Skip to content
Back to announcement

20231003_PGEO_Informasi Transaksi Afiliasi_31434747_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review PGEO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 97

Page 1
        LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
                   ATAS
                RENCANA TRANSAKSI
                          DISUSUN UNTUK

       PT PERTAMINA GEOTHERMAL
              ENERGY Tbk




SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                            Kantor Cabang Jakarta
                                                Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                 Jl. Rawajati Timur, Pancoran
Penilai Properti dan Bisnis                                   Jakarta Selatan 12750
                                                         T (021) 7970913 / 7994521
                                                                   E ocky@srr.co.id
                                                   Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                          Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)
Page 2
            SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
            KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                           Kantor Cabang Jakarta
            Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                         Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
            Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                          Jl. Rawajati Timur, Pancoran
            Penilai Properti dan Bisnis                                            Jakarta Selatan 12750
                                                                              T (021) 7970913 / 7994521
                                                                                        E ocky@srr.co.id
                                                                        Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                               Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)




     No. : 00436/2.0059-02/BS/02/0242/1/IX/2023                           21 September 2023


     Kepada Yth.

     PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY Tbk
     Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7
     Jl. Medan Merdeka Timur No. 11-13
     Jakarta Pusat 10110

     U.p. : Direksi

     Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi



     Dengan hormat,

     Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik
     (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan (“SRR” atau “kami”), oleh manajemen
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (“Perseroan”) untuk memberikan pendapat
     sebagai penilai independen atas kewajaran rencana amandemen kontrak yaitu
     penambahan jangka waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk jasa
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring gas hidrogen sulfida (H2S) dan
     kelengkapannya di area/proyek Perseroan dengan basis call of order, sesuai dengan
     Perjanjian Pengadaan Jasa Penyusunan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Afiliasi
     untuk Pekerjaan Monitoring H2S dan Pekerjaan Aerated Drilling Antara PT Pertamina
     Geothermal Energy Tbk (PGE) dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
     (PDSI) No. 3900535872 tanggal 24 Agustus 2023, maka dengan ini kami sebagai KJPP
     resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009 tanggal
     20 Agustus 2009 yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
     Keuangan (“OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar
     Modal No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Juni 2023 (Penilai Properti dan
     Bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas rencana amandemen
     kontrak yaitu penambahan jangka waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan
     untuk jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan
     kelengkapannya di area/proyek Perseroan dengan basis call of order (“Rencana
     Transaksi”).




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                             i
Page 3
     LATAR BELAKANG
     Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
     company) yang bergerak dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi.
     Perseroan berkantor pusat di Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan
     Merdeka Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110, dengan nomor telepon (021) 398 33
     222, nomor faksimile (021) 398 33 230, alamat email cdm.pge@pertamina.com, dan
     alamat website www.pge.pertamina.com.

     PT Pertamina Drilling Services Indonesia (“PDSI”) merupakan sebuah perseroan
     terbatas berstatus perusahaan tertutup (closely-held company) yang bergerak dalam
     bidang eksplorasi dan eksploitasi pengeboran minyak dan gas bumi, serta panas bumi.
     Saham PDSI dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi (“PHE”) sebanyak 99,89% dan
     sisanya 0,11% dimiliki oleh PT Pertamina Pedeve Indonesia (“Pedeve”).

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada saat ini,
     Perseroan akan melaksanakan Rencana Transaksi, atau rencana amandemen kontrak
     yaitu penambahan jangka waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk jasa
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya di
     area/proyek Perseroan dengan basis call of order.

     Jasa pekerjaan aerated drilling di area/proyek geothermal Kamojang/Karaha Bodas,
     Ulubelu, Seulawah, Lahendong/Kotamobagu dilakukan oleh PDSI. Jasa monitoring H2S
     diperlukan oleh Perseroan di area/proyek geothermal Kamojang, Karaha Bodas,
     Ulubelu, Lumut Balai, Hululais, Bukit Daun, Sungai Penuh, Seulawah, dan Lahendong,
     dan dilakukan juga oleh PDSI.

     Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi akan merupakan
     transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan OJK (POJK)
     No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
     (“POJK 42/2020”), mengingat bahwa Perseroan dan PDSI merupakan perusahaan-
     perusahaan yang sahamnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh
     PT Pertamina (Persero) (“Pertamina”).

     Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
     bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
     didefinisikan dalam POJK 42/2020.

     Selanjutnya, manajemen Perseroan juga menjelaskan bahwa Rencana Transaksi bukan
     merupakan     transaksi  material    sebagaimana     didefinisikan  dalam     POJK
     No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
     (“POJK 17/2020”), mengingat bahwa harga yang ditetapkan dalam pelaksanaan
     Rencana Transaksi tidak melebihi 20% dari nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan
     laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan entitas anaknya untuk periode tiga bulan
     yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 yang direviu oleh Kantor Akuntan Publik
     (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja (“PSS”), yaitu sebesar US$ 1.882.468 ribu.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               ii
Page 4
     Untuk transaksi yang tergolong dalam transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
     adanya laporan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang
     disusun oleh penilai.

     Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-
     ketentuan yang diatur dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk SRR sebagai
     penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
     (“Pendapat Kewajaran”).


     STATUS PENILAI
     Penilai Publik Ocky Rinaldy merupakan penilai independen yang bernaung dalam SRR
     berdasarkan Izin Penilai Publik No. PB-1.09.00242 dengan kualifikasi Penilaian Properti
     dan Bisnis yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
     Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-05/PJ-
     1/PM.02/2023 tanggal 8 Juni 2023 (Penilai Properti dan Bisnis) dan bertindak untuk
     melakukan penugasan secara obyektif tanpa ada benturan kepentingan dan memiliki
     kompetensi untuk melakukan penugasan sebagaimana yang dimaksud dalam lingkup
     penugasan ini.


     PEMBERI TUGAS
     Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

     Nama            : PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Bentuk usaha    : Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
     Alamat          : Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan Merdeka
                       Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110
     Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan
                       produksi panas bumi
     Nomor telepon : (021) 398 33 222
     Nomor faksimile : (021) 398 33 230
     Alamat email    : cdm.pge@pertamina.com
     Website         : www.pge.pertamina.com


     PENGGUNA LAPORAN
     Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

     Nama               : PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Bentuk usaha       : Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 iii
Page 5
     Alamat          : Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan Merdeka
                       Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110
     Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan
                       produksi panas bumi
     Nomor telepon : (021) 398 33 222
     Nomor faksimile : (021) 398 33 230
     Alamat email    : cdm.pge@pertamina.com
     Website         : www.pge.pertamina.com


     MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
     Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan gambaran mengenai
     kewajaran Rencana Transaksi. Maksud dari penyusunan Pendapat Kewajaran adalah
     untuk memenuhi POJK 42/2020.


     STANDAR PENUGASAN
     Pendapat Kewajaran telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan
     dari POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
     Bisnis di Pasar Modal” (“POJK 35/2020”) dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia Edisi VII - 2018 (“KEPI & SPI”).


     TANGGAL EFEKTIF PENDAPAT KEWAJARAN
     Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan tanggal 31 Maret 2023
     sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
     kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan Perseroan yang
     kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan Perseroan untuk periode
     tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 yang telah direviu oleh PSS, yang
     menjadi dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.

     Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, Pendapat Kewajaran berlaku selama 6
     (enam) bulan sejak tanggal efektif Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2023,
     kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima
     persen).


     KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF PENDAPAT KEWAJARAN
     Dari tanggal efektif Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2023, sampai dengan
     tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
     mempengaruhi hasil Pendapat Kewajaran secara signifikan.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 iv
Page 6
     TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
     Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk penyusunan
     Pendapat Kewajaran adalah sebagai berikut:

     1. Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada
        obyek penugasan. Bila pada obyek penugasan tertentu dijumpai keterbatasan untuk
        dijangkau dan/atau diverifikasi secara keseluruhan, maka kami akan menggunakan
        pendataan secara sampling dan wawancara dari pihak yang relevan.

     2. Penugasan dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke obyek penugasan
        termasuk data yang harus disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait
        lainnya.

     3. Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan sebagai bagian yang
        mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.


     SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
     Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui
     untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut diyakini kebenarannya. Sumber data
     tersebut antara lain adalah:

     1. Data dan dokumen yang diterima dari Perseroan.

     2. Bank Indonesia (BI).

     3. Badan Pusat Statistik (BPS).

     4. Lembaga resmi pemerintah atau swasta yang mempublikasi data dan informasi yang
        terkait dengan penyusunan Pendapat Kewajaran.

     5. Media tulis dan elektronik resmi yang terbukti kebenaran data dan informasinya.


     DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
     Dalam menyusun Pendapat Kewajaran, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
     mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain, sebagai
     berikut:

     1. Salinan Perjanjian Aerated Drilling Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan
        PT Pertamina Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling
        Proyek Hululais tanggal 28 Februari 2018 (“Perjanjian Aerated Drilling”);


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 v
Page 7
     2. Salinan Addendum I Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
        Hululais No. 4600003144 Tahun 2019 (“Addendum I Perjanjian Aerated Drilling”);

     3. Salinan Addendum II Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
        Hululais No. 4600003144 tanggal 2 Oktober 2019 (“Addendum II Perjanjian
        Aerated Drilling”);

     4. Salinan Addendum III Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
        Hululais No. 4600003144 tanggal 15 Oktober 2020 (“Addendum III Perjanjian
        Aerated Drilling”);

     5. Salinan Addendum IV Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
        Hululais No. 4600003144 tanggal 8 Maret 2022 (“Addendum IV Perjanjian Aerated
        Drilling”);

     6. Salinan draft Addendum V Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan
        PT Pertamina Drilling Services Indonesia tentang Pengadaaa Jasa Aerated Drilling
        Proyek Hululais No. 4600003144 (“Addendum V Perjanjian Aerated Drilling”);

     7. Salinan Perjanjian Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Monitoring H2S dan
        Kelengkapannya di Area/Proyek PT PGE dengan Basis Call of Order
        No. 4650011157 tanggal 7 Februari 2019 (“Perjanjian Jasa Monitoring H2S”).

     8. Salinan Amandemen I Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Monitoring H2S dan
        Kelengkapannya di Area/Proyek PT PGE dengan Basis Call of Order
        No. 4650011157 tanggal 8 Maret 2021 (“Amandemen I Perjanjian Jasa Monitoring
        H2S”).

     9. Salinan draft Amandemen II Antara PT Pertamina Geothermal Energy dan
        PT Pertamina Drilling Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Monitoring H2S
        dan Kelengkapannya di Area/Proyek PT PGE dengan Basis Call of Order
        No. 4650011157 (“Amandemen II Perjanjian Jasa Monitoring H2S”).

     10. Draft keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan dalam rangka
         Rencana Transaksi (“Keterbukaan Informasi”);

     11. Laporan keuangan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
         31 Maret 2023 yang direviu oleh PSS;




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                             vi
Page 8
     12. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
         31 Desember 2018 yang diaudit oleh PSS;

     13. Proyeksi keuangan Perseroan dengan Rencana Transaksi dan tanpa Rencana
         Transaksi tahun 2023–2028 yang disusun oleh manajemen Perseroan;

     14. Proforma laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2023 sebelum dan
         sesudah Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan;

     15. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

     16. Hasil diskusi dan wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu
         Bpk. Nelwin Aldriansyah sebagai Direktur Keuangan Perseroan, mengenai alasan,
         latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

     17. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan
         hasil analisis lain yang kami anggap relevan; dan

     18. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
         untuk penugasan.

     Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan
     dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
     diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak
     melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen
     terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
     manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
     informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
     menyesatkan.

     Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami
     juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-
     jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
     merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
     perpajakan.

     Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
     dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau
     pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
     tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
     internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
     hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan
     bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 vii
Page 9
     ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
     Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
     Kewajaran adalah sebagai berikut:

     1. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.

     2. SRR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
        proses penyusunan Pendapat Kewajaran.

     3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
        keakuratannya.

     4. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan
        proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
        keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan
        pencapaiannya (fiduciary duty).

     5. SRR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan
        kewajaran proyeksi keuangan.

     6. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

     7. SRR bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat
        Kewajaran.

     8. SRR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam
        perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.

     Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian,
     kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada
     tanggal efektif Pendapat Kewajaran.

     Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami juga menggunakan beberapa asumsi
     lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
     yang terlibat dalam Rencana Transaksi, Rencana Transaksi dilaksanakan sesuai dengan
     prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen-
     dokumen yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan hal-hal lainnya yang terkait
     sebagaimana yang diinformasikan oleh manajemen Perseroan, khususnya dalam hal
     pemenuhan kewajiban Perseroan sebagaimana yang diatur dalam dokumen-dokumen
     yang terkait dengan Rencana Transaksi. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
     terjadinya Rencana Transaksi sampai dengan tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran
     tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
     asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            viii
Page 10
     DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN
     Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
     dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk
     kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
     saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam
     kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
     pemegang saham.

     Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
     dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara
     keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
     mendasari Pendapat Kewajaran.

     Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada
     pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
     Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
     Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan
     pihak yang berwenang dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.


     PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
     Siapapun kecuali pemberi tugas dan pengguna laporan yang mendapat laporan Pendapat
     Kewajaran dan/atau tembusan daripadanya tidak memiliki hak untuk melakukan
     publikasi dan/atau menggunakan informasi baik secara keseluruhan ataupun sebagian
     dari laporan Pendapat Kewajaran untuk keperluan apapun tanpa izin tertulis dari Penilai.


     PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN
     Dalam mengevaluasi kewajaran Transaksi Afiliasi, SRR telah melakukan:

     1. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi

     Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melakukan
     tinjauan atas industri panas bumi dan energi yang akan memberikan gambaran umum
     mengenai perkembangan kinerja industri industri panas bumi dan energi, melakukan
     analisis atas kegiatan operasional dan prospek usaha Perseroan, alasan dilakukannya
     Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi serta melakukan
     analisis atas kinerja keuangan historis Perseroan berdasarkan laporan keuangan
     konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
     2018–2022 yang diaudit oleh PSS dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
     tanggal 31 Maret 2023 yang direviu oleh PSS.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                  ix
Page 11
     Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
     dengan Rencana Transaksi terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi tidak
     terjadi perubahan pada rasio imbal hasil ekuitas (return on equity/ROE), imbal hasil aset
     (return on assets/ROA), rasio lancar, dan rasio cepat Perseroan. Berdasarkan proyeksi
     laporan laba rugi Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi,
     terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan pada
     margin laba bersih Perseroan.

     Selanjutnya, SRR juga melakukan analisis atas laporan proforma dan analisis
     inkremental atas Rencana Transaksi, dimana setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
     berdasarkan proforma laporan keuangan Perseroan, tidak terdapat perubahan pada rasio
     lancar, ROA, ROE, margin laba usaha, dan margin laba bersih, sedangkan rasio cepat
     mengalami penurunan yang tidak signifikan (dari 1,27x menjadi 1,26x). Penurunan
     tersebut disebabkan karena adanya peningkatan utang usaha kepada pihak berelasi
     terkait dengan Rencana Transaksi.

     2. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi

     Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan,
     diantaranya analisis kewajaran harga dan analisis dampak Rencana Transaksi, diperoleh
     hasil bahwa harga yang ditentukan dalam Rencana Transaksi adalah wajar karena lebih
     rendah dari harga yang ditawarkan oleh perusahaan lain untuk jenis jasa yang sama,
     sedangkan dari analisis dampak Rencana Transaksi diperoleh kesimpulan bahwa
     Rencana Transaksi tidak akan mengakibatkan perubahan pada keuntungan bagi
     pemegang saham Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                   x
Page 12
     KESIMPULAN
     Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan, SRR
     berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.


     Hormat kami,

     KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN




     Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)
     Rekan
     Izin Penilai : PB-1.09.00242
     STTD         : PPB-05/PJ-1/PM.02/2023
     MAPPI        : 95-S-00654

     OR/er




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                         xi
Page 13
            SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
            KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                           Kantor Cabang Jakarta
            Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                         Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
            Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                          Jl. Rawajati Timur, Pancoran
            Penilai Properti dan Bisnis                                            Jakarta Selatan 12750
                                                                              T (021) 7970913 / 7994521
                                                                                        E ocky@srr.co.id
                                                                        Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                               Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)


                                  PERNYATAAN PENILAI

     Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda
     tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

     1. Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran, SRR bertindak secara independen
        tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
        pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. SRR juga tidak memiliki kepentingan
        ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Pendapat
        Kewajaran tidak disusun untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
        manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil yang
        diperoleh dari proses penyusunan Pendapat Kewajaran dan SRR hanya menerima
        imbalan sesuai dengan Perjanjian Pengadaan Jasa Penyusunan Pendapat Kewajaran
        Rencana Transaksi Afiliasi untuk Pekerjaan Monitoring H2S dan Pekerjaan Aerated
        Drilling Antara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dengan PT Pertamina
        Drilling Services Indonesia (PDSI) No. 3900535872 tanggal 24 Agustus 2023;
     2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
        dilakukan dengan benar; dan
     3. SRR bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran.


     Penanggung Jawab

          Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)                            ..........................................
          Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242
          No. M A P P I       : 95-S-00654

     Quality Control

          Heribertus Eri Hestiyanto, MAPPI (Cert)               ..........................................
          No. M A P P I      : 04-S-01792
          No. Register       : RMK-2017.00531

     Tim Penilai

          Hendro Warsito, MAPPI (Cert)                          ..........................................
          No. M A P P I    : 12-S-03795
          No. Register     : RMK-2017.01701


          Hery Joko Sulistiyo, SE                               ..........................................
          No. M A P P I      : 13-T-04609
          No. Register       : RMK-2017.01699


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                              xii
Page 14
                                        DAFTAR ISI



     DAFTAR ISI                                                                        xiii

     DAFTAR TABEL                                                                      xvi

     DAFTAR GAMBAR                                                                    xviii

     DAFTAR ISTILAH                                                                     xx

     BAB 1     PENDAHULUAN                                                            1–1

               1.1.     Latar Belakang                                                1–1
               1.2.     Pemberi Tugas                                                 1–2
               1.3.     Pengguna Laporan                                              1–2
               1.4.     Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran                          1–2
               1.5.     Standar Penugasan                                             1–3
               1.6.     Tanggal Efektif Pendapat Kewajaran                            1–3
               1.7.     Data dan Informasi yang Digunakan                             1–3
               1.8.     Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas                            1–5
               1.9.     Independensi Penilai                                          1–6
               1.10.    Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif Pendapat Kewajaran   1–6


     BAB 2     GAMBARAN UMUM                                                          2–1

               2.1.     Gambaran Umum Rencana Transaksi                               2–1
               2.2.     Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi              2–2
               2.2.1.   Perseroan                                                     2–2
               2.2.2.   PDSI                                                          2–3
               2.3.     Obyek Rencana Transaksi                                       2–4
               2.4.     Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi              2–5
               2.5.     Pokok-Pokok Perjanjian                                        2–6
               2.5.1.   Jasa Aerated Drilling Proyek Hululais                         2–6
               2.5.2.   Jasa Monitoring H2S dan Kelengkapannya                        2–6


     BAB 3     ANALISIS KUALITATIF                                                    3–1

               3.1.     Profil Perseroan                                              3–1
               3.1.1.   Akta Pendirian dan Akta Perubahan                             3–1
               3.1.2.   Struktur Permodalan                                           3–1
               3.1.3.   Susunan Pengurus                                              3–2

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               xiii
Page 15
               3.1.4.    Kegiatan Usaha                                            3–3
               3.1.5.    Informasi Non Keuangan                                    3–3
               3.2.      Tinjauan Makro Ekonomi                                    3–4
               3.2.1.    Kondisi Perekonomian Dunia                                3–4
               3.2.2.    Kondisi Perekonomian Indonesia                            3–7
               3.3.      Gambaran Industri                                        3 – 14
               3.3.1.    Struktur Pasar Tenaga Listrik                            3 – 14
               3.3.2.    Tinjauan Energi Panas Bumi Dunia                         3 – 16
               3.3.3.    Tinjauan Energi Panas Bumi di Indonesia                  3 – 21
               3.3.4.    Prospek Bisnis dan Strategi Usaha Perseroan              3 – 26
               3.4.      Alasan Rencana Transaksi                                 3 – 28
               3.5.      Manfaat Dilakukannya Rencana Transaksi                   3 – 29
               3.6.      Risiko Dilakukannya Rencana Transaksi                    3 – 29


     BAB 4     ANALISIS KUANTITATIF                                                4–1

               4.1.      Analisis atas Kinerja Historis                            4–1
               4.1.1.    Laporan Posisi Keuangan                                   4–1
               4.1.2.    Aset                                                      4–2
               4.1.3.    Liabilitas                                                4–3
               4.1.4.    Ekuitas                                                   4–4
               4.1.5.    Laporan Laba (Rugi)                                       4–4
               4.1.6.    Pendapatan                                                4–5
               4.1.7.    Beban Usaha                                               4–5
               4.1.8.    Laba Bersih                                               4–6
               4.1.9.    Laporan Arus Kas                                          4–6
               4.1.10.   Rasio-Rasio Keuangan Perseroan                            4–7
               4.1.11.   Likuiditas                                                4–8
               4.1.12.   Solvabilitas                                              4–8
               4.1.13.   Profitabilitas                                            4–8
               4.2.      Analisis atas Laporan Proforma Sebelum
                         dan Setelah Rencana Transaksi                             4–9
               4.3.      Analisis Inkremental                                     4 – 11
               4.3.1.    Proyeksi Laba (Rugi)                                     4 – 12
               4.3.2.    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan                         4 – 13
               4.3.3.    Informasi Non Keuangan yang Relevan                      4 – 17
               4.3.4.    Hal Material Lainnya                                     4 – 17
               4.4.      Analisis Biaya dan Pendapatan yang Relevan
                         Sehubungan Dengan Rencana Transaksi                      4 – 17
               4 4.5.    Prosedur Pengambilan Keputusan dalam Menentukan
                         Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain   4 – 18




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            xiv
Page 16
     BAB 5     ANALISIS KEWAJARAN                    5–1

               5.1.     Uraian Analisis Kewajaran    5–1
               5.2.     Kesimpulan                  5 – 15




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi               xv
Page 17
                                            DAFTAR TABEL



     Tabel 2.1      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Daftar Pemegang Saham dan Struktur Pemilikan Modal        2–2

     Tabel 2.2      PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                    Daftar Pemegang Saham dan Struktur Pemilikan Modal        2–4

     Tabel 2.3      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Rincian Jasa Aerated untuk Pengeboran dan Air Caps
                    dengan Basis Call of Order                                2–5

     Tabel 2.4      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Rincian Jasa Monitoring H2S                               2–5

     Tabel 3.1      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Daftar Pemegang Saham dan Struktur Pemilikan Modal        3–2

     Tabel 3.2      Pertumbuhan PDP Dunia                                     3–5

     Tabel 3.3      Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran                      3–8

     Tabel 3.4      Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha                   3–8

     Tabel 4.1      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Laporan Posisi Keuangan
                    Tahun 2018-2023 (Maret)                                   4–1

     Tabel 4.2      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Laporan Laba (Rugi) Tahun 2018-2023 (Januari-Maret)       4–5

     Tabel 4.3      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Laporan Arus Kas Tahun 2018-2023 (Maret)                  4–6

     Tabel 4.4      Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2018-2023 (Januari-Maret) 4 – 7

     Tabel 4.5      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Laporan Posisi Keuangan Per Tanggal 31 Maret 2023
                    Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi   4–9

     Tabel 4.6      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Laporan Laba (Rugi) Proforma Sebelum Rencana Transaksi dan
                    Setelah Rencana Transaksi Per Tanggal 31 Maret 2023 4 – 11

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                      xvi
Page 18
     Tabel 4.7      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tanpa Rencana Transaksi
                    Tahun 2023-2028                                           4 – 12

     Tabel 4.8      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Dengan Rencana Transaksi
                    Tahun 2023-2028                                           4 – 12

     Tabel 4.9      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                    Tahun 2023-2028                                          4 – 14

     Tabel 4.10     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dengan Rencana Transaksi
                    Tahun 2023-2028                                           4 – 15

     Tabel 4.11     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Proyeksi Ikhtisar Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                    Tahun 2023-2028                                          4 – 17

     Tabel 5.1      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Rincian Jasa Aerated untuk Pengeboran dan Air Caps
                    dengan Basis Call of Order                                 5–2

     Tabel 5.2      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Rincian Jasa Monitoring H2S                                5–3

     Tabel 5.3      Perbandingan Tarif Jasa Aerated Drilling dan Air Caps      5–4

     Tabel 5.4      Perbandingan Tarif Jasa Monitoring H2S                     5–4

     Tabel 5.5      Rincian Tarif Jasa Aerated Drilling dan Air Caps           5–5

     Tabel 5.6      Rincian Tarif Jasa Monitoring H2S per Komponen             5–9

     Tabel 5.7      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Proyeksi Rasio Profitabilitas Tanpa Rencana Transaksi
                    dan Dengan Rencana Transaksi                              5 – 14

     Tabel 5.8      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
                    Ikhtisar Rasio Keuangan
                    Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi   5 – 14




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                        xvii
Page 19
                                       DAFTAR GAMBAR



     Gambar 3.1 Indeks Keyakinan Konsumen Dunia pada Tahun 2019-2023        3–6

     Gambar 3.2 Purchasing Manager’s Index (PMI) Global                     3–6

     Gambar 3.3 Indeks Keyakinan Konsumen                                   3–7

     Gambar 3.4 Neraca Perdagangan Indonesia                                3–9

     Gambar 3.5 Cadangan Devisa                                            3 – 10

     Gambar 3.6 Perkembangan Inflasi                                       3 – 11

     Gambar 3.7 Peta Inflasi Daerah (%, yoy)                               3 – 12

     Gambar 3.8 Suku Bunga Kebijakan dan PUAB O/N                          3 – 13

     Gambar 3.9 Suku Bunga Deposito dan Kredit Perbankan                   3 – 13

     Gambar 3.10 Prospek Net Geothermal Capacity Global (GW)               3 – 14

     Gambar 3.11 Peringkat Pembangkit Panas Bumi Terbesar di Dunia
                 per Januari 2022                                          3 – 17

