
             1. Nilai Konstruksi yang Diselesaikan              1.612.403.932            1.730.378.708            7,32
             2. Pendapatan Lain                                    65.995.370               70.125.469            6,26
          B Pengeluaran/Expense                                 1.035.316.760            1.109.539.664            7,17
             1. Biaya Bahan/Material Konstruksi                   850.105.806              914.351.340            7,56
             2. Pemakaian Bahan Bakar                              30.158.240               32.083.580            6,38
             3. Pengeluaran Lain                                  155.052.714              163.104.744            5,19
        Sumber: Statistik Konstruksi, 2024

        Distribusi pendapatan perusahaan konstruksi nasional pada tahun 2024 masih didominasi oleh Pulau
        Jawa dengan kontribusi sebesar 72,51% atau senilai 1.305,56 triliun rupiah, mencerminkan tingginya
        konsentrasi aktivitas pembangunan di wilayah tersebut. Sementara itu, kontribusi dari pulau lain relatif
        lebih kecil, dengan Sumatera menyumbang sekitar 12%, Kalimantan 6%, dan Sulawesi 5%. Adapun Bali
        dan Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua masing-masing berkontribusi sekitar 2%, dengan Maluku
        dan Papua menjadi yang terendah yaitu sebesar 2,02% atau 36,43 triliun rupiah. Pola ini menunjukkan




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                II - 15
Page 54
         adanya ketimpangan distribusi pendapatan konstruksi antarwilayah di Indonesia, di mana aktivitas
         pembangunan masih terpusat di Pulau Jawa dibandingkan wilayah lainnya.

                  Grafik II.8. Distribusi Pendapatan Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau (Persen), 2024
                                    DISTRIBUSI PENDAPATAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI
                                             MENURUT PULAU (PERSEN), 2024
                                                                           Bali & Nusa Tenggara
                                                                                    2%
                                                             Sumatera
                                                               12%
                                                                               Kalimantan
                                                                                   6%
                                                              Lainnya
                                                               15%
                                         Jawa
                                         73%
                                                                                Sulawesi
                                                                                  5%

                                                                             Maluku & Papua
                                                                                  2%

         Sumber: Statistik Konstruksi, 2024


II.2.2   Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Konstruksi
         Keberadaan perusahaan konstruksi di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung
         pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang terus berkembang. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak
         186.534 perusahaan konstruksi yang tersebar di seluruh provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di
         Pulau Jawa sebesar 39,60% atau 73.878 perusahaan, di mana 23.319 di antaranya berlokasi di Provinsi
         Jawa Timur. Dari sisi skala usaha, struktur industri ini masih didominasi oleh perusahaan berskala kecil
         yang mencapai 158.104 perusahaan atau 84,76%, diikuti oleh perusahaan menengah sebanyak 27.254
         perusahaan atau 14,61%. Sementara itu, perusahaan berskala besar hanya mencakup 0,63% atau 1.176
         perusahaan dan umumnya terkonsentrasi di DKI Jakarta, menunjukkan bahwa sektor konstruksi nasional
         masih didominasi oleh pelaku usaha kecil dengan persebaran yang belum merata.

                               Gambar II.2. Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2024




         Sumber: Statistik Konstruksi, 2024




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                II - 16
Page 55
         Berdasarkan data kapitalisasi pasar perusahaan konstruksi Indonesia tahun 2024, struktur persaingan
         industri menunjukkan konsentrasi pada sejumlah pemain utama. PT Wijaya Karya Tbk memimpin dengan
         kapitalisasi pasar sebesar 8,45 triliun rupiah, jauh di atas perusahaan lainnya, diikuti oleh PT
         Pembangunan Perumahan Tbk sebesar 2,89 triliun rupiah, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2,46 triliun rupiah,
         dan PT Total Bangun Persada Tbk sebesar 2,30 triliun rupiah. Sementara itu, PT Jaya Konstruksi
         Manggala Pratama Tbk berada pada posisi berikutnya dengan kapitalisasi pasar sebesar 1,55 triliun
         rupiah. Kondisi ini mencerminkan bahwa pangsa pasar industri konstruksi masih didominasi oleh
         beberapa perusahaan besar dengan skala dan kapasitas yang lebih tinggi, sehingga menciptakan
         kesenjangan yang cukup signifikan dalam kekuatan pasar antar pelaku industri.

                                             Grafik II.9. Kapitalisasi Pasar Perusahaan Konstruksi Indonesia (2024)
                                             KAPITALISASI PASAR PERUSAHAAN KONSTRUKSI INDONESIA (2024)

           PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk                                          1,55
                                     PT Total Bangun Persada Tbk                                     2,30
                                                 PT Adhi Karya Tbk                                     2,46
                                 PT Pembangunan Perumahan Tbk                                               2,89
                                               PT Wijaya Karya Tbk                                                                                              8,45

                                                                         0         1         2          3          4        5        6          7       8         9

                                                                                                            dalam triliun Rupiah
         Sumber: Bursa Efek Indonesia (2024)


II.2.3   Prospek Industri Konstruksi
         Nilai tambah industri konstruksi diperkirakan mencapai sekitar USD 94,61 miliar pada tahun 2026.
         Pertumbuhan sektor ini menunjukkan tren positif dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk
         (CAGR) sebesar 7,97% untuk periode 2026–2027. Kinerja tersebut mencerminkan ekspansi yang
         berkelanjutan, didukung oleh peningkatan aktivitas pembangunan, kebutuhan infrastruktur, serta
         pertumbuhan sub sektor konstruksi bangunan, sipil, dan spesialisasi yang semakin signifikan dalam
         mendorong kontribusi ekonomi secara keseluruhan.

                                                       Grafik II.10. Proyeksi Nilai Tambah di Pasar Konstruksi
                                                        PROYEKSI NILAI TAMBAH DI PASAR KONSTRUKSI
                               120
                               100
            dalam miliar USD




                               80                                                                                                                       41,38
                                                                                                                                                38,17
                                                                                                                             32,1    34,64
                               60                                                                        29,03      31,46
                                                                          23,31              25,96
                                                        21,19    21,75              22,12
                                     17,73    19,38                                                                                             27,29   30,38
                               40                                                                        22,78      22,68    23,75   25,13
                                                        17,58    18,06    19,52     18,38     20,3
                                     15,27    16,16
                               20
                                                        20,73    21,26    22,73     21,54    23,25       25,47      26,19    26,32   27,68      29,14   30,38
                                     17,43    19,05
                                0
                                     2015     2016      2017     2018     2019      2020      2021       2022       2023     2024        2025   2026    2027
                                                      Building Construction       Civil Construction          Specialized Construction

         Sumber: Statista (2025)


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                      II - 17
Page 56
         Pendapatan di sektor konstruksi diproyeksikan mencapai sekitar USD 527,29 miliar pada tahun 2026.
         Pertumbuhan industri ini diperkirakan tetap stabil dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
         sebesar 5,87% untuk periode 2026-2027. Proyeksi tersebut mencerminkan keberlanjutan ekspansi pasar
         yang didorong oleh meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur dan properti, serta kontribusi
         yang konsisten dari sub sektor konstruksi bangunan, sipil, dan spesialisasi dalam memperkuat kinerja
         industri secara keseluruhan.

                                      Grafik II.11. Proyeksi Pendapatan Di Pasar Konstruksi
                                            PROYEKSI PENDAPATAN DI PASAR KONSTRUKSI
           600

           500
                                                                                                                              181,21   198,53
           400                                                                                           156,75    167,56
                                                                                     139,68    150,78
                                             117,13   124,06   117,22   129,29
           300                     106,96                                                                                              156,63
                          96,91                                                                                    141,19     147,24
                  88,85                                                              129,51    132,63    136,21
           200                               121,56   129,54   122,55   124,18
                          102,36   111,69
                  96,38
           100                                                          160,34       164,53    176,18    179,62    188,07     198,85   203,08
                 107,96   123,41   135,53    146,81   153,61   146,09
             0
                  2015    2016     2017       2018    2019     2020      2021        2022       2023      2024         2025   2026     2027

                                      Building Construction     Civil Construction          Specialized Construction

         Sumber: Statista (2025)


II.3     TINJAUAN INDUSTRI INFRASTRUKTUR JARINGAN
II.3.1   Gambaran Umum Industri Infrastruktur Jaringan
         Hingga akhir tahun 2023, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 94,75% dari 514 kabupaten/kota
         di Indonesia. Seluruh provinsi di Indonesia terkecuali Provinsi Papua dan Papua Barat telah 100%
         terlayani fiber optik. Wilayah di Provinsi Papua yang telah terbangun jaring fiber optik adalah 28% atau 8
         dari 29 kabupaten/kota. Sementara itu, Provinsi Papua Barat telah terbangun 54% atau 7 dari 13
         kabupaten/kota.

                 Gambar II.3. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023




         Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                 II - 18
Page 57
        Jumlah Point of Presence (PoP) layanan jasa ISP yang telah terbangun di seluruh provinsi di Indonesia
        mencapai 4.808 PoP pada tahun 2023, atau meningkat 18,67% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan
        ini didorong oleh bertambahnya izin penyelenggaraan baru serta pengajuan izin dari operator yang mulai
        memasuki pasar. Pada tahun 2023, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki jumlah PoP ISP terbanyak, yaitu
        966 PoP, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat memiliki jumlah terendah,
        masing-masing 3 PoP. Adapun provinsi dengan penambahan PoP terbesar adalah Provinsi Jawa Tengah,
        yang mencatat peningkatan sebanyak 204 PoP.

                      Gambar II.4. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023




        Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)

        Penyedia layanan ISP memerlukan dukungan Network Access Point (NAP) untuk saling terhubung melalui
        pengaturan peering. Pada tahun 2023, jumlah PoP Layanan Jasa NAP tercatat mencapai 368 PoP,
        meningkat 16,09% dibandingkan tahun 2022. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran PoP
        NAP terbanyak, yaitu 77 PoP, mencerminkan perannya sebagai pusat trafik dan aktivitas telekomunikasi
        nasional. Di sisi lain, Provinsi Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat tercatat belum memiliki
        sebaran PoP layanan NAP pada tahun yang sama.

                     Gambar II.5. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023




        Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                II - 19
Page 58
         Peningkatan akses internet terjadi secara merata meski dengan capaian yang berbeda-beda. Provinsi
         Kepulauan Riau mencatat persentase tertinggi, naik dari 81,30% pada 2021 menjadi 89,26% pada 2024,
         disusul DKI Jakarta yang meningkat dari 85,55% menjadi 87,84%. Sementara itu, Papua Pegunungan
         memiliki persentase terendah, hanya 6,76% pada 2024. Data ini menunjukkan bahwa meskipun akses
         internet nasional terus membaik, kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi tantangan yang perlu
         diperhatikan.

                Gambar II.6. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024)




         Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)

         Tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia periode 2018 – 2025 menunjukkan tren peningkatan
         yang konsisten dari tahun ke tahun. Penetrasi internet naik dari 64,80% pada 2018 menjadi 80,66% pada
         2025. Kenaikan yang stabil ini mencerminkan perluasan akses internet di seluruh wilayah Indonesia,
         didorong oleh pembangunan infrastruktur jaringan serta semakin tingginya kebutuhan masyarakat
         terhadap layanan digital untuk aktivitas komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan.

                                            Grafik II.12. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025)
                                             TINGKAT PENETRASI PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA (2018-2025)

                                                                             77,01%        78,19%        79,50%        80,66%
                                   80,00%                      73,70%
                                                 64,80%
             Persentase populasi




                                   60,00%

                                   40,00%

                                   20,00%

                                   0,00%
                                                  2018          2020          2022          2023          2024             2025

         Sumber: Survei Internet APJII 2025


II.3.2   Kompetisi dan Pangsa Pasar Industri Infrastruktur Jaringan
         Pangsa pasar infrastruktur jaringan di Indonesia pada tahun 2023 didominasi oleh kategori “Lainnya” yang
         mencapai 73%, menunjukkan bahwa sebagian besar pasar dikuasai oleh berbagai pemain kecil.


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                        II - 20
Page 59
         Sementara itu, sejumlah merek global memiliki porsi yang lebih terukur, antara lain Broadcom sebesar
         9%, Nokia sebesar 6%, Dell sebesar 5%, serta Huawei sebesar 3%. Adapun Cisco dan IBM masing-
         masing memegang sekitar 2% pangsa pasar.

                                                          Grafik II.13. Pangsa Pasar Network Infrastructure di Indonesia (2023)

                                                          PANGSA PASAR NETWORK INFRASTRUCTURE DI INDONESIA (2023)
                                                                                                                         Huawei
                                                                                                                          3%
                                                                                                                                Dell
                                                                                                                                5%

                                                                                                                                       Broadcom
                                                                                        Lainnya
                                                                                                                                          9%
                                                                                         73%
                                                                                                                                    Cisco
                                                                                                                                     2%
                                                                                                                                 IBM
                                                                                                                                  2%
                                                                                                                        Nokia
                                                                                                                         6%

         Sumber: Statista (2025)


II.3.3   Prospek Industri Infrastruktur Jaringan
         Pendapatan pasar infrastruktur jaringan di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan dalam periode
         2017–2030. Pada tahun 2025, total pendapatan pasar diproyeksikan mencapai USD 2,52 miliar, dengan
         Service Provider Network Infrastructure sebagai segmen terbesar yang diperkirakan menghasilkan USD
         1,91 miliar. Pertumbuhan pasar diperkirakan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, dengan tingkat
         pertumbuhan tahunan (CAGR 2025–2030) sebesar 5,55%, sehingga pendapatan diproyeksikan
         mencapai USD 3,30 miliar pada 2030.

                                                     Grafik II.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030)

                                                     PROYEKSI PENDAPATAN PASAR INFRASTRUKTUR JARINGAN (2017-2030)
                                            3,50
            Pendapatan (dalam miliar USD)




                                            3,00                                                                                                                0,74
                                                                                                                                                         0,72
                                            2,50                                                                                                  0,69
                                                                                                                                0,63      0,66
                                                                                                              0,60    0,61
                                            2,00
                                                   0,50             0,50             0,54     0,47     0,52
                                            1,50           0,47              0,48
                                                                                                                                                  2,30   2,43   2,56
                                            1,00                                                                      1,91      2,04      2,17
                                                                                                              1,87
                                                   1,41    1,39     1,40     1,36    1,44     1,40     1,51
                                            0,50
                                            0,00
                                                   2017    2018     2019    2020     2021     2022     2023   2024   2025     2026       2027     2028   2029   2030

                                                                  Service Provider Network Infrastructure     Enterprise Network Infrastructure

         Sumber: Statista (2025)

         Rata-rata pengeluaran per karyawan pada pasar infrastruktur jaringan diproyeksikan mencapai sekitar
         USD 18,29 pada tahun 2026, yang menunjukkan adanya peningkatan investasi dalam pengembangan
         infrastruktur jaringan seperti perangkat komunikasi, pusat data, dan teknologi konektivitas digital. Tren



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                                                        II - 21
Page 60
         peningkatan yang terlihat pada grafik periode 2017–2030 ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan
         terhadap jaringan telekomunikasi yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

                              Grafik II.15. Proyeksi rata-rata pengeluaran per kapita (2017-2030)
                               PROYEKSI RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA (2017-2030)
           20,00

           15,00

           10,00

            5,00

            0,00
                     2017   2018   2019    2020    2021    2022     2023   2024   2025   2026    2027    2028    2029   2030

                                Enterprise Network Infrastructure           Service Provider Network Infrastructure

         Sumber: Statista (2025)


II.4     Analisis SWOT
II.4.1   Analisis SWOT Industri Konstruksi
         Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
            •      Sektor konstruksi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dengan kontribusi
                   signifikan terhadap PDB nasional serta didukung oleh program pembangunan infrastruktur
                   pemerintah yang berkelanjutan. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan konstruksi untuk
                   meningkatkan volume proyek dan memperluas skala usaha.
            •      Tingginya nilai pendapatan industri konstruksi yang mencapai lebih dari Rp1.800 triliun pada tahun
                   2024 mencerminkan besarnya pasar yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan konstruksi dalam
                   meningkatkan pangsa pasar.
            •      Kebutuhan pembangunan yang masih terpusat di Pulau Jawa namun mulai berkembang ke
                   wilayah lain memberikan peluang ekspansi geografis bagi perusahaan konstruksi.
            •      Pertumbuhan nilai tambah dan pendapatan industri konstruksi yang stabil menunjukkan prospek
                   jangka menengah yang positif, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan konstruksi.

         Weaknesses and Threaths (Kelemahan dan Ancaman)
            •      Struktur industri yang didominasi oleh perusahaan skala kecil menyebabkan tingkat persaingan
                   yang tinggi, terutama dalam harga dan efisiensi operasional.
            •      Konsentrasi pasar pada beberapa pemain besar menciptakan hambatan masuk dan tekanan
                   kompetitif bagi perusahaan dengan skala lebih kecil.
            •      Ketergantungan terhadap biaya material konstruksi yang tinggi (lebih dari 80% dari total biaya)
                   meningkatkan risiko terhadap fluktuasi harga bahan baku.
            •      Ketimpangan distribusi proyek yang masih terpusat di wilayah tertentu dapat membatasi
                   optimalisasi peluang pasar secara nasional.


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                II - 22
Page 61
II.4.2   Analisis SWOT Industri Infrastruktur Jaringan
         Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
            •    Peningkatan penetrasi internet yang mencapai lebih dari 80% serta ekspansi jaringan fiber optik
                 yang telah menjangkau mayoritas wilayah Indonesia mencerminkan permintaan yang kuat
                 terhadap infrastruktur jaringan.
            •    Pertumbuhan jumlah Point of Presence (PoP) ISP dan NAP menunjukkan peningkatan kebutuhan
                 interkoneksi jaringan yang dapat menjadi peluang bisnis bagi perusahaan infrastruktur jaringan.
            •    Proyeksi pertumbuhan pendapatan pasar infrastruktur jaringan dengan CAGR sekitar 5,55%
                 hingga 2030 menunjukkan prospek industri yang positif dan berkelanjutan.
            •    Transformasi digital dan peningkatan kebutuhan layanan data menjadi faktor pendorong utama
                 investasi pada infrastruktur jaringan.

         Weaknesses and Threaths (Kelemahan dan Ancaman)
            •    Pangsa pasar yang didominasi oleh banyak pemain kecil (hingga 73%) menciptakan fragmentasi
                 pasar dan meningkatkan intensitas persaingan.
            •    Kehadiran perusahaan global dengan teknologi dan kapasitas besar meningkatkan tekanan
                 kompetitif, terutama dalam proyek berskala besar dan berbasis teknologi tinggi.
            •    Ketimpangan akses infrastruktur jaringan antarwilayah menunjukkan adanya tantangan dalam
                 distribusi investasi dan pengembangan proyek.
            •    Ketergantungan terhadap belanja modal operator telekomunikasi menyebabkan potensi volatilitas
                 permintaan terhadap layanan infrastruktur jaringan.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 II - 23
Page 62
                                                             BAB III
                                       ANALISIS KEUANGAN HISTORIS

III.1. ANALISA KEUANGAN HISTORIS SGI (ENTITAS INDUK/PARENT ONLY)
        Analisis kinerja keuangan historis SGI (Entitas Induk/Parent Only) dari laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
        dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
        (KAP) Soejatna, Mulyana & Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022,
        Kantor Akuntan Publik (KAP) Gatot Permadi, Azwir, Abimail untuk periode 31 Desember 2023 sampai
        periode 31 Desember 2025.

        Dalam melakukan penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian atas laporan keuangan SGI (Entitas
        Induk/Parent Only), dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
        ➢ Tidak terdapat pos yang bersifat tidak berulang dalam operasi normal perusahaan (non-recurring), pos;
            dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan peristiwa yang bersifat tidak berulang, atau pos di
            dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan Nilai yang wajar;
        ➢ Tidak terdapat pos di luar operasi normal perusahaan yang harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum
            melakukan perhitungan Penilaian;
        ➢ Tidak terdapat pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali
            (controlling interest); dan
        ➢ Tidak terdapat pos lainnya yang tidak wajar.

III.1.1 Laporan Posisi Keuangan
        Berikut adalah laporan posisi keuangan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

            Tabel III.1. Laporan Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                                                             Rupiah penuh)
                                              FY2021            FY2022            FY2023             FY2024            FY2025
                    Keterangan
                                              Audited           Audited           Audited            Audited           Audited
         ASET
         Kas dan setara kas                 41.025.867.412     12.988.049.439     1.640.968.218    69.131.087.099    67.695.904.431
         Investasi dalam saham                           -     62.783.878.080            30.736            30.736    61.303.319.400
         Piutang usaha                       6.393.358.693     14.903.152.324     4.412.186.628       701.343.479     2.769.908.294
         Piutang lain-lain                 281.305.626.376      2.977.459.077     2.901.999.872     2.899.999.872           310.500
         Pembayaran di muka                  3.264.269.428     10.069.538.876     8.631.325.685    25.606.978.505     2.409.684.657
         Pajak dibayar di muka               6.544.456.020      4.918.323.404     2.915.410.088       730.015.934     1.595.621.223
         Aset Lancar                       338.533.577.929    108.640.401.200    20.501.921.227    99.069.455.625   135.774.748.505

         Piutang lain-lain                   8.715.920.230    309.115.724.914   389.037.377.160   529.837.730.818   584.401.561.493
         Investasi pada entitas anak                     -     12.375.000.000    12.375.000.000    12.375.000.000    12.375.000.000
         Aset tetap                         11.262.719.932     10.688.862.720     9.144.277.736     9.780.164.341    29.785.080.443
         Aset dalam penyelesaian                         -                  -                 -       117.230.769                 -
         Aset hak guna                                   -      2.054.454.944     1.663.130.193     1.271.805.442                 -
         Aset lainnya                       11.768.254.453      2.997.318.500        35.000.000        66.789.773       127.964.546
         Aset pajak tangguhan                  327.951.955                  -                 -                 -                 -
         Aset Tidak Lancar                  32.074.846.570    337.231.361.078   412.254.785.089   553.448.721.143   626.689.606.482
         Total Aset                        370.608.424.499    445.871.762.278   432.756.706.316   652.518.176.768   762.464.354.987



Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                        III - 1
Page 63
                                              FY2021            FY2022            FY2023             FY2024            FY2025
                    Keterangan
                                              Audited           Audited           Audited            Audited           Audited
         LIABILITAS
         Utang usaha                         85.375.844.386    36.402.240.275    47.051.057.794    40.845.273.481    26.542.216.424
         Utang pajak                          7.113.287.128     4.452.102.703     4.032.266.018     5.621.651.355     3.444.531.266
         Pendapatan Diterima Dimuka          48.443.999.800                 -                 -                 -     2.051.258.365
         Biaya yang masih harus dibayar          12.179.772    51.412.649.884    24.616.387.696    17.412.703.157     2.905.720.000
         Liabilitas sewa - jangka pendek      1.202.167.576       883.503.225       918.835.834       792.864.968       714.448.129
         Utang bank- jangka pendek                        -                 -                 -    60.150.000.000    78.995.000.000
         Utang lain-lain                                  -       941.999.861     1.128.759.641       951.409.112    43.985.600.179
         Liabilitas Jangka Pendek           142.147.478.662    94.092.495.948    77.747.306.983   125.773.902.073   158.638.774.363

         Liabilitas sewa - jangka panjang       603.836.746     2.319.068.611     1.322.660.589     1.675.263.970                 -
         Utang bank- jangka panjang                       -                 -                 -    88.000.000.000    64.000.000.000
         Utang lain-lain                      2.807.744.872    68.620.082.553    33.284.748.553    16.020.630.553     4.305.430.553
         Deposit                                          -    16.000.000.000    16.000.000.000                 -    10.000.000.000
         Liabilitas pajak tangguhan                       -     3.827.669.790                 -                 -                 -
         Liabilitas imbalan pascakerja        6.838.426.796     7.531.968.433     2.326.480.745     5.181.794.682     6.198.874.203
         Liabilitas Jangka Panjang           10.250.008.414    82.298.789.387    36.933.889.887   110.877.689.205    84.504.304.756
         Total Liabilitas                   152.397.487.076   176.391.285.335   114.681.196.870   236.651.591.278   243.143.079.119

         EKUITAS
         Modal saham                         12.000.000.000    12.000.000.000    12.000.000.000    12.000.000.000    12.000.000.000
         Penghasilan komprehensif lain                    -    18.031.031.768     3.780.421.730     1.757.375.922     2.079.312.635
         Ekuitas lainnya                      1.938.961.016                 -     4.755.000.000    68.365.351.500    79.610.351.500
         Saldo laba                         204.271.976.407   239.449.445.175   297.540.087.716   333.743.858.068   425.631.611.733
         Total Ekuitas                      218.210.937.423   269.480.476.943   318.075.509.446   415.866.585.490   519.321.275.868
         Total Liabilitas dan Ekuitas       370.608.424.499   445.871.762.278   432.756.706.316   652.518.176.768   762.464.354.987
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI

        a. Aset
            Posisi total aset SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp370,6 miliar naik menjadi
            Rp762,5 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 105,73% dari total aset semula pada tahun
            2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
            periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 19,76%. Secara komposisi
            untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total aset SGI
            merupakan Aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar 69,31% terhadap total aset SGI,
            sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Piutang lain-lain dengan rata-rata
            komposisinya sebesar 80,44%.

        b. Liabilitas
            Posisi total liabilitas SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp152,4 miliar naik menjadi
            Rp243,1 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 59,55% dari total liabilitas semula pada tahun
            2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
            periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 12,39%. Secara komposisi
            untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total liabilitas
            SGI merupakan liabilitas jangka pendek dengan rata-rata komposisi sebesar 66,56% terhadap total


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                        III - 2
Page 64
            liabilitas SGI, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek berasal dari akun Utang usaha
            dengan rata-rata komposisinya sebesar 41,69%.

        c. Ekuitas
            Posisi total ekuitas SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            meningkat. Posisi total ekuitas SGI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp218,2 miliar naik menjadi
            Rp519,3 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 137,99%, kenaikan ini mayoritas dipengaruhi
            oleh meningkatnya akun saldo laba yang sebelumnya sebesar Rp204,3 miliar untuk 31 Desember 2021
            menjadi sebesar Rp425,6 miliar untuk 31 Desember 2025. Laju pertumbuhan majemuk tahunan
            (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
            2025 sebesar 24,21%. Secara komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
            Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 64,93%,
            sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas SGI berasal dari akun Saldo laba dengan rata-rata
            komposisinya sebesar 87,64%.

