Back to announcement
20231227_RGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31562576_lamp3.pdf
Other Text extracted RGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 117
Page 1
LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM
PT KIAN SANTANG
Yang Berlokasi di :
Jalan Wibawa Mukti II
Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No.9
Bekasi - Jawa Barat
Untuk Digunakan :
PT KIAN SANTANG MULIATAMA
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No.8,
Bekasi - Jawa Barat
No. File : 00336/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023
Page 2
No. File : 00336/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023
Jakarta, 3 Juli 2023
Kepada Yth. :
Direksi
PT Kian Santang Muliatama
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No. 8
Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi
Provinsi Jawa Barat
Perihal : Laporan Penilaian 100% Saham PT Kian Santang
Dengan hormat,
Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Nomor : M.PS.23.00.0008.r2, tanggal 27 Maret 2023, kami
telah melakukan Penilaian 100% Saham PT Kian Santang yang bergerak dalam bidang usaha jasa
inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis.
Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan penilaian serta analisis berbagai
data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara fundamental asumsi-
asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.
Melalui berbagai pertimbangan objektivitas dan kewajaran suatu nilai, maka pada akhirnya kami
berkesimpulan bahwa nilai yang dipengaruhi oleh variabel pasar merupakan nilai yang paling representatif
karena nilai tersebut terjadi oleh adanya mekanisme harga pasar sebagai titik ekuilibrium antara penjual
dan pembeli.
Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang yang dihasilkan dalam laporan ini merupakan indikasi nilai
yang akan digunakan dalam rangka untuk kepentingan Transaksi pada Perusahaan Tertutup per 30 April
2023.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap Pendekatan Pendapatan dan
Pendekatan Aset, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang per tanggal
30 April 2023 adalah sebesar :
Rp12.433.360.807,00
(Dua belas miliar empat ratus tiga puluh tiga juta
tiga ratus enam puluh ribu delapan ratus tujuh rupiah)
Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami menegaskan bahwa
laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan
yang tertulis.
i
Page 3
Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau
rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.
Laporan Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").
Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
ii
Page 4
SURAT PERNYATAAN/REPRESENTASI
Page 5
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
Page 7
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai Publik, dan
penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
35/POJK.04/2020 serta serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI &
SPI Edisi VII 2018).
2. Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan opini atau kesimpulan akhir.
3. Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut Off
Date) 30 April 2023.
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian Usaha ini.
5. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku.
6. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
Kesimpulan Nilai.
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dan
dapat dipertanggungjawabkan.
10. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara profesional,
bertindak secara independen.
11. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisa, pendapat
dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
12. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas obyek yang
dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
13. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan nilai yang tercantum dalam
laporan ini.
14. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
15. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
iii
Page 8
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil Penilaian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Reviewer :
Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 11-S-03071
No. Register Penilai : RMK-2017.00450
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
3. Penilai :
Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT …………………………
No. MAPPI : 19-T-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
iv
Page 9
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Page 10
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai bersertifikat dan memperoleh ijin Penilai
Publik Properti dan Bisnis (PB) dari
Kementerian Keuangan
B. Penilai
1 Nama Lengkap Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai Bersertifikat (S)
C. Reviewer
1 Nama Lengkap Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
Sekarang)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
- S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
(2022)
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
(2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai Terakreditasi (T)
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi Konsultan
v
Page 11
Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
(Certified Tax Technician) dari Asosiasi Teknisi
Pajak Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil Perantara
Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek dari
BNSP LSP Pasar Modal
vi
Page 12
RINGKASAN EKSEKUTIF
Page 13
Penilaian Saham – PT Kian Santang
RINGKASAN EKSEKUTIF
Latar Belakang
PT Kian Santang, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan perusahaan bergerak dibidang
usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis. Perseroan berlokasi di Jalan
Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Blok A5 No. 9, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa
Barat.
PT Kian Santang Muliatama selanjutnya disebut “KSM” merupakan perusahaan yang akan
mengakuisisi kepemilikan saham di Perseroan.
KJPP Toto Suharto dan Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” telah menerima penugasan
dari KSM yang bergerak di bidang Perdagangan dan Jasa yang kegiatan utamanya adalah perdagangan
tools/equipment serta jasa pelaksana konstruksi untuk memberikan pendapat atas Nilai Pasar 100%
Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 dengan mengacu kepada persetujuan atas Surat
Penawaran Nomor: M.PS.23.00.0008.r2, tanggal 27 Maret 2023. Hal ini untuk menunjang keperluan
Rencana Transaksi Pada Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi.
Identifikasi Status Penilai
TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak
Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti
Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik
(SIUKJPP) Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas nama :
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 93-S-00361
- No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
- No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
- No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
- No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan
dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas
ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak.
Ringkasan Eksekutif vii
Page 14
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Penilaian
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama : PT Kian Santang Muliatama
Bidang Usaha : Perdagangan dan Jasa Pelaksana Konstruksi
Alamat : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom, Blok A5, No. 8,
Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon : (021) 82748249
Email : muliatama@ptkiansantang.com
Website : kianmulia.com
Objek Penilaian dan Kepemilikan
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR, objek penilaian adalah ekuitas Perseroan untuk
keseluruhan atau 100% kepemilikan saham. Perseroan merupakan perusahaan tertutup yang berbadan
hukum Perseroan Terbatas dimana kepemilikannya didasarkan pada ketentuan yang diatur secara sah
dalam akta pendirian Perusahaan. Berikut identitias objek penilaian:
Nama : PT Kian Santang
Bidang Usaha : Jasa InspeksiTeknis, Jasa Kalibrasi dan Pengetesan Peralatan
Alamat : Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No. 9,
Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon : (021) 8221 694
Email : info@ptkiansantang.com
Website : ptkiansantang.com
Maksud dan Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar Saham Perseroan per 30
April 2023 untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi Saham.
Penilaian usaha ini akan dilaksanakan dengan mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Dasar Nilai yang Digunakan
Dasar nilai yang digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan Penilaian adalah Nilai Pasar. Pengertian
”Nilai Pasar” (Market Value) sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018, didefinisikan
sebagai berikut :
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu properti atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 102 butir 3.17).
Ringkasan Eksekutif viii
Page 15
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 April 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis perhitungan Nilai Pasar saham dilaksanakan
menggunakan parameter dan laporan keuangan auditied per tanggal 30 April 2023.
Asumsi dan Asumsi Khusus
Dalam penyusunan pendapat independen atas Nilai Pasar 100% Saham Perseroan, untuk meyakinkan
bahwa rencana transaksi dapat dilaksanakan pada kondisi arm’s length didalam Batasan komersial
yang berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak perusahaan dan para
pemegang saham, kami menggunakan beberapa asumsi antara lain:
1. Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan
pada tanggal penilaian ini diterbitkan.
2. Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan Sebagian dari analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu
kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari penilaian.
3. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan penilaian ini sampai dengan tanggal
terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan penilaian ini. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan Kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal penerbitan Laporan Penilaian ini.
4. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer opinion;
5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
dalam proses Penilaian;
6. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya;
7. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
9. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
kesimpulan Nilai; dan
10. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek Penilaian
dari pemberi tugas.
Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018)
Laporan Penilaian ini telah disusun dengan dan tunduk pada ketentuan - ketentuan dari Kode Etik
Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang berlaku sebagaimana
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Ringkasan Eksekutif ix
Page 16
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Gambaran Umum Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan akta notaris No.1 tanggal 06 Maret 2003 yang dibuat oleh Raden Tendy
Suwarman, S.H., Notaris di Kabupaten Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Keputusan
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-10141
HT.01.01.TH.2003 tanggal 7 Mei 2003.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 4
tanggal 20 Desember 2022, yang dibuat oleh Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, mengenai
perubahan penurunan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor. Akta perubahan ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.AHU-0011629.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 21 Februari 2023.
Perusahaan bergerak di bidang usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan
teknis, yang berkedudukan di Kota Bekasi.
Struktur Permodalan Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh Rusminiati, S.H., M.Kn.,
notaris di Kota Bekasi, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut :
Jumlah Saham Nilai Saham Komposisi
No. Pemegang Saham
(Lembar) @Rp 1.000.000,- (%)
1 Modal Dasar Perseroan 800 400.000.000
2 Modal Ditempatkan dan disetor
1 Muhamad Hanafi 120 60.000.000 60,00%
2 Edi Cahyono 80 40.000.000 40,00%
Jumlah Modal ditempatkan dan di setor 200 100.000.000 100,00%
Sumber : Akta Notaris No.3 tanggal 9 Januari 2023 oleh Virly Yusrini, S.H., M.Kn., notaris di Kotamadya Jakarta Timur
Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh Rusminiati, S.H., M.Kn.,
notaris di Kota Bekasi, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut :
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Edi Cahyono
Dewan Direksi
Direktur Utama Muhamad Hanafi
Direktur Fadjar Tri Ananda
Direktur Sigit Kurniadi
Direktur Yossy Yacob
Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri
Ringkasan Eksekutif x
Page 17
Penilaian Saham – PT Kian Santang
• Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan sebelumnya. Hal ini disebabkan
oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan moneter yang
agresif di negara maju. IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023
menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya sebesar 2,6%. Tekanan inflasi global terindikasi mulai
berkurang sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, meskipun tetap di level
tinggi seiring dengan masih tingginya harga energi dan pangan, berlanjutnya gangguan rantai
pasokan, dan masih ketatnya pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa.
• Perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut didorong oleh permintaan domestik yang
semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diprakirakan bias ke atas dalam kisaran
4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan
investasi non-bangunan. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun
sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek
pertumbuhan ekonomi global.
• Nilai tukar Rupiah menguat sehingga mendukung stabilitas perekonomian. Rupiah pada awal
2023 mengalami apresiasi, dimana sampai 18 Januari 2023 menguat 3,18% secara point to point
dan 1,20% secara rerata dibandingkan dengan level Desember 2022. Penguatan Rupiah tersebut
relatif lebih baik dibandingkan dengan apresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya,
seperti Filipina (2,08% ytd), Malaysia (2,04% ytd), dan India (1,83% ytd).
• Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2022 tetap tinggi, yakni 137,2 miliar dolar AS,
setara pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada akhir 2022 tercatat sebesar 5,51% (yoy), jauh lebih
rendah dari prakiraan sesuai dengan Consensus Forecast 6,5% (yoy) pasca penyesuaian harga
Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada September 2022. Inflasi inti tercatat rendah pada
akhir 2022 yaitu sebesar 3,36% (yoy) jauh lebih rendah dari prakiraan Bank Indonesia sebesar
4,61% (yoy).
• Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai untuk mendorong peningkatan
kredit/pembiayaan dan pemulihan ekonomi lebih lanjut. Pada Desember 2022, rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap tinggi, mencapai 31,20% dan meningkat dari bulan
sebelumnya yang tercatat sebesar 30,42%, sehingga mendukung ketersediaan dana bagi
perbankan untuk penyaluran kredit/pembiayaan bagi dunia usaha.
• Suku bunga perbankan mengalami kenaikan, namun masih kondusif untuk mendukung
pemulihan ekonomi. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada 18 Januari 2023 naik 222 bps
dibandingkan dengan level akhir sebelum kenaikan BI7DRR di bulan Juli 2022 menjadi sebesar
5,02%.
• Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, terjaga baik dari sisi permodalan maupun
likuiditas. Permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio /CAR) November 2022 tetap tinggi sebesar 25,45%. Seiring dengan kuatnya permodalan,
risiko kredit tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan
/NPL) pada November 2022 yang tercatat 2,65% (bruto) dan 0,75% (neto). Likuiditas perbankan
pada Desember 2022 tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)
sebesar 9,01% (yoy).
• Pada tahun 2022, transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat ditopang oleh
naiknya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, luasnya dan mudahnya
sistem pembayaran digital, serta cepatnya digital banking. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
pada tahun 2022 tumbuh 30,84% (yoy) mencapai Rp399,6 triliun dan diproyeksikan meningkat
23,90% (yoy) hingga mencapai Rp495,2 triliun pada tahun 2023. Nilai transaksi digital banking
Ringkasan Eksekutif xi
Page 18
Penilaian Saham – PT Kian Santang
meningkat 28,72% (yoy) menjadi Rp52.545,8 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 22,13% (yoy)
mencapai Rp64.175,1 triliun pada tahun 2023.
• Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Januari 2023 memutuskan untuk
menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga
Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps
menjadi 6,50%.
• Dalam rangka memacu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, Pemerintah
Indonesia terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah.
Berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dimulai sejak pra pandemi diselesaikan
guna memastikan pemerataan infrastruktur daerah sebagai modal dasar untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi.
• Tahun 2022, masih menjadi periode yang penuh dengan tantangan bagi industri konstruksi dan
industri beton. Kendala yang dihadapi para pelaku industri antara lain kenaikan harga bahan baku
konstruksi & beton serta gangguan rantai pasokan akibat varian Omicron COVID-19 pada kuartal
pertama tahun 2022.
• Peluang bisnis konstruksi di Indonesia tetap bagus. Salah satu faktor pendorongnya adalah
komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang besar.
• Konstruksi juga tumbuh di sektor industri, dimana pemerintah mendorong dibangunannya fasilitas
industri untuk pengelolah bahan baku.
• Kawasan industri baru dengan insentif yang menguntungkan secara signifikan menarik investor
asing dan mempercepat proyek industri.
Analisis Industri
Persaingan merupakan kenyataan hidup dalam dunia bisnis, sifat, bentuk, dan intensitas persaingan
yang terjadi dan cara yang ditempuh oleh para pengambil keputusan strategis untuk menghadapi para
tingkat yang dominan mempengaruhi tingkat keuntungan suatu perusahaan (Siagian, 2003;83-83).
Dengan menggunakan pendekatan pasar, pesaing didefiniskan sebagai perusahaan yang memenuhi
kebutuhan pelanggan yang sama. Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan
kelemahan yang mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.
Pemain yang bergerak di industri konstruksi cukup banyak. Namun untuk pelaksanaannya diperlukan
kualitas dan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan. Perusahaan yang dapat
bertahan adalah perusahaan yang telah mapan dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
Sehingga persaingan antar perusahaan yang menjalankan jenis usaha yang sejenis dalam skala
sedang.
Perseroan memiliki ketergantungan terhadap pemasok tertentu. Hal-hal yang mendasari pemilihan
pemasok antara lain reliabilitas, kualitas, kapasitas, harga dan layanan. Untuk menjamin ketersediaan
dan menghindari fluktuasi harga bahan baku (raw material), Perseroan memberikan pembayaran di
muka kepada setiap pemasok bahan baku utama dengan tujuan mengunci harga. Selain itu, pada
beberapa kontrak kerja konstruksi, Perseroan juga dapat meneruskan risiko tersebut kepada pemilik
proyek jika pemilik proyek mengambil alih kewajiban Perseroan untuk menyediakan besi, beton, dan
keramik yang dibutuhkan dalam proyek. Bahan baku utama yang digunakan Perseroan adalah besi dan
beton yang merupakan bahan baku untuk pekerjaan pondasi. Perseroan membeli bahan baku dari
Indonesia.
Ringkasan Eksekutif xii
Page 19
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Dengan melihat trend yang terjadi dalam industri konstruksi saat ini, konsumen memegang peranan
yang lebih besar dalam industri. Mereka cenderung menginginkan harga yang lebih rendah, kualitas
produk yang lebih baik, serta tambahan pelayanan ataupun fasilitas lebih dari pihak penyedia jasa.
Permintaan serta peran konsumen dalam industri konstruksi menciptakan suatu kondisi dimana
konsumen inilah yang membentuk sikap dan kebijakan perusahaan jasa konstruksi.
Penilaian Saham
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum dalam penilaian
perusahaan atau ekuitas sesuai dengan Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
(KEPI SPI) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam Standar Penilaian
Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.
Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini, yaitu :
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 330 5.23.a
Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan sebanding,
kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang dijualbelikan di pasar serta
transaksi relevan atas saham perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran
atas komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 330 5.25.a
Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan mengantipasi dan
mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan
diterima dimasa datang.
c. Pendekatan Aset (Asset Approach) – SPI 330 5.32.c
Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu entitas, kapital yang
diinvestasikan (invested capital), struktur permodalan (capital structure), dan / atau Nilai Aset
Bersih perusahaan (ekuitas).
Pemilihan Metode Penilaian
Penilaian Saham Perseroan didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen Perseroan, analisis historis atas
laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi dan laporan arus kas, pengkajian atas kondisi operasi, dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Ringkasan Eksekutif xiii
Page 20
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu “business
interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang representatif. Oleh karenanya diperlukan
penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi laporan laba/rugi yang
biasanya disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis. Bagaimanapun nilai buku suatu perusahaan
yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi adalah nilai perolehan dan tidak
mencerminkan nilai ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business interest saat
penilaian tersebut.
Dalam melakukan penilaian saham Perseroan, untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat dan
obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar Perseroan adalah
dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow (DCF)
sebagai pendekatan utama dan Pendekatan Aset (Asset Approach) dengan metode Adjusted Book
Value (ABV) sebagai pendekatan kedua. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi
Perseroan dan kondisi makro, seperti:
• Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan
pengetesan peralatan per tanggal penilaian.
• Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus kas keuntungan ekonomi di masa
depan dari pendapatan operasionalnya.
• Tidak terdapat data pasar yang sebanding dengan Perseroan.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018,
31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk periode 4 bulan yang berakhir pada tanggal 30 April
2023 sebagai cut of date penilaian.
• Manajemen telah Menyusun rencana kerja (business plan) Perseroan dimasa yang akan datang
sampai tahun 2027.
Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk menentukan Nilai Pasar 100%
Saham Perseroan kami telah melakukan Langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi operasional
perusahaan.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis perusahaan.
3. Melakukan penelaahan atas data-data operasional perusahaan.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan perusahaan yang telah disiapkan oleh pihak
manajemen.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan tersebut.
6. Melakukan normalisasi dan penyesuaian terhadap proyeksi business plan yang dibuat oleh
manajemen.
7. Melakukan penilaian saham dengan mengaplikasikan Pendekatan Pendapatan (Income-Based
Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method).
Ringkasan Eksekutif xiv
Page 21
Penilaian Saham – PT Kian Santang Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow (DCF) Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm). Kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan melalui Metode Diskonto Arus Kas – DCF dengan model FCFF untuk penilaian saham Perseroan, di mana penilai berusaha untuk mengkuantifikasi seluruh pendapatan yang dihasilkan saham tersebut, kemudian mengonversi pendapatan tersebut menjadi suatu indikasi nilai dari investasi atau saham, melalui proses kapitalisasi atau diskonto. Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai ekuitas. Penentuan Tingkat Diskonto Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM) dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt). Dasar penentuan WACC sebagai tingkat diskonto dikarenakan arus kas bersih yang digunakan dalam menghitung nilai perusahaan adalah arus kas bersih invested capital. Mengacu kepada POJK 35/POJK.04/2020 pada pasal 79 ayat 1 dan 2 dalam hal Penilai Bisnis menggunakan model modal yang diinvestasikan maka Penilai wajib mengikuti ketentuan arus kas yang didiskonto merupakan arus kas yang tersedia untuk semua penyedia modal, tingkat diskonto mencerminkan biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital) yang digunakan untuk menghasilkan arus kas. Proyeksi Keuangan Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang diberikan oleh pemberi tugas yang telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi oleh penilai sehingga business plan yang digunakan sudah mencerminkan kondisi pasar dan data historis. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan Total Aset Perseroan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 24,99% per tahun selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan aset tetap. Total liabilitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,78% pertahun selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan jumlah utang usaha Perseroan. Ringkasan Eksekutif xv
Page 22
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Total Ekuitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 27,70% pertahun
selama masa proyeksi. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.
Proyeksi Laba Rugi
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh Perseroan untuk periode
2023-2027 yang telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi.
2. Pendapatan penjualan berasal dari jasa konstruksi sarana dan prasarana, jasa pelaksana
inspeksi industri panas bumi serta jasa mekanikal.
3. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR meningkat adalah 15,32% per tahun.
4. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap penjualan rata-rata sebesar 79,87% selama masa
proyeksi.
5. Tingkat operating margin rata-rata sebesar 9,38% per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
6. Net profit margin rata-rata sebesar 7,42% per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR naik sebesar 23,13% per tahun selama masa proyeksi.
Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”)
Terminal Value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal dengan capitalization rate
yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang digunakan terhadap objek penilaian
adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun
terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen perusahaan. Dalam penilaian ini, terminal value
Perseroan dihitung dari arus kas bersih pada akhir tahun proyeksi dikapitalisasi dengan discount rate
sebesar 10,62% dikurangi growth rate sebesar 3,18% yang berasal dari data inflasi Indonesia
bersumber dari proyeksi IMF sampai tahun 2027.
Discount for Lack of Marketability (DLOM)
Discount for Lack of Marketability adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan
pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Obyek Penilaian (SPI
330 3.7).
Dengan mengacu kepada :
Prospect for liquidity, sebagai perusahaan tertutup maka saham Perseroan cukup memiliki prospek
untuk dicairkan dalam suatu kerangka waktu tertentu.
Tujuan penilaian saham ini digunakan untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar Saham
Perseroan per 30 April 2023 yang akan digunakan untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan
Tertutup.
Informasi dari Manajemen Perseroan memiliki pangsa pasar yang luas dan dalam kondisi liquid
dapat dilihat pada jumlah aset lancar lebih besar dibandingkan dengan jumlah liabilitasnya
lancarnya.
Maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, penggunaan DLOM yang digunakan adalah sebesar
20%.
Ringkasan Eksekutif xvi
Page 23
Penilaian Saham – PT Kian Santang Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap Perseroan, aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai ekuitas dengan menggunakan pendekatan pendapatan metode Discounted Cash Flow (DCF), maka diperoleh Nilai Pasar 100% Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar Rp13.255.279.364,00. Proses Penilaian dengan Pendekatan Aset Pendekatan ini disebut juga dengan ”balance sheet approach”, karena menghitung nilai perusahaan atau ekuitas melalui penyesuaian nilai buku menjadi nilai pasar dari angka-angka yang ada pada posisi keuangan, sehingga selisih nilai antara nilai aset dan liabilitis yang telah disesuaikan dianggap menunjukkan indikasi nilai pasar ekuitas (net worth). Untuk mencari nilai pasar dari net worth, dilakukan metode penyesuaian nilai buku (adjusted book value method), di mana nilai dari semua komponen aset dan liabilitas dalam posisi keuangan dilakukan penyesuaian, kecuali telah menunjukkan nilai pasar seperti akun kas/bank dan hutang bank dan sejenisnya. Jumlah ekuitas berdasarkan nilai buku per 30 April 2023 sebesar Rp5.336.313.503,00 setelah dilakukan penyesuaian indikasi nilai pasar ekuitas menjadi Rp6.295.117.241,00. Dimana penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Penyesuaian Hasil Penilaian Aset Tetap Penyesuaian Nilai Buku Aset Tetap dengan mengacu berdasarkan Laporan Penilaian Aset Nomor 00274/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Aset Tetap Perseroan sebesar Rp1.518.200.000,00,- 2. Penyesuaian Hasil Penilaian Piutang Usaha Penyesuaian Nilai Piutang Usaha dengan mengacu berdasarkan Laporan Penilaian Piutang Usaha Nomor 00324/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2023 tanggal 26 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Piutang Usaha Perseroan sebesar Rp2.702.090.378,00. 3. Penyesuaian Hasil Penilaian Persediaan Penyesuaian Nilai Persediaan dengan mengacu berdasarkan Laporan Penilaian Aset Nomor 00262/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal 12 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Persediaan Perseroan sebesar Rp1.356.953.529,00. Ringkasan Eksekutif xvii
Page 24
Penilaian Saham – PT Kian Santang Discount for Lack of Marketability (DLOM) Sebagai referensi, OJK (d/h bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Republik Indonesia (Bapepam dan LK), berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 35/POJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal menyatakan diskon likuiditas pasar (discount for lack of marketabilities) adalah suatu jumlah atau persentasi tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas obyek penilaian. Selanjutnya, OJK mengatur bahwa dalam hal obyek penilaian merupakan perusahaan tertutup, maka diskon likuiditas pasar bagi pemegang saham mayoritas adalah 20% sampai dengan 40%. Selanjutnya dalam penilaian 100% saham Perseroan dengan metode ABV kami mengaplikasikan diskon likuiditas pasar/ DLOM, pengaplikasian DLOM yang kami terapkan dalam melakukan penilaian saham Perseroan adalah 20%. Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Aset (Asset Approach) Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap pendekatan aset, nilai pasar 100,00% saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar Rp5.036.093.793,00. Kesimpulan Nilai Akhir Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan, maka kami melakukan pembobotan dari masing-masing indikasi nilai yang dihasilkan dari 2 (dua) pendekatan nilai yang diterapkan agar dihasilkan kesimpulan akhir dengan nilai tunggal (SPI 330 5.38). Pembobotan yang kami berikan adalah 90% untuk indikasi nilai dengan pendekatan pendapatan sebagai pendekatan utama, dikarenakan Perseroan saat ini masih going concern dan mengalami kenaikan dalam penjualannya. Sedangkan bobot 10% kami berikan untuk indikasi nilai dengan pendekatan aset sebagai pendekatan kedua, dikarenakan yang dimiliki oleh Perseroan tidak secara langsung mengenerate pendapatan. Dengan pembobotan ini kami berpendapat kesimpulan akhir Nilai Pasar 100% Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar Rp12.433.360.807,00. Ringkasan Eksekutif xviii
Page 25
DAFTAR ISI
Page 26
Penilaian Saham – PT Kian Santang
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT .................................................................................................................................. i - ii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................... iii - iv
KUALIFIKASI PENILAI ................................................................................................................. v - vi
RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................................................ vii – xviii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. xix – xxi
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .................................................................................................... xxii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................................... xxiii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. I–1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. I–1
1.2 Identifikasi Status Penilai .................................................................................................. I–1
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Penilaian .......................................... I–2
1.4 Objek Penilaian dan Kepemilikan...................................................................................... I–3
1.5 Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................................. I–3
1.6 Maksud dan Tujuan Penilaian ........................................................................................... I–3
1.7 Dasar Nilai ........................................................................................................................ I–3
1.8 Tanggal Penilaian ............................................................................................................. I–4
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi ......................................................................................... I–4
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan .......................................................... I–4
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .............................................................................................. I–5
1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ................................................................. I–6
1.13 Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018).................... I–6
1.14 Premis Penilaian ............................................................................................................... I–6
1.15 Independensi Penilai ......................................................................................................... I–7
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) .................................... I–8
1.17 Pendekatan & Metode Penilaian ....................................................................................... I–8
1.18 Syarat Pembatasan........................................................................................................... I–9
BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ................................................................................. II – 1
2.1 Gambaran Umum Perseroan ............................................................................................ II – 1
2.2 Domisili Perseroan ............................................................................................................ II – 1
2.3 Struktur Permodalan ......................................................................................................... II – 1
2.4 Susunan Pengurus............................................................................................................ II – 2
2.5 Perijinan dan Legalitas Perseroan .................................................................................... II – 2
2.6 Kinerja Keuangan Historis Perseroan ............................................................................... II – 3
2.6.1 Analisa Posisi Keuangan .................................................................................................. II – 4
2.6.2 Analisa Laba Rugi ............................................................................................................. II – 5
2.6.3 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................. II – 6
BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI ............................................................. III – 1
3.1 Makro Ekonomi ................................................................................................................. III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ......................................................................... III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global .......................................................................................... III – 3
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ...................................................................................... III – 3
Daftar Isi xix
Page 27
Penilaian Saham – PT Kian Santang 3.1.3.1 PDB Menurut Lapangan Usaha ........................................................................................ III – 4 3.1.3.2 PDB Menurut Pengeluaran ............................................................................................... III – 5 3.1.3.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ......................................................................... III – 7 3.1.3.4 Inflasi................................................................................................................................. III – 8 3.1.3.5 Nilai Tukar Rupiah............................................................................................................. III – 10 3.1.3.6 Suku Bunga ...................................................................................................................... III – 10 3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia .................................................................................... III – 12 3.2 Gambaran Umum Sektor Konstruksi................................................................................. III – 14 3.3 Perkembangan Konstruksi di Indonesia ............................................................................ III – 14 3.4 Kontraktor Penyedia Jasa Konstruksi ............................................................................... III – 17 3.5 Kesimpulan ....................................................................................................................... III – 19 BAB IV ANALISIS INDUSTRI, RISIKO DAN SWOT ..................................................................... IV – 1 4.1 Analisis Industri ................................................................................................................. IV – 1 4.1.1 Ancaman Pendatang Baru ................................................................................................ IV – 1 4.1.2 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis ............................................................................. IV – 1 4.1.3 Posisi Tawar Pemasok...................................................................................................... IV – 2 4.1.4 Daya Tawar Konsumen..................................................................................................... IV – 2 4.2 Analisis Risiko ................................................................................................................... IV – 2 4.2.1 Risiko Pembayaran ........................................................................................................... IV – 3 4.2.2 Risiko Persaingan ............................................................................................................. IV – 3 4.2.3 Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku .................................................... IV – 3 4.2.4 Risiko Teknologi ................................................................................................................ IV – 3 4.2.5 Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian ......................................................................... IV – 3 4.2.6 Risiko Pasar dan Stabilitas ............................................................................................... IV – 4 4.2.7 Risiko Sumber Daya Manusia ........................................................................................... IV – 4 4.2.8 Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi ................................................................................... IV – 4 4.3 SWOT ............................................................................................................................... IV – 4 BAB V PENILAIAN SAHAM......................................................................................................... V – 1 5.1 Pendekatan Penilaian ....................................................................................................... V – 1 5.2 Pemilihan Metode Penilaian .............................................................................................. V – 3 5.3 Proses Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan .......................................................... V – 4 5.3.1 Prosedur Penilaian ............................................................................................................ V – 4 5.3.2 Asumsi – Asumsi............................................................................................................... V – 4 5.3.3 Metode Discounted Cash Flow (DCF)............................................................................... V – 5 5.3.4 Penyesuaian Terhadap Laporan Keuangan ...................................................................... V – 5 5.3.5 Identifikasi Aset Non Operasional dan Interest Bearing Debt............................................ V – 6 5.3.6 Proyeksi Keuangan ........................................................................................................... V – 6 5.3.6.1 Posisi Keuangan (Neraca) ................................................................................................ V – 6 5.3.6.2 Laba Rugi.......................................................................................................................... V – 7 5.3.6.3 Arus Kas ........................................................................................................................... V – 8 5.3.7 Kebutuhan Modal Kerja..................................................................................................... V – 8 5.3.8 Penentuan Tingkat Diskonto ............................................................................................. V – 9 5.3.8.1 Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas.............................................................................. V – 9 5.3.8.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ............................................................................. V – 11 5.3.8.3 Penentuan Tingkat Diskonto ............................................................................................. V – 11 5.3.9 Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”) ........................................................... V – 12 Daftar Isi xx
Page 28
Penilaian Saham – PT Kian Santang 5.3.10 Discount for Lack of Marketability (DLOM) ........................................................................ V – 12 5.3.11 Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan ...................................... V – 13 5.4 Proses Penilaian dengan Pendekatan Aset ...................................................................... V – 14 5.4.1 Metode Adjusted Book Value (ABV) ................................................................................. V – 14 5.4.2 Discount for Lack of Marketability (DLOM) ........................................................................ V – 16 5.4.3 Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Aset .................................................. V – 17 5.5 Kesimpulan Nilai ............................................................................................................... V – 17 Daftar Isi xxi
Page 29
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 30
Penilaian Saham – PT Kian Santang
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ....................................................................... II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ..................................................................................... II – 2
Tabel 2.3. Perijinan dan Legalitas Perseroan ............................................................................... II – 2
Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan (Dinyatakan dalam Ribuan Rupiah) ............. II – 3
Tabel 2.5. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan ................................................................. II – 4
Tabel 2.6. Rasio Keuangan Perseroan ......................................................................................... II – 7
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................... III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................. III – 3
Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
Menurut Pengeluaran (triliun rupiah) ............................................................................ III – 8
Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023) ..................................................... III – 10
Tabel 5.1 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ................................... V – 6
Tabel 5.2 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) .............................................. V – 7
Tabel 5.3 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................ V – 8
Tabel 5.4 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ............................................ V – 10
Tabel 5.5 Nilai DLOM Berdasarkan Jumlah Transaksi dan Nilai Transaksi ................................. V – 13
Tabel 5.6 Nilai Pasar Saham Perseroan Pendekatan Pendapatan
(dalam Jutaan Rupiah) ................................................................................................. V – 14
Tabel 5.7 Penyesuaian Nilai Buku (Adjusted Book Value) Per 30 April 2023 .............................. V – 15
Tabel 5.8 Nilai Ekuitas Perseoan Per 30 April 2023..................................................................... V – 17
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis Perseroan
(Dinyatakan dalam ribuan rupiah) ................................................................................ II – 4
Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perseroan ........................................................... II – 5
Daftar Tabel Dan Grafik xxii
Page 31
DAFTAR LAMPIRAN
Page 32
Penilaian Saham – PT Kian Santang
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran - 01 Financial Ratios
Lampiran - 02 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 03 Historis Laba Rugi
Lampiran - 04 Historis Arus Kas
Lampiran - 05 Common Size Analyst Posisi Keuangan
Lampiran - 06 Trend Analyst Posisi Keuangan
Lampiran - 07 Proyeksi Posisi Keuangan
Lampiran - 08 Proyeksi Laba Rugi
Lampiran - 09 Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 10 Net Working Capital Projection
Lampiran - 11 Proyeksi Depresiasi Aset Tetap
Lampiran - 12 Tax Projection
Lampiran - 13 Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm
Lampiran - 14 Adjusted Book Value Method
Lampiran - 15 Adjusted Book Value Method
Lampiran - 16 Weighted Average Cost of Capital
Daftar Lampiran xxiii
Page 33
BAB I PENDAHULUAN
Page 34
Penilaian Saham – PT Kian Santang
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Kian Santang, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan
perusahaan bergerak dibidang usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan
pengetesan peralatan teknis. Perseroan berlokasi di Jalan Wibawa Mukti II,
Perum Satwika Permai Blok A5 No. 9, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi,
Provinsi Jawa Barat.
PT Kian Santang Muliatama selanjutnya disebut “KSM” merupakan
perusahaan yang akan mengakuisisi kepemilikan saham di PT Kian Santang.
KJPP Toto Suharto dan Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami”
telah menerima penugasan dari KSM yang bergerak di bidang Perdagangan
dan Jasa yang kegiatan utamanya adalah perdagangan tools/equipment
serta jasa pelaksana konstruksi untuk memberikan pendapat atas Nilai Pasar
100% Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 dengan mengacu kepada
persetujuan atas Surat Penawaran Nomor: M.PS.23.00.0008.r2, tanggal
27 Maret 2023. Hal ini untuk menunjang keperluan Rencana Transaksi Pada
Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi.
1.2 Identifikasi Status Penilai
TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi
Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri
Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP)
Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
nama :
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
• No. MAPPI : 93-S-00361
• No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
• Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
• No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
• No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
• No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
Bab I - Pendahuluan 1
Page 35
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Penilaian
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama : PT Kian Santang Muliatama
Bidang Usaha : Perdagangan dan Jasa Pelaksana Konstruksi
Alamat : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom,
Blok A5, No. 8, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon : (021) 82748249
Email : muliatama@ptkiansantang.com
Website : kianmulia.com
Perseroan berkedudukan di Bekasi, didirikan berdasarkan Akta Pendirian
No. 634 tanggal 28 November 2018, yang dibuat di hadapan Artisa Khamelia
Ramadayanti, S.H., M.Kn, Notaris di Bekasi, yang telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
(“Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0057381.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia (“Kemenkumham”) di bawah No. AHU-
0162290.AH.01.11.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 serta telah
diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (“TBNRI”)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari
aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah sebagai berikut:
VISI:
Perusahaan EPC, industri, perdagangan dan jasayang kompeten di
bidangnya mengutamakan penggunaan produk dan jasa dalam negeri demi
manfaat yang lebih besar untuk Indonesia
MISI:
• Mengutamakan produk dan jasa dalam negeri.
• Mengembangkan produk dan jasa dalam negeri.
• Mengembangkan bisnis di era ekonomi disruptive.
Bab I - Pendahuluan 2
Page 36
Penilaian Saham – PT Kian Santang
1.4 Objek Penilaian dan Kepemilikan
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR, objek penilaian adalah ekuitas
Perseroan untuk keseluruhan atau 100% kepemilikan saham. Perseroan
merupakan perusahaan tertutup yang berbadan hukum Perseroan Terbatas
dimana kepemilikannya didasarkan pada ketentuan yang diatur secara sah
dalam akta pendirian Perusahaan. Berikut identitias objek penilaian:
Nama : PT Kian Santang
Bidang Usaha : Jasa Inspeksi Teknis, Jasa Kalibrasi dan Pengetesan alat
Alamat : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom,
Blok A5, No. 9, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon : (021) 8221 694
Email : info@ptkiansantang.com
Website : ptkiansantang.com
Perseroan saat ini fokus menjadi perusahaan konstruksi, pelaksana inspeksi
di bidang industri, panas bumi, minyak dan gas. Kami selalu berusaha
memberikan solusi terbaik bagi mitra bisnis kami berdasarkan kompetensi,
profesionalisme, kepercayaan dan motivasi.
1.5 Mata Uang Yang Digunakan
Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Dalam hal terdapat
alasan yang relevan sehingga perlu digunakan mata uang selain Rupiah,
maka mata uang Rupiah harus tetap dinyatakan.
1.6 Maksud dan Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar
Saham Perseroan per 30 April 2023 untuk keperluan Transaksi pada
Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi Saham. Penilaian usaha ini akan
dilaksanakan dengan mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI).
1.7 Dasar Nilai
Pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap,
dengan latar belakang dan tujuan penilaian yang telah diuraikan di atas.
Sesuai dengan ketentuan dalam SPI, maka Dasar Nilai yang dapat
diaplikasikan adalah Nilai Pasar (Market Value).
Bab I - Pendahuluan 3
Page 37
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Pengertian ”Nilai Pasar” (Market Value) sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018, didefinisikan sebagai berikut :
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu properti atau liabilitas pada
tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan (SPI 102 butir 3.17).
1.8 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 April 2023, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis
perhitungan Nilai Pasar saham dilaksanakan menggunakan parameter dan
laporan keuangan auditied per tanggal 30 April 2023.
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi
Investigasi dalam penilaian ini merupakan proses pengumpulan data dengan
cara inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk suatu tujuan
penilaian. Sehingga hasil penilaian yang kami lakukan berdasarkan
dokumen-dokumen atau informasi relevan yang tersedia. Apabila kondisi
penugasan membatasi inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis,
yang berpengaruh pada hasil penilaian secara signifikan, maka hal tersebut
tidak menjadi tanggungjawab kami terhadap hasil penilaian yang kami
lakukan. Kami tidak melakukan inspeksi terhadap objek penilaian, namun
kami telalu melakukan verifikasi dan uji tuntas terhadap data keuangan yang
diberikan oleh pemberi tugas.
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan
Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan
digunakan dalam proses penilaian dan tanpa verifikasi, harus disetujui oleh
pemberi tugas dan dituliskan dalam lingkup penugasan. Data dan informasi
yang digunakan adalah kredibel, dan berasal dari sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan informasi yang
dipublikasi, data riset atau data yang diperoleh dari pemerintah.
1. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2018 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Bab I - Pendahuluan 4
Page 38
Penilaian Saham – PT Kian Santang
2. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh KAP Mennix & Rekan
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk periode 4 (empat)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2023 yang diaudit oleh KAP
Mennix & Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
7. Company profile Perseroan.
8. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2023-2027.
9. Wawancara dengan perwakilan manajemen Perseroan.
10. Legalitas Perseroan.
11. Surat Pernyataan / Representasi dari Perseroan.
12. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
Dalam penyusunan pendapat independen atas Nilai Pasar 100% Saham
Perseroan, untuk meyakinkan bahwa rencana transaksi dapat dilaksanakan
pada kondisi arm’s length didalam Batasan komersial yang berlaku umum
dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak perusahaan dan para
pemegang saham, kami menggunakan beberapa asumsi antara lain:
1. Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan
Pemerintah terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan pada
tanggal penilaian ini diterbitkan.
2. Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
Sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi
dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat
menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas
proses yang mendasari penilaian.
3. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan penilaian ini
sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan dalam penyusunan penilaian ini. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan Kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan
Bab I - Pendahuluan 5
Page 39
Penilaian Saham – PT Kian Santang
asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
penerbitan Laporan Penilaian ini.
4. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer
opinion;
5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas
dokumen yang digunakan dalam proses Penilaian;
6. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari
sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
7. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas
pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan;
9. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan
Penilaian Bisnis dan kesimpulan Nilai; dan
10. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas
status hukum objek Penilaian dari pemberi tugas.
1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Jika laporan penilaian akan dipublikasikan oleh Pemberi Tugas baik secara
keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan, dan/atau
laporan direksi/pimpinan perusahaan, dan atau pernyataan atau kajian
lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan harus dengan
persetujuan Penilai.
1.13 Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia
(SPI 2018)
Laporan Penilaian ini telah disusun dengan dan tunduk pada ketentuan -
ketentuan dari Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
(KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang berlaku sebagaimana ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.14 Premis Penilaian
Premis yang dapat digunakan dalam penilaian saham Perseroan adalah
sebagai berikut:
a) Value in use, as part of going concern
Nilai dalam penggunaan, sebagai bagian dari usaha yang berjalan. Pada
premis ini diasumsikan bahwa aset yang akan dinilai dan dijual adalah
Bab I - Pendahuluan 6
Page 40
Penilaian Saham – PT Kian Santang
aset yang sudah terakit dan terpasang sebagai bagian dari perusahaan
yang beroperasi dalam menghasilkan pendapatan (income producing
business enterprise). Premis ini mempertimbangkan atau merefleksikan
adanya hubungan yang bersifat sinerjik dalam peningkatan nilai (value
enhancement) aset secara keseluruhan antara aset berwujud dan semua
aset tak berwujud.
b) Value in place, as part of mass assemblage of assets
Nilai terpasang, sebagai bagian dari kelompok aset yang telah terkait.
