Skip to content
Back to announcement

20231227_RGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31562576_lamp3.pdf

Other Text extracted RGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 117

Page 1
        LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM
              PT KIAN SANTANG
                     Yang Berlokasi di :
                    Jalan Wibawa Mukti II
           Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No.9
                     Bekasi - Jawa Barat

                     Untuk Digunakan :
            PT KIAN SANTANG MULIATAMA
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No.8,
                        Bekasi - Jawa Barat
No. File : 00336/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023
Page 2
No. File : 00336/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023

Jakarta, 3 Juli 2023

Kepada Yth. :
Direksi
PT Kian Santang Muliatama
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No. 8
Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi
Provinsi Jawa Barat

Perihal : Laporan Penilaian 100% Saham PT Kian Santang

Dengan hormat,

Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Nomor : M.PS.23.00.0008.r2, tanggal 27 Maret 2023, kami
telah melakukan Penilaian 100% Saham PT Kian Santang yang bergerak dalam bidang usaha jasa
inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis.

Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan penilaian serta analisis berbagai
data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara fundamental asumsi-
asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.

Melalui berbagai pertimbangan objektivitas dan kewajaran suatu nilai, maka pada akhirnya kami
berkesimpulan bahwa nilai yang dipengaruhi oleh variabel pasar merupakan nilai yang paling representatif
karena nilai tersebut terjadi oleh adanya mekanisme harga pasar sebagai titik ekuilibrium antara penjual
dan pembeli.

Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang yang dihasilkan dalam laporan ini merupakan indikasi nilai
yang akan digunakan dalam rangka untuk kepentingan Transaksi pada Perusahaan Tertutup per 30 April
2023.

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap Pendekatan Pendapatan dan
Pendekatan Aset, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang per tanggal
30 April 2023 adalah sebesar :

                                        Rp12.433.360.807,00
                          (Dua belas miliar empat ratus tiga puluh tiga juta
                       tiga ratus enam puluh ribu delapan ratus tujuh rupiah)

Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami menegaskan bahwa
laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan
yang tertulis.




                                                   i
Page 3
Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau
rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.

Laporan Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").


Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022




                                                               ii
Page 4
SURAT PERNYATAAN/REPRESENTASI
Page 5

          
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
Page 7
                                   PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1.   Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai Publik, dan
     penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
     35/POJK.04/2020 serta serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI &
     SPI Edisi VII 2018).

2.   Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan opini atau kesimpulan akhir.

3.   Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut Off
     Date) 30 April 2023.

4.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian Usaha ini.

5.   Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
     undangan yang berlaku.

6.   Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
     Kesimpulan Nilai.

7.   Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

8.   Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.

9.   Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dan
     dapat dipertanggungjawabkan.

10. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara profesional,
    bertindak secara independen.

11. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisa, pendapat
    dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar

12. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas obyek yang
    dinilai maupun pihak lain yang terlibat.

13. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan nilai yang tercantum dalam
    laporan ini.

14. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.

15. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                                   iii
Page 8
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil Penilaian ini.

 No.              Nama                                            Tanda Tangan


 1. Penanggung Jawab :

    Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                      …………………………
    No. MAPPI : 93-S-00361
    No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
    No. Register Penilai : RMK-2017.00012
    Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis


 2. Reviewer :

    Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)              …………………………
    No. MAPPI : 11-S-03071
    No. Register Penilai : RMK-2017.00450
    Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



 3. Penilai :

    Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT                 …………………………
    No. MAPPI : 19-T-09317
    No. Register Penilai : RMK-2019.02918
    Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis




                                                     iv
Page 9
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Page 10
                     KUALIFIKASI TIM PENILAI
       Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
1    Nama Lengkap           Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan          - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
                                 - S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4    Pengalaman     Kerja        - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai bersertifikat dan memperoleh ijin Penilai
                                     Publik Properti dan Bisnis (PB) dari
                                     Kementerian Keuangan


B. Penilai
1    Nama Lengkap           Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
                                - S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
                                     Gadjah Mada
4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai Bersertifikat (S)

C. Reviewer
1    Nama Lengkap           Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin (2016)
                                - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
                                     Sekarang)
                                - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                     Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
                                - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                     Gadjah Mada (2020)
                                - S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
                                     (2022)
                                - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
                                     (2020-Sekarang)
4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai Terakreditasi (T)
                                - Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi Konsultan

                                   v
Page 11
     Pajak Publik Indonesia
-    Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
     (Certified Tax Technician) dari Asosiasi Teknisi
     Pajak Indonesia
-    Memperoleh lisensi sebagai Wakil Perantara
     Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan
-    Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek dari
     BNSP LSP Pasar Modal




    vi
Page 12
RINGKASAN EKSEKUTIF
Page 13
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                 RINGKASAN EKSEKUTIF

Latar Belakang
PT Kian Santang, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan perusahaan bergerak dibidang
usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis. Perseroan berlokasi di Jalan
Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Blok A5 No. 9, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa
Barat.

PT Kian Santang Muliatama selanjutnya disebut “KSM” merupakan perusahaan yang akan
mengakuisisi kepemilikan saham di Perseroan.

KJPP Toto Suharto dan Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” telah menerima penugasan
dari KSM yang bergerak di bidang Perdagangan dan Jasa yang kegiatan utamanya adalah perdagangan
tools/equipment serta jasa pelaksana konstruksi untuk memberikan pendapat atas Nilai Pasar 100%
Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 dengan mengacu kepada persetujuan atas Surat
Penawaran Nomor: M.PS.23.00.0008.r2, tanggal 27 Maret 2023. Hal ini untuk menunjang keperluan
Rencana Transaksi Pada Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi.

Identifikasi Status Penilai
TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak
Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti
Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.

TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik
(SIUKJPP) Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas nama :

    • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
      - No. MAPPI                          : 93-S-00361
      - No. Ijin Penilai Publik            : PB-1.08.00060
      - Klasifikasi Bidang Jasa            : Penilaian Properti & Bisnis
      - No. STTD OJK PM                    : STTD.PPB-19/PM.2/2018
      - No. STTD OJK IKNB                  : 008/NB.122/STTD-P/2017
      - No. Lisensi Penilai BPN            : 943/SK-PT.01.01/VII/2022

Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan
dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas
ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak.




Ringkasan Eksekutif                                                                                vii
Page 14
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Penilaian
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama                      : PT Kian Santang Muliatama
Bidang Usaha              : Perdagangan dan Jasa Pelaksana Konstruksi
Alamat                    : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom, Blok A5, No. 8,
                            Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon             : (021) 82748249
Email                     : muliatama@ptkiansantang.com
Website                   : kianmulia.com


Objek Penilaian dan Kepemilikan
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR, objek penilaian adalah ekuitas Perseroan untuk
keseluruhan atau 100% kepemilikan saham. Perseroan merupakan perusahaan tertutup yang berbadan
hukum Perseroan Terbatas dimana kepemilikannya didasarkan pada ketentuan yang diatur secara sah
dalam akta pendirian Perusahaan. Berikut identitias objek penilaian:
Nama                      : PT Kian Santang
Bidang Usaha              : Jasa InspeksiTeknis, Jasa Kalibrasi dan Pengetesan Peralatan
Alamat                    : Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom Blok A5 No. 9,
                             Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon             : (021) 8221 694
Email                     : info@ptkiansantang.com
Website                   : ptkiansantang.com


Maksud dan Tujuan Penilaian

Tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar Saham Perseroan per 30
April 2023 untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi Saham.
Penilaian usaha ini akan dilaksanakan dengan mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


Dasar Nilai yang Digunakan
Dasar nilai yang digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan Penilaian adalah Nilai Pasar. Pengertian
”Nilai Pasar” (Market Value) sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018, didefinisikan
sebagai berikut :

Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu properti atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 102 butir 3.17).


Ringkasan Eksekutif                                                                                 viii
Page 15
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 April 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis perhitungan Nilai Pasar saham dilaksanakan
menggunakan parameter dan laporan keuangan auditied per tanggal 30 April 2023.


Asumsi dan Asumsi Khusus

Dalam penyusunan pendapat independen atas Nilai Pasar 100% Saham Perseroan, untuk meyakinkan
bahwa rencana transaksi dapat dilaksanakan pada kondisi arm’s length didalam Batasan komersial
yang berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak perusahaan dan para
pemegang saham, kami menggunakan beberapa asumsi antara lain:

1. Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
    keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan
    pada tanggal penilaian ini diterbitkan.
2. Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan Sebagian dari analisis dan
    informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu
    kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang
    mendasari penilaian.
3. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan penilaian ini sampai dengan tanggal
    terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
    material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan penilaian ini. Kami tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan Kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
    pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
    setelah tanggal penerbitan Laporan Penilaian ini.
4. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer opinion;
5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
    dalam proses Penilaian;
6. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
    keakuratannya;
7. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan
    kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
9. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
    kesimpulan Nilai; dan
10. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek Penilaian
    dari pemberi tugas.


Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018)
Laporan Penilaian ini telah disusun dengan dan tunduk pada ketentuan - ketentuan dari Kode Etik
Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang berlaku sebagaimana
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).



Ringkasan Eksekutif                                                                            ix
Page 16
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Gambaran Umum Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan akta notaris No.1 tanggal 06 Maret 2003 yang dibuat oleh Raden Tendy
Suwarman, S.H., Notaris di Kabupaten Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Keputusan
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-10141
HT.01.01.TH.2003 tanggal 7 Mei 2003.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 4
tanggal 20 Desember 2022, yang dibuat oleh Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, mengenai
perubahan penurunan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor. Akta perubahan ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.AHU-0011629.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 21 Februari 2023.

Perusahaan bergerak di bidang usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan
teknis, yang berkedudukan di Kota Bekasi.


Struktur Permodalan Perseroan

Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh Rusminiati, S.H., M.Kn.,
notaris di Kota Bekasi, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut :

                                                                           Jumlah Saham           Nilai Saham           Komposisi
 No.                         Pemegang Saham
                                                                             (Lembar)            @Rp 1.000.000,-          (%)
 1      Modal Dasar Perseroan                                                   800               400.000.000
 2      Modal Ditempatkan dan disetor
        1 Muhamad Hanafi                                                          120               60.000.000             60,00%
        2 Edi Cahyono                                                              80               40.000.000             40,00%
        Jumlah Modal ditempatkan dan di setor                                     200              100.000.000            100,00%
Sumber : Akta Notaris No.3 tanggal 9 Januari 2023 oleh Virly Yusrini, S.H., M.Kn., notaris di Kotamadya Jakarta Timur



Susunan Pengurus Perseroan

Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh Rusminiati, S.H., M.Kn.,
notaris di Kota Bekasi, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut :

               Jabatan                                                             Nama
 Dewan Komisaris
 Komisaris Utama                                         Edi Cahyono

 Dewan Direksi
 Direktur Utama                                          Muhamad Hanafi
 Direktur                                                Fadjar Tri Ananda
 Direktur                                                Sigit Kurniadi
 Direktur                                                Yossy Yacob



Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri

Ringkasan Eksekutif                                                                                                            x
Page 17
Penilaian Saham – PT Kian Santang




  • Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan sebelumnya. Hal ini disebabkan
    oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan moneter yang
    agresif di negara maju. IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023
    menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya sebesar 2,6%. Tekanan inflasi global terindikasi mulai
    berkurang sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, meskipun tetap di level
    tinggi seiring dengan masih tingginya harga energi dan pangan, berlanjutnya gangguan rantai
    pasokan, dan masih ketatnya pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa.
  • Perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut didorong oleh permintaan domestik yang
    semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diprakirakan bias ke atas dalam kisaran
    4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan
    investasi non-bangunan. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun
    sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek
    pertumbuhan ekonomi global.
  • Nilai tukar Rupiah menguat sehingga mendukung stabilitas perekonomian. Rupiah pada awal
    2023 mengalami apresiasi, dimana sampai 18 Januari 2023 menguat 3,18% secara point to point
    dan 1,20% secara rerata dibandingkan dengan level Desember 2022. Penguatan Rupiah tersebut
    relatif lebih baik dibandingkan dengan apresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya,
    seperti Filipina (2,08% ytd), Malaysia (2,04% ytd), dan India (1,83% ytd).
  • Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2022 tetap tinggi, yakni 137,2 miliar dolar AS,
    setara pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
    Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
  • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada akhir 2022 tercatat sebesar 5,51% (yoy), jauh lebih
    rendah dari prakiraan sesuai dengan Consensus Forecast 6,5% (yoy) pasca penyesuaian harga
    Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada September 2022. Inflasi inti tercatat rendah pada
    akhir 2022 yaitu sebesar 3,36% (yoy) jauh lebih rendah dari prakiraan Bank Indonesia sebesar
    4,61% (yoy).
  • Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai untuk mendorong peningkatan
    kredit/pembiayaan dan pemulihan ekonomi lebih lanjut. Pada Desember 2022, rasio Alat Likuid
    terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap tinggi, mencapai 31,20% dan meningkat dari bulan
    sebelumnya yang tercatat sebesar 30,42%, sehingga mendukung ketersediaan dana bagi
    perbankan untuk penyaluran kredit/pembiayaan bagi dunia usaha.
  • Suku bunga perbankan mengalami kenaikan, namun masih kondusif untuk mendukung
    pemulihan ekonomi. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada 18 Januari 2023 naik 222 bps
    dibandingkan dengan level akhir sebelum kenaikan BI7DRR di bulan Juli 2022 menjadi sebesar
    5,02%.
  • Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, terjaga baik dari sisi permodalan maupun
    likuiditas. Permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
    Ratio /CAR) November 2022 tetap tinggi sebesar 25,45%. Seiring dengan kuatnya permodalan,
    risiko kredit tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan
    /NPL) pada November 2022 yang tercatat 2,65% (bruto) dan 0,75% (neto). Likuiditas perbankan
    pada Desember 2022 tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)
    sebesar 9,01% (yoy).
  • Pada tahun 2022, transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat ditopang oleh
    naiknya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, luasnya dan mudahnya
    sistem pembayaran digital, serta cepatnya digital banking. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
    pada tahun 2022 tumbuh 30,84% (yoy) mencapai Rp399,6 triliun dan diproyeksikan meningkat
    23,90% (yoy) hingga mencapai Rp495,2 triliun pada tahun 2023. Nilai transaksi digital banking


Ringkasan Eksekutif                                                                           xi
Page 18
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       meningkat 28,72% (yoy) menjadi Rp52.545,8 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 22,13% (yoy)
       mencapai Rp64.175,1 triliun pada tahun 2023.
   •   Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Januari 2023 memutuskan untuk
       menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga
       Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps
       menjadi 6,50%.
   •   Dalam rangka memacu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, Pemerintah
       Indonesia terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah.
       Berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dimulai sejak pra pandemi diselesaikan
       guna memastikan pemerataan infrastruktur daerah sebagai modal dasar untuk mendorong
       pertumbuhan ekonomi.
   •   Tahun 2022, masih menjadi periode yang penuh dengan tantangan bagi industri konstruksi dan
       industri beton. Kendala yang dihadapi para pelaku industri antara lain kenaikan harga bahan baku
       konstruksi & beton serta gangguan rantai pasokan akibat varian Omicron COVID-19 pada kuartal
       pertama tahun 2022.
   •   Peluang bisnis konstruksi di Indonesia tetap bagus. Salah satu faktor pendorongnya adalah
       komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang besar.
   •   Konstruksi juga tumbuh di sektor industri, dimana pemerintah mendorong dibangunannya fasilitas
       industri untuk pengelolah bahan baku.
   •   Kawasan industri baru dengan insentif yang menguntungkan secara signifikan menarik investor
       asing dan mempercepat proyek industri.


Analisis Industri

Persaingan merupakan kenyataan hidup dalam dunia bisnis, sifat, bentuk, dan intensitas persaingan
yang terjadi dan cara yang ditempuh oleh para pengambil keputusan strategis untuk menghadapi para
tingkat yang dominan mempengaruhi tingkat keuntungan suatu perusahaan (Siagian, 2003;83-83).
Dengan menggunakan pendekatan pasar, pesaing didefiniskan sebagai perusahaan yang memenuhi
kebutuhan pelanggan yang sama. Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan
kelemahan yang mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.

Pemain yang bergerak di industri konstruksi cukup banyak. Namun untuk pelaksanaannya diperlukan
kualitas dan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan. Perusahaan yang dapat
bertahan adalah perusahaan yang telah mapan dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
Sehingga persaingan antar perusahaan yang menjalankan jenis usaha yang sejenis dalam skala
sedang.

Perseroan memiliki ketergantungan terhadap pemasok tertentu. Hal-hal yang mendasari pemilihan
pemasok antara lain reliabilitas, kualitas, kapasitas, harga dan layanan. Untuk menjamin ketersediaan
dan menghindari fluktuasi harga bahan baku (raw material), Perseroan memberikan pembayaran di
muka kepada setiap pemasok bahan baku utama dengan tujuan mengunci harga. Selain itu, pada
beberapa kontrak kerja konstruksi, Perseroan juga dapat meneruskan risiko tersebut kepada pemilik
proyek jika pemilik proyek mengambil alih kewajiban Perseroan untuk menyediakan besi, beton, dan
keramik yang dibutuhkan dalam proyek. Bahan baku utama yang digunakan Perseroan adalah besi dan
beton yang merupakan bahan baku untuk pekerjaan pondasi. Perseroan membeli bahan baku dari
Indonesia.



Ringkasan Eksekutif                                                                               xii
Page 19
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Dengan melihat trend yang terjadi dalam industri konstruksi saat ini, konsumen memegang peranan
yang lebih besar dalam industri. Mereka cenderung menginginkan harga yang lebih rendah, kualitas
produk yang lebih baik, serta tambahan pelayanan ataupun fasilitas lebih dari pihak penyedia jasa.
Permintaan serta peran konsumen dalam industri konstruksi menciptakan suatu kondisi dimana
konsumen inilah yang membentuk sikap dan kebijakan perusahaan jasa konstruksi.


Penilaian Saham
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum dalam penilaian
perusahaan atau ekuitas sesuai dengan Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
(KEPI SPI) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam Standar Penilaian
Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.

Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini, yaitu :

a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 330 5.23.a

    Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan sebanding,
    kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang dijualbelikan di pasar serta
    transaksi relevan atas saham perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran
    atas komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.

b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 330 5.25.a

    Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan mengantipasi dan
    mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan
    diterima dimasa datang.

c. Pendekatan Aset (Asset Approach) – SPI 330 5.32.c

    Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu entitas, kapital yang
    diinvestasikan (invested capital), struktur permodalan (capital structure), dan / atau Nilai Aset
    Bersih perusahaan (ekuitas).


Pemilihan Metode Penilaian

Penilaian Saham Perseroan didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen Perseroan, analisis historis atas
laporan posisi keuangan, laporan laba/rugi dan laporan arus kas, pengkajian atas kondisi operasi, dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki Perseroan.




Ringkasan Eksekutif                                                                             xiii
Page 20
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu “business
interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang representatif. Oleh karenanya diperlukan
penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi laporan laba/rugi yang
biasanya disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis. Bagaimanapun nilai buku suatu perusahaan
yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi adalah nilai perolehan dan tidak
mencerminkan nilai ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business interest saat
penilaian tersebut.

Dalam melakukan penilaian saham Perseroan, untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat dan
obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar Perseroan adalah
dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow (DCF)
sebagai pendekatan utama dan Pendekatan Aset (Asset Approach) dengan metode Adjusted Book
Value (ABV) sebagai pendekatan kedua. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi
Perseroan dan kondisi makro, seperti:

• Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan
  pengetesan peralatan per tanggal penilaian.
• Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus kas keuntungan ekonomi di masa
  depan dari pendapatan operasionalnya.
• Tidak terdapat data pasar yang sebanding dengan Perseroan.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018,
  31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
• Laporan keuangan audited Perseroan untuk periode 4 bulan yang berakhir pada tanggal 30 April
  2023 sebagai cut of date penilaian.
• Manajemen telah Menyusun rencana kerja (business plan) Perseroan dimasa yang akan datang
  sampai tahun 2027.



Prosedur Penilaian

Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk menentukan Nilai Pasar 100%
Saham Perseroan kami telah melakukan Langkah-langkah sebagai berikut:

 1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi operasional
    perusahaan.
 2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis perusahaan.
 3. Melakukan penelaahan atas data-data operasional perusahaan.
 4. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan perusahaan yang telah disiapkan oleh pihak
    manajemen.
 5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan tersebut.
 6. Melakukan normalisasi dan penyesuaian terhadap proyeksi business plan yang dibuat oleh
    manajemen.
 7. Melakukan penilaian saham dengan mengaplikasikan Pendekatan Pendapatan (Income-Based
    Approach) dengan metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method).




Ringkasan Eksekutif                                                                               xiv
Page 21
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan

Metode Discounted Cash Flow (DCF)

Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan
indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm). Kami mengaplikasikan
pendekatan pendapatan melalui Metode Diskonto Arus Kas – DCF dengan model FCFF untuk penilaian
saham Perseroan, di mana penilai berusaha untuk mengkuantifikasi seluruh pendapatan yang
dihasilkan saham tersebut, kemudian mengonversi pendapatan tersebut menjadi suatu indikasi nilai dari
investasi atau saham, melalui proses kapitalisasi atau diskonto.

Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang
menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of return), setelah
memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang
untuk menghasilkan nilai ekuitas.


Penentuan Tingkat Diskonto

Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal
rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM) dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt). Dasar
penentuan WACC sebagai tingkat diskonto dikarenakan arus kas bersih yang digunakan dalam
menghitung nilai perusahaan adalah arus kas bersih invested capital. Mengacu kepada POJK
35/POJK.04/2020 pada pasal 79 ayat 1 dan 2 dalam hal Penilai Bisnis menggunakan model modal yang
diinvestasikan maka Penilai wajib mengikuti ketentuan arus kas yang didiskonto merupakan arus kas
yang tersedia untuk semua penyedia modal, tingkat diskonto mencerminkan biaya modal rata-rata
tertimbang (weighted average cost of capital) yang digunakan untuk menghasilkan arus kas.

Proyeksi Keuangan

Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang diberikan oleh pemberi tugas
yang telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi oleh penilai sehingga business plan yang digunakan
sudah mencerminkan kondisi pasar dan data historis.

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan Total Aset Perseroan mengalami
peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 24,99% per tahun selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar
berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan aset tetap.

Total liabilitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,78% pertahun
selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan jumlah utang usaha
Perseroan.



Ringkasan Eksekutif                                                                             xv
Page 22
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Total Ekuitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 27,70% pertahun
selama masa proyeksi. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.

Proyeksi Laba Rugi

  1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh Perseroan untuk periode
     2023-2027 yang telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi.
  2. Pendapatan penjualan berasal dari jasa konstruksi sarana dan prasarana, jasa pelaksana
     inspeksi industri panas bumi serta jasa mekanikal.
  3. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR meningkat adalah 15,32% per tahun.
  4. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap penjualan rata-rata sebesar 79,87% selama masa
     proyeksi.
  5. Tingkat operating margin rata-rata sebesar 9,38% per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
  6. Net profit margin rata-rata sebesar 7,42% per tahun selama masa proyeksi 2023-2027.
  7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR naik sebesar 23,13% per tahun selama masa proyeksi.


Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”)

Terminal Value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal dengan capitalization rate
yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang digunakan terhadap objek penilaian
adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun
terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen perusahaan. Dalam penilaian ini, terminal value
Perseroan dihitung dari arus kas bersih pada akhir tahun proyeksi dikapitalisasi dengan discount rate
sebesar 10,62% dikurangi growth rate sebesar 3,18% yang berasal dari data inflasi Indonesia
bersumber dari proyeksi IMF sampai tahun 2027.


Discount for Lack of Marketability (DLOM)

Discount for Lack of Marketability adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan
pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Obyek Penilaian (SPI
330 3.7).

Dengan mengacu kepada :

 Prospect for liquidity, sebagai perusahaan tertutup maka saham Perseroan cukup memiliki prospek
  untuk dicairkan dalam suatu kerangka waktu tertentu.
 Tujuan penilaian saham ini digunakan untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar Saham
  Perseroan per 30 April 2023 yang akan digunakan untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan
  Tertutup.
 Informasi dari Manajemen Perseroan memiliki pangsa pasar yang luas dan dalam kondisi liquid
  dapat dilihat pada jumlah aset lancar lebih besar dibandingkan dengan jumlah liabilitasnya
  lancarnya.

Maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, penggunaan DLOM yang digunakan adalah sebesar
20%.


Ringkasan Eksekutif                                                                               xvi
Page 23
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap Perseroan, aspek yang terkait
dalam rangka menentukan nilai ekuitas dengan menggunakan pendekatan pendapatan metode
Discounted Cash Flow (DCF), maka diperoleh Nilai Pasar 100% Saham Perseroan per tanggal 30 April
2023 adalah sebesar Rp13.255.279.364,00.


