Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK
Tahap I Tahun 2024
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Kantor Pusat
Gedung The Tower
Jl. Gatot Subroto No. 27
Kelurahan Karet Semanggi,
Kecamatan Setiabudi,
Jakarta Selatan 1293
Kontak
BSI Call - 14040
Telp. 62081584114040
contactus@bankbsi.co.id
Facebook: Bank Syariah Indonesia
Instagram: @banksyariahindonesia
Youtube: Bank Syariah Indonesia
Twitter: bankbsi_id
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Page 2
PENDAHULUAN DAFTAR ISI
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sebagai bank syariah terbesar di
Indonesia menetapkan komitmennya untuk menjadi katalisator utama dalam
ekosistem keuangan berkelanjutan. BSI meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi 2 Pendahuluan
yang inklusif tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab terhadap pelestarian
lingkungan dan pemberdayaan sosial. Keyakinan ini adalah manifestasi nyata dari
nilai-nilai Maqashid Syariah yang menjadi landasan BSI dalam menyeimbangkan
aspek ekonomi (profit), kepedulian terhadap sesama (people), dan perlindungan
alam (planet) demi mewujudkan kemaslahatan bagi generasi mendatang.
Ringkasan Kerangka Kerja dan Penerbitan
4
Penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan Sustainability Sukuk BSI
I BSI Tahap I (Sustainability Sukuk Tahap I) senilai Rp3 Triliun pada Juni 2024
merupakan langkah strategis nyata BSI dalam mengakselerasi transisi menuju
ekonomi rendah karbon di Indonesia. Inisiatif ini dirancang secara komprehensif
dengan merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun
2023. Melalui instrumen ini, BSI berhasil memobilisasi modal dari pasar keuangan
untuk disalurkan secara produktif ke dalam berbagai proyek prioritas baik dalam 9 Laporan Alokasi
kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) maupun Kegiatan
Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).
BSI dalam implementasinya telah mengintegrasikan prinsip Environmental,
Social, and Governance (ESG) ke dalam inti strategi bisnis perusahaan. Komitmen
ini di wujudkan dengan hadirnya BSI sebagai mitra strategis bagi nasabah
termasuk pada sektor-sektor strategis dalam melakukan dekarbonisasi dan 12 Laporan Dampak
transformasi menuju operasional yang berkelanjutan. BSI melalui penyediaan
solusi keuangan yang inovatif berperan aktif dalam menekan jejak karbon
nasional selaras dengan visi Net Zero Emission Indonesia.
Laporan Sustainability Sukuk Tahap I ini disusun sebagai wujud transparansi,
akuntabilitas dan profesionalisme BSI kepada seluruh pemangku kepentingan.
Di dalamnya diuraikan secara komprehensif realisasi alokasi dana serta dampak
16 Kesimpulan
positif yang dihasilkan mulai dari akselerasi energi terbarukan hingga penguatan
sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Syariah. Mengusung semangat
Energi Baru bagi Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus memperkukuh peran
strategisnya dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan yang
memberikan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat.
17 Lampiran
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
2 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 3
Page 3
RINGKASAN KERANGKA KERJA DAN
PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK BSI
A. Kerangka Kerja Sustainability Sukuk BSI B. Proses Evaluasi dan Seleksi Proyek Sustainability Sukuk BSI
BSI telah menyusun Kerangka Kerja Sustainability Sukuk (Sustainability Sukuk Framework) yang BSI menerapkan mekanisme seleksi yang ketat melalui pendekatan dua tahap (Two-Step Approach)
komprehensif sebagai landasan penerbitan Sustainability Sukuk Tahap I. Kerangka kerja ini tidak untuk menjaga kualitas portofolio yang diuraikan sebagai berikut:
hanya mematuhi regulasi POJK Nomor 18 Tahun 2023 tetapi juga telah melalui proses penelaahan
eksternal (Second Party Opinion) oleh SDGs Hub Universitas Indonesia yang memberikan opini
Penilaian kelayakan
“Ramah Lingkungan/Berkelanjutan”. Hal ini memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai memiliki pembiayaan baru diproses
kualifikasi hijau dan sosial yang dapat dipertanggungjawabkan. Penetapan Pembiayaan Proses Seleksi dan menyesuaikan kebijakan
Oleh Unit Bisnis Terkait Evaluasi Proyek internal bank berdasarkan
segmentasi pembiayaan.
