Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-BRIS-att5.pdf

Other Text extracted BRIS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
                                                                                                                Laporan Alokasi dan




                                          LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II
                                                                                                                Dampak Penerbitan
                                                                                                                Sustainability Sukuk
                                                                                                                        Tahap II Tahun 2025




PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk

Kantor Pusat
Gedung The Tower
Jl. Gatot Subroto No. 27
Kelurahan Karet Semanggi,
Kecamatan Setiabudi,
Jakarta Selatan 1293

Kontak
BSI Call - 14040
Telp. 62081584114040
contactus@bankbsi.co.id

Facebook: Bank Syariah Indonesia
Instagram: @banksyariahindonesia
Youtube: Bank Syariah Indonesia
Twitter: bankbsi_id
                                          2025




                                                                                                                PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Page 2
    PENDAHULUAN                                                                           DAFTAR ISI


    PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), sebagai entitas perbankan syariah
    terbesar di Indonesia telah menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai pilar
    fundamental dalam menggerakkan perekonomian nasional. Bagi Perseroan
    penerapan keuangan berkelanjutan bukan sekadar pemenuhan kewajiban                                 2   Pendahuluan
    regulasi melainkan manifestasi strategis dari nilai Maqashid Syariah yang
    mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kemaslahatan
    sosial, dan kelestarian lingkungan demi kepentingan generasi mendatang.

    BSI secara proaktif mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and
    Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis inti dalam merespons dinamika                                Ringkasan Kerangka Kerja dan Penerbitan
                                                                                                       4
    perubahan iklim global dan kompleksitas tantangan sosial.       Langkah ini                            Sustainability Sukuk BSI
    diwujudkan melalui pengembangan produk dan layanan keuangan syariah yang
    inovatif, yang dirancang tidak hanya untuk menghasilkan nilai ekonomi tetapi
    juga untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi ekosistem hijau dan
    pemberdayaan masyarakat inklusif.

    Komitmen ini direalisasikan melalui aksi korporasi penerbitan Sukuk Mudharabah                     9   Laporan Alokasi
    Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II Tahun 2025 dengan
    nilai pokok Rp5 triliun pada Juni 2025. Instrumen ini dirancang sebagai katalisator
    untuk mengakselerasi transisi menuju ekonomi rendah karbon serta berfungsi
    sebagai jembatan yang menghubungkan modal investasi dengan proyek-
    proyek strategis yang berfokus pada efisiensi sumber daya, energi terbarukan,
    serta peningkatan kesejahteraan ekonomi mikro dan menengah. BSI melalui
    penerbitan dan pengelolaan instrumen keuangan berkelanjutan menegaskan                             12 Laporan Dampak
    posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional yang inklusif.

    Laporan Sustainability Sukuk Tahap II ini disusun sebagai bentuk transparansi
    dan akuntabilitas BSI kepada seluruh pemangku kepentingan. Laporan ini
    memaparkan kontribusi dan dampak yang nyata atas pengelolaan tanggung
    jawab sosial dan lingkungan yang telah dilakukan oleh BSI. Inisiatif strategis ini
    disusun sejalan dengan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan
                                                                                                       16 Kesimpulan
    Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Berkelanjutan yang
    diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023 dan merupakan bagian dari Penawaran
    Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan
    Berkelanjutan I dengan izin penerbitan maksimal Rp10 Triliun.

    Melalui sinergi yang kuat dan komitmen yang berkelanjutan, BSI berupaya                            17 Lampiran
    menjadi “Energi Baru bagi Indonesia” yang senantiasa membawa kemajuan,
    keberkahan, dan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.




     LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
2    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                         3
Page 3
    RINGKASAN KERANGKA KERJA DAN
    PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI

    A. Kerangka Kerja Sustainability Sukuk BSI                                                               B. Proses Evaluasi dan Seleksi Proyek Sustainability Sukuk BSI

       BSI telah menyusun Kerangka Kerja Sustainability Sukuk (Sustainability Sukuk Framework) yang             BSI menerapkan mekanisme seleksi yang ketat melalui pendekatan dua tahap (Two-Step Approach)
       komprehensif sebagai landasan penerbitan Sustainability Sukuk Tahap II pada bulan Juni 2025.             untuk menjaga kualitas portofolio yang diuraikan sebagai berikut:
       Kerangka kerja ini tidak hanya mematuhi regulasi POJK Nomor 18 Tahun 2023 tetapi juga telah
       melalui proses penelaahan eksternal (Second Party Opinion) oleh SDGs Hub Universitas Indonesia
                                                                                                                                   Langkah Pertama                                          Langkah Kedua
       yang memberikan opini “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan”. Hal ini memastikan bahwa setiap                           Penetapan Pembiayaan oleh Unit Bisnis Terkait                Proses Seleksi dan Evaluasi Proyek
       proyek yang dibiayai memiliki kualifikasi hijau dan sosial yang dapat dipertanggungjawabkan.
                                                                                                                   Unit bisnis terkait melakukan penyaringan awal                 Proyek yang lolos seleksi awal diverifikasi
                                                                                                                                                                                                                                  Penilaian kelayakan
                                                                                                                   (screening) terhadap portofolio pembiayaan                     dan dievaluasi oleh Komite Bisnis
       Berikut merupakan ringkasan Kerangka Kerja Sustainability Sukuk:                                                                                                                                                           pembiayaan
                                                                                                                   baik eksisting maupun baru untuk memastikan                    (Kombis). Komite ini bertanggung jawab
                                                                                                                   kesesuaiannya dengan kriteria Kegiatan Usaha                   dalam proses penetapan parameter                baru diproses
       Penggunaan Dana Hasil Penerbitan                                                                            Berwawasan Lingkungan (KUBL) atau Sosial (KUBS).               mengacu POJK No.18 Tahun 2023 dan               menyesuaikan
                                                                                                                                                                                  memverifikasi kelayakan proyek sesuai           kebijakan internal
                                                                                                                   1.   Portofolio KUBL                                           parameter dan kebijakan internal Bank.          bank berdasarkan
                                                                                                                        Pembiayaan Korporasi                                      Memastikan dan menjaga tidak ada
               Kegiatan Usaha Berwawasan                       Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial                    2.   Portofolio KUBS                                           proyek yang menyimpang secara prinsip
                                                                                                                                                                                                                                  segmentasi
                                                                                                                                                                                                                                  pembiayaan.
                   Lingkungan (KUBL)                                        (KUBS)                                      Pembiayaan Korporasi, Komersial, Konsumer,                keberlanjutan.
                                                                                                                        Small and Medium Enterprise (SME), dan Mikro


