Skip to content
Back to announcement

20260330_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32055941_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 92

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                 The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                 Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  Property, Business Valuation & Advisory                                            Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Licence No. 2.22.0176                                                              E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                     Website: www.fdipartners.co.id
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                            Phone (62 21) 27875910



                                                                                              Jakarta, 13 Maret 2026

Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910

No. Laporan     : 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.017/FDI/PB-FO/X/2025 tanggal 10 Oktober 2025.
dan addendum No.015/FDI/PB-ADD/II/2026 tanggal 18 Februari 2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United
Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions berupa transaksi
pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna
memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi
antara Perseroan dan JES berupa transaksi pinjaman antar perusahaan atau shareholder loan, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam
rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,16% (nol koma satu
enam persen), serta Rencana Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan
surat pernyataan No.LUT/023/9960/II/2026 tanggal 02 Maret 2026 perihal informasi tidak adanya
benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.

Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                 Kantor
                                  KantorPusat
                                         Pusat(Properti
                                               (Propertidan
                                                         danBisnis);
                                                             Bisnis);Kantor
                                                                      KantorCabang
                                                                            CabangSemarang
                                                                                   Semarang(Properti)
                                                                                            (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana
Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas
Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi.

Kesimpulan hasil pendapat kewajaran

Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah pemberian fasilitas pinjaman antar perusahaan sebesar USD10.000.000
(sepuluh juta Dolar Amerika Serikat) dari Perseroan kepada JES dengan tingkat suku bunga SOFR + 3%
per tahun sebagaimana diatur dalam draft Intercompany Loan Agreement.

Berdasarkan hasil analisis antara Perseroan dan JES, terdapat hubungan afiliasi secara tidak langsung
dari sisi kepemilikan saham melalui EPN yang merupakan entitas anak yang dimiliki 100% oleh
Perseroan dan memiliki 21% saham pada JES. Dengan demikian, transaksi pemberian pinjaman oleh
Perseroan kepada JES tergolong sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.

Analisis Kualitatif

Berdasarkan analisis kualitatif atas riwayat perusahaan, kondisi industri dan prospek bisnis, serta latar
belakang transaksi, rencana pemberian pinjaman dinilai memiliki rasionalitas komersial yang memadai
dan selaras dengan strategi pendanaan dalam grup usaha. Dampak terhadap leverage relatif terbatas
dibandingkan industri sejenis, likuiditas dan kemampuan pelunasan tetap terjaga, serta risiko apabila
proyek gagal masih berada dalam batas yang dapat dimitigasi secara wajar oleh manajemen.

Analisis Kuantitatif

Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan proyeksi keuangan, rasio keuangan,
proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan bayar hingga jatuh tempo, pengelolaan kas dan
financial covenant, perbandingan yield dengan instrumen sejenis, serta incremental analysis, Rencana
Transaksi menunjukkan profil keuangan yang tetap sehat dan stabil. Perubahan rasio keuangan relatif
tidak signifikan, kemampuan pembayaran kewajiban tetap terjaga, dan tingkat imbal hasil dinilai
kompetitif dibandingkan alternatif pasar. Dengan demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi
memberikan nilai tambah dan masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan.

Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis kelayakan penggunaan dana, rencana pinjaman oleh Perseroan kepada JES dinilai
layak secara finansial dengan tingkat imbal hasil yang kompetitif di atas instrumen pasar. Kemampuan
JES dalam melunasi pinjaman juga dinilai memadai dengan dukungan tujuan penggunaan dana yang
jelas serta komitmen pendanaan para sponsor. Selain itu, tidak terdapat faktor lain yang material yang
dapat memengaruhi kewajaran transaksi, sehingga secara keseluruhan rencana penggunaan dana
dinilai wajar dan dapat dilaksanakan.

Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan,

Halaman 2                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 4

          
Page 5
                                                             DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................4
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................6
DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................7
BAB I    ...............................................................................................................................8
PENDAHULUAN .....................................................................................................................8
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 8
  1.2    Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................. 8
  1.3    Identitas Pengguna Laporan .......................................................................................... 8
  1.4    Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 8
  1.5    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................................. 8
  1.6    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ....................................................................... 8
  1.7    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat
         Kewajaran .................................................................................................................... 9
  1.8    Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 9
  1.9    Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 10
  1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 12
  1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 13
  1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 13
  1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 13
  1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 13
  1.15 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 13
  1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 14
BAB II   ............................................................................................................................. 15
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 15
  2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 15
  2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 15
  2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 15
  2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 18
  2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 19
  2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 19
  2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 19
  2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 25
  2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 26
  2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi................................................................. 27
BAB III  ............................................................................................................................. 28
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 28
  3.1    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 28
  3.1.1 Riwayat Perusahaan & Riwayat Pinjam-Meminjam Dana ................................................ 28
  3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 30
  3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 39
  3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 42
  3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 43
  3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 43
  3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 45
  3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 46
  3.2    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 47
  3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 47

Halaman 4                                                                      00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 6
  3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 59
  3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 63
  3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 65
  3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 68
  3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 69
  3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 70
  3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 71
  3.2.9 Sensitivity Analysis (Jika Perlu) ...................................................................................... 72
  3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 72
  3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 72
  3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 73
  3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 73
BAB IV ............................................................................................................................. 74
KESIMPULAN ........................................................................................................................ 74
  4.1   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................... 74
  4.2   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 74
  4.3   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati .................................................... 74
  4.4   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 75
  4.5   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ..................................................... 75
  4.6   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 75
  4.7   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................... 75
  4.8   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ......................... 76
  4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 76
  4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 76
  4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 76
  4.9   Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ..................................................................... 76
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 77
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 78
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 80




Halaman 5                                                                     00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 7
                                                          DAFTAR TABEL



Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .................................................................................. 9
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 10
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan JES ................................................................................. 11
Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 12
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 15
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 18
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 19
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 19
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk ............................................................ 20
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham PT Jabar Environmental Solutions ........................................... 22
Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 23
Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 25
Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 26
Tabel 14. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk .......................................................... 29
Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 33
Tabel 16. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 40
Tabel 17. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 40
Tabel 18. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 41
Tabel 19. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 41
Tabel 20. Leverage PT United Tractors Tbk – Historis ...................................................................... 43
Tabel 21. Leverage PT United Tractors Tbk – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ..................... 43
Tabel 22. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 44
Tabel 23. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 44
Tabel 24. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 45
Tabel 25. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 46
Tabel 26. Analisis Cash Management ........................................................................................... 46
Tabel 27. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025 ..... 47
Tabel 28. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025 .............. 52
Tabel 29. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025 ................ 54
Tabel 30. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 58
Tabel 31. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 58
Tabel 32. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................... 59
Tabel 33. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ............................ 60
Tabel 34. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ..................... 61
Tabel 35. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi .............................. 62
Tabel 36. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 63
Tabel 37. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 65
Tabel 38. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi.................................... 68
Tabel 39. Proyelsi Laporan Laba (Rugi) JES Setelah Rencana Transaksi ............................................ 69
Tabel 40. Analisis Cash Management ........................................................................................... 69
Tabel 41. Yield Intercompany Loan Perseroan - JES ........................................................................ 70
Tabel 42. Obligasi Pemerintah ..................................................................................................... 70
Tabel 43. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD ............................................ 71
Tabel 44. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan ...................................... 71
Tabel 45. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ............................................... 72




Halaman 6                                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 8
                                                  DAFTAR GRAFIK



Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 24
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 30
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 31
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 31
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 32
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 32
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton) ..................................................... 33
Grafik 8. Cadangan Batubara Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton) ................................................... 34
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024........................................................ 34
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 35
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 35
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia ...................................... 36
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 36
Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ....................................... 37
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 37
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global ................... 38
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 - 2024 ............................. 39




Halaman 7                                                            00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 9
                                             BAB I
                                         PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.017/FDI/PB-FO/X/2025 tanggal 10 Oktober
      2025. dan addendum No.015/FDI/PB-ADD/II/2026 tanggal 18 Februari 2026, Kami KJPP
      Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
      penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
      pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar
      Environmental Solutions berupa transaksi pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan
      (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
      Kepentingan (“POJK 42/2020”).

1.2   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Pemberi Tugas               : PT United Tractors Tbk
      Alamat                           : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
      Bidang Usaha                     : Perdagangan Umum
      No. Telepon/Fax                  : +62 21 2457 9999
      Alamat Email                     : Yudistira@unitedtractors.com
      Penanggung Jawab                 : Bapak Yudistira
      Jabatan                          : Corporate Finance & Accounting Division Head

1.3   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.

1.4   Objek Pendapat Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
      afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions berupa transaksi
      pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan .

1.5   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika Serikat
      (”USD”)

1.6   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi
      afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions berupa transaksi
      pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan
      POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi POJK 42/2020.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan



Halaman 8                                               00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 10
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
      adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
      kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
      dalam laporan pendapat kewajaran.

1.8   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
      Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:

      Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                   Aspek                                            Ketentuan Utama
                                    - Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
       Analisis Objek Rencana
                                    - Dampak keuangan Rencana Transaksi
       Transaksi
                                    - Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
                                    - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
                                    - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
       Analisis Rencana Transaksi   - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
                                    - Analisis likuiditas Rencana Transaksi
                                    - Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
                                    - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                    - Analisis industri & bisnis
                                    - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                    - Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
       Analisis Kualitatif
                                    - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                    - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                    - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                    - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                    - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                    - Analisis rasio keuangan
                                    - Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
                                    - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
       Analisis Kuantitatif
                                    - Analisis cash management dan financial covenant
                                    - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                    - Incremental analysis (nilai tambah)
                                    - Sensitivity analysis (jika perlu)


Halaman 9                                                          00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 11
                 Aspek                                         Ketentuan Utama
                                  - Analisis kelayakan investasi;
       Analisis Kelayakan
                                  - Analisis kelayakan pelunasan utang
       Penggunaan Dana
                                  - Analisis atas faktor lain yang relevan
       Kesimpulan                 - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
      Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV


1.9   Sumber Data dan Informasi

      Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
      adalah sebagai berikut:

      a. PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)

         Laporan Keuangan

         Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
                                                                                      Tanggal
          No     Periode    Ket        KAP & AP                 Nomor Laporan                    Opini
                                                                                      Laporan
                                       KAP: Rintis,
                   31               Jumadi, Rianto &                                    26
                                                         00190/2.1457/AU.1/05/0241-
           1    Desember    Audit         Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   3/1/II/2026
                  2025               AP: Yanto, S.E.,                                  2026
                                     AK., M.Ak., CPA
                                       KAP: Rintis,
                   31               Jumadi, Rianto &                                    26
                                                         00180/2.1457/AU.1/05/0241-
           2    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   2/1/II/2025
                  2024               AP: Yanto, S.E.,                                  2025
                                     AK., M.Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                         00190/2.1025/AU.1/05/0241-
           3    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   2/1/II/2024
                  2023               AP: Yanto, S.E.,                                  2024
                                       M.Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                         00177/2.1025/AU.1/05/0239-
           4    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   3/1/II/2023
                  2022              AP: Lok Budianto,                                  2023
                                      S.E., Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  21
                                                         00121/2.1025/AU.1/05/0239-
           5    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   2/1/II/2022
                  2021              AP: Lok Budianto,                                  2022
                                      S.E., Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  19
                                                         00157/2.1025/AU.1/05/0239-
           6    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   1/1/II/2021
                  2020              AP: Lok Budianto,                                  2021
                                      S.E., Ak., CPA
         Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)




Halaman 10                                                   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 12
        Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

        1.       Proyeksi Keuangan Perseroan Periode 31 Januari 2026 – 31 Maret 2027 (sebelum dan
                 setelah) adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh
                 manajemen Perseroan.
        2.       Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
                 transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.

        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan

        1.       Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
                 oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
                 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
                 Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
        2.       Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
                 M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
                 yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
                 Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
                 AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
        3.       Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
                 notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
                 mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
                 dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

        Legalitas Perusahaan - Perseroan

        1.       Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
        2.       Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
        3.       Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
                 2011.
        4.       Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.

        Informasi Lainnya - Perseroan

        1.       Draft Perjanjian Pinjaman antar Perusahaan (Intercompany Loan Agreement) PT United
                 Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions.
        2.       Surat Pernyataan No.LUT/023/9960/II/2026 tanggal 02 Maret 2026 perihal informasi
                 tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
        3.       Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 03 Maret 2026.

     b. PT Jabar Environmental Solutions (“JES”)

        Laporan Keuangan - JES

        Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan JES
                                                                                      Tanggal
         No        Periode      Ket       KAP & AP            Nomor Laporan                     Opini
                                                                                      Laporan
                     31                    Laporan
             1    Desember   InHouse      Keuangan                   -                   -        -
                    2025                 Internal JES




Halaman 11                                                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 13
                                                                                             Tanggal
           No     Periode       Ket        KAP & AP               Nomor Laporan                         Opini
                                                                                             Laporan
                                      KAP: Siddharta
                                       Widjaja dan
                31 Maret                                 00507/2.1005/AU.1/02/2013-           14 Juli
           2                 Audit        Rekan                                                         Wajar
                  2025                                           1/1/VII/2025                 2025
                                        AP: Jeanne,
                                            CPA
         Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


         Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

         1.     Proyeksi Keuangan JES Periode 31 Januari 2026 – 31 Maret 2027 (sebelum dan setelah)
                adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen JES.

         Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - JES

         1.     Akta Notaris Shella Falianti, SH. No. 02 dengan nama PT Jabar Environmental Solutions.
                Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
                Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0004197.AH.01.01.Tahun 2024 pada
                tanggal 17 Januari 2024.
         2.     Akta No. 01 tanggal 03 Juli 2025 yang dibuat dihadapan Shella Falianti, SH. notaris di
                Jakarta, tentang perubahan susunan pengurus, yang telah mendapat persetujuan
                perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan
                suratnya tanggal 03 Juli 2025 No. AHU- AHU-AH.01.09-0306320.
         3.     Akta No. 07 tanggal 17 Maret 2025 yang dibuat di hadapan Shella Falianti, SH. notaris
                di Jakarta, tentang Perubahan pemegang saham, yang telah mendapat persetujuan
                perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan
                suratnya tanggal 18 Maret 2025 No. AHU-AH.01.09-0150334.

         Legalitas Perusahaan - JES

         1.     Surat Pernyataan Domisili, tanggal 16 Januari 2024.
         2.     Nomor Pokok Wajib Pajak No. 99.892.804.8-444.000.
         3.     Keterangan Terdaftar No. S-2265/KT/KPP.091403/2024, tanggal 18 Januari 2024.
         4.     Nomor Induk Berusaha No. 0507240025384, tanggal 5 Juli 2024.

1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

      Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.012/FDI/BAI-UT/X/2025 tanggal 27 Oktober 2025 serta
      berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi dan
      wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM (Minutes
      of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.

      Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai

      Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
                    Nama                                Jabatan                         Perusahaan
       Muhamad Ilham Gunawan                   Corp Planning & Advisory            PT United Tractors Tbk
       Kevin Rosby                             Corp Planning & Advisory            PT United Tractors Tbk
       Rendih                                        Corp. Treasury                PT United Tractors Tbk
       Sofi Christiana                               Corp. Treasury                PT United Tractors Tbk
      Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting


Halaman 12                                                     00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 14
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus

     Asumsi:
     • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
        karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
        dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
     • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
        dalam penilaian.

1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

     Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
     Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
     Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
     Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

     Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
     melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
     hal sebagai berikut:

     a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
        identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
        Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
        Transaksi.
     b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
        industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
        Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
        (dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
        tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
     c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
        analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
        analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
        covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
        analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
     d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
        investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
     e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.

1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

     Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
     menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.

1.15 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JES



Halaman 13                                               00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 15
      ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan dan JES. KJPP FDI&R juga
      tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
      pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
      manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
      dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
      hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah
      tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event).




Halaman 14                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 16
                                                  BAB II
                                    ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1.   Analisis Objek Rencana Transaksi

2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta ketentuan dalam
       Perjanjian Pinjaman antar Perusahaan (Intercompany Loan Agreement) antara Perseroan JES,
       besaran dana yang menjadi objek Rencana Transaksi adalah sebesar USD10.000.000 atau
       setara dengan Rp167.820.000.000 dengan asumsi nilai tukar mata uang menggunakan rata-
       rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD.

