Back to announcement
20240123_TAYS_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31571147_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review TAYSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 100
Page 1
----- . I
•••• I
•••• I
•••• I
• ._ •• I
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes
(MTN) USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Untuk Dipergunakan oleh :
PT JAYA SWARASA AGUNG TBK
Jalan Parung Panjang Raya No. 68,
Kel. Legok, Kec. Kemuning, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten
No. File: 00629/2.0055-00/BS/05/0060/0/XII/2023
TOTO SUHARTO & REKAN
Business & .Properry Vaiuer
License No : 2.09.0055
JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
Ph : +6221-3456783 (Hunting)
Fax: +6221-3813419
Website : http://www.tnr.co.id
Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00629/2.0055-00/BS/05/0060/0/XII/2023
Jakarta, 05 Desember 2023
Kepada Yth. :
Direksi
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Jalan Parung Panjang Raya No. 68
Kelurahan Legok, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Tangerang
Provinsi Banten
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes
(MTN) USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Dengan hormat,
PT Jaya Swarasa Agung Tbk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merencanakan untuk melakukan
Penerbitan Medium Term Notes untuk selanjutnya disebut (“MTN”) USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk.
Rencana Transaksi yang akan dilakukan merupakan Transaksi Material, maka Perseroan telah menunjuk
KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai (“TnR”) atau (“Kami”) sebagai penilai
independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut
di atas, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.23.00.0009.r1,
tanggal 09 Oktober 2023.
Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, serta Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI). Kami menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan
kajian serta analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa
secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.
LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak dibidang industri
makanan ringan. Perseroan berlokasi di Jalan Parung Panjang Raya No. 68, Kelurahan Legok,
Kecamatan Kemuning, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Saat ini fokus utama Perseroan adalah
industri makanan dan minuman dengan produk Biskuit dan produk roti kering serta produk makanan
ringan (cookies, cracker, kue kering) baik yang manis, asin ataupun gurih. Selain itu Perseroan juga
memproduksi makanan ringan seperti biskuit, Confectionary, Wafer Stick, dan Snack Extrudat.
i
Page 3
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan menerbitkan MTN dengan nama
Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023 sebesar USD 2.000.000,00 (dua
juta Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus
enam puluh dua juta Rupiah) yang akan digunakan untuk modal kerja (working capital) dan belanja modal
Perseroan. Selanjutnya rencana penerbitan MTN tersebut dalam laporan ini disebut dengan (“Rencana
Transaksi”).
Dalam penerbitan MTN ini, Perseroan telah menunjuk PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”)
sebagai arranger Penata Laksana Penerbitan MTN dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”)
sebagai agen Pembayaran penerbitan MTN tersebut.
STATUS PENILAI
Pekerjaan penilaian ini dilaksanakan oleh Penilai independen yang merupakan Penilai Publik dan
Pemimpin Rekan pada KJPP Toto Suharto dan Rekan (TnR). Penilai Publik dan TnR telah memiliki
perizinan dan terdaftar sebagai Penilai Publik di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK). Penilaian ini dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta Penilai juga tidak
mempunyai potensi benturan kepentingan dengan objek penilaian, pemberi tugas dan pengguna laporan.
Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan
di bawah koordinasi Penilai berizin atau penanggung jawab penilaian yang mempunyai kompetensi untuk
melakukan penilaian.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana Transaksi atas
Penerbitan Medium Term Notes (MTN) dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu POJK 42/2020, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 September 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan
parameter dan laporan keuangan limited review per tanggal 30 September 2023.
OBYEK TRANSAKSI
Penerbitan MTN dalam jumlah pokok USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara
dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh dua juta Rupiah) dengan
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan tingkat bunga tetap sebesar 4,0% (empat koma nol persen) per tahun,
yang akan dibayarkan setiap semester (enam bulan) per tahun sejak tanggal penerbitan MTN tersebut.
Aldira bertindak sebagai arranger Penata Laksana Penerbitan MTN dan KSEI sebagai Agen
Pembayaran. Adapun tujuan dari penerbitan MTN adalah untuk digunakan sebagai modal kerja (working
capital) dan belanja untuk modal kerja yang terdiri antara lain untuk pembelian bahan baku, bahan
pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.
ii
Page 4
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Rencana Transaksi melibatkan Adira sebagai Penata Laksana Penerbitan MTN dan KSEI sebagai Agen
Penjualan MTN tersebut, antara Perseroan dengan kedua perusahaan tersebut bukan merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan. Adira dan KSEI adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki
hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi maupun hubungan dewan komisaris dengan
Perseroan.
Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara Perseroan dengan
kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama,
atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan
Keuangan Proforma Perseroan, sehingga bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.
TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023, total
MTN yang akan diterbitkan sejumlah USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara
dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh dua juta Rupiah).
Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 September
2023 oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tercatat sebesar Rp139.242.283.985,00. Total nilai
penerbitan MTN terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 22,59%.
Fee/biaya yang akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Aldira sehubungan dengan penunjukannya
sebagai arranger Penerbitan MTN ini adalah sebesar 1,18% (satu koma delapan belas persen) dari nilai
penerbitan MTN atau sejumlah Rp371.251.600,00- (tiga ratus tujuh puluh satu juta dua ratus lima puluh
satu ribu enam ratus rupiah). Dengan memperhatikan nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 September
2023 adalah sebesar Rp139.242.283.985,00 maka nilai transaksi penunjukan Aldira sebagai arranger
penerbitan MTN adalah sebesar 0,266% dari nilai ekuitas Perseroan.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana dikarenakan objek transaksi
bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Transaksi
ini merupakan Transaksi Material.
METODE ANALISIS ATAS TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat
Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam Rencana Transaksi,
analisis manfaat dan risiko Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang terlibat dan
kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya
Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal,
analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan, analisis laporan keuangan
sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
iii
Page 5
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:
1. Perseroan sebagai pihak yang akan menerbitkan MTN.
2. Aldira sebagai pihak agen pemantau penerbitan MTN sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar
Amerika Serikat) atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam
puluh dua juta rupiah).
3. KSEI yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Agen Pembayaran.
HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1. Analisis Transaksi
• Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Aldira dan KSEI adalah perusahaan
tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi maupun
hubungan dewan komisaris dengan Perseroan. Transaksi ini merupakan transaksi material
sebagaiamana yang diatur pada POJK 17/2020.
• Berdasarkan draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk tahun 2023 dan
Penunjukan Agen Pemantau serta arranger bahwa “Medium Term Notes” atau “MTN” adalah surat
hutang berjangka waktu menengah yang diterbitkan oleh Penerbit kepada Pemegang MTN yang
diterbitkan tanpa melalui mekanisme penawaran umum dan memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan dalam POJK 30/2019, berdasarkan Perjanjian Penerbitan MTN ini sesuai dengan jumlah
yang terdapat dalam Sertifikat Jumbo MTN, sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 16 ayat 2.1
Perjanjian Penerbitan MTN ini dan diberi nama Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung
Tbk Tahun 2023.
• Manfaat Transaksi sebagai Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu penerbitan MTN maka
Perseroan akan mendapatkan modal dengan beban bunga pinjaman yang relatif lebih rendah.
Selain itu, Perseroan akan menjadikan sebagai modal kerja Perseroan sehingga Perseroan bisa
mempersiapkan bahan baku di tengah kondisi kenaikan harga bahan baku, bahan pembantu
produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.
• Risiko Rencana Transaksi yaitu apabila Rencana Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal
kerja, Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana lain yang memiliki risiko yang
lebih besar berbanding Rencana Transaksi.
• Keuntungan Rencana Transaksi yaiti Perseroan dapat menggunakan dana dari penerbitan MTN I
Tahap I untuk melakukan pengembangan perusahaan serta pengembangan produk baru. Selain
itu sebagian dana dari penerbitan MTN I Tahap I juga digunakan untuk modal kerja yang dibutuhkan
seiring dengan peningkatan volume bisnis Perseroan.
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul akibat Rencana
Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal seperti biaya
penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain
biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang
lain yang dapat muncul dikemudian hari.
iv
Page 6
2. Analisis Kualitatif
• Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan
ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi
Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada
triwulan I-2023. Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan mendorong berlanjutnya
pengetatan kebijakan moneter di negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai
puncaknya. Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk modal asing dan
penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya permintaan domestik dan
positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung
ketahanan eksternal. Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan berbagai
perkembangan teresebut pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran
proyeksi 4,5-5,3%.
• Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.
Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan
dengan level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portfolio.
Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26% dari level akhir
Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
• Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar dolar
AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar
negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18% (mtm) lebih rendah dari pola
historisnya di periode awal bulan Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level bulan
sebelumnya sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
• Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance
kebijakan likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid terhadap Dana
Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91% pada Maret 2023.
• Di pasar uang, suku bunga Indonesia tetap rendah sebesar 5,65% pada 17 April 2023. Imbal hasil
SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari
2023, sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan
pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan Februari 2023.
Suku bunga kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
• Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, risiko
kredit, maupun likuiditas. Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit jugaterkendali, tecermin
dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan
0,75% (neto) pada Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung
pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil stress test Bank Indonesia juga
menunjukkan ketahanan perbankan Indonesia yang kuat.
• Dari seluruh usaha UMKM, mayoritas bergerak pada bidang makanan dan minuman. Sektor ini
berbanding lurus atau sejalan dikarenakan makin banyaknya populasi suatu negara, maka industri
v
Page 7
makanan dan minuman ataupun kebutuhan pokok menjadi mesin penjalan ekonomi. Pada tahun
2022, sebanyak 20.76 unit UMKM telah masuk kedalam ekosistem digital.
• BPS mencatat, kinerja industri makanan dan minuman tumbuh 5,33% secara tahunan pada kuartal
I/2023. Pertumbuhan kinerja industri mamin menjadi yang terbesar keempat di antara subsektor
industri pengolahan lainnya.
• Secara Makro ekonomi jangka pendek, prospek usaha di industri makanan dan minuman
dipengaruhi oleh faktor daya beli masyarakat, jumlah supplier pembuat makanan dan minuman
dan tentunya faktor kompetitif antar supplier. Walaupun daya beli masyarakat Indonesia masih
tergolong kuat, dengan adanya Pandemi Covid19, ekonomi dan usaha di berbagai industri
nusantara cukup terpengaruh. Spesifik di Industri Makanan dan minuman, pengaruh Pandemi pada
perputaran penjualan juga bisa di rasakan tetapi masih terkontrol, tergolong minimal dan akan
segera berakhir dengan adanya program vaksinasi masal yang didorong pemerintah RI.
• Prospek usaha Perseroan terkait dimana Perseroan telah menjalankan strategi efektifitas, efisiensi
dan inovasi. Strategi ini di terapkan dalam hal penyediaan, pembelian dan seleksi bahan baku,
kemasan, prosedur proses pembuatan, peningkatan kinerja sumber daya manusia hingga inovasi
produk baru yang unik di pasaran dan didukung pengembangan penjualan dengan cara penguatan
jalur distribusi. Pemerintah RI menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 5,8% year
on year (yoy). Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan didorong faktor utama investasi
dan ekspor. Demikian juga Perseroan berencana akan menambah plant barunya di daerah
Sumedang untuk menambah kapasitas terpasang untuk produksi Biscuit dan Cracker guna
memenuhi permintaan pasar Lokal dan juga Ekspor. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan
pada periode tahun akhir 2021 dan diperkirakan selesai akhir 2022. Perseroan pada saat ini
bergerak di 4 (empat) Business Unit yaitu: Biscuit dan Cracker, Wafer Roll, Coklat Meises dan
Snack Puff.
3. Analisis Kuantitatif
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan memiliki kinerja
yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat
posisi keuangan dan meningkatkan daya saing adalah wajar.
• Total aset Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp404,59 miliar mengalami kenaikan sebesar 15,50% dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp350,29 miliar. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada piutang usaha, persediaan, beban dibayar
dimuka, aset tetap dan aset pajak tangguhan. Total aset Perseroan untuk tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp350,29 miliar mengalami kenaikan sebesar 6,68%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp328,34 miliar.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada kas dan bank, persediaan
dan aset tetap pada tahun 2022. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total aset
Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 21,22% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp265,35 miliar mengalami kenaikan sebesar 32,10% dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp200,87 miliar. Peningkatan tersebut
disebabkan oleh jumlah liabilitas jangka pendek terutama pada utang bank jangka pendek, utang
usaha dan utang lain – lain yang mengalami kenaikan. Total liabilitas Perseroan untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp200,87 miliar mengalami kenaikan sebesar
7,57% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp186,73
miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikain utang bank jangka pendek dan
vi
Page 8
uang muka penjualan. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total liabilitas
Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 10,38% per tahun.
• Total ekuitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp139,24 miliar mengalami penurunan sebesar 6,81% % dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp149,41 miliar. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh berkurangnya tambahan modal disetor serta saldo laba. Total ekuitas
Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp149,241 miliar
mengalami kenaikan sebesar 5,51% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember
2021 yaitu sebesar Rp141,61 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total ekuitas Perseroan
mengalami peningkatan rata-rata 53,49% per tahun.
• Pendapatan Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp196,30 miliar mengalami penurunan sebesar 19,33% dibandingkan periode
yang sama ditahun 2022 yaitu sebesar Rp243,35 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh
menurunnya penjualan lokal yang cukup signifikan walaupun penjualan ekspor meningkat.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp281,86 miliar naik sebesar 9,91% dibandingkan dengan periode yang berakhir pada 31
Desember 2021 yaitu sebesar Rp256,44 miliar. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun
2022, penjualan Perseroan mengalami kenaikan rata-rata 18,47% per tahun.
• Beban pokok penjualan (COGS) Perseroan rata-rata sebesar 87,75% dari pendapatan.
• Laba usaha Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp6,49 miliar mengalami penurunan sebesar 57,19% dibandingkan dengan
periode yang sama pada 30 September 2022 yaitu sebesar Rp15,16 miliar. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh penurunan laba bruto di tengah kenaikan beban usaha. Laba usaha
Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp18,73 miliar
mengalami kenaikan sebesar 48,54% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31
Desember 2021 yaitu sebesar Rp12,61 miliar. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun
2022, laba usaha Perseroan mengalami penurunan rata-rata 25,63% per tahun.
• Rugi bersih Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp5,79 miliar berbanding terbalik dibandingkan dengan periode yang sama pada
30 September 2022 dengan laba bersih sebesar Rp2,47 miliar. Penyebab Perseroan mengalami
kerugian disebabkan oleh penurunan laba usaha serta kenaikan pada beban pajak. Laba bersih
Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp6,32 miliar
mengalami kenaikan sebesar 376,89% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31
Desember 2021 yaitu sebesar Rp1,32 miliar. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun
2022, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan rata-rata 47,43% per tahun.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami peningkatan penjualan,
laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan
demikian Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
• Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Debt To Equity Ratio meningkat dari
92,56% menjadi 103,60%. Sedangkan rata rata Debt to Aset Ratio mengalami perubahan dari
45,79% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata sebesar 48,30% setelah Rencana
Transaksi. Sementara itu dampak terhadap penurunan rata-rata Return on Asset Perseroan
menjadi meningkat dari 10,77% menjadi 10,27%.
vii
Page 9
• Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara sebelum dan
setelah Rencana Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar
Rp30.852.960.000,00 timbul dari jurnal debit penerima kas tunai akibat Rencana Transaksi
Penerbitan MTN Perseroan. Penyesuaian atas akun utang Medium Term Notes sebesar
Rp30.852.960.000,00 yang timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi penerbitan MTN
yang menyebabkan liablitas Perseroan bertambah.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian antara sebelum dan
setelah Rencana Transaksi, sehingga proforma laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak
dari Penerbitan Medium Term Notes (MTN).
• Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp403,40 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp592,98 miliar pada
tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp434,37 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp624,48 miliar pada tahun
2027. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp250,74 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp208,60 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya,
proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp281,72 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp240,10 miliar pada tahun 2027. Proyeksi jumlah
ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp152,65 miliar
pada tahun 2023 menjadi Rp384,37 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp152,65 miliar pada tahun
2023 menjadi Rp384,37 miliar pada tahun 2027.
• Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027.
Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp24,44 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi
jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp24,44
miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027. Tidak terdapat perubahan pada
laba bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, terdapat perbedaan cukup signifikan arus kas Perseroan antara
sebelum dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi yaitu pada arus kas aktivitas
pendanaan dan kas akhir tahun menjadi meningkat yang menunjukkan bahwa dengan adanya
Rencana Transaksi maka penerimaan lebih besar daripada pengeluaran.
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Kupon Rencana Transaksi Perseroan yaitu sebesar 4,0%. Sementara itu Yield Pasar MTN I USD
berkisar 2,00% - 7,00%. Dengan demikian, kupon Rencana Transaksi Perseroan berada dalam
rentang Yield Pasar.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.
viii
Page 10
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung
maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No.8 tahun 1995 tentang
Pasar Modal.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang akan dilaksanakan.
Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
ix
Page 11
SURAT REPRESENTASI
Page 12
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Page 14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung
maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai
Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Peraturan OJK Nomor :
35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar
Penilaian Indonesia serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana Transaksi pada Tanggal
Penilaian (Cut Off Date) per 30 September 2023.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dan
dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara profesional,
bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisa, pendapat
dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas obyek yang
dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran yang tercantum
dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
x
Page 15
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil Kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Reviewer :
Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 11-S-03071
No. Register Penilai : RMK-2017.00450
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
3. Penilai :
Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT …………………………
No. MAPPI : 19-T-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
xi
Page 16
KUALIFIKASI PENILAI
Page 17
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai bersertifikat dan memperoleh ijin Penilai
Publik Properti dan Bisnis (PB) dari
Kementerian Keuangan
B. Reviewer
1 Nama Lengkap Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai Bersertifikat (S)
C. Penilai
1 Nama Lengkap Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
Sekarang)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
- S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
(2022)
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
(2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai Terakreditasi (T)
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi Konsultan
xii
Page 18
Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
(Certified Tax Technician) dari Asosiasi Teknisi
Pajak Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil Perantara
Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek dari
BNSP LSP Pasar Modal
xiii
Page 19
DAFTAR ISI
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT .......................................................................................................................... i - ix
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ....................................................................................................... x - xi
KUALIFIKASI PENILAI ......................................................................................................... xii - xiii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... xiv - xv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ............................................................................................ xvi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. I–1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... I–1
1.2 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan.................................................... I–2
1.3 Objek Rencana Transaksi .................................................................................... I–3
1.4 Ruang Lingkup ..................................................................................................... I–3
1.5 Maksud dan Tujuan .............................................................................................. I–3
1.6 Tanggal Penilaian ................................................................................................ I–4
1.7 Independensi Penilai ............................................................................................ I–4
1.8 Tanggung Jawab Penilai ...................................................................................... I–4
1.9 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ............................................ I–4
1.10 Transaksi Material ................................................................................................ I–5
1.11 Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi....................................................... I–6
1.12 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ........... I–7
1.13 Sumber Data ........................................................................................................ I–7
1.14 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai .............................................. I–8
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI PENERBITAN
MEDIUM TERM NOTES (“MTN”) ....................................................................... II – 1
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi ............................................................ II – 1
2.2. Analisis Rencana Transaksi ................................................................................. II – 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi ................................... II – 1
2.2.1.1. PT Jaya Swarasa Agung Tbk (“Perseroan”)......................................................... II – 2
2.2.1.2. PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”).......................................................... II – 2
2.2.1.3. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) ..................................................... II – 3
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ..................................... II – 4
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ................................................. II – 5
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi........................................................... II – 6
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan.............................................................. II – 6
2.3.2. Gambaran Perekonomian Indonesia .................................................................... II – 8
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global ............................................................................. II – 9
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik ......................................................................... II – 10
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha ........................................................................... II – 11
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran .................................................................................. II – 12
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................................................ II – 14
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)............................................................................... II – 15
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................ II – 17
2.3.2.5. Suku Bunga.......................................................................................................... II – 17
2.3.3. Gambaran Umum Industri Perdagangan di Indonesia ......................................... II – 18
2.3.4. Industri Makanan dan Minuman ........................................................................... II – 20
Daftar Isi xiv
Page 21
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.3.5. Analisa Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 22
2.3.6. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ............................................................ II – 24
2.3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi........ II – 24
2.4. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ........................................................ II – 25
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 25
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan ..................................................................................... II – 25
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi ............................................................................................... II – 27
2.4.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan ................................................................................ II – 29
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan ..................................................................................... II – 31
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................................... II – 32
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ..................................... II – 32
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................... II – 33
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ............................................... II – 34
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ................................................. II – 35
2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi ................................................. II – 36
2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi ................................................... II – 37
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ............................ II – 37
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................................... II – 37
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ...................................................... II – 39
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ............ II – 40
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan .................................................................... II – 40
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi ............................................................................... II – 42
2.4.6. Analisis Inkremental ............................................................................................. II – 42
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................ II – 43
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ................................................................. II – 46
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................... II – 46
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain ................................. II – 49
2.4.6.5. Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 49
2.5. Analisis Kewajaran Harga Transaksi .................................................................... II – 49
2.5.1. Kupon Medium Term Notes Perseroan ................................................................ II – 49
2.5.2. Yield Pasar atas MTN Perusahaan Lain .............................................................. II – 50
2.5.3. Perbandingan Kupon atas Medium Term Notes yang diterbitkan oleh Perseroan
dengan Yield pasar atas MTN perusahaan lain yang dimiliki rating sama ........... II – 50
2.6. Kesimpulan .......................................................................................................... II – 50
LAMPIRAN
Daftar Isi xv
Page 22
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material................................................................................... I – 6
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................... II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ............................................................................. II – 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Aldira ...................................................................... II – 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus Aldira .................................................................................... II – 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan ............................................................................................. II – 7
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ....................................................... II – 8
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... II – 10
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut
Pengeluaran (triliun rupiah) .................................................................................. II – 15
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023) ............................................. II – 16
Tabel 2.10. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah) ............ II – 25
Tabel 2.11. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah) ...................... II – 27
Tabel 2.12. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah) ........................ II – 30
Tabel 2.13. Rasio Keuangan Perseroan ................................................................................. II – 31
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................ II – 33
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................ II – 34
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ....................................... II – 35
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ....................................... II – 36
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ......................................... II – 36
Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ......................................... II – 37
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................................... II – 37
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ...................................................... II – 39
Tabel 2.22. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)......................................................... II – 40
Tabel 2.23. Proforma Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah) ...................................................... II – 42
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)........... II – 43
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah)..................... II – 44
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah) ....................... II – 45
Tabel 2.27. Yield Pasar MTN I Perusahaan Lain .................................................................... II – 50
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah) ......................................... II – 26
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Ribuan Rupiah) ....................................... II – 28
Daftar Tabel Dan Grafik xvi
Page 24
BAB I PENDAHULUAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Jaya Swarasa Agung Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak
dibidang industri makanan ringan. Perseroan berlokasi di Jalan Parung
Panjang Raya No. 68, Kelurahan Legok, Kecamatan Kemuning, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten. Saat ini fokus utama Perseroan adalah industri
makanan dan minuman dengan produk Biskuit dan produk roti kering serta
produk makanan ringan (cookies, cracker, kue kering) baik yang manis, asin
ataupun gurih. Selain itu Perseroan juga memproduksi makanan ringan
seperti biskuit, Confectionary, Wafer Stick, dan Snack Extrudat.
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan
menerbitkan Medium Term Notes untuk selanjutnya disebut (“MTN”)
dengan nama Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Tahun 2023 sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat)
atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat
ratus enam puluh dua juta Rupiah) yang akan digunakan untuk modal kerja
(working capital) dan belanja modal Perseroan. Selanjutnya rencana
penerbitan MTN tersebut dalam laporan ini disebut dengan (“Rencana
Transaksi”).
Dalam penerbitan MTN ini, Perseroan telah menunjuk PT Aldiracita
Sekuritas Indonesia (“Aldira”) sebagai arranger Penata Laksana
Penerbitan MTN dan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”)
sebagai Agen Pembayaran Penerbitan MTN tersebut.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara
Perseroan dan Aldira serta KSEI bukan merupakan pihak terafiliasi, maka
merujuk pada ketentuan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa
Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020. Namun, Transaksi ini merupakan Transaksi Material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena
nilai Rencana Transaksi diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan limited review per
30 September 2023.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut Perseroan menunjuk
KJPP Toto Suharto & Rekan selanjutnya disebut (“TnR”) atau (“Kami”)
untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi,
sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat Penawaran
Bab I - Pendahuluan 1
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Nomor: M.FO.23.00.0009.r1, tanggal 09 Oktober 2023. untuk mengetahui
Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
1.2 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama : PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Bidang Usaha : Industri Makanan Ringan
Alamat : Jalan Parung Panjang Raya No. 68, Kelurahan Legok,
Kecamatan Kemuning, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten.
Nomor Telepon : (021) 345 7591
Email : corsec@taysbakers.com
Website : www.taysbakers.com
Perseroan didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 1998 dengan pabrik
yang terletak di Tangerang, Provinsi Jawa Barat yang berfokus pada
produksi wafer roll. TAYSBAKERS kemudian menjadi merek utama produk
perusahaan dalam industri barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG)
dengan fokus pada pasar makanan ringan secara keseluruhan baik di
Indonesia maupun di luar negeri.
Melalui pertumbuhan dan perkembangan selama bertahun-tahun,
TAYSBAKERS saat ini fokus pada empat jenis snack yakni; wafer roll,
biskuit dan kraker, cokelat, dan extrude jagung. Pabrik Perseroan memiliki
sertifikasi ISO 22000:2018, Sistem Jaminan Halal (SJH), SNI 2973 : 2011
& CPPOB dan terus berusaha untuk mengembangkan produk-produk
inovatif yang lezat, sehat dengan kualitas terpercaya. Produk Perseroan
tersedia secara nasional di Indonesia dan juga diekspor ke negara-negara
di Asean, China, Taiwan, Australia, Timur Tengah dan Amerika Serikat.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa
berpedoman pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan
wujud dari aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah
sebagai berikut :
VISI
“To create, market, distribute and become Top 20 brands of FMCG snacks
in South-East Asia by 2025” Untuk membuat, memasarkan,
mendistribusikan, dan menjadi 20 merek makanan ringan FMCG teratas di
Asia Tenggara pada tahun 2025
MISI
“To make great tasting snacks, fine foods that will enable people to live a
healthier lifestyle” Untuk membuat makanan ringan yang enak, makanan
Bab I - Pendahuluan 2
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
ringan yang akan memungkinkan orang untuk menjalani gaya hidup yang
lebih sehat.
1.3 Objek Rencana Transaksi
Penerbitan MTN dalam jumlah pokok USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar
Amerika Serikat) atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu
miliar empat ratus enam puluh dua juta Rupiah) dengan jangka waktu 3
(tiga) tahun dan tingkat bunga tetap sebesar 4,0% (empat persen) per
tahun, yang akan dibayarkan setiap semester (enam bulan) per tahun sejak
tanggal penerbitan MTN tersebut. Aldira bertindak sebagai arranger Penata
Laksana Penerbitan MTN dan KSEI sebagai Agen Pembayaran MTN
tersebut. Adapun tujuan dari penerbitan MTN adalah untuk digunakan
sebagai modal kerja (working capital) dan belanja untuk modal kerja yang
terdiri antara lain untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi,
bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.
1.4 Ruang Lingkup
Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan
untuk kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan
untuk memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui
Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana
Transaksi.
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi yang diharapkan dapat melakukan
kajian secara objektif dan independen.
1.5 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan laporan Opini Kewajaran atas Rencana
Transaksi adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan
mengenai kewajaran Rencana Transaksi atas Penerbitan MTN dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK
42/2020, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan
dalam Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020
(selanjutnya disebut “POJK 35/2020”), Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020 serta Standar Penilaian Indonesia
selanjutnya disebut (“SPI”) 2018.
Bab I - Pendahuluan 3
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
1.6 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 September 2023, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan limited review per tanggal 30 September 2023.
1.7 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP Toto Suharto
dan Rekan bertindak secara independen tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP Toto Suharto dan Rekan juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini.
1.8 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
penyusunan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.
1.9 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Transaksi
afiliasi didefinisikan sebagai setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan
afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota
Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka
atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan
terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali, sedangkan Benturan
Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan
terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota
Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang
dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Rencana Transaksi melibatkan Aldira sebagai Penata Laksana Penerbitan
MTN dan KSEI sebagai Agen Pembayaran MTN tersebut, antara Perseroan
dengan kedua perusahaan tersebut bukan merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi
Bab I - Pendahuluan 4
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
dan Transaksi Benturan Kepentingan. Aldira dan KSEI adalah perusahaan
tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi baik dari pemegang saham,
dewan direksi maupun hubungan dewan komisaris dengan Perseroan.
Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang
dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga bukan merupakan
Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/2020.
Perseroan akan mengumumkan Transaksi tersebut melalui Keterbukaan
Informasi, bilamana Transaksi tersebut telah dilaksanakan.
1.10 Transaksi Material
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan,
yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk
suatu tujuan atau kegiatan tertentu.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih
perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua
puluh persen).
Bab I - Pendahuluan 5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi
dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama
dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan terbuka.
Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut:
Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material
No Keterangan Jumlah (Rp) Deviasi Kesimpulan
- Nilai Penerbitan MTN 31.462.000.000
1. 22,59% Material
- Total Ekuitas Perseroan 139.242.283.985
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan Draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa
Agung Tbk Tahun 2023, total MTN yang akan diterbitkan sejumlah USD
2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan
Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh dua
juta Rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
keuangan limited review per 30 September 2023 oleh Kantor Akuntan Publik
Anwar dan Rekan tercatat sebesar Rp139.242.283.985,00. Total nilai
penerbitan MTN terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 22,59%.
Fee/biaya yang akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Aldira sehubungan
dengan penunjukannya sebagai arranger Penerbitan MTN ini adalah
sebesar 1,18% (satu koma delapan belas persen) dari nilai penerbitan MTN
atau sejumlah Rp371.251.600,00- (tiga ratus tujuh puluh satu juta dua ratus
lima puluh satu ribu enam ratus Rupiah). Dengan memperhatikan nilai
ekuitas Perseroan per tanggal 30 September 2023 adalah sebesar
Rp139.242.283.985,00 maka nilai transaksi penunjukan Aldira sebagai
arranger penerbitan MTN adalah sebesar 0,266% dari nilai ekuitas
Perseroan.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis
sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Transaksi
ini merupakan Transaksi Material.
1.11 Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi
Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) yang ditetapkan oleh MAPPI, dimana pendekatan yang
diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap.
Bab I - Pendahuluan 6
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis atas transaksi,
analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas transaksi. Dimana analisis atas
transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas
transaksi terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari transaksi.
Analisis kualitatif atas transaksi didasarkan atas analisis industri dan
lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
transaksi.
Analisis kuantitatif atas transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi analisis
kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
transaksi serta analisis kewajaran atas nilai transaksi.
1.12 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
laporan penilaian ini diterbitkan.
1.13 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit oleh KAP Anwar dan
Rekan dengan opini tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00233/2.1035/AU.1/04/1432-1/1/VI/2021 dengan opini tanpa
modifikasian.
4. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Christiadi Tjahnadi dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
Bab I - Pendahuluan 7
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
00159/2.1035/AU.1/04/1164-3/1/VI/2022 dengan opini tanpa
modifikasian.
5. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00034/2.1035/AU.1/04/1432-1/1/II/2023 dengan opini tanpa
modifikasian.
6. Laporan keuangan limited review PT Jaya Swarasa Agung Tbk untuk
periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, yang
direview oleh Akuntan Publik Christiadi Tjahnadi dari KAP Anwar &
Rekan dengan Nomor Laporan AR/L/011/046/2023.
7. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
disusun oleh KAP Anwar & Rekan dengan Nomor Laporan
AR/L/024/047/2023 tanggal 4 Desember 2023.
8. Company profile Perseroan.
9. Prospektus Perseroan.
10. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2023-2027.
11. Legalitas Perseroan.
12. Draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
13. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
14. Wawancara dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh Bapak
Indarto sebagai Corporate Finance Dep. General Manager dan Ibu
Dinna Afrianti sebagai Corporate Secretary .
15. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.14 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
Dalam penyusunan pendapat independen ini, kami menggunakan beberapa
asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion
2. TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh TnR berasal dari sumber yang
dapat dipercaya keakuratannya.
4. TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty)
5. TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
Bab I - Pendahuluan 8
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
6. TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
Pendapat Kewajaran.
8. TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
pemberi tugas.
9. TnR mengasumsikan bahwa sejak Transaksi hingga penerbitan
pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap Transaksi.
10. TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun
setelah Transaksi.
12. TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban
yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan
lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13. TnR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Transaksi
dari Perseroan.
14. Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak
lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan
Hlaporan ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir
di depan pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak
terkait dengan maksud dan tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup
dari penugasan.
16. Jika dikemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
bentuk biaya yang timbul menjadi beban pemberi tugas.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.
Bab I - Pendahuluan 9
Page 34
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI PENERBITAN MEDIUM TERM NOTES (“MTN”)
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
PENERBITAN MEDIUM TERM NOTES (“MTN”)
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan
antara pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian
pengikatan dan persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis
manfaat dan risiko Rencana Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana
Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis
laporan keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi
keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio
keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma
keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai
tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :
1. Perseroan sebagai pihak yang akan menerbitkan Medium Term Notes.
2. Aldira sebagai pihak Penata Laksana Penerbitan MTN sebesar USD
2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan
Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh
dua juta Rupiah).
3. KSEI yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Agen
Pembayaran.
Aldira dan KSEI adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan
afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi maupun hubungan
dewan komisaris dengan Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 1
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
dengan Rencana Transaksi.
2.2.1.1. PT Jaya Swarasa Agung Tbk (“Perseroan”)
Struktur Permodalan Perseroan
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
30 September 2023 berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
direview oleh KAP Anwar dan Rekan, adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Komposisi
Pemegang Saham Nilai Nominal (Rp)
(Lembar) (%)
1 Anwar Tay 394.820.000 19.741.000.000 35,93%
2 Alexander Anwar 79.800.000 3.990.000.000 7,26%
3 Andrew Sanusi 59.860.000 2.993.000.000 5,45%
4 Susanto 59.700.000 2.985.000.000 5,43%
5 Lidya Anwar 49.800.000 2.490.000.000 4,53%
6 Harno Hasjim 19.940.000 997.000.000 1,81%
6 Masyarakart 435.000.000 21.750.000.000 39,58%
Jumlah Saham Beredar 1.098.920.000 54.946.000.000 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Limited Review Perseroan 30 September 2023 (diolah)
Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 30 September 2023 yang
direview oleh KAP Anwar dan Rekan, susunan Dewan Komisaris dan
Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Anwar Tay
Komisaris Djoni Tatan
Dewan Direksi
Direktur Utama Alexander Anwar
Direktur Andrew Sanusi
Sumber : Laporan Keuangan Limited Review Perseroan 30 September 2023 (diolah)
2.2.1.2. PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”)
Aldira pertama berdiri bertepatan dengan diserahkannya akta pendirian
bertanggal 28 Juni 1990 kepada notaris hukum. Akta pendirian
perusahaan tersebut kemudian mendapat persetujuan/ pengesahan dari
Departemen Kehakiman lewat SK (surat keputusan) bernomor seri
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 2
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
No.C2.4002.HT.01.01.Th'90. pada tanggal 9 Juli 1990. Dalam rangka
pengembangan usaha, Aldiracita Sekuritas Indonesia melalui anak
perusahaannya, PT Surya Timur Alam Raya (STAR Asset Management)
juga jasa pengelolaan reksa dana yang menyesuaikan dengan kebutuhan
keuangan nasabah.
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Aldira pada tanggal
30 September 2023 berdasarkan informasi yang diperoleh di IDX, adalah
sebagai berikut :
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Aldira
Komposisi
Pemegang Saham
(%)
1 PT Nirmala Taruna 99,99%
2 Jenardi Purnama 0,01%
Jumlah Saham Beredar 100,00%
Sumber : IDX (diolah)
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari IDX per 30 September 2023,
susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Aldira adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.4. Susunan Pengurus Aldira
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris B. Hari Mantono
Dewan Direksi
Direktur Utama Rudy Utomo
Wakil Direktur Utama Livius Nurtanio
Direktur Heri Indarno Sulistyanto
Sumber : IDX (diolah)
2.2.1.3. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”)
KSEI merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian(LPP) di Pasar
Modal Indonesia yang menyediakan layanan jasa Kustodian sentral dan
penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien, sesuai
amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar
Modal. Didirikan di Jakarta pada 23 Desember 1997 dan memperoleh izin
usaha pada 11 November 1998, KSEI merupakan salah satu Self-
Regulatory Organization (SRO) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). KSEI mulai
menjalankan kegiatan operasional penyelesaian transaksi Efek dengan
warkat pada tanggal 9 Januari 1998, mengambil alih fungsi sejenis dari PT
Kliring Depositori Efek Indonesia (KDEI) sebagai Lembaga Kliring
Penyimpanan dan Penyelesaian (LKPP).Tahun 2000, KSEI bersama SRO
lainnya menerapkan transaksi perdagangan dan penyelesaian Efek tanpa
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 3
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
warkat (scripless trading) di Pasar Modal Indonesia. Penerapan tersebut
didukung oleh sistem utama KSEI, yaitu The Central Depository and Book
Entry Settlement System (C-BEST).
