Skip to content
Back to announcement

20231227_RGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31562576_lamp5.pdf

Other Text extracted RGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
  Laporan Penilaian Aktiva Takberwujud
            Merek “KIANS”
                      Milik:
            PT Ergas Kians Ikonig
                Untuk Digunakan:
         PT Kian Santang Muliatama
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom
         Blok A5 No.8, Bekasi - Jawa Barat
No. File : 00338/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023
Page 2
No. File : 00338/2.0055-00/BS/05/0060/1/VII/2023

Jakarta, 3 Juli 2023

Kepada Yth. :
Direksi
PT Kian Santang Muliatama
Jalan Wibawa Mukti II, Perum Satwika Permai Telkom, Blok A5 No. 9
Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi
Provinsi Jawa Barat

Perihal : Laporan Penilaian Aktiva Takberwujud Berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig

Berdasarkan persetujuan Surat Penawaran Nomor : M.IA.23.00.0003, tanggal 03 Mei 2023, kami telah
melakukan penilaian Aset Takberwujud berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig.

Penilaian ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis berbagai data
dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara fundamental asumsi-asumsi
yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut terpenuhi.

Melalui berbagai pertimbangan objektivitas dan kewajaran suatu nilai, maka pada akhirnya kami
berkesimpulan bahwa nilai yang dipengaruhi oleh variabel pasar merupakan nilai yang paling representatif
karena nilai tersebut terjadi oleh adanya mekanisme harga pasar sebagai titik ekuilibrium antara penjual
dan pembeli.

Nilai Pasar Aset Takberwujud berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig yang dihasilkan dalam
laporan ini merupakan indikasi nilai yang akan digunakan dalam rangka untuk kepentingan Transaksi pada
Perusahaan Tertutup.

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap pendekatan pendapatan, maka kami
berpendapat bahwa nilai pasar Aset Takberwujud berupa Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig per
tanggal 30 April 2023 adalah sebesar :

                                        Rp2.114.538.621,00
                                (Dua miliar seratus empat belas juta
               lima ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus dua puluh satu rupiah)

Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami menegaskan bahwa
laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan
yang tertulis.




                                                   i
Page 3
Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau
rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.


Laporan Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").


Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO dan REKAN




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK PM : STTD.PPB-19/PM.2/2018
No. STTD OJK IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022




                                                               ii
Page 4
SURAT PERNYATAAN/REPRESENTASI
Page 5
                 PT. Kian Santang Muliatama Tbk
                 JI. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
                 Blok AS, No.8. RT.009, RW.009. Kel. Jatiluhur, Kee. Jatiasih
                 Bekasi 17425 - JNDONESJA



                          SURAT PERNYATAAN I REPRESENT ASI
Jakarta, 19 Juni 2023
Kepada Yth,
KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR)
Jalan Hayam Wuruk No. 1-RL & 2 E
Jakarta 10120

Dengan hormat,
        Bersama surat ini, Kami memberikan Surat Pemyataan dan/atau Surat Representasi,
sebagai dasar saudara untuk melakukan penyusunan Laporan Penilaian Aktiva Tak Berwujud
berupa Merek KIANS milik PT Ergas Kians lkonig terhitung tanggal penilaian pada tanggal 30
April 2023, adapun penilaian tersebut bertujuan untuk mengetahui Nilai Pasar dari ATB
tersebut untuk keperluan Transaksi pada Perusahaan Tertutup, sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 serta prinsip standar penilai yang berlaku
umum di Indonesia.
         Untuk itu, Kami menegaskan dan/atau menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya
atas semua penyajian data-data dan informasi-informasi serta termasuk dokumen-dokumen
pelengkap, guna untuk mendukung saudara dalam menyajikan dan/atau menyusun laporan
penilaian terhadap Aset Takberwujud merek KIANS, dengan integritas dan kemampuan
saudara secara independen, tanpa ada intervensi apapun dari organ perseroan kepada
saudara.
         Surat pernyataan dan/atau surat representasi ini kami berikan, khusus pada hal-hal yang
sifatnya material, tanpa terpengaruh nilai komersial dari setiap ATB, apabila dalam penilaian
yang saudara lakukan terdapat suatu hal, dikarenakan tidak terpenuhinya secara maksimal
segala data-data dan dokumen-dokumen serta informasi-informasi yang diperlukan, yang akan
mengakibatkan salah penyajian informasi, yang mempengaruhi opini yang tertuang dalam
laporan penilaian saudara, maka kami secara sukarela bersedia melepaskan saudara dari
segala bentuk tuntutan, atas hasil penilaian saudara.
        Kami menyatakan dengan tegas-tegas dalam Surat Pernyataan ini dan/atau Surat
Representasi ini, bahwa berdasarkan keyakinan dan pengetahuan terbaik Kami, segala
data-data dan informasi-informasi serta dokumen-dokumen maupun hal-hal yang berkaitan
dengan penilaian saudara, sampai pada saat selesainya proses penilaian yang saudara lakukan,
Kami anggap benar dan hasil tersebut menjadi tanggung jawab Kami sepenuhnya.
       Kami ucapkan Terimakasih, atas terselesaikannya penugasan saudara untuk
melakukan penilaian yang Kami anggap sangat baik dan bermanfaat untuk Kami.
PT Kian Santang Muliatama Tbk



Edy Nurhamid Amin
Direktur Utama
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
Page 7
                                   PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1.   Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai Publik, dan
     penilaian pada penugasan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
     Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).

2.   Kami bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan opini atau kesimpulan akhir.

3.   Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut Off
     Date) 30 April 2023.

4.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian Usaha ini.

5.   Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-
     undangan yang berlaku.

6.   Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
     Kesimpulan Nilai.

7.   Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

8.   Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.

9.   Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dan
     dapat dipertanggungjawabkan.

10. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara profesional,
    bertindak secara independen.

11. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisa, pendapat
    dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar

12. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik kepentingan atas obyek yang
    dinilai maupun pihak lain yang terlibat.

13. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan nilai yang tercantum dalam
    laporan ini.

14. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.

15. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                                   iii
Page 8
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil Penilaian ini.


No.              Nama                                             Tanda Tangan


1. Penanggung Jawab :

   Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                       …………………………
   No. MAPPI : 93-S-00361
   No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
   No. Register Penilai : RMK-2017.00012
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis


2. Reviewer :

   Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)                …………………………
   No. MAPPI : 11-S-03071
   No. Register Penilai : RMK-2017.00450
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



3. Penilai :

   Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., CTT                  …………………………
   No. MAPPI : 19-T-09317
   No. Register Penilai : RMK-2019.02918
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis




                                                   iv
Page 9
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Page 10
                  KUALIFIKASI TIM PENILAI
    Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
1    Nama Lengkap           Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan          - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB University)
                                 - S-2 Penilaian Universiti Teknologi Malaysia
4    Pengalaman     Kerja        - Memiliki pengalaman lebih dari 29 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai bersertifikat dan memperoleh ijin Penilai
                                     Publik Properti dan Bisnis (PB) dari
                                     Kementerian Keuangan


B. Reviewer
1    Nama Lengkap           Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
                                - S-2 Ekonomika Pembangunan Universitas
                                     Gadjah Mada
4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai Bersertifikat (S)

C. Penilai
1    Nama Lengkap           Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, CTT
2    Pendidikan             Strata 2 (S-2)
3    Lembaga Pendidikan         - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin (2016)
                                - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka (2020-
                                     Sekarang)
                                - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                     Universitas Padjajaran (2023 – Sekarang)
                                - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                     Gadjah Mada (2020)
                                - S-2 Manajemen UPN Veteran Yogyakarta
                                     (2022)
                                - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor
                                     (2020-Sekarang)
4    Pengalaman     Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun di
     Penilai                         bidang penilaian aset dan usaha serta
                                     konsultan
                                - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai
                                     penilai Terakreditasi (T)
                                - Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi Konsultan
                                   v
Page 11
     Pajak Publik Indonesia
-    Memperoleh lisensi sebagai teknisi pajak
     (Certified Tax Technician) dari Asosiasi Teknisi
     Pajak Indonesia
-    Memperoleh lisensi sebagai Wakil Perantara
     Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan
-    Memperoleh lisensi sebagai Analisis Efek dari
     BNSP LSP Pasar Modal




    vi
Page 12
RINGKASAN EKSEKUTIF
Page 13
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                RINGKASAN EKSEKUTIF

Pendahuluan

PT Kian Santang Muliatama, untuk selanjutnya disebut “Perseroan” merupakan perusahaan yang
yang kegiatan usaha utamanya bergerak dibidang perdagangan, industri dan jasa. Perseroan berlokasi
di Jalan Wibawa Mukti II Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No.9 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
Jatiasih, Bekasi. Saat ini fokus utama Perseroan adalah pekerjaan konstruksi yang meliputi pengolahan
dan penampungan barang minyak dan gas, instalasi minyak dan gas, instalasi mekanikal dan instalasi
listrik.

Perseroan bermaksud melakukan Penilaian Aset Takberwujud untuk selanjutnya disebut “ATb” berupa
Merek Kians milik PT Ergas Kians Ikonig selanjutnya disebut “EKI” untuk kepentingan Transaksi pada
Perusahaan Tertutup, oleh karena itu Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan (“TnR”)
untuk melakukan penilaian atas Merek tersebut, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam
persetujuan atas Surat Penawaran Nomor : M.IA.23.00.0003, tanggal 03 Mei 2023.


Gambaran Umum Aset Takberwujud Merek Kians

EKI” didirikan pada tanggal 20 Maret 2023 berdasarkan Akta No. 38 dari Rini Yulianti, SH., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-0022916.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 21 Maret 2023. Anggaran
dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir diubah dengan akta No. 3 tanggal
05 April 2023 dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta mengenai Pernyataan Keputusan
Para Pemegang Saham PT Ergas Kians Ikonig. Akta perubahan tersebut telah disetujui oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat keputuasan
No. AHU.0021369.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 April 2023.

Kegiatan utama Perusahaan pada saat ini adalah menjalankan usaha dibidang aktivitas keuangan,
asuransi dan konsultan kekayaan intelektual. Perseroan berdomisili di Perumahan Satwika Permai, Blok
A5 Nomo 5, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kementerian
Hukum dan HAM, identitas dari Aset Takberwujud berupa merek Kians adalah sebagai berikut:




Ringkasan Eksekutif                                                                                vii
Page 14
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



              Nama                                   : KIANS
              Nomor Pendaftaran                      : IDM001026107
              Tanggal Pendaftaran                    : 15 November 2022
              Nomor Pengumuma                        : BRM2172A
              Tanggal Pengumuman                     : 24 Desember 2021
              Nomor Permohonan                       : DID2021091354
              Tanggal Penerimaan                     : 22 Desember 2021
              Tanggal Awal Perlindungan              : 22 Desember 2021
              Tanggal Berakhir Perlindungan          : 22 Desember 2031
              Kode Kelas                             : 7
              Jenis Barang/Jasa                      : Katup kontrol untuk mengatur aliran gas dan
                                                       cairan (bagian – bagian mesin), peralatan
                                                       pengukuran dan kontrol untuk minyak dan
                                                       gas, ruang angkasa, otomotif, listrik dan
                                                       industri energi.
            Nama Pemilik                             : PT Ergas Kians Ikonig
            Alamat Pemilik                            : PErumahan Satwika Permai Blok A5,
                                                       Nomor 5, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
                                                       Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Pada tahun 2019 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar Rp3.220.000.000,00.
Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang. Pada tahun 2020 penggunaan merek Kians mencatat
pendapatan sebesar Rp4.196.604.500,00 atau naik sebesar 30,33% dibanding tahun 2019 yang
sebesar Rp3.220.000.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang. Pada tahun 2021
penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar Rp6.540.145.000,00 atau naik sebesar
55,84% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp4.196.604.500,00. Penjualan tersebut berasal dari
PT Kian Santang Muliatama sebesar Rp2.779.175.000,00, PT Dlapan Sembilang Gemilang sebesar
Rp34.830.000,00 dan PT Kian Santang sebesar Rp3.726.140.000,00. Pada tahun 2022 penggunaan
merek Kians mencatat pendapatan sebesar Rp3.123.770.000,00 atau turun sebesar 52,24% dibanding
tahun 2021 yang sebesar Rp6.540.145.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang.


Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri

• Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia
  menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan
  sebelumnya sebesar 2,6%.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diprakirakan bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3% didorong
  oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan.
  Pada 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit melambat ke titik tengah
  kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global.
• Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi penentu aktivitas ekonomi
  disisi distribusi. Gambaran umum perkembangan industri perdagangan di Indonesia salah satunya
  dapat mengacu pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Pada
  Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja pejualan eceran tetap tumbuh positif, baik
  secara tahunan maupun bulanan.
• Ekspor Indonesia pada tahun 2022 meningkat dibandingkan dengan tahun 2021, sedangkan impor
  Indonesia juga mengalami kenaikan.


Ringkasan Eksekutif                                                                              viii
Page 15
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



• Dalam membangun ketahanan energi, saat ini kontribusi Pertamina untuk lifting minyak mencapai
  68% dan gas 33% terhadap lifting secara Nasional. Oleh karenanya, terus melakukan berbagai
  upaya agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai dan melakukan upaya filling the gap (FTG).
• Keberhasilan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional membutuhkan dukungan dan
  kesiapan tidak hanya KKKS tetapi juga industri penunjang migas.


Identifikasi & Metode Penilaian Aset Takberwujud

Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI berdasarkan analisis internal dan eksternal per 30 April
2023. Analisis internal berdasarkan data yang telah disediakan oleh pemberi tugas yaitu data
pendapatan penjualan dari penggunaan merek periode 2019-2022 dan daftar list merek yang dinilai
termasuk masa berakhir perlindungan. Selain itu data proyeksi pendapatan atas penggunaan Merek
dimasa yang akan datang sesuai dengan umurnya yang kami terima dari pemberi tugas sebagai dasar
dalam menghitung nilai ATb tersebut.

Berdasarkan hasil identifikasi dari kategori ATb dapat disimpulkan bahwa ATb yang dimiliki oleh EKI
adalah lisensi (certification mark) dan trade mark. Berdasarkan informasi dari wawancara dengan
manajemen EKI selaku pemilik ATb bahwa merek tersebut yang akan dialihkan.

Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur yang sesuai adalah
tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).

Dalam melakukan Penilaian ATb berupa merek Kians milik EKI, untuk memperoleh hasil penilaian yang
akurat dan obyektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar ATB
tersebut adalah dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Relief From
Royalty. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi Perseroan dan kondisi makro,
seperti:

 •    ATb yang dinilai berupa Merek yang memiliki pendapatan secara historis dan diidentifikasi secara
      langsung menghasilkan arus kas dimasa yang akan datang.
 •    Data pasar pembanding ATb yang layak dan sebanding tidak tersedia.
 •    Transaksi terakhir untuk ATb yang setara dan sejenis tidak cukup memadai untuk mendukung
      Pendekatan Pasar.

Metode yang digunakan dalam penilaian ATb berupa merek yaitu metode penghematan royalti (relief
from royalty) yang menghasilkan nilai ATb dengan mengkapitalisasi penghematan nilai yang diperoleh
dari pembayaran royalti hipotesis dengan cara memiliki atau menyewa.

Dengan metode ini, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu pada nilai pembayaran royalti secara
hipotesis yang dapat dihemat melalui kepemilikan ATb kepada pihak ketiga. Pembayaran royalti secara
hipotesis selama umur ATb disesuaikan untuk pajak dan didiskontokan menjadi nilai kini per tanggal
penilaian. Dalam beberapa kasus, pembayaran royalti dapat meliputi pembayaran awal selain
berdasarkan persentase dari pendapatan atau dari beberapa parameter keuangan lainnya.




Ringkasan Eksekutif                                                                                 ix
Page 16
 Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



 Terdapat dua Teknik yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat royalti secara hipotesis yaitu
 sebagai berikut:

 1)   Rate royalty didasarkan pada tingkat royalti pasar untuk transaksi sebanding atau sejenis. Sebuah
      prasyarat untuk Teknik ini adalah keberadaan dari ATb yang sebanding yang dilisensikan dengan
      kondisi arm’s length dan secara regular.
 2)   Rate royalty didasarkan pada pembagian keuntungan yang secara hipotesis dibayarkan dalam
      suatu transaksi arm’s length oleh pemegang lisensi kepada pemilik lisensi untuk sebuah hak untuk
      menggunakan ATb dimana transaksi dilakukan oleh para pihak yang berminat dan bersifat suka
      rela.