Pada premis ini aset diasumsikan dinilai dan dijual dalam keadaan terkait
dan terpasang dan diasumsikan bahwa aset mampu beroperasi dengan
baik, tetapi pada saat penilaian tidak beroperasi. Premis ini
mempertimbangkan sumbangan dari aset berwujud dan beberapa aset
tak berwujud, misalnya sistem operasi dan pemeliharaan, biaya instalasi
dan supervisi, dan lain-lain dalam peningkatan nilai tetapi tidak
mempertimbangkan sumbangan aset tak berwujud lain dalam bentuk
pool of trained workers, goodwill dan going concern value, other
marketing related intangible assets.
c) Value in exchange, as part of an orderly disposition
Dalam premis ini, diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah
dan bukan merupakan bagian dari aset yang terkait dan terpasang.
d) Value in exchange, as part of forced liquidation
Pada premis ini diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah dan
bukan merupakan bagian dari aset yang terkait dan terpasang serta aset
dijual bukan dalam kondisi pasar yang normal.
Berdasarkan beberapa premis di atas dan berdasarkan informasi terkait
keberadaan Perseroan yang didukung oleh pernyataan dan keyakinan
manajemen Perseroan tentang kelangsungan usahanya, penilaian 100%
saham Perseroan dilakukan atas dasar premis “value in use, as part of a
going concern”.
1.15 Independensi Penilai
1. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau
kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk
saat ini maupun dimasa mendatang.
2. Penilai tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
yang terlibat didalamnya.
3. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak
dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian
yang telah ditentukan sebelumnya.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 41
Penilaian Saham – PT Kian Santang
4. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan
mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis,
kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar.
5. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 dari
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), kecuali dinyatakan lain.
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian per 30 April 2023 sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (Subsequent Event).
1.17 Pendekatan & Metode Penilaian
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang
berlaku umum dalam penilaian perusahaan atau ekuitas sesuai dengan Kode
Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI SPI) yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam
Standar Penilaian Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.
Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama
ini, yaitu :
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 330 5.23.a
Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan
perusahaan sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat
berharga yang dijualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham
perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas
komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 330 5.25.a
Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
dengan mengantipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian
dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa
datang.
c. Pendekatan Aset (Asset Approach) – SPI 330 5.32.c
Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari
suatu entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur
permodalan (capital structure), dan / atau Nilai Aset Bersih perusahaan
(ekuitas).
Bab I - Pendahuluan 8
Page 42
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).
Dalam melakukan penilaian saham Perseroan, untuk memperoleh hasil
penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan
untuk memperkirakan Nilai Pasar Perseroan adalah dengan Pendekatan
Pendapatan (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow
(DCF) sebagai pendekatan utama dan Pendekatan Aset (Asset Approach)
dengan metode Adjusted Book Value (ABV) sebagai pendekatan kedua. Hal
ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi Perseroan dan
kondisi makro, seperti:
• Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang Jasa
inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis per tanggal
penilaian.
• Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus kas
keuntungan ekonomi di masa depan dari pendapatan operasionalnya.
• Tidak terdapat data pasar yang sebanding dengan Perseroan.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31
Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk periode 4 bulan yang
berakhir pada tanggal 30 April 2023 sebagai cut of date penilaian.
• Manajemen telah Menyusun rencana kerja (business plan) Perseroan
dimasa yang akan datang sampai tahun 2027.
1.18 Syarat Pembatasan
Penilaian ini didasarkan pada analisa dan perhitungan secara cermat atas
saham yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
1. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
yang terlibat didalamnya.
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional
telah disajikan sebagai kesimpulan nilai
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan dalam
laporan penilaian ini sebagai acuan dalam penilaian.
4. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
5. Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas
dokumen-dokumen legalitas, oleh karenanya Penilai menyarankan pihak
yang berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk
mendapatkan opini yang bersangkutan dengan aspek hukum.
Bab I - Pendahuluan 9
Page 43
Penilaian Saham – PT Kian Santang
6. Data dan informasi yang digunakan adalah berasal dari sumber yang
dapat dipertanggungjawabkan dan dipercaya keakuratannya.
7. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dengan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
8. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan.
9. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Usaha dan
kesimpulan Nilai Akhir.
10. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
11. Penilai Bisnis melalui Surat Representasi yang disampaikan menelaah
dan meyakini atas data dan informasi yang disampaikan, termasuk
informasi atas status hukum Obyek Penilaian dari Pemberi Tugas.
12. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil penilaian kepada Pemberi
Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
selama tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
13. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan saham yang
dinilai.
14. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham yang
dinilai sesuai dengan syarat pembatasan yang kedua dianggap berada
dibawah hak milik yang sah.
15. Laporan Penilaian dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila tidak
tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
memiliki izin penilai publik.
Bab I - Pendahuluan 10
Page 44
BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Page 45
Penilaian Saham – PT Kian Santang
BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Gambaran Umum Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan akta notaris No. 1 tanggal 06 Maret 2003
yang dibuat oleh Raden Tendy Suwarman, S.H., Notaris di Kabupaten
Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Keputusan Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C-10141 HT.01.01.TH.2003 tanggal 7 Mei 2003.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022, yang dibuat oleh
Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, mengenai perubahan
penurunan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor. Akta perubahan
ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0011629.AH.01.02.Tahun 2023
tanggal 21 Februari 2023.
Perusahaan bergerak di bidang usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan
pengetesan peralatan teknis, yang berkedudukan di Kota Bekasi.
2.2 Domisili Perseroan
Berdasarkan Surat Keterangan Domisili Usaha/Perusahaan No.503/196-Kc.
Jsp tanggal 22 April 2019, Perseroan berdomisili di Denaya Green
Commercial R-II Lurah Namat RT.002/003, Kelurahan Jatirangga,
Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
2.3 Struktur Permodalan
Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh
Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, susunan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut :
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 1
Page 46
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Nilai Saham Komposisi
No. Pemegang Saham
(Lembar) @Rp 1.000.000,- (%)
1 Modal Dasar Perseroan 800 400.000.000
2 Modal Ditempatkan dan disetor
1 Muhamad Hanafi 120 60.000.000 60,00%
2 Edi Cahyono 80 40.000.000 40,00%
Jumlah Modal ditempatkan dan di setor 200 100.000.000 100,00%
Sumber : Akta Notaris No.3 tanggal 9 Januari 2023 oleh Virly Yusrini, S.H., M.Kn., notaris di Kotamadya Jakarta Timur
2.4 Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh
Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, susunan pengurus Perseroan
adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Edi Cahyono
Dewan Direksi
Direktur Utama Muhamad Hanafi
Direktur Fadjar Tri Ananda
Direktur Sigit Kurniadi
Direktur Yossy Yacob
2.5 Perijinan dan Legalitas Perseroan
Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh Perseroan yang digunakan dalam
kegiatan operasionalnya, yaitu :
Tabel 2.3. Perijinan dan Legalitas Perseroan
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Akta Pendirian Perseroan Nomor : 1 Raden Tendy Suwarman, S.H.,
1.
Terbatas PT Kian Santang Tanggal 6 Maret 2003 Notaris di Kota Bandung
A.n Menteri Kehakiman dan Hak
Persetujuan atas Akta Nomor :
Asasi Manusia Republik
2. Pendirian Perseroan C-10141 HT.01.01.TH.2003
Indonesia, Direktorat Jenderal
Terbatas PT Kian Santang Tanggal 7 Mei 2003
Administrasi Hukum Umum
Akta Pernyataan
Nomor : 4 Rusminiati, S.H., M.Kn. Notaris di
3. Keputusan Pemegang
Tanggal 20 Desember 2022 Kota Bekasi
Saham PT Kian Santang
Persetujuan atas Akta A.n Menteri Hukum dan Hak
Nomor : AHU-
No.4 Tanggal 20 Asasi Manusia Republik
4. 0011619.AH.01.02.Tahun 2023
Desember 2022, oleh Indonesia, Direktur Jenderal
Tanggal 21 Februari 2023
Rusminiati S.H., M.Kn. Adimistrasi Hukum Umum
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 2
Page 47
Penilaian Saham – PT Kian Santang
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Perizinan Berusaha Nomor :
A.n. Menteri Investasi/Kepala
Berbasis Risiko 8120113220063
5. Badan Koordinasi Penanaman
Nomor Induk Berusaha Ditertbitkan di Jakarta tanggal :
Modal
(NIB) 06 Desember 2018
Kementerian Keuangan Republik
Nomor Pokok Wajib Pajak
6. Nomor : 02.161.361.7-432.000 Indonesia
(NPWP) PT Kian Santang
Direktorat Jenderal Pajak
Surat Izin Usaha Atas NIB Nomor 8120113220063 Pemerintah Republik Indonesia
7 Perdagangan (SIUP) atas Tanggal Terbit Izin Usaha Proyek c.q Lembaga Pengelola dan
nama PT Kian Santang Pertama : 9 September 2019 Penyelenggara OSS
102614600051 Dinas Penanaman Modal dan
8 Tanda Daftar Perseroan Tanggal 14 Januari 2019 Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Berlkau s/d tanggal 14 Januari 2024 Pemerintah Kota Bekasi
503/196-Kc.Jsp Pemerintah Kota Bekasi
9 Surat Keterangan Domisili
Tanggal 22 April 2019 Kecamatan Jatisampurna
2.6 Kinerja Keuangan Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan,
laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun
terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan
keuangan audited per 31 Desember 2018, per 31 Desember 2019, per
31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022 dan
laporan per 30 April 2023 disajikan sebagai berikut:
Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan (Dinyatakan dalam Ribuan Rupiah)
2018 2019 2020 2021 2022 April-2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 7.972.426 15.528.263 24.739.773 19.606.154 6.109.921 5.717.796
Aset Tidak Lancar 608.523 1.111.437 712.659 925.655 649.550 661.960
Total Aset 8.580.949 16.639.700 25.452.432 20.531.810 6.759.471 6.379.756
Liabilitas J. Pendek 6.299.860 13.216.039 20.408.321 14.101.932 982.894 457.267
Liabilitas J. Panjang - 120.786 262.604 463.592 431.668 586.175
Total Liabilitas 6.299.860 13.336.825 20.670.925 14.565.524 1.414.562 1.043.443
Total Ekuitas 2.281.088 3.302.875 4.781.507 5.966.285 5.344.909 5.336.314
Pendapatan 15.196.999 32.627.629 43.086.562 23.045.591 23.691.035 3.683.103
Beban Pokok
12.786.715 28.909.064 38.966.701 18.228.413 18.806.268 2.120.798
Penjualan
Laba Kotor 2.410.284 3.718.565 4.119.861 4.817.179 4.884.767 1.562.305
Laba Usaha 213.611 1.332.975 2.064.808 1.582.508 1.638.846 46.763
Laba Sebelum
241.763 1.375.602 1.909.484 1.578.035 1.628.023 38.352
Pajak
Laba Bersih 169.443 1.021.787 1.478.632 1.184.779 1.259.359 31.748
Source: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 3
Page 48
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Tabel 2.5. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
2018 2019 2020 2021 2022
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 103,09% 94,77% 59,32% -20,75% -68,84%
Aset Tidak Lancar 209,82% 82,65% -35,88% 29,89% -29,83%
Total Aset 108,18% 93,91% 52,96% -19,33% -67,08%
Liabilitas J. Pendek 213,39% 109,78% 54,42% -30,90% -93,03%
Liabilitas J. Panjang - - 117,41% 76,54% -6,89%
Total Liabilitas 213,39% 111,70% 54,99% -29,54% -90,29%
Total Ekuitas 8,02% 44,79% 44,77% 24,78% -10,41%
Pendapatan 191,21% 114,70% 32,06% -46,51% 2,80%
Beban Pokok Penjualan 279,36% 126,09% 34,79% -53,22% 3,17%
Laba Kotor 30,43% 54,28% 10,79% 16,93% 1,40%
Laba Usaha -7,66% 524,02% 54,90% -23,36% 3,56%
Laba Sebelum Pajak 468,99% 38,81% -17,36% 3,17%
Laba Bersih -6,33% 503,03% 44,71% -19,87% 6,29%
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
2.6.1 Analisa Posisi Keuangan
Perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis Perseroan (Dinyatakan dalam ribuan rupiah)
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Total aset Perseroan tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,76 miliar lebih
rendah 67,08% dibandingkan dengan tahun 2021 yang tercatat sebesar
Rp20,53 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan piutang
usaha, persediaan, piutang lain - lain dan aset tetap. Total aset Perseroan
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 4
Page 49
Penilaian Saham – PT Kian Santang
tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami penurunan setiap
tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 4,66% per tahun. Total aset Perseroan per
30 April 2023 tercatat sebesar Rp6,38 miliar lebih rendah 6,42%
dibandingkan pada periode 31 Desember 2022.
• Total liabilitas Perseroan tahun 2022 tercatat sebesar Rp1,41 miliar, lebih
rendah 90,29% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp14,56
miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan pada pos utang
usaha, utang pajak, beban yang masih harus dibayar, utang lain-lain, dan
kewajiban imbalan pasca kerja. Total liabilitas Perseroan tahun 2018
sampai dengan tahun 2022 mengalami penurunan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 25,82% per tahun. Total liabilitas Perseroan per 30
April 2023 tercatat sebesar Rp1,04 miliar lebih rendah 26,24%
dibandingkan pada periode 31 Desember 2022.
• Total ekuitas Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022
mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar
18,57% per tahun. Pada tahun 2022, ekuitas Perseroan tercatat lebih
rendah 10,41% dibandingkan tahun 2021 yaitu sebesar Rp5,34 miliar
pada tahun 2022 dan sebesar Rp5,97 miliar pada tahun 2021. Penurunan
tersebut berasal dari penurunan modal saham. Total ekuitas Perseroan
per 30 April 2023 tercatat sebesar Rp5,33 miliar lebih rendah 0,16%
dibandingkan pada periode 31 Desember 2022.
2.6.2 Analisa Laba Rugi
Perkembangan laba (rugi) Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perseroan
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 5
Page 50
Penilaian Saham – PT Kian Santang
• Pendapatan Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 9,29% per tahun. Pada
tahun 2022 pendapatan Perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar
2,80% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp23,70 miliar pada
tahun 2022 dan Rp23,04 miliar pada tahun 2021. Peningkatan pendapatan
Perseroan disebabkan oleh meningkatnya pendapatan jasa konstruksi dan
jasa inspeksi industri panas bumi. Pendapatan Perseroan per 30 April
2023 tercatat sebesar Rp3,68 miliar.
• Laba kotor Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,17% per tahun. Pada tahun 2022
laba kotor Perseroan tercatat sebesar Rp4,89 miliar mengalami kenaikan
sebesar 1,40% dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp4,82
miliar. Peningkatan laba kotor disebabkan oleh kenaikan penjualan
Perseroan. Laba kotor Perseroan per 30 April 2023 tercatat sebesar
Rp1,56 miliar.
• Laba usaha Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 50,31% per tahun. Pada tahun 2022
laba usaha Perseroan tercatat sebesar Rp1,63 miliar mengalami kenaikan
sebesar 3,56% dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp1,58
miliar. Peningkatan laba usaha disebabkan oleh peningkatan laba kotor
dari operasional perusahaan. Laba usaha Perseroan per 30 April 2023
tercatat sebesar Rp46,76 juta.
• Laba bersih Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
peningkatan dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 49,36% per tahun. Pada tahun 2022
Perseroan mencatatkan profitabilitas segmen usaha jasa konstruksi dan
jasa pelaksana inspeksi industri panas bumi yang ditunjukkan dari laba
bersih sebesar Rp1,26 miliar. Pencapaian tersebut tercatat lebih tinggi
6,29% dari capaian tahun 2021 yang sebesar Rp1,18 miliar. Peningklatan
ini disebabkan oleh peningkatan penjualan atas operasional perusahaan.
Laba bersih Perseroan per 30 April 2023 tercatat sebesar Rp31,75 juta.
2.6.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan
keuangan seperti laporan neraca, laba rugi dan arus kas dalam periode
tertentu.
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 6
Page 51
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Tabel 2.6. Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,27 1,17 1,21 1,39 6,22
- Quick Ratio (x) 1,20 1,14 1,08 1,07 5,24
- Working Capital to Total Asset Ratio (%) -44,74 0,95 7,77 19,45 35,07
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 32,73 68,19 14,71 4,02 19,69
- Fixed Asset Turnover (x) 24,97 63,80 60,46 24,90 44,24
- Total Asset Turnover (x) 1,77 1,96 1,69 1,12 3,50
- Sales To Current Asset Ratio (x) 1,91 2,10 1,74 1,18 3,88
- Average Collection Period
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 73,42 80,15 81,21 70,94 20,93
- Total Debt to Equity Ratio (%) 276,18 403,79 432,31 244,13 26,47
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 15,86 11,40 9,56 20,90 20,62
- Operating Profit Margin (%) 1,41 4,09 4,79 6,87 6,92
- Net Profit Margin (%) 1,11 3,13 3,43 5,14 5,32
- Return on Equity / ROE (%) 7,43 30,94 30,92 19,86 23,56
- Return on Asset / ROA (%) 1,97 6,14 5,81 5,77 18,63
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut :
• Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam
jangka pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan
tahun 2022 adalah 6,22 kali, hal ini menunjukkan Perseroan mampu
memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio
cepat) Perseroan adalah 5,24 kali pada tahun 2022, hal ini menunjukkan
Perseroan mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan
untuk menutupi utang jangka pendeknya.
• Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
dan laba usaha. Total asset turnover (perputaran aset) tahun 2022
sebesar 3,50 kali.
• Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika
dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Debt to Total Asset Ratio,
yang masih relatif baik yaitu sebesar 20,93% pada tahun 2022. Sementara
pada Debt to Equity Ratio Perseroan pada tahun 2022 yaitu sebesar
26,47% yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil
daripada seluruh ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 7
Page 52
Penilaian Saham – PT Kian Santang
tidak diinginkan (misalnya pailit), perusahaan mampu melunasi seluruh
hutang/kewajibannya.
• Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
Rate of Return on Equity (ROE) tahun 2022 sebesar 23,56%. Rate of
Return on Asset (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak
dengan total aset sebesar 8,63% pada tahun 2022. Sedangkan Net Profit
Margin pada tahun 2022 sebesar 5,32%. Hal ini menunjukkan bahwa
perusahaan mampu memaksimalkan modal dan memberikan tingkat
pengembalian yang cukup untuk investor atau pemegang saham.
Bab II - Gambaran Umum Perseroan 8
Page 53
BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI
Page 54
Penilaian Saham – PT Kian Santang
BAB III
TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI
3.1 Makro Ekonomi
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
TW I
Deskripsi 2019 2020 2021 2022
2023
PDB Dunia (%) 2,80 -3,30 6,00 3,10 2,60
PDB Indonesia (%) 5,02 -2,07 3,70 5,31 5,03
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.110 14.050 14.320 15.592 15.062
Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $) 129,200 135,900 144,900 137,200 145,200
Inflasi 2,72 1,68 1,87 5,51 4,97
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 4,75 3,50 3,50 5,75 5,75
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong
dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19
khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan
ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi
kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I-2023. Perbaikan ekonomi
global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk
modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk
Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Nilai
tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan
mendukung stabilitas perekonomian. Likuiditas perbankan dan
perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dengan berbagai perkembangan teresebut pertumbuhan ekonomi 2023
diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan
level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 1
Page 55
Penilaian Saham – PT Kian Santang
investasi portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April
2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi
dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus
meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
sekitar 3 bulan impor.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
(mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan
Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya
sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga
berkontribusi positif mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan
mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance kebijakan
likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91%
pada Maret 2023.
Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada
17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito
1 bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023
juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik
dari sisi permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan
perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
jugaterkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga
didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy).
Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
perbankan Indonesia yang kuat.
Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh
sistem pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang
elektronik (UE) pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga
mencapai Rp34,1 triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88%
(yoy) menjadi Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran
menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45%
(yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 2
Page 56
Penilaian Saham – PT Kian Santang
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global
Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Bank Indonesia tetap memprakirakan
pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok
pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik
dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.
Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS
dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan
lambat dan mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di
negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
Sementara itu, respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus
perbankan di AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian
pasar keuangan global. Perkembangan tersebut pada gilirannya
mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara
berkembang, termasuk Indonesia.
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta
diprakirakan semakin kuat seiring dengan terus naiknya mobilitas,
membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring
dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama
investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023,
ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh
ekspor batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 3
Page 57
Penilaian Saham – PT Kian Santang
negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi
kontributor utama. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri
pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi diprakirakan
tumbuh kuat. Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir
seluruh wilayah dan diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan
tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran
proyeksi 4,5-5,3%.
3.1.3.1 PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
(y-on-y). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-
on-y) tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,93 persen, diikuti Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,55 persen, Jasa Lainnya
sebesar 8,90 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 7,19 persen,
serta Jasa Perusahaan sebesar 6,37 persen. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,43 persen.
Gambar 3.1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
pada triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 18,57
persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor sebesar 12,95 persen; Pertambangan dan Penggalian
sebesar 11,85 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
11,77 persen; serta Konstruksi sebesar 9,88 persen. Peranan kelima
lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02
persen.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 4
Page 58
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
(q-to-q). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi
sebesar 0,92 persen (q-to-q) dibanding triwulan IV-2022. Lapangan usaha
yang mengalami kontraksi pertumbuhan yang cukup dalam diantaranya
Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56
persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,29 persen; serta Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,96
persen. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha
Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,89 persen; diikuti Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,73 persen; serta Jasa Lainnya
sebesar 1,07 persen.
