Back to announcement
20231027_SSMS_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31482459_lamp7.pdf
Asset transaction Needs review SSMSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 107
Page 1
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas
PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
Page 2
No. Laporan : 00056/2.0044-09/BS/01/0421/1/IX/2023
Jakarta, 26 September 2023
Kepada Yth :
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Equity Tower Lt. 43 Suite C - D
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 SCBD Lot 9
Jakarta 12190
UP.: Bapak Sunggu Situmorang
Perihal : Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra
Borneo Utama Tbk
Dengan hormat,
Berdasarkan Proposal Penawaran No. 215/2.0044-09/ANA-P/SH/VIII/23 tanggal 14 Agustus 2023
antara KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan dengan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
(“Perusahaan”), dan dalam batas-batas kemampuan kami sebagai Kantor Jasa Penilai Publik dengan
Izin Usaha No. 2.09.0044 yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 550/KM.1/2009 tertanggal 10 Juni 2009, dan untuk Cabang
Jakarta 2 Nomor : 1356/KM.1/2016 tanggal 06 Desember 2016, kami telah melakukan penilaian atas
54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk (“Perseroan”).
Identifikasi Status Penilai
Identifikasi status penilai atas nama Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) yang
telah ditetapkan sebagai penilai di bidang jasa penilaian bisnis, berdasarkan surat keputusan Menteri
Keuangan Indonesia Nomor: 155/KM.1/2015 tertanggal 27 Februari 2015 dengan kualifikasi (B)
No. B-1.15.00421, serta terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-31/PM.2/2018 dan Industri Keuangan
Non-Bank No. 126/NB.122/STTD.P/2018.
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan. KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
Page 3
Identifikasi Klien (Pemberi Tugas)
Nama Pemberi Tugas : PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Jenis Usaha : Bidang Perkebunan Kelapa Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit
Alamat Korespondensi : Equity Tower Lt. 43 Suite C – D
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
SCBD Lot 9, Jakarta 12190
No. Telpon : (021) 2903 5401
Faksimili : (021) 2903 5405
Email : corporate@ssms.co.id
Penanggung Jawab : Bapak Sunggu Situmorang
Identifikasi Pengguna Laporan
Laporan Ditujukan kepada : PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Laporan Diserahkan kepada : PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Identifikasi Obyek Penilaian
Yang menjadi obyek penilaian adalah 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo
Utama Tbk.
Identifikasi Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan objek penilaian yaitu 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra
Borneo Utama Tbk.
Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Dalam penugasan ini Nilai Pasar dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
Maksud dan Tujuan
Rencana Pemberi Tugas dalam kaitannya dengan penugasan adalah untuk mengetahui nilai pasar
54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk, dengan tujuan penilaian
adalah untuk transaksi jual beli, bukan ditujukan untuk kepentingan pasar modal dan bentuk transaksi
lainnya yang berada diluar konteks tujuan penilaian tersebut.
Daftar Pemegang Saham :
Jumlah Nilai %
Nama Pemegang Saham Saham Nominal Kepemilikan
(lembar) (Rp000) Saham
PT Citra Borneo Indah 1.700.000.000 170.000.000 54,40%
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk 550.000.000 55.000.000 17,60%
PT Kalimantan Sawit Abadi 125.000.000 12.500.000 4,00%
PT Mitra Mendawai Sejati 125.000.000 12.500.000 4,00%
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk ii
Page 4
Jumlah Nilai %
Nama Pemegang Saham Saham Nominal Kepemilikan
(lembar) (Rp000) Saham
Masyarakat (masing-masing di bawah
625.000.000 62.500.000 20,00%
5%)
Jumlah 3.125.000.000 312.500.000 100,00%
Sumber : Akta No. 38 tanggal 16 November 2022
Dasar Nilai
Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar.
Nilai Pasar (Market Value) adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran
suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua Pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian,
dan tanpa paksaan. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 14).
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian adalah per tanggal 30 Juni 2023.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Inspeksi
Inspeksi telah dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2023 terhadap Perseroan, sesuai dengan
penugasan yang diberikan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan untuk
mengamati kegiatan operasional Perseroan.
Penelaahan
Dari hasil inspeksi dan data/informasi yang diterima maka setelah dilakukan penelaahan, kami
tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada pihak
manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.
Perhitungan
Perhitungan dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Kode Etik
Penilaian Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018.
Analisis
Analisis dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai
Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018.
Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Informasi yang relevan yang digunakan dalam proses penilaian, seperti data yang dipublikasikan, data
riset atau data yang diperoleh dari Pemerintah dan website (antara lain data dari Investing.com berupa
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk iii
Page 5
beta perusahaan pembanding dan Risk Free, data dari Damodaran berupa Risk Premium Market dan
Rating Based Default Spread, dan data dari Bank Indonesia berupa tingkat bunga hutang/ kredit dan data
ekonomi makro, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dari asosiasi terkait berupa data pasar serta
data publikasi terkait lainnya) digunakan tanpa verifikasi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
Asumsi Umum dan Asumsi Khusus
Dalam penilaian ini kami menggunakan asumsi umum dan bila diperlukan akan menggunakan asumsi
khusus. Asumsi umum yang kami gunakan dalam penilaian ini adalah :
I. Kami berasumsi laporan keuangan yang telah diaudit atau internal, serta data kegiatan yang
berkaitan dengan Perseroan yang kami terima adalah benar, dan akan menggunakan data tersebut
sebagai basis penilaian.
II. Selain itu kami memperoleh data dari sumber-sumber lainnya yang telah dipublikasikan. Semua
informasi yang kami peroleh dari sumber seperti yang dinyatakan dalam laporan diasumsikan
adalah benar oleh karena itu kami tidak melakukan verifikasi. Bila ternyata anggapan tersebut
tidak sesuai dengan hal sesungguhnya, maka diluar tanggung jawab kami.
III. Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi pada laporan keuangan Perseroan atau pada data/
informasi lain yang diberikan Perseroan, yang dapat membawa efek negatif terhadap nilai, tidak
menjadi tanggung jawab kami karena merupakan bagian pekerjaan ahli lainnya.
IV. Kami tidak memiliki hubungan apapun dengan obyek penilaian dan kami tidak punya
kepentingan finansial dengan obyek penilaian. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses penilaian ini.
V. Laporan penilaian akan ditujukan kepada manajemen sebagai pemberi tugas yang akan digunakan
untuk jual beli per tanggal 30 Juni 2023, laporan ini tidak boleh dan menjadi tidak sah jika
dipergunakan untuk kepentingan dan tujuan penilaian apapun yang lain, selain yang tercantum di
dalam laporan ini.
VI. Kami berhak (namun tidak berkewajiban) merevisi dan memperbaiki semua perhitungan dalam
laporan ini, jika kami anggap perlu, untuk merevisi laporan kami bila sesudah penyelesaian
laporan ini kami menerima data yang tidak kami ketahui sebelumnya.
VII. Bila terjadi perubahan atas salah satu atau kombinasi dari asumsi-asumsi yang digunakan, akan
sangat mempengaruhi hasil penilaian ini, karena itu kami tidak dapat menjamin realisasi nilai-nilai
tersebut.
VIII. Laporan tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan atau disebarluaskan selain untuk kepentingan
pemberi tugas sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam laporan ini.
IX. Kami tidak mengambil tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan atas penggunaan laporan
yang bertentangan dengan syarat-syarat dan kondisi pembatas yang tercantum didalam laporan.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk iv
Page 6
X. Pemberi tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada penilai, termasuk
didalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, rekan atau partner, manajer, majikan atau agen
tunggal.
XI. Penilaian ini berlaku terbatas pada tanggal efektif penilaian, yaitu tanggal dimana perkiraan nilai
tersebut berlaku. Kami menganggap bahwa sejak tanggal dimulai hingga akhir inspeksi tidak
terdapat perubahan yang mempengaruhi nilai secara signifikan.
XII. Kami tidak melakukan penyelidikan atas keabsahan surat-surat dan atas legalitas obyek penilaian
serta kami tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang menyangkut hukum, selain itu kami tidak
mengemukakan pendapat mengenai kepemilikan dari obyek penilaian yang kami nilai.
XIII. Semua tuntutan hukum, gugatan dan atau sengketa serta ikatan, jika ada, telah diabaikan dan
obyek penilaian telah dinilai sebagai pemilikan yang bebas dan jelas pemiliknya yang bertanggung
jawab.
XIV. Bukan merupakan tanggung jawab kami atas kemungkinan yang berkaitan status hukum
kepemilikan, kewajiban hutang atau sengketa atas obyek penilaian yang kami nilai dan kami
menganggap bahwa obyek penilaian dibawah kepemilikan dan penggunaan yang sah.
Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Jika laporan penilaian akan dipublikasikan oleh pemberi tugas baik secara keseluruhan atau sebagian
dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
Perseroan, dan/atau laporan direksi/pimpinan Perseroan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari Perseroan harus dengan persetujuan Penilai.
Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK dan SPI
Dalam melaksanakan penugasan ini Penilai mengacu kepada Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020
dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018.
Konfirmasi Atas Jenis Dan Bentuk Laporan Penilaian
Hasil penilaian akan disampaikan dalam bentuk laporan tertulis dengan jenis laporan berupa Laporan
Penilaian Terinci, yaitu laporan yang mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian,
termasuk pembahasan atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan.
Batasan Tanggung Jawab Penilai
Penilai tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga selain Pemberi Tugas karena menggunakan hasil
penugasan penilaian ini.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk v
Page 7
Kebenaran Dan Sifat Informasi Dari Pemberi Tugas Pemberi Tugas diprasyaratkan memberikan kepada Penilai surat representasi/pernyataan diatas kop surat dan stempel Perseroan mengenai kebenaran dan sifat informasi yang disampaikan. Premis Penilaian Kami telah melakukan penilaian terhadap nilai wajar Obyek Penilaian dengan premis penilaian bahwa Perseroan adalah perusahaan yang “going concern”. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian Dari tanggal penilaian yaitu 30 Juni 2023 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan. Pendekatan dan Metodologi Penilaian Beberapa pendekatan yang lazim dalam penilaian saham dapat dikategorikan, sebagai berikut, Pendekatan Pasar (Market Approach), Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dan Pendekatan Aset (Asset Based Approach). Dalam aplikasinya terkadang masing-masing pendekatan tersebut digunakan secara kombinasi untuk mendapatkan nilai yang merupakan rekonsiliasi atau sintesa dari nilai masing- masing hasil pendekatan. Metode yang umum digunakan dalam Pendekatan Pendapatan (Income Approach) adalah Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow - DCF), didasarkan atas proyeksi arus kas bersih yang ditentukan berdasarkan proyeksi atas pendapatan ekonomis perusahaan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk mendukung operasi perusahaan seperti penambahan modal kerja dan biaya modal. Nilai pasar dari perusahaan kemudian diperoleh dengan mendiskonto proyeksi arus kas perusahaan dengan tingkat diskonto yang sesuai, dan kemudian menguranginya dengan jumlah utang berbunga dan ditambah kas untuk mendapatkan Nilai pasar ekuitas. Untuk Pendekatan Pasar (Market Approach), metode yang umum digunakan adalah Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek – Guideline Publicly Traded Company Method (“GPTC”), yaitu dengan mengestimasi nilai saham perusahaan berdasarkan harga pasar saham dari perusahaan-perusahaan yang sepadan dan sebanding yang terdaftar sebagai perusahaan terbuka di bursa efek regional. Metode ini didasarkan atas value multiples dari perusahaan-perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki skala dan karakteristik risiko usaha yang hampir sama dengan perusahaan yang akan dinilai. Untuk Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dengan Metode Penyesuaian Nilai Buku (Adjusted Book Value – ABV) dan Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method – EEM) dilakukan dengan menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas perusahaan untuk mendapatkan nilai pasarnya, di mana nilai ekuitas adalah nilai pasar dari semua aset dikurangi dengan nilai pasar dari semua liabilitas. Penyesuaian nilai buku dalam laporan posisi keuangan menjadi nilai pasar (wajar-ekonomis) dilakukan baik untuk nilai Aset Berwujud, Aset Tak Berwujud (ATB) maupun nilai liabilitas perusahaan. Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk vi
Page 8
Untuk menentukan mengenai nilai pasar 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo
Utama Tbk kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan dengan metode Discounted Cash Flow
(“DCF”) dan pendekatan aset dengan metode Excess Earnings Method (“EEM”).
Saham Perseroan dinilai berdasarkan premis usaha yang berkelanjutan (going concern). Berdasarkan hasil
analisis yang dilakukan, Perseroan memiliki prospek usaha yang baik, dimana pendapatan merupakan
salah satu dari penggerak nilai (value driver) utama Perseroan. Oleh karena itu, penilaian dilakukan
dengan metode DCF sebagai metode penilaian utama.
Dalam metode EEM nilai ekuitas adalah nilai perusahaan setelah dikurangi utang struktur kapital. Nilai
perusahaan adalah penjumlahan dari nilai aset berwujud dan aset tak berwujud yang dinilai secara
kolektif dengan model kapitalisasi pendapatan berlebih dari selisih arus kas perusahaan dan arus kas aset
berwujud. Untuk penggunaan metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method –
EEM) maka aset tak berwujud wajib dinilai secara kolektif (big pot theory of goodwill).
Informasi dan Data Yang Diperiksa
Kami telah melakukan analisis terhadap saham penyertaan tersebut dengan menggunakan data dan
informasi dari manajemen Perseroan dan dari publikasi, antara lain :
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, dengan laporan No. 00423/2.1133/AU.1/04/0133-6/1/III/2019 tanggal
08 Maret 2019.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, dengan laporan No. 00963/2.1133/AU.1/04/0133-7/1/IV/2020 tanggal
22 April 2020.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, dengan laporan No. 00620/2.1133/AU.1/04/1685-1/1/III/2021 tanggal
26 Maret 2021.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, dengan laporan No. 00518/2.1133.AU.1/04/1685-2/1/IV/2022 tanggal
08 April 2022.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, dengan laporan No. 00429/2.1133/AU.1/04/1685-3/1/III/2023 tanggal
24 Maret 2023.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk vii
Page 9
Laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam semua
hal yang material, dengan laporan No. 01394/2.1133/AU.1/04/0133-1/1/VIII/2023 tanggal
30 Agustus 2023.
Business Plan yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan hasil wawancara dengan pihak
manajemen Perseroan.
Representation Letter yang disiapkan oleh manajemen Perseroan kepada KJPP Amin, Nirwan,
Alfiantori dan Rekan sehubungan dengan penugasan penilaian.
Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut sejarah singkat Perseroan,
struktur modal dan susunan pengurus, struktur organisasi, informasi jumlah karyawan, deskripsi
bidang usaha dan produk/jasa yang dihasilkan.
Data–data lain sebagai informasi pendukung.
Perkembangan kondisi pasar, yaitu perkembangan perkebunan kelapa sawit beserta CPO dan
turunannya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Isi Laporan
Laporan hasil penilaian ini berisi :
1. Surat Pendahuluan, Asumsi dan Syarat Pembatas serta Pernyataan Penilai
2. Ringkasan Eksekutif
3. Pendahuluan, Profil Perseroan, Perkembangan Pasar, Analisis Resiko dan SWOT
4. Penilaian Saham Perseroan
5. Lampiran Keuangan
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk viii
Page 10
Kesimpulan Nilai
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan nilai, maka kami berpendapat Nilai Pasar 1.700.000.000 lembar saham atau
54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk pada tanggal 30 Juni 2023
adalah:
Rp3.320.317.399.000,-
(TIGA TRILIUN TIGA RATUS DUA PULUH MILIAR TIGA RATUS
TUJUH BELAS JUTA TIGA RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN RIBU
RUPIAH)
Atau
Nilai Pasar Per Lembar Saham Sebesar :
Rp1.953,-
(SERIBU SEMBILAN RATUS LIMA PULUH TIGA RUPIAH)
Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang akan
datang, atas nilai saham yang diperoleh.
Data faktual yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi dikemudian hari apabila
ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas
permintaan tersedia untuk diperiksa.
Hormat kami,
Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Nomor Anggota MAPPI : 03-S-01768
Nomor Izin Penilai Publik : B-1.15.00421
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Bisnis (B)
Nomor STTD Profesi Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-31/PM.2/2018
Nomor IKNB : 126/NB.122/STTD.P/2018
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk ix
Page 11
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
1. LAPORAN PENILAIAN BISNIS BERSIFAT NON-DISCLAIMER OPINION.
2. PENILAI BISNIS TELAH MELAKUKAN PENELAAHAN ATAS DOKUMEN YANG
DIGUNAKAN DALAM PROSES PENILAIAN.
3. DATA DAN INFORMASI YANG DIPEROLEH BERASAL DARI SUMBER YANG
DAPAT DIPERCAYA KEAKURATANNYA.
4. PROYEKSI KEUANGAN TELAH DISESUAIKAN YANG MENCERMINKAN
KEWAJARAN PROYEKSI KEUANGAN YANG DIBUAT OLEH MANAJEMEN
DENGAN KEMAMPUAN PENCAPAIANNYA (FIDUCIARY DUTY).
5. PENILAI BISNIS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PELAKSANAAN PENILAIAN
DAN KEWAJARAN PROYEKSI KEUANGAN.
6. LAPORAN PENILAIAN BISNIS YANG TERBUKA UNTUK PUBLIK, KECUALI
TERDAPAT INFORMASI YANG BERSIFAT RAHASIA YANG DAPAT
MEMPENGARUHI OPERASIONAL PERUSAHAAN.
7. PENILAI BISNIS BERTANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN PENILAIAN BISNIS
DAN KESIMPULAN NILAI.
8. PENILAI BISNIS TELAH MEMPEROLEH INFORMASI ATAS STATUS HUKUM
OBYEK PENILAIAN DARI PEMBERI TUGAS.
9. SELAMA PROSES PENILAIAN, KAMI DIBERI LAPORAN KEUANGAN YANG
TELAH DIAUDIT DAN LAPORAN KEUANGAN INTERNAL, SERTA DATA
KEGIATAN YANG BERKAITAN DENGAN PERSEROAN. KAMI TELAH
MEMPERCAYAI, SEBAGAIMANA SUMBER DATA TELAH MEMPERCAYAINYA
DAN MENGGUNAKAN DATA INI SEBAGAI BASIS PENILAIAN.
10. SELAIN ITU KAMI MEMPEROLEH DATA DARI SUMBER-SUMBER LAINNYA
YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN. SEMUA INFORMASI YANG KAMI PEROLEH
DARI SUMBER SEPERTI YANG DINYATAKAN DALAM LAPORAN INI DAPAT
DIPERTANGGUNG JAWABKAN. BILA TERNYATA ANGGAPAN TERSEBUT
TIDAK SESUAI DENGAN HAL SESUNGGUHNYA, MAKA DILUAR TANGGUNG
JAWAB KAMI.
11. KONDISI-KONDISI TIDAK WAJAR YANG TERSEMBUNYI PADA LAPORAN
KEUANGAN PERSEROAN ATAU PADA DATA / INFORMASI LAIN YANG
DIBERIKAN PERSEROAN, YANG DAPAT MEMBAWA EFEK NEGATIF
TERHADAP NILAI, TIDAK MENJADI TANGGUNG JAWAB KAMI KARENA
MERUPAKAN BAGIAN PEKERJAAN AHLI LAINNYA.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk x
Page 12
12. KAMI TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN APAPUN DENGAN OBYEK PENILAIAN
DAN KAMI TIDAK PUNYA KEPENTINGAN FINANSIAL DENGAN OBYEK
PENILAIAN. IMBALAN YANG KAMI TERIMA ADALAH SAMA SEKALI TIDAK
DIPENGARUHI OLEH NILAI YANG DIHASILKAN DARI PROSES PENILAIAN
INI.
13. LAPORAN PENILAIAN INI DITUJUKAN KEPADA MANAJEMEN SEBAGAI
PEMBERI TUGAS YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN
TRANSAKSI PERUSAHAAN DALAM RANGKA RESTRUKTURISASI UTANG
PERSEROAN.
14. LAPORAN INI TIDAK BOLEH DAN MENJADI TIDAK SAH JIKA
DIPERGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN DAN TUJUAN PENILAIAN APAPUN
YANG LAIN, SELAIN YANG TERCANTUM DIDALAM LAPORAN INI.
15. KAMI BERHAK (NAMUN TIDAK BERKEWAJIBAN) MEREVISI DAN
MEMPERBAIKI SEMUA PERHITUNGAN DALAM LAPORAN INI, JIKA KAMI
ANGGAP PERLU, UNTUK MEREVISI LAPORAN KAMI BILA SESUDAH
PENYELESAIAN LAPORAN INI KAMI MENERIMA DATA YANG TIDAK KAMI
KETAHUI SEBELUMNYA.
16. SELANJUTNYA KAMI MENEKANKAN BAHWA BILA TERJADI PERUBAHAN
ATAS SALAH SATU ATAU KOMBINASI DARI ASUMSI-ASUMSI YANG
DIGUNAKAN, AKAN SANGAT MEMPENGARUHI HASIL PENILAIAN INI,
KARENA ITU KAMI TIDAK DAPAT MENJAMIN REALISASI NILAI-NILAI
TERSEBUT.
17. LAPORAN PENILAIAN INI BUKAN MERUPAKAN SATU-SATUNYA DASAR DARI
SUATU EVALUASI YANG DILAKUKAN OLEH PEMBERI TUGAS. SETIAP PIHAK
YANG MENGGUNAKAN LAPORAN INI DISARANKAN UNTUK MELAKUKAN
EVALUASI SECARA TERPISAH UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN.
18. KAMI TIDAK MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN YANG
DITIMBULKAN ATAS PENGGUNAAN LAPORAN INI YANG BERTENTANGAN
DENGAN SYARAT-SYARAT DAN KONDISI PEMBATAS YANG TERCANTUM
DIDALAM LAPORAN INI.
19. PENILAIAN INI BERLAKU TERBATAS PADA TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN,
YAITU TANGGAL DIMANA PERKIRAAN NILAI TERSEBUT BERLAKU. KAMI
MENGANGGAP BAHWA SEJAK TANGGAL DIMULAI HINGGA AKHIR INSPEKSI
TIDAK TERDAPAT PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI NILAI SECARA
SIGNIFIKAN.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk xi
Page 13
20. KAMI TIDAK MELAKUKAN PENYELIDIKAN ATAS KEABSAHAN SURAT-SURAT
DAN ATAS LEGALITAS OBYEK PENILAIAN SERTA KAMI TIDAK
BERTANGGUNG JAWAB ATAS HAL-HAL YANG MENYANGKUT HUKUM,
SELAIN ITU KAMI TIDAK MENGEMUKAKAN PENDAPAT MENGENAI
KEPEMILIKAN DARI OBYEK PENILAIAN YANG KAMI NILAI.
21. SEMUA TUNTUTAN HUKUM, GUGATAN DAN ATAU SENGKETA SERTA
IKATAN, JIKA ADA, TELAH DIABAIKAN DAN OBYEK PENILAIAN TELAH
DINILAI SEBAGAI PEMILIKAN YANG BEBAS DAN JELAS PEMILIKNYA YANG
BERTANGGUNG JAWAB.
22. BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KAMI ATAS KEMUNGKINAN YANG
BERKAITAN STATUS HUKUM KEPEMILIKAN, KEWAJIBAN HUTANG ATAU
SENGKETA ATAS OBYEK PENILAIAN YANG KAMI NILAI DAN KAMI
MENGANGGAP BAHWA OBYEK PENILAIAN DIBAWAH KEPEMILIKAN DAN
PENGGUNAAN YANG SAH.
23. KAMI, KARENA PENILAIAN INI, TIDAK BERKEWAJIBAN UNTUK
MEMBERIKAN KESAKSIAN ATAU HADIR DIDEPAN PENGADILAN ATAU
PEJABAT PEMERINTAH MENGENAI PENILAIAN INI, TERKECUALI JIKA
TELAH DIADAKAN PERSETUJUAN SEBELUMNYA.
24. SIAPAPUN YANG MENDAPAT LAPORAN INI ATAU TEMBUSAN DARIPADANYA
TIDAK ADA HAK UNTUK MENGUMUMKAN ATAU MEMPERGUNAKANNYA
UNTUK KEPENTINGAN APAPUN TANPA IZIN TERTULIS DARI KAMI ATAU
PEMILIKNYA, KECUALI PEMILIKNYA SENDIRI, IZIN INIPUN HANYA
DIBERIKAN DENGAN SYARAT-SYARAT YANG LAYAK.
25. NILAI YANG KAMI LAPORKAN ADALAH DALAM MATA UANG REPUBLIK
INDONESIA (RUPIAH).
26. KAMI TEGASKAN PULA BAHWA KAMI TIDAK MEMPEROLEH MANFAAT ATAU
KEUNTUNGAN APAPUN DARI OBYEK PENILAIAN YANG KAMI NILAI SERTA
NILAI YANG KAMI LAPORKAN, BAIK SAAT INI MAUPUN DIMASA DATANG,
KECUALI IMBALAN JASA YANG TELAH DISETUJUI ATAS PENILAIAN
TERSEBUT.
27. LAPORAN PENILAIAN INI TIDAK SAH JIKA TIDAK DIBUBUHI TANDA
TANGAN PIMPINAN DAN STEMPEL/SEAL KAMI.
28. ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS INI MERUPAKAN BAGIAN YANG TIDAK
TERPISAHKAN (INTEGRAL) DARI LAPORAN PENILAIAN.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk xii
Page 14
PERNYATAAN PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan adalah suatu badan hukum yang
berbentuk persekutuan yang telah memiliki Izin Usaha dari Menteri Keuangan Nomor : 2.09.0044
melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Nomor : 550/KM.1/2009, tanggal 10 Juni 2009, dan
untuk Cabang Jakarta 2 Nomor : 1356/KM.1/2016 tertanggal 6 Desember 2016. Persekutuan ini
memiliki 26 (dua puluh enam) orang Rekan termasuk Pemimpin Rekan yang semuanya merupakan
Penilai Publik yang telah memiliki izin dari Menteri Keuangan.
Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) yang bertindak sebagai penanggung jawab
dalam penugasan ini merupakan Rekan di KJPP ANA dan Rekan serta merupakan Penilai Publik sesuai
izin No. B-1.15.00421 dan terdaftar pada Kementerian Keuangan.
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menyatakan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap saham yang dinilai;
4. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan aturan OJK No. 35/POJK.04/2020 serta Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI yang berlaku;
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
7. Penilai telah memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan saham yang dinilai;
8. Penilai melakukan inspeksi dan wawancara / interview terhadap manajemen Perseroan yang
dinilai;
9. Tidak seorangpun, kecuali yang bertandatangan dibawah ini, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
Penanggung Jawab : Rekan yang merupakan Penilai Publik, profesional yang telah memiliki
pengalaman sebagai Penilai untuk berbagai macam tujuan penilaian meliputi
berbagai jenis properti yang berlokasi di berbagai wilayah di Indonesia.
Penilai Publik ini dalam penugasan Penilaian bertindak sebagai Pimpinan
(Team Leader) dan bertanggungjawab secara penuh atas pelaksanaan
pekerjaan penilaian mulai dari penerimaan penugasan sampai kepada
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk xiii
Page 15
penyampaian laporan termasuk hasil penilaiannya dan berkewajiban
menandatangani Laporan Penilaian.
Reviewer : Penilai profesional anggota MAPPI yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian dan telah berpengalaman serta mengetahui secara pasti tentang
lokasi dan/atau karakteristik dari properti yang dinilai. Penilai bertugas dan
bertanggung jawab dalam pelaksanaan penilaian mulai dari identifikasi
masalah, inspeksi lapangan dan pengumpulan data, analisa dan perhitungan
penilaian serta penyusunan laporan penilaian.
Penilai : Penilai merupakan profesional yang memiliki keahlian dibidangnya sesuai
dengan latar belakang pendidikannya dan pengalamannya. Penilai memiliki
tugas dalam inspeksi lapangan dan pengumpulan data, entri dan kompilasi
data, analisis dan perhitungan penilaian, serta membantu dalam penyusunan
laporan penilaian.
Para Penilai yang terlibat dalam pelaksanaan penilaian ini adalah :
1. Penanggung Jawab
Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Nomor Anggota MAPPI : 03-S-01768
Nomor Izin Penilai Publik : B-1.15.00421
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Bisnis (B)
Nomor STTD : STTD.PB-31/PM.2/2018
Nomor IKNB : 126/NB.122/STTD.P/2018
……………………..
2. Reviewer
Iin Nur Indah Ilmiah S.E., Ak., CA.
Nomor Anggota MAPPI : 13-T-04702
Nomor Register Penilai : RMK-2017.01118 .
……………………..
3. Penilai
Afrian Satria, S.Si.
Nomor Anggota MAPPI : 15-T-05941
Nomor Register Penilai : RMK-2020.03401
……………………..