Beberapa atau seluruh sumber data penilaian dibawah ini perlu dipertimbangkan dalam metode
penghematan royalti
  Proyeksi untuk parameter keuangan, misalnya pendapatan dimana tingkat royalti akan
     diaplikasikan sampai akhir sisa manfaat dari ATb termasuk estimasi masa manfaat ATb.
  Tingkat pajak atas penghematan pembayaran royalti secara hipotesis.
  Biaya pemasaran dan biaya lainnya yang akan ditanggung oleh pemegang lisensi dalam
     pemanfaatan aset
  Suatu tingkat diskonto yang tepat atau tingkat kapitalisasi untuk mengubah pembayaran royalti aset
     secara hipotesis menjadi nilai kini. Dimana dimungkinkan untuk menggunakan kedua metode
     tersebut, sebagai suatu cross check satu sama lainnya.
  Tingkat royalti dapat sangat beragam di pasar untuk aset yang serupa. Oleh karena itu lebih baik
     jika tolak ukur data royalti diasumsikan mengacu pada marjin operasional yang disyaratkan oleh
     operator tertentu dari penjualan yang dihasilkan dari penggunaan suatu aset.

 Kami hanya menggunakan 1 (satu) pendekatan dengan pertimbangan bahwa data pasar dan/atau data
 pembanding atas ATb yang dinilai tidak tersedia dan pendekatan biaya tidak dapat diaplikasikan
 berdasarkan karakteristik dari ATb yang dinilai.


 Indikasi Nilai Pasar Aset Takberwujud Merek Kians

 Penilaian aset takberwujud berupa merek menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode Relief
 From Royalty. Nilai diturunkan dari manfaat ekonomi di masa yang akan datang, dikuantifikasikan dalam
 bentuk arus kas yang diharapkan untuk diperoleh di masa depan. Pendekatan pendapatan dihitung
 dengan menggunakan langkah sebagai berikut:
 • Proyeksikan estimasi arus kas yang dapat diperoleh dari ATb di masa depan sesuai dengan sisa
   masa manfaat ekonomisnya.
 • Diskontokan estimasi arus kas di masa depan tersebut menjadi nilai kini.
 Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap pendekatan pendapatan, maka
 kami berpendapat bahwa nilai pasar ATb berupa merek Kians milik EKI per tanggal 30 April 2023 adalah
 sebesar:

                                         Rp2.114.538.621,00
                                 (Dua miliar seratus empat belas juta
                lima ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus dua puluh satu rupiah)



 Ringkasan Eksekutif                                                                                 x
Page 17
DAFTAR ISI
Page 18
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                                                 DAFTAR ISI

SERTIFIKAT .................................................................................................................................. i - ii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................... iii - iv
KUALIFIKASI PENILAI ................................................................................................................. v - vi
RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................................................ vii – xviii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. xix – xxi
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .................................................................................................... xxii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................................... xxiii

BAB I       PENDAHULUAN ..............................................................................................................             I–1
1.1         Latar Belakang ..................................................................................................................      I–1
1.2         Identifikasi Status Penilai ..................................................................................................         I–1
1.3         Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan..........................................................                              I–2
1.4         Objek Penilaian dan Kepemilikan......................................................................................                  I–3
1.5         Mata Uang yang digunakan ..............................................................................................                I–3
1.6         Maksud dan Tujuan Penilaian ...........................................................................................                I–3
1.7         Dasar Nilai ........................................................................................................................   I–3
1.8         Tanggal Penilaian .............................................................................................................        I–4
1.9         Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................                I–4
1.10        Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan ..........................................................                            I–4
1.11        Asumsi dan Asumsi Khusus ..............................................................................................                I–5
1.12        Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi .................................................................                         I–5
1.13        Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018).....................                                           I–5
1.14        Premis Penilaian ...............................................................................................................       I–6
1.15        Independensi Penilai .........................................................................................................         I–6
1.16        Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ....................................                                     I–6
1.17        Pendekatan & Metode Penilaian .......................................................................................                  I–6
1.18        Syarat Pembatasan...........................................................................................................           I–8

BAB II GAMBARAN UMUM ASET TAKBERWUJUD ................................................................. II – 1
2.1    Profil Singkat Pemilik Merek Ergas ................................................................................... II – 1
2.1    Profil Singkat Pemilik ATb Merek Kians ............................................................................ II – 1
2.2    Merek Kians ...................................................................................................................... II – 1
2.3    Historis Pendapatan Atas Penggunaan Merek Kians........................................................ II – 2

BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI ............................................................. III – 1
3.1     Makro Ekonomi ................................................................................................................. III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ......................................................................... III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global .......................................................................................... III – 3
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ...................................................................................... III – 3
3.1.3.1 PDB Menurut Lapangan Usaha ........................................................................................ III – 4
3.1.3.2 PDB Menurut Pengeluaran ............................................................................................... III – 5
3.1.3.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ......................................................................... III – 7
3.1.3.4 Inflasi................................................................................................................................. III – 8
3.1.3.5 Nilai Tukar Rupiah............................................................................................................. III – 10


Daftar Isi                                                                                                                                          xix
Page 19
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



3.1.3.6 Suku Bunga ...................................................................................................................... III – 10
3.1.4 Propsek Perekonomian Indonesia .................................................................................... III – 12
3.2     Gambaran Industri Perdagangan ...................................................................................... III – 13
3.2.1 Sejarah Perdagangan ....................................................................................................... III – 13
3.2.2 Perkembangan Industri Perdagangan Di Indonesia .......................................................... III – 14
3.2.3 Ekspor Dan Impor Indonesia ............................................................................................. III – 16
3.3     Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LNG Dan LPG di Indonesia .......................................... III – 18
3.3.1 Minyak Bumi ..................................................................................................................... III – 18
3.3.2 Gas Bumi .......................................................................................................................... III – 19
3.3.3 Liquefied Petroleum Gas (LPG) ........................................................................................ III – 21
3.3.4 Liquefied Natural Gas (LNG) ............................................................................................. III – 23
3.4     Pasokan Dan Konsumsi Energi Primer ............................................................................. III – 24
3.4.1 Produksi ............................................................................................................................ III – 24
3.4.2 Ekspor ............................................................................................................................... III – 25
3.4.3 Impor ................................................................................................................................. III – 26
3.5     Prospek Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LPG Dan LNG ................................................ III – 27
3.6     Kesimpulan ....................................................................................................................... III – 29

BAB IV IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD DAN METODOLOGI PENILAIAN ..................... IV – 1
4.1    Identifikasi Aset Takberwujud ........................................................................................... IV – 1
4.2    Pendekatan Penilaian Aset Takberwujud.......................................................................... IV – 3
4.3    Metodologi Penilaian Aset Takberwujud ........................................................................... IV – 5

BAB V PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD ............................................................................... V – 1
5.1   Proses Penilaian Aset Takberwujud.................................................................................. V – 1
5.2   Aset Takberwujud Merek Kians......................................................................................... V – 1
5.2.1 Umur Aset Takberwujud.................................................................................................... V – 2
5.2.2 Proyeksi Pendapatan Penjualan ....................................................................................... V – 2
5.2.3 Tingkat Royalti .................................................................................................................. V – 3
5.2.4 Pendapatan Royalti Sebelum Pajak .................................................................................. V – 3
5.2.5 Pajak (Tax) ........................................................................................................................ V – 4
5.2.6 Pendapatan Royalti Setelah Pajak .................................................................................... V – 4
5.2.7 Penentuan Biaya Modal .................................................................................................... V – 5
5.2.8 Present Value Before Tax Amortization Benefit ................................................................ V – 8
5.2.9 Tax Amortization Benefit Factor ........................................................................................ V – 8
5.3   Nilai Pasar Merek Kians .................................................................................................... V – 9




Daftar Isi                                                                                                                                        xx
Page 20
DAFTAR TABEL
Page 21
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                                      DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................... III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................. III – 3
Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
           Menurut Pengeluaran (triliun rupiah) ............................................................................ III – 8
Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023) ..................................................... III – 9
Tabel 3.5. Perkembangan Produksi LPG Tahun 2016-2021 (Ribu Ton) ....................................... III – 21
Tabel 3.6. Pasokan Energi Primer dalam Neraca Energi (Ribu TOE) ........................................... III – 27

Tabel 5.1 Proyeksi Pendapatan Penjualan Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) .......................                                  V–3
Tabel 5.2 Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ............................                               V–4
Tabel 5.3 Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians Setelah Pajak
          (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................................................................   V–4
Tabel 5.4 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ............................................                           V–7
Tabel 5.5 Present Value Royalty Saving Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ...........................                               V–8
Tabel 5.6 Tax Amortization Benefit Merek Kians (Dalam Ribuan Rupiah) ...................................                           V–9




Daftar Tabel                                                                                                                        xxii
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Ergas – PT Ergas Kians Ikonig



                                    DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01     Legalitas Merek
Lampiran - 02     Historis Penjualan 2021-2022
Lampiran - 03     Proyeksi Income Statetment 2023-2032
Lampiran - 04     Pendekatan Pendapatan, Metode Relief From Royalty (Assumption Definite Life)
Lampiran - 05     Discount Rate (Cost Of Equity)




Daftar Lampiran                                                                                  xxiii
Page 24
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 25
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                         BAB I
                                     PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
       PT Kian Santang Muliatama, untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
       merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak
       dibidang perdagangan, industri dan jasa. Perseroan berlokasi di Jalan Wibawa
       Mukti II Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 9 Kelurahan Jatiluhur,
       Kecamatan Jatiasih, Bekasi. Saat ini fokus utama Perseroan adalah pekerjaan
       konstruksi yang meliputi pengolahan dan penampungan barang minyak dan
       gas, instalasi minyak dan gas, instalasi mekanikal dan instalasi listrik.

       Perseroan bermaksud melakukan Penilaian ATb untuk selanjutnya disebut
       “ATb” berupa Merek Kians milik EKI selanjutnya disebut “EKI” untuk
       kepentingan Transaksi pada Perusahaan Tertutup, oleh karena itu Perseroan
       telah menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan untuk selanjutnya disebut
       “TnR” untuk melakukan penilaian atas Merek tersebut, sesuai dengan
       kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat Penawaran Nomor :
       M.IA.23.00.0003, tanggal 03 Mei 2023.


1.2    Identifikasi Status Penilai
       TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
       dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi
       Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri
       Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.

       TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
       Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009,
       dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
       2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas nama:

        •   Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            • No. MAPPI                : 93-S-00361
            • No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            • Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            • No. STTD OJK PM          : STTD.PPB-19/PM.2/2018
            • No. STTD OJK IKNB        : 008/NB.122/STTD-P/2017
            • No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022

       Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya
       sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
       Rekan, penyedia jasa penilaian independen.



Bab I - Pendahuluan                                                              1
Page 26
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
       dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
       Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian obyektif dan tidak
       memihak.


1.3    Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
       Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

       Nama                  : PT Kian Santang Muliatama
       Bidang Usaha          : Perdagangan, konstruksi, dan jasa
       Alamat                : Jalan Wibawa Mukti II Perum Satwika Permai Telkom,
                               Blok A5, No. 9, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih,
                               Kota Bekasi, Jawa Barat.
       Nomor Telepon         : (021) 82748249
       Email                 : muliatama@ptkiansantang.com
       Website               : kianmulia.com

       Perseroan, berkedudukan di Bekasi, didirikan berdasarkan Akta Pendirian
       No. 634 tanggal 28 November 2018, yang dibuat di hadapan Artisa Khamelia
       Ramadayanti, S.H., M.Kn, Notaris di Bekasi, yang telah memperoleh
       pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       (“Menkumham”)       berdasarkan     Surat    Keputusan     No.     AHU-
       0057381.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 dan telah
       didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia (“Kemenkumham”) di bawah No. AHU-
       0162290.AH.01.11.Tahun 2018 tanggal 1 Desember 2018 serta telah
       diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (“TBNRI”)

       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
       pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari
       aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah sebagai berikut:

       VISI:
       Perusahaan EPC, industri, perdagangan dan jasayang kompeten di bidangnya
       mengutamakan penggunaan produk dan jasa dalam negeri demi manfaat yang
       lebih besar untuk Indonesia

       MISI:
       • Mengutamakan produk dan jasa dalam negeri.
       • Mengembangkan produk dan jasa dalam negeri.
       • Mengembangkan bisnis di era ekonomi disruptive.




Bab I - Pendahuluan                                                                  2
Page 27
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



1.4    Objek Penilaian dan Kepemilikan
       Sesuai dengan penugasan yang diterima KJPP Toto Suharto dan Rekan,
       objek penilaian adalah ATb berupa Merek Kians dari kepemilikan EKI.
       Kepemilikan atas merek tersebut dilengkapi sertifikat merek yang diterbitkan
       oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak
       Asasi Manusia RI.


1.5    Mata Uang yang digunakan
       Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah. Dalam hal terdapat
       alasan yang relevan sehingga perlu digunakan mata uang selain Rupiah,
       maka mata uang Rupiah harus tetap dinyatakan.


1.6    Maksud dan Tujuan Penilaian
       Maksud dan tujuan penilaian adalah untuk memberikan pendapat mengenai
       Nilai Pasar ATb berupa Merek Kians milik EKI per tanggal 30 April 2023 untuk
       kepentingan Transaksi pada Perusahaan Tertutup. Sesuai dengan tanggal
       penilaian yang telah ditetapkan, Penilaian ATb ini akan dilaksanakan dengan
       mengacu kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
       ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


1.7    Dasar Nilai
       Pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap,
       dengan latar belakang dan tujuan penilaian yang telah diuraikan di atas.
       Sesuai dengan ketentuan dalam SPI, maka Dasar Nilai yang dapat
       diaplikasikan adalah Nilai Pasar (Market Value).

       Pengertian ”Nilai Pasar” (Market Value) sesuai dengan Standar Penilaian
       Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018, didefinisikan sebagai berikut :

       Nilai Pasar (Market Value) didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang
       yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada
       tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
       yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
       pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing
       bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
       paksaan (SPI 101 3.1).




Bab I - Pendahuluan                                                              3
Page 28
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



1.8    Tanggal Penilaian
       Tanggal efektif penilaian adalah per 30 April 2023, dimana batas tersebut
       diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.


1.9    Tingkat Kedalaman Investigasi
       Investigasi dalam penilaian ini merupakan proses pengumpulan data dengan
       cara inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk suatu tujuan
       penilaian. Sehingga hasil penilaian yang kami lakukan berdasarkan dokumen-
       dokumen atau informasi relevan yang tersedia. Apabila kondisi penugasan
       membatasi inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis, yang
       berpengaruh pada hasil penilaian secara signifikan, maka hal tersebut tidak
       menjadi tanggungjawab kami terhadap hasil penilaian yang kami lakukan.
       Kami tidak melakukan inspeksi terhadap objek penilaian, tetapi kami sudah
       melakukan verifikasi terhadap data dan informasi kepada pemberi tugas.


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan
       Penilai akan menggunakan sumber data dan informasi yang relevan
       digunakan dalam proses penilaian dan tanpa verifikasi, harus disetujui oleh
       pemberi tugas dan dituliskan dalam lingkup penugasan. Data dan informasi
       yang digunakan adalah kredibel dan berasal dari sumber yang dapat
       dipertanggungjawabkan. Misalnya adalah data dan informasi yang dipublikasi,
       data riset atau data yang diperoleh dari pemerintah.

       1. Historis pendapatan penjualan penggunaan merek Kians.
       2. Legalitas merek Kians.
       3. Wawancara dengan manajemen EKI yaitu Bapak Edy Nurhamid Amin.
       4. Proyeksi pendapatan Merek Kians sampai tahun 2031.
       5. Rate royalty merek dari Robic LLP
       6. Bloomberg dan Damodaran
       7. Bank Indonesia (BI)
       8. Badan Pusat Statistika (BPS)
       9. Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA)
       10. World Government Bond
       11. DJKI Kementerian Hukum dan HAM
       12. Surat Pernyataan / Representasi dari Pemberi Tugas
       13. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
           kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
           hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan




Bab I - Pendahuluan                                                             4
Page 29
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
       Dalam penyusunan pendapat independen atas Nilai Pasar ATb berupa Merek
       Kians milik EKI, untuk meyakinkan bahwa rencana transaksi dapat
       dilaksanakan pada kondisi arm’s length didalam Batasan komersial yang
       berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak
       perusahaan dan para pemegang saham, kami menggunakan beberapa
       asumsi antara lain:

        1. Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
           kondisi umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah
           terkait dengan aksi korporasi yang akan dilakukan pada tanggal penilaian
           ini diterbitkan.
        2. Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
           Sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi
           dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat
           menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses
           yang mendasari penilaian.
        3. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan penilaian ini sampai
           dengan tanggal terjadinya rencana Perseroan tidak terjadi perubahan
           apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
           digunakan dalam penyusunan penilaian ini. Kami tidak bertanggungjawab
           untuk menegaskan Kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
           pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
           peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal penerbitan Laporan
           Penilaian ini.


1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
       Jika laporan penilaian akan dipublikasikan oleh Pemberi Tugas baik secara
       keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan,
       termasuk referensi mengenai historis penjualan, dan/atau legalitas Merek, dan
       atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun harus
       dengan persetujuan Penilai.


