Back to announcement
20260406_RATU_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32067857_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review RATUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 106
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Property, Business Valuation & Advisory E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
Licence No. 2.22.0176 Website: www.fdipartners.co.id
KMK 460/KM.1/2022 Phone (62 21) 27875911
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
Jakarta, 30 Maret 2026
Kepada Yth.:
PT Raharja Energi Cepu Tbk
Office Park Thamrin Residences A01-05
Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati,
Tanah Abang Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. Laporan : 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT RAHARJA ENERGI CEPU TBK
Berdasarkan surat perjanjian kerja 019/FDI/SPK/REC/III/2026 tanggal 26 Maret 2026, Kami KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan
dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau “Perseroan”) untuk memberikan opini
kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa Transaksi Akuisisi 100%
Ekuitas SMS Development Limited oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui Entitas Anak PT Raharja
Energi Madura, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material berupa (1) Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan
Penyertaan 20% Ekuitas milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT
Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura. (2) Rencana Transaksi Novasi Pinjaman
Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja
Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura. (3) Rencana Transaksi Pemberian Jaminan
Perusahaan (Corporate Guarantee) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi
Madura dalam rangka Akuisisi sebagaimana diatur dalam Perjanjian. (4) Rencana Transaksi Pemberian
Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) dan Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) oleh PT
Raharja Energi Cepu Tbk atas upaya perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi
sebagaimana diatur dalam perjanjian. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan dan Nomor.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, rencana transaksi akusisi, rencana transaksi novasi, rencana transaksi
pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) terkait akuisisi, dan rencana transaksi pemberian
jaminan perusahaan (corporate guarantee) serta jaminan defisit kas (cash deficit guarantee) terkait upaya
perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi, merupakan transaksi material karena nilai
transaksi diatas 20% dari ekuitas Perseroan per 30 November 2025 hal tersebut tercermin dari nilai
materialitas transaksi sebesar 240.87%, kemudian transaksi tersebut tidak terdapat benturan
kepentingan sesuai dengan surat No.REC/DIR/27.063/III/2026 tanggal 27 Maret 2026, tentang
informasi tidak adanya benturan kepentingan atas rencana transaksi.
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Pendapat kewajaran atas transaksi dilakukan per tanggal 30 November 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 (POJK 42/2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: 1. Analisis rencana transaksi; 2. Analisis kualitatif dan kuantitatif terkait rencana transaksi; 3. Analisis atas kewajaran nilai rencana transaksi; 4. Analisis atas faktor lain yang relevan; 5. Kesimpulan analisis atas rencana transaksi. Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran Analisis Rencana Transaksi Rencana transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20% Ekuitas milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD62.510.594, Rencana transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD59.208.570, dengan total nilai keseluruhan sebesar USD121.719.164. Berdasarkan analisis, transaksi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan eksposur Perseroan terhadap aset minyak dan gas bumi yang telah berproduksi dan secara umum sejalan dengan arah pengembangan usaha Perseroan di sektor energi. Dari sisi hubungan para pihak, transaksi akuisisi dan novasi pinjaman tidak mengandung hubungan afiliasi, sedangkan pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) terkait akuisisi dan pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) dan jaminan defisit kas (cash deficit guarantee) atas upaya perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi dilakukan kepada pihak terafiliasi dalam satu grup usaha sehingga mengandung transaksi afiliasi. Pemberian jaminan terkait akuisisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepastian pembayaran kepada penjual serta memperkuat kredibilitas pihak pembeli, kemudian pemberian jaminan perusahaan dan jaminan defisit kas terkait perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi bertujuan sebagai pemenuhan pemberian penjaminan yang dapat dipersyaratkan untuk kepentingan kreditur berupa jaminan perusahaan dan atau jaminan defisit kas. Analisis Kualitatif Rencana Transaksi Berdasarkan analisis kualitatif atas rencana transaksi, pengambilalihan SMS Development Limited oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepemilikan efektif Perseroan atas aset minyak dan gas bumi yang telah berproduksi melalui kepemilikan tidak langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited. Rencana transaksi ini berpotensi memberikan manfaat berupa peningkatan eksposur terhadap aset migas yang produktif, tambahan kontribusi pendapatan dan arus kas, serta penguatan portofolio usaha Perseroan di sektor energi, khususnya pada segmen hulu migas. Di sisi lain, transaksi ini juga mengandung risiko yang perlu diperhatikan, antara lain potensi kewajiban dari pemberian jaminan kepada pihak pembeli, potensi kewajiban dari pemberian jaminan kepada Halaman 2 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 4
kreditur, peningkatan eksposur terhadap risiko operasional dan volatilitas harga komoditas energi, dan kemungkinan perbedaan antara proyeksi dan realisasi kinerja aset. Dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko tersebut, rencana transaksi ini pada dasarnya sejalan dengan strategi grup Perseroan untuk memperkuat investasi di sektor energi, khususnya pada aset migas yang telah berproduksi. Analisis Kuantitatif Rencana Transaksi Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi posisi keuangan dan kinerja laba rugi, rencana transaksi menunjukkan peningkatan skala usaha Perseroan sepanjang periode 2026–2030. Total aset meningkat terutama didorong oleh penambahan aset tidak lancar terkait pengakuan investasi dan atas rencana transaksi akuisisi serta novasi pinjaman, meskipun diikuti penurunan aset lancar akibat penggunaan dana untuk pelaksanaan transaksi. Dari sisi struktur permodalan, liabilitas meningkat seiring penggunaan fasilitas utang untuk pembiayaan akuisisi, sementara ekuitas tetap tumbuh secara bertahap yang didukung oleh akumulasi laba ditahan. Dari sisi kinerja keuangan, transaksi memberikan tambahan kontribusi laba melalui peningkatan laba entitas asosiasi, meskipun diiringi kenaikan beban keuangan sebagai konsekuensi dari perolehan fasilitas pendanaan. Secara keseluruhan, laba tahun berjalan setelah transaksi tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelum transaksi. Dengan demikian, rencana transaksi ini secara umum mencerminkan potensi peningkatan nilai tambah bagi Perseroan. Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi Berdasarkan perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian yang telah dilakukan, diketahui nilai rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMS Development Limited sebesar USD62.510.594 serta novasi shareholder loan sebesar USD59.208.570 menghasilkan total nilai transaksi sebesar USD121.719.164. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan total hasil penilaian sebesar USD125.630.143, sehingga terdapat selisih nilai transaksi lebih rendah sebesar 3,11%. Selisih tersebut masih berada dalam kisaran batas kewajaran sebagaimana mengacu pada ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2020 yang menetapkan batas toleransi sebesar ±7,5% dari hasil penilaian. Analisis atas Faktor lain yang Relevan Selain aspek strategis dan finansial, rencana transaksi juga mempertimbangkan kondisi industri minyak dan gas bumi, termasuk perkembangan harga komoditas dan tingkat permintaan energi yang dapat mempengaruhi potensi pendapatan. Secara umum, permintaan energi masih menunjukkan tren yang stabil sehingga sektor hulu migas dinilai masih memiliki prospek yang memadai dalam jangka menengah hingga panjang. Selain itu, prospek produksi lapangan yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited, termasuk tingkat produksi saat ini, potensi cadangan, dan estimasi umur produksi, menunjukkan bahwa aset yang menjadi objek transaksi masih memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi terhadap kinerja usaha grup di masa mendatang. Di sisi lain, faktor regulasi dan kebijakan pemerintah yang berlaku pada sektor hulu migas juga menjadi pertimbangan dalam analisis. Berdasarkan penelaahan, tidak terdapat perubahan regulasi yang secara material dapat mempengaruhi keberlangsungan operasi maupun nilai ekonomi aset yang terkait dengan transaksi. Dengan demikian, rencana transaksi ini dinilai memiliki dasar prospek usaha yang memadai serta tidak terdapat faktor eksternal yang secara material dapat mempengaruhi kewajaran transaksi. Halaman 3 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR .................................................................................................................. 1 DAFTAR ISI ............................................................................................................................... 5 DAFTAR TABEL .......................................................................................................................... 7 DAFTAR GRAFIK........................................................................................................................ 8 BAB I ................................................................................................................................. 9 PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 9 1.1 Uraian Mengenai Penugasan .................................................................................... .... ..9 1.2 Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................ ...... 9 1.3 Identitas Pengguna Laporan ..................................................................................... .... 10 1.4 Objek Pendapat Kewajaran ...................................................................................... .... 10 1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................ .... 10 1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran .................................................................. .... 10 1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran ........... .... 11 1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ......................................................................... .... 11 1.9 Sumber Data dan Informasi ...................................................................................... .... 12 1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi ....................................................................................... .... 15 1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus ....................................................................................... .... 15 1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ..................... .... 16 1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ................................................................... .... 16 1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................ .... 17 1.15 Pernyataan Independensi Penilai ............................................................................... .... 17 1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) .................. .... 17 BAB II ............................................................................................................................... 18 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ....................................................................................... 18 2.1. Analisis Objek Transaksi ........................................................................................... .... 18 2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ............................................................. .... 18 2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi ............................................................... .... 18 2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi ........................................... .... 21 2.2. Analisis Rencana Transaksi ....................................................................................... .... 22 2.2.1 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi ....................................................... .... 22 2.2.2 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi ........................................................................ .... 37 2.2.3 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi ........................................................................... .... 43 BAB III ............................................................................................................................... 45 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI .......................................................... 45 3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi ................................................................................ .... 45 3.1.1 Riwayat Perusahaan & Sifat Kegiatan Usaha .............................................................. .... 45 3.1.2 Analisis Industri & Bisnis ........................................................................................... .... 46 3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan .............................................................. .... 54 3.1.4 Alasan dan Latar Belakang Transaksi ........................................................................ .... 55 3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif .................................................................. .... 56 3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................ .... 56 3.2.1 Penilaian Kinerja Historis .......................................................................................... .... 56 3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan. ............................................................................ .... 65 3.2.3 Analisis Rasio Keuangan ........................................................................................... .... 74 3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi ....................................... .... 77 3.3 Analisis Nilai Tambah atau Inkremental (Incremental Analysis) .................................... .... 80 3.3.1 Kontribusi Nilai Tambah atas Transaksi ..................................................................... .... 80 3.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan ........................................................................ .... 82 3.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan ..................................................................... .... 82 3.3.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Perusahaan atas Transaksi dan Nilai Transaksi ........ .... 82 3.3.5 Hal Material Lainnya ................................................................................................ .... 83 3.4 Analisis Sensitivitas (sensitivity analysis) ...................................................................... .... 83 BAB IV ............................................................................................................................... 85 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ................................................................................... 85 4.1 Perbandingan Antara Nilai Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian ........................ .... 85 Halaman 5 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 7
4.2 Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memiliki Nilai Tambah ................................................ .... 85 4.3 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian........................................ .... 87 BAB V ............................................................................................................................... 89 KESIMPULAN .......................................................................................................................... 89 5.1 Analisis atas Rencana Transaksi ................................................................................ .... 89 5.2 Analisis Kualitatif atas Transaksi ................................................................................ .... 90 5.3 Analisis Kuantitatif atas Transaksi .............................................................................. .... 90 5.4 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian........................................ .... 91 5.5 Analisis atas faktor lain yang relevan ......................................................................... .... 91 5.6 Opini Kewajaran atas Transaksi ................................................................................ .... 91 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 93 PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 94 LAMPIRAN-LAMPIRAN .............................................................................................................. 96 Halaman 6 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 8
DAFTAR TABEL Tabel 1. Keterangan Laporan Keuangan REC ................................................................................ 12 Tabel 2. Daftar Hadir Manajemen ................................................................................................ 15 Tabel 3. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi Proforma Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................................................................................................... 18 Tabel 4. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi Proforma Laba Rugi Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................................................................................................... 21 Tabel 5. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk .................................................... 23 Tabel 6. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Indonesia .................................................... 24 Tabel 7. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Madura ....................................................... 26 Tabel 8. Struktur Pemegang Saham SMSO .................................................................................... 27 Tabel 9. Struktur Pemegang Saham SMSD .................................................................................... 28 Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi ..................................................... 29 Tabel 12. Materialitas Nilai Transaksi ........................................................................................... 36 Tabel 13. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 49 Tabel 14. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia ........................................ 51 Tabel 15. Produk dan Jasa Perseroan ........................................................................................... 54 Tabel 16. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025 ............. 57 Tabel 17. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2024 – 30 November 2025 ...................... 61 Tabel 18. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025 ........................ 62 Tabel 19. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan (%) .......................................... 64 Tabel 20. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi (%) ................................................... 65 Tabel 21. Proyeksi Posisi Keuangan REC Sebelum Rencana Transaksi.............................................. 66 Tabel 22. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi .............................................. 68 Tabel 23. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi ....................................................... 69 Tabel 24. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi ....................................................... 70 Tabel 25. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sebelum Transaksi ......................................................... 71 Tabel 26. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sesudah Transaksi ......................................................... 73 Tabel 27. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC ................................................. 75 Tabel 28. Proforma Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum & Sesudah Transaksi ............................ 77 Tabel 29. Proforma Laporan Laba Rugi REC Sebelum & Sesudah Transaksi ..................................... 79 Tabel 30. Analisis Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan REC ......................................................... 80 Tabel 31. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi REC ..................................................... 81 Tabel 31. Analisis Sensitivitas ....................................................................................................... 83 Tabel 32. Analisis Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan REC ......................................................... 85 Tabel 33. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi REC ..................................................... 87 Tabel 33. Hasil Penilaian Nilai Pasar ............................................................................................ 87 Tabel 33. Nilai Rencana Transaksi Akusisi ..................................................................................... 88 Tabel 33. Analisis Perbandingan (%) ............................................................................................. 88 Halaman 7 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 9
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 30 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 – Q3 2025 (% yoy) .................................................. 46 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas ................................ 47 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy%) .................................................................. 47 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 48 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah tahun 2025 .............................................................. 49 Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024 ............................................... 50 Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia ...................................................................... 50 Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia ......................................................................... 51 Grafik 10. Investasi Kegiatan Hulu Migas Tahun 2020 – 2024 ...................................................... 52 Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024 ....................................... 52 Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent) .................................................... 53 Halaman 8 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan surat pernjanjian kerja 019/FDI/SPK/REC/III/2026 tanggal 26 Maret 2026, Kami
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau “Perseroan”) untuk
memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material :
1. Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd (selanjutnya disebut “SMSD”)
dan Penyertaan 20% Ekuitas milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura
Limited (selanjutnya disebut “HCML”) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja
Energi Madura (selanjutnya disebut “REM”) .
2. Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS
Offshore Overseas Limited (selanjutnya disebut “SMSD”) kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk
melalui PT Raharja Energi Madura.
3. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) oleh PT Raharja
Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
4. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) Dan Jaminan
Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas upaya perolehan
fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi sebagaimana diatur dalam perjanjian.
Rencana transaksi tersebut, merupakan satu rangkaian transaksi yang tidak dapat dipisahkan dan
saling terkait satu sama lain. Yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
1.2 Identitas Status Penilai
Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
Independen untuk memberikan penilaian yang obyektif dan tidak memihak, sesuai KEPI; memiliki
kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha
No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan mempunyai
Penilai Publik sebagai berikut:
• Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
• Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
• Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
penilaian ini.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Raharja Energi Cepu Tbk
Halaman 9 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 11
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin
: Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Bidang Usaha : Minyak dan Gas
No. Telepon/Fax : (62-21) 23579812
Alamat Email : corsec@rec.co.id
Penanggung Jawab : Bapak Adrian Hartadi
Jabatan : Direktur Keuangan
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
1.5 Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material:
1. Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20% Ekuitas
milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja Energi
Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura.
2. Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS
Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi
Madura.
3. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) oleh PT Raharja
Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
4. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) Dan Jaminan
Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas upaya perolehan
fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi sebagaimana diatur dalam perjanjian.
1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika Serikat
(”USD”).
1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material:
1. Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20% Ekuitas
milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja Energi
Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura.
2. Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS
Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi
Madura.
3. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) oleh PT Raharja
Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
Halaman 10 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 12
4. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) Dan Jaminan
Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas upaya perolehan
fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi sebagaimana diatur dalam perjanjian.
Diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan dan
Nomor.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 November 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (bulan) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
dalam laporan pendapat kewajaran.
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK No.
35/POJK.04/2020 adalah sebagai berikut:
a. Definisi penugasan/identifikasi masalah meliputi:
• Identifikasi pemberi tugas dan pengguna laporan
• Penentuan tujuan Pendapat Kewajaran
• Identifikasi objek Pendapat Kewajaran
• Tanggal Pendapat Kewajaran
• Asumsi dan kondisi pembatas
b. Pengumpulan dan pemilihan data meliputi:
• Makro ekonomi dan industri
• Data perusahaan
c. Analisis Pendapat Kewajaran meliputi:
• Analisis transaksi
• Analisis kualitatif dan kuantitatif yang terkait dengan transaksi
• Analisis atas kewajaran nilai transaksi
• Analisis atas faktor lain yang relevan
d. Pelaporan Pendapat Kewajaran.
Halaman 11 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 13
1.10 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran adalah
sebagai berikut:
a. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Laporan Keuangan
Tabel 1. Keterangan Laporan Keuangan REC
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
30 Arsono, Retno,
PHHARP-AL/039/ 16 Maret
1 November Audit Palilingan & Rekan Wajar
RD/AD/2026 2026
2025 AP: Retno Dwi
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00227/2.113/AU.1
28 Februari
2 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2025
2024 AP: Retno Dwi 4/1/II/2025
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00380/2.1133/AU.1
01 Maret
3 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2024
2023 AP: Retno Dwi 3/1/III/2024
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00509/2.1133/AU.1
06 Maret
4 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2023
2022 AP: Retno Dwi 2/1/III/2023
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00407/2.1133/AU.1
08 Maret
5 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2022
2021 AP: Retno Dwi 1/1/III/2022
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Keuangan REC Periode Desember 2026 – Desember 2030 (sebelum dan
sesudah) adanya transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen REC.
Halaman 12 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 14
2. Proforma Keuangan REC per 30 November 2025 (sebelum dan sesudah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen REC.
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir - REC
1. Akta Pendirian No. 07 tanggal 16 Oktober 2006, dibuat dihadapan notaris Indah
Setyaningsih, S.H., Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007
tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58;
2. Akta No.35 tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0221474;
3. Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka
dan karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja
Energi Cepu menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
penerimaan AHU-0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024.
Legalitas Perusahaan - REC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.604.262.2-072.000
2. Nomor Induk Berusaha: 9120008822586
Informasi Lainnya - REC
1. Company Profile REC
2. Share Sale And Purchase Agreement relating to the purchase of shares in SMS Development
Limited.
3. Deed Of Novation in relation to the shareholder loan agreement between SMS Offshore
Overseas Limited and SMS Development Limited.
4. Side Letter to The Share Sale and Purchase Agreement.
5. Surat REC No.REC/DIR/27.063/III/2026 tanggal 27 Maret 2026, tentang informasi tidak
adanya benturan kepentingan atas transaksi.
6. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 27 Maret 2026.
b. PT Raharja Energi Indonesia (“REI”)
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir - REI
1. Akta Pendirian Akta No. 13 tanggal 27 Oktober 2025 dari Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta Timur. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-0092542.AH.01.01 Tahun 2025 tanggal 28
Oktober 2025;
2. Akta No. 6 tanggal 04 Desember 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris
di Jakarta Timur, mengenai perubahan Peningkatan Modal Ditempatkan/Disetor, yang
telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri
Halaman 13 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 15
Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 09 Desember 2025 No. AHU-
AH.01.03-0252576;
Legalitas Perusahaan – REI
1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 1000000006912094
2. Nomor Induk Berusaha: 2011250107354
Informasi Lainnya – REI
1. Company Profile REI
2. Surat Persetujuan Komisaris PT Raharja Energi Indonesia Perihal Persetujuan kepada
direksi perseroan untuk melakukan penyertaan dalam PT Raharja Energi Madura,
tertanggal 03 Desember 2025.
c. PT Raharja Energi Madura (“REM”)
Akta Pendirian - REM
1. Akta Pendirian Akta No.9 tanggal 05 Desember 2025 dari Muhammad Hanafi, S.H.,
notaris di Jakarta Selatan.
Informasi Lainnya – REM
1. Company Profile REM
d. SMS Offshore Overseas Limited (“SMSO”)
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir – SMSO
1. Certificate of Incorporation SMSO diterbitkan oleh Registrar of Corporate Affairs di British
Virgin Islands yang menyatakan bahwa SMS Offshore Overseas Limited telah sah didirikan
sebagai BVI Business Company berdasarkan hukum British Virgin Islands pada tanggal 20
September 2010 dengan nomor registrasi 1605522;
2. Certificate of Incumbency SMSO diterbitkan oleh Portcullis (BVI) Ltd selaku Registered
Agent resmi SMS Development Limited di British Virgin Islands, tanggal 14 Juni 2023;
3. Share Certificate Number 001, tanggal 20 September 2010;
4. Memorandum and Articles of Association of SMS Offshore Overseas Limited (Amended and
Restated).
Informasi Lainnya – SMSO
1. Company Profile SMSO;
e. SMS Development Limited (“SMSD”)
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir – SMSD
1. Certificate of Incorporation SMSD diterbitkan oleh Registrar of Corporate Affairs di British
Virgin Islands yang menyatakan bahwa SMS Development Limited telah sah didirikan
Halaman 14 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 16
sebagai BVI Business Company berdasarkan hukum British Virgin Islands pada tanggal 20
September 2010 dengan nomor registrasi 1605552;
2. Certificate of Incumbency SMSD diterbitkan oleh Portcullis (BVI) Ltd selaku Registered Agent
resmi SMS Development Limited di British Virgin Islands, tanggal 11 Juli 2025.
Informasi Lainnya – SMSD
1. Company Profile SMSD;
1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan Surat Tugas KJPP FDI&R No.011A/FDI/ST-PB/REC/III/2026 tanggal 27 Maret 2026
serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi
dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM
(Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
Tabel 2. Daftar Hadir Manajemen
Nama Jabatan Perusahaan
Rezki Sulung Corporate Finance PT Raharja Energi Cepu Tbk
Supriyanti Priandini Corporate Secretary & Legal PT Raharja Energi Cepu Tbk
Anggraeni Finance PT Raharja Energi Cepu Tbk
Sugiarti Purnamasari Accounting PT Raharja Energi Cepu Tbk
Muhammad Hafy Alfakhri Corporate Finance PT Raharja Energi Cepu Tbk
Sumber: Minutes of Meeting dan Daftar Hadir
Pada pertemuan tersebut terdapat beberapa informasi mengenai objek penilaian, antara lain:
1. Objek Penilaian berupa Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20%
Ekuitas milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja
Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura, Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS
Development Limited dari SMS Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk
melalui PT Raharja Energi Madura, Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka
Akuisisi sebagaimana diatur dalam Perjanjian, dan Rencana Transaksi Pemberian Jaminan
Perusahaan (Corporate Guarantee) Dan Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) oleh PT
Raharja Energi Cepu Tbk atas upaya perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi
sebagaimana diatur dalam perjanjian;
2. Tanggal Pendapat Kewajaran atau Cut Off yang disetujui manajemen perseroan adalah 30
November 2025;
3. Tujuan Pendapat Kewajaran untuk memenuhi peraturan pasar modal;
1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
Halaman 15 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 17
1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian
serta Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 (POJK 42/2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis rencana transaksi:
• Besaran dana dari objek transaksi;
• Dampak keuangan atas transaksi;
• Pertimbangan bisnis manajemen atas transaksi;
• Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
• Analisis perjanjian & syarat transaksi
• Analisis manfaat & risiko transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang terkait dengan transaksi
Analisis kualitatif:
• Riwayat perusahaan & sifat kegiatan usaha;
• Analisis industri & bisnis;
• Analisis operasional & prospek perusahaan;
• Alasan dan latar belakang transaksi;
• Analisis keuntungan & kerugian kualitatif;
Analisis kuantitatif:
• Penilaian kinerja historis;
• Penilaian arus kas;
• Penilaian atas proyeksi keuangan;
• Analisis rasio keuangan;
• Proforma laporan keuangan sebelum & sesudah transaksi;
Analisis nilai tambah atau inkremental:
• Kontribusi nilai tambah atas transaksi;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan perusahaan atas dan nilai transaksi;
• Hal material lainnya;
Analisis sensitivitas (sensitivity analysis)
c. Analisis atas kewajaran nilai rencana transaksi:
• Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian;
• Analisis bahwa nilai transaksi memiliki nilai tambah;
• Analisis kewajaran nilai transaksi terhadap hasil penilaian;
Halaman 16 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 18
d. Analisis atas faktor lain yang relevan
e. Kesimpulan atas rencana transaksi
1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas transaksi, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil
pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.16 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan PT Raharja Energi
Cepu Tbk ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan PT Raharja Energi Cepu
Tbk. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)
Dari tanggal Pendapat Kewajaran (cut-off off date) per 30 November 2025 hingga Laporan
Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(Subsequent Event), sebagai berikut:
1. Pada tanggal 04 Desember 2025, REC menambah modal disetor ke REI sebesar
Rp129.500.000.000,00 secara tunai sehingga komposisi kepemilikan REC terhadap REI
menjadi sebesar 99,996%; dan
2. Pada tanggal 05 Desember 2025, REI mendirikan REM dan melakukan penyetoran modal
sebesar Rp127.500.000.000,00 secara tunai dengan porsi kepemilikan REI terhadap REM
sebesar 51,00%.