Gambar 3.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
3.1.3.2 PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
(y-on-y). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
(y-on-y) tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua
komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalami
pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT
(PK-LNPRT) sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi
Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54 persen, Komponen PK-P sebesar
3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga
tumbuh sebesar 2,77 persen.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 5
Page 59
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Gambar 3.3. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku
triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih
dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 52,88 persen, diikuti oleh
komponen PMTB sebesar 29,11 persen, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 22,71 persen, Komponen PK-P sebesar 5,32 persen,
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17 persen, dan Komponen Perubahan
Inventori sebesar 2,40 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang
dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar
19,56 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
(q-to-q). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 dibanding triwulan IV-2022 (q-
to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,92 persen. Kontraksi
terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen
PK-RT yang tumbuh sebesar 0,25 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada
Komponen PK-P sebesar 45,38 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang
dan Jasa sebesar 5,40 persen, Komponen PMTB sebesar 3,72 persen,
dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,97 persen. Di sisi lain, Komponen
Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB juga
mengalami kontraksi sebesar 6,95 persen.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 6
Page 60
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Gambar 3.4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
3.1.3.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi
struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17
persen terhadap PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,82 persen,
Pulau Kalimantan sebesar 9,00 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,87
persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,68 persen, serta Pulau
Maluku dan Papua sebesar 2,46 persen.
Sementara itu dengan dihapusnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022, pertumbuhan
ekonomi di sebagian besar provinsi menunjukkan penguatan. Pada
triwulan I-2023, penguatan pertumbuhan (y-on-y) tercatat pada kelompok
provinsi di Pulau Sulawesi sebesar 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan
sebesar 5,79 persen, Pulau Sumatera sebesar 4,79 persen, serta Pulau
Bali dan Nusa Tenggara sebesar 4,74 persen. Kelompok provinsi di Pulau
Jawa serta Pulau Maluku dan Papua mengalami perlambatan
pertumbuhan masing-masGinragf iks e7besar 4,96 persen dan 1,95
persen.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 7
Page 61
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Gambar 3.5. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I-2023 (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran (triliun
rupiah)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
3.1.3.4 Inflasi
Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
(mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan,
sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar
5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di semua
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 8
Page 62
Penilaian Saham – PT Kian Santang
kelompok, yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret
2023 terus melambat dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi
ekspektasi inflasi dan tekanan imported inflation yang menurun serta
pasokan agregat yang memadai dalam merespons kenaikan permintaan
barang dan jasa. Sementara itu, inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy)
pada Februari 2023 menjadi 5,83% (yoy). Tekanan inflasi yang terus
menurun tersebut dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan moneter
Bank Indonesia yang pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang
erat dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah
(Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
berbagai daerah. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia
meyakini inflasi inti akan tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa
tahun 2023 dan inflasi IHK dapat kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih
awal dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memperkuat
koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian
inflasi.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung
ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan
mencatat surplus ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang
sebesar 12,3 miliar dolar AS. Transaksi modal dan finansial triwulan I 2023
diprakirakan juga mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing
dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net
inflows sebesar 4,7 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi
portfolio terus berlanjut pada April 2023 yang hingga 14 April 2023
mencatat net inflows 1,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif di aliran
masuk modal asing sejalan dengan dampak meredanya ketidakpastian
pasar keuangan global, di tengah kondisi ekonomi domestik yang terus
membaik seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah,
dan imbal hasil aset keuangan yang menarik. Posisi cadangan devisa
Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Berbagai kinerja
positif tersebut diprakirakan berlanjut sehingga NPI 2023 diprakirakan
mencatat surplus, dengan transaksi berjalan dalam kisaran surplus 0,4%
sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Sementara itu, neraca transaksi
modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus yang lebih tinggi
didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk PMA dan investasi
portofolio.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 9
Page 63
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023)
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Januari 3,40 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28
Februari 3,83 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47
Maret 3,61 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97
April 4,17 3,41 2,83 1,42 3,47
Mei 4,33 3,23 3,32 1,68 3,55
Juni 4,37 3,12 3,28 1,33 4,35
Juli 3,88 3,18 3,32 1,52 4,94
Agustus 3,82 3,20 3,49 1,59 4,69
September 3,72 2,88 3,39 1,60 5,95
Oktober 3,56 3,16 3,13 1,66 5,71
Nopember 3,30 3,23 3,00 1,75 5,42
Desember 3,61 3,13 2,72 1,87 5,51
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)
3.1.3.5 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir
Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi
portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan
dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar
0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank
Indonesia memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan dengan
surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal asing
dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi
yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.
Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar
Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global
terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut diperkuat dengan
pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas
Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.
3.1.3.6 Suku Bunga
Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada 17
April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun
20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan imbal hasil
SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada
Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan
Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 10
Page 64
Penilaian Saham – PT Kian Santang
permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat 4bps dibandingkan
dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memastikan
kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan serta
mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan bagi pemulihan
ekonomi nasional.
Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan
ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi
yaitu sebesar 9,93% (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja
positif, dengan pertumbuhan lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada
Maret 2023. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit juga terus berlanjut,
yaitu mencapai 8,63% (yoy) pada Maret 2023, didukung realisasi
penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30,31 triliun hingga 31
Maret 2023. Kredit/pembiayaan yang tinggi didorong kondisi likuiditas
perbankan yang memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan
perbankan yang masih longgar. Pertumbuhan kredit/pembiayaan juga
ditopang oleh peningkatan permintaan korporasi dan rumah tangga seiring
dengan kinerja usaha korporasi dan UMKM, serta konsumsi rumah tangga
yang terus terjaga. Bank Indonesia akan terus mendorong intermediasi
perbankan terutama kepada sektor-sektor prioritas yang belum pulih,
Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan kredit/pembiayaan hijau, guna
mengakselerasi pemulihan ekonomi. Dengan memperhatikan
perkembangan dan upaya sinergis yang dilakukan, pertumbuhan kredit
pada 2023 sesuai dengan prakiraan sebelumnya yaitu dalam kisaran 10-
12%.
Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga
didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy).
Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan
Indonesia yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi
dengan KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan
global, yang dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan.
Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh sistem
pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga mencapai Rp34,1
triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88% (yoy) menjadi
Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,
kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45% (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
Ke depan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital
diprakirakan berlanjut sejalan kenaikan aktivitas masyarakat dan
perluasan serta optimalisasi ekosistem pengguna. Bank Indonesia
bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta asosiasi
akan menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 11
Page 65
Penilaian Saham – PT Kian Santang
(FEKDI) 2023 pada tanggal 7-10 Mei 2023 di Jakarta sebagai bagian dari
kegiatan Keketuaan ASEAN 2023, yang menampilkan beragam inisiatif
dan inovasi digital di Indonesia. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah
Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Maret 2023 meningkat 6,73%
(yoy) mencapai Rp948,8 triliun. Bank Indonesia terus memastikan
ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui program Semarak
Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023 dengan
memperkuat layanan kas kepada masyarakat melalui perbankan dan Bank
Indonesia, serta menyediakan lokasi layanan penukaran uang pada titik-
titik keramaian dan jalur mudik.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini konsisten
dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking
untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan
inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75%
memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1%
di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat
kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna
mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi
dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai
tukar Rupiah.
3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia
Prospek perekonomian domestik baik dari sisi produksi maupun konsumsi
masih cukup kuat. Hal ini ditunjukkan oleh PMI Manufaktur Indonesia yang
berada pada level ekspansif 19 bulan berturut-turut dengan capaian di
Maret 2023 sebesar 51,9. Sejak awal 2023, PMI Manufaktur Indonesia
meneruskan penguatan, antara lain didukung ekspektasi permintaan
menjelang lebaran.
Di samping itu, penguatan dari sisi produksi juga ditunjukkan oleh
pertumbuhan konsumsi listrik bisnis yang tinggi dan listrik industri yang
relatif stabil meski sedikit terkontraksi. Aktivitas konsumsi masyarakat juga
menunjukkan tren positif. Penjualan mobil dan motor jauh di atas rata-rata
tahun 2019. Penjualan mobil secara wholesale tahunan tumbuh sebesar
2,6%. Begitupun penjualan motor yang bahkan mencatatkan pertumbuhan
cukup tinggi yaitu sebesar 40,5%.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sangat kuat di angka 123,3. Hal ini
tidak lepas dari dukungan pengendalian inflasi yang mumpuni dan
perlindungan terhadap daya beli masyarakat. Indeks penjualan ritel juga
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 12
Page 66
Penilaian Saham – PT Kian Santang
mencatat kenaikan tajam, yaitu sebesar 4,8% (yoy), dikarenakan momen
Ramadhan dan menjelang Lebaran.
Sementara, di tengah kondisi global di mana berbagai negara sedang
berjibaku dengan inflasi yang cukup tinggi, bahkan Argentina mencapai
104,3% dan Turki mencapai 50,5%, Indonesia patut bersyukur karena
tingkat inflasi domestik per Maret 2023 menunjukkan penurunan, baik dari
sisi inflasi volatile food maupun inflasi inti.
Pengendalian inflasi pangan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas
harga terutama di masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Inflasi
yang terkendali menjadi hal positif dan membantu meningkatkan daya beli
masyarakat. Pemerintah optimis tren positif tersebut akan tetap terjaga
dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi bagi momentum
pemulihan serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi.
Dari sektor eksternal, kinerja neraca perdagangan juga mencatatkan
surplus secara berturut-turut, memasuki bulan yang ke-35. Neraca
perdagangan Maret 2023 surplus sebesar USD2,91 miliar, dengan ekspor
USD23,62 miliar dan impor USD20,52 miliar. Meski demikian, akibat
pelemahan ekonomi global, ekspor dan impor juga turut melemah,
masing-masing menurun sebesar 11,3% (yoy) dan 6,2% (yoy).
Ketahanan perekonomian Indonesia sendiri tetap terjaga meskipun
menghadapi gejolak perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi triwulan
I-2023 mencapai 5,0% (yoy). Pertumbuhan ekonomi terus di atas 5%
dalam enam kuartal berturut-turut. Laju inflasi dalam tren yang menurun
utamanya karena keberhasilan pemerintah dalam menurunkan inflasi
bahan pangan. Tingkat inflasi tercatat sebesar 4,33% (yoy) pada bulan
April 2023.
Pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia merupakan salah satu yang
terbaik di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Sementara itu, indikator
dini lainnya juga menunjukkan tren yang relatif kuat. Purchasing
Managers’ Index (PMI) nasional bulan April 2023 mencapai 52,7, terus
berada pada zona ekspansif sejak awal tahun hingga saat ini.
Di tengah menguatnya fondasi ekonomi domestik serta membaiknya
prospek pertumbuhan ekonomi global, pemerintah mengestimasi
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di kisaran 5,3-5,7%.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 13
Page 67
Penilaian Saham – PT Kian Santang
3.2 Gambaran Umum Sektor Konstruksi
Pembangunan infrastruktur tidak akan terlepas dari dukungan sektor
konstruksi. Sektor jasa konstruksi merupakan pilar utama pembangunan
infrastruktur yang memegang peran penting dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta sebagai pondasi dalam
peningkatan daya saing bangsa di tengah persaingan global. Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS), konstribusi sektor konstruksi terhadap
perekonomian nasional (PDB) sebelum Pandemi Covid-19 tercatat urutan
ke 4 penyumbang PDB terbesar, yakni pada 2018 sebesar 10,53% dan
naik tahun 2019 sebesar 10,73% dari PDB. Yang tercatat mengalami
prtumbuhan sebesar 5,76 pada tahu 2019.
Pandemi COVI D-19 telah memberi dampak kesehatan dan ekonomi
masyarakat. Dampak yang sudah dirasakan adalah dihentikannya
beberapa proyek. Meskipun demikian beberapa proyek juga masih terus
berjalan dengan alasan karena berada bukan pada daerah pandemi.
Wabah global ini membuat sektor konstruksi mengalami tekanan profit
margin dan berkurangnya ketersediaan tenaga kerja dan pasokan
material.
Tidak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 menjadi katalis pencapaian
Revolusi industri 4.0. Penggunaan teknologi digital semakin menyatu
dalam keseharian kehidupan kita. Pemanfaatan drone, cctv, video
conference, penggunaan produk modular (material-based product)
memberi kemudahan serta manfaat lebih dalam pekerjaan konstruksi,
termasuk juga mendukung pengendalian penyebaran COVI D-19.
3.3 Perkembangan Konstruksi di Indonesia
Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan
nasional. Keberadaan infrastruktur yang memadai akan berkontribusi pada
kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan
pemerataan ekonomi di wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur
merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan dan
perekonomian yang bertumpu pada peningkatan produktivitas. Apalagi di
masa pandemi covid-19 seperti saat ini, dimana berbagai sektor terkena
imbasnya. Pembangunan Infrastruktur harus terus berjalan karena
menjadi salah satu penggerak ekonomi
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 14
Page 68
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Gambar 3.6. Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan III 2021 (%)
Source: Konstruksi dalam Angka (BPS 2021)
Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja,
penanaman modal, jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan
timbal balik dengan sektor-sektor pendukung, bahkan menjadi fasilitator
dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa. Pemerataan
pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi
antara lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik
dan energi nasional, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan,
akses jalan yang memadai untuk pengangkutan barang dan jasa, dan
peningkatan daya tarik pariwisata.
Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) merupakan indeks harga yang
menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota
dibandingkan dengan kota acuan. IKK digunakan sebagai proxy untuk
mengukur tingkat kesulitan geografis suatu daerah, semakin sulit letak
geografis suatu daerah maka semakin tinggi pula tingkat harga di daerah
tersebut. Data IKK diperoleh dari Survei Harga Kemahalan Konstruksi
(SHKK) yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia dan
mencakup harga bahan bangunan/konstruksi, sewa alat berat, dan upah
jasa konstruksi. Penghitungan diagram timbang IKK menggunakan data
dari Bill of Quantity (BoQ), Buku Analisis Harga Satuan Pekerjaan
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan realisasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Produksi industri konstruksi Indonesia tumbuh pada tingkat perkiraan 3,1%
pada tahun 2021, karena pemerintah melonggarkan pembatasan sosial
pada akhir tahun. Output industri pada kuartal mendatang dapat
dipengaruhi oleh potensi penurunan aktivitas ekonomi, dengan munculnya
variabel Omicron dan peningkatan kasus Coronavirus (COVID-19) yang
berpotensi memerlukan penerapan kembali tindakan penahanan. Industri
konstruksi mencatat pertumbuhan tahunan 2,4% pada tiga kuartal pertama
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 15
Page 69
Penilaian Saham – PT Kian Santang
tahun 2021, menurut Badan Pusat Statistik, meskipun pertumbuhan ini
sebagian besar mencerminkan basis yang rendah pada tahun 2020, ketika
produksi konstruksi turun 2,4% pada tiga kuartal. tahun 2020. Kinerja
industri akan didukung oleh fokus pemerintah dalam melaksanakan proyek
infrastruktur berskala besar dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Di bawahnya, pemerintah
berencana mengembangkan 5.000 km jalan tol baru, 3.000 km jalan
nasional baru, 38.726 meter jembatan, dan 31.053 meter jembatan dan
terowongan pada tahun 2024.
Produksi industri selama periode perkiraan (2023-2026) juga akan
didukung oleh Rencana Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, di
mana pemerintah berencana untuk menambah 40,6 GW kapasitas
tambahan pada tahun 2030, di mana 4,7 GW akan menjadi energi surya .
dan 51,6% dari sumber terbarukan. Selama sisa periode perkiraan,
industri konstruksi diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tahunan rata-
rata 5,8%, didukung oleh fokus pemerintah pada pembangunan
infrastruktur, serta proyek-proyek energi dan pembangunan utilitas.
Perbaikan kepercayaan konsumen dan investor serta perkembangan
positif kondisi perekonomian daerah juga akan menjadi pendorong.
Tahun 2022 dinilai akan menjadi momentum meningkatnya peluang bagi
pasar kontruksi. Dalam sebuah survei berjudul Indonesia Construction
Market outlook 2022 yang dirilis BCI asia, sebuah lembaga riset konstruksi
internasional, ditemukan bahwa prospek industri konstruksi pada tahun
2022 terlihat semakin membaik seiring dengan pemulihan ekonomi
nasional. BCI asia menyatakan bahwa prospek pasar ini diharapkan dapat
memberikan gambaran optimis tentang konstruksi Indonesia setahun ke
depan, sehingga para pelaku konstruksi semakin percaya diri untuk terlibat
di dalam industri konstruksi. Berikut temuan Indonesia Construction
Market outlook 2022, antara lain sebagai berikut:
Nilai konstruksi untuk proyek gedung diperkirakan mencapai Rp157,47
triliun pada tahun 2022, didorong oleh pertumbuhan sektor perumahan
dan industri. Tren kategori lainnya, seperti kategori hotel, ritel, dan
perkantoran, mulai menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan
tahun 2021. Hal ini menunjukkan optimisme pasar konstruksi tahun
depan.
Market size residensial diperkirakan mencapai Rp54,24 triliun pada
2022. Pada kategori ini market size apartemen akan mulai meningkat
sedangkan landed house akan sedikit menurun dibandingkan tahun
2021. Secara keseluruhan market size rumah tapak lebih besar
dibandingkan apartemen. Rumah-rumah didominasi oleh wilayah
Jabodetabek, dengan daerah pinggiran di Bekasi, Bogor, dan
Tangerang sebagai wilayah yang dominan. Sementara itu, apartemen
akan didominasi di Provinsi DKI Jakarta. Temuan ini menunjukkan
bahwa rumah tapak melanjutkan tren pembangunan ke pinggiran kota
dan apartemen mulai bergerak menuju pemulihan.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 16
Page 70
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Tren kategori ritel diperkirakan mulai meningkat pada 2022.
Pembangunan pusat perbelanjaan diperkirakan sedikit meningkat. Ruko
dan gerai ritel akan melanjutkan tren kenaikan pada 2022. Ritel
diperkirakan mencapai Rp17,17 triliun pada 2022.
Proyek perkantoran juga menunjukkan tren yang meningkat meskipun
sedikit sehingga total proyek konstruksi pada tahun 2022 diperkirakan
mencapai Rp15,14 triliun. Perkembangan data center yang semakin
marak di era pandemi ini membuat share data center tahun 2022 cukup
tinggi yaitu Rp4,59 triliun dari total nilai pembangunan kantor.
Kategori perhotelan diperkirakan mencapai Rp7,79 triliun. Proyek hotel
menunjukkan pertumbuhan yang sedikit lebih baik dibandingkan tahun
lalu dan menunjukkan tren berbalik arah ke atas. Peluang untuk
kategori ini tumbuh dengan semakin bebasnya mobilitas masyarakat
dan keberhasilan program vaksin.
Kategori industri diperkirakan tumbuh pada tahun 2022 mencapai
Rp37,00 triliun. Peningkatan pasar investasi di sektor industri semakin
membaik setelah program vaksinasi Covid-19 dicanangkan oleh
pemerintah. Dengan faktor-faktor tersebut, diperkirakan minat investor
dalam dan luar negeri akan terus tumbuh dan mendukung pertumbuhan
proyek-proyek industri. Pertumbuhan permintaan gudang dari FMCG, e-
commerce, dan third-party logistics yang terus meningkat.
Infrastruktur masih menjadi tulang punggung dan salah satu pendorong
utama pasar konstruksi 2022. Nilai konstruksi diperkirakan mencapai
Rp107,15 triliun. Pemerintah semakin mengandalkan sektor swasta
untuk mengambil bagian dalam pengembangan, pembiayaan, dan
pengelolaan proyek infrastruktur besar.
Dengan sentimen positif dari anggaran negara untuk infrastruktur, stimulus
fiskal yang dilakukan Pemerintah, kapasitas keuangan pengembang dan
kontraktor, kemudahan mobilisasi pasar tenaga kerja konstruksi, dan
ketersediaan pasokan bahan bangunan, diharapkan tahun 2022 akan
menandai dimulainya pemulihan bertahap untuk sektor konstruksi.
Diperkirakan kemajuan proyek konstruksi akan dipercepat pada tahun
2022.
Source: Konstruksi dalam Angka (BPS 2021)
3.4 Kontraktor Penyedia Jasa Konstruksi
Kontraktor adalah perorangan atau badan hukum yang dikontrak atau
disewa oleh pemilik proyek untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
perjanjian kontrak yang telah disepakati dan sesuai dengan keahliannya.
Pekerjaan kontraktor dibatasi oleh waktu penyelesaian, biaya, dan hal-hal
yang harus diselesaikan sesuai kontrak. Kontraktor bangunan tempat
tinggal biasanya mengawasi pembangunan rumah-rumah dan proyek
perumahan.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 17
Page 71
Penilaian Saham – PT Kian Santang
Secara umum kontraktor mendapatkan proyek pekerjaan dengan dua
cara, yaitu ditunjuk langsung oleh pemilik proyek untuk mengerjakan
pembangunan atau melalui lelang yang diselenggarakan oleh pemilik
proyek. Pemenang lelang merupakan kontraktor yang mengajukan harga
terbaik dan produk berkualitas serta memenuhi kriteria yang ditetapkan
pemilik proyek. Beberapa yang menyebut kontraktor sebagai pemborong,
padahal terdapat perbedaan antara kontraktor dan pemborong. Sistem
kerja kontraktor berdasarkan kontrak tertulis, tetapi pemborong bekerja
berdasarkan perjanjian lisan saja. Selain itu, kontraktor selalu berbadan
hukum, sedangkan pemborong kebalikannya.