2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

       Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
       pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
       disajikan pada tabel berikut:

       Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                                                       Audit                           Proforma
                           Keterangan                                 Penyesuaian
                                                    31 Des 2025                       31 Des 2025
       Aset
       Aset Lancar
          Kas dan setara kas                          26.570.772          (167.820)     26.402.952
          Piutang usaha
          -Pihak ketiga                               18.559.795                        18.559.795
          -Pihak berelasi                              1.357.868                         1.357.868
          Piutang non-usaha                                                                         -
          -Pihak ketiga                                  492.811                           492.811
          -Pihak berelasi                              1.203.084             9.488       1.212.572
          Persediaan                                  16.729.809                        16.729.809
          Proyek dalam pelaksanaan
          -Pihak ketiga                                   28.698                            28.698
          -Pihak berlasi                                                                            -
          Pajak dibayar dimuka                                                                      -
          -Pajak penghasilan                           1.653.543             1.674       1.655.217
          -Pajak lain-lain                             3.643.857                         3.643.857
          Uang muka dan biaya dibayar di muka          1.543.309                         1.543.309
          Investasi lain-lain                                                                       -
          Aset lancar lain-lain                          357.480                           357.480


       Jumlah Aset Lancar                             72.141.026          (156.657)     71.984.369


       Aset Tidak Lancar
          Piutang usaha
          -Pihak ketiga                                  453.411                           453.411
          -Pihak berelasi                                 18.957                            18.957


Halaman 15                                               00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 17
                                                      Audit                        Proforma
                          Keterangan                              Penyesuaian
                                                   31 Des 2025                    31 Des 2025
          Piutang non-usaha                                                                     -
          -Pihak ketiga                                  88.336                         88.336
          -Pihak berelasi                             3.103.936        167.820       3.271.756
          Persediaan                                    105.530                        105.530
          Pajak dibayar dimuka                                                                  -
          -Pajak penghasilan                          1.446.559                      1.446.559
          -Pajak lain-lain                            1.650.429                      1.650.429
          Kas dan deposito berjangka                    787.806                        787.806
          Uang muka                                     793.619                        793.619
          Investasi pada entitas asosiasi dan
                                                     17.223.562         (8.228)     17.215.334
          pengendalian
          Investasi lain-lain                         3.175.766                      3.175.766
          Aset tetap                                 45.296.550                     45.296.550
          Properti pertambangan                      14.809.384                     14.809.384
          Properti investasi                            244.469                        244.469
          Biaya eksplorasi dan pengembangan
                                                      2.768.518                      2.768.518
          tangguhan
          Aset tambang berproduksi                    3.958.340                      3.958.340
          Beban tangguhan                             1.169.123                      1.169.123
          Goodwill                                    3.510.559                      3.510.559
          Aset pajak tangguhan                        4.891.419                      4.891.419

      Jumlah Aset Tidak Lancar                      105.496.273        159.592     105.655.865

      Jumlah Aset                                   177.637.299          2.935     177.640.234

      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
          Utang usaha
          -Pihak ketiga                              29.095.249                     29.095.249
          -Pihak berelasi                               213.679                        213.679
          Utang non-usaha
          -Pihak ketiga                               1.132.969                      1.132.969
          -Pihak berelasi                                87.548                         87.548
          Utang Pajak                                                                           -
          -Pajak penghasilan                            825.803          2.456         828.259
          -Pajak lain-lain                              584.846                        584.846
          Akrual                                      6.692.531                      6.692.531
          Uang muka pelanggan                                                                   -
          -Pihak ketiga                                 857.034                        857.034
          -Pihak berelasi                                44.175                         44.175
          Pendapatan tangguhan                        1.021.152                      1.021.152
          Liabilitas imbalan kerja                    1.053.575                      1.053.575
          Pinjaman bank jangka pendek                   560.000                        560.000
          Bagian jk pendek dari utang jk panjang
          -Pinjaman bank                              9.682.666                      9.682.666
          -Sewa pembiayaan                              801.430                        801.430
          -Pinjaman lain-lain                           560.318                        560.318



Halaman 16                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 18
                                                        Audit                             Proforma
                          Keterangan                                  Penyesuaian
                                                    31 Des 2025                         31 Des 2025
         Bagian jangka pendek dari liabilitas
         jangka panjang
         Instrumen keuangan derivatif                                                                  -

      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  53.212.975             2.456        53.215.431


      Liabilitas Jangka Panjang
         Utang non-usaha
         -Pihak berelasi
         Liabilitas pajak tangguhan                     3.768.016                           3.768.016
         Instrumen keuangan derivatif                                                                  -
         Provisi                                        1.154.627                           1.154.627
         Liabilitas imbalan kerja                       5.497.626                           5.497.626
         Utang jangka panjang setelah dikurangi
         bagian jangk pendek
         -Pinjaman bank                                 6.054.620                   -       6.054.620
         -Sewa pembiayaan                                 976.309                             976.309
         -Pinjaman lain-lain                              281.698                             281.698
         Pendapatan tangguhan                                                                          -
         Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
                                                        3.555.105                           3.555.105
         lain

      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 21.288.001                   -      21.288.001


      Jumlah Liabilitas                                74.500.976             2.456        74.503.432

      Ekuitas
         Modal saham                                      932.534                             932.534
         Tambahan modal disetor                         9.703.937                           9.703.937
         Saham Treasury                                (4.902.237)                         (4.902.237)
         Saldo laba                                                                                    -
             -Dicadangkan                                 186.507                             186.507
             -Belum dicadangkan                        85.547.627               479        85.548.106
         Cadangan lindung nilai                        (2.065.280)                         (2.065.280)
         Cadangan penyesuaian nilai wajar dalam
         investasi
         Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                           19.386                              19.386
         tetap
         Selisih kurs                                   9.227.066                           9.227.066
         Transaksi dengan kepentingan
                                                         (875.920)                           (875.920)
         nonpengendali
         Kepentingan non pengendali                     5.362.703                   -       5.362.703

      Jumlah Ekuitas                                 103.136.323                479       103.136.802


      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                  177.637.299              2.935       177.640.234
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
     2025




Halaman 17                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 19
     Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                        Audit                              Proforma
                         Keterangan                                    Penyesuaian
                                                     31 Des 2025                         31 Des 2025
       Pendapatan bersih                              131.300.810                          131.300.810
       Beban pokok pendapatan                        (101.597.306)                        (101.597.306)
       Laba Bruto                                      29.703.504                    -      29.703.504


       Beban penjualan                                  (1.597.792)                         (1.597.792)
       Beban umum dan administrasi                      (6.040.414)                         (6.040.414)
       Kerugian penurunan nilai properti
                                                                   -                                   -
       pertambangan
       Beban lain-lain                                   (256.226)                   -        (256.226)
       Penghasilan lain-lain                                                                           -
       Penghasilan keuangan                              1.244.489            11.163         1.255.652
       Biaya keuangan                                   (2.625.818)                  -      (2.625.818)
       Bagian atas laba bersih entitas                   (245.576)            (8.228)         (253.804)


       Laba Sebelum Pajak Penghasilan                  20.182.167               2.935       20.185.102
       Beban Pajak Penghasilan                          (5.005.403)           (2.456)       (5.007.859)
       Laba Tahun Berjalan                             15.176.764                479        15.177.243
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
     • Terdapat pengurangan pada kas setara kas sebesar Rp167 miliar akibat digunakannya kas
       internal Perseroan untuk membiayai pemberian pinjaman kepada JES.
     • Terdapat kenaikan pada piutang pihak berelasi sebesar Rp167 miliar akibat timbulnya
       pencatatan piutang kepada JES sebagai pihak yang berelasi.
     • Terdapat kenaikan pada piutang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp9,4 miliar akibat dari
       timbulnya pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.
     • Terdapat kenaikan pada pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan sebesar Rp1,6 miliar
       akibat dari pencatatan pajak pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
     dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada JES dan kenaikan piutang non
     usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke JES.

2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

     Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilaksanakan dengan
     mempertimbangkan kebutuhan pendanaan pada JES dalam rangka memenuhi persyaratan
     penempatan dana pada rekening tertentu untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga
     sampah yang berlokasi di Jawa Barat (“Proyek”) sebagaimana diatur dalam perjanjian antara JES
     dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (“PLN”) (“Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik”).
     Pemenuhan persyaratan tersebut dipandang penting untuk mendukung keberlangsungan
     kewajiban kontraktual JES serta memastikan kelancaran pelaksanaan Proyek yang menjadi ruang
     lingkup perjanjian dimaksud.




Halaman 18                                                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 20
2.2.   Analisis Rencana Transaksi

2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

       Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
       proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
       menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
       melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.

       Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
               Rasio Likuiditas         Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
        Current Ratio                                 1,36X                   1,35X                  0,003X
        Quick Ratio                                   1,04X                   1,04X                  0,003X
        Cash Ratio                                    0,50X                   0,50X                  0,003X
       Sumber: Analisis KJPP FDI&R


       Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
              Rasio Solvabilitas        Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
        Debt to Assets Ratio                          0,11X                   0,11X                  0,000X
        Debt to Equity Ratio                          0,18X                   0,18X                  0,000X
        Times Interest Earned                         8,40X                   8,40X                  0,000X
       Sumber: Analisis KJPP FDI&R


       Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
       pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
       karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar Rp167.820.000.000
       kepada JES berasal dari kas dan setara kas internal perusahaan yang nilainya sebesar 0,63% dari
       total kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu perubahan
       pada rasio likuiditas tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas Perseroan.

       Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak pada Debt to Assets Ratio
       dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan Perseroan
       bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamnkan, timbul kenaikan
       pada pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak memberikan
       dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari Perseroan. Pada
       rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit dibagi beban
       keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE Perseroan.

2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi

       Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

       A. PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)

          Riwayat Singkat

          PT United Tractors Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
          PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi,
          S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat




Halaman 19                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 21
        Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
        Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
        Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
        Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
        dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
        perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
        tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

        Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
        Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
        pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
        Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

        Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
        Jakarta, Indonesia.

        Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
        yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
        Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
        Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
        didirikan di Bermuda.

        Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
        meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin Konstruksi”) beserta pelayanan purna
        jual; kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

        No. Telp / Fax        : +62 21 2457 9999
        Website               : www.unitedtractors.com
        Email                 :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 9. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk
                                                Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                              Proporsi (%)      Jumlah
                                                   Saham
             1   PT Astra International Tbk      2.219.317.358          59,50%    554.829.339.500
                 Franciscus Xaverius Laksana
             2                                           700.000          0,02%       175.000.000
                 Kesuma (Presiden Direktur)
             3   Iwan Hadiantoro (Direktur)              168.100          0,00%         42.025.000


Halaman 20                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 22
                                                    Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                                 Proporsi (%)     Jumlah
                                                       Saham
             4   Loudy Irwanto Ellias (Direktur)            65.515           0,00%        16.378.750
             5   Vilihati Surya (Direktur)                  13.000           0,00%         3.250.000
             6   Widjaja Kartika (Direktur)                  2.000           0,00%          500.000
                 Masyarakat selain Direksi
             7   (masing-masing kepemilikan          1.352.463.063          36,26%   338.115.765.750
                 dibawah 5%)
                 Jumlah Saham Beredar                3.572.729.036          95,78%   893.182.259.000
                 Saham Treasury                        157.406.100           4,22%    39.351.525.000
               Jumlah Saham Ditempatkan
                                                 3.730.135.136            100,00%    932.533.784.000
               dan Disetor Penuh
        Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
        dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
        pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
        Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris                    : Djony Bunarto Tjondro
        Wakil Presiden Komisaris              : Rudy
        Komisaris                             : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                             : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                             : Benjamin Herrenden Birks
        Komisaris Independen                  : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen                  : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris Independen                  : Ignasius Jonan

        Direksi
        Presiden Direktur                     : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Direktur                              : Loudy Irwanto Ellias
        Direktur                              : Iwan Hadiantoro
        Direktur                              : Idot Supriadi
        Direktur                              : Widjaja Kartika
        Direktur                              : Vilihati Surya
        Direktur                              : Ari Sutrisno
        Direktur                              : Hendra Hutahean

        Komite Audit
        Ketua                                 : Ignasius Jonan
        Anggota                               : Wanny Wijaya
        Anggota                               : Mario C. Surung Gultom




Halaman 21                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 23
     B. PT Jabar Environmental Solutions (“JES”)

        Riwayat Singkat

        PT Jabar Environmental Solutions didirikan pada tanggal 16 Januari 2024, berdasarkan Akta
        Pendirian No. 02, dihadapan Shella Falianti, SH. notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut
        disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 17
        Januari 2024 No. AHU0004197.AH.01.01.TAHUN 2024.

        Perubahan Anggaran Dasar JES terakhir terkait dengan perubahan susunan pengurus
        sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 01 tanggal 03 Juli 2025 yang dibuat dihadapan
        Shella Falianti, SH. notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan perubahan anggaran
        dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 03 Juli 2025
        No. AHU- AHU-AH.01.09-0306320.

        Perubahan susunan pemegang saham JES terakhir sebagaimana dituangkan dalam Akta No.
        07 tanggal 17 Maret 2025 yang dibuat dihadapan Shella Falianti, SH. notaris di Jakarta, yang
        telah mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik
        Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 18 Maret 2025 No. AHU-AH.01.09-0150334.

        Kegiatan Usaha

        Kegiatan Usaha Perusahaan adalah di bidang pembangkitan listrik dan pengolahan dan
        pembungan limbah dan sampah tidak berbahaya. Sesuai dengan Akta Pendirian No. 02 Pasal
        3, sebagai berikut:
           a. Pembangkitan Tenaga Listrik (KBLI 35111);
           b. Pengolahan dan Pembungan Limbah dan Sampah Tidak Berbahaya (KBLI 38211).

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan      : TPPAS Regional Legok Nangka, Jl. Raya Nagreg, Bandung, Jawa Barat
        No. Telp / Fax        : 08118007384
        Website               :-
        Email                 :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen JES, susunan kepemilikan saham JES per 31 Desember
        2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 10. Struktur Pemegang Saham PT Jabar Environmental Solutions
                                               Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                             Proporsi (%)        Total
                                                  Saham
             1   Sumitomo Corporation                     4900         49,00%        4.900.000.000
                 Kyuden International
             2                                            2500         25,00%        2.500.000.000
                 Corporation
             3   PT Energia Prima Nusantara               2100         21,00%        2.100.000.000
             4   Kanadevia Corporation                     500           5,00%        500.000.000
                 Jumlah                                 10.000        100,00%      10.000.000.000
        Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen JES


Halaman 22                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 24
        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen JES dan Akta No.01 tanggal 03 Juli 2025, Susunan Dewan
        Komisaris, Direksi, dan Komite Audit JES per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris                           : Takeshi Onishi

        Direksi
        Direktur                            : Kenichi Ishikawa

     Hubungan Pihak yang Bertransaksi

     A. Transaksi Afiliasi

        Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
        yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepengurusan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
          No                 Nama                     Perseroan                JES         Keterangan
             1   Djony Bunarto Tjondro            Presiden Komisaris           (-)        Tidak Afiliasi
                                                    Wakil Presiden
             2   Rudy                                                          (-)        Tidak Afiliasi
                                                     Komisaris
             3   Djoko Pranoto Santoso                Komisaris                (-)        Tidak Afiliasi
             4   Gita Tiffani Boer                    Komisaris                (-)        Tidak Afiliasi
             5   Benjamin Herrenden Birks             Komisaris                (-)        Tidak Afiliasi
                 Paulus Bambang
             6                                   Komisaris Independen          (-)        Tidak Afiliasi
                 Widjanarko
             7   Bruce Malcolm Cox               Komisaris Independen          (-)        Tidak Afiliasi
             8   Ignasius Jonan                  Komisaris Independen          (-)        Tidak Afiliasi
                 Franciscus Xaverius Laksana
             9                                     Presiden Direktur           (-)        Tidak Afiliasi
                 Kesuma
          10     Loudy Irwanto Ellias                  Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          11     Iwan Hadiantoro                       Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          12     Idot Supriadi                         Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          13     Widjaja Kartika                       Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          14     Vilihati Surya                        Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          15     Ari Sutrisno                          Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          16     Hendra Hutahean                       Direktur                (-)        Tidak Afiliasi
          17     Takeshi Onishi                           (-)               Komisaris     Tidak Afiliasi



Halaman 23                                                      00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 25
         No               Nama                    Perseroan                  JES       Keterangan
          18   Kenichi Ishikawa                       (-)                  Direktur    Tidak Afiliasi
        Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan & JES Per 31 Desember 2025


        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
        Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan JES
        sebagai pihak Penerima Pinjaman tidak memiliki hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




                  Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                    Sumber: Informasi Manajemen Perseroan


        Keterangan:
        UNTR           : PT United Tractors Tbk atau Perseroan
        EPN            : PT Energia Prima Nusantara
        JES            : PT Jabar Environmental Solutions

        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara


Halaman 24                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 26
         Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan JES sebagai pihak Penerima Pinjaman,
         terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun
         pemegang sahamnya, dimana:

         • Perseroan memiliki 100% saham pada EPN, sehingga EPN merupakan entitas anak yang
           dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan.
         • EPN memiliki 21% saham pada JES, sedangkan sisanya dimiliki oleh Sumitomo
           Corporation, Kyuden Corporation, dan Kanadevia Corporation.
         • Mengingat EPN merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Perseroan, maka
           Perseroan dan JES tergolong sebagai pihak afiliasi secara tidak langsung melalui
           kepemilikan EPN pada JES.

         Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
         42/2020.

      B. Transaksi Benturan Kepentingan

         Menurut    informasi    manajemen      yang    mengacu      pada     Surat    Pernyataan
         No.LUT/023/9960/II/2026 tanggal 02 Maret 2026 perihal Informasi atas Benturan
         Kepentingan dalam Rangka Transaksi Afiliasi UNTR dan JES berupa transaksi Pinjaman antar
         Perusahaan atau Intercompany Loan, bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung transaksi
         benturan kepentingan.

