Skip to content
Back to announcement

20260423_INET_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32073299_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review INET

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 115

Page 1
 LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN

PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
     Tanggal Pendapat Kewajaran:
          31 Desember 2025
Page 2
No. 00071/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026                                                       10 April 2026

Kepada Yth.
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
Gedung Cyber Lt.10
Jl. Kuningan Barat No. 8
Jakarta Selatan – DKI Jakarta

Up      : Direksi
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Material PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

Dengan hormat,

Sehubungan dengan kebutuhan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (“Pemberi Tugas”/“INET”) dalam rencana
untuk melakukan aksi korporasi Transaksi Material atas Akuisisi 60% Saham PT Sarana Global Indonesia
dan Entitas Anak ("SGI") oleh INET, melalui penerbitan saham baru (“Rencana Transaksi”), seperti yang
tertuang di dalam surat perjanjian kerja No. 013/IDR-SPK/PEN-BDG/III/2026 pada tanggal 16 Maret 2026, maka
dengan ini Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Iwan Bachron & Rekan (“IDR”), sebagai Kantor Jasa Penilai Publik
(KJPP) yang beroperasi berdasarkan Izin Usaha dari Departemen Keuangan Republik Indonesia
No. 552KM.1/2009 menyatakan bahwa telah melakukan penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
untuk memberikan gambaran kepada Pemberi Tugas mengenai kewajaran atas Rencana Transaksi berdasarkan
ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal”.

LATAR BELAKANG
Berdasarkan informasi yang kami terima dari INET, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh INET adalah
akuisisi atas 60% saham baru yang telah dilakukan penyertaan modal oleh INET dan akan diterbitkan oleh SGI,
yang untuk saat ini terdiri dari beberapa pemegang saham yang diwakili oleh Chandra Arie Setiawan. Akuisisi
saham SGI sesuai dengan ketentuan Draft Investment Agreement merupakan peluang signifikan bagi INET untuk
meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET diharapkan
dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis yang berasal
dari potensi sinergi bisnis antara INET dan SGI.

INET berpandangan bahwa pengambilalihan sebagian saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala dan
jangkauan bisnis INET melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan
konstruksi telekomunikasi. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar INET, khususnya di Pulau
Jawa dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam
pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur
telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan
mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan INET.
Page 3
Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh INET memenuhi batasan nilai transaksi material sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) POJK No. 17/2020, yang dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Audit
Konsolidasian INET tanggal 31 Desember 2025, dimana Nilai Rencana Transaksi mencapai 65,33% dari ekuitas
INET, dikarenakan nilai transaksi material diatas 50% maka diperlukan persetujuan RUPS sesuai dengan
ketentuan dalam Pasal 6 ayat (1) POJK No. 17/2020.

Namun demikian, Rencana Transaksi bukan merupakan suatu transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan
kepentingan karena Pihak Pembeli dan Pihak Penjual dalam Rencana Transaksi tidak memiliki hubungan afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020. Dengan demikian, INET tidak diwajibkan untuk memenuhi
ketentuan-ketentuan dalam POJK No. 42/2020 sehubungan dengan Rencana Transaksi. Selain itu, Rencana
Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha INET.

STATUS PENILAI
IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal 13 April
2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia
dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.

Pendapat kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) merupakan
Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-1.16.00465, yang terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”)
Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan
Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi
untuk melakukan pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan menjunjung
tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan
kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset dan pemberi tugas. Untuk
penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli
dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin
atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.

IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama                          : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Perseroan                     : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held company)
Bidang Industri               : Telekomunikasi
Alamat                        : Gedung Cyber Lt.10, Jl. Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
Email                         : info@sinergynetworks.co.id
Telepon                       : +62 2150 525588



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              II
Page 4
Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan) (KEPI
Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Material atas Akuisisi 180.000 lembar
saham atau 60% saham SGI per Laporan keuangan Audit 31 Desember 2025, dengan total nilai Rencana
Transaksi atas 180.000 lembar saham atau 60% saham SGI setelah penambahan modal adalah sebesar
Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu
Rupiah) dimana nilai transaksi per lembar saham adalah sebesar Rp1.557.799 per lembar saham. Nilai Pasar
120.000 lembar saham atau 100% saham SGI adalah sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima
Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar
Rp1.459.957 per lembar saham.

JENIS MATA UANG
Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami mengingatkan bahwa
penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak berlaku.

MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini mengenai kewajaran
Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17
/POJK.04/2020”), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal” (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII 2018 (“SPI
2018”).

TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember
2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan INET per 31 Desember 2025 yang kami terima dan menjadi
dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.

Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih
dari 5% (lima persen).

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal, termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
    kewajaran;

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                       III
Page 5
➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen INET perseroan diverifikasi secara tertulis atau
    wawancara langsung;
➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan pendapat
    kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai keterbatasan untuk dijangkau
    dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan pendataan secara sampling dan
    wawancara dari pihak yang relevan;
➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus disediakan
    oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan sebagai
    bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.

SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang
sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas selama
    proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
    -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
        diaudit oleh KAP Suharli, Sugiharto & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 30 Maret 2026 oleh
        Ridho Fathoni, CPA dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1629, dengan nomor laporan No.
        00075/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/III/2026;
    -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
        diaudit oleh KAP Dra. Suhartati & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
        ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2025 oleh Dulgani, CPA dengan Izin Akuntan Publik No.AP.0165,
        dengan nomor laporan No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025;
    -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah
        diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
        ditandatangani pada tanggal 8 April 2024 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan Publik
        No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024;
    -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah
        diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
        ditandatangani pada tanggal 10 April 2023 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan Publik
        No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00113/2.0961/AU.1/05/1023-1/1/IV/2023;
    -   Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian Proforma
        INET No. 008/OAS/SSR-JL/2026 tanggal 9 April 2026 tanpa maupun dengan transaksi per 31 Desember
        2025 yang disusun oleh Bapak Julian Lukito, CPA dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1247, yang
        tergabung dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli Sugiharto & Rekan (“SW Indonesia”) dengan opini
        telah dikompilasi dalam semua hal yang material;


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk           IV
Page 6
    -   Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026 sampai dengan
        2030 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk periode yang
        diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen, berdasarkan harapan kondisi
        pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh INET sesuai kondisi yang ada
        per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk softcopy);
    -   Draft Invesment Agreement;
    -   Keterbukaan Informasi INET;
    -   Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan No. 01655/2.0047-00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal
        6 April 2026;
    -   Laporan Penilaian 100% Saham SGI No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April 2026 yang
        disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan;
    - Surat Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli pada tanggal 2 Februari 2026 dengan nomor surat No.
        53/INET/II/2026.
➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media elektronik
    dan papan pengumuman yang layak:
    -   Bank Indonesia (BI);
    -   Badan Pusat Statistik (BPS);
    -   Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
    -   Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
    -   Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan website Bursa
        Efek Indonesia.

ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta
peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban INET. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal analisis sampai dengan tanggal
diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang
digunakan dalam lingkup penugasan ini dengan rincian sebagai berikut:
➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya adalah sah,
    bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya;
➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam penyusunan
    pendapat kewajaran;
➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan pendapat
    kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait;


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk               V
Page 7
➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan dapat
    dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan disampaikan
    dengan itikad baik;
➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat membawa efek
    negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian pekerjaan ahli lain;
➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai kepentingan
    finansial apapun terhadap objek penugasan.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
INET.

STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (POJK
17/POJK.04/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (POJK 35/POJK.04/2020) serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi (KEPI-SPI Edisi VII.2018).

NILAI TRANSAKSI
Nilai atas transaksi dalam hal ini yaitu nilai transaksi per lembar saham sebesar Rp1.557.799 per lembar saham
dengan total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar
Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).

KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Pemberi Tugas terdapat kejadian-kejadian penting setelah tanggal
efektif Pendapat Kewajaran yaitu 31 Desember 2025, baik yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai
dengan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran yaitu 30 Januari 2026 diantaranya:
➢ INET telah melakukan pengajuan kepada PT Bank JTrust Indonesia Tbk terkait dengan fasilitas kredit,
    selanjutnya berdasarkan Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi Andalan Prima
    Tbk, dan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada tanggal 17 Maret 2026 dengan nomor surat No.
    035/JTRUST-AGR/LBS/III/2026, INET memperoleh Penawaran dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk atas fasilitas
    Kredit berupa Fasilitas Langsung sebesar Rp350.000.000.000. Fasilitas tersebut, digunakan untuk melakukan
    akuisisi aset-aset untuk pengembangan bisnis INET dengan tingkat Suku bunga pinjaman sebesar suku bunga
    rekening Giro 0% (nol persen) ditambah spread sebesar 0,50% (nol koma lima puluh persen) per tahun.
➢ Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (dua belas miliar delapan ratus juta) saham biasa
    atas nama dengan nilai nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham yang mewakili sebanyak-banyaknya
    57,14% (lima puluh tujuh koma satu empat persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              VI
Page 8
    PMHMETD. Setiap pemegang 3 (tiga) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham
    INET pada tanggal 6 Januari 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 4 (empat) HMETD, dimana setiap 1 (satu)
    HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga
    Pelaksanaan Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat
    mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham. Jumlah dana yang akan diterima INET dalam
    PMHMETD ini sebanyak-banyaknya Rp3.200.000.000.000,- (tiga triliun dua ratus miliar Rupiah). Penerbitan
    Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham
    Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan
    sebesar Rp300,- (tiga ratus Rupiah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai
    tanggal 13 Juli 2026 – 13 Juli 2028, Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham
    termasuk hak dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri
    II tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluwarsa, tidak
    bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri II tidak dapat diperpanjang lagi. Total Hasil Pelaksanaan
    Waran Seri II sebanyak-banyaknya Rp691.200.000.000,- (enam ratus sembilan puluh satu miliar dua ratus juta
    Rupiah. Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, periode pelaksanaan PMHMETD dan
    Waran Seri II dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026 – 26 Januari 2026.
➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk berdasarkan
    dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari 2026.
➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication berdasarkan
    dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 9 Maret 2026.

PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran
tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan
tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
pemegang saham.

Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan
yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.

Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa
yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dari IDR.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              VII
Page 9
RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk memenuhi
Ketentuan POJK 17/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain:
➢ Analisis atas industri dan bisnis;
➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi;
➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi;
➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana Transaksi;
➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh INET atau yang tersedia secara
umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen INET bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.

Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen INET terkait dengan penyusunan pendapat
kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada INET dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang
ada untuk INET.

KONDISI PEMBATAS
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh
manajemen INET atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak
menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen INET bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk             VIII
Page 10
Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada
sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami. Oleh karena itu, kami
sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil analisis, dan
bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan
manajemen INET terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran. Kami tidak melakukan penelitian atas
keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi
hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional INET.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk
apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak
memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada
INET dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.

INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini, IDR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan INET ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan INET. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima
imbalan sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja sama antara INET dengan IDR No. 013/IDR-SPK/PEN-BDG/III/2026
pada tanggal 16 Maret 2026 yang telah disetujui.

PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam
    transaksi, analisis draf perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam transaksi, analisis manfaat dan risiko
    transaksi;
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat INET dan kegiatan usaha INET, analisis
    industri, analisis operasional dan prospek bisnis INET, analisis alasan dilakukannya Transaksi;


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk               IX
Page 11
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal INET, analisis
    arus kas INET, analisis rasio keuangan INET, analisis proyeksi keuangan INET, analisis nilai tambah, dan
    analisis nilai transaksi;
4. Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.

RINGKASAN HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1. Analisis atas Rencana Transaksi
    Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara INET dan SGI. Berdasarkan
    informasi mengenai rencana transaksi yang diberikan oleh manajemen INET, terdapat Rencana Transaksi
    Material Akuisisi 180.000 lembar saham atau 60% saham mayoritas pengendali SGI per Laporan keuangan
    Audit 31 Desember 2025 SGI, dengan total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua
    Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).

2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi
    Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik yang relatif
    stabil serta menunjukkan tren pertumbuhan positif, didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi, dan
    transformasi digital yang semakin pesat. Selain itu, analisis juga mencakup dinamika dan prospek industri
    teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia yang terus berkembang, ditandai dengan peningkatan
    penetrasi internet, pertumbuhan jumlah ISP, serta ekspansi infrastruktur jaringan fiber optik dan konektivitas
    data berkapasitas tinggi. Penelaahan juga dilakukan atas kesesuaian strategis antara kegiatan usaha,
    kemampuan operasional, serta rencana pengembangan bisnis kedua entitas.

    Akuisisi SGI yang dilakukan melalui penambahan modal saham sebagaimana diatur dalam Perjanjian
    Pemegang Saham dan Perjanjian Pengambilalihan Saham merupakan langkah strategis bagi INET untuk
    meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET diharapkan
    memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis yang berasal dari
    potensi sinergi bisnis antara kedua entitas. Transaksi ini juga memberikan peluang bagi INET untuk
    memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di
    sisi lain, kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan serta pemanfaatan teknologi
    telekomunikasi dapat dioptimalkan sehingga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua entitas.
    Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing, serta memperluas
    jangkauan layanan kepada segmen pasar yang lebih luas.

    Pertimbangan utama dalam pelaksanaan transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya
    di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan. Selain itu, transaksi ini berpotensi meningkatkan efisiensi dalam
    pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Dengan adanya dukungan aset dan kapabilitas SGI, proses perbaikan
    dan pemeliharaan jaringan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Pemanfaatan infrastruktur yang telah
    tersedia tersebut diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan dalam ekspansi layanan
    internet INET, sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan bisnis.

    Dengan mempertimbangkan manfaat yang berpotensi diperoleh, prospek industri teknologi informasi dan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 X
Page 12
    komunikasi yang masih terbuka luas, serta keselarasan rencana transaksi dengan strategi pengembangan
    bisnis INET, rencana transaksi akuisisi atas 60% saham SGI dapat pengaruh positif terhadap kinerja,
    kelancaran, dan keberlanjutan kegiatan usaha INET

3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi
    Berdasarkan laporan keuangan historis INET, kinerja keuangan INET menunjukkan tren yang positif dan
    berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset dan total
    ekuitas. Kinerja ini dapat dicapai INET di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang mencerminkan
    efektivitas operasional INET.

    Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma INET tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
    bahwa transaksi akan meningkatkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas INET secara keseluruhan.

    Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui bahwa
    INET memiliki proyeksi laba bersih lebih tinggi dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini
    menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan INET akan berdampak positif pada kinerja laba (rugi) INET
    di masa yang akan datang.
    Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi pada periode
    proyeksi tahun 2026-2030, diketahui bahwa INET memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih lebih tinggi
    dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana transaksi yang akan
    dilakukan INET akan berdampak positif pada nilai kini laba (rugi) bersih INET.

 4. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
    Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Pasar per lembar 100% atau 120.000 lembar
    Saham SGI, dengan Nilai Transaksi Akuisisi per lembar 60% atau 180.000 lembar saham SGI yang disepakati.
      1. Nilai Pasar
          Berdasarkan Laporan Penilaian Saham No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April 2026
          yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan, yaitu Nilai Pasar 100% atau 120.000 lembar Saham SGI
          adalah sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima
          Juta Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar Rp1.459.957.

      2. Nilai Transaksi
          Berdasarkan Draft Investment Agreement, Nilai Transaksi Akuisisi 180.000 lembar saham atau 60%
          saham SGI yang disepakati dalam Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan
          Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi
          per lembar saham adalah sebesar Rp1.557.799.

Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di
Pasar Modal, disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah yang tidak
melebihi 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Transaksi per lembar lebih tinggi 6,70% dari perhitungan Nilai
Pasar per lembar, dimana nilai ini merupakan nilai dalam batas kisaran nilai ±7,5%.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                  XI
Page 13
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran nilai
transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.

Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan INET dalam kaitannya dengan Transaksi dan tidak untuk
digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada
pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi,
dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan INET, baik secara langsung maupun tidak
langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kami
menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang akan dilaksanakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal surat ini.



Hormat kami,
KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN
Appraisers and Consultants




Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis dan Properti
Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
Izin Penilai Publik No. P-1.17.00500
STTD OJK No. STTD.PPB-27/PJ.1/PM.02/2023
MAPPI No. 11-S-02732
No. Register: RMK-2017.00554




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                    XII
Page 14
                                            PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:

 1. Kami telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
      Asosiasi Profesi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

 2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan
      akurat.

 3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan
      syarat-syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan.

 4. Proyeksi keuangan dalam laporan ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
      INET dan telah dilakukan penyesuaian yang dianggap perlu sesuai kondisi pasar.

 5. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan
      kami bertanggung jawab atas laporan Pendapat Kewajaran.

 6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.

 7. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap objek transaksi dan imbalan jasa yang kami terima
      tidak terkait dengan hasil yang dilaporkan.

 8. Laporan ini disusun mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) EDISI VI-2018 dan telah
      memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK-35/04/2020 dan POJK-17/POJK.04/2020.

 9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat Kewajaran yang telah
      disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.

 10. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini telah menyediakan bantuan profesional
      dalam menyiapkan Pendapat Kewajaran.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk     XIII
Page 15
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.


No. Nama                                                                                         Tanda Tangan

1. Penanggung Jawab
   Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     Izin Penilai Publik No. B-1.16.00.465
     MAPPI No: 11-S-02732
     No. Register: RMK-2017.00554

2. Reviewer
   Dean Fajar Ramadhan, S.M.
     MAPPI No: 21-T-10752
     No Register: RMK-2023.04532

3. Penilai
   Dipa Pranaya, S.M.
     MAPPI No: 22-T-11276
     No Register: RMK-2023.04533

     Penilai
     Rafi Fauzan, S.M.
     MAPPI No: 21-P-10885
     No Register: RMK-2023.04531




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk          XIV
Page 16
                                   ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis dan
kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal efektif Pendapat Kewajaran.

     1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk
          publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional INET.
          Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum INET dan SGI berdasarkan
          anggaran dasar INET dan SGI.

     2. IDR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
          Pendapat Kewajaran.

     3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.

     4. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
          yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
          manajemen INET dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

     5. IDR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
          Pendapat Kewajaran.

     6. Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat mempengaruhi operasional INET.

     7. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
          terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban INET serta semua pihak yang terlibat dalam Rencana
          Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
          waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
          diungkapkan oleh manajemen INET.

     8. IDR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
          perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari INET.

     9. Rencana Transaksi dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang
          telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan hal-hal
          lainnya yang terkait sebagaimana yang diinformasikan oleh manajemen INET, khususnya dalam hal
          pemenuhan kewajiban INET sebagaimana yang diatur dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan
          Rencana Transaksi.

     10. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal efektif Pendapat Kewajaran sampai dengan tanggal
          penerbitan Pendapat Kewajaran tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
          terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran.



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk         XV
Page 17
                                                                       DAFTAR ISI
Surat Pengantar .................................................................................................................................. I
Daftar Isi ............................................................................................................................................. XVI
Daftar Tabel ........................................................................................................................................ XVIII
Daftar Gambar dan Grafik................................................................................................................... XX
Definisi dan Istilah ............................................................................................................................... XXI

BAB I             PENDAHULUAN
I.1               LATAR BELAKANG ........................................................................................................ I-1
I.2               STATUS PENILAI ........................................................................................................... I-2
I.3               PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN........................................................... I-3
I.4               OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ I-3
I.5               JENIS MATA UANG ........................................................................................................ I-3
I.6               MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN...................................................... I-3
I.7               TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................................... I-4
I.8               TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI .......................................................................... I-4
I.9               SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN ................................ I-4
I.10              ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS ................................................................................... I-6
I.11              PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI ....................................... I-6
I.12              STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN .................................................. I-6
I.13              NILAI TRANSAKSI .......................................................................................................... I-7
I.14              KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF
                  (SUBSEQUENT EVENTS) .............................................................................................. I-7
I.15              PENDAPAT KEWAJARAN.............................................................................................. I-8
I.16              RUANG LINGKUP .......................................................................................................... I-8
I.17              KONDISI PEMBATAS ..................................................................................................... I-9
I.18              INDEPENDENSI PENILAI............................................................................................... I-10
I.19              PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ...................................... I-10
I.20              HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI ................................................................................. I-11

BAB II            ANALISIS TRANSAKSI
II.1              URAIAN UMUM .............................................................................................................. II-1
II.2              IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK – PIHAK YANG
                  BERTRANSAKSI ............................................................................................................ II-1
II.2.1            PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk .................................................................................. II-1
II.2.2            PT Sarana Global Indonesia ........................................................................................... II-2
II.3              OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN............................................................ II-3
II.4              PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. II-3
II.5              ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................... II-4
II.5.1            Skema Pendanaan Rencana Transaksi .......................................................................... II-8

BAB III           ANALISIS KUALITATIF
III.1             KONDISI MAKRO EKONOMI ......................................................................................... III-1
III.1.1           Perkembangan Ekonomi Dunia....................................................................................... III-1
III.1.2           Tingkat Inflasi Dunia ........................................................................................................ III-4
III.1.3           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... III-8
III.1.3.1         Neraca Perdagangan ...................................................................................................... III-10
III.1.3.2         Nilai Tukar Rupiah........................................................................................................... III-11
III.1.3.3         Inflasi ............................................................................................................................... III-12
III.1.3.4         Perkembangan Moneter.................................................................................................. III-12
III.2             TINJAUAN INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI .......................... III-14
III.2.1           Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B) .......................... III-14
III.2.2           Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C) .......................... III-18
III.2.3           Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2B) ................................................................................ III-20
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                                     XVI
Page 18
III.2.4       Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2C)................................................................................ III-21
III.2.5       Prospek Industri (B2B) .................................................................................................... III-22
III.2.6       Prospek Industri (B2C) .................................................................................................... III-23
III.3         INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN ..................................................... III-24
III.4         LOKASI GEOGRAFIS ..................................................................................................... III-25
III.5         PESAING USAHA ........................................................................................................... III-25
III.6         KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN ................................................................. III-25
III.7         RENCANA BISNIS INET ................................................................................................. III-28
III.8         PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI ........ III-32
III.9         KESIMPULAN ................................................................................................................. III-32

BAB IV        ANALISIS KUANTITATIF
IV.1          ANALISIS KINERJA HISTORIS INET ............................................................................. IV-1
IV.1.1        Laporan Posisi Keuangan ............................................................................................... IV-1
IV.1.2        Laporan Laba (Rugi) ....................................................................................................... IV-3
IV.1.3        Laporan Arus Kas ........................................................................................................... IV-4
IV.2          ANALISIS VERTIKAL ...................................................................................................... IV-6
IV.3          ANALISIS RASIO ............................................................................................................ IV-8
IV.4          INFORMASI PERPAJAKAN............................................................................................ IV-10
IV.5          ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA INET........................................ IV-10
IV.6          ANALISIS INKREMENTAL.............................................................................................. IV-16
IV.6.1        Asumsi Proyeksi Keuangan INET ................................................................................... IV-16
IV.6.2        Periode Proyeksi Keuangan INET................................................................................... IV-16
IV.6.3        Kontribusi Nilai Tambah terhadap INET .......................................................................... IV-17
IV.6.4        Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan INET .............................................. IV-18
IV.7          PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
              TRANSAKSI .................................................................................................................... IV-19
IV.7.1        Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... IV-19
IV.7.1.1      Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... IV-19
IV.7.1.2      Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... IV-21
IV.7.1.3      Tingkat Diskonto INET .................................................................................................... IV-21
IV.7.2        Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... IV-22
IV.8          KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF ........................................................................ IV-22

BAB V         ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1           DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN............................................................................. V-1
V.2           SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ................................................................................... V-1
V.2.1         Susunan Pemegang Saham INET .................................................................................. V-1
V.2.2         Susunan Pemegang Saham SGI .................................................................................... V-1
V.3           PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI .................................. V-2
V.4           SEKTOR INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ............................. V-2
V.4.1         Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B) .......................... V-2
V.4.2         Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C) .......................... V-5
V.5           RENCANA BISNIS INET ................................................................................................. V-6
V.6           KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP INET ........................................................... V-10
V.7           PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN
              TRANSAKSI .................................................................................................................... V-11
V.7.1         Penentuan Tingkat Diskonto ........................................................................................... V-11
V.7.1.1       Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas ........................................................................... V-11
V.7.1.2       Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ........................................................................... V-13
V.7.1.3       Tingkat Diskonto INET .................................................................................................... V-14
V.7.2         Perhitungan Nilai Kini ...................................................................................................... V-14
V.8           ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ................................................................. V-15
V.9           KESIMPULAN ................................................................................................................. V-16


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                       XVII
Page 19
                                                                DAFTAR TABEL
Tabel I.1.         Daftar Hadir Wawancara ............................................................................................. I-11


Tabel II.1.        Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET per 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. II-2
Tabel II.2.        Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI per 31 Desember 2025 .. II-3
Tabel II.3.        Fasilitas Pinjaman Bank .............................................................................................. II-8


Tabel III.1.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) .......................................... III-1
Tabel III.2.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy) ..................................... III-2
Tabel III.3.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy) ............................................... III-3
Tabel III.4.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy) ................................................... III-3
Tabel III.5.       Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy) ................................................... III-4
Tabel III.6.       Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy) .................................................. III-5
Tabel III.7.       Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy) ............................................. III-6
Tabel III.8.       Tingkat Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy) ....................................................... III-7
Tabel III.9.       Tingkat Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy) ........................................................... III-7
Tabel III.10. Tingkat Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy) ........................................................... III-8
Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
                   (%, yoy) ....................................................................................................................... III-8
Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy) ..... III-9
Tabel III.13. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku
                   menurut Lapangan Usaha, 2020–2024 ....................................................................... III-15
Tabel III.14. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020-2024) ............................. III-16
Tabel III.15. Analisis SWOT INET ................................................................................................... III-26


Tabel IV.1.        Laporan Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                   (dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-1
Tabel IV.2.        Laporan Laba (Rugi) INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                   (dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-3
Tabel IV.3.        Laporan Arus Kas INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                   (dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-4
Tabel IV.4.        Analisis Vertikal Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember
                   2025............................................................................................................................. IV-6
Tabel IV.5.        Analisis Vertikal Laba/Rugi INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember
                   2025 ........................................................................................................................... IV-8
Tabel IV.6.        Rasio Keuangan INET ................................................................................................. IV-9

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                              XVIII
Page 20
Tabel IV.7.        Laporan Posisi Keuangan Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025
                   (dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-11
Tabel IV.8.        Laporan Laba (Rugi) Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025
                   (dalam Rupiah penuh) ................................................................................................. IV-16
Tabel IV.9.        Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh) ............................ IV-17
Tabel IV.10. Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .......................... IV-17
Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan INET Tanpa Transaksi....................................................... IV-18
Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan INET Dengan Transaksi .................................................... IV-18
Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... IV-20
Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas INET ................................................................................. IV-21
Tabel IV.15. WACC INET ................................................................................................................ IV-21
Tabel IV.16. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)....................................................... IV-22
Tabel IV.17. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .................................................... IV-22


Tabel V.1.         Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET ...................................... V-1
Tabel V.2.         Komposisi Pemegang Saham SGI Per 31 Desember 2025 ........................................ V-1
Tabel V.3.         Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020 – 2024) .......................... V-3
Tabel V.4.         Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh) ............................ V-10
Tabel V.5.         Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .......................... V-11
Tabel V.6.         Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta ....................................... V-13
Tabel V.7.         Biaya Modal untuk Ekuitas INET ................................................................................. V-13
Tabel V.8.         WACC INET ................................................................................................................ V-14
Tabel V.9.         Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)....................................................... V-14
Tabel V.10.        Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh) .................................................... V-15




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                       XIX
Page 21
                                       DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025 .................................... III-10
Gambar III.2. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023 ....... III-17
Gambar III.3. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 .......................... III-17
Gambar III.4. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ......................... III-18
Gambar III.5. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024) . III-18


Gambar V.1. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023 ....... V-3
Gambar V.2. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 .......................... V-4
Gambar V.3. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023 ......................... V-4
Gambar V.4. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024) . V-5


Grafik III.1.     Neraca Perdagangan .................................................................................................. III-11
Grafik III.2.     Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang.... III-11
Grafik III.3.     Inflasi IHK dan Komponen ........................................................................................... III-12
Grafik III.4.     Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA ................................................ III-13
Grafik III.5.     Suku Bunga Perbankan ............................................................................................... III-13
Grafik III.6.     Permodalan Industri Perbankan .................................................................................. III-14
Grafik III.7.     Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018-2025) ............................. III-19
Grafik III.8.     Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia ...................................................... III-19
Grafik III.9.     Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023) .............................................................. III-20
Grafik III.10. Pangsa Pasar Fixed Data di Indonesia (2022) ............................................................ III-20
Grafik III.11. Pangsa Pasar Network Infrastructure di Indonesia (2023) .......................................... III-21
Grafik III.12. Jumlah Internet Service Provider di Indonesia (2020-2024) ........................................ III-21
Grafik III.13. Jumlah Pelanggan ISP (2020-2024)............................................................................ III-22
Grafik III.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030) ................................. III-22
Grafik III.15. Proyeksi Pendapatan pasar Business Process sebagai Layanan (2018-2030) .......... III-23
Grafik III.16. Proyeksi Pendapatan Fixed Data (2016-2029)............................................................ III-23
Grafik III.17. Rata-rata pengeluaran per kapita (2016-2029) ........................................................... III-24


Grafik V.1.       Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018 – 2025)........................... V-5
Grafik V.2.       Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia ...................................................... V-6
Grafik V.3.       Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023) .............................................................. V-6




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                   XX
Page 22
                                          DEFINISI DAN ISTILAH
Berdasarkan definisi dan istilah yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran adalah:

  1.    Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
        penilaian.
  2.    Penilai adalah orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di pasar
        modal.
  3.    Penilai Bisnis adalah Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
        Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di pasar modal.
  4.    Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
        sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan
        kegiatan di pasar modal.
  5.    Penugasan Penilaian Profesional adalah penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi
        penugasan untuk melakukan Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
        mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian.
  6.    Nilai adalah perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang atau jasa
        dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang akan diperoleh dari objek
        Penilaian pada tanggal Penilaian.
  7.    Tanggal Penilaian adalah tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
        dinyatakan.
  8.    Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
        berdasarkan kriteria tertentu.
  9.    Nilai Buku adalah:
        a. hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau
            penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan; atau
        b. selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam
            laporan keuangan.
  10. Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
        liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana
        kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan
        tanpa paksaan.
  11. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
        dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
        Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian.
  12. Pendekatan Penilaian adalah suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau
        lebih metode penilaian.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              XXI
Page 23
  13. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan
        objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau penawaran.
  14. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat
        Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian.
  15. Tanggal Laporan Penilaian Bisnis adalah tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh
        Penilai Bisnis.
  16. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
        sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan
        ekonomi.
  17. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
        a. tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
        b. merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
        c. telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
            pertumbuhan perusahaan.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk          XXII
Page 24
                                                           BAB I
                                                   PENDAHULUAN

I.1       LATAR BELAKANG
          PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
          No. 1 tanggal 16 Desember 2016 dari Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta Pendirian tersebut telah
          disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
          AHU-0002586.AH.01. 01.TAHUN 2016 tanggal 20 Januari 2017.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 1327
          tanggal 17 September 2025 dari Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., sehubungan dengan
          Peningkatan Modal Ditempatkan atau Disetor. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di
          dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam
          Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHUAH. 01.03-0236052 tanggal 17 September 2025.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
          dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa internet
          service provider dan kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa
          sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.

          Perusahaan berdomisili di Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan,
          Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan operasi Perusahaan di Rich Palace A1, Jl. Meruya Ilir
          Raya No. 36 - 40, Jakarta Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, entitas induk langsung adalah PT Abadi Kreasi Unggul
          Nusantara, yang berkedudukan di Jakarta. Pihak pengendali Perusahaan adalah individu yaitu Adhie M.
          Marsadi.

          Pada tanggal 14 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
          (OJK) dengan Surat No. S-182/D.04/2023 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham.
          Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 1.500.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal
          Rp10 per saham dan harga penawaran Rp101 per saham disertai dengan penerbitan 2.100.000.000
          Waran Seri I pada harga penawaran sebesar Rp91 per saham. Agio saham yang berasal dari selisih
          lebih antara nilai yang diterima dari pemegang saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat
          (IPO) dengan nilai nominal saham adalah sebesar Rp136.500.000.000.

          Berdasarkan informasi yang kami terima dari INET, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh INET
          adalah akuisisi atas 60% saham baru yang telah dilakukan penyertaan modal oleh INET dan akan
          diterbitkan oleh SGI, yang untuk saat ini terdiri dari beberapa pemegang saham yang diwakili oleh
          Chandra Arie Setiawan. Akuisisi saham SGI sesuai dengan ketentuan Draft Investment Agreement
          merupakan peluang signifikan bagi INET untuk meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk             I-1
Page 25
          jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET diharapkan dapat memperoleh manfaat dari
          peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis yang berasal dari potensi sinergi bisnis
          antara INET dan SGI.

          INET berpandangan bahwa pengambilalihan sebagian saham SGI diharapkan dapat meningkatkan
          skala dan jangkauan bisnis INET melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan
          jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar
          INET, khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan
          telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki
          SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan.
          Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi,
          sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan
          INET.

          Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh INET memenuhi batasan nilai transaksi material
          sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) POJK No. 17/2020, yang dihitung berdasarkan
          Laporan Keuangan Audit Konsolidasian INET tanggal 31 Desember 2025, dimana Nilai Rencana
          Transaksi mencapai 65,33% dari ekuitas INET, dikarenakan nilai transaksi material diatas 50% maka
          diperlukan persetujuan RUPS sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 6 ayat (1) POJK No. 17/2020.

          Namun demikian, Rencana Transaksi bukan merupakan suatu transaksi afiliasi dan tidak mengandung
          benturan kepentingan karena Pihak Pembeli dan Pihak Penjual dalam Rencana Transaksi tidak memiliki
          hubungan afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020. Dengan demikian, INET tidak
          diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK No. 42/2020 sehubungan dengan
          Rencana Transaksi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya
          kelangsungan usaha INET.

I.2       STATUS PENILAI
          IDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No.139 tertanggal
          13 April 2009 oleh Notaris Publik Drajat Darmadji, S.H, IDR telah terdaftar pada Departemen Keuangan
          Republik Indonesia dengan Nomor Izin No. 2.09.0047, Tanggal 10 Juni 2009.

          Pendapat kewajaran Ini dilakukan oleh Penilai Publik Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
          merupakan Penilai independen yang bernaung dalam IDR berdasarkan ijin Penilai Publik No. B-
          1.16.00465, yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
          dengan Surat Tanda Terdaftar (“STTD”) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bagian Pengawas Pasar
          Modal dan Lembaga Keuangan (Penilai Properti dan Bisnis) STTD OJK No. STTD.PPB-
          27/PJ.1/PM.02/2023. Bertindak independen, objektif, dan memiliki kompetensi untuk melakukan
          pendapat kewajaran sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini.



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                  I-2
Page 26
          IDR dalam memberikan jasa pendapat kewajaran sesuai dengan kemampuan dan keahlian dengan
          menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan tidak memihak. Penilai tidak memiliki keterlibatan material
          atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau pemilik aset
          dan pemberi tugas. Untuk penilaian obyek sebagaimana dijelaskan di bawah tidak diperlukan bantuan
          tenaga ahli luar. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
          penugasan di bawah koordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat kewajaran.

I.3       PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
          Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
          Nama                           : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
          Perseroan                      : Perseroan Terbatas berstatus Perusahaan Terbuka (publicly-held
                                          company)
          Bidang Industri                : Telekomunikasi
          Alamat                         : Gedung Cyber Lt.10, Jl. Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan 12710
          Email                          : info@sinergynetworks.co.id
          Telepon                        : +62 2150 525588

          Pemberi tugas memastikan objek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud,
          tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari
          dua bulan) (KEPI Edisi VII – 2018 Pasal 5.8 poin C-4).


I.4       OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
          Objek transaksi dalam pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Material atas Akuisisi 180.000
          lembar saham atau 60% saham SGI per Laporan keuangan Audit 31 Desember 2025, dengan total nilai
          Rencana Transaksi atas 180.000 lembar saham atau 60% saham SGI setelah penambahan modal
          adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta
          Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi per lembar saham adalah sebesar
          Rp1.557.799 per lembar saham. Nilai Pasar 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI adalah
          sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta
          Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar Rp1.459.957 per lembar saham.

I.5       JENIS MATA UANG
          Dalam penugasan ini hasil pendapat kewajaran dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Kami
          mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam lingkup penugasan ini tidak
          berlaku.

I.6       MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
          Maksud dan Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini mengenai
          kewajaran Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                           I-3
Page 27
          ketentuan-ketentuan dari Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha” (“POJK 17 /POJK.04/2020”), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
          “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” (selanjutnya disebut “POJK
          35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII 2018 (“SPI 2018”).

I.7       TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
          Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
          Desember 2025, sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar
          pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan INET per 31
          Desember 2025 yang kami terima dan menjadi dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.

          Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, laporan penilaian ini berlaku selama 6 (enam) bulan
          sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2026, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi
          kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).

I.8       TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
          ➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penyusunan pendapat kewajaran;
          ➢ Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penyusunan pendapat
              kewajaran;
          ➢ Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen perseroan diverifikasi secara tertulis atau
              wawancara langsung;
          ➢ Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada objek penyusunan
              pendapat kewajaran. Bila pada objek penyusunan pendapat kewajaran tertentu dijumpai
              keterbatasan untuk dijangkau dan/atau diversifikasi secara keseluruhan, maka kami menggunakan
              pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan;
          ➢ Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi properti termasuk data yang harus
              disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya;
          ➢ Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan penyusunan pendapat kewajaran ini akan dicatatkan
              sebagai bagian yang mengikat atas hasil penyusunan pendapat kewajaran yang dilakukan.

I.9       SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
          Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
          sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data tersebut antara lain:
          ➢ Informasi primer yang relevan atas objek penilaian diberikan secara langsung oleh Pemberi Tugas
              selama proses penilaian dengan rincian sebagai berikut:
              -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
                  telah diaudit oleh KAP Suharli, Sugiharto & Rekan dan telah ditandatangani pada tanggal 30 Maret
                  2026 oleh Ridho Fathoni, CPA dengan Izin Akuntan Publik No.AP.1629, dengan nomor laporan
                  No. 00075/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/III/2026;

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 I-4
Page 28
              -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
                  telah diaudit oleh KAP Dra. Suhartati & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
                  dan telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2025 oleh Dulgani, CPA dengan Izin Akuntan
                  Publik No.AP.0165, dengan nomor laporan No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025;
              -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
                  telah diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
                  telah ditandatangani pada tanggal 8 April 2024 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan
                  Publik No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024;
              -   Laporan Keuangan Audit INET untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
                  telah diaudit oleh KAP Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
                  telah ditandatangani pada tanggal 10 April 2023 oleh David Kurniawan, CPA dengan Izin Akuntan
                  Publik No.AP.1023, dengan nomor laporan No. 00113/2.0961/AU.1/05/1023-1/1/IV/2023;
              -   Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma
                  Konsolidasian Proforma INET No. 008/OAS/SSR-JL/2026 tanggal 9 April 2026 tanpa maupun
                  dengan transaksi per 31 Desember 2025 yang disusun oleh Bapak Julian Lukito, CPA dengan
                  Registrasi Akuntan Publik No. AP.1247, yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik (KAP)
                  Suharli Sugiharto & Rekan (“SW Indonesia”) dengan opini telah dikompilasi dalam semua hal yang
                  material;
              -   Business Plan sebelum rencana transaksi dan dengan rencana transaksi untuk periode 2026
                  sampai dengan 2030 yang antara lain terdiri dari laporan posisi keuangan dan hasil operasi untuk
                  periode yang diproyeksikan mencerminkan pertimbangan yang terbaik dari Manajemen,
                  berdasarkan harapan kondisi pasar di masa mendatang dan tindakan-tindakan yang akan
                  dilakukan oleh INET sesuai kondisi yang ada per tanggal pendapat kewajaran (dalam bentuk
                  softcopy);
              -   Draft Investment Agreement;
              -   Keterbukaan Informasi INET;
              -   Laporan      Penilaian     Aset    KJPP      Iwan     Bachron      dan     Rekan   No.   01655/2.0047-
                  00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April 2026;
              -   Laporan Penilaian 100% Saham SGI No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April
                  2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan;
              -   Surat Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli pada tanggal 2 Februari 2026 dengan nomor surat
                  No. 53/INET/II/2026.
          ➢ Informasi sekunder atas data lain yang diperlukan untuk penilaian diperoleh dari media cetak, media
              elektronik dan papan pengumuman yang layak:
              -   Bank Indonesia (BI);
              -   Badan Pusat Statistik (BPS);
              -   Otoritas Jasa Keuangan (OJK);

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                       I-5
Page 29
              -   Data riset dari lembaga independen seperti website Aswath Damodaran;
              -   Media cetak dan elektronik resmi seperti Yahoo Finance, Bloomberg, S&P Capital IQ, dan
                  website Bursa Efek Indonesia.

I.10      ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
          Analisis disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan,
          serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal penerbitan Laporan
          Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. Dalam analisis, kami mempertimbangkan beberapa
          asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban INET. Kami juga mengasumsikan bahwa
          dari tanggal analisis sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
          Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
          yang digunakan dalam analisis. Berikut asumsi khusus yang digunakan dalam lingkup penugasan ini
          dengan rincian sebagai berikut:
          ➢ Objek pendapat kewajaran yang analisa tidak mempunyai masalah hukum dan hak kepemilikannya
              adalah sah, bebas dari sengketa dan dapat dialihkan haknya.
          ➢ Objek pendapat kewajaran yang ditunjukkan kepada kami adalah benar merupakan objek dalam
              penyusunan pendapat kewajaran.
          ➢ Seluruh data dan informasi yang diberikan pemberi tugas sehubungan dengan penyusunan
              pendapat kewajaran ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
          ➢ Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen legal yang terkait.
          ➢ Seluruh pernyataan data dan informasi yang diberikan Pemberi Tugas adalah relevan, benar dan
              dapat dipercaya sesuai dengan prosedur penyusunan pendapat kewajaran yang umum berlaku dan
              disampaikan dengan itikad baik.
          ➢ Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi terhadap objek pendapat kewajaran yang dapat
              membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab merupakan bagian
              pekerjaan ahli lain;
          ➢ Baik Pemimpin Rekan dan atau Rekan, serta para Penilai maupun karyawannya tidak mempunyai
              kepentingan finansial apapun terhadap objek penugasan.

I.11      PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
          Laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan
          laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
          mempengaruhi operasional INET.

I.12      STANDAR PENYUSUNAN PENDAPAT KEWAJARAN
          Pendapat Kewajaran akan dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
          Kegiatan Usaha (POJK 17/POJK.04/2020), Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk           I-6
Page 30
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (POJK 35/POJK.04/2020) serta Kode Etik Penilai
          Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII dan 320, 330, dan 340 – Edisi Revisi
          (KEPI-SPI Edisi VII.2018).

I.13      NILAI TRANSAKSI
          Nilai atas transaksi dalam hal ini yaitu nilai transaksi per lembar saham sebesar Rp1.557.799 per lembar
          saham dengan total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000,- (Dua Ratus Delapan
          Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah).

I.14      KEJADIAN – KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF (SUBSEQUENT EVENTS)
          Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Pemberi Tugas terdapat kejadian-kejadian penting setelah
          tanggal efektif Pendapat Kewajaran yaitu 31 Desember 2025, baik yang diketahui maupun yang patut
          diketahui sampai dengan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran yaitu 30 Januari 2026 diantaranya:
          ➢ INET telah melakukan pengajuan kepada PT Bank JTrust Indonesia Tbk terkait dengan fasilitas
              kredit, selanjutnya berdasarkan Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi
              Andalan Prima Tbk, dan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada tanggal 17 Maret 2026 dengan
              nomor surat No. 035/JTRUST-AGR/LBS/III/2026, INET memperoleh Penawaran dari PT Bank JTrust
              Indonesia Tbk atas fasilitas Kredit berupa Fasilitas Langsung sebesar Rp350.000.000.000. Fasilitas
              tersebut, digunakan untuk melakukan akuisisi aset-aset untuk pengembangan bisnis INET dengan
              tingkat Suku bunga pinjaman sebesar suku bunga rekening Giro 0% (nol persen) ditambah spread
              sebesar 0,50% (nol koma lima puluh persen) per tahun.
          ➢ Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (Dua Belas Miliar Delapan Ratus Juta)
              saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp10 ,- (Sepuluh Rupiah) setiap saham yang mewakili
              sebanyak-banyaknya 57,14% (lima puluh tujuh koma satu empat persen) dari modal ditempatkan
              dan disetor penuh setelah PMHMETD. Setiap pemegang 3 (tiga) Saham Lama yang namanya
              tercatat dalam Daftar Pemegang Saham INET pada tanggal 6 Januari 2026 pukul 16.00 WIB berhak
              atas 4 (empat) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk
              membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp250,- (Dua Ratus Lima Puluh
              Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan dan
              Pembelian Saham. Jumlah dana yang akan diterima INET dalam PMHMETD ini sebanyak-
              banyaknya Rp3.200.000.000.000,- (Tiga Triliun Dua Ratus Miliar Rupiah). Penerbitan Waran Seri II
              adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa
              Atas Nama yang bernilai nominal Rp10,- (Sepuluh Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga
              Pelaksanaan sebesar Rp300,- (Tiga Ratus Rupiah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya
              pelaksanaan yaitu mulai tanggal 13 Juli 2026 – 13 Juli 2028, Pemegang Waran Seri II tidak
              mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran Seri II tersebut
              belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis masa



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 I-7
Page 31
              berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluwarsa, tidak bernilai, dan tidak berlaku. Masa
              berlaku Waran Seri II tidak dapat diperpanjang lagi. Total Hasil Pelaksanaan Waran Seri II sebanyak-
              banyaknya Rp691.200.000.000,- (Enam Ratus Sembilan Puluh Satu Miliar Dua Ratus Juta Rupiah).
              Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, periode pelaksanaan PMHMETD dan
              Waran Seri II dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026 – 26 Januari 2026.
          ➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk
              berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari 2026.
          ➢ INET telah melakukan transaksi material akuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication
              berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 9 Maret 2026.

I.15      PENDAPAT KEWAJARAN
          Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam
          kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan
          lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui
          Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan
          tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

          Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
          dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
          menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.

          Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
          Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
          peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
          apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari IDR.

I.16      RUANG LINGKUP
          Ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran dari Rencana Transaksi untuk
          memenuhi Ketentuan POJK 17/POJK.04/2020 dengan ruang lingkup antara lain:
          ➢ Analisis atas industri dan bisnis
          ➢ Analisis atas keseluruhan Rencana Transaksi.
          ➢ Analisis kuantitatif dan kualitatif atas Rencana Transaksi.
          ➢ Analisis atas syarat-syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian terkait dengan Rencana
              Transaksi.
          ➢ Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan
          dari semua informasi keuangan dan informasi lainnya yang diberikan kepada kami oleh INET atau yang
          tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas
          pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 I-8
Page 32
          dari manajemen INET bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
          informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

          Kami telah melakukan inspeksi atau wawancara dengan manajemen INET terkait dengan penyusunan
          pendapat kewajaran. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
          Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada INET dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
          hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
          perpajakan.

          Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
          tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
          mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
          laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk INET.

I.17      KONDISI PEMBATAS
          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan dan
          kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
          oleh manajemen INET atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap
          dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
          terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen INET
          bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
          kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

          Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
          sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
          mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggungjawab atas
          perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya
          ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang
          kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat disalahartikan.

          Hasil dari analisis kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya,
          perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan merubah hasil dari analisis kami.
          Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
          terhadap hasil analisis, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Kami telah melakukan
          inspeksi atau wawancara dengan manajemen INET terkait dengan penyusunan pendapat kewajaran.
          Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek
          perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan.
          Laporan pendapat kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                I-9
Page 33
          yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
          operasional INET.

          Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
          bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
          informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
          kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
          Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada INET dalam kaitan dengan Rencana
          Transaksi hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit,
          atau perpajakan.

I.18      INDEPENDENSI PENILAI
          Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi ini,
          IDR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan INET
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan INET. IDR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
          keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak
          dilakukan untuk memberikan keuntungan atau menyebabkan kerugian pihak manapun. Imbalan yang
          kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari
          proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan IDR hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat
          Perjanjian Kerja sama antara INET dengan IDR No. 013/IDR-SPK/PEN-BDG/III/2026 pada tanggal 16
          Maret 2026 yang telah disetujui.

I.19      PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan
          tahapan-tahapan sebagai berikut:
           1. Analisis atas Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat
                Transaksi, analisis Draf Perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam Transaksi, analisis manfaat
                dan risiko Transaksi.
           2. Analisis kualitatif atas Transaksi yang meliputi riwayat INET dan kegiatan usaha INET, analisis
                industri, analisis operasional dan prospek bisnis INET, analisis alasan dilakukannya Transaksi.
           3. Analisis kuantitatif atas Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal INET, analisis
                arus kas INET, analisis rasio keuangan INET, analisis proyeksi keuangan INET, analisis nilai
                tambah, dan analisis nilai transaksi afiliasi.
           4. Analisis kewajaran atas Transaksi.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 I-10
Page 34
I.20      HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
          Pelaksana Inspeksi/Wawancara:
                  Tanggal Wawancara                : 1 April 2025
                  Pelaksana Wawancara              : Dean Fajar Ramadhan
          Dalam penilaian ini, kami melakukan wawancara, baik dengan manajemen ataupun pihak yang
          mewakilinya melalui online meeting. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya
          dengan objek pendapat kewajaran, yaitu:

                                                Tabel I.1. Daftar Hadir Wawancara
                 Pihak yang diwawancarai                            Perusahaan                           Jabatan

          Bp. Angga Saputra Syam                                       INET                      Spv. Corporate Accounting




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                          I-11
Page 35
                                                          BAB II
                                             ANALISIS TRANSAKSI

II.1     URAIAN UMUM
         Berdasarkan informasi yang kami terima dari INET, rencana transaksi yang akan dilaksanakan oleh INET
         adalah akuisisi atas saham SGI melalui mekanisme penambahan modal saham sebagaimana diatur
         dalam Perjanjian Pemegang Saham dan Perjanjian Pengambilalihan Saham. INET berpandangan
         bahwa pengambilalihan saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala dan jangkauan bisnis INET
         melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi
         telekomunikasi. Akuisisi ini juga diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar INET terutama di wilayah
         Pulau Jawa dan Kalimantan melalui pemanfaatan aset strategis SGI berupa kapal pemasang kabel laut
         (cable laying vessel) yang mendukung percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut
         antar pulau. Integrasi ini ditujukan untuk menciptakan sinergi operasional melalui optimalisasi
         infrastruktur dan kapabilitas kedua entitas, termasuk dalam pengembangan jaringan serta peningkatan
         efisiensi dalam pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Selain itu, transaksi ini diharapkan dapat
         meningkatkan efisiensi pengembangan jaringan telekomunikasi melalui kemudahan dan percepatan
         proses perbaikan serta pemeliharaan jaringan, sehingga dapat menghasilkan efisiensi biaya yang
         signifikan sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan bisnis INET.

II.2     IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI
II.2.1   PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
         PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk adalah Perusahaan didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 16
         Desember 2016 dari Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0002586.AH.01.
         01.TAHUN 2016 tanggal 20 Januari 2017.

         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 1327
         tanggal 17 September 2025 dari Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., sehubungan dengan
         Peningkatan Modal Ditempatkan atau Disetor. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di
         dalam data base Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia
         melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHUAH.01.03-0236052 tanggal 17 September 2025.

         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
         dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa internet
         service provider dan kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa
         sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk            II-1
Page 36
         Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                          : Saripudin
         Komisaris Independen                     : Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi
         Komisaris                                : Tongam Lumban Tobing

         Direksi
         Direktur Utama                           : Muhammad Arif
         Direktur                                 : Bayu Satrio
         Direktur                                 : Willy Unsulangi

         Struktur permodalan dan susunan pemegang saham INET berdasarkan laporan tahunan INET untuk
         tahun 2025, susunan pemegang saham INET per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

              Tabel II.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET per 31 Desember 2025
                                                                               Jumlah Saham           Persentase
                                  Keterangan
                                                                                 (Lembar)                 %
           PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara                                        5.360.707.200            55,95%
           Muhammad Arif (Direktur utama)                                                    10.000         0,01%
           Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                                   4.220.358.096          44,04%
           Total                                                                    9.581.075.296          100,00%
         Sumber: Laporan Keuangan Audit INET, 31 Desember 2025

         Kepemilikan saham atas INET masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh PT Abadi Kreasi
         Unggul Nusantara sejumlah 5.360.707.200 lembar saham atau 55,95% kepemilikan, Bapak Muhammad
         Arif (Direktur utama) sejumlah 10.000 lembar saham atau 0,01% kepemilikan, dan Masyarakat (masing-
         masing di bawah 5%) sejumlah 4.220.358.096 lembar saham atau 44,04% kepemilikan.

II.2.1   PT Sarana Global Indonesia
         PT Sarana Global Indonesia didirikan dengan akta pendirian dari notaris Daniel Praganda Marpaung,
         SH No.78 tanggal 27 April 2000. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor C-15.102.HT 01.01 TH. 2000 tanggal 25
         Juli 2000.

         Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan yang terakhir dengan akta
         Pernyataan Keputusan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Sarana Global Indonesia dari Notaris
         Haria Fitri Sucipto, S.H., M.Kn No. 11 tanggal 22 Oktober 2025 mengenai perubahan Direksi dan
         Komisaris, Peralihan Saham, dan Pergantian Nama Pemegang Saham. Akta tersebut telah diterima dan
         dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia sesuai dengan Surat Nomor: AHU-AH.01.09-0354213 tanggal 23 Oktober 2025.



 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 II-2
Page 37
         Susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris                                : Yosaphat Didik Heru Purnomo

         Direksi
         Direktur                                 : Taryono

         Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan tahunan SGI untuk tahun
         2025, susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

              Tabel II.2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham SGI per 31 Desember 2025
                                                                               Jumlah Saham           Persentase
                                  Keterangan
                                                                                 (Lembar)                 %
           Chandra Arie Setiawan                                                         66.000             55,00%
           Lisa Anggraini                                                                    54.000        45,00%
           Total                                                                           120.000         100,00%
         Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI, 31 Desember 2025

         Kepemilikan saham atas SGI masing-masing terbagi atas saham yang dimiliki oleh Chandra Arie
         Setiawan sejumlah 66.000 lembar saham atau 55,00% kepemilikan dan Lisa Anggraini sejumlah 54.000
         lembar saham atau 45,00% kepemilikan.

II.3     OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
         Objek transaksi dalam pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Material atas Akuisisi 180.000
         lembar saham atau 60% saham SGI per Laporan keuangan Audit 31 Desember 2025, dengan total nilai
         Rencana Transaksi atas 180.000 lembar saham atau 60% saham SGI setelah penambahan modal
         adalah sebesar Rp280.403.820.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta
         Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi per lembar saham adalah sebesar
         Rp1.557.799 per lembar saham. Nilai Pasar 120.000 lembar saham atau 100% saham SGI adalah
         sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus Sembilan Puluh Lima Juta
         Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar Rp1.459.957 per lembar saham.

II.4     PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
         Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen SGI, proses pengambilan keputusan atas
         Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal SGI. Setelah
         menentukan rencana atas transaksi Dewan Direksi harus memperoleh persetujuan dari
         Dewan Komisaris. Sebelum Dewan Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Dewan Direksi
         telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen SGI.
         Dengan demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan
         dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.



 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 II-3
Page 38
II.5     ANALISIS TRANSAKSI
         Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan menganalisis transaksi antara SGI dan pemegang
         saham SGI yang diwakili oleh Chandra Arie Setiawan. Berdasarkan informasi yang kami terima dari SGI,
         Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan oleh SGI adalah penyertaan modal melalui pengambilan
         atas 60% saham baru yang akan diterbitkan oleh SGI. SGI akan melakukan penyertaan dana sebesar
         Rp280.403.820.000 (dua ratus delapan puluh miliar empat ratus tiga juta delapan ratus dua puluh ribu
         Rupiah) dengan harga Rp1.557.799 (satu juta lima ratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus sembilan puluh
         sembilan Rupiah) per lembar saham, sesuai dengan ketentuan dalam Indikasi Syarat dan Ketentuan
         Jual Beli tanggal 2 Februari 2026. Sehubungan dengan transaksi tersebut, SGI telah melakukan
         pembayaran uang muka sebesar Rp50.000.000.000 pada tanggal 3 Februari 2026 dan tambahan
         deposit sebesar Rp10.000.000.000 pada tanggal 4 Maret 2026.

         Rencana Transaksi dilakukan melalui mekanisme penyertaan modal yang dituangkan dalam suatu
         perjanjian bersyarat. Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, penyertaan modal
         melalui penerbitan saham baru merupakan transaksi peningkatan modal ditempatkan dan disetor SGI
         yang pelaksanaannya tunduk pada terpenuhinya syarat-syarat tangguh tertentu sebagaimana disepakati
         Para Pihak. Pelaksanaan transaksi ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan akta-akta terkait
         peningkatan modal di hadapan Notaris serta pencatatan perubahan struktur permodalan dan
         kepemilikan saham dalam Daftar Pemegang Saham SGI.

         Adapun ketentuan-ketentuan penting yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan penyertaan modal
         melalui penerbitan saham baru oleh SGI berdasarkan Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli antara
         INET dan SGI adalah sebagai berikut:

         Ketentuan umum transaksi adalah sebagai berikut:

         1. SGI akan menerbitkan saham baru sebesar 180.000 lembar saham yang akan dimiliki oleh PT
             Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
         2. Term Sheet ini bukan merupakan perjanjian yang mengikat untuk melaksanakan transaksi investasi,
             namun menjadi dasar penyusunan Investment Agreement (Share Subscription and Shareholders
             Arrangement) dan/atau dokumen transaksi definitif lainnya berdasarkan kesepakatan Para Pihak
             yang akan disusun diwaktu mendatang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan beberapa
             kondisi berikut ini:
             • Pihak kedua telah menyelesaikan Uji Tuntas Aset Tetap Kapal, Uji Tuntas Apek Hukum (Legal
                 Due Diligence) dan Uji Tuntas Aspek Keuangan (Financial Due Diligence) termasuk Pemeriksaan
                 Pajak dengan kepuasannya. Uji tuntas tersebut akan diselesaikan dalam waktu 1 bulan setelah
                 penandatanganan Term Sheet ini. Jangka waktu Uji Tuntas tergantung pada ketersediaan data
                 yang disediakan oleh Pihak Pertama.




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk             II-4
Page 39
            • Pihak Pertama menjamin bahwa tidak ada perubahan material yang merugikan terhadap bisnis,
                kondisi keuangan atau prospek Perusahaan kecuali yang telah disetujui oleh Para Pihak.
            • Para Pihak telah menyetujui pelaksanaan transaksi penyertaan modal melalui pengambilan dan
                penyetoran saham baru SGI sesuai dengan tata kelola perusahaan yang berlaku dan ketentuan
                peraturan perundang-undangan yang berlaku.
            • Para Pihak sepakat untuk mempertahankan pengurus SGI yang saat ini menjabat sampai dengan
                tahun 2026. Namun apabila diperlukan untuk melakukan perubahan pengurus SGI maka Para
                Pihak akan menjalankan perubahan sesuai dengan aturan yang berlaku.
        3. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Term Sheet ini akan dituangkan lebih lanjut dalam Investment
            Agreement beserta dokumen transaksi definitif lainnya yang diperlukan sehubungan dengan
            transaksi investasi ini.

        Tahapan dari proses penyetoran saham baru yang diterbitkan oleh SGI ini adalah sebagai berikut:

        1. Penandatanganan Term Sheet.
        2. Pembayaran Uang muka dari PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk kepada PT Sarana Global
             Indonesia. Uang muka tersebut akan dikembalikan apabila transaksi ini tidak terlaksana.
        3. Uji Tuntas Aset Tetap Kapal, Uji Tuntas Hukum (Legal Due Diligence) dan Uji Tuntas Keuangan
             dan Pajak (Financial and Tax Due Diligence) kurang lebih dalam 1 bulan. Atas hasil uji tuntas
             tersebut apabila sudah disetujui kedua belah pihak maka proses transaksi akan berlanjut pada
             proses penyelesaian.
        4. Pembuatan, finalisasi, dan penandatanganan Investment Agreement dan/atau dokumen transaksi
             definitif lainnya yang diperlukan untuk penyelesaian transaksi.

        Adapun ketentuan-ketentuan penting yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan penyertaan modal
        melalui penerbitan saham baru oleh SGI berdasarkan Draft Investment Agreement antara INET dan SGI
        adalah sebagai berikut:

        Ketentuan mengenai struktur transaksi adalah sebagai berikut:

        1. Struktur transaksi sebelum transaksi, komposisi kepemilikan saham SGI berdasarkan Akta
            Perubahan SGI terakhir No. 1 tertanggal 6 Februari 2026 adalah:
            a. Chandra Arie Setiawan : 99,999% (sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan
                persen) yaitu sebanyak 119.999 lembar saham.
            b. Bayu Erriano Affia : 0,001% (nol koma nol nol satu persen) yaitu sebanyak 1 lembar saham.
            c. Sehingga total lembar saham keduanya sejumlah 120.000 lembar saham.
        2. SGI akan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui penerbitan 180.000
            (seratus delapan puluh Ribu) lembar saham baru (“Saham Baru”) yang seluruhnya akan diambil
            bagian dan disetor penuh oleh INET.
        3. Setelah penyelesaian transaksi, komposisi kepemilikan saham SGI adalah.

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk             II-5
Page 40
            a. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk : 60% (enam puluh persen) yaitu sebanyak 180.000 lembar
                   saham
            b. Chandra Arie Setiawan : 39,9997% (tiga puluh sembilan koma sembilan sembilan sembilan tujuh
                   persen) yaitu sebanyak 119.999 lembar saham
            c. Bayu Erriano Affia : 0,0003% (nol koma nol nol nol tiga persen) yaitu sebanyak 1 lembar saham
            d. Sehingga total lembar saham milik para pemegang saham sejumlah 300.000 lembar saham
        4. Transaksi ini merupakan penyertaan modal (primary issuance) dan bukan pengalihan saham dari
            pemegang saham lama.
        5. Sebagian dana investasi akan digunakan untuk penyelesaian kewajiban Pemegang Saham Lama.

        Adapun ketentuan nilai investasi dan pembayaran dalam transaksi ini adalah sebagai berikut:

        1. Para Pihak dengan ini sepakat bahwa nilai investasi sebesar Rp280.403.820.000 (dua ratus delapan
            puluh miliar empat ratus tiga juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah) dihitung berdasarkan harga
            per lembar saham sebesar Rp1.557.799 (satu juta lima ratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus
            sembilan puluh sembilan Rupiah) untuk setiap saham yang diinvestasikan.
        2. Pembayaran dilakukan sebagai berikut:
            a. Uang muka dengan total sebesar Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar Rupiah) ke rekening
                   5015056654 atas nama PT Sarana Global Indonesia;
            b. Sisa pembayaran pada Tanggal Penyelesaian.
        3. Pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini dilakukan dalam mata uang Rupiah melalui
            transfer antar bank ke:
            a. Rekening SGI untuk penyetoran modal atas Saham Baru; dan/atau
            b. Rekening yang ditunjuk untuk penyelesaian kewajiban Pemegang Saham Lama;
            c. Yang masing-masing akan diberitahukan secara tertulis kepada INET paling lambat 5 (lima) Hari
                   Kerja sebelum Tanggal Penyelesaian.
        4. Seluruh biaya transfer, biaya administrasi perbankan, dan pajak yang timbul sehubungan dengan
            pelaksanaan Perjanjian ini akan ditanggung oleh masing-masing Pihak sesuai dengan ketentuan
            peraturan perundang-undangan yang berlaku, kecuali ditentukan lain secara tegas dalam Perjanjian
            ini.

        Adapun ketentuan kondisi pendahuluan dalam pelaksanaan transaksi ini adalah sebagai berikut:

        1. Kewajiban INET untuk melaksanakan penyertaan modal dalam SGI sebagaimana diatur dalam
            Perjanjian ini tunduk pada terpenuhinya seluruh kondisi pendahuluan berikut (“Kondisi
            Pendahuluan”):
            a. Hasil uji tuntas (due diligence) yang dilakukan oleh INET terhadap aspek hukum, keuangan,
                   perpajakan, dan operasional SGI dinyatakan memuaskan oleh INET;




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk            II-6
Page 41
            b. Tidak terjadinya perubahan material yang merugikan (Material Adverse Change) terhadap kondisi
                usaha, keuangan, atau prospek SGI sejak tanggal Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli sampai
                dengan Tanggal Penyelesaian;
            c. Diselenggarakannya dan diperolehnya persetujuan yang diperlukan dari Rapat Umum Pemegang
                Saham SGI sehubungan dengan transaksi sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini, termasuk
                namun tidak terbatas pada peningkatan modal ditempatkan dan disetor;
            d. Diperolehnya seluruh persetujuan, perizinan, atau notifikasi dari instansi atau regulator yang
                berwenang (apabila dipersyaratkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
                berlaku);
            e. Tidak terdapat kejadian wanprestasi atau pelanggaran material oleh SGI maupun Pemegang
                Saham Lama berdasarkan Perjanjian ini;
            f. Seluruh kewajiban perpajakan SGI sebelum Tanggal Penyelesaian telah diselesaikan, atau telah
                diungkapkan secara lengkap kepada INET dan disepakati mekanisme penyelesaiannya oleh
                Para Pihak.
        2. Para Pihak sepakat untuk bekerja sama secara itikad baik guna memastikan terpenuhinya seluruh
            Kondisi Pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini.
        3. Dalam hal Kondisi Pendahuluan tidak terpenuhi atau tidak dikesampingkan oleh INET sampai
            dengan jangka waktu yang disepakati oleh Para Pihak, maka INET berhak untuk membatalkan
            transaksi tanpa kewajiban lebih lanjut, dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai
            pengembalian uang muka sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.