III.1.2 Laporan Laba (Rugi)
        Berikut adalah laporan laba rugi SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

          Tabel III.2. Laporan Laba (Rugi) SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                                                                 penuh)
                                      FY2021                FY2022           FY2023             FY2024             FY2025
              Keterangan
                                      Audited               Audited          Audited            Audited            Audited
         Pendapatan               429.023.062.703     517.512.915.134     164.915.085.437    120.309.112.801    291.066.544.594
         Beban pokok
                                  (352.392.974.33)   (441.308.718.67)     (92.415.966.334)   (51.372.646.284) (127.786.148.099)
         pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor          76.630.088.368     76.204.196.458      72.499.119.103     68.936.466.517    163.280.396.495
         Beban Usaha              (23.734.832.981)   (25.041.969.946)     (18.297.864.983)   (18.837.864.013)   (23.249.993.298)
         Laba (Rugi) Operasi        52.895.255.387     51.162.226.512      54.201.254.120     50.098.602.504    140.030.403.197
         Pendapatan lain-lain        2.756.465.777      2.922.146.666      18.843.618.982      2.299.530.345      9.884.920.820
         Beban lain-lain          (14.318.338.614)   (16.392.868.964)     (10.238.189.002)   (12.878.630.378)   (50.146.075.296)
         Laba (Rugi) Sebelum
                                    41.333.382.550     37.691.504.214      62.806.684.100     39.519.502.471     99.769.248.721
         Pajak
         PPh Final                (12.373.084.324)   (13.642.411.828)      (4.271.227.495)    (3.080.326.179)    (7.706.656.876)
         PPh non Final               (190.943.060)      (138.461.331)       (444.814.064)      (235.405.940)      (174.838.180)
         Laba (Rugi) Tahun
                                    28.769.355.166     23.910.631.055      58.090.642.541     36.203.770.352     91.887.753.665
         Berjalan
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI

        a. Pendapatan
            Pendapatan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan
            dengan tren yang fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
            Rate {CAGR}) sebesar -9,24%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat pendapatan
            SGI adalah sebesar Rp291,1 miliar.




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                    III - 3
Page 65
        b. Beban Pokok Pendapatan
             Beban pokok pendapatan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
             pertumbuhan dengan tren yang fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
             Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -22,40%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata
             proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar -62,01%. Untuk periode yang
             berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok pendapatan SGI adalah sebesar -Rp127,8 miliar.

        c. Beban Usaha
             Beban Usaha SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan
             dengan tren fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
             {CAGR}) sebesar -0,51%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi Beban Usaha
             terhadap pendapatan adalah sebesar -9,02%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat
             total beban usaha SGI adalah sebesar -Rp23,2 miliar.

        d. Laba Tahun Berjalan
             Laba tahun berjalan SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami tren
             yang fluktuatif, mengalami peningkatan paling tinggi terjadi untuk tahun 2025, dari Laba tahun berjalan
             sebesar Rp36,2 miliar untuk periode 2024 meningkat menjadi Rp91,9 miliar atau sebesar 153,81%.
             Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat Laba tahun berjalan SGI adalah sebesar
             Rp91,9 miliar.

III.1.3 Laporan Arus Kas
        Berikut adalah laporan arus kas SGI per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

       Tabel III.3. Laporan Arus Kas SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah penuh)
                                 FY2021               FY2022             FY2023             FY2024              FY2025
        Keterangan
                                 Audited             Audited             Audited            Audited            Audited
 Arus Kas dari Aktivitas
 Operasi
 Penerimaan dari pelanggan     430.546.593.650      472.972.571.078    175.406.051.133    124.019.955.950     301.049.238.144
 Pembayaran kepada
                              (307.713.224.404)   (443.760.000.708)   (133.805.132.508)   (92.085.143.749)   (147.192.512.082)
 pemasok
 Pembayaran kepada
                               (13.331.786.542)    (35.455.931.566)    (10.498.483.372)    (9.348.559.342)    (12.605.818.058)
 karyawan
 Pembayaran untuk
 kegiatan operasional          (26.329.112.746)                   -                   -                  -    (24.948.796.004)
 lainnya
 Pembayaran bunga                             -       (250.455.328)     (7.694.115.863)    (6.799.186.476)    (15.946.962.840)
 Pendapatan bunga                  227.333.434         192.497.977          34.081.759        524.362.951       2.391.375.869
 Pembayaran beban
                               (20.904.688.332)                   -                   -                  -                   -
 administrasi dan umum
 Pembayaran pajak
                               (12.564.027.384)                   -                   -                  -                   -
 penghasilan
 Kas neto dari Aktivitas
                                49.931.087.676      (6.301.318.547)     23.442.401.149     16.311.429.334     102.746.525.029
 Operasi


 Arus Kas dari Aktivitas
 Investasi
 Perolehan aset tetap           (2.998.399.000)     (2.050.393.221)       (591.579.160)    (2.626.592.041)    (24.389.848.205)




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                 III - 4
Page 66
                                 FY2021               FY2022             FY2023              FY2024             FY2025
         Keterangan
                                 Audited             Audited             Audited             Audited           Audited
 Perolehan aset dalam
                                              -                   -                   -       (117.230.769)                  -
 penyelesaian
 Hasil penjualan aset tetap                   -                   -        139.683.334                    -                  -
 Investasi saham                              -    (47.799.969.615)     77.125.475.115                    -   (61.303.288.664)
 Perolehan aset tidak
                                   (24.000.000)                   -                   -                   -                  -
 berwujud
 Kas neto dari Aktivitas
                                (3.022.399.000)    (49.850.362.836)     76.673.579.289      (2.743.822.810)   (85.693.136.869)
 Investasi

 Arus Kas dari Aktivitas
 Pendanaan
 Utang bank                                   -                   -                   -    148.150.000.000     (5.155.000.000)
 Liabilitas sewa                              -       (603.836.746)       (961.075.413)        226.632.515     (1.753.680.809)
 Uang muka setoran modal                      -                   -      4.755.000.000      63.610.351.500     11.245.000.000
 Pihak berelasi                               -      28.717.700.156   (115.256.986.246)   (158.064.471.658)   (66.279.030.675)
 Utang lain-lain                              -                   -                   -                   -    43.454.140.656
 Penerimaan pembayaran
 pinjaman dari pihak           (14.595.682.478)                   -                   -                   -                  -
 berelasi
 Pembayaran sewa
                                 1.806.004.322                    -                   -                   -                  -
 pembiayaan
 Uang muka penyertaan
                                              -                   -                   -                   -                  -
 modal
 Kas neto dari Aktivitas
                               (12.789.678.156)      28.113.863.410   (111.463.061.659)     53.922.512.357    (18.488.570.828)
 Pendanaan


 Kenaikan (Penurunan)
                                34.119.010.520     (28.037.817.973)    (11.347.081.221)     67.490.118.881     (1.435.182.668)
 Neto Kas dan Setara Kas


 Kas dan Setara Kas Awal
                                 6.906.856.892       41.025.867.412     12.988.049.439       1.640.968.218     69.131.087.099
 Tahun


 Kas dan Setara Kas Akhir
                                41.025.867.412       12.988.049.439      1.640.968.218      69.131.087.099     67.695.904.431
 Tahun
Sumber : Laporan Keuangan Audit SGI

         Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas SGI untuk periode yang berakhir per
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
         ➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi SGI menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi
              sebesar Rp102,7 miliar masuk, tercatat meningkat dengan sangat signifikan jika di bandingkan dengan
              periode 31 Desember 2024 yang disebabkan oleh beberapa faktor, terutama peningkatan angka
              penerimaan dari pelanggan yang sangat besar pada periode 31 Desember 2025.
         ➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi SGI menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
              sebesar Rp85,7 miliar keluar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
              yang disebabkan oleh perolehan aset tetap dan investasi saham pada periode 31 Desember 2025.
         ➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan SGI menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas
              pendanaan sebesar Rp18,5 miliar keluar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31
              Desember 2024 yang sebagian besar berasal dari akun pihak berelasi pada periode 31 Desember 2025.
         ➢ Defisit periode berjalan SGI untuk periode 31 Desember 2025 adalah keluar sebesar -Rp1,4 miliar.




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                 III - 5
Page 67
III.1.4 Analisis Vertikal
        Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) SGI dalam kurun waktu per 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025.

           Tabel III.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                  FY2021       FY2022      FY2023      FY2024      FY2025
                      Keterangan
                                                  Audited      Audited     Audited     Audited     Audited
         ASET
         Kas dan setara kas                           12,12%      11,96%       8,00%      69,78%      49,86%
         Investasi dalam saham                         0,00%      57,79%       0,00%       0,00%      45,15%
         Piutang usaha                                 1,89%      13,72%      21,52%       0,71%       2,04%
         Piutang lain-lain                            83,10%       2,74%      14,15%       2,93%       0,00%
         Pembayaran di muka                            0,96%       9,27%      42,10%      25,85%       1,77%
         Pajak dibayar di muka                         1,93%       4,53%      14,22%       0,74%       1,18%
         Aset Lancar                                  91,35%      24,37%       4,74%      15,18%      17,81%

         Piutang lain-lain                            27,17%      91,66%      94,37%      95,73%      93,25%
         Investasi pada entitas anak                   0,00%       3,67%       3,00%       2,24%       1,97%
         Aset tetap                                   35,11%       3,17%       2,22%       1,77%       4,75%
         Aset dalam penyelesaian                       0,00%       0,00%       0,00%       0,02%       0,00%
         Aset hak guna                                 0,00%       0,61%       0,40%       0,23%       0,00%
         Aset lainnya                                 36,69%       0,89%       0,01%       0,01%       0,02%
         Aset pajak tangguhan                          1,02%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
         Aset Tidak Lancar                             8,65%      75,63%      95,26%      84,82%      82,19%
         Total Aset                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

         LIABILITAS
         Utang usaha                                  60,06%      38,69%      60,52%      32,48%      16,73%
         Utang pajak                                   5,00%       4,73%       5,19%       4,47%       2,17%
         Pendapatan Diterima Dimuka                   34,08%       0,00%       0,00%       0,00%       1,29%
         Biaya yang masih harus dibayar                0,01%      54,64%      31,66%      13,84%       1,83%
         Liabilitas sewa - jangka pendek               0,85%       0,94%       1,18%       0,63%       0,45%
         Utang bank- jangka pendek                     0,00%       0,00%       0,00%      47,82%      49,80%
         Utang lain-lain                               0,00%       1,00%       1,45%       0,76%      27,73%
         Liabilitas Jangka Pendek                     93,27%      53,34%      67,79%      53,15%      65,25%

         Liabilitas sewa - jangka panjang              5,89%       2,82%       3,58%       1,51%       0,00%
         Utang bank- jangka panjang                    0,00%       0,00%       0,00%      79,37%      75,74%
         Utang lain-lain                              27,39%      63,94%      46,80%      14,45%       5,09%
         Deposit                                       0,00%      19,44%      43,32%       0,00%      11,83%
         Liabilitas pajak tangguhan                    0,00%       4,65%       0,00%       0,00%       0,00%
         Liabilitas imbalan pascakerja                66,72%       9,15%       6,30%       4,67%       7,34%
         Liabilitas Jangka Panjang                     6,73%      46,66%      32,21%      46,85%      34,75%
         Total Liabilitas                             41,12%      39,56%      26,50%      36,27%      31,89%

         EKUITAS
         Modal saham                                   5,50%       4,45%       3,77%       2,89%       2,31%
         Penghasilan komprehensif lain                 0,00%       6,69%       1,19%       0,42%       0,40%
         Ekuitas lainnya                               0,89%       0,00%       1,49%      16,44%      15,33%
         Saldo laba                                   93,61%      88,86%      93,54%      80,25%      81,96%
         Total Ekuitas                                58,88%      60,44%      73,50%      63,73%      68,11%
         Total Liabilitas dan Ekuitas                100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI (data diolah)




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    III - 6
Page 68
        Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025 komposisi tertinggi total aset SGI merupakan aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar
        69,31% terhadap total aset SGI, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun
        piutang lain-lain dengan rata-rata komposisinya sebesar 80,44%, dan total aset SGI menunjukkan tren yang
        cenderung meningkat.

        Komposisi tertinggi total liabilitas SGI merupakan liabilitas jangka pendek dengan rata-rata komposisi
        sebesar 66,56% terhadap total liabilitas SGI, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek
        berasal dari akun utang usaha dengan rata-rata komposisinya sebesar 41,69%, dan total liabilitas SGI
        menunjukkan tren yang cenderung meningkat.

        Untuk sisi ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 64,93%,
        sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas SGI berasal dari akun saldo laba dengan rata-rata
        komposisinya sebesar 87,64%, dan total ekuitas SGI menunjukkan tren yang cenderung meningkat.

               Tabel III.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi SGI periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                            FY2021          FY2022       FY2023        FY2024          FY2025
                  Keterangan
                                            Audited         Audited      Audited       Audited         Audited
         Pendapatan                            100,00%         100,00%      100,00%       100,00%         100,00%
         Beban pokok pendapatan                 -82,14%        -85,27%      -56,04%       -42,70%         -43,90%
         Laba (Rugi) Kotor                      17,86%          14,73%       43,96%        57,30%          56,10%
         Beban Usaha                             -5,53%         -4,84%      -11,10%       -15,66%          -7,99%
         Laba (Rugi) Operasi                    12,33%           9,89%       32,87%        41,64%          48,11%
         Pendapatan lain-lain                     0,64%          0,56%       11,43%         1,91%           3,40%
         Beban lain-lain                         -3,34%         -3,17%       -6,21%       -10,70%         -17,33%
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak                9,63%          7,28%       38,08%        32,85%          34,28%
         PPh Final                               -2,88%         -2,64%       -2,59%         -2,56%         -2,65%
         PPh non Final                           -0,04%         -0,03%       -0,27%         -0,20%         -0,06%
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan               6,71%          4,62%       35,22%        30,09%          31,57%
        Sumber : Laporan Keuangan Audit SGI (data diolah)

        Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -42,70%
        sampai -85,27% dengan tren yang cenderung menurun. Untuk perbandingan laba (rugi) kotor terhadap
        pendapatan berkisaran 14,73% sampai dengan 57,30% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
        meningkat.

        Untuk perbandingan beban usaha terhadap pendapatan berkisaran -4,84% sampai dengan -15,66%
        dengan tren pertumbuhan yang berfluktuatif. Untuk perbandingan laba (rugi) operasi terhadap pendapatan
        berkisaran 9,89% sampai dengan 48,11% dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat.

        Sementara perbandingan laba (rugi) sebelum pajak terhadap pendapatan SGI berkisar antara 7,28%
        sampai dengan 38,08% dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba
        (rugi) tahun berjalan terhadap pendapatan berkisar antara 4,62% sampai dengan 35,22% dengan tren


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                        III - 7
Page 69
        pertumbuhan yang cenderung meningkat.

III.1.5 Analisis Rasio
        Analisa rasio untuk dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
        itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
        Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
        untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai metode
        perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan selama
        periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan SGI dalam kurun waktu per 31
        Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

                                                  Tabel III.6. Rasio Keuangan SGI
                                                   FY2021       FY2022        FY2023         FY2024     FY2025
                     Keterangan
                                                   Audited      Audited       Audited        Audited    Audited
         LIQUIDITY
         Current Ratio                               238,16%      115,46%        26,37%        78,77%     85,59%
         Quick Ratio                                 231,26%       99,53%        11,52%        57,83%     83,06%
         Working Capital to Asset Ratio               52,99%        3,26%       -13,23%        -4,09%     -3,00%

         SOLVABILITY
         Debt to Aset Ratio                             1,24%      16,32%            8,47%     25,68%     26,49%
         Debt to Equity Ratio                           2,11%      27,00%           11,52%     40,30%     38,90%
         Longterm Debt to Equity Ratio                  1,56%      26,32%           10,88%     25,42%     15,08%

         PROFITABILITY
         Gross Profit Margin                     17,86%            14,73%           43,96%     57,30%     56,10%
         Operating Profit Margin                 12,33%             9,89%           32,87%     41,64%     48,11%
         Net Profit Margin                         6,71%            4,62%           35,22%     30,09%     31,57%
         Return on Asset                           7,76%            5,36%           13,42%      5,55%     12,05%
         Return on Equity                        13,18%             8,87%           18,26%      8,71%     17,69%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI (data diolah)

        Rasio likuiditas SGI menunjukkan tren yang cenderung menurun dari periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025. Untuk periode 31 Desember 2025 SGI mencatat Current Ratio yang meningkat
        menjadi 85,59% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 78,77%, dimana rasio ini
        menggambarkan kemampuan SGI melunasi utang lancar dengan aset lancarnya. Quick Ratio juga
        meningkat menjadi 83,06% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 57,83%, dimana rasio ini
        menggambarkan kemampuan SGI dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan aset
        lancar yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Working Capital to Asset Ratio meningkat menjadi -3,00%
        dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar -4,09%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal
        kerja terhadap total aset SGI.

        Rasio solvabilitas SGI untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Asset Ratio tercatat sebesar
        26,49%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan melunasi

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                     III - 8
Page 70
        utang dengan aset yang dimiliki. Debt to Equity Ratio sebesar 38,90%, dimana rasio ini menggambarkan
        besaran utang terhadap ekuitasnya. Long Term Debt to Equity Ratio tercatat sebesar 15,08% dimana rasio
        ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap ekuitas SGI.

        Rasio profitabilitas SGI menunjukkan tren yang cenderung meningkat dari periode 31 Desember 2021
        sampai dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin menurun
        menjadi 56,10% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 57,30%. Diikuti dengan Operating Profit Margin
        yang meningkat menjadi 48,11% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 41,64% dan Net Profit Margin
        juga menunjukkan peningkatan menjadi 31,57% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 30,09%. Rasio
        imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menunjukkan return positif,
        dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2025
        adalah sebesar 12,05% dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31
        Desember 2025 sebesar 17,69%.

III.1.6 Informasi Perpajakan
        Informasi perpajakan SGI dan Entitas Anak per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan
        Audit, utang pajak yang terdiri dari:
                  PPN                                       Rp   1.760.792.573
                  Pajak Penghasilan
                    PPh pasal 4 (2)                         Rp    335.701.363
                    Pasal 15                                Rp     65.170.878
                    Pasal 21                                Rp     92.396.022
                    Pasal 23                                Rp    162.124.502
                    Pasal 25                                Rp     13.822.659
                    Pasal 26                                Rp               -
                    Pasal 29                                Rp     10.863.108
                    Lainnya                                 Rp   1.003.660.161
                  Jumlah                                    Rp   3.444.531.266

        Sedangkan, manfaat (beban) pajak SGI per 31 Desember 2025 terdiri dari:
                  Pajak penghasilan final                   Rp   7 .706.656.876
                  Total                                     Rp   7 .706.656.876

III.1.7 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
        Berdasarkan laporan keuangan SGI dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham per 31
        Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 III - 9
Page 71
                        Tabel III.7. Kompensasi Bagi Pemegang Saham (dalam Rupiah penuh)
                                                FY2021              FY2022         FY2023           FY2024               FY2025
                   Keterangan
                                              Audited               Audited        Audited           Audited             Audited
         Dividen Tunai                                      -                 -              -                   -                 -
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI


III.1.8 Informasi Asuransi yang ditanggung Perusahaan
        Asuransi karyawan dikelola secara internal oleh SGI dengan mekanisme reimburse dengan limit per tahun
        yang disesuaikan berdasarkan gaji karyawan.

III.1.9 Analisis Common Size Atas Industri

                                      Tabel III.8. Analisis Rata-Rata Margin Industri
                                                            FY2021       FY2022    FY2023        FY2024        FY2025
                         Keterangan                                                                                        Average
                                                            Audited      Audited   Audited       Audited       Audited
          Gross Margin % (Comparables Average)                  30,19%    29,29%    31,40%        29,55%        28,62%      29,81%
          SG&A Margin % (Comparables Average)                    9,89%    10,93%    10,75%        10,36%         9,62%      10,31%
          EBITDA Margin % (Comparables Average)                 15,35%    13,96%    16,62%        15,38%        14,46%      15,15%
          EBITA Margin % (Comparables Average)                  12,17%    10,73%    13,43%        12,45%        11,16%      11,99%
          EBIT Margin % (Comparables Average)                   12,13%    10,67%    13,39%        12,36%        11,08%      11,92%
          Earnings from Cont. Ops Margin %
                                                                 8,96%     7,03%     7,66%         7,10%         7,49%        7,65%
         (Comparables Average)
          Net Income Margin % (Comparables Average)              8,84%     6,92%     7,55%         7,03%         7,68%        7,60%
        Sumber: S&P Capital (data diolah)

        Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan terhadap perusahaan pembanding, rata-rata gross margin
        8 perusahaan pembanding industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025
        berkisaran dari 28,62% sampai dengan 31,40%, dari hasil tersebut SGI memiliki gross margin yang lebih
        tinggi dibandingkan dengan perusahaan di industri pembanding. Rata-rata EBIT margin 8 perusahaan
        pembanding industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025 berkisaran
        dari 10,67% sampai dengan 13,39%, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa SGI memiliki EBIT margin
        yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan di industri pembanding. Rata-rata net income margin 8
        perusahaan pembanding industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dari tahun 2021 hingga tahun 2025
        berkisaran dari 7,03% sampai dengan 8,84%, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa SGI memiliki net
        income margin yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan di industri pembanding

III.2. ANALISA KEUANGAN HISTORIS JNM (ENTITAS ANAK)
        Analisis kinerja keuangan historis JNM dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
        dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
        (KAP) Soejatna, Mulyana & Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2022
        dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Gatot Permadi, Azwir, Abimail untuk periode 31 Desember 2023 sampai
        dengan 31 Desember 2025.

        Dalam melakukan penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian atas laporan keuangan JNM,

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                      III - 10
Page 72
        dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
        ➢ Tidak terdapat pos yang bersifat tidak berulang dalam operasi normal perusahaan (non-recurring), pos;
            dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan peristiwa yang bersifat tidak berulang, atau pos di
            dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan Nilai yang wajar;
        ➢ Tidak terdapat pos di luar operasi normal perusahaan yang harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum
            melakukan perhitungan Penilaian;
        ➢ Tidak terdapat pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali
            (controlling interest); dan
        ➢ Tidak terdapat pos lainnya yang tidak wajar.

III.2.1 Laporan Posisi Keuangan
        Berikut adalah laporan posisi keuangan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

            Tabel III.9. Laporan Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam
                                                               Rupiah penuh)
                                               FY2021            FY2022            FY2023             FY2024            FY2025
                   Keterangan
                                               Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
         ASET
         Kas dan setara kas                    3.707.646.730     1.631.480.226     2.100.410.578       133.144.814        61.165.509
         Piutang lain-lain                                 -                 -                 -                 -         6.250.000
         Pembayaran di muka                    1.221.111.587       531.607.449       619.682.450     1.349.570.887     1.898.523.415
         Pajak dibayar di muka                 1.841.692.960       327.916.564       474.937.062       917.161.573     3.263.821.410
         Aset Lancar                           6.770.451.277     2.491.004.239     3.195.030.090     2.399.877.274     5.229.760.334

         Uang muka investasi                 131.668.909.200   131.668.909.200   131.668.909.200   131.668.909.200   131.668.909.200
         Investasi pada entitas anak *)                    -                 -     9.999.990.000     9.999.990.000     9.999.990.000
         Aset tetap - neto                   134.981.064.793   125.084.762.868   116.439.302.763   107.830.547.671   117.137.150.825
         Aset dalam penyelesaian                           -                 -                 -     3.075.379.749                 -
         Aset Tidak Berwujud                      25.648.535                 -                 -                 -                 -
         Aset Tidak Lancar                   266.675.622.528   256.753.672.068   258.108.201.963   252.574.826.620   258.806.050.025
         Total Aset                          273.446.073.805   259.244.676.307   261.303.232.053   254.974.703.894   264.035.810.359

         LIABILITAS
         Utang usaha                           4.672.665.437     7.309.126.081     9.284.064.880     9.006.689.272     6.324.377.092
         Utang pajak                           3.083.636.392     3.224.369.086     8.585.284.793     8.840.639.275     5.724.590.310
         Biaya yang masih harus dibayar        2.115.990.204     3.795.651.828     2.240.881.367     1.508.120.036     3.245.253.469
         Liabilitas jangka panjang yang
                                              34.002.000.000    44.736.000.000    48.464.000.000                 -                   -
         jatuh tempo dalam satu tahun
         Utang lain-lain Jangka Pendek
                                                550.927.649       462.204.888        54.329.151        43.644.985        65.209.323
         (Pihak Ketiga)
         Liabilitas Jangka Pendek             44.425.219.682    59.527.351.883    68.628.560.191    19.399.093.568    15.359.430.194

         Liabilitas jangka panjang setelah
         dikurangi bagian yang jatuh         134.232.550.330    89.496.550.330    41.032.550.330                 -                   -
         tempo dalam satu tahun
         Utang lain-lain Jangka Panjang
                                             226.858.851.521   261.712.709.819   332.866.665.020   451.082.159.431   502.588.754.362
         (Pihak Berelasi)
         Liabilitas imbalan pascakerja                     -                 -     2.512.328.018     4.587.493.115     4.066.685.277
         Liabilitas Jangka Panjang           361.091.401.851   351.209.260.149   376.411.543.368   455.669.652.546   506.655.439.639
         Total Liabilitas                    405.516.621.533   410.736.612.032   445.040.103.559   475.068.746.114   522.014.869.833

         EKUITAS
         Total Modal saham                    12.500.000.000    12.500.000.000    12.500.000.000    12.500.000.000    12.500.000.000



Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                        III - 11
Page 73
                                               FY2021              FY2022              FY2023              FY2024              FY2025
                   Keterangan
                                               Audited             Audited             Audited            Audited             Audited
         Penghasilan (rugi) komprehensif
                                                           -                   -                   -     (1.247.914.776)     (1.122.288.315)
         lain
         Akumulasi rugi                    (144.570.547.730)   (163.991.935.725)   (196.236.871.506)   (231.346.127.444)   (269.356.771.159)
         Total Ekuitas                     (132.070.547.730)   (151.491.935.725)   (183.736.871.506)   (220.094.042.220)   (257.979.059.474)
         Total Liabilitas dan Ekuitas        273.446.073.803     259.244.676.307     261.303.232.053     254.974.703.894     264.035.810.359
        Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM

        a. Aset
            Posisi total aset JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            fluktuatif cenderung menurun. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp273,4 miliar
            turun menjadi Rp264,0 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar -3,44% dari total aset semula
            pada tahun 2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
            untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar -0,87%. Secara
            komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi
            total aset JNM merupakan Aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar 98,48% terhadap total
            aset JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Uang muka investasi
            dengan rata-rata komposisinya sebesar 50,94%.

        b. Liabilitas
            Posisi total liabilitas JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            meningkat. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp405,5 miliar turun menjadi
            Rp522,0 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 28,73% dari total liabilitas semula pada tahun
            2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
            periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 6,52%. Secara komposisi untuk
            periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total liabilitas JNM
            merupakan liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi sebesar 90,42% terhadap total liabilitas
            JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang berasal dari akun Utang lain-lain
            Jangka Panjang (Pihak Berelasi) dengan rata-rata komposisinya sebesar 84,79%.

        c. Ekuitas
            Posisi total ekuitas JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            menurun. Posisi total ekuitas JNM per 31 Desember 2021 tercatat sebesar -Rp132,1 miliar turun menjadi
            -Rp258,0 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar 95,33%, penurunan ini mayoritas dipengaruhi
            oleh semakin meningkatnya akun Akumulasi rugi yang sebelumnya sebesar Rp144,6 miliar untuk 31
            Desember 2021 menjadi sebesar Rp269,4 miliar untuk 31 Desember 2025. Laju pertumbuhan majemuk
            tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
            Desember 2025 sebesar 18,22%. Secara komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan
            31 Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar
            -72,22%, sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas JNM berasal dari akun Akumulasi rugi dengan
            rata-rata komposisinya sebesar 106,81%.