     Gambar 3.12 Kapasitas Energi Panas Bumi di Seluruh Dunia, 2019-2021   3 – 18

     Gambar 3.13 Top 10 Negara Panas Bumi pada Akhir Tahun 2021            3 – 19

     Gambar 3.14 Ukuran Pasar Energi Panas Bumi di Pasifik Asia            3 – 19

     Gambar 3.15 Segmen Pasar Energi Panas Bumi Global                     3 – 20

     Gambar 3.16 Kapasitas Energi Panas Bumi Terpasang                     3 – 21

     Gambar 3.17 Sumber Daya dan Cadangan Panas Bumi                       3 – 22

     Gambar 3.18 Bauran Energi Primer                                      3 – 23




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                    xviii
Page 20
     Gambar 3.19 Perincian Penambahan Kapasitas (MW)
                 Menurut RUPTL, 2021-2030                           3 – 24

     Gambar 3.20 Potensi Energi Terbarukan di Indonesia             3 – 25

     Gambar 3.21 Total Pasokan Energi Primer Indonesia, 2018-2050   3 – 26




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                              xix
Page 21
                                    DAFTAR ISTILAH



     BEI                                :   Bursa Efek Indonesia
     BI                                 :   Bank Indonesia
     BPS                                :   Badan Pusat Statistik
     H2S                                :   gas hidrogen sulfida
     Keterbukaan Informasi              :   keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen
                                            Perseroan dalam rangka Rencana Transaksi
     KAP                                :   Kantor Akuntan Publik
     KEPI & SPI                         :   Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
                                            Indonesia Edisi VII - 2018
     KJPP                               :   Kantor Jasa Penilai Publik
     OJK                                :   Otoritas Jasa Keuangan
     PDSI                               :   PT Pertamina Drilling Services Indonesia
     Pendapat Kewajaran                 :   pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
     Perjanjian Aerated Drilling        :   Perjanjian Aerated Drilling Antara PT Pertamina
                                            Geothermal Energy dan PT Pertamina Drilling
                                            Services Indonesia tentang Pengadaan Jasa Aerated
                                            Drilling Proyek Hululais tanggal 28 Februari 2018
     Addendum I Perjanjian Aerated :        Addendum I Antara PT Pertamina Geothermal Energy
     Drilling                               dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia tentang
                                            Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek Hululais No.
                                            4600003144 Tahun 2019
     Addendum        II    Perjanjian :     Addendum II Antara PT Pertamina Geothermal
     Aerated Drilling                       Energy dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                                            tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
                                            Hululais No. 4600003144 tanggal 2 Oktober 2019
     Addendum       III    Perjanjian :     Addendum III Antara PT Pertamina Geothermal
     Aerated Drilling                       Energy dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                                            tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
                                            Hululais No. 4600003144 tanggal 15 Oktober 2020
     Addendum       IV     Perjanjian :     Addendum IV Antara PT Pertamina Geothermal
     Aerated Drilling                       Energy dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                                            tentang Pengadaan Jasa Aerated Drilling Proyek
                                            Hululais No. 4600003144 tanggal 8 Maret 2022
     Addendum       V      Perjanjian :     draft Addendum V Antara PT Pertamina Geothermal
     Aerated Drilling                       Energy dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                                            tentang Pengadaaa Jasa Aerated Drilling Proyek
                                            Hululais No. 4600003144
     Perjanjian Jasa Monitoring H2S     :   Perjanjian Antara PT Pertamina Geothermal Energy

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                xx
Page 22
                                            dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia tentang
                                            Pengadaan Jasa Monitoring H2S dan Kelengkapannya
                                            di Area/Proyek PT PGE dengan Basis Call of Order
                                            No. 4650011157 tanggal 7 Februari 2019
     Amandemen I Perjanjian Jasa :          Amandemen I Antara PT Pertamina Geothermal
     Monitoring H2S                         Energy dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                                            tentang Pengadaan Jasa Monitoring H2S dan
                                            Kelengkapannya di Area/Proyek PT PGE dengan
                                            Basis Call of Order No. 4650011157 tanggal 8 Maret
                                            2021
     Amandemen II Perjanjian Jasa :         draft Amandemen II Antara PT Pertamina Geothermal
     Monitoring H2S                         Energy dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
                                            tentang Pengadaan Jasa Monitoring H2S dan
                                            Kelengkapannya di Area/Proyek PT PGE dengan
                                            Basis Call of Order No. 4650011157
     Perseroan                          :   PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     POJK                               :   Peraturan OJK

     POJK 35/2020                       :   Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
                                            “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
                                            Pasar Modal”
     POJK 42/2020                       :   Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
                                            “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
                                            Kepentingan”
     PSS                                :   KAP Purwanto, Sungkoro & Surja
     Rencana Transaksi                  :   rencana amandemen kontrak yaitu penambahan jangka
                                            waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan
                                            untuk jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa
                                            monitoring H2S dan kelengkapannya di area/proyek
                                            Perseroan dengan basis call of order
     ROA                                :   return on assets
     ROE                                :   return on equity
     SRR atau kami                      :   KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan
     STTD                               :   Surat Tanda Terdaftar




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                xxi
Page 23
     1.     PENDAHULUAN



     1.1.   Latar Belakang

     Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
     bergerak dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Perseroan
     berkantor pusat di Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan Merdeka Timur
     No. 11-13, Jakarta Pusat 10110, dengan nomor telepon (021) 398 33 222, nomor
     faksimile (021) 398 33 230, alamat email cdm.pge@pertamina.com, dan alamat website
     www.pge.pertamina.com.

     PDSI merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup yang bergerak
     dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi pengeboran minyak dan gas bumi, serta panas
     bumi. Saham PDSI dimiliki oleh PHE sebanyak 99,89% dan sisanya 0,11% dimiliki
     oleh Pedeve.

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada saat ini,
     Perseroan akan melaksanakan Rencana Transaksi, atau rencana amandemen kontrak
     yaitu penambahan jangka waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk jasa
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya di
     area/proyek Perseroan dengan basis call of order.

     Jasa pekerjaan aerated drilling di area/proyek geothermal Kamojang/Karaha Bodas,
     Ulubelu, Seulawah, Lahendong/Kotamobagu dilakukan oleh PDSI. Jasa monitoring
     H2S diperlukan oleh Perseroan di area/proyek geothermal Kamojang, Karaha Bodas,
     Ulubelu, Lumut Balai, Hululais, Bukit Daun, Sungai Penuh, Seulawah, dan Lahendong,
     dan dilakukan juga oleh PDSI.

     Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi akan merupakan
     transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020, mengingat bahwa
     Perseroan dan PDSI merupakan perusahaan-perusahaan yang sahamnya dimiliki secara
     langsung maupun tidak langsung oleh Pertamina.

     Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
     bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
     didefinisikan dalam POJK 42/2020.

     Selanjutnya, manajemen Perseroan juga menjelaskan bahwa Rencana Transaksi bukan
     merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020,
     mengingat bahwa potensi total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar US$ 4.817.433
     (empat juta delapan ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh tiga Dollar Amerika
     Serikat) atau sebesar 0,0025% dari nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
     keuangan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023
     yang direviu oleh PSS, yaitu sebesar US$ 1.882.468 ribu.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            1–1
Page 24
     Untuk transaksi yang tergolong dalam transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
     adanya laporan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang
     disusun oleh penilai.

     Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-
     ketentuan yang diatur dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk SRR sebagai
     penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran.


     1.2.   Pemberi Tugas

     Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:
     Nama              : PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Bentuk usaha      : Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
     Alamat            : Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan Merdeka
                         Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110
     Bidang usaha      : Menjalankan usaha dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan
                         produksi panas bumi
     Nomor telepon : (021) 398 33 222
     Nomor faksimile : (021) 398 33 230
     Alamat email      : cdm.pge@pertamina.com
     Website           : www.pge.pertamina.com


     1.3.   Pengguna Laporan

     Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

     Nama            : PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Bentuk usaha    : Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
     Alamat          : Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan Merdeka
                       Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110
     Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan
                       produksi panas bumi
     Nomor telepon : (021) 398 33 222
     Nomor faksimile : (021) 398 33 230
     Alamat email    : cdm.pge@pertamina.com
     Website         : www.pge.pertamina.com


     1.4.   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

     Tujuan penyusunan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan gambaran mengenai
     kewajaran Rencana Transaksi. Maksud dari penyusunan Pendapat Kewajaran adalah
     untuk memenuhi POJK 42/2020.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                         1–2
Page 25
     1.5.   Standar Penugasan

     Pendapat kewajaran telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan
     dari POJK 35/2020 dan KEPI & SPI.


     1.6.   Tanggal Efektif Pendapat Kewajaran

     Analisis dalam Pendapat Kewajaran dilaksanakan berdasarkan tanggal 31 Maret 2023
     sebagai tanggal efektif Pendapat Kewajaran. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
     kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran serta dari data keuangan Perseroan yang
     kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan Perseroan untuk periode
     tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 yang telah direviu oleh PSS, yang
     menjadi dasar penyusunan Pendapat Kewajaran.

     Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 35/2020, Pendapat Kewajaran berlaku selama 6
     (enam) bulan sejak tanggal efektif Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2023,
     kecuali terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima
     persen).


     1.7.   Data dan Informasi yang Digunakan

     Dalam menyusun Pendapat Kewajaran, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
     mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain, sebagai
     berikut:

     1. Perjanjian Aerated Drilling;

     2. Addendum I Perjanjian Aerated Drilling;

     3. Addendum II Perjanjian Aerated Drilling;

     4. Addendum III Perjanjian Aerated Drilling;

     5. Addendum IV Perjanjian Aerated Drilling;

     6. Addendum V Perjanjian Aerated Drilling;

     7. Perjanjian Jasa Monitoring H2S;

     8. Amandemen I Perjanjian Jasa Monitoring H2S;

     9. Amandemen II Perjanjian Jasa Monitoring H2S;

     10. Draft Keterbukaan Informasi;


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              1–3
Page 26
     11. Laporan keuangan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
         31 Maret 2023 yang direviu oleh PSS;

     12. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
         31 Desember 2018 yang diaudit oleh PSS;

     13. Proyeksi keuangan Perseroan dengan Rencana Transaksi dan tanpa Rencana
         Transaksi tahun 2023–2027 yang disusun oleh manajemen Perseroan;

     14. Proforma laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2023 sebelum dan
         sesudah Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan;

     15. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

     16. Hasil diskusi dan wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu
         Bpk. Nelwin Aldriansyah sebagai Direktur Keuangan Perseroan, mengenai alasan,
         latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

     17. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan
         hasil analisis lain yang kami anggap relevan; dan

     18. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
         untuk penugasan.

     Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan
     dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
     diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak
     melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen
     terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
     manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
     informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
     menyesatkan.

     Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami
     juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-
     jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
     hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dan bukan jasa-jasa akuntansi,
     audit, atau perpajakan.

     Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
     dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau
     pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
     juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
     internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               1–4
Page 27
     hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan
     bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.


     1.8.   Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

     Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
     Kewajaran adalah sebagai berikut:

     1. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.

     2. SRR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
        proses penyusunan Pendapat Kewajaran.

     3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
        keakuratannya.

     4. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan
        proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
        keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan
        pencapaiannya (fiduciary duty).

     5. SRR bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan
        kewajaran proyeksi keuangan.

     6. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

     7. SRR bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat
        Kewajaran.

     8. SRR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam
        perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.

     Pendapat Kewajaran disusun berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian,
     kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada
     tanggal efektif Pendapat Kewajaran.

     Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami juga menggunakan beberapa asumsi
     lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
     yang terlibat dalam Rencana Transaksi, Rencana Transaksi dilaksanakan sesuai dengan
     prosedur-prosedur dan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen-
     dokumen yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan hal-hal lainnya yang terkait
     sebagaimana yang diinformasikan oleh manajemen Perseroan, khususnya dalam hal
     pemenuhan kewajiban Perseroan sebagaimana yang diatur dalam dokumen-dokumen
     yang terkait dengan Rencana Transaksi. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            1–5
Page 28
     terjadinya Rencana Transaksi sampai dengan tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran
     tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
     asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran.


     1.9.   Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran, SRR bertindak secara independen tanpa
     adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak
     yang terafiliasi dengan Perseroan. SRR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
     keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Pendapat Kewajaran
     tidak disusun untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan
     yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil yang diperoleh dari proses
     penyusunan Pendapat Kewajaran dan SRR hanya menerima imbalan sesuai dengan
     Perjanjian Pengadaan Jasa Penyusunan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Afiliasi
     untuk Pekerjaan Monitoring H2S dan Pekerjaan Aerated Drilling Antara PT Pertamina
     Geothermal Energy Tbk (PGE) dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia
     (PDSI) No. 3900535872 tanggal 24 Agustus 2023.


     1.10. Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif Pendapat Kewajaran

     Dari tanggal efektif Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2023, sampai dengan
     tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
     mempengaruhi hasil Pendapat Kewajaran secara signifikan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                             1–6
Page 29
     2.     GAMBARAN UMUM



     2.1.   Gambaran Umum Rencana Transaksi

     Untuk mendukung kegiatan usaha utamanya, Perseroan memerlukan jasa pekerjaan
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya. Terkait
     dengan hal tersebut, Perseroan menandatangani perjanjian dengan PDSI pada tahun
     2018 untuk jasa pekerjaan aerated drilling Proyek Hululais dan pada tahun 2019 untuk
     jasa monitoring H2S dan kelengkapannya. Kedua perjanjian tersebut telah diadendum
     dan diamandemen untuk memperpanjang jangka waktu dan menambah beberapa
     ketentuan di dalam jasa pekerjaan.