        Adapun ketentuan penyelesaian transaksi adalah sebagai berikut:

        1. Penyelesaian transaksi (“Tanggal Penyelesaian”) akan dilaksanakan setelah seluruh Kondisi
            Pendahuluan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 telah terpenuhi atau dikesampingkan oleh INET.
        2. Pada Tanggal Penyelesaian, Para Pihak wajib melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:
            a. INET melakukan pembayaran sisa nilai investasi sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian ini;
            b. SGI menerima setoran modal dari INET dan menerbitkan Saham Baru kepada INET sesuai
                dengan jumlah yang disepakati;
            c. Para Pihak menandatangani akta-akta yang diperlukan sehubungan dengan peningkatan modal
                ditempatkan dan disetor SGI, termasuk namun tidak terbatas pada akta pernyataan keputusan
                Rapat Umum Pemegang Saham dan/atau akta perubahan Anggaran Dasar SGI;
            d. SGI melakukan perubahan dan/atau penyesuaian Anggaran Dasar sehubungan dengan
                transaksi ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
            e. SGI melakukan pencatatan kepemilikan saham INET dalam Daftar Pemegang Saham serta
                melakukan tindakan administratif lainnya yang diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang
                berlaku.



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk            II-7
Page 42
II.5.1   Skema Pendanaan Rencana Transaksi
         Berdasarkan informasi dari pemberi tugas, dalam rangka memenuhi ketersediaan dana untuk
         melakukan akuisisi terhadap 60% saham SGI melalui penerbitan saham baru, SGI telah mempersiapkan
         skema pendanaan melalui fasilitas pinjaman bank, dimana pendanaan pada rencana transaksi ini akan
         didanai menggunakan pinjaman bank sebesar Rp280.403.820.000.

         Menurut informasi yang tersedia pada Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi
         Andalan Prima Tbk, dan PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada tanggal 17 Maret 2026 dengan nomor
         surat No. 035/JTRUST-AGR/LBS/III/2026, INET telah memohon pengajuan perjanjian kredit berupa
         Fasilitas Langsung kepada PT Bank JTrust Indonesia Tbk. Rincian atas jumlah fasilitas pinjaman yang
         disetujui adalah sebagai berikut:

                                                Tabel II.3. Fasilitas Pinjaman Bank

                     Fasilitas                   Plafon (Rp)                           Bunga Pinjaman
                                                                     Suku bunga pinjaman sebesar suku bunga
                                                                     rekening Giro 0% (nol persen) ditambah spread
                                                                     sebesar 0,50% (nol koma lima puluh persen) per
                                                                     tahun, dengan sistem perhitungan bunga secara
                                                                     fixed selama jangka waktu fasilitas KAP-BTB,
                Fasilitas Langsung            350.000.000.000
                                                                     pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal 1
                                                                     (satu) pada setiap bulan, jika terjadi
                                                                     keterlambatan pembayaran, dikenakan denda
                                                                     sebesar 2,00% (dua persen) per tahun dari nilai
                                                                     tunggakan.
         Sumber: Perjanjian Kredit antara PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Sinergi Andalan Prima Tbk, dan PT Abadi
         Kreasi Unggul Nusantara

         Jangka waktu pinjaman adalah tanggal yang jatuh 12 (dua belas) bulan sejak efektif fasilitas kredit.
         Dengan agunan/ jaminan berupa Gadai Rekening Giro dengan Nomor Rekening 1110077161 atas nama
         PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara pada Bank dengan nilai jaminan gadai sebesar 100% dari Pagu
         Fasilitas Kredit dan jaminan lain dalam bentuk dan jumlah yang dapat diterima oleh Bank, yang akan
         diikat tersendiri dalam perjanjian jaminan yang dibuat antara pemilik barang jaminan (jika ada) dan Bank.

         Penarikan pinjaman atas Fasilitas Kredit dapat dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat efektif sebagai
         berikut:

         1. Seluruh syarat-syarat efektif penyediaan dan penarikan Fasilitas Kredit sebagaimana tercantum
             dalam pasal 5 SKUPK; dan
         2. Seluruh syarat-syarat efektif penarikan Fasilitas Kredit sebagaimana tercantum dalam Surat
             Pemberitahuan Keputusan Kredit (SPKK), yaitu:




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                   II-8
Page 43
            a. Perjanjian Kredit telah ditanda-tangani oleh pejabat yang berwenang dari Bank dan Debitur
                sesuai ketentuan masing-masing anggaran dasar perusahaan bermaterai secukupnya dan
                dibubuhi stempel perusahaan;
            b. Agunan telah diikat sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku;
            c. Debitur telah menyerahkan surat kuasa di atas materai kepada Bank untuk mendebet/memotong
                dana rekening (-rekening) milik Debitur pada Bank untuk keperluan pembayaran dan
                pelaksanaan kewajiban-kewajiban Debitur pada Bank berdasarkan Perjanjian Kredit;
            d. Debitur telah mencadangkan/membayar/menyetorkan dana di rekening milik Debitur pada Bank
                untuk membayar biaya provisi, biaya administrasi dan/atau biaya-biaya lainnya sehubungan
                dengan pemberian fasilitas kredit;
            e. Debitur wajib menempatkan dana di Bank untuk Sinking Fund sebesar 1 (satu) kali angsuran.
                Dana tersebut akan diblokir oleh Bank selama Fasilitas Pinjaman belum dilunasi.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk      II-9
Page 44
                                                           BAB III
                                               ANALISIS KUALITATIF

III.1     KONDISI MAKRO EKONOMI
III.1.1   Perkembangan Ekonomi Dunia
          Internasional Monetary Fund (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%
          pada tahun ini, seiring dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta
          meningkatnya investasi pada teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, IMF
          mengingatkan bahwa dorongan dari investasi teknologi yang sangat cepat juga berpotensi memicu
          volatilitas apabila peningkatan produktivitas tidak berjalan sesuai harapan, yang dapat berdampak pada
          koreksi pasar dan penurunan kekayaan rumah tangga. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dan
          dinamika geopolitik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika muncul kembali kebijakan
          proteksionisme yang dapat menekan kinerja perusahaan dan menjaga tekanan inflasi. Secara regional,
          prospek pertumbuhan menunjukkan variasi, dengan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat,
          wilayah Eropa tumbuh lebih terbatas, sementara Cina mempertahankan momentum yang relatif lebih
          tinggi, mencerminkan pemulihan global yang tetap bertahan namun tidak merata. Uraian mengenai
          kondisi perekonomian dunia berikut didasarkan pada data dan informasi terkini yang dipublikasikan oleh
          Trading Economics.

          Korea Selatan mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dengan 1,5% (yoy) pada tahun
          2025. Pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar didukung oleh sektor ekspor dan manufaktur yang meluas
          pada tahun tersebut. Australia juga mengalami pertumbuhan PDB dari 1,2% (yoy) pada 2024 ke 2,6%
          (yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya konsumsi rumah tangga yang disebabkan
          oleh kenaikan pendapatan bersih, serta kuatnya ekspor barang dan jasa, dan naiknya investasi bisnis
          yang didukung regulasi moneter. Sebaliknya, Jepang mengalami sedikit penurunan PDB dari 0,6% pada
          2024 menjadi 0,1% (yoy) pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penurunan domestik,
          menurunnya ekspor, tekanan inflasi, dan masalah ekonomi struktural. India tercatat menunjukkan laju
          pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor jasa, seperti perdagangan, hotel, transportasi, dan
          komunikasi. Di sisi lain, Cina mengalami penurunan dari 5,4% (yoy) pada 2024, menjadi 4,5% (yoy) pada
          2025. Pertumbuhan ekonomi di Cina sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur dan konstruksi,
          yang tercatat melemah belakangan ini.

                              Tabel III.1. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy)
                                                                   GDP
                             Negara                        2020         2021        2022         2023     2024     2025
          APAC
          Korea Selatan                                       -1,1%        4,3%        1,1%        2,1%     1,2%     1,5%
          Australia                                           -0,4%        4,9%        3,2%        1,3%     1,2%     2,6%
          Jepang                                              -0,6%        2,8%        0,6%        0,0%     0,6%     0,1%
          India                                                1,8%        5,5%        4,3%        7,1%     7,4%     7,8%

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 1
Page 45
          Cina                                                 6,5%        4,5%        3,0%        5,3%     5,4%     4,5%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Indonesia juga mengalami peningkatan ekonomi yang stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun
          sebelumnya, dengan 5,4% (yoy), yang disebabkan oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur, konsumsi
          domestik, serta stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara stabil terus naik selama 3 tahun
          terakhir yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, naiknya angka investasi, dan ekspansi sektoral.
          Singapura juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 dengan 6,9% (yoy) di 2025.
          Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi per kapita tertinggi di dunia, ekonomi Singapura sangat
          bergantung kepada perdagangan internasional. Singapura juga menjadi tujuan utama investasi dari luar
          negeri. India juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, dengan 7,8% (yoy). Di
          sisi lain, Thailand memiliki pertumbuhan PDB yang menurun dengan 3,3% (yoy) pada tahun 2024 menjadi
          2,5% (yoy) pada tahun 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi sektor
          pabrik yang lesu, aktivitas pariwisata yang melemah, dan dampak tarif Amerika Serikat yang meningkat.
          Filipina juga mengalami penurunan PDB dari 5,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,0% (yoy) pada 2025.
          Penyebab utama penurunan ini adalah faktor internal (seperti skandal korupsi infrastruktur dan
          serangkaian bencana alam topan), dan juga tekanan perdagangan internasional. Untuk Vietnam, terdapat
          peningkatan PDB dari 7,6% (yoy) pada 2024 lalu bertumbuh menjadi 8,5% pada 2025. Pertumbuhan ini
          didukung oleh kuatnya sektor perdagangan, kegiatan industri dan jasa, serta tingginya pemasukan
          investasi. Faktor-faktor pendukung ini didasari oleh kestabilan ekonomi makro dan kebijakan yang
          mendukung.

                            Tabel III.2. Pertumbuhan PDB Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy)
                                                                   GDP
                             Negara                        2020         2021        2022         2023     2024     2025
          ASEAN
          Indonesia                                           -2,2%        5,0%        5,0%        5,0%     5,0%     5,4%
          Singapura                                           -0,1%        8,0%        2,4%        3,1%     5,3%     6,9%
          Thailand                                            -4,1%        1,9%        1,3%        1,8%     3,3%     2,5%
          Filipina                                            -8,2%        7,9%        7,1%        5,5%     5,3%     3,0%
          Vietnam                                              4,5%        5,2%        5,9%        6,7%     7,6%     8,5%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Meksiko mengalami kenaikan PDB dari 0,3% (yoy) di 2024 menjadi 1,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini
          kebanyakan disebabkan oleh menguatnya investasi, perdagangan, dan perbaikan kondisi ekonomi.
          Faktor terbesar pertumbuhan PDB Meksiko adalah banyaknya perusahaan luar negeri yang
          merelokasikan produksinya ke Meksiko supaya lebih dekat dengan pasar Amerika Serikat. Relokasi ini
          mempengaruhi kenaikan investasi langsung asing, aktivitas manufaktur, dan penciptaan lapangan kerja.
          Amerika mengalami sedikit penurunan dari 2,4% (yoy) di 2024 menjadi 2,2% (yoy) di 2025. Penurunan ini
          terutama disebabkan oleh kenaikan tarif dan konflik perdagangan yang meningkatkan biaya bisnis, serta
          lemahnya pengeluaran konsumen akibat kenaikan suku bunga dan inflasi. Kanada juga mengalami

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 2
Page 46
          penurunan PDB cukup signifikan, dengan 3,1% (yoy) pada 2024 menjadi 0,7% (yoy) di 2025. Penurunan
          ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan, yang dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan dengan
          Amerika Serikat setelah adanya kenaikan tarif yang memengaruhi industri otomotif, aluminium, dan baja.
          Lemahnya investasi bisnis juga menjadi salah satu faktor turunnya PDB Kanada, disusul oleh menurunnya
          angka populasi serta tingginya hutang rumah tangga.

                                Tabel III.3. Pertumbuhan PDB Global (Region: Amerika) (%, yoy)
                                                                   GDP
                             Negara                        2020         2021        2022         2023     2024     2025
          Amerika
          Brasil                                              -0,3%        1,5%        2,7%        2,4%     3,6%       N/A
          Meksiko                                             -3,5%        1,9%        4,6%        2,4%     0,3%     1,8%
          Amerika Serikat                                     -0,9%        5,2%        1,3%        3,4%     2,4%     2,2%
          Argentina                                           -4,3%        8,4%        1,3%       -1,2%     2,6%       N/A
          Kanada                                              -3,0%        5,5%        3,1%        1,3%     3,1%     0,7%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Afrika Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan
          tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan pasokan listrik berkepanjangan dari
          Eskom, kendala logistik dan transportasi oleh Transnet yang menghambat distribusi dan ekspor, serta
          melemahnya konsumsi domestik dan tekanan dari kondisi ekonomi global. Nigeria mencatat pertumbuhan
          PDB sebesar 4,1% (yoy) pada 2025, meningkat dibandingkan 3,8% pada periode yang sama tahun
          sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan sektor minyak sebesar 6,8% seiring naiknya
          produksi minyak mentah rata-rata menjadi 1,58 juta barel per hari, serta pertumbuhan sektor non-minyak
          sebesar 4,0% yang ditopang oleh sektor pertanian, informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan
          asuransi, perdagangan, konstruksi, dan manufaktur.

                                 Tabel III.4. Pertumbuhan PDB Global (Region: Afrika) (%, yoy)
                                                                   GDP
                             Negara                        2020         2021        2022         2023     2024     2025
          Afrika
          Afrika Selatan                                      -3,4%        1,7%        0,8%        1,6%     0,8%     0,8%
          Algeria                                             -1,2%        2,3%        4,3%        3,0%     4,2%       N/A
          Nigeria                                              0,1%        4,0%        3,5%        3,5%     3,8%     4,1%
          Mesir                                                2,0%        8,3%        3,9%        2,3%     4,3%       N/A
          Maroko                                              -5,4%        7,7%        0,7%        4,1%     3,7%       N/A
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Jerman mengalami peningkatan PDB yang cukup signifikan dari -0,2% di 2024 menjadi 0,4% di 2025.
          Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingkat inflasi yang meredam dan biaya pinjaman yang
          lebih rendah, yang menyebabkan kenaikan permintaan domestik, seperti meningkatnya sektor konsumsi
          rumah tangga dan investasi sektor konstruksi. Penurunan ini didorong oleh fokusnya negara pada
          pengeluaran sektor militer, harga minyak yang rendah dan ekspor gas yang lemah, dan sanksi-sanksi

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 3
Page 47
          beberapa negara. Prancis mengalami sedikit kenaikan PDB dari 0,7% (yoy) di 2024 ke 1,2% (yoy) di 2025.
          Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kegiatan besar seperti Olympics yang meningkatkan sektor
          pariwisata, transportasi, dan perbelanjaan secara sementara. Faktor lain yang mendukung kenaikan PDB
          Prancis adalah berkembangnya sektor ekspor dan industri jasa, serta pengeluaran publik dan dukungan
          dari pemerintah. Britania Raya, di sisi lain, mengalami sedikit penurunan PDB dari 1,0% (yoy) menjadi
          1,0% (yoy) dari 2024 ke 2025. Penurunan ini disebabkan oleh besarnya angka serta biaya hutang yang
          dipicu oleh regulasi Bank of England yang menetapkan suku bunga relatif tinggi setelah tingginya inflasi
          pada tahun 2022 sampai 2023. Lemahnya pengeluaran konsumen di rumah tangga juga menjadi salah
          satu alasan melemahnya PDB Britania Raya. Italia mengalami sedikit kenaikan terhadap PDB-nya dari
          0,6% menjadi 0,8% (yoy) dari 2024 ke 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya investasi
          publik yang dibiayai oleh European Union. Permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga juga
          mendukung kenaikan PDB Italia.

                                 Tabel III.5. Pertumbuhan PDB Global (Region: Eropa) (%, yoy)
                                                                   GDP
                             Negara                        2020         2021        2022         2023     2024     2025
          Eropa
          Jerman                                              -2,1%        2,4%        0,8%       -0,8%    -0,2%     0,4%
          Rusia                                               -1,3%        6,0%       -1,9%        5,3%     3,3%       N/A
          Prancis                                              0,0%        5,2%        1,2%       1,60%    0,70%    1,20%
          Britania Raya                                       -7,6%        9,1%        1,9%       -0,5%     1,9%     1,0%
          Italia                                              -6,0%        8,5%        2,3%        0,6%     0,6%     0,8%
          Sumber: Trading Economics, 2025


III.1.2   Tingkat Inflasi Dunia
          Pergerakan inflasi di kawasan Asia–Pasifik (APAC) pada tahun 2025 menunjukkan tren yang bervariasi.
          Dari lima negara yang diamati, tiga negara mengalami peningkatan tingkat inflasi, sementara dua negara
          lainnya mencatat penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

          Korea Selatan mengalami sedikit kenaikan inflasi pada 2024 ke 2025, dari 1,9% menjadi 2,3% (yoy).
          Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya harga bahan bakar dan
          energi yang mempengaruhi biaya transportasi dan produksi. Lemahnya Won yang mempengaruhi harga
          barang impor juga menjadi pemicu naiknya inflasi. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, angka inflasi
          Korea Selatan ini masih dinilai sehat dan masih dekat dengan target bank sentral. Australia juga
          mengalami kenaikan angka inflasi yang cukup signifikan, dari 1,3% (yoy) pada 2024 menjadi 3,8% (yoy)
          pada 2025, dengan faktor utamanya merupakan naiknya harga rumah dan persewaan. Naiknya harga
          listrik dan energi yang disebabkan oleh berkurangnya subsidi pemerintah juga mempengaruhi kenaikan
          angka inflasi. Di sisi lain, Jepang mengalami penurunan inflasi cukup drastis dari 3,8% (yoy) pada 2024
          menjadi 1,2% (yoy) di 2025. Penurunan inflasi ini terjadi karena pada periode sebelumnya, inflasi
          meningkat karena kenaikan harga pangan, tetapi stabilisasi harga tersebut kemudian menyebabkan inflasi
          secara keseluruhan menurun. Penurunan pertumbuhan ekonomi yang menurunkan tekanan permintaan

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 4
Page 48
          terhadap barang dan jasa juga menjadi pemicu naiknya inflasi Jepang. India juga mengalami penurunan
          inflasi cukup signifikan dari 5,2% (yoy) pada 2024 menjadi 1,3% (yoy) di 2025. Penurunan ini disebabkan
          oleh turunnya harga makanan secara signifikan, terutama sayuran dan makanan pokok lainnya.
          Penurunan harga makanan ini dipengaruhi oleh membaiknya pasokan pertanian dan cuaca yang
          mendukung. Di sisi lain, China mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 0,1% (yoy) pada 2024 yang naik ke
          0,8% (yoy) di 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan di 2025, besarnya pengeluaran
          konsumen selama masa libur, serta adanya regulasi dari pemerintah yang terfokus kepada menaikkan
          permintaan domestik.

                                 Tabel III.6. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Pacific) (%, yoy)
                                                                  Inflation
                             Negara                        2020         2021         2022        2023     2024     2025
          APAC (Asia Pacific)
          Korea Selatan                                        0,6%           3,7%     5,0%        3,2%     1,9%     2,3%
          Australia                                             N/A            N/A      N/A         N/A     1,3%     3,8%
          Jepang                                               0,8%           0,0%     4,0%        6,5%     3,8%     1,2%
          India                                                4,6%           5,7%     5,7%        5,7%     5,2%     1,3%
          China                                                0,2%           1,5%     1,8%       -0,3%     0,1%     0,8%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Indonesia mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada tahun 2025 sebesar 2,9% (yoy) dibandingkan
          dengan tahun sebelumnya sebesar 1,6% (yoy). Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini karena
          harga pangan yang melejit, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Naiknya harga pangan ini terjadi
          akibat permintaan yang kuat dan beberapa gangguan distribusi di berbagai wilayah. Menjelang natal dan
          tahun baru 2025, permintaan konsumen juga naik yang mendorong harga sejumlah barang naik.
          Singapura mengalami penurunan angka inflasi dari 3,8% (yoy) pada 2024 menjadi 1,2% (yoy) di 2025.
          Penyebab penurunan inflasi di Singapura mencakup beberapa faktor, seperti menurunnya kenaikan harga
          secara umum dan dampak permintaan domestik dan global yang melemah. Kebijakan moneter dan fiskal
          di Singapura yang disesuaikan untuk membantu menekan tekanan harga dan pertumbuhan ekonomi juga
          menjadi salah satu faktor penurunan inflasi. Thailand juga mengalami penurunan inflasi yang cukup
          signifikan, dengan angka 1,2% (yoy) ke -0,3% (yoy) pada 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan
          biaya pada sektor listrik rumah tangga dan bahan bakar, menyusul perkembangan di pasar energi global
          dan langkah-langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup. Inflasi Filipina juga mengalami
          penurunan, dari 2,9% (yoy) pada 2024 ke 1,8% (yoy) di 2025. Penyebab penurunan ini adalah
          melambatnya kenaikan harga pangan, terutama makanan dan minuman non-alkohol. Di sisi lain, Vietnam
          juga mengalami sedikit kenaikan inflasi dari 3,0% pada 2024 menjadi 3,5% pada 2025. Kenaikan ini
          disebabkan oleh kenaikan harga makanan, serta kenaikan harga energi dan biaya produksi dan
          penyesuaian harga layanan publik seperti listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 5
Page 49
                          Tabel III.7. Tingkat Inflasi Global (Region: Asia Tenggara) (%, yoy)
                                                                  Inflation
                             Negara                        2020         2021         2022        2023     2024     2025
          ASEAN
          Indonesia                                            1,7%           1,9%     5,5%        2,6%     1,6%     2,9%
          Singapura                                            0,8%           0,0%     4,0%        6,5%     3,8%     1,2%
          Thailand                                            -0,3%           2,2%     5,9%       -0,8%     1,2%     -0,3%
          Filipina                                             3,3%           3,1%     8,1%        3,9%     2,9%     1,8%
          Vietnam                                              0,2%           1,8%     4,6%        3,6%     2,9%     3,5%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Inflasi di Brasil sedikit mengalami penurunan namun tetap ada di angka yang stabil, sebesar 4,8% (yoy)
          pada 2024 dan sebesar 4,3% (yoy) pada 2025. Faktor utama penurunan inflasi di Brasil adalah turunnya
          harga makanan yang berkontribusi secara kuat kepada keseluruhan angka inflasi. Adanya perubahan
          pada tarif listrik dan biaya perumahan juga mempengaruhi turunnya angka inflasi. Meksiko mengalami
          penurunan inflasi dari 4,2% (yoy) pada 2024 ke 3,7% (yoy) pada 2025. Penurunan inflasi ini sebagian
          besar disebabkan oleh penurunan harga makanan dan energi, disusul oleh kebijakan moneter dari Bank
          of Mexico yang mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi untuk mengekang tekanan harga, serta
          terjadinya penurunan inflasi. Amerika Serikat juga mengalami tren yang mirip dengan 2 negara
          sebelumnya, sebesar 2,9% pada 2024 yang turun menjadi 2,8% pada 2025. Penurunan inflasi ini
          sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve setelah
          kenaikan inflasi secara tajam pada tahun 2021-2022 yang mempengaruhi berkurangnya pinjaman,
          memperlambat pengeluaran konsumen, dan berkurangnya permintaan barang dan jasa. Faktor lain yang
          mempengaruhi turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat adalah turunnya harga energi seperti bahan bakar
          yang mengurangi biaya transportasi. Di Argentina, angka inflasi sangat tinggi dalam beberapa tahun
          terakhir, namun turun drastis dari 117,8% (yoy) pada 2024 menjadi 31,5% (yoy) pada tahun 2025.
          Meskipun turun secara drastis, angka inflasi ini masih termasuk sangat tinggi dibandingkan dengan
          negara lain. Adanya kebijakan penghematan pemerintah yang ketat, termasuk pemotongan besar dalam
          pengeluaran pemerintah, terciptanya surplus anggaran, dan pengurangan subsidi negara menyebabkan
          berkurangnya jumlah uang yang beredar di ekonomi Argentina, sehingga tekanan inflasi menurun. Faktor
          lain yang mempengaruhi turunnya inflasi Argentina adalah pengendalian jumlah uang yang beredar, serta
          adanya perubahan kebijakan nilai tukar. Kanada, tidak seperti negara Amerika lainnya, mengalami
          kenaikan pada angka inflasinya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga makanan, terutama di
          restoran dan toko kelontong, disusul dengan perubahan regulasi pajak sementara. Meskipun mengalami
          kenaikan, inflasi Kanada masih ada di angka target Bank of Canada.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 6
Page 50
                                  Tabel III.8. Tingkat Inflasi Global (Region: Amerika) (%, yoy)
                                                                  Inflation
                             Negara                        2020         2021         2022        2023     2024     2025
          Amerika
          Brasil                                               4,5%       10,1%        5,8%        4,6%     4,8%     4,3%
          Meksiko                                              3,2%           7,4%     7,8%        4,2%     4,2%     3,7%
          Amerika Serikat                                      1,4%           7,0%     6,5%        3,4%     2,9%     2,7%
          Argentina                                          36,1%        50,9%       94,8%      211,4%   117,8%    31,5%
          Kanada                                               0,7%           4,8%     6,3%        3,4%     1,8%     2,4%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Tingkat inflasi Afrika Selatan tercatat sebesar 3,6% (yoy) pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 3,0%
          (yoy) pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga pada sektor
          perumahan dan utilitas, makanan dan minuman non-alkohol, serta jasa keuangan dan asuransi. Tingkat
          inflasi Nigeria tercatat sebesar 15,2% (yoy) pada 2025, menurun dari 34,8% (yoy) pada tahun sebelumnya
          dan menjadi yang terendah sejak 2020. Penurunan ini terjadi setelah otoritas statistik mengubah metode
          perhitungan dengan menggunakan rata-rata indeks harga konsumen tahun 2024 sebagai acuan, serta
          didorong oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan inflasi inti. Tingkat inflasi Mesir tercatat sebesar
          12,3% (yoy) pada 2025, menurun dibandingkan 24,1% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh
          turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging dan unggas, produk susu, buah-buahan,
          sayuran, serta gula dan makanan manis, serta penurunan harga beberapa barang non-pangan seperti
          peralatan rumah tangga. Tingkat inflasi Maroko tercatat sebesar -0,3% (yoy) pada 2025, menurun
          dibandingkan inflasi sebesar 0,7% (yoy) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga
          makanan serta berlanjutnya penurunan harga transportasi, disertai penurunan harga pada sektor
          perumahan dan utilitas, pakaian dan alas kaki, serta Kesehatan.

                                    Tabel III.9. Tingkat Inflasi Global (Region: Afrika) (%, yoy)
                                                                  Inflation
                             Negara                        2020         2021         2022        2023     2024     2025
          Afrika
          Afrika Selatan                                       3,1%           5,9%     7,2%        5,1%     3,0%     3,6%
          Algeria                                              3,5%           8,5%     9,3%        7,8%     4,4%       N/A
          Nigeria                                            15,8%        15,6%       21,3%       28,9%    34,8%    15,2%
          Mesir                                                5,4%           5,9%    21,3%       33,7%    24,1%    12,3%
          Maroko                                              -0,3%           3,2%     8,3%        3,4%     0,7%     -0,3%
          Sumber: Trading Economics, 2025

          Jerman mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2025 dengan 1,8% (yoy) jika
          dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 2,6% (yoy). Beberapa faktor yang menjelaskan
          penurunan ini adalah meredanya tingkat inflasi di beberapa sektor seperti pangan dan energi atau bahan
          bakar. Rusia juga mengalami penurunan tingkat inflasi dari 9,5% (yoy) pada 2024 menjadi 5,6% (yoy) di
          2025. Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan di beberapa sektor seperti pangan, barang-
          barang non-pangan, dan jasa. Seperti 2 negara sebelumnya, Prancis juga mengalami penurunan inflasi
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                      III - 7
Page 51
          dengan angka 1,3% (yoy) ke 0,80% (yoy) pada 2025. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh
          penurunan harga energi/bahan bakar. Tingkat Inflasi Britania Raya, berbeda dengan negara-negara
          sebelumnya, mengalami peningkatan, dari 1,7% (yoy) pada 2024 ke 1,6% (yoy) di 2025. Penyebab
          peningkatan ini adalah naiknya harga di sektor pangan, terutama untuk produk alkohol, tembakau, dan
          transportasi. Di sisi lain, Italia mengalami sedikit penurunan inflasi dari 1,3% pada 2024 menjadi 1,2%
          pada 2025. Penurunan ini dapat dilihat dari beberapa sektor, seperti jasa transportasi, pangan, jasa yang
          berhubungan dengan rekreasi dan kultur, dan pengeluaran pribadi.

                                       Tabel III.10. Tingkat Inflasi Global (Region: Eropa) (%, yoy)
                                                                        Inflation
                                Negara                           2020              2021          2022             2023          2024           2025
          Eropa
          Jerman                                                      -0,2%             4,9%          8,1%             3,7%          2,6%           1,8%
          Rusia                                                       4,9%              8,4%          11,9%            7,4%          9,5%           5,6%
          Prancis                                                     0,0%              2,8%          5,9%             3,7%          1,3%           0,8%
          Britania Raya                                               0,6%              5,4%          10,5%            4,0%          2,5%           3,4%
          Italia                                                      -0,2%             3,9%          11,6%            0,6%          1,3%           1,2%
          Sumber: Trading Economics, 2025


III.1.3   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
          Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus diperkuat agar sejalan
          dengan kapasitas perekonomian nasional. Perkembangan terkini mengindikasikan bahwa pada triwulan
          III tahun 2025, kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha didukung oleh kinerja produksi pada sektor
          Pertanian, Industri Pengolahan, serta Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan
          ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatera diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi
          sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian.

              Tabel III.11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha (%, yoy)
                                                                      2023                                2024                               2025
                           Komponen                                                       2023                                2024
                                                           I     II          III   IV             I      II      III    IV             I      II       III

          Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan             0.44   2.03    1.49      1.13   1.31 -3.54    3.25 1.69      0.71   0.67 10.52     1.65 4.93

          Pertambangan dan Penggalian                     4.92   5.01    6.95      7.46   6.12   9.31   3.17 3.46      3.95   4.90 -1.23     2.03 -1.98

          Industri Pengolahan                             4.43   4.88    5.19      4.07   4.64   4.13   3.95 4.72      4.89   4.43    4.55   5.68 5.54

          Pengadaan Listrik dan Gas                       2.67   3.15    5.06      8.68   4.91   5.35   5.39 5.02      3.42   4.77    5.11   0.90 2.86
          Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
                                                          5.70   4.78    4.49      4.66   4.90   4.44   0.84 0.03      1.06   1.56    0.18   0.82 3.32
          dan Daur Ulang
          Konstruksi                                      0.32   5.23    6.39      7.68   4.91   7.59   7.29 7.48      5.81   7.02    2.18   4.98 4.21
          Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
                                                          4.94   5.30    5.10      4.09   4.85   4.58   4.85 4.82      5.19   4.86    5.03   5.37 5.49
          dan Sepeda Motor
          Transportasi dan Pergudangan                   15.93 15.28 14.74 10.33 13.96           8.66   9.56 8.64      7.92   8.69    9.01   8.52 8.62

          Akomodasi dan Makan Minum                      11.54   9.91 10.93        7.88 10.00    9.34 10.15 8.32       6.61   8.56    5.75   8.04 8.41

          Informasi dan Komunikasi                        7.11   8.03    8.51      6.74   7.59   8.41   7.66 6.82      7.45   7.57    7.72   7.92 9.65

          Jasa Keuangan dan Asuransi                      4.45   2.86    5.24      6.56   4.77   3.93   7.90 5.49      1.74   4.74    3.98   3.20 0.77



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                     III - 8
Page 52
          Real Estat                                         0.37   0.96    2.21     2.18       1.43     2.54       2.16 2.32     2.97     2.50       2.94     3.71 3.95

          Jasa Perusahaan                                    6.37   9.59    9.37     7.62       8.24     9.63       7.96 7.93     8.08     8.38       9.27     9.31 9.94
          Adm. Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan
                                                             2.13   8.18 -6.24       1.63       1.51 18.89          2.81 3.94     1.16     6.40       4.78     4.69 4.33
          Sosial Wajib
          Jasa Pendidikan                                    1.02   5.42 -2.09       2.63       1.77     7.43       2.44 2.56     2.95     3.75       5.03     1.40 10.59

          Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                 4.77   8.27    2.92     3.09       4.67 11.65          8.57 7.65     5.20     8.11       5.78     3.80 6.83

          Jasa lainnya                                       8.90 11.89 11.14 10.15 10.52                8.92       8.85 9.95 11.36        9.80       9.84 11.31 9.92

          PDB                                                5.04   5.17    4.94     5.04       5.05     5.11       5.05 4.95     5.02     5.03       4.87     5.12 5.04
          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang tercermin dari meningkatnya konsumsi
          rumah tangga. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran belanja sosial pemerintah serta meningkatnya
          keyakinan rumah tangga terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini turut
          mendorong peningkatan penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Di sisi lain, investasi,
          khususnya pada komponen non bangunan, juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya optimisme
          pelaku usaha yang tercermin dari pola ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur.
          Kedepannya, penguatan permintaan domestik perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kinerja ekspor
          yang diprakirakan mengalami perlambatan akibat berakhirnya fenomena frontloading ekspor ke Amerika
          Serikat, serta menurunnya ekspor besi dan baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
          Secara sektoral, kinerja positif juga tercermin pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain
          Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum.