Proses Penilaian dengan Pendekatan Aset

Pendekatan ini disebut juga dengan ”balance sheet approach”, karena menghitung nilai perusahaan
atau ekuitas melalui penyesuaian nilai buku menjadi nilai pasar dari angka-angka yang ada pada posisi
keuangan, sehingga selisih nilai antara nilai aset dan liabilitis yang telah disesuaikan dianggap
menunjukkan indikasi nilai pasar ekuitas (net worth).

Untuk mencari nilai pasar dari net worth, dilakukan metode penyesuaian nilai buku (adjusted book value
method), di mana nilai dari semua komponen aset dan liabilitas dalam posisi keuangan dilakukan
penyesuaian, kecuali telah menunjukkan nilai pasar seperti akun kas/bank dan hutang bank dan
sejenisnya.

Jumlah ekuitas berdasarkan nilai buku per 30 April 2023 sebesar Rp5.336.313.503,00 setelah dilakukan
penyesuaian indikasi nilai pasar ekuitas menjadi Rp6.295.117.241,00. Dimana penyesuaian yang
dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Penyesuaian Hasil Penilaian Aset Tetap

   Penyesuaian Nilai Buku Aset Tetap dengan mengacu berdasarkan Laporan Penilaian Aset Nomor
   00274/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto
   & Rekan dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Aset Tetap
   Perseroan sebesar Rp1.518.200.000,00,-


2. Penyesuaian Hasil Penilaian Piutang Usaha

   Penyesuaian Nilai Piutang Usaha dengan mengacu berdasarkan Laporan Penilaian Piutang Usaha
   Nomor 00324/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2023 tanggal 26 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto
   Suharto & Rekan dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Piutang
   Usaha Perseroan sebesar Rp2.702.090.378,00.

3. Penyesuaian Hasil Penilaian Persediaan

   Penyesuaian Nilai Persediaan dengan mengacu berdasarkan Laporan Penilaian Aset Nomor
   00262/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal 12 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto
   & Rekan dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Persediaan
   Perseroan sebesar Rp1.356.953.529,00.




Ringkasan Eksekutif                                                                              xvii
Page 24
Penilaian Saham – PT Kian Santang



Discount for Lack of Marketability (DLOM)

Sebagai referensi, OJK (d/h bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Republik
Indonesia (Bapepam dan LK), berdasarkan Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
35/POJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal
menyatakan diskon likuiditas pasar (discount for lack of marketabilities) adalah suatu jumlah atau
persentasi tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya
likuiditas obyek penilaian. Selanjutnya, OJK mengatur bahwa dalam hal obyek penilaian merupakan
perusahaan tertutup, maka diskon likuiditas pasar bagi pemegang saham mayoritas adalah 20% sampai
dengan 40%.

Selanjutnya dalam penilaian 100% saham Perseroan dengan metode ABV kami mengaplikasikan
diskon likuiditas pasar/ DLOM, pengaplikasian DLOM yang kami terapkan dalam melakukan penilaian
saham Perseroan adalah 20%.


Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Aset (Asset Approach)

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap pendekatan aset, nilai pasar
100,00% saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar Rp5.036.093.793,00.


Kesimpulan Nilai Akhir

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan, maka kami melakukan pembobotan dari
masing-masing indikasi nilai yang dihasilkan dari 2 (dua) pendekatan nilai yang diterapkan agar
dihasilkan kesimpulan akhir dengan nilai tunggal (SPI 330 5.38).

Pembobotan yang kami berikan adalah 90% untuk indikasi nilai dengan pendekatan pendapatan
sebagai pendekatan utama, dikarenakan Perseroan saat ini masih going concern dan mengalami
kenaikan dalam penjualannya. Sedangkan bobot 10% kami berikan untuk indikasi nilai dengan
pendekatan aset sebagai pendekatan kedua, dikarenakan yang dimiliki oleh Perseroan tidak secara
langsung mengenerate pendapatan.

Dengan pembobotan ini kami berpendapat kesimpulan akhir Nilai Pasar 100% Saham Perseroan per
tanggal 30 April 2023 adalah sebesar Rp12.433.360.807,00.




Ringkasan Eksekutif                                                                             xviii
Page 25
DAFTAR ISI
Page 26
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                                                DAFTAR ISI

SERTIFIKAT .................................................................................................................................. i - ii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................... iii - iv
KUALIFIKASI PENILAI ................................................................................................................. v - vi
RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................................................ vii – xviii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. xix – xxi
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .................................................................................................... xxii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................................... xxiii

BAB I      PENDAHULUAN ..............................................................................................................             I–1
1.1        Latar Belakang ..................................................................................................................      I–1
1.2        Identifikasi Status Penilai ..................................................................................................         I–1
1.3        Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Penilaian ..........................................                                   I–2
1.4        Objek Penilaian dan Kepemilikan......................................................................................                  I–3
1.5        Mata Uang Yang Digunakan .............................................................................................                 I–3
1.6        Maksud dan Tujuan Penilaian ...........................................................................................                I–3
1.7        Dasar Nilai ........................................................................................................................   I–3
1.8        Tanggal Penilaian .............................................................................................................        I–4
1.9        Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................                I–4
1.10       Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan ..........................................................                            I–4
1.11       Asumsi dan Asumsi Khusus ..............................................................................................                I–5
1.12       Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi .................................................................                         I–6
1.13       Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018)....................                                            I–6
1.14       Premis Penilaian ...............................................................................................................       I–6
1.15       Independensi Penilai .........................................................................................................         I–7
1.16       Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ....................................                                     I–8
1.17       Pendekatan & Metode Penilaian .......................................................................................                  I–8
1.18       Syarat Pembatasan...........................................................................................................           I–9

BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ................................................................................. II – 1
2.1    Gambaran Umum Perseroan ............................................................................................ II – 1
2.2    Domisili Perseroan ............................................................................................................ II – 1
2.3    Struktur Permodalan ......................................................................................................... II – 1
2.4    Susunan Pengurus............................................................................................................ II – 2
2.5    Perijinan dan Legalitas Perseroan .................................................................................... II – 2
2.6    Kinerja Keuangan Historis Perseroan ............................................................................... II – 3
2.6.1 Analisa Posisi Keuangan .................................................................................................. II – 4
2.6.2 Analisa Laba Rugi ............................................................................................................. II – 5
2.6.3 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................. II – 6

BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI ............................................................. III – 1
3.1     Makro Ekonomi ................................................................................................................. III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ......................................................................... III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global .......................................................................................... III – 3
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ...................................................................................... III – 3


Daftar Isi                                                                                                                                         xix
Page 27
Penilaian Saham – PT Kian Santang



3.1.3.1 PDB Menurut Lapangan Usaha ........................................................................................ III – 4
3.1.3.2 PDB Menurut Pengeluaran ............................................................................................... III – 5
3.1.3.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ......................................................................... III – 7
3.1.3.4 Inflasi................................................................................................................................. III – 8
3.1.3.5 Nilai Tukar Rupiah............................................................................................................. III – 10
3.1.3.6 Suku Bunga ...................................................................................................................... III – 10
3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia .................................................................................... III – 12
3.2     Gambaran Umum Sektor Konstruksi................................................................................. III – 14
3.3     Perkembangan Konstruksi di Indonesia ............................................................................ III – 14
3.4     Kontraktor Penyedia Jasa Konstruksi ............................................................................... III – 17
3.5     Kesimpulan ....................................................................................................................... III – 19

BAB IV ANALISIS INDUSTRI, RISIKO DAN SWOT ..................................................................... IV – 1
4.1    Analisis Industri ................................................................................................................. IV – 1
4.1.1 Ancaman Pendatang Baru ................................................................................................ IV – 1
4.1.2 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis ............................................................................. IV – 1
4.1.3 Posisi Tawar Pemasok...................................................................................................... IV – 2
4.1.4 Daya Tawar Konsumen..................................................................................................... IV – 2
4.2    Analisis Risiko ................................................................................................................... IV – 2
4.2.1 Risiko Pembayaran ........................................................................................................... IV – 3
4.2.2 Risiko Persaingan ............................................................................................................. IV – 3
4.2.3 Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku .................................................... IV – 3
4.2.4 Risiko Teknologi ................................................................................................................ IV – 3
4.2.5 Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian ......................................................................... IV – 3
4.2.6 Risiko Pasar dan Stabilitas ............................................................................................... IV – 4
4.2.7 Risiko Sumber Daya Manusia ........................................................................................... IV – 4
4.2.8 Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi ................................................................................... IV – 4
4.3    SWOT ............................................................................................................................... IV – 4

BAB V PENILAIAN SAHAM......................................................................................................... V – 1
5.1     Pendekatan Penilaian ....................................................................................................... V – 1
5.2     Pemilihan Metode Penilaian .............................................................................................. V – 3
5.3     Proses Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan .......................................................... V – 4
5.3.1 Prosedur Penilaian ............................................................................................................ V – 4
5.3.2 Asumsi – Asumsi............................................................................................................... V – 4
5.3.3 Metode Discounted Cash Flow (DCF)............................................................................... V – 5
5.3.4 Penyesuaian Terhadap Laporan Keuangan ...................................................................... V – 5
5.3.5 Identifikasi Aset Non Operasional dan Interest Bearing Debt............................................ V – 6
5.3.6 Proyeksi Keuangan ........................................................................................................... V – 6
5.3.6.1 Posisi Keuangan (Neraca) ................................................................................................ V – 6
5.3.6.2 Laba Rugi.......................................................................................................................... V – 7
5.3.6.3 Arus Kas ........................................................................................................................... V – 8
5.3.7 Kebutuhan Modal Kerja..................................................................................................... V – 8
5.3.8 Penentuan Tingkat Diskonto ............................................................................................. V – 9
5.3.8.1 Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas.............................................................................. V – 9
5.3.8.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang ............................................................................. V – 11
5.3.8.3 Penentuan Tingkat Diskonto ............................................................................................. V – 11
5.3.9 Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”) ........................................................... V – 12


Daftar Isi                                                                                                                                          xx
Page 28
Penilaian Saham – PT Kian Santang



5.3.10   Discount for Lack of Marketability (DLOM) ........................................................................ V – 12
5.3.11   Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan ...................................... V – 13
5.4      Proses Penilaian dengan Pendekatan Aset ...................................................................... V – 14
5.4.1    Metode Adjusted Book Value (ABV) ................................................................................. V – 14
5.4.2    Discount for Lack of Marketability (DLOM) ........................................................................ V – 16
5.4.3    Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Aset .................................................. V – 17
5.5      Kesimpulan Nilai ............................................................................................................... V – 17




Daftar Isi                                                                                                                                 xxi
Page 29
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 30
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                        DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan .......................................................................              II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .....................................................................................      II – 2
Tabel 2.3. Perijinan dan Legalitas Perseroan ...............................................................................     II – 2
Tabel 2.4. Laporan Keuangan Historikal Perseroan (Dinyatakan dalam Ribuan Rupiah) .............                                  II – 3
Tabel 2.5. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan .................................................................              II – 4
Tabel 2.6. Rasio Keuangan Perseroan .........................................................................................    II – 7

Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................... III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................. III – 3
Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
           Menurut Pengeluaran (triliun rupiah) ............................................................................ III – 8
Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023) ..................................................... III – 10

Tabel 5.1 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ................................... V – 6
Tabel 5.2 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) .............................................. V – 7
Tabel 5.3 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................ V – 8
Tabel 5.4 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ............................................ V – 10
Tabel 5.5 Nilai DLOM Berdasarkan Jumlah Transaksi dan Nilai Transaksi ................................. V – 13
Tabel 5.6 Nilai Pasar Saham Perseroan Pendekatan Pendapatan
          (dalam Jutaan Rupiah) ................................................................................................. V – 14
Tabel 5.7 Penyesuaian Nilai Buku (Adjusted Book Value) Per 30 April 2023 .............................. V – 15
Tabel 5.8 Nilai Ekuitas Perseoan Per 30 April 2023..................................................................... V – 17


Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis Perseroan
            (Dinyatakan dalam ribuan rupiah) ................................................................................ II – 4
Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perseroan ........................................................... II – 5




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                              xxii
Page 31
DAFTAR LAMPIRAN
Page 32
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                    DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01     Financial Ratios
Lampiran - 02     Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 03     Historis Laba Rugi
Lampiran - 04     Historis Arus Kas
Lampiran - 05     Common Size Analyst Posisi Keuangan
Lampiran - 06     Trend Analyst Posisi Keuangan
Lampiran - 07     Proyeksi Posisi Keuangan
Lampiran - 08     Proyeksi Laba Rugi
Lampiran - 09     Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 10     Net Working Capital Projection
Lampiran - 11     Proyeksi Depresiasi Aset Tetap
Lampiran - 12     Tax Projection
Lampiran - 13     Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm
Lampiran - 14     Adjusted Book Value Method
Lampiran - 15     Adjusted Book Value Method
Lampiran - 16     Weighted Average Cost of Capital




Daftar Lampiran                                                   xxiii
Page 33
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 34
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                        BAB I
                                    PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
       PT Kian Santang, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan
       perusahaan bergerak dibidang usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan
       pengetesan peralatan teknis. Perseroan berlokasi di Jalan Wibawa Mukti II,
       Perum Satwika Permai Blok A5 No. 9, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi,
       Provinsi Jawa Barat.

       PT Kian Santang Muliatama selanjutnya disebut “KSM” merupakan
       perusahaan yang akan mengakuisisi kepemilikan saham di PT Kian Santang.

       KJPP Toto Suharto dan Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami”
       telah menerima penugasan dari KSM yang bergerak di bidang Perdagangan
       dan Jasa yang kegiatan utamanya adalah perdagangan tools/equipment
       serta jasa pelaksana konstruksi untuk memberikan pendapat atas Nilai Pasar
       100% Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 dengan mengacu kepada
       persetujuan atas Surat Penawaran Nomor: M.PS.23.00.0008.r2, tanggal
       27 Maret 2023. Hal ini untuk menunjang keperluan Rencana Transaksi Pada
       Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi.


1.2    Identifikasi Status Penilai
       TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
       dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi
       Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri
       Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.

       TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
       Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
       2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP)
       Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
       nama :

        •   Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            • No. MAPPI                : 93-S-00361
            • No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            • Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            • No. STTD OJK PM          : STTD.PPB-19/PM.2/2018
            • No. STTD OJK IKNB        : 008/NB.122/STTD-P/2017
            • No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022




Bab I - Pendahuluan                                                              1
Page 35
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
       kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
       Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

       Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
       dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
       Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
       memihak.


1.3    Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Penilaian
       Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :

       Nama                 : PT Kian Santang Muliatama
       Bidang Usaha         : Perdagangan dan Jasa Pelaksana Konstruksi
       Alamat               : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom,
                              Blok A5, No. 8, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
                              Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
       Nomor Telepon        : (021) 82748249
       Email                : muliatama@ptkiansantang.com
       Website              : kianmulia.com

       Perseroan berkedudukan di Bekasi, didirikan berdasarkan Akta Pendirian
       No. 634 tanggal 28 November 2018, yang dibuat di hadapan Artisa Khamelia
       Ramadayanti, S.H., M.Kn, Notaris di Bekasi, yang telah memperoleh
       pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       (“Menkumham”)       berdasarkan    Surat    Keputusan      No.     AHU-
       0057381.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 dan telah
       didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak
       Asasi Manusia Republik Indonesia (“Kemenkumham”) di bawah No. AHU-
       0162290.AH.01.11.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 serta telah
       diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (“TBNRI”)

       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
       pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari
       aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah sebagai berikut:

       VISI:
       Perusahaan EPC, industri, perdagangan dan jasayang kompeten di
       bidangnya mengutamakan penggunaan produk dan jasa dalam negeri demi
       manfaat yang lebih besar untuk Indonesia

       MISI:
       • Mengutamakan produk dan jasa dalam negeri.
       • Mengembangkan produk dan jasa dalam negeri.
       • Mengembangkan bisnis di era ekonomi disruptive.



Bab I - Pendahuluan                                                              2
Page 36
Penilaian Saham – PT Kian Santang



1.4    Objek Penilaian dan Kepemilikan
       Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR, objek penilaian adalah ekuitas
       Perseroan untuk keseluruhan atau 100% kepemilikan saham. Perseroan
       merupakan perusahaan tertutup yang berbadan hukum Perseroan Terbatas
       dimana kepemilikannya didasarkan pada ketentuan yang diatur secara sah
       dalam akta pendirian Perusahaan. Berikut identitias objek penilaian:

       Nama                 : PT Kian Santang
       Bidang Usaha         : Jasa Inspeksi Teknis, Jasa Kalibrasi dan Pengetesan alat
       Alamat               : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom,
                               Blok A5, No. 9, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
                               Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
       Nomor Telepon        : (021) 8221 694
       Email                : info@ptkiansantang.com
       Website              : ptkiansantang.com

       Perseroan saat ini fokus menjadi perusahaan konstruksi, pelaksana inspeksi
       di bidang industri, panas bumi, minyak dan gas. Kami selalu berusaha
       memberikan solusi terbaik bagi mitra bisnis kami berdasarkan kompetensi,
       profesionalisme, kepercayaan dan motivasi.


1.5    Mata Uang Yang Digunakan
       Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Dalam hal terdapat
       alasan yang relevan sehingga perlu digunakan mata uang selain Rupiah,
       maka mata uang Rupiah harus tetap dinyatakan.


1.6    Maksud dan Tujuan Penilaian
       Tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar
       Saham Perseroan per 30 April 2023 untuk keperluan Transaksi pada
       Perusahaan Tertutup dalam rangka Akuisisi Saham. Penilaian usaha ini akan
       dilaksanakan dengan mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI)
       Edisi VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
       Indonesia (MAPPI).


1.7    Dasar Nilai
       Pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap,
       dengan latar belakang dan tujuan penilaian yang telah diuraikan di atas.
       Sesuai dengan ketentuan dalam SPI, maka Dasar Nilai yang dapat
       diaplikasikan adalah Nilai Pasar (Market Value).



Bab I - Pendahuluan                                                                  3
Page 37
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       Pengertian ”Nilai Pasar” (Market Value) sesuai dengan Standar Penilaian
       Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018, didefinisikan sebagai berikut :

       Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat
       diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu properti atau liabilitas pada
       tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
       yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
       pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing
       bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
       paksaan (SPI 102 butir 3.17).


1.8    Tanggal Penilaian
       Tanggal efektif penilaian adalah per 30 April 2023, dimana batas tersebut
       diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis
       perhitungan Nilai Pasar saham dilaksanakan menggunakan parameter dan
       laporan keuangan auditied per tanggal 30 April 2023.


1.9    Tingkat Kedalaman Investigasi
       Investigasi dalam penilaian ini merupakan proses pengumpulan data dengan
       cara inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk suatu tujuan
       penilaian. Sehingga hasil penilaian yang kami lakukan berdasarkan
       dokumen-dokumen atau informasi relevan yang tersedia. Apabila kondisi
       penugasan membatasi inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis,
       yang berpengaruh pada hasil penilaian secara signifikan, maka hal tersebut
       tidak menjadi tanggungjawab kami terhadap hasil penilaian yang kami
       lakukan. Kami tidak melakukan inspeksi terhadap objek penilaian, namun
       kami telalu melakukan verifikasi dan uji tuntas terhadap data keuangan yang
       diberikan oleh pemberi tugas.


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan
       Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan
       digunakan dalam proses penilaian dan tanpa verifikasi, harus disetujui oleh
       pemberi tugas dan dituliskan dalam lingkup penugasan. Data dan informasi
       yang digunakan adalah kredibel, dan berasal dari sumber yang dapat
       dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan informasi yang
       dipublikasi, data riset atau data yang diperoleh dari pemerintah.

       1. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2018 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
          Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.



Bab I - Pendahuluan                                                              4
Page 38
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       2. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2019 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
           Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
       3. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
           Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
       4. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh KAP Sukardi Hasan &
           Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
       5. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh KAP Mennix & Rekan
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
       6. Laporan keuangan audited PT Kian Santang untuk periode 4 (empat)
           bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2023 yang diaudit oleh KAP
           Mennix & Rekan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
       7. Company profile Perseroan.
       8. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2023-2027.
       9. Wawancara dengan perwakilan manajemen Perseroan.
       10. Legalitas Perseroan.
       11. Surat Pernyataan / Representasi dari Perseroan.
       12. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
           kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
           hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
       Dalam penyusunan pendapat independen atas Nilai Pasar 100% Saham
       Perseroan, untuk meyakinkan bahwa rencana transaksi dapat dilaksanakan
       pada kondisi arm’s length didalam Batasan komersial yang berlaku umum
       dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak perusahaan dan para
       pemegang saham, kami menggunakan beberapa asumsi antara lain:

        1. Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
           kondisi umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan
           Pemerintah terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan pada
           tanggal penilaian ini diterbitkan.
        2. Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
           Sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi
           dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat
           menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas
           proses yang mendasari penilaian.
        3. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan penilaian ini
           sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi
           perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
           asumsi yang digunakan dalam penyusunan penilaian ini. Kami tidak
           bertanggungjawab untuk menegaskan Kembali atau melengkapi,
           memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan


Bab I - Pendahuluan                                                              5
Page 39
Penilaian Saham – PT Kian Santang



            asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
            penerbitan Laporan Penilaian ini.
        4. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer
            opinion;
        5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas
            dokumen yang digunakan dalam proses Penilaian;
        6. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari
            sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
        7. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
            mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
            manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
        8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas
            pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
            disesuaikan;
        9. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan
            Penilaian Bisnis dan kesimpulan Nilai; dan
        10. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas
            status hukum objek Penilaian dari pemberi tugas.


1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
       Jika laporan penilaian akan dipublikasikan oleh Pemberi Tugas baik secara
       keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
       termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan, dan/atau
       laporan direksi/pimpinan perusahaan, dan atau pernyataan atau kajian
       lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan harus dengan
       persetujuan Penilai.


1.13 Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia
     (SPI 2018)
       Laporan Penilaian ini telah disusun dengan dan tunduk pada ketentuan -
       ketentuan dari Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
       (KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang berlaku sebagaimana ditetapkan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


1.14 Premis Penilaian
       Premis yang dapat digunakan dalam penilaian saham Perseroan adalah
       sebagai berikut:

       a) Value in use, as part of going concern
          Nilai dalam penggunaan, sebagai bagian dari usaha yang berjalan. Pada
          premis ini diasumsikan bahwa aset yang akan dinilai dan dijual adalah


Bab I - Pendahuluan                                                                 6
Page 40
Penilaian Saham – PT Kian Santang



           aset yang sudah terakit dan terpasang sebagai bagian dari perusahaan
           yang beroperasi dalam menghasilkan pendapatan (income producing
           business enterprise). Premis ini mempertimbangkan atau merefleksikan
           adanya hubungan yang bersifat sinerjik dalam peningkatan nilai (value
           enhancement) aset secara keseluruhan antara aset berwujud dan semua
           aset tak berwujud.

       b) Value in place, as part of mass assemblage of assets
          Nilai terpasang, sebagai bagian dari kelompok aset yang telah terkait.
          Pada premis ini aset diasumsikan dinilai dan dijual dalam keadaan terkait
          dan terpasang dan diasumsikan bahwa aset mampu beroperasi dengan
          baik, tetapi pada saat penilaian tidak beroperasi. Premis ini
          mempertimbangkan sumbangan dari aset berwujud dan beberapa aset
          tak berwujud, misalnya sistem operasi dan pemeliharaan, biaya instalasi
          dan supervisi, dan lain-lain dalam peningkatan nilai tetapi tidak
          mempertimbangkan sumbangan aset tak berwujud lain dalam bentuk
          pool of trained workers, goodwill dan going concern value, other
          marketing related intangible assets.

       c) Value in exchange, as part of an orderly disposition
          Dalam premis ini, diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah
          dan bukan merupakan bagian dari aset yang terkait dan terpasang.

       d) Value in exchange, as part of forced liquidation
          Pada premis ini diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah dan
          bukan merupakan bagian dari aset yang terkait dan terpasang serta aset
          dijual bukan dalam kondisi pasar yang normal.

       Berdasarkan beberapa premis di atas dan berdasarkan informasi terkait
       keberadaan Perseroan yang didukung oleh pernyataan dan keyakinan
       manajemen Perseroan tentang kelangsungan usahanya, penilaian 100%
       saham Perseroan dilakukan atas dasar premis “value in use, as part of a
       going concern”.


1.15 Independensi Penilai

       1. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau
          kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk
          saat ini maupun dimasa mendatang.
       2. Penilai tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
          berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
          yang terlibat didalamnya.
       3. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak
          dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian
          yang telah ditentukan sebelumnya.



Bab I - Pendahuluan                                                               7
Page 41
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       4. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan
          mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis,
          kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar.
       5. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun
          sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 dari
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), kecuali dinyatakan lain.


1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
       Dari tanggal penilaian per 30 April 2023 sampai dengan tanggal
       diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
       penilaian (Subsequent Event).