Melansir dari Canadian Home Builders’ Association (CHBA), Anda perlu
memeriksa calon kontraktor secara menyeluruh sebelum memutuskan
siapa yang akan dipekerjakan. Walaupun Anda mendapatkan referensi
positif dari teman atau tetangga, periksa juga reputasi kontraktor dan
pahami layanan yang dapat dikerjakan oleh kontraktor tersebut. Berikut ini
beberapa layanan yang ditawarkan oleh kontraktor secara umum.
• Jasa desain
Setelah berdiskusi dengan pemilik proyek dan melakukan survei
lahan, kontraktor akan memberikan jasa desain proyek secara detail.
Mulai dari desain interior, eksterior, hingga fasilitas. Desain ini akan
dibuat sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan bujet pemilik proyek.
• Bangunan dan material
Pada tahap ini, kontraktor bertanggung jawab secara penuh terhadap
pembersihan lahan, penggalian tanah untuk keperluan pondasi, dan
pembuatan sumur resapan. Jika diperlukan, kontraktor akan
menggunakan berbagai alat berat untuk kelancaran proyek.
• Renovasi atau remodeling
Pada tahap ini, kontraktor akan melakukan renovasi
atau remodeling seperti pembongkaran dan perbaikan. Kontraktor bisa
saja melakukan perombakan yang berkaitan dengan interior, eksterior,
dan fasilitas rumah atau Gedung.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 18
Page 72
Penilaian Saham – PT Kian Santang
3.5 Kesimpulan
• Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan
sebelumnya. Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan
ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya
sebesar 2,6%.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Pertumbuhan
ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
• Peluang bisnis konstruksi di Indonesia tetap bagus. Salah satu faktor
pendorongnya adalah komitmen pemerintah untuk melanjutkan
pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang besar.
• Konstruksi juga tumbuh di sektor industri, dimana pemerintah
mendorong dibangunannya fasilitas industri untuk pengelolah bahan
baku.
• Kawasan industri baru dengan insentif yang menguntungkan secara
signifikan menarik investor asing dan mempercepat proyek industri.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 19
Page 73
BAB IV ANALISIS INDUSTRI, RISIKO DAN SWOT
Page 74
Penilaian Saham - PT Kian Santang
BAB IV
ANALISIS INDUSTRI, RISIKO DAN SWOT
4.1 Analisis Industri
4.1.1 Ancaman Pendatang Baru
Hadirnya pendatang baru ini di pasar tentunya akan melemahkan posisi
bisnis Perseroan. Namun, perlu ketahui bahwa tingkat threat atau ancaman
yang mereka bawa cenderung berbeda-beda. Semuanya tergantung pada
hambatan untuk masuk (entry barriers) atau keluar (exit barriers) dari industri
yang bersangkutan. Contoh hambatan tersebut adalah lingkungan bisnis,
biaya investasi yang mahal, perizinan, perkembangan teknologi, hingga
kesulitan dalam mendapatkan SDM yang memadai.
Saat hambatan masuk maupun keluar sama-sama tinggi, maka margin
keuntungannya (profit margin) juga akan tinggi pula. Namun, biasanya
perusahaan-perusahaan seperti ini bisa menghadapi risiko yang lebih besar
(pure risk). Sebab, perusahaan terpaksa bertahan dan harus berjuang untuk
bisa keluar dari pasar tersebut. Di sisi lain, ketika hambatan masuk dan
keluar sama-sama rendah, maka perusahaan cenderung bisa masuk dan
keluar industri dengan mudah pula. Akan tetapi, biasanya keuntungan yang
mereka dapatkan juga rendah.
Pasar industri konstruksi di Indonesia membuka celah yang kepada para
pendatang baru untuk memasuki pasarnya. Hal ini dikarenakan di Indonesia
peluang dan permintaan terhadap pasar industri konstruksi cukup tinggi.
Hadirnya pendatang baru ini berpotensi memengaruhi tingkat penjualan
(sales growth) bisnis Perseroan. Bahkan bisa jadi, mereka juga akan
mengancam jangkauan pangsa pasar (market share) Perseroan
4.1.2 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis
Persaingan merupakan kenyataan hidup dalam dunia bisnis, sifat, bentuk,
dan intensitas persaingan yang terjadi dan cara yang ditempuh oleh para
pengambil keputusan strategis untuk menghadapi para tingkat yang dominan
mempengaruhi tingkat keuntungan suatu perusahaan (Siagian, 2003;83-83).
Dengan menggunakan pendekatan pasar, pesaing didefiniskan sebagai
perusahaan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama. Untuk
mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.
Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT 1
Page 75
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Pemain yang bergerak di industri konstruksi cukup banyak. Namun untuk
pelaksanaannya diperlukan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia
yang sesuai kebutuhan. Perusahaan yang dapat bertahan adalah
perusahaan yang telah mapan dan memiliki sumber daya manusia yang
berkualitas. Sehingga persaingan antar perusahaan yang menjalankan jenis
usaha yang sejenis dalam skala sedang.
4.1.3 Posisi Tawar Pemasok
Perseroan memiliki ketergantungan terhadap pemasok tertentu. Hal-hal yang
mendasari pemilihan pemasok antara lain reliabilitas, kualitas, kapasitas,
harga dan layanan. Untuk menjamin ketersediaan dan menghindari fluktuasi
harga bahan baku (raw material), Perseroan memberikan pembayaran di
muka kepada setiap pemasok bahan baku utama dengan tujuan mengunci
harga. Selain itu, pada beberapa kontrak kerja konstruksi, Perseroan juga
dapat meneruskan risiko tersebut kepada pemilik proyek jika pemilik proyek
mengambil alih kewajiban Perseroan untuk menyediakan besi, beton, dan
keramik yang dibutuhkan dalam proyek. Bahan baku utama yang digunakan
Perseroan adalah besi dan beton yang merupakan bahan baku untuk
pekerjaan pondasi. Perseroan membeli bahan baku dari Indonesia.
4.1.4 Daya Tawar Konsumen
Dengan melihat trend yang terjadi dalam industri konstruksi saat ini,
konsumen memegang peranan yang lebih besar dalam industri. Mereka
cenderung menginginkan harga yang lebih rendah, kualitas produk yang
lebih baik, serta tambahan pelayanan ataupun fasilitas lebih dari pihak
penyedia jasa. Permintaan serta peran konsumen dalam industri konstruksi
menciptakan suatu kondisi dimana konsumen inilah yang membentuk sikap
dan kebijakan perusahaan jasa konstruksi.
4.2 Analisis Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya,
kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh Perseroan di bidang industri
konstruksi tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai
faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan
kesehatan bisnis. Risiko-risiko tersebut antara lain :
Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT 2
Page 76
Penilaian Saham - PT Kian Santang
4.2.1 Risiko Pembayaran
Perseroan berusaha untuk mengatur pengerjaan proyek/tindakan secara
bertahap sesuai dengan pembayaran dari pelanggan. Perseroan hanya akan
melakukan pengerjaan proyek/tindakan apabila pelanggan melakukan
pembayaran pada semua tahapan. Ketika pelanggan tidak melakukan pada
tahap tertentu, perseroan dapat melakukan penghentian pengerjaan
proyek/tindakan, sehingga perseroan dapat terhindar dari kerugian risiko
pembayaran yang lebih besar.
4.2.2 Risiko Persaingan
Kompetisi yang semakin ketat dengan kebijakan penawaran yang variatif dan
bersaing dengan perusahaan kompetitor akan mempengaruhi kinerja
Perseroan. Adanya persaingan ini dapat menurunkan tingkat margin yang
diperoleh Perseroan.
4.2.3 Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku
Perseroan harus pandai dalam melakukan estimasi kenaikan harga bahan
baku, serta perseroan juga harus memiliki sumber bahan baku dari berbagai
pemasok bahan baku. Dengan demikian perseroan dapat terhindar dari
ketergantungan bahan baku dan bisa mendapatkan bahan baku dengan
jumlah yang besar ketika dibutuhkan.
4.2.4 Risiko Teknologi
Perseroan harus melakukan analisa biaya dan keuntungan setiap kali
perseroan melakukan pembelian ataupun pembaharuan peralatan dengan
teknologi terbaru. Selain itu, perseroan juga harus memilih peralatan dengan
teknologi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan perseroan, sehingga setiap
peralatan baru yang perseroan beli akan bermanfaat untuk perseroan.
4.2.5 Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian
Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam
sebagaimana tercermin dari perkiraan pertumbuhan yang melambat
perekonomian negara-negara maju dari perkiraan semula. Kondisi pasar
keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian
lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak terhadap tingkat
pengembalian investasi.
Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT 3
Page 77
Penilaian Saham - PT Kian Santang
4.2.6 Risiko Pasar dan Stabilitas
Kondisi ekonomi makro dan global yang berubah secara dinamis dan sulit
diprediksi seperti perubahan harga properti dapat mempengaruhi kondisi
perindustrian dalam negeri yang secara langsung berdampak pada
menurunnya permintaan konsumen secara umum. Demikian pula stabilitas
keamanan dalam negeri yang belum stabil bisa menyebabkan para investor
membatalkan atau menghentikan investasinya di industri-industri tertentu di
Indonesia, dan mengakibatkan pelemahan pertumbuhan ekonomi. Seperti
halnya pada kondisi ekonomi makro, turunnya perindustrian akibat risiko
politik bisa menurunkan permintaan konsumen dan akan berdampak juga
pada kelangsungan bisnis perusahaan.
4.2.7 Risiko Sumber Daya Manusia
Risiko di bidang organisasi dan SDM yaitu dalam hal penyusunan struktur
organisasi, analisa jabatan, uraian tugas, dan tanggung jawab serta
recruitment, training maupun pengembangan SDM Perseroan. Dalam hal ini
perseroan harus menempatkan sumber daya manusianya sesuai dengan
keahliannya masing-masing.
4.2.8 Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi
Proyeksi yang dibuat tidak tercapai yang diakibatkan manajemen, baik
dalam pengelolaan termasuk pengelolaan risiko usaha maupun pemasaran,
serta memburuknya perekonomian yang menurunkan aktivitas industri.
4.3 SWOT
Strategi pengembangan rumah sakit dilakukan dengan cara membuat SWOT
matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik
internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan
ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat
disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strenghts-Opportunities (S-O),
Weaknesses-Oppurtunities (W-O), Strenghts-Threats (S-T), dan
Weaknesses-Threats (W-T).
Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT 4
Page 78
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Kekuatan / Strengths (S) Kelemahan / Weaknesses (W)
INTERNAL 1. Perseroan telah memiliki pasar di 1. Sumber Daya Manusia
wilayah Indonesia yang cukup
EKSTERNAL
stabil.
2. Mempunyai reputasi yang baik
dan memiliki pengalaman yang
luas dalam memberikan pelayan
kepada konsumen.
3. Memiliki kemampuan untuk
beradaptasi dengan perubahan
lingkungan bisnis dalam
konstruksi.
Peluang / Opportunities
Strategi “SO” Strategi “WO”
(O)
1. Indonesia merupakan - Meningkatkan sistem perusahaan
emerging market. sehingga memberikan - Meningkatkan pangsa pasar
2. Pertumbuhan kemudahan dan peningkatan yang lebih besar dengan
ekonomi makro yang pelayanan kepada konsumen, melakukan penerangan
relatif baik. dengan komitmen memberikan kepada konsumen tentang
yang terbaik kepada pelanggan produknya.
Ancaman / Threats (T) Strategi “ST” Strategi “WT”
1. Munculnya - Mengantisipasi kebijakan
perusahaan pesaing. persaingan harga yang tidak
- Meningkatkan kualitas pelayanan
2. Pesaing memiliki sehat.
dengan mengedepankan
strategi yang - Memberikan perhatian dan
profesionalisme, inovasi,
berbeda-beda dalam peningkatan kesejahteraan
kompetensi dan tanggung jawab
berkompetisi. SDM
- Menjaga kepercayaan dan
3. SDM yang bergabung - Meningkatkan keahlian
hubungan yang baik mitra bisnis.
dengan perusahaan SDM dengan melakukan
pesaing pendidikan dan pelatihan
Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT 5
Page 79
BAB V PENILAIAN SAHAM
Page 80
Penilaian Saham - PT Kian Santang
BAB V
PENILAIAN SAHAM
5.1 Pendekatan Penilaian
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan yang
berlaku umum dalam penilaian perusahaan atau ekuitas sesuai dengan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Ada 3 (tiga) pendekatan dalam penilaian usaha yang umum digunakan selama
ini, yaitu :
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 330 5.23.a
Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan
perusahaan sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat
berharga yang diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham
perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas
komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.
Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah pendekatan penilaian
dengan cara membandingkan Objek Penilaian dengan perusahaan
sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang
diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham perusahaan
yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas komponen
perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai. Melalui pendekatan
pasar, terlebih dahulu harus dilakukan perbandingan terhadap perusahaan
yang sepadan dan sebanding baik yang ada di pasar modal maupun di luar
pasar modal, lalu dilakukan perhitungan banding antara nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai dengan variabel perusahaan pembanding.
Variabel yang jadi pembanding biasanya seperti perputaran penjualan,
ekuitas dan sebagainya.
Metode yang umum digunakan dalam pendekatan pasar adalah:
1) Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
Publicy Traded Company Method).
2) Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline
Merger and Acquired Company Method).
3) Metode transaksi sebelumnnya (Prior Transaction Method).
Bab V - Penilaian Saham 1
Page 81
Penilaian Saham - PT Kian Santang
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 330 5.25.a
Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
dengan mengantipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian
dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa
datang.
Menurut pendekatan ini nilai suatu saham adalah nilai kini (present value)
dari seluruh arus kas yang dihasilkan oleh perusahaan sejak sekarang
hingga seterusnya. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa suatu bisnis
akan berjalan terus (on going concern bussiness). Dalam penilaian saham
melalui pendekatan ini, seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis
tersebut akan dikuantifikasi. Semua pendapatan tersebut dikonversi
menjadi indikasi nilai berdasarkan pada suatu tingkat diskonto yaitu tingkat
balikan (rate of return) yang sesuai dengan tingkat risiko atas pendapatan
tersebut.
Metode yang umum digunakan dalam Pendekatan Pendapatan:
1) Metode Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow Method/DCF).
2) Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).
c. Pendekatan Aset (Asset Approach) – SPI 330 5.32.c
Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari
suatu entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur
permodalan (capital structure), dan / atau Nilai Aset Bersih perusahaan
(ekuitas).
Pendekatan Aset (Asset Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian
berdasarkan laporan keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit,
dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai
Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Usaha.
Nilai buku (book value) dari kekayaan bersih (net worth) suatu perusahaan
adalah nilai aktiva perusahaan pada neraca dikurangi nilai hutang pada
neraca.
Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan aset adalah:
1) Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) atau Adjusted Net Asset
Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM) atau Net Asset
Valuation Method (NAVM) dan Asset Accumulation Method (AAM).
2) Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) atau Excess
Earning Method (EEM).
Dalam aplikasinya terkadang masing-masing pendekatan tersebut digunakan
secara kombinasi untuk mendapatkan nilai yang merupakan rekonsiliasi atau
sintesa dari nilai masing-masing hasil pendekatan. Pemilihan dan
Bab V - Penilaian Saham 2
Page 82
Penilaian Saham - PT Kian Santang
kepercayaan atas ketepatan metode dan prosedur bergantung pada
pertimbangan penilai dan bukan didasarkan pada suatu formula yang baku.
5.2 Pemilihan Metode Penilaian
Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.2.1).
Penilaian Saham Perseroan didasarkan pada analisis internal dan eksternal.
Analisis internal akan dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh
manajemen Perseroan, analisis historis atas laporan posisi keuangan, laporan
laba/rugi dan laporan arus kas, pengkajian atas kondisi operasi, dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai
Pasar suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang
representatif. Oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
laporan posisi keuangan dan normalisasi laporan laba/rugi yang biasanya
disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis. Bagaimanapun nilai buku
suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan
laporan laba/rugi adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai
ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business interest
saat penilaian tersebut.
Dalam melakukan penilaian saham Perseroan, untuk memperoleh hasil
penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan
untuk memperkirakan Nilai Pasar Perseroan adalah dengan Pendekatan
Pendapatan (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow
(DCF) sebagai pendekatan utama dan Pendekatan Aset (Asset Approach)
dengan metode Adjusted Book Value (ABV) sebagai pendekatan kedua. Hal
ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi Perseroan dan
kondisi makro, seperti:
• Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang Jasa
inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis per tanggal
penilaian.
• Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus kas
keuntungan ekonomi di masa depan dari pendapatan operasionalnya.
• Tidak terdapat data pasar yang sebanding dengan Perseroan.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31
Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk periode 4 bulan yang berakhir
pada tanggal 30 April 2023 sebagai cut of date penilaian.
Bab V - Penilaian Saham 3
Page 83
Penilaian Saham - PT Kian Santang
• Manajemen telah Menyusun rencana kerja (business plan) Perseroan
dimasa yang akan datang sampai tahun 2027.
5.3 Proses Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan
5.3.1 Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan Nilai Pasar 100% Saham Perseroan kami telah melakukan
Langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
operasional perusahaan.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis perusahaan.
3. Melakukan penelaahan atas data-data operasional perusahaan.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan perusahaan yang telah
disiapkan oleh pihak manajemen.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan tersebut.
6. Melakukan normalisasi dan penyesuaian terhadap proyeksi business plan
yang dibuat oleh manajemen.
7. Melakukan penilaian saham dengan mengaplikasikan Pendekatan
Pendapatan (Income-Based Approach) dengan metode Diskonto Arus
Kas (Discounted Cash Flow Method).
5.3.2 Asumsi – Asumsi
Pada umumnya premis dalam penilaian bisnis adalah bahwa bisnis
diasumsikan memiliki umur yang tidak terbatas (indefinite life). Membuat
proyeksi dalam jangka waktu tak terbatas, tidak realistis karena berdasarkan
konsep nilai waktu dari uang, nilai kini dari uang pada waktu tertentu dimasa
depan akan sama dengan atau mendekati nol bila didiskon pada tingkat
diskonto tertentu. Oleh karena itu dalam mengaplikasikan metode arus kas
terdiskonto (Discounted Cash Flow/DCF) kami membagi jangka waktu
proyeksi dalam 2 (dua) periode, yaitu periode pertama disebut periode waktu
tetap (fixed time period) atau periode eksplisit serta periode kedua yang
disebut periode waktu kekal (perpetuity time period).
Arus kas pada periode eksplisit atau waktu tetap merupakan hasil dari strategi
dan skenario dalam pengembangan dan operasi perusahaan yang akan
diimplementasikan oleh manajemen. Berdasarkan hasil diskusi dengan
manajemen dan analisis historis atas laporan keuangan perusahaan yang
telah diaudit, periode eksplisit yang digunakan adalah 5 (lima) tahun dengan
mengacu pada stable growth.
Bab V - Penilaian Saham 4
Page 84
Penilaian Saham - PT Kian Santang
5.3.3 Metode Discounted Cash Flow (DCF)
Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 2 (dua) pilihan Arus Kas Bersih
(AKB) untuk didiskonto yaitu arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih
untuk perusahaan.
Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang
didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan
(Free Cash Flow to Firm). Kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan
melalui Metode Diskonto Arus Kas – DCF dengan model FCFF untuk penilaian
saham Perseroan, di mana penilai berusaha untuk mengkuantifikasi seluruh
pendapatan yang dihasilkan saham tersebut, kemudian mengonversi
pendapatan tersebut menjadi suatu indikasi nilai dari investasi atau saham,
melalui proses kapitalisasi atau diskonto.
AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk
pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal,
yang dihitung sebagai berikut :
Net Income
+ Beban Bunga * (1-T)
+ Depresiasi & Amortisasi
- Capital Expenditure
+/- Net Change Working Capital
= Arus Kas Bersih Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Firm)
Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor
diskonto yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan
investor (required rate of return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang
bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang untuk
menghasilkan nilai ekuitas.
5.3.4 Penyesuaian Terhadap Laporan Keuangan
Penyesuaian laporan keuangan meliputi normalizing adjustment atau
pencatatan akuntansi dan eliminasi akun-akun yang bersifat non-recurring,
control adjustment serta pemisahan akun-akun operating dan non-operating.
Berdasarkan review yang telah kami lakukan terhadap laporan keuangan
Perseroan, tidak diperlukan adanya penyesuaian pencatatan akuntansi pada
laporan keuangan Perseroan. Penyesuaian terhadap akun-akun non
recurring, control adjustment dan non-operating juga tidak diperlukan.
Bab V - Penilaian Saham 5
Page 85
Penilaian Saham - PT Kian Santang
5.3.5 Identifikasi Aset Non Operasional dan Interest Bearing Debt
Berdasarkan review yang kami lakukan atas laporan keuangan auditied pada
30 April 2023, tidak terdapat aset kategori non operasional yang dimiliki oleh
Perseroan selain Kas dan Setara Kas. Selain itu tidak terdapat pinjaman yang
berbunga atau interest bearing debt yang dimiliki oleh Perseroan.
5.3.6 Proyeksi Keuangan
Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
diberikan oleh pemberi tugas yang telah dilakukan penyesuaian dan
normalisasi oleh penilai sehingga business plan yang digunakan sudah
mencerminkan kondisi pasar dan data historis.
5.3.6.1 Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan adalah sebagai
berikut:
Proyeksi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
2027.
Proyeksi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi
sesuai prosedur dalam penilaian.
Nilai yang dihitung adalah Nilai Pasar Saham Perseroan per tanggal
30 April 2023.
Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang jasa
konstruksi dan jasa pelaksana inpeksi industri panas bumi.