Yos Hendra, MM., MAPPI (Cert.)
Nomor Anggota MAPPI : 14-S-05292
Nomor Register Penilai : RMK-2017.00597
……………………..
Prily Mustika Yana, S.Ak.
Nomor Anggota MAPPI : 19-P-09804
Nomor Register Penilai : RMK-2023.04593
……………………..
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk xiv
Page 16
RINGKASAN EKSEKUTIF
Gambaran Umum Perseroan
PT Citra Borneo Utama Tbk (Perseroan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 102 tanggal 14 Maret
2013 dari Teguh Hendrawan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Kotawaringin Barat. Akta pendirian
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-17660.AH.01.01.TH.2013 tanggal 5 April 2013 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 6 September 2013, Tambahan No.
91231.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris No. 38 tanggal 16 November 2022 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0314200 tanggal 17 November 2022.
Akta pengangkatan direksi terakhir adalah Akta Notaris No. 12 tanggal 03 Mei 2023 dari Aulia Taufani,
S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan perubahan direksi dan komisaris. Akta tersebut
telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0115604 tanggal 09 Mei
2023.
Peseroan berkedudukan di Jl. ASDP/Pelabuhan Roro Tempenek, Desa Kumai Hulu, Kecamatan
Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Perseroan mulai beroperasi secara
komersial pada bulan Agustus 2018. Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, kegiatan utama
usaha Perseroan adalah di bidang industri dan perdagangan.
Pemegang Saham Perseroan
Susunan pemegang saham perseroan per 30 Juni 2023 dalah sebagai berikut :
Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nilai %
Nama Pemegang Saham Saham Nominal Kepemilikan
(lembar) (Rp000) Saham
PT Citra Borneo Indah 1.700.000.000 170.000.000 54,40%
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk 550.000.000 55.000.000 17,60%
PT Kalimantan Sawit Abadi 125.000.000 12.500.000 4,00%
PT Mitra Mendawai Sejati 125.000.000 12.500.000 4,00%
Masyarakat (masing-masing di bawah
625.000.000 62.500.000 20,00%
5%)
Jumlah 3.125.000.000 312.500.000 100,00%
Sumber : Akta No. 38 tanggal 16 November 2022
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk xv
Page 17
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 12 tanggal 03 Mei 2023 perihal perubahan direksi Perusahaan, maka
susunan direksi Perseroan per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Susunan Pengurus Perseroan
No. Jabatan Dijabat Oleh
Dewan Komisaris :
1. Presiden Komisaris Sofyan A. Djalil
2. Komisaris Independen Boumediene Sumurung Halomoan
Direksi :
1. Direktur Utama Balakrishnan Naidu Ramasamy Naidu
2. Direktur Ronny Hertantyo Raharjo
3. Direktur Magedona Aegidius
Sumber : Akta No. 12 tanggal 03 Mei 2023
Kinerja Usaha
Kinerja keuangan Perseroan selama kurun waktu 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
disajikan dalam ringkasan laporan keuangan sebagai berikut :
(Rp000.000)
31 Desember 2018 31 Desember 2019 31 Desember 2020 31 Desember 2021 31 Desember 2022 30 Juni 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Operasional
Pendapatan 761.816 3.297.870 4.354.531 8.662.321 9.619.267 4.486.091
Beban Pokok
Penjualan
734.858 3.345.567 4.079.196 6.623.553 8.127.908 3.872.245
Laba (Rugi) Kotor 26.958 (47.697) 275.334 2.038.768 1.491.359 613.846
Beban Operasional 88.802 76.139 289.174 1.652.266 1.077.806 495.744
Laba (Rugi) Usaha (61.844) (123.836) (13.840) 386.502 413.553 118.101
Pendapatan
(Beban) Lain-Lain
(24.875) (22.884) (141.319) (82.590) (128.089) (5.484)
Laba (Rugi)
Sebelum Pajak
(86.719) (146.720) (155.159) 303.912 285.464 112.617
Laba (Rugi) Bersih (82.821) (149.419) (154.805) 286.102 223.147 89.199
Posisi Keuangan
Aset Lancar 564.956 1.212.358 1.540.602 1.607.980 2.600.405 2.323.678
Aset Tidak Lancar 317.258 359.985 397.539 417.822 419.569 389.021
Total Aset 882.214 1.572.344 1.938.141 2.025.802 3.019.974 2.712.699
Total Liabilitas 773.760 1.638.208 2.147.638 1.937.097 2.250.454 1.876.067
Jumlah Ekuitas 108.454 (65.864) (209.498) 88.705 769.520 836.632
Objek Penilaian dan Tanggal Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan ditunjuk oleh PT Sawit Sumbermas
Sarana Tbk, berdasarkan Proposal Penawaran No. 215/2.0044-09/ANA-P/SH/VIII/23 tanggal
14 Agustus 2023, tentang penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo
Utama Tbk.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk xvi
Page 18
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 Juni 2023, dimana tanggal tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Metode Penilaian Pendekatan yang dipakai dalam penilaian saham Perseroan adalah pendekatan pendapatan dengan metode Discounted Cash Flow (“DCF”) dan pendekatan aset dengan metode Excess Earnings Method (“EEM”). Penilaian melalui Pendekatan Pendapatan (Income Approach) adalah dengan cara menguantifikasi seluruh pendapatan yang akan dihasilkan, kemudian mengkapitalisasikannya dengan cara mengonversikan berdasarkan “discount rate” yang ditentukan atau dengan kata lain mendiskontokan pendapatan mendatang yang dihasilkan oleh investasi pada perusahaan. Metode yang digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah Metode Discounted Cash Flow dengan teknik Free Cash Flow to Firm (FCFF). Dalam metode EEM nilai ekuitas adalah nilai perusahaan setelah dikurangi utang struktur kapital. Nilai perusahaan adalah penjumlahan dari nilai aset berwujud dan aset tak berwujud yang dinilai secara kolektif dengan model kapitalisasi pendapatan berlebih dari selisih arus kas perusahaan dan arus kas aset berwujud. Untuk penggunaan metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method – EEM) maka aset tak berwujud wajib dinilai secara kolektif (big pot theory of goodwill). Indikasi Nilai Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai ekuitas Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Nilai Pasar 1.700.000.000 lembar saham atau 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk pada tanggal 30 Juni 2023 adalah Rp3.320.317.399.000,- (Tiga Triliun Tiga Ratus Dua Puluh Miliar Tiga Ratus Tujuh Belas Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) Atau Nilai Pasar Per Lembar Saham Sebesar Rp1.953,- (Seribu Sembilan Ratus Lima Puluh Tiga Rupiah). Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk xvii
Page 19
LAPORAN PENILAIAN
54,40% EKUITAS
PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
Page 20
DAFTAR ISI
Surat Pengantar ......................................................................................................................................................... i
Kondisi & Syarat Pembatas ................................................................................................................................... x
Pernyataan Penilai ................................................................................................................................................ xiii
Ringkasan Eksekutif.............................................................................................................................................. xv
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. 1
DAFTAR TABEL .......................................................................................................................... 3
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................................... 4
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................................. 5
1. PENDAHULUAN .................................................................................................................... 6
1.1. Prosedur Pelaksanaan Penugasan ......................................................................................................... 6
1.2. Gambaran Umum Perseroan ............................................................................................................... 6
1.3. Maksud dan Tujuan Penilaian ............................................................................................................... 7
1.4. Tanggal Penilaian..................................................................................................................................... 7
1.5. Standar Nilai............................................................................................................................................. 7
1.6. Premis Penilaian ...................................................................................................................................... 7
1.7. Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................................................. 7
1.8. Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ...................................................................... 8
1.9. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ................................................................................... 8
1.10. Independensi Penilaian........................................................................................................................... 8
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................................ 8
2. PROFIL PERSEROAN .......................................................................................................... 10
2.1. Pendirian Perseroan .............................................................................................................................. 10
2.2. Aktivitas Usaha ...................................................................................................................................... 10
2.3. Perijinan .................................................................................................................................................. 15
2.4. Pemegang Saham................................................................................................................................... 15
2.5. Manajemen Perseroan .......................................................................................................................... 15
2.6. Kinerja Keuangan.................................................................................................................................. 16
3. PERKEMBANGAN PASAR ................................................................................................... 23
3.1. Kondisi Makro Ekonomi ..................................................................................................................... 23
3.2. Perkembangan Industri Minyak Sawit di Indonesia......................................................................... 28
3.3. Daftar Konsumen ................................................................................................................................. 35
3.4. Daftar Pesaing........................................................................................................................................ 35
3.5. Strategi Pemasaran ................................................................................................................................ 35
3.6. Kesimpulan Aspek Pasar...................................................................................................................... 36
4. ANALISIS RESIKO DAN SWOT .......................................................................................... 37
4.1. Analisis Risiko ........................................................................................................................................ 37
4.2. Analisis SWOT ...................................................................................................................................... 38
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
1
Page 21
5. METODE PENILAIAN......................................................................................................... 39
5.1. Metode Penilaian Yang Umum Digunakan ....................................................................................... 39
5.2. Pemilihan Metodologi Penilaian ......................................................................................................... 41
6. PENILAIAN USAHA ............................................................................................................. 42
6.1. Penilaian Saham Dengan Pendekatan Pendapatan........................................................................... 42
6.2. Tingkat Diskonto .................................................................................................................................. 50
6.3. Penilaian Saham Dengan Pendekatan Aset ....................................................................................... 53
6.4. Rekonsiliasi Nilai ................................................................................................................................... 56
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
2
Page 22
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Pemegang Saham Perseroan 15
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan 15
Tabel 2.3. Kinerja Neraca dan Analisis Vertikal dan Horisontal (Rp. 000) 17
Tabel 2.4. Kinerja Neraca dan Analisis Vertikal dan Horisontal (Rp. 000) 19
Tabel 2.5. Rasio Keuangan Perseroan 21
Luas Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Berdasarkan Provinsi Tahun
Tabel 3.1. 29
2022
Tabel 6.1. Asumsi Pendapatan Perseroan 43
Tabel 6.2. Proyeksi Pendapatan Perseroan 46
Tabel 6.3. Asumsi Beban Pokok Pendapatan 47
Tabel 6.4. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan 47
Tabel 6.5. Asumsi Beban Usaha 48
Tabel 6.6. Proyeksi Beban Usaha 48
Tabel 6.7. Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2023– 2028 49
Tabel 6.8. Indikasi Nilai Saham Dengan Pendekatan Pendapatan 53
Tabel 6.9. Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan 30 Juni 2023 54
Tabel 6.10. Penentuan Tingkat Imbal Balik Aset Berwujud Bersih 55
Tabel 6.11. Hasil Penilaian Dengan Pendekatan Aset 55
Tabel 6.12. Rekonsiliasi Nilai 56
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
3
Page 23
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) 11
Gambar 2.2. RBDPL (Refined Bleached Deodorized Palm Olein) 12
Gambar 2.3. RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin) 12
Gambar 2.4. PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) 13
Gambar 2.5. CPKO (Crude Palm Kernel Oil) 13
Gambar 2.6. PKE (Palm Kernel Expeller) 14
Gambar 2.7. Pabrik PT Citra Borneo Utama Tbk 14
Gambar 3.1. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah 24
Gambar 3.2. Inflasi 25
Gambar 3.3. Suku Bunga Kredit; KMK, KI, KK 26
Gambar 3.4. Indeks Bursa Global Triwulan II 2023 27
Gambar 3.5. Luas Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Tahun 2012-2022 29
Gambar 3.6. Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Tahun 31
2012-2022
Gambar 3.7. Perbandingan Volume Ekspor CPO menurut Negara Tujuan Tahun 32
2022
Gambar 3.8. Perkembangan Volume dan Nilai Impor Minyak Sawit, 2018-2022 32
Gambar 3.9. Harga CPO Tahun 2018-2022 33
Gambar 3.10. Produksi Minyak Sawit di Indonesia Tahun 2014-2022 34
Gambar 3.11. Konsumsi Dalam Negeri Minyak Sawit Indonesia Tahun 2018-2022 34
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
4
Page 24
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Keuangan
Lampiran 1 : Posisi Keuangan Historikal
Lampiran 2 : Laba Rugi Historikal
Lampiran 3 : Analisis Rasio Keuangan Historikal
Lampiran 4 : Asumsi-asumsi
Lampiran 5 : Proyeksi Penjualan dan Piutang Usaha
Lampiran 6 : Proyeksi Beban Pokok Penjualan, Persediaan dan Utang Usaha
Lampiran 7 : Proyeksi Beban Penjualan dan Beban Umum & Administrasi
Lampiran 8 : Proyeksi Aset Tetap
Lampiran 9 : Proyeksi Utang Bank dan Utang Pemegang Saham
Lampiran 10 : Proyeksi Posisi Keuangan
Lampiran 11 : Proyeksi Laba Rugi
Lampiran 12 : Proyeksi Arus Kas
Lampiran 13 : Proyeksi Rasio Keuangan
Lampiran 14 : Proyeksi Working Capital
Lampiran 15 : Perhitungan Tingkat Diskonto
Lampiran 16 : Metoda Discounted Cash Flow To Firm
Lampiran 17 : Metoda Adjusted Book Value
Lampiran 18 : Metoda Excess Earning Method
Lampiran 19 : Rekonsiliasi Nilai
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
5
Page 25
1. PENDAHULUAN
1.1. Prosedur Pelaksanaan Penugasan
Pekerjaan Penilaian Saham ini dilakukan menurut prosedur berikut ini :
1). Perumusan Persoalan dan Penyediaan Data
2). Pemeriksaan dan Penelitian Dokumen Terkait
3). Review Laporan Keuangan
4). Verifikasi dan Analisis Business Plan
5). Review dan Analisis Kinerja Usaha
6). Analisis / Perhitungan Nilai Saham
7). Penetapan Nilai Pasar Ekuitas
8). Laporan Pendahuluan / Draft Laporan
9). Laporan Lengkap
1.2. Gambaran Umum Perseroan
PT Citra Borneo Utama Tbk (Perseroan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 102 tanggal 14 Maret
2013 dari Teguh Hendrawan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Kotawaringin Barat. Akta pendirian
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-17660.AH.01.01.TH.2013 tanggal 5 April 2013 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 6 September 2013, Tambahan No.
91231.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris No. 38 tanggal 16 November 2022 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0314200 tanggal 17 November 2022.
Akta pengangkatan direksi terakhir adalah Akta Notaris No. 12 tanggal 03 Mei 2023 dari Aulia Taufani,
S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan perubahan direksi dan komisaris. Akta tersebut
telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0115604 tanggal 09 Mei
2023.
Peseroan berkedudukan di Jl. ASDP/Pelabuhan Roro Tempenek, Desa Kumai Hulu, Kecamatan
Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Perseroan mulai beroperasi secara
komersial pada bulan Agustus 2018. Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, kegiatan utama
usaha Perseroan adalah di bidang industri dan perdagangan.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
6
Page 26
1.3. Maksud dan Tujuan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan ditunjuk oleh PT Sawit Sumbermas
Sarana Tbk, berdasarkan Proposal Penawaran No. 215/2.0044-09/ANA-P/SH/VIII/23 tanggal
14 Agustus 2023, tentang penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo
Utama Tbk yang akan digunakan untuk jual beli saham, bukan ditujukan untuk bentuk transaksi lainnya
yang berada diluar konteks tujuan penilaian tersebut.
1.4. Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 Juni 2023, dimana tanggal tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
1.5. Standar Nilai
Berdasarkan rencana penilaian yang akan dilakukan yaitu untuk memperoleh gambaran nilai 54,40%
Ekuitas PT Citra Borneo Utama Tbk maka standar nilai yang akan digunakan adalah Nilai Pasar.
Nilai Pasar (Market Value) adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran
suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua Pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian,
dan tanpa paksaan. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 14).
1.6. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian terhadap nilai pasar Obyek Penilaian dengan premis penilaian bahwa
Perseroan adalah perusahaan yang “going concern”.
1.7. Tingkat Kedalaman Investigasi
Inspeksi
Inspeksi telah dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2023 terhadap Perseroan yang dinilai sahamnya,
sesuai dengan penugasan yang diberikan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami
keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.
Penelaahan
Dari hasil inspeksi dan data /informasi yang diterima maka setelah dilakukan penelaahan, kami
tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada pihak
manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.
Perhitungan
Perhitungan dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Kode Etik
Penilaian Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
7
Page 27
Analisis
Analisis dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai
Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018.
1.8. Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Informasi yang relevan yang digunakan dalam proses penilaian, seperti data yang dipublikasikan, data
riset atau data yang diperoleh dari Pemerintah dan website (antara lain data dari Investing.com berupa
beta perusahaan pembanding dan Risk Free, data dari Damodaran berupa Risk Premium Market dan
Rating Based Default Spread, dan data dari Bank Indonesia berupa tingkat bunga hutang/ kredit dan data
ekonomi makro, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dari asosiasi terkait berupa data pasar serta
data publikasi terkait lainnya) digunakan tanpa verifikasi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
1.9. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Jika laporan penilaian akan dipublikasikan oleh pemberi tugas baik secara keseluruhan atau sebagian
dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
Perseroan, dan/atau laporan direksi/pimpinan Perseroan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari Perseroan harus dengan persetujuan Penilai.
1.10. Independensi Penilaian
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini, KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroaan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.11. Sumber Data
Kami telah melakukan analisis terhadap saham penyertaan tersebut dengan menggunakan data dan
informasi dari manajemen Perseroan dan dari publikasi, antara lain :
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (“PKF”) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, dengan laporan No. 00423/2.1133/AU.1/04/0133-6/1/III/2019 tanggal
08 Maret 2019.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
8
Page 28
yang material, dengan laporan No. 00963/2.1133/AU.1/04/0133-7/1/IV/2020 tanggal 22 April
2020.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material, dengan laporan No. 00620/2.1133/AU.1/04/1685-1/1/III/2021 tanggal 26 Maret
2021.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material, dengan laporan No. 00518/2.1133.AU.1/04/1685-2/1/IV/2022 tanggal 08 April
2022.
Laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal
yang material, dengan laporan No. 00429/2.1133/AU.1/04/1685-3/1/III/2023 tanggal 24 Maret
2023.
Laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material, dengan laporan No. 01394/2.1133/AU.1/04/0133-1/1/VIII/2023 tanggal 30 Agustus
2023.
Business Plan yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan hasil wawancara dengan pihak
manajemen Perseroan.
Representation Letter yang disiapkan oleh manajemen Perseroan kepada KJPP Amin, Nirwan,
Alfiantori dan Rekan sehubungan dengan penugasan penilaian.
Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut sejarah singkat Perseroan,
struktur modal dan susunan pengurus, struktur organisasi, informasi jumlah karyawan, deskripsi
bidang usaha dan produk/jasa yang dihasilkan.
Data–data lain sebagai informasi pendukung.
Perkembangan kondisi pasar, yaitu perkembangan perkebunan kelapa sawit kelapa sawit beserta
CPO dan turunannya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
9
Page 29
2. PROFIL PERSEROAN
2.1. Pendirian Perseroan
PT Citra Borneo Utama Tbk (Perseroan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 102 tanggal 14 Maret
2013 dari Teguh Hendrawan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Kotawaringin Barat. Akta pendirian
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-17660.AH.01.01.TH.2013 tanggal 5 April 2013 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 6 September 2013, Tambahan No.
91231.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris No. 38 tanggal 16 November 2022 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0314200 tanggal 17 November 2022.
Akta pengangkatan direksi terakhir adalah Akta Notaris No. 12 tanggal 03 Mei 2023 dari Aulia Taufani,
S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan perubahan direksi dan komisaris. Akta tersebut
telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0115604 tanggal 09 Mei
2023.
Peseroan berkedudukan di Jl. ASDP/Pelabuhan Roro Tempenek, Desa Kumai Hulu, Kecamatan
Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Perseroan mulai beroperasi secara
komersial pada bulan Agustus 2018.
2.2. Aktivitas Usaha
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Agustus 2018. Sesuai dengan Pasal 3 anggaran
dasar Perseroan, kegiatan utama usaha Perseroan adalah di bidang industri dan perdagangan.
Kegiatan Operasional
PT Citra Borneo Utama Tbk (Perseroan) didirikan pada tahun 2013 dan berkantor pusat di Pangkalan
Bun, Kalimantan Tengah, Indonesia. Perseroan merupakan perusahaan yang mengelola bisnis hilir
minyak kelapa sawit seperti pemurnian dan perdagangan minyak kelapa sawit. Pabrik Pengolahan
Kelapa Sawit (refinery) Perseroan mulai beroperasi (commissioning) pada tahun 2018, terletak di Desa
Tempenek, Kecamatan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Saat ini total kapasitas pabrik refinery Perseroan adalah sebesar 2.500 MT CPO/ hari atau 850.000 MT
CPO/ tahun, pabrik fraksinasi dengan total kapasitas sebesar 2.500 MT RBDPO/ hari atau 850.000
MT RBDPO/ tahun dan pabrik kernel crushing dengan total kapasitas sebesar 600 MT kernel/jam atau
219.000 MT kernel/ tahun. Perseroan juga memproduksi sekitar 565.076 MT RBDPO, 322.447 MT
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
10
Page 30
OLEIN, 77.313 MT STEARIN, 21.523 MT PFAD, dan 9.991. MT CPKO. Seluruh aktivitas dan
produk Perseroan telah sesuai dengan praktik terbaik di industri dan standar keberlanjutan. Perseroan
sangat mendukung program hilirisasi pemerintah dengan meningkatkan nilai tambah didalam negeri
melalui sumber yang terpercaya dan bisnis yang berkelanjutan.
Produk-produk Unggulan Perseroan
RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil)
RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) adalah produk utama dari Refinery. Proses Refinery berfungsi
untuk menghilangkan bau dan warna pada minyak nabati. RBDPO terlihat seperti campuran lemak
padat dan cair dalam suhu kamar. RBDPO dapat langsung digunakan sebagai minyak nabati atau
menjadi bahan baku dalam pembuatan sabun, deterjen dan produk lainnya. RBDPO dapat pula
digunakan sebagai bahan baku Biodiesel.
Gambar 2.1. RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil)
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
RBDPL (Refined Bleached Deodorized Palm Olein)
RBDPL (Refined Bleached Deodorized Palm Olein) merupakah hasil dari pemisahan fraksi cair dan padat
RBDPO setelah melalui proses kristalisasi yang disebut Fraksinasi. RBDP Olein sepenuhnya cair pada
suhu ruang di iklim hangat. Cairan bening berwarna emas ini tidak berasa dan tidak berbau. RBDP Olein
banyak digunakan sebagai minyak goreng terutama untuk menggoreng baik deep frying maupun shallow
frying. Stabilitas minyak yang tinggi membuatnya sangat cocok untuk keperluan menggoreng.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
11
Page 31
Gambar 2.2. RBDPL (Refined Bleached Deodorized Palm Olein)
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin)
RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin) adalah bagian padat yang diperoleh melalui fraksinasi
RBDPO. RBDP Stearin digunakan untuk membuat lemak bebas trans yang sebagian besar dikonsumsi
sebagai margarin dan shortening. Selain penggunaan yang dapat dimakan, stearin sawit juga memiliki sifat
yang cocok untuk membuat sabun dan memformulasi pakan ternak. Stearin juga merupakan bahan baku
untuk oleokimia.
Gambar 2.3. RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin)
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
PFAD (Palm Fatty Acid Distillate)
PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) merupakan produk sampingan dari destilasi fisik CPO atau dalam
industri dikenal dengan Refinery. Yaitu setelah tahap degumming, deacidification, dan vacuum drying.
Komponen terbesar dalam PFAD adalah asam lemak bebas, komponen karotenoid, dan senyawa volatil
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
12
Page 32
lainnya. PFAD digunakan sebagai pakan ternak , bahan baku industri sabun cuci, bahan baku industri
oleokimia. Squalene, Vitamin E, Phytosterols adalah produk bernilai tambah yang dapat diekstraksi dari
PFAD dan memiliki nilai potensial untuk industri kosmetik.
Gambar 2.4. PFAD (Palm Fatty Acid Distillate)
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
CPKO (Crude Palm Kernel Oil)
CPKO (Crude Palm Kernel Oil) diperoleh dari inti buah kelapa sawit. Komposisi dan sifat-sifatnya
berbeda secara signifikan dari minyak kelapa sawit. CPKO diproduksi dengan ekstraksi secara mekanis
dari kernel yang telah dikeringkan sebelumnya di pabrik kelapa sawit melalui proses vakum parsial.
Kualitas minyaknya sangat baik, dengan asam lemak bebas dari minyak mentah umumnya di bawah 2%.
Warnanya kuning muda dan apabila dimurnikan secara fisik dapat menghasilkan minyak berwarna
sangat terang yang dapat digunakan untuk bahan pangan ataupun non-pangan. CPKO berbentuk semi-
padat pada suhu kamar.
Gambar 2.5. CPKO (Crude Palm Kernel Oil)
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
13
Page 33
PKE (Palm Kernel Expeller)
PKE (Palm Kernel Expeller) adalah produk sampingan dari penghancuran dan pengeluaran minyak dari
Inti Sawit. Banyak digunakan sebagai pakan ternak karena PKE mengandung crude protein yang tinggi
Gambar 2.6. PKE (Palm Kernel Expeller)
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
Gambar 2.7. Pabrik PT Citra Borneo Utama Tbk
Sumber: Manajemen Perseroan (2023)
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
14
Page 34
2.3. Perijinan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, saat ini Perseroan telah memiliki perizinan sebagai berikut :
Nomor Induk Berusaha No. 8120011022971 perubahan ke-25 tanggal 25 Januari 2023 diterbitkan
tanggal 25 Januari 2023 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Nomor Pokok Wajib Pajak No. 31.735.453.8-713.000 dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pajak
Republik Indonesia.
Surat Izin Usaha Industri Besar No. 2/62/IU/PMDN/2018 tanggal 25 Mei 2018 dikeluarkan oleh
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Tengah
2.4. Pemegang Saham
Berdasarkan Akta No. 38 tanggal 16 November 2022 peningkatan modal ditempatkan dan disetor
Perseroan, maka susunan pemegang saham per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1. Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nilai %
Nama Pemegang Saham Saham Nominal Kepemilikan
(lembar) (Rp000) Saham
PT Citra Borneo Indah 1.700.000.000 170.000.000 54,40%
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk 550.000.000 55.000.000 17,60%
PT Kalimantan Sawit Abadi 125.000.000 12.500.000 4,00%
PT Mitra Mendawai Sejati 125.000.000 12.500.000 4,00%
Masyarakat (masing-masing di bawah
625.000.000 62.500.000 20,00%
5%)
Jumlah 3.125.000.000 312.500.000 100,00%
Sumber : Akta No. 38 tanggal 16 November 2022
2.5. Manajemen Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 12 tanggal 03 Mei 2023 perihal perubahan direksi Perusahaan, maka
susunan direksi Perseroan per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
No. Jabatan Dijabat Oleh
Dewan Komisaris :
1. Presiden Komisaris Sofyan A. Djalil
2. Komisaris Independen Boumediene Sumurung
Direksi :
1. Direktur Utama Balakrishnan Naidu
2. Direktur Ronny Hertantyo
3. Direktur Magedona Aegidius
Sumber : Akta No. 12 tanggal 03 Mei 2023
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
15
Page 35
2.6. Kinerja Keuangan
Analisis terhadap kinerja keuangan Perseroan dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal
31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan laporan No.
00423/2.1133/AU.1/04/0133-6/1/III/2019 tanggal 08 Maret 2019, laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan laporan No.
00963/2.1133/AU.1/04/0133-7/1/IV/2020 tanggal 22 April 2020, laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan laporan No.
00620/2.1133/AU.1/04/1685-1/1/III/2021 tanggal 26 Maret 2021, laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan laporan No.
00518/2.1133.AU.1/04/1685-2/1/IV/2022 tanggal 08 April 2022, laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono,
Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan laporan No.
00429/2.1133/AU.1/04/1685-3/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023, dan laporan keuangan per tanggal
30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno,
Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan laporan No.
01394/2.1133/AU.1/04/0133-1/1/VIII/2023 tanggal 30 Agustus 2023.