     Perseroan dan PDSI telah melakukan beberapa kali addendum terkait jasa pekerjaan
     aerated drilling Proyek Hululais, yaitu melalui Addendum I Perjanjian Aerated Drilling,
     Addendum II Perjanjian Aerated Drilling, Addendum III Perjanjian Aerated Drilling,
     dan Addendum IV Perjanjian Aerated Drilling.

     Selain itu, Perseroan dan PDSI juga telah melakukan amandemen jasa monitoring H2S
     dan kelengkapannya, Amandemen I Perjanjian Jasa Monitoring H2S.

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada saat ini,
     Perseroan akan melaksanakan Rencana Transaksi, atau rencana amandemen kontrak
     yaitu penambahan jangka waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk jasa
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya di
     area/proyek Perseroan dengan basis call of order.

     Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi akan merupakan
     transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020, mengingat bahwa
     Perseroan dan PDSI merupakan perusahaan-perusahaan yang sahamnya dimiliki secara
     langsung maupun tidak langsung oleh Pertamina.

     Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
     bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
     didefinisikan dalam POJK 42/2020.

     Selanjutnya, manajemen Perseroan juga menjelaskan bahwa Rencana Transaksi bukan
     merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020,
     mengingat bahwa potensi total nilai Rencana Transaksi adalah sebesar US$ 4.817.433
     (empat juta delapan ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh tiga Dollar Amerika
     Serikat) atau sebesar 0,0025% dari nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
     keuangan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023
     yang diriviu oleh PSS, yaitu sebesar US$ 1.882.468 ribu.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              2–1
Page 30
     2.2.   Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi

     2.2.1. Perseroan

     Dalam Rencana Transaksi, Perseroan bertindak sebagai pihak yang akan menerima jasa
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya dari
     PDSI.

     Perseroan didirikan dengan nama PT Pertamina Geothermal Energy berdasarkan Akta
     No. 10 tanggal 12 Desember 2006 yang dibuat oleh Marianne Vincentia Hamdani, SH,
     Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Departemen Hukum
     dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum dan
     Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-
     00089.HT.01.01 Tahun 2007 tanggal 3 Januari 2007 serta telah diumumkan dalam
     Berita Negara No. 29 Tambahan No. 3467 tanggal 10 April 2007.

     Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan
     terakhir dituangkan kedalam Akta No. 12 tanggal 8 Juni 2023, dibuat di hadapan
     Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat
     persetujuan Menteri Hukum dan HAM berdasarkan Keputusan No. AHU-
     0033555.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 15 Juni 2023, serta telah mendapat penerimaan
     pemberitahuan dari Menteri Hukum dan HAM melalui surat No. AHU-AH.01.09-
     0126806 tanggal 13 Juni 2023.

     Perseroan bergerak dalam bidang industri panas bumi dari sisi hulu dan atau sisi hilir
     baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau
     menunjang kegiatan usaha di bidang panas bumi tersebut.

     Perseroan berkantor pusat di Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan
     Merdeka Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110.

     Berdasarkan draft Keterbukaan Informasi, daftar nama pemegang saham dan struktur
     kepemilikan modal Perseroan adalah sebagai berikut:


     Tabel 2.1
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Daftar Pemegang Saham dan Struktur Pemilikan Modal

                                                                    Nilai Nominal     Persentase
                         Nama                      Jumlah Saham
                                                                     (US$ Ribu)       Kepemilikan

     PT Pertamina Power Indonesia                  28.568.460.000         1.014.248        69,01%
     PT Pertamina Pedeve Indonesia                  2.477.682.000            88.607         5,99%
     Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited    6.209.421.300           220.578        15,00%
     Masyarakat                                     4.140.578.700           147.087        10,00%

      Jumlah                                       41.396.142.000         1.470.520        100,00%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                    2–2
Page 31
     Berdasarkan draft Keterbukaan Informasi, susunan Dewan Komisaris Perseroan adalah
     sebagai berikut:

     Komisaris Utama/
     Komisaris Independen        : Sarman Simanjorang
     Komisaris                   : Harris
     Komisaris                   : Dannif Utojo Danusaputro
     Komisaris Independen        : Sujit Singh Parhar

     Adapun susunan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

     Direktur Utama               : Julfi Hadi
     Direktur Operasi             : Ahmad Yani
     Direktur Eksplorasi dan
     Pengembangan                 : Rachmat Hidajat
     Direktur Keuangan            : Nelwin Aldriansyah

     2.2.2. PDSI

     Dalam Rencana Transaksi, PDSI bertindak sebagai pihak yang akan memberikan jasa
     aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya pada
     Perseroan.

     PDSI didirikan berdasarkan Akta No. 13 tanggal 13 Juni 2008 yang dibuat oleh
     Marianne Vincetia Hamdani, SH. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
     Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-39442.AH.01.01 pada
     tanggal 8 Juli 2008 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas
     PDSI.

     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PDSI, maksud dan tujuan kegiatan PDSI adalah
     melakukan kegiatan usaha di bidang jasa pengeboran eksplorasi, eksploitasi, workover
     dan well services minyak dan gas, panas bumi serta solusi pengeboran terpadu.

     Kantor PDSI berada di Grha Pertamina, Tower Pertamax Lt.12, Jl. Medan Merdeka
     Timur No. 11-13, Jakarta 10110.

     Berdasarkan website PDSI pada tanggal 31 Maret 2023, daftar nama pemegang saham
     dan struktur kepemilikan modal PDSI adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           2–3
Page 32
     Tabel 2.2
     PT Pertamina Drilling Services Indonesia
     Daftar Pemegang Saham dan Struktur Pemilikan Modal

                                                                Nominal         Persentase
                       Uraian                  Jumlah Saham
                                                               (Rp Ribu)        Kepemilikan

     PT Pertamina Hulu Energi (PHE)                  406.496      812.992.000        99,89%
     PT Pertamina Pedeve Indonesia                       438          876.000         0,11%
     Total                                           406.934      813.868.000       100,00%




     Berdasarkan website PDSI, susunan Dewan Komisaris PDSI adalah sebagai berikut:

     Komisaris Utama                  : Nur Endro Buwono
     Komisaris                        : Aditya Murthiawan
     Komisaris                        : Eko Budi Lelono

     Adapun susunan Direksi PDSI adalah sebagai berikut:

     Direktur Utama                   :   Rio Dasmanto
     Direktur                         :   Fata Yunus
     Direktur                         :   Desiantien
     Direktur                         :   Syaiful Kurniawan


     2.3.    Obyek Rencana Transaksi

     Obyek Rencana Transaksi adalah pemberian jasa aerated drilling Proyek Hululais dan
     jasa monitoring H2S dan kelengkapannya dari PDSI kepada Perseroan.

     Berikut rincian terkait jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S
     dan kelengkapannya yang diberikan oleh PDSI sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              2–4
Page 33
     Tabel 2.3
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Rincian Jasa Aerated untuk Pengeboran dan Air Caps dengan Basis Call of Order

                                                             Jumlah
      No.                        Uraian
                                                             Sumur

       1    Area/Proyek Geothermal Kamojang/Karaha Bodas           6
       2    Area/Proyek Geothermal Ulubelu                         2
       3    Proyek Seulawah                                        2
       4    Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu           17
            Total                                                 27




     Tabel 2.4
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Rincian Jasa Monitoring H2S

                                                            Jumlah
      No.                        Uraian
                                                            Sumur
       1    Area/Proyek Geothermal Kamojang                       4
       2    Area/Proyek Geothermal Karaha Bodas                   6
       3    Area/Proyek Geothermal Ulubelu                        9
       4    Area/Proyek Geothermal Lumut Balai                    3
       5    Area/Proyek Geothermal Hululais                       9
       6    Area/Proyek Geothermal Bukit Daun                     8
       7    Area/Proyek Geothermal Sungai Penuh                   6
       8    Area/Proyek Geothermal Seulawah                       3
       9    Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu           4

            Total                                                52



     2.4.   Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi

     Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

     1. Perseroan, yang bertindak sebagai pihak yang akan menerima jasa aerated drilling
        Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya dari PDSI, dan

     2. PDSI, yang bertindak sebagai pihak yang akan memberikan jasa aerated drilling
        Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya kepada Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            2–5
Page 34
     2.5.   Pokok-Pokok Perjanjian

     Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan dan PDSI akan menandatangani
     adendum perjanjian jasa aerated drilling Proyek Hululais dan amandemen perjanjian
     pengadaan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya.

     Nilai amandemen kontrak antara Perseroan dengan PDSI sebagai berikut:

     a. Nilai kontrak jasa aerated drilling Proyek Hululais tahun 2023 sampai dengan 2025
        adalah sebesar US$ 2.869.572,00 (dua juta delapan ratus enam puluh sembilan ribu
        lima ratus tujuh puluh dua Dollar Amerika Serikat).

     b. Kontrak jasa monitoring H2S dan kelengkapannya tahun 2023 s/d 2025 adalah
        adalah sebesar US$ 1.947.861,00 (satu juta sembilan ratus empat puluh tujuh ribu
        delapan ratus enam puluh satu Dollar Amerika Serikat).

     Dengan demikian, keseluruhan nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
     US$ 4.817.433,00 (empat juta delapan ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh tiga
     Dollar Amerika).

     2.5.1. Jasa Aerated Drilling Proyek Hululais

     1. Obyek Perjanjian

     Obyek perjanjian adalah adendum V atas jasa aerated drilling Proyek Hululais yang
     diberikan PDSI kepada Perseroan.

     2. Nilai Perjanjian

     Berdasarkan draft Addendum V Perjanjian Aerated Drilling, total nilai adendum V
     perjanjian jasa aerated drilling Proyek Hululais adalah sebesar US$ 2.869.572,00 (dua
     juta delapan ratus enam puluh sembilan ribu lima ratus tujuh puluh dua Dollar Amerika
     Serikat).

     3. Jangka Waktu

     Jangka waktu perjanjian adalah 96 (sembilan puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal
     20 November 2017 dan akan tetap berlaku sampai dengan tanggal 19 November 2025.

     2.5.2. Jasa Monitoring H2S dan Kelengkapannya

     1. Obyek Perjanjian

     Obyek perjanjian adalah Amandemen II atas Jasa monitoring H2S dan kelengkapannya
     yang diberikan PDSI kepada Perseroan.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              2–6
Page 35
     2. Nilai Perjanjian

     Berdasarkan draft kontrak Amandemen II Perjanjian Jasa Monitoring H2S adalah
     sebesar US$ 1.947.861,00 (satu juta sembilan ratus empat puluh tujuh ribu delapan ratus
     enam puluh satu Dollar Amerika Serikat).

     3. Jangka Waktu

     Jangka waktu perjanjian adalah perjanjian mulai berlaku pada tanggal 26 November
     2018 dan akan tetap berlaku sampai dengan 25 November 2025.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              2–7
Page 36
     3.   ANALISIS KUALITATIF



     3.1. Profil Perseroan

     Perseroan didirikan pada tanggal 12 Desember 2006 dengan nama PT Pertamina
     Geothermal Energy. Perseroan adalah sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan
     terbuka yang ruang lingkup kegiatan usahanya bergerak dalam bidang panas bumi dari
     sisi hulu dan atau sisi hilir baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain
     yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang panas bumi tersebut. Perseroan
     mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 3 Januari 2007.

     Perseroan berkantor pusat di Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan
     Merdeka Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110.

     3.1.1. Akta Pendirian dan Akta Perubahan

     Perseroan didirikan dengan nama PT Pertamina Geothermal Energy berdasarkan Akta
     No. 10 tanggal 12 Desember 2006 yang dibuat oleh Marianne Vincentia Hamdani, SH,
     Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Departemen Hukum
     dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum dan
     Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-
     00089.HT.01.01 Tahun 2007 tanggal 3 Januari 2007 serta telah diumumkan dalam
     Berita Negara No. 29 Tambahan No. 3467 tanggal 10 April 2007.

     Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan
     terakhir dituangkan kedalam Akta No. 12 tanggal 8 Juni 2023, dibuat di hadapan
     Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat
     persetujuan Menteri Hukum dan HAM berdasarkan Keputusan No. AHU-
     0033555.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 15 Juni 2023, serta telah mendapat penerimaan
     pemberitahuan dari Menteri Hukum dan HAM melalui surat No. AHU-AH.01.09-
     0126806 tanggal 13 Juni 2023.

     3.1.2. Struktur Permodalan

     Berdasarkan laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2023, modal dasar
     Perseroan berjumlah Rp 62.092.284.000.000,00 (enam puluh dua triliun sembilan puluh
     dua miliar dua ratus delapan puluh empat juta Rupiah) yang terbagi atas
     124.184.568.000 (seratus dua puluh empat miliar seratus delapan puluh empat juta lima
     ratus enam puluh delapan ribu) lembar saham, dengan nilai nominal Rp 500,00 (lima
     ratus Rupiah) untuk tiap-tiap lembar saham.

     Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2023,
     modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan berjumlah US$ 1.470.520.000 (satu
     miliar empat ratus tujuh puluh juta lima ratus dua puluh ribu Dollar Amerika) yang


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                  3–1
Page 37
     terbagi atas 41.396.142.000 (empat puluh satu miliar tiga ratus sembilan puluh enam
     juta seratus empat puluh dua) lembar saham untuk tiap-tiap lembar saham oleh para
     pemegang saham.