1.13 Konfirmasi Penilaian Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI
     2018)
       Laporan Penilaian ini telah disusun dengan dan tunduk pada ketentuan -
       ketentuan dari Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
       (KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang berlaku sebagaimana ditetapkan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).




Bab I - Pendahuluan                                                               5
Page 30
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



1.14 Premis Penilaian
       Kami telah melakukan penilaian ATb dengan premis penilaian nilai pakai
       berkelanjutan (value in continued use). Premis ini mengasumsikan ATb akan
       terus berfungsi sebagai Merek yang dipergunakan dalam suatu produk yang
       menghasilkan pendapatan, sampai estimasi sisa umur ekonomis masing-
       masing Merek tersebut dan jangka waktu perlindungan Merek diasumsikan
       belum ada kepastian dapat diperpanjang.


1.15 Independensi Penilai

       1. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau
          kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini baik untuk saat
          ini maupun dimasa mendatang.
       2. Penilai tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
          berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
          yang terlibat didalamnya.
       3. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan
          dengan nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah
          ditentukan sebelumnya.
       4. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan
          mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis,
          kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar.
       5. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun
          sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 dari
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), kecuali dinyatakan lain.


1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
       Dari tanggal penilaian per 30 April 2023 sampai dengan tanggal diterbitkannya
       laporan ini, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
       (Subsequent Event).


1.17 Pendekatan & Metode Penilaian
       Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang
       berlaku umum dalam penilaian ATb sesuai dengan Kode Etik Penilaian
       Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI SPI) yang ditetapkan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam Standar Penilaian
       Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.




Bab I - Pendahuluan                                                               6
Page 31
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini,
       yaitu:

       a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 320 5.10.a
          Dengan Pendekatan Pasar, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu
          kepada aktivitas pasar, misalnya transaksi penawaran yang melibatkan
          aset yang identik atau sejenis.

       b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 320 5.10.c
          Pendekatan Pendapatan digunakan untuk menentukan nilai ATb dengan
          cara mendiskonto dan/atau mengkapitalisasikan pendapatan, arus kas
          atau penghematan biaya baik secara actual atau hipotesis yang akan
          dihasilkan oleh ATb yang menjadi objek penilaian dengan menggunakan
          tingkat diskonto dan atau kapitalisasi tertentu.

       c. Pendekatan Biaya (Cost Approach) – SPI 320 5.10.d
          Penilaian ATb yang mungkin menggunakan Pendekatan Biaya termasuk
          hal berikut:
           Perangkat lunak yang dikembangkan sendiri dimana harga dari
             perangkat lunak dengan kapasitas layanan yang sama atau serupa
             kadangkala dapat diperoleh di pasar.
           Halaman web dimungkinkan untuk memperkirakan biaya pembangunan
             situs web.
           Tenaga kerja terlatih melalui penentuan biaya untuk pengembangan
             (perekrutan dan pelatihan) dari tenaga kerja.

       Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
       yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
       diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).

       Dalam melakukan Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI, untuk
       memperoleh hasil penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang
       dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar ATB tersebut adalah
       dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Relief
       From Royalty. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi
       ATb dan kondisi makro, seperti:

       •    ATb yang dinilai berupa Merek yang memiliki pendapatan secara historis
            dan diidentifikasi secara langsung menghasilkan arus kas dimasa yang
            akan datang.
       •    Data pasar pembanding ATb yang layak dan sebanding tidak tersedia.
       •    Transaksi terakhir untuk ATb yang setara dan sejenis tidak cukup
            memadai untuk mendukung Pendekatan Pasar.




Bab I - Pendahuluan                                                              7
Page 32
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



1.18 Syarat Pembatasan
       Penilaian ini didasarkan pada analisa dan perhitungan secara cermat atas ATb
       yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:

       1. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
           berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak
           yang terlibat didalamnya.
       2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional
           telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
       3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan dalam
           laporan penilaian ini sebagai acuan dalam penilaian.
       4. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
           digunakan dalam proses penilaian.
       5. Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas
           dokumen-dokumen legalitas, oleh karenanya Penilai menyarankan pihak
           yang berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk
           mendapatkan opini yang bersangkutan dengan aspek hukum.
       6. Data dan informasi yang digunakan adalah berasal dari sumber yang dapat
           dipertanggungjawabkan dan dipercaya keakuratannya.
       7. Daftar list gaji dan bonus yang digunakan telah diverifikasi dengan
           keakuratan data yang dibuat oleh manajemen.
       8. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
           kesimpulan Nilai Akhir.
       9. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       10. Penilai Bisnis melalui Surat Representasi yang disampaikan menelaah dan
           meyakini atas data dan informasi yang disampaikan, termasuk informasi
           atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
       11. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil penilaian kepada Pemberi
           Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selama
           tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
       12. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
           Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
           ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan saham yang
           dinilai.
       13. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena ATb yang
           dinilai sesuai dengan syarat pembatasan yang kedua dianggap berada
           dibawah hak milik yang sah.
       14. Laporan Penilaian dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila tidak
           tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
           Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
           memiliki izin Penilai Publik.




Bab I - Pendahuluan                                                               8
Page 33
       BAB II
 GAMBARAN UMUM
ASET TAKBERWUJUD
Page 34
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                               BAB II
                   GAMBARAN UMUM ASET TAKBERWUJUD

2.1    Profil Singkat Pemilik ATb Merek Kians
       EKI didirikan pada tanggal 20 Maret 2023 berdasarkan Akta No. 38 dari Rini
       Yulianti, SH., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-0022916.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 21 Maret 2023. Anggaran
       dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir diubah
       dengan akta No. 3 tanggal 05 April 2023 dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H.,
       Notaris di Jakarta mengenai Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
       PT Ergas Kians Ikonig. Akta perubahan tersebut telah disetujui oleh
       Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat keputuasan
       No. AHU.0021369.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 April 2023.

       Kegiatan utama Perusahaan pada saat ini adalah menjalankan usaha dibidang
       aktivitas keuangan, asuransi dan konsultan kekayaan intelektual. Perseroan
       berdomisili di Perumahan Satwika Permai, Blok A5 Nomo 5, Kelurahan
       Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.


2.2    Merek Kians
       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pangkalan Data Kekayaan
       Intelektual (PDKI) Kementerian Hukum dan HAM, identitas dari Aset
       Takberwujud berupa merek Kians adalah sebagai berikut:




              Nama                                  : KIANS
              Nomor Pendaftaran                     : IDM001026107
              Tanggal Pendaftaran                   : 15 November 2022
              Nomor Pengumuma                       : BRM2172A
              Tanggal Pengumuman                    : 24 Desember 2021
              Nomor Permohonan                      : DID2021091354
              Tanggal Penerimaan                    : 22 Desember 2021
              Tanggal Awal Perlindungan             : 22 Desember 2021
              Tanggal Berakhir Perlindungan         : 22 Desember 2031


Bab II - Gambaran Umum Aset Takberwujud                                            1
Page 35
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



            Kode Kelas                                      : 7
            Jenis Barang/Jasa                               : Katup kontrol untuk mengatur aliran
                                                               gas dan cairan (bagian-bagian
                                                               mesin), peralatan pengukuran dan
                                                               kontrol untuk minyak dan gas,
                                                               ruang angkasa, otomotif, listrik dan
                                                               industri energi.
            Nama Pemilik                                    : PT Ergas Kians Ikonig
            Alamat Pemilik                                  : PErumahan Satwika Permai Blok
                                                               A5, Nomor 5, Kelurahan Jatiluhur,
                                                               Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi,
                                                               Provinsi Jawa Barat.


2.3    Historis Pendapatan Atas Penggunaan Merek Kians
       Pendapatan penjualan atas penggunaan Merek Kians dapat dilihat sebagai
       berikut:

                                                                         HISTORICAL
                           URAIAN
                                             2019                 2020                2021            2022


         PT KIAN SANTANG
           Unit Terjual                            28.000                35.608             33.864          27.158
           Pendapatan Penjualan             3.220.000.000        4.196.604.500       3.726.140.000   3.123.770.000
           COGS                             2.744.022.798        2.887.205.185       3.068.694.339               -
           Laba Kotor                        475.977.202         1.309.399.316        657.445.661                -
           Pendapatan Royalty                237.988.601          654.699.658         328.722.831                -
           Royalty Rate                             7,39%                15,60%              8,82%           0,00%


         PT DLAPAN SEMBILANG GEMILANG
           Unit Terjual                                                                       258
           Pendapatan Penjualan                                                        34.830.000
           COGS                                                                        20.513.150
           Laba Kotor                                                                  14.316.850
           Pendapatan Royalty                                                           7.158.425
           Royalty Rate                                                                       50%


         PT KIAN SANTANG MULIATAMA
           Unit Terjual                                                                     20.625
           Pendapatan Penjualan                                                      2.779.175.000
           COGS                                                                      2.123.100.511
           Laba Kotor                                                                 656.074.489
           Pendapatan Royalty                                                         328.037.245
           Royalty Rate                                                                       50%


         TOTAL PENDAPATAN                    3.220.000.000        4.196.604.500       6.540.145.000   3.123.770.000




       • Pada tahun 2019 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
         Rp3.220.000.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian Santang.
       • Pada tahun 2020 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
         Rp4.196.604.500,00 atau naik sebesar 30,33% dibanding tahun 2019 yang
         sebesar Rp3.220.000.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian
         Santang.
       • Pada tahun 2021 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
         Rp6.540.145.000,00 atau naik sebesar 55,84% dibanding tahun 2020 yang


Bab II - Gambaran Umum Aset Takberwujud                                                                         2
Page 36
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



         sebesar Rp4.196.604.500,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian
         Santang Muliatama sebesar Rp2.779.175.000,00, PT Dlapan Sembilang
         Gemilang sebesar Rp34.830.000,00 dan PT Kian Santang sebesar
         Rp3.726.140.000,00.
       • Pada tahun 2022 penggunaan merek Kians mencatat pendapatan sebesar
         Rp3.123.770.000,00 atau turun sebesar 52,24% dibanding tahun 2021 yang
         sebesar Rp6.540.145.000,00. Penjualan tersebut berasal dari PT Kian
         Santang.




Bab II - Gambaran Umum Aset Takberwujud                                      3
Page 37
       BAB III
  TINJAUAN MAKRO
EKONOMI DAN INDUSTRI
Page 38
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                    BAB III
                      TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI

3.1       Makro Ekonomi

3.1.1     Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
          Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                                                 TW I
                             Deskripsi                   2019      2020      2021      2022
                                                                                                 2023
            PDB Dunia (%)                                   2,80     -3,30      6,00      3,10      2,60
            PDB Indonesia (%)                               5,02     -2,07      3,70      5,31      5,03
            Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                 14.110     14.050    14.320    15.592    15.062
            Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $)     129,200    135,900   144,900   137,200   145,200
            Inflasi                                         2,72      1,68      1,87      5,51      4,97
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                  4,75      3,50      3,50      5,75      5,75
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

           Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Perkembangan ini didorong dampak
            positif pembukaan ekonomi Tiongkok pascapandemi Covid-19
            khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
            ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan
            ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi
            kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023. Perbaikan ekonomi
            global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa
            mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
            mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
            meskipun     diperkirakan    hampir     akan   mencapai     puncaknya.
            Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk modal
            asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk
            Indonesia.
           Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
            permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Neraca Pembayaran
            Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Nilai
            tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
            ditempuh Bank Indonesia. Tekanan inflasi terus menurun dan
            mendukung stabilitas perekonomian. Likuiditas perbankan dan
            perekonomian memadai sehingga berkontribusi positif mendorong
            peningkatan kredit/pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
           Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
            ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
            sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir
            Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi
            portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
            menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                              1
Page 39
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



            dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht
            Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.
           Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga terus meningkat
            menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan
            impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.
           Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18%
            (mtm) lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan,
            sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar
            5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy).
           Likuiditas perbankan dan perekonomian memadai sehingga
            berkontribusi positif mendorong peningkatan kredit/pembiayaan dan
            mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan stance kebijakan
            likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator rasio Alat Likuid
            terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91% pada
            Maret 2023.
           Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada
            17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%,
            menurun 20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan
            imbal hasil SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1
            bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps
            dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga
            kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat
            4bps dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
           Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga, baik
            dari sisi permodalan, risiko kredit, maupun likuiditas. Permodalan
            perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio
            /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit jugaterkendali,
            tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang
            rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada Februari 2023.
            Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung
            pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil
            stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan
            Indonesia yang kuat.
           Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh sistem
            pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
            pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga mencapai Rp34,1
            triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88% (yoy) menjadi
            Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,
            kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45% (yoy) menjadi Rp707,1
            triliun.
           Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
            memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
            (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%,
            dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                     2
Page 40
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



3.1.2     Pertumbuhan Ekonomi Global

          Perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Bank Indonesia tetap memprakirakan
          pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
          Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok
          pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh
          rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya.
          Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik
          dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.

          Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan
          Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
          mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju
          meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya. Sementara itu,
          respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus perbankan di
          AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian pasar
          keuangan global. Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong
          aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang,
          termasuk Indonesia.

          Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia




3.1.3     Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya
          permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta
          diprakirakan semakin kuat seiring dengan terus naiknya mobilitas,
          membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring
          dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                    3
Page 41
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023,
          ekspor nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh ekspor
          batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan negara
          tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi kontributor
          utama. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri pengolahan,
          perdagangan, serta informasi dan komunikasi diprakirakan tumbuh kuat.
          Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir seluruh wilayah dan
          diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua
          (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan
          ekonomi 2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.


3.1.3.1   PDB Menurut Lapangan Usaha

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
          (y-on-y). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-on-
          y) tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
          lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
          Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,93 persen, diikuti Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,55 persen, Jasa Lainnya sebesar
          8,90 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 7,19 persen, serta Jasa
          Perusahaan sebesar 6,37 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
          memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,43 persen.

          Gambar 3.1.     Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
          pada triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 18,57
          persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
          Sepeda Motor sebesar 12,95 persen; Pertambangan dan Penggalian


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                         4
Page 42
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          sebesar 11,85 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 11,77
          persen; serta Konstruksi sebesar 9,88 persen. Peranan kelima lapangan
          usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02 persen.

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
          (q-to-q). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi
          sebesar 0,92 persen (q-to-q) dibanding triwulan IV-2022. Lapangan usaha
          yang mengalami kontraksi pertumbuhan yang cukup dalam diantaranya
          Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56
          persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,29 persen; serta Administrasi
          Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,96
          persen. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha
          Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,89 persen; diikuti Pertanian,
          Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,73 persen; serta Jasa Lainnya
          sebesar 1,07 persen.

          Gambar 3.2.     Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



3.1.3.2   PDB Menurut Pengeluaran

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan I-2022
          (y-on-y). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022
          (y-on-y) tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua
          komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalami
          pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
          sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT
          (PK-LNPRT) sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi
          Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54 persen, Komponen PK-P sebesar
          3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
          sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                         5
Page 43
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga tumbuh sebesar
          2,77 persen.

          Gambar 3.3.     Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku
          triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih
          dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 52,88 persen, diikuti oleh
          komponen PMTB sebesar 29,11 persen, Komponen Ekspor Barang dan
          Jasa sebesar 22,71 persen, Komponen PK-P sebesar 5,32 persen,
          Komponen PK-LNPRT sebesar 1,17 persen, dan Komponen Perubahan
          Inventori sebesar 2,40 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
          Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 19,56
          persen.

          Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2023 Terhadap Triwulan IV-2022
          (q-to-q). Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 dibanding triwulan IV-2022 (q-
          to-q) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,92 persen. Kontraksi
          terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen PK-
          RT yang tumbuh sebesar 0,25 persen. Kontraksi terdalam terjadi pada
          Komponen PK-P sebesar 45,38 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang
          dan Jasa sebesar 5,40 persen, Komponen PMTB sebesar 3,72 persen, dan
          Komponen PK-LNPRT sebesar 0,97 persen. Di sisi lain, Komponen Impor
          Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB juga mengalami
          kontraksi sebesar 6,95 persen.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                               6
Page 44
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Gambar 3.4.     Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



3.1.3.3   Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

          Provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi
          struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17
          persen terhadap PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,82 persen,
          Pulau Kalimantan sebesar 9,00 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,87
          persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,68 persen, serta Pulau
          Maluku dan Papua sebesar 2,46 persen.