Berikut disajikan ringkasan laporan keuangan beserta analisis vertikal dan horisontal terhadap laporan
keuangan tersebut:
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
16
Page 36
Perkembangan Laba Rugi Periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
Tabel 2.3. Kinerja Laba Rugi dan Analisis Vertikal dan Horisontal
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan
Palm olein 586.549 76,99% 2.631.318 79,79% 2.684.441 61,65% 4.564.211 52,69% 5.886.001 61,19% 3.333.567 74,31%
Refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) 17.314 2,27% - 0,00% 865.628 19,88% 2.705.746 31,24% 1.247.898 12,97% - 0,00%
Palm stearin 124.273 16,31% 588.085 17,83% 688.834 15,82% 924.217 10,67% 1.203.918 12,52% 858.507 19,14%
Minyak inti sawit - 0,00% - 0,00% - 0,00% 165.423 1,91% 524.959 5,46% 106.225 2,37%
Asam lemak sawit distilat 33.679 4,42% 67.063 2,03% 113.861 2,61% 288.147 3,33% 387.885 4,03% 159.505 3,56%
Lain-lain - 0,00% 11.403 0,35% 1.767 0,04% 14.577 0,17% 368.606 3,83% 28.287 0,63%
Total pendapatan 761.816 100,00% 3.297.870 100,00% 4.354.531 100,00% 8.662.321 100,00% 9.619.267 100,00% 4.486.091 100,00%
332,90% 32,04% 98,93% 11,05% -6,73%
Beban Pokok Penjualan 8.972.181
Bahan Baku
Saldo awal bahan baku - 0,00% 27.813 0,84% 46.333 1,06% 111.712 1,29% 234.506 2,44% 162.076 3,61%
Pembelian bahan baku 909.325 119,36% 3.235.396 98,11% 4.136.480 94,99% 6.542.544 75,53% 7.969.774 82,85% 4.064.555 90,60%
Bahan baku tersedia unt produksi 909.325 119,36% 3.263.209 98,95% 4.182.812 96,06% 6.654.256 76,82% 8.204.280 85,29% 4.226.631 94,22%
Persediaan akhir bahan baku (27.813) -3,65% (46.333) -1,40% (111.712) -2,57% (234.506) -2,71% (162.076) -1,68% (241.276) -5,38%
Pemakaian bahan baku unt produksi 881.512 115,71% 3.216.876 97,54% 4.071.101 93,49% 6.419.750 74,11% 8.042.204 83,61% 3.985.355 88,84%
Beban overhead pabrik 70.001 9,19% 149.056 4,52% 119.973 2,76% 138.402 1,60% 192.027 2,00% 105.152 2,34%
Jumlah biaya produksi 951.513 124,90% 3.365.932 102,06% 4.191.074 96,25% 6.558.152 75,71% 8.234.231 85,60% 4.090.507 91,18%
Barang dalam proses
Barang dalam proses awal tahun - 0,00% 10.671 0,32% 5.391 0,12% 121.617 1,40% 13.782 0,14% 23.983 0,53%
Barang dalam proses akhir tahun (10.671) -1,40% (5.391) -0,16% (121.617) -2,79% (13.782) -0,16% (23.983) -0,25% (7.569) -0,17%
Beban pokok produksi 940.842 123,50% 3.371.211 102,22% 4.074.848 93,58% 6.665.987 76,95% 8.224.030 85,50% 4.106.921 91,55%
Barang jadi awal tahun - 0,00% 205.984 6,25% 231.628 5,32% 227.280 2,62% 269.714 2,80% 365.836 8,15%
Barang jadi akhir tahun (205.984) -27,04% (231.628) -7,02% (227.280) -5,22% (269.714) -3,11% (365.836) -3,80% (600.512) -13,39%
Total Beban Pokok Pendapatan 734.858 96,46% 3.345.567 101,45% 4.079.196 93,68% 6.623.553 76,46% 8.127.908 84,50% 3.872.245 86,32%
355,27% 21,93% 62,37% 22,71% -4,72%
LABA/RUGI KOTOR 26.958 3,54% (47.697) -1,45% 275.334 6,32% 2.038.768 23,54% 1.491.359 15,50% 613.846 13,68%
% pertumbuhan/tahun -276,93% -677,26% 640,47% -26,85% -17,68%
BEBAN USAHA
Biaya ekspor 49.676 6,52% 45.899 1,39% 255.641 5,87% 1.607.025 18,55% 990.548 10,30% 443.289 9,88%
Jasa tenaga ahli 372 0,05% 708 0,02% 2.550 0,06% 3.364 0,04% 26.915 0,28% 10.994 0,25%
Sewa 12.611 1,66% 11.127 0,34% 11.859 0,27% 18.245 0,21% 19.101 0,20% 17.738 0,40%
Biaya pajak - 0,00% 2.970 0,09% 787 0,02% 3.435 0,04% 16.018 0,17% 584 0,01%
Gaji dan tunjangan 15.676 2,06% 9.508 0,29% 9.596 0,22% 12.258 0,14% 11.453 0,12% 8.080 0,18%
Pemeliharaan 66 0,01% 727 0,02% 1.995 0,05% 460 0,01% 3.569 0,04% 2.774 0,06%
Utilitas - 0,00% - 0,00% 30 0,00% 2.014 0,02% 2.464 0,03% - 0,00%
Administrasi kantor 1.471 0,19% 129 0,00% 444 0,01% 658 0,01% 1.733 0,02% 652 0,01%
Biaya asuransi 1.175 0,15% 726 0,02% 1.521 0,03% 1.642 0,02% 1.383 0,01% 497 0,01%
Perijinan 239 0,03% 178 0,01% 416 0,01% 1.066 0,01% 643 0,01% 279 0,01%
Bahan bakar 5.538 0,73% 123 0,00% 899 0,02% 121 0,00% 519 0,01% 85 0,00%
Transportasi 64 0,01% 227 0,01% 72 0,00% 105 0,00% 412 0,00% 409 0,01%
Penyusutan aset tetap 94 0,01% 4 0,00% 18 0,00% 76 0,00% 372 0,00% 341 0,01%
Pendidikan dan pelatihan 26 0,00% 200 0,01% 73 0,00% 53 0,00% 51 0,00% 61 0,00%
Liabilitas imbalan kerja - 0,00% 2.886 0,09% 2.256 0,05% 580 0,01% (769) -0,01% 913 0,02%
Lain-lain 1.795 0,24% 727 0,02% 1.017 0,02% 1.164 0,01% 3.394 0,04% 9.048 0,20%
Total Beban Usaha 88.802 11,66% 76.139 2,31% 289.174 6,64% 1.652.266 19,07% 1.077.806 11,20% 495.744 11,05%
% pertumbuhan/tahun -14,26% 279,80% 471,37% -34,77% -8,01%
LABA (RUGI) USAHA (61.844) -8,12% (123.836) -3,76% (13.840) -0,32% 386.502 4,46% 413.553 4,30% 118.101 2,63%
% pertumbuhan/tahun 100,24% -88,82% -2892,60% 7,00% -42,88%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan 637 0,08% 1.023 0,03% 603 0,01% 889 0,01% 4.330 0,05% 27.054 0,60%
Beban keuangan (20.549) -2,70% (64.327) -1,95% (82.488) -1,89% (74.895) -0,86% (84.139) -0,87% (45.873) -1,02%
Laba (rugi) selisih kurs (4.389) -0,58% 15.556 0,47% (35.267) -0,81% (27.573) -0,32% (59.717) -0,62% 16.277 0,36%
Penghapusan piutang lain-lain tak tertagih - 0,00% - 0,00% (11.463) -0,26% (1.314) -0,02% - 0,00% - 0,00%
Pemulihan (kerugian) penurunan nilai persediaan (15.491) -2,03% 15.491 0,47% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Klaim kualitas Crude Palm Oil 14.944 1,96% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Lain-lain (27) 0,00% 9.372 0,28% (12.703) -0,29% 20.303 0,23% 11.437 0,12% (2.942) -0,07%
JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (24.875) -3,27% (22.884) -0,69% (141.319) -3,25% (82.590) -0,95% (128.089) -1,33% (5.484) -0,12%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (86.719) -11,38% (146.720) -4,45% (155.159) -3,56% 303.912 3,51% 285.464 2,97% 112.617 2,51%
% pertumbuhan/tahun 69,19% 5,75% -295,87% 87,86% -21,10%
Manfaat
Pajak (beban) pajak penghasilan
Tangguhan 3.898 0,51% (2.700) -0,08% 354 0,01% (17.810) -0,21% (62.317) -0,65% (23.419) -0,52%
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (82.821) -10,87% (149.419) -4,53% (154.805) -3,56% 286.102 3,30% 223.147 2,32% 89.199 1,99%
% pertumbuhan/tahun 80,41% 3,60% -284,81% 55,99% -20,05%
Perkembangan Laba Rugi Periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
Pendapatan Perseroan berasal dari palm olein, refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO), palm stearin,
minyak inti sawit, asam lemak sawit distilat, dan lain-lain. Selama periode
31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023, palm olein mempunyai bobot dengan rata-rata
terbesar, yaitu sebesar 67,77% dari keseluruhan pendapatan Perseroan. Bobot terbesar kedua setelah
palm olein adalah palm stearin yaitu dengan bobot sebesar 15,82%. Bobot terbesar ketiga dari pendapatan
Perseroan setelah palm stearin adalah refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) yang mempunyai
bobot dengan rata-rata sebesar 12,97% dari total pendapatan Perseroan. Selama periode
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
17
Page 37
31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023, pertumbuhan rata-rata pendapatan Perseroan
mengalami peningkatan yang tercatat sebesar 93,64% pertahunnya. Selama periode historis, kenaikan
pendapatan tertinggi Perseroan pada tahun 2019, dengan persentase kenaikan sebesar 332,90%.
Kenaikan pendapatan di tahun tersebut terjadi karena pendapatan palm olein yang mengalami
peningkatan menjadi Rp2.631.318.000.000,- yang pada tahun sebelumnya berjumlah
Rp586.549.000.000,-. Perseroan membukukan total pendapatan pada periode 30 Juni 2023 sebesar
Rp4.486.091.000.000,-.
Rata-rata pertumbuhan beban pokok penjualan Perseroan mengalami kenaikan selama 5 tahun terakhir
yang tercatat sebesar 91,51% per tahunnya. Selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni
2023, jumlah bobot rata-rata beban pokok penjualan adalah sebesar 89,81% dari total pendapatan
Perseroan. Selama 5 tahun terakhir, jumlah bobot rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terbesar
terjadi pada periode 31 Desember 2019, yaitu sebesar 101,45% dari total pendapatan Perseroan. Beban
pokok penjualan Perseroan terbesar setelah periode 31 Desember 2019 adalah periode 31 Desember
2018 yang mempunyai bobot dengan rata-rata sebesar 96,46% dari total pendapatan Perseroan. Beban
pokok penjualan Perseroan terbesar ketiga setelah periode 31 Desember 2018 adalah periode
31 Desember 2020 yang mempunyai bobot dengan rata-rata sebesar 93,68% dari total pendapatan
Perseroan. Pada periode 30 Juni 2023, Perseroan mencatatkan total beban pokok penjualan sebesar
Rp3.872.245.000.000,-.
Beban usaha Perseroan terdiri dari biaya ekspor, jasa tenaga ahli, sewa, biaya pajak, gaji dan tunjangan,
pemeliharaan, utilitas, administrasi kantor, biaya asuransi, perijinan, bahan bakar, transportasi,
penyusutan aset tetap, pendidikan dan pelatihan, liabilitas imbalan kerja, dan lain-lain. Beban usaha
Perseroan secara keseluruhan mempunyai bobot dengan rata-rata sebesar 10,32% dari total pendapatan
selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023. Adapun yang mempunyai bobot
dengan rata-rata terbesar dari beban usaha adalah biaya ekspor, dengan bobot sebesar 8,75% dari total
pendapatan Perseroan. Beban terbesar setelah biaya ekspor adalah sewa yang memiliki bobot dengan
rata-rata sebesar 0,51% dari total pendapatan Perseroan. Beban terbesar ketiga setelah sewa adalah gaji
dan tunjangan yang memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 0,50% dari total pendapatan Perseroan.
Pada periode 30 Juni 2023, Perseroan mencatatkan total beban usaha sebesar Rp495.744.000.000,-.
Laba (Rugi) Bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
menunjukan pergerakan yang beragam. Pada tahun 2018, Perseroan mengalami rugi dengan total rugi
yang dibukukan sebesar Rp82.821.000.000,-. Lalu pada tahun berikutnya, Perseroan kembali mengalami
peningkatan jumlah rugi dengan jumlah rugi tercatat sebesar Rp149.419.000.000,-. Untuk periode
31 Desember 2020, Perseroan masih mengalami rugi dengan jumlah saldo rugi tercatat sebesar
Rp154.805.000.000,-. Pada periode 31 Desember 2021, Perseroan mulai mencatatkan laba bersih
dengan jumlah laba sebesar Rp286.102.000.000,-. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan
pendapatan pada tahun tersebut dengan jumlah sebesar Rp8.662.321.000,- dibandingkan dengan tahun
sebelumnya sebesar Rp4.354.531.000.000,-. Pada tahun 2022, laba Perseroan turun sebesar 22,00%. Hal
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
18
Page 38
tersebut dikarenakan adanya peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan di tahun tersebut dengan
jumlah sebesar Rp8.127.908.000.000,- Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp89.199.000.000,-
untuk periode 30 Juni 2023.
Perkembangan Neraca Periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
Tabel 2.4. Kinerja Neraca dan Analisis Vertikal dan Horisontal
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 62.806 7,12% 87.349 5,56% 170.634 8,80% 151.638 7,49% 859.969 28,48% 123.408 4,55%
Deposito berjangka - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 223.000 8,22%
Piutang Usaha 157.831 17,89% 416.460 26,49% 420.042 21,67% 277.302 13,69% 587.649 19,46% 298.670 11,01%
Piutang Lain-lain 23.570 2,67% 357.952 22,77% 445.295 22,98% 357.656 17,66% 351.325 11,63% 440.887 16,25%
Persediaan - neto 237.884 26,96% 301.318 19,16% 472.327 24,37% 533.531 26,34% 569.136 18,85% 868.889 32,03%
Pajak dibayar dimuka 48.009 5,44% 6.847 0,44% 14.613 0,75% 9.931 0,49% 58.249 1,93% 83.956 3,09%
Uang muka 34.371 3,90% 42.162 2,68% 17.556 0,91% 249.790 12,33% 173.694 5,75% 284.509 10,49%
Beban dibayar dimuka 485 0,06% 271 0,02% 135 0,01% 251 0,01% 383 0,01% 359 0,01%
Taksiran tagihan pajak pertambahan nilai - 0,00% - 0,00% - 0,00% 27.881 1,38% - 0,00% - 0,00%
Jumlah Aset Lancar 564.956 64,04% 1.212.358 77,11% 1.540.602 79,49% 1.607.980 79,37% 2.600.405 86,11% 2.323.678 85,66%
% pertumbuhan/tahun 114,59% 27,07% 4,37% 61,72% -10,64%
Aset Tidak Lancar
Deposito yg dibatasi penggunaannya - 0,00% - 0,00% 2.000 0,10% 2.000 0,10% - 0,00% - 0,00%
Aset tetap 313.370 35,52% 358.892 22,83% 394.360 20,35% 414.859 20,48% 418.947 13,87% 388.042 14,30%
Aset pajak tangguhan 3.888 0,44% 1.093 0,07% 1.178 0,06% 963 0,05% 622 0,02% 979 0,04%
Jumlah Aset Tidak Lancar 317.258 35,96% 359.985 22,89% 397.539 20,51% 417.822 20,63% 419.569 13,89% 389.021 14,34%
13,47% 10,43% 5,10% 0,42% -7,28%
JUMLAH ASET 882.214 100,00% 1.572.344 100,00% 1.938.141 100,00% 2.025.802 100,00% 3.019.974 100,00% 2.712.699 100,00%
% pertumbuhan/tahun 78,23% 23,26% 4,52% 49,08% -10,17%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 369.166 41,85% 758.164 48,22% 1.029.530 53,12% 968.978 47,83% 973.982 32,25% 1.118.125 41,22%
Utang Usaha 30.685 3,48% 207.629 13,21% 560.644 28,93% 459.571 22,69% 755.770 25,03% 314.412 11,59%
Utang lain-lain jangka pendek 112.008 12,70% 243.648 15,50% 148.602 7,67% 18.590 0,92% 15.616 0,52% 20.296 0,75%
Utang pajak 259 0,03% 367 0,02% 563 0,03% 18.309 0,90% 45.401 1,50% 6.923 0,26%
Beban masih hrs dibayar - 0,00% 50.333 3,20% 14.715 0,76% 47.735 2,36% 38.782 1,28% 4.699 0,17%
Uang muka penjualan - 0,00% - 0,00% 9.103 0,47% 83 0,00% 149.626 4,95% 184.179 6,79%
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jth tempo 1 th 6.693 0,76% 23.953 1,52% 49.242 2,54% 71.355 3,52% 87.722 2,90% 90.979 3,35%
Jumlah Liabilitas Lancar 518.811 58,81% 1.284.094 81,67% 1.812.398 93,51% 1.584.621 78,22% 2.066.899 68,44% 1.739.613 64,13%
% pertumbuhan/tahun 147,51% 41,14% -12,57% 30,43% -15,83%
Liabilitas Tidak Lancar
Pinjaman bank jk pjg setelah dikurangi bag jth tempo 1 th 250.722 28,42% 347.191 22,08% 327.870 16,92% 259.415 12,81% 179.691 5,95% 130.997 4,83%
Liabilitas pajak tangguhan - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Utang lain-lain jangka panjang - 0,00% - 0,00% - 0,00% 87.030 4,30% - 0,00% - 0,00%
Liabilitas imbalan kerja 4.227 0,48% 6.922 0,44% 7.370 0,38% 6.031 0,30% 3.864 0,13% 5.457 0,20%
773.760 1.638.208 2.147.638 1.937.097 2.250.454 1.876.067
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 254.949 28,90% 354.114 22,52% 335.240 17,30% 352.476 17,40% 183.555 6,08% 136.454 5,03%
% pertumbuhan/tahun 38,90% -5,33% 5,14% -47,92% -25,66%
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor 250.000 28,34% 250.000 15,90% 250.000 12,90% 250.000 12,34% 312.500 10,35% 312.500 11,52%
Tambahan modal disetor - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 351.930 11,65% 351.930 12,97%
Saldo laba (rugi) (135.709) -15,38% (284.843) -18,12% (438.697) -22,63% (152.032) -7,50% 71.445 2,37% 160.016 5,90%
Penghasilan komprehensif lain (5.838) -0,66% (31.022) -1,97% (20.801) -1,07% (9.263) -0,46% 33.645 1,11% 12.186 0,45%
Jumlah Ekuitas 108.454 12,29% (65.864) -4,19% (209.498) -10,81% 88.705 4,38% 769.520 25,48% 836.632 30,84%
% pertumbuhan/tahun -160,73% 218,07% -142,34% 767,50% 8,72%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 882.214 100,00% 1.572.344 100,00% 1.938.141 100,00% 2.025.802 100,00% 3.019.974 100,00% 2.712.699 100,00%
Perkembangan Neraca Periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
Dari sisi aset, terjadi kenaikan total aset Perseroan dengan rata-rata kenaikan sebesar 28,98% selama
periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023. Sebagian aset Perseroan merupakan aset lancar
yang selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 memiliki bobot rata-rata terhadap
total aset sebesar 78,63%. Aset lancar Perseroan terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka,
piutang usaha, piutang lain-lain, persediaan, pajak dibayar dimuka, uang muka, beban dibayar dimuka,
dan taksiran tagihan pajak pertambahan nilai. Adapun yang mempunyai bobot dengan rata-rata terbesar
pada aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 adalah
persediaan, dengan bobot sebesar 24,62% terhadap total aset Perseroan. Bobot terbesar setelah
persediaan adalah piutang usaha yang memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 18,37% terhadap total
aset Perseroan. Bobot terbesar ketiga setelah piutang usaha adalah piutang lain-lain yang memiliki bobot
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
19
Page 39
sebesar 15,66% terhadap total aset. Pada periode 30 Juni 2023 jumlah aset lancar Perseroan adalah
sebesar Rp2.323.678.000.000,-.
Aset tidak lancar Perseroan mempunyai bobot dengan rata-rata sebesar 21,37% selama periode
31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023. Aset tidak lancar Perseroan terdiri dari deposito yang
dibatasi penggunaannya, aset tetap, dan aset pajak tangguhan. Adapun yang mendominasi aset tidak
lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 adalah aset tetap yang
mempunyai bobot dengan rata-rata sebesar 21,22% dari total aset Perseroan. Bobot terbesar setelah
aset tetap adalah aset pajak tangguhan yang memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 0,11% terhadap
total aset Perseroan. Bobot terbesar ketiga setelah aset pajak tangguhan adalah deposito yang dibatasi
penggunaannya yang memiliki bobot sebesar 0,03% terhadap total aset. Pada periode 30 Juni 2023
jumlah aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar Rp389.021.000.000,- atau mengalami penurunan
sebesar 7,28%.
Pada sisi liabilitas, selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 terdapat total rata-
rata kenaikan liabilitas lancar sebesar 38,14% per tahunnya. Liabilitas lancar terdiri dari pinjaman bank
jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain jangka pendek, utang pajak, beban masih harus dibayar,
uang muka penjualan, dan pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo. Liabilitas
lancar terbesar berasal dari pinjaman bank jangka pendek dengan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar
44,08% dari keseluruhan total liabilitas dan ekuitas. Bobot terbesar dari liabilitas lancar setelah pinjaman
bank jangka pendek adalah utang usaha yang memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 17,49% dari total
liabilitas dan ekuitas. Bobot terbesar ketiga setelah utang usaha adalah utang lain-lain jangka pendek
yang memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 6,34% dari total liabilitas dan ekuitas. Pada periode
30 Juni 2023, jumlah liabilitas lancar Perseroan adalah sebesar Rp1.739.613.000.000,- atau mengalami
penurunan sebesar 15,83%.
Sedangkan pada liabilitas tidak lancar selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
mengalami rata-rata penurunan sebesar 6,98%. Liabilitas tidak lancar terdiri dari pinjaman bank jangka
panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo satu tahun, liabilitas pajak tangguhan, utang lain-lain
jangka panjang, dan liabilitas imbalan kerja. Liabilitas tidak lancar terbesar berasal dari pinjaman bank
jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo satu tahun dengan rata-rata 5 tahun terakhir
sebesar 15,17% dari keseluruhan total liabilitas dan ekuitas. Bobot terbesar dari liabilitas tidak lancar
setelah pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo satu tahun adalah utang
lain-lain jangka panjang yang memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 0,72% dari total liabilitas dan
ekuitas. Bobot terbesar ketiga setelah utang lain-lain jangka panjang adalah liabilitas imbalan kerja yang
memiliki bobot dengan rata-rata sebesar 0,32% dari total liabilitas dan ekuitas. Pada periode 30 Juni
2023, jumlah liabilitas tidak lancar Perseroan adalah sebesar Rp136.454.000.000,- atau mengalami
penurunan sebesar 25,66% .
Ekuitas Perseroan selama kurun waktu 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 tercatat
mempunyai bobot dengan rata-rata sebesar 5,43% dari keseluruhan total liabilitas dan ekuitas. Laporan
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
20
Page 40
keuangan selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 menunjukkan bahwa ekuitas
Perseroan cenderung mengalami peningkatan selama periode berlangsung dengan rata-rata
pertumbuhan sebesar 138,25% per tahunnya. Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan pertumbuhan
tertinggi selama 5 tahun terakhir yakni dengan persentase kenaikan sebesar 767,50% atau saldo ekuitas
sebesar Rp5769.520.000.000,-. Hal ini disebabkan karena adanya penambahan modal disetor pada tahun
tersebut sebesar Rp351.930.000.000,-. Pada periode 30 Juni 2023 saldo ekuitas Perseroan mencatatkan
jumlah saldo sebesar Rp836.632.000.000,-.
Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan pada periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 dapat disajikan sebagai
berikut :
Tabel 2.5. Rasio Keuangan Perseroan
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio 108,89% 94,41% 85,00% 101,47% 125,81% 133,57%
Quick Ratio 63,04% 70,95% 58,94% 67,80% 98,28% 83,63%
Working Capital To Total Assets Ratio 5,23% -4,56% -14,02% 1,15% 17,67% 21,53%
RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X) 0,86 2,10 2,25 4,28 3,19 1,65
Account Receivable Turnover (X) 4,83 7,92 10,37 31,24 16,37 15,02
Average Collection Period (Day) 75,62 46,09 35,21 11,68 22,30 12,05
Inventory Turnover - Total (X) 3,09 11,10 8,64 12,41 14,28 4,46
Inventory Turn Over (Day) 118,16 32,87 42,26 29,40 25,56 40,61
Account Payable Turnover (X) 2 4 4 7 8 3
Average Payable Period (Day) 180,87 82,11 91,56 53,19 43,52 51,99
Working Capital Turnover (X) 16,51 (45,97) (16,02) 370,83 18,03 7,68
RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio 577,74% -1714,60% -671,44% 1465,25% 161,32% 160,18%
Total Debt to Asset Ratio 71,02% 71,82% 72,58% 64,16% 41,11% 49,40%
RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 3,54% -1,45% 6,32% 23,54% 15,50% 13,68%
Operating Profit Margin -8,12% -3,76% -0,32% 4,46% 4,30% 2,63%
Net Profit Margin -10,87% -4,53% -3,56% 3,30% 2,32% 1,99%
Rate of Return on Assets -9,39% -9,50% -7,99% 14,12% 7,39% 3,29%
Rate of Return on Equity -76,37% 226,86% 73,89% 322,53% 29,00% 10,66%
a. Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni
2023 cukup baik. Secara rata-rata likuiditas Perseroan pada periode tersebut menunjukkan current ratio
sebesar 108,20% atau di atas 100,00%, yang berarti keadaan Perseroan sudah cukup likuid, dimana
setiap liabilitas lancar Rp 1,- dijamin oleh aset lancar sebesar Rp 1,08,-.
Sedangkan quick ratio menunjukkan rasio sebesar 73,77% atau di bawah 100,00%, yang berarti keadaan
Perseroan belum cukup likuid untuk jangka pendek. Sedangkan working capital to total assets ratio
menunjukkan rasio secara rata-rata sebesar 4,50% dari aset Perseroan merupakan unsur modal kerja.
b. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-sumber dana
yang tersedia. Dari nilai rasio aktivitas tampak bahwa selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan
30 Juni 2023 dana yang tertanam dalam keseluruhan aset berputar dengan rata-rata sebanyak 2,39 kali.
Selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023, perputaran piutang usaha rata-rata
adalah sebanyak 14,29 kali dalam setahun atau selama 34 hari dan perputaran Persediaan adalah
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
21
Page 41
sebanyak 9,00 kali dalam setahun atau selama 48,14 hari. Sedangkan perputaran utang adalah sebanyak
4,86 kali dalam setahun atau selama 88 hari dan modal kerja (Working Capital Turnover) menunjukkan
sebesar 58,51 kali.
c. Rasio Solvabilitas
Total debt to equity ratio Perseroan selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
menunjukkan rasio sebesar negatif 3,59%. Rasio ini menunjukkan bahwa total hutang Perseroan secara
rata-rata dalam periode tersebut lebih kecil dari ekuitas.
Di sisi lain, debt to asset ratio selama periode 31 Desember 2018 sampai dengan 30 Juni 2023
menunjukkan angka sebesar 61,68%, artinya jumlah hutang Perseroan lebih besar dari nilai aset
keseluruhan.
d. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba. Perseroan
menghasilkan laba kotor (gross profit margin) sebesar 10,19% dari total pendapatan Perseroan. Selain itu,
Perseroan menghasilkan rugi operasional (operating profit margin) sebesar 0,13% dan rugi bersih (net profit
margin) sebesar 1,89% dari total pendapatan Perseroan selama periode 31 Desember 2018 sampai
dengan 30 Juni 2023.
Pada periode yang sama, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing menunjukkan
rasio dengan rata-rata sebesar negatif 0,35% dan 97,76% selama periode 31 Desember 2018 sampai
dengan 30 Juni 2023.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
22
Page 42
3. PERKEMBANGAN PASAR
3.1. Kondisi Makro Ekonomi
Ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap
sebesar 2,7%, namun disertai dengan pergeseran sumber pertumbuhan. Pertumbuhan Amerika Serikat
(AS) dan beberapa negara maju di Eropa diprakirakan lebih baik, dipengaruhi oleh konsumsi rumah
tangga seiring dengan perbaikan upah dan keyakinan konsumen. Pertumbuhan ekonomi Jepang
diprakirakan masih kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor yang membaik.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih rendah sejalan dengan tertahannya konsumsi dan
investasi terutama sektor properti. Tekanan inflasi di negara maju masih relatif tinggi dipengaruhi oleh
perekonomian yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat. Hal ini diprakirakan akan mendorong
kenaikan lebih lanjut suku bunga kebijakan moneter di negara maju, termasuk Federal Funds Rate
(FFR). Perkembangan tersebut mendorong aliran modal ke negara berkembang lebih selektif dan
meningkatkan tekanan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga memerlukan
penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko rambatan global.