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Ringkasan draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa
Agung Tbk tahun 2023 dan Penunjukan Agen Pemantau serta Arranger
adalah sebagai berikut:
1. Bahwa guna mendukung penyediaan dana untuk pengembangan
usaha Penerbit, maka Penerbit bermaksud akan menerbitkan surat
hutang berjangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) dengan
cara penawaran secara terbatas (private placement) dengan jumlah
seluruhnya sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika
Serikat), dan diberi nama “Medium Term Notes” USD I PT Jaya
Swarasa Agung Tbk Tahun 2023 (selanjutnya disebut “MTN”).
2. Bahwa untuk melakukan penerbitan MTN ini, Direksi Penerbit telah
memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris PT Jaya Swarasa
Agung Tbk sedemikian ternyata dari Surat tertanggal.
3. Penerbit telah menunjuk PT Aldiracita Sekuritas Indonesia selaku
Penata Laksana Penerbitan yang mencari calon pembeli/investor dan
membantu Penerbit dalam proses penerbitan MTN/EBUS Tanpa
Penawaran Umum secara 10 bertahap dengan syarat-syarat dan
ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Penerbitan MTN dan dokumen-
dokumen serta perjanjian lainnya yang dibuat sehubungan dengan
Perjanjian Penerbitan MTN.
4. Penerbit telah menunjuk PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
(selanjutnya disebut “KSEI”), untuk bertindak sebagai Agen
Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran, yang akan
ditandatangani oleh dan antara Penerbit dan KSEI, sedemikian
berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran di bawah Nomor: SP- /AP-
MTN/KSEI/ 23 dibuat di bawah tangan, oleh dan antara Penerbit dan
KSEI.
5. Bahwa sifat dari penawaran dan penempatan untuk Medium Term
Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk. Tahun 2023 yang
diterbitkan oleh Penerbit adalah bersifat terbatas (private placement)
dan tidak ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum (public
offering) sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 30/POJK.04/2019 Tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang
dan/atau Sukuk Yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum.
6. “Medium Term Notes” atau “MTN” adalah surat hutang berjangka
waktu menengah yang diterbitkan oleh Penerbit kepada Pemegang
MTN yang diterbitkan tanpa melalui mekanisme penawaran umum dan
memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam POJK 30/2019,
berdasarkan Perjanjian Penerbitan MTN ini sesuai dengan jumlah yang
terdapat dalam Sertifikat Jumbo MTN, sebagaimana tercantum dalam
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 4
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Pasal 2 16 ayat 2.1 Perjanjian Penerbitan MTN ini dan diberi nama
Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023.
7. “Nilai Pokok MTN” berarti jumlah pokok pinjaman atas penerbitan MTN
Penerbit kepada Pemegang MTN berdasarkan Perjanjian Penerbitan
MTN, yang wajib dibayar oleh Penerbit kepada Pemegang MTN.
8. “Pemegang MTN” berarti Pemodal Profesional yang menanamkan
dananya ke dalam MTN, sehingga berhak memperoleh manfaat -- atas
sebagian atau seluruh MTN yang dimilikinya, melalui (a) Pemegang
Rekening, atau sebagai (b) pemegang sub-rekening yang melakukan
investasi atas MTN melalui Pemegang Rekening.
9. Penerbit akan menerbitkan MTN, diberi nama Medium Term Notes
USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023, yang merupakan
surat hutang berjangka waktu menengah yang diterbitkan oleh Penerbit
kepada Pemegang MTN, yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo
MTN, dengan Nilai Pokok MTN seluruhnya yaitu sebesar USD
2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat), dengan Tenor 3 (tiga)
tahun sejak Tanggal Penerbitan MTN yaitu pada tanggal 06-12-2023
(enam Desember tahun dua ribu dua puluh tiga), dengan Bunga
sebesar 4% (empat persen) per tahun, yang Tanggal Pembayaran
Bunga MTN akan diatur dalam Lampiran Perjanjian ini dan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian Penerbitan MTN.
10. MTN akan didaftarkan dan disimpan pada Penitipan Kolektif di KSEI
berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI.
11. Penerbit setuju, bahwa seluruh dana hasil penerbitan MTN, setelah
dikurangi biaya-biaya akan dipergunakan oleh Penerbit untuk 57%
(lima puluh tujuh persen) belanja modal kerja untuk pembangunan
pabrik; dan Sisanya untuk keperluan modal kerja yang terdiri antara
lain untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, bahan
bakar, barang keemasan, serta biaya overhead.-
12. Bahwa tidak diperlukan persetujuan/perlu persetujuan dari kreditur
(kreditur) Penerbit sehubungan dengan penerbitan Medium Term
Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023 ini.
Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga
syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan
risiko yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 5
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
a. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu penerbitan MTN maka
Perseroan akan mendapatkan modal dengan beban bunga pinjaman
yang relatif lebih rendah. Selain itu, Perseroan akan menjadikan
sebagai modal kerja Perseroan sehingga Perseroan bisa
mempersiapkan bahan baku di tengah kondisi kenaikan harga bahan
baku, bahan pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta
biaya overhead.
b. Risiko Rencana Transaksi
Apabila Rencana Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal
kerja, Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana
lain yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding Rencana
Transaksi.
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 1 Mei 1998
dari Trisnawati Mulia, S.H., di Jakarta dan telah mendapat persetujuan
sebagai badan hukum dari Departemen Hukum dan Perundang-undangan
tanggal 19 Juli 1999 melalui Surat Keputusan No. C-
13163.HT.01.01.TH.99. Perusahaan berdiri sesuai dengan Izin Prinsip
Penanaman Modal Dalam Negeri Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (“DPMPTSP”)
No. 678/3603/IP/PMDN/2017 dengan nomor Perusahaan 17412.2017
tanggal 14 Desember 2017. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa
kali diubah, terakhir dengan Akta Notaris No. 322 tanggal 30 Desember
2021 dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn,
di Jakarta tentang penawaran saham baru melalui penawaran umum.
Perubahan tersebut telah dilaporkan dan disetujui oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHUAH. 01.030004459 Tahun 2022 Tanggal 4 Januari
2022.
Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam
bidang industri (biskuit, coklat dan permen) dan perdagangan (impor dan
ekspor). Pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Anwar Tay
adalah pemegang saham mayoritas Perusahaan yang masing-masing
memiliki 35,93% (tiga puluh lima koma sembilan puluh tiga persen) dan
50,92% (lima puluh koma sembilan puluh dua persen) kepemilikan.
Kantor Perusahaan terletak di Jl. Parung Panjang No. 68 Kelurahan
Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1998.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 6
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Kegiatan Usaha Perseroan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT
Jaya Swarasa Agung Tbk. Nomor 219 tanggal 24 November 2021,
maksud dan tujuan perusahaan adalah berusaha dalam bidang (i) Industri
Produk Roti dan Kue, (ii) Industri Makanan dari Cokelat dan Kembang
Gula dari Coklat, (iii) Perdagangan Besar Produk Roti, dan (iv)
Perdagangan Besar Gula, Coklat dan Kembang Gula.
Legalitas dan Perijinan Perseroan
Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
berikut :
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Akta Pendirian Perseroan
Nomor : 4 Trisnawati Mulia, S.H
1. Terbatas PT Jaya Swarasa
Tanggal 01 Mei 1998 Notaris di Jakarta Pusat
Agung
A.n Menteri Kehakiman Republik
Pengesahan Pendirian Badan Nomor : C-
Indonesia, Direktorat Jenderal
2. Hukum Perseroan Terbatas PT 13163.HT.01.01.TH.99
Hukum dan Perundang-
Jaya Swarasa Agung Tanggal 19 Juli 1999
Undangan
Akta Pernyataan Keputusan Christina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
Nomor : 187
3. Para Pemegang Saham PT M.Kn.
Tanggal 23 Juni 2021
Jaya Swarasa Agung Notaris di Jakarta Barat
Nomor : AHU- A.n Menteri Hukum dan HAM
Persetujuan Perubahan
0036086.AH.01.02.Tahun Republik Indonesia, Direktur
4. Anggaran Dasar PT Jaya
2021 Jenderal Administrasi Hukum
Swarasa Agung Tbk
Tanggal 23 Juni 2021 Umum
Akta Pernyataan Keputusan Christina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
Nomor : 322
5. Para Pemegang Saham PT M.Kn
Tanggal 30 Desember 2021
Jaya Swarasa Agung Tbk Notaris di Jakarta Barat
A.n Menteri Hukum dan HAM
Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.03-
Republik Indonesia, Direktur
6. Perubahan Anggaran Dasar PT 0004459
Jenderal Administrasi Hukum
Jaya Swarasa Agung Tbk Tanggal 04 Januari 2022
Umum
Nomor : 9120108790841 Menteri Investasi/Kepala Badan
7. Nomor Induk Berusaha (NIB)
Tanggal 04 Juli 2019 Koordinasi Penanaman Modal
Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor : 01.849.789.1- Direktorat Jenderal Pajak
8.
(NPWP) 45.001 Kementerian Keuangan RI
Nomor :
Perizinan Berusaha Berbasis a.n Gubernur Banten, Kepala
9. 91201087908410001
Risiko (KBLI 10710) DPMPTSP Provinsi Banten
Tanggal 25 Juli 2022
Nomor :
Perizinan Berusaha Berbasis a.n Gubernur Banten, Kepala
10. 91201087908410003
Risiko (KBLI 10732) DPMPTSP Provinsi Banten
Tanggal 25 Juli 2022
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 7
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.3.2. Gambaran Perekonomian Indonesia
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
TW I
Deskripsi 2019 2020 2021 2022
2023
PDB Dunia (%) 2,80 -3,30 6,00 3,10 2,60
PDB Indonesia (%) 5,02 -2,07 3,70 5,31 5,03
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.110 14.050 14.320 15.592 15.062
Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $) 129,200 135,900 144,900 137,200 145,200
Inflasi 2,72 1,68 1,87 5,51 4,97
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 4,75 3,50 3,50 5,75 5,75
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
• Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong
dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19
khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan
ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi
kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I-2023. Perbaikan ekonomi
global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk
modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk
Indonesia.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Nilai
tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan
mendukung stabilitas perekonomian. Likuiditas perbankan dan
perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dengan berbagai perkembangan teresebut pertumbuhan ekonomi 2023
diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
• Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan
level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di
investasi portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April
2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi
dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
• Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus
meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 8
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
sekitar 3 bulan impor.
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
(mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan
Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya
sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
• Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga
berkontribusi positif mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan
mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance kebijakan
likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91%
pada Maret 2023.
• Di pasar uang, suku bunga Indonesia tetap rendah sebesar 5,65% pada
17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito
1 bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023
juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
• Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik
dari sisi permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan
perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
jugaterkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga
didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy).
Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
perbankan Indonesia yang kuat.
• Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh
sistem pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang
elektronik (UE) pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga
mencapai Rp34,1 triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88%
(yoy) menjadi Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran
menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45%
(yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global
Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Bank Indonesia tetap memprakirakan
pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok
pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik
dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 9
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS
dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan
lambat dan mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di
negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
Sementara itu, respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus
perbankan di AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian
pasar keuangan global. Perkembangan tersebut pada gilirannya
mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara
berkembang, termasuk Indonesia.
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta
diprakirakan semakin kuat seiring dengan terus naiknya mobilitas,
membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring
dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama
investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023,
ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh
ekspor batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan
negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi
kontributor utama. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri
pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi diprakirakan
tumbuh kuat. Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir
seluruh wilayah dan diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan
tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran
proyeksi 4,5-5,3%.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 10
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
(y-on-y). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-
on-y) tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,93 persen, diikuti Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,55 persen, Jasa Lainnya
sebesar 8,90 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 7,19 persen,
serta Jasa Perusahaan sebesar 6,37 persen. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,43 persen.
Gambar 2.1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
pada triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 18,57
persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor sebesar 12,95 persen; Pertambangan dan Penggalian
sebesar 11,85 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
11,77 persen; serta Konstruksi sebesar 9,88 persen. Peranan kelima
lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02
persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
(q-to-q). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi
sebesar 0,92 persen (q-to-q) dibanding triwulan IV-2022. Lapangan usaha
yang mengalami kontraksi pertumbuhan yang cukup dalam diantaranya
Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56
persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,29 persen; serta Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,96
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 11
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
persen. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha
Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,89 persen; diikuti Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,73 persen; serta Jasa Lainnya
sebesar 1,07 persen.
Gambar 2.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
(y-on-y). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
(y-on-y) tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua
komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalami
pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT
(PK-LNPRT) sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi
Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54 persen, Komponen PK-P sebesar
3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga
tumbuh sebesar 2,77 persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 12
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Gambar 2.3. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku
triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih
dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 52,88 persen, diikuti oleh
komponen PMTB sebesar 29,11 persen, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 22,71 persen, Komponen PK-P sebesar 5,32 persen,
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17 persen, dan Komponen Perubahan
Inventori sebesar 2,40 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang
dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar
19,56 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
(q-to-q). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 dibanding triwulan IV-2022 (q-
to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,92 persen. Kontraksi
terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen
PK-RT yang tumbuh sebesar 0,25 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada
Komponen PK-P sebesar 45,38 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang
dan Jasa sebesar 5,40 persen, Komponen PMTB sebesar 3,72 persen,
dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,97 persen. Di sisi lain, Komponen
Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB juga
mengalami kontraksi sebesar 6,95 persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 13
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Gambar 2.4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi
struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17
persen terhadap PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,82 persen,
Pulau Kalimantan sebesar 9,00 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,87
persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,68 persen, serta Pulau
Maluku dan Papua sebesar 2,46 persen.
Sementara itu dengan dihapusnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022, pertumbuhan
ekonomi di sebagian besar provinsi menunjukkan penguatan. Pada
triwulan I-2023, penguatan pertumbuhan (y-on-y) tercatat pada kelompok
provinsi di Pulau Sulawesi sebesar 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan
sebesar 5,79 persen, Pulau Sumatera sebesar 4,79 persen, serta Pulau
Bali dan Nusa Tenggara sebesar 4,74 persen. Kelompok provinsi di Pulau
Jawa serta Pulau Maluku dan Papua mengalami perlambatan
pertumbuhan masing-masGinragf iks e7besar 4,96 persen dan 1,95
persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 14
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Gambar 2.5. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I-2023 (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran (triliun
rupiah)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)
Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
(mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan,
sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar
5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di semua
kelompok, yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 15
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2023 terus melambat dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi
ekspektasi inflasi dan tekanan imported inflation yang menurun serta
pasokan agregat yang memadai dalam merespons kenaikan permintaan
barang dan jasa. Sementara itu, inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy)
pada Februari 2023 menjadi 5,83% (yoy). Tekanan inflasi yang terus
menurun tersebut dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan moneter
Bank Indonesia yang pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang
erat dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah
(Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
berbagai daerah. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia
meyakini inflasi inti akan tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa
tahun 2023 dan inflasi IHK dapat kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih
awal dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memperkuat
koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian
inflasi.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung
ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan
mencatat surplus ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang
sebesar 12,3 miliar dolar AS. Transaksi modal dan finansial triwulan I 2023
diprakirakan juga mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing
dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net
inflows sebesar 4,7 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi
portfolio terus berlanjut pada April 2023 yang hingga 14 April 2023
mencatat net inflows 1,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif di aliran
masuk modal asing sejalan dengan dampak meredanya ketidakpastian
pasar keuangan global, di tengah kondisi ekonomi domestik yang terus
membaik seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah,
dan imbal hasil aset keuangan yang menarik. Posisi cadangan devisa
Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Berbagai kinerja
positif tersebut diprakirakan berlanjut sehingga NPI 2023 diprakirakan
mencatat surplus, dengan transaksi berjalan dalam kisaran surplus 0,4%
sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Sementara itu, neraca transaksi
modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus yang lebih tinggi
didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk PMA dan investasi
portofolio.
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023)
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Januari 3,40 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28
Februari 3,83 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47
Maret 3,61 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97
April 4,17 3,41 2,83 1,42 3,47 4,33
Mei 4,33 3,23 3,32 1,68 3,55
Juni 4,37 3,12 3,28 1,33 4,35
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 16
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Juli 3,88 3,18 3,32 1,52 4,94
Agustus 3,82 3,20 3,49 1,59 4,69
September 3,72 2,88 3,39 1,60 5,95
Oktober 3,56 3,16 3,13 1,66 5,71
Nopember 3,30 3,23 3,00 1,75 5,42
Desember 3,61 3,13 2,72 1,87 5,51
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir
Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi
portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan
dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar
0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank
Indonesia memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan dengan
surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal asing
dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi
yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.
Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar
Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global
terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut diperkuat dengan
pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas
Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.
2.3.2.5. Suku Bunga
Di pasar uang, suku bunga Indonesia tetap rendah sebesar 5,65% pada
17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1
bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga
kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat
4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan
terus memastikan kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem
keuangan serta mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan
bagi pemulihan ekonomi nasional.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 17
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan
ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi
yaitu sebesar 9,93% (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja
positif, dengan pertumbuhan lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada
Maret 2023.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini konsisten
dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking
untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan
inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75%
memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1%
di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat
kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna
mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi
dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai
tukar Rupiah.
2.3.3. Gambaran Umum Industri Perdagangan di Indonesia
Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi
penentu aktivitas ekonomi disisi distribusi. Gambaran umum
perkembangan industri perdagangan di Indonesia salah satunya dapat
mengacu pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank
Indonesia. Pada Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja
penjualan eceran tetap tumbuh positif, baik secara tahunan maupun
bulanan. Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember tercatat sebesar 217,8,
atau secara tahunan masih tumbuh positif 0,7% (yoy), meski lebih rendah
dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,3%
(yoy).