Halaman 17 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 19
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Rencana transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20% Ekuitas milik
SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja Energi Cepu
Tbk melalui PT Raharja Energi Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD62.510.594.
Rencana transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS
Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi
Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD59.208.570.
Dengan demikian, total nilai rencana transaksi secara keseluruhan atas akuisisi dan novasi
pinjaman tersebut adalah sebesar USD121.719.164.
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Dampak keuangan yang timbul atas Transaksi dapat dilihat dari proforma keuangan perusahaan
setelah Transaksi.
Tabel 3. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi Proforma Posisi Keuangan Setelah Rencana
Transaksi
(dalam USD Penuh)
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Posisi Keuangan Limited Review Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 28.206.595 (12.613.844) 15.592.751
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 5.822.324 100 5.822.424
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 91.323 11.519 102.842
Pihak Berelasi 260.226 (30.664) 229.562
Pajak Dibayar Dimuka
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.628.676 12.500.000 14.128.676
Investasi Jangka Pendek 611.381 0 611.381
Beban Dibayar Dimuka 0
Aset Lancar Lainnya 67.706 0 67.706
Total Aset Lancar 36.688.231 (132.889) 36.555.342
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi - PJUC 7.457.121 0 7.457.121
Investasi Pada Entitas Asosiasi - HCML 84.439.399 84.439.399
Investasi Pada Entitas Asosiasi - REI
Investasi Jangka Panjang 6.020.450 0 6.020.450
Aset Tetap - Bersih 123.192 0 123.192
Properti Minyak dan Gas - Bersih 19.616.819 0 19.616.819
Halaman 18 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 20
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Posisi Keuangan Limited Review Proforma
Aset Pajak Tangguhan 43.776 0 43.776
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 0 20.775
Goodwill 34.390.804 34.390.804
Total Aset Tidak Lancar 33.282.133 118.830.203 152.112.336
Total Aset 69.970.364 118.697.314 188.667.678
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 131.350 0 131.350
Utang Lain Pihak Ketiga 6.612.448 6.612.448
Utang Pajak 2.562.072 0 2.562.072
Beban Masih Harus Dibayar 100.944 0 100.944
Kewajiban Kontrak 750.092 0 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.389.752 0 5.389.752
Pinjaman Pemegang Saham 684.892 0 684.892
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.351 0 16.351
Total Liabilitas Jangka Pendek 9.635.453 6.612.448 16.247.901
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Lain Pihak Ketiga 0 0
Pinjaman Bank 8.123.427 0 8.123.427
Pinjaman pemegang Saham 1.516.433 0 1.516.433
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 51.139 0 51.139
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja 17.407 0 17.407
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan
92.855 0 92.855
Komisaris
Utang Bank Fasilitas Kredit Akuisisi 100.000.000 100.000.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 9.801.261 100.000.000 109.801.261
0 0
Total Liabilitas 19.436.714 106.612.448 126.049.162
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham 2.484.844 0 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 0 12.920.505
Saldo laba Awal
Saldo Laba Tahun Ini
Saldo Laba Akhir
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 0 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 34.803.493 2.346.459 37.149.952
Kepentingan Non Pengendali 299.943 9.738.410 10.038.353
Halaman 19 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 21
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Posisi Keuangan Limited Review Proforma
Total Ekuitas 50.533.650 12.084.869 62.618.519
Total Liabilitas dan Ekuitas 69.970.364 118.697.317 188.667.681
Sumber: Proforma Keuangan REC Setelah Rencana Transaksi
Dampak keuangan dari rencana transaksi dapat dianalisis dari pos keuangan yang mengalami
perubahan akibat dari Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd, Rencana
Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS Offshore
Overseas Limited, dan Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
Kas dan Bank mengalami penyesuaian sehingga turun sebesar USD12.613.844 yang merupakan
penyesuaian atas rangkaian rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMS Development Ltd,
rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD, renanca perolehan kredit akuisisi,
dan pengaruh konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 % kepemilikan REC pada REI dan lewat
51% kepemilikan REI pada REM.
Uang Muka mengalami penyesuaian sehingga naik sebesar USD12.500.000 yang merupakan
penyesuaian atas konsolidasi REM ke REC lewat 99% kepemilikan REC pada REI dan lewat 51%
kepemilikan REI pada REM.
Investasi Pada Entitas Asosiasi – HCML timbul pada proforma REC sebesar USD84.439.399
setelah rencana transaksi akibat konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 % kepemilikan REC
pada REI dan lewat 51% kepemilikan REI pada REM. Dimana SMSD memiliki 20% porsi
kepemilikan pada HCML yang dibukukan dengan metode ekuitas pada laporan keuangan SMSD
sebagai investasi pada entitas asosiasi.
Goodwill timbul pada proforma REC sebesar USD34.390.804 setelah rencana transaksi akibat
selisih lebih dari harga rencana transaksi akuisisi 100% SMSD dengan saldo laba dan modal
saham SMSD serta penyesuaian yang timbul akibat konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 %
kepemilikan REC pada REI dan lewat 51% kepemilikan REI pada REM.
Utang Lain Pihak Ketiga timbul pada proforma REC sebesar USD6.612.448 setelah rencana
transaksi akibat konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99% kepemilikan REC pada REI dan lewat
51% kepemilikan REI pada REM.
Utang Bank Fasilitas Kredit Akuisisi timbul pada proforma REC sebesar USD100.000.000 setelah
rencana transaksi akibat perolehan fasilitas pembiayaan oleh Bank kepada REM dalam rangka
rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD oleh REC dan rencana transaksi novasi pinjaman
pemegang saham SMSD.
Kepentingan Nonpengendali mengalami penyesuaian sehingga naik sebesar USD9.738.410
yang merupakan penyesuaian atas konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 % kepemilikan REC
pada REI dan lewat 51% kepemilikan REI pada REM.
Halaman 20 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 22
Tabel 4. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi Proforma Laba Rugi Keuangan Setelah
Rencana Transaksi
(dalam USD Penuh)
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Laba Rugi Limited Review Proforma
Pendapatan Bersih 46.446.207 0 46.446.207
Beban Pokok Pendapatan (22.461.664) 0 (22.461.664)
Laba Bruto 23.984.543 0 23.984.543
Beban umum dan administrasi (1.275.334) 0 (1.275.334)
Beban keuangan/bunga (1.281.772) (1.018.184) (2.299.956)
Pendapatan Bunga 427.574 427.574
Laba/(rugi) selisih kurs - bersih (443.673) (107.555) (551.228)
Bagian laba entitas asosiasi 5.259.853 5.341.811 10.601.664
Pendapatan lain-lain 422.590 1.045 423.635
Beban lain-lain (86.555) 2.683 (83.872)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 26.579.652 4.647.374 31.227.026
Beban Pajak Penghasilan (10.085.865) 0 (10.085.865)
Laba Tahun Berjalan 16.493.787 4.647.374 21.141.161
Diatribusikan Kepada:
Entitas Induk 16.366.500 2.346.459 18.712.959
Kepentingan nonpengendali 127.287 2.300.915 2.428.202
Laba Bersih Periode Berjalan 16.493.787 4.647.374 21.141.161
Sumber: Proforma Keuangan REC Setelah Rencana Transaksi
Dampak laba rugi dari rencana transaksi dapat dianalisis dari pos laba rugi yang mengalami
perubahan akibat dari Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd, Rencana
Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS Offshore
Overseas Limited, dan Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan keterangan manajemen perseroan, rencana transaksi dilakukan sebagai bagian dari
strategi Perseroan untuk memperkuat portofolio aset minyak dan gas bumi (migas) yang produktif
serta meningkatkan pengendalian atas investasi strategis yang dimiliki Perseroan.
Melalui akuisisi 100% ekuitas SMS Development Limited beserta kepemilikan tidak langsung atas
20% ekuitas pada Husky-CNOOC Madura Limited, Perseroan diharapkan dapat memperoleh
eksposur yang lebih besar terhadap aset migas yang telah berproduksi, sehingga berpotensi
memberikan kontribusi arus kas yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi Perseroan. Selain itu,
pengalihan pinjaman pemegang saham melalui mekanisme novasi dipandang dapat
menyederhanakan struktur pembiayaan dan memperkuat posisi Perseroan dalam pengelolaan
kewajiban keuangan terkait investasi tersebut.
Halaman 21 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 23
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, Manajemen berpendapat bahwa rencana transaksi
sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan, khususnya dalam meningkatkan
kualitas dan skala portofolio investasi di sektor migas serta memperkuat posisi Perseroan dalam
rantai nilai industri energi.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Riwayat Singkat
PT Raharja Energi Cepu Tbk didirikan dengan nama PT Syabas Usaha Migas berdasarkan akta
notaris Indah Setyaningsih, S.H., No. 07 tanggal 16 Oktober 2006. Akta Pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait perubahan Direksi dan Komisaris berdasarkan Akta No.35
tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, dan telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-
0221474.
Kemudian Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka dan
karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja Energi Cepu
menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat penerimaan AHU-
0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024
Pada saat ini aktivitas Perusahaan adalah berinvestasi pada satu entitas asosiasi dan tiga
entitas anak. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Rukun Raharja Tbk. Entitas
induk terakhir Perusahaan adalah PT Rukun Raharja Tbk.
Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam
surat No.37/WPJ.06/2013 tanggal 4 Desember 2013 untuk membuat dan menyajikan
laporan keuangan dalam bahasa Inggris dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang
berlaku efektif mulai 1 Januari 2014.
Pada tanggal 30 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran No. S-179/D.04/2024 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Halaman 22 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 24
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
• Kegiatan usaha utama:
a. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
b. Aktivitas Perusahaan Holding
• Kegiatan Usaha Penunjang:
a. Pertambangan Minyak Bumi
b. Pertambangan Gas Alam
Informasi Umum
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin Boulevard,
: Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
No. Telp / Fax : (62-21) 23579812
Website : www.rec.co.id
Email : corsec@rec.co.id
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen REC, susunan kepemilikan saham REC per 30 November
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
1 PT Rukun Raharja Tbk 1.867.121.000 68,77% 18.671.210.000 1.708.808
PT Rukun Prima
2 100.000 0,004% 1.000.000 92
Sarana
Masyarakat (masing-
3 masing kepemilikan 847.832.800 31,23 8.478.328.000 775.945
dibawah 5%)
Jumlah 2.715.053.800 100,00% 27.150.538.000 2.484.844
Keterangan: Nilai nominal Rp.10 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen REC
Susunan Pengurus
Berdasarkan akta No.35 tanggal 30 April 2025, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi REC
per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Orias Petrus Moedak
Komisaris Independen : Taufik Ahmad
Komisaris : Merly
Direksi
Direktur Utama : Sumantri
Direktur Operasional : Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur Keuangan : Adrian Hartadi
Halaman 23 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 25
B. PT Raharja Energi Indonesia (“REI”)
Riwayat Singkat
Pada 27 Oktober 2025, PT Raharja Energi Cepu Tbk mendirikan PT Raharja Energi Indonesia
(“REI”) sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberadaan Perseroan dalam sektor
energi di Indonesia, khususnya pada bidang gas bumi. Pembentukan REI dimaksudkan
sebagai kendaraan usaha yang berfungsi untuk mengonsolidasikan rencana pengembangan
kegiatan usaha hulu, menyederhanakan tata kelola perusahaan, serta memberikan fleksibilitas
bagi Perseroan dalam melaksanakan kegiatan akuisisi dan pengembangan aset pada masa
mendatang
PT Raharja Energi Indonesia (”REI”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 13 tanggal 27
Oktober 2025 dari Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta Timur. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0092542.AH.01.01 Tahun 2025 tanggal 28 Oktober 2025.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir
berdasarkan Akta No. 6 tanggal 04 Desember 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H.,
notaris di Jakarta Timur, mengenai perubahan Peningkatan Modal Ditempatkan/Disetor, yang
telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri
Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 09 Desember 2025 No. AHU-
AH.01.03-0252576;
Kegiatan Usaha
Sesuain dengan Akta Pendirian REI No. 13, Kegiatan Usaha REI adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI -70209);
2. Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200);
3. Pertambangan Minyak Bumi (KBLI 06100);
4. Pertambangan Gas Alam (KBLI 06201).
Informasi Umum
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin Boulevard,
: Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
No. Telp / Fax : 021-23579812
Website :-
Email : all@rei.co.id
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan informasi manajemen REI, Susunan Kepemilikan Saham REI per 30 November
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 6. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Indonesia
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
PT Raharja Energi
1 495.000 99,00% 495.000.000 1.708.808
Cepu Tbk
PT Rukun Prima
2 5.000 1,00% 5.000.000 92
Sarana
Halaman 24 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 26
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
Jumlah 500.000 100,00% 500.000.000 29.765
Keterangan: Nilai nominal Rp1.000 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen REI
Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Pendirian REI No. 13, Susunan Dewan Komisaris, dan Direksi REI adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Sumantri
Direksi
Direktur Utama : Adrian Hartadi
C. PT Raharja Energi Madura (“REM”)
Riwayat Singkat
PT Raharja Energi Madura dibentuk sebagai entitas joint venture yang berfungsi sebagai
perusahaan induk atas partisipasi Perseroan dalam proyek hulu gas Madura. Entitas ini
bertindak sebagai perusahaan proyek yang menampung participating interest serta mengatur
kegiatan operasional pada tingkat lapangan.
Peran utama REM adalah melakukan pemantauan dan merealisasikan nilai dari investasi
minoritas yang dimilikinya. Fungsi tersebut mencakup pemenuhan komitmen pendanaan atas
kepemilikan participating interest, khususnya melalui pemenuhan Cash Call berkala dari
Operator untuk kebutuhan belanja modal maupun belanja operasional proyek.”
PT Raharja Energi Indonesia (“REI”) memiliki kepemilikan mayoritas sebesar 51% pada PT
Raharja Energi Madura (“REM”)
PT Raharja Energi Madura (”REM”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.9 tanggal 05
Desember 2025 oleh Muhammad Hanafi, S.H., notaris di Jakarta Selatan.
Kegiatan Usaha
Sesuain dengan Akta Pendirian REM No. 9, Kegiatan Usaha REM adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI -70209);
2. Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200).
Informasi Umum
Alamat : Jakarta Selatan
No. Telp / Fax :-
Website :-
Email :-
Halaman 25 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 27
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan informasi manajemen REM, Susunan Kepemilikan Saham REM adalah sebagai
berikut:
Tabel 7. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Madura
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
PT Raharja Energi
1 127.500 51,00% 127.500.000.000 7.660.008
Indonesia
2 PT Petro Indo Pasifik 122.500 49,00% 122.500.000.000 7.359.615
Jumlah 250.000 100,00% 250.000.000.000 15.019.623
Keterangan: Nilai nominal Rp1.000.000 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen REI
Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Pendirian REM No. 9, Susunan Dewan Komisaris, dan Direksi REM adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Sumantri
Direksi
Direktur Utama : Adrian Hartadi
D. SMS Offshore Overseas Limited (”SMSO”)
Riwayat Singkat
SMS Offshore Overseas Limited (“SMSO”) merupakan perusahaan yang didirikan pada
tanggal 20 September 2010 berdasarkan BVI Business Companies Act, 2004 di British Virgin
Islands (BVI). Perusahaan didirikan sebagai perusahaan terbatas dengan saham (company
limited by shares).
Memorandum dan Articles of Association perusahaan kemudian mengalami perubahan dan
penyesuaian yang tercatat antara lain pada 5 Oktober 2011 dan 14 Oktober 2013 sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di wilayah hukum British Virgin Islands.
SMSO didirikan dengan kapasitas untuk menjalankan berbagai kegiatan usaha dan
melakukan transaksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di British
Virgin Islands.
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Memorandum of Association, SMS Offshore Overseas Limited memiliki kapasitas
penuh untuk menjalankan kegiatan usaha atau aktivitas bisnis serta melakukan berbagai
transaksi usaha, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di British Virgin Islands.
Halaman 26 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 28
Dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan memiliki kewenangan untuk melakukan
berbagai aktivitas usaha, termasuk melakukan investasi, mengadakan perjanjian bisnis, serta
menjalankan kegiatan korporasi lainnya sesuai dengan tujuan pendirian perusahaan.
Namun demikian, perusahaan tidak diperkenankan menjalankan kegiatan usaha tertentu
yang memerlukan perizinan khusus seperti usaha perbankan, usaha asuransi, maupun
pengelolaan dana investasi, kecuali telah memperoleh izin sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi Umum
Alamat :-
No. Telp / Fax :-
Website :-
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan informasi manajemen dan certificate of incumbency SMSO, susunan pemegang
saham SMSO per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Struktur Pemegang Saham SMSO
Lembar Persentase Jumlah Modal Disetor
Pemegang Saham
Saham % (USD)
Samudra Energy Limited 1 100,00% 1
Total 1 100,00% 1
Sumber: Informasi Manajemen & certificate of incumbency SMSO
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen dan certificate of incumbency SMSO, susunan Dewan
Direksi SMSO per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi:
Direktur : Cosimo Borrelli
Direktur : Benjamin John Crilly
E. SMS Development Limited (“SMSD”)
Riwayat Singkat
SMS Development Limited (“SMSD” atau “Perusahaan”) didirikan pada tanggal 20 September
2010 berdasarkan hukum British Virgin Islands (BVI) sebagai BVI Business Company. Pada
awal pendiriannya, Perusahaan berkedudukan di Portcullis Chambers, 4th Floor, Ellen Skelton
Building, 3076 Sir Francis Drake Highway, Road Town, Tortola, British Virgin Islands VG1110.
Pada tanggal 14 Oktober 2010, Perusahaan menyelesaikan akuisisi sebesar 20% kepemilikan
saham pada Husky-CNOOC Madura Limited (“HCML”) yang dibeli dari Husky Oil Madura
Partnership (“HOMP”) dan CNOOC Southeast Asia Limited (“CNOOC”), yang efektif berlaku
sejak 13 Januari 2011. Sejak saat itu, kegiatan utama SMSD adalah sebagai pemegang saham
pada HCML.
Halaman 27 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 29
Secara operasional, SMSD merupakan perusahaan investasi yang memiliki penyertaan saham
pada HCML, yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak mentah serta gas bumi
di Selat Madura, Indonesia, berdasarkan Production Sharing Contract (“PSC”) antara HCML
dan SKK Migas. Per 31 Desember 2020, HCML memiliki 100% participating interest pada
wilayah kerja PSC Selat Madura.
PSC awal dengan jangka waktu 30 tahun telah berakhir pada 20 Oktober 2012. Selanjutnya,
perpanjangan PSC (“Extended PSC”) ditandatangani pada 28 Oktober 2010 untuk periode 20
tahun hingga tahun 2032, kecuali diperpanjang kembali. Perpanjangan PSC tersebut juga
mencakup perubahan antara lain pada wilayah kerja Selat Madura, hak atas produksi, First
Tranche Petroleum, Investment Credit, Domestic Market Obligation, serta biaya operasi yang
dapat dipulihkan (recoverable operating costs).
Kegiatan Usaha
SMS Development Limited merupakan perusahaan holding/investment company yang
kegiatan usahanya difokuskan pada kepemilikan dan pengelolaan penyertaan saham pada
entitas lain. SMSD tidak menjalankan kegiatan operasional secara langsung, melainkan
memperoleh manfaat ekonomi dari hasil investasi yang dimilikinya.
Kegiatan usaha utama SMSD meliputi:
• Kepemilikan penyertaan saham, khususnya penyertaan sebesar 20% pada Husky-
CNOOC Madura Limited (HCML);
• Pengelolaan investasi dan pemantauan kinerja entitas yang diinvestasikan; serta
• Pengelolaan administrasi dan pendanaan yang terkait dengan aktivitas investasi tersebut.
Informasi Umum
Alamat : World Trade Centre 2, 9th Floor, Jl. Jenderal. Sudirman Kav. 29-30
: Jakarta 12920 Indonesia.
No. Telp / Fax :-
Website :-
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan informasi manajemen dan certificate of incumbency SMSD, susunan pemegang
saham SMSD per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham SMSD
Lembar Persentase Jumlah Modal Disetor
Pemegang Saham
Saham % (USD)
SMS Offshore Overseas Limited 100 100,00% 100
Total 100 100,00% 100
Sumber: Informasi Manajemen & certificate of incumbency SMSD
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen dan certificate of incumbency SMSD, susunan Dewan
Direksi SMSD per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Halaman 28 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 30
Direksi:
Direktur : Cosimo Borrelli
Direktur : Benjamin John Crilly
Hubungan Pihak yang Bertransaksi – atas Rencana Transaksi Akuisisi dan Rencana Transaksi
Novasi Pinjaman Pemegang Saham
A. Analisis Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”),
Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali,
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi akuisisi dan novasi pinjaman
pemegang saham, berdasarkan struktur kepengurusan per 30 November 2025 adalah
sebagai berikut:
Tabel 10. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi Akuisisi & Novasi
No Nama REC REI REM SMSO Ket
Komisaris
1 Orias Petrus Moedak (-) (-) (-) (-)
Utama
Komisaris
2 Taufik Ahmad (-) (-) (-) (-)
Independen
3 Merly Komisaris (-) (-) (-) (-)
Direktur
4 Sumantri Komisaris Komisaris (-) (-)
Utama
Direktur
5 Alexandra Sinta Wahjudewanti (-) (-) (-) (-)
Operasional
Direktur
6 Adrian Hartadi Direktur Direktur (-) (-)
Keuangan
7 Cosimo Borrelli (-) (-) (-) Direktur (-)
8 Benjamin John Crilly (-) (-) (-) Direktur (-)
Keterangan:
(-) : Tidak memiliki hubungan afiliasi
REC : Pembeli Tidak Langsung
REM : Pembeli dan Pemberi Pinjaman Baru
SMSO : Penjual dan Pemberi Pinjaman Lama
Sumber: Informasi Manajemen
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai pembeli tidak langsung melalui anak usahanya yaitu
Halaman 29 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 31
REM sebagai pembeli langsung dan pemberi pinjaman baru yang digunakan untuk
mengakuisisi 100% Ekuitas SMSD dan Penyertaan 20% Ekuitas HCML milik SMSD dan SMSO
sebagai penjual dan pemberi pinjaman lama, dari sisi susunan pengurus transaksi ini tidak
memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi akuisisi dan novasi pinjaman
pemegang saham, berdasarkan struktur kepemilikan adalah sebagai berikut:
REC SMS OOL
99,00% 100,00%
REI SMSD
51,00% 20,00%
REM HCML
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen
Keterangan:
REC : PT Raharja Energi Cepu Tbk
REI : PT Raharja Energi Indonesia
REM : PT Raharja Energi Madura
SMSO : SMS Offshore Overseas Limited
SMSD : SMS Development Limited
HCML : Husky-CNOOC Madura Limited
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai pembeli tidak langsung melalui anak usahanya yaitu
REM sebagai pembeli langsung dan pemberi pinjaman baru yang digunakan untuk
mengakuisisi 100% Ekuitas SMSD dan Penyertaan 20% Ekuitas HCML milik SMSD dan SMSO
sebagai penjual dan pemberi pinjaman lama, dari sisi pemegang saham transaksi ini tidak
memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42, karena tidak terdapat hubungan afiliasi,
dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang sahamnya.
Halaman 30 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 32
Struktur Kepemilikan Setelah Rencana Akuisisi
Grafik 2. Bagan Struktur Kepemilikan Setelah Rencana Akuisisi
Sumber: Informasi Manajemen
Gambar tersebut menggambarkan struktur kepemilikan dan hubungan operasional setelah
dilaksanakannya Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan
Penyertaan 20% Ekuitas milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura.