     Secara terinci, daftar nama pemegang saham dan struktur kepemilikan modal Perseroan
     berdasarkan draft Keterbukaan Informasi dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.


     Tabel 3.1
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Daftar Pemegang Saham dan Struktur Pemilikan Modal

                                                                           Nilai Nominal     Persentase
                          Nama                           Jumlah Saham
                                                                            (US$ Ribu)       Kepemilikan

     PT Pertamina Power Indonesia                         28.568.460.000         1.014.248        69,01%
     PT Pertamina Pedeve Indonesia                         2.477.682.000            88.607         5,99%
     Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited           6.209.421.300           220.578        15,00%
     Masyarakat                                            4.140.578.700           147.087        10,00%

      Jumlah                                              41.396.142.000         1.470.520        100,00%
     Sumber: Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Maret 2023



     Saham Perseroan terdiri dari 1 (satu) jenis saham biasa yang memberikan hak yang sama
     dan sederajat kepada para pemegang sahamnya.

     3.1.3. Susunan Pengurus

     Berdasarkan draft Keterbukaan Informasi, susunan Dewan Komisaris Perseroan adalah
     sebagai berikut:

     Komisaris Utama/
     Komisaris Independen             : Sarman Simanjorang
     Komisaris                        : Harris
     Komisaris                        : Dannif Utojo Danusaputro
     Komisaris Independen             : Sujit Singh Parhar

     Adapun susunan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

     Direktur Utama                     : Julfi Hadi
     Direktur Operasi                   : Ahmad Yani
     Direktur Eksplorasi dan
     Pengembangan                       : Rachmat Hidajat
     Direktur Keuangan                  : Nelwin Aldriansyah




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                           3–2
Page 38
     3.1.4. Kegiatan Usaha

     Perseroan bergerak dalam bidang industri panas bumi dari sisi hulu dan atau sisi hilir
     baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau
     menunjang kegiatan usaha di bidang panas bumi tersebut.

     3.1.5. Informasi Non Keuangan

     1. Fasilitas Produksi

     Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi,
     eksploitasi, dan produksi panas bumi. Perseroan melakukan kegiatan eksplorasi dan
     pengembangan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) sesuai strategi bisnis
     dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Rencana Jangka Panjang
     Perusahaan (RJPP). Kegiatan eksplorasi terdiri dari studi geoscience (geologi, geokimia,
     geofisika, dan geomatika serta dimulai dari survei, pengolahan, pemodelan, analisis,
     evaluasi, interpretasi data geoscience, dan pengeboran eksplorasi) hingga suatu proyek
     siap menghasilkan listrik. Perseroan memiliki fasilitas produksi berupa pengoperasian
     13 WKP yang tersebar di 6 (enam) area dengan kapasitas terpasang 672 MW yang telah
     dioperasikan sendiri yang terletak di Kamojang, Lahendong, Ulubelu, Lumut Balai,
     Karoha, dan Sibayak.

     2. Jenis-Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat

     Saham Perseroan terdiri dari 1 (satu) jenis saham yang memberikan hak yang sama dan
     sederajat kepada para pemegang sahamnya.

     3. Produk yang Dihasilkan

     Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang panas bumi.
     Produk yang dihasilkan adalah energi pembangkit listrik dengan sumber energi
     terbarukan yang berasal dari pemanfaatan panas bumi.

     4. Pasar Geografis

     Perseroan memiliki pasar geografis khususnya di Kamojang, Lahendong, Ulubelu,
     Lumut Balai, Karoha, dan Sibayak dan pada umumnya di berbagai wilayah di Indonesia.

     5. Pemasok dan Pelanggan Kunci

     Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang panas bumi, Perseroan tidak
     memiliki pemasok kunci yang terkait dengan bidang usaha yang dijalankan Perseroan.
     Pelanggan kunci Perseroan adalah PLN.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               3–3
Page 39
     6. Persaingan

     Mengingat bahwa Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang panas
     bumi yang produk akhirnya adalah pembangkit listrik, maka pesaing Perseroan adalah
     perusahaan sejenis lainnya yang produk akhirnya adalah energi listrik.

     7. Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan (Business Plan)

     a. Managing Base

     Menjaga keandalan produksi, sehingga pasokan uap dan listrik dapat terpenuhi sesuai
     kapasitas terpasang. mengembangkan teknologi informasi dan digitalisasi melalui Peta
     Jalan Geomatika dan ICT diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat berbagai
     proses bisnis sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
     Melakukan inovasi berkelanjutan melalui Geovation Award, untuk memastikan
     penguasaan teknologi yang menunjang operasional, efisiensi biaya serta meminimalkan
     potential loss.

     b. Stepping Out

     Perseroan secara bertahap dan berkelanjutan telah merealisasikan program kerja yang
     menjadi terobosan untuk keluar dari aktivitas eksisting. Perseroan telah melaksanakan
     pembangunan konstruksi PLTP siklus biner (binary cycle) di Lahendong, Tomohon,
     Sulawesi Utara. Realisasi PLTP siklus biner yang memiliki kapasitas 0,5 MW
     merupakan milestone Perseroan yang dapat membuka peluang pengembangan PLTP
     skala kecil lain.

     c. Business Transition

     Mengembangkan pemanfaatan green hydrogen yang akan dimulai di WKP Ulubelu.
     Langkah ini akan mendukung upaya penambahan portofolio bisnis baru Perseroan untuk
     menunjang keekonomian proyek baru maupun meningkatkan profitabilitas Perseroan
     secara keseluruhan. Pengembangan bisnis ke green hydrogen layak dilakukan,
     mengingat besarnya potensi bisnis di masa mendatang.


     3.2. Tinjauan Makro Ekonomi

     Tinjauan makro ekonomi berikut merupakan cuplikan dari Laporan Kebijakan Moneter
     Triwulan I 2023 yang disusun oleh BI.

     3.2.1. Kondisi Perekonomian Dunia

     Perekonomian global terus diwarnai dengan meningkatnya inflasi di tengah
     pertumbuhan yang diprakirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Bank Indonesia
     tetap memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
     Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            3–4
Page 40
     pascapandemi Covid-19 khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke
     ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Amerika
     Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada
     triwulan I 2023. Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS
     dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan
     mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju meskipun
     diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya. Sementara itu, respons bank sentral AS
     dan Eropa memitigasi risiko kasus perbankan di AS dan Eropa berdampak pada
     berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan tersebut pada
     gilirannya mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara
     berkembang, termasuk Indonesia.


     Tabel 3.2
     Pertumbuhan PDB Dunia




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                             3–5
Page 41
     Gambar 3.1
     Indeks Keyakinan Konsumen Dunia pada Tahun 2019-2023




     Gambar 3.2
     Purchasing Managers’ Index (PMI) Global




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                   3–6
Page 42
     Gambar 3.3
     Indeks Keyakinan Konsumen




     2.3.1. Kondisi Perekonomian Indonesia

     1.   Pertumbuhan Ekonomi

     Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh naiknya permintaan domestik
     dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta diprakirakan semakin kuat seiring
     dengan terus naiknya mobilitas, membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya
     daya beli seiring dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama
     investasi nonbangunan. Kinerja ekspor tetap positif. Hingga Maret 2023, ekspor
     nonmigas Indonesia tumbuh tinggi, didukung antara lain oleh ekspor batu bara, mesin
     listrik, dan kendaraan bermotor. Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke
     Tiongkok, AS, dan Jepang menjadi kontributor utama. Berdasarkan lapangan usaha,
     kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi
     diprakirakan tumbuh kuat. Secara spasial, peningkatan konsumsi terjadi di hampir
     seluruh wilayah dan diikuti kinerja ekspor yang tetap tinggi di wilayah SulawesiMaluku
     Papua (Sulampua). Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi
     2023 diprakirakan bias atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               3–7
Page 43
     Tabel 3.3
     Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




     Tabel 3.4
     Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi      3–8
Page 44
     2.   Neraca Perdagangan Indonesia (NPI)

     Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal.
     Transaksi berjalan triwulan I 2023 diprakirakan mencatat surplus ditopang oleh surplus
     neraca perdagangan barang sebesar 12,3 miliar dolar AS. Transaksi modal dan finansial
     triwulan I 2023 diprakirakan juga mencatat surplus seiring aliran masuk modal asing
     dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan I 2023 yang mencatat net inflows
     sebesar 4,7 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing ke investasi portfolio terus
     berlanjut pada April 2023 yang hingga 14 April 2023 mencatat net inflows 1,2 miliar
     dolar AS. Perkembangan positif di aliran masuk modal asing sejalan dengan dampak
     meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah kondisi ekonomi domestik
     yang terus membaik seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, dan
     imbal hasil aset keuangan yang menarik. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret
     2023 juga terus meningkat menjadi 145,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
     6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah,
     serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Berbagai
     kinerja positif tersebut diprakirakan berlanjut sehingga NPI 2023 diprakirakan mencatat
     surplus, dengan transaksi berjalan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit
     0,4% dari PDB. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan
     mencatat surplus yang lebih tinggi didukung oleh aliran masuk modal asing dalam
     bentuk PMA dan investasi portofolio.



     Gambar 3.4
     Neraca Perdagangan Indonesia




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              3–9
Page 45
     Gambar 3.5
     Cadangan Devisa




     3.   Nilai Tukar Rupiah

     Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat sebesar 1,38% secara point-to-point
     dibandingkan dengan level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal
     asing di investasi portfolio. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023
     menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan
     apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso
     Filipina sebesar 0,22%. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan Rupiah terus
     menguat sejalan dengan surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk
     modal asing dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi
     yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia
     akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan
     inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian
     pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut diperkuat dengan
     pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas Devisa Hasil
     Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar.

     4.   Inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18% (mtm) lebih rendah
     dari pola historisnya di periode awal bulan Ramadan, sehingga secara tahunan turun dari
     level bulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Penurunan inflasi
     terjadi di semua kelompok, yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Inflasi inti
     Maret 2023 terus melambat dari 3,09% (yoy) menjadi 2,94% (yoy) dipengaruhi
     ekspektasi inflasi dan tekanan imported inflation yang menurun serta pasokan agregat


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 3 – 10
Page 46
     yang memadai dalam merespons kenaikan permintaan barang dan jasa. Sementara itu,
     inflasi volatile food turun dari 7,62% (yoy) pada Februari 2023 menjadi 5,83% (yoy).
     Tekanan inflasi yang terus menurun tersebut dipengaruhi oleh dampak positif kebijakan
     moneter Bank Indonesia yang pre-emptive dan forward looking serta sinergi yang erat
     dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
     dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah. Dengan
     perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi inti akan tetap terkendali
     dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023 dan inflasi IHK dapat kembali ke dalam
     sasaran 3,0±1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus
     memperkuat koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam pengendalian
     inflasi.


     Gambar 3.6
     Perkembangan Inflasi




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           3 – 11
Page 47
     Gambar 3.7
     Peta Inflasi Daerah (%, yoy)




     5.   Suku Bunga

     Sejalan dengan stance kebijakan likuiditas Bank Indonesia yang akomodatif, indikator
     rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi yakni 28,91%
     pada Maret 2023. Likuiditas perekonomian juga memadai tecermin pada uang beredar
     dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) bulan Maret 2023 yang masing-masing tumbuh
     sebesar 4,8% (yoy) dan 6,2% (yoy). Likuiditas yang memadai pada gilirannya
     mendukung ketersediaan dana bagi perbankan untuk penyaluran kredit/pembiayaan bagi
     dunia usaha dan mengarahkan suku bunga perbankan yang kondusif mendukung
     pertumbuhan ekonomi. Di pasar uang, suku bunga IndONIA tetap rendah sebesar 5,65%
     pada 17 April 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 6,24%, menurun 20
     bps dibandingkan dengan level Februari 2023, sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka
     panjang terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada Maret 2023 juga tercatat rendah
     4,10%, turun 2 bps dibandingkan dengan Februari 2023. Suku bunga kredit Maret 2023
     juga kondusif mendukung permintaan kredit, yakni sebesar 9,38%, meningkat 4 bps
     dibandingkan dengan level bulan sebelumnya. Bank Indonesia akan terus memastikan
     kecukupan likuiditas untuk terjaganya stabilitas system keuangan serta mendorong
     berlanjutnya peningkatan kredit/pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                          3 – 12
Page 48
     Gambar 3.8
     Suku Bunga Kebijakan BI dan PUAB O/N




     Gambar 3.9
     Suku Bunga Deposito dan Kredit Perbankan




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi       3 – 13
Page 49
     3.3. Gambaran Industri

     PLTP merupakan proven technology, yang telah digunakan secara komersial selama
     lebih dari setengah abad. Meskipun pembangkit ini telah digunakan di 29 negara,
     potensinya yang besar secara global masih relatif belum tergarap. Selain itu, pembangkit
     ini menghasilkan emisi karbon sebesar kurang dari 1% dari jumlah emisi karbon yang
     dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas yang setara,
     dengan availability factor dan capacity factor yang tinggi. Bagi negara-negara dengan
     potensi sumber daya panas bumi yang besar seperti Indonesia, panas bumi merupakan
     faktor penting dalam memenuhi permintaan energi dan mengurangi emisi karbon di
     masa depan.

     Kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan
     kuat dari sekitar 2,8 gigawatt (GW) di tahun 2022 menjadi sekitar 6,2 GW di tahun
     2030, dengan CAGR sekitar 10,4%, dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata global
     pada CAGR sekitar 3,9% dalam periode yang sama. Pada tahun 2030, Indonesia akan
     memiliki kapasitas panas bumi terbesar di dunia dengan menyumbang sebesar 28% dari
     proyeksi kapasitas panas bumi bersih secara global. Pertumbuhan ini didukung oleh
     potensi sumber daya panas bumi Indonesia yang signifikan, pertumbuhan permintaan
     pasar yang pesat serta dukungan kebijakan sebagai bagian utama dari roadmap
     pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi
     nasional.


     Gambar 3.10
     Prospek Net Geothermal Capacity Global (GW)




     3.3.1. Struktur Pasar Tenaga Listrik

     Sebagai pasar yang diatur, Pemerintah dan PLN memiliki pengaruh langsung dalam
     membentuk pasar tenaga listrik dan bauran pembangkitan listrik Indonesia di masa
     depan. Indonesia mengoperasikan model pasar “single-buyer” di mana PLN membeli
     tenaga listrik dari berbagai sumber dan merupakan pemain tunggal dalam transmisi,
     distribusi, dan penjualan tenaga listrik.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              3 – 14
Page 50
     Beberapa badan pemerintahan yang berperan dalam menetapkan kebijakan dan harga
     untuk sector ketenagalistrikan atau memberikan pengaruh pada regulasi adalah sebagai
     berikut:

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan regulator utama
         untuk sector energi. Kementerian ini bertanggung jawab atas seluruh pengembangan
         dan implementasi kebijakan sektor energi. Kementerian ini juga menetapkan arah
         strategis untuk sektor ketenagalistrikan melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan
         Nasional (RUKN) yang menetapkan rencana 20 tahun untuk mengembangkan sistem
         penyediaan listrik yang sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional secara
         keseluruhan (KEN 2014).
        Badan legislatif juga memainkan peran penting dalam penentuan regulasi dan
         kebijakan energi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bertanggung jawab untuk
         menyetujui atau menolak usulan tarif dan subsidi serta bertanggung jawab untuk
         memberlakukan undang-undang tentang ketenagalistrikan. Presiden Indonesia dapat
         mengeluarkan peraturan pelaksanaan (Peraturan Presiden atau Peraturan Pemerintah)
         serta Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menetapkan target nasional
         untuk bauran energi.

     Model pasar “single-buyer” umum diterapkan di Asia Tenggara. Malaysia, Thailand,
     Brunei, Laos, Myanmar dan Kamboja juga beroperasi dengan model serupa. Model
     tersebut umum diberlakukan di negara berkembang dengan sektor tenaga listrik yang
     seluruhnya dimiliki oleh negara sebagai sarana yang terbukti untuk menarik modal
     swasta melalui PJBL, yang dapat diterapkan tanpa perubahan yang fundamental pada
     struktur pasar sektor tenaga listrik.

     Dalam perspektif pengembang proyek panas bumi, hal ini dapat mengurangi risiko
     offtaker untuk IPP karena PJBL dapat didukung oleh jaminan pemerintah, bukan oleh
     offtaker individu dengan tingkat kelayakan kredit yang bervariasi. PJBL juga
     mempermudah untuk menghimpun pembiayaan utang karena risiko offtake dan risiko
     harga sebagian besar dapat dimitigasi. Meskipun PJBL masih menggunakan struktur
     “Take-or-Pay” atau “Deliver or Pay” yang melindungi IPP dari risiko pasar, peraturan
     baru (Peraturan Menteri ESDM No. 10/2017) mengalokasikan risiko-risiko (seperti
     force majeure/keadaan kahar) kepada PLN dan IPP serta menawarkan insentif dan
     denda dengan nilai yang dipengaruhi oleh kinerja.

     IPP berkecimpung dalam sektor pembangkit listrik dengan menandatangani PJBL
     dengan PLN. Biaya pembangkitan rata-rata PLN yang disebut sebagai BPP, saat ini
     digunakan sebagai acuan untuk tarif dalam PJBL. Kementerian ESDM menerbitkan
     angka nasional dan lokal untuk BPP secara tahunan.

     Apabila BPP lokal lebih tinggi dibanding BPP nasional, tarif dapat dinegosiasikan
     hingga harga pagu yang ditetapkan oleh BPP sebagai berikut:

     1. Untuk pembangkit listrik termal, tenaga hidro, tenaga panas bumi, dan tenaga
        municipal waste, tarif dalam PJBL dibatasi sebesar 100 persen dari tarif BPP lokal.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            3 – 15
Page 51
     2. Untuk energi terbarukan lainnya, tarif dalam PJBL dibatasi hingga sebesar 85% dari
        BPP lokal

     Apabila BPP lokal lebih rendah dari BPP nasional, tarif akan dinegosiasikan antara IPP
     dan PLN. Setelah tarif disepakati antara IPP dan PLN, tarif tersebut harus disetujui oleh
     Menteri ESDM sebelum dilakukan penandatanganan PJBL. Tarif akan dikunci setelah
     PJBL ditandatangani dan tidak akan disesuaikan dari tahun ke tahun. Indonesia juga
     memiliki mekanisme legacy yang unik untuk proyek-proyek panas bumi yang dikenal
     sebagai Kontrak Operasi Bersama (Joint Operating Contracts) (KOB). Sebelum tahun
     2003, Pertamina memegang hak eksklusif atas bisnis panas bumi di Indonesia. Melalui
     KOB, Pertamina dapat melibatkan perusahaan-perusahaan swasta untuk
     mengembangkan dan mengoperasikan proyek-proyek panas bumi dan dapat
     mengumpulkan kompensasi selaku pemegang sumber daya. Meskipun Pertamina saat ini
     tidak lagi memiliki hak eksklusif tersebut, KOB yang ditandatangani sebelum tahun
     2003 dapat diwariskan dan akan tetap berlaku sampai akhir masa kontrak.

     3.3.2. Tinjauan Energi Panas Bumi Dunia

     Energi panas bumi berasal dari energi panas yang terkandung di bawah kerak bumi.
     Energi panas bumi yang ditangkap melalui air dan uap yang dibawa ke permukaan bumi
     dapat digunakan untuk menghasilkan listrik atau untuk pemanasan dan pendinginan.
     Untuk menghasilkan listrik, sumur sering dibor ke reservoir bawah tanah untuk
     mengakses uap atau air panas yang kemudian dapat menggerakkan generator listrik.

     Energi panas bumi diciptakan dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan bumi, yaitu
     dengan menggunakan uap dari reservoir air panas bawah tanah untuk menggerakkan
     turbin yang menghasilkan listrik. Dalam kebanyakan kasus, pengembang energi
     mengakses reservoir bawah tanah ini dengan mengebor sumur ke dalam tanah.

     Pembangkit panas bumi terbesar di dunia bernama Geysers Geothermal Complex yang
     terletak di Amerika Serikat dengan kapasitas 900 MW, terdiri dari 22 pembangkit listrik
     dan tersebar di beberapa kilometer, terletak di utara San Francisco, di atas ruang magma
     dalam yang membentang lebih dari 30 mil persegi. Amerika Serikat juga memiliki salah
     satu kapasitas tenaga panas bumi terpasang tertinggi di dunia. Efisiensi termal
     pembangkit panas bumi rendah karena suhu cairan panas bumi yang relatif rendah;
     namun, faktor kapasitasnya cenderung tinggi karena mengandalkan sumber energi yang
     stabil, tidak seperti angin atau matahari.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               3 – 16
Page 52
     Gambar 3.11
     Peringkat Pembangkit Panas Bumi Terbesar di Dunia per Januari 2022




     Setelah Amerika Serikat, Indonesia dan Filipina memimpin dalam hal kapasitas tenaga
     panas bumi terpasang kumulatif. Ketiga negara ini masih memiliki banyak proyek panas
     bumi yang sedang dikembangkan dan juga merupakan rumah bagi beberapa pembangkit
     panas bumi terbesar di dunia. Saat ini, Indonesia dan Filipina sedang dalam proses
     mengembangkan beberapa proyek panas bumi terbesar di dunia. Asia memiliki beberapa
     sumber panas bumi terbesar di dunia. Potensi sumber daya ini biasanya paling tinggi di
     dekat garis patahan geologis. Namun, pada 2022, Turki memasang penambahan
     kapasitas panas bumi terbanyak yakni 99 MW, setelah menyelesaikan beberapa proyek
     baru.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            3 – 17
Page 53
     Gambar 3.12
     Kapasitas Energi Panas Bumi di Seluruh Dunia, 2019-2021




     Dengan dunia yang tampaknya kembali ke jalurnya pasca-covid, pertumbuhan kapasitas
     pembangkit listrik tenaga panas bumi tetap rendah. Hanya 8 negara yang menambah
     kapasitas pembangkit listrik panas bumi dengan total 16 pembangkit tambahan. Kenya
     (83 MW), Indonesia (80 MW) dan AS (72 MW) menunjukkan pertumbuhan utama. Ada
     penambahan di Nikaragua sebesar 10,4 MW sebelum akhir tahun. Penambahan lainnya
     dilaporkan di Cina, Filipina, dan Jepang. Total kapasitas pembangkit listrik tenaga panas
     bumi terpasang pada akhir tahun 2022 mencapai 16.127 MW, meningkat 286 MW
     dibandingkan tahun 2021.

     Berikut Top 10 negara panas bumi pada akhir tahun 2021: (1) Amerika Serikat – 3.722
     MW, (2) Indonesia – 2.276 MW, (3) Filipina – 1.918 MW, (4) Turki – 1.710 MW, (5)
     Selandia Baru – 1.037 MW, (6) Meksiko – 962,7 MW, (7) Italia – 944 MW, (8) Kenya –
     861 MW, (9) Islandia – 754 MW, dan (10) Jepang – 603 MW.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               3 – 18
Page 54
     Gambar 3.13
     Top 10 Negara Panas Bumi pada Akhir Tahun 2021




     Pasar energi panas bumi global diproyeksikan tumbuh dari USD 62,65 miliar pada tahun
     2022 menjadi USD 95,82 miliar pada tahun 2029 dengan CAGR 6,3% pada periode
     proyeksi 2022-2029. Pasar di Asia Pasifik mencapai USD 21,80 miliar pada tahun 2021
     dan diperkirakan akan memegang pangsa nilai pasar terbesar selama periode proyeksi.
     Potensi pertumbuhan yang tinggi di negara-negara Asia dan kebutuhan volume listrik
     panas bumi yang tinggi diantisipasi akan mendorong pasar regional.


     Gambar 3.14
     Ukuran Pasar Energi Panas Bumi di Pasifik Asia




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                          3 – 19
Page 55
     Amerika Utara adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat dalam hal konsumsi panas
     bumi pada tahun 2021. AS diperkirakan akan tumbuh pada CAGR 7,0% selama periode
     proyeksi. Didominasi oleh pemakaian di sektor komersial dan residensial menjadi alasan
     utama di balik pertumbuhan sektor panas bumi di seluruh AS.


     Gambar 3.15
     Segmen Pasar Energi Panas Bumi Global




     Eropa adalah pasar terbesar kedua dalam hal konsumsi panas bumi, Berdasarkan
     skenario saat ini, hanya 10 negara Eropa yang memiliki pembangkit listrik panas bumi
     yang beroperasi. Selama setengah dekade terakhir, pasar panas bumi terkonsentrasi di
     wilayah Eropa yang lebih besar dan memiliki pertumbuhan tahunan lebih dari 10%.
     Alasan utama pertumbuhan substansial selama beberapa dekade terakhir di seluruh
     wilayah adalah penambahan kapasitas panas bumi di Turki.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            3 – 20
Page 56
     Gambar 3.16
     Kapasitas Energi Panas Bumi Terpasang




     Pasar Amerika Latin terutama didorong oleh peningkatan konsumsi listrik di sektor
     industri, komersial, dan residensial. Untuk mengurangi ketergantungan pada energi
     listrik berbasis bahan bakar fosil, industri terbarukan dan panas bumi terus melakukan
     diversifikasi di seluruh wilayah. Meksiko adalah salah satu basis sumber daya terbesar
     untuk produksi energi terbarukan. Sektor panas bumi adalah penyumbang paling
     signifikan untuk pembangkit listrik bersih di Meksiko.

     Pasar Timur Tengah & Afrika terutama terkonsentrasi di wilayah Rift Afrika Timur.
     Wilayah ini memiliki potensi panas bumi yang besar untuk penggunaan langsung dan
     produksi listrik. Afrika Timur benar-benar fokus pada pengembangan sumber daya
     terbarukan, termasuk panas bumi. Kenya adalah negara terdepan dalam produksi dan
     konsumsi panas bumi di seluruh Timur Tengah & Afrika. Lebih dari 92% listrik yang
     dihasilkan di seluruh Kenya berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2020. Sektor
     panas bumi adalah sumber utama listrik yang dihasilkan negara tersebut, terhitung lebih
     dari 48,4% dari total listrik yang dihasilkan pada tahun 2020.