          Sementara itu dengan dihapusnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
          Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022, pertumbuhan
          ekonomi di sebagian besar provinsi menunjukkan penguatan. Pada triwulan
          I-2023, penguatan pertumbuhan (y-on-y) tercatat pada kelompok provinsi di
          Pulau Sulawesi sebesar 7,00 persen, disusul Pulau Kalimantan sebesar
          5,79 persen, Pulau Sumatera sebesar 4,79 persen, serta Pulau Bali dan
          Nusa Tenggara sebesar 4,74 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa
          serta Pulau Maluku dan Papua mengalami perlambatan pertumbuhan
          masing-masGinragf iks e7besar 4,96 persen dan 1,95 persen.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                               7
Page 45
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Gambar 3.5.     Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I-2023 (persen)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS

          Tabel 3.3. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran (triliun
                     rupiah)




          Sumber : Berita Resmi Statistik No.34/05/Th.XXVI, 5 Mei 2023- BPS



3.1.3.4   Inflasi

          Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.
          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18% (mtm)
          lebih rendah dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan, sehingga
          secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy)
          menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok, yaitu inti,


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                       8
Page 46
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          volatile food, dan administered prices. Inflasi inti Maret 2023 terus melambat
          dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi ekspektasi inflasi dan
          tekanan imported inflation yang menurun serta pasokan agregat yang
          memadai dalam merespons kenaikan permintaan barang dan jasa.
          Sementara itu, inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy) pada Februari
          2023 menjadi 5,83% (yoy). Tekanan inflasi yang terus menurun tersebut
          dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan moneter Bank Indonesia yang
          pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang erat dalam pengendalian
          inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam
          TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah. Dengan
          perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi inti akan tetap
          terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023 dan inflasi IHK dapat
          kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya.
          Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah
          (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian inflasi.

          Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan
          eksternal. Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan mencatat surplus
          ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang sebesar 12,3 miliar dolar
          AS. Transaksi modal dan finansial triwulan I 2023 diprakirakan juga
          mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi
          portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net inflows sebesar 4,7 miliar
          dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi portfolio terus berlanjut
          pada April 2023 yang hingga 14 April 2023 mencatat net inflows 1,2 miliar
          dolar AS. Perkembangan positif di aliran masuk modal asing sejalan dengan
          dampak meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah
          kondisi ekonomi domestik yang terus membaik seperti pertumbuhan
          ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, dan imbal hasil aset keuangan
          yang menarik. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2023 juga
          terus meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
          6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
          Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
          bulan impor. Berbagai kinerja positif tersebut diprakirakan berlanjut
          sehingga NPI 2023 diprakirakan mencatat surplus, dengan transaksi
          berjalan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
          Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat
          surplus yang lebih tinggi didukung oleh aliran masuk modal asing dalam
          bentuk PMA dan investasi portofolio.

          Tabel 3.4. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018- Maret 2023)
             Bulan               2018         2019         2020            2021     2022     2023
             Januari               3,40         3,25         2,82            1,55     2,18     5,28
             Februari              3,83         3,18         2,57            1,38     2,06     5,47
             Maret                 3,61         3,40         2,48            1,37     2,64     4,97
             April                 4,17         3,41         2,83            1,42     3,47
             Mei                   4,33         3,23         3,32            1,68     3,55
             Juni                  4,37         3,12         3,28            1,33     4,35
             Juli                  3,88         3,18         3,32            1,52     4,94


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                         9
Page 47
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



             Bulan                2018          2019         2020        2021     2022     2023
             Agustus                3,82          3,20         3,49        1,59     4,69
             September              3,72          2,88         3,39        1,60     5,95
             Oktober                3,56          3,16         3,13        1,66     5,71
             Nopember               3,30          3,23         3,00        1,75     5,42
             Desember               3,61          3,13         2,72        1,87     5,51
            Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)



3.1.3.5   Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang
          ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat
          sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir Maret
          2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portfolio.
          Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26%
          dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi
          Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi
          Peso Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan
          Rupiah terus menguat sejalan dengan surplusnya transaksi berjalan dan
          berlanjutnya aliran masuk modal asing dipengaruhi prospek pertumbuhan
          ekonomi domestik yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil aset
          keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia akan terus memperkuat
          kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang
          impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian
          pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut
          diperkuat dengan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi
          Term Deposit valas Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.


3.1.3.6   Suku Bunga

          Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65% pada 17
          April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun
          20bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan imbal hasil
          SBN tenor jangka panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada
          Maret 2023 juga tercatat rendah 4,10%, turun 2bps dibandingkan dengan
          Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023 juga kondusif mendukung
          permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat 4bps dibandingkan
          dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memastikan
          kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan serta
          mendorong berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan bagi pemulihan
          ekonomi nasional.

          Intermediasi perbankan terus positif menjaga momentum pemulihan
          ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2023 tetap tinggi yaitu
          sebesar 9,93% (yoy). Pembiayaan syariah juga menunjukkan kinerja positif,
          dengan pertumbuhan lebih tinggi mencapai 19,43% (yoy) pada Maret 2023.


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                     10
Page 48
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit juga terus berlanjut, yaitu mencapai
          8,63% (yoy) pada Maret 2023, didukung realisasi penyaluran Kredit Usaha
          Rakyat (KUR) sebesar Rp30,31 triliun hingga 31 Maret 2023.
          Kredit/pembiayaan yang tinggi didorong kondisi likuiditas perbankan yang
          memadai dan standar penyaluran kredit/pembiayaan perbankan yang
          masih longgar. Pertumbuhan kredit/pembiayaan juga ditopang oleh
          peningkatan permintaan korporasi dan rumah tangga seiring dengan kinerja
          usaha korporasi dan UMKM, serta konsumsi rumah tangga yang terus
          terjaga. Bank Indonesia akan terus mendorong intermediasi perbankan
          terutama kepada sektor-sektor prioritas yang belum pulih, Kredit Usaha
          Rakyat (KUR), dan kredit/pembiayaan hijau, guna mengakselerasi
          pemulihan ekonomi. Dengan memperhatikan perkembangan dan upaya
          sinergis yang dilakukan, pertumbuhan kredit pada 2023 sesuai dengan
          prakiraan sebelumnya yaitu dalam kisaran 10-12%.

          Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital
          Adequacy Ratio /CAR) sebesar 26,02% pada Februari 2023. Risiko kredit
          juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing
          Loan /NPL) yang rendah, yaitu 2,58% (bruto) dan 0,75% (neto) pada
          Februari 2023. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga terjaga didukung
          pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,00% (yoy). Hasil stress
          test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan Indonesia
          yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan
          KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan global, yang
          dapat mengganggu ketahanan sistem keuangan.

          Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat didukung oleh sistem
          pembayaran yang lancar dan andal. Nilai transaksi uang elektronik (UE)
          pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39% (yoy) sehingga mencapai Rp34,1
          triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 9,88% (yoy) menjadi
          Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,
          kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45% (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.
          Ke depan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital
          diprakirakan berlanjut sejalan kenaikan aktivitas masyarakat dan perluasan
          serta optimalisasi ekosistem pengguna. Bank Indonesia bersama
          Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta asosiasi akan
          menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)
          2023 pada tanggal 7-10 Mei 2023 di Jakarta sebagai bagian dari kegiatan
          Keketuaan ASEAN 2023, yang menampilkan beragam inisiatif dan inovasi
          digital di Indonesia. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal
          Yang Diedarkan (UYD) pada Maret 2023 meningkat 6,73% (yoy) mencapai
          Rp948,8 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang
          Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan
          Republik Indonesia (NKRI) melalui program Semarak Rupiah Ramadhan
          dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023 dengan memperkuat layanan kas
          kepada masyarakat melalui perbankan dan Bank Indonesia, serta
          menyediakan lokasi layanan penukaran uang pada titik-titik keramaian dan
          jalur mudik.


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                      11
Page 49
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 April 2023
          memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate
          (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan
          suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini konsisten
          dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking
          untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan
          inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini bahwa BI7DRR sebesar 5,75%
          memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1% di
          sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat kembali ke
          dalam sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya. Kebijakan
          stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat guna mengendalikan
          inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan
          ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.


3.1.4     Propsek Perekonomian Indonesia

          Prospek perekonomian domestik baik dari sisi produksi maupun konsumsi
          masih cukup kuat. Hal ini ditunjukkan oleh PMI Manufaktur Indonesia yang
          berada pada level ekspansif 19 bulan berturut-turut dengan capaian di
          Maret 2023 sebesar 51,9. Sejak awal 2023, PMI Manufaktur Indonesia
          meneruskan penguatan, antara lain didukung ekspektasi permintaan
          menjelang lebaran.

          Di samping itu, penguatan dari sisi produksi juga ditunjukkan oleh
          pertumbuhan konsumsi listrik bisnis yang tinggi dan listrik industri yang
          relatif stabil meski sedikit terkontraksi. Aktivitas konsumsi masyarakat juga
          menunjukkan tren positif. Penjualan mobil dan motor jauh di atas rata-rata
          tahun 2019. Penjualan mobil secara wholesale tahunan tumbuh sebesar
          2,6%. Begitupun penjualan motor yang bahkan mencatatkan pertumbuhan
          cukup tinggi yaitu sebesar 40,5%.

          Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sangat kuat di angka 123,3. Hal ini tidak
          lepas dari dukungan pengendalian inflasi yang mumpuni dan perlindungan
          terhadap daya beli masyarakat. Indeks penjualan ritel juga mencatat
          kenaikan tajam, yaitu sebesar 4,8% (yoy), dikarenakan momen Ramadhan
          dan menjelang Lebaran.

          Sementara, di tengah kondisi global di mana berbagai negara sedang
          berjibaku dengan inflasi yang cukup tinggi, bahkan Argentina mencapai
          104,3% dan Turki mencapai 50,5%, Indonesia patut bersyukur karena
          tingkat inflasi domestik per Maret 2023 menunjukkan penurunan, baik dari
          sisi inflasi volatile food maupun inflasi inti.

          Pengendalian inflasi pangan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga
          terutama di masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Inflasi yang
          terkendali menjadi hal positif dan membantu meningkatkan daya beli
          masyarakat. Pemerintah optimis tren positif tersebut akan tetap terjaga


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                       12
Page 50
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi bagi momentum
          pemulihan serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi.

          Dari sektor eksternal, kinerja neraca perdagangan juga mencatatkan
          surplus secara berturut-turut, memasuki bulan yang ke-35. Neraca
          perdagangan Maret 2023 surplus sebesar USD2,91 miliar, dengan ekspor
          USD23,62 miliar dan impor USD20,52 miliar. Meski demikian, akibat
          pelemahan ekonomi global, ekspor dan impor juga turut melemah, masing-
          masing menurun sebesar 11,3% (yoy) dan 6,2% (yoy).

          Ketahanan perekonomian Indonesia sendiri tetap terjaga meskipun
          menghadapi gejolak perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi triwulan
          I-2023 mencapai 5,0% (yoy). Pertumbuhan ekonomi terus di atas 5% dalam
          enam kuartal berturut-turut. Laju inflasi dalam tren yang menurun utamanya
          karena keberhasilan pemerintah dalam menurunkan inflasi bahan pangan.
          Tingkat inflasi tercatat sebesar 4,33% (yoy) pada bulan April 2023.

          Pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia merupakan salah satu yang
          terbaik di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Sementara itu, indikator
          dini lainnya juga menunjukkan tren yang relatif kuat. Purchasing Managers’
          Index (PMI) nasional bulan April 2023 mencapai 52,7, terus berada pada
          zona ekspansif sejak awal tahun hingga saat ini.

          Di tengah menguatnya fondasi ekonomi domestik serta membaiknya
          prospek pertumbuhan ekonomi global, pemerintah mengestimasi
          pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di kisaran 5,3-5,7%.


3.2       Gambaran Industri Perdagangan

3.2.1     Sejarah Perdagangan

          Perdagangan merupakan transaksi jual beli barang yang dilakukan antara
          penjual dan pembeli di suatu tempat. Transaksi perdagangan dapat timbul
          jika terjadi pertemuan antara penawaran dan permintaan terhadap barang
          yang dikehendaki. Perdagangan sering dikaitkan dengan berlangsungnya
          transaksi yang terjadi sebagai akibat munculnya problem kelangkaan
          barang. Perdagangan juga merupakan kegiatan spesifik, karena di
          dalamnya melibatkan rangkaian kegiatan produksi dan distribusi barang
          (Heilbroner, 1968 dalam Nastiti, 2003).

          Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta
          samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur
          pelayaran niaga antar benua. Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut,
          ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini
          ada yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut
          Merah melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah (Van Leur).
          Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                      13
Page 51
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan
          daerah-daerah di Barat (kekaisaran Romawi).

          Terdapatnya hubungan antarpulau dan hubungan dengan dunia luar ada
          kecenderungan merupakan hubungan perdagangan. Pada khususnya
          perdagangan itu terjadi karena pertukaran antara berbagai hasil daerah.
          Demikian pula perdagangan dalam masa ini sudah barang tentu tidak dapat
          diartikan sebagai perdagangan seperti kita kenal sekarang ini.
          Perdagangan pada waktu itu dapat diartikan bagai pertukaran barang
          dengan barang yang disebut inatura.


3.2.2     Perkembangan Industri Perdagangan Di Indonesia
          Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi
          penentu aktivitas ekonomi disisi distribusi. Gambaran umum perkembangan
          industri perdagangan di Indonesia salah satunya dapat mengacu pada
          Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Pada
          Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja penjualan eceran tetap
          tumbuh positif, baik secara tahunan maupun bulanan. Indeks Penjualan Riil
          (IPR) Desember tercatat sebesar 217,8, atau secara tahunan masih tumbuh
          positif 0,7% (yoy), meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan
          pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy).

          Berdasarkan kelompoknya, kinerja penjualan eceran pada kelompok
          peralatan informasi dan komunikasi meningkat sebesar 16,6% (yoy) serta
          barang budaya dan rekreasi sebesar 8,2% (yoy). Sementara itu, kelompok
          perlengkapan rumah tangga lainnya (-10,2%, yoy) serta suku cadang dan
          aksesori (-8,2%,yoy) membaik meski masih terkontraksi. Adapun
          perlambatan terjadi kelompok terjadi pada kelompok makanan, minuman
          dan tembakau (0,5%,yoy) dan sekelompok sandang (12,7%, yoy),
          sementara kelompok bahan bakar kendaran bermotor (-10,4%, yoy) tercatat
          menurun dan berada di fase kontraksi.

          Secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh sebesar 7,0% (mtm),
          meningkat dari 0,4% (mtm) pada bulan sebelumnya. Seluruh kelompok
          tercatat meningkat dan berada pada fase ekspansi, dengan peningkatan
          tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (42,9%,mtm)
          dipengaruhi oleh tingginya penjualan TV Gigital sejalan dengan kebijakan
          peralihan dari YV Analog ke didorong HBKN Natal, musim libur dan kahir
          tahun, serta strategi potongan harga sehingga mendorong domestik.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                   14
Page 52
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Gambar 3.6.    Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (%)




          Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022

          Pada Januari 2023, kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat
          secara tahunan, namun terkontraksi secara bulanan.Hal tersebut tercermin
          dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2023 yang tercatat sebesar 213,2
          atau tumbuh 1,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan
          sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, kinerja kelompok makanan,
          minuman dan tembakau (4,2%,yoy) menjadi satu-satunya kelompoknya
          yang meningkat, sementara subkelompok sandang (10,6%, yoy) tercatat
          melambat.

          Gambar 3.7.    Pertumbuhan IPR Menurut Kelompok (%,yoy)




          Sumber : Surey Penjualan Eceran Desember 2022

          Secara bulanan, penjualan eceran berada pada fase kontraksi sebesar -
          2,1% (mtm), berbalik arah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 7,0% (mtm).
          Penurunan/perlambatan terjadi pada seluruh kelompok, dengan penurunan
          terdalam pada kelompok peralatan informasi dan komunkasi
          (-20,5%, mtm), disusul subkelompok sandang (-3,6%, mtm) serta kelompok



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                   15
Page 53
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          barang budaya dan rekreasi (-4,1%, mtm) sejalan dengan penurunan
          permintaan masyarakat HBKN natal dan libur akhir tahun pada bulan
          sebelumnya. Sementara itu, perlambatan terjadi pada kelompok suku
          cadang dan aksesori (0,1%, mtm) disebabkan oleh penurunan permintaan
          masyarakat.


3.2.3     Ekspor Dan Impor Indonesia

          Ekspor Indonesia selama Januari – Desember 2022 mencapai volume
          647.327,4 ribu ton dengan nilai US$291.979,1 juta, yang terdiri dari
          US$16.019,7 juta hasil ekspor minyak bumi dan gas serta US$275.959,4
          juta hasil ekspor komoditas nonmigas.

          Dibandingkan periode yang sama tahun 2021, nilai ekspor tahun 2022 naik
          US$60.369,6 juta. Peningkatan ini karena adanya peningkatan ekspor
          komoditas nonmigas senilai US$56.597,3 juta dan ekspor komoditas migas
          senilai US$3.772,3 juta. Pada Desember 2022 harga minyak mentah
          Indonesia US$76,66 per barel, naik sebesar US$3,30 per barel
          dibandingkan Desember 2021.