Dalam struktur pasca transaksi, REC sebagai entitas induk memiliki 99% kepemilikan pada PT
Raharja Energi Indonesia (“REI”), yang selanjutnya memiliki 51% kepemilikan pada REM. REM
kemudian menjadi pemegang 100% kepemilikan langsung atas SMSD.
Dengan demikian, kepemilikan atas SMSD tetap berada dalam kelompok usaha REC, namun
menjadi lebih terstruktur melalui REM sebagai entitas yang secara langsung mengendalikan
SMSD.
SMSD memiliki 20% participating interest (PI) pada Husky-CNOOC Madura Limited (“HCML”),
yang merupakan operator pada wilayah kerja Madura Strait PSC. Adapun kepemilikan lainnya
pada HCML masing-masing sebesar 40% dimiliki oleh: Husky Oil Madura Partnership,
CNOOC Southeast Asia Limited.
Sebagai operator, HCML bertanggung jawab atas kegiatan operasional, termasuk eksplorasi
dan produksi, serta melakukan cash call kepada para pemegang participating interest apabila
terdapat kebutuhan pendanaan untuk pengembangan maupun operasional.
Halaman 31 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 33
Dari sisi arus kas, SMSD memperoleh bagian pendapatan sesuai porsi participating interest
sebesar 20% pada HCML. Selanjutnya, arus kas tersebut dapat didistribusikan ke REM, REI,
hingga REC dalam bentuk dividen.
Selain itu, dalam hal terdapat kebutuhan pendanaan, SMSD (melalui REM dan entitas di
atasnya) akan berpartisipasi dalam cash call sesuai dengan porsi kepemilikannya, sehingga
REC secara tidak langsung menanggung kewajiban pendanaan tersebut.
Hubungan Pihak yang Bertransaksi – atas Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan
(Corporate Guarantee) terkait Akuisisi.
A. Analisis Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”),
Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali,
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi pemberian jaminan, berdasarkan
struktur kepengurusan per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi Pemberian Jaminan
N
Nama REC REI REM Ket
o
Komisaris
1 Orias Petrus Moedak (-) (-) (-)
Utama
Komisaris
2 Taufik Ahmad (-) (-) (-)
Independen
3 Merly Komisaris (-) (-) (-)
Direktur
4 Sumantri Komisaris Komisaris (Afiliasi)
Utama
Direktur
5 Alexandra Sinta Wahjudewanti (-) (-) (-)
Operasional
Direktur
6 Adrian Hartadi Direktur Direktur (Afiliasi)
Keuangan
Keterangan:
(-) : Tidak memiliki hubungan afiliasi
REC : Penjamin Pembeli
REI : Entitas Anak Penjamin Pembeli
REM : Pembeli Langsung
Sumber: Informasi Manajemen
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
Halaman 32 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 34
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai penjamin pembeli melalui anak usahanya yaitu REI
sebagai entitas anak penjamin pembeli terhadap REM sebagai pembeli langsung yang
digunakan untuk rencana transaksi pemberian jaminan dalam rangka akuisisi 100% Ekuitas
SMSD dan Penyertaan 20% Ekuitas HCML milik SMSD, dari sisi susunan pengurus transaksi ini
memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi, berdasarkan struktur
kepemilikan adalah sebagai berikut:
REC
99,00%
REI
51,00%
REM
Grafik 3. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen
Keterangan:
REC : PT Raharja Energi Cepu Tbk
REI : PT Raharja Energi Indonesia
REM : PT Raharja Energi Madura
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai penjamin pembeli melalui anak usahanya yaitu REI
sebagai entitas anak penjamin pembeli terhadap REM sebagai pembeli langsung yang
digunakan untuk rencana transaksi pemberian jaminan dalam rangka akuisisi 100% Ekuitas
SMSD dan Penyertaan 20% Ekuitas HCML milik SMSD, dari sisi pemegang saham transaksi ini
memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42, karena terdapat hubungan afiliasi, dari
sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang sahamnya.
Halaman 33 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 35
Hubungan Pihak yang Bertransaksi – atas Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan
(Corporate Guarantee) Dan Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) terkait Upaya Fasilitas
Pembiayaan
A. Analisis Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”),
Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali,
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi pemberian jaminan, berdasarkan
struktur kepengurusan per 30 November 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Pemberian Jaminan
Perusahaan (Corporate Guarantee) Dan Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit
Guarantee) terkait Upaya Fasilitas Pembiayaan
N
Nama REC REI REM Ket
o
Komisaris
1 Orias Petrus Moedak (-) (-) (-)
Utama
Komisaris
2 Taufik Ahmad (-) (-) (-)
Independen
3 Merly Komisaris (-) (-) (-)
Direktur
4 Sumantri Komisaris Komisaris (Afiliasi)
Utama
Direktur
5 Alexandra Sinta Wahjudewanti (-) (-) (-)
Operasional
Direktur
6 Adrian Hartadi Direktur Direktur (Afiliasi)
Keuangan
Keterangan:
(-) : Tidak memiliki hubungan afiliasi
REC : Penjamin Debitur
REI : Entitas Anak Penjamin Debitur
REM : Debitur
Sumber: Informasi Manajemen
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai penjamin debitur melalui anak usahanya yaitu REI
sebagai entitas anak penjamin debitur terhadap REM sebagai debitur yang digunakan untuk
rencana transaksi pemenuhan pemberian penjaminan yang dapat dipersyaratkan untuk
kepentingan kreditur berupa jaminan perusahaan dan atau jaminan defisit kas dalam rangka
Halaman 34 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 36
akuisisi 100% Ekuitas SMSD dan Penyertaan 20% Ekuitas HCML milik SMSD, dari sisi susunan
pengurus transaksi ini memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi, berdasarkan struktur
kepemilikan adalah sebagai berikut:
REC
99,00%
REI
51,00%
REM
Grafik 4. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen
Keterangan:
REC : PT Raharja Energi Cepu Tbk
REI : PT Raharja Energi Indonesia
REM : PT Raharja Energi Madura
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai penjamin debitur melalui anak usahanya yaitu REI
sebagai entitas anak penjamin debitur terhadap REM sebagai debitur yang digunakan untuk
rencana transaksi pemenuhan pemberian penjaminan yang dapat dipersyaratkan untuk
kepentingan kreditur berupa jaminan perusahaan dan atau jaminan defisit kas dalam rangka
akuisisi 100% Ekuitas SMSD dan Penyertaan 20% Ekuitas HCML milik SMSD, dari sisi
pemegang saham transaksi ini memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42, karena
terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun
pemegang sahamnya.
Kesimpulan Hubungan Para Pihak Yang Bertransaksi
1. Dalam Rencana Transaksi Akuisisi tidak terdapat hubungan afiliasi.
2. Dalam Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham tidak terdapat hubungan
afiliasi.
Halaman 35 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 37
3. Dalam Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) terkait
akuisisi terdapat hubungan afiliasi.
4. Dalam Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) Dan
Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) terkait Upaya Fasilitas Pembiayaan terdapat
hubungan afiliasi.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan REC
No.REC/DIR/27.063/III/2026 tanggal 27 Maret 2026, Perihal Informasi atas benturan
kepentingan dalam rangka Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa Transaksi
Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Limited oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui
Entitas Anak PT Raharja Energi Madura, bahwa transaksi tidak mengandung transaksi
benturan kepentingan.
C. Materialitas Nilai Transaksi
Rencana transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20% Ekuitas
milik SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja Energi
Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar
USD62.510.594.
Rencana transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS
Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi
Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD59.208.570.
Sehingga jumlah nilai Rencana Transaksi sebesar USD121.719.164.
Selain itu terdapat eksposur penjaminan atas rencana transaksi pemberian jaminan
perusahaan terkait akuisisi dan pemberian jaminan perusahaan serta jaminan defisit kas
terkait upaya perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi berupa:
Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) oleh PT Raharja
Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian dimana PT Raharja Energi Cepu Tbk akan menanggung
45% dari setiap dan seluruh pemberitahuan tertulis, tagihan, atau tuntutan pembayaran yang
diajukan oleh suatu pihak di dalam Perjanjian Jual Beli Saham kepada PT Raharja Energi
Madura. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) dan
Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas upaya
perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka akuisisi sebagaimana diatur dalam perjanjian
yang ditanggung sebesar 51% atas setiap kewajiban yang timbul dari jaminan kepada kreditur.
Kemudian materialitas nilai transaksi dianalisis dengan membandingkan nilai rencana
transaksi dengan ekuitas REC periode 30 November 2025.
Tabel 13. Materialitas Nilai Transaksi
Nilai Rencana Persentase
Ekuitas REC, 30 Nov 2026 Analisis Materialitas
Transaksi Materialitas
50.533.650 121.719.164 240,87% Material
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 36 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 38
Berdasarkan laporan keuangan REC per 30 November 2025, ekuitas REC tercatat sebesar
USD50.533.650. Dengan mempertimbangkan nilai Rencana Transaksi sebesar
USD121.719.164, maka nilai transaksi tersebut setara dengan 240,87% dari ekuitas REC.
Dengan demikian, Rencana Transaksi dimaksud termasuk sebagai Transaksi Material hal ini
dikarenakan nilai transaksi diatas 20% dari ekuitas perseroan. Suatu transaksi dikategorikan
sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17”).
2.2.2 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi
2.2.2.1 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi terkait Novasi
A. Para Pihak dalam Transaksi
Akta novasi dibuat pada tanggal 24 Desember 2024, transaksi novasi ini melibatkan
empat pihak utama:
• Pemberi Pinjaman Lama : SMS Offshore Overseas Limited
• Pemberi Pinjaman Baru : PT Raharja Energi Madura
• Peminjam : SMS Development Limited
• Penerima : Cosimo Borrelli of Kroll HK Limited (sebagai agen
: pemberi pinjaman lama)
Novasi dilakukan untuk mengganti posisi kreditur tanpa mengubah hubungan pinjaman
dengan peminjam.
B. Nilai dan Objek Novasi
Objek novasi adalah pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dengan nilai:
USD 59.208.570.
Pinjaman ini sebelumnya diberikan oleh SMS Offshore Overseas Limited kepada SMS
Development Limited.
Nilai tersebut menjadi harga pengalihan pinjaman yang dibayarkan oleh pemberi
pinjaman baru kepada pemberi pinjaman lama.
C. Mekanisme Transaksi Novasi
Mekanisme novasi diatur sebagai berikut:
1. PT Raharja Energi Madura membayar USD 59,2 juta kepada pemberi pinjaman lama.
2. Pembayaran dilakukan maksimal 2 hari kerja setelah syarat pendahuluan dalam
perjanjian jual beli terpenuhi.
3. Setelah pembayaran dilakukan (Effective Time), seluruh hak dan kewajiban kreditur
berpindah ke pemberi pinjaman baru.
Implikasi:
Perpindahan kreditur terjadi setelah pembayaran efektif, bukan sejak penandatanganan
akta.
Halaman 37 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 39
D. Perpindahan Hak dan Kewajiban
Sejak Effective Time:
• Pemberi pinjaman baru memperoleh seluruh hak kreditur dalam perjanjian pinjaman.
• Peminjam wajib memenuhi seluruh kewajiban kepada pemberi pinjaman baru.
• Pemberi pinjaman lama dibebaskan dari seluruh kewajiban terkait pinjaman tersebut.
Implikasi:
Secara hukum, perjanjian pinjaman tetap berlaku, namun pihak kreditur digantikan
sepenuhnya.
E. Pembatasan Tanggung Jawab Penerima Pemberi Pinjaman Lama
Penerima yang mewakili pemberi pinjaman lama:
• Tidak memiliki tanggung jawab pribadi atas kewajiban dalam perjanjian.
• Dibebaskan dari klaim yang timbul dari transaksi novasi, kecuali dalam kasus fraud
atau misrepresentation.
Implikasi:
Risiko hukum receiver dibatasi secara jelas dalam perjanjian.
F. Hukum yang Berlaku dan Penyelesaian Sengketa
Ketentuan hukum dalam perjanjian:
• Hukum yang berlaku: Hukum Inggris
• Forum penyelesaian sengketa: Arbitrase di Singapore International Arbitration Centre
(SIAC)
• Tempat arbitrase: Singapura
• Bahasa: Bahasa Inggris
Implikasi:
Penyelesaian sengketa menggunakan forum arbitrase internasional, yang umum
digunakan dalam transaksi lintas yurisdiksi.
2.2.2.2 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi terkait Jual Beli Saham
A. Para Pihak dalam Transaksi
Perjanjian SHARE SALE AND PURCHASE AGREEMENT ini dibuat tanggal 25 Desember
2025, melibatkan beberapa pihak, antara lain:
• Penjual : SMS Offshore Overseas Limited
• Penerima : Cosimo Borrelli of Kroll HK Limited (sebagai agen Penjual)
• Pembeli : PT Raharja Energi Madura
• Penjamin Pembeli : PT Raharja Energi Cepu Tbk
• Pemberi Pinjaman Baru : OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V (Sebelumnya :
adalah “SEL” Samudra Energy Limited)
B. Objek Transaksi
Objek transaksi adalah 100% saham SMS Development Limited, yang secara tidak
langsung memiliki 20% kepemilikan di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Halaman 38 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 40
HCML merupakan pemegang 100% participating interest dalam PSC Selat Madura yang
berlaku hingga tahun 2032.
Dengan demikian, transaksi ini pada dasarnya merupakan akuisisi kepemilikan tidak
langsung atas participating interest di blok migas Selat Madura.
C. Nilai dan Struktur Pembayaran
Nilai transaksi terdiri dari:
a) Harga transaksi utama
• Total nilai: USD 62.510.594 (termasuk pajak transfer).
b) Deposit awal
• Pembeli wajib membayar deposit USD 12.500.000 ("Deposit yang Dapat
Dikembalikan") setelah penandatanganan perjanjian.
c) Pembayaran tambahan (Contingent Payment)
Penjual berpotensi menerima tambahan:
• USD 16,5 juta, jika perpanjangan PSC Selat Madura diperoleh.
• Tambahan USD 3 juta jika perpanjangan PSC terjadi sebelum 30 Juni 2027.
Pembayaran tambahan ini bergantung pada perpanjangan PSC dan kepemilikan
minimal 20% participating interest oleh pembeli.
D. Syarat Utama Penyelesaian Transaksi (Conditions Precedent)
Transaksi hanya dapat diselesaikan jika beberapa syarat terpenuhi, antara lain:
1. Persetujuan RUPS PT Raharja Energi Cepu Tbk atas transaksi material sesuai regulasi
OJK.
2. Pelunasan pinjaman tertentu yang dimiliki perusahaan kepada Husky dan CNOOC.
3. Penjual tidak lagi menjadi kreditur perusahaan.
4. Jika diperlukan, persetujuan pemegang saham independen sesuai aturan transaksi
afiliasi OJK.
Jika syarat tersebut tidak terpenuhi dalam maksimal 6 bulan sejak penandatanganan,
maka perjanjian dapat dibatalkan.
E. Ketentuan Selama Periode Interim
Selama periode antara penandatanganan dan penyelesaian transaksi:
• Penjual wajib menjaga operasi HCML tetap berjalan normal.
• Tidak boleh ada tindakan yang merugikan PSC Selat Madura.
• Pembeli berhak memperoleh akses informasi terkait HCML
F. Jaminan dan Perlindungan Transaksi
Beberapa mekanisme perlindungan yang diatur dalam perjanjian:
• Seller Warranties terkait kondisi perusahaan.
• No Leakage Clause, yaitu larangan distribusi dana kepada penjual sebelum transaksi
selesai.
• Tax indemnity, pembagian tanggung jawab atas kewajiban pajak transaksi.
G. Risiko Pembatalan Transaksi
Halaman 39 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 41
Transaksi dapat dibatalkan apabila:
• Syarat transaksi tidak terpenuhi hingga batas waktu.
• Terjadi material adverse change pada operasi PSC Selat Madura.
• Pembeli gagal membayar deposit sesuai ketentuan.
2.2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi terkait Pemberian Jaminan
Pemberian Jaminan oleh Penjamin Pembeli dalam pelaksanaan transaksi terdapat dalam
Perjanjian SHARE SALE AND PURCHASE AGREEMENT tanggal 25 Desember 2025, dengan
ketentuan:
Klausul 14.1
Penjamin Pembeli secara tanpa syarat dan tidak dapat dicabut menjamin kepada Penjual
bahwa Pembeli akan melaksanakan kewajibannya berdasarkan perjanjian. Penjamin Pembeli
juga berkomitmen untuk membayar atas permintaan Penjual setiap jumlah yang menjadi
kewajiban Pembeli, termasuk bunga yang mungkin timbul atas jumlah tersebut hingga tanggal
pembayaran. Dengan demikian, kewajiban pembayaran yang timbul dari perjanjian tidak
hanya menjadi tanggung jawab Pembeli, tetapi juga dijamin oleh Penjamin Pembeli.
Klausul 14.2
Memberikan hak kepada Penjual untuk mengajukan tuntutan langsung kepada Penjamin
Pembeli sehubungan dengan kewajiban yang dijamin. Hal ini menegaskan bahwa Penjual
tidak harus terlebih dahulu menempuh upaya hukum terhadap Pembeli sebelum menagih
kepada Penjamin.
Klausul 14.3
Kewajiban Penjamin Pembeli bersifat tambahan (additional security) terhadap hak-hak lain
yang dimiliki Penjual berdasarkan perjanjian atau jaminan lain. Penjual tetap dapat
menegakkan haknya terhadap Penjamin tanpa harus terlebih dahulu menggunakan upaya
hukum terhadap Pembeli.
Klausul 14.4
Penjamin Pembeli tidak akan dibebaskan atau terpengaruh oleh berbagai kondisi tertentu,
antara lain perubahan ketentuan perjanjian, pemberian kelonggaran kepada Pembeli, cacat
kewajiban para pihak, maupun kondisi kebangkrutan atau likuidasi Pembeli. Dengan
pengaturan ini, jaminan yang diberikan tetap berlaku dan mengikat sampai seluruh kewajiban
yang dijamin dipenuhi.
Klausul 14.5
Penjamin Pembeli juga memberikan komitmen untuk mengganti kerugian (indemnify) dan
melindungi Penjual dari setiap kerugian, biaya, atau klaim yang timbul akibat kegagalan
Pembeli dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian.
Halaman 40 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 42
Klausul 14.6 dan Klausul 14.7
Mengatur pembatasan hak Penjamin terhadap Pembeli sampai seluruh kewajiban yang
dijamin telah dipenuhi, termasuk pembatasan untuk menuntut kembali pembayaran dari
Pembeli atau mengajukan klaim yang bersaing dengan Penjual dalam proses kepailitan. Selain
itu, apabila pembayaran yang telah diterima Penjual dari Pembeli kemudian dibatalkan dalam
proses kepailitan, kewajiban Penjamin tetap berlaku seolah-olah pembayaran tersebut belum
dilakukan.
Kemudian dalam Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi terkait Jual Beli Saham dan Analisis
Perjanjian & Syarat Transaksi terkait Pemberian Jaminan terdapat analisis perjanjian tambahan
yaitu: (A) Analisis Surat tambahan (side letter) atas perjanjian jual beli saham.
A. Analisis Surat tambahan (side letter) atas perjanjian jual beli saham
Surat tambahan atas perjanjian jual beli saham tertanggal 25 Desember 2025 yang
dibuat tanggal 26 Desember 2025, memuat ketentuan sebagai berikut:
1. Para Pihak dalam Perjanjian adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Petro
Indo Pasifik (PIP) yang merupakan pemegang saham Pembeli.
2. Sisa Kewajiban pembeli yang dijamin setelah dilakukan pembayaran uang muka
(deposit) oleh Pembeli adalah sebesar USD50.010.594.
3. Kesepakatan alokasi tanggung jawab ekonomi yang timbul dari kewajiban Pembeli
adalah sebesar 45% yang akan ditanggung REC dan 55% ditanggung PIP dari seluruh
pemberitahuan tertulis, tagihan atau tuntutan pembayaran yang diajukan pihak yang
menuntut.
4. PIP sepakat untuk melakukan pembayaran secara tunai kepada REC sebesar/setara
55% dari porsi kewajiban PIP selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal
jatuh tempo pembayaran yang ditetapkan.
5. Kewajiban pembayaran oleh PIP tidak terpengaruh oleh; kepailitan, likuidasi,
pembubaran, atau ketidakmampuan membayar dari pihak mana pun; setiap
perubahan, pengesampingan, atau pengakhiran PPJB; setiap set-off, klaim balik, atau
pembelaan apapun; setiap keadaan yang apabila ketentuan ini tidak ada, akan
mengurangi atau membebaskan kewajiban PIP berdasarkan Surat Tambahan ini.
2.2.2.4 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
Dan Jaminan Defisit Kas (Cash Deficit Guarantee) terkait Upaya Fasilitas Pembiayaan
Surat tambahan ini dibuat dan ditandatangani tanggal 17 Maret 2026, memuat ketentuan
sebagai berikut:
1. Para Pihak dalam Perjanjian adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Petro Indo
Pasifik (PIP).
2. Tujuan surat tambahan ini dibuat sehubungan dengan rencana Para Pihak untuk mendapat
fasilitas pembiayaan dari lembaga perbankan untuk tujuan pembelian seluruh saham-
saham di dalam SMS Development Limited.
3. Yang akan menjadi debitur dalam perjanjian pembiayaan tersebut adalah PT Raharja
Energi Madura (REM) yang dimiliki secara langsung oleh PT Raharja Energi Indonesia, yang
merupakan anak perusahaan RATU serta PIP.
4. Kewajiban yang timbul dari jaminan kepada kreditur akan ditanggung dengan proporsi
51% ditanggung RATU, dan 49% akan ditanggung PIP.
Halaman 41 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 43
5. Jika salah satu pihak melakukan pembayaran penuh atas klaim kreditor berdasarkan
jaminan akibat REM menunggak atau lalai memenuhi kewajibannya dalam dokumen
pembiayaan, maka pihak lainnya wajib secara tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali
mengganti kepada pihak yang membayar sesuai porsi kewajiban jaminannya, dengan
pembayaran penggantian dilakukan paling lambat 3 hari kerja sebelum tanggal jatuh
tempo yang ditetapkan dalam klaim; yang dimaksud “klaim” adalah setiap pemberitahuan
tertulis, tagihan, atau tuntutan pembayaran dari kreditor kepada pihak penjamin terkait
kewajiban REM yang belum dipenuhi.
6. Kewajiban pembayaran porsi pihak yang menjamin tetap berlaku dan tidak dapat
dikurangi atau dibebaskan karena kondisi apa pun seperti kepailitan, likuidasi,
pembubaran, ketidakmampuan membayar, set-off, klaim balik, atau keadaan lain yang
dapat mengurangi kewajiban tersebut; selain itu, pihak yang membayar berhak menagih
penggantian atas denda atau bunga tambahan dari pihak yang menjamin apabila terjadi
keterlambatan pembayaran sesuai porsi kewajibannya.
2.2.2.5 Kesimpulan Analisis Perjanjian atas Rangkaian Rencana Transaksi
Dalam rangka memahami struktur dan mekanisme pelaksanaan transaksi, Penilai telah
menelaah beberapa dokumen perjanjian yang menjadi dasar transaksi. Dokumen tersebut
antara lain Perjanjian Novasi, Share Sale and Purchase Agreement, serta surat tambahan yang
mengatur pembagian kewajiban pembayaran antar pihak dalam kelompok pembeli. Secara
keseluruhan, serta perjanjian-perjanjian tersebut saling berkaitan dan membentuk rangkaian
pengaturan dalam pelaksanaan transaksi.
Pertama, perjanjian novasi yang dibuat pada tanggal 24 Desember 2024 mengatur
pengalihan posisi kreditur atas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari SMS
Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Madura dengan nilai sebesar
USD59.208.570. Melalui novasi tersebut, PT Raharja Energi Madura menggantikan
kedudukan pemberi pinjaman lama dan memperoleh seluruh hak serta kewajiban sebagai
kreditur dalam perjanjian pinjaman yang telah ada sebelumnya. Dengan demikian, hubungan
pinjaman antara peminjam dan kreditur tetap berjalan seperti sebelumnya, hanya pihak
krediturnya yang berubah.
Selanjutnya, pelaksanaan transaksi jual beli saham diatur dalam Share Sale and Purchase
Agreement tertanggal 25 Desember 2025. Dalam perjanjian ini diatur bahwa kewajiban
pembayaran pembeli kepada penjual dijamin oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk sebagai
Penjamin Pembeli. Dengan adanya jaminan tersebut, penjual memiliki hak untuk menagih
langsung kepada penjamin apabila pembeli tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan
ketentuan dalam perjanjian.
