Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Laporan Alokasi dan
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II
Dampak Penerbitan
Sustainability Sukuk
Tahap II Tahun 2025
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Kantor Pusat
Gedung The Tower
Jl. Gatot Subroto No. 27
Kelurahan Karet Semanggi,
Kecamatan Setiabudi,
Jakarta Selatan 1293
Kontak
BSI Call - 14040
Telp. 62081584114040
contactus@bankbsi.co.id
Facebook: Bank Syariah Indonesia
Instagram: @banksyariahindonesia
Youtube: Bank Syariah Indonesia
Twitter: bankbsi_id
2025
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Page 2
PENDAHULUAN DAFTAR ISI
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), sebagai entitas perbankan syariah
terbesar di Indonesia telah menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai pilar
fundamental dalam menggerakkan perekonomian nasional. Bagi Perseroan
penerapan keuangan berkelanjutan bukan sekadar pemenuhan kewajiban 2 Pendahuluan
regulasi melainkan manifestasi strategis dari nilai Maqashid Syariah yang
mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kemaslahatan
sosial, dan kelestarian lingkungan demi kepentingan generasi mendatang.
BSI secara proaktif mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and
Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis inti dalam merespons dinamika Ringkasan Kerangka Kerja dan Penerbitan
4
perubahan iklim global dan kompleksitas tantangan sosial. Langkah ini Sustainability Sukuk BSI
diwujudkan melalui pengembangan produk dan layanan keuangan syariah yang
inovatif, yang dirancang tidak hanya untuk menghasilkan nilai ekonomi tetapi
juga untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi ekosistem hijau dan
pemberdayaan masyarakat inklusif.
Komitmen ini direalisasikan melalui aksi korporasi penerbitan Sukuk Mudharabah 9 Laporan Alokasi
Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II Tahun 2025 dengan
nilai pokok Rp5 triliun pada Juni 2025. Instrumen ini dirancang sebagai katalisator
untuk mengakselerasi transisi menuju ekonomi rendah karbon serta berfungsi
sebagai jembatan yang menghubungkan modal investasi dengan proyek-
proyek strategis yang berfokus pada efisiensi sumber daya, energi terbarukan,
serta peningkatan kesejahteraan ekonomi mikro dan menengah. BSI melalui
penerbitan dan pengelolaan instrumen keuangan berkelanjutan menegaskan 12 Laporan Dampak
posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional yang inklusif.
Laporan Sustainability Sukuk Tahap II ini disusun sebagai bentuk transparansi
dan akuntabilitas BSI kepada seluruh pemangku kepentingan. Laporan ini
memaparkan kontribusi dan dampak yang nyata atas pengelolaan tanggung
jawab sosial dan lingkungan yang telah dilakukan oleh BSI. Inisiatif strategis ini
disusun sejalan dengan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan
16 Kesimpulan
Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Berkelanjutan yang
diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023 dan merupakan bagian dari Penawaran
Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan
Berkelanjutan I dengan izin penerbitan maksimal Rp10 Triliun.
Melalui sinergi yang kuat dan komitmen yang berkelanjutan, BSI berupaya 17 Lampiran
menjadi “Energi Baru bagi Indonesia” yang senantiasa membawa kemajuan,
keberkahan, dan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
2 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 3
Page 3
RINGKASAN KERANGKA KERJA DAN
PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI
A. Kerangka Kerja Sustainability Sukuk BSI B. Proses Evaluasi dan Seleksi Proyek Sustainability Sukuk BSI
BSI telah menyusun Kerangka Kerja Sustainability Sukuk (Sustainability Sukuk Framework) yang BSI menerapkan mekanisme seleksi yang ketat melalui pendekatan dua tahap (Two-Step Approach)
komprehensif sebagai landasan penerbitan Sustainability Sukuk Tahap II pada bulan Juni 2025. untuk menjaga kualitas portofolio yang diuraikan sebagai berikut:
Kerangka kerja ini tidak hanya mematuhi regulasi POJK Nomor 18 Tahun 2023 tetapi juga telah
melalui proses penelaahan eksternal (Second Party Opinion) oleh SDGs Hub Universitas Indonesia
Langkah Pertama Langkah Kedua
yang memberikan opini “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan”. Hal ini memastikan bahwa setiap Penetapan Pembiayaan oleh Unit Bisnis Terkait Proses Seleksi dan Evaluasi Proyek
proyek yang dibiayai memiliki kualifikasi hijau dan sosial yang dapat dipertanggungjawabkan.