      C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi

         Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
         ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.

         Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
                                 Nilai Transaksi                     Ekuitas               Materia
          Keterangan
                           USD               Rupiah        USD                 Rupiah      litas (%)
          Rencana
                          10.000.000 167.820.000.000 6.145.651.472   103.136.323.000.000    0,16%
          Transaksi
         Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).


         Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
         Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD. Kemudian berdasarkan laporan
         keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar
         Rp103.136.323.000.000         atau    setara    dengan    USD6.145.651.472.        Dengan
         mempertimbangkan nilai transaksi sebesar USD10.000.000 atau setara dengan
         Rp167.820.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,16% dari ekuitas Perseroan.
         Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
         yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
         17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
         17/2020”).

2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi

      Berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan atau Intercompany Loan Agreement
      antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions bahwa dalam perjanjian
      Rencana Transaksi berisi ketentuan mengenai:

Halaman 25                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 27
      1. Tujuan
         Tujuan pinjaman oleh debitur dimana digunakan untuk pendanaan dan pengembangan
         proyek sesuai dengan PPA mengikuti ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.

      2. Pinjaman
         a. Jumlah fasilitas pokok senilai USD10.000.000.
         b. Tingkat suku bunga per tahun yaitu SOFR + 3%.
         c. Periode Ketersediaan Dana yaitu 1 tahun sejak tanggal perjanjian.
         d. Penyampaian pemberitahuan penarikan yang disampaikan debitur sesuai dengan jangka
            waktu yang terdapat pada draft perjanjian.
         e. Ketentuan mengenai penarikan yang dapat dilakukan oleh debitur mengikuti ketentuan
            Periode Ketersediaan Dana yang terdapat pada draft perjanjian.
         f. Ketentuan mengenai diperbolehkannya debitur dalam meminjam kembali pinjaman yang
            telah dibayarkan mengikuti ketentuan Periode Ketersediaan Dana yang terdapat pada draft
            perjanjian.
         g. Ketentuan mengenai waktu mulai dikenakannya bunga atas pinjaman terutang dan
            kapitalisasi atas bunga pada akhir kuartal atau periode yang disepakati para pihak.
         h. Ketentuan mengenai tanggal pembayaran terkait pinjaman dan bunga mengikuti ketentuan
            yang terdapat pada draft perjanjian.
         i. Ketentuan mengenai hak kreditur dalam memperoleh pembayaran pinjaman dan bunga
            dari debitur pada saat adanya keadaan tidak mampu membayar atau Cidera Janji
            mengikuti ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.
         j. Ketentuan mengenai pembayaran dipercepat yang dapat dilakukan debitur dengan
            penyampaian pemberitahuan kepada kreditur serta ketentuan yang mengatur pembayaran
            dipercepat lain mengikuti ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.
         k. Ketentuan mengenai pembayaran kepada kreditur berdasarkan perjanjian yang tidak
            dapat di set-off, disanggah, atau dikurangi namun dengan tetap memperhatikan peraturan
            perpajakan yang relevan pada draft perjanjian.
         l. Ketentuan apabila terdapat kondisi dimana debitur gagal untuk menyelesaikan
            pembayaran kepada kreditur sesuai dengan yang diatur pada draft perjanjian.

      3. Penghitungan dan Bukti Hutang
         Ketentuan mengenai penghitungan bukti hutang serta catatan pembukuan mengikuti
         ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.

2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
      Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
      dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
      Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
             Rasio Likuiditas         Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
       Current Ratio                                1,36X                   1,35X                 0,003X
       Quick Ratio                                  1,04X                   1,04X                 0,003X
       Cash Ratio                                   0,50X                   0,50X                 0,003X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 26                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 28
      Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
      dampak selisih penurunan sebesar 0,003 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah uang
      sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak berelasi.
      Hal tersebut mengakibatkan turunnya jumlah aset lancar perusahaan akibat Rencana Transaksi
      dan pada akhirnya menurunkan rasio lancar perusahaan.

      Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh penurunan rasio sebesar 0,003
      kali diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
      Perseroan ke JES. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami
      penurunan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami kenaikan, yang pada akhirnya menurunkan
      rasio cepat Perseroan.

      Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
      penurunan rasio sebesar 0,003 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal
      pada kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke JES. Rencana Transaksi tersebut
      berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan nilai rasio
      yang tidak signifikan.

2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi

      Analisis Manfaat

      Pemberian pinjaman kepada JES berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan.
      Rencana pinjaman tersebut direncanakan menggunakan tingkat suku bunga yang, diharapkan
      lebih tinggi dibandingkan tingkat pengembalian dari penempatan dana Perseroan pada
      instrumen perbankan seperti giro dan deposito.

      Dengan demikian, transaksi ini berpotensi meningkatkan imbal hasil atas kelebihan kas Perseroan
      serta mengoptimalkan pemanfaatan dana internal tanpa mengganggu likuiditas operasional.
      Selain itu, transaksi ini juga dapat memperkuat sinergi pendanaan dalam grup usaha serta
      mendukung keberlangsungan proyek JES yang pada akhirnya diharapkan memberikan nilai
      tambah secara konsolidasi bagi Perseroan.

      Analisis Risiko

      Di sisi lain, Rencana Transaksi juga mengandung beberapa risiko yang perlu diperhatikan, antara
      lain risiko kredit berupa kemungkinan keterlambatan atau ketidakmampuan JES dalam memenuhi
      kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sesuai dengan perjanjian. Risiko ini dapat
      dipengaruhi oleh kinerja operasional JES, kondisi proyek yang dibiayai, serta dinamika industri
      yang dihadapi.

      Selain itu, terdapat risiko likuiditas bagi Perseroan apabila kebutuhan kas internal meningkat pada
      saat dana masih terikat dalam pinjaman kepada JES. Meskipun demikian, dengan
      mempertimbangkan hubungan afiliasi dalam grup usaha, struktur perjanjian pinjaman, serta
      kondisi keuangan Perseroan yang relatif kuat, risiko-risiko tersebut pada saat ini dinilai dapat
      dikelola pada tingkat yang wajar.




Halaman 27                                                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 29
                                           BAB III
                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI



3.1   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan

      PT United Tractors Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT
      Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H..
      Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
      Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
      Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
      Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
      dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
      perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
      tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

      Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
      sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
      Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
      dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
      AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

      Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
      Jakarta, Indonesia.

      Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
      didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
      & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
      anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.

      Kegiatan Usaha

      Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
      meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin Konstruksi”) beserta pelayanan purna jual;
      kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

      Informasi Umum

      Alamat Perseroan     : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

      No. Telp / Fax       : +62 21 2457 9999
      Website              : www.unitedtractors.com
      Email                :-




Halaman 28                                               00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 30
     Susunan Kepemilikan Saham

     Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
     Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Tabel 14. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk
                                                 Jumlah Lembar
      No             Pemegang Saham                                Proporsi (%)       Jumlah
                                                    Saham
       1     PT Astra International Tbk           2.219.317.358            59,50%   554.829.339.500
             Franciscus Xaverius Laksana
       2                                                700.000             0,02%      175.000.000
             Kesuma (Presiden Direktur)
       3     Iwan Hadiantoro (Direktur)                 168.100             0,00%        42.025.000
       4     Loudy Irwanto Ellias (Direktur)             65.515             0,00%        16.378.750
       5     Vilihati Surya (Direktur)                   13.000             0,00%         3.250.000
       6     Widjaja Kartika (Direktur)                   2.000             0,00%          500.000
             Masyarakat selain Direksi
       7     (masing-masing kepemilikan           1.352.463.063            36,26%   338.115.765.750
             dibawah 5%)
             Jumlah Saham Beredar                 3.572.729.036            95,78%   893.182.259.000
             Saham Treasury                         157.406.100             4,22%    39.351.525.000
            Jumlah Saham Ditempatkan dan
                                                  3.730.135.136        100,00%      932.533.784.000
            Disetor Penuh
     Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan


     Susunan Pengurus

     Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
     dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
     pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
     Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
     Wakil Presiden Komisaris : Rudy
     Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
     Komisaris                : Gita Tiffani Boer
     Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks
     Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
     Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
     Komisaris Independen     : Ignasius Jonan

     Direksi
     Presiden Direktur              : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
     Direktur                       : Loudy Irwanto Ellias
     Direktur                       : Iwan Hadiantoro
     Direktur                       : Idot Supriadi
     Direktur                       : Widjaja Kartika
     Direktur                       : Vilihati Surya
     Direktur                       : Ari Sutrisno


Halaman 29                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 31
      Direktur                       : Hendra Hutahean

      Komite Audit
      Ketua                          : Ignasius Jonan
      Anggota                        : Wanny Wijaya
      Anggota                        : Mario C. Surung Gultom

3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

      Pertumbuhan Ekonomi

      Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
      dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
      USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
      dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
      Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
      pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
      triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
      Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
      mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.


                       8

                       6                     5,31          5,05         5,03         5,11

                               3,7
                       4

                       2

                       0
                              2021           2022         2023          2024         2025

                                           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)

                   Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
                                       Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.


      Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
      2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
      atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
      demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
      Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
      2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batubara dan lignit
      berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
      triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
      lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
      hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
      turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
      pelemahan harga nikel global.



Halaman 30                                                        00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 32
                                                      1200,0                                                                                                                                07%
                                                                                                                                   06%

                                                                                                                                                                                            06%



             PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
                                                      1000,0
                                                                                                                                                        05%
                                                                                                           04%                                                                              05%
                                                                                        04%
                                                       800,0
                          (Triliun Rupiah)                                                                                                                                                  04%

                                                       600,0                                                                                                                                03%

                                                                                                                                                                                            02%
                                                       400,0
                                                                                                                                                                                            01%
                                                       200,0
                                                                                                                                                                           -0,66%           00%

                                                                              -                                                                                                             -01%
                                                                                        2021               2022                    2023                2024                2025


                                                       Pertambangan Minyak dan Gas Bumi                                                     Pertambangan Batubara dan Lignit
                                                       Pertambangan Biji Logam,                                                             Pertambangan dan Penggalian Lainnya
                                                       Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian


       Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
                                                                                                   Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
     Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
     usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
     di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
     perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.


                                                                              40.000                                                                                           8,00

                                                                                                                                                                  34.386
                                                                                                                                                        31.903
                                                                                                                                              29.607                           7,00
                                                                              30.000                                               27.517
                                                                                                                          25.573
                                                       GDP (Triliun Rupiah)




                                                                                                           23.694
                                                                                                 22.139                                                                        6,00
                                                                                        20.892
                                                                              20.000
                                                                                                                                                                                      (%)




                                                                                                                                                                               5,00
                                                                                         5,05    5,03                                                    5,11      5,14
                                                                                                            4,86          4,94      4,96       4,96
                                                                              10.000
                                                                                                                                                                               4,00



                                                                                   -                                                                                           3,00
                                                                                         2023    2024      2025 F         2026 F   2027 F     2028 F    2029 F    2030 F

                                                                                                          GDP (Triliun)            Pertumbuhan Ekonomi (%)


                                                                                       Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                                        Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025


     Perkembangan inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
     IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
     sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
     adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
     pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen


Halaman 31                                                                                                                           00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 33
     sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92 persen. „
     Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen; dengan inflasi
     m-to-m sebesar 0,20 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38 persen. 62,512,45% atau naik
     dibandingkan prediksi bulan April 2025 sebesar          yang menandakan bahwa kondisi
     perekonomian masih bergerak stabil.


                         3,50%
                                              2,92%
                         3,00%                          2,51%      2,50%    2,52%               2,52%
                         2,50%                                                        2,19%

                         2,00%
               Inflasi




                                    1,57%
                         1,50%
                         1,00%
                         0,50%
                         0,00%
                                    2024E     2025E     2026F      2027F    2028F     2029F     2030F

                                                         Proyeksi Inflasi

                           Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                 Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

     Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
     melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
     mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
     mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
     Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
     dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
     USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
     Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.




                             Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
                                                Sumber: Bank Indonesia, 2025


     Suku Bunga

     Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
     sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility

Halaman 32                                                          00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 34
     sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
     stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
     meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
     kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
     berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
     periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
     tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
     kenaikan menjadi 8,97%

     Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                               Bank Persero                                      2020       2021           2022           2023       2024        2025
      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                         8,77        8,34           8,29         8,93        8,67            8,12
      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                           8,87        8,49           8,72         9,41        9,21            8,44
      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                           10,56      10,14            9,65         9,27        9,09            8,97
     Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah


     Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan

     Cadangan Mineral dan Batubara di Indonesia

     Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
     tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
     dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
     cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
     logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
     3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.


        7.000                                                                                                                                 6.431
                                                                                          5.914
        6.000

        5.000

        4.000              3.461
                                                                                                                 3.215
                                      2.865                                                                                         2.858
        3.000
                                                1.967
        2.000
                                                           1.209        1.049
        1.000     61                    552,3                                                        648
                                                   437,1
                                                              208,2              136         62,0       224,1              114         21,3
                 0,0002      0,0034                                        0,8                                      0,0                          1,4
                                                                                   58,8                                       2,8
             -
                 Emas        Emas     Bauksit Besi LateritBesi Primer    Kobal   Mangan    Nikel    Pasir Besi    Perak    Seng     Tembaga    Timah
                 Aluvial    Primer


                                       Cadangan Bijih (Juta Ton)                   Cadangan Logam (Juta Ton)

                           Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton)
                                                 Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
     memproduksi sebanyak 836 juta ton batubara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
     sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari
     batubara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batubara Indonesia saat ini mencapa 97.960 juta
     ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batubara kalori rendah; 16% atau 15.526 juta ton
     kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar di 23
     provinsi dan 1.660 titik.


Halaman 33                                                                           00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 35
                                                                                                                                                    97.960
                                                          100.000




                      Cadangan Batubara 2024 (Juta Ton)
                                                           80.000
                                                                           67.333

                                                           60.000



                                                           40.000



                                                           20.000                                  15.526                  15.101



                                                                -
                                                                    Batubara Kalori Rendah Batubara Kalori Sedang   Batubara Kalori Tinggi   Total Cadangan Tahun
                                                                                                                                                     2024


                                                           Grafik 8. Cadangan Batubara Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton)
                                                                               Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Produksi batubara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
     836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
     kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
     tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
     ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
     sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
     sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batubara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
     2024. Batubara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN pada
     tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam, panas
     bumi, air dan sumber energi lainnya.



                                                                                                                                                         836,13
                   Batubara (juta ton)
                                                                                                                                                    775,00


                                                                                         176,08
                                 Nikel (ribu ton)
                                                                                     126,72


                                                                           19,44
                      Timah (ribu ton)
                                                                             50,67


                                                                            25,75
             Emas dan Perak (juta ton)
                                                                           14,24

                                                                    0,00    100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00

                                                                                               2024      2023


                                                            Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024
                                                                                    Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Pada tahun 2024 produksi batubara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
     ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
     batubara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batubara. Sedangkan produksi
     emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi
     dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
     sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.




Halaman 34                                                                                                      00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 36
                                        1200
                                                      938                      934




                          Jumlah Izin
                                         800                                           635


                                         400


                                           0
                                                       Batubara                  Mineral

                                          IUP/IUPPK/KK/IPR        IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data

                   Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
     usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
     7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan capaian
     reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
     dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.

                                                                                                26.538
                 27.000

                 22.000

                 17.000
                                                                    11.084
                 12.000                 9.694         9.344
                                                                                     7.921
                  7.000
                                        7.000         7.025          7.050           7.075      7.100
                  2.000
                                        2020          2021           2022            2023       2024

                                                     Capaian reklamasi           Target

                   Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024



     Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batubara

     Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
     2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
     naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
     USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
     75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
     Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
     Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
     naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batubara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
     dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.




Halaman 35                                                               00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 37
                   Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral

     Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
     jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
     USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
     sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
     mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
     kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
     USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
     Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
     juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
     – Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.


                          6.000   5.542

                          5.000
                                                             4.096
                          4.000
               Juta USD




                                                                        3.177
                          3.000
                                                                                          2.048
                          2.000
                                                                       1.062                             1.551
                                                             848                                         1.365
                                   764                                                    655
                          1.000
                                                                        250
                                  198                                                      163,5          212
                              -    …                                     104             64,2              89
                                   2020   2021     2022      2023      2024              Jan-gus   Jan - Agus
                                                                                          2024       2025

                                           Nikel      Emas           Tembaga     Perak


                             Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
     ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
     penurunan harga acuan batubara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
     USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batubara juga berlanjut sampai


Halaman 36                                                           00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 38
     dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
     menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
     batubara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.


                        100000,0
                          90000,0
                          80000,0
                          70000,0                                46.765
                          60000,0
             Juta USD




                          50000,0                                           34.592
                                                                                      30.490
                          40000,0                     26.533
                          30000,0                                                                        20.132
                                             14.534                                                                15.906
                          20000,0
                          10000,0
                                     -
                                             2020        2021     2022      2023      2024                Jan -    Jan -
                                                                                                       Agus 2024Agus 2025

                         Batubara            Batubara Kadar Menegah        Batubara Kadar Tinggi    Total Ekspor Batubara

                           Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
                                                                 Sumber: BPS, 2025


     Nilai Impor Mesin dan Alat Berat

     Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
     yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
     2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
     2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
     impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
     market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
     Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
     kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
     mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
     dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.