Kemudian, terdapat surat tambahan tertanggal 26 Desember 2025 antara PT Raharja Energi
Cepu Tbk dan PT Petro Indo Pasifik yang mengatur pembagian tanggung jawab penjaminan
atas sisa kewajiban pembayaran setelah pembayaran uang muka dilakukan. Berdasarkan
kesepakatan tersebut, tanggung jawab penjaminan dialokasikan secara proporsional, yaitu
sebesar 45% oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk dan sebesar 55% oleh PT Petro Indo Pasifik.
Pengaturan ini pada dasarnya merupakan kesepakatan antara kedua pihak dalam mengatur
porsi tanggung jawab penjaminan apabila kewajiban pembayaran oleh pembeli tidak dapat
dipenuhi sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian transaksi.
Berikutnya, terdapat surat tambahan yang ditandatangani pada 17 Maret 2026 antara PT
Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petro Indo Pasifik yang mengatur kesepakatan para pihak
Halaman 42 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 44
terkait rencana perolehan fasilitas pembiayaan perbankan untuk pembelian seluruh saham
SMS Development Limited oleh PT Raharja Energi Madura (anak perusahaan PT Raharja Energi
Indonesia yang dimiliki RATU dan PIP), dimana kewajiban yang timbul dari jaminan kepada
kreditur atas fasilitas tersebut ditanggung secara proporsional sebesar 51% oleh RATU dan
49% oleh PIP, apabila salah satu pihak melakukan pembayaran atas klaim kreditor akibat
kelalaian REM, maka pihak lainnya wajib mengganti sesuai porsi kewajibannya secara tanpa
syarat dan tidak dapat ditarik kembali paling lambat 3 hari kerja sebelum jatuh tempo klaim,
dan kewajiban tersebut tetap berlaku penuh tanpa dapat dikurangi atau dibebaskan oleh
kondisi apa pun, termasuk adanya hak pihak yang membayar untuk menagih penggantian
atas denda atau bunga tambahan akibat keterlambatan pembayaran pihak lainnya.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap perjanjian-perjanjian yang terkait dengan transaksi,
termasuk perjanjian novasi pengalihan hak kreditur, pengaturan pemberian jaminan oleh
pihak yang terafiliasi dengan pembeli, serta pengaturan pemberian jaminan oleh pihak yang
terafiliasi dengan debitur, tidak ditemukan ketentuan yang secara material menyimpang dari
tujuan rencana transaksi perusahaan dalam hal akuisisi 100% SMSD, novasi pinjaman
pemegang saham, pemberian jaminan perusahaan terkait akuisisi dan pemberian jaminan
perusahaan dan jaminan defisit kas atas upaya perolehan fasilitas pembiayaan dalam rangka
akuisisi. Mekanisme novasi, pemberian jaminan oleh entitas dalam kelompok pembeli, serta
pengaturan pembagian proporsi kewajiban penjaminan antar pihak dalam kelompok pembeli
merupakan praktik yang umum dijumpai dalam transaksi akuisisi atau pengalihan saham yang
menggunakan skema pembiayaan eksternal.
Dengan demikian, dari sisi ketentuan perjanjian, struktur transaksi tersebut pada dasarnya
telah mengatur hak dan kewajiban para pihak secara cukup jelas dan dapat dipandang wajar
dalam praktik transaksi yang sebanding.
2.2.3 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen serta hasil penelaahan Penilai, rencana
transaksi memiliki sejumlah potensi manfaat dan risiko yang perlu dipertimbangkan dalam
menilai kewajarannya.
a. Manfaat Rencana Transaksi
Potensi keuntungan yang dapat diperoleh PT Raharja Energi Cepu Tbk dari rencana transaksi
pengambilalihan SMS Development Limited, yang memiliki kepemilikan tidak langsung pada
Husky-CNOOC Madura Limited, antara lain:
• Memberikan eksposur terhadap aset migas yang produktif melalui kepemilikan tidak
langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited yang telah berproduksi, yang umumnya
memiliki risiko lebih rendah dan arus kas yang lebih stabil dibandingkan proyek eksplorasi
baru.
• Kepemilikan tidak langsung dalam proyek migas ini dapat menambah sumber pendapatan
Perseroan di sektor energi dan mendukung stabilitas kinerja keuangan dalam jangka
panjang.
• Aset migas umumnya memiliki cadangan yang dapat diproduksi dalam jangka waktu
tertentu, sehingga berpotensi memberikan kontribusi pendapatan bagi Perseroan selama
masa produksi.
Transaksi ini dapat memperkuat posisi Perseroan di sektor energi, khususnya di bisnis hulu
migas, serta membuka peluang pengembangan usaha di masa depan.
Halaman 43 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 45
b. Kerugian atas Transaksi
Potensi kerugian atau risiko yang dapat timbul bagi PT Raharja Energi Cepu Tbk dari rencana
transaksi pengambilalihan SMS Development Limited antara lain:
• Sebagai pemberi jaminan atau penjamin pembeli atas kewajiban pembeli, Perseroan
berpotensi menanggung kewajiban apabila pembeli tidak dapat memenuhi kewajibannya
dalam transaksi.
• Transaksi ini meningkatkan eksposur Perseroan terhadap risiko operasional di sektor hulu
migas, yang dipengaruhi oleh kinerja lapangan, perubahan harga minyak dan gas, serta
risiko teknis lainnya.
• Terdapat risiko bahwa kinerja aset di masa depan tidak sesuai dengan proyeksi, sehingga
manfaat ekonomi yang diharapkan dari transaksi ini dapat lebih rendah dari perkiraan
awal.
• Karena kepemilikan diperoleh secara tidak langsung melalui perusahaan perantara,
terdapat beberapa risiko tambahan, seperti struktur kepemilikan yang lebih kompleks,
potensi kewajiban pada perusahaan yang diakuisisi, serta keterbatasan kontrol operasional
secara langsung terhadap proyek migas.
Halaman 44 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 46
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi
3.1.1 Riwayat Perusahaan & Sifat Kegiatan Usaha
Riwayat Singkat
PT Raharja Energi Cepu Tbk didirikan dengan nama PT Syabas Usaha Migas berdasarkan akta
notaris Indah Setyaningsih, S.H., No. 07 tanggal 16 Oktober 2006. Akta Pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. W7-06263HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait perubahan Direksi dan Komisaris berdasarkan Akta No.35
tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, dan telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0221474.
Kemudian Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham, peningkatan
modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan status Perusahaan
dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka dan karenanya mengubah
nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja Energi Cepu menjadi PT Raharja Energi
Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan surat penerimaan AHU-0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20
September 2024
Pada saat ini aktivitas Perusahaan adalah berinvestasi pada satu entitas asosiasi dan tiga entitas
anak. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Rukun Raharja Tbk. Entitas induk terakhir
Perusahaan adalah PT Rukun Raharja Tbk.
Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam surat
No.37/WPJ.06/2013 tanggal 4 Desember 2013 untuk membuat dan menyajikan laporan
keuangan dalam bahasa Inggris dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang berlaku efektif
mulai 1 Januari 2014.
Pada tanggal 30 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran No. S-179/D.04/2024 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
• Kegiatan usaha utama:
a. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
b. Aktivitas Perusahaan Holding
Halaman 45 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 47
• Kegiatan Usaha Penunjang:
a. Pertambangan Minyak Bumi
b. Pertambangan Gas Alam
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 tumbuh sebesar 5,04%. Dari sisi
produksi, Lapangan Usaha Jasa Pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59%.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 9,91%. Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan II-2025
mengalami pertumbuhan sebesar 1,43% (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan
Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,42%. Dari sisi pengeluaran,
Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,77 persen.
Sampai dengan triwulan III-2025, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,01%
(c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi
sebesar 10,37%. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,13%. Secara spasial, perekonomian Indonesia pada
triwulan III-2025 mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan dengan periode yang
sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
5,2 5,2
5,11 5,12
5,1 5,04 5,05 5,04 5,1
5,02
5 4,94 4,95 5
4,87
4,9 4,9
4,8 4,8
4,7 4,7
Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3
2023 2023 2024 2024 2024 2024 2025 2025 2025
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)
Grafik 5. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 – Q3 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2025, diolah
Pertambangan menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia. PDB sektor pertambangan minyak
bumi dan gas menunjukkan kontribusi ekonomi dari kegiatan eksplorasi, produksi, dan
pengolahan sumber daya alam berupa minyak bumi, gas alam terhadap total PDB nasional. PDB
sektor Migas menunjukkan kinerja yang fluktuatif dengan kinerja tahun 2024 sedikit mengalami
pertumbuhan sebesar 1% (yoy) menjadi Rp526 triliun. Sedangkan kinerja Semester I 2025
menunjukkan penurunan dibandingkan dengan kinerja Semester I 2024 dari Rp263 triliun
menjadi Rp261 triliun atau turun 0,64% (yoy).
Halaman 46 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 48
587.597
600.000 526.156
521.070
461.703
400.000
263.159 261.471
200.000
0
2021 2022 2023 2024 HY 2024 HY 2025
PDB Migas (Miliar Rupiah)
Grafik 6. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 –
Semester I 2025
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.
40.000 8,00
34.386
31.903
29.607 7,00
30.000 27.517
GDP (Triliun Rupiah)
25.573
23.694
22.139 6,00
20.892
20.000 (%)
5,00
5,05 5,03 5,11 5,14
4,86 4,94 4,96 4,96
10.000
4,00
- 3,00
2023 2024 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
GDP (Triliun) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 7. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) Oktober 2025, diolah
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran
2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK November 2025 tercatat inflasi sebesar
0,17% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,72% (yoy). Tingkat inflasi
month-to-month (m-to-m) pada November 2025 sebesar 0,17% sedangkan tingkat inflasi year to
date (y-to-d) pada November 2025 sebesar 2,27%. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada
November 2025 sebesar 2,36%; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,17 persen; dan inflasi y-to-d
sebesar 2,18%. Inflasi inti pada November 2025 tercatat sebesar 0,17% (mtm), lebih rendah dari
Halaman 47 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 49
realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,39% (mtm). Realisasi inflasi inti pada November 2025
disumbang terutama oleh komoditas emas perhiasan. Perkembangan tersebut terutama
dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas emas global, di tengah ekspektasi inflasi yang
tetap terjaga. Secara tahunan, inflasi inti November 2025 tercatat sebesar 2,36% (yoy), stabil
dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,36% (yoy). Sedangkan berdasarkan
data proyeksi IMF, inflasi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1,68% (yoy) dengan rata-rata
proyeksi inflasi tahun 2020 – 2030 sebesar 2,32%.
4,00 3,71
3,50
3,00
2,51 2,50 2,52 2,52
2,50 2,30
2,19
Inflasi (%)
2,00
1,68
1,50
1,00
0,50
-
2023 E 2024 E 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
Grafik 8. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) Oktober 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Pada 30 November 2025, nilai tukar Rupiah menunjukkan pelemahan tipis terhadap beberapa
mata uang utama dunia dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Rupiah tercatat di kisaran
Rp16.660 per dolar AS, melemah sekitar 11 poin dibandingkan bulan sebelumnya di angka
Rp16.649/USD. Terhadap Euro, Rupiah berada di level Rp19.318/EUR, melemah 115 poin
dibandingkan bulan Oktober 2025. Sementara terhadap Dollar Singapura, Rupiah tercatat
Rp212.857/SGD, melemah 68 poin diibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu nilai tukar
Rupiah terhadap Dollar Australia juga mencatatkan pelemahan 24 poin menjadi Rp10.909/AUD.
Pergerakan ini mencerminkan pelemahan nilai tukar rupiah secara multilateral (atau bisa juga
disebut secara umum atau luas) karena Rupiah tidak hanya melemah terhadap satu mata uang
saja, melainkan terhadap sekelompok mata uang utama dunia sekaligus.
Halaman 48 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 50
19.583 19.203 19.318
20.000
16.691 16.649 16.660
12.930 12.789 12.857
11.040 10.885 10.909
10.000
AUD USD SGD EURO
Grafik 9. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah tahun 2025
Sumber: S&P CapitalIQ, 2025
Suku Bunga
Pada Bulan November 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
periode November 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja, investasi
dan konsumsi tercatat turun di level 8,30%, 8,69% dan 8,87%.
Tabel 14. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025*
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,30
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,69
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,87
*November 2025
Sumber: Bank Indonesia November 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan Minyak bumi dan Gas
Cadangan Minyak Bumi dan Gas (Migas) Indonesia
Data kementerian ESDM tahun 2024 menunjukkan bahwa cadangan minyak bumi dan Gas di
Indonesia tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.
Dimana cadangan Minyak Bumi terbukti tahun 2023 mencapai 2,41 ribu MMSTB sedangkan
potensialnya mencapai 2,29 ribu MMSTB dengan total mencapai 4,7 ribu MMSTB. Sedangkan
tahun 2024 menunjukkan sedikit penurunan dengan total cadangan terbukti sebesar 2,3 ribu
MMSTB dan potensial sebesar 2 ribu MMSTB. Cadangan minyak bumi terbesar terletak di
Sumatera Bagian Tengah mencapai 1.410 MMSTB dan Jawa Bagian Timur yaitu sebanyak 1.013
MMSTB. Sedangkan cadangan gas bumi Indonesia yang sudah terbukti di tahun 2023 mencapai
35,3 TSCF, potensi cadangan mencapai 19,46 TSCF dengan total cadangan gas bumi sebesar
54,76 TSCF. Data tahun 2024 juga menunjukkan sedikit penurunan yaitu menjadi 33,84 TSCF
Halaman 49 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 51
untuk cadangan terbukti dan 18,14 TSCF untuk cadangan potensial di tahun 2024. Maluku Utara
menjadi daerah dengan cadangan gas bumi terbesar mencapai 15,78 TSCF dan Papua sebesar
11,42 TSCF.
Cadangan Minyak Bumi Cadangan Gas Bumi
5.000 70,00
60,00
4.000
18,82 18,99
2.290 50,00
1.730 1.900 2.024 18,49 19,46
1.700 18,14
MMSTB
3.000
40,00
TSCF
30,00
2.000
20,00 43,57 41,62
2.442 2.413 36,34 35,30 33,84
1.000 2.245 2.271 2.288
10,00
- 0,00
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Terbukti Potensial Terbukti Potensial
Grafik 10. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi Minyak Bumi dan Gas
Produksi minyak bumi Indonesia dalam 5 tahun terakhir menunjukkan produksi yang menurun
disetiap tahunnya, sedangkan produksi gas bumi mengalami fluktuasi. Produksi minyak bumi
pada tahun 2023 sebesar 606 Juta Barel Minyak per Hari/ MBOPD (Million Barrel of Oil per Day)
atau turun 1% (yoy). Produksi di tahun 2024 sebesar 580 MBOPD atau turun 4% (yoy). Sedangkan
produksi gas bumi pada tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun 2022 yaitu
sebesar 1.284 juta barel per hari/MBOEPD (Million Barrels of Oil Equivalent per Days). Sedangkan
pada 2024 produksi gas bumi Indonesia sebesar 1.215 MBPOEPD atau naik 2,6% (yoy).
1.178 1.178 1.147 1.184 1.215
1.200,00
800,00 708,00 659,00 612,00 606,00 580,00
400,00
-
2020 2021 2022 2023 2024
Produksi Minyak Mentah dan Konsentrat (MBOPD)
Grafik 11. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Sumber: Dirjen SKK Migas, 2024
Lifting merupakan kegiatan pengangkatan atau pengambilan minyak bumi atau gas dari sumur
produksi untuk kemudian dijual atau dimanfaatkan. Besarnya lifting minyak atau gas bisa berbeda
dengan hasil produksi yang diakibatkan karena proses produksi dilaksanakan setiap hari, namun
demikian lifting dilakukan berdasarkan jadwal pengiriman (shipment schedule) yang bisa bersifat
mingguan atau bulanan. Akibatnya, sebagian minyak yang sudah diproduksi bisa tersimpan
sementara di tangki (storage) dan baru dilifting pada periode berikutnya. Lifting minyak semester
I 2024 mencapai 576 MBOEPD atau masih 91% dari total target sebesar 635 MBOEPD.
Sedangkan lifting gas semester I 2024 mencapai 989 MBOEPD atau 96% dari target pemerintah
di tahun 2024. Realisasi lifting gas di semester I 2024 telah menunjukkan realisasi lifting melebihi
tahun 2023 sebesar 960 MBOEPD.
Halaman 50 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 52
1.400
1.188 1.141
1.200 1.133 1.058 983 995 953 960 989
1.000 829 804 778 746 707
800 660 612 605 576
600
400
200
-
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 SM I 2024
Lifting Minyak (MBOEPD) Realisasi Lifting Gas (MBOEPD) Realisasi
Lifting Minyak (MBOEPD) Target Lifting Gas (MBOEPD) Target
Grafik 12. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024
Tabel 15. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Jumlah Kilang Kapasitas (MTPA)
Minyak Bumi
Kilang Minyak 6 1.186
Kilang LPG
Kilang LPG (Minyak) 6 1.331
Kilang Hulu 6 2.342
Kilang Hilir 18 1.075
Kilang Hulu dan Hilir 6 44
Total Kilang LPG 4.792
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Keterbatasan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar diakibatkan karena
keterbatasan jumlah kilang minyak yang digunakan untuk mengelola minyak mentah hasil lifting
dalam negeri. Jumlah kilang minyak bumi di Indonesia saat ini adalah sebanyak 6 kilang dengan
kapasitas total produksi bahan bakar mencapai 1.186 MTPA. Hasil ini belum mampu memenuhi
total kebutuhan bahan bakar dalam negeri sehingga sebagian besar kebutuhan bahan bakar
minyak dipenuhi dari Impor. Total impor bahan bakar minyak pada tahun 2024 mencapai USD
24,7 miliar dan naik 5% di tahun 2024 (data sementara) menjadi USD 25,9 miliar. Sedangkan
untuk produksi gas menjadi LPG di Indonesia saat ini telah terpenuhi dari 36 kilang dengan
kapasitas 4.792 MTPA. Dari total produksi tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan dalam
negeri dan sebagian diantaranya di ekspor, dimana ekspor gas alam di Indonesia di tahun 2024
naik 2% (yoy) menjadi USD 8,7 miliar.
Jika dilihat dari data investasi kegiatan di sektor hulu migas, kenaikan investasi tidak terlalu
signifikan. Investasi sektor Migas pada tahun 2024 mencapai USD 14,7 miliar atau sekitar Rp229
triliun, atau naik sebesar 6% (yoy). Investasi ini meliputi investasi untuk kegiatan ekplorasi 7%,
pengembangan 22%, produksi 66%, dan administrasi sebesar 6% dari total investasi di tahun
2024.
Halaman 51 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 53
30
13,27 14,07
25 12,1
10,52 11,01
20
Miliar USD
15
0,78
0,84
10 0,68 0,77 0,73
8,64 9,24
7,66 8 8,06
5
2,63 3,07
1,65 1,47 1,47
0,52 0,69 0,7 1,16 0,98
0
2020 2021 2022 2023 2024
Eksplorasi Pengembangan Produksi Administrasi Total
Grafik 13. Investasi Kegiatan Hulu Migas Tahun 2020 – 2024
Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024
Perkembangan Pasar Global
Secara umum, aktivitas ekspor migas menunjukkan kondisi yang berfluktuasi. Sementara impor
migas masih mendominasi untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Ekspor minyak mentah
menurun dari USD 2,80 juta pada 2021 menjadi USD 2,23 juta pada 2024, sedangkan impor
minyak mentah meningkat dari USD 7,05 juta menjadi USD 10,35 juta pada periode yang sama.
Impor hasil minyak menurun signifikan dari USD 18,48 juta pada 2021 menjadi USD 8,91 juta
pada 2024, menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kilang domestik. Di sisi lain, ekspor gas
alam meningkat tajam dari USD 7,45 juta pada 2021 menjadi USD 25,92 juta pada 2024,
menegaskan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor gas bersih meskipun masih bergantung
pada impor minyak.
30.000 28.962
25.924
25.000 24.689
20.000 18.482
Juta USD
15.000
11.455
11.142 10.353
10.000 9.712 8.773 8.908
7.047 7.451
4.671 5.400
4.741
5.000
2.796 2.229
2.001 1.615 1.749
0
2021 2022 2023 2024
Minyak Mentah Ekspor Minyak Mentah Impor Hasil Minyak Ekspor
Hasil Minyak Impor Gas Alam Ekspor Gas Alam Impor
Grafik 14. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024
Sumber: BPS, 2024
Pada September 2025, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat sebesar USD
66,81 per barel, naik USD 0,73 dari bulan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan harga Brent
(ICE) dan Basket OPEC, meski Dated Brent dan WTI (Nymex) justru mengalami penurunan tipis.
Kenaikan ICP dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global, terutama akibat eskalasi
konflik Rusia–Ukraina yang mengganggu sekitar 17% kapasitas kilang Rusia serta ketegangan di
Timur Tengah terkait sanksi terhadap Iran. Secara keseluruhan, ICP Indonesia bergerak positif
Halaman 52 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 54
dibandingkan harga acuan utama dunia, mencerminkan pengaruh kuat kondisi geopolitik dan
dinamika permintaan kawasan Asia. Untuk proyeksi harga Brent pada tahun Januari – Mei 2026
diprediksi berada pada kisaran USD 63,75 – USD 64,44 per barel.
Brent Crude Oil Futures Prompt Month ($/bbl)
85,00
80,00
75,00
70,00
64,44 63,7563,7763,8664,0764,44
65,00
60,00
Grafik 15. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent)
Sumber: S&P Capital IQ, 2025, diolah
Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa 40,1% dari total kebutuhan energy
global tahun 2023 bersumber dari minyak mentah. Rata-rata total kebutuhan minyak mentah
tahun 2024 mencapai 102,95 MMB per hari, sedangkan rata-rata suplai sebesar 103,23 MMB
per hari. Hingga September 2025 rata-rata total permintaan minyak mentah global turun 0,8%
menjadi 103,72 MMB per hari dengan suplai naik 2% menjadi 105,29 MMB per hari. Penurunan
permintaan disebabkan karena penggunaan renewable energi yang meningkat seiring dengan
komitmen banyak negara untuk beralih dari penggunaan energi yang bersumber dari energi tidak
terbarukan ke sumber energi terbarukan. Namun demikian permintaan akan minyak mentah
sebagai sumber energi global masih menjadi yang tertinggi seiring dengan masih bergantungnya
sektor industri dan sumber listrik yang berbahan bakar minyak.
250
200
104,9 106,8 107,1 108,5
150 101,4 102,8 103,6 103,5 103,1 103,1 103,2 103,6 102,8 103,8 103,9 103,9 102,8 103,3 104,8 104,5 104,9
MMB/D
100
50 100,8 102,9 101,8 102,1 103,2 103,8 103,8 103,4 103,2 103,2 103,2 104 101,7 103,3 102,1 103,3 103 105,7 105,2 104,7 104,6
0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep
2024 2025
Permintaan Suplai
Grafik 16. Perkembangan Permintaan dan Suplai Minyak Mentah Global
Sumber: McKinsey, 2025
Kesimpulan Industri Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Industri minyak, baik di Indonesia maupun global, tengah berada pada fase transisi penting di
antara meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan menuju energi terbarukan. Secara global,
minyak masih menjadi sumber energi utama dengan kontribusi lebih dari 40% terhadap total
Halaman 53 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 55
konsumsi energi pada 2023. Hingga September 2025, permintaan minyak dunia turun 0,8%
akibat peningkatan penggunaan energi bersih, sementara pasokan naik 2% dan ketegangan
geopolitik Rusia–Ukraina serta Timur Tengah menjaga harga Brent di kisaran USD 63–64 per
barel, dengan ICP Indonesia naik menjadi USD 66,81 per barel. Di dalam negeri, industri migas
menghadapi penurunan produksi dari 606 MBOPD pada 2023 menjadi 580 MBOPD pada 2024
serta keterbatasan kapasitas kilang yang menyebabkan impor BBM mencapai USD 25,9 miliar
pada 2024. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 4,9% per
tahun hingga 2030 akan menjaga tingkat konsumsi energi, sehingga prospek PT Raharja Energy
Cepu Tbk tetap terbuka, terutama jika perusahaan mampu meningkatkan efisiensi lifting,
mengoptimalkan produksi di blok-blok minyak domestik, dan memanfaatkan momentum harga
minyak dunia yang cenderung stabil pada level moderat.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan perubahan Anggaran Dasar terakhir dalam Akta
Keputusan Para Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu No. 18 tanggal 20 September 2024
adalah berusaha dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas perusahaan holding.