     3.3.3. Tinjauan Energi Panas Bumi di Indonesia

     Geografi Indonesia membuat negara kepulauan ini memiliki posisi unik untuk
     memanfaatkan energi panas bumi. Terletak di Ring of Fire, aktivitas seismik di sekitar
     Indonesia sangat aktif sehingga memberikan potensi energi panas bumi yang sangat
     besar. Karena fitur-fitur ini, Indonesia diperkirakan memiliki kapasitas panas bumi
     sebesar 23,7 GW di 300 lokasi.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                             3 – 21
Page 57
     Saat ini, Indonesia menampung sekitar 40% sumber daya panas bumi global. Pada tahun
     2019, Indonesia mengerahkan 2,1 GWe atau 9% dari perkiraan sumber daya panas bumi
     yang menghasilkan 14 TWHe. Dengan kapasitas tersebut, negara ini menempati urutan
     ke-2 dalam implementasi panas bumi global setelah Amerika Serikat.


     Gambar 3.17
     Sumber Daya dan Cadangan Panas Bumi




     Pada akhir tahun 2020 Indonesia memiliki total kapasitas pembangkit listrik terpasang
     sebesar 70 GW yang terhubung ke jaringan. Penambahan kapasitas bersih pada tahun
     2020 sebesar 3 GW dibandingkan dengan 4,7 GW pada tahun 2019. Total kapasitas
     terpasang sistem off-grid mencapai 2,75 GW, meningkatkan total kapasitas terpasang di
     Indonesia menjadi 72,8 GW di akhir tahun 2020. Lebih dari 60% terpasang di sistem
     kelistrikan Jawa-Bali (>40 GW), sedangkan sisanya disalurkan di beberapa sistem
     kelistrikan lain di Indonesia (Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan
     Papua). Sistem terluas berikutnya ada di pulau Sumatera, dengan 8,6 GW, diikuti oleh
     Kalimantan dan Sulawesi.

     Energi terbarukan menyumbang 12% dari total kapasitas terpasang pada tahun 2020. Ini
     dibagi menjadi setengah tenaga air (termasuk pembangkit listrik besar) dan setengah
     energi terbarukan lainnya. Kapasitas daya terbarukan tumbuh secara moderat pada tahun
     2020, dengan tambahan 165 MW. Banyak dari penambahan ini dalam bentuk tenaga air.
     Penambahan kapasitas tenaga surya menyusul dengan total 30 MW, terutama PV surya
     atap dan proyek pembangkit listrik independen (IPP) tahun 2017 yang beroperasi.

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           3 – 22
Page 58
     Pandemi COVID-19 mengakibatkan penundaan konstruksi untuk beberapa proyek
     energi terbarukan, terutama untuk panas bumi (hampir tidak ada penambahan selama
     tahun 2020) dan tenaga air. Sebanyak 561 MW proyek pembangkit listrik tenaga air
     direncanakan untuk beroperasi pada 2019 dan 2020 tetapi tertunda.


     Gambar 3.18
     Bauran Energi Primer




     Pada akhir tahun 2020 Indonesia memiliki kapasitas terpasang tenaga air sebesar 6,1
     GW dan tenaga panas bumi sebesar 2,1 GW. Indonesia menargetkan 17,9 GW tambahan
     proyek energi PLTA besar pada tahun 2025 dan tambahan 3 GW proyek PLTA kecil.
     Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024,
     pembangunan ditargetkan di wilayah Papua, Sulawesi, dan Kalimantan Utara sebagai
     wilayah utama di mana tenaga air dapat mendukung elektrifikasi. Panas bumi dianggap
     sebagai sumber daya penting untuk menyediakan kapasitas beban dasar dalam jangka
     panjang dalam mewujudkan target energi terbarukan Indonesia sebesar 23% pada tahun
     2025. Sebagian besar sumber daya panas bumi berada di wilayah yang juga memiliki
     permintaan, yaitu Sumatera dan Jawa. UU Panas Bumi diundangkan pada tahun 2003
     dan panas bumi ditargetkan sebesar 7,2 GW pada tahun 2025. Pemerintah menyusun
     roadmap pengembangan panas bumi dengan tujuan meningkatkan kapasitas panas bumi
     dari 2,13 GW pada tahun 2019 menjadi 7,87 GW pada tahun 2030 dan 9,3 GW pada
     tahun 2035. Target panas bumi dimajukan 5 tahun lebih awal sampai dengan tahun 2030
     dari rencana awal pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Menurut Rencana
     Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, dirilis Oktober 2021, total 20,9
     GW penambahan kapasitas energi terbarukan direncanakan antara tahun 2021 dan 2030,
     yang akan mewakili sekitar 51,6% dari total penambahan kapasitas yang direncanakan
     pada periode yang sama. Ini merupakan peningkatan yang cukup besar dibandingkan
     dengan RUPTL 2019-2028 yang merencanakan penambahan kapasitas hanya sebesar
     16,7 GW atau 29,6% dari total penambahan. Sekitar setengah dari total penambahan


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                         3 – 23
Page 59
     energi terbarukan berasal dari tenaga air (10,4 GW), diikuti oleh PV surya (4,68 GW)
     dan panas bumi (3,36 GW). Energi terbarukan menyumbang 13% dari total pembangkit
     listrik on-grid Indonesia pada tahun 2020, turun dari 16% pada tahun 2019. Termasuk
     pembangkit energi terbarukan dari sistem off-grid, pangsa energi terbarukan sekitar
     18%. Tenaga air dan panas bumi masing-masing menghasilkan 24,4 TWh dan 15,6
     TWh, yang mewakili sebagian besar output daya terbarukan Indonesia.

     Menurut RUPTL 2021-2030, total pembangkit listrik harus tumbuh rata-rata sekitar
     4,9% per tahun antara tahun 2021 dan 2030, meningkat dari 291 TWh menjadi 445
     TWh. Batubara masih merupakan bagian terbesar dari total output listrik Indonesia,
     meskipun menurun dari sekitar 67% pada tahun 2021 menjadi 59,4% pada tahun 2030.
     Energi terbarukan masing-masing akan menyumbang 23% dan 24,8% dari total output
     listrik Indonesia pada tahun 2025 dan 2030, dengan sekitar 70% dari total keluaran
     listrik terbarukan berasal dari tenaga air dan panas bumi dan sisanya 30% dari matahari,
     angin dan biomassa.


     Gambar 3.19
     Perincian Penambahan Kapasitas (MW) Menurut RUPTL, 2021-2030




     Potensi sumber daya panas bumi diperkirakan mencapai 28,5 GW. Lebih dari 2 GW
     pembangkit panas bumi sudah beroperasi saat ini, berjumlah sekitar 10% dari potensi
     sumber daya.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              3 – 24
Page 60
     Gambar 3.20
     Potensi Energi Terbarukan di Indonesia




     Menurut RUEN, Indonesia berencana untuk mencapai 7,24 GW tenaga panas bumi pada
     tahun 2025 – yang membutuhkan investasi USD15 miliar – dan 9,3 GW pada tahun
     2035. Namun, ESDM mengatakan bahwa Indonesia akan mencapai tujuannya untuk
     memiliki sekitar 7 GW produksi tenaga panas bumi pada tahun 2030 yang akan menjadi
     5 tahun di belakang jadwal hingga tahun 2050 direncanakan kapasitas panas bumi
     terpasang sebesar 17,5 GWe, yaitu 4% dari total kapasitas Renewable Energy
     Technologies (RET) yang direncanakan. Untuk penambahan kapasitas sebesar 15,4
     GWe, akan dibangun lebih dari 300 pembangkit baru dengan kapasitas rata-rata 50
     MWe. Ini melebihi cadangan termal saat ini, yang menyiratkan bahwa sebagian sumber
     daya harus menjadi cadangan. Sejauh mana hal ini dimungkinkan tergantung pada
     perkembangan ekonomi dan ketersediaan teknis, karena tidak semua sumber daya termal
     cocok untuk pembangkit listrik.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                         3 – 25
Page 61
     Gambar 3.21
     Total Pasokan Energi Primer Indonesia, 2018-2050




     Pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik masih sangat minim
     dibandingkan dengan sumber energi lainnya, yaitu kurang dari 10%. Pemerintah
     Indonesia berupaya agar energi terbarukan mencapai 23% dari pembangkit listrik pada
     tahun 2025, hampir dua kali lipat dari 12% saat ini. Bahkan, panas bumi diharapkan
     menjadi sumber utama sistem pembangkit listrik masa depan untuk mendukung tujuan
     Indonesia menjadi negara net-zero emission pada tahun 2060.

     3.3.4. Prospek Bisnis dan Strategi Usaha Perseroan

     Berdasarkan laporan Global Economic Prospects dari Bank Dunia yang dirilis bulan
     Januari 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,2 persen pada
     tahun ini. Membaiknya ekonomi nasional memerlukan dukungan ketersediaan energi
     untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi termasuk listrik, sehingga pertumbuhan
     ekonomi tetap terjaga. Penjelasan PT PLN (Persero) menyebutkan, pada tahun 2021
     sektor industri mencatatkan pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 10,5%, sementara
     sektor tekstil berkontribusi 23,4% dari pertumbuhan sektor industri, industri baja
     berkontribusi 21,7%, dan sector rumah tangga tumbuh 2,3%. Berdasarkan Rencana
     Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, kebutuhan energi listrik
     nasional akan terus meningkat rata-rata sebesar 6,42% per tahun.

     Peningkatan konsumsi listrik juga disampaikan Kementerian ESDM, yang mencatatkan
     konsumsi listrik per kapita di sepanjang 2021 naik menjadi 1.123 kWh/kapita, dari
     sebelumnya di 2020 sebesar 1.089 kWh/kapita. Adapun pada 2022, Kementerian ESDM
     memproyeksikan konsumsi listrik per kapita naik signifikan dibandingkan tahun lalu
     menjadi 1.268 kWh/kapita.

     Kondisi ini memberikan prospek bagi usaha Perseroan yang turut menyediakan pasokan
     listrik dari PLTP yang dioperasikan. Perseroan terus mengoptimalkan produksi dan
     pasokan listrik, serta mengembangkan pemanfaatan panas bumi sebagai salah satu
     alternatif penyediaan listrik. Prospek usaha Perseroan juga didukung oleh peraturan
     yang melandasi peluang untuk merambah penjualan listrik langsung kepada end-user

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                         3 – 26
Page 62
     dibawah skema Power Wheeling, yaitu Undang-Undang (UU) Ketenagalistrikan
     No. 30/2009, Peraturan Pemerintah (PP) No. 14/2012, Peraturan Menteri Energi dan
     Sumber Daya Mineral (ESDM) No.1 /2015.

     Perseroan memperoleh sebagian besar pendapatan Perseroan dari (i) penjualan listrik
     secara langsung dan tidak langsung ke PLN, yang merupakan perusahaan utilitas listrik
     milik negara Indonesia, dan (ii) penjualan uap ke IPP dan PLN. Dalam WKP di mana
     Perseroan memegang hak-hak untuk beroperasi, Perseroan beroperasi dengan salah satu
     dari dua cara berikut: (i) melakukan seluruh aspek proses produksi tenaga panas bumi
     termasuk eksplorasi dan pengembangan reservoir panas bumi, konstruksi sistem fasilitas
     produksi di atas permukaan (steamfield above ground system), dan baik mengoperasikan
     PLTP oleh Perseroan sendiri maupun dalam beberapa kasus terbatas bekerja sama
     dengan IPP untuk mengoperasikan pembangkit listrik, di mana dalam hal ini Perseroan
     menjual uap yang Perseroan hasilkan kepada IPP, atau (ii) bekerja sama dengan para
     Kontraktor KOB untuk beroperasi di dalam WKP Perseroan dan memberikan izin
     kepada Kontraktor KOB untuk melakukan seluruh aspek proses produksi tenaga panas
     bumi atas nama Perseroan dengan imbalan biaya yang dikenal sebagai production
     allowances. Dalam kasus ke 2 di atas, Kontraktor KOB bertanggung jawab untuk
     melakukan seluruh aspek dalam proyek, termasuk eksplorasi dan pengembangan,
     pembangunan infrastruktur yang menghubungkan sumur uap dengan pembangkit listrik,
     serta pembangunan dan pengoperasian PLTP. Sehubungan dengan WKP yang Perseroan
     operasikan sendiri, Perseroan melakukan seluruh aspek eksplorasi termasuk analisis
     survei geologi, geokimia, geofisika dan geohazard dan data lainnya serta aktivitas
     pengeboran eksplorasi untuk mengonfirmasi keberadaan reservoir panas bumi, dan
     pengembangan yang termasuk produksi sumur untuk mempersiapkan reservoir panas
     bumi yang ditemukan untuk kegiatan komersial. Setelah adanya penemuan reservoir
     panas bumi dan reservoir panas bumi tersebut telah dikembangkan, Perseroan memilih
     untuk melakukan konstruksi dan pengoperasian PLTP sendiri, di mana dalam hal ini
     Perseroan menjual listrik secara langsung kepada PLN berdasarkan perjanjian jual beli
     listrik (“PJBL”) antara PLN dan Perseroan. Dalam situasi di mana Perseroan telah
     membuat kontrak dengan IPP untuk melakukan konstruksi dan pengoperasian PLTP,
     Perseroan menjual uap kepada IPP berdasarkan kontrak penjualan uap (“PJBU”) antara
     IPP dan Perseroan, dan IPP menggunakan uap yang dijual berdasarkan PJBU tersebut
     untuk PLTP milik IPP.