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                               III - 12
Page 74
III.2.2 Laporan Laba (Rugi)
        Berikut adalah laporan laba rugi JNM per 31 Desember 2024 sampai dengan 31 Desember 2025.

          Tabel III.10. Laporan Laba (Rugi) JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                                                                  penuh)
                                          FY2021              FY2022             FY2023             FY2024            FY2025
                Keterangan
                                         Audited              Audited            Audited           Audited           Audited
         Pendapatan                    41.666.500.000       60.075.000.000    33.525.000.000                   -                  -
         Beban pokok pendapatan      (57.405.757.895)    (57.427.123.635)    (54.904.548.543)   (24.012.521.279) (31.219.548.820)
         Laba Kotor                  (15.739.257.895)        2.647.876.365 (21.379.548.543)     (24.012.521.279) (31.219.548.820)
         Beban usaha                   (1.236.796.081)       (702.550.944)    (5.837.593.190)    (4.303.133.447)   (3.566.053.294)
         Laba Usaha                  (16.976.053.976)        1.945.325.421 (27.217.141.733)     (28.315.654.726) (34.785.602.114)
         Penghasilan (beban) lain-
                                     (24.351.066.129)    (20.645.813.418)    (14.625.484.212)    (6.793.601.212)   (3.225.041.601)
         lain
         Laba (Rugi) Sebelum
                                     (41.327.120.105)    (18.700.487.997)    (41.842.625.945)   (35.109.255.938) (38.010.643.715)
         Pajak
         Pajak penghasilan              (499.998.000)        (720.900.000)     (402.300.000)                   -                  -
         Laba (Rugi) Tahun
                                     (41.827.118.105)    (19.421.387.997)    (42.244.925.945)   (35.109.255.938) (38.010.643.715)
         Berjalan
        Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM

        a. Pendapatan
            Pendapatan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
            pertumbuhan dengan tren yang fluktuatif dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
            Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -100,00%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025
            tercatat pendapatan JNM adalah sebesar Rp0,0.

        b. Beban Pokok Pendapatan
            Beban pokok pendapatan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
            pertumbuhan dengan tren fluktuatif yang cenderung menurun dengan laju pertumbuhan majemuk
            tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -14,12%. Untuk tahun 2021 sampai dengan
            2025 rata-rata proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar -132,38%.
            Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok pendapatan JNM adalah sebesar
            -Rp31,2 miliar.

        c. Beban Usaha
            Beban Usaha JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan
            dengan tren fluktuatif yang cenderung menurun dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
            (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 30,31%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025
            rata-rata proporsi Beban Usaha terhadap pendapatan adalah sebesar -7,18%. Untuk periode yang
            berakhir 31 Desember 2025, tercatat total beban usaha JNM adalah sebesar -Rp3,6 miliar.

        d. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
            Rugi tahun berjalan JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami tren
            yang fluktuatif, mengalami penurunan paling tinggi terjadi untuk tahun 2022, dari rugi tahun berjalan

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                      III - 13
Page 75
            sebesar -Rp41,8 miliar untuk periode 2022 turun menjadi -Rp19,4 miliar atau sebesar -53,57%. Untuk
            periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat rugi tahun berjalan JNM adalah sebesar -Rp38,0
            miliar.

III.2.3 Laporan Arus Kas
        Berikut adalah laporan arus kas JNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

  Tabel III.11. Laporan Arus Kas JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah penuh)
                                     FY2021             FY2022                FY2023             FY2024            FY 2025
          Keterangan
                                     Audited            Audited              Audited            Audited            Audited
  Arus Kas dari Aktivitas
  Operasi
  Penerimaan kas dari
                                  44.701.533.965      63.708.117.949       33.525.000.000                   -                  -
  pelanggan
  Pembayaran kas kepada
                                 (26.694.846.496)   (33.935.665.915)      (37.573.292.542)   (13.170.926.022)   (18.050.912.911)
  pemasok
  Pembayaran kas kepada
                                 (13.883.859.912)   (11.074.902.214)       (6.840.909.064)   (10.004.335.722)   (17.246.089.297)
  karyawan
  Pembayaran beban
                                 (22.786.662.429)   (20.370.281.544)      (13.369.402.995)    (4.419.503.274)                  -
  administrasi dan umum
  Penerimaan (pembayaran)
                                      23.204.819             52.308.490        42.948.003         35.134.922          3.826.256
  operasional lainnya
  Pembayaran pajak
                                    (499.998.000)      (720.900.000)                     -                  -                  -
  penghasilan
  Kas neto dari Aktivitas
                                 (19.140.628.053)    (2.341.323.234)      (24.215.656.598)   (27.559.630.096)   (35.293.175.952)
  Operasi

  Arus Kas dari Aktivitas
  Investasi
  Perolehan aset tetap            (3.652.000.550)      (497.978.807)       (1.733.368.251)       (51.200.000)   (16.285.398.284)
  Perolehan aset tidak
                                                -                     -                  -    (3.075.379.749)                  -
  berwujud
  Kas neto dari Aktivitas
                                  (3.652.000.550)      (497.978.807)       (1.733.368.251)    (3.126.579.749)   (16.285.398.284)
  Investasi

  Arus Kas dari Aktivitas
  Pendanaan
  Penerimaan pembayaran
                                  (1.675.000.000)   (34.002.000.000)      (44.736.000.000)   (89.496.550.330)                  -
  pinjaman dari pihak berelasi
  Pembayaran sewa
                                  27.570.154.059      34.765.135.536       71.153.955.201    118.215.494.411     51.506.594.931
  pembiayaan
  Kas neto dari Aktivitas
                                  25.895.154.059            763.135.536    26.417.955.201     28.718.944.081     51.506.594.931
  Pendanaan

  Kenaikan (Penurunan)
                                   3.102.525.456     (2.076.166.505)          468.930.352     (1.967.265.764)       (71.979.305)
  Neto Kas dan Setara Kas

  Kas dan Setara Kas Awal
                                     605.121.275       3.707.646.731        1.631.480.226      2.100.410.578        133.144.814
  Tahun

  Kas dan Setara Kas Akhir
                                   3.707.646.731       1.631.480.226        2.100.410.578        133.144.814         61.165.509
  Tahun
 Sumber : Laporan Keuangan Audit JNM




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                    III - 14
Page 76
        Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas JNM untuk periode yang berakhir per
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi JNM menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas operasi
            sebesar Rp35,3 miliar keluar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
            yang disebabkan oleh beberapa faktor, terutama peningkatan angka Pembayaran kepada karyawan
            pada periode 31 Desember 2025.
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi JNM menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
            sebesar Rp16,3 miliar keluar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
            yang disebabkan oleh perolehan aset tetap pada periode 31 Desember 2025.
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan JNM menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas
            pendanaan sebesar Rp51,5 miliar masuk, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31
            Desember 2024 yang berasal dari akun pihak berelasi pada periode 31 Desember 2025.
        ➢ Defisit periode berjalan JNM untuk periode 31 Desember 2025 adalah keluar sebesar Rp72,0 juta.

II.2.4 Analisis Vertikal
        Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) JNM dalam kurun waktu 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025.

           Tabel III.12. Analisis Vertikal Posisi Keuangan JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                   FY2021       FY2022      FY2023       FY2024        FY2025
                      Keterangan
                                                   Audited      Audited     Audited      Audited       Audited
         ASET
         Kas dan setara kas                           54,76%       65,49%      65,74%        5,55%         1,17%
         Piutang lain-lain                             0,00%        0,00%       0,00%        0,00%         0,12%
         Pembayaran di muka                           18,04%       21,34%      19,40%       56,23%        36,30%
         Pajak dibayar di muka                        27,20%       13,16%      14,86%       38,22%        62,41%
         Aset Lancar                                   2,48%        0,96%       1,22%        0,94%         1,98%

         Uang muka investasi                          49,37%       51,28%      51,01%       52,13%        50,88%
         Investasi pada entitas anak *)                0,00%        0,00%       3,87%        3,96%         3,86%
         Aset tetap - neto                            50,62%       48,72%      45,11%       42,69%        45,26%
         Aset dalam penyelesaian                       0,00%        0,00%       0,00%        1,22%         0,00%
         Aset Tidak Berwujud                           0,01%        0,00%       0,00%        0,00%         0,00%
         Aset Tidak Lancar                            97,52%       99,04%      98,78%       99,06%        98,02%
         Total Aset                                  100,00%      100,00%     100,00%      100,00%       100,00%

         LIABILITAS
         Utang usaha                                  10,52%       12,28%      13,53%       46,43%        41,18%
         Utang pajak                                   6,94%        5,42%      12,51%       45,57%        37,27%
         Biaya yang masih harus dibayar                4,76%        6,38%       3,27%        7,77%        21,13%
         Liabilitas jangka panjang yang
                                                      76,54%       75,15%      70,62%        0,00%         0,00%
         jatuh tempo dalam satu tahun
         Utang lain-lain Jangka Pendek
                                                        1,24%       0,78%       0,08%        0,22%         0,42%
         (Pihak Ketiga)
         Liabilitas Jangka Pendek                     10,96%       14,49%      15,42%        4,08%         2,94%

         Liabilitas jangka panjang setelah
                                                      37,17%       25,48%      10,90%        0,00%         0,00%
         dikurangi bagian yang jatuh


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    III - 15
Page 77
                                                   FY2021             FY2022             FY2023            FY2024        FY2025
                      Keterangan
                                                   Audited            Audited            Audited           Audited       Audited
         tempo dalam satu tahun
         Utang lain-lain Jangka Panjang
                                                      62,83%                74,52%             88,43%         98,99%         99,20%
         (Pihak Berelasi)
         Liabilitas imbalan pascakerja                  0,00%                 0,00%          0,67%             1,01%          0,80%
         Liabilitas Jangka Panjang                     89,04%                85,51%         84,58%            95,92%         97,06%
         Total Liabilitas                             148,30%               158,44%        170,32%           186,32%        197,71%

         EKUITAS
         Total Modal Saham                             -9,46%                -8,25%             -6,80%         -5,68%        -4,85%
         Penghasilan (rugi) komprehensif
                                                          0,00%              0,00%              0,00%          0,57%          0,44%
         lain
         Akumulasi rugi                               109,46%               108,25%        106,80%           105,11%        104,41%
         Total Ekuitas                                -48,30%               -58,44%        -70,32%           -86,32%        -97,71%
         Total Liabilitas dan Ekuitas                 100,00%               100,00%        100,00%           100,00%        100,00%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM (data diolah)

        Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025 komposisi tertinggi total aset JNM merupakan aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar
        98,48% terhadap total aset JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun
        Uang muka investasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 50,94%, dan total aset JNM menunjukkan
        tren yang cenderung menurun.

        Komposisi tertinggi total liabilitas JNM merupakan liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi
        sebesar 90,42% terhadap total liabilitas JNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang
        berasal dari akun Utang lain-lain Jangka Panjang (Pihak Berelasi) dengan rata-rata komposisinya sebesar
        84,79%, dan total liabilitas JNM menunjukkan tren yang cenderung meningkat.

        Untuk sisi ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar -72,22%,
        sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas JNM berasal dari akun Akumulasi rugi dengan rata-rata
        komposisinya sebesar 106,81%, dan total ekuitas JNM menunjukkan tren yang cenderung menurun.

                 Tabel III.13. Analisis Vertikal Laba/Rugi JNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                            FY2021                FY2022              FY2023             FY2024          FY2025
                  Keterangan
                                            Audited               Audited             Audited            Audited         Audited
         Pendapatan                            100,00%               100,00%             100,00%                   N/A             N/A
         Beban pokok pendapatan               -137,77%               -95,59%            -163,77%                   N/A             N/A
         Laba Kotor                             -37,77%                4,41%             -63,77%                   N/A             N/A
         Beban Usaha                             -2,97%               -1,17%             -17,41%                   N/A             N/A
         Laba Usaha                             -40,74%                3,24%             -81,18%                   N/A             N/A
         Penghasilan (Beban) lain-lain          -58,44%              -34,37%             -43,63%                   N/A             N/A
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak              -99,19%              -31,13%            -124,81%                   N/A             N/A
         Pajak Penghasilan                       -1,20%               -1,20%              -1,20%                   N/A             N/A
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan           -100,39%               -32,33%            -126,01%                   N/A             N/A
        Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM (data diolah)

        Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -95,59%

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                      III - 16
Page 78
        sampai -163,77% dengan tren yang cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba kotor terhadap
        pendapatan berkisaran -63,77% sampai dengan 4,41% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
        menurun.

        Untuk perbandingan beban usaha terhadap pendapatan berkisaran -1,17% sampai dengan -17,41%
        dengan tren pertumbuhan fluktuatif cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba usaha terhadap
        pendapatan berkisaran -81,18% sampai dengan 3,24% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
        menurun.

        Sementara perbandingan rugi sebelum pajak terhadap pendapatan JNM berkisar antara -31,13% sampai
        dengan -124,81% dengan tren pertumbuhan yang fluktuatif. Untuk perbandingan rugi tahun berjalan
        terhadap pendapatan berkisar antara -32,33% sampai dengan -126,01% dengan tren pertumbuhan yang
        fluktuatif.

III.2.5 Analisis Rasio
        Analisa rasio untuk dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
        itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
        Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
        untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai metode
        perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan selama
        periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan JNM dalam kurun waktu per 31
        Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

                                                 Tabel III.14. Rasio Keuangan JNM
                                                   FY2021        FY2022       FY2023       FY2024       FY2025
                      Keterangan
                                                   Audited       Audited      Audited      Audited      Audited
         LIQUIDITY
         Current Ratio                                 15,24%        4,18%        4,66%      12,37%       34,05%
         Quick Ratio                                    8,35%        2,74%        3,06%       0,69%        0,44%
         Working Capital to Asset Ratio               -13,77%      -22,00%      -25,04%      -6,67%       -3,84%

         SOLVABILITY
         Debt to Aset Ratio                            95,60%     118,39%      145,95%      176,93%      190,37%
         Debt to Equity Ratio                              N/A         N/A          N/A          N/A          N/A
         Longterm Debt to Equity Ratio                     N/A         N/A          N/A          N/A          N/A

         PROFITABILITY
         Gross Profit Margin                    -37,77%              4,41%      -63,77%           N/A          N/A
         Operating Profit Margin                -40,74%              3,24%      -81,18%           N/A          N/A
         Net Profit Margin                     -100,39%            -32,33%     -126,01%           N/A          N/A
         Return on Asset                        -15,30%             -7,49%      -16,17%      -13,77%      -14,40%
         Return on Equity                            N/A                N/A          N/A          N/A          N/A
        Sumber: Laporan Keuangan Audit JNM (data diolah)



Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                     III - 17
Page 79
        Rasio likuiditas JNM menunjukkan tren yang fluktuatif cenderung meningkat dari periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025. Untuk periode 31 Desember 2025 JNM mencatat Current Ratio yang
        meningkat menjadi 34,05% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 12,37%, dimana rasio ini
        menggambarkan kemampuan JNM melunasi utang lancar dengan aset lancarnya. Quick Ratio tercatat
        menurun menjadi 0,44% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar 0,69%, dimana rasio ini
        menggambarkan kemampuan JNM dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan aset
        lancar yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Working Capital to Asset Ratio meningkat menjadi -3,84%
        dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar -6,67%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal
        kerja terhadap total aset JNM.

        Rasio solvabilitas JNM untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Total Asset Ratio tercatat
        sebesar 190,37%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan
        melunasi utang dengan aset yang dimiliki JNM.

        Rasio profitabilitas JNM menunjukkan tren yang cenderung menurun dari periode 31 Desember 2021
        sampai dengan periode 31 Desember 2023. Tercatat per 31 Desember 2023 Gross Profit Margin menurun
        menjadi -63,77% dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar 4,41%. Diikuti dengan Operating Profit Margin
        yang menurun menjadi -81,18% dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar 3,24% dan Net Profit Margin
        juga menunjukkan penurunan menjadi -126,01% dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar -32,33%. Rasio
        imbal hasil yang yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) menunjukkan return negatif untuk aset
        (ROA), dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat untuk periode yang berakhir per 31 Desember
        2025 adalah sebesar -14,40%.

III.2.6 Informasi Perpajakan
        Informasi perpajakan JNM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audit, utang
        pajak yang terdiri dari:
                  PPN                                       Rp   2.635.352.761
                  Pajak Penghasilan
                    Pasal 15                                Rp   1.625.718.000
                    Pasal 21                                Rp    857.121.708
                    Pasal 23                                Rp    265.697.760
                    Lainnya                                 Rp    340.700.081
                  Jumlah                                    Rp   5.724.590.310




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  III - 18
Page 80
III.3. ANALISA KEUANGAN HISTORIS NNM (ENTITAS ANAK)
        Analisis kinerja keuangan historis NNM dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio keuangan,
        dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
        (KAP) Soetjana, Mulyana, & Rekan untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
        2022 dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Gatot Permadi, Azwir, & Abimail untuk periode 31 Desember 2023
        sampai dengan 31 Desember 2025.

        Dalam melakukan penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian atas laporan keuangan NNM,
        dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
        ➢ Tidak terdapat pos yang bersifat tidak berulang dalam operasi normal perusahaan (non-recurring), pos;
            dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan peristiwa yang bersifat tidak berulang, atau pos di
            dalam laporan keuangan yang tidak mencerminkan Nilai yang wajar;
        ➢ Tidak terdapat pos di luar operasi normal perusahaan yang harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum
            melakukan perhitungan Penilaian;
        ➢ Tidak terdapat pos dalam laporan keuangan dari transaksi yang bersifat memiliki kepentingan kendali
            (controlling interest); dan
        ➢ Tidak terdapat pos lainnya yang tidak wajar.

III.3.1 Laporan Posisi Keuangan
        Berikut adalah laporan posisi keuangan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
        2025.
          Tabel III.15. Laporan Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025. (dalam
                                                                Rupiah penuh)
                                                FY2021             FY2022            FY2023             FY2024            FY2025
                     Keterangan
                                                Audited            Audited           Audited            Audited           Audited
         Aset
         Kas dan setara kas                       452.983.384        95.625.048        92.211.534         92.631.692       120.872.177
         Piutang lain-lain                         37.763.549                 -           975.750        102.476.903        93.339.582
         Pembayaran di muka                                 -        50.000.000        79.000.000        406.722.692       718.490.344
         Pajak dibayar di muka                    648.938.113       785.709.957       818.201.344      1.406.058.817       336.502.594
         Piutang usaha                         32.908.716.375                 -                 -                  -                 -
         Aset Lancar                           34.048.401.421       931.335.005       990.388.628      2.007.890.104     1.269.204.697

         Piutang lain-lain – pihak berelasi    93.736.889.334     94.005.874.850    94.041.257.770    94.028.932.207    94.011.860.107
         Aset tetap – nilai buku              166.482.402.476    153.632.511.373   142.418.887.044   131.909.906.184   135.151.990.601
         Aset dalam penyelesaian                            -                  -                 -     5.617.706.760                 -
         Aset lainnya                             723.497.000         90.000.000                 -         2.776.000         2.776.000
         Aset Tidak Lancar                    260.942.788.810    247.728.386.223   236.460.144.814   231.559.321.151   229.166.626.708
         Total Aset                           294.991.190.231    248.659.721.228   237.450.533.442   233.567.211.255   230.435.831.405

         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang usaha                           36.139.858.065      4.464.917.419     4.121.270.583     3.374.617.587     3.792.403.937
         Utang pajak                            5.678.087.743      5.038.017.903     5.243.885.734     5.026.551.261     5.185.940.437
         Biaya yang masih harus dibayar                     -      1.277.675.920       211.658.388       688.412.399       238.746.472
         Liabilitas sewa jangka pendek         13.948.502.119     15.483.786.120     7.602.328.959                 -     1.160.103.371
         Utang lain-lain jangka pendek            104.627.318          2.540.500                 -                 -                 -
         Total Liabilitas Jangka Pendek        55.871.075.245     26.266.937.862    17.179.143.664     9.089.581.247    10.377.194.217




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                        III - 19
Page 81
                                                FY2021              FY2022             FY2023              FY2024             FY2025
                    Keterangan
                                                Audited             Audited            Audited             Audited            Audited
         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas sewa jangka panjang        14.191.127.122                  -                  -                  -        922.981.555
         Liabilitas imbalan pascakerja                      -                  -      1.614.323.291      2.274.962.984      1.991.035.739
         Utang lain-lain – pihak berelasi     147.994.644.425    136.177.520.341    144.980.600.307    169.553.133.999    174.227.854.632
         Total Liabilitas Jangka Panjang      162.185.771.547    136.177.520.341    146.594.923.598    171.828.096.983    177.141.871.926
         Total Liabilitas                     218.056.846.792    162.444.458.203    163.774.067.262    180.917.678.230    187.519.066.143

         Ekuitas
         Modal saham                            10.000.000.000     10.000.000.000     10.000.000.000     10.000.000.000     10.000.000.000
         Ekuitas lainnya                      131.668.909.200    131.668.909.200    131.668.909.200    131.668.909.200    131.668.909.200
         Penghasilan/rugi komprehensif lain                  -                  -                  -      (200.671.083)      (100.176.843)
         Akumulasi rugi                       (64.734.565.760)   (55.453.646.175)   (67.992.443.020)   (88.818.705.092)   (98.651.967.095)
         Total Ekuitas                          76.934.343.440     86.215.263.025     73.676.466.180     52.649.533.025     42.916.765.262
         Total Liabilitas dan Ekuitas         294.991.190.232    248.659.721.228    237.450.533.442    233.567.211.255    230.435.831.405
        Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM

        a. Aset
            Posisi total aset NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            cenderung menurun. Posisi total aset per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp295,0 miliar dan terus
            menurun menjadi Rp230,4 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar -21,88% dari total aset
            semula pada tahun 2021 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
            {CAGR}) untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar -5,99%. Secara
            komposisi untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi
            total aset NNM merupakan Aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar 97,25% terhadap total
            aset NNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Aset tetap dengan
            rata-rata komposisinya sebesar 60,40%.

        b. Liabilitas
            Posisi total liabilitas NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            fluktuatif. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp218,1 miliar yang berfluktuatif
            hingga menurun jadi Rp187,5 miliar atau sebesar -14,00% per 31 Desember 2025 dengan laju
            pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk periode 31 Desember
            2021 sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar -3,70%. Secara komposisi untuk periode 31
            Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total liabilitas NNM merupakan
            liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi sebesar 87,43% terhadap total liabilitas NNM,
            sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang berasal dari akun Utang lain-lain – pihak
            berelasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 97,44%.

        c. Ekuitas
            Posisi total ekuitas NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 memiliki tren yang
            menurun. Posisi total ekuitas per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp76,9 miliar turun menjadi
            Rp42,9 miliar per 31 Desember 2025 atau turun sebesar -44,22% dengan laju pertumbuhan majemuk
            tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk periode 31 Desember 2021 sampai dengan


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                           III - 20
Page 82
            31 Desember 2024 sebesar -13,58%. Secara komposisi untuk periode per 31 Desember 2025, rata-rata
            komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 26,59%, sedangkan komposisi
            tertinggi dari total ekuitas NNM berasal dari akun ekuitas lainnya dengan rata-rata komposisinya sebesar
            211,89%.

III.3.2 Laporan Laba (Rugi)
        Berikut adalah laporan laba rugi NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025.