Unit bisnis terkait melakukan penyaringan awal Proyek yang lolos seleksi awal diverifikasi
Penilaian kelayakan
(screening) terhadap portofolio pembiayaan dan dievaluasi oleh Komite Bisnis
Berikut merupakan ringkasan Kerangka Kerja Sustainability Sukuk: pembiayaan
baik eksisting maupun baru untuk memastikan (Kombis). Komite ini bertanggung jawab
kesesuaiannya dengan kriteria Kegiatan Usaha dalam proses penetapan parameter baru diproses
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Berwawasan Lingkungan (KUBL) atau Sosial (KUBS). mengacu POJK No.18 Tahun 2023 dan menyesuaikan
memverifikasi kelayakan proyek sesuai kebijakan internal
1. Portofolio KUBL parameter dan kebijakan internal Bank. bank berdasarkan
Pembiayaan Korporasi Memastikan dan menjaga tidak ada
Kegiatan Usaha Berwawasan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial 2. Portofolio KUBS proyek yang menyimpang secara prinsip
segmentasi
pembiayaan.
Lingkungan (KUBL) (KUBS) Pembiayaan Korporasi, Komersial, Konsumer, keberlanjutan.
Small and Medium Enterprise (SME), dan Mikro
Energi Terbarukan Layanan Infrastruktur Dasar yang
Terjangkau Baik dari Segi Akses Mekanisme seleksi memberikan jaminan ganda bagi investor. BSI memastikan seluruh portofolio
Maupun Harga proyek memenuhi kriteria kelayakan lingkungan dan bebas dari unsur non-halal (seperti perjudian,
Efisiensi Energi senjata, atau alkohol). Pendekatan ini tidak hanya mematuhi prinsip Syariah tetapi juga memitigasi
Akses terhadap Layanan Esensial risiko reputasi dan bisnis.
Pencegahan dan Pengendalian Polusi
Pengelolaan Sumber Daya Alam Perumahan yang Terjangkau C. Manajemen Dana yang Diperoleh dari Hasil Penerbitan Sustainability Sukuk
Hayati & Penggunaan Lahan yang BSI
Berkelanjutan
Pengelolaan dana hasil penerbitan dilakukan melalui mekanisme terpusat (centralized management)
Konservasi Keanekaragaman
Penciptaan Lapangan Kerja guna menjamin ketepatan alokasi. BSI menerapkan koordinasi lintas fungsi yang melibatkan 3 (tiga)
Hayati Darat dan Air unit kerja untuk memastikan dana dikelola secara prudent di antaranya dengan uraian sebagai
berikut:
Ketahanan Pangan dan Sistem
Transportasi Ramah Lingkungan Pangan Berkelanjutan
Treasury dan Global Corporate Finance Operations
Pengelolaan Air dan Air Limbah Market Group Accounting Group Development Group
Berkelanjutan Peningkatan dan Pemberdayaan
Sosio-Ekonomi
Bertindak sebagai pengelola Bertanggung jawab atas Menjalankan fungsi eksekusi
Adaptasi Perubahan Iklim likuiditas, memastikan akuntabilitas pencatatan pembayaran bagi hasil dan pokok
ketersediaan underlying aset keuangan termasuk perhitungan kepada pemegang sukuk melalui
KUBL dan KUBS yang memadai imbal hasil dan pembentukan KSEI secara tepat waktu.
Produk yang Dapat Mengurangi hingga jatuh tempo serta cadangan secara berkala.
mengatur arus kas pembayaran
Penggunaan Sumber Daya dan
bagi hasil.
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Bangunan Berwawasan Lingkungan
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
4 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 5
Page 4
D. Pelaporan Sustainability Sukuk BSI Kategori Sosial
Jenis KUBS Indikator
Laporan Alokasi
BSI akan menerbitkan laporan Sustainability Sukuk setiap tahun, dimulai selambat-lambatnya pada tanggal Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau Jumlah rumah tangga yang memiliki akses jaringan jalan,
Baik dari Segi Akses maupun Harga listrik, air, dan layanan sanitasi.
yang jatuh satu tahun setelah dana dari hasil penerbitan pertama diperoleh oleh BSI, untuk memberikan
transparansi kepada investor dan regulator sehubungan dengan penerapan Kerangka Kerja. Akses terhadap Layanan Esensial 1. Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang diberikan
pembiayaan.
2. Jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap
Laporan Dampak layanan kesehatan dengan harga terjangkau.
BSI akan menerbitkan laporan dampak lingkungan dan/atau sosial dari aset yang memenuhi syarat 3. Jumlah fasilitas masyarakat yang dibiayai.
yang dibiayai dari Sustainability Sukuk yang diterbitkan. Adapun dampak positif kuantitatif dalam 4. Jumlah siswa yang dibantu.
laporan Sustainability Sukuk BSI meliputi indikator-indikator sebagai berikut: Perumahan yang Terjangkau Jumlah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang
memperoleh bantuan finansial untuk pembiayaan rumah
yang terjangkau.
Kategori Hijau
Penciptaan Lapangan Kerja, dan Program 1. Jumlah UMKM yang diberikan pembiayaan.
Jenis KUBL Indikator yang Dirancang untuk Mencegah dan/ 2. Jumlah pekerja dari UMKM yang diberikan pembiayaan.
atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk 3. Portofolio pembiayaan UMKM berdasarkan distribusi
Energi Terbarukan 1. Estimasi pembangkitan energi terbarukan per tahun dalam MWh/GWh Pembiayaan Usaha Kecil, Menengah, dan sektor.
