Skip to content
Back to announcement

20240123_TAYS_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31571147_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review TAYS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 100

Page 1
                                                                                      ----- .       I
                                                                                      ••••          I
                                                                                      ••••          I
                                                                                      ••••          I
                                                                                      • ._ ••       I




       LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes
      (MTN) USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
             Untuk Dipergunakan oleh :
       PT JAYA SWARASA AGUNG TBK
           Jalan Parung Panjang Raya No. 68,
   Kel. Legok, Kec. Kemuning, Kabupaten Tangerang,
                     Provinsi Banten

 No. File: 00629/2.0055-00/BS/05/0060/0/XII/2023

                                                       TOTO SUHARTO & REKAN
                                                      Business & .Properry Vaiuer
                                                      License No : 2.09.0055
                                                      JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                      Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                      Fax: +6221-3813419
                                                      Website : http://www.tnr.co.id
                                                      Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00629/2.0055-00/BS/05/0060/0/XII/2023

Jakarta, 05 Desember 2023

Kepada Yth. :
Direksi
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Jalan Parung Panjang Raya No. 68
Kelurahan Legok, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Tangerang
Provinsi Banten

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes
          (MTN) USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk

Dengan hormat,

PT Jaya Swarasa Agung Tbk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merencanakan untuk melakukan
Penerbitan Medium Term Notes untuk selanjutnya disebut (“MTN”) USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk.

Rencana Transaksi yang akan dilakukan merupakan Transaksi Material, maka Perseroan telah menunjuk
KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai (“TnR”) atau (“Kami”) sebagai penilai
independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut
di atas, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.23.00.0009.r1,
tanggal 09 Oktober 2023.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, serta Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (MAPPI). Kami menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan
kajian serta analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa
secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.


LATAR BELAKANG

Perseroan merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak dibidang industri
makanan ringan. Perseroan berlokasi di Jalan Parung Panjang Raya No. 68, Kelurahan Legok,
Kecamatan Kemuning, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Saat ini fokus utama Perseroan adalah
industri makanan dan minuman dengan produk Biskuit dan produk roti kering serta produk makanan
ringan (cookies, cracker, kue kering) baik yang manis, asin ataupun gurih. Selain itu Perseroan juga
memproduksi makanan ringan seperti biskuit, Confectionary, Wafer Stick, dan Snack Extrudat.




                                                  i
Page 3
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan menerbitkan MTN dengan nama
Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023 sebesar USD 2.000.000,00 (dua
juta Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus
enam puluh dua juta Rupiah) yang akan digunakan untuk modal kerja (working capital) dan belanja modal
Perseroan. Selanjutnya rencana penerbitan MTN tersebut dalam laporan ini disebut dengan (“Rencana
Transaksi”).

Dalam penerbitan MTN ini, Perseroan telah menunjuk PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”)
sebagai arranger Penata Laksana Penerbitan MTN dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”)
sebagai agen Pembayaran penerbitan MTN tersebut.


STATUS PENILAI

Pekerjaan penilaian ini dilaksanakan oleh Penilai independen yang merupakan Penilai Publik dan
Pemimpin Rekan pada KJPP Toto Suharto dan Rekan (TnR). Penilai Publik dan TnR telah memiliki
perizinan dan terdaftar sebagai Penilai Publik di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK). Penilaian ini dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta Penilai juga tidak
mempunyai potensi benturan kepentingan dengan objek penilaian, pemberi tugas dan pengguna laporan.

Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan
di bawah koordinasi Penilai berizin atau penanggung jawab penilaian yang mempunyai kompetensi untuk
melakukan penilaian.


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana Transaksi atas
Penerbitan Medium Term Notes (MTN) dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu POJK 42/2020, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.


TANGGAL PENILAIAN

Tanggal efektif penilaian adalah per 30 September 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan
parameter dan laporan keuangan limited review per tanggal 30 September 2023.


OBYEK TRANSAKSI

Penerbitan MTN dalam jumlah pokok USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara
dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh dua juta Rupiah) dengan
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan tingkat bunga tetap sebesar 4,0% (empat koma nol persen) per tahun,
yang akan dibayarkan setiap semester (enam bulan) per tahun sejak tanggal penerbitan MTN tersebut.
Aldira bertindak sebagai arranger Penata Laksana Penerbitan MTN dan KSEI sebagai Agen
Pembayaran. Adapun tujuan dari penerbitan MTN adalah untuk digunakan sebagai modal kerja (working
capital) dan belanja untuk modal kerja yang terdiri antara lain untuk pembelian bahan baku, bahan
pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.



                                                  ii
Page 4
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Rencana Transaksi melibatkan Adira sebagai Penata Laksana Penerbitan MTN dan KSEI sebagai Agen
Penjualan MTN tersebut, antara Perseroan dengan kedua perusahaan tersebut bukan merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan. Adira dan KSEI adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki
hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi maupun hubungan dewan komisaris dengan
Perseroan.

Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara Perseroan dengan
kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama,
atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan
Keuangan Proforma Perseroan, sehingga bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.


TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023, total
MTN yang akan diterbitkan sejumlah USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara
dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh dua juta Rupiah).
Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 September
2023 oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tercatat sebesar Rp139.242.283.985,00. Total nilai
penerbitan MTN terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 22,59%.

Fee/biaya yang akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Aldira sehubungan dengan penunjukannya
sebagai arranger Penerbitan MTN ini adalah sebesar 1,18% (satu koma delapan belas persen) dari nilai
penerbitan MTN atau sejumlah Rp371.251.600,00- (tiga ratus tujuh puluh satu juta dua ratus lima puluh
satu ribu enam ratus rupiah). Dengan memperhatikan nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 September
2023 adalah sebesar Rp139.242.283.985,00 maka nilai transaksi penunjukan Aldira sebagai arranger
penerbitan MTN adalah sebesar 0,266% dari nilai ekuitas Perseroan.

Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana dikarenakan objek transaksi
bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Transaksi
ini merupakan Transaksi Material.


METODE ANALISIS ATAS TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat
    Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan persyaratan dalam Rencana Transaksi,
    analisis manfaat dan risiko Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang terlibat dan
    kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya
    Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan historikal,
    analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan, analisis laporan keuangan
    sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi

                                                 iii
Page 5
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI

Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

1. Perseroan sebagai pihak yang akan menerbitkan MTN.
2. Aldira sebagai pihak agen pemantau penerbitan MTN sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar
   Amerika Serikat) atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam
   puluh dua juta rupiah).
3. KSEI yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Agen Pembayaran.


HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

1. Analisis Transaksi

   • Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Aldira dan KSEI adalah perusahaan
     tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi maupun
     hubungan dewan komisaris dengan Perseroan. Transaksi ini merupakan transaksi material
     sebagaiamana yang diatur pada POJK 17/2020.
   • Berdasarkan draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk tahun 2023 dan
     Penunjukan Agen Pemantau serta arranger bahwa “Medium Term Notes” atau “MTN” adalah surat
     hutang berjangka waktu menengah yang diterbitkan oleh Penerbit kepada Pemegang MTN yang
     diterbitkan tanpa melalui mekanisme penawaran umum dan memenuhi kriteria yang telah
     ditetapkan dalam POJK 30/2019, berdasarkan Perjanjian Penerbitan MTN ini sesuai dengan jumlah
     yang terdapat dalam Sertifikat Jumbo MTN, sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 16 ayat 2.1
     Perjanjian Penerbitan MTN ini dan diberi nama Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung
     Tbk Tahun 2023.
   • Manfaat Transaksi sebagai Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu penerbitan MTN maka
     Perseroan akan mendapatkan modal dengan beban bunga pinjaman yang relatif lebih rendah.
     Selain itu, Perseroan akan menjadikan sebagai modal kerja Perseroan sehingga Perseroan bisa
     mempersiapkan bahan baku di tengah kondisi kenaikan harga bahan baku, bahan pembantu
     produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.
   • Risiko Rencana Transaksi yaitu apabila Rencana Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal
     kerja, Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana lain yang memiliki risiko yang
     lebih besar berbanding Rencana Transaksi.
  • Keuntungan Rencana Transaksi yaiti Perseroan dapat menggunakan dana dari penerbitan MTN I
     Tahap I untuk melakukan pengembangan perusahaan serta pengembangan produk baru. Selain
     itu sebagian dana dari penerbitan MTN I Tahap I juga digunakan untuk modal kerja yang dibutuhkan
     seiring dengan peningkatan volume bisnis Perseroan.
  • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul akibat Rencana
     Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal seperti biaya
     penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain
     biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang
     lain yang dapat muncul dikemudian hari.




                                                 iv
Page 6
2. Analisis Kualitatif

   • Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan
     ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
     rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi
     Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada
     triwulan I-2023. Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
     mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan mendorong berlanjutnya
     pengetatan kebijakan moneter di negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai
     puncaknya. Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk modal asing dan
     penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
   • Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya permintaan domestik dan
     positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung
     ketahanan eksternal. Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
     ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
     Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
     peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan berbagai
     perkembangan teresebut pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran
     proyeksi 4,5-5,3%.
   • Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.
     Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan
     dengan level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portfolio.
     Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26% dari level akhir
     Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
     Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
   • Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar dolar
     AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar
     negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
   • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18% (mtm) lebih rendah dari pola
     historisnya di periode awal bulan Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level bulan
     sebelumnya sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
   • Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
     peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance
     kebijakan likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid terhadap Dana
     Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91% pada Maret 2023.
   • Di pasar uang, suku bunga Indonesia tetap rendah sebesar 5,65% pada 17 April 2023. Imbal hasil
     SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari
     2023, sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan
     pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan Februari 2023.
     Suku bunga kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
     meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
   • Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, risiko
     kredit, maupun likuiditas. Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital
     Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit jugaterkendali, tecermin
     dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan
     0,75% (neto) pada Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung
     pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil stress test Bank Indonesia juga
     menunjukkan ketahanan perbankan Indonesia yang kuat.
   • Dari seluruh usaha UMKM, mayoritas bergerak pada bidang makanan dan minuman. Sektor ini
     berbanding lurus atau sejalan dikarenakan makin banyaknya populasi suatu negara, maka industri

                                                 v
Page 7
     makanan dan minuman ataupun kebutuhan pokok menjadi mesin penjalan ekonomi. Pada tahun
     2022, sebanyak 20.76 unit UMKM telah masuk kedalam ekosistem digital.
   • BPS mencatat, kinerja industri makanan dan minuman tumbuh 5,33% secara tahunan pada kuartal
     I/2023. Pertumbuhan kinerja industri mamin menjadi yang terbesar keempat di antara subsektor
     industri pengolahan lainnya.
   • Secara Makro ekonomi jangka pendek, prospek usaha di industri makanan dan minuman
     dipengaruhi oleh faktor daya beli masyarakat, jumlah supplier pembuat makanan dan minuman
     dan tentunya faktor kompetitif antar supplier. Walaupun daya beli masyarakat Indonesia masih
     tergolong kuat, dengan adanya Pandemi Covid19, ekonomi dan usaha di berbagai industri
     nusantara cukup terpengaruh. Spesifik di Industri Makanan dan minuman, pengaruh Pandemi pada
     perputaran penjualan juga bisa di rasakan tetapi masih terkontrol, tergolong minimal dan akan
     segera berakhir dengan adanya program vaksinasi masal yang didorong pemerintah RI.
   • Prospek usaha Perseroan terkait dimana Perseroan telah menjalankan strategi efektifitas, efisiensi
     dan inovasi. Strategi ini di terapkan dalam hal penyediaan, pembelian dan seleksi bahan baku,
     kemasan, prosedur proses pembuatan, peningkatan kinerja sumber daya manusia hingga inovasi
     produk baru yang unik di pasaran dan didukung pengembangan penjualan dengan cara penguatan
     jalur distribusi. Pemerintah RI menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 5,8% year
     on year (yoy). Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan didorong faktor utama investasi
     dan ekspor. Demikian juga Perseroan berencana akan menambah plant barunya di daerah
     Sumedang untuk menambah kapasitas terpasang untuk produksi Biscuit dan Cracker guna
     memenuhi permintaan pasar Lokal dan juga Ekspor. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan
     pada periode tahun akhir 2021 dan diperkirakan selesai akhir 2022. Perseroan pada saat ini
     bergerak di 4 (empat) Business Unit yaitu: Biscuit dan Cracker, Wafer Roll, Coklat Meises dan
     Snack Puff.


3. Analisis Kuantitatif

  •   Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan memiliki kinerja
      yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat
      posisi keuangan dan meningkatkan daya saing adalah wajar.
  •   Total aset Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
      adalah sebesar Rp404,59 miliar mengalami kenaikan sebesar 15,50% dibandingkan dengan tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp350,29 miliar. Peningkatan tersebut
      terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada piutang usaha, persediaan, beban dibayar
      dimuka, aset tetap dan aset pajak tangguhan. Total aset Perseroan untuk tahun yang berakhir
      tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp350,29 miliar mengalami kenaikan sebesar 6,68%
      dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp328,34 miliar.
      Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada kas dan bank, persediaan
      dan aset tetap pada tahun 2022. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
      (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total aset
      Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 21,22% per tahun.
  •   Total liabilitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
      adalah sebesar Rp265,35 miliar mengalami kenaikan sebesar 32,10% dibandingkan dengan tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp200,87 miliar. Peningkatan tersebut
      disebabkan oleh jumlah liabilitas jangka pendek terutama pada utang bank jangka pendek, utang
      usaha dan utang lain – lain yang mengalami kenaikan. Total liabilitas Perseroan untuk tahun yang
      berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp200,87 miliar mengalami kenaikan sebesar
      7,57% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp186,73
      miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikain utang bank jangka pendek dan

                                                 vi
Page 8
    uang muka penjualan. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
    (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total liabilitas
    Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 10,38% per tahun.
•   Total ekuitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
    adalah sebesar Rp139,24 miliar mengalami penurunan sebesar 6,81% % dibandingkan dengan
    tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp149,41 miliar. Penurunan tersebut
    terutama disebabkan oleh berkurangnya tambahan modal disetor serta saldo laba. Total ekuitas
    Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp149,241 miliar
    mengalami kenaikan sebesar 5,51% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember
    2021 yaitu sebesar Rp141,61 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
    kenaikan saldo laba. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
    Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total ekuitas Perseroan
    mengalami peningkatan rata-rata 53,49% per tahun.
•   Pendapatan Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
    adalah sebesar Rp196,30 miliar mengalami penurunan sebesar 19,33% dibandingkan periode
    yang sama ditahun 2022 yaitu sebesar Rp243,35 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh
    menurunnya penjualan lokal yang cukup signifikan walaupun penjualan ekspor meningkat.
    Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar
    Rp281,86 miliar naik sebesar 9,91% dibandingkan dengan periode yang berakhir pada 31
    Desember 2021 yaitu sebesar Rp256,44 miliar. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan
    majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun
    2022, penjualan Perseroan mengalami kenaikan rata-rata 18,47% per tahun.
•   Beban pokok penjualan (COGS) Perseroan rata-rata sebesar 87,75% dari pendapatan.
•   Laba usaha Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
    adalah sebesar Rp6,49 miliar mengalami penurunan sebesar 57,19% dibandingkan dengan
    periode yang sama pada 30 September 2022 yaitu sebesar Rp15,16 miliar. Penurunan tersebut
    terutama disebabkan oleh penurunan laba bruto di tengah kenaikan beban usaha. Laba usaha
    Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp18,73 miliar
    mengalami kenaikan sebesar 48,54% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31
    Desember 2021 yaitu sebesar Rp12,61 miliar. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan
    majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun
    2022, laba usaha Perseroan mengalami penurunan rata-rata 25,63% per tahun.
•   Rugi bersih Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2023
    adalah sebesar Rp5,79 miliar berbanding terbalik dibandingkan dengan periode yang sama pada
    30 September 2022 dengan laba bersih sebesar Rp2,47 miliar. Penyebab Perseroan mengalami
    kerugian disebabkan oleh penurunan laba usaha serta kenaikan pada beban pajak. Laba bersih
    Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp6,32 miliar
    mengalami kenaikan sebesar 376,89% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31
    Desember 2021 yaitu sebesar Rp1,32 miliar. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan
    majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun
    2022, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan rata-rata 47,43% per tahun.
•   Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami peningkatan penjualan,
    laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan
    demikian Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
•   Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Debt To Equity Ratio meningkat dari
    92,56% menjadi 103,60%. Sedangkan rata rata Debt to Aset Ratio mengalami perubahan dari
    45,79% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata sebesar 48,30% setelah Rencana
    Transaksi. Sementara itu dampak terhadap penurunan rata-rata Return on Asset Perseroan
    menjadi meningkat dari 10,77% menjadi 10,27%.


                                            vii
Page 9
  •   Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara sebelum dan
      setelah Rencana Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar
      Rp30.852.960.000,00 timbul dari jurnal debit penerima kas tunai akibat Rencana Transaksi
      Penerbitan MTN Perseroan. Penyesuaian atas akun utang Medium Term Notes sebesar
      Rp30.852.960.000,00 yang timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi penerbitan MTN
      yang menyebabkan liablitas Perseroan bertambah.
  •   Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian antara sebelum dan
      setelah Rencana Transaksi, sehingga proforma laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak
      dari Penerbitan Medium Term Notes (MTN).
  •   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum Rencana Transaksi
      masing-masing adalah sebesar Rp403,40 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp592,98 miliar pada
      tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
      masing adalah sebesar Rp434,37 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp624,48 miliar pada tahun
      2027. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
      sebesar Rp250,74 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp208,60 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya,
      proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
      Rp281,72 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp240,10 miliar pada tahun 2027. Proyeksi jumlah
      ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp152,65 miliar
      pada tahun 2023 menjadi Rp384,37 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas
      Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp152,65 miliar pada tahun
      2023 menjadi Rp384,37 miliar pada tahun 2027.
  •   Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
      sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027.
      Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
      adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027.
      Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
      Rp24,44 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi
      jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp24,44
      miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027. Tidak terdapat perubahan pada
      laba bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
  •   Berdasarkan analisis nilai tambah, terdapat perbedaan cukup signifikan arus kas Perseroan antara
      sebelum dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi yaitu pada arus kas aktivitas
      pendanaan dan kas akhir tahun menjadi meningkat yang menunjukkan bahwa dengan adanya
      Rencana Transaksi maka penerimaan lebih besar daripada pengeluaran.


4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

   Kupon Rencana Transaksi Perseroan yaitu sebesar 4,0%. Sementara itu Yield Pasar MTN I USD
   berkisar 2,00% - 7,00%. Dengan demikian, kupon Rencana Transaksi Perseroan berada dalam
   rentang Yield Pasar.


KESIMPULAN

Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.




                                                viii
Page 10
PENUTUP

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung
maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No.8 tahun 1995 tentang
Pasar Modal.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang akan dilaksanakan.
Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan




Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022




                                                              ix
Page 11
SURAT REPRESENTASI
Page 12

          
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Page 14
                                     PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1.   Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung
     maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995
     tentang Pasar Modal.
2.   Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai
     Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Peraturan OJK Nomor :
     35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar
     Penilaian Indonesia serta Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
3.   Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau kesimpulan akhir.
4.   Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana Transaksi pada Tanggal
     Penilaian (Cut Off Date) per 30 September 2023.
5.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
     Kewajaran ini.
6.   Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
     undangan yang berlaku.
7.   Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
     Kesimpulan Nilai.
8.   Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9.   Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dan
    dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara profesional,
    bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisa, pendapat
    dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas obyek yang
    dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran yang tercantum
    dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                                   x
Page 15
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil Kajian ini.