                   Tabel III.12. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran (%, yoy)
                                                      2023                                                   2024                                            2025
                    Komponen                                                 2023                                                   2024
                                           I     II          III     IV                     I           II          III    IV                     I           II        III
          Konsumsi Swasta                4.57   5.30     5.08       4.78      4.94      5.33           5.05     5.06      5.01      5.11      4.91           5.04      4.87
          Konsumsi Rumah Tangga          4.53   5.22     5.05       4.47      4.82      4.91           4.93     4.91      4.98      4.94      4.89           4.97      4.89
          Konsumsi Lembaga Nonprofit
                                         6.29   8.78     6.40       18.37    10.03     24.13           9.79     11.46     6.06     12.48      3.07           7.82      4.28
          yang Melayani Rumah Tangga
          Konsumsi Pemerintah            3.33   10.52    -3.86      2.94      3.02     20.44           2.03     4.62      4.17      6.61      -1.38          -0.33     5.49
          Investasi (PMTDB)              1.53   4.05     5.08       4.32      3.76      3.78           4.42     5.16      5.03      4.61      2.12           6.99      5.04
            Investasi Bangunan           0.08   3.32     6.31       6.42      4.04      5.46           5.31     6.02      5.26      5.51      1.35           4.89      3.02
            Investasi Nonbangunan        5.70   6.10     2.05       -0.78     3.03      -0.78          1.97     2.96      4.40      2.23      4.32           25.3     10.34
          Ekspor                        11.72   -2.84    -3.91      1.66      1.34      1.48           8.13     8.79      7.63      6.51      6.78       10.67         9.91
          Impor                          4.12   -3.25    -6.82      0.14     -1,60      1.50           7.79     11.92     10.36     7.95      3.96       11.65         1.18
          PDB                            5.04   5.17     4.94       5.04      5.05      5.11           5.05     4.96      5.02      5.03      4.87           5.12      5.04
          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

          Sepanjang tahun 2025 seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, wilayah
          Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tertinggi berada
          di wilayah Sulawesi. Kontribusi pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56,93%
          dengan pertumbuhan 5,30%. Selanjutnya, kontribusi pulau Sumatera mencapai 22,22% dengan
          pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%. Di wilayah Kalimantan kontribusinya mencapai 8,12% dengan
          pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79%. Di wilayah Sulawesi dengan kontribusi sebesar 7,22%, dan
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                                       III - 9
Page 53
          pertumbuhan ekonominya mencapai 6,23% menjadi yang tertinggi diantara wilayah lainnya. Kemudian,
          di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% dengan pertumbuhan ekonomi mencapai
          4,87%. Terakhir, di Maluku dan Papua kontribusinya mencapai 2,69 dengan pertumbuhan ekonomi 1,44%

                           Gambar III.1. Kontribusi dan Pertumbuhan Menurut Pulau (%) Tahun 2025




          Sumber: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025, BPS


III.1.3.1 Neraca Perdagangan
          NPI triwulan IV 2025 diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang positif yang didukung oleh kinerja
          neraca perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar
          2,7 miliar dolar AS. Surplus tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang berbasis
          sumber daya alam, antara lain logam mulia dan perhiasan/permata, nikel beserta produk turunannya,
          serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, aliran modal pada triwulan IV 2025 tercatat mengalami net inflows.
          Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan yang cukup signifikan pada Desember 2025 yang
          berasal dari penerbitan global bond. Sebelumnya, pada Oktober dan November 2025, aliran modal
          tercatat relatif rendah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, posisi cadangan
          devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut
          setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri
          pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk               III - 10
Page 54
                                                  Grafik III.1. Neraca Perdagangan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

III.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah
          Nilai tukar Rupiah tetap terjaga stabil yang didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta aliran
          masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Pada 16 Desember 2025, nilai tukar Rupiah tercatat
          sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir November 2025 dan masih sejalan
          dengan pergerakan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia, bahkan cenderung menguat
          dibandingkan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilitas tersebut didukung oleh langkah stabilisasi
          Bank Indonesia melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik off-shore maupun on-
          shore (DNDF), intervensi di pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
          Selain itu, inflows pada pasar saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta
          peningkatan pasokan valas dari korporasi, termasuk konversi valas eksportir seiring penguatan kebijakan
          Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), turut menopang terkendalinya nilai tukar Rupiah.

                Grafik III.2. Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara Berkembang




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                III - 11
Page 55
III.1.3.3 Inflasi
          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
          dengan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti juga terjaga pada level
          rendah, yaitu 2,38% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas.
          Kondisi tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjangkar
          ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran, serta imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu,
          inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat relatif rendah sebesar 1,93% (yoy). Di sisi lain, inflasi
          kelompok volatile food (VF) masih berada pada level yang relatif tinggi, yakni 6,21% (yoy), yang terutama
          dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas bawang merah akibat keterbatasan pasokan sebagai dampak
          gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.

                                                Grafik III.3. Inflasi IHK dan Komponen




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


III.1.3.4 Perkembangan Moneter
          Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih
          tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Upaya tersebut ditempuh melalui penurunan suku
          bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
          BI-Rate telah diturunkan sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang
          2025, sehingga mencapai 4,75% pada Desember 2025 yang merupakan level terendah sejak 2022.
          Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF serta di pasar
          domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Sementara itu, ekspansi
          likuiditas ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal
          2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir 2025 dan kembali menurun menjadi Rp694,04 triliun pada 20
          Januari 2026. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN sebagai bentuk sinergi kebijakan
          moneter dan fiskal yang hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk Rp13,21 triliun di
          pasar sekunder. Sejalan dengan penurunan BI-Rate dan ekspansi likuiditas, suku bunga pasar uang turut
          menurun, tercermin dari suku bunga INDONIA yang turun menjadi 3,69% pada 20 Januari 2026, serta
          suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat sebesar 4,62%, 4,66%, dan
          4,69% pada 15 Januari 2026.

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                III - 12
Page 56
                                Grafik III.4. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

          Pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia serta penempatan dana Saldo
          Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan diharapkan dapat diikuti dengan percepatan penurunan
          suku bunga perbankan. Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 dan
          ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA menurun sebesar 234 bps sejak awal 2025 menjadi
          3,69% pada 20 Januari 2026. Selain itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami
          penurunan masing-masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps menjadi 4,62%, 4,66%, dan 4,69%
          pada 15 Januari 2026. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing
          tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi penurunan suku bunga kebijakan
          terhadap suku bunga perbankan juga terus berlangsung, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga
          kredit. Suku bunga deposito tenor 1 bulan tercatat menurun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025
          menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun penurunan lebih lanjut masih diperlukan, khususnya
          terkait pemberian special rate kepada deposan besar. Sejalan dengan penurunan suku bunga dana
          tersebut, suku bunga kredit perbankan turut menurun sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi
          8,81% pada Desember 2025.

                                                 Grafik III.5. Suku Bunga Perbankan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025

          Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada 2025 tercatat bervariasi, dengan kredit
          investasi tumbuh sebesar 21,06% (yoy), kredit modal kerja 4,52% (yoy), dan kredit konsumsi 6,58% (yoy).
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk           III - 13
Page 57
          Kinerja tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia melalui penurunan suku bunga dan penguatan
          insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di tengah kondisi makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan
          yang tetap terjaga. Dari sisi permintaan, pelaku usaha masih perlu didorong untuk meningkatkan ekspansi
          dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang pada Desember
          2025 tercatat sebesar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit. Sementara itu, dari sisi
          penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap
          Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% serta pertumbuhan DPK sebesar 13,83% (yoy). Minat
          penyaluran kredit juga terus membaik, meskipun persyaratan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM
          masih relatif ketat akibat tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.

                                             Grafik III.6. Permodalan Industri Perbankan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2025


III.2     TINJAUAN INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
III.2.1   Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B)
          Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan
          ekonomi Indonesia melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan inovasi lintas sektor. Perkembangan
          TIK mencerminkan kemajuan transformasi digital yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi
          nasional. Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha mencerminkan struktur
          ekonomi Indonesia yang masih didominasi oleh sektor-sektor tradisional. Sektor informasi dan
          komunikasi, meskipun memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital dan inovasi, belum
          memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB. Sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB masih
          relatif rendah, yakni berada di bawah 5% dalam lima tahun terakhir dan hanya mencapai 4,34% pada
          2024, menempatkannya di posisi ketujuh struktur ekonomi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa
          potensi ekonomi digital Indonesia belum sepenuhnya optimal dan perlu didorong lebih lanjut agar mampu
          menjadi sumber pertumbuhan baru.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk            III - 14
Page 58
            Tabel III.13. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku menurut
                                                    Lapangan Usaha, 2020–2024
                                                                                                 Tahun/Year
                                 Lapangan Usaha
                                                                             2020       2021       2022       2023     2024
            1    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan                          13,70      13,28       12,4      12,53    12,61
            2    Pertambangan Dan Penggalian                                   6,43       8,97      12,22      10,52     9,15
            3    Industri Pengolahan                                          19,87      19,24      18,34      19,67    18,98
            4    Listrik dan Gas                                               1,16       1,12       1,04       1,04     1,03
            5    Air, Sampah, Limbah dan Daur Ulang                            0,07       0,07       0,06       0,06     0,06
            6    Konstruksi                                                   10,70      10,44       9,77       9,92    10,09
            7    Perdagangan                                                  12,91      12,96      12,85      12,94    13,07
            8    Transportasi dan Pergudangan                                  4,47       4,24       5,02       5,89     6,13
            9    Akomodasi dan Makan Minum                                     2,55       2,43       2,41       2,52     2,64
           10    Informasi dan Komunikasi                                      4,51       4,41       4,15       4,23     4,34
           11    Jasa Keuangan dan Asuransi                                    4,51       4,34       4,13       4,16     4,17
           12    Real Estate                                                   2,94       2,76       2,49       2,42     2,35
           13    Jasa Perusahaan                                               1,91       1,77       1,74       1,83     1,92
           14    Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial                     3,79       3,46       3,09       2,95     3,04
           15    Jasa Pendidikan                                               3,57       3,28       2,89       2,79     2,81
           16    Jasa Kesehatan                                                1,30       1,34       1,21       1,21     1,26
           17    Jasa Lainnya                                                  1,96       1,84       1,81       1,94     2,05
                             Produk Domestik Bruto                          100,00     100,00      100,00     100,00   100,00
          Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

          Penyelenggara telekomunikasi memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur komunikasi
          modern yang mendukung berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Seiring
          perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan konektivitas cepat dan andal terus meningkat. Di
          Indonesia, ISP menjadi salah satu penyedia utama layanan internet yang menawarkan kecepatan dan
          kestabilan lebih baik dibanding layanan seluler, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan rumah,
          kantor, dan institusi. Pada 2024, terdapat 2.272 penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, terdiri dari
          639 jaringan tetap, 22 jaringan bergerak, 1.435 jaringan bergerak satelit, dan 176 penyelenggara
          telekomunikasi khusus. Secara umum, jumlah penyelenggara jaringan tetap, jaringan bergerak satelit,
          dan telekomunikasi khusus terus meningkat, sementara penyelenggara jaringan bergerak relatif stabil.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                         III - 15
Page 59
                         Tabel III.14. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020-2024)
                                                                                                  Tahun
                   Jenis Penyelenggaraan Telekomunikasi
                                                                            2020       2021       2022       2023       2024
           1. Jaringan Tetap                                                   213        248       325        443         639
              a. Jaringan Tetap Lokal                                           93        122       173        259         413
                 - Circuit Switch & Jasa Teleponi Dasar                            4          4          4          5          5
                 - Pocket Switch                                                89        118       169        254         408
              b. Jaringan Tetap Jarak Jauh                                         2          2          2          2          2
              c. Jaringan Tetap Internasional                                      2          2          2          2          2
              d. Jaringan Tetap Tertutup                                       116        122       148        180         222
           2. Jaringan Bergerak                                                 25         23        22         22          22
              a. Jaringan Bergerak Terestrial Radio Trunking                    18         17        18         18          18
              b. Jaringan Bergerak Seluler                                         7          6          4          4          4
              c. Jasa Keuangan dan Asuransi                                        -          -          -          -          -
           3. Jaringan Bergerak Satelit                                        602        903      1122       1171       1435
              a. Jasa Nilai Tambah Telepon                                      38        196       196         47          69
              b. Jasa Multimedia Internet Service Provider (ISP)               473        828       828       1011       1248
              c. Jasa Network Access Provider (NAP)                             48         46        46         44          43
              d. Jasa Internet Telepon Keperluan Publik (ITKP)                  16         16        16         16          15
              e. Jasa Sistem Komunikasi Data                                    27         36        36         49          56
              f. Jasa Internet Protocol Television (IPT)                           -          -          -          4          4
           4. Telekomunikasi Khusus                                            119        133       146        161         176
                                   TOTAL                                       959       1307      1615       1797       2272
          Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

          Hingga akhir tahun 2023, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 94,75% dari 514 kabupaten/kota
          di Indonesia. Seluruh provinsi di Indonesia terkecuali Provinsi Papua dan Papua Barat telah 100%
          terlayani fiber optik. Wilayah di Provinsi Papua yang telah terbangun jaring fiber optik adalah 28% atau 8
          dari 29 kabupaten/kota. Sementara itu, Provinsi Papua Barat telah terbangun 54% atau 7 dari 13
          kabupaten/kota.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                          III - 16
Page 60
                Gambar III.2. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023




          Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)

          Jumlah Point of Presence (PoP) layanan jasa ISP yang telah terbangun di seluruh provinsi di Indonesia
          mencapai 4.808 PoP pada tahun 2023, atau meningkat 18,67% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan
          ini didorong oleh bertambahnya izin penyelenggaraan baru serta pengajuan izin dari operator yang mulai
          memasuki pasar. Pada tahun 2023, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki jumlah PoP ISP terbanyak, yaitu
          966 PoP, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat memiliki jumlah terendah,
          masing-masing 3 PoP. Adapun provinsi dengan penambahan PoP terbesar adalah Provinsi Jawa Tengah,
          yang mencatat peningkatan sebanyak 204 PoP.

                       Gambar III.3. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023




          Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

          Penyedia layanan ISP memerlukan dukungan Network Access Point (NAP) untuk saling terhubung melalui
          pengaturan peering. Pada tahun 2023, jumlah PoP Layanan Jasa NAP tercatat mencapai 368 PoP,
          meningkat 16,09% dibandingkan tahun 2022. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran PoP
          NAP terbanyak, yaitu 77 PoP, mencerminkan perannya sebagai pusat trafik dan aktivitas telekomunikasi
          nasional. Di sisi lain, Provinsi Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat tercatat belum memiliki
          sebaran PoP layanan NAP pada tahun yang sama.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk            III - 17
Page 61
                       Gambar III.4. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023




          Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)


III.2.2   Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C)
          Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia telah mengalami transformasi
          signifikan dalam dua dekade terakhir, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
          konektivitas, efisiensi, dan akses informasi secara real-time. Di era digital saat ini, TIK tidak lagi hanya
          menjadi pelengkap, melainkan telah berperan sebagai infrastruktur fundamental dalam mendukung
          pembangunan ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hingga pelayanan publik., peningkatan daya beli
          masyarakat, serta ekspansi jaringan internet ke wilayah-wilayah luar Jawa.

          Jika dilihat berdasarkan wilayah provinsi, peningkatan akses internet terjadi secara merata meski dengan
          capaian yang berbeda-beda. Provinsi Kepulauan Riau mencatat persentase tertinggi, naik dari 81,30%
          pada 2021 menjadi 89,26% pada 2024, disusul DKI Jakarta yang meningkat dari 85,55% menjadi 87,84%.
          Sementara itu, Papua Pegunungan memiliki persentase terendah, hanya 6,76% pada 2024. Data ini
          menunjukkan bahwa meskipun akses internet nasional terus membaik, kesenjangan digital antarwilayah
          masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

              Gambar III.5. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024)




          Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                III - 18
Page 62
          Grafik tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia periode 2018 – 2025 menunjukkan tren
          peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Penetrasi internet naik dari 64,80% pada 2018 menjadi
          80,66% pada 2025. Kenaikan yang stabil ini mencerminkan perluasan akses internet di seluruh wilayah
          Indonesia, didorong oleh pembangunan infrastruktur jaringan serta semakin tingginya kebutuhan
          masyarakat terhadap layanan digital untuk aktivitas komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan.

                                                Grafik III.7. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018 – 2025)

                                                  TINGKAT PENETRASI PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA (2018-2025)
                                   90,00%                                                              78,19%   79,50%           80,66%
                                                                      73,70%      77,01%
                                   80,00%
                                   70,00%           64,80%
             Persentase populasi




                                   60,00%
                                   50,00%
                                   40,00%
                                   30,00%
                                   20,00%
                                   10,00%
                                    0,00%
                                                     2018                 2020     2022                 2023     2024             2025

          Sumber: Survei Internet APJII 2025

          Pelanggan fixed broadband di Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 12,5 juta pada tahun 2021
          menjadi 13,64 juta pada tahun 2023, dan melonjak lebih jauh hingga 17,05 juta pada tahun 2024.
          Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa adopsi layanan fixed broadband di kalangan kantor, institusi, dan
          pelaku bisnis semakin kuat, seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan
          berkapasitas tinggi.

                                                        Grafik III.8. Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia

                                                            JUMLAH PELANGGAN FIXED BROADBAND DI INDONESIA
                         20.000.000
                                                                                                                    17.050.609
                         16.000.000                                                       13.643.379
                                                             12.500.995
                         12.000.000

                                   8.000.000

                                   4.000.000

                                            0
                                                               2021                         2023                         2024

          Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)

          Data tahun 2023 menunjukkan bahwa akses internet di Indonesia masih didominasi oleh koneksi mobile
          melalui smartphone atau tablet, dengan proporsi sebesar 58,3%, menjadikannya kategori akses yang
          paling banyak digunakan. Broadband (DSL, kabel, dan sejenisnya) menempati posisi kedua dengan porsi
          21,9%, mencerminkan peran signifikan layanan broadband dalam menyediakan konektivitas yang lebih
          stabil bagi pengguna. Sementara itu, penggunaan UMTS/GPRS/LTE router memberikan kontribusi
          tambahan sebesar 11,2%. Jenis akses lain seperti satellite, other connection technology, serta the
          neighbor’s/landlord wireless connection berada pada kisaran 2-3%. Selain itu, hanya sebagian kecil

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                            III - 19
Page 63
          pengguna yang tidak memiliki akses internet di rumah (1%) atau tidak mengetahui jenis akses yang
          digunakan (0,4%).

                                       Grafik III.9. Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023)

                                         AKSES INTERNET BERDASARKAN JENISNYA (2023)
                                                                                            a) Analog line (dial-up)
                                                                                            b) ISDN
                                                                                            c) Broadband (DSL, cable, etc.)
                                                                                            d) Mobile connection via smartphone / tablets

             2023        21,9                   58,3                 11,2                   e) UMTS / GPRS / LTE router
                                                                                            f) Satellite access
                                                                                            g) Other connection technology
                                                                                            h) The neighbor's / landlord's wireless connection
                                                                                            i) I don't have internet access at home

                    0%          20%       40%          60%         80%         100%         j) Don't know

          Sumber: Statista (2025)


III.2.3   Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2B)
          Berdasarkan grafik pangsa pasar fixed data di Indonesia tahun 2022, Telkom Indonesia tercatat sebagai
          penyedia layanan dengan dominasi terbesar, yaitu sekitar 40% dari total pasar. Sementara itu, penyedia
          layanan lainnya secara kumulatif memegang 60% pangsa pasar. Komposisi ini menunjukkan posisi
          Telkom Indonesia sebagai pemimpin pasar dalam segmen layanan data tetap, sekaligus mengindikasikan
          persaingan yang tetap signifikan dari berbagai operator lain di industri.

                                      Grafik III.10. Pangsa Pasar Fixed Data di Indonesia (2022)

                                             PANGSA PASAR FIXED DATA DI INDONESIA (2022)




                                                                         Telkom Indonesia
                                                         Lainnya
                                                                               40%
                                                          60%




          Sumber: Statista (2025)

          Pangsa pasar infrastruktur jaringan di Indonesia pada tahun 2023 didominasi oleh kategori “Lainnya” yang
          mencapai 73%, menunjukkan bahwa sebagian besar pasar dikuasai oleh berbagai pemain kecil.
          Sementara itu, sejumlah merek global memiliki porsi yang lebih terukur, antara lain Broadcom sebesar
          9%, Nokia sebesar 6%, Dell sebesar 5%, serta Huawei sebesar 3%. Adapun Cisco dan IBM masing-
          masing memegang sekitar 2% pangsa pasar.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                        III - 20
Page 64
                                   Grafik III.11. Pangsa Pasar Network Infrastructure di Indonesia (2023)

                                   PANGSA PASAR NETWORK INFRASTRUCTURE DI INDONESIA (2023)
                                                                                      Huawei
                                                                                       3%
                                                                                             Dell
                                                                                             5%

                                                                                                    Broadcom
                                                           Lainnya
                                                                                                       9%
                                                            73%
                                                                                                 Cisco
                                                                                                  2%
                                                                                              IBM
                                                                                               2%
                                                                                     Nokia
                                                                                      6%

          Sumber: Statista (2025)


III.2.4   Kompetisi dan Pangsa Pasar (B2C)
          ISP (Internet Service Provider) merupakan salah satu penyedia utama layanan internet di Indonesia dan
          berperan penting dalam menyediakan akses internet yang cepat, stabil, dan andal bagi masyarakat serta
          pelaku usaha. Dalam lima tahun terakhir, jumlah ISP di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat.
          Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 473 ISP dan jumlah ini tumbuh signifikan hingga mencapai 1.248 ISP
          pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan tingginya permintaan akan layanan internet tetap (fixed)
          serta semakin terbukanya peluang pasar bagi penyedia layanan baru, seiring dengan percepatan
          transformasi digital di berbagai sektor.

                                   Grafik III.12. Jumlah Internet Service Provider di Indonesia (2020-2024)

                                     JUMLAH INTERNET SERVICE PROVIDER DI INDONESIA (2020-2024)
                           1.400                                                                               1.248
                           1.200
                                                                                                1.011
                           1.000                                          828
              Jumlah ISP




                            800
                                                         611
                            600        473
                            400
                            200
                              -
                                      2020              2021              2022                  2023           2024

          Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

          Seiring dengan hal tersebut, tingginya permintaan layanan internet tetap juga tercermin dalam
          peningkatan jumlah pelanggan ISP. Pada tahun 2020, jumlah pelanggan ISP tercatat sebanyak 11,70 juta
          pelanggan. Jumlah ini terus bertambah hingga mencapai lonjakan terbesar dari 13,54 juta pada 2023
          menjadi 17,05 juta pada 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan perluasan infrastruktur jaringan,
          meningkatnya kebutuhan koneksi stabil di rumah, serta semakin kompetitifnya penawaran ISP. Kebijakan
          pemerintah dalam pemerataan akses digital turut memperkuat tren tersebut. Pada 2024, pelanggan ISP



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                         III - 21
Page 65
          didominasi oleh pengguna perorangan sebesar 90,38%, diikuti perusahaan 7,95%, dan warung internet
          1,67%.

                                                                             Grafik III.13. Jumlah Pelanggan ISP (2020-2024)

                                                           JUMLAH PELANGGAN ISP (2020-2024)
                                              18,00                                                                   17,05
                                              16,00
                                                                                           13,20        13,54
                                              14,00                         12,50
                   Jumlah (dalam jutaan)




                                                               11,70
                                              12,00
                                              10,00
                                               8,00
                                               6,00
                                               4,00
                                               2,00
                                                    -
                                                               2020         2021           2022         2023          2024

          Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)


III.2.5   Prospek Industri (B2B)
          Pendapatan pasar infrastruktur jaringan di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan dalam periode
          2017–2030. Pada tahun 2025, total pendapatan pasar diproyeksikan mencapai USD 2,52 miliar, dengan
          Service Provider Network Infrastructure sebagai segmen terbesar yang diperkirakan menghasilkan USD
          1,91 miliar. Pertumbuhan pasar diperkirakan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, dengan tingkat
          pertumbuhan tahunan (CAGR 2025–2030) sebesar 5,55%, sehingga pendapatan diproyeksikan
          mencapai USD 3,30 miliar pada 2030.

                                                          Grafik III.14. Proyeksi Pendapatan Pasar Infrastruktur Jaringan (2017-2030)

                                                          PROYEKSI PENDAPATAN PASAR INFRASTRUKTUR JARINGAN (2017-2030)
                                             3,50
             Pendapatan (dalam miliar USD)




                                             3,00                                                                                                                       0,74
                                                                                                                                                                 0,72
                                             2,50                                                                                                         0,69
                                                                                                                                               0,66
                                                                                                                              0,61     0,63
                                                                                                                      0,60
                                             2,00
                                                        0,50     0,47     0,50              0,54    0,47       0,52
                                             1,50                                   0,48
                                                                                                                                                          2,30   2,43   2,56
                                             1,00                                                                             1,91     2,04    2,17
                                                                                                                      1,87
                                                        1,41     1,39     1,40      1,36    1,44    1,40       1,51
                                             0,50
                                             0,00
                                                        2017     2018    2019       2020    2021    2022     2023     2024    2025    2026     2027       2028   2029   2030

                                                                        Service Provider Network Infrastructure       Enterprise Network Infrastructure

          Sumber: Statista (2025)

          Pendapatan pasar proses bisnis sebagai layanan (BPaaS) di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan
          yang signifikan, meningkat dari sekitar USD 172 juta pada tahun 2018 menjadi proyeksi USD 1,28 miliar
          pada tahun 2030. Berdasarkan data Statista, pendapatan sektor ini diperkirakan mencapai USD 491,09
          juta pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025–2030) sebesar 21,15% hingga
          mencapai USD 1,28 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini turut didorong oleh meningkatnya pemanfaatan

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                                          III - 22
Page 66
          layanan BPaaS di sektor publik, dimana semakin banyak digunakan oleh instansi pemerintah yang
          berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan transformasi digital.

                                                Grafik III.15. Proyeksi Pendapatan pasar Business Process sebagai Layanan (2018-2030)

                                                         PROYEKSI PENDAPATAN PASAR PROSES BISNIS SEBAGAI LAYANAN (2018-2030)
                                               1.500
                                                                                                                                                                               1.282
             Pendapatan (dalam jutaan USD)




                                                                                                                                                                       1.115
                                                                                                                                                              945
                                               1.000
                                                                                                                                                  780
                                                                                                                                     627
                                                                                                                            491
                                                500                                                                 382
                                                                                                     262     301
                                                           172     189          191         224


                                                     0
                                                          2018     2019      2020           2021     2022    2023   2024    2025     2026      2027           2028     2029    2030

          Sumber: Statista (2025)


III.2.6   Prospek Industri (B2C)
          Pendapatan fixed data di Indonesia diperkirakan meningkat dari USD 4,8 miliar pada 2025 menjadi USD
          5,3 miliar pada 2029. Pendapatan diharapkan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2025-
          2029) sebesar 2,92% sehingga menghasilkan volume pasar sebesar USD 5,3 miliar pada tahun 2029.
          Kenaikan yang bertahap ini menandakan bahwa layanan fixed data tetap menjadi segmen penting dalam
          industri teknologi informasi dan komunikasi, didukung oleh tingginya kebutuhan masyarakat dan pelaku
          bisnis akan konektivitas yang cepat, stabil, dan berkapasitas tinggi.

                                                                        Grafik III.16. Proyeksi Pendapatan Fixed Data (2016-2029)

                                                                             PROYEKSI PENDAPATAN FIXED DATA (2016-2029)
                Pendapatan (dalam miiar USD)




                                               6,0
                                                                                                                                                                         5,2    5,3
                                                                                                                                   4,8      4,8         4,9      5,0
                                               5,0                                                                  4,4    4,6
                                                                                                       4,1    4,3
                                                                                               3,8
                                               4,0                                    3,5
                                                                          3,1
                                               3,0               2,6
                                                          2,0
                                               2,0

                                               1,0

                                                 -
                                                         2016    2017     2018    2019        2020    2021   2022   2023   2024    2025     2025    2026        2027    2028   2029

          Sumber: Statista (2025)

          Rata-rata pengeluaran per kapita di Indonesia terhadap fixed data dan communication service sepanjang
          2016-2029 menunjukkan tren peningkatan. Pengeluaran fixed data diperkirakan meningkat dari USD 7,77
          pada 2016 menjadi USD 18,20 pada 2029. Sementara communication service diperkirakan meningkat
          juga dari USD 49,47 menjadi USD 67,99 pada periode yang sama. Kenaikan ini mencerminkan prospek
          industri teknologi informasi dan komunikasi yang semakin positif, didorong oleh meningkatnya kebutuhan
          masyarakat terhadap layanan konektivitas dan komunikasi digital.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                                                                  III - 23
Page 67
                                                        Grafik III.17. Rata-rata pengeluaran per kapita (2016-2029)

                                                          RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA (2016-2029)
                                     80

             Rata-rata (dalam USD)
                                     60


                                     40


                                     20


                                      0
                                          2016   2017    2018   2019   2020    2021   2022     2023    2024    2025   2026   2027   2028   2029

                                                                        Fixed Data           Communication Service

          Sumber: Statista (2025)


III.3     INFORMASI NON – KEUANGAN YANG RELEVAN
          INET didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 16 Desember 2016 dari Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta
          Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          dengan Surat Keputusan No. AHU-0002586.AH.01. 01.TAHUN 2016 tanggal 20 Januari 2017. Anggaran
          Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 1327 tanggal 17
          September 2025 dari Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., sehubungan dengan Peningkatan Modal
          Ditempatkan dan disetor penuh. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database
          Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat
          Penerimaan Pemberitahuan No. AHU- AH.01.03-0236052 tanggal 17 September 2025.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha
          dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan berupa:

          a. Kegiatan Usaha Utama INET adalah sebagai berikut:
                 1. Internet service provider

          b. Kegiatan Penunjang INET adalah sebagai berikut:
                1. Telekomunikasi dengan kabel
                2. Jasa sistem komunikasi data
                3. Interkoneksi internet
                4. Jual kembali jasa telekomunikasi

          Perusahaan berdomisili di Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan,
          Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan operasi Perusahaan di Rich Palace A1, Jl. Meruya Ilir Raya
          No. 36 - 40, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017. Pada tanggal 30
          September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas induk langsung masing-masing adalah PT Abadi Kreasi
          Unggul Nusantara, kedua entitas berkedudukan di Jakarta. Pihak pengendali Perusahaan adalah individu
          yaitu Adhie M. Marsadi.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                             III - 24
Page 68
          Pada tanggal 14 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
          (OJK) dengan Surat No. S-182/D.04/2023 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham.
          Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 1.500.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal
          Rp10 per saham dan harga penawaran Rp101 per saham disertai dengan penerbitan 2.100.000.000
          Waran Seri I pada harga penawaran sebesar Rp91 per saham. Agio saham yang berasal dari selisih lebih
          antara nilai yang diterima dari pemegang saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat (IPO)
          dengan nilai nominal saham adalah sebesar Rp136.500.000.000.

III.4     LOKASI GEOGRAFIS
          Saat ini kantor pusat INET berkedudukan di Gedung Cyber Lantai 10, Jalan Kuningan Barat No. 8, Jakarta
          Selatan 12710. INET menyediakan layanan (B2B) bagi lebih dari 200 (dua ratus) mitra ISP di Indonesia
          dengan layanan utama meliputi pusat data interkoneksi, kolokasi, local loop/local access, serta IP Transit
          (NAP). Jaringan INET didukung oleh 13 (tiga belas) point of presence (POP) yang tersebar di 8 (delapan)
          kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, dan Lampung, serta
          satu POP di Singapura.

III.5     PESAING USAHA
          Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, INET memiliki beberapa pesaing usaha yang bergerak
          dalam industri telekomunikasi dengan perincian sebagai berikut:
          ➢   PT Link Net Tbk
          ➢   PT Indointernet Tbk
          ➢   PT Solusi Sinergi Digital Tbk
          ➢   PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
          ➢   PT Mora Telematika Indonesia Tbk
          ➢   PT Remala Abadi Tbk
          ➢   PT First Media Tbk
          ➢   PT Jasnita Telekomindo Tbk

III.6     KEBIJAKAN DAN STRATEGI MANAJEMEN
          Penyusunan Rencana Bisnis INET dilakukan dengan pendekatan situation asessment dan analisis SWOT
          (strength, weakness, opportunity, threat). Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis faktor eksternal
          dan internal yang dihadapi oleh perusahaan secara komprehensif dan terstruktur. Analisis faktor eksternal
          meliputi faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang
          dihadapi oleh perusahaan (opportunity dan threat). Sedangkan analisis faktor internal meliputi faktor-
          faktor yang berasal dari internal perusahaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan
          (strength dan weakness).

          Dalam melakukan analisis eksternal digunakan pendekatan PESTEL dan Analisis Porter’s Five Forces.
          Analisis PESTEL meliputi analisis terkait kondisi political, economy, social, technology, environment, dan


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              III - 25
Page 69
          legal sedangkan analisis Porter’s Five Forces dilakukan dengan cara mengidentifikasi posisi perusahaan
          dalam industri teknologi informasi dan komunikasi yaitu threat of new entry, supplier power, buyer power,
          substitute, dan rivalry.

          Analisis internal dilakukan dengan cara menganalisis Competitive Strength Assessment dengan
          membandingkan kinerja INET dengan peer group. Berikut strengths, weaknesses, opportunities, dan
          threats INET.

                                             Tabel III.15. Analisis SWOT INET
                              Strengths                                                       Weaknesses
           1. INET memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun di 1. Skala                 usaha   INET masih   relatif   terbatas
               industri infrastruktur telekomunikasi sehingga              dibandingkan dengan pemain besar industri
               mampu beradaptasi dan terus mengembangkan                   telekomunikasi nasional sehingga memengaruhi
               usaha seiring pesatnya perkembangan teknologi.              daya tawar harga serta membatasi kemampuan
               Hal ini tercermin dari ekspansi jaringan melalui            ekspansi jaringan secara agresif dalam waktu
               penambahan PoP di berbagai wilayah, termasuk 13             singkat.
               PoP di 8 kota besar di Indonesia serta 1 PoP di 2. INET memiliki ketergantungan pada mitra tertentu
               Singapura, serta pengembangan layanan NAP                   terutama dalam penyediaan lisensi dan layanan
               dengan merek SYNERGY NETWORK yang                           Network Access Provider (NAP) yang berpotensi
               berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan               menimbulkan risiko operasional apabila terjadi
               INET.                                                       perubahan kebijakan atau kerja sama.
           2. INET     terbukti    dapat    memenuhi      kebutuhan 3. Bisnis infrastruktur telekomunikasi membutuhkan
               pelanggan dengan menyediakan solusi yang cepat,             belanja modal (CAPEX) yang besar sehingga pada
               tepat, dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan             fase awal ekspansi dapat memberikan tekanan
               masing-masing         pelanggan    dalam      bidang        terhadap arus kas sebelum pendapatan berulang
               infrastruktur   telekomunikasi.    Didukung     oleh        mencapai skala yang optimal.
               fleksibilitas layanan serta integrasi vertikal melalui 4. Pengenalan merek INET masih relatif terbatas di
               entitas anak yang menjalankan fungsi penyediaan             kalangan publik luas karena fokus usaha berada
               jaringan fiber, layanan ISP, hingga kontraktor              pada segmen B2B, sehingga memerlukan strategi
               pembangunan FTTH.                                           komunikasi yang tepat untuk memperkuat posisi
           3. Kegiatan usaha INET didukung oleh tim yang                   merek di industri.
               handal dan berpengalaman di bidang teknologi
               digital. Sehingga proses operasional dapat berjalan
               lebih efektif dan efisien.
           4. INET memiliki daya saing yang kuat karena
               didukung basis jaringan yang luas dan tersebar di
               berbagai kota besar di Indonesia, termasuk
               kepemilikan jaringan serat optik lebih dari 430
               kilometer melalui entitas anak PT Pusat Fiber
               Indonesia (PFI), serta kepercayaan lebih dari 200
               ISP nasional dan regional yang menggunakan
               layanan INET.

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                        III - 26
Page 70
           5. INET memiliki pelanggan yang terdiversifikasi, baik
               dari segmen ISP, korporasi, dan enterprise melalui
               entitas anak PT Data Prima Solusindo. Sehingga
               INET tidak bergantung pada satu pihak tertentu,
               namun INET juga mengembangkan pada pangsa
               pasar lain untuk mendukung keberlanjutan usaha.
                            Opportunities                                                     Threats
           1. Kontribusi sektor informasi dan komunikasi                  1.   Industri TIK menunjukkan tingkat persaingan
               terhadap PDB nasional yang masih di bawah 5%                    yang tinggi, baik pada segmen B2B maupun B2C
               menunjukkan ruang pertumbuhan yang besar bagi                   dengan skala infrastruktur dan pendanaan yang
               layanan TIK B2B dan B2C seiring meningkatnya                    kuat. Hal ini ditandai dengan dominasi pemain
               digitalisasi   di   sektor   bisnis,     pemerintahan,          tertentu di layanan fixed data serta banyaknya
               pendidikan, kesehatan, dan industri.                            pelaku kecil di pasar infrastruktur jaringan,
           2. Cakupan jaringan fiber optik yang semakin luas,                  sehingga menimbulkan tekanan harga khususnya
               peningkatan jumlah PoP ISP dan NAP, serta                       pada layanan bandwidth dan ISP.
               kebutuhan ISP lokal dan regional yang belum                2.   Infrastruktur jaringan telah berkembang secara
               memiliki infrastruktur sendiri membuka peluang                  signifikan, namun ketimpangan sebaran jaringan
               bagi INET sebagai penyedia infrastruktur, IP                    fiber optik dan akses internet antarwilayah masih
               Transit, interkoneksi, dan node internet.                       terjadi, khususnya di beberapa provinsi di
           3. Pertumbuhan pasar infrastruktur jaringan, layanan                kawasan timur Indonesia. Kondisi ini dapat
               cloud, data center interconnect, dan Business                   membatasi potensi pasar dan memperlambat
               Process as a Service (BPaaS) hingga 2030                        perluasan layanan TIK di wilayah tertentu.
               mencerminkan          meningkatnya          kebutuhan      3.   Pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur
               konektivitas    berkapasitas    tinggi    dari    sektor        TIK memerlukan investasi yang berkelanjutan
               korporasi, industri, dan instansi pemerintah.                   seiring meningkatnya pembangunan jaringan
           4. Peningkatan penetrasi internet nasional yang telah               fiber optik, Point of Presence (PoP) ISP, dan
               mencapai 80,66% pada 2025 serta pertumbuhan                     Network Access Point (NAP). Hal ini sejalan
               pelanggan fixed broadband menunjukkan potensi                   dengan meningkatnya persaingan pada segmen
               perluasan layanan internet tetap yang lebih stabil              B2B.
               dan    ekonomis      dibandingkan        mobile    data,   4.   Pertumbuhan jumlah penyelenggara ISP yang
               khususnya untuk rumah tangga, UMKM, dan                         telah mencapai lebih dari 1.200 perusahaan serta
               korporasi.                                                      peningkatan jumlah pelanggan dan konsumsi
           5. Tren peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita                internet meningkatkan intensitas persaingan
               untuk layanan fixed data dan communication                      pada layanan ISP dan penyewaan infrastruktur
               service mencerminkan meningkatnya kebutuhan                     jaringan fiber optik, yang berpotensi menekan
               masyarakat terhadap layanan internet berkualitas                margin usaha.
               tinggi, yang mendukung pertumbuhan pendapatan              5.   Perubahan regulasi di sektor telekomunikasi
               industri.                                                       termasuk perizinan kebijakan jaringan dan
           6. Prospek pengembangan Sistem Komunikasi Kabel                     ketentuan       keamanan     data     berpotensi
               Laut (SKKL) semakin kuat seiring meningkatnya                   meningkatkan      biaya     operasional       serta
               kebutuhan bandwidth global, posisi geografis                    memengaruhi strategi bisnis INET.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                              III - 27
Page 71
               Indonesia yang strategis, dukungan Proyek               6.    Risiko disrupsi teknologi seperti perkembangan
               Strategis Nasional, serta peluang kerja sama lintas           jaringan nirkabel berkecepatan tinggi dan
               negara dan interkoneksi pusat data internasional.             teknologi satelit berpotensi mengurangi relevansi
           7. Prospek        usaha      kontraktor   FTTH    sangat          layanan berbasis fiber optik di masa mendatang.
               menjanjikan didorong oleh rendahnya penetrasi           7.    Posisi INET yang relatif lebih kecil dibandingkan
               fixed       broadband,      pertumbuhan      kawasan          pemain    besar     industri   dapat   membatasi
               perumahan dan industri, serta kebutuhan jaringan              kemampuan bersaing dalam skala nasional
               berkecepatan tinggi untuk mendukung gaya hidup                meskipun INET memiliki strategi dan keunggulan
               digital, dengan potensi pendapatan jangka panjang             tertentu untuk bertumbuh.
               dari pembangunan, operasi, dan pemeliharaan
               jaringan.
           8. Prospek penyediaan layanan FTTH masih terbuka
               luas, terutama di kota lapis kedua dan ketiga serta
               luar Pulau Jawa, seiring meningkatnya kebutuhan
               internet cepat dan stabil untuk kegiatan belajar
               daring, kerja jarak jauh, hiburan digital, dan smart
               home.


III.7     RENCANA BISNIS INET
          Prospek usaha INET tidak bisa dilepaskan dengan peluang yang tersedia dalam perekonomian,
          khususnya dalam industri teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan data dari Statista,
          Pendapatan pasar infrastruktur jaringan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,55% per tahun
          (CAGR 2025-2030), sementara itu pendapatan fixed data di Indonesia juga diperkirakan akan tumbuh
          sebesar 2,92% per tahun (CAGR 2025-2029). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik
          Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku dari informasi dan komunikasi sebesar 4,34% sepanjang tahun
          2024. Dalam upaya mendukung industri teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah Indonesia
          melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkan berbagai kebijakan dan regulasi
          yang mendukung pengembangan infrastruktur digital nasional. Salah satunya adalah Peraturan
          Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran yang mendorong
          peningkatan kapasitas jaringan, pemerataan infrastruktur, serta penguatan ekosistem industri
          telekomunikasi nasional. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun
          2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang mendorong percepatan digitalisasi
          layanan publik dan meningkatkan kebutuhan akan layanan konektivitas dan infrastruktur TIK. Kebijakan-
          kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri TIK dan telekomunikasi nasional
          (Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital, Statista, dan Badan Pusat Statistik).

          Menurut data BPS dari hasil pendataan Survei Susenas 2024, terdapat 72,78 persen penduduk Indonesia
          telah mengakses internet di tahun 2024 dan 69,21 persen di tahun 2023. Tingginya penggunaan internet
          ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber informasi dan
          menjadi indikator kesiapan suatu negara atau wilayah dalam menghadapi era transformasi digital. Hal ini

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                         III - 28
Page 72
          menunjukkan prospek industri teknologi informasi dan komunikasi yang semakin positif, didorong oleh
          meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konektivitas dan komunikasi digital.

          Prospek usaha INET sejalan dengan kebutuhan penguatan infrastruktur digital nasional dan peningkatan
          konektivitas data di Indonesia. Berdasarkan rencana korporasi, INET memfokuskan pengembangan
          usahanya pada penyediaan infrastruktur jaringan, konektivitas data, dan layanan pendukung internet.
          Kebutuhan akan jaringan berkapasitas besar, latensi rendah, dan konektivitas yang andal terus meningkat
          seiring pertumbuhan trafik data, layanan digital, serta konsentrasi aktivitas internet di Pulau Jawa.

          Dalam rangka memperkuat posisi bisnis, INET melalui entitas anak menjalankan beberapa proyek
          strategis. Proyek tersebut diantaranya:

          1. Proyek Submarine Cable (NAP)
              INET melalui entitas anak, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) melakukan kerja sama dengan PT Jejaring
              Mitra Persada (JMP) mengembangkan proyek kabel bawah laut (Submarine Cable) yang
              menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura dengan skema IRU (Indefeasible Right of Use), yaitu
              hak penggunaan jangka panjang atas infrastruktur kabel serat optik dengan nilai kontrak Rp242,6
              miliar. Rencana pembangunan kabel laut ini menargetkan kapasitas jaringan hingga 400 terabyte total,
              dengan per jalur (pair) berkapasitas sekitar 25 - 30 terabyte. Proyek ini dirancang untuk memperluas
              konektivitas internasional, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, serta meningkatkan
              kapasitas dan kualitas layanan IP Transit, content exchange, dan konektivitas internasional. Dengan
              proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan yang mencapai Rp285,5 juta pada
              tahun 2030.

          2. Proyek Kontraktor Fiber to The Home (FTTH)
              INET melalui PT Internet Anak Bangsa (IAB) berfokus pada kegiatan kontraktor pembangunan dan
              pemeliharaan jaringan Fiber to the Home (FTTH) bagi perusahaan ISP dengan target pembangunan
              1.000.000 homepass FTTH di Pulau Jawa untuk mendukung pertumbuhan akses broadband tetap di
              Indonesia. Latar belakang dilakukannya proyek ini karena potensi pasar dalam jaringan FTTH sangat
              besar dengan jumlah rumah tangga Indonesia lebih dari 70 juta. Namun, penetrasi jaringan FTTH
              masih relatif rendah di Indonesia. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan penambahan
              pendapatan yang mencapai Rp111,0 juta pada tahun 2030.

          3. Proyek Node Internet (IIX)
              INET mengembangkan proyek Node Internet Indonesia Interconnection Exchange (IIX) melalui kerja
              sama dengan APJII untuk membangun 58 node IIX di Pulau Jawa. Proyek ini bertujuan mendekatkan
              interkoneksi antar pelanggan di pulau Jawa. Saat ini 859 dari 1.300 ISP berada di pulau Jawa.
              Sehingga pulau Jawa merupakan pasar yang sangat besar bagi segmen bisnis IIX. Latar belakang
              dilakukannya proyek karena kebutuhan infrastruktur digital yang lebih dekat dengan pengguna di
              Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet, layanan digital, dan lalu lintas data
              nasional. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan distribusi trafik yang tidak

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                III - 29
Page 73
              merata menyebabkan tingginya beban pada jaringan inti terpusat, meningkatnya latensi, serta
              ketergantungan pada node di luar daerah. Oleh karena itu, keberadaan node internet menjadi solusi
              yang efisien untuk mendekatkan trafik dan konten ke pengguna, menekan biaya jaringan, serta
              meningkatkan kualitas layanan. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan
              yang mencapai Rp4,7 juta pada tahun 2030.

          4. Proyek Fiber to the Home (FTTH)
              INET melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI) akan melakukan pembangunan
              jaringan FTTH di wilayah Bali dan Lombok dengan target 2.000.000 homepass. Hal ini bertujuan untuk
              penetrasi pasar layanan internet berkecepatan tinggi menggunakan teknologi terkini dengan harga
              langganan Rp299,0 ribu per bulan dan speed up to 2 Gbps. Latar belakang dilakukannya proyek ini
              karena Indonesia berada dalam fase akselerasi ekonomi digital yang ditandai oleh pertumbuhan
              pengguna internet dan layanan digital, digitalisasi UMKM, pendidikan, kesehatan, serta pemerintahan,
              yang mendorong meningkatnya kebutuhan konektivitas yang stabil dan berkecepatan tinggi. Potensi
              pasar jaringan FTTH di Indonesia masih sangat besar karena jumlah rumah tangga lebih dari 70 juta
              dan tingkat penetrasi FTTH yang masih relatif rendah. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan
              penambahan pendapatan yang mencapai Rp12,3 juta di tahun 2030.

          Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa infrastruktur telekomunikasi, maka INET
          dalam menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi sebagai berikut :

          ➢ Pengembangan layanan IP Transit Jakarta – Singapura;
          ➢ IP Transit - menyediakan jalur konektivitas internet dari Indonesia ke jaringan global atau sebaliknya,
              lewat kabel laut milik PFI;
          ➢ Exchange Content (peering/Content Delivery) - memungkinkan pengiriman konten lokal atau
              internasional dengan latensi rendah menggunakan rute kabel laut;
          ➢ IPLC (International Private Leased Circuit) - layanan sirkuit khusus internasional untuk perusahaan
              atau institusi yang memerlukan koneksi privat langsung antar negara;
          ➢ Pengembangan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa;
          ➢ Pengembangan FTTH Wi-Fi 7 di Bali – Lombok;
          ➢ Peningkatan kompetensi karyawan;
          ➢ Memberikan potongan harga;
          ➢ Memperkuat positioning.

          Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri telekomunikasi, INET menerapkan strategi
          pengembangan layanan IP Transit Jakarta - Singapura sebagai langkah awal dalam memperkuat
          konektivitas internasional. Strategi ini dijalankan melalui Entitas Anak, yaitu PFI yang telah menjalin kerja
          sama strategis dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dalam pengembangan Sistem Komunikasi Kabel
          Laut (SKKL) yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Kerja sama tersebut berbentuk
          perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), dimana PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 III - 30
Page 74
          bawah laut, sementara JMP bertanggung jawab atas penyediaan inti kabel serat optik (fiber optic core)
          serta pemeliharaan dan perbaikan jaringan pada jalur Rising-8, khususnya segmen Tanjung Pinggir
          (Batam) - Tanah Merah (Singapura).

          Di sisi infrastruktur domestik, INET juga mengembangkan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa
          melalui entitas anak IAB. Fokus diarahkan pada segmen perumahan skala kecil hingga menengah,
          kawasan suburban, dan desa digital yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur internet. Dengan
          menyediakan layanan pembangunan jaringan last-mile mulai dari penggelaran kabel, pemasangan
          perangkat optik, hingga instalasi ke rumah pelanggan, IAB mampu mengisi celah pasar luas. Strategi ini
          diperkuat melalui kemitraan dengan ISP lokal maupun nasional dalam berbagai skema kerja sama.

          Selanjutnya, untuk memanfaatkan peluang di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi,
          INET melalui entitas anak GPI mengembangkan layanan FTTH dengan dukungan teknologi Wi-Fi 7 di
          kawasan Bali - Lombok. Wilayah ini dipandang strategis karena perannya sebagai pusat pariwisata,
          edukasi, dan ekonomi kreatif. Dengan menargetkan segmen premium dan produktif seperti vila, hotel,
          coworking space, UMKM digital, serta masyarakat urban, layanan ini diposisikan sebagai koneksi ultra-
          fast internet yang siap mendukung aktivitas berat seperti 4K/8K streaming, VR/AR tourism, dan smart
          home/hospitality system. Untuk mendukung percepatan ekspansi, GPI menjalin kerja sama dengan
          pengembang perumahan, pengelola properti pariwisata, dan penyedia infrastruktur lokal, serta
          menerapkan strategi bundling layanan, seperti paket FTTH + Wi-Fi 7 router + IoT Smart Home. Upaya ini
          diperkuat melalui promosi digital dan edukasi pasar terkait keunggulan Wi-Fi 7. Dengan kombinasi
          teknologi mutakhir, pemilihan pasar yang tepat, kemitraan lokal, dan layanan purna jual yang unggul,
          pengembangan FTTH Wi-Fi 7 di Bali - Lombok bukan hanya menjanjikan secara finansial, tapi juga
          memperkuat transformasi digital kawasan wisata nasional ini.

          Di samping pengembangan bisnis dan teknologi, INET menyadari bahwa sumber daya yang dimiliki
          merupakan suatu aset yang sangat vital dan strategis. Oleh karena itu, INET berkomitmen untuk terus
          meningkatkan kompetensi karyawan baik secara teknis dengan keikutsertaan dalam acara-acara
          pengembangan kompetensi maupun secara non teknis yaitu peningkatan softskill karyawan dengan
          tujuan membangun tim yang solid dan efisien serta mampu selalu berinovasi mengikuti perkembangan
          dunia teknologi yang berkembang dengan sangat pesat.

          Untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan, INET juga menerapkan kebijakan potongan
          harga bagi pelanggan dengan volume pemesanan yang besar. Kebijakan ini mencerminkan pandangan
          INET bahwa pelanggan merupakan mitra strategis. INET selalu menawarkan deal terbaik agar semua
          pihak dapat diuntungkan dalam kerja sama yang dibangun. Semakin besar jumlah layanan yang dipesan
          dari INET, maka INET memberikan potongan harga yang baik sehingga ISP selaku pelanggan INET
          mendapatkan banyak manfaat bekerja sama dengan INET.

          Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat positioning INET sebagai penyedia jasa
          infrastruktur telekomunikasi dengan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mitra yang

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk          III - 31
Page 75
          menggunakan jasa INET. Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan dapat terus mempertahankan
          eksistensi INET dan juga terus meningkatkan kinerja keuangan INET.

III.8     PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI
          Penambahan modal saham SGI sebagaimana diatur dalam ketentuan Perjanjian Pemegang Saham dan
          Perjanjian Pengambilalihan Saham merupakan langkah strategis yang memberikan peluang signifikan
          bagi INET untuk meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi
          ini, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta
          realisasi skala ekonomis yang berasal dari potensi sinergi bisnis antara INET dan SGI.

          Penambahan modal saham SGI juga merupakan peluang yang menarik bagi INET untuk memanfaatkan
          kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi telekomunikasi. Di sisi lain,
          transaksi ini memungkinkan optimalisasi kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam
          pengembangan dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi, sehingga tercipta nilai tambah yang
          berkelanjutan bagi kedua entitas.

          Pertimbangan utama INET dalam melaksanakan rencana transaksi ini adalah untuk memperkuat
          penetrasi pasar, khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan. SGI memiliki aset penting berupa Kapal
          Pemasang Kabel Laut (Cable Laying Vessel). Dengan aset tersebut, Perseroan dapat mempercepat
          pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut yang menghubungkan antara pulau. Oleh karena itu,
          melalui transaksi akuisisi ini, INET dan SGI diharapkan dapat bersinergi sebagai perusahaan
          telekomunikasi yang memiliki aset telekomunikasi yang kuat dan terintegrasi di Indonesia.

          Manfaat lain yang dapat diperoleh INET dari rencana transaksi ini adalah peningkatan efisiensi dalam
          pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Jaringan kabel bawah laut yang akan dioperasikan oleh INET
          akan dapat memberikan hasil yang optimal dikarenakan adanya kemudahan serta percepatan dalam
          proses perbaikan dan pemeliharaan jaringan kabel bawah laut tersebut. Pemanfaatan infrastruktur yang
          sudah tersedia tersebut diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan dalam ekspansi
          layanan internet yang disediakan oleh INET, sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan
          bisnis INET.

III.9     KESIMPULAN
          Analisis kualitatif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik yang
          relatif stabil serta menunjukkan tren pertumbuhan positif, didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi,
          dan transformasi digital yang semakin pesat. Selain itu, analisis juga mencakup dinamika dan prospek
          industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia yang terus berkembang, ditandai dengan
          peningkatan penetrasi internet, pertumbuhan jumlah ISP, serta ekspansi infrastruktur jaringan fiber optik
          dan konektivitas data berkapasitas tinggi. Penelaahan juga dilakukan atas kesesuaian strategis antara
          kegiatan usaha, kemampuan operasional, serta rencana pengembangan bisnis kedua entitas.



Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk             III - 32
Page 76
          Akuisisi SGI yang dilakukan melalui penambahan modal saham sebagaimana diatur dalam Perjanjian
          Pemegang Saham dan Perjanjian Pengambilalihan Saham merupakan langkah strategis bagi INET untuk
          meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui transaksi ini, INET
          diharapkan memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas operasional serta realisasi skala ekonomis
          yang berasal dari potensi sinergi bisnis antara kedua entitas. Transaksi ini juga memberikan peluang bagi
          INET untuk memanfaatkan kekuatan dan posisi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi
          telekomunikasi. Di sisi lain, kemampuan, pengalaman, dan keahlian INET dalam pengembangan serta
          pemanfaatan teknologi telekomunikasi dapat dioptimalkan sehingga menciptakan nilai tambah yang
          berkelanjutan bagi kedua entitas. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional,
          memperkuat daya saing, serta memperluas jangkauan layanan kepada segmen pasar yang lebih luas.

          Pertimbangan utama dalam pelaksanaan transaksi ini adalah untuk memperkuat penetrasi pasar,
          khususnya di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan. Selain itu, transaksi ini berpotensi meningkatkan
          efisiensi dalam pemeliharaan jaringan kabel bawah laut. Dengan adanya dukungan aset dan kapabilitas
          SGI, proses perbaikan dan pemeliharaan jaringan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
          Pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia tersebut diharapkan dapat menghasilkan efisiensi biaya
          yang signifikan dalam ekspansi layanan internet INET, sekaligus mempercepat pencapaian target
          pertumbuhan bisnis.

          Dengan mempertimbangkan manfaat yang berpotensi diperoleh, prospek industri teknologi informasi dan
          komunikasi yang masih terbuka luas, serta keselarasan rencana transaksi dengan strategi
          pengembangan bisnis INET, rencana transaksi akuisisi atas 60% saham SGI dapat pengaruh positif
          terhadap kinerja, kelancaran, dan keberlanjutan kegiatan usaha INET.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk             III - 33
Page 77
                                                            BAB IV
                                                  ANALISIS KUANTITATIF
IV.1     ANALISIS KINERJA HISTORIS INET
         Analisis kinerja keuangan historis INET dari analisis posisi keuangan, laba (rugi), arus kas, rasio
         keuangan, dan informasi perpajakan didasarkan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh (KAP)
         Morhan & Rekan untuk periode 31 Desember 2022 sampai dengan periode 31 Desember 2023, (KAP)
         Dra. Suhartati & Rekan untuk periode 31 Desember 2024, dan (KAP) Suharli, Sugiharto & Rekan untuk
         periode 31 Desember 2025.

IV.1.1   Laporan Posisi Keuangan
         Berikut adalah laporan posisi keuangan INET per 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.

          Tabel IV.1. Laporan Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025 (dalam
                                                            Rupiah penuh)
                                                      FY2022            FY2023               FY2024               FY2025
                       Keterangan
                                                     Audited            Audited              Audited             Audited
          Aset
          Kas dan setara kas                         2.016.838.415    61.802.426.896       61.911.440.465      404.440.595.923
          Piutang usaha pihak ketiga - neto          3.695.386.583     3.660.631.541        4.824.019.494        8.520.499.265
          Piutang lain-lain pihak ketiga - neto       143.997.220        116.621.907               1.630.000         2.503.477
          Pajak dibayar di muka                                  -        73.803.972              19.991.051      786.086.917
          Uang muka dan biaya dibayar di
                                                      101.542.533        111.308.240          223.375.850         505.665.553
          muka
          Biaya emisi ditangguhkan                   2.658.554.488                  -                      -     2.965.710.644
          Aset lancar lainnya                                    -                  -                      -    61.000.000.000
          Total Aset Lancar                          8.616.319.239    65.764.792.556       66.980.456.860      478.221.061.779


          Aset Tidak Lancar
          Uang muka dan biaya dibayar
          dimuka setelah dikurangi bagian           12.349.225.058    46.010.159.355       29.487.150.000      117.652.654.440
          lancar
          Aset pajak tangguhan - neto                  54.145.612        239.241.779          257.877.193         274.236.101
          Aset tetap - neto                         51.124.878.132    79.867.743.720      132.496.368.609      163.236.579.480
          Aset hak guna - neto                        266.231.421      1.881.007.399              59.783.494      291.754.229
          Goodwill                                    553.048.947        553.048.947          553.048.947         684.922.226
          Uang jaminan                                 20.000.000     29.601.980.000              20.000.000        10.000.000
          Total Aset Tidak Lancar                   64.367.529.170   158.153.181.200      162.874.228.243      282.150.146.476
          Total Aset                                72.983.848.409   223.917.973.756      229.854.685.103      760.371.208.255


          Liabilitas Jangka Pendek
          Utang usaha - pihak ketiga                 4.564.395.467     6.221.278.715       11.444.724.311        9.617.976.740
          Utang lain-lain                              95.526.829        321.997.140          305.833.640         441.146.368
          Utang pajak                                 340.375.782        366.734.575          184.823.523       10.344.729.175
          Biaya masih harus dibayar                  2.113.229.488       197.100.000          289.123.090        1.688.603.089
          Pendapatan diterima dimuka                             -                  -                      -    48.586.577.512
          Utang bank jangka pendek                               -                  -                      -     1.285.714.284


 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                            IV-1
Page 78
                                                   FY2022              FY2023               FY2024               FY2025
                      Keterangan
                                                  Audited              Audited              Audited             Audited
         Utang pembiayaan konsumen                 248.649.583          174.666.781          330.314.049         340.373.121
         Liabilitas sewa                           179.127.412          208.900.390              38.546.730      222.080.435
         Uang jaminan pelanggan                               -                    -                      -   250.000.000.000
         Total Liabilitas Jangka Pendek           7.541.304.561       7.490.677.601       12.593.365.343      322.527.200.724


         Liabilitas Jangka Panjang
         Utang bank jangka panjang                            -                    -                      -     7.178.571.431
         Utang pembiayaan konsumen                 151.007.114                     -         986.823.767         621.208.530
         Liabilitas sewa                                      -       1.637.040.628              27.800.497      161.315.396
         Liabilitas imbalan pasca kerja              88.484.459         251.298.261          375.015.354         671.285.566
         Total Liabilitas Jangka Panjang           239.491.573        1.888.338.889        1.389.639.618        8.632.380.923
         Total Liabilitas                         7.780.796.134       9.379.016.490       13.983.004.961      331.159.581.647


         Ekuitas
         Modal saham                            60.000.000.000       75.000.000.000       75.000.677.140       95.810.752.960
         Tambahan modal di setor - neto                       -     133.509.506.824      133.514.991.658      302.180.211.112
         Saldo laba                               5.189.573.991       6.065.266.726        7.393.625.646       31.223.126.168
         Penghasilan komprehensif lain               13.400.913         (35.892.921)         (37.690.975)        (22.064.078)
         Jumlah ekuitas yang dapat
                                                65.202.974.904      214.538.880.629      215.871.603.469      429.192.026.162
         diatribusikan
         Kepentingan nonpengendali                       77.371              76.637                 76.673         19.600.446
         Total Ekuitas                          65.203.052.275      214.538.957.266      215.871.680.142      429.211.626.608
         Total Liabilitas dan Ekuitas           72.983.848.409      223.917.973.756      229.854.685.103      760.371.208.255
       Sumber : Laporan Keuangan Audit INET

       a. Aset
            Posisi total aset INET per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
            yang meningkat. Posisi total aset per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp73,0 miliar naik menjadi
            Rp760,4 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 941,83% dari total aset semula pada tahun
            2022 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) untuk
            periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 118,41%. Secara komposisi
            pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi tertinggi total aset
            INET merupakan aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 66,70% terhadap total aset INET,
            sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun Aset tetap - neto dengan rata-
            rata komposisinya sebesar 67,28%.

       b. Liabilitas
            Posisi total liabilitas INET per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
            yang meningkat. Posisi total liabilitas per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp7,8 miliar naik
            menjadi Rp331,2 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 4156,11% dari total liabilitas semula
            pada tahun 2022 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
            {CAGR}) untuk periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar 249,14%.
            Secara komposisi pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, komposisi

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                            IV-2
Page 79
             tertinggi total liabilitas INET merupakan liabilitas jangka pendek dengan komposisi sebesar 91,06%
             terhadap total liabilitas INET, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas jangka pendek berasal dari
             akun utang usaha – pihak ketiga dengan rata-rata komposisinya sebesar 59,36%.

         c. Ekuitas
             Posisi total ekuitas INET per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember 2025 memiliki tren
             yang meningkat. Posisi total ekuitas INET per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp65,2 miliar naik
             menjadi Rp429,2 miliar per 31 Desember 2025 atau naik sebesar 558,27% dengan laju pertumbuhan
             majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR}) sebesar 87,41%. Secara komposisi pada
             periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata komposisi ekuitas terhadap
             total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 83,88%, sedangkan komposisi tertinggi dari total ekuitas
             INET berasal dari akun tambahan modal disetor – neto dengan rata-rata komposisinya sebesar
             48,62%.

IV.1.2   Laporan Laba (Rugi)
         Berikut adalah laporan laba rugi INET per 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.

                     Tabel IV.2. Laporan Laba (Rugi) INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                                                          (dalam Rupiah penuh)
                                                  FY2022               FY2023               FY2024              FY2025
                   Keterangan
                                                 Audited              Audited              Audited             Audited
          Pendapatan neto                      19.947.940.168       28.889.381.869       30.437.200.682      91.819.511.247
          Beban pokok pendapatan             (14.369.598.685)     (20.619.611.538)     (19.563.574.082)    (47.929.588.178)
          Laba Bruto                            5.578.341.483        8.269.770.331       10.873.626.600      43.889.923.069
          Beban penjualan                       (100.808.058)        (237.199.738)      (1.108.131.734)     (1.612.556.124)
          Beban umum dan
                                          (3.588.732.054)          (6.726.422.131)       (8.655.840.317)   (11.297.008.036)
          administrasi
          Penghasilan (beban) usaha
                                               18.596.372               40.327.718          200.640.188      (657.702.535)
          lainnya - neto
          Laba Usaha                        1.907.397.743            1.346.476.180        1.310.294.737     30.322.656.374
          Penghasilan keuangan                    337.735               94.958.990          497.441.237      1.667.940.738
          Beban keuangan                    (123.017.751)            (131.305.772)        (111.698.031)      (550.164.084)
          Laba Sebelum Pajak
                                            1.784.717.727            1.310.129.398        1.696.037.943     31.440.433.028
          Penghasilan
          Manfaat (beban) pajak
                                            (410.959.714)            (434.437.379)         (367.678.990)    (6.951.371.805)
          penghasilan
          Laba Tahun Berjalan               1.373.758.013              875.692.019        1.328.358.953     24.489.061.223
         Sumber : Laporan Keuangan Audit INET

         a. Pendapatan
             Pendapatan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan dengan tren
             yang meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
             {CAGR}) sebesar 66,35%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025 tercatat pendapatan INET
             adalah sebesar Rp91,8 miliar.