Berikut merupakan ringkasan Kerangka Kerja Sustainability Sukuk:
Unit bisnis terkait melakukan penyaringan Proyek yang lolos seleksi awal diverifikasi dan
awal (screening) terhadap portofolio dievaluasi oleh Komite Bisnis (Kombis). Komite
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
pembiayaan baik eksisting maupun baru ini bertanggung jawab dalam proses penetapan
untuk memastikan kesesuaiannya dengan parameter mengacu POJK No.18 Tahun 2023 dan
kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan memverifikasi kelayakan proyek sesuai parameter
Kegiatan Usaha Berwawasan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial Lingkungan (KUBL) atau Sosial (KUBS). dan kebijakan internal Bank. Memastikan dan
menjaga tidak ada proyek yang menyimpang
Lingkungan (KUBL) (KUBS) 1. Portofolio KUBL secara prinsip keberlanjutan.
Pembiayaan Korporasi
2. Portofolio KUBS
Energi Terbarukan Layanan Infrastruktur Dasar yang Pembiayaan Korporasi, Komersial,
Terjangkau Baik dari Segi Akses Konsumer, Small and Medium Enterprise
Maupun Harga (SME), dan Mikro
Efisiensi Energi
Akses terhadap Layanan Esensial Mekanisme seleksi memberikan jaminan ganda bagi investor. BSI memastikan seluruh portofolio
Pencegahan dan Pengendalian Polusi proyek memenuhi kriteria kelayakan lingkungan dan bebas dari unsur non-halal (seperti perjudian,
senjata, atau alkohol). Pendekatan ini tidak hanya mematuhi prinsip Syariah tetapi juga memitigasi
Pengelolaan Sumber Daya Alam Perumahan yang Terjangkau risiko reputasi dan bisnis.
Hayati & Penggunaan Lahan yang
Berkelanjutan
Konservasi Keanekaragaman
Penciptaan Lapangan Kerja C. Manajemen Dana yang Diperoleh dari Hasil Penerbitan Sustainability Sukuk
Hayati Darat dan Air BSI
Pengelolaan dana hasil penerbitan dilakukan melalui mekanisme terpusat (centralized management)
Ketahanan Pangan dan Sistem guna menjamin ketepatan alokasi. BSI menerapkan koordinasi lintas fungsi yang melibatkan 3 (tiga)
Transportasi Ramah Lingkungan Pangan Berkelanjutan
unit kerja untuk memastikan dana dikelola secara prudent di antaranya dengan uraian sebagai
berikut:
Pengelolaan Air dan Air Limbah
Berkelanjutan Peningkatan dan Pemberdayaan Treasury dan Global Market Corporate Finance Accounting Operations Development Group
Sosio-Ekonomi Group Group
Adaptasi Perubahan Iklim
Bertindak sebagai pengelola Bertanggung jawab atas Menjalankan fungsi eksekusi
likuiditas, memastikan akuntabilitas pencatatan pembayaran bagi hasil dan pokok
Produk yang Dapat Mengurangi ketersediaan underlying aset keuangan termasuk perhitungan kepada pemegang sukuk melalui
Penggunaan Sumber Daya dan KUBL dan KUBS yang memadai imbal hasil dan pembentukan KSEI secara tepat waktu.
hingga jatuh tempo serta cadangan secara berkala.
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
mengatur arus kas pembayaran
bagi hasil.
Bangunan Berwawasan Lingkungan
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
4 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 5
Page 4
D. Pelaporan Sustainability Sukuk BSI Kategori Sosial
Jenis KUBS Indikator
Laporan Alokasi
BSI akan menerbitkan laporan Sustainability Sukuk setiap tahun, dimulai selambat-lambatnya pada Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau Jumlah rumah tangga yang memiliki akses jaringan jalan,
Baik dari Segi Akses maupun Harga listrik, air, dan layanan sanitasi.
tanggal yang jatuh satu tahun setelah dana dari hasil penerbitan pertama diperoleh oleh BSI, untuk
memberikan transparansi kepada investor dan regulator sehubungan dengan penerapan Kerangka Akses terhadap Layanan Esensial 1. Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang diberikan
Kerja. pembiayaan.
2. Jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap
layanan kesehatan dengan harga terjangkau.
Laporan Dampak 3. Jumlah fasilitas masyarakat yang dibiayai.
