Back to announcement
20231227_RGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31562576_lamp5.pdf
Other Text extracted RGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 90
Page 1
Laporan Penilaian Aktiva Takberwujud
Merek “KIANS”
Milik:
PT Ergas Kians Ikonig
Untuk Digunakan:
PT Kian Santang Muliatama
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom
Blok A5 No.8, Bekasi - Jawa Barat
No. File : 00338/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023
Page 2
No. File : 00338/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023
Jakarta, 3 Juli 2023
Kepada Yth. :
Direksi
PT Kian Santang Muliatama
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom, Blok A5 No. 9
Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi
Provinsi Jawa Barat
Perihal : Laporan Penilaian Aktiva Takberwujud Berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig
Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Nomor : M.IA.23.00.0003, tanggal 03 Mei 2023, kami telah
melakukan penilaian Aset Takberwujud berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig.
Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis berbagai data
dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara fundamental asumsi-asumsi
yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.
Melalui berbagai pertimbangan objektivitas dan kewajaran suatu nilai, maka pada akhirnya kami
berkesimpulan bahwa nilai yang dipengaruhi oleh variabel pasar merupakan nilai yang paling representatif
karena nilai tersebut terjadi oleh adanya mekanisme harga pasar sebagai titik ekuilibrium antara penjual
dan pembeli.
Nilai Pasar Aset Takberwujud berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig yang dihasilkan dalam
laporan ini merupakan indikasi nilai yang akan digunakan dalam rangka untuk kepentingan Transaksi pada
Perusahaan Tertutup.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap pendekatan pendapatan, maka kami
berpendapat bahwa nilai pasar Aset Takberwujud berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig per
tanggal 30 April 2023 adalah sebesar :
Rp2.114.538.621,00
(Dua miliar seratus empat belas juta
lima ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus dua puluh satu rupiah)
Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami menegaskan bahwa
laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan
yang tertulis.
i
Page 3
Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau
rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.
Laporan Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").
Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO dan REKAN
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
ii
Page 4
SURAT PERNYATAAN/REPRESENTASI
Page 5
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
JI. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
Blok AS, No.8. RT.009, RW.009. Kel. Jatiluhur, Kee. Jatiasih
Bekasi 17425 - JNDONESJA
SURAT PERNYATAAN I REPRESENT ASI
Jakarta, 19 Juni 2023
Kepada Yth,
KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR)
Jalan Hayam Wuruk No. 1-RL & 2 E
Jakarta 10120
Dengan hormat,
Bersama surat ini, Kami memberikan Surat Pemyataan dan/atau Surat Representasi,
sebagai dasar saudara untuk melakukan penyusunan Laporan Penilaian Aktiva Tak Berwujud
berupa Merek KIANS milik PT Ergas Kians lkonig terhitung tanggal penilaian pada tanggal 30
April 2023, adapun penilaian tersebut bertujuan untuk mengetahui Nilai Pasar dari ATB
tersebut untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan Tertutup, sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 serta prinsip standar penilai yang berlaku
umum di Indonesia.
Untuk itu, Kami menegaskan dan/atau menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya
atas semua penyajian data-data dan informasi-informasi serta termasuk dokumen-dokumen
pelengkap, guna untuk mendukung saudara dalam menyajikan dan/atau menyusun laporan
penilaian terhadap Aset Takberwujud merek KIANS, dengan integritas dan kemampuan
saudara secara independen, tanpa ada intervensi apapun dari organ perseroan kepada
saudara.
Surat pernyataan dan/atau surat representasi ini kami berikan, khusus pada hal-hal yang
sifatnya material, tanpa terpengaruh nilai komersial dari setiap ATB, apabila dalam penilaian
yang saudara lakukan terdapat suatu hal, dikarenakan tidak terpenuhinya secara maksimal
segala data-data dan dokumen-dokumen serta informasi-informasi yang diperlukan, yang akan
mengakibatkan salah penyajian informasi, yang mempengaruhi opini yang tertuang dalam
laporan penilaian saudara, maka kami secara sukarela bersedia melepaskan saudara dari
segala bentuk tuntutan, atas hasil penilaian saudara.
Kami menyatakan dengan tegas-tegas dalam Surat Pernyataan ini dan/atau Surat
Representasi ini, bahwa berdasarkan keyakinan dan pengetahuan terbaik Kami, segala
data-data dan informasi-informasi serta dokumen-dokumen maupun hal-hal yang berkaitan
dengan penilaian saudara, sampai pada saat selesainya proses penilaian yang saudara lakukan,
Kami anggap benar dan hasil tersebut menjadi tanggung jawab Kami sepenuhnya.
Kami ucapkan Terimakasih, atas terselesaikannya penugasan saudara untuk
melakukan penilaian yang Kami anggap sangat baik dan bermanfaat untuk Kami.
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Edy Nurhamid Amin
Direktur Utama
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
Page 7
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai Publik, dan
penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
2. Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan opini atau kesimpulan akhir.
3. Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut Off
Date) 30 April 2023.
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian Usaha ini.
5. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku.
6. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
Kesimpulan Nilai.
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dan
dapat dipertanggungjawabkan.
10. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara profesional,
bertindak secara independen.
11. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisa, pendapat
dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
12. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas obyek yang
dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
13. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan nilai yang tercantum dalam
laporan ini.
14. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
15. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
iii
Page 8
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil Penilaian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Reviewer :
Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) …………………………
No. MAPPI : 11-S-03071
No. Register Penilai : RMK-2017.00450
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
3. Penilai :
Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT …………………………
No. MAPPI : 19-T-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
iv
Page 9
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Page 10
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai bersertifikat dan memperoleh ijin Penilai
Publik Properti dan Bisnis (PB) dari
Kementerian Keuangan
B. Reviewer
1 Nama Lengkap Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai Bersertifikat (S)
C. Penilai
1 Nama Lengkap Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga Pendidikan - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
Sekarang)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
- S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
(2022)
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
(2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun di
Penilai bidang penilaian aset dan usaha serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
penilai Terakreditasi (T)
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi Konsultan
v
Page 11
Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
(Certified Tax Technician) dari Asosiasi Teknisi
Pajak Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil Perantara
Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek dari
BNSP LSP Pasar Modal
vi
Page 12
RINGKASAN EKSEKUTIF
Page 13
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
RINGKASAN EKSEKUTIF
Pendahuluan
PT Kian Santang Muliatama, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan perusahaan yang
yang kegiatan usaha utamanya bergerak dibidang perdagangan, industri dan jasa. Perseroan berlokasi
di Jalan Wibawa Mukti II Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No.9 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
Jatiasih, Bekasi. Saat ini fokus utama Perseroan adalah pekerjaan konstruksi yang meliputi pengolahan
dan penampungan barang minyak dan gas, instalasi minyak dan gas, instalasi mekanikal dan instalasi
listrik.
Perseroan bermaksud melakukan Penilaian Aset Takberwujud untuk selanjutnya disebut “ATb” berupa
Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig selanjutnya disebut “EKI” untuk kepentingan Transaksi pada
Perusahaan Tertutup, oleh karena itu Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan (“TnR”)
untuk melakukan penilaian atas Merek tersebut, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam
persetujuan atas Surat Penawaran Nomor : M.IA.23.00.0003, tanggal 03 Mei 2023.
Gambaran Umum Aset Takberwujud Merek Kians
EKI” didirikan pada tanggal 20 Maret 2023 berdasarkan Akta No. 38 dari Rini Yulianti, SH., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-0022916.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 21 Maret 2023. Anggaran
dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir diubah dengan akta No. 3 tanggal
05 April 2023 dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta mengenai Pernyataan Keputusan
Para Pemegang Saham PT Ergas Kians Ikonig. Akta perubahan tersebut telah disetujui oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat keputuasan
No. AHU.0021369.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 April 2023.
Kegiatan utama Perusahaan pada saat ini adalah menjalankan usaha dibidang aktivitas keuangan,
asuransi dan konsultan kekayaan intelektual. Perseroan berdomisili di Perumahan Satwika Permai, Blok
A5 Nomo 5, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kementerian
Hukum dan HAM, identitas dari Aset Takberwujud berupa merek Kians adalah sebagai berikut:
Ringkasan Eksekutif vii
Page 14
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Nama : KIANS
Nomor Pendaftaran : IDM001026107
Tanggal Pendaftaran : 15 November 2022
Nomor Pengumuma : BRM2172A
Tanggal Pengumuman : 24 Desember 2021
Nomor Permohonan : DID2021091354
Tanggal Penerimaan : 22 Desember 2021
Tanggal Awal Perlindungan : 22 Desember 2021
Tanggal Berakhir Perlindungan : 22 Desember 2031
Kode Kelas : 7
Jenis Barang/Jasa : Katup kontrol untuk mengatur aliran gas dan
cairan (bagian – bagian mesin), peralatan
pengukuran dan kontrol untuk minyak dan
gas, ruang angkasa, otomotif, listrik dan
industri energi.
Nama Pemilik : PT Ergas Kians Ikonig
Alamat Pemilik : PErumahan Satwika Permai Blok A5,
Nomor 5, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Pada tahun 2019 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar Rp3.220.000.000,00.
Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang. Pada tahun 2020 penggunaan merek Kians mencatat
pendapatan sebesar Rp4.196.604.500,00 atau naik sebesar 30,33% dibanding tahun 2019 yang
sebesar Rp3.220.000.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang. Pada tahun 2021
penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar Rp6.540.145.000,00 atau naik sebesar
55,84% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp4.196.604.500,00. Penjualan tersebut berasal dari
PT Kian Santang Muliatama sebesar Rp2.779.175.000,00, PT Dlapan Sembilang Gemilang sebesar
Rp34.830.000,00 dan PT Kian Santang sebesar Rp3.726.140.000,00. Pada tahun 2022 penggunaan
merek Kians mencatat pendapatan sebesar Rp3.123.770.000,00 atau turun sebesar 52,24% dibanding
tahun 2021 yang sebesar Rp6.540.145.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang.
Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri
• Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia
menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan
sebelumnya sebesar 2,6%.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diprakirakan bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3% didorong
oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan.
Pada 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit melambat ke titik tengah
kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global.
• Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi penentu aktivitas ekonomi
disisi distribusi. Gambaran umum perkembangan industri perdagangan di Indonesia salah satunya
dapat mengacu pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Pada
Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja pejualan eceran tetap tumbuh positif, baik
secara tahunan maupun bulanan.
• Ekspor Indonesia pada tahun 2022 meningkat dibandingkan dengan tahun 2021, sedangkan impor
Indonesia juga mengalami kenaikan.
Ringkasan Eksekutif viii
Page 15
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
• Dalam membangun ketahanan energi, saat ini kontribusi Pertamina untuk lifting minyak mencapai
68% dan gas 33% terhadap lifting secara Nasional. Oleh karenanya, terus melakukan berbagai
upaya agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai dan melakukan upaya filling the gap (FTG).
• Keberhasilan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional membutuhkan dukungan dan
kesiapan tidak hanya KKKS tetapi juga industri penunjang migas.
Identifikasi & Metode Penilaian Aset Takberwujud
Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI berdasarkan analisis internal dan eksternal per 30 April
2023. Analisis internal berdasarkan data yang telah disediakan oleh pemberi tugas yaitu data
pendapatan penjualan dari penggunaan merek periode 2019-2022 dan daftar list merek yang dinilai
termasuk masa berakhir perlindungan. Selain itu data proyeksi pendapatan atas penggunaan Merek
dimasa yang akan datang sesuai dengan umurnya yang kami terima dari pemberi tugas sebagai dasar
dalam menghitung nilai ATb tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi dari kategori ATb dapat disimpulkan bahwa ATb yang dimiliki oleh EKI
adalah lisensi (certification mark) dan trade mark. Berdasarkan informasi dari wawancara dengan
manajemen EKI selaku pemilik ATb bahwa merek tersebut yang akan dialihkan.
Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur yang sesuai adalah
tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).
Dalam melakukan Penilaian ATb berupa merek Kians milik EKI, untuk memperoleh hasil penilaian yang
akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar ATB
tersebut adalah dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Relief From
Royalty. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi Perseroan dan kondisi makro,
seperti:
• ATb yang dinilai berupa Merek yang memiliki pendapatan secara historis dan diidentifikasi secara
langsung menghasilkan arus kas dimasa yang akan datang.
• Data pasar pembanding ATb yang layak dan sebanding tidak tersedia.
• Transaksi terakhir untuk ATb yang setara dan sejenis tidak cukup memadai untuk mendukung
Pendekatan Pasar.
Metode yang digunakan dalam penilaian ATb berupa merek yaitu metode penghematan royalti (relief
from royalty) yang menghasilkan nilai ATb dengan mengkapitalisasi penghematan nilai yang diperoleh
dari pembayaran royalti hipotesis dengan cara memiliki atau menyewa.
Dengan metode ini, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu pada nilai pembayaran royalti secara
hipotesis yang dapat dihemat melalui kepemilikan ATb kepada pihak ketiga. Pembayaran royalti secara
hipotesis selama umur ATb disesuaikan untuk pajak dan didiskontokan menjadi nilai kini per tanggal
penilaian. Dalam beberapa kasus, pembayaran royalti dapat meliputi pembayaran awal selain
berdasarkan persentase dari pendapatan atau dari beberapa parameter keuangan lainnya.
Ringkasan Eksekutif ix
Page 16
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Terdapat dua Teknik yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat royalti secara hipotesis yaitu
sebagai berikut:
1) Rate royalty didasarkan pada tingkat royalti pasar untuk transaksi sebanding atau sejenis. Sebuah
prasyarat untuk Teknik ini adalah keberadaan dari ATb yang sebanding yang dilisensikan dengan
kondisi arm’s length dan secara regular.
2) Rate royalty didasarkan pada pembagian keuntungan yang secara hipotesis dibayarkan dalam
suatu transaksi arm’s length oleh pemegang lisensi kepada pemilik lisensi untuk sebuah hak untuk
menggunakan ATb dimana transaksi dilakukan oleh para pihak yang berminat dan bersifat suka
rela.
Beberapa atau seluruh sumber data penilaian dibawah ini perlu dipertimbangkan dalam metode
penghematan royalti
Proyeksi untuk parameter keuangan, misalnya pendapatan dimana tingkat royalti akan
diaplikasikan sampai akhir sisa manfaat dari ATb termasuk estimasi masa manfaat ATb.
Tingkat pajak atas penghematan pembayaran royalti secara hipotesis.