3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik. Perekonomian
domestik pada triwulan II 2023 diprakirakan tumbuh lebih baik dari proyeksi, ditopang oleh
peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga meningkat didorong oleh
terus naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, dan terkendalinya inflasi, serta dampak
positif dari Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan pemberian gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil
Negara. Investasi juga meningkat terutama investasi nonbangunan sejalan dengan kinerja ekspor yang
positif dan berlanjutnya hilirisasi. Sementara itu, ekspor barang diprakirakan melambat sejalan ekonomi
global yang melemah, sedangkan ekspor jasa tumbuh tinggi dipengaruhi oleh kenaikan kunjungan
wisatawan mancanegara. Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang
Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Informasi dan Komunikasi. Sementara
secara spasial, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh pertumbuhan wilayah Kalimantan dan
Jawa yang masih kuat sejalan dengan terjaganya permintaan domestik. Dengan perkembangan tersebut,
pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dapat mencapai kisaran 4,5-5,3%. Bank Indonesia akan terus
memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mendukung ketahanan eksternal. Neraca perdagangan
triwulan II 2023 mencatat surplus yang lebih rendah dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas dan
perlambatan ekonomi global. Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global berdampak pada net
outflows aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan II 2023 sebesar 1,3 miliar
dolar AS. Namun demikian, pada triwulan III 2023 aliran modal asing hingga 21 Juli 2023 kembali
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
23
Page 43
masuk sehingga mencatat net inflows sebesar 0,3 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir
Juni 2023 tercatat tinggi sebesar 137,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau
6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, kinerja NPI pada 2023 diprakirakan akan tetap baik
dengan transaksi berjalan terjaga dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga tetap terjaga, ditopang oleh aliran masuk modal
asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio, sejalan persepsi
positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia. Nilai
tukar Rupiah secara year to date tercatat menguat 3,63% ptp dari level akhir Desember 2022, lebih kuat
dibandingkan dengan apresiasi Peso Filipina, Rupee India, dan Baht Thailand masing-masing sebesar
1,78%, 1,11%, dan 0,42%. Ke depan, dengan akan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global,
Bank Indonesia memprakirakan nilai tukar Rupiah akan menguat ditopang oleh prospek pertumbuhan
ekonomi yang kuat, inflasi yang rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, dan dampak
positif dari implementasi PP 36/2023 tentang DHE SDA. Persepsi investor terhadap prospek
perekonomian Indonesia juga menguat, tecermin pada peningkatan outlook sovereign credit rating
Indonesia oleh lembaga pemeringkat R&I, dari stabil menjadi positif, dengan level rating tetap terjaga
pada BBB+ (dua notch di atas level terendah investment grade). Bank Indonesia terus memperkuat
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui triple intervention dan twist operation untuk memitigasi
risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.
Gambar 3.1 Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan II 2023
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
24
Page 44
3.1.3. Inflasi
Inflasi kembali ke dalam sasaran lebih cepat dari prakiraan. Inflasi IHK pada bulan Juni 2023 tercatat
3,52% (yoy) sehingga berada di dalam sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok.
Inflasi inti Juni 2023 tercatat 2,58% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan
sebelumnya sebesar 2,66% (yoy) dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar, turunnya harga komoditas
global, rendahnya dampak lanjutan dari inflasi volatile food, dan terkendalinya ekspektasi inflasi. Inflasi
kelompok volatile food tercatat 1,20% (yoy), turun dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,28%
(yoy). Inflasi kelompok administered prices juga menurun dari 9,52% (yoy) menjadi 9,21% (yoy).
Kembalinya inflasi ke dalam sasaran sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter serta
eratnya sinergi pengendalian inflasi pangan antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah. Dengan perkembangan tersebut,
Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023 dan
2,5±1% pada 2024.
Gambar 3.2 Inflasi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan II 2023
3.1.4. Perkembangan Moneter
Likuiditas perbankan tetap longgar sehingga berpotensi mendorong berlanjutnya peningkatan
kredit/pembiayaan. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi, yakni
26,73% pada Juni 2023, sejalan dengan stance kebijakan likuiditas longgar Bank Indonesia.
Perkembangan likuiditas tersebut berperan positif terhadap perkembangan suku bunga perbankan. Di
pasar uang, suku bunga IndONIA cukup rendah yakni 5,61% pada 24 Juli 2023. Di pasar obligasi,
imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 5,99%, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang
tercatat 6,22% pada tanggal yang sama. Di perbankan, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada Juni 2023 terjaga rendah, yaitu sebesar 4,14% dan 9,34%. Bank Indonesia terus memastikan
kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan dan meningkatnya kredit/pembiayaan
guna berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
25
Page 45
Gambar 3.3 Suku Bunga Kredit; KMK, KI, KK
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan II 2023
3.1.5. Industri Perbankan
Kredit/pembiayaan perbankan tumbuh melambat karena menurunnya permintaan kredit dari dunia
usaha. Di tengah longgarnya sisi penawaran oleh tersedianya likuiditas, tingginya rencana penyaluran
kredit, serta Triwulan II 2023 4 longgarnya standar penyaluran kredit/pembiayaan perbankan, korporasi
cenderung mempercepat pelunasan kredit, dan berperilaku wait and see dalam meningkatkan rencana
investasinya ke depan. Kredit perbankan pada Juni 2023 tumbuh sebesar 7,76% (yoy), terutama
ditopang oleh sektor Jasa Dunia Usaha, Jasa Sosial, dan Pertambangan. Pembiayaan syariah juga
tumbuh tinggi mencapai 17,09% (yoy) pada Juni 2023. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit terus
berlanjut, yaitu mencapai 7,34% (yoy) pada Juni 2023. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus
mendorong penyaluran kredit/pembiayaan dari sisi penawaran perbankan dalam rangka mengakselerasi
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, kebijakan insentif likuiditas makroprudensial
difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit lebih tinggi bagi pertumbuhan ekonomi dan
penciptaan lapangan kerja, khususnya pada sektor hilirisasi (minerba, pertanian, peternakan, dan
perikanan), perumahan (termasuk perumahan rakyat), pariwisata, inklusif (termasuk UMKM, KUR, dan
ultra mikro/UMi), serta ekonomi keuangan hijau. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit
pada 2023 dalam kisaran 9-11% (yoy).
Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, terjaga. Permodalan perbankan kuat dengan rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 26,07% pada Mei 2023. Risiko kredit tetap
terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang rendah, yaitu
2,52% (bruto) dan 0,77% (neto) pada Mei 2023. Likuiditas perbankan pada Juni 2023 terjaga,
dipengaruhi oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,79% (yoy). Hasil stress test Bank
Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat. Bank Indonesia terus memperkuat
sinergi dengan KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi domestik dan global yang dapat
mengganggu ketahanan sistem keuangan serta momentum pemulihan ekonomi.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
26
Page 46
3.1.6. Keuangan Non Bank
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang
aman, lancar, dan andal. Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada triwulan II 2023 meningkat 14,82%
(yoy) sehingga mencapai Rp111,35 triliun, sementara nilai transaksi digital banking tercatat Rp13.827
triliun atau tumbuh sebesar 11,6% (yoy). Nominal transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan
sebesar 104,64% (yoy) sehingga mencapai Rp49,65 triliun, dengan jumlah pengguna 37,0 juta dan
jumlah merchant 26,7 juta yang sebagian besar UMKM. Bank Indonesia terus mendorong akselerasi
digitalisasi sistem pembayaran untuk inklusi ekonomi keuangan dan kerja sama antarnegara. Dalam
pada itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mencapai
Rp2.115,57 triliun atau tumbuh sebesar 3,0% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang
Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada triwulan II 2023 meningkat 8,74% (yoy) sehingga menjadi Rp992,2
triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di
seluruh wilayah NKRI, antara lain dengan melanjutkan kerja sama kelembagaan dalam pengedaran uang
Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil) melalui kegiatan kas keliling, kas titipan, dan
Ekspedisi Rupiah Berdaulat.
Gambar 3.4 Indeks Bursa Global Triwulan II 2023
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan II 2023
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
27
Page 47
3.2. Perkembangan Industri Minyak Sawit di Indonesia
Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia,
hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar yaitu
sekitar 13,28 persen pada tahun 2021 atau merupakan urutan kedua setelah sektor Industri Pengolahan
sebesar 19,25 persen.
Salah satu subsektor yang cukup besar potensinya adalah subsector perkebunan. Kontribusi subsektor
perkebunan tahun 2021 yaitu sebesar 3,94 persen terhadap total PDB dan 29,67 persen terhadap sektor
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan atau merupakan urutan pertama pada sektor tersebut.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting
dalam kegiatan perekonomian di Indonesia karena kemampuannya menghasilkan minyak nabati yang
banyak dibutuhkan oleh sektor industri. Sifatnya yang tahan oksidasi dengan tekanan tinggi dan
kemampuannya melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, serta daya melapis
yang tinggi membuat minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk beragam peruntukan, diantaranya
yaitu untuk minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel).
Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia mempunyai potensi yang besar
untuk memasarkan minyak sawit dan inti sawit baik di dalam maupun luar negeri. Pasar potensial yang
akan menyerap pemasaran minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) adalah industry
fraksinasi/ranifasi (terutama industri minyak goreng), lemak khusus (cocoa butter substitute),
margarine/shortening, oleochemical, dan sabun mandi.
3.2.1. Perkembangan Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit
Luas perkebunan kelapa sawit berdasarkan land used dan produksi CPO pada tahun 2018 meningkat
signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan
cakupan administratur perusahaan kelapa sawit, sehingga luas areal perkebunan kelapa sawit menjadi
14,33 juta hektar. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai dengan 2021, luas areal perkebunan kelapa sawit
berdasarkan land used terus mengalami peningkatan yang hampir stagnan. Diperkirakan pada tahun 2021
luas areal perkebunan kelapa sawit sebesar 14,62 juta hektar. Luas perkebunan kelapa sawit pun
mencapai angka tertingginya pada tahun lalu yaitu pada tahun 2022 mencapai 14,99 juta hektar atau
meningkat 2,49% dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
28
Page 48
Gambar 3.5. Luas Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Tahun 2012-2022
Sumber: Dataindonesia.id 2023
Areal perkebunan kelapa sawit tersebar di 26 provinsi yaitu seluruh provinsi di Pulau Sumatera dan
Kalimantan, Provinsi Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara,
Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Perkebunan kelapa sawit
terbesar berada di Provinsi Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan
Kalimantan Timur. Kemudian perkebunan sawit dengan luas terkecil berada di Provinsi Maluku Utara,
Kep. Riau, Maluku, Jawa Barat, dan Gorontalo.
Pada tahun 2022, Provinsi Riau masih menjadi provinsi penghasil kelapa sawit terbesar dengan luas
sebesar 2,86 juta hektar atau 19,55 persen dari total luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Dari luas areal tersebut, Provinsi Riau menghasilkan 8,96 juta ton CPO. Kemudian, luas perkebunan
kelapa sawit Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah masing-masing adalah sebesar
2,01 juta ha dan 1,83 juta ha. Di sisi lain, Maluku Utara mempunyai luas perkebunan kelapa sawit paling
kecil, yakni 5.600 ha.
Tabel 3.1. Luas Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Berdasarkan Provinsi Tahun 2022
No. Nama Provinsi Nilai / Hektare
1 Riau 2.858.700
2 Kalimantan Barat 2.014.500
3 Kalimantan Tengah 1.835.100
4 Sumatra Utara 1.507.500
5 Kalimantan Timur 1.395.700
6 Sumatra Selatan 1.171.500
7 Jambi 1.127.100
8 Aceh 475.000
9 Kalimantan Selatan 441.600
10 Sumatra Barat 440.400
11 Bengkulu 371.900
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
29
Page 49
No. Nama Provinsi Nilai / Hektare
12 Kalimantan Utara 230.800
13 Kep. Bangka Belitung 227.700
14 Lampung 197.500
15 Papua 158.900
16 Sulawesi Barat 147.500
17 Sulawesi Tengah 119.300
18 Sulawesi Tenggara 70.000
19 Papua Barat 69.300
20 Sulawesi Selatan 48.700
21 Banten 19.000
22 Gorontalo 18.700
23 Jawa Barat 15.900
24 Maluku 10.200
25 Kep. Riau 7.600
26 Maluku Utara 5.600
Sumber: Katadata.co.id 2023
Luas areal perkebunan kelapa sawit menurut status pengusahaan pada tahun 2022 tidak menunjukkan
perubahan berarti. Seperti tahun sebelumnya, penguasaan luas areal perkebunan kelapa sawit masih
didominasi oleh perkebunan besar negara dan swasta dengan luasan mencapai 8,83 juta hektar.
Sedangkan, perkebunan sawit seluas 6,16 juta hektar dikelola oleh rakyat.
3.2.2. Perkembangan Ekspor Minyak Sawit
Produksi minyak sawit Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di
dalam negeri. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika,
Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Asia.
Nilai ekspor CPO Indonesia mencapai US$29,62 miliar pada tahun 2022. Angka ini naik 3,56%
dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sedekade terakhir.
Nilai ekspor CPO Indonesia juga tercatat konsisten meningkat sejak 2020, meskipun volume ekspornya
terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 volume ekspor CPO Indonesia turun 28,5% (yoy)
menjadi 26,22 juta ton. Padahal pada 2019, volume ekspornya sempat mencapai angka 29,54 juta ton.
Hal ini menunjukkan, peningkatan nilai ekspor minyak sawit Indonesia bukan ditopang oleh naiknya
produksi, melainkan karena lonjakan harga CPO di pasar global.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
30
Page 50
Gambar 3.6. Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Tahun 2012-2022
Sumber: Katadata.co.id 2023
Negara Indonesia mengekspor minyak sawit seberat 25,01 juta ton sepanjang 2022. Angka tersebut
turun 2,4% dibanding 2021, yang total volume ekspornya mencapai 25,62 juta ton. Negara yang paling
banyak membeli minyak sawit Indonesia pada 2022 adalah India, dengan volume 4,99 juta ton.
Berikutnya ada Tiongkok dengan volume 3,5 juta ton, Pakistan dengan volume 2,8 juta ton, Amerika
Serikat dengan volume 1,5 juta ton, Bangladesh dan Malaysia dengan volume 1,3 juta ton, Vietnam
dengan volume 697.748 ton, Mesir dengan volume 657.449 ton, Spanyol dengan volume 622.005 ton,
dan Rusia dengan volume 607.694 ton.
Volume ekspor minyak sawit Indonesia pada 2022 turun akibat adanya kebijakan restriksi ekspor.
Walaupun volume ekspornya turun tipis, nilai ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang 2022 mencapai
USD 27,76 miliar, naik 3,7% dibanding 2021 yang nilainya USD 26,75 miliar. Kenaikan nilai ekspor
tersebut ditopang harga minyak sawit di pasar global yang sempat menguat pada awal 2022, dipicu
kekhawatiran akan kurangnya pasokan dari negara produsen utama. Adapun menurut data United States
Department of Agriculture (USDA), pada musim tanam 2022/2023 negara penghasil minyak sawit terbesar
global adalah Indonesia dan Malaysia.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
31
Page 51
Gambar 3.7. Perbandingan Volume Ekspor CPO menurut Negara Tujuan Tahun 2022
Sumber: Katadata.co.id 2023
3.2.3. Perkembangan Impor Minyak Sawit
Volume impor minyak sawit selama periode tahun 2018 sampai 2022 cenderung mengalami penurunan
kecuali pada tahun 2019 yang mengalami peningkatan secara drastis sebesar 104 ribu ton. Total volume
impor minyak kelapa sawit pada tahun 2018 tercatat sebesar 49 ribu ton. Pada tahun 2020 dan 2021,
volume impor mencapai sebesar 44 ribu ton dan 59 ribu ton. Untuk periode tahun 2022, volume impor
menurun menjadi 52 ribu ton.
Gambar 3.8. Perkembangan Volume dan Nilai Impor Minyak Sawit, 2018-2022
Sumber: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) 2022
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
32
Page 52
3.2.4. Perkembangan Harga CPO
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada tahun ini diperkirakan masih berfluktuasi.
Pada akhir tahun 2018 harga minyak sawit berada di level terendah yaitu USD 535 per metrik ton. Pada
akhir tahun 2019 harga minyak sawit meningkat menjadi USD 834 per metrik ton. Harga minyak sawit
mengalami peningkatan dalam beberapa tahun yaitu pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 yaitu
sebesar USD 1.020 per metrik ton dan USD 1.270 per metrik ton. Sedangkan di akhir tahun 2022
sampai dengan pertengahan 2023 harga minyak sawit mengalami penurunan. Pada akhir tahun 2022
harga minyak sawit berada di level USD 940 per metrik ton. Walaupun demikian, di pertengahan tahun
2022 harga minyak sawit sempat mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu sebesar USD 1.780 per
metrik ton.
Gambar 3.9. Harga CPO Tahun 2018-2022
Sumber: indexmundi 2023
3.2.5. Produksi & Konsumsi Minyak Sawit di Indonesia
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat total produksi minyak sawit mentah
(crude palm oil/CPO) Indonesia sebesar 46,73 juta ton pada 2022. Jumlah tersebut menurun 0,34%
dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 46,89 juta ton. Produksi CPO mengalami
penurunan sejak 2020 hingga 2022. Adapun, penurunan produksi komoditas tersebut paling dalam
terjadi pada tahun lalu.
Penurunan produksi CPO disebabkan adanya beberapa faktor, antara lain cuaca ekstrem basah,
lonjakan kasus Covid-19, perang Ukraina-Rusia, harga minyak nabati, minyak bumi dan pupuk tinggi,
kebijakan pelarangan ekspor produk minyak sawit, serta rendahnya pencapaian program Peremajaan
Sawit Rakyat (PSR).
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
33
Page 53
Gambar 3.10. Produksi Minyak Sawit di Indonesia Tahun 2014-2022
Sumber: Dataindonesia.id 2023
Sepanjang tahun 2022 konsumsi minyak sawit dalam negeri mencapai 20,9 juta ton. Volume konsumsi
tersebut naik sekitar 13% dibanding 2021 sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak 2018.
Dilihat dari jenisnya, konsumsi CPO di dalam negeri paling banyak untuk industri pangan. Volume
konsumsinya untuk sektor tersebut sebanyak 9,94 juta ton atau meningkat sekitar 11% dari tahun
sebelumnya.
Peningkatan konsumsi paling signifikan adalah untuk biodiesel, yakni bahan bakar cair dari unsur
organik yang memiliki emisi karbon hasil pembakaran lebih rendah ketimbang bahan bakar minyak
(BBM) fosil. Pada tahun 2021 volume minyak sawit yang dipakai untuk produksi biodiesel masih 7,34
juta ton. Kemudian pada tahun 2022 jumlahnya naik 20,4% (yoy) menjadi 8,8 juta ton. Konsumsi
minyak sawit untuk biodiesel juga konsisten meningkat tiap tahun selama 2018-2022. Sedangkan,
konsumsi CPO untuk industri oleokimia sebesar 2,19 juta ton atau naik sebesar 2,8%.
Gambar 3.11. Konsumsi Dalam Negeri Minyak Sawit Indonesia Tahun 2018-2022
Sumber : Katadata.co.id 2023
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
34
Page 54
3.3. Daftar Konsumen
Berikut beberapa konsumen Perseroan antara lain sebagai berikut:
1. PT Borneo Langgeng Sejahtera;
2. PT Dua Kuda Indonesia;
3. PT Sino Zone Industry Indonesia;
4. Koperasi Media Sejahtera Bersama;
5. PT Multi Usaha Abadi;
6. PT Prima Sukses Sejahtera Abadi;
7. PT Cipta Padang Berlian;
8. PT Ecogreen Oleochemicals;
9. PT Sinar Jaya Agri,
10. CV Rizky Barokah;
11. Grand Oils & Foods (Singapore) Pte., Ltd;
12. Eco Comodity (Singapore) Pte., Ltd;
13. PT Cisadane Raya Chemicals;
14. PT Borneo Mitra Bersama Sejati.
3.4. Daftar Pesaing
Beberapa pesaing dari Perseroan adalah sebagai berikut:
1. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk;
2. PT Astra Agro Lestari Tbk;
3. PT Salim Ivomas Pratama Tbk, berada di Desa Talang Taling;
4. PT Dharma Satya Nusantara Tbk;
5. PT Mahkota Group Tbk;
6. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk;
7. PT Sampoerna Agro Tbk;
8. PT Bakrie Sumatera Plantations;
9. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.
3.5. Strategi Pemasaran
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian manejemen Perseroan untuk meningkatkan kinerjanya
sebagai berikut:
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
35
Page 55
Mencari buyer baru potensial selain buyer konvesional yang sudah ada. Hal ini akan dilakukan
seperti melakukan kunjungan langsung yang diharapkan nanti Perseroan akan mampu
berkembang lebih maju lagi.
Membina dan meningkatkan hubungan yang sudah terjalin dengan buyer konvensional, dalam
melakukan kunjungan maupun pertemuan dengan pihak marketing maupun pihak pabrik.
Meningkatkan mutu produksi Crude Palm Oil (CPO) yang diolah Perseroan, rendemen maupun
tingkat Deterioration of Bleachability Index (DoBI).
Perseroan akan melakukan penjajakan penjualan sistem kontrak jangka panjang dengan
konsumen, sehingga kontiniutas penjualan lebih terjamin.
Perseroan akan melakukan penjajakan penjualan melalui pihak trader
3.6. Kesimpulan Aspek Pasar
Mengacu pada perkembangan pasar industri kelapa sawit dan pproduk turunannya serta perkembangan
ekspor serta perkembangan produksi CPO, maka dapat disimpulkan bahwa bidang usaha kelapa sawit
yang dijalankan Perseroan mempunyai prospek yang cukup baik ke depannya.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
36
Page 56
4. ANALISIS RESIKO DAN SWOT
4.1. Analisis Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha di bidang pengolahan
kelapa sawit, penyelenggaraan terkait sarana dan prasarana penunjang kesehatan dan usaha lain dalam
bidang kesehatan, terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor, juga mempunyai
risiko yang dapat mempengaruhi tingkat pengolahan kelapa sawit Perseroan, seperti :
1). Resiko Persaingan
Perkembangan sektor pengolahan kelapa semakin ketat, seiring juga dengan semakin majunya teknologi
dalam industri pengolahan kelapa sawit. Sehingga hal ini bisa menjadi resiko persaingan dimana jika ada
perusahaan lain yang memiliki terknologi dan peralatan yang lebih baik, yang tentu saja berepangaruh
kepada eksistensi perseroan.
Dengan adanya potensi persaingan di masa mendatang, bilamana Perseroan tidak dapat mengantisipasi
dengan peningkatan pada sektor terutama teknologi, maka dapat berdampak pada penurunan
pendapatan Perseroan.
2). Resiko Krisis Ekonomi, Politik dan Sosial
Keadaan ekonomi makro sangat berpengaruh terhadap kegiatan usaha Perseroan. Bila keadaan politik
dan sosial memburuk, secara tidak langsung akan mendorong naiknya tingkat inflasi dan menurunkan
daya beli masyarakat, termasuk di dalamnya menurunnya jumlah masyarakat.
3). Resiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Adanya fluktuasi nilai tukar Rupiah seperti ini tidak mempengaruhi keadaan keuangan Perseroan secara
signifikan. Hal ini disebabkan karena dalam menunjang kegiatan usahanya, Perseroan tidak
berhubungan dengan beban yang secara langsung atau tidak langsung berbasis dolar, seperti beban
peralatan, tenaga ahli dan sebagainya untuk bisnis jasa pengolahan kelapa sawit.
4). Resiko Tingkat Suku Bunga
Suku bunga erat kaitanya dengan biaya hutang dimana perseroan harus mengeluarkan biaya keuangan
dati beban bunga perbankan. Dengan demikian semakin tinggi tingkat suku bunga, semakin tinggi pula
beban keuangan yang harus dikeluarkan Perseroan
5). Resiko Ketersediaan bahan Baku
Sebagai industri yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit, Perseroan sangat tergantung dengan
suplai bahan baku kelapa sawit. Untuk itu produksi harus didukung dengan ketersediaan sumber-
sumber buah kelapa sawit yang sepenuhnya disuplai dari perkebunan kelapa sawit. Apabila suplai bahan
baku tidak terpenuhi Perseroan tidak dapat memenuhi pesanan customer yang berakibat kepada cedera
reputasi Perseroan.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
37
Page 57
4.2. Analisis SWOT
Strength (Kekuatan)
Refinery & Fractionation Plant Perseroan sudah terbukti berjalan 2.500 TPD dan telah diakui pembeli
Internasional seperti dari negara China, Malaysia, India, Guinea, Bangladesh, Myanmar, Senegal,
Spanyol.
Selain pembeli internasional, Refinery & Fractionation Plant Perseroan juga sudah diakui pembeli
lokal seperti Ecogreen Oleochemicals, PT Cisadane Raya Chemicals, dan PT Dua Kuda Indonesia.
Lokasi Refinery Plant dekat dengan lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pemasok sehingga raw material
yang diperoleh dari pemasok memiliki kualitas premium.
Weakness (Kelemahan)
Saat ini Perseroan mengirimkan produk menggunakan Tongkang dengan metode Ship to Ship (STS)
bukan Mother Vasssel langsung ke pembeli karena draft dangkal di muara Sungai Kumai.
Opportunity (Kesempatan)
Pasokan bahan baku (CPO) di Kalimantan Tengah cukup untuk memenuhi kebutuhan Refinery
Plant.
Pasar Minyak Sawit Global 5,1% CAGR 2021 – 2027 adalah 4,68%.
Meningkatnya permintaan Bio-Energi
Threat (Ancaman)
Harga komoditas CPO sensitive terhadap Harga Minyak Mentah Dunia.
Refinery & Fractionation Plant Perseroan harus bersaing untuk memenuhi pasokan raw material
melihat ketersediaan CPO diluar dari konsumsi refinery dan Ekspor tersedia 17.000 TPD terdapat
kemungkinan CPO tersebut digunakan untuk internal perusahaan maupun penjualan lokal.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
38
Page 58
5. METODE PENILAIAN
5.1. Metode Penilaian Yang Umum Digunakan
Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum dalam penilaian
penyertaan dalam perusahaan atau ekuitas sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan
Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018.
Ada tiga pendekatan umum dalam penilaian perusahaan yaitu :
1). Pendekatan Pasar (Market Approach)
Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan
Obyek Penilaian dengan obyek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga
transaksi atau penawaran (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 18).
Pendekatan Pasar dilakukan dengan membandingkan badan usaha yang dinilai dengan badan usaha
lainnya, hak kepemilikan perusahaan atau saham yang sejenis yang dijual di pasar terbuka. Perusahaan
yang dibandingkan seharusnya berasal dari industri yang sama atau sejenis dan bereaksi sama terhadap
perubahan berbagai variable ekonomi. Sumber data yang umum didapatkan termasuk pasar akuisisi di
mana seluruh perusahaan diperjual belikan, transaksi terdahulu atas kepemilikan perusahaan dan pasar
saham publik di mana hak kepemilikan dari badan usaha sejenis diperdagangkan. (Konsep dan Prinsip
Umum Penilaian (KPUP) 4.8 huruf a, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018).
Metode yang digunakan dalam Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah sebagai berikut:
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method).
Metode Pembanding Perdagangan Tercatat di Bursa menggunakan informasi dari pembanding aset
yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan
indikasi nilai.
Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline Merged and Acquired Company
Method), hampir sama dengan market multiple method, yaitu mencari data transaksi jual beli saham
perusahaan sepadan dan sebanding yang telah terjadi, dengan menggunakan faktor multiple, tetapi
data yang digunakan adalah data transaksi untuk kepentingan merger dan akuisisi yaitu berupa
pengalihan saham mayoritas atau controlling interest.
Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transactions Method), penilai dapat menggunakan Metode
Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method) dengan persyaratan bahwa transaksi yang
digunakan sebagai pembanding harus bersifat wajar (arms-length transaction).
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
39
Page 59
2). Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi
manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh Obyek Penilaian dengan
tingkat diskonto tertentu. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 19).
Pendekatan Pendapatan dilakukan dengan memperhitungkan nilai kini dari pendapatan atau
keuntungan yang diantisipasikan di masa depan, yang meliputi tingkat pertumbuhan dan waktu yang
diharapkan, resiko yang terkait dan nilai uang terhadap waktu (time value of money). Pendapatan dikonversi
menjadi indikasi nilai melalui metode kapitalisasi langsung dari tingkat pendapatan yang dianggap
mewakili, atau analisis DCF, atau metode dividen, di mana penerimaan kas diestimasikan terjadi secara
berurutan di masa depan dan dikonversikan menjadi nilai kini melalui penerapan tingkat diskonto.
(Konsep dan Prinsip Umum Penilaian (KPUP) 4.8 huruf b, Kode Etik Penilai Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018).