(listrik). Pembiayaan Mikro
2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam
ton ekuivalen CO2. Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan 1. Jumlah area lahan dalam km2 dan persentase
3. Kapasitas energi terbarukan yang dipasang dalam MW. Berkelanjutan pertumbuhan lahan atau wilayah yang digunakan bagi
pertanian atau kegiatan pemenuhan pangan ramah
Efisiensi Energi 1. Estimasi penghematan energi per tahun dalam MWh/GWh (listrik) dan GJ/ lingkungan.
TJ (energi lainnya). 2. Jumlah UMKM sektor pengolahan sistem dan
2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam pengelolaan pangan berkelanjutan dan/atau ramah
ton ekuivalen CO2. lingkungan.
Pencegahan dan Jumlah ton atau m3 limbah yang dicegah, dikurangi, didaur ulang, dan Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio- Jumlah UMKM atau individu yang dibiayai melalui program
Pengendalian Polusi digunakan kembali. Ekonomi KUR.
Pengelolaan Sumber 1. Estimasi jumlah hektar yang dilindungi dan/atau disertifikasi. Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain yang Memberikan dampak positif secara sosial mengacu pada
Daya Alam Hayati dan 2. Estimasi jumlah pohon yang ditanam dalam proyek reboisasi bersertifikasi
Berwawasan Sosial Lainnya parameter POJK atau ketentuan yang relevan lainnya.
Penggunaan Lahan yang FSC/PEFC.
Berkelanjutan
Konservasi 1. Estimasi jumlah mil laut yang dilindungi dan/atau disertifikasi. E. Penerbitan Sustainability Sukuk BSI
Keanekaragaman Hayati 2. Estimasi jumlah hektare yang dibeli/dilindungi dan disertifikasi .
Darat dan Air
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah melakukan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan
Transportasi Ramah 1. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II Tahun 2025 (Sustainability Sukuk Tahap II) pada
Lingkungan ton ekuivalen CO2. tanggal 26 Juni 2025 dengan total nominal pokok sebesar Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun Rupiah)
2. Jumlah kendaraan ramah lingkungan yang diluncurkan.
3. Estimasi kilometer dari jalur kereta/jalur khusus Bus, BRT, koridor LRT, dan yang terdiri atas 3 (tiga) seri jangka waktu: Seri A untuk tenor 370 hari, Seri B untuk tenor 2 tahun, dan
jalur sepeda baru atau yang disempurnakan. seri C untuk tenor 3 tahun.
Pengelolaan Air dan Air 1. Pengurangan konsumsi air dalam aktivitas ekonomi.
Limbah yang Berkelanjutan 2. Air limbah yang diolah menurut standar yang tepat, persentase total Penerbitan Sustainability Sukuk tersebut memberikan beberapa milestone bagi BSI, antara lain
limbah yang dicegah, diminimalkan, digunakan kembali, atau didaur sebagai berikut:
ulang.
3. Jumlah absolut penggunaan air per tahun sebelum dan sesudah proyek • Bagian dari rangkaian penerbitan Sustainability Sukuk pertama yang dilakukan oleh Bank di
dilaksanakan. Indonesia.
4. Jumlah populasi dengan akses air minum bersih.
• Sustainability Sukuk BSI diminati oleh investor pada saat bookbuilding. Hal tersebut dibuktikan
Adaptasi Perubahan Iklim Jumlah fasilitas, sistem, dan peralatan baru yang digunakan untuk dengan perolehan oversubscription atas penawaran awal sebesar 3 (tiga) kali.
mendukung ketahanan iklim.
Produk yang Dapat 1. Jumlah limbah yang didaur ulang.
Mengurangi Penggunaan 2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam
Sumber Daya dan ton ekuivalen CO2.
Menghasilkan Lebih Sedikit 3. Jumlah bangunan berwawasan lingkungan yang memiliki sertifikasi
Polusi (Eco-efficient) bangunan hijau.
Bangunan Berwawasan 1. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari/dikurangi dalam
Lingkungan yang ton ekuivalen CO2.
Memenuhi Standar atau 2. Persentase penggunaan energi yang dikurangi/dihindari.
Sertifikasi yang Diakui
Secara Nasional, Regional,
atau Internasional
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
6 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 7
Page 5
LAPORAN ALOKASI
Struktur Sustainability Sukuk BSI Berdasarkan posisi per 31 Desember 2025, BSI telah merealisasikan penyaluran dana hasil penerbitan
Sustainability Sukuk sebesar 100% dari total dana yang dihimpun. Dana tersebut didistribusikan pada 4
Nama Instrumen : Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap II (empat) dari 10 (sepuluh) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan 4 (empat) dari
Tahun 2025 6 (enam) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Realisasi menunjukkan bahwa seluruh
Struktur Akad : Mudharabah
dana telah terserap sepenuhnya ke dalam portofolio pembiayaan yang memenuhi kriteria Eligible Assets
sesuai dengan Kerangka Kerja Sustainability Sukuk BSI dan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023
Mata Uang : Diterbitkan dalam mata uang rupiah tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Berkelanjutan yang
Total Penerbitan : Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah) diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023.
