Back to announcement
LK Konsolidasi 2025 PT Leyand International TBK.pdf
Financial statement Text extracted LAPDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 60
Page 1
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT d1/March 31, 2026 paraf:
Page 2
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6
Page 3
Page 4
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
Web : www.kapmgn.co.id
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Nomor: 00024/2.1104/AU.1/05/1292-1/1/III/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Leyand International Tbk dan Entitas Anak
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Leyand International Tbk (“Perusahaan”) dan
Entitas Anak (secara kolektif disebut “Grup”), yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian tanggal
31 Desember 2025, serta Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian, Laporan
Perubahan Ekuitas Konsolidasian, dan Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan konsolidasian, termasuk informasi kebijakan akuntansi
material.
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal
yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
konsolidasian dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen
terhadap Grup sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan entitas dengan akuntabilitas publik di
Indonesia. Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.
Ketidakpastian Material Tentang Kelangsungan Usaha
Sebagaimana yang diungkapkan dalam Catatan 39 atas laporan keuangan konsolidasian terlampir,
Perusahaan telah melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp 451.329.836.225. Selain itu, total liabilitas lancar pada tanggal 31 Desember 2025 telah melampaui total
aset lancarnya. Kondisi tersebut beserta hal-hal lainnya yang diungkapkan pada Catatan 39 atas laporan
keuangan terlampir, mengindikasi adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan
signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Registered Public Accountants
License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Dalam rangka mengatasi kondisi ketidakpastian material atas kelangsungan usaha tersebut, Manajemen telah menyusun dan mulai mengimplementasikan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Transformasi Portofolio melalui Akuisisi Strategis PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS). 2. Optimalisasi Sinergi dengan Pengendali Baru (JSI Grup) 3. Pemanfaatan Momentum Pasar dan Percepatan Aktivitas RKAB 4. Pengembangan Aset Strategis dan Integrasi Bisnis Manajemen meyakini bahwa rencana akuisisi BSS oleh PT Leyand International Tbk yang disertai dengan penggantian pengendali anak usaha sebelumnya, merupakan langkah strategis yang akan memperkuat fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Sinergi dengan JSI Grup sebagai pengendali baru, didukung oleh fokus pada pengembangan pasir kuarsa, serta momentum percepatan aktivitas RKAB, diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perusahaan secara signifikan. Hal Audit Utama Hal audit utama adalah hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan konsolidasian terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut. Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut: Keyakinan atas Nilai Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain kepada Pihak Berelasi Lihat Catatan 14 (Utang Usaha Pihak Ketiga), Catatan 15 (Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi) Perusahaan dan Entitas Anak mengakui nilai Utang Usaha Kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain Kepada Pihak Berelasi pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 22.834.060.515 dan Rp 62.981.868.598. Respon kami atas Hal Audit Utama: • Kami melakukan prosedur konfirmasi kepada seluruh kreditur dan telah memperoleh jawaban konfirmasi dari seluruh kreditur atas Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain Kepada Pihak Berelasi tersebut. Seluruh kreditur menyatakan saldo piutang mereka telah cocok dengan yang dicatatkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak per tanggal 31 Desember 2025; • Kami mengevaluasi perjanjian terkait Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain Kepada Pihak Berelasi dan memastikan bahwa transaksi tersebut valid untuk dicatatkan; • Kami membaca dan memahami syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan utama atas kesepakatan yang tertuang dalam Perjanjian Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain Kepada Pihak Berelasi. Informasi Lain Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam Laporan Tahunan 2025 (“Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini. Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut. Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan Tahunan mengandung ketidakkonsistenan material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.
Page 6
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, dan atas pengendalian internal yang
dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang
bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manajemen bertanggung jawab untuk menilai
kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan
kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi
kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Grup atau menghentikan operasi,
atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan konsolidasian Grup.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian,
baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, merancang dan melaksanakan prosedur
audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
pengendalian internal.
• Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan
opini atas efektivitas pengendalian internal Grup.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
Page 7
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup
untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit
yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat
menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
• Merencanakan dan melaksanakan audit Grup untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait
informasi keuangan entitas atau aktivitas bisnis dalam Grup untuk menyatakan opini atas laporan
keuangan konsolidasian. Kami bertanggung jawab atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit Grup.
Kami tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audi signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian periode kini dan oleh
karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali
peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam
kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam
laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan
secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Prof. Dr. Ahalik, Ak, CPA, CPSAK, CPMA, SAS, CA
Izin Akuntan Publik No. AP.1292
Jakarta, 30 Maret 2026
Page 8
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 249.891.298 29.247.586.533
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 5 6.635.410.615 6.414.520.619
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 6,35 2.405.787.976 10.594.866.792
Pihak Ketiga 6 5.871.322.547 18.130.384.332
Piutang Lain-lain
Pihak Berelasi 7,35 - 2.100.000.000
Pihak Ketiga 7 11.130.003.324 39.799.112.287
Persediaan 8 18.192.991.678 17.219.285.675
Pajak Dibayar Dimuka 16a 919.981.885 3.394.835.608
Jumlah Aset Lancar 45.405.389.323 126.900.591.847
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 9 94.524.050.578 96.714.955.314
Aset Hak-Guna 10 558.674.758 698.343.448
Uang Jaminan 11 - 27.977.500
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 12 11.199.983 10.705.514
Aset Pajak Tangguhan 16e 423.545.445 696.984.676
Aset Keuangan Lainnya 13 750.000.000 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 96.267.470.764 98.148.966.452
JUMLAH ASET 141.672.860.087 225.049.558.299
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -1-
Page 9
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 14 22.834.060.515 62.684.726.381
Utang Lain-lain
Pihak Berelasi 15,35 8.431.868.598 16.539.683.913
Pihak Ketiga 15 - 662.567.528
Beban Akrual 20 162.340.000 196.223.202
Utang Bank 17 598.183.790 18.085.258.349
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank 18 30.609.225.733 38.261.444.130
Utang Pajak 16b 25.447.783 2.630.548
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Utang Pembelian Aset Tetap 21 1.147.238.889 246.324.556
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 19,35 148.651.930 128.778.715
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 63.957.017.238 136.807.637.322
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Pembelian Aset Tetap 21 258.500.000 3.471.257.180
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 19,35 491.104.599 652.686.041
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi 15,35 54.550.000.000 54.550.000.000
Liabilitas Imbalan Pascakerja 22 1.142.133.879 1.223.502.284
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 56.441.738.478 59.897.445.505
JUMLAH LIABILITAS 120.398.755.716 196.705.082.827
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Rp100 per saham
Modal Dasar 15.000.000.000 saham,
Ditempatkan dan Disetor
3.966.350.139 saham 23 396.635.013.900 396.635.013.900
Tambahan Modal Disetor 24 32.148.364.560 32.148.364.560
Penghasilan Komprehensif Lain 31 1.014.350.311 1.081.691.687
Akumulasi Rugi (451.329.836.225) (449.837.937.344)
Defisiensi Modal Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk (21.532.107.454) (19.972.867.197)
Kepentingan Non-Pengendali 25 42.806.211.825 48.317.342.669
JUMLAH EKUITAS 21.274.104.371 28.344.475.472
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 141.672.860.087 225.049.558.299
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -2-
Page 10
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENJUALAN 26 230.245.960.203 223.452.157.674
BEBAN POKOK PENJUALAN 27 (216.129.197.088) (213.095.997.615)
LABA BRUTO 14.116.763.115 10.356.160.059
Beban Umum dan Administrasi 28 (15.791.090.213) (12.983.917.461)
Beban Bunga dan Keuangan 29 (6.448.884.392) (5.387.962.749)
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 30 1.349.069.787 (17.993.543.518)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (6.774.141.703) (26.009.263.669)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Tangguhan 16c (279.379.730) 262.824.923
RUGI TAHUN BERJALAN (7.053.521.433) (25.746.438.746)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 31 (23.284.636) 55.017.898
Pajak Penghasilan Terkait 31 5.940.499 9.997.218
Komponen Ekuitas Lainnya 31 494.469 476.210
RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (7.070.371.101) (25.680.947.420)
JUMLAH RUGI TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (4.205.379.607) (13.683.761.697)
Kepentingan Non-Pengendali (2.848.141.826) (12.062.677.049)
JUMLAH (7.053.521.433) (25.746.438.746)
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (4.222.229.275) (13.618.270.371)
Kepentingan Non-Pengendali (2.848.141.826) (12.062.677.049)
JUMLAH (7.070.371.101) (25.680.947.420)
LABA PER SAHAM 32 (1,78) (6,49)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -3-
Page 11
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Defisiensi Modal yang
Pengukuran Dapat Distribusikan
Tambahan Kembali Akumulasi Rugi kepada Pemilik Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Imbalan Pasti Entitas Induk Non-Pengendali
Saldo per 1 Januari 2024 396.635.013.900 32.548.364.560 1.016.200.361 (446.907.649.945) (16.708.071.124) 60.380.019.718
Rugi Tahun Berjalan - - - (13.683.761.698) (13.683.761.698) (12.062.677.049)
Dampak Atas Pelepasan Entitas Anak 1c - (400.000.000) - 10.753.474.299 10.353.474.299 -
Penghasilan Komprehensif Lain 31 - - 65.491.326 - 65.491.326 -
Saldo per 31 Desember 2024 396.635.013.900 32.148.364.560 1.081.691.687 (449.837.937.344) (19.972.867.197) 48.317.342.669
Rugi Tahun Berjalan - - - (4.205.379.607) (4.205.379.607) (2.848.141.826)
Penghasilan Komprehensif Lain 31 - - (16.849.668) - (16.849.668) -
Dampak Atas Penyesuaian
Kombinasi Bisnis 31 - - (50.491.708) 2.713.480.726 2.662.989.018 (2.662.989.018)
Saldo per 31 Desember 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.014.350.311 (451.329.836.225) (21.532.107.454) 42.806.211.825
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -4-
Page 12
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 6, 26 250.694.100.804 225.276.923.777
Pembayaran Kepada Pemasok 7,8,9,14,16b,27,28 (228.468.742.623) (218.904.530.262)
Pembayaran Kepada Karyawan 22,28 (9.160.015.502) (8.299.322.223)
13,10,16e,21
Pembayaran Kepada Operasional Lainnya 19,3 (16.695.217.660) (14.421.266.672)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 29 (6.448.884.392) (5.387.962.749)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (10.078.759.373) (21.736.158.129)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 5 (970.889.996) 3.435.479.381
Pembayaran Piutang lain-lain Dari Pihak Ketiga 7 - (3.608.993.002)
Penerimaan Bunga 30 235.544.564 7.873.088
Perolehan Aset Tetap 2l,9 (11.766.890) -
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (747.112.322) (165.640.533)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang/Piutang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi - Bersih
Penerimaan 15 2.335.053.500 5.344.098.069
Pembayaran 15 (2.147.439.388) (824.202.941)
Utang Bank
Penerimaan 17 111.952.242.760 110.360.003.636
Pembayaran 17 (122.659.462.015) (115.926.386.573)
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank
Penerimaan 18 153.844.716.385 202.977.963.778
Pembayaran 18 (161.496.934.782) (181.291.592.705)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (18.171.823.540) 20.639.883.264
PENURUNAN BERSIH
KAS DAN BANK (28.997.695.235) (1.261.915.398)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 29.247.586.533 30.509.501.931
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 249.891.298 29.247.586.533
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
201- 5 -
Page 13
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Leyand International Tbk (“Perusahaan”), semula bernama PT Lapindo International Tbk,
didirikan berdasarkan akta No. 52, tanggal 7 Juni 1990 yang dibuat dihadapan Oriana Roosdilan,
S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-6175.HT.01.01.TH.95 tanggal 17 Mei 1995.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
No. 5 tanggal 6 Juni 2023 dari Emmy Yatmini S.H. Notaris di Jakarta, mengenai susunan dewan
direksi dan komisaris, ruang lingkup kegiatan Perusahaan, persetujuan rencana Perusahaan untuk
mendapatkan pinjaman dari Pemegang Saham dan pengambilalihan saham RER serta perubahan
Anggaran Dasar sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Akta perubahan ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-0111782.AH.01.11. Tahun 2023 tanggal 16 Juni
2023.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan merupakan di bidang aktivitas perusahaan
holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Grup berdomisili di Jakarta dengan kantor beralamat di Panin Tower Lantai 11 Jl. Asia Afrika Lot
19, Senayan, Jakarta Pusat.
Jumlah karyawan Grup pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah
98 dan 120 (tidak diaudit).
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2025 dan 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rustono Fulia
Komisaris : Bobby Alianto
Komisaris Independen : Frans Saul Noija
Dewan Direksi
Direktur Utama : Bambang Rahardja Burhan
Direktur : Yehezkiel Fulia
Komite Audit
Ketua : Frans Saul Noija
Anggota : Elisabet Yunia Astriani
Anggota : Chintya Rusli
Perusahaan mengangkat komite audit berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand
International Tbk No. 02/SK/DEKOM/VI/2023 tanggal 7 Juni 2023.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand International Tbk No. 01/SKDIR/IX/2025 tanggal
30 September 2025 Perusahaan menetapkan Handayani Rahayu sebagai Sekretaris Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand International Tbk No. 01/SKDIR/V/2025 tanggal
5 Mei 2025 Perusahaan mencabut Surat Keputusan No.04/SKDIR/VI/2023 dan menetapkan
Sinasir Daely sebagai Kepala Unit Audit Internal.
