Skip to content
Back to announcement

20260408_BBLD_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32069087_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review BBLD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 82

Page 1
       LAPORAN STUDI KELAYAKAN

      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

         PT BUANA FINANCE TBK



No. 00004/2.0113-03/BS-FS/09/0340/1/IV/2026
            Tanggal: 6 April 2026
Page 2
       LAPORAN STUDI KELAYAKAN

      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

         PT BUANA FINANCE TBK



No. 00004/2.0113-03/BS-FS/09/0340/1/IV/2026
            Tanggal: 6 April 2026
Page 3
No. 00004/2.0113-03/BS-FS/09/0340/1/IV/2026                             Bekasi, 6 April 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi Perseroan
Office Tower @ Ciputra World 2
Lantai 38, unit A-F, Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. 11
Jakarta Selatan, 12930


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Pemberian Kredit
           Lainnya YTDL (KBLI 64959)


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0008/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal
5 Februari 2026, PT Buana Finance Tbk., (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) yang
bergerak di bidang industri investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna,
telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk
menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI
64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL).


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan       :   PT Buana Finance Tbk.
Bidang Usaha          :   Pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan
                          multiguna
Alamat                :   Office Tower @ Ciputra World 2, lantai 38, unit A-F, Jl. Prof. Dr.
                          Satrio, Kav. 11, Jakarta Selatan, 12930
Telepon               :   (021) 50806969
Website               :   https://www.buanafinance.co.id/
Email                 :   dldivcorsec@buanafinance.co.id

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya
YTDL), sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan
Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan
lainnya.

                                                                                               i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0008/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal
      5 Februari 2026.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL).


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
          dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          studi kelayakan.
      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
          kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
          dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
          kami anggap relevan.
      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
          duty).
                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya
      YTDL) adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.

      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)       Digitally signed by Endang Sunardi
                                                      DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                           Endang dan Rekan,
      MAPPI                 : No. 09-S-02341
                                                      email=syarifendangdanrekan@gmail.com

      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                   iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0008/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal 5 Februari 2026;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No.    Nama                                                    Tugas        Tanda Tangan




       1.    Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)      Penanggung Jawab      (....................)
             MAPPI              : No. 09-S-02341
             Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
             Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
             Register           : No. RMK-2017.00303
             STTD OJK           : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
             STTD IKNB          : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




       2.    Meilindra Indriani, S.Si.                              Reviewer      (....................)
             MAPPI              : No. 14-T-05006
             Register           : No. RMK-2017.01002




       3.    Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev.                         Staf Penilai   (....................)
             MAPPI              : No. 09-P-02398
             Register           : No. RMK-2021.03694




       4.    Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt.                     Tenaga Inspeksi    (....................)
             MAPPI              : No. 13-A-04453




                                                                                                       vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 3
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 5
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 5
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 6
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 6
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 7
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 7
      2.2.2     Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 10
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 15
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 16
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 16
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 17
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 17
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 18
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 18
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 18
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 18
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 19
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 19
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 19
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 20
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 21
      3.1       Kondisi Pasar ..................................................................................................... 21
      3.2       Pangsa Pasar ...................................................................................................... 25

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 27
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 28
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 30
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 30
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 30
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 31
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 32
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 32
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 32
      4.3     Proses Produksi .................................................................................................. 33
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 36
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 36
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 36
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 37
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 38
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 38
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 38
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 38
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 39
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 40
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 43
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 43
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 43
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 44
      7.4     Beban Operasional ............................................................................................. 44
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 44
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 44
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 45
      7.8     Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 46
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 46
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 47
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 48
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 49
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 50
      7.14    Analisis Kelayakan .............................................................................................. 53
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 57
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 59
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 59
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 60
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 60
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 61
      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 62
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 62



                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                                        DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 6
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.Juta) .......................................................... 7
      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.Juta) ................................................................ 10
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 14
      Tabel 5 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ........................................................ 17
      Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 21
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 22
      Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 23
      Tabel 9 Perusahaan Pesaing............................................................................................. 30
      Tabel 10 Kebutuhan Tenaga Kerja ................................................................................... 32
      Tabel 11 Risiko Utama Perseroan..................................................................................... 39
      Tabel 12 Rencana Anggaran Biaya (Rp Juta) ..................................................................... 43
      Tabel 13 Modal Kerja (Rp. Juta) ........................................................................................ 43
      Tabel 14 Biaya Operasional (Rp. Juta) .............................................................................. 44
      Tabel 15 Struktur Pendapatan (Rp. Juta) .......................................................................... 44
      Tabel 16 Struktur Biaya (Rp. Juta) .................................................................................... 45
      Tabel 17 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp. Juta) ................................................................... 45
      Tabel 18 Proyeksi Laba Rugi (Rp. Juta) ............................................................................. 46
      Tabel 19 Proyeksi Arus Kas (Rp. Juta) .............................................................................. 46
      Tabel 20 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.Juta) ............................................................. 48
      Tabel 21 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 48
      Tabel 22 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 49
      Tabel 23 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 49
      Tabel 24 Return on Investment ........................................................................................ 50
      Tabel 25 Surat Utang Negara ........................................................................................... 52
      Tabel 26 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 52
      Tabel 27 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 53
      Tabel 28 Perhitungan NPV (Rp. Juta) ................................................................................ 54
      Tabel 29 Perhitungan IRR (Rp. Juta) ................................................................................. 54
      Tabel 30 Perhitungan PI ................................................................................................... 55
      Tabel 31 Perhitungan PP .................................................................................................. 55
      Tabel 32 Analisis Kelayakan (Rp. Juta) ............................................................................. 56
      Tabel 33 Perhitungan Analisis Sensitivitas ....................................................................... 57




                                                                                                                                 ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                                       DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara Berkembang . 24
      Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 24
      Gambar 3 Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha Jasa Keuangan Lainnya (Rp Miliar) ............ 28
      Gambar 4 Perkembangan Aset Perusahaan Pembiayaan Syariah Tahun 2020-2025 (Rp
                  Triliun) ............................................................................................................. 29
      Gambar 5 Perkembangan Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan Syariah Tahun
                  2020-2025 (Rp Triliun).................................................................................... 29
      Gambar 6 Diagram Alur Proses Bisnis Ijarah Haji & Umroh Dengan Wakalah (Wakil) ........ 33
      Gambar 7 Diagram Alur Proses Bisnis Ijarah Haji & Umroh Tanpa Wakalah (Wakil)........... 34
      Gambar 8 Diagram Alur Proses Bisnis Ijarah Haji & Umroh Dengan Payroll ...................... 34
      Gambar 9 Diagram Alur Proses Bisnis Murabahah Kendaraan Bermotor........................... 35
      Gambar 10 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 41
      Gambar 11 Struktur Organisasi Unit Usaha Syariah.......................................................... 42




                                                                                                                                         x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Buana
            Financ    Tbk.,   (“Perseroan”)   berdasarkan   Surat   Perjanjian    Kerja   (SPK)    No.
            0008/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal 5 Februari 202,6 sebagai Penilai Independen
            untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai
            dengan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL).


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan       :   PT Buana Finance Tbk.
            Bidang Usaha          :   Pembiayaan    investasi,   pembiayaan      modal    kerja,   dan
                                      pembiayaan multiguna
            Alamat                :   Office Tower @ Ciputra World 2, lantai 38, unit A-F, Jl. Prof.
                                      Dr. Satrio, Kav. 11, Jakarta Selatan, 12930
            Telepon               :   (021) 50806969
            Website               :   https://www.buanafinance.co.id/
            Email                 :   dldivcorsec@buanafinance.co.id


      1.4   Latar Belakang


            PT Buana Finance Tbk., ("Perseroan") didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 7
            Juni 1982 dengan nama PT BBL Leasing Indonesia dan menurut Undang-undang
            Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 berdasarkan Akta Notaris No. 74
            dari Kartini Muljadi, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
            Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-1677-HT.01.01.TH.82 tanggal 8 Oktober
            1982 yang telah diumumkan dalam Berita Negara No. 101, tambahan No. 1384
            tanggal 17 Desember 1982.


            Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir
            diaktakan dalam Akta No. 46 tanggal 18 Juni 2021 dari Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
            diantaranya dalam rangka penyesuaian POJK No. 15 dan 16 tentang penyelenggaraan
            Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Akta ini telah mendapat persetujuan dari
            Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-
            0428093 Tahun 2021 tanggal 14 Juli 2021.


                                                                                                    1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




            Kantor Perusahaan berlokasi di Office Tower @ Ciputra World 2, lantai 38, unit A-F,
            Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. 11, Jakarta Selatan, 12930.


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit
            Lainnya YTDL) sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
            Republik    Indonesia    No. 17/POJK.04/2020       tentang    Transaksi   Material    dan
            Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
            perbankan ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, No. 00285/2.1051/AU.1/
                09/0517-2/1/III/2022, tanggal 31 Maret 2022 yang telah diaudit oleh Tjiong
                Eng Pin, CPA., dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiman, Mulyadi, Tjahjo &
                Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
             2. Laporan       Keuangan        Perseroan       per        31    Desember          2022,
                No. 00294/2.1051/AU.1/09/1692-1/1/III/2023, tanggal 30 Maret 2023 yang
                telah diaudit oleh Riva Utama Winata, CPA., dari Kantor Akuntan Publik Kosasih,
                Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
                material;
             3. Laporan       Keuangan        Perseroan       per        31    Desember          2023,
                No. 00479/2.1133/AU.1/09/0519-1/1/III/2024, tanggal 26 Maret 2024 yang
                telah diaudit oleh Darmenta Pinem, S.E., CPA., dari Kantor Akuntan Publik Paul
                Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
                semua hal yang material;
             4. Laporan       Keuangan        Perseroan       per        31    Desember          2024,
                No. 00681/2.1133/AU.1/09/0519-2/1/III/2025, tanggal 26 Maret 2025 yang
                telah diaudit oleh Darmenta Pinem, S.E., CPA., dari Kantor Akuntan Publik Paul
                Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
                semua hal yang material;
             5. Laporan       Keuangan        Perseroan       per        31    Desember          2025,
                No. 00375/2.1133/AU.1/09/0519-3/1/III/2026, tanggal 10 Maret 2026 yang
                telah diaudit oleh Darmenta Pinem, S.E., CPA., dari Kantor Akuntan Publik Paul
                Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
                semua hal yang material;
             6. Proyeksi Keuangan selama 5 tahun;
             7. Legalitas Perseroan;



                                                                                                    2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             8. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
                Bapak Yannuar Alin sebagai Direktur Utama;
             9. Representation Letter No. 015/BNF/HRDGS/IV/2026, tanggal 1 April 2026,
                sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
                Kegiatan Usaha KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL).


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar,
            2. Kajian Kelayakan Teknis,
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.


      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL).


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
                Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.


      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang

                                                                                                 3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan     mencerminkan      kewajaran    proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan        Keputusan    Menteri   Keuangan       No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.


            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:


            MAPPI                             : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik               : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                  : Penilaian Bisnis
            Register                          : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                          : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                         : No. 173/NB.122/STTD-P/2019



      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.




                                                                                                4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Buana Finance Tbk (“ ("Perseroan") didirikan di Republik Indonesia pada tanggal
              7 Juni 1982 dengan nama PT BBL Leasing Indonesia dan menurut Undang-undang
              Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 berdasarkan Akta Notaris No. 74
              dari Kartini Muljadi, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
              Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-1677-HT.01.01.TH.82 tanggal 8
              Oktober 1982 yang telah diumumkan dalam Berita Negara No. 101, tambahan
              No. 1384 tanggal 17 Desember 1982.


              Nama Perusahaan telah diubah beberapa kali dan yang terakhir menjadi PT Buana
              Finance Tbk disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 3
              Oktober 2005 yang keputusannya diaktakan dalam Akta No. 2 tanggal 3 Oktober
              2005 dari Notaris Fathiah Helmi, S.H. Akta Notaris ini telah mendapat persetujuan
              dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-
              28319HT.01.04.TH.2005 tanggal 14 Oktober 2005.


              Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang
              terakhir diaktakan dalam Akta No. 46 tanggal 18 Juni 2021 dari Notaris Fathiah
              Helmi, S.H., diantaranya dalam rangka penyesuaian POJK No. 15 dan 16 tentang
              penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Akta ini telah mendapat
              persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan
              No. AHU-AH.01.03-0428093 Tahun 2021 tanggal 14 Juli 2021.


              Kantor Perusahaan berlokasi di Kantor pusat Perusahaan beralamat di Office Tower
              @ Ciputra World 2, lantai 38, unit A-F, Jl. Prof. Dr. Satrio, Kav. 11, Jakarta Selatan
              12930.


      2.1.1   Bidang Usaha


              Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan
              adalah menjalankan kegiatan dalam bidang pembiayaan investasi, pembiayaan
              modal kerja, dan pembiayaan multiguna.

      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
              31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




                                                                                                  5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                       Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan

                                                                                  Persentase       Jumlah
                              Pemegang Saham                  Jumlah Saham
                                                                                  Kepemilikan     (Rp. Juta)

                  PT Sari Dasa Karsa                          1.112.584.069           67,60%        278.146
                  Bank of Singapore Limited                      89.451.600               5,44%        22.363
                  Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)       443.760.385            26,96%        110.940
                                   Jumlah                     1.645.796.054          100,00%        411.449
              Sumber: Manajemen Perseroan


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                            : Siang Hadi Widjaja
              Komisaris                                  : DR. Tjan Soen Eng
              Komisaris Independen                       : Pintaro Mulia


              Direksi
              Direktur Utama                             : Yannuar Alin
              Direktur                                   : Herman Lesmana
              Direktur                                   : Mariana Setyadi


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •     Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 7 Juni 1982, dibuat di hadapan Notaris
                    Kartini Muljadi, S.H., dan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehakiman
                    Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-1677-HT.01.01.TH.82
                    tanggal 8 Oktober 1982;
              •     Akta No. 19, tanggal 19 Mei 2025 dari Fathiah Helmi, S.H., dan disahkan melalui
                    Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
                    melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0297383 tanggal 12 Juni 2025;
              •     Perizinan    Berusaha     Berbasis    Risiko,   Nomor         Induk     Berusaha     (NIB):
                    No. 8120218051784; dan
              •     Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.363.699.8-054.000
              •     Surat Keterangan Terdaftar Pajak No. S-187/WPJ.07/KP.0803/2017
              •     Surat        Pengukuhan         Pengusaha              Kena           Pajak        (SPPKP)
                    No. S-122PKP/WPJ.07/KP.0803/2017


                                                                                                               6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      2.2       Kinerja Keuangan


                Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan berdasarkan
                data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024 dan 31
                Desember 2025.