Kegiatan Usaha Penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroan adalah
menjalankan usaha-usaha di bidang Pertambangan Minyak Bumi dan Pertambangan Gas Alam.
Produk dan jasa yang dihasilkan Perseroan dan Entitas Anak, yaitu berasal dari lifting minyak dan
gas bumi dari 2 (dua) blok utama yaitu Blok Cepu melalui Perusahaan Asosiasi yaitu PJUC dan
Blok Jabung melalui Perusahaan Anak. Operasional perusahaan asosiasi dan perusahaan anak
dalam hal pertambangan minyak dan gas bumi didukung oleh produksi dan cadangan sebagai
berikut:
Tabel 16. Produk dan Jasa Perseroan
No Keterangan Jumlah
1 Blok Jabung
Produksi:
-Minyak Mentah 2.115 MBBL
-Minyak Kondensat 2.991 MBBL
-Gas Bumi 46.950 MMSCF
-LPG 8.103 MMSCF
Cadangan:
-Minyak Mentah 55.029 MBBL
-Gas 412.206 MMSCF
2 Blok Cepu
-Minyak Mentah 53.714 MBBL
-Cadangan 281.662 MBBL
Pertambangan Minyak Bumi mencakup kegiatan pertambangan minyak bumi mentah termasuk
usaha pencarian kandungan minyak bumi, pengeboran, penambangan, pemisahan serta
penampungan, produksi minyak bumi mentah kondensat, pemrosesan untuk menghasilkan
minyak mentah dengan cara penampungan, penyaringan, pengeringan, stabilisasi dan lain-lain.
Hasil pertambangan minyak bumi antara lain minyak mentah atau crude oil kondensat.
Pertambangan Gas Alam mencakup usaha pencarian kandungan gas alam, pengeboran,
penambangan, pemisahan serta penampungan. Hasil pertambangan gas alam antara lain gas
alam. Pencairan gas alam menjadi LNG sampai ke pengapalannya masih termasuk kegiatan
pertambangan. Termasuk kegiatan CBM (Coalbed Methane).
Halaman 54 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 56
Operasional perusahaan, entitas anak, dan entitas asosiasi tersebar di 3 wilayah Provinsi di
Indonesia yaitu Jawa Tengah untuk Blok Cepu, Jawa Timur untuk Blok Cepu, dan Jambi untuk
Blok Jabung. Kapasitas Blok Tanjung Jabung sebesar 52 ribu BOPD dan kapasitas Blok Cepu
sebesar 155 ribu BOPD.
Prospek Perusahaan
Kinerja PT Raharja Energy Cepu Tbk (REC) pada tahun 2024 menunjukkan adanya perlambatan
dengan penurunan laba bersih sebesar 43% (yoy) menjadi USD13,96 juta. Perlambatan ini
terutama disebabkan oleh kinerja entitas anak, PT Raharja Energi Tanjung Jabung yang memiliki
8% participating interest di Blok Jabung, serta entitas asosiasi PT Petrogas Jatim Utama Cendana
dengan 2,2423% participating interest di Blok Cepu, yang mengalami tekanan akibat fluktuasi
harga minyak dan gas global. Meskipun secara operasional Blok Jabung mencatat peningkatan
lifting minyak mentah sebesar 1,4%, kondensat sebesar 11,5%, dan kenaikan gas alam sebesar
16,2% (yoy) serta Blok Cepu mengalami penurunan lifting minyak mentah sebesar 6,9%. Kenaikan
volume lifting tersebut turut meningkatkan beban pokok pendapatan hingga 73,7%, namun tidak
diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan akibat turunnya harga acuan minyak
dan gas dibandingkan tahun 2023, sehingga menekan profitabilitas perusahaan.
Kendati menghadapi tekanan margin, fundamental usaha REC tetap solid mengingat kepemilikan
portofolio pada dua blok migas terbesar di Indonesia, yakni Blok Jabung dan Blok Cepu, dengan
cadangan minyak masing-masing sebesar 55.029 MMBL dan 281.662 MBBL serta cadangan gas
412.206 MMSCF di Blok Jabung. Sebagai perusahaan investasi, REC menjalankan kegiatan
usaha dengan risiko operasional yang relatif rendah karena aktivitas eksplorasi dan produksi
diserahkan kepada operator berpengalaman dengan rekam jejak yang kuat di industri migas
nasional. Strategi ini memungkinkan REC untuk mempertahankan kestabilan laju produksi dan
mengoptimalkan tingkat penurunan produksi secara ekonomis. Selain itu, keberlanjutan kontrak
pengelolaan Blok Cepu hingga tahun 2035 dan Blok Jabung hingga tahun 2043 memberikan
kepastian pendapatan jangka panjang bagi perusahaan. Ke depan, prospek usaha REC dinilai
positif seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi domestik, tren stabilisasi harga minyak
dunia, serta potensi penguatan portofolio investasi di sektor gas bumi dan minyak bumi. Dengan
tata kelola investasi yang hati-hati serta dukungan dari operator yang andal, REC berpeluang
memperbaiki kinerja keuangannya dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan investasi
migas yang stabil dan berorientasi jangka panjang.
3.1.4 Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Berdasarkan keterangan Manajemen, rencana transaksi dilatarbelakangi oleh strategi Perseroan
untuk memperkuat kepemilikan atas aset minyak dan gas bumi (migas) yang telah berproduksi
melalui pengambilalihan entitas pemegang saham tidak langsung.
Melalui akuisisi SMS Development Limited, Perseroan bermaksud memperoleh pengendalian yang
lebih besar atas investasi strategis yang sebelumnya dimiliki secara tidak langsung, khususnya
kepemilikan 20% pada Husky-CNOOC Madura Limited. Langkah ini dipandang sebagai upaya
untuk meningkatkan kualitas portofolio aset hulu Perseroan dengan menambah eksposur pada
aset yang telah berproduksi dan menghasilkan arus kas.
Selain itu, Manajemen menilai bahwa pengambilalihan entitas pemegang saham tidak langsung
merupakan pendekatan yang lebih efisien untuk memperkuat posisi kepemilikan dan
pengendalian, sekaligus menyelaraskan struktur kepemilikan dalam kelompok usaha Perseroan.
Halaman 55 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 57
Dengan demikian, rencana transaksi diharapkan dapat mendukung strategi pertumbuhan jangka
panjang Perseroan di sektor energi, khususnya pada segmen hulu migas yang memberikan
kontribusi pendapatan berulang.
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan atas Transaksi
Potensi keuntungan yang dapat diperoleh PT Raharja Energi Cepu Tbk dari rencana transaksi
pengambilalihan SMS Development Limited, yang memiliki kepemilikan tidak langsung pada
Husky-CNOOC Madura Limited, antara lain:
a) Memberikan eksposur terhadap aset migas yang produktif melalui kepemilikan tidak
langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited yang telah berproduksi, yang umumnya
memiliki risiko lebih rendah dan arus kas yang lebih stabil dibandingkan proyek eksplorasi
baru.
b) Kepemilikan tidak langsung dalam proyek migas ini dapat menambah sumber pendapatan
Perseroan di sektor energi dan mendukung stabilitas kinerja keuangan dalam jangka
panjang.
c) Aset migas umumnya memiliki cadangan yang dapat diproduksi dalam jangka waktu
tertentu, sehingga berpotensi memberikan kontribusi pendapatan bagi Perseroan selama
masa produksi.
d) Transaksi ini dapat memperkuat posisi Perseroan di sektor energi, khususnya di bisnis hulu
migas, serta membuka peluang pengembangan usaha di masa depan.
Kerugian atas Transaksi
Potensi kerugian atau risiko yang dapat timbul bagi PT Raharja Energi Cepu Tbk dari rencana
transaksi pengambilalihan SMS Development Limited antara lain:
a) Sebagai pemberi jaminan atau penjamin pembeli atas kewajiban pembeli, Perseroan
berpotensi menanggung kewajiban apabila pembeli tidak dapat memenuhi kewajibannya
dalam transaksi.
b) Transaksi ini meningkatkan eksposur Perseroan terhadap risiko operasional di sektor hulu
migas, yang dipengaruhi oleh kinerja lapangan, perubahan harga minyak dan gas, serta
risiko teknis lainnya.
c) Terdapat risiko bahwa kinerja aset di masa depan tidak sesuai dengan proyeksi, sehingga
manfaat ekonomi yang diharapkan dari transaksi ini dapat lebih rendah dari perkiraan awal.
d) Karena kepemilikan diperoleh secara tidak langsung melalui perusahaan perantara, terdapat
beberapa risiko tambahan, seperti struktur kepemilikan yang lebih kompleks, potensi
kewajiban pada perusahaan yang diakuisisi, serta keterbatasan kontrol operasional secara
langsung terhadap proyek migas.
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
3.2.1 Penilaian Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya transaksi. Analisis ini
memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Halaman 56 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 58
Kinerja Historis PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
REC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Limited
Review periode 30 November 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 17. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025
(dalam USD Penuh)
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Nov 2025
Laporan Posisi
Keuangan Limited
Audited Audited Audited Audited Audited
Review
Aset Lancar
Kas dan bank 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 28.206.595
Piutang Usaha -
10.372.313 11.400.095 5.822.324
Pihak Ketiga
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 14.489 91.323
Pihak Berelasi 963.126 4.516 1.214.315 495.119 345.483 260.226
Pajak Dibayar
870.834 241.869
Dimuka
Uang Muka dan
Beban Dibayar 1.628.676
Dimuka
Investasi Jangka
611.381
Pendek
Beban Dibayar
1.094
Dimuka
Aset Lancar Lainnya 10.238 10.308 336.488 67.706
Total Aset Lancar 10.189.012 2.123.505 2.491.212 23.750.267 22.491.604 36.688.231
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas
11573884 12.202.548 11.918.250 9.844.944 8.559.832 7.457.121
Asosiasi
Investasi Jangka
6.020.450
Panjang
Aset Tetap - Bersih 8540 5.154 34.078 27.585 24.364 123.192
Properti Minyak dan
23.834.819 21.708.950 19.616.819
Gas - Bersih
Aset Pajak
3707 4.277 8.957 17.242 39.601 43.776
Tangguhan
Aset Tidak Lancar
20.775
Lain-lain
Total Aset Tidak
11.586.131 12.211.979 11.961.285 33.724.590 30.332.747 33.282.133
Lancar
Total Aset 21.775.143 14.335.484 14.452.497 57.474.857 52.824.351 69.970.364
Liabilitas Jangka
Pendek
Halaman 57 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 59
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Nov 2025
Laporan Posisi
Keuangan Limited
Audited Audited Audited Audited Audited
Review
Utang Dividen 172.372
Utang Lain-lain Pihak
246 252 3.098 131.350
Berelasi
Utang Pajak 2269 1064 2.852 1.861.328 2.640.803 2.562.072
Beban Masih Harus
3.435 3.987 10.316 717.327 100.944
Dibayar
Kewajiban Kontrak 750.092
Bagian Lancar
Liabilitas Jangka
Panjang
Pinjaman Bank 5.965.843 6.274.541 5.389.752
Pinjaman Pemegang
5016083 148932 284165 357.335 357.335 684.892
Saham
Pinjaman
Pembiayaan 4013 4.635 5.004 16.351
Konsumen
Total Liabilitas
5.018.352 325.803 295.263 8.199.709 9.998.108 9.635.453
Jangka Pendek
Liabilitas Jangka
Panjang
Pinjaman Jangka
Panjang - setelah
19.466.522 13.541.980
Dikurangi Bagian
Lancar
Pinjaman Bank 2.558.660 2.201.325 1.843.990 8.123.427
Pinjaman pemegang
2473580 17.075 12.788 7.194 1.516.433
Saham
Pinjaman
Pembiayaan 10.520 14.328 51.139
Konsumen
Liabilitas Imbalan
15427 15.127 8.643 17.407
Pasca-Kerja
Liabilitas Imbalan
Pensiun Direksi dan 26.145 62.035 18.851 92.855
Komisaris
Total Liabilitas
15.427 2.488.707 2.610.523 21.753.190 15.426.343 9.801.261
Jangka Panjang
Total Liabilitas 5.033.779 2.814.510 2.905.786 29.952.899 25.424.451 19.436.714
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.484.844
Tambahan Modal
2.041 2.041 2.041 2.041 2.041 12.920.505
Disetor
Saldo Laba
Ditentukan
6.542 24.865
Penggunaannya
Belum Ditentukan
14.425.527 9.205.137 9.230.874 25.030.290 24.891.467 34.803.493
Penggunaannya
Kepentingan Non
175.831 186.054 299.943
Pengendali
Total Ekuitas 16.741.364 11.520.974 11.546.711 27.521.958 27.399.900 50.533.650
Total Liabilitas dan
21.775.143 14.335.484 14.452.497 57.474.857 52.824.351 69.970.364
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025
Halaman 58 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 60
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar 21,89%.
Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD10.189.012. Pada tahun 2021 aset lancar
mengalami penurunan sebesar 79,16% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.123.505. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 17,32% secara
year on year atau tercatat sebesar USD2.491.212. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 853,36% secara year on year atau tercatat sebesar USD23.750.267.
Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 5,30% secara year on year atau
tercatat sebesar USD22.491.604. Kemudian Pada periode 30 November 2025 aset lancar
tercatat sebesar USD36.688.231.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar 27,20%.
Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD11.586.131. Pada tahun 2021 aset
tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 5,40% secara year on year atau tercatat sebesar
USD12.211.979. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 2,05%
secara year on year atau tercatat sebesar USD11.961.285. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar
mengalami peningkatan sebesar 181,95% secara year on year atau tercatat sebesar
USD33.724.590. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 10,06%
secara year on year atau tercatat sebesar USD30.332.747. Kemudian Pada periode 30
November 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD33.282.133.
Total Aset
Pertumbuhan total aset REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar 24,80%. Pada tahun
2020 total aset tercatat sebesar USD21.775.143. Pada tahun 2021 total aset mengalami
penurunan sebesar 34,17% secara year on year atau tercatat sebesar USD14.335.484. Pada
tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 0,82% secara year on year atau tercatat
sebesar USD14.452.497. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan sebesar
297,68% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.474.857. Pada Tahun 2024 total
aset mengalami penurunan sebesar 8,09% secara year on year atau tercatat sebesar
USD52.824.351. Kemudian Pada periode 30 November 2025 total aset tercatat sebesar
USD69.970.364.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar
18,81%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar USD5.018.352. Pada
tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 93,51% secara year on
year atau tercatat sebesar USD325.803. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami
penurunan sebesar 9,37% secara year on year atau tercatat sebesar USD295.263. Pada Tahun
2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 2677,09% secara year on year
atau tercatat sebesar USD8.199.709. Pada Tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami
peningkatan sebesar 21,93% secara year on year atau tercatat sebesar USD9.998.108.
Halaman 59 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 61
Kemudian Pada periode 30 November 2025 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
USD9.635.453.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR
sebesar 462,34%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar USD15.427.
Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 16.032% secara
year on year atau tercatat sebesar USD2.488.707. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang
mengalami peningkatan sebesar 4,89% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.610.523. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
733,29% secara year on year atau tercatat sebesar USD21.753.190. Pada Tahun 2024
liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 29,08% secara year on year atau
tercatat sebesar USD15.426.343. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas
jangka panjang tercatat sebesar USD9.801.261.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar 49,91%.
Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD5.033.779. Pada tahun 2021 total
liabilitas mengalami penurunan sebesar 44,09% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.814.510. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 3,24%
secara year on year atau tercatat sebesar USD2.905.786. Pada Tahun 2023 total liabilitas
mengalami peningkatan sebesar 930% secara year on year atau tercatat sebesar
USD29.952.899. Pada Tahun 2024 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,12%
secara year on year atau tercatat sebesar USD25.424.451. Kemudian Pada periode 30
November 2025 total liabilitas tercatat sebesar USD19.436.714.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar 13,11%.
Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD16.741.364. Pada tahun 2021 total ekuitas
mengalami penurunan sebesar 31,18% secara year on year atau tercatat sebesar
USD11.520.974. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 0,22%
secara year on year atau tercatat sebesar USD11.546.711. Pada Tahun 2023 total ekuitas
mengalami peningkatan sebesar 138,35% secara year on year atau tercatat sebesar
USD27.521.958. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 0,44% secara
year on year atau tercatat sebesar USD27.399.900. Kemudian Pada periode 30 November
2025 total ekuitas tercatat sebesar USD50.533.650.
Halaman 60 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 62
Laporan Laba Rugi
Tabel 18. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2024 – 30 November 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Nov 2025
Rugi
Limited
Audited Audited Audited Audited Audited
Review
Pendapatan Bersih 0 0 0 47.041.922 57.743.447 46.446.207
Beban Pokok
0 0 0 (20.321.181) (35.298.295) (22.461.664)
Pendapatan
Laba Bruto 0 0 0 26.720.741 22.445.152 23.984.543
Beban umum dan
(1.158.828) (331.834) (508.345) (517.656) (1.938.236) (1.275.334)
administrasi
Pendapatan
582.789 6.751
Keuangan
Beban
(947.986) (327.663) (318.965) (975.150) (1.987.644) (1.281.772)
keuangan/bunga
Laba/(rugi) selisih
(613.049) 8.692 (29.134) 1.946 (35.531) (443.673)
kurs - bersih
Bagian laba
1.714.168 3.058.997 6.960.148 7.479.071 6.154.687 5.259.853
entitas asosiasi
Pendapatan lain-
69.880 86.477 134.640 150.990 164.539 422.590
lain
Beban lain-lain (2.685) (343.236) (16.894) (13.493) (33.734) (86.555)
Laba Sebelum
(355.711) 2.158.184 6.221.450 32.846.449 24.769.233 26.579.652
Pajak Penghasilan
Beban Pajak
(428) 583 2.268 (8.369.071) (10.813.647) (10.085.865)
Penghasilan
Laba Tahun
(356.139) 2.158.767 6.223.718 24.477.378 13.955.586 16.493.787
Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 22,75%. Pada Tahun 2023 pendapatan
bersih tercatat sebesar USD47.041.922. Pada Tahun 2024 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar 22,75% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.743.447.
Kemudian Pada periode 30 November 2025 pendapatan bersih tercatat sebesar
USD46.446.207.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 16,00%. Pada Tahun 2023 laba bruto tercatat
sebesar USD26.720.741. Pada Tahun 2024 laba bruto mengalami penurunan sebesar
16,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD22.445.152. Kemudian Pada periode
30 November 2025 laba bruto tercatat sebesar USD23.984.543.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan REC selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR
Halaman 61 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 63
sebesar 125,57%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar negatif
USD355.711. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
sebesar 706% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.158.184. Pada tahun 2022
laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 188% secara year on year
atau tercatat sebesar USD6.221.450. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami peningkatan sebesar 427% secara year on year atau tercatat sebesar
USD32.846.449. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar 24,59% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.769.233. Kemudian Pada
periode 30 November 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
USD26.579.652.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan REC selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan CAGR sebesar 86,29%.
Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar negatif USD356.139. Pada tahun 2021
laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 706% secara year on year atau tercatat
sebesar USD2.158.767. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan
sebesar 188,30% secara year on year atau tercatat sebesar USD6.223.718. Pada Tahun 2023
laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 293% secara year on year atau tercatat
sebesar USD24.477.378. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan
sebesar 42,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD13.955.586. Kemudian Pada
periode 30 November 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar USD16.493.787.
Laporan Arus Kas
Tabel 19. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025
(dalam USD penuh)
Laporan Arus Kas Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Nov 2025
LIMITED
AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED
REVIEW
Arus Kas dari Aktivitas
Operasi
Total Arus Kas dari
(2.038.223) (148.496) (23.282) 11.128.159 11.237.337 18.288.185
Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas
Investasi
Total Arus Kas dari
18.591.982 3.369.121 6.051.614 (16.230.661) 6.345.839 (861.813)
Aktivitas Investasi
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
Total Arus Kas dari
(13.737.352) (9.698.703) (6.627.596) 16.712.170 (20.079.560) 374.027
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
2.816.407 (6.478.078) (599.264) 11.609.668 (2.496.384) 17.800.399
Bersih Kas dan Bank
Kas dan Bank Awal
5.525.224 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049
Tahun
Dampak Bersih
Perubahan Selisih Kurs 2.089 1.170 9.349 (3.730) 8.598 11.147
Terhadap Kas dan Anak
Kas dan Bank Akhir
8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 28.206.595
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 November 2025
Halaman 62 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 64
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2020 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.038.223. Pada tahun 2021 arus kas
dari aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar negatif USD148.496.
Pada tahun 2022 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat
sebesar negatif USD 23.282. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi mengalami
peningkatan menjadi tercatat sebesar USD11.128.159. Pada Tahun 2024 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar USD11.237.337. Kemudian Pada periode 30 November
2025 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.288.185. Hal ini mengindikasikan
bahwa kegiatan operasional REC menghasilkan arus kas positif.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada tahun
2020 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD18.591.982. Pada tahun 2021 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD3.369.121. Pada tahun 2022 arus kas dari
aktivitas investasi mengalami peningkatan dan tercatat sebesar USD6.051.614. Pada Tahun
2023 arus kas dari aktivitas investasi mengalami penurunan sehingga tercatat sebesar negatif
USD16.230.661. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas investasi mengalami peningkatan
menjadi tercatat sebesar USD6.345.839. Kemudian Pada periode 30 November 2025 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD861.813. Arus kas investasi bernilai
negatif karena perusahaan melakukan penempatan investasi jangka panjang dan pemberian
piutang pada pihak berelasi.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan REC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada
tahun 2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD13.737.352. Pada
tahun 2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD9.698.703. Pada
tahun 2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD6.627.596. Pada
Tahun 2023 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD16.712.170. Pada Tahun
2024 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.079.560. Kemudian
Pada periode 30 November 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar
USD374.027. Aktivitas pendanaan dicatatkan positif karena terdapat penerimaan dari
penawaran umum perdana.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Pada tahun 2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD2.816.407. Pada
tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD6.478.078. Pada
tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD599.264. Pada
Tahun 2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD11.609.668. Pada Tahun
2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.496.384. Kemudian
Pada periode 30 November 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar
USD17.800.399.
Halaman 63 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 65
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Pada tahun 2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.343.720. Pada
tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.866.812. Pada tahun
2022 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.276.897. Pada Tahun 2023
kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD12.882.835. Pada Tahun 2024 kas
dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD10.395.049. Kemudian Pada periode
30 November 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD28.206.595.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 20. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Des Des Des Des Des Nov
Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Total Aset Lancar 46,79% 14,81% 17,24% 41,32% 42,58% 52,43%
Total Aset Tidak Lancar 53,21% 85,19% 82,76% 58,68% 57,42% 47,57%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas Jangka
23,05% 2,27% 2,04% 14,27% 18,93% 13,77%
Pendek
Total Liabilitas Jangka
0,07% 17,36% 18,06% 37,85% 29,20% 14,01%
Panjang
Total Liabilitas 23,12% 19,63% 20,11% 52,11% 48,13% 27,78%
Total Ekuitas 76,88% 80,37% 79,89% 47,89% 51,87% 72,22%
Total Liabilitas dan
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
sebesar 32,55%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
November 2025 adalah sebesar 52,43%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 adalah sebesar 67,45%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
aset pada periode 30 November 2025 adalah sebesar 47,57%.
Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 12,11%,
dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 November
2025 adalah sebesar 13,77%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 20,51%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
pada periode 30 November 2025 adalah sebesar 14,01%.
Halaman 64 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 66
Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 67,38%, dan proporsi total ekuitas
terhadap total aset pada periode 30 November 2025 adalah sebesar 72,22%.
Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi
Tabel 21. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2023 Des 2024 Nov 2025
Laba Bruto 56,80% 38,87% 51,64%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 69,82% 42,90% 57,23%
Beban Pajak Penghasilan -17,79% -18,73% -21,72%
Laba Tahun Berjalan 52,03% 24,17% 35,51%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap
pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 47,84%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 30 November 2025 adalah sebesar 51,64%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 56,36%,
dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada periode
30 November 2025 adalah sebesar 57,23%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan proporsi
laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 30 November 2025 adalah
sebesar 35,51%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan disusun manajemen dengan dua skenario, yaitu proyeksi keuangan sebelum
rencana transaksi dan proyeksi keuangan setelah rencana transaksi. Proyeksi keuangan disusun
pada Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas dengan asumsi:
• Pada proyeksi posisi keuangan sebelum rencana transaksi, terdapat asumsi pembayaran
dividen sebesar USD7.500.000 sepanjang masa proyeksi.
• Pada proyeksi laba rugi sebelum rencana transaksi, penjualan bersih perusahaan diproyeksi
mengalami penurunan gradual dari tahun 2026 sebesar USD49.346.796 sampai tahun 2033
sebesar USD36.286.703.
• Pada proyeksi laba rugi sebelum rencana transaksi, laba bersih setelah pajak diproyeksi
sebesar USD16.434.698 dan menurun sampai dengan tahun 2032 sebesar USD9.453.864.
Asumsi ini merepresentasikan perolehan pendapatan dan laba bersih perusahaan pada
operasional saat ini.
• Pada proyeksi posisi keuangan setelah rencana transaksi, terdapat asumsi pembayaran
dividen sebesar USD7.500.000 sepanjang masa proyeksi.
• Pada proyeksi laba rugi setelah rencana transaksi, penjualan bersih perusahaan diproyeksi
mengalami penurunan gradual dari tahun 2026 sebesar USD49.346.796 sampai tahun 2033
sebesar USD36.286.703.
Halaman 65 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 67
• Pada proyeksi laba rugi setelah rencana transaksi, laba bersih setelah pajak diproyeksi sebesar
USD29.247.286 dan meningkat sampai dengan tahun 2031 sebesar USD31.188.510. Asumsi
ini merepresentasikan perolehan laba bersih perusahaan yang didalamnya terdapat nilai
tambah dari adanya rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD.
Proyeksi keuangan REC untuk tahun proyeksi 2026 sampai dengan 2030 disajikan sebagai
berikut:
Tabel 22. Proyeksi Posisi Keuangan REC Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Posisi
Keuangan Sebelum 2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Aset
Kas dan bank 62.562.311 70.495.990 75.866.434 79.852.494 85.779.850
Piutang Usaha 1.116.511 0 0 0 0
Pihak Ketiga 5.787.275 5.713.210 5.465.709 5.403.549 5.225.902
Piutang Lain-lain 0 0 0 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0 0
Uang Muka 0 0 0 0 0
Aset Lancar Lainnya 35.000 35.000 35.000 35.000 35.000
Total Aset Lancar 69.501.097 76.244.200 81.367.143 85.291.043 91.040.752
Investasi Pada Entitas
7.284.727 6.897.357 6.193.250 5.583.098 5.052.952
Asosiasi
Investasi Saham 68.831 68.831 68.831 68.831 68.831
Efek utang 6.097.561 6.097.561 6.097.561 6.097.561 3.048.780
Aset Tetap - Bersih 26.481 25.951 25.432 24.923 24.425
Properti Minyak dan
26.377.539 26.685.513 27.413.247 28.419.984 29.295.096
Gas - Bersih
Goodwill 0 0 0 0 0
Aset Lainnya 70.239 71.239 72.239 73.239 74.239
Aset Pajak
26.800 26.800 26.800 26.800 26.800
Tangguhan
Total Aset Tidak
39.952.178 39.873.252 39.897.360 40.294.437 37.591.123
Lancar
Total Aset 109.453.275 116.117.452 121.264.503 125.585.480 128.631.875
Liabilitas
Utang Lain-lain 0 0 0 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0 0
Pihak Ketiga 0 0 0 0 0
Utang Pajak 1.260.029 826.205 544.219 360.929 241.790
Beban Akrual 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Bagian Lancar
Liabilitas Jangka 0 0 0 0 0
Panjang
Pinjaman Bank
0 0 0 0 0
(Eksisting)
Pinjaman bank
0 0 0 0 0
(Ocean)
Pinjaman Bank
0 0 0 0 0
(Share)
Halaman 66 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 68
Proyeksi Posisi
Keuangan Sebelum 2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Obligasi 0 0 0 0 4.583.061
Pinjaman Antar
0 0 0 0 0
Perusahaan
Pinjaman Pemegang
357.335 357.335 357.335 414.650 0
Saham
Pinjaman
Pembiayaan 7.194 7.194 7.194 7.194 0
Konsumen
Total Liabilitas Lancar 1.684.558 1.250.734 968.748 842.773 4.884.850
Liabilitas Jangka
Panjang - Setelah
Dikurangi Bagian 0 0 0 0 0
Jatuh Tempo Dalam
Satu Tahun
Pinjaman Bank
0 0 0 0 0
(Eksisting)
Pinjaman bank
0 0 0 0 0
(Ocean)
Pinjaman Bank
0 0 0 0 0
(Share)
Obligasi 47.616.213 47.616.213 47.616.213 47.616.213 43.033.153
Pinjaman Antar
0 0 0 0 0
Perusahaan
Pinjaman Pemegang
1.129.320 771.985 414.650 0 0
Saham
Pinjaman
Pembiayaan 52.445 36.952 21.459 5.966 0
Konsumen
Carry financing 0 0 0 0 0
Liabilitas Imbalan
143.790 208.858 277.179 348.916 424.240
Pasca kerja
Total Liabilitas
48.941.769 48.634.009 48.329.502 47.971.095 43.457.392
Jangka Panjang
Total Liabilitas 50.626.327 49.884.743 49.298.250 48.813.868 48.342.243
Ekuitas
Modal Saham 2.431.164 2.431.164 2.431.164 2.431.164 2.431.164
Tambahan Modal
12.983.832 12.983.832 12.983.832 12.983.832 12.983.832
Disetor
Saldo Laba 0 0 0 0 0
Dicadangkan 24.990 24.990 24.990 24.990 24.990
Belum Dicadangkan 42.974.049 50.323.023 56.002.674 60.754.540 64.221.985
Dividen 0 0 0 0 0
Kepentingan
412.913 469.700 523.593 577.086 627.661
Nonpengendali
Total Ekuitas 58.826.948 66.232.709 71.966.253 76.771.612 80.289.632
Total Liabilitas dan
109.453.275 116.117.452 121.264.503 125.585.480 128.631.875
Ekuitas
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Rencana Transaksi Periode 31 Desember 2026 – 31 Desember
2030
Halaman 67 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 69
Pada proyeksi posisi keuangan REC sebelum rencana transaksi, proyeksi kenaikan total asset
umumnya didorong oleh akumulasi perolehan kas dan setara kas dari operasional perusahaan
yang saat ini berjalan (business as it is). Ekuitas REC diproyeksi mengalami kenaikan yang
umumnya didorong oleh akumulasi laba ditahan akibat operasional perusahaan yang saat ini
berjalan.
Tabel 23. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Posisi
Keuangan Setelah 2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Aset
Kas dan bank 40.374.898 45.918.704 52.696.530 56.795.157 67.122.399
Piutang Usaha 1.116.511 0 0 0 0
Pihak Ketiga 5.787.275 5.713.210 5.465.709 5.403.549 5.225.902
Piutang Lain-lain 0 0 0 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0 0
Uang Muka 0 0 0 0 0
Aset Lancar Lainnya 35.000 35.000 35.000 35.000 35.000
Total Aset Lancar 47.313.684 51.666.915 58.197.239 62.233.706 72.383.301
Investasi Pada Entitas
7.284.727 6.897.357 6.193.250 5.583.098 5.052.952
Asosiasi
Investasi Saham 68.831 68.831 68.831 68.831 68.831
Efek utang 6.097.561 6.097.561 6.097.561 6.097.561 3.048.780
Aset Tetap - Bersih 26.481 25.951 25.432 24.923 24.425
Properti Minyak dan
26.377.539 26.685.513 27.413.247 28.419.984 29.295.096
Gas - Bersih
Goodwill 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000
Aset Lainnya 70.239 71.239 72.239 73.239 74.239
Aset Pajak Tangguhan 26.800 26.800 26.800 26.800 26.800
Total Aset Tidak Lancar 164.952.178 164.873.252 164.897.360 165.294.47 162.591.123
Total Aset 212.265.862 216.540.166 223.094.599 227.528.13 234.974.424
Liabilitas
Utang Lain-lain 0 0 0 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0 0
Pihak Ketiga 0 0 0 0 0
Utang Pajak 1.260.029 826.205 544.219 360.929 241.790
Beban Akrual 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Bagian Lancar Liabilitas
0 0 0 0 0
Jangka Panjang
Pinjaman Bank
0 0 0 0 0
(Eksisting)
Pinjaman bank (Ocean) 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000
Pinjaman Bank (Share) 0 0 0 0 0
Obligasi 0 0 0 0 4.583.061
Pinjaman Antar
0 0 0 0 0
Perusahaan
Pinjaman Pemegang
357.335 357.335 357.335 414.650 0
Saham
Pinjaman Pembiayaan
7.194 7.194 7.194 7.194 0
Konsumen
Halaman 68 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 70
Proyeksi Posisi
Keuangan Setelah 2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Total Liabilitas Lancar 16.684.558 16.250.734 15.968.748 15.842.773 19.884.850
Liabilitas Jangka
Panjang - Setelah
Dikurangi Bagian Jatuh 0 0 0 0 0
Tempo Dalam Satu
Tahun
Pinjaman Bank
0 0 0 0 0
(Eksisting)
Pinjaman bank (Ocean) 75.000.000 60.000.000 45.000.000 30.000.000 15.000.000
Pinjaman Bank (Share) 0 0 0 0 0
Obligasi 47.616.213 47.616.213 47.616.213 47.616.213 43.033.153
Pinjaman Antar
0 0 0 0 0
Perusahaan
Pinjaman Pemegang
1.129.320 771.985 414.650 0 0
Saham
Pinjaman Pembiayaan
52.445 36.952 21.459 5.966 0
Konsumen
Carry financing 0 0 0 0 0
Liabilitas Imbalan Pasca
143.790 208.858 277.179 348.916 424.240
kerja
Total Liabilitas Jangka
123.941.769 108.634.009 93.329.502 77.971.095 58.457.392
Panjang
Total Liabilitas 140.626.327 124.884.743 109.298.250 93.813.868 78.342.243
Ekuitas
Modal Saham 2.431.164 2.431.164 2.431.164 2.431.164 2.431.164
Tambahan Modal
12.983.832 12.983.832 12.983.832 12.983.832 12.983.832
Disetor
Saldo Laba 0 0 0 0 0
Dicadangkan 24.990 24.990 24.990 24.990 24.990
Belum Dicadangkan 49.508.468 63.288.608 77.336.023 89.795.298 103.156.686
Dividen 0 0 0 0 0
Kepentingan
6.691.081 12.926.830 21.020.340 28.478.991 38.035.510
Nonpengendali
Total Ekuitas 71.639.535 91.655.424 113.796.349 133.714.25 156.632.181
Total Liabilitas dan
212.265.862 216.540.166 223.094.599 227.528.13 234.974.424
Ekuitas
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030
Pada proyeksi posisi keuangan setelah rencana transaksi, proyeksi kas dan setara kas perusahaan
pada tahun 2026 adalah sebesar USD40.374.898 dimana mengalami penurunan dibanding
proyeksi posisi keuangan sebelum rencana transaksi sebesar USD62.562.310. Hal tersebut
disebabkan karena proyeksi setelah rencana transaksi pada tahun 2026 sudah
mempertimbangkan adanya rangkaian rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD, rencana
transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD, dan perolehan utang bank fasilitas akuisisi.
Tabel 24. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laba Rugi
2026 2027 2028 2029 2030
Sebelum Transaksi
Pendapatan Bersih 49.346.797 48.458.019 45.487.999 44.742.084 42.610.323
Beban Pokok
(25.414.406) (24.852.256) (23.101.944) (22.519.942) (21.594.104)
Pendapatan
Halaman 69 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 71
Proyeksi Laba Rugi
2026 2027 2028 2029 2030
Sebelum Transaksi
Laba Kotor 23.932.390 23.605.763 22.386.054 22.222.142 21.016.219
Beban Umum dan
(1.254.569) (1.291.576) (1.329.680) (1.368.915) (1.409.314)
Administrasi
Beban Keuangan (3.364.182) (4.109.339) (4.085.983) (4.062.240) (4.036.958)
Keuntungan/(Kerugian)
(85.466) (85.466) (85.466) (85.466) (85.466)
Selisih Kurs - Bersih
Bagian Laba Entitas
5.087.459 4.700.089 3.995.982 3.385.830 2.855.684
Asosiasi
Pendapatan Dividen 0 0 0 0 0
Pendapatan Bunga dari
0 0 0 0 0
RETJ
Pendapatan Bunga dari
170.423 13.956 0 0 0
PJUC
Pendapatan Lainnya 1.519.789 1.519.987 1.320.528 1.120.395 1.110.274
Beban Lainnya (66.883) (72.734) (75.977) (79.383) (82.959)
Laba Sebelum Pajak
Final dan Pajak 25.938.962 24.280.680 22.125.458 21.132.364 19.367.480
Penghasilan
Manfaat / (Beban) Pajak
(9.504.263) (9.374.919) (8.891.914) (8.827.005) (8.349.460)
Penghasilan
Laba Periode Berjalan 16.434.699 14.905.761 13.233.544 12.305.359 11.018.020
Penghasilan (Rugi)
0 0 0 0 0
Komprehensif Lain
Kepentingan Pengendali 16.270.352 14.756.704 13.101.209 12.182.305 10.907.840
Kepentingan
164.347 149.058 132.335 123.054 110.180
Nonpengendali
Total Penghasilan
Komprehensif Periode 16.434.699 14.905.761 13.233.544 12.305.359 11.018.020
Berjalan
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030
Pada proyeksi laba rugi sebelum rencana transaksi, perusahaan diproyeksi menghasilkan
pendapatan bersih sebesar USD49.346.797 pada tahun proyeksi 2026 sampai sebesar
USD42.610.323 pada tahun 2030. Pada pos Laba Periode Berjalan perusahaan diproyeksikan
sebesar USD16.434.699 pada tahun proyeksi 2026 dan diproyeksikan sebesar USD11.018.020
pada tahun proyeksi 2030. Proyeksi kinerja pada proyeksi laba rugi sebelum rencana transaksi
merepresentasikan proyeksi kinerja REC dengan operasional yang berjalan saat ini (business as it
is).
Tabel 25. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laba Rugi Setelah
2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Pendapatan Bersih 49.346.797 48.458.019 45.487.999 44.742.084 42.610.323
Beban Pokok Pendapatan (25.414.406) (24.852.256) (23.101.944) (22.519.942) (21.594.104)
Laba Kotor 23.932.390 23.605.763 22.386.054 22.222.142 21.016.219
Beban Umum dan
(1.254.569) (1.291.576) (1.329.680) (1.368.915) (1.409.314)
Administrasi
Beban Keuangan (10.239.182) (10.859.339) (9.710.983) (8.562.240) (7.411.958)
Keuntungan/(Kerugian)
(85.466) (85.466) (85.466) (85.466) (85.466)
Selisih Kurs - Bersih
Bagian Laba Entitas
24.775.047 24.060.216 26.028.363 22.998.397 25.630.571
Asosiasi
Pendapatan Dividen 0 0 0 0 0
Pendapatan Bunga dari
0 0 0 0 0
RETJ
Pendapatan Bunga dari
170.423 13.956 0 0 0
PJUC
Halaman 70 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 72
Proyeksi Laba Rugi Setelah
2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Pendapatan Lainnya 1.519.789 1.519.987 1.320.528 1.120.395 1.110.274
Beban Lainnya (66.883) (72.734) (75.977) (79.383) (82.959)
Laba Sebelum Pajak Final
38.751.549 36.890.808 38.532.840 36.244.931 38.767.366
dan Pajak Penghasilan
Manfaat / (Beban) Pajak
(9.504.263) (9.374.919) (8.891.914) (8.827.005) (8.349.460)
Penghasilan
Laba Periode Berjalan 29.247.286 27.515.889 29.640.925 27.417.926 30.417.907
Penghasilan (Rugi)
0 0 0 0 0
Komprehensif Lain
Kepentingan Pengendali 22.804.771 21.187.869 21.468.973 19.889.714 20.801.782
Kepentingan
6.442.515 6.328.020 8.171.952 7.528.211 9.616.125
Nonpengendali
Total Penghasilan
Komprehensif Periode 29.247.286 27.515.889 29.640.925 27.417.926 30.417.907
Berjalan
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030
Proyeksi laba rugi setelah rencana transaksi memproyeksi Laba Periode Berjalan sebesar
USD29.247.286 pada tahun 2026 dan sebesar USD30.417.907 pada tahun 2030. Kenaikan
proyeksi Laba Periode Berjalan setelah rencana transaksi didorong oleh kontribusi Bagian Laba
Entitas Asosiasi akibat dari rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD.
Tabel 26. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Arus Kas Sebelum
2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Penerimaan dari Kontrak
23.932.390 23.605.763 22.386.054 22.222.142 21.016.219
Bagi Hasil
Penyusutan (cost recovery) 1.684.838 1.010.903 606.542 363.925 545.888
Pembayaran beban
(1.327.559) (1.291.576) (1.329.680) (1.368.915) (1.409.314)
operasional
Pembayaran beban bunga
(522.442) (101.490) (63.812) (40.069) (14.786)
(existing)
Pembayaran beban bunga
0 0 0 0 0
(ocean)
Pembayaran beban bunga
0 0 0 0 0
(share)
Pembayaran beban bunga
(3.016.628) (4.022.171) (4.022.171) (4.022.171) (4.022.171)
(obligasi)
Pembayaran bunga
pinjaman antar 0 0 0 0 0
perusahaan
Pembayaran pajak
(9.504.263) (9.374.919) (8.891.914) (8.827.005) (8.349.460)
penghasilan
Penerimaan lain-lain -
2.659.692 1.236.091 1.181.790 796.315 901.680
bersih
Pembayaran lain-lain -
(373.784) (140.187) 11.651 110.346 174.498
bersih
Kas bersih dari aktivitas
13.532.244 10.922.414 9.878.460 9.234.568 8.842.554
operasi
Perolehan aset tetap (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.000)
Perolehan Ocean 0 0 0 0 0
Perolehan saham 0 0 0 0 0
Pembelian efek utang 0 0 0 0 0
Pelunasan efek utang 0 0 0 0 3.048.780
Dividen diterima dari RETJ 0 0 0 0 0
Halaman 71 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 73
Proyeksi Arus Kas Sebelum
2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Dividen diterima dari
0 0 0 0 0
Ocean
Dividen diterima dari
0 0 0 0 0
Share
Dividen diterima dari
5.441.179 5.087.459 4.700.089 3.995.982 3.385.830
entitas asosiasi
Penambahan properti
(5.347.824) (1.318.877) (1.334.276) (1.370.662) (1.420.999)
minyak dan gas
Penerimaan/pembayaran
pinjaman antar 0 0 0 0 0
perusahaan RETJ
Penerimaan/pembayaran
pinjaman antar 3.349.532 1.116.511 0 0 0
perusahaan PJUC
Pinjaman antar
perusahaan kepada 0 0 0 0 0
entitas anak (REC RETJ)
Pinjaman antar
perusahaan kepada (4.466.042) 0 0 0 0
entitas anak (REC PJUC)
Kas bersih dari aktivitas
(1.024.155) 4.884.093 3.364.813 2.624.320 5.012.612
investasi
Penerimaan dana dari
Penawaran Umum 0 0 0 0 0
Perdana
Pembayaran pinjaman
(357.335) (357.335) (357.335) (357.335) (414.650)
pemegang saham
Penerimaan pinjaman
0 0 0 0 0
bank
Pembayaran pinjaman
(13.083.279) 0 0 0 0
bank existing (RETJ)
Pembayaran pinjaman
0 0 0 0 0
bank baru (Ocean)
Pembayaran pinjaman
0 0 0 0 0
bank baru (Share)
Pinjaman antar
0 0 0 0 0
perusahaan (RETJ)
Pembayaran pinjaman
0 0 0 0 0
antar perusahaan (RETJ)
Penerimaan dari
47.616.213 0 0 0 0
penerbitan obligasi (RATU)
Pembayaran pokok
0 0 0 0 0
obligasi (RATU)
Pembayaran pinjaman
(15.493) (15.493) (15.493) (15.493) (13.160)
pembiayaan konsumen
Pembiayaan carry 0 0 0 0 0
Pembayaran dividen tunai (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000)
Kas bersih dari aktivitas
26.660.106 (7.872.828) (7.872.828) (7.872.828) (7.927.810)
pendanaan
Kas dan bank bersih
39.168.195 7.933.679 5.370.445 3.986.060 5.927.356
periode berjalan
Saldo kas awal periode 23.394.116 62.562.311 70.495.990 75.866.434 79.852.494
Saldo kas akhir periode 62.562.311 70.495.990 75.866.434 79.852.494 85.779.850
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030
Proyeksi Arus Kas sebelum rencana transaksi memproyeksi Kas Bersih Aktivitas Operasi sebesar
USD13.532.244 pada tahun 2026 dan USD8.842.554 pada tahun 2030. Perolehan kas bersih
dari aktivitas operasi merepresentasikan perolehan kas dari aktivitas operasi perusahaan saat ini
(business as it is). Pada Kas Bersih dari Aktivitas Investasi umumnya didorong oleh dividen yang
diteirma dari entitas asosiasi, penambahan properti minyak dan gas, dan penerimaan pinjaman
Halaman 72 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 74
antar perusahaan PJUC. Pada Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan umumnya didorong oleh
penerimaan dari penerbitan obligasi, pembayaran pinjaman bank eksisting, dan pembayaran
dividen tunai.
Tabel 27. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Arus Kas Setelah
2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Penerimaan dari Kontrak
23.932.390 23.605.763 22.386.054 22.222.142 21.016.219
Bagi Hasil
Penyusutan (cost recovery) 1.684.838 1.010.903 606.542 363.925 545.888
Pembayaran beban
(1.327.559) (1.291.576) (1.329.680) (1.368.915) (1.409.314)
operasional
Pembayaran beban bunga
(522.442) (101.490) (63.812) (40.069) (14.786)
(existing)
Pembayaran beban bunga
(6.875.000) (6.750.000) (5.625.000) (4.500.000) (3.375.000)
(ocean)
Pembayaran beban bunga
0 0 0 0 0
(share)
Pembayaran beban bunga
(3.016.628) (4.022.171) (4.022.171) (4.022.171) (4.022.171)
(obligasi)
Pembayaran bunga
pinjaman antar 0 0 0 0 0
perusahaan
Pembayaran pajak
(9.504.263) (9.374.919) (8.891.914) (8.827.005) (8.349.460)
penghasilan
Penerimaan lain-lain -
2.659.692 1.236.091 1.181.790 796.315 901.680
bersih
Pembayaran lain-lain -
(373.784) (140.187) 11.651 110.346 174.498
bersih
Kas bersih dari aktivitas
6.657.244 4.172.414 4.253.460 4.734.568 5.467.554
operasi
Perolehan aset tetap (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.000)
Perolehan Ocean (125.000.000) 0 0 0 0
Perolehan saham 0 0 0 0 0
Pembelian efek utang 0 0 0 0 0
Pelunasan efek utang 0 0 0 0 3.048.780
Dividen diterima dari RETJ 0 0 0 0 0
Dividen diterima dari
19.687.587 19.360.127 22.032.381 19.612.567 22.774.887
Ocean
Dividen diterima dari
0 0 0 0 0
Share
Dividen diterima dari
5.441.179 5.087.459 4.700.089 3.995.982 3.385.830
entitas asosiasi
Penambahan properti
(5.347.824) (1.318.877) (1.334.276) (1.370.662) (1.420.999)
minyak dan gas
Penerimaan/pembayaran
pinjaman antar 0 0 0 0 0
perusahaan RETJ
Penerimaan/pembayaran
pinjaman antar 3.349.532 1.116.511 0 0 0
perusahaan PJUC
Pinjaman antar
perusahaan kepada 0 0 0 0 0
entitas anak (REC RETJ)
Pinjaman antar
perusahaan kepada (4.466.042) 0 0 0 0
entitas anak (REC PJUC)
Kas bersih dari aktivitas
(106.336.568) 24.244.220 25.397.194 22.236.887 27.787.498
investasi
Halaman 73 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 75
Proyeksi Arus Kas Setelah
2026 2027 2028 2029 2030
Transaksi
Penerimaan dana dari
Penawaran Umum 0 0 0 0 0
Perdana
Pembayaran pinjaman
(357.335) (357.335) (357.335) (357.335) (414.650)
pemegang saham
Penerimaan pinjaman
100.000.000 0 0 0 0
bank
Pembayaran pinjaman
(13.083.279) 0 0 0 0
bank existing (RETJ)
Pembayaran pinjaman
(10.000.000) (15.000.000) (15.000.000) (15.000.000) (15.000.000)
bank baru (Ocean)
Pembayaran pinjaman
0 0 0 0 0
bank baru (Share)
Pinjaman antar
0 0 0 0 0
perusahaan (RETJ)
Pembayaran pinjaman
0 0 0 0 0
antar perusahaan (RETJ)
Penerimaan dari
47.616.213 0 0 0 0
penerbitan obligasi (RATU)
Pembayaran pokok
0 0 0 0 0
obligasi (RATU)
Pembayaran pinjaman
(15.493) (15.493) (15.493) (15.493) (13.160)
pembiayaan konsumen
Pembiayaan carry 0 0 0 0 0
Pembayaran dividen tunai (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000)
Kas bersih dari aktivitas
116.660.106 (22.872.828) (22.872.828) (22.872.828) (22.927.810)
pendanaan
Kas dan bank bersih
16.980.782 5.543.806 6.777.826 4.098.627 10.327.242
periode berjalan
Saldo kas awal periode 23.394.116 40.374.898 45.918.704 52.696.530 56.795.157
Saldo kas akhir periode 40.374.898 45.918.704 52.696.530 56.795.157 67.122.399
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030
Laporan Arus Kas setelah rencana transaksi diproyeksikan dengan asumsi telah dilakukan
rencana akuisisi 100% ekuitas SMSD dan telah dilakukan rencana transaksi novasi pinjaman
pemegang saham SMSD. Pada proyeksi Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi tahun 2026 setelah
rencana transaksi, terdapat tambahan pos pembayaran beban bunga sepanjang masa proyeksi
yang timbul akibat perolehan utang bank fasilitas akuisisi. Pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi
proyeksi setelah rencana transaksi, terdapat kas keluar sebesar USD125.000.000 yang
merupakan perolehan rencana transaksi 100% ekuitas SMSD dan rencana transaksi novasi
pinjaman pemegang saham SMSD. Pada proyeksi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan, terdapat
perolehan sebesar USD100.000.000 yang merupakan penerimaan pinjaman bank fasilitas
akuisisi.
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan REC.
Halaman 74 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 76
Tabel 28. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Nov 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin N/A N/A N/A 56,80% 38,87% 51,64%
Operating Profit Margin N/A N/A N/A 55,70% 35,51% 48,89%
Net Profit Margin N/A N/A N/A 52,03% 24,17% 35,51%
Return On Assets -1,64% 15,06% 43,06% 42,59% 26,42% 23,57%
Return On Equity -2,13% 18,74% 53,90% 88,94% 50,93% 32,64%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 2,03X 6,52X 8,44X 2,90X 2,25X 3,81X
Cash Ratio 1,66X 5,73X 4,32X 1,57X 1,04X 2,93X
Rasio Leverage
Debt to Equity Ratio 0,30X 0,24X 0,25X 1,09X 0,93X 0,38X
Debt to Assets Ratio 0,23X 0,20X 0,20X 0,52X 0,48X 0,28X
Keterangan: N/A (Belum mencatatatkan pendapatan)
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
pendapatan bersih setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin REC selama periode 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 47,84%, dan pada periode 30
November 2025 tercatat sebesar 51,64%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 adalah sebesar 56,36%, dan pada periode 30 November 2025 tercatat
sebesar 48,89%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin REC selama periode 31 Desember
2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan pada periode 30 November
2025 tercatat sebesar 35,51%.
Halaman 75 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 77
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets REC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 25,10%, dan pada periode 30 November
2025 tercatat sebesar 23,57%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity REC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 42,08%, dan pada periode
periode 30 November 2025 tercatat sebesar 32,64%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar REC selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 4,43 kali dan pada
periode 30 November 2025 tercatat sebesar 3,81 kali .
2. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
sebesar 2,87 kali dan pada periode 30 November 2025 tercatat sebesar 2,93 kali .
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset REC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,56 kali dan pada periode 30 November
2025 tercatat sebesar 0,38 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas REC selama periode 31
Halaman 76 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 78
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,33 kali dan pada periode 30
November 2025 tercatat sebesar 0,28 kali.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi
Proforma keuangan disusun manajemen dengan asumsi:
• Rencana akuisisi dilakukan terhadap 100% ekuitas SMSD beserta penyertaan SMSD sebesar
20% pada ekuitas HCML. Nilai rencana transaksi akuisisi adalah sebesar USD62.510.594.
• Rencana novasi dilakukan terhadap SHL SMSD dengan nilai rencana transaksi sebesar
USD59.208.571.
• Diasumsikan perolehan fasilitas loan bank untuk tujuan akuisisi adalah sebesar
USD100.000.000.
• Setelah dilakukannya rencana transaksi akuisisi, dilakukan konsolidasi SMSD ke REC, dimana
konsolidasi atas rencana transaksi diantaranya konsolidasi SMSD ke REM, konsolidasi REM ke
REI, terakhir konsolidasi REI ke REC.
Proforma Laporan Posisi Keuangan dan proforma Laba Rugi perusahaan sebelum dan setelah
adanya transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 29. Proforma Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum & Sesudah Transaksi
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Posisi Keuangan Limited Review Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 28.206.595 (12.613.844) 15.592.751
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 5.822.324 100 5.822.424
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 91.323 11.519 102.842
Pihak Berelasi 260.226 (30.664) 229.562
Pajak Dibayar Dimuka
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.628.676 12.500.000 14.128.676
Investasi Jangka Pendek 611.381 0 611.381
Beban Dibayar Dimuka 0
Aset Lancar Lainnya 67.706 0 67.706
Total Aset Lancar 36.688.231 (132.889) 36.555.342
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi - PJUC 7.457.121 0 7.457.121
Investasi Pada Entitas Asosiasi - HCML 84.439.399 84.439.399
Investasi Pada Entitas Asosiasi - REI
Investasi Jangka Panjang 6.020.450 0 6.020.450
Aset Tetap - Bersih 123.192 0 123.192
Properti Minyak dan Gas - Bersih 19.616.819 0 19.616.819
Aset Pajak Tangguhan 43.776 0 43.776
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 0 20.775
Goodwill 34.390.804 34.390.804
Total Aset Tidak Lancar 33.282.133 118.830.203 152.112.336
Total Aset 69.970.364 118.697.314 188.667.678
Halaman 77 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 79
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Posisi Keuangan Limited Review Proforma
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 131.350 0 131.350
Utang Lain Pihak Ketiga 6.612.448 6.612.448
Utang Pajak 2.562.072 0 2.562.072
Beban Masih Harus Dibayar 100.944 0 100.944
Kewajiban Kontrak 750.092 0 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.389.752 0 5.389.752
Pinjaman Pemegang Saham 684.892 0 684.892
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.351 0 16.351
Total Liabilitas Jangka Pendek 9.635.453 6.612.448 16.247.901
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Lain Pihak Ketiga 0 0
Pinjaman Bank 8.123.427 0 8.123.427
Pinjaman pemegang Saham 1.516.433 0 1.516.433
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 51.139 0 51.139
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja 17.407 0 17.407
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan
92.855 0 92.855
Komisaris
Utang Bank Fasilitas Kredit Akuisisi 100.000.000 100.000.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 9.801.261 100.000.000 109.801.261
0 0
Total Liabilitas 19.436.714 106.612.448 126.049.162
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham 2.484.844 0 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 0 12.920.505
Saldo laba Awal
Saldo Laba Tahun Ini
Saldo Laba Akhir
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 0 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 34.803.493 2.346.459 37.149.952
Kepentingan Non Pengendali 299.943 9.738.410 10.038.353
Total Ekuitas 50.533.650 12.084.869 62.618.519
Total Liabilitas dan Ekuitas 69.970.364 118.697.317 188.667.681
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 November 2025
Halaman 78 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 80
Proforma keuangan memberikan gambaran bagaimana rencana transaksi berdampak pada pos
keuangan di laporan keuangan perusahaan per tanggal pendapat kewajaran.
Dampak keuangan dari rencana transaksi dapat dianalisis dari pos keuangan yang mengalami
perubahan akibat dari Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd, Rencana
Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS Offshore
Overseas Limited, dan Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
Kas dan Bank mengalami penyesuaian sehingga turun sebesar USD12.613.844 yang merupakan
penyesuaian atas rangkaian rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMS Development Ltd,
rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD, renanca perolehan kredit akuisisi,
dan pengaruh konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 % kepemilikan REC pada REI dan lewat
51% kepemilikan REI pada REM.
Uang Muka mengalami penyesuaian sehingga naik sebesar USD12.500.000 yang merupakan
penyesuaian atas konsolidasi REM ke REC lewat 99% kepemilikan REC pada REI dan lewat 51%
kepemilikan REI pada REM.
Investasi Pada Entitas Asosiasi – HCML timbul pada proforma REC sebesar USD84.439.399
setelah rencana transaksi akibat konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 % kepemilikan REC
pada REI dan lewat 51% kepemilikan REI pada REM. Dimana SMSD memiliki 20% porsi
kepemilikan pada HCML yang dibukukan dengan metode ekuitas pada laporan keuangan SMSD
sebagai investasi pada entitas asosiasi.
Goodwill timbul pada proforma REC sebesar USD34.390.804 setelah rencana transaksi akibat
selisih lebih dari harga rencana transaksi akuisisi 100% SMSD dengan saldo laba dan modal
saham SMSD serta penyesuaian yang timbul akibat konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 %
kepemilikan REC pada REI dan lewat 51% kepemilikan REI pada REM.
Utang Lain Pihak Ketiga timbul pada proforma REC sebesar USD6.612.448 setelah rencana
transaksi akibat konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99% kepemilikan REC pada REI dan lewat
51% kepemilikan REI pada REM.
Utang Bank Fasilitas Kredit Akuisisi timbul pada proforma REC sebesar USD100.000.000 setelah
rencana transaksi akibat perolehan fasilitas pembiayaan oleh Bank kepada REM dalam rangka
rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD oleh REC dan rencana transaksi novasi pinjaman
pemegang saham SMSD.
Kepentingan Nonpengendali mengalami penyesuaian sehingga naik sebesar USD9.738.410
yang merupakan penyesuaian atas konsolidasi 100% SMSD ke REC lewat 99 % kepemilikan REC
pada REI dan lewat 51% kepemilikan REI pada REM.
Tabel 30. Proforma Laporan Laba Rugi REC Sebelum & Sesudah Transaksi
(dalam USD Penuh)
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Laba Rugi Limited Review Proforma
Pendapatan Bersih 46.446.207 0 46.446.207
Beban Pokok Pendapatan (22.461.664) 0 (22.461.664)
Halaman 79 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 81
PT Raharja Energi Cepu Tbk 30 Nov 2025 30 Nov 2025
Penyesuaian
Proforma Laba Rugi Limited Review Proforma
Laba Bruto 23.984.543 0 23.984.543
Beban umum dan administrasi (1.275.334) 0 (1.275.334)
Beban keuangan/bunga (1.281.772) (1.018.184) (2.299.956)
Pendapatan Bunga 427.574 427.574
Laba/(rugi) selisih kurs - bersih (443.673) (107.555) (551.228)
Bagian laba entitas asosiasi 5.259.853 5.341.811 10.601.664
Pendapatan lain-lain 422.590 1.045 423.635
Beban lain-lain (86.555) 2.683 (83.872)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 26.579.652 4.647.374 31.227.026
Beban Pajak Penghasilan (10.085.865) 0 (10.085.865)
Laba Tahun Berjalan 16.493.787 4.647.374 21.141.161
Diatribusikan Kepada:
Entitas Induk 16.366.500 2.346.459 18.712.959
Kepentingan nonpengendali 127.287 2.300.915 2.428.202
Laba Bersih Periode Berjalan 16.493.787 4.647.374 21.141.161
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 November 2025
Dampak laba rugi dari rencana transaksi dapat dianalisis dari pos laba rugi yang mengalami
perubahan akibat dari Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd, Rencana
Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS Offshore
Overseas Limited, dan Rencana Transaksi Pemberian Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk atas Kewajiban PT Raharja Energi Madura dalam rangka Akuisisi
sebagaimana diatur dalam Perjanjian.
3.3 Analisis Nilai Tambah atau Inkremental (Incremental Analysis)
3.3.1 Kontribusi Nilai Tambah atas Transaksi
Analisis inkremental dilakukan untuk melihat dampak nilai tambah dari dilakukannya transaksi.
Dalam rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD dan rencana transaksi novasi pinjaman
pemegang saham SMSD, nilai tambah dapat dianalisis dengan melihat selisih nilai tambah antara
proyeksi sebelum dilakukannya rencana transaksi dan proyeksi setelah dilakukannya rencana
transaksi dari pos pos keuangan yang dianalisis. Tabel analisis inkremental untuk masing-masing
pos keuangan yang dianalisis disajikan sebagai berikut:
Tabel 31. Analisis Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan REC
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Total Aset
Sebelum 109.453.275 116.117.452 121.264.503 125.585.480 128.631.875
Setelah 212.265.862 216.540.166 223.094.599 227.528.143 234.974.424
Halaman 80 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 82
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Nilai Tambah 102.812.587 100.422.715 101.830.096 101.942.663 106.342.549
Total Liabilitas
Sebelum 50.626.327 49.884.743 49.298.250 48.813.868 48.342.243
Setelah 140.626.327 124.884.743 109.298.250 93.813.868 78.342.243
Nilai Tambah 90.000.000 75.000.000 60.000.000 45.000.000 30.000.000
Total Ekuitas
Sebelum 58.826.948 66.232.709 71.966.253 76.771.612 80.289.632
Setelah 71.639.535 91.655.424 113.796.349 133.714.275 156.632.181
Nilai Tambah 12.812.587 25.422.715 41.830.096 56.942.663 76.342.549
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental terkait transaksi dilihat dari proyeksi posisi keuangan REC sebelum dan
setelah rencana transaksi dapat dilihat dari nilai tambah yang terdapat pada masing-masing pos
keuangan yang dianalisis. Pada pos Total Aset, terdapat inkremental sepanjang masa proyeksi
yang didorong oleh peningkatan pos goodwill akibat dari rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas
SMSDL dan novasi pinjaman pemegang saham SMSD. Pada pos Total Liabilitas, terdapat
kenaikan pada total liabilitas setelah rencana transaksi yang didorong bertambahnya utang bank
fasilitas akuisisi. Pada pos Total Ekuitas, terdapat kenaikan pada Total Ekuitas setelah rencana
transaksi yang didorong oleh akumulasi laba ditahan sepanjang masa proyeksi dan peningkatan
pos kepentingan nonpengendali akibat rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD dan
rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD.
Tabel 32. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi REC
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Laba Entitas Asosiasi
Sebelum 5.087.459 4.700.089 3.995.982 3.385.830 2.855.684
Setelah 24.775.047 24.060.216 26.028.363 22.998.397 25.630.571
Nilai Tambah 19.687.587 19.360.127 22.032.381 19.612.567 22.774.887
Laba Tahun Berjalan
Sebelum 16.434.699 14.905.761 13.233.544 12.305.359 11.018.020
Setelah 29.247.286 27.515.889 29.640.925 27.417.926 30.417.907
Nilai Tambah 12.812.587 12.610.127 16.407.381 15.112.567 19.399.887
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental pada pos Laba Rugi dilihat melalui proyeksi pada pos Laba Entitas Asosiasi
sebelum rencana transaksi dan setelah rencana transaksi dimana terdapat incremental dalam
perolehan Laba Entitas Asosiasi sepanjang masa proyeksi. Inkremental laba entitas asosiasi
setelah rencana transaksi didorong oleh adanya laba entitas asosiasi akibat konsolidasi SMSD
setelah rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD. Pada pos Laba Tahun Berjalan, terdapat
kenaikan nilai tambah yang didorong oleh kenaikan beban bunga bank dan kenaikan laba entitas
asosiasi akibat rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD.
Halaman 81 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 83
3.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen perseroan, tidak terdapat biaya
tambahan maupun pendapatan langsung yang bersifat spesifik dan terpisah yang timbul secara
langsung dari pelaksanaan rencana transaksi selain yang telah tercermin dalam nilai transaksi
dan proyeksi keuangan yang dianalisis.
Dengan demikian, dalam analisis Pendapat Kewajaran ini tidak diidentifikasi adanya komponen
biaya atau pendapatan relevan lainnya yang material yang perlu disesuaikan secara tersendiri di
luar asumsi dan proyeksi keuangan yang digunakan.
3.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen perseroan serta hasil penelaahan Penilai,
tidak terdapat informasi non-keuangan yang bersifat material dan relevan yang perlu
dipertimbangkan secara khusus dalam penilaian rencana transaksi ini.
Seluruh faktor utama yang berpotensi mempengaruhi kewajaran rencana transaksi telah tercermin
dalam analisis komersial, operasional, dan keuangan sebagaimana diuraikan dalam bagian lain
laporan ini. Dengan demikian, pada saat penyusunan Pendapat Kewajaran ini tidak diidentifikasi
adanya informasi non-keuangan tambahan yang secara material dapat mempengaruhi
keputusan ekonomi atas rencana transaksi.
3.3.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Perusahaan atas Transaksi dan Nilai Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen perseroan, REC telah menetapkan
prosedur pengambilan keputusan yang terstruktur dalam rangka pelaksanaan rencana transaksi
dan penetapan nilai transaksi. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa transaksi
dilaksanakan secara prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tahapan awal dilakukan melalui evaluasi manajemen atas kinerja historis serta proyeksi aset yang
menjadi dasar rencana transaksi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang
memadai mengenai profil risiko dan potensi manfaat ekonomis dari aset yang akan diakuisisi.
Selanjutnya, Perseroan melakukan analisis valuasi atas aset terkait guna memperoleh indikasi
nilai pasar sebagai dasar pertimbangan dalam penentuan nilai transaksi. Hasil analisis tersebut
kemudian menjadi bahan pembahasan internal.
Rencana transaksi berikut nilai transaksinya selanjutnya dibahas dan memperoleh persetujuan
dari Direksi dan Dewan Komisaris sesuai dengan kewenangan masing-masing berdasarkan
anggaran dasar dan ketentuan tata kelola Perseroan.
Selain itu, manajemen menyampaikan bahwa Perseroan juga berkomitmen untuk memenuhi
ketentuan transaksi afiliasi serta regulasi pasar modal yang berlaku, termasuk kewajiban
keterbukaan informasi dan/atau perolehan pendapat kewajaran apabila dipersyaratkan.
Berdasarkan hal tersebut, Penilai menilai bahwa secara prosedural pengambilan keputusan atas
rencana transaksi telah dirancang mengikuti praktik tata kelola perusahaan yang berlaku umum.
Halaman 82 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 84
3.3.5 Hal Material Lainnya
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen REC, tidak terdapat hal material lain yang
perlu diperhatikan atau yang dapat memengaruhi penilaian atas kewajaran pelaksanaan rencana
transaksi yang akan dilakukan. Dengan demikian, tidak ada faktor tambahan di luar aspek yang
telah dianalisis yang dianggap relevan terhadap rencana transaksi.
3.4 Analisis Sensitivitas (sensitivity analysis)
Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengaplikasikan sensitivitas perubahan pada pos
keuangan tertentu yang dinilai memiliki dampak utama sebagai pendorong niai tambah dari
rencana transaksi. Pada analisis sensitivitas rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD dan
rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD, sensitivitas diaplikasikan pada pos
Share of Profit of Associate atau laba dari entitas asosiasi. Analisis sensitivitas pada pos laba dari
entitas asosiasi dianalisis dengan asumsi:
• Sensitivitas -10,00% merupakan pengurangan 10% dari proyeksi perolehan laba entitas
asosiasi sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah
rencana transaksi.
• Sensitivitas -7,50% merupakan pengurangan 7,5% dari proyeksi perolehan laba entitas
asosiasi sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah
rencana transaksi.
• Sensitivitas -5,00% merupakan pengurangan 5% dari proyeksi perolehan laba entitas asosiasi
sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah rencana
transaksi.
• Sensitivitas 0,00% merupakan analisis yang tidak mengubah proyeksi perolehan laba entitas
asosiasi sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah
rencana transaksi.
• Sensitivitas +5,00% merupakan penambahan 5% dari proyeksi perolehan laba entitas asosiasi
sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah rencana
transaksi.
• Sensitivitas +7,50% merupakan penambahan 7,5% dari proyeksi perolehan laba entitas
asosiasi sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah
rencana transaksi.
• Sensitivitas +10,00% merupakan penambahan 10% dari proyeksi perolehan laba entitas
asosiasi sepanjang masa proyeksi dilihat dampaknya kepada laba bersih perusahaan setelah
rencana transaksi.
Tabel analisis sensitivitas atas dampak perubahan perolehan laba entitas asosiasi terhadap nilai
tambah laba bersih periode sepanjang periode proyeksi 2026 sampai 2030 disajikan sebagai
berikut:
Tabel 33. Analisis Sensitivitas
(dalam USD Penuh)
Analisis Sensitivitas 2026 2027 2028 2029 2030
Sensitivitas -10,00%
Nilai Tambah Laba Bersih 10.843.829 10.674.115 14.204.143 13.151.310 17.122.398
Sensitivitas -7,50%
Nilai Tambah Laba Bersih 11.336.018 11.158.118 14.754.953 13.641.624 17.691.770
Halaman 83 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 85
Analisis Sensitivitas 2026 2027 2028 2029 2030
Sensitivitas -5,00%
Nilai Tambah Laba Bersih 11.828.208 11.642.121 15.305.762 14.131.938 18.261.142
Sensitivitas 0,00%
Nilai Tambah Laba Bersih 12.812.587 12.610.127 16.407.381 15.112.567 19.399.887
Sensitivitas +5%
Nilai Tambah Laba Bersih 13.796.967 13.578.134 17.509.000 16.093.195 20.538.631
Sensitivitas +7,5%
Nilai Tambah Laba Bersih 14.289.157 14.062.137 18.059.810 16.583.509 21.108.003
Sensitivitas +10,00%
Nilai Tambah Laba Bersih 14.781.346 14.546.140 18.610.619 17.073.823 21.677.375
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis sensitivitas dampak perubahan perolehan laba dari entitas asosiasi terhadap nilai tambah
laba bersih perusahaan dapat disimpulkan sebagai berikut:
• Sensitivitas dampak pengurangan 10% perolehan laba entitas asosiasi sepanjang masa
proyeksi terhadap proyeksi nilai tambah laba bersih perusahaan menghasilkan nilai tambah
sebesar USD10.843.829 pada tahun proyeksi 2026 hingga USD17.122.398 pada tahun
proyeksi 2030.
• Sensitivitas dampak pengurangan 7,5% perolehan laba entitas asosiasi sepanjang masa
proyeksi terhadap proyeksi nilai tambah laba bersih perusahaan menghasilkan nilai tambah
sebesar USD11.336.018 pada tahun proyeksi 2026 hingga USD17.691.770 pada tahun
proyeksi 2030.
• Sensitivitas dampak pengurangan 5% perolehan laba entitas asosiasi sepanjang masa proyeksi
terhadap proyeksi nilai tambah laba bersih perusahaan menghasilkan nilai tambah sebesar
USD11.828.208 pada tahun proyeksi 2026 hingga USD18.261.142 pada tahun proyeksi
2030.
• Sensitivitas dampak penambahan 5% perolehan laba entitas asosiasi sepanjang masa proyeksi
terhadap proyeksi nilai tambah laba bersih perusahaan menghasilkan nilai tambah sebesar
USD13.796.967 pada tahun proyeksi 2026 hingga USD20.538.631 pada tahun proyeksi
2030.
• Sensitivitas dampak penambahan 7,5% perolehan laba entitas asosiasi sepanjang masa
proyeksi terhadap proyeksi nilai tambah laba bersih perusahaan menghasilkan nilai tambah
sebesar USD14.289.157 pada tahun proyeksi 2026 hingga USD21.108.003 pada tahun
proyeksi 2030.
• Sensitivitas dampak penambahan 10% perolehan laba entitas asosiasi sepanjang masa
proyeksi terhadap proyeksi nilai tambah laba bersih perusahaan menghasilkan nilai tambah
sebesar USD14.781.346 pada tahun proyeksi 2026 hingga USD21.677.375 pada tahun
proyeksi 2030.