Dalam Pendekatan Pendapatan (Income Approach) penilai berusaha untuk mengkuantifikasi seluruh
pendapatan yang akan dihasilkan kemudian mengkapitalisasikannya dengan cara mengkonversikan
berdasarkan “discount rate” yang ditentukan atau dengan kata lain mendiskontokan pendapatan
mendatang pada perusahaan
Metode yang digunakan dalam Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) adalah sebagai berikut:
Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method), metode yang memperkirakan indikasi
nilai dari suatu subyek yang dinilai berdasarkan pendapatan mendatang.
Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method), metode yang memperkirakan
indikasi nilai dari suatu subyek yang dinilai berdasarkan pada current dan historical earning.
3). Pendekatan Aset / Neraca (Asset Approach)
Pendekatan Aset (Asset Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan
historis Obyek Penilaian yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas
menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis. (Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 1 Angka 17).
Pendekatan Berbasis Aset dilakukan dengan menyesuaikan laporan posisi keuangan perusahaan yang
melaporkan seluruh aset baik berwujud maupun takberwujud dan seluruh liabilitas pada Nilai Pasar nya,
atau nilai yang dicatatkan (carrying amount) yang dianggap wajar. Jika pendekatan berbasis aset digunakan
untuk menilai badan usaha badan operasional yang dinilai berdasarkan asumsi bisnis yang berjalan (going
concern), maka estimasi nilai yang diberikan seharusnya juga mempertimbangkan perkiraan nilai dari
pendekatan lainnya. (Konsep dan Prinsip Umum Penilaian (KPUP) 4.8 huruf c, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018).
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
40
Page 60
Metode yang digunakan dalam Pendekatan Aset (Asset Based Approach) adalah sebagai berikut:
Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method (ANAM), Adjusted Book Value
Method (ABVM), Net Asset Valuation Method (NAVM), dan Assets Accumulation Method (AAM)),
metoda ini berusaha menyesuaikan nilai buku (satu persatu, secara individu) dari aktiva (tangible,
aktiva berwujud, maupun intangible, tidak berwujud).
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP)/Excess Earning Method (EEM), dengan metoda
ini nilai ekuitas perusahaan adalah nilai dari aktiva wujud ditambah dengan nilai aktiva tak
berwujud.
5.2. Pemilihan Metodologi Penilaian
Dari beberapa pendekatan yang lazim dalam penilaian saham seperti tersebut diatas, perlu ditentukan
metode yang akan digunakan dalam penilaian saham pada Perseroan ini.
Pendekatan Pasar (Market Approach) paling sesuai apabila terdapat perusahaan yang sepadan dan
sebanding dengan perusahaan yang akan dinilai. Saat ini terdapat beberapa perusahaan yang telah
listing di Bursa Efek Indonesia yang termasuk dalam industri yang dijalani oleh Perseroan, namun
perusahaan-perusahaaan tersebut tidak memiliki karakteristik bisnis dan pasar yang mendekati
dengan Perseroan. Oleh karena itu pendekatan ini tidak dapat digunakan dalam penilaian terhadap
nilai saham Perseroan.
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang dapat
diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup meyakinkan.
Oleh karena itu pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian terhadap nilai saham Perseroan
karena kegiatan usaha Perseroan yang masih terus berjalan. Metoda yang digunakan adalah
Discounted Cash Flow.
Pendekatan Aset (Asset Based Approach) paling sesuai untuk digunakan pada perusahaan yang
berbentuk holding company atau perusahaan yang bermasalah, sehingga sulit untuk memperkirakan
jumlah pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan tersebut di masa yang akan datang.
Pendekatan ini juga sesuai untuk perusahaan yang komponen asetnya didominasi oleh aset tetap,
dan dimana aset tak berwujud yang dimiliki perusahaan diperkirakan signifikan. Oleh karena itu
pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian terhadap nilai ekuitas Perseroan. Metoda yang
digunakan adalah Excess Earning Method (EEM).
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
41
Page 61
6. PENILAIAN USAHA
6.1. Penilaian Saham Dengan Pendekatan Pendapatan
6.1.1. Pemilihan Arus Kas
Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto yaitu dividen, arus
kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan. Model yang akan diaplikasikan untuk
menilai saham Perseroan yang kami anggap sesuai adalah Arus Kas Bersih (AKB) untuk Perusahaan
(Free Cash Flow to Firm). Hal ini mengingat bahwa saat ini dan dimasa yang akan datang Perseroan
memiliki pinjaman dari pihak eksternal.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban penyediaan
pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan operasi perusahaan saat ini
maupun penyediaan cadangan untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja, serta untuk
pertumbuhan melalui penyediaan dana untuk tambahan pengeluaran barang modal.
Arus kas yang digunakan dalam penilaian ini adalah Arus Kas Bersih untuk perusahaan, yang dihitung
sebagai berikut :
Laba Bersih setelah pajak (EAT)
+ Depresiasi/Amortisasi
- Capital Expenditure
- Increase Working Of Capital
+ Interest x (1-t)
= Net Cash Flow untuk perusahaan
6.1.2. Proyeksi Keuangan
Asumsi - Asumsi
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian saham Perseroan adalah sebagai berikut :
1). Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan Perseroan didasarkan pada Bussines Plan yang diterima dari manajemen
Perseroan. Untuk kepentingan penilaian, proyeksi dibuat sampai dengan tahun 2028. Berdasarkan
Bussines Plan Perseroan serta dengan mempertimbangkan data historikal dari Perseroan, maka asumsi
pendapatan perseroan untuk 5 tahun ke depan adalah sebagai berikut:
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
42
Page 62
Tabel 6.1. Asumsi Pendapatan Perseroan
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Jumlah Hari hari 184 366 365 365 365 366
Jumlah Bulan bulan 6 12 12 12 12 12
Jumlah hari kerja pabrik dalam setahun :
Refinery I hari 172 340 340 340 340 340
Kernel hari 142 288 288 288 288 288
FAT Plant hari 340 340 340 340 340 340
Refinery II hari - - 340 340 340 340
Inflasi % 3,56% 3,56% 3,56% 3,56% 3,56% 3,56%
Kurs Rp/USD 15.026 15.026 15.026 15.026 15.026 15.026
Pendapatan :
Kapasitas produksi :
Refinery I + Fractionation Plant
Kapasitas terpasang per hari MT 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500
Kapasitas terpasang per bulan MT 75.000 75.000 75.000 75.000 75.000 75.000
Kapasitas terpasang per tahun MT 450.000 900.000 900.000 900.000 900.000 900.000
Kapasitas normal per tahun MT 450.000 900.000 900.000 900.000 900.000 900.000
CPO Received
Group CBI 294.851 584.886 584.886 584.886 584.886 584.886
Non Group 70.649 137.614 137.614 137.614 137.614 137.614
Total pasokan CPO 365.500 722.500 722.500 722.500 722.500 722.500
CPO diolah 378.733 722.500 722.500 722.500 722.500 722.500
Maximum pengolahan 77.400.000 306.000.000 306.000.000 306.000.000 306.000.000 306.000.000
Kapasitas terpakai 65.142.110 245.650.000 245.650.000 245.650.000 245.650.000 245.650.000
Utilisasi % 82% 79% 79% 79% 79% 79%
Yield Produksi
RBDPO % 96,00% 96,00% 96,00% 96,00% 96,00% 96,00%
PFAD % 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50%
LOSS % 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
Olein % 80,53% 80,53% 80,53% 80,53% 80,53% 80,53%
Stearin % 19,47% 19,47% 19,47% 19,47% 19,47% 19,47%
RBDPO 363.584 693.600 693.600 693.600 693.600 693.600
PFAD 13.256 25.288 25.288 25.288 25.288 25.288
LOSS 1.894 3.613 3.613 3.613 3.613 3.613
Olein 292.794 558.556 558.556 558.556 558.556 558.556
Stearin 70.790 135.044 135.044 135.044 135.044 135.044
RBDPO Process % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
RBDPO Process to Oelin & Stearin MT 363.584 693.600 693.600 693.600 693.600 693.600
RBDPO Jual MT - - - - - -
CPO Process Refinery II (Extension)
Kapasitas terpasang per hari MT - - 1.500 1.500 1.500 1.500
Kapasitas terpasang per bulan MT - - 45.000 45.000 45.000 45.000
Kapasitas terpasang per tahun MT - - 540.000 540.000 540.000 540.000
Kapasitas normal per tahun MT - - 540.000 540.000 540.000 540.000
Raw Material Received
- Internal / Produksi (CBU-PKO) MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
- External (PKO) MT - - 109.866 109.866 109.866 109.866
- Ekternal - Non Group (CPO) MT - - 136.000 221.000 221.000 221.000
Total pasokan MT - - 306.000 391.000 391.000 391.000
CPKO diolah MT - - 162.500 170.000 170.000 170.000
CPO diolah MT - - 136.000 221.000 221.000 221.000
Total yg diolah MT - - 298.500 391.000 391.000 391.000
Maximum pengolahan MT - - 518.400 518.400 518.400 518.400
Kapasitas terpakai MT - - 286.560 375.360 375.360 375.360
Utilisasi % N/A N/A 55% 71% 71% 71%
Kebutuhan CPKO : - 170.000 170.000 170.000 170.000
Internal CBUT (hasil dr pengolahan KCP) MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
Eksternal (Pembelian pihak luar) MT - - 109.866 109.866 109.866 109.866
Yield Produksi
RBDPO % 0,0% 0,0% 96,0% 96,0% 96,0% 96,0%
PFAD % 0,0% 0,0% 3,5% 3,5% 3,5% 3,5%
Loss Material Refinery % 0,0% 0,0% 0,5% 0,5% 0,5% 0,5%
RBDPKO % 0,0% 0,0% 95,0% 95,0% 95,0% 95,0%
PKFAD % 0,0% 0,0% 4,6% 4,6% 4,6% 4,6%
Loss Material Refinery % 0,0% 0,0% 0,4% 0,4% 0,4% 0,4%
Olein % 0,0% 0,0% 81,3% 81,3% 81,3% 81,3%
Stearin % 0,0% 0,0% 18,8% 18,8% 18,8% 18,8%
Loss Material Fractionation % 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Product :
RBDPKO Production MT - - 154.375 161.500 161.500 161.500
PKFAD Production MT - - 7.475 7.820 7.820 7.820
RBDPO Production MT - - 130.560 212.160 212.160 212.160
PFAD Production MT - - 4.760 7.735 7.735 7.735
RBDPO Process % 0,00% 0,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
RBDPO Process to Fractionation MT - - 130.560 212.160 212.160 212.160
RBDPO Jual MT - - - - - -
Fractionation Product
Olein - - 106.080 172.380 172.380 172.380
Stearin - - 24.480 39.780 39.780 39.780
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
43
Page 63
Tabel 6.1. Asumsi Pendapatan Perseroan (…..lanjutan)
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Kernel Crushing Plant
Kapasitas terpasang per hari MT 600 600 600 600 600 600
Kapasitas terpasang per bulan MT 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000
Kapasitas terpasang per tahun MT 72.000 144.000 144.000 144.000 144.000 144.000
Kapasitas normal per tahun MT 72.000 144.000 144.000 144.000 144.000 144.000
Kernel Received
Group CBI 22.526 42.457 42.457 42.457 42.457 42.457
Non Group 45.634 95.783 95.783 95.783 95.783 95.783
Total pasokan Kernel 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Kernel diolah 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Maximum pengolahan 10.224.000 41.472.000 41.472.000 41.472.000 41.472.000 41.472.000
Kapasitas terpakai 9.678.720 39.813.120 39.813.120 39.813.120 39.813.120 39.813.120
Utilisasi 61,74% 62,95% 63,12% 63,12% 63,12% 62,95%
Product :
PKO Production % 43,50% 43,50% 43,50% 43,50% 43,50% 43,50%
PKM Production % 53,00% 53,00% 53,00% 53,00% 53,00% 53,00%
Loss % 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50%
Saldo PKO (3.810) 4.014
Saldo PKE (2.648) 2.648
CPKO MT 29.650 60.134 60.134 60.134 60.134 60.134
PKE MT 36.125 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Loss MT 2.386 4.838 4.838 4.838 4.838 4.838
68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Product KCP yg Dijual :
CPKO MT 29.650 60.134 - - - -
PKE MT 36.992 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
trasnfer to refinery II
CPKO MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
PKE MT - - - - -
Rumen FAT Plant
Kapasitas terpasang per hari MT 36 36 36 36 36 36
Kapasitas terpasang per bulan MT 1.080 1.080 1.080 1.080 1.080 1.080
Kapasitas terpasang per tahun MT 6.480 12.960 12.960 12.960 12.960 12.960
Kapasitas normal per tahun MT 6.480 12.960 12.960 12.960 12.960 12.960
PFAD Received
- Internal / Produksi (CBU) - - - - - -
eksternal - - - - - -
Total pasokan CPO - - - - - -
CPO diolah - - - - - -
Maximum pengolahan 2.203.200 4.406.400 4.406.400 4.406.400 4.406.400 4.406.400
Kapasitas terpakai - - - - - -
Utilisasi 0% 0% 0% 0% 0% 0%
Persediaan
Bahan Baku
CPO
Persediaan Awal MT 23.265 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032
Rp Juta 232.051 113.715 115.989 118.309 120.675 123.089
Pembelian MT 365.500 722.500 858.500 943.500 943.500 943.500
Rp Juta 4.143.108 8.353.661 10.124.637 11.349.618 11.576.611 11.808.143
Persediaan Akhir MT 23.265 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032
Rp Juta 232.051 113.715 115.989 118.309 120.675 123.089 125.551
Pemakaian MT 378.733 722.500 858.500 943.500 943.500 943.500
Rp Juta 4.488.874 8.583.366 10.358.936 11.588.603 11.820.375 12.056.782
CPKO
Persediaan Awal MT - - - 7.500 7.500 7.500
Rp Juta - - - 111.780 114.016 116.296
Pembelian MT - - 109.866 109.866 109.866 109.866
Rp Juta - - 1.637.439 1.670.188 1.703.592 1.737.663
Transfer dr KCP MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
Rp Juta - - 896.244 914.169 932.453 951.102
Persediaan Akhir MT - - - 7.500 7.500 7.500 7.500
Rp Juta - - - 111.780 114.016 116.296 118.622
Pemakaian MT - - 162.500 170.000 170.000 170.000
Rp Juta - - 1.749.219 1.895.984 1.933.903 1.972.581
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
44
Page 64
Tabel 6.1. Asumsi Pendapatan Perseroan (…..lanjutan)
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
PK
Persediaan Awal MT 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
Rp Juta 9.224 8.841 9.018 9.198 9.382 9.570
Pembelian MT 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Rp Juta 325.687 673.759 687.234 700.979 714.998 729.298
Persediaan Akhir MT 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
Rp Juta 9.224 8.841 9.018 9.198 9.382 9.570 9.761
Pemakaian MT 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Rp Juta 343.752 691.618 705.450 719.559 733.950 748.629
Persediaan akhir bahan baku
CPO MT 23.265 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032
CPKO MT - - - 7.500 7.500 7.500 7.500
PK MT 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
Total Persediaan akhir bahan baku 25.115 11.882 11.882 19.382 19.382 19.382 19.382
2.335 2.335 2.335 2.335 2.335 2.335
CPO Rp Juta 232.051 113.715 115.989 118.309 120.675 123.089 125.551
CPKO Rp Juta - - - 111.780 114.016 116.296 118.622
PK Rp Juta 9.224 8.841 9.018 9.198 9.382 9.570 9.761
Total Persediaan akhir bahan baku Rp Juta 241.276 122.556 125.007 239.288 244.073 248.955 253.934
(0) (24.117) (23.933) (20.875) (21.293) (21.718) (22.153)
Barang Jadi
RBDPO
Produksi RBDPO MT 363.584 693.600 824.160 905.760 905.760 905.760
RBDPO to Fractination MT (363.584) (693.600) (824.160) (905.760) (905.760) (905.760)
Persediaan awal MT 742 742 742 742 742 742
Persediaan akhir MT (742) (742) (742) (742) (742) (742) (742)
BTUD MT - - - - - -
PFAD
Produksi PFAD MT 13.256 25.288 30.048 33.023 33.023 33.023
Persediaan awal MT 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990
Persediaan akhir MT (2.990) (2.990) (2.990) (2.990) (2.990) (2.990) (2.990)
BTUD MT 13.256 25.288 30.048 33.023 33.023 33.023
RBDPKO
Produksi RBDPKO MT - - 154.375 161.500 161.500 161.500
Persediaan awal MT - - - 3.178 3.325 3.325
Persediaan akhir MT - - - (3.178) (3.325) (3.325) (3.325)
BTUD MT - - 151.197 161.353 161.500 161.500
PKFAD
Produksi PKFAD MT - - 7.475 7.820 7.820 7.820
Persediaan awal MT - - - 154 161 161
Persediaan akhir MT - - - (154) (161) (161) (161)
BTUD MT - - 7.321 7.813 7.820 7.820
Olein
Produksi Olein MT 292.794 558.556 664.636 730.936 730.936 730.936
Persediaan awal MT 25.470 11.916 11.500 13.684 15.049 15.049
Persediaan akhir MT (25.470) (11.916) (11.500) (13.684) (15.049) (15.049) (15.049)
BTUD MT 306.348 558.972 662.452 729.571 730.936 730.936
Stearin
Produksi Stearin MT 70.790 135.044 159.524 174.824 174.824 174.824
Persediaan awal MT 16.407 2.881 2.780 3.284 3.599 3.599
Persediaan akhir MT (16.407) (2.881) (2.780) (3.284) (3.599) (3.599) (3.599)
BTUD MT 84.316 135.145 159.020 174.509 174.824 174.824
CPKO
Produksi CPKO MT 29.650 60.134 60.134 60.134 60.134 60.134
trasnfer to refinery II MT - - (60.134) (60.134) (60.134) (60.134)
Persediaan awal MT 3.810 3.810 3.810 3.810 3.810 3.810
Persediaan akhir MT (3.810) (3.810) (3.810) (3.810) (3.810) (3.810) (3.810)
BTUD MT 29.650 60.134 - - - -
PKE
Produksi PKE MT 36.125 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Persediaan awal MT 2.648 1.781 1.781 1.781 1.781 1.781
Persediaan akhir MT (2.648) (1.781) (1.781) (1.781) (1.781) (1.781) (1.781)
BTUD MT 36.992 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
45
Page 65
Tabel 6.1. Asumsi Pendapatan Perseroan (…..lanjutan)
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Volume sales
Refinery I + Fractionation Plant
RBDPO MT - - - - - -
PFAD MT 13.256 25.288 30.048 33.023 33.023 33.023
Olein MT 306.348 558.972 662.452 729.571 730.936 730.936
Stearin MT 84.316 135.145 159.020 174.509 174.824 174.824
CPO MT - - - - - -
Kernel Crushing Plant
CPKO MT 29.650 60.134 - - - -
PKE MT 36.992 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Refinery II
RBDPKO MT - - 151.197 161.353 161.500 161.500
PKFAD MT - - 7.321 7.813 7.820 7.820
Harga
Pembelian
CPO USD/Ton 754 769 785 801 817 833
PK USD/Ton 318 324 331 337 344 351
CPKO USD/Ton 953 972 992 1.012 1.032 1.053
Penjualan
RBDPO USD/Ton 910 929 947 966 985 1.005
PFAD USD/Ton 761 776 792 808 824 840
Olein USD/Ton 931 950 969 988 1.008 1.028
Stearin USD/Ton 858 876 893 911 929 948
CPO - Ekspor 0 - - - - - -
CPKO USD/Ton 953 972 992 1.012 1.032 1.053
PKE USD/Ton 97 99 100 102 105 107
Rumen FAT USD/Ton
RBDPKO USD/Ton 1.030 1.051 1.072 1.093
PKFAD USD/Ton 792 808 824 840
Kenaikan harga
Pembelian
CPO % 2% 2% 2% 2% 2%
PK % 2% 2% 2% 2% 2%
CPKO % 2% 2% 2% 2% 2%
Penjualan
RBDPO % 2% 2% 2% 2% 2%
PFAD % 2% 2% 2% 2% 2%
Olein % 2% 2% 2% 2% 2%
Stearin % 2% 2% 2% 2% 2%
CPO - Ekspor % 0% 0% 0% 0% 0%
CPKO % 2% 2% 2% 2% 2%
PKE % 2% 2% 2% 2% 2%
Rumen FAT % 0% 0% 0% 0% 0%
RBDPKO % 0% 0% 2% 2% 2%
PKFAD % 0% 0% 2% 2% 2%
Merujuk dari asumsi di atas, maka proyeksi penjualan Perseroan pada masa proyeksi adalah sebagai
berikut:
Tabel 6.2. Proyeksi Pendapatan Perseroan
(dalam Rp000.000)
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Penjualan :
Palm olein Rp Juta 4.285.629 7.976.083 9.641.707 10.830.967 11.068.256 11.289.622
Refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) Rp Juta - - - - - -
Palm stearin Rp Juta 1.087.606 1.778.120 2.134.097 2.388.804 2.440.978 2.489.798
Minyak inti sawit Rp Juta 424.739 878.671 - - - -
Asam lemak sawit distilat Rp Juta 151.574 294.937 357.463 400.713 408.727 416.901
Lain-lain
PKE Rp Juta 53.684 108.456 110.625 112.838 115.094 117.396
RBDPKO Rp Juta - - 2.339.990 2.547.123 2.600.427 2.652.436
PKFAD Rp Juta - - 87.096 94.806 96.790 98.726
Jumlah Penjualan : 6.003.232 11.036.267 14.670.979 16.375.250 16.730.273 17.064.878
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
46
Page 66
2). Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan merupakan beban yang terdiri dari pemeliharaan, penyusutan
aset tetap, bahan kimia, bahan bakar, gaji dan tunjangan, sewa tangki, dan lain-lain. Asumsi dan
proyeksi beban pokok pendapatan Perseroan didasarkan pada data Bussines Plan dan
mempertimbangkan historikal, seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 6.3. Asumsi Beban Pokok Pendapatan
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Beban Pokok Penjualan
Beban Overhead Pabrik :
Pemeliharaan % Sales 1,11% 1,11% 1,11% 1,11% 1,11% 1,11%
Penyusutan aset tetap % Depresiasi 98,36% 99,55% 99,55% 99,55% 99,55% 99,55%
Bahan kimia % Sales 0,59% 0,59% 0,59% 0,59% 0,59% 0,59%
Bahan bakar % Sales 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
Gaji & tunjangan % Sales 0,37% 0,37% 0,37% 0,37% 0,37% 0,37%
Sewa tangki % Sales 0,52% 0,52% 0,52% 0,52% 0,52% 0,52%
Lain-lain % Sales 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Merujuk dari asumsi beban pokok pendapatan di atas, maka proyeksi beban pokok pendapatan
Perseroan pada masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Tabel 6.4. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
(dalam Rp000.000)
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Beban Pokok Penjualan
Bahan Baku
Saldo awal bahan baku 241.276 122.556 125.007 239.288 244.073 248.955
Pembelian bahan baku 4.468.794 9.027.420 12.449.310 13.720.785 13.995.200 14.275.104
Bahan baku tersedia unt produksi 4.710.070 9.149.976 12.574.318 13.960.072 14.239.274 14.524.059
Persediaan akhir bahan baku (122.556) (125.007) (239.288) (244.073) (248.955) (253.934)
Pemakaian bahan baku unt produksi 4.587.514 9.024.969 12.335.030 13.715.999 13.990.319 14.270.125
Beban overhead pabrik 207.687 390.985 563.062 620.728 636.301 628.235
Jumlah biaya produksi 4.795.201 9.415.954 12.898.091 14.336.726 14.626.620 14.898.360
79,88% 85,32% 87,92% 87,55% 87,43% 87,30%
Barang dalam proses
Barang dalam proses awal tahun 7.569 75.207 74.243 101.978 113.352 115.644
Barang dalam proses akhir tahun (75.207) (74.243) (101.978) (113.352) (115.644) (117.471)
Beban pokok produksi 4.727.563 9.416.919 12.870.358 14.325.353 14.624.328 14.896.534
Barang jadi awal tahun 600.512 179.853 180.105 246.829 274.733 280.467
Barang jadi akhir tahun (179.853) (180.105) (246.829) (274.733) (280.467) (284.906)
Total Beban Pokok Pendapatan 5.148.222 9.416.667 12.803.634 14.297.449 14.618.595 14.892.094
3). Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari biaya ekspor, jasa tenaga ahli, sewa, biaya pajak, gaji dan tunjangan,
pemeliharaan, utilitas, administrasi kantor, biaya asuransi, perijinan, bahan bakar, transportasi,
penyusutan aset tetap, pendidikan dan pelatihan, liabilitas imbalan kerja, dan lain-lain. Asumsi dan
proyeksi beban usaha Perseroan didasarkan pada data Bussines Plan dan mempertimbangkan
historikal, seperti terlihat pada tabel di halaman selanjutnya.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
47
Page 67
Tabel 6.5. Asumsi Beban Usaha
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Beban Usaha
Biaya ekspor
Olein USD/MT
RBDPKO USD/MT
Jasa tenaga ahli % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Sewa % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Biaya pajak % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Gaji dan tunjangan % Growth 8% 8% 8% 8% 8% 8%
Pemeliharaan % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Utilitas % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Administrasi kantor % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Biaya asuransi % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Perijinan % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Bahan bakar % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Transportasi % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Penyusutan aset tetap % Depresiasi 2% 0% 0% 0% 0% 0%
Pendidikan dan pelatihan % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Liabilitas imbalan kerja % Growth 0% 0% 0% 0% 0% 0%
Lain-lain % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Berdasarkan asumsi maka proyeksi beban usaha Perseroan seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 6.6. Proyeksi Beban Usaha
(dalam Rp000.000)
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
BEBAN USAHA
Biaya ekspor 308.414 562.741 823.678 901.780 903.306 903.306
Jasa tenaga ahli 10.994 22.770 23.579 24.418 25.286 26.185
Sewa 17.738 36.737 38.044 39.396 40.797 42.248
Biaya pajak 584 1.210 1.253 1.297 1.343 1.391
Gaji dan tunjangan 8.080 17.475 18.898 20.436 22.100 23.899
Pemeliharaan 2.774 5.746 5.951 6.162 6.381 6.608
Utilitas - - - - - -
Administrasi kantor 652 1.350 1.398 1.448 1.500 1.553
Biaya asuransi 497 1.029 1.066 1.104 1.143 1.184
Perijinan 279 578 598 620 642 665
Bahan bakar 85 176 182 189 195 202
Transportasi 409 847 877 908 941 974
Penyusutan aset tetap 363 222 491 513 534 451
Pendidikan dan pelatihan 61 126 131 135 140 145
Liabilitas imbalan kerja - - - - - -
Lain-lain 9.048 18.739 19.406 20.096 20.810 21.550
TOTAL BEBAN USAHA 359.978 669.748 935.552 1.018.503 1.025.118 1.030.361
4). Perputaran (Turn Over)
Perputaran piutang usaha diasumsikan 34 hari
Perputaran utang usaha diasumsikan 44 hari
Perputaran persediaan barang jadi diasumsikan 7 hari
Perputaran persediaan barang dalam proses diasumsikan 3 hari
Perputaran bahan baku diasumsikan 10 hari
Perputaran persediaan bahan kimia diasumsikan 78 hari
Perputaran persediaan bahan bakar diasumsikan 42 hari
Perputaran lainnya diasumsikan 1 hari
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
48
Page 68
5). Capital Expenditure
Perseroan membutuhkan capex sebesar Rp17.000.000.000,- di tahun 2023, tahun 2024 sebesar
Rp40.000.000.000,-, tahun 2025 sebesar Rp50.000.000.000,-, tahun 2026 sebesar Rp45.000.000.000,-,
tahun 2027 sebesar Rp47.000.000.000,-, dan tahun 2028 sebesar Rp49.000.000.000,-
6). Pajak
Besaran pajak yang digunakan pada penilaian Perseroan sebesar 22,00% untuk tahun 2023 sampai
dengan tahun 2028.
7). Hutang Berbunga
Saat ini, Perseroan memiliki hutang berbunga yakni pinjaman bank jangka pendek sebesar
Rp1.118.125.000.000,-, pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo dalam setahun
sebesar Rp90.979.000.000,- dan pinjaman bank jangka panjang dari setelah dikurangi jatuh tempo
dalam setahun bagian tidak lancar dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar
Rp130.997.000.000,- per 30 Juni 2023 dengan bunga sebesar 6,00%.