      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan


                Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah
                sebagai berikut:


                                 Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.Juta)
                        Uraian                  2025        2024          2023          2022           2021
       ASET
       Aset Lancar
       Kas dan bank
         Pihak ketiga                           158.606      150.199      337.880       514.134        220.751
         Cadangan penurunan nilai                      -           (1)           (1)           (69)           (2)
       Piutang sewa pembiayaan
         Pihak ketiga                           750.771      776.405      993.936      1.003.141       872.818
         Cadangan penurunan nilai                (3.464)      (8.114)     (11.281)      (16.921)       (14.278)
       Piutang pembiayaan konsumen
         Pihak ketiga                          5.749.748   5.338.362     4.267.353     2.990.988      2.395.309
         Cadangan penurunan nilai               (89.639)     (47.656)     (43.055)      (27.833)       (52.517)
       Tagihan anjak piutang
         Pihak ketiga                           161.144       76.718       53.045         7.630          1.210
         Cadangan penurunan nilai                   (58)         (15)         (17)              (1)            -
       Piutang lain-lain - neto                 228.402      183.078       54.883        31.722         45.973
       Aset Deriavatif                           32.081       22.016        2.839              110         378
       Uang muka, biaya dibayar di muka
       dan lainnya                               43.279       40.819       36.852        34.580         12.284
       Surat berharga                                  -            -             -            180         322

       Total Aset Lancar                       7.030.870   6.531.811     5.692.434     4.537.661      3.482.248

       Aset Tidak Lancar
       Aset Tetap
       Biaya Perolehan
       Kepemilikan langsung
         Tanah                                    7.355        7.605        7.605         7.605          7.605
         Bangunan                                66.797       67.797       67.797        67.797         67.797
         Kendaraan                               16.435       14.654       12.541        11.262         10.728
         Peralatan dan perlengkapan
       kantor                                   106.071      101.601       92.080        84.470         81.969
         Jumlah biaya perolehan                 196.658      191.657      180.023       171.134        168.099

       Akumulasi penyusutan
       Kepemilikan langsung
         Bangunan                               (26.285)     (24.207)     (21.689)      (19.171)       (16.653)
         Kendaraan                               (9.516)      (7.695)      (8.630)       (8.527)        (7.881)



                                                                                                           7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                       Uraian               2025         2024        2023        2022          2021
         Peralatan dan perlengkapan
         kantor                              (81.390)    (79.326)    (77.242)    (72.229)      (66.022)
         Jumlah akumulasi penyusutan        (117.191)   (111.228)   (107.561)    (99.927)      (90.556)

       Nilai Buku                             79.467      80.429      72.462      71.207        77.543

       Aset Tak berwujud                       5.497       4.481       8.464       9.031        14.725
         Perangkat lunak & lisensi
         perangkat lunak                      33.756      31.370      29.782      29.612        29.139
         Aset dalam penyelesaian               2.322       2.554       4.417              -        463
         Akumulasi amortisasi                (30.581)    (29.443)    (25.735)    (20.581)      (14.877)
       Aset hak guna                          13.134       5.597       7.053       4.354         3.910
         Bangunan                             32.852      19.110      17.738      12.554         9.276
         Akumulasi penyusutan                (19.718)    (13.513)    (10.685)     (8.200)       (5.366)
       Aset pajak tangguhan                   17.397      11.830       9.204       7.897         4.442

       Total Aset Tidak Lancar               115.495     102.337      97.183      92.489       100.620


       TOTAL ASET                         7.146.365     6.634.148   5.789.617   4.630.150     3.582.868



       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS JANGKA PENDEK
       Pinjaman bank dan non-bank         5.643.374     5.107.624   4.245.201   3.153.900     2.195.442
       Beban akrual                            6.917       9.275       8.400       7.337         8.818
       Utang pajak
         Pajak Penghasilan badan               1.074       8.403      10.648      15.615         6.445
         Pajak lainnya                           823         541       2.568       1.878         2.258
       Utang dividen                             438         423         398            377        369
       Utang lain-lain                        70.003      68.713     110.541     121.135       111.882
       Uang muka                               1.049       1.316       1.999       1.431         1.821
       Liablitas Derivatif                     3.315       4.707       4.981       4.369         2.978

       Total Liabilitas Jangka Pendek     5.726.993     5.201.002   4.384.736   3.306.042     2.330.013

       LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Liabilitas imbalan pasca kerja         12.034       9.403      10.145       8.167         9.034

       Total Liabilitas Jangka Panjang        12.034       9.403      10.145       8.167         9.034

       TOTAL LIABILITAS                   5.739.027     5.210.405   4.394.881   3.314.209     2.339.047


       EKUITAS
       Modal saham                           411.449     411.449     411.449     411.449       411.449
       PT Sari Dasa Karsa                    278.146     278.146     278.146     278.146       278.146
         Union Bancaire Branch Privee,
         UBP SA Singapore Branch                   -            -           -             -     22.808
         Bank Singapore Limited               22.363      21.490      20.793              -     22.284
         Masyarakat                          110.940     111.813     112.510     133.303        88.211
       Tambahan modal disetor                    457         457         457            457        457
       Laba (Rugi) komprehensif lain -
       neto                                  (17.237)     (7.101)     (2.957)     (3.072)        2.393
       Saldo laba
         Telah ditentukan penggunaannya       25.000      24.000      23.000      22.000        21.000



                                                                                                   8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                     Uraian                 2025        2024           2023          2022         2021
         Belum ditentukan
         penggunaannya                      987.669     994.938         962.787      885.107      808.522

       TOTAL EKUITAS                       1.407.338   1.423.743      1.394.736     1.315.941    1.243.821


       TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS        7.146.365   6.634.148      5.789.617     4.630.150    3.582.868
      Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Aset
             •    Pada tahun 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp4,63 triliun,
                  naik sebesar 29,23% dari total aset sebesar Rp3,58 triliun di tahun 2021. Total
                  aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp4,54 triliun dan aset tidak lancar
                  sebesar Rp92,49 miliar. Kenaikan aset terutama disebabkan karena naiknya
                  piutang     pembiayaan    konsumen    pada       aset lancar    dibandingkan   tahun
                  sebelumnya.
             •    Pada tahun 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp5,79 triliun,
                  naik sebesar 25,04% dari total aset yang dicatat tahun 2022. Total aset ini terdiri
                  atas aset lancar sebesar Rp5,69 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp97,18
                  miliar. Kenaikan aset terutama disebabkan karena naiknya piutang pembiayaan
                  konsumen pada aset lancar dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada tahun 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp6,63 triliun,
                  naik sebesar 14,59% dari total aset yang dicatat tahun 2023. Total aset ini terdiri
                  atas aset lancar sebesar Rp6,53 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp102,34
                  miliar. Kenaikan aset terutama disebabkan karena naiknya piutang pembiayaan
                  konsumen pada aset lancar dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 2025, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp7,15 triliun, naik
                  sebesar 7,72% dari total aset yang dicatat tahun 2024. Total aset ini terdiri atas
                  aset lancar sebesar Rp7,03 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp115,50
                  miliar. Kenaikan aset terutama disebabkan karena naiknya piutang pembiayaan
                  konsumen pada aset lancar dibandingkan tahun sebelumnya.


              Liabilitas
             •    Total liabilitas Perseroan tahun 2022 adalah sebesar Rp3,31 triliun, naik 41,69%
                  dari akhir tahun 2021 yang sebesar Rp2,33 triliun. Liabilitas ini terdiri atas
                  liabilitas jangka pendek sebesar Rp3,31 triliun dan liabilitas jangka panjang
                  sebesar Rp8,17 miliar. Kenaikan liabilitas disebabkan terutama peningkatan
                  dari pinjaman bank dan non-bank pada liabilitas jangka pendek dibandingkan
                  tahun sebelumnya.
             •    Total liabilitas Perseroan tahun 2023 adalah sebesar Rp4,39 triliun, naik 32,61%
                  dari akhir tahun 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar
                  Rp4,38 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp10,15 miliar. Kenaikan
                  liabilitas disebabkan terutama peningkatan dari pinjaman bank dan non-bank
                  pada liabilitas jangka pendek dibandingkan tahun sebelumnya.



                                                                                                      9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




              •    Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp5,21 triliun, meningkat
                   sebesar 18,56% dari akhir tahun 2023. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                   pendek sebesar Rp5,20 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp9,40
                   miliar. Kenaikan liabilitas disebabkan terutama peningkatan dari pinjaman bank
                   dan non-bank pada liabilitas jangka pendek dibandingkan tahun sebelumnya.
              •    Total liabilitas Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp5,74 triliun, meningkat
                   sebesar 10,15% dari akhir tahun 2024. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                   pendek sebesar Rp5,73 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp12,03
                   miliar. Kenaikan liabilitas disebabkan terutama kenaikan akun pinjaman bank
                   dan non-bank pada liabilitas jangka pendek dibanding dibandingkan tahun
                   sebelumnya.


              Ekuitas
              •    Pada    tahun    2022,   total   ekuitas     mengalami   kenaikan   sebesar   5,80%
                   dibandingkan total ekuitas pada tahun 2021, menjadi sebesar Rp1,32 triliun.
                   Kenaikan ekuitas ini dikontribusi dari naiknya saldo laba belum ditentukan
                   penggunaannya di tahun 2022.
              •    Pada    tahun    2023,   total   ekuitas     mengalami   kenaikan   sebesar   5,99%
                   dibandingkan total ekuitas pada tahun 2022, menjadi sebesar Rp1,39 triliun.
                   Kenaikan ekuitas ini dikontribusi dari naiknya saldo laba belum ditentukan
                   penggunaannya di tahun 2023.
              •    Pada    tahun    2024,   total   ekuitas     mengalami   kenaikan   sebesar   2,08%
                   dibandingkan total ekuitas pada tahun 2023, menjadi sebesar Rp1,42 triliun.
                   Kenaikan ekuitas ini dikontribusi dari naiknya saldo laba belum ditentukan
                   penggunaannya di tahun 2024.
              •    Pada tahun 2025, total ekuitas mengalami penurunan sebesar 1,15%
                   dibandingkan total ekuitas pada tahun 2024, menjadi sebesar Rp1,41 triliun.
                   Penurunan ekuitas ini dikontribusi dari oleh turunnya laba (rugi) komprehensif
                   lain-neto di tahun 2025.


      2.2.2   Kinerja Laba (Rugi)


              Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah
              sebagai berikut:


                                      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.Juta)
                           Uraian                     2025        2024      2023       2022      2021
       PENDAPATAN                                     923.442     874.934   725.776    599.879   549.985
         Sewa pembiayaan                              105.198     121.244   144.558    135.228   129.966
         Pembiayaan konsumen                          678.147     612.900   458.099    360.096   343.087
         Anjak Piutang                                 15.533       7.182     2.580       400       191
         Pendapatan bunga dan denda                    40.277      43.940    52.473     44.470    43.000
         Pendapatan lain-lain                          84.287      89.668    68.066     59.685    33.741




                                                                                                     10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                              Uraian                 2025         2024        2023         2022         2021
       BEBAN
       Beban keuangan                              (427.923)    (376.396)    (281.066)   (210.975)    (236.165)
         Bunga pinjaman bank dan non-bank          (404.674)    (366.613)    (276.007)   (208.533)    (229.836)
         Premi swap                                 (22.826)      (9.457)      (4.547)     (1.912)      (6.078)
         Lain-lain                                     (423)        (326)        (512)       (530)        (251)

       Beban Administrasi dan Umum                 (256.201)    (252.353)    (233.719)   (203.856)    (184.261)
         Gaji dan tunjangan                        (148.058)    (146.069)    (142.175)   (132.059)    (109.726)
         Penyusutan dan amortisasi                  (19.220)     (16.379)     (17.871)    (20.048)     (22.616)
         Jasa profesional                           (13.239)     (11.346)     (11.226)    (10.176)     (10.119)
         Pemeliharaan dan perbaikan                  (9.610)     (13.662)      (8.898)     (7.210)      (7.471)
         Asuransi                                    (7.595)      (7.708)      (6.669)     (6.025)      (5.528)
         Penagihan                                   (7.625)      (7.394)      (6.043)     (5.742)      (8.289)
         Biaya berlangganan                         (12.041)      (6.544)      (4.671)            -            -
         Transportasi dan komunikasi                 (6.351)      (6.377)      (5.983)     (5.213)      (5.473)
         Alat-alat tulis dan perlengkapan            (3.775)      (4.345)      (3.875)     (2.499)      (2.358)
         Perizinan dan pengurusan                    (4.137)      (3.842)      (3.067)     (1.912)      (1.700)
         Air, Listrik, dan gas                       (1.999)      (2.167)      (1.957)     (1.735)      (1.765)
         Pelatihan dan rekrutmen                     (3.790)      (3.976)      (4.044)     (1.331)        (537)
         Sewa                                        (4.960)      (6.535)      (5.234)     (1.155)      (1.598)
         Imbalan kerja karyawan                      (3.113)      (3.230)      (3.229)     (1.061)        (144)
         Beban pajak                                 (6.716)             -           -            -            -
         Lain-lain                                   (3.972)     (12.779)      (8.777)     (7.690)      (6.937)

       Beban penyisihan kerugian penurunan nilai   (199.995)    (138.206)     (61.661)    (57.315)     (84.334)
         Piutang pembiayaan konsumen                (92.226)     (50.803)     (37.773)    (32.394)     (53.402)
         Piutang aset tarikan                      (106.595)     (86.745)     (23.205)    (19.148)     (27.923)
         Piutang sewa pembiayaan                     (1.132)        (660)        (735)     (5.705)      (3.023)
         Kas dan setara kas                                 1            -         68         (67)          13
         Tagihan anjak piutang                          (43)             2        (16)         (1)             1
       Beban pemasaran                               (8.601)      (9.720)      (5.229)     (5.076)      (3.128)
         Entertainment                               (3.927)      (3.682)      (2.818)     (2.408)      (1.084)
         Promosi                                     (2.069)      (3.288)        (722)     (1.029)        (834)
         Representasi                                (2.602)      (2.748)      (1.625)     (1.628)      (1.205)
         Perjalanan dinas                                (3)          (2)         (64)        (11)             -

       Beban lain-lain                              (13.597)     (15.021)     (11.961)     (9.715)      (7.294)
         Perjalanan dinas                            (2.412)      (2.885)      (2.355)     (1.779)      (1.368)
         Administrasi bank                             (462)        (481)        (485)     (1.405)      (1.480)
         Bahan bakar                                 (1.811)      (1.947)      (1.602)     (1.160)      (1.001)
         Bea meterai                                   (585)        (677)        (701)       (602)        (454)
         Transportasi                                  (609)        (552)        (278)       (169)        (123)
         Lain-lain                                   (7.718)      (8.479)      (6.540)     (4.600)      (2.868)

       LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                17.125       83.238      132.140     112.942       34.803

       BEBAN PAJAK PENGHASILAN                       (3.645)     (17.171)     (27.127)    (25.482)      (6.100)
         Pajak kini                                  (6.353)     (18.630)     (28.466)    (27.395)      (7.511)
         Pajak tangguhan                              2.708        1.459        1.339       1.913        1.411

       LABA TAHUN BERJALAN                           13.480       66.067      105.013      87.460       28.703




                                                                                                           11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                            Uraian                       2025       2024      2023       2022      2021
       PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAINNYA
       Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
         Pengukuran kembali atas instrumen derivatif
         untuk lindungi nilai arus kas                   (12.361)   (6.236)      156     (6.499)   15.641
         Pajak penghasilan terkait                         2.719     1.371       (34)     1.430    (3.441)

       Pos yang tidak kan direklasifikasi ke laba rugi
         Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan
         pasca kerja                                        (634)      925        (9)     (508)     1.082
         Pajak penghasilan terkait                           140     (204)           2      112     (237)

       Jumlah laba komprehensif - setelah pajak          (10.136)   (4.144)      115     (5.465)   13.045

       JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN             3.344    61.923    105.128    81.995    41.748
       Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Pendapatan
              •     Pada tahun 2022, Perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp599,88
                    miliar, naik 9,07% dari Rp549,99 miliar pada tahun 2021. Kenaikan pendapatan
                    dikontribusi oleh peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp25,94 miliar
                    dibandingkan tahun sebelumnya.
              •     Pada tahun 2023, Perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp725,78
                    miliar, naik 20,99% dari Rp599,88 miliar pada tahun 2022. Kenaikan
                    pendapatan dikontribusi oleh peningkatan pembiayaan konsumen sebesar
                    Rp98,00 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
              •     Pada tahun 2024, Perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp874,93
                    miliar, naik 20,55% dari Rp725,78 miliar pada tahun 2023. Kenaikan
                    pendapatan dikontribusi oleh peningkatan pembiayaan konsumen sebesar
                    Rp154,80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
              •     Pada tahun 2025, Perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp932,44
                    miliar, naik 5,54% dari Rp874,93 miliar pada tahun 2024. Kenaikan pendapatan
                    dikontribusi oleh tercatatnya pembiayaan konsumen sebesar Rp65,25 miliar.


              Laba Sebelum Pajak
              •     Pada tahun 2022, beban keuangan turun sebesar Rp25,19 miliar (10,67%) dari
                    tahun sebelumnya sebesar Rp236,17 miliar; beban umum dan administrasi naik
                    menjadi sebesar Rp19,60 miliar (10,63%) dari tahun sebelumnya sebesar
                    Rp184,26 miliar, beban penyisihan kerugian penurunan nilai turun sebesar
                    Rp27,02 miliar (32,04%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp84,33 miliar, beban
                    pemasaran naik sebesar Rp1,95 miliar (62,28%) dari tahun sebelumnya sebesar
                    Rp3,13 miliar, dan beban lain-lain naik sebesar Rp2,42 miliar (33,19%) dari
                    tahun sebelumnya sebesar Rp7,29 miliar. Sementara, laba sebelum pajak
                    Perseroan mengalami kenaikan sebesar 224,52% menjadi Rp112,94 miliar dari
                    Rp34,80 miliar di tahun 2021.