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Nilai Status Rincian alokasi penggunaan dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk adalah sebagai berikut:
A 370 hari 6 Juli 2026 6,45% Rp2,445 Triliun Eksisting
B 2 tahun 26 Juni 2027 6,55% Rp0,175 Triliun Eksisting 15% 1%
C 3 tahun 26 Juni 2028 6,65% Rp2,380 Triliun Eksisting
Rating : idAAA(sy) Pefindo Final Rating
Tujuan : Penyaluran dana pembiayaan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan 35% Kategori
65% Kategori Segmen
Penggunaan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Berkelanjutan 22% 62%
Pembiayaan
Listing : PT Bursa Efek Indonesia
Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Komersial Korporasi
Berwawasan Berwawasan
Lingkungan Sosial Small and Medium Mikro
Enterprise (SME)
Struktur alokasi dana didominasi oleh Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) dengan porsi 65%
sementara Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) mencakup 35% dari total portofolio.
Penyaluran terbesar dari sisi segmentasi nasabah terkonsentrasi pada segmen komersial sebesar 62%.
Sedangkan, segmen Small and Medium Enterprise (SME) sebesar 15%. Komposisi ini merepresentasikan
keselarasan antara strategi penyaluran pembiayaan BSI dengan upaya dukungan terhadap sektor
ekonomi riil dan pemberdayaan UMKM.
Rincian penyaluran per segmen pembiayaan berdasarkan underlying Sukuk disusun mengacu pada
kategori kegiatan usaha dalam POJK No.18 Tahun 2023 untuk posisi data periode pelaporan tahun 2025
diuraikan sebagai berikut:
Dalam Rupiah
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
A. 1. Akses terhadap Layanan Esensial 3.124.646.824.529 96,6%
2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang untuk 64.467.374.252 2,0%
Mencegah dan/atau Mengurangi Pengangguran, termasuk
pembiayaan usaha kecil, menengah, dan pembiayaan Mikro
3. Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan 37.756.790.466 1,2%
4. Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi 9.083.599.777 0,2%
Total KUBS 3.235.954.589.024 100,0%
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
8 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 9
Page 6
Dalam kategori sosial, alokasi terbesar senilai Rp3,12 triliun disalurkan untuk kategori Akses terhadap Kunci Sustainable Development Goals
Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
(SDGs)
Layanan Esensial. Pembiayaan pada sektor ini difokuskan pada penyediaan fasilitas kesehatan dan
pendidikan yang terjangkau. Penyaluran ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan infrastruktur Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan
dasar yang vital bagi masyarakat sejalan dengan indikator kinerja sosial yang telah ditetapkan dalam
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan
Kerangka Kerja.
akad Musyarakah pada industri pengelolaan air dan air limbah yang
berkelanjutan. Nasabah pembiayaan penerima dana berupa perusahaan
pengolahan dan penyediaan air minum.
Dalam Rupiah
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
B. 1. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang 1.143.681.165.059 64,8%
Berkelanjutan
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang
2. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan 315.672.407.549 17,9% Berkelanjutan
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dan Komersial
3. Energi Terbarukan 289.423.975.000 16,4%
dengan akad Musyarakah pada sektor perkebunan karet dan kelapa
4. Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan 15.267.863.368 0,9% sawit yang menerapkan praktik pengelolaan berkelanjutan. Nasabah
penerima dana merupakan perusahaan yang telah memperoleh
Total KUBL 1.764.045.410.976 100,0%
sertifikasi keberlanjutan nasional dan internasional, yaitu sertifikasi
FSC (Forest Stewardship Council) untuk pengelolaan perkebunan karet
dan hasil hutan, atau ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) untuk
Pada kategori lingkungan porsi terbesar dialokasikan untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati komoditas kelapa sawit.
dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan sebesar Rp1,14 triliun. Terkait pembiayaan di sektor perkebunan,
BSI menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mensyaratkan nasabah untuk memiliki sertifikasi Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang Untuk
keberlanjutan yang relevan, di antaranya seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Forest Mencegah dan/atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk
Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Stewardship Council (FSC). Persyaratan ini diterapkan untuk memastikan bahwa aktivitas debitur telah
memenuhi standar tata kelola lingkungan yang berlaku. Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Konsumer,
dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
Rincian penyaluran pembiayaan yang mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan BSI yang bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja dan mengurangi
Sukuk Sustainability Framework adalah sebagai berikut: pengangguran.
Kunci Sustainable Development Goals Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan
Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
(SDGs)
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient) Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah yang bertujuan
dalam upaya ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan.
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad Nasabah pembiayaan penerima dana di antaranya perusahaan
Musyarakah pada industri yang telah menghasilkan lebih sedikit polusi pengolahan makanan dan perusahaan tata niaga makanan.