8). Hasil Proyeksi Laba (Rugi)
Berikut hasil proyeksi laba (rugi) Perseroan :
Tabel 6.7. Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2023-2028
Proyeksi
KETERANGAN 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 6.003.232 11.036.267 14.670.979 16.375.250 16.730.273 17.064.878
33,82% 83,84% 32,93% 11,62% 2,17% 2,00%
Beban Pokok Pendapatan 5.148.222 9.416.667 12.803.634 14.297.449 14.618.595 14.892.094
32,95% 82,91% 35,97% 11,67% 2,25% 1,87%
LABA/RUGI KOTOR 855.010 1.619.600 1.867.345 2.077.801 2.111.678 2.172.784
% pertumbuhan/tahun 39,29% 89,42% 15,30% 11,27% 1,63% 2,89%
Beban Usaha 359.978 669.748 935.552 1.018.503 1.025.118 1.030.361
% pertumbuhan/tahun -27,39% 86,05% 39,69% 8,87% 0,65% 0,51%
LABA (RUGI) USAHA 495.032 949.852 931.793 1.059.298 1.086.559 1.142.423
% pertumbuhan/tahun 319,16% 91,88% -1,90% 13,68% 2,57% 5,14%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan - - - - - -
Beban keuangan (42.079) (78.444) (70.789) (67.680) (67.088) (67.088)
Laba (rugi) selisih kurs - - - - - -
Penghapusan piutang lain-lain tak tertagih - - - - - -
Pemulihan (kerugian) penurunan nilai persediaan - - - - - -
Klaim kualitas Crude Palm Oil - - - - - -
Lain-lain - - - - - -
JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (42.079) (78.444) (70.789) (67.680) (67.088) (67.088)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 452.953 871.407 861.004 991.618 1.019.472 1.075.336
% pertumbuhan/tahun 302,21% 92,38% -1,19% 15,17% 2,81% 5,48%
Manfaat
Pajak (beban) pajak penghasilan
Tangguhan (99.650) (191.710) (189.421) (218.156) (224.284) (236.574)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 353.304 679.698 671.583 773.462 795.188 838.762
% pertumbuhan/tahun 296,09% 92,38% -1,19% 15,17% 2,81% 5,48%
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja - - - - - -
Pajak penghasilan terkait dgn komponen penghasilan komprehensif lain - - - - - -
Selisih kurs penjabaran lap keu - - - - - -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 353.304 679.698 671.583 773.462 795.188 838.762
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
49
Page 69
6.2. Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Angka Diskonto (discount rate) yang wajar diperlukan untuk mendiskonto proyeksi arus kas bersih untuk
ekuitas guna mengkonversikannya menjadi nilai kini. Angka Diskon untuk ekuitas ditentukan
berdasarkan teknik Capital Assets Pricing Model (CAPM), yang menyatakan bahwa angka diskon adalah
setara dengan harapan tingkat balikan pada investasi bebas risiko ditambah dengan premium tertentu,
dirumuskan sebagai berikut :
Ke = Rf + (Rm – Rf) β – RBDS
Dimana :
ke : tingkat kembalian ekuitas
rf : tingkat bunga bebas risiko
rm- rf : premi resiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan
Beta (β) : risiko sistematik
RBDS : Rating Based Default Spread
Tingkat Balikan Bebas Risiko (Risk Free Rate/ Rf), merupakan tingkat balikan yang diharapkan (pada
tanggal penilaian) dari suatu investasi yang mewakili tingkat balikan bebas risiko pasar yang diharapkan.
Dalam penilaian ini kami mengambil tingkat balikan bebas risiko berdasarkan tingkat balikan (Yield)
Surat Utang Negara yang jatuh tempo dalam 30 tahun, yang diambil pada tanggal penilaian
30 Juni 2023 yaitu sebesar 6,88% diambil dari Investing.com.
Premi Risiko Pasar (rp), adalah selisih antara tingkat balikan dari investasi bebas risiko dengan investasi
berisiko. Dengan mengacu pada total risk premium di dunia usaha di Indonesia sebesar 9,23% (Penelitian
total risk premium untuk dunia usaha untuk pasar emerging di Indonesia oleh Aswath Damodaran, Januari
2023).
Beta (β), yaitu risiko sistematis/sensitivitas tingkat pendapatan dari sebuah perusahaan terhadap
pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan. Premi risiko masih harus dikalikan dengan β
dari industri yang bersangkutan.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan nilai pasar
perusahaan, digunakan data beta pembanding beberapa perusahaan terbuka di Indonesia maupun luar
neger yang bergerak di industri Food Processing yang diambil dari Damodaran bulan Januari 2023, yaitu:
Untuk kepentingan penilaian, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan komposisi struktur
permodalan dari perusahaan terbuka. Dimana struktur hutang sebesar 24,89%, sedangkan struktur
ekuitas sebesar 75,11% yang akan digunakan sebagai DER yang mewakili Perseroan.
Unleverage beta yang diambil dari Damodaran bulan Januari 2023 yang digunakan sebagai dasar
perhitungan adalah 0,68, selanjutnya dihitung Beta Levered perusahaan yang dinilai dengan tingkat pajak
22,00% untuk tahun 2023-2027, dengan rumus:
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
50
Page 70
BL = BU x (1+(1-t) x (D/E))
BL = 0,68 x (1+(1-22,00%) x (24,89%/75,11%)) = 0,86
RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian country default spread Indonesia per tanggal
penilaian, yaitu sebesar 2,33%, berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
School, Januari 2023).
Berdasarkan pada uraian diatas, biaya Ekuitas Perseroan adalah :
Ke = Rf + (Rm x Rf) β-RBDS= 6,88% + (9,23% x 0,86) – 2,33%= 12,45%
Kesimpulan Biaya Modal
D/E yang digunakan dalam pembobotan biaya modal adalah rasio D/E berdasarkan nilai pasar
perusahaan-perusahaan yang sebanding dalam industri yang sama, porsi hutang 24,89% dan porsi
ekuitas 75,11%.
Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Karena perhitungan nilai saham Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap
keseluruhan modal (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang
maupun yang berasal dari penyertaan. Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari
titik dimana tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama dengan
tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan
keseluruhan hutang. Biaya atas hutang diasumsikan sebesar 7,25%, sesuai dengan tingkat bunga pasar
dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi di bank umum milik pemerintah per 30 Juni 2023.
Kd = Cost of Debt x (1-t) = 9,30% x (1 –22,00%) = 7,25%
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan dan risiko yang dihadapi,
kami berpendapat bahwa tingkat diskonto yang wajar adalah sebagai berikut:
WACC = (Ke x We) + (Kd(1-t) x Wd)
WACC = (12,45% x 75,11%) + (7,25% x 24,89%) = 11,15%
Menurut pendapat kami tingkat diskonto ini adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih untuk
Perseroan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan dan risiko yang
dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto yang wajar adalah 11,15%.
6.2.1. Arus Kas Bersih Periode Kekal ( “ Terminal Value ” )
Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi pendapatan Perseroan yang akan diterima pada periode kekal
(perpetuity value) dengan cap rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam penilaian ini, asumsi yang
digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern, dimana perusahaan
akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen perusahaan.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
51
Page 71
Untuk menghitung nilai terminal value tersebut digunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,56%. Dasar
penggunaan pertumbuhan ini adalah mempertimbangkan kemungkinan pertumbuhan pendapatan
ekonomi Perseroan di masa yang akan datang.
6.2.2. Diskon dan Premi
Dalam menentukan kesimpulan Nilai akhir atas Obyek Penilaian, Penilai wajib menggunakan Diskon
Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) dan Premi Pengendalian (Premium for Control) atau
Diskon Pengendalian (Discount For Lack of Control).
Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability/DLOM) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
kurangnya likuiditas dari Obyek Penilaian (Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018, SPI 330: 3.7).
DLOM berkaitan dengan dua hal yang merugikan dalam penciptaan nilai pasar, yaitu tidak adanya
kemampuan untuk diperjualbelikan secara cepat dan tepat (lack of prompt of saleability) dan tidak
adanya kemampuan untuk dikonversi menjadi uang tunai secara cepat (lack of liquidity).
Pada umumnya perusahaan-perusahaan yang belum go publik sulit diperjualbelikan. Dalam setiap
anggaran dasar perseroan terbatas yang bersifat tertutup selalu ada klausal yang menyatakan bahwa
setiap pemindahan saham harus mendapat persetujuan dari pemegang saham lainnya dan atau dalam
hal penjualan saham pemegang saham lainnya mendapat prioritas pertama untuk membeli.
Berdasarkan studi dilakukan oleh John D. Emory Sr., ASA, F.R. Dengel III, and Jhon D. Emory Jr (15
Oktober 2002), DLOM yang setara dengan waktu yang dibutuhkan tersebut adalah berkisar antara
30,00% sampai dengan 49,00%. Sedangkan berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
besarnya DLOM untuk penilaian saham mayoritas pada perusahaan tertutup berkisar antara 20%
sampai 40%. Untuk penilaian ini DLOM yang digunakan adalah sebesar 20,00%.
Premi Kendali (Control Premium) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan
penambah dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian
(Standar Penilaian Indonesia 2018, SPI 330: 3.23).
Karena nilai yang dihasilkan dengan pendekatan pasar adalah nilai minoritas, sedangkan saham yang
dinilai adalah saham mayoritas, maka harus diberikan premi kendali. Berdasarkan ketentuan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) besarnya premi kendali yang dapat digunakan untuk penilaian saham pada
perusahaan tertutup berkisar antara 30% sampai 70% dari indikasi nilai.
Diskon Tanpa Pengendalian (Discount For Lack of Control/DLOC) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
kurangnya tingkat pengendalian atas objek penilaian (Standar Penilaian Indonesia 2018, SPI 330:
3.6).
Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) besarnya DLOC yang dapat digunakan untuk
penilaian saham pada perusahaan tertutup berkisar antara 30,00% sampai 70,00% dari indikasi nilai.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
52
Page 72
6.2.3. Indikasi Nilai Ekuitas Dengan Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan hasil perhitungan penilaian saham melalui Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
dengan aplikasi Discounted Cash Flow (DCF) diperoleh indikasi nilai ekuitas Perseroan adalah sebagai
berikut:
Tabel 6.8. Indikasi Nilai Saham Dengan Pendekatan Pendapatan
Uraian Satuan Nilai
Corporate Value Rp.000.000 10.461.542
Kas Rp.000.000 123.408
Utang Bank Rp.000.000 (1.340.101)
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Rp.000.000 (5.457)
Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Rp.000.000 9.239.391
Rincian perhitungan ini dapat dilihat pada lampiran 16.
6.3. Penilaian Saham Dengan Pendekatan Aset
6.3.1 Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method)
Pendapatan Dalam metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, pendapatan suatu perusahaan yang
digunakan merupakan hasil dari produktivitas aktiva berwujud maupun tidak berwujud. Setiap
kelebihan pengembalian yang diperoleh diatas pengembalian normal atas Aset Berwujud,
diperhitungkan sebagai pengembalian dari Aset Tak berwujud secara kolektif.
Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari produktivitas aset berwujud
maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan pengembalian (excess return atau earning) yang diperoleh diatas
pengembalian normal (normal return) atas aset berwujud, diperhitungkan sebagai pengembalian dari Aset
Tak berwujud secara kolektif.
Sebelum melakukan penentuan tingkat imbal balik nilai aset berwujud bersih telah dilakukan
penyesuaian nilai aset tetap berupa bangunan, mesin, dan peralatan kantor dilakukan penyesuaian
menjadi nilai pasar. Nilai pasar yang dijadikan acuan dalam penysesuaian ini adalah nilai pasar yang
dihasilkan dari penilaian properti yang dilakukan oleh KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan
dengan Laporan Nomor : No. 00622/2.0044-00/PI/04/0540/1/IX/2023 tanggal 25 September 2023
Kesimpulan nilai pasar aset per tanggal 30 Juni 2023 adalah : Rp532.748.000.000-,.
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
53
Page 73
Tabel 6.9. Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan 30 Juni 2023
(Rp.000.000)
Nilai Buku Nilai Pasar
Uraian 30 Juni Penyesuaian 30 Juni
2023 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 123.408 123.408
Deposito berjangka 223.000 223.000
Piutang Usaha 298.670 298.670
Piutang Lain-lain 440.887 440.887
Persediaan - neto 868.889 868.889
Pajak dibayar dimuka 83.956 83.956
Uang muka 284.509 284.509
Beban dibayar dimuka 359 359
Taksiran tagihan pajak pertambahan nilai - -
Jumlah Aset Lancar 2.323.678 - 2.323.678
Aset Tidak Lancar
Deposito yg dibatasi penggunaannya - -
Aset tetap 388.042 144.706 532.748
Aset pajak tangguhan 979 979
Jumlah Aset Tidak Lancar 389.021 144.706 533.727
JUMLAH ASET 2.712.699 144.706 2.857.405
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 1.118.125 1.118.125
Utang Usaha 314.412 314.412
Utang lain-lain jangka pendek 20.296 20.296
Utang pajak 6.923 6.923
Beban masih hrs dibayar 4.699 4.699
Uang muka penjualan 184.179 184.179
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jth tempo 1 th 90.979 90.979
Jumlah Liabilitas Lancar 1.739.613 - 1.739.613
Liabilitas Tidak Lancar
Pinjaman bank jk pjg setelah dikurangi bag jth tempo 1 th 130.997 130.997
Liabilitas pajak tangguhan - -
Utang lain-lain jangka panjang - -
Liabilitas imbalan kerja 5.457 5.457
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 136.454 - 136.454
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor 312.500 312.500
Tambahan modal disetor 351.930 351.930
Saldo laba (rugi) 160.016 160.016
Penghasilan komprehensif lain 12.186 12.186
Penyesuaian 144.706 144.706
Jumlah Ekuitas 836.632 144.706 981.338
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.712.699 144.706 2.857.405
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
54
Page 74
Penentuan tingkat imbal balik balik wajar untuk Nilai Aset Berwujud Bersih (NABB) harus sesuai
dengan risiko yang melekat pada NABB tersebut dan mencerminkan tingkat imbal balik rata-rata
tertimbang antara biaya ekuitas dan biaya utang sesuai dengan kapasitas NABB dalam memperoleh
pinjaman :
Tabel 6.10. Penentuan Tingkat Imbal Balik Aset Berwujud Bersih
Uraian Disesuaikan Bobot Tertimbang
Tingkat balikan aset berwujud bersih
Piutang Usaha 298.670 70% 209.069
Persediaan - neto 868.889 70% 608.222
Aset tetap 532.748 70% 372.924
Jumlah 1.700.307 70% 1.190.215
Ke 12,45% 30% 3,73%
Kd 7,25% 70% 5,08%
Tingkat balikan aset berwujud bersih 8,81%
Tingkat kapitalisasi untuk aktiva tidak berwujud menggunakan biaya modal ekuitas sebesar 8,81%.
6.3.2 Indikasi Nilai Ekuitas Perseroan dengan Pendekatan Aset
Adapun ringkasan hasil perhitungan nilai saham Perseroan menggunakan metode Excess Earning Method
(EEM) adalah sebagai berikut:
Tabel 6.11. Hasil Penilaian Dengan Pendekatan Aset
Uraian Disesuaikan Bobot Tertimbang
Aset Berwujud Bersih (Ekuitas) (a) 981.338
Tingkat balikan aset berwujud bersih (b) 8,81%
Balikan Aset Berwujud Bersih (c) 86.473
Arus Kas Bersih untuk Kapital (Normalisasi)
Laba Bersih Tahun Berjalan 685.333
Depresiasi & Amortisasi 85.701
Interest * (1-t) 51.112
Capex (105.768)
Perubahan Modal Kerja 63.754
Arus Kas Bersih untuk Ekuitas (d) 780.132
Kelebihan pendapatan (e) 693.659
Tingkat Kapitalisasi untuk Kelebihan Pendapatan 12,45%
Nilai Aset Takberwujud 5.573.191
Indikasi Nilai Kapital 6.554.529
Utang (1.340.101)
Indikasi Nilai Ekuitas 5.214.428
Indikasi Nilai 100% Ekuitas 5.214.428
Berdasarkan perhitungan seperti yang telah dipaparkan diatas maka, indikasi nilai pasar ekuitas
Perseroan dengan pendekatan aset Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan adalah sebesar
Rp5.214.428.000.000,-
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
55
Page 75
6.4. Rekonsiliasi Nilai
Kesimpulan Nilai Pasar dalam proses penilaian ini diambil dengan cara melakukan rekonsiliasi antara 2
(dua) pendekatan yang digunakan dengan memberikan bobot atas masing-masing pendekatan.
Pemberian bobot dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Obyek penilaian merupakan perusahaan yang hingga saat ini berada dalam kondisi going concern,
dengan arus kas bersih yang positif sehingga keberlangsungan bisnis masih tetap terjaga.
2. Obyek penilaian merupakan perusahaan yang dalam aktivitas operasionalnya banyak menggunakan
aset tetap.
Berdasarkan pertimbangan di atas maka Penilai berkesimpulan pemberian bobot 60,00% pada
pendekatan pendapatan dan 40,00% pendekatan aset merupakan kondisi ideal dalam membentuk
kesimpulan nilai pasar dari obyek penilaian ini.
Berikut adalah rekonsiliasi hasil penilaian untuk mendapatkan nilai pasar saham Perseroan:
Tabel 6.12. Rekonsiliasi Nilai
Nilai Pasar
Nilai Pasar Setelah
Pendekatan Penilaian Bobot
(Rp.000) Pembobotan
(Rp.000)
Pendekatan Pendapatan (DCF Method) 9.239.391 60,00% 5.543.635
Pendekatan Aset (Excess Eranings Method) 5.214.428 40,00% 2.085.771
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Sebelum DLOM Rp.000.000 7.629.406
DLOM (20,00%) Rp.000.000 (1.525.881)
Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas Sebelum DLOC Rp.000.000 6.103.525
DLOC -
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Dalam
Rp. 6.103.524.630.000
Rupiah Penuh (dibulatkan)
Indikasi Nilai Pasar 54,40% Ekuitas Dalam Rupiah
Rp. 3.320.317.399.000
Penuh (dibulatkan)
Jumlah Saham saham 1.700.000.000
Nilai Pasar Per Saham Rp/saham 1.953
Nilai Nominal Per Saham Rp/saham 100
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
56
Page 76
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan nilai 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada Perseroan, maka kami
berpendapat:
Nilai Pasar 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah pada PT Citra Borneo Utama Tbk pada tanggal
30 Juni 2023 adalah:
Rp3.320.317.399.000,-
(Tiga Triliun Tiga Ratus Dua Puluh Miliar Tiga Ratus Tujuh Belas Juta Tiga Ratus
Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah)
Atau
Nilai Pasar Per Lembar Saham Sebesar :
Rp1.953,-
(Seribu Sembilan Ratus Lima Puluh Tiga Rupiah)
Laporan Penilaian 54,40% Ekuitas PT Citra Borneo Indah
pada PT Citra Borneo Utama Tbk
57
Page 77
LAMPIRAN
Page 78
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK 1750
KINERJA POSISI KEUANGAN 292
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 1
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 62.806 7,12% 87.349 5,56% 170.634 8,80% 151.638 7,49% 859.969 28,48% 123.408 4,55%
Deposito berjangka - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 223.000 8,22%
Piutang Usaha 157.831 17,89% 416.460 26,49% 420.042 21,67% 277.302 13,69% 587.649 19,46% 298.670 11,01%
Piutang Lain-lain 23.570 2,67% 357.952 22,77% 445.295 22,98% 357.656 17,66% 351.325 11,63% 440.887 16,25%
Persediaan - neto 237.884 26,96% 301.318 19,16% 472.327 24,37% 533.531 26,34% 569.136 18,85% 868.889 32,03%
Pajak dibayar dimuka 48.009 5,44% 6.847 0,44% 14.613 0,75% 9.931 0,49% 58.249 1,93% 83.956 3,09%
Uang muka 34.371 3,90% 42.162 2,68% 17.556 0,91% 249.790 12,33% 173.694 5,75% 284.509 10,49%
Beban dibayar dimuka 485 0,06% 271 0,02% 135 0,01% 251 0,01% 383 0,01% 359 0,01%
Taksiran tagihan pajak pertambahan nilai - 0,00% - 0,00% - 0,00% 27.881 1,38% - 0,00% - 0,00%
Jumlah Aset Lancar 564.956 64,04% 1.212.358 77,11% 1.540.602 79,49% 1.607.980 79,37% 2.600.405 86,11% 2.323.678 85,66%
% pertumbuhan/tahun 114,59% 27,07% 4,37% 61,72% -10,64%
Aset Tidak Lancar
Deposito yg dibatasi penggunaannya - 0,00% - 0,00% 2.000 0,10% 2.000 0,10% - 0,00% - 0,00%
Aset tetap 313.370 35,52% 358.892 22,83% 394.360 20,35% 414.859 20,48% 418.947 13,87% 388.042 14,30%
Aset pajak tangguhan 3.888 0,44% 1.093 0,07% 1.178 0,06% 963 0,05% 622 0,02% 979 0,04%
Jumlah Aset Tidak Lancar 317.258 35,96% 359.985 22,89% 397.539 20,51% 417.822 20,63% 419.569 13,89% 389.021 14,34%
13,47% 10,43% 5,10% 0,42% -7,28%
JUMLAH ASET 882.214 100,00% 1.572.344 100,00% 1.938.141 100,00% 2.025.802 100,00% 3.019.974 100,00% 2.712.699 100,00%
% pertumbuhan/tahun 78,23% 23,26% 4,52% 49,08% -10,17%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 369.166 41,85% 758.164 48,22% 1.029.530 53,12% 968.978 47,83% 973.982 32,25% 1.118.125 41,22%
Utang Usaha 30.685 3,48% 207.629 13,21% 560.644 28,93% 459.571 22,69% 755.770 25,03% 314.412 11,59%
Utang lain-lain jangka pendek 112.008 12,70% 243.648 15,50% 148.602 7,67% 18.590 0,92% 15.616 0,52% 20.296 0,75%
Utang pajak 259 0,03% 367 0,02% 563 0,03% 18.309 0,90% 45.401 1,50% 6.923 0,26%
Beban masih hrs dibayar - 0,00% 50.333 3,20% 14.715 0,76% 47.735 2,36% 38.782 1,28% 4.699 0,17%
Uang muka penjualan - 0,00% - 0,00% 9.103 0,47% 83 0,00% 149.626 4,95% 184.179 6,79%
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jth tempo 1 th 6.693 0,76% 23.953 1,52% 49.242 2,54% 71.355 3,52% 87.722 2,90% 90.979 3,35%
Jumlah Liabilitas Lancar 518.811 58,81% 1.284.094 81,67% 1.812.398 93,51% 1.584.621 78,22% 2.066.899 68,44% 1.739.613 64,13%
% pertumbuhan/tahun 147,51% 41,14% -12,57% 30,43% -15,83%
Liabilitas Tidak Lancar
Pinjaman bank jk pjg setelah dikurangi bag jth tempo 1 th 250.722 28,42% 347.191 22,08% 327.870 16,92% 259.415 12,81% 179.691 5,95% 130.997 4,83%
Liabilitas pajak tangguhan - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Utang lain-lain jangka panjang - 0,00% - 0,00% - 0,00% 87.030 4,30% - 0,00% - 0,00%
Liabilitas imbalan kerja 4.227 0,48% 6.922 0,44% 7.370 0,38% 6.031 0,30% 3.864 0,13% 5.457 0,20%
773.760 1.638.208 2.147.638 1.937.097 2.250.454 1.876.067
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 254.949 28,90% 354.114 22,52% 335.240 17,30% 352.476 17,40% 183.555 6,08% 136.454 5,03%
% pertumbuhan/tahun 38,90% -5,33% 5,14% -47,92% -25,66%
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor 250.000 28,34% 250.000 15,90% 250.000 12,90% 250.000 12,34% 312.500 10,35% 312.500 11,52%
Tambahan modal disetor - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 351.930 11,65% 351.930 12,97%
Saldo laba (rugi) (135.709) -15,38% (284.843) -18,12% (438.697) -22,63% (152.032) -7,50% 71.445 2,37% 160.016 5,90%
Penghasilan komprehensif lain (5.838) -0,66% (31.022) -1,97% (20.801) -1,07% (9.263) -0,46% 33.645 1,11% 12.186 0,45%
Jumlah Ekuitas 108.454 12,29% (65.864) -4,19% (209.498) -10,81% 88.705 4,38% 769.520 25,48% 836.632 30,84%
% pertumbuhan/tahun -160,73% 218,07% -142,34% 767,50% 8,72%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 882.214 100,00% 1.572.344 100,00% 1.938.141 100,00% 2.025.802 100,00% 3.019.974 100,00% 2.712.699 100,00%
Page 79
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
KINERJA LABA RUGI KOMPREHENSIF
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 2
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan
Palm olein 586.549 76,99% 2.631.318 79,79% 2.684.441 61,65% 4.564.211 52,69% 5.886.001 61,19% 3.333.567 74,31%
Refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) 17.314 2,27% - 0,00% 865.628 19,88% 2.705.746 31,24% 1.247.898 12,97% - 0,00%
Palm stearin 124.273 16,31% 588.085 17,83% 688.834 15,82% 924.217 10,67% 1.203.918 12,52% 858.507 19,14%
Minyak inti sawit - 0,00% - 0,00% - 0,00% 165.423 1,91% 524.959 5,46% 106.225 2,37%
Asam lemak sawit distilat 33.679 4,42% 67.063 2,03% 113.861 2,61% 288.147 3,33% 387.885 4,03% 159.505 3,56%
Lain-lain - 0,00% 11.403 0,35% 1.767 0,04% 14.577 0,17% 368.606 3,83% 28.287 0,63%
Total pendapatan 761.816 100,00% 3.297.870 100,00% 4.354.531 100,00% 8.662.321 100,00% 9.619.267 100,00% 4.486.091 100,00%
332,90% 32,04% 98,93% 11,05% -6,73%
Beban Pokok Penjualan 8.972.181
Bahan Baku
Saldo awal bahan baku - 0,00% 27.813 0,84% 46.333 1,06% 111.712 1,29% 234.506 2,44% 162.076 3,61%
Pembelian bahan baku 909.325 119,36% 3.235.396 98,11% 4.136.480 94,99% 6.542.544 75,53% 7.969.774 82,85% 4.064.555 90,60%
Bahan baku tersedia unt produksi 909.325 119,36% 3.263.209 98,95% 4.182.812 96,06% 6.654.256 76,82% 8.204.280 85,29% 4.226.631 94,22%
Persediaan akhir bahan baku (27.813) -3,65% (46.333) -1,40% (111.712) -2,57% (234.506) -2,71% (162.076) -1,68% (241.276) -5,38%
Pemakaian bahan baku unt produksi 881.512 115,71% 3.216.876 97,54% 4.071.101 93,49% 6.419.750 74,11% 8.042.204 83,61% 3.985.355 88,84%
Beban overhead pabrik 70.001 9,19% 149.056 4,52% 119.973 2,76% 138.402 1,60% 192.027 2,00% 105.152 2,34%
Jumlah biaya produksi 951.513 124,90% 3.365.932 102,06% 4.191.074 96,25% 6.558.152 75,71% 8.234.231 85,60% 4.090.507 91,18%
Barang dalam proses
Barang dalam proses awal tahun - 0,00% 10.671 0,32% 5.391 0,12% 121.617 1,40% 13.782 0,14% 23.983 0,53%
Barang dalam proses akhir tahun (10.671) -1,40% (5.391) -0,16% (121.617) -2,79% (13.782) -0,16% (23.983) -0,25% (7.569) -0,17%