No.              Nama                                             Tanda Tangan


1. Penanggung Jawab :

   Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                       …………………………
   No. MAPPI : 93-S-00361
   No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
   No. Register Penilai : RMK-2017.00012
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



2. Reviewer :

   Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)               …………………………
   No. MAPPI : 11-S-03071
   No. Register Penilai : RMK-2017.00450
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



3. Penilai :

   Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT                  …………………………
   No. MAPPI : 19-T-09317
   No. Register Penilai : RMK-2019.02918
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis




                                                    xi
Page 16
KUALIFIKASI PENILAI
Page 17
                     KUALIFIKASI TIM PENILAI
       Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
1    Nama Lengkap           Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan          - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
                                 - S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4    Pengalaman     Kerja        - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai bersertifikat dan memperoleh ijin Penilai
                                     Publik Properti dan Bisnis (PB) dari
                                     Kementerian Keuangan


B. Reviewer
1    Nama Lengkap           Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
                                - S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
                                     Gadjah Mada
4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai Bersertifikat (S)

C. Penilai
1    Nama Lengkap           Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin (2016)
                                - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
                                     Sekarang)
                                - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                     Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
                                - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                     Gadjah Mada (2020)
                                - S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
                                     (2022)
                                - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
                                     (2020-Sekarang)
4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai Terakreditasi (T)
                                - Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi Konsultan

                                  xii
Page 18
       Pajak Publik Indonesia
-      Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
       (Certified Tax Technician) dari Asosiasi Teknisi
       Pajak Indonesia
-      Memperoleh lisensi sebagai Wakil Perantara
       Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan
-      Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek dari
       BNSP LSP Pasar Modal




    xiii
Page 19
DAFTAR ISI
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                                                                DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ..........................................................................................................................    i - ix
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI .......................................................................................................               x - xi
KUALIFIKASI PENILAI .........................................................................................................            xii - xiii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................................   xiv - xv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ............................................................................................                     xvi

BAB I           PENDAHULUAN .................................................................................................            I–1
1.1             Latar Belakang .....................................................................................................     I–1
1.2             Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan....................................................                           I–2
1.3             Objek Rencana Transaksi ....................................................................................             I–3
1.4             Ruang Lingkup .....................................................................................................      I–3
1.5             Maksud dan Tujuan ..............................................................................................         I–3
1.6             Tanggal Penilaian ................................................................................................       I–4
1.7             Independensi Penilai ............................................................................................        I–4
1.8             Tanggung Jawab Penilai ......................................................................................            I–4
1.9             Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ............................................                           I–4
1.10            Transaksi Material ................................................................................................      I–5
1.11            Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi.......................................................                         I–6
1.12            Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ...........                                        I–7
1.13            Sumber Data ........................................................................................................     I–7
1.14            Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ..............................................                            I–8

BAB II     KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI PENERBITAN
           MEDIUM TERM NOTES (“MTN”) .......................................................................                             II – 1
2.1.       Metode Analisis Atas Rencana Transaksi ............................................................                           II – 1
2.2.       Analisis Rencana Transaksi .................................................................................                  II – 1
2.2.1.     Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi ...................................                                  II – 1
2.2.1.1. PT Jaya Swarasa Agung Tbk (“Perseroan”).........................................................                                II – 2
2.2.1.2. PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”)..........................................................                          II – 2
2.2.1.3. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) .....................................................                              II – 3
2.2.2.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi .....................................                                   II – 4
2.2.3.     Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi .................................................                               II – 5
2.3.       Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...........................................................                         II – 6
2.3.1.     Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan..............................................................                            II – 6
2.3.2.     Gambaran Perekonomian Indonesia ....................................................................                          II – 8
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global .............................................................................                        II – 9
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik .........................................................................                          II – 10
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha ...........................................................................                        II – 11
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran ..................................................................................                    II – 12
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................................................                            II – 14
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)...............................................................................                 II – 15
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................             II – 17
2.3.2.5. Suku Bunga..........................................................................................................            II – 17
2.3.3.     Gambaran Umum Industri Perdagangan di Indonesia .........................................                                     II – 18
2.3.4.     Industri Makanan dan Minuman ...........................................................................                      II – 20


Daftar Isi                                                                                                                                         xiv
Page 21
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.3.5.       Analisa Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 22
2.3.6.       Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ............................................................ II – 24
2.3.7.       Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi........ II – 24
2.4.         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ........................................................ II – 25
2.4.1.       Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 25
2.4.1.1.     Analisis Posisi Keuangan ..................................................................................... II – 25
2.4.1.2.     Analisis Laba Rugi ............................................................................................... II – 27
2.4.1.3.     Analisis Arus Kas Perseroan ................................................................................ II – 29
2.4.2.       Analisis Rasio Keuangan ..................................................................................... II – 31
2.4.3.       Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................................... II – 32
2.4.3.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ..................................... II – 32
2.4.3.2.     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................... II – 33
2.4.3.3.     Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ............................................... II – 34
2.4.3.4.     Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ................................................. II – 35
2.4.3.5.     Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi ................................................. II – 36
2.4.3.6.     Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi ................................................... II – 37
2.4.4.       Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ............................ II – 37
2.4.4.1.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................................... II – 37
2.4.4.2.     Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ...................................................... II – 39
2.4.5.       Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ............ II – 40
2.4.5.1.     Proforma Laporan Posisi Keuangan .................................................................... II – 40
2.4.5.2.     Proforma Laporan Laba Rugi ............................................................................... II – 42
2.4.6.       Analisis Inkremental ............................................................................................. II – 42
2.4.6.1.     Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................ II – 43
2.4.6.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan ................................................................. II – 46
2.4.6.3.     Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................... II – 46
2.4.6.4.     Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
             Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain ................................. II – 49
2.4.6.5.     Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 49
2.5.         Analisis Kewajaran Harga Transaksi .................................................................... II – 49
2.5.1.       Kupon Medium Term Notes Perseroan ................................................................ II – 49
2.5.2.       Yield Pasar atas MTN Perusahaan Lain .............................................................. II – 50
2.5.3.       Perbandingan Kupon atas Medium Term Notes yang diterbitkan oleh Perseroan
             dengan Yield pasar atas MTN perusahaan lain yang dimiliki rating sama ........... II – 50
2.6.         Kesimpulan .......................................................................................................... II – 50


LAMPIRAN




Daftar Isi                                                                                                                                   xv
Page 22
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                                          DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material................................................................................... I – 6

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ...............................................................                    II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .............................................................................            II – 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Aldira ......................................................................                II – 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus Aldira ....................................................................................        II – 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan .............................................................................................   II – 7
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia .......................................................                     II – 8
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia .....................................................................................         II – 10
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut
            Pengeluaran (triliun rupiah) ..................................................................................    II – 15
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023) .............................................                   II – 16
Tabel 2.10. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah) ............                                      II – 25
Tabel 2.11. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah) ......................                                  II – 27
Tabel 2.12. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah) ........................                                 II – 30
Tabel 2.13. Rasio Keuangan Perseroan .................................................................................         II – 31
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................                              II – 33
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................                              II – 34
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................                         II – 35
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................                         II – 36
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .........................................                        II – 36
Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .........................................                        II – 37
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ....................................................                      II – 37
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ......................................................                    II – 39
Tabel 2.22. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah).........................................................                   II – 40
Tabel 2.23. Proforma Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................                    II – 42
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)...........                                    II – 43
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah).....................                                II – 44
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah) .......................                              II – 45
Tabel 2.27. Yield Pasar MTN I Perusahaan Lain ....................................................................             II – 50


Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah) ......................................... II – 26
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Ribuan Rupiah) ....................................... II – 28




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                             xvi
Page 24
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                                      BAB I
                                  PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT Jaya Swarasa Agung Tbk, untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
          merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak
          dibidang industri makanan ringan. Perseroan berlokasi di Jalan Parung
          Panjang Raya No. 68, Kelurahan Legok, Kecamatan Kemuning, Kabupaten
          Tangerang, Provinsi Banten. Saat ini fokus utama Perseroan adalah industri
          makanan dan minuman dengan produk Biskuit dan produk roti kering serta
          produk makanan ringan (cookies, cracker, kue kering) baik yang manis, asin
          ataupun gurih. Selain itu Perseroan juga memproduksi makanan ringan
          seperti biskuit, Confectionary, Wafer Stick, dan Snack Extrudat.

          Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan
          menerbitkan Medium Term Notes untuk selanjutnya disebut (“MTN”)
          dengan nama Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
          Tahun 2023 sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat)
          atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat
          ratus enam puluh dua juta Rupiah) yang akan digunakan untuk modal kerja
          (working capital) dan belanja modal Perseroan. Selanjutnya rencana
          penerbitan MTN tersebut dalam laporan ini disebut dengan (“Rencana
          Transaksi”).

          Dalam penerbitan MTN ini, Perseroan telah menunjuk PT Aldiracita
          Sekuritas Indonesia (“Aldira”) sebagai arranger Penata Laksana
          Penerbitan MTN dan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”)
          sebagai Agen Pembayaran Penerbitan MTN tersebut.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara
          Perseroan dan Aldira serta KSEI bukan merupakan pihak terafiliasi, maka
          merujuk pada ketentuan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa
          Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi
          Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
          No.42/POJK.04/2020. Namun, Transaksi ini merupakan Transaksi Material
          sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena
          nilai Rencana Transaksi diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas
          Perseroan berdasarkan laporan keuangan limited review per
          30 September 2023.

          Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut Perseroan menunjuk
          KJPP Toto Suharto & Rekan selanjutnya disebut (“TnR”) atau (“Kami”)
          untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi,
          sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat Penawaran



Bab I - Pendahuluan                                                               1
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Nomor: M.FO.23.00.0009.r1, tanggal 09 Oktober 2023. untuk mengetahui
          Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.


1.2       Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :

          Nama          : PT Jaya Swarasa Agung Tbk
          Bidang Usaha  : Industri Makanan Ringan
          Alamat        : Jalan Parung Panjang Raya No. 68, Kelurahan Legok,
                          Kecamatan Kemuning, Kabupaten Tangerang, Provinsi
                          Banten.
          Nomor Telepon : (021) 345 7591
          Email         : corsec@taysbakers.com
          Website       : www.taysbakers.com

          Perseroan didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 1998 dengan pabrik
          yang terletak di Tangerang, Provinsi Jawa Barat yang berfokus pada
          produksi wafer roll. TAYSBAKERS kemudian menjadi merek utama produk
          perusahaan dalam industri barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG)
          dengan fokus pada pasar makanan ringan secara keseluruhan baik di
          Indonesia maupun di luar negeri.

          Melalui pertumbuhan dan perkembangan selama bertahun-tahun,
          TAYSBAKERS saat ini fokus pada empat jenis snack yakni; wafer roll,
          biskuit dan kraker, cokelat, dan extrude jagung. Pabrik Perseroan memiliki
          sertifikasi ISO 22000:2018, Sistem Jaminan Halal (SJH), SNI 2973 : 2011
          & CPPOB dan terus berusaha untuk mengembangkan produk-produk
          inovatif yang lezat, sehat dengan kualitas terpercaya. Produk Perseroan
          tersedia secara nasional di Indonesia dan juga diekspor ke negara-negara
          di Asean, China, Taiwan, Australia, Timur Tengah dan Amerika Serikat.

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa
          berpedoman pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan
          wujud dari aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah
          sebagai berikut :

          VISI
          “To create, market, distribute and become Top 20 brands of FMCG snacks
          in South-East Asia by 2025” Untuk membuat, memasarkan,
          mendistribusikan, dan menjadi 20 merek makanan ringan FMCG teratas di
          Asia Tenggara pada tahun 2025

          MISI
          “To make great tasting snacks, fine foods that will enable people to live a
          healthier lifestyle” Untuk membuat makanan ringan yang enak, makanan



Bab I - Pendahuluan                                                                2
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          ringan yang akan memungkinkan orang untuk menjalani gaya hidup yang
          lebih sehat.


1.3       Objek Rencana Transaksi
          Penerbitan MTN dalam jumlah pokok USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar
          Amerika Serikat) atau setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu
          miliar empat ratus enam puluh dua juta Rupiah) dengan jangka waktu 3
          (tiga) tahun dan tingkat bunga tetap sebesar 4,0% (empat persen) per
          tahun, yang akan dibayarkan setiap semester (enam bulan) per tahun sejak
          tanggal penerbitan MTN tersebut. Aldira bertindak sebagai arranger Penata
          Laksana Penerbitan MTN dan KSEI sebagai Agen Pembayaran MTN
          tersebut. Adapun tujuan dari penerbitan MTN adalah untuk digunakan
          sebagai modal kerja (working capital) dan belanja untuk modal kerja yang
          terdiri antara lain untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi,
          bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.


1.4       Ruang Lingkup
          Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
          Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan
          untuk kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan
          untuk memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui
          Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana
          Transaksi.

          Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Pendapat
          Kewajaran atas Rencana Transaksi yang diharapkan dapat melakukan
          kajian secara objektif dan independen.


1.5       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan laporan Opini Kewajaran atas Rencana
          Transaksi adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan
          mengenai kewajaran Rencana Transaksi atas Penerbitan MTN dari aspek
          keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK
          42/2020, POJK 17/2020 dan POJK 14/2019.

          Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan
          dalam Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020
          (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”), Surat Edaran Otoritas Jasa
          Keuangan (SEOJK) No. 17/2020 serta Standar Penilaian Indonesia
          selanjutnya disebut (“SPI”) 2018.


Bab I - Pendahuluan                                                              3
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



1.6       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 30 September 2023, dimana batas
          tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
          Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
          keuangan limited review per tanggal 30 September 2023.


1.7       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP Toto Suharto
          dan Rekan bertindak secara independen tanpa adanya benturan
          kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak
          yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP Toto Suharto dan Rekan juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
          penugasan ini.


1.8       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
          bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.


1.9       Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020
          tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Transaksi
          afiliasi didefinisikan sebagai setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
          dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan
          afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota
          Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
          setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka
          atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan
          terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris,
          pemegang saham utama, atau pengendali, sedangkan Benturan
          Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan
          terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota
          Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang
          dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Rencana Transaksi melibatkan Aldira sebagai Penata Laksana Penerbitan
          MTN dan KSEI sebagai Agen Pembayaran MTN tersebut, antara Perseroan
          dengan kedua perusahaan tersebut bukan merupakan Transaksi Afiliasi
          sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi


Bab I - Pendahuluan                                                                 4
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          dan Transaksi Benturan Kepentingan. Aldira dan KSEI adalah perusahaan
          tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi baik dari pemegang saham,
          dewan direksi maupun hubungan dewan komisaris dengan Perseroan.

          Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
          antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
          anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang
          dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
          Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga bukan merupakan
          Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
          42/2020.

          Perseroan akan mengumumkan Transaksi tersebut melalui Keterbukaan
          Informasi, bilamana Transaksi tersebut telah dilaksanakan.


1.10      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

          Dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan,
          yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk
          suatu tujuan atau kegiatan tertentu.

          Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
          operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
          a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
             ekuitas perusahaan terbuka;
          b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih
             perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua
             puluh persen).




Bab I - Pendahuluan                                                              5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi
          dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama
          dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan terbuka.

          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut:

          Tabel 1.1.    Analisis Transaksi Material
            No                Keterangan                 Jumlah (Rp)    Deviasi   Kesimpulan
                  - Nilai Penerbitan MTN              31.462.000.000
            1.                                                          22,59%     Material
                  - Total Ekuitas Perseroan           139.242.283.985
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan Draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa
          Agung Tbk Tahun 2023, total MTN yang akan diterbitkan sejumlah USD
          2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan
          Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh dua
          juta Rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
          keuangan limited review per 30 September 2023 oleh Kantor Akuntan Publik
          Anwar dan Rekan tercatat sebesar Rp139.242.283.985,00. Total nilai
          penerbitan MTN terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 22,59%.

          Fee/biaya yang akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Aldira sehubungan
          dengan penunjukannya sebagai arranger Penerbitan MTN ini adalah
          sebesar 1,18% (satu koma delapan belas persen) dari nilai penerbitan MTN
          atau sejumlah Rp371.251.600,00- (tiga ratus tujuh puluh satu juta dua ratus
          lima puluh satu ribu enam ratus Rupiah). Dengan memperhatikan nilai
          ekuitas Perseroan per tanggal 30 September 2023 adalah sebesar
          Rp139.242.283.985,00 maka nilai transaksi penunjukan Aldira sebagai
          arranger penerbitan MTN adalah sebesar 0,266% dari nilai ekuitas
          Perseroan.

          Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
          dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis
          sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Transaksi
          ini merupakan Transaksi Material.


1.11      Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi
          Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas
          Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Standar Penilaian
          Indonesia (SPI) yang ditetapkan oleh MAPPI, dimana pendekatan yang
          diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap.




Bab I - Pendahuluan                                                                            6
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis atas transaksi,
          analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas transaksi. Dimana analisis atas
          transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
          hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas
          transaksi terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari transaksi.

          Analisis kualitatif atas transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
          nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          transaksi.

          Analisis kuantitatif atas transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi analisis
          kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
          maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
          keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
          perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
          transaksi serta analisis kewajaran atas nilai transaksi.


1.12      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
          Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
          laporan penilaian ini diterbitkan.


1.13      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
          atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

          1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
          2. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit oleh KAP Anwar dan
             Rekan dengan opini tanpa modifikasian.
          3. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
             Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
             00233/2.1035/AU.1/04/1432-1/1/VI/2021    dengan    opini  tanpa
             modifikasian.
          4. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik
             Christiadi Tjahnadi dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor


Bab I - Pendahuluan                                                                      7
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



              00159/2.1035/AU.1/04/1164-3/1/VI/2022         dengan    opini    tanpa
              modifikasian.
          5. Laporan keuangan PT Jaya Swarasa Agung untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
              Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00034/2.1035/AU.1/04/1432-1/1/II/2023        dengan     opini    tanpa
              modifikasian.
          6. Laporan keuangan limited review PT Jaya Swarasa Agung Tbk untuk
              periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, yang
              direview oleh Akuntan Publik Christiadi Tjahnadi dari KAP Anwar &
              Rekan dengan Nomor Laporan AR/L/011/046/2023.
          7. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
              disusun oleh KAP Anwar & Rekan dengan Nomor Laporan
              AR/L/024/047/2023 tanggal 4 Desember 2023.
          8. Company profile Perseroan.
          9. Prospektus Perseroan.
          10. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2023-2027.
          11. Legalitas Perseroan.
          12. Draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk
          13. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi.
          14. Wawancara dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh Bapak
              Indarto sebagai Corporate Finance Dep. General Manager dan Ibu
              Dinna Afrianti sebagai Corporate Secretary .
          15. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.14      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan pendapat independen ini, kami menggunakan beberapa
          asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion
          2. TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
             digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh TnR berasal dari sumber yang
             dapat dipercaya keakuratannya.
          4. TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
             mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
             manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty)
          5. TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
             proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.




Bab I - Pendahuluan                                                                8
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          6. TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
             kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
             mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
             Pendapat Kewajaran.
          8. TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
             pemberi tugas.
          9. TnR mengasumsikan bahwa sejak Transaksi hingga penerbitan
             pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang
             berpengaruh secara material terhadap Transaksi.
         10. TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
             ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
             Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
         11. TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
             masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun
             setelah Transaksi.
         12. TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban
             yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan
             lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
         13. TnR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
             ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Transaksi
             dari Perseroan.
         14. Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
             dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak
             lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan
             Hlaporan ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
         15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir
             di depan pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak
             terkait dengan maksud dan tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup
             dari penugasan.
         16. Jika dikemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
             pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
             kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
             bentuk biaya yang timbul menjadi beban pemberi tugas.
         17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan
             stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                                9
Page 34
               BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
PENERBITAN MEDIUM TERM NOTES (“MTN”)
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                               BAB II
                KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
                PENERBITAN MEDIUM TERM NOTES (“MTN”)

2.1.      Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
          melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

          1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan
             antara pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian
             pengikatan dan persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis
             manfaat dan risiko Rencana Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
             pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
             operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana
             Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis
             laporan keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi
             keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio
             keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma
             keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai
             tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi


2.2.      Analisis Rencana Transaksi

2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :

          1. Perseroan sebagai pihak yang akan menerbitkan Medium Term Notes.
          2. Aldira sebagai pihak Penata Laksana Penerbitan MTN sebesar USD
             2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau setara dengan
             Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus enam puluh
             dua juta Rupiah).
          3. KSEI yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Agen
             Pembayaran.
          Aldira dan KSEI adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan
          afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi maupun hubungan
          dewan komisaris dengan Perseroan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   1
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
           dengan Rencana Transaksi.


2.2.1.1.   PT Jaya Swarasa Agung Tbk (“Perseroan”)

           Struktur Permodalan Perseroan

           Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
           30 September 2023 berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
           direview oleh KAP Anwar dan Rekan, adalah sebagai berikut :
           Tabel 2.1.    Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                             Jumlah Saham                             Komposisi
                             Pemegang Saham                                      Nilai Nominal (Rp)
                                                               (Lembar)                                 (%)

            1 Anwar Tay                                            394.820.000       19.741.000.000     35,93%
            2 Alexander Anwar                                       79.800.000        3.990.000.000      7,26%
            3 Andrew Sanusi                                         59.860.000        2.993.000.000      5,45%
            4 Susanto                                               59.700.000        2.985.000.000      5,43%
            5 Lidya Anwar                                           49.800.000        2.490.000.000      4,53%
            6 Harno Hasjim                                          19.940.000          997.000.000      1,81%
            6 Masyarakart                                          435.000.000       21.750.000.000     39,58%
            Jumlah Saham Beredar                                 1.098.920.000       54.946.000.000    100,00%
           Sumber : Laporan Keuangan Limited Review Perseroan 30 September 2023 (diolah)

           Susunan Pengurus Perseroan

           Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 30 September 2023 yang
           direview oleh KAP Anwar dan Rekan, susunan Dewan Komisaris dan
           Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :
           Tabel 2.2.    Susunan Pengurus Perseroan
                        Jabatan                                           Nama
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                       Anwar Tay
            Komisaris                             Djoni Tatan

            Dewan Direksi
            Direktur Utama                        Alexander Anwar
            Direktur                              Andrew Sanusi
           Sumber : Laporan Keuangan Limited Review Perseroan 30 September 2023 (diolah)



2.2.1.2.   PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”)

           Aldira pertama berdiri bertepatan dengan diserahkannya akta pendirian
           bertanggal 28 Juni 1990 kepada notaris hukum. Akta pendirian
           perusahaan tersebut kemudian mendapat persetujuan/ pengesahan dari
           Departemen Kehakiman lewat SK (surat keputusan) bernomor seri


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                                 2
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           No.C2.4002.HT.01.01.Th'90. pada tanggal 9 Juli 1990. Dalam rangka
           pengembangan usaha, Aldiracita Sekuritas Indonesia melalui anak
           perusahaannya, PT Surya Timur Alam Raya (STAR Asset Management)
           juga jasa pengelolaan reksa dana yang menyesuaikan dengan kebutuhan
           keuangan nasabah.

           Struktur permodalan dan kepemilikan saham Aldira pada tanggal
           30 September 2023 berdasarkan informasi yang diperoleh di IDX, adalah
           sebagai berikut :
           Tabel 2.3.     Susunan Pemegang Saham Aldira
                                                                                   Komposisi
                                               Pemegang Saham
                                                                                     (%)

            1 PT Nirmala Taruna                                                      99,99%
            2 Jenardi Purnama                                                         0,01%
            Jumlah Saham Beredar                                                    100,00%
           Sumber : IDX (diolah)

           Berdasarkan informasi yang diperoleh dari IDX per 30 September 2023,
           susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Aldira adalah sebagai
           berikut:
           Tabel 2.4.     Susunan Pengurus Aldira
                           Jabatan                                        Nama
            Dewan Komisaris
            Komisaris                                 B. Hari Mantono

            Dewan Direksi
            Direktur Utama                            Rudy Utomo
            Wakil Direktur Utama                      Livius Nurtanio
            Direktur                                  Heri Indarno Sulistyanto
           Sumber : IDX (diolah)


2.2.1.3.   PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”)

           KSEI merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian(LPP) di Pasar
           Modal Indonesia yang menyediakan layanan jasa Kustodian sentral dan
           penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien, sesuai
           amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar
           Modal. Didirikan di Jakarta pada 23 Desember 1997 dan memperoleh izin
           usaha pada 11 November 1998, KSEI merupakan salah satu Self-
           Regulatory Organization (SRO) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
           dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). KSEI mulai
           menjalankan kegiatan operasional penyelesaian transaksi Efek dengan
           warkat pada tanggal 9 Januari 1998, mengambil alih fungsi sejenis dari PT
           Kliring Depositori Efek Indonesia (KDEI) sebagai Lembaga Kliring
           Penyimpanan dan Penyelesaian (LKPP).Tahun 2000, KSEI bersama SRO
           lainnya menerapkan transaksi perdagangan dan penyelesaian Efek tanpa


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)              3
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          warkat (scripless trading) di Pasar Modal Indonesia. Penerapan tersebut
          didukung oleh sistem utama KSEI, yaitu The Central Depository and Book
          Entry Settlement System (C-BEST).