                   Energi Terbarukan                                      Layanan Infrastruktur Dasar yang
                                                                          Terjangkau Baik dari Segi Akses       Mekanisme seleksi memberikan jaminan ganda bagi investor. BSI memastikan seluruh portofolio
                                                                          Maupun Harga                          proyek memenuhi kriteria kelayakan lingkungan dan bebas dari unsur non-halal (seperti perjudian,
                   Efisiensi Energi                                                                             senjata, atau alkohol). Pendekatan ini tidak hanya mematuhi prinsip Syariah tetapi juga memitigasi
                                                                          Akses terhadap Layanan Esensial       risiko reputasi dan bisnis.
                   Pencegahan dan Pengendalian Polusi

                   Pengelolaan Sumber Daya Alam                           Perumahan yang Terjangkau          C. Manajemen Dana yang Diperoleh dari Hasil Penerbitan Sustainability Sukuk
                   Hayati & Penggunaan Lahan yang                                                               BSI
                   Berkelanjutan
                                                                                                                Pengelolaan dana hasil penerbitan dilakukan melalui mekanisme terpusat (centralized management)
                   Konservasi Keanekaragaman
                                                                          Penciptaan Lapangan Kerja             guna menjamin ketepatan alokasi. BSI menerapkan koordinasi lintas fungsi yang melibatkan 3 (tiga)
                   Hayati Darat dan Air                                                                         unit kerja untuk memastikan dana dikelola secara prudent di antaranya dengan uraian sebagai
                                                                                                                berikut:
                                                                          Ketahanan Pangan dan Sistem
                   Transportasi Ramah Lingkungan                          Pangan Berkelanjutan
                                                                                                                             Treasury dan Global                              Corporate Finance                                 Operations
                   Pengelolaan Air dan Air Limbah                                                                                Market Group                                 Accounting Group                              Development Group
                   Berkelanjutan                                          Peningkatan dan Pemberdayaan
                                                                          Sosio-Ekonomi
                                                                                                                         Bertindak sebagai pengelola                        Bertanggung jawab atas                    Menjalankan fungsi eksekusi
                   Adaptasi Perubahan Iklim                                                                                 likuiditas, memastikan                          akuntabilitas pencatatan                pembayaran bagi hasil dan pokok
                                                                                                                         ketersediaan underlying aset                    keuangan termasuk perhitungan              kepada pemegang sukuk melalui
                                                                                                                        KUBL dan KUBS yang memadai                        imbal hasil dan pembentukan                   KSEI secara tepat waktu.
                   Produk yang Dapat Mengurangi                                                                           hingga jatuh tempo serta                          cadangan secara berkala.
                                                                                                                        mengatur arus kas pembayaran
                   Penggunaan Sumber Daya dan
                                                                                                                                   bagi hasil.
                   Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi



                   Bangunan Berwawasan Lingkungan




    LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
4   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                                                             5
Page 4
    D. Pelaporan Sustainability Sukuk BSI                                                                                  Kategori Sosial