          Gambar 3.8.    Komposisi Nilai Ekspor Indonesia Januari – Desember 2021 dan 2022




          Nilai ekspor kelompok migas pada Januari – Desember 2021 sebesar
          US$12.247,4 juta yang terdiri dari minyak mentah, hasil minyak dan gas
          masing-masing senilai US$2.795,9 juta, US$1.996,8 juta dan US$7.454,7
          juta. Sedangkan pada Januari – Desember 2022 nilai ekspor untuk
          kelompok migas masing-masing sebesar US$1.572,4 juta, US$4.624,9 juta
          dan US$9.822,4 juta.

          Nilai ekspor untuk kelompok nonmigas yang terdiri dari pertanian,
          perhutanan dan perikanan; industri pengolahan; serta pertambangan dan
          lainnya pada Januari – Desember 2021 masing-masing US$4.242,0 juta,
          US$177.204,5 juta, dan US$37.915,6 juta. Sementara itu pada Januari –



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                16
Page 54
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Desember 2022 nilai ekspor masing-masing kelompok nonmigas tersebut
          mencapai US$4.689,2 juta, US$206.350,7 juta dan US$64.919 juta.

          Total nilai impor Indonesia selama Desember 2022 mencapai US$19.863,1
          juta, naik US$901,0 juta (4,75 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.
          Impor berasal dari minyak dan gas (migas) US$3.201,0 juta dan non-minyak
          dan gas (nonmigas) US$16.662,1 juta atau masing-masing memberikan
          peranan 16,12 dan 83,88 persen. Dari sisi volume, secara agregat juga
          mengalami peningkatan 16,43 persen menjadi 17.445,2 ribu ton. Secara
          keseluruhan, volume impor migas mencapai 4.355,6 ribu ton (24,97 persen)
          dan nonmigas 13.089,6 ribu ton (75,03 persen).

          Dibandingkan bulan sebelumnya, impor migas mengalami penurunan
          US$396,8 juta (14,15 persen) yang dipicu oleh berkurangnya nilai
          komponen minyak mentah US$107,7 juta (12,80 persen), hasil minyak
          US$278,6 juta (17,22 persen), dan gas US$10,5 juta (3,05 persen).
          Kontribusi masing-masing komponen terhadap total impor migas, terdiri dari
          minyak mentah (29,65 persen), hasil minyak (59,26 persen), dan gas (11,09
          persen).

          Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada
          Juli 2022 mencapai US$4.455,3 juta dan terendah terjadi pada Januari 2022
          senilai US$2.229,2 juta. Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi
          tercatat pada Maret 2022 mencapai US$18.470,2 juta dan terendah pada
          Februari 2022 senilai US$13.736,2 juta.

          Gambar 3.9.    Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia Desember 2021 – Desember 2022




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                     17
Page 55
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



3.3       Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LNG Dan LPG di Indonesia

3.3.1     Minyak Bumi

          Pada tahun 2021 cadangan minyak bumi Indonesia sebesar 3,9 miliar barel
          sehingga berdasarkan data dari BP Statistic Review 2021, jumlah cadangan
          minyak Indonesia hanya sebesar 0,1% dari cadangan dunia.

          Dalam dua dekade, produksi minyak bumi Indonesia mengalami penurunan
          yang signifikan, dari rata-rata sebesar 1,5 juta barel per hari menjadi rata-
          rata sekitar 658,5 ribu barel per hari di tahun 2021. Berbagai upaya terus
          dilakukan oleh Pemerintah untuk mendorong peningkatan produksi minyak
          mentah, diantaranya dengan meningkatkan investasi sektor hulu migas
          melalui peningkatan kerjasama sektor migas, penyederhanaan perizinan,
          pemberian insentif fiskal dan pemutakhiran data hulu migas, serta
          meningkatkan produksi dengan menetapkan program produksi 1 Juta
          BOPD pada tahun 2030. Adapun produksi minyak bumi dalam 5 tahun
          terakhir (2016 - 2021) menurun dari 831,1 ribu barel per hari menjadi 658,5
          ribu barel per hari akibat dari penurunan cadangan secara alami pada
          berbagai lapangan yang sudah tua.

          Impor minyak bumi pada tahun 2013-2016 cenderung meningkat menjadi
          148,4 juta barel pada tahun 2016, namun menurun menjadi 79,7 juta barel
          pada 2020. Turunnya impor minyak bumi sampai tahun 2020 dipengaruhi
          oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 tentang Prioritas
          Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.
          Dalam aturan ini dinyatakan, Pertamina dan Badan Usaha Pemegang Izin
          Usaha Pengolahan Minyak Bumi wajib mengutamakan pasokan minyak
          bumi yang berasal dari dalam negeri. Demikian juga kontraktor atau
          afiliasinya, wajib menawarkan minyak bumi bagian kontraktor kepada
          Pertamina dan/atau Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Pengolahan
          Minyak Bumi.

          Pada tahun 2021 terjadi kenaikan impor menjadi 104,4 juta barel bila
          dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara keseluruhan impor minyak
          bumi pada tahun 2021 menunjukkan tren menurun sebesar 30% bila
          dibandingkan dengan nilai impor pada tahun 2016. Kenaikan impor pada
          tahun 2021 disebabkan oleh pertambahan pemanfaatan minyak bumi
          sebagai bahan baku produksi kilang akibat peningkatan permintaan BBM
          pada sektor transportasi setelah terjadinya peningkatan mobilitas
          masyarakat karena penurunan kasus pandemi Covid-19. Dilihat dari
          sumbernya, impor minyak mentah pada tahun 2021 dipasok dari beberapa
          negara produsen minyak mentah terutama dari Saudi Arabia (32%) dan
          Nigeria (28%) dan sisanya berasal dari Australia, Angola, Gabon, Aljazair,
          Malaysia, Azerbaijan, Equatorial Guinea, Amerika Serikat serta negara
          lainnya.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                       18
Page 56
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Kebijakan     ekspor  minyak      bumi      nasional  dilakukan   dengan
          mempertimbangkan nilai keekonomian sehingga ekspor dilakukan untuk
          jenis minyak yang memiliki kualitas tinggi. Ekspor minyak bumi pada tahun
          2016 sebesar 125,5 juta barel namun turun menjadi 43,8 juta barel pada
          tahun 2021 sejalan dengan turunnya produksi minyak bumi dan dampak
          dari penerapan terhadap Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018
          tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan
          Dalam Negeri dimana minyak mentah yang merupakan bagi hasil bagian
          dari KKKS semula dikategorikan ekspor, namun saat ini dimanfaatkan untuk
          memenuhi kebutuhan kilang domestik. Minyak bumi diekspor ke beberapa
          negara Asia dan pada tahun 2021, ekspor minyak bumi hanya dilakukan ke
          Singapura, Jepang, Taiwan dan Korea.

          Gambar 3.10. Perkembangan Produksi, Ekspor dan Impor Minyak Bumi 2016-2021




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022



3.3.2     Gas Bumi

          Gas bumi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan
          nasional, antara lain sebagai sumber energi, bahan baku untuk industri dan
          sebagai sumber penerimaan negara dan devisa. Dalam bauran energi,
          sekitar 16,8% dari total pasokan energi primer tahun 2021 bersumber dari
          gas bumi. Di masa lalu, pemanfaatan gas bumi diarahkan untuk memenuhi
          kebutuhan ekspor melalui ekspor LNG dengan kontrak jangka panjang,
          namun dengan terus meningkatkan kebutuhan energi dan ketersediaan
          cadangan yang cukup banyak, maka gas menjadi alternatif penggunaan
          energi saat ini dan dimasa mendatang. Selain itu, emisi gas yang rendah
          juga menjadi pilihan penggunaan energi fosil dibandingkan batubara.

          Produksi gas bumi Indonesia berasal dari gas yang terikut dari lapangan
          minyak bumi (assosiated gas) dan lapangan gas bumi (non-assosiated
          gas). Total produksi gas dari kedua jenis lapangan tersebut pada tahun
          2021 mengalami penurunan dari 3,1 juta MMSCF pada tahun 2016 menjadi
          2,4 juta MMSCF. Penurunan produksi gas bumi terjadi akibat tutupnya

Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                          19
Page 57
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          lapangan gas Arun dan belum mulai berproduksi lapangan gas Tangguh
          Train 3.

          Gambar 3.11. Tren Produksi Gas Bumi Tahun 2016 – 2021




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022

          Di satu sisi, beberapa sumur gas di Indonesia telah mengalami penurunan
          tingkat produksi, di sisi lain masih terdapat beberapa cadangan gas terbukti
          yang belum dikembangkan (stranded). Salah satu yang terbesar adalah
          Blok Natuna D-Alpha yang diprediksi mempunyai cadangan yang bisa
          diambil sebesar 46 TSCF. Lapangan gas tersebut belum dapat
          dikembangkan karena biaya pengembangannya mahal mengingat
          kandungan gas CO2 dan H2S yang mencapai 70%. Kandungan gas ikutan
          inilah yang menjadi salah satu kendala utama pengembangan lapangan gas
          tersebut.

          Ekspor gas bumi yang digunakan sebagai sumber devisa negara, dapat
          dilakukan baik dalam bentuk gas maupun dalam bentuk LNG sesuai dengan
          kontrak jangka panjang. Ekspor gas bumi dalam bentuk gas pipa dilakukan
          ke Singapura dan Malaysia, dimana kontrak Perjanjian Jual Beli Gas
          (PJBG) ke Singapura akan berakhir pada 2023 yang rencananya tidak akan
          ada perpanjangan lagi. Ke depannya, gas tersebut akan digunakan untuk
          kebutuhan domestik. Ekspor gas pipa mengalami penurunan dari 282.741
          MMSCF pada tahun 2016 menjadi 274.736 MMSCF pada tahun 2021.
          Sedangkan ekspor LNG dilakukan untuk memenuhi permintaan Jepang,
          Korea dan Taiwan juga menggunakan mekanisme kontrak jangka panjang.
          Ekspor LNG ketiga negara tersebut mengalami penurunan dari 747.697 ribu
          MMBTU pada tahun 2016 menjadi 416.691 ribu MMBTU pada tahun 2021.

          Gas merupakan energi yang bersih sehingga penggunaannya sedikit
          menimbulkan emisi. Namun demikian pemanfaatan gas memerlukan
          infrastruktur yaitu jaringan pipa agar gas dapat disalurkan dari daerah
          penghasil ke daerah pengguna. Oleh karena itu pemanfaatan gas hanya
          dapat dilakukan terutama di wilayah-wilayah penghasil gas, seperti



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                      20
Page 58
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan
          Kalimantan Timur.

          Pemanfaatan gas terbesar untuk sektor industri atau sekitar 99,1%
          terutama untuk industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical,
          industri baja, industri keramik dan industri kaca. Pada industri pupuk gas
          digunakan sebagai bahan baku sehingga dikategorikan sebagai
          penggunaaan non energi.

          Sementara pemanfaatan gas untuk sektor lainnya seperti rumah tangga
          (jargas), komersial dan transportasi masing-masing hanya 0,8% dan 0,1%
          dari total konsumsi gas. Khusus terkait pembangunan jargas untuk
          konsumsi sektor rumah tangga dalam RUEN, pada tahun 2025 ditargetkan
          pembangunan jargas akan mencapai 4,7 juta sambungan rumah tangga
          (SR). Namun demikian, realisasi penambahan pembangunan jargas hingga
          akhir tahun 2021 baru mencapai 127 ribu SR dengan total jargas terpasang
          sebesar 799 ribu SR.

          Gambar 3.12. Konsumsi Gas per Sektor 2016-2021




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022



3.3.3     Liquefied Petroleum Gas (LPG)

          LPG merupakan salah satu bahan bakar yang digunakan terutama untuk
          memenuhi kebutuhan di sektor komersial dan rumah tangga. LPG dapat
          diproduksi dari gas melalui kilang LPG dan LNG tetapi dapat juga diproduksi
          dari kilang minyak. Sebagian besar (sekitar 55,3%) LPG diproduksi dari
          kilang gas.

            Tabel 3.5. Perkembangan Produksi LPG Tahun 2016-2021                                  (Ribu Ton)
                 Jenis Data           2016*         2017*          2018*    2019*      2020         2021
             Produksi LPG              2.226,2       2.006,9        2.002,4  1.935,2    1.921,7      1.902,6
             - Kilang Minyak             831,4         865,4          883,3    821,7      858,2        863,8
             - Kilang Gas              1.394,8       1.141,6        1.119,0  1.113,5    1.063,5      1.038,7
            Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
            Catatan : (*) Revisi Data untuk Produksi dari Kilang Gas


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                            21
Page 59
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Sejak tahun 2007, Pemerintah mulai mengimplementasikan program
          konversi minyak tanah ke LPG, oleh karena itu konsumsi LPG terus
          menunjukkan peningkatan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, impor
          LPG sejak tahun 2008 tumbuh signifikan dengan pertumbuhan rata-rata
          tahun 2008-2021 sebesar 8,6%. Hal ini terjadi karena konsumsi LPG terus
          meningkat namun produksi dalam negeri tidak bertambah.

          Gambar 3.13. Perkembangan Produksi dan Impor LPG




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022
          Catatan : (*) Revisi Data untuk Produksi dari Kilang Gas

          Hampir 95,9% LPG di Indonesia dikonsumsi oleh sektor rumah tangga
          sebagai implikasi program konversi minyak tanah ke LPG sejak 2007.
          Selain itu, mulai tahun 2016 telah dibagikan konverter kit LPG gratis untuk
          nelayan dan petani kecil yang bertujuan untuk menghemat biaya
          operasional nelayan saat melaut. Konsumsi LPG pada tahun 2016
          mencapai 6.642 ribu ton dan meningkat menjadi 8.554 ribu ton pada tahun
          2021 atau dengan rata-rata pertumbuhan tahun 2016-2021 sebesar 5,2%.

          Naiknya konsumsi LPG di sektor rumah tangga dipengaruhi oleh tingginya
          penggunaan LPG subsidi (lebih murah) oleh rumah tangga yang mampu.
          LPG dijual di pasar dengan harga yang berbeda-beda, antara LPG subsidi
          dan non subsidi. Harga LPG 3 kg pada tahun 2021 Rp 21.000 atau sekitar
          Rp 7.000/kg tetapi LPG non subsidi harganya sekitar Rp 186.000 atau Rp
          15.500/kg.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                     22
Page 60
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          Gambar 3.14. Konsumsi LPG Tahun 2016-2021




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022



3.3.4     Liquefied Natural Gas (LNG)

          Produksi kilang LNG periode 2013-2014 menunjukkan penurunan dari
          19.250 ribu ton menjadi 18.186,4 ribu ton pada tahun 2014 sejalan dengan
          berhentinya produksi Kilang Arun, namun produksi LNG meningkat kembali
          mencapai 19.220,5 ribu ton pada tahun 2017 dengan mulai beroperasinya
          Kilang Donggi Senoro. Namun pada tahun 2019 kembali menurun menjadi
          16.435,7 ribu ton akibat berkurangnya pasokan gas dari Blok Mahakam dan
          adanya proses pemeliharaan Kilang Tangguh, dan pada tahun 2020 dan
          2021 kembali menurun menjadi 15.435,3 ribu ton dan 14.712,2 ribu ton efek
          pandemi Covid-19.

          Gambar 3.15. Perkembangan Produksi LNG dari Kilang LNG




          Sumber : Buku Saku KESDM, 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022

          LNG yang diproduksi di Indonesia sebagian besar digunakan untuk
          memenuhi kebutuhan ekspor melalui kontrak jangka panjang dengan
          beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea, China, dan Taiwan. Selain itu



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                             23
Page 61
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          ekspor LNG juga dilakukan melalui penjualan langsung ke beberapa negara
          lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan lain-lain.

          Gambar 3.16. Perkembangan ekspor LNG




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022



3.4       Pasokan Dan Konsumsi Energi Primer
          Berdasarkan Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022, pasokan energi
          primer dalam neraca energi menunjukkan jumlah energi yang tersedia di
          suatu wilayah. Pasokan energi primer mencakup banyaknya jumlah energi
          yang diproduksi, diimpor, diekspor dan ketersediaan stok. Total pasokan
          energi primer Indonesia pada tahun 2021 sebesar 207,9 MTOE dengan
          pasokan terbesar adalah batubara sebesar 78,2 MTOE (37,6%), diikuti
          minyak sebesar 69,5 MTOE (33,4%) dan gas sebesar 35 MTOE (16,8%).
          Sisanya sebesar 25,3 MTOE (12,2%) dipenuhi oleh EBT yang terdiri dari
          energi air, panas bumi, surya, angin, dan bioenergi.