Berdasarkan kelompoknya, kinerja penjualan eceran pada kelompok
peralatan informasi dan komunikasi meningkat sebesar 16,6% (yoy) serta
barang budaya dan rekreasi sebesar 8,2% (yoy). Sementara itu, kelompok
perlengkapan rumah tangga lainnya (-10,2%, yoy) serta suku cadang dan
aksesori (-8,2%,yoy) membaik meski masih terkontraksi. Adapun
perlambatan terjadi kelompok terjadi pada kelompok makanan, minuman
dan tembakau (0,5%,yoy) dan sekelompok sandang (12,7%, yoy),
sementara kelompok bahan bakar kendaran bermotor (-10,4%, yoy)
tercatat menurun dan berada di fase kontraksi.
Secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh sebesar 7,0% (mtm),
meningkat dari 0,4% (mtm) pada bulan sebelumnya. Seluruh kelompok
tercatat meningkat dan berada pada fase ekspansi, dengan peningkatan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 18
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (42,9%,mtm)
dipengaruhi oleh tingginya penjualan TV Gigital sejalan dengan kebijakan
peralihan dari YV Analog ke didorong HBKN Natal, musim libur dan kahir
tahun, serta strategi potongan harga sehingga mendorong domestik.
Gambar 2.6. Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (%)
Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022
Pada Januari 2023, kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat
secara tahunan, namun terkontraksi secara bulanan.Hal tersebut
tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2023 yang tercatat
sebesar 213,2 atau tumbuh 1,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan
pertumbuhan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, kinerja
kelompok makanan, minuman dan tembakau (4,2%,yoy) menjadi satu-
satunya kelompoknya yang meningkat, sementara subkelompok sandang
(10,6%, yoy) tercatat melambat.
Gambar 2.7. Pertumbuhan IPR Menurut Kelompok (%,yoy)
Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 19
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Secara bulanan, penjualan eceran berada pada fase kontraksi sebesar -
2,1% (mtm), berbalik arah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 7,0%
(mtm). Penurunan/perlambatan terjadi pada seluruh kelompok, dengan
penurunan terdalam pada kelompok peralatan informasi dan komunkasi
(-20,5%, mtm), disusul subkelompok sandang (-3,6%, mtm) serta
kelompok barang budaya dan rekreasi (-4,1%, mtm) sejalan dengan
penurunan permintaan masyarakat HBKN natal dan libur akhir tahun pada
bulan sebelumnya. Sementara itu, perlambatan terjadi pada kelompok
suku cadang dan aksesori (0,1%, mtm) disebabkan oleh penurunan
permintaan masyarakat.
2.3.4. Industri Makanan dan Minuman
Industri makanan dan minuman juga berkontribusi lebih dari sepertiga
terhadap total PDB industri pengolahan nonmigas atau setara 38,35%
PDB. Industri ini terus menjadi perhatian pemerintah dikarenakan
kontribusi yang besar sehingga pemerintah menerapkan standar tertinggi
dalam pengelolaan limbah dan konservasi air, mengurangi konsumsi listrik
dan air, serta memaksimalkan efektivitas pemurnian air limbah
(www.ekon.go.id). Melihat prospek pada usaha makanan dan minuman
yang bagus, didasari oleh keuntungan populasi Indonesia yang telah
mencapai 275 juta jiwa, Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia
dalam kategori populasi dunia terbanyak. Perseroan melihat peluang pada
industri makanan dan minuman dan ingin ikut berkontribusi dalam
pengembangan UMKM di Indonesia. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
atau biasa disebut UMKM merupakan tumpuan atau andalan pada
pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah RI telah memberikan arahan
untuk melakukan pengembangan UMKM karena UMKM memiliki
kontribusi terhadap PDB mencapai 60,5% dan penyerapan tenaga kerja
sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
Sumber: www.databoks.katadata.co.id
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 20
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Dari seluruh usaha UMKM, mayoritas bergerak pada bidang makanan dan
minuman. Sektor ini berbanding lurus atau sejalan dikarenakan makin
banyaknya populasi suatu negara, maka industri makanan dan minuman
ataupun kebutuhan pokok menjadi mesin penjalan ekonomi. Pada tahun
2022, sebanyak 20.76 unit UMKM telah masuk kedalam ekosistem digital.
BPS mencatat, kinerja industri makanan dan minuman tumbuh 5,33%
secara tahunan pada kuartal I/2023. Pertumbuhan kinerja industri mamin
menjadi yang terbesar keempat di antara subsektor industri pengolahan
lainnya.
Sumber: Badan Pusat Statistika (BPS)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas
dasar harga konstan (ADHK) dari industri makanan dan minuman (mamin)
sebesar Rp206,19 triliun pada kuartal I/2023. Nilai tersebut tumbuh 5,33%
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year
on year/yoy) sebesar Rp195,75 triliun. Pertumbuhan kinerja industri mamin
menjadi yang terbesar keempat di antara subsektor industri pengolahan
lainnya pada kuartal I/2023. Posisinya tepat di bawah industri barang
logam, logam dasar, dan alat angkutan yang masing-masing naik sebesar
12,78% (yoy), 15,51% (yoy), dan 17,27% (yoy). Menurut Kementerian
Perindustrian (Kemenperin), industri mamin tumbuh seiring melandainya
pandemi Covid-19 di tanah air. Terlebih, industri mamin termasuk
subsektor yang konsisten berada di level ekspansi berdasarkan Indeks
Kepercayaan Industri (IKI). Kendati, ekspor industri mamin terkontraksi
6,62% (yoy) pada kuartal I/2023. BPS mencatat, nilai ekspor industri
mamin turun menjadi US$10,22 miliar pada Januari-Maret 2023
dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar US$10,94 miliar.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 21
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Sebagai informasi, industri mamin merupakan salah satu subsektor dari
industri pengolahan. Industri ini berkontribusi sebesar 33,62% terhadap
PDB industri pengolahan pada kuartal I/2023.
2.3.5. Analisa Prospek Usaha Perseroan
Secara Makro ekonomi jangka pendek, prospek usaha di industri makanan
dan minuman dipengaruhi oleh faktor daya beli masyarakat, jumlah
supplier pembuat makanan dan minuman dan tentunya faktor kompetitif
antar supplier. Walaupun daya beli masyarakat Indonesia masih tergolong
kuat, dengan adanya Pandemi Covid19, ekonomi dan usaha di berbagai
industri nusantara cukup terpengaruh. Spesifik di Industri Makanan dan
minuman, pengaruh Pandemi pada perputaran penjualan juga bisa di
rasakan tetapi masih terkontrol, tergolong minimal dan akan segera
berakhir dengan adanya program vaksinasi masal yang didorong
pemerintah RI. Untuk jangka menengah sampai Panjang, Perseroan
menilai bahwa industri makanan dan minuman selalu akan menjadi
industri baku (staple industry) populer yang selalu berkembang seiring
perkembangan populasi, kenaikan pendapatan per kapita (Per Capita
Income) masyarakat dan perkembangan gaya hidup masyarakat baik
nasional maupun internasional.
Melihat dan menilai kondisi tersebut diatas. Perseroan telah menjalankan
strategi efektifitas, efisiensi dan inovasi. Strategi ini di terapkan dalam hal
penyediaan, pembelian dan seleksi bahan baku, kemasan, prosedur
proses pembuatan, peningkatan kinerja sumber daya manusia hingga
inovasi produk baru yang unik di pasaran dan didukung pengembangan
penjualan dengan cara penguatan jalur distribusi. Pemerintah RI
menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 5,8% year on
year (yoy). Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan didorong
faktor utama investasi dan ekspor. Demikian juga Perseroan berencana
akan menambah plant barunya di daerah Sumedang untuk menambah
kapasitas terpasang untuk produksi Biscuit dan Cracker guna memenuhi
permintaan pasar Lokal dan juga Ekspor. Pembangunan tersebut akan
dilaksanakan pada periode tahun akhir 2021 dan diperkirakan selesai akhir
2022. Perseroan pada saat ini bergerak di 4 (empat) Business Unit yaitu;
Biscuit dan Cracker, Wafer Roll, Coklat Meises dan Snack Puff.
Dalam target tahunan nya Perseroan berniat mengejar beberapa market
baru dengan growth yang tinggi yaitu dengan cara berinovasi di produk
yang sehat tapi lezat. Inovasi produk Perseroan mengarah kepada produk
yang unik dan bertema “wellness” (Kesehatan/kebugaran) yg belum ada di
pasaran. Dimulai dengan brand TRICKS. TRICKS merupakan produk
makanan ringan berbentuk biscuit crackers panggang unik dengan
kandungan kalori kurang dari 100 kalori per sachet, dan dibuat dengan
bahan dasar Kentang Asli. Produk ini sudah di luncurkan dan di terima
sangat baik oleh masyarakat dan telah membantu menaikkan pendapatan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 22
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Perseroan dengan signifikan. Tahun 2021, Perseroan berniat meluncurkan
beberapa produk inovasi baru lainnya seperti produk snack dengan
kandungan fiber dan protein yang tinggi, produk minuman yang dapat
mendukung daya tahan tubuh untuk menjawab tantanggan di era Covid-19
ini, sampai produk untuk kebutuhan khusus masyarakat seperti Gluten
Free, Vegetarian, dan Plant based food (makanan berbasis nabati).
Perkembangan Riset (Research and Development) menjadi salah satu
pilar perkembangan Perseroan yang akan di fokuskan di inovasi di
kategori makanan ringan sehat yang dapat dikonsumsi sektor masyarakat.
Perseroan percaya selama Perseroan memproduksi dan mendistribusikan
produknya dengan dukungan Teknologi dan data maka pertumbuhan
usaha akan stabil dan memuaskan. Sejak 2016 Perseroan telah menganut
Industrial 4.0 dan Data-Driven Decision Making (keputusan berdasarkan
data real yang di kumpulkan/diperoleh dari penggunaan teknologi).
Digitalisasi atas monitoring pengadaan barang atau supply chain juga
telah di implementasikan dengan baik di Perseroan. Dalam 5 tahun ini,
Perseroan terus menerus membangun teknologi pendukung dan
mengumpulkan data serta memperbaiki infrastruktur internal. Dimulai
dengan perbaikan standar pada bagian manajemen Accounting dan
Finance, diteruskan dengan pengembangan Aplikasi Sales tracking,
sampai ke perkembangan pembagian Distribusi didasarkan data pasar.
Mulai dari 2019, investasi dan implementasi Teknologi dan Informasi pun
sudah dilakukan di Departemen Sumber Daya Manusia untuk melakukan
seleksi, monitor dan pembagian insentif yang tepat sasaran.
Sampai tahun ini implementasi IT pada Operasional Produksi dan
Penggunaan Otomasi sedang di lakukan dengan tujuan supaya
Manajemen Perseroan dapat mengetahui dan memonitor seluruh
Perseroan dengan baik, cepat dan tepat waktu. Sampai saat ini Perseroan
secara aktif memakai berbagai aplikasi yang di buat in-house untuk selalu
mengarahkan dan memonitor aktifitas penjualan, pembelian, proses
seleksi, training, monitor KPI serta penghargaan untuk sumber daya
manusia secara digital, sampai dengan pemakaian Algorithm Based
Inventory and Stock Replenishment System yang membantu membaca
statistical pattern guna mengontrol dan mengestimasi kebutuhan dan
jumlah Bahan Baku, Finished Goods Delivery dan juga Production Control
and Planning. Perkembangan dalam hal efektifitas, efisiensi kerja dan hasil
kerja sangat di rasakan oleh Perseroan dengan pemakaian Data dan
Teknologi ini dan Perseroan bertekad untuk terus mengembangkan
perancangan dan implementasi aplikasi teknologi di industri ini untuk
meraih keunggulan di jangka pendek dan jangka panjang. Perseroan
percaya bahwa penggunaan Teknologi akan sangat membantu dan kritikal
dalam menganalisa prospek usaha dan bahkan akan menjadi masa depan
essensial di industri ini.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 23
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.3.6. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Penerbitan MTN dilakukan sebagai alternatif pendanaan yang
membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan proses pinjaman
dari bank. Adapun tujuan dari penerbitan MTN adalah untuk digunakan
sebagai modal kerja dan/atau belanja modal Perseroan. MTN diterbitkan
dengan syarat dan kondisi yang sama baik kepada pihak ketiga maupun
pihak terafiliasi yang berminat membeli MTN tersebut.
2.3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
Transaksi
Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah sebagai berikut :
• Seluruh dana hasil penerbitan MTN setelah dikurangi biaya-biaya
sehubungan dengan penerbitan MTN akan digunakan untuk modal
kerja yang terdiri antara lain untuk pembelian bahan baku, bahan
pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta biaya
overhead.
• Perseroan dapat menggunakan dana dari penerbitan MTN I Tahap I
untuk melakukan pengembangan perusahaan serta pengembangan
produk baru. Selain itu sebagian dana dari penerbitan MTN I Tahap I
juga digunakan untuk modal kerja yang dibutuhkan seiring dengan
peningkatan volume bisnis Perseroan.
Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah sebagai berikut :
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan,
KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara
lain biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai
serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian
hari.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 24
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.4. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan,
laba rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2018, 31
Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember
2022 dan limited review per 30 September 2023 disajikan sebagai berikut :
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan
Tabel 2.10. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah)
Historis Posisi Keuangan
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A Sept 2023A
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 2.165.806.642 2.235.313.408 2.019.298.339 27.222.189.697 679.172.081 558.075.044
Piutang usaha - neto IDR 23.795.076.734 91.146.491.141 72.325.906.961 47.459.301.806 16.234.443.234 62.455.708.600
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR - - - - - 226.842.088
Piutang pemegang saham IDR - - 43.150.000.000 -
Persediaan - neto IDR 79.758.293.301 32.431.188.245 36.227.368.941 69.112.719.888 104.265.502.286 117.918.651.376
Pajak dibayar dimuka IDR - - - 1.812.174.197 - 9.465.913.674
Beban dibayar dimuka dan uang muka IDR 789.422.718 921.072.808 16.627.375.894 45.437.245.817 2.969.795.202 10.627.228.440
Jumlah Aset Lancar IDR 106.508.599.395 126.734.065.602 170.349.950.135 191.043.631.405 124.148.912.803 201.252.419.222
Aset Tidak Lancar
Taksiran pengembalian pajak penghasilan IDR - - - - - 826.749.751
Aset pajak tangguhan - neto IDR 1.303.138.845 2.112.612.824 2.867.870.296 2.348.116.885 1.206.615.230 2.332.506.549
Aset tetap - neto IDR 54.424.885.692 69.183.780.900 70.039.755.647 81.349.506.096 122.241.274.509 126.208.618.647
Aset takberwujud IDR - - 569.800 - - 36.533.402
Uang muka pembelian aset tetap IDR - - - 46.413.600.000 73.514.800.000 73.514.800.000
Investasi pada entitas anak IDR - - - 6.768.000.000 28.768.000.000 -
Uang jaminan IDR - - - 425.646.818 412.500.000 425.400.000
Aset lain - lain IDR - 418.146.818 425.646.818 - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 55.728.024.537 71.714.540.542 73.333.842.561 137.304.869.799 226.143.189.739 203.344.608.349
JUMLAH ASET IDR 162.236.623.932 198.448.606.144 243.683.792.696 328.348.501.204 350.292.102.542 404.597.027.571
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek IDR - 85.497.500.000 82.539.428.404 85.458.079.767 113.507.035.899 166.443.377.464
Utang usaha IDR 17.604.324.169 23.781.737.759 68.575.426.886 69.044.039.796 61.271.657.077 67.020.740.887
Utang lain - lain IDR - - - - - 10.186.287.703
Utang pemegang saham IDR 7.600.000.000 - - - - -
Utang pajak IDR 694.288.095 1.562.811.661 1.404.311.734 2.371.202.075 1.358.441.653 1.279.576.847
Beban akrual IDR - 665.881.597 3.580.612.111 1.127.692.589 1.070.735.337 1.947.888.427
Uang muka penjualan IDR - - 100.000.000 191.354 4.951.819.551 3.826.460.494
Utang kepada pihak berelasi IDR 104.521.896.138 20.309.617.007 20.000.000.000 - - -
Uang jaminan pelanggan IDR - - - - - 388.919.834
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo setahun IDR
- Liabilitas sewa IDR - 1.548.976.623 1.674.329.194 - - 320.034.577
- Utang pembiayaan konsumen IDR - 204.692.400 103.934.800 17.851.978 - -
- Utang bank IDR - 7.427.161.045 8.630.817.154 8.309.502.781 6.930.974.820 6.318.181.297
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 130.420.508.402 140.998.378.092 186.608.860.283 166.328.560.340 189.090.664.337 257.731.467.530
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa - 5.610.443.391 3.936.114.197 - - 404.243.299
Utang pembiayaan konsumen - 123.937.741 17.905.531 - - -
Utang bank IDR - 19.756.688.002 18.355.679.071 13.436.214.753 6.894.060.532 2.301.032.757
Liabilitas imbalan kerja IDR 4.898.618.000 6.257.231.000 6.843.765.000 6.970.581.000 4.893.086.000 4.918.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 4.898.618.000 31.748.300.134 29.153.463.799 20.406.795.753 11.787.146.532 7.623.276.056
JUMLAH LIABILITAS IDR 135.319.126.402 172.746.678.226 215.762.324.082 186.735.356.093 200.877.810.869 265.354.743.586
EKUITAS
Modal saham IDR 21.250.000.000 21.250.000.000 21.250.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000
Tambahan modal disetor IDR - - - 84.926.788.060 84.926.788.060 73.273.779.573
Saldo laba IDR 5.667.497.530 4.822.536.668 7.943.309.644 1.868.904.501 8.190.472.183 7.432.636.529
Penghasilan (rugi) komprehensif lain IDR - (370.608.750) (1.271.841.030) (128.547.450) 1.351.031.430 3.597.545.515
Kepentingan non pengendali IDR - - - - - (7.677.632)
JUMLAH EKUITAS IDR 26.917.497.530 25.701.927.918 27.921.468.614 141.613.145.111 149.414.291.673 139.242.283.985
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 162.236.623.932 198.448.606.144 243.683.792.696 328.348.501.204 350.292.102.542 404.597.027.571
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 25
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
grafik berikut ini.