(eco-efficient) melalui pengenalan produk ramah lingkungan dengan Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi
eco-label atau sertifikasi lingkungan serta kemasan dan distribusi hemat
sumber daya. Nasabah penerima dana meliputi perusahaan pengolahan Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Small and
kertas dan industri pupuk yang telah menerapkan teknologi efisiensi Medium Enterprise (SME), dan Mikro dengan akad Musyarakah yang
sumber daya dan meminimalisir limbah sesuai standar ambang batas bertujuan pada kesetaraan akses dan penguasaan atas aset, layanan,
lingkungan. sumber daya dan kesempatan serta kesetaraan partisipasi dan integrasi
Energi Terbarukan pada pasar dan masyarakat. Penyaluran dana diprioritaskan bagi
kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad
Musyarakah pada industri pembangkit listrik energi terbarukan. Nasabah
pembiayaan penerima dana berupa perusahaan pembangkit listrik Akses Terhadap Layanan Esensial
tenaga air dan pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and
Medium Enterprise (SME) dengan akad musyarakah yang bertujuan
pada kesetaraan akses kesehatan, perawatan kesehatan, dan aktivitas
usaha berkaitan dengan pendidikan. Nasabah pembiayaan penerima
dana di antaranya rumah sakit, yayasan yang bergerak pada bidang
kesehatan, perusahaan farmasi dan alat kesehatan, universitas, yayasan
pemberdayaan masyarakat, pesantren, dan lembaga pendidikan.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
10 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 11
Page 7
LAPORAN DAMPAK
Bab ini menyajikan kuantifikasi dampak lingkungan dan sosial yang dihasilkan dari portofolio pembiayaan Kategori
% Komposisi
Segmen
Sustainability Sukuk. Dalam menyusun estimasi dampak, Bank menerapkan prinsip konservatif dan No Underlying Deskripsi & Indikator Dampak
Pembiayaan Pembiayaan
Sukuk
kehati-hatian (prudence). Perhitungan dampak didasarkan pada data kinerja aktual nasabah serta
penggunaan faktor emisi dan asumsi teknis yang diakui secara umum (sebagaimana terlampir pada 3. Ketahanan 0,76% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan segmen Small and
bagian Lampiran). Pelaporan dampak ini mencerminkan komitmen BSI untuk tidak hanya menyalurkan Pangan dan segmen Small and Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
Sistem Pangan Medium Enterprise khususnya pada nasabah pembiayaan yang bergerak
dana tetapi juga memantau efektivitas pembiayaan dalam menciptakan nilai tambah bagi ekosistem Berkelanjutan (SME) dengan akad dalam bidang penyediaan dan pengolahan pangan.
lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (sosial). Musyarakah a. Jumlah lahan peternakan, perikanan, dan industri
pengolahan makanan serta kapasitas produksi per
Desember 2025 dapat diuraikan sebagai berikut:
Secara agregat, pembiayaan yang disalurkan memberikan kontribusi signifikan pada dua pilar utama. 1) Lahan usaha produksi tempe dengan luas
Pada Pilar Sosial, Bank memperluas akses layanan dasar bagi lebih dari 10.000.000 penerima manfaat lahan ± 6,5 hektar atau setara dengan 0,065
di sektor kesehatan dan pendidikan, serta mendukung penciptaan lapangan kerja melalui UMKM. Pada km2 berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas
produksi diperkirakan sebesar 300 kg tempe/
Pilar Lingkungan, Bank berkontribusi terhadap dekarbonisasi melalui operasional energi terbarukan minggu.
dan efisiensi sumber daya di sektor industri manufaktur. Estimasi dampak lingkungan dan sosial dari 2) Lahan usaha pengolahan susu dan makanan
dari susu dengan luas lahan ± 1,13 hektar atau
pembiayaan eligible yang di antaranya dibiayai dari dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk diuraikan
setara dengan 0,0113 km2 berlokasi di provinsi
sebagai berikut: Jawa Barat. Kapasitas produksi diperkirakan
sebesar 15,432 ton susu dan olahan makanan
% Komposisi dari susu/tahun.
Kategori Segmen
No Underlying Deskripsi & Indikator Dampak 3) Lahan usaha penggilingan padi dan
Pembiayaan Pembiayaan
Sukuk penyosohan beras dengan luas lahan ± 0,1
hektar atau setara dengan 0,001 km2 berlokasi
1. Akses Terhadap 62,49% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan segmen Komersial dan di provinsi Aceh. Kapasitas penggilingan padi
Layanan segmen Komersial Small and Medium Enterprise (SME) dengan dan penyosohan beras diperkirakan sebesar 10
Esensial dan Small and akad Musyarakah khususnya pada kegiatan usaha ton/bulan.