2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

          Ringkasan draft Perjanjian Penerbitan MTN USD I PT Jaya Swarasa
          Agung Tbk tahun 2023 dan Penunjukan Agen Pemantau serta Arranger
          adalah sebagai berikut:

          1. Bahwa guna mendukung penyediaan dana untuk pengembangan
             usaha Penerbit, maka Penerbit bermaksud akan menerbitkan surat
             hutang berjangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) dengan
             cara penawaran secara terbatas (private placement) dengan jumlah
             seluruhnya sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika
             Serikat), dan diberi nama “Medium Term Notes” USD I PT Jaya
             Swarasa Agung Tbk Tahun 2023 (selanjutnya disebut “MTN”).
          2. Bahwa untuk melakukan penerbitan MTN ini, Direksi Penerbit telah
             memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris PT Jaya Swarasa
             Agung Tbk sedemikian ternyata dari Surat tertanggal.
          3. Penerbit telah menunjuk PT Aldiracita Sekuritas Indonesia selaku
             Penata Laksana Penerbitan yang mencari calon pembeli/investor dan
             membantu Penerbit dalam proses penerbitan MTN/EBUS Tanpa
             Penawaran Umum secara 10 bertahap dengan syarat-syarat dan
             ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Penerbitan MTN dan dokumen-
             dokumen serta perjanjian lainnya yang dibuat sehubungan dengan
             Perjanjian Penerbitan MTN.
          4. Penerbit telah menunjuk PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
             (selanjutnya disebut “KSEI”), untuk bertindak sebagai Agen
             Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran, yang akan
             ditandatangani oleh dan antara Penerbit dan KSEI, sedemikian
             berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran di bawah Nomor: SP- /AP-
             MTN/KSEI/ 23 dibuat di bawah tangan, oleh dan antara Penerbit dan
             KSEI.
          5. Bahwa sifat dari penawaran dan penempatan untuk Medium Term
             Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk. Tahun 2023 yang
             diterbitkan oleh Penerbit adalah bersifat terbatas (private placement)
             dan tidak ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum (public
             offering) sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
             Nomor 30/POJK.04/2019 Tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang
             dan/atau Sukuk Yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum.
          6. “Medium Term Notes” atau “MTN” adalah surat hutang berjangka
             waktu menengah yang diterbitkan oleh Penerbit kepada Pemegang
             MTN yang diterbitkan tanpa melalui mekanisme penawaran umum dan
             memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam POJK 30/2019,
             berdasarkan Perjanjian Penerbitan MTN ini sesuai dengan jumlah yang
             terdapat dalam Sertifikat Jumbo MTN, sebagaimana tercantum dalam


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   4
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



              Pasal 2 16 ayat 2.1 Perjanjian Penerbitan MTN ini dan diberi nama
              Medium Term Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023.
          7. “Nilai Pokok MTN” berarti jumlah pokok pinjaman atas penerbitan MTN
              Penerbit kepada Pemegang MTN berdasarkan Perjanjian Penerbitan
              MTN, yang wajib dibayar oleh Penerbit kepada Pemegang MTN.
          8. “Pemegang MTN” berarti Pemodal Profesional yang menanamkan
              dananya ke dalam MTN, sehingga berhak memperoleh manfaat -- atas
              sebagian atau seluruh MTN yang dimilikinya, melalui (a) Pemegang
              Rekening, atau sebagai (b) pemegang sub-rekening yang melakukan
              investasi atas MTN melalui Pemegang Rekening.
          9. Penerbit akan menerbitkan MTN, diberi nama Medium Term Notes
              USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023, yang merupakan
              surat hutang berjangka waktu menengah yang diterbitkan oleh Penerbit
              kepada Pemegang MTN, yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo
              MTN, dengan Nilai Pokok MTN seluruhnya yaitu sebesar USD
              2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat), dengan Tenor 3 (tiga)
              tahun sejak Tanggal Penerbitan MTN yaitu pada tanggal 06-12-2023
              (enam Desember tahun dua ribu dua puluh tiga), dengan Bunga
              sebesar 4% (empat persen) per tahun, yang Tanggal Pembayaran
              Bunga MTN akan diatur dalam Lampiran Perjanjian ini dan merupakan
              bagian yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian Penerbitan MTN.
          10. MTN akan didaftarkan dan disimpan pada Penitipan Kolektif di KSEI
              berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI.
          11. Penerbit setuju, bahwa seluruh dana hasil penerbitan MTN, setelah
              dikurangi biaya-biaya akan dipergunakan oleh Penerbit untuk 57%
              (lima puluh tujuh persen) belanja modal kerja untuk pembangunan
              pabrik; dan Sisanya untuk keperluan modal kerja yang terdiri antara
              lain untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, bahan
              bakar, barang keemasan, serta biaya overhead.-
          12. Bahwa tidak diperlukan persetujuan/perlu persetujuan dari kreditur
              (kreditur) Penerbit sehubungan dengan penerbitan Medium Term
              Notes USD I PT Jaya Swarasa Agung Tbk Tahun 2023 ini.

          Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga
          syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan
          risiko yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya
          Rencana Transaksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   5
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          a. Manfaat Rencana Transaksi
              Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu penerbitan MTN maka
              Perseroan akan mendapatkan modal dengan beban bunga pinjaman
              yang relatif lebih rendah. Selain itu, Perseroan akan menjadikan
              sebagai modal kerja Perseroan sehingga Perseroan bisa
              mempersiapkan bahan baku di tengah kondisi kenaikan harga bahan
              baku, bahan pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta
              biaya overhead.

          b. Risiko Rencana Transaksi
               Apabila Rencana Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal
               kerja, Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana
               lain yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding Rencana
               Transaksi.


2.3.      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

2.3.1.    Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan

          Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 1 Mei 1998
          dari Trisnawati Mulia, S.H., di Jakarta dan telah mendapat persetujuan
          sebagai badan hukum dari Departemen Hukum dan Perundang-undangan
          tanggal    19    Juli   1999    melalui  Surat    Keputusan   No.   C-
          13163.HT.01.01.TH.99. Perusahaan berdiri sesuai dengan Izin Prinsip
          Penanaman Modal Dalam Negeri Dinas Penanaman Modal dan
          Pelayanan          Terpadu        Satu        Pintu       (“DPMPTSP”)
          No. 678/3603/IP/PMDN/2017 dengan nomor Perusahaan 17412.2017
          tanggal 14 Desember 2017. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa
          kali diubah, terakhir dengan Akta Notaris No. 322 tanggal 30 Desember
          2021 dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn,
          di Jakarta tentang penawaran saham baru melalui penawaran umum.
          Perubahan tersebut telah dilaporkan dan disetujui oleh Kementerian
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
          Keputusan No. AHUAH. 01.030004459 Tahun 2022 Tanggal 4 Januari
          2022.

          Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam
          bidang industri (biskuit, coklat dan permen) dan perdagangan (impor dan
          ekspor). Pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Anwar Tay
          adalah pemegang saham mayoritas Perusahaan yang masing-masing
          memiliki 35,93% (tiga puluh lima koma sembilan puluh tiga persen) dan
          50,92% (lima puluh koma sembilan puluh dua persen) kepemilikan.

          Kantor Perusahaan terletak di Jl. Parung Panjang No. 68 Kelurahan
          Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Perusahaan mulai
          beroperasi secara komersial pada tahun 1998.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   6
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Kegiatan Usaha Perseroan

          Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT
          Jaya Swarasa Agung Tbk. Nomor 219 tanggal 24 November 2021,
          maksud dan tujuan perusahaan adalah berusaha dalam bidang (i) Industri
          Produk Roti dan Kue, (ii) Industri Makanan dari Cokelat dan Kembang
          Gula dari Coklat, (iii) Perdagangan Besar Produk Roti, dan (iv)
          Perdagangan Besar Gula, Coklat dan Kembang Gula.

          Legalitas dan Perijinan Perseroan

          Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
          berikut :

          Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
          No.            Keterangan                 Nomor & Tanggal             Yang Mengeluarkan
                Akta Pendirian Perseroan
                                                       Nomor : 4                Trisnawati Mulia, S.H
           1.   Terbatas PT Jaya Swarasa
                                                   Tanggal 01 Mei 1998         Notaris di Jakarta Pusat
                Agung
                                                                         A.n Menteri Kehakiman Republik
                Pengesahan Pendirian Badan             Nomor : C-
                                                                          Indonesia, Direktorat Jenderal
           2.   Hukum Perseroan Terbatas PT       13163.HT.01.01.TH.99
                                                                              Hukum dan Perundang-
                Jaya Swarasa Agung                 Tanggal 19 Juli 1999
                                                                                    Undangan
                Akta Pernyataan Keputusan                                Christina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
                                                       Nomor : 187
           3.   Para Pemegang Saham PT                                                 M.Kn.
                                                   Tanggal 23 Juni 2021
                Jaya Swarasa Agung                                            Notaris di Jakarta Barat
                                                      Nomor : AHU-         A.n Menteri Hukum dan HAM
                Persetujuan       Perubahan
                                                 0036086.AH.01.02.Tahun    Republik Indonesia, Direktur
           4.   Anggaran Dasar PT Jaya
                                                           2021            Jenderal Administrasi Hukum
                Swarasa Agung Tbk
                                                   Tanggal 23 Juni 2021                Umum
                Akta Pernyataan Keputusan                                Christina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
                                                       Nomor : 322
           5.   Para Pemegang Saham PT                                                 M.Kn
                                                Tanggal 30 Desember 2021
                Jaya Swarasa Agung Tbk                                        Notaris di Jakarta Barat
                                                                           A.n Menteri Hukum dan HAM
                Penerimaan     Pemberitahuan      Nomor : AHU-AH.01.03-
                                                                           Republik Indonesia, Direktur
           6.   Perubahan Anggaran Dasar PT              0004459
                                                                           Jenderal Administrasi Hukum
                Jaya Swarasa Agung Tbk           Tanggal 04 Januari 2022
                                                                                       Umum

                                                 Nomor : 9120108790841     Menteri Investasi/Kepala Badan
           7.   Nomor Induk Berusaha (NIB)
                                                  Tanggal 04 Juli 2019     Koordinasi Penanaman Modal

                Nomor Pokok     Wajib   Pajak     Nomor : 01.849.789.1-       Direktorat Jenderal Pajak
           8.
                (NPWP)                                   45.001               Kementerian Keuangan RI
                                                        Nomor :
                Perizinan Berusaha Berbasis                                 a.n Gubernur Banten, Kepala
           9.                                     91201087908410001
                Risiko (KBLI 10710)                                          DPMPTSP Provinsi Banten
                                                   Tanggal 25 Juli 2022
                                                        Nomor :
                Perizinan Berusaha Berbasis                                 a.n Gubernur Banten, Kepala
          10.                                     91201087908410003
                Risiko (KBLI 10732)                                          DPMPTSP Provinsi Banten
                                                   Tanggal 25 Juli 2022




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                            7
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.3.2.    Gambaran Perekonomian Indonesia
          Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                                                 TW I
                            Deskripsi                    2019      2020      2021      2022
                                                                                                 2023
           PDB Dunia (%)                                    2,80     -3,30      6,00      3,10      2,60
           PDB Indonesia (%)                                5,02     -2,07      3,70      5,31      5,03
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                  14.110     14.050    14.320    15.592    15.062
           Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $)      129,200    135,900   144,900   137,200   145,200
           Inflasi                                          2,72      1,68      1,87      5,51      4,97
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                  4,75      3,50      3,50      5,75      5,75
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

          • Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong
            dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19
            khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
            ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan
            ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi
            kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I-2023. Perbaikan ekonomi
            global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
            mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
            mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
            meskipun     diperkirakan     hampir    akan      mencapai     puncaknya.
            Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk
            modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk
            Indonesia.
          • Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
            permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran
            Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Nilai
            tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
            ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan
            mendukung stabilitas perekonomian. Likuiditas perbankan dan
            perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
            peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
            Dengan berbagai perkembangan teresebut pertumbuhan ekonomi 2023
            diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
          • Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
            ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
            menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan
            level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di
            investasi portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April
            2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi
            dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
            Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus
            meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
            6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                           8
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



               Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
               sekitar 3 bulan impor.
           •   Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
               (mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan
               Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya
               sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
           •   Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga
               berkontribusi positif mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan
               mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance kebijakan
               likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid
               terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91%
               pada Maret 2023.
           •   Di pasar uang, suku bunga Indonesia tetap rendah sebesar 5,65% pada
               17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
               menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
               imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito
               1 bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
               dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023
               juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
               meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
           •   Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik
               dari sisi permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan
               perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
               Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
               jugaterkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
               Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
               Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga
               didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy).
               Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
               perbankan Indonesia yang kuat.
           •   Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh
               sistem pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang
               elektronik (UE) pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga
               mencapai Rp34,1 triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88%
               (yoy) menjadi Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran
               menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45%
               (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.


2.3.2.1.   Pertumbuhan Ekonomi Global

           Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Bank Indonesia tetap memprakirakan
           pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
           Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok
           pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
           rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya.
           Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik
           dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)      9
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS
           dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan
           lambat dan mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di
           negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
           Sementara itu, respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus
           perbankan di AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian
           pasar keuangan global. Perkembangan tersebut pada gilirannya
           mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara
           berkembang, termasuk Indonesia.

           Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia




2.3.2.2.   Pertumbuhan Ekonomi Domestik

           Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
           permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta
           diprakirakan semakin kuat seiring dengan terus naiknya mobilitas,
           membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring
           dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama
           investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023,
           ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh
           ekspor batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan
           negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi
           kontributor utama. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri
           pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi diprakirakan
           tumbuh kuat. Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir
           seluruh wilayah dan diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah
           Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan
           tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran
           proyeksi 4,5-5,3%.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   10
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
          (y-on-y). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-
          on-y) tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
          lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
          Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,93 persen, diikuti Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,55 persen, Jasa Lainnya
          sebesar 8,90 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 7,19 persen,
          serta Jasa Perusahaan sebesar 6,37 persen. Sementara itu, Industri
          Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,43 persen.

          Gambar 2.1.         Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
          pada triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 18,57
          persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
          Sepeda Motor sebesar 12,95 persen; Pertambangan dan Penggalian
          sebesar 11,85 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
          11,77 persen; serta Konstruksi sebesar 9,88 persen. Peranan kelima
          lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02
          persen.

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
          (q-to-q). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi
          sebesar 0,92 persen (q-to-q) dibanding triwulan IV-2022. Lapangan usaha
          yang mengalami kontraksi pertumbuhan yang cukup dalam diantaranya
          Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56
          persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,29 persen; serta Administrasi
          Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,96


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)          11
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          persen. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha
          Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,89 persen; diikuti Pertanian,
          Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,73 persen; serta Jasa Lainnya
          sebesar 1,07 persen.

          Gambar 2.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
          (y-on-y). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
          (y-on-y) tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua
          komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalami
          pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
          sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT
          (PK-LNPRT) sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi
          Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54 persen, Komponen PK-P sebesar
          3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
          sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
          merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga
          tumbuh sebesar 2,77 persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   12
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Gambar 2.3. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku
          triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih
          dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 52,88 persen, diikuti oleh
          komponen PMTB sebesar 29,11 persen, Komponen Ekspor Barang dan
          Jasa sebesar 22,71 persen, Komponen PK-P sebesar 5,32 persen,
          Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17 persen, dan Komponen Perubahan
          Inventori sebesar 2,40 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang
          dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar
          19,56 persen.

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
          (q-to-q). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 dibanding triwulan IV-2022 (q-
          to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,92 persen. Kontraksi
          terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen
          PK-RT yang tumbuh sebesar 0,25 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada
          Komponen PK-P sebesar 45,38 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang
          dan Jasa sebesar 5,40 persen, Komponen PMTB sebesar 3,72 persen,
          dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,97 persen. Di sisi lain, Komponen
          Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB juga
          mengalami kontraksi sebesar 6,95 persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)        13
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Gambar 2.4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

          Provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi
          struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17
          persen terhadap PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,82 persen,
          Pulau Kalimantan sebesar 9,00 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,87
          persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,68 persen, serta Pulau
          Maluku dan Papua sebesar 2,46 persen.

          Sementara itu dengan dihapusnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
          Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022, pertumbuhan
          ekonomi di sebagian besar provinsi menunjukkan penguatan. Pada
          triwulan I-2023, penguatan pertumbuhan (y-on-y) tercatat pada kelompok
          provinsi di Pulau Sulawesi sebesar 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan
          sebesar 5,79 persen, Pulau Sumatera sebesar 4,79 persen, serta Pulau
          Bali dan Nusa Tenggara sebesar 4,74 persen. Kelompok provinsi di Pulau
          Jawa serta Pulau Maluku dan Papua mengalami perlambatan
          pertumbuhan masing-masGinragf iks e7besar 4,96 persen dan 1,95
          persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)        14
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Gambar 2.5.         Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I-2023 (persen)




           Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

           Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran (triliun
                      rupiah)




           Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS


2.3.2.3.   Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

           Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
           Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
           (mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan,
           sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar
           5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di semua
           kelompok, yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                         15
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          2023 terus melambat dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi
          ekspektasi inflasi dan tekanan imported inflation yang menurun serta
          pasokan agregat yang memadai dalam merespons kenaikan permintaan
          barang dan jasa. Sementara itu, inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy)
          pada Februari 2023 menjadi 5,83% (yoy). Tekanan inflasi yang terus
          menurun tersebut dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan moneter
          Bank Indonesia yang pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang
          erat dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah
          (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
          berbagai daerah. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia
          meyakini inflasi inti akan tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa
          tahun 2023 dan inflasi IHK dapat kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih
          awal dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memperkuat
          koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian
          inflasi.

          Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung
          ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan
          mencatat surplus ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang
          sebesar 12,3 miliar dolar AS. Transaksi modal dan finansial triwulan I 2023
          diprakirakan juga mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing
          dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net
          inflows sebesar 4,7 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi
          portfolio terus berlanjut pada April 2023 yang hingga 14 April 2023
          mencatat net inflows 1,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif di aliran
          masuk modal asing sejalan dengan dampak meredanya ketidakpastian
          pasar keuangan global, di tengah kondisi ekonomi domestik yang terus
          membaik seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah,
          dan imbal hasil aset keuangan yang menarik. Posisi cadangan devisa
          Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar
          dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor
          dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
          standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Berbagai kinerja
          positif tersebut diprakirakan berlanjut sehingga NPI 2023 diprakirakan
          mencatat surplus, dengan transaksi berjalan dalam kisaran surplus 0,4%
          sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Sementara itu, neraca transaksi
          modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus yang lebih tinggi
          didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk PMA dan investasi
          portofolio.

          Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023)
           Bulan                2018         2019         2020        2021     2022     2023
           Januari                3,40         3,25         2,82        1,55     2,18     5,28
           Februari               3,83         3,18         2,57        1,38     2,06     5,47
           Maret                  3,61         3,40         2,48        1,37     2,64     4,97
           April                  4,17         3,41         2,83        1,42     3,47     4,33
           Mei                    4,33         3,23         3,32        1,68     3,55
           Juni                   4,37         3,12         3,28        1,33     4,35


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                 16
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



            Bulan                2018         2019          2020        2021     2022     2023
            Juli                   3,88         3,18          3,32        1,52     4,94
            Agustus                3,82         3,20          3,49        1,59     4,69
            September              3,72         2,88          3,39        1,60     5,95
            Oktober                3,56         3,16          3,13        1,66     5,71
            Nopember               3,30         3,23          3,00        1,75     5,42
            Desember               3,61         3,13          2,72        1,87     5,51
           Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)



2.3.2.4.   Nilai Tukar Rupiah

           Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
           ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
           sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir
           Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi
           portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
           menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan
           dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar
           0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank
           Indonesia memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan dengan
           surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal asing
           dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi
           yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.
           Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar
           Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
           memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global
           terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut diperkuat dengan
           pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas
           Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.


2.3.2.5.   Suku Bunga

           Di pasar uang, suku bunga Indonesia tetap rendah sebesar 5,65% pada
           17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
           menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
           imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1
           bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
           dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga
           kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat
           4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan
           terus memastikan kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem
           keuangan serta mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan
           bagi pemulihan ekonomi nasional.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                 17
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan
          ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi
          yaitu sebesar 9,93% (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja
          positif, dengan pertumbuhan lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada
          Maret 2023.

          Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
          memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
          (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
          dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini konsisten
          dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking
          untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan
          inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75%
          memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1%
          di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat
          kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya.
          Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna
          mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi
          dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai
          tukar Rupiah.


2.3.3.    Gambaran Umum Industri Perdagangan di Indonesia

          Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi
          penentu aktivitas ekonomi disisi distribusi. Gambaran umum
          perkembangan industri perdagangan di Indonesia salah satunya dapat
          mengacu pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank
          Indonesia. Pada Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja
          penjualan eceran tetap tumbuh positif, baik secara tahunan maupun
          bulanan. Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember tercatat sebesar 217,8,
          atau secara tahunan masih tumbuh positif 0,7% (yoy), meski lebih rendah
          dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,3%
          (yoy).

          Berdasarkan kelompoknya, kinerja penjualan eceran pada kelompok
          peralatan informasi dan komunikasi meningkat sebesar 16,6% (yoy) serta
          barang budaya dan rekreasi sebesar 8,2% (yoy). Sementara itu, kelompok
          perlengkapan rumah tangga lainnya (-10,2%, yoy) serta suku cadang dan
          aksesori (-8,2%,yoy) membaik meski masih terkontraksi. Adapun
          perlambatan terjadi kelompok terjadi pada kelompok makanan, minuman
          dan tembakau (0,5%,yoy) dan sekelompok sandang (12,7%, yoy),
          sementara kelompok bahan bakar kendaran bermotor (-10,4%, yoy)
          tercatat menurun dan berada di fase kontraksi.

          Secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh sebesar 7,0% (mtm),
          meningkat dari 0,4% (mtm) pada bulan sebelumnya. Seluruh kelompok
          tercatat meningkat dan berada pada fase ekspansi, dengan peningkatan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   18
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (42,9%,mtm)
          dipengaruhi oleh tingginya penjualan TV Gigital sejalan dengan kebijakan
          peralihan dari YV Analog ke didorong HBKN Natal, musim libur dan kahir
          tahun, serta strategi potongan harga sehingga mendorong domestik.

          Gambar 2.6.    Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (%)




          Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022

          Pada Januari 2023, kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat
          secara tahunan, namun terkontraksi secara bulanan.Hal tersebut
          tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2023 yang tercatat
          sebesar 213,2 atau tumbuh 1,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan
          pertumbuhan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, kinerja
          kelompok makanan, minuman dan tembakau (4,2%,yoy) menjadi satu-
          satunya kelompoknya yang meningkat, sementara subkelompok sandang
          (10,6%, yoy) tercatat melambat.

          Gambar 2.7.    Pertumbuhan IPR Menurut Kelompok (%,yoy)




          Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   19
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Secara bulanan, penjualan eceran berada pada fase kontraksi sebesar -
          2,1% (mtm), berbalik arah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 7,0%
          (mtm). Penurunan/perlambatan terjadi pada seluruh kelompok, dengan
          penurunan terdalam pada kelompok peralatan informasi dan komunkasi
          (-20,5%, mtm), disusul subkelompok sandang (-3,6%, mtm) serta
          kelompok barang budaya dan rekreasi (-4,1%, mtm) sejalan dengan
          penurunan permintaan masyarakat HBKN natal dan libur akhir tahun pada
          bulan sebelumnya. Sementara itu, perlambatan terjadi pada kelompok
          suku cadang dan aksesori (0,1%, mtm) disebabkan oleh penurunan
          permintaan masyarakat.


2.3.4.    Industri Makanan dan Minuman
          Industri makanan dan minuman juga berkontribusi lebih dari sepertiga
          terhadap total PDB industri pengolahan nonmigas atau setara 38,35%
          PDB. Industri ini terus menjadi perhatian pemerintah dikarenakan
          kontribusi yang besar sehingga pemerintah menerapkan standar tertinggi
          dalam pengelolaan limbah dan konservasi air, mengurangi konsumsi listrik
          dan air, serta memaksimalkan efektivitas pemurnian air limbah
          (www.ekon.go.id). Melihat prospek pada usaha makanan dan minuman
          yang bagus, didasari oleh keuntungan populasi Indonesia yang telah
          mencapai 275 juta jiwa, Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia
          dalam kategori populasi dunia terbanyak. Perseroan melihat peluang pada
          industri makanan dan minuman dan ingin ikut berkontribusi dalam
          pengembangan UMKM di Indonesia. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
          atau biasa disebut UMKM merupakan tumpuan atau andalan pada
          pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah RI telah memberikan arahan
          untuk melakukan pengembangan UMKM karena UMKM memiliki
          kontribusi terhadap PDB mencapai 60,5% dan penyerapan tenaga kerja
          sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.




          Sumber: www.databoks.katadata.co.id



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   20
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Dari seluruh usaha UMKM, mayoritas bergerak pada bidang makanan dan
          minuman. Sektor ini berbanding lurus atau sejalan dikarenakan makin
          banyaknya populasi suatu negara, maka industri makanan dan minuman
          ataupun kebutuhan pokok menjadi mesin penjalan ekonomi. Pada tahun
          2022, sebanyak 20.76 unit UMKM telah masuk kedalam ekosistem digital.

          BPS mencatat, kinerja industri makanan dan minuman tumbuh 5,33%
          secara tahunan pada kuartal I/2023. Pertumbuhan kinerja industri mamin
          menjadi yang terbesar keempat di antara subsektor industri pengolahan
          lainnya.




          Sumber: Badan Pusat Statistika (BPS)

          Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas
          dasar harga konstan (ADHK) dari industri makanan dan minuman (mamin)
          sebesar Rp206,19 triliun pada kuartal I/2023. Nilai tersebut tumbuh 5,33%
          dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year
          on year/yoy) sebesar Rp195,75 triliun. Pertumbuhan kinerja industri mamin
          menjadi yang terbesar keempat di antara subsektor industri pengolahan
          lainnya pada kuartal I/2023. Posisinya tepat di bawah industri barang
          logam, logam dasar, dan alat angkutan yang masing-masing naik sebesar
          12,78% (yoy), 15,51% (yoy), dan 17,27% (yoy). Menurut Kementerian
          Perindustrian (Kemenperin), industri mamin tumbuh seiring melandainya
          pandemi Covid-19 di tanah air. Terlebih, industri mamin termasuk
          subsektor yang konsisten berada di level ekspansi berdasarkan Indeks
          Kepercayaan Industri (IKI). Kendati, ekspor industri mamin terkontraksi
          6,62% (yoy) pada kuartal I/2023. BPS mencatat, nilai ekspor industri
          mamin turun menjadi US$10,22 miliar pada Januari-Maret 2023
          dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar US$10,94 miliar.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   21
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Sebagai informasi, industri mamin merupakan salah satu subsektor dari
          industri pengolahan. Industri ini berkontribusi sebesar 33,62% terhadap
          PDB industri pengolahan pada kuartal I/2023.


2.3.5.    Analisa Prospek Usaha Perseroan

          Secara Makro ekonomi jangka pendek, prospek usaha di industri makanan
          dan minuman dipengaruhi oleh faktor daya beli masyarakat, jumlah
          supplier pembuat makanan dan minuman dan tentunya faktor kompetitif
          antar supplier. Walaupun daya beli masyarakat Indonesia masih tergolong
          kuat, dengan adanya Pandemi Covid19, ekonomi dan usaha di berbagai
          industri nusantara cukup terpengaruh. Spesifik di Industri Makanan dan
          minuman, pengaruh Pandemi pada perputaran penjualan juga bisa di
          rasakan tetapi masih terkontrol, tergolong minimal dan akan segera
          berakhir dengan adanya program vaksinasi masal yang didorong
          pemerintah RI. Untuk jangka menengah sampai Panjang, Perseroan
          menilai bahwa industri makanan dan minuman selalu akan menjadi
          industri baku (staple industry) populer yang selalu berkembang seiring
          perkembangan populasi, kenaikan pendapatan per kapita (Per Capita
          Income) masyarakat dan perkembangan gaya hidup masyarakat baik
          nasional maupun internasional.

          Melihat dan menilai kondisi tersebut diatas. Perseroan telah menjalankan
          strategi efektifitas, efisiensi dan inovasi. Strategi ini di terapkan dalam hal
          penyediaan, pembelian dan seleksi bahan baku, kemasan, prosedur
          proses pembuatan, peningkatan kinerja sumber daya manusia hingga
          inovasi produk baru yang unik di pasaran dan didukung pengembangan
          penjualan dengan cara penguatan jalur distribusi. Pemerintah RI
          menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 5,8% year on
          year (yoy). Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan didorong
          faktor utama investasi dan ekspor. Demikian juga Perseroan berencana
          akan menambah plant barunya di daerah Sumedang untuk menambah
          kapasitas terpasang untuk produksi Biscuit dan Cracker guna memenuhi
          permintaan pasar Lokal dan juga Ekspor. Pembangunan tersebut akan
          dilaksanakan pada periode tahun akhir 2021 dan diperkirakan selesai akhir
          2022. Perseroan pada saat ini bergerak di 4 (empat) Business Unit yaitu;
          Biscuit dan Cracker, Wafer Roll, Coklat Meises dan Snack Puff.

          Dalam target tahunan nya Perseroan berniat mengejar beberapa market
          baru dengan growth yang tinggi yaitu dengan cara berinovasi di produk
          yang sehat tapi lezat. Inovasi produk Perseroan mengarah kepada produk
          yang unik dan bertema “wellness” (Kesehatan/kebugaran) yg belum ada di
          pasaran. Dimulai dengan brand TRICKS. TRICKS merupakan produk
          makanan ringan berbentuk biscuit crackers panggang unik dengan
          kandungan kalori kurang dari 100 kalori per sachet, dan dibuat dengan
          bahan dasar Kentang Asli. Produk ini sudah di luncurkan dan di terima
          sangat baik oleh masyarakat dan telah membantu menaikkan pendapatan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)       22
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Perseroan dengan signifikan. Tahun 2021, Perseroan berniat meluncurkan
          beberapa produk inovasi baru lainnya seperti produk snack dengan
          kandungan fiber dan protein yang tinggi, produk minuman yang dapat
          mendukung daya tahan tubuh untuk menjawab tantanggan di era Covid-19
          ini, sampai produk untuk kebutuhan khusus masyarakat seperti Gluten
          Free, Vegetarian, dan Plant based food (makanan berbasis nabati).
          Perkembangan Riset (Research and Development) menjadi salah satu
          pilar perkembangan Perseroan yang akan di fokuskan di inovasi di
          kategori makanan ringan sehat yang dapat dikonsumsi sektor masyarakat.

          Perseroan percaya selama Perseroan memproduksi dan mendistribusikan
          produknya dengan dukungan Teknologi dan data maka pertumbuhan
          usaha akan stabil dan memuaskan. Sejak 2016 Perseroan telah menganut
          Industrial 4.0 dan Data-Driven Decision Making (keputusan berdasarkan
          data real yang di kumpulkan/diperoleh dari penggunaan teknologi).
          Digitalisasi atas monitoring pengadaan barang atau supply chain juga
          telah di implementasikan dengan baik di Perseroan. Dalam 5 tahun ini,
          Perseroan terus menerus membangun teknologi pendukung dan
          mengumpulkan data serta memperbaiki infrastruktur internal. Dimulai
          dengan perbaikan standar pada bagian manajemen Accounting dan
          Finance, diteruskan dengan pengembangan Aplikasi Sales tracking,
          sampai ke perkembangan pembagian Distribusi didasarkan data pasar.
          Mulai dari 2019, investasi dan implementasi Teknologi dan Informasi pun
          sudah dilakukan di Departemen Sumber Daya Manusia untuk melakukan
          seleksi, monitor dan pembagian insentif yang tepat sasaran.

          Sampai tahun ini implementasi IT pada Operasional Produksi dan
          Penggunaan Otomasi sedang di lakukan dengan tujuan supaya
          Manajemen Perseroan dapat mengetahui dan memonitor seluruh
          Perseroan dengan baik, cepat dan tepat waktu. Sampai saat ini Perseroan
          secara aktif memakai berbagai aplikasi yang di buat in-house untuk selalu
          mengarahkan dan memonitor aktifitas penjualan, pembelian, proses
          seleksi, training, monitor KPI serta penghargaan untuk sumber daya
          manusia secara digital, sampai dengan pemakaian Algorithm Based
          Inventory and Stock Replenishment System yang membantu membaca
          statistical pattern guna mengontrol dan mengestimasi kebutuhan dan
          jumlah Bahan Baku, Finished Goods Delivery dan juga Production Control
          and Planning. Perkembangan dalam hal efektifitas, efisiensi kerja dan hasil
          kerja sangat di rasakan oleh Perseroan dengan pemakaian Data dan
          Teknologi ini dan Perseroan bertekad untuk terus mengembangkan
          perancangan dan implementasi aplikasi teknologi di industri ini untuk
          meraih keunggulan di jangka pendek dan jangka panjang. Perseroan
          percaya bahwa penggunaan Teknologi akan sangat membantu dan kritikal
          dalam menganalisa prospek usaha dan bahkan akan menjadi masa depan
          essensial di industri ini.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   23
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.3.6.    Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

          Penerbitan MTN dilakukan sebagai alternatif pendanaan yang
          membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan proses pinjaman
          dari bank. Adapun tujuan dari penerbitan MTN adalah untuk digunakan
          sebagai modal kerja dan/atau belanja modal Perseroan. MTN diterbitkan
          dengan syarat dan kondisi yang sama baik kepada pihak ketiga maupun
          pihak terafiliasi yang berminat membeli MTN tersebut.


2.3.7.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
          Transaksi

          Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
          adalah sebagai berikut :

          •   Seluruh dana hasil penerbitan MTN setelah dikurangi biaya-biaya
              sehubungan dengan penerbitan MTN akan digunakan untuk modal
              kerja yang terdiri antara lain untuk pembelian bahan baku, bahan
              pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta biaya
              overhead.
          •   Perseroan dapat menggunakan dana dari penerbitan MTN I Tahap I
              untuk melakukan pengembangan perusahaan serta pengembangan
              produk baru. Selain itu sebagian dana dari penerbitan MTN I Tahap I
              juga digunakan untuk modal kerja yang dibutuhkan seiring dengan
              peningkatan volume bisnis Perseroan.

          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
          adalah sebagai berikut :

          • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
            muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
            lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan,
            KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara
            lain biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai
            serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian
            hari.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   24
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.4.       Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

2.4.1.     Analisis Kinerja Historis Perseroan

           Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan,
           laba rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
           beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
           bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2018, 31
           Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember
           2022 dan limited review per 30 September 2023 disajikan sebagai berikut :


2.4.1.1.   Analisis Posisi Keuangan
           Tabel 2.10. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah)
            Historis Posisi Keuangan

                                                                          2018A             2019A              2020A              2021A              2022A          Sept 2023A

             ASSET
             Aset Lancar
                Kas dan bank                                    IDR     2.165.806.642     2.235.313.408      2.019.298.339     27.222.189.697       679.172.081       558.075.044
                Piutang usaha - neto                            IDR    23.795.076.734    91.146.491.141     72.325.906.961     47.459.301.806     16.234.443.234    62.455.708.600
                Piutang lain - lain pihak ketiga                IDR               -                 -                  -                  -                  -        226.842.088
                Piutang pemegang saham                          IDR               -                 -       43.150.000.000                                                     -
                Persediaan - neto                               IDR    79.758.293.301    32.431.188.245     36.227.368.941     69.112.719.888    104.265.502.286   117.918.651.376
                Pajak dibayar dimuka                            IDR               -                 -                  -        1.812.174.197                -       9.465.913.674
                Beban dibayar dimuka dan uang muka              IDR      789.422.718       921.072.808      16.627.375.894     45.437.245.817      2.969.795.202    10.627.228.440
                   Jumlah Aset Lancar                            IDR   106.508.599.395   126.734.065.602    170.349.950.135    191.043.631.405    124.148.912.803   201.252.419.222


             Aset Tidak Lancar
                Taksiran pengembalian pajak penghasilan         IDR               -                 -                  -                  -                  -        826.749.751
                Aset pajak tangguhan - neto                     IDR     1.303.138.845     2.112.612.824      2.867.870.296      2.348.116.885      1.206.615.230     2.332.506.549
                Aset tetap - neto                               IDR    54.424.885.692    69.183.780.900     70.039.755.647     81.349.506.096    122.241.274.509   126.208.618.647
                Aset takberwujud                                IDR               -                 -             569.800                 -                  -          36.533.402
                Uang muka pembelian aset tetap                  IDR               -                 -                  -       46.413.600.000     73.514.800.000    73.514.800.000
                Investasi pada entitas anak                     IDR               -                 -                  -        6.768.000.000     28.768.000.000               -
                Uang jaminan                                    IDR               -                 -                  -         425.646.818        412.500.000       425.400.000
                Aset lain - lain                                IDR               -        418.146.818        425.646.818                 -                  -                 -
                   Jumlah Aset Tidak Lancar                      IDR    55.728.024.537    71.714.540.542     73.333.842.561    137.304.869.799    226.143.189.739   203.344.608.349


             JUMLAH ASET                                         IDR   162.236.623.932   198.448.606.144    243.683.792.696    328.348.501.204    350.292.102.542   404.597.027.571


             LIABILITAS DAN EKUITAS
             Liabilitas
             Liabilitas Jangka Pendek
                Utang bank jangka pendek                        IDR               -      85.497.500.000     82.539.428.404     85.458.079.767    113.507.035.899   166.443.377.464
                Utang usaha                                     IDR    17.604.324.169    23.781.737.759     68.575.426.886     69.044.039.796     61.271.657.077    67.020.740.887
                Utang lain - lain                               IDR               -                 -                  -                  -                  -      10.186.287.703
                Utang pemegang saham                            IDR     7.600.000.000               -                  -                  -                  -                 -
                Utang pajak                                     IDR      694.288.095      1.562.811.661      1.404.311.734      2.371.202.075      1.358.441.653     1.279.576.847
                Beban akrual                                    IDR               -        665.881.597       3.580.612.111      1.127.692.589      1.070.735.337     1.947.888.427
                Uang muka penjualan                             IDR               -                 -         100.000.000            191.354       4.951.819.551     3.826.460.494
                Utang kepada pihak berelasi                     IDR   104.521.896.138    20.309.617.007     20.000.000.000                -                  -                 -
                Uang jaminan pelanggan                          IDR               -                 -                  -                  -                  -        388.919.834
                Liabilitas jangka panjang jatuh tempo setahun   IDR
                   - Liabilitas sewa                             IDR               -       1.548.976.623      1.674.329.194                -                  -        320.034.577
                   - Utang pembiayaan konsumen                   IDR               -        204.692.400        103.934.800          17.851.978                -                 -
                   - Utang bank                                  IDR               -       7.427.161.045      8.630.817.154      8.309.502.781      6.930.974.820     6.318.181.297
                   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               IDR   130.420.508.402   140.998.378.092    186.608.860.283    166.328.560.340    189.090.664.337   257.731.467.530


             Liabilitas Jangka Panjang
                Liabilitas sewa                                                   -       5.610.443.391      3.936.114.197                -                  -        404.243.299
                Utang pembiayaan konsumen                                         -        123.937.741          17.905.531                -                  -                 -
                Utang bank                                      IDR               -      19.756.688.002     18.355.679.071     13.436.214.753      6.894.060.532     2.301.032.757
                Liabilitas imbalan kerja                        IDR     4.898.618.000     6.257.231.000      6.843.765.000      6.970.581.000      4.893.086.000     4.918.000.000
                   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang              IDR     4.898.618.000    31.748.300.134     29.153.463.799     20.406.795.753     11.787.146.532     7.623.276.056


                   JUMLAH LIABILITAS                             IDR   135.319.126.402   172.746.678.226    215.762.324.082    186.735.356.093    200.877.810.869   265.354.743.586


             EKUITAS
                Modal saham                                     IDR    21.250.000.000    21.250.000.000     21.250.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000    54.946.000.000
                Tambahan modal disetor                          IDR               -                 -                  -       84.926.788.060     84.926.788.060    73.273.779.573
                Saldo laba                                      IDR     5.667.497.530     4.822.536.668      7.943.309.644      1.868.904.501      8.190.472.183     7.432.636.529
                Penghasilan (rugi) komprehensif lain            IDR               -        (370.608.750)    (1.271.841.030)      (128.547.450)     1.351.031.430     3.597.545.515
                Kepentingan non pengendali                      IDR               -                 -                  -                  -                  -          (7.677.632)
                   JUMLAH EKUITAS                                IDR    26.917.497.530    25.701.927.918     27.921.468.614    141.613.145.111    149.414.291.673   139.242.283.985


             JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                         IDR   162.236.623.932   198.448.606.144    243.683.792.696    328.348.501.204    350.292.102.542   404.597.027.571




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                                                                                                       25
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut ini.

          Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah)




          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

          • Total aset Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
            tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp404,59 miliar mengalami
            kenaikan sebesar 15,50% dibandingkan dengan tahun yang berakhir
            pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp350,29 miliar. Peningkatan
            tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada piutang
            usaha, persediaan, beban dibayar dimuka, aset tetap dan aset pajak
            tangguhan. Total aset Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31
            Desember 2022 adalah sebesar Rp350,29 miliar mengalami kenaikan
            sebesar 6,68% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31
            Desember 2021 yaitu sebesar Rp328,34 miliar. Peningkatan tersebut
            terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada kas dan bank,
            persediaan dan aset tetap pada tahun 2022. Berdasarkan perhitungan
            tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
            Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total aset
            Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 21,22% per tahun.
          • Total liabilitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
            tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp265,35 miliar mengalami
            kenaikan sebesar 32,10% dibandingkan dengan tahun yang berakhir
            pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp200,87 miliar. Peningkatan
            tersebut disebabkan oleh jumlah liabilitas jangka pendek terutama pada
            utang bank jangka pendek, utang usaha dan utang lain – lain yang
            mengalami kenaikan. Total liabilitas Perseroan untuk tahun yang
            berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp200,87 miliar
            mengalami kenaikan sebesar 7,57% dibandingkan dengan tahun yang
            berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp186,73 miliar.
            Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikain utang bank


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   26
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



             jangka pendek dan uang muka penjualan. Berdasarkan perhitungan
             tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
             Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, total liabilitas
             Perseroan mengalami peningkatan rata-rata 10,38% per tahun.
           • Total ekuitas Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
             tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp139,24 miliar mengalami
             penurunan sebesar 6,81% % dibandingkan dengan tahun yang berakhir
             pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp149,41 miliar. Penurunan
             tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya tambahan modal
             disetor serta saldo laba. Total ekuitas Perseroan untuk tahun yang
             berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp149,241 miliar
             mengalami kenaikan sebesar 5,51% dibandingkan dengan tahun yang
             berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp141,61 miliar.
             Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan saldo
             laba. Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
             (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
             tahun 2022, total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan rata-rata
             53,49% per tahun.