3.4.1     Produksi

          Produksi energi Indonesia pada tahun 2021 sebesar 472,4 MTOE yang
          sebagian besar (94,6%) berasal dari energi fosil yang mencakup batubara,
          gas dan minyak. Sedangkan produksi energi terbarukan hanya sekitar 5,4%
          dari produksi energi nasional. Batubara menyumbang share terbesar dalam
          produksi energi atau setara dengan 613,9 juta ton. Tingginya produksi
          batubara dipengaruhi adanya permintaan dari luar negeri yang saat ini
          cenderung meningkat sejalan dengan naiknya harga batubara. Selain itu
          dengan cadangan batubara Indonesia terutama di Kalimantan dan
          Sumatera yang cukup banyak dan izin tambang yang telah dikeluarkan




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                  24
Page 62
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          maka diperkirakan tingkat produksi batubara akan berada sekitar 600 juta
          ton/tahun.

          Di sisi lain produksi minyak dan gas terus menunjukkan penurunan akibat
          sumur yang sudah tua. Namun pada tahun 2021 terdapat penambahan
          cadangan baru sebesar 696 MBOE secara keseluruhan sehingga RRR
          melonjak mencapai 116%. Reserves Replacement Ratio (RRR) adalah
          perbandingan penambahan cadangan terbukti terhadap produksi secara
          keseluruhan pada relatif tahun tertentu (Lorne Stockman, 2011).

          Gambar 3.17. Peningkatan Reserves Replacemanet Ratio (RRR)




          Sumber : HEESI 2021 dan SKK Migas dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022

          Sedangkan produksi EBT menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun
          sebelumnya terutama akibat naiknya produksi listrik dari PLTA dan PLTP
          tahun 2021 masing-masing sebesar 372,6 GWh dan 336 GWh.


3.4.2     Ekspor

          Pada tahun 2021 sekitar 59,2% energi yang diproduksi, dipergunakan untuk
          keperluan ekspor mengingat ekspor gas dan batubara masih menjadi
          andalan penerimaan negara. Tercatat sebesar 70,9% (255,9 MTOE) ekspor
          batubara pada tahun 2021. Sedangkan ekspor minyak mentah sebesar 6,1
          MTOE atau 18,2% dari total produksi minyak mentah. Sementara ekspor
          gas yang terdiri dari LNG dan gas pipa sebesar 33,2% dari total produksi
          gas pada tahun 2021. Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional yang
          mengamanatkan perubahan paradigma kebijakan pengelolaan energi
          dengan mengutamakan pemanfaatan energi untuk meningkatkan nilai
          tambah di dalam negeri, Pemerintah mulai mengalokasikan prioritas
          pemanfaatan gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Demikian pula
          batubara, secara bertahap akan dialokasikan pemanfaatannya untuk
          pemenuhan kebutuhan dalam negeri terutama pembangkit listrik dan
          industri melalui pengembangan gasifikasi batubara antara lain melalui
          pengembangan DME sebagai subtitusi LPG dan metanol yang dibutuhkan
          oleh sektor industri, yang direncanakan akan dimulai tahun 2025.



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                                25
Page 63
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



3.4.3     Impor

          Secara total impor energi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 48,5 MTOE
          atau hanya 23,3% dari total pasokan energi primer. Beberapa jenis energi
          yang masih diimpor adalah batubara kalori tinggi, minyak mentah, BBM dan
          LPG. Indonesia masih membutuhkan impor BBM karena konsumsi BBM
          terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah kendaraan terutama
          sepeda motor, di sisi lain tidak ada penambahan kapasitas kilang yang
          menghasilkan BBM. Impor BBM terdiri dari bensin yang mencapai 82,03%
          dari total impor BBM. Selain itu impor minyak solar mencapai 14,47% dan
          sisanya 2,61% HOMC dan 0,89% terdiri dari avgas, minyak bakar dan
          minyak diesel.

          Gambar 3.18. Impor BBM Tahun 2021




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022

          Selain BBM, Indonesia juga melakukan impor minyak mentah untuk
          memenuhi kebutuhan kilang minyak yang hanya dapat mengolah minyak
          mentah jenis heavy oil. Impor minyak mentah sebagian besar berasal dari
          Arab Saudi dan Nigeria. Pada tahun 2021 impor minyak mentah sebesar
          89,87 juta barel dan kondensat Indonesia sebesar 14,53 juta barel atau
          28,5% dari total kebutuhan minyak mentah untuk kilang.

          Impor yang paling besar saat ini dilakukan untuk LPG karena
          kebutuhannnya terus meningkat sehingga pada tahun 2021 volume LPG
          yang harus diimpor sebesar 6,3 juta ton. Naiknya kebutuhan LPG terutama
          di sektor rumah tangga dipengaruhi oleh suksesnya program konversi
          minyak tanah ke LPG yang dimulai sejak tahun 2007. Selain itu pandemi
          Covid-19 yang masih berlangsung di tahun 2021 juga mempengaruhi
          konsumsi LPG lebih banyak dibandingkan kondisi normal.

          Walaupun Indonesia merupakan eksportir batubara terbesar ke-2 di dunia,
          namun Indonesia masih memerlukan impor batubara kalori tinggi sebesar


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                  26
Page 64
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          8,5 MTOE terutama untuk memenuhi kebutuhan batubara pada industri
          baja/logam.

          Tabel 3.6. Pasokan Energi Primer dalam Neraca Energi                 (Ribu TOE)




          Sumber : HEESI 2021 dalam Buku Laporan Neraca Energi Nasional 2022



3.5       Prospek Industri Minyak Bumi, Gas Bumi, LPG Dan LNG
          Dampak positif dari masifnya pengeboran sumur pengembangan
          memberikan dampak bagi potensi peningkatan produksi minyak nasional.
          Jika produksi minyak tahun 2022 sebesar 612 ribu barel per hari (BOPD),
          dengan mulai meningkatnya aktivitas pengeboran sumur pengembangan
          2023 mendorong produksi minyak naik menjadi 619 ribu BOPD pada awal
          kuartal 2 tahun 2023. Memperhatikan progress pengeboran sumur
          pengembangan yang semakin masif dan agresif, Satuan Kerja Khusus
          Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)
          memperkirakan produksi minyak hingga akhir tahun 2023 bisa lebih
          meningkat dibandingkan tahun 2022.

          Deputi Eksploitasi SKK Migas menyampaikan bahwa tanpa melakukan apa-
          apa maka produksi minyak diperkirakan hanya akan mencapai 560 ribu
          BOPD, namun realisasinya saat ini dapat mencapai 619 ribu BOPD, dimana
          pencapaian ini tentunya lebih baik dibandingkan periode yang sama pada
          tahun sebelumnya. Bahkan, apabila tanpa adanya kejadian unplanned
          shutdown, tidak ada proyek yang tertunda dan program yang telah
          disepakati dalam work, program & budget (WP&B) dilaksanakan tepat




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                         27
Page 65
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          waktu, maka produksi minyak Nasional saat ini seharusnya dapat mencapai
          ke level 636 ribu BOPD.

          Deputi Eksploitasi SKK Migas menyampaikan bahwa industri hulu migas
          sudah pulih dari pandemi, hal ini nampak dari program kerja yang masif dan
          agresif. Program pengeboran sumur pengembangan tercatat tumbuh lebih
          dari 2 (dua) kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir. Tidak ada industri yang
          pulih lebih cepat dibandingkan hulu migas, karena sudah melakukan
          pengeboran sumur pengembangan hingga lebih dari 2 kali lipat. Ini tentu
          menunjukkan optimisme para pelaku industri hulu migas mengenai prospek
          industri ini.

          SKK Migas optimis tahun ini produksi minyak dan gas bisa incline, bahkan
          untuk tahun 2024 bisa lebih cepat lagi pertumbuhannya. Investasi tumbuh
          signifikan dengan tahun 2023 ditargetkan investasi mencapai US$ 15,3
          miliar atau tumbuh 26% dibandingkan tahun lalu dan tumbuh lebih tinggi
          dibandingkan rata-rata pertumbuhan investasi global yang sebesar 6,5%.

          President Indonesia Petroleum Association (IPA) menyampaikan bahwa
          upaya peningkatan produksi membutuhkan waktu yang panjang dan harus
          dilakukan secara terus menerus, karenanya membutuhkan kolaborasi antar
          pemangku kepentingan dan dukungan insentif untuk menjadi mendorong
          investasi yang berkelanjutan. President Indonesia Petroleum Association
          (IPA) menambahkan bahwa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)
          membutuhkan dukungan dari SKK Migas agar apa yang telah disepakati
          dalam WP&B dapat dilaksanakan secara tuntas.

          Direktur Pengembangan dan Operasi Pertamina EP SHU menyampaikan
          bahwa Pertamina memberikan dukungan penuh bagi upaya Pemerintah
          dalam membangun ketahanan energi. Saat ini kontribusi Pertamina untuk
          lifting minyak mencapai 68% dan gas 33% terhadap lifting secara Nasional.
          Oleh karenanya, Pertamina terus melakukan berbagai upaya agar target
          yang telah ditetapkan dapat tercapai dan melakukan upaya filling the gap
          (FTG).

          Tantangan terbesar di Pertamina adalah bagaimana menjaga baseline,
          untuk itu Pertamina melakukan upaya peningkatan kehandalan dan
          integrase fasilitas, optimasi sumur melalui peningkatan program workover
          maupun well intervention/well service. Adapun untuk mendorong
          pertumbuhan produksi, kami memiliki program pengeboran sumur
          eksplorasi dan sumur pengembangan yang masif. Program pengeboran
          sumur pengembangan di Pertamina pada tahun 2020 sebanyak 223 sumur,
          di tahun 2021 mencapai 350 sumur atau meningkat 57%, kemudian tahun
          2022 meningkat menjadi 683 sumur atau meningkat 97% dan tahun 2023
          ditargetkan sebanyak 833 sumur atau meningkat 21%.

          Keberhasilan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional
          membutuhkan dukungan dan kesiapan tidak hanya KKKS tetapi juga


Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                       28
Page 66
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



          industri penunjang migas. SKK Migas telah menyusun rencana dan strategi
          (Resntra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 bahwa peningkatan produksi
          minyak dan gas harus pula diikuti dengan peningkatan multiplier effect
          termasuk peningkatan kapasitas industri penunjang dalam mendukung
          kebutuhan KKKS dan kemampuan menjaga lingkungan yang berkelanjutan.


3.6       Kesimpulan
          • Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan
            sebelumnya. Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan
            ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya
            sebesar 2,6%.
          • Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diprakirakan bias ke atas dalam
            kisaran 4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta
            membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan. Pada
            2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit
            melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya
            prospek pertumbuhan ekonomi global.
          • Industri perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang menjadi
            penentu aktivitas ekonomi disisi distribusi. Gambaran umum
            perkembangan industri perdagangan di Indonesia salah satunya dapat
            mengacu pada Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank
            Indonesia. Pada Desember 2022, hasil SPE mengindikasikan kinerja
            pejualan eceran tetap tumbuh positif, baik secara tahunan maupun
            bulanan.
          • Ekspor Indonesia pada tahun 2022 meningkat dibandingkan dengan
            tahun 2021, sedangkan impor Indonesia juga mengalami kenaikan.
          • Dalam membangun ketahanan energi, saat ini kontribusi Pertamina
            untuk lifting minyak mencapai 68% dan gas 33% terhadap lifting secara
            Nasional. Oleh karenanya, terus melakukan berbagai upaya agar target
            yang telah ditetapkan dapat tercapai dan melakukan upaya filling the gap
            (FTG).
          • Keberhasilan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional
            membutuhkan dukungan dan kesiapan tidak hanya KKKS tetapi juga
            industri penunjang migas.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri                                    29
Page 67
              BAB IV
IDENTIFIKASI ASET TAK BERWUJUD
   DAN METODOLOGI PENILAIAN
Page 68
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                        BAB IV
                           IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD
                             DAN METODOLOGI PENILAIAN

4.1    Identifikasi Aset Takberwujud
       Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI berdasarkan analisis internal dan
       eksternal per 30 April 2023. Analisis internal berdasarkan data yang telah
       disediakan oleh pemberi tugas yaitu data pendapatan penjualan dari
       penggunaan Merek periode 2019-2022 dan daftar list Merek yang dinilai
       termasuk masa berakhir perlindungan. Selain itu data proyeksi pendapatan
       atas penggunaan Merek dimasa yang akan datang sesuai dengan umurnya
       yang kami terima dari pemberi tugas sebagai dasar dalam menghitung nilai
       ATb tersebut.

       Sementara itu, analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
       faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai faktor penggerak nilai
       (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
       bersangkutan. Kami memperoleh data pasar yang relevan dan dapat
       dipercaya dan menggunakannya pada bagian analisis eksternal.

       Aset Takberwujud (Intangible Asset) adalah aset non-monetary yang
       diidentifikasi tanpa wujud fisik dan memberikan hak dan manfaat ekonomi
       kepada pemilik. ATb sering kali sulit untuk dipisahkan karena keterkaitannya
       satu sama lain. Pada kasus tersendiri, misalnya mungkin sulit untuk
       membedakan antara Merek produk, teknologi yang digunakan dan basis
       pelanggan. Saling ketergantungan harus dipertimbangkan tidak hanya pada
       proses identifikasi dibawah batasan kriteria pengakuan akuntansi, tetapi juga
       dari perpektif ekonomi.

       Selain itu, ATb harus terlebih dahulu memenuhi kriteria hukum atau perjanjian
       kontrak, kemudian harus dipertimbangkan pula apakah ATb tersebut dapat
       memberikan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang untuk pemiliknya
       serta didasari oleh penilaian ATb yang dapat dipercaya. Sebelum melakukan
       penilaian Merek Kians, terlebih dahulu harus ditentukan jenis-jenis Aktiva
       Takberwujud yang dimiliki oleh EKI. Berdasarkan IFRS III terdapat 5 (Lima)
       kategori ATb adalah sebagai berikut:

       1) Marketing - Related Intangible Assets

            ATb yang terkait dengan pemasaran terutama digunakan pada pemasaran
            atau promosi produk ataupun jasa. Contohnya meliputi Merek dagang, nama
            dagang, desain dagang yang unik, nama domain internet, dan perjanjian
            untuk tidak bersaing. ATb yang termasuk pemasaran dan promosi produk
            sebagai berikut:



Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                   1
Page 69
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



            a. Trademarks, trade names, service marks, collective marks and
               certification marks
            b. Internet domain names - internet domain name yang dimiliki
            c. Trade dress
            d. Newspaper mastheads
            e. Non-competitive agreement

       2) Customer - Related Intangible Assets

            ATb yang terkait dengan pelanggan atau pemasok muncul dari hubungan
            ataupun pengetahuan tentang pelanggan ataupun pemasok. Ontohnya
            meliputi perjanjian jasa atau pemasok, perjanjian lisensi atau royalti, daftar
            pesanan, perjanjian tenaga kerja dan hubungan pelanggan. ATb yang
            termasuk hubungan pelanggan sebagai berikut:

            a. Customer list
            b. Customer contracts and the related customer relationships (kontrak
               dan hubungan dengan pelanggan
            c. Order or production backlog
            d. Non-contractual customer relationships
            e. Workforce

       3) Artistic - Related Intangible Assets

            ATb yang terkait dengan seni muncul dari hak untuk mendapatkan
            keuntungan seperti royalti dari oekerjaan seni seperti drama, buku, film, dan
            musik, serta muncul juga dari perlindungan hak cipta yang tidak bersifat
            kontraktual. ATb yang termasuk seni sebagai berikut:

            a. Compositions advertising jingles
            b. Pictures, photographs
            c. Video and audivisual material

       4) Contract - Based Intangible Assets

            a. Licensing, royalty, standstill agreements
            b. Lease agreements
            c. Construction permits
            d. Franchise agreements
            e. Operating and broad casting rights
            f. Employment contracts

       5) Technology - Based Intangible Assets

            ATb yang terkait dengan teknologi muncul dari hak kontraktual ataupun hak
            non-kontraktual untuk menggunakan teknologi yang dipatenkan, teknologi
            yang belum dipatenkan, database, formula, desain, software, proses atau
            resep. ATb yang termasuk teknologi sebagai berikut:



Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                         2
Page 70
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



            a. Patented technology
            b. Computer software
            c. Trade secrets
            d. Registration

       Berdasarkan hasil identifikasi dari kategori ATb diatas dapat disimpulkan
       bahwa ATb yang dimiliki oleh EKI adalah lisensi (certification mark) dan trade
       mark. Berdasarkan informasi dari wawancara dengan Manajemen EKI selaku
       pemilik ATb bahwa Merek tersebut yang akan dialihkan.


4.2    Pendekatan Penilaian Aset Takberwujud
       Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang
       berlaku umum dalam penilaian ATb sesuai dengan Kode Etik Penilaian
       Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI SPI) yang ditetapkan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam Standar Penilaian
       Indonesia tahun (SPI) Edisi VII tahun 2018.