-6-
Page 14
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 14 Januari 2026 Perseroan melaksanakan RUPSLB dengan mata acara rapat
perubahan susunan Dewan Komisaris dan perubahan susunan Anggota Direksi, dan berdasarkan
Akta Notaris No. 1179 yang dibuat di hadapan Otto Hari Chandra Ubayani, S.H, M.Kn, perubahan
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Akta
perubahan tersebut memuat perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang
berlaku sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang akan diselenggarakan
pada tahun 2031, dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk
melakukan perubahan sewaktu-waktu. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sayid Muhammad Riyadh
Komisaris : Tan Siok Sing
Komisaris Independen : Thauriq Anwar
Dewan Direksi
Direktur Utama : Jamal Abdul Nasir Bamadhaj
Direktur : Bambang Rahardja Burhan
Direktur : Kiran Raj
Direktur : Hong Shieh Yung, Travis (Hong Xueyong, Travis)
Direktur : Achmad Rifky
Manajemen kunci Perusahaan adalah pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab
dalam perencanaan, pengarahan, dan pengendalian aktivitas Perusahaan secara langsung
maupun tidak langsung. Manajemen kunci tersebut meliputi Direktur Utama dan Direktur.
Perusahaan merupakan bagian dari kelompok usaha yang berada di bawah pengendalian akhir
PT JSI Sinergi Mas sebagai entitas induk utama.
1.c. Entitas Anak
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki lebih dari 50% saham entitas anak sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Pendirian
PT Rusindo Eka Raya Indonesia 144.373.607.662 51% 1999
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki lebih dari 50% saham entitas anak sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Pendirian
PT Rusindo Eka Raya Indonesia 226.826.688.699 51% 1999
PT Rusindo Eka Raya (RER)
RER didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris John Leonard Waworuntu, S.H., No. 36 tanggal
17 Februari 1999. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-12250.HT.01.01.Th.99, tanggal
2 Juli 1999. RER berkedudukan di Tangerang dengan kegiatan utama dalam bidang perdagangan
besar bahan makanan dan minuman.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 8 tanggal 16 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Indoraya
Tunggal Pratama sebesar 45.000 saham.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal 22 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Rusco Logistik
Internasional sebesar 15.333 saham.
-7-
Page 15
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
PT Rusindo Eka Raya (RER), entitas anak, RER didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris John
Leonard Waworuntu, S.H., No. 36 tanggal 17 Februari 1999. Akta ini telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.C-12250.HT.01.01.Th.99, tanggal 2 Juli 1999. RER berkedudukan di Tangerang
dengan kegiatan utama dalam bidang perdagangan besar bahan makanan dan minuman.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal 16 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Indoraya
Tunggal Pratama sebesar 45.000 saham. Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal
22 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano, S.H., bahwa entitas anak menyetujui pembelian
seluruh saham kepunyaan/milik Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham
sebesar 15.333 saham atau sebesar Rp 14.740.092.486,70 dari PT Rusco Logistik Internasional.
Dari akuisisi tersebut mencatat sebagai keuntungan pembelian dengan diskon, pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2023.
Pada tanggal akuisisi RER, nilai wajar aset bersih dan nilai yang dibayarkan sebagai berikut:
Rupiah
Nilai Wajar Aset Bersih 60.333.000.000
Nilai Kas yang Dikeluarkan pada Saat Akuisisi 58.000.000.000
Pembelian dengan Diskon (Gain on Purchase Bargain) 2.333.000.000
Perusahaan dan RER secara kolektif disebut ”Grup”.
PT Asta Keramasan Energi (AKE)
AKE didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris Hannywati Gunawan, S.H., No. 55 tanggal
30 November 2004. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-01759.HT.01.01.TH.2005 tanggal
20 Januari 2005. AKE berkedudukan di Jakarta dengan kegiatan utama dalam bidang konstruksi
dan pengoperasian di bidang pembangkit listrik. Lokasi proyek terletak di kota Medan, Palembang
dan Pontianak. AKE sudah tidak beroperasi sejak tahun 2021.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham No. 15, tanggal 29 November
2021 dari Notaris Dino Irwin Tengkano, S.H., modal ditempatkan dan disetor sebesar
Rp 569.500.000. Akta perubahaan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-0210430.AH.01.11 Tahun 2021, tanggal 29 November 2021.
Pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024, Perusahaan melepas kepemilikan atas entitas
anak PT Asta Keramasan Energi, yang berdampak pada laporan keuangan konsolidasian,
termasuk penyesuaian tambahan modal disetor sebesar Rp (400.000.000) serta penghapusan
saldo laba PT Asta Keramasan Energi sebesar Rp 10.753.474.299 dalam defisiensi modal yang
dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk.
Berdasarkan akta No 08 tanggal 30 Desember 2024 dari notaris Dino Irwin Tengkano, S.H.,M.Kn
notaris di Kabupaten Karawang, menyatakan bahwa PT Leyand International Tbk keluar sebagai
pemegang saham perseroan dengan cara menarik seluruh saham dengan nominal Rp 10.000.000,
sehingga Laporan Keuangan Tahun 2024 tidak dikonsolidasikan.
-8-
Page 16
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 27 Juni 2001 Perusahaan memeroleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan penawaran
umum perdana sebanyak 60.000.000 saham disertai penerbitan waran seri I sebanyak 30.000.000
kepada masyarakat. Pada tanggal 17 Juli 2001, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa efek
Indonesia.
Pada tanggal 27 Maret 2008 Perusahaan memeroleh pernyataan efektif untuk melakukan
penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. 5.1764/BL/2008 untuk
melakukan penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak
3.701.574.800 saham baru dari portepel disertai penerbitan waran seri II sebanyak 92.539.370
kepada masyarakat. Pada tanggal 31 Desember 2014, waran yang telah dilaksanakan adalah
sebanyak 377.139 waran pada harga pelaksanaan Rp 120 (dalam jumlah penuh) atau seluruhnya
sebesar Rp 45.256.680.
Sejak Maret 2020 Perusahaan tidak membukukan pendapatan. Berdasarkan pengumuman
penghentian sementara perdagangan efek sementara PT Leyand International Tbk dengan Nomor
Peng-SPT-00014/BEI.PP3/07-2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan
penghentian sementara perdagangan efek PT Leyand International Tbk di seluruh pasar sejak sesi
I Perdagangan hari kamis, 2 Juli 2020 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Berdasarkan Surat No.S-09511/BEI.PP3/10-2023 tentang Pencabutan Penghentian Sementara
Perdagangan Efek yang di terbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 31 Oktober 2023,
Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mencabut penghentian sementara Perdagangan Saham
PT Leyand International Tbk diseluruh pasar terhitung sejak sesi I Perdagangan Efek pada hari
Rabu tanggal 1 November 2023.
1.e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
ini yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Maret 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Grup, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Grup. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini
disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
-9-
Page 17
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Penerapan dari revisi standar akuntansi berikut yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, tidak
menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh
yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan.
- Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Ketertukaran/ Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs Valuta
Asing terkait Kekurangan.
1 Januari 2026
- Amendemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan.
- Amendemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan.
- Amendemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Keuntungan atau Kerugian dari
Penghentian Pengakuan.
- Amendemen Panduan Implementasi PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
Pendahuluan; Pengungkapan Risiko Kredit; dan Pengungkapan selisih ditangguhkan antara
nilai wajar dan harga transaksi.
- Amendemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Penghentian Pengakuan Liabilitas Sewa; dan
Harga Transaksi.
- Amendemen PSAK 110 ”Laporan Keuangan Konsolidasian”: Penentuan ’Agen De Facto’
- Amendemen PSAK 207 “Laporan Arus Kas“: Laporan arus kas untuk investasi pada anak
perusahaan, asosiasi, dan ventura bersama yang menggunakan metode biaya perolahan.
1 Januari 2027
- PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Penerapan dari amendemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memilki dampak material terhadap laporan
keuangan pada periode berjalan atau tahun sebelumnya.
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i) Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
- 10 -
Page 18
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang lain-lain dan aset keuangan tidak lancar
lainnya (instrumen keuangan yang memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi
konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba
rugi konsolidasian.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Grup terdiri dari kas dan
bank dan piutang lain-lain.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi
konsolidasian atau penghasilan komprehensif lain.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
konsilidasian atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Grup telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau
berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan
yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan salah satu
diantara (a) Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari
aset, atau (b) Grup tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109, ”instrumen keuangan”, diklasifikasikan sebagai
berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau
melalui penghasilan komprehensif lain.
- 11 -
Page 19
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Grup mengukur
seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii) Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di
masa yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan.
Grup menerapkan pendekatan umum PSAK 109, ”instrumen keuangan” untuk mengukur kerugian
kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya
untuk semua piutang dagang dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait
dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan,
yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.f. Persediaan
Persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan,
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
- 12 -
Page 20
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.g. Dasar Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Grup dan entitas yang
dikendalikan oleh Grup. Pengendalian tercapai dimana Perusahaan memiliki kekuasaan atas
investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal
hasil investor.
Grup menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang
disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan
atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk
mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan
keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan
Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap
ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki
oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan
kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa
Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang
relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS
sebelumnya.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memeroleh pengendalian atas entitas anak
dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara
khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal
diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti untuk
mengendalikan entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan untuk kepentingan non-pengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba
komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali
meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh
Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang berkaitan
dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam
ekuitas. Kepentingan non-pengendali pemegang saham awalnya diukur baik pada nilai wajar
ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan non-pengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat
diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar
akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepemilikan
pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya
dalam ekuitas. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada kepentingan non-pengendali
bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan
kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya
atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan
nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan pada pemilik entitas induk.
- 13 -
Page 21
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Ketika konsolidasian kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui
dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang
diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya
dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan
non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain
yang terkait dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara
langsung aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke
kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan / diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku).
Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian
dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam PSAK
239, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, ketika berlaku, biaya perolehan
pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
2.h. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar
tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup
kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan
oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi
diakui di dalam laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih alih diakui
pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang
relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap
kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika
ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada
tanggal akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang
dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar
pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan
diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak
atas bagian proposional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik
pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan kepentingan non-pengendali atas
aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar
transaksi. Kepentingan non-pengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada
dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar akuntansi lain.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas
yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan
kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari
imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran
adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode
pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi
yang ada pada tanggal akuisisi.
- 14 -
Page 22
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut
diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada
tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan
kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai
dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam
laba rugi kosolidasian atau dalam pendapatan komprehensif lain (OCI).
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya,
jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi
yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi
dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya
belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi
menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan
berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
2.i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian setiap Grup, transaksi dalam mata uang
asing selain mata uang fungsional Grup (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non-moneter yang diukur pada
nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai
wajar ditentukan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam valuta asing yang tidak
dijabarkan kembali.
Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba rugi konsilidasian pada periode saat terjadinya.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari Bank
Indonesia adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.782 16.162
2.j. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 35 atas
Laporan Keuangan.
2.k. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri atas kas, bank dan deposito di mana deposito tersebut digunakan
sebagai jaminan utang bank.
2.l. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
- 15 -
Page 23
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Setelah pengakuan awal, Grup menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap selain mesin
dan peralatan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai (jika ada).
Tanah diakui sebesar harga perolehan tidak disusutkan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa
depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur
secara andal.
Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode yaitu metode garis lurus untuk mencatat
jumlah penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Kendaraan 4
Inventaris Kantor dan Gudang 4
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan, pabrik dan pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai “aset
dalam penyelesaian”. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi
atau pemasangan selesai. Penyusutan mulai dibebankan pada saat aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan manajemen.
2.m. Sewa
Perusahaan sebagai Pesewa (Lessor)
Sewa dimana Perusahaan sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa
operasi. Ketika persyaratan sewa secara sub
stansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan ke penyewa,
kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan
sebagai sewa operasi.
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi
ditambahkan ke jumlah tercatat aset sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.
- 16 -
Page 24
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Aset Hak-Guna
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya
langsung awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
mulai dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan
memindahkan aset pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana
aset hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak - Guna Masa Manfaat
Tanah 2 tahun
Gudang dan Ruko 3 tahun
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam
pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.n. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk
menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
terpulihkan atas suatu aset individual, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil
kas atas aset.
Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan
nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum
disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya,
nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi
penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 2e.
- 17 -
Page 25
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.o. Imbalan Pascakerja
Perusahaan menyelenggarakan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan
tetapnya sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 6/2023. Perusahaan telah menerapkan
panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode jasa untuk
program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang-undang cipta kerja
beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang diterbitkan oleh DSAK-
IAI pada April 2022.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara
sukarela.
2.p. Provisi dan Kontijensi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan
dalam laporan keuangan jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
diperoleh.
2.q. Pajak Penghasilan
Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan
pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena
pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas
suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas
pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
- 18 -
Page 26
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan
berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode
pelaporan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak
kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang berbeda
yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan
pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang
pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik
dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut
pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi awal untuk kombinasi bisnis.
Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
2.r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus
memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar
jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan
ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
selama periode kontrak.
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan. Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian
yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan. Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset
kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan
dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
- 19 -
Page 27
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga di akru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terutang
dan tingkat bunga yang berlaku.
Biaya dan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika
pelanggan memeroleh pengendalian atas aset tersebut.
2.s. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba
bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa.
2.t. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal
disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 2, Dewan Direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari
estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya memengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi memengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
- 20 -
Page 28
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari penggunaan
aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai untuk
menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini
akan berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset Grup.
Manfaat Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakui dalam laporan
keuangan mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Walaupun asumsi Grup
dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan
dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan
pascakerja Grup. Nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja dan asumsi dari aktuaris diungkapkan
dalam Catatan 22.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Masa manfaat setiap aset tetap Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari
penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan
apabila perkiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan
komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan
bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas
jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di
atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 9.
4. KAS DAN SETARA KAS
2025 2024
Kas 79.616.903 18.247.257
Bank
Bank Central Asia 63.723.117 2.118.425.641
Bank CIMB Niaga 42.497.801 810.606.612
Bank Maybank 28.475.148 12.673.136
Bank Danamon 27.291.125 12.515.997
Bank OCBC NISP 1.001.442 103.753.900
Bank Pan Indonesia 7.285.762 18.114.102
Sub Jumlah 170.274.395 3.076.089.388
- 21 -
Page 29
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Deposito Berjangka
Bank CIMB Niaga - 17.565.068.543
Bank Maybank - 7.000.000.000
Bank Danamon - 1.588.181.345
Sub Jumlah - 26.153.249.888
Jumlah 249.891.298 29.247.586.533
Seluruh saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
2025 2024
Bank Pan Indonesia 6.635.410.615 6.414.520.619
Jumlah 6.635.410.615 6.414.520.619
Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan Bank Garansi pada Bank Pan Indonesia yang bertujuan
untuk menjamin utang yang tidak bisa terbayarkan ke pihak prinsipal. Bank Garansi tersebut akan
diperbarui setiap akhir masa berlaku dengan keterangan sebagai berikut:
a) Berdasarkan pemberitahuan perpanjangan Bilyet Deposito Berjangka:
• No. Deposito Berjangka : Pan Indonesia No. 00327012.
• Nominal : Rp 6.635.410.615.
• Jangka Waktu : 3 bulan dari tanggal 15 November 2025 – 15 Februari 2026.
• Suku Bunga : 4,25%.
6. PIUTANG USAHA
2025 2024
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi 2.748.583.198 10.641.474.833
Sub Jumlah 2.748.583.198 10.641.474.833
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (342.795.222) (46.608.041)
Jumlah Piutang Pihak Berelasi – Bersih 2.405.787.976 10.594.866.792
Pihak Ketiga
CV Raya Dipta Swastika 2.395.863.587 4.272.233.612
Toko Susu CS 465.526.841 1.619.326.546
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo 430.559.094 -
PT Duta Sentosa Yasa 362.981.409 -
PT Astro Teknologies Indonesia 304.603.258 -
PT Orientraco Perkasa 291.587.677 -
PT Jaya Putra Panipahan 211.054.558 893.764.111
Toko MMM Sejahtera 178.503.990 -
CV H.M Putra 154.853.999 -
PT Niceso Sukses Indonesia 129.052.727 334.128.755
PT Pelanduk Jaya Bersama 61.415.542 863.940.988
Toko Uniboo 29.916.169 243.076.022
Natasha Citra II 13.500.197 240.496.870
Toko Susu Pasir Jaya - 1.333.706.302
PT Gaya Poetra Bangkit - 1.250.998.905
PT Scorpicanus Gepi Jovindo - 363.658.078
- 22 -
Page 30
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Toko Natasha Susu - 254.434.903
Toko Bei Bee Woo - 245.109.799
PT Bintang Inti Abadi - 218.540.330
Toko Murni Jaya - 214.973.199
Libra Baby Store - 197.148.280
Toko H. Yusuf - 183.594.418
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 1.678.494.810 5.481.010.866
Sub Jumlah 6.707.913.858 18.210.141.984
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (836.591.311) (79.757.652)
Jumlah Piutang Pihak Ketiga – Bersih 5.871.322.547 18.130.384.332
Jumlah 8.277.110.523 28.725.251.124
Rincian umur piutang usaha sebagai berikut:
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 1.565.735.703 5.085.292.662
Jatuh Tempo
30 hari 1.204.084.780 15.314.154.947
31 - 60 hari 1.146.918.541 2.480.923.733
61 - 90 hari 4.578.947.563 1.114.637.273
> 90 hari 960.810.469 4.856.608.202
Jumlah 9.456.497.056 28.851.616.817
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (1.179.386.533) (126.365.693)
Jumlah Bersih 8.277.110.523 28.725.251.124
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai:
2025 2024
Saldo Awal 126.365.693 1.278.350.030
Penambahan Pencadangan (Catatan 30) 1.053.020.840 -
Pemulihan Pencadangan (Catatan 30) - (1.151.984.337)
Jumlah 1.179.386.533 126.365.693
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang Perusahaan menggunakan model kerugian kredit
ekspektasian, yang menggunakan model kerugian kredit yang terjadi untuk mengukur penyisihan
penurunan nilai piutang usaha. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai piutang diatas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang
tersebut.
Berdasarkan penelaahan atas status masing-masing piutang pada akhir tahun, manajemen memutuskan
bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah cukup karena tidak terdapat
perubahan signifikan terhadap kualitas kredit dan jumlah tersebut masih dapat ditagih. Selain itu, terdapat
piutang yang telah dilakukan penurunan nilai.
- 23 -
Page 31
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
7. PIUTANG LAIN-LAIN
2025 2024
Pihak Berelasi
Rustono Fulia - 2.100.000.000
Sub Jumlah - 2.100.000.000
Pihak Ketiga
Principle MRV 4.990.552.093 3.960.955.483
Principle DCV 3.889.235.709 5.232.035.792
Giro Mundur 900.614.983 292.800.050
Klaim Asuransi Kebakaran - 26.923.086.074
Karyawan - 141.807.567
Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 1.349.600.539 3.248.427.321
Sub Jumlah 11.130.003.324 39.799.112.287
Jumlah 11.130.003.324 41.899.112.287
Berdasarkan Surat Keputusan Manajemen tanggal 19 Februari 2026, telah diputuskan bahwa piutang
karyawan sebesar Rp 141.807.567 yang berasal sejak tahun 2024 dinyatakan tidak dapat ditagih dan
telah dilakukan penghapusan piutang.
Piutang kepada Rustono Fulia merupakan pinjaman yang diberikan oleh Perusahaan untuk keperluan
sewa. Berdasarkan perjanjian sewa No. 001/SPK-SEWA/RER/I/2025 dengan jangka waktu 1 tahun
dimulai pada tanggal 2 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025.
Piutang klaim asuransi kebakaran merupakan klaim asuransi atas kebakaran gudang PT Rusindo Eka
Raya (RER) yang berlokasi di Karawaci Tangerang, pada tanggal 28 Oktober 2024 pukul 16:30 WIB.
Manajemen Perseroan menjelaskan dalam surat dengan Nomor: 058/LAPD/X/2024 pada tanggal
29 Oktober 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 seluruh persediaan RER diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi
Indonesia Tbk dengan nomor polis 330124001463 dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 3.971.776.732, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan nomor polis JKT01-G-2405-00F0002861
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 18.000.000.000, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dengan
nomor polis 36012125000154 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 11.934.000.000 dan nomor polis
36011024000012 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 9.500.000.000.
Berdasarkan surat persetujuan klaim asuransi No. Ref: 0050/CMC/ZAI/III/2025-C tanggal 7 Maret 2025
oleh PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk menyampaikan persetujuan klaim dengan perhitungan ganti rugi
sebesar Rp 3.548.086.074.
Surat pernyataan No. Klaim 99010112401744 tanggal 12 Maret 2025 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
QQ PT Rusindo Eka Raya menyatakan setuju untuk menerima pembayaran klaim dari PT Zurich Asuransi
Indonesia Tbk sebagai penanggung sebesar Rp 3.548.086.074, pembayaran klaim tersebut ditransfer atas
nama Dana Setoran Asuransi Pinjaman Rekanan SMEC dengan nomor rekening GL 241213.
Berdasarkan dana setoran Asuransi Reff No. 15/ZAI-BDI/FIN/III/25 tanggal 25 Maret 2025 yang
menyatakan bahwa PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk telah melakukan pendebetan ke rekening Bank
Danamon atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 3.548.086.074.
Berdasarkan dana setoran asuransi Reff No. A2KK83DM0IXB tanggal 8 Agustus 2025 yang menyatakan
bahwa PT Asuransi Allianz Utama Indonesia telah melakukan pendebetan ke rekening Bank Maybank
atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 11.500.000.000.
Berdasarkan dana setoran asuransi Reff No. A2KK7MWYSP3N tanggal 8 Agustus 2025 yang menyatakan
bahwa PT Asuransi Allianz Utama Indonesia telah melakukan pendebetan ke rekening Bank Maybank
atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 2.372.970.640.
- 24 -
Page 32
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan surat Permohonan Persetujuan Klaim Asuransi dengan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk
No.058/BIL/VI/2025 tanggal 20 Juni 2025, menyetujui klaim asuransi dengan nominal sebesar
Rp 5.720.187.143.
Berdasarkan dana setoran asuransi Reff No. 058/BIL/VI/2025 tanggal 15 Juli 2025 yang menyatakan
bahwa PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk telah melakukan pendebetan ke rekening Bank BCA atas nama
PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 5.720.187.143.
Piutang kepada Rustono Fulia merupakan pinjaman yang diberikan oleh Perusahaan untuk keperluan
sewa berdasarkan perjanjian sewa No. 001/SPK-SEWA/RER/I/2025 pada tanggal 2 Januari 2025 sampai
dengan 31 Desember 2025.
Piutang kepada PT Rusco Online Distribusi merupakan pinjaman yang diberikan oleh RER berdasarkan
perjanjian untuk keperluan modal PT Rusco Online Distribusi berdasarkan perjanjian No. ADDM-02/RER-
ROD/01/2025 yang tidak dikenakan bunga dan akan dilunasi dalam jangka waktu selambat-lambatnya
pada tanggal 31 Desember 2026.
Piutang Principle Distributor Claim Voucher (DCV) merupakan piutang kepada distributor RER atas
program yang diberikan oleh distributor kepada toko serta bonus atas pencapaian yang diperoleh dari
Grup.
Piutang Principle Market Return Voucher (MRV) merupakan piutang atas pengembalian barang oleh Grup
kepada pemasok.
Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan RER yang dilakukan tanpa bunga.
8. PERSEDIAAN
2025 2024
Kebutuhan Ibu dan Anak 6.796.761.166 32.202.655.494
Peralatan Elektronik 5.817.052.295 2.406.391.392
Makanan dan Minuman 5.579.178.217 16.623.482.719
Sub Jumlah 18.192.991.678 51.232.529.605
Penghapusan persediaan atas kebakaran gudang - (34.013.243.930)
Jumlah 18.192.991.678 17.219.285.675
Berdasarkan perihal atau fakta material atas kebakaran gudang PT Rusindo Eka Raya (RER) yang
berlokasi di Karawaci Tangerang, pada tanggal 28 Oktober 2024 pukul 16:30 WIB. Manajemen Perseroan
menjelaskan dalam surat dengan Nomor: 058/LAPD/X/2024 pada tanggal 29 Oktober 2024. Dampak
kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan
atau kelangsungan usaha RER sebagai berikut:
• Atas kejadian tersebut berdampak pada kegiatan operasional RER di mana semua persediaan barang
dagangan terbakar dan RER akan mencari solusi agar dapat beroperasional kembali.
• RER akan mengevaluasi kerugian atas kejadian tersebut.
• Prinsipal mendukung dengan melonggarkan pembayaran utang usaha.
• Manajemen akan membuat ulang business plan.
Seluruh persediaan merupakan persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan dan tidak terdapat persediaan
yang dikonsinyasikan kepada pihak lain.
Pada tanggal 21 Maret 2025 persediaan RER yang diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi Indonesia
Tbk dengan nomor polis 330124001463 sudah dibayarkan sebesar Rp 3.548.086.074.
- 25 -
Page 33
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Seluruh persediaan Perusahaan diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi Indonesia, Tbk dengan nomor
polis 3301250002260 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 3.971.776.732 dengan jangka waktu sejak
30 September 2025 sampai dengan 30 september 2026.
Seluruh persediaan Perusahaan diasuransikan kepada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan
nomor polis JKT01-G-2405-00F0002861 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 18.000.000.000 dengan
jangka waktu sejak 30 Mei 2024 sampai dengan 10 Juni 2025.
Seluruh persediaan Perusahaan diasuransikan kepada PT Asuransi Multi Artha Guna, Tbk dengan nomor
polis 36012126001215 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 11.934.000.000 dengan jangka waktu
sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 1 Januari 2027.
9. ASET TETAP
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 71.914.730.000 - - 71.914.730.000
Bangunan 25.033.113.000 - - 25.033.113.000
Peralatan Kantor 1.563.400.953 11.766.890 - 1.575.167.843
Kendaraan 11.247.004.834 - - 11.247.004.834
Jumlah 109.758.248.787 11.766.890 - 109.770.015.677
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 4.135.991.700 1.210.780.400 - 5.346.772.100
Peralatan Kantor 1.544.980.597 15.850.051 - 1.560.830.648
Kendaraan 7.362.321.176 976.041.175 - 8.338.362.351
Jumlah 13.043.293.473 2.202.671.626 - 15.245.965.099
Nilai Buku 96.714.955.314 94.524.050.578
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 71.914.730.000 - - 71.914.730.000
Bangunan 25.033.113.000 - - 25.033.113.000
Peralatan Kantor 1.563.400.953 - - 1.563.400.953
Kendaraan 8.864.829.834 2.382.175.000 - 11.247.004.834
Jumlah 107.376.073.787 2.382.175.000 - 109.758.248.787
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 2.925.211.300 1.210.780.400 - 4.135.991.700
Peralatan Kantor 1.525.122.269 19.858.328 - 1.544.980.597
Kendaraan 6.416.531.668 945.789.508 - 7.362.321.176
Jumlah 10.866.865.237 2.176.428.236 - 13.043.293.473
Nilai Buku 96.509.208.550 96.714.955.314
RER memiliki aset tanah pada 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 80/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Persil 25.D.46, Blok: 004, Kohir Nomor C: 324 yang berlokasi di Komplek Pergudangan Industri Raya
Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok,Tangerang dengan luas 3.244 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 81/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Persil 25.D.46, Blok: 004, Kohir Nomor C: 324 yang berlokasi di Komplek Pergudangan Industri Raya
Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok,Tangerang dengan luas 2.770 m2.
- 26 -
Page 34
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 82/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok,Tangerang
dengan luas 1.390 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 83/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok,Tangerang
dengan luas 195 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 84/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok,Tangerang
dengan luas 601 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 85/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok,Tangerang
dengan luas 363 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 86/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok, Tangerang dengan luas 1.011 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 87/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok, Tangerang dengan luas 1.366 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 88/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok, Tangerang dengan luas 1.965 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 89/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec.Legok, Tangerang dengan luas 1.220 m2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 90/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Jalan Raya Imam Bonjol No. 228, Bojong Raya, Tangerang, Banten dengan luas 525 m 2.
• Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 91/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Jalan Raya Imam Bonjol No. 228, Bojong Raya, Tangerang, Banten dengan luas 1.472 m 2.
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban Pokok Penjualan (Catatan 27) 2.198.471.631 2.172.228.241
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 28) 4.199.995 4.199.995
Jumlah 2.202.671.626 2.176.428.236
Aset berupa kendaraan diasuransikan ke PT Mitsui Leasing Capital No. 102330730/103528 terhadap
kecelakaan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 1.738.000.000 dengan jangka
waktu yang berlaku sampai 12 Desember 2026.
Bangunan & sarana pelengkap serta mesin - mesin pabrik Perusahaan diasuransikan kepada
PT Asuransi Multi Artha Guna, Tbk dengan nomor polis 36012125020592, nilai pertanggungan sebesar
Rp94.819.480.000 dengan jangka waktu yang berlaku pada tanggal 19 Desember 2025 sampai dengan
19 Desember 2026.
10. ASET HAK - GUNA
2025 2024
Harga Perolehan 1.396.686.896 1.396.686.896
Akumulasi Penyusutan (838.012.138) (698.343.448)
Jumlah 558.674.758 698.343.448
RER mengadakan perjanjian sewa-menyewa dengan Tn. Rustono Fulia berdasarkan tanggal
3 Januari 2020 atas sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya seluas 1.860 m2 atas nama
Tn. Rustono Fulia yang terletak di Jl. Imam Bonjol KM 2.8 No. 228, Karawaci, Tangerang. Masa sewa ini
berlaku selama 10 tahun sejak 1 Januari 2020 sampai dengan 1 Januari 2030 dengan nilai sewa sebesar
Rp 180.000.000 per tahun.
- 27 -
Page 35
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sehubungan dengan perjanjian sewa-menyewa seluruhnya dilakukan dengan pihak berelasi yaitu
Tn. Rustono Fulia. Syarat dan ketentuan yang dimaksud atas perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
• Perjanjian sewa-menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2030 dan dapat diperpanjang
dengan jangka waktu tertentu dengan syarat-syarat yang akan disepakati kemudian oleh yang
menyewakan dan penyewa.
• Penyewa dilarang menggunakan objek sewa selain untuk kantor dan gudang sebagaimana disepakati
pada Perjanjian Sewa.
• Selama jangka waktu berlakunya perjanjian, penyewa sama sekali tidak dibenarkan untuk
mengalihkan hak atau menyewakan kembali kepada pihak ketiga dengan alasan apapun juga, tanpa
izin dan persetujuan tertulis dari pihak pertama.
• Penyewa tidak diperbolehkan mengubah struktur dan instalasi dari unit bangunan tersebut tanpa izin
dan persetujuan dari pihak yang menyewakan.
Alokasi beban amortisasi adalah sebagai berikut:
2025 2024
Beban Pokok Penjualan (Catatan 27) 139.668.690 139.668.690
Jumlah 139.668.690 139.668.690
11. UANG JAMINAN
2025 2024
Sewa Kantor - 27.977.500
Jumlah - 27.977.500
Per 31 Desember 2025, uang jaminan merupakan jaminan atas sewa kantor yang masa sewanya telah
berakhir dan uang jaminan tersebut tidak dapat dikembalikan.
12. INVESTASI PADA OBLIGASI DAN REKSADANA
2025 2024
Bank Central Asia 11.199.983 10.705.514
Jumlah 11.199.983 10.705.514
Reksadana diperoleh melalui Bank Central Asia dengan rincian sebagai berikut:
Reksadana : Batavia Dana Kas Maxima.
Jumlah Unit : 5.966,8007.
NAB/Unit Beli Rata-rata : 1.675,9400.
NAB/Unit Pasar : 1.877,1800.
Tanggal NAB/Unit Pasar : 6 Januari 2025.
Nilai Modal : Rp 9.999.999,97.
Nilai Pasar : Rp 11.199.983,25.
13. ASET KEUANGAN LAINNYA
Deposito Berjangka pada Pihak Ketiga:
2025 2024
Bank Danamon Indonesia 750.000.000 -
Jumlah 750.000.000 -
- 28 -
Page 36
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan pemberitahuan perpanjangan bilyet deposito berjangka tanggal 08 September 2025:
• No. Deposito Berjangka : Bank Danamon No. 003699170142.
• Nominal : Rp 750.000.000.
• Jangka Waktu : 12 bulan dari tanggal 08 September 2025 – 09 September 2026.
• Suku Bunga : 4,00%.
Deposito berjangka dijaminkan dalam rangka perpanjangan fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) pasif.
Deposito tersebut merupakan jaminan baru berupa time deposit (TD) atas nama PT Rusindo Eka Raya
(Catatan 17).
14. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
2025 2024
PT Lucky Mom Indonesia 12.532.118.428 37.514.305.083
PT Energizer Indonesia 4.266.475.424 5.607.494.176
PT Bintang Inter Global 2.088.761.118 1.793.798.123
PT Macrosentra Niagaboga 1.939.694.329 1.823.773.760
PT Hoka Karya Mandiri 777.027.930 195.700.059
PT Mega Lighterindo Internusa 484.839.751 603.377.003
PT Fokus Ritel Indoprima 311.669.947 6.890.924.615
PT Delta Sukses Teknologi 220.749.499 -
PT Angel Greenmom Indonesia 172.930.442 -
PT Sukanda Djaya 39.793.647 962.413.377
PT Asia Sakti Wahid - 4.623.986.693
PT Fokus Ritel Nusaprima - 1.567.616.743
PT Enseval Putra Megatrading Tbk - 560.024.457
PT Anugerah Pijar Cahaya Lestari - 350.654.902
PT Eden Pangan Indonesia - 87.185.201
PT Pawprints Indonesia - 79.184.168
PT Aladdin Sarana Indonesia - 24.288.021
Jumlah 22.834.060.515 62.684.726.381
Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 4.934.127.983 393.431.413
Jatuh Tempo
1- 30 hari 2.653.392.574 46.170.523.777
31 - 60 hari 6.978.582.373 15.233.321.489
61 - 90 hari 6.125.956.764 887.449.702
>90 hari 2.142.000.821 -
Jumlah 22.834.060.515 62.684.726.381
- 29 -
Page 37
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
15. UTANG LAIN-LAIN
2025 2024
Pihak Berelasi
Jangka Pendek
PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) 4.698.508.598 4.698.508.598
Leo Andyanto 3.000.000.000 3.000.000.000
PT Intiputera Bumitirta 450.000.000 450.000.000
Rustono Fulia 283.360.000 -
PT Blessindo Makmur Sentosa - 3.868.500.000
PT Rusco Online Distribusi - 3.785.235.927
Yehezkiel Fulia - 737.439.388
Sub Jumlah 8.431.868.598 16.539.683.913
Jangka Panjang
Leo Andyanto 37.000.000.000 37.000.000.000
PT Intiputera Bumitirta 17.550.000.000 17.550.000.000
Sub Jumlah 54.550.000.000 54.550.000.000
Pihak Ketiga
Karyawan - 136.276.709
Deposito - 31.588.565
Lain-lain - 494.702.254
Sub Jumlah - 662.567.528
Jumlah 62.981.868.598 71.752.251.441
Perjanjian utang lain-lain kepada PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) mengalami
beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan perjanjian No. ADDM-LAPD-PM/01/2025 para
pihak menyetujui addendum perjanjian utang-piutang dan sampai dengan 31 Desember 2025
Perusahaan belum melunasi utang kepada PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya).
RER mengadakan perjanjian utang dengan PT Blessindo Makmur Sentosa berdasarkan Perjanjian Utang
No. BMS-RER/02/2023 pada tanggal 13 Februari 2023 dengan jangka waktu maksimal pengembalian
pada tanggal 31 Desember 2024. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan Perusahaan
melakukan perpanjangan berdasarkan addendum No. ADDM-01/BMS-RER/01/2025 dengan jangka
waktu pelunasan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
RER mengadakan perjanjian utang dengan PT Rusco Online Distribusi berdasarkan Perjanjian Utang
No. RER-ROD/09/2021 pada tanggal 6 September 2021 dengan jangka waktu maksimal pengembalian
pada tanggal 31 Desember 2023. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan Perusahaan
melakukan perpanjangan berdasarkan addendum No. ADDM-02/RER-ROD/01/2025 dengan jangka
waktu pelunasan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
RER mengadakan perjanjian utang dengan Yehezkiel Fulia berdasarkan Perjanjian Utang
No. YF-RER/01/2022 pada tanggal 3 Januari 2022 dengan jangka waktu maksimal pengembalian pada
tanggal 31 Desember 2024. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan Perusahaan melakukan
perpanjangan berdasarkan addendum No. ADDM-01/YF-RER/01/2025 dengan jangka waktu pelunasan
selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2026.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP-LAPD/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan Leo Andyanto, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian fasilitas
pinjaman Perusahaan dari Leo Andyanto sebesar Rp 40.000.000.000, dengan jangka waktu 10 tahun
dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini akan digunakan
oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51% kepemilikan atas saham
PT Rusindo Eka Raya dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perusahaan.
- 30 -
Page 38
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP/LA-IB/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan PT Intiputera Bumitirta, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian
fasilitas pinjaman Perusahaan dari PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp 18.000.000.000, dengan jangka
waktu 10 tahun dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini
akan digunakan oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51%
kepemilikan atas saham PT Rusindo Eka Raya.
16. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
2025 2024
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 919.981.885 3.394.835.608
Jumlah 919.981.885 3.394.835.608
b. Utang Pajak
2025 2024
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih - -
Pajak Penghasilan:
Entitas Induk
Pasal 21 22.664.662 2.162.548
Pasal 23 2.783.121 468.000
Jumlah 25.447.783 2.630.548
c. Beban Pajak Penghasilan – Bersih
2025 2024
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan (279.379.730) 262.824.923
Jumlah (279.379.730) 262.824.923
d. Pajak Penghasilan Badan
Entitas Induk
2025 2024
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
Menurut Laporan Laba Rugi (1.240.987.095) (1.128.730.482)
Koreksi Fiskal:
Beda Tetap
Beban Pajak dan Denda Pajak - 48.800.550
Tunjangan PPh 21 54.450.650 -
Beban Imbalan Paska Kerja 65.578.000 -
Pendapatan Jasa Giro (44.068) (17.463)
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih 119.984.582 48.783.087
Laba (Rugi) Fiskal (1.121.002.513) (1.079.947.395)
Akumulasi Rugi Fiskal
2023 - (1.243.429.510)
2024 (2.323.376.905) (1.079.947.395)
2025 (1.121.892.013) -
Jumlah Akumulasi Rugi Fiskal (3.445.268.918) (2.323.376.906)
- 31 -
Page 39
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Entitas Anak – RER
2025 2024
Rugi Sebelum Pajak (5.533.154.609) (24.880.533.189)
Beda Temporer:
Beban Imbalan Pascakerja 61.546.098 134.891.184
Penyusutan Aset Tetap 886.458.155 1.291.848.032
Beda Permanen:
Pendapatan Jasa Giro (2.490.102) (6.451.097)
Beban yang tidak dapat
dikurangkan menurut fiskal 106.087.380 194.767.876
Sumbangan dan Jamuan 14.400.000 137.691.592
Rugi Kena Pajak (Rugi Fiskal) (4.467.153.078) (23.127.785.602)
Pembulatan (4.467.153.000) (23.127.785.000)
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi pada 31 Desember 2025 dan 2024 menjadi dasar dalam pengisian
SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan.
e. Pajak Tangguhan
Dibebankan ke
Penghasilan
1 Januari Dikreditkan Komprehensif 31 Desember
2025 ke Laba Rugi Lain 2025
Imbalan Pascakerja 275.197.572 (90.767.316) 5.940.499 190.370.755
Cadangan Piutang 173.276.810 86.188.227 - 259.465.037
Penyusutan Aset Tetap 248.510.294 (274.800.641) - (26.290.347)
Aset Pajak Tangguhan
Bersih 696.984.676 (279.379.730) 5.940.499 423.545.445
Dibebankan ke
Penghasilan
1 Januari Dikreditkan Komprehensif 31 Desember
2024 ke Laba Rugi Lain 2024
Imbalan Pascakerja 235.524.294 29.676.060 9.997.218 275.197.572
Cadangan Piutang 173.276.810 - - 173.276.810
Penyusutan Aset Tetap 15.361.431 233.148.863 - 248.510.294
Aset Pajak Tangguhan
Bersih 424.162.535 262.824.923 9.997.218 696.984.676
f. Surat Ketetapan Pajak
Pada 2 Oktober 2025, Perusahaan menerima Surat Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak No.S-
544/RIKSIS/KPP.0802/PaPj.2/2025 sehubungan dengan SP2 No.PRIN-540/RIKSIS/KPP.0802/2025
tanggal 2 Oktober 2025. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan pemeriksaan lapangan dengan
jangka waktu pengujian tujuh bulan sejak tanggal tersebut diterbitkan.
Pada tahun 2025, Perusahaan menerima beberapa Surat Tagihan Pajak (STP) dari Direktorat
Jenderal Pajak atas kurang bayar beberapa jenis pajak untuk masa pajak Desember 2021 dengan
tanggal penerbitan 28 November 2025 dan jatuh tempo pada tanggal 27 Desember 2025, yaitu STP
Pajak Penghasilan Pasal 23 No. 00063/203/21/402/25 sebesar Rp 7.933.861, STP Pajak
Penghasilan Pasal 26 No. 00030/206/21/402/25 sebesar Rp 1.698.121.236, STP Pajak Penghasilan
Pasal 21 No. 00052/201/21/402/25 sebesar Rp 227.921.458, STP Pajak Penghasilan Final Pasal 4
ayat (2) sebesar Rp 29.684.234, serta STP Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa sebesar
Rp 1.328.109.197. Total tagihan atas kurang bayar pajak tersebut adalah sebesar
Rp 3.291.769.986.
- 32 -
Page 40
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan per 31 Desember 2025, Perusahaan telah
melakukan pembayaran kurang bayar tahun 2021 dengan jumlah pembayaran yang sudah
dilakukan sebesar Rp 3.163.648.750 yang dicatatkan pada beban umum dan administrasi.
17. UTANG BANK
2025 2024
Bank Danamon Indonesia 598.183.790 1.619.538.623
Bank CIMB Niaga - 16.465.719.726
Jumlah Utang Bank 598.183.790 18.085.258.349
Tingkat suku bunga 3,65% 0,75%-9,75%
RER memiliki utang bank dengan rincian sebagai berikut:
1) Bank CIMB Niaga
a. Berdasarkan Surat Keterangan Lunas (SKL) No. 0223/CDG-GMA/LNS/JKT/VII/2025 tanggal
31 Juli 2025 yang diterbitkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk, dinyatakan bahwa seluruh
kewajiban Perseroan, baik pokok, bunga/margin/ujrah/bagi hasil, maupun kewajiban lainnya,
telah dilunasi pada tanggal 31 Juli 2025.
b. Berdasarkan perjanjian kredit Nomor 0466/GMA/JKT/07 tanggal 26 Desember 2007 dengan
perubahan ke 24 dan pernyataan kembali serta telah disetujui tanggal 31 Juli 2024.
• Plafon : Rp 16.500.000.000.
• Jenis Kredit : Pinjaman Rekening Koran Khusus E-Chain.
• Jangka Waktu : 12 bulan terhitung mulai tanggal 31-07-2024 s/d 31-07-2025
• Suku Bunga : Rate TD + 0,75%
Agunan yang akan diserahkan:
• Cash Collateral berupa Deposito Bank CIMB Niaga sebesar Rp 13.000.000.000.
• Cash Collateral berupa Deposito Bank CIMB Niaga sebesar Rp 3.500.000.000.
Atas perjanjian kredit ini berlaku ketentuan khusus sebagai berikut:
a) Dilakukan Merchandise Inspection setiap 3 (tiga) bulan.
b) Menyerahkan Laporan Audit Keuangan Tahunan paling lambat 180 hari setelah akhir periode
laporan.
c) Menyerahkan A/R Aging, laporan penjualan dan laporan inventory kuartalan, maksimal 90 hari
setelah akhir kuartal.
d) Menjaga agar transaksi usaha minimal 80% dari kreditur.
e) Menjaga nilai Inv + AR minimal 125% dari AP dan STD Bank.
f) Debitur wajib membuka rekening operasional dan rekening PRK-Ke-Chain.
g) Debitur wajib memberikan kuasa penuh kepada principal guna pembayaran tagihan kepada
melalui Surat Pernyataan dan Kuasa e-Chain sesuai format yang ditetap oleh kreditur.
h) Debitur wajib melakukan pembayaran kewajibannya terkait dengan fasilitas PRK.
i) Debitur wajib melakukan pembelian seluruh produk principal dengan pembiayaan dari fasilitas
PRK.
j) Debitur dilarang menyewakan agunan kepada pihak ketiga, kecuali atas persetujuan tertulis dari
kreditur.
k) Kreditur berhak untuk melakukan pemeriksaan atas stock barang sewaktu-waktu berdasarkan
pertimbangan dan kebijakan kreditur.
l) Kreditur berhak untuk melakukan penilaian ulang atas agunan sewaktu-waktu berdasarkan
pertimbangan dan kebijakan kreditur.
- 33 -
Page 41
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
m) Dalam hal debitur bermaksud untuk melakukan pengakhiran fasilitas kredit sebelum jatuh tempo
fasilitas kredit, maka debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada kreditur.
n) Debitur yang telah melunasi seluruh utang, diwajibkan untuk mengambil dokumen agunan yang
telah diterima oleh kreditur baik dari debitur, Notaris/ Pejabat Pembuat Akta tanah, Developer
atau pihak ketiga lainnya selambat-lambatnya 30 hari kalender setelah utang lunas.
Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal berikut di bawah ini, tanpa persetujuan
tertulis terlebih dahulu dari Bank:
a. Menjual dan/atau dengan cara lain mengalihkan hak milik atau menyewakan/menyerahkan
pemakaian seluruh atau sebagian kekayaan milik debitur baik berupa barang bergerak maupun
tidak bergerak;
b. Mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan debitur kepada pihak lain;
c. Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban debitur membayar kepada pihak
lain; memberikan pinjaman kepada pihak lain; kecuali dalam rangka menjalankan usaha debitur
sehari-hari yang tidak memengaruhi kemampuan debitur untuk melaksanakan perjanjian kredit.
d. Mengadakan perubahan atas maksud, tujuan dan kegiatan usaha debitur;
e. Mengubah susunan Direksi, Dewan Komisaris dan pemegang saham atau pengurus atau pihak
yang setara lainnya;
f. Mengumumkan dan membagikan dividen dan/atau bentuk keuntungan usaha lainnya kepada
pemegang saham dan/atau pihak yang setara lainnya;
g. Melakukan perubahan terhadap struktur permodalan perusahaan antara lain penggabungan
peleburan, pengambilalihan, dan pemisahan.
h. Debitur wajib mendapat persetujuan dari kreditur apabila:
• Merubah nilai saham perseroan;
• Merubah susunan pengurus/pemegang saham/komisaris/direksi;
• Menjaminkan kepada pihak ketiga;
• Merubah sifat usaha Perusahaan.
i. Debitur tidak diperkenankan melakukan pembayaran tagihan ke principal melalui rekening RPK-
Ke Chain Kreditur.
j. Debitur dilarang menyewakan agunan kepada pihak ketiga, kecuali atas persetujuan tertulis dari
kreditur.
2) Bank Danamon Indonesia
a. Berdasarkan perjanjian kredit Nomor PP/0334/0925 tanggal 8 September 2025
• Plafon : Rp 2.500.000.000.
• Jenis Kredit : Rekening Koran Passive.
• Janga Waktu : 12 bulan terhitung mulai tanggal 27-10-2025 s/d 27-09-2026.
• Suku Bunga : 8,50%.
• Jaminan : Deposito DE-016604, No. Rekening 0036505226811 atas nama
PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 1.500.000.000.
• Ketentuan Tambahan :
a) Debitur wajib membuka rekening operasional dan rekening KRK Pasif pada Bank.
b) Debitur wajib melakukan pembelian seluruh barang dagangan dari prinsipal
menggunakan Fasilitas KRK Pasif di Bank.
c) Menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan termasuk neraca dan perhitungan laba-rugi,
segera setelah diminta oleh Bank selambat-lambatnya 60 hari kalender sejak tanggal
laporan.
d) Menyerahkan daftar stock barang debitur setiap triwulan selambat-lambatnya 30 hari
kalender setelah tanggal periode laporan dan ditandatangani oleh pihak yang
berwenang dari debitur.
- 34 -
Page 42
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Berdasarkan perjanjian kredit Nomor PP/PRP/0001/1024 tanggal 29 September 2024 Perihal
Pemberian Gadai Deposito sebagai agunan kredit.
• Plafon : Rp 5.000.000.000.
• Jenis Kredit : Rekening Koran Passive.
• Jangka Waktu : 12 bulan terhitung mulai tanggal 27-09-2024 s/d 27-09-2025.
• Suku Bunga : 8,50%.
• Jaminan:
a) Bilyet Deposito No. Seri DE-D16604, No. Rekening 003650526811 atas nama
PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 1.500.000.000.
b) AR atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 2.000.000.000.
c) Inventory atas nama PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 2.000.000.000.
• Ketentuan Tambahan:
a) Debitur wajib membuka rekening operasional dan rekening KRK Pasif pada Bank.
b) Debitur wajib melakukan pembelian seluruh barang dagangan dari prinsipal
menggunakan Fasilitas KRK Pasif di Bank.
a) Menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan termasuk neraca dan perhitungan laba-rugi,
segera setelah diminta oleh Bank selambat-lambatnya 60 hari kalender sejak tanggal
laporan.
b) Menyerahkan daftar stock barang debitur setiap triwulan selambat-lambatnya 30 hari
kalender setelah tanggal periode laporan dan ditandatangani oleh pihak yang
berwenang dari debitur.
18. UTANG LEMBAGA KEUANGAN NON-BANK
2025 2024
PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) 28.157.139.475 35.729.225.568
PT Sembrani Finance Indonesia 1.416.850.865 -
PT Dipo Star Finance 1.035.235.393 2.532.218.562
Jumlah Utang Non-Bank 30.609.225.733 38.261.444.130
Tingkat suku bunga 2,31% - 11% 2,31% - 11%
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020569 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020570 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020571 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
- 35 -
Page 43
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020572 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020573 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020574 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 10125020575 pada tanggal
29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027 dengan suku bunga 7,98%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 1 (Satu) unit mobil kepada PT Sembrani Finance
Indonesia.
Berdasarkan addendum perjanjian No. 0199/Batumbu/Legal-Compliance/VII/2025 tanggal 9 Agustus 2025
sampai dengan 9 Agustus 2026, perihal exposure kerjasama dan fitur pinjaman.
• Plafon : Rp 48.000.000.000.
• Jenis Kredit : APFG maks 100% dari nilai invoice principal.
• Besaran Pinjaman : Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 2.000.000.000.
• Jangka Waktu : 60 hari setelah tanggal Perjanjian.
• Suku Bunga : 11% p.a.
• Jaminan :
a. Jaminan bilyet giro/cek senilai 125% dari plafond pinjaman.
b. Garansi Perusahaan dari principal.
c. Garansi pribadi dari Tn. Rustono Fulia.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan Perjanjian
Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009457/1/10/05/2024 pada tanggal
27 Mei 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa berikutnya
pada tanggal 27 Juni 2024 sampai dengan 27 April 2027 dengan suku bunga 2,31%. Pinjaman tersebut
menjaminkan berupa BPKB atas 7 (tujuh) unit mobil kepada PT Dipo Star Finance.
Berdasarkan Surat Pelunasan No. 0131/JKS/04/VI/2025 tanggal 4 Juni 2025, Perusahaan telah melunasi
seluruh kewajiban atas pembelian 7 (tujuh) unit kendaraan yang sebelumnya dibiayai melalui fasilitas
pembiayaan dengan No. Pembiayaan 0009457/1/10/05/2024.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan Perjanjian
Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009438/1/10/02/2024 pada tanggal
28 Februari 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 28 Maret 2024 sampai dengan 28 Januari 2027 dengan suku bunga 6,94%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 7 (tujuh) unit mobil kepada PT Dipo Star Finance.
- 36 -
Page 44
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan Perjanjian
Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009435/1/10/02/2024 pada tanggal
9 Februari 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 9 Maret 2024 sampai dengan 9 Januari 2027 dengan suku bunga 4,23%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 12 (dua belas) unit mobil kepada PT Dipo Star
Finance.
19. LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI
2025 2024
Pembayaran yang Jatuh Tempo pada Tahun:
2022 180.000.000 180.000.000
2023 180.000.000 180.000.000
2024-2030 1.440.000.000 1.440.000.000
Jumlah Pembayaran Minimum Sewa 1.800.000.000 1.800.000.000
Dikurangi:
Pokok (756.930.367) (615.222.139)
Bunga (403.313.104) (403.313.104)
Nilai Kini Pembayaran Minimum Sewa 639.756.529 781.464.756
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun: (148.651.930) (128.778.715)
Bagian Jangka Panjang 491.104.599 652.686.041
Berikut ini merupakan biaya bunga terkait sewa:
2025 2024
Bunga Sewa 38.291.773 44.911.128
Jumlah 38.291.773 44.911.128
Liabilitas Sewa merupakan liabilitas kepada Tn. Rustono Fulia sehubungan dengan sewa tanah berikut
bangunan yang berdiri di atasnya, yang terletak di Jalan Imam Bonjol KM. 2,8 No. 228 Karawaci
Tangerang dengan jangka waktu selama 10 (sepuluh) tahun dari tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan
1 Januari 2030 dengan pembayaran sewa dilakukan setiap tahun dan tingkat suku bunga sebesar
4,90%, dengan harga sewa sebesar Rp 180.000.000.