2.4.1.2.   Analisis Laba Rugi

           Tabel 2.11. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah)
           Historis Laba Rugi

                                                                      2018A               2019A               2020A                2021A               2022A            Sept 2023A

           PENDAPATAN                                        IDR   143.098.380.719     255.757.680.232     246.911.634.136      256.445.469.521     281.859.176.870     196.308.018.102

           BEBAN POKOK PENJUALAN                             IDR   (129.133.680.023)   (243.726.512.859)   (219.340.011.509)    (235.164.375.937)   (249.891.605.574)   (140.830.940.487)

           LABA KOTOR                                        IDR    13.964.700.696      12.031.167.373      27.571.622.627       21.281.093.584      31.967.571.296      55.477.077.615

           PENGHASILAN (BEBAN) USAHA
             Beban penjualan                                IDR       (179.138.451)       (434.898.216)       (445.477.082)        (541.766.189)       (930.847.205)    (21.068.143.620)
             Beban umum dan administrasi                    IDR     (5.582.068.000)     (6.263.023.760)     (9.623.694.393)      (9.693.421.783)    (15.817.484.290)    (25.618.363.785)
             Penghasilan (beban) usaha lain-lain - neto     IDR       (682.310.941)     (1.573.355.670)     (2.351.491.888)       1.565.397.104       3.513.582.730      (2.299.783.986)
               Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha               IDR     (6.443.517.392)     (8.271.277.646)    (12.420.663.363)      (8.669.790.868)    (13.234.748.765)    (48.986.291.391)

           LABA USAHA                                        IDR      7.521.183.304       3.759.889.727     15.150.959.264       12.611.302.716      18.732.822.531        6.490.786.224

             Penghasilan keuangan                           IDR        14.679.758            3.435.141                 -        (10.180.202.909)    (10.164.523.794)                -
             Beban keuangan                                 IDR     (7.070.146.483)     (4.879.469.959)    (11.502.729.360)     (10.180.202.909)    (10.164.523.794)    (11.383.122.387)
               Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR     (7.055.466.725)     (4.876.034.818)    (11.502.729.360)     (10.180.202.909)    (10.164.523.794)    (11.383.122.387)

           LABA SEBELUM PAJAK                                IDR       465.716.579       (1.116.145.091)      3.648.229.904        2.431.099.807       8.568.298.737      (4.892.336.163)

             Beban pajak kini                               IDR       872.423.345         271.184.229         (527.456.928)        (908.218.960)     (1.522.546.520)     (1.321.755.380)
             Beban pajak tangguhan                          IDR                  -                   -                     -       (197.285.991)       (724.184.535)       418.256.128

           LABA TAHUN BERJALAN                               IDR      1.338.139.924        (844.960.862)      3.120.772.976        1.325.594.856       6.321.567.682      (5.795.835.415)




           Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
           berikut ini:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                                                                                                     27
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Ribuan Rupiah)




          • Pendapatan Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
            tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp196,30 miliar mengalami
            penurunan sebesar 19,33% dibandingkan periode yang sama ditahun
            2022 yaitu sebesar Rp243,35 miliar. Penurunan tersebut disebabkan
            oleh menurunnya penjualan lokal yang cukup signifikan walaupun
            penjualan ekspor meningkat. Pendapatan Perseroan untuk tahun yang
            berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp281,86 miliar
            naik sebesar 9,91% dibandingkan dengan periode yang berakhir pada
            31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp256,44 miliar. Berdasarkan
            perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
            Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, penjualan
            Perseroan mengalami kenaikan rata-rata 18,47% per tahun.
          • Beban pokok penjualan (COGS) Perseroan rata-rata sebesar 87,75%
            dari pendapatan.
          • Laba kotor Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
            tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp55,47 miliar mengalami
            penurunan sebesar 11,03% dibandingkan dengan periode yang sama
            yang berakhir pada 30 September 2022 yaitu sebesar Rp62,35 miliar.
            Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya penjualan, terutama
            pada segmen penjualan barang lokal. Laba kotor Perseroan untuk
            tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar
            Rp31,96 miliar mengalami kenaikan sebesar 50,22% dibandingkan
            dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar
            Rp21,28 miliar. Peningkatan tersebut terjadi karena Perseroan pada
            tahun 2022 melakukan penjualan produk konverter kit, yang secara
            memiliki marjin kotor lebih tinggi dibandingkan produk jenis lain.
            Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
            (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   28
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



             tahun 2022, laba kotor Perseroan mengalami penurunan rata-rata
             23,00% per tahun.
           • Laba usaha Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
             tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp6,49 miliar mengalami
             penurunan sebesar 57,19% dibandingkan dengan periode yang sama
             pada 30 September 2022 yaitu sebesar Rp15,16 miliar. Penurunan
             tersebut terutama disebabkan oleh penurunan laba bruto di tengah
             kenaikan beban usaha. Laba usaha Perseroan untuk tahun yang
             berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp18,73 miliar
             mengalami kenaikan sebesar 48,54% dibandingkan dengan tahun yang
             berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp12,61 miliar.
             Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
             (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
             tahun 2022, laba usaha Perseroan mengalami penurunan rata-rata
             25,63% per tahun.
           • Rugi bersih Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
             tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp5,79 miliar berbanding
             terbalik dibandingkan dengan periode yang sama pada 30 September
             2022 dengan laba bersih sebesar Rp2,47 miliar. Penyebab Perseroan
             mengalami kerugian disebabkan oleh penurunan laba usaha serta
             kenaikan pada beban pajak. Laba bersih Perseroan untuk tahun yang
             berakhir tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp6,32 miliar
             mengalami kenaikan sebesar 376,89% dibandingkan dengan tahun
             yang berakhir pada 31 Desember 2021 yaitu sebesar Rp1,32 miliar.
             Berdasarkan perhitungan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
             (Compound Annual Growth Rate/CAGR) tahun 2018 sampai dengan
             tahun 2022, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan rata-rata
             47,43% per tahun.


2.4.1.3.   Analisis Arus Kas Perseroan

           Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2018, 31 Desember
           2019, per 31 Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan
           30 September 2023 dapat dilihat pada tabel berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   29
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Tabel 2.12. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Rupiah)
           Historis Arus Kas

                                                                       2018A               2019A               2020A               2021A               2022A              Sept 2023A

             ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
                Penerimaan kas dari pelanggan                  IDR   164.005.618.761     186.807.807.114     264.233.759.603     283.318.775.915     318.035.663.639      196.279.234.598
                Pembayaran kas kepada pemasok                  IDR   (135.643.965.325)   (187.879.066.709)   (133.465.372.497)   (299.337.246.933)   (295.346.627.901)   (112.200.886.222)
                Pembayaran kas kepada karyawan                 IDR     (1.675.021.415)     (1.514.873.354)    (66.633.480.638)    (60.154.900.986)    (35.631.142.552)    (33.337.695.790)
                Penerimaan kas dari pihak ketiga dan lainnya   IDR     (1.239.477.867)       466.230.305        4.937.228.477     (13.159.182.362)      7.405.380.236
                Pembayaran beban usaha lainnya                 IDR                -                   -                   -                   -                   -       (31.667.420.327)
                Pembayaran pajak penghasilan                   IDR        (89.514.924)       (189.005.829)       (771.819.887)     (1.348.247.631)     (1.510.367.506)     (1.352.371.286)
                Penerimaan penghasilan keuangan                IDR        14.679.758            3.435.141                 -                   -                   -                   -
                Pembayaran biaya keuangan                      IDR     (7.070.146.483)     (4.879.469.959)    (11.502.729.360)    (10.180.202.909)    (10.164.523.794)    (11.355.847.433)

             Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi        IDR    18.302.172.505       (7.184.943.291)    56.797.585.698     (100.861.004.906)    (17.211.617.878)      6.365.013.540


             ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
               Pembayaran piutang pemegang saham               IDR                -                   -       (43.150.000.000)                -                   -                   -
               Hasil penjualan aset tetap                      IDR                -                   -           60.000.000         243.000.000         195.000.000                  -
               Pembayaran uang muka pembelian aset tetap       IDR                -                   -                   -       43.150.000.000                  -                   -
               Perolehan entitas anak                          IDR                -                   -                   -        (6.768.000.000)    (22.000.000.000)                -
               Perolehan aset tetap                            IDR       (263.309.100)    (12.073.250.000)     (8.211.199.732)     (6.248.345.917)     (7.636.821.710)     (6.677.736.781)
               Perolehan aset takberwujud                      IDR                                    -              (569.800)           569.800                  -                   -

             Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi      IDR       (263.309.100)    (12.073.250.000)    (51.301.769.532)    30.377.223.883      (29.441.821.710)     (6.677.736.781)


             ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
               Pembayaran utang lain - lain                    IDR                -                   -                   -                   -                   -         1.794.000.000
               Pembayaran utang pihak berelasi                 IDR    (24.980.336.948)    (84.212.279.131)       (309.617.007)    (20.000.000.000)                -                   -
               Pembayaran utang pemegang saham                 IDR     7.600.000.000       (7.600.000.000)                -                   -                   -                   -
                Pembayaran liabilitas sewa                     IDR                -        (1.870.000.000)     (2.040.000.000)                -                   -          (205.450.002)
                Penerimaan utang bank jangka pendek            IDR                -      103.570.160.000     127.079.300.000      36.240.000.000      36.240.000.000      275.885.986.373
                Pembayaran utang bank jangka pendek            IDR                -       (18.072.660.000)   (130.037.371.596)    (33.321.348.637)     (8.191.043.868)   (273.264.868.771)
                Penerimaan utang bank jangka panjang           IDR                -       29.373.462.262        7.349.096.109       3.263.525.627     (10.126.994.221)                -
                Pembayaran utang bank jangka panjang           IDR                -        (2.189.613.215)     (7.546.448.931)     (8.504.304.318)      2.206.312.039      (5.205.821.298)
                Pembayaran utang pembiayaan konsumen           IDR                -          328.630.141         (206.789.810)       (103.988.351)        (17.851.978)                -
                Penambahan modal disetor                       IDR                -                   -                   -      108.189.000.000                  -                   -
                Pembayaran biaya emisi                         IDR                -                   -                   -        (6.580.711.940)                -                   -
               Penerimaan agio saham                           IDR                -                   -                   -       17.014.500.000                  -                   -
               Pembayaran liabilitas sewa                      IDR                -                   -                   -          (510.000.000)                -                   -

             Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan      IDR    (17.380.336.948)    19.327.700.057       (5.711.831.235)    95.686.672.381      20.110.421.972         (996.153.698)


             KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS     IDR       658.526.457          69.506.766         (216.015.069)    25.202.891.358      (26.543.017.616)     (1.308.876.939)


             KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      IDR     1.507.280.185       2.165.806.642       2.235.313.408       2.019.298.339      27.222.189.697         679.172.081


             KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                     IDR     2.165.806.642       2.235.313.408       2.019.298.339      27.222.189.697         679.172.081         (629.704.858)




          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 9
            bulan yaitu 30 September 2023 sebesar Rp6,36 miliar. Arus kas masuk
            diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan. Sementara dari arus kas
            keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji dan
            upah dan pembayaran pajak penghasilan badan, dan beban biaya
            keuangan. Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada
            tahun 2022 sebesar negatif Rp17,21 miliar.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 9
            bulan yaitu 30 September 2023 sebesar negatif Rp 6,67 miliar. Arus kas
            keluar digunakan untuk Penambahan aset tetap. Jumlah kas bersih
            yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2022 sebesar negatif
            Rp29,44 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari hasil penjualan aset
            tetap. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk Penambahan aset
            tetap dan perolehan entitas anak.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada
            periode 9 bulan yaitu 30 September 2023 sebesar Rp 996,15 juta. Arus
            kas masuk diperoleh dari penerimaan utang bank jangka pendek dan
            pembayaran utang lain - lain. Sedangkan arus kas keluar diperoleh dari
            pembayaran liabilitas sewa, pembayaran utang jangka pendek dan
            utang jangka panjang. Jumlah kas bersih yang digunakan untuk
            aktivitas pendanaan di 2022 adalah sebesar Rp20,11 miliar.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                                                                                                 30
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          • Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada pada periode 9 bulan yaitu
            30 September 2023 sebesar negatif Rp679,70 juta. Sedangkan jumlah
            kas dan setara kas Perseroan pada tahun 2022 tercatat sebesar
            Rp679,17 juta, lebih rendah tinggi 97,51% dibandingkan posisi awal
            tahun yang tercatat sebesar Rp27,22 miliar.


2.4.2.    Analisis Rasio Keuangan

          Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
          Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
          31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.13. Rasio Keuangan Perseroan
                         Keterangan                     2018A     2019A     2020A    2021A    2022A
           Rasio Likuiditas
           - Current Ratio (x)                             0,82      0,90     0,91     1,15      0,66
           - Quick Ratio (x)                               0,21      0,67     0,72     0,73      0,11
           - Working Capital to Total Asset Ratio (%)    -20,76    -56,02   -45,64   -29,33    -53,12
           Rasio Aktivitas
           - Inventory Turnover (x)                        6,01      2,81     3,41     5,40     17,36
           - Fixed Asset Turnover (x)                      2,63      3,70     3,53     3,15      2,31
           - Total Asset Turnover (x)                      0,88      1,29     1,01     0,78      0,80
           - Sales To Current Asset Ratio (x)              1,34      2,02     1,45     1,34      2,27
           Rasio Solvabilitas
           - Total Debt to Aset Ratio (%)                 83,41     87,05    88,54    56,87     57,35
           - Total Debt to Equity Ratio (%)              502,72    672,12   772,75   131,86    134,44
           Rasio Profitabilitas
           - Gross Profit Margin (%)                       9,76      4,70    11,17     8,30     11,34
           - EBT Margin (%)                                0,33     -0,44     1,48     0,95      3,04
           - Net Profit Margin (%)                         0,94     -0,33     1,26     0,52      2,24
           - Return on Equity / ROE (%)                    4,97     -3,29    11,18     0,94      4,23
           - Return on Asset / ROA (%)                     0,82     -0,43     1,28     0,40      1,80

          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
          2022 adalah sebagai berikut :

          Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
          memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
          kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam
          jangka pendek (pada saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31
          Desember 2022 sebesar 0,66 kali yang menunjukkan bahwa Perseroan
          kurang mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek.
          Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31 Desember 2022 adalah sebesar
          0,11. Hal ini menunjukkan perusahaan tidak mampu dalam menggunakan
          aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                      31
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
           yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
           Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
           dan laba usaha. Per 31 Desember 2022 Total asset turnover (perputaran
           aset) 0,80 x, sedangkan sales to current assets ratio 2,27 x.

           Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
           perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
           maupun jangka panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang
           atas modal Perseroan pada per 31 Desember 2022 sebesar 134,44
           persen yang menunjukkan bahwa total liabilitas Perseroan lebih besar dari
           ekuitas Perseroan sehingga seluruh kewajiban Perseroan belum mampu
           ditutupi oleh ekuitas. Sementara itu Debt to Total Asset Ratio per 31
           Desember 2022 sebesar 57,35 persen yang menunjukkan bahwa
           perbandingan antara total utang dengan total aktiva dimana total aset
           yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh kewajiban perusahaan.

           Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
           menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
           perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
           produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
           diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan
           jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset
           (ROA) Perseroan per 31 Desember 2022 sebesar 1,80 persen. Return on
           Equity (ROE) Perseroan adalah sebesar 4,23 pada 31 Desember 2022.
           Net Profit Margin (NPM) Perseroan sebesar 2,24 persen yang
           menunjukkan bahwa Perseroan mampu untuk menghasilkan laba.


2.4.3.     Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

           Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana
           Transaksi Penerbitan MTN yang diperoleh dari manajemen Perseroan;


2.4.3.1.   Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

           Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum
           Rencana Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

            Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada
             31 Desember 2027.
            Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
             normalisasi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   32
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2023              2024        2025            2026       2027
                 Keterangan
                                     Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi         Proyeksi   Proyeksi
           Aset Lancar                 171.293        183.380     247.901          314.166     388.548
           Aset Tidak Lancar           232.108        239.318     225.462          210.959     204.434
           Total Aset                  403.401        422.698     473.363          525.125     592.982
           Liabilitas J. Pendek        194.594        209.647     220.046          218.407     208.607
           Liabilitas J. Panjang        56.151         24.399      11.066                -              -
           Total Liabilitas            250.745        234.046     231.112          218.407     208.607
           Total Ekuitas              152.656          188.652    242.251          306.718     384.375
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

           Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
           Perseroan tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 mengalami
           peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
           (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,10% per tahun.
           Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan bank,
           piutang usaha, persediaan, aset lancar lainnya dan aset tidak lancar
           lainnya.

           Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
           dengan tahun 2027 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
           pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar 0,76% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
           peningkatan utang usaha Perseroan.

           Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
           dengan tahun 2027 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
           laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar 20,80% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan
           oleh adanya kenaikan saldo laba Perseroan.


2.4.3.2.   Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

           Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
           Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

            Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada
             31 Desember 2027.
            Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
             normalisasi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                    33
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2023            2024        2025        2026        2027
                   Keterangan
                                        Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi
           Aset Lancar                    202.268           213.095     276.356     341.361      414.483
           Aset Tidak Lancar              232.108           239.318     225.462     215.264      209.998
           Total Aset                     434.376           452.413     501.817     556.625      624.482
           Liabilitas J. Pendek           194.594           209.647     220.046     218.407      208.607
           Liabilitas J. Panjang            87.126           54.114      39.521      31.500       31.500
           Total Liabilitas               281.720           263.761     259.567     249.907      240.107
           Total Ekuitas                  152.656           188.652     242.251     306.718      384.375
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

           Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas setelah Rencana
           Transaksi, diperkirakan total aset Perseroan tahun 2023 sampai dengan
           tahun 2027 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
           pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar 12,26% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
           peningkatan kas dan bank, piutang usaha, persediaan, aset lancar lainnya
           dan aset tidak lancar lainnya.

           Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
           dengan tahun 2027 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
           pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar 3,63% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
           peningkatan utang usaha Perseroan serta adanya utang jangka panjang
           kepada investor.

           Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2023 sampai
           dengan tahun 2027 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
           laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar 20,80% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan
           oleh adanya kenaikan saldo laba Perseroan.


2.4.3.3.   Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi

           Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

           1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun
              oleh Perseroan untuk periode 2023-2027.
           2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
              Penerbitan MTN.
           3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
              Rencana Transaksi adalah 28,94% per tahun selama masa proyeksi.
           4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 72,14% terhadap penjualan
              per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                         34
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 54,39% per tahun
              selama masa proyeksi.
           6. Pertumbuhan laba sebelum pajak rata-rata CAGR sebesar 63,32% per
              tahun selama masa proyeksi.
           7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 65,15% per tahun
              selama masa proyeksi.
           8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 7,38% pertahun
              selama masa proyeksi.

           Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
           Transaksi:

           Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2023          2024          2025         2026         2027
                Keterangan
                                   Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Penjualan                  365.225         516.179       691.692      832.742     1.004.712
           Beban Pokok
                                     -264.495        -371.956      -498.471     -600.198      -724.304
           Penjualan
           Laba Kotor                 100.730         144.223       193.222      232.544       280.408
           Laba Sebelum Pajak          31.338          46.149        68.717       82.650        99.560
           Beban Pajak                -6.894           -10.153      -15.118      -18.183       -21.903
           Laba Bersih Tahun
                                      24.443            35.996       53.599       64.467        77.657
           Berjalan
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.4.   Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi

           Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

           1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun
              oleh Perseroan untuk periode 2023-2027.
           2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi
              Penerbitan MTN.
           3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
              Rencana Transaksi adalah 28,94% per tahun selama masa proyeksi.
           4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 72,14% terhadap penjualan
              per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
           5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 54,39% per tahun
              selama masa proyeksi.
           6. Pertumbuhan laba sebelum pajak rata-rata CAGR sebesar 63,32% per
              tahun selama masa proyeksi.
           7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 65,15% per tahun
              selama masa proyeksi.
           8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 7,38% pertahun
              selama masa proyeksi.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                      35
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana
           Transaksi:

           Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2023           2024           2025           2026             2027
                Keterangan
                                   Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi         Proyeksi
           Penjualan                  365.225          516.179        691.692        832.742         1.004.712
           Beban Pokok
                                     -264.495         -371.956       -498.471       -600.198          -724.304
           Penjualan
           Laba Kotor                 100.730          144.223        193.222        232.544           280.408
           Laba Sebelum Pajak          31.338           46.149         68.717         82.650            99.560
           Beban Pajak                -6.894           -10.153        -15.118        -18.183           -21.903
           Laba Bersih Tahun
                                      24.443            35.996         53.599         64.467            77.657
           Berjalan
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.5.   Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi

           Perkembangan arus kas Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama
           masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

           Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2023           2024            2025           2026            2027
                Keterangan
                                    Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi
           Arus Kas Dari
                                        14.797               803        32.897         37.672           42.596
           Aktivitas Operasi
           Arus Kas Dari
                                             -           -13.781         -3.937                -               -
           Aktivitas Investasi
           Arus Kas Dari
                                       -13.946           -15.894       -15.221        -24.371          -32.671
           Aktivitas Pendanaan
           Kas dan Setara Kas
                                         1.867             2.717       -26.155        -12.417               884
           Awal Tahun
           Kas dan Setara Kas
                                         2.717           -26.155       -12.417               884        48.547
           Akhir Tahun
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                              36
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.4.3.6.   Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi

           Perkembangan arus kas Perseroan setelah Rencana Transaksi selama
           masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

           Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2023        2024               2025           2026               2027
                 Keterangan
                                        Proyeksi     Proyeksi        Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
           Arus Kas Dari Aktivitas
                                         14.797              803           32.897            37.672            42.596
           Operasi
           Arus Kas Dari Aktivitas
                                               -         -13.781           -3.937                  -                   -
           Investasi
           Arus Kas Dari Aktivitas
                                         17.029          -17.154          -16.481            -25.631           -33.931
           Pendanaan
           Kas dan Setara Kas
                                          1.867           33.692             3.560           16.038            28.079
           Awal Tahun
           Kas dan Setara Kas
                                         33.692            3.560           16.038            28.079            36.744
           Akhir Tahun
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.4.     Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan

           Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
           analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
           berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
           laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
           periode tertentu.

           Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
           Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut
           sebagai berikut :


2.4.4.1.   Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

           Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa
           proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :

           Tabel 2.20. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                        Keterangan                 2023            2024          2025           2026          2027

            Rasio Likuiditas
            - Current Ratio (x)                       0,88            0,87            1,13          1,44        1,86
            - Quick Ratio (x)                         0,43            0,44            0,66          0,87        1,15
            - Working Capital to Total Asset
                                                     34,22           42,34           46,34         50,26       53,66
            Ratio (%)
            Rasio Aktivitas



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                                      37
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                       Keterangan               2023      2024      2025     2026         2027

           - Inventory Turnover (x)                6,08      5,62     5,62         5,62     5,62
           - Fixed Asset Turnover (x)              1,57      2,16     3,07         4,09     5,52
           - Total Asset Turnover (x)              0,91      1,22     1,46         1,59     1,69
           - Sales To Current Asset Ratio (x)      2,13      2,81     2,79         2,65     2,59
           Rasio Solvabilitas
           - Total Debt to Aset Ratio (%)         62,16     55,37    48,82     41,59       35,18
           - Total Debt to Equity Ratio (%)      164,26    124,06    95,40     71,21       54,27
           Rasio Profitabilitas
           - Gross Profit Margin (%)              27,58     27,94    27,93     27,93       27,91
           - EBT Margin (%)                        8,58      8,94     9,93      9,93        9,91
           - Net Profit Margin (%)                 6,69      6,97     7,75      7,74        7,73
           - Return on Equity / ROE (%)           16,01     19,08    22,13     21,02       20,20
           - Return on Asset / ROA (%)             6,06      8,52    11,32     12,28       13,10

          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

          Rasio Likuiditas
          Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
          aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
          kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
          Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu
          rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio
          lancar Perseroan selama masa proyeksi adalah 1,41 x. Sedangkan, rata-
          rata rasio cepat Perseroan adalah 0,84 x. Hal ini menunjukkan bahwa
          perusahaan cukup mampu untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya
          selama masa proyeksi.