Tabel 5.1 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
PROYEKSI
URAIAN
2023 2024 2025 2026 2027
Aset Lancar 7.990.022 9.934.302 12.297.241 15.247.303 19.041.188
Aset Tidak Lancar 954.408 1.183.051 1.354.534 1.483.146 1.579.605
Total Aset 8.944.430 11.117.353 13.651.775 16.730.449 20.620.793
Liabilitas Jangka Pendek 1.266.062 1.351.908 1.493.547 1.710.716 2.036.470
Liabilitas Jangka Panjang 431.668 431.668 431.668 431.668 431.668
Total Liabilitas 1.697.730 1.783.576 1.925.215 2.142.384 2.468.138
Total Ekuitas 7.246.700 9.333.777 11.276.559 14.588.065 18.152.655
Total Liabilitas & Ekuitas 8.944.430 11.117.353 13.651.775 16.730.449 20.620.793
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan Total Aset
Perseroan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 24,99%
per tahun selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal
dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan aset tetap.
Bab V - Penilaian Saham 6
Page 86
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Total liabilitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap
tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 11,78% pertahun selama masa proyeksi.
Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan jumlah utang
usaha Perseroan.
Total Ekuitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap
tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 27,70% pertahun selama masa proyeksi.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.
5.3.6.2 Laba Rugi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2023-2027 yang telah dilakukan penyesuaian
dan normalisasi.
Pendapatan penjualan berasal dari jasa konstruksi sarana dan prasarana,
jasa pelaksana inspeksi industri panas bumi serta jasa mekanikal.
Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR meningkat adalah
15,32% per tahun.
Beban pokok penjualan (COGS) terhadap penjualan rata-rata sebesar
79,87% selama masa proyeksi.
Tingkat operating margin rata-rata sebesar 9,38% per tahun selama masa
proyeksi 2023-2027.
Net profit margin rata-rata sebesar 7,42% per tahun selama masa proyeksi
2023-2027.
Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR naik sebesar 23,13% per tahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan:
Tabel 5.2 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
PRO Y EKSI
URAIAN
2023 2024 2025 2026 2027
Penjualan Bersih 25.467.862 28.015.058 32.217.726 38.661.477 48.327.102
Beban Pokok Penjualan 20.342.086 22.376.622 25.733.443 30.880.295 38.600.573
Laba Kotor 5.125.776 5.638.436 6.484.284 7.781.182 9.726.529
Laba Usaha 2.389.416 2.628.396 3.022.694 3.627.252 4.534.089
Laba Sebelum Pajak 2.375.066 2.612.611 3.004.541 3.605.469 4.506.860
Laba Bersih 1.901.792 2.087.077 2.392.782 2.861.505 3.564.590
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab V - Penilaian Saham 7
Page 87
Penilaian Saham - PT Kian Santang
5.3.6.3 Arus Kas
Perkembangan arus kas Perseroan selama masa proyeksi dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 5.3 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
PROYEKSI
URAIAN
2023 2024 2025 2026 2027
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi -2.261.084 1.427.996 1.305.352 1.194.201 1.063.634
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi -304.858 -228.643 -171.483 -128.612 -96.459
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas Dan
-2.565.942 1.199.353 1.133.869 1.065.589 967.175
Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 2.756.720 190.778 1.390.131 2.524.000 3.589.589
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 190.778 1.390.131 2.524.000 3.589.589 4.556.764
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
tahun 2027 sebesar Rp1,06 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
pemasok gaji dan upah, pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak
penghasilan badan.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan pada
tahun 2027 sebesar negatif Rp96,46 juta. Arus kas keluar digunakan untuk
Penambahan aset tetap.
• Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
selama masa proyeksi 2023 sampai dengan 2027. Perseroan belum ada
rencana untuk mengajukan pinjaman kepada kreditur.
• Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2027 tercatat sebesar
Rp4,55 miliar, lebih tinggi 26,94% dibandingkan posisi awal tahun yang
tercatat sebesar Rp3,59 miliar.
5.3.7 Kebutuhan Modal Kerja
Kebutuhan modal kerja Perseroan dihitung dari aset lancar (trade receivables)
yang terdiri dari piutang usaha, piutang lain - lain dan persediaan. Sedangkan
kewajiban lancar (trade payables) terdiri dari utang usaha. Sumber
pembiayaan modal kerja proyeksi diasumsikan berasal dari perputaran arus
kas.
Net Working Capital Projection
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
Current Asset
Trade receivables 6.227.785.719 6.850.664.432 7.878.364.239 9.454.087.157 11.817.671.534
Other Trade receivables 12.540.798 13.795.079 15.864.543 19.037.552 23.797.066
Inventory 1.207.744.571 1.328.538.449 1.527.838.636 1.833.416.074 2.291.782.230
Total Current Asset 7.448.071.088 8.192.997.960 9.422.067.418 11.306.540.783 14.133.250.831
CURRENT LIABILITIES
Account receivables 858.324.965 944.171.263 1.085.810.754 1.302.979.806 1.628.733.383
Total Current Liabilities 858.324.965 944.171.263 1.085.810.754 1.302.979.806 1.628.733.383
Net Working Capital 6.589.746.124 7.248.826.698 8.336.256.664 10.003.560.977 12.504.517.447
Increase/Decrease Net Working Capital (4.162.875.700) (659.080.574) (1.087.429.966) (1.667.304.313) (2.500.956.470)
Bab V - Penilaian Saham 8
Page 88
Penilaian Saham - PT Kian Santang
5.3.8 Penentuan Tingkat Diskonto
5.3.8.1 Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost
of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM)
dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt). Biaya
ekuitas ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
Ke = Rf + (β x Rpm)
Dimana :
Ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya
modal ekuitas/ saham biasa.
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta levered perusahaan
Rpm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RbDS = Rating-based default spread
Penjelasan
Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen
yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang
digunakan pada tanggal 30 April 2023, maka instrumen bebas risiko yang
dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah
dengan tenor 30 tahun yaitu sebesar 7,06%. Risk free diperoleh dari Indonesia
Bond Pricing Agency (IBPA) yang dirilis di www.PHEI.co.id, dan angka
tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).
Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi
bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan.
Penentuan Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko
spesifik negara (Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga
saham untuk menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan
mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami
menggunakan tingkat premi risiko sebesar 9,23% yang diolah dari hasil riset
Aswath Damodaran sampai dengan bulan Januari 2023.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan beta
perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang konstruksi yang
diperoleh dari hasil riset Pefindo dan Bloomberg.
Bab V - Penilaian Saham 9
Page 89
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
sebagai beta untuk menghitung cost of equity Perseroan. Dimana beta
tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered
yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung
unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
βL
βu =
1 + (1 -T) x DER
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
tersebut dengan formula sebagai berikut :
βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)
Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 5.4 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Total Adj. Beta
No. Nama Emiten Total Aset Total Debt DER
Equity Beta Unlev.
1 PT Nusa Raya Cipta Tbk 2.325.025 1.092.476 1.232.549 0,826 88,64 0,49
2 PT Bukaka Teknik Utama Tbk 6.717.627 2.717.723 3.999.904 0,722 67,94 0,47
3 PT Meta Epsi Tbk 122.479 60.670 61.809 0,850 98,16 0,48
4 PT Paramita Bangun Sarana Tbk 868.951 206.233 662.718 0,903 31,12 0,73
5 PT PP Presisi Tbk 7.685.772 4.488.312 3.197.460 1,563 140,37 0,75
6 PT Pratama Widya Tbk 620.151 90.099 530.052 0,969 17,00 0,86
7 PT Aesler Grup International Tbk 5.899 1.798 4.101 0,436 43,84 0,32
PT Bangun Karya Perkasa Jaya
8 150.232 44.783 105.449 0,653 42,47 0,49
Tbk
2.312.017 1.087.762 1.224.255 0,87 88,85 0,57
Sumber : Reuters 31 Maret 2023 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinayatakan dalam jutaan Rupiah)
Bab V - Penilaian Saham 10
Page 90
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Dari tabel di atas, tampak bahwa beta dari perusahaan-perusahaan yang
digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,57.
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding
pertanggal penilaian karena dasar nilai yang digunakan adalah nilai pasar.
Dimana struktur hutang sebesar 47,05%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
52,95% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan digunakan sebagai
DER yang mewakili Perseroan. Dengan demikian, beta unlevered perusahaan
pembanding harus di-unlevered dengan DER tersebut, kemudian di-relevered
lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang berlaku di Indonesia.
Sehingga diperoleh beta sebesar 0,97 (dengan tarif pajak 22%).
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,57 x (1 + (1-22%) x (47,05%/52,95%))
= 0,97
5.3.8.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Karena perhitungan nilai pasar saham Perseroan dilakukan dengan
mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal (free cash flow to
firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang
merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman
jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.
Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.
Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga
pinjaman Kredit Investasi (KI) dalam mata uang Rupiah pada tanggal penilaian
yang berlaku untuk Perseroan yaitu 9,20%. Berdasarkan biaya bunga tersebut
maka diperoleh biaya modal untuk utang pada Maret 2023 sampai akhir
proyeksi sebesar 7,18% (dengan tarif pajak 22%) dengan perhitungan sebagai
berikut :
Kd = i x (1-T)
Kdshield = 9,20% x (1-22%) = 7,18%
5.3.8.3 Penentuan Tingkat Diskonto
Sesuai dengan penjelasan di atas, komposisi struktur permodalan Perseroan
yaitu untuk struktur hutang sebesar 47,05%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
52,95% dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-
faktor di atas dan kekuatan / kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
berpendapat bahwa discount rate yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
Bab V - Penilaian Saham 11
Page 91
Penilaian Saham - PT Kian Santang
bersih perusahaan adalah sebesar 10,62% dengan perhitungan sebagai
berikut:
Weighted Average Cost of Capital
Variable Capital Structure Result
Cost of Equity 13,69% 52,95% 7,25%
Cost of Debt 7,18% 47,05% 3,38%
WACC 10,62% (Ke x e%) + (Kd x d%)
5.3.9 Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”)
Terminal Value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini,
asumsi yang digunakan terhadap objek penilaian adalah perusahaan yang
bersifat going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun
terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen perusahaan. Dalam penilaian
ini, terminal value Perseroan dihitung dari arus kas bersih pada akhir tahun
proyeksi dikapitalisasi dengan discount rate sebesar 10,62% dikurangi growth
rate sebesar 3,18% yang berasal dari data inflasi Indonesia bersumber dari
proyeksi IMF sampai tahun 2027.
5.3.10 Discount for Lack of Marketability (DLOM)
Discount for Lack of Marketability adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
dari kurangnya likuiditas dari Obyek Penilaian (SPI 330 3.7).
Untuk menetapkan perkiraan besarnya DLOM diharuskan mempertimbangkan
beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:
1. Size of distribution during holding period, adalah berapa seringnya, besar
dan pasti penerimaan deviden yang diterima oleh pemilik saham. Semakin
pasti, sering dan besar penerimaannya, makin kecil potongan yang
diaplikasikan.
2. Prospect for liquidity, saham yang memiliki prospek untuk dicairkan dalam
suatu kerangka waktu tertentu yang dapat diprediksikan akan
mempengaruhi besaran DLOM.
3. Pool of Potential Buyers, semakin besar jumlah pembeli potensial, semakin
rendah DLOM.
4. Menurut Shannon Pratt, dalam suatu tulisan Valuation Small Bussinesses
& Proffessional Practices Corporate Finance & Businesses, 3 rd edition,
dengan studi Empiris DLOM berkisar antara 25% sampai 45%. Sedangkan
studi dilakukan oleh John D. Emory Sr., ASA, F.R. Dengel III, and Jhon D.
Emory Jr (15 Oktober 2002), DLOM yang setara dengan waktu yang
dibutuhkan tersebut adalah berkisar antara 30% sampai dengan 49%.
Bab V - Penilaian Saham 12
Page 92
Penilaian Saham - PT Kian Santang
5. Berdasarkan studi Institutional Investor study report of the securities and
exchange commision, chapter XIV section F.8. dalam Valuing A Business
the Analysis and Appraisal Of Closely Held Company yang dibuat oleh
Shannon P. Pratt with Alina V. Niculita Fifth Edition bahwa Discount for
Lack of Marketability berdasarkan jumlah transaksi dan nilai transaksinya
adalah :
Tabel 5.5 Nilai DLOM Berdasarkan Jumlah Transaksi dan Nilai Transaksi
Jumlah Nilai Transaksi Nilai Transaksi
No Discount Persentase
Transaksi (Mean) Rp.000 (Median) Rp.000
1 -15,01% s/d 0% 26 7,43% 62.138.313 78.077.895
2 0,1% s/d 10,0% 67 19,14% 93.772.218 146.347.017
3 10,1% s/d 20% 78 22,29% 184.478.996 263.417.871
4 20,1% s/d 30% 77 22,00% 198.631.088 193.006.414
5 30,1% s/d 40% 67 19,14% 221.488.899 226.548.704
6 40,1% s/d 50% 35 10,00% 39.606.096 15.050.000
Jumlah 350 100,00%
Sumber : Valuing A Business the Analysis and Appraisal Of Closely Held Company, Shannon P. Pratt with
Alina V. Niculita Fifth Edition diolah
Dengan mengacu kepada :
Prospect for liquidity, sebagai perusahaan tertutup maka saham Perseroan
cukup memiliki prospek untuk dicairkan dalam suatu kerangka waktu
tertentu.
Tujuan penilaian saham ini digunakan untuk memberikan pendapat
mengenai Nilai Pasar Saham Perseroan per 30 April 2023 yang akan
digunakan untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan Tertutup.
Informasi dari Manajemen Perseroan memiliki pangsa pasar yang luas dan
dalam kondisi liquid dapat dilihat pada jumlah aset lancar lebih besar
dibandingkan dengan jumlah liabilitasnya lancarnya.
Maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, penggunaan DLOM yang
digunakan adalah sebesar 20%.
5.3.11 Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
Perseroan, aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai ekuitas dengan
menggunakan pendekatan pendapatan metode Discounted Cash Flow (DCF),
maka diperoleh Nilai Pasar 100% Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023
adalah sebesar Rp13.255.279.364,00.
Bab V - Penilaian Saham 13
Page 93
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Tabel 5.6 Nilai Pasar Saham Perseroan Pendekatan Pendapatan (dalam Jutaan Rupiah)
KETERANGAN 2023F 2024F 2025F 2026F 2027F Perpetuity
Free Cash Flow to Invested Capital -1.722 1.199 1.134 1.066 1.552 21.528
Growth 3,18% - - - - - -
Discount Rate (WACC) 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62%
Discount Factor 0,934 0,844 0,763 0,690 0,624 0,624
Present Value Free Cash Flow to Firm -1.609 1.013 866 736 969 13.433
Indikasi Nilai Perusahaan dari Aset Operasional 15.407
+ Kas dan Setara Kas 1.162
- Interest Bearing Debt -
Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas Perseroan 16.569
(-) Discount for Lack of Control (DLOC) 0,00% -
Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas Perseroan Sebelum DLOM 182.555
(-) Discount for Lock of Marketibilty (DLOM) 20% (3.314)
Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang 13.255
5.4 Proses Penilaian dengan Pendekatan Aset
5.4.1 Metode Adjusted Book Value (ABV)
Pendekatan ini disebut juga dengan ”balance sheet approach”, karena
menghitung nilai perusahaan atau ekuitas melalui penyesuaian nilai buku
menjadi nilai pasar dari angka-angka yang ada pada posisi keuangan,
sehingga selisih nilai antara nilai aset dan liabilitis yang telah disesuaikan
dianggap menunjukkan indikasi nilai pasar ekuitas (net worth).
Untuk mencari nilai pasar dari net worth, dilakukan metode penyesuaian nilai
buku (adjusted book value method), di mana nilai dari semua komponen aset
dan liabilitas dalam posisi keuangan dilakukan penyesuaian, kecuali telah
menunjukkan nilai pasar seperti akun kas/bank dan hutang bank dan
sejenisnya.
Berikut ini adalah penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan terhadap semua
komponen dalam posisi keuangan audited Perseroan Per 30 April 2023:
Bab V - Penilaian Saham 14
Page 94
Penilaian Saham - PT Kian Santang
Tabel 5.7 Penyesuaian Nilai Buku (Adjusted Book Value) Per 30 April 2023
30 April 2023 30 April 2023
KETERANGAN Penyesuian
Auditied Nilai Pasar
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 1.162.058.540 - 1.162.058.540
Piutang usaha 2.776.296.391 -74.206.013 2.702.090.378
Persediaan 1.356.953.528 1 1.356.953.529
Biaya dibayar dimuka 106.481.482 - 106.481.482
Uang muka 291.300.000 - 291.300.000
Piutang lain – lain 17.767.000 - 17.767.000
Aset lain – lain 6.939.493 - 6.939.493
Jumlah Aset Lancar 5.717.796.434 -74.206.012 5.643.590.422
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 176.769.325 176.769.325
Aset tetap - bersih 485.190.250 1.033.009.750 1.518.200.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 661.959.575 1.033.009.750 1.694.969.325
TOTAL ASET 6.379.756.009 958.803.738 7.338.559.747
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 313.921.209 - 313.921.209
Utang pajak 142.347.201 - 142.347.201
Beban yang masih harus dibayar 999.000 - 999.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 457.267.410 - 457.267.410
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan pascakerja 586.175.096 - 586.175.096
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 586.175.096 - 586.175.096
TOTAL LIABILITAS 1.043.442.506 - 1.043.442.506
EKUITAS
Modal saham 100.000.000 - 100.000.000
Tambahan modal disetor 25.500.000 - 25.500.000
Saldo laba 5.210.813.503 - 5.210.813.503
Penyesuaian hasil penilaian - 958.803.738 958.803.738
Jumlah Ekuitas 5.336.313.503 958.803.738 6.295.117.241
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 6.379.756.009 958.803.738 7.338.559.747
Jumlah ekuitas berdasarkan nilai buku per 30 April 2023 sebesar
Rp5.336.313.503,00 setelah dilakukan penyesuaian indikasi nilai pasar
ekuitas menjadi Rp6.295.117.241,00. Dimana penyesuaian yang dilakukan
adalah sebagai berikut :
Bab V - Penilaian Saham 15
Page 95
Penilaian Saham - PT Kian Santang
1. Penyesuaian Hasil Penilaian Aset Tetap
Penyesuaian Nilai Buku Aset Tetap dengan mengacu berdasarkan Laporan
Penilaian Aset Nomor 00274/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal
13 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan
tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Aset Tetap
Perseroan sebesar Rp1.518.200.000,00,-
2. Penyesuaian Hasil Penilaian Piutang Usaha
Penyesuaian Nilai Piutang Usaha dengan mengacu berdasarkan Laporan
Penilaian Piutang Usaha Nomor 00324/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2023
tanggal 26 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan
dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar
Piutang Usaha Perseroan sebesar Rp2.702.090.378,00.
3. Penyesuaian Hasil Penilaian Persediaan
Penyesuaian Nilai Persediaan dengan mengacu berdasarkan Laporan
Penilaian Aset Nomor 00262/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal 12
Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan tanggal
penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Persediaan
Perseroan sebesar Rp1.356.953.529,00.
5.4.2 Discount for Lack of Marketability (DLOM)
Sebagai referensi, OJK (d/h bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan Republik Indonesia (Bapepam dan LK), berdasarkan
Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 35/POJK.04/2020 Tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal
menyatakan diskon likuiditas pasar (discount for lack of marketabilities) adalah
suatu jumlah atau persentasi tertentu yang merupakan pengurang dari nilai
suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas obyek penilaian.
Selanjutnya, OJK mengatur bahwa dalam hal obyek penilaian merupakan
perusahaan tertutup, maka diskon likuiditas pasar bagi pemegang saham
mayoritas adalah 20% sampai dengan 40%.
Selanjutnya dalam penilaian 100% saham Perseroan dengan metode ABV
kami mengaplikasikan diskon likuiditas pasar/ DLOM, pengaplikasian DLOM
yang kami terapkan dalam melakukan penilaian saham Perseroan adalah
20%.
Bab V - Penilaian Saham 16
Page 96
Penilaian Saham - PT Kian Santang
5.4.3 Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Aset
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai saham dengan
menggunakan pendekatan aset (Asset Based Approach), maka diperoleh Nilai
Pasar 100,00% Saham Perseroan per 30 April 2023 adalah sebagai berikut :
Tabel 5.8 Nilai Ekuitas Perseoan Per 30 April 2023
Keterangan % Jumlah (Rp)
Nilai Pasar Ekuitas 100,00% Saham per 30 April 2023 100,00% 6.295.117.241
Discount Lack of Marketibility (DLOM) 20% 1.259.023.448
Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang 5.036.093.793
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
pendekatan aset, nilai pasar 100,00% saham Perseroan per tanggal 30 April
2023 adalah sebesar Rp5.036.093.793,00.
5.5 Kesimpulan Nilai
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan, maka kami
melakukan pembobotan dari masing-masing indikasi nilai yang dihasilkan dari
2 (dua) pendekatan nilai yang diterapkan agar dihasilkan kesimpulan akhir
dengan nilai tunggal (SPI 330 5.38).
Pembobotan yang kami berikan adalah 90% untuk indikasi nilai dengan
pendekatan pendapatan sebagai pendekatan utama dikarenakan Perseroan
saat ini masih going concern dan mengalami kenaikan dalam penjualannya.