20. BEBAN AKRUAL
2025 2024
Jasa Profesional 118.600.000 152.100.000
Gaji dan Tunjangan 43.740.000 44.123.202
Jumlah 162.340.000 196.223.202
21. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP
Utang pembelian aset tetap merupakan utang atas pembelian kendaraan bermotor dengan sebagai
berikut:
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE71EBPK002777 4V21Z00154
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE71EBPK002776 4V21Z00136
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
- 37 -
Page 45
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE73EFPK000524 4V21Z75545
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE73EFPK000521 4V21Z75550
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003937 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003943 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003946 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74HRK003942 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003941 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Jadwal pembayaran utang pembelian aset tetap minimum berdasarkan perjanjian utang pembelian aset
tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas Sewa Pembiayaan 1.147.238.889 246.324.556
Lebih dari Satu Tahun dan Kurang dari Lima Tahun 258.500.000 3.471.257.180
Nilai Sekarang atas Pembayaran minimum
Utang Pembiayaan 1.405.738.889 3.717.581.736
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun (1.147.238.889) (246.324.556)
Bagian Jangka Panjang 258.500.000 3.471.257.180
22. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja pada 31 Desember 2025 berdasarkan perhitungan aktuaris
independen oleh Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani. Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja
pada 31 Desember 2025 berdasarkan perhitungan aktuaris independen oleh Kantor Konsultan Aktuaria
Tubagus Syafrial & Amran Nangasan dan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
2025 2024
Jumlah Karyawan 23 23
Umur Pensiun Normal (per Tahun) 55 55
Kenaikan Gaji (per Tahun) 6,00% 6,00%
Tingkat Diskonto (per Tahun) 6,68% 6,68%
Tabel Mortalitas TMI-2019 TMI-2019
Tabel berikut menyajikan komponen liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Rincian liabilitas atas kewajiban imbalan pascakerja karyawan adalah
sebagai berikut:
- 38 -
Page 46
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi liabilitas atas kewajiban imbalan pascakerja karyawan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo Awal Tahun 1.223.502.284 1.223.473.896
Efek Konsolidasi - -
Beban yang Diakui pada Tahun Berjalan 127.124.098 254.453.184
Laba Aktuaria - (199.406.897)
Perubahan Kebijakan Kompensasi yang Memengaruhi
Perhitungan Manfaat (231.777.139) -
Pendapatan Komprehensif Lain 23.284.636 (55.017.899)
Saldo Akhir Tahun 1.142.133.879 1.223.502.284
Jumlah beban imbalan pascakerja karyawan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Beban Jasa Kini 79.080.278 171.967.880
Beban Bunga 48.043.820 82.485.304
Perubahan Program Manfaat (231.777.139) -
Aktuarial yang timbul dari penyesuaian atas pengalaman 11.070.636 (199.406.897)
Jumlah (93.582.405) 55.046.287
Asumsi aktuaria yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan kematian.
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti karena tidak mungkin bahwa perubahan asumsi akan terjadi dalam isolasi satu
sama lain karena beberapa dari asumsi dapat berkorelasi.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.
23. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan catatan yang dibuat
oleh PT Ficomindo Buana Registrar, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Jumlah Modal
Jumlah Persentase Ditempatkan
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Dan Disetor
PT JSI Sinergi Mas 2.022.838.500 51% 202.283.850.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1.943.511.639 49% 194.351.163.900
Jumlah 3.966.350.139 100% 396.635.013.900
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka tanggal
11 November 2025, terdapat pembelian saham yang senilai 466.691.324 lembar saham dengan harga
pembelian atau penjualan per saham Rp 10 dengan tanggal transaksi pada tanggal 10 November 2025.
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka tanggal
3 November 2025 Nomor 01/SRT/XI/2025, terdapat pembelian saham yang senilai 534.136.045 lembar
saham dengan harga pembelian atau penjualan per saham Rp 10 dengan tanggal transaksi pada tanggal
30 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka tanggal
3 November 2025 Nomor 01/SRT/XI/2025, terdapat pembelian saham yang senilai 508.260.231 lembar
saham dengan harga pembelian atau penjualan per saham Rp 10 dengan tanggal transaksi pada tanggal
30 Oktober 2025.
- 39 -
Page 47
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka
tanggal 19 September 2025, terdapat pembelian Saham atas nama PT JSI Sinergi Mas sebesar 12,95%
atau 513.750.900 lembar saham di mana PT JSI Sinergi Mas sebelumnya telah mengumumkan
Negosiasi Rencana Pengambilalihan PT Leyand International Tbk yang telah disampaikan pada tanggal
28 Agustus 2025.
31 Desember 2024
Jumlah Modal
Jumlah Persentase Ditempatkan
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Dan Disetor
Layman Holdings Pte Ltd 1.200.000.000 30,26% 120.000.000.000
PT Intiputera Bumitirta 770.368.845 19,42% 77.036.884.500
Keraton Investments Ltd 508.260.231 12,81% 50.826.023.100
Elvi Felicia 332.193.400 8,37% 33.219.340.000
Leo Andyanto 298.328.200 7,52% 29.832.820.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 857.199.463 21,61% 85.719.946.300
Jumlah 3.966.350.139 100% 396.635.013.900
Berdasarkan akta No. 9 tanggal 23 Juni 2016 dari Notaris Dino Irwin Tengkano, SH. Mkn di Jakarta, yang
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0062663 tanggal 30 Juni 2016 para pemegang saham menyetujui modal
disetor dan ditempatkan sebesar 3.966.350.139 dengan nominal Rp 100 per lembar saham.
24. TAMBAHAN MODAL DISETOR
a) Pengampunan Pajak
Merupakan tambahan modal disetor dari aset pengampunan pajak sesuai dengan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak dari Kementerian Keuangan No. KET-1150/PP/WPJ.07/2017 atas nama
PT Leyand International Tbk tertanggal 25 April 2017 dengan rincian aset berupa kas sebesar
Rp 100.000.000 dan Surat Keterangan Pengampunan Pajak dari Kementerian Keuangan No. KET-
230/PP/WPJ.07/2017 tertanggal 18 Januari 2017 dengan rincian aset berupa persediaan sebesar
Rp 400.000.000. Jumlah tambahan modal disetor yang merupakan aset pengampunan pajak per
tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 500.000.000.
b) Agio Saham
31 Desember
2025 dan 2024
Agio Saham
Penawaran saham sebesar 60.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 200 per saham pada tahun 2001. 37.015.748.000
Penawaran saham sebesar 1.386.200 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 166 per saham pada tahun 2006. 6.000.000.000
Penawaran saham sebesar 3.701.574.800 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 110 per saham pada tahun 2008. 91.489.200
Pelaksanaan 26.000 waran seri II saham dengan nilai nominal
Rp 100 per waran yang ditawarkan Rp 120 per waran pada tahun 2014. 520.000
Pelaksanaan 351.139 waran seri II saham dengan nilai nominal
Rp 100 per waran yang ditawarkan Rp 120 per waran pada tahun 2014. 7.022.780
Dikurangi dengan Biaya Emisi Saham (6.766.415.420)
Penerbitan Saham Bonus. (4.300.000.000)
Jumlah 32.048.364.560
- 40 -
Page 48
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
25. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Kepentingan Non-Pengendali atas Aset Bersih Entitas Anak:
2025 2024
PT Rusco Logistik International 21.907.842.155 24.728.390.376
Rustono Fulia 20.529.140.524 23.172.186.350
Yehezkiel Fulia 369.229.146 416.765.943
Jumlah 42.806.211.825 48.317.342.669
26. PENJUALAN
2025 2024
Penjualan 230.245.960.203 223.452.157.674
Jumlah 230.245.960.203 223.452.157.674
Rincian penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi 45.998.275.367 47.817.255.190
Sub Jumlah 45.998.275.367 47.817.255.190
Pihak Ketiga
CV Raya Dipta Swastika 24.455.718.568 14.316.314.000
PT Lucky Mom Indonesia 20.348.771.833 6.192.124
PT Pelanduk Jaya Bersama 16.964.570.348 7.858.084.000
Toko Susu Cs 6.215.230.565 9.375.880.600
Toko Natasha Susu 4.998.949.214 6.297.647.600
PT Jaya Putra Panipahan 4.488.556.606 7.382.628.600
CV Baby Wise Indonesia 3.705.105.038 4.037.945.494
Toko Virgo 3.231.660.233 -
Tn Yusuf 3.067.428.819 -
Toko Natasha Citra II 2.940.334.843 3.527.928.000
Toko William 2.481.671.440 -
PT Gaya Poetra Bangkit 2.203.072.002 7.530.864.600
Toko Bei Bee Woo 1.466.147.770 3.556.669.600
Toko Susu Pasir Jaya 983.299.127 14.124.134.700
PT Scorpicanus Gepi Jovindo 845.433.981 2.505.610.358
Toko HBS - 10.597.762.484
Toko Yopie - 2.748.271.703
Sejadah Grocery - 2.253.797.874
Lain-lain Dibawah 2 Miliar 85.851.734.449 79.515.170.747
Sub Jumlah 184.247.684.836 175.634.902.484
Jumlah 230.245.960.203 223.452.157.674
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:
2025 2024
PT Rusco Online Distribusi 45.998.275.367 47.817.255.190
CV Raya Dipta Swastika 24.455.718.568 14.316.314.000
Jumlah 70.453.993.935 62.133.569.190
- 41 -
Page 49
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
27. BEBAN POKOK PENJUALAN
2025 2024
Persediaan Awal 17.219.285.675 18.169.772.204
Pembelian 214.230.880.886 209.201.367.482
Barang Siap Dijual 231.450.166.561 227.371.139.686
Persediaan Akhir (18.192.991.678) (17.219.285.675)
Jumlah Persediaan 213.257.174.883 210.151.854.011
Biaya Overhead:
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 2.198.471.631 2.172.228.241
Biaya Transportasi 533.881.884 632.246.673
Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 10) 139.668.690 139.668.690
Beban Pokok Penjualan 216.129.197.088 213.095.997.615
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total pembelian untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
PT Lucky Mom Indonesia 78.724.911.077 37.514.305.083
PT Sinbad Karya Perdagangan 45.091.272.516 -
Jumlah 123.816.183.593 37.514.305.083
28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Gaji dan Tunjangan 9.078.647.097 8.299.350.611
Biaya Pajak 3.163.648.750 1.558.183.346
Provisi 752.450.000 328.750.000
Biaya Kantor 615.343.219 317.988.554
Transportasi 528.642.341 535.480.952
Jasa Profesional 225.350.000 333.210.745
Iuran OJK 197.548.019 196.870.270
Imbalan Pascakerja (Catatan 22) 127.124.098 254.453.184
Biaya Operasional 117.131.054 41.374.951
Software 36.335.000 105.030.000
Legal 32.400.000 -
Keamanan 28.906.400 21.929.000
Entertainment Direksi 27.918.980 130.856.810
PPN yang Dibiayakan 20.900.000 28.314.000
BPJS Tenaga Kerja 19.080.600 12.480.000
Pemeliharaan Inventaris Kantor 17.867.100 141.836.048
Jamuan dan Sumbangan 14.400.000 138.341.592
BPJS Kesehatan 10.800.000 5.026.951
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 4.199.995 4.199.995
Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp 10.000.000) 772.397.560 290.022.002
Jumlah 15.791.090.213 12.983.917.461
- 42 -
Page 50
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
29. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
2025 2024
Beban Bunga (5.508.248.642) (4.930.642.659)
Beban Provisi (557.817.782) (413.374.426)
Beban Administrasi Bank (382.817.968) (43.945.664)
Jumlah (6.448.884.392) (5.387.962.749)
30. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN – BERSIH
2025 2024
Pendapatan Sewa 2.100.000.000 2.100.000.000
Pendapatan Lain-lain 610.482.260 1.319.373.537
Pendapatan Jasa Giro 380.724.339 42.480.551
Beban Bunga Sewa (38.291.772) (44.911.128)
Atas Kebakaran Gudang (650.824.200) -
Cadangan Penurunan Nilai Piutang (Catatan 6) (1.053.020.840) 1.151.984.337
Pendapatan Klaim Asuransi (Catatan 7) - 26.923.086.074
Pendapatan Aktuaria - 199.406.897
Beban Pajak - (97.043.602)
Beban Penghapusan Persediaan Atas
Kebakaran Gudang (Catatan 8) - (34.013.243.930)
Beban lain-lain - (15.574.676.254)
Jumlah 1.349.069.787 (17.993.543.518)
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari klaim bonus penjualan dari Principle Distributor Claim
Voucher (DCV) dan Principle Market Return Voucher (MRV) pada 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar Rp 610.482.261 dan Rp 1.319.373.536.
31. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
2025 2024
Saldo Awal 1.081.691.687 1.016.200.361
Penambahan
Pengukuran Kembali Atas Kewajiban
Imbalan Pasti (Catatan 22) (23.284.636) 55.017.898
Dampak Atas Penyesuaian Kombinasi Bisnis (50.491.708) -
Keuntungan Atas Penyesuaian -
Investasi pada Reksadana 494.469 476.210
Pajak Penghasilan Terkait 5.940.499 9.997.218
Saldo Akhir 1.014.350.311 1.081.691.687
32. RUGI PER SAHAM
2025 2024
Rugi untuk Perhitungan Rugi per saham (7.053.521.433) (25.746.438.746)
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah rata-rata tertimbang saham
untuk perhitungan rugi bersih per saham 3.966.350.139 3.966.350.139
Rugi per saham (Rupiah penuh) (1,78) (6,49)
- 43 -
Page 51
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
33. SEGMEN OPERASI
Grup melaporkan segmen operasi berdasarkan PSAK 108 (revisi 2024) segmen usaha dan segmen
operasi. Pada 31 Desember 2025 dan 2024, Grup melakukan penambahan atas usaha dibidang
distribusi pada entitas anak.