BSI akan menerbitkan laporan dampak lingkungan dan/atau sosial dari aset yang memenuhi syarat 4. Jumlah siswa yang dibantu.
yang dibiayai dari Sustainability Sukuk yang diterbitkan. Adapun dampak positif kuantitatif dalam Perumahan yang Terjangkau Jumlah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang
laporan Sustainability Sukuk BSI meliputi indikator-indikator sebagai berikut: memperoleh bantuan finansial untuk pembiayaan rumah
yang terjangkau.
Kategori Hijau Penciptaan Lapangan Kerja, dan Program 1. Jumlah UMKM yang diberikan pembiayaan.
yang Dirancang untuk Mencegah dan/ 2. Jumlah pekerja dari UMKM yang diberikan pembiayaan.
Jenis KUBL Indikator atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk 3. Portofolio pembiayaan UMKM berdasarkan distribusi
Pembiayaan Usaha Kecil, Menengah, dan sektor.
Energi Terbarukan 1. Estimasi pembangkitan energi terbarukan per tahun dalam MWh/GWh Pembiayaan Mikro
(listrik).
2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan 1. Jumlah area lahan dalam km2 dan persentase
ton ekuivalen CO2. Berkelanjutan pertumbuhan lahan atau wilayah yang digunakan bagi
3. Kapasitas energi terbarukan yang dipasang dalam MW. pertanian atau kegiatan pemenuhan pangan ramah
lingkungan.
Efisiensi Energi 1. Estimasi penghematan energi per tahun dalam MWh/GWh (listrik) dan GJ/ 2. Jumlah UMKM sektor pengolahan sistem dan
TJ (energi lainnya). pengelolaan pangan berkelanjutan dan/atau ramah
2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam lingkungan.
ton ekuivalen CO2.
Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio- Jumlah UMKM atau individu yang dibiayai melalui program
Pencegahan dan Jumlah ton atau m3 limbah yang dicegah, dikurangi, didaur ulang, dan Ekonomi KUR.
Pengendalian Polusi digunakan kembali.
Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain yang Memberikan dampak positif secara sosial mengacu pada
Pengelolaan Sumber 1. Estimasi jumlah hektar yang dilindungi dan/atau disertifikasi. Berwawasan Sosial Lainnya parameter POJK atau ketentuan yang relevan lainnya.
Daya Alam Hayati dan 2. Estimasi jumlah pohon yang ditanam dalam proyek reboisasi bersertifikasi
Penggunaan Lahan yang FSC/PEFC.
Berkelanjutan E. Penerbitan Sustainability Sukuk BSI
Konservasi 1. Estimasi jumlah mil laut yang dilindungi dan/atau disertifikasi.
Keanekaragaman Hayati 2. Estimasi jumlah hektare yang dibeli/dilindungi dan disertifikasi . PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah melakukan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan
Darat dan Air
Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I Tahun 2024 (Sustainability Sukuk Tahap I) pada
Transportasi Ramah 1. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam tanggal 14 Juni 2024 dengan jumlah nominal pokok sebesar Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun
Lingkungan ton ekuivalen CO2. Rupiah) yang terdiri atas 3 (tiga) seri jangka waktu: Seri A untuk tenor 370 hari, Seri B untuk tenor 2
2. Jumlah kendaraan ramah lingkungan yang diluncurkan.
3. Estimasi kilometer dari jalur kereta/jalur khusus Bus, BRT, koridor LRT, dan tahun, dan seri C untuk tenor 3 tahun.
jalur sepeda baru atau yang disempurnakan.
Pengelolaan Air dan Air 1. Pengurangan konsumsi air dalam aktivitas ekonomi. Penerbitan Sustainability Sukuk tersebut memberikan beberapa milestone bagi BSI, antara lain
Limbah yang Berkelanjutan 2. Air limbah yang diolah menurut standar yang tepat, persentase total sebagai berikut:
limbah yang dicegah, diminimalkan, digunakan kembali, atau didaur • Penerbitan Sustainability Sukuk pertama yang dilakukan oleh Bank di Indonesia.
ulang.
3. Jumlah absolut penggunaan air per tahun sebelum dan sesudah proyek • Sustainability Sukuk BSI diminati oleh investor pada saat bookbuilding. Hal tersebut dibuktikan
dilaksanakan. dengan perolehan oversubscription sebesar 3 (tiga) kali.
4. Jumlah populasi dengan akses air minum bersih.
Adaptasi Perubahan Iklim Jumlah fasilitas, sistem, dan peralatan baru yang digunakan untuk
mendukung ketahanan iklim.
Produk yang Dapat 1. Jumlah limbah yang didaur ulang.