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                         IV-3
Page 80
         b. Beban Pokok Pendapatan
             Beban pokok pendapatan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 menunjukkan pertumbuhan
             dengan tren yang meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
             Rate {CAGR}) sebesar 49,41%. Pada tahun 2022 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban pokok
             pendapatan terhadap pendapatan adalah sebesar -64,97%. Pada periode yang berakhir 31 Desember
             2025, tercatat beban pokok penjualan INET adalah sebesar Rp47,9 miliar.

         c. Beban Penjualan
             Beban penjualan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 mengalami pertumbuhan dengan tren
             meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate {CAGR})
             sebesar 151,96%. Pada tahun 2022 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban penjualan terhadap
             pendapatan adalah sebesar -1,68%. Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, tercatat total
             beban penjualan INET adalah sebesar Rp1,6 miliar.

         d. Beban Umum dan Administrasi
             Beban umum dan administrasi INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 mengalami pertumbuhan
             dengan tren meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate
             {CAGR}) sebesar 46,56%. Pada tahun 2022 sampai dengan 2025 rata-rata proporsi beban umum dan
             administrasi terhadap pendapatan adalah sebesar -20,50%. Pada periode yang berakhir 31 Desember
             2025, tercatat total beban umum dan administrasi INET adalah sebesar Rp11,3 miliar.

         e. Laba Tahun Berjalan
             Laba tahun berjalan INET pada tahun 2022 sampai dengan 2025 mengalami tren yang meningkat,
             mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2025, dari laba tahun berjalan sebesar Rp1,4
             miliar pada periode 2024 meningkat menjadi Rp24,5 miliar atau sebesar 1743,56% yang
             dilatarbelakangi oleh meningkatnya pendapatan neto yang signifikan pada tahun 2025 sebesar Rp91,9
             miliar dari Rp30,4 miliar pada 2024 atau naik sebesar 201,67%. Pada periode yang berakhir 31
             Desember 2025, tercatat laba tahun berjalan INET adalah sebesar Rp24,5 miliar.

IV.1.3   Laporan Arus Kas
         Berikut adalah laporan arus kas INET per 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.

                    Tabel IV.3. Laporan Arus Kas INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                                                        (dalam Rupiah penuh)
                                                    FY2022              FY2023               FY2024             FY2025
                     Keterangan
                                                   Audited              Audited              Audited            Audited
          Arus Kas dari Aktivitas Operasi
          Penerimaan kas dari pelanggan          18.567.912.884       28.859.808.819       29.179.447.880    387.284.581.345
          Pembayaran kas kepada pemasok         (13.096.868.895)     (19.922.296.240)     (14.308.302.233)   (27.353.692.886)
          Pembayaran kas kepada karyawan         (2.396.737.845)      (3.618.223.717)      (6.024.158.092)    (6.719.955.925)
          Pembayaran kas atas kegiatan
                                                   1.868.686.605     (31.799.580.734)      (2.569.073.279)    (2.016.482.432)
          operasi lainnya
          Penerimaan bunga                               337.735          94.958.990          497.441.237      1.667.940.738


 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                           IV-4
Page 81
                                                    FY2022             FY2023               FY2024               FY2025
                      Keterangan
                                                    Audited            Audited              Audited              Audited
         Pembayaran beban keuangan                 (123.017.752)       (127.819.072)        (104.367.358)        (518.480.555)
         Pembayaran pajak penghasilan              (364.775.047)       (559.428.786)        (564.090.078)        (748.197.997)
         Kas Neto dari Aktivitas Operasi           4.455.537.685    (27.072.580.740)       6.106.898.077      351.595.712.288


         Arus Kas dari Aktivitas Investasi
         Penambahan uang jaminan                                -                  -                     -    (61.000.000.000)
         Penambahan uang muka
                                                                -                  -                     -    (48.510.000.000)
         Indefeasible right-of-use
         Penambahan uang muka investasi                         -                  -                     -    (27.500.000.000)
         Aset tetap                                             -                  -                     -                   -
           Perolehan                               (657.319.320)     (3.198.252.908)     (10.129.912.247)     (44.747.632.051)
            Hasil penjualan                                     -                  -       4.504.504.505                     -
         Penambahan uang muka aset
                                                 (60.499.900.000)   (58.674.489.517)                     -    (21.984.554.441)
         tetap
         Akuisisi entitas anak, neto dengan
                                                   (274.972.500)                   -                     -        209.450.465
         penerimaan kas
         Kas Neto dari Aktivitas Investasi       (61.432.191.820)   (61.872.742.425)      (5.625.407.742)    (203.532.736.027)


         Arus Kas dari Aktivitas
         Pendanaan
         Kenaikan tambahan modal disetor
                                                                -   136.500.000.000                      -                   -
         dari penawaran umum perdana
         Kenaikan modal saham                     59.490.000.000     15.000.000.000                      -                   -
         Hasil dari penerbitan saham                            -                  -             6.161.974    189.475.295.274
         Pembayaran utang pembiayaan
                                                   (277.121.322)       (224.989.916)        (339.038.740)        (355.556.165)
         konsumen
         Pembayaran liabilitas sewa                (138.012.926)       (137.405.262)         (39.600.000)        (124.800.000)
         Penambahan setoran modal
                                                                -                  -                     -                   -
         saham
         Pembayaran biaya emisi                    (583.800.000)     (2.406.693.176)                     -     (2.352.961.398)
         Piutang lain-lain dari pihak berelasi                  -                  -                     -                   -
           Penurunan                                            -                  -                     -                   -
           Kenaikan                                             -                  -                     -                   -
         Kepemilikan saham dari
                                                         100.000                   -                     -                   -
         kepentingan non-pengendali
         Utang bank jangka panjang                              -                  -                     -                   -
           Penerimaan                                           -                  -                     -      9.000.000.000
           Pembayaran                                           -                  -                     -       (535.714.285)
         Penerimaan dari kepentingan
         nonpengendali pendirian entitas                        -                  -                     -         20.000.000
         anak
         Pembayaran dividen                                     -                  -                     -       (660.084.229)
         Kas Neto dari Aktivitas
                                                  58.491.165.752    148.730.911.646         (372.476.766)     194.466.179.197
         Pendanaan

         Kenaikan (Penurunan) Neto Kas
                                                   1.514.511.617     59.785.588.481          109.013.569      342.529.155.458
         dan Setara Kas

         Kas dan Bank dari Akuisisi
                                                      73.469.074                   -                     -                   -
         Entitas Anak


         Kas dan Setara Kas Awal Tahun               428.857.724      2.016.838.415       61.802.426.896       61.911.440.465




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                             IV-5
Page 82
                                                    FY2022               FY2023               FY2024             FY2025
                     Keterangan
                                                   Audited               Audited             Audited            Audited
          Kas dan Setara Kas Akhir Tahun           2.016.838.415       61.802.426.896       61.911.440.465    404.440.595.923
        Sumber : Laporan Keuangan Audit INET

        Dari laporan arus kas yang diperoleh, aktivitas arus kas INET pada periode yang berakhir per
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas operasi INET menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi
             sebesar Rp351,6 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember 2024
             yang disebabkan oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan pada periode 31 Desember 2025.
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas investasi INET menunjukkan arus kas keluar bersih dari aktivitas
             investasi sebesar Rp203,5 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31 Desember
             2024 yang disebabkan oleh kenaikan pengeluaran untuk penambahan uang jaminan, uang muka
             Indefeasible right-of-use, uang muka investasi, dan beberapa akun lainnya pada periode 31 Desember
             2025.
        ➢ Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan INET menunjukkan arus kas masuk bersih dari aktivitas
             pendanaan sebesar Rp194,5 miliar, tercatat meningkat jika di bandingkan dengan periode 31
             Desember 2024 yang sebagian besar berasal dari meningkatnya hasil penerbitan saham pada periode
             31 Desember 2025.
        ➢ Surplus periode berjalan INET untuk periode 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp342,5 miliar.

IV.2    ANALISIS VERTIKAL
        Berikut adalah analisis common size (analisis vertikal) INET dalam kurun waktu per 31 Desember 2022
        sampai dengan 31 Desember 2025.

           Tabel IV.4. Analisis Vertikal Posisi Keuangan INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                                                             FY2022           FY2023              FY2024         FY2025
                         Keterangan
                                                             Audited          Audited             Audited        Audited
          Aset Lancar
          Kas dan setara kas                                    23,41%             93,97%            92,43%          84,57%
          Piutang usaha pihak ketiga - neto                     42,89%              5,57%             7,20%           1,78%
          Piutang lain-lain pihak ketiga - neto                  1,67%              0,18%             0,00%           0,00%
          Pajak dibayar di muka                                  0,00%              0,11%             0,03%           0,16%
          Uang muka dan biaya dibayar di muka                    1,18%              0,17%             0,33%           0,11%
          Biaya emisi ditangguhkan                              30,85%              0,00%             0,00%           0,62%
          Aset lancar lainnya                                    0,00%              0,00%             0,00%          12,76%
          Total Aset Lancar                                     11,81%             29,37%            29,14%          62,89%

          Aset Tidak Lancar
          Uang muka dan biaya dibayar dimuka
                                                                19,19%             29,09%            18,10%          41,70%
          setelah dikurangi bagian lancar
          Aset pajak tangguhan - neto                            0,08%              0,15%             0,16%           0,10%
          Aset tetap - neto                                     79,43%             50,50%            81,35%          57,85%
          Aset hak guna - neto                                   0,41%              1,19%             0,04%           0,10%


 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                            IV-6
Page 83
                                                           FY2022            FY2023              FY2024      FY2025
                        Keterangan
                                                           Audited           Audited             Audited     Audited
         Goodwill                                              0,86%             0,35%               0,34%       0,24%
         Uang jaminan                                          0,03%            18,72%               0,01%       0,00%
         Total Aset Tidak Lancar                              88,19%            70,63%              70,86%      37,11%
         Total Aset                                          100,00%           100,00%             100,00%     100,00%

         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang usaha - pihak ketiga                            60,53%            83,05%             90,88%       2,98%
         Utang lain-lain                                        1,27%             4,30%              2,43%       0,14%
         Utang pajak                                            4,51%             4,90%              1,47%       3,21%
         Biaya masih harus dibayar                             28,02%             2,63%              2,30%       0,52%
         Pendapatan diterima dimuka                             0,00%             0,00%              0,00%      15,06%
         Utang bank jangka pendek                               0,00%             0,00%              0,00%       0,40%
         Utang pembiayaan konsumen                              3,30%             2,33%              2,62%       0,11%
         Liabilitas sewa                                        2,38%             2,79%              0,31%       0,07%
         Uang jaminan pelanggan                                 0,00%             0,00%              0,00%      77,51%
         Total Liabilitas Jangka Pendek                        96,92%            79,87%             90,06%      97,39%

         Liabilitas Jangka Panjang
         Utang bank jangka panjang                              0,00%             0,00%              0,00%      83,16%
         Utang pembiayaan konsumen                             63,05%             0,00%             71,01%       7,20%
         Liabilitas sewa                                        0,00%            86,69%              2,00%       1,87%
         Liabilitas imbalan pascakerja                         36,95%            13,31%             26,99%       7,78%
         Total Liabilitas Jangka Panjang                        3,08%            20,13%              9,94%       2,61%
         Total Liabilitas                                      10,66%             4,19%              6,08%      43,55%

        Ekuitas
        Modal saham                                      92,02%                  34,96%             34,74%      22,32%
        Tambahan modal di setor - neto                    0,00%                  62,23%             61,85%      70,40%
        Saldo laba                                        7,96%                   2,83%              3,43%       7,27%
        Penghasilan komprehensif lain                     0,02%                  -0,02%             -0,02%      -0,01%
        Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan        100,00%                  100,00%            100,00%     100,00%
        Kepentingan nonpengendali                         0,00%                   0,00%              0,00%       0,00%
        Total Ekuitas                                    89,34%                  95,81%             93,92%      56,45%
        Total Liabilitas dan Ekuitas                   100,00%                  100,00%            100,00%     100,00%
       Sumber : Laporan Keuangan Audit INET (data diolah)

       Dari tabel di atas dapat dilihat dalam kurun waktu per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31 Desember
       2025 komposisi tertinggi total aset INET merupakan aset tidak lancar dengan komposisi sebesar 66,70%
       terhadap total aset INET, sedangkan kontribusi tertinggi atas aset tidak lancar berasal dari akun aset tetap
       – neto dengan rata-rata komposisinya sebesar 67,28%, dan total aset INET menunjukkan tren yang
       cenderung meningkat. Komposisi tertinggi total liabilitas INET merupakan liabilitas jangka pendek dengan
       komposisi sebesar 91,06% terhadap total liabilitas INET, sedangkan kontribusi tertinggi atas liabilitas
       jangka pendek berasal dari akun utang usaha – pihak ketiga dengan rata-rata komposisinya sebesar
       59,36%, dan total liabilitas INET menunjukkan tren yang cenderung meningkat. Pada sisi ekuitas, rata-


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     IV-7
Page 84
        rata komposisi ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah sebesar 83,88%, sedangkan komposisi
        tertinggi dari total ekuitas INET berasal dari akun tambahan modal disetor - neto dengan rata-rata
        komposisinya sebesar 48,62%, dan total ekuitas INET menunjukkan tren yang cenderung menurun.

               Tabel IV.5. Analisis Vertikal Laba/Rugi INET periode 31 Desember 2022 – 31 Desember 2025
                                                              FY2022           FY2023             FY2024      FY2025
                          Keterangan
                                                              Audited          Audited            Audited     Audited
         Pendapatan neto                                        100,00%          100,00%            100,00%     100,00%
         Beban pokok pendapatan                                 -72,04%          -71,37%            -64,28%     -52,20%
         Laba Bruto                                              27,96%           28,63%             35,72%      47,80%
         Beban penjualan                                         -0,51%           -0,82%             -3,64%      -1,76%
         Beban umum dan administrasi                            -17,99%          -23,28%            -28,44%     -12,30%
         Penghasilan (beban) usaha lainnya - neto                 0,09%            0,14%              0,66%      -0,72%
         Laba Usaha                                               9,56%            4,66%              4,30%      33,02%
         Penghasilan keuangan                                     0,00%            0,33%              1,63%       1,82%
         Beban keuangan                                          -0,62%           -0,45%             -0,37%      -0,60%
         Laba Sebelum Pajak Penghasilan                           8,95%            4,53%              5,57%      34,24%
         Manfaat (beban) pajak penghasilan
           Kini                                            -2,07%                   -2,10%           -1,27%     -7,59%
           Bersih                                           0,00%                    0,59%            0,06%      0,02%
         Laba Tahun Berjalan                                6,89%                    3,03%            4,36%     26,67%
        Sumber : Laporan Keuangan Audit INET (data diolah)

        Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu per 31 Desember 2022 sampai dengan per 31
        Desember 2025, perbandingan beban pokok pendapatan terhadap pendapatan berkisar antara -52,20%
        sampai -72,04% dengan tren yang cenderung menurun. Pada perbandingan laba bruto terhadap
        pendapatan berkisaran 27,96% sampai dengan 47,80% dengan tren pertumbuhan yang cenderung
        meningkat. Pada perbandingan beban penjualan terhadap pendapatan berkisaran -0,51% sampai dengan
        -3,64% dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat. Pada perbandingan beban umum dan
        administrasi terhadap pendapatan berkisaran -12,30% sampai dengan -28,44% dengan tren pertumbuhan
        yang cenderung meningkat. Pada perbandingan laba usaha terhadap pendapatan berkisaran 4,30%
        sampai dengan 33,02% dengan tren pertumbuhan yang meningkat. Sementara perbandingan laba
        sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan INET berkisar antara 4,53% sampai dengan 34,24%
        dengan tren pertumbuhan yang meningkat. Pada perbandingan laba tahun berjalan terhadap pendapatan
        berkisar antara 3,03% sampai dengan 26,67% dengan tren pertumbuhan yang meningkat.

IV.3    ANALISIS RASIO
        Analisa rasio pada dasarnya adalah mencari perbandingan sesuatu dengan sesuatu lainnya. Oleh karena
        itu dalam implementasinya akan banyak sekali rasio yang dapat diukur sesuai dengan tujuan analisis.
        Analisa rasio keuangan adalah menyatakan ulang data-data keuangan atau data akuntansi secara relatif
        untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dengan menggunakan berbagai
        metode perhitungan serta interpretasi atas hasil perbandingan tersebut untuk menilai kinerja keuangan
        selama periode analisis. Berikut adalah perkembangan indikator utama keuangan INET dalam kurun

 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     IV-8
Page 85
       waktu 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025.

                                            Tabel IV.6. Rasio Keuangan INET
                                                  FY2022               FY2023              FY2024          FY2025
                   Keterangan
                                                  Audited              Audited             Audited         Audited
         LIQUIDITY
         Current Ratio                                114,26%              877,96%               531,87%      148,27%
         Quick Ratio                                   77,66%              875,48%               529,94%      128,04%
         Working Capital to Asset Ratio                 1,47%               26,02%                23,66%       20,48%

         SOLVABILITY
         Debt to Asset Ratio                            0,79%                0,90%                0,60%         1,29%
         Debt to Equity Ratio                           0,89%                0,94%                0,64%         2,29%
         Longterm Debt to Equity Ratio                  0,23%                0,76%                0,47%         1,85%

        PROFITABILITY
        Gross Profit Margin                     27,96%                      28,63%               35,72%        47,80%
        Operating Profit Margin                   9,56%                      4,66%                4,30%        33,02%
        Net Profit Margin                         6,89%                      3,03%                4,36%        26,67%
        Return on Asset                           1,88%                      0,39%                0,58%         3,22%
        Return on Equity                          2,11%                      0,41%                0,62%         5,71%
       Sumber: Laporan Keuangan Audit INET (data diolah)

       Rasio likuiditas INET menunjukkan tren yang fluktuatif dengan kecenderungan yang menurun dari periode
       31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2025, dimana pada periode 31 Desember 2025 INET
       mencatat Current Ratio yang menurun menjadi 148,27% dibandingkan periode 31 Desember 2024
       sebesar 531,87%, dimana rasio ini menggambarkan kemampuan INET melunasi utang lancar dengan
       aset lancarnya. Quick Ratio menurun menjadi 128,04% dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar
       529,94%, dimana rasio ini mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban lancarnya dalam
       jangka pendek menggunakan aset yang paling mudah dicairkan (aset cepat), tidak termasuk persediaan.
       Working Capital to Asset Ratio sedikit menurun menjadi 20,48% dibandingkan tahun periode 31
       Desember 2024 sebesar 23,66%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi modal kerja terhadap total
       aset INET.

       Rasio solvabilitas INET untuk periode 31 Desember 2025 mencatat Debt to Asset Ratio tercatat sebesar
       1,29%, dimana rasio ini menggambarkan proporsi utang terhadap asetnya dan kemampuan melunasi
       utang dengan aset yang dimiliki. Debt to Equity Ratio sebesar 2,29%, dimana rasio ini menggambarkan
       besaran utang terhadap ekuitasnya. Long Term Debt to Equity Ratio tercatat sebesar 1,85% dimana rasio
       ini menggambarkan besaran utang jangka panjang terhadap ekuitas INET.

       Rasio profitabilitas INET menunjukkan tren yang meningkat dari periode 31 Desember 2022 sampai
       dengan periode 31 Desember 2025. Tercatat per 31 Desember 2025 Gross Profit Margin meningkat
       menjadi 47,80% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 35,72%. Diikuti dengan Operating Profit
       Margin yang meningkat menjadi 33,02% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 4,30%, dan Net Profit


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                       IV-9
Page 86
        Margin menunjukkan kenaikan menjadi 26,67% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar 4,36%. Rasio
        imbal hasil yang dihasilkan dari pemanfaatan aset (ROA) dan ekuitas (ROE) menunjukkan return positif,
        dimana rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tercatat pada periode yang berakhir per 31 Desember 2025
        adalah sebesar 3,22% dan rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) untuk periode yang berakhir per 31
        Desember 2025 sebesar 5,71%.

IV.4    INFORMASI PERPAJAKAN
        Informasi perpajakan INET per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan Audit, utang
        pajak yang terdiri dari:
           Perusahaan
                 Pajak penghasilan
                     Pasal 4 (2)                                                   Rp        10.409.314
                     Pasal 21                                                      Rp        62.721.774
                     Pasal 23                                                      Rp        60.379.554
                     Pasal 29                                                      Rp       216.122.670
                 Pajak pertambahan nilai                                           Rp       366.407.373
                 Subjumlah                                                         Rp       716.040.685
           Entitas Anak
                 Pajak penghasilan
                     Pasal 4 (2)                                                   Rp        94.108.440
                     Pasal 21                                                      Rp         2.188.576
                     Pasal 23                                                      Rp        13.536.875
                     Pasal 29                                                      Rp     6.264.264.138
                     PP 23                                                         Rp                 -
                 Pajak pertambahan nilai                                           Rp     3.254.590.461
                 Subjumlah                                                         Rp     9.628.688.490
           Total                                                                   Rp 10.344.729.175

IV.5    ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA INET
        Analisis atas proforma laporan keuangan INET sebelum dan setelah transaksi. Tabel di bawah ini
        menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi INET sebelum
        dan setelah transaksi, berdasarkan Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi
        Keuangan Proforma Konsolidasian ProformaINET No. 008/OAS/SSR-JL/2026 tanggal 9 April 2026 tanpa
        maupun dengan transaksi per 31 Desember 2025 yang disusun oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli
        Sugiharto & Rekan (“SW Indonesia”).

        Berdasarkan atas Proforma Laporan Keuangan INET di atas dan berdasarkan atas dokumen-dokumen
        draf perjanjian dan informasi dari manajemen terkait Rencana Transaksi, terdapat penyesuaian pada
        Posisi Keuangan INET dan Laba/Rugi INET.

 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk           IV-10
Page 87
       Setelah transaksi efektif dilaksanakan, terdapat penyesuaian pada beberapa pos Laporan Posisi
       Keuangan Proforma dengan rincian sebagai berikut:

         Tabel IV.7. Laporan Posisi Keuangan Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Rupiah
                                                               penuh)

                       Keterangan                     Sebelum Transaksi           Penyesuaian        Setelah Transaksi

         Aset Lancar
         Kas dan setara kas                               404.440.595.923          338.267.590.616     742.708.186.539
         Penyertaan saham                                               -           61.303.319.400      61.303.319.400
         Piutang usaha                                      8.520.499.265            2.769.908.294      11.290.407.559
         Piutang lain-lain                                      2.503.477               99.900.082         102.403.559
         Pajak dibayar di muka                                786.086.917            5.195.945.227       5.982.032.144
         Uang muka dan biaya dibayar di muka                  505.665.553            5.026.698.416       5.532.363.969
         Biaya emisi ditangguhkan                           2.965.710.644                        -       2.965.710.644
         Aset lancar lainnya                               61.000.000.000                        -      61.000.000.000
         Total Aset Lancar                                478.221.061.779          412.663.362.035     890.884.423.814

         Aset Tidak Lancar
         Piutang lain-lain setelah dikurangi
                                                                           -         2.051.812.605        2.051.812.605
         bagian lancar - neto
         Uang muka dan biaya dibayar dimuka
                                                          117.652.654.440                        -     117.652.654.440
         setelah dikurangi bagian lancar
         Aset pajak tangguhan - neto                          274.236.101            (274.236.101)                   -
         Aset tetap - neto                                163.236.579.480          303.897.837.152     467.134.416.632
         Aset hak guna - neto                                 291.754.229                        -          291.754.229
         Goodwill                                             684.922.226           57.444.797.400       58.129.719.626
         Uang jaminan                                          10.000.000              130.740.546          140.740.546
         Total Aset Tidak Lancar                          282.150.146.476          363.250.951.602      645.401.098.078
         Total Aset                                       760.371.208.255          775.914.313.637    1.536.285.521.892


         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang bank jangka pendek                                       -          404.995.000.000     404.995.000.000
         Utang usaha - pihak ketiga                         9.617.976.740           36.658.997.455      46.276.974.195
         Utang lain-lain                                      441.146.368           44.060.857.913      44.502.004.281
         Utang pajak                                       10.344.729.175           14.355.062.013      24.699.791.188
         Biaya masih harus dibayar                          1.688.603.089            6.379.671.529       8.068.274.618
         Pendapatan diterima dimuka                        48.586.577.512            2.051.258.365      50.637.835.877
         Utang bank jangka panjang - bagian
                                                            1.285.714.284           24.000.000.000      25.285.714.284
         lancar
         Utang pembiayaan konsumen                            340.373.121                        -          340.373.121
         Liabilitas sewa – bagian lancar                      222.080.435            1.874.551.500        2.096.631.935
         Uang jaminan pelanggan                           250.000.000.000           10.000.000.000     260.000.000.000
         Total Liabilitas Jangka Pendek                   322.527.200.724          544.375.398.775     866.902.599.499

         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas pajak tangguhan                                        -         4.526.959.261        4.526.959.261
         Utang bank jangka panjang                          7.178.571.431           64.000.000.000      71.178.571.431


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     IV-11
Page 88
                       Keterangan                     Sebelum Transaksi           Penyesuaian        Setelah Transaksi

         Utang pembiayaan konsumen                            621.208.530                        -         621.208.530
         Liabilitas sewa                                      161.315.396              922.981.555       1.084.296.951
         Pinjaman kepada pihak berelasi                                 -            4.760.430.553       4.760.430.553
         Liabilitas imbalan pasca kerja                       671.285.566           12.256.595.219      12.927.880.785
         Total Liabilitas Jangka Panjang                    8.632.380.923           86.466.966.588      95.099.347.511
         Total Liabilitas                                 331.159.581.647          630.842.365.363     962.001.947.010

         Ekuitas
        Modal saham                                  95.810.752.960                       -       95.810.752.960
        Tambahan modal di setor - neto              302.180.211.112                       -      302.180.211.112
        Saldo laba                                   31.223.126.168                       -       31.223.126.168
        Penghasilan komprehensif lain                   (22.064.078)                      -          (22.064.078)
        Jumlah ekuitas yang dapat
                                                    429.192.026.162                       -      429.192.026.162
        diatribusikan
        Kepentingan non pengendali                        19.600.446        145.071.948.274      145.091.548.720
        Total Ekuitas                               429.211.626.608         145.071.948.274      574.283.574.882
        Total Liabilitas dan Ekuitas                760.371.208.255         775.914.313.637    1.536.285.521.892
       Sumber: Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian
       Proforma INET
       1. Kas dan setara kas
            Penyesuaian atas kas dan setara kas sebesar Rp338.267.590.616,- (Rp350.000.000.000 +
            Rp67.877.942.116 - 79.610.351.500) berasal dari dan penerimaan pinjaman dari PT Bank Jtrust
            Indonesia sebesar Rp350.000.000.000,- yang digunakan untuk setoran modal pada SGI, kemudian
            ditambahkan dengan kas dan setara kas SGI sebesar Rp67.877.942.116,-, dan dikurangi dengan
            uang muka setoran modal telah dikembalikan kepada pemegang saham SGI sebelum transaksi
            akuisisi saham melalui penerbitan saham baru SGI dengan menggunakan saldo kas dan setara kas
            SGI sebesar 79.610.351.500,- yang meningkatkan kas dan setara kas INET sebesar 83,64% setelah
            transaksi dilakukan.

       2. Penyertaan saham
            Penyesuaian pada pos penyertaan saham adalah sebesar Rp61.303.319.400,- berupa penyertaan
            saham milik SGI saat diakuisisi sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.

       3. Piutang usaha
            Penyesuaian pada pos piutang usaha adalah sebesar Rp2.769.908.294,- berupa piutang usaha milik
            SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo piutang usaha INET sebesar 32,51% setelah transaksi
            dilakukan.

       4. Piutang lain-lain
            Penyesuaian pada pos piutang lain-lain adalah sebesar Rp99.900.082,- berupa piutang lain-lain milik
            SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo piutang lain-lain INET sebesar 3990,45% setelah
            transaksi dilakukan.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     IV-12
Page 89
       5. Pajak dibayar di muka
            Penyesuaian pada pos pajak dibayar di muka adalah sebesar Rp5.195.945.227,- berupa pajak dibayar
            di muka milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo pajak dibayar di muka INET sebesar
            660,99% setelah transaksi dilakukan.

       6. Uang muka dan biaya dibayar di muka
            Penyesuaian pada pos uang muka dan biaya dibayar di muka adalah sebesar Rp5.026.698.416,-
            berupa uang muka dan biaya dibayar di muka milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo uang
            muka dan biaya dibayar di muka INET sebesar 994,08% setelah transaksi dilakukan.

       7. Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian lancar -neto
            Penyesuaian pada pos piutang lain-lain setelah dikurangi bagian lancar - neto sebesar
            Rp2.051.812.605,- berupa piutang lain-lain setelah dikurangi bagian lancar - neto milik SGI saat
            diakuisisi sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.

       8. Aset pajak tangguhan - neto
            Penyesuaian pada pos aset pajak tangguhan - neto adalah sebesar Rp274.236.101,- merupakan
            penyesuaian yang timbul dari perhitungan liabilitas pajak tangguhan yang muncul atas yang timbul
            dari kombinasi bisnis, sehingga aset pajak tangguhan - neto di set-off (dihapuskan) atas munculnya
            liabilitas pajak tangguhan yang mengurangi saldo pos aset pajak tangguhan - neto INET sebesar 100%
            setelah transaksi dilakukan.

       9. Aset tetap - neto
            Penyesuaian pada pos aset tetap adalah sebesar Rp303.897.837.152,- berupa aset tetap milik SGI
            dan entitas anaknya (JNM dan NNM) sebesar Rp282.074.221.871,- yang kemudian di tambahkan
            dengan kenaikan nilai aset tetap JNM dan NNM sebesar Rp21.823.615.281,- sesuai dengan hasil
            penilaian    dari    KJPP     Iwan     Bachron      &    Rekan     dengan      laporan   No.   01655/2.0047-
            00/PP/06/0588/1/IV/2026 tanggal 6 April 2026 yang meningkatkan saldo aset tetap INET sebesar
            186,17% setelah transaksi dilakukan.

       10. Goodwill
            Penyesuaian sebesar Rp57.444.797.400,- berasal dari akuisisi saham melalui penerbitan saham baru
            sebesar 60% dari modal ditempatkan dan disetor SGI, dicatat sesuai dengan PSAK No. 103 tentang
            “Kombinasi Bisnis” yang berdasarkan dalam Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi
            Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian Proforma, yang meningkatkan saldo goodwill INET
            sebesar 8387,05% setelah transaksi dilakukan.

       11. Uang jaminan
            Penyesuaian pada pos uang jaminan adalah sebesar Rp130.740.546,- berupa uang jaminan milik SGI
            saat diakuisisi yang meningkatkan saldo uang jaminan INET sebesar 1307,41% setelah transaksi
            dilakukan.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     IV-13
Page 90
       12. Utang bank jangka pendek
            Penyesuaian atas utang bank jangka pendek berasal dari utang bank jangka pendek SIG dan
            penerimaan pinjaman Perusahaan dari PT Bank Jtrust Indonesia Tbk sebesar Rp404.995.000.000,-
            (Rp54.995.000.000 + Rp 350.000.000.000) sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.

       13. Utang usaha - pihak ketiga
            Penyesuaian pada pos utang usaha - pihak ketiga adalah sebesar Rp36.658.997.455,- berupa utang
            usaha - pihak ketiga milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang usaha - pihak ketiga
            INET sebesar 381,15% setelah transaksi dilakukan.

       14. Utang lain-lain
            Penyesuaian pada pos utang lain-lain adalah sebesar Rp44.060.857.913,- berupa utang lain-lain milik
            SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang lain-lain INET sebesar 9987,81% setelah transaksi
            dilakukan.

       15. Utang pajak
            Penyesuaian pada pos utang pajak adalah sebesar Rp14.355.062.013,- berupa utang pajak milik SGI
            saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang pajak INET sebesar 138,77% setelah transaksi
            dilakukan.

       16. Biaya masih harus dibayar
            Penyesuaian pada pos biaya masih harus dibayar adalah sebesar Rp6.379.671.529,- berupa biaya
            masih harus dibayar milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo biaya masih harus dibayar
            INET sebesar 377,81% setelah transaksi dilakukan.

       17. Pendapatan diterima dimuka
            Penyesuaian pada pos pendapatan diterima dimuka adalah sebesar Rp2.051.258.365,- berupa
            pendapatan diterima dimuka milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo pendapatan diterima
            dimuka INET sebesar 4,22% setelah transaksi dilakukan.

       18. Utang bank jangka panjang - bagian lancar
            Penyesuaian pada pos utang bank jangka panjang - bagian lancar adalah sebesar
            Rp24.000.000.000,- berupa utang bank jangka panjang - bagian lancar milik SGI saat diakuisisi yang
            meningkatkan saldo utang bank jangka panjang - bagian lancar INET sebesar 1866,67% setelah
            transaksi dilakukan.