Sedangkan bobot 10% kami berikan untuk indikasi nilai dengan pendekatan
aset sebagai pendekatan kedua, dikarenakan aset yang dimiliki oleh
Perseroan tidak secara langsung menghasilkan pendapatan.
Pendekatan Penilaian Nilai Pasar (Rp) Bobot Indikasi Nilai
Pendekatan Pendapatan (Income Approach ) 13.255.279.364 90% 11.929.751.428
Pendekatan Aset (Asset Approach ) 5.036.093.793 10% 503.609.379
Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang 12.433.360.807
Dengan pembobotan ini kami berpendapat kesimpulan akhir Nilai Pasar 100%
Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar
Rp12.433.360.807,00.
Bab V - Penilaian Saham 17
Page 97
LAMPIRAN
Page 98
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 01
Financial Ratios
2018 2019 2020 2021 2022 Apr-23 2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
AR Turnover
Trade receivables IDR 1.774.269.000 12.151.439.010 11.842.949.268 13.172.606.254 2.044.850.100 2.776.296.391 6.227.785.719 6.850.664.432 7.878.364.239 9.454.087.157 11.817.671.534
Average AR IDR 6.962.854.005 11.997.194.139 12.507.777.761 7.608.728.177 2.410.573.246 4.136.317.910 6.539.225.076 7.364.514.336 8.666.225.698 10.635.879.346
Sales IDR 15.196.998.749 32.627.629.306 43.086.562.477 23.045.591.370 23.691.034.843 3.683.102.800 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AR turnover x 4,7 3,6 1,8 3,1 1,5 6,2 4,3 4,4 4,5 4,5
AR days days 136 100 209 32 275 89 89 89 89 89
% to Sales 37,24% 27,49% 57,16% 8,63% 75,38% 24,45% 24,45% 24,45% 24,45% 24,45%
Other AR Turnover
Other Trade receivables IDR - 416.052.153 7.583.552.000 20.556.000 2.200.000 17.767.000 12.540.798 13.795.079 15.864.543 19.037.552 23.797.066
Average Other AR IDR 208.026.077 3.999.802.077 3.802.054.000 11.378.000 9.983.500 7.370.399 13.167.939 14.829.811 17.451.047 21.417.309
Sales IDR 15.196.998.749 32.627.629.306 43.086.562.477 23.045.591.370 23.691.034.843 3.683.102.800 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AR turnover x 156,8 10,8 6,1 2.082,2 368,9 3.455,4 2.127,5 2.172,5 2.215,4 2.256,5
AR days days 4,7 64,2 0,3 0,0 1,8 0,18 0,18 0,18 0,18 0,18
% to Sales 1,28% 17,60% 0,09% 0,01% 0,48% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05%
Inventory Turnover
Inventory IDR 390.650.597 423.951.513 2.648.319.769 4.533.859.882 954.977.924 1.356.953.528 1.207.744.571 1.328.538.449 1.527.838.636 1.833.416.074 2.291.782.230
Average Inventory IDR 407.301.055 1.536.135.641 3.591.089.826 2.744.418.903 1.155.965.726 1.081.361.248 1.268.141.510 1.428.188.543 1.680.627.355 2.062.599.152
COGS IDR/year 12.786.714.807 28.909.064.230 38.966.701.108 18.228.412.672 18.806.268.169 2.120.798.135 20.342.086.463 22.376.622.205 25.733.442.631 30.880.294.705 38.600.572.817
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
Inventory turnover x 71,0 25,4 5,1 6,9 1,8 18,8 17,6 18,0 18,4 18,7
Inventory days days 5,4 24,8 90,8 18,5 233,5 21,67 21,67 21,67 21,67 21,67
% to COGS 1,47% 6,80% 24,87% 5,08% 63,98% 5,94% 5,94% 5,94% 5,94% 5,94%
AP Turnover
Trade payables IDR 513.205.000 1.261.799.416 2.424.630.399 589.225.000 575.157.600 313.921.209 858.324.965 944.171.263 1.085.810.754 1.302.979.806 1.628.733.383
Average AP IDR 887.502.208 1.843.214.908 1.506.927.700 582.191.300 444.539.405 716.741.282 901.248.114 1.014.991.009 1.194.395.280 1.465.856.594
COGS IDR/year 12.786.714.807 28.909.064.230 38.966.701.108 18.228.412.672 18.806.268.169 2.120.798.135 20.342.086.463 22.376.622.205 25.733.442.631 30.880.294.705 38.600.572.817
No of days in a year days 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
AP turnover x 32,6 21,1 12,1 32,3 4,8 28,4 24,8 25,4 25,9 26,3
AP days days 15,9 22,7 11,8 11,2 54,0 15,40 15,40 15,40 15,40 15,40
% to COGS 4,36% 6,22% 3,23% 3,06% 14,80% 4,22% 4,22% 4,22% 4,22% 4,22%
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 99
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 02
Historis Posisi Keuangan
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A April 2023 A
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 5.512.000.123 2.153.791.906 2.353.841.210 1.510.939.365 2.756.719.902 1.162.058.540
Piutang usaha IDR 1.774.269.000 12.151.439.010 11.842.949.268 13.172.606.254 2.044.850.100 2.776.296.391
Persediaan IDR 390.650.597 423.951.513 2.648.319.769 4.533.859.882 954.977.924 1.356.953.528
Biaya dibayar dimuka IDR - - 236.111.110 180.555.554 124.999.998 106.481.482
Pajak dibayar dimuka IDR - - - - - -
Uang muka IDR 295.506.316 383.028.145 75.000.000 187.637.339 218.195.330 291.300.000
Piutang lain - lain IDR - 416.052.153 7.583.552.000 20.556.000 2.200.000 17.767.000
Aset lain - lain IDR - - - - 7.977.948 6.939.493
Jumlah Aset Lancar IDR 7.972.426.036 15.528.262.727 24.739.773.357 19.606.154.394 6.109.921.202 5.717.796.434
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas anak IDR - 600.000.000 - - - -
Aset pajak tangguhan IDR - - - - 114.021.652 176.769.325
Aset tetap - bersih IDR 608.522.513 511.437.083 712.658.748 925.655.436 535.528.037 485.190.250
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 608.522.513 1.111.437.083 712.658.748 925.655.436 649.549.689 661.959.575
JUMLAH ASET IDR 8.580.948.549 16.639.699.810 25.452.432.105 20.531.809.830 6.759.470.891 6.379.756.009
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR 513.205.000 1.261.799.416 2.424.630.399 589.225.000 575.157.600 313.921.209
Utang pajak IDR 209.215.910 932.274.871 1.129.989.362 533.338.748 373.381.040 142.347.201
Beban yang masih harus dibayar IDR 5.266.421.439 8.962.464.379 16.778.943.322 7.029.368.648 34.355.611 999.000
Uang muka penjualan IDR 311.018.000 59.500.000 74.758.100 - - -
Utang lain - lain IDR - 2.000.000.000 - 5.950.000.000 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 6.299.860.349 13.216.038.666 20.408.321.183 14.101.932.396 982.894.251 457.267.410
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban imbalan pascakerja IDR - 120.786.000 262.604.000 463.592.000 431.668.000 586.175.096
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR - 120.786.000 262.604.000 463.592.000 431.668.000 586.175.096
JUMLAH LIABILITAS IDR 6.299.860.349 13.336.824.666 20.670.925.183 14.565.524.396 1.414.562.251 1.043.442.506
EKUITAS
Modal saham IDR 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 100.000.000 100.000.000
Tambahan modal disetor IDR 25.500.000 25.500.000 25.500.000 25.500.000 25.500.000 25.500.000
Saldo laba (defisit) IDR 255.588.200 1.277.375.144 2.756.006.922 3.940.785.434 5.219.408.640 5.210.813.503
JUMLAH EKUITAS IDR 2.281.088.200 3.302.875.144 4.781.506.922 5.966.285.434 5.344.908.640 5.336.313.503
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 8.580.948.549 16.639.699.810 25.452.432.105 20.531.809.830 6.759.470.891 6.379.756.009
Check Balance - - - - - -
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 100
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 03
Historis Laba Rugi
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A April 2023 A
PENDAPATAN 15.196.998.749 32.627.629.306 43.086.562.477 23.045.591.370 23.691.034.843 3.683.102.800
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR 12.786.714.807 28.909.064.230 38.966.701.108 18.228.412.672 18.806.268.169 2.120.798.135
LABA KOTOR IDR 2.410.283.942 3.718.565.076 4.119.861.369 4.817.178.698 4.884.766.674 1.562.304.665
BEBAN USAHA
Beban usaha IDR (2.196.672.809) (2.385.590.013) (2.055.053.493) (3.234.670.521) (3.245.920.852) (1.515.541.605)
Jumlah Beban Usaha IDR (2.196.672.809) (2.385.590.013) (2.055.053.493) (3.234.670.521) (3.245.920.852) (1.515.541.605)
LABA USAHA IDR 213.611.133 1.332.975.063 2.064.807.876 1.582.508.177 1.638.845.822 46.763.060
Penghasilan keuangan IDR 36.597.484 64.293.433 51.239.772 93.291.750 17.706.476 4.453.380
Beban keuangan IDR (8.445.500) (21.666.596) (206.563.962) (97.764.822) (28.529.386) (12.864.419)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 28.151.984 42.626.837 (155.324.190) (4.473.072) (10.822.910) (8.411.039)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 241.763.117 1.375.601.900 1.909.483.686 1.578.035.105 1.628.022.912 38.352.021
Beban Pajak Penghasilan IDR (72.320.059) (353.814.956) (430.851.908) (393.256.593) (368.663.582) (6.603.971)
LABA BERSIH 169.443.058 1.021.786.944 1.478.631.778 1.184.778.512 1.259.359.330 31.748.050
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 101
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 04
Historis Arus Kas
2018A 2019A 2020A 2022A 2021A April 2023 A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih IDR 169.443.058 1.021.786.944 1.478.631.778 1.184.778.512
Penyesuaian untuk penyusutan aset tetap IDR 269.310.533 217.713.331 216.979.437 573.020.412
Penurunan (kenaikan) piutang usaha IDR (322.239.700) (10.377.170.010) 308.489.742 (1.329.656.987)
Penurunan (kenaikan) persediaan IDR (221.349.101) (33.300.916) (2.224.368.256) (1.885.540.113)
Penurunan (kenaikan) biaya dibayar dimuka IDR - - (236.111.110) 55.555.557
Penurunan (kenaikan) piutang pajak IDR - - - -
Penurunan (kenaikan) uang muka IDR (278.113.097) (87.521.829) 308.028.145 (112.637.339)
Penurunan (kenaikan) pajak dibayar dimuka IDR - - - -
Penurunan (kenaikan) piutang lain - lain IDR - (416.052.153) (7.167.499.847) 7.562.996.000
Penurunan (kenaikan) utang usaha IDR 404.580.000 748.594.415 1.162.830.984 (1.835.405.399)
Penurunan (kenaikan) utang pajak IDR (195.002.023) 723.058.962 197.714.490 (596.650.614)
Penurunan (kenaikan) beban yang masih harus dibayar IDR 4.284.034.344 3.696.042.941 7.816.478.942 (9.749.574.674)
Penurunan (kenaikan) uang muka penjualan IDR 254.000.000 (251.518.000) 15.258.100 (74.758.100)
Penurunan (kenaikan) utang lain - lain IDR (458.000.000) 2.000.000.000 (2.000.000.000) 5.950.000.000
Penurunan (kenaikan) kewajiban imbalan pascakerja IDR - 120.786.000 141.818.000 200.988.000
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 3.906.664.014 (2.637.580.315) 18.250.405 (56.884.745) -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap IDR (681.420.257) (120.627.902) (418.201.101) (786.017.100)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (681.420.257) (120.627.902) (418.201.101) (786.017.100) -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi pada entitas anak IDR - (600.000.000) 600.000.000 -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR - (600.000.000) 600.000.000 - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 3.225.243.757 (3.358.208.217) 200.049.304 (842.901.845) -
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.286.756.366 5.512.000.123 2.153.791.906 2.353.841.210 1.510.939.365
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 5.512.000.123 2.153.791.906 2.353.841.210 1.510.939.365 1.510.939.365
PRI Notes: 1.162.058.540
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 102
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 05
Common Size Analyst Posisi Keuangan
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A April 2023 A Average
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank % 64,24% 12,94% 9,25% 7,36% 40,78% 18,21% 25,46%
Piutang usaha % 20,68% 73,03% 46,53% 64,16% 30,25% 43,52% 46,36%
Persediaan % 4,55% 2,55% 10,40% 22,08% 14,13% 21,27% 12,50%
Biaya dibayar dimuka % 0,00% 0,00% 0,93% 0,88% 1,85% 1,67% 0,89%
Pajak dibayar dimuka % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Uang muka % 3,44% 2,30% 0,29% 0,91% 3,23% 4,57% 2,46%
Piutang lain - lain % 0,00% 2,50% 29,79% 0,10% 0,03% 0,28% 5,45%
Aset lain - lain % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,12% 0,11% 0,04%
Jumlah Aset Lancar % 92,91% 93,32% 97,20% 95,49% 90,39% 89,62% 93,12%
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas anak % 0,00% 3,61% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,60%
Aset pajak tangguhan % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 1,69% 2,77% 0,74%
Aset tetap - bersih % 7,09% 3,07% 2,80% 4,51% 7,92% 7,61% 5,50%
Jumlah Aset Tidak Lancar % 7,09% 6,68% 2,80% 4,51% 9,61% 10,38% 6,84%
JUMLAH ASET % 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha % 5,98% 7,58% 9,53% 2,87% 8,51% 4,92% 6,56%
Utang pajak % 2,44% 5,60% 4,44% 2,60% 5,52% 2,23% 3,81%
Beban yang masih harus dibayar % 61,37% 53,86% 65,92% 34,24% 0,51% 0,02% 35,99%
Uang muka penjualan % 3,62% 0,36% 0,29% 0,00% 0,00% 0,00% 0,71%
Utang lain - lain % 0,00% 12,02% 0,00% 28,98% 0,00% 0,00% 6,83%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek % 73,42% 79,42% 80,18% 68,68% 14,54% 7,17% 53,90%
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban imbalan pascakerja % 0,00% 0,73% 1,03% 2,26% 6,39% 9,19% 3,26%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang % 0,00% 0,73% 1,03% 2,26% 6,39% 9,19% 3,26%
JUMLAH LIABILITAS % 73,42% 80,15% 81,21% 70,94% 20,93% 16,36% 57,17%
EKUITAS
Modal saham % 23,31% 12,02% 7,86% 9,74% 1,48% 1,57% 9,33%
Tambahan modal disetor % 0,30% 0,15% 0,10% 0,12% 0,38% 0,40% 0,24%
Saldo laba (defisit) % 2,98% 7,68% 10,83% 19,19% 77,22% 81,68% 33,26%
JUMLAH EKUITAS % 26,58% 19,85% 18,79% 29,06% 79,07% 83,64% 42,83%
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS % 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
Page 103
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 05
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Common Size Analyst Laba Rugi
2018A 2019A 2020A 2021A 2022A April 2023 A Average
PENDAPATAN % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENJUALAN % 84,14% 88,60% 90,44% 79,10% 79,38% 57,58% 79,87%
LABA KOTOR % 15,86% 11,40% 9,56% 20,90% 20,62% 42,42% 20,13%
BEBAN USAHA
Beban usaha % -14,45% -7,31% -4,77% -14,04% -13,70% -41,15% -15,90%
Jumlah Beban Usaha % -14,45% -7,31% -4,77% -14,04% -13,70% -41,15% -15,90%
LABA USAHA
Penghasilan keuangan % 0,24% 0,20% 0,12% 0,40% 0,07% 0,12% 0,19%
Beban keuangan % -0,06% -0,07% -0,48% -0,42% -0,12% -0,35% -0,25%
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - % 0,19% 0,13% -0,36% -0,02% -0,05% -0,23% -0,06%
LABA SEBELUM PAJAK 1,59% 4,22% 4,43% 6,85% 6,87% 1,04% 4,17%
Beban Pajak Penghasilan % -29,91% -25,72% -22,56% -24,92% -22,64% -17,22% -23,83%
LABA BERSIH % 1,11% 3,13% 3,43% 5,14% 5,32% 0,86% 3,17%
Page 104
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 06
Trend Analyst Posisi Keuangan
2019A 2020A 2021A 2022A April 2023 A Average
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank % -60,93% 9,29% -35,81% 82,45% -57,85% -12,57%
Piutang usaha % 584,87% -2,54% 11,23% -84,48% 35,77% 108,97%
Persediaan % 8,52% 524,68% 71,20% -78,94% 42,09% 113,51%
Biaya dibayar dimuka % 0,00% 0,00% -23,53% -30,77% -14,81% -13,82%
Pajak dibayar dimuka % - - - - - -
Uang muka % 29,62% -80,42% 150,18% 16,29% 33,50% 29,83%
Piutang lain - lain % - 1722,74% -99,73% -89,30% 707,59% 560,33%
Jumlah Aset Lancar % 94,77% 59,32% -20,75% -68,84% -6,42% 11,62%
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas anak % - - - - - -
Aset pajak tangguhan % - - - - 55,03% 55,03%
Aset tetap - bersih % -15,95% 39,34% 29,89% -42,15% -9,40% 0,35%
Jumlah Aset Tidak Lancar % -15,95% 39,34% 29,89% -42,15% 45,63% 55,38%
JUMLAH ASET % 93,9% 53,0% -19,3% -67,1% -5,6% 11,0%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha % 145,87% 92,16% -75,70% -2,39% -45,42% 22,90%
Utang pajak % 345,60% 21,21% -52,80% -29,99% -61,88% 44,43%
Beban yang masih harus dibayar % 70,18% 87,21% -58,11% -99,51% -97,09% -19,46%
Uang muka penjualan % -80,87% 25,64% - - - -27,61%
Utang lain - lain % - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek % 109,78% 54,42% -30,90% -93,03% -53,48% -2,64%
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban imbalan pascakerja % - 117,41% 76,54% -6,89% 35,79% 55,71%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang % - 117,41% 76,54% -6,89% 35,79% 55,71%
JUMLAH LIABILITAS % 111,70% 54,99% -29,54% -90,29% -26,24% 4,13%
EKUITAS
Modal saham % 0,00% 0,00% 0,00% -95,00% 0,00% -19,00%
Tambahan modal disetor % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Saldo laba (defisit) % 399,78% 115,76% 42,99% 32,45% -0,16% 118,16%
JUMLAH EKUITAS % 44,79% 44,77% 24,78% -10,41% -0,16% 20,75%
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS % 93,9% 53,0% -19,3% -67,1% -5,6% 11,0%
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 105
PENILIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 06
Trend Analyst Laba Rugi
2019A 2020A 2021A 2022A Average CAGR
PENDAPATAN % 114,70% 32,06% -46,51% 2,80% 25,76% 9,29%
BEBAN POKOK PENJUALAN % 126,09% 34,79% -53,22% 3,17% 27,71% 8,02%
LABA KOTOR % 54,28% 10,79% 16,93% 1,40% 20,85% 15,17%
BEBAN USAHA
Beban usaha % 8,60% -13,86% 57,40% 0,35% 13,12% 8,12%
Jumlah Beban Usaha % 8,60% -13,86% 57,40% 0,35% 13,12% 8,12%
LABA USAHA 524,02% 54,90% -23,36% 3,56% 139,78% 50,31%
Penghasilan keuangan % 75,68% -20,30% 82,07% -81,02% 14,11% -13,52%
Beban keuangan % 156,55% 853,38% -52,67% -70,82% 221,61% 27,57%
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - % 51,42% -464,38% -97,12% 141,96% -92,03% -182,60%
LABA SEBELUM PAJAK 468,99% 38,81% -17,36% 3,17% 123,40% 46,44%
Beban Pajak Penghasilan % 389,23% 21,77% -8,73% -6,25% 99,01% 38,51%
LABA BERSIH % 503,03% 44,71% -19,87% 6,29% 133,5% 49,36%
Page 106
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 190.778.001 1.390.130.693 2.524.000.175 3.589.589.287 4.556.764.217
Piutang usaha IDR 6.227.785.719 6.850.664.432 7.878.364.239 9.454.087.157 11.817.671.534
Persediaan IDR 1.207.744.571 1.328.538.449 1.527.838.636 1.833.416.074 2.291.782.230
Biaya dibayar dimuka IDR 124.999.998 124.999.998 124.999.998 124.999.998 124.999.998
Uang muka IDR 218.195.330 218.195.330 218.195.330 218.195.330 218.195.330
Piutang lain - lain IDR 12.540.798 13.795.079 15.864.543 19.037.552 23.797.066
Aset lain - lain IDR 7.977.948 7.977.948 7.977.948 7.977.948 7.977.948
Jumlah Aset Lancar IDR 7.990.022.366 9.934.301.929 12.297.240.869 15.247.303.346 19.041.188.324
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan IDR 114.021.652 114.021.652 114.021.652 114.021.652 114.021.652
Aset tetap - bersih IDR 840.386.005 1.069.029.481 1.240.512.087 1.369.124.043 1.465.583.009
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 954.407.657 1.183.051.133 1.354.533.739 1.483.145.695 1.579.604.661
JUMLAH ASET IDR 8.944.430.022 11.117.353.062 13.651.774.609 16.730.449.040 20.620.792.985
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR 858.324.965 944.171.263 1.085.810.754 1.302.979.806 1.628.733.383
Utang pajak IDR 373.381.040 373.381.040 373.381.040 373.381.040 373.381.040
Beban yang masih harus dibayar IDR 34.355.611 34.355.611 34.355.611 34.355.611 34.355.611