Mengurangi Penggunaan 2. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/dihindari dalam
Sumber Daya dan ton ekuivalen CO2.
Menghasilkan Lebih Sedikit 3. Jumlah bangunan berwawasan lingkungan yang memiliki sertifikasi
Polusi (Eco-efficient) bangunan hijau.
Bangunan Berwawasan 1. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari/dikurangi dalam
Lingkungan yang ton ekuivalen CO2.
Memenuhi Standar atau 2. Persentase penggunaan energi yang dikurangi/dihindari.
Sertifikasi yang Diakui
Secara Nasional, Regional,
atau Internasional
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
6 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 7
Page 5
LAPORAN ALOKASI
Struktur Sustainability Sukuk BSI BSI telah merealisasikan dan mengalokasikan seluruhnya (100%) dana hasil penerbitan Sustainability
Sukuk senilai Rp3 Triliun pada 31 Desember 2025. Total dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk telah
Nama Instrumen : Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahap I disalurkan pada 3 (tiga) dari 10 (sepuluh) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan
Tahun 2024 4 (empat) dari 6 (enam) kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) berdasarkan Kerangka Kerja
Struktur Akad : Mudharabah
penerbitan Sustainability Sukuk BSI yang mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk
Mata Uang : Diterbitkan dalam mata uang rupiah Berlandaskan Berkelanjutan yang diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2023.
Total Penerbitan : Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun rupiah)
Rincian alokasi penggunaan dana hasil penerbitan Sustainability Sukuk adalah sebagai berikut:
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
2%
A 370 hari 24 Juni 2025 6,65% Rp1,70 Triliun Jatuh Tempo
B 2 tahun 14 Juni 2026 6,70% Rp0,22 Triliun Eksisting
C 3 tahun 14 Juni 2027 6,80% Rp1,08 Triliun Eksisting
40% Kategori
Rating 60% Kategori Segmen
: idAAA(sy) Pefindo Final Rating
Berkelanjutan 40% 33%
Pembiayaan
Tujuan : Penyaluran dana pembiayaan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan
Penggunaan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Listing : PT Bursa Efek Indonesia 25%
Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Korporasi Komersial
Berwawasan Berwawasan
Sosial Lingkungan Small and Medium Mikro
Enterprise (SME)
Komposisi portofolio didominasi oleh Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) sebesar 60%. Hal ini
sejalan dengan karakteristik bisnis BSI yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan penguatan sektor
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Porsi 40% dialokasikan pada Kegiatan Usaha Berwawasan
Lingkungan (KUBL) yang difokuskan pada proyek strategis korporasi yang berdampak signifikan pada
pengurangan emisi, seperti energi terbarukan dan efisiensi operasional industri.
Rincian penyaluran per segmen pembiayaan berdasarkan underlying Sukuk disusun mengacu pada
kategori kegiatan usaha dalam POJK No.18 Tahun 2023 untuk posisi data periode pelaporan tahun 2025
diuraikan sebagai berikut:
Dalam Rupiah
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
A. 1. Akses terhadap Layanan Esensial 895.083.613.852 49,5%
2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang untuk 674.864.287.220 37,3%
Mencegah dan/atau Mengurangi Pengangguran, termasuk
pembiayaan usaha kecil, menengah, dan pembiayaan Mikro
3. Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan 167.910.290.972 9,3%
4. Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi 69.271.582.364 3,9%
Total KUBS 1.807.129.774.408 100,0%
Dalam Rupiah
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
B. 1. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan 808.638.615.179 67,8%
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient)
2. Energi Terbarukan 361.192.491.963 30,3%
3. Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan 23.039.118.450 1,9%
Total KUBL 1.192.870.225.592 100,0%
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
8 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 9
Page 6
Rincian penyaluran pembiayaan yang mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan BSI Kunci Sustainable Development
Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
Goals (SDGs)
Sukuk Sustainability Framework adalah sebagai berikut:
Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan
Kunci Sustainable Development Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Konsumer,
Kategori Pembiayaan Eligible yang Telah Dibiayai oleh Bank
Goals (SDGs)
dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan yang bertujuan dalam upaya ketahanan pangan dan sistem pangan
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-Efficient) berkelanjutan. Nasabah pembiayaan penerima dana di antaranya
perusahaan pengolahan makanan dan perusahaan tata niaga makanan.