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah)
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Total aset Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp404,59 miliar mengalami
kenaikan sebesar 15,50% dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp350,29 miliar. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada piutang
usaha, persediaan, beban dibayar dimuka, aset tetap dan aset pajak
tangguhan. Total aset Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31
Desember 2022 adalah sebesar Rp350,29 miliar mengalami kenaikan
sebesar 6,68% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31
Desember 2021 yaitu sebesar Rp328,34 miliar. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada kas dan bank,
persediaan dan aset tetap pada tahun 2022. Berdasarkan perhitungan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total aset
Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 21,22% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp265,35 miliar mengalami
kenaikan sebesar 32,10% dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp200,87 miliar. Peningkatan
tersebut disebabkan oleh jumlah liabilitas jangka pendek terutama pada
utang bank jangka pendek, utang usaha dan utang lain – lain yang
mengalami kenaikan. Total liabilitas Perseroan untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp200,87 miliar
mengalami kenaikan sebesar 7,57% dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp186,73 miliar.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikain utang bank
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 26
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
jangka pendek dan uang muka penjualan. Berdasarkan perhitungan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total liabilitas
Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 10,38% per tahun.
• Total ekuitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp139,24 miliar mengalami
penurunan sebesar 6,81% % dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp149,41 miliar. Penurunan
tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya tambahan modal
disetor serta saldo laba. Total ekuitas Perseroan untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp149,241 miliar
mengalami kenaikan sebesar 5,51% dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp141,61 miliar.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan saldo
laba. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
tahun 2022, total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan rata-rata
53,49% per tahun.
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi
Tabel 2.11. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah)
Historis Laba Rugi
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A Sept 2023A
PENDAPATAN IDR 143.098.380.719 255.757.680.232 246.911.634.136 256.445.469.521 281.859.176.870 196.308.018.102
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (129.133.680.023) (243.726.512.859) (219.340.011.509) (235.164.375.937) (249.891.605.574) (140.830.940.487)
LABA KOTOR IDR 13.964.700.696 12.031.167.373 27.571.622.627 21.281.093.584 31.967.571.296 55.477.077.615
PENGHASILAN (BEBAN) USAHA
Beban penjualan IDR (179.138.451) (434.898.216) (445.477.082) (541.766.189) (930.847.205) (21.068.143.620)
Beban umum dan administrasi IDR (5.582.068.000) (6.263.023.760) (9.623.694.393) (9.693.421.783) (15.817.484.290) (25.618.363.785)
Penghasilan (beban) usaha lain-lain - neto IDR (682.310.941) (1.573.355.670) (2.351.491.888) 1.565.397.104 3.513.582.730 (2.299.783.986)
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (6.443.517.392) (8.271.277.646) (12.420.663.363) (8.669.790.868) (13.234.748.765) (48.986.291.391)
LABA USAHA IDR 7.521.183.304 3.759.889.727 15.150.959.264 12.611.302.716 18.732.822.531 6.490.786.224
Penghasilan keuangan IDR 14.679.758 3.435.141 - (10.180.202.909) (10.164.523.794) -
Beban keuangan IDR (7.070.146.483) (4.879.469.959) (11.502.729.360) (10.180.202.909) (10.164.523.794) (11.383.122.387)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR (7.055.466.725) (4.876.034.818) (11.502.729.360) (10.180.202.909) (10.164.523.794) (11.383.122.387)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 465.716.579 (1.116.145.091) 3.648.229.904 2.431.099.807 8.568.298.737 (4.892.336.163)
Beban pajak kini IDR 872.423.345 271.184.229 (527.456.928) (908.218.960) (1.522.546.520) (1.321.755.380)
Beban pajak tangguhan IDR - - - (197.285.991) (724.184.535) 418.256.128
LABA TAHUN BERJALAN IDR 1.338.139.924 (844.960.862) 3.120.772.976 1.325.594.856 6.321.567.682 (5.795.835.415)
Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
berikut ini:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 27
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Ribuan Rupiah)
• Pendapatan Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp196,30 miliar mengalami
penurunan sebesar 19,33% dibandingkan periode yang sama ditahun
2022 yaitu sebesar Rp243,35 miliar. Penurunan tersebut disebabkan
oleh menurunnya penjualan lokal yang cukup signifikan walaupun
penjualan ekspor meningkat. Pendapatan Perseroan untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp281,86 miliar
naik sebesar 9,91% dibandingkan dengan periode yang berakhir pada
31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp256,44 miliar. Berdasarkan
perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, penjualan
Perseroan mengalami kenaikan rata-rata 18,47% per tahun.
• Beban pokok penjualan (COGS) Perseroan rata-rata sebesar 87,75%
dari pendapatan.
• Laba kotor Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp55,47 miliar mengalami
penurunan sebesar 11,03% dibandingkan dengan periode yang sama
yang berakhir pada 30 September 2022 yaitu sebesar Rp62,35 miliar.
Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya penjualan, terutama
pada segmen penjualan barang lokal. Laba kotor Perseroan untuk
tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp31,96 miliar mengalami kenaikan sebesar 50,22% dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar
Rp21,28 miliar. Peningkatan tersebut terjadi karena Perseroan pada
tahun 2022 melakukan penjualan produk konverter kit, yang secara
memiliki marjin kotor lebih tinggi dibandingkan produk jenis lain.
Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 28
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
tahun 2022, laba kotor Perseroan mengalami penurunan rata-rata
23,00% per tahun.
• Laba usaha Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp6,49 miliar mengalami
penurunan sebesar 57,19% dibandingkan dengan periode yang sama
pada 30 September 2022 yaitu sebesar Rp15,16 miliar. Penurunan
tersebut terutama disebabkan oleh penurunan laba bruto di tengah
kenaikan beban usaha. Laba usaha Perseroan untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp18,73 miliar
mengalami kenaikan sebesar 48,54% dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp12,61 miliar.
Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
tahun 2022, laba usaha Perseroan mengalami penurunan rata-rata
25,63% per tahun.
• Rugi bersih Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp5,79 miliar berbanding
terbalik dibandingkan dengan periode yang sama pada 30 September
2022 dengan laba bersih sebesar Rp2,47 miliar. Penyebab Perseroan
mengalami kerugian disebabkan oleh penurunan laba usaha serta
kenaikan pada beban pajak. Laba bersih Perseroan untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp6,32 miliar
mengalami kenaikan sebesar 376,89% dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp1,32 miliar.
Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
tahun 2022, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan rata-rata
47,43% per tahun.
2.4.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan
Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2018, 31 Desember
2019, per 31 Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan
30 September 2023 dapat dilihat pada tabel berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 29
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Tabel 2.12. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah)
Historis Arus Kas
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A Sept 2023A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan IDR 164.005.618.761 186.807.807.114 264.233.759.603 283.318.775.915 318.035.663.639 196.279.234.598
Pembayaran kas kepada pemasok IDR (135.643.965.325) (187.879.066.709) (133.465.372.497) (299.337.246.933) (295.346.627.901) (112.200.886.222)
Pembayaran kas kepada karyawan IDR (1.675.021.415) (1.514.873.354) (66.633.480.638) (60.154.900.986) (35.631.142.552) (33.337.695.790)
Penerimaan kas dari pihak ketiga dan lainnya IDR (1.239.477.867) 466.230.305 4.937.228.477 (13.159.182.362) 7.405.380.236
Pembayaran beban usaha lainnya IDR - - - - - (31.667.420.327)
Pembayaran pajak penghasilan IDR (89.514.924) (189.005.829) (771.819.887) (1.348.247.631) (1.510.367.506) (1.352.371.286)
Penerimaan penghasilan keuangan IDR 14.679.758 3.435.141 - - - -
Pembayaran biaya keuangan IDR (7.070.146.483) (4.879.469.959) (11.502.729.360) (10.180.202.909) (10.164.523.794) (11.355.847.433)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 18.302.172.505 (7.184.943.291) 56.797.585.698 (100.861.004.906) (17.211.617.878) 6.365.013.540
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembayaran piutang pemegang saham IDR - - (43.150.000.000) - - -
Hasil penjualan aset tetap IDR - - 60.000.000 243.000.000 195.000.000 -
Pembayaran uang muka pembelian aset tetap IDR - - - 43.150.000.000 - -
Perolehan entitas anak IDR - - - (6.768.000.000) (22.000.000.000) -
Perolehan aset tetap IDR (263.309.100) (12.073.250.000) (8.211.199.732) (6.248.345.917) (7.636.821.710) (6.677.736.781)
Perolehan aset takberwujud IDR - (569.800) 569.800 - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (263.309.100) (12.073.250.000) (51.301.769.532) 30.377.223.883 (29.441.821.710) (6.677.736.781)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang lain - lain IDR - - - - - 1.794.000.000
Pembayaran utang pihak berelasi IDR (24.980.336.948) (84.212.279.131) (309.617.007) (20.000.000.000) - -
Pembayaran utang pemegang saham IDR 7.600.000.000 (7.600.000.000) - - - -
Pembayaran liabilitas sewa IDR - (1.870.000.000) (2.040.000.000) - - (205.450.002)
Penerimaan utang bank jangka pendek IDR - 103.570.160.000 127.079.300.000 36.240.000.000 36.240.000.000 275.885.986.373
Pembayaran utang bank jangka pendek IDR - (18.072.660.000) (130.037.371.596) (33.321.348.637) (8.191.043.868) (273.264.868.771)
Penerimaan utang bank jangka panjang IDR - 29.373.462.262 7.349.096.109 3.263.525.627 (10.126.994.221) -
Pembayaran utang bank jangka panjang IDR - (2.189.613.215) (7.546.448.931) (8.504.304.318) 2.206.312.039 (5.205.821.298)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen IDR - 328.630.141 (206.789.810) (103.988.351) (17.851.978) -
Penambahan modal disetor IDR - - - 108.189.000.000 - -
Pembayaran biaya emisi IDR - - - (6.580.711.940) - -
Penerimaan agio saham IDR - - - 17.014.500.000 - -
Pembayaran liabilitas sewa IDR - - - (510.000.000) - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (17.380.336.948) 19.327.700.057 (5.711.831.235) 95.686.672.381 20.110.421.972 (996.153.698)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 658.526.457 69.506.766 (216.015.069) 25.202.891.358 (26.543.017.616) (1.308.876.939)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 1.507.280.185 2.165.806.642 2.235.313.408 2.019.298.339 27.222.189.697 679.172.081
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 2.165.806.642 2.235.313.408 2.019.298.339 27.222.189.697 679.172.081 (629.704.858)
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 9
bulan yaitu 30 September 2023 sebesar Rp6,36 miliar. Arus kas masuk
diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas
keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji dan
upah dan pembayaran pajak penghasilan badan, dan beban biaya
keuangan. Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada
tahun 2022 sebesar negatif Rp17,21 miliar.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 9
bulan yaitu 30 September 2023 sebesar negatif Rp 6,67 miliar. Arus kas
keluar digunakan untuk Penambahan aset tetap. Jumlah kas bersih
yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2022 sebesar negatif
Rp29,44 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari hasil penjualan aset
tetap. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk Penambahan aset
tetap dan perolehan entitas anak.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada
periode 9 bulan yaitu 30 September 2023 sebesar Rp 996,15 juta. Arus
kas masuk diperoleh dari penerimaan utang bank jangka pendek dan
pembayaran utang lain - lain. Sedangkan arus kas keluar diperoleh dari
pembayaran liabilitas sewa, pembayaran utang jangka pendek dan
utang jangka panjang. Jumlah kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan di 2022 adalah sebesar Rp20,11 miliar.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 30
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
• Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada pada periode 9 bulan yaitu
30 September 2023 sebesar negatif Rp679,70 juta. Sedangkan jumlah
kas dan setara kas Perseroan pada tahun 2022 tercatat sebesar
Rp679,17 juta, lebih rendah tinggi 97,51% dibandingkan posisi awal
tahun yang tercatat sebesar Rp27,22 miliar.
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.13. Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2018A 2019A 2020A 2021A 2022A
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 0,82 0,90 0,91 1,15 0,66
- Quick Ratio (x) 0,21 0,67 0,72 0,73 0,11
- Working Capital to Total Asset Ratio (%) -20,76 -56,02 -45,64 -29,33 -53,12
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 6,01 2,81 3,41 5,40 17,36
- Fixed Asset Turnover (x) 2,63 3,70 3,53 3,15 2,31
- Total Asset Turnover (x) 0,88 1,29 1,01 0,78 0,80
- Sales To Current Asset Ratio (x) 1,34 2,02 1,45 1,34 2,27
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 83,41 87,05 88,54 56,87 57,35
- Total Debt to Equity Ratio (%) 502,72 672,12 772,75 131,86 134,44
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 9,76 4,70 11,17 8,30 11,34
- EBT Margin (%) 0,33 -0,44 1,48 0,95 3,04
- Net Profit Margin (%) 0,94 -0,33 1,26 0,52 2,24
- Return on Equity / ROE (%) 4,97 -3,29 11,18 0,94 4,23
- Return on Asset / ROA (%) 0,82 -0,43 1,28 0,40 1,80
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut :
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam
jangka pendek (pada saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31
Desember 2022 sebesar 0,66 kali yang menunjukkan bahwa Perseroan
kurang mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek.
Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31 Desember 2022 adalah sebesar
0,11. Hal ini menunjukkan perusahaan tidak mampu dalam menggunakan
aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 31
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
dan laba usaha. Per 31 Desember 2022 Total asset turnover (perputaran
aset) 0,80 x, sedangkan sales to current assets ratio 2,27 x.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang
atas modal Perseroan pada per 31 Desember 2022 sebesar 134,44
persen yang menunjukkan bahwa total liabilitas Perseroan lebih besar dari
ekuitas Perseroan sehingga seluruh kewajiban Perseroan belum mampu
ditutupi oleh ekuitas. Sementara itu Debt to Total Asset Ratio per 31
Desember 2022 sebesar 57,35 persen yang menunjukkan bahwa
perbandingan antara total utang dengan total aktiva dimana total aset
yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh kewajiban perusahaan.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan
jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset
(ROA) Perseroan per 31 Desember 2022 sebesar 1,80 persen. Return on
Equity (ROE) Perseroan adalah sebesar 4,23 pada 31 Desember 2022.
Net Profit Margin (NPM) Perseroan sebesar 2,24 persen yang
menunjukkan bahwa Perseroan mampu untuk menghasilkan laba.
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi Penerbitan MTN yang diperoleh dari manajemen Perseroan;
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum
Rencana Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada
31 Desember 2027.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 32
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 171.293 183.380 247.901 314.166 388.548
Aset Tidak Lancar 232.108 239.318 225.462 210.959 204.434
Total Aset 403.401 422.698 473.363 525.125 592.982
Liabilitas J. Pendek 194.594 209.647 220.046 218.407 208.607
Liabilitas J. Panjang 56.151 24.399 11.066 - -
Total Liabilitas 250.745 234.046 231.112 218.407 208.607
Total Ekuitas 152.656 188.652 242.251 306.718 384.375
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 mengalami
peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,10% per tahun.
Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan bank,
piutang usaha, persediaan, aset lancar lainnya dan aset tidak lancar
lainnya.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 0,76% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan utang usaha Perseroan.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 20,80% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan
oleh adanya kenaikan saldo laba Perseroan.
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada
31 Desember 2027.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 33
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 202.268 213.095 276.356 341.361 414.483
Aset Tidak Lancar 232.108 239.318 225.462 215.264 209.998
Total Aset 434.376 452.413 501.817 556.625 624.482
Liabilitas J. Pendek 194.594 209.647 220.046 218.407 208.607
Liabilitas J. Panjang 87.126 54.114 39.521 31.500 31.500
Total Liabilitas 281.720 263.761 259.567 249.907 240.107
Total Ekuitas 152.656 188.652 242.251 306.718 384.375
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas setelah Rencana
Transaksi, diperkirakan total aset Perseroan tahun 2023 sampai dengan
tahun 2027 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 12,26% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan kas dan bank, piutang usaha, persediaan, aset lancar lainnya
dan aset tidak lancar lainnya.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 3,63% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan utang usaha Perseroan serta adanya utang jangka panjang
kepada investor.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 20,80% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan
oleh adanya kenaikan saldo laba Perseroan.
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun
oleh Perseroan untuk periode 2023-2027.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
Penerbitan MTN.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Rencana Transaksi adalah 28,94% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 72,14% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 34
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 54,39% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Pertumbuhan laba sebelum pajak rata-rata CAGR sebesar 63,32% per
tahun selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 65,15% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 7,38% pertahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
Transaksi:
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 365.225 516.179 691.692 832.742 1.004.712
Beban Pokok
-264.495 -371.956 -498.471 -600.198 -724.304
Penjualan
Laba Kotor 100.730 144.223 193.222 232.544 280.408
Laba Sebelum Pajak 31.338 46.149 68.717 82.650 99.560
Beban Pajak -6.894 -10.153 -15.118 -18.183 -21.903
Laba Bersih Tahun
24.443 35.996 53.599 64.467 77.657
Berjalan
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun
oleh Perseroan untuk periode 2023-2027.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi
Penerbitan MTN.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
Rencana Transaksi adalah 28,94% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 72,14% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 54,39% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Pertumbuhan laba sebelum pajak rata-rata CAGR sebesar 63,32% per
tahun selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 65,15% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 7,38% pertahun
selama masa proyeksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 35
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana
Transaksi:
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 365.225 516.179 691.692 832.742 1.004.712
Beban Pokok
-264.495 -371.956 -498.471 -600.198 -724.304
Penjualan
Laba Kotor 100.730 144.223 193.222 232.544 280.408
Laba Sebelum Pajak 31.338 46.149 68.717 82.650 99.560
Beban Pajak -6.894 -10.153 -15.118 -18.183 -21.903
Laba Bersih Tahun
24.443 35.996 53.599 64.467 77.657
Berjalan
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama
masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari
14.797 803 32.897 37.672 42.596
Aktivitas Operasi
Arus Kas Dari
- -13.781 -3.937 - -
Aktivitas Investasi
Arus Kas Dari
-13.946 -15.894 -15.221 -24.371 -32.671
Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
1.867 2.717 -26.155 -12.417 884
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
2.717 -26.155 -12.417 884 48.547
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 36
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan setelah Rencana Transaksi selama
masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari Aktivitas
14.797 803 32.897 37.672 42.596
Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas
- -13.781 -3.937 - -
Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
17.029 -17.154 -16.481 -25.631 -33.931
Pendanaan
Kas dan Setara Kas
1.867 33.692 3.560 16.038 28.079
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
33.692 3.560 16.038 28.079 36.744
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
periode tertentu.
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut
sebagai berikut :
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 0,88 0,87 1,13 1,44 1,86
- Quick Ratio (x) 0,43 0,44 0,66 0,87 1,15
- Working Capital to Total Asset
34,22 42,34 46,34 50,26 53,66
Ratio (%)
Rasio Aktivitas
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 37
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027
- Inventory Turnover (x) 6,08 5,62 5,62 5,62 5,62
- Fixed Asset Turnover (x) 1,57 2,16 3,07 4,09 5,52
- Total Asset Turnover (x) 0,91 1,22 1,46 1,59 1,69
- Sales To Current Asset Ratio (x) 2,13 2,81 2,79 2,65 2,59
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 62,16 55,37 48,82 41,59 35,18
- Total Debt to Equity Ratio (%) 164,26 124,06 95,40 71,21 54,27
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 27,58 27,94 27,93 27,93 27,91
- EBT Margin (%) 8,58 8,94 9,93 9,93 9,91
- Net Profit Margin (%) 6,69 6,97 7,75 7,74 7,73
- Return on Equity / ROE (%) 16,01 19,08 22,13 21,02 20,20
- Return on Asset / ROA (%) 6,06 8,52 11,32 12,28 13,10
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu
rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio
lancar Perseroan selama masa proyeksi adalah 1,41 x. Sedangkan, rata-
rata rasio cepat Perseroan adalah 0,84 x. Hal ini menunjukkan bahwa
perusahaan cukup mampu untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya
selama masa proyeksi.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya.
Semua rasio aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat
penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator
dalam mengukur rasio aktivitas. Rata – rata total aset turnover (perputaran
aset) selama masa proyeksi adalah 1,43 kali dan sales to current assets
ratio sebesar 2,56 kali. Hal ini menunjukkan Perseroan cukup mampu
menerapkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan dana terhadap
aktiva.
Rasio Solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua
indikator, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap
jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap
jumlah ekuitas. Rata-rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Rencana
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 38
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Transaksi Perseroan selama masa proyeksi adalah 92,56%. Sedangkan
rata-rata Debt to Asset Ratio selama masa proyeksi adalah 45,79%.
Liabilitas Perseroan lebih kecil jika dibandingkan dengan total ekuitas
sehingga hal menunjukkan secara proporsional wajar.
Rasio Profitabilitas
Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA
selama masa proyeksi adalah 10,77%. Sementara Return on Equity (ROE)
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi -
19,66%. Selanjutnya adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun
rata-rata NPM Perseroan selama masa proyeksi adalah 7,44%. Hal ini
menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,04 1,02 1,26 1,56 1,99
- Quick Ratio (x) 0,59 0,58 0,79 1,00 1,27
- Working Capital to Total Asset
31,78 39,56 43,71 47,42 50,96
Ratio (%)
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 4,20 5,63 6,75 6,75 6,75
- Fixed Asset Turnover (x) 1,57 2,16 3,07 4,09 5,52
- Total Asset Turnover (x) 0,84 1,14 1,38 1,50 1,61
- Sales To Current Asset Ratio (x) 1,81 2,42 2,50 2,44 2,42
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 64,86 58,30 51,73 44,90 38,45
- Total Debt to Equity Ratio (%) 184,55 139,81 107,15 81,48 62,47
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 27,58 27,94 27,93 27,91 27,91
- EBT Margin (%) 8,58 8,94 9,93 9,93 9,91
- Net Profit Margin (%) 6,69 6,97 7,75 7,74 7,73
- Return on Equity / ROE (%) 16,01 19,08 22,13 21,02 20,20
- Return on Asset / ROA (%) 5,63 7,96 10,68 11,58 12,44
Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Debt To Equity
Ratio meningkat dari 92,56% menjadi 103,60%. Sedangkan rata rata Debt
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 39
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
to Aset Ratio mengalami perubahan dari 45,79% sebelum ada Rencana
Transaksi menjadi rata-rata sebesar 48,30% setelah Rencana Transaksi.
Sementara itu dampak terhadap penurunan rata-rata Return on Asset
Perseroan menjadi meningkat dari 10,77% menjadi 10,27%.
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi Penerbitan MTN yang dipersiapkan oleh
manajemen Perseroan dan telah direview oleh Kantor Akuntan Publik
Anwar dan Rekan.
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan
adanya penerbitan MTN sebagai berikut:
Tabel 2.22. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)
Proforma
Audited Transaksi Setelah
Penyesuian
KETERANGAN 30 September Penerbitan MTN
Proforma
2023 30 September
2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 558.075.044 30.852.960.000 31.411.035.044
Piutang usaha
- Pihak berelasi - - -
- Pihak ketiga 62.455.708.600 - 62.455.708.600
Piutang lain – lain
- Pihak berelasi - - -
- Pihak ketiga 226.842.088 - 226.842.088
Piutang pemegang saham - - -
Persediaan 117.918.651.376 - 117.918.651.376
Pajak dibayar dimuka 9.465.913.674 - 9.465.913.674
Beban dibayar dimuka 6.189.304.741 - 6.189.304.741
Uang muka 4.437.923.702 - 4.437.923.702
Jumlah Aset Lancar 201.252.419.225 30.852.960.000 232.105.379.225
Aset Tidak Lancar
Taksiran pengembalian pajak
826.749.751 - 826.749.751
penghasilan
Aset pajak tangguhan 2.323.506.549 - 2.323.506.549
Aset tetap – bersih 126.208.618.647 - 126.208.618.647
Aset takberwujud - bersih 36.533.402 - 36.533.402
Advance received 73.514.800.000 - 73.514.800.000
Uang jaminan 425.400.000 - 425.400.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 203.344.608.349 - 203.344.608.349
TOTAL ASET 404.597.027.574 30.852.960.000 435.449.987.574
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 40
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Proforma
Audited Transaksi Setelah
Penyesuian
KETERANGAN 30 September Penerbitan MTN
Proforma
2023 30 September
2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 166.443.377.464 - 166.443.377.464
Utang usaha
- Pihak ketiga 67.020.740.887 - 67.020.740.887
Utang lain - lain
- Pihak ketiga 10.186.287.703 - 10.186.287.703
Utang pajak 1.279.576.847 - 1.279.576.847
Beban akrual 1.947.888.417 - 1.947.888.417
Uang muka penjualan 3.826.460.494 - 3.826.460.494
Uang jaminan pelanggan 388.919.834 - 388.919.834
Liabilitas sewa 320.034.577 - 320.034.577
Utang bank jangka panjang 6.318.181.297 - 6.318.181.297
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 257.731.467.520 - 257.731.467.520
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang 2.301.032.757 - 2.301.032.757
Utang Medium Term Note - 30.852.960.000 30.852.960.000
Liabilitas sewa 404.243.299 - 404.243.299
Liabilitas imbalan kerja jangka
4.918.000.000 - 4.918.000.000
panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7.623.276.056 30.852.960.000 38.476.236.056
JUMLAH LIABILITAS 265.354.743.576 30.852.960.000 296.207.703.576
EKUITAS
Modal saham 54.946.000.000 - 54.946.000.000
Tambahan modal disetor 73.273.779.573 - 73.273.779.573
Saldo laba 7.432.636.575 - 7.432.636.575
Penghasilan komprehensif lain 3.597.545.515 - 3.597.545.515
Kepentingan non pengendali -7.677.665 - -7.677.665
Jumlah Ekuitas 139.242.283.998 - 139.242.283.998
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 404.597.027.998 30.852.960.000 435.449.987.574
Sumber : Laporan Proforma dari Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada:
1. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan Perseroan diambil dari Laporan
Keuangan Perseroan pada tanggal 30 September 2023 yang telah
diaudit.
2. Penyesuaian dilakukan dengan asumsi bahwa Penerbitan Medium
Term Notes (MTN) Perusahaan telah berlangsung dan Penggunaan
Dana telah dilaksanakan sesuai dengan rencana Transaksi.
3. Penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar
Rp30.852.960.000,00 timbul dari jurnal debit penerima kas tunai akibat
Rencana Transaksi Penerbitan MTN Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 41
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
4. Penyesuaian atas akun utang Medium Term Notes sebesar
Rp30.852.960.000,00 yang timbul dari jurnal kredit akibat Rencana
Transaksi penerbitan MTN yang menyebabkan liablitas Perseroan
bertambah.
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
Tabel 2.23. Proforma Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah)
Proforma
Transaksi Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Penerbitan MTN
30 September 2023 Proforma
30 September
2023
PENDAPATAN - NETO 196.308.018.102 - 196.308.018.102
BEBAN POKOK PENJUALAN -140.830.940.487 - -140.830.940.487
LABA BRUTO 55.477.077.615 - 55.477.077.615
Beban penjualan -21.068.143.620 - -21.068.143.620
Beban umum dan administrasi -25.618.363.785 - -25.618.363.785
Penghasilan usaha lainnya - neto -2.299.783.977 - -2.299.783.977
LABA USAHA 6.490.786.233 - 6.490.786.233
Penghasilan keuangan - - -
Biaya keuangan -11.383.122.388 - -11.383.122.388
LABA SEBELUM PAJAK -4.892.336.155 - -4.892.336.155
Beban pajak kini -1.321.755.380 - -1.321.755.380
Beban pajak tangguhan 418.256.129 - 418.256.129
LABA NETO TAHUN BERJALAN -903.499.251 - -903.499.251
Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, sehingga
proforma laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari
Penerbitan Medium Term Notes (MTN).
2.4.6. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami
juga melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal
antara lain sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
keuangan Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
nilai Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 42
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami
juga melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan
membandingkan proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas
Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
Total Aset
Sebelum Transaksi 403.401 422.698 473.363 525.125 592.982
Setelah Transaksi 434.376 452.413 501.817 556.625 624.482
Selisih 30.975 29.715 28.454 31.500 31.500
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 250.745 234.046 231.112 218.407 208.607
Setelah Transaksi 281.720 263.761 259.567 249.907 240.107
Selisih 30.975 29.715 28.454 31.500 31.500
Total Ekuitas
Sebelum Transaksi 152.656 188.652 242.251 306.718 384.375
Setelah Transaksi 152.656 188.652 242.251 306.718 384.375
Selisih - - - - -
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp403,40
miliar pada tahun 2023 menjadi Rp592,98 miliar pada tahun 2027.
Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp434,37 miliar pada tahun 2023 menjadi
Rp624,48 miliar pada tahun 2027.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp250,74 miliar pada tahun 2023 menjadi
Rp208,60 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp281,72 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp240,10 miliar pada tahun
2027.
Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp152,65 miliar pada tahun 2023 menjadi
Rp384,37 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp152,65 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp384,37 miliar pada tahun
2027.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 43
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan dana sehingga kas dan total aset akan bertambah
yang dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
akan datang.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan
membandingkan laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana
Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
Pendapatan
Sebelum Rencana
365.225 516.179 691.692 832.742 1.004.712
Transaksi
Setelah Transaksi 365.225 516.179 691.692 832.742 1.004.712
Selisih - - - - -
Beban Pokok
Penjualan
Sebelum Transaksi -264.495 -371.956 -498.471 -600.198 -724.304
Setelah Transaksi -264.495 -371.956 -498.471 -600.198 -724.304
Selisih - - - - -
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 100.730 144.223 193.222 232.544 280.408
Setelah Transaksi 100.730 144.223 193.222 232.544 280.408
Selisih - - - - -
Laba Sebelum Pajak
Sebelum Transaksi 31.338 46.149 68.717 82.650 99.560
Setelah Transaksi 31.338 46.149 68.717 82.650 99.560
Selisih - - - - -
Laba Bersih Tahun
Berjalan
Sebelum Transaksi 24.443 35.996 53.599 64.467 77.657
Setelah Transaksi 24.443 35.996 53.599 64.467 77.657
Selisih - - - - -
Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi
Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah
pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp1.205,65 miliar pada
tahun 2027.
Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp24,44 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 44
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp24,44 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027.
Tidak terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan setelah Rencana
Transaksi.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, walaupun Perseroan tidak
memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 31 Desember 2027.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dilihat dengan membandingkan arus
kas Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
Kas dari Aktivitas
Operasi
Sebelum Transaksi 14.797 803 32.897 37.672 42.596
Setelah Transaksi 14.797 803 32.897 37.672 42.596
Selisih - - - - -
Kas dari Aktivitas
Investasi
Sebelum Transaksi - -13.781 -3.937 - -
Setelah Transaksi - -13.781 -3.937 - -
Selisih - - - - -
Kas dari Aktiivitas
Pendanaan
Sebelum Transaksi -13.946 -15.894 -15.221 -24.371 -32.671
Setelah Transaksi 17.029 -17.154 -16.481 -25.631 -33.931
Selisih 30.975 -1.260 -1.260 -1.260 -1.260
Kas Awal Tahun
Sebelum Transaksi 1.867 2.717 -26.155 -12.417 884
Setelah Transaksi 1.867 33.692 3.560 16.038 28.079
Selisih - 30.975 29.715 28.455 27.195
Kas Akhir Tahun
Sebelum Transaksi 2.717 -26.155 -12.417 884 48.547
Setelah Transaksi 33.692 3.560 16.038 28.079 36.744
Selisih 30.975 29.715 28.455 27.195 -11.803
Berdasarkan tabel diatas, terdapat perbedaan cukup signifikan arus kas
Perseroan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya Rencana
Transaksi yaitu pada arus kas aktivitas pendanaan dan kas akhir tahun
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 45
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
menjadi meningkat yang menunjukkan bahwa dengan adanya Rencana
Transaksi maka penerimaan lebih besar daripada pengeluaran.
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Penerbitan MTN tetapi tidak
terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi untuk notaris,
penasehat hukum, sekuritas dan lainnya.
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
• Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan saat ini adalah menjalankan
usaha di bidang Industri Produk Biskuit dan produk roti kering lainnya
industri produk makanan ringan (cookies, cracker, kue kering) baik yang
manis, asin ataupun gurih. Menjalankan kegiatan usaha dibidang
Industri Makanan dari Cokelat, mencakup usaha pembuatan segala
macam makanan yang bahan utamanya dari cokelat seperti cokelat dan
gula-gula dari cokelat dan pembuatan segala macam caramel, cachous,
nougat, fondant dan cokelat putih. Menjalankan kegiatan usaha
dibidang Perdagangan Besar Makanan ringan mencakup usaha
perdagangan besar makanan ringan lainnya, seperti biskuit,
Confectionary, Wafer Stick, dan Snack Extrudat.
Berikut adalah produk – produk yang dihasilkan Perseroan :
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 46
Page 81
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Sumber : Prospektus Perseroan (diolah)
• Keunggulan Kompetetif
Dalam kegiatan usahanya sebagai pembuat makanan ringan Perseroan
memiliki 3 Keunggulan Kompetitif yaitu:
Kemampuan R&D
Perseroan sangat memperhatikan kebutuhan dan keinginan dari
customer. Perseroan memiliki kemampuan R&D untuk menciptakan
produk-produk terbaru yang unik serta inovatif serta sehat untuk
konsumen seperti contohnya salah satu blockbuster produk baru
Perseroan bermerk TRICKS yang dalam pengolahannya tidak di goreng
serta memiliki kalori kurang dari 100 cal setiap sachet kemasannya, dan
memiliki rasa otentik Asia. Produk ini menjawab permintaan pasar untuk
produk enak dan sehat. Kedepannya, Perseroan berencana untuk
meluncurkan 2 (dua) merk dan konsep baru setiap tahun nya.
Investasi Bidang Teknologi
Berhubungan dengan Produk inovatif di atas, keunggulan kompetitif
kedua yang menjadi kunci perbedaan Perseroan dengan perusahaan
pembuat makanan ringan yang lain adalah, investasi di bidang teknologi
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 47
Page 82
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
yang sudah di lakukan. Hal tersebut memungkinkan Perseroan dalam
pengumpulan dan pemakaian data sebagai bahan utama pengambil
keputusan sehingga keputusan dapat di buat ringkas, cepat dan tepat
sasaran.
• Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT
Mayora Indah Tbk, PT Kino Indonesia Tbk, PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dan PT Siantar Top
Tbk.
• Strategi Usaha
Berikut merupakan strategi usaha yang akan dilakukan Perseroan
dalam meningkatkan kinerja usaha dan bisnis, diantaranya:
1) Inovasi Produk Baru
Sebagai salah satu keunggulan Perseroan yaitu di dalam hal Riset
produk baru. Dengan riset yang baik, maka produk dengan konsep
baru yang telah di test market akan di luncurkan setiap tahun
secara berkala untuk selalu meng-update, mengingatkan (reminder)
dan menggairahkan pasar dengan produk-produk baru. Inovasi dan
konsep/produk baru ini pada akhirnya akan mengembangkan merk
Perseroan secara luas.
2) Inovasi Produk Baru Pengamatan dan Investasi di sektor
makanan/minuman Kesehatan, serta Plant-based food (makanan
berbasis nabati)
Perseroan memiliki kepercayaan bahwa makanan/minuman
kesehatan serta makanan/minuman berbasis nabati adalah masa
depan dari industri ini dalam 5 – 10 tahun kedepan. Perseroan juga
percaya bahwa industri-industri ini akan berkembang pesat paska
masa pandemi Covid. Karena itu, Perseroan akan terus mengamati,
meriset dan mencari kesempatan untuk berinvestasi di sub-segmen
industri yang akan sangat menguntungkan dengan volume market
yang besar dan terus berkembang ini.
3) Peningkatan dan Perubahan Distribusi, Marketing dan Retail e-
Channel
Perkembangan Industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods)
tidak terlepas dari perkembangan di industri distribusi dan logistik.
Pandemi COVID mendorong perubahan cepat pada semua industri
tidak terkecuali industri makanan/minuman ringan untuk menjadi
lebih gesit dalam adopsi di channel distribusi
eRetailing/eCommerce. Perseroan sejak 2-3 tahun lalu telah
memulai investasinya di pasar eCommerce dan eMarket Platform
dengan membuat produk-produk dengan kemasan yang cocok
untuk di distribusikan di pasar-pasar ecommerce tersebut dan juga
memakai jasa-jasa influencer sosial media untuk marketing.
Perseroan percaya tingkat pertumbuhan yang tinggi akan terjadi di
Distribusi, Marketing dan Retail eCommerce, karena itu akan terus
meningkatkan perhatian nya terhadap channel marketing/sales ini
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 48
Page 83
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
kedepan nya dengan membuat produk-produk yang spesifik untuk
channel ini guna lebih meningkatkan gairah masyarakat terhadap
produk perseroan.
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
Rencana Transaksi dan nilai Rencana Transaksi adalah dilakukan oleh
Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif
lain dari Rencana Transaksi yang dilakukan dengan pihak lain.
Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes PT
Jaya Swarasa Agung Tbk I tahun 2023 dan Penunjukan Agen Pemantau
serta Arranger.
2.4.6.5. Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah
dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai
tambah bagi Perseroan.
2.5. Analisis Kewajaran Harga Transaksi
Analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu
transaksi dengan kupon atas Medium Term Notes yang diterbitkan oleh
Perseroan dengan Yield pasar atas MTN perusahaan lain yang memiliki
rating sama.
2.5.1. Kupon Medium Term Notes Perseroan
Berdasarkan draft Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes USD I PT
Jaya Swarasa Agung Tbk tahun 2023 dan Penunjukan Agen Pemantau
serta Arranger diketahui bahwa Perseroan menerbitkan MTN dengan
jumlah sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau
setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus
enam puluh dua juta Rupiah) dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun dan
Bunga MTN sebesar 4,00% (empat persen) per tahun.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 49
Page 84
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
2.5.2. Yield Pasar atas MTN Perusahaan Lain
Tabel 2.27. Yield Pasar MTN I Perusahaan Lain
No. Nama Perusahaan Penerbit Jumlah Bunga (Interest)
1. PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills USD 3.100.000 7,00%
2. PT Suparma Tbk USD 4.000.000 5,50%
3. PT Mahaghora USD 10.000.000 2,00%
4. PT ALP Petro Industry USD 6.000.000 4,12%
Sumber : KSEI
Berdasarkan Yield MTN perusahaan pembanding di atas diketahui bahwa
Yield MTN I perusahaan dengan menggunakan USD berada pada rentang
2,00% - 7,00%.
2.5.3. Perbandingan Kupon atas Medium Term Notes yang diterbitkan oleh
Perseroan dengan Yield pasar atas MTN perusahaan lain yang dimiliki
rating sama
Kupon Rencana Transaksi Perseroan yaitu sebesar 4,0%. Sementara itu
Yield Pasar MTN I USD berkisar 2,00% - 7,00%. Dengan demikian, kupon
Rencana Transaksi Perseroan berada dalam rentang Yield Pasar.
2.6. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana
Transaksi Penerbitan MTN bukan merupakan transaksi afiliasi karena
tidak ada hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi
maupun hubungan dewan komisaris antara pihak calon pembeli dengan
Perseroan. Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaiamana
yang diatur pada POJK 17/2020.
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu penerbitan MTN maka
Perseroan akan mendapatkan modal dengan beban bunga pinjaman
yang relatif lebih rendah. Selain itu, Perseroan akan menjadikan
sebagai modal kerja Perseroan sehingga Perseroan bisa
mempersiapkan bahan baku di tengah kondisi kenaikan harga bahan
baku, bahan pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta
biaya overhead.
• Apabila Rencana Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal
kerja, Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana lain
yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding Rencana Transaksi.
• Keuntungan transaksi yaitu seluruh dana hasil penerbitan MTN setelah
dikurangi biaya-biaya sehubungan dengan penerbitan MTN akan
digunakan untuk modal kerja yang terdiri antara lain untuk pembelian
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 50
Page 85
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
bahan baku, bahan pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan,
serta biaya overhead. Perseroan dapat menggunakan dana dari
penerbitan MTN I Tahap I untuk melakukan pengembangan
perusahaan serta pengembangan produk baru. Selain itu sebagian
dana dari penerbitan MTN I Tahap I juga digunakan untuk modal kerja
yang dibutuhkan seiring dengan peningkatan volume bisnis Perseroan.
• Sementara itu kerugian Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan
hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
Perseroan memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana
Perseroan melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi
keuangan dan meningkatkan daya saing adalah wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan
mengalami peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta
dapat meningkatkan jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian
Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
• Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Debt To Equity
Ratio meningkat dari 92,56% menjadi 103,60%. Sedangkan rata rata
Debt to Aset Ratio mengalami perubahan dari 45,79% sebelum ada
Rencana Transaksi menjadi rata-rata sebesar 48,30% setelah Rencana
Transaksi. Sementara itu dampak terhadap penurunan rata-rata Return
on Asset Perseroan menjadi meningkat dari 10,77% menjadi 10,27%.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, yaitu
penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar
Rp30.852.960.000,00 timbul dari jurnal debit penerima kas tunai akibat
Rencana Transaksi Penerbitan MTN Perseroan. Penyesuaian atas
akun utang Medium Term Notes sebesar Rp30.852.960.000,00 yang
timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi penerbitan MTN yang
menyebabkan liablitas Perseroan bertambah.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, sehingga
proforma laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari
Penerbitan MTN.
• Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp403,40
miliar pada tahun 2023 menjadi Rp592,98 miliar pada tahun 2027.
Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp434,37 miliar pada tahun
2023 menjadi Rp624,48 miliar pada tahun 2027. Proyeksi jumlah
liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp250,74 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp208,60 miliar
pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp281,72
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 51
Page 86
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
miliar pada tahun 2023 menjadi Rp240,10 miliar pada tahun 2027.
Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp152,65 miliar pada tahun 2023
menjadi Rp384,37 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah
ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp152,65 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp384,37 miliar
pada tahun 2027.
• Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023
menjadi Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi
jumlah pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi
Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027. Proyeksi laba bersih Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp24,44
miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027.
Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp24,44 miliar pada tahun
2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027. Tidak terdapat
perubahan pada laba bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, terdapat perbedaan cukup signifikan
arus kas Perseroan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya
Rencana Transaksi yaitu pada arus kas aktivitas pendanaan dan kas
akhir tahun menjadi meningkat yang menunjukkan bahwa dengan
adanya Rencana Transaksi maka penerimaan lebih besar daripada
pengeluaran.
• Kupon Rencana Transaksi Perseroan yaitu sebesar 4,0%. Sementara
itu Yield Pasar MTN I USD berkisar 2,00% - 7,00%. Dengan demikian,
kupon Rencana Transaksi Perseroan berada dalam rentang Yield
Pasar.
Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”) 52
Page 87
LAMPIRAN
Page 88
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 01
Historis Posisi Keuangan
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A Sept 2023A
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 2.165.806.642 2.235.313.408 2.019.298.339 27.222.189.697 679.172.081 558.075.044
Piutang usaha - neto IDR 23.795.076.734 91.146.491.141 72.325.906.961 47.459.301.806 16.234.443.234 62.455.708.600
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR - - - - - 226.842.088
Piutang pemegang saham IDR - - 43.150.000.000 -
Persediaan - neto IDR 79.758.293.301 32.431.188.245 36.227.368.941 69.112.719.888 104.265.502.286 117.918.651.376
Pajak dibayar dimuka IDR - - - 1.812.174.197 - 9.465.913.674
Beban dibayar dimuka dan uang muka IDR 789.422.718 921.072.808 16.627.375.894 45.437.245.817 2.969.795.202 10.627.228.440
Jumlah Aset Lancar IDR 106.508.599.395 126.734.065.602 170.349.950.135 191.043.631.405 124.148.912.803 201.252.419.222
Aset Tidak Lancar
Taksiran pengembalian pajak penghasilan IDR - - - - - 826.749.751
Aset pajak tangguhan - neto IDR 1.303.138.845 2.112.612.824 2.867.870.296 2.348.116.885 1.206.615.230 2.332.506.549
Aset tetap - neto IDR 54.424.885.692 69.183.780.900 70.039.755.647 81.349.506.096 122.241.274.509 126.208.618.647
Aset takberwujud IDR - - 569.800 - - 36.533.402
Uang muka pembelian aset tetap IDR - - - 46.413.600.000 73.514.800.000 73.514.800.000
Investasi pada entitas anak IDR - - - 6.768.000.000 28.768.000.000 -
Uang jaminan IDR - - - 425.646.818 412.500.000 425.400.000
Aset lain - lain IDR - 418.146.818 425.646.818 - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 55.728.024.537 71.714.540.542 73.333.842.561 137.304.869.799 226.143.189.739 203.344.608.349
JUMLAH ASET IDR 162.236.623.932 198.448.606.144 243.683.792.696 328.348.501.204 350.292.102.542 404.597.027.571
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek IDR - 85.497.500.000 82.539.428.404 85.458.079.767 113.507.035.899 166.443.377.464
Utang usaha IDR 17.604.324.169 23.781.737.759 68.575.426.886 69.044.039.796 61.271.657.077 67.020.740.887
Utang lain - lain IDR - - - - - 10.186.287.703
Utang pemegang saham IDR 7.600.000.000 - - - - -
Utang pajak IDR 694.288.095 1.562.811.661 1.404.311.734 2.371.202.075 1.358.441.653 1.279.576.847
Beban akrual IDR - 665.881.597 3.580.612.111 1.127.692.589 1.070.735.337 1.947.888.427
Uang muka penjualan IDR - - 100.000.000 191.354 4.951.819.551 3.826.460.494
Utang kepada pihak berelasi IDR 104.521.896.138 20.309.617.007 20.000.000.000 - - -
Uang jaminan pelanggan IDR - - - - - 388.919.834
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo setahun IDR
- Liabilitas sewa IDR - 1.548.976.623 1.674.329.194 - - 320.034.577
- Utang pembiayaan konsumen IDR - 204.692.400 103.934.800 17.851.978 - -
- Utang bank IDR - 7.427.161.045 8.630.817.154 8.309.502.781 6.930.974.820 6.318.181.297
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 130.420.508.402 140.998.378.092 186.608.860.283 166.328.560.340 189.090.664.337 257.731.467.530
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa - 5.610.443.391 3.936.114.197 - - 404.243.299
Utang pembiayaan konsumen - 123.937.741 17.905.531 - - -
Utang bank IDR - 19.756.688.002 18.355.679.071 13.436.214.753 6.894.060.532 2.301.032.757
Liabilitas imbalan kerja IDR 4.898.618.000 6.257.231.000 6.843.765.000 6.970.581.000 4.893.086.000 4.918.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 4.898.618.000 31.748.300.134 29.153.463.799 20.406.795.753 11.787.146.532 7.623.276.056
JUMLAH LIABILITAS IDR 135.319.126.402 172.746.678.226 215.762.324.082 186.735.356.093 200.877.810.869 265.354.743.586
EKUITAS
Modal saham IDR 21.250.000.000 21.250.000.000 21.250.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000
Tambahan modal disetor IDR - - - 84.926.788.060 84.926.788.060 73.273.779.573
Saldo laba IDR 5.667.497.530 4.822.536.668 7.943.309.644 1.868.904.501 8.190.472.183 7.432.636.529
Penghasilan (rugi) komprehensif lain IDR - (370.608.750) (1.271.841.030) (128.547.450) 1.351.031.430 3.597.545.515
Kepentingan non pengendali IDR - - - - - (7.677.632)
JUMLAH EKUITAS IDR 26.917.497.530 25.701.927.918 27.921.468.614 141.613.145.111 149.414.291.673 139.242.283.985
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 162.236.623.932 198.448.606.144 243.683.792.696 328.348.501.204 350.292.102.542 404.597.027.571
Check Balance - - - - - -
Page 89
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 02
Historis Laba Rugi
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A Sept 2023A
PENDAPATAN IDR 143.098.380.719 255.757.680.232 246.911.634.136 256.445.469.521 281.859.176.870 196.308.018.102
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (129.133.680.023) (243.726.512.859) (219.340.011.509) (235.164.375.937) (249.891.605.574) (140.830.940.487)
LABA KOTOR IDR 13.964.700.696 12.031.167.373 27.571.622.627 21.281.093.584 31.967.571.296 55.477.077.615
PENGHASILAN (BEBAN) USAHA
Beban penjualan IDR (179.138.451) (434.898.216) (445.477.082) (541.766.189) (930.847.205) (21.068.143.620)
Beban umum dan administrasi IDR (5.582.068.000) (6.263.023.760) (9.623.694.393) (9.693.421.783) (15.817.484.290) (25.618.363.785)
Penghasilan (beban) usaha lain-lain - neto IDR (682.310.941) (1.573.355.670) (2.351.491.888) 1.565.397.104 3.513.582.730 (2.299.783.986)
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (6.443.517.392) (8.271.277.646) (12.420.663.363) (8.669.790.868) (13.234.748.765) (48.986.291.391)
LABA USAHA IDR 7.521.183.304 3.759.889.727 15.150.959.264 12.611.302.716 18.732.822.531 6.490.786.224
Penghasilan keuangan IDR 14.679.758 3.435.141 - (10.180.202.909) (10.164.523.794) -
Beban keuangan IDR (7.070.146.483) (4.879.469.959) (11.502.729.360) (10.180.202.909) (10.164.523.794) (11.383.122.387)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR (7.055.466.725) (4.876.034.818) (11.502.729.360) (10.180.202.909) (10.164.523.794) (11.383.122.387)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 465.716.579 (1.116.145.091) 3.648.229.904 2.431.099.807 8.568.298.737 (4.892.336.163)
Beban pajak kini IDR 872.423.345 271.184.229 (527.456.928) (908.218.960) (1.522.546.520) (1.321.755.380)
Beban pajak tangguhan IDR - - - (197.285.991) (724.184.535) 418.256.128
LABA TAHUN BERJALAN IDR 1.338.139.924 (844.960.862) 3.120.772.976 1.325.594.856 6.321.567.682 (5.795.835.415)
Page 90
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 03
Historis Arus Kas
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A Sept 2023A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan IDR 164.005.618.761 186.807.807.114 264.233.759.603 283.318.775.915 318.035.663.639 196.279.234.598
Pembayaran kas kepada pemasok IDR (135.643.965.325) (187.879.066.709) (133.465.372.497) (299.337.246.933) (295.346.627.901) (112.200.886.222)
Pembayaran kas kepada karyawan IDR (1.675.021.415) (1.514.873.354) (66.633.480.638) (60.154.900.986) (35.631.142.552) (33.337.695.790)
Penerimaan kas dari pihak ketiga dan lainnya IDR (1.239.477.867) 466.230.305 4.937.228.477 (13.159.182.362) 7.405.380.236
Pembayaran beban usaha lainnya IDR - - - - - (31.667.420.327)
Pembayaran pajak penghasilan IDR (89.514.924) (189.005.829) (771.819.887) (1.348.247.631) (1.510.367.506) (1.352.371.286)
Penerimaan penghasilan keuangan IDR 14.679.758 3.435.141 - - - -
Pembayaran biaya keuangan IDR (7.070.146.483) (4.879.469.959) (11.502.729.360) (10.180.202.909) (10.164.523.794) (11.355.847.433)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 18.302.172.505 (7.184.943.291) 56.797.585.698 (100.861.004.906) (17.211.617.878) 6.365.013.540
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembayaran piutang pemegang saham IDR - - (43.150.000.000) - - -
Hasil penjualan aset tetap IDR - - 60.000.000 243.000.000 195.000.000 -
Pembayaran uang muka pembelian aset tetap IDR - - - 43.150.000.000 - -
Perolehan entitas anak IDR - - - (6.768.000.000) (22.000.000.000) -
Perolehan aset tetap IDR (263.309.100) (12.073.250.000) (8.211.199.732) (6.248.345.917) (7.636.821.710) (6.677.736.781)
Perolehan aset takberwujud IDR - (569.800) 569.800 - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (263.309.100) (12.073.250.000) (51.301.769.532) 30.377.223.883 (29.441.821.710) (6.677.736.781)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang lain - lain IDR - - - - - 1.794.000.000
Pembayaran utang pihak berelasi IDR (24.980.336.948) (84.212.279.131) (309.617.007) (20.000.000.000) - -
Pembayaran utang pemegang saham IDR 7.600.000.000 (7.600.000.000) - - - -
Pembayaran liabilitas sewa IDR - (1.870.000.000) (2.040.000.000) - - (205.450.002)
Penerimaan utang bank jangka pendek IDR - 103.570.160.000 127.079.300.000 36.240.000.000 36.240.000.000 275.885.986.373
Pembayaran utang bank jangka pendek IDR - (18.072.660.000) (130.037.371.596) (33.321.348.637) (8.191.043.868) (273.264.868.771)
Penerimaan utang bank jangka panjang IDR - 29.373.462.262 7.349.096.109 3.263.525.627 (10.126.994.221) -
Pembayaran utang bank jangka panjang IDR - (2.189.613.215) (7.546.448.931) (8.504.304.318) 2.206.312.039 (5.205.821.298)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen IDR - 328.630.141 (206.789.810) (103.988.351) (17.851.978) -
Penambahan modal disetor IDR - - - 108.189.000.000 - -
Pembayaran biaya emisi IDR - - - (6.580.711.940) - -
Penerimaan agio saham IDR - - - 17.014.500.000 - -
Pembayaran liabilitas sewa IDR - - - (510.000.000) - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (17.380.336.948) 19.327.700.057 (5.711.831.235) 95.686.672.381 20.110.421.972 (996.153.698)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 658.526.457 69.506.766 (216.015.069) 25.202.891.358 (26.543.017.616) (1.308.876.939)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 1.507.280.185 2.165.806.642 2.235.313.408 2.019.298.339 27.222.189.697 679.172.081
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 2.165.806.642 2.235.313.408 2.019.298.339 27.222.189.697 679.172.081 (629.704.858)
Page 91
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 04
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 2.717.463.918 (26.154.897.474) (12.416.647.927) 884.274.289 10.809.144.613 48.547.196.533
Piutang usaha IDR 60.036.980.928 91.922.342.880 123.178.048.529 148.296.469.131 178.921.384.750 214.705.661.700
Persediaan IDR 86.957.108.848 91.715.279.412 102.425.458.950 123.328.367.861 148.829.675.677 178.595.610.813
Aset lancar lainnya IDR 21.581.418.381 25.897.702.057 34.713.941.055 41.656.729.266 49.988.075.119 59.985.690.142
Jumlah Aset Lancar IDR 171.292.972.074 183.380.426.874 247.900.800.607 314.165.840.547 388.548.280.159 501.834.159.189
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto IDR 232.107.620.212 239.317.566.326 225.461.887.440 203.731.208.554 182.000.529.668 160.269.850.782
Aset tidak lancar lainnya IDR - - - 7.227.791.926 22.433.150.925 35.972.240.753
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 232.107.620.212 239.317.566.326 225.461.887.440 210.959.000.480 204.433.680.593 196.242.091.535
JUMLAH ASET IDR 403.400.592.286 422.697.993.200 473.362.688.047 525.124.841.027 592.981.960.751 698.076.250.723
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR 21.739.277.212 30.571.759.804 40.970.183.580 49.331.347.145 59.531.870.271 71.438.244.325