• Dengan begitu, sensitivitas dengan rentang 5% sampai 10% terhadap perolehan laba entitas
asosiasi masih memberikan nilai tambah terhadap proyeksi laba bersih perusahaan sepanjang
masa proyeksi.
Halaman 84 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 86
BAB IV
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
4.1 Perbandingan Antara Nilai Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian
Perbandingan antara nilai rencana transaksi dengan hasil penilaian dilihat dari selisih yang
timbul antara nilai rencana transaksi dan hasil penilaian yang dilakukan.
(dalam USD penuh)
Keterangan Nilai
Hasil Penilaian Nilai Pasar 100% Ekuitas SMS Development Limited (USD) 66.421.573
Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD (USD) 59.208.570
Total Hasil Penilaian Nilai Pasar 100% Ekuitas dan Besaran Rencana Transaksi
125.630.143
Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD (USD)
Hasil penilaian 100% Nilai Pasar Ekuitas SMS Development Limited per 30 November 2025
adalah sebesar USD66.421.573, sebagaimana tercantum dalam Laporan Penilaian 100% Ekuitas
SMS Development Limited Nomor 00054/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026 tanggal 6 Maret
2026. Nilai rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD sebesar USD59.208.570
mengacu pada Deed of Novation terkait Shareholder Loan Agreement tanggal 24 Desember 2025
antara SMS Offshore Overseas Limited dan SMS Development Limited, sebagaimana tertuang
dalam dokumen yang disusun oleh Herbert Smith Freehills Kramer.
(dalam USD penuh)
Keterangan Nilai
Rencana Nilai Transaksi 100% Ekuitas SMS Development (USD) 62.510.594
Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD (USD) 59.208.570
Total Nilai Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Limited dan
121.719.164
Besaran Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD (USD)
Nilai rencana transaksi 100% ekuitas SMS Development Limited (SMSD) sebesar USD62.510.594
mengacu pada Share Sale and Purchase Agreement terkait Purchase of Shares in SMS Development
Limited tanggal 25 Desember 2025 antara SMS Offshore Overseas Limited dan PT Raharja Energi
Madura, sebagaimana tertuang dalam dokumen yang disusun oleh Herbert Smith Freehills
Kramer. Nilai rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD sebesar
USD59.208.570 mengacu pada Deed of Novation terkait Shareholder Loan Agreement tanggal
24 Desember 2025 antara SMS Offshore Overseas Limited dan SMS Development Limited,
sebagaimana tertuang dalam dokumen yang disusun oleh Herbert Smith Freehills Kramer.
4.2 Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memiliki Nilai Tambah
Tabel 34. Analisis Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan REC
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Total Aset Lancar
Sebelum 69.501.097 76.244.200 81.367.143 85.291.043 91.040.752
Setelah 47.313.684 51.666.915 58.197.239 62.233.706 72.383.301
Nilai Tambah (22.187.413) (24.577.285) (23.169.904) (23.057.337) (18.657.451)
Halaman 85 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 87
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Total Aset Tidak Lancar
Sebelum 39.952.178 39.873.252 39.897.360 40.294.437 37.591.123
Setelah 164.952.178 164.873.252 164.897.360 165.294.437 162.591.123
Nilai Tambah 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000
Total Aset
Sebelum 109.453.275 116.117.452 121.264.503 125.585.480 128.631.875
Setelah 212.265.862 216.540.166 223.094.599 227.528.143 234.974.424
Nilai Tambah 102.812.587 100.422.715 101.830.096 101.942.663 106.342.549
Total Liabilitas Lancar
Sebelum 1.684.558 1.250.734 968.748 842.773 4.884.850
Setelah 16.684.558 16.250.734 15.968.748 15.842.773 19.884.850
Nilai Tambah 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000
Total Liabilitas Tidak
Lancar
Sebelum 48.941.769 48.634.009 48.329.502 47.971.095 43.457.392
Setelah 123.941.769 108.634.009 93.329.502 77.971.095 58.457.392
Nilai Tambah 75.000.000 60.000.000 45.000.000 30.000.000 15.000.000
Total Liabilitas
Sebelum 50.626.327 49.884.743 49.298.250 48.813.868 48.342.243
Setelah 140.626.327 124.884.743 109.298.250 93.813.868 78.342.243
Nilai Tambah 90.000.000 75.000.000 60.000.000 45.000.000 30.000.000
Total Ekuitas
Sebelum 58.826.948 66.232.709 71.966.253 76.771.612 80.289.632
Setelah 71.639.535 91.655.424 113.796.349 133.714.275 156.632.181
Nilai Tambah 12.812.587 25.422.715 41.830.096 56.942.663 76.342.549
Total Liabilitas dan
Ekuitas
Sebelum 109.453.275 116.117.452 121.264.503 125.585.480 128.631.875
Setelah 212.265.862 216.540.166 223.094.599 227.528.143 234.974.424
Nilai Tambah 102.812.587 100.422.715 101.830.096 101.942.663 106.342.549
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental terkait transaksi dilihat dari proyeksi posisi keuangan REC sebelum dan
setelah rencana transaksi dapat dilihat dari nilai tambah yang terdapat pada masing-masing pos
keuangan yang dianalisis. Pada pos Total Aset, terdapat inkremental sepanjang masa proyeksi
yang didorong oleh peningkatan pos goodwill akibat dari rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas
SMSDL dan novasi pinjaman pemegang saham SMSD. Pada pos Total Liabilitas, terdapat
kenaikan pada total liabilitas setelah rencana transaksi yang didorong bertambahnya utang bank
fasilitas akuisisi. Pada pos Total Ekuitas, terdapat kenaikan pada Total Ekuitas setelah rencana
transaksi yang didorong oleh akumulasi laba ditahan sepanjang masa proyeksi dan peningkatan
Halaman 86 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 88
pos kepentingan nonpengendali akibat rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD dan
rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD.
Tabel 35. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi REC
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Beban Keuangan
Sebelum (3.364.182) (4.109.339) (4.085.983) (4.062.240) (4.036.958)
Setelah (10.239.182) (10.859.339) (9.710.983) (8.562.240) (7.411.958)
Nilai Tambah (6.875.000) (6.750.000) (5.625.000) (4.500.000) (3.375.000)
Laba Entitas Asosiasi
Sebelum 5.087.459 4.700.089 3.995.982 3.385.830 2.855.684
Setelah 24.775.047 24.060.216 26.028.363 22.998.397 25.630.571
Nilai Tambah 19.687.587 19.360.127 22.032.381 19.612.567 22.774.887
Laba Tahun Berjalan
Sebelum 16.434.699 14.905.761 13.233.544 12.305.359 11.018.020
Setelah 29.247.286 27.515.889 29.640.925 27.417.926 30.417.907
Nilai Tambah 12.812.587 12.610.127 16.407.381 15.112.567 19.399.887
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental pada pos Laba Rugi dilihat melalui proyeksi pada pos Laba Entitas Asosiasi
sebelum rencana transaksi dan setelah rencana transaksi dimana terdapat incremental dalam
perolehan Laba Entitas Asosiasi sepanjang masa proyeksi. Inkremental laba entitas asosiasi
setelah rencana transaksi didorong oleh adanya laba entitas asosiasi akibat konsolidasi SMSD
setelah rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD. Pada pos Laba Tahun Berjalan, terdapat
kenaikan nilai tambah yang didorong oleh kenaikan beban bunga bank dan kenaikan laba entitas
asosiasi akibat rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMSD.
4.3 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian
Tabel 36. Hasil Penilaian Nilai Pasar
(dalam USD penuh)
Keterangan Nilai
Hasil Penilaian Nilai Pasar 100% Ekuitas SMS Development Limited (USD) 66.421.573
Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD 59.208.570
Total Hasil Penilaian Nilai Pasar 100% Ekuitas dan Besaran Rencana Transaksi
125.630.143
Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD
Hasil penilaian 100% Nilai Pasar Ekuitas SMS Development Limited per 30 November 2025
adalah sebesar USD66.421.573, sebagaimana tercantum dalam Laporan Penilaian 100% Ekuitas
SMS Development Limited Nomor 00054/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026 tanggal 6 Maret
2026. Nilai rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD sebesar USD59.208.570
mengacu pada Deed of Novation terkait Shareholder Loan Agreement tanggal 24 Desember 2025
antara SMS Offshore Overseas Limited dan SMS Development Limited, sebagaimana tertuang
dalam dokumen yang disusun oleh Herbert Smith Freehills Kramer.
Halaman 87 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 89
Tabel 37. Nilai Rencana Transaksi Akusisi
(dalam USD penuh)
Keterangan Nilai
Rencana Nilai Transaksi (USD) 62.510.594
Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD 59.208.570
Total Nilai Rencana Transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Limited dan
121.719.164
Besaran Rencana Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMSD
Nilai rencana transaksi 100% ekuitas SMS Development Limited (SMSD) sebesar USD62.510.594
mengacu pada Share Sale and Purchase Agreement terkait Purchase of Shares in SMS Development
Limited tanggal 25 Desember 2025 antara SMS Offshore Overseas Limited dan PT Raharja Energi
Madura, sebagaimana tertuang dalam dokumen yang disusun oleh Herbert Smith Freehills
Kramer. Nilai rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham SMSD sebesar
USD59.208.570 mengacu pada Deed of Novation terkait Shareholder Loan Agreement tanggal
24 Desember 2025 antara SMS Offshore Overseas Limited dan SMS Development Limited,
sebagaimana tertuang dalam dokumen yang disusun oleh Herbert Smith Freehills Kramer.
Tabel 38. Analisis Perbandingan (%)
Keterangan Nilai
Perbandingan (%) (3,11%)
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Selisih hasil penilaian dan nilai rencana transaksi Adalah sebesar 3,11% dimana nilai rencana
transaksi lebih kecil dibanding nilai hasil penilaian. Merujuk pada POJK 35/2020 Pasal 48 poin
b, batas atas dan batas bawah kewajaran nilai rencana transaksi dari acuan hasil penilaian
adalah sebesar 7,5%. Dengan begitu, berdasarkan analisis kewajaran yang dilakukan, maka nilai
rencana transaksi adalah Wajar.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap aspek kuantitatif maupun kualitatif,
termasuk perbandingan antara nilai rencana transaksi dengan hasil penilaian, analisis nilai
tambah berdasarkan proyeksi keuangan, serta dengan mempertimbangkan aspek bisnis, struktur
perusahaan, dan tujuan investasi dari rencana transaksi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
transaksi yang dilakukan oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk adalah wajar.
Halaman 88 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 90
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Analisis atas Rencana Transaksi
Rencana transaksi Akuisisi 100% Ekuitas SMS Development Ltd dan Penyertaan 20% Ekuitas milik
SMS Development Limited pada Husky-CNOOC Madura Limited oleh PT Raharja Energi Cepu
Tbk melalui PT Raharja Energi Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD62.510.594.
Rencana transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited dari SMS
Offshore Overseas Limited kepada PT Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi
Madura, dengan rencana nilai transaksi sebesar USD59.208.570.
Dengan demikian, total nilai rencana transaksi secara keseluruhan atas akuisisi dan novasi
pinjaman tersebut adalah sebesar USD121.719.164.
Berdasarkan analisis atas rencana transaksi, pengambilalihan SMS Development Limited oleh PT
Raharja Energi Cepu Tbk melalui PT Raharja Energi Madura merupakan langkah strategis yang
bertujuan untuk meningkatkan eksposur Perseroan terhadap aset migas yang telah berproduksi
melalui kepemilikan tidak langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited. Transaksi ini secara
umum sejalan dengan arah pengembangan usaha Perseroan di sektor energi.
Kemudian analisis atas hubungan pihak yang bertransaksi, terkait rencana transaksi akuisisi dan
rencana transaksi novasi pinjaman pemegang saham tidak terdapat hubungan afiliasi, kemudian
rencana transaksi pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) atas akuisisi dan
rencana pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) dan jaminan defisit kas (cash
deficit guarantee) terkait upaya fasilitas pembiayaan terdapat hubungan afiliasi.
Berdasarkan penelaahan terhadap perjanjian transaksi, terdapat ketentuan mengenai pemberian
jaminan (corporate guarantee) oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk kepada Pembeli saham yang
masih terafiliasi dengan Perusahaan. Pemberian jaminan tersebut dilakukan dalam konteks
hubungan afiliasi dalam satu grup usaha dengan Perusahaan. Dalam praktik transaksi dalam
suatu grup usaha, corporate guarantee lazim diberikan oleh entitas induk atau entitas yang
memiliki posisi keuangan lebih kuat untuk menjamin kewajiban pihak pembeli. Pemberian
jaminan tersebut umumnya bertujuan untuk meningkatkan kepastian pembayaran kepada
penjual serta memperkuat kredibilitas pihak pembeli dalam memenuhi kewajiban yang timbul
dari transaksi. Serta rencana pemberian corporate guarantee dan cash deficit guarantee terkait
upaya fasilitas pembiayaan merupakan praktik yang wajar dalam skema pembiayaan transaksi,
khususnya dalam lingkungan grup usaha, serta memiliki tujuan untuk memperkuat struktur
pendanaan, memitigasi risiko kredit, dan meningkatkan keberhasilan realisasi transaksi.
Dengan demikian, struktur pemberian jaminan dalam transaksi ini merupakan praktik yang
secara umum dalam transaksi akuisisi saham, khususnya yang melibatkan entitas dalam satu grup
usaha.
Halaman 89 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 91
5.2 Analisis Kualitatif atas Transaksi
Berdasarkan analisis kualitatif atas rencana transaksi, pengambilalihan SMS Development Limited
oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk pada dasarnya merupakan langkah strategis Perseroan untuk
meningkatkan kepemilikan efektif atas aset minyak dan gas bumi yang telah berproduksi melalui
kepemilikan tidak langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited. Transaksi ini berpotensi
memberikan manfaat strategis berupa peningkatan eksposur Perseroan terhadap aset migas yang
produktif, potensi tambahan kontribusi pendapatan serta arus kas yang bersifat berulang, serta
penguatan portofolio usaha Perseroan di sektor energi, khususnya pada segmen hulu migas.
Di sisi lain, transaksi ini juga mengandung sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, antara lain
potensi kewajiban yang timbul dari pemberian jaminan kepada pihak pembeli, potensi kewajiban
yang timbul dari pemberian jaminan kepada pihak kreditur, eksposur yang lebih besar terhadap
risiko operasional industri hulu migas yang dipengaruhi oleh kinerja lapangan dan volatilitas
harga komoditas energi, kemungkinan deviasi antara proyeksi kinerja aset dengan realisasi di
masa mendatang, serta risiko yang berkaitan dengan struktur kepemilikan tidak langsung melalui
entitas perantara yang dapat menimbulkan kompleksitas dalam pengelolaan investasi.
Dengan melihat tujuan transaksi, potensi manfaat yang dapat diperoleh, serta risiko yang
mungkin timbul, rencana pengambilalihan SMS Development Limited oleh PT Raharja Energi Cepu
Tbk yang memiliki kepemilikan tidak langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited pada
dasarnya merupakan langkah yang sejalan dengan upaya Perseroan untuk memperkuat
investasinya di sektor energi, khususnya pada aset migas yang telah berproduksi, dengan tetap
memperhatikan risiko yang melekat pada operasional bisnis tersebut.
5.3 Analisis Kuantitatif atas Transaksi
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi posisi keuangan dan laporan laba rugi
sebelum dan setelah rencana transaksi, terlihat bahwa transaksi memberikan dampak terhadap
peningkatan skala usaha dan kinerja keuangan perusahaan dalam periode proyeksi. Pada
proyeksi posisi keuangan, rencana transaksi menyebabkan peningkatan total aset perusahaan
dari kisaran USD109,45 juta-USD128,63 juta sebelum transaksi menjadi sekitar USD212,27 juta-
USD234,97 juta setelah transaksi sepanjang periode 2026-2030. Peningkatan tersebut terutama
berasal dari penambahan aset tidak lancar sebesar USD125 juta yang berkaitan dengan
pengakuan investasi dan goodwill atas akuisisi SMS Development Limited serta novasi pinjaman
pemegang saham. Di sisi lain, aset lancar mengalami penurunan sekitar USD18,66 juta hingga
USD24,58 juta pada periode proyeksi sebagai konsekuensi penggunaan kas untuk mendukung
pelaksanaan transaksi.
Dari sisi struktur permodalan, total liabilitas perusahaan meningkat dari kisaran USD48,34 juta-
USD50,63 juta sebelum transaksi menjadi sekitar USD78,34 juta-USD140,63 juta setelah
transaksi, yang terutama disebabkan oleh penggunaan fasilitas utang bank untuk pembiayaan
akuisisi. Meskipun demikian, total ekuitas perusahaan tetap menunjukkan peningkatan secara
bertahap dari tambahan sekitar USD12,81 juta pada tahun 2026 hingga mencapai sekitar
USD76,34 juta pada tahun 2030, yang didorong oleh akumulasi laba ditahan selama periode
proyeksi.
Dari sisi kinerja keuangan, rencana transaksi memberikan tambahan kontribusi laba melalui
peningkatan laba entitas asosiasi yang berkisar antara USD19,36 juta hingga USD22,77 juta per
tahun sepanjang periode proyeksi. Walaupun transaksi juga meningkatkan beban keuangan
sekitar USD3,38 juta hingga USD6,88 juta per tahun sebagai konsekuensi dari pendanaan
Halaman 90 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 92
akuisisi, secara keseluruhan laba tahun berjalan setelah transaksi tetap meningkat dibandingkan
kondisi sebelum transaksi, dengan tambahan laba sekitar USD12,61 juta hingga USD19,40 juta
per tahun selama periode proyeksi.
Dengan mempertimbangkan peningkatan total aset, pertumbuhan ekuitas, serta tambahan
kontribusi laba sepanjang periode proyeksi tersebut, rencana transaksi secara keseluruhan
menunjukkan adanya potensi nilai tambah bagi perusahaan dalam jangka menengah hingga
panjang.
5.4 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian
Berdasarkan perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian yang telah dilakukan,
diketahui nilai rencana transaksi akuisisi 100% ekuitas SMS Development Limited sebesar
USD62.510.594 serta novasi pinjaman pemegang saham sebesar USD59.208.570
menghasilkan total nilai transaksi sebesar USD121.719.164. Nilai tersebut lebih rendah
dibandingkan dengan total hasil penilaian sebesar USD125.630.143, sehingga terdapat selisih
nilai transaksi lebih rendah sebesar 3,11%. Selisih tersebut masih berada dalam kisaran batas
kewajaran sebagaimana mengacu pada ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2020 yang
menetapkan batas toleransi sebesar ±7,5% dari hasil penilaian.
5.5 Analisis atas faktor lain yang relevan
Selain aspek strategis dan finansial, rencana transaksi juga mempertimbangkan beberapa faktor
lain yang relevan, antara lain kondisi industri minyak dan gas bumi, prospek produksi lapangan,
serta faktor regulasi yang berlaku pada sektor energi. Perkembangan harga minyak dan gas serta
tingkat permintaan energi menjadi faktor yang dapat mempengaruhi potensi pendapatan dari
aset yang dimiliki. Berdasarkan kondisi industri saat ini, permintaan energi masih menunjukkan
kebutuhan yang stabil sehingga kegiatan usaha pada sektor hulu migas masih memiliki prospek
yang memadai dalam jangka menengah hingga panjang.
Di samping itu, prospek produksi lapangan yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited
turut menjadi pertimbangan, khususnya terkait tingkat produksi saat ini, potensi cadangan yang
masih dapat diproduksi, serta estimasi umur produksi lapangan. Faktor-faktor tersebut
menunjukkan bahwa aset yang menjadi objek transaksi masih memiliki potensi produksi yang
dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja usaha di masa mendatang.
Selain itu, kegiatan usaha pada sektor hulu migas juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah
dan ketentuan kontrak kerja sama yang berlaku. Berdasarkan penelaahan yang dilakukan, tidak
terdapat perubahan regulasi yang secara material dapat mempengaruhi keberlangsungan
operasi maupun nilai ekonomi dari aset yang terkait dengan transaksi.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, rencana transaksi dinilai memiliki dasar
prospek usaha yang memadai serta tidak terdapat kondisi eksternal yang secara material dapat
mempengaruhi kewajaran transaksi.
5.6 Opini Kewajaran atas Transaksi
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap perjanjian-perjanjian yang terkait dengan transaksi, yaitu
Share Sale and Purchase Agreement, Deed of Novation terkait pengalihan Shareholder Loan, serta
surat tambahan yang mengatur penjaminan oleh pihak yang terafiliasi dengan pembeli, serta
dengan mempertimbangkan hasil analisis terhadap informasi, data, dan asumsi yang
Halaman 91 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 93
disampaikan oleh manajemen Perseroan, kami berpendapat bahwa rencana transaksi akuisisi
100% ekuitas SMS Development Limited dan novasi pinjaman pemegang saham SMS
Development Limited dengan total nilai transaksi sebesar USD121.719.164 serta rencana
transaksi pemberian jaminan perusahaan sebagaimana diatur dalam perjanjian-perjanjian
tersebut adalah “wajar”.
Halaman 92 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 94
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajara proyeksi yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 93 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 95
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak Manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off
date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 94 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 96
Page 97
LAMPIRAN-LAMPIRAN Halaman 96 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 98
Halaman 97 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 99
Halaman 98 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 100
Halaman 99 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 101
Halaman 100 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 102
Halaman 101 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 103
Halaman 102 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 104
Halaman 103 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 105
Halaman 104 00064/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 106
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
Ekuitas SMS Development Limited
p.2 ×22
unresolved
org
PT Raharja Energi Madura
p.2 ×51
unresolved
org
SMS Development Limited
p.2 ×47
unresolved
org
Husky-CNOOC Madura Limited
p.2 ×27
unresolved
org
Transaksi Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited
p.2 ×8
unresolved
org
SMS Offshore Overseas Limited
p.2 ×30
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×6
unresolved
org
Novasi Pinjaman Pemegang Saham SMS Development Limited
p.3 ×5
unresolved
org
PT Raharja Energi Indonesia
p.8 ×10
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10 ×4
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.13 ×5
unresolved
person
CPA
p.13 ×5
unresolved
person
Andani
p.13 ×4
unresolved
person
Indah Setyaningsih
p.14 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14 ×6
unresolved
person
Rini Yulianti
p.14 ×7
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.14 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Halaman
p.14
unresolved
org
PT Raharja Energi Indonesia Perihal Persetujuan
p.15
unresolved
person
Muhammad Hanafi
p.15 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.16 ×13
unresolved
—
Rezki Sulung
· Corporate Finance
p.16
unresolved
—
Supriyanti Priandini
· Corporate Secretary & Legal
p.16
unresolved
—
Anggraeni
· Finance
p.16
unresolved
—
Sugiarti Purnamasari
· Accounting
p.16
unresolved
person
Muhammad Hafy Alfakhri
· Corporate Finance
p.16
unresolved
org
PT Syabas Usaha Migas
p.23 ×2
unresolved
org
PT Rukun Prima
p.24 ×2
unresolved
org
PT Raharja Energi
p.25 ×2
unresolved
org
Cepu Tbk
p.25
unresolved
org
PT Petro Indo Pasifik
p.27 ×5
unresolved
org
Adrian Hartadi D. SMS Offshore Overseas Limited
p.27
unresolved
org
Riwayat Singkat SMS Offshore Overseas Limited
p.27
unresolved
org
Samudra Energy Limited
p.28 ×2
unresolved
org
Benjamin John Crilly E. SMS Development Limited
p.28
unresolved
org
Riwayat Singkat SMS Development Limited
p.28
unresolved
org
CNOOC Southeast Asia Limited
p.28 ×2
unresolved
org
Kegiatan Usaha SMS Development Limited
p.29
unresolved
—
Cosimo Borrelli
p.30
unresolved
—
Benjamin John Crilly
p.30
unresolved
org
PT Raharja Energi Indonesia REM
p.31 ×3
unresolved
org
PT Raharja Energi Madura SMSO
p.31
unresolved
org
PT Raharja Energi Madura. Rencana Transaksi Pemberian Jaminan
p.37
unresolved
org
Kroll HK Limited
p.38 ×2
unresolved
org
PT Petro Indo Pasifik. Pengaturan
p.43
unresolved
org
Pusat Statistik
p.47 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.48 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.51 ×2
unresolved
org
Nilai Pasar Ekuitas SMS Development Limited
p.86 ×2
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.94
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
11539 ms
12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'masih memiliki kemampuan untuk memberikan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'masih memiliki kemampuan untuk memberikan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '62510594'}