                                                                                                      12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             •    Pada tahun 2023, beban keuangan naik sebesar Rp70,09 miliar (33,22%) dari
                  tahun sebelumnya sebesar Rp210,98 miliar; beban umum dan administrasi naik
                  sebesar Rp29,86 miliar (14,65%) dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp203,86
                  miliar, beban penyisihan kerugian penurunan nilai naik sebesar Rp4,35 miliar
                  (7,58%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp57,32 miliar, beban pemasaran naik
                  sebesar Rp153,00 juta (3,01%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp5,08 miliar,
                  dan beban lain-lain naik sebesar Rp2,25 miliar (23,12%) dari Rp9,72 miliar.
                  Sementara, laba sebelum pajak Perseroan mengalami kenaikan sebesar 17,00%
                  menjadi Rp132,14 miliar dari Rp112,94 miliar di tahun 2022.
             •    Pada tahun 2024, beban keuangan naik sebesar Rp95,33 miliar (33,92%) dari
                  tahun sebelumnya sebesar Rp281,07 miliar; beban umum dan administrasi naik
                  sebesar Rp18,63 miliar (7,97%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp233,72 miliar,
                  beban penyisihan kerugian penurunan nilai naik sebesar Rp76,55 miliar
                  (124,14%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp61,66 miliar, beban pemasaran
                  naik sebesar Rp4,49 miliar (85,89%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp5,23
                  miliar,   dan beban lain-lain naik sebesar Rp3,06 miliar (25,58%) dari tahun
                  sebelumnya sebesar Rp11,96 miliar. Sementara, laba sebelum pajak Perseroan
                  mengalami penurunan sebesar 37,01% menjadi Rp83,24 miliar dari Rp132,14
                  miliar di tahun 2023.
             •    Pada tahun 2025, beban keuangan naik sebesar Rp51,53 miliar (13,69%) dari
                  tahun sebelumnya sebesar Rp376,40 miliar; beban umum dan administrasi naik
                  menjadi sebesar Rp3,85 miliar (1,52%) dari tahun sebelumnya sebesar
                  Rp252,35 miliar, beban penyisihan kerugian penurunan nilai naik sebesar
                  Rp61,79 miliar (44,71%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp138,21 miliar, beban
                  pemasaran turun sebesar Rp1,12 miliar (11,51%) dari tahun sebelumnya
                  sebesar Rp9,72 miliar, dan beban lain-lain turun sebesar Rp1,42 miliar (9,48%)
                  dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,02 miliar. Sementara, laba sebelum pajak
                  Perseroan mengalami penurunan sebesar 79,43% menjadi Rp17,13 miliar dari
                  Rp83,24 miliar di tahun 2024.


              Laba Tahun Berjalan
             •    Pada tahun 2022, laba tahun berjalan Perseroan mengalami kenaikan sebesar
                  304,71% menjadi Rp87,46 miliar dari Rp28,70 miliar di tahun 2021.
             •    Pada tahun 2023, laba tahun berjalan Perseroan mengalami kenaikan sebesar
                  20,07% menjadi Rp105,01 miliar dari Rp87,46 miliar di tahun 2022.
             •    Pada tahun 2024, laba tahun berjalan Perseroan mengalami penurunan sebesar
                  37,09% menjadi Rp66,07 miliar dari Rp105,01 miliar di tahun 2023.
             •    Pada tahun 2025, laba tahun berjalan Perseroan mengalami penurunan sebesar
                  79,60% menjadi Rp13,48 miliar dari Rp66,07 miliar di tahun 2024.




                                                                                             13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                             Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                                    Uraian                     2025      2024      2023      2022       2021     Average
               A.   LIQUIDITY (%)
                    Current Ratio                             122,77%   125,59%   129,82%   137,25%    149,45%   132,98%
                    Quick Ratio                                15,82%    17,66%    30,12%    45,38%     46,32%    31,06%
                    Working Capital To Total Assets            18,25%    20,06%    22,59%    26,60%     32,16%    23,93%
               B.   ACTIVITY
                    Total Assets Turnover (X)                    0,13      0,13      0,13       0,13      0,15      0,13
                    Account Receivable Turnover (X)              0,14      0,14      0,14       0,15      0,17      0,15
                    Average Collection Period (Day)             2.596     2.560     2.645     2.408      2.125     2.467
                    Working Capital Turnover (X)                 0,71      0,66      0,56       0,49      0,48      0,58


               C.   SOLVABILITY (%)
                    Total Debt to Equity Ratio                407,79%   365,97%   315,10%   251,85%    188,05%   305,75%
                    Total Debt to Asset Ratio                  80,31%    78,54%    75,91%    71,58%     65,28%    74,32%
                    Long Term Debt To Equity Ratio              0,86%     0,66%     0,73%     0,62%      0,73%     0,72%

               D. RENTABILITY (%)
                    Operating Profit Margin*                    1,85%     9,51%    18,21%    18,83%      6,33%    10,95%
                    Net Profit Margin                           1,46%     7,55%    14,47%    14,58%      5,22%     8,66%
                    Rate of Return on Investment                0,19%     1,00%     1,81%     1,89%      0,80%     1,14%
                    Rate of Return on Equity                    0,96%     4,64%     7,53%     6,65%      2,31%     4,42%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


             Rasio Likuiditas
             Selama periode 2021—31 Desember 2025, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata
             current ratio dan quick ratio adalah sebesar 132,98% dan 31,06%. Sementara itu
             untuk working capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 23,93%. Hal
             ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk
             membayar seluruh utang jangka pendeknya.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
             aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
             perputaran aset adalah sebanyak 0,13 kali, yang menunjukkan bahwa kemampuan
             Perseroan untuk menghasilkan pendapatan dari total aset yang dimiliki masih cukup
             rendah, karena total aset yang dimiliki tidak menghasilkan pendapatan yang lebih
             besar dari jumlah aset. Rasio ini mengindikasikan bahwa efektivitas penggunaan
             aset oleh Perseroan masih perlu ditingkatkan agar dapat menghasilkan pendapatan
             yang lebih optimal.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan               besarnya       porsi     utang    terhadap     ekuitas    dalam     pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas


                                                                                                                      14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
             rata DER sebesar 305,75%, yang berarti bahwa Perseroan memiliki ketergantungan
             terhadap utang yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya untuk
             membiayai operasionalnya. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 74,32%,
             yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat
             menengah karena masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset
             melalui utang.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
             menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2021—31 Desember 2025, rata-rata
             operating profit margin sebesar 10,95%. Operating profit margin merupakan rasio
             dari laba sebelum pajak terhadap pendapatan sesuai dengan pengungkapan di
             laporan keuangan Sementara itu rata-rata net profit margin sebesar 8,66%. Net
             profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih yang
             dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.


              Selama periode 2021—31 Desember 2025, rata-rata tingkat balikan terhadap total
              investasi (ROI) adalah sebesar 1,14%, menunjukkan bahwa Perseroan mengalami
              keuntungan dan dapat menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 4,42%,
              yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari
              jumlah ekuitas yang diinvestasikan.


      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Saat ini, produk dan jasa yang telah dihasilkan oleh Perseroan sebagai berikut:


             Pembiayaan Multiguna
             Pembiayaan     barang    dan/atau      jasa    yang   diperlukan   untuk    debitur    untuk
             pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif
             dalam jangka waktu yang diperjanjikan.


             Produk:
             1. Sewa Pembiayaan
             2. Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran
             3. Fasilitas Dana


             Pembiayaan Investasi
             Pembiayaan     barang    modal       beserta   jasa   yang   diperlukan    untuk     aktivitas
             usaha/investasi,     rehabilitasi,    modernisasi,    ekspansi     atau   relokasi    tempat
             usaha/investasi yang diberikan kepada debitur.




                                                                                                        15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Produk:
             1. Sewa Pembiayaan
             2. Jual dan Sewa Balik
             3. Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang
             4. Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang
             5. Pembelian dengan Pembayaran secara Angsuran
             6. Pembiayaan Proyek
             7. Pembiayaan Infrastruktur


             Pembiayaan Modal Kerja
             Pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus
             aktivitas usaha debitur.


             Produk:
             1. Jual dan Sewa Balik
             2. Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang
             3. Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang
             4. Fasilitas Modal Usaha


             Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah bisnis baru yaitu unit usaha
             syariah dengan produk berupa Ijarah Haji & Umroh dan Murabahah kendaraan.


      2.4     Teknologi yang Digunakan


              Teknologi yang saat ini diimplementasikan oleh Perseroan yaitu:
             ➢ Office 365 (2021)
             ➢ Ticketing System (2021)
             ➢ SD-WAN, NGFW, and SASE (2022)
             ➢ Endpoint Detection and Response (EDR) (2022)
             ➢ Branch and DC Network refreshment (2022-2023)
             ➢ End User Device refreshment (2022-2024)
             ➢ DC capacity upgrade with HCI (2023)
             ➢ New Backup System Implementation (2023)
             ➢ ERP System (2023)
             ➢ Workflow System (2023)
             ➢ SIEM and SOAR (2024)


      2.5     Pasar yang Dituju


             Sasaran produk Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha ini adalah masyarakat
             yang    membutuhkan        produk   pembiayaan   berbasis   prinsip   syariah,   yang
             mengedepankan nilai keadilan, transparansi, serta bebas dari unsur riba. Selain itu,
             produk ini juga ditujukan bagi nasabah yang menginginkan alternatif dan



                                                                                               16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             diversifikasi layanan keuangan selain produk pembiayaan konvensional, dengan
             tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah.


      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di sekitar pembangunan
             proyek. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut.


                              Tabel 5 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
               No                 Pesaing                                      Produk

               1.   Amitra Syariah Financing             Pembiayaan haji, pembiayaan umroh
               2.   Zada Syariah                         Pembiayaan haji dan umroh, pembiayaan logam
                                                         mulia, dan pembiayaan otomotif
               3.   Citifin Multi Finance Syariah        Pembiayaan anjak piutang, pembiayaan
                                                         otomotif, pembiayaan pengurusan porsi haji,
                                                         pembiayaan umroh, dan pembiayaan pemilikan
                                                         rumah
               4.                                        Pembiayaan umroh, pembiayaan sepeda motor
                    Syariah Adira FInance
                                                         syariah, dan pembiayaan mobil syariah
               5.   Mufsyariah                           Pembiayaan mobil syariah dan pembiayaan
                                                         motor syariah
               6.   Womfinance                           Logam mulia-masku, porsi haji-hajiku, dan
                                                         motor baru syariah.
               7.   BFI Syariah                          Pembiayaan modal umroh, pembiayaan mobil
                                                         bekas syariah, dan pembiayaan multiguna
                                                         syariah




      2.7     Pola Bisnis


             Secara operasional, pola bisnis pembiayaan syariah mencakup aspek bisnis dan non
             bisnis (seperti aspek syariah/sosial) dari beragam aktifitas ekonomi dan sosial
             masyarakat.     Aspek     bisnis       adalah   operasional   pembiayaan     syariah      yang
             menguntungkan (profitable) bagi stakeholder dan perekonomian nasional pada
             umumnya disamping memudahkan aktivitas bisnis masyarakat dan mendorong
             pertumbuhan industri pembiayaan syariah dan perekonomian nasional. Sedangkan
             aspek syariah adalah kesesuaian model bisnis pembiayaan syariah Indonesia dengan
             maqasid al syariah yang mengandung unsur keadilan, kemaslahatan dan
             keseimbangan guna mencapai masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera secara
             material dan spiritual.




                                                                                                        17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Dalam Islam sistem pembiayaan syariah merupakan bentuk sistem keuangan yang
             berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah Islam, yang melarang praktik riba, gharar
             (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi). Filosofi utama pembiayaan syariah adalah
             menciptakan keadilan, transparansi, dan keseimbangan dalam aktivitas keuangan,
             dengan tujuan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis
             etika. Sistem ini menggunakan akad-akad tertentu, seperti mudharabah (bagi hasil),
             musyarakah (kerja sama), ijarah (sewa), dan murabahah (jual beli dengan margin
             keuntungan), untuk memastikan transaksi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu,
             pembiayaan syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga
             bertujuan untuk memberikan manfaat sosial melalui alokasi dana zakat, infaq, dan
             sedekah.


      2.8     Strategi Pemasaran

             Strategi pemasaran yang dijalankan oleh Perseroan atas kegiatan usaha baru ini
             adalah:
              1. Promosi produk berupa pemanfaatan media sosial sebagai media promosi
                  WhatsApp, Facebook, Instagram, Tiktok, dan semua media sosial yang dapat
                  dimanfaatkan dengan tata cara mengikuti ketentuan dari regulator;
              2. Membuka kantor layanan syariah di kantor unit pembiayaan yang dimiliki
                  Perseroan; dan
              3. Membuat suatu produk layanan dan media yang memiliki visi misi yang jelas
                  serta program-program yang dapat bermanfaat bagi masyarakat yang
                  membutuhkan.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan akan melakukan
             penambahan tenaga kerja sebanyak 3 orang yang terdiri dari dewan pengawas
             sebanyak 2 orang, dan kepala unit usaha sebanyak 1 orang, sedangkan sisanya
             menggunakan tenaga kerja eksisting.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan membutuhkan tambahan
             manajemen dan sumber daya manusia, sehingga akan mengadakan rekrutmen
             sebanyak 3 orang.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
             usaha baru.



                                                                                              18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
             1.   Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
                  Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
             2.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             3.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             4.   Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025, Tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             5.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
              Perseroan dalam pemakaian listrik. Perseroan senantiasa mendorong agar seluruh
              karyawan dapat bijak dalam menggunakan energi. Upaya ini dilakukan dengan cara
              melakukan himbauan agar mematikan perangkat kerja serta perangkat listrik lain,
              seperti AC, saat sedang tidak digunakan. Selanjutnya Perseroan terus berupaya
              mengurangi penggunaan kertas secara bertahap dalam proses pencatatan dan
              pelaporan pembayaran angsuran pinjaman serta laporan lainnya. Upaya ini
              dilakukan dengan menerapkan sistem pembayaran digital dan mendigitalisasi
              aktivitas operasional lainnya. Perseroan juga mendorong nasabah di kantor cabang
              tertentu yang masih menerima pembayaran tunai untuk beralih ke pembayaran
              digital   melalui   payment   point   yang   lebih   praktis   dan   efisien.   Secara
              berkesinambungan, Perseroan mensosialisasikan inisiatif ini guna meningkatkan
              kesadaran akan pentingnya pengurangan penggunaan kertas.


      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
              yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
              Perseroan antara lain:
              1) Risiko Penggunaan Akad Tidak Sesuai;
              2) Risiko Produk atau Layanan Tidak Sesuai;
              3) Risiko Laporan Keuangan/kepatuhan Tidak Sesuai;
              4) Risiko Transaksi Melanggar Prinsip Syariah.




                                                                                                 19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan memerlukan
              biaya investasi (capex) dan biaya operasional awal, sehingga Perseroan akan
              melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.




                                                                                      20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




         3        KELAYAKAN PASAR

         3.1      Kondisi Pasar

                  Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7-5,5%.
                  Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9-5,7%,
                  ditopang kenaikan permintaan domesik sejalan dengan berbagai kebijakan
                  Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari baurang kebijakan Bank Indonesia
                  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.


                  Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat
                  untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi
                  juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas
                  Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan
                  makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Bank
                  Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
                  monter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan
                  kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan
                  yang lebih tinggi dan berdaya tahan.


                       Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
                                                  2023                                           2024                                   2025
             Komponen        2022                                        2023                                         2024
                                     I       II          III     IV               I         II          III    IV              I         II      III
   Konsumsi Rumah Tangga      4,94   4,53    5,22        5,05     4,47    4,82    4,91      4,93        4,91   4,98    4,94    4,95      4,97    4,89
   Konsumsi Lembaga
   Nonprofit yang Melayani
   Rumah Tangga               5,66   6,29    8,78          6,4    18,4     10     24,1      9,79        11,5   6,06    12,5    7,82      7,82    4,28
   Konsumsi Pemerintah       -4,42   3,33   -3,86        10,5     2,94    3,02    20,4      4,62        2,03   4,17    6,61   -1,37     -0,33    5,49
   Investasi (PMTDB)          3,87   1,53    5,08        4,05     4,32    3,76    3,78      5,16        4,42   5,03    4,61    6,99      6,99    5,04
   Investasi Bangunan         0,91   0,08    6,31        3,32     6,42    4,04    5,46      6,02        5,31   5,26    5,51    4,89      4,89    3,02
   Investasi Nonbangunan      12,5    5,7    2,05          6,1   -0,78    3,03   -0,78      2,96        1,97    4,4    2,23    12,9      12,9   10,34
   Ekspor                     16,2   11,7   -3,91    -2,84        1,66    1,34    1,48      8,13        8,79   7,63    6,51    6,46      10,7    9,91
   Impor                     15,00   4,12   -3,25    -6,82        0,14    -1,6        1,5   11,9        7,79   10,4    7,95    4,17      11,7    1,18
   PDB                        5,31   5,04    4,94        5,17     5,04    5,05    5,11      5,05        4,95   5,02    5,03    4,87      5,12    5,04

  Sumber: Bank Indonesia


                  Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
                  Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
                  kinerja positif.