Utang bank jangka pendek IDR 164.075.657.735 179.075.657.735 179.075.657.735 169.075.657.735 149.075.657.735 149.075.657.735
Utang lain - lain IDR 8.778.812.861 (187.139) (187.139) (187.139) (187.139) (187.139)
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 194.593.747.808 209.647.230.400 220.045.654.176 218.406.817.741 208.607.340.867 220.513.714.921
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang IDR 6.894.060.532 - - - - -
Liabilitas jangka panjang lainnya IDR 49.257.199.245 24.399.090.569 11.066.124.715 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 56.151.259.777 24.399.090.569 11.066.124.715 - - -
JUMLAH LIABILITAS IDR 250.745.007.585 234.046.320.969 231.111.778.891 218.406.817.741 208.607.340.867 220.513.714.921
EKUITAS
Modal saham IDR 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000
Tambahan modal disetor IDR 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573
Saldo laba IDR 24.435.805.128 60.431.892.658 114.031.129.583 178.498.243.713 256.154.840.311 349.342.756.229
JUMLAH EKUITAS IDR 152.655.584.701 188.651.672.231 242.250.909.156 306.718.023.286 384.374.619.884 477.562.535.802
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 403.400.592.286 422.697.993.200 473.362.688.047 525.124.841.027 592.981.960.751 698.076.250.723
Check Balance - - - - - -
Page 92
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 05
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR 365.224.967.310 516.179.310.016 691.692.118.665 832.741.711.277 1.004.712.391.290 1.205.654.869.548
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (264.494.539.413) (371.956.410.947) (498.470.566.889) (600.198.056.926) (724.304.421.629) (869.165.305.955)
LABA KOTOR IDR 100.730.427.897 144.222.899.069 193.221.551.776 232.543.654.351 280.407.969.661 336.489.563.593
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan, umum dan administrasi IDR (69.392.743.789) (98.074.068.903) (124.504.581.360) (149.893.508.030) (180.848.230.432) (217.017.876.519)
Jumlah Beban Operasi IDR (69.392.743.789) (98.074.068.903) (124.504.581.360) (149.893.508.030) (180.848.230.432) (217.017.876.519)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 31.337.684.108 46.148.830.166 68.716.970.416 82.650.146.321 99.559.739.228 119.471.687.074
Beban Pajak Penghasilan IDR (6.894.290.504) (10.152.742.637) (15.117.733.492) (18.183.032.191) (21.903.142.630) (26.283.771.156)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 24.443.393.604 35.996.087.530 53.599.236.925 64.467.114.131 77.656.596.598 93.187.915.918
Page 93
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 06
Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi Full IDR
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih IDR 24.443.393.604 35.996.087.530 53.599.236.925 64.467.114.131 77.656.596.598 93.187.915.918
Depresiasi dan amortisasi IDR 10.176.276.943 10.176.276.943 10.865.339.443 10.865.339.443 10.865.339.443 10.865.339.443
Perubahan piutang usaha IDR 3.163.119.168 (31.885.361.952) (31.255.705.650) (25.118.420.602) (30.624.915.619) (35.784.276.950)
Perubahan persediaan IDR 33.334.955.168 (4.758.170.563) (10.710.179.538) (20.902.908.912) (25.501.307.816) (29.765.935.135)
Perubahan aset lancar lainnya IDR (56.320.867.540) (8.725.517.408) 10.398.423.776 8.361.163.565 10.200.523.126 11.906.374.054
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 14.796.877.344 803.314.549 32.897.114.956 37.672.287.624 42.596.235.733 50.409.417.329
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan (pengurangan) aset tetap IDR - (13.781.250.000) (3.937.500.000) - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR - (13.781.250.000) (3.937.500.000) - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank jangka pendek IDR (13.946.398.158) (221.398.158) (15.221.398.158) (24.371.398.158) (32.671.398.158) (12.671.398.158)
Pembayaran utang bank jangka panjang IDR - (6.894.060.532) - - - -
Pembayaran utang lainnya IDR 32.749 (8.778.967.251) 32.749 32.749 32.749 32.749
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (13.946.365.409) (15.894.425.941) (15.221.365.409) (24.371.365.409) (32.671.365.409) (12.671.365.409)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 850.511.935 (28.872.361.392) 13.738.249.547 13.300.922.216 9.924.870.324 37.738.051.921
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 1.866.951.983 2.717.463.918 (26.154.897.474) (12.416.647.927) 884.274.289 10.809.144.613
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 2.717.463.918 (26.154.897.474) (12.416.647.927) 884.274.289 10.809.144.613 48.547.196.533
Page 94
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 33.692.398.419 3.559.971.529 16.038.155.577 28.079.012.294 36.743.817.119 37.239.615.957
Piutang usaha IDR 60.036.980.928 91.922.342.880 123.178.048.529 148.296.469.131 178.921.384.750 214.705.661.700
Persediaan IDR 86.957.108.848 91.715.279.412 102.425.458.950 123.328.367.861 148.829.675.677 178.595.610.813
Aset lancar lainnya IDR 21.581.418.381 25.897.702.057 34.713.941.055 41.656.729.266 49.988.075.119 59.985.690.142
Jumlah Aset Lancar IDR 202.267.906.575 213.095.295.876 276.355.604.111 341.360.578.552 414.482.952.665 490.526.578.613
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto IDR 232.107.620.212 239.317.566.326 225.461.887.440 203.731.208.554 182.000.529.668 160.269.850.782
Aset tidak lancar lainnya IDR - - - 11.533.053.920 27.998.478.418 47.279.821.329
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 232.107.620.212 239.317.566.326 225.461.887.440 215.264.262.474 209.999.008.086 207.549.672.111
JUMLAH ASET IDR 434.375.526.787 452.412.862.202 501.817.491.551 556.624.841.027 624.481.960.751 698.076.250.723
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR 21.739.277.212 30.571.759.804 40.970.183.580 49.331.347.145 59.531.870.271 71.438.244.325
Utang bank jangka pendek IDR 164.075.657.735 179.075.657.735 179.075.657.735 169.075.657.735 149.075.657.735 149.075.657.735
Utang lain - lain IDR 8.778.812.861 (187.139) (187.139) (187.139) (187.139) (187.139)
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 194.593.747.808 209.647.230.400 220.045.654.176 218.406.817.741 208.607.340.867 220.513.714.921
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang IDR 6.894.060.532 - - - - -
Utang kepada investor jangka panjang IDR 31.500.000.000 31.500.000.000 31.500.000.000 31.500.000.000 31.500.000.000 -
Liabilitas jangka panjang lainnya IDR 48.732.133.746 22.613.959.572 8.020.928.219 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 87.126.194.278 54.113.959.572 39.520.928.219 31.500.000.000 31.500.000.000 -
JUMLAH LIABILITAS IDR 281.719.942.086 263.761.189.971 259.566.582.395 249.906.817.741 240.107.340.867 220.513.714.921
EKUITAS
Modal saham IDR 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000 54.946.000.000
Tambahan modal disetor IDR 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573 73.273.779.573
Saldo laba IDR 24.435.805.128 60.431.892.658 114.031.129.583 178.498.243.713 256.154.840.311 349.342.756.229
JUMLAH EKUITAS IDR 152.655.584.701 188.651.672.231 242.250.909.156 306.718.023.286 384.374.619.884 477.562.535.802
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 434.375.526.787 452.412.862.202 501.817.491.551 556.624.841.027 624.481.960.751 698.076.250.723
Check Balance - - - - - -
Page 95
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR 365.224.967.310 516.179.310.016 691.692.118.665 832.741.711.277 1.004.712.391.290 1.205.654.869.548
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (264.494.539.413) (371.956.410.947) (498.470.566.889) (600.198.056.926) (724.304.421.629) (869.165.305.955)
LABA KOTOR IDR 100.730.427.897 144.222.899.069 193.221.551.776 232.543.654.351 280.407.969.661 336.489.563.593
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan, umum dan administrasi IDR (69.392.743.789) (98.074.068.903) (124.504.581.360) (149.893.508.030) (180.848.230.432) (217.017.876.519)
Jumlah Beban Operasi IDR (69.392.743.789) (98.074.068.903) (124.504.581.360) (149.893.508.030) (180.848.230.432) (217.017.876.519)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 31.337.684.108 46.148.830.166 68.716.970.416 82.650.146.321 99.559.739.228 119.471.687.074
Beban Pajak Penghasilan IDR (6.894.290.504) (10.152.742.637) (15.117.733.492) (18.183.032.191) (21.903.142.630) (26.283.771.156)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 24.443.393.604 35.996.087.530 53.599.236.925 64.467.114.131 77.656.596.598 93.187.915.918
Page 96
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih IDR 24.443.393.604 35.996.087.530 53.599.236.925 64.467.114.131 77.656.596.598 93.187.915.918
Depresiasi dan amortisasi IDR 10.176.276.943 10.176.276.943 10.865.339.443 10.865.339.443 10.865.339.443 10.865.339.443
Perubahan piutang usaha IDR 3.163.119.168 (31.885.361.952) (31.255.705.650) (25.118.420.602) (30.624.915.619) (35.784.276.950)
Perubahan persediaan IDR 33.334.955.168 (4.758.170.563) (10.710.179.538) (20.902.908.912) (25.501.307.816) (29.765.935.135)
Perubahan aset lancar lainnya IDR (56.320.867.540) (8.725.517.408) 10.398.423.776 8.361.163.565 10.200.523.126 11.906.374.054
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 14.796.877.344 803.314.549 32.897.114.956 37.672.287.624 42.596.235.733 50.409.417.329
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan (pengurangan) aset tetap IDR - (13.781.250.000) (3.937.500.000) - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR - (13.781.250.000) (3.937.500.000) - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang investor jangka panjang IDR 31.500.000.000 - - - - (31.500.000.000)
Pembayaran bunga utang investor jangka panjang IDR - - - - - (5.742.187.584)
Pembayaran utang bank jangka pendek IDR (14.471.430.907) (1.481.430.907) (16.481.430.907) (25.631.430.907) (33.931.430.907) (12.671.430.907)
Pembayaran utang bank jangka panjang IDR - (6.894.060.532) - - - -
Pembayaran utang lainnya IDR - (8.779.000.000) - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR 17.028.569.093 (17.154.491.439) (16.481.430.907) (25.631.430.907) (33.931.430.907) (49.913.618.491)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 31.825.446.436 (30.132.426.890) 12.478.184.048 12.040.856.717 8.664.804.825 495.798.838
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 1.866.951.983 33.692.398.419 3.559.971.529 16.038.155.577 28.079.012.294 36.743.817.119
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 33.692.398.419 3.559.971.529 16.038.155.577 28.079.012.294 36.743.817.119 37.239.615.957
Page 97
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 10
Inkremental Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 30.974.934.501 29.714.869.003 28.454.803.504 27.194.738.005 25.934.672.507 (11.307.580.576)
Piutang usaha IDR - - - - - -
Persediaan IDR - - - - - -
Aset lancar lainnya IDR - - - - - -
Jumlah Aset Lancar IDR 30.974.934.501 29.714.869.003 28.454.803.504 27.194.738.005 25.934.672.507 (11.307.580.576)
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto IDR - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya IDR - - - 4.305.261.995 5.565.327.493 11.307.580.576
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR - - - 4.305.261.995 5.565.327.493 11.307.580.576
JUMLAH ASET IDR 30.974.934.501 29.714.869.003 28.454.803.504 31.500.000.000 31.500.000.000 0
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR - - - - - -
Utang bank jangka pendek IDR - - - - - -
Utang lain - lain IDR - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang IDR - - - - - -
Utang kepada investor jangka panjang IDR 31.500.000.000 31.500.000.000 31.500.000.000 31.500.000.000 31.500.000.000 -
Liabilitas jangka panjang lainnya IDR (525.065.499) (1.785.130.997) (3.045.196.496) - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 30.974.934.501 29.714.869.003 28.454.803.504 31.500.000.000 31.500.000.000 -
JUMLAH LIABILITAS IDR 30.974.934.501 29.714.869.003 28.454.803.504 31.500.000.000 31.500.000.000 -
EKUITAS
Modal saham IDR - - - - - -
Tambahan modal disetor IDR - - - - - -
Saldo laba IDR - - - - - -
JUMLAH EKUITAS IDR - - - - - -
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 30.974.934.501 29.714.869.003 28.454.803.504 31.500.000.000 31.500.000.000 -
Check Balance - 0 0 - - (0)
Page 98
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 11
Inkremental Laba Rugi Sebelum dan Setelah Transaksi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR - - - - - -
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR - - - - - -
LABA KOTOR IDR - - - - - -
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan, umum dan administrasi IDR - - - - - -
Jumlah Beban Operasi IDR - - - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR - - - - - -
Beban Pajak Penghasilan IDR - - - - - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR - - - - - -
Page 99
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 12
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 Average
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 0,88 0,87 1,13 1,44 1,86 2,28 1,41
- Quick Ratio (x) 0,43 0,44 0,66 0,87 1,15 1,47 0,84
- Working Capital to Total Asset Ratio (%) 34,22% 42,34% 46,34% 50,26% 53,66% 54,70% 46,92%
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 6,08 5,62 5,62 5,62 5,62 5,62 5,69
- Fixed Asset Turnover (x) 1,57 2,16 3,07 4,09 5,52 7,52 3,99
- Total Asset Turnover (x) 0,91 1,22 1,46 1,59 1,69 1,73 1,43
- Sales to Current Assets (x) 2,13 2,81 2,79 2,65 2,59 2,40 2,56
Rasio Solvabilitas
- Debt to total Aset Ratio (%) 62,16% 55,37% 48,82% 41,59% 35,18% 31,59% 45,79%
- Debt Equity Ratio (%) 164,26% 124,06% 95,40% 71,21% 54,27% 46,17% 92,56%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin 27,58% 27,94% 27,93% 27,93% 27,91% 27,91% 27,87%
- EBT Margin 8,58% 8,94% 9,93% 9,93% 9,91% 9,91% 9,53%
- Net Profit Margin 6,69% 6,97% 7,75% 7,74% 7,73% 7,73% 7,44%
- Return on Equity (ROE) 16,01% 19,08% 22,13% 21,02% 20,20% 19,51% 19,66%
- Return on Asset (ROA) 6,06% 8,52% 11,32% 12,28% 13,10% 13,35% 10,77%
Page 100
PROYEKSI RASIO KEUANGAN 2023-2027 SETELAH TRANSAKSI
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 13
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 Average
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,04 1,02 1,26 1,56 1,99 2,22 1,51
- Quick Ratio (x) 0,59 0,58 0,79 1,00 1,27 1,41 0,94
- Working Capital to Total Asset Ratio (%) 31,78% 39,56% 43,71% 47,42% 50,96% 54,70% 44,69%
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 4,20 5,63 6,75 6,75 6,75 6,75 6,14
- Fixed Asset Turnover (x) 1,57 2,16 3,07 4,09 5,52 7,52 3,99
- Total Asset Turnover (x) 0,84 1,14 1,38 1,50 1,61 1,73 1,37
- Sales to Current Assets (x) 1,81 2,42 2,50 2,44 2,42 2,46 2,34
Rasio Solvabilitas
- Debt to total Aset Ratio (%) 64,86% 58,30% 51,73% 44,90% 38,45% 31,59% 48,30%
- Debt Equity Ratio (%) 184,55% 139,81% 107,15% 81,48% 62,47% 46,17% 103,60%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin 27,58% 27,94% 27,93% 27,93% 27,91% 27,91% 27,87%
- EBT Margin 8,58% 8,94% 9,93% 9,93% 9,91% 9,91% 9,53%
- Net Profit Margin 6,69% 6,97% 7,75% 7,74% 7,73% 7,73% 7,44%
- Return on Equity (ROE) 16,01% 19,08% 22,13% 21,02% 20,20% 19,51% 19,66%
- Return on Asset (ROA) 5,63% 7,96% 10,68% 11,58% 12,44% 13,35% 10,27%
Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TOTO SUHARTO & REKAN
p.1 ×4
unresolved
org
KJPP Toto Suharto dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.2 ×10
unresolved
org
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia
p.3 ×5
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.3 ×9
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan
p.3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
p.4 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar
p.4 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×22
unresolved
org
Bank Indonesia. Tekanan
p.6 ×2
unresolved
org
Rekan Ir. Toto Suharto
p.10
unresolved
person
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.10
unresolved
person
Ufik Kurniasih
p.15 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan B. Reviewer
p.17
unresolved
—
Bab I - Pendahuluan
p.26
unresolved
org
Anwar dan Rekan
p.31 ×3
unresolved
org
Anwar
p.31 ×8
unresolved
org
Anwar & Rekan
p.31 ×5
unresolved
person
Dinna Afrianti
· Corporate Secretary
p.32
unresolved
org
KJPP TnR
p.33
unresolved
org
KJPP TnR. Bab I
p.33
unresolved
org
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”)
· 2.2.1.2.
p.36
unresolved
org
Departemen Kehakiman
p.36
unresolved
org
PT Surya Timur Alam Raya
p.37
unresolved
org
PT Nirmala Taruna
p.37
unresolved
person
B. Hari Mantono
· Komisaris
p.37
unresolved
person
Rudy Utomo
· Direktur Utama
p.37
unresolved
person
Livius Nurtanio
· Wakil Direktur Utama
p.37 ×2
unresolved
person
Heri Indarno Sulistyanto
· Direktur
p.37
unresolved
org
PT Kustodian Sentral
· 2.2.1.3.
p.37
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.37
unresolved
org
KPEI
p.37
unresolved
org
PT Kliring Depositori Efek Indonesia
p.37
unresolved
person
Trisnawati Mulia
p.40 ×2
unresolved
org
Departemen Hukum dan Perundang-undangan
p.40
unresolved
person
Christina Dwi Utami S.H.
p.40 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Jaya Swarasa
p.41
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Pengesahan Pendirian
p.41
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM Persetujuan
p.41
unresolved
org
PT Jaya
p.41
unresolved
org
Jenderal Administrasi Hukum Swarasa Agung Tbk
p.41
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM Penerimaan
p.41
unresolved
org
Jenderal Administrasi Hukum Jaya Swarasa Agung Tbk
p.41
unresolved
org
Menteri Investasi
p.41
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.41
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.41
unresolved
org
Pusat Statistika
p.55
unresolved
org
Pusat Statistik
p.55
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.55
unresolved
org
Departemen Sumber Daya Manusia
p.57
unresolved
org
Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
p.82 ×2
unresolved
org
PT Pindo Deli Pulp
p.84
unresolved
org
PT Mahaghora
p.84
unresolved
org
PT ALP Petro Industry
p.84
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
4791 ms
12 Sep 2026 21:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'biaya-biaya terkait profesi penilai serta '
'kewajiban-kewajiban yang'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban '
'yang',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}