Biaya pemasaran dan biaya lainnya yang akan ditanggung oleh pemegang lisensi dalam
pemanfaatan aset
Suatu tingkat diskonto yang tepat atau tingkat kapitalisasi untuk mengubah pembayaran royalti aset
secara hipotesis menjadi nilai kini. Dimana dimungkinkan untuk menggunakan kedua metode
tersebut, sebagai suatu cross check satu sama lainnya.
Tingkat royalti dapat sangat beragam di pasar untuk aset yang serupa. Oleh karena itu lebih baik
jika tolak ukur data royalti diasumsikan mengacu pada marjin operasional yang disyaratkan oleh
operator tertentu dari penjualan yang dihasilkan dari penggunaan suatu aset.
Kami hanya menggunakan 1 (satu) pendekatan dengan pertimbangan bahwa data pasar dan/atau data
pembanding atas ATb yang dinilai tidak tersedia dan pendekatan biaya tidak dapat diaplikasikan
berdasarkan karakteristik dari ATb yang dinilai.
Indikasi Nilai Pasar Aset Takberwujud Merek Kians
Penilaian aset takberwujud berupa merek menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode Relief
From Royalty. Nilai diturunkan dari manfaat ekonomi di masa yang akan datang, dikuantifikasikan dalam
bentuk arus kas yang diharapkan untuk diperoleh di masa depan. Pendekatan pendapatan dihitung
dengan menggunakan langkah sebagai berikut:
• Proyeksikan estimasi arus kas yang dapat diperoleh dari ATb di masa depan sesuai dengan sisa
masa manfaat ekonomisnya.
• Diskontokan estimasi arus kas di masa depan tersebut menjadi nilai kini.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap pendekatan pendapatan, maka
kami berpendapat bahwa nilai pasar ATb berupa merek Kians milik EKI per tanggal 30 April 2023 adalah
sebesar:
Rp2.114.538.621,00
(Dua miliar seratus empat belas juta
lima ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus dua puluh satu rupiah)
Ringkasan Eksekutif x
Page 17
DAFTAR ISI
Page 18
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT .................................................................................................................................. i - ii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................... iii - iv
KUALIFIKASI PENILAI ................................................................................................................. v - vi
RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................................................ vii – xviii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. xix – xxi
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .................................................................................................... xxii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................................... xxiii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. I–1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. I–1
1.2 Identifikasi Status Penilai .................................................................................................. I–1
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan.......................................................... I–2
1.4 Objek Penilaian dan Kepemilikan...................................................................................... I–3
1.5 Mata Uang yang digunakan .............................................................................................. I–3
1.6 Maksud dan Tujuan Penilaian ........................................................................................... I–3
1.7 Dasar Nilai ........................................................................................................................ I–3
1.8 Tanggal Penilaian ............................................................................................................. I–4
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi ......................................................................................... I–4
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan .......................................................... I–4
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .............................................................................................. I–5
1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ................................................................. I–5
1.13 Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018)..................... I–5
1.14 Premis Penilaian ............................................................................................................... I–6
1.15 Independensi Penilai ......................................................................................................... I–6
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) .................................... I–6
1.17 Pendekatan & Metode Penilaian ....................................................................................... I–6
1.18 Syarat Pembatasan........................................................................................................... I–8
BAB II GAMBARAN UMUM ASET TAKBERWUJUD ................................................................. II – 1
2.1 Profil Singkat Pemilik Merek Ergas ................................................................................... II – 1
2.1 Profil Singkat Pemilik ATb Merek Kians ............................................................................ II – 1
2.2 Merek Kians ...................................................................................................................... II – 1
2.3 Historis Pendapatan Atas Penggunaan Merek Kians........................................................ II – 2
BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI ............................................................. III – 1
3.1 Makro Ekonomi ................................................................................................................. III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ......................................................................... III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global .......................................................................................... III – 3
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ...................................................................................... III – 3
3.1.3.1 PDB Menurut Lapangan Usaha ........................................................................................ III – 4
3.1.3.2 PDB Menurut Pengeluaran ............................................................................................... III – 5
3.1.3.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ......................................................................... III – 7
3.1.3.4 Inflasi................................................................................................................................. III – 8
3.1.3.5 Nilai Tukar Rupiah............................................................................................................. III – 10
Daftar Isi xix
Page 19
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig 3.1.3.6 Suku Bunga ...................................................................................................................... III – 10 3.1.4 Propsek Perekonomian Indonesia .................................................................................... III – 12 3.2 Gambaran Industri Perdagangan ...................................................................................... III – 13 3.2.1 Sejarah Perdagangan ....................................................................................................... III – 13 3.2.2 Perkembangan Industri Perdagangan Di Indonesia .......................................................... III – 14 3.2.3 Ekspor Dan Impor Indonesia ............................................................................................. III – 16 3.3 Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LNG Dan LPG di Indonesia .......................................... III – 18 3.3.1 Minyak Bumi ..................................................................................................................... III – 18 3.3.2 Gas Bumi .......................................................................................................................... III – 19 3.3.3 Liquefied Petroleum Gas (LPG) ........................................................................................ III – 21 3.3.4 Liquefied Natural Gas (LNG) ............................................................................................. III – 23 3.4 Pasokan Dan Konsumsi Energi Primer ............................................................................. III – 24 3.4.1 Produksi ............................................................................................................................ III – 24 3.4.2 Ekspor ............................................................................................................................... III – 25 3.4.3 Impor ................................................................................................................................. III – 26 3.5 Prospek Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LPG Dan LNG ................................................ III – 27 3.6 Kesimpulan ....................................................................................................................... III – 29 BAB IV IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD DAN METODOLOGI PENILAIAN ..................... IV – 1 4.1 Identifikasi Aset Takberwujud ........................................................................................... IV – 1 4.2 Pendekatan Penilaian Aset Takberwujud.......................................................................... IV – 3 4.3 Metodologi Penilaian Aset Takberwujud ........................................................................... IV – 5 BAB V PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD ............................................................................... V – 1 5.1 Proses Penilaian Aset Takberwujud.................................................................................. V – 1 5.2 Aset Takberwujud Merek Kians......................................................................................... V – 1 5.2.1 Umur Aset Takberwujud.................................................................................................... V – 2 5.2.2 Proyeksi Pendapatan Penjualan ....................................................................................... V – 2 5.2.3 Tingkat Royalti .................................................................................................................. V – 3 5.2.4 Pendapatan Royalti Sebelum Pajak .................................................................................. V – 3 5.2.5 Pajak (Tax) ........................................................................................................................ V – 4 5.2.6 Pendapatan Royalti Setelah Pajak .................................................................................... V – 4 5.2.7 Penentuan Biaya Modal .................................................................................................... V – 5 5.2.8 Present Value Before Tax Amortization Benefit ................................................................ V – 8 5.2.9 Tax Amortization Benefit Factor ........................................................................................ V – 8 5.3 Nilai Pasar Merek Kians .................................................................................................... V – 9 Daftar Isi xx
Page 20
DAFTAR TABEL
Page 21
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................... III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................. III – 3
Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
Menurut Pengeluaran (triliun rupiah) ............................................................................ III – 8
Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023) ..................................................... III – 9
Tabel 3.5. Perkembangan Produksi LPG Tahun 2016-2021 (Ribu Ton) ....................................... III – 21
Tabel 3.6. Pasokan Energi Primer dalam Neraca Energi (Ribu TOE) ........................................... III – 27
Tabel 5.1 Proyeksi Pendapatan Penjualan Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ....................... V–3
Tabel 5.2 Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ............................ V–4
Tabel 5.3 Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians Setelah Pajak
(Dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................ V–4
Tabel 5.4 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ............................................ V–7
Tabel 5.5 Present Value Royalty Saving Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ........................... V–8
Tabel 5.6 Tax Amortization Benefit Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ................................... V–9
Daftar Tabel xxii
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Ergas – PT Ergas Kians Ikonig
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran - 01 Legalitas Merek
Lampiran - 02 Historis Penjualan 2021-2022
Lampiran - 03 Proyeksi Income Statetment 2023-2032
Lampiran - 04 Pendekatan Pendapatan, Metode Relief From Royalty (Assumption Definite Life)
Lampiran - 05 Discount Rate (Cost Of Equity)
Daftar Lampiran xxiii
Page 24
BAB I PENDAHULUAN
Page 25
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Kian Santang Muliatama, untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak
dibidang perdagangan, industri dan jasa. Perseroan berlokasi di Jalan Wibawa
Mukti II Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 9 Kelurahan Jatiluhur,
Kecamatan Jatiasih, Bekasi. Saat ini fokus utama Perseroan adalah pekerjaan
konstruksi yang meliputi pengolahan dan penampungan barang minyak dan
gas, instalasi minyak dan gas, instalasi mekanikal dan instalasi listrik.
Perseroan bermaksud melakukan Penilaian ATb untuk selanjutnya disebut
“ATb” berupa Merek Kians milik EKI selanjutnya disebut “EKI” untuk
kepentingan Transaksi pada Perusahaan Tertutup, oleh karena itu Perseroan
telah menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan untuk selanjutnya disebut
“TnR” untuk melakukan penilaian atas Merek tersebut, sesuai dengan
kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat Penawaran Nomor :
M.IA.23.00.0003, tanggal 03 Mei 2023.
1.2 Identifikasi Status Penilai
TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi
Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri
Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009,
dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas nama:
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
• No. MAPPI : 93-S-00361
• No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
• Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
• No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
• No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
• No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya
sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Bab I - Pendahuluan 1
Page 26
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan tidak
memihak.
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:
Nama : PT Kian Santang Muliatama
Bidang Usaha : Perdagangan, konstruksi, dan jasa
Alamat : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom,
Blok A5, No. 9, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih,
Kota Bekasi, Jawa Barat.
Nomor Telepon : (021) 82748249
Email : muliatama@ptkiansantang.com
Website : kianmulia.com
Perseroan, berkedudukan di Bekasi, didirikan berdasarkan Akta Pendirian
No. 634 tanggal 28 November 2018, yang dibuat di hadapan Artisa Khamelia
Ramadayanti, S.H., M.Kn, Notaris di Bekasi, yang telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
(“Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0057381.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia (“Kemenkumham”) di bawah No. AHU-
0162290.AH.01.11.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 serta telah
diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (“TBNRI”)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari
aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah sebagai berikut:
VISI:
Perusahaan EPC, industri, perdagangan dan jasayang kompeten di bidangnya
mengutamakan penggunaan produk dan jasa dalam negeri demi manfaat yang
lebih besar untuk Indonesia
MISI:
• Mengutamakan produk dan jasa dalam negeri.
• Mengembangkan produk dan jasa dalam negeri.
• Mengembangkan bisnis di era ekonomi disruptive.
Bab I - Pendahuluan 2
Page 27
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
1.4 Objek Penilaian dan Kepemilikan
Sesuai dengan penugasan yang diterima KJPP Toto Suharto dan Rekan,
objek penilaian adalah ATb berupa Merek Kians dari kepemilikan EKI.
Kepemilikan atas merek tersebut dilengkapi sertifikat merek yang diterbitkan
oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia RI.
1.5 Mata Uang yang digunakan
Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Dalam hal terdapat
alasan yang relevan sehingga perlu digunakan mata uang selain Rupiah,
maka mata uang Rupiah harus tetap dinyatakan.
1.6 Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud dan tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai
Nilai Pasar ATb berupa Merek Kians milik EKI per tanggal 30 April 2023 untuk
kepentingan Transaksi pada Perusahaan Tertutup. Sesuai dengan tanggal
penilaian yang telah ditetapkan, Penilaian ATb ini akan dilaksanakan dengan
mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.7 Dasar Nilai
Pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap,
dengan latar belakang dan tujuan penilaian yang telah diuraikan di atas.
Sesuai dengan ketentuan dalam SPI, maka Dasar Nilai yang dapat
diaplikasikan adalah Nilai Pasar (Market Value).
Pengertian ”Nilai Pasar” (Market Value) sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018, didefinisikan sebagai berikut :
Nilai Pasar (Market Value) didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang
yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada
tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan (SPI 101 3.1).
Bab I - Pendahuluan 3
Page 28
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
1.8 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 April 2023, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi
Investigasi dalam penilaian ini merupakan proses pengumpulan data dengan
cara inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk suatu tujuan
penilaian. Sehingga hasil penilaian yang kami lakukan berdasarkan dokumen-
dokumen atau informasi relevan yang tersedia. Apabila kondisi penugasan
membatasi inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis, yang
berpengaruh pada hasil penilaian secara signifikan, maka hal tersebut tidak
menjadi tanggungjawab kami terhadap hasil penilaian yang kami lakukan.
Kami tidak melakukan inspeksi terhadap objek penilaian, tetapi kami sudah
melakukan verifikasi terhadap data dan informasi kepada pemberi tugas.
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan
Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan
digunakan dalam proses penilaian dan tanpa verifikasi, harus disetujui oleh
pemberi tugas dan dituliskan dalam lingkup penugasan. Data dan informasi
yang digunakan adalah kredibel dan berasal dari sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan informasi yang dipublikasi,
data riset atau data yang diperoleh dari pemerintah.
1. Historis pendapatan penjualan penggunaan merek Kians.
2. Legalitas merek Kians.
3. Wawancara dengan manajemen EKI yaitu Bapak Edy Nurhamid Amin.
4. Proyeksi pendapatan Merek Kians sampai tahun 2031.
5. Rate royalty merek dari Robic LLP
6. Bloomberg dan Damodaran
7. Bank Indonesia (BI)
8. Badan Pusat Statistika (BPS)
9. Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA)
10. World Government Bond
11. DJKI Kementerian Hukum dan HAM
12. Surat Pernyataan / Representasi dari Pemberi Tugas
13. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan
Bab I - Pendahuluan 4
Page 29
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
Dalam penyusunan pendapat independen atas Nilai Pasar ATb berupa Merek
Kians milik EKI, untuk meyakinkan bahwa rencana transaksi dapat
dilaksanakan pada kondisi arm’s length didalam Batasan komersial yang
berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak
perusahaan dan para pemegang saham, kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain:
1. Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah
terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan pada tanggal penilaian
ini diterbitkan.
2. Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
Sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi
dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat
menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses
yang mendasari penilaian.
3. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan penilaian ini sampai
dengan tanggal terjadinya rencana Perseroan tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
digunakan dalam penyusunan penilaian ini. Kami tidak bertanggungjawab
untuk menegaskan Kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal penerbitan Laporan
Penilaian ini.
1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Jika laporan penilaian akan dipublikasikan oleh Pemberi Tugas baik secara
keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
termasuk referensi mengenai historis penjualan, dan/atau legalitas Merek, dan
atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun harus
dengan persetujuan Penilai.