1.17 Pendekatan & Metode Penilaian
       Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang
       berlaku umum dalam penilaian perusahaan atau ekuitas sesuai dengan Kode
       Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI SPI) yang
       ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam
       Standar Penilaian Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.

       Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama
       ini, yaitu :

       a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 330 5.23.a

           Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan
           perusahaan sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat
           berharga yang dijualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham
           perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas
           komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.

       b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 330 5.25.a

           Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
           dengan mengantipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian
           dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa
           datang.

       c. Pendekatan Aset (Asset Approach) – SPI 330 5.32.c

           Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari
           suatu entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur
           permodalan (capital structure), dan / atau Nilai Aset Bersih perusahaan
           (ekuitas).


Bab I - Pendahuluan                                                                8
Page 42
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
       yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
       diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).

       Dalam melakukan penilaian saham Perseroan, untuk memperoleh hasil
       penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan
       untuk memperkirakan Nilai Pasar Perseroan adalah dengan Pendekatan
       Pendapatan (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow
       (DCF) sebagai pendekatan utama dan Pendekatan Aset (Asset Approach)
       dengan metode Adjusted Book Value (ABV) sebagai pendekatan kedua. Hal
       ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi Perseroan dan
       kondisi makro, seperti:

        • Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang Jasa
          inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis per tanggal
          penilaian.
        • Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus kas
          keuntungan ekonomi di masa depan dari pendapatan operasionalnya.
        • Tidak terdapat data pasar yang sebanding dengan Perseroan.
        • Laporan keuangan audited Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31
          Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
        • Laporan keuangan audited Perseroan untuk periode 4 bulan yang
          berakhir pada tanggal 30 April 2023 sebagai cut of date penilaian.
        • Manajemen telah Menyusun rencana kerja (business plan) Perseroan
          dimasa yang akan datang sampai tahun 2027.



1.18 Syarat Pembatasan
       Penilaian ini didasarkan pada analisa dan perhitungan secara cermat atas
       saham yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:

       1. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
          berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
          yang terlibat didalamnya.
       2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional
          telah disajikan sebagai kesimpulan nilai
       3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan dalam
          laporan penilaian ini sebagai acuan dalam penilaian.
       4. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
          digunakan dalam proses penilaian.
       5. Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas
          dokumen-dokumen legalitas, oleh karenanya Penilai menyarankan pihak
          yang berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk
          mendapatkan opini yang bersangkutan dengan aspek hukum.



Bab I - Pendahuluan                                                                 9
Page 43
Penilaian Saham – PT Kian Santang



       6. Data dan informasi yang digunakan adalah berasal dari sumber yang
           dapat dipertanggungjawabkan dan dipercaya keakuratannya.
       7. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dengan kewajaran
           proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
           pencapaiannya (fiduciary duty).
       8. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan
           kewajaran proyeksi keuangan.
       9. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Usaha dan
           kesimpulan Nilai Akhir.
       10. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       11. Penilai Bisnis melalui Surat Representasi yang disampaikan menelaah
           dan meyakini atas data dan informasi yang disampaikan, termasuk
           informasi atas status hukum Obyek Penilaian dari Pemberi Tugas.
       12. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil penilaian kepada Pemberi
           Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
           selama tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
       13. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
           Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
           ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan saham yang
           dinilai.
       14. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham yang
           dinilai sesuai dengan syarat pembatasan yang kedua dianggap berada
           dibawah hak milik yang sah.
       15. Laporan Penilaian dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila tidak
           tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
           Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
           memiliki izin penilai publik.




Bab I - Pendahuluan                                                               10
Page 44
         BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Page 45
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                 BAB II
                        GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1    Gambaran Umum Perseroan
       Perseroan didirikan berdasarkan akta notaris No. 1 tanggal 06 Maret 2003
       yang dibuat oleh Raden Tendy Suwarman, S.H., Notaris di Kabupaten
       Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Keputusan Menteri
       Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. C-10141 HT.01.01.TH.2003 tanggal 7 Mei 2003.

       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir
       berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022, yang dibuat oleh
       Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, mengenai perubahan
       penurunan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor. Akta perubahan
       ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0011629.AH.01.02.Tahun 2023
       tanggal 21 Februari 2023.

       Perusahaan bergerak di bidang usaha jasa inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan
       pengetesan peralatan teknis, yang berkedudukan di Kota Bekasi.


2.2    Domisili Perseroan
       Berdasarkan Surat Keterangan Domisili Usaha/Perusahaan No.503/196-Kc.
       Jsp tanggal 22 April 2019, Perseroan berdomisili di Denaya Green
       Commercial R-II Lurah Namat RT.002/003, Kelurahan Jatirangga,
       Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.


2.3    Struktur Permodalan
       Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh
       Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, susunan pemegang saham
       Perseroan adalah sebagai berikut :




Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                                 1
Page 46
Penilaian Saham – PT Kian Santang



        Tabel 2.1.        Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                   Jumlah Saham           Nilai Saham          Komposisi
        No.                 Pemegang Saham
                                                                     (Lembar)            @Rp 1.000.000,-         (%)
        1        Modal Dasar Perseroan                                  800               400.000.000
        2        Modal Ditempatkan dan disetor
                 1 Muhamad Hanafi                                         120               60.000.000             60,00%
                 2 Edi Cahyono                                             80               40.000.000             40,00%
                 Jumlah Modal ditempatkan dan di setor                    200              100.000.000            100,00%
       Sumber : Akta Notaris No.3 tanggal 9 Januari 2023 oleh Virly Yusrini, S.H., M.Kn., notaris di Kotamadya Jakarta Timur



2.4    Susunan Pengurus
       Berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 20 Desember 2022 yang dibuat oleh
       Rusminiati, S.H., M.Kn., notaris di Kota Bekasi, susunan pengurus Perseroan
       adalah sebagai berikut :

        Tabel 2.2.        Susunan Pengurus Perseroan
                   Jabatan                                                                Nama
         Dewan Komisaris
         Komisaris                                                Edi Cahyono

         Dewan Direksi
         Direktur Utama                                           Muhamad Hanafi
         Direktur                                                 Fadjar Tri Ananda
         Direktur                                                 Sigit Kurniadi
         Direktur                                                 Yossy Yacob



2.5    Perijinan dan Legalitas Perseroan
       Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh Perseroan yang digunakan dalam
       kegiatan operasionalnya, yaitu :

        Tabel 2.3.        Perijinan dan Legalitas Perseroan
         No.             Keterangan                       Nomor & Tanggal                        Yang Mengeluarkan
                 Akta Pendirian Perseroan                    Nomor : 1                     Raden Tendy Suwarman, S.H.,
            1.
                 Terbatas PT Kian Santang               Tanggal 6 Maret 2003                   Notaris di Kota Bandung
                                                                                           A.n Menteri Kehakiman dan Hak
                 Persetujuan atas Akta                       Nomor :
                                                                                               Asasi Manusia Republik
            2.   Pendirian      Perseroan            C-10141 HT.01.01.TH.2003
                                                                                            Indonesia, Direktorat Jenderal
                 Terbatas PT Kian Santang               Tanggal 7 Mei 2003
                                                                                              Administrasi Hukum Umum
                 Akta           Pernyataan
                                                             Nomor : 4                    Rusminiati, S.H., M.Kn. Notaris di
            3.   Keputusan       Pemegang
                                                     Tanggal 20 Desember 2022                       Kota Bekasi
                 Saham PT Kian Santang
                 Persetujuan atas Akta                                                       A.n Menteri Hukum dan Hak
                                                          Nomor : AHU-
                 No.4      Tanggal      20                                                     Asasi Manusia Republik
            4.                                     0011619.AH.01.02.Tahun 2023
                 Desember 2022, oleh                                                         Indonesia, Direktur Jenderal
                                                     Tanggal 21 Februari 2023
                 Rusminiati S.H., M.Kn.                                                       Adimistrasi Hukum Umum




Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                                                                               2
Page 47
Penilaian Saham – PT Kian Santang



         No.            Keterangan                      Nomor & Tanggal                      Yang Mengeluarkan
                 Perizinan       Berusaha                   Nomor :
                                                                                         A.n. Menteri Investasi/Kepala
                 Berbasis Risiko                        8120113220063
          5.                                                                             Badan Koordinasi Penanaman
                 Nomor Induk Berusaha           Ditertbitkan di Jakarta tanggal :
                                                                                                    Modal
                 (NIB)                                06 Desember 2018
                                                                               Kementerian Keuangan Republik
                 Nomor Pokok Wajib Pajak
          6.                                    Nomor : 02.161.361.7-432.000               Indonesia
                 (NPWP) PT Kian Santang
                                                                                   Direktorat Jenderal Pajak
                 Surat      Izin    Usaha Atas NIB Nomor 8120113220063          Pemerintah Republik Indonesia
          7      Perdagangan (SIUP) atas Tanggal Terbit Izin Usaha Proyek         c.q Lembaga Pengelola dan
                 nama PT Kian Santang         Pertama : 9 September 2019              Penyelenggara OSS
                                                     102614600051                Dinas Penanaman Modal dan
          8      Tanda Daftar Perseroan         Tanggal 14 Januari 2019         Pelayanan Terpadu Satu Pintu
                                           Berlkau s/d tanggal 14 Januari 2024      Pemerintah Kota Bekasi
                                                     503/196-Kc.Jsp                 Pemerintah Kota Bekasi
          9      Surat Keterangan Domisili
                                                 Tanggal 22 April 2019             Kecamatan Jatisampurna



2.6    Kinerja Keuangan Historis Perseroan
       Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan,
       laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun
       terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan
       keuangan audited per 31 Desember 2018, per 31 Desember 2019, per
       31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022 dan
       laporan per 30 April 2023 disajikan sebagai berikut:

        Tabel 2.4.         Laporan Keuangan Historikal Perseroan                      (Dinyatakan dalam Ribuan Rupiah)
                                        2018             2019           2020             2021         2022    April-2023
               Keterangan
                                     Audited          Audited        Audited          Audited      Audited       Audited
        Aset Lancar                7.972.426     15.528.263       24.739.773        19.606.154    6.109.921    5.717.796
        Aset Tidak Lancar            608.523         1.111.437       712.659          925.655      649.550       661.960
        Total Aset                 8.580.949     16.639.700       25.452.432        20.531.810    6.759.471    6.379.756
        Liabilitas J. Pendek       6.299.860     13.216.039       20.408.321        14.101.932     982.894       457.267
        Liabilitas J. Panjang               -         120.786        262.604          463.592      431.668       586.175
        Total Liabilitas           6.299.860     13.336.825       20.670.925        14.565.524    1.414.562    1.043.443
        Total Ekuitas              2.281.088         3.302.875     4.781.507         5.966.285    5.344.909    5.336.314
        Pendapatan                15.196.999     32.627.629       43.086.562        23.045.591   23.691.035    3.683.103
        Beban Pokok
                                  12.786.715     28.909.064       38.966.701        18.228.413   18.806.268    2.120.798
        Penjualan
        Laba Kotor                 2.410.284         3.718.565     4.119.861         4.817.179    4.884.767    1.562.305
        Laba Usaha                   213.611         1.332.975     2.064.808         1.582.508    1.638.846       46.763
        Laba Sebelum
                                     241.763         1.375.602     1.909.484         1.578.035    1.628.023       38.352
        Pajak
        Laba Bersih                  169.443         1.021.787     1.478.632         1.184.779    1.259.359       31.748
       Source: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)




Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                                                                         3
Page 48
Penilaian Saham – PT Kian Santang



        Tabel 2.5.      Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
                                           2018         2019         2020         2021         2022
                    Keterangan
                                          Audited      Audited      Audited      Audited      Audited
        Aset Lancar                        103,09%       94,77%       59,32%      -20,75%      -68,84%
        Aset Tidak Lancar                  209,82%       82,65%      -35,88%       29,89%      -29,83%
        Total Aset                         108,18%       93,91%       52,96%      -19,33%      -67,08%
        Liabilitas J. Pendek               213,39%      109,78%       54,42%      -30,90%      -93,03%
        Liabilitas J. Panjang                     -            -     117,41%       76,54%       -6,89%
        Total Liabilitas                   213,39%      111,70%       54,99%      -29,54%      -90,29%
        Total Ekuitas                        8,02%       44,79%       44,77%       24,78%      -10,41%
        Pendapatan                         191,21%      114,70%       32,06%      -46,51%        2,80%
        Beban Pokok Penjualan              279,36%      126,09%       34,79%      -53,22%        3,17%
        Laba Kotor                          30,43%       54,28%       10,79%       16,93%        1,40%
        Laba Usaha                          -7,66%      524,02%       54,90%      -23,36%        3,56%
        Laba Sebelum Pajak                              468,99%       38,81%      -17,36%        3,17%
        Laba Bersih                         -6,33%      503,03%       44,71%      -19,87%        6,29%
       Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)



2.6.1 Analisa Posisi Keuangan

       Perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

      Grafik 2.1.     Perkembangan Posisi Keuangan Historis Perseroan (Dinyatakan dalam ribuan rupiah)




       Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

      • Total aset Perseroan tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,76 miliar lebih
        rendah 67,08% dibandingkan dengan tahun 2021 yang tercatat sebesar
        Rp20,53 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan piutang
        usaha, persediaan, piutang lain - lain dan aset tetap. Total aset Perseroan


Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                                                         4
Page 49
Penilaian Saham – PT Kian Santang



        tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami penurunan setiap
        tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
        Growth Rate/CAGR) sebesar 4,66% per tahun. Total aset Perseroan per
        30 April 2023 tercatat sebesar Rp6,38 miliar lebih rendah 6,42%
        dibandingkan pada periode 31 Desember 2022.
      • Total liabilitas Perseroan tahun 2022 tercatat sebesar Rp1,41 miliar, lebih
        rendah 90,29% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp14,56
        miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan pada pos utang
        usaha, utang pajak, beban yang masih harus dibayar, utang lain-lain, dan
        kewajiban imbalan pasca kerja. Total liabilitas Perseroan tahun 2018
        sampai dengan tahun 2022 mengalami penurunan setiap tahunnya,
        dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
        Rate/CAGR) sebesar 25,82% per tahun. Total liabilitas Perseroan per 30
        April 2023 tercatat sebesar Rp1,04 miliar lebih rendah 26,24%
        dibandingkan pada periode 31 Desember 2022.
      • Total ekuitas Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022
        mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
        majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar
        18,57% per tahun. Pada tahun 2022, ekuitas Perseroan tercatat lebih
        rendah 10,41% dibandingkan tahun 2021 yaitu sebesar Rp5,34 miliar
        pada tahun 2022 dan sebesar Rp5,97 miliar pada tahun 2021. Penurunan
        tersebut berasal dari penurunan modal saham. Total ekuitas Perseroan
        per 30 April 2023 tercatat sebesar Rp5,33 miliar lebih rendah 0,16%
        dibandingkan pada periode 31 Desember 2022.


2.6.2 Analisa Laba Rugi

       Perkembangan laba (rugi) Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut:

       Grafik 2.2.   Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perseroan




Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                                 5
Page 50
Penilaian Saham – PT Kian Santang



      • Pendapatan Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
        peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
        (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 9,29% per tahun. Pada
        tahun 2022 pendapatan Perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar
        2,80% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp23,70 miliar pada
        tahun 2022 dan Rp23,04 miliar pada tahun 2021. Peningkatan pendapatan
        Perseroan disebabkan oleh meningkatnya pendapatan jasa konstruksi dan
        jasa inspeksi industri panas bumi. Pendapatan Perseroan per 30 April
        2023 tercatat sebesar Rp3,68 miliar.
      • Laba kotor Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
        peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
        Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,17% per tahun. Pada tahun 2022
        laba kotor Perseroan tercatat sebesar Rp4,89 miliar mengalami kenaikan
        sebesar 1,40% dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp4,82
        miliar. Peningkatan laba kotor disebabkan oleh kenaikan penjualan
        Perseroan. Laba kotor Perseroan per 30 April 2023 tercatat sebesar
        Rp1,56 miliar.
      • Laba usaha Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
        peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
        Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 50,31% per tahun. Pada tahun 2022
        laba usaha Perseroan tercatat sebesar Rp1,63 miliar mengalami kenaikan
        sebesar 3,56% dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp1,58
        miliar. Peningkatan laba usaha disebabkan oleh peningkatan laba kotor
        dari operasional perusahaan. Laba usaha Perseroan per 30 April 2023
        tercatat sebesar Rp46,76 juta.
      • Laba bersih Perseroan tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami
        peningkatan dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
        Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 49,36% per tahun. Pada tahun 2022
        Perseroan mencatatkan profitabilitas segmen usaha jasa konstruksi dan
        jasa pelaksana inspeksi industri panas bumi yang ditunjukkan dari laba
        bersih sebesar Rp1,26 miliar. Pencapaian tersebut tercatat lebih tinggi
        6,29% dari capaian tahun 2021 yang sebesar Rp1,18 miliar. Peningklatan
        ini disebabkan oleh peningkatan penjualan atas operasional perusahaan.
        Laba bersih Perseroan per 30 April 2023 tercatat sebesar Rp31,75 juta.


2.6.3 Analisis Rasio Keuangan

       Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
       analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
       berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan
       keuangan seperti laporan neraca, laba rugi dan arus kas dalam periode
       tertentu.




Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                             6
Page 51
Penilaian Saham – PT Kian Santang



        Tabel 2.6.      Rasio Keuangan Perseroan
                        Keterangan                   2018     2019     2020     2021     2022
        Rasio Likuiditas
        - Current Ratio (x)                            1,27     1,17     1,21     1,39     6,22
        - Quick Ratio (x)                              1,20     1,14     1,08     1,07     5,24
        - Working Capital to Total Asset Ratio (%)   -44,74     0,95     7,77    19,45    35,07
        Rasio Aktivitas
        - Inventory Turnover (x)                      32,73    68,19    14,71     4,02    19,69
        - Fixed Asset Turnover (x)                    24,97    63,80    60,46    24,90    44,24
        - Total Asset Turnover (x)                     1,77     1,96     1,69     1,12     3,50
        - Sales To Current Asset Ratio (x)             1,91     2,10     1,74     1,18     3,88
        - Average Collection Period
        Rasio Solvabilitas
        - Total Debt to Aset Ratio (%)                73,42    80,15    81,21    70,94    20,93
        - Total Debt to Equity Ratio (%)             276,18   403,79   432,31   244,13    26,47
        Rasio Profitabilitas
        - Gross Profit Margin (%)                     15,86    11,40     9,56    20,90    20,62
        - Operating Profit Margin (%)                  1,41     4,09     4,79     6,87     6,92
        - Net Profit Margin (%)                        1,11     3,13     3,43     5,14     5,32
        - Return on Equity / ROE (%)                   7,43    30,94    30,92    19,86    23,56
        - Return on Asset / ROA (%)                    1,97     6,14     5,81     5,77    18,63

       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 31 Desember
       2022 adalah sebagai berikut :

       • Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
         memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
         kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam
         jangka pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan
         tahun 2022 adalah 6,22 kali, hal ini menunjukkan Perseroan mampu
         memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio
         cepat) Perseroan adalah 5,24 kali pada tahun 2022, hal ini menunjukkan
         Perseroan mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan
         untuk menutupi utang jangka pendeknya.
       • Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
         yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
         Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
         dan laba usaha. Total asset turnover (perputaran aset) tahun 2022
         sebesar 3,50 kali.
       • Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
         perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
         maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika
         dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Debt to Total Asset Ratio,
         yang masih relatif baik yaitu sebesar 20,93% pada tahun 2022. Sementara
         pada Debt to Equity Ratio Perseroan pada tahun 2022 yaitu sebesar
         26,47% yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil
         daripada seluruh ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang



Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                                                7
Page 52
Penilaian Saham – PT Kian Santang



         tidak diinginkan (misalnya pailit), perusahaan mampu melunasi seluruh
         hutang/kewajibannya.
       • Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
         menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
         perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
         produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
         diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
         pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
         Rate of Return on Equity (ROE) tahun 2022 sebesar 23,56%. Rate of
         Return on Asset (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak
         dengan total aset sebesar 8,63% pada tahun 2022. Sedangkan Net Profit
         Margin pada tahun 2022 sebesar 5,32%. Hal ini menunjukkan bahwa
         perusahaan mampu memaksimalkan modal dan memberikan tingkat
         pengembalian yang cukup untuk investor atau pemegang saham.




Bab II - Gambaran Umum Perseroan                                             8
Page 53
       BAB III
  TINJAUAN MAKRO
EKONOMI DAN INDUSTRI
Page 54
Penilaian Saham – PT Kian Santang



                                  BAB III
                    TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI

3.1       Makro Ekonomi

3.1.1     Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
          Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                                                TW I
                           Deskripsi                    2019      2020      2021      2022
                                                                                                2023
          PDB Dunia (%)                                   2,80      -3,30      6,00      3,10      2,60
          PDB Indonesia (%)                               5,02      -2,07      3,70      5,31      5,03
          Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                  14.110     14.050    14.320    15.592    15.062
          Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $)      129,200    135,900   144,900   137,200   145,200
          Inflasi                                         2,72       1,68      1,87      5,51      4,97
          BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                  4,75      3,50      3,50      5,75      5,75
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

           Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong
            dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19
            khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
            ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan
            ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi
            kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I-2023. Perbaikan ekonomi
            global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
            mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
            mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
            meskipun     diperkirakan   hampir     akan    mencapai    puncaknya.
            Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk
            modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk
            Indonesia.
           Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
            permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran
            Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Nilai
            tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
            ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan
            mendukung stabilitas perekonomian. Likuiditas perbankan dan
            perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
            peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
            Dengan berbagai perkembangan teresebut pertumbuhan ekonomi 2023
            diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
           Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
            ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
            menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan
            level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                             1
Page 55
Penilaian Saham – PT Kian Santang



            investasi portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April
            2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi
            dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
            Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
           Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus
            meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
            6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
            sekitar 3 bulan impor.
           Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
            (mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan
            Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya
            sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
           Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga
            berkontribusi positif mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan
            mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance kebijakan
            likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid
            terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91%
            pada Maret 2023.
           Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada
            17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
            menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
            imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito
            1 bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
            dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023
            juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%,
            meningkat 4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
           Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik
            dari sisi permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan
            perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
            Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
            jugaterkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
            Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
            Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga
            didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy).
            Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
            perbankan Indonesia yang kuat.
           Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh
            sistem pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang
            elektronik (UE) pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga
            mencapai Rp34,1 triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88%
            (yoy) menjadi Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran
            menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45%
            (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
           Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
            memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
            (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
            dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                       2
Page 56
Penilaian Saham – PT Kian Santang



3.1.2     Pertumbuhan Ekonomi Global

          Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Bank Indonesia tetap memprakirakan
          pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
          Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok
          pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
          rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya.
          Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik
          dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.

          Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS
          dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan
          lambat dan mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di
          negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
          Sementara itu, respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus
          perbankan di AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian
          pasar keuangan global. Perkembangan tersebut pada gilirannya
          mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara
          berkembang, termasuk Indonesia.

          Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia




3.1.3     Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
          permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta
          diprakirakan semakin kuat seiring dengan terus naiknya mobilitas,
          membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring
          dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama
          investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023,
          ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh
          ekspor batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                   3
Page 57
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi
          kontributor utama. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri
          pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi diprakirakan
          tumbuh kuat. Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir
          seluruh wilayah dan diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah
          Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan
          tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran
          proyeksi 4,5-5,3%.


3.1.3.1   PDB Menurut Lapangan Usaha

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
          (y-on-y). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-
          on-y) tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
          lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
          Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,93 persen, diikuti Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,55 persen, Jasa Lainnya
          sebesar 8,90 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 7,19 persen,
          serta Jasa Perusahaan sebesar 6,37 persen. Sementara itu, Industri
          Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,43 persen.

          Gambar 3.1.         Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
          pada triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 18,57
          persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
          Sepeda Motor sebesar 12,95 persen; Pertambangan dan Penggalian
          sebesar 11,85 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
          11,77 persen; serta Konstruksi sebesar 9,88 persen. Peranan kelima
          lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02
          persen.


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                             4
Page 58
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
          (q-to-q). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi
          sebesar 0,92 persen (q-to-q) dibanding triwulan IV-2022. Lapangan usaha
          yang mengalami kontraksi pertumbuhan yang cukup dalam diantaranya
          Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56
          persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,29 persen; serta Administrasi
          Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,96
          persen. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha
          Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,89 persen; diikuti Pertanian,
          Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,73 persen; serta Jasa Lainnya
          sebesar 1,07 persen.

          Gambar 3.2.         Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



3.1.3.2   PDB Menurut Pengeluaran

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
          (y-on-y). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
          (y-on-y) tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua
          komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalami
          pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
          sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT
          (PK-LNPRT) sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi
          Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54 persen, Komponen PK-P sebesar
          3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
          sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
          merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga
          tumbuh sebesar 2,77 persen.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                             5
Page 59
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Gambar 3.3.         Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku
          triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih
          dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 52,88 persen, diikuti oleh
          komponen PMTB sebesar 29,11 persen, Komponen Ekspor Barang dan
          Jasa sebesar 22,71 persen, Komponen PK-P sebesar 5,32 persen,
          Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17 persen, dan Komponen Perubahan
          Inventori sebesar 2,40 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang
          dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar
          19,56 persen.