       Gambar 5.1 Pendekatan dan Metode Penilaian ATb




       Source : Purchase price allocation in international accounting“, The KPMG Corporate hFinance Division © 2007
       KPMG Holding Ltd




Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                                                  3
Page 71
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Ada tiga pendekatan dalam penilaian usaha yang lazim digunakan selama ini,
       yaitu :

       a. Pendekatan Pasar (Market Approach) – SPI 320 5.10.a

            Dengan Pendekatan Pasar, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu
            kepada aktivitas pasar, misalnya transaksi penawaran yang melibatkan
            aset yang identik atau sejenis.
            Sifat heterogen dari ATb menunjukkan bahwa sulit untuk menemukan data
            pasar dari transaksi yang melibatkan aset-aset yang identik. Jika ada, hal
            ini biasanya berkaitan dengan aset yang serupa, tetapi tidak identik.
            Sebagai sebuah alternatif, atau sebagai tambahan, perbandingan harga
            dalam transaksi-transaksi yang relevan yang melibatkan aset yang identik
            atau serupa melalui analisis transaksi penjualan mungkin dapat
            menyediakan data pembanding dalam penilaian, misalnya dimungkinkan
            untuk menentukan rasio harga terhadap laba atau tingkat balikan untuk
            kelompok ATb yang sejenis.

            Hal-hal yang dapat menyebabkan diperlukannya penyesuaian kualitatif
            termasuk contoh berikut ini:

            1) Merek yang dinilai dapat dianggap memiliki posisi yang lebih dominan
               di pasar dibandingkan dengan Merek yang merupakan data transaksi
               pembanding.
            2) Sebuah paten obat yang dinilai mungkin memiliki khasiat yang lebih
               besar dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan data
               transaksi pembanding.

       b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) – SPI 320 5.10.c

           Pendekatan Pendapatan digunakan untuk menentukan nilai ATb dengan
           cara mendiskonto dan/atau mengkapitalisasikan pendapatan, arus kas
           atau penghematan biaya baik secara actual atau hipotesis yang akan
           dihasilkan oleh ATb yang menjadi objek penilaian dengan menggunakan
           tingkat diskonto dan atau kapitalisasi tertentu.

           Metode yang dapat digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah
           sebagai berikut:

           1) Metode Penghematan Royalti (Relief-From-Royalty Method/Royalty
              Savings Method);
              Metode Penghematan Royalti digunakan untuk menghasilkan nilai ATb
              dengan mengkapitalisasi penghematan nilai yang diperoleh dari
              pembayaran royalti hipotesis dengan cara memiliki atau menyewa.
           2) Metode Laba Premi (Premium Profits Method/Incremental Income
              Method);
              Metode Laba Premi digunakan untuk menghasilkan nilai ATb dengan
              mengkapitalisasi aliran pendapatan atau arus kas inkremental yang


Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                     4
Page 72
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



              dihasilkan dari perbandingan usaha yang menggunakan ATb dengan
              usaha yang tidak menggunakan ATb.
           3) Metode Pendapatan Berlebih (Excess Earnings Method)
              Metode Pendapatan Berlebih digunakan untuk mengestimasikan nilai
              ATb dengan menentukan nilai kini dari arus kas yang akan diterima di
              masa yang akan datang yang terkait dengan ATb dengan
              menggunakan tingkat diskonto atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko
              ATb.

       c. Pendekatan Biaya (Cost Approach) – SPI 320 5.10.d

           Penilaian ATb yang mungkin menggunakan Pendekatan Biaya termasuk
           hal berikut:

              Perangkat lunak yang dikembangkan sendiri dimana harga dari
               perangkat lunak dengan kapasitas layanan yang sama atau serupa
               kadangkala dapat diperoleh di pasar.
              Halaman web dimungkinkan untuk memperkirakan biaya pembangunan
               situs web.
              Tenaga kerja terlatih melalui penentuan biaya untuk pengembangan
               (perekrutan dan pelatihan) dari tenaga kerja.

          Metode yang dapat digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah
          sebagai berikut:

           1) Biaya Reproduksi Baru (Reproduction Cost New)
              Biaya Pengganti Baru (New Replacement Cost) adalah estimasi biaya
              untuk membuat suatu ATb, yang setara dengan ATb yang membuat
              objek penilaian berdasarkan harga pasaran setempat pada Tanggal
              Penilaian.
           2) Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New).
              Biaya Reproduksi Baru (New Reproduction Cost) adalah estimasi biaya
              untuk mereproduksi suatu ATb yang sama atau identik dengan ATb
              yang menjadi objek penilaian, berdasarkan harga pasaran setempat
              pada Tanggal Penilaian.


4.3    Metodologi Penilaian Aset Takberwujud
       Pemilihan terhadap dan keyakinan pada pendekatan, metode, dan prosedur
       yang sesuai adalah tergantung pada pertimbangan Penilai yang harus
       diungkapkan dalam laporan (SPI 320 5.11.b.1).

       Dalam melakukan Penilaian ATb berupa Merek Kians milik EKI, untuk
       memperoleh hasil penilaian yang akurat dan obyektif, maka pendekatan yang
       dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai Pasar ATB tersebut adalah
       dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan metode Relief



Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                 5
Page 73
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       From Royalty. Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi
       ATb dan kondisi makro, seperti:

           ATb yang dinilai berupa Merek yang memiliki pendapatan secara historis
            dan diidentifikasi secara langsung menghasilkan arus kas dimasa yang
            akan datang.
           Data pasar pembanding ATb yang layak dan sebanding tidak tersedia.
           Transaksi terakhir untuk ATb yang setara dan sejenis tidak cukup
            memadai untuk mendukung Pendekatan Pasar.

       Metode yang digunakan dalam penilaian ATb berupa Merek yaitu metode
       penghematan royalti (relief from royalty) yang menghasilkan nilai ATb dengan
       mengkapitalisasi penghematan nilai yang diperoleh dari pembayaran royalti
       hipotesis dengan cara memiliki atau menyewa.

       Dengan metode ini, nilai dari ATb ditentukan dengan mengacu pada nilai
       pembayaran royalti secara hipotesis yang dapat dihemat melalui kepemilikan
       ATb kepada pihak ketiga. Pembayaran royalti secara hipotesis selama umur
       ATb disesuaikan untuk pajak dan didiskontokan menjadi nilai kini per tanggal
       penilaian. Dalam beberapa kasus, pembayaran royalti dapat meliputi
       pembayaran awal selain berdasarkan persentase dari pendapatan atau dari
       beberapa parameter keuangan lainnya.

       Terdapat dua Teknik yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat royalti
       secara hipotesis yaitu sebagai berikut:

       1) Rate royalty didasarkan pada tingkat royalti pasar untuk transaksi
          sebanding atau sejenis. Sebuah prasyarat untuk Teknik ini adalah
          keberadaan dari ATb yang sebanding yang dilisensikan dengan kondisi
          arm’s length dan secara regular.
       2) Rate royalty didasarkan pada pembagian keuntungan yang secara
          hipotesis dibayarkan dalam suatu transaksi arm’s length oleh pemegang
          lisensi kepada pemilik lisensi untuk sebuah hak untuk menggunakan ATb
          dimana transaksi dilakukan oleh para pihak yang berminat dan bersifat
          suka rela.

       Beberapa atau seluruh sumber data penilaian                 dibawah   ini   perlu
       dipertimbangkan dalam metode penghematan royalti

           Proyeksi untuk parameter keuangan, misalnya pendapatan dimana tingkat
            royalti akan diaplikasikan sampai akhir sisa manfaat dari ATb termasuk
            estimasi masa manfaat ATb.
           Tingkat pajak atas penghematan pembayaran royalti secara hipotesis.
           Biaya pemasaran dan biaya lainnya yang akan ditanggung oleh pemegang
            lisensi dalam pemanfaatan aset
           Suatu tingkat diskonto yang tepat atau tingkat kapitalisasi untuk mengubah
            pembayaran royalti aset secara hipotesis menjadi nilai kini. Dimana



Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                       6
Page 74
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



            dimungkinkan untuk menggunakan kedua metode tersebut, sebagai suatu
            cross check satu sama lainnya.
           Tingkat royalti dapat sangat beragam di pasar untuk aset yang serupa.
            Oleh karena itu lebih baik jika tolak ukur data royalti diasumsikan mengacu
            pada marjin operasional yang disyaratkan oleh operator tertentu dari
            penjualan yang dihasilkan dari penggunaan suatu aset.

       Kami hanya menggunakan 1 (satu) pendekatan dengan pertimbangan bahwa
       data pasar dan/atau data pembanding yang typical dengan objek penilaian
       yang ditransaksikan tidak tersedia dan pendekatan biaya tidak dapat
       diaplikasikan berdasarkan karakteristik dari ATb yang dinilai.




Bab IV - Identifikasi Aset Takberwujud Dan Metodologi Penilaian                      7
Page 75
           BAB V
PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD
Page 76
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                    BAB V
                         PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD

5.1    Proses Penilaian Aset Takberwujud
       Penilaian ATb berupa Merek menggunakan pendekatan pendapatan dengan
       metode Relief From Royalty. Nilai diturunkan dari manfaat ekonomi di masa
       yang akan datang, dikuantifikasikan dalam bentuk arus kas yang diharapkan
       untuk diperoleh di masa depan. Pendekatan pendapatan dihitung dengan
       menggunakan langkah sebagai berikut:
       •    Proyeksikan estimasi arus kas yang dapat diperoleh dari ATb di masa
            depan sesuai dengan sisa masa manfaat ekonomisnya.
       •    Mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan tersebut menjadi nilai
            kini.

       Adapun formulasi perhitungan penilaian ATb berupa Merek Kians adalah
       sebagai berikut:

       Revenue From Intagible Asset
       x Royalty rate

       Pre Tax Royalty Saving
       - Tax

       After Tax Royalty Saving
       x Discount Factor

       Sum Present of Value Royalty Saving After Tax
       + Tax amortization benefit factor

       = Market Value of Intagible Asset (ATb)



5.2    Aset Takberwujud Merek Kians
       Proses perhitungan nilai ATb berupa Merek Kians dengan metode Relief
       From Royalty dengan asumsi perhitungan sebagai berikut:




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                           1
Page 77
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



5.2.1 Umur Aset Takberwujud

       ATb mempunyai usia yang terbatas kecuali Merek. Namun tidak semua
       merek memiliki umur yang “tidak terbatas atau tidak dapat ditentukan”. Mc
       Donald dan KFC keberadaanya sejak dulu sampai saat ini masih eksis,
       sehingga tidak dapat menentukan umurnya (unidentified). Sehingga
       diasumsikan merek tersebut akan terus ada.

       Berdasarkan informasi legalitas Merek Kians yang diperoleh dari website
       PDKI Kementerian Hukum dan HAM bahwa Merek Kians telah terdaftar
       dengan sisa masa perlindungan sampai dengan 22 Desember 2031.
       Setelah masa manfaat berakhir maka diasumsikan merek tersebut belum
       dapat dipastikan untuk dapat diperpanjang secara terus menerus sehingga
       dalam kondisi terbatas atau definite life, hal ini juga sesuai dengan informasi
       yang kami dapatkan dari manajemen bahwa belum ada kepastian Merek
       tersebut dapat diperpanjang.




5.2.2 Proyeksi Pendapatan Penjualan

       Untuk penilaian ATb berupa Merek Kians dengan menggunakan metode
       Relief From Royalty, proyeksi pendapatan Merek (intangible revenue)
       merupakan estimasi dana atau penghasilan yang masuk atau akan diterima
       oleh perusahaan sebagai hasil penjualan (sales) produk atas pemakaian
       Merek sesuai dengan skenario yang direncanakan. Pada penilaian ini,
       proyeksi pendapatan ATb berupa Merek Kians dengan sisa manfaat sampai
       dengan tahun 2031 menggunakan data yang diberikan oleh pemberi tugas
       dan telah dilakukan normalisasi ataupun penyesuaian. Proyeksi pendapatan
       dari ATb tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                2
Page 78
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Tabel 5.1   Proyeksi Pendapatan Penjualan Merek Kians                              (Dalam Ribuan Rupiah)
                                          2023              2024                 2025        2026         2027
             Keterangan
                                    Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi
       Penjualan                   5.094.745            4.876.236         5.608.000       6.562.000    7.875.000
       Growth                           63,10%            -4,29%            15,01%          17,01%       20,01%

                                                 2028                    2029                2030          2031
             Keterangan
                                           Proyeksi                  Proyeksi            Proyeksi      Proyeksi
       Penjualan                          9.844.000                 12.798.000          15.358.000     18.799.266
       Growth                               25,00%                     30,01%              20,00%         22,41%
       Sumber: Pemberi Tugas (diolah)



5.2.3 Tingkat Royalti

       Tingkat royalti (royalty rate) diperoleh dari data pasar. Berdasarkan data
       Intelectual Property (IP) licensor and licenses royalty rate yang dirilis oleh
       Robin LLP besaran royalty rate untuk Equipment/Tools diperoleh sebesar
       6%.




5.2.4 Pendapatan Royalti Sebelum Pajak

       Modal penghematan royalti atau pendapatan royalti sebelum pajak adalah
       pendapatan royalti atas pemakaian Merek yang diperoleh dari
       pendapatan/revenue dari ATb dikalikan dengan royalty rate industri
       equipment/tools. Nilai sebenarnya dari aset yang memberikan konstribusi
       pada kemampuan bisnis untuk menghasilkan pendapatan.

                               Royalty Saving = Revenue x Royalty Rate




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                                          3
Page 79
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Tabel 5.2    Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                                        2023          2024           2025       2026         2027
             Keterangan
                                     Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi   Proyeksi      Proyeksi
       Penjualan                    5.094.745     4.876.236     5.608.000    6.562.000    7.875.000
       Tingkat Royalti                    6%            6%            6%           6%           6%
       Pendapatan Royalti
                                      305.685      292.574        336.480     393.720       472.500
       Sebelum Pajak

                                                    2028           2029          2030        2031
                   Keterangan
                                                Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi
       Penjualan                                9.844.000     12.798.000    15.358.000   18.799.266
       Tingkat Royalti                                6%             6%            6%           6%
       Pendapatan Royalti Sebelum
                                                 590.640        767.880       921.480     1.127.956
       Pajak



5.2.5 Pajak (Tax)

       Pada penilaian ini diberlakukan Pajak Penghasilan (PPh) Badan atas
       pendapatan royalti dari merek yang dinilai. Berdasarkan Peraturan Menteri
       Keuangan (PMK) No. 123 Tahun 2020 bahwa besaran tarif pajak yang
       diberlakukan untuk perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar 22%.
       Sedangkan pada tahun 2022 sampai batas yang belum ditentukan
       diterapkan besaran pajak sebesar 22%.

                                    Tax = Royalty Saving x Tax Rate (n)


5.2.6 Pendapatan Royalti Setelah Pajak

       Pendapatan royalti setelah pajak adalah pendapatan royalti atas pemakaian
       Merek yang diperoleh dari pendapatan/revenue dari ATb dikalikan dengan
       royalty rate industri equipment/tools dikurangi pajak.

                            After Tax Royalty Saving = Royalty Saving – Tax

       Tabel 5.3    Proyeksi Pendapatan Royalti Merek Kians Setelah Pajak    (Dalam Ribuan Rupiah)
                                        2023          2024           2025       2026         2027
             Keterangan
                                     Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi   Proyeksi      Proyeksi
       Pendapatan Royalti
                                      305.685      292.574        336.480     393.720       472.500
       Sebelum Pajak
       Beban Pajak                     67.251       64.366         74.026      86.618       103.950
       Pendapatan Royalti
                                      160.045      228.208        262.454     307.102       368.550
       Setelah Pajak




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                             4
Page 80
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                                              2028          2029      2030       2031
                  Keterangan
                                           Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
       Pendapatan Royalti Sebelum
                                            590.640      767.880    921.480   1.127.956
       Pajak
       Beban Pajak                          129.941      168.934    202.726     248.150
       Pendapatan Royalti Setelah Pajak     460.699      598.946    718.754     858.112



5.2.7 Penentuan Biaya Modal

       Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
       digunakan adalah biaya modal ekuitas (Cost of Equity) yang ditentukan
       dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan menggunakan
       persamaan sebagai berikut :
                              Ke = Rf + (β x Rpm) - RbDS
       Dimana :
       Ke     = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya
                modal ekuitas/ saham biasa.
       Rf     = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                (risk free rate)
       β      = Beta levered perusahaan
       Rpm    = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                premium)
       RbDS = Rating-based default spread

       Penjelasan

       Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen
       yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,
       instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
       Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang
       digunakan pada tanggal 30 April 2023, maka instrumen bebas risiko yang
       dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah
       dengan tenor 10 tahun yaitu sebesar 6,613%. Risk free diperoleh dari
       www.PHEI.co.id dan World Government Bond, dan angka tersebut akan
       digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

       Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi
       bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan.
       Penentuan Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko
       spesifik negara (Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga
       saham untuk menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan
       mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
       mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di
       sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami
       menggunakan tingkat premi risiko sebesar 9,23% yang diolah dari hasil riset
       Aswath Damodaran sampai dengan bulan Januari 2023.