       19. Liabilitas sewa – bagian lancar
            Penyesuaian pada pos liabilitas sewa - bagian lancar adalah sebesar Rp1.874.551.500,- berupa
            liabilitas sewa - bagian lancar milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo liabilitas sewa -
            bagian lancar INET sebesar 844,09% setelah transaksi dilakukan.

       20. Uang jaminan pelanggan
            Penyesuaian pada pos uang jaminan pelanggan adalah sebesar Rp10.000.000.000,- berupa uang

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk            IV-14
Page 91
            jaminan pelanggan milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo uang jaminan pelanggan INET
            sebesar 4,00% setelah transaksi dilakukan.

       21. Liabilitas pajak tangguhan
            Penyesuaian pada pos liabilitas pajak tangguhan adalah sebesar Rp4.526.959.261,- merupakan
            liabilitas pajak tangguhan yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sesuai dengan PSAK No. 212
            tentang “Pajak Penghasilan”, di mana pajak tangguhan berasal dari selisih nilai wajar dengan nilai
            tercatat aset tetap SGI sebesar Rp4.801.195.362 yang kemudian dikurangi dengan penyesuaian aset
            pajak tangguhan sebesar Rp274.236.101,- sehingga menjadi pos baru setelah transaksi dilakukan.

       22. Utang bank jangka panjang
            Penyesuaian pada pos utang bank jangka panjang adalah sebesar Rp64.000.000.000,- berupa utang
            bank jangka panjang milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo utang bank jangka panjang
            INET sebesar 891,54% setelah transaksi dilakukan.

       23. Liabilitas sewa
            Penyesuaian pada pos liabilitas sewa adalah sebesar Rp922.981.555,- berupa liabilitas sewa milik
            SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo liabilitas sewa INET sebesar 572,16% setelah transaksi
            dilakukan.

       24. Utang lain-lain - pihak berelasi
            Penyesuaian pada pos utang lain-lain - pihak berelasi setelah sebesar Rp4.760.430.553,- berupa
            utang lain-lain - pihak berelasi milik SGI saat diakuisisi sehingga menjadi pos baru setelah transaksi
            dilakukan.

       25. Liabilitas imbalan pasca kerja
            Penyesuaian pada pos liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebesar Rp12.256.595.219,- berupa
            liabilitas imbalan pasca kerja milik SGI saat diakuisisi yang meningkatkan saldo liabilitas imbalan
            pasca kerja INET sebesar 1825,84% setelah transaksi dilakukan.

       26. Kepentingan non pengendali
            Penyesuaian sebesar Rp145.071.948.274.- yang berdasarkan dalam Laporan Asurans Praktisi
            Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian Proforma INET, yang
            meningkatkan saldo kepentingan non pengendali INET sebesar 740146,16% setelah transaksi
            dilakukan.

       Setelah transaksi efektif dilaksanakan INET akan mengalami peningkatan yang signifikan pada bagian
       aset, liabilitas, dan ekuitas. Total aset lancar INET tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp412,7
       miliar dan total aset tidak lancar INET mengalami penyesuaian sebesar Rp363,3 miliar sehingga
       penyesuaian total aset INET adalah sebesar Rp775,9 miliar dan total aset INET mengalami kenaikan
       sebesar 102,04%.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk               IV-15
Page 92
          Total liabilitas jangka pendek INET tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp544,4 miliar dan total
          liabilitas jangka panjang INET mengalami penyesuaian sebesar Rp23,6 miliar sehingga penyesuaian total
          liabilitas INET adalah sebesar Rp86,5 miliar dan total liabilitas INET mengalami kenaikan sebesar
          1001,66%.

          Total ekuitas INET tercatat mengalami penyesuaian sebesar Rp145,1 miliar, sehingga Total Ekuitas INET
          mengalami kenaikan sebesar 33,80%.

          Selanjutnya penyesuaian pada beberapa pos Laba (Rugi) Proforma dengan rincian sebagai berikut:

         Tabel IV.8. Laporan Laba (Rugi) Proforma INET pada Tanggal 31 Desember 2025 (dalam Rupiah penuh)

                        Keterangan                     Sebelum Transaksi           Penyesuaian        Setelah Transaksi

           Pendapatan neto                                429.211.626.608                         -     429.211.626.608
           Beban pokok pendapatan                         760.371.208.255                         -     760.371.208.255
           Laba Bruto                                       43.889.923.069                        -       43.889.923.069
           Beban penjualan                                 (1.612.556.124)                        -      (1.612.556.124)
           Beban umum dan administrasi                    (11.297.008.036)                        -     (11.297.008.036)
           Penghasilan (beban) usaha lainnya -
                                                              (657.702.535)                       -        (657.702.535)
           neto
           Laba Usaha                                       30.322.656.374                        -      30.322.656.374
           Penghasilan keuangan                              1.667.940.738                        -       1.667.940.738
           Beban keuangan                                    (550.164.084)                        -       (550.164.084)
           Laba Sebelum Pajak Penghasilan                   31.440.433.028                        -      31.440.433.028
           Beban pajak penghasilan (bersih)             (6.951.371.805)                      -      (6.951.371.805)
           Laba Periode Berjalan                        24.489.061.223                       -      24.489.061.223
          Sumber: Laporan Asurans Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Proforma Konsolidasian
          Proforma INET
          Berdasarkan laporan laba rugi proforma, setelah transaksi efektif dilaksanakan INET tidak terdapat
          penyesuaian pada pos laba bruto, laba usaha, laba sebelum pajak penghasil, dan laba periode berjalan.

IV.6      ANALISIS INKREMENTAL
IV.6.1    Asumsi Proyeksi Keuangan INET
          Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja INET pada
          tahun-tahun sebelumnya, dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping
          itu, berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
          setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Secara
          garis besar, tidak ada penyesuaian yang kami lakukan terhadap target kinerja INET.

IV.6.2    Periode Proyeksi Keuangan INET
          Proyeksi keuangan eksplisit (periode tetap) yang digunakan didasarkan pada Business Plan manajemen
          mulai 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 yang kemudian kami sesuaikan dengan
          kinerja INET pada 31 Desember 2025. Ditetapkan proyeksi hingga 31 Desember 2030 dengan
          mempertimbangkan pada tahun tersebut perusahaan sudah mencapai fase maturity-nya, dengan


 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     IV-16
Page 93
          indikator tidak terdapat peningkatan pendapatan yang signifikan sehingga proyeksi setelah periode
          tersebut sudah dapat tercermin dari proyeksi keuangan 31 Desember 2030.

IV.6.3    Kontribusi Nilai Tambah terhadap INET
          Berdasarkan proyeksi keuangan INET yang disusun oleh manajemen INET, proyeksi laba rugi INET untuk
          tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut:

                             Tabel IV.9 Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                         FY2026                FY2027                FY2028                FY2029                FY2030
            Keterangan
                                        Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
   Pendapatan neto                   1.984.161.640.373     3.057.869.344.383     4.448.895.088.360     5.852.509.609.120     7.221.802.772.761
   Beban pokok pendapatan           (1.712.398.660.126)   (2.384.346.420.349)   (3.256.381.635.438)   (4.055.679.669.637)   (4.863.109.781.285)
   Laba Bruto                          271.762.980.247       673.522.924.034     1.192.513.452.922     1.796.829.939.483     2.358.692.991.476
   Beban penjualan                    (22.606.362.397)      (43.139.343.604)      (76.227.075.878)     (114.417.261.590)     (156.696.571.555)
   Beban umum dan administrasi        (97.309.378.129)     (112.449.084.308)     (125.242.428.648)     (136.198.426.103)     (145.442.169.440)
   Penghasilan (beban) usaha
                                        (4.077.805.322)       (3.905.525.965)       (3.686.384.422)       (3.416.738.478)       (3.070.549.818)
   lainnya - neto
   Laba Usaha                          147.769.434.399       514.028.970.157       987.357.563.974     1.542.797.513.313     2.053.483.700.663
   Penghasilan keuangan                    111.993.707       120.370.721.276        85.880.321.511        85.890.881.678           152.497.770
   Beban keuangan                     (47.884.795.982)     (292.061.062.199)     (194.881.249.699)     (193.201.437.199)      (19.671.463.030)
   Laba Sebelum Pajak
                                        99.996.632.125       342.338.629.234       878.356.635.786     1.435.486.957.792     2.033.964.735.404
   Penghasilan
   Beban pajak penghasilan
                                      (28.600.341.589)      (81.537.416.399)     (198.889.751.271)     (316.897.477.002)     (456.152.563.856)
   (bersih)
   Laba Periode Berjalan                71.396.290.536       260.801.212.835       679.466.884.514     1.118.589.480.791     1.577.812.171.548
 Sumber: Manajemen INET (data diolah)


                          Tabel IV.10 Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                         FY2026                FY2027                FY2028                FY2029                FY2030
            Keterangan
                                        Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
   Pendapatan neto                   2.272.896.718.421     3.362.810.667.431     4.865.044.511.408     6.320.784.432.168     7.730.627.595.809
   Beban pokok pendapatan           (1.847.088.208.956)   (2.542.270.453.749)   (3.520.022.131.356)   (4.399.303.527.835)   (5.239.603.460.122)
   Laba Bruto                          425.808.509.465       820.540.213.682     1.345.022.380.051     1.921.480.904.333     2.491.024.135.687
   Beban penjualan                    (22.722.933.062)      (43.267.571.336)      (76.361.714.997)     (114.558.632.664)     (156.845.011.182)
   Beban umum dan administrasi       (124.620.755.977)     (152.164.571.962)     (177.568.871.480)     (196.095.663.404)     (203.485.849.685)
   Penghasilan (beban) usaha
                                      (17.455.821.403)      (17.684.882.528)      (17.879.121.682)      (18.035.257.855)      (18.127.624.777)
   lainnya - neto
   Laba Usaha                          261.008.999.023       607.423.187.856     1.073.212.671.892     1.592.791.350.410     2.112.565.650.042
   Penghasilan keuangan                  1.117.714.770       121.376.442.338        86.886.042.573        86.896.602.741         1.158.218.833
   Beban keuangan                     (33.640.142.410)     (275.145.551.485)     (215.077.738.985)     (196.407.926.485)      (22.081.952.316)
   Laba Sebelum Pajak
                                       228.486.571.382       453.654.078.709       945.020.975.481     1.483.280.026.666     2.091.641.916.559
   Penghasilan
   Beban pajak penghasilan
                                      (39.014.875.761)      (93.165.380.730)     (206.631.853.839)     (329.306.759.812)     (469.650.564.524)
   (bersih)
   Laba Periode Berjalan               189.471.695.622       360.488.697.979       738.389.121.642     1.153.973.266.853     1.621.991.352.035
 Sumber: Manajemen INET (data diolah)

          Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
          dilihat bahwa INET memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2030 dengan
          Transaksi lebih tinggi sebesar 9,61% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember
          2026 – 2030 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang dilakukan
          mampu memberikan kontribusi nilai tambah terhadap INET.


 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                 IV-17
Page 94
IV.6.4    Kontribusi Nilai Tambah terhadap Rasio Keuangan INET
          Berdasarkan proyeksi keuangan INET yang disusun oleh manajemen INET, berikut adalah perkembangan
          indikator utama keuangan INET untuk tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31
          Desember 2030 adalah sebagai berikut:

                              Tabel IV.11. Proyeksi Rasio Keuangan INET Tanpa Transaksi
                                            FY2026             FY2027              FY2028          FY2029        FY2030
               Keterangan
                                           Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi
   PROFITABILITY
   Gross Profit Margin                          13,70%              22,03%             26,80%         30,70%        32,66%
   Operating Profit Margin                       7,45%              16,81%             22,19%         26,36%        28,43%
   Net Profit Margin                             3,60%               8,53%             15,27%         19,11%        21,85%
   Rate of Return on Asset                       1,25%               4,73%              8,80%         14,88%        17,20%
   Rate of Return on Equity                      1,87%               6,39%             12,47%         17,07%        19,45%
 Sumber: Manajemen INET (data diolah)


                              Tabel IV.12. Proyeksi Rasio Keuangan INET Dengan Transaksi
                                            FY2026            FY2027               FY2028          FY2029       FY2030
               Keterangan
                                           Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi
   PROFITABILITY
   Gross Profit Margin                          18,73%              24,40%             27,65%          30,40%        32,22%
   Operating Profit Margin                      11,48%              18,06%             22,06%          25,20%        27,33%
   Net Profit Margin                              8,34%             10,72%             15,18%          18,26%        20,98%
   Rate of Return on Asset                        3,13%              5,86%              9,04%          14,42%        16,70%
   Rate of Return on Equity                       4,84%              8,44%             12,97%          16,89%        19,23%
 Sumber: Manajemen INET (data diolah)

          Berdasarkan proyeksi rasio keuangan INET tanpa transaksi dan dengan transaksi untuk periode 31
          Desember 2026 – 31 Desember 2030, rata-rata gross profit margin INET tanpa transaksi tercatat sebesar
          25,18% dan rata-rata gross profit margin INET dengan transaksi tercatat sebesar 26,68%. Rata-rata
          operating profit margin INET tanpa Transaksi tercatat sebesar 20,25% dan rata-rata operating profit
          margin INET dengan Transaksi tercatat sebesar 20,83%. Rata-rata net profit margin INET tanpa transaksi
          tercatat sebesar 13,67% dan rata-rata net profit margin INET dengan transaksi tercatat sebesar 14,69%.
          Rata-rata return on asset INET tanpa transaksi tercatat sebesar 9,37%. dan rata-rata return on asset INET
          dengan transaksi tercatat sebesar 9,83%. Rata-rata return on equity INET tanpa transaksi tercatat sebesar
          11,45% dan rata-rata return on equity INET dengan Transaksi tercatat sebesar 12,47%.

          Secara garis besar, berdasarkan proyeksi rasio keuangan INET tanpa transaksi dan dengan transaksi,
          bila Transaksi menjadi efektif dapat dilihat terdapat perubahan terhadap proyeksi rasio keuangan INET
          pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030. Perubahan tersebut sejalan dengan
          bertambahnya pengembalian INET yang secara langsung mempengaruhi proyeksi rasio keuangan INET
          konsolidasi menjadi lebih tinggi.

IV.7      PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
IV.7.1    Penentuan Tingkat Diskonto

 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                  IV-18
Page 95
IV.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
        Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
        ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
        sebagai berikut:

         k e = R f + (   RPm ) − RBDS


        dimana:
        ke       = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
        Rf       = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
        β        = Beta
        RPm      = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
        RBDS = Rating-based default spread

        Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
        bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
        panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
        bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor
        30 tahun dengan yield sebesar 6,70% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka
        tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

        Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
        bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik
        negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity
        market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
        mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
        bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara
        Indonesia, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai
        dengan bulan Januari 2026.

        Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
        market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

        Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
        pembanding yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi sebesar 0,62 yang kami
        diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.

        Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
        cost of equity INET, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
        menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
        sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
        pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
        Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-

 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              IV-19
Page 96
       relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
       mendiskonto arus kas bersih INET dengan formula sebagai berikut:
         L = U  (1 + (1 − T )  DER)

       dimana:
       T        = Tingkat pajak
       DER = Debt to Equity Ratio
       βL       = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                   responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                   apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
       βU       = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                   responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                   apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang

                            Tabel IV.13. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
                                                                   Beta 3             Total Debt      Market
                                                                                                                             Unlevered
         No.          Companies             Ticker   Country       Years      Tax      (Million    Capitalization    DER
                                                                                                                               Beta
                                                                 (Country)               IDR)      (Million IDR)
            1   PT First Media Tbk          KBLV     Indonesia        0,47   0,00%             -                    0,00%
                                                                                                         310.106                  0,47
            2   PT Indointernet Tbk.        EDGE     Indonesia        0,68   22,00%                                 26,84%
                                                                                       2.445.796       9.111.328                  0,56
                PT Indosat Ooredoo
            3                               ISAT     Indonesia        1,10   22,00%                                 73,39%
                Hutchison Tbk                                                         54.915.153      74.821.881                  0,70
            4   PT Ketrosden Triasmitra     KETR     Indonesia        0,90   22,00%                                 22,53%
                                                                                        685.038        3.040.151                  0,76
                PT Mora Telematika
            5                               MORA     Indonesia        0,59   22,00%                                 1,88%
                Indonesia Tbk                                                          5.345.343    284.942.358                   0,58
                PT Solusi Sinergi Digital
            6                               WIFI     Indonesia        1,09   22,00%                                 32,14%
                Tbk                                                                    5.544.517      17.252.784                  0,88
                PT Visi Telekomunikasi
            7                               GOLD     Indonesia        0,47   22,00%            -                    0,00%
                Infrastruktur Tbk                                                                        421.501                  0,47
                PT. Jasnita Telekomindo
            8                               JAST     Indonesia        0,73   0,00%       35.116                     31,80%
                Tbk                                                                                      110.423                  0,55
       Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)

       Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
       pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang
       bersumber dari S&P Capital IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah
       23,57%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,74.

       Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
       mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
       Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal
       ekuitas.
       Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
       atas ekuitas INET adalah:




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                  IV-20
Page 97
                                              Tabel IV.14. Biaya Modal untuk Ekuitas INET
                                                        FY2026          FY2027          FY2028       FY2029       FY2030
                       Keterangan
                                                       Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi
             Unlevered Beta                                  0,62             0,62           0,62          0,62         0,62
             Tax Rate (Effective Tax Rate)                22,00%           22,00%         22,00%        22,00%       22,00%
             Debt to Equity Ratio (DER)                   23,57%           23,57%         23,57%        23,57%       23,57%
             Beta Relevered                                  0,74             0,74           0,74          0,74         0,74

            Risk Free Rate (Rf)                              6,70%          6,70%          6,70%         6,70%        6,70%
            Risk Premium Market (Rpm)                        6,69%          6,69%          6,69%         6,69%        6,69%
            Beta (β)                                           0,74           0,74           0,74          0,74         0,74
            Specific Risk (SR)                               0,00%          0,00%          0,00%         0,00%        0,00%
            Rating Based Default Spread (RBDS)               1,62%          1,62%          1,62%         1,62%        1,62%
          Cost of Equity (CoE)                              10,01%         10,01%         10,01%        10,01%       10,01%
        Sumber: data diolah


IV.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan
        pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari
        risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-
        rata suku bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah
        yaitu sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:

                                    Kd       = i x (1-T)
                                    Kd       = 8,44% x (1-22%) = 6,58%
IV.7.1.3 Tingkat Diskonto INET
        Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
        bearing debt dengan ekuitasnya, di mana komposisi struktur permodalan INET diasumsikan mengikuti
        struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
        sebesar 19,08%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 80,92% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
        mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
        berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,36% untuk INET adalah wajar untuk mendiskonto arus
        kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                           Tabel IV.15. WACC INET
                                                             FY2026         FY2027        FY2028       FY2029     FY2030
                          Keterangan
                                                            Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
          Cost of Equity (CoE)                                 10,01%         10,01%        10,01%       10,01%      10,01%

            Interest Rate                                       8,44%         8,44%          8,44%        8,44%       8,44%
            Tax Rate (Effective Tax Rate)                      22,00%        22,00%         22,00%       22,00%      22,00%
          Cost of Debt (CoD)                                    6,58%         6,58%          6,58%        6,58%       6,58%

             Weighted Equity (WE)                              80,92%        80,92%         80,92%       80,92%      80,92%
             Weighted Debt (WD)                                19,08%        19,08%         19,08%       19,08%      19,08%

           Weighted Cost of Equity (WCoE)                       8,10%          8,10%         8,10%        8,10%       8,10%
           Weighted Cost of Debt (WCoD)                         1,26%          1,26%         1,26%        1,26%       1,26%
          Weighted Average Cost of Capital (WACC)               9,36%          9,36%         9,36%        9,36%       9,36%
        Sumber: data diolah

 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                         IV-21
Page 98
IV.7.2    Perhitungan Nilai Kini
          Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan INET untuk periode yang berakhir pada
          periode 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut:

                                   Tabel IV.16. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                   FY2026               FY2027             FY2028              FY2029                FY2030
         Keterangan
                                   Proyeksi             Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi              Proyeksi
 Laba Bersih                     71.396.290.536      260.801.212.835    679.466.884.514    1.118.589.480.791     1.577.812.171.548
 Tingkat Diskonto                         9,36%               9,36%              9,36%                9,36%                 9,36%
 Faktor Diskonto                              0,91               0,84               0,76                  0,70                  0,64
 Nilai Kini dari Laba Bersih     65.288.501.559      218.087.971.385    519.578.837.946     782.194.833.474      1.008.928.911.347
 Total Nilai Kini              2.594.079.055.711
Sumber: Manajemen INET (data diolah)

                                  Tabel IV.17. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                   FY2026               FY2027             FY2028              FY2029                FY2030
         Keterangan
                                   Proyeksi             Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi              Proyeksi
 Laba Bersih                    189.471.695.622      360.488.697.979    738.389.121.642    1.153.973.266.853     1.621.991.352.035
 Tingkat Diskonto                         9,36%               9,36%              9,36%                9,36%                 9,36%
 Faktor Diskonto                              0,91               0,84               0,76                  0,70                  0,64
 Nilai Kini dari Laba Bersih    173.262.826.433      301.448.938.810    564.635.849.839     806.937.614.559      1.037.179.202.020
 Total Nilai Kini              2.883.464.431.660
Sumber: Manajemen INET (data diolah)


          Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) INET tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih
          dengan Transaksi lebih tinggi dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi
          Setelah Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa transaksi adalah
          sebesar Rp2.594.079.055.711,-. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET
          menjadi Rp2.883.464.431.660,-. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET dengan Transaksi tersebut lebih tinggi
          sebesar 11,16% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa Transaksi, hal ini menunjukkan
          bahwa dengan adanya Rencana Transaksi yang dilakukan mampu memberikan nilai tambah terhadap
          INET.

IV.8      KESIMPULAN ANALISIS KUANTITATIF
          Berdasarkan laporan keuangan historis INET, kinerja keuangan INET menunjukkan tren yang positif dan
          berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba yang sejalan dengan peningkatan total aset dan
          total ekuitas. Kinerja ini dapat dicapai INET di tengah ketidakpastian perekonomian global, yang
          mencerminkan efektivitas operasional INET.

          Berdasarkan perbandingan laporan keuangan proforma INET tanpa transaksi dan dengan transaksi,
          diketahui bahwa transaksi akan meningkatkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas INET secara
          keseluruhan.




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                 IV-22
Page 99
       Berdasarkan perbandingan proyeksi laba bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi, diketahui
       bahwa INET memiliki proyeksi laba bersih lebih tinggi dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi.
       Hal ini menunjukkan bahwa Transaksi yang akan dilakukan INET akan berdampak positif pada kinerja
       laba (rugi) INET di masa yang akan datang.

       Berdasarkan perbandingan nilai kini laba (rugi) bersih INET tanpa transaksi dan dengan transaksi pada
       periode proyeksi tahun 2026-2030, diketahui bahwa INET memiliki proyeksi nilai kini laba (rugi) bersih
       lebih tinggi dengan transaksi dibandingkan tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa rencana
       transaksi yang akan dilakukan INET akan berdampak positif pada nilai kini laba (rugi) bersih INET.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              IV-23
Page 100
                                                           BAB V
                          ANALISIS ATAS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
V.1    DESKRIPSI ANALISIS KEWAJARAN
       Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pemberi Tugas, rencana transaksi yang akan dilaksanakan
       oleh INET adalah akuisisi atas 60% saham SGI (“Rencana Transaksi”). INET berpandangan bahwa
       pengambilalihan sebagian saham SGI diharapkan dapat meningkatkan skala dan jangkauan bisnis INET
       melalui pemanfaatan posisi dan kompetensi SGI sebagai perusahaan jasa pelaksanaan konstruksi
       telekomunikasi. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi pasar INET, khususnya di Pulau Jawa
       dan Kalimantan, serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut. Dengan aset kapal
       pemasang kabel laut (cable laying vessel) yang dimiliki SGI, INET dapat meningkatkan efisiensi dalam
       pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur
       telekomunikasi yang lebih kuat dan terintegrasi, sekaligus menekan biaya ekspansi layanan internet dan
       mempercepat pertumbuhan bisnis perusahaan INET.

V.2.   SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
V.2.1 Susunan Pemegang Saham INET
       Struktur permodalan dan susunan pemegang saham INET berdasarkan laporan tahunan INET untuk tahun
       2025, susunan pemegang saham INET per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

                            Tabel V.1. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham INET
                                                                               Jumlah Saham           Persentase
                                  Keterangan
                                                                                 (Lembar)                 %
         PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara                                          5.360.707.200             55,95%
         Muhammad Arif (Direktur utama)                                                      10.000          0,01%
         Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                                      4.220.358.096          44,04%
         Total                                                                       9.581.075.296         100,00%
       Sumber: Laporan Keuangan Audit INET, 31 Desember 2025


V.2.2 Susunan Pemegang Saham SGI
       Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SGI berdasarkan laporan tahunan SGI untuk tahun
       2025, susunan pemegang saham SGI per tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut

                             Tabel V.2. Komposisi Pemegang Saham SGI Per 31 Desember 2025
                                                                               Jumlah Saham           Persentase
                                  Keterangan
                                                                                 (Lembar)                 %
         Chandra Arie Setiawan                                                           66.000              55,00%
         Lisa Anggraini                                                                      54.000         45,00%
         Total                                                                              120.000        100,00%
       Sumber: Laporan Keuangan Audit SGI, 31 Desember 2025




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                   V-1
Page 101
V.3    PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS TRANSAKSI
       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen INET, proses pengambilan keputusan atas Rencana
       Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal INET. Setelah menentukan rencana
       atas transaksi Dewan Direksi harus memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris. Sebelum Dewan
       Direksi mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Dewan Direksi telah melalui tahapan proses analisis
       internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen INET. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
       prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
       memperhatikan alternatif lain.

V.4    SEKTOR INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
V.4.1 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2B)
       Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
       Indonesia melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan inovasi lintas sektor. Perkembangan TIK
       mencerminkan kemajuan transformasi digital yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi
       nasional. Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha mencerminkan struktur ekonomi
       Indonesia yang masih didominasi oleh sektor-sektor tradisional. Sektor informasi dan komunikasi, meskipun
       memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital dan inovasi, belum memberikan kontribusi
       signifikan terhadap PDB. Sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB masih relatif rendah, yakni berada
       di bawah 5% dalam lima tahun terakhir dan hanya mencapai 4,34% pada 2024, menempatkannya di posisi
       ketujuh struktur ekonomi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia belum
       sepenuhnya optimal dan perlu didorong lebih lanjut agar mampu menjadi sumber pertumbuhan baru.

       Penyelenggara telekomunikasi memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur komunikasi modern
       yang mendukung berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Seiring
       perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan konektivitas cepat dan andal terus meningkat. Di
       Indonesia, ISP menjadi salah satu penyedia utama layanan internet yang menawarkan kecepatan dan
       kestabilan lebih baik dibanding layanan seluler, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan rumah,
       kantor, dan institusi. Pada 2024, terdapat 2.272 penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, terdiri dari 639
       jaringan tetap, 22 jaringan bergerak, 1.435 jaringan bergerak satelit, dan 176 penyelenggara telekomunikasi
       khusus. Secara umum, jumlah penyelenggara jaringan tetap, jaringan bergerak satelit, dan telekomunikasi
       khusus terus meningkat, sementara penyelenggara jaringan bergerak relatif stabil.




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                 V-2
Page 102
                         Tabel V.3. Jumlah Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia (2020-2024)
                                                                                                     Tahun
                   Jenis Penyelenggaraan Telekomunikasi
                                                                             2020       2021         2022       2023       2024
         1. Jaringan Tetap                                                      213        248         325        443        639
            a. Jaringan Tetap Lokal                                              93        122         173        259        413
               - Circuit Switch & Jasa Teleponi Dasar                               4            4          4          5          5
               - Pocket Switch                                                   89        118         169        254        408
            b. Jaringan Tetap Jarak Jauh                                            2            2          2          2          2
            c. Jaringan Tetap Internasional                                         2            2          2          2          2
            d. Jaringan Tetap Tertutup                                          116        122         148        180        222
         2. Jaringan Bergerak                                                    25          23         22         22         22
            a. Jaringan Bergerak Terestrial Radio Trunking                       18          17         18         18         18
            b. Jaringan Bergerak Seluler                                            7            6          4          4          4
            c. Jasa Keuangan dan Asuransi                                           -            -          -          -          -
         3. Jaringan Bergerak Satelit                                           602        903        1122       1171       1435
            a. Jasa Nilai Tambah Telepon                                         38        196         196         47         69
            b. Jasa Multimedia Internet Service Provider (ISP)                  473        828         828       1011       1248
            c. Jasa Network Access Provider (NAP)                                48          46         46         44         43
            d. Jasa Internet Telepon Keperluan Publik (ITKP)                     16          16         16         16         15
            e. Jasa Sistem Komunikasi Data                                       27          36         36         49         56
            f. Jasa Internet Protocol Television (IPT)                              -            -          -          4          4
         4. Telekomunikasi Khusus                                               119        133         146        161        176
                                  TOTAL                                         959       1307        1615       1797       2272
       Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

       Hingga akhir tahun 2023, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 94,75% dari 514 kabupaten/kota
       di Indonesia. Seluruh provinsi di Indonesia terkecuali Provinsi Papua dan Papua Barat telah 100% terlayani
       fiber optik. Wilayah di Provinsi Papua yang telah terbangun jaring fiber optik adalah 28% atau 8 dari 29
       kabupaten/kota. Sementara itu, Provinsi Papua Barat telah terbangun 54% atau 7 dari 13 kabupaten/kota.

               Gambar V.1. Persentase Kabupaten/Kota yang Terbangun Jaringan Fiber Optik Tahun 2023




       Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                               V-3
Page 103
       Jumlah Point of Presence (PoP) layanan jasa ISP yang telah terbangun di seluruh provinsi di Indonesia
       mencapai 4.808 PoP pada tahun 2023, atau meningkat 18,67% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan ini
       didorong oleh bertambahnya izin penyelenggaraan baru serta pengajuan izin dari operator yang mulai
       memasuki pasar. Pada tahun 2023, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki jumlah PoP ISP terbanyak, yaitu
       966 PoP, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat memiliki jumlah terendah,
       masing-masing 3 PoP. Adapun provinsi dengan penambahan PoP terbesar adalah Provinsi Jawa Tengah,
       yang mencatat peningkatan sebanyak 204 PoP.

                       Gambar V.2. Sebaran PoP Layanan Jasa ISP berdasarkan Provinsi Tahun 2023




       Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

       Penyedia layanan ISP memerlukan dukungan Network Access Point (NAP) untuk saling terhubung melalui
       pengaturan peering. Pada tahun 2023, jumlah PoP Layanan Jasa NAP tercatat mencapai 368 PoP,
       meningkat 16,09% dibandingkan tahun 2022. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran PoP
       NAP terbanyak, yaitu 77 PoP, mencerminkan perannya sebagai pusat trafik dan aktivitas telekomunikasi
       nasional. Di sisi lain, Provinsi Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat tercatat belum memiliki
       sebaran PoP layanan NAP pada tahun yang sama.

                      Gambar V.3. Sebaran PoP Layanan Jasa NAP berdasarkan Provinsi Tahun 2023




       Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk              V-4
Page 104
V.4.2 Gambaran Umum Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (B2C)
       Di era digital saat ini, TIK tidak lagi hanya menjadi pelengkap, melainkan telah berperan sebagai
       infrastruktur fundamental dalam mendukung pembangunan ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hingga
       pelayanan publik., peningkatan daya beli masyarakat, serta ekspansi jaringan internet ke wilayah-wilayah
       luar Jawa.

       Jika dilihat berdasarkan wilayah provinsi, peningkatan akses internet terjadi secara merata meski dengan
       capaian yang berbeda-beda. Provinsi Kepulauan Riau mencatat persentase tertinggi, naik dari 81,30% pada
       2021 menjadi 89,26% pada 2024, disusul DKI Jakarta yang meningkat dari 85,55% menjadi 87,84%.
       Sementara itu, Papua Pegunungan memiliki persentase terendah, hanya 6,76% pada 2024. Data ini
       menunjukkan bahwa meskipun akses internet nasional terus membaik, kesenjangan digital antarwilayah
       masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

                                 Gambar V.4. Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Menurut Provinsi (2021 dan 2024)




       Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (BPS)

       Grafik tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia periode 2018 – 2025 menunjukkan tren
       peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Penetrasi internet naik dari 64,80% pada 2018 menjadi
       80,66% pada 2025. Kenaikan yang stabil ini mencerminkan perluasan akses internet di seluruh wilayah
       Indonesia, didorong oleh pembangunan infrastruktur jaringan serta semakin tingginya kebutuhan
       masyarakat terhadap layanan digital untuk aktivitas komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan.

                                          Grafik V.1. Tingkat Penetrasi Penggunaan Internet di Indonesia (2018 – 2025)
                                           TINGKAT PENETRASI PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA (2018-2025)
                                 90,00%                                                                79,50%        80,66%
                                                                          77,01%        78,19%
                                 80,00%                    73,70%
                                 70,00%      64,80%
           Persentase populasi




                                 60,00%
                                 50,00%
                                 40,00%
                                 30,00%
                                 20,00%
                                 10,00%
                                  0,00%
                                              2018          2020           2022          2023           2024             2025

       Sumber: Survei Internet APJII 2025

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                  V-5
Page 105
       Pelanggan fixed broadband di Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 12,5 juta pada tahun 2021
       menjadi 13,64 juta pada tahun 2023, dan melonjak lebih jauh hingga 17,05 juta pada tahun 2024.
       Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa adopsi layanan fixed broadband di kalangan kantor, institusi, dan
       pelaku bisnis semakin kuat, seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan berkapasitas
       tinggi.