         Tabel III.16. Laporan Laba (Rugi) NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                                                                   penuh)
                                          FY2021               FY2022             FY2023             FY2024            FY2025
                Keterangan
                                         Audited              Audited             Audited            Audited          Audited
         Pendapatan                    35.380.000.000       50.605.000.000      8.990.000.000                   -   27.150.000.000
         Beban pokok pendapatan      (39.887.277.730)    (34.949.462.161)     (17.542.228.154)   (17.058.862.314) (32.748.778.851)
         Laba (Rugi) Kotor             (4.507.277.730)      15.655.537.839     (8.552.228.154)   (17.058.862.314)   (5.598.778.851)
         Beban usaha                    (355.579.557)        (185.216.960)     (3.923.237.376)    (2.930.629.561)   (3.318.608.594)
         Laba (Rugi) Operasi           (4.862.857.287)      15.470.320.879    (12.475.465.530)   (19.989.491.875)   (8.917.387.445)
         Penghasilan lain-lain          3.370.814.122        1.625.711.188      1.964.499.201        314.244.631       548.339.126
         Beban lain-lain               (8.822.148.174)      (7.207.852.482)    (1.919.950.516)    (1.151.014.828)   (1.138.413.684)
         Laba (Rugi) Sebelum
                                     (10.314.191.339)        9.888.179.585    (12.430.916.845)   (20.826.262.072)   (9.507.462.003)
         Pajak
         PPh final                      (424.560.000)        (607.260.000)      (107.880.000)                   -    (325.800.000)
         Jumlah pajak penghasilan       (424.560.000)        (607.260.000)      (107.880.000)                   -    (325.800.000)
         Laba (Rugi) Tahun
                                     (10.738.751.339)        9.280.919.585    (12.538.796.845)   (20.826.262.072)   (9.833.262.003)
         Berjalan
        Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM

        a. Pendapatan
            Pendapatan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan
            pertumbuhan dengan tren yang menurun dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
            Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -6,40%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat
            pendapatan NNM adalah sebesar Rp27,2 miliar.

        b. Beban Pokok Pendapatan
            Beban pokok pendapatan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
            menunjukkan pertumbuhan dengan tren yang fluktuatif cenderung turun dengan laju pertumbuhan
            majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar -4,81%. Untuk tahun 2021 sampai
            dengan 2025 rata-rata proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar
            -124,39%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat beban pokok pendapatan NNM
            adalah sebesar -Rp32,7 miliar.

        c. Beban Usaha
            Beban Usaha NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan
            dengan tren meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                       III - 21
Page 83
            {CAGR}) sebesar 74,79%. Untuk tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban usaha
            terhadap pendapatan adalah sebesar -14,31%. Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025,
            tercatat total beban usaha NNM adalah sebesar -Rp3,3 miliar.

        d. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
            Laba (rugi) tahun berjalan NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami
            tren yang berfluktuatif. Posisi rugi tahun berjalan per 31 Desember 2021 tercatat sebesar -Rp10,7 miliar
            naik menjadi -Rp9,8 miliar atau turun sebesar -8,43%. NNM hanya mengalami laba pada tahun 2022
            yang dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan yang signifikan pada tahun tersebut. Untuk periode
            yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat rugi tahun berjalan NNM adalah sebesar -Rp9,8 miliar.

III.3.3 Laporan Arus Kas
        Berikut adalah laporan arus kas NNM per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

           Tabel III.17. Laporan Arus Kas NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                                                                  penuh)
                                          FY2021              FY2022            FY2023            FY2024            FY2025
              Keterangan
                                          Audited             Audited          Audited           Audited           Audited
     Penerimaan dari pelanggan         63.599.900.818       84.741.392.295    8.990.000.000                  -   27.150.000.000
     Pembayaran kepada karyawan                      -                   -   (2.106.507.312)   (2.243.546.219) (11.955.709.137)
     Pembayaran kepada pemasok
                                       15.556.316.698 (59.757.026.077)       (7.654.852.974)   (8.799.174.536) (11.967.191.401)
     dan kegiatan operasi lainnya
     Penerimaan bunga                       5.800.001            1.468.085          264.532           483.763        42.425.569
     Pembayaran bunga                   (840.987.830)        (620.140.277)    (153.940.565)     (258.242.923)      (25.094.926)
     Kas neto dari aktivitas
                                       78.321.029.687       24.365.694.026    (925.036.319) (11.300.479.915)     3.244.430.105
     operasi
     Perolehan aset tetap            (11.762.737.560)         (18.000.000)                 -     (51.597.900)    (6.004.414.707)
     Perolehan aset dalam
                                                     -                   -                 -   (5.617.706.760)   (3.969.580.472)
     penyelesaian
     Kas neto dari aktivitas
                                     (11.762.737.560)         (18.000.000)                 -   (5.669.304.660)   (9.973.995.179)
     investasi
     Pihak berelasi                  (52.842.399.876)    (12.049.209.241)     8.803.079.966    24.572.533.692     4.674.720.633
     Liabilitas sewa                 (13.948.502.119)    (12.655.843.121)    (7.881.457.161)   (7.602.328.959)    2.083.084.926
     Kas neto dari aktivitas
                                     (66.790.901.995)    (24.705.052.362)       921.622.805    16.970.204.733     6.757.805.559
     pendanaan
     Kenaikan (penurunan) Neto
                                        (232.609.868)        (357.358.336)       (3.413.514)          420.158        28.240.485
     Kas dan Setara
     Pengaruh perubahan kurs
                                          487.506.370                    -                 -                 -                  -
     valuta asing
     Kas dan setara kas Awal
                                          198.086.883         452.983.385        95.625.049        92.211.535        92.631.693
     Tahun
     Kas dan setara kas Akhir
                                          452.983.384          95.625.048        92.211.534        92.631.692       120.872.177
     Tahun
    Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                    III - 22
Page 84
        Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas NNM untuk periode yang berakhir per
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi NNM menunjukkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar
            Rp3,2 miliar masuk, tercatat mengalami kenaikan jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
            yang disebabkan oleh beberapa faktor, terutama meningkatnya penerimaan dari pelanggan pada
            periode 31 Desember 2025 sebesar Rp27,2 miliar dari Rp0 miliar pada periode 31 Desember 2024.
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi NNM menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi
            sebesar -Rp9,97 miliar keluar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
            yang disebabkan oleh meningkatnya perolehan aset tetap pada periode 31 Desember 2025.
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan NNM menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas
            pendanaan sebesar Rp6,76 miliar, tercatat menurun jika di bandingkan dengan periode 31 Desember
            2024 yang sebagian besar berasal dari penurunan transaksi dengan pihak berelasi pada periode 31
            Desember 2025.
        ➢ Surplus periode berjalan NNM untuk periode 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp28,2 juta masuk.

III.3.4 Analisis Vertikal
        Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) NNM dalam kurun waktu per 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025.

            Tabel III.18. Analisis Vertikal Posisi Keuangan NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                               FY2021       FY2022      FY2023         FY2024         FY2025
                    Keterangan
                                               Audited      Audited     Audited        Audited        Audited
         Aset
         Kas dan setara kas                         1,33%      10,27%        9,31%          4,61%          9,52%
         Piutang lain-lain                          0,11%       0,00%        0,10%          5,10%          7,35%
         Pembayaran di muka                         0,00%       5,37%        7,98%         20,26%         56,61%
         Pajak dibayar di muka                      1,91%      84,36%       82,61%         70,03%         26,51%
         Piutang usaha                             96,65%       0,00%        0,00%          0,00%          0,00%
         Aset Lancar                               11,54%       0,37%        0,42%          0,86%          0,55%

         Piutang lain-lain – pihak berelasi        35,92%      37,95%       39,77%         40,61%         41,02%
         Aset tetap – nilai buku                   63,80%      62,02%       60,23%         56,97%         58,98%
         Aset dalam penyelesaian                    0,00%       0,00%        0,00%          2,43%          0,00%
         Aset lainnya                               0,28%       0,04%        0,00%          0,00%          0,00%
         Aset Tidak Lancar                         88,46%      99,63%       99,58%         99,14%         99,45%
         Total Aset                               100,00%     100,00%      100,00%        100,00%        100,00%

         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang usaha                               64,68%      17,00%       23,99%         37,13%         36,55%
         Utang pajak                               10,16%      19,18%       30,52%         55,30%         49,97%
         Biaya yang masih harus dibayar             0,00%       4,86%        1,23%          7,57%          2,30%
         Liabilitas sewa jangka pendek             24,97%      58,95%       44,25%          0,00%         11,18%
         Utang lain-lain jangka pendek              0,19%       0,01%        0,00%          0,00%          0,00%
         Total Liabilitas Jangka Pendek            25,62%      16,17%       10,49%          5,02%          5,53%

         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas sewa jangka panjang             8,75%       0,00%        0,00%          0,00%          0,52%
         Liabilitas imbalan pascakerja              0,00%       0,00%        1,10%          1,32%          1,12%


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    III - 23
Page 85
                                               FY2021         FY2022        FY2023        FY2024         FY2025
                     Keterangan
                                               Audited        Audited       Audited       Audited        Audited
         Utang lain-lain – pihak berelasi         91,25%        100,00%        98,90%        98,68%         98,35%
         Total Liabilitas Jangka Panjang          74,38%         83,83%        89,51%        94,98%         94,47%
         Total Liabilitas                         73,92%         65,33%        68,97%        77,46%         81,38%

         Ekuitas
         Modal saham                               13,00%         11,60%        13,57%       18,99%          23,30%
         Ekuitas lainnya                          171,14%        152,72%       178,71%      250,09%         306,80%
         Penghasilan/rugi komprehensif
         lain                                       0,00%          0,00%         0,00%        -0,38%         -0,23%
         Akumulasi rugi                           -84,14%        -64,32%       -92,29%      -168,70%       -229,87%
         Total Ekuitas                             26,08%         34,67%        31,03%        22,54%         18,62%
         Total Liabilitas dan Ekuitas             100,00%        100,00%       100,00%       100,00%        100,00%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM (data diolah)

        Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025 komposisi tertinggi total aset NNM merupakan aset tidak lancar dengan rata-rata komposisi sebesar
        97,25% terhadap total aset NNM, , sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun
        aset tetap – nilai buku dengan rata-rata komposisinya sebesar 60,40% dan total aset NNM menunjukkan
        tren yang cenderung menurun.

        Komposisi tertinggi total liabilitas NNM merupakan liabilitas jangka panjang dengan rata-rata komposisi
        sebesar 87,43% terhadap total liabilitas NNM, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka panjang
        berasal dari akun utang lain-lain – pihak berelasi dengan rata-rata komposisinya sebesar 97,44%, dan total
        liabilitas NNM menunjukkan tren yang cenderung meningkat.

        Untuk sisi ekuitas rata-rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 26,59%,
        sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas NNM berasal dari akun ekuitas lainnya dengan rata-rata
        komposisinya sebesar 211,89%, dan total ekuitas NNM menunjukkan tren yang cenderung menurun.

              Tabel III.19. Analisis Vertikal Laba/Rugi NNM periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                            FY2021          FY2022         FY2023        FY2024          FY2025
                 Keterangan
                                            Audited         Audited        Audited       Audited         Audited
         Pendapatan                            100,00%         100,00%        100,00%              N/A      100,00%
         Beban pokok pendapatan               -112,74%         -69,06%       -195,13%              N/A     -120,62%
         Laba (Rugi) Kotor                     -12,74%          30,94%        -95,13%              N/A      -20,62%
         Beban usaha                            -1,01%          -0,37%        -43,64%              N/A      -12,22%
         Laba (Rugi) Operasi                   -13,74%          30,57%       -138,77%              N/A      -32,84%
         Penghasilan lain-lain                   9,53%           3,21%         21,85%              N/A        2,02%
         Beban lain-lain                       -24,94%         -14,24%        -21,36%              N/A       -4,19%
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak             -29,15%          19,54%       -138,27%              N/A      -35,02%
         PPh final                              -1,20%          -1,20%         -1,20%              N/A       -1,20%
         PPh non final                           0,00%           0,00%          0,00%              N/A        0,00%
         Jumlah pajak penghasilan               -1,20%          -1,20%         -1,20%              N/A       -1,20%
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan            -30,35%          18,34%       -139,47%              N/A      -36,22%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM (data diolah)




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                      III - 24
Page 86
        Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -69,06%
        sampai -195,13% dengan tren yang berfluktuatif cenderung menurun. Untuk perbandingan laba (rugi) kotor
        terhadap pendapatan berkisaran -95,13% sampai dengan 30,94% dengan tren pertumbuhan yang
        cenderung berfluktuatif.

        Untuk perbandingan beban usaha terhadap pendapatan berkisaran -0,37% sampai dengan -43,64%
        dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat. Untuk perbandingan laba (rugi) operasi terhadap
        pendapatan berkisaran -138,77% sampai dengan 30,57% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
        berfluktuatif.

        Sementara perbandingan laba (rugi) sebelum pajak terhadap pendapatan NNM berkisar antara -138,27%
        sampai dengan 19,54% dengan tren pertumbuhan yang cenderung berfluktuatif. Untuk perbandingan laba
        (rugi) tahun berjalan terhadap pendapatan berkisar antara -139,47% sampai dengan 18,34% dengan tren
        pertumbuhan yang cenderung berfluktuatif.

III.3.5 Analisis Rasio
        Analisa rasio untuk dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
        itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
        Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
        untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai metode
        perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan selama
        periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan NNM dalam kurun waktu 31
        Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

                                            Tabel III.20. Rasio Keuangan NNM
                                                   FY2021       FY2022      FY2023        FY2024       FY2025
                     Keterangan
                                                   Audited      Audited     Audited       Audited      Audited
         LIQUIDITY
         Current Ratio                                 60,94%       3,55%         5,77%     22,09%       12,23%
         Quick Ratio                                   59,78%       0,36%         0,54%      2,15%        2,06%
         Working Capital to Asset Ratio                -7,40%     -10,19%        -6,82%     -3,03%       -3,95%

         SOLVABILITY
         Debt to Asset                                59,74%      60,99%        64,26%      72,59%       76,51%
         Debt to Equity                              229,08%     175,91%       207,10%     322,04%      410,82%
         Longterm Debt to Equity                     210,81%     157,95%       196,78%     322,04%      408,12%

         PROFITABILITY
         Gross Profit Margin                          -12,74%     30,94%        -95,13%          N/A     -20,62%
         Operating Profit Margin                      -13,74%     30,57%       -138,77%          N/A     -32,84%
         Net Profit Margin                            -30,35%     18,34%       -139,47%          N/A     -36,22%
         Return on Asset                               -3,64%      3,73%         -5,28%      -8,92%       -4,27%


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                   III - 25
Page 87
                                                   FY2021        FY2022      FY2023      FY2024      FY2025
                     Keterangan
                                                   Audited       Audited     Audited     Audited     Audited
         Return on Equity                      -13,96%              10,76%     -17,02%     -39,56%     -22,91%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit NNM (data diolah)

        Rasio likuiditas NNM menunjukkan tren yang fluktuatif namun menurun dari periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025, dimana untuk periode 31 Desember 2025 NNM mencatat Current Ratio
        yang turun menjadi 12,23% dibandingkan periode 31 Desember 2021 sebesar 22,09%, dimana rasio ini
        menggambarkan kemampuan NNM melunasi utang lancar dengan aset lancarnya. Quick Ratio menurun
        menjadi 2,06% dibandingkan periode 31 Desember 2021 sebesar 2,15%, dimana rasio ini menggambarkan
        kemampuan NNM dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan tren fluktuatif selama 5
        tahun. Net Working Capital to Asset Ratio naik menjadi -3,95% dibandingkan tahun periode 31 Desember
        2024 sebesar -3,03%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal kerja terhadap total aset NNM.

        Rasio solvabilitas NNM untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Total Debt to Total Asset Ratio pada
        periode yang sama tercatat sebesar 75,61%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap
        asetnya dan kemampuan melunasi utang dengan aset yang dimiliki. Total Debt to Equity Ratio sebesar
        410,82%, dimana rasio ini menggambarkan besaran utang terhadap ekuitasnya. Long Term Debt to Equity
        Ratio tercatat sebesar 408,12% dimana rasio ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap
        ekuitas NNM.

        Rasio profitabilitas NNM menunjukkan tren yang berfluktuatif dari periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin meningkat menjadi
        -20,62% dibandingkan 31 Desember 2023 sebesar -95,13%. Diikuti dengan Operating Profit Margin yang
        juga meningkat menjadi -32,84% dibandingkan 31 Desember 2023 sebesar -138,77% dan Net Profit Margin
        menunjukkan peningkatan menjadi -36,22% dibandingkan 31 Desember 2023 sebesar -139,47%. Rasio
        imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menunjukkan return negatif,
        dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2025
        adalah sebesar -4,27% dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31
        Desember 2025 sebesar -22,91%.

III.3.6 Informasi Perpajakan
        Informasi perpajakan NNM per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audit, utang
        pajak yang terdiri dari:
                  Pajak penghasilan
                    Pasal 15                       Rp        2.532.096.149
                    Pasal 26                       Rp        2.509.093.792
                    Pasal 21                       Rp          46.717.375
                    Pasal 23                       Rp          14.647.652
                  PPN keluaran                     Rp          83.385.469


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 III - 26
Page 88
                  Total                            Rp       5.185.940.437

        Sedangkan, manfaat (beban) pajak NNM per 31 Desember 2025 terdiri dari:
                  Pajak penghasilan final          Rp        325.800.000
                  Total                            Rp        325.800.000




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                         III - 27
Page 89
                                                             BAB IV
                                                  ANALISIS RISIKO
Analisis risiko untuk SGI adalah satu kajian sistematis tentang ketidakpastian dan risiko yang akan dihadapi dalam
industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi. Analisis risiko akan mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi oleh
perusahaan, memahami bagaimana dan kapan mereka muncul, serta mengestimasi dampak (finansial atau
lainnya) dari kejadian yang tidak diinginkan.

Ketidakpastian, yang secara konstan muncul di kehidupan bisnis, sering kali memberikan dampak pada
pengambilan keputusan dan tindakan. Ketika berbicara tentang risiko, umumnya akan merujuk pada beberapa
dampak buruk yang akan muncul, seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar mata uang, dan lain-lain. Oleh karena itu,
umumnya risiko perlu dihindari atau dikurangi.

Tujuan dari analisis risiko ini adalah untuk mengurangi kerugian finansial yang menyebabkan ketidakpastian pada
pengoperasian bisnis industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.

IV.1 RISIKO KREDIT
       Aktivitas utama yang dilakukan SGI sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri rekayasa,
       pengadaan, dan konstruksi. Dalam melaksanakan aktivitasnya, perusahaan yang bergerak pada bidang
       rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dihadapkan pada risiko kredit. Risiko kredit adalah risiko akibat
       kegagalan pelanggan dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada SGI. Tingginya risiko kredit
       dapat memicu terjadinya kerugian sehingga mengganggu perputaran dana SGI.

       Berdasarkan keadaan dan lingkungan yang mempengaruhinya, risiko yang dihadapi SGI dapat
       dikategorikan menjadi risiko sistemik (Systemic Risk), yaitu risiko yang berasal dari kondisi makro seperti
       perubahan kebijakan pemerintah, kondisi pasar, serta situasi ekonomi secara umum, dan risiko tidak
       sistemik (Unsystemic Risk) yang melekat pada kegiatan usaha SGI. Salah satu risiko tidak sistemik yang
       dihadapi SGI adalah risiko kredit yang timbul dari pengelolaan piutang usaha. SGI memiliki piutang usaha
       dengan periode penagihan relatif singkat, sehingga secara umum memiliki tingkat kolektabilitas yang baik.
       Namun, risiko kredit tetap dapat timbul dari kemungkinan keterlambatan atau kegagalan pelanggan dalam
       memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Sehingga, SGI perlu melakukan
       pemantauan terhadap piutang serta menerapkan pengelolaan kredit yang memadai guna menjaga tingkat
       kolektabilitas piutang usaha.

IV.2 RISIKO KEBIJAKAN/PERATURAN PEMERINTAH
       Kebijakan/peraturan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dikeluarkan di
       kemudian hari tentunya dapat menjadi suatu risiko apabila memberikan dampak yang kurang baik bagi
       kelangsungan usaha bisnis SGI sebagai salah satu industri strategis di Indonesia. Sebagai perusahaan
       yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi telekomunikasi, kegiatan usaha SGI tunduk
       pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya di sektor telekomunikasi yang


 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                   IV - 1
Page 90
       berada di bawah kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital. Mengingat kegiatan usaha SGI juga
       berkaitan dengan penggelaran infrastruktur telekomunikasi, termasuk yang berpotensi melibatkan wilayah
       laut, maka SGI juga perlu memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh instansi terkait lainnya seperti
       Kementerian Kelautan dan Perikanan. Perubahan atau penyesuaian terhadap kebijakan dan peraturan yang
       berlaku di sektor-sektor tersebut dapat mempengaruhi kegiatan usaha SGI, khususnya dalam hal perizinan,
       pelaksanaan proyek, serta pemenuhan kewajiban administratif lainnya. Oleh karena itu, SGI perlu
       memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku untuk meminimalkan potensi risiko terhadap
       kelangsungan usahanya.

IV.3 RISIKO OPERASIONAL
       Pengelolaan risiko operasional dalam industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi dilakukan dengan terus
       melakukan penyempurnaan atau penyesuaian sistem dan kerja, serta peningkatan kapabilitas teknis dan
       manajemen proyek secara berkelanjutan agar memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pelanggan.
       Beberapa risiko operasional yang dapat diidentifikasi antara lain meliputi kinerja pelaksanaan proyek,
       ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, serta kualitas hasil konstruksi. Selain itu, risiko juga mencakup
       ketersediaan dan kesiapan peralatan serta kapal pendukung, kondisi cuaca dan lingkungan kerja yang
       dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek, serta koordinasi dengan pihak ketiga. SGI juga menghadapi
       risiko terkait fluktuasi biaya proyek dan ketersediaan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan
       proyek. Seiring dengan perkembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi
       faktor penting dalam menjaga efisiensi dan kualitas pelaksanaan pekerjaan. SGI perlu memastikan
       penerapan manajemen proyek yang efektif, pengendalian kualitas yang memadai, serta pengelolaan
       sumber daya secara optimal untuk meminimalkan potensi risiko operasional yang dapat mempengaruhi
       kinerja SGI.

IV.4 RISIKO KOMPETISI
       Kegiatan usaha bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi di Indonesia cukup banyak dilakukan oleh
       berbagai perusahaan, baik perusahaan nasional maupun multinasional. Sejumlah pesaing tersebut
       berkompetisi dalam memperoleh proyek. Berdasarkan kondisi pasar, jumlah perusahaan konstruksi di
       Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari 186 ribu perusahaan, dengan dominasi perusahaan
       berskala kecil yang mencerminkan tingginya tingkat persaingan di pasar. Di sisi lain, terdapat sejumlah
       perusahaan besar yang memiliki kapasitas dan skala usaha lebih besar sehingga turut mendominasi proyek-
       proyek berskala besar. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi
       di Indonesia, tingkat persaingan dalam industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi diperkirakan akan
       tetap tinggi, baik dari sisi harga maupun kualitas. Kondisi ini dapat memberikan tekanan terhadap margin
       serta peluang SGI dalam memperoleh proyek. Untuk meningkatkan daya saing, SGI perlu terus memperkuat
       kapabilitas teknis dan menjaga kualitas pelaksanaan proyek di tengah dinamika industri konstruksi dan
       infrastruktur jaringan.



 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                IV - 2
Page 91
IV.5 RISIKO HUKUM
       Risiko hukum berkaitan dengan kemungkinan timbulnya tuntutan hukum terhadap SGI sebagai akibat
       kurang memadai atau lemahnya kerangka hukum, kurang memadainya bukti-bukti transaksi dan sempitnya
       cakupan kewajiban yang tercakup dalam kontrak kerja sama ataupun transaksi keuangan lainnya. Untuk
       menghadapinya, SGI harus dapat memastikan bahwa segala kegiatan dan hubungan kerja dengan pihak-
       pihak yang terkait dilandasi oleh peraturan dan syarat-syarat serta ketentuan kerja yang telah diatur untuk
       melindungi kepentingan SGI dari sisi hukum beserta tuntutan yang dapat terjadi di masa depan.

IV.6 RISIKO REPUTASI
       Risiko reputasi dapat timbul dari adanya pemberitaan sepihak atau buruknya opini publik yang dapat
       berdampak pada berkurangnya jumlah pelanggan atau menurunnya pendapatan. Dalam industri rekayasa,
       pengadaan, dan konstruksi, reputasi SGI sangat dipengaruhi oleh kualitas hasil pekerjaan, ketepatan waktu
       penyelesaian proyek, serta kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Untuk menghadapinya, SGI perlu
       menjaga kualitas pelaksanaan proyek melalui pengendalian mutu (quality control) pada layanan yang di
       tawarkan maupun kegiatan paparan publik agar dapat tercipta Good Corporate Governance.

IV.7 RISIKO STRATEGI
       Risiko strategi berhubungan dengan potensi kerugian yang dapat timbul sebagai akibat keputusan bisnis
       yang tidak tepat, strategi bisnis yang salah atau ketidakmampuan SGI dalam memanfaatkan berbagai
       peluang baru maupun penyesuaian terhadap perubahan lingkungan eksternal. Untuk menghadapinya, SGI
       harus dapat mengumpulkan semua informasi yang penting bagi perkembangan usaha dan memantau
       pergerakan pasar dan meningkatkan prinsip kehati-hatian sewaktu mempertimbangkan faktor dalam proses
       pengambilan keputusan.




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 IV - 3
Page 92
                                                               BAB V
                            PENDEKATAN, METODE DAN HASIL PENILAIAN

 V.1     METODE PENILAIAN YANG UMUM DIGUNAKAN
         Pendekatan dan metode penilaian Bisnis yang umum digunakan adalah:
         1. Pendekatan pendapatan dengan metode diskonto arus kas;
         2. Pendekatan pasar dengan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek;
         3. Pendekatan aset dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan;
         4. Pendekatan aset dengan metode penyesuaian aset bersih.

 V.1.1 Metode Diskonto Arus Kas
         Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pendapatan.
         Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto (discounting), terlebih dahulu harus
         diproyeksikan pendapatan mendatang berupa arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau
         arus kas bersih untuk kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
         dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat diskonto (discount rate) yang
         tepat. Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah diproyeksikan, termasuk
         nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat
         diskonto sesuai dengan periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
         maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai
         ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut
         merupakan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
         mendapatkan nilai ekuitas.