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 1.266.061.616 1.351.907.914 1.493.547.405 1.710.716.457 2.036.470.034
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban imbalan pascakerja IDR 431.668.000 431.668.000 431.668.000 431.668.000 431.668.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 431.668.000 431.668.000 431.668.000 431.668.000 431.668.000
JUMLAH LIABILITAS IDR 1.697.729.616 1.783.575.914 1.925.215.405 2.142.384.457 2.468.138.034
EKUITAS
Modal saham IDR 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000
Tambahan modal disetor IDR 25.500.000 25.500.000 25.500.000 25.500.000 25.500.000
Saldo laba (defisit) IDR 7.121.200.407 9.208.277.148 11.601.059.203 14.462.564.584 18.027.154.950
JUMLAH EKUITAS IDR 7.246.700.407 9.333.777.148 11.726.559.203 14.588.064.584 18.152.654.950
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 8.944.430.022 11.117.353.062 13.651.774.609 16.730.449.040 20.620.792.985
Check Balance - - - - -
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 107
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
PENDAPATAN 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
7,50% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00%
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR 79,87% 20.342.086.463 22.376.622.205 25.733.442.631 30.880.294.705 38.600.572.817
LABA KOTOR IDR 5.125.775.994 5.638.436.014 6.484.283.837 7.781.181.816 9.726.528.783
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi IDR (497.520.000) (547.280.000) (629.380.000) (755.260.000) (944.080.000)
Beban penjualan IDR (2.238.840.000) (2.462.760.000) (2.832.210.000) (3.398.670.000) (4.248.360.000)
Jumlah Beban Usaha IDR (2.736.360.000) (3.010.040.000) (3.461.590.000) (4.153.930.000) (5.192.440.000)
LABA USAHA IDR 2.389.415.994 2.628.396.014 3.022.693.837 3.627.251.816 4.534.088.783
Penghasilan keuangan IDR 0,19% 49.121.660 54.034.616 62.140.599 74.569.113 93.211.885
Beban keuangan IDR -0,25% (63.471.164) (69.819.301) (80.293.216) (96.352.370) (120.441.100)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR (14.349.503) (15.784.684) (18.152.618) (21.783.257) (27.229.215)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 2.375.066.490 2.612.611.330 3.004.541.220 3.605.468.559 4.506.859.568
Beban Pajak Penghasilan IDR (473.274.724) (525.534.588) (611.759.164) (743.963.179) (942.269.201)
LABA BERSIH 1.901.791.767 2.087.076.741 2.392.782.056 2.861.505.380 3.564.590.367
Depresiasi & Amortizasi 280.128.668 356.343.160 413.504.029 456.374.681 488.527.670
EBITDA 2.669.544.662 2.984.739.174 3.436.197.867 4.083.626.496 5.022.616.452
Ratio Common Size
COGS to Revenue % 79,87% 79,87% 79,87% 79,87% 79,87%
Gross Profit Margin % 20,13% 20,13% 20,13% 20,13% 20,13%
Operating Profit Margin % 9,38% 9,38% 9,38% 9,38% 9,38%
EBITDA Margin % 10,48% 10,65% 10,67% 10,56% 10,39%
Net Profit Margin % 7,47% 7,45% 7,43% 7,40% 7,38%
Ratio Trend
Growth Revenue % 7,50% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00%
Growth Beban Usaha % -15,70% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00%
Growth Operating Income % 45,80% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00%
Growth Net Income % 51,01% 9,74% 14,65% 19,59% 24,57%
RATIO
ROE % 26,24% 22,36% 20,40% 19,62% 19,64%
ROA % 21,26% 18,77% 17,53% 17,10% 17,29%
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 108
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih IDR 1.901.791.767 2.087.076.741 2.392.782.056 2.861.505.380 3.564.590.367
Penyesuaian modal kerja
Penurunan (kenaikan) piutang usaha IDR (4.182.935.619) (622.878.713) (1.027.699.806) (1.575.722.918) (2.363.584.378)
Penurunan (kenaikan) persediaan IDR (252.766.647) (120.793.877) (199.300.188) (305.577.437) (458.366.156)
Penurunan (kenaikan) piutang lain - lain IDR (10.340.798) (1.254.281) (2.069.464) (3.173.009) (4.759.514)
Penurunan (kenaikan) utang usaha IDR 283.167.365 85.846.298 141.639.491 217.169.052 325.753.577
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR (2.261.083.933) 1.427.996.167 1.305.352.089 1.194.201.067 1.063.633.897
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap IDR (304.857.968) (228.643.476) (171.482.607) (128.611.955) (96.458.966)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (304.857.968) (228.643.476) (171.482.607) (128.611.955) (96.458.966)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi pada entitas anak IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (2.565.941.901) 1.199.352.692 1.133.869.483 1.065.589.111 967.174.930
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.756.719.902 190.778.001 1.390.130.693 2.524.000.175 3.589.589.287
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 190.778.001 1.390.130.693 2.524.000.175 3.589.589.287 4.556.764.217
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 109
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 10
Net Working Capital Projection
2018 2019 2020 2021 2022 2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
No of days in a year
Sales 15.196.998.749 32.627.629.306 43.086.562.477 23.045.591.370 23.691.034.843 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
COGS 12.786.714.807 28.909.064.230 38.966.701.108 18.228.412.672 18.806.268.169 20.342.086.463 22.376.622.205 25.733.442.631 30.880.294.705 38.600.572.817
Current Asset
Trade receivables 1.774.269.000 12.151.439.010 11.842.949.268 13.172.606.254 2.044.850.100 6.227.785.719 6.850.664.432 7.878.364.239 9.454.087.157 11.817.671.534
Other Trade receivables - 416.052.153 7.583.552.000 20.556.000 2.200.000 12.540.798 13.795.079 15.864.543 19.037.552 23.797.066
Inventory 390.650.597 423.951.513 2.648.319.769 4.533.859.882 954.977.924 1.207.744.571 1.328.538.449 1.527.838.636 1.833.416.074 2.291.782.230
Total Current Asset 2.164.919.597 12.991.442.676 22.074.821.037 17.727.022.136 3.002.028.024 7.448.071.088 8.192.997.960 9.422.067.418 11.306.540.783 14.133.250.831
CURRENT LIABILITIES
Account receivables 513.205.000 1.261.799.416 2.424.630.399 589.225.000 575.157.600 858.324.965 944.171.263 1.085.810.754 1.302.979.806 1.628.733.383
Total Current Liabilities 513.205.000 1.261.799.416 2.424.630.399 589.225.000 575.157.600 858.324.965 944.171.263 1.085.810.754 1.302.979.806 1.628.733.383
Net Working Capital 1.651.714.597 11.729.643.260 19.650.190.638 17.137.797.136 2.426.870.424 6.589.746.124 7.248.826.698 8.336.256.664 10.003.560.977 12.504.517.447
Increase/Decrease Net Working Capital (10.077.928.663) (7.920.547.378) 2.512.393.502 14.710.926.712 (4.162.875.700) (659.080.574) (1.087.429.966) (1.667.304.313) (2.500.956.470)
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 110
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 11
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap
2022A 2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
PENAMBAHAN / PENGURANGAN
Mesin dan Peralatan IDR 0 584.986.636 584.986.636 584.986.636 584.986.636 584.986.636
Jumlah - 584.986.636 584.986.636 584.986.636 584.986.636 584.986.636
NILAI PEROLEHAN
Mesin dan Peralatan IDR 2.339.946.544 2.924.933.180 3.509.919.816 4.094.906.452 4.679.893.088 5.264.879.724
Jumlah 2.339.946.544 2.924.933.180 3.509.919.816 4.094.906.452 4.679.893.088 5.264.879.724
PENYUSUTAN - 1,00 1,00 1,00 1,00
Mesin dan Peralatan IDR 396.277.399 280.128.668 356.343.160 413.504.029 456.374.681 488.527.670
Jumlah 396.277.399 280.128.668 356.343.160 413.504.029 456.374.681 488.527.670
AKUMULASI PENYUSUTAN
Mesin dan Peralatan IDR 1.804.418.507 2.084.547.175 2.440.890.335 2.854.394.365 3.310.769.045 3.799.296.715
Jumlah 1.804.418.507 2.084.547.175 2.440.890.335 2.854.394.365 3.310.769.045 3.799.296.715
NILAI BUKU
Mesin dan Peralatan IDR 535.528.037 840.386.005 1.069.029.481 1.240.512.087 1.369.124.043 1.465.583.009
Jumlah 535.528.037 840.386.005 1.069.029.481 1.240.512.087 1.369.124.043 1.465.583.009
Capital Expenditure
Mesin dan Peralatan 584.986.636 584.986.636 584.986.636 584.986.636 584.986.636
Page 111
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 12
Tax Projection
KETERANGAN 2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
Tarif Pajak PPh Badan 22% 22% 22% 22% 22%
Tarif 11% 11% 11% 11% 11%
Penjualan 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
PTKP 4.800.000.000 4.800.000.000 4.800.000.000 4.800.000.000 4.800.000.000
PKP 20.667.862.456 23.215.058.219 27.417.726.469 33.861.476.521 43.527.101.599
Laba sebelum pajak 2.375.066.490 2.612.611.330 3.004.541.220 3.605.468.559 4.506.859.568
Perhitungan Pajak 49.239.904 49.239.904 49.239.904 49.239.904 49.239.904
Beban Pajak 424.034.820 476.294.684 562.519.260 694.723.275 893.029.297
Beban Pajak Penghasilan 473.274.724 525.534.588 611.759.164 743.963.179 942.269.201
19,93% 20,12% 20,36% 20,63% 20,91%
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 112
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 13
Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F Perpetuity
No of days in a year 245 365 365 365 365
Earning Before Interest Tax IDR 2.389.415.994 2.628.396.014 3.022.693.837 3.627.251.816 4.534.088.783
Interest IDR - - - - -
CASH IN
(+) Net Income IDR 1.901.791.767 2.087.076.741 2.392.782.056 2.861.505.380 3.564.590.367
(+) Interest * (1-Tax) 22% IDR - - - - -
(+) Depreciation & Ammortization IDR 280.128.668 356.343.160 413.504.029 456.374.681 488.527.670
Total Cash In IDR 2.181.920.435 2.443.419.902 2.806.286.085 3.317.880.061 4.053.118.037
CASH OUT
(-) Capital Expenditure IDR (584.986.636) (584.986.636) (584.986.636) (584.986.636) -
(+/-) Increase/Decrease Net Working Capital IDR (4.162.875.700) (659.080.574) (1.087.429.966) (1.667.304.313) (2.500.956.470)
Total Cash Out IDR (4.747.862.336) (1.244.067.210) (1.672.416.602) (2.252.290.949) (2.500.956.470)
Free Cash Flow to Invested Capital IDR (1.722.344.564) 1.199.352.692 1.133.869.483 1.065.589.111 1.552.161.566 21.527.681.025
Year (n) 0,67 2 3 4 5
Growth Perpetuity 3,18% %
Discount Rate (WACC) 10,62% % 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62% 10,62%
Discount Factor 0,9345 0,8447 0,7636 0,6903 0,6240 0,6240
Present Value Free Cash Flow to Invested Capital IDR (1.609.495.382) 1.013.144.670 865.849.619 735.570.039 968.558.901 13.433.412.817
Indicative Market Value of Invested Capital From Operating IDR 15.407.040.665
(+) Non Operating Asset
Cash & Cash Equivalent IDR 1.162.058.540
Property Invesment IDR
Indicative Market Value of Invested Capital From Operating & Non Operating IDR 16.569.099.205
(-) Interest Bearing Debt
Long Term Debt IDR -
Short Term Debt IDR -
Lease Liability IDR -
Indicative Market Value of Equity IDR 16.569.099.205
(-) Discount for Lack of Control (DLOC) 0% -
Indicative Market Value of Equity Before DLOM IDR 16.569.099.205
(-) Discount for Lock of Marketibilty (DLOM) 20% 3.313.819.841
Indicative Market Value of 100% Share PT Kian Santang IDR 13.255.279.364
Shareholder Outstanding
Share Price
Book Value 31-Des-22
Price to Book Value
Price to Book Value Industry Technology
Page 113
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 14
Adjusted Book Value Method
Nilai Buku Nilai Pasar
Penyesuaian
30 April 2023 30 April 2023
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 1.162.058.540 - 1.162.058.540
Piutang usaha IDR 2.776.296.391 (74.206.013) 2.702.090.378
Persediaan IDR 1.356.953.528 1 1.356.953.529
Biaya dibayar dimuka IDR 106.481.482 - 106.481.482
Uang muka IDR 291.300.000 - 291.300.000
Piutang lain - lain IDR 17.767.000 - 17.767.000
Aset lain - lain IDR 6.939.493 - 6.939.493
Jumlah Aset Lancar IDR 5.717.796.434 (74.206.012) 5.643.590.422
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan IDR 176.769.325 - 176.769.325
Aset tetap - bersih IDR 485.190.250 1.033.009.750 1.518.200.000
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 661.959.575 1.033.009.750 1.694.969.325
JUMLAH ASET IDR 6.379.756.009 958.803.738 7.338.559.747
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR 313.921.209 - 313.921.209
Utang pajak IDR 142.347.201 - 142.347.201
Beban yang masih harus dibayar IDR 999.000 - 999.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 457.267.410 - 457.267.410
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban imbalan pascakerja IDR 586.175.096 - 586.175.096
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 586.175.096 - 586.175.096
JUMLAH LIABILITAS IDR 1.043.442.506 - 1.043.442.506
EKUITAS
Modal saham IDR 100.000.000 - 100.000.000
Tambahan modal disetor IDR 25.500.000 - 25.500.000
Saldo laba (defisit) IDR 5.210.813.503 - 5.210.813.503
Penyesuaian hasil penilaian - 958.803.738 958.803.738
JUMLAH EKUITAS IDR 5.336.313.503 958.803.738 6.295.117.241
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 6.379.756.009 958.803.738 7.338.559.747
Check Balance - - -
Indicative Market Value of Equity IDR 6.295.117.241
(-) Discount for Lack of Control (DLOC) 0% -
Indicative Market Value of Equity Before DLOM IDR 6.295.117.241
(-) Discount for Lock of Marketibilty (DLOM) 20% 1.259.023.448
Indicative Market Value of 100% Share PT Kian Santang IDR 5.036.093.793
Page 114
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Lampiran - 15
Adjusted Book Value Method
Nilai Buku Nilai Pasar
Penyesuaian
30 April 2023 30 April 2023
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 1.168.998.033 - 1.168.998.033
Piutang usaha IDR 2.776.296.391 - 2.776.296.391
Persediaan IDR 1.356.953.527 2 1.356.953.529
Biaya dibayar dimuka IDR 106.481.482 - 106.481.482
Pajak dibayar dimuka IDR 47.294.137 - 47.294.137
Uang muka IDR 291.300.000 - 291.300.000
Piutang lain - lain IDR 17.767.000 - 17.767.000
Jumlah Aset Lancar IDR 5.765.090.570 2 5.765.090.572
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan IDR 114.021.652 - 114.021.652
Aset tetap - bersih IDR 485.180.250 1.033.019.750 1.518.200.000
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 599.201.902 1.033.019.750 1.632.221.652
JUMLAH ASET IDR 6.364.292.472 1.033.019.752 7.397.312.224
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha IDR 313.921.209 - 313.921.209
Utang pajak IDR 102.766.984 - 102.766.984
Beban yang masih harus dibayar IDR 999.000 - 999.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 417.687.193 - 417.687.193
Liabilitas Jangka Panjang
Kewajiban imbalan pascakerja IDR 431.668.000 - 431.668.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 431.668.000 - 431.668.000
JUMLAH LIABILITAS IDR 849.355.193 - 849.355.193
EKUITAS
Modal saham IDR 100.000.000 - 100.000.000
Tambahan modal disetor IDR (46.779.720) - - 46.779.720
Saldo laba (defisit) IDR 5.461.716.999 - 5.461.716.999
Penyesuaian hasil penilaian - 1.033.019.752 1.033.019.752
JUMLAH EKUITAS IDR 5.514.937.279 1.033.019.752 6.547.957.031
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 6.364.292.472 1.033.019.752 7.397.312.224
Check Balance - 0 - - 0
Page 115
PENILAIAN SAHAM Cut of Date
PT Kian Santang 30 April 2023
Nilai NTAV 6.547.957.031
Yield NABB 9,22%
Imbal Hasil NABB 603.555.662
Net Cash Flow to Invested Capital
(+) Net Income 1.901.791.767
(+) Interest * (1-Tax) -
(+) Depreciation & Ammortization 280.128.668
Total Cash In 2.181.920.435
(-) Capital Expenditure (584.986.636)
(+/-) Increase/Decrease Net Working Capital (4.162.875.700)
Total Cash Out (4.747.862.336)
Net Cash Flow (1.722.344.564)
Laba Ekonomis Normal (1.722.344.564)
Kelebihan Pendapatan -
Capitalization Rate 0
Indikasi Nilai Aset Takberwujud -
Indikasi Nilai Perusahaan 6.547.957.031
Hutang -
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum DLOM 6.547.957.031
Discount Lack of Marketability (DLOM) : 30% (1.309.591.406)
Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas 5.238.365.625
Page 116
WACC
Weighted Average Cost of Capital
Discount Rate
Lampiran - 16
Assumptions CAPM Variable
Equity Cost Calculation Method CAPM Risk Free Rate 7,06% Beta 0,97
Income Tax Rate 22% Market Equity Risk Premium 9,23% RBDs 2,33%
Cost of Equity 13,69%
Beta Calculation
IDR (Million)
Kode Adjusted Market Value of Market Value of Beta
No. Country Company Aset DER Tax
Ticker Beta Liability Equity Unlevered
KS Indonesia PT KIAN SANTANG 6.380 1.043 5.336 19,55% 22%
1 NRCA IJ EQUITY Indonesia PT NUSA RAYA CIPTA TBK 0,826 2.325.025 1.092.476 1.232.549 88,64% 22% 0,49
2 BUKK IJ EQUITY Indonesia PT BUKAKA TEKNIK UTAMA TBK 0,722 6.717.627 2.717.723 3.999.904 67,94% 22% 0,47
3 MTPS IJ EQUITY Indonesia PT META EPSI TBK 0,850 122.479 60.670 61.809 98,16% 22% 0,48
4 PBSA IJ EQUITY Indonesia PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK 0,903 868.951 206.233 662.718 31,12% 22% 0,73
5 PPRE IJ EQUITY Indonesia PT PP PRESISI TBK 1,563 7.685.772 4.488.312 3.197.460 140,37% 22% 0,75
6 PTPW IJ EQUITY Indonesia PT PRATAMA WIDYA TBK 0,969 620.151 90.099 530.052 17,00% 22% 0,86
7 RONY IJ EQUITY Indonesia PT AESLER GRUP INTERNATIONAL T 0,436 5.899 1.798 4.101 43,84% 22% 0,32
8 KRYA IJ EQUITY Indonesia PT BANGUN KARYA PERKASA JAYA T 0,653 150.232 44.783 105.449 42,47% 22% 0,49
2.312.017 1.087.762 1.224.255 88,85% 0,57
Laporan Keuangan Interim 31 Maret 2023
Beta Perusahaan by Pefindo 20 April 2023
Relevered Beta Calculation
Mean Un-Levered Beta 0,57
Debt to Equity Ratio 88,85%
Marginal Tax Rate 22%
Re-Levered Beta 0,97
Market Risk Premium Calculation Source
Mature Equity Market 5,94% Damodaran, 01 Januari 2023
Multiplier 1,41 Damodaran, 01 Januari 2023
Rating Based Default Spread 2,33% Damodaran, 01 Januari 2023
Rpm 9,23% RPm = (mature equity market + (CDS x MP))
Cost of Debt Source
Cost of Debt 9,20% Bunga KI Bank Persero, (BI Maret 2023)
Tax Rate 22% Corporate Marginal Tax Rates 2022
Cost of Debt Shield (Kd) 7,18% Kd x (1-t)
Weighted Average Cost of Capital
Variable Capital Structure Result
Cost of Equity 13,69% 52,95% 7,25%
Cost of Debt 7,18% 47,05% 3,38%
WACC 10,62% (Ke x e%) + (Kd x d%)
Page 117
DISCOUNT RATE EXCESS EARNING METHOD
Keterangan Nilai Pasar Bobot Capacity Borrowing Capacity
Piutang usaha 2.702.090.378 70,00% 1.891.463.264 33,91%
Persediaan 1.356.953.529 70,00% 949.867.470 17,03%
Aktiva tetap 1.518.200.000 65,00% 986.830.000 17,69%
5.577.243.907 3.828.160.735 68,64%
CAPM Variable
Risk Free Rate 7,06% Beta 0,97
Market Equity Risk Premium 9,23% RBDs 2,33%
Cost of Equity 13,69%
Cost of Debt Source
Cost of Debt 9,20% Bunga KI Bank Persero, (BI Maret 2023)
Tax Rate 22% Corporate Marginal Tax Rates 2022
Cost of Debt Shield (Kd) 7,18% Kd x (1-t)
Weighted Average Cost of Capital
Variable Capital Structure Result
Cost of Equity 13,69% 31,36% 4,29%
Cost of Debt 7,18% 68,64% 4,93%
WACC 9,22% (Ke x e%) + (Kd x d%)
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.