          Rasio Aktivitas
          Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
          dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya.
          Semua rasio aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat
          penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator
          dalam mengukur rasio aktivitas. Rata – rata total aset turnover (perputaran
          aset) selama masa proyeksi adalah 1,43 kali dan sales to current assets
          ratio sebesar 2,56 kali. Hal ini menunjukkan Perseroan cukup mampu
          menerapkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan dana terhadap
          aktiva.

          Rasio Solvabilitas
          Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
          memenuhi seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua
          indikator, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap
          jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap
          jumlah ekuitas. Rata-rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Rencana


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                 38
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           Transaksi Perseroan selama masa proyeksi adalah 92,56%. Sedangkan
           rata-rata Debt to Asset Ratio selama masa proyeksi adalah 45,79%.
           Liabilitas Perseroan lebih kecil jika dibandingkan dengan total ekuitas
           sehingga hal menunjukkan secara proporsional wajar.

           Rasio Profitabilitas
           Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
           menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA
           selama masa proyeksi adalah 10,77%. Sementara Return on Equity (ROE)
           menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
           dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi -
           19,66%. Selanjutnya adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan
           perusahaan dalam menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun
           rata-rata NPM Perseroan selama masa proyeksi adalah 7,44%. Hal ini
           menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.


2.4.4.2.   Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi

           Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa
           proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

           Tabel 2.21. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                        Keterangan               2023       2024          2025      2026     2027

            Rasio Likuiditas
            - Current Ratio (x)                     1,04           1,02      1,26     1,56     1,99
            - Quick Ratio (x)                       0,59           0,58      0,79     1,00     1,27
            - Working Capital to Total Asset
                                                   31,78          39,56     43,71    47,42    50,96
            Ratio (%)
            Rasio Aktivitas
            - Inventory Turnover (x)                4,20           5,63      6,75     6,75     6,75
            - Fixed Asset Turnover (x)              1,57           2,16      3,07     4,09     5,52
            - Total Asset Turnover (x)              0,84           1,14      1,38     1,50     1,61
            - Sales To Current Asset Ratio (x)      1,81           2,42      2,50     2,44     2,42
            Rasio Solvabilitas
            - Total Debt to Aset Ratio (%)         64,86       58,30        51,73    44,90    38,45
            - Total Debt to Equity Ratio (%)      184,55      139,81       107,15    81,48    62,47
            Rasio Profitabilitas
            - Gross Profit Margin (%)              27,58          27,94     27,93    27,91    27,91
            - EBT Margin (%)                        8,58           8,94      9,93     9,93     9,91
            - Net Profit Margin (%)                 6,69           6,97      7,75     7,74     7,73
            - Return on Equity / ROE (%)           16,01          19,08     22,13    21,02    20,20
            - Return on Asset / ROA (%)             5,63           7,96     10,68    11,58    12,44

           Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Debt To Equity
           Ratio meningkat dari 92,56% menjadi 103,60%. Sedangkan rata rata Debt


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                39
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           to Aset Ratio mengalami perubahan dari 45,79% sebelum ada Rencana
           Transaksi menjadi rata-rata sebesar 48,30% setelah Rencana Transaksi.
           Sementara itu dampak terhadap penurunan rata-rata Return on Asset
           Perseroan menjadi meningkat dari 10,77% menjadi 10,27%.


2.4.5.     Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

           Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan
           sesudah Rencana Transaksi Penerbitan MTN yang dipersiapkan oleh
           manajemen Perseroan dan telah direview oleh Kantor Akuntan Publik
           Anwar dan Rekan.


2.4.5.1.   Proforma Laporan Posisi Keuangan

           Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan
           adanya penerbitan MTN sebagai berikut:

           Tabel 2.22. Proforma Posisi Keuangan                                          (Dalam Rupiah)
                                                                                          Proforma
                                                      Audited                         Transaksi Setelah
                                                                     Penyesuian
                       KETERANGAN                  30 September                        Penerbitan MTN
                                                                      Proforma
                                                       2023                             30 September
                                                                                            2023
            ASET
            Aset Lancar
             Kas dan setara kas                     558.075.044    30.852.960.000      31.411.035.044
             Piutang usaha
                - Pihak berelasi                                -                 -                  -
                - Pihak ketiga                     62.455.708.600                 -     62.455.708.600
             Piutang lain – lain
                - Pihak berelasi                                -                -                  -
                - Pihak ketiga                        226.842.088                -        226.842.088
             Piutang pemegang saham                            -                -                  -
             Persediaan                          117.918.651.376                -    117.918.651.376
             Pajak dibayar dimuka                  9.465.913.674                -      9.465.913.674
             Beban dibayar dimuka                  6.189.304.741                -      6.189.304.741
             Uang muka                             4.437.923.702                -      4.437.923.702
                Jumlah Aset Lancar                201.252.419.225   30.852.960.000    232.105.379.225
            Aset Tidak Lancar
                Taksiran pengembalian pajak
                                                    826.749.751                  -       826.749.751
                penghasilan
             Aset pajak tangguhan                  2.323.506.549                 -     2.323.506.549
             Aset tetap – bersih                 126.208.618.647                 -   126.208.618.647
             Aset takberwujud - bersih                36.533.402                 -        36.533.402
             Advance received                     73.514.800.000                 -    73.514.800.000
             Uang jaminan                            425.400.000                 -       425.400.000
                Jumlah Aset Tidak Lancar          203.344.608.349                 -   203.344.608.349
            TOTAL ASET                            404.597.027.574   30.852.960.000    435.449.987.574



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                          40
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                                                                                           Proforma
                                                       Audited                         Transaksi Setelah
                                                                      Penyesuian
                      KETERANGAN                    30 September                        Penerbitan MTN
                                                                       Proforma
                                                        2023                             30 September
                                                                                             2023
           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
            Utang bank jangka pendek              166.443.377.464                 -   166.443.377.464
            Utang usaha
                - Pihak ketiga                      67.020.740.887                 -     67.020.740.887
            Utang lain - lain
                - Pihak ketiga                      10.186.287.703                 -    10.186.287.703
            Utang pajak                             1.279.576.847                 -     1.279.576.847
            Beban akrual                            1.947.888.417                 -     1.947.888.417
            Uang muka penjualan                     3.826.460.494                 -     3.826.460.494
            Uang jaminan pelanggan                    388.919.834                 -       388.919.834
            Liabilitas sewa                           320.034.577                 -       320.034.577
            Utang bank jangka panjang               6.318.181.297                 -     6.318.181.297
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek    257.731.467.520                 -   257.731.467.520
           Liabilitas Jangka Panjang
            Utang bank jangka panjang               2.301.032.757                -       2.301.032.757
            Utang Medium Term Note                              -   30.852.960.000      30.852.960.000
            Liabilitas sewa                           404.243.299                -         404.243.299
                Liabilitas imbalan kerja jangka
                                                    4.918.000.000                 -      4.918.000.000
                panjang
                Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     7.623.276.056   30.852.960.000      38.476.236.056
           JUMLAH LIABILITAS                       265.354.743.576   30.852.960.000    296.207.703.576
           EKUITAS
            Modal saham                            54.946.000.000                 -    54.946.000.000
            Tambahan modal disetor                 73.273.779.573                 -    73.273.779.573
            Saldo laba                              7.432.636.575                 -     7.432.636.575
            Penghasilan komprehensif lain           3.597.545.515                 -     3.597.545.515
            Kepentingan non pengendali                 -7.677.665                 -        -7.677.665
               Jumlah Ekuitas                      139.242.283.998                 -   139.242.283.998
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS           404.597.027.998   30.852.960.000    435.449.987.574
          Sumber : Laporan Proforma dari Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan

          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada:
          1. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan Perseroan diambil dari Laporan
             Keuangan Perseroan pada tanggal 30 September 2023 yang telah
             diaudit.
          2. Penyesuaian dilakukan dengan asumsi bahwa Penerbitan Medium
             Term Notes (MTN) Perusahaan telah berlangsung dan Penggunaan
             Dana telah dilaksanakan sesuai dengan rencana Transaksi.
          3. Penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar
             Rp30.852.960.000,00 timbul dari jurnal debit penerima kas tunai akibat
             Rencana Transaksi Penerbitan MTN Perseroan.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                           41
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           4. Penyesuaian atas akun utang Medium Term Notes sebesar
              Rp30.852.960.000,00 yang timbul dari jurnal kredit akibat Rencana
              Transaksi penerbitan MTN yang menyebabkan liablitas Perseroan
              bertambah.


2.4.5.2.   Proforma Laporan Laba Rugi

           Tabel 2.23. Proforma Laba Rugi                                       (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                                                        Proforma
                                                                                    Transaksi Setelah
                                                    Audited        Penyesuian
                     KETERANGAN                                                      Penerbitan MTN
                                               30 September 2023    Proforma
                                                                                      30 September
                                                                                          2023
            PENDAPATAN - NETO                    196.308.018.102                -     196.308.018.102
            BEBAN POKOK PENJUALAN               -140.830.940.487                -    -140.830.940.487
            LABA BRUTO                            55.477.077.615                -      55.477.077.615
            Beban penjualan                      -21.068.143.620                -     -21.068.143.620
            Beban umum dan administrasi          -25.618.363.785                -     -25.618.363.785
            Penghasilan usaha lainnya - neto      -2.299.783.977                -      -2.299.783.977
            LABA USAHA                             6.490.786.233                -       6.490.786.233
            Penghasilan keuangan                               -                -                   -
            Biaya keuangan                       -11.383.122.388                -     -11.383.122.388
            LABA SEBELUM PAJAK                    -4.892.336.155                -      -4.892.336.155
            Beban pajak kini                      -1.321.755.380                -      -1.321.755.380
            Beban pajak tangguhan                    418.256.129                -         418.256.129
            LABA NETO TAHUN BERJALAN                -903.499.251                -        -903.499.251


           Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
           penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, sehingga
           proforma laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari
           Penerbitan Medium Term Notes (MTN).


2.4.6.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami
           juga melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal
           antara lain sebagai berikut:

           • Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
             transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
             keuangan Perseroan;
           • Biaya atau pendapatan yang relevan;
           • Informasi non-keuangan yang relevan;
           • Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             nilai Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                        42
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.4.6.1.   Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami
           juga melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan
           membandingkan proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas
           Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
           dilakukannya Rencana Transaksi.

           Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan               (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                     PROYEKSI
                Keterangan
                                      2023F           2024F            2025F       2026F        2027F
            Total Aset
            Sebelum Transaksi            403.401           422.698      473.363     525.125      592.982
            Setelah Transaksi            434.376           452.413      501.817     556.625      624.482
            Selisih                       30.975            29.715       28.454      31.500       31.500
            Total Liabilitas
            Sebelum Transaksi            250.745           234.046      231.112     218.407      208.607
            Setelah Transaksi            281.720           263.761      259.567     249.907      240.107
            Selisih                       30.975            29.715       28.454      31.500       31.500
            Total Ekuitas
            Sebelum Transaksi            152.656           188.652      242.251     306.718      384.375
            Setelah Transaksi            152.656           188.652      242.251     306.718      384.375
            Selisih                           -                  -             -           -            -
           Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan
           sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp403,40
           miliar pada tahun 2023 menjadi Rp592,98 miliar pada tahun 2027.
           Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi
           masing-masing adalah sebesar Rp434,37 miliar pada tahun 2023 menjadi
           Rp624,48 miliar pada tahun 2027.

           Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
           masing adalah sebesar Rp250,74 miliar pada tahun 2023 menjadi
           Rp208,60 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas
           Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp281,72 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp240,10 miliar pada tahun
           2027.

           Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
           masing adalah sebesar Rp152,65 miliar pada tahun 2023 menjadi
           Rp384,37 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas
           Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp152,65 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp384,37 miliar pada tahun
           2027.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                        43
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
          memperoleh tambahan dana sehingga kas dan total aset akan bertambah
          yang dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
          akan datang.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan
          membandingkan laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana
          Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana Transaksi.

          Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi                      (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                                     PROYEKSI
                 Keterangan
                                        2023F          2024F            2025F       2026F        2027F
           Pendapatan
           Sebelum Rencana
                                          365.225       516.179          691.692      832.742   1.004.712
           Transaksi
           Setelah Transaksi              365.225       516.179          691.692      832.742   1.004.712
           Selisih                               -               -              -           -            -
           Beban Pokok
           Penjualan
           Sebelum Transaksi             -264.495      -371.956         -498.471     -600.198    -724.304
           Setelah Transaksi             -264.495      -371.956         -498.471     -600.198    -724.304
           Selisih                               -               -              -           -            -
           Laba Kotor
           Sebelum Transaksi              100.730       144.223          193.222      232.544     280.408
           Setelah Transaksi              100.730       144.223          193.222      232.544     280.408
           Selisih                               -               -              -           -            -
           Laba Sebelum Pajak
           Sebelum Transaksi               31.338        46.149           68.717       82.650      99.560
           Setelah Transaksi               31.338        46.149           68.717       82.650      99.560
           Selisih                               -               -              -           -            -
           Laba Bersih Tahun
           Berjalan
           Sebelum Transaksi               24.443        35.996           53.599       64.467      77.657
           Setelah Transaksi               24.443        35.996           53.599       64.467      77.657
           Selisih                               -               -              -           -            -

          Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
          masing-masing adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi
          Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah
          pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp1.205,65 miliar pada
          tahun 2027.

          Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp24,44 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                         44
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



          miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih
          Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
          Rp24,44 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027.
          Tidak terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan setelah Rencana
          Transaksi.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, walaupun Perseroan tidak
          memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 31 Desember 2027.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dilihat dengan membandingkan arus
          kas Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
          dilakukannya Rencana Transaksi.

          Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas                    (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PROYEKSI
                Keterangan
                                    2023F           2024F           2025F       2026F         2027F
           Kas dari Aktivitas
           Operasi
           Sebelum Transaksi            14.797              803       32.897      37.672        42.596
           Setelah Transaksi            14.797              803       32.897      37.672        42.596
           Selisih                           -                -             -             -           -
           Kas dari Aktivitas
           Investasi
           Sebelum Transaksi                 -        -13.781         -3.937              -           -
           Setelah Transaksi                 -        -13.781         -3.937              -           -
           Selisih                           -                -             -             -           -
           Kas dari Aktiivitas
           Pendanaan
           Sebelum Transaksi           -13.946        -15.894        -15.221      -24.371      -32.671
           Setelah Transaksi            17.029        -17.154        -16.481      -25.631      -33.931
           Selisih                      30.975         -1.260         -1.260       -1.260       -1.260
           Kas Awal Tahun
           Sebelum Transaksi             1.867          2.717        -26.155      -12.417         884
           Setelah Transaksi             1.867         33.692          3.560      16.038        28.079
           Selisih                           -         30.975         29.715      28.455        27.195
           Kas Akhir Tahun
           Sebelum Transaksi             2.717        -26.155        -12.417            884     48.547
           Setelah Transaksi            33.692          3.560         16.038      28.079        36.744
           Selisih                      30.975         29.715         28.455      27.195       -11.803

          Berdasarkan tabel diatas, terdapat perbedaan cukup signifikan arus kas
          Perseroan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya Rencana
          Transaksi yaitu pada arus kas aktivitas pendanaan dan kas akhir tahun




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                      45
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



           menjadi meningkat yang menunjukkan bahwa dengan adanya Rencana
           Transaksi maka penerimaan lebih besar daripada pengeluaran.


2.4.6.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
           dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Penerbitan MTN tetapi tidak
           terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi untuk notaris,
           penasehat hukum, sekuritas dan lainnya.


2.4.6.3.   Informasi Non Keuangan yang Relevan

           • Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan saat ini adalah menjalankan
             usaha di bidang Industri Produk Biskuit dan produk roti kering lainnya
             industri produk makanan ringan (cookies, cracker, kue kering) baik yang
             manis, asin ataupun gurih. Menjalankan kegiatan usaha dibidang
             Industri Makanan dari Cokelat, mencakup usaha pembuatan segala
             macam makanan yang bahan utamanya dari cokelat seperti cokelat dan
             gula-gula dari cokelat dan pembuatan segala macam caramel, cachous,
             nougat, fondant dan cokelat putih. Menjalankan kegiatan usaha
             dibidang Perdagangan Besar Makanan ringan mencakup usaha
             perdagangan besar makanan ringan lainnya, seperti biskuit,
             Confectionary, Wafer Stick, dan Snack Extrudat.

             Berikut adalah produk – produk yang dihasilkan Perseroan :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   46
Page 81
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk




             Sumber : Prospektus Perseroan (diolah)

          • Keunggulan Kompetetif
            Dalam kegiatan usahanya sebagai pembuat makanan ringan Perseroan
            memiliki 3 Keunggulan Kompetitif yaitu:

             Kemampuan R&D
             Perseroan sangat memperhatikan kebutuhan dan keinginan dari
             customer. Perseroan memiliki kemampuan R&D untuk menciptakan
             produk-produk terbaru yang unik serta inovatif serta sehat untuk
             konsumen seperti contohnya salah satu blockbuster produk baru
             Perseroan bermerk TRICKS yang dalam pengolahannya tidak di goreng
             serta memiliki kalori kurang dari 100 cal setiap sachet kemasannya, dan
             memiliki rasa otentik Asia. Produk ini menjawab permintaan pasar untuk
             produk enak dan sehat. Kedepannya, Perseroan berencana untuk
             meluncurkan 2 (dua) merk dan konsep baru setiap tahun nya.

             Investasi Bidang Teknologi
             Berhubungan dengan Produk inovatif di atas, keunggulan kompetitif
             kedua yang menjadi kunci perbedaan Perseroan dengan perusahaan
             pembuat makanan ringan yang lain adalah, investasi di bidang teknologi


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   47
Page 82
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



             yang sudah di lakukan. Hal tersebut memungkinkan Perseroan dalam
             pengumpulan dan pemakaian data sebagai bahan utama pengambil
             keputusan sehingga keputusan dapat di buat ringkas, cepat dan tepat
             sasaran.

          • Pesaing Usaha
            Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
            kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT
            Mayora Indah Tbk, PT Kino Indonesia Tbk, PT Indofood CBP Sukses
            Makmur Tbk, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dan PT Siantar Top
            Tbk.
          • Strategi Usaha
            Berikut merupakan strategi usaha yang akan dilakukan Perseroan
            dalam meningkatkan kinerja usaha dan bisnis, diantaranya:
             1) Inovasi Produk Baru
                Sebagai salah satu keunggulan Perseroan yaitu di dalam hal Riset
                produk baru. Dengan riset yang baik, maka produk dengan konsep
                baru yang telah di test market akan di luncurkan setiap tahun
                secara berkala untuk selalu meng-update, mengingatkan (reminder)
                dan menggairahkan pasar dengan produk-produk baru. Inovasi dan
                konsep/produk baru ini pada akhirnya akan mengembangkan merk
                Perseroan secara luas.
             2) Inovasi Produk Baru Pengamatan dan Investasi di sektor
                makanan/minuman Kesehatan, serta Plant-based food (makanan
                berbasis nabati)
                Perseroan memiliki kepercayaan bahwa makanan/minuman
                kesehatan serta makanan/minuman berbasis nabati adalah masa
                depan dari industri ini dalam 5 – 10 tahun kedepan. Perseroan juga
                percaya bahwa industri-industri ini akan berkembang pesat paska
                masa pandemi Covid. Karena itu, Perseroan akan terus mengamati,
                meriset dan mencari kesempatan untuk berinvestasi di sub-segmen
                industri yang akan sangat menguntungkan dengan volume market
                yang besar dan terus berkembang ini.
             3) Peningkatan dan Perubahan Distribusi, Marketing dan Retail e-
                Channel
                Perkembangan Industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods)
                tidak terlepas dari perkembangan di industri distribusi dan logistik.
                Pandemi COVID mendorong perubahan cepat pada semua industri
                tidak terkecuali industri makanan/minuman ringan untuk menjadi
                lebih     gesit     dalam     adopsi     di   channel      distribusi
                eRetailing/eCommerce. Perseroan sejak 2-3 tahun lalu telah
                memulai investasinya di pasar eCommerce dan eMarket Platform
                dengan membuat produk-produk dengan kemasan yang cocok
                untuk di distribusikan di pasar-pasar ecommerce tersebut dan juga
                memakai jasa-jasa influencer sosial media untuk marketing.
                Perseroan percaya tingkat pertumbuhan yang tinggi akan terjadi di
                Distribusi, Marketing dan Retail eCommerce, karena itu akan terus
                meningkatkan perhatian nya terhadap channel marketing/sales ini


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   48
Page 83
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



                 kedepan nya dengan membuat produk-produk yang spesifik untuk
                 channel ini guna lebih meningkatkan gairah masyarakat terhadap
                 produk perseroan.


2.4.6.4.   Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
           Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain

           Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
           Rencana Transaksi dan nilai Rencana Transaksi adalah dilakukan oleh
           Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif
           lain dari Rencana Transaksi yang dilakukan dengan pihak lain.

           Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes PT
           Jaya Swarasa Agung Tbk I tahun 2023 dan Penunjukan Agen Pemantau
           serta Arranger.


2.4.6.5.   Hal Material Lainnya

           Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
           dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah
           dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai
           tambah bagi Perseroan.


2.5.       Analisis Kewajaran Harga Transaksi
           Analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu
           transaksi dengan kupon atas Medium Term Notes yang diterbitkan oleh
           Perseroan dengan Yield pasar atas MTN perusahaan lain yang memiliki
           rating sama.