Grup melakukan usaha dibidang ruang lingkup kegiatan Grup yang dimana meliputi dibidang aktivitas
keuangan, asuransi, profesional, ilmiah dan teknis yang berfokus pada aktivitas Grup Holding dan
Aktivitas Konsultasi Manajemen lainnya, sehingga laporan segmen operasi disajikan sebagai berikut:
2025
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pendapatan Usaha dan
Penjualan 230.245.960.203 - 230.245.960.203 - 230.245.960.203
Beban Pokok Penjualan dan
Beban Langsung (216.129.197.088) - (216.129.197.088) - (216.129.197.088)
Laba Kotor 14.116.763.115 - 14.116.763.115 - 14.116.763.115
Penghasilan (Beban) yang
Tidak Dapat Dialokasikan
Beban Umum dan
Administrasi (13.802.432.939) (1.237.807.274) (15.040.240.213) - (15.040.240.213)
Beban Bunga dan Keuangan (7.199.010.503) (723.889) (7.199.734.392) - (7.199.734.392)
Pendapatan Lain-lain - bersih 1.351.525.719 (2.455.932) 1.349.069.787 - 1.349.069.787
Rugi sebelum pajak (5.533.154.608) (1.240.987.095) (6.774.141.703) - (6.774.141.703)
Laporan Posisi Keuangan
Aset segmen 144.373.607.664 60.358.946.401 204.732.554.065 63.059.693.978 141.672.860.087
Investasi kepada entitas
asosiasi - - - - -
Aset yang tidak dapat
Dialokasikan - - - - -
Jumlah aset konsolidasian 144.373.607.664 141.672.860.087
Informasi Lainnya
Penyusutan - - - - 2.202.671.626
2024
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pendapatan Usaha dan
Penjualan 223.452.157.674 - 223.452.157.674 - 223.452.157.674
Beban Pokok Penjualan dan
Beban Langsung (213.095.997.615) - (213.095.997.615) - (213.095.997.615)
Laba Kotor 10.356.160.059 - 10.356.160.059 - 10.356.160.059
Penghasilan (Beban) yang
Tidak Dapat Dialokasikan
Beban Umum dan
Administrasi (11.686.556.857) (946.849.399) (12.633.406.256) - (12.983.917.461)
Beban Bunga dan Keuangan (5.387.006.408) (857.996) (5.387.864.404) - (5.387.962.749)
Pendapatan Lain-lain - bersih (18.163.129.981) 169.586.463 (17.993.543.518) - (17.993.543.518)
Rugi sebelum pajak (35.236.693.246) (26.009.263.669)
Laporan Posisi Keuangan
-
Aset segmen 226.826.688.701 60.408.990.825 287.235.679.525 62.186.121.228 225.049.558.298
Investasi kepada entitas
asosiasi - - - - 60.333.000.000
Aset yang tidak dapat
Dialokasikan - - - - 1.853.121.226
Jumlah aset konsolidasian 226.826.688.701 287.235.679.525
Informasi Lainnya
Penyusutan - - - - 2.176.428.236
- 44 -
Page 52
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
34. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN NON-KAS
2025 2024
Penambahan aset tetap melalui peningkatan utang
pembelian aset tetap - 2.326.500.000
35. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Sifat pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Pihak-Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Rustono Fulia Personel Kunci Liabilitas Sewa dan Piutang Lain-lain
Yehezkiel Fulia Direktur Utang Lain-lain
PT Rusco Online Personel Kunci Piutang Usaha dan Utang Lain-lain
Distribusi
31 Desember 2024
Pihak-Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Rustono Fulia Personel Kunci Liabilitas Sewa dan Piutang Lain-lain
Yehezkiel Fulia Direktur Utang Lain-lain
Leo Andyanto Pemegang Saham Utang Lain-lain
dan Pengendali Akhir
PT Intiputera Bumitirta Pemegang Saham Utang Lain-lain
PT Rusco Online Personel Kunci Piutang Usaha dan Utang Lain-lain
Distribusi
36. IKATAN
PT Leyand International Tbk (Entitas Induk)
PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya)
Perjanjian utang lain-lain kepada PT Visindo Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) berdasarkan
perjanjian No. ADDM-LAPD-PM/01/2025 para pihak menyetujui addendum perjanjian utang-piutang dan
sampai dengan 31 Desember 2025 Perusahaan belum melunasi utang kepada PT Visindo Prime Sinergi
(dahulu PT Parama Multidaya).
Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan Leo Andyanto
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP-LAPD/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022
antara Perusahaan dengan Leo Andyanto, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian fasilitas
pinjaman Perusahaan kepada Leo Andyanto sebesar Rp 40.000.000.000, dengan jangka waktu
31 Desember 2032 dan bunga sebesar 1,00% per annum dan dibayarkan setiap tiga bulan.
Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan PT Intiputera Bumitirta
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor 002/PFP/LAPD-IB/IV/2023 tanggal 12 April 2023
antara Perusahaan dengan PT Intiputera Bumitirta, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian
fasilitas pinjaman Perusahaan kepada PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp 18.000.000, dengan jangka
waktu 12 April 2033 dan bunga sebesar 1,00% per annum dan dibayarkan setiap tiga bulan.
- 45 -
Page 53
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
PT Rusindo Eka Raya (Entitas Anak)
Perjanjian Sewa-Menyewa
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 3 Januari 2020 antara Perusahaan dengan
Tn. Rustono Fulia, telah terjadi kesepakatan untuk menyewakan sebuah tanah berikut bangunan yang
berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Imam Bonjol Km 2,8, No. 228, Karawaci, Tangerang selama
10 tahun yang dimulai dari 1 Januari 2020 sampai dengan 1 Januari 2030 dengan harga sewa sebesar
Rp 180.000.000 per tahun.
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa No. 001/SPK-SEWA/RER/I/2025 tanggal 2 Januari 2025
antara Perusahaan yang diwakili oleh Rustono Fulia dengan PT Indo Bangun Raya yang diwakili oleh
Hendry Kurniawan, telah terjadi kesepakatan untuk menyewakan sebuah tanah berikut bangunan yang
berdiri di atasnya yang terletak di Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong
Kamal, Kec.Legok,Tangerang, Provinsi Banten selama 12 (dua belas) bulan mulai terhitung 2 Januari
2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dengan harga sewa sebesar Rp 2.100.000.000 per tahun.
Perjanjian Kerjasama Distribusi
1. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 016/MMMM/PD/III/2025 tanggal 1 Maret 2025
antara Perusahaan dengan PT Mega Mulia Mekar Mandiri, telah terjadi kesepakatan kerjasama
sebagai distributor, untuk menjual Produk Korek Api Gas M2000, Glue, Pembersih, dll. Perjanjian ini
berlaku mulai tanggal efektif tanggal 1 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026 dengan Jaminan
Bank Garansi yang nilainya akan dievaluasi setiap 6 bulan sekali.
2. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 1115/Agr/EPM/X/2024 tanggal 1 September
2024 antara Perusahaan dengan PT Enseval Putera Megatrading Tbk, telah terjadi kesepakatan
kerjasama sebagai distributor distributor untuk menjual produk di wilayah Kota Tangerang, Tangerang
Tengah, dan Tangerang Selatan. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif 1 September 2024 sampai
dengan 31 Desember 2025 dengan Jaminan Bank Garansi senilai Rp 800.000.000.
3. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 18 Desember 2024 antara Perusahaan
dengan PT Angel Greenmom Indonesia, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk
menjual produk di wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan
Jakarta Barat untuk menjual produk botol bayi Greenmom, Nipple, Brush dan Tissue Basah bayi.
Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif 1 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025.
4. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 66/RER-HKM/IV/2024 tanggal 16 April 2024
antara Perusahaan dengan PT Hoka Karya Mandiri, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai
distributor untuk menjual produk Tissue Sonel. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif
1 Mei 2024 sampai dengan 1 Mei 2029 dengan Jaminan Bank Garansi senilai Rp 300.000.000.
5. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 001/FRI/PD-GT/II/2024 ADD-01 tanggal
13 Januari 2025 antara Perusahaan dengan PT Fokus Ritel Indoprima. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 16 Februari 2025 sampai dengan 31 Maret 2026.
6. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 002/FRN/PD-GT/IV/2023 ADD-02 tanggal
10 Januari 2025 antara Perusahaan dengan PT Fokus Ritel Nusaprima. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 1 Mei 2025 sampai dengan 30 April 2026.
7. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 084/ASI-RUSINDOEKARAYA/VIII/2024 pada
tanggal 9 September 2024 antara Perusahaan dengan PT Aladdin Sarana Indonesia yang diwakilkan
oleh Lenny Marlyna Wibisono telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual
berupa Produk Kuaci Chaca, Unilever Internasional. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif tanggal
9 September 2024 yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025.
8. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 002/1112/2024/JKT pada tanggal 2 Januari
2025 antara Perusahaan dengan PT Delta Sukses Teknologi. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal
efektif 2 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025.
- 46 -
Page 54
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
9. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 027/LMI-LEG/PKS-MD/II/2025 tanggal
16 Januari 2025 antara Perusahaan dengan PT Lucky Mom Indonesia yang diwakilkan oleh Li Jiaxing,
telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual produk berupa perlengkapan
kebutuhan ibu dan anak dengan merek dagang makuku, ladis dan parent. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 24 Februari 2025 sampai dengan tanggal 23 Februari 2026.
10. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 26 Desember 2007 antara Perusahaan
dengan PT Energizer Indonesia yang diwakilkan Djon Halim, telah terjadi kesepakatan kerjasama
sebagai distributor untuk menjual produk berupa baterai di wilayah Tangerang dan sekitarnya dengan
jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.
11. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 1 November 2024 antara Perusahaan
dengan PT Macrosentra Niagaboga, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor ekslusif
untuk tujuan menjual produk milik Cimory Group di Area Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan
Tangerang Kabupaten. Wilayah pemasarannya adalah Lokal Store Minimarket, Supermarket dan
Tradisional Market. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
tanggal 31 Desember 2025.
12. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 223/PKS-LEGAL/DSY/X/2024 pada tanggal
14 Oktober 2024 antara Perusahaan dengan PT Duta Sentosa Yasa yang diwakilkan oleh Rika Juniaty
Tanzil telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual berupa Korek Api Gas.
Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif tanggal 10 Oktober 2024 sampai dengan 10 Oktober 2025.
13. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 018/ADD-I/BIG/VIII/2025 pada tanggal
1 Agustus 2025 antara Perusahaan dengan PT Bintang Inter Global yang diwakilkan oleh Arman Elok
telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai distributor untuk menjual berupa produk perawatan di
Area Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Perjanjian ini berlaku mulai
tanggal efektif tanggal 1 Agustus 2025 sampai dengan 30 November 2025.
Perjanjian Jaminan Usaha Bank Pan Indonesia
Bank Pan Indonesia memberikan fasilitas Bank Garansi kepada Perusahaan yang bertujuan untuk
menjamin utang yang tidak bisa terbayarkan ke pihak prinsipal. Bank Garansi tersebut akan diperbarui
setiap akhir masa berlaku dengan keterangan sebagai berikut:
1. Prinsipal PT Asia Sakti Wahid Foods Manufacture :
a. No Bank Garansi : 00100070225BG0001 – 0001.
Jangka Waktu : 3 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 30-06-2025.
b. No Bank Garansi : 00100201223BG0002 – 0004.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
c. No Bank Garansi : 00100050419BG0002 – 0014.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
d. No Bank Garansi : 00100200922BG0001 – 0006.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
e. No Bank Garansi : 00100050419BG0003 – 0014.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
f. No Bank Garansi : 00100211222BG0002 – 0005.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
g. No Bank Garansi : 00100050419BG0004 – 0014.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
h. No Bank Garansi : 00100201223BG0001 – 0004.
Jangka Waktu : 8 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 20-11-2025.
- 47 -
Page 55
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Prinsipal PT Energizer Indonesia
No Bank Garansi : 00100150419BG0002 – 0014.
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 23-12-2025.
3. Prinsipal PT Unilever Indonesia Tbk
No Bank Garansi : 00100180724BG0001 - 0002.
Jangka Waktu : 4 bulan terhitung mulai tanggal 19-3-2025 s/d 25-07-2025.
4. Prinsipal PT Fokus Ritel Nusaprima
a. No Bank Garansi : 00100160124BG0001 – 0004.
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 23-12-2025.
b. No Bank Garansi : 00100200325BG0002.
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 20-03-2025 s/d 23-12-2025.
5. Prinsipal PT Fokus Ritel Indoprima
a. No Bank Garansi : 00100210224BG0001 – 0005.
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 23-12-2025.
b. No Bank Garansi : 00100170225BG0001 – 0001.
Jangka Waktu : 1 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 30-04-2025.
c. No Bank Garansi : 00100170225BG0002 – 0001.
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 23-12-2025.
d. No Bank Garansi : 00100160525BG0001
Jangka Waktu : 7 bulan terhitung mulai tanggal 16-05-2025 s/d 23-12-2025.
6. Prinsipal PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Cab Tangerang)
No Bank Garansi : 00100181024BG0001 - 0002
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 23-12-2025.
7. Prinsipal PT Bintang Inter Global
No Bank Garansi : 00100200824BG0001.
Jangka Waktu : 4 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 31-7-2025.
8. Prinsipal PT Hoka Karya Mandiri
No Bank Garansi : 00100301024BG0001 - 0002
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 19-03-2025 s/d 23-12-2025.
9. Prinsipal PT Delta Sukses Teknologi
No Bank Garansi : 00100200325BG0001.
Jangka Waktu : 9 bulan terhitung mulai tanggal 20-03-2025 s/d 23-12-2025.
- 48 -
Page 56
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
37. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2025
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Setara Kas 249.891.298
Kas yang Dibatasi Penggunanya 6.635.410.615
Piutang Usaha dari Pihak Berelasi 2.405.787.976
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5.871.322.547
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 11.130.003.324
Aset Keuangan Tidak Lancar
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11.199.983
Aset Keuangan Lainnya 750.000.000
Jumlah Aset Keuangan 27.053.615.743
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 22.834.060.515
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 8.431.868.598
Liabilitas Sewa Jangka Pendek kepada Pihak Berelasi 148.651.930
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun 1.147.238.889
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Utang Bank 598.183.790
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank Jangka Pendek 30.609.225.733
Beban Akrual 162.340.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 63.931.569.455
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2024
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Setara Kas 29.247.586.533
Kas yang Dibatasi Penggunanya 6.414.520.619
Piutang Usaha dari Pihak Berelasi 10.594.866.792
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 18.130.384.332
Piutang Lain-lain dari Pihak Berelasi 2.100.000.000
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 39.799.112.287
Aset Keuangan Tidak Lancar
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 10.705.514
Aset Keuangan Lainnya -
Jumlah Aset Keuangan 106.286.470.563
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 62.684.726.381
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 16.539.683.913
Utang Lain-lain Pihak Ketiga 662.567.528
Liabilitas Sewa Jangka Pendek kepada Pihak Berelasi 128.778.715
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun 246.324.556
Utang Bank 18.085.258.349
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank Jangka Pendek 38.261.444.130
Beban Akrual 196.223.202
Jumlah Liabilitas Keuangan 136.805.006.774
- 49 -
Page 57
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
38. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan
kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui
optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari kas dan setara kas (Catatan
4) dan ekuitas yang terdiri dari modal yang ditempatkan dan disetor, penghasilan komprehensif lain,
saldo laba dan kepentingan non-pengendali (Catatan 23).
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber
daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk
mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan
pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang
fungsional dari Grup yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata
uang asing tersebut. Volatilitas ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang
memengaruhi pendapatan dan beban Grup.
Kebijakan Grup adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari
aktivitas operasi dan pendanaan dalam mata uang yang sama.
Sebagian besar transaksi Grup dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan
pembukuannya.
ii. Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya
yang mengakibatkan kerugian bagi Grup.
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha
lain-lain. Grup menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang
layak serta terpercaya.
Grup memiliki kebijakan untuk memeroleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan
dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup
memiliki kebijakan untuk memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki
sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan pengawasan secara terus
menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan untuk
kerugian mencerminkan eksposur Grup terhadap risiko kredit.
iii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola
risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan dan fasilitas bank dengan terus menerus
memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas
keuangan.
- 50 -
Page 58
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang
didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta
untuk membayar. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana Grup mungkin
akan diminta untuk membayar.
31 Desember 2025
Kurang dari Lebih dari
Satu Tahun 1 – 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 22.834.060.515 - - 22.834.060.515
Utang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi 62.981.868.598 - - 62.981.868.598
Utang Lain-lain kepada
Pihak Ketiga - - - -
Beban Akrual 162.340.000 - - 162.340.000
Jumlah 85.978.269.113 - - 85.978.269.113
31 Desember 2024
Kurang dari Lebih dari
Satu Tahun 1 – 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 62.684.726.381 - - 62.684.726.381
Utang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi 16.539.683.913 - - 16.539.683.913
Utang Lain-lain kepada
Pihak Ketiga 662.567.528 - - 662.567.528
Beban Akrual 196.223.202 - - 196.223.202
Jumlah 80.083.201.024 - - 80.083.201.024
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar
biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya
karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar.
39. KELANGSUNGAN USAHA
Grup mengalami akumulasi kerugian sebesar Rp 451.329.836.225 pada 31 Desember 2025. Laporan
keuangan konsolidasian tidak mencakup penyesuaian yang berkaitan dengan pemulihan dan klasifikasi
atas aset yang tercatat atau jumlah dan klasifikasi liabilitas yang mungkin diperlukan dalam hal Grup
tidak dapat melanjutkan kegiatan usaha. Perusahaan pun memiliki beberapa utang dari PT Visindo
Prime Sinergi (dahulu PT Parama Multidaya) dan untuk membayar biaya-biaya perusahaan.
Manajemen telah melakukan penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya dengan membuat rencana bisnis (business plan) yang komprehensif dan
mengatur rencana aksi strategis korporasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Transformasi Portofolio melalui Akuisisi Strategis PT BSS.
Dengan rencana akuisisi PT BSS, PT JSI Sinergi Mas sebagai Pemegang Saham Pengendali
akan meningkatkan Ekuitas Perseroan dan sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah
disampaikan, PT Leyand International Tbk berencana untuk melakukan akuisisi mayoritas atas
PT BSS yang sekaligus akan menggantikan peran anak usaha pengendali sebelumnya yaitu
PT RER. Saat ini PT BSS sedang dalam proses penandatangan beberapa potensi proyek pada
lokasi IUP yang berbeda sebagai kontraktor pertambangan batu bara dan mineral yang diharapkan
kedepannya dapat meningkatkan kinerja Perusahaan.
- 51 -
Page 59
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Optimalisasi Sinergi dengan Pengendali Baru (JSI Grup)
Akuisisi PT BSS menjadi relevan secara strategis untuk disinergikan dengan pengalaman dan
kapabilitas JSI Grup sebagai pengendali baru Perusahaan yang memiliki rekam jejak dan
kompetensi dalam industri pertambangan, khususnya batu bara. Sinergi ini diharapkan dapat
memperkuat kapabilitas operasional, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan peluang
perolehan kontrak jasa pertambangan bagi PT BSS sebagai kontraktor.
3. Pemanfaatan Momentum Pasar dan Percepatan Aktivitas RKAB
Manajemen melihat adanya peluang pertumbuhan yang kuat seiring dengan kebijakan Pemerintah
Indonesia yang mendorong percepatan realisasi RKAB sektor pertambangan, khususnya batu
bara, guna menjawab kebutuhan global yang meningkat akibat dinamika geopolitik dan tren
kenaikan harga komoditas. Kondisi ini memberikan peluang bagi PT BSS untuk meningkatkan
volume pekerjaan sebagai kontraktor pertambangan.
4. Pengembangan Aset Strategis dan Integrasi Bisnis
Selain fokus pada batu bara sebagai core business, JSI Grup juga memiliki beberapa perizinan
eksplorasi pasir kuarsa yang saat ini dalam tahap pengembangan. Komoditas ini memiliki prospek
jangka panjang sebagai bahan baku industri teknologi seperti microchip berbasi AI, solar panel,
dan hilirisasi industri mineral. Di sisi lain, Perusahaan tetap melanjutkan proyek kerja sama operasi
(JO) tambang batu bara serta mengoptimalkan operasional pelabuhan dan logistik untuk
mendukung integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Manajemen meyakini bahwa rencana akuisisi PT BSS oleh PT Leyand International Tbk yang disertai
dengan penggantian pengendali anak usaha sebelumnya, merupakan langkah strategis yang akan
memperkuat fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Sinergi dengan JSI Grup sebagai
pengendali baru, didukung oleh fokus pada pengembangan pasir kuarsa, serta momentum percepatan
aktivitas RKAB, diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perusahaan secara
signifikan.
40. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE LAPORAN
Berdasarkan surat keterbukaan informasi terkait Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA) pada
PT Bersaudara Sinergi Sejahtera, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat tersebut dibuat
sehubungan dengan rencana akuisisi saham mayoritas pada PT Bersaudara Sinergi Sejahtera.
Pada tanggal 30 Januari 2026, PT Leyand International Tbk (selaku Perseroan atau pembeli) telah
menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat dengan para pemegang saham
PT Bersaudara Sinergi Sejahtera. Perjanjian tersebut terkait dengan rencana pengambilalihan sebanyak
59.995 lembar saham yang mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam
perusahaan target.
Kesepakatan awal yang telah ditandatangani tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi
Perseroan, baik dari aspek bisnis, hukum, maupun keuangan. Adapun penjelasan awal atas manfaat dari
masing-masing aspek adalah sebagai berikut:
1. Aspek Bisnis
Merupakan langkah strategis transformasi bisnis Perseroan dalam melakukan ekspansi ke sektor
energi dan pertambangan. Dengan kepemilikan sebesar 99,99%, Perseroan akan memiliki kendali
penuh atas PT Bersaudara Sinergi Sejahtera, yang diharapkan dapat menciptakan sumber
pendapatan baru (revenue stream) yang prospektif.
- 52 -
Page 60
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Aspek Hukum
Terbentuknya hubungan hukum yang mengikat antara Perseroan dengan para penjual. Perseroan
berkewajiban untuk mematuhi ketentuan terkait transaksi afiliasi serta memenuhi seluruh persyaratan
pendahuluan (conditions precedent) sebelum penyelesaian transaksi.
3. Aspek Keuangan
Terdapat kewajiban pembayaran sebesar kurang lebih Rp59.995.000.000 sehubungan dengan
penyelesaian transaksi. Setelah transaksi efektif, posisi keuangan PT Bersaudara Sinergi Sejahtera
akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan, yang diharapkan dapat meningkatkan
total aset serta potensi laba Perseroan secara konsolidasian.
- 53 -
Names mentioned 122 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan
p.4 ×2
unresolved
org
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4
unresolved
org
PT Bersaudara Sinergi Sejahtera
p.5 ×5
unresolved
org
Rekan Prof. Dr. Ahalik
p.7
unresolved
person
Prof. Dr. Ahalik
p.7
unresolved
person
SAS
p.7
unresolved
org
Lapindo International Tbk
p.13 ×2
unresolved
person
Oriana Roosdilan
· Notaris
p.13
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×6
unresolved
—
Sinasir Daely
· Kepala Unit Audit Internal
p.13
unresolved
person
Otto Hari Chandra Ubayani
p.14
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia. Akta
p.14
unresolved
org
PT Rusindo Eka Raya
p.14 ×19
unresolved
person
John Leonard Waworuntu
p.14 ×2
unresolved
person
Dino Irwin Tengkano
p.14 ×7
unresolved
org
PT Indoraya Tunggal Pratama
p.14 ×2
unresolved
org
PT Rusco Logistik Internasional
p.14 ×2
unresolved
org
PT Asta Keramasan Energi
p.15 ×3
unresolved
person
Hannywati Gunawan
p.15
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.16 ×3
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.16 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia
p.22
unresolved
org
Bank Garansi
p.29 ×22
unresolved
org
PT Rusco Online Distribusi
p.29 ×7
unresolved
org
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo
p.29
unresolved
org
Koneksi Niaga Solusindo
p.29
unresolved
org
PT Duta Sentosa Yasa
p.29 ×2
unresolved
org
PT Astro Teknologies Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Orientraco Perkasa
p.29
unresolved
org
PT Jaya Putra Panipahan
p.29 ×2
unresolved
person
H.M Putra
p.29
unresolved
org
PT Niceso Sukses Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Pelanduk Jaya Bersama
p.29 ×2
unresolved
org
PT Gaya Poetra Bangkit
p.29 ×2
unresolved
org
PT Scorpicanus Gepi Jovindo
p.29 ×2
unresolved
org
PT Bintang Inti Abadi
p.30
unresolved
person
H. Yusuf
p.30
unresolved
org
Zurich Asuransi Indonesia Tbk
p.31 ×11
unresolved
org
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
p.31 ×4
unresolved
org
Bank BCA
p.32
unresolved
org
PT Mitsui Leasing Capital
p.34 ×5
unresolved
person
Rustono Fulia. Syarat
p.35 ×6
unresolved
org
PT Lucky Mom Indonesia
p.36 ×4
unresolved
org
PT Energizer Indonesia
p.36 ×2
unresolved
org
PT Bintang Inter Global
p.36 ×2
unresolved
org
PT Macrosentra Niagaboga
p.36 ×2
unresolved
org
PT Hoka Karya Mandiri
p.36 ×2
unresolved
org
PT Mega Lighterindo Internusa
p.36
unresolved
org
PT Fokus Ritel Indoprima
p.36 ×2
unresolved
org
PT Delta Sukses Teknologi
p.36
unresolved
org
PT Angel Greenmom Indonesia
p.36 ×2
unresolved
org
PT Sukanda Djaya
p.36
unresolved
org
PT Asia Sakti Wahid
p.36
unresolved
org
PT Fokus Ritel Nusaprima
p.36 ×2
unresolved
org
Enseval Putra Megatrading Tbk
p.36 ×2
unresolved
org
PT Anugerah Pijar Cahaya Lestari
p.36
unresolved
org
PT Eden Pangan Indonesia
p.36
unresolved
org
PT Pawprints Indonesia
p.36
unresolved
org
PT Aladdin Sarana Indonesia
p.36 ×2
unresolved
org
PT Visindo Prime Sinergi
p.37 ×7
unresolved
org
PT Parama Multidaya
p.37 ×7
unresolved
org
PT Blessindo Makmur Sentosa
p.37 ×2
unresolved
org
Entitas Induk
p.38
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.39 ×2
unresolved
org
PT Berdayakan Usaha Indonesia
p.42
unresolved
org
PT Sembrani Finance Indonesia
p.42 ×10
unresolved
org
PT Dipo Star Finance
p.42 ×6
unresolved
org
PT Sembrani Finance Indonesia. Perusahaan
p.42 ×5
unresolved
org
PT Dipo Star Finance. Berdasarkan Surat Pelunasan
p.43
unresolved
org
PT Win Express Indonesia
p.45 ×5
unresolved
org
PT Ficomindo Buana Registrar
p.46
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)
p.46 ×2
unresolved
org
Disetor Layman Holdings Pte Ltd
p.47
unresolved
org
Layman Holdings Pte Ltd
p.47
unresolved
org
Keraton Investments Ltd
p.47
unresolved
org
Kementerian Keuangan No. KET-
p.47 ×2
unresolved
org
PT Rusco Logistik International
p.48
unresolved
org
PT Sinbad Karya Perdagangan
p.49
unresolved
person
Yehezkiel Fulia
· Direktur
p.52 ×2
unresolved
person
Utang Lain-lain
· Direktur
p.52 ×2
unresolved
org
PT Rusco Online
p.52 ×2
unresolved
—
Personel Kunci
p.52
unresolved
org
PT Intiputera Bumitirta Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman
p.52
unresolved
org
PT Indo Bangun Raya
p.53
unresolved
org
PT Mega Mulia Mekar Mandiri
p.53
unresolved
org
PT Fokus Ritel Indoprima. Perjanjian
p.53
unresolved
org
PT Fokus Ritel Nusaprima. Perjanjian
p.53
unresolved
org
PT Delta Sukses Teknologi. Perjanjian
p.53
unresolved
org
PT Asia Sakti Wahid Foods Manufacture
p.54
unresolved
org
PT Energizer Indonesia No Bank Garansi
p.55
unresolved
org
PT Bintang Inter Global No Bank Garansi
p.55
unresolved
org
PT Hoka Karya Mandiri No Bank Garansi
p.55
unresolved
org
PT Delta Sukses Teknologi No Bank Garansi
p.55
unresolved
org
PT BSS.
p.58 ×8
unresolved
org
PT RER. Saat
p.58
unresolved
org
PT Bersaudara Sinergi Sejahtera. Perjanjian
p.59
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.