                                   3.000                        2.660                                                1
                                   2.500                                                                             1
                                                                             2.039          1.923                    1
                                   2.000         1.635          63%                                                  1
                        Juta USD




                                                                                                         1.459
                                   1.500                                                                             0
                                   1.000                                                                             0
                                                                                             -6%                     -
                                    500                                                                              (0)
                                                                              -23%
                                         -                                                                           (0)
                                                 2021           2022         2023           2024       Juli 2025

                                                                   Impor           Growth

                                         Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
                                                             Sumber: BPS, 2025




Halaman 37                                                                      00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 39
     Perkembangan Pasar Global

     Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
     Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
     terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batubara
     mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
     51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
     59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
     mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
     2025. Harga acuan batubara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
     penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
     104,50/ton pada 10 Oktober 2025.




         Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global
                               Sumber: S&P Capital IQ, 2025

     Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
     CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
     kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
     Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
     atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
     dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batubara negara maju
     diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
     yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batubara
     negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batubara masih menjadi
     sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
     dihasilkan dari batubara meencapai 50.618 Twh.




Halaman 38                                            00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 40
               5.000                                  4.729                          4.624
                                                                     4.524
                                       4.046
               4.000     3.681

               3.000

               2.000
                             946,3        1.036,4        1.000,4             880,9       832,7
               1.000

                   -
                            2020         2021           2022            2023           2024
                                         Emas (ton)    Batubara (juta ton)

              Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 - 2024
                                    Sumber: KJPP FDI, diolah

      Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat

      Batubara saat ini masih menjadi salah satu sumber energi utama global. Walaupun kedepan
      penggunaan sumber energi terbarukan atau transisi energi menjadi tujuan utama seluruh negara
      dunia, tingginya akan penggunaan dan ketergantungan batubara masih akan berdampak
      kepada demand batubara global yang masih akan tinggi walaupun perlahan cenderung
      melemah. Sektor pertambangan lain seperti perak, tembaga, emas, dan nikel cenderung
      mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan ini akan berdampak pada ekspansi industri di sektor
      pertambangan. Prospek industri United Tractors (UT) ke depan menghadapi tantangan akibat
      penurunan harga dan ekspor batubara, namun outlook jangka panjang tetap solid berkat
      diversifikasi ke sektor logam bernilai tinggi yang produksinya meningkat dan harganya naik
      signifikan. Kenaikan harga emas dan perak memperkuat potensi pendapatan lini tambang UT,
      sementara sektor alat berat masih mendapat dukungan dari proyek konstruksi dan infrastruktur
      domestik. Dengan strategi diversifikasi dan pergeseran fokus dari batubara ke mineral strategis,
      UT berpeluang tetap kuat dan adaptif menghadapi perubahan tren energi dan dinamika pasar
      global.

3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

      Analisa Operasional

      Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
      Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
      dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:

      Mesin Konstruksi

      Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu PT United Tractors Tbk
      serta anak usahanya yaitu UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu Engineering
      (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada penjualan
      alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan, perkebunan,
      konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.




Halaman 39                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 41
     Tabel 16. Mesin Konstruksi
                      Mesin Konstruksi                  2020     2021    2022    2023   2024   2025
      Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit)               1.564    3.088   5.753   5270   4420   4515
      Penjualan UD Trucks (Unit)                          224     375     429     272    234    155
      Penjualan Scania (Unit)                             217     545     233     715    436    466
      Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
                                                             6      8      10      12     12     11
      (triliun Rupiah)
      Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
                                                            13     23      36      37     37     36
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
     berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
     2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
     perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
     mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

     Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
     penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
     tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
     turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
     Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
     bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
     penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.

     Kontraktor Penambangan

     Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
     desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
     infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
     pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.

     Tabel 17. Kontraktor Penambangan
                  Kontraktor Penambangan                2020     2021    2022    2023   2024   2025
      Produksi Batu Bara (juta ton)                       115     116     116     129    148    148
      Volume Pemindahan Tanah (juta bcm)                  825     852     954    1158   1217   1100
      Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
                                                            29     33      47      54     58     54
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
     beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
     tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
     konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
     removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.

     Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
     Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
     dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
     sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
     peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor


Halaman 40                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 42
     penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
     dibandingkan tahun 2023.

     Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
     pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
     produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
     stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
     oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
     dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
     tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.

     Pertambangan

     Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
     dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
     pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
     Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
     PT Sumbawa Jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
     bisnis ini.

     Tabel 18. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
             Batu Bara Termal dan Metalurgi            2020     2021    2022     2023     2024     2025
      Volume Penjualan Baru Bara (juta ton)                9       9       10       12        13       15
      Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
                                                            9     14       31       30        26       24
      Bara (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
     penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
     Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
     tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
     sebesar 30 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
     batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
     meningkat,      Nilai   penjualan    bersih   grup    perusahaan     mengalami     penurunan.

     Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
     15 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
     tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
     harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
     mengalami peningkatan.

     Tabel 19. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
                Emas dan Mineral Lainnya               2020     2021    2022     2023     2024     2025
      Penjualan Setara Emas (ribu ons)                   320     330      286      175      232      277
      Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
                                                            7      8         8        5       10       14
      Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
     mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
     2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan


Halaman 41                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 43
     bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 9,9 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
     90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
     menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.

     Segmen Lainnya

     Segmen usaha lainnya terdiri dari usaha konstruksi dan energi. Segmen ini dijalankan oleh PT
     Acset Indonusa Tbk dan EPN dimana EPN berjalan sebagai perusahaan induk dalam
     pengembangan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. EPN sebagai anak usaha UNTR
     mendirikan perusahaan patungan PT Jabar Environmental Solutions untuk membangun
     pembangkit listrik tenaga sampah di Jawa Barat.

     Prospek Perusahaan

     Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
     kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
     Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
     cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
     3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
     tahun 2024 produksi batubara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
     dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batubara terkoreksi hingga 29,6% (yoy),
     harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%, 59,2%,
     dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada sektor
     logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan
     nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan tembaga
     juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi industri
     pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.

     Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis di tengah pelemahan
     pasar batubara global. Penurunan permintaan dan harga batubara akibat berkurangnya
     konsumsi global terutama di Amerika, Eropa serta meningkatnya penetrasi energi terbarukan
     menekan ekspor dan margin kontraktor tambang seperti PAMA. Meski demikian, tingginya
     ketergantungan domestik terhadap batubara untuk kebutuhan listrik dan pembangunan PLTU
     baru masih membuka peluang penjualan di pasar dalam negeri.

     Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
     memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
     pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
     Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
     berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
     konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
     jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
     baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
     Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
     memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
     perubahan arah pasar global.

3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi

     Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilaksanakan dengan
     mempertimbangkan kebutuhan pendanaan pada JES dalam rangka memenuhi persyaratan

Halaman 42                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 44
      penempatan dana pada rekening tertentu untuk pengembangan Proyek sebagaimana
      dipersyaratkan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik. Pemenuhan persyaratan tersebut
      merupakan bagian dari kewajiban kontraktual JES guna mendukung pelaksanaan dan
      keberlangsungan proyek sesuai ketentuan dalam perjanjian dimaksud.

3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

      Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
      beberapa aspek.

      Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:
      1. Memperoleh tingkat pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dengan
         tingkat bunga pasar.
      2. Potensi peningkatan nilai perusahaan yang berkelanjutan di tingkat grup karena kepemilikan
         tidak langsung Perseroan pada JES melalui anak usahanya yaitu EPN.
      3. Diversifikasi sumber daya perusahaan ke aset keuangan lain berupa piutang non usaha.

      Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:
      1. Opportunity Cost yang timbul akibat pinjaman yang diberikan kepada JES.
      2. Eksposur terhadap risiko gagal bayar atas pinjaman yang diberikan kepada JES.

3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

      Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
      Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2020 sampai 31 Desember
      2025 disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 20. Leverage PT United Tractors Tbk – Historis
                                              2020      2021        2022     2023        2024      2025
                       Leverage
                                             Audited   Audited     Audited   Audited    Audited   Audited
       Debt to Equity Ratio                    0,20X     0,13X      0,03X     0,22X       0,21X     0,18X
       Long Term Debt to Equity Ratio          0,13X     0,04X      0,01X     0,21X       0,16X     0,07X
       Debt to Assets Ratio                    0,13X     0,08X      0,02X     0,12X       0,12X     0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
      pinjaman yang diberikan kepada PT Jabar Environmental Solutions bersumber dari dana internal
      kas perusahaan. dengan begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan
      secara signifikan dilihat dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to
      Assets. Leverage perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 21. Leverage PT United Tractors Tbk – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                         Dampak Leverage                      Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi
        Debt to Equity Ratio                                          0,183418X                 0,183417X
        Long Term Debt to Equity Ratio                                0,070903X                 0,070902X
        Debt to Assets Ratio                                          0,106493X                 0,106491X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 43                                                   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 45
     Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
     klasifikasi industri dengan PT United Tractors Tbk. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
     menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
     pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
     Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
     kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

     Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 22. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                              Pertumbuhan   Pertumbuhan                 Margin      Total   Pangsa
             Perusahaan            Industri
                                               Pendapatan       Laba                  Laba Bersih   Aset     Pasar
      PT Alamtri Resources
                                       √                               √                             √        √
      Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
      PT Baramulti Suksessarana
                                       √          √                    √                  √
      Tbk (IDX:BSSR)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                       √          √                                                  √        √
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam Tbk
                                       √          √                                                  √        √
      (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika
                                       √          √                                       √          √        √
      Sentosa Tbk (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines
                                       √          √                    √                  √                   √
      Tbk (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya
                                       √                               √                  √          √        √
      Megah Tbk (IDX:ITMG)
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
     Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 23. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                                                  Dec        Dec            Dec           Dec        Dec      Sep
                Debt to Equity Ratio
                                                 2020       2021           2022          2023       2024     2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                   0,38      0,36           0,24           0,19      0,11     0,14
      (IDX:ADRO)
      PT Baramulti Suksessarana Tbk
                                                   0,05      0,06           0,04           0,02      0,01     0,00
      (IDX:BSSR)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                                   0,47            -              -        0,20      0,15           -
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam Tbk
                                                   0,06      0,04           0,05           0,06      0,10     0,20
      (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                   0,46      0,36           0,54           0,47      0,63     0,67
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                   0,43      0,36           0,24           0,38      0,43     0,24
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                   0,08      0,04           0,03           0,03      0,04     0,05
      (IDX:ITMG)
      Average                                      0,28      0,18           0,16           0,19      0,21     0,19
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.




Halaman 44                                                   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 46
     Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,16
     sampai 0,28. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
     lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.

     Tabel 24. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                                               Dec      Dec        Dec        Dec     Dec       Sep
                Debt to Asset Ratio
                                              2020     2021       2022       2023    2024      2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                               0,24      0,21      0,15       0,14     0,09      0,11
      (IDX:ADRO)
      PT Baramulti Suksessarana Tbk
                                               0,04      0,03      0,02       0,01     0,01      0,00
      (IDX:BSSR)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                               0,25           -          -    0,12     0,10           -
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam Tbk
                                               0,04      0,03      0,03       0,03     0,05      0,09
      (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                               0,25      0,21      0,25       0,26     0,33      0,34
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                               0,18      0,14      0,12       0,19     0,23      0,14
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                               0,06      0,03      0,02       0,02     0,03      0,04
      (IDX:ITMG)
      Average                                  0,15      0,09      0,08       0,11     0,12      0,10
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,08
     sampai 0,15.

     Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,183 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,16 sampai 0,28. Hal ini menunjukan
     bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
     leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.

     Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,106 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,08 sampai 0,15. Hal ini menunjukan
     Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke JES tidak secara signifikan berdampak
     pada leverage perusahaan yang dilihat dari proksi debt to assets.

3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

     Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
     rasio likuiditas perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
     digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
     rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan JES serta hal-hal lain yang dapat
     mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.

     Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
     setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:




Halaman 45                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 47
     Tabel 25. Rasio Likuiditas Perseroan
             Rasio Likuiditas          Sebelum Transaksi      Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
      Current Ratio                                   1,36                 1,35                   0,003
      Quick Ratio                                     1,04                 1,04                   0,003
      Cash Ratio                                      0,50                 0,50                   0,003
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rencana Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
     signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya sebesar
     0,63% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
     dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.

     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, mempertimbangkan JES yang
     statusnya saat ini belum melakukan kegiatan operasional, kemampuan melunasi pinjaman saat
     jatuh tempo dapat dilihat dari opsi-opsi pemenuhan kebutuhan dana yang dapat dijalankan oleh
     JES dalam rangka pelunasan pinjaman. Sebagai perusahaan patungan atau Joint Ventures yang
     saat ini belum beroperasi, JES dapat memenuhi kebutuhan dana lewat berbagai skema
     pendanaan diantaranya:
     • Penyetoran modal dari para sponsor
     • Pinjaman dari para sponsor
     Kemampuan melunasi pinjaman dengan status operasional perusahaan saat ini dapat ditopang
     dari komitmen para sponsor dalam mendukung pengembangan perusahaan dan proyek-proyek
     JES kedepan.

3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

     Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan JES tidak dapat dilunasi atau
     mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh JES akan menghilangkan potensi
     pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
     pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
     perolehan kas perusahaan.

     Tabel 26. Analisis Cash Management
                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                           Analisis Cash Management                               31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas Perseroan                                                           26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                                   167.820
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                          0,63%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
     kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 0,63% sehingga dampak yang
     timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan secara
     keseluruhan.




Halaman 46                                                   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 48
3.2   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

3.2.1 Kinerja Historis

      Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
      perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
      ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
      kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.

      Kinerja Historis PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         Perseroan periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.

         Laporan Posisi Keuangan

         Tabel 27. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember
         2025
                                                                           (dalam miliar Rupiah)
                                       Audited      Audited    Audited   Audited   Audited   Audited
           Laporan Posisi Keuangan       Des          Des        Des       Des       Des       Des
                                        2020         2021       2022      2023      2024      2025
           Aset
           Aset Lancar
           Kas dan Setara Kas           20.499       33.322     38.282    18.597    25.093    26.571
           Piutang Usaha
           Pihak Ketiga                  9.692       11.640     17.118    18.953    18.918    18.560
           Pihak Berelasi                  332          512        515     1.321     1.071     1.358
           Piutang Non Usaha
           Pihak Ketiga                    847          904      1.042       833       780       493
           Pihak Berelasi                1.135          964        973     1.208     1.383     1.203
           Persediaan                    8.002        9.454     15.390    17.184    16.994    16.730
           Proyek dalam Pelaksanaan          0            0          0         0       159        29
           Pihak Ketiga                     49           59         37       111         0         0
           Pihak Berelasi                    0            0          0                   0         0
           Pajak Dibayar Dimuka
           Pajak Penghasilan Badan       1.152        1.145        806       910       782     1.654
           Pajak Lain-lain               1.511        1.753      3.412     2.197     2.939     3.644
           Uang Muka dan Biaya
                                           890          775      1.256     1.103     1.470     1.543
           Dibayar Dimuka
           Aset Lancar Lain-lain            87           77         99       249       391       357
           Total Aset Lancar            44.196       60.604     78.930    62.667    69.979    72.141




Halaman 47                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 49
                                    Audited   Audited    Audited   Audited   Audited   Audited
         Laporan Posisi Keuangan      Des       Des        Des       Des       Des       Des
                                     2020      2021       2022      2023      2024      2025
         Aset Tidak Lancar
         Kas dan deposito
         berjangka yang dibatasi      1.063       776        519       561       629       788
         penggunaannya
         Piutang usaha
         Pihak Ketiga                   108        56          0       108       477       453
         Pihak Berelasi                   6         0                   17        18        19
         Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                   430       385        458       312       180        88
         Pihak Berelasi               1.665     2.087      2.811     2.868     3.407     3.104
         Persediaan                     195       206        255        82        99       106
         Pajak dibayar dimuka
         Pajak Penghasilan Badan         35        19          9        76       792     1.447
         Pajak Lain-lain                197       222        266     1.732     1.913     1.650
         Uang muka dan biaya
                                        190       109        569     1.299       428       794
         dibayar dimuka
         Investasi pada entitas
         asosiasi Investments in
                                      1.375     2.517      5.146    14.853    17.822    17.224
         associates dan ventura
         bersama
         Investasi jangka panjang       625       764      1.114     1.243     1.376     3.176
         Aset tetap                  24.319    20.457     23.678    36.002    40.952    45.297
         Properti pertambangan       12.960    11.925     11.905    17.846    15.712    14.809
         Properti investasi             217       222        222       228       216       244
         Beban eksplorasi dan
                                      1.913     2.162      2.389     2.374     2.494     2.769
         pengembangan tangguhan
         Aset tambang berproduksi     4.713     4.456      4.836     4.489     4.216     3.958
         Beban tangguhan              1.269       917      1.715     1.449     1.301     1.169
         Aset pajak tangguhan         1.819     2.250      2.981     3.537     4.021     4.891
         Goodwill                     2.505     2.428      2.676     2.287     3.448     3.511
         Total Aset Tidak Lancar     55.605    51.957     61.548    91.361    99.501   105.496
         Total Aset                  99.801   112.561    140.478   154.028   169.481   177.637