     Dalam area kuasa pengusahaan di mana Perseroan telah mengadakan kontrak dengan
     kontraktor KOB untuk melakukan operasi panas bumi, Kontraktor KOB bertanggung
     jawab atas seluruh aspek dalam operasi, termasuk pemilihan vendor, pengadaan,
     eksplorasi dan pengembangan, konstruksi sistem fasilitas produksi di atas permukaan
     (steamfield above ground system) dan operasi pembangkit listrik, termasuk apakah
     Kontraktor KOB akan mengoperasikan pembangkit listrik tersebut sendiri. Dalam situasi
     di mana Kontraktor KOB mengoperasikan pembangkit listrik tersebut sendiri, Perseroan
     atas nama Kontraktor KOB, menjual listrik dan uap yang dihasilkan kepada PLN
     berdasarkan kontrak penjualan energi (“ESC”) antara Kontraktor KOB, PLN dan
     Perseroan. Setelah Perseroan menerima pembayaran dari PLN, Perseroan meneruskan
     hasil pembayaran tersebut berdasarkan ESC kepada Kontraktor KOB, setelah dikurangi


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            3 – 27
Page 63
     production allowances yang terutang kepada Perseroan sebagai hasil dari Kontraktor
     KOB yang beroperasi di dalam WKP Perseroan.

     Perseroan berfokus pada tenaga panas bumi hulu dan hilir dan telah mengembangkan
     proyek-proyek tenaga panas bumi milik Perseroan dengan mengintegrasikan dan
     mengoptimalkan panas bumi dan komponen-komponen produksi listrik serta teknologi
     yang Perseroan dapatkan dari para pemasok yang memiliki hubungan kuat dengan
     Perseroan. Secara garis besar, fokus Perseroan pada segmen panas bumi hulu dan hilir
     telah memberikan Perseroan fleksibilitas dalam mendapatkan komponen, teknologi, dan
     operator yang paling sesuai serta dalam menyesuaikan proyek-proyek PLTP Perseroan
     berdasarkan lingkungan lokal di mana pembangkit listrik tersebut akan dioperasikan.
     Perseroan meyakini bahwa Perseroan memiliki kemampuan untuk berhasil dalam
     berkolaborasi dengan para kontraktor EPC, mengintegrasikan dan mengoptimalkan
     komponen-komponen dan teknologi panas bumi serta mengembangkan proyek-proyek
     PLTP yang sukses.


     3.4. Alasan Rencana Transaksi

     Rencana Transaksi akan dilaksanakan oleh Perseroan berdasarkan beberapa alasan
     sebagai berikut:

     1. Jasa Aerated Drilling Proyek Hululais

     a. Pelaksanaan Amandemen Kontrak mengacu kepada Pedoman Pengadaan
        Barang/Jasa yang berlaku di lingkungan Perseroan.
     b. Perseroan saat ini sudah mempunyai kontrak Pengadaan Jasa Aerated Drilling
        Hululais dengan PDSI dimana realisasi biaya pekerjaan hingga saat ini adalah
        sebesar 51% dengan jangka waktu kontrak terhitung mulai tanggal 20 November
        2017 sampai dengan tanggal 19 November 2023.
     c. Guna mendukung Rencana Kerja (RK) pengeboran di Perseroan tahun 2023 sampai
        dengan 2025, jasa aerated drilling masih dibutuhkan sehingga kontrak eksisting
        dengan PDSI dapat dilakukan amandemen berupa penambahan jangka waktu
        kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan tanpa penambahan nilai kontrak.
     d. PDSI bersedia untuk melakukan Amandemen Kontrak tersebut berupa perpanjangan
        jangka waktu selama 24 (dua puluh) bulan.

     2. Jasa Monitoring H2S

     a. Pelaksanaan Amandemen Kontrak mengacu kepada Pedoman Pengadaan
        Barang/Jasa yang berlaku di lingkungan Perseroan.
     b. Perseroan saat ini sudah mempunyai kontrak Pengadaan Jasa Monitoring H2S dan
        Kelengkapannya di Area/Proyek Perseroan dengan basis call of order dengan PDSI,
        dimana realisasi biaya pekerjaan hingga saat ini adalah sebesar 14% dan dengan
        jangka waktu kontrak terhitung mulai tanggal 26 November 2018 sampai dengan
        tanggal 25 November 2023.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                          3 – 28
Page 64
     c. Guna mendukung Rencana Kerja (RK) Pengeboran dan Kerja Ulang dan Reparasi
        Sumur (KURS) di Perseroan tahun 2023 sampai dengan 2025, Jasa Monitoring H2S
        masih dibutuhkan sehingga kontrak eksisting dengan PDSI dapat dilakukan
        Amandemen berupa penambahan jangka waktu kontrak tanpa penambahan nilai
        kontrak.
     d. PDSI bersedia untuk melakukan perpanjangan kontrak tersebut diatas selama 24
        (dua puluh empat) bulan.


     3.5. Manfaat Dilakukannya Rencana Transaksi

     Manfaat dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

     a. Rencana kerja pengeboran tetap berjalan sesuai dengan timeline yang sudah
        ditetapkan.

     b. Pekerjaan pengeboran eksplorasi maupun make up well tetap dapat berjalan sesuai
        program kerja yang sudah disusun.


     3.6. Risiko Dilakukannya Rencana Transaksi

     Tidak terdapat risiko terkait Rencana Transaksi mengingat bahwa sifat dari Rencana
     Transaksi adalah adendum/amandemen perjanjian yaitu penambahan jangka waktu
     kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk jasa aerated drilling Proyek Hululais
     dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya di area/proyek Perseroan dengan basis
     call of order.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           3 – 29
Page 65
     4.       ANALISIS KUANTITATIF



     4.1.       Analisis atas Kinerja Historis

     Berikut ini diuraikan analisis atas kinerja keuangan historis Perseroan yang disarikan
     dari laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada periode tiga bulan yang berakhir
     pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
     31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
     31 Desember 2018 yang diaudit oleh PSS.

     4.1.1. Laporan Posisi Keuangan

     Berikut adalah laporan posisi keuangan Perseroan yang berakhir pada periode tiga bulan
     yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
     tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019,
     dan 31 Desember 2018.


     Tabel 4.1
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Laporan Posisi Keuangan
     Tahun 2018–2023 (Maret)

                                                             2023
                                    Uraian                                2022         2021          2020         2019         2018
                                                             (Mar)

     Aset
      Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas                                     630.993      262.302      125.335      154.863      125.852      128.659
       Piutang Usaha
         Pihak Berelasi                                       130.611      120.125      121.333      135.169      115.288      107.019
         Pihak Ketiga                                           6.120        3.098        3.250        3.279        3.630        3.565
       Piutang Lain-Lain
         Pihak Berelasi                                        11.469        2.337        6.843       10.167        7.668        2.641
         Pihak Ketiga                                             103            31           36           62         120          662
       Persediaan                                              21.001       20.082       16.463       14.571       14.114       15.372
       Kas yang Dibatasi Penggunaannya                            -            -            -            -            -          2.137
       PPN yang Dapat Ditagihkan Kembali - Lancar               8.792        2.673        3.110          759        1.149        4.686
       Biaya Dibayar Dimuka                                       129          322          345          665          292          464
       Aset Lain-Lain                                          14.952       22.337        3.071          209          218          -
          Jumlah Aset Lancar                                  824.170      433.307      279.786      319.744      268.331      265.205
      Aset Tidak Lancar
       Kas yang Dibatasi Penggunaannya                            -            -         10.098       10.085       10.064       10.044
       Piutang Lain-Lain Pihak yang Berelasi                    8.808        8.533        9.668       10.558       10.733
       Aset Hak Guna                                            3.490        3.787        5.711          806          -            -
       PPN yang Dapat Ditagihkan Kembali - Tidak Lancar       104.297      103.912      108.833      114.829      111.438       98.071
       Aset Keuangan yang Dinilai pada Nilai Wajar Melalui
       Pendapatan Komprehensif Lain                            29.004       23.841       25.966       17.197           -            -
       Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual                        -            -            -            -              5            5
       Aset Lain-Lain - Bersih                                      42           42         112          123          213       12.086
          Total Aset Tidak Lancar                             145.641      140.115      160.388      153.598      132.453      120.206
      Aset Tetap
       Harga Perolehan                                       2.638.690    2.629.600    2.580.310    2.593.340    2.584.458    2.498.449
       Akumulasi Penyusutan                                   (754.154)    (727.884)    (623.003)    (515.316)    (411.811)    (328.172)
          Jumlah Aset Tetap                                  1.884.536    1.901.716    1.957.307    2.078.024    2.172.647    2.170.277
     Total Aset                                              2.854.347    2.475.138    2.397.481    2.551.366    2.573.431    2.555.688




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                        4–1
Page 66
                                                                   2023
                                Uraian                                           2022         2021            2020        2019        2018
                                                                   (Mar)

     Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas Jangka Pendek
        Utang Usaha
          Pihak Berelasi                                              2.198         1.782        2.026          1.104       7.224      26.029
          Pihak Ketiga                                               70.737        63.774       70.558         67.451      75.558      81.003
        Utang Lain-Lain                                              25.821        97.696       27.007        315.719     285.178     231.008
        Pinjaman Bank Jangka Pendek                                 400.000       600.000          -              -           -           -
        Pinjaman Bank Jangka Panjang yang Akan Jatuh Tempo
        dalam Satu Tahun                                             15.625        15.580       16.277        228.304     213.261     179.091
        Liabilitas Sewa yang Akan Jatuh Tempo dalam Satu Tahun        2.014         1.864        2.156            458         -           -
        Utang Pajak                                                  24.359        10.860       14.793         10.411      11.091      12.210
        Biaya yang Masih Harus Dibayar                               33.170        37.437       35.144         30.641      33.654      76.191
        Imbalan Kerja Jangka Pendek                                  31.979        28.505       31.632         20.182      11.870         -
        Pendapatan Tangguhan                                            287           284          274            274         396         329
      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               606.190       857.782      199.867        674.544     638.232     605.861
      Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih                          15.623        13.903       12.353         19.515      20.113      17.424
        Pinjaman Bank Jangka Panjang                                    -             -        600.000            -           -           -
        Liabilitas Sewa Setelah Dikurangi Bagian yang Akan Jatuh
        Tempo dalam Satu Tahun                                             294          160       2.106           393          -           -
        Pinjaman Bank Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
        yang Akan Jatuh Tempo dalam Satu Tahun                      328.150       327.704      338.105        813.684     966.632    1.081.293
        Imbalan Kerja Jangka Panjang                                 15.996        14.644       15.997         20.412       9.087        6.419
        Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                             5.626         5.404          -              -           -            -
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              365.689       361.815      968.561        854.004     995.832    1.105.136
      Total Liabilitas                                              971.879      1.219.597    1.168.428      1.528.548   1.634.064   1.710.997
      Ekuitas
       Modal Saham                                                 1.470.520     1.102.855    1.102.855        83.093      83.093      83.093
       Tambahan Modal Disetor                                        181.112       (27.804)     (27.804)      (27.804)    (27.804)    (27.804)
       Pendapatan Komprehensif                                        19.140        15.732       17.134        11.347         -          (312)
       Saldo Laba                                                    211.923       164.958      137.047       956.327     884.189     789.794
        Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik
        Entitas Induk                                              1.882.695     1.255.741    1.229.232      1.022.963    939.478     844.771
        Kepentingan Non Pengendali                                     (227)          (200)          (179)       (145)       (111)         (80)
        Total Ekuitas                                              1.882.468     1.255.541    1.229.053      1.022.818    939.367     844.691
     Total Liabilitas dan Ekuitas                                  2.854.347     2.475.138    2.397.481      2.551.366   2.573.431   2.555.688




     4.1.2. Aset

     Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang
     berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
     2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, total aset Perseroan secara berturut-
     turut adalah sebesar US$ 2.854.347 ribu, US$ 2.475.138 ribu, US$ 2.397.481 ribu,
     US$ 2.551.366 ribu, US$ 2.573.431 ribu, dan US$ 2.555.688 ribu.

     Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023, total aset Perseroan
     naik sebesar US$ 379.209 ribu atau setara dengan 15,32% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2022. Hal tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kas dan setara
     kas sebesar US$ 368.691 ribu, piutang usaha sebesar US$ 13.508 ribu, dan adanya
     penurunan pada aset tetap sebesar US$ 17.180 ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, total aset Perseroan
     naik sebesar US$ 77.657 ribu atau setara dengan 3,24% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2021. Hal tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kas dan setara
     kas sebesar US$ 136.967 ribu, aset lain-lain sebesar US$ 19.266 ribu, dan adanya
     penurunan pada aset tetap sebesar US$ 55.591 ribu.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                               4–2
Page 67
     Pada periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, total aset Perseroan
     turun sebesar US$ 153.885 ribu atau setara dengan 6,03% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2020. Hal tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya kas dan setara
     kas sebesar US$ 29.528 ribu, total piutang usaha sebesar US$ 13.865 ribu, dan adanya
     peningkatan pada aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui pendapatan
     komprehensif lain sebesar US$ 8.769 ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, total aset Perseroan
     turun sebesar US$ 22.065 ribu atau setara dengan 0,86% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2019. Hal tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya aset tetap
     sebesar US$ 94.623 ribu, PPN yang dapat ditagih kembali sebