Back to announcement
20260330_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32055941_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 92
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Property, Business Valuation & Advisory Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Licence No. 2.22.0176 E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
KMK 460/KM.1/2022 Website: www.fdipartners.co.id
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Phone (62 21) 27875910
Jakarta, 13 Maret 2026
Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910
No. Laporan : 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.017/FDI/PB-FO/X/2025 tanggal 10 Oktober 2025.
dan addendum No.015/FDI/PB-ADD/II/2026 tanggal 18 Februari 2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United
Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions berupa transaksi
pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna
memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi
antara Perseroan dan JES berupa transaksi pinjaman antar perusahaan atau shareholder loan, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam
rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,16% (nol koma satu
enam persen), serta Rencana Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan
surat pernyataan No.LUT/023/9960/II/2026 tanggal 02 Maret 2026 perihal informasi tidak adanya
benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Kantor
KantorPusat
Pusat(Properti
(Propertidan
danBisnis);
Bisnis);Kantor
KantorCabang
CabangSemarang
Semarang(Properti)
(Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi. Kesimpulan hasil pendapat kewajaran Analisis Rencana Transaksi Rencana Transaksi adalah pemberian fasilitas pinjaman antar perusahaan sebesar USD10.000.000 (sepuluh juta Dolar Amerika Serikat) dari Perseroan kepada JES dengan tingkat suku bunga SOFR + 3% per tahun sebagaimana diatur dalam draft Intercompany Loan Agreement. Berdasarkan hasil analisis antara Perseroan dan JES, terdapat hubungan afiliasi secara tidak langsung dari sisi kepemilikan saham melalui EPN yang merupakan entitas anak yang dimiliki 100% oleh Perseroan dan memiliki 21% saham pada JES. Dengan demikian, transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada JES tergolong sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020. Analisis Kualitatif Berdasarkan analisis kualitatif atas riwayat perusahaan, kondisi industri dan prospek bisnis, serta latar belakang transaksi, rencana pemberian pinjaman dinilai memiliki rasionalitas komersial yang memadai dan selaras dengan strategi pendanaan dalam grup usaha. Dampak terhadap leverage relatif terbatas dibandingkan industri sejenis, likuiditas dan kemampuan pelunasan tetap terjaga, serta risiko apabila proyek gagal masih berada dalam batas yang dapat dimitigasi secara wajar oleh manajemen. Analisis Kuantitatif Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan proyeksi keuangan, rasio keuangan, proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan bayar hingga jatuh tempo, pengelolaan kas dan financial covenant, perbandingan yield dengan instrumen sejenis, serta incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan profil keuangan yang tetap sehat dan stabil. Perubahan rasio keuangan relatif tidak signifikan, kemampuan pembayaran kewajiban tetap terjaga, dan tingkat imbal hasil dinilai kompetitif dibandingkan alternatif pasar. Dengan demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi memberikan nilai tambah dan masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi Berdasarkan analisis kelayakan penggunaan dana, rencana pinjaman oleh Perseroan kepada JES dinilai layak secara finansial dengan tingkat imbal hasil yang kompetitif di atas instrumen pasar. Kemampuan JES dalam melunasi pinjaman juga dinilai memadai dengan dukungan tujuan penggunaan dana yang jelas serta komitmen pendanaan para sponsor. Selain itu, tidak terdapat faktor lain yang material yang dapat memengaruhi kewajaran transaksi, sehingga secara keseluruhan rencana penggunaan dana dinilai wajar dan dapat dilaksanakan. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat kewajaran atas Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, Halaman 2 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 4
Page 5
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................4
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................6
DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................7
BAB I ...............................................................................................................................8
PENDAHULUAN .....................................................................................................................8
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 8
1.2 Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................. 8
1.3 Identitas Pengguna Laporan .......................................................................................... 8
1.4 Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 8
1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................................. 8
1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ....................................................................... 8
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat
Kewajaran .................................................................................................................... 9
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 9
1.9 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 10
1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 12
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 13
1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 13
1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 13
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 13
1.15 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 13
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 14
BAB II ............................................................................................................................. 15
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 15
2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 15
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 15
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 15
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 18
2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 19
2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 19
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 19
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 25
2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 26
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi................................................................. 27
BAB III ............................................................................................................................. 28
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 28
3.1 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 28
3.1.1 Riwayat Perusahaan & Riwayat Pinjam-Meminjam Dana ................................................ 28
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 30
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 39
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 42
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 43
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 43
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 45
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 46
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 47
3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 47
Halaman 4 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 6
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 59 3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 63 3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 65 3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 68 3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 69 3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 70 3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 71 3.2.9 Sensitivity Analysis (Jika Perlu) ...................................................................................... 72 3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 72 3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 72 3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 73 3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 73 BAB IV ............................................................................................................................. 74 KESIMPULAN ........................................................................................................................ 74 4.1 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................... 74 4.2 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 74 4.3 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati .................................................... 74 4.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 75 4.5 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ..................................................... 75 4.6 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 75 4.7 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................... 75 4.8 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ......................... 76 4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 76 4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 76 4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 76 4.9 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ..................................................................... 76 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 77 PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 78 LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 80 Halaman 5 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 7
DAFTAR TABEL Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .................................................................................. 9 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 10 Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan JES ................................................................................. 11 Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 12 Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 15 Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 18 Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 19 Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 19 Tabel 9. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk ............................................................ 20 Tabel 10. Struktur Pemegang Saham PT Jabar Environmental Solutions ........................................... 22 Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 23 Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 25 Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 26 Tabel 14. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk .......................................................... 29 Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 33 Tabel 16. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 40 Tabel 17. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 40 Tabel 18. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 41 Tabel 19. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 41 Tabel 20. Leverage PT United Tractors Tbk – Historis ...................................................................... 43 Tabel 21. Leverage PT United Tractors Tbk – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ..................... 43 Tabel 22. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 44 Tabel 23. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 44 Tabel 24. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 45 Tabel 25. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 46 Tabel 26. Analisis Cash Management ........................................................................................... 46 Tabel 27. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025 ..... 47 Tabel 28. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025 .............. 52 Tabel 29. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025 ................ 54 Tabel 30. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 58 Tabel 31. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 58 Tabel 32. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................... 59 Tabel 33. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ............................ 60 Tabel 34. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ..................... 61 Tabel 35. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi .............................. 62 Tabel 36. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 63 Tabel 37. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 65 Tabel 38. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi.................................... 68 Tabel 39. Proyelsi Laporan Laba (Rugi) JES Setelah Rencana Transaksi ............................................ 69 Tabel 40. Analisis Cash Management ........................................................................................... 69 Tabel 41. Yield Intercompany Loan Perseroan - JES ........................................................................ 70 Tabel 42. Obligasi Pemerintah ..................................................................................................... 70 Tabel 43. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD ............................................ 71 Tabel 44. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan ...................................... 71 Tabel 45. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ............................................... 72 Halaman 6 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 8
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 24 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 30 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 31 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 31 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 32 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 32 Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton) ..................................................... 33 Grafik 8. Cadangan Batubara Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton) ................................................... 34 Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024........................................................ 34 Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 35 Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 35 Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia ...................................... 36 Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 36 Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ....................................... 37 Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 37 Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global ................... 38 Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 - 2024 ............................. 39 Halaman 7 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.017/FDI/PB-FO/X/2025 tanggal 10 Oktober
2025. dan addendum No.015/FDI/PB-ADD/II/2026 tanggal 18 Februari 2026, Kami KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar
Environmental Solutions berupa transaksi pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan
(“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (“POJK 42/2020”).
1.2 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
Bidang Usaha : Perdagangan Umum
No. Telepon/Fax : +62 21 2457 9999
Alamat Email : Yudistira@unitedtractors.com
Penanggung Jawab : Bapak Yudistira
Jabatan : Corporate Finance & Accounting Division Head
1.3 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
1.4 Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions berupa transaksi
pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan .
1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika Serikat
(”USD”)
1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi
afiliasi antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions berupa transaksi
pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan
POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi POJK 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
Halaman 8 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 10
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
dalam laporan pendapat kewajaran.
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:
Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Aspek Ketentuan Utama
- Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
Analisis Objek Rencana
- Dampak keuangan Rencana Transaksi
Transaksi
- Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
- Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
- Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
Analisis Rencana Transaksi - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
- Analisis likuiditas Rencana Transaksi
- Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
- Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
- Analisis industri & bisnis
- Analisis operasional & prospek perusahaan
- Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
Analisis Kualitatif
- Keuntungan & kerugian kualitatif
- Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
- Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
- Dampak jika proyek dibiayai gagal
- Kinerja historis & proyeksi keuangan
- Analisis rasio keuangan
- Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
- Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
Analisis Kuantitatif
- Analisis cash management dan financial covenant
- Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
- Incremental analysis (nilai tambah)
- Sensitivity analysis (jika perlu)
Halaman 9 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 11
Aspek Ketentuan Utama
- Analisis kelayakan investasi;
Analisis Kelayakan
- Analisis kelayakan pelunasan utang
Penggunaan Dana
- Analisis atas faktor lain yang relevan
Kesimpulan - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV
1.9 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
adalah sebagai berikut:
a. PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)
Laporan Keuangan
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 26
00190/2.1457/AU.1/05/0241-
1 Desember Audit Rekan Februari Wajar
3/1/II/2026
2025 AP: Yanto, S.E., 2026
AK., M.Ak., CPA
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 26
00180/2.1457/AU.1/05/0241-
2 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2025
2024 AP: Yanto, S.E., 2025
AK., M.Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 23
00190/2.1025/AU.1/05/0241-
3 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2024
2023 AP: Yanto, S.E., 2024
M.Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 23
00177/2.1025/AU.1/05/0239-
4 Desember Audit Rekan Februari Wajar
3/1/II/2023
2022 AP: Lok Budianto, 2023
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 21
00121/2.1025/AU.1/05/0239-
5 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2022
2021 AP: Lok Budianto, 2022
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 19
00157/2.1025/AU.1/05/0239-
6 Desember Audit Rekan Februari Wajar
1/1/II/2021
2020 AP: Lok Budianto, 2021
S.E., Ak., CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Halaman 10 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 12
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Keuangan Perseroan Periode 31 Januari 2026 – 31 Maret 2027 (sebelum dan
setelah) adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan.
2. Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan
1. Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
2. Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
3. Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Legalitas Perusahaan - Perseroan
1. Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
3. Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
2011.
4. Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.
Informasi Lainnya - Perseroan
1. Draft Perjanjian Pinjaman antar Perusahaan (Intercompany Loan Agreement) PT United
Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions.
2. Surat Pernyataan No.LUT/023/9960/II/2026 tanggal 02 Maret 2026 perihal informasi
tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
3. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 03 Maret 2026.
b. PT Jabar Environmental Solutions (“JES”)
Laporan Keuangan - JES
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan JES
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
31 Laporan
1 Desember InHouse Keuangan - - -
2025 Internal JES
Halaman 11 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 13
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Siddharta
Widjaja dan
31 Maret 00507/2.1005/AU.1/02/2013- 14 Juli
2 Audit Rekan Wajar
2025 1/1/VII/2025 2025
AP: Jeanne,
CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Keuangan JES Periode 31 Januari 2026 – 31 Maret 2027 (sebelum dan setelah)
adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen JES.
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - JES
1. Akta Notaris Shella Falianti, SH. No. 02 dengan nama PT Jabar Environmental Solutions.
Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0004197.AH.01.01.Tahun 2024 pada
tanggal 17 Januari 2024.
2. Akta No. 01 tanggal 03 Juli 2025 yang dibuat dihadapan Shella Falianti, SH. notaris di
Jakarta, tentang perubahan susunan pengurus, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan
suratnya tanggal 03 Juli 2025 No. AHU- AHU-AH.01.09-0306320.
3. Akta No. 07 tanggal 17 Maret 2025 yang dibuat di hadapan Shella Falianti, SH. notaris
di Jakarta, tentang Perubahan pemegang saham, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan
suratnya tanggal 18 Maret 2025 No. AHU-AH.01.09-0150334.
Legalitas Perusahaan - JES
1. Surat Pernyataan Domisili, tanggal 16 Januari 2024.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 99.892.804.8-444.000.
3. Keterangan Terdaftar No. S-2265/KT/KPP.091403/2024, tanggal 18 Januari 2024.
4. Nomor Induk Berusaha No. 0507240025384, tanggal 5 Juli 2024.
1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.012/FDI/BAI-UT/X/2025 tanggal 27 Oktober 2025 serta
berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi dan
wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM (Minutes
of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai
Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
Nama Jabatan Perusahaan
Muhamad Ilham Gunawan Corp Planning & Advisory PT United Tractors Tbk
Kevin Rosby Corp Planning & Advisory PT United Tractors Tbk
Rendih Corp. Treasury PT United Tractors Tbk
Sofi Christiana Corp. Treasury PT United Tractors Tbk
Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting
Halaman 12 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 14
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
hal sebagai berikut:
a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
Transaksi.
b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
(dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.15 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JES
Halaman 13 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 15
ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan dan JES. KJPP FDI&R juga
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event).