V.1.2    Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
         Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
         pendekatan pasar (market based approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan
         harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari
         perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

         Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus sebanding dan sepadan
         dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai variabel pembanding, antara lain sales turnover,
         ekuitas, struktur modal (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

         Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai
         diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari
         perusahaan pembanding, seperti rasio P/E (price/earnings), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book
         value of equity), MVIC/EBIT (market value invested capital/earning before interest, tax) MVIC/EBITDA
         (market value invested capital/earning before interest, tax, depreciation, and amortization), MVIC/BVIC


   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    V-1
Page 93
         (market value invested capital/book value invested capital), MVIC/REVENUE (market value invested
         capital/revenue), dan sebagainya.

V.1.3    Metode Penyesuaian Aset Bersih
         Merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach).
         Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai
         pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
         atau hutang bank).

         Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan mengurangkan jumlah yang
         tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan
         konsep penilaian properti yang berlaku umum.

         Selain aset berwujud, Nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten, lisensi, biaya riset
         dan pengembangan, dan daftar langganan (pool of captive customer), juga harus dihitung. Nilai pasar aset
         tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara
         terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh
         aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

V.2      METODE PENILAIAN SGI DAN ENTITAS ANAK
V.2.1    Metode Penilaian yang Digunakan
         SGI memiliki investasi pada entitas anak, yaitu JNM sebesar 99%, dan kepemilikan JNM pada entitas
         anaknya, yaitu NNM sebesar 99%. Dalam hal melakukan penilaian saham SGI, penilaian dilakukan secara
         terpisah sesuai dengan persentase kepemilikannya.

         Pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent Entity) adalah
         Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted
         Cashflow/“DCF”) dan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company/“GPTC”), sedangkan pendekatan penilaian yang
         digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM (subsidiary) adalah Pendekatan Biaya (Cost Approach)
         dengan metode Penyesuaian Aset Bersih (“PAB”). Selanjutnya nilai - nilai yang diperoleh dari setiap metode
         tersebut direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         Pendekatan pendapatan dengan metode DCF digunakan dalam penilaian saham SGI (Entitas Induk/Parent
         Entity) mengingat bahwa pendapatan yang diperoleh dimasa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
         cukup meyakinkan, dan SGI merupakan perusahaan yang beroperasi dengan baik (going concern)
         sehingga dapat men-generate income secara berkesinambungan, dengan asumsi going concern, yaitu
         aktivitas operasi berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti dan ketersediaan data terkait
         dengan Pendekatan Pendapatan dengan metode DCF untuk melakukan penilaian SGI sudah memadai.

         Pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC digunakan dalam penilaian saham SGI karena
         meskipun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis

   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                      V-2
Page 94
         dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada
         dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham dan ketersediaan data terkait dengan
         pendekatan pasar dengan menggunakan metode GPTC untuk melakukan penilaian saham SGI sudah
         memadai.

         Pendekatan aset dengan Metode PAB digunakan dalam penilaian saham JNM dan NNM dengan
         mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan posisi keuangan dan laba
         rugi periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 menunjukkan kondisi bisnis tidak
         mencerminkan usaha yang berkelanjutan (not going concern). JNM dan NNM juga memiliki karakteristik
         sebagai heavy asset based company, hal ini tercermin berdasarkan komposisi aset tetap terhadap aset
         tidak lancar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total aset JNM dan NNM. Selain itu ketersediaan
         data terkait dengan pendekatan aset dengan Metode PAB untuk melakukan penilaian JNM dan NNM sudah
         memadai.

         Dalam menentukan pendekatan penilaian dan metode penilaian tersebut kami telah mempertimbangkan
         ketentuan-ketentuan dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.

         Berdasarkan strategi dan rencana masa depan (business plan), SGI (Entitas Induk/Parent Entity) akan tetap
         terus melanjutkan operasinya yaitu jasa penggelaran kabel bawah laut, jasa perbaikan kabel bawah laut,
         dan manage serviced. Dalam penilaian ini, jangka waktu proyeksi disajikan sampai dengan FY2030.

V.2.2    Control Premium (“CP”), Discount for Lack of Control (“DLOC”) dan Discount for Lack of
         Marketability (“DLOM”)
V.2.2.1 Control Premium (“CP”) dan Discount for Lack of Control (“DLOC”)
         CP dan DLOC mencerminkan perubahan terhadap nilai dari penyertaan mayoritas atau pengurangan
         terhadap nilai dari penyertaan minoritas sebagai pengaruh dari ketiadaan pengendalian dari pemilik yang
         berada dalam posisi minoritas atau dibatasi pengendaliannya.

         Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan terbuka, Premi Pengendalian (Premium for Control) atau
         Diskon Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam penilaian adalah antara
         20% (dua puluh perseratus) sampai dengan 35% (tiga puluh lima perseratus) dari indikasi nilai.

         Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Premi Pengendalian (Premium for Control) atau
         Diskon Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam penilaian adalah antara
         30% (tiga puluh perseratus) sampai dengan 70% (tujuh puluh perseratus) dari indikasi nilai.

         Lebih jauh, dijelaskan dalam menggunakan Premi Pengendalian (Premium for Control) atau Diskon
         Pengendalian (Discount for Lack of Control), maka Penilai Bisnis wajib memperhatikan: (1) Besarnya
         kerugian pemegang saham minoritas dari perusahaan tertutup apabila dibandingkan dengan pemegang
         saham minoritas perusahaan yang tercatat di bursa efek; (2) Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemegang
         saham pengendali terhadap perusahaan yang dikendalikan untuk membuat saham yang dimilikinya lebih
         menguntungkan.

   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                V-3
Page 95
        Keuntungan posisi pengendali dalam perusahaan tertutup:
        1. Menetapkan kebijakan perusahaan dan mempengaruhi operasional usaha
        2. Menunjuk manajemen dan menentukan kompensasi dan tunjangan manajemen
        3. Wewenang untuk mengakuisisi dan menjual, mengeliminasi aset bisnis
        4. Wewenang untuk memilih vendor dan pemasok
        5. Memfasilitasi reorganisasi bisnis:
            a) Akuisisi bisnis
            b) Disposisi bisnis
            c) Likuidasi
            d) Rekapitalisasi
            e) Penawaran umum perdana
        6. Jual atau beli saham treasury
        7. Wewenang untuk mendikte kebijakan dan pembayaran dividen
        8. Wewenang untuk merevisi dokumen organisasi perusahaan
        9. Kemampuan untuk membuat atau merevisi dokumen pembelian/penjualan
        10. Wewenang untuk membatalkan/memblokir (hak veto) semua hal di atas (National Association of
            Certified Valuators and Analysts (NACVA): Fundamentals, Techniques & Theory, 2012).

        Beberapa hak pengendali yang tidak dimiliki pemegang hak kepemilikan minoritas adalah kemampuan
        untuk melakukan:
        1. Pemilihan atau penunjukan manajemen perusahaan
        2. Menentukan kompensasi dan perquisites manajemen
        3. Menetapkan kebijakan investasi dan perubahan arah bisnis perusahaan
        4. Memperoleh dan/atau melikuidasi aset perusahaan
        5. Meminjam dana atas nama perusahaan
        6. Melakukan likuidasi, lebur, jual, atau rekapitalisasi perusahaan
        7. Menyatakan dan membayar distribusi (Natasha M. Perssico, 2017)

        Kepemilikan mayoritas, memiliki hak kendali. Akibatnya, kepemilikan saham yang mayoritas/pengendali
        pada perusahaan biasanya bernilai lebih tinggi, dibanding kepemilikan saham non pengendali.

V.2.2.2 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”)
        Dalam hal Objek penilaian merupakan perusahaan terbuka, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
        Marketability) bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 0% (nol perseratus) sampai dengan 20%
        (dua puluh perseratus) dari indikasi nilai, sedangkan untuk pemegang saham minoritas adalah antara 10%
        (sepuluh perseratus) sampai dengan 30% (tiga puluh perseratus) dari indikasi nilai.

        Dalam hal Objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
        Marketability) bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh perseratus) sampai dengan



  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                              V-4
Page 96
      40% (empat puluh perseratus) dari indikasi nilai, sedangkan untuk pemegang saham minoritas adalah
      antara 30% (tiga puluh perseratus) sampai dengan 50% (lima puluh perseratus) dari indikasi nilai.

      Dalam Mandelbaum v. Commissioner (1995), Hakim Pengadilan Tinggi A.S. David Laro menyebutkan
      sembilan faktor spesifik (tapi tidak eksklusif) yang perlu dipertimbangkan dalam mengenakan DLOM:
      1. Analisis laporan keuangan
      2. Sejarah dan kebijakan Dividen
      3. Sifat perusahaan, sejarahnya, posisinya di industri, dan prospek ekonominya
      4. Manajemen perusahaan
      5. Jumlah kendali saham yang dialihkan
      6. Pembatasan transferability
      7. Holding period untuk saham
      8. Perihal kebijakan penebusan perusahaan
      9. Biaya yang terkait dengan penawaran umum

      NACVA: Fundamentals, Techniques & Theory, 2012 menyebutkan tentang DLOM:
      1. Faktor yang dapat menaikkan diskon:
          a. Pembatasan transfer
          b. Sedikit atau tidak ada dividen
          c. Sedikit atau tidak ada prospek baik penawaran umum maupun penjualan perusahaan; terutama jika
              demikian dinyatakan dalam notulen perusahaan atau dokumentasi lainnya
          d. Terbatasnya akses terhadap informasi keuangan
          e. Ukuran perusahaan
          f. Perjanjian jual beli

      2. Faktor yang dapat menurunkan diskon:
          a. Adanya opsi jual (Put Option)
          b. Sedikit perusahaan sejenis yang mau menjual saham di pasar
          c. Penawaran umum perusahaan
          d. Pembayaran dividen tinggi
          e. Ukuran perusahaan
          f. Perjanjian jual beli

      Dalam pembentukan harga saham business interest (penyertaan dalam perusahaan) pada pasar for
      corporate control, pada umumnya menunjukkan bahwa saham Perusahaan Terbuka (Tbk) harga sahamnya
      lebih tinggi dari Perusahaan Tertutup (Ttp). Hal ini karena saham perusahaan Tbk dianggap memiliki daya
      jual lebih tinggi dan dapat dikonversi menjadi tunai dengan cepat. Oleh karena itu dalam proses valuasi
      terhadap penyertaan saham perusahaan tertutup (Ttp) dalam konteks nilai pasar yang mengeksplorasi data
      dari pasar, terhadap indikasi nilai yang dihasilkan, harus dikurangi dengan potongan karena
      ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (discount for lack of marketability, DLOM). Potongan ini


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 V-5
Page 97
        adalah kompensasi yang harus diterima oleh investor atas unlikuiditas (ketidakmampuan saham untuk
        dikonversi dengan cepat menjadi tunai) dari perusahaan tertutup (Ttp) tersebut.

V.2.2.3 DLOC dan DLOM Pada Objek Penilaian
        Dengan mengacu kepada:
        ➢ Objek yang dinilai adalah saham mayoritas, sehingga pemegang kepemilikan mayoritas memiliki
            keuntungan posisi pengendali dalam perusahaan;
        ➢ Prospek Engineering, Procurement, and Construction (EPC), khususnya dalam Jasa Penggelaran kabel
            (Power / Fiber Optic) bawah laut yang masih terus berkembang seiring dengan kenaikan kebutuhan
            akan jaringan internet yang cepat dan stabil dan kebutuhan atas daya listrik di berbagai wilayah
            Indonesia;
        ➢ Kinerja keuangan historis yang cukup baik;
        ➢ Prospect for liquidity, sebagai perusahaan tertutup maka saham SGI tidak memiliki prospek untuk
            dicairkan dalam suatu kerangka waktu tertentu;
        ➢ Objek yang dinilai sudah memiliki standby buyer, yaitu INET;
        ➢ Terkait dengan karakteristik objek penilaian yang merupakan contract based company, hubungan
            dengan pelanggan (kontrak) sangat terikat dengan pemegang saham saat ini atau manajemen kunci,
            terdapat risiko bahwa pelanggan tidak dapat mentransfer loyalitas mereka kepada pemilik baru,
            sehingga ada potensi yang menyebabkan berkurangnya basis pelanggan.

        Maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, penggunaan CP, DLOC, dan DLOM yang digunakan
        untuk menilai saham SGI (termasuk di dalamnya penilaian saham atas seluruh entitas anak
        perusahaan/subsidiary) adalah sebagai berikut:

                                     Tabel V.1. Dasar Pengenaan CP, DLOC, DLOM
                                                                                     DISKON/PREMI
            ENTITAS                             METODE
                                                                             CP            DLOC     DLOM
                          Metode Diskonto Arus Kas                           0%             0%       30%
               SGI        Metode Pembanding Perusahaan Tercatat Di
                                                                            50%            0%        30%
                          Bursa Efek
            JNM           Metode Penyesuaian Aset Bersih                     0%            0%        30%
            NNM           Metode Penyesuaian Aset Bersih                     0%            0%        30%
        Sumber: Data diolah

        Diskon Pengendalian atau DLOC tidak dikenakan dengan dasar pertimbangan objek penilaian adalah
        saham mayoritas, sedangkan Premi Kendali atau CP dikenakan dengan dasar pertimbangan indikasi nilai
        yang dihasilkan oleh metode GPTC belum mencerminkan nilai pemegang saham mayoritas sehingga perlu
        di tambahkan premi kendali atas indikasi nilai yang dihasilkan dari metode GPTC.

        Diskon Marketabilitas atau DLOM yang dikenakan pada SGI, JNM, dan NNM sebesar 30% dengan dasar
        pertimbangan prospek industri konstruksi dan telekomunikasi cukup baik, prospect for liquidity sebagai
        perusahaan tertutup maka saham SGI tidak memiliki prospek untuk dicairkan dalam suatu kerangka waktu
        tertentu, dan objek yang dinilai sudah memiliki standby buyer. DLOM diaplikasikan pada perhitungan Sum
  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                              V-6
Page 98
         of The Parts setelah indikasi nilai standalone SGI, JNM, dan NNM telah dijumlahkan dan sudah
         mencerminkan indikasi nilai entitas anak sehingga tidak terjadi double counting dalam pengenaan DLOM.

V.3      PENENTUAN NILAI PASAR NNM
V.3.1    Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB
         Pendekatan aset dengan metode penyesuaian aset bersih, metode ini merupakan metode penilaian yang
         berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach). Dalam penilaian ini kami melakukan
         penyesuaian pada beberapa pos aset tidak lancar di antaranya:
               1. Aset Tetap
                    Disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), penyesuaian
                    dengan nilai aset tetap berdasarkan dari penilaian aset yang telah dilakukan oleh KJPP Iwan
                    Bachron dan Rekan, Nomor Laporan 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April
                    2026. Aset tetap yang dinilai berupa Kapal Nostag 10 dan Kendaraan dengan total Nilai Buku
                    Rp135.151.990.601,- dan Nilai Pasar dari hasil penilaian aset adalah Rp123.440.000.000,-. Nilai
                    Pasar aset tetap lebih rendah dibandingkan Nilai Buku aset tetap sehingga terdapat penyesuaian
                    sebesar Rp11.711.990.601,-.

         Kami tidak melakukan penyesuaian pada aset lancar karena kami anggap telah merefleksikan nilai pasar.
         Kami juga tidak melakukan penyesuaian pada liabilitas karena jumlahnya telah mencerminkan jumlah yang
         harus dibayarkan oleh NNM jika liabilitas-liabilitas tersebut harus dibayar pada tanggal laporan posisi
         keuangan 31 Desember 2025, atau dengan kata lain telah merefleksikan nilai pasarnya.

         Berdasarkan hasil analisa di atas, kondisi laporan posisi keuangan NNM sebelum dan sesudah
         penyesuaian adalah sebagai berikut:

              Tabel V.2. Perhitungan Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
                                                                31-Des-25                            31-Des-25
                            Keterangan                          Nilai Buku       Penyesuaian         Nilai Pasar
                                                               Book Value         Adjustment        Market Value
          Aset
          Aset Lancar
          Kas dan setara kas                                       120.872.177                          120.872.177
          Piutang lain-lain                                         93.339.582                           93.339.582
          Pembayaran di muka                                       718.490.344                          718.490.344
          Pajak dibayar di muka                                    336.502.594                          336.502.594
          Piutang usaha                                                      -                                    -
          Total Aset Lancar                                      1.269.204.697                  -     1.269.204.697
          Aset Tidak Lancar
          Piutang lain-lain - pihak berelasi                    94.011.860.107                       94.011.860.107
          Aset tetap - nilai buku                              135.151.990.601   (11.711.990.601)   123.440.000.000
          Aset lainnya                                               2.776.000                            2.776.000
          Total Aset Tidak Lancar                              229.166.626.708   (11.711.990.601)   217.454.636.107
          Total Aset                                           230.435.831.405   (11.711.990.601)   218.723.840.804
          Liabilitas
          Liabilitas Jangka Pendek

   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                       V-7
Page 99
                                                                31-Des-25                              31-Des-25
                            Keterangan                          Nilai Buku        Penyesuaian          Nilai Pasar
                                                                Book Value         Adjustment         Market Value
          Utang Usaha                                            3.792.403.937                          3.792.403.937
          Utang pajak                                            5.185.940.437                          5.185.940.437
          Biaya yang masih harus dibayar                           238.746.472                            238.746.472
          Liabilitas sewa jangka pendek                          1.160.103.371                          1.160.103.371
          Total Liabilitas Jangka Pendek                        10.377.194.217                   -     10.377.194.217
          Liabilitas Jangka Panjang
          Liabilitas sewa jangka panjang                           922.981.555                            922.981.555
          Liabilitas imbalan pascakerja                          1.991.035.739                          1.991.035.739
          Utang lain-lain - pihak berelasi                     174.227.854.632                        174.227.854.632
          Total Liabilitas Jangka Panjang                      177.141.871.926                   -    177.141.871.926
          Total Liabilitas                                     187.519.066.143                   -    187.519.066.143
          Ekuitas
          Modal saham                                            10.000.000.000                         10.000.000.000
          Ekuitas lainnya                                      131.668.909.200                        131.668.909.200
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                    (100.176.843)                          (100.176.843)
          Akumulasi rugi                                       (98.651.967.095)                       (98.651.967.095)
          Penyesuaian                                                         -   (11.711.990.601)    (11.711.990.601)
          Total Ekuitas (Aset Bersih)                            42.916.765.262   (11.711.990.601)      31.204.774.661
          Total Liabilitas dan Ekuitas                         230.435.831.405                        218.723.840.804
         Sumber: Data diolah


V.3.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB
         Berikut adalah indikasi nilai Pasar saham NNM dengan mempergunakan metode PAB yang dihasilkan:

                 Tabel V.3. Indikasi Nilai 100% Saham NNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
                                                                                              Nilai
                                    Keterangan
                                                                                              (Rp)
          Indikasi Nilai 100% Saham NNM                                                                31.204.774.661
         Sumber: Data diolah


V.4      PENENTUAN NILAI PASAR JNM
V.4.1    Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB
         Pendekatan aset dengan metode penyesuaian aset bersih, metode ini merupakan metode penilaian yang
         berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach). Dalam penilaian ini kami melakukan
         penyesuaian pada beberapa pos aset tidak lancar di antaranya:
               1. Aset Tetap
                    Disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), penyesuaian
                    dengan nilai aset tetap berdasarkan dari penilaian aset yang telah dilakukan oleh KJPP Iwan
                    Bachron dan Rekan, Nomor Laporan 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April
                    2026. Aset tetap yang dinilai berupa Kapal Pacific Guardian dengan total Nilai Buku
                    Rp117.137.150.825,- dan Nilai Pasar dari hasil penilaian aset adalah Rp122.803.800.000,-. Nilai
                    Pasar aset tetap lebih tinggi dibandingkan Nilai Buku aset tetap sehingga terdapat penyesuaian
                    sebesar Rp5.666.649.175,-.
   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                         V-8
Page 100
            2. Investasi pada entitas anak
                 Disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), penyesuaian
                 dengan nilai investasi pada entitas anak (NNM) berdasarkan penilaian saham sesuai dengan
                 kepemilikan JNM di NNM yaitu sebesar 99% menggunakan metode PAB dengan total Nilai Buku
                 Rp9.999.990.000,- dan Nilai Pasar dari hasil penilaian saham adalah Rp31.204.743.456,-. Nilai
                 Pasar investasi pada entitas anak lebih tinggi dibandingkan Nilai Buku investasi pada entitas anak
                 sehingga terdapat penyesuaian sebesar Rp21.204.753.456,-.

      Kami tidak melakukan penyesuaian pada aset lancar karena kami anggap telah merefleksikan nilai pasar.
      Kami juga tidak melakukan penyesuaian pada liabilitas karena jumlahnya telah mencerminkan jumlah yang
      harus dibayarkan oleh NNM jika liabilitas-liabilitas tersebut harus dibayar pada tanggal laporan posisi
      keuangan 31 Desember 2025, atau dengan kata lain telah merefleksikan nilai pasarnya.

      Berdasarkan hasil analisa di atas, kondisi laporan posisi keuangan JNM sebelum dan sesudah penyesuaian
      adalah sebagai berikut:

           Tabel V.4. Perhitungan Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
                                                             31-Des-25                             31-Des-25
                         Keterangan                          Nilai Buku       Penyesuaian         Nilai Pasar
                                                            Book Value        Adjustment         Market Value
       Aset
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas                                        61.165.509                 -         61.165.509
       Piutang lain-lain                                          6.250.000                 -          6.250.000
       Pembayaran di muka                                     1.898.523.415                 -      1.898.523.415
       Pajak dibayar di muka                                  3.263.821.410                 -      3.263.821.410
       Total Aset Lancar                                      5.229.760.334                 -      5.229.760.334
       Aset Tidak Lancar
       Uang muka investasi                                  131.668.909.200                -     131.668.909.200
       Investasi pada entitas anak *)                         9.999.990.000   21.204.753.456      31.204.743.456
       Aset tetap - neto                                    117.137.150.825    5.666.649.175     122.803.800.000
       Total Aset Tidak Lancar                              258.806.050.025   26.871.402.631     285.677.452.656
       Total Aset                                           264.035.810.359   26.871.402.631     290.907.212.990
       Liabilitas
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang Usaha                                            6.324.377.092                 -      6.324.377.092
       Utang Pajak                                            5.724.590.310                 -      5.724.590.310
       Biaya yang masih harus dibayar                         3.245.253.469                 -      3.245.253.469
       Utang lain-lain Jangka Pendek (Pihak Ketiga)              65.209.323                 -         65.209.323
       Total Liabilitas Jangka Pendek                        15.359.430.194                 -     15.359.430.194
       Liabilitas Jangka Panjang
       Utang lain-lain Jangka Panjang (Pihak
                                                            502.588.754.362                      502.588.754.362
       Berelasi)
       Liabilitas imbalan pascakerja                          4.066.685.277                        4.066.685.277
       Total Liabilitas Jangka Panjang                      506.655.439.639                 -    506.655.439.639
       Total Liabilitas                                     522.014.869.833                 -    522.014.869.833
       Ekuitas
       Modal Saham                                           12.500.000.000                       12.500.000.000


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                       V-9
Page 101
                                                                  31-Des-25                              31-Des-25
                            Keterangan                            Nilai Buku        Penyesuaian         Nilai Pasar
                                                                  Book Value        Adjustment          Market Value
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                    (1.122.288.315)                        (1.122.288.315)
          Akumulasi rugi                                       (269.356.771.159)                      (269.356.771.159)
          Penyesuaian                                                           -   26.871.402.631       26.871.402.631
          Total Ekuitas (Aset Bersih)                          (257.979.059.474)    26.871.402.631    (231.107.656.843)
          Total Liabilitas dan Ekuitas                           264.035.810.359                        290.907.212.990
         Sumber: Data diolah


V.4.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB
         Berikut adalah indikasi nilai Pasar saham JNM dengan mempergunakan metode PAB yang dihasilkan:

                    Tabel V.5. Indikasi Nilai 100% Saham JNM Berdasarkan Metode PAB (dalam Rupiah penuh)
                                                                                              Nilai
                                     Keterangan
                                                                                              (Rp)
              Indikasi Nilai 100% Saham JNM                                                           (231.107.656.843)
             Sumber: Data diolah


V.5      PENENTUAN NILAI PASAR SGI
V.5.1    Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF
         Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan
         ekonomi untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to equity), dan
         AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).

         Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (“AKB”) yang akan digunakan sebagai economic income yang di
         diskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm).

         Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban penyediaan
         pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan operasi perusahaan saat ini
         maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk
         pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai
         berikut:

         FCFF = EBIT x (1-t) + D + ΔWC - Capex
         dimana :
         FCFF         : Arus kas bersih untuk perusahaan
         EBIT         : Earnings before Interest and Tax
         (1-t)        : Pajak
         D            : Depresiasi dan amortisasi
         ∆WC          : Perubahan modal kerja bersih
         Capex        : Capital expenditure

         Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang


   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                       V - 10
Page 102
      menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of return), setelah
      memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang
      untuk menghasilkan nilai perusahaan (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas
      untuk mendapatkan nilai ekuitas.

      Penentuan Tingkat Diskonto
      Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
      Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
      ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
      sebagai berikut:

      k e = R f + (   RPm ) − RBDS

       dimana:
      ke      = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
      Rf      = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
      β       = Beta
      RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
      RBDS = Rating-based default spread

      Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
      bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
      panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
      bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30
      tahun dengan yield sebesar 6,70% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka tersebut
      akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

      Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
      bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
      (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
      premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
      perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
      penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara Indonesia, yang diolah
      dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Januari
      2026.

      Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market
      risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

      Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
      pembanding yang bergerak dalam bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi sebesar 0,78 yang kami
      diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  V - 11
Page 103
      Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
      cost of equity SGI, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
      menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
      sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
      pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
      Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
      relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
      mendiskonto arus kas bersih SGI dengan formula sebagai berikut:

       L = U  (1 + (1 − T )  DER)

      dimana:
      T       = Tingkat pajak

      DER = Debt to Equity Ratio

      βL      = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara Objektif dari
                 responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                 apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang

      βU      = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara Objektif dari
                responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang

                            Tabel V.6. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
                                                              Beta 3             Total Debt       Market
                                                                                                                         Unlevered
       No.         Companies           Ticker   Country       Years      Tax      (Million     Capitalization    DER
                                                                                                                           Beta
                                                            (Country)               IDR)       (Million IDR)
          1   Cenergy Holdings SA      CENER    Belgium          0,80   25,00%    12.676.781      63.459.172    19,98%        0,69
          2   Reach Subsea ASA         REACH     Norway          0,73   22,00%     2.903.145       3.700.362    78,46%        0,45
          3   Furukawa Electric Co.,
                                       5801      Japan           1,55   29,74%    33.822.329      75.023.040    45,08%        1,18
              Ltd.
          4   Nexans S.A.               NEX      France          1,19   25,83%    37.263.825     108.283.216    34,41%        0,95
          5   Prysmian S.p.A.           PRY       Italy          1,24   27,81%   102.142.106     485.765.262    21,03%        1,08
          6   PT Ketrosden
                                       KETR     Indonesia        0,90   22,00%      685.038        3.040.151    22,53%        0,76
              Triasmitra
          7   Wei Yuan Holdings
                                       1343     Singapore        0,06   17,00%      608.561        1.630.518    37,32%        0,05
              Limited
          8   Hengtong Optic-
                                       600487    China           1,30   25,00%    41.868.792     142.774.491    29,33%        1,07
              Electric Co., Ltd.
      Sumber: Data diolah

      Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
      pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi yang
      bersumber dari S&P Capital IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 36,02%.
      Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 1,06.

      Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
      mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                  V - 12
Page 104
      Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

      Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal atas
      ekuitas SGI adalah:

                                          Tabel V.7. Biaya Modal untuk Ekuitas SGI
                                                       FY2026          FY2027      FY2028      FY2029      FY2030
                      Keterangan
                                                      Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi
          Unlevered Beta                                   0,78            0,78        0,78        0,78        0,78
          Tax Rate (Effective Tax Rate)                  0,00%           0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Debt to Equity Ratio (DER)                    36,02%          36,02%      36,02%      36,02%      36,02%
          Beta Relevered                                   1,06            1,06        1,06        1,06        1,06

         Risk Free Rate (Rf)                                 6,70%       6,70%       6,70%       6,70%       6,70%
         Risk Premium Market (Rpm)                           6,69%       6,69%       6,69%       6,69%       6,69%
         Beta (β)                                              1,06        1,06        1,06        1,06        1,06
         Specific Risk (SR)                                       -
         Rating Based Default Spread (RBDS)                  1,62%       1,62%       1,62%       1,62%       1,62%
       Cost of Equity (CoE)                                 12,17%      12,17%      12,17%      12,17%      12,17%
      Sumber: Data diolah

      Penentuan Biaya Modal Untuk Utang
      Karena perhitungan nilai saham Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap
      keseluruhan perusahaan (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
      diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang
      maupun yang berasal dari penyertaan.

      Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak
      yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko
      gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-rata suku
      bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah yaitu
      sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:

         Kd     = i x (1-Tax)
         Kd     = 8,44% x (1-0%) = 8,44%

      Biaya Modal Tertimbang
      Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
      bearing debt dengan ekuitasnya, di mana komposisi struktur permodalan SGI diasumsikan mengikuti
      struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
      sebesar 26,48%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 73,52% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
      mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
      berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 11,19% untuk SGI adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
      bersih dengan perhitungan sebagai berikut:



Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                     V - 13
Page 105
                                                      Tabel V.8. WACC SGI
                                                         FY2026       FY2027     FY2028     FY2029     FY2030
                       Keterangan
                                                        Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
       Cost of Equity (CoE)                                 12,17%     12,17%     12,17%     12,17%     12,17%

         Interest Rate                                      8,44%       8,44%      8,44%      8,44%      8,44%
         Tax Rate (Effective Tax Rate)                      0,00%       0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
       Cost of Debt (CoD)                                   8,44%       8,44%      8,44%      8,44%      8,44%

          Weighted Equity (WE)                              73,52%     73,52%     73,52%     73,52%     73,52%
          Weighted Debt (WD)                                26,48%     26,48%     26,48%     26,48%     26,48%

         Weighted Cost of Equity (WCoE)                     8,95%       8,95%      8,95%      8,95%      8,95%
         Weighted Cost of Debt (WCoD)                       2,23%       2,23%      2,23%      2,23%      2,23%
       Weighted Average Cost of Capital
       (WACC)                                               11,19%     11,19%     11,19%     11,19%     11,19%
      Sumber: Data diolah

      Asumsi Proyeksi Keuangan SGI
      Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang diberikan oleh Pemberi
      Tugas. Dalam hal ini kami hanya mereviu kewajaran asumsi yang digunakan. Proyeksi yang digunakan
      dalam penilaian ini telah disusun dengan hati-hati dengan penetapan asumsi yang didasarkan pada data
      dan pertimbangan yang memadai yang dapat dipertanggungjawabkan.

      Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SGI pada
      tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu,
      berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
      setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Secara
      garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SGI yang
      dinilai.

      Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
      ➢ Periode proyeksi keuangan
          Proyeksi keuangan eksplisit (periode tetap) yang digunakan didasarkan pada Business Plan manajemen
          mulai FY2026 sampai dengan FY2030 yang kemudian kami sesuaikan dengan kinerja SGI per 31
          Desember 2025. Ditetapkan proyeksi hingga FY2030 dengan mempertimbangkan pada tahun tersebut
          perusahaan sudah mencapai fase maturity-nya, dengan indikator tidak terdapat perubahan yang
          signifikan sehingga proyeksi setelah periode tersebut sudah dapat tercermin dari proyeksi keuangan
          FY2030.

      ➢ Pendapatan
          Pendapatan SGI bersumber dari Kontrak pekerjaan Jasa Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic)
          bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan Managed Service (kegiatan
          Preventive Maintenance). Untuk periode dasar asumsi pendapatan yang digunakan adalah berdasarkan
          dari Anggaran (Budget) tahun 2025 yang telah ditentukan manajemen. Selanjutnya untuk periode

Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                 V - 14
Page 106
          FY2026 sampai dengan FY2030 dasar asumsi pendapatan yang digunakan adalah berdasarkan
          rencana bisnis manajemen mengasumsikan proyeksi pendapatan berdasarkan kontrak jangka panjang
          yang sedang berjalan dan menguantifikasi prospek nilai kontrak baru yang didapatkan dengan model
          probabilitas dari besaran nilai kontrak.

          Grafik berikut menunjukkan proyeksi Pendapatan SGI pada periode eksplisit yaitu untuk periode FY2026
          sampai dengan FY2030.

                                  Grafik V.1. Proyeksi Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh)

                                                            PENDAPATAN

               400.000.000.000




               350.000.000.000




               300.000.000.000




               250.000.000.000
                                      FY2026            FY2027            FY2028            FY2029            FY2030
                     Pendapatan   288.591.130.200   304.797.375.200   350.968.475.200   344.934.875.200   358.523.875.200


          Sumber: Manajemen SGI (data diolah)

      ➢ Beban Pokok Pendapatan
          Beban pokok pendapatan SGI terdiri dari beban yang terkait langsung dengan kontrak pekerjaan Jasa
          Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic) bawah laut, Jasa perbaikan kabel bawah laut (Corrective
          Maintenance), dan Managed Service (kegiatan Preventive Maintenance). Selain beban langsung dari
          masing-masing jenis pekerjaan, beban penyusutan juga ikut di proyeksikan ke dalam beban pokok
          pendapatan.

          Untuk dasar asumsi beban pekerjaan Jasa Penggelaran kabel (Power / Fiber Optic) bawah laut, Jasa
          perbaikan kabel bawah laut (Corrective Maintenance), dan Managed Service (kegiatan Preventive
          Maintenance) yang digunakan adalah kinerja historis 5 periode terakhir berdasarkan masing-masing
          jenis pekerjaan jasa dengan persentase beban pokok pendapatan untuk masing-masing periode adalah
          sebesar 82,14%, 85,27%, 56,04%, 42,70% dan 43,90%.

          Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan SGI pada periode eksplisit yaitu untuk
          periode untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030:




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                               V - 15
Page 107
                           Grafik V.2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan SGI (dalam Rupiah penuh)

                                                   BEBAN POKOK PENDAPATAN
               300.000.000.000




               250.000.000.000




               200.000.000.000




               150.000.000.000
                                                  FY2026            FY2027            FY2028            FY2029            FY2030
                     Beban Pokok Pendapatan   166.971.108.795   182.263.761.447   251.920.433.252   249.695.649.906   273.341.945.967

          Sumber: Manajemen SGI (data diolah)

      ➢ Beban Usaha
          Beban Usaha terdiri dari gaji dan tunjangan, penyusutan, BPJS, tunjangan komisaris/direksi, imbalan
          pascakerja, legalitas dan administrasi kantor, kesehatan dan pengobatan, jamuan dan hadiah,
          konsultan, rumah tangga kantor, internet & home cable, perbaikan dan pemeliharaan, perjalanan dinas,
          listrik, pengembangan dan administrasi karyawan, asuransi, alat tulis kantor, BBM, tol dan parkir,
          telekomunikasi, ekspedisi/kurir, sewa kantor, dan lainnya.

          Untuk dasar asumsi peningkatan beban gaji dan tunjangan, BPJS, tunjangan komisaris/direksi, imbalan
          pascakerja adalah rata-rata peningkatan upah gaji selama 3 tahun terakhir yaitu sebesar 5,16%,
          sedangkan untuk dasar asumsi peningkatan beban legalitas dan administrasi kantor, kesehatan dan
          pengobatan, jamuan dan hadiah, konsultan, rumah tangga kantor, internet & home cable, perbaikan dan
          pemeliharaan, perjalanan dinas, listrik, pengembangan dan administrasi karyawan, asuransi, alat tulis
          kantor, BBM, tol dan parkir, telekomunikasi, ekspedisi/kurir, sewa kantor, dan lainnya yaitu rata-rata
          inflasi selama 3 tahun terakhir yaitu sebesar 2,61%.

          Untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 dasar asumsi beban penyusutan adalah berdasarkan
          dari proyeksi aset tetap.

          Grafik dan Tabel berikut menunjukkan proyeksi Beban Usaha SGI pada periode eksplisit yaitu untuk
          periode untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030:




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                         V - 16
Page 108
                                   Grafik V.3. Proyeksi Beban Usaha SGI (dalam Rupiah penuh)

                                                                  BEBAN USAHA

                60.000.000.000




                50.000.000.000




                40.000.000.000




                30.000.000.000
                                        FY2026                  FY2027               FY2028              FY2029               FY2030
                    Beban Usaha     36.295.184.511          49.911.346.566       57.738.768.432      59.372.145.599       53.919.946.027

          Sumber: Manajemen SGI (data diolah)

      ➢ Laba Bersih
          Laba bersih adalah laba yang didapatkan setelah dikurangi dengan pajak yang harus ditanggung.

          Grafik dan Tabel berikut menunjukkan proyeksi Laba Bersih SGI pada periode eksplisit yaitu untuk
          periode untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030:

                                    Grafik V.4. Proyeksi Laba Bersih SGI (dalam Rupiah penuh)

                                                     LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
                80.000.000.000




                60.000.000.000




                40.000.000.000




                20.000.000.000
                                                         FY2026            FY2027           FY2028           FY2029            FY2030
                      Laba (Rugi) Tahun Berjalan     68.646.118.006    57.902.082.807   27.753.554.986   24.461.251.565    20.292.046.575

          Sumber: Manajemen SGI (data diolah)

      ➢ Proyeksi Biaya Modal (Capital Expenditure)
          Pada periode eksplisit yaitu untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 diproyeksikan capital
          expenditure atas aset tetap dengan total sebesar Rp274 miliar yang terdiri dari penambahan bangunan
          non permanen, Kendaraan, Komputer dan peralatan kantor, Peralatan kapal, dan pemeliharaan kapal.

      ➢ Proyeksi Arus Kas SGI
          Berdasarkan proyeksi keuangan yang telah dibuat, proyeksi arus kas SGI selama periode eksplisit yaitu
          untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 adalah sebagai berikut:


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                              V - 17
Page 109
                                       Gambar V.1. Proyeksi Arus Kas SGI (dalam Rupiah penuh)
           PT Sarana Global Indonesia
           Penilaian Saham
           Laporan Arus Kas
           31 Dec 2025
           Dalam Rupiah Penuh
                         Periode Awal                    01-Jan-26          01-Jan-27        01-Jan-28         01-Jan-29         01-Jan-30
                         Periode Akhir                   31-Dec-26          31-Dec-27        31-Dec-28         31-Dec-29         31-Dec-30
                             Tahun                         FY2026             FY2027           FY2028            FY2029            FY2030
                          Keterangan                     Projection         Projection       Projection        Projection        Projection
           Laba Operasi                                 85.324.836.894    72.622.267.187    41.309.273.516    35.867.079.695    31.261.983.206
           Depresiasi dan Amortisasi                    26.627.112.016    49.406.038.400    62.472.747.869    64.332.682.530    53.376.067.500
           Pendapatan lain-lain                          1.005.721.063     1.005.721.063     1.005.721.063     1.005.721.063     1.005.721.063
           Beban lain-lain                             (10.036.775.000)   (7.648.775.000)   (5.260.775.000)   (3.270.775.000)   (2.474.775.000)
           Beban Pajak                                  (7.647.664.950)   (8.077.130.443)   (9.300.664.593)   (9.140.774.193)   (9.500.882.693)
           Laba (rugi) operasi sebelum perubahan
           modal kerja                                 95.273.230.022 107.308.121.207       90.226.302.855    88.793.934.095    73.668.114.075

           Piutang usaha                                 (700.158.875)   (194.866.553)   (555.168.893)            72.548.998      (163.396.369)
           Utang usaha                                  7.832.341.636   3.148.318.175 14.340.309.090            (458.019.024)    4.868.093.545
           Perubahan modal kerja                        7.132.182.761   2.953.451.622 13.785.140.197            (385.470.026)    4.704.697.176
           Kas neto dari aktivitas operasi            102.405.412.783 110.261.572.829 104.011.443.052         88.408.464.069    78.372.811.251
           Belanja Modal                               (61.238.779.500) (92.837.764.500) (83.764.084.500) (13.112.421.000) (23.000.000.000)
           Kas neto dari aktivitas investasi           (61.238.779.500) (92.837.764.500) (83.764.084.500) (13.112.421.000) (23.000.000.000)
           Penambahan utang bank
           Pembayaran utang bank-jangka pendek                       -                  -   (8.000.000.000) (16.000.000.000)               -
           Pembayaran utang bank-jangka panjang        (24.000.000.000)   (24.000.000.000) (16.000.000.000)               -                -
           Pembayaran Dividen                          (18.377.550.733)   (13.729.223.601) (17.370.624.842) (8.326.066.496) (12.230.625.783)
           Kas neto dari aktivitas pendanaan           (42.377.550.733)   (37.729.223.601) (41.370.624.842) (24.326.066.496) (12.230.625.783)
           Pengaruh perubahan kurs terhadap kas dan setara kas neto
           Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (1.210.917.450)   (20.305.415.273) (21.123.266.290)   50.969.976.573 43.142.185.468
           Kas dan Setara Kas Awal Tahun                67.695.904.431     66.484.986.981 46.179.571.708      25.056.305.418 76.026.281.991
           Kas dan Setara Kas Akhir Tahun               66.484.986.981     46.179.571.708 25.056.305.418      76.026.281.991 119.168.467.460
          Sumber: Manajemen SGI (data diolah)




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                              V - 18
Page 110
      ➢ Proyeksi Posisi Keuangan SGI
          Berdasarkan proyeksi keuangan yang telah dibuat, proyeksi posisi keuangan SGI selama periode
          eksplisit yaitu untuk periode FY2026 sampai dengan FY2030 adalah sebagai berikut:

                                         Gambar V.2. Proyeksi Posisi Keuangan SGI (dalam Rupiah)
           PT Sarana Global Indonesia
           Penilaian Saham
           Laporan Posisi Keuangan
           31 Dec 2025
           Dalam Rupiah Penuh
                     Periode Awal               01-Jan-26         01-Jan-27         01-Jan-28         01-Jan-29         01-Jan-30
                     Periode Akhir              31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28         31-Dec-29         31-Dec-30
                         Tahun                    FY2026            FY2027            FY2028            FY2029            FY2030
                      Keterangan                Projection        Projection        Projection        Projection        Projection
           Kas dan setara kas                  66.484.986.981 46.179.571.708       25.056.305.418    76.026.281.991   119.168.467.460
           Investasi dalam saham               61.303.319.400 61.303.319.400       61.303.319.400    61.303.319.400    61.303.319.400
           Piutang usaha                        3.470.067.169   3.664.933.722       4.220.102.615     4.147.553.617     4.310.949.986
           Piutang lain-lain                          310.500         310.500             310.500           310.500           310.500
           Pembayaran di muka                   2.409.684.657   2.409.684.657       2.409.684.657     2.409.684.657     2.409.684.657
           Pajak dibayar di muka                1.595.621.223   1.595.621.223       1.595.621.223     1.595.621.223     1.595.621.223
           Aset Lancar                        135.263.989.930 115.153.441.210      94.585.343.813   145.482.771.388   188.788.353.226
           Piutang lain-lain                  584.401.561.493   584.401.561.493   584.401.561.493   584.401.561.493   584.401.561.493
           Investasi pada entitas anak         12.375.000.000    12.375.000.000    12.375.000.000    12.375.000.000    12.375.000.000
           Aset tetap                          64.396.747.927   107.828.474.027   129.119.810.658    77.899.549.128    47.523.481.628
           Aset dalam penyelesaian                          -                 -                 -                 -                 -
           Aset hak guna                                    -                 -                 -                 -                 -
           Aset lainnya                           127.964.546       127.964.546       127.964.546       127.964.546       127.964.546
           Aset pajak tangguhan                             -                 -                 -                 -                 -
           Aset Tidak Lancar                  661.301.273.966   704.733.000.066   726.024.336.697   674.804.075.167   644.428.007.667
           Total Aset                         796.565.263.896   819.886.441.276   820.609.680.510   820.286.846.555   833.216.360.893
           Utang usaha                         34.374.558.060 37.522.876.235       51.863.185.325    51.405.166.301    56.273.259.845
           Utang pajak                          3.444.531.266   3.444.531.266       3.444.531.266     3.444.531.266     3.444.531.266
           Pendapatan Diterima Dimuka           2.051.258.365   2.051.258.365       2.051.258.365     2.051.258.365     2.051.258.365
           Biaya yang masih harus dibayar       2.905.720.000   2.905.720.000       2.905.720.000     2.905.720.000     2.905.720.000
           Liabilitas sewa - jangka pendek        714.448.129     714.448.129         714.448.129       714.448.129       714.448.129
           Utang bank- jangka pendek           78.995.000.000 78.995.000.000       70.995.000.000    54.995.000.000    54.995.000.000
           Utang lain-lain                     43.985.600.179 43.985.600.179       43.985.600.179    43.985.600.179    43.985.600.179
           Liabilitas Jangka Pendek           166.471.115.999 169.619.434.174     175.959.743.264   159.501.724.240   164.369.817.784
           Liabilitas sewa - jangka panjang                 -               -                   -                 -                 -
           Utang bank- jangka panjang          40.000.000.000 16.000.000.000                    -                 -                 -
           Utang lain-lain                      4.305.430.553   4.305.430.553       4.305.430.553     4.305.430.553     4.305.430.553
           Deposit                             10.000.000.000 10.000.000.000       10.000.000.000    10.000.000.000    10.000.000.000
           Liabilitas pajak tangguhan                       -               -                   -                 -                 -
           Liabilitas imbalan pascakerja        6.198.874.203   6.198.874.203       6.198.874.203     6.198.874.203     6.198.874.203
           Liabilitas Jangka Panjang           60.504.304.756 36.504.304.756       20.504.304.756    20.504.304.756    20.504.304.756
           Total Liabilitas                   226.975.420.755 206.123.738.930     196.464.048.020   180.006.028.996   184.874.122.540
           Modal saham                         12.000.000.000 12.000.000.000       12.000.000.000    12.000.000.000    12.000.000.000
           Penghasilan komprehensif lain        2.079.312.635   2.079.312.635       2.079.312.635     2.079.312.635     2.079.312.635
           Ekuitas lainnya                     79.610.351.500 79.610.351.500       79.610.351.500    79.610.351.500    79.610.351.500
           Saldo laba                         475.900.179.006 520.073.038.211     530.455.968.355   546.591.153.425   554.652.574.217
           Ekuitas                            569.589.843.141 613.762.702.346     624.145.632.490   640.280.817.560   648.342.238.352
           Total Liabilitas dan Ekuitas       796.565.263.896 819.886.441.276     820.609.680.510   820.286.846.555   833.216.360.893
          Sumber: Manajemen SGI (data diolah)




Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                      V - 19
Page 111
         ➢ Nilai Terminal (Terminal Value) dan Tingkat Pertumbuhan
             Sebagai dasar dalam menentukan nilai terminal (terminal value) atau nilai pada periode kekal (perpetuity
             period), kami menggunakan proyeksi pada periode eksplisit yaitu untuk periode FY2026 sampai dengan
             FY2030 sebagai periode tetap (fixed period), FY2031 dianggap sebagai awal periode kekal. Dalam
             penilaian ini pertumbuhan AKB dalam periode kekal diasumsikan sebesar 2,61% (sumber: Rata – rata
             Inflasi Indonesia 3 tahun dan Proyeksi Inflasi IMF)

V.5.1.1 Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode DCF
         Berikut adalah indikasi nilai Pasar saham SGI dengan mempergunakan metode DCF yang dihasilkan:

                  Tabel V.9. Indikasi Nilai 100% Saham SGI Berdasarkan Metode DCF (dalam Rupiah penuh)
                                                                                         Nilai
                                   Keterangan
                                                                                         (Rp)
          Total Nilai Kini dari Nilai Perusahaan                                                    166.648.153.414
          PV Terminal Value                                                                         400.144.543.746
          Kas dan setara kas                                                                         67.695.904.431
          Aset non operasional                                                                       61.303.319.400
          Interest Bearing Debt                                                                   (202.000.478.861)
          Indikasi Nilai 100% Saham SGI                                                             493.791.442.130
         Sumber: Data diolah


V.5.2.   Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode GPTC
V.5.2.1. Penentuan Perusahaan Pembanding dan Pengali
         Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
         pendekatan pasar (market approach). Dengan metode ini, kami menentukan perusahaan pembanding dan
         perhitungan multiples.

         Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian saham karena walaupun
         di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala
         usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat
         digunakan sebagai data perbandingan atas Objek Penilaian.

         Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, kami menggunakan angka pengali MVIC/
         Revenue, atau perbandingan antara Market Value Invested Capital terhadap Revenue.

         Kami memiliki keyakinan yang memadai bahwa data harga pasar yang digunakan dalam Pendekatan Pasar
         (Market Approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat wajar (arms-length transaction). Kami
         meyakini bahwa multiple tersebut adalah yang paling mencerminkan bisnis perusahaan dinilai, sesuai
         dengan kegiatan usaha yaitu dalam bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, sehingga kami
         berkeyakinan bahwa multiple tersebut adalah yang paling sesuai digunakan dalam penilaian saham ini.

         Perusahaan-perusahaan pembanding yang digunakan dalam metode pembanding perusahaan tercatat di
         bursa efek untuk memperoleh angka pengali MVIC/Revenue dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut:
         1. Industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha yang sejenis;

   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                  V - 20
Page 112
        2. Karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur permodalan (capital structure)
              yang sebanding;
        3. Kinerja keuangan historis selama 5 tahun terakhir yang sebanding;
        4. Ukuran perusahaan (total assets) yang sebanding; dan
        5. Pangsa pasar (market share) yang sebanding.

        Berdasarkan data yang kami olah dari website S&P Capital IQ kami memperoleh 8 Perusahaan pembanding
        yang uraian kriteria pembandingnya dapat dilihat pada tabel berikut:

                                          Tabel V.10. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 1

               Perusahaan                    Industri/Bidang Usaha   Kegiatan Usaha       Produk                    Risiko Usaha               Sejenis

                                                                                                               Terkait dengan Jasa
                                             Rekayasa, Pengadaan,        Jasa           Infrastruktur
 PT Sarana Global Indonesia                                                                                   Konstruksi Infrastruktur
                                                  Konstruksi           Konstruksi      Telekomunikasi
                                                                                                                 Telekomunikasi
                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER)                                  Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 Reach Subsea ASA (OB:REACH)                                         Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801)                              Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 Nexans S.A. (ENXTPA:NEX)                                            Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 Prysmian S.p.A. (BIT:PRY)                                           Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR)                                  Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

                                             Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
 Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343)                               Jasa Konstruksi                                                             √
                                                  Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi

 Hengtong Optic-Electric Co., Ltd.           Rekayasa, Pengadaan,                       Infrastruktur       Terkait dengan Jasa Konstruksi
                                                                     Jasa Konstruksi                                                             √
 (SHSE:600487)                                    Konstruksi                           Telekomunikasi        Infrastruktur Telekomunikasi
Sumber: Data diolah

                                      Tabel V.11. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 2

                                                 Pertumbuhan
                Perusahaan                                           Pertumbuhan Laba Bersih     Sebanding               DER             Sebanding
                                                  Pendapatan

 PT Sarana Global Indonesia                         -9,24%                   33,68%                                     38,90%
 Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER)                 18,24%                   72,07%                     ☑                                    ☑
 Reach Subsea ASA (OB:REACH)                        41,21%                    3,61%                     ☑               19,98%               ☑
 Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801)             8,38%                    42,09%                     ☑               78,46%               ☑
 Nexans S.A. (ENXTPA:NEX)                           1,45%                    21,04%                     ☑               45,08%               ☑
 Prysmian S.p.A. (BIT:PRY)                          11,93%                   42,50%                     ☑               34,41%               ☑
 PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR)                 17,02%                    4,70%                     ☑               21,03%               ☑
 Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343)              1,58%                    38,16%                     ☑               22,53%               ☑
 Hengtong Optic-Electric Co., Ltd.
 (SHSE:600487)
                                                    13,89%                   19,82%                     ☑               37,32%               ☑
Sumber: Data diolah




 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                            V - 21
Page 113
                                      Tabel V.12. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3

                               Perusahaan                                   RoA                      RoE                   Sebanding

 PT Sarana Global Indonesia                                                8,83%                    13,34%
 Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER)                                        4,56%                    17,04%                    ☑
 Reach Subsea ASA (OB:REACH)                                               7,57%                    19,44%                    ☑
 Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801)                                    2,27%                    6,29%                     ☑
 Nexans S.A. (ENXTPA:NEX)                                                  3,63%                    14,30%                    ☑
 Prysmian S.p.A. (BIT:PRY)                                                 4,16%                    13,89%                    ☑
 PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR)                                        5,23%                    10,62%                    ☑
 Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343)                                     1,86%                    3,76%                     ☑
 Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (SHSE:600487)                           3,43%                    7,37%                     ☑
 Rata - rata                                                               4,09%                    11,59%
Sumber: Data diolah

                                      Tabel V.13. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 3

                               Perusahaan                            Gross Profit Margin    Operating Profit Margin        Sebanding

 PT Sarana Global Indonesia                                                37,99%                   28,97%
 Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER)                                        13,74%                   10,51%                    ☑
 Reach Subsea ASA (OB:REACH)                                               79,43%                   11,05%                    ☑
 Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801)                                    15,64%                   2,25%                     ☑
 Nexans S.A. (ENXTPA:NEX)                                                  12,12%                   5,67%                     ☑
 Prysmian S.p.A. (BIT:PRY)                                                 35,38%                   6,58%                     ☑
 PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR)                                        52,30%                   35,97%                    ☑
 Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343)                                     13,72%                   4,50%                     ☑
 Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (SHSE:600487)                           14,06%                   5,21%                     ☑
 Rata - rata                                                               29,55%                   10,22%
Sumber: Data diolah

                                Tabel V.14. Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria 4 dan 5
                                                                     Total Aset                         Pangsa Pasar
                              Perusahaan                            (Dalam Juta        Sebanding         (Dalam Juta         Sebanding
                                                                      Rupiah)                              Rupiah)
 PT Sarana Global Indonesia                                                762.464                              291.067             -
 Cenergy Holdings SA (ENXTBR:CENER)                                     51.435.611         ⮽                  40.415.992            ⮽
 Reach Subsea ASA (OB:REACH)                                             5.974.907         ⮽                   4.435.937            ⮽
 Furukawa Electric Co., Ltd. (TSE:5801)                                109.520.999         ⮽                 135.158.701            ⮽
 Nexans S.A. (ENXTPA:NEX)                                              157.606.368         ⮽                 153.173.934            ⮽
 Prysmian S.p.A. (BIT:PRY)                                             395.977.175         ⮽                 395.310.349            ⮽
 PT Ketrosden Triasmitra (IDX:KETR)                                      2.277.568         ☑                    809.447             ☑
 Wei Yuan Holdings Limited (SEHK:1343)                                   1.687.776         ☑                   1.278.459            ⮽
 Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (SHSE:600487)                       171.738.134         ⮽                 160.499.641            ⮽
Sumber: Data diolah

        Dari tabel-tabel tersebut dapat dilihat bahwa dari kelima kriteria, tidak semua kriteria dapat dipenuhi oleh
        perusahaan-perusahaan terbuka yang bergerak dalam industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.
        Dengan demikian, dalam menerapkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek kami

 Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                                 V - 22
Page 114
      menggunakan 8 (delapan) perusahaan pembanding tersebut untuk menentukan angka pengali
      MVIC/Revenue yang digunakan sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini:

                                  Tabel V.15. Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
                                                                 MVIC              Revenue        MVIC/Revenue
                          COMPARABLE
                                                            (Jutaan Rupiah)    (Jutaan Rupiah)     31-Des-2025
        1     FESCO Group Co., Ltd. (SHSE:600861)                 76.135.952         40.415.992        1,88
        2     Itcons E-Solutions Limited (BSE:543806)             6.603.507           4.435.937       1,49
              Kandarp Digi Smart BPO Limited
        3                                                       108.845.370        135.158.701        0,81
              (NSEI:KANDARP)
        4     CTOS Digital Berhad (KLSE:CTOS)                   145.547.041        153.173.934        0,95
        5   Ramssol Group Berhad (KLSE:RAMSSOL)                 587.907.368        395.310.349        1,49
            Dynamic Services & Security Limited
        6                                                         3.725.190            809.447        4,60
            (NSEI:DYNAMIC)
            HRH Next Services Limited
        7                                                         2.239.079           1.278.459       1,75
            (NSEI:HRHNEXT)
            Bacui Technologies International Ltd.
        8                                                       184.643.284        160.499.641        1,15
            (Catalist:YYB)
        Mean                                                                                          1,76
        Median                                                                                        1,49
        Max                                                                                           4,60
        Min                                                                                           0,81
      Sumber: Data diolah

      Dalam perhitungan angka pengali MVIC/Revenue, kami tidak melakukan penyesuaian terhadap laporan
      keuangan perusahaan pembanding, dikarenakan beberapa alasan terkait sebagai berikut:
      ➢ Tidak terdapat pos-pos non-recurring dan extraordinary yang signifikan untuk dilakukan penyesuaian.
      ➢ Tidak dilakukan penyesuaian untuk window dressing karena tidak terdapat informasi yang memadai
            untuk melakukan penyesuaian.
      ➢ Tidak dilakukan penyesuaian pada metode penyusutan perusahaan pembanding karena tidak terdapat
            informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian.
      ➢ Tidak dilakukan penyesuaian pada metode pencatatan persediaan karena tidak terdapat informasi yang
            memadai untuk melakukan penyesuaian.
      ➢ Tidak dilakukan penyesuaian untuk pos-pos non operasi dan transaksi afiliasi karena tidak terdapat
            informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian.

      Pada tabel di atas, tampak bahwa dengan menggunakan 8 perusahaan pembanding tersebut, diperoleh
      median angka pengali MVIC/Revenue sebesar 1,49. Untuk mendapatkan indikasi nilai saham SGI,
      digunakan nilai median dari MVIC/Revenue masing-masing dikalikan dengan Revenue per 31 Desember
      2025.

      Mengingat bahwa metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek selalu menghasilkan nilai yang
      berindikasi nilai minoritas, maka untuk memperoleh indikasi nilai 100% saham SGI perlu diaplikasikan premi
      kendali. Mengingat bahwa saham mayoritas memiliki pengendalian atas SGI, termasuk memiliki hak untuk
      menentukan arah perkembangan jangka panjang, memilih pengurus inti, dan lain-lain, maka dalam


Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                    V - 23
Page 115
         penilaian ini diberikan premi kendali sebesar 50%.

V.5.2.2. Indikasi Nilai 100% Saham SGI (Entitas Induk) Berdasarkan Metode Pembanding Perusahaan
         Tercatat di Bursa Efek
         Berikut adalah indikasi nilai saham SGI dengan mempergunakan metode GPTC yang dihasilkan:

               Tabel V.16. Perhitungan Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode GPTC (dalam Rupiah penuh)

                                                               GPTCM

          Revenue SGI 31 Desember 2025 (Dalam Jutaan Rupiah)                                          291.067

          MVIC/Revenue (Median)                                                                           1,49

          Indikasi Nilai (Dalam Jutaan Rupiah)                                                        433.084

          Interest Bearing Debt (Dalam Jutaan Rupiah)                                                (202.000)

          Indikasi Nilai Saham Non-Kendali SGI (Dalam Jutaan Rupiah)                                  231.084

          Control Premium (50%)                                                                       115.542

          Indikasi Nilai Saham SGI (Dalam Jutaan Rupiah)                                              346.626

          Indikasi Nilai Saham SGI                                                             346.625.570.216
         Sumber: Data diolah


V.5.3    Rekonsiliasi Indikasi Nilai
         Untuk mendapatkan nilai pasar saham SGI yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
         digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan terhadap nilai yang
         dihasilkan dari kedua metode tersebut. Kami menggunakan bobot 90% untuk indikasi nilai yang dihasilkan
         dari metode DCF dan 10% untuk indikasi nilai yang dihasilkan dari metode GPTC.

         Alasan kami memberikan bobot 90% untuk metode diskonto arus kas dan 10% untuk metode pembanding
         perusahaan tercatat di bursa efek adalah karena data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto
         arus kas yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar saham SGI merupakan data dan informasi yang
         memiliki tingkat keandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan
         pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, mengingat bahwa pada penilaian dengan
         metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, nilai pasar saham SGI secara spesifik tidak dapat
         diperbandingkan secara tepat dan utuh dengan pembanding perusahaan terbuka yang sejenis dan
         sepadan.




   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                             V - 24
Page 116
         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai 100% saham SGI adalah
         sebesar Rp479.074.854.939,- sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

         Tabel V.17. Rekonsiliasi Indikasi Nilai Saham SGI dengan Metode DCF dan GPTC (dalam Rupiah penuh)
                                                                     Indikasi Nilai        Bobot       Nilai Tertimbang
                                  Uraian
                                                                        Rupiah               %               Rupiah
          Metode Discounted Cash Flow (DCF)                           493.791.442.130          90%          444.412.297.917
          Metode GPTC                                                 346.625.570.216          10%           34.662.557.022
          Indikasi Nilai 100% Saham SGI                                                       100%          479.074.854.939
         Sumber: Data diolah


V.6.     NILAI PASAR 100% SAHAM SGI
         Penilaian dilakukan kepada SGI dan entitas anak secara terpisah sesuai dengan persentase
         kepemilikannya. Dengan diterapkan diskon likuiditas pasar, maka diperoleh nilai pasar 100% saham SGI
         (nilai mayoritas/kendali) per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp175.195.000.000,-. Berikut adalah
         perhitungan nilai pasar 100% saham SGI tanggal 31 Desember 2025.

                                  Tabel V.18. Nilai Pasar 100% Saham SGI (dalam Rupiah penuh)
                                                                                       Presentase              Indikasi Nilai
                     Keterangan                   Metode         Indikasi Nilai 100%   Kepemilikan             Kepemilikan
                                                                                         Saham                    Saham

             PT Jala Nusantara Mardika              PAB           (231.107.656.843)           99%            (228.796.580.274)
          Indikasi Nilai Entitas Anak                                                                        (228.796.580.274)


             PT Sarana Global Indonesia        DCF dan GPTC         479.074.854.939          100%             479.074.854.939
          Indikasi Nilai Entitas Induk                                                                        479.074.854.939


          Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                       100%     250.278.274.665
          Indikasi Nilai 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                       100%     250.278.274.665
          Discount for Lack of Control                                                                0%                         -
          Indikasi Nilai 100% Saham Sebelum DLOM                                                              250.278.274.665
          Discount for Lack of Marketability                                                         30%      (75.083.482.399)
          Nilai Pasar 100% Saham PT Sarana Global Indonesia                                                   175.194.792.265
          Pembulatan                                                                                          175.195.000.000
          Nilai Pasar Per Lembar                                                                                     1.459.957
         Sumber: Data diolah




   Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                                            V - 25
Page 117
V.7     KESIMPULAN NILAI PASAR SAHAM
        Berdasarkan hasil penilaian dengan pendekatan pendapatan (income approach) menggunakan metode
        DCF (discounted cashflow) dan pendekatan pasar (market approach) menggunakan metode GPTC
        (guideline publicly traded company), Nilai 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI (termasuk di
        dalamnya penilaian saham atas seluruh entitas anak perusahaan) pada Tanggal 31 Desember 2025
        adalah sebesar:

                                                              Nilai Pasar

                             ___________________ Rp175.195.000.000,-___________________

                      (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)

                                                                 Atau

                                                      Nilai Pasar Per Lembar

                                 ___________________ Rp1.459.957,-___________________

           (Satu Juta Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Rupiah)




  Laporan Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global Indonesia                                       V - 26
Page 118
LAMPIRAN
Page 119
             Lampiran 1. Ringkasan Laporan Keuangan Cenergy Holdings SA (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan               2021         2022          2023          2024          2025
    Total Revenue                      20.675.598   27.967.638   31.923.801    35.232.908    40.415.992
    Gross Profit                        2.131.354    2.849.977     4.441.083     5.771.500     7.243.382
    Other Operating Exp., Total           744.747      792.072     1.011.889     1.089.575     1.410.338
    Operating Income                    1.386.607    2.057.905     3.429.194     4.681.925     5.833.044
    Net Interest Exp.                   (550.112)    (684.399)   (1.437.325)   (1.239.081)   (1.007.025)
    EBT Excl. Unusual Items               854.518    1.406.101     1.994.635     3.496.524     4.883.581
    Earnings from Cont. Ops.              433.006    1.184.990     1.430.911     2.734.066     3.795.674
    Net Income to Company                 433.006    1.184.990     1.430.911     2.734.066     3.795.674
    Net Income                            432.986    1.184.931     1.430.833     2.733.988     3.795.517
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments         2.541.903    3.278.432    3.628.712     8.695.416     8.678.706
    Total Receivables                   4.534.949    7.661.580    9.399.584     7.824.952     8.067.422
    Total Current Assets               12.673.329   21.145.515   21.926.074    26.550.417    28.410.548
    Net Property, Plant & Equipment     9.412.587   10.393.077   12.474.713    16.851.624    20.880.922
 Total Assets                          29.162.768   42.478.603   47.429.083    59.922.408    66.037.598
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities          13.422.665   22.828.506   22.472.185    24.676.674    28.249.039
 Total Liabilities                     13.422.665   22.828.506   22.472.185    24.676.674    28.249.039
    Total Common Equity                 5.442.597    6.699.487    7.943.804    13.941.613    17.303.595
 Total Equity                           5.442.597    6.699.487    7.943.804    13.941.613    17.303.595
 Total Liabilities And Equity          18.865.263   29.527.992   30.415.989    38.618.287    45.552.634
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 120
                                Lampiran 2. Kinerja Keuangan Cenergy Holdings SA

                Keterangan                   2021       2022      2023      2024      2025    Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                             1,83%     3,56%     3,97%     6,05% 7,38%           4,56%
 Return on Capital                           13,56%    19,62%    25,22%    22,86% 25,16%         21,28%
 Return on Equity                             7,95%    17,68%    18,01%    19,61% 21,93%         17,04%
 Return on Common Equity                      7,96%    17,69%    18,01%    19,61% 21,93%         17,04%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                                10,31%    10,19%    13,91%    16,38%    17,92%      13,74%
 SG&A Margin                                  3,75%     3,13%     3,31%     3,35%     3,48%       3,40%
 EBITDA Margin                                8,90%     9,13%    12,34%    14,92%    15,86%      12,23%
 EBITA Margin                                 6,89%     7,51%    10,88%    13,45%    14,43%      10,63%
 EBIT Margin                                  6,71%     7,36%    10,74%    13,29%    14,43%      10,51%
 Earnings from Cont Ops Margin                2,09%     4,24%     4,48%     7,76%     9,39%       5,59%
 Net Income Margin                            2,09%     4,24%     4,48%     7,76%     9,39%       5,59%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                           0,95      0,87      0,92      0,98     0,95         0,93
 Fixed Asset Turnover                           2,24      2,40      2,79      2,82     2,24         2,50
 Accounts Receivable Turnover                   6,08      4,73      4,29      5,32     6,08         5,30
 Inventory Turnover                             3,80      3,16      2,94      3,24     3,80         3,39

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                              0,94      0,93      0,98      1,08     1,01         0,99
 Quick Ratio (x)                                0,53      0,48      0,58      0,67     0,59         0,57
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)              0,16       NM       0,18      0,24      NA          0,20
 Avg. Days Sales Out.                          60,03     68,56     85,06     77,33    65,16        71,23
 Avg. Days Inventory Out.                      95,97    112,80    123,97    115,73   115,57       112,81
 Avg. Days Payable Out.                        76,89     57,77     72,74     59,90   105,74        74,61
 Avg. Cash Conversion Cycle                    79,11    123,59    136,30    133,15    74,99       109,43

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                        219,30    240,71    192,13    130,75    73,26       171,23
 Total Debt/Total Capital (%)                  68,68     70,65     65,77     56,66    42,28        60,81
 LT Debt/Equity (%)                            63,78     37,88     52,99     35,14    23,27        42,61
 Long-term Debt/Total Capital (%)              19,98     11,12     18,14     15,23    13,43        15,58
 Total Liabilities/Total Assets (%)            76,99     79,89     77,98     69,12    66,36        74,07
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 121
              Lampiran 3. Ringkasan Laporan Keuangan Reach Subsea ASA (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan              2021         2022         2023         2024          2025
    Total Revenue                      1.115.736    1.926.829    3.307.270    4.503.312     4.435.937
    Gross Profit                         881.301    1.553.026    2.642.001    3.502.162     3.544.321
    Other Operating Exp., Total          772.270    1.378.615    2.092.222    2.899.407     3.258.794
    Operating Income                     109.031      174.411      549.779      602.754       285.528
    Net Interest Exp.                    (12.595)     (23.449)   (120.781)    (189.935)     (187.316)
    EBT Excl. Unusual Items              121.039      162.427      479.766      381.132       134.219
    Earnings from Cont. Ops.             155.439      119.613      374.142      340.410       179.128
    Net Income to Company                155.439      119.613      374.142      340.410       179.128
    Net Income                           155.439      119.613      374.142      340.410       179.128
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments          246.955      317.472      723.166      460.691       852.001
    Total Receivables                    313.450      491.801      564.550    1.147.823     1.105.611
    Total Current Assets                 586.502      835.234    1.360.275    1.678.659     2.059.832
    Net Property, Plant & Equipment      581.573      539.806    2.673.052    3.210.842     3.164.505
 Total Assets                          1.728.481    2.184.313    5.321.043    6.498.014     7.181.950
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities            563.481      602.166    1.468.062    2.341.401     2.331.194
 Total Liabilities                       563.481      602.166    1.468.062    2.341.401     2.331.194
    Total Common Equity                  475.246      960.152    1.537.732    1.809.332     2.018.703
 Total Equity                            475.246      960.152    1.537.732    1.809.332     2.018.703
 Total Liabilities And Equity          1.038.727    1.562.319    3.005.793    4.150.733     4.349.896
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 122
                                 Lampiran 4. Kinerja Keuangan Reach Subsea ASA

                Keterangan                   2021      2022      2023      2024      2025      Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                            12,57%     7,58%     8,40%     6,33%    3,00%         7,57%
 Return on Capital                           16,19%    17,88%    18,41%    19,83%    7,84%        16,03%
 Return on Equity                            32,71%    12,46%    24,33%    18,81%    8,87%        19,44%
 Return on Common Equity                     32,71%    12,46%    24,33%    18,81%    8,87%        19,44%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                                78,99%    80,60%    79,88%    77,77% 79,90%          79,43%
 SG&A Margin                                 19,16%    24,19%    21,24%    22,82% 23,24%          22,13%
 EBITDA Margin                               13,87%    12,61%    18,55%    16,19% 12,38%          14,72%
 EBITA Margin                                 9,77%     9,16%    16,62%    13,58% 6,63%           11,15%
 EBIT Margin                                  9,77%     9,05%    16,62%    13,38% 6,44%           11,05%
 Earnings from Cont Ops Margin               13,93%     6,21%    11,31%     7,56% 4,04%            8,61%
 Net Income Margin                           13,93%     6,21%    11,31%     7,56% 4,04%            8,61%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                          1,21      1,37      1,10      0,92      0,78          0,00
 Fixed Asset Turnover                          3,05      3,44      2,06      1,53      1,39          2,29
 Accounts Receivable Turnover                  4,31      4,99      6,58      5,63      4,70          5,24
 Inventory Turnover                           29,77     25,05     20,96     25,61     35,83         27,44

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                              1,04      1,39      0,93      0,72      0,88          0,99
 Quick Ratio (x)                                1,00      1,34      0,88      0,69      0,84          0,95
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)              0,82      1,28      1,08      0,61      0,85          0,93
 Avg. Days Sales Out.                          84,76     73,09     55,49     65,01     77,73         71,22
 Avg. Days Inventory Out.                      12,26     14,57     17,41     14,29     10,19         13,74
 Avg. Days Payable Out.                      158,23    133,18    133,92    138,14    174,64        147,62
 Avg. Cash Conversion Cycle                  (61,21)   (45,52)   (61,02)   (58,84)   (86,73)       (62,66)

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                       108,98     22,61    135,73    142,58    143,81        110,74
 Total Debt/Total Capital (%)                 52,15     18,44     57,58     58,78     58,99         49,19
 LT Debt/Equity (%)                           41,72      1,60     93,03     68,03     80,50         56,98
 Long-term Debt/Total Capital (%)             19,97      1,30     39,47     28,04     33,02         24,36
 Total Liabilities/Total Assets (%)           61,58     39,14     65,47     66,38     66,21         59,76
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 123
          Lampiran 5. Ringkasan Laporan Keuangan Furukawa Electric Co., Ltd. (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan                2021          2022          2023          2024          2025
    Total Revenue                       97.962.502   111.384.895   111.408.120   124.995.968   135.158.701
    Gross Profit                        15.017.598    16.026.733    16.364.781    20.824.174    23.162.593
    Other Operating Exp., Total         13.503.575    14.707.037    15.421.486    16.229.370    17.746.801
    Operating Income                     1.514.022     1.319.696       943.294     4.594.804     5.415.792
    Net Interest Exp.                    (142.336)     (250.686)     (650.526)     (545.052)     (638.487)
    EBT Excl. Unusual Items              2.172.219     2.130.136       640.831     5.257.262     5.668.288
    Earnings from Cont. Ops.             1.636.649     2.262.883        90.878     3.494.578     5.976.931
    Net Income to Company                1.636.649     2.262.883        90.878     3.494.578     5.976.931
    Net Income                           1.514.022     1.319.696       943.294     4.594.804     5.415.792
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments          7.192.965     6.626.392     5.649.325     6.336.500     7.869.699
    Total Receivables                   22.210.563    23.665.349    23.995.087    27.747.808    28.094.059
    Total Current Assets                49.853.430    54.948.114    54.418.297    59.384.388    63.190.166
    Net Property, Plant & Equipment     26.818.790    28.455.013    29.129.297    29.453.388    27.902.290
 Total Assets                          106.075.748   113.694.868   113.192.005   122.922.084   127.056.214
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities           37.127.055    43.510.538    42.711.285    43.774.009    46.084.302
 Total Liabilities                      37.127.055    43.510.538    42.711.285    43.774.009    46.084.302
    Total Common Equity                 27.923.278    31.668.222    32.163.840    34.971.776    40.239.266
 Total Equity                           27.923.278    31.668.222    32.163.840    34.971.776    40.239.266
 Total Liabilities And Equity           65.050.333    75.178.760    74.875.125    78.745.785    86.323.568
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 124
                             Lampiran 6. Kinerja Keuangan Furukawa Electric Co., Ltd.

                Keterangan                    2021       2022      2023       2024      2025    Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                              1,46%     1,99%     -0,11%     2,90% 5,11%           2,27%
 Return on Capital                             2,65%     2,24%      1,57%     7,18% 8,54%           4,43%
 Return on Equity                              4,36%     5,91%     -0,32%     8,17% 13,32%          6,29%
 Return on Common Equity                       4,92%     6,45%     -0,35%     8,95% 13,90%          6,78%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                                15,33%     14,39%     14,69%    16,66% 17,14%         15,64%
 SG&A Margin                                 11,54%     11,20%     11,50%    10,74% 10,98%         11,19%
 EBITDA Margin                                5,27%      4,52%      4,97%     6,99% 7,39%           5,83%
 EBITA Margin                                 1,55%      1,18%      0,85%     3,68% 4,01%           2,25%
 EBIT Margin                                  1,55%      1,18%      0,85%     3,68% 4,01%           2,25%
 Earnings from Cont Ops Margin                2,09%      4,24%      4,48%     7,76% 9,39%           5,59%
 Net Income Margin                            1,40%      1,83%     -0,10%     2,51% 4,14%           1,96%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                           1,09       1,37      1,10       0,92     0,78         1,05
 Fixed Asset Turnover                           3,71       3,44      2,06       1,53     1,39         2,43
 Accounts Receivable Turnover                   4,77       4,99      6,58       5,63     4,70         5,33
 Inventory Turnover                             5,65      25,05     20,96      25,61    35,83        22,62

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                              1,34       1,26      1,27       1,36     1,37         1,32
 Quick Ratio (x)                                0,79       0,70      0,69       0,78     0,78         0,75
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)               NM         NM        NM         NM       NM           NM
 Avg. Days Sales Out.                          76,56      75,17     78,07      75,75    75,40        76,19
 Avg. Days Inventory Out.                      64,63      71,05     79,29      74,03    71,19        72,04
 Avg. Days Payable Out.                        50,06      48,90     52,88      48,87    48,54        49,85
 Avg. Cash Conversion Cycle                    91,13      97,32    104,49     100,92    98,05        98,38

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                        110,24     107,07    106,80      95,67    80,55       100,07
 Total Debt/Total Capital (%)                  52,44      51,71     51,65      48,90    44,61        49,86
 LT Debt/Equity (%)                            57,61      47,85     49,26      45,80    33,92        46,89
 Long-term Debt/Total Capital (%)              27,40      23,11     23,82      23,41    18,79        23,30
 Total Liabilities/Total Assets (%)            66,56      66,30     65,77      64,46    61,66        64,95
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 125
                  Lampiran 7. Ringkasan Laporan Keuangan Nexans S.A. (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan                2021          2022           2023           2024           2025
    Total Revenue                      144.622.867   164.137.344   152.781.684    167.608.764    153.173.934
    Gross Profit                        15.317.393    19.534.089    19.514.477     23.005.509     17.788.573
    Other Operating Exp., Total          7.491.990    11.904.812    11.394.886     11.179.148       8.747.193
    Operating Income                     7.825.403     7.629.278      8.119.591    11.826.361       9.041.381
    Net Interest Exp.                    (333.413)     (647.214)    (1.117.915)    (1.019.852)    (1.019.852)
    EBT Excl. Unusual Items              6.177.950     6.629.038      6.687.876      9.688.595      8.001.916
    Earnings from Cont. Ops.             3.216.456     4.863.910      4.373.596      5.530.736      4.314.759
    Net Income to Company                3.216.456     4.863.910      4.373.596      5.530.736      7.021.289
    Net Income                           3.216.456     4.805.072      4.334.371      5.471.899      6.903.614
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments         19.063.389    22.240.620    22.181.782     24.594.125     32.046.890
    Total Receivables                   22.495.583    26.123.903    23.731.173     29.967.961     25.692.427
    Total Current Assets                69.310.715    78.646.284    74.449.200     84.863.459     91.943.586
    Net Property, Plant & Equipment     28.281.282    32.262.628    36.361.648     43.069.137     40.715.632
 Total Assets                          139.150.969   159.273.434   156.723.804    182.494.681    190.398.535
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities           56.621.402    73.625.474    70.546.305     70.899.331     75.135.639
 Total Liabilities                      56.621.402    73.625.474    70.546.305     70.899.331     75.135.639
    Total Common Equity                 28.379.345    32.399.915    33.243.255     35.557.534     39.127.017
 Total Equity                           28.379.345    32.399.915    33.243.255     35.557.534     39.127.017
 Total Liabilities And Equity           85.000.747   106.025.389   103.789.560    106.456.865    114.262.656
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 126
                                       Lampiran 8. Kinerja Keuangan Nexans S.A.