2.5.1.     Kupon Medium Term Notes Perseroan

           Berdasarkan draft Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes USD I PT
           Jaya Swarasa Agung Tbk tahun 2023 dan Penunjukan Agen Pemantau
           serta Arranger diketahui bahwa Perseroan menerbitkan MTN dengan
           jumlah sebesar USD 2.000.000,00 (dua juta Dollar Amerika Serikat) atau
           setara dengan Rp31.462.000.000,00 (tiga puluh satu miliar empat ratus
           enam puluh dua juta Rupiah) dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun dan
           Bunga MTN sebesar 4,00% (empat persen) per tahun.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)    49
Page 84
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



2.5.2.    Yield Pasar atas MTN Perusahaan Lain
          Tabel 2.27. Yield Pasar MTN I Perusahaan Lain
           No.           Nama Perusahaan Penerbit               Jumlah       Bunga (Interest)
           1.    PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills       USD 3.100.000    7,00%
           2.    PT Suparma Tbk                           USD 4.000.000    5,50%
           3.    PT Mahaghora                             USD 10.000.000   2,00%
           4.    PT ALP Petro Industry                    USD 6.000.000    4,12%
          Sumber : KSEI

          Berdasarkan Yield MTN perusahaan pembanding di atas diketahui bahwa
          Yield MTN I perusahaan dengan menggunakan USD berada pada rentang
          2,00% - 7,00%.


2.5.3.    Perbandingan Kupon atas Medium Term Notes yang diterbitkan oleh
          Perseroan dengan Yield pasar atas MTN perusahaan lain yang dimiliki
          rating sama

          Kupon Rencana Transaksi Perseroan yaitu sebesar 4,0%. Sementara itu
          Yield Pasar MTN I USD berkisar 2,00% - 7,00%. Dengan demikian, kupon
          Rencana Transaksi Perseroan berada dalam rentang Yield Pasar.


2.6.      Kesimpulan
          Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

          • Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana
            Transaksi Penerbitan MTN bukan merupakan transaksi afiliasi karena
            tidak ada hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi
            maupun hubungan dewan komisaris antara pihak calon pembeli dengan
            Perseroan. Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaiamana
            yang diatur pada POJK 17/2020.
          • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu penerbitan MTN maka
            Perseroan akan mendapatkan modal dengan beban bunga pinjaman
            yang relatif lebih rendah. Selain itu, Perseroan akan menjadikan
            sebagai modal kerja Perseroan sehingga Perseroan bisa
            mempersiapkan bahan baku di tengah kondisi kenaikan harga bahan
            baku, bahan pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan, serta
            biaya overhead.
          • Apabila Rencana Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal
            kerja, Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana lain
            yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding Rencana Transaksi.
          • Keuntungan transaksi yaitu seluruh dana hasil penerbitan MTN setelah
            dikurangi biaya-biaya sehubungan dengan penerbitan MTN akan
            digunakan untuk modal kerja yang terdiri antara lain untuk pembelian


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)                50
Page 85
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



              bahan baku, bahan pembantu produksi, bahan bakar, barang kemasan,
              serta biaya overhead. Perseroan dapat menggunakan dana dari
              penerbitan MTN I Tahap I untuk melakukan pengembangan
              perusahaan serta pengembangan produk baru. Selain itu sebagian
              dana dari penerbitan MTN I Tahap I juga digunakan untuk modal kerja
              yang dibutuhkan seiring dengan peningkatan volume bisnis Perseroan.
          •   Sementara itu kerugian Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
              akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
              pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan
              hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
              penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
              kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
          •   Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
              Perseroan memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana
              Perseroan melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi
              keuangan dan meningkatkan daya saing adalah wajar.
          •   Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan
              mengalami peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta
              dapat meningkatkan jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian
              Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
          •   Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Debt To Equity
              Ratio meningkat dari 92,56% menjadi 103,60%. Sedangkan rata rata
              Debt to Aset Ratio mengalami perubahan dari 45,79% sebelum ada
              Rencana Transaksi menjadi rata-rata sebesar 48,30% setelah Rencana
              Transaksi. Sementara itu dampak terhadap penurunan rata-rata Return
              on Asset Perseroan menjadi meningkat dari 10,77% menjadi 10,27%.
          •   Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat
              penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, yaitu
              penyesuaian       atas    akun    Kas    dan   Setara    Kas   sebesar
              Rp30.852.960.000,00 timbul dari jurnal debit penerima kas tunai akibat
              Rencana Transaksi Penerbitan MTN Perseroan. Penyesuaian atas
              akun utang Medium Term Notes sebesar Rp30.852.960.000,00 yang
              timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi penerbitan MTN yang
              menyebabkan liablitas Perseroan bertambah.
          •   Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
              penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, sehingga
              proforma laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari
              Penerbitan MTN.
          •   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan
              sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp403,40
              miliar pada tahun 2023 menjadi Rp592,98 miliar pada tahun 2027.
              Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana
              Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp434,37 miliar pada tahun
              2023 menjadi Rp624,48 miliar pada tahun 2027. Proyeksi jumlah
              liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
              sebesar Rp250,74 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp208,60 miliar
              pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
              setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp281,72


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   51
Page 86
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Jaya Swarasa Agung Tbk



            miliar pada tahun 2023 menjadi Rp240,10 miliar pada tahun 2027.
            Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi
            masing-masing adalah sebesar Rp152,65 miliar pada tahun 2023
            menjadi Rp384,37 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi jumlah
            ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
            sebesar Rp152,65 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp384,37 miliar
            pada tahun 2027.
          • Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
            masing-masing adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023
            menjadi Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027. Selanjutnya, proyeksi
            jumlah pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
            masing adalah sebesar Rp365,22 miliar pada tahun 2023 menjadi
            Rp1.205,65 miliar pada tahun 2027. Proyeksi laba bersih Perseroan
            sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp24,44
            miliar pada tahun 2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027.
            Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana
            Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp24,44 miliar pada tahun
            2023 menjadi Rp93,18 miliar pada tahun 2027. Tidak terdapat
            perubahan pada laba bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
          • Berdasarkan analisis nilai tambah, terdapat perbedaan cukup signifikan
            arus kas Perseroan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya
            Rencana Transaksi yaitu pada arus kas aktivitas pendanaan dan kas
            akhir tahun menjadi meningkat yang menunjukkan bahwa dengan
            adanya Rencana Transaksi maka penerimaan lebih besar daripada
            pengeluaran.
          • Kupon Rencana Transaksi Perseroan yaitu sebesar 4,0%. Sementara
            itu Yield Pasar MTN I USD berkisar 2,00% - 7,00%. Dengan demikian,
            kupon Rencana Transaksi Perseroan berada dalam rentang Yield
            Pasar.

          Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
          Transaksi adalah WAJAR.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Penerbitan Medium Term Notes (“MTN”)   52
Page 87
LAMPIRAN
Page 88
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 01
 Historis Posisi Keuangan

                                                                2018A             2019A              2020A              2021A              2022A          Sept 2023A

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan bank                                    IDR     2.165.806.642     2.235.313.408      2.019.298.339     27.222.189.697       679.172.081       558.075.044
      Piutang usaha - neto                            IDR    23.795.076.734    91.146.491.141     72.325.906.961     47.459.301.806     16.234.443.234    62.455.708.600
      Piutang lain - lain pihak ketiga                IDR               -                 -                  -                  -                  -        226.842.088
      Piutang pemegang saham                          IDR               -                 -       43.150.000.000                                                     -
      Persediaan - neto                               IDR    79.758.293.301    32.431.188.245     36.227.368.941     69.112.719.888    104.265.502.286   117.918.651.376
      Pajak dibayar dimuka                            IDR               -                 -                  -        1.812.174.197                -       9.465.913.674
      Beban dibayar dimuka dan uang muka              IDR      789.422.718       921.072.808      16.627.375.894     45.437.245.817      2.969.795.202    10.627.228.440
         Jumlah Aset Lancar                            IDR   106.508.599.395   126.734.065.602    170.349.950.135    191.043.631.405    124.148.912.803   201.252.419.222


   Aset Tidak Lancar
      Taksiran pengembalian pajak penghasilan         IDR               -                 -                  -                  -                  -        826.749.751
      Aset pajak tangguhan - neto                     IDR     1.303.138.845     2.112.612.824      2.867.870.296      2.348.116.885      1.206.615.230     2.332.506.549
      Aset tetap - neto                               IDR    54.424.885.692    69.183.780.900     70.039.755.647     81.349.506.096    122.241.274.509   126.208.618.647
      Aset takberwujud                                IDR               -                 -             569.800                 -                  -          36.533.402
      Uang muka pembelian aset tetap                  IDR               -                 -                  -       46.413.600.000     73.514.800.000    73.514.800.000
      Investasi pada entitas anak                     IDR               -                 -                  -        6.768.000.000     28.768.000.000               -
      Uang jaminan                                    IDR               -                 -                  -         425.646.818        412.500.000       425.400.000
      Aset lain - lain                                IDR               -        418.146.818        425.646.818                 -                  -                 -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                      IDR    55.728.024.537    71.714.540.542     73.333.842.561    137.304.869.799    226.143.189.739   203.344.608.349


   JUMLAH ASET                                         IDR   162.236.623.932   198.448.606.144    243.683.792.696    328.348.501.204    350.292.102.542   404.597.027.571


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang bank jangka pendek                        IDR               -      85.497.500.000     82.539.428.404     85.458.079.767    113.507.035.899   166.443.377.464
      Utang usaha                                     IDR    17.604.324.169    23.781.737.759     68.575.426.886     69.044.039.796     61.271.657.077    67.020.740.887
      Utang lain - lain                               IDR               -                 -                  -                  -                  -      10.186.287.703
      Utang pemegang saham                            IDR     7.600.000.000               -                  -                  -                  -                 -
      Utang pajak                                     IDR      694.288.095      1.562.811.661      1.404.311.734      2.371.202.075      1.358.441.653     1.279.576.847
      Beban akrual                                    IDR               -        665.881.597       3.580.612.111      1.127.692.589      1.070.735.337     1.947.888.427
      Uang muka penjualan                             IDR               -                 -         100.000.000            191.354       4.951.819.551     3.826.460.494
      Utang kepada pihak berelasi                     IDR   104.521.896.138    20.309.617.007     20.000.000.000                -                  -                 -
      Uang jaminan pelanggan                          IDR               -                 -                  -                  -                  -        388.919.834
      Liabilitas jangka panjang jatuh tempo setahun   IDR
         - Liabilitas sewa                             IDR               -       1.548.976.623      1.674.329.194                -                  -        320.034.577
         - Utang pembiayaan konsumen                   IDR               -        204.692.400        103.934.800          17.851.978                -                 -
         - Utang bank                                  IDR               -       7.427.161.045      8.630.817.154      8.309.502.781      6.930.974.820     6.318.181.297
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               IDR   130.420.508.402   140.998.378.092    186.608.860.283    166.328.560.340    189.090.664.337   257.731.467.530


   Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas sewa                                                   -       5.610.443.391      3.936.114.197                -                  -        404.243.299
      Utang pembiayaan konsumen                                         -        123.937.741          17.905.531                -                  -                 -
      Utang bank                                      IDR               -      19.756.688.002     18.355.679.071     13.436.214.753      6.894.060.532     2.301.032.757
      Liabilitas imbalan kerja                        IDR     4.898.618.000     6.257.231.000      6.843.765.000      6.970.581.000      4.893.086.000     4.918.000.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang              IDR     4.898.618.000    31.748.300.134     29.153.463.799     20.406.795.753     11.787.146.532     7.623.276.056


         JUMLAH LIABILITAS                             IDR   135.319.126.402   172.746.678.226    215.762.324.082    186.735.356.093    200.877.810.869   265.354.743.586


   EKUITAS
      Modal saham                                     IDR    21.250.000.000    21.250.000.000     21.250.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000    54.946.000.000
      Tambahan modal disetor                          IDR               -                 -                  -       84.926.788.060     84.926.788.060    73.273.779.573
      Saldo laba                                      IDR     5.667.497.530     4.822.536.668      7.943.309.644      1.868.904.501      8.190.472.183     7.432.636.529
      Penghasilan (rugi) komprehensif lain            IDR               -        (370.608.750)    (1.271.841.030)      (128.547.450)     1.351.031.430     3.597.545.515
      Kepentingan non pengendali                      IDR               -                 -                  -                  -                  -          (7.677.632)
         JUMLAH EKUITAS                                IDR    26.917.497.530    25.701.927.918     27.921.468.614    141.613.145.111    149.414.291.673   139.242.283.985


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                         IDR   162.236.623.932   198.448.606.144    243.683.792.696    328.348.501.204    350.292.102.542   404.597.027.571

   Check Balance                                                         -                 -                  -                  -                  -                 -
Page 89
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 02
 Historis Laba Rugi

                                                              2018A               2019A               2020A                2021A               2022A            Sept 2023A

  PENDAPATAN                                         IDR   143.098.380.719     255.757.680.232     246.911.634.136      256.445.469.521     281.859.176.870     196.308.018.102

  BEBAN POKOK PENJUALAN                              IDR   (129.133.680.023)   (243.726.512.859)   (219.340.011.509)    (235.164.375.937)   (249.891.605.574)   (140.830.940.487)

  LABA KOTOR                                         IDR    13.964.700.696      12.031.167.373      27.571.622.627       21.281.093.584      31.967.571.296      55.477.077.615

  PENGHASILAN (BEBAN) USAHA
     Beban penjualan                                IDR       (179.138.451)       (434.898.216)       (445.477.082)        (541.766.189)       (930.847.205)    (21.068.143.620)
     Beban umum dan administrasi                    IDR     (5.582.068.000)     (6.263.023.760)     (9.623.694.393)      (9.693.421.783)    (15.817.484.290)    (25.618.363.785)
     Penghasilan (beban) usaha lain-lain - neto     IDR       (682.310.941)     (1.573.355.670)     (2.351.491.888)       1.565.397.104       3.513.582.730      (2.299.783.986)
       Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha               IDR     (6.443.517.392)     (8.271.277.646)    (12.420.663.363)      (8.669.790.868)    (13.234.748.765)    (48.986.291.391)

  LABA USAHA                                         IDR      7.521.183.304       3.759.889.727     15.150.959.264       12.611.302.716      18.732.822.531        6.490.786.224

     Penghasilan keuangan                           IDR        14.679.758            3.435.141                 -        (10.180.202.909)    (10.164.523.794)                -
     Beban keuangan                                 IDR     (7.070.146.483)     (4.879.469.959)    (11.502.729.360)     (10.180.202.909)    (10.164.523.794)    (11.383.122.387)
       Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR     (7.055.466.725)     (4.876.034.818)    (11.502.729.360)     (10.180.202.909)    (10.164.523.794)    (11.383.122.387)

  LABA SEBELUM PAJAK                                 IDR       465.716.579       (1.116.145.091)      3.648.229.904        2.431.099.807       8.568.298.737      (4.892.336.163)

     Beban pajak kini                               IDR       872.423.345         271.184.229         (527.456.928)        (908.218.960)     (1.522.546.520)     (1.321.755.380)
     Beban pajak tangguhan                          IDR                  -                   -                     -       (197.285.991)       (724.184.535)       418.256.128

  LABA TAHUN BERJALAN                                IDR      1.338.139.924        (844.960.862)      3.120.772.976        1.325.594.856       6.321.567.682      (5.795.835.415)
Page 90
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 03
Historis Arus Kas

                                                              2018A               2019A               2020A               2021A               2022A              Sept 2023A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan kas dari pelanggan                  IDR   164.005.618.761     186.807.807.114     264.233.759.603     283.318.775.915     318.035.663.639      196.279.234.598
       Pembayaran kas kepada pemasok                  IDR   (135.643.965.325)   (187.879.066.709)   (133.465.372.497)   (299.337.246.933)   (295.346.627.901)   (112.200.886.222)
       Pembayaran kas kepada karyawan                 IDR     (1.675.021.415)     (1.514.873.354)    (66.633.480.638)    (60.154.900.986)    (35.631.142.552)    (33.337.695.790)
       Penerimaan kas dari pihak ketiga dan lainnya   IDR     (1.239.477.867)       466.230.305        4.937.228.477     (13.159.182.362)      7.405.380.236
       Pembayaran beban usaha lainnya                 IDR                -                   -                   -                   -                   -       (31.667.420.327)
       Pembayaran pajak penghasilan                   IDR        (89.514.924)       (189.005.829)       (771.819.887)     (1.348.247.631)     (1.510.367.506)     (1.352.371.286)
       Penerimaan penghasilan keuangan                IDR        14.679.758            3.435.141                 -                   -                   -                   -
       Pembayaran biaya keuangan                      IDR     (7.070.146.483)     (4.879.469.959)    (11.502.729.360)    (10.180.202.909)    (10.164.523.794)    (11.355.847.433)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi        IDR    18.302.172.505       (7.184.943.291)    56.797.585.698     (100.861.004.906)    (17.211.617.878)      6.365.013.540


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Pembayaran piutang pemegang saham              IDR                -                   -       (43.150.000.000)                -                   -                   -
       Hasil penjualan aset tetap                     IDR                -                   -           60.000.000         243.000.000         195.000.000                  -
       Pembayaran uang muka pembelian aset tetap      IDR                -                   -                   -       43.150.000.000                  -                   -
       Perolehan entitas anak                         IDR                -                   -                   -        (6.768.000.000)    (22.000.000.000)                -
       Perolehan aset tetap                           IDR       (263.309.100)    (12.073.250.000)     (8.211.199.732)     (6.248.345.917)     (7.636.821.710)     (6.677.736.781)
       Perolehan aset takberwujud                     IDR                                    -              (569.800)           569.800                  -                   -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi      IDR       (263.309.100)    (12.073.250.000)    (51.301.769.532)    30.377.223.883      (29.441.821.710)     (6.677.736.781)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Pembayaran utang lain - lain                   IDR                -                   -                   -                   -                   -         1.794.000.000
       Pembayaran utang pihak berelasi                IDR    (24.980.336.948)    (84.212.279.131)       (309.617.007)    (20.000.000.000)                -                   -
       Pembayaran utang pemegang saham                IDR      7.600.000.000      (7.600.000.000)                -                   -                   -                   -
       Pembayaran liabilitas sewa                     IDR                -        (1.870.000.000)     (2.040.000.000)                -                   -          (205.450.002)
       Penerimaan utang bank jangka pendek            IDR                -      103.570.160.000     127.079.300.000      36.240.000.000      36.240.000.000      275.885.986.373
       Pembayaran utang bank jangka pendek            IDR                -       (18.072.660.000)   (130.037.371.596)    (33.321.348.637)     (8.191.043.868)   (273.264.868.771)
       Penerimaan utang bank jangka panjang           IDR                -       29.373.462.262        7.349.096.109       3.263.525.627     (10.126.994.221)                -
       Pembayaran utang bank jangka panjang           IDR                -        (2.189.613.215)     (7.546.448.931)     (8.504.304.318)      2.206.312.039      (5.205.821.298)
       Pembayaran utang pembiayaan konsumen           IDR                -          328.630.141         (206.789.810)       (103.988.351)        (17.851.978)                -
       Penambahan modal disetor                       IDR                -                   -                   -      108.189.000.000                  -                   -
       Pembayaran biaya emisi                         IDR                -                   -                   -        (6.580.711.940)                -                   -
       Penerimaan agio saham                          IDR                -                   -                   -       17.014.500.000                  -                   -
       Pembayaran liabilitas sewa                     IDR                -                   -                   -          (510.000.000)                -                   -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan      IDR    (17.380.336.948)    19.327.700.057       (5.711.831.235)    95.686.672.381      20.110.421.972         (996.153.698)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS     IDR       658.526.457          69.506.766         (216.015.069)    25.202.891.358      (26.543.017.616)     (1.308.876.939)


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      IDR     1.507.280.185        2.165.806.642       2.235.313.408       2.019.298.339     27.222.189.697         679.172.081


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                     IDR      2.165.806.642       2.235.313.408       2.019.298.339     27.222.189.697         679.172.081         (629.704.858)
Page 91
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 04
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi

                                                    2023F             2024F              2025F              2026F              2027F              2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                   IDR     2.717.463.918   (26.154.897.474)   (12.416.647.927)      884.274.289      10.809.144.613     48.547.196.533
      Piutang usaha                        IDR    60.036.980.928    91.922.342.880    123.178.048.529    148.296.469.131    178.921.384.750    214.705.661.700
      Persediaan                           IDR    86.957.108.848    91.715.279.412    102.425.458.950    123.328.367.861    148.829.675.677    178.595.610.813
      Aset lancar lainnya                  IDR    21.581.418.381    25.897.702.057     34.713.941.055     41.656.729.266     49.988.075.119     59.985.690.142
         Jumlah Aset Lancar                 IDR   171.292.972.074   183.380.426.874    247.900.800.607    314.165.840.547    388.548.280.159    501.834.159.189


   Aset Tidak Lancar
      Aset tetap - neto                    IDR   232.107.620.212   239.317.566.326    225.461.887.440    203.731.208.554    182.000.529.668    160.269.850.782
      Aset tidak lancar lainnya            IDR               -                 -                  -        7.227.791.926     22.433.150.925     35.972.240.753
         Jumlah Aset Tidak Lancar           IDR   232.107.620.212   239.317.566.326    225.461.887.440    210.959.000.480    204.433.680.593    196.242.091.535


   JUMLAH ASET                              IDR   403.400.592.286   422.697.993.200    473.362.688.047    525.124.841.027    592.981.960.751    698.076.250.723


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                          IDR    21.739.277.212    30.571.759.804     40.970.183.580     49.331.347.145     59.531.870.271     71.438.244.325
      Utang bank jangka pendek             IDR   164.075.657.735   179.075.657.735    179.075.657.735    169.075.657.735    149.075.657.735    149.075.657.735
      Utang lain - lain                    IDR     8.778.812.861          (187.139)          (187.139)          (187.139)          (187.139)          (187.139)
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek    IDR   194.593.747.808   209.647.230.400    220.045.654.176    218.406.817.741    208.607.340.867    220.513.714.921