         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang usaha
         Pihak Ketiga                10.088    14.299     24.591    28.883    28.749    29.095
         Pihak Berelasi                 185       219        258       228       236       214
         Utang non-usaha
         Pihak Ketiga                   446       389        508       604       863     1.133
         Pihak Berelasi                  37        51         76        52        70        88
         Utang pajak
         Pajak Penghasilan Badan        199     1.868      2.940     2.390     1.042       826
         Pajak Lain-lain                308       378        642       779       478       585
         Akrual                       3.829     5.188      8.856     6.569     6.787     6.693
         Uang muka pelanggan



Halaman 48                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 50
                                      Audited   Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
         Laporan Posisi Keuangan        Des       Des        Des        Des        Des        Des
                                       2020      2021       2022       2023       2024       2025
         Pihak Ketiga                     472       774        784        691      1.004        857
         Pihak Berelasi                    58        11        111         53         46         44
         Pendapatan tangguhan             414       440        600        705        972      1.021
         Liabilitas imbalan kerja         603       633        658        791        852      1.054
         Pinjaman bank jangka
                                          696       175      1.029        294        402        560
         pendek
         Bagian jangka pendek dari
         utang jangka panjang
         Pinjaman Bank                  2.468     5.351                     8      2.294      9.683
         Liabilitas Sewa                  828       651        940        989        907        801
         Pinjaman Lain-lain                53        29         19          3        600        560
         Pinjaman bank jangka
         pendek dari Liabilitas
                                          260        32         29                     0          0
         Keuangan Jangka Panjang
         Lain-lain
         Total Liabilitas Jangka
                                       20.944    30.489     42.037     43.038     45.303     53.213
         Pendek


         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas pajak tangguhan     3.257     3.165      3.241      4.462      4.022      3.768
         Provisi rehabilitasi,
         reklamasi, dan penutupan         612       634        794        865      1.029      1.155
         tambang
         Liabilitas imbalan kerja       3.155     3.316      3.708      4.047      4.989      5.498
         Utang jangka panjang,
         setelah dikurangi bagian
         jangka pendek
         Pinjaman Bank                  7.758     2.497          0     16.573     14.862      6.055
         Liabilitas Sewa                  627       462        897        842        758        976
         Pinjaman Lain-lain                51        22        117        165        343        282
         Liabilitas keuangan jangka
                                          250       154        169          0          0      3.555
         panjang lain-lain
         Total Liabilitas Jangka
                                       15.710    10.249      8.927     26.954     26.003     21.288
         Panjang
         Total Liabilitas              36.654    40.739     50.964     69.993     71.305     74.501


         Ekuitas
         Ekuitas yang diatribusikan
         kepada entitas induk
         Modal Disetor                    933       933        933        933        933        933
         Tambahan Modal Disetor         9.704     9.704      9.704      9.704      9.704      9.704
         Saham Tresuri                      0         0     (3.191)    (3.191)    (3.191)    (4.902)
         Saldo Laba
         Dicadangkan                      187       187        187        187        187        187
         Belum Dicadangkan             49.306    56.487     71.137     66.685     77.976     85.548
         Selisih kurs dari
         penjabaran Laporan             2.187     2.712      5.962      5.188      7.399      9.227
         keuangan



Halaman 49                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 51
                                        Audited    Audited    Audited    Audited   Audited     Audited
         Laporan Posisi Keuangan          Des        Des        Des        Des       Des         Des
                                         2020       2021       2022       2023      2024        2025
         Cadangan lindung nilai          (1.660)     (818)        612        549       745      (2.065)
         Cadangan penyesuaian
                                             19         20         20         20        19          19
         nilai wajar aset tetap
         Transaksi dengan
         Kepentingan                      (389)      (664)       (664)     (824)     (824)       (876)
         Nonpengendali
         Total Ekuitas yang
         diatribusikan kepada            60.286     68.560     84.698     79.251    92.947      97.774
         entitas induk
         Kepentingan
                                          2.861      3.263      4.816      4.785     5.228       5.363
         Nonpengandali


         Total Ekuitas                   63.147     71.823     89.514     84.036    98.175     103.136
         Total Liabilitas dan Ekuitas    99.801    112.561    140.478    154.028   169.481     177.637
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        10,30%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar Rp44.196. Pada tahun 2021 aset lancar
        mengalami peningkatan sebesar 37,13% secara year on year atau tercatat sebesar Rp60.604
        miliar. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp78.930 miliar. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami
        penurunan sebesar negatif 20,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar.
        Pada tahun 2024 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 11,67% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau tercatat sebesar Rp72.141miliar.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
        sebesar 13,66%. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp55.605 miliar. Pada
        tahun 2021 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar negatif 6,56% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 18,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada
        Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 48,44% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada tahun 2024 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 6,02% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.

        Total Aset

        Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
        rata CAGR sebesar 12,22%. Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar Rp99.801 miliar.


Halaman 50                                                   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 52
        Pada tahun 2021 total aset mengalami peningkatan sebesar 12,79% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp112.561 miliar. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan
        sebesar 24,80% secara year on year atau tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023
        total aset mengalami peningkatan sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024 total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset
        mengalami peningkatan sebesar 4,81% secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637
        miliar.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 20,50%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp20.944
        miliar. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 45,58%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp30.489 miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka
        pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        2,38% secara year on year atau tercatat sebesar Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas
        jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 5,26% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025 liabiitas jangka pendek mengalami
        peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp53.213 miliar.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 6,27%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp15.710
        miliar. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar negatif
        34,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.249 miliar. Pada tahun 2022 liabilitas
        jangka panjang mengalami penurunan sebesar negatif 12,90% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami
        peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.954 miliar. Pada
        tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar negatif 3,53% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025 liabiitas jangka
        panjang mengalami penurunan sebesar negatif 18,13% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp21.288 miliar.

        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
        CAGR sebesar 15,24%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar Rp36.654 miliar. Pada
        tahun 2021 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 11,14% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan
        sebesar 25,10% secara year on year atau tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023
        total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar
        1,88% secara year on year atau tercatat sebesar Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total
        liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp74.501 miliar.

Halaman 51                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 53
        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        10,31%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar Rp63.147 miliar. Pada tahun 2021
        total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13,74% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas
        mengalami penurunan sebesar negatif 6,12% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 16,83%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta Pada tahun 2025 total ekuitas
        mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year atau tercatat sebesar Rp103.136
        miliar.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 28. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                   Audited     Audited     Audited     Audited      Audited     Audited
             Laporan Laba Rugi
                                   Des 2020    Des 2021    Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
         Pendapatan bersih          60.347      79.461     123.607     128.583      134.427     131.301
         Beban pokok
                                   (47.357)    (59.796)    (88.849)    (92.797)    (100.595)   (101.597)
         pendapatan
         Laba bruto                 12.989      19.665      34.759      35.786       33.832      29.704
         Beban penjualan             (1.342)     (1.126)     (1.065)     (1.321)     (1.056)     (1.598)
         Beban umum dan
                                     (3.353)     (3.664)     (4.561)     (4.742)     (5.594)     (6.040)
         administrasi
         Beban lain-lain, bersih      (824)       (980)       (561)       (885)        (421)       (256)
         Penghasilan keuangan           759         872         998       1.127       1.150       1.244
         Biaya keuangan              (1.540)      (754)       (760)      (1.879)     (2.651)     (2.626)
         Bagian atas laba bersih
         entitas asosiasi dan           323         449         636         635         637        (246)
         ventura bersama
         Laba sebelum pajak
                                      7.011     14.462      29.446      28.720       25.897      20.182
         penghasilan
         Beban pajak
                                     (1.379)     (3.854)     (6.452)     (6.590)     (5.779)     (5.005)
         penghasilan
         Laba tahun berjalan          5.632     10.608      22.994      22.130       20.119      15.177
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 16,82%. Pada tahun 2020 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp60.347 miliar. Pada
        tahun 2021 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 31,67% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada tahun 2022 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar 55,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada
        Tahun 2023 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 4,03% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada tahun 2024 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on year atau tercatat sebesar Rp134.427


Halaman 52                                                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 54
        miliar. Serta Pada tahun 2025 pendapatan bersih mengalami penurunan sebesar negatif
        2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301 miliar.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        17,99%. Pada tahun 2020 laba bruto tercatat sebesar Rp12.989 miliar. Pada tahun 2021 laba
        bruto mengalami peningkatan sebesar 51,39% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp34.759 miliar. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami
        peningkatan sebesar 2,96% secara year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada
        tahun 2024 laba bruto mengalami penurunan sebesar negatif 5,46% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan
        sebesar negatif 12,20% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.704 miliar.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2020
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 23,55%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp7.011 miliar. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 106,27% secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 103,61% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami penurunan sebesar negatif 2,46% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
        sebesar negatif 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897 miliar. Serta Pada
        tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar negatif 22,07%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 21,93%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp5.632 miliar.
        Pada tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 88,34% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp10.608 miliar. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan
        mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.994
        miliar. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar negatif 3,76%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130 miliar. Pada tahun 2024 laba tahun
        berjalan mengalami penurunan sebesar negatif 9,09% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba tahun berjalan mengalami penurunan
        sebesar negatif 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177 miliar.




Halaman 53                                             00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 55
        Laporan Arus Kas

        Tabel 29. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                     Audited       Audited        Audited       Audited       Audited       Audited
              Laporan Arus Kas         Des           Des            Des           Des           Des           Des
                                      2020          2021           2022          2023          2024          2024
         Arus kas dari aktivitas
         operasi
         Penerimaan dari
                                      68.716        77.191        118.488       125.717       134.591       130.663
         pelanggan
         Pembayaran kepada
                                     (39.741)      (43.653)       (70.639)      (79.769)      (83.213)      (84.052)
         pemasok dan lain-lain
         Pembayaran kepada
                                      (7.721)       (8.375)        (9.307)      (10.881)      (12.232)      (12.574)
         karyawan
         Kas yang dihasilkan dari
                                      21.254        25.163         38.542        35.068        39.146        34.037
         operasi
         Pembayaran biaya
                                      (1.342)         (753)          (724)       (2.098)       (2.758)       (2.558)
         keuangan
         Penerimaan bunga                706           747            822           952           978         1.112
         Pembayaran pajak
                                      (3.348)       (2.826)        (6.560)       (8.886)       (8.791)       (7.502)
         penghasilan badan
         Penerimaan dari kelebihan
         pembayaran pajak lain-        1.245           749            288         1.126         1.088         1.833
         lain
         Penerimaan dari kelebihan
         pembayaran pajak                 42           205            523           186           381           222
         penghasilan badan
         Arus kas bersih yang
         diperoleh dari aktivitas     18.557        23.285         32.892        26.347        30.045        27.143
         operasi


         Arus kas dari aktivitas
         investasi
         Perolehan aset tetap         (2.494)       (2.654)        (7.768)      (18.012)      (12.212)      (12.975)
         Perolehan properti
                                          (3)                -              -             -             -             -
         investasi
         Pembayaran beban
         eksplorasi dan                 (327)         (407)          (397)         (331)         (313)         (350)
         pengembangan tangguhan
         Pembayaran aset tambang
                                        (274)         (315)          (435)         (327)         (442)         (223)
         berproduksi
         Pembayaran beban
                                        (152)          (50)        (1.151)          (85)          (64)          (90)
         tangguhan
         Uang muka perolehan aset
                                        (110)          (79)          (686)         (476)         (719)         (552)
         tetap
         Uang Muka Perolehan
                                               -             -              -      (804)                -             -
         Saham
         Penambahan investasi
         pada entitas asosiasi dan        (0)           (0)          (264)       (9.377)       (1.464)         (207)
         ventura bersama
         Penambahan investasi
                                          (0)         (114)                 -             -             -    (1.500)
         jangka panjang
         Akuisisi entitas anak            (2)                                    (4.331)          (83)         (500)


Halaman 54                                                       00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 56
                                     Audited       Audited        Audited       Audited       Audited       Audited
              Laporan Arus Kas         Des           Des            Des           Des           Des           Des
                                      2020          2021           2022          2023          2024          2024
         Penerimaan dari penjualan
                                         345           280            341           143           420           456
         aset tetap
         Penerimaan dari penjualan
                                               -             -              -             -             -       564
         Entitas Anak
         Penambahan pinjaman
                                      (1.161)       (1.179)        (1.336)       (1.533)       (1.662)         (726)
         kepada pihak berelasi
         Penambahan pinjaman
                                       (434)         (492)           (503)         (430)         (338)         (111)
         kepada pihak ketiga
         Penerimaan dari pinjaman
                                       1.062         1.055            932         1.415         1.321         2.001
         kepada pihak berelasi
         Penerimaan dari pinjaman
                                         570           486            427           434           410           466
         kepada pihak ketiga
         Penarikan kas dan
         deposito yang dibatasi          285           272            317                 -             -             -
         penggunaannya
         Penerimaan dividen              101            39            124           273           943           302
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas    (2.594)       (3.159)       (10.401)      (33.440)      (14.203)      (13.446)
         investasi


         Arus kas dari aktivitas
         pendanaan
         Penerimaan pinjaman
                                       2.209           481            888           162         1.078         1.269
         bank jangka pendek
         Penerimaan pinjaman
                                               -             -              -    19.630         5.656         8.220
         bank jangka Panjang
         Pembayaran pinjaman
                                      (2.307)       (1.007)           (90)         (260)         (977)       (1.115)
         bank jangka pendek
         Pembayaran pinjaman
                                      (2.707)       (2.508)        (8.216)       (3.650)       (5.529)      (10.005)
         bank jangka panjang
         Pembayaran pokok
                                      (1.627)       (1.060)          (962)       (1.106)       (1.149)       (1.168)
         liabilitas sewa
         Penerimaan Pinjaman
                                               -             -        114            51         3.037         1.639
         Lain-lain
         Pembayaran pinjaman
                                         (74)          (53)           (29)          (19)       (3.164)       (1.742)
         lain-lain
         Penambahan modal dari
         kepentingan                     509                 -         18            37             2             9
         nonpengendali
         Penerimaan dari Pelepasan
         Kepentingan pada Entitas              -             -              -        15                 -             -
         Anak
         Pembayaran untuk akuisisi
         kepentingan
                                               -       (20)                 -       (51)                -             -
         nonpengendali pada
         entitas anak
         Pembayaran untuk
                                               -             -     (3.191)                -             -    (1.590)
         pembelian saham tresuri
         Pembayaran dividen
         kepada:
         Pemilik Entitas Induk        (3.639)       (3.013)        (6.365)      (25.001)       (8.118)       (7.446)



Halaman 55                                                       00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 57
                                      Audited     Audited     Audited    Audited    Audited    Audited
             Laporan Arus Kas           Des         Des         Des        Des        Des        Des
                                       2020        2021        2022       2023       2024       2024
         Kepentingan
                                          (198)     (239)        (819)    (2.038)     (304)       (542)
         Nonpengendali
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas     (7.834)     (7.420)    (18.653)   (12.230)    (9.468)   (12.470)
         pendanaan


         Kenaikan bersih kas dan
                                        8.129     12.706       3.837   (19.323)     6.374     1.228
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                       12.091     20.499      33.322     38.282    18.597    25.093
         awal tahun
         Dampak perubahan selisih
         kurs terhadap kas dan            279         117      1.123       (362)      122       251
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                       20.499     33.322      38.282     18.597    25.093    26.571
         akhir tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025


        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
        dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2020 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
        operasi menunjukkan tren peningkatan.

        Pada tahun 2020 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp18.557 miliar. Pada tahun
        2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun 2022 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada Tahun 2023 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari aktivitas
        operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Sepanjang periode 2020 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
        tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
        investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
        pihak berelasi.

        Pada tahun 2020 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp2.594 miliar. Pada tahun
        2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun 2022 arus
        kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada Tahun 2023 arus kas untuk
        aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk aktivitas
        investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus kas
        untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
        fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,



Halaman 56                                                   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 58
        pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
        pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.

        Pada tahun 2020 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.834 miliar. Pada
        tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada Tahun 2023
        arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024 arus
        kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
        setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
        pendanaan.

        Pada tahun 2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp8.129 miliar. Pada
        tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada tahun
        2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada Tahun 2023
        kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun 2024
        kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.

        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2020 hingga 30 Juni 2025,
        kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
        operasi, investasi, dan pendanaan.