                                     Grafik V.2. Jumlah Pelanggan Fixed Broadband di Indonesia

                                     JUMLAH PELANGGAN FIXED BROADBAND DI INDONESIA
             20.000.000
                                                                                                           17.050.609
             16.000.000                                               13.643.379
                                      12.500.995
             12.000.000

                 8.000.000

                 4.000.000

                        0
                                        2021                               2023                                2024

       Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (2024)

       Data tahun 2023 menunjukkan bahwa akses internet di Indonesia masih didominasi oleh koneksi mobile
       melalui smartphone atau tablet, dengan proporsi sebesar 58,3%, menjadikannya kategori akses yang paling
       banyak digunakan. Broadband (DSL, kabel, dan sejenisnya) menempati posisi kedua dengan porsi 21,9%,
       mencerminkan peran signifikan layanan broadband dalam menyediakan konektivitas yang lebih stabil bagi
       pengguna. Sementara itu, penggunaan UMTS/GPRS/LTE router memberikan kontribusi tambahan sebesar
       11,2%. Jenis akses lain seperti satellite, other connection technology, serta the neighbor’s/landlord wireless
       connection berada pada kisaran 2-3%. Selain itu, hanya sebagian kecil pengguna yang tidak memiliki akses
       internet di rumah (1%) atau tidak mengetahui jenis akses yang digunakan (0,4%).

                                       Grafik V.3. Akses Internet Berdasarkan Jenisnya (2023)

                                        AKSES INTERNET BERDASARKAN JENISNYA (2023)
                                                                                         a) Analog line (dial-up)
                                                                                         b) ISDN
                                                                                         c) Broadband (DSL, cable, etc.)
                                                                                         d) Mobile connection via smartphone / tablets
           2023         21,9                       58,3             11,2                 e) UMTS / GPRS / LTE router
                                                                                         f) Satellite access
                                                                                         g) Other connection technology
                                                                                         h) The neighbor's / landlord's wireless connection
                                                                                         i) I don't have internet access at home

                  0%           20%       40%              60%   80%               100%   j) Don't know

       Sumber: Statista (2025)


V.5    RENCANA BISNIS INET
       Prospek usaha INET tidak bisa dilepaskan dengan peluang yang tersedia dalam perekonomian, khususnya
       dalam industri teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan data dari Statista, Pendapatan pasar
       infrastruktur jaringan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,55% per tahun (CAGR 2025-2030),

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                           V-6
Page 106
       sementara itu pendapatan fixed data di Indonesia juga diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,92% per tahun
       (CAGR 2025-2029). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga
       berlaku dari informasi dan komunikasi sebesar 4,34% sepanjang tahun 2024. Dalam upaya mendukung
       industri teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan
       Digital (Komdigi) telah menetapkan berbagai kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan
       infrastruktur digital nasional. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang
       Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran yang mendorong peningkatan kapasitas jaringan, pemerataan
       infrastruktur, serta penguatan ekosistem industri telekomunikasi nasional. Selain itu, pemerintah juga
       menetapkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
       (SPBE) yang mendorong percepatan digitalisasi layanan publik dan meningkatkan kebutuhan akan layanan
       konektivitas dan infrastruktur TIK. Kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing
       industri TIK dan telekomunikasi nasional (Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital, Statista, dan Badan
       Pusat Statistik).

       Menurut data BPS dari hasil pendataan Survei Susenas 2024, terdapat 72,78 persen penduduk Indonesia
       telah mengakses internet di tahun 2024 dan 69,21 persen di tahun 2023. Tingginya penggunaan internet ini
       menunjukkan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber informasi dan menjadi
       indikator kesiapan suatu negara atau wilayah dalam menghadapi era transformasi digital. Hal ini
       menunjukkan prospek industri teknologi informasi dan komunikasi yang semakin positif, didorong oleh
       meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konektivitas dan komunikasi digital.

       Prospek usaha INET sejalan dengan kebutuhan penguatan infrastruktur digital nasional dan peningkatan
       konektivitas data di Indonesia. Berdasarkan rencana korporasi INET, INET memfokuskan pengembangan
       usahanya pada penyediaan infrastruktur jaringan, konektivitas data, dan layanan pendukung internet.
       Kebutuhan akan jaringan berkapasitas besar, latensi rendah, dan konektivitas yang andal terus meningkat
       seiring pertumbuhan trafik data, layanan digital, serta konsentrasi aktivitas internet di Pulau Jawa.

       Dalam rangka memperkuat posisi bisnis, INET melalui entitas anak menjalankan beberapa proyek strategis.
       Proyek tersebut diantaranya:

       1. Proyek Submarine Cable (NAP)
            INET melalui entitas anak, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) melakukan kerja sama dengan PT Jejaring
            Mitra Persada (JMP) mengembangkan proyek kabel bawah laut (Submarine Cable) yang
            menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura dengan skema IRU (Indefeasible Right of Use), yaitu
            hak penggunaan jangka panjang atas infrastruktur kabel serat optik dengan nilai kontrak Rp242,6 miliar.
            Rencana pembangunan kabel laut ini menargetkan kapasitas jaringan hingga 400 terabyte total, dengan
            per jalur (pair) berkapasitas sekitar 25 - 30 terabyte. Proyek ini dirancang untuk memperluas konektivitas
            internasional, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas
            layanan IP Transit, content exchange, dan konektivitas internasional. Dengan proyek ini, INET akan
            menargetkan penambahan pendapatan yang mencapai Rp285,5 juta pada tahun 2030.


Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                    V-7
Page 107
       2. Proyek Kontraktor Fiber to The Home (FTTH)
            INET melalui PT Internet Anak Bangsa (IAB) berfokus pada kegiatan kontraktor pembangunan dan
            pemeliharaan jaringan Fiber to the Home (FTTH) bagi perusahaan ISP dengan target pembangunan
            1.000.000 homepass FTTH di Pulau Jawa untuk mendukung pertumbuhan akses broadband tetap di
            Indonesia. Latar belakang dilakukannya proyek ini karena potensi pasar dalam jaringan FTTH sangat
            besar dengan jumlah rumah tangga Indonesia lebih dari 70 juta. Namun, penetrasi jaringan FTTH masih
            relatif rendah di Indonesia. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan yang
            mencapai Rp111,0 juta pada tahun 2030.

       3. Proyek Node Internet (IIX)
            INET mengembangkan proyek Node Internet Indonesia Interconnection Exchange (IIX) melalui kerja
            sama dengan APJII untuk membangun 58 node IIX di Pulau Jawa. Proyek ini bertujuan mendekatkan
            interkoneksi antar pelanggan di pulau Jawa. Saat ini 859 dari 1.300 ISP berada di pulau Jawa. Sehingga
            pulau Jawa merupakan pasar yang sangat besar bagi segmen bisnis IIX ini. Latar belakang dilakukannya
            proyek karena kebutuhan infrastruktur digital yang lebih dekat dengan pengguna di Indonesia terus
            meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet, layanan digital, dan lalu lintas data nasional. Kondisi
            geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan distribusi trafik yang tidak merata menyebabkan
            tingginya beban pada jaringan inti terpusat, meningkatnya latensi, serta ketergantungan pada node di
            luar daerah. Oleh karena itu, keberadaan node internet menjadi solusi yang efisien untuk mendekatkan
            trafik dan konten ke pengguna, menekan biaya jaringan, serta meningkatkan kualitas layanan. Dengan
            proyek ini, INET akan menargetkan penambahan pendapatan yang mencapai Rp4,7 juta pada tahun
            2030.

       4. Proyek Fiber to the Home (FTTH)
            INET melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI) akan melakukan pembangunan jaringan
            FTTH di wilayah Bali dan Lombok dengan target 2.000.000 homepass. Hal ini bertujuan untuk penetrasi
            pasar layanan internet berkecepatan tinggi menggunakan teknologi terkini dengan harga langganan
            Rp299,0 ribu per bulan dan speed up to 2 Gbps. Latar belakang dilakukannya proyek ini karena
            Indonesia berada dalam fase akselerasi ekonomi digital yang ditandai oleh pertumbuhan pengguna
            internet dan layanan digital, digitalisasi UMKM, pendidikan, kesehatan, serta pemerintahan, yang
            mendorong meningkatnya kebutuhan konektivitas yang stabil dan berkecepatan tinggi. Potensi pasar
            jaringan FTTH di Indonesia masih sangat besar karena jumlah rumah tangga lebih dari 70 juta dan
            tingkat penetrasi FTTH yang masih relatif rendah. Dengan proyek ini, INET akan menargetkan
            penambahan pendapatan yang mencapai Rp12,3 juta di tahun 2030.

       Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa infrastruktur telekomunikasi, maka INET dalam
       menjalankan usahanya memiliki beberapa strategi sebagai berikut :
       ➢ Pengembangan layanan IP Transit Jakarta - Singapura
       ➢ IP Transit - menyediakan jalur konektivitas internet dari Indonesia ke jaringan global atau sebaliknya,
            lewat kabel laut milik PFI.

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                  V-8
Page 108
       ➢ Exchange Content (peering/Content Delivery) – memungkinkan pengiriman konten lokal atau
            internasional dengan latensi rendah menggunakan rute kabel laut.
       ➢ IPLC (International Private Leased Circuit) – layanan sirkuit khusus internasional untuk perusahaan atau
            institusi yang memerlukan koneksi privat langsung antar negara.
       ➢ Pengembangan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa
       ➢ Pengembangan FTTH Wi-Fi 7 di Bali – Lombok
       ➢ Peningkatan kompetensi karyawan
       ➢ Memberikan potongan harga
       ➢ Memperkuat positioning

       Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa infrastruktur telekomunikasi, INET menerapkan
       strategi pengembangan layanan IP Transit Jakarta - Singapura sebagai langkah awal dalam memperkuat
       konektivitas internasional. Strategi ini dijalankan melalui Entitas Anak, yaitu PFI yang telah menjalin kerja
       sama strategis dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dalam pengembangan Sistem Komunikasi Kabel
       Laut (SKKL) yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Kerja sama tersebut berbentuk
       perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), di mana PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel
       bawah laut, sementara JMP bertanggung jawab atas penyediaan inti kabel serat optik (fiber optic core) serta
       pemeliharaan dan perbaikan jaringan pada jalur Rising-8, khususnya segmen Tanjung Pinggir (Batam) -
       Tanah Merah (Singapura).

       Di sisi infrastruktur domestik, INET juga mengembangkan bisnis sebagai kontraktor FTTH di Pulau Jawa
       melalui entitas anak IAB. Fokus diarahkan pada segmen perumahan skala kecil hingga menengah, kawasan
       suburban, dan desa digital yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur internet. Dengan menyediakan
       layanan pembangunan jaringan last-mile mulai dari penggelaran kabel, pemasangan perangkat optik,
       hingga instalasi ke rumah pelanggan, IAB mampu mengisi celah pasar luas. Strategi ini diperkuat melalui
       kemitraan dengan ISP lokal maupun nasional dalam berbagai skema kerja sama.

       Selanjutnya, untuk memanfaatkan peluang di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi,
       INET melalui entitas anak GPI mengembangkan layanan FTTH dengan dukungan teknologi Wi-Fi 7 di
       kawasan Bali - Lombok. Wilayah ini dipandang strategis karena perannya sebagai pusat pariwisata,
       edukasi, dan ekonomi kreatif. Dengan menargetkan segmen premium dan produktif seperti vila, hotel,
       coworking space, UMKM digital, serta masyarakat urban, layanan ini diposisikan sebagai koneksi ultra-fast
       internet yang siap mendukung aktivitas berat seperti 4K/8K streaming, VR/AR tourism, dan smart
       home/hospitality system. Untuk mendukung percepatan ekspansi, GPI menjalin kerja sama dengan
       pengembang perumahan, pengelola properti pariwisata, dan penyedia infrastruktur lokal, serta menerapkan
       strategi bundling layanan, seperti paket FTTH + Wi-Fi 7 router + IoT Smart Home. Upaya ini diperkuat
       melalui promosi digital dan edukasi pasar terkait keunggulan Wi-Fi 7. Dengan kombinasi teknologi mutakhir,
       pemilihan pasar yang tepat, kemitraan lokal, dan layanan purna jual yang unggul, pengembangan FTTH
       Wi-Fi 7 di Bali - Lombok bukan hanya menjanjikan secara finansial, tapi juga memperkuat transformasi
       digital kawasan wisata nasional ini.

Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                  V-9
Page 109
        Di samping pengembangan bisnis dan teknologi, INET menyadari bahwa sumber daya yang dimiliki
        merupakan suatu aset yang sangat vital dan strategis. Oleh karena itu, INET berkomitmen untuk terus
        meningkatkan kompetensi karyawan baik secara teknis dengan keikutsertaan dalam acara-acara
        pengembangan kompetensi maupun secara non teknis yaitu peningkatan softskill karyawan dengan tujuan
        membangun tim yang solid dan efisien serta mampu selalu berinovasi mengikut perkembangan dunia
        teknologi yang berkembang dengan sangat pesat.

        Untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan, INET juga menerapkan kebijakan potongan
        harga bagi pelanggan dengan volume pemesanan yang besar. Kebijakan ini mencerminkan pandangan
        INET bahwa pelanggan merupakan mitra strategis. INET selalu menawarkan deal terbaik agar semua pihak
        dapat diuntungkan dalam kerja sama yang dibangun. Semakin besar jumlah layanan yang dipesan dari
        INET, maka INET memberikan potongan harga yang baik sehingga ISP selaku pelanggan INET
        mendapatkan banyak manfaat bekerja sama dengan INET

        Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat positioning INET sebagai penyedia jasa infrastruktur
        telekomunikasi yang terkemuka dengan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mitra yang
        menggunakan jasa INET. Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan dapat terus mempertahankan
        eksistensi INET dan juga terus meningkatkan kinerja keuangan INET.

V.6     KONTRIBUSI NILAI TAMBAH TERHADAP INET
        Berdasarkan proyeksi keuangan INET yang disusun oleh manajemen INET, proyeksi laba rugi INET untuk
        tahun yang berakhir pada periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut::

                           Tabel V.4. Proyeksi Laba Rugi INET Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                      FY2026                FY2027                FY2028                FY2029                FY2030
          Keterangan
                                     Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
 Pendapatan neto                  1.984.161.640.373     3.057.869.344.383     4.448.895.088.360     5.852.509.609.120     7.221.802.772.761
 Beban pokok pendapatan          (1.712.398.660.126)   (2.384.346.420.349)   (3.256.381.635.438)   (4.055.679.669.637)   (4.863.109.781.285)
 Laba Bruto                         271.762.980.247       673.522.924.034     1.192.513.452.922     1.796.829.939.483     2.358.692.991.476
 Beban penjualan                   (22.606.362.397)      (43.139.343.604)      (76.227.075.878)     (114.417.261.590)     (156.696.571.555)
 Beban umum dan administrasi       (97.309.378.129)     (112.449.084.308)     (125.242.428.648)     (136.198.426.103)     (145.442.169.440)
 Penghasilan (beban) usaha
                                     (4.077.805.322)       (3.905.525.965)       (3.686.384.422)       (3.416.738.478)       (3.070.549.818)
 lainnya - neto
 Laba Usaha                         147.769.434.399       514.028.970.157       987.357.563.974     1.542.797.513.313     2.053.483.700.663
 Penghasilan keuangan                   111.993.707       120.370.721.276        85.880.321.511        85.890.881.678           152.497.770
 Beban keuangan                    (47.884.795.982)     (292.061.062.199)     (194.881.249.699)     (193.201.437.199)      (19.671.463.030)
 Laba Sebelum Pajak
                                     99.996.632.125       342.338.629.234       878.356.635.786     1.435.486.957.792     2.033.964.735.404
 Penghasilan
 Beban pajak penghasilan
                                   (28.600.341.589)      (81.537.416.399)     (198.889.751.271)     (316.897.477.002)     (456.152.563.856)
 (bersih)
 Laba Periode Berjalan               71.396.290.536       260.801.212.835       679.466.884.514     1.118.589.480.791     1.577.812.171.548
Sumber: Manajemen INET (data diolah)




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                   V-10
Page 110
                            Tabel V.5. Proyeksi Laba Rugi INET Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                        FY2026                FY2027                FY2028                FY2029                FY2030
             Keterangan
                                       Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
  Pendapatan neto                   2.272.896.718.421     3.362.810.667.431     4.865.044.511.408     6.320.784.432.168     7.730.627.595.809
  Beban pokok pendapatan           (1.847.088.208.956)   (2.542.270.453.749)   (3.520.022.131.356)   (4.399.303.527.835)   (5.239.603.460.122)
  Laba Bruto                          425.808.509.465       820.540.213.682     1.345.022.380.051     1.921.480.904.333     2.491.024.135.687
  Beban penjualan                    (22.722.933.062)      (43.267.571.336)      (76.361.714.997)     (114.558.632.664)     (156.845.011.182)
  Beban umum dan administrasi       (124.620.755.977)     (152.164.571.962)     (177.568.871.480)     (196.095.663.404)     (203.485.849.685)
  Penghasilan (beban) usaha
                                     (17.455.821.403)      (17.684.882.528)      (17.879.121.682)      (18.035.257.855)      (18.127.624.777)
  lainnya - neto
  Laba Usaha                          261.008.999.023       607.423.187.856     1.073.212.671.892     1.592.791.350.410     2.112.565.650.042
  Penghasilan keuangan                  1.117.714.770       121.376.442.338        86.886.042.573        86.896.602.741         1.158.218.833
  Beban keuangan                     (33.640.142.410)     (275.145.551.485)     (215.077.738.985)     (196.407.926.485)      (22.081.952.316)
  Laba Sebelum Pajak
                                      228.486.571.382       453.654.078.709       945.020.975.481     1.483.280.026.666     2.091.641.916.559
  Penghasilan
  Beban pajak penghasilan
                                     (39.014.875.761)      (93.165.380.730)     (206.631.853.839)     (329.306.759.812)     (469.650.564.524)
  (bersih)
  Laba Periode Berjalan               189.471.695.622       360.488.697.979       738.389.121.642     1.153.973.266.853     1.621.991.352.035
 Sumber: Manajemen INET (data diolah)

         Berdasarkan proyeksi laba rugi tanpa transaksi dan dengan transaksi, bila Transaksi menjadi efektif dapat
         dilihat bahwa INET memiliki Proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember 2026 – 2030 dengan
         Transaksi lebih tinggi sebesar 9,61% dibandingkan proyeksi total laba bersih pada periode 31 Desember
         2026 – 2030 tanpa Transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya Transaksi yang dilakukan mampu
         memberikan kontribusi nilai tambah terhadap INET.

V.7      PERHITUNGAN NILAI KINI LABA (RUGI) BERSIH TANPA DAN DENGAN TRANSAKSI
V.7.1    Penentuan Tingkat Diskonto
V.7.1.1 Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
         Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
         ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
         sebagai berikut:
         k e = R f + (   RPm ) − RBDS

         dimana:
         ke         = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal ekuitas/saham biasa
         Rf         = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
         β          = Beta
         RPm        = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
         RBDS = Rating-based default spread

         Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal
         bayar. Instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
         panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen
         bebas risiko yang dipakai adalah obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                    V-11
Page 111
       tahun dengan yield sebesar 6,70% yang diperoleh dari situs PHEI (www.phei.co.id), dan angka tersebut
       akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

       Rpm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam
       bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
       (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
       premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
       perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
       penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69% untuk negara Indonesia, yang diolah
       dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan bulan Januari
       2026.

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market
       risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

       Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan data unlevered beta dari perusahaan
       pembanding yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi sebesar 0,62 yang kami
       diperoleh dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025.

       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
       cost of equity INET, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
       menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
       sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
       pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
       relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
       mendiskonto arus kas bersih INET dengan formula sebagai berikut:
         L = U  (1 + (1 − T )  DER)
       dimana:
       T        = Tingkat pajak
       DER = Debt to Equity Ratio
       βL       = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                  responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                  apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh utang
       βU       = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                  responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                  apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh utang




Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     V-12
Page 112
                                Tabel V.6. Perusahaan Pembanding dan Perhitungan Unlevered Beta
                                                                      Beta 3               Total Debt      Market
                                                                                                                                   Unlevered
          No.           Companies              Ticker   Country       Years       Tax       (Million    Capitalization    DER
                                                                                                                                     Beta
                                                                    (Country)                 IDR)      (Million IDR)
           1      PT First Media Tbk           KBLV     Indonesia         0,47   0,00%              -         310.106    0,00%          0,47
           2      PT Indointernet Tbk.         EDGE     Indonesia         0,68   22,00%     2.445.796        9.111.328   26,84%         0,56
                  PT Indosat Ooredoo
           3                                   ISAT     Indonesia         1,10   22,00%    54.915.153       74.821.881   73,39%         0,70
                  Hutchison Tbk
           4      PT Ketrosden Triasmitra      KETR     Indonesia         0,90   22,00%      685.038         3.040.151   22,53%         0,76
                  PT Mora Telematika
           5                                   MORA     Indonesia         0,59   22,00%     5.345.343     284.942.358    1,88%          0,58
                  Indonesia Tbk
                  PT Solusi Sinergi Digital
           6                                   WIFI     Indonesia         1,09   22,00%     5.544.517       17.252.784   32,14%         0,88
                  Tbk
                  PT Visi Telekomunikasi
           7                                   GOLD     Indonesia         0,47   22,00%             -         421.501    0,00%          0,47
                  Infrastruktur Tbk
                  PT. Jasnita Telekomindo
           8                                   JAST     Indonesia         0,73   0,00%        35.116          110.423    31,80%         0,55
                  Tbk
        Sumber: S&P Capital IQ (data diolah)

        Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata 8 perusahaan
        pembanding yang kami gunakan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang
        bersumber dari S&P Capital IQ 31 Desember 2025. Dari data tersebut, DER yang dihasilkan adalah 23,57%.
        Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,74.

        Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas
        mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang berasal dari hasil riset Aswath
        Damodaran, dimana nilai RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
        Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal
        atas ekuitas INET adalah:

                                                   Tabel V.7. Biaya Modal untuk Ekuitas INET
                                                            FY2026           FY2027           FY2028            FY2029            FY2030
                          Keterangan
                                                            Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
               Unlevered Beta                                     0,62             0,62             0,62              0,62              0,62
               Tax Rate (Effective Tax Rate)                   22,00%           22,00%           22,00%            22,00%            22,00%
               Debt to Equity Ratio (DER)                      23,57%           23,57%           23,57%            23,57%            23,57%
               Beta Relevered                                     0,74             0,74             0,74              0,74              0,74

            Risk Free Rate (Rf)                                  6,70%            6,70%            6,70%             6,70%            6,70%
            Risk Premium Market (Rpm)                            6,69%            6,69%            6,69%             6,69%            6,69%
            Beta (β)                                               0,74             0,74             0,74              0,74             0,74
            Specific Risk (SR)                                   0,00%            0,00%            0,00%             0,00%            0,00%
            Rating Based Default Spread (RBDS)                   1,62%            1,62%            1,62%             1,62%            1,62%
          Cost of Equity (CoE)                                  10,01%           10,01%           10,01%            10,01%           10,01%
        Sumber: data diolah


V.7.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak
        yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko
        gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya utang diperoleh dari rata-rata suku
        bunga kredit investasi bank Pemerintah Indonesia per Desember 2025 untuk mata uang Rupiah yaitu
        sebesar 8,44% dengan perhitungan sebagai berikut:



 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                          V-13
Page 113
                                              Kd         = i x (1-T)
                                              Kd         = 8,44% x (1-22%) = 6,58%


V.7.1.3 Tingkat Diskonto INET
          Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest
          bearing debt dengan ekuitasnya, di mana komposisi struktur permodalan INET diasumsikan mengikuti
          struktur permodalan pasar dari S&P Capital IQ per 31 Desember 2025. Dengan demikian struktur hutang
          sebesar 19,08%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 80,92% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan
          mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
          berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,36% untuk INET adalah wajar untuk mendiskonto arus kas
          bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                              Tabel V.8. WACC INET
                                                                FY2026         FY2027             FY2028         FY2029         FY2030
                               Keterangan
                                                               Proyeksi       Proyeksi           Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
            Cost of Equity (CoE)                                  10,01%         10,01%             10,01%         10,01%         10,01%

              Interest Rate                                        8,44%          8,44%             8,44%            8,44%          8,44%
              Tax Rate (Effective Tax Rate)                       22,00%         22,00%            22,00%           22,00%         22,00%
            Cost of Debt (CoD)                                     6,58%          6,58%             6,58%            6,58%          6,58%

               Weighted Equity (WE)                               80,92%         80,92%            80,92%           80,92%         80,92%
               Weighted Debt (WD)                                 19,08%         19,08%            19,08%           19,08%         19,08%

             Weighted Cost of Equity (WCoE)                        8,10%          8,10%             8,10%            8,10%          8,10%
             Weighted Cost of Debt (WCoD)                          1,26%          1,26%             1,26%            1,26%          1,26%
            Weighted Average Cost of Capital (WACC)                9,36%          9,36%             9,36%            9,36%          9,36%
          Sumber: data diolah


V.7.2     Perhitungan Nilai Kini
          Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan INET untuk periode yang berakhir pada
          periode 31 Desember 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 adalah sebagai berikut:

                                       Tabel V.9. Nilai Kini Tanpa Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                       FY2026                FY2027             FY2028                 FY2029                FY2030
         Keterangan
                                       Proyeksi              Proyeksi           Proyeksi               Proyeksi              Proyeksi
 Laba Bersih                         71.396.290.536       260.801.212.835    679.466.884.514       1.118.589.480.791     1.577.812.171.548
 Tingkat Diskonto                             9,36%                9,36%              9,36%                   9,36%                 9,36%
 Faktor Diskonto                                  0,91                0,84                0,76                    0,70                  0,64
 Nilai Kini dari Laba Bersih         65.288.501.559       218.087.971.385    519.578.837.946        782.194.833.474      1.008.928.911.347
 Total Nilai Kini                  2.594.079.055.711
Sumber: Manajemen INET (data diolah)




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                          V-14
Page 114
                                 Tabel V.10. Nilai Kini Dengan Transaksi (dalam Rupiah penuh)
                                   FY2026               FY2027             FY2028                 FY2029              FY2030
         Keterangan
                                   Proyeksi             Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi               Proyeksi
 Laba Bersih                    189.471.695.622      360.488.697.979    738.389.121.642    1.153.973.266.853      1.621.991.352.035
 Tingkat Diskonto                         9,36%               9,36%              9,36%                 9,36%                 9,36%
 Faktor Diskonto                              0,91               0,84               0,76                   0,70                  0,64
 Nilai Kini dari Laba Bersih    173.262.826.433      301.448.938.810    564.635.849.839     806.937.614.559       1.037.179.202.020
 Total Nilai Kini              2.883.464.431.660
Sumber: Manajemen INET (data diolah)

          Berdasarkan Proyeksi Laba (Rugi) INET tanpa dan dengan Transaksi, Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih dengan
          Transaksi lebih tinggi dibandingkan dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih tanpa Transaksi Setelah
          Transaksi menjadi efektif, perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa transaksi adalah sebesar
          Rp2.594.079.055.711. Setelah terjadi transaksi perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET menjadi
          Rp2.883.464.431.660. Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET dengan Transaksi tersebut lebih tinggi sebesar
          11,16% dari perhitungan Nilai Kini Laba (Rugi) Bersih INET tanpa Transaksi, hal ini menunjukkan bahwa
          dengan adanya Rencana Transaksi yang dilakukan mampu memberikan nilai tambah terhadap INET.

V.8       ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
          Kewajaran nilai transaksi dilihat dengan membandingkan Nilai Pasar per lembar 100% atau 120.000 lembar
          Saham SGI, dengan Nilai Transaksi Akuisisi per lembar 60% atau 180.000 lembar saham SGI yang
          disepakati.
          1. Nilai Pasar
               Berdasarkan Laporan Penilaian Saham No. 00069/2.0047-05/BS/06/0465/1/IV/2026 tanggal 8 April
               2026 yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan, yaitu Nilai Pasar 100% atau 120.000 lembar
               Saham SGI adalah sebesar Rp175.195.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Seratus
               Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) dimana nilai pasar per lembar saham adalah sebesar
               Rp1.459.957.

          2. Nilai Transaksi
               Berdasarkan Draft Investment Agreement, Nilai Transaksi Akuisisi 180.000 lembar saham atau 60%
               saham SGI yang disepakati dalam Transaksi adalah sebesar Rp280.403.820.000 (Dua Ratus Delapan
               Puluh Miliar Empat Ratus Tiga Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dimana nilai transaksi
               per lembar saham adalah sebesar Rp1.557.799.

          Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha
          di Pasar Modal, disebutkan bahwa nilai transaksi wajar apabila dalam kisaran batas atas dan batas bawah
          yang tidak melebihi 7,5% dari nilai yang dijadikan acuan. Nilai Transaksi per lembar lebih tinggi 6,70% dari
          perhitungan Nilai Pasar per lembar, dimana nilai ini merupakan nilai dalam batas kisaran nilai ±7,5%.




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                                   V-15
Page 115
V.9     KESIMPULAN
        Berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran
        nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.




 Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk                     V-16

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.44 MB
Published23 Apr 2026
Pages115
Characters391,979
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK p.1 ×377
linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.7 ×31
linked org Personel Alih Daya Tbk p.8 ×5
linked org Negara Maju p.21 ×2
linked person Tongam Lumban Tobing p.36
linked person Muhammad Arif p.36 ×4
linked org Link Net Tbk p.68 ×2
linked org Solusi Sinergi Digital Tbk p.68 ×2
linked org Mora Telematika Indonesia Tbk p.68 ×2
linked org Jasnita Telekomindo Tbk p.68 ×6
linked org PT Jejaring Mitra Persada p.72 ×7
linked org PT Ketrosden Triasmitra p.96 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×10
possible org Bursa Efek Indonesia p.6 ×2
possible org PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara p.7 ×18
possible org Telkom Indonesia p.63 ×5
possible org Indointernet Tbk p.68 ×6
possible org First Media Tbk p.68 ×6
unresolved org PT Sarana Global Indonesia p.2 ×6
unresolved org Iwan Bachron & Rekan p.2 ×5
unresolved org Departemen Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved person Publik Drajat Darmadji p.3 ×2
unresolved person Penilai Publik Bunga Budiarti p.3 ×2
unresolved org Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Untuk Kepentingan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk p.3 ×2
unresolved org Suharli p.5 ×2
unresolved org Sugiharto & Rekan p.5 ×3
unresolved person Ridho Fathoni p.5 ×2
unresolved org Dra. Suhartati & Rekan p.5 ×3
unresolved person Dra. Suhartati p.5 ×4
unresolved person Dulgani p.5 ×2
unresolved org Morhan & Rekan p.5 ×5
unresolved org Morhan p.5 ×4
unresolved person David Kurniawan p.5 ×4
unresolved person Julian Lukito p.5 ×3
unresolved org Suharli Sugiharto & Rekan p.5 ×3
unresolved org Laporan Penilaian Aset KJPP Iwan Bachron dan Rekan p.6
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.6 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×12
unresolved org Pusat Statistik p.6 ×6
unresolved org Sinergi Andalan Prima Tbk p.7 ×8
unresolved org PT Trans Hybrid Communication p.8 ×2
unresolved org KJPP IWAN BACHRON DAN REKAN Appraisers p.13
unresolved person Consultants Bunga Budiarti p.13
unresolved person Bunga Budiarti, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) · Rekan p.13
unresolved person Penanggung Jawab Bunga Budiarti p.15
unresolved person Devi Prihartanti p.24 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.24 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.24 ×5
unresolved person Mohamad Fajri Mekka Putra p.24 ×3
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.24 ×3
unresolved person Angga Saputra Syam p.34
unresolved person Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi p.36
unresolved person Daniel Praganda Marpaung p.36
unresolved person Haria Fitri Sucipto p.36
unresolved org PT Sarana Global Indonesia. Uang p.39
unresolved org PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara Jangka p.42
unresolved org Kementerian Komunikasi dan Digital p.60 ×9
unresolved org Remala Abadi Tbk p.68 ×2
unresolved org PT Pusat Fiber Indonesia p.69 ×3
unresolved org PT Data Prima Solusindo. Sehingga INET p.70
unresolved org PT Internet Anak Bangsa p.72 ×2
unresolved org PT Garuda Prima Internetindo p.73 ×2
unresolved org PT Indosat Ooredoo p.96 ×2
unresolved org Hutchison Tbk p.96 ×2
unresolved org PT Mora Telematika p.96 ×2
unresolved org Indonesia Tbk p.96 ×2
unresolved org Infrastruktur Tbk p.96 ×2
unresolved org Kementerian Komunikasi p.106

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 13061 ms 12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'PENDAPAT KEWAJARAN'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': 'No.',
 'object_text': 'PENDAPAT KEWAJARAN',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result