1.13 Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI
2018)
Laporan Penilaian ini telah disusun dengan dan tunduk pada ketentuan -
ketentuan dari Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
(KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang berlaku sebagaimana ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Bab I - Pendahuluan 5
Page 30
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
1.14 Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian ATb dengan premis penilaian nilai pakai
berkelanjutan (value in continued use). Premis ini mengasumsikan ATb akan
terus berfungsi sebagai Merek yang dipergunakan dalam suatu produk yang
menghasilkan pendapatan, sampai estimasi sisa umur ekonomis masing-
masing Merek tersebut dan jangka waktu perlindungan Merek diasumsikan
belum ada kepastian dapat diperpanjang.
1.15 Independensi Penilai
1. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau
kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini baik untuk saat
ini maupun dimasa mendatang.
2. Penilai tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
yang terlibat didalamnya.
3. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan
dengan nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah
ditentukan sebelumnya.
4. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan
mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis,
kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar.
5. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 dari
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), kecuali dinyatakan lain.
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian per 30 April 2023 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(Subsequent Event).
1.17 Pendekatan & Metode Penilaian
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang
berlaku umum dalam penilaian ATb sesuai dengan Kode Etik Penilaian
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI SPI) yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam Standar Penilaian
Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.
Bab I - Pendahuluan 6
Page 31
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini,
yaitu:
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 320 5.10.a
Dengan Pendekatan Pasar, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu
kepada aktivitas pasar, misalnya transaksi penawaran yang melibatkan
aset yang identik atau sejenis.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 320 5.10.c
Pendekatan Pendapatan digunakan untuk menentukan nilai ATb dengan
cara mendiskonto dan/atau mengkapitalisasikan pendapatan, arus kas
atau penghematan biaya baik secara actual atau hipotesis yang akan
dihasilkan oleh ATb yang menjadi objek penilaian dengan menggunakan
tingkat diskonto dan atau kapitalisasi tertentu.
c. Pendekatan Biaya (Cost Approach) – SPI 320 5.10.d
Penilaian ATb yang mungkin menggunakan Pendekatan Biaya termasuk
hal berikut:
Perangkat lunak yang dikembangkan sendiri dimana harga dari
perangkat lunak dengan kapasitas layanan yang sama atau serupa
kadangkala dapat diperoleh di pasar.
Halaman web dimungkinkan untuk memperkirakan biaya pembangunan
situs web.
Tenaga kerja terlatih melalui penentuan biaya untuk pengembangan
(perekrutan dan pelatihan) dari tenaga kerja.
Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).
Dalam melakukan Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI, untuk
memperoleh hasil penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang
dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar ATB tersebut adalah
dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Relief
From Royalty. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi
ATb dan kondisi makro, seperti:
• ATb yang dinilai berupa Merek yang memiliki pendapatan secara historis
dan diidentifikasi secara langsung menghasilkan arus kas dimasa yang
akan datang.
• Data pasar pembanding ATb yang layak dan sebanding tidak tersedia.
• Transaksi terakhir untuk ATb yang setara dan sejenis tidak cukup
memadai untuk mendukung Pendekatan Pasar.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 32
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
1.18 Syarat Pembatasan
Penilaian ini didasarkan pada analisa dan perhitungan secara cermat atas ATb
yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
1. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
yang terlibat didalamnya.
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional
telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan dalam
laporan penilaian ini sebagai acuan dalam penilaian.
4. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
5. Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas
dokumen-dokumen legalitas, oleh karenanya Penilai menyarankan pihak
yang berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk
mendapatkan opini yang bersangkutan dengan aspek hukum.
6. Data dan informasi yang digunakan adalah berasal dari sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan dan dipercaya keakuratannya.
7. Daftar list gaji dan bonus yang digunakan telah diverifikasi dengan
keakuratan data yang dibuat oleh manajemen.
8. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
kesimpulan Nilai Akhir.
9. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
10. Penilai Bisnis melalui Surat Representasi yang disampaikan menelaah dan
meyakini atas data dan informasi yang disampaikan, termasuk informasi
atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
11. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil penilaian kepada Pemberi
Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selama
tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
12. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan saham yang
dinilai.
13. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena ATb yang
dinilai sesuai dengan syarat pembatasan yang kedua dianggap berada
dibawah hak milik yang sah.
14. Laporan Penilaian dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila tidak
tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
memiliki izin Penilai Publik.
Bab I - Pendahuluan 8
Page 33
BAB II GAMBARAN UMUM ASET TAKBERWUJUD
Page 34
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
BAB II
GAMBARAN UMUM ASET TAKBERWUJUD
2.1 Profil Singkat Pemilik ATb Merek Kians
EKI didirikan pada tanggal 20 Maret 2023 berdasarkan Akta No. 38 dari Rini
Yulianti, SH., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0022916.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 21 Maret 2023. Anggaran
dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir diubah
dengan akta No. 3 tanggal 05 April 2023 dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H.,
Notaris di Jakarta mengenai Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
PT Ergas Kians Ikonig. Akta perubahan tersebut telah disetujui oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat keputuasan
No. AHU.0021369.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 April 2023.
Kegiatan utama Perusahaan pada saat ini adalah menjalankan usaha dibidang
aktivitas keuangan, asuransi dan konsultan kekayaan intelektual. Perseroan
berdomisili di Perumahan Satwika Permai, Blok A5 Nomo 5, Kelurahan
Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
2.2 Merek Kians
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pangkalan Data Kekayaan
Intelektual (PDKI) Kementerian Hukum dan HAM, identitas dari Aset
Takberwujud berupa merek Kians adalah sebagai berikut:
Nama : KIANS
Nomor Pendaftaran : IDM001026107
Tanggal Pendaftaran : 15 November 2022
Nomor Pengumuma : BRM2172A
Tanggal Pengumuman : 24 Desember 2021
Nomor Permohonan : DID2021091354
Tanggal Penerimaan : 22 Desember 2021
Tanggal Awal Perlindungan : 22 Desember 2021
Tanggal Berakhir Perlindungan : 22 Desember 2031
Bab II - Gambaran Umum Aset Takberwujud 1
Page 35
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Kode Kelas : 7
Jenis Barang/Jasa : Katup kontrol untuk mengatur aliran
gas dan cairan (bagian-bagian
mesin), peralatan pengukuran dan
kontrol untuk minyak dan gas,
ruang angkasa, otomotif, listrik dan
industri energi.
Nama Pemilik : PT Ergas Kians Ikonig
Alamat Pemilik : PErumahan Satwika Permai Blok
A5, Nomor 5, Kelurahan Jatiluhur,
Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi,
Provinsi Jawa Barat.
2.3 Historis Pendapatan Atas Penggunaan Merek Kians
Pendapatan penjualan atas penggunaan Merek Kians dapat dilihat sebagai
berikut:
HISTORICAL
URAIAN
2019 2020 2021 2022
PT KIAN SANTANG
Unit Terjual 28.000 35.608 33.864 27.158
Pendapatan Penjualan 3.220.000.000 4.196.604.500 3.726.140.000 3.123.770.000
COGS 2.744.022.798 2.887.205.185 3.068.694.339 -
Laba Kotor 475.977.202 1.309.399.316 657.445.661 -
Pendapatan Royalty 237.988.601 654.699.658 328.722.831 -
Royalty Rate 7,39% 15,60% 8,82% 0,00%
PT DLAPAN SEMBILANG GEMILANG
Unit Terjual 258
Pendapatan Penjualan 34.830.000
COGS 20.513.150
Laba Kotor 14.316.850
Pendapatan Royalty 7.158.425
Royalty Rate 50%
PT KIAN SANTANG MULIATAMA
Unit Terjual 20.625
Pendapatan Penjualan 2.779.175.000
COGS 2.123.100.511
Laba Kotor 656.074.489
Pendapatan Royalty 328.037.245
Royalty Rate 50%
TOTAL PENDAPATAN 3.220.000.000 4.196.604.500 6.540.145.000 3.123.770.000
• Pada tahun 2019 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
Rp3.220.000.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang.
• Pada tahun 2020 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
Rp4.196.604.500,00 atau naik sebesar 30,33% dibanding tahun 2019 yang
sebesar Rp3.220.000.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian
Santang.
• Pada tahun 2021 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
Rp6.540.145.000,00 atau naik sebesar 55,84% dibanding tahun 2020 yang
Bab II - Gambaran Umum Aset Takberwujud 2
Page 36
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
sebesar Rp4.196.604.500,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian
Santang Muliatama sebesar Rp2.779.175.000,00, PT Dlapan Sembilang
Gemilang sebesar Rp34.830.000,00 dan PT Kian Santang sebesar
Rp3.726.140.000,00.
• Pada tahun 2022 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
Rp3.123.770.000,00 atau turun sebesar 52,24% dibanding tahun 2021 yang
sebesar Rp6.540.145.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian
Santang.
Bab II - Gambaran Umum Aset Takberwujud 3
Page 37
BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI
Page 38
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
BAB III
TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI
3.1 Makro Ekonomi
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
TW I
Deskripsi 2019 2020 2021 2022
2023
PDB Dunia (%) 2,80 -3,30 6,00 3,10 2,60
PDB Indonesia (%) 5,02 -2,07 3,70 5,31 5,03
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.110 14.050 14.320 15.592 15.062
Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $) 129,200 135,900 144,900 137,200 145,200
Inflasi 2,72 1,68 1,87 5,51 4,97
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 4,75 3,50 3,50 5,75 5,75
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong dampak
positif pembukaan ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19
khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan
ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi
kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023. Perbaikan ekonomi
global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya.
Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk modal
asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk
Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Nilai
tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan
mendukung stabilitas perekonomian. Likuiditas perbankan dan
perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir
Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi
portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 1
Page 39
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat
menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan
impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
3 bulan impor.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
(mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan,
sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar
5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga
berkontribusi positif mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan
mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance kebijakan
likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91% pada
Maret 2023.
Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada
17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1
bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga
kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat
4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik
dari sisi permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan
perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio
/CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit jugaterkendali,
tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang
rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada Februari 2023.
Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung
pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil
stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan
Indonesia yang kuat.
Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh sistem
pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga mencapai Rp34,1
triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88% (yoy) menjadi
Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,
kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45% (yoy) menjadi Rp707,1
triliun.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 2
Page 40
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global
Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Bank Indonesia tetap memprakirakan
pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok
pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik
dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.
Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan
Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya. Sementara itu,
respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus perbankan di
AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian pasar
keuangan global. Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong
aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang,
termasuk Indonesia.
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta
diprakirakan semakin kuat seiring dengan terus naiknya mobilitas,
membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring
dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 3
Page 41
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023,
ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh ekspor
batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan negara
tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi kontributor
utama. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri pengolahan,
perdagangan, serta informasi dan komunikasi diprakirakan tumbuh kuat.
Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir seluruh wilayah dan
diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua
(Sulampua). Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan
ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.
3.1.3.1 PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
(y-on-y). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-on-
y) tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,93 persen, diikuti Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,55 persen, Jasa Lainnya sebesar
8,90 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 7,19 persen, serta Jasa
Perusahaan sebesar 6,37 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,43 persen.
Gambar 3.1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
pada triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 18,57
persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor sebesar 12,95 persen; Pertambangan dan Penggalian
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 4
Page 42
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
sebesar 11,85 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 11,77
persen; serta Konstruksi sebesar 9,88 persen. Peranan kelima lapangan
usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
(q-to-q). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi
sebesar 0,92 persen (q-to-q) dibanding triwulan IV-2022. Lapangan usaha
yang mengalami kontraksi pertumbuhan yang cukup dalam diantaranya
Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56
persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,29 persen; serta Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,96
persen. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha
Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,89 persen; diikuti Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,73 persen; serta Jasa Lainnya
sebesar 1,07 persen.
Gambar 3.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
3.1.3.2 PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
(y-on-y). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
(y-on-y) tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua
komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalami
pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT
(PK-LNPRT) sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi
Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54 persen, Komponen PK-P sebesar
3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 5
Page 43
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga tumbuh sebesar
2,77 persen.
Gambar 3.3. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku
triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih
dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 52,88 persen, diikuti oleh
komponen PMTB sebesar 29,11 persen, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 22,71 persen, Komponen PK-P sebesar 5,32 persen,
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17 persen, dan Komponen Perubahan
Inventori sebesar 2,40 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 19,56
persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
(q-to-q). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 dibanding triwulan IV-2022 (q-
to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,92 persen. Kontraksi
terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen PK-
RT yang tumbuh sebesar 0,25 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada
Komponen PK-P sebesar 45,38 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang
dan Jasa sebesar 5,40 persen, Komponen PMTB sebesar 3,72 persen, dan
Komponen PK-LNPRT sebesar 0,97 persen. Di sisi lain, Komponen Impor
Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB juga mengalami
kontraksi sebesar 6,95 persen.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 6
Page 44
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Gambar 3.4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
3.1.3.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi
struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17
persen terhadap PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,82 persen,
Pulau Kalimantan sebesar 9,00 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,87
persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,68 persen, serta Pulau
Maluku dan Papua sebesar 2,46 persen.
Sementara itu dengan dihapusnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022, pertumbuhan
ekonomi di sebagian besar provinsi menunjukkan penguatan. Pada triwulan
I-2023, penguatan pertumbuhan (y-on-y) tercatat pada kelompok provinsi di
Pulau Sulawesi sebesar 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan sebesar
5,79 persen, Pulau Sumatera sebesar 4,79 persen, serta Pulau Bali dan
Nusa Tenggara sebesar 4,74 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa
serta Pulau Maluku dan Papua mengalami perlambatan pertumbuhan
masing-masGinragf iks e7besar 4,96 persen dan 1,95 persen.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 7
Page 45
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Gambar 3.5. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I-2023 (persen)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran (triliun
rupiah)
Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS
3.1.3.4 Inflasi
Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18% (mtm)
lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan, sehingga
secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy)
menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok, yaitu inti,
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 8
Page 46
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret 2023 terus melambat
dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi ekspektasi inflasi dan
tekanan imported inflation yang menurun serta pasokan agregat yang
memadai dalam merespons kenaikan permintaan barang dan jasa.
Sementara itu, inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy) pada Februari
2023 menjadi 5,83% (yoy). Tekanan inflasi yang terus menurun tersebut
dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan moneter Bank Indonesia yang
pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang erat dalam pengendalian
inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam
TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah. Dengan
perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi inti akan tetap
terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023 dan inflasi IHK dapat
kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya.