                                                                                                                                   21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                    Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
                                                    2023                                        2024                                2025
          Komponen            2022                                        2023                                       2024
                                        I      II          III     IV               I      II          III    IV              I      II      III
 Pertanian, Kehutanan, dan
                               2,25    0,44    2,03        1,49    1,13    1,31   -3,54    3,25    1,69       0,71   0,67   10,52    1,65    4,93
 Perikanan
 Pertambangan dan
                               4,38    4,92    5,01        6,95    7,46    6,12    9,31    3,17    3,46       3,95    4,9   -1,23    2,03   -1,98
 Penggalian
 Industri Pengolahan           4,89    4,43    4,88        5,19    4,07    4,54    4,13    3,95    4,72       4,89   4,43    4,55    5,68    5,54
 Pengadaan Listrik dan Gas     6,61    2,67    3,15        5,06    8,68    4,91    5,35    5,39    5,02       3,42   4,77    5,11     0,9    2,86
 Pengadaan Air, Pengelolaan
 Sampah, Limbah dan Daur       3,23     5,7    4,78        4,49    4,66     4,9    4,44    0,84    0,03       1,06   1,56    0,18    0,82    3,32
 Ulang
 Konstruksi                    2,01    0,32    5,23        6,39    7,68    4,91    7,59    7,29    7,48       5,81   7,02    2,18    4,98    4,21
 Perdagangan Besar dan
 Eceran Reparasi Mobil dan     5,53    4,94     5,3         5,1    4,09    4,85    4,58    4,85    4,82       5,19   4,86    5,03    5,37    5,49
 Sepeda Motor
 Transportasi dan
                              19,87   15,93   15,28    14,74      10,33   13,96    8,66    9,56    8,64       7,92   8,69    9,01    8,52    8,62
 Pergudangan
 Penyediaan Akomodasi dan
                              11,94   11,54    9,91    10,93       7,88     10     9,34   10,15    8,32       6,61   8,56    5,75    8,04    8,41
 Makan Minum
 Informasi dan Komunikasi      7,73    7,11    8,03        8,51    6,74    7,59    8,41    7,66    6,82       7,45   7,57    7,72    7,92    9,65
 Jasa Keuangan dan Asuransi    1,93    4,45    2,86        5,24    6,56    4,77    3,93     7,9    5,49       1,74   4,74    3,98     3,2    0,77
 Real Estat                    1,72    0,37    0,96        2,21    2,18    1,43    2,54    2,16    2,32       2,97    2,5    2,94    3,71    3,95
 Jasa Perusahaan               8,77    6,37    9,59        9,37    7,62    8,24    9,63    7,96    7,93       8,08   8,38    9,27    9,31    9,94
 Administrasi Pemerintahan,
 Pertahanan dan Jaminan        2,52    2,13    8,18    -6,24       1,63    1,51   18,89    2,81    3,94       1,16    6,4    4,79    4,69    4,33
 Sosial Wajib
 Jasa Pendidikan               0,55    1,02    5,42    -2,09       2,63    1,77    7,43    2,44    2,56       2,95   3,75    5,04     1,4   10,59
 Jasa Kesehatan dan
                               2,75    4,77    8,27        2,92    3,09    4,67   11,65    8,57    7,65        5,2   8,11    5,78     3,8    6,83
 Kegiatan Sosial
 Jasa lainnya                  9,47     8,9   11,89    11,14      10,15   10,52    8,92    8,85    9,95      11,36    9,8    9,84   11,31    9,92
 PDB                           5,31    5,04    5,17        4,94    5,04    5,05    5,11    5,05    4,95       5,02   5,03    4,87    5,12    5,04

Sumber: Bank Indonesia


                    Neraca Pembayaran Indonesia


                    NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang
                    pada November 2025 kembali mencatat surplus sebesar US$2,7 miliar didukung
                    oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan
                    perhiasan/permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.
                    Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
                    ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
                    penerbitan global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
                    2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Posisi
                    cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar
                    US$156,5 miliar, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor
                    dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
                    kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.




                                                                                                                              22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                              Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia
                                             2023                                     2024*                               2025
  Komponen (Miliar US$)
                               I      II      III     IV     Total      I      II      III     IV      Total    I*         II**   III**

 Transaksi Berjalan            2,9    -2,3    -1,3    -1,4     -2,0    -2,4    -3,0    -2,0    -1,3     -8,7    -0,2       -2,7    40,5

 A. Barang 1)                 14,8    10,0    10,2    11,4     46,3     9,3    10,0     9,2    11,3     39,8    13,0       10,6    16,1
   - Ekspor, fob              66,8    61,6    63,5    65,9    257,7    61,9    62,3    67,5    71,3    263,1    65,9       68,0    73,9
   - Impor, fob              -52,1   -51,6   -53,3   -54,5   -211,4   -52,6   -52,3   -58,3   -60,0   -223,3   -53,0      -57,4   -57,8

     a. Nonmigas              19,0    15,2    16,0    17,7     67,8    15,1    15,2    14,7    17,8     62,7    18,8       15,7    20,9

     b. Migas                 -3,9    -4,7    -5,4    -5,9    -19,9    -5,5    -4,6    -4,4    -5,1    -19,6    -4,7       -4,2    -4,8

 B. Jasa - jasa               -4,5    -4,5    -3,9    -4,8    -17,7    -4,2    -5,0    -4,2    -5,2    -18,6    -5,5       -5,2    -4,3

 C. Pendapatan Primer         -8,8    -9,2    -8,8    -9,3    -36,0    -8,8    -9,4    -8,5    -9,0    -35,9    -9,3       -9,8    -9,4

 D. Pendapatan
                               1,4     1,4     1,3     1,3      5,4     1,3     1,4     1,5     1,7      6,0     1,6        1,7     1,7
 Sekunder
 Transaksi Modal &
                               4,0    -4,5    -0,5    10,8      9,8    -2,4     2,6     8,0     9,4     17,6    -0,4       -3,5    -8,1
 Finansial

   1. Investasi Langsung       4,4     3,9     2,7     3,4     14,4     4,9     2,3     5,1     3,4     15,7     2,5        3,5     2,5


   2. Investasi Portofolio     3,0    -2,6    -3,0     4,9      2,2    -2,1     3,2     9,8    -2,5      8,3     1,0       -8,1    -7,1


   3. Investasi Lainnya       -3,6    -5,6    -0,1     2,4     -6,9    -4,8    -3,3    -7,2     8,5     -6,7    -4,2        1,0    -3,4

 Neraca Keseluruhan            6,5    -7,4    -1,5     8,6      6,3    -6,0    -0,6     5,9     7,9      7,2    -0,8       -6,7    -6,4

 - Cadangan Devisa           145,2   137,5   134,9   146,4    146,4   140,4   140,2   149,9   155,7    155,7   157,1      152,6   148,7

 Dalam Bulan Impor dan
 Pembayaran Utang Luar         6,2     6,0     6,0     6,5      6,5     6,2     6,1     6,4     6,5      6,5     6,5        6,2     6,0
 Negeri Pemerintah

 - Transaksi Berjalan (%
                               0,9    -0,7    -0,4    -0,4     -0,1    -0,7    -0,9    -0,6    -0,3     -0,6    -0,1       -0,8     1,1
 PDB)
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                   Nilai Tukar Rupiah


                   Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per US$,
                   melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
                   Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat
                   meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain                          itu, kenaikan
                   permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan
                   ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar
                   Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi
                   di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
                   kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
                   dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.




                                                                                                                     23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                  Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara
                                                   Berkembang




             Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi


                                     Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                        Sumber: Bank Indonesia

             Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi
             yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
             moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
             dan imported    inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
             prices (AP)   terjaga     rendah   sebesar   1,93%   (yoy).   Sementara   itu,   inflasi
             kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang




                                                                                                  24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
             gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.

      3.2    Pangsa Pasar

             Menurut Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Kinerja Keuangan Syariah
             Terus Menguat Hingga September 2025, kinerja industri keuangan syariah sepanjang
             tahun 2025 menunjukkan tren positif yang semakin menguat dari waktu ke waktu.
             Per September 2025, total aset keuangan syariah mencapai Rp12.698 triliun, tumbuh
             signifikan sebesar 26,4% dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan ini juga jauh
             lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan total aset keuangan nasional
             yang hanya sebesar 11,5% (YoY). Kenaikan aset tersebut berdampak pada
             peningkatan market share keuangan syariah menjadi 30,9%, naik dari 27,3% pada
             periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan semakin
             kuatnya daya saing dan ketahanan sektor keuangan syariah Indonesia.


             Sektor   pasar   modal   syariah   kembali   menjadi kontributor   terbesar   dengan
             pertumbuhan aset mencapai 29% (YoY) yang melampaui pertumbuhan pasar modal
             nasional sebesar 15,4%. Total aset pasar modal syariah saat ini mencapai Rp11.284
             triliun. Perhitungan aset sektor ini mencakup kapitalisasi saham syariah dan
             Securities Crowdfunding (SCF) Syariah. Jika dibandingkan pada September 2024,
             seluruh instrumen pasar modal syariah mengalami pertumbuhan positif. Kapitalisasi
             saham syariah bertambah Rp2.617 triliun dan outstanding sukuk negara meningkat
             Rp64 triliun. Market share pasar modal syariah yang mencapai 46,7%, juga
             memperkuat posisinya sebagai kontributor terbesar dalam ekosistem keuangan
             syariah Indonesia.


             Sektor perbankan syariah turut menunjukkan tren positif dengan total aset
             menembus Rp1.006 triliun per September 2025, tumbuh 9,4% (YoY). Pertumbuhan
             tersebut lebih cepat dibandingkan pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar
             6,5%. Selanjutnya,    market share perbankan syariah tercatat sebesar 7,7%.
             Peningkatan juga terlihat pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp794 triliun,
             tumbuh 7,51% atau bertambah Rp55,47 triliun sejak Juni 2025. Sementara itu,
             pembiayaan syariah mencapai Rp676 triliun, tumbuh 1,47% selama tiga bulan
             terakhir. Rangkaian capaian ini memperlihatkan pemulihan intermediasi serta
             peningkatan aktivitas pembiayaan di sektor ekonomi riil.


             Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah mencatat total aset sebesar Rp407,47
             triliun pada September 2025, atau tumbuh 6,7% (YoY) lebih tinggi dibandingkan
             pertumbuhan di sektor IKNB nasional yang mencapai 5,7%. Peningkatan ini juga
             mendorong market share IKNB syariah mencapai 10,8%. Perhitungan aset sektor ini
             mencakup Lembaga Pengelola Dana Haji / BPKH, koperasi syariah, termasuk layanan
             syariah BPJS Ketenagakerjaan dan BP Tapera yang telah berjalan sejak 2021 dan 2022.



                                                                                             25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Dari seluruh entitas tersebut, BPKH menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi
             mencapai 45%.


             Kenaikan signifikan di seluruh sektor menjadi indikator kuat bahwa ekosistem
             keuangan syariah Indonesia terus menguat. Pertumbuhan positif ini tidak hanya
             meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional, tetapi juga memberikan fondasi
             yang kuat bagi pembiayaan pembangunan, penguatan UMKM, inklusi keuangan
             syariah, serta percepatan ekonomi berkelanjutan. Dengan tren pertumbuhan yang
             terus meningkat hingga September 2025, keuangan syariah Indonesia berada pada
             posisi yang semakin kuat dalam menuju ekosistem yang inklusif, resilien, dan
             berdaya saing global.


             Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal
             Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK (KE
             PVML),    piutang   pembiayaan   perusahaan   multifinance   syariah   mencatatkan
             pertumbuhan dobel digit per November 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
             menyampaikan piutang pembiayaan multifinance syariah tercatat sebesar Rp30,84
             triliun per Desember 2025 atau meningkat 12,43% jika dibandingkan periode sama
             pada tahun sebelumnya.


             Jika ditelaah berdasarkan data OJK, pertumbuhan piutang pembiayaan syariah per
             Desember 2025 tercatat tumbuh melambat, dibandingkan pertumbuhan posisi per
             November 2025 yang sebesar 14,5% secara tahunan. OJK mencatat aset perusahaan
             pembiayaan atau multifinance syariah per Desember 2025 mencapai Rp36,55 triliun.
             Nilai itu tercatat meningkat 7,88%, jika dibandingkan capaian per Desember 2024
             yang sebesar Rp33,88 triliun.


             KE PVML OJK menambahkan bahwa adapun gearing ratio perusahaan pembiayaan
             syariah 1,00 kali per Desember 2025. Angka itu terbilang masih berada jauh di bawah
             batas maksimum 10 kali, walaupun sempat diperkirakan bahwa kinerja pembiayaan
             syariah terus berpeluang tumbuh ke depannya. Hal itu seiring dengan adanya
             kewajiban perusahaan pembiayaan atau multifinance yang memiliki Unit Usaha
             Syariah (UUS) untuk melakukan pemisahan atau spin off jika sudah memenuhi
             sejumlah kriteria, seperti modal inti dan total aset berdasarkan laporan keuangan
             tahunan yang diaudit. Adapun aturan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK (POJK)
             Nomor 46 Tahun 2024.


             Pelaksanaan spin off UUS diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan
             meningkatkan fokus pembiayaan berbasis syariah. Ditambah, mendorong daya saing
             dan pertumbuhan berkelanjutan industri pembiayaan syariah. Langkah itu diharapkan
             dapat memperluas pangsa pasar dan memperkuat peran pembiayaan syariah dalam
             mendukung perekonomian nasional.




                                                                                            26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Sampai akhir 2024, cabang/kios syariah pesaing-pesaing Perseroan sebagai
             berikut:
             1.   Adira Finance telah memiliki 110 unit, yang terdiri dari 42 cabang syariah dan
                  68 kios syariah.
             2.   Mandiri Utama Finance telah memiliki 164 unit, sebanyak 92 cabang Syariah
                  dan 72 kantor non cabang syariah.
             3.   WOM Finance telah memiliki 164 unit, sebanyak 92 cabang Syariah dan 72
                  kantor non cabang syariah.
             Sedangkan pada tahun 2024, market share pesaing-pesaing Perseroan sebagai
             berikut:
             1.   Total pembiayaan Adira Dinamika Multi Finance sebesar Rp21,7 triliun
                  sementara unit syariah memiliki pembiayaan sebesar Rp6,3 triliun atau 29% dari
                  total pembiayaan.
             2.   Total pembiayaan Mandiri Utama Finance sebesar Rp13,8 triliun sementara unit
                  syariah memiliki pembiayaan sebesar Rp1,4 triliun atau 10% dari total
                  pembiayaan.
             3.   Total pembiayaan WOM Finance sebesar Rp6,2 triliun sementara unit syariah
                  memiliki pembiayaan sebesar Rp200 miliar atau 3,3% dari total pembiayaan.
             4.   Total pembiayaan Federal International Finance (FIF) sebesar Rp13,8 triliun
                  sementara unit syariah memiliki pembiayaan sebesar Rp1,4 triliun atau 10% dari
                  total pembiayaan.


      3.3    Kesinambungan

             Lapangan usaha jasa keuangan lainnya meliputi kegiatan jasa keuangan yang
             utamanya mengenai pemberian pinjaman oleh lembaga yang tidak tercakup dalam
             perantara moneter (perusahaan modal ventura, bank, kelompok investasi), dan
             kegiatan jasa keuangan yang utamanya mengenai pendistribusian dana selain
             membentuk pinjaman, seperti kegiatan pepabrikan, tulisan dari borter, pilihan dan
             pengaturan pemagaran lainnya, kegiatan dari perusahaan penyelesaian pembelian
             polis asuransi dari perusahaan yang pailit.


             Pada tahun 2025, lapangan usaha ini memberikan kontribusi sebesar Rp79.996,50
             miliar atau setara 0,59% dari PDB atas dasar harga konstan 2010. Angka tersebut
             meningkat sebesar 18,50% dari tahun 2020 yang mencapai Rp67.507,60 miliar.


             Dengan penghitungan atas dasar harga konstan 2010, laju pertumbuhan lapangan
             usaha jasa keuangan lainnya tahun 2025 sebesar 6,75% dari tahun sebelumnya
             dengan rata-rata pertumbuhan selama tahun 2020-2025 sebesar 3,50%.


             Berikut perkembangan laju pertumbuhan PDB lapangan usaha jasa keuangan lainnya
             selama tahun 2020-2025.




                                                                                             27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




               Gambar 3 Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha Jasa Keuangan Lainnya (Rp Miliar)


               7,00%                                                                      90.000
               6,00%                                                                      80.000
               5,00%                                                                      70.000
               4,00%
                                                                                          60.000
               3,00%
                                                                                          50.000
               2,00%
                                                                                          40.000
               1,00%
                                                                                          30.000
               0,00%
              -1,00%                                                                      20.000

              -2,00%                                                                      10.000

              -3,00%                                                                      0
                         2020        2021      2022       2023       2024        2025

             Sumber: BPS


      3.4    Potensi Pasar


             Potensi pasar pembiayaan syariah di Indonesia sangat besar, didorong oleh populasi
             Muslim terbesar di dunia (>200 juta jiwa), peningkatan literasi keuangan syariah, dan
             pertumbuhan industri halal. Data tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan aset
             perusahaan pembiayaan syariah mencapai 11,37% yoy dari sebesar Rp30,42 triliun di
             tahun 2023. Pada 2025, pertumbuhan aset perusahaan pembiayaan syariah mencapai
             Rp36,55 triliun atau meningkat sebesar 7,88% yoy dari tahun sebelumnya. Selain itu,
             potensi pasar usaha ini juga terlihat dari pertumbuhan aset perusahaan pembiayaan
             syariah selama tahun 2020—2025 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 19,36%.




                                                                                              28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




              Gambar 4 Perkembangan Aset Perusahaan Pembiayaan Syariah Tahun 2020-2025
                                                (Rp Triliun)

                40,00
                                                                                36,55
                35,00                                                  33,88
                                                               30,42
                30,00

                25,00                             21,88
                20,00                   16,79
                             15,33
                15,00

                10,00

                 5,00

                   -
                           2020        2021      2022          2023      2024      2025

             Sumber: OJK


             Dari sisi piutang pembiayaan, pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan
             pembiayaan syariah pada tahun 2024 sebesar Rp27,43 triliun atau meningkat sebesar
             10,47% yoy dari sebesar Rp23,83 triliun di tahun 2023. Pada tahun 2025, piutang
             pembiayaan perusahaan pembiayaan syariah sebesar Rp30,84 triliun atau meningkat
             sebesar 12,43% dari tahun sebelumnya. Selama tahun 2020—2025, pertumbuhan
             piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan syariah mengalami pertumbuhan
             dengan rata-rata sebesar 22,07%.


                Gambar 5 Perkembangan Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan Syariah
                                        Tahun 2020-2025 (Rp Triliun)

                35,00
                                                                                30,84
                30,00
                                                                       27,43
                                                               24,83
                25,00

                20,00                            18,66


                15,00                   13,56
                             11,61

                10,00

                 5,00

                   -
                           2020        2021      2022          2023     2024      2025

             Sumber: OJK




                                                                                          29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      3.5    Sasaran


             Sasaran produk Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha ini adalah masyarakat
             yang    membutuhkan        produk      pembiayaan    berbasis    prinsip   syariah,     yang
             mengedepankan nilai keadilan, transparansi, serta bebas dari unsur riba. Selain itu,
             produk ini juga ditujukan bagi nasabah yang menginginkan alternatif dan
             diversifikasi layanan keuangan selain produk pembiayaan konvensional, dengan
             tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
              pendapatan di tahun 2026 sebesar Rp8,48 miliar, tahun 2027 sebesar Rp48,19
              miliar, tahun 2028 sebesar Rp85,79 miliar, tahun 2029 sebesar Rp113,93 miliar,
              dan tahun 2030 sebesar Rp130,88 miliar


      3.7    Pesaing Usaha


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan dalam pembiayaan syariah. Saat ini, beberapa pesaing yang
             memiliki bidang usaha yang sama dengan Perseroan adalah sebagai berikut.


                                            Tabel 9 Perusahaan Pesaing
               No                 Pesaing                                    Produk

               1.   Amitra Syariah Financing           Pembiayaan haji, pembiayaan umroh
               2.   Zada Syariah                       Pembiayaan haji dan umroh, pembiayaan logam
                                                       mulia, dan pembiayaan otomotif
               3.   Citifin Multi Finance Syariah      Pembiayaan anjak piutang, pembiayaan
                                                       otomotif, pembiayaan pengurusan porsi haji,
                                                       pembiayaan umroh, dan pembiayaan pemilikan
                                                       rumah
               4.                                      Pembiayaan umroh, pembiayaan sepeda motor
                    Syariah Adira FInance
                                                       syariah, dan pembiayaan mobil syariah
               5.   Mufsyariah                         Pembiayaan mobil syariah dan pembiayaan
                                                       motor syariah
               6.   Womfinance                         Logam mulia-masku, porsi haji-hajiku, dan
                                                       motor baru syariah.
               7.   BFI Syariah                        Pembiayaan modal umroh, pembiayaan mobil
                                                       bekas syariah, dan pembiayaan multiguna
                                                       syariah




                                                                                                      30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      3.8    Strategi Pemasaran


             Strategi pemasaran yang dijalankan oleh Perseroan atas kegiatan usaha baru ini
             adalah:
              1. Promosi produk berupa pemanfaatan media sosial sebagai media promosi
                  WhatsApp, Facebook, Instagram, Tiktok, dan semua media sosial yang dapat
                  dimanfaatkan dengan tata cara mengikuti ketentuan dari regulator;
              2. Membuka kantor layanan syariah di kantor unit pembiayaan yang dimiliki
                  Perseroan; dan
              3. Membuat suatu produk layanan dan media yang memiliki visi misi yang jelas
                  serta program-program yang dapat bermanfaat bagi masyarakat yang
                  membutuhkan.




                                                                                        31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Pada penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bergerak pada bidang jasa
              pembiayaan syariah, sehingga tidak terdapat informasi mengenai kapasitas
              produksi. Untuk tahap awal, produk yang ditawarkan atas adanya penambahan
              kegiatan usaha baru ini adalah Ijarah Haji & Umroh dan Murabahah kendaraan.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Pada penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bergerak pada bidang jasa
              pembiayaan syariah, sehingga tidak terdapat informasi mengenai bahan baku
              mentah.


              Pekerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, saat ini Perseroan memiliki jumlah tenaga
              kerja 612 orang karyawan tetap dan 168 orang karyawan kontrak. Dengan adanya
              penambahan kegiatan usaha, Perseroan berencana akan melakukan penambahan
              tenaga kerja sebanyak 3 orang, sedangkan sisanya menggunakan tenaga kerja
              eksisting.


                                         Tabel 10 Kebutuhan Tenaga Kerja
                                                                      Jumlah
               No                     Tenaga Kerja                              Keterangan
                                                                      (orang)
                    Kantor Pusat
               1.   Dewan Pengawas Syariah                                 2    penambahan
               2.   Kepala UUS (Dedicated)                                 1    penambahan
               3.   Direktur Marketing                                     1     eksisting
               4.   Sales Manager UUS                                      1     eksisting
               5.   Relationship Officer UUS                               2     eksisting
               6.   Syariah Business Development                           1     eksisting
               7.   Data Analytic & Admin (Concurent)                      1     eksisting
                    Supporting (Leveraging)
               1.   Credit Analyst, Operation                              4     eksisting
               2.   Accounting                                             2     eksisting
               3.   IT                                                     2     eksisting
               4.   Legal & Compliance (Concurent)                         2     eksisting
                    Cabang
               1.   Branch Manager                                         1     eksisting
               2.   Sales Head                                             1     eksisting
               3.   Relationship Officer UUS                               1     eksisting


                                                                                             32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                                                  Jumlah
               No                     Tenaga Kerja                             Keterangan
                                                                  (orang)
               4.   Operation UUS                                   1           eksisting
               5.   Collection UUS (Concurrent)                     1           eksisting
                    Total                                           24
              Sumber: Manajemen Perseroan


              Tenaga Ahli

             Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren yang
             signifikan. Atas meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem ekonomi
             berbasis prinsip Islam, maka lembaga keuangan syariah membutuhkan tenaga ahli
             yang memahami fiqh muamalah sekaligus manajemen modern. Sampai dengan saat
             ini Perseroan telah memiliki beberapa tenaga ahli yang melekat pada susunan
             pengurus & personalia UUS.


      4.3    Proses Produksi


             Untuk tahap awal, produk yang ditawarkan atas adanya penambahan kegiatan usaha
             baru ini adalah Ijarah Haji & Umroh dan Murabahah kendaraan dengan alur proses
             sebagai berikut.


             Gambar 6 Diagram Alur Proses Bisnis Ijarah Haji & Umroh Dengan Wakalah (Wakil)




              Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                            33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




              Gambar 7 Diagram Alur Proses Bisnis Ijarah Haji & Umroh Tanpa Wakalah (Wakil)




              Sumber: Manajemen Perseroan


                  Gambar 8 Diagram Alur Proses Bisnis Ijarah Haji & Umroh Dengan Payroll




              Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                           34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                   Gambar 9 Diagram Alur Proses Bisnis Murabahah Kendaraan Bermotor




              Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                      35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




         5      KELAYAKAN POLA BISNIS

         5.1    Keunggulan Kompetitif


                Berdasarkan pengalaman Perseroan sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak
                lama memiliki manajemen dan sistem operasional yang kompeten untuk melakukan
                ekspansi usaha. Keunggulan kompetitif Perseroan diuraikan sebagai berikut:
                 ➢   Perseroan memiliki jaringan cabang yang luas dan akses nasional;
                 ➢   Perseroan memiliki reputasi yang solid dan terpercaya di industri;
                 ➢   Perseroan memiliki jaringan pasar dan basis nasabah existing yang substansial
                     dari usaha eksisting yang diyakini mempercepat pertumbuhan dan ekspansi;
                 ➢   Perseroan memiliki pengalaman panjang dan terpercaya di bidang pembiayaan,
                     didukung oleh operasional yang mapan, serta kemitraan strategis yang solid;
                 ➢   Berdasarkan    kinerja    keuangan,   Perseroan   mencatatkan    pertumbuhan
                     pendapatan yang berasal dari pertumbuhan pembiayaan konsumen.


         5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


                Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
                produk Perseroan yang mungkin ditiru oleh perusahaan lain merupakan risiko yang
                melekat pada kegiatan bisnis Perseroan. Kemampuan pesaing untuk meniru produk
                memang tidak dapat dihindari, sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini
                menjadi sangat kompetitif. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan
                diantaranya sebagai berikut:
                •    Diferensiasi Layanan dan Distribusi
                     ➢ Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dan terintegrasi, mencakup
                         travel agent, digital marketing, dealer/showroom, serta berbagai mitra
                         bisnis, sehingga mampu menjangkau beragam segmen pasar secara efektif;
                     ➢ Didukung layanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital—mulai dari
                         pemantauan cicilan hingga progres keberangkatan Haji/Umroh —Perseroan.
                •    Reputasi dan Kepercayaan Pasar
                     ➢   Reputasi PT Buana Finance Tbk yang telah terbangun kuat menjadi fondasi
                         utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Unit Usaha
                         Syariah. Dalam industri pembiayaan, kepercayaan merupakan faktor kunci,
                         khususnya pada produk syariah yang menekankan kepatuhan prinsip dan
                         transparansi akad.
                     ➢   Kinerja keuangan induk usaha yang sehat serta pertumbuhan pembiayaan
                         yang konsisten mencerminkan kapasitas permodalan dan manajemen yang
                         kuat. Hal ini memberikan ruang ekspansi pembiayaan syariah secara prudent
                         dan berkelanjutan.




                                                                                               36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
              nilai yang diantaranya:


              1. Menghadirkan solusi pembiayaan yang fleksibel dan terjangkau untuk segmen
                  individu maupun korporasi. Perseroan terus berinovasi melalui pengembangan
                  produk syariah serta pemanfaatan digitalisasi guna mempermudah proses
                  pengajuan, pencairan, hingga pembayaran angsuran.
              2. Didukung kerja sama strategis dengan perbankan, asuransi, dealer, serta travel
                  Haji/Umroh, Perseroan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan
                  aksesibilitas layanan.
              3. Dengan menjaga kesehatan keuangan dan penerapan manajemen risiko sesuai
                  regulasi, Perseroan memperkuat daya saing di industri multifinance melalui
                  strategi bisnis yang adaptif dan diferensiasi produk syariah.




                                                                                            37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
              keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
              tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
              kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
              informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
              memiliki 612 orang karyawan tetap dan 168 orang karyawan kontrak.


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan membutuhkan tambahan
             SDM, sehingga akan melakukan melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 3
             orang.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Dalam pelaksanaan kegiatan usaha Unit Usaha Syariah (UUS), perusahaan
             menggunakan dan mengelola kekayaan intelektual yang dimiliki oleh PT Buana
             Finance Tbk sebagai entitas induk.
             1.   Kepemilikan penggunaan merek
                  ➢ UUS beroperasi di bawah merek dan identitas korporasi PT Buana Finance
                      Tbk.
                  ➢ Tidak terdapat pendirian entitas hukum baru.
                  ➢ Branding UUS menggunakan identitas turunan yang mencerminkan prinsip
                      syariah tanpa membentuk merek terpisah. Seluruh penggunaan merek, logo,
                      dan materi promosi tunduk pada kebijakan manajemen merek perusahaan.
             2.   Sistem dan infrastruktur teknologi
                  Rent New Sistem Syariah.
                  Penyesuaian dilakukan pada: parameter akad syariah (murabahah/ijarah).,
                  Modul pelaporan terpisah untuk keperluan akuntansi syariah, Penyesuaian SOP
                  dan dokumentasi akad.
             3.   Perlindungan dan pengendalian
                  ➢ Perlindungan data nasabah sesuai regulasi.
                  ➢ Pengamanan sistem IT melalui kebijakan internal.
                  ➢ Pengendalian akses berbasis kewenangan (role-based access).
                  ➢ Kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan data dan kerahasiaan nasabah.


      6.3    Manajemen Risiko

             Pendekatan yang diaplikasikan pada penambahan kegiatan usaha baru ini adalah
             prudent growth dengan tujuan menjaga kualitas pembiayaan dan stabilitas
             perusahaan. Pada tahap awal, ekspansi dilakukan terbatas (pilot cabang Fatmawati),




                                                                                            38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             target portofolio dikendalikan secara bertahap, dan tidak dilakukan ekspansi
             agresif.


             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
             beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
             mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut.


                                             Tabel 11 Risiko Utama Perseroan
                                Risiko                 Kategori Risiko                    Mitigasi
               Penggunaan akad yang tidak sesuai       Syariah           Melakukan pelatihan tentang akad
               dengan prinsip syariah (misal: akad                       syariah, dan review akad oleh DPS
               murabahah dengan ketentuan yang
               tidak jelas).
               Produk atau layanan yang tidak sesuai   Syariah           Update regulasi internal dan sosialisasi
               dengan fatwa Dewan Syariah Nasional                       secara berkala terkait fatwa terbaru
               (DSN).                                                    serta melakukan koordinasi rutin
                                                                         dengan DPS
               Laporan keuangan atau laporan           Syariah           Memanfaatkan sistem informasi dan
               kepatuhan syariah yang tidak akurat                       pelaporan yang ada untuk meningkatkan
               atau tidak tepat waktu.                                   akurasi data, serta menetapkan timeline
                                                                         dan mekanisme monitoring atas
                                                                         penyusunan dan penyampaian laporan
                                                                         untuk memastikan ketepatan waktu
                                                                         pelaporan.
               Terjadinya transaksi yang melanggar     Syariah           Review SOP oleh DPS, menyelenggarakan
               prinsip syariah (misal: mengandung                        pelatihan kepatuhan syariah secara
               riba, gharar, atau maysir).                               berkala kepada karyawan, serta
                                                                         melakukan audit transaski secara
                                                                         priodik
             Sumber: Manajemen Perseroan


             Mekanisme pengedalian risiko yang diterapkan Perseroan atas penambahan
             kegiatan usaha ini adalah:
             ➢     Tetap mengacu pada kebijakan manajemen risiko perusahaan.
             ➢     Monitoring NPF (Non Performing Financing) secara berkala.
             ➢     Pelaporan terpisah portofolio syariah.
             ➢     Review berkala oleh Internal Audit.
             ➢     Pengawasan dan opini DPS atas produk dan implementasi akad.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Keberhasilan dan keberlanjutan Unit Usaha Syariah Multifinance sangat ditentukan
              oleh kapasitas dan kompetensi manajemen dalam mengelola kegiatan pembiayaan
              sesuai prinsip syariah dan ketentuan regulasi yang berlaku. Manajemen didukung
              oleh sumber daya manusia yang memiliki pemahaman memadai mengenai produk
              pembiayaan syariah, manajemen risiko, kepatuhan, serta penerapan tata kelola
              perusahaan yang baik (good corporate governance).




                                                                                                                    39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




              Dalam mendukung rencana kegiatan usaha, Unit Usaha Syariah berkomitmen untuk
              memperkuat       kemampuan      manajemen   melalui   pengembangan       kompetensi,
              pelatihan berkelanjutan, serta sistem evaluasi kinerja yang terukur. Dengan struktur
              organisasi yang jelas dan pembagian fungsi yang terdefinisi, manajemen memiliki
              kapasitas yang memadai untuk menjalankan usaha secara prudent, profesional, dan
              berkelanjutan sesuai prinsip syariah.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Dalam rangka penambahan kegiatan usaha baru berupa Unit Usaha Syariah (UUS),
              Perseroan menerapkan strategi leveraging employee pada tahap awal operasional.
              Beberapa kebijakan jangka pendek (tahap awal) yang akan terapkan Perseroan
              adalah:
             1. Pada tahap awal pendirian UUS, tidak dilakukan perubahan struktur organisasi
                perusahaan secara fundamental.
             2. Struktur organisasi Perseroan tetap mengacu pada struktur yang telah disetujui
                dan berjalan saat ini, dengan penyesuaian berupa:
                ➢ Penunjukan fungsi tambahan (concurrent assignment) kepada karyawan
                   existing.
                ➢ Penambahan fungsi pengawasan syariah melalui Dewan Pengawas Syariah
                   (DPS).
                ➢ Penetapan Kepala UUS sebagai posisi khusus yang tidak dirangkap.
             3. Dengan      demikian,   UUS    dibentuk   tanpa   restrukturisasi   besar   maupun
                pembentukan divisi terpisah secara penuh pada tahap awal.




                                                                                                40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                            Gambar 10 Struktur Organisasi Perseroan




          Sumber: Manajemen Perseroan

                                                                                      41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                                   Gambar 11 Struktur Organisasi Unit Usaha Syariah




                     Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                      42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




         7      KELAYAKAN KEUANGAN

                Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
                ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
                didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
                ataupun tidak.


                Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
                investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
                investasi, dan analisis sensitivitas.

         7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs)

                 Biaya investasi (capex) awal yang diperlukan atas penambahan kegiatan usaha baru
                ini sebesar Rp3,34 miliar dengan rincian sebagai berikut:


                                         Tabel 12 Rencana Anggaran Biaya (Rp Juta)
                                                Uraian                                     Total Cost
                Laptop & Server                                                                         536
                Core System                                                                           2.300
                Accounting System                                                                       500
                Total                                                                                 3.336
                Sumber: Proyeksi Keuangan


         7.2    Modal Kerja


                Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan memerlukan
                modal kerja awal sebesar Rp28,00 miliar. Proyeksi kebutuhan modal kerja tahun
                2026—2030 adalah sebagai berikut:


                                              Tabel 13 Modal Kerja (Rp. Juta)
                           Keterangan               2026        2027        2028        2029        2030

                 PERHITUNGAN MODAL KERJA
                    Aset Lancar                     114.837     309.323     467.690     579.515     615.963
                    Hutang Lancar                   (86.836)   (330.975)   (535.417)   (688.107)   (778.930)
                 Modal Kerja                         28.000     (21.652)    (67.728)   (108.592)   (162.967)
                 Perubahan Modal Kerja               28.000     (49.652)    (46.076)    (40.864)    (54.375)
                Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                           43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      7.3    Sumber Pembiayaan


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan memerlukan
              biaya investasi (capex) dan biaya operasional awal, sehingga Perseroan akan
              melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.


      7.4    Beban Operasional

              Beban operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:


                                        Tabel 14 Biaya Operasional (Rp. Juta)
                           Uraian               2026        2027      2028         2029      2030

               Beban operasional                   5.407     37.499    62.966       81.692    95.483


              Pada tahun 2026, beban operasional diproyeksikan sebesar Rp5,41 miliar. Beban
              ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp95,48 miliar pada tahun 2030.

      7.5    Biaya Bahan Baku Mentah

              Pada penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bergerak pada bidang jasa
              pembiayaan syariah, sehingga tidak terdapat informasi mengenai bahan baku
              mentah.


      7.6    Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


              Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:


              Waktu Operasional


             Periode proyeksi dimulai dari awal tahun 2026 hingga tahun 2030. Jumlah hari
             operasional diasumsikan selama 264 hari untuk setiap tahun-tahun proyeksi.


             Struktur Pendapatan


             Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:


                                         Tabel 15 Struktur Pendapatan (Rp. Juta)
                        Keterangan             2026        2027       2028         2029      2030
               Pendapatan CF - UUS - Ijarah        934       6.868     13.434       15.768    17.373
               Pendapatan CF - UUS -
               Murabahah                         3.969      33.452     63.702       88.638   103.033
               Pendapatan lain-lain              3.576       7.868      8.655        9.520    10.472
               CF - UUS - Ijarah                   186        408        449          494       544
               CF - UUS - Murabahah              3.391       7.460      8.206        9.026     9.929




                                                                                                    44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Struktur Biaya


             Struktur biaya terdiri dari beban keuangan, umum dan administrasi, amortisasi dan
             beban kerugian penurunan nilai. Struktur biaya untuk tahun-tahun proyeksi
             diasumsikan sebagai berikut:


                                                Tabel 16 Struktur Biaya (Rp. Juta)
                         Keterangan                Satuan        2026       2027       2028       2029           2030
               Beban keuangan                    To Revenue       13,45%    41,11%      48,60%    51,17%          53,28%
               Beban umum, administrasi dan
               lainnya                             Growth                   23,45%     -38,12%    10,04%          10,93%


               Amortisasi UUS                      Rp.Juta           777     5.651      11.530     13.600         14.963
               Beban kerugian penurunan nilai    To Revenue       25,11%    31,23%      22,89%    18,96%          18,16%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Tarif Pajak


             Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
             diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan


             Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun ditunjukkan pada tabel berikut ini:


                                      Tabel 17 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp. Juta)
                         Keterangan                 2026         2027       2028       2029        2030

               ASET
               Aset Lancar                          181.723      424.424    635.801    801.859     907.318
               Aset Tidak Lancar                       6.904      12.271     14.146     15.313      16.614
               TOTAL ASET                           188.626      436.695    649.947    817.172     923.932


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Pendek               86.836     330.975    535.417    688.107     778.930
               Liabilitas Jangka Panjang                     -          -          -          -             -
               Ekuitas                              101.790      105.720    114.530    129.065     145.002
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS           188.626      436.695    649.947    817.172     923.932
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Selama tahun 2026—2030, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
             tahun 2026, total aset diproyeksikan sebesar Rp188,63 miliar hingga menjadi
             sebesar Rp923,93 miliar pada tahun 2030.




                                                                                                            45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




               Pada tahun 2026 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp86,84 miliar
               yang meningkat menjadi sebesar Rp778,93 miliar di tahun 2030.


               Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
               2026, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp101,79 miliar hingga menjadi sebesar
               Rp145,00 miliar pada tahun 2030.


      7.8      Proyeksi Laba (Rugi)


               Proyeksi Laba Rugi Perseroan ditunjukkan pada tabel berikut:


                                           Tabel 18 Proyeksi Laba Rugi (Rp. Juta)

                              Keterangan                 2026            2027           2028       2029           2030

                Pendapatan                                   8.479        48.188         85.791    113.927        130.878
                Beban operasional                           (5.407)      (37.499)      (62.966)    (81.692)       (95.483)
                Beban Amortisasi Aset Ijarah                 (777)        (5.651)      (11.530)    (13.600)       (14.963)
                Pendapatan (Beban) Lain-lain                       -               -           -          -              -
                Laba (Rugi) Sebelum Pajak                    2.295         5.038         11.295     18.635         20.432
                Pajak                                        (505)        (1.108)        (2.485)    (4.100)        (4.495)
                Laba (Rugi) Bersih                           1.790         3.930          8.810     14.536         15.937
               Sumber: Proyeksi Keuangan


               Selama tahun 2026—2030, total pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan.
               Pada tahun 2026, total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp8,48 miliar yang
               kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp130,88 miliar pada tahun
               2030.


               Setelah diakumulasi dengan beban operasional, beban amortisasi aset ijarah, dan
               PPh Badan, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
               penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,79 miliar pada tahun 2026 dan terus
               meningkat hingga menjadi sebesar Rp15,94 miliar di tahun 2030.


      7.9      Proyeksi Arus Kas


               Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:


                                           Tabel 19 Proyeksi Arus Kas (Rp. Juta)
                        Keterangan                   2026              2027            2028          2029                2030

       ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan dari pelanggan                       18.923           118.954         216.119       319.666             443.751
       Pembayaran kepada pemasok (pinjaman
       baru)                                         (133.035)         (292.677)       (321.945)     (354.139)           (389.553)
       Pembayaran untuk beban operasional              (1.815)           (4.413)         (4.870)        (5.379)              (5.954)
       Utang pajak                                             -           (505)         (1.108)        (2.485)              (4.100)




                                                                                                                         46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                     Keterangan                      2026            2027         2028                2029           2030

       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
       (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI                     (115.927)      (178.640)     (111.804)            (42.337)        44.144
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Pembelian aset tetap dan aset
       takberwujud                                     (3.336)              -               -                -              -
       Capital Expenditures, CAPEX                            -             -               -                -              -


       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
       (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI                     (3.336)              -               -                -              -
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Penarikan bank                                  89.515        292.677       321.945             354.139        389.553
       Pembayaran bank                                 (2.364)       (47.684)     (118.598)           (202.809)      (298.844)
       Pembayaran Bunga Bank                           (1.003)       (18.138)      (38.532)            (54.761)       (65.843)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
       (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN                     86.149        226.855       164.814              96.570         24.867
       KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                       (33.114)        48.215        53.011              54.233         69.011
       KAS AWAL TAHUN                                 100.000         66.886       115.101             168.111        222.344
       KAS AKHIR TAHUN                                 66.886        115.101       168.111             222.344        291.355
        Sumber: Proyeksi Keuangan


              Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
              meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2026 adalah Rp66,89 miliar
              yang kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2030 menjadi sebesar Rp291,36
              miliar.


      7.10    Analisis Titik Impas


              Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
              memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
              dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
              apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


              BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
                                                            Total Biaya Tetap
                                          BEP    =
                                                     (1- (Total Biaya Variabel))
                                                                  Pendapatan


              Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
              masing-masing            periode   selama      masa     proyeksi.     Nilai       BEP    dalam      rupiah
              mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
              BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
              adalah sebagai berikut:




                                                                                                                     47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                               Tabel 20 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.Juta)
                  Tahun               Pendapatan                Fixed Cost                BEP
                   2026                            8.479                   6.184                 6.184
                   2027                           48.188                  43.150                43.150
                   2028                           85.791                  74.496                74.496
                   2029                          113.927                  95.292                95.292
                   2030                          130.878                110.446             110.446
                                                                    BEP Rata-rata               65.914
                                                             BEP Rata-rata (%)                  83,47%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
             Perseroan harus mencatatkan pendapatan di tahun 2026 sebesar Rp8,48 miliar,
             tahun 2027 sebesar Rp48,19 miliar, tahun 2028 sebesar Rp85,79 miliar, tahun 2029
             sebesar Rp113,93 miliar, dan tahun 2030 sebesar Rp130,88 miliar. Sehingga rata-
             rata BEP Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi
             adalah sebesar Rp65,91 miliar.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 21 Analisis Likuiditas
                                                                      Working Capital to Total Assets
                     Tahun                   Current Ratio
                                                                                  Ratio
                     2026                                  209,27%                              50,30%
                     2027                                  128,23%                              21,40%
                     2028                                  118,75%                              15,44%
                     2029                                  116,53%                              13,92%
                     2030                                  116,48%                              13,90%
                    Average                                137,85%                              22,99%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha terlihat
             adanya peningkatan dari sisi current ratio jika dibandingkan dengan rata-rata
             selama tahun 2021-2025 yang sebesar 132,98%.


             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.




                                                                                                    48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                            Tabel 22 Analisis Solvabilitas
                             Tahun               Debt to Equity Ratio     Debt to Assets Ratio

                             2026                             85,31%                   46,04%
                             2027                            313,07%                   75,79%
                             2028                            467,49%                   82,38%
                             2029                            533,15%                   84,21%
                             2030                            537,19%                   84,31%
                            Average                          387,24%                   74,54%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio solvabilitas, hal ini
             dikarenakan adanya tambahan kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
             usaha.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             pendapatan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 23 Analisis Profitabilitas
                         Tahun                 Operating Profit Margin         Net Profit Margin
                         2026                                    27,07%                          21,11%
                         2027                                    10,45%                           8,15%
                         2028                                    13,17%                          10,27%
                         2029                                    16,36%                          12,76%
                         2030                                    15,61%                          12,18%
                        Average                                  16,53%                          12,89%


             Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
             memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
             selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
             margin masing-masing sebesar 16,53%, dan 12,89%.

      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.




                                                                                                     49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:


                                         Tabel 24 Return on Investment
                                         Laba Bersih       Total Investasi
                        Tahun                                                   ROI
                                            (Rp. Juta)       (Rp. Juta)
                         2026                      1.790          188.626             0,95%
                         2027                      3.930          436.695             0,90%
                         2028                      8.810          649.947             1,36%
                         2029                     14.536          817.172             1,78%
                         2030                     15.937          923.932             1,72%
                        Average                                                       1,34%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2025—2030 diproyeksikan akan meningkat setiap
             tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
             Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 1,34%.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC       = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd           Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
             Ke         = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T          = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt     = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity   = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.




             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:




                                                                                              50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%. (merujuk pada bunga Kredit Invertasi
                  per 31 Desember 2025 dari SEKI Bank Indonesia).

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                            Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                             Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                        responsivitas    pengembalian      perusahaan     terhadap    pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond).

             Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
             adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
             bebas risiko (Rf).




                                                                                               51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                              Tabel 25 Surat Utang Negara
                            Bond                           Maturity                     Yield
               FR0108                                    15-Apr-36                              6,1097%
               FR0106                                    15-Aug-40                              6,4290%
               FR0107                                    15-Aug-45                              6,5390%
               FR0102                                     15-Jul-54                             6,7094%
               FR0105                                     15-Jul-64                             6,7535%
                                           Rata-rata                                            6,5081%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                      16 Desember 2025


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan.


             Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026,
             diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,69%.


             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan,
             kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang dilakukan
             Aswath Damodaran dalam industri Financial Svcs. (Non-bank & Insurance) per
             Januari 2026 yaitu rata-rata sebesar 0,70.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:


                                           Tabel 26 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                      Keterangan                      Biaya Modal untuk Ekuitas

                     Biaya Modal untuk Ekuitas
                      a. Risk Free Rate ( Rf )                                             6,51%
                      b. Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                       6,69%
                      c.   β (Beta)                                                         0,70
                      c.   Specific Risk                                                   0,00%
                     Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                       11,19%




                                                                                                     52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                       Keterangan                            Biaya Modal untuk Ekuitas

                      Credit Default Spread                                                         1,62%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas                                                     9,57%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 9,57%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 8,03% seperti pada tabel berikut.


                                      Tabel 27 Weighted Average Cost of Capital
                             Jenis Modal                        Biaya Modal           Bobot         Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                               6,70%           53,84%           3,61%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta                  9,57%           46,16%           4,42%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                       8,03%


      7.14   Analisis Kelayakan


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan         NPV   positif   maka        proyek     ini   layak    dikerjakan   apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.

                                                            𝑇
                                                                    𝐶𝐹𝑡
                                                𝑁𝑃𝑉 = ∑                    − 𝐶𝐹0
                                                                  (1 + 𝑟)𝑡
                                                            𝑡−1

                    NPV           :   Net Present Value
                    CFt           :   arus kas pada periode t
                    CF0           :   arus kas investasi awal pada periode 0
                    r             :   tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari rencana penambahan kegiatan usaha:




                                                                                                              53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                        Tabel 28 Perhitungan NPV (Rp. Juta)

                                     Keterangan                          FCFF              PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                      2026                                                (148.454)          (137.426)
                      2027                                                  59.233             50.759
                      2028                                                  66.416             52.686
                      2029                                                  68.999             50.670
                      2030                                                 101.889             69.263
                   NPV                                                                         85.953
                 Keterangan: Salvage Value sebesar Rp16,61 miliar


              b. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.




                    IRR          :   Internal Rate of Return
                    CFt          :   arus kas pada periode t
                    CF0          :   arus kas investasi awal pada periode 0
                    r            :   tingkat diskonto


                                            Tabel 29 Perhitungan IRR (Rp. Juta)

                                        Keterangan                          FCFF            PV FCFF

                     Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                       2026                                                 (148.454)        (113.082)
                       2027                                                       59.233       34.369
                       2028                                                       66.416       29.354
                       2029                                                       68.999       23.230
                       2030                                                     101.889        26.129
                       Terminal value                                           104.945
                       NPV                                                                            0
                   IRR = 31,28%

              c. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek



                                                                                                      54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).



                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                         𝑃𝐼 =
                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                       PI          :     Profitability Index
                       CFI         :     nilai kini seluruh arus kas masuk
                       CFo         :     nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                                    Tabel 30 Perhitungan PI
                                                                                       PV FCFF
                                                 Keterangan
                                                                                      (Rp. Juta)
                  Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                       Arus kas masuk                                                       89.137
                       Arus kas keluar                                                      (3.184)
                  PI                                                                            27,99




              d. Payback Period (PP)
                 Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                 investasi.


                                                    Tabel 31 Perhitungan PP
                                           NCF
                             No                                  Tahun            Faktor
                                         (Rp.000)
                             1            (148.454)               2026             1,00
                             2              59.233                2027             1,00
                             3              66.416                2028             1,00
                             4              68.999                2029             0,33
                             5             101.889                2030             0,00
                                                     Total                         3,33
                                              Payback Period                  3 Tahun 3 Bulan


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:



                                                                                                        55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                       Tabel 32 Analisis Kelayakan (Rp. Juta)
                                                      2026        2027        2028        2029       2030
                   Keterangan             TOTAL
                                                      1,00         2,00        3,00       4,00       5,00
       EBITDA                            120.829          3.072    10.689      22.825      32.235     52.009


       CASH OUT FLOW
       - Tax                             (12.693)         (505)    (1.108)     (2.485)     (4.100)    (4.495)
       - Investment Outlays             (119.685)   (119.685)             -           -          -          -
       - CAPEX                            (3.336)     (3.336)             -           -          -          -
       +/- Working Capital               162.967     (28.000)      49.652      46.076      40.864     54.375
       TOTAL                              27.253    (151.526)      48.544      43.591      36.764     49.880


       NET CASH FLOW                     148.082    (148.454)      59.233      66.416      68.999    101.889
       Discount factor (8,03%)                       0,92571      0,85694     0,79328     0,73435    0,67980
       DISCOUNTED CASH FLOW               85.953    (137.426)      50.759      52.686      50.670     69.263


       PROCEED                                      (148.454)     (89.221)    (22.806)     46.194    148.082


       PRESENT VALUE KAS MASUK            89.137          2.844     9.160      18.107      23.672     35.355
       PRESENT VALUE KAS KELUAR           (3.184)   (140.269)      41.599      34.580      26.998     33.908


       NET PRESENT VALUE, NPV           31,28%
       INTERNAL RATE OF RETURN, IRR     85.953
       PROFITABILITY INDEX, PI          27,99
       PAYBACK PERIOD, PP               3 Tahun 3 bulan




                • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                  NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp85,95 miliar. Dengan demikian, hasil NPV
                  yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha
                  layak dikerjakan karena memberikan keuntungan.


                • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate --> Layak
                  IRR yang dihasilkan adalah sebesar 31,28%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                  discount rate yang sebesar 8,03%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                  bahwa penambahan kegiatan usaha dikerjakan karena keuntungan lebih besar
                  dari biaya modal (cost of capital) yang diasumsikan.


                • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                  PI yang diperoleh adalah sebesar 27,99. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                  dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                  keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.




                                                                                                         56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




               • Payback Period (PP)
                    PP yang diperoleh adalah 3 tahun 3 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
                    mengembalikan seluruh investasi setelah penambahan kegiatan usaha berjalan
                    selama 3 tahun 3 bulan.


      7.15     Analisis Sensitivitas


               Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
               maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


               −    Pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 5,00%, 10,00%,
                    15,00%, dan 20,00%.
               −    Biaya investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 5,00%, 10,00%,
                    15,00%, dan 20,00%.
               −    Biaya operasional naik dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 5,00%,
                    10,00%, 15,00%, dan 20,00%.
               −    Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 5,00%, 10,00%,
                    15,00%, dan 20,00%.



                                         Tabel 33 Perhitungan Analisis Sensitivitas
                                                         KONDISI                      PERUBAHAN KONDISI
                    Keterangan
                                                         NORMAL         5,00%       10,00%       15,00%            20,00%
      1.   PENDAPATAN TURUN
              Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta        85.953      82.597        79.241      75.885            72.529
              Internal Rate of Return (IRR)                  31,28%      30,44%        29,60%      28,76%            27,91%
              Return On Investment (ROI)                      1,34%        1,20%        1,06%        0,93%             0,79%
              Payback Period (PP)                         3 Th 3 Bln   3 Th 4 Bln   3 Th 4 Bln   3 Th 5 Bln        3 Th 5 Bln
              BEP    a. Dalam Rp.Juta                        65.914      63.185        60.457      57.728            55.000
                     b. Dalam % Terhadap Pendapatan          83,47%      84,45%        85,54%      86,77%            88,14%



      2.   BIAYA INVESTASI NAIK
              Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta        85.953      80.259        74.565      68.871            63.177
              Internal Rate of Return (IRR)                  31,28%      29,06%        26,97%      25,01%            23,17%
              Return On Investment (ROI)                      1,34%        1,34%        1,34%        1,34%             1,34%
              Payback Period (PP)                         3 Th 3 Bln   3 Th 5 Bln   3 Th 6 Bln   3 Th 7 Bln        3 Th 8 Bln
              BEP    a. Dalam Rp.Juta                        65.914      65.914        65.914      65.914            65.914
                     b. Dalam % Terhadap Pendapatan          83,47%      83,47%        83,47%      83,47%            83,47%



      3.   BIAYA OPERASIONAL NAIK
              Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta        85.953      76.325        66.698      56.800            45.821
              Internal Rate of Return (IRR)                  31,28%      28,90%        26,48%      23,92%            21,01%
              Return On Investment (ROI)                      1,34%        0,97%        0,59%        0,20%           -0,23%
              Payback Period (PP)                         3 Th 3 Bln   3 Th 5 Bln   3 Th 6 Bln   3 Th 7 Bln        3 Th 9 Bln
              BEP    a. Dalam Rp.Juta                        65.914      69.209        72.505      75.801            79.096
                     b. Dalam % Terhadap Pendapatan          83,47%      87,64%        91,82%      95,99%           100,16%




                                                                                                              57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




                                                       KONDISI                     PERUBAHAN KONDISI
                   Keterangan
                                                       NORMAL         5,00%       10,00%       15,00%            20,00%


      4.   DISCOUNT RATE NAIK
             Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta      85.953       83.486       81.069       78.702            76.383
             Internal Rate of Return (IRR)                31,28%       31,28%       31,28%       31,28%            31,28%
             Return On Investment (ROI)                     1,34%        1,34%        1,34%        1,34%             1,34%
             Payback Period (PP)                        3 Th 3 Bln   3 Th 3 Bln   3 Th 3 Bln   3 Th 3 Bln        3 Th 3 Bln
             BEP    a. Dalam Rp.Juta                      65.914       65.914       65.914       65.914            65.914
                    b. Dalam % Terhadap Pendapatan        83,47%       83,47%       83,47%       83,47%            83,47%




               Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
               sebesar Rp85,95 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
               pendapatan turun sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
               Rp72,53 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana biaya
               investasi naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
               Rp63,18 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya operasional naik, dimana
               biaya operasional naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
               sebesar Rp45,82 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount
               rate, dimana discount rate naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan
               adalah sebesar Rp76,38 miliar.


               Dari analisis sensitivitas di atas, biaya operasional naik merupakan faktor yang
               paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                                            58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, laju pertumbuhan lapangan usaha kontribusi sebesar
             Rp79.996,50 miliar atau setara 0,59% dari PDB atas dasar harga konstan 2010. Angka
             tersebut meningkat sebesar 18,50% dari tahun 2020 yang mencapai Rp67.507,60
             miliar.


             Potensi pasar pembiayaan syariah di Indonesia sangat besar pertumbuhan piutang
             pembiayaan perusahaan pembiayaan syariah pada tahun 2024 sebesar Rp27,43
             triliun atau meningkat sebesar 10,47% yoy dari sebesar Rp23,83 triliun di tahun 2023.
             Pada tahun 2025, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan syariah sebesar
             Rp30,84 triliun atau meningkat sebesar 12,43% dari tahun sebelumnya. Selama tahun
             2020—2025, pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan syariah
             mengalami pertumbuhan dengan rata-rata sebesar 22,07%.


             Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal
             Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK (KE
             PVML),    piutang   pembiayaan   perusahaan    multifinance   syariah   mencatatkan
             pertumbuhan dobel digit per November 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
             menyampaikan piutang pembiayaan multifinance syariah tercatat sebesar Rp30,84
             triliun per Desember 2025 atau meningkat 12,43% jika dibandingkan periode sama
             pada tahun sebelumnya.


             Jika ditelaah berdasarkan data OJK, pertumbuhan piutang pembiayaan syariah per
             Desember 2025 tercatat tumbuh melambat, dibandingkan pertumbuhan posisi per
             November 2025 yang sebesar 14,5% secara tahunan. OJK mencatat aset perusahaan
             pembiayaan atau multifinance syariah per Desember 2025 mencapai Rp36,55 triliun.
             Nilai itu tercatat meningkat 7,88%, jika dibandingkan capaian per Desember 2024
             yang sebesar Rp33,88 triliun.


             KE PVML OJK menambahkan bahwa adapun gearing ratio perusahaan pembiayaan
             syariah 1,00 kali per Desember 2025. Angka itu terbilang masih berada jauh di bawah
             batas maksimum 10 kali, walaupun sempat diperkirakan bahwa kinerja pembiayaan
             syariah terus berpeluang tumbuh ke depannya. Hal itu seiring dengan adanya
             kewajiban perusahaan pembiayaan atau multifinance yang memiliki Unit Usaha
             Syariah (UUS) untuk melakukan pemisahan atau spin off jika sudah memenuhi
             sejumlah kriteria, seperti modal inti dan total aset berdasarkan laporan keuangan
             tahunan yang diaudit. Adapun aturan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK (POJK)
             Nomor 46 Tahun 2024.




                                                                                             59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Pelaksanaan spin off UUS diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan
             meningkatkan fokus pembiayaan berbasis syariah. Ditambah, mendorong daya saing
             dan pertumbuhan berkelanjutan industri pembiayaan syariah. Langkah itu diharapkan
             dapat memperluas pangsa pasar dan memperkuat peran pembiayaan syariah dalam
             mendukung perekonomian nasional.


             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


              Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini,
              Perseroan bergerak pada bidang jasa pembiayaan syariah, sehingga tidak terdapat
              informasi mengenai kapasitas produksi.


              Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan berencana akan melakukan
              penambahan tenaga kerja sebanyak 3 orang, sedangkan sisanya menggunakan
              tenaga kerja eksisting. Untuk tahap awal, produk yang ditawarkan atas adanya
              penambahan kegiatan usaha baru ini adalah Ijarah Haji & Umroh dan Murabahah
              kendaraan.


              Sampai dengan saat ini Perseroan telah memiliki beberapa tenaga ahli yang melekat
              pada susunan pengurus & personalia UUS.


             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan telah berdiri sejak lama sehingga
             memiliki keunggulan kompetitif di antaranya adalah 1) Perseroan memiliki jaringan
             cabang yang luas dan akses nasional; 2) Perseroan memiliki reputasi yang solid dan
             terpercaya di industri; 3) Perseroan memiliki jaringan pasar dan basis nasabah
             existing yang substansial dari usaha eksisting yang diyakini mempercepat
             pertumbuhan dan ekspansi; 4) Perseroan memiliki pengalaman panjang dan
             terpercaya di bidang pembiayaan, didukung oleh operasional yang mapan, serta
             kemitraan strategis yang solid; 5) Berdasarkan kinerja keuangan, Perseroan
             mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang berasal dari pertumbuhan pembiayaan
             konsumen. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
             menciptakan nilai yaitu 1) Menghadirkan solusi pembiayaan yang fleksibel dan
             terjangkau untuk segmen individu maupun korporasi; 2) Memperluas jangkauan
             pasar dan meningkatkan aksesibilitas layanan; 3) Memperkuat daya saing di industri
             multifinance melalui strategi bisnis yang adaptif dan diferensiasi produk syariah.



                                                                                              60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
             mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah:
             •   Diferensiasi Layanan dan Distribusi
                  ➢ Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dan terintegrasi, mencakup
                     travel agent, digital marketing, dealer/showroom, serta berbagai mitra
                     bisnis, sehingga mampu menjangkau beragam segmen pasar secara efektif;
                  ➢ Didukung layanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital—mulai dari
                     pemantauan cicilan hingga progres keberangkatan Haji/Umroh —Perseroan.
             •   Reputasi dan Kepercayaan Pasar
                 ➢   Reputasi PT Buana Finance Tbk yang telah terbangun kuat menjadi fondasi
                     utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Unit Usaha
                     Syariah. Dalam industri pembiayaan, kepercayaan merupakan faktor kunci,
                     khususnya pada produk syariah yang menekankan kepatuhan prinsip dan
                     transparansi akad.
                 ➢   Kinerja keuangan induk usaha yang sehat serta pertumbuhan pembiayaan
                     yang konsisten mencerminkan kapasitas permodalan dan manajemen yang
                     kuat. Hal ini memberikan ruang ekspansi pembiayaan syariah secara prudent
                     dan berkelanjutan.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


             Dari kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki 612 orang karyawan tetap
             dan 168 orang karyawan kontrak. Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini,
             Perseroan membutuhkan tambahan SDM, sehingga akan melakukan melakukan
             penambahan tenaga kerja sebanyak 3 orang.


              Dalam mendukung rencana kegiatan usaha, Unit Usaha Syariah berkomitmen untuk
              memperkuat     kemampuan      manajemen    melalui   pengembangan      kompetensi,
              pelatihan berkelanjutan, serta sistem evaluasi kinerja yang terukur. Dengan struktur
              organisasi yang jelas dan pembagian fungsi yang terdefinisi, manajemen memiliki
              kapasitas yang memadai untuk menjalankan usaha secara prudent, profesional, dan
              berkelanjutan sesuai prinsip syariah.


              Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.




                                                                                               61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Buana Finance Tbk




      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari   Kajian   Kelayakan   Keuangan,   analisis   kelayakan   menunjukkan    bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
              variabel sebagai berikut:


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp85,95 miliar. Dengan demikian, hasil NPV
                yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha
                layak dikerjakan karena memberikan keuntungan.


              • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate --> Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 31,28%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 8,03%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa penambahan kegiatan usaha dikerjakan karena keuntungan lebih besar
                dari biaya modal (cost of capital) yang diasumsikan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 27,99. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 3 tahun 3 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
                mengembalikan seluruh investasi setelah penambahan kegiatan usaha berjalan
                selama 3 tahun 3 bulan.