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
          (q-to-q). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 dibanding triwulan IV-2022 (q-
          to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,92 persen. Kontraksi
          terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen
          PK-RT yang tumbuh sebesar 0,25 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada
          Komponen PK-P sebesar 45,38 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang
          dan Jasa sebesar 5,40 persen, Komponen PMTB sebesar 3,72 persen,
          dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,97 persen. Di sisi lain, Komponen
          Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB juga
          mengalami kontraksi sebesar 6,95 persen.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                   6
Page 60
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Gambar 3.4.         Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



3.1.3.3   Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

          Provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi
          struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17
          persen terhadap PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,82 persen,
          Pulau Kalimantan sebesar 9,00 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,87
          persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,68 persen, serta Pulau
          Maluku dan Papua sebesar 2,46 persen.

          Sementara itu dengan dihapusnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
          Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022, pertumbuhan
          ekonomi di sebagian besar provinsi menunjukkan penguatan. Pada
          triwulan I-2023, penguatan pertumbuhan (y-on-y) tercatat pada kelompok
          provinsi di Pulau Sulawesi sebesar 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan
          sebesar 5,79 persen, Pulau Sumatera sebesar 4,79 persen, serta Pulau
          Bali dan Nusa Tenggara sebesar 4,74 persen. Kelompok provinsi di Pulau
          Jawa serta Pulau Maluku dan Papua mengalami perlambatan
          pertumbuhan masing-masGinragf iks e7besar 4,96 persen dan 1,95
          persen.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                   7
Page 61
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Gambar 3.5.         Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I-2023 (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran (triliun
                     rupiah)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



3.1.3.4   Inflasi

          Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
          (mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan,
          sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar
          5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di semua


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                           8
Page 62
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          kelompok, yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret
          2023 terus melambat dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi
          ekspektasi inflasi dan tekanan imported inflation yang menurun serta
          pasokan agregat yang memadai dalam merespons kenaikan permintaan
          barang dan jasa. Sementara itu, inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy)
          pada Februari 2023 menjadi 5,83% (yoy). Tekanan inflasi yang terus
          menurun tersebut dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan moneter
          Bank Indonesia yang pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang
          erat dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah
          (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
          berbagai daerah. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia
          meyakini inflasi inti akan tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa
          tahun 2023 dan inflasi IHK dapat kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih
          awal dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memperkuat
          koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian
          inflasi.

          Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung
          ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan
          mencatat surplus ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang
          sebesar 12,3 miliar dolar AS. Transaksi modal dan finansial triwulan I 2023
          diprakirakan juga mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing
          dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net
          inflows sebesar 4,7 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi
          portfolio terus berlanjut pada April 2023 yang hingga 14 April 2023
          mencatat net inflows 1,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif di aliran
          masuk modal asing sejalan dengan dampak meredanya ketidakpastian
          pasar keuangan global, di tengah kondisi ekonomi domestik yang terus
          membaik seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah,
          dan imbal hasil aset keuangan yang menarik. Posisi cadangan devisa
          Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar
          dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor
          dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
          standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Berbagai kinerja
          positif tersebut diprakirakan berlanjut sehingga NPI 2023 diprakirakan
          mencatat surplus, dengan transaksi berjalan dalam kisaran surplus 0,4%
          sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Sementara itu, neraca transaksi
          modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus yang lebih tinggi
          didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk PMA dan investasi
          portofolio.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                           9
Page 63
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023)
            Bulan                2018         2019          2020       2021     2022     2023
            Januari                3,40         3,25          2,82       1,55     2,18     5,28
            Februari               3,83         3,18          2,57       1,38     2,06     5,47
            Maret                  3,61         3,40          2,48       1,37     2,64     4,97
            April                  4,17         3,41          2,83       1,42     3,47
            Mei                    4,33         3,23          3,32       1,68     3,55
            Juni                   4,37         3,12          3,28       1,33     4,35
            Juli                   3,88         3,18          3,32       1,52     4,94
            Agustus                3,82         3,20          3,49       1,59     4,69
            September              3,72         2,88          3,39       1,60     5,95
            Oktober                3,56         3,16          3,13       1,66     5,71
            Nopember               3,30         3,23          3,00       1,75     5,42
            Desember               3,61         3,13          2,72       1,87     5,51
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)



3.1.3.5   Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
          ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
          sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir
          Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi
          portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
          menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan
          dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar
          0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank
          Indonesia memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan dengan
          surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal asing
          dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi
          yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.
          Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar
          Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
          memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global
          terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut diperkuat dengan
          pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas
          Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.


3.1.3.6   Suku Bunga

          Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada 17
          April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun
          20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan imbal hasil
          SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada
          Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan
          Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                     10
Page 64
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat 4bps dibandingkan
          dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memastikan
          kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan serta
          mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan bagi pemulihan
          ekonomi nasional.

          Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan
          ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi
          yaitu sebesar 9,93% (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja
          positif, dengan pertumbuhan lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada
          Maret 2023. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit juga terus berlanjut,
          yaitu mencapai 8,63% (yoy) pada Maret 2023, didukung realisasi
          penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30,31 triliun hingga 31
          Maret 2023. Kredit/pembiayaan yang tinggi didorong kondisi likuiditas
          perbankan yang memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan
          perbankan yang masih longgar. Pertumbuhan kredit/pembiayaan juga
          ditopang oleh peningkatan permintaan korporasi dan rumah tangga seiring
          dengan kinerja usaha korporasi dan UMKM, serta konsumsi rumah tangga
          yang terus terjaga. Bank Indonesia akan terus mendorong intermediasi
          perbankan terutama kepada sektor-sektor prioritas yang belum pulih,
          Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan kredit/pembiayaan hijau, guna
          mengakselerasi     pemulihan     ekonomi.   Dengan     memperhatikan
          perkembangan dan upaya sinergis yang dilakukan, pertumbuhan kredit
          pada 2023 sesuai dengan prakiraan sebelumnya yaitu dalam kisaran 10-
          12%.

          Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital
          Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
          juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
          Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
          Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga
          didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy).
          Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan
          Indonesia yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi
          dengan KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan
          global, yang dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan.

          Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh sistem
          pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
          pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga mencapai Rp34,1
          triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88% (yoy) menjadi
          Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,
          kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45% (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
          Ke depan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital
          diprakirakan berlanjut sejalan kenaikan aktivitas masyarakat dan
          perluasan serta optimalisasi ekosistem pengguna. Bank Indonesia
          bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta asosiasi
          akan menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                      11
Page 65
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          (FEKDI) 2023 pada tanggal 7-10 Mei 2023 di Jakarta sebagai bagian dari
          kegiatan Keketuaan ASEAN 2023, yang menampilkan beragam inisiatif
          dan inovasi digital di Indonesia. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah
          Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Maret 2023 meningkat 6,73%
          (yoy) mencapai Rp948,8 triliun. Bank Indonesia terus memastikan
          ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah
          Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui program Semarak
          Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023 dengan
          memperkuat layanan kas kepada masyarakat melalui perbankan dan Bank
          Indonesia, serta menyediakan lokasi layanan penukaran uang pada titik-
          titik keramaian dan jalur mudik.

          Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
          memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
          (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
          dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini konsisten
          dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking
          untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan
          inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75%
          memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1%
          di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat
          kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya.
          Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna
          mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi
          dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai
          tukar Rupiah.


3.1.4     Prospek Perekonomian Indonesia

          Prospek perekonomian domestik baik dari sisi produksi maupun konsumsi
          masih cukup kuat. Hal ini ditunjukkan oleh PMI Manufaktur Indonesia yang
          berada pada level ekspansif 19 bulan berturut-turut dengan capaian di
          Maret 2023 sebesar 51,9. Sejak awal 2023, PMI Manufaktur Indonesia
          meneruskan penguatan, antara lain didukung ekspektasi permintaan
          menjelang lebaran.

          Di samping itu, penguatan dari sisi produksi juga ditunjukkan oleh
          pertumbuhan konsumsi listrik bisnis yang tinggi dan listrik industri yang
          relatif stabil meski sedikit terkontraksi. Aktivitas konsumsi masyarakat juga
          menunjukkan tren positif. Penjualan mobil dan motor jauh di atas rata-rata
          tahun 2019. Penjualan mobil secara wholesale tahunan tumbuh sebesar
          2,6%. Begitupun penjualan motor yang bahkan mencatatkan pertumbuhan
          cukup tinggi yaitu sebesar 40,5%.

          Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sangat kuat di angka 123,3. Hal ini
          tidak lepas dari dukungan pengendalian inflasi yang mumpuni dan
          perlindungan terhadap daya beli masyarakat. Indeks penjualan ritel juga


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                       12
Page 66
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          mencatat kenaikan tajam, yaitu sebesar 4,8% (yoy), dikarenakan momen
          Ramadhan dan menjelang Lebaran.

          Sementara, di tengah kondisi global di mana berbagai negara sedang
          berjibaku dengan inflasi yang cukup tinggi, bahkan Argentina mencapai
          104,3% dan Turki mencapai 50,5%, Indonesia patut bersyukur karena
          tingkat inflasi domestik per Maret 2023 menunjukkan penurunan, baik dari
          sisi inflasi volatile food maupun inflasi inti.

          Pengendalian inflasi pangan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas
          harga terutama di masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Inflasi
          yang terkendali menjadi hal positif dan membantu meningkatkan daya beli
          masyarakat. Pemerintah optimis tren positif tersebut akan tetap terjaga
          dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi bagi momentum
          pemulihan serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi.

          Dari sektor eksternal, kinerja neraca perdagangan juga mencatatkan
          surplus secara berturut-turut, memasuki bulan yang ke-35. Neraca
          perdagangan Maret 2023 surplus sebesar USD2,91 miliar, dengan ekspor
          USD23,62 miliar dan impor USD20,52 miliar. Meski demikian, akibat
          pelemahan ekonomi global, ekspor dan impor juga turut melemah,
          masing-masing menurun sebesar 11,3% (yoy) dan 6,2% (yoy).

          Ketahanan perekonomian Indonesia sendiri tetap terjaga meskipun
          menghadapi gejolak perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi triwulan
          I-2023 mencapai 5,0% (yoy). Pertumbuhan ekonomi terus di atas 5%
          dalam enam kuartal berturut-turut. Laju inflasi dalam tren yang menurun
          utamanya karena keberhasilan pemerintah dalam menurunkan inflasi
          bahan pangan. Tingkat inflasi tercatat sebesar 4,33% (yoy) pada bulan
          April 2023.

          Pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia merupakan salah satu yang
          terbaik di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Sementara itu, indikator
          dini lainnya juga menunjukkan tren yang relatif kuat. Purchasing
          Managers’ Index (PMI) nasional bulan April 2023 mencapai 52,7, terus
          berada pada zona ekspansif sejak awal tahun hingga saat ini.

          Di tengah menguatnya fondasi ekonomi domestik serta membaiknya
          prospek pertumbuhan ekonomi global, pemerintah mengestimasi
          pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di kisaran 5,3-5,7%.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                  13
Page 67
Penilaian Saham – PT Kian Santang



3.2       Gambaran Umum Sektor Konstruksi
          Pembangunan infrastruktur tidak akan terlepas dari dukungan sektor
          konstruksi. Sektor jasa konstruksi merupakan pilar utama pembangunan
          infrastruktur yang memegang peran penting dalam mendorong
          pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta sebagai pondasi dalam
          peningkatan daya saing bangsa di tengah persaingan global. Berdasarkan
          data Badan Pusat Statistik (BPS), konstribusi sektor konstruksi terhadap
          perekonomian nasional (PDB) sebelum Pandemi Covid-19 tercatat urutan
          ke 4 penyumbang PDB terbesar, yakni pada 2018 sebesar 10,53% dan
          naik tahun 2019 sebesar 10,73% dari PDB. Yang tercatat mengalami
          prtumbuhan sebesar 5,76 pada tahu 2019.
          Pandemi COVI D-19 telah memberi dampak kesehatan dan ekonomi
          masyarakat. Dampak yang sudah dirasakan adalah dihentikannya
          beberapa proyek. Meskipun demikian beberapa proyek juga masih terus
          berjalan dengan alasan karena berada bukan pada daerah pandemi.
          Wabah global ini membuat sektor konstruksi mengalami tekanan profit
          margin dan berkurangnya ketersediaan tenaga kerja dan pasokan
          material.

          Tidak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 menjadi katalis pencapaian
          Revolusi industri 4.0. Penggunaan teknologi digital semakin menyatu
          dalam keseharian kehidupan kita. Pemanfaatan drone, cctv, video
          conference, penggunaan produk modular (material-based product)
          memberi kemudahan serta manfaat lebih dalam pekerjaan konstruksi,
          termasuk juga mendukung pengendalian penyebaran COVI D-19.


3.3       Perkembangan Konstruksi di Indonesia
          Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan
          nasional. Keberadaan infrastruktur yang memadai akan berkontribusi pada
          kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
          meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan
          pemerataan ekonomi di wilayah-wilayah. Pembangunan infrastruktur
          merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan dan
          perekonomian yang bertumpu pada peningkatan produktivitas. Apalagi di
          masa pandemi covid-19 seperti saat ini, dimana berbagai sektor terkena
          imbasnya. Pembangunan Infrastruktur harus terus berjalan karena
          menjadi salah satu penggerak ekonomi




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                  14
Page 68
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Gambar 3.6.       Distribusi PDB Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan III 2021 (%)




          Source: Konstruksi dalam Angka (BPS 2021)

          Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja,
          penanaman modal, jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan
          timbal balik dengan sektor-sektor pendukung, bahkan menjadi fasilitator
          dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa. Pemerataan
          pembangunan untuk semua sektor juga didukung oleh sektor konstruksi
          antara lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik
          dan energi nasional, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan,
          akses jalan yang memadai untuk pengangkutan barang dan jasa, dan
          peningkatan daya tarik pariwisata.

          Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) merupakan indeks harga yang
          menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota
          dibandingkan dengan kota acuan. IKK digunakan sebagai proxy untuk
          mengukur tingkat kesulitan geografis suatu daerah, semakin sulit letak
          geografis suatu daerah maka semakin tinggi pula tingkat harga di daerah
          tersebut. Data IKK diperoleh dari Survei Harga Kemahalan Konstruksi
          (SHKK) yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia dan
          mencakup harga bahan bangunan/konstruksi, sewa alat berat, dan upah
          jasa konstruksi. Penghitungan diagram timbang IKK menggunakan data
          dari Bill of Quantity (BoQ), Buku Analisis Harga Satuan Pekerjaan
          Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan realisasi
          Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

          Produksi industri konstruksi Indonesia tumbuh pada tingkat perkiraan 3,1%
          pada tahun 2021, karena pemerintah melonggarkan pembatasan sosial
          pada akhir tahun. Output industri pada kuartal mendatang dapat
          dipengaruhi oleh potensi penurunan aktivitas ekonomi, dengan munculnya
          variabel Omicron dan peningkatan kasus Coronavirus (COVID-19) yang
          berpotensi memerlukan penerapan kembali tindakan penahanan. Industri
          konstruksi mencatat pertumbuhan tahunan 2,4% pada tiga kuartal pertama


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                               15
Page 69
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          tahun 2021, menurut Badan Pusat Statistik, meskipun pertumbuhan ini
          sebagian besar mencerminkan basis yang rendah pada tahun 2020, ketika
          produksi konstruksi turun 2,4% pada tiga kuartal. tahun 2020. Kinerja
          industri akan didukung oleh fokus pemerintah dalam melaksanakan proyek
          infrastruktur berskala besar dalam Rencana Pembangunan Jangka
          Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Di bawahnya, pemerintah
          berencana mengembangkan 5.000 km jalan tol baru, 3.000 km jalan
          nasional baru, 38.726 meter jembatan, dan 31.053 meter jembatan dan
          terowongan pada tahun 2024.

          Produksi industri selama periode perkiraan (2023-2026) juga akan
          didukung oleh Rencana Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, di
          mana pemerintah berencana untuk menambah 40,6 GW kapasitas
          tambahan pada tahun 2030, di mana 4,7 GW akan menjadi energi surya .
          dan 51,6% dari sumber terbarukan. Selama sisa periode perkiraan,
          industri konstruksi diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tahunan rata-
          rata 5,8%, didukung oleh fokus pemerintah pada pembangunan
          infrastruktur, serta proyek-proyek energi dan pembangunan utilitas.
          Perbaikan kepercayaan konsumen dan investor serta perkembangan
          positif kondisi perekonomian daerah juga akan menjadi pendorong.

          Tahun 2022 dinilai akan menjadi momentum meningkatnya peluang bagi
          pasar kontruksi. Dalam sebuah survei berjudul Indonesia Construction
          Market outlook 2022 yang dirilis BCI asia, sebuah lembaga riset konstruksi
          internasional, ditemukan bahwa prospek industri konstruksi pada tahun
          2022 terlihat semakin membaik seiring dengan pemulihan ekonomi
          nasional. BCI asia menyatakan bahwa prospek pasar ini diharapkan dapat
          memberikan gambaran optimis tentang konstruksi Indonesia setahun ke
          depan, sehingga para pelaku konstruksi semakin percaya diri untuk terlibat
          di dalam industri konstruksi. Berikut temuan Indonesia Construction
          Market outlook 2022, antara lain sebagai berikut:

           Nilai konstruksi untuk proyek gedung diperkirakan mencapai Rp157,47
            triliun pada tahun 2022, didorong oleh pertumbuhan sektor perumahan
            dan industri. Tren kategori lainnya, seperti kategori hotel, ritel, dan
            perkantoran, mulai menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan
            tahun 2021. Hal ini menunjukkan optimisme pasar konstruksi tahun
            depan.
           Market size residensial diperkirakan mencapai Rp54,24 triliun pada
            2022. Pada kategori ini market size apartemen akan mulai meningkat
            sedangkan landed house akan sedikit menurun dibandingkan tahun
            2021. Secara keseluruhan market size rumah tapak lebih besar
            dibandingkan apartemen. Rumah-rumah didominasi oleh wilayah
            Jabodetabek, dengan daerah pinggiran di Bekasi, Bogor, dan
            Tangerang sebagai wilayah yang dominan. Sementara itu, apartemen
            akan didominasi di Provinsi DKI Jakarta. Temuan ini menunjukkan
            bahwa rumah tapak melanjutkan tren pembangunan ke pinggiran kota
            dan apartemen mulai bergerak menuju pemulihan.


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                    16
Page 70
Penilaian Saham – PT Kian Santang



           Tren      kategori ritel diperkirakan mulai meningkat pada 2022.
              Pembangunan pusat perbelanjaan diperkirakan sedikit meningkat. Ruko
              dan gerai ritel akan melanjutkan tren kenaikan pada 2022. Ritel
              diperkirakan mencapai Rp17,17 triliun pada 2022.
             Proyek perkantoran juga menunjukkan tren yang meningkat meskipun
              sedikit sehingga total proyek konstruksi pada tahun 2022 diperkirakan
              mencapai Rp15,14 triliun. Perkembangan data center yang semakin
              marak di era pandemi ini membuat share data center tahun 2022 cukup
              tinggi yaitu Rp4,59 triliun dari total nilai pembangunan kantor.
             Kategori perhotelan diperkirakan mencapai Rp7,79 triliun. Proyek hotel
              menunjukkan pertumbuhan yang sedikit lebih baik dibandingkan tahun
              lalu dan menunjukkan tren berbalik arah ke atas. Peluang untuk
              kategori ini tumbuh dengan semakin bebasnya mobilitas masyarakat
              dan keberhasilan program vaksin.
             Kategori industri diperkirakan tumbuh pada tahun 2022 mencapai
              Rp37,00 triliun. Peningkatan pasar investasi di sektor industri semakin
              membaik setelah program vaksinasi Covid-19 dicanangkan oleh
              pemerintah. Dengan faktor-faktor tersebut, diperkirakan minat investor
              dalam dan luar negeri akan terus tumbuh dan mendukung pertumbuhan
              proyek-proyek industri. Pertumbuhan permintaan gudang dari FMCG, e-
              commerce, dan third-party logistics yang terus meningkat.
             Infrastruktur masih menjadi tulang punggung dan salah satu pendorong
              utama pasar konstruksi 2022. Nilai konstruksi diperkirakan mencapai
              Rp107,15 triliun. Pemerintah semakin mengandalkan sektor swasta
              untuk mengambil bagian dalam pengembangan, pembiayaan, dan
              pengelolaan proyek infrastruktur besar.

          Dengan sentimen positif dari anggaran negara untuk infrastruktur, stimulus
          fiskal yang dilakukan Pemerintah, kapasitas keuangan pengembang dan
          kontraktor, kemudahan mobilisasi pasar tenaga kerja konstruksi, dan
          ketersediaan pasokan bahan bangunan, diharapkan tahun 2022 akan
          menandai dimulainya pemulihan bertahap untuk sektor konstruksi.
          Diperkirakan kemajuan proyek konstruksi akan dipercepat pada tahun
          2022.
          Source: Konstruksi dalam Angka (BPS 2021)



3.4       Kontraktor Penyedia Jasa Konstruksi
          Kontraktor adalah perorangan atau badan hukum yang dikontrak atau
          disewa oleh pemilik proyek untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
          perjanjian kontrak yang telah disepakati dan sesuai dengan keahliannya.
          Pekerjaan kontraktor dibatasi oleh waktu penyelesaian, biaya, dan hal-hal
          yang harus diselesaikan sesuai kontrak. Kontraktor bangunan tempat
          tinggal biasanya mengawasi pembangunan rumah-rumah dan proyek
          perumahan.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                     17
Page 71
Penilaian Saham – PT Kian Santang



          Secara umum kontraktor mendapatkan proyek pekerjaan dengan dua
          cara, yaitu ditunjuk langsung oleh pemilik proyek untuk mengerjakan
          pembangunan atau melalui lelang yang diselenggarakan oleh pemilik
          proyek. Pemenang lelang merupakan kontraktor yang mengajukan harga
          terbaik dan produk berkualitas serta memenuhi kriteria yang ditetapkan
          pemilik proyek. Beberapa yang menyebut kontraktor sebagai pemborong,
          padahal terdapat perbedaan antara kontraktor dan pemborong. Sistem
          kerja kontraktor berdasarkan kontrak tertulis, tetapi pemborong bekerja
          berdasarkan perjanjian lisan saja. Selain itu, kontraktor selalu berbadan
          hukum, sedangkan pemborong kebalikannya.

          Melansir dari Canadian Home Builders’ Association (CHBA), Anda perlu
          memeriksa calon kontraktor secara menyeluruh sebelum memutuskan
          siapa yang akan dipekerjakan. Walaupun Anda mendapatkan referensi
          positif dari teman atau tetangga, periksa juga reputasi kontraktor dan
          pahami layanan yang dapat dikerjakan oleh kontraktor tersebut. Berikut ini
          beberapa layanan yang ditawarkan oleh kontraktor secara umum.

          •    Jasa desain

               Setelah berdiskusi dengan pemilik proyek dan melakukan survei
               lahan, kontraktor akan memberikan jasa desain proyek secara detail.
               Mulai dari desain interior, eksterior, hingga fasilitas. Desain ini akan
               dibuat sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan bujet pemilik proyek.

          •    Bangunan dan material
               Pada tahap ini, kontraktor bertanggung jawab secara penuh terhadap
               pembersihan lahan, penggalian tanah untuk keperluan pondasi, dan
               pembuatan sumur resapan. Jika diperlukan, kontraktor akan
               menggunakan berbagai alat berat untuk kelancaran proyek.

          •    Renovasi atau remodeling
               Pada      tahap    ini,  kontraktor akan    melakukan      renovasi
               atau remodeling seperti pembongkaran dan perbaikan. Kontraktor bisa
               saja melakukan perombakan yang berkaitan dengan interior, eksterior,
               dan fasilitas rumah atau Gedung.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                       18
Page 72
Penilaian Saham – PT Kian Santang



3.5       Kesimpulan
          • Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan
            sebelumnya. Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan
            ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya
            sebesar 2,6%.
          • Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
            permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Pertumbuhan
            ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
          • Peluang bisnis konstruksi di Indonesia tetap bagus. Salah satu faktor
            pendorongnya adalah komitmen pemerintah untuk melanjutkan
            pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang besar.
          • Konstruksi juga tumbuh di sektor industri, dimana pemerintah
            mendorong dibangunannya fasilitas industri untuk pengelolah bahan
            baku.
          • Kawasan industri baru dengan insentif yang menguntungkan secara
            signifikan menarik investor asing dan mempercepat proyek industri.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                  19
Page 73
              BAB IV
ANALISIS INDUSTRI, RISIKO DAN SWOT
Page 74
Penilaian Saham - PT Kian Santang



                                   BAB IV
                     ANALISIS INDUSTRI, RISIKO DAN SWOT

4.1    Analisis Industri

4.1.1 Ancaman Pendatang Baru

       Hadirnya pendatang baru ini di pasar tentunya akan melemahkan posisi
       bisnis Perseroan. Namun, perlu ketahui bahwa tingkat threat atau ancaman
       yang mereka bawa cenderung berbeda-beda. Semuanya tergantung pada
       hambatan untuk masuk (entry barriers) atau keluar (exit barriers) dari industri
       yang bersangkutan. Contoh hambatan tersebut adalah lingkungan bisnis,
       biaya investasi yang mahal, perizinan, perkembangan teknologi, hingga
       kesulitan dalam mendapatkan SDM yang memadai.