Medium Enterprise penyediaan (1) akses kesehatan dan (2) pendidikan. 4) Lahan pertanian atas usaha penggilingan padi
(SME) dengan akad dan penyosohan beras dengan luas lahan ± 0,5
Musyarakah Hasil dari penyaluran dana dapat diinformasikan hektar atau setara dengan 0,005 km2 berlokasi
sebagai berikut: di provinsi Aceh. Kapasitas penggilingan padi
a. Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang dan penyosohan beras diperkirakan sebesar 50
diberikan pembiayaan sebanyak 334 instansi yang ton/bulan.
terdiri atas: 5) Lahan usaha produksi makanan olahan dengan
- 121 instansi pendidikan diantaranya dari tingkat luas lahan ± 3 hektar atau setara dengan 0,03
TK, SD, MTS, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan km2 berlokasi di provinsi Jawa Barat. Kapasitas
bentuk fasilitas pendidikan lainnya produksi diperkirakan sebesar 5.000 pack
- 213 instansi kesehatan, diantaranya rumah makanan olahan/bulan.
sakit, klinik, dan bentuk fasilitas kesehatan 6) Lahan usaha kopi dengan luas lahan ±
lainnya. 36 hektar atau setara dengan 0,36 km2
b. Jumlah penduduk yang memiliki layanan akses berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
layanan kesehatan diperkirakan sebanyak diperkirakan sebesar 3 ton kopi/bulan.
10.882.179 orang/tahun. 7) Lahan usaha produksi makanan ringan dengan
luas lahan ± 0,5 hektar atau setara dengan
c. Jumlah siswa yang dibantu atau penerima fasilitas
0,005 km2 berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas
pendidikan per Desember 2025 diperkirakan
produksi diperkirakan sebesar 2.000 pack
sebanyak 153.751 siswa.
makanan ringan/bulan.
8) Lahan usaha tambak udang dengan luas
2. Penciptaan 1,29% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan pada sektor Komersial lahan ± 1 hektar atau setara dengan 0,01 km2
Lapangan segmen Komersial dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
Kerja dan dan Small and akad Musyarakah pada kegiatan usaha dengan diperkirakan sebesar 5 ton udang per siklus
Program yang Medium Enterprise penyediaan lapangan kerja baik pada sektor panen.
Dirancang (SME), dengan akad pertanian, pengolahan, perdagangan dan 9) Lahan usaha pertanian padi dengan luas
Untuk Musyarakah penyediaan layanan jasa dengan keterangan sebagai lahan ± 2 hektar atau setara dengan 0,02 km2
Mencegah berikut: berlokasi di provinsi Aceh. Kapasitas produksi
dan/atau a. Jumlah UMKM yang diberikan pembiayaan diperkirakan sebesar 10 ton padi/siklus panen.
Mengurangi diantaranya disalurkan kepada 45 UMKM. 10) Lahan usaha produksi makanan olahan dengan
Pengangguran b. Jumlah pekerja dari UMKM yang diberikan luas lahan ± 2,4 hektar atau setara dengan
termasuk pembiayaan dimana dari hasil penyaluran 0,024 km2 berlokasi di provinsi Jawa Barat.
Pembiayaan pembiayaan per Desember 2025 diperkirakan Kapasitas produksi diperkirakan sebesar 4.000
Usaha Kecil, sebanyak 855 orang. pack makanan olahan/bulan.
Menengah, dan c. Portofolio pembiayaan UMKM berdasarkan b. Jumlah UMKM diperkirakan lebih dari 100 UMKM
Pembiayaan distribusi sektor yang disalurkan pada penciptaan yang berkaitan dengan sektor pengelolaan
Mikro lapangan kerja dan program untuk mencegah pangan berkelanjutan.
dan/atau mengurangi pengangguran sebesar
Rp64.467.374.252,- yang terdiri atas sektor
Komersial dan Small and Medium Enterprise
(SME) masing-masing sebesar Rp8.312.300.500,-
dan Rp56.155.073.752,-.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
12 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 13
Page 8
% Komposisi % Komposisi
Kategori Segmen Kategori Segmen
No Underlying Deskripsi & Indikator Dampak No Underlying Deskripsi & Indikator Dampak
Pembiayaan Pembiayaan Pembiayaan Pembiayaan
Sukuk Sukuk
4. Peningkatan 0,18% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan segmen Mikro pada 7. Produk 6,31% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan segmen Korporasi dengan
dan segmen Mikro pembiayaan BSI Usaha Mikro (BUM) dan Kredit yang Dapat segmen Korporasi akad Musyarakah bagi nasabah di mana dalam
Pemberdayaan dengan akad Usaha Rakyat (KUR) dengan akad Musyarakah. Mengurangi dengan akad proses usahanya telah memiliki sumber daya dan
Sosio-Ekonomi Musyarakah b. Penyaluran kepada 14 penerima yang terdiri Penggunaan Musyarakah teknologi untuk menghasilkan lebih sedikit polusi
atas 7 NOA BSI Usaha Mikro (BUM) dan 7 NOA Sumber (eco-efficient). Penyaluran pada 3 (tiga) nasabah
Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Daya dan yang bergerak pada bidang industri pengolahan
Menghasilkan kertas di provinsi Banten, dan industri pupuk di
5. Energi 5,79% Pembiayaan pada Penyaluran pembiayaan pada 1 (satu) perusahaan Lebih Sedikit provinsi Aceh dan Sumatera Selatan.
Terbarukan segmen Korporasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Polusi b. Estimasi timbulan limbah berbahaya dari proses
dengan akad 1 (satu) perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (Eco-Efficient) operasional pabrik pengolahan kertas di Banten
Musyarakah (PLTA) Skala Menengah dengan uraian sebagai yang didaur ulang sebesar 385.007 ton/tahun
berikut: atau sebesar 100% dari seluruh timbulan limbah
a. Estimasi pembangkitan energi terbarukan per berbahaya yang dihasilkan.
tahun dalam MWh (listrik) dan estimasi emisi Gas c. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
Rumah Kaca per tahun yang dihindari dalam ton dapat dihindari oleh nasabah yang bergerak
ekuivalen CO2 dengan uraian sebagai berikut: dalam bidang industri pengolahan kertas di
1) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Banten adalah sebesar 25.460 ton CO2-eq. Nasabah
berlokasi di provinsi Jawa Timur dengan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya
instalasi kapasitas terpasang 1 x 35 MW. (PLTS) dengan instalasi kapasitas 21,63 MWp dan
Perkiraan energi listrik yang dihasilkan per diperkirakan menghasilkan energi listrik per tahun
tahun sebesar 211.999 MWh. 30.310 MWh.
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala d. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
Menengah berlokasi di provinsi Bengkulu dapat dihindari oleh nasabah yang bergerak dalam
dengan instalasi kapasitas terpasang 4 x 4 MW. bidang industri pupuk adalah sebesar 285 ton CO2-
Perkiraan energi listrik yang dihasilkan per eq dengan uraian sebagai berikut:
tahun sebesar 78.972 MWh. 1) Nasabah di Aceh memiliki Pembangkit Listrik
b. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang Tenaga Surya (PLTS) dengan instalasi kapasitas
dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2 daya 45 kWp dan diperkirakan menghasilkan
dengan uraian sebagai berikut: energi listrik per tahun 59 MWh. Estimasi emisi
1) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari
berlokasi di provinsi Jawa Timur dengan sebesar 50 ton CO2-eq.
perkiraan emisi gas rumah kaca tahunan yang 2) Nasabah di Sumatera Selatan sebesar memiliki
dihindari sebesar 184.439 ton CO2-eq per tahun. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala instalasi kapasitas 210 kWp dan diperkirakan
Menengah berlokasi di provinsi Bengkulu menghasilkan energi listrik per tahun 274 MWh.
dengan perkiraan emisi gas rumah kaca Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
tahunan yang dihindari sebesar 74.233 ton CO2- dihindari sebesar 235 ton CO2-eq.
eq per tahun. e. Estimasi timbulan limbah berbahaya dari proses
operasional pabrik pupuk yang didaur ulang
6. Pengelolaan Air 0,31% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan pada 1 (satu) perusahaan sebesar 1.223 ton/tahun atau sebesar 100%
dan Air Limbah segmen Korporasi dengan aktivitas usaha sistem penyediaan air dari seluruh timbulan limbah berbahaya yang
Berkelanjutan dan Komersial minum bersih di Tangerang Selatan. dihasilkan oleh nasabah di Sumatera Selatan
dengan akad b. Jumlah air yang disalurkan diperkirakan sebesar sebesar 1.131 ton/tahun dan nasabah di Aceh
Musyarakah 11.595 meter kubik/hari atau 134 liter/detik. sebesar 92 ton/tahun.
c. Jumlah rumah yang terlayani atas instalasi f. Nasabah yang bergerak dalam bidang industri
penyediaan air minum diperkirakan sebesar pupuk di Sumatera Selatan telah memperoleh
38.094 rumah. Dengan asumsi tersebut maka Sertifikat Green Building EDGE (Excellence in
diperkirakan instalasi dapat memenuhi kebutuhan Design for Greater Efficiencies) yang diterbitkan
114.283 masyarakat. oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).
8. Pengelolaan 22,87% Pembiayaan pada a. Penyaluran pembiayaan segmen Komersial dan
Sumber segmen Komersial Korporasi dengan akad Musyarakah pada 1 (satu)
Daya Alam dan Korporasi nasabah pengelola perkebunan karet yang telah
Hayati dan dengan akad memperoleh sertifikasi FSC (Forest Stewardship
Penggunaan Musyarakah Council) dan 6 (enam) nasabah pengelola
Lahan yang perkebunan kelapa sawit yang telah memperoleh
Berkelanjutan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
b. Total luas lahan perkebunan karet yang telah
mendapatkan sertifikasi FSC ±97.891 hektar.
c. Total luas lahan perkebunan kelapa sawit yang
telah mendapatkan sertifikasi ISPO ±51.660 hektar.
Seluruh indikator dampak yang disajikan telah dikalkulasi berdasarkan metodologi standar yang berlaku.
Pencapaian pada pilar lingkungan (dekarbonisasi) dan sosial (pemberdayaan) ini menjadi bukti bahwa dana
Sustainability Sukuk BSI bekerja secara efektif untuk mendukung transisi ekonomi hijau sekaligus menjaga
inklusivitas umat. BSI berkomitmen untuk menjaga akuntabilitas pengukuran dampak (impact metrics).
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
14 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 15
Page 9
KESIMPULAN LAMPIRAN
Melalui publikasi Laporan Sustainability Sukuk Tahap II ini, PT Bank Syariah Kategori KUBL/
Tipe Proyek Asumsi Data
KUBS
Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan dedikasinya dalam memperdalam integrasi
nilai-nilai keberlanjutan ke seluruh lini bisnis Bank. BSI berkomitmen untuk terus Energi Pembangkit Listrik Perhitungan emisi Gas Rumah Kaca minimum yang dapat
meningkatkan skala kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Terbarukan Tenaga Panas Bumi dihindari menggunakan asumsi dari sumber yang tersedia untuk
(PLTP) dan Pembangkit umum di bawah ini:
yang inklusif dan ramah lingkungan melalui penerapan nilai-nilai ESG yang
Listrik Tenaga Air (PLTA) a. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berlokasi di
semakin progresif dan terukur. Skala Menengah provinsi Jawa Timur dengan Faktor Emisi Kelistrikan ESDM 2019
adalah 0,87 dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar 211.999
MWh sehingga estimasi emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari
Sebagai salah satu penggerak utama keuangan berkelanjutan di Indonesia,
sebesar 184.439 ton CO2-eq per tahun.
BSI memandang peran strategisnya bukan hanya sebagai penyedia modal, b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala Menengah berlokasi
melainkan sebagai mitra strategis bagi nasabah dalam menavigasi transisi di provinsi Bengkulu faktor emisi Kelistrikan ESDM 2019 adalah
0,94 dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar 78.972 MWh
menuju ekonomi rendah karbon. Pada Sustainability Sukuk Tahap II ini, BSI
sehingga estimasi emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari
terus memperkuat solusi keuangan dekarbonisasi bagi nasabah di berbagai sebesar 74.233 ton CO2-eq yang dihindari.
sektor industri, mendorong mereka untuk beralih ke praktik bisnis yang lebih
Pengelolaan Air Pengelolaan Air Minum Jumlah populasi dengan akses air minum bersih sesuai dengan
bertanggung jawab dan memiliki dampak lingkungan seminimal mungkin. dan Air Limbah data jumlah pelanggan yang tercatat di perusahaan.
Pendekatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata BSI terhadap target Berkelanjutan
pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission. Produk Pengurangan Polusi a. Nasabah yang bergerak dalam bidang Pengolahan Kertas yang
yang Dapat beroperasi di provinsi Banten memiliki instalasi Pembangkit
BSI menjamin keberlanjutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Mengurangi Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan menghasilkan
Penggunaan energi listrik sebesar 30.310 MWh per tahun. Faktor Emisi
dana Sustainability Sukuk sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik. Sumber Kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,84 sehingga estimasi jumlah
Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan Daya dan emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari sebesar 25.460 ton CO2-
memberikan dampak positif yang optimal sesuai dengan tujuan pembangunan Menghasilkan eq.
Lebih Sedikit b. Nasabah yang bergerak dalam bidang Industri Pupuk yang
berkelanjutan (SDGs). Terakhir, untuk menjaga tingkat kepercayaan investor dan Polusi (Eco- beroperasi di provinsi Aceh memiliki instalasi Pembangkit Listrik
publik, BSI tetap bekerja sama dengan SDGs Hub Universitas Indonesia sebagai Efficient) Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan menghasilkan energi
penyedia reviu eksternal yang independen guna memberikan verifikasi yang Listrik sebesar 59 MWh per tahun. Faktor emisi kelistrikan ESDM
2019 adalah 0,86 sehingga estimasi jumlah emisi Gas Rumah
komprehensif. Upaya ini menegaskan posisi BSI sebagai institusi keuangan Kaca yang dihindari sebesar 50 ton CO2-eq.
syariah yang kredibel, transparan, dan visioner dalam membangun masa depan c. Nasabah yang bergerak dalam bidang Industri Pupuk yang
yang berkelanjutan bagi Indonesia. beroperasi di provinsi Sumatera Selatan memiliki instalasi
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan
menghasilkan energi Listrik sebesar 274 MWh per tahun. Faktor
emisi kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,86 sehingga estimasi
jumlah emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari sebesar 235 ton
CO2-eq.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP II TAHUN 2025
16 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 17
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Instagram
p.1
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Twitter
p.1
unresolved
org
Bank BSI Tahap II Tahun
p.2 ×2
unresolved
org
Bank BSI Tahap II
p.5
unresolved
org
PT Bank Syariah
p.9
unresolved
org
Asumsi Data KUBS Indonesia Tbk
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.