                                                                                                                                             Jenis KUBS                                             Indikator
       Laporan Alokasi
       BSI akan menerbitkan laporan Sustainability Sukuk setiap tahun, dimulai selambat-lambatnya pada tanggal             Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau    Jumlah rumah tangga yang memiliki akses jaringan jalan,
                                                                                                                           Baik dari Segi Akses maupun Harga              listrik, air, dan layanan sanitasi.
       yang jatuh satu tahun setelah dana dari hasil penerbitan pertama diperoleh oleh BSI, untuk memberikan
       transparansi kepada investor dan regulator sehubungan dengan penerapan Kerangka Kerja.                              Akses terhadap Layanan Esensial                1.   Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang diberikan
                                                                                                                                                                               pembiayaan.
                                                                                                                                                                          2.   Jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap
       Laporan Dampak                                                                                                                                                          layanan kesehatan dengan harga terjangkau.
       BSI akan menerbitkan laporan dampak lingkungan dan/atau sosial dari aset yang memenuhi syarat                                                                      3.   Jumlah fasilitas masyarakat yang dibiayai.
       yang dibiayai dari Sustainability Sukuk yang diterbitkan. Adapun dampak positif kuantitatif dalam                                                                  4.   Jumlah siswa yang dibantu.
       laporan Sustainability Sukuk BSI meliputi indikator-indikator sebagai berikut:                                      Perumahan yang Terjangkau                      Jumlah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang
                                                                                                                                                                          memperoleh bantuan finansial untuk pembiayaan rumah
                                                                                                                                                                          yang terjangkau.
       Kategori Hijau
                                                                                                                           Penciptaan Lapangan Kerja, dan Program         1.   Jumlah UMKM yang diberikan pembiayaan.
                Jenis KUBL                                               Indikator                                         yang Dirancang untuk Mencegah dan/             2.   Jumlah pekerja dari UMKM yang diberikan pembiayaan.
                                                                                                                           atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk         3.   Portofolio pembiayaan UMKM berdasarkan distribusi
       Energi Terbarukan            1.   Estimasi pembangkitan energi terbarukan per tahun dalam MWh/GWh                   Pembiayaan Usaha Kecil, Menengah, dan               sektor.
                                         (listrik).                                                                        Pembiayaan Mikro
                                    2.   Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam
                                         ton ekuivalen CO2.                                                                Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan             1.   Jumlah area lahan dalam km2 dan persentase
                                    3.   Kapasitas energi terbarukan yang dipasang dalam MW.                               Berkelanjutan                                       pertumbuhan lahan atau wilayah yang digunakan bagi
                                                                                                                                                                               pertanian atau kegiatan pemenuhan pangan ramah
       Efisiensi Energi             1.   Estimasi penghematan energi per tahun dalam MWh/GWh (listrik) dan GJ/                                                                 lingkungan.
                                         TJ (energi lainnya).                                                                                                             2.   Jumlah UMKM sektor pengolahan sistem dan
                                    2.   Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam                                                                pengelolaan pangan berkelanjutan dan/atau ramah
                                         ton ekuivalen CO2.                                                                                                                    lingkungan.
       Pencegahan dan               Jumlah ton atau m3 limbah yang dicegah, dikurangi, didaur ulang, dan                   Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-            Jumlah UMKM atau individu yang dibiayai melalui program
       Pengendalian Polusi          digunakan kembali.                                                                     Ekonomi                                        KUR.
       Pengelolaan Sumber           1.   Estimasi jumlah hektar yang dilindungi dan/atau disertifikasi.                    Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain yang     Memberikan dampak positif secara sosial mengacu pada
       Daya Alam Hayati dan         2.   Estimasi jumlah pohon yang ditanam dalam proyek reboisasi bersertifikasi
                                                                                                                           Berwawasan Sosial Lainnya                      parameter POJK atau ketentuan yang relevan lainnya.
       Penggunaan Lahan yang             FSC/PEFC.
       Berkelanjutan
       Konservasi                   1.   Estimasi jumlah mil laut yang dilindungi dan/atau disertifikasi.               E. Penerbitan Sustainability Sukuk BSI
       Keanekaragaman Hayati        2.   Estimasi jumlah hektare yang dibeli/dilindungi dan disertifikasi .
       Darat dan Air
                                                                                                                           PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah melakukan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan
       Transportasi Ramah           1.   Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam            Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II Tahun 2025 (Sustainability Sukuk Tahap II) pada
       Lingkungan                        ton ekuivalen CO2.                                                                tanggal 26 Juni 2025 dengan total nominal pokok sebesar Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun Rupiah)
                                    2.   Jumlah kendaraan ramah lingkungan yang diluncurkan.
                                    3.   Estimasi kilometer dari jalur kereta/jalur khusus Bus, BRT, koridor LRT, dan      yang terdiri atas 3 (tiga) seri jangka waktu: Seri A untuk tenor 370 hari, Seri B untuk tenor 2 tahun, dan
                                         jalur sepeda baru atau yang disempurnakan.                                        seri C untuk tenor 3 tahun.
       Pengelolaan Air dan Air      1.   Pengurangan konsumsi air dalam aktivitas ekonomi.
       Limbah yang Berkelanjutan    2.   Air limbah yang diolah menurut standar yang tepat, persentase total               Penerbitan Sustainability Sukuk tersebut memberikan beberapa milestone bagi BSI, antara lain
                                         limbah yang dicegah, diminimalkan, digunakan kembali, atau didaur                 sebagai berikut:
                                         ulang.
                                    3.   Jumlah absolut penggunaan air per tahun sebelum dan sesudah proyek                • Bagian dari rangkaian penerbitan Sustainability Sukuk pertama yang dilakukan oleh Bank di
                                         dilaksanakan.                                                                        Indonesia.
                                    4.   Jumlah populasi dengan akses air minum bersih.
                                                                                                                           • Sustainability Sukuk BSI diminati oleh investor pada saat bookbuilding. Hal tersebut dibuktikan
       Adaptasi Perubahan Iklim     Jumlah fasilitas, sistem, dan peralatan baru yang digunakan untuk                         dengan perolehan oversubscription atas penawaran awal sebesar 3 (tiga) kali.
                                    mendukung ketahanan iklim.
       Produk yang Dapat            1.   Jumlah limbah yang didaur ulang.
       Mengurangi Penggunaan        2.   Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam
       Sumber Daya dan                   ton ekuivalen CO2.
       Menghasilkan Lebih Sedikit   3.   Jumlah bangunan berwawasan lingkungan yang memiliki sertifikasi
       Polusi (Eco-efficient)            bangunan hijau.
       Bangunan Berwawasan          1.   Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari/dikurangi dalam
       Lingkungan yang                   ton ekuivalen CO2.
       Memenuhi Standar atau        2.   Persentase penggunaan energi yang dikurangi/dihindari.
       Sertifikasi yang Diakui
       Secara Nasional, Regional,
       atau Internasional




    LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
6   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                                             7
Page 5
                                                                                                                    LAPORAN ALOKASI

      Struktur Sustainability Sukuk BSI                                                                             Berdasarkan posisi per 31 Desember 2025, BSI telah merealisasikan penyaluran dana hasil penerbitan
                                                                                                                    Sustainability Sukuk sebesar 100% dari total dana yang dihimpun. Dana tersebut didistribusikan pada 4
       Nama Instrumen      :   Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II        (empat) dari 10 (sepuluh) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan 4 (empat) dari
                               Tahun 2025                                                                           6 (enam) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Realisasi menunjukkan bahwa seluruh
       Struktur Akad       :   Mudharabah
                                                                                                                    dana telah terserap sepenuhnya ke dalam portofolio pembiayaan yang memenuhi kriteria Eligible Assets
                                                                                                                    sesuai dengan Kerangka Kerja Sustainability Sukuk BSI dan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023
       Mata Uang           :   Diterbitkan dalam mata uang rupiah                                                   tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Berkelanjutan yang
       Total Penerbitan    :   Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah)                                          diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023.

                                Seri    Tenor     Tanggal Jatuh Tempo         Kupon          Nilai        Status    Rincian alokasi penggunaan dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk adalah sebagai berikut:
                               A       370 hari   6 Juli 2026                6,45%    Rp2,445 Triliun   Eksisting

                               B       2 tahun    26 Juni 2027               6,55%    Rp0,175 Triliun   Eksisting                                                                                  15%           1%
                               C       3 tahun    26 Juni 2028               6,65%    Rp2,380 Triliun   Eksisting

       Rating              :   idAAA(sy) Pefindo Final Rating
       Tujuan              :   Penyaluran dana pembiayaan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan                                                      35%                                           Kategori
                                                                                                                     65%               Kategori                                                            Segmen
       Penggunaan              (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
                                                                                                                                     Berkelanjutan                                    22%                                       62%
                                                                                                                                                                                                         Pembiayaan
       Listing             :   PT Bursa Efek Indonesia




                                                                                                                         Kegiatan Usaha           Kegiatan Usaha                          Komersial                 Korporasi
                                                                                                                         Berwawasan               Berwawasan
                                                                                                                         Lingkungan               Sosial                                 Small and Medium          Mikro
                                                                                                                                                                                         Enterprise (SME)



                                                                                                                    Struktur alokasi dana didominasi oleh Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) dengan porsi 65%
                                                                                                                    sementara Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) mencakup 35% dari total portofolio.
                                                                                                                    Penyaluran terbesar dari sisi segmentasi nasabah terkonsentrasi pada segmen komersial sebesar 62%.
                                                                                                                    Sedangkan, segmen Small and Medium Enterprise (SME) sebesar 15%. Komposisi ini merepresentasikan
                                                                                                                    keselarasan antara strategi penyaluran pembiayaan BSI dengan upaya dukungan terhadap sektor
                                                                                                                    ekonomi riil dan pemberdayaan UMKM.

                                                                                                                    Rincian penyaluran per segmen pembiayaan berdasarkan underlying Sukuk disusun mengacu pada
                                                                                                                    kategori kegiatan usaha dalam POJK No.18 Tahun 2023 untuk posisi data periode pelaporan tahun 2025
                                                                                                                    diuraikan sebagai berikut:

                                                                                                                    Dalam Rupiah

                                                                                                                                                         Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)

                                                                                                                    A.    1.   Akses terhadap Layanan Esensial                                             3.124.646.824.529     96,6%
                                                                                                                          2.   Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang untuk                    64.467.374.252       2,0%
                                                                                                                               Mencegah dan/atau Mengurangi Pengangguran, termasuk
                                                                                                                               pembiayaan usaha kecil, menengah, dan pembiayaan Mikro
                                                                                                                          3.   Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan                              37.756.790.466       1,2%
                                                                                                                          4.   Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi                                     9.083.599.777       0,2%
                                                                                                                    Total KUBS                                                                            3.235.954.589.024     100,0%




    LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
8   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                                              9
Page 6
     Dalam kategori sosial, alokasi terbesar senilai Rp3,12 triliun disalurkan untuk kategori Akses terhadap                Kunci Sustainable Development Goals
                                                                                                                                                                           Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
                                                                                                                                           (SDGs)
     Layanan Esensial. Pembiayaan pada sektor ini difokuskan pada penyediaan fasilitas kesehatan dan
     pendidikan yang terjangkau. Penyaluran ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan infrastruktur                                                              Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan
     dasar yang vital bagi masyarakat sejalan dengan indikator kinerja sosial yang telah ditetapkan dalam
                                                                                                                                                                  Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan
     Kerangka Kerja.
                                                                                                                                                                  akad Musyarakah pada industri pengelolaan air dan air limbah yang
                                                                                                                                                                  berkelanjutan. Nasabah pembiayaan penerima dana berupa perusahaan
                                                                                                                                                                  pengolahan dan penyediaan air minum.
     Dalam Rupiah

                                       Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)

     B.   1.   Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang                   1.143.681.165.059   64,8%
               Berkelanjutan
                                                                                                                                                                  Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang
          2.   Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan                         315.672.407.549      17,9%                                         Berkelanjutan
               Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
                                                                                                                                                                  Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dan Komersial
          3.   Energi Terbarukan                                                              289.423.975.000       16,4%
                                                                                                                                                                  dengan akad Musyarakah pada sektor perkebunan karet dan kelapa
          4.   Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan                                     15.267.863.368       0,9%                                         sawit yang menerapkan praktik pengelolaan berkelanjutan. Nasabah
                                                                                                                                                                  penerima dana merupakan perusahaan yang telah memperoleh
     Total KUBL                                                                              1.764.045.410.976     100,0%
                                                                                                                                                                  sertifikasi keberlanjutan nasional dan internasional, yaitu sertifikasi
                                                                                                                                                                  FSC (Forest Stewardship Council) untuk pengelolaan perkebunan karet
                                                                                                                                                                  dan hasil hutan, atau ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) untuk
     Pada kategori lingkungan porsi terbesar dialokasikan untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati                                                               komoditas kelapa sawit.
     dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan sebesar Rp1,14 triliun. Terkait pembiayaan di sektor perkebunan,
     BSI menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mensyaratkan nasabah untuk memiliki sertifikasi                                                                  Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang Untuk
     keberlanjutan yang relevan, di antaranya seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Forest                                                           Mencegah dan/atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk
                                                                                                                                                                  Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
     Stewardship Council (FSC). Persyaratan ini diterapkan untuk memastikan bahwa aktivitas debitur telah
     memenuhi standar tata kelola lingkungan yang berlaku.                                                                                                        Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Konsumer,
                                                                                                                                                                  dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
     Rincian penyaluran pembiayaan yang mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan BSI                                                                 yang bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja dan mengurangi
     Sukuk Sustainability Framework adalah sebagai berikut:                                                                                                       pengangguran.


       Kunci Sustainable Development Goals                                                                                                                        Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan
                                                      Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
                      (SDGs)

                                             Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan                                                              Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and
                                             Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)                                                                    Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah yang bertujuan
                                                                                                                                                                  dalam upaya ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan.
                                             Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad                                                       Nasabah pembiayaan penerima dana di antaranya perusahaan
                                             Musyarakah pada industri yang telah menghasilkan lebih sedikit polusi                                                pengolahan makanan dan perusahaan tata niaga makanan.
                                             (eco-efficient) melalui pengenalan produk ramah lingkungan dengan                                                    Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi
                                             eco-label atau sertifikasi lingkungan serta kemasan dan distribusi hemat
                                             sumber daya. Nasabah penerima dana meliputi perusahaan pengolahan                                                    Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Small and
                                             kertas dan industri pupuk yang telah menerapkan teknologi efisiensi                                                  Medium Enterprise (SME), dan Mikro dengan akad Musyarakah yang
                                             sumber daya dan meminimalisir limbah sesuai standar ambang batas                                                     bertujuan pada kesetaraan akses dan penguasaan atas aset, layanan,
                                             lingkungan.                                                                                                          sumber daya dan kesempatan serta kesetaraan partisipasi dan integrasi
                                             Energi Terbarukan                                                                                                    pada pasar dan masyarakat. Penyaluran dana diprioritaskan bagi
                                                                                                                                                                  kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
                                             Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad
                                             Musyarakah pada industri pembangkit listrik energi terbarukan. Nasabah
                                             pembiayaan penerima dana berupa perusahaan pembangkit listrik                                                        Akses Terhadap Layanan Esensial
                                             tenaga air dan pembangkit listrik tenaga panas bumi.
                                                                                                                                                                  Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and
                                                                                                                                                                  Medium Enterprise (SME) dengan akad musyarakah yang bertujuan
                                                                                                                                                                  pada kesetaraan akses kesehatan, perawatan kesehatan, dan aktivitas
                                                                                                                                                                  usaha berkaitan dengan pendidikan. Nasabah pembiayaan penerima
                                                                                                                                                                  dana di antaranya rumah sakit, yayasan yang bergerak pada bidang
                                                                                                                                                                  kesehatan, perusahaan farmasi dan alat kesehatan, universitas, yayasan
                                                                                                                                                                  pemberdayaan masyarakat, pesantren, dan lembaga pendidikan.




      LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
10    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                                               11
Page 7
     LAPORAN DAMPAK

     Bab ini menyajikan kuantifikasi dampak lingkungan dan sosial yang dihasilkan dari portofolio pembiayaan                   Kategori
                                                                                                                                             % Komposisi
                                                                                                                                                                Segmen
     Sustainability Sukuk. Dalam menyusun estimasi dampak, Bank menerapkan prinsip konservatif dan                      No                   Underlying                                  Deskripsi & Indikator Dampak
                                                                                                                              Pembiayaan                      Pembiayaan
                                                                                                                                                Sukuk
     kehati-hatian (prudence). Perhitungan dampak didasarkan pada data kinerja aktual nasabah serta
     penggunaan faktor emisi dan asumsi teknis yang diakui secara umum (sebagaimana terlampir pada                      3.   Ketahanan          0,76%      Pembiayaan pada     Penyaluran pembiayaan segmen Small and
     bagian Lampiran). Pelaporan dampak ini mencerminkan komitmen BSI untuk tidak hanya menyalurkan                          Pangan dan                    segmen Small and    Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
                                                                                                                             Sistem Pangan                 Medium Enterprise   khususnya pada nasabah pembiayaan yang bergerak
     dana tetapi juga memantau efektivitas pembiayaan dalam menciptakan nilai tambah bagi ekosistem                          Berkelanjutan                 (SME) dengan akad   dalam bidang penyediaan dan pengolahan pangan.
     lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (sosial).                                                                                                     Musyarakah          a. Jumlah lahan peternakan, perikanan, dan industri
                                                                                                                                                                                  pengolahan makanan serta kapasitas produksi per
                                                                                                                                                                                  Desember 2025 dapat diuraikan sebagai berikut:
     Secara agregat, pembiayaan yang disalurkan memberikan kontribusi signifikan pada dua pilar utama.                                                                            1) Lahan usaha produksi tempe dengan luas
     Pada Pilar Sosial, Bank memperluas akses layanan dasar bagi lebih dari 10.000.000 penerima manfaat                                                                               lahan ± 6,5 hektar atau setara dengan 0,065
     di sektor kesehatan dan pendidikan, serta mendukung penciptaan lapangan kerja melalui UMKM. Pada                                                                                 km2 berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas
                                                                                                                                                                                      produksi diperkirakan sebesar 300 kg tempe/
     Pilar Lingkungan, Bank berkontribusi terhadap dekarbonisasi melalui operasional energi terbarukan                                                                                minggu.
     dan efisiensi sumber daya di sektor industri manufaktur. Estimasi dampak lingkungan dan sosial dari                                                                          2) Lahan usaha pengolahan susu dan makanan
                                                                                                                                                                                      dari susu dengan luas lahan ± 1,13 hektar atau
     pembiayaan eligible yang di antaranya dibiayai dari dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk diuraikan
                                                                                                                                                                                      setara dengan 0,0113 km2 berlokasi di provinsi
     sebagai berikut:                                                                                                                                                                 Jawa Barat. Kapasitas produksi diperkirakan
                                                                                                                                                                                      sebesar 15,432 ton susu dan olahan makanan
                            % Komposisi                                                                                                                                               dari susu/tahun.
             Kategori                             Segmen
      No                    Underlying                                    Deskripsi & Indikator Dampak                                                                            3) Lahan usaha penggilingan padi dan
            Pembiayaan                          Pembiayaan
                               Sukuk                                                                                                                                                  penyosohan beras dengan luas lahan ± 0,1
                                                                                                                                                                                      hektar atau setara dengan 0,001 km2 berlokasi
     1.    Akses Terhadap     62,49%      Pembiayaan pada      Penyaluran pembiayaan segmen Komersial dan                                                                             di provinsi Aceh. Kapasitas penggilingan padi
           Layanan                        segmen Komersial     Small and Medium Enterprise (SME) dengan                                                                               dan penyosohan beras diperkirakan sebesar 10
           Esensial                       dan Small and        akad Musyarakah khususnya pada kegiatan usaha                                                                          ton/bulan.
                                          Medium Enterprise    penyediaan (1) akses kesehatan dan (2) pendidikan.                                                                 4) Lahan pertanian atas usaha penggilingan padi
                                          (SME) dengan akad                                                                                                                           dan penyosohan beras dengan luas lahan ± 0,5
                                          Musyarakah           Hasil dari penyaluran dana dapat diinformasikan                                                                        hektar atau setara dengan 0,005 km2 berlokasi
                                                               sebagai berikut:                                                                                                       di provinsi Aceh. Kapasitas penggilingan padi
                                                               a. Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang                                                                            dan penyosohan beras diperkirakan sebesar 50
                                                                  diberikan pembiayaan sebanyak 334 instansi yang                                                                     ton/bulan.
                                                                  terdiri atas:                                                                                                   5) Lahan usaha produksi makanan olahan dengan
                                                                   - 121 instansi pendidikan diantaranya dari tingkat                                                                 luas lahan ± 3 hektar atau setara dengan 0,03
                                                                      TK, SD, MTS, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan                                                                     km2 berlokasi di provinsi Jawa Barat. Kapasitas
                                                                      bentuk fasilitas pendidikan lainnya                                                                             produksi diperkirakan sebesar 5.000 pack
                                                                   - 213 instansi kesehatan, diantaranya rumah                                                                        makanan olahan/bulan.
                                                                      sakit, klinik, dan bentuk fasilitas kesehatan                                                               6) Lahan usaha kopi dengan luas lahan ±
                                                                      lainnya.                                                                                                        36 hektar atau setara dengan 0,36 km2
                                                               b. Jumlah penduduk yang memiliki layanan akses                                                                         berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
                                                                  layanan kesehatan diperkirakan sebanyak                                                                             diperkirakan sebesar 3 ton kopi/bulan.
                                                                  10.882.179 orang/tahun.                                                                                         7) Lahan usaha produksi makanan ringan dengan
                                                                                                                                                                                      luas lahan ± 0,5 hektar atau setara dengan
                                                               c. Jumlah siswa yang dibantu atau penerima fasilitas
                                                                                                                                                                                      0,005 km2 berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas
                                                                  pendidikan per Desember 2025 diperkirakan
                                                                                                                                                                                      produksi diperkirakan sebesar 2.000 pack
                                                                  sebanyak 153.751 siswa.
                                                                                                                                                                                      makanan ringan/bulan.
                                                                                                                                                                                  8) Lahan usaha tambak udang dengan luas
     2.    Penciptaan          1,29%      Pembiayaan pada      Penyaluran pembiayaan pada sektor Komersial                                                                            lahan ± 1 hektar atau setara dengan 0,01 km2
           Lapangan                       segmen Komersial     dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan                                                                           berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
           Kerja dan                      dan Small and        akad Musyarakah pada kegiatan usaha dengan                                                                             diperkirakan sebesar 5 ton udang per siklus
           Program yang                   Medium Enterprise    penyediaan lapangan kerja baik pada sektor                                                                             panen.
           Dirancang                      (SME), dengan akad   pertanian, pengolahan, perdagangan dan                                                                             9) Lahan usaha pertanian padi dengan luas
           Untuk                          Musyarakah           penyediaan layanan jasa dengan keterangan sebagai                                                                      lahan ± 2 hektar atau setara dengan 0,02 km2
           Mencegah                                            berikut:                                                                                                               berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
           dan/atau                                            a. Jumlah UMKM yang diberikan pembiayaan                                                                               diperkirakan sebesar 10 ton padi/siklus panen.
           Mengurangi                                             diantaranya disalurkan kepada 45 UMKM.                                                                          10) Lahan usaha produksi makanan olahan dengan
           Pengangguran                                        b. Jumlah pekerja dari UMKM yang diberikan                                                                             luas lahan ± 2,4 hektar atau setara dengan
           termasuk                                               pembiayaan dimana dari hasil penyaluran                                                                             0,024 km2 berlokasi di provinsi Jawa Barat.
           Pembiayaan                                             pembiayaan per Desember 2025 diperkirakan                                                                           Kapasitas produksi diperkirakan sebesar 4.000
           Usaha Kecil,                                           sebanyak 855 orang.                                                                                                 pack makanan olahan/bulan.
           Menengah, dan                                       c. Portofolio pembiayaan UMKM berdasarkan                                                                       b. Jumlah UMKM diperkirakan lebih dari 100 UMKM
           Pembiayaan                                             distribusi sektor yang disalurkan pada penciptaan                                                               yang berkaitan dengan sektor pengelolaan
           Mikro                                                  lapangan kerja dan program untuk mencegah                                                                       pangan berkelanjutan.
                                                                  dan/atau mengurangi pengangguran sebesar
                                                                  Rp64.467.374.252,- yang terdiri atas sektor
                                                                  Komersial dan Small and Medium Enterprise
                                                                  (SME) masing-masing sebesar Rp8.312.300.500,-
                                                                  dan Rp56.155.073.752,-.




      LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
12    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                                           13
Page 8
                            % Komposisi                                                                                                       % Komposisi
            Kategori                             Segmen                                                                       Kategori                           Segmen
     No                     Underlying                                 Deskripsi & Indikator Dampak                    No                     Underlying                                 Deskripsi & Indikator Dampak
           Pembiayaan                          Pembiayaan                                                                    Pembiayaan                        Pembiayaan
                               Sukuk                                                                                                             Sukuk

     4.   Peningkatan          0,18%      Pembiayaan pada    a. Penyaluran pembiayaan segmen Mikro pada               7.    Produk               6,31%      Pembiayaan pada    a. Penyaluran pembiayaan segmen Korporasi dengan
          dan                             segmen Mikro          pembiayaan BSI Usaha Mikro (BUM) dan Kredit                 yang Dapat                      segmen Korporasi      akad Musyarakah bagi nasabah di mana dalam
          Pemberdayaan                    dengan akad           Usaha Rakyat (KUR) dengan akad Musyarakah.                  Mengurangi                      dengan akad           proses usahanya telah memiliki sumber daya dan
          Sosio-Ekonomi                   Musyarakah         b. Penyaluran kepada 14 penerima yang terdiri                  Penggunaan                      Musyarakah            teknologi untuk menghasilkan lebih sedikit polusi
                                                                atas 7 NOA BSI Usaha Mikro (BUM) dan 7 NOA                  Sumber                                                (eco-efficient). Penyaluran pada 3 (tiga) nasabah
                                                                Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).                       Daya dan                                              yang bergerak pada bidang industri pengolahan
                                                                                                                            Menghasilkan                                          kertas di provinsi Banten, dan industri pupuk di
     5.   Energi               5,79%      Pembiayaan pada    Penyaluran pembiayaan pada 1 (satu) perusahaan                 Lebih Sedikit                                         provinsi Aceh dan Sumatera Selatan.
          Terbarukan                      segmen Korporasi   Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan                Polusi                                             b. Estimasi timbulan limbah berbahaya dari proses
                                          dengan akad        1 (satu) perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air              (Eco-Efficient)                                       operasional pabrik pengolahan kertas di Banten
                                          Musyarakah         (PLTA) Skala Menengah dengan uraian sebagai                                                                          yang didaur ulang sebesar 385.007 ton/tahun
                                                             berikut:                                                                                                             atau sebesar 100% dari seluruh timbulan limbah
                                                             a. Estimasi pembangkitan energi terbarukan per                                                                       berbahaya yang dihasilkan.
                                                                 tahun dalam MWh (listrik) dan estimasi emisi Gas                                                              c. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
                                                                 Rumah Kaca per tahun yang dihindari dalam ton                                                                    dapat dihindari oleh nasabah yang bergerak
                                                                 ekuivalen CO2 dengan uraian sebagai berikut:                                                                     dalam bidang industri pengolahan kertas di
                                                                 1) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)                                                                   Banten adalah sebesar 25.460 ton CO2-eq. Nasabah
                                                                    berlokasi di provinsi Jawa Timur dengan                                                                       memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya
                                                                    instalasi kapasitas terpasang 1 x 35 MW.                                                                      (PLTS) dengan instalasi kapasitas 21,63 MWp dan
                                                                    Perkiraan energi listrik yang dihasilkan per                                                                  diperkirakan menghasilkan energi listrik per tahun
                                                                    tahun sebesar 211.999 MWh.                                                                                    30.310 MWh.
                                                                 2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala                                                                 d. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
                                                                    Menengah berlokasi di provinsi Bengkulu                                                                       dapat dihindari oleh nasabah yang bergerak dalam
                                                                    dengan instalasi kapasitas terpasang 4 x 4 MW.                                                                bidang industri pupuk adalah sebesar 285 ton CO2-
                                                                    Perkiraan energi listrik yang dihasilkan per                                                                  eq dengan uraian sebagai berikut:
                                                                    tahun sebesar 78.972 MWh.                                                                                      1) Nasabah di Aceh memiliki Pembangkit Listrik
                                                             b. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang                                                                          Tenaga Surya (PLTS) dengan instalasi kapasitas
                                                                 dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2                                                                          daya 45 kWp dan diperkirakan menghasilkan
                                                                 dengan uraian sebagai berikut:                                                                                       energi listrik per tahun 59 MWh. Estimasi emisi
                                                                 1) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)                                                                       Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari
                                                                    berlokasi di provinsi Jawa Timur dengan                                                                           sebesar 50 ton CO2-eq.
                                                                    perkiraan emisi gas rumah kaca tahunan yang                                                                    2) Nasabah di Sumatera Selatan sebesar memiliki
                                                                    dihindari sebesar 184.439 ton CO2-eq per tahun.                                                                   Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan
                                                                 2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala                                                                        instalasi kapasitas 210 kWp dan diperkirakan
                                                                    Menengah berlokasi di provinsi Bengkulu                                                                           menghasilkan energi listrik per tahun 274 MWh.
                                                                    dengan perkiraan emisi gas rumah kaca                                                                             Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
                                                                    tahunan yang dihindari sebesar 74.233 ton CO2-                                                                    dihindari sebesar 235 ton CO2-eq.
                                                                    eq per tahun.                                                                                              e. Estimasi timbulan limbah berbahaya dari proses
                                                                                                                                                                                  operasional pabrik pupuk yang didaur ulang
     6.   Pengelolaan Air      0,31%      Pembiayaan pada    a. Penyaluran pembiayaan pada 1 (satu) perusahaan                                                                    sebesar 1.223 ton/tahun atau sebesar 100%
          dan Air Limbah                  segmen Korporasi      dengan aktivitas usaha sistem penyediaan air                                                                      dari seluruh timbulan limbah berbahaya yang
          Berkelanjutan                   dan Komersial         minum bersih di Tangerang Selatan.                                                                                dihasilkan oleh nasabah di Sumatera Selatan
                                          dengan akad        b. Jumlah air yang disalurkan diperkirakan sebesar                                                                   sebesar 1.131 ton/tahun dan nasabah di Aceh
                                          Musyarakah            11.595 meter kubik/hari atau 134 liter/detik.                                                                     sebesar 92 ton/tahun.
                                                             c. Jumlah rumah yang terlayani atas instalasi                                                                     f. Nasabah yang bergerak dalam bidang industri
                                                                penyediaan air minum diperkirakan sebesar                                                                         pupuk di Sumatera Selatan telah memperoleh
                                                                38.094 rumah. Dengan asumsi tersebut maka                                                                         Sertifikat Green Building EDGE (Excellence in
                                                                diperkirakan instalasi dapat memenuhi kebutuhan                                                                   Design for Greater Efficiencies) yang diterbitkan
                                                                114.283 masyarakat.                                                                                               oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

                                                                                                                      8.    Pengelolaan         22,87%      Pembiayaan pada    a. Penyaluran pembiayaan segmen Komersial dan
                                                                                                                            Sumber                          segmen Komersial      Korporasi dengan akad Musyarakah pada 1 (satu)
                                                                                                                            Daya Alam                       dan Korporasi         nasabah pengelola perkebunan karet yang telah
                                                                                                                            Hayati dan                      dengan akad           memperoleh sertifikasi FSC (Forest Stewardship
                                                                                                                            Penggunaan                      Musyarakah            Council) dan 6 (enam) nasabah pengelola
                                                                                                                            Lahan yang                                            perkebunan kelapa sawit yang telah memperoleh
                                                                                                                            Berkelanjutan                                         ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
                                                                                                                                                                               b. Total luas lahan perkebunan karet yang telah
                                                                                                                                                                                  mendapatkan sertifikasi FSC ±97.891 hektar.
                                                                                                                                                                               c. Total luas lahan perkebunan kelapa sawit yang
                                                                                                                                                                                  telah mendapatkan sertifikasi ISPO ±51.660 hektar.


                                                                                                                      Seluruh indikator dampak yang disajikan telah dikalkulasi berdasarkan metodologi standar yang berlaku.
                                                                                                                      Pencapaian pada pilar lingkungan (dekarbonisasi) dan sosial (pemberdayaan) ini menjadi bukti bahwa dana
                                                                                                                      Sustainability Sukuk BSI bekerja secara efektif untuk mendukung transisi ekonomi hijau sekaligus menjaga
                                                                                                                      inklusivitas umat. BSI berkomitmen untuk menjaga akuntabilitas pengukuran dampak (impact metrics).

     LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
14   PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                                            15
Page 9
     KESIMPULAN                                                                           LAMPIRAN

     Melalui publikasi Laporan Sustainability Sukuk Tahap II ini, PT Bank Syariah          Kategori KUBL/
                                                                                                                   Tipe Proyek                                      Asumsi Data
                                                                                               KUBS
     Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan dedikasinya dalam memperdalam integrasi
     nilai-nilai keberlanjutan ke seluruh lini bisnis Bank. BSI berkomitmen untuk terus   Energi            Pembangkit Listrik          Perhitungan emisi Gas Rumah Kaca minimum yang dapat
     meningkatkan skala kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional               Terbarukan        Tenaga Panas Bumi           dihindari menggunakan asumsi dari sumber yang tersedia untuk
                                                                                                            (PLTP) dan Pembangkit       umum di bawah ini:
     yang inklusif dan ramah lingkungan melalui penerapan nilai-nilai ESG yang
                                                                                                            Listrik Tenaga Air (PLTA)   a. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berlokasi di
     semakin progresif dan terukur.                                                                         Skala Menengah                 provinsi Jawa Timur dengan Faktor Emisi Kelistrikan ESDM 2019
                                                                                                                                           adalah 0,87 dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar 211.999
                                                                                                                                           MWh sehingga estimasi emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari
     Sebagai salah satu penggerak utama keuangan berkelanjutan di Indonesia,
                                                                                                                                           sebesar 184.439 ton CO2-eq per tahun.
     BSI memandang peran strategisnya bukan hanya sebagai penyedia modal,                                                               b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala Menengah berlokasi
     melainkan sebagai mitra strategis bagi nasabah dalam menavigasi transisi                                                              di provinsi Bengkulu faktor emisi Kelistrikan ESDM 2019 adalah
                                                                                                                                           0,94 dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar 78.972 MWh
     menuju ekonomi rendah karbon. Pada Sustainability Sukuk Tahap II ini, BSI
                                                                                                                                           sehingga estimasi emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari
     terus memperkuat solusi keuangan dekarbonisasi bagi nasabah di berbagai                                                               sebesar 74.233 ton CO2-eq yang dihindari.
     sektor industri, mendorong mereka untuk beralih ke praktik bisnis yang lebih
                                                                                          Pengelolaan Air   Pengelolaan Air Minum       Jumlah populasi dengan akses air minum bersih sesuai dengan
     bertanggung jawab dan memiliki dampak lingkungan seminimal mungkin.                  dan Air Limbah                                data jumlah pelanggan yang tercatat di perusahaan.
     Pendekatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata BSI terhadap target            Berkelanjutan
     pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission.                               Produk            Pengurangan Polusi          a. Nasabah yang bergerak dalam bidang Pengolahan Kertas yang
                                                                                          yang Dapat                                       beroperasi di provinsi Banten memiliki instalasi Pembangkit
     BSI menjamin keberlanjutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan          Mengurangi                                       Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan menghasilkan
                                                                                          Penggunaan                                       energi listrik sebesar 30.310 MWh per tahun. Faktor Emisi
     dana Sustainability Sukuk sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.      Sumber                                           Kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,84 sehingga estimasi jumlah
     Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan             Daya dan                                         emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari sebesar 25.460 ton CO2-
     memberikan dampak positif yang optimal sesuai dengan tujuan pembangunan              Menghasilkan                                     eq.
                                                                                          Lebih Sedikit                                 b. Nasabah yang bergerak dalam bidang Industri Pupuk yang
     berkelanjutan (SDGs). Terakhir, untuk menjaga tingkat kepercayaan investor dan       Polusi (Eco-                                     beroperasi di provinsi Aceh memiliki instalasi Pembangkit Listrik
     publik, BSI tetap bekerja sama dengan SDGs Hub Universitas Indonesia sebagai         Efficient)                                       Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan menghasilkan energi
     penyedia reviu eksternal yang independen guna memberikan verifikasi yang                                                              Listrik sebesar 59 MWh per tahun. Faktor emisi kelistrikan ESDM
                                                                                                                                           2019 adalah 0,86 sehingga estimasi jumlah emisi Gas Rumah
     komprehensif. Upaya ini menegaskan posisi BSI sebagai institusi keuangan                                                              Kaca yang dihindari sebesar 50 ton CO2-eq.
     syariah yang kredibel, transparan, dan visioner dalam membangun masa depan                                                         c. Nasabah yang bergerak dalam bidang Industri Pupuk yang
     yang berkelanjutan bagi Indonesia.                                                                                                    beroperasi di provinsi Sumatera Selatan memiliki instalasi
                                                                                                                                           Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan
                                                                                                                                           menghasilkan energi Listrik sebesar 274 MWh per tahun. Faktor
                                                                                                                                           emisi kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,86 sehingga estimasi
                                                                                                                                           jumlah emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari sebesar 235 ton
                                                                                                                                           CO2-eq.




      LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
16    PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK                                                                                                                                                                  17

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.65 MB
Published26 Mar 2026
Pages9
Characters84,179
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org PT Bursa Efek Indonesia p.5
unresolved org Bank Syariah Indonesia Instagram p.1
unresolved org Bank Syariah Indonesia Twitter p.1
unresolved org Bank BSI Tahap II Tahun p.2 ×2
unresolved org Bank BSI Tahap II p.5
unresolved org PT Bank Syariah p.9
unresolved org Asumsi Data KUBS Indonesia Tbk p.9

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result