       Saat hambatan masuk maupun keluar sama-sama tinggi, maka margin
       keuntungannya (profit margin) juga akan tinggi pula. Namun, biasanya
       perusahaan-perusahaan seperti ini bisa menghadapi risiko yang lebih besar
       (pure risk). Sebab, perusahaan terpaksa bertahan dan harus berjuang untuk
       bisa keluar dari pasar tersebut. Di sisi lain, ketika hambatan masuk dan
       keluar sama-sama rendah, maka perusahaan cenderung bisa masuk dan
       keluar industri dengan mudah pula. Akan tetapi, biasanya keuntungan yang
       mereka dapatkan juga rendah.

       Pasar industri konstruksi di Indonesia membuka celah yang kepada para
       pendatang baru untuk memasuki pasarnya. Hal ini dikarenakan di Indonesia
       peluang dan permintaan terhadap pasar industri konstruksi cukup tinggi.
       Hadirnya pendatang baru ini berpotensi memengaruhi tingkat penjualan
       (sales growth) bisnis Perseroan. Bahkan bisa jadi, mereka juga akan
       mengancam jangkauan pangsa pasar (market share) Perseroan


4.1.2 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis

       Persaingan merupakan kenyataan hidup dalam dunia bisnis, sifat, bentuk,
       dan intensitas persaingan yang terjadi dan cara yang ditempuh oleh para
       pengambil keputusan strategis untuk menghadapi para tingkat yang dominan
       mempengaruhi tingkat keuntungan suatu perusahaan (Siagian, 2003;83-83).
       Dengan menggunakan pendekatan pasar, pesaing didefiniskan sebagai
       perusahaan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama. Untuk
       mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
       mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap.




Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT                                         1
Page 75
Penilaian Saham - PT Kian Santang



        Pemain yang bergerak di industri konstruksi cukup banyak. Namun untuk
        pelaksanaannya diperlukan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia
        yang sesuai kebutuhan. Perusahaan yang dapat bertahan adalah
        perusahaan yang telah mapan dan memiliki sumber daya manusia yang
        berkualitas. Sehingga persaingan antar perusahaan yang menjalankan jenis
        usaha yang sejenis dalam skala sedang.


4.1.3 Posisi Tawar Pemasok

        Perseroan memiliki ketergantungan terhadap pemasok tertentu. Hal-hal yang
        mendasari pemilihan pemasok antara lain reliabilitas, kualitas, kapasitas,
        harga dan layanan. Untuk menjamin ketersediaan dan menghindari fluktuasi
        harga bahan baku (raw material), Perseroan memberikan pembayaran di
        muka kepada setiap pemasok bahan baku utama dengan tujuan mengunci
        harga. Selain itu, pada beberapa kontrak kerja konstruksi, Perseroan juga
        dapat meneruskan risiko tersebut kepada pemilik proyek jika pemilik proyek
        mengambil alih kewajiban Perseroan untuk menyediakan besi, beton, dan
        keramik yang dibutuhkan dalam proyek. Bahan baku utama yang digunakan
        Perseroan adalah besi dan beton yang merupakan bahan baku untuk
        pekerjaan pondasi. Perseroan membeli bahan baku dari Indonesia.


4.1.4   Daya Tawar Konsumen

        Dengan melihat trend yang terjadi dalam industri konstruksi saat ini,
        konsumen memegang peranan yang lebih besar dalam industri. Mereka
        cenderung menginginkan harga yang lebih rendah, kualitas produk yang
        lebih baik, serta tambahan pelayanan ataupun fasilitas lebih dari pihak
        penyedia jasa. Permintaan serta peran konsumen dalam industri konstruksi
        menciptakan suatu kondisi dimana konsumen inilah yang membentuk sikap
        dan kebijakan perusahaan jasa konstruksi.


4.2     Analisis Risiko
        Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya,
        kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh Perseroan di bidang industri
        konstruksi tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai
        faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan
        kesehatan bisnis. Risiko-risiko tersebut antara lain :




Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT                                     2
Page 76
Penilaian Saham - PT Kian Santang



4.2.1 Risiko Pembayaran

       Perseroan berusaha untuk mengatur pengerjaan proyek/tindakan secara
       bertahap sesuai dengan pembayaran dari pelanggan. Perseroan hanya akan
       melakukan pengerjaan proyek/tindakan apabila pelanggan melakukan
       pembayaran pada semua tahapan. Ketika pelanggan tidak melakukan pada
       tahap tertentu, perseroan dapat melakukan penghentian pengerjaan
       proyek/tindakan, sehingga perseroan dapat terhindar dari kerugian risiko
       pembayaran yang lebih besar.


4.2.2 Risiko Persaingan

       Kompetisi yang semakin ketat dengan kebijakan penawaran yang variatif dan
       bersaing dengan perusahaan kompetitor akan mempengaruhi kinerja
       Perseroan. Adanya persaingan ini dapat menurunkan tingkat margin yang
       diperoleh Perseroan.


4.2.3 Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku

       Perseroan harus pandai dalam melakukan estimasi kenaikan harga bahan
       baku, serta perseroan juga harus memiliki sumber bahan baku dari berbagai
       pemasok bahan baku. Dengan demikian perseroan dapat terhindar dari
       ketergantungan bahan baku dan bisa mendapatkan bahan baku dengan
       jumlah yang besar ketika dibutuhkan.


4.2.4 Risiko Teknologi

       Perseroan harus melakukan analisa biaya dan keuntungan setiap kali
       perseroan melakukan pembelian ataupun pembaharuan peralatan dengan
       teknologi terbaru. Selain itu, perseroan juga harus memilih peralatan dengan
       teknologi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan perseroan, sehingga setiap
       peralatan baru yang perseroan beli akan bermanfaat untuk perseroan.


4.2.5 Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian

       Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam
       sebagaimana tercermin dari perkiraan pertumbuhan yang melambat
       perekonomian negara-negara maju dari perkiraan semula. Kondisi pasar
       keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian
       lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak terhadap tingkat
       pengembalian investasi.




Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT                                      3
Page 77
Penilaian Saham - PT Kian Santang



4.2.6 Risiko Pasar dan Stabilitas

       Kondisi ekonomi makro dan global yang berubah secara dinamis dan sulit
       diprediksi seperti perubahan harga properti dapat mempengaruhi kondisi
       perindustrian dalam negeri yang secara langsung berdampak pada
       menurunnya permintaan konsumen secara umum. Demikian pula stabilitas
       keamanan dalam negeri yang belum stabil bisa menyebabkan para investor
       membatalkan atau menghentikan investasinya di industri-industri tertentu di
       Indonesia, dan mengakibatkan pelemahan pertumbuhan ekonomi. Seperti
       halnya pada kondisi ekonomi makro, turunnya perindustrian akibat risiko
       politik bisa menurunkan permintaan konsumen dan akan berdampak juga
       pada kelangsungan bisnis perusahaan.


4.2.7 Risiko Sumber Daya Manusia

       Risiko di bidang organisasi dan SDM yaitu dalam hal penyusunan struktur
       organisasi, analisa jabatan, uraian tugas, dan tanggung jawab serta
       recruitment, training maupun pengembangan SDM Perseroan. Dalam hal ini
       perseroan harus menempatkan sumber daya manusianya sesuai dengan
       keahliannya masing-masing.


4.2.8 Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi

       Proyeksi yang dibuat tidak tercapai yang diakibatkan manajemen, baik
       dalam pengelolaan termasuk pengelolaan risiko usaha maupun pemasaran,
       serta memburuknya perekonomian yang menurunkan aktivitas industri.


4.3    SWOT
       Strategi pengembangan rumah sakit dilakukan dengan cara membuat SWOT
       matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik
       internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan
       ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat
       disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strenghts-Opportunities (S-O),
       Weaknesses-Oppurtunities     (W-O),    Strenghts-Threats     (S-T),    dan
       Weaknesses-Threats (W-T).




Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT                                     4
Page 78
Penilaian Saham - PT Kian Santang




                                          Kekuatan / Strengths (S)        Kelemahan / Weaknesses (W)
                INTERNAL            1. Perseroan telah memiliki pasar di 1. Sumber Daya Manusia
                                       wilayah Indonesia yang cukup
            EKSTERNAL
                                       stabil.
                                    2. Mempunyai reputasi yang baik
                                       dan memiliki pengalaman yang
                                       luas dalam memberikan pelayan
                                       kepada konsumen.
                                    3. Memiliki    kemampuan        untuk
                                       beradaptasi dengan perubahan
                                       lingkungan      bisnis      dalam
                                       konstruksi.
        Peluang / Opportunities
                                              Strategi “SO”                         Strategi “WO”
                  (O)
        1. Indonesia merupakan      -   Meningkatkan sistem perusahaan
           emerging market.             sehingga            memberikan      -   Meningkatkan pangsa pasar
        2. Pertumbuhan                  kemudahan dan peningkatan               yang lebih besar dengan
           ekonomi makro yang           pelayanan kepada konsumen,              melakukan     penerangan
           relatif baik.                dengan komitmen memberikan              kepada konsumen tentang
                                        yang terbaik kepada pelanggan           produknya.

         Ancaman / Threats (T)                  Strategi “ST”                       Strategi “WT”
        1. Munculnya                                                        -   Mengantisipasi kebijakan
           perusahaan pesaing.                                                  persaingan harga yang tidak
                                    -   Meningkatkan kualitas pelayanan
        2. Pesaing       memiliki                                               sehat.
                                        dengan           mengedepankan
           strategi        yang                                             -   Memberikan perhatian dan
                                        profesionalisme,         inovasi,
           berbeda-beda dalam                                                   peningkatan kesejahteraan
                                        kompetensi dan tanggung jawab
           berkompetisi.                                                        SDM
                                    -   Menjaga      kepercayaan     dan
        3. SDM yang bergabung                                               -   Meningkatkan       keahlian
                                        hubungan yang baik mitra bisnis.
           dengan perusahaan                                                    SDM dengan melakukan
           pesaing                                                              pendidikan dan pelatihan




Bab IV – Analisis Industri, Risiko Dan SWOT                                                            5
Page 79
     BAB V
PENILAIAN SAHAM
Page 80
Penilaian Saham - PT Kian Santang



                                         BAB V
                                    PENILAIAN SAHAM

5.1    Pendekatan Penilaian
       Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan yang
       berlaku umum dalam penilaian perusahaan atau ekuitas sesuai dengan
       Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

       Ada 3 (tiga) pendekatan dalam penilaian usaha yang umum digunakan selama
       ini, yaitu :

       a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 330 5.23.a

           Pendekatan Pasar membandingkan perusahaan yang dinilai dengan
           perusahaan sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat
           berharga yang diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham
           perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas
           komponen perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai.

           Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah pendekatan penilaian
           dengan cara membandingkan Objek Penilaian dengan perusahaan
           sebanding, kepentingan kepemilikan perusahaan dan surat berharga yang
           diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham perusahaan
           yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas komponen
           perusahaan juga dapat merupakan indikasi nilai. Melalui pendekatan
           pasar, terlebih dahulu harus dilakukan perbandingan terhadap perusahaan
           yang sepadan dan sebanding baik yang ada di pasar modal maupun di luar
           pasar modal, lalu dilakukan perhitungan banding antara nilai pasar saham
           perusahaan yang dinilai dengan variabel perusahaan pembanding.
           Variabel yang jadi pembanding biasanya seperti perputaran penjualan,
           ekuitas dan sebagainya.

           Metode yang umum digunakan dalam pendekatan pasar adalah:

          1) Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
             Publicy Traded Company Method).
          2) Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline
             Merger and Acquired Company Method).
          3) Metode transaksi sebelumnnya (Prior Transaction Method).




Bab V - Penilaian Saham                                                            1
Page 81
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 330 5.25.a

           Pendekatan Pendapatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
           dengan mengantipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian
           dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa
           datang.

           Menurut pendekatan ini nilai suatu saham adalah nilai kini (present value)
           dari seluruh arus kas yang dihasilkan oleh perusahaan sejak sekarang
           hingga seterusnya. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa suatu bisnis
           akan berjalan terus (on going concern bussiness). Dalam penilaian saham
           melalui pendekatan ini, seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis
           tersebut akan dikuantifikasi. Semua pendapatan tersebut dikonversi
           menjadi indikasi nilai berdasarkan pada suatu tingkat diskonto yaitu tingkat
           balikan (rate of return) yang sesuai dengan tingkat risiko atas pendapatan
           tersebut.

           Metode yang umum digunakan dalam Pendekatan Pendapatan:

          1) Metode Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow Method/DCF).
          2) Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method).

       c. Pendekatan Aset (Asset Approach) – SPI 330 5.32.c

           Pendekatan Aset dapat digunakan untuk memperoleh indikasi nilai dari
           suatu entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur
           permodalan (capital structure), dan / atau Nilai Aset Bersih perusahaan
           (ekuitas).

           Pendekatan Aset (Asset Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian
           berdasarkan laporan keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit,
           dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai
           Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Usaha.
           Nilai buku (book value) dari kekayaan bersih (net worth) suatu perusahaan
           adalah nilai aktiva perusahaan pada neraca dikurangi nilai hutang pada
           neraca.

           Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan aset adalah:

           1) Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) atau Adjusted Net Asset
              Method (ANAM), Adjusted Book Value Method (ABVM) atau Net Asset
              Valuation Method (NAVM) dan Asset Accumulation Method (AAM).
           2) Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) atau Excess
              Earning Method (EEM).

       Dalam aplikasinya terkadang masing-masing pendekatan tersebut digunakan
       secara kombinasi untuk mendapatkan nilai yang merupakan rekonsiliasi atau
       sintesa dari nilai masing-masing hasil pendekatan. Pemilihan dan


Bab V - Penilaian Saham                                                              2
Page 82
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       kepercayaan atas ketepatan metode dan prosedur bergantung pada
       pertimbangan penilai dan bukan didasarkan pada suatu formula yang baku.


5.2    Pemilihan Metode Penilaian
       Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
       yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
       diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.2.1).

       Penilaian Saham Perseroan didasarkan pada analisis internal dan eksternal.
       Analisis internal akan dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh
       manajemen Perseroan, analisis historis atas laporan posisi keuangan, laporan
       laba/rugi dan laporan arus kas, pengkajian atas kondisi operasi, dan
       manajemen serta sumber daya yang dimiliki Perseroan.

       Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai
       Pasar suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan yang
       representatif. Oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
       laporan posisi keuangan dan normalisasi laporan laba/rugi yang biasanya
       disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis. Bagaimanapun nilai buku
       suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan
       laporan laba/rugi adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai
       ekonomis yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai business interest
       saat penilaian tersebut.

       Dalam melakukan penilaian saham Perseroan, untuk memperoleh hasil
       penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan
       untuk memperkirakan Nilai Pasar Perseroan adalah dengan Pendekatan
       Pendapatan (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow
       (DCF) sebagai pendekatan utama dan Pendekatan Aset (Asset Approach)
       dengan metode Adjusted Book Value (ABV) sebagai pendekatan kedua. Hal
       ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi Perseroan dan
       kondisi makro, seperti:

       • Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang Jasa
         inspeksi teknis, jasa kalibrasi dan pengetesan peralatan teknis per tanggal
         penilaian.
       • Perseroan adalah perusahaan yang diidentifikasi memiliki arus kas
         keuntungan ekonomi di masa depan dari pendapatan operasionalnya.
       • Tidak terdapat data pasar yang sebanding dengan Perseroan.
       • Laporan keuangan audited Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31
         Desember 2021 dan 31 Desember 2022.
       • Laporan keuangan audited Perseroan untuk periode 4 bulan yang berakhir
         pada tanggal 30 April 2023 sebagai cut of date penilaian.




Bab V - Penilaian Saham                                                            3
Page 83
Penilaian Saham - PT Kian Santang



        • Manajemen telah Menyusun rencana kerja (business plan) Perseroan
          dimasa yang akan datang sampai tahun 2027.


5.3    Proses Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan

5.3.1 Prosedur Penilaian

       Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
       menentukan Nilai Pasar 100% Saham Perseroan kami telah melakukan
       Langkah-langkah sebagai berikut:

       1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
          operasional perusahaan.
       2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis perusahaan.
       3. Melakukan penelaahan atas data-data operasional perusahaan.
       4. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan perusahaan yang telah
          disiapkan oleh pihak manajemen.
       5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan tersebut.
       6. Melakukan normalisasi dan penyesuaian terhadap proyeksi business plan
          yang dibuat oleh manajemen.
       7. Melakukan penilaian saham dengan mengaplikasikan Pendekatan
          Pendapatan (Income-Based Approach) dengan metode Diskonto Arus
          Kas (Discounted Cash Flow Method).


5.3.2 Asumsi – Asumsi

       Pada umumnya premis dalam penilaian bisnis adalah bahwa bisnis
       diasumsikan memiliki umur yang tidak terbatas (indefinite life). Membuat
       proyeksi dalam jangka waktu tak terbatas, tidak realistis karena berdasarkan
       konsep nilai waktu dari uang, nilai kini dari uang pada waktu tertentu dimasa
       depan akan sama dengan atau mendekati nol bila didiskon pada tingkat
       diskonto tertentu. Oleh karena itu dalam mengaplikasikan metode arus kas
       terdiskonto (Discounted Cash Flow/DCF) kami membagi jangka waktu
       proyeksi dalam 2 (dua) periode, yaitu periode pertama disebut periode waktu
       tetap (fixed time period) atau periode eksplisit serta periode kedua yang
       disebut periode waktu kekal (perpetuity time period).

       Arus kas pada periode eksplisit atau waktu tetap merupakan hasil dari strategi
       dan skenario dalam pengembangan dan operasi perusahaan yang akan
       diimplementasikan oleh manajemen. Berdasarkan hasil diskusi dengan
       manajemen dan analisis historis atas laporan keuangan perusahaan yang
       telah diaudit, periode eksplisit yang digunakan adalah 5 (lima) tahun dengan
       mengacu pada stable growth.




Bab V - Penilaian Saham                                                            4
Page 84
Penilaian Saham - PT Kian Santang



5.3.3 Metode Discounted Cash Flow (DCF)

       Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 2 (dua) pilihan Arus Kas Bersih
       (AKB) untuk didiskonto yaitu arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih
       untuk perusahaan.

       Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang
       didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan
       (Free Cash Flow to Firm). Kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan
       melalui Metode Diskonto Arus Kas – DCF dengan model FCFF untuk penilaian
       saham Perseroan, di mana penilai berusaha untuk mengkuantifikasi seluruh
       pendapatan yang dihasilkan saham tersebut, kemudian mengonversi
       pendapatan tersebut menjadi suatu indikasi nilai dari investasi atau saham,
       melalui proses kapitalisasi atau diskonto.

       AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
       penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
       mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
       untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk
       pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal,
       yang dihitung sebagai berikut :

         Net Income
         +    Beban Bunga * (1-T)
         +    Depresiasi & Amortisasi
         -    Capital Expenditure
         +/- Net Change Working Capital
         =    Arus Kas Bersih Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Firm)

       Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor
       diskonto yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan
       investor (required rate of return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang
       bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang untuk
       menghasilkan nilai ekuitas.


5.3.4 Penyesuaian Terhadap Laporan Keuangan

       Penyesuaian laporan keuangan meliputi normalizing adjustment atau
       pencatatan akuntansi dan eliminasi akun-akun yang bersifat non-recurring,
       control adjustment serta pemisahan akun-akun operating dan non-operating.
       Berdasarkan review yang telah kami lakukan terhadap laporan keuangan
       Perseroan, tidak diperlukan adanya penyesuaian pencatatan akuntansi pada
       laporan keuangan Perseroan. Penyesuaian terhadap akun-akun non
       recurring, control adjustment dan non-operating juga tidak diperlukan.




Bab V - Penilaian Saham                                                            5
Page 85
Penilaian Saham - PT Kian Santang



5.3.5 Identifikasi Aset Non Operasional dan Interest Bearing Debt

       Berdasarkan review yang kami lakukan atas laporan keuangan auditied pada
       30 April 2023, tidak terdapat aset kategori non operasional yang dimiliki oleh
       Perseroan selain Kas dan Setara Kas. Selain itu tidak terdapat pinjaman yang
       berbunga atau interest bearing debt yang dimiliki oleh Perseroan.


5.3.6 Proyeksi Keuangan

       Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
       diberikan oleh pemberi tugas yang telah dilakukan penyesuaian dan
       normalisasi oleh penilai sehingga business plan yang digunakan sudah
       mencerminkan kondisi pasar dan data historis.


5.3.6.1 Posisi Keuangan (Neraca)

       Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan adalah sebagai
       berikut:

            Proyeksi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
             2027.
            Proyeksi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi
             sesuai prosedur dalam penilaian.
            Nilai yang dihitung adalah Nilai Pasar Saham Perseroan per tanggal
             30 April 2023.
            Perseroan masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang jasa
             konstruksi dan jasa pelaksana inpeksi industri panas bumi.

       Tabel 5.1       Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan                          (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                                    PROYEKSI
                   URAIAN
                                           2023         2024          2025            2026         2027
        Aset Lancar                        7.990.022    9.934.302     12.297.241     15.247.303   19.041.188
        Aset Tidak Lancar                    954.408    1.183.051      1.354.534      1.483.146    1.579.605
        Total Aset                         8.944.430   11.117.353     13.651.775     16.730.449   20.620.793
        Liabilitas Jangka Pendek           1.266.062    1.351.908      1.493.547      1.710.716    2.036.470
        Liabilitas Jangka Panjang            431.668      431.668        431.668        431.668      431.668
        Total Liabilitas                   1.697.730    1.783.576      1.925.215      2.142.384    2.468.138
        Total Ekuitas                      7.246.700    9.333.777     11.276.559     14.588.065   18.152.655
        Total Liabilitas & Ekuitas         8.944.430   11.117.353     13.651.775     16.730.449   20.620.793
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan Total Aset
       Perseroan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan
       majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 24,99%
       per tahun selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal
       dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan aset tetap.


Bab V - Penilaian Saham                                                                                        6
Page 86
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       Total liabilitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap
       tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
       Growth Rate/CAGR) sebesar 11,78% pertahun selama masa proyeksi.
       Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan jumlah utang
       usaha Perseroan.

       Total Ekuitas Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan setiap
       tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
       Growth Rate/CAGR) sebesar 27,70% pertahun selama masa proyeksi.
       Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.


5.3.6.2 Laba Rugi

       Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :

           Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
            Perseroan untuk periode 2023-2027 yang telah dilakukan penyesuaian
            dan normalisasi.
           Pendapatan penjualan berasal dari jasa konstruksi sarana dan prasarana,
            jasa pelaksana inspeksi industri panas bumi serta jasa mekanikal.
           Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR meningkat adalah
            15,32% per tahun.
           Beban pokok penjualan (COGS) terhadap penjualan rata-rata sebesar
            79,87% selama masa proyeksi.
           Tingkat operating margin rata-rata sebesar 9,38% per tahun selama masa
            proyeksi 2023-2027.
           Net profit margin rata-rata sebesar 7,42% per tahun selama masa proyeksi
            2023-2027.
           Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR naik sebesar 23,13% per tahun
            selama masa proyeksi.

       Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan:

       Tabel 5.2     Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                                    PRO Y EKSI
                   URAIAN
                                            2023        2024          2025          2026         2027
        Penjualan Bersih                  25.467.862   28.015.058     32.217.726   38.661.477   48.327.102
        Beban Pokok Penjualan             20.342.086   22.376.622     25.733.443   30.880.295   38.600.573
        Laba Kotor                         5.125.776    5.638.436      6.484.284    7.781.182    9.726.529
        Laba Usaha                         2.389.416    2.628.396      3.022.694    3.627.252    4.534.089
        Laba Sebelum Pajak                 2.375.066    2.612.611      3.004.541    3.605.469    4.506.860
        Laba Bersih                        1.901.792    2.087.077      2.392.782    2.861.505    3.564.590
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab V - Penilaian Saham                                                                                      7
Page 87
Penilaian Saham - PT Kian Santang



5.3.6.3 Arus Kas

       Perkembangan arus kas Perseroan selama masa proyeksi dapat dilihat pada tabel
       berikut:

       Tabel 5.3              Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                                                      PROYEKSI
                          URAIAN
                                                     2023                2024           2025                       2026                    2027
        Arus Kas Dari Aktivitas Operasi            -2.261.084           1.427.996           1.305.352              1.194.201            1.063.634
        Arus Kas Dari Aktivitas Investasi            -304.858            -228.643            -171.483               -128.612              -96.459
        Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan                   -                   -                   -                      -                    -
        Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas Dan
                                                   -2.565.942           1.199.353           1.133.869              1.065.589                967.175
        Setara Kas
        Kas dan Setara Kas Awal Tahun               2.756.720             190.778           1.390.131              2.524.000            3.589.589
        Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                190.778           1.390.131           2.524.000              3.589.589            4.556.764
       Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
         tahun 2027 sebesar Rp1,06 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
         penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
         Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
         pemasok gaji dan upah, pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak
         penghasilan badan.
       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan pada
         tahun 2027 sebesar negatif Rp96,46 juta. Arus kas keluar digunakan untuk
         Penambahan aset tetap.
       • Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
         selama masa proyeksi 2023 sampai dengan 2027. Perseroan belum ada
         rencana untuk mengajukan pinjaman kepada kreditur.
       • Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2027 tercatat sebesar
         Rp4,55 miliar, lebih tinggi 26,94% dibandingkan posisi awal tahun yang
         tercatat sebesar Rp3,59 miliar.


5.3.7 Kebutuhan Modal Kerja

       Kebutuhan modal kerja Perseroan dihitung dari aset lancar (trade receivables)
       yang terdiri dari piutang usaha, piutang lain - lain dan persediaan. Sedangkan
       kewajiban lancar (trade payables) terdiri dari utang usaha. Sumber
       pembiayaan modal kerja proyeksi diasumsikan berasal dari perputaran arus
       kas.
       Net Working Capital Projection

                                                     2023F            2024F             2025F              2026F             2027F

          Current Asset
            Trade receivables                      6.227.785.719    6.850.664.432    7.878.364.239      9.454.087.157    11.817.671.534
            Other Trade receivables                   12.540.798       13.795.079       15.864.543         19.037.552        23.797.066
            Inventory                              1.207.744.571    1.328.538.449    1.527.838.636      1.833.416.074     2.291.782.230
             Total Current Asset                    7.448.071.088    8.192.997.960    9.422.067.418     11.306.540.783    14.133.250.831

          CURRENT LIABILITIES
            Account receivables                     858.324.965      944.171.263     1.085.810.754      1.302.979.806     1.628.733.383
             Total Current Liabilities               858.324.965      944.171.263     1.085.810.754      1.302.979.806     1.628.733.383

          Net Working Capital                       6.589.746.124    7.248.826.698     8.336.256.664    10.003.560.977    12.504.517.447
          Increase/Decrease Net Working Capital    (4.162.875.700)    (659.080.574)   (1.087.429.966)   (1.667.304.313)   (2.500.956.470)




Bab V - Penilaian Saham                                                                                                                               8
Page 88
Penilaian Saham - PT Kian Santang



5.3.8 Penentuan Tingkat Diskonto

5.3.8.1 Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

       Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
       digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost
       of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM)
       dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt). Biaya
       ekuitas ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
                                    Ke = Rf + (β x Rpm)
       Dimana :
       Ke      = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya
                   modal ekuitas/ saham biasa.
       Rf      = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                   (risk free rate)
       β       = Beta levered perusahaan
       Rpm     = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                   premium)
       RbDS = Rating-based default spread

       Penjelasan

       Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen
       yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,
       instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
       Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang
       digunakan pada tanggal 30 April 2023, maka instrumen bebas risiko yang
       dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah
       dengan tenor 30 tahun yaitu sebesar 7,06%. Risk free diperoleh dari Indonesia
       Bond Pricing Agency (IBPA) yang dirilis di www.PHEI.co.id, dan angka
       tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

       Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi
       bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan.
       Penentuan Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko
       spesifik negara (Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga
       saham untuk menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan
       mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
       mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
       pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami
       menggunakan tingkat premi risiko sebesar 9,23% yang diolah dari hasil riset
       Aswath Damodaran sampai dengan bulan Januari 2023.

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
       akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
       premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan beta
       perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang konstruksi yang
       diperoleh dari hasil riset Pefindo dan Bloomberg.


Bab V - Penilaian Saham                                                             9
Page 89
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
       sebagai beta untuk menghitung cost of equity Perseroan. Dimana beta
       tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
       menetralisir pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan
       terhadap beta Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan
       memiliki cost of equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered
       yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung
       unlevered beta.

       Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
                                               βL
                                  βu =
                                       1 + (1 -T) x DER
       dimana:
       T     = Tingkat pajak
       DER = Debt to Equity Ratio
       βL    = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
               diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
               terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
               dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
       βu    = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
               diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
               terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
               dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
       perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku
       pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
       tersebut dengan formula sebagai berikut :

                                           βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)

       Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
       perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:

       Tabel 5.4      Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
                                                                              Total       Adj.                 Beta
        No.            Nama Emiten               Total Aset   Total Debt                            DER
                                                                              Equity      Beta                Unlev.
        1     PT Nusa Raya Cipta Tbk              2.325.025    1.092.476     1.232.549    0,826       88,64     0,49
        2     PT Bukaka Teknik Utama Tbk          6.717.627    2.717.723     3.999.904    0,722       67,94     0,47
        3     PT Meta Epsi Tbk                      122.479       60.670        61.809    0,850       98,16     0,48
        4     PT Paramita Bangun Sarana Tbk         868.951      206.233       662.718    0,903       31,12     0,73
        5     PT PP Presisi Tbk                   7.685.772    4.488.312     3.197.460    1,563      140,37     0,75
        6     PT Pratama Widya Tbk                  620.151       90.099       530.052    0,969       17,00     0,86
        7     PT Aesler Grup International Tbk        5.899        1.798         4.101    0,436       43,84     0,32
              PT Bangun Karya Perkasa Jaya
        8                                          150.232        44.783      105.449     0,653       42,47     0,49
              Tbk
                                                  2.312.017    1.087.762     1.224.255     0,87       88,85     0,57
       Sumber : Reuters 31 Maret 2023 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinayatakan dalam jutaan Rupiah)




Bab V - Penilaian Saham                                                                                           10
Page 90
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       Dari tabel di atas, tampak bahwa beta dari perusahaan-perusahaan yang
       digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,57.

       Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
       komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding
       pertanggal penilaian karena dasar nilai yang digunakan adalah nilai pasar.
       Dimana struktur hutang sebesar 47,05%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
       52,95% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan digunakan sebagai
       DER yang mewakili Perseroan. Dengan demikian, beta unlevered perusahaan
       pembanding harus di-unlevered dengan DER tersebut, kemudian di-relevered
       lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang berlaku di Indonesia.
       Sehingga diperoleh beta sebesar 0,97 (dengan tarif pajak 22%).
          βL     = βu x (1 + (1-T) x DER)
          βL     = 0,57 x (1 + (1-22%) x (47,05%/52,95%))
                 = 0,97

5.3.8.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang

       Karena perhitungan nilai pasar saham Perseroan dilakukan dengan
       mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal (free cash flow to
       firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang
       merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman
       jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.

       Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
       dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
       diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.

       Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga
       pinjaman Kredit Investasi (KI) dalam mata uang Rupiah pada tanggal penilaian
       yang berlaku untuk Perseroan yaitu 9,20%. Berdasarkan biaya bunga tersebut
       maka diperoleh biaya modal untuk utang pada Maret 2023 sampai akhir
       proyeksi sebesar 7,18% (dengan tarif pajak 22%) dengan perhitungan sebagai
       berikut :
                           Kd      = i x (1-T)
                           Kdshield = 9,20% x (1-22%) = 7,18%


5.3.8.3 Penentuan Tingkat Diskonto

       Sesuai dengan penjelasan di atas, komposisi struktur permodalan Perseroan
       yaitu untuk struktur hutang sebesar 47,05%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
       52,95% dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-
       faktor di atas dan kekuatan / kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami
       berpendapat bahwa discount rate yang digunakan untuk mendiskonto arus kas



Bab V - Penilaian Saham                                                         11
Page 91
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       bersih perusahaan adalah sebesar 10,62% dengan perhitungan sebagai
       berikut:

                                    Weighted Average Cost of Capital

       Variable                                                      Capital Structure   Result
       Cost of Equity                       13,69%                             52,95%    7,25%
       Cost of Debt                          7,18%                             47,05%    3,38%
       WACC                                 10,62%             (Ke x e%) + (Kd x d%)



5.3.9 Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”)

       Terminal Value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
       dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini,
       asumsi yang digunakan terhadap objek penilaian adalah perusahaan yang
       bersifat going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun
       terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen perusahaan. Dalam penilaian
       ini, terminal value Perseroan dihitung dari arus kas bersih pada akhir tahun
       proyeksi dikapitalisasi dengan discount rate sebesar 10,62% dikurangi growth
       rate sebesar 3,18% yang berasal dari data inflasi Indonesia bersumber dari
       proyeksi IMF sampai tahun 2027.


5.3.10 Discount for Lack of Marketability (DLOM)

       Discount for Lack of Marketability adalah suatu jumlah atau persentase
       tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan
       dari kurangnya likuiditas dari Obyek Penilaian (SPI 330 3.7).

       Untuk menetapkan perkiraan besarnya DLOM diharuskan mempertimbangkan
       beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:
       1. Size of distribution during holding period, adalah berapa seringnya, besar
          dan pasti penerimaan deviden yang diterima oleh pemilik saham. Semakin
          pasti, sering dan besar penerimaannya, makin kecil potongan yang
          diaplikasikan.
       2. Prospect for liquidity, saham yang memiliki prospek untuk dicairkan dalam
          suatu kerangka waktu tertentu yang dapat diprediksikan akan
          mempengaruhi besaran DLOM.
       3. Pool of Potential Buyers, semakin besar jumlah pembeli potensial, semakin
          rendah DLOM.
       4. Menurut Shannon Pratt, dalam suatu tulisan Valuation Small Bussinesses
          & Proffessional Practices Corporate Finance & Businesses, 3 rd edition,
          dengan studi Empiris DLOM berkisar antara 25% sampai 45%. Sedangkan
          studi dilakukan oleh John D. Emory Sr., ASA, F.R. Dengel III, and Jhon D.
          Emory Jr (15 Oktober 2002), DLOM yang setara dengan waktu yang
          dibutuhkan tersebut adalah berkisar antara 30% sampai dengan 49%.



Bab V - Penilaian Saham                                                                     12
Page 92
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       5. Berdasarkan studi Institutional Investor study report of the securities and
          exchange commision, chapter XIV section F.8. dalam Valuing A Business
          the Analysis and Appraisal Of Closely Held Company yang dibuat oleh
          Shannon P. Pratt with Alina V. Niculita Fifth Edition bahwa Discount for
          Lack of Marketability berdasarkan jumlah transaksi dan nilai transaksinya
          adalah :

          Tabel 5.5   Nilai DLOM Berdasarkan Jumlah Transaksi dan Nilai Transaksi
                                              Jumlah                     Nilai Transaksi      Nilai Transaksi
           No           Discount                            Persentase
                                            Transaksi                    (Mean) Rp.000       (Median) Rp.000
           1          -15,01% s/d 0%                 26          7,43%          62.138.313            78.077.895
           2          0,1% s/d 10,0%                 67         19,14%          93.772.218          146.347.017
           3           10,1% s/d 20%                 78         22,29%         184.478.996          263.417.871
           4           20,1% s/d 30%                 77         22,00%         198.631.088          193.006.414
           5           30,1% s/d 40%                 67         19,14%         221.488.899          226.548.704
           6           40,1% s/d 50%                 35         10,00%          39.606.096            15.050.000
           Jumlah                                   350        100,00%
           Sumber : Valuing A Business the Analysis and Appraisal Of Closely Held Company, Shannon P. Pratt with
                     Alina V. Niculita Fifth Edition diolah

       Dengan mengacu kepada :

        Prospect for liquidity, sebagai perusahaan tertutup maka saham Perseroan
         cukup memiliki prospek untuk dicairkan dalam suatu kerangka waktu
         tertentu.
        Tujuan penilaian saham ini digunakan untuk memberikan pendapat
         mengenai Nilai Pasar Saham Perseroan per 30 April 2023 yang akan
         digunakan untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan Tertutup.
        Informasi dari Manajemen Perseroan memiliki pangsa pasar yang luas dan
         dalam kondisi liquid dapat dilihat pada jumlah aset lancar lebih besar
         dibandingkan dengan jumlah liabilitasnya lancarnya.

       Maka dengan mempertimbangkan kondisi di atas, penggunaan DLOM yang
       digunakan adalah sebesar 20%.


5.3.11 Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Pendapatan

       Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
       Perseroan, aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai ekuitas dengan
       menggunakan pendekatan pendapatan metode Discounted Cash Flow (DCF),
       maka diperoleh Nilai Pasar 100% Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023
       adalah sebesar Rp13.255.279.364,00.




Bab V - Penilaian Saham                                                                                      13
Page 93
Penilaian Saham - PT Kian Santang



           Tabel 5.6        Nilai Pasar Saham Perseroan Pendekatan Pendapatan (dalam Jutaan Rupiah)
                      KETERANGAN                                   2023F    2024F       2025F    2026F       2027F       Perpetuity

        Free Cash Flow to Invested Capital                         -1.722     1.199      1.134    1.066       1.552         21.528
        Growth                                            3,18%         -           -        -           -           -            -
        Discount Rate (WACC)                              10,62%   10,62%   10,62%      10,62%   10,62%      10,62%         10,62%
        Discount Factor                                             0,934     0,844      0,763    0,690       0,624          0,624
        Present Value Free Cash Flow to Firm                       -1.609     1.013        866      736         969         13.433
        Indikasi Nilai Perusahaan dari Aset Operasional                      15.407
        + Kas dan Setara Kas                                                  1.162
        - Interest Bearing Debt                                                   -
        Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas Perseroan                          16.569
        (-) Discount for Lack of Control (DLOC)           0,00%                     -
        Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas Perseroan Sebelum DLOM            182.555
        (-) Discount for Lock of Marketibilty (DLOM)        20%              (3.314)
        Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang                               13.255




5.4    Proses Penilaian dengan Pendekatan Aset

5.4.1 Metode Adjusted Book Value (ABV)

       Pendekatan ini disebut juga dengan ”balance sheet approach”, karena
       menghitung nilai perusahaan atau ekuitas melalui penyesuaian nilai buku
       menjadi nilai pasar dari angka-angka yang ada pada posisi keuangan,
       sehingga selisih nilai antara nilai aset dan liabilitis yang telah disesuaikan
       dianggap menunjukkan indikasi nilai pasar ekuitas (net worth).

       Untuk mencari nilai pasar dari net worth, dilakukan metode penyesuaian nilai
       buku (adjusted book value method), di mana nilai dari semua komponen aset
       dan liabilitas dalam posisi keuangan dilakukan penyesuaian, kecuali telah
       menunjukkan nilai pasar seperti akun kas/bank dan hutang bank dan
       sejenisnya.

       Berikut ini adalah penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan terhadap semua
       komponen dalam posisi keuangan audited Perseroan Per 30 April 2023:




Bab V - Penilaian Saham                                                                                                          14
Page 94
Penilaian Saham - PT Kian Santang



          Tabel 5.7   Penyesuaian Nilai Buku (Adjusted Book Value) Per 30 April 2023
                                                      30 April 2023                     30 April 2023
                      KETERANGAN                                       Penyesuian
                                                        Auditied                         Nilai Pasar

         ASET
         Aset Lancar
          Kas dan bank                                1.162.058.540               -    1.162.058.540
          Piutang usaha                               2.776.296.391     -74.206.013    2.702.090.378
          Persediaan                                  1.356.953.528               1    1.356.953.529
          Biaya dibayar dimuka                          106.481.482               -      106.481.482
          Uang muka                                     291.300.000               -      291.300.000
          Piutang lain – lain                            17.767.000               -       17.767.000
          Aset lain – lain                                6.939.493               -        6.939.493
             Jumlah Aset Lancar                        5.717.796.434     -74.206.012    5.643.590.422
         Aset Tidak Lancar
          Aset pajak tangguhan                        176.769.325                        176.769.325
          Aset tetap - bersih                         485.190.250     1.033.009.750    1.518.200.000
             Jumlah Aset Tidak Lancar                  661.959.575     1.033.009.750    1.694.969.325
         TOTAL ASET                                   6.379.756.009      958.803.738    7.338.559.747
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS
         Liabilitas Jangka Pendek
          Utang usaha                                 313.921.209                  -     313.921.209
          Utang pajak                                 142.347.201                  -     142.347.201
          Beban yang masih harus dibayar                  999.000                  -         999.000
              Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          457.267.410                  -     457.267.410
         Liabilitas Jangka Panjang
          Liabilitas imbalan pascakerja               586.175.096                  -    586.175.096
              Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         586.175.096                  -    586.175.096
         TOTAL LIABILITAS                             1.043.442.506                 -   1.043.442.506
         EKUITAS
          Modal saham                                  100.000.000                -      100.000.000
          Tambahan modal disetor                        25.500.000                -       25.500.000
          Saldo laba                                 5.210.813.503                -    5.210.813.503
          Penyesuaian hasil penilaian                            -      958.803.738      958.803.738
             Jumlah Ekuitas                           5.336.313.503      958.803.738    6.295.117.241
         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                 6.379.756.009      958.803.738    7.338.559.747

       Jumlah ekuitas berdasarkan nilai buku per 30 April 2023 sebesar
       Rp5.336.313.503,00 setelah dilakukan penyesuaian indikasi nilai pasar
       ekuitas menjadi Rp6.295.117.241,00. Dimana penyesuaian yang dilakukan
       adalah sebagai berikut :




Bab V - Penilaian Saham                                                                                 15
Page 95
Penilaian Saham - PT Kian Santang



       1. Penyesuaian Hasil Penilaian Aset Tetap

          Penyesuaian Nilai Buku Aset Tetap dengan mengacu berdasarkan Laporan
          Penilaian Aset Nomor 00274/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal
          13 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan
          tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Aset Tetap
          Perseroan sebesar Rp1.518.200.000,00,-

       2. Penyesuaian Hasil Penilaian Piutang Usaha

          Penyesuaian Nilai Piutang Usaha dengan mengacu berdasarkan Laporan
          Penilaian Piutang Usaha Nomor 00324/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2023
          tanggal 26 Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan
          dengan tanggal penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar
          Piutang Usaha Perseroan sebesar Rp2.702.090.378,00.

       3. Penyesuaian Hasil Penilaian Persediaan

          Penyesuaian Nilai Persediaan dengan mengacu berdasarkan Laporan
          Penilaian Aset Nomor 00262/2.0055-00/PI/05/0060/I/VI/2023 tanggal 12
          Juni 2023 yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto & Rekan dengan tanggal
          penilaian 30 April 2023 menunjukkan indikasi Nilai Pasar Persediaan
          Perseroan sebesar Rp1.356.953.529,00.


5.4.2 Discount for Lack of Marketability (DLOM)

       Sebagai referensi, OJK (d/h bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan
       Lembaga Keuangan Republik Indonesia (Bapepam dan LK), berdasarkan
       Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 35/POJK.04/2020 Tentang
       Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal
       menyatakan diskon likuiditas pasar (discount for lack of marketabilities) adalah
       suatu jumlah atau persentasi tertentu yang merupakan pengurang dari nilai
       suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas obyek penilaian.
       Selanjutnya, OJK mengatur bahwa dalam hal obyek penilaian merupakan
       perusahaan tertutup, maka diskon likuiditas pasar bagi pemegang saham
       mayoritas adalah 20% sampai dengan 40%.

       Selanjutnya dalam penilaian 100% saham Perseroan dengan metode ABV
       kami mengaplikasikan diskon likuiditas pasar/ DLOM, pengaplikasian DLOM
       yang kami terapkan dalam melakukan penilaian saham Perseroan adalah
       20%.




Bab V - Penilaian Saham                                                             16
Page 96
Penilaian Saham - PT Kian Santang



5.4.3 Nilai Pasar Saham Perseroan dengan Pendekatan Aset

       Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
       aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai saham dengan
       menggunakan pendekatan aset (Asset Based Approach), maka diperoleh Nilai
       Pasar 100,00% Saham Perseroan per 30 April 2023 adalah sebagai berikut :

       Tabel 5.8     Nilai Ekuitas Perseoan Per 30 April 2023
                                     Keterangan                          %               Jumlah (Rp)
        Nilai Pasar Ekuitas 100,00% Saham per 30 April 2023         100,00%                 6.295.117.241
        Discount Lack of Marketibility (DLOM)                           20%                 1.259.023.448
        Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang                                              5.036.093.793

       Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
       pendekatan aset, nilai pasar 100,00% saham Perseroan per tanggal 30 April
       2023 adalah sebesar Rp5.036.093.793,00.


5.5    Kesimpulan Nilai
       Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan, maka kami
       melakukan pembobotan dari masing-masing indikasi nilai yang dihasilkan dari
       2 (dua) pendekatan nilai yang diterapkan agar dihasilkan kesimpulan akhir
       dengan nilai tunggal (SPI 330 5.38).

       Pembobotan yang kami berikan adalah 90% untuk indikasi nilai dengan
       pendekatan pendapatan sebagai pendekatan utama dikarenakan Perseroan
       saat ini masih going concern dan mengalami kenaikan dalam penjualannya.
       Sedangkan bobot 10% kami berikan untuk indikasi nilai dengan pendekatan
       aset sebagai pendekatan kedua, dikarenakan aset yang dimiliki oleh
       Perseroan tidak secara langsung menghasilkan pendapatan.

                     Pendekatan Penilaian                 Nilai Pasar (Rp)       Bobot       Indikasi Nilai

             Pendekatan Pendapatan (Income Approach )          13.255.279.364   90%            11.929.751.428
             Pendekatan Aset (Asset Approach )                  5.036.093.793   10%               503.609.379

        Nilai Pasar 100% Saham PT Kian Santang                                                  12.433.360.807


       Dengan pembobotan ini kami berpendapat kesimpulan akhir Nilai Pasar 100%
       Saham Perseroan per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar
       Rp12.433.360.807,00.