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah
(Pusat dan Daerah) dalam pengendalian inflasi.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan
eksternal. Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan mencatat surplus
ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang sebesar 12,3 miliar dolar
AS. Transaksi modal dan finansial triwulan I 2023 diprakirakan juga
mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi
portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net inflows sebesar 4,7 miliar
dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi portfolio terus berlanjut
pada April 2023 yang hingga 14 April 2023 mencatat net inflows 1,2 miliar
dolar AS. Perkembangan positif di aliran masuk modal asing sejalan dengan
dampak meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah
kondisi ekonomi domestik yang terus membaik seperti pertumbuhan
ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, dan imbal hasil aset keuangan
yang menarik. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga
terus meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor. Berbagai kinerja positif tersebut diprakirakan berlanjut
sehingga NPI 2023 diprakirakan mencatat surplus, dengan transaksi
berjalan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat
surplus yang lebih tinggi didukung oleh aliran masuk modal asing dalam
bentuk PMA dan investasi portofolio.
Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023)
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Januari 3,40 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28
Februari 3,83 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47
Maret 3,61 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97
April 4,17 3,41 2,83 1,42 3,47
Mei 4,33 3,23 3,32 1,68 3,55
Juni 4,37 3,12 3,28 1,33 4,35
Juli 3,88 3,18 3,32 1,52 4,94
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 9
Page 47
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Agustus 3,82 3,20 3,49 1,59 4,69
September 3,72 2,88 3,39 1,60 5,95
Oktober 3,56 3,16 3,13 1,66 5,71
Nopember 3,30 3,23 3,00 1,75 5,42
Desember 3,61 3,13 2,72 1,87 5,51
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)
3.1.3.5 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir Maret
2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portfolio.
Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26%
dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi
Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi
Peso Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan
Rupiah terus menguat sejalan dengan surplusnya transaksi berjalan dan
berlanjutnya aliran masuk modal asing dipengaruhi prospek pertumbuhan
ekonomi domestik yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil aset
keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia akan terus memperkuat
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang
impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian
pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut
diperkuat dengan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi
Term Deposit valas Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.
3.1.3.6 Suku Bunga
Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada 17
April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun
20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan imbal hasil
SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada
Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan
Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung
permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat 4bps dibandingkan
dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memastikan
kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan serta
mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan bagi pemulihan
ekonomi nasional.
Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan
ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi yaitu
sebesar 9,93% (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja positif,
dengan pertumbuhan lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada Maret 2023.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 10
Page 48
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit juga terus berlanjut, yaitu mencapai
8,63% (yoy) pada Maret 2023, didukung realisasi penyaluran Kredit Usaha
Rakyat (KUR) sebesar Rp30,31 triliun hingga 31 Maret 2023.
Kredit/pembiayaan yang tinggi didorong kondisi likuiditas perbankan yang
memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan perbankan yang
masih longgar. Pertumbuhan kredit/pembiayaan juga ditopang oleh
peningkatan permintaan korporasi dan rumah tangga seiring dengan kinerja
usaha korporasi dan UMKM, serta konsumsi rumah tangga yang terus
terjaga. Bank Indonesia akan terus mendorong intermediasi perbankan
terutama kepada sektor-sektor prioritas yang belum pulih, Kredit Usaha
Rakyat (KUR), dan kredit/pembiayaan hijau, guna mengakselerasi
pemulihan ekonomi. Dengan memperhatikan perkembangan dan upaya
sinergis yang dilakukan, pertumbuhan kredit pada 2023 sesuai dengan
prakiraan sebelumnya yaitu dalam kisaran 10-12%.
Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung
pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil stress
test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan Indonesia
yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan
KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan global, yang
dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan.
Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh sistem
pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga mencapai Rp34,1
triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88% (yoy) menjadi
Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,
kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45% (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
Ke depan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital
diprakirakan berlanjut sejalan kenaikan aktivitas masyarakat dan perluasan
serta optimalisasi ekosistem pengguna. Bank Indonesia bersama
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta asosiasi akan
menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)
2023 pada tanggal 7-10 Mei 2023 di Jakarta sebagai bagian dari kegiatan
Keketuaan ASEAN 2023, yang menampilkan beragam inisiatif dan inovasi
digital di Indonesia. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal
Yang Diedarkan (UYD) pada Maret 2023 meningkat 6,73% (yoy) mencapai
Rp948,8 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang
Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) melalui program Semarak Rupiah Ramadhan
dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023 dengan memperkuat layanan kas
kepada masyarakat melalui perbankan dan Bank Indonesia, serta
menyediakan lokasi layanan penukaran uang pada titik-titik keramaian dan
jalur mudik.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 11
Page 49
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan
suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini konsisten
dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking
untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan
inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75%
memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1% di
sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat kembali ke
dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya. Kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna mengendalikan
inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan
ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
3.1.4 Propsek Perekonomian Indonesia
Prospek perekonomian domestik baik dari sisi produksi maupun konsumsi
masih cukup kuat. Hal ini ditunjukkan oleh PMI Manufaktur Indonesia yang
berada pada level ekspansif 19 bulan berturut-turut dengan capaian di
Maret 2023 sebesar 51,9. Sejak awal 2023, PMI Manufaktur Indonesia
meneruskan penguatan, antara lain didukung ekspektasi permintaan
menjelang lebaran.
Di samping itu, penguatan dari sisi produksi juga ditunjukkan oleh
pertumbuhan konsumsi listrik bisnis yang tinggi dan listrik industri yang
relatif stabil meski sedikit terkontraksi. Aktivitas konsumsi masyarakat juga
menunjukkan tren positif. Penjualan mobil dan motor jauh di atas rata-rata
tahun 2019. Penjualan mobil secara wholesale tahunan tumbuh sebesar
2,6%. Begitupun penjualan motor yang bahkan mencatatkan pertumbuhan
cukup tinggi yaitu sebesar 40,5%.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sangat kuat di angka 123,3. Hal ini tidak
lepas dari dukungan pengendalian inflasi yang mumpuni dan perlindungan
terhadap daya beli masyarakat. Indeks penjualan ritel juga mencatat
kenaikan tajam, yaitu sebesar 4,8% (yoy), dikarenakan momen Ramadhan
dan menjelang Lebaran.
Sementara, di tengah kondisi global di mana berbagai negara sedang
berjibaku dengan inflasi yang cukup tinggi, bahkan Argentina mencapai
104,3% dan Turki mencapai 50,5%, Indonesia patut bersyukur karena
tingkat inflasi domestik per Maret 2023 menunjukkan penurunan, baik dari
sisi inflasi volatile food maupun inflasi inti.
Pengendalian inflasi pangan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga
terutama di masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Inflasi yang
terkendali menjadi hal positif dan membantu meningkatkan daya beli
masyarakat. Pemerintah optimis tren positif tersebut akan tetap terjaga
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 12
Page 50
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi bagi momentum
pemulihan serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi.
Dari sektor eksternal, kinerja neraca perdagangan juga mencatatkan
surplus secara berturut-turut, memasuki bulan yang ke-35. Neraca
perdagangan Maret 2023 surplus sebesar USD2,91 miliar, dengan ekspor
USD23,62 miliar dan impor USD20,52 miliar. Meski demikian, akibat
pelemahan ekonomi global, ekspor dan impor juga turut melemah, masing-
masing menurun sebesar 11,3% (yoy) dan 6,2% (yoy).
Ketahanan perekonomian Indonesia sendiri tetap terjaga meskipun
menghadapi gejolak perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi triwulan
I-2023 mencapai 5,0% (yoy). Pertumbuhan ekonomi terus di atas 5% dalam
enam kuartal berturut-turut. Laju inflasi dalam tren yang menurun utamanya
karena keberhasilan pemerintah dalam menurunkan inflasi bahan pangan.
Tingkat inflasi tercatat sebesar 4,33% (yoy) pada bulan April 2023.
Pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia merupakan salah satu yang
terbaik di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Sementara itu, indikator
dini lainnya juga menunjukkan tren yang relatif kuat. Purchasing Managers’
Index (PMI) nasional bulan April 2023 mencapai 52,7, terus berada pada
zona ekspansif sejak awal tahun hingga saat ini.
Di tengah menguatnya fondasi ekonomi domestik serta membaiknya
prospek pertumbuhan ekonomi global, pemerintah mengestimasi
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di kisaran 5,3-5,7%.
3.2 Gambaran Industri Perdagangan
3.2.1 Sejarah Perdagangan
Perdagangan merupakan transaksi jual beli barang yang dilakukan antara
penjual dan pembeli di suatu tempat. Transaksi perdagangan dapat timbul
jika terjadi pertemuan antara penawaran dan permintaan terhadap barang
yang dikehendaki. Perdagangan sering dikaitkan dengan berlangsungnya
transaksi yang terjadi sebagai akibat munculnya problem kelangkaan
barang. Perdagangan juga merupakan kegiatan spesifik, karena di
dalamnya melibatkan rangkaian kegiatan produksi dan distribusi barang
(Heilbroner, 1968 dalam Nastiti, 2003).
Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta
samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur
pelayaran niaga antar benua. Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut,
ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini
ada yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut
Merah melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah (Van Leur).
Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 13
Page 51
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan
daerah-daerah di Barat (kekaisaran Romawi).
Terdapatnya hubungan antarpulau dan hubungan dengan dunia luar ada
kecenderungan merupakan hubungan perdagangan. Pada khususnya
perdagangan itu terjadi karena pertukaran antara berbagai hasil daerah.
Demikian pula perdagangan dalam masa ini sudah barang tentu tidak dapat
diartikan sebagai perdagangan seperti kita kenal sekarang ini.
Perdagangan pada waktu itu dapat diartikan bagai pertukaran barang
dengan barang yang disebut inatura.
3.2.2 Perkembangan Industri Perdagangan Di Indonesia
Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi
penentu aktivitas ekonomi disisi distribusi. Gambaran umum perkembangan
industri perdagangan di Indonesia salah satunya dapat mengacu pada
Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Pada
Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja penjualan eceran tetap
tumbuh positif, baik secara tahunan maupun bulanan. Indeks Penjualan Riil
(IPR) Desember tercatat sebesar 217,8, atau secara tahunan masih tumbuh
positif 0,7% (yoy), meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan
pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy).
Berdasarkan kelompoknya, kinerja penjualan eceran pada kelompok
peralatan informasi dan komunikasi meningkat sebesar 16,6% (yoy) serta
barang budaya dan rekreasi sebesar 8,2% (yoy). Sementara itu, kelompok
perlengkapan rumah tangga lainnya (-10,2%, yoy) serta suku cadang dan
aksesori (-8,2%,yoy) membaik meski masih terkontraksi. Adapun
perlambatan terjadi kelompok terjadi pada kelompok makanan, minuman
dan tembakau (0,5%,yoy) dan sekelompok sandang (12,7%, yoy),
sementara kelompok bahan bakar kendaran bermotor (-10,4%, yoy) tercatat
menurun dan berada di fase kontraksi.
Secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh sebesar 7,0% (mtm),
meningkat dari 0,4% (mtm) pada bulan sebelumnya. Seluruh kelompok
tercatat meningkat dan berada pada fase ekspansi, dengan peningkatan
tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (42,9%,mtm)
dipengaruhi oleh tingginya penjualan TV Gigital sejalan dengan kebijakan
peralihan dari YV Analog ke didorong HBKN Natal, musim libur dan kahir
tahun, serta strategi potongan harga sehingga mendorong domestik.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 14
Page 52
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Gambar 3.6. Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (%)
Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022
Pada Januari 2023, kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat
secara tahunan, namun terkontraksi secara bulanan.Hal tersebut tercermin
dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2023 yang tercatat sebesar 213,2
atau tumbuh 1,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan
sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, kinerja kelompok makanan,
minuman dan tembakau (4,2%,yoy) menjadi satu-satunya kelompoknya
yang meningkat, sementara subkelompok sandang (10,6%, yoy) tercatat
melambat.
Gambar 3.7. Pertumbuhan IPR Menurut Kelompok (%,yoy)
Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022
Secara bulanan, penjualan eceran berada pada fase kontraksi sebesar -
2,1% (mtm), berbalik arah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 7,0% (mtm).
Penurunan/perlambatan terjadi pada seluruh kelompok, dengan penurunan
terdalam pada kelompok peralatan informasi dan komunkasi
(-20,5%, mtm), disusul subkelompok sandang (-3,6%, mtm) serta kelompok
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 15
Page 53
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
barang budaya dan rekreasi (-4,1%, mtm) sejalan dengan penurunan
permintaan masyarakat HBKN natal dan libur akhir tahun pada bulan
sebelumnya. Sementara itu, perlambatan terjadi pada kelompok suku
cadang dan aksesori (0,1%, mtm) disebabkan oleh penurunan permintaan
masyarakat.
3.2.3 Ekspor Dan Impor Indonesia
Ekspor Indonesia selama Januari – Desember 2022 mencapai volume
647.327,4 ribu ton dengan nilai US$291.979,1 juta, yang terdiri dari
US$16.019,7 juta hasil ekspor minyak bumi dan gas serta US$275.959,4
juta hasil ekspor komoditas nonmigas.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2021, nilai ekspor tahun 2022 naik
US$60.369,6 juta. Peningkatan ini karena adanya peningkatan ekspor
komoditas nonmigas senilai US$56.597,3 juta dan ekspor komoditas migas
senilai US$3.772,3 juta. Pada Desember 2022 harga minyak mentah
Indonesia US$76,66 per barel, naik sebesar US$3,30 per barel
dibandingkan Desember 2021.
Gambar 3.8. Komposisi Nilai Ekspor Indonesia Januari – Desember 2021 dan 2022
Nilai ekspor kelompok migas pada Januari – Desember 2021 sebesar
US$12.247,4 juta yang terdiri dari minyak mentah, hasil minyak dan gas
masing-masing senilai US$2.795,9 juta, US$1.996,8 juta dan US$7.454,7
juta. Sedangkan pada Januari – Desember 2022 nilai ekspor untuk
kelompok migas masing-masing sebesar US$1.572,4 juta, US$4.624,9 juta
dan US$9.822,4 juta.
Nilai ekspor untuk kelompok nonmigas yang terdiri dari pertanian,
perhutanan dan perikanan; industri pengolahan; serta pertambangan dan
lainnya pada Januari – Desember 2021 masing-masing US$4.242,0 juta,
US$177.204,5 juta, dan US$37.915,6 juta. Sementara itu pada Januari –
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 16
Page 54
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Desember 2022 nilai ekspor masing-masing kelompok nonmigas tersebut
mencapai US$4.689,2 juta, US$206.350,7 juta dan US$64.919 juta.
Total nilai impor Indonesia selama Desember 2022 mencapai US$19.863,1
juta, naik US$901,0 juta (4,75 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.