             Kemudian, dari analisis sensitivitas, biaya operasional naik merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


             Dengan     analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64959
             (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL) adalah layak.




                                                                                               62
Page 75
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 76
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI                                                               Lampiran 1
ASUMSI

               Keterangan                                2026         2027      2028      2029         2030
                                                         1,00         2,00      3,00      4,00         5,00

UMUM
  Jumlah Hari Dalam Setahun                  Hari              365        365      365       365           365
  Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun      Hari              264        264      264       264           264
  Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun    Bulan               12         12       12        12            12

STRUKTUR PENDAPATAN
 Pendapatan
  Pendapatan CF - UUS - Ijarah             Rp.Juta              934     6.868    13.434    15.768       17.373
  Pendapatan CF - UUS - Murabahah          Rp.Juta            3.969    33.452    63.702    88.638      103.033
  Pendapatan lain-lain                     Rp.Juta            3.576     7.868     8.655     9.520       10.472
   CF - UUS - Ijarah                       Rp.Juta              186       408       449       494          544
   CF - UUS - Murabahah                    Rp.Juta            3.391     7.460     8.206     9.026        9.929

  JUMLAH PENDAPATAN                        Rp.Juta            8.479    48.188    85.791   113.927      130.878

    Pertumbuhan
     Pendapatan CF - UUS - Ijarah          Growth                     635,52%   95,60%    17,37%       10,18%
     Pendapatan CF - UUS - Murabahah       Growth                     742,92%   90,43%    39,15%       16,24%
     Pendapatan lain-lain                  Growth                     120,00%   10,00%    10,00%       10,00%

STRUKTUR BIAYA
 Beban keuangan                            To Sales      13,45%       41,11%     48,60%   51,17%       53,28%
 Beban umum, administrasi dan lainnya       Growth                    23,45%    -38,12%   10,04%       10,93%
 Amortisasi UUS                            Rp.Juta          777        5.651     11.530   13.600       14.963
 Beban kerugian penurunan nilai            To Sales      25,11%       31,23%     22,89%   18,96%       18,16%

TINGKAT BUNGA
   KI                                        p.a.         8,59%        8,59%     8,59%     8,59%        8,59%
   KMK                                       p.a.         8,22%        8,22%     8,22%     8,22%        8,22%

TARIF PAJAK
   PPh Badan                               To EBT        22,00%       22,00%    22,00%    22,00%       22,00%
Page 77
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN                                                                               Lampiran 2
Rp.Juta

                      Keterangan                       2026        2027        2028        2029          2030
                                                        1,00        2,00        3,00        4,00          5,00

ASET
Aset Lancar
    Kas & Setara Kas                                     66.886     115.101     168.111     222.344       291.355
    Piutang CF - UUS - Ijarah - bersih                        0           0           0           0             0
    Piutang CF - UUS - Murabahah - bersih               114.837     309.323     467.690     579.515       615.963
Total Aset Lancar                                       181.723     424.424     635.801     801.859       907.318

Aset Tidak Lancar
   Aset CF - UUS - Ijarah - bersih                        4.848      11.572      13.655      15.029        16.537
   Aset tetap - bersih                                      456         348         241         134            27
   Aset takberwujud - bersih                              1.600         350         250         150            50

Total Aset Tidak Lancar                                   6.904      12.271      14.146      15.313        16.614

TOTAL ASET                                              188.626     436.695     649.947     817.172       923.932

LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Lancar
    Utang kepada lembaga keuangan,bank, dan non bank     86.331     329.867     532.932     684.007       774.435
    Utang pajak                                             505       1.108       2.485       4.100         4.495
Total Liabilitas Lancar                                  86.836     330.975     535.417     688.107       778.930

Liabilitas Tidak Lancar
    Liabilitas imbalan pascakerja                              0           0           0           0             0
Total Liabilitas Tidak Lancar                                  0           0           0           0             0

Total Liabilitas                                         86.836     330.975     535.417     688.107       778.930

Ekuitas
   Modal Disetor                                        100.000     100.000     100.000     100.000       100.000
   Saldo laba                                             1.790       5.720      14.530      29.065        45.002
   Total Ekuitas                                        101.790     105.720     114.530     129.065       145.002

TOTAL LIABILITAS & EKUITAS                              188.626     436.695     649.947     817.172       923.932
Page 78
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI LABA RUGI                                                                        Lampiran 3
Rp.Juta

        Keterangan                       2026         2027        2028        2029         2030
                                          1,00         2,00        3,00        4,00         5,00

PENDAPATAN                                   8.479       48.188      85.791     113.927      130.878

BEBAN USAHA                                 -5.407      -37.499     -62.966     -81.692      -95.483
   % To Sales                              63,77%       77,82%      73,39%      71,71%       72,96%
LABA (RUGI) USAHA - EBITDA                   3.072       10.689      22.825      32.235       35.395
   Operating Profit Margin                 36,23%       22,18%      26,61%      28,29%       27,04%
BEBAN PENYUSUTAN & AMORTISASI                 -777       -5.651     -11.530     -13.600      -14.963

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Pendapatan Lain-lain                          0            0           0           0            0
   Beban Lain-lain                               0            0           0           0            0
TOTAL                                            0            0           0           0            0

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                    2.295        5.038      11.295      18.635       20.432
   % To Sales                              27,07%       10,45%      13,17%      16,36%       15,61%
PPh Badan                                     -505       -1.108      -2.485      -4.100       -4.495

LABA (RUGI) BERSIH                           1.790        3.930       8.810      14.536       15.937
   Net Profit Margin                       21,11%        8,15%      10,27%      12,76%       12,18%
SALDO LABA (RUGI) AWAL TAHUN                     0        1.790       5.720      14.530       29.065
   Adjustment                                    0            0           0           0            0
SALDO LABA (RUGI) AKHIR TAHUN                1.790        5.720      14.530      29.065       45.002
Page 79
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI ARUS KAS                                                                                              Lampiran 4
Rp.Juta

                         Keterangan                             2026       2027        2028        2029          2030
                                                                 1,00       2,00        3,00        4,00          5,00

I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
   Receipts from customers                                        18.923    118.954     216.119     319.666        443.751
   Payments to suppliers (new lending)                          -133.035   -292.677    -321.945    -354.139       -389.553
   Payments for opex                                              -1.752     -4.208      -4.645      -5.131         -5.681
   Notaris                                                           -63       -205        -225        -248           -273
   Taxes payable                                                       0       -505      -1.108      -2.485         -4.100
   ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI       -115.927   -178.640    -111.804     -42.337         44.144

II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    Purchase of fixed & intangible assets                         -3.336           0           0           0             0
    Capital Expenditures, CAPEX                                        0           0           0           0             0

   ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI       -3.336           0           0           0             0

III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
     Withdrawal of bank loans                                     89.515   292.677      321.945     354.139        389.553
     Repayment bank loans                                         -2.364   -47.684     -118.598    -202.809       -298.844
     Payment for loan interests / expenses                        -1.003   -18.138      -38.532     -54.761        -65.843
     ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN     86.149   226.855      164.814      96.570         24.867

IV. KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                                     -33.114     48.215      53.011      54.233        69.011

V. KAS AWAL TAHUN                                               100.000      66.886    115.101     168.111        222.344

VI. KAS AKHIR TAHUN                                               66.886   115.101     168.111     222.344        291.355
Page 80
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI RATIO KEUANGAN                                                                                  Lampiran 5


        Keterangan                                2026       2027       2028       2029       2030        Average
                                                   1,00       2,00       3,00       4,00       5,00

I. RATIO LIKUIDITAS
   Current Ratio                                  209,27%    128,23%    118,75%    116,53%    116,48%       137,85%
   Working Capital To Total Assets Ratio           50,30%     21,40%     15,44%     13,92%     13,90%        22,99%

II. RATIO LEVERAGE
    Total Debt To Equity Ratio         DER        85,31%     313,07%    467,49%    533,15%    537,19%       387,24%
    Total Debt To Total Assets Ratio   DAR        46,04%      75,79%     82,38%     84,21%     84,31%        74,54%

III. RATIO AKTIVITAS
     Total Assets Turnover                 Kali      0,04       0,11       0,13       0,14       0,14         0,11
     Working Capital Turnover              Kali       0,09       0,52       0,85       1,00       1,02        0,70

IV. RATIO KEUANGAN
    Operating Profit Margin                       27,07%     10,45%     13,17%     16,36%     15,61%         16,53%
    Net Profit Margin                             21,11%      8,15%     10,27%     12,76%     12,18%         12,89%
    Return On Investment, ROI                      0,95%      0,90%      1,36%      1,78%      1,72%          1,34%
    Return On Equity, ROE                          1,76%      3,72%      7,69%     11,26%     10,99%          7,08%
Page 81
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISA KELAYAKAN PROYEK                                                                          Lampiran 6
Rp.Juta


        Keterangan                        TOTAL       2026       2027       2028       2029         2030
                                                      1,00       2,00       3,00       4,00         5,00

EBITDA                                      120.829      3.072     10.689     22.825     32.235       52.009

CASH OUT FLOW
 - Tax                                      -12.693       -505     -1.108     -2.485     -4.100       -4.495
 - Investment Outlays                      -119.685   -119.685          0          0          0            0
 - Capital Expenditure, CAPEX                -3.336     -3.336          0          0          0            0
+ / - Working Capital                       162.967    -28.000     49.652     46.076     40.864       54.375
TOTAL                                        27.253   -151.526     48.544     43.591     36.764       49.880

NET CASH FLOW                               148.082   -148.454     59.233     66.416     68.999      101.889
   Discount Factor                8,03%               0,92571    0,85694    0,79328    0,73435      0,67980
DISCOUNTED CASH FLOW                         85.953   -137.426     50.759     52.686     50.670       69.263

PROCEED                                               -148.454    -89.221    -22.806     46.194      148.082

PRESENT VALUE KAS MASUK                      89.137      2.844      9.160     18.107     23.672       35.355
PRESENT VALUE KAS KELUAR                     -3.184   -140.269     41.599     34.580     26.998       33.908

INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                31,28%
NET PRESENT VALUE, NPV                       85.953
PROFITABILITY INDEX, PI                      27,99
PAYBACK PERIOD, PP                                3   Tahun             3   Bulan

BREAK EVEN POINT, BEP
   Penjualan                                             8.479     48.188     85.791   113.927       130.878
   Fixed Cost                                            6.184     43.150     74.496    95.292       110.446
BEP                                                      6.184     43.150     74.496    95.292       110.446
BEP Rata-rata ( Rp.000 )                     65.914    72,93%     89,55%     86,83%    83,64%        84,39%
BEP Rata-rata ( % )                         83,47%

PERHITUNGAN MODAL KERJA
      Aset Lancar                                 0    114.837    309.323    467.690    579.515       615.963
      Hutang Lancar                               0    -86.836   -330.975   -535.417   -688.107      -778.930
TOTAL                                             0     28.000    -21.652    -67.728   -108.592      -162.967
+ / - Working Capital                             0     28.000    -49.652    -46.076    -40.864       -54.375
Rounded                                                           -50.000
Page 82
PT BUANA FINANCE TBK
INDUSTRI : PEMBIAYAAN INVESTASI, MODAL KERJA, DAN MULTIGUNA
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK                                                                                            Lampiran 7

                                                             KONDISI                       PERUBAHAN KONDISI
                    Keterangan
                                                             NORMAL         5,00%         10,00%         15,00%         20,00%

  1. PENDAPATAN TURUN
        Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta                    85.953        82.597         79.241         75.885         72.529
        Internal Rate of Return (IRR)                             31,28%        30,44%         29,60%         28,76%         27,91%
        Return On Investment (ROI)                                 1,34%         1,20%          1,06%          0,93%          0,79%
        Profitability Index (PI)                               27,99492      37,91519       62,38351      221,36948     (119,43814)
        Payback Period (PP)                                    3 Th 3 Bln    3 Th 4 Bln     3 Th 4 Bln     3 Th 5 Bln     3 Th 5 Bln
        BEP                a. Dalam Rp.Juta                        65.914        63.185         60.457         57.728         55.000
                           b. Dalam % Terhadap Pendapatan         83,47%        84,45%         85,54%         86,77%         88,14%


  2. BIAYA INVESTASI NAIK
         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta                   85.953        80.259         74.565         68.871         63.177
         Internal Rate of Return (IRR)                            31,28%        29,06%         26,97%         25,01%         23,17%
         Return On Investment (ROI)                                1,34%         1,34%          1,34%          1,34%          1,34%
         Profitability Index (PI)                              27,99492      10,04006        6,11691        4,39828        3,43358
         Payback Period (PP)                                   3 Th 3 Bln    3 Th 5 Bln     3 Th 6 Bln     3 Th 7 Bln     3 Th 8 Bln
         BEP                a. Dalam Rp.Juta                       65.914        65.914         65.914         65.914         65.914
                            b. Dalam % Terhadap Pendapatan        83,47%        83,47%         83,47%         83,47%         83,47%


  3. BIAYA OPERASIONAL NAIK
         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta                   85.953        76.325         66.698         56.800         45.821
         Internal Rate of Return (IRR)                            31,28%        28,90%         26,48%         23,92%         21,01%
         Return On Investment (ROI)                                1,34%         0,97%          0,59%          0,20%          -0,23%
         Profitability Index (PI)                              27,99492     163,87367      (28,68576)     (11,10633)       (6,56715)
         Payback Period (PP)                                   3 Th 3 Bln    3 Th 5 Bln     3 Th 6 Bln     3 Th 7 Bln     3 Th 9 Bln
         BEP                a. Dalam Rp.Juta                       65.914        69.209         72.505         75.801         79.096
                            b. Dalam % Terhadap Pendapatan        83,47%        87,64%         91,82%         95,99%        100,16%


  4. DISCOUNT RATE NAIK
         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta                   85.953        83.486         81.069         78.702         76.383
         Internal Rate of Return (IRR)                            31,28%        31,28%         31,28%         31,28%         31,28%
         Return On Investment (ROI)                                1,34%         1,34%          1,34%          1,34%          1,34%
         Profitability Index (PI)                              27,99492      20,08255       15,63402       12,78341       10,80099
         Payback Period (PP)                                   3 Th 3 Bln    3 Th 3 Bln     3 Th 3 Bln     3 Th 3 Bln     3 Th 3 Bln
         BEP                a. Dalam Rp.Juta                       65.914        65.914         65.914         65.914         65.914
                            b. Dalam % Terhadap Pendapatan        83,47%        83,47%         83,47%         83,47%         83,47%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.34 MB
Published9 Apr 2026
Pages82
Characters221,923
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Negara Maju p.12 ×2
linked person Yannuar Alin · Direktur Utama p.15 ×2
linked org PT Sari Dasa Karsa p.18 ×3
linked org Bank of Singapore p.18
linked person Siang Hadi Widjaja p.18
linked person DR. Tjan Soen Eng p.18
linked person Pintaro Mulia p.18
linked person Herman Lesmana p.18
linked person Mariana Setyadi p.18
possible person Prof. Dr. Satrio p.3 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×7
possible — Union Bancaire p.20
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.31
unresolved org BUANA FINANCE TBK · Nama Perusahaan p.1 ×181
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.6
unresolved org Endang dan Rekan p.6 ×2
unresolved person Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) p.8 ×2
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev. p.8 ×2
unresolved org Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt. p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.13 ×2
unresolved org PT Buana Financ p.13
unresolved org PT BBL Leasing Indonesia p.13 ×2
unresolved person Kartini Muljadi p.13 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman p.13 ×2
unresolved person Fathiah Helmi p.13 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.13 ×2
unresolved person Tjiong Eng Pin p.14
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.14 ×2
unresolved org Tjahjo & Rekan p.14 ×2
unresolved person Riva Utama Winata p.14
unresolved person Darmenta Pinem p.14 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata p.14 ×3
unresolved org Palilingan & Rekan p.14 ×3
unresolved org KJPP p.16
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia p.17
unresolved org Singapore Limited p.18
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.18
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org Bank Singapore Limited p.20
unresolved org Bank Indonesia p.33 ×9
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia NPI p.34
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Gambar p.36
unresolved org Bank Indonesia Inflasi p.36
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.64
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.64

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 6449 ms 12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result