Bab V - Penilaian Saham                                                                                       17
Page 97
LAMPIRAN
Page 98
PENILIAN SAHAM                                                                                                                                                                                                                          Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                                                                                                        30 April 2023

Lampiran - 01
Financial Ratios

                                                                  2018               2019             2020              2021               2022            Apr-23           2023F          2024F          2025F          2026F           2027F

    AR Turnover
        Trade receivables                       IDR            1.774.269.000     12.151.439.010    11.842.949.268    13.172.606.254     2.044.850.100     2.776.296.391  6.227.785.719  6.850.664.432  7.878.364.239  9.454.087.157 11.817.671.534
        Average AR                              IDR                               6.962.854.005    11.997.194.139    12.507.777.761     7.608.728.177     2.410.573.246  4.136.317.910  6.539.225.076  7.364.514.336  8.666.225.698 10.635.879.346
        Sales                                   IDR           15.196.998.749     32.627.629.306    43.086.562.477    23.045.591.370    23.691.034.843     3.683.102.800 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
        No of days in a year                    days                     365                365               365               365               365               365            365            365            365            365            365
        AR turnover                              x                                           4,7               3,6               1,8               3,1               1,5            6,2            4,3            4,4            4,5            4,5
        AR days                                 days                                        136               100               209                 32              275              89             89             89             89             89
        % to Sales                                                                       37,24%            27,49%            57,16%             8,63%            75,38%         24,45%         24,45%         24,45%         24,45%         24,45%

    Other AR Turnover
        Other Trade receivables                 IDR                       -         416.052.153     7.583.552.000        20.556.000         2.200.000        17.767.000     12.540.798     13.795.079     15.864.543     19.037.552     23.797.066
        Average Other AR                        IDR                                 208.026.077     3.999.802.077     3.802.054.000        11.378.000         9.983.500      7.370.399     13.167.939     14.829.811     17.451.047     21.417.309
        Sales                                   IDR           15.196.998.749     32.627.629.306    43.086.562.477    23.045.591.370    23.691.034.843     3.683.102.800 25.467.862.456 28.015.058.219 32.217.726.469 38.661.476.521 48.327.101.599
        No of days in a year                    days                     365                365               365               365                365              365             365            365            365            365            365
        AR turnover                              x                                        156,8              10,8                6,1           2.082,2            368,9         3.455,4        2.127,5        2.172,5        2.215,4        2.256,5
        AR days                                 days                                         4,7             64,2                0,3                0,0              1,8           0,18           0,18           0,18           0,18           0,18
        % to Sales                                                                        1,28%            17,60%             0,09%              0,01%            0,48%           0,05%          0,05%          0,05%          0,05%          0,05%

    Inventory Turnover
        Inventory                               IDR              390.650.597        423.951.513     2.648.319.769     4.533.859.882       954.977.924     1.356.953.528  1.207.744.571  1.328.538.449  1.527.838.636  1.833.416.074  2.291.782.230
        Average Inventory                       IDR                                 407.301.055     1.536.135.641     3.591.089.826     2.744.418.903     1.155.965.726  1.081.361.248  1.268.141.510  1.428.188.543  1.680.627.355  2.062.599.152
        COGS                                  IDR/year        12.786.714.807     28.909.064.230    38.966.701.108    18.228.412.672    18.806.268.169     2.120.798.135 20.342.086.463 22.376.622.205 25.733.442.631 30.880.294.705 38.600.572.817
        No of days in a year                    days                     365                365               365               365               365               365            365            365            365            365            365
        Inventory turnover                       x                                         71,0              25,4               5,1                6,9               1,8          18,8           17,6           18,0           18,4           18,7
        Inventory days                          days                                         5,4             24,8              90,8              18,5             233,5          21,67          21,67          21,67          21,67          21,67
        % to COGS                                                                         1,47%             6,80%            24,87%             5,08%            63,98%          5,94%          5,94%          5,94%          5,94%          5,94%

    AP Turnover
        Trade payables                          IDR              513.205.000      1.261.799.416     2.424.630.399       589.225.000       575.157.600       313.921.209    858.324.965    944.171.263  1.085.810.754  1.302.979.806  1.628.733.383
        Average AP                              IDR                                 887.502.208     1.843.214.908     1.506.927.700       582.191.300       444.539.405    716.741.282    901.248.114  1.014.991.009  1.194.395.280  1.465.856.594
        COGS                                  IDR/year        12.786.714.807     28.909.064.230    38.966.701.108    18.228.412.672    18.806.268.169     2.120.798.135 20.342.086.463 22.376.622.205 25.733.442.631 30.880.294.705 38.600.572.817
        No of days in a year                    days                     365                365               365               365               365               365            365            365            365            365            365
        AP turnover                              x                                         32,6              21,1              12,1              32,3                4,8          28,4           24,8           25,4           25,9           26,3
        AP days                                 days                                       15,9              22,7              11,8              11,2              54,0          15,40          15,40          15,40          15,40          15,40
        % to COGS                                                                         4,36%             6,22%             3,23%             3,06%            14,80%          4,22%          4,22%          4,22%          4,22%          4,22%

    PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 99
PENILIAN SAHAM                                                                                                                                                         Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                                       30 April 2023

Lampiran - 02
Historis Posisi Keuangan

                                                                    2018A                  2019A             2020A             2021A             2022A            April 2023 A

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan bank                               IDR                  5.512.000.123         2.153.791.906     2.353.841.210     1.510.939.365    2.756.719.902        1.162.058.540
      Piutang usaha                              IDR                  1.774.269.000        12.151.439.010    11.842.949.268    13.172.606.254    2.044.850.100        2.776.296.391
      Persediaan                                 IDR                   390.650.597           423.951.513      2.648.319.769     4.533.859.882      954.977.924        1.356.953.528
      Biaya dibayar dimuka                       IDR                            -                     -        236.111.110       180.555.554       124.999.998         106.481.482
      Pajak dibayar dimuka                       IDR                            -                     -                 -                 -                -                    -
      Uang muka                                  IDR                   295.506.316           383.028.145        75.000.000       187.637.339       218.195.330         291.300.000
      Piutang lain - lain                        IDR                            -            416.052.153      7.583.552.000       20.556.000         2.200.000          17.767.000
      Aset lain - lain                           IDR                            -                     -                 -                 -          7.977.948           6.939.493
         Jumlah Aset Lancar                       IDR                  7.972.426.036        15.528.262.727    24.739.773.357    19.606.154.394    6.109.921.202        5.717.796.434


   Aset Tidak Lancar
      Investasi pada entitas anak                IDR                            -            600.000.000                -                 -                -                    -
      Aset pajak tangguhan                       IDR                            -                     -                 -                 -        114.021.652         176.769.325
      Aset tetap - bersih                        IDR                   608.522.513           511.437.083       712.658.748       925.655.436       535.528.037         485.190.250
         Jumlah Aset Tidak Lancar                 IDR                   608.522.513          1.111.437.083      712.658.748       925.655.436       649.549.689         661.959.575


   JUMLAH ASET                                    IDR                  8.580.948.549        16.639.699.810    25.452.432.105    20.531.809.830    6.759.470.891        6.379.756.009


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                                IDR                   513.205.000          1.261.799.416     2.424.630.399      589.225.000       575.157.600         313.921.209
      Utang pajak                                IDR                   209.215.910           932.274.871      1.129.989.362      533.338.748       373.381.040         142.347.201
      Beban yang masih harus dibayar             IDR                  5.266.421.439         8.962.464.379    16.778.943.322     7.029.368.648       34.355.611             999.000
      Uang muka penjualan                        IDR                   311.018.000            59.500.000        74.758.100                -                -                    -
      Utang lain - lain                          IDR                            -           2.000.000.000               -       5.950.000.000              -                    -
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          IDR                  6.299.860.349        13.216.038.666    20.408.321.183    14.101.932.396      982.894.251         457.267.410


   Liabilitas Jangka Panjang
      Kewajiban imbalan pascakerja               IDR                            -            120.786.000       262.604.000       463.592.000       431.668.000         586.175.096
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         IDR                            -            120.786.000       262.604.000       463.592.000       431.668.000         586.175.096


         JUMLAH LIABILITAS                        IDR                  6.299.860.349        13.336.824.666    20.670.925.183    14.565.524.396    1.414.562.251        1.043.442.506


   EKUITAS
      Modal saham                                IDR                  2.000.000.000         2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000      100.000.000         100.000.000
      Tambahan modal disetor                     IDR                    25.500.000            25.500.000        25.500.000        25.500.000        25.500.000          25.500.000
      Saldo laba (defisit)                       IDR                   255.588.200          1.277.375.144     2.756.006.922     3.940.785.434    5.219.408.640        5.210.813.503
         JUMLAH EKUITAS                           IDR                  2.281.088.200         3.302.875.144     4.781.506.922     5.966.285.434    5.344.908.640        5.336.313.503


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                    IDR                  8.580.948.549        16.639.699.810    25.452.432.105    20.531.809.830    6.759.470.891        6.379.756.009

   Check Balance                                                                 -                     -                 -                 -                -                    -

   PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
    ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 100
PENILIAN SAHAM                                                                                                                                                      Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                                    30 April 2023

Lampiran - 03
Historis Laba Rugi

                                                                    2018A                2019A             2020A             2021A             2022A             April 2023 A

  PENDAPATAN                                                       15.196.998.749    32.627.629.306        43.086.562.477    23.045.591.370    23.691.034.843       3.683.102.800

  BEBAN POKOK PENJUALAN                              IDR           12.786.714.807    28.909.064.230        38.966.701.108    18.228.412.672    18.806.268.169       2.120.798.135

  LABA KOTOR                                         IDR            2.410.283.942        3.718.565.076      4.119.861.369     4.817.178.698     4.884.766.674       1.562.304.665

  BEBAN USAHA
     Beban usaha                                    IDR           (2.196.672.809)       (2.385.590.013)   (2.055.053.493)   (3.234.670.521)   (3.245.920.852)     (1.515.541.605)
       Jumlah Beban Usaha                            IDR           (2.196.672.809)       (2.385.590.013)   (2.055.053.493)   (3.234.670.521)   (3.245.920.852)     (1.515.541.605)

  LABA USAHA                                         IDR             213.611.133         1.332.975.063      2.064.807.876     1.582.508.177     1.638.845.822         46.763.060

     Penghasilan keuangan                           IDR              36.597.484            64.293.433        51.239.772        93.291.750        17.706.476           4.453.380
     Beban keuangan                                 IDR               (8.445.500)         (21.666.596)      (206.563.962)      (97.764.822)      (28.529.386)        (12.864.419)
       Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR              28.151.984            42.626.837       (155.324.190)       (4.473.072)      (10.822.910)         (8.411.039)

  LABA SEBELUM PAJAK                                 IDR             241.763.117         1.375.601.900      1.909.483.686     1.578.035.105     1.628.022.912         38.352.021

     Beban Pajak Penghasilan                        IDR              (72.320.059)        (353.814.956)      (430.851.908)     (393.256.593)     (368.663.582)         (6.603.971)

  LABA BERSIH                                                        169.443.058         1.021.786.944      1.478.631.778     1.184.778.512     1.259.359.330         31.748.050

  PRI Notes:
   * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
   ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 101
PENILIAN SAHAM                                                                                                                                                       Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                                     30 April 2023

Lampiran - 04
Historis Arus Kas

                                                                                2018A             2019A              2020A             2022A             2021A   April 2023 A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Laba bersih                                            IDR                169.443.058      1.021.786.944     1.478.631.778     1.184.778.512
       Penyesuaian untuk penyusutan aset tetap                IDR                269.310.533        217.713.331       216.979.437       573.020.412
       Penurunan (kenaikan) piutang usaha                     IDR                (322.239.700)   (10.377.170.010)     308.489.742     (1.329.656.987)
       Penurunan (kenaikan) persediaan                        IDR                (221.349.101)       (33.300.916)   (2.224.368.256)   (1.885.540.113)
       Penurunan (kenaikan) biaya dibayar dimuka              IDR                         -                  -       (236.111.110)       55.555.557
       Penurunan (kenaikan) piutang pajak                     IDR                         -                  -                 -                 -
       Penurunan (kenaikan) uang muka                         IDR                (278.113.097)       (87.521.829)     308.028.145      (112.637.339)
       Penurunan (kenaikan) pajak dibayar dimuka              IDR                         -                  -                 -                 -
       Penurunan (kenaikan) piutang lain - lain               IDR                         -        (416.052.153)    (7.167.499.847)   7.562.996.000
       Penurunan (kenaikan) utang usaha                       IDR                404.580.000        748.594.415     1.162.830.984     (1.835.405.399)
       Penurunan (kenaikan) utang pajak                       IDR                (195.002.023)      723.058.962       197.714.490      (596.650.614)
       Penurunan (kenaikan) beban yang masih harus dibayar    IDR               4.284.034.344     3.696.042.941     7.816.478.942     (9.749.574.674)
       Penurunan (kenaikan) uang muka penjualan               IDR                254.000.000       (251.518.000)       15.258.100       (74.758.100)
       Penurunan (kenaikan) utang lain - lain                 IDR                (458.000.000)    2.000.000.000     (2.000.000.000)   5.950.000.000
       Penurunan (kenaikan) kewajiban imbalan pascakerja      IDR                         -         120.786.000       141.818.000       200.988.000

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                IDR               3.906.664.014     (2.637.580.315)      18.250.405       (56.884.745)                           -


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Perolehan aset tetap                                   IDR                (681.420.257)     (120.627.902)     (418.201.101)     (786.017.100)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi              IDR                (681.420.257)     (120.627.902)     (418.201.101)     (786.017.100)                           -


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Investasi pada entitas anak                            IDR                         -        (600.000.000)      600.000.000                -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan              IDR                         -        (600.000.000)      600.000.000                -                             -


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                               3.225.243.757     (3.358.208.217)     200.049.304      (842.901.845)                           -


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                2.286.756.366     5.512.000.123     2.153.791.906     2.353.841.210                1.510.939.365


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                               5.512.000.123     2.153.791.906     2.353.841.210     1.510.939.365                1.510.939.365


    PRI Notes:                                                                                                                                                    1.162.058.540
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 102
PENILIAN SAHAM                                                                                                                            Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                         30 April 2023

Lampiran - 05
Common Size Analyst Posisi Keuangan

                                                              2018A                 2019A    2020A    2021A    2022A    April 2023 A   Average

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan bank                          %                64,24%                12,94%   9,25%    7,36%    40,78%      18,21%      25,46%
      Piutang usaha                         %                20,68%                73,03%   46,53%   64,16%   30,25%      43,52%      46,36%
      Persediaan                            %                4,55%                 2,55%    10,40%   22,08%   14,13%      21,27%      12,50%
      Biaya dibayar dimuka                  %                0,00%                 0,00%    0,93%    0,88%    1,85%       1,67%        0,89%
      Pajak dibayar dimuka                  %                0,00%                 0,00%    0,00%    0,00%    0,00%       0,00%        0,00%
      Uang muka                             %                3,44%                 2,30%    0,29%    0,91%    3,23%       4,57%        2,46%
      Piutang lain - lain                   %                0,00%                 2,50%    29,79%   0,10%    0,03%       0,28%        5,45%
      Aset lain - lain                      %                0,00%                 0,00%    0,00%    0,00%    0,12%       0,11%        0,04%
         Jumlah Aset Lancar                  %                92,91%                93,32%   97,20%   95,49%   90,39%      89,62%       93,12%


   Aset Tidak Lancar
      Investasi pada entitas anak           %                0,00%                 3,61%    0,00%    0,00%    0,00%       0,00%        0,60%
      Aset pajak tangguhan                  %                0,00%                 0,00%    0,00%    0,00%    1,69%       2,77%        0,74%
      Aset tetap - bersih                   %                7,09%                 3,07%    2,80%    4,51%    7,92%       7,61%        5,50%
         Jumlah Aset Tidak Lancar            %                7,09%                 6,68%    2,80%    4,51%    9,61%       10,38%       6,84%


   JUMLAH ASET                               %                100,0%                100,0%   100,0%   100,0%   100,0%      100,0%       100,0%


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                           %                5,98%                 7,58%    9,53%    2,87%    8,51%       4,92%        6,56%
      Utang pajak                           %                2,44%                 5,60%    4,44%    2,60%    5,52%       2,23%        3,81%
      Beban yang masih harus dibayar        %                61,37%                53,86%   65,92%   34,24%   0,51%       0,02%       35,99%
      Uang muka penjualan                   %                3,62%                 0,36%    0,29%    0,00%    0,00%       0,00%        0,71%
      Utang lain - lain                     %                0,00%                 12,02%   0,00%    28,98%   0,00%       0,00%        6,83%
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek     %                73,42%                79,42%   80,18%   68,68%   14,54%      7,17%        53,90%


   Liabilitas Jangka Panjang
      Kewajiban imbalan pascakerja          %                0,00%                 0,73%    1,03%    2,26%    6,39%       9,19%        3,26%
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang    %                 0,00%                0,73%    1,03%    2,26%    6,39%       9,19%        3,26%


         JUMLAH LIABILITAS                   %                73,42%                80,15%   81,21%   70,94%   20,93%      16,36%       57,17%


   EKUITAS
      Modal saham                           %                23,31%                12,02%   7,86%    9,74%    1,48%       1,57%        9,33%
      Tambahan modal disetor                %                0,30%                 0,15%    0,10%    0,12%    0,38%       0,40%        0,24%
      Saldo laba (defisit)                  %                2,98%                 7,68%    10,83%   19,19%   77,22%      81,68%      33,26%
         JUMLAH EKUITAS                      %                26,58%                19,85%   18,79%   29,06%   79,07%      83,64%       42,83%


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS               %                100,0%                100,0%   100,0%   100,0%   100,0%      100,0%       100,0%


   PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
Page 103
PENILIAN SAHAM                                                                                                              Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                           30 April 2023

Lampiran - 05
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023


Common Size Analyst Laba Rugi

                                                        2018A     2019A     2020A     2021A     2022A     April 2023 A   Average


   PENDAPATAN                                   %       100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%     100,00%      100,00%

   BEBAN POKOK PENJUALAN                        %       84,14%    88,60%    90,44%    79,10%    79,38%       57,58%       79,87%

   LABA KOTOR                                   %       15,86%    11,40%    9,56%     20,90%    20,62%       42,42%       20,13%

   BEBAN USAHA
      Beban usaha                              %       -14,45%   -7,31%    -4,77%    -14,04%   -13,70%     -41,15%      -15,90%
         Jumlah Beban Usaha                     %       -14,45%   -7,31%    -4,77%    -14,04%   -13,70%     -41,15%      -15,90%

   LABA USAHA

      Penghasilan keuangan                     %       0,24%     0,20%     0,12%     0,40%     0,07%        0,12%        0,19%
      Beban keuangan                           %       -0,06%    -0,07%    -0,48%    -0,42%    -0,12%       -0,35%       -0,25%
         Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan -   %       0,19%     0,13%     -0,36%    -0,02%    -0,05%       -0,23%       -0,06%

   LABA SEBELUM PAJAK                                   1,59%     4,22%     4,43%     6,85%     6,87%        1,04%        4,17%

      Beban Pajak Penghasilan                  %       -29,91%   -25,72%   -22,56%   -24,92%   -22,64%     -17,22%      -23,83%

   LABA BERSIH                                  %       1,11%     3,13%     3,43%     5,14%     5,32%        0,86%        3,17%
Page 104
PENILIAN SAHAM                                                                                                                       Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                    30 April 2023

Lampiran - 06
Trend Analyst Posisi Keuangan

                                                               2019A                 2020A     2021A     2022A     April 2023 A   Average

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan bank                           %               -60,93%                9,29%     -35,81%   82,45%      -57,85%      -12,57%
      Piutang usaha                          %               584,87%                -2,54%    11,23%    -84,48%      35,77%      108,97%
      Persediaan                             %                8,52%                524,68%    71,20%    -78,94%      42,09%      113,51%
      Biaya dibayar dimuka                   %                0,00%                 0,00%     -23,53%   -30,77%     -14,81%      -13,82%
      Pajak dibayar dimuka                   %                  -                         -      -         -           -            -
      Uang muka                              %                29,62%                -80,42%   150,18%   16,29%       33,50%      29,83%
      Piutang lain - lain                    %                  -                  1722,74%   -99,73%   -89,30%     707,59%      560,33%
         Jumlah Aset Lancar                   %                94,77%                59,32%    -20,75%   -68,84%      -6,42%       11,62%


   Aset Tidak Lancar
      Investasi pada entitas anak            %                  -                         -      -         -           -            -
      Aset pajak tangguhan                   %                  -                         -      -         -         55,03%      55,03%
      Aset tetap - bersih                    %               -15,95%                39,34%    29,89%    -42,15%      -9,40%       0,35%
         Jumlah Aset Tidak Lancar             %               -15,95%                39,34%    29,89%    -42,15%      45,63%       55,38%


   JUMLAH ASET                                %                93,9%                 53,0%     -19,3%    -67,1%       -5,6%        11,0%


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                            %               145,87%                92,16%    -75,70%   -2,39%      -45,42%      22,90%
      Utang pajak                            %               345,60%                21,21%    -52,80%   -29,99%     -61,88%      44,43%
      Beban yang masih harus dibayar         %                70,18%                87,21%    -58,11%   -99,51%     -97,09%      -19,46%
      Uang muka penjualan                    %               -80,87%                25,64%       -         -           -         -27,61%
      Utang lain - lain                      %                  -                         -      -         -           -            -
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek      %               109,78%                54,42%    -30,90%   -93,03%     -53,48%       -2,64%


   Liabilitas Jangka Panjang
      Kewajiban imbalan pascakerja           %                  -                  117,41%    76,54%    -6,89%       35,79%      55,71%
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     %                  -                  117,41%    76,54%    -6,89%       35,79%       55,71%


         JUMLAH LIABILITAS                    %               111,70%                54,99%    -29,54%   -90,29%     -26,24%       4,13%


   EKUITAS
      Modal saham                            %                0,00%                 0,00%     0,00%     -95,00%      0,00%       -19,00%
      Tambahan modal disetor                 %                0,00%                 0,00%     0,00%     0,00%        0,00%        0,00%
      Saldo laba (defisit)                   %               399,78%               115,76%    42,99%    32,45%       -0,16%      118,16%
         JUMLAH EKUITAS                       %                44,79%                44,77%    24,78%    -10,41%      -0,16%       20,75%


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                %                93,9%                 53,0%     -19,3%    -67,1%       -5,6%        11,0%


   PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
    ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 105
PENILIAN SAHAM                                                                                            Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                         30 April 2023

Lampiran - 06



Trend Analyst Laba Rugi

                                                    2019A     2020A      2021A     2022A     Average   CAGR


   PENDAPATAN                                   %   114,70%   32,06%     -46,51%   2,80%      25,76%    9,29%

   BEBAN POKOK PENJUALAN                        %   126,09%   34,79%     -53,22%   3,17%      27,71%    8,02%

   LABA KOTOR                                   %   54,28%    10,79%     16,93%    1,40%      20,85%   15,17%

   BEBAN USAHA
      Beban usaha                              %   8,60%     -13,86%    57,40%    0,35%      13,12%    8,12%
         Jumlah Beban Usaha                     %    8,60%    -13,86%    57,40%    0,35%      13,12%    8,12%

   LABA USAHA                                       524,02%   54,90%     -23,36%   3,56%     139,78%   50,31%

      Penghasilan keuangan                     %   75,68%    -20,30%    82,07%    -81,02%    14,11%   -13,52%
      Beban keuangan                           %   156,55%   853,38%    -52,67%   -70,82%   221,61%   27,57%
         Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan -   %   51,42%    -464,38%   -97,12%   141,96%   -92,03%   -182,60%

   LABA SEBELUM PAJAK                               468,99%   38,81%     -17,36%   3,17%     123,40%   46,44%

      Beban Pajak Penghasilan                  %   389,23%   21,77%     -8,73%    -6,25%     99,01%   38,51%

   LABA BERSIH                                  %   503,03%   44,71%     -19,87%   6,29%      133,5%   49,36%
Page 106
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                                 Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                30 April 2023

Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan

                                                                     2023F                 2024F            2025F            2026F            2027F

    ASSET
    Aset Lancar
       Kas dan bank                               IDR                  190.778.001         1.390.130.693    2.524.000.175    3.589.589.287    4.556.764.217
       Piutang usaha                              IDR                 6.227.785.719        6.850.664.432    7.878.364.239    9.454.087.157   11.817.671.534
       Persediaan                                 IDR                 1.207.744.571        1.328.538.449    1.527.838.636    1.833.416.074    2.291.782.230
       Biaya dibayar dimuka                       IDR                  124.999.998          124.999.998      124.999.998      124.999.998       124.999.998
       Uang muka                                  IDR                  218.195.330          218.195.330      218.195.330      218.195.330       218.195.330
       Piutang lain - lain                        IDR                   12.540.798           13.795.079       15.864.543       19.037.552        23.797.066
       Aset lain - lain                           IDR                     7.977.948            7.977.948        7.977.948        7.977.948        7.977.948
          Jumlah Aset Lancar                       IDR                 7.990.022.366        9.934.301.929   12.297.240.869   15.247.303.346   19.041.188.324

    Aset Tidak Lancar
       Aset pajak tangguhan                       IDR                  114.021.652          114.021.652      114.021.652      114.021.652       114.021.652
       Aset tetap - bersih                        IDR                  840.386.005         1.069.029.481    1.240.512.087    1.369.124.043    1.465.583.009
          Jumlah Aset Tidak Lancar                 IDR                  954.407.657         1.183.051.133    1.354.533.739    1.483.145.695    1.579.604.661


    JUMLAH ASET                                    IDR                 8.944.430.022       11.117.353.062   13.651.774.609   16.730.449.040   20.620.792.985


    LIABILITAS DAN EKUITAS
    Liabilitas
    Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha                                IDR                  858.324.965          944.171.263     1.085.810.754    1.302.979.806    1.628.733.383
       Utang pajak                                IDR                  373.381.040          373.381.040      373.381.040      373.381.040       373.381.040
       Beban yang masih harus dibayar             IDR                    34.355.611           34.355.611       34.355.611       34.355.611       34.355.611
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          IDR                 1.266.061.616        1.351.907.914    1.493.547.405    1.710.716.457    2.036.470.034

    Liabilitas Jangka Panjang
       Kewajiban imbalan pascakerja               IDR                  431.668.000          431.668.000      431.668.000      431.668.000       431.668.000
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         IDR                  431.668.000          431.668.000      431.668.000      431.668.000       431.668.000

          JUMLAH LIABILITAS                        IDR                 1.697.729.616        1.783.575.914    1.925.215.405    2.142.384.457    2.468.138.034


    EKUITAS
       Modal saham                                IDR                  100.000.000          100.000.000      100.000.000      100.000.000       100.000.000
       Tambahan modal disetor                     IDR                   25.500.000           25.500.000       25.500.000       25.500.000        25.500.000
       Saldo laba (defisit)                       IDR                 7.121.200.407        9.208.277.148   11.601.059.203   14.462.564.584   18.027.154.950
          JUMLAH EKUITAS                           IDR                 7.246.700.407        9.333.777.148   11.726.559.203   14.588.064.584   18.152.654.950


    JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR                  8.944.430.022       11.117.353.062   13.651.774.609   16.730.449.040   20.620.792.985

    Check Balance                                                                -                    -                -                -                -

    PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 107
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                                   Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                  30 April 2023

Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi

                                                                          2023F             2024F             2025F             2026F             2027F

    PENDAPATAN                                                           25.467.862.456    28.015.058.219    32.217.726.469    38.661.476.521    48.327.101.599
                                                                                  7,50%            10,00%            15,00%            20,00%            25,00%
    BEBAN POKOK PENJUALAN                               IDR   79,87%     20.342.086.463    22.376.622.205    25.733.442.631    30.880.294.705    38.600.572.817

    LABA KOTOR                                          IDR               5.125.775.994     5.638.436.014     6.484.283.837     7.781.181.816     9.726.528.783

    BEBAN USAHA
       Beban umum dan administrasi                     IDR                (497.520.000)     (547.280.000)     (629.380.000)     (755.260.000)     (944.080.000)
       Beban penjualan                                 IDR              (2.238.840.000)   (2.462.760.000)   (2.832.210.000)   (3.398.670.000)   (4.248.360.000)
          Jumlah Beban Usaha                            IDR              (2.736.360.000)   (3.010.040.000)   (3.461.590.000)   (4.153.930.000)   (5.192.440.000)

    LABA USAHA                                          IDR               2.389.415.994     2.628.396.014     3.022.693.837     3.627.251.816     4.534.088.783

       Penghasilan keuangan                            IDR    0,19%        49.121.660        54.034.616        62.140.599        74.569.113        93.211.885
       Beban keuangan                                  IDR   -0,25%        (63.471.164)      (69.819.301)      (80.293.216)      (96.352.370)     (120.441.100)
          Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR                 (14.349.503)      (15.784.684)      (18.152.618)      (21.783.257)      (27.229.215)

    LABA SEBELUM PAJAK                                  IDR               2.375.066.490     2.612.611.330     3.004.541.220     3.605.468.559     4.506.859.568

       Beban Pajak Penghasilan                         IDR                (473.274.724)     (525.534.588)     (611.759.164)     (743.963.179)     (942.269.201)

    LABA BERSIH                                                           1.901.791.767     2.087.076.741     2.392.782.056     2.861.505.380     3.564.590.367


    Depresiasi & Amortizasi                                                 280.128.668       356.343.160       413.504.029       456.374.681       488.527.670
    EBITDA                                                                2.669.544.662     2.984.739.174     3.436.197.867     4.083.626.496     5.022.616.452


    Ratio Common Size
      COGS to Revenue                                   %                       79,87%            79,87%            79,87%            79,87%            79,87%
      Gross Profit Margin                               %                       20,13%            20,13%            20,13%            20,13%            20,13%
      Operating Profit Margin                           %                         9,38%             9,38%             9,38%             9,38%             9,38%
      EBITDA Margin                                     %                       10,48%            10,65%            10,67%            10,56%            10,39%
      Net Profit Margin                                 %                         7,47%             7,45%             7,43%             7,40%             7,38%


    Ratio Trend
      Growth Revenue                                    %                         7,50%           10,00%            15,00%            20,00%            25,00%
      Growth Beban Usaha                                %                       -15,70%           10,00%            15,00%            20,00%            25,00%
      Growth Operating Income                           %                       45,80%            10,00%            15,00%            20,00%            25,00%
      Growth Net Income                                 %                       51,01%              9,74%           14,65%            19,59%            24,57%


    RATIO
      ROE                                               %                       26,24%            22,36%            20,40%            19,62%            19,64%
      ROA                                               %                       21,26%            18,77%            17,53%            17,10%            17,29%

    PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 108
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                                        Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                       30 April 2023

Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas

                                                                              2023F              2024F            2025F             2026F             2027F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Laba bersih                                          IDR               1.901.791.767     2.087.076.741    2.392.782.056     2.861.505.380     3.564.590.367
          Penyesuaian modal kerja
       Penurunan (kenaikan) piutang usaha                   IDR               (4.182.935.619)    (622.878.713)   (1.027.699.806)   (1.575.722.918)   (2.363.584.378)
       Penurunan (kenaikan) persediaan                      IDR                (252.766.647)     (120.793.877)    (199.300.188)     (305.577.437)     (458.366.156)
       Penurunan (kenaikan) piutang lain - lain             IDR                 (10.340.798)       (1.254.281)       (2.069.464)       (3.173.009)       (4.759.514)
       Penurunan (kenaikan) utang usaha                     IDR                 283.167.365       85.846.298       141.639.491       217.169.052       325.753.577

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi              IDR               (2.261.083.933)   1.427.996.167    1.305.352.089     1.194.201.067     1.063.633.897


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Perolehan aset tetap                                 IDR                (304.857.968)     (228.643.476)    (171.482.607)     (128.611.955)      (96.458.966)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi            IDR                (304.857.968)     (228.643.476)    (171.482.607)     (128.611.955)      (96.458.966)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Investasi pada entitas anak                          IDR                           -               -                 -                 -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan            IDR                           -               -                 -                                   -


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                             (2.565.941.901)   1.199.352.692    1.133.869.483     1.065.589.111       967.174.930


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                              2.756.719.902      190.778.001     1.390.130.693     2.524.000.175     3.589.589.287


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                               190.778.001     1.390.130.693    2.524.000.175     3.589.589.287     4.556.764.217


    PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 109
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                                                                                                                   Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                                                                                                  30 April 2023

Lampiran - 10
Net Working Capital Projection

                                                                  2018               2019              2020             2021             2022             2023F             2024F             2025F             2026F             2027F

    No of days in a year

      Sales                                                 15.196.998.749      32.627.629.306    43.086.562.477    23.045.591.370   23.691.034.843   25.467.862.456    28.015.058.219    32.217.726.469    38.661.476.521    48.327.101.599
      COGS                                                  12.786.714.807      28.909.064.230    38.966.701.108    18.228.412.672   18.806.268.169   20.342.086.463    22.376.622.205    25.733.442.631    30.880.294.705    38.600.572.817

    Current Asset
      Trade receivables                                       1.774.269.000     12.151.439.010    11.842.949.268    13.172.606.254    2.044.850.100    6.227.785.719     6.850.664.432     7.878.364.239     9.454.087.157    11.817.671.534
      Other Trade receivables                                           -          416.052.153     7.583.552.000        20.556.000        2.200.000       12.540.798        13.795.079        15.864.543        19.037.552        23.797.066
      Inventory                                                 390.650.597        423.951.513     2.648.319.769     4.533.859.882      954.977.924    1.207.744.571     1.328.538.449     1.527.838.636     1.833.416.074     2.291.782.230
       Total Current Asset                                     2.164.919.597     12.991.442.676    22.074.821.037    17.727.022.136    3.002.028.024    7.448.071.088     8.192.997.960     9.422.067.418    11.306.540.783    14.133.250.831

    CURRENT LIABILITIES
      Account receivables                                      513.205.000       1.261.799.416     2.424.630.399      589.225.000      575.157.600      858.324.965       944.171.263      1.085.810.754     1.302.979.806     1.628.733.383
       Total Current Liabilities                                513.205.000       1.261.799.416     2.424.630.399      589.225.000      575.157.600      858.324.965       944.171.263      1.085.810.754     1.302.979.806     1.628.733.383

    Net Working Capital                                        1.651.714.597     11.729.643.260    19.650.190.638    17.137.797.136    2.426.870.424    6.589.746.124     7.248.826.698     8.336.256.664    10.003.560.977    12.504.517.447
    Increase/Decrease Net Working Capital                                       (10.077.928.663)   (7.920.547.378)    2.512.393.502   14.710.926.712   (4.162.875.700)     (659.080.574)   (1.087.429.966)   (1.667.304.313)   (2.500.956.470)

    PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 110
PENILAIAN SAHAM                                                                                                          Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                         30 April 2023


Lampiran - 11
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap

                                       2022A            2023F           2024F           2025F           2026F           2027F

  PENAMBAHAN / PENGURANGAN
          Mesin dan Peralatan   IDR               0      584.986.636     584.986.636     584.986.636     584.986.636      584.986.636
           Jumlah                                  -     584.986.636     584.986.636     584.986.636     584.986.636      584.986.636


  NILAI PEROLEHAN
          Mesin dan Peralatan   IDR   2.339.946.544    2.924.933.180   3.509.919.816   4.094.906.452   4.679.893.088   5.264.879.724
           Jumlah                       2.339.946.544   2.924.933.180   3.509.919.816   4.094.906.452   4.679.893.088    5.264.879.724


  PENYUSUTAN                                                      -              1,00            1,00            1,00            1,00
          Mesin dan Peralatan   IDR     396.277.399     280.128.668     356.343.160     413.504.029     456.374.681      488.527.670
           Jumlah                        396.277.399      280.128.668     356.343.160     413.504.029     456.374.681      488.527.670


  AKUMULASI PENYUSUTAN
          Mesin dan Peralatan   IDR   1.804.418.507    2.084.547.175   2.440.890.335   2.854.394.365   3.310.769.045    3.799.296.715
           Jumlah                       1.804.418.507   2.084.547.175   2.440.890.335   2.854.394.365   3.310.769.045    3.799.296.715


  NILAI BUKU
          Mesin dan Peralatan   IDR     535.528.037     840.386.005    1.069.029.481   1.240.512.087   1.369.124.043   1.465.583.009
           Jumlah                        535.528.037     840.386.005    1.069.029.481   1.240.512.087   1.369.124.043   1.465.583.009


  Capital Expenditure
          Mesin dan Peralatan                           584.986.636     584.986.636     584.986.636     584.986.636      584.986.636
Page 111
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                       Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                      30 April 2023

Lampiran - 12
Tax Projection

                     KETERANGAN                                  2023F             2024F           2025F            2026F            2027F

    Tarif Pajak PPh Badan                                                22%                22%              22%              22%              22%
    Tarif                                                                11%                11%              11%              11%              11%
    Penjualan                                                 25.467.862.456     28.015.058.219   32.217.726.469   38.661.476.521   48.327.101.599
    PTKP                                                       4.800.000.000      4.800.000.000    4.800.000.000    4.800.000.000    4.800.000.000
    PKP                                                       20.667.862.456     23.215.058.219   27.417.726.469   33.861.476.521   43.527.101.599
    Laba sebelum pajak                                         2.375.066.490      2.612.611.330    3.004.541.220    3.605.468.559    4.506.859.568
    Perhitungan Pajak                                             49.239.904         49.239.904       49.239.904       49.239.904       49.239.904
    Beban Pajak                                                  424.034.820        476.294.684      562.519.260      694.723.275      893.029.297
    Beban Pajak Penghasilan                                      473.274.724        525.534.588      611.759.164      743.963.179      942.269.201
                                                                      19,93%             20,12%           20,36%           20,63%           20,91%

     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 112
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                                                                         Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                                                                        30 April 2023

Lampiran - 13
Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm

                                                                                             2023F             2024F             2025F             2026F             2027F           Perpetuity

   No of days in a year                                                                               245               365               365               365               365

     Earning Before Interest Tax                                                     IDR    2.389.415.994    2.628.396.014     3.022.693.837     3.627.251.816     4.534.088.783
     Interest                                                                        IDR              -                -                 -                 -                 -

   CASH IN
    (+) Net Income                                                              IDR         1.901.791.767    2.087.076.741     2.392.782.056     2.861.505.380     3.564.590.367
    (+) Interest * (1-Tax)                                                  22% IDR                   -                -                 -                 -                 -
    (+) Depreciation & Ammortization                                            IDR           280.128.668      356.343.160       413.504.029       456.374.681       488.527.670
                                                      Total Cash In             IDR         2.181.920.435    2.443.419.902     2.806.286.085     3.317.880.061     4.053.118.037

   CASH OUT
    (-) Capital Expenditure                                                          IDR     (584.986.636)    (584.986.636)      (584.986.636)     (584.986.636)              -
    (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital                                      IDR   (4.162.875.700)    (659.080.574)    (1.087.429.966)   (1.667.304.313)   (2.500.956.470)
                                                   Total Cash Out                    IDR   (4.747.862.336)   (1.244.067.210)   (1.672.416.602)   (2.252.290.949)   (2.500.956.470)

   Free Cash Flow to Invested Capital                                                IDR   (1.722.344.564)   1.199.352.692     1.133.869.483     1.065.589.111     1.552.161.566     21.527.681.025

     Year (n)                                                                                        0,67                 2                 3                 4                 5
     Growth Perpetuity                                                    3,18% %
     Discount Rate (WACC)                                                10,62% %                 10,62%            10,62%            10,62%            10,62%            10,62%            10,62%
     Discount Factor                                                                              0,9345            0,8447            0,7636            0,6903            0,6240            0,6240

   Present Value Free Cash Flow to Invested Capital                                  IDR   (1.609.495.382)   1.013.144.670       865.849.619       735.570.039       968.558.901     13.433.412.817

   Indicative Market Value of Invested Capital From Operating                        IDR   15.407.040.665

   (+) Non Operating Asset
     Cash & Cash Equivalent                                                          IDR    1.162.058.540
     Property Invesment                                                              IDR

   Indicative Market Value of Invested Capital From Operating & Non Operating        IDR   16.569.099.205

   (-) Interest Bearing Debt

     Long Term Debt                                                                  IDR              -
     Short Term Debt                                                                 IDR              -
     Lease Liability                                                                 IDR              -

   Indicative Market Value of Equity                                                 IDR   16.569.099.205

   (-) Discount for Lack of Control (DLOC)                                      0%                    -

   Indicative Market Value of Equity Before DLOM                                     IDR   16.569.099.205

   (-) Discount for Lock of Marketibilty (DLOM)                             20%             3.313.819.841
   Indicative Market Value of 100% Share PT Kian Santang                             IDR   13.255.279.364

   Shareholder Outstanding
   Share Price
   Book Value                                                          31-Des-22
   Price to Book Value
   Price to Book Value Industry                                       Technology
Page 113
PENILAIAN SAHAM                                                                                                                         Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                                        30 April 2023

Lampiran - 14
Adjusted Book Value Method

                                                                        Nilai Buku                                             Nilai Pasar
                                                                                                    Penyesuaian
                                                                       30 April 2023                                          30 April 2023

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan bank                                          IDR                1.162.058.540                         -                1.162.058.540
      Piutang usaha                                         IDR                2.776.296.391                 (74.206.013)             2.702.090.378
      Persediaan                                            IDR                1.356.953.528                             1            1.356.953.529
      Biaya dibayar dimuka                                  IDR                  106.481.482                         -                  106.481.482
      Uang muka                                             IDR                  291.300.000                         -                  291.300.000
      Piutang lain - lain                                   IDR                   17.767.000                         -                   17.767.000
      Aset lain - lain                                      IDR                       6.939.493                      -                       6.939.493
         Jumlah Aset Lancar                                  IDR                5.717.796.434                 (74.206.012)             5.643.590.422


   Aset Tidak Lancar
      Aset pajak tangguhan                                  IDR                  176.769.325                         -                  176.769.325
      Aset tetap - bersih                                   IDR                  485.190.250               1.033.009.750              1.518.200.000
         Jumlah Aset Tidak Lancar                            IDR                  661.959.575               1.033.009.750              1.694.969.325


   JUMLAH ASET                                               IDR                6.379.756.009                958.803.738               7.338.559.747


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                                           IDR                  313.921.209                         -                  313.921.209
      Utang pajak                                           IDR                  142.347.201                         -                  142.347.201
      Beban yang masih harus dibayar                        IDR                        999.000                       -                        999.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     IDR                  457.267.410                         -                  457.267.410


   Liabilitas Jangka Panjang
      Kewajiban imbalan pascakerja                          IDR                  586.175.096                         -                  586.175.096
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    IDR                  586.175.096                         -                  586.175.096


         JUMLAH LIABILITAS                                   IDR                1.043.442.506                         -                1.043.442.506


   EKUITAS
      Modal saham                                           IDR                  100.000.000                         -                  100.000.000
      Tambahan modal disetor                                IDR                   25.500.000                         -                   25.500.000
      Saldo laba (defisit)                                  IDR                5.210.813.503                         -                5.210.813.503
      Penyesuaian hasil penilaian                                                              -            958.803.738                 958.803.738
         JUMLAH EKUITAS                                      IDR                5.336.313.503                958.803.738               6.295.117.241


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                               IDR                6.379.756.009                958.803.738               7.338.559.747

   Check Balance                                                                                -                     -                             -

   Indicative Market Value of Equity                       IDR                6.295.117.241

   (-) Discount for Lack of Control (DLOC)                       0%                         -

   Indicative Market Value of Equity Before DLOM           IDR                6.295.117.241

   (-) Discount for Lock of Marketibilty (DLOM)                  20%          1.259.023.448

   Indicative Market Value of 100% Share PT Kian Santang   IDR                5.036.093.793
Page 114
PENILAIAN SAHAM                                                                                                            Cut of Date

PT Kian Santang                                                                                                          30 April 2023

Lampiran - 15
Adjusted Book Value Method

                                                       Nilai Buku                                                Nilai Pasar
                                                                                  Penyesuaian
                                                      30 April 2023                                             30 April 2023

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan bank                         IDR                 1.168.998.033                       -                     1.168.998.033
      Piutang usaha                        IDR                 2.776.296.391                       -                     2.776.296.391
      Persediaan                           IDR                 1.356.953.527                           2                 1.356.953.529
      Biaya dibayar dimuka                 IDR                  106.481.482                        -                      106.481.482
      Pajak dibayar dimuka                 IDR                   47.294.137                        -                       47.294.137
      Uang muka                            IDR                  291.300.000                        -                      291.300.000
      Piutang lain - lain                  IDR                   17.767.000                        -                       17.767.000
         Jumlah Aset Lancar                 IDR                 5.765.090.570                           2                 5.765.090.572


   Aset Tidak Lancar
      Aset pajak tangguhan                 IDR                  114.021.652                        -                      114.021.652
      Aset tetap - bersih                  IDR                  485.180.250              1.033.019.750                   1.518.200.000
         Jumlah Aset Tidak Lancar           IDR                  599.201.902              1.033.019.750                   1.632.221.652


   JUMLAH ASET                              IDR                 6.364.292.472             1.033.019.752                   7.397.312.224


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                          IDR                  313.921.209                        -                      313.921.209
      Utang pajak                          IDR                  102.766.984                        -                      102.766.984
      Beban yang masih harus dibayar       IDR                       999.000                       -                           999.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek    IDR                  417.687.193                        -                      417.687.193


   Liabilitas Jangka Panjang
      Kewajiban imbalan pascakerja         IDR                  431.668.000                        -                      431.668.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang   IDR                  431.668.000                        -                      431.668.000


         JUMLAH LIABILITAS                  IDR                  849.355.193                        -                      849.355.193


   EKUITAS
      Modal saham                          IDR                  100.000.000                        -                      100.000.000
      Tambahan modal disetor               IDR                   (46.779.720)                      -       -               46.779.720
      Saldo laba (defisit)                 IDR                 5.461.716.999                       -                     5.461.716.999
      Penyesuaian hasil penilaian                                        -               1.033.019.752                   1.033.019.752
         JUMLAH EKUITAS                     IDR                 5.514.937.279             1.033.019.752                   6.547.957.031


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS              IDR                 6.364.292.472             1.033.019.752                   7.397.312.224

   Check Balance                                  -                           0                     -       -                        0
Page 115
PENILAIAN SAHAM                                                             Cut of Date

PT Kian Santang                                                            30 April 2023


 Nilai NTAV                                              6.547.957.031
 Yield NABB                                                      9,22%
 Imbal Hasil NABB                                          603.555.662

 Net Cash Flow to Invested Capital

 (+) Net Income                                          1.901.791.767
 (+) Interest * (1-Tax)                                            -
 (+) Depreciation & Ammortization                          280.128.668
                                         Total Cash In   2.181.920.435

 (-) Capital Expenditure                                   (584.986.636)
 (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital             (4.162.875.700)
                                       Total Cash Out    (4.747.862.336)
 Net Cash Flow                                           (1.722.344.564)

 Laba Ekonomis Normal                                    (1.722.344.564)
 Kelebihan Pendapatan                                               -
 Capitalization Rate                                                  0
 Indikasi Nilai Aset Takberwujud                                    -
 Indikasi Nilai Perusahaan                                6.547.957.031
 Hutang                                                             -
 Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum DLOM                 6.547.957.031
 Discount Lack of Marketability (DLOM) : 30%             (1.309.591.406)
 Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas                        5.238.365.625
Page 116
    WACC
                                 Weighted Average Cost of Capital
                                 Discount Rate

Lampiran - 16
                                           Assumptions                                                                                        CAPM Variable
Equity Cost Calculation Method                                                      CAPM                    Risk Free Rate                        7,06% Beta                0,97
Income Tax Rate                                                                      22%                    Market Equity Risk Premium            9,23% RBDs               2,33%
                                                                                                                    Cost of Equity               13,69%
Beta Calculation
                                                                                                                                                                      IDR (Million)
                   Kode                                                            Adjusted                 Market Value of Market Value of                            Beta
 No.                               Country                 Company                              Aset                                           DER             Tax
                   Ticker                                                            Beta                      Liability        Equity                               Unlevered
        KS                       Indonesia      PT KIAN SANTANG                                     6.380            1.043           5.336    19,55%           22%
   1    NRCA IJ EQUITY           Indonesia      PT NUSA RAYA CIPTA TBK                 0,826    2.325.025        1.092.476       1.232.549    88,64%           22%           0,49
   2    BUKK IJ EQUITY           Indonesia      PT BUKAKA TEKNIK UTAMA TBK             0,722    6.717.627        2.717.723       3.999.904    67,94%           22%           0,47
   3    MTPS IJ EQUITY           Indonesia      PT META EPSI TBK                       0,850      122.479           60.670          61.809     98,16%          22%           0,48
   4    PBSA IJ EQUITY           Indonesia      PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK          0,903      868.951          206.233         662.718    31,12%           22%           0,73
   5    PPRE IJ EQUITY           Indonesia      PT PP PRESISI TBK                      1,563    7.685.772        4.488.312       3.197.460    140,37%          22%           0,75
   6    PTPW IJ EQUITY           Indonesia      PT PRATAMA WIDYA TBK                   0,969      620.151           90.099         530.052     17,00%          22%           0,86
   7    RONY IJ EQUITY           Indonesia      PT AESLER GRUP INTERNATIONAL T         0,436        5.899            1.798           4.101    43,84%           22%           0,32
   8    KRYA IJ EQUITY           Indonesia      PT BANGUN KARYA PERKASA JAYA T         0,653      150.232           44.783         105.449    42,47%           22%           0,49
                                                                                                2.312.017        1.087.762       1.224.255     88,85%                        0,57
Laporan Keuangan Interim 31 Maret 2023
Beta Perusahaan by Pefindo 20 April 2023

Relevered Beta Calculation
Mean Un-Levered Beta                    0,57
Debt to Equity Ratio                  88,85%
Marginal Tax Rate                        22%
Re-Levered Beta                         0,97

Market Risk Premium Calculation                            Source
Mature Equity Market                    5,94% Damodaran, 01 Januari 2023
Multiplier                                1,41 Damodaran, 01 Januari 2023
Rating Based Default Spread             2,33% Damodaran, 01 Januari 2023
Rpm                                     9,23% RPm = (mature equity market + (CDS x MP))

Cost of Debt                                               Source
Cost of Debt                            9,20% Bunga KI Bank Persero, (BI Maret 2023)
Tax Rate                                  22% Corporate Marginal Tax Rates 2022
Cost of Debt Shield (Kd)                7,18% Kd x (1-t)


                              Weighted Average Cost of Capital

Variable                                                       Capital Structure       Result
Cost of Equity                        13,69%                             52,95%        7,25%
Cost of Debt                           7,18%                             47,05%        3,38%
WACC                                  10,62%              (Ke x e%) + (Kd x d%)
Page 117
                                   DISCOUNT RATE EXCESS EARNING METHOD

           Keterangan                Nilai Pasar         Bobot              Capacity     Borrowing Capacity
Piutang usaha                         2.702.090.378          70,00%        1.891.463.264            33,91%
Persediaan                            1.356.953.529          70,00%          949.867.470            17,03%
Aktiva tetap                          1.518.200.000          65,00%          986.830.000            17,69%
                                      5.577.243.907                        3.828.160.735            68,64%


                                                 CAPM Variable
Risk Free Rate                                                7,06% Beta                                  0,97
Market Equity Risk Premium                                    9,23% RBDs                                 2,33%
                   Cost of Equity                            13,69%

                   Cost of Debt                                                        Source

Cost of Debt                                                     9,20% Bunga KI Bank Persero, (BI Maret 2023)
Tax Rate                                                           22% Corporate Marginal Tax Rates 2022
Cost of Debt Shield (Kd)                                         7,18% Kd x (1-t)

                                       Weighted Average Cost of Capital

                        Variable                                         Capital Structure        Result
Cost of Equity                                               13,69%                31,36%                4,29%
Cost of Debt                                                  7,18%                68,64%                4,93%
WACC                                                          9,22%              (Ke x e%) + (Kd x d%)

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.9 MB
Published28 Dec 2023
Pages117
Characters299,975
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result