Impor berasal dari minyak dan gas (migas) US$3.201,0 juta dan non-minyak
dan gas (nonmigas) US$16.662,1 juta atau masing-masing memberikan
peranan 16,12 dan 83,88 persen. Dari sisi volume, secara agregat juga
mengalami peningkatan 16,43 persen menjadi 17.445,2 ribu ton. Secara
keseluruhan, volume impor migas mencapai 4.355,6 ribu ton (24,97 persen)
dan nonmigas 13.089,6 ribu ton (75,03 persen).
Dibandingkan bulan sebelumnya, impor migas mengalami penurunan
US$396,8 juta (14,15 persen) yang dipicu oleh berkurangnya nilai
komponen minyak mentah US$107,7 juta (12,80 persen), hasil minyak
US$278,6 juta (17,22 persen), dan gas US$10,5 juta (3,05 persen).
Kontribusi masing-masing komponen terhadap total impor migas, terdiri dari
minyak mentah (29,65 persen), hasil minyak (59,26 persen), dan gas (11,09
persen).
Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada
Juli 2022 mencapai US$4.455,3 juta dan terendah terjadi pada Januari 2022
senilai US$2.229,2 juta. Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi
tercatat pada Maret 2022 mencapai US$18.470,2 juta dan terendah pada
Februari 2022 senilai US$13.736,2 juta.
Gambar 3.9. Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia Desember 2021 – Desember 2022
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 17
Page 55
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
3.3 Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LNG Dan LPG di Indonesia
3.3.1 Minyak Bumi
Pada tahun 2021 cadangan minyak bumi Indonesia sebesar 3,9 miliar barel
sehingga berdasarkan data dari BP Statistic Review 2021, jumlah cadangan
minyak Indonesia hanya sebesar 0,1% dari cadangan dunia.
Dalam dua dekade, produksi minyak bumi Indonesia mengalami penurunan
yang signifikan, dari rata-rata sebesar 1,5 juta barel per hari menjadi rata-
rata sekitar 658,5 ribu barel per hari di tahun 2021. Berbagai upaya terus
dilakukan oleh Pemerintah untuk mendorong peningkatan produksi minyak
mentah, diantaranya dengan meningkatkan investasi sektor hulu migas
melalui peningkatan kerjasama sektor migas, penyederhanaan perizinan,
pemberian insentif fiskal dan pemutakhiran data hulu migas, serta
meningkatkan produksi dengan menetapkan program produksi 1 Juta
BOPD pada tahun 2030. Adapun produksi minyak bumi dalam 5 tahun
terakhir (2016 - 2021) menurun dari 831,1 ribu barel per hari menjadi 658,5
ribu barel per hari akibat dari penurunan cadangan secara alami pada
berbagai lapangan yang sudah tua.
Impor minyak bumi pada tahun 2013-2016 cenderung meningkat menjadi
148,4 juta barel pada tahun 2016, namun menurun menjadi 79,7 juta barel
pada 2020. Turunnya impor minyak bumi sampai tahun 2020 dipengaruhi
oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 tentang Prioritas
Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.
Dalam aturan ini dinyatakan, Pertamina dan Badan Usaha Pemegang Izin
Usaha Pengolahan Minyak Bumi wajib mengutamakan pasokan minyak
bumi yang berasal dari dalam negeri. Demikian juga kontraktor atau
afiliasinya, wajib menawarkan minyak bumi bagian kontraktor kepada
Pertamina dan/atau Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Pengolahan
Minyak Bumi.
Pada tahun 2021 terjadi kenaikan impor menjadi 104,4 juta barel bila
dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara keseluruhan impor minyak
bumi pada tahun 2021 menunjukkan tren menurun sebesar 30% bila
dibandingkan dengan nilai impor pada tahun 2016. Kenaikan impor pada
tahun 2021 disebabkan oleh pertambahan pemanfaatan minyak bumi
sebagai bahan baku produksi kilang akibat peningkatan permintaan BBM
pada sektor transportasi setelah terjadinya peningkatan mobilitas
masyarakat karena penurunan kasus pandemi Covid-19. Dilihat dari
sumbernya, impor minyak mentah pada tahun 2021 dipasok dari beberapa
negara produsen minyak mentah terutama dari Saudi Arabia (32%) dan
Nigeria (28%) dan sisanya berasal dari Australia, Angola, Gabon, Aljazair,
Malaysia, Azerbaijan, Equatorial Guinea, Amerika Serikat serta negara
lainnya.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 18
Page 56
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Kebijakan ekspor minyak bumi nasional dilakukan dengan
mempertimbangkan nilai keekonomian sehingga ekspor dilakukan untuk
jenis minyak yang memiliki kualitas tinggi. Ekspor minyak bumi pada tahun
2016 sebesar 125,5 juta barel namun turun menjadi 43,8 juta barel pada
tahun 2021 sejalan dengan turunnya produksi minyak bumi dan dampak
dari penerapan terhadap Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018
tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan
Dalam Negeri dimana minyak mentah yang merupakan bagi hasil bagian
dari KKKS semula dikategorikan ekspor, namun saat ini dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan kilang domestik. Minyak bumi diekspor ke beberapa
negara Asia dan pada tahun 2021, ekspor minyak bumi hanya dilakukan ke
Singapura, Jepang, Taiwan dan Korea.
Gambar 3.10. Perkembangan Produksi, Ekspor dan Impor Minyak Bumi 2016-2021
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
3.3.2 Gas Bumi
Gas bumi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan
nasional, antara lain sebagai sumber energi, bahan baku untuk industri dan
sebagai sumber penerimaan negara dan devisa. Dalam bauran energi,
sekitar 16,8% dari total pasokan energi primer tahun 2021 bersumber dari
gas bumi. Di masa lalu, pemanfaatan gas bumi diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan ekspor melalui ekspor LNG dengan kontrak jangka panjang,
namun dengan terus meningkatkan kebutuhan energi dan ketersediaan
cadangan yang cukup banyak, maka gas menjadi alternatif penggunaan
energi saat ini dan dimasa mendatang. Selain itu, emisi gas yang rendah
juga menjadi pilihan penggunaan energi fosil dibandingkan batubara.
Produksi gas bumi Indonesia berasal dari gas yang terikut dari lapangan
minyak bumi (assosiated gas) dan lapangan gas bumi (non-assosiated
gas). Total produksi gas dari kedua jenis lapangan tersebut pada tahun
2021 mengalami penurunan dari 3,1 juta MMSCF pada tahun 2016 menjadi
2,4 juta MMSCF. Penurunan produksi gas bumi terjadi akibat tutupnya
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 19
Page 57
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
lapangan gas Arun dan belum mulai berproduksi lapangan gas Tangguh
Train 3.
Gambar 3.11. Tren Produksi Gas Bumi Tahun 2016 – 2021
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
Di satu sisi, beberapa sumur gas di Indonesia telah mengalami penurunan
tingkat produksi, di sisi lain masih terdapat beberapa cadangan gas terbukti
yang belum dikembangkan (stranded). Salah satu yang terbesar adalah
Blok Natuna D-Alpha yang diprediksi mempunyai cadangan yang bisa
diambil sebesar 46 TSCF. Lapangan gas tersebut belum dapat
dikembangkan karena biaya pengembangannya mahal mengingat
kandungan gas CO2 dan H2S yang mencapai 70%. Kandungan gas ikutan
inilah yang menjadi salah satu kendala utama pengembangan lapangan gas
tersebut.
Ekspor gas bumi yang digunakan sebagai sumber devisa negara, dapat
dilakukan baik dalam bentuk gas maupun dalam bentuk LNG sesuai dengan
kontrak jangka panjang. Ekspor gas bumi dalam bentuk gas pipa dilakukan
ke Singapura dan Malaysia, dimana kontrak Perjanjian Jual Beli Gas
(PJBG) ke Singapura akan berakhir pada 2023 yang rencananya tidak akan
ada perpanjangan lagi. Ke depannya, gas tersebut akan digunakan untuk
kebutuhan domestik. Ekspor gas pipa mengalami penurunan dari 282.741
MMSCF pada tahun 2016 menjadi 274.736 MMSCF pada tahun 2021.
Sedangkan ekspor LNG dilakukan untuk memenuhi permintaan Jepang,
Korea dan Taiwan juga menggunakan mekanisme kontrak jangka panjang.
Ekspor LNG ketiga negara tersebut mengalami penurunan dari 747.697 ribu
MMBTU pada tahun 2016 menjadi 416.691 ribu MMBTU pada tahun 2021.
Gas merupakan energi yang bersih sehingga penggunaannya sedikit
menimbulkan emisi. Namun demikian pemanfaatan gas memerlukan
infrastruktur yaitu jaringan pipa agar gas dapat disalurkan dari daerah
penghasil ke daerah pengguna. Oleh karena itu pemanfaatan gas hanya
dapat dilakukan terutama di wilayah-wilayah penghasil gas, seperti
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 20
Page 58
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan
Kalimantan Timur.
Pemanfaatan gas terbesar untuk sektor industri atau sekitar 99,1%
terutama untuk industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical,
industri baja, industri keramik dan industri kaca. Pada industri pupuk gas
digunakan sebagai bahan baku sehingga dikategorikan sebagai
penggunaaan non energi.
Sementara pemanfaatan gas untuk sektor lainnya seperti rumah tangga
(jargas), komersial dan transportasi masing-masing hanya 0,8% dan 0,1%
dari total konsumsi gas. Khusus terkait pembangunan jargas untuk
konsumsi sektor rumah tangga dalam RUEN, pada tahun 2025 ditargetkan
pembangunan jargas akan mencapai 4,7 juta sambungan rumah tangga
(SR). Namun demikian, realisasi penambahan pembangunan jargas hingga
akhir tahun 2021 baru mencapai 127 ribu SR dengan total jargas terpasang
sebesar 799 ribu SR.
Gambar 3.12. Konsumsi Gas per Sektor 2016-2021
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
3.3.3 Liquefied Petroleum Gas (LPG)
LPG merupakan salah satu bahan bakar yang digunakan terutama untuk
memenuhi kebutuhan di sektor komersial dan rumah tangga. LPG dapat
diproduksi dari gas melalui kilang LPG dan LNG tetapi dapat juga diproduksi
dari kilang minyak. Sebagian besar (sekitar 55,3%) LPG diproduksi dari
kilang gas.
Tabel 3.5. Perkembangan Produksi LPG Tahun 2016-2021 (Ribu Ton)
Jenis Data 2016* 2017* 2018* 2019* 2020 2021
Produksi LPG 2.226,2 2.006,9 2.002,4 1.935,2 1.921,7 1.902,6
- Kilang Minyak 831,4 865,4 883,3 821,7 858,2 863,8
- Kilang Gas 1.394,8 1.141,6 1.119,0 1.113,5 1.063,5 1.038,7
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
Catatan : (*) Revisi Data untuk Produksi dari Kilang Gas
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 21
Page 59
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Sejak tahun 2007, Pemerintah mulai mengimplementasikan program
konversi minyak tanah ke LPG, oleh karena itu konsumsi LPG terus
menunjukkan peningkatan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, impor
LPG sejak tahun 2008 tumbuh signifikan dengan pertumbuhan rata-rata
tahun 2008-2021 sebesar 8,6%. Hal ini terjadi karena konsumsi LPG terus
meningkat namun produksi dalam negeri tidak bertambah.
Gambar 3.13. Perkembangan Produksi dan Impor LPG
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
Catatan : (*) Revisi Data untuk Produksi dari Kilang Gas
Hampir 95,9% LPG di Indonesia dikonsumsi oleh sektor rumah tangga
sebagai implikasi program konversi minyak tanah ke LPG sejak 2007.
Selain itu, mulai tahun 2016 telah dibagikan konverter kit LPG gratis untuk
nelayan dan petani kecil yang bertujuan untuk menghemat biaya
operasional nelayan saat melaut. Konsumsi LPG pada tahun 2016
mencapai 6.642 ribu ton dan meningkat menjadi 8.554 ribu ton pada tahun
2021 atau dengan rata-rata pertumbuhan tahun 2016-2021 sebesar 5,2%.
Naiknya konsumsi LPG di sektor rumah tangga dipengaruhi oleh tingginya
penggunaan LPG subsidi (lebih murah) oleh rumah tangga yang mampu.
LPG dijual di pasar dengan harga yang berbeda-beda, antara LPG subsidi
dan non subsidi. Harga LPG 3 kg pada tahun 2021 Rp 21.000 atau sekitar
Rp 7.000/kg tetapi LPG non subsidi harganya sekitar Rp 186.000 atau Rp
15.500/kg.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 22
Page 60
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Gambar 3.14. Konsumsi LPG Tahun 2016-2021
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
3.3.4 Liquefied Natural Gas (LNG)
Produksi kilang LNG periode 2013-2014 menunjukkan penurunan dari
19.250 ribu ton menjadi 18.186,4 ribu ton pada tahun 2014 sejalan dengan
berhentinya produksi Kilang Arun, namun produksi LNG meningkat kembali
mencapai 19.220,5 ribu ton pada tahun 2017 dengan mulai beroperasinya
Kilang Donggi Senoro. Namun pada tahun 2019 kembali menurun menjadi
16.435,7 ribu ton akibat berkurangnya pasokan gas dari Blok Mahakam dan
adanya proses pemeliharaan Kilang Tangguh, dan pada tahun 2020 dan
2021 kembali menurun menjadi 15.435,3 ribu ton dan 14.712,2 ribu ton efek
pandemi Covid-19.
Gambar 3.15. Perkembangan Produksi LNG dari Kilang LNG
Sumber : Buku Saku KESDM, 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
LNG yang diproduksi di Indonesia sebagian besar digunakan untuk
memenuhi kebutuhan ekspor melalui kontrak jangka panjang dengan
beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea, China, dan Taiwan. Selain itu
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 23
Page 61
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
ekspor LNG juga dilakukan melalui penjualan langsung ke beberapa negara
lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan lain-lain.
Gambar 3.16. Perkembangan ekspor LNG
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
3.4 Pasokan Dan Konsumsi Energi Primer
Berdasarkan Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022, pasokan energi
primer dalam neraca energi menunjukkan jumlah energi yang tersedia di
suatu wilayah. Pasokan energi primer mencakup banyaknya jumlah energi
yang diproduksi, diimpor, diekspor dan ketersediaan stok. Total pasokan
energi primer Indonesia pada tahun 2021 sebesar 207,9 MTOE dengan
pasokan terbesar adalah batubara sebesar 78,2 MTOE (37,6%), diikuti
minyak sebesar 69,5 MTOE (33,4%) dan gas sebesar 35 MTOE (16,8%).
Sisanya sebesar 25,3 MTOE (12,2%) dipenuhi oleh EBT yang terdiri dari
energi air, panas bumi, surya, angin, dan bioenergi.