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad
Musyarakah pada industri yang telah menghasilkan lebih sedikit polusi Peningkatan dan Pemberdayaan Sosio-Ekonomi
(eco-efficient) melalui pengenalan produk ramah lingkungan dengan
eco-label atau sertifikasi lingkungan serta kemasan dan distribusi hemat Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Small and
sumber daya. Nasabah penerima dana meliputi perusahaan pengolahan Medium Enterprise (SME), dan Mikro dengan akad Musyarakah yang
kertas dan industri pupuk yang telah menerapkan teknologi efisiensi bertujuan pada kesetaraan akses dan penguasaan atas aset, layanan,
sumber daya dan meminimalisir limbah sesuai standar ambang batas sumber daya dan kesempatan serta kesetaraan partisipasi dan integrasi
lingkungan. pada pasar dan masyarakat. Penyaluran dana diprioritaskan bagi
kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Energi Terbarukan
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan akad
Musyarakah pada industri pembangkit listrik energi terbarukan. Nasabah
pembiayaan penerima dana berupa perusahaan pembangkit listrik
tenaga air.
Pengelolaan Air dan Air Limbah Berkelanjutan
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Korporasi dengan
akad Musyarakah pada industri pengelolaan air dan air limbah yang
berkelanjutan. Nasabah pembiayaan penerima dana berupa perusahaan
pengolahan dan penyediaan air minum.
Akses Terhadap Layanan Esensial
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial dan Small and
Medium Enterprise (SME) dengan akad musyarakah yang bertujuan
pada kesetaraan akses kesehatan, perawatan kesehatan, dan aktivitas
usaha berkaitan dengan pendidikan. Nasabah pembiayaan penerima
dana di antaranya rumah sakit, yayasan yang bergerak pada bidang
kesehatan, perusahaan farmasi dan alat kesehatan, universitas, yayasan
pemberdayaan masyarakat, pesantren, dan lembaga pendidikan.
Penciptaan Lapangan Kerja dan Program yang Dirancang Untuk
Mencegah dan/atau Mengurangi Pengangguran, Termasuk
Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Berupa penyaluran pembiayaan pada segmen Komersial, Konsumer,
dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
yang bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja dan mengurangi
pengangguran.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
10 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 11
Page 7
LAPORAN DAMPAK
Estimasi dampak lingkungan dan sosial dari pembiayaan eligible yang di antaranya dibiayai dari dana % Komposisi
Kategori Segmen
No. Underlying
hasil penerbitan Sustainability Sukuk diuraikan sebagai berikut: Pembiayaan Pembiayaan Deskripsi & Indikator Dampak
Sukuk
3. Ketahanan 5,60% Pembiayaan Penyaluran pembiayaan segmen Small and
% Komposisi Pangan dan pada segmen Medium Enterprise (SME) dengan akad Musyarakah
Kategori Segmen
No. Underlying Sistem Pangan Small and khususnya pada nasabah pembiayaan yang
Pembiayaan Pembiayaan Deskripsi & Indikator Dampak
Sukuk Berkelanjutan Medium bergerak dalam bidang penyediaan dan pengolahan
1. Akses Terhadap 29,84% Pembiayaan Penyaluran pembiayaan segmen Komersial dan Enterprise pangan.
Layanan Esensial pada segmen Small and Medium Enterprise (SME) dengan (SME) a. Jumlah lahan peternakan, perikanan, dan
Komersial akad Musyarakah khususnya pada kegiatan usaha dengan akad industri pengolahan makanan serta kapasitas
dan Small penyediaan (1) akses kesehatan dan (2) pendidikan. Musyarakah produksi per Desember 2025 dapat diuraikan
and Medium Hasil dari penyaluran dana dapat diinformasikan sebagai berikut:
Enterprise sebagai berikut: 1) Lahan usaha ayam petelur dengan luas
(SME) a. Jumlah fasilitas layanan masyarakat yang lahan ± 7 hektar atau setara dengan 0,07
dengan akad diberikan pembiayaan sebanyak 134 instansi km2 berlokasi di provinsi Sumatera Barat.