        Pada tahun 2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar Rp20.499 miliar. Pada
        tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar sebesar
        Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
        peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada Tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
        mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
        akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
        miliar.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:




Halaman 57                                               00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 59
             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 30. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                  Laporan Posisi
                                     Des 2020      Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
                    Keuangan
              Total Aset Lancar        44,28%       53,84%     56,19%     40,69%     41,29%     40,61%
              Total Aset Tidak
                                       55,72%       46,16%     43,81%     59,31%     58,71%     59,39%
              Lancar
              Total Aset              100,00%      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Total Liabilitas
                                       20,99%       27,09%     29,92%     27,94%     26,73%     29,96%
              Jangka Pendek
              Total Liabilitas
                                       15,74%        9,11%      6,35%     17,50%     15,34%     11,98%
              Jangka Panjang
              Total Liabilitas         36,73%       36,19%     36,28%     45,44%     42,07%     41,94%
              Total Ekuitas            63,27%       63,81%     63,72%     54,56%     57,93%     58,06%
              Total Liabilitas dan
                                       100,00%     100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Ekuitas
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan periode 31 Desember 2024,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil dibandingkan dengan
             rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset. Pada periode 31
             Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset sebesar 40,61%, dan proporsi aset
             tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.

             Kemudian selama 31 Desember 2020 sampai dengan periode 31 Desember 2024, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih kecil dibandingkan dengan rata-
             rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset. Pada periode 31 Desember 2025
             proporsi total liabilitas terhadap total aset sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap
             total aset sebesar 58,06%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 31. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
               Laporan Laba Rugi     Des 2020      Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
              Pendapatan bersih       100,00%      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Laba bruto               21,52%       24,75%     28,12%     27,83%     25,17%     22,62%
              Laba sebelum pajak
                                       11,62%       18,20%     23,82%     22,34%     19,26%     15,37%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan          9,33%    13,35%     18,60%     17,21%     14,97%     11,56%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
             2024 adalah sebesar 24,48%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar



Halaman 58                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 60
             19,05%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 14,69%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 11,56%.

3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

      Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi mengikuti masa jatuh tempo pada
      perjanjian pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan antara Perseroan dan JES sampai
      dengan 31 Maret 2027. Proyeksi sebelum Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi
      kinerja perusahaan dengan asumsi business as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana
      Transaksi memberikan Gambaran dampak adanya Rencana Transaksi terhadap kinerja
      keuangan perusahaan ke depan.

      Tabel 32. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
          Posisi Keuangan         Q1 2026         Q2 2026          Q3 2026         Q4 2026         Q1 2027
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas      21.766.261      20.047.634       20.245.788      23.152.539      29.055.697
       Piutang Usaha           22.235.174      22.024.879       21.897.514      20.876.760      19.595.196
       Persediaan              16.966.315      16.971.119       17.710.019      16.476.234      14.846.011
       Uang Muka                  2.486.871       2.622.316        2.591.185       2.370.864       2.370.864
       Beban Dibayar
       Dimuka                 -               -                -               -               -
       Aset Lancar Lainnya     11.630.643      11.032.659       10.226.207      11.238.993      11.374.935


       Aset Tidak Lancar
       Piutang Kepada
       Pemegang Saham             2.211.776       2.211.776        2.266.648       2.266.648       2.266.648
       Investasi Pada Saham    20.492.351      20.626.148       20.710.684      20.798.797      20.922.811
       Aset Tetap              67.332.739      68.651.749       69.374.745      73.206.002      73.680.008
       Aset tambang           -               -                -               -               -
       Aset pajak tangguhan       4.679.831       4.693.621        4.723.900       4.753.482       4.794.328
       Biaya eksplorasi dan
       pengembangan               8.682.454       8.609.403        8.503.836       8.466.709       8.335.213
       Goodwill                   3.295.131       3.295.131        3.295.131       3.295.131       3.295.131
       Aset tidak lancar
       lainnya                    1.548.381       1.538.606        1.526.380       1.514.043       1.514.043


       Total Aset             183.327.927     182.325.041      183.072.037     188.416.202     192.050.885


       Liabilitas Lancar
       Utang usaha             24.719.721      23.860.864       22.886.943      23.107.295      23.591.673
       Beban Akrual               9.226.870       9.214.772        9.200.474       8.650.901       8.650.901
       Utang Pajak                2.740.539       1.976.858        2.570.476       2.906.447       2.906.447
       Liabilitas Jangka
       Pendek Lainnya          12.359.168      12.269.614       12.356.943      12.442.430      11.484.712


Halaman 59                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 61
         Posisi Keuangan            Q1 2026           Q2 2026            Q3 2026           Q4 2026           Q1 2027


      Liabilitas Tidak Lancar
      Liabilitas pajak
      tangguhan                     3.818.204         3.748.185          3.671.125         3.585.454         3.585.454
      Bagian Jangka
      Panjang Utang Bank         17.388.500        17.216.630         13.066.004        16.217.476        15.270.598
      Liabilitas Imbalan
      Kerja                         5.784.304         5.811.520          5.839.369         5.859.321         5.859.321
      Liabilitas Jangka
      Panjang Lainnya           -                 -                  -                 -                 -


      Total Liabilitas           76.037.306        74.098.443         69.591.334        72.769.324        71.349.106


      Ekuitas Diatribusikan
      Kepada Pemilik            101.667.106       102.551.657        107.700.664       109.777.536       114.717.326
      Kepentingan Non
      Pengendali                    5.623.514         5.674.941          5.780.037         5.869.342         5.984.452
      Total Ekuitas           107.290.620         108.226.598        113.480.701       115.646.878       120.701.778
      Total Liabilitas dan
      Ekuitas                 183.327.926         182.325.041        183.072.035       188.416.202       192.050.884
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


     Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum transaksi didasarkan atas proyeksi kinerja
     keuangan dalam operasional bisnis perusahaan saat ini atau business as it is. Pada proyeksi posisi
     keuangan sebelum Rencana Transaksi, kas dan setara kas sejak tanggal pendapat kewajaran
     sampai 31 Maert 2027 sebagai masa akhir proyeksi mengalami kenaikan sebesar 9,35%. Pada
     total aset sejak tanggal pendapat kewajaran hingga 31 Maret 2027 mengalami kenaikan sebesar
     8,11%. Pada pos total liabilitas sejak tanggal pendapat kewajaran hingga 31 Maret 2027,
     mengalami penurunan sebesar 4,23%. Pada total ekuitas, sejak tanggal pendapat kewajaran
     hingga 31 Maret 2027, terdapat kenaikan sebesar 17,03% yang didorong oleh kenaikan laba
     ditahan dari proyeksi kinerja keuangan perusahaan.

     Tabel 33. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
              Laba Rugi             Q1 2026           Q2 2026            Q3 2026           Q4 2026           Q1 2027
      Pendapatan                 33.115.679        36.200.754         35.680.328        33.205.911        37.677.294
      Harga Pokok
                                (26.428.190)      (27.998.106)       (27.068.962)      (25.450.633)      (29.264.403)
      Penjualan
      Laba Kotor                    6.687.489         8.202.648          8.611.366         7.755.278         8.412.891
      Beban Operasi              (1.814.224)       (1.712.504)        (1.804.849)       (1.734.331)       (1.884.975)
      Laba Operasi                  4.873.266         6.490.142          6.806.517         6.020.949         6.527.916
      Laba/(Rugi) Kurs                        0                 0                  0                 0        (213.449)
      Bunga                          (323.487)         (308.361)          (261.858)         (354.540)         (234.879)
      Pendapatan/(Beban)
                                       76.343            28.313             46.961            86.949            58.884
      Lain
      Laba Sebelum Pajak            4.626.122         6.210.094          6.591.621         5.753.357         6.138.475
      Pajak Penghasilan          (1.054.737)       (1.383.831)        (1.442.613)       (1.272.865)       (1.407.444)
      Laba Setelah Pajak            3.571.386         4.826.263          5.149.008         4.480.492         4.731.031
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan




Halaman 60                                                          00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 62
     Proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi menggambarkan kinerja business as it
     is selama masa proyeksi sampai 31 Maret 2027. Pendapatan 2025 mengalami kenaikan sebesar
     5,25% terhadap proyeksi pendapatan tahun 2026. Selanjutnya pertumbuhan proyeksi 2027
     (annualized) terhadap proyeksi 2026 mengalami kenaikan sebesar 9,04%. Pada pos laba setelah
     pajak, diproyeksikan pada periode 2026 mengalami kenaikan sebesar 21,71% terhadap laba
     setelah pajak tahun 2025. Pada periode 2027 (annualized), laba setelah pajak mengalami
     kenaikan sebesar 4,97% terhadap proyeksi 2026.

     Tabel 34. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
         Posisi Keuangan         Q1 2026        Q2 2026         Q3 2026        Q4 2026        Q1 2027
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas         21.601.261     19.882.634      20.080.788     22.987.539     29.067.097
      Piutang Usaha              22.235.174     22.024.879      21.897.514     20.876.760     19.595.196
      Persediaan                 16.966.315     16.971.119      17.710.019     16.476.234     14.846.011
      Uang Muka                   2.486.871      2.622.316       2.591.185      2.370.864      2.370.864
      Beban Dibayar
                                           -              -               -              -              -
      Dimuka
      Aset Lancar Lainnya        11.631.045     11.033.464      10.227.414     11.240.602     11.374.935


      Aset Tidak Lancar
      Piutang Kepada
                                  2.379.055      2.381.335       2.438.487      2.440.767      2.266.648
      Pemegang Saham
      Investasi Pada Saham       20.490.374     20.622.195      20.704.753     20.790.889     20.912.925
      Aset Tetap                 67.332.739     68.651.749      69.374.745     73.206.002     73.680.008
      Aset tambang                         -              -               -              -              -
      Aset pajak tangguhan        4.679.831      4.693.621       4.723.900      4.753.482      4.794.328
      Biaya eksplorasi dan
                                  8.682.454      8.609.403       8.503.836      8.466.709      8.335.213
      pengembangan
      Goodwill                    3.295.131      3.295.131       3.295.131      3.295.131      3.295.131
      Aset tidak lancar
                                  1.548.381      1.538.606       1.526.380      1.514.043      1.514.043
      lainnya


      Total Aset                183.328.631    182.326.452     183.074.152    188.419.022    192.052.399


      Liabilitas Lancar
      Utang usaha                24.719.721     23.860.864      22.886.943     23.107.295     23.591.673
      Beban Akrual                9.226.870      9.214.772       9.200.474      8.650.901      8.650.901
      Utang Pajak                 2.741.129      1.978.038       2.572.246      2.908.807      2.907.385
      Liabilitas Jangka
                                 12.359.168     12.269.614      12.356.943     12.442.430     11.484.712
      Pendek Lainnya


      Liabilitas Tidak Lancar
      Liabilitas pajak
                                  3.818.204      3.748.185       3.671.125      3.585.454      3.585.454
      tangguhan
      Bagian Jangka
                                 17.388.500     17.216.630      13.066.004     16.217.476     15.270.598
      Panjang Utang Bank
      Liabilitas Imbalan
                                  5.784.304      5.811.520       5.839.369      5.859.321      5.859.321
      Kerja




Halaman 61                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 63
         Posisi Keuangan        Q1 2026         Q2 2026         Q3 2026        Q4 2026        Q1 2027
      Liabilitas Jangka
                                           -              -               -              -              -
      Panjang Lainnya


      Total Liabilitas         76.037.896       74.099.623      69.593.104     72.771.684     71.350.044


      Ekuitas Diatribusikan
                              101.667.221      102.551.887     107.701.010    109.777.996    114.717.901
      Kepada Pemilik
      Kepentingan Non
                                5.623.514        5.674.941       5.780.037      5.869.342      5.984.452
      Pengendali
      Total Ekuitas           107.290.735      108.226.828     113.481.047    115.647.338    120.702.353
      Total Liabilitas dan
                              183.328.631      182.326.451     183.074.151    188.419.022    192.052.397
      Ekuitas
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan

     Proyeksi posisi keuangan setelah transaksi disusun sampai dengan 31 Maret 2027 dengan asumsi
     proyeksi setelah transaksi pinjam-meminjam dana kepada JES telah dilakukan per tanggal
     pendapat kewajaran. Pada proyeksi posisi keuangan pos kas dan setara kas, terdapat kenaikan
     sebesar 10,07% sejak tanggal pendapat kewajaran sampai akhir masa proyeksi 31 Maret 2027.
     Pada pos total asset, terdapat kenaikan sebesar 8,11% total asset sejak tanggal pendapat
     kewajaran sampai dengan 31 Maret 2027. Pada pos total liabilitas, terdapat penurunan sebesar
     4,22% sejak tanggal pendapat kewajaran sampai 31 Maret 2027. Pada pos total ekuitas, terdapat
     kenaikan sebesar 17,03% sejak tanggal pendapat kewajaran 31 Desember 2025 sampai akhir
     masa proyeksi 31 Maret 2027.

     Tabel 35. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
              Laba Rugi         Q1 2026         Q2 2026         Q3 2026        Q4 2026        Q1 2027
      Pendapatan               33.115.679       36.200.754      35.680.328     33.205.911     37.677.294
      Harga Pokok
                              (26.428.190)     (27.998.106)    (27.068.962)   (25.450.633)   (29.264.403)
      Penjualan
      Laba Kotor                6.687.489        8.202.648       8.611.366      7.755.278      8.412.891
      Beban Operasi            (1.814.224)      (1.712.504)     (1.804.849)    (1.734.331)    (1.884.975)
      Laba Operasi              4.873.266        6.490.142       6.806.517      6.020.949      6.527.916
      Laba/(Rugi) Kurs                     0              0               0              0     (213.449)
      Bunga                      (320.805)       (305.679)       (259.176)      (351.857)      (232.194)
      Pendapatan/(Beban)
                                   74.367           26.336          44.984         84.972         56.907
      Lain
      Laba Sebelum Pajak        4.626.827        6.210.799       6.592.326      5.754.062      6.139.180
      Pajak Penghasilan        (1.055.326)      (1.384.421)     (1.443.204)    (1.273.456)    (1.408.035)
      Laba Setelah Pajak        3.571.501        4.826.377       5.149.122      4.480.606      4.731.145
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


     Pada proyeksi laba rugi setelah Rencana Transaksi, proyeksi disusun berdasarkan aktivitas
     operasional perusahaan dan pengaruh Rencana Transaksi terhadap pos keuangan pada laba
     rugi perusahaan. Pada pos pendapatan, diproyeksi mengalami kenaikan sebesar 5,25% pada
     tahun proyeksi 2026 terhadap kinerja actual 2025. Selanjutnya pada tahun proyeksi 2027
     (annualized) diproyeksi terdapat kenaikan pendapatan sebesar 9,04% dari tahun proyeksi 2026.
     Pada pos laba setelah pajak, diproyeksikan terdapat kenaikan sebesar 21,72% pada tahun 2026
     dibandingkan pada periode 2025. Selanjutnya pada tahun proyeksi 2027 (annualized) terdapat
     proyeksi kenaikan sebesar 4,97% dari proyeksi laba bersih tahun 2026.


Halaman 62                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 64
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
      Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
      keuangan Perseroan.

      Tabel 36. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
             Rasio Keuangan         Des 2020   Des 2021    Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin           21,52%     24,75%      28,12%     27,83%     25,17%      22,62%
       Operating Profit Margin       13,74%     18,72%      23,57%     23,12%     20,22%      16,81%
       Net Profit Margin              9,33%     13,35%      18,60%     17,21%     14,97%      11,56%
       Return On Assets               5,64%      9,42%      16,37%     14,37%     11,87%       8,54%
       Return On Equity               8,92%     14,77%      25,69%     26,33%     20,49%      14,72%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                   2,11X      1,99X       1,88X      1,46X      1,54X       1,36X
       Quick Ratio                     1,73X      1,68X       1,51X      1,06X      1,17X       1,04X
       Cash Ratio                      0,98X      1,09X       0,91X      0,43X      0,55X       0,50X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio            0,20X      0,13X       0,03X      0,22X      0,21X       0,18X
       Debt to Assets Ratio            0,13X      0,08X       0,02X      0,12X      0,12X       0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
      operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
      perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Gross Profit Margin (GPM)

         Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
         bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
         perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2020
         hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 25,48%, dan pada periode 31 Desember 2025
         tercatat sebesar 22,62%.

      2. Operating Profit Margin (OPM)

         Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
         menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
         rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
         Desember 2024 adalah sebesar 19,87%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 16,81%.

Halaman 63                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 65
     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 14,69%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 11,56%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 10,53%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 8,54%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
        periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 19,24%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,72%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
        selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 1,80 kali dan
        pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
        adalah sebesar 1,43 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
        adalah sebesar 0,79 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.




Halaman 64                                             00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 66
     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,16 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
        periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.