 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                 5
Page 81
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
       akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
       premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan
       beta perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang industrial
       goods yang diperoleh dari hasil riset Pefindo dan Bloomberg.

       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
       sebagai beta untuk menghitung cost of equity Objek Penilaian. Dimana beta
       tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
       menetralisir pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan
       terhadap beta Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan
       memiliki cost of equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered
       yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung
       unlevered beta.

       Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

                                                     βL
                                      βu =
                                             1 + (1 -T) x DER

       dimana:
       T     = Tingkat pajak
       DER = Debt to Equity Ratio
       βL   = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
               diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
               terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
               dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
       βu    = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham
               yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian
               perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
               apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh
               hutang.

       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
       perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku
       pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Merek
       Kians tersebut dengan formula sebagai berikut :

                                  βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)

       Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
       perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                6
Page 82
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



       Tabel 5.4     Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
                                                    Total                                Adj.                 Beta
        No.             Nama Emiten                           Total Debt     Equity                 DER
                                                     Aset                                Beta                Unlev.
        1     PT Arwana Citramulia Tbk            2.350.019      770.473    1.579.546     0,79      48,78%     0,57
        2     PT Mulia Industrindo Tbk            6.830.453    2.208.301    4.622.152     0,90      47,78%     0,66
        3     PT Surya Toto Indonesia Tbk         3.445.698    1.067.332    2.378.366     0,66      44,88%     0,49
        4     PT Asahimas Flat Glass Tbk          7.304.539    3.373.851    3.930.688     0,67      85,83%     0,40
        5     PT Mark Dynamics Indonesia Tbk        998.361      125.457      872.904     1,41      14,37%     1,27
              PT Inti Keramik Alamasri Industri
        6                                         1.221.910     483.476       738.434      0,36     65,47%     0,24
              Tbk
              PT Keramika Indonesia Assosiasi
        7                                         1.038.863     193.456       845.407      0,38     22,88%     0,32
              Tbk
        8     PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk        471.976      218.829      253.147      0,34     86,44%     0,20
              Rata-rata                           2.957.727    1.055.147    1.902.581     0,689     55,46%     0,52
       Sumber : Reuters 30 April 2023 (Total aset, liabilitas dan ekuitas dinayatakan dalam jutaan Rupiah)

       Dari tabel di atas, tampak bahwa beta unlevered dari perusahaan-
       perusahaan yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,52.

       Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
       komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding
       pertanggal penilaian karena dasar nilai yang digunakan adalah nilai pasar.
       Dimana struktur hutang sebesar 35,67%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
       64,33% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan digunakan sebagai
       DER yang mewakili objek penilaian. Dengan demikian, beta unlevered
       perusahaan pembanding harus di unlevered dengan DER tersebut,
       kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang
       berlaku di Indonesia. Sehingga diperoleh beta sebesar 1,10 (dengan tarif
       pajak 22%).

                βL       = βu x (1 + (1-T) x DER)
                βL     = 0,52 x (1 + (1-22%) x (35,67%/55,46%))
                        = 1,10

       Rbds (Rating-based Default Spread), digunakan untuk melakukan
       penyesuaian terhadap biaya modal ekuitas mengingat dalam perhitungan
       biaya modal ekuitas ini digunakan Rpm yang diperoleh dari hasil riset Aswath
       Damodaran, dimana RbDS sebesar 2,33% digunakan untuk mengurangi
       besaran biaya modal ekuitas.

       Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dengan menggunakan
       persamaan CAPM dan memperhitungkan RbDS diperolah biaya modal
       ekuitas Merek tersebut adalah sebesar 14,46% yang digunakan sebagai
       tingkat diskonto dengan rincian sebagai berikut:




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                                             7
Page 83
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                        Deskripsi                                                                  Keterangan


          Risk free-rate                   (Rf)                 6,61%   Yield SUN 10 Tahun, (Sumber : WGB, 30 April 2023)
          Equity Beta (Proxy)              (β)                   1,10   Beta Industry data Pembanding (Pefindo, 20 April 2023)
          Mature Equity Market                                  5,94%   Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
          Multiplier                       (MP)                  1,41   Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
          Rating-based default spread      (RBDS)               2,33%   Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023


          Biaya Ekuitas (Cost of Equity)   (Ke)             14,46%      Rf+β (mature equity market + (CDS x MP)-CDS)




5.2.8 Present Value Before Tax Amortization Benefit

       Pendapatan royalti setelah pajak sebagai arus kas di masa mendatang
       kemudian didiskontokan dengan tingkat diskonto sebesar 14,46% sehingga
       diperoleh nilai kini dari arus kas tersebut.

       Tabel 5.5     Present Value Royalty Saving Merek Kians                                             (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                  2023              2024                   2025               2026                  2027
             Keterangan
                                           Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi           Proyeksi                Proyeksi
       Pendapatan Royalti
                                            305.685              292.574               336.480              393.720                472.500
       Sebelum Pajak
       Beban Pajak                           67.251                64.366                74.026               86.618               103.950
       Pendapatan Royalti
                                            160.045              228.208               262.454              307.102                368.550
       Setelah Pajak
       Discount Rate                        14,46%                14,46%                 14,46%              14,46%                14,46%
       Tingkat Diskonto                       0,913                 0,798                  0,697               0,609                 0,532
       Present Value Royalty
                                            146.174              182.097               182.965              187.043                196.109
       Saving

                                                         2028                    2029                       2030                    2031
             Keterangan
                                                   Proyeksi                 Proyeksi                  Proyeksi                   Proyeksi
       Pendapatan Royalti
                                                    590.640                  767.880                    921.480                  1.127.956
       Sebelum Pajak
       Beban Pajak                                  129.941                  168.934                    202.726                    248.150
       Pendapatan Royalti
                                                    460.699                  598.946                    718.754                    858.112
       Setelah Pajak
       Discount Rate                                14,46%                    14,46%                    14,46%                     14,46%
       Tingkat Diskonto                               0,465                      0,406                     0,355                     0,310
       Present Value Royalty
                                                    214.172                  243.264                    255.043                    266.024
       Saving
              Sum of NPV                                                       1.872.889.746



5.2.9 Tax Amortization Benefit Factor

       Bila sebuah ATb mempunyai usia penggunaan (useful life) yang terbatas
       maka perlu dilakukan amortisasi selama usia hidupnya. Untuk menghitung
       manfaat amortisasi pajak dapat menggunakan formula sebagai berikut:



 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                                                                    8
Page 84
Penilaian Aktiva Takberwujud Merek Kians – PT Ergas Kians Ikonig



                      AB = NPV x (n/ (n-((PV (r,n-1) x (1+r) ^ 0,5 x T)) - 1)
       Dimana:
       AB                            : Amortization Benefit
       NPV                           : Sum of Net Present Value
       n                             : Tahun periode amortisasi
       r                             : Tingkat diskonto
       T                             : Tax rate

       Tabel 5.6   Tax Amortization Benefit Merek Kians            (Dalam Ribuan Rupiah)
                                         2023               2024               2025        2026            2027
             Keterangan
                                      Proyeksi        Proyeksi           Proyeksi     Proyeksi         Proyeksi
       Discount Rate                   14,46%          14,46%             14,46%           14,46%         14,46%
       Year Date Factor                  0,913           0,798              0,697           0,609          0,532
       Amortization                     47.518          47.518             47.518          47.518         47.518
       Present Value of Amount          43.399          37.916             33.126          28.941         25.285

                                                    2028               2029                2030            2031
             Keterangan
                                                 Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi
       Discount Rate                              14,46%             14,46%            14,46%             14,46%
       Year Date Factor                             0,465              0,406             0,355              0,310
       Amortization                                47.517             47.517            47.517             47.517
       Present Value of Amount                     22.090             19.299            16.861            14.731
             TAB                                                     241.648.621



5.3    Nilai Pasar Merek Kians
       Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap
       pendekatan pendapatan, maka kami berpendapat bahwa nilai pasar ATb
       berupa Merek Kians milik EKI per tanggal 30 April 2023 adalah sebesar
       Rp2.114.538.621,00 (dua miliar seratus empat belas juta lima ratus tiga
       puluh delapan ribu enam ratus dua puluh satu rupiah)

            Market Value Before Tax Amortization Benefit                                            1.872.890.000
          Tax Rate (t)                                                                                      22%
          Legal tax life time (n)                                                                                9
          Assumption definite life

          Discount Factor                                                                                14,46%
          Tax Amortization Benefit Factor                                                           241.648.621
            Market Value of Trade Mark KIANS                                                      2.114.538.621




 Bab V - Penilaian Aset Takberwujud                                                                          9
Page 85
LAMPIRAN
Page 86
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
LEGALITAS MEREK
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023

Lampiran - 01




https://pdki-indonesia.dgip.go.id/detail/IPT2021187491?type=trademark&keyword=kians
Page 87
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
HISTORIS PENJUALAN 2021-2022
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023

Lampiran - 02
                                                                                Dinyatakan dalam Rupiah
                                                        HISTORICAL
                  URAIAN
                                    2019            2020             2021                 2022


PT KIAN SANTANG
  Unit Terjual                            28.000          35.608           33.864               27.158
  Pendapatan Penjualan             3.220.000.000   4.196.604.500    3.726.140.000        3.123.770.000
  COGS                             2.744.022.798   2.887.205.185    3.068.694.339                    -
  Laba Kotor                        475.977.202    1.309.399.316     657.445.661                     -
  Pendapatan Royalty                237.988.601     654.699.658      328.722.831                     -
  Royalty Rate                             7,39%          15,60%            8,82%                0,00%


PT DLAPAN SEMBILANG GEMILANG
  Unit Terjual                                                               258
  Pendapatan Penjualan                                                34.830.000
  COGS                                                                20.513.150
  Laba Kotor                                                          14.316.850
  Pendapatan Royalty                                                   7.158.425
  Royalty Rate                                                               50%


PT KIAN SANTANG MULIATAMA
  Unit Terjual                                                             20.625
  Pendapatan Penjualan                                              2.779.175.000
  COGS                                                              2.123.100.511
  Laba Kotor                                                         656.074.489
  Pendapatan Royalty                                                 328.037.245
  Royalty Rate                                                               50%


TOTAL PENDAPATAN                    3.220.000.000   4.196.604.500    6.540.145.000        3.123.770.000
Page 88
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
PROYEKSI INCOME STATETMENT 2023-2031
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023                                                1000

Lampiran - 03
                                                                                                                                                                     Dinyatakan dalam Rupiah
                                                                                                        PROJECTION
                     URAIAN
                                         2023            2024             2025            2026              2027            2028             2029             2030               2031


Pendapatan Penjualan                   5.094.745.000   4.876.236.081    5.608.000.000   6.562.000.000     7.875.000.000   9.844.000.000   12.798.000.000   15.358.000.000     19.198.000.000

COGS                                   4.075.796.000   3.998.513.586    4.486.400.000   5.249.600.000     6.300.000.000   7.875.200.000   10.238.400.000   12.286.400.000    15.358.400.000

Laba Kotor                             1.018.949.000    877.722.495     1.121.600.000   1.312.400.000     1.575.000.000   1.968.800.000    2.559.600.000    3.071.600.000     3.839.600.000

Pendapatan Royalty                      509.474.500     438.861.247      560.800.000     656.200.000       787.500.000     984.400.000     1.279.800.000    1.535.800.000     1.919.800.000

Rate Royalty                                 10,00%             9,00%         10,00%          10,00%            10,00%          10,00%           10,00%           10,00%             10,00%
Page 89
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
PENDEKATAN PENDAPATAN, METODE RELIEF FROM ROYALTY (Assumption Definite Life)
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023
Lampiran - 04



                      U R AIAN                              Jumlah (Rp)       2023 F            2024 F            2025 F            2026 F            2027 F            2028 F            2029 F            2030 F            2031 F



 ASUMSI - ASUMSI
  Jumlah Hari Dalam Setahun                                                   245                365              365               365               365               365               365               365               356
  Jumlah Bulan Dalam Setahun                                                   8                 12               12                 12                12                12                12                12                12

  Revenue                                                                    5.094.745.000     4.876.236.081     5.608.000.000      6.562.000.000     7.875.000.000     9.844.000.000    12.798.000.000    15.358.000.000    18.799.266.528
    Growth                                                                             63,10%            -4,29%            15,01%            17,01%            20,01%            25,00%            30,01%            20,00%            22,41%
  Royalty Rate                                     6,0%                                  6%                6%                6%                6%                6%                6%                6%                6%                6%
  Pre - Tax Royalty Savings                                                   305.684.700       292.574.165       336.480.000        393.720.000       472.500.000       590.640.000       767.880.000       921.480.000      1.127.955.992
    - Less Taxes                                     22%                        67.250.634        64.366.316        74.025.600         86.618.400       103.950.000       129.940.800       168.933.600       202.725.600       248.150.318
  After - Tax Royalty Savings                                                 160.044.784       228.207.849       262.454.400        307.101.600       368.550.000       460.699.200       598.946.400       718.754.400       858.111.835
    Partial Period                                                                      0,67                 2                 3                 4                 5                 6                 7                 8                 9
    Period                                                                               0,5               1,5               2,5               3,5               4,5               5,5               6,5               7,5               8,5
    Long Term Growth                               3,18%
    Cost of Equity                                 14,46%                              14,46%           14,46%             14,46%            14,46%            14,46%            14,46%            14,46%            14,46%            14,46%
    Discount Factor                                                                    0,913             0,798             0,697             0,609             0,532             0,465             0,406             0,355             0,310
  Present Value After Tax Royalty Savings                                     146.173.746       182.096.653       182.965.320        187.042.603       196.109.399       214.172.145       243.263.540       255.042.827       266.023.513
  Sum of Present Value Royalty Saving                        1.872.889.746



Tax Amortization Benefit
  Base Value                                                 1.872.889.746
  Amortization Year                                                      9
  Amortization /Year                                          215.988.865
  Tax Rate                                                            22%

  ž Year                                                                                   1                 2                 3                 4                 5                 6                 7                 8                 9
  ž Cost of Equity                                                                     14,46%           14,46%             14,46%            14,46%            14,46%            14,46%            14,46%            14,46%            14,46%
  ž Year Date Factor                                                                   0,913             0,798             0,697             0,609             0,532             0,465             0,406             0,355             0,310
  ž Amortization                                                                47.517.550        47.517.550        47.517.550         47.517.550        47.517.550        47.517.550        47.517.550        47.517.550        47.517.550
  ž Present Value of Amount                                                     43.399.217        37.916.255        33.125.998         28.940.931        25.284.597        22.090.196        19.299.369        16.861.129        14.730.930
  Tax Amortization Benefit Factor                             241.648.621

    Market Value Before Tax Amortization Benefit              1.872.890.000
  Tax Rate (t)                                                         22%
  Legal tax life time (n)                                                9
  Assumption definite life
  Discount Factor                                                  14,46%
  Tax Amortization Benefit Factor                             241.648.621
    Market Value of Trade Mark KIANS                        2.114.538.621
Page 90
PENILAIAN ATB MEREK KIANS
DISCOUNT RATE (COST OF EQUITY)
TANGGAL PENILAIAN : 30 APRIL 2023

Lampiran - 05


                    Deskripsi                                                               Keterangan

    Risk free-rate                  (Rf)             6,61%    Yield SUN 10 Tahun, (Sumber : WGB, 30 April 2023)
    Equity Beta (Proxy)             (β)               1,10    Beta Industry data Pembanding (Pefindo, 20 April 2023)
    Mature Equity Market                             5,94%    Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
    Multiplier                      (MP)              1,41    Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023
    Rating-based default spread     (RBDS)           2,33%    Sumber : Damodaran, 1 Januari 2023

    Biaya Ekuitas                   (Ke)             14,46%   Rf+β (mature equity market + (CDS x MP)-CDS)



    Bunga pinjaman                  (Kd)             9,20%    Bunga KI Bank Persero, (Sumber : Bank Indonesia, Maret 2023)
    Pembebanan Pajak                (t)                22%    Corporate Marginal Tax Rates 2023

    Biaya Utang                     (Kd) x (1-t)     7,18%    Kd x (1-t)



    Porsi Ekuitas                   e%               64,3%    e/(e+d) Sumber : Bloomberg
    Porsi Utang                     d%               35,7%    d/(e+d) Sumber : Bloomberg

    Weighted Average Cost of Capital ( WACC )        11,86%   (Ke x e%) + (Kd x d%)



Unleverage Beta ( βu )
                                              0,77


Leverage Beta Perusahaan Dinilai ( βL )       1,10

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.92 MB
Published28 Dec 2023
Pages90
Characters188,287
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result