3.4.1 Produksi
Produksi energi Indonesia pada tahun 2021 sebesar 472,4 MTOE yang
sebagian besar (94,6%) berasal dari energi fosil yang mencakup batubara,
gas dan minyak. Sedangkan produksi energi terbarukan hanya sekitar 5,4%
dari produksi energi nasional. Batubara menyumbang share terbesar dalam
produksi energi atau setara dengan 613,9 juta ton. Tingginya produksi
batubara dipengaruhi adanya permintaan dari luar negeri yang saat ini
cenderung meningkat sejalan dengan naiknya harga batubara. Selain itu
dengan cadangan batubara Indonesia terutama di Kalimantan dan
Sumatera yang cukup banyak dan izin tambang yang telah dikeluarkan
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 24
Page 62
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
maka diperkirakan tingkat produksi batubara akan berada sekitar 600 juta
ton/tahun.
Di sisi lain produksi minyak dan gas terus menunjukkan penurunan akibat
sumur yang sudah tua. Namun pada tahun 2021 terdapat penambahan
cadangan baru sebesar 696 MBOE secara keseluruhan sehingga RRR
melonjak mencapai 116%. Reserves Replacement Ratio (RRR) adalah
perbandingan penambahan cadangan terbukti terhadap produksi secara
keseluruhan pada relatif tahun tertentu (Lorne Stockman, 2011).
Gambar 3.17. Peningkatan Reserves Replacemanet Ratio (RRR)
Sumber : HEESI 2021 dan SKK Migas dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
Sedangkan produksi EBT menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun
sebelumnya terutama akibat naiknya produksi listrik dari PLTA dan PLTP
tahun 2021 masing-masing sebesar 372,6 GWh dan 336 GWh.
3.4.2 Ekspor
Pada tahun 2021 sekitar 59,2% energi yang diproduksi, dipergunakan untuk
keperluan ekspor mengingat ekspor gas dan batubara masih menjadi
andalan penerimaan negara. Tercatat sebesar 70,9% (255,9 MTOE) ekspor
batubara pada tahun 2021. Sedangkan ekspor minyak mentah sebesar 6,1
MTOE atau 18,2% dari total produksi minyak mentah. Sementara ekspor
gas yang terdiri dari LNG dan gas pipa sebesar 33,2% dari total produksi
gas pada tahun 2021. Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional yang
mengamanatkan perubahan paradigma kebijakan pengelolaan energi
dengan mengutamakan pemanfaatan energi untuk meningkatkan nilai
tambah di dalam negeri, Pemerintah mulai mengalokasikan prioritas
pemanfaatan gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Demikian pula
batubara, secara bertahap akan dialokasikan pemanfaatannya untuk
pemenuhan kebutuhan dalam negeri terutama pembangkit listrik dan
industri melalui pengembangan gasifikasi batubara antara lain melalui
pengembangan DME sebagai subtitusi LPG dan metanol yang dibutuhkan
oleh sektor industri, yang direncanakan akan dimulai tahun 2025.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 25
Page 63
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
3.4.3 Impor
Secara total impor energi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 48,5 MTOE
atau hanya 23,3% dari total pasokan energi primer. Beberapa jenis energi
yang masih diimpor adalah batubara kalori tinggi, minyak mentah, BBM dan
LPG. Indonesia masih membutuhkan impor BBM karena konsumsi BBM
terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah kendaraan terutama
sepeda motor, di sisi lain tidak ada penambahan kapasitas kilang yang
menghasilkan BBM. Impor BBM terdiri dari bensin yang mencapai 82,03%
dari total impor BBM. Selain itu impor minyak solar mencapai 14,47% dan
sisanya 2,61% HOMC dan 0,89% terdiri dari avgas, minyak bakar dan
minyak diesel.
Gambar 3.18. Impor BBM Tahun 2021
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
Selain BBM, Indonesia juga melakukan impor minyak mentah untuk
memenuhi kebutuhan kilang minyak yang hanya dapat mengolah minyak
mentah jenis heavy oil. Impor minyak mentah sebagian besar berasal dari
Arab Saudi dan Nigeria. Pada tahun 2021 impor minyak mentah sebesar
89,87 juta barel dan kondensat Indonesia sebesar 14,53 juta barel atau
28,5% dari total kebutuhan minyak mentah untuk kilang.
Impor yang paling besar saat ini dilakukan untuk LPG karena
kebutuhannnya terus meningkat sehingga pada tahun 2021 volume LPG
yang harus diimpor sebesar 6,3 juta ton. Naiknya kebutuhan LPG terutama
di sektor rumah tangga dipengaruhi oleh suksesnya program konversi
minyak tanah ke LPG yang dimulai sejak tahun 2007. Selain itu pandemi
Covid-19 yang masih berlangsung di tahun 2021 juga mempengaruhi
konsumsi LPG lebih banyak dibandingkan kondisi normal.
Walaupun Indonesia merupakan eksportir batubara terbesar ke-2 di dunia,
namun Indonesia masih memerlukan impor batubara kalori tinggi sebesar
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 26
Page 64
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
8,5 MTOE terutama untuk memenuhi kebutuhan batubara pada industri
baja/logam.
Tabel 3.6. Pasokan Energi Primer dalam Neraca Energi (Ribu TOE)
Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
3.5 Prospek Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LPG Dan LNG
Dampak positif dari masifnya pengeboran sumur pengembangan
memberikan dampak bagi potensi peningkatan produksi minyak nasional.
Jika produksi minyak tahun 2022 sebesar 612 ribu barel per hari (BOPD),
dengan mulai meningkatnya aktivitas pengeboran sumur pengembangan
2023 mendorong produksi minyak naik menjadi 619 ribu BOPD pada awal
kuartal 2 tahun 2023. Memperhatikan progress pengeboran sumur
pengembangan yang semakin masif dan agresif, Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)
memperkirakan produksi minyak hingga akhir tahun 2023 bisa lebih
meningkat dibandingkan tahun 2022.
Deputi Eksploitasi SKK Migas menyampaikan bahwa tanpa melakukan apa-
apa maka produksi minyak diperkirakan hanya akan mencapai 560 ribu
BOPD, namun realisasinya saat ini dapat mencapai 619 ribu BOPD, dimana
pencapaian ini tentunya lebih baik dibandingkan periode yang sama pada
tahun sebelumnya. Bahkan, apabila tanpa adanya kejadian unplanned
shutdown, tidak ada proyek yang tertunda dan program yang telah
disepakati dalam work, program & budget (WP&B) dilaksanakan tepat
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 27
Page 65
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
waktu, maka produksi minyak Nasional saat ini seharusnya dapat mencapai
ke level 636 ribu BOPD.
Deputi Eksploitasi SKK Migas menyampaikan bahwa industri hulu migas
sudah pulih dari pandemi, hal ini nampak dari program kerja yang masif dan
agresif. Program pengeboran sumur pengembangan tercatat tumbuh lebih
dari 2 (dua) kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir. Tidak ada industri yang
pulih lebih cepat dibandingkan hulu migas, karena sudah melakukan
pengeboran sumur pengembangan hingga lebih dari 2 kali lipat. Ini tentu
menunjukkan optimisme para pelaku industri hulu migas mengenai prospek
industri ini.
SKK Migas optimis tahun ini produksi minyak dan gas bisa incline, bahkan
untuk tahun 2024 bisa lebih cepat lagi pertumbuhannya. Investasi tumbuh
signifikan dengan tahun 2023 ditargetkan investasi mencapai US$ 15,3
miliar atau tumbuh 26% dibandingkan tahun lalu dan tumbuh lebih tinggi
dibandingkan rata-rata pertumbuhan investasi global yang sebesar 6,5%.
President Indonesia Petroleum Association (IPA) menyampaikan bahwa
upaya peningkatan produksi membutuhkan waktu yang panjang dan harus
dilakukan secara terus menerus, karenanya membutuhkan kolaborasi antar
pemangku kepentingan dan dukungan insentif untuk menjadi mendorong
investasi yang berkelanjutan. President Indonesia Petroleum Association
(IPA) menambahkan bahwa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)
membutuhkan dukungan dari SKK Migas agar apa yang telah disepakati
dalam WP&B dapat dilaksanakan secara tuntas.
Direktur Pengembangan dan Operasi Pertamina EP SHU menyampaikan
bahwa Pertamina memberikan dukungan penuh bagi upaya Pemerintah
dalam membangun ketahanan energi. Saat ini kontribusi Pertamina untuk
lifting minyak mencapai 68% dan gas 33% terhadap lifting secara Nasional.
Oleh karenanya, Pertamina terus melakukan berbagai upaya agar target
yang telah ditetapkan dapat tercapai dan melakukan upaya filling the gap
(FTG).
Tantangan terbesar di Pertamina adalah bagaimana menjaga baseline,
untuk itu Pertamina melakukan upaya peningkatan kehandalan dan
integrase fasilitas, optimasi sumur melalui peningkatan program workover
maupun well intervention/well service. Adapun untuk mendorong
pertumbuhan produksi, kami memiliki program pengeboran sumur
eksplorasi dan sumur pengembangan yang masif. Program pengeboran
sumur pengembangan di Pertamina pada tahun 2020 sebanyak 223 sumur,
di tahun 2021 mencapai 350 sumur atau meningkat 57%, kemudian tahun
2022 meningkat menjadi 683 sumur atau meningkat 97% dan tahun 2023
ditargetkan sebanyak 833 sumur atau meningkat 21%.
Keberhasilan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional
membutuhkan dukungan dan kesiapan tidak hanya KKKS tetapi juga
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 28
Page 66
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
industri penunjang migas. SKK Migas telah menyusun rencana dan strategi
(Resntra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 bahwa peningkatan produksi
minyak dan gas harus pula diikuti dengan peningkatan multiplier effect
termasuk peningkatan kapasitas industri penunjang dalam mendukung
kebutuhan KKKS dan kemampuan menjaga lingkungan yang berkelanjutan.
3.6 Kesimpulan
• Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan
sebelumnya. Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan
ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya
sebesar 2,6%.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diprakirakan bias ke atas dalam
kisaran 4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta
membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan. Pada
2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit
melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya
prospek pertumbuhan ekonomi global.
• Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi
penentu aktivitas ekonomi disisi distribusi. Gambaran umum
perkembangan industri perdagangan di Indonesia salah satunya dapat
mengacu pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank
Indonesia. Pada Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja
pejualan eceran tetap tumbuh positif, baik secara tahunan maupun
bulanan.
• Ekspor Indonesia pada tahun 2022 meningkat dibandingkan dengan
tahun 2021, sedangkan impor Indonesia juga mengalami kenaikan.
• Dalam membangun ketahanan energi, saat ini kontribusi Pertamina
untuk lifting minyak mencapai 68% dan gas 33% terhadap lifting secara
Nasional. Oleh karenanya, terus melakukan berbagai upaya agar target
yang telah ditetapkan dapat tercapai dan melakukan upaya filling the gap
(FTG).
• Keberhasilan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional
membutuhkan dukungan dan kesiapan tidak hanya KKKS tetapi juga
industri penunjang migas.
Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri 29
Page 67
BAB IV IDENTIFIKASI ASET TAK BERWUJUD DAN METODOLOGI PENILAIAN
Page 68
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
BAB IV
IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD
DAN METODOLOGI PENILAIAN
4.1 Identifikasi Aset Takberwujud
Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI berdasarkan analisis internal dan
eksternal per 30 April 2023. Analisis internal berdasarkan data yang telah
disediakan oleh pemberi tugas yaitu data pendapatan penjualan dari
penggunaan Merek periode 2019-2022 dan daftar list Merek yang dinilai
termasuk masa berakhir perlindungan. Selain itu data proyeksi pendapatan
atas penggunaan Merek dimasa yang akan datang sesuai dengan umurnya
yang kami terima dari pemberi tugas sebagai dasar dalam menghitung nilai
ATb tersebut.
Sementara itu, analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai faktor penggerak nilai
(value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
bersangkutan. Kami memperoleh data pasar yang relevan dan dapat
dipercaya dan menggunakannya pada bagian analisis eksternal.
Aset Takberwujud (Intangible Asset) adalah aset non-monetary yang
diidentifikasi tanpa wujud fisik dan memberikan hak dan manfaat ekonomi
kepada pemilik. ATb sering kali sulit untuk dipisahkan karena keterkaitannya
satu sama lain. Pada kasus tersendiri, misalnya mungkin sulit untuk
membedakan antara Merek produk, teknologi yang digunakan dan basis
pelanggan. Saling ketergantungan harus dipertimbangkan tidak hanya pada
proses identifikasi dibawah batasan kriteria pengakuan akuntansi, tetapi juga
dari perpektif ekonomi.
Selain itu, ATb harus terlebih dahulu memenuhi kriteria hukum atau perjanjian
kontrak, kemudian harus dipertimbangkan pula apakah ATb tersebut dapat
memberikan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang untuk pemiliknya
serta didasari oleh penilaian ATb yang dapat dipercaya. Sebelum melakukan
penilaian Merek Kians, terlebih dahulu harus ditentukan jenis-jenis Aktiva
Takberwujud yang dimiliki oleh EKI. Berdasarkan IFRS III terdapat 5 (Lima)
kategori ATb adalah sebagai berikut:
1) Marketing - Related Intangible Assets
ATb yang terkait dengan pemasaran terutama digunakan pada pemasaran
atau promosi produk ataupun jasa. Contohnya meliputi Merek dagang, nama
dagang, desain dagang yang unik, nama domain internet, dan perjanjian
untuk tidak bersaing. ATb yang termasuk pemasaran dan promosi produk
sebagai berikut:
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 1
Page 69
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
a. Trademarks, trade names, service marks, collective marks and
certification marks
b. Internet domain names - internet domain name yang dimiliki
c. Trade dress
d. Newspaper mastheads
e. Non-competitive agreement
2) Customer - Related Intangible Assets
ATb yang terkait dengan pelanggan atau pemasok muncul dari hubungan
ataupun pengetahuan tentang pelanggan ataupun pemasok. Ontohnya
meliputi perjanjian jasa atau pemasok, perjanjian lisensi atau royalti, daftar
pesanan, perjanjian tenaga kerja dan hubungan pelanggan. ATb yang
termasuk hubungan pelanggan sebagai berikut:
a. Customer list
b. Customer contracts and the related customer relationships (kontrak
dan hubungan dengan pelanggan
c. Order or production backlog
d. Non-contractual customer relationships
e. Workforce
3) Artistic - Related Intangible Assets
ATb yang terkait dengan seni muncul dari hak untuk mendapatkan
keuntungan seperti royalti dari oekerjaan seni seperti drama, buku, film, dan
musik, serta muncul juga dari perlindungan hak cipta yang tidak bersifat
kontraktual. ATb yang termasuk seni sebagai berikut:
a. Compositions advertising jingles
b. Pictures, photographs
c. Video and audivisual material
4) Contract - Based Intangible Assets
a. Licensing, royalty, standstill agreements
b. Lease agreements
c. Construction permits
d. Franchise agreements
e. Operating and broad casting rights
f. Employment contracts
5) Technology - Based Intangible Assets
ATb yang terkait dengan teknologi muncul dari hak kontraktual ataupun hak
non-kontraktual untuk menggunakan teknologi yang dipatenkan, teknologi
yang belum dipatenkan, database, formula, desain, software, proses atau
resep. ATb yang termasuk teknologi sebagai berikut:
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 2
Page 70
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
a. Patented technology
b. Computer software
c. Trade secrets
d. Registration
Berdasarkan hasil identifikasi dari kategori ATb diatas dapat disimpulkan
bahwa ATb yang dimiliki oleh EKI adalah lisensi (certification mark) dan trade
mark. Berdasarkan informasi dari wawancara dengan Manajemen EKI selaku
pemilik ATb bahwa Merek tersebut yang akan dialihkan.