3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi

     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
     keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
     Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 37. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                    Audit                           Proforma
                          Keterangan                              Penyesuaian
                                                31 Des 2025                       31 Des 2025
      Aset
      Aset Lancar
         Kas dan setara kas                        26.570.772         (167.820)      26.402.952
         Piutang usaha
         -Pihak ketiga                             18.559.795                        18.559.795
         -Pihak berelasi                            1.357.868                         1.357.868
         Piutang non-usaha                                                                      -
         -Pihak ketiga                                492.811                           492.811
         -Pihak berelasi                            1.203.084            9.488        1.212.572
         Persediaan                                16.729.809                        16.729.809
         Proyek dalam pelaksanaan
         -Pihak ketiga                                 28.698                            28.698
         -Pihak berlasi                                                                         -
         Pajak dibayar dimuka                                                                   -
         -Pajak penghasilan                         1.653.543            1.674        1.655.217
         -Pajak lain-lain                           3.643.857                         3.643.857
         Uang muka dan biaya dibayar di muka        1.543.309                         1.543.309
         Investasi lain-lain                                                                    -
         Aset lancar lain-lain                        357.480                           357.480




Halaman 65                                            00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 67
                                                   Audit                        Proforma
                          Keterangan                           Penyesuaian
                                                31 Des 2025                    31 Des 2025
      Jumlah Aset Lancar                          72.141.026       (156.657)     71.984.369


      Aset Tidak Lancar
          Piutang usaha
          -Pihak ketiga                              453.411                        453.411
          -Pihak berelasi                             18.957                         18.957
          Piutang non-usaha                                                                  -
          -Pihak ketiga                               88.336                         88.336
          -Pihak berelasi                          3.103.936        167.820       3.271.756
          Persediaan                                 105.530                        105.530
          Pajak dibayar dimuka                                                               -
          -Pajak penghasilan                       1.446.559                      1.446.559
          -Pajak lain-lain                         1.650.429                      1.650.429
          Kas dan deposito berjangka                 787.806                        787.806
          Uang muka                                  793.619                        793.619
          Investasi pada entitas asosiasi dan
                                                  17.223.562         (8.228)     17.215.334
          pengendalian
          Investasi lain-lain                      3.175.766                      3.175.766
          Aset tetap                              45.296.550                     45.296.550
          Properti pertambangan                   14.809.384                     14.809.384
          Properti investasi                         244.469                        244.469
          Biaya eksplorasi dan pengembangan
                                                   2.768.518                      2.768.518
          tangguhan
          Aset tambang berproduksi                 3.958.340                      3.958.340
          Beban tangguhan                          1.169.123                      1.169.123
          Goodwill                                 3.510.559                      3.510.559
          Aset pajak tangguhan                     4.891.419                      4.891.419


      Jumlah Aset Tidak Lancar                   105.496.273        159.592     105.655.865


      Jumlah Aset                                177.637.299          2.935     177.640.234


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
          Utang usaha
          -Pihak ketiga                           29.095.249                     29.095.249
          -Pihak berelasi                            213.679                        213.679
          Utang non-usaha
          -Pihak ketiga                            1.132.969                      1.132.969
          -Pihak berelasi                             87.548                         87.548
          Utang Pajak                                                                        -
          -Pajak penghasilan                         825.803          2.456         828.259
          -Pajak lain-lain                           584.846                        584.846
          Akrual                                   6.692.531                      6.692.531
          Uang muka pelanggan                                                                -
          -Pihak ketiga                              857.034                        857.034
          -Pihak berelasi                             44.175                         44.175



Halaman 66                                           00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 68
                                                          Audit                           Proforma
                          Keterangan                                   Penyesuaian
                                                       31 Des 2025                       31 Des 2025
         Pendapatan tangguhan                             1.021.152                         1.021.152
         Liabilitas imbalan kerja                         1.053.575                         1.053.575
         Pinjaman bank jangka pendek                        560.000                           560.000
         Bagian jk pendek dari utang jk panjang
         -Pinjaman bank                                   9.682.666                         9.682.666
         -Sewa pembiayaan                                   801.430                           801.430
         -Pinjaman lain-lain                                560.318                           560.318
         Bagian jk pendek dari liabilitas jk panjang
         Instrumen keuangan derivatif                                                                  -


      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                    53.212.975           2.456        53.215.431


      Liabilitas Jangka Panjang
         Utang non-usaha
         -Pihak berelasi
         Liabilitas pajak tangguhan                       3.768.016                         3.768.016
         Instrumen keuangan derivatif                                                                  -
         Provisi                                          1.154.627                         1.154.627
         Liabilitas imbalan kerja                         5.497.626                         5.497.626
         Utang jangka panjang setelah dikurangi
         bagian jangk pendek
         -Pinjaman bank                                   6.054.620                  -      6.054.620
         -Sewa pembiayaan                                   976.309                           976.309
         -Pinjaman lain-lain                                281.698                           281.698
         Pendapatan tangguhan                                                                          -
         Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
                                                          3.555.105                         3.555.105
         lain


      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   21.288.001                  -     21.288.001


      Jumlah Liabilitas                                  74.500.976           2.456        74.503.432


      Ekuitas
         Modal saham                                        932.534                           932.534
         Tambahan modal disetor                           9.703.937                         9.703.937
         Saham Treasury                                  (4.902.237)                       (4.902.237)
         Saldo laba                                                                                    -
             -Dicadangkan                                   186.507                           186.507
             -Belum dicadangkan                          85.547.627             479        85.548.106
         Cadangan lindung nilai                          (2.065.280)                       (2.065.280)
         Cadangan penyesuaian nilai wajar dalam
         investasi
         Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                             19.386                            19.386
         tetap
         Selisih kurs                                     9.227.066                         9.227.066
         Transaksi dengan kepentingan
                                                           (875.920)                         (875.920)
         nonpengendali
         Kepentingan non pengendali                       5.362.703                  -      5.362.703



Halaman 67                                                  00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 69
                                                        Audit                                Proforma
                          Keterangan                                   Penyesuaian
                                                    31 Des 2025                           31 Des 2025


      Jumlah Ekuitas                                  103.136.323                479         103.136.802


      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   177.637.299              2.935         177.640.234
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi terhadap keuangan
     Perseroan diantaranya:
     • Terdapat pengurangan pada kas setara kas sebesar Rp167 miliar akibat digunakannya kas
        internal Perseroan untuk membiayai pemberian pinjaman kepada JES.
     • Tardapat kenaikan pada piutang pihak berelasi sebesar Rp167 miliar akibat timbulnya
        pencatatan piutang kepada JES sebagai pihak yang berelasi.
     • Terdapat kenaikan pada piutang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp9,4 miliar akibat dari
        timbulnya pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.
     • Terdapaat kenaikan pada pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan sebesar Rp1,6
        miliar akibat dari pencatatan pajak pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
     dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada JES dan kenaikan piutang non
     usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke JES.

3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

     Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari proyeksi pembayaran bunga dan pelunasan
     pokok pinjaman oleh JES. Proyeksi laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan
     sebagai berikut:

     Tabel 38. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi
                                                                                     (dalam juta Rupiah)

          Laporan Posisi Keuangan       Q1 2026      Q2 2026        Q3 2026     Q4 2026        Q1 2027
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                 748.684       748.230       747.776     747.321      1.438.065
      Beban Dibayar Dimuka                    685          685          685            685          685
      Aset Tidak Lancar
      Aset Tetap                               24           22            20            18              15
      Aset Pajak Tangguhan                  2.654        5.309         7.965       10.621        13.278
      Total Aset                         752.048       754.247       756.446     758.645      1.452.043


      Liabilitas Lancar
      Utang Usaha                               9               9          9             9              9
      Beban Pajak                           1.810        3.620         5.431         7.242        9.053
      Liabilitas Tidak Lancar
      Liabilitas Tidak Lancar Lain       752.756       763.014       773.274     783.537                0
      Total Liabilitas                   754.574       766.643       778.714     790.788          9.062




Halaman 68                                                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 70
       Ekuitas Kepada Pemilik                  (2.526)    (12.396)    (22.268)    (32.142)    1.442.981
       Total Ekuitas                           (2.526)    (12.396)    (22.268)    (32.142)    1.442.981
      Total Liabilitas dan Ekuitas        752.048      754.247        756.446     758.645     1.452.043
     Sumber: Proyeksi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi


     Tabel 39. Proyelsi Laporan Laba (Rugi) JES Setelah Rencana Transaksi
                                                                                    (dalam juta Rupiah)
             Laporan Laba (Rugi)          Q1 2026        Q2 2026     Q3 2026     Q4 2026      Q1 2027
       Pendapatan                                   0            0          0           0            0
       Harga Pokok Penjualan                        0            0          0           0            0
       Laba Kotor                                   0            0          0           0            0
       Beban Operasi                             (463)       (463)       (463)       (463)        (463)
       Laba Operasi                              (463)       (463)       (463)       (463)        (463)
       Laba/(Rugi) Kurs                             0            0          0           0            0
       Bunga                                  (12.061)    (12.064)    (12.067)    (12.070)     (12.072)
       Pendapatan/(Beban) Lain                      0            0          0           0            0
       Laba Sebelum Pajak                     (12.524)    (12.527)    (12.530)    (12.532)     (12.535)
       Pajak Penghasilan                        2.654       2.655       2.656       2.656         2.657
       Laba Setelah Pajak                      (9.870)     (9.872)     (9.874)     (9.876)      (9.878)
     Sumber: Proyeksi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi
     Dari proyeksi keuangan sebagai dasar analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
     perusahaan, diperoleh informasi:
     • Bahwa mempertimbangkan JES yang saat ini dan sepanjang masa proyeksi masih belum
        beroperasi, maka beban bunga yang timbul selama periode pinjaman diakui sebagai beban
        akrual dan dikapitalisasi.
     • Pembayaran beban bunga dikapitalisasi dilakukan pada akhir periode proyeksi/akhir masa
        jatuh tempo pinjaman.
     • Pada masa akhir pinjaman/jatuh tempo pinjaman, JES diasumsikan mendapatkan tambahan
        setoran modal dari para sponsor.
     • Tambahan setoran modal dari para sponsor tersebut sebagian digunakan untuk melunasi
        utang pokok.
     • Tambahan setoran modal dari para sponsor tersebut sebagian digunakan juga untuk melunasi
        beban bunga yang dikapitalisasi.

3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

     Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
     pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
     kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

     Tabel 40. Analisis Cash Management
                                                                                    (dalam juta Rupiah)
                            Analisis Cash Management                                 31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk                                             26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                                 167.820
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                      0,63%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 69                                                     00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 71
       Analisis Kas                  Sebelum Transaksi         Setelah Transaksi           Selisih Perubahan
       Cash Ratio                              0,4993X                 0,4962X                       0,0032X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
      dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal perusahaan.
      Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
      kewajaran sebesar 0,63% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
      dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas perusahaan.

      Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
      menunjukan selisih perubahan rasio sebesar 0,0032 kali yang menggambarkan dampak
      Rencana Transaksi terhadap kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka
      pendek menggunakan kas.

      Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan, tidak terdapat informasi mengenai
      ketentuan financial covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan JES.

3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

      Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
      Transaksi pinjam-meminjam antara Perseroan dan JES dengan instrumen surat utang dan suku
      bunga kredit bank.

      Tabel 41. Yield Intercompany Loan Perseroan - JES
                    Yield Intercompany Loan Perseroan - JES                          Keterangan
       SOFR per 31 Desember 2025                                                                       3,87%
       Margin per tahun                                                                                3,00%
       Yield                                                                                           6,87%
      Sumber: Draft Perjanjian intercompany loan Perseroan - JES


      Berdasarkan draft perjanjian pinjam-meminjam antara Perseroan dan JES, Tingkat suku bunga
      yang dikenakan atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar SOFR + 3,00% Margin per tahun.
      Merujuk pada besaran SOFR per tanggal pendapat kewajaran sebesar 3,87% kemudian ditambah
      margin 3,00% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa pinjaman yang diberikan
      Perseroan kepada JES Adalah sebesar 6,87%.

      Tabel 42. Obligasi Pemerintah
                                                         Maturity    Tenor per     Ask                 Mid
       No              Nama              Issue Date                                        Bid YTM
                                                          Date         Cutoff      YTM                 YTM
               INDON 5.950%
        1                                08-Dec-15       08-Jan-46          20     5,36%    5,41%     5,39%
               08Jan2046 Govt (USD)
               INDON 3.700%
        2                                 30-Oct-19      30-Oct-49          24     5,44%    5,49%     5,46%
               30Oct2049 Govt (USD)
               INDON 4.350%
        3                                11-Dec-17       11-Jan-48          22     5,35%    5,41%     5,38%
               11Jan2048 Govt (USD)
               INDON 4.750%
        4                                  18-Jul-17     18-Jul-47          22     5,21%    5,26%     5,23%
               18Jul2047 Govt (USD)
               INDON 5.650%
        5                                 11-Jan-23      11-Jan-53          27     5,50%    5,55%     5,53%
               11Jan2053 Govt (USD)




Halaman 70                                                      00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 72
                                                          Maturity         Tenor per         Ask                   Mid
       No                 Nama           Issue Date                                                   Bid YTM
                                                           Date              Cutoff          YTM                   YTM
             INDON 4.850%
        6                                 11-Jan-23       11-Jan-33                7         4,63%     4,69%       4,66%
             11Jan2033 Govt (USD)
             INDON 5.250%
        7                                08-Dec-16        08-Jan-47               21         5,23%     5,28%       5,26%
             08Jan2047 Govt (USD)
             INDON 3.500%
        8                                 14-Jan-20       14-Feb-50               24         5,46%     5,52%       5,49%
             14Feb2050 Govt (USD)
                                                                            Average          5,27%     5,33%       5,30%
      Sumber: Bondsupermart, diolah


      Obligasi pemerintah digunakan sebagai acuan tingkat suku bunga bebas risiko dan digunakan
      sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Diperoleh bahwa rata-rata yield
      dari obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD Adalah sebesar 5,30% untuk tenor yang
      beragam mulai dari 7 tahun hingga 27 tahun sejak tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
      yield pinjaman dari Rencana Transaksi antara Perseroan dan JES sebesar 6,87% berada diatas
      yield obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD.

      Tabel 43. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD
                                                                                   Private National          Commercial
       No        Bank Interest Rate - SEKI BI USD Denom        State Banks
                                                                                        Banks                  Banks
        1    Working Capital Loans                               5,67%                   5,15%                  5,29%
        2    Investment Loans                                    6,00%                   5,88%                  5,94%
        3    Consumer Loans                                      6,27%                   5,05%                  6,12%
      Sumber: SEKI BI - Desember 2025


      Kredit perbankan di Indonesia dengan denominasi USD dapat digunakan sebagai acuan
      perbandingan tingkat suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku
      bunga kredit bank di Indonesia dengan denominasi USD untuk kredit investasi berada pada
      rentan 5,88% sampai 6,00%. Dengan begitu, yield pada Rencana Transaksi pinjam meminjam
      antara Perseroan dan JES sebesar 6,87% berada diatas rentan tingkat suku bunga kredit
      perbankan Indonesia denominasi USD per tanggal pendapat kewajaran.

3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

      Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
      Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi
      perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disbanding sebelum adanya Rencana Transaksi.
      Tabel 44. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
                                                                                (dalam juta Rupiah)
         Inkremental Posisi Keuangan        Q1 2026         Q2 2026          Q3 2026           Q4 2026          Q1 2027
       Aset Lancar                          (164.598)       (164.195)         (163.793)        (163.391)          11.400
       Aset Tidak Lancar                      165.302        165.606           165.908             166.211        (9.886)
       Total Asets                                705           1.410             2.115              2.821         1.514
       Liabilitas Lancar                          590           1.180             1.770              2.360              939
       Liabilitas Tidak Lancar                        0                0                 0              0                 0
       Total Liabilitas                           590           1.180             1.770              2.360              939
       Ekuitas                                    115                230               345            461               575
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 71                                                       00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 73
      Pada analisis nilai tambah laporan posisi keuangan yang disajikan secara year-to-date untuk
      menggambarkan inkremental posisi keuangan selama masa proyeksi per akhir periode setiap
      kuartal, terdapat selisih negatif nilai tambah pada pos aset lancar. Hal tersebut diakibatkan dari
      penggunaan kas dan setara kas internal Perseroan sebagai sumber dana pinjaman dalam
      Rencana Transaksi, sehingga selama masa proyeksi sampai sebelum tanggal jatuh tempo
      pengembalian utang, aset lancar Perseroan mengalami selisih negatif nilai tambah. Pada pos aset
      tidak lancar, terdapat selisih positif nilai tambah yang diakibatkan oleh meningkatnya piutang
      non usaha pihak berelasi akibat dari Rencana Transaksi. Pada akhir periode pinjaman, selisih
      positif nilai tambah tidak lagi tercatat akibat dilunasinya pokok pinjaman oleh JES. Pada pos
      ekuitas, terdapat selisih positif nilai tambah yang timbul dari akumulasi nilai tambah laba setelah
      pajak yang diakumulasikan.