Musyarakah yang terdiri dari: Kapasitas produksi diperkirakan sebesar 1,2
• Layanan pendidikan sebanyak 64 instansi ton per bulan.
diantaranya dari tingkat TK, SD, MTS, SMP, 2) Lahan usaha pengolahan minyak goreng
SMA, Perguruan Tinggi dan bentuk fasilitas dengan luas lahan ± 10 hektar atau setara
pendidikan lainnya
dengan 0,1 km2 berlokasi di provinsi Jawa
• Layanan kesehatan sebanyak 70 instansi,
diantaranya rumah sakit, klinik, dan bentuk Timur. Kapasitas produksi diperkirakan
fasilitas kesehatan lainnya. sebesar 72.000 liter minyak goreng / batch
b. Jumlah penduduk yang memiliki layanan akses produksi.
layanan kesehatan dengan harga terjangkau b. Jumlah UMKM diperkirakan lebih dari
diperkirakan sebanyak 1.816.692 orang/tahun. 100 UMKM yang berkaitan dengan sektor
c. Jumlah siswa atau penerima fasilitas pendidikan pengelolaan pangan berkelanjutan.
yang dibantu per Desember 2025 diperkirakan
sebanyak 74.403 siswa. 4. Peningkatan dan 2,31% Pembiayaan a. Penyaluran pembiayaan segmen Mikro pada
Pemberdayaan pada segmen pembiayaan BSI Usaha Mikro (BUM) dan Kredit
2. Penciptaan 22,50% Pembiayaan Penyaluran pembiayaan pada sektor Komersial Sosio-Ekonomi Mikro Usaha Rakyat (KUR) dengan akad Musyarakah.
Lapangan Kerja pada segmen dan Small and Medium Enterprise (SME) dengan dengan akad b. Penyaluran kepada 442 penerima yang terdiri
dan Program Komersial, akad Musyarakah pada kegiatan usaha dengan Musyarakah atas 142 NOA BSI Usaha Mikro (BUM) dan 300
yang Dirancang dan Small penyediaan lapangan kerja baik pada sektor NOA Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Untuk Mencegah and Medium pertanian, pengolahan, perdagangan dan
dan/atau Enterprise penyediaan layanan jasa dengan keterangan
Mengurangi (SME), sebagai berikut:
Pengangguran dengan akad a. Penyaluran dana di antaranya disalurkan kepada
termasuk Musyarakah 230 UMKM.
Pembiayaan b. Proyeksi jumlah pegawai yang dipekerjakan dari
Usaha Kecil, hasil penyaluran pembiayaan per Desember
Menengah, dan 2025 diperkirakan sebanyak 2.565 orang. Selain
Pembiayaan penyerapan tenaga kerja langsung penyaluran
Mikro pembiayaan juga diproyeksikan memberikan
multiplier effect berupa peningkatan aktivitas
ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha
nasabah.
c. Portofolio pembiayaan yang disalurkan pada
penciptaan lapangan kerja dan program
untuk mencegah dan/atau mengurangi
pengangguran sebesar Rp674.864.287.220,-
yang terdiri atas sektor Komersial, Korporasi,
dan Small and Medium Enterprise (SME)
masing-masing sebesar Rp81.630.255.986,-,
Rp125.512.639.279,-, dan Rp467.721.391.955,-.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
12 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 13
Page 8
% Komposisi % Komposisi
Kategori Segmen Kategori Segmen
No. Underlying No. Underlying
Pembiayaan Pembiayaan Deskripsi & Indikator Dampak Pembiayaan Pembiayaan Deskripsi & Indikator Dampak
Sukuk Sukuk
5. Energi 12,04% Pembiayaan Penyaluran pembiayaan pada 1 (satu) perusahaan 7. Produk 26,95% Pembiayaan a. Penyaluran pembiayaan segmen Korporasi
Terbarukan pada segmen Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kecil dan 1 yang Dapat pada segmen dengan akad Musyarakah bagi nasabah di mana
Korporasi (satu) perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air Mengurangi Korporasi dalam proses usahanya telah memiliki sumber
dengan akad (PLTA) Skala Menengah dengan uraian sebagai Penggunaan dengan akad daya dan teknologi untuk menghasilkan lebih
Musyarakah berikut: Sumber Musyarakah sedikit polusi (eco-efficient). Penyaluran pada
a. Estimasi pembangkitan energi terbarukan per Daya dan 3 (tiga) nasabah yang bergerak pada bidang
tahun dalam MWh (listrik) dan estimasi emisi Menghasilkan industri pengolahan kertas di provinsi Sumatera
Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari Lebih Sedikit Selatan dan Banten, dan industri pupuk di
dalam ton ekuivalen CO2 dengan uraian sebagai Polusi (Eco- provinsi Aceh.
berikut: Efficient) b. Estimasi timbulan limbah berbahaya dari proses
1) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kecil operasional pabrik pengolahan kertas yang
berlokasi di provinsi Bengkulu dengan didaur ulang sebesar 442.921 ton/tahun atau
instalasi kapasitas terpasang 3 x 3,33 MW. sebesar 100% dari seluruh timbulan limbah
Perkiraan energi listrik yang dihasilkan per berbahaya yang dihasilkan oleh nasabah di
tahun sebesar 65.938 MWh. Sumatera Selatan sebesar 57.914 ton/tahun dan
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala nasabah di Banten sebesar 385.007 ton/tahun.