4.2 Pendekatan Penilaian Aset Takberwujud
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang
berlaku umum dalam penilaian ATb sesuai dengan Kode Etik Penilaian
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI SPI) yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam Standar Penilaian
Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.
Gambar 5.1 Pendekatan dan Metode Penilaian ATb
Source : Purchase price allocation in international accounting“, The KPMG Corporate hFinance Division © 2007
KPMG Holding Ltd
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 3
Page 71
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini,
yaitu :
a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 320 5.10.a
Dengan Pendekatan Pasar, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu
kepada aktivitas pasar, misalnya transaksi penawaran yang melibatkan
aset yang identik atau sejenis.
Sifat heterogen dari ATb menunjukkan bahwa sulit untuk menemukan data
pasar dari transaksi yang melibatkan aset-aset yang identik. Jika ada, hal
ini biasanya berkaitan dengan aset yang serupa, tetapi tidak identik.
Sebagai sebuah alternatif, atau sebagai tambahan, perbandingan harga
dalam transaksi-transaksi yang relevan yang melibatkan aset yang identik
atau serupa melalui analisis transaksi penjualan mungkin dapat
menyediakan data pembanding dalam penilaian, misalnya dimungkinkan
untuk menentukan rasio harga terhadap laba atau tingkat balikan untuk
kelompok ATb yang sejenis.
Hal-hal yang dapat menyebabkan diperlukannya penyesuaian kualitatif
termasuk contoh berikut ini:
1) Merek yang dinilai dapat dianggap memiliki posisi yang lebih dominan
di pasar dibandingkan dengan Merek yang merupakan data transaksi
pembanding.
2) Sebuah paten obat yang dinilai mungkin memiliki khasiat yang lebih
besar dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan data
transaksi pembanding.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 320 5.10.c
Pendekatan Pendapatan digunakan untuk menentukan nilai ATb dengan
cara mendiskonto dan/atau mengkapitalisasikan pendapatan, arus kas
atau penghematan biaya baik secara actual atau hipotesis yang akan
dihasilkan oleh ATb yang menjadi objek penilaian dengan menggunakan
tingkat diskonto dan atau kapitalisasi tertentu.
Metode yang dapat digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah
sebagai berikut:
1) Metode Penghematan Royalti (Relief-From-Royalty Method/Royalty
Savings Method);
Metode Penghematan Royalti digunakan untuk menghasilkan nilai ATb
dengan mengkapitalisasi penghematan nilai yang diperoleh dari
pembayaran royalti hipotesis dengan cara memiliki atau menyewa.
2) Metode Laba Premi (Premium Profits Method/Incremental Income
Method);
Metode Laba Premi digunakan untuk menghasilkan nilai ATb dengan
mengkapitalisasi aliran pendapatan atau arus kas inkremental yang
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 4
Page 72
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
dihasilkan dari perbandingan usaha yang menggunakan ATb dengan
usaha yang tidak menggunakan ATb.
3) Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method)
Metode Pendapatan Berlebih digunakan untuk mengestimasikan nilai
ATb dengan menentukan nilai kini dari arus kas yang akan diterima di
masa yang akan datang yang terkait dengan ATb dengan
menggunakan tingkat diskonto atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko
ATb.
c. Pendekatan Biaya (Cost Approach) – SPI 320 5.10.d
Penilaian ATb yang mungkin menggunakan Pendekatan Biaya termasuk
hal berikut:
Perangkat lunak yang dikembangkan sendiri dimana harga dari
perangkat lunak dengan kapasitas layanan yang sama atau serupa
kadangkala dapat diperoleh di pasar.
Halaman web dimungkinkan untuk memperkirakan biaya pembangunan
situs web.
Tenaga kerja terlatih melalui penentuan biaya untuk pengembangan
(perekrutan dan pelatihan) dari tenaga kerja.
Metode yang dapat digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah
sebagai berikut:
1) Biaya Reproduksi Baru (Reproduction Cost New)
Biaya Pengganti Baru (New Replacement Cost) adalah estimasi biaya
untuk membuat suatu ATb, yang setara dengan ATb yang membuat
objek penilaian berdasarkan harga pasaran setempat pada Tanggal
Penilaian.
2) Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New).
Biaya Reproduksi Baru (New Reproduction Cost) adalah estimasi biaya
untuk mereproduksi suatu ATb yang sama atau identik dengan ATb
yang menjadi objek penilaian, berdasarkan harga pasaran setempat
pada Tanggal Penilaian.
4.3 Metodologi Penilaian Aset Takberwujud
Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).
Dalam melakukan Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI, untuk
memperoleh hasil penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang
dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar ATB tersebut adalah
dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Relief
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 5
Page 73
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
From Royalty. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi
ATb dan kondisi makro, seperti:
ATb yang dinilai berupa Merek yang memiliki pendapatan secara historis
dan diidentifikasi secara langsung menghasilkan arus kas dimasa yang
akan datang.
Data pasar pembanding ATb yang layak dan sebanding tidak tersedia.
Transaksi terakhir untuk ATb yang setara dan sejenis tidak cukup
memadai untuk mendukung Pendekatan Pasar.
Metode yang digunakan dalam penilaian ATb berupa Merek yaitu metode
penghematan royalti (relief from royalty) yang menghasilkan nilai ATb dengan
mengkapitalisasi penghematan nilai yang diperoleh dari pembayaran royalti
hipotesis dengan cara memiliki atau menyewa.
Dengan metode ini, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu pada nilai
pembayaran royalti secara hipotesis yang dapat dihemat melalui kepemilikan
ATb kepada pihak ketiga. Pembayaran royalti secara hipotesis selama umur
ATb disesuaikan untuk pajak dan didiskontokan menjadi nilai kini per tanggal
penilaian. Dalam beberapa kasus, pembayaran royalti dapat meliputi
pembayaran awal selain berdasarkan persentase dari pendapatan atau dari
beberapa parameter keuangan lainnya.
Terdapat dua Teknik yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat royalti
secara hipotesis yaitu sebagai berikut:
1) Rate royalty didasarkan pada tingkat royalti pasar untuk transaksi
sebanding atau sejenis. Sebuah prasyarat untuk Teknik ini adalah
keberadaan dari ATb yang sebanding yang dilisensikan dengan kondisi
arm’s length dan secara regular.
2) Rate royalty didasarkan pada pembagian keuntungan yang secara
hipotesis dibayarkan dalam suatu transaksi arm’s length oleh pemegang
lisensi kepada pemilik lisensi untuk sebuah hak untuk menggunakan ATb
dimana transaksi dilakukan oleh para pihak yang berminat dan bersifat
suka rela.
Beberapa atau seluruh sumber data penilaian dibawah ini perlu
dipertimbangkan dalam metode penghematan royalti
Proyeksi untuk parameter keuangan, misalnya pendapatan dimana tingkat
royalti akan diaplikasikan sampai akhir sisa manfaat dari ATb termasuk
estimasi masa manfaat ATb.
Tingkat pajak atas penghematan pembayaran royalti secara hipotesis.
Biaya pemasaran dan biaya lainnya yang akan ditanggung oleh pemegang
lisensi dalam pemanfaatan aset
Suatu tingkat diskonto yang tepat atau tingkat kapitalisasi untuk mengubah
pembayaran royalti aset secara hipotesis menjadi nilai kini. Dimana
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 6
Page 74
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
dimungkinkan untuk menggunakan kedua metode tersebut, sebagai suatu
cross check satu sama lainnya.
Tingkat royalti dapat sangat beragam di pasar untuk aset yang serupa.
Oleh karena itu lebih baik jika tolak ukur data royalti diasumsikan mengacu
pada marjin operasional yang disyaratkan oleh operator tertentu dari
penjualan yang dihasilkan dari penggunaan suatu aset.
Kami hanya menggunakan 1 (satu) pendekatan dengan pertimbangan bahwa
data pasar dan/atau data pembanding yang typical dengan objek penilaian
yang ditransaksikan tidak tersedia dan pendekatan biaya tidak dapat
diaplikasikan berdasarkan karakteristik dari ATb yang dinilai.
Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian 7
Page 75
BAB V PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD
Page 76
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
BAB V
PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD
5.1 Proses Penilaian Aset Takberwujud
Penilaian ATb berupa Merek menggunakan pendekatan pendapatan dengan
metode Relief From Royalty. Nilai diturunkan dari manfaat ekonomi di masa
yang akan datang, dikuantifikasikan dalam bentuk arus kas yang diharapkan
untuk diperoleh di masa depan. Pendekatan pendapatan dihitung dengan
menggunakan langkah sebagai berikut:
• Proyeksikan estimasi arus kas yang dapat diperoleh dari ATb di masa
depan sesuai dengan sisa masa manfaat ekonomisnya.
• Mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan tersebut menjadi nilai
kini.
Adapun formulasi perhitungan penilaian ATb berupa Merek Kians adalah
sebagai berikut:
Revenue From Intagible Asset
x Royalty rate
Pre Tax Royalty Saving
- Tax
After Tax Royalty Saving
x Discount Factor
Sum Present of Value Royalty Saving After Tax
+ Tax amortization benefit factor
= Market Value of Intagible Asset (ATb)
5.2 Aset Takberwujud Merek Kians
Proses perhitungan nilai ATb berupa Merek Kians dengan metode Relief
From Royalty dengan asumsi perhitungan sebagai berikut:
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 1
Page 77
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
5.2.1 Umur Aset Takberwujud
ATb mempunyai usia yang terbatas kecuali Merek. Namun tidak semua
merek memiliki umur yang “tidak terbatas atau tidak dapat ditentukan”. Mc
Donald dan KFC keberadaanya sejak dulu sampai saat ini masih eksis,
sehingga tidak dapat menentukan umurnya (unidentified). Sehingga
diasumsikan merek tersebut akan terus ada.
Berdasarkan informasi legalitas Merek Kians yang diperoleh dari website
PDKI Kementerian Hukum dan HAM bahwa Merek Kians telah terdaftar
dengan sisa masa perlindungan sampai dengan 22 Desember 2031.
Setelah masa manfaat berakhir maka diasumsikan merek tersebut belum
dapat dipastikan untuk dapat diperpanjang secara terus menerus sehingga
dalam kondisi terbatas atau definite life, hal ini juga sesuai dengan informasi
yang kami dapatkan dari manajemen bahwa belum ada kepastian Merek
tersebut dapat diperpanjang.
5.2.2 Proyeksi Pendapatan Penjualan
Untuk penilaian ATb berupa Merek Kians dengan menggunakan metode
Relief From Royalty, proyeksi pendapatan Merek (intangible revenue)
merupakan estimasi dana atau penghasilan yang masuk atau akan diterima
oleh perusahaan sebagai hasil penjualan (sales) produk atas pemakaian
Merek sesuai dengan skenario yang direncanakan. Pada penilaian ini,
proyeksi pendapatan ATb berupa Merek Kians dengan sisa manfaat sampai
dengan tahun 2031 menggunakan data yang diberikan oleh pemberi tugas
dan telah dilakukan normalisasi ataupun penyesuaian. Proyeksi pendapatan
dari ATb tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 2
Page 78
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Tabel 5.1 Proyeksi Pendapatan Penjualan Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 5.094.745 4.876.236 5.608.000 6.562.000 7.875.000
Growth 63,10% -4,29% 15,01% 17,01% 20,01%
2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 9.844.000 12.798.000 15.358.000 18.799.266
Growth 25,00% 30,01% 20,00% 22,41%
Sumber: Pemberi Tugas (diolah)
5.2.3 Tingkat Royalti
Tingkat royalti (royalty rate) diperoleh dari data pasar. Berdasarkan data
Intelectual Property (IP) licensor and licenses royalty rate yang dirilis oleh
Robin LLP besaran royalty rate untuk Equipment/Tools diperoleh sebesar
6%.
5.2.4 Pendapatan Royalti Sebelum Pajak
Modal penghematan royalti atau pendapatan royalti sebelum pajak adalah
pendapatan royalti atas pemakaian Merek yang diperoleh dari
pendapatan/revenue dari ATb dikalikan dengan royalty rate industri
equipment/tools. Nilai sebenarnya dari aset yang memberikan konstribusi
pada kemampuan bisnis untuk menghasilkan pendapatan.
Royalty Saving = Revenue x Royalty Rate
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 3
Page 79
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Tabel 5.2 Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 5.094.745 4.876.236 5.608.000 6.562.000 7.875.000
Tingkat Royalti 6% 6% 6% 6% 6%
Pendapatan Royalti
305.685 292.574 336.480 393.720 472.500
Sebelum Pajak
2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 9.844.000 12.798.000 15.358.000 18.799.266
Tingkat Royalti 6% 6% 6% 6%
Pendapatan Royalti Sebelum
590.640 767.880 921.480 1.127.956
Pajak
5.2.5 Pajak (Tax)
Pada penilaian ini diberlakukan Pajak Penghasilan (PPh) Badan atas
pendapatan royalti dari merek yang dinilai. Berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) No. 123 Tahun 2020 bahwa besaran tarif pajak yang
diberlakukan untuk perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Sedangkan pada tahun 2022 sampai batas yang belum ditentukan
diterapkan besaran pajak sebesar 22%.
Tax = Royalty Saving x Tax Rate (n)
5.2.6 Pendapatan Royalti Setelah Pajak
Pendapatan royalti setelah pajak adalah pendapatan royalti atas pemakaian
Merek yang diperoleh dari pendapatan/revenue dari ATb dikalikan dengan
royalty rate industri equipment/tools dikurangi pajak.