                Keterangan                      2021       2022      2023         2024     2025    Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                                2,94%     3,83%     3,38%     3,64% 4,38%             3,63%
 Return on Capital                              14,78%    14,69%    14,09%    14,86% 10,96%           13,88%
 Return on Equity                               11,20%    14,70%    12,92%    15,23% 17,48%           14,30%
 Return on Common Equity                        11,33%    14,83%    13,04%    15,39% 17,64%           14,45%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                                   10,59%    11,90%    12,77%    13,73% 11,61%           12,12%
 SG&A Margin                                     5,47%     5,88%     6,15%     6,13% 5,35%             5,80%
 EBITDA Margin                                   7,59%     6,80%     7,32%     9,08% 8,32%             7,82%
 EBITA Margin                                    5,41%     4,65%     5,31%     7,27% 6,24%             5,78%
 EBIT Margin                                     5,41%     4,65%     5,31%     7,06% 5,90%             5,67%
 Earnings from Cont Ops Margin                   2,22%     2,96%     2,86%     3,30% 2,82%             2,83%
 Net Income Margin                               2,22%     2,93%     2,84%     3,26% 4,51%             3,15%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                              1,36      1,40      1,20         1,20    0,99         1,23
 Fixed Asset Turnover                              5,29      5,42      4,45         4,22    3,66         4,61
 Accounts Receivable Turnover                      7,71      7,89      7,16         7,02    5,98         7,15
 Inventory Turnover                                5,85      5,37      4,94         5,68    5,22         5,41

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                                 1,22      1,07      1,06         1,20    1,22         1,15
 Quick Ratio (x)                                   0,73      0,66      0,65         0,77    0,77         0,72
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)                 0,14      0,15      0,20         0,21    0,22         0,18
 Avg. Days Sales Out.                             47,32     46,27     50,98        52,12   61,06        51,55
 Avg. Days Inventory Out.                         62,37     68,02     73,89        64,48   69,93        67,74
 Avg. Days Payable Out.                           74,16     81,76     91,06        80,33   87,54        82,97
 Avg. Cash Conversion Cycle                       35,53     32,54     33,81        36,27   43,44        36,32

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                            71,52     78,94     78,61       105,57   94,34        85,80
 Total Debt/Total Capital (%)                     41,70     44,12     44,01        51,35   48,54        45,94
 LT Debt/Equity (%)                               50,27     30,65     43,66        93,12   83,91        60,32
 Long-term Debt/Total Capital (%)                 29,31     17,13     24,44        45,30   43,18        31,87
 Total Liabilities/Total Assets (%)               73,80     73,96     73,82        76,12   74,94        74,53
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 127
                Lampiran 9. Ringkasan Laporan Keuangan Prysmian S.p.A. (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan                 2021           2022           2023           2024           2025
    Total Revenue                      251.844.621    316.016.851    302.111.560    335.276.365    395.310.349
    Gross Profit                        79.430.785    104.809.412    109.575.259    121.225.107    157.116.055
    Other Operating Exp., Total         68.643.889     88.648.679     89.001.705     97.042.846    119.675.717
    Operating Income                    10.786.897     16.160.733     20.573.554     24.182.261     37.440.338
    Net Interest Exp.                   (1.294.428)    (1.000.240)    (1.059.077)    (2.706.530)    (5.373.836)
    EBT Excl. Unusual Items               9.276.731    14.905.530     19.200.676     20.612.779     32.439.141
    Earnings from Cont. Ops.              6.079.887      9.982.783    10.728.059     14.670.180     25.417.851
    Net Income to Company                 6.079.887      9.982.783    10.728.059     14.670.180     25.378.626
    Net Income                            6.040.662      9.884.720    10.375.033     14.297.541     24.907.925
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments         38.381.740     30.968.200     36.675.449     21.220.768     40.872.533
    Total Receivables                   43.500.613     56.327.214     56.954.815     69.408.778     72.213.371
    Total Current Assets               125.284.903    133.326.044    142.073.237    150.408.566    177.768.059
    Net Property, Plant & Equipment     54.797.436     59.229.870     66.702.247     96.513.308    103.534.597
 Total Assets                          261.964.692    279.851.328    302.405.749    337.551.420    394.388.559
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities          110.026.347    109.928.285    120.617.119    131.266.728    144.858.218
 Total Liabilities                     110.026.347    109.928.285    120.617.119    131.266.728    144.858.218
    Total Common Equity                 57.170.553     70.310.955     74.155.012     99.768.989    126.971.582
 Total Equity                           57.170.553     70.310.955     74.155.012     99.768.989    126.971.582
 Total Liabilities And Equity          167.196.900    180.239.239    194.772.131    231.035.717    271.829.799
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 128
                                  Lampiran 10. Kinerja Keuangan Prysmian S.p.A

                Keterangan                   2021       2022      2023      2024        2025    Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                             2,94%     3,83%     3,38%     3,64% 4,38%             3,63%
 Return on Capital                            8,58%    11,52%    14,62%    10,71% 14,91%           12,07%
 Return on Equity                             9,97%    13,37%    13,32%    13,76% 19,01%           13,89%
 Return on Common Equity                     10,57%    14,06%    13,99%    14,33% 19,62%           14,51%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                                31,54%    33,17%    36,27%    36,16% 39,74%           35,38%
 SG&A Margin                                 11,87%    11,37%    12,00%    11,65% 10,97%           11,57%
 EBITDA Margin                                6,29%     7,04%     8,71%     9,26% 12,68%            8,79%
 EBITA Margin                                 4,69%     5,60%     7,32%     7,81% 9,47%             6,98%
 EBIT Margin                                  4,28%     5,11%     6,81%     7,21% 9,47%             6,58%
 Earnings from Cont Ops Margin                2,41%     3,16%     3,55%     4,38% 6,43%             3,99%
 Net Income Margin                            2,40%     3,13%     3,43%     4,26% 6,30%             3,91%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                           1,17      1,30      1,18         1,09    1,05         1,16
 Fixed Asset Turnover                           4,72      5,54      4,80         4,11    3,95         4,62
 Accounts Receivable Turnover                   7,48      7,45      6,25         6,24    6,57         6,80
 Inventory Turnover                             4,90      5,02      4,36         4,26    4,16         4,54

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                              1,14      1,21      1,18      1,15       1,23         1,18
 Quick Ratio (x)                                0,74      0,79      0,78      0,69       0,77         0,75
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)              0,14      0,19      0,23      0,29       0,29         0,23
 Avg. Days Sales Out.                          48,79     49,00     58,44     58,68      55,56        54,09
 Avg. Days Inventory Out.                      74,42     72,79     83,75     85,88      87,81        80,93
 Avg. Days Payable Out.                        89,15     88,45     91,19     74,12      76,67        83,92
 Avg. Cash Conversion Cycle                    34,06     33,34     51,00     70,44      66,70        51,11

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                        121,11     81,52     78,17    102,30      78,25        92,27
 Total Debt/Total Capital (%)                  54,77     44,91     43,88     50,57      43,90        47,61
 LT Debt/Equity (%)                            84,46     72,77     62,64     97,38      74,88        78,42
 Long-term Debt/Total Capital (%)              38,20     40,09     35,16     48,13      42,01        40,72
 Total Liabilities/Total Assets (%)            74,30     70,44     70,19     70,83      66,91        70,53
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 129
          Lampiran 11. Ringkasan Laporan Keuangan PT Ketrosden Triasmitra (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan              2021         2022         2023         2024             2025
    Total Revenue                        448.906      353.134      390.517      556.385          809.447
    Gross Profit                         254.728      190.003      231.356      280.313          334.582
    Other Operating Exp., Total           65.884       67.038       77.021       91.386           95.755
    Operating Income                     188.845      122.965      154.335      188.928          238.827
    Net Interest Exp.                   (26.977)     (29.621)     (26.659)     (53.045)         (55.245)
    EBT Excl. Unusual Items              129.573       79.316       89.500      101.667          161.176
    Earnings from Cont. Ops.             114.731       67.577       77.515       84.889          136.263
    Net Income to Company                114.731       67.577       77.515       84.889          136.263
    Net Income                           114.694       67.560       77.514       84.887          136.260
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments          148.719      278.249      412.087       99.159        21.810
    Total Receivables                    222.540      254.925      304.122      393.440       482.852
    Total Current Assets               1.071.803    1.150.187    1.586.015    1.290.087     1.403.680
    Net Property, Plant & Equipment      167.165      301.879      433.271      624.581       725.274
 Total Assets                          1.610.227    1.985.240    2.735.495    2.407.268     2.633.617
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities           127.538       143.888      567.319      265.812       900.800
 Total Liabilities                      127.538       143.888      567.319      265.812       900.800
    Total Common Equity                 667.944       862.760      940.367    1.026.934     1.161.677
 Total Equity                           667.944       862.760      940.367    1.026.934     1.161.677
 Total Liabilities And Equity           795.482     1.006.647    1.507.686    1.292.746     2.062.477
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 130
                             Lampiran 12. Kinerja Keuangan PT Ketrosden Triasmitra

                Keterangan                   2021      2022       2023       2024       2025    Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                            1,32%      1,93%      0,70%      1,64%    3,69%        1,86%
 Return on Capital                           4,08%      6,09%      9,02%      6,05%    9,59%        6,96%
 Return on Equity                            2,92%      3,94%      1,36%      2,95%    7,64%        3,76%
 Return on Common Equity                     3,06%      4,14%      1,44%      3,09%    7,98%        3,94%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                               14,13%     11,87%     14,25%     13,26%    15,07%      13,72%
 SG&A Margin                                10,87%      9,50%      9,49%      9,63%     9,22%       9,74%
 EBITDA Margin                               8,52%      8,84%     12,03%     10,70%    13,43%      10,70%
 EBITA Margin                                2,60%      3,63%      5,51%      3,95%     6,79%       4,50%
 EBIT Margin                                 2,60%      3,63%      5,51%      3,95%     6,79%       4,50%
 Earnings from Cont Ops Margin              25,56%     19,14%     19,85%     15,26%    16,83%      19,33%
 Net Income Margin                          25,55%     19,13%     19,85%     15,26%    16,83%      19,32%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                          0,38      0,24       0,21        0,26     0,38         0,29
 Fixed Asset Turnover                          3,86      1,51       1,06        1,05     1,29         1,75
 Accounts Receivable Turnover                  2,40      1,48       1,40        1,60     1,77         1,73
 Inventory Turnover                            0,35      0,29       0,24        0,36     0,58         0,37

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                             8,40       7,99       2,80       4,85     1,56         5,12
 Quick Ratio (x)                               2,91       3,71       1,26       1,85     0,56         2,06
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)             0,86        NM         NM        0,46     0,44         0,59
 Avg. Days Sales Out.                        151,94     246,75     261,26     229,43   206,71       219,22
 Avg. Days Inventory Out.                       NM         NM         NM         NM       NM           NM
 Avg. Days Payable Out.                      281,63      99,00      86,92      89,91    42,68       120,03
 Avg. Cash Conversion Cycle                  915,89   1.396,48   1.710,37   1.148,08   789,24     1.192,01

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                        87,17     68,38     116,72      77,83     58,86        81,79
 Total Debt/Total Capital (%)                 46,57     40,61      53,86      43,77     37,05        44,37
 LT Debt/Equity (%)                           86,71     67,93      69,37      74,26     17,17        63,09
 Long-term Debt/Total Capital (%)             46,33     40,34      32,01      41,76     10,81        34,25
 Total Liabilities/Total Assets (%)           51,65     46,10      56,67      50,31     48,90        50,72
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 131
         Lampiran 13. Ringkasan Laporan Keuangan Wei Yuan Holdings Limited (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan              2021         2022         2023         2024         2025
    Total Revenue                      1.210.408    1.334.068    1.319.133    1.259.758    1.278.459
    Gross Profit                         171.088      158.413      188.023      167.088      192.659
    Other Operating Exp., Total          139.660      109.920      115.401      117.297      105.881
    Operating Income                       31.428       48.493       72.622       49.791       86.778
    Net Interest Exp.                    (14.285)     (15.935)     (19.688)     (15.974)     (19.065)
    EBT Excl. Unusual Items                36.285       48.467       32.740       35.870       78.427
    Earnings from Cont. Ops.               27.701       34.714       17.480       24.662       62.869
    Net Income to Company                  27.701       34.714       17.480       24.662       62.869
    Net Income                             20.091       28.220        9.974       22.259       62.285
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments          205.113      227.282      259.359      223.749      157.647
    Total Receivables                    830.466      765.610      718.403      698.910      858.661
    Total Current Assets               1.083.800    1.039.787    1.045.813      995.866    1.044.164
    Net Property, Plant & Equipment      359.137      342.228      317.761      298.488      561.964
 Total Assets                          2.478.516    2.374.907    2.341.337    2.217.014    2.622.436
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities            754.688      663.352      614.158      531.718      782.844
 Total Liabilities                       754.688      663.352      614.158      531.718      782.844
    Total Common Equity                  657.378      682.144      693.209      719.884      780.130
 Total Equity                            657.378      682.144      693.209      719.884      780.130
 Total Liabilities And Equity          1.412.067    1.345.496    1.307.367    1.251.602    1.562.973
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 132
                            Lampiran 14. Kinerja Keuangan Wei Yuan Holdings Limited

                Keterangan                   2021      2022      2023      2024       2025     Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                            1,32%      1,93%     0,70%     1,64%     3,69%        1,86%
 Return on Capital                           4,08%      6,09%     9,02%     6,05%     9,59%        6,96%
 Return on Equity                            2,92%      3,94%     1,36%     2,95%     7,64%        3,76%
 Return on Common Equity                     3,06%      4,14%     1,44%     3,09%     7,98%        3,94%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                               14,13%     11,87%    14,25%    13,26% 15,07%          13,72%
 SG&A Margin                                10,87%      9,50%     9,49%     9,63% 9,22%            9,74%
 EBITDA Margin                               8,52%      8,84%    12,03%    10,70% 13,43%          10,70%
 EBITA Margin                                2,60%      3,63%     5,51%     3,95% 6,79%            4,50%
 EBIT Margin                                 2,60%      3,63%     5,51%     3,95% 6,79%            4,50%
 Earnings from Cont Ops Margin               2,29%      2,60%     1,33%     1,96% 4,92%            2,62%
 Net Income Margin                           1,66%      2,12%     0,76%     1,77% 4,87%            2,23%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                          0,84      0,91      0,92       0,89      0,85         0,88
 Fixed Asset Turnover                          2,97      4,09      4,00       3,80      4,02         3,78
 Accounts Receivable Turnover                  1,65      1,80      1,80       1,69      1,49         1,69
 Inventory Turnover                           79,06     76,80     77,18      71,56     69,50        74,82

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                             1,33      1,87      1,70       1,57      1,44         1,58
 Quick Ratio (x)                               1,30      1,72      1,58       1,49      1,36         1,49
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)              NM       0,28      0,29       0,33      0,29         0,30
 Avg. Days Sales Out.                        221,09    203,37    202,71     215,85    245,19       217,64
 Avg. Days Inventory Out.                      4,62      4,77      4,73       5,10      5,25         4,89
 Avg. Days Payable Out.                       53,73     54,05     56,29      56,16     52,47        54,54
 Avg. Cash Conversion Cycle                  171,99    154,08    151,15     164,79    197,97       168,00

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                        74,65     44,19     57,24      64,69     82,41        64,64
 Total Debt/Total Capital (%)                 42,74     30,65     36,40      39,28     45,18        38,85
 LT Debt/Equity (%)                            8,42      7,19      8,44       9,97     10,46         8,90
 Long-term Debt/Total Capital (%)              4,82      4,99      5,37       6,06      5,73         5,39
 Total Liabilities/Total Assets (%)           51,70     44,32     48,50      51,00     54,95        50,09
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 133
     Lampiran 15. Ringkasan Laporan Keuangan Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. (dalam Juta Rupiah)

                Keterangan                2021          2022          2023          2024          2025
    Total Revenue                      98.563.643    110.965.112   113.730.070   143.254.072   160.499.641
    Gross Profit                       15.649.850     15.642.913    17.259.568    18.825.838    19.305.837
    Other Operating Exp., Total        10.670.893     10.957.445    11.073.844    10.282.217    10.676.743
    Operating Income                     4.978.957     4.685.468     6.185.724     8.543.622     8.629.094
    Net Interest Exp.                  (1.112.751)     (596.717)     (913.649)     (748.107)     (615.538)
    EBT Excl. Unusual Items              3.872.461     4.072.950     5.372.202     7.489.304     7.703.853
    Earnings from Cont. Ops.             3.768.453     3.806.993     5.317.964     7.093.804     7.174.092
    Net Income to Company                3.768.453     3.806.993     5.317.964     7.093.804     7.174.092
    Net Income                           3.430.170     3.788.263     5.143.232     6.612.489     6.758.206
 ASSETS
    Total Cash & ST Investments         25.880.030    24.245.552    28.517.081    29.443.820    33.993.818
    Total Receivables                   42.403.060    47.977.299    47.537.723    52.628.941    56.361.275
    Total Current Assets                85.976.153    90.357.179   102.982.944   112.313.383   123.743.399
    Net Property, Plant & Equipment     24.247.376    25.564.652    31.499.335    31.706.384    32.829.592
 Total Assets                          178.506.619   188.144.682   210.537.084   226.092.528   246.928.084
 LIABILITIES
    Total Current Liabilities           57.049.244    57.486.864    69.155.382    72.524.352    84.206.568
 Total Liabilities                      57.049.244    57.486.864    69.155.382    72.524.352    84.206.568
    Total Common Equity                 49.601.379    56.611.784    61.240.227    68.147.083    73.502.360
 Total Equity                           49.601.379    56.611.784    61.240.227    68.147.083    73.502.360
 Total Liabilities And Equity          106.650.623   114.098.648   130.395.609   140.671.435   157.708.928
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)
Page 134
                             Lampiran 16. Kinerja Keuangan Optic-Electric Co., Ltd

                Keterangan                  2021       2022       2023       2024     2025     Rata-Rata
 Profitability (%)
 Return on Assets                            2,74%      2,85%     3,45%      4,17%    3,94%        3,43%
 Return on Capital                           7,30%      6,21%     7,72%      9,92%    9,86%        8,20%
 Return on Equity                            5,83%      5,89%     7,66%      8,96%    8,50%        7,37%
 Return on Common Equity                     6,92%      6,69%     8,40%      9,70%    9,19%        8,18%

 Margin Analysis (%)
 Gross Margin                               15,88%    14,10%     15,18%     13,14% 12,03%         14,06%
 SG&A Margin                                -6,07%    -5,69%     -5,68%     -4,68% -4,36%         -5,30%
 EBITDA Margin                               7,91%     6,91%      8,37%      8,64% 8,01%           7,97%
 EBITA Margin                                5,88%     5,04%      6,21%      6,51% 5,86%           5,90%
 EBIT Margin                                 5,05%     4,22%      5,44%      5,96% 5,38%           5,21%
 Earnings from Cont Ops Margin               3,82%     3,43%      4,68%      4,95% 4,47%           4,27%
 Net Income Margin                           3,48%     3,41%      4,52%      4,62% 4,21%           4,05%

 Asset Turnover (x)
 Total Asset Turnover                          0,82      0,86       0,81       0,93     0,98         0,88
 Fixed Asset Turnover                          4,14      4,46       3,99       4,53     5,00         4,42
 Accounts Receivable Turnover                  2,65      2,53       2,44       2,94     2,94         2,70
 Inventory Turnover                            6,93      8,02       6,17       6,01     6,48         6,72

 Short Term Liquidity
 Current Ratio (x)                            1,51       1,57       1,49       1,55     1,47         1,52
 Quick Ratio (x)                              1,19       1,25       1,10       1,13     1,07         1,15
 Cash from Ops. to Curr. Liab. (x)            0,06       0,04       0,06       0,11     0,09         0,07
 Avg. Days Sales Out.                       137,70     144,02     149,86     124,60   124,06       136,05
 Avg. Days Inventory Out.                    52,64      45,51      59,18      60,91    56,29        54,91
 Avg. Days Payable Out.                      89,03      91,44      83,84      75,33    66,03        81,13
 Avg. Cash Conversion Cycle                 101,31      98,09     125,20     110,19   114,32       109,82

 Long Term Solvency
 Total Debt/Equity (%)                        54,05     47,81      60,51      50,02    52,64        53,01
 Total Debt/Total Capital (%)                 35,08     32,34      37,70      33,34    34,49        34,59
 LT Debt/Equity (%)                           14,35     15,97      17,87      15,25     8,20        14,33
 Long-term Debt/Total Capital (%)              9,32     10,80      11,14      10,17     5,37         9,36
 Total Liabilities/Total Assets (%)           53,01     51,67      55,00      53,49    53,69        53,37
Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.5 MB
Published23 Apr 2026
Pages134
Characters449,526
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 70 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sinergi Inti Andalan Prima Tbk p.2 ×17
linked org Jakarta Selatan – DKI Jakarta p.2 ×2
linked person Muhammad Arif p.2
linked person Azwir Zamrinurdin p.5 ×11
linked org Negara Maju p.22 ×2
linked org Total Bangun Persada Tbk p.55 ×5
linked org Furukawa Electric p.103 ×9
linked — Hengtong Optic- p.103
linked org PT Ketrosden Triasmitra p.112 ×9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×9
possible person Benny p.6 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.6 ×3
possible org Wijaya Karya Tbk p.55 ×5
possible org Pembangunan Perumahan Tbk p.55 ×5
possible org Adhi Karya Tbk p.55 ×5
unresolved org PT SARANA GLOBAL INDONESIA Tanggal Penilaian p.1
unresolved org PT Sarana Global Indonesia p.2 ×134
unresolved org Iwan Bachron & Rekan p.2 ×3
unresolved org PT Jala Nusantara Mardika p.2 ×8
unresolved org PT Nostag Nusantara Mardika p.2 ×2
unresolved org Departemen Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved person Publik Drajat Darmadji p.3 ×2
unresolved person Penilai Publik Bunga Budiarti p.3 ×2
unresolved — Domisili p.4 ×2
unresolved — Telp/Fax p.4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×3
unresolved org Penilaian 100% Saham – PT Sarana Global p.4 ×2
unresolved org Gatot Permadi p.5 ×6
unresolved org Soejatna p.6 ×4
unresolved org Mulyana & Rekan p.6 ×6
unresolved org Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan p.6 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.6 ×6
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×12
unresolved org Pusat Statistik p.6 ×2
unresolved person Y. Didik Heru Purnomo p.10 ×2
unresolved person Lisa Anggraini p.10 ×2
unresolved org KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers p.12
unresolved person Consultants Bunga Budiarti p.12
unresolved person Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) · Rekan p.12
unresolved person Penanggung Jawab Bunga Budiarti p.15
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iwan Bachron dan Rekan p.16
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iwan Bachron p.16
unresolved person Bayu Erriano Affia p.34
unresolved person Fifi Susanti p.34
unresolved person Daniel Praganda Marpaung p.34
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.34 ×8
unresolved person Haria Fitri Sucipto p.35 ×2
unresolved org PT Nostag Nusantara Mardika Sumber p.36
unresolved person Daniel p.37
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.37 ×5
unresolved person M. Nova Faisal p.37 ×2
unresolved person Rindy Ayu Rahmadiyanti p.37 ×2
unresolved org Kementerian Komunikasi dan Digital p.56 ×4
unresolved org Kementerian Komunikasi dan Digital. Mengingat p.90
unresolved org Kementerian Kelautan dan Perikanan. p.90
unresolved org KJPP Iwan Bachron dan Rekan p.98 ×2
unresolved org PT Ketrosden KETR p.103
unresolved org Electric Co., Ltd. p.103
unresolved org PT Sarana Global Indonesia Penilaian Saham p.109 ×2
unresolved org Jasa Konstruksi Furukawa Electric Co., Ltd. p.112
unresolved org Jasa Konstruksi Wei Yuan Holdings Limited p.112
unresolved org Infrastruktur Telekomunikasi Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. p.112
unresolved org Wei Yuan Holdings Limited p.112 ×4
unresolved org Hengtong Optic-Electric Co., Ltd. p.112 ×4
unresolved org FESCO Group Co., Ltd. p.114
unresolved org Itcons E-Solutions Limited p.114
unresolved org Kandarp Digi Smart BPO Limited p.114
unresolved org HRH Next Services Limited p.114
unresolved org Bacui Technologies International Ltd. p.114

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 14483 ms 12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result