Halaman 14 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 16
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta ketentuan dalam
Perjanjian Pinjaman antar Perusahaan (Intercompany Loan Agreement) antara Perseroan JES,
besaran dana yang menjadi objek Rencana Transaksi adalah sebesar USD10.000.000 atau
setara dengan Rp167.820.000.000 dengan asumsi nilai tukar mata uang menggunakan rata-
rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD.
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
disajikan pada tabel berikut:
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 26.570.772 (167.820) 26.402.952
Piutang usaha
-Pihak ketiga 18.559.795 18.559.795
-Pihak berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang non-usaha -
-Pihak ketiga 492.811 492.811
-Pihak berelasi 1.203.084 9.488 1.212.572
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam pelaksanaan
-Pihak ketiga 28.698 28.698
-Pihak berlasi -
Pajak dibayar dimuka -
-Pajak penghasilan 1.653.543 1.674 1.655.217
-Pajak lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang muka dan biaya dibayar di muka 1.543.309 1.543.309
Investasi lain-lain -
Aset lancar lain-lain 357.480 357.480
Jumlah Aset Lancar 72.141.026 (156.657) 71.984.369
Aset Tidak Lancar
Piutang usaha
-Pihak ketiga 453.411 453.411
-Pihak berelasi 18.957 18.957
Halaman 15 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 17
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Piutang non-usaha -
-Pihak ketiga 88.336 88.336
-Pihak berelasi 3.103.936 167.820 3.271.756
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka -
-Pajak penghasilan 1.446.559 1.446.559
-Pajak lain-lain 1.650.429 1.650.429
Kas dan deposito berjangka 787.806 787.806
Uang muka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi dan
17.223.562 (8.228) 17.215.334
pengendalian
Investasi lain-lain 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Biaya eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Jumlah Aset Tidak Lancar 105.496.273 159.592 105.655.865
Jumlah Aset 177.637.299 2.935 177.640.234
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
-Pihak ketiga 29.095.249 29.095.249
-Pihak berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
-Pihak ketiga 1.132.969 1.132.969
-Pihak berelasi 87.548 87.548
Utang Pajak -
-Pajak penghasilan 825.803 2.456 828.259
-Pajak lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan -
-Pihak ketiga 857.034 857.034
-Pihak berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jk pendek dari utang jk panjang
-Pinjaman bank 9.682.666 9.682.666
-Sewa pembiayaan 801.430 801.430
-Pinjaman lain-lain 560.318 560.318
Halaman 16 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 18
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Bagian jangka pendek dari liabilitas
jangka panjang
Instrumen keuangan derivatif -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 2.456 53.215.431
Liabilitas Jangka Panjang
Utang non-usaha
-Pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Instrumen keuangan derivatif -
Provisi 1.154.627 1.154.627
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangk pendek
-Pinjaman bank 6.054.620 - 6.054.620
-Sewa pembiayaan 976.309 976.309
-Pinjaman lain-lain 281.698 281.698
Pendapatan tangguhan -
Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
3.555.105 3.555.105
lain
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 - 21.288.001
Jumlah Liabilitas 74.500.976 2.456 74.503.432
Ekuitas
Modal saham 932.534 932.534
Tambahan modal disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Treasury (4.902.237) (4.902.237)
Saldo laba -
-Dicadangkan 186.507 186.507
-Belum dicadangkan 85.547.627 479 85.548.106
Cadangan lindung nilai (2.065.280) (2.065.280)
Cadangan penyesuaian nilai wajar dalam
investasi
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Selisih kurs 9.227.066 9.227.066
Transaksi dengan kepentingan
(875.920) (875.920)
nonpengendali
Kepentingan non pengendali 5.362.703 - 5.362.703
Jumlah Ekuitas 103.136.323 479 103.136.802
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 2.935 177.640.234
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
2025
Halaman 17 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 19
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Laba Bruto 29.703.504 - 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Kerugian penurunan nilai properti
- -
pertambangan
Beban lain-lain (256.226) - (256.226)
Penghasilan lain-lain -
Penghasilan keuangan 1.244.489 11.163 1.255.652
Biaya keuangan (2.625.818) - (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas (245.576) (8.228) (253.804)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 20.182.167 2.935 20.185.102
Beban Pajak Penghasilan (5.005.403) (2.456) (5.007.859)
Laba Tahun Berjalan 15.176.764 479 15.177.243
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025
Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat pengurangan pada kas setara kas sebesar Rp167 miliar akibat digunakannya kas
internal Perseroan untuk membiayai pemberian pinjaman kepada JES.
• Terdapat kenaikan pada piutang pihak berelasi sebesar Rp167 miliar akibat timbulnya
pencatatan piutang kepada JES sebagai pihak yang berelasi.
• Terdapat kenaikan pada piutang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp9,4 miliar akibat dari
timbulnya pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.
• Terdapat kenaikan pada pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan sebesar Rp1,6 miliar
akibat dari pencatatan pajak pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada JES dan kenaikan piutang non
usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke JES.
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilaksanakan dengan
mempertimbangkan kebutuhan pendanaan pada JES dalam rangka memenuhi persyaratan
penempatan dana pada rekening tertentu untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga
sampah yang berlokasi di Jawa Barat (“Proyek”) sebagaimana diatur dalam perjanjian antara JES
dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (“PLN”) (“Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik”).
Pemenuhan persyaratan tersebut dipandang penting untuk mendukung keberlangsungan
kewajiban kontraktual JES serta memastikan kelancaran pelaksanaan Proyek yang menjadi ruang
lingkup perjanjian dimaksud.
Halaman 18 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 20
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,36X 1,35X 0,003X
Quick Ratio 1,04X 1,04X 0,003X
Cash Ratio 0,50X 0,50X 0,003X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Debt to Assets Ratio 0,11X 0,11X 0,000X
Debt to Equity Ratio 0,18X 0,18X 0,000X
Times Interest Earned 8,40X 8,40X 0,000X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar Rp167.820.000.000
kepada JES berasal dari kas dan setara kas internal perusahaan yang nilainya sebesar 0,63% dari
total kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu perubahan
pada rasio likuiditas tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas Perseroan.
Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak pada Debt to Assets Ratio
dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan Perseroan
bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamnkan, timbul kenaikan
pada pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari Perseroan. Pada
rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit dibagi beban
keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE Perseroan.
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)
Riwayat Singkat
PT United Tractors Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi,
S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Halaman 19 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 21
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin Konstruksi”) beserta pelayanan purna
jual; kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Jumlah
Saham
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.339.500
Franciscus Xaverius Laksana
2 700.000 0,02% 175.000.000
Kesuma (Presiden Direktur)
3 Iwan Hadiantoro (Direktur) 168.100 0,00% 42.025.000
Halaman 20 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 22
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Jumlah
Saham
4 Loudy Irwanto Ellias (Direktur) 65.515 0,00% 16.378.750
5 Vilihati Surya (Direktur) 13.000 0,00% 3.250.000
6 Widjaja Kartika (Direktur) 2.000 0,00% 500.000
Masyarakat selain Direksi
7 (masing-masing kepemilikan 1.352.463.063 36,26% 338.115.765.750
dibawah 5%)
Jumlah Saham Beredar 3.572.729.036 95,78% 893.182.259.000
Saham Treasury 157.406.100 4,22% 39.351.525.000
Jumlah Saham Ditempatkan
3.730.135.136 100,00% 932.533.784.000
dan Disetor Penuh
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
Halaman 21 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 23
B. PT Jabar Environmental Solutions (“JES”)
Riwayat Singkat
PT Jabar Environmental Solutions didirikan pada tanggal 16 Januari 2024, berdasarkan Akta
Pendirian No. 02, dihadapan Shella Falianti, SH. notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 17
Januari 2024 No. AHU0004197.AH.01.01.TAHUN 2024.
Perubahan Anggaran Dasar JES terakhir terkait dengan perubahan susunan pengurus
sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 01 tanggal 03 Juli 2025 yang dibuat dihadapan
Shella Falianti, SH. notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan perubahan anggaran
dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 03 Juli 2025
No. AHU- AHU-AH.01.09-0306320.
Perubahan susunan pemegang saham JES terakhir sebagaimana dituangkan dalam Akta No.
07 tanggal 17 Maret 2025 yang dibuat dihadapan Shella Falianti, SH. notaris di Jakarta, yang
telah mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 18 Maret 2025 No. AHU-AH.01.09-0150334.
Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha Perusahaan adalah di bidang pembangkitan listrik dan pengolahan dan
pembungan limbah dan sampah tidak berbahaya. Sesuai dengan Akta Pendirian No. 02 Pasal
3, sebagai berikut:
a. Pembangkitan Tenaga Listrik (KBLI 35111);
b. Pengolahan dan Pembungan Limbah dan Sampah Tidak Berbahaya (KBLI 38211).
Informasi Umum
Alamat Perseroan : TPPAS Regional Legok Nangka, Jl. Raya Nagreg, Bandung, Jawa Barat
No. Telp / Fax : 08118007384
Website :-
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen JES, susunan kepemilikan saham JES per 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham PT Jabar Environmental Solutions
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Total
Saham
1 Sumitomo Corporation 4900 49,00% 4.900.000.000
Kyuden International
2 2500 25,00% 2.500.000.000
Corporation
3 PT Energia Prima Nusantara 2100 21,00% 2.100.000.000
4 Kanadevia Corporation 500 5,00% 500.000.000
Jumlah 10.000 100,00% 10.000.000.000
Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen JES
Halaman 22 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 24
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen JES dan Akta No.01 tanggal 03 Juli 2025, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit JES per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Takeshi Onishi
Direksi
Direktur : Kenichi Ishikawa
Hubungan Pihak yang Bertransaksi
A. Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepengurusan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
No Nama Perseroan JES Keterangan
1 Djony Bunarto Tjondro Presiden Komisaris (-) Tidak Afiliasi
Wakil Presiden
2 Rudy (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
3 Djoko Pranoto Santoso Komisaris (-) Tidak Afiliasi
4 Gita Tiffani Boer Komisaris (-) Tidak Afiliasi
5 Benjamin Herrenden Birks Komisaris (-) Tidak Afiliasi
Paulus Bambang
6 Komisaris Independen (-) Tidak Afiliasi
Widjanarko
7 Bruce Malcolm Cox Komisaris Independen (-) Tidak Afiliasi
8 Ignasius Jonan Komisaris Independen (-) Tidak Afiliasi
Franciscus Xaverius Laksana
9 Presiden Direktur (-) Tidak Afiliasi
Kesuma
10 Loudy Irwanto Ellias Direktur (-) Tidak Afiliasi
11 Iwan Hadiantoro Direktur (-) Tidak Afiliasi
12 Idot Supriadi Direktur (-) Tidak Afiliasi
13 Widjaja Kartika Direktur (-) Tidak Afiliasi
14 Vilihati Surya Direktur (-) Tidak Afiliasi
15 Ari Sutrisno Direktur (-) Tidak Afiliasi
16 Hendra Hutahean Direktur (-) Tidak Afiliasi
17 Takeshi Onishi (-) Komisaris Tidak Afiliasi
Halaman 23 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 25
No Nama Perseroan JES Keterangan
18 Kenichi Ishikawa (-) Direktur Tidak Afiliasi
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan & JES Per 31 Desember 2025
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan JES
sebagai pihak Penerima Pinjaman tidak memiliki hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
Keterangan:
UNTR : PT United Tractors Tbk atau Perseroan
EPN : PT Energia Prima Nusantara
JES : PT Jabar Environmental Solutions
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
Halaman 24 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 26
Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan JES sebagai pihak Penerima Pinjaman,
terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun
pemegang sahamnya, dimana:
• Perseroan memiliki 100% saham pada EPN, sehingga EPN merupakan entitas anak yang
dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan.
• EPN memiliki 21% saham pada JES, sedangkan sisanya dimiliki oleh Sumitomo
Corporation, Kyuden Corporation, dan Kanadevia Corporation.
• Mengingat EPN merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Perseroan, maka
Perseroan dan JES tergolong sebagai pihak afiliasi secara tidak langsung melalui
kepemilikan EPN pada JES.
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
No.LUT/023/9960/II/2026 tanggal 02 Maret 2026 perihal Informasi atas Benturan
Kepentingan dalam Rangka Transaksi Afiliasi UNTR dan JES berupa transaksi Pinjaman antar
Perusahaan atau Intercompany Loan, bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung transaksi
benturan kepentingan.
C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.
Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
Nilai Transaksi Ekuitas Materia
Keterangan
USD Rupiah USD Rupiah litas (%)
Rencana
10.000.000 167.820.000.000 6.145.651.472 103.136.323.000.000 0,16%
Transaksi
Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).
Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD. Kemudian berdasarkan laporan
keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar
Rp103.136.323.000.000 atau setara dengan USD6.145.651.472. Dengan
mempertimbangkan nilai transaksi sebesar USD10.000.000 atau setara dengan
Rp167.820.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,16% dari ekuitas Perseroan.
Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”).
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan atau Intercompany Loan Agreement
antara PT United Tractors Tbk dan PT Jabar Environmental Solutions bahwa dalam perjanjian
Rencana Transaksi berisi ketentuan mengenai:
Halaman 25 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 27
1. Tujuan
Tujuan pinjaman oleh debitur dimana digunakan untuk pendanaan dan pengembangan
proyek sesuai dengan PPA mengikuti ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.
2. Pinjaman
a. Jumlah fasilitas pokok senilai USD10.000.000.
b. Tingkat suku bunga per tahun yaitu SOFR + 3%.
c. Periode Ketersediaan Dana yaitu 1 tahun sejak tanggal perjanjian.
d. Penyampaian pemberitahuan penarikan yang disampaikan debitur sesuai dengan jangka
waktu yang terdapat pada draft perjanjian.
e. Ketentuan mengenai penarikan yang dapat dilakukan oleh debitur mengikuti ketentuan
Periode Ketersediaan Dana yang terdapat pada draft perjanjian.
f. Ketentuan mengenai diperbolehkannya debitur dalam meminjam kembali pinjaman yang
telah dibayarkan mengikuti ketentuan Periode Ketersediaan Dana yang terdapat pada draft
perjanjian.
g. Ketentuan mengenai waktu mulai dikenakannya bunga atas pinjaman terutang dan
kapitalisasi atas bunga pada akhir kuartal atau periode yang disepakati para pihak.
h. Ketentuan mengenai tanggal pembayaran terkait pinjaman dan bunga mengikuti ketentuan
yang terdapat pada draft perjanjian.
i. Ketentuan mengenai hak kreditur dalam memperoleh pembayaran pinjaman dan bunga
dari debitur pada saat adanya keadaan tidak mampu membayar atau Cidera Janji
mengikuti ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.
j. Ketentuan mengenai pembayaran dipercepat yang dapat dilakukan debitur dengan
penyampaian pemberitahuan kepada kreditur serta ketentuan yang mengatur pembayaran
dipercepat lain mengikuti ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.
k. Ketentuan mengenai pembayaran kepada kreditur berdasarkan perjanjian yang tidak
dapat di set-off, disanggah, atau dikurangi namun dengan tetap memperhatikan peraturan
perpajakan yang relevan pada draft perjanjian.
l. Ketentuan apabila terdapat kondisi dimana debitur gagal untuk menyelesaikan
pembayaran kepada kreditur sesuai dengan yang diatur pada draft perjanjian.
3. Penghitungan dan Bukti Hutang
Ketentuan mengenai penghitungan bukti hutang serta catatan pembukuan mengikuti
ketentuan yang terdapat pada draft perjanjian.
2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,36X 1,35X 0,003X
Quick Ratio 1,04X 1,04X 0,003X
Cash Ratio 0,50X 0,50X 0,003X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 26 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 28
Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
dampak selisih penurunan sebesar 0,003 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah uang
sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak berelasi.
Hal tersebut mengakibatkan turunnya jumlah aset lancar perusahaan akibat Rencana Transaksi
dan pada akhirnya menurunkan rasio lancar perusahaan.
Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh penurunan rasio sebesar 0,003
kali diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
Perseroan ke JES. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami
penurunan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami kenaikan, yang pada akhirnya menurunkan
rasio cepat Perseroan.
Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
penurunan rasio sebesar 0,003 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal
pada kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke JES. Rencana Transaksi tersebut
berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan nilai rasio
yang tidak signifikan.
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi
Analisis Manfaat
Pemberian pinjaman kepada JES berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan.
Rencana pinjaman tersebut direncanakan menggunakan tingkat suku bunga yang, diharapkan
lebih tinggi dibandingkan tingkat pengembalian dari penempatan dana Perseroan pada
instrumen perbankan seperti giro dan deposito.
Dengan demikian, transaksi ini berpotensi meningkatkan imbal hasil atas kelebihan kas Perseroan
serta mengoptimalkan pemanfaatan dana internal tanpa mengganggu likuiditas operasional.
Selain itu, transaksi ini juga dapat memperkuat sinergi pendanaan dalam grup usaha serta
mendukung keberlangsungan proyek JES yang pada akhirnya diharapkan memberikan nilai
tambah secara konsolidasi bagi Perseroan.
Analisis Risiko
Di sisi lain, Rencana Transaksi juga mengandung beberapa risiko yang perlu diperhatikan, antara
lain risiko kredit berupa kemungkinan keterlambatan atau ketidakmampuan JES dalam memenuhi
kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sesuai dengan perjanjian. Risiko ini dapat
dipengaruhi oleh kinerja operasional JES, kondisi proyek yang dibiayai, serta dinamika industri
yang dihadapi.
Selain itu, terdapat risiko likuiditas bagi Perseroan apabila kebutuhan kas internal meningkat pada
saat dana masih terikat dalam pinjaman kepada JES. Meskipun demikian, dengan
mempertimbangkan hubungan afiliasi dalam grup usaha, struktur perjanjian pinjaman, serta
kondisi keuangan Perseroan yang relatif kuat, risiko-risiko tersebut pada saat ini dinilai dapat
dikelola pada tingkat yang wajar.
Halaman 27 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 29
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan
PT United Tractors Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT
Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H..
Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
& Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin Konstruksi”) beserta pelayanan purna jual;
kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Halaman 28 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 30
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 14. Struktur Pemegang Saham PT United Tractors Tbk
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Jumlah
Saham
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.339.500
Franciscus Xaverius Laksana
2 700.000 0,02% 175.000.000
Kesuma (Presiden Direktur)
3 Iwan Hadiantoro (Direktur) 168.100 0,00% 42.025.000
4 Loudy Irwanto Ellias (Direktur) 65.515 0,00% 16.378.750
5 Vilihati Surya (Direktur) 13.000 0,00% 3.250.000
6 Widjaja Kartika (Direktur) 2.000 0,00% 500.000
Masyarakat selain Direksi
7 (masing-masing kepemilikan 1.352.463.063 36,26% 338.115.765.750
dibawah 5%)
Jumlah Saham Beredar 3.572.729.036 95,78% 893.182.259.000
Saham Treasury 157.406.100 4,22% 39.351.525.000
Jumlah Saham Ditempatkan dan
3.730.135.136 100,00% 932.533.784.000
Disetor Penuh
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Halaman 29 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 31
Direktur : Hendra Hutahean
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.
8
6 5,31 5,05 5,03 5,11
3,7
4
2
0
2021 2022 2023 2024 2025
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.
Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batubara dan lignit
berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
pelemahan harga nikel global.
Halaman 30 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 32
1200,0 07%
06%
06%
PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
1000,0
05%
04% 05%
04%
800,0
(Triliun Rupiah) 04%
600,0 03%
02%
400,0
01%
200,0
-0,66% 00%
- -01%
2021 2022 2023 2024 2025
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Pertambangan Batubara dan Lignit
Pertambangan Biji Logam, Pertambangan dan Penggalian Lainnya
Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.
40.000 8,00
34.386
31.903
29.607 7,00
30.000 27.517
25.573
GDP (Triliun Rupiah)
23.694
22.139 6,00
20.892
20.000
(%)
5,00
5,05 5,03 5,11 5,14
4,86 4,94 4,96 4,96
10.000
4,00
- 3,00
2023 2024 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
GDP (Triliun) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen
Halaman 31 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 33
sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92 persen. „
Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen; dengan inflasi
m-to-m sebesar 0,20 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38 persen. 62,512,45% atau naik
dibandingkan prediksi bulan April 2025 sebesar yang menandakan bahwa kondisi
perekonomian masih bergerak stabil.
3,50%
2,92%
3,00% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
2,50% 2,19%
2,00%
Inflasi
1,57%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
2024E 2025E 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Proyeksi Inflasi
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Suku Bunga
Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
Halaman 32 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 34
sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
kenaikan menjadi 8,97%
Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,12
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,44
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,97
Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan
Cadangan Mineral dan Batubara di Indonesia
Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.
7.000 6.431
5.914
6.000
5.000
4.000 3.461
3.215
2.865 2.858
3.000
1.967
2.000
1.209 1.049
1.000 61 552,3 648
437,1
208,2 136 62,0 224,1 114 21,3
0,0002 0,0034 0,8 0,0 1,4
58,8 2,8
-
Emas Emas Bauksit Besi LateritBesi Primer Kobal Mangan Nikel Pasir Besi Perak Seng Tembaga Timah
Aluvial Primer
Cadangan Bijih (Juta Ton) Cadangan Logam (Juta Ton)
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
memproduksi sebanyak 836 juta ton batubara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari
batubara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batubara Indonesia saat ini mencapa 97.960 juta
ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batubara kalori rendah; 16% atau 15.526 juta ton
kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar di 23
provinsi dan 1.660 titik.
Halaman 33 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 35
97.960
100.000
Cadangan Batubara 2024 (Juta Ton)
80.000
67.333
60.000
40.000
20.000 15.526 15.101
-
Batubara Kalori Rendah Batubara Kalori Sedang Batubara Kalori Tinggi Total Cadangan Tahun
2024
Grafik 8. Cadangan Batubara Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi batubara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batubara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
2024. Batubara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN pada
tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam, panas
bumi, air dan sumber energi lainnya.
836,13
Batubara (juta ton)
775,00
176,08
Nikel (ribu ton)
126,72
19,44
Timah (ribu ton)
50,67
25,75
Emas dan Perak (juta ton)
14,24
0,00 100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00
2024 2023
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Pada tahun 2024 produksi batubara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
batubara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batubara. Sedangkan produksi
emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi
dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.
Halaman 34 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 36
1200
938 934
Jumlah Izin
800 635
400
0
Batubara Mineral
IUP/IUPPK/KK/IPR IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan capaian
reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.
26.538
27.000
22.000
17.000
11.084
12.000 9.694 9.344
7.921
7.000
7.000 7.025 7.050 7.075 7.100
2.000
2020 2021 2022 2023 2024
Capaian reklamasi Target
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batubara
Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batubara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.
Halaman 35 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 37
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral
Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
– Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.
6.000 5.542
5.000
4.096
4.000
Juta USD
3.177
3.000
2.048
2.000
1.062 1.551
848 1.365
764 655
1.000
250
198 163,5 212
- … 104 64,2 89
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-gus Jan - Agus
2024 2025
Nikel Emas Tembaga Perak
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
penurunan harga acuan batubara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batubara juga berlanjut sampai
Halaman 36 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 38
dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
batubara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.
100000,0
90000,0
80000,0
70000,0 46.765
60000,0
Juta USD
50000,0 34.592
30.490
40000,0 26.533
30000,0 20.132
14.534 15.906
20000,0
10000,0
-
2020 2021 2022 2023 2024 Jan - Jan -
Agus 2024Agus 2025
Batubara Batubara Kadar Menegah Batubara Kadar Tinggi Total Ekspor Batubara
Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
Sumber: BPS, 2025
Nilai Impor Mesin dan Alat Berat
Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.
3.000 2.660 1
2.500 1
2.039 1.923 1
2.000 1.635 63% 1
Juta USD
1.459
1.500 0
1.000 0
-6% -
500 (0)
-23%
- (0)
2021 2022 2023 2024 Juli 2025
Impor Growth
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
Sumber: BPS, 2025
Halaman 37 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 39
Perkembangan Pasar Global
Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batubara
mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
2025. Harga acuan batubara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
104,50/ton pada 10 Oktober 2025.
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global
Sumber: S&P Capital IQ, 2025
Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batubara negara maju
diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batubara
negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batubara masih menjadi
sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
dihasilkan dari batubara meencapai 50.618 Twh.
Halaman 38 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 40
5.000 4.729 4.624
4.524
4.046
4.000 3.681
3.000
2.000
946,3 1.036,4 1.000,4 880,9 832,7
1.000
-
2020 2021 2022 2023 2024
Emas (ton) Batubara (juta ton)
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 - 2024
Sumber: KJPP FDI, diolah
Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat
Batubara saat ini masih menjadi salah satu sumber energi utama global. Walaupun kedepan
penggunaan sumber energi terbarukan atau transisi energi menjadi tujuan utama seluruh negara
dunia, tingginya akan penggunaan dan ketergantungan batubara masih akan berdampak
kepada demand batubara global yang masih akan tinggi walaupun perlahan cenderung
melemah. Sektor pertambangan lain seperti perak, tembaga, emas, dan nikel cenderung
mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan ini akan berdampak pada ekspansi industri di sektor
pertambangan. Prospek industri United Tractors (UT) ke depan menghadapi tantangan akibat
penurunan harga dan ekspor batubara, namun outlook jangka panjang tetap solid berkat
diversifikasi ke sektor logam bernilai tinggi yang produksinya meningkat dan harganya naik
signifikan. Kenaikan harga emas dan perak memperkuat potensi pendapatan lini tambang UT,
sementara sektor alat berat masih mendapat dukungan dari proyek konstruksi dan infrastruktur
domestik. Dengan strategi diversifikasi dan pergeseran fokus dari batubara ke mineral strategis,
UT berpeluang tetap kuat dan adaptif menghadapi perubahan tren energi dan dinamika pasar
global.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:
Mesin Konstruksi
Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu PT United Tractors Tbk
serta anak usahanya yaitu UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu Engineering
(UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada penjualan
alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan, perkebunan,
konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.
Halaman 39 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 41
Tabel 16. Mesin Konstruksi
Mesin Konstruksi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit) 1.564 3.088 5.753 5270 4420 4515
Penjualan UD Trucks (Unit) 224 375 429 272 234 155
Penjualan Scania (Unit) 217 545 233 715 436 466
Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
6 8 10 12 12 11
(triliun Rupiah)
Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
13 23 36 37 37 36
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.
Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.
Kontraktor Penambangan
Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.
Tabel 17. Kontraktor Penambangan
Kontraktor Penambangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Produksi Batu Bara (juta ton) 115 116 116 129 148 148
Volume Pemindahan Tanah (juta bcm) 825 852 954 1158 1217 1100
Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
29 33 47 54 58 54
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.
Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
Halaman 40 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 42
penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
dibandingkan tahun 2023.
Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.
Pertambangan
Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
PT Sumbawa Jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
bisnis ini.
Tabel 18. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
Batu Bara Termal dan Metalurgi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Volume Penjualan Baru Bara (juta ton) 9 9 10 12 13 15
Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
9 14 31 30 26 24
Bara (triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
sebesar 30 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.
Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
15 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
mengalami peningkatan.
Tabel 19. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
Emas dan Mineral Lainnya 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Setara Emas (ribu ons) 320 330 286 175 232 277
Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
7 8 8 5 10 14
Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
Halaman 41 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 43
bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 9,9 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.
Segmen Lainnya
Segmen usaha lainnya terdiri dari usaha konstruksi dan energi. Segmen ini dijalankan oleh PT
Acset Indonusa Tbk dan EPN dimana EPN berjalan sebagai perusahaan induk dalam
pengembangan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. EPN sebagai anak usaha UNTR
mendirikan perusahaan patungan PT Jabar Environmental Solutions untuk membangun
pembangkit listrik tenaga sampah di Jawa Barat.
Prospek Perusahaan
Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
tahun 2024 produksi batubara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batubara terkoreksi hingga 29,6% (yoy),
harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%, 59,2%,
dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada sektor
logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan
nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan tembaga
juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi industri
pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis di tengah pelemahan
pasar batubara global. Penurunan permintaan dan harga batubara akibat berkurangnya
konsumsi global terutama di Amerika, Eropa serta meningkatnya penetrasi energi terbarukan
menekan ekspor dan margin kontraktor tambang seperti PAMA. Meski demikian, tingginya
ketergantungan domestik terhadap batubara untuk kebutuhan listrik dan pembangunan PLTU
baru masih membuka peluang penjualan di pasar dalam negeri.
Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
perubahan arah pasar global.
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilaksanakan dengan
mempertimbangkan kebutuhan pendanaan pada JES dalam rangka memenuhi persyaratan
Halaman 42 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 44
penempatan dana pada rekening tertentu untuk pengembangan Proyek sebagaimana
dipersyaratkan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik. Pemenuhan persyaratan tersebut
merupakan bagian dari kewajiban kontraktual JES guna mendukung pelaksanaan dan
keberlangsungan proyek sesuai ketentuan dalam perjanjian dimaksud.
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
beberapa aspek.
Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
1. Memperoleh tingkat pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dengan
tingkat bunga pasar.
2. Potensi peningkatan nilai perusahaan yang berkelanjutan di tingkat grup karena kepemilikan
tidak langsung Perseroan pada JES melalui anak usahanya yaitu EPN.
3. Diversifikasi sumber daya perusahaan ke aset keuangan lain berupa piutang non usaha.
Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
1. Opportunity Cost yang timbul akibat pinjaman yang diberikan kepada JES.
2. Eksposur terhadap risiko gagal bayar atas pinjaman yang diberikan kepada JES.
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)
Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2020 sampai 31 Desember
2025 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 20. Leverage PT United Tractors Tbk – Historis
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Leverage
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Debt to Equity Ratio 0,20X 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,13X 0,04X 0,01X 0,21X 0,16X 0,07X
Debt to Assets Ratio 0,13X 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
pinjaman yang diberikan kepada PT Jabar Environmental Solutions bersumber dari dana internal
kas perusahaan. dengan begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan
secara signifikan dilihat dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to
Assets. Leverage perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 21. Leverage PT United Tractors Tbk – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Dampak Leverage Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Debt to Equity Ratio 0,183418X 0,183417X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,070903X 0,070902X
Debt to Assets Ratio 0,106493X 0,106491X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 43 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 45
Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
klasifikasi industri dengan PT United Tractors Tbk. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.
Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:
Tabel 22. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
Pertumbuhan Pertumbuhan Margin Total Pangsa
Perusahaan Industri
Pendapatan Laba Laba Bersih Aset Pasar
PT Alamtri Resources
√ √ √ √
Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
PT Baramulti Suksessarana
√ √ √ √
Tbk (IDX:BSSR)
PT Bayan Resources Tbk.
√ √ √ √
(IDX:BYAN)
PT Bukit Asam Tbk
√ √ √ √
(IDX:PTBA)
PT Dian Swastatika
√ √ √ √ √
Sentosa Tbk (IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines
√ √ √ √ √
Tbk (IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya
√ √ √ √ √
Megah Tbk (IDX:ITMG)
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:
Tabel 23. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
Dec Dec Dec Dec Dec Sep
Debt to Equity Ratio
2020 2021 2022 2023 2024 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,38 0,36 0,24 0,19 0,11 0,14
(IDX:ADRO)
PT Baramulti Suksessarana Tbk
0,05 0,06 0,04 0,02 0,01 0,00
(IDX:BSSR)
PT Bayan Resources Tbk.
0,47 - - 0,20 0,15 -
(IDX:BYAN)
PT Bukit Asam Tbk
0,06 0,04 0,05 0,06 0,10 0,20
(IDX:PTBA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
0,46 0,36 0,54 0,47 0,63 0,67
(IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines Tbk
0,43 0,36 0,24 0,38 0,43 0,24
(IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,08 0,04 0,03 0,03 0,04 0,05
(IDX:ITMG)
Average 0,28 0,18 0,16 0,19 0,21 0,19
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Halaman 44 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 46
Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,16
sampai 0,28. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.
Tabel 24. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
Dec Dec Dec Dec Dec Sep
Debt to Asset Ratio
2020 2021 2022 2023 2024 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,24 0,21 0,15 0,14 0,09 0,11
(IDX:ADRO)
PT Baramulti Suksessarana Tbk
0,04 0,03 0,02 0,01 0,01 0,00
(IDX:BSSR)
PT Bayan Resources Tbk.
0,25 - - 0,12 0,10 -
(IDX:BYAN)
PT Bukit Asam Tbk
0,04 0,03 0,03 0,03 0,05 0,09
(IDX:PTBA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
0,25 0,21 0,25 0,26 0,33 0,34
(IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines Tbk
0,18 0,14 0,12 0,19 0,23 0,14
(IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,06 0,03 0,02 0,02 0,03 0,04
(IDX:ITMG)
Average 0,15 0,09 0,08 0,11 0,12 0,10
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,08
sampai 0,15.
Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,183 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,16 sampai 0,28. Hal ini menunjukan
bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.
Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,106 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,08 sampai 0,15. Hal ini menunjukan
Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke JES tidak secara signifikan berdampak
pada leverage perusahaan yang dilihat dari proksi debt to assets.
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo
Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
rasio likuiditas perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan JES serta hal-hal lain yang dapat
mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.
Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Halaman 45 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 47
Tabel 25. Rasio Likuiditas Perseroan
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,36 1,35 0,003
Quick Ratio 1,04 1,04 0,003
Cash Ratio 0,50 0,50 0,003
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rencana Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya sebesar
0,63% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.
Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, mempertimbangkan JES yang
statusnya saat ini belum melakukan kegiatan operasional, kemampuan melunasi pinjaman saat
jatuh tempo dapat dilihat dari opsi-opsi pemenuhan kebutuhan dana yang dapat dijalankan oleh
JES dalam rangka pelunasan pinjaman. Sebagai perusahaan patungan atau Joint Ventures yang
saat ini belum beroperasi, JES dapat memenuhi kebutuhan dana lewat berbagai skema
pendanaan diantaranya:
• Penyetoran modal dari para sponsor
• Pinjaman dari para sponsor
Kemampuan melunasi pinjaman dengan status operasional perusahaan saat ini dapat ditopang
dari komitmen para sponsor dalam mendukung pengembangan perusahaan dan proyek-proyek
JES kedepan.
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal
Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan JES tidak dapat dilunasi atau
mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh JES akan menghilangkan potensi
pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
perolehan kas perusahaan.
Tabel 26. Analisis Cash Management
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas Perseroan 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 167.820
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 0,63%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 0,63% sehingga dampak yang
timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan secara
keseluruhan.
Halaman 46 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 48
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
3.2.1 Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Kinerja Historis PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
Perseroan periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 27. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember
2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 20.499 33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 9.692 11.640 17.118 18.953 18.918 18.560
Pihak Berelasi 332 512 515 1.321 1.071 1.358
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 847 904 1.042 833 780 493
Pihak Berelasi 1.135 964 973 1.208 1.383 1.203
Persediaan 8.002 9.454 15.390 17.184 16.994 16.730
Proyek dalam Pelaksanaan 0 0 0 0 159 29
Pihak Ketiga 49 59 37 111 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0 0
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.152 1.145 806 910 782 1.654
Pajak Lain-lain 1.511 1.753 3.412 2.197 2.939 3.644
Uang Muka dan Biaya
890 775 1.256 1.103 1.470 1.543
Dibayar Dimuka
Aset Lancar Lain-lain 87 77 99 249 391 357
Total Aset Lancar 44.196 60.604 78.930 62.667 69.979 72.141
Halaman 47 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 49
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito
berjangka yang dibatasi 1.063 776 519 561 629 788
penggunaannya
Piutang usaha
Pihak Ketiga 108 56 0 108 477 453
Pihak Berelasi 6 0 17 18 19
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 430 385 458 312 180 88
Pihak Berelasi 1.665 2.087 2.811 2.868 3.407 3.104
Persediaan 195 206 255 82 99 106
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 35 19 9 76 792 1.447
Pajak Lain-lain 197 222 266 1.732 1.913 1.650
Uang muka dan biaya
190 109 569 1.299 428 794
dibayar dimuka
Investasi pada entitas
asosiasi Investments in
1.375 2.517 5.146 14.853 17.822 17.224
associates dan ventura
bersama
Investasi jangka panjang 625 764 1.114 1.243 1.376 3.176
Aset tetap 24.319 20.457 23.678 36.002 40.952 45.297
Properti pertambangan 12.960 11.925 11.905 17.846 15.712 14.809
Properti investasi 217 222 222 228 216 244
Beban eksplorasi dan
1.913 2.162 2.389 2.374 2.494 2.769
pengembangan tangguhan
Aset tambang berproduksi 4.713 4.456 4.836 4.489 4.216 3.958
Beban tangguhan 1.269 917 1.715 1.449 1.301 1.169
Aset pajak tangguhan 1.819 2.250 2.981 3.537 4.021 4.891
Goodwill 2.505 2.428 2.676 2.287 3.448 3.511
Total Aset Tidak Lancar 55.605 51.957 61.548 91.361 99.501 105.496
Total Aset 99.801 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 10.088 14.299 24.591 28.883 28.749 29.095
Pihak Berelasi 185 219 258 228 236 214
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 446 389 508 604 863 1.133
Pihak Berelasi 37 51 76 52 70 88
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 199 1.868 2.940 2.390 1.042 826
Pajak Lain-lain 308 378 642 779 478 585
Akrual 3.829 5.188 8.856 6.569 6.787 6.693
Uang muka pelanggan
Halaman 48 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 50
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pihak Ketiga 472 774 784 691 1.004 857
Pihak Berelasi 58 11 111 53 46 44
Pendapatan tangguhan 414 440 600 705 972 1.021
Liabilitas imbalan kerja 603 633 658 791 852 1.054
Pinjaman bank jangka
696 175 1.029 294 402 560
pendek
Bagian jangka pendek dari
utang jangka panjang
Pinjaman Bank 2.468 5.351 8 2.294 9.683
Liabilitas Sewa 828 651 940 989 907 801
Pinjaman Lain-lain 53 29 19 3 600 560
Pinjaman bank jangka
pendek dari Liabilitas
260 32 29 0 0
Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka
20.944 30.489 42.037 43.038 45.303 53.213
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.257 3.165 3.241 4.462 4.022 3.768
Provisi rehabilitasi,
reklamasi, dan penutupan 612 634 794 865 1.029 1.155
tambang
Liabilitas imbalan kerja 3.155 3.316 3.708 4.047 4.989 5.498
Utang jangka panjang,
setelah dikurangi bagian
jangka pendek
Pinjaman Bank 7.758 2.497 0 16.573 14.862 6.055
Liabilitas Sewa 627 462 897 842 758 976
Pinjaman Lain-lain 51 22 117 165 343 282
Liabilitas keuangan jangka
250 154 169 0 0 3.555
panjang lain-lain
Total Liabilitas Jangka
15.710 10.249 8.927 26.954 26.003 21.288
Panjang
Total Liabilitas 36.654 40.739 50.964 69.993 71.305 74.501
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan
kepada entitas induk
Modal Disetor 933 933 933 933 933 933
Tambahan Modal Disetor 9.704 9.704 9.704 9.704 9.704 9.704
Saham Tresuri 0 0 (3.191) (3.191) (3.191) (4.902)
Saldo Laba
Dicadangkan 187 187 187 187 187 187
Belum Dicadangkan 49.306 56.487 71.137 66.685 77.976 85.548
Selisih kurs dari
penjabaran Laporan 2.187 2.712 5.962 5.188 7.399 9.227
keuangan
Halaman 49 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 51
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Cadangan lindung nilai (1.660) (818) 612 549 745 (2.065)
Cadangan penyesuaian
19 20 20 20 19 19
nilai wajar aset tetap
Transaksi dengan
Kepentingan (389) (664) (664) (824) (824) (876)
Nonpengendali
Total Ekuitas yang
diatribusikan kepada 60.286 68.560 84.698 79.251 92.947 97.774
entitas induk
Kepentingan
2.861 3.263 4.816 4.785 5.228 5.363
Nonpengandali
Total Ekuitas 63.147 71.823 89.514 84.036 98.175 103.136
Total Liabilitas dan Ekuitas 99.801 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
10,30%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar Rp44.196. Pada tahun 2021 aset lancar
mengalami peningkatan sebesar 37,13% secara year on year atau tercatat sebesar Rp60.604
miliar. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp78.930 miliar. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami
penurunan sebesar negatif 20,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar.
Pada tahun 2024 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 11,67% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau tercatat sebesar Rp72.141miliar.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
sebesar 13,66%. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp55.605 miliar. Pada
tahun 2021 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar negatif 6,56% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 18,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada
Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 48,44% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada tahun 2024 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta
Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 6,02% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.
Total Aset
Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
rata CAGR sebesar 12,22%. Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar Rp99.801 miliar.
Halaman 50 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 52
Pada tahun 2021 total aset mengalami peningkatan sebesar 12,79% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp112.561 miliar. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan
sebesar 24,80% secara year on year atau tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023
total aset mengalami peningkatan sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024 total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset
mengalami peningkatan sebesar 4,81% secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637
miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 20,50%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp20.944
miliar. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 45,58%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp30.489 miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka
pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
2,38% secara year on year atau tercatat sebesar Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas
jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 5,26% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025 liabiitas jangka pendek mengalami
peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp53.213 miliar.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 6,27%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp15.710
miliar. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar negatif
34,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.249 miliar. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka panjang mengalami penurunan sebesar negatif 12,90% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami
peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.954 miliar. Pada
tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar negatif 3,53% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025 liabiitas jangka
panjang mengalami penurunan sebesar negatif 18,13% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp21.288 miliar.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
CAGR sebesar 15,24%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar Rp36.654 miliar. Pada
tahun 2021 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 11,14% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan
sebesar 25,10% secara year on year atau tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023
total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar
1,88% secara year on year atau tercatat sebesar Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total
liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp74.501 miliar.
Halaman 51 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 53
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
10,31%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar Rp63.147 miliar. Pada tahun 2021
total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13,74% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas
mengalami penurunan sebesar negatif 6,12% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 16,83%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta Pada tahun 2025 total ekuitas
mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year atau tercatat sebesar Rp103.136
miliar.
Laporan Laba Rugi
Tabel 28. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Laba Rugi
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 60.347 79.461 123.607 128.583 134.427 131.301
Beban pokok
(47.357) (59.796) (88.849) (92.797) (100.595) (101.597)
pendapatan
Laba bruto 12.989 19.665 34.759 35.786 33.832 29.704
Beban penjualan (1.342) (1.126) (1.065) (1.321) (1.056) (1.598)
Beban umum dan
(3.353) (3.664) (4.561) (4.742) (5.594) (6.040)
administrasi
Beban lain-lain, bersih (824) (980) (561) (885) (421) (256)
Penghasilan keuangan 759 872 998 1.127 1.150 1.244
Biaya keuangan (1.540) (754) (760) (1.879) (2.651) (2.626)
Bagian atas laba bersih
entitas asosiasi dan 323 449 636 635 637 (246)
ventura bersama
Laba sebelum pajak
7.011 14.462 29.446 28.720 25.897 20.182
penghasilan
Beban pajak
(1.379) (3.854) (6.452) (6.590) (5.779) (5.005)
penghasilan
Laba tahun berjalan 5.632 10.608 22.994 22.130 20.119 15.177
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 16,82%. Pada tahun 2020 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp60.347 miliar. Pada
tahun 2021 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 31,67% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada tahun 2022 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar 55,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada
Tahun 2023 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 4,03% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada tahun 2024 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on year atau tercatat sebesar Rp134.427
Halaman 52 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 54
miliar. Serta Pada tahun 2025 pendapatan bersih mengalami penurunan sebesar negatif
2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301 miliar.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
17,99%. Pada tahun 2020 laba bruto tercatat sebesar Rp12.989 miliar. Pada tahun 2021 laba
bruto mengalami peningkatan sebesar 51,39% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp34.759 miliar. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami
peningkatan sebesar 2,96% secara year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada
tahun 2024 laba bruto mengalami penurunan sebesar negatif 5,46% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan
sebesar negatif 12,20% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.704 miliar.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 23,55%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
Rp7.011 miliar. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
sebesar 106,27% secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022
laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 103,61% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami penurunan sebesar negatif 2,46% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar negatif 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897 miliar. Serta Pada
tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar negatif 22,07%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 21,93%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp5.632 miliar.
Pada tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 88,34% secara year
on year atau tercatat sebesar Rp10.608 miliar. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan
mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.994
miliar. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar negatif 3,76%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130 miliar. Pada tahun 2024 laba tahun
berjalan mengalami penurunan sebesar negatif 9,09% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba tahun berjalan mengalami penurunan
sebesar negatif 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177 miliar.
Halaman 53 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 55
Laporan Arus Kas
Tabel 29. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2024
Arus kas dari aktivitas
operasi
Penerimaan dari
68.716 77.191 118.488 125.717 134.591 130.663
pelanggan
Pembayaran kepada
(39.741) (43.653) (70.639) (79.769) (83.213) (84.052)
pemasok dan lain-lain
Pembayaran kepada
(7.721) (8.375) (9.307) (10.881) (12.232) (12.574)
karyawan
Kas yang dihasilkan dari
21.254 25.163 38.542 35.068 39.146 34.037
operasi
Pembayaran biaya
(1.342) (753) (724) (2.098) (2.758) (2.558)
keuangan
Penerimaan bunga 706 747 822 952 978 1.112
Pembayaran pajak
(3.348) (2.826) (6.560) (8.886) (8.791) (7.502)
penghasilan badan
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak lain- 1.245 749 288 1.126 1.088 1.833
lain
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak 42 205 523 186 381 222
penghasilan badan
Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas 18.557 23.285 32.892 26.347 30.045 27.143
operasi
Arus kas dari aktivitas
investasi
Perolehan aset tetap (2.494) (2.654) (7.768) (18.012) (12.212) (12.975)
Perolehan properti
(3) - - - - -
investasi
Pembayaran beban
eksplorasi dan (327) (407) (397) (331) (313) (350)
pengembangan tangguhan
Pembayaran aset tambang
(274) (315) (435) (327) (442) (223)
berproduksi
Pembayaran beban
(152) (50) (1.151) (85) (64) (90)
tangguhan
Uang muka perolehan aset
(110) (79) (686) (476) (719) (552)
tetap
Uang Muka Perolehan
- - - (804) - -
Saham
Penambahan investasi
pada entitas asosiasi dan (0) (0) (264) (9.377) (1.464) (207)
ventura bersama
Penambahan investasi
(0) (114) - - - (1.500)
jangka panjang
Akuisisi entitas anak (2) (4.331) (83) (500)
Halaman 54 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 56
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2024
Penerimaan dari penjualan
345 280 341 143 420 456
aset tetap
Penerimaan dari penjualan
- - - - - 564
Entitas Anak
Penambahan pinjaman
(1.161) (1.179) (1.336) (1.533) (1.662) (726)
kepada pihak berelasi
Penambahan pinjaman
(434) (492) (503) (430) (338) (111)
kepada pihak ketiga
Penerimaan dari pinjaman
1.062 1.055 932 1.415 1.321 2.001
kepada pihak berelasi
Penerimaan dari pinjaman
570 486 427 434 410 466
kepada pihak ketiga
Penarikan kas dan
deposito yang dibatasi 285 272 317 - - -
penggunaannya
Penerimaan dividen 101 39 124 273 943 302
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (2.594) (3.159) (10.401) (33.440) (14.203) (13.446)
investasi
Arus kas dari aktivitas
pendanaan
Penerimaan pinjaman
2.209 481 888 162 1.078 1.269
bank jangka pendek
Penerimaan pinjaman
- - - 19.630 5.656 8.220
bank jangka Panjang
Pembayaran pinjaman
(2.307) (1.007) (90) (260) (977) (1.115)
bank jangka pendek
Pembayaran pinjaman
(2.707) (2.508) (8.216) (3.650) (5.529) (10.005)
bank jangka panjang
Pembayaran pokok
(1.627) (1.060) (962) (1.106) (1.149) (1.168)
liabilitas sewa
Penerimaan Pinjaman
- - 114 51 3.037 1.639
Lain-lain
Pembayaran pinjaman
(74) (53) (29) (19) (3.164) (1.742)
lain-lain
Penambahan modal dari
kepentingan 509 - 18 37 2 9
nonpengendali
Penerimaan dari Pelepasan
Kepentingan pada Entitas - - - 15 - -
Anak
Pembayaran untuk akuisisi
kepentingan
- (20) - (51) - -
nonpengendali pada
entitas anak
Pembayaran untuk
- - (3.191) - - (1.590)
pembelian saham tresuri
Pembayaran dividen
kepada:
Pemilik Entitas Induk (3.639) (3.013) (6.365) (25.001) (8.118) (7.446)
Halaman 55 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 57
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas Des Des Des Des Des Des
2020 2021 2022 2023 2024 2024
Kepentingan
(198) (239) (819) (2.038) (304) (542)
Nonpengendali
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (7.834) (7.420) (18.653) (12.230) (9.468) (12.470)
pendanaan
Kenaikan bersih kas dan
8.129 12.706 3.837 (19.323) 6.374 1.228
setara kas
Kas dan setara kas pada
12.091 20.499 33.322 38.282 18.597 25.093
awal tahun
Dampak perubahan selisih
kurs terhadap kas dan 279 117 1.123 (362) 122 251
setara kas
Kas dan setara kas pada
20.499 33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
akhir tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2020 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
operasi menunjukkan tren peningkatan.
Pada tahun 2020 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp18.557 miliar. Pada tahun
2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun 2022 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada Tahun 2023 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari aktivitas
operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Sepanjang periode 2020 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
pihak berelasi.
Pada tahun 2020 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp2.594 miliar. Pada tahun
2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun 2022 arus
kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada Tahun 2023 arus kas untuk
aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk aktivitas
investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus kas
untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
Halaman 56 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 58
pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.
Pada tahun 2020 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.834 miliar. Pada
tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada tahun
2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada Tahun 2023
arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024 arus
kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
pendanaan.
Pada tahun 2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp8.129 miliar. Pada
tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada tahun
2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada Tahun 2023
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun 2024
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2020 hingga 30 Juni 2025,
kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan.
Pada tahun 2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar Rp20.499 miliar. Pada
tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar sebesar
Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada Tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
miliar.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Halaman 57 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 59
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 30. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Keuangan
Total Aset Lancar 44,28% 53,84% 56,19% 40,69% 41,29% 40,61%
Total Aset Tidak
55,72% 46,16% 43,81% 59,31% 58,71% 59,39%
Lancar
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas
20,99% 27,09% 29,92% 27,94% 26,73% 29,96%
Jangka Pendek
Total Liabilitas
15,74% 9,11% 6,35% 17,50% 15,34% 11,98%
Jangka Panjang
Total Liabilitas 36,73% 36,19% 36,28% 45,44% 42,07% 41,94%
Total Ekuitas 63,27% 63,81% 63,72% 54,56% 57,93% 58,06%
Total Liabilitas dan
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan periode 31 Desember 2024,
rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil dibandingkan dengan
rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset. Pada periode 31
Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset sebesar 40,61%, dan proporsi aset
tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.
Kemudian selama 31 Desember 2020 sampai dengan periode 31 Desember 2024, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih kecil dibandingkan dengan rata-
rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset. Pada periode 31 Desember 2025
proporsi total liabilitas terhadap total aset sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap
total aset sebesar 58,06%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 31. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba bruto 21,52% 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Laba sebelum pajak
11,62% 18,20% 23,82% 22,34% 19,26% 15,37%
penghasilan
Laba tahun berjalan 9,33% 13,35% 18,60% 17,21% 14,97% 11,56%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
2024 adalah sebesar 24,48%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar
Halaman 58 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 60
19,05%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 14,69%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 11,56%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi mengikuti masa jatuh tempo pada
perjanjian pinjaman antar perusahaan atau intercompany loan antara Perseroan dan JES sampai
dengan 31 Maret 2027. Proyeksi sebelum Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi
kinerja perusahaan dengan asumsi business as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana
Transaksi memberikan Gambaran dampak adanya Rencana Transaksi terhadap kinerja
keuangan perusahaan ke depan.
Tabel 32. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Posisi Keuangan Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 21.766.261 20.047.634 20.245.788 23.152.539 29.055.697
Piutang Usaha 22.235.174 22.024.879 21.897.514 20.876.760 19.595.196
Persediaan 16.966.315 16.971.119 17.710.019 16.476.234 14.846.011
Uang Muka 2.486.871 2.622.316 2.591.185 2.370.864 2.370.864
Beban Dibayar
Dimuka - - - - -
Aset Lancar Lainnya 11.630.643 11.032.659 10.226.207 11.238.993 11.374.935
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada
Pemegang Saham 2.211.776 2.211.776 2.266.648 2.266.648 2.266.648
Investasi Pada Saham 20.492.351 20.626.148 20.710.684 20.798.797 20.922.811
Aset Tetap 67.332.739 68.651.749 69.374.745 73.206.002 73.680.008
Aset tambang - - - - -
Aset pajak tangguhan 4.679.831 4.693.621 4.723.900 4.753.482 4.794.328
Biaya eksplorasi dan
pengembangan 8.682.454 8.609.403 8.503.836 8.466.709 8.335.213
Goodwill 3.295.131 3.295.131 3.295.131 3.295.131 3.295.131
Aset tidak lancar
lainnya 1.548.381 1.538.606 1.526.380 1.514.043 1.514.043
Total Aset 183.327.927 182.325.041 183.072.037 188.416.202 192.050.885
Liabilitas Lancar
Utang usaha 24.719.721 23.860.864 22.886.943 23.107.295 23.591.673
Beban Akrual 9.226.870 9.214.772 9.200.474 8.650.901 8.650.901
Utang Pajak 2.740.539 1.976.858 2.570.476 2.906.447 2.906.447
Liabilitas Jangka
Pendek Lainnya 12.359.168 12.269.614 12.356.943 12.442.430 11.484.712
Halaman 59 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 61
Posisi Keuangan Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas pajak
tangguhan 3.818.204 3.748.185 3.671.125 3.585.454 3.585.454
Bagian Jangka
Panjang Utang Bank 17.388.500 17.216.630 13.066.004 16.217.476 15.270.598
Liabilitas Imbalan
Kerja 5.784.304 5.811.520 5.839.369 5.859.321 5.859.321
Liabilitas Jangka
Panjang Lainnya - - - - -
Total Liabilitas 76.037.306 74.098.443 69.591.334 72.769.324 71.349.106
Ekuitas Diatribusikan
Kepada Pemilik 101.667.106 102.551.657 107.700.664 109.777.536 114.717.326
Kepentingan Non
Pengendali 5.623.514 5.674.941 5.780.037 5.869.342 5.984.452
Total Ekuitas 107.290.620 108.226.598 113.480.701 115.646.878 120.701.778
Total Liabilitas dan
Ekuitas 183.327.926 182.325.041 183.072.035 188.416.202 192.050.884
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum transaksi didasarkan atas proyeksi kinerja
keuangan dalam operasional bisnis perusahaan saat ini atau business as it is. Pada proyeksi posisi
keuangan sebelum Rencana Transaksi, kas dan setara kas sejak tanggal pendapat kewajaran
sampai 31 Maert 2027 sebagai masa akhir proyeksi mengalami kenaikan sebesar 9,35%. Pada
total aset sejak tanggal pendapat kewajaran hingga 31 Maret 2027 mengalami kenaikan sebesar
8,11%. Pada pos total liabilitas sejak tanggal pendapat kewajaran hingga 31 Maret 2027,
mengalami penurunan sebesar 4,23%. Pada total ekuitas, sejak tanggal pendapat kewajaran
hingga 31 Maret 2027, terdapat kenaikan sebesar 17,03% yang didorong oleh kenaikan laba
ditahan dari proyeksi kinerja keuangan perusahaan.
Tabel 33. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laba Rugi Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Pendapatan 33.115.679 36.200.754 35.680.328 33.205.911 37.677.294
Harga Pokok
(26.428.190) (27.998.106) (27.068.962) (25.450.633) (29.264.403)
Penjualan
Laba Kotor 6.687.489 8.202.648 8.611.366 7.755.278 8.412.891
Beban Operasi (1.814.224) (1.712.504) (1.804.849) (1.734.331) (1.884.975)
Laba Operasi 4.873.266 6.490.142 6.806.517 6.020.949 6.527.916
Laba/(Rugi) Kurs 0 0 0 0 (213.449)
Bunga (323.487) (308.361) (261.858) (354.540) (234.879)
Pendapatan/(Beban)
76.343 28.313 46.961 86.949 58.884
Lain
Laba Sebelum Pajak 4.626.122 6.210.094 6.591.621 5.753.357 6.138.475
Pajak Penghasilan (1.054.737) (1.383.831) (1.442.613) (1.272.865) (1.407.444)
Laba Setelah Pajak 3.571.386 4.826.263 5.149.008 4.480.492 4.731.031
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Halaman 60 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 62
Proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi menggambarkan kinerja business as it
is selama masa proyeksi sampai 31 Maret 2027. Pendapatan 2025 mengalami kenaikan sebesar
5,25% terhadap proyeksi pendapatan tahun 2026. Selanjutnya pertumbuhan proyeksi 2027
(annualized) terhadap proyeksi 2026 mengalami kenaikan sebesar 9,04%. Pada pos laba setelah
pajak, diproyeksikan pada periode 2026 mengalami kenaikan sebesar 21,71% terhadap laba
setelah pajak tahun 2025. Pada periode 2027 (annualized), laba setelah pajak mengalami
kenaikan sebesar 4,97% terhadap proyeksi 2026.
Tabel 34. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Posisi Keuangan Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 21.601.261 19.882.634 20.080.788 22.987.539 29.067.097
Piutang Usaha 22.235.174 22.024.879 21.897.514 20.876.760 19.595.196
Persediaan 16.966.315 16.971.119 17.710.019 16.476.234 14.846.011
Uang Muka 2.486.871 2.622.316 2.591.185 2.370.864 2.370.864
Beban Dibayar
- - - - -
Dimuka
Aset Lancar Lainnya 11.631.045 11.033.464 10.227.414 11.240.602 11.374.935
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada
2.379.055 2.381.335 2.438.487 2.440.767 2.266.648
Pemegang Saham
Investasi Pada Saham 20.490.374 20.622.195 20.704.753 20.790.889 20.912.925
Aset Tetap 67.332.739 68.651.749 69.374.745 73.206.002 73.680.008
Aset tambang - - - - -
Aset pajak tangguhan 4.679.831 4.693.621 4.723.900 4.753.482 4.794.328
Biaya eksplorasi dan
8.682.454 8.609.403 8.503.836 8.466.709 8.335.213
pengembangan
Goodwill 3.295.131 3.295.131 3.295.131 3.295.131 3.295.131
Aset tidak lancar
1.548.381 1.538.606 1.526.380 1.514.043 1.514.043
lainnya
Total Aset 183.328.631 182.326.452 183.074.152 188.419.022 192.052.399
Liabilitas Lancar
Utang usaha 24.719.721 23.860.864 22.886.943 23.107.295 23.591.673
Beban Akrual 9.226.870 9.214.772 9.200.474 8.650.901 8.650.901
Utang Pajak 2.741.129 1.978.038 2.572.246 2.908.807 2.907.385
Liabilitas Jangka
12.359.168 12.269.614 12.356.943 12.442.430 11.484.712
Pendek Lainnya
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas pajak
3.818.204 3.748.185 3.671.125 3.585.454 3.585.454
tangguhan
Bagian Jangka
17.388.500 17.216.630 13.066.004 16.217.476 15.270.598
Panjang Utang Bank
Liabilitas Imbalan
5.784.304 5.811.520 5.839.369 5.859.321 5.859.321
Kerja
Halaman 61 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 63
Posisi Keuangan Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Liabilitas Jangka
- - - - -
Panjang Lainnya
Total Liabilitas 76.037.896 74.099.623 69.593.104 72.771.684 71.350.044
Ekuitas Diatribusikan
101.667.221 102.551.887 107.701.010 109.777.996 114.717.901
Kepada Pemilik
Kepentingan Non
5.623.514 5.674.941 5.780.037 5.869.342 5.984.452
Pengendali
Total Ekuitas 107.290.735 108.226.828 113.481.047 115.647.338 120.702.353
Total Liabilitas dan
183.328.631 182.326.451 183.074.151 188.419.022 192.052.397
Ekuitas
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi posisi keuangan setelah transaksi disusun sampai dengan 31 Maret 2027 dengan asumsi
proyeksi setelah transaksi pinjam-meminjam dana kepada JES telah dilakukan per tanggal
pendapat kewajaran. Pada proyeksi posisi keuangan pos kas dan setara kas, terdapat kenaikan
sebesar 10,07% sejak tanggal pendapat kewajaran sampai akhir masa proyeksi 31 Maret 2027.
Pada pos total asset, terdapat kenaikan sebesar 8,11% total asset sejak tanggal pendapat
kewajaran sampai dengan 31 Maret 2027. Pada pos total liabilitas, terdapat penurunan sebesar
4,22% sejak tanggal pendapat kewajaran sampai 31 Maret 2027. Pada pos total ekuitas, terdapat
kenaikan sebesar 17,03% sejak tanggal pendapat kewajaran 31 Desember 2025 sampai akhir
masa proyeksi 31 Maret 2027.
Tabel 35. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laba Rugi Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Pendapatan 33.115.679 36.200.754 35.680.328 33.205.911 37.677.294
Harga Pokok
(26.428.190) (27.998.106) (27.068.962) (25.450.633) (29.264.403)
Penjualan
Laba Kotor 6.687.489 8.202.648 8.611.366 7.755.278 8.412.891
Beban Operasi (1.814.224) (1.712.504) (1.804.849) (1.734.331) (1.884.975)
Laba Operasi 4.873.266 6.490.142 6.806.517 6.020.949 6.527.916
Laba/(Rugi) Kurs 0 0 0 0 (213.449)
Bunga (320.805) (305.679) (259.176) (351.857) (232.194)
Pendapatan/(Beban)
74.367 26.336 44.984 84.972 56.907
Lain
Laba Sebelum Pajak 4.626.827 6.210.799 6.592.326 5.754.062 6.139.180
Pajak Penghasilan (1.055.326) (1.384.421) (1.443.204) (1.273.456) (1.408.035)
Laba Setelah Pajak 3.571.501 4.826.377 5.149.122 4.480.606 4.731.145
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Pada proyeksi laba rugi setelah Rencana Transaksi, proyeksi disusun berdasarkan aktivitas
operasional perusahaan dan pengaruh Rencana Transaksi terhadap pos keuangan pada laba
rugi perusahaan. Pada pos pendapatan, diproyeksi mengalami kenaikan sebesar 5,25% pada
tahun proyeksi 2026 terhadap kinerja actual 2025. Selanjutnya pada tahun proyeksi 2027
(annualized) diproyeksi terdapat kenaikan pendapatan sebesar 9,04% dari tahun proyeksi 2026.
Pada pos laba setelah pajak, diproyeksikan terdapat kenaikan sebesar 21,72% pada tahun 2026
dibandingkan pada periode 2025. Selanjutnya pada tahun proyeksi 2027 (annualized) terdapat
proyeksi kenaikan sebesar 4,97% dari proyeksi laba bersih tahun 2026.
Halaman 62 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 64
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan Perseroan.
Tabel 36. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 21,52% 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Operating Profit Margin 13,74% 18,72% 23,57% 23,12% 20,22% 16,81%
Net Profit Margin 9,33% 13,35% 18,60% 17,21% 14,97% 11,56%
Return On Assets 5,64% 9,42% 16,37% 14,37% 11,87% 8,54%
Return On Equity 8,92% 14,77% 25,69% 26,33% 20,49% 14,72%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 2,11X 1,99X 1,88X 1,46X 1,54X 1,36X
Quick Ratio 1,73X 1,68X 1,51X 1,06X 1,17X 1,04X
Cash Ratio 0,98X 1,09X 0,91X 0,43X 0,55X 0,50X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,20X 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Debt to Assets Ratio 0,13X 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2020
hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 25,48%, dan pada periode 31 Desember 2025
tercatat sebesar 22,62%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 adalah sebesar 19,87%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 16,81%.
Halaman 63 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 65
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 14,69%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 11,56%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 10,53%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 8,54%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 19,24%, dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,72%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 1,80 kali dan
pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
adalah sebesar 1,43 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
adalah sebesar 0,79 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.
Halaman 64 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 66
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,16 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Tabel 37. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 26.570.772 (167.820) 26.402.952
Piutang usaha
-Pihak ketiga 18.559.795 18.559.795
-Pihak berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang non-usaha -
-Pihak ketiga 492.811 492.811
-Pihak berelasi 1.203.084 9.488 1.212.572
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam pelaksanaan
-Pihak ketiga 28.698 28.698
-Pihak berlasi -
Pajak dibayar dimuka -
-Pajak penghasilan 1.653.543 1.674 1.655.217
-Pajak lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang muka dan biaya dibayar di muka 1.543.309 1.543.309
Investasi lain-lain -
Aset lancar lain-lain 357.480 357.480
Halaman 65 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 67
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Jumlah Aset Lancar 72.141.026 (156.657) 71.984.369
Aset Tidak Lancar
Piutang usaha
-Pihak ketiga 453.411 453.411
-Pihak berelasi 18.957 18.957
Piutang non-usaha -
-Pihak ketiga 88.336 88.336
-Pihak berelasi 3.103.936 167.820 3.271.756
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka -
-Pajak penghasilan 1.446.559 1.446.559
-Pajak lain-lain 1.650.429 1.650.429
Kas dan deposito berjangka 787.806 787.806
Uang muka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi dan
17.223.562 (8.228) 17.215.334
pengendalian
Investasi lain-lain 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Biaya eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Jumlah Aset Tidak Lancar 105.496.273 159.592 105.655.865
Jumlah Aset 177.637.299 2.935 177.640.234
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
-Pihak ketiga 29.095.249 29.095.249
-Pihak berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
-Pihak ketiga 1.132.969 1.132.969
-Pihak berelasi 87.548 87.548
Utang Pajak -
-Pajak penghasilan 825.803 2.456 828.259
-Pajak lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan -
-Pihak ketiga 857.034 857.034
-Pihak berelasi 44.175 44.175
Halaman 66 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 68
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jk pendek dari utang jk panjang
-Pinjaman bank 9.682.666 9.682.666
-Sewa pembiayaan 801.430 801.430
-Pinjaman lain-lain 560.318 560.318
Bagian jk pendek dari liabilitas jk panjang
Instrumen keuangan derivatif -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 2.456 53.215.431
Liabilitas Jangka Panjang
Utang non-usaha
-Pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Instrumen keuangan derivatif -
Provisi 1.154.627 1.154.627
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangk pendek
-Pinjaman bank 6.054.620 - 6.054.620
-Sewa pembiayaan 976.309 976.309
-Pinjaman lain-lain 281.698 281.698
Pendapatan tangguhan -
Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
3.555.105 3.555.105
lain
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 - 21.288.001
Jumlah Liabilitas 74.500.976 2.456 74.503.432
Ekuitas
Modal saham 932.534 932.534
Tambahan modal disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Treasury (4.902.237) (4.902.237)
Saldo laba -
-Dicadangkan 186.507 186.507
-Belum dicadangkan 85.547.627 479 85.548.106
Cadangan lindung nilai (2.065.280) (2.065.280)
Cadangan penyesuaian nilai wajar dalam
investasi
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Selisih kurs 9.227.066 9.227.066
Transaksi dengan kepentingan
(875.920) (875.920)
nonpengendali
Kepentingan non pengendali 5.362.703 - 5.362.703
Halaman 67 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 69
Audit Proforma
Keterangan Penyesuaian
31 Des 2025 31 Des 2025
Jumlah Ekuitas 103.136.323 479 103.136.802
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 2.935 177.640.234
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025
Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi terhadap keuangan
Perseroan diantaranya:
• Terdapat pengurangan pada kas setara kas sebesar Rp167 miliar akibat digunakannya kas
internal Perseroan untuk membiayai pemberian pinjaman kepada JES.
• Tardapat kenaikan pada piutang pihak berelasi sebesar Rp167 miliar akibat timbulnya
pencatatan piutang kepada JES sebagai pihak yang berelasi.
• Terdapat kenaikan pada piutang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp9,4 miliar akibat dari
timbulnya pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.
• Terdapaat kenaikan pada pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan sebesar Rp1,6
miliar akibat dari pencatatan pajak pendapatan bunga dari Rencana Transaksi.
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada JES dan kenaikan piutang non
usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke JES.
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo
Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari proyeksi pembayaran bunga dan pelunasan
pokok pinjaman oleh JES. Proyeksi laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan
sebagai berikut:
Tabel 38. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 748.684 748.230 747.776 747.321 1.438.065
Beban Dibayar Dimuka 685 685 685 685 685
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 24 22 20 18 15
Aset Pajak Tangguhan 2.654 5.309 7.965 10.621 13.278
Total Aset 752.048 754.247 756.446 758.645 1.452.043
Liabilitas Lancar
Utang Usaha 9 9 9 9 9
Beban Pajak 1.810 3.620 5.431 7.242 9.053
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas Tidak Lancar Lain 752.756 763.014 773.274 783.537 0
Total Liabilitas 754.574 766.643 778.714 790.788 9.062
Halaman 68 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 70
Ekuitas Kepada Pemilik (2.526) (12.396) (22.268) (32.142) 1.442.981
Total Ekuitas (2.526) (12.396) (22.268) (32.142) 1.442.981
Total Liabilitas dan Ekuitas 752.048 754.247 756.446 758.645 1.452.043
Sumber: Proyeksi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi
Tabel 39. Proyelsi Laporan Laba (Rugi) JES Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Laba (Rugi) Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Pendapatan 0 0 0 0 0
Harga Pokok Penjualan 0 0 0 0 0
Laba Kotor 0 0 0 0 0
Beban Operasi (463) (463) (463) (463) (463)
Laba Operasi (463) (463) (463) (463) (463)
Laba/(Rugi) Kurs 0 0 0 0 0
Bunga (12.061) (12.064) (12.067) (12.070) (12.072)
Pendapatan/(Beban) Lain 0 0 0 0 0
Laba Sebelum Pajak (12.524) (12.527) (12.530) (12.532) (12.535)
Pajak Penghasilan 2.654 2.655 2.656 2.656 2.657
Laba Setelah Pajak (9.870) (9.872) (9.874) (9.876) (9.878)
Sumber: Proyeksi Keuangan JES Setelah Rencana Transaksi
Dari proyeksi keuangan sebagai dasar analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
perusahaan, diperoleh informasi:
• Bahwa mempertimbangkan JES yang saat ini dan sepanjang masa proyeksi masih belum
beroperasi, maka beban bunga yang timbul selama periode pinjaman diakui sebagai beban
akrual dan dikapitalisasi.
• Pembayaran beban bunga dikapitalisasi dilakukan pada akhir periode proyeksi/akhir masa
jatuh tempo pinjaman.
• Pada masa akhir pinjaman/jatuh tempo pinjaman, JES diasumsikan mendapatkan tambahan
setoran modal dari para sponsor.
• Tambahan setoran modal dari para sponsor tersebut sebagian digunakan untuk melunasi
utang pokok.
• Tambahan setoran modal dari para sponsor tersebut sebagian digunakan juga untuk melunasi
beban bunga yang dikapitalisasi.
3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant
Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 40. Analisis Cash Management
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 167.820
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 0,63%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 69 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 71
Analisis Kas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Cash Ratio 0,4993X 0,4962X 0,0032X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal perusahaan.
Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
kewajaran sebesar 0,63% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas perusahaan.
Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
menunjukan selisih perubahan rasio sebesar 0,0032 kali yang menggambarkan dampak
Rencana Transaksi terhadap kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka
pendek menggunakan kas.
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan, tidak terdapat informasi mengenai
ketentuan financial covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan JES.
3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)
Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
Transaksi pinjam-meminjam antara Perseroan dan JES dengan instrumen surat utang dan suku
bunga kredit bank.
Tabel 41. Yield Intercompany Loan Perseroan - JES
Yield Intercompany Loan Perseroan - JES Keterangan
SOFR per 31 Desember 2025 3,87%
Margin per tahun 3,00%
Yield 6,87%
Sumber: Draft Perjanjian intercompany loan Perseroan - JES
Berdasarkan draft perjanjian pinjam-meminjam antara Perseroan dan JES, Tingkat suku bunga
yang dikenakan atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar SOFR + 3,00% Margin per tahun.
Merujuk pada besaran SOFR per tanggal pendapat kewajaran sebesar 3,87% kemudian ditambah
margin 3,00% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa pinjaman yang diberikan
Perseroan kepada JES Adalah sebesar 6,87%.
Tabel 42. Obligasi Pemerintah
Maturity Tenor per Ask Mid
No Nama Issue Date Bid YTM
Date Cutoff YTM YTM
INDON 5.950%
1 08-Dec-15 08-Jan-46 20 5,36% 5,41% 5,39%
08Jan2046 Govt (USD)
INDON 3.700%
2 30-Oct-19 30-Oct-49 24 5,44% 5,49% 5,46%
30Oct2049 Govt (USD)
INDON 4.350%
3 11-Dec-17 11-Jan-48 22 5,35% 5,41% 5,38%
11Jan2048 Govt (USD)
INDON 4.750%
4 18-Jul-17 18-Jul-47 22 5,21% 5,26% 5,23%
18Jul2047 Govt (USD)
INDON 5.650%
5 11-Jan-23 11-Jan-53 27 5,50% 5,55% 5,53%
11Jan2053 Govt (USD)
Halaman 70 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 72
Maturity Tenor per Ask Mid
No Nama Issue Date Bid YTM
Date Cutoff YTM YTM
INDON 4.850%
6 11-Jan-23 11-Jan-33 7 4,63% 4,69% 4,66%
11Jan2033 Govt (USD)
INDON 5.250%
7 08-Dec-16 08-Jan-47 21 5,23% 5,28% 5,26%
08Jan2047 Govt (USD)
INDON 3.500%
8 14-Jan-20 14-Feb-50 24 5,46% 5,52% 5,49%
14Feb2050 Govt (USD)
Average 5,27% 5,33% 5,30%
Sumber: Bondsupermart, diolah
Obligasi pemerintah digunakan sebagai acuan tingkat suku bunga bebas risiko dan digunakan
sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Diperoleh bahwa rata-rata yield
dari obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD Adalah sebesar 5,30% untuk tenor yang
beragam mulai dari 7 tahun hingga 27 tahun sejak tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
yield pinjaman dari Rencana Transaksi antara Perseroan dan JES sebesar 6,87% berada diatas
yield obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD.
Tabel 43. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD
Private National Commercial
No Bank Interest Rate - SEKI BI USD Denom State Banks
Banks Banks
1 Working Capital Loans 5,67% 5,15% 5,29%
2 Investment Loans 6,00% 5,88% 5,94%
3 Consumer Loans 6,27% 5,05% 6,12%
Sumber: SEKI BI - Desember 2025
Kredit perbankan di Indonesia dengan denominasi USD dapat digunakan sebagai acuan
perbandingan tingkat suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku
bunga kredit bank di Indonesia dengan denominasi USD untuk kredit investasi berada pada
rentan 5,88% sampai 6,00%. Dengan begitu, yield pada Rencana Transaksi pinjam meminjam
antara Perseroan dan JES sebesar 6,87% berada diatas rentan tingkat suku bunga kredit
perbankan Indonesia denominasi USD per tanggal pendapat kewajaran.
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)
Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi
perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disbanding sebelum adanya Rencana Transaksi.
Tabel 44. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
(dalam juta Rupiah)
Inkremental Posisi Keuangan Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Aset Lancar (164.598) (164.195) (163.793) (163.391) 11.400
Aset Tidak Lancar 165.302 165.606 165.908 166.211 (9.886)
Total Asets 705 1.410 2.115 2.821 1.514
Liabilitas Lancar 590 1.180 1.770 2.360 939
Liabilitas Tidak Lancar 0 0 0 0 0
Total Liabilitas 590 1.180 1.770 2.360 939
Ekuitas 115 230 345 461 575
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 71 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 73
Pada analisis nilai tambah laporan posisi keuangan yang disajikan secara year-to-date untuk
menggambarkan inkremental posisi keuangan selama masa proyeksi per akhir periode setiap
kuartal, terdapat selisih negatif nilai tambah pada pos aset lancar. Hal tersebut diakibatkan dari
penggunaan kas dan setara kas internal Perseroan sebagai sumber dana pinjaman dalam
Rencana Transaksi, sehingga selama masa proyeksi sampai sebelum tanggal jatuh tempo
pengembalian utang, aset lancar Perseroan mengalami selisih negatif nilai tambah. Pada pos aset
tidak lancar, terdapat selisih positif nilai tambah yang diakibatkan oleh meningkatnya piutang
non usaha pihak berelasi akibat dari Rencana Transaksi. Pada akhir periode pinjaman, selisih
positif nilai tambah tidak lagi tercatat akibat dilunasinya pokok pinjaman oleh JES. Pada pos
ekuitas, terdapat selisih positif nilai tambah yang timbul dari akumulasi nilai tambah laba setelah
pajak yang diakumulasikan.
Dari analisis nilai tambah yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rencana Transaksi memiliki selisih
positif nilai tambah berupa perolehan laba setelah pajak pada Perseroan. Perolehan nilai tambah
laba setelah pajak juga secara langsung memberikan selisih positif nilai tambah pada akuitas
perusahaan akibat diakumulasikannya perolehan laba setelah pajak dari Rencana Transaksi pada
saldo laba perusahaan.
Tabel 45. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
(dalam juta Rupiah)
Inkremental Laba Rugi Q1 2026 Q2 2026 Q3 2026 Q4 2026 Q1 2027
Pendapatan 0 0 0 0 0
Harga Pokok Penjualan 0 0 0 0 0
Laba Kotor 0 0 0 0 0
Beban Operasi 0 0 0 0 0
Laba Operasi 0 0 0 0 0
Laba/(Rugi) Kurs 0 0 0 0 0
Bunga 2.682 2.682 2.682 2.683 2.684
Pendapatan/(Beban) Lain (1.976) (1.977) (1.977) (1.978) (1.978)
Laba Sebelum Pajak 705 705 705 705 705
Pajak Penghasilan (589) (590) (590) (590) (590)
Laba Setelah Pajak 115 115 115 115 115
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Atas Rencana Transaksi, dilihat dari proyeksi laba rugi maka terdapat nilai tambah yang diperoleh
Perseroan selaku pemberi pinjaman kepada JES berupa pendapatan bunga. Selain itu terdapat
selisih negatif nilai tambah dari beban lain berupa penurunan ekuitas sebesar 21% dari porsi
kepemilikan tidak langsung Perseroan pada JES akibat beban bunga. Selanjutnya terdapat selisih
negatif nilai tambah pada pos pajak penghasilan akibat pembebanan pajak atas pendapatan
bunga. Atas Rencana Transaksi, terdapat nilai tambah bagi Perseroan berupa selisih positif nilai
tambah laba setelah pajak sebesar Rp.575 juta sepanjang masa pinjaman.
3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan analisis yield yang telah dilakukan, tingkat imbal hasil atas rencana pinjaman antara
Perseroan dan JES sebesar SOFR + 3% atau setara 6,87% berada di atas tingkat imbal hasil
instrumen pembanding di pasar. Yield tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata yield obligasi
pemerintah Indonesia denominasi USD sebesar 5,30% serta berada di atas kisaran suku bunga
Halaman 72 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 74
kredit perbankan USD di Indonesia yang berkisar 5,88%–6,00%. Dengan demikian, secara
finansial Rencana Transaksi dinilai memberikan tingkat pengembalian yang kompetitif dan lebih
menarik dibandingkan alternatif penempatan dana sejenis di pasar. Oleh karena itu, dari
perspektif kelayakan investasi, Rencana Transaksi dinilai layak untuk dilaksanakan.
3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Perolehan pinjaman akan digunakan JES dalam rangka pemenuhan kewajiban penempatan
dana sebagai pemenuhan persyaratan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik. Dimana
pemenuhan persyaratan tersebut dipandang penting untuk mendukung keberlangsungan
kewajiban kontraktual JES guna memastikan kelancaran pelaksanaan dan keberlangsungan
Proyek yang menjadi ruang lingkup perjanjian dimaksud.
Mempertimbangkan status JES yang saat ini belum melakukan kegiatan operasional, kelayakan
pelunasan utang dapat dilihat dari opsi-opsi pemenuhan kebutuhan dana yang dapat dijalankan
oleh JES dalam rangka pelunasan pinjaman. Sebagai perusahaan patungan atau Joint Ventures
yang saat ini belum beroperasi, JES dapat memenuhi kebutuhan dana lewat berbagai skema
pendanaan yang didukung oleh komitmen para sponsor pada proyek-proyek yang akan dan
sedang dijalankan JES.
3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.
Halaman 73 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 75
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil analisis atas objek Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi Perseroan dan
JES, besaran dana pinjaman sebesar USD10.000.000 atau setara dengan Rp167.820.000.000
dinilai masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan. Penggunaan dana internal Perseroan
terutama berdampak pada penurunan kas dan setara kas serta peningkatan piutang pihak
berelasi, namun tidak mengubah struktur keuangan secara material.
Dari sisi rasio keuangan proforma, Rencana Transaksi hanya menimbulkan perubahan yang
sangat terbatas pada rasio likuiditas, sementara rasio solvabilitas relatif tidak mengalami
perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan transaksi tidak mengganggu kemampuan
likuiditas maupun tingkat leverage Perseroan.
Selain itu, pertimbangan bisnis Manajemen yang mendasari transaksi, yaitu untuk memenuhi
kewajiban penempatan dana JES sesuai ketentuan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik, dinilai
memiliki dasar komersial yang jelas dalam mendukung keberlangsungan proyek JES dalam
lingkup grup usaha.
Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi secara umum
tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan dan
masih berada dalam batas kemampuan keuangan Perseroan.
4.2 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi
Berdasarkan hasil identifikasi, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan
sebagai Pemberi Pinjaman dan JES sebagai Penerima Pinjaman.
Berdasarkan analisis hubungan para pihak, meskipun Perseroan dan JES tidak memiliki hubungan
afiliasi dari sisi struktur kepengurusan, kemudian berdasarkan struktur kepemilikan, terdapat
hubungan afiliasi tidak langsung antara Perseroan dan JES melalui kepemilikan 100% Perseroan
pada EPN yang memiliki 21% saham pada JES, sehingga Rencana Transaksi memenuhi kriteria
Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.
4.3 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil analisis atas draft Intercompany Loan Agreement antara Perseroan dan JES,
Rencana Transaksi telah mengatur secara memadai tujuan penggunaan dana, dengan jumlah
fasilitas pinjaman sebesar USD10.000.000 dan tingkat suku bunga sebesar SOFR + 3% per
tahun, termasuk mekanisme penarikan, perhitungan bunga, jadwal pembayaran, serta hak dan
kewajiban para pihak, termasuk pengaturan kondisi cidera janji dan pembayaran dipercepat.
Dengan demikian, secara umum perjanjian telah memberikan kejelasan kerangka pembiayaan
dan pengendalian risiko bagi para pihak, dengan pelaksanaan lebih lanjut tetap mengacu pada
ketentuan rinci dalam draft perjanjian.
Halaman 74 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 76
4.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis likuiditas atas Rencana Transaksi, terjadi penurunan yang sangat terbatas
pada seluruh rasio likuiditas, yaitu Current Ratio dari 1,36 kali menjadi 1,35 kali, Quick Ratio dari
1,041 kali menjadi 1,038 kali, dan Cash Ratio dari 0,499 kali menjadi 0,496 kali (masing-masing
turun sebesar 0,003 kali). Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh perpindahan dana dari
kas dan setara kas ke piutang non-usaha pihak berelasi sehubungan dengan pemberian
pinjaman. Meskipun demikian, perubahan yang terjadi relatif tidak signifikan sehingga secara
umum Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material terhadap kemampuan likuiditas
perusahaan.
4.5 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada
JES secara umum berpotensi memberikan manfaat ekonomi berupa peningkatan imbal hasil atas
kelebihan kas dibandingkan penempatan pada instrumen perbankan, sekaligus mendukung
sinergi pendanaan dan keberlangsungan proyek dalam grup usaha.
Di sisi lain, terdapat risiko kredit, risiko likuiditas, serta risiko kepatuhan terkait kewajaran tingkat
suku bunga yang perlu dimitigasi secara memadai. Namun, dengan mempertimbangkan struktur
perjanjian pinjaman, hubungan afiliasi dalam grup usaha, serta kondisi keuangan Perseroan yang
relatif kuat, risiko-risiko tersebut dinilai masih berada dalam batas yang dapat dikelola secara
wajar sehingga secara keseluruhan Rencana Transaksi tetap memberikan keseimbangan antara
potensi manfaat dan risiko yang timbul.
4.6 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis kualitatif yang mencakup riwayat perusahaan, kondisi industri dan bisnis,
profil operasional dan prospek usaha, serta alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada JES memiliki dasar bisnis yang memadai
dan sejalan dengan strategi pendanaan dalam grup usaha. Dari sisi kualitatif, transaksi berpotensi
memberikan manfaat berupa optimalisasi pemanfaatan kas dan dukungan terhadap
keberlangsungan proyek, dengan risiko utama berupa risiko kredit dan likuiditas yang dinilai
masih dapat dimitigasi melalui struktur perjanjian dan pengawasan manajemen.
Selain itu, dampak terhadap leverage Perseroan relatif terbatas dibandingkan perusahaan sejenis,
kemampuan likuiditas untuk memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo dinilai tetap terjaga,
serta risiko apabila proyek yang dibiayai tidak berjalan sesuai rencana pada saat ini dipandang
masih dalam tingkat yang dapat dikelola. Secara keseluruhan, dari perspektif kualitatif, Rencana
Transaksi dinilai memiliki rasionalitas bisnis yang memadai dan tidak menimbulkan indikasi risiko
yang bersifat material bagi Perseroan.
4.7 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan proyeksi keuangan, rasio
keuangan, proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan bayar hingga jatuh tempo,
pengelolaan kas dan financial covenant, perbandingan yield dengan instrumen sejenis, serta
incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan profil keuangan yang tetap sehat dan
stabil. Perubahan rasio keuangan relatif tidak signifikan, kemampuan pembayaran kewajiban
tetap terjaga, dan tingkat imbal hasil dinilai kompetitif dibandingkan alternatif pasar. Dengan
Halaman 75 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 77
demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi memberikan nilai tambah dan masih berada
dalam kapasitas keuangan Perseroan.
4.8 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi
4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan analisis yield yang telah dilakukan, tingkat imbal hasil atas rencana pinjaman antara
Perseroan dan JES sebesar SOFR + 3% atau setara 6,87% berada di atas tingkat imbal hasil
instrumen pembanding di pasar. Yield tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata yield obligasi
pemerintah Indonesia denominasi USD sebesar 5,30% serta berada di atas kisaran suku bunga
kredit perbankan USD di Indonesia yang berkisar 5,88%–6,00%. sehingga secara finansial
Rencana Transaksi dinilai memberikan pengembalian yang kompetitif dan layak untuk
dilaksanakan.
4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan hasil analisis, kemampuan PT Jabar Environmental Solutions (JES) dalam melunasi
pinjaman dinilai memadai dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan dana untuk
memenuhi kewajiban Power Purchase Agreement serta dukungan komitmen pendanaan dari para
sponsor sebagai perusahaan patungan, sehingga risiko pelunasan utang pada saat ini dinilai
masih dapat dikelola secara wajar.
4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas Rencana Transaksi pinjam-meminjam atau intercompany loan antara Perseroan
dan JES selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi
atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran
atas Rencana Transaksi dimaksud.
4.9 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan dan
JES berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau intercompany loan adalah wajar.
Halaman 76 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 78
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 77 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 79
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 78 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 80
Penilai Tanda Tangan Penanggung Jawab: Danar Wihandoyo., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00213 MAPPI No. : 06-S-02003 STTD No. : PB-47/PJ-1/PM.021/2024 RMK : RMK-2017.00197 Pemeriksa: Karmelita Pamela, B.Bus., MBA MAPPI No. : 21-T-11017 RMK : RMK-2021.04022 Penilai: Naufal Ahmad Farrasi, S.M.,M.Ec.Dev MAPPI No. : 22-P-10996 RMK : RMK-2022.04222 Penilai: Satrio Budi Wicaksono, S.Ak MAPPI No. : 22-P-11304 RMK : RMK-2025.05062 Halaman 79 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 81
LAMPIRAN-LAMPIRAN Halaman 80 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 82
Halaman 81 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 83
Halaman 82 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 84
Halaman 83 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 85
Halaman 84 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 86
Halaman 85 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 87
Halaman 86 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 88
Halaman 87 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 89
Halaman 88 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 90
Halaman 89 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 91
Halaman 90 00061/2.0176-00/BS/02/0213/1/III/2026
Page 92
Names mentioned 88 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×3
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×22
unresolved
org
PT Jabar Environmental Solutions
p.2 ×15
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Yudistira
p.9
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.12 ×3
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.12 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.12 ×4
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.12 ×9
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.12 ×10
unresolved
person
Jeanne
p.13
unresolved
person
Akta Notaris Shella Falianti
p.13 ×6
unresolved
org
PT Jabar Environmental Solutions. Akta
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×3
unresolved
person
Muhamad Ilham Gunawan
· Corp Planning & Advisory
p.13
unresolved
—
Kevin Rosby
· Corp Planning & Advisory
p.13
unresolved
—
Rendih
· Corp. Treasury
p.13
unresolved
—
Sofi Christiana
· Corp. Treasury
p.13
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16 ×6
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.20 ×2
unresolved
org
Carriage Ltd.
p.21 ×4
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd.
p.21 ×2
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.22 ×2
unresolved
org
Sumitomo Corporation
p.23 ×2
unresolved
org
Kanadevia Corporation
p.23 ×2
unresolved
person
Benjamin Herrenden Birks
· Komisaris
p.24 ×4
unresolved
—
Takeshi Onishi
p.24
unresolved
—
Kenichi Ishikawa
p.25
unresolved
org
PT Energia Prima Nusantara JES
p.25
unresolved
org
Kyuden Corporation
p.26
unresolved
org
Pusat Statistik
p.31
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.34 ×7
unresolved
org
Pte Ltd.
p.40
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.41
unresolved
org
PT Stargate Pacific Resources
p.42
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.45
unresolved
org
Sentosa Tbk
p.45
unresolved
org
Megah Tbk
p.45
unresolved
—
Aset pajak tangguhan
p.60
unresolved
—
Goodwill
p.60
unresolved
—
Beban Akrual
p.60
unresolved
—
Cutoff
p.71 ×2
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.78
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
5227 ms
12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}