      Dari analisis nilai tambah yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rencana Transaksi memiliki selisih
      positif nilai tambah berupa perolehan laba setelah pajak pada Perseroan. Perolehan nilai tambah
      laba setelah pajak juga secara langsung memberikan selisih positif nilai tambah pada akuitas
      perusahaan akibat diakumulasikannya perolehan laba setelah pajak dari Rencana Transaksi pada
      saldo laba perusahaan.

      Tabel 45. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
                                                                                    (dalam juta Rupiah)
             Inkremental Laba Rugi      Q1 2026      Q2 2026       Q3 2026      Q4 2026      Q1 2027
       Pendapatan                                0            0            0            0             0
       Harga Pokok Penjualan                     0            0            0            0             0
       Laba Kotor                                0            0            0            0             0
       Beban Operasi                             0            0            0            0             0
       Laba Operasi                              0            0            0            0             0
       Laba/(Rugi) Kurs                          0            0            0            0             0
       Bunga                                2.682         2.682        2.682        2.683        2.684
       Pendapatan/(Beban) Lain             (1.976)      (1.977)       (1.977)      (1.978)      (1.978)
       Laba Sebelum Pajak                     705          705           705          705          705
       Pajak Penghasilan                     (589)        (590)        (590)         (590)        (590)
       Laba Setelah Pajak                     115          115           115          115          115
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Atas Rencana Transaksi, dilihat dari proyeksi laba rugi maka terdapat nilai tambah yang diperoleh
      Perseroan selaku pemberi pinjaman kepada JES berupa pendapatan bunga. Selain itu terdapat
      selisih negatif nilai tambah dari beban lain berupa penurunan ekuitas sebesar 21% dari porsi
      kepemilikan tidak langsung Perseroan pada JES akibat beban bunga. Selanjutnya terdapat selisih
      negatif nilai tambah pada pos pajak penghasilan akibat pembebanan pajak atas pendapatan
      bunga. Atas Rencana Transaksi, terdapat nilai tambah bagi Perseroan berupa selisih positif nilai
      tambah laba setelah pajak sebesar Rp.575 juta sepanjang masa pinjaman.

3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan analisis yield yang telah dilakukan, tingkat imbal hasil atas rencana pinjaman antara
      Perseroan dan JES sebesar SOFR + 3% atau setara 6,87% berada di atas tingkat imbal hasil
      instrumen pembanding di pasar. Yield tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata yield obligasi
      pemerintah Indonesia denominasi USD sebesar 5,30% serta berada di atas kisaran suku bunga


Halaman 72                                                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 74
      kredit perbankan USD di Indonesia yang berkisar 5,88%–6,00%. Dengan demikian, secara
      finansial Rencana Transaksi dinilai memberikan tingkat pengembalian yang kompetitif dan lebih
      menarik dibandingkan alternatif penempatan dana sejenis di pasar. Oleh karena itu, dari
      perspektif kelayakan investasi, Rencana Transaksi dinilai layak untuk dilaksanakan.

3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Perolehan pinjaman akan digunakan JES dalam rangka pemenuhan kewajiban penempatan
      dana sebagai pemenuhan persyaratan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik. Dimana
      pemenuhan persyaratan tersebut dipandang penting untuk mendukung keberlangsungan
      kewajiban kontraktual JES guna memastikan kelancaran pelaksanaan dan keberlangsungan
      Proyek yang menjadi ruang lingkup perjanjian dimaksud.

      Mempertimbangkan status JES yang saat ini belum melakukan kegiatan operasional, kelayakan
      pelunasan utang dapat dilihat dari opsi-opsi pemenuhan kebutuhan dana yang dapat dijalankan
      oleh JES dalam rangka pelunasan pinjaman. Sebagai perusahaan patungan atau Joint Ventures
      yang saat ini belum beroperasi, JES dapat memenuhi kebutuhan dana lewat berbagai skema
      pendanaan yang didukung oleh komitmen para sponsor pada proyek-proyek yang akan dan
      sedang dijalankan JES.

3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
      demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
      memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.




Halaman 73                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 75
                                              BAB IV
                                           KESIMPULAN



4.1   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis atas objek Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi Perseroan dan
      JES, besaran dana pinjaman sebesar USD10.000.000 atau setara dengan Rp167.820.000.000
      dinilai masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan. Penggunaan dana internal Perseroan
      terutama berdampak pada penurunan kas dan setara kas serta peningkatan piutang pihak
      berelasi, namun tidak mengubah struktur keuangan secara material.

      Dari sisi rasio keuangan proforma, Rencana Transaksi hanya menimbulkan perubahan yang
      sangat terbatas pada rasio likuiditas, sementara rasio solvabilitas relatif tidak mengalami
      perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan transaksi tidak mengganggu kemampuan
      likuiditas maupun tingkat leverage Perseroan.

      Selain itu, pertimbangan bisnis Manajemen yang mendasari transaksi, yaitu untuk memenuhi
      kewajiban penempatan dana JES sesuai ketentuan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik, dinilai
      memiliki dasar komersial yang jelas dalam mendukung keberlangsungan proyek JES dalam
      lingkup grup usaha.

      Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi secara umum
      tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan dan
      masih berada dalam batas kemampuan keuangan Perseroan.

4.2   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

      Berdasarkan hasil identifikasi, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan
      sebagai Pemberi Pinjaman dan JES sebagai Penerima Pinjaman.

      Berdasarkan analisis hubungan para pihak, meskipun Perseroan dan JES tidak memiliki hubungan
      afiliasi dari sisi struktur kepengurusan, kemudian berdasarkan struktur kepemilikan, terdapat
      hubungan afiliasi tidak langsung antara Perseroan dan JES melalui kepemilikan 100% Perseroan
      pada EPN yang memiliki 21% saham pada JES, sehingga Rencana Transaksi memenuhi kriteria
      Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.

4.3   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis atas draft Intercompany Loan Agreement antara Perseroan dan JES,
      Rencana Transaksi telah mengatur secara memadai tujuan penggunaan dana, dengan jumlah
      fasilitas pinjaman sebesar USD10.000.000 dan tingkat suku bunga sebesar SOFR + 3% per
      tahun, termasuk mekanisme penarikan, perhitungan bunga, jadwal pembayaran, serta hak dan
      kewajiban para pihak, termasuk pengaturan kondisi cidera janji dan pembayaran dipercepat.
      Dengan demikian, secara umum perjanjian telah memberikan kejelasan kerangka pembiayaan
      dan pengendalian risiko bagi para pihak, dengan pelaksanaan lebih lanjut tetap mengacu pada
      ketentuan rinci dalam draft perjanjian.




Halaman 74                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 76
4.4   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis likuiditas atas Rencana Transaksi, terjadi penurunan yang sangat terbatas
      pada seluruh rasio likuiditas, yaitu Current Ratio dari 1,36 kali menjadi 1,35 kali, Quick Ratio dari
      1,041 kali menjadi 1,038 kali, dan Cash Ratio dari 0,499 kali menjadi 0,496 kali (masing-masing
      turun sebesar 0,003 kali). Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh perpindahan dana dari
      kas dan setara kas ke piutang non-usaha pihak berelasi sehubungan dengan pemberian
      pinjaman. Meskipun demikian, perubahan yang terjadi relatif tidak signifikan sehingga secara
      umum Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material terhadap kemampuan likuiditas
      perusahaan.

4.5   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada
      JES secara umum berpotensi memberikan manfaat ekonomi berupa peningkatan imbal hasil atas
      kelebihan kas dibandingkan penempatan pada instrumen perbankan, sekaligus mendukung
      sinergi pendanaan dan keberlangsungan proyek dalam grup usaha.

      Di sisi lain, terdapat risiko kredit, risiko likuiditas, serta risiko kepatuhan terkait kewajaran tingkat
      suku bunga yang perlu dimitigasi secara memadai. Namun, dengan mempertimbangkan struktur
      perjanjian pinjaman, hubungan afiliasi dalam grup usaha, serta kondisi keuangan Perseroan yang
      relatif kuat, risiko-risiko tersebut dinilai masih berada dalam batas yang dapat dikelola secara
      wajar sehingga secara keseluruhan Rencana Transaksi tetap memberikan keseimbangan antara
      potensi manfaat dan risiko yang timbul.

4.6   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis kualitatif yang mencakup riwayat perusahaan, kondisi industri dan bisnis,
      profil operasional dan prospek usaha, serta alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
      rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada JES memiliki dasar bisnis yang memadai
      dan sejalan dengan strategi pendanaan dalam grup usaha. Dari sisi kualitatif, transaksi berpotensi
      memberikan manfaat berupa optimalisasi pemanfaatan kas dan dukungan terhadap
      keberlangsungan proyek, dengan risiko utama berupa risiko kredit dan likuiditas yang dinilai
      masih dapat dimitigasi melalui struktur perjanjian dan pengawasan manajemen.

      Selain itu, dampak terhadap leverage Perseroan relatif terbatas dibandingkan perusahaan sejenis,
      kemampuan likuiditas untuk memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo dinilai tetap terjaga,
      serta risiko apabila proyek yang dibiayai tidak berjalan sesuai rencana pada saat ini dipandang
      masih dalam tingkat yang dapat dikelola. Secara keseluruhan, dari perspektif kualitatif, Rencana
      Transaksi dinilai memiliki rasionalitas bisnis yang memadai dan tidak menimbulkan indikasi risiko
      yang bersifat material bagi Perseroan.

4.7   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan proyeksi keuangan, rasio
      keuangan, proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan bayar hingga jatuh tempo,
      pengelolaan kas dan financial covenant, perbandingan yield dengan instrumen sejenis, serta
      incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan profil keuangan yang tetap sehat dan
      stabil. Perubahan rasio keuangan relatif tidak signifikan, kemampuan pembayaran kewajiban
      tetap terjaga, dan tingkat imbal hasil dinilai kompetitif dibandingkan alternatif pasar. Dengan



Halaman 75                                                    00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 77
      demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi memberikan nilai tambah dan masih berada
      dalam kapasitas keuangan Perseroan.

4.8   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan analisis yield yang telah dilakukan, tingkat imbal hasil atas rencana pinjaman antara
      Perseroan dan JES sebesar SOFR + 3% atau setara 6,87% berada di atas tingkat imbal hasil
      instrumen pembanding di pasar. Yield tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata yield obligasi
      pemerintah Indonesia denominasi USD sebesar 5,30% serta berada di atas kisaran suku bunga
      kredit perbankan USD di Indonesia yang berkisar 5,88%–6,00%. sehingga secara finansial
      Rencana Transaksi dinilai memberikan pengembalian yang kompetitif dan layak untuk
      dilaksanakan.

4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan hasil analisis, kemampuan PT Jabar Environmental Solutions (JES) dalam melunasi
      pinjaman dinilai memadai dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan dana untuk
      memenuhi kewajiban Power Purchase Agreement serta dukungan komitmen pendanaan dari para
      sponsor sebagai perusahaan patungan, sehingga risiko pelunasan utang pada saat ini dinilai
      masih dapat dikelola secara wajar.

4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi pinjam-meminjam atau intercompany loan antara Perseroan
      dan JES selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi
      atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran
      atas Rencana Transaksi dimaksud.

4.9   Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
      disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
      faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan dan
      JES berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau intercompany loan adalah wajar.




Halaman 76                                                00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 78
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



  1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
  2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
      proses analisis pendapat kewajaran.
  3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
  4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
      manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
  6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
      disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
      Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
  8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
      tugas.
  9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
      pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
      kami.
  10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
      hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
      perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
      dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
  12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
      dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
      bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
      dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
      penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
      mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
      penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 77                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 79
                                      PERNYATAAN PENILAI



 Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
 tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
 4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
     dilaporkan.
 5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
     Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
     kewajaran.
 8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
 9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan pendapat kewajaran ini.
 10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
     kewajaran.
 11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
     data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
     lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
     informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
     lengkap atau menyesatkan.
 12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
     tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
 13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     pendapat kewajaran.
 14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
     disajikan sebagai kesimpulan nilai.
 15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
 16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
 17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
     telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 78                                              00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 80
                          Penilai                                  Tanda Tangan

 Penanggung Jawab:
 Danar Wihandoyo., MAPPI (Cert)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00213
 MAPPI No.               : 06-S-02003
 STTD No.                : PB-47/PJ-1/PM.021/2024
 RMK                     : RMK-2017.00197

 Pemeriksa:
 Karmelita Pamela, B.Bus., MBA
 MAPPI No.              : 21-T-11017
 RMK                    : RMK-2021.04022

 Penilai:
 Naufal Ahmad Farrasi, S.M.,M.Ec.Dev
 MAPPI No.              : 22-P-10996
 RMK                    : RMK-2022.04222

 Penilai:
 Satrio Budi Wicaksono, S.Ak
 MAPPI No.               : 22-P-11304
 RMK                     : RMK-2025.05062




Halaman 79                                          00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 81
             LAMPIRAN-LAMPIRAN




Halaman 80                 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 82
Halaman 81   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 83
Halaman 82   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 84
Halaman 83   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 85
Halaman 84   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 86
Halaman 85   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 87
Halaman 86   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 88
Halaman 87   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 89
Halaman 88   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 90
Halaman 89   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 91
Halaman 90   00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 92

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.19 MB
Published30 Mar 2026
Pages92
Characters274,915
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 88 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.2 ×108
linked org Astra International Tbk p.21 ×17
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.21 ×5
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.22 ×5
linked person Vilihati Surya · Direktur p.22 ×5
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.22 ×5
linked person Djony Bunarto Tjondro · Presiden Komisaris p.22 ×3
linked person Djoko Pranoto Santoso · Komisaris p.22 ×3
linked person Gita Tiffani Boer · Komisaris p.22 ×3
linked person Paulus Bambang Widjanarko p.22 ×3
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris Independen p.22 ×3
linked person Ignasius Jonan · Komisaris Independen p.22 ×5
linked person Idot Supriadi · Direktur p.22 ×3
linked person Ari Sutrisno · Direktur p.22 ×3
linked person Hendra Hutahean · Direktur p.22 ×3
linked person Wanny Wijaya p.22 ×2
linked person Mario C. Surung Gultom p.22 ×2
linked org PT Energia Prima Nusantara p.23 ×2
linked org PT Triatra Sinergia Pratama p.40
linked org PT Pamapersada Nusantara p.41
linked org PT Tuah Turangga Agung. p.42
linked org PT Agincourt Resources p.42
linked org PT Sumbawa Jutaraya p.42
linked org Acset Indonusa Tbk p.43 ×2
linked org PT Alamtri Resources p.45
linked org Bayan Resources Tbk. p.45 ×8
linked org Bukit Asam Tbk p.45 ×8
linked org PT Dian Swastatika p.45
linked org PT Indo Tambangraya p.45
linked org Baramulti Suksessarana Tbk p.45 ×7
linked org Dian Swastatika Sentosa Tbk p.45 ×6
linked org Golden Energy Mines Tbk p.45 ×7
linked org Indo Tambangraya Megah Tbk p.45 ×6
linked person Danar Wihandoyo. p.80
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×6
possible org Bank Persero p.7 ×3
possible person Yanto p.11 ×3
possible — Jardine Cycle & Carriage p.21 ×4
possible person Franciscus Xaverius p.21 ×5
possible person Rudy · Presiden Komisaris p.30 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.45
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.45 ×6
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×3
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP FDI p.2 ×22
unresolved org PT Jabar Environmental Solutions p.2 ×15
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved person Yudistira p.9
unresolved person Djojo Muljadi p.12 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.12 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12 ×4
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.12 ×9
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.12 ×10
unresolved person Jeanne p.13
unresolved person Akta Notaris Shella Falianti p.13 ×6
unresolved org PT Jabar Environmental Solutions. Akta p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×3
unresolved person Muhamad Ilham Gunawan · Corp Planning & Advisory p.13
unresolved — Kevin Rosby · Corp Planning & Advisory p.13
unresolved — Rendih · Corp. Treasury p.13
unresolved — Sofi Christiana · Corp. Treasury p.13
unresolved org Bank Indonesia p.16 ×6
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.20 ×2
unresolved org Carriage Ltd. p.21 ×4
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.21 ×2
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.22 ×2
unresolved org Sumitomo Corporation p.23 ×2
unresolved org Kanadevia Corporation p.23 ×2
unresolved person Benjamin Herrenden Birks · Komisaris p.24 ×4
unresolved — Takeshi Onishi p.24
unresolved — Kenichi Ishikawa p.25
unresolved org PT Energia Prima Nusantara JES p.25
unresolved org Kyuden Corporation p.26
unresolved org Pusat Statistik p.31
unresolved org Kementerian ESDM p.34 ×7
unresolved org Pte Ltd. p.40
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.41
unresolved org PT Stargate Pacific Resources p.42
unresolved org Indonesia Tbk p.45
unresolved org Sentosa Tbk p.45
unresolved org Megah Tbk p.45
unresolved — Aset pajak tangguhan p.60
unresolved — Goodwill p.60
unresolved — Beban Akrual p.60
unresolved — Cutoff p.71 ×2
unresolved org Ichsan & Rekan p.78

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 5227 ms 12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result