Beban pokok produksi 940.842 123,50% 3.371.211 102,22% 4.074.848 93,58% 6.665.987 76,95% 8.224.030 85,50% 4.106.921 91,55%
Barang jadi awal tahun - 0,00% 205.984 6,25% 231.628 5,32% 227.280 2,62% 269.714 2,80% 365.836 8,15%
Barang jadi akhir tahun (205.984) -27,04% (231.628) -7,02% (227.280) -5,22% (269.714) -3,11% (365.836) -3,80% (600.512) -13,39%
Total Beban Pokok Pendapatan 734.858 96,46% 3.345.567 101,45% 4.079.196 93,68% 6.623.553 76,46% 8.127.908 84,50% 3.872.245 86,32%
355,27% 21,93% 62,37% 22,71% -4,72%
LABA/RUGI KOTOR 26.958 3,54% (47.697) -1,45% 275.334 6,32% 2.038.768 23,54% 1.491.359 15,50% 613.846 13,68%
% pertumbuhan/tahun -276,93% -677,26% 640,47% -26,85% -17,68%
BEBAN USAHA
Biaya ekspor 49.676 6,52% 45.899 1,39% 255.641 5,87% 1.607.025 18,55% 990.548 10,30% 443.289 9,88%
Jasa tenaga ahli 372 0,05% 708 0,02% 2.550 0,06% 3.364 0,04% 26.915 0,28% 10.994 0,25%
Sewa 12.611 1,66% 11.127 0,34% 11.859 0,27% 18.245 0,21% 19.101 0,20% 17.738 0,40%
Biaya pajak - 0,00% 2.970 0,09% 787 0,02% 3.435 0,04% 16.018 0,17% 584 0,01%
Gaji dan tunjangan 15.676 2,06% 9.508 0,29% 9.596 0,22% 12.258 0,14% 11.453 0,12% 8.080 0,18%
Pemeliharaan 66 0,01% 727 0,02% 1.995 0,05% 460 0,01% 3.569 0,04% 2.774 0,06%
Utilitas - 0,00% - 0,00% 30 0,00% 2.014 0,02% 2.464 0,03% - 0,00%
Administrasi kantor 1.471 0,19% 129 0,00% 444 0,01% 658 0,01% 1.733 0,02% 652 0,01%
Biaya asuransi 1.175 0,15% 726 0,02% 1.521 0,03% 1.642 0,02% 1.383 0,01% 497 0,01%
Perijinan 239 0,03% 178 0,01% 416 0,01% 1.066 0,01% 643 0,01% 279 0,01%
Bahan bakar 5.538 0,73% 123 0,00% 899 0,02% 121 0,00% 519 0,01% 85 0,00%
Page 80
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
KINERJA LABA RUGI KOMPREHENSIF
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 2
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Transportasi 64 0,01% 227 0,01% 72 0,00% 105 0,00% 412 0,00% 409 0,01%
Penyusutan aset tetap 94 0,01% 4 0,00% 18 0,00% 76 0,00% 372 0,00% 341 0,01%
Pendidikan dan pelatihan 26 0,00% 200 0,01% 73 0,00% 53 0,00% 51 0,00% 61 0,00%
Liabilitas imbalan kerja - 0,00% 2.886 0,09% 2.256 0,05% 580 0,01% (769) -0,01% 913 0,02%
Lain-lain 1.795 0,24% 727 0,02% 1.017 0,02% 1.164 0,01% 3.394 0,04% 9.048 0,20%
Total Beban Usaha 88.802 11,66% 76.139 2,31% 289.174 6,64% 1.652.266 19,07% 1.077.806 11,20% 495.744 11,05%
% pertumbuhan/tahun -14,26% 279,80% 471,37% -34,77% -8,01%
LABA (RUGI) USAHA (61.844) -8,12% (123.836) -3,76% (13.840) -0,32% 386.502 4,46% 413.553 4,30% 118.101 2,63%
% pertumbuhan/tahun 100,24% -88,82% -2892,60% 7,00% -42,88%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan 637 0,08% 1.023 0,03% 603 0,01% 889 0,01% 4.330 0,05% 27.054 0,60%
Beban keuangan (20.549) -2,70% (64.327) -1,95% (82.488) -1,89% (74.895) -0,86% (84.139) -0,87% (45.873) -1,02%
Laba (rugi) selisih kurs (4.389) -0,58% 15.556 0,47% (35.267) -0,81% (27.573) -0,32% (59.717) -0,62% 16.277 0,36%
Penghapusan piutang lain-lain tak tertagih - 0,00% - 0,00% (11.463) -0,26% (1.314) -0,02% - 0,00% - 0,00%
Pemulihan (kerugian) penurunan nilai persediaan (15.491) -2,03% 15.491 0,47% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Klaim kualitas Crude Palm Oil 14.944 1,96% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Lain-lain (27) 0,00% 9.372 0,28% (12.703) -0,29% 20.303 0,23% 11.437 0,12% (2.942) -0,07%
JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (24.875) -3,27% (22.884) -0,69% (141.319) -3,25% (82.590) -0,95% (128.089) -1,33% (5.484) -0,12%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (86.719) -11,38% (146.720) -4,45% (155.159) -3,56% 303.912 3,51% 285.464 2,97% 112.617 2,51%
% pertumbuhan/tahun 69,19% 5,75% -295,87% -6,07% -21,10%
Pajak
Manfaat
Tangguhan
(beban) pajak penghasilan 3.898 0,51% (2.700) -0,08% 354 0,01% (17.810) -0,21% (62.317) -0,65% (23.419) -0,52%
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (82.821) -10,87% (149.419) -4,53% (154.805) -3,56% 286.102 3,30% 223.147 2,32% 89.199 1,99%
% pertumbuhan/tahun 80,41% 3,60% -284,81% -22,00% -20,05%
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja 39 0,01% 381 0,01% 1.219 0,03% 722 0,01% 423 0,00% (805) -0,02%
Pajak penghasilan terkait dgn komponen penghasilan komprehensif lain (10) 0,00% (95) 0,00% (268) -0,01% (159) 0,00% (93) 0,00% 177 0,00%
Selisih kurs penjabaran lap keu (5.838) -0,77% (25.184) -0,76% 10.221 0,23% 11.538 0,13% 42.908 0,45% (21.459) -0,48%
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (88.630) -11,63% (174.318) -5,29% (143.633) -3,30% 298.203 3,44% 266.385 2,77% 67.112 1,50%
Page 81
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
KINERJA RASIO KEUANGAN
Lampiran 3
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 30 Juni
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio 108,89% 94,41% 85,00% 101,47% 125,81% 133,57%
Quick Ratio 63,04% 70,95% 58,94% 67,80% 98,28% 83,63%
Working Capital To Total Assets Ratio 5,23% -4,56% -14,02% 1,15% 17,67% 21,53%
RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X) 0,86 2,10 2,25 4,28 3,19 1,65
Account Receivable Turnover (X) 4,83 7,92 10,37 31,24 16,37 15,02
Average Collection Period (Day) 75,62 46,09 35,21 11,68 22,30 12,05
Inventory Turnover - Total (X) 3,09 11,10 8,64 12,41 14,28 4,46
Inventory Turn Over (Day) 118,16 32,87 42,26 29,40 25,56 40,61
Account Payable Turnover (X) 2 4 4 7 8 3
Average Payable Period (Day) 180,87 82,11 91,56 53,19 43,52 51,99
Working Capital Turnover (X) 16,51 (45,97) (16,02) 370,83 18,03 7,68
RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio 577,74% -1714,60% -671,44% 1465,25% 161,32% 160,18%
Total Debt to Asset Ratio 71,02% 71,82% 72,58% 64,16% 41,11% 49,40%
RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 3,54% -1,45% 6,32% 23,54% 15,50% 13,68%
Operating Profit Margin -8,12% -3,76% -0,32% 4,46% 4,30% 2,63%
Net Profit Margin -10,87% -4,53% -3,56% 3,30% 2,32% 1,99%
Rate of Return on Assets -9,39% -9,50% -7,99% 14,12% 7,39% 3,29%
Rate of Return on Equity -76,37% 226,86% 73,89% 322,53% 29,00% 10,66%
Page 82
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
ASUMSI PROYEKSI
Lampiran 4
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Jumlah Hari hari 184 366 365 365 365 366
Jumlah Bulan bulan 6 12 12 12 12 12
Jumlah hari kerja pabrik dalam setahun :
Refinery I hari 172 340 340 340 340 340
Kernel hari 142 288 288 288 288 288
FAT Plant hari 340 340 340 340 340 340
Refinery II hari - - 340 340 340 340
Inflasi % 3,56% 3,56% 3,56% 3,56% 3,56% 3,56%
Kurs Rp/USD 15.026 15.026 15.026 15.026 15.026 15.026
Pendapatan :
Kapasitas produksi :
Refinery I + Fractionation Plant
Kapasitas terpasang per hari MT 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500
Kapasitas terpasang per bulan MT 75.000 75.000 75.000 75.000 75.000 75.000
Kapasitas terpasang per tahun MT 450.000 900.000 900.000 900.000 900.000 900.000
Kapasitas normal per tahun MT 450.000 900.000 900.000 900.000 900.000 900.000
CPO Received
Group CBI 294.851 584.886 584.886 584.886 584.886 584.886
Non Group 70.649 137.614 137.614 137.614 137.614 137.614
Total pasokan CPO 365.500 722.500 722.500 722.500 722.500 722.500
CPO diolah 378.733 722.500 722.500 722.500 722.500 722.500
Maximum pengolahan 77.400.000 306.000.000 306.000.000 306.000.000 306.000.000 306.000.000
Kapasitas terpakai 65.142.110 245.650.000 245.650.000 245.650.000 245.650.000 245.650.000
Utilisasi % 82% 79% 79% 79% 79% 79%
Yield Produksi
RBDPO % 96,00% 96,00% 96,00% 96,00% 96,00% 96,00%
PFAD % 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50%
LOSS % 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
Olein % 80,53% 80,53% 80,53% 80,53% 80,53% 80,53%
Stearin % 19,47% 19,47% 19,47% 19,47% 19,47% 19,47%
RBDPO 363.584 693.600 693.600 693.600 693.600 693.600
PFAD 13.256 25.288 25.288 25.288 25.288 25.288
LOSS 1.894 3.613 3.613 3.613 3.613 3.613
Olein 292.794 558.556 558.556 558.556 558.556 558.556
Stearin 70.790 135.044 135.044 135.044 135.044 135.044
RBDPO Process % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
RBDPO Process to Oelin & Stearin MT 363.584 693.600 693.600 693.600 693.600 693.600
RBDPO Jual MT - - - - - -
CPO Process Refinery II (Extension)
Kapasitas terpasang per hari MT - - 1.500 1.500 1.500 1.500
Kapasitas terpasang per bulan MT - - 45.000 45.000 45.000 45.000
Kapasitas terpasang per tahun MT - - 540.000 540.000 540.000 540.000
Kapasitas normal per tahun MT - - 540.000 540.000 540.000 540.000
Raw Material Received
- Internal / Produksi (CBU-PKO) MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
- External (PKO) MT - - 109.866 109.866 109.866 109.866
- Ekternal - Non Group (CPO) MT - - 136.000 221.000 221.000 221.000
Total pasokan MT - - 306.000 391.000 391.000 391.000
CPKO diolah MT - - 162.500 170.000 170.000 170.000
CPO diolah MT - - 136.000 221.000 221.000 221.000
Page 83
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
ASUMSI PROYEKSI
Lampiran 4
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Total yg diolah MT - - 298.500 391.000 391.000 391.000
Maximum pengolahan MT - - 518.400 518.400 518.400 518.400
Kapasitas terpakai MT - - 286.560 375.360 375.360 375.360
Utilisasi % N/A N/A 55% 71% 71% 71%
Kebutuhan CPKO : - 170.000 170.000 170.000 170.000
Internal CBUT (hasil dr pengolahan KCP) MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
Eksternal (Pembelian pihak luar) MT - - 109.866 109.866 109.866 109.866
Yield Produksi
RBDPO % 0,0% 0,0% 96,0% 96,0% 96,0% 96,0%
PFAD % 0,0% 0,0% 3,5% 3,5% 3,5% 3,5%
Loss Material Refinery % 0,0% 0,0% 0,5% 0,5% 0,5% 0,5%
RBDPKO % 0,0% 0,0% 95,0% 95,0% 95,0% 95,0%
PKFAD % 0,0% 0,0% 4,6% 4,6% 4,6% 4,6%
Loss Material Refinery % 0,0% 0,0% 0,4% 0,4% 0,4% 0,4%
Olein % 0,0% 0,0% 81,3% 81,3% 81,3% 81,3%
Stearin % 0,0% 0,0% 18,8% 18,8% 18,8% 18,8%
Loss Material Fractionation % 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Product :
RBDPKO Production MT - - 154.375 161.500 161.500 161.500
PKFAD Production MT - - 7.475 7.820 7.820 7.820
RBDPO Production MT - - 130.560 212.160 212.160 212.160
PFAD Production MT - - 4.760 7.735 7.735 7.735
RBDPO Process % 0,00% 0,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
RBDPO Process to Fractionation MT - - 130.560 212.160 212.160 212.160
RBDPO Jual MT - - - - - -
Fractionation Product
Olein - - 106.080 172.380 172.380 172.380
Stearin - - 24.480 39.780 39.780 39.780
Kernel Crushing Plant
Kapasitas terpasang per hari MT 600 600 600 600 600 600
Kapasitas terpasang per bulan MT 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000
Kapasitas terpasang per tahun MT 72.000 144.000 144.000 144.000 144.000 144.000
Kapasitas normal per tahun MT 72.000 144.000 144.000 144.000 144.000 144.000
Kernel Received
Group CBI 22.526 42.457 42.457 42.457 42.457 42.457
Non Group 45.634 95.783 95.783 95.783 95.783 95.783
Total pasokan Kernel 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Kernel diolah 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Maximum pengolahan 10.224.000 41.472.000 41.472.000 41.472.000 41.472.000 41.472.000
Kapasitas terpakai 9.678.720 39.813.120 39.813.120 39.813.120 39.813.120 39.813.120
Utilisasi 61,74% 62,95% 63,12% 63,12% 63,12% 62,95%
Product :
PKO Production % 43,50% 43,50% 43,50% 43,50% 43,50% 43,50%
PKM Production % 53,00% 53,00% 53,00% 53,00% 53,00% 53,00%
Loss % 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50%
Saldo PKO (3.810) 4.014
Saldo PKE (2.648) 2.648
CPKO MT 29.650 60.134 60.134 60.134 60.134 60.134
PKE MT 36.125 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Loss MT 2.386 4.838 4.838 4.838 4.838 4.838
68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Page 84
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
ASUMSI PROYEKSI
Lampiran 4
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Product KCP yg Dijual :
CPKO MT 29.650 60.134 - - - -
PKE MT 36.992 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
trasnfer to refinery II
CPKO MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
PKE MT - - - - -
Rumen FAT Plant
Kapasitas terpasang per hari MT 36 36 36 36 36 36
Kapasitas terpasang per bulan MT 1.080 1.080 1.080 1.080 1.080 1.080
Kapasitas terpasang per tahun MT 6.480 12.960 12.960 12.960 12.960 12.960
Kapasitas normal per tahun MT 6.480 12.960 12.960 12.960 12.960 12.960
PFAD Received
- Internal / Produksi (CBU) - - - - - -
eksternal - - - - - -
Total pasokan CPO - - - - - -
CPO diolah - - - - - -
Maximum pengolahan 2.203.200 4.406.400 4.406.400 4.406.400 4.406.400 4.406.400
Kapasitas terpakai - - - - - -
Utilisasi 0% 0% 0% 0% 0% 0%
Persediaan
Bahan Baku
CPO
Persediaan Awal MT 23.265 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032
Rp Juta 232.051 113.715 115.989 118.309 120.675 123.089
Pembelian MT 365.500 722.500 858.500 943.500 943.500 943.500
Rp Juta 4.143.108 8.353.661 10.124.637 11.349.618 11.576.611 11.808.143
Persediaan Akhir MT 23.265 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032
Rp Juta 232.051 113.715 115.989 118.309 120.675 123.089 125.551
Pemakaian MT 378.733 722.500 858.500 943.500 943.500 943.500
Rp Juta 4.488.874 8.583.366 10.358.936 11.588.603 11.820.375 12.056.782
CPKO
Persediaan Awal MT - - - 7.500 7.500 7.500
Rp Juta - - - 111.780 114.016 116.296
Pembelian MT - - 109.866 109.866 109.866 109.866
Rp Juta - - 1.637.439 1.670.188 1.703.592 1.737.663
Transfer dr KCP MT - - 60.134 60.134 60.134 60.134
Rp Juta - - 896.244 914.169 932.453 951.102
Persediaan Akhir MT - - - 7.500 7.500 7.500 7.500
Rp Juta - - - 111.780 114.016 116.296 118.622
Pemakaian MT - - 162.500 170.000 170.000 170.000
Rp Juta - - 1.749.219 1.895.984 1.933.903 1.972.581
PK
Persediaan Awal MT 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
Rp Juta 9.224 8.841 9.018 9.198 9.382 9.570
Pembelian MT 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Rp Juta 325.687 673.759 687.234 700.979 714.998 729.298
Persediaan Akhir MT 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
Rp Juta 9.224 8.841 9.018 9.198 9.382 9.570 9.761
Pemakaian MT 68.160 138.240 138.240 138.240 138.240 138.240
Rp Juta 343.752 691.618 705.450 719.559 733.950 748.629
Persediaan akhir bahan baku
CPO MT 23.265 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032 10.032
CPKO MT - - - 7.500 7.500 7.500 7.500
PK MT 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
Total Persediaan akhir bahan baku 25.115 11.882 11.882 19.382 19.382 19.382 19.382
Page 85
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
ASUMSI PROYEKSI
Lampiran 4
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
2.335 2.335 2.335 2.335 2.335 2.335
CPO Rp Juta 232.051 113.715 115.989 118.309 120.675 123.089 125.551
CPKO Rp Juta - - - 111.780 114.016 116.296 118.622
PK Rp Juta 9.224 8.841 9.018 9.198 9.382 9.570 9.761
Total Persediaan akhir bahan baku Rp Juta 241.276 122.556 125.007 239.288 244.073 248.955 253.934
(0) (24.117) (23.933) (20.875) (21.293) (21.718) (22.153)
Barang Jadi
RBDPO
Produksi RBDPO MT 363.584 693.600 824.160 905.760 905.760 905.760
RBDPO to Fractination MT (363.584) (693.600) (824.160) (905.760) (905.760) (905.760)
Persediaan awal MT 742 742 742 742 742 742
Persediaan akhir MT (742) (742) (742) (742) (742) (742) (742)
BTUD MT - - - - - -
PFAD
Produksi PFAD MT 13.256 25.288 30.048 33.023 33.023 33.023
Persediaan awal MT 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990
Persediaan akhir MT (2.990) (2.990) (2.990) (2.990) (2.990) (2.990) (2.990)
BTUD MT 13.256 25.288 30.048 33.023 33.023 33.023
RBDPKO
Produksi RBDPKO MT - - 154.375 161.500 161.500 161.500
Persediaan awal MT - - - 3.178 3.325 3.325
Persediaan akhir MT - - - (3.178) (3.325) (3.325) (3.325)
BTUD MT - - 151.197 161.353 161.500 161.500
PKFAD
Produksi PKFAD MT - - 7.475 7.820 7.820 7.820
Persediaan awal MT - - - 154 161 161
Persediaan akhir MT - - - (154) (161) (161) (161)
BTUD MT - - 7.321 7.813 7.820 7.820
Olein
Produksi Olein MT 292.794 558.556 664.636 730.936 730.936 730.936
Persediaan awal MT 25.470 11.916 11.500 13.684 15.049 15.049
Persediaan akhir MT (25.470) (11.916) (11.500) (13.684) (15.049) (15.049) (15.049)
BTUD MT 306.348 558.972 662.452 729.571 730.936 730.936
Stearin
Produksi Stearin MT 70.790 135.044 159.524 174.824 174.824 174.824
Persediaan awal MT 16.407 2.881 2.780 3.284 3.599 3.599
Persediaan akhir MT (16.407) (2.881) (2.780) (3.284) (3.599) (3.599) (3.599)
BTUD MT 84.316 135.145 159.020 174.509 174.824 174.824
CPKO
Produksi CPKO MT 29.650 60.134 60.134 60.134 60.134 60.134
trasnfer to refinery II MT - - (60.134) (60.134) (60.134) (60.134)
Persediaan awal MT 3.810 3.810 3.810 3.810 3.810 3.810
Persediaan akhir MT (3.810) (3.810) (3.810) (3.810) (3.810) (3.810) (3.810)
BTUD MT 29.650 60.134 - - - -
PKE
Produksi PKE MT 36.125 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Persediaan awal MT 2.648 1.781 1.781 1.781 1.781 1.781
Persediaan akhir MT (2.648) (1.781) (1.781) (1.781) (1.781) (1.781) (1.781)
BTUD MT 36.992 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Volume sales
Refinery I + Fractionation Plant
RBDPO MT - - - - - -
PFAD MT 13.256 25.288 30.048 33.023 33.023 33.023
Olein MT 306.348 558.972 662.452 729.571 730.936 730.936
Page 86
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
ASUMSI PROYEKSI
Lampiran 4
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Stearin MT 84.316 135.145 159.020 174.509 174.824 174.824
CPO MT - - - - - -
Kernel Crushing Plant
CPKO MT 29.650 60.134 - - - -
PKE MT 36.992 73.267 73.267 73.267 73.267 73.267
Refinery II
RBDPKO MT - - 151.197 161.353 161.500 161.500
PKFAD MT - - 7.321 7.813 7.820 7.820
Harga
Pembelian
CPO USD/Ton 754 769 785 801 817 833
PK USD/Ton 318 324 331 337 344 351
CPKO USD/Ton 953 972 992 1.012 1.032 1.053
Penjualan
RBDPO USD/Ton 910 929 947 966 985 1.005
PFAD USD/Ton 761 776 792 808 824 840
Olein USD/Ton 931 950 969 988 1.008 1.028
Stearin USD/Ton 858 876 893 911 929 948
CPO - Ekspor 0 - - - - - -
CPKO USD/Ton 953 972 992 1.012 1.032 1.053
PKE USD/Ton 97 99 100 102 105 107
Rumen FAT USD/Ton
RBDPKO USD/Ton 1.030 1.051 1.072 1.093
PKFAD USD/Ton 792 808 824 840
Kenaikan harga
Pembelian
CPO % 2% 2% 2% 2% 2%
PK % 2% 2% 2% 2% 2%
CPKO % 2% 2% 2% 2% 2%
Penjualan
RBDPO % 2% 2% 2% 2% 2%
PFAD % 2% 2% 2% 2% 2%
Olein % 2% 2% 2% 2% 2%
Stearin % 2% 2% 2% 2% 2%
CPO - Ekspor % 0% 0% 0% 0% 0%
CPKO % 2% 2% 2% 2% 2%
PKE % 2% 2% 2% 2% 2%
Rumen FAT % 0% 0% 0% 0% 0%
RBDPKO % 0% 0% 2% 2% 2%
PKFAD % 0% 0% 2% 2% 2%
Beban Pokok Penjualan
Beban Overhead Pabrik :
Pemeliharaan % Sales 1,11% 1,11% 1,11% 1,11% 1,11% 1,11%
Penyusutan aset tetap % Depresiasi 98,36% 99,55% 99,55% 99,55% 99,55% 99,55%
Bahan kimia % Sales 0,59% 0,59% 0,59% 0,59% 0,59% 0,59%
Bahan bakar % Sales 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
Gaji & tunjangan % Sales 0,37% 0,37% 0,37% 0,37% 0,37% 0,37%
Sewa tangki % Sales 0,52% 0,52% 0,52% 0,52% 0,52% 0,52%
Lain-lain % Sales 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Beban Usaha
Biaya ekspor
Olein USD/MT
RBDPKO USD/MT
Jasa tenaga ahli % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Sewa % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Page 87
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
ASUMSI PROYEKSI
Lampiran 4
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Biaya pajak % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Gaji dan tunjangan % Growth 8% 8% 8% 8% 8% 8%
Pemeliharaan % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Utilitas % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Administrasi kantor % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Biaya asuransi % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Perijinan % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Bahan bakar % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Transportasi % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Penyusutan aset tetap % Depresiasi 2% 0% 0% 0% 0% 0%
Pendidikan dan pelatihan % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Liabilitas imbalan kerja % Growth 0% 0% 0% 0% 0% 0%
Lain-lain % Growth 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Perputaran :
Piutang Usaha hari 34 34 34 34 34 34
Persediaan :
Barang Jadi hari 7 7 7 7 7 7
Bahan Baku hari 10 10 10 10 10 10
Barang dalam proses hari 3 3 3 3 3 3
Bahan Kimia hari 78 78 78 78 78 78
Bahan bakar hari 42 42 42 42 42 42
Lain-lain hari 1 1 1 1 1 1
Utang Usaha hari 44 44 44 44 44 44
Capex :
Building Rp Juta - - 8.000 - - -
Machine Rp Juta 10.000 38.000 40.000 42.000 44.000 46.000
Office Equipment Rp Juta 4.000 2.000 2.000 3.000 3.000 3.000
Vehicles Rp Juta 3.000 - - - - -
Refinery II Rp Juta 170.606 216.000 - - - -
Total Capex 187.606 256.000 50.000 45.000 47.000 49.000
Beban Bunga :
Utang bank
PT Bank Negara Indonesia (Persro) Tbk
KI % Per Th 9,25% 9,25% 9,25% 9,25% 9,25% 9,25%
KMK % Per Th 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Pajak
Tarif Pajak % 22% 22% 22% 22% 22% 22%
Page 88
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI PENJUALAN & PIUTANG USAHA
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 5
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Penjualan :
Palm olein Rp Juta 4.285.629 7.976.083 9.641.707 10.830.967 11.068.256 11.289.622
Refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) Rp Juta - - - - - -
Palm stearin Rp Juta 1.087.606 1.778.120 2.134.097 2.388.804 2.440.978 2.489.798
Minyak inti sawit Rp Juta 424.739 878.671 - - - -
Asam lemak sawit distilat Rp Juta 151.574 294.937 357.463 400.713 408.727 416.901
Lain-lain
PKE Rp Juta 53.684 108.456 110.625 112.838 115.094 117.396
RBDPKO Rp Juta - - 2.339.990 2.547.123 2.600.427 2.652.436
PKFAD Rp Juta - - 87.096 94.806 96.790 98.726
Jumlah Penjualan : 6.003.232 11.036.267 14.670.979 16.375.250 16.730.273 17.064.878
33,82% 83,84% 32,93% 11,62% 2,17% 2,00%
Piutang Usaha 938.278 2.423.211 5.551.206 4.251.379 4.308.889 4.395.066
Saldo Awal Rp Juta 298.670 1.103.603 1.019.969 1.359.603 1.517.542 1.550.443
Saldo Akhir Rp Juta (1.103.603) (1.019.969) (1.359.603) (1.517.542) (1.550.443) (1.577.131)
Penerimaan Bersih 5.198.299 11.119.902 14.331.345 16.217.310 16.697.372 17.038.190
Page 89
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI PENJUALAN & PIUTANG USAHA
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 5
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Penjualan :
Palm olein Rp Juta 4.285.629 7.976.083 9.641.707 10.830.967 11.068.256 11.289.622
Refine, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) Rp Juta - - - - - -
Palm stearin Rp Juta 1.087.606 1.778.120 2.134.097 2.388.804 2.440.978 2.489.798
Minyak inti sawit Rp Juta 424.739 878.671 - - - -
Asam lemak sawit distilat Rp Juta 151.574 294.937 357.463 400.713 408.727 416.901
Lain-lain
PKE Rp Juta 53.684 108.456 110.625 112.838 115.094 117.396
RBDPKO Rp Juta - - 2.339.990 2.547.123 2.600.427 2.652.436
PKFAD Rp Juta - - 87.096 94.806 96.790 98.726
Jumlah Penjualan : 6.003.232 11.036.267 14.670.979 16.375.250 16.730.273 17.064.878
33,82% 83,84% 32,93% 11,62% 2,17% 2,00%
Piutang Usaha 938.278 2.423.211 5.551.206 4.251.379 4.308.889 4.395.066
Saldo Awal Rp Juta 298.670 1.103.603 1.019.969 1.359.603 1.517.542 1.550.443
Saldo Akhir Rp Juta (1.103.603) (1.019.969) (1.359.603) (1.517.542) (1.550.443) (1.577.131)
Penerimaan Bersih 5.198.299 11.119.902 14.331.345 16.217.310 16.697.372 17.038.190
Page 90
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI BEBAN POKOK PENJUALAN, PERSEDIAAN & UTANG USAHA
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 6
Proyeksi
Keterangan Satuan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Beban Pokok Penjualan
Bahan Baku
Saldo awal bahan baku 241.276 122.556 125.007 239.288 244.073 248.955
Pembelian bahan baku 4.468.794 9.027.420 12.449.310 13.720.785 13.995.200 14.275.104
Bahan baku tersedia unt produksi 4.710.070 9.149.976 12.574.318 13.960.072 14.239.274 14.524.059
Persediaan akhir bahan baku (122.556) (125.007) (239.288) (244.073) (248.955) (253.934)
Pemakaian bahan baku unt produksi 4.587.514 9.024.969 12.335.030 13.715.999 13.990.319 14.270.125
Beban overhead pabrik 207.687 390.985 563.062 620.728 636.301 628.235
Jumlah biaya produksi 4.795.201 9.415.954 12.898.091 14.336.726 14.626.620 14.898.360
79,88% 85,32% 87,92% 87,55% 87,43% 87,30%
Barang dalam proses
Barang dalam proses awal tahun 7.569 75.207 74.243 101.978 113.352 115.644
Barang dalam proses akhir tahun (75.207) (74.243) (101.978) (113.352) (115.644) (117.471)
Beban pokok produksi 4.727.563 9.416.919 12.870.358 14.325.353 14.624.328 14.896.534
Barang jadi awal tahun 600.512 179.853 180.105 246.829 274.733 280.467
Barang jadi akhir tahun (179.853) (180.105) (246.829) (274.733) (280.467) (284.906)
Total Beban Pokok Pendapatan 5.148.222 9.416.667 12.803.634 14.297.449 14.618.595 14.892.094
85,76% 85,32% 87,27% 87,31% 87,38% 87,27%
6.068.799 11.241.363 16.971.671 17.525.120 17.876.500 18.234.710
Beban overhead pabrik
Pemeliharaan 66.424 122.113 162.329 181.187 185.115 188.817
Penyusutan aset tetap 21.802 49.258 108.789 113.684 118.264 99.837
Bahan kimia 35.162 64.642 85.931 95.914 97.993 99.953
Bahan bakar 30.142 55.412 73.661 82.218 84.001 85.681
Gaji & tunjangan 21.946 40.345 53.632 59.863 61.160 62.384
Sewa tangki 31.434 57.787 76.819 85.743 87.601 89.353
Lain-lain 777 1.429 1.900 2.120 2.166 2.210
Jumlah Beban overhead pabrik 207.687 390.985 563.062 620.728 636.301 628.235
152.310 252.327 374.181 380.878 388.631 397.098
Persediaan
Barang Jadi 179.853 180.105 246.829 274.733 280.467 284.906
Bahan Baku 122.556 125.007 239.288 244.073 248.955 253.934
Barang dalam proses 75.207 74.243 101.978 113.352 115.644 117.471
Bahan Kimia 14.868 13.741 18.316 20.444 20.887 21.247
Bahan bakar 6.874 6.353 8.469 9.453 9.657 9.824
Lain-lain 21.275 19.583 26.786 29.895 30.571 31.015
Total Persediaan 420.633 419.032 641.665 691.950 706.181 718.396
Utang Usaha
Saldo Awal 314.412 1.222.818 1.125.561 1.539.579 1.539.579 1.757.110
Saldo Akhir 1.222.818 1.125.561 1.539.579 1.718.273 1.757.110 1.782.639
Page 91
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI BEBAN PENJUALAN & BEBAN UMUM & ADMINISTRASI
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 7
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
BEBAN USAHA
Biaya ekspor 308.414 562.741 823.678 901.780 903.306 903.306
Jasa tenaga ahli 10.994 22.770 23.579 24.418 25.286 26.185
Sewa 17.738 36.737 38.044 39.396 40.797 42.248
Biaya pajak 584 1.210 1.253 1.297 1.343 1.391
Gaji dan tunjangan 8.080 17.475 18.898 20.436 22.100 23.899
Pemeliharaan 2.774 5.746 5.951 6.162 6.381 6.608
Utilitas - - - - - -
Administrasi kantor 652 1.350 1.398 1.448 1.500 1.553
Biaya asuransi 497 1.029 1.066 1.104 1.143 1.184
Perijinan 279 578 598 620 642 665
Bahan bakar 85 176 182 189 195 202
Transportasi 409 847 877 908 941 974
Penyusutan aset tetap 363 222 491 513 534 451
Pendidikan dan pelatihan 61 126 131 135 140 145
Liabilitas imbalan kerja - - - - - -
Lain-lain 9.048 18.739 19.406 20.096 20.810 21.550
TOTAL BEBAN USAHA 359.978 669.748 935.552 1.018.503 1.025.118 1.030.361
6,00% 6,07% 6,38% 6,22% 6,13% 6,04%
Page 92
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI ASET TETAP
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 8
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset Tetap
Harga Perolehan Awal
Bangunan 297.208 297.208 297.208 297.208 297.208 297.208
Mesin 210.697 210.697 210.697 210.697 210.697 210.697
Peralatan Kantor 5.499 5.499 5.499 5.499 5.499 5.499
Kendaraan 3.374 3.374 3.374 3.374 3.374 3.374
Capex - 17.000 57.000 496.738 541.738 588.738
Sub Jumlah 516.778 533.778 573.778 1.013.516 1.058.516 1.105.516
Aset tetap dalam pembangunan 21.680 192.286 408.286 18.548 18.548 18.548
Jumlah 538.458 726.064 982.064 1.032.064 1.077.064 1.124.064
Penambahan
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex 17.000 40.000 50.000 45.000 47.000 49.000
Sub Jumlah 17.000 40.000 50.000 45.000 47.000 49.000
Aset tetap dalam pembangunan 170.606 216.000 - - - -
Jumlah 187.606 256.000 50.000 45.000 47.000 49.000
Pengurangan
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex
Sub Jumlah - - - - - -
Aset tetap dalam pembangunan
Jumlah - - - - - -
Penyesuaian selisih kurs penjabaran LK
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex
Sub Jumlah - - - - - -
Aset tetap dalam pembangunan
Jumlah - - - - - -
Page 93
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI ASET TETAP
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 8
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Reklasifikasi
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex 389.738
Sub Jumlah - - 389.738 - - -
Aset tetap dalam pembangunan (389.738)
Jumlah - - - - - -
Saldo Akhir
Bangunan 297.208 297.208 297.208 297.208 297.208 297.208
Mesin 210.697 210.697 210.697 210.697 210.697 210.697
Peralatan Kantor 5.499 5.499 5.499 5.499 5.499 5.499
Kendaraan 3.374 3.374 3.374 3.374 3.374 3.374
Capex 17.000 57.000 496.738 541.738 588.738 637.738
Sub Jumlah 533.778 573.778 1.013.516 1.058.516 1.105.516 1.154.516
Aset tetap dalam pembangunan 192.286 408.286 18.548 18.548 18.548 18.548
Jumlah 726.064 982.064 1.032.064 1.077.064 1.124.064 1.173.064
Akumulasi Penyusutan -
Saldo Awal
Bangunan 50.295 57.489 71.877 86.265 100.653 115.041
Mesin 96.123 108.983 134.703 160.423 186.143 210.697
Peralatan Kantor 2.890 3.396 4.408 5.420 5.499 5.499
Kendaraan 1.108 1.388 1.948 2.508 3.068 3.374
Capex - 1.325 9.125 76.725 150.175 229.725
Sub Jumlah 150.416 172.581 222.061 331.341 445.538 564.336
Aset tetap dalam pembangunan -
Jumlah 150.416 172.581 222.061 331.341 445.538 564.336
Penambahan
Bangunan 7.194 14.388 14.388 14.388 14.388 14.388
Mesin 12.860 25.720 25.720 25.720 24.554 -
Peralatan Kantor 506 1.012 1.012 79 - -
Kendaraan 280 560 560 560 306 -
Capex 1.325 7.800 67.600 73.450 79.550 85.900
Sub Jumlah 22.165 49.480 109.280 114.197 118.798 100.288
Aset tetap dalam pembangunan
Jumlah 22.165 49.480 109.280 114.197 118.798 100.288
Page 94
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI ASET TETAP
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 8
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pengurangan
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex
Sub Jumlah - - - - - -
Aset tetap dalam pembangunan
Jumlah - - - - - -
Penyesuaian selisih kurs penjabaran LK
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex
Sub Jumlah - - - - - -
Aset tetap dalam pembangunan
Jumlah - - - - - -
Reklasifikasi
Bangunan
Mesin
Peralatan Kantor
Kendaraan
Capex
Sub Jumlah - - - - - -
Aset tetap dalam pembangunan
Jumlah - - - - - -
Saldo Akhir
Bangunan 57.489 71.877 86.265 100.653 115.041 129.429
Mesin 108.983 134.703 160.423 186.143 210.697 210.697
Peralatan Kantor 3.396 4.408 5.420 5.499 5.499 5.499
Kendaraan 1.388 1.948 2.508 3.068 3.374 3.374
Capex 1.325 9.125 76.725 150.175 229.725 315.625
Sub Jumlah 172.581 222.061 331.341 445.538 564.336 664.624
Aset tetap dalam pembangunan - - - - - -
Jumlah 172.581 222.061 331.341 445.538 564.336 664.624
Page 95
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI ASET TETAP
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 8
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Nilai Buku
Bangunan 239.719 225.331 210.943 196.555 182.167 167.779
Mesin 101.714 75.994 50.274 24.554 - -
Peralatan Kantor 2.103 1.091 79 - - -
Kendaraan 1.986 1.426 866 306 - -
Capex 15.675 47.875 420.013 391.563 359.013 322.113
Sub Jumlah 361.197 351.717 682.175 612.978 541.180 489.892
Aset tetap dalam pembangunan 192.286 408.286 18.548 18.548 18.548 18.548
Jumlah 553.483 760.003 700.723 631.526 559.728 508.440
Page 96
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI UTANG BANK & UTANG PEMEGANG SAHAM
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 9
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Utang Bank
Pinjaman bank jangka pendek
PT Bank Negara Indonesia (Persro) Tbk 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125
PT Bank Perkreditan Rakyat Lingga Sejahtera - - - - - -
Jumlah 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125
Pinjaman bank jangka panjang
PT Bank Negara Indonesia (Persro) Tbk 221.976 176.772 80.826 18.392 - -
PT Bank Perkreditan Rakyat Lingga Sejahtera
Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia
Biaya transaksi yg belum diamortisasi
Jumlah 221.976 176.772 80.826 18.392 - -
Bagian yg jatuh tempo 1 th 45.204 96.157 62.646 18.392 - -
Bagian jangka panjang 176.772 80.615 18.180 - - -
Beban Bunga
PT Bank Negara Indonesia (Persro) Tbk
KMK 33.544 67.088 67.088 67.088 67.088 67.088
KI 8.535 11.357 3.702 593 - -
PT Bank Perkreditan Rakyat Lingga Sejahtera
Total Beban Bunga 42.079 78.444 70.789 67.680 67.088 67.088
Page 97
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI POSISI KEUANGAN
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 10
Realisasi Proyeksi
KETERANGAN 1-Jan-23 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 123.408 862.999 1.278.951 1.807.882 2.558.577 3.398.876 4.275.551
Deposito berjangka 223.000 223.000 223.000 223.000 223.000 223.000 223.000
Piutang Usaha 298.670 1.103.603 1.019.969 1.359.603 1.517.542 1.550.443 1.577.131
Piutang Lain-lain 440.887 440.887 440.887 440.887 440.887 440.887 440.887
Persediaan - neto 868.889 420.633 419.032 641.665 691.950 706.181 718.396
Pajak dibayar dimuka 83.956 83.956 83.956 83.956 83.956 83.956 83.956
Uang muka 284.509 284.509 284.509 242.247 242.247 242.247 242.247
Beban dibayar dimuka 359 359 359 359 359 359 359
Taksiran tagihan pajak pertambahan nilai - - - - - - -
Jumlah Aset Lancar 2.323.678 3.419.946 3.750.663 4.799.598 5.758.517 6.645.949 7.561.527
% pertumbuhan/tahun 47,18% 9,67% 27,97% 19,98% 15,41% 13,78%
Aset Tidak Lancar
Deposito yg dibatasi penggunaannya - - - - - - -
Aset tetap 388.042 553.483 760.003 700.723 631.526 559.728 508.440
Aset pajak tangguhan 979 979 979 979 979 979 979
Jumlah Aset Tidak Lancar 389.021 554.462 760.982 701.702 632.505 560.707 509.419
42,53% 37,25% -7,79% -9,86% -11,35% -9,15%
JUMLAH ASET 2.712.699 3.974.408 4.511.645 5.501.300 6.391.022 7.206.656 8.070.946
% pertumbuhan/tahun 46,51% 13,52% 21,94% 16,17% 12,76% 11,99%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125 1.118.125
Utang Usaha 314.412 1.222.818 1.125.561 1.539.579 1.718.273 1.757.110 1.782.639
Utang lain-lain jangka pendek 20.296 20.296 20.296 20.296 20.296 20.296 20.296
Utang pajak 6.923 6.923 6.923 6.923 6.923 6.923 6.923
Beban masih hrs dibayar 4.699 4.699 4.699 4.699 4.699 4.699 4.699
Uang muka penjualan 184.179 184.179 184.179 184.179 184.179 184.179 184.179
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jth tempo 1 th 90.979 45.204 96.157 62.646 18.392 - -
Jumlah Liabilitas Lancar 1.739.613 2.602.244 2.555.940 2.936.447 3.070.887 3.091.332 3.116.861
% pertumbuhan/tahun 49,59% -1,78% 14,89% 4,58% 0,67% 0,83%
Liabilitas Tidak Lancar
Pinjaman bank jk pjg setelah dikurangi bag jth tempo 1 th 130.997 176.772 80.615 18.180 - - -
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - - -
Utang lain-lain jangka panjang - - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja 5.457 5.457 5.457 5.457 5.457 5.457 5.457
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 136.454 182.229 86.072 23.637 5.457 5.457 5.457
% pertumbuhan/tahun 33,55% -52,77% -72,54% -76,91% 0,00% 0,00%
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor 312.500 312.500 312.500 312.500 312.500 312.500 312.500
Tambahan modal disetor 351.930 351.930 351.930 351.930 351.930 351.930 351.930
Saldo laba (rugi) 160.016 513.320 1.193.017 1.864.600 2.638.062 3.433.250 4.272.012
Penghasilan komprehensif lain 12.186 12.186 12.186 12.186 12.186 12.186 12.186
Jumlah Ekuitas 836.632 1.189.936 1.869.633 2.541.216 3.314.678 4.109.866 4.948.628
% pertumbuhan/tahun 42,23% 57,12% 35,92% 30,44% 23,99% 20,41%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.712.699 3.974.409 4.511.645 5.501.300 6.391.023 7.206.656 8.070.947
Page 98
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 11
Realisasi Proyeksi
KETERANGAN 1-Jan-23 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 4.486.091 6.003.232 11.036.267 14.670.979 16.375.250 16.730.273 17.064.878
33,82% 83,84% 32,93% 11,62% 2,17% 2,00%
Beban Pokok Pendapatan 3.872.246 5.148.222 9.416.667 12.803.634 14.297.449 14.618.595 14.892.094
32,95% 82,91% 35,97% 11,67% 2,25% 1,87%
LABA/RUGI KOTOR 613.845 855.010 1.619.600 1.867.345 2.077.801 2.111.678 2.172.784
% pertumbuhan/tahun 39,29% 89,42% 15,30% 11,27% 1,63% 2,89%
Beban Usaha 495.744 359.978 669.748 935.552 1.018.503 1.025.118 1.030.361
% pertumbuhan/tahun -27,39% 86,05% 39,69% 8,87% 0,65% 0,51%
LABA (RUGI) USAHA 118.100 495.032 949.852 931.793 1.059.298 1.086.559 1.142.423
% pertumbuhan/tahun 319,16% 91,88% -1,90% 13,68% 2,57% 5,14%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan 27.054 - - - - - -
Beban keuangan (45.873) (42.079) (78.444) (70.789) (67.680) (67.088) (67.088)
Laba (rugi) selisih kurs 16.277 - - - - - -
Penghapusan piutang lain-lain tak tertagih - - - - - - -
Pemulihan (kerugian) penurunan nilai persediaan - - - - - - -
Klaim kualitas Crude Palm Oil - - - - - - -
Lain-lain (2.942) - - - - - -
JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (5.484) (42.079) (78.444) (70.789) (67.680) (67.088) (67.088)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 112.616 452.953 871.407 861.004 991.618 1.019.472 1.075.336
% pertumbuhan/tahun 302,21% 92,38% -1,19% 15,17% 2,81% 5,48%
Pajak
Manfaat
Tangguhan
(beban) pajak penghasilan (23.419) (99.650) (191.710) (189.421) (218.156) (224.284) (236.574)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 89.198 353.304 679.698 671.583 773.462 795.188 838.762
% pertumbuhan/tahun 296,09% 92,38% -1,19% 15,17% 2,81% 5,48%
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja (805) - - - - - -
Pajak penghasilan terkait dgn komponen penghasilan komprehensif lain 177 - - - - - -
Selisih kurs penjabaran lap keu (21.459) - - - - - -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 67.111 353.304 679.698 671.583 773.462 795.188 838.762
Page 99
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI ARUS KAS
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 12
Realisasi Proyeksi
KETERANGAN 1-Jan-23 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
EAT 353.304 679.698 671.583 773.462 795.188 838.762
Depresiasi & Amortisasi 22.165 49.480 109.280 114.197 118.798 100.288
Perubahan Aset & Liabilitas
Piutang Usaha (804.933) 83.635 (339.634) (157.940) (32.901) (26.688)
Piutang Lain-lain - - - - - -
Persediaan - neto 448.256 1.601 (222.633) (50.285) (14.231) (12.215)
Pajak dibayar dimuka - - - - - -
Uang muka - - 42.263 - - -
Beban dibayar dimuka - - - - - -
Taksiran tagihan pajak pertambahan nilai - - - - - -
Deposito yg dibatasi penggunaannya - - - - - -
Aset pajak tangguhan - - - - - -
Utang Usaha 908.406 (97.257) 414.018 178.695 38.837 25.529
Utang lain-lain jangka pendek - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Beban masih hrs dibayar - - - - - -
Uang muka penjualan - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Utang lain-lain jangka panjang - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja - - - - - -
ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS OPERASI 927.197 717.157 674.876 858.129 905.691 925.675
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap (187.606) (256.000) (50.000) (45.000) (47.000) (49.000)
ARUS KAS BERSIH UNTUK AKTIVITAS INVESTASI (187.606) (256.000) (50.000) (45.000) (47.000) (49.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman bank jangka pendek (0) - - - - -
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jth tempo 1 th (45.775) 50.953 (33.511) (44.254) (18.392) -
Pinjaman bank jk pjg setelah dikurangi bag jth tempo 1 th 45.775 (96.157) (62.435) (18.180) - -
ARUS KAS BERSIH UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN (0) (45.204) (95.946) (62.434) (18.392) -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 739.590 415.953 528.930 750.695 840.299 876.675
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 123.408 862.999 1.278.951 1.807.882 2.558.577 3.398.876
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 123.408 862.999 1.278.951 1.807.882 2.558.577 3.398.876 4.275.551
Page 100
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI RASIO KEUANGAN
Lampiran 13
Realisasi Proyeksi
KETERANGAN 1-Jan-23 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio 133,57% 131,42% 146,74% 163,45% 187,52% 214,99% 242,60%
Quick Ratio 83,63% 115,26% 130,35% 141,60% 164,99% 192,14% 219,55%
Working Capital To Total Assets Ratio 21,53% 20,57% 26,48% 33,87% 42,05% 49,32% 55,07%
RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X) 1,65 1,51 2,45 2,67 2,56 2,32 2,11
Account Receivable Turnover (X) 15,02 5,44 10,82 10,79 10,79 10,79 10,82
Average Collection Period (Day) 12,05 33,83 33,83 33,83 33,83 33,83 33,83
Inventory Turnover - Total (X) 4,46 12,24 22,47 19,95 20,66 20,70 20,73
Inventory Turn Over (Day) 40,61 15,03 16,29 18,29 17,66 17,63 17,66
Account Payable Turnover (X) 3 5 8 11 13 13 13
Average Payable Period (Day) 52,26 39,96 43,46 31,87 28,54 27,92 27,48
Working Capital Turnover (X) 7,68 7,34 9,24 7,87 6,09 4,71 3,84
RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio 160,18% 112,62% 69,26% 47,18% 34,29% 27,21% 22,59%
Total Debt to Asset Ratio 49,40% 33,72% 28,70% 21,79% 17,78% 15,52% 13,85%
RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 13,68% 14,24% 14,68% 12,73% 12,69% 12,62% 12,73%
Operating Profit Margin 2,63% 8,25% 8,61% 6,35% 6,47% 6,49% 6,69%
Net Profit Margin 1,99% 5,89% 6,16% 4,58% 4,72% 4,75% 4,92%
Rate of Return on Assets 3,29% 8,89% 15,07% 12,21% 12,10% 11,03% 10,39%
Rate of Return on Equity 10,66% 29,69% 36,35% 26,43% 23,33% 19,35% 16,95%
Page 101
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PROYEKSI WORKING CAPITAL
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 14
Realisasi Proyeksi
Keterangan 1-Jan-23 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Working Capital
CA 2.200.270 2.556.948 2.471.712 2.991.716 3.199.940 3.247.073 3.285.976
CL (530.509) (1.438.915) (1.341.658) (1.755.676) (1.934.370) (1.973.207) (1.998.736)
WC 1.669.761 1.118.033 1.130.054 1.236.040 1.265.570 1.273.865 1.287.240
CNWC 551.728 (12.021) (105.986) (29.530) (8.295) (13.374)
Page 102
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
Perhitungan Tingkat Diskonto
Lampiran 15
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028 Keterangan
Struktur Kapital (DER) 33,14% 33,14% 33,14% 33,14% 33,14% 33,14% Damodaran Update 5 Jan 2023
Utang Berbunga 24,89% 24,89% 24,89% 24,89% 24,89% 24,89%
Ekuitas 75,11% 75,11% 75,11% 75,11% 75,11% 75,11%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Risk-Free Rate 6,88% 6,88% 6,88% 6,88% 6,88% 6,88% Investing.com, 28 Juni 2023
Risk Premium 9,23% 9,23% 9,23% 9,23% 9,23% 9,23% Damodaran Update 1 Jan 2023
Additional Risk Premium (Size/Specific) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
RBDS (Rating Based Default Spread) 2,33% 2,33% 2,33% 2,33% 2,33% 2,33% Damodaran Update 1 Jan 2023
Unlevered Beta (dari Data Pasar) 0,68 0,68 0,68 0,68 0,68 0,68 Damodaran Update 5 Jan 2023
Pajak 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Relevered Beta 0,86 0,86 0,86 0,86 0,86 0,86 Food Processing
Ke 12,45% 12,45% 12,45% 12,45% 12,45% 12,45%
Tingkat Bunga 9,30% 9,30% 9,30% 9,30% 9,30% 9,30%
Kd 7,25% 7,25% 7,25% 7,25% 7,25% 7,25%
WACC 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15%
Page 103
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PENILAIAN EKUITAS DENGAN PENDEKATAN PENDAPATAN - METODA DCF
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 16
Proyeksi
Keterangan 1-Jul-23 1-Jan-24 1-Jan-25 1-Jan-26 1-Jan-27 1-Jan-28 Terminal Value
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
0,5 1,5 2,5 3,5 4,5 5,5
Fre Cash Flow To Firm
Arus Kas Masuk
Laba Bersih Tahun Berjalan 353.304 679.698 671.583 773.462 795.188 838.762
Depresiasi & Amortisasi 22.165 49.480 109.280 114.197 118.798 100.288
Interest * (1-t) 32.821 61.187 55.216 52.791 52.328 52.328
Sub Total Arus Kas Masuk 408.290 790.364 836.079 940.450 966.314 991.378
Arus Kas Keluar
Capex (187.606) (256.000) (50.000) (45.000) (47.000) (49.000)
Perubahan Modal Kerja 551.728 (12.021) (105.986) (29.530) (8.295) (13.374)
Sub Total Arus Kas Keluar 364.122 (268.021) (155.986) (74.530) (55.295) (62.374)
Arus Kas Bersih Perusahaan 772.412 522.343 680.092 865.920 911.019 929.004
Terminal Growth 3,56% 12.661.150
Arus Kas Bersih dan TV 772.412 522.343 680.092 865.920 911.019 929.004 12.661.150
Diskon Faktor (WACC) 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15% 11,15%
0,95 0,85 0,77 0,69 0,62 0,56 0,56
PV 732.634 445.727 522.103 598.056 566.066 519.317 7.077.638
Total PV Arus Kas Bersih 10.461.542
Kas (+) 123.408
Utang bank (1.340.101)
Utang pembiayaan -
Liabilitas imbalan paska kerja (5.457)
Indikasi Nilai 100% Ekuitas Juta Rp 9.239.391
Proporsi yang dinilai Juta Rp 100% 9.239.391
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum DLOC & DLOM Juta Rp 9.239.391
- DLOM Juta Rp 0% -
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum DLOC Juta Rp 9.239.391
- DLOC Juta Rp 0% -
Indikasi Nilai 100% Ekuitas Juta Rp 9.239.391
Page 104
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PENILAIAN SAHAM DENGAN PENDEKATAN ASET - METODA ABV
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 17
Nilai Buku Nilai Pasar
Uraian 30 Juni Penyesuaian 30 Juni
2023 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 123.408 123.408
Deposito berjangka 223.000 223.000
Piutang Usaha 298.670 298.670
Piutang Lain-lain 440.887 440.887
Persediaan - neto 868.889 868.889
Pajak dibayar dimuka 83.956 83.956
Uang muka 284.509 284.509
Beban dibayar dimuka 359 359
Taksiran tagihan pajak pertambahan nilai - -
Jumlah Aset Lancar 2.323.678 - 2.323.678
Aset Tidak Lancar
Deposito yg dibatasi penggunaannya - -
Aset tetap 388.042 144.706 532.748
Aset pajak tangguhan 979 979
Jumlah Aset Tidak Lancar 389.021 144.706 533.727
JUMLAH ASET 2.712.699 144.706 2.857.405
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 1.118.125 1.118.125
Utang Usaha 314.412 314.412
Utang lain-lain jangka pendek 20.296 20.296
Utang pajak 6.923 6.923
Beban masih hrs dibayar 4.699 4.699
Uang muka penjualan 184.179 184.179
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi jth tempo 1 th 90.979 90.979
Jumlah Liabilitas Lancar 1.739.613 - 1.739.613
Liabilitas Tidak Lancar
Pinjaman bank jk pjg setelah dikurangi bag jth tempo 1 th 130.997 130.997
Liabilitas pajak tangguhan - -
Utang lain-lain jangka panjang - -
Page 105
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PENILAIAN SAHAM DENGAN PENDEKATAN ASET - METODA ABV
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 17
Nilai Buku Nilai Pasar
Uraian 30 Juni Penyesuaian 30 Juni
2023 2023
Liabilitas imbalan kerja 5.457 5.457
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 136.454 - 136.454
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor 312.500 312.500
Tambahan modal disetor 351.930 351.930
Saldo laba (rugi) 160.016 160.016
Penghasilan komprehensif lain 12.186 12.186
Penyesuaian 144.706 144.706
Jumlah Ekuitas 836.632 144.706 981.338
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.712.699 144.706 2.857.405
0 - 0
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum CP, DLOC & DLOM 981.338
-/+ DLOC / Control Premium -
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum DLOM 981.338
-/- DLOM -
Indikasi Nilai 100% Ekuitas 981.338
Page 106
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
PENILAIAN SAHAM DENGAN PENDEKATAN ASET - METODA EXCEES EARNING METHOD
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran 18
Uraian Disesuaikan Bobot Tertimbang
Tingkat balikan aset berwujud bersih
Piutang Usaha 298.670 70% 209.069
Persediaan - neto 868.889 70% 608.222
Aset tetap 532.748 70% 372.924
Jumlah 1.700.307 70% 1.190.215
Ke 12,45% 30% 3,73%
Kd 7,25% 70% 5,08%
Tingkat balikan aset berwujud bersih 8,81%
Aset Berwujud Bersih (Ekuitas) (a) 981.338
Tingkat balikan aset berwujud bersih (b) 8,81%
Balikan Aset Berwujud Bersih (c) 86.473
Arus Kas Bersih untuk Kapital (Normalisasi)
Laba Bersih Tahun Berjalan 685.333
Depresiasi & Amortisasi 85.701
Interest * (1-t) 51.112
Capex (105.768)
Perubahan Modal Kerja 63.754
Arus Kas Bersih untuk Ekuitas (d) 780.132
Kelebihan pendapatan (e) 693.659
Tingkat Kapitalisasi untuk Kelebihan Pendapatan 12,45%
Nilai Aset Takberwujud 5.573.191
Indikasi Nilai Kapital 6.554.529
Utang (1.340.101)
Indikasi Nilai Ekuitas 5.214.428
Indikasi Nilai 100% Ekuitas 5.214.428
Page 107
PT CITRA BORNEO UTAMA
PENILAIAN 54,40% EKUITAS PT CITRA BORNEO INDAH PADA PT CITRA BORNEO UTAMA TBK
REKONSILIASI NILAI
DALAM JUTAAN RUPIAH
Lampiran - 19
Indikasi Nilai
Method Nilai Pasar Bobot Tertimbang
Rp.Juta Rp.Juta
Income Approach - DCF Method 9.239.391 60,00% 5.543.635
Aset Approach - Excees Earnings Method 5.214.428 40,00% 2.085.771
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum CP, DLOC & DLOM Rp.Juta 7.629.406
- DLOC Rp.Juta 0
Indikasi Nilai 100% Ekuitas sebelum DLOM Rp.Juta 7.629.406
- DLOM 20% Rp.Juta (1.525.881)
Nilai Pasar 100% Ekuitas Rp.Juta 6.103.525
NILAI PASAR 100% EKUITAS Rp.Juta 6.103.525
NILAI PASAR 100% EKUITAS (Rupiah Penuh - Rounded) Rp. 6.103.524.630.000
NILAI PASAR 54,4% EKUITAS Rp.Juta 3.320.317
NILAI PASAR 54,4% EKUITAS (Rupiah Penuh - Rounded) Rp. 3.320.317.399.000
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
32255 ms
12 Sep 2026 22:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '202'}