Menengah berlokasi di provinsi Bengkulu c. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
dengan instalasi kapasitas terpasang 4 x 4 dapat dihindari oleh nasabah yang bergerak
MW. Perkiraan energi listrik yang dihasilkan dalam bidang industri pengolahan kertas adalah
per tahun sebesar 78.972 MWh. sebesar 2.176.263 ton CO2-eq dengan uraian
b. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang sebagai berikut:
dikurangi/dihindari dalam ton ekuivalen CO2 1) Nasabah di Sumatera Selatan memiliki
dengan uraian sebagai berikut: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
1) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kecil berbahan bakar biomassa dengan
berlokasi di provinsi Bengkulu dengan instalasi kapasitas terpasang 750 MW dan
perkiraan emisi gas rumah kaca tahunan diperkirakan menghasilkan energi listrik
yang dihindari sebesar 61.982 ton CO2-eq per per tahun 2.288.088 MWh. Estimasi emisi
tahun. Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari
2) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala 2.150.803 ton CO2-eq.
Menengah berlokasi di provinsi Bengkulu 2) Nasabah di Banten memiliki Pembangkit
dengan perkiraan emisi gas rumah kaca Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan instalasi
tahunan yang dihindari sebesar 74.233 Ton kapasitas terpasang 21,63 MWp dan
CO2-eq per tahun. diperkirakan menghasilkan energi listrik
per tahun 30.310 MWh. Estimasi emisi
Pengurangan emisi Gas Rumah Kaca ini merupakan Gas Rumah Kaca per tahun yang dihindari
kontribusi langsung BSI dalam mendukung sebesar 25.460 ton CO2-eq.
pencapaian Nationally Determined Contribution d. Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang
(NDC) Pemerintah Indonesia untuk menurunkan dapat dihindari oleh nasabah yang bergerak
emisi karbon di sektor energi. dalam bidang industri pupuk di Aceh adalah
6. Pengelolaan Air 0,77% Pembiayaan a. Penyaluran pembiayaan pada 2 (dua) sebesar 50 tonCO2-eq. Nasabah tersebut
dan Air Limbah pada segmen perusahaan dengan aktivitas usaha sistem memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Berkelanjutan Korporasi penyediaan air minum bersih di Tangerang (PLTS) dengan instalasi kapasitas 45 kWP dan
dengan akad Selatan dan Bekasi. diperkirakan menghasilkan energi listrik per
Musyarakah b. Jumlah air yang disalurkan diperkirakan sebesar tahun 59 MWh. Angka ini merepresentasikan
19.198 meter kubik/hari atau 222 liter/detik. skala dampak dari portofolio industri
c. Jumlah rumah yang terlayani atas instalasi strategis yang didukung Bank dalam transisi
penyediaan air minum diperkirakan sebesar keberlanjutan.
63.074 rumah. Dengan asumsi tersebut e. Estimasi timbulan limbah berbahaya dari proses
maka diperkirakan instalasi dapat memenuhi operasional pabrik pupuk yang didaur ulang
kebutuhan 189.222 masyarakat. sebesar 92,24 ton/tahun atau sebesar 100%
dari seluruh timbulan limbah berbahaya yang
dihasilkan.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
14 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 15
Page 9
KESIMPULAN LAMPIRAN
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sepenuhnya menyadari bahwa integrasi Lampiran 1. Key Asumsi Penghitungan
nilai-nilai keberlanjutan ke dalam visi dan misi Bank adalah fondasi utama
bagi pertumbuhan jangka panjang yang tangguh. Melalui penyusunan
Laporan Sustainability Sukuk Tahap I ini, BSI menegaskan komitmennya untuk Kategori KUBL/KUBS Tipe Proyek Asumsi Data
mengimplementasikan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) secara
Energi Terbarukan Pembangkit Perhitungan emisi Gas Rumah Kaca minimum yang dapat dihindari
nyata guna menggerakkan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Listrik Tenaga menggunakan asumsi dari sumber yang tersedia untuk umum di
Air (PLTA) Kecil bawah ini:
Sebagai penggerak utama dalam industri keuangan syariah, BSI senantiasa dan Pembangkit a. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kecil berlokasi di provinsi
Listrik Tenaga Bengkulu dengan Faktor Emisi Kelistrikan ESDM 2019 adalah
bertransformasi untuk mempromosikan praktik perbankan yang bertanggung Air (PLTA) Skala 0,94 dan jumlah energi listrik yang dihasilkan per tahun
jawab, khususnya dalam mendukung pencapaian ekonomi rendah karbon. Menengah diperkirakan sebesar 65.938 MWh sehingga estimasi emisi
Komitmen ini tidak hanya tercermin dalam kebijakan internal, tetapi juga melalui Gas Rumah Kaca yang dihindari sebesar 61.982 ton CO2-eq per
tahun.