After Tax Royalty Saving = Royalty Saving – Tax
Tabel 5.3 Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians Setelah Pajak (Dalam Ribuan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan Royalti
305.685 292.574 336.480 393.720 472.500
Sebelum Pajak
Beban Pajak 67.251 64.366 74.026 86.618 103.950
Pendapatan Royalti
160.045 228.208 262.454 307.102 368.550
Setelah Pajak
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 4
Page 80
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan Royalti Sebelum
590.640 767.880 921.480 1.127.956
Pajak
Beban Pajak 129.941 168.934 202.726 248.150
Pendapatan Royalti Setelah Pajak 460.699 598.946 718.754 858.112
5.2.7 Penentuan Biaya Modal
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
digunakan adalah biaya modal ekuitas (Cost of Equity) yang ditentukan
dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :
Ke = Rf + (β x Rpm) - RbDS
Dimana :
Ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya
modal ekuitas/ saham biasa.
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta levered perusahaan
Rpm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RbDS = Rating-based default spread
Penjelasan
Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen
yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang
digunakan pada tanggal 30 April 2023, maka instrumen bebas risiko yang
dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah
dengan tenor 10 tahun yaitu sebesar 6,613%. Risk free diperoleh dari
www.PHEI.co.id dan World Government Bond, dan angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).
Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi
bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan.
Penentuan Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko
spesifik negara (Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga
saham untuk menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan
mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di
sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami
menggunakan tingkat premi risiko sebesar 9,23% yang diolah dari hasil riset
Aswath Damodaran sampai dengan bulan Januari 2023.
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 5
Page 81
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan
beta perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang industrial
goods yang diperoleh dari hasil riset Pefindo dan Bloomberg.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
sebagai beta untuk menghitung cost of equity Objek Penilaian. Dimana beta
tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered
yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung
unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
βL
βu =
1 + (1 -T) x DER
dimana:
T = Tingkat pajak
DER = Debt to Equity Ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham
yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian
perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh
hutang.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Merek
Kians tersebut dengan formula sebagai berikut :
βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)
Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 6
Page 82
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Tabel 5.4 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Total Adj. Beta
No. Nama Emiten Total Debt Equity DER
Aset Beta Unlev.
1 PT Arwana Citramulia Tbk 2.350.019 770.473 1.579.546 0,79 48,78% 0,57
2 PT Mulia Industrindo Tbk 6.830.453 2.208.301 4.622.152 0,90 47,78% 0,66
3 PT Surya Toto Indonesia Tbk 3.445.698 1.067.332 2.378.366 0,66 44,88% 0,49
4 PT Asahimas Flat Glass Tbk 7.304.539 3.373.851 3.930.688 0,67 85,83% 0,40
5 PT Mark Dynamics Indonesia Tbk 998.361 125.457 872.904 1,41 14,37% 1,27
PT Inti Keramik Alamasri Industri
6 1.221.910 483.476 738.434 0,36 65,47% 0,24
Tbk
PT Keramika Indonesia Assosiasi
7 1.038.863 193.456 845.407 0,38 22,88% 0,32
Tbk
8 PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk 471.976 218.829 253.147 0,34 86,44% 0,20
Rata-rata 2.957.727 1.055.147 1.902.581 0,689 55,46% 0,52
Sumber : Reuters 30 April 2023 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinayatakan dalam jutaan Rupiah)
Dari tabel di atas, tampak bahwa beta unlevered dari perusahaan-
perusahaan yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,52.
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding
pertanggal penilaian karena dasar nilai yang digunakan adalah nilai pasar.
Dimana struktur hutang sebesar 35,67%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
64,33% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan digunakan sebagai
DER yang mewakili objek penilaian. Dengan demikian, beta unlevered
perusahaan pembanding harus di unlevered dengan DER tersebut,
kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang
berlaku di Indonesia. Sehingga diperoleh beta sebesar 1,10 (dengan tarif
pajak 22%).
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,52 x (1 + (1-22%) x (35,67%/55,46%))
= 1,10
Rbds (Rating-based Default Spread), digunakan untuk melakukan
penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas mengingat dalam perhitungan
biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang diperoleh dari hasil riset Aswath
Damodaran, dimana RbDS sebesar 2,33% digunakan untuk mengurangi
besaran biaya modal ekuitas.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dengan menggunakan
persamaan CAPM dan memperhitungkan RbDS diperolah biaya modal
ekuitas Merek tersebut adalah sebesar 14,46% yang digunakan sebagai
tingkat diskonto dengan rincian sebagai berikut:
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 7
Page 83
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
Deskripsi Keterangan
Risk free-rate (Rf) 6,61% Yield SUN 10 Tahun, (Sumber : WGB, 30 April 2023)
Equity Beta (Proxy) (β) 1,10 Beta Industry data Pembanding (Pefindo, 20 April 2023)
Mature Equity Market 5,94% Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
Multiplier (MP) 1,41 Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
Rating-based default spread (RBDS) 2,33% Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
Biaya Ekuitas (Cost of Equity) (Ke) 14,46% Rf+β (mature equity market + (CDS x MP)-CDS)
5.2.8 Present Value Before Tax Amortization Benefit
Pendapatan royalti setelah pajak sebagai arus kas di masa mendatang
kemudian didiskontokan dengan tingkat diskonto sebesar 14,46% sehingga
diperoleh nilai kini dari arus kas tersebut.
Tabel 5.5 Present Value Royalty Saving Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan Royalti
305.685 292.574 336.480 393.720 472.500
Sebelum Pajak
Beban Pajak 67.251 64.366 74.026 86.618 103.950
Pendapatan Royalti
160.045 228.208 262.454 307.102 368.550
Setelah Pajak
Discount Rate 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46%
Tingkat Diskonto 0,913 0,798 0,697 0,609 0,532
Present Value Royalty
146.174 182.097 182.965 187.043 196.109
Saving
2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan Royalti
590.640 767.880 921.480 1.127.956
Sebelum Pajak
Beban Pajak 129.941 168.934 202.726 248.150
Pendapatan Royalti
460.699 598.946 718.754 858.112
Setelah Pajak
Discount Rate 14,46% 14,46% 14,46% 14,46%
Tingkat Diskonto 0,465 0,406 0,355 0,310
Present Value Royalty
214.172 243.264 255.043 266.024
Saving
Sum of NPV 1.872.889.746
5.2.9 Tax Amortization Benefit Factor
Bila sebuah ATb mempunyai usia penggunaan (useful life) yang terbatas
maka perlu dilakukan amortisasi selama usia hidupnya. Untuk menghitung
manfaat amortisasi pajak dapat menggunakan formula sebagai berikut:
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 8
Page 84
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig
AB = NPV x (n/ (n-((PV (r,n-1) x (1+r) ^ 0,5 x T)) - 1)
Dimana:
AB : Amortization Benefit
NPV : Sum of Net Present Value
n : Tahun periode amortisasi
r : Tingkat diskonto
T : Tax rate
Tabel 5.6 Tax Amortization Benefit Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah)
2023 2024 2025 2026 2027
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Discount Rate 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46%
Year Date Factor 0,913 0,798 0,697 0,609 0,532
Amortization 47.518 47.518 47.518 47.518 47.518
Present Value of Amount 43.399 37.916 33.126 28.941 25.285
2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Discount Rate 14,46% 14,46% 14,46% 14,46%
Year Date Factor 0,465 0,406 0,355 0,310
Amortization 47.517 47.517 47.517 47.517
Present Value of Amount 22.090 19.299 16.861 14.731
TAB 241.648.621
5.3 Nilai Pasar Merek Kians
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
pendekatan pendapatan, maka kami berpendapat bahwa nilai pasar ATb
berupa Merek Kians milik EKI per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar
Rp2.114.538.621,00 (dua miliar seratus empat belas juta lima ratus tiga
puluh delapan ribu enam ratus dua puluh satu rupiah)
Market Value Before Tax Amortization Benefit 1.872.890.000
Tax Rate (t) 22%
Legal tax life time (n) 9
Assumption definite life
Discount Factor 14,46%
Tax Amortization Benefit Factor 241.648.621
Market Value of Trade Mark KIANS 2.114.538.621
Bab V - Penilaian Aset Takberwujud 9
Page 85
LAMPIRAN
Page 86
PENILAIAN ATB MEREK KIANS LEGALITAS MEREK TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023 Lampiran - 01 https://pdki-indonesia.dgip.go.id/detail/IPT2021187491?type=trademark&keyword=kians
Page 87
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
HISTORIS PENJUALAN 2021-2022
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023
Lampiran - 02
Dinyatakan dalam Rupiah
HISTORICAL
URAIAN
2019 2020 2021 2022
PT KIAN SANTANG
Unit Terjual 28.000 35.608 33.864 27.158
Pendapatan Penjualan 3.220.000.000 4.196.604.500 3.726.140.000 3.123.770.000
COGS 2.744.022.798 2.887.205.185 3.068.694.339 -
Laba Kotor 475.977.202 1.309.399.316 657.445.661 -
Pendapatan Royalty 237.988.601 654.699.658 328.722.831 -
Royalty Rate 7,39% 15,60% 8,82% 0,00%
PT DLAPAN SEMBILANG GEMILANG
Unit Terjual 258
Pendapatan Penjualan 34.830.000
COGS 20.513.150
Laba Kotor 14.316.850
Pendapatan Royalty 7.158.425
Royalty Rate 50%
PT KIAN SANTANG MULIATAMA
Unit Terjual 20.625
Pendapatan Penjualan 2.779.175.000
COGS 2.123.100.511
Laba Kotor 656.074.489
Pendapatan Royalty 328.037.245
Royalty Rate 50%
TOTAL PENDAPATAN 3.220.000.000 4.196.604.500 6.540.145.000 3.123.770.000
Page 88
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
PROYEKSI INCOME STATETMENT 2023-2031
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023 1000
Lampiran - 03
Dinyatakan dalam Rupiah
PROJECTION
URAIAN
2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan Penjualan 5.094.745.000 4.876.236.081 5.608.000.000 6.562.000.000 7.875.000.000 9.844.000.000 12.798.000.000 15.358.000.000 19.198.000.000
COGS 4.075.796.000 3.998.513.586 4.486.400.000 5.249.600.000 6.300.000.000 7.875.200.000 10.238.400.000 12.286.400.000 15.358.400.000
Laba Kotor 1.018.949.000 877.722.495 1.121.600.000 1.312.400.000 1.575.000.000 1.968.800.000 2.559.600.000 3.071.600.000 3.839.600.000
Pendapatan Royalty 509.474.500 438.861.247 560.800.000 656.200.000 787.500.000 984.400.000 1.279.800.000 1.535.800.000 1.919.800.000
Rate Royalty 10,00% 9,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Page 89
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
PENDEKATAN PENDAPATAN, METODE RELIEF FROM ROYALTY (Assumption Definite Life)
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023
Lampiran - 04
U R AIAN Jumlah (Rp) 2023 F 2024 F 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F 2031 F
ASUMSI - ASUMSI
Jumlah Hari Dalam Setahun 245 365 365 365 365 365 365 365 356
Jumlah Bulan Dalam Setahun 8 12 12 12 12 12 12 12 12
Revenue 5.094.745.000 4.876.236.081 5.608.000.000 6.562.000.000 7.875.000.000 9.844.000.000 12.798.000.000 15.358.000.000 18.799.266.528
Growth 63,10% -4,29% 15,01% 17,01% 20,01% 25,00% 30,01% 20,00% 22,41%
Royalty Rate 6,0% 6% 6% 6% 6% 6% 6% 6% 6% 6%
Pre - Tax Royalty Savings 305.684.700 292.574.165 336.480.000 393.720.000 472.500.000 590.640.000 767.880.000 921.480.000 1.127.955.992
- Less Taxes 22% 67.250.634 64.366.316 74.025.600 86.618.400 103.950.000 129.940.800 168.933.600 202.725.600 248.150.318
After - Tax Royalty Savings 160.044.784 228.207.849 262.454.400 307.101.600 368.550.000 460.699.200 598.946.400 718.754.400 858.111.835
Partial Period 0,67 2 3 4 5 6 7 8 9
Period 0,5 1,5 2,5 3,5 4,5 5,5 6,5 7,5 8,5
Long Term Growth 3,18%
Cost of Equity 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46%
Discount Factor 0,913 0,798 0,697 0,609 0,532 0,465 0,406 0,355 0,310
Present Value After Tax Royalty Savings 146.173.746 182.096.653 182.965.320 187.042.603 196.109.399 214.172.145 243.263.540 255.042.827 266.023.513
Sum of Present Value Royalty Saving 1.872.889.746
Tax Amortization Benefit
Base Value 1.872.889.746
Amortization Year 9
Amortization /Year 215.988.865
Tax Rate 22%
Year 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Cost of Equity 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46% 14,46%
Year Date Factor 0,913 0,798 0,697 0,609 0,532 0,465 0,406 0,355 0,310
Amortization 47.517.550 47.517.550 47.517.550 47.517.550 47.517.550 47.517.550 47.517.550 47.517.550 47.517.550
Present Value of Amount 43.399.217 37.916.255 33.125.998 28.940.931 25.284.597 22.090.196 19.299.369 16.861.129 14.730.930
Tax Amortization Benefit Factor 241.648.621
Market Value Before Tax Amortization Benefit 1.872.890.000
Tax Rate (t) 22%
Legal tax life time (n) 9
Assumption definite life
Discount Factor 14,46%
Tax Amortization Benefit Factor 241.648.621
Market Value of Trade Mark KIANS 2.114.538.621
Page 90
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
DISCOUNT RATE (COST OF EQUITY)
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023
Lampiran - 05
Deskripsi Keterangan
Risk free-rate (Rf) 6,61% Yield SUN 10 Tahun, (Sumber : WGB, 30 April 2023)
Equity Beta (Proxy) (β) 1,10 Beta Industry data Pembanding (Pefindo, 20 April 2023)
Mature Equity Market 5,94% Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
Multiplier (MP) 1,41 Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
Rating-based default spread (RBDS) 2,33% Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
Biaya Ekuitas (Ke) 14,46% Rf+β (mature equity market + (CDS x MP)-CDS)
Bunga pinjaman (Kd) 9,20% Bunga KI Bank Persero, (Sumber : Bank Indonesia, Maret 2023)
Pembebanan Pajak (t) 22% Corporate Marginal Tax Rates 2023
Biaya Utang (Kd) x (1-t) 7,18% Kd x (1-t)
Porsi Ekuitas e% 64,3% e/(e+d) Sumber : Bloomberg
Porsi Utang d% 35,7% d/(e+d) Sumber : Bloomberg
Weighted Average Cost of Capital ( WACC ) 11,86% (Ke x e%) + (Kd x d%)
Unleverage Beta ( βu )
0,77
Leverage Beta Perusahaan Dinilai ( βL ) 1,10
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.