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang bank jangka panjang            IDR     6.894.060.532               -                  -                  -                  -                  -
      Liabilitas jangka panjang lainnya    IDR    49.257.199.245    24.399.090.569     11.066.124.715                -                  -                  -
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang   IDR    56.151.259.777    24.399.090.569     11.066.124.715                -                  -                  -


         JUMLAH LIABILITAS                  IDR   250.745.007.585   234.046.320.969    231.111.778.891    218.406.817.741    208.607.340.867    220.513.714.921


   EKUITAS
      Modal saham                          IDR    54.946.000.000    54.946.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000
      Tambahan modal disetor               IDR    73.273.779.573    73.273.779.573     73.273.779.573     73.273.779.573     73.273.779.573     73.273.779.573
      Saldo laba                           IDR    24.435.805.128    60.431.892.658    114.031.129.583    178.498.243.713    256.154.840.311    349.342.756.229
         JUMLAH EKUITAS                     IDR   152.655.584.701   188.651.672.231    242.250.909.156    306.718.023.286    384.374.619.884    477.562.535.802


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS              IDR   403.400.592.286   422.697.993.200    473.362.688.047    525.124.841.027    592.981.960.751    698.076.250.723

   Check Balance                                              -                 -                  -                  -                  -                  -
Page 92
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 05
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi

                                                      2023F               2024F               2025F               2026F                2027F                2028F

  PENDAPATAN                                   IDR   365.224.967.310     516.179.310.016     691.692.118.665     832.741.711.277     1.004.712.391.290    1.205.654.869.548

  BEBAN POKOK PENJUALAN                        IDR   (264.494.539.413)   (371.956.410.947)   (498.470.566.889)   (600.198.056.926)    (724.304.421.629)    (869.165.305.955)

  LABA KOTOR                                   IDR   100.730.427.897     144.222.899.069     193.221.551.776     232.543.654.351      280.407.969.661      336.489.563.593

  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
     Beban penjualan, umum dan administrasi   IDR    (69.392.743.789)    (98.074.068.903)   (124.504.581.360)   (149.893.508.030)    (180.848.230.432)    (217.017.876.519)
        Jumlah Beban Operasi                   IDR    (69.392.743.789)    (98.074.068.903)   (124.504.581.360)   (149.893.508.030)    (180.848.230.432)    (217.017.876.519)

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                    IDR    31.337.684.108      46.148.830.166      68.716.970.416      82.650.146.321       99.559.739.228      119.471.687.074

     Beban Pajak Penghasilan                  IDR     (6.894.290.504)    (10.152.742.637)    (15.117.733.492)    (18.183.032.191)     (21.903.142.630)     (26.283.771.156)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                   IDR    24.443.393.604      35.996.087.530      53.599.236.925      64.467.114.131       77.656.596.598       93.187.915.918
Page 93
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 06
Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi                                                                                                                                Full IDR

                                                           2023F                 2024F               2025F             2026F              2027F              2028F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Laba bersih                                  IDR   24.443.393.604        35.996.087.530      53.599.236.925    64.467.114.131     77.656.596.598     93.187.915.918
       Depresiasi dan amortisasi                    IDR   10.176.276.943        10.176.276.943      10.865.339.443    10.865.339.443     10.865.339.443     10.865.339.443
       Perubahan piutang usaha                      IDR    3.163.119.168       (31.885.361.952)    (31.255.705.650)   (25.118.420.602)   (30.624.915.619)   (35.784.276.950)
       Perubahan persediaan                         IDR   33.334.955.168        (4.758.170.563)    (10.710.179.538)   (20.902.908.912)   (25.501.307.816)   (29.765.935.135)
       Perubahan aset lancar lainnya                IDR   (56.320.867.540)      (8.725.517.408)     10.398.423.776     8.361.163.565     10.200.523.126     11.906.374.054

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi      IDR   14.796.877.344          803.314.549       32.897.114.956    37.672.287.624     42.596.235.733     50.409.417.329


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Penambahan (pengurangan) aset tetap          IDR              -       (13.781.250.000)     (3.937.500.000)                -                  -                  -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi    IDR                  -     (13.781.250.000)     (3.937.500.000)                  -                  -                  -


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Pembayaran utang bank jangka pendek          IDR   (13.946.398.158)        (221.398.158)    (15.221.398.158)   (24.371.398.158)   (32.671.398.158)   (12.671.398.158)
       Pembayaran utang bank jangka panjang         IDR                  -      (6.894.060.532)                -                     -                  -                  -
       Pembayaran utang lainnya                     IDR           32.749        (8.778.967.251)             32.749            32.749             32.749             32.749

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan    IDR   (13.946.365.409)     (15.894.425.941)    (15.221.365.409)   (24.371.365.409)   (32.671.365.409)   (12.671.365.409)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS   IDR      850.511.935       (28.872.361.392)     13.738.249.547    13.300.922.216      9.924.870.324     37.738.051.921


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                    IDR    1.866.951.983         2.717.463.918     (26.154.897.474)   (12.416.647.927)      884.274.289     10.809.144.613


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                   IDR    2.717.463.918       (26.154.897.474)    (12.416.647.927)      884.274.289     10.809.144.613     48.547.196.533
Page 94
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi

                                                      2023F             2024F              2025F              2026F              2027F              2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                     IDR    33.692.398.419     3.559.971.529     16.038.155.577     28.079.012.294     36.743.817.119     37.239.615.957
      Piutang usaha                          IDR    60.036.980.928    91.922.342.880    123.178.048.529    148.296.469.131    178.921.384.750    214.705.661.700
      Persediaan                             IDR    86.957.108.848    91.715.279.412    102.425.458.950    123.328.367.861    148.829.675.677    178.595.610.813
      Aset lancar lainnya                    IDR    21.581.418.381    25.897.702.057     34.713.941.055     41.656.729.266     49.988.075.119     59.985.690.142
         Jumlah Aset Lancar                   IDR   202.267.906.575   213.095.295.876    276.355.604.111    341.360.578.552    414.482.952.665    490.526.578.613


   Aset Tidak Lancar
      Aset tetap - neto                      IDR   232.107.620.212   239.317.566.326    225.461.887.440    203.731.208.554    182.000.529.668    160.269.850.782
      Aset tidak lancar lainnya              IDR               -                 -                  -       11.533.053.920     27.998.478.418     47.279.821.329
         Jumlah Aset Tidak Lancar             IDR   232.107.620.212   239.317.566.326    225.461.887.440    215.264.262.474    209.999.008.086    207.549.672.111


   JUMLAH ASET                                IDR   434.375.526.787   452.412.862.202    501.817.491.551    556.624.841.027    624.481.960.751    698.076.250.723


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                            IDR    21.739.277.212    30.571.759.804     40.970.183.580     49.331.347.145     59.531.870.271     71.438.244.325
      Utang bank jangka pendek               IDR   164.075.657.735   179.075.657.735    179.075.657.735    169.075.657.735    149.075.657.735    149.075.657.735
      Utang lain - lain                      IDR     8.778.812.861          (187.139)          (187.139)          (187.139)          (187.139)          (187.139)
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek      IDR   194.593.747.808   209.647.230.400    220.045.654.176    218.406.817.741    208.607.340.867    220.513.714.921


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang bank jangka panjang              IDR     6.894.060.532               -                  -                  -                  -                  -
      Utang kepada investor jangka panjang   IDR    31.500.000.000    31.500.000.000     31.500.000.000     31.500.000.000     31.500.000.000                -
      Liabilitas jangka panjang lainnya      IDR    48.732.133.746    22.613.959.572      8.020.928.219                -                  -                  -
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     IDR    87.126.194.278    54.113.959.572     39.520.928.219     31.500.000.000     31.500.000.000                -


         JUMLAH LIABILITAS                    IDR   281.719.942.086   263.761.189.971    259.566.582.395    249.906.817.741    240.107.340.867    220.513.714.921


   EKUITAS
      Modal saham                            IDR    54.946.000.000    54.946.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000     54.946.000.000
      Tambahan modal disetor                 IDR    73.273.779.573    73.273.779.573     73.273.779.573     73.273.779.573     73.273.779.573     73.273.779.573
      Saldo laba                             IDR    24.435.805.128    60.431.892.658    114.031.129.583    178.498.243.713    256.154.840.311    349.342.756.229
         JUMLAH EKUITAS                       IDR   152.655.584.701   188.651.672.231    242.250.909.156    306.718.023.286    384.374.619.884    477.562.535.802


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                IDR   434.375.526.787   452.412.862.202    501.817.491.551    556.624.841.027    624.481.960.751    698.076.250.723

   Check Balance                                                -                 -                  -                  -                  -                  -
Page 95
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi

                                                      2023F               2024F               2025F               2026F                2027F                2028F

  PENDAPATAN                                   IDR   365.224.967.310     516.179.310.016     691.692.118.665     832.741.711.277     1.004.712.391.290    1.205.654.869.548

  BEBAN POKOK PENJUALAN                        IDR   (264.494.539.413)   (371.956.410.947)   (498.470.566.889)   (600.198.056.926)    (724.304.421.629)    (869.165.305.955)

  LABA KOTOR                                   IDR   100.730.427.897     144.222.899.069     193.221.551.776     232.543.654.351      280.407.969.661      336.489.563.593

  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
     Beban penjualan, umum dan administrasi   IDR    (69.392.743.789)    (98.074.068.903)   (124.504.581.360)   (149.893.508.030)    (180.848.230.432)    (217.017.876.519)
        Jumlah Beban Operasi                   IDR    (69.392.743.789)    (98.074.068.903)   (124.504.581.360)   (149.893.508.030)    (180.848.230.432)    (217.017.876.519)

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                    IDR    31.337.684.108      46.148.830.166      68.716.970.416      82.650.146.321       99.559.739.228      119.471.687.074

     Beban Pajak Penghasilan                  IDR     (6.894.290.504)    (10.152.742.637)    (15.117.733.492)    (18.183.032.191)     (21.903.142.630)     (26.283.771.156)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                   IDR    24.443.393.604      35.996.087.530      53.599.236.925      64.467.114.131       77.656.596.598       93.187.915.918
Page 96
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi

                                                               2023F                 2024F               2025F             2026F              2027F              2028F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Laba bersih                                      IDR   24.443.393.604        35.996.087.530      53.599.236.925    64.467.114.131     77.656.596.598     93.187.915.918
       Depresiasi dan amortisasi                        IDR   10.176.276.943        10.176.276.943      10.865.339.443    10.865.339.443     10.865.339.443     10.865.339.443
       Perubahan piutang usaha                          IDR    3.163.119.168       (31.885.361.952)    (31.255.705.650)   (25.118.420.602)   (30.624.915.619)   (35.784.276.950)
       Perubahan persediaan                             IDR   33.334.955.168        (4.758.170.563)    (10.710.179.538)   (20.902.908.912)   (25.501.307.816)   (29.765.935.135)
       Perubahan aset lancar lainnya                    IDR   (56.320.867.540)      (8.725.517.408)     10.398.423.776     8.361.163.565     10.200.523.126     11.906.374.054

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi          IDR   14.796.877.344          803.314.549       32.897.114.956    37.672.287.624     42.596.235.733     50.409.417.329


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Penambahan (pengurangan) aset tetap              IDR              -       (13.781.250.000)     (3.937.500.000)                -                  -                  -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi        IDR                  -     (13.781.250.000)     (3.937.500.000)                  -                  -                  -


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Penerimaan utang investor jangka panjang         IDR   31.500.000.000                   -                   -                     -                  -   (31.500.000.000)
       Pembayaran bunga utang investor jangka panjang   IDR                  -                 -                   -                     -                  -    (5.742.187.584)
       Pembayaran utang bank jangka pendek              IDR   (14.471.430.907)      (1.481.430.907)    (16.481.430.907)   (25.631.430.907)   (33.931.430.907)   (12.671.430.907)
       Pembayaran utang bank jangka panjang             IDR                  -      (6.894.060.532)                -                     -                  -                  -
       Pembayaran utang lainnya                         IDR                  -      (8.779.000.000)                -                     -                  -                  -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan        IDR   17.028.569.093       (17.154.491.439)    (16.481.430.907)   (25.631.430.907)   (33.931.430.907)   (49.913.618.491)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS       IDR   31.825.446.436       (30.132.426.890)     12.478.184.048    12.040.856.717      8.664.804.825        495.798.838


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                        IDR    1.866.951.983        33.692.398.419       3.559.971.529    16.038.155.577     28.079.012.294     36.743.817.119


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                       IDR   33.692.398.419         3.559.971.529      16.038.155.577    28.079.012.294     36.743.817.119     37.239.615.957
Page 97
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 10
Inkremental Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Transaksi

                                                     2023F             2024F              2025F              2026F            2027F             2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                     IDR   30.974.934.501    29.714.869.003     28.454.803.504     27.194.738.005   25.934.672.507   (11.307.580.576)
      Piutang usaha                          IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Persediaan                             IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Aset lancar lainnya                    IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
         Jumlah Aset Lancar                   IDR   30.974.934.501    29.714.869.003     28.454.803.504     27.194.738.005   25.934.672.507   (11.307.580.576)


   Aset Tidak Lancar
      Aset tetap - neto                      IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Aset tidak lancar lainnya              IDR              -                 -                  -        4.305.261.995    5.565.327.493   11.307.580.576
         Jumlah Aset Tidak Lancar             IDR              -                 -                  -        4.305.261.995    5.565.327.493   11.307.580.576


   JUMLAH ASET                                IDR   30.974.934.501    29.714.869.003     28.454.803.504     31.500.000.000   31.500.000.000                   0


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                            IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Utang bank jangka pendek               IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Utang lain - lain                      IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek      IDR              -                 -                  -                  -                -                 -


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang bank jangka panjang              IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Utang kepada investor jangka panjang   IDR   31.500.000.000    31.500.000.000     31.500.000.000     31.500.000.000   31.500.000.000               -
      Liabilitas jangka panjang lainnya      IDR     (525.065.499)   (1.785.130.997)    (3.045.196.496)               -                -                 -
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     IDR   30.974.934.501    29.714.869.003     28.454.803.504     31.500.000.000   31.500.000.000               -


         JUMLAH LIABILITAS                    IDR   30.974.934.501    29.714.869.003     28.454.803.504     31.500.000.000   31.500.000.000               -


   EKUITAS
      Modal saham                            IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Tambahan modal disetor                 IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
      Saldo laba                             IDR              -                 -                  -                  -                -                 -
         JUMLAH EKUITAS                       IDR              -                 -                  -                  -                -                 -


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                IDR   30.974.934.501    29.714.869.003     28.454.803.504     31.500.000.000   31.500.000.000               -

   Check Balance                                               -                     0                  0              -                -                     (0)
Page 98
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 11
Inkremental Laba Rugi Sebelum dan Setelah Transaksi

                                                      2023F           2024F           2025F           2026F           2027F           2028F

  PENDAPATAN                                   IDR            -               -               -               -               -               -

  BEBAN POKOK PENJUALAN                        IDR            -               -               -               -               -               -

  LABA KOTOR                                   IDR            -               -               -               -               -               -

  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
     Beban penjualan, umum dan administrasi   IDR                -               -               -               -               -               -
        Jumlah Beban Operasi                   IDR            -               -               -               -               -               -

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                    IDR            -               -               -               -               -               -

     Beban Pajak Penghasilan                  IDR                -               -               -               -               -               -

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                   IDR            -               -               -               -               -               -
Page 99
FAIRNESS OPINION
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 12
                  Keterangan                 2023          2024          2025          2026          2027          2028          Average
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x)                               0,88          0,87          1,13          1,44          1,86          2,28         1,41
- Quick Ratio (x)                                 0,43          0,44          0,66          0,87          1,15          1,47         0,84
- Working Capital to Total Asset Ratio (%)     34,22%        42,34%        46,34%        50,26%        53,66%        54,70%        46,92%
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x)                            6,08          5,62          5,62          5,62          5,62          5,62       5,69
- Fixed Asset Turnover (x)                          1,57          2,16          3,07          4,09          5,52          7,52       3,99
- Total Asset Turnover (x)                          0,91          1,22          1,46          1,59          1,69          1,73       1,43
- Sales to Current Assets (x)                       2,13          2,81          2,79          2,65          2,59          2,40       2,56
Rasio Solvabilitas
- Debt to total Aset Ratio (%)                62,16%         55,37%        48,82%        41,59%        35,18%        31,59%        45,79%
- Debt Equity Ratio (%)                      164,26%        124,06%        95,40%        71,21%        54,27%        46,17%        92,56%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin                          27,58%        27,94%        27,93%        27,93%        27,91%        27,91%        27,87%
- EBT Margin                                    8,58%         8,94%         9,93%         9,93%         9,91%         9,91%         9,53%
- Net Profit Margin                             6,69%         6,97%         7,75%         7,74%         7,73%         7,73%         7,44%
- Return on Equity (ROE)                       16,01%        19,08%        22,13%        21,02%        20,20%        19,51%        19,66%
- Return on Asset (ROA)                         6,06%         8,52%        11,32%        12,28%        13,10%        13,35%        10,77%
Page 100
PROYEKSI RASIO KEUANGAN 2023-2027 SETELAH TRANSAKSI
PT Jaya Swarasa Agung Tbk
Lampiran - 13
                  Keterangan                 2023          2024          2025          2026          2027          2028          Average
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x)                               1,04          1,02          1,26          1,56          1,99          2,22         1,51
- Quick Ratio (x)                                 0,59          0,58          0,79          1,00          1,27          1,41         0,94
- Working Capital to Total Asset Ratio (%)     31,78%        39,56%        43,71%        47,42%        50,96%        54,70%        44,69%
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x)                            4,20          5,63          6,75          6,75          6,75          6,75       6,14
- Fixed Asset Turnover (x)                          1,57          2,16          3,07          4,09          5,52          7,52       3,99
- Total Asset Turnover (x)                          0,84          1,14          1,38          1,50          1,61          1,73       1,37
- Sales to Current Assets (x)                       1,81          2,42          2,50          2,44          2,42          2,46       2,34
Rasio Solvabilitas
- Debt to total Aset Ratio (%)                64,86%         58,30%        51,73%        44,90%        38,45%        31,59%        48,30%
- Debt Equity Ratio (%)                      184,55%        139,81%       107,15%        81,48%        62,47%        46,17%       103,60%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin                          27,58%        27,94%        27,93%        27,93%        27,91%        27,91%        27,87%
- EBT Margin                                    8,58%         8,94%         9,93%         9,93%         9,91%         9,91%         9,53%
- Net Profit Margin                             6,69%         6,97%         7,75%         7,74%         7,73%         7,73%         7,44%
- Return on Equity (ROE)                       16,01%        19,08%        22,13%        21,02%        20,20%        19,51%        19,66%
- Return on Asset (ROA)                         5,63%         7,96%        10,68%        11,58%        12,44%        13,35%        10,27%

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.64 MB
Published23 Jan 2024
Pages100
Characters284,760
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Jaya Swarasa Agung Tbk p.1 ×326
linked org Pemerintah RI p.7 ×3
linked — Lidya Anwar p.36
linked — Harno Hasjim p.36
linked person Anwar Tay · Komisaris Utama p.36 ×3
linked person Djoni Tatan · Komisaris p.36
linked person Alexander Anwar · Direktur Utama p.36 ×2
linked person Andrew Sanusi · Direktur p.36 ×2
linked org Mayora Indah Tbk p.82 ×2
linked org Kino Indonesia Tbk p.82 ×2
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.82 ×2
linked org Tiga Pilar Sejahtera p.82
linked org Siantar Top Tbk. p.82 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible person Indarto p.32
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.37
possible org Suparma Tbk p.84 ×2
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×4
unresolved org KJPP Toto Suharto dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP Toto Suharto p.2 ×10
unresolved org PT Aldiracita Sekuritas Indonesia p.3 ×5
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.3 ×9
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan p.3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan p.4 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Anwar p.4 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×22
unresolved org Bank Indonesia. Tekanan p.6 ×2
unresolved org Rekan Ir. Toto Suharto p.10
unresolved person Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.10
unresolved person Ufik Kurniasih p.15 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Reviewer p.17
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.26
unresolved org Anwar dan Rekan p.31 ×3
unresolved org Anwar p.31 ×8
unresolved org Anwar & Rekan p.31 ×5
unresolved person Dinna Afrianti · Corporate Secretary p.32
unresolved org KJPP TnR p.33
unresolved org KJPP TnR. Bab I p.33
unresolved org PT Aldiracita Sekuritas Indonesia (“Aldira”) · 2.2.1.2. p.36
unresolved org Departemen Kehakiman p.36
unresolved org PT Surya Timur Alam Raya p.37
unresolved org PT Nirmala Taruna p.37
unresolved person B. Hari Mantono · Komisaris p.37
unresolved person Rudy Utomo · Direktur Utama p.37
unresolved person Livius Nurtanio · Wakil Direktur Utama p.37 ×2
unresolved person Heri Indarno Sulistyanto · Direktur p.37
unresolved org PT Kustodian Sentral · 2.2.1.3. p.37
unresolved org PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia p.37
unresolved org KPEI p.37
unresolved org PT Kliring Depositori Efek Indonesia p.37
unresolved person Trisnawati Mulia p.40 ×2
unresolved org Departemen Hukum dan Perundang-undangan p.40
unresolved person Christina Dwi Utami S.H. p.40 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.40
unresolved org PT Jaya Swarasa p.41
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Pengesahan Pendirian p.41
unresolved org Menteri Hukum dan HAM Persetujuan p.41
unresolved org PT Jaya p.41
unresolved org Jenderal Administrasi Hukum Swarasa Agung Tbk p.41
unresolved org Menteri Hukum dan HAM Penerimaan p.41
unresolved org Jenderal Administrasi Hukum Jaya Swarasa Agung Tbk p.41
unresolved org Menteri Investasi p.41
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.41
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.41
unresolved org Pusat Statistika p.55
unresolved org Pusat Statistik p.55
unresolved org Kementerian Perindustrian p.55
unresolved org Departemen Sumber Daya Manusia p.57
unresolved org Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk p.82 ×2
unresolved org PT Pindo Deli Pulp p.84
unresolved org PT Mahaghora p.84
unresolved org PT ALP Petro Industry p.84

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 4791 ms 12 Sep 2026 21:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'biaya-biaya terkait profesi penilai serta '
                            'kewajiban-kewajiban yang'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban '
                'yang',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result