dukungan konkret bagi nasabah, termasuk mereka yang berada di sektor padat b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Skala Menengah berlokasi
karbon. BSI hadir memberikan solusi keuangan yang memberdayakan nasabah di provinsi Bengkulu faktor emisi Kelistrikan ESDM 2019 adalah
untuk mendukung upaya dekarbonisasi, mengubah operasional mereka 0,94 dan jumlah energi listrik yang dihasilkan per tahun
diperkirakan sebesar 78.972 MWh sehingga estimasi emisi Gas
menjadi model bisnis yang ramah lingkungan, serta mengelola transisi demi Rumah Kaca yang dihindari sebesar 74.233 ton CO2-eq yang
meminimalkan jejak karbon secara sistematis. dihindari.
Pengelolaan Air Pengelolaan Air Jumlah populasi dengan akses air minum bersih sesuai dengan
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana yang dihimpun melalui dan Air Limbah Minum data jumlah pelanggan yang tercatat di perusahaan.
instrumen Sustainability Sukuk Tahap I, BSI memastikan transparansi penuh Berkelanjutan
dalam penggunaan dana dan efektivitas alokasi pada sektor-sektor prioritas. Produk yang Efisiensi a. Nasabah yang bergerak dalam bidang Pengolahan Kertas
Guna memberikan jaminan atas kredibilitas dan objektivitas laporan ini, BSI Dapat Mengurangi Operasional yang beroperasi di provinsi Sumatera Selatan memiliki instalasi
Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar
menunjuk SDGs Hub Universitas Indonesia sebagai penyedia reviu eksternal Sumber Daya dan biomassa dan diperkirakan menghasilkan energi listrik sebesar
yang independen. Hal tersebut memastikan bahwa setiap langkah yang diambil Menghasilkan Lebih 2.288.088 MWh per tahun. Faktor Emisi Kelistrikan ESDM 2019
BSI selaras dengan standar nasional maupun global, serta memberikan manfaat Sedikit Polusi (Eco- adalah 0,94 sehingga estimasi jumlah emisi Gas Rumah Kaca
Efficient) yang dihindari sebesar 2.150.803 ton CO2-eq.
nyata bagi seluruh pemangku kepentingan dan ekosistem syariah di Indonesia. b. Nasabah yang bergerak dalam bidang Pengolahan Kertas yang
beroperasi di provinsi Banten memiliki instalasi Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan menghasilkan
energi Listrik sebesar 30.310 MWh per tahun. Faktor Emisi
Kelistrikan ESDM 2019 adalah 0,84 sehingga estimasi jumlah
emisi Gas Rumah Kaca yang dihindari sebesar 25.460 ton CO2-
eq.
c. Nasabah yang bergerak dalam bidang Industri Pupuk yang
beroperasi di provinsi Aceh memiliki instalasi Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) dan diperkirakan menghasilkan energi
Listrik sebesar 59 MWh per tahun. Faktor emisi kelistrikan ESDM
2019 adalah 0,86 sehingga estimasi jumlah emisi Gas Rumah
Kaca yang dihindari sebesar 50 ton CO2-eq.
LAPORAN ALOKASI DAN DAMPAK PENERBITAN SUSTAINABILITY SUKUK TAHAP I TAHUN 2024
16 PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK 17
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Instagram
p.1
unresolved
org
Bank Syariah Indonesia Twitter
p.1
unresolved
org
Bank BSI Tahap I Tahun
p.4
unresolved
org
Bank BSI Tahap I
p.5
unresolved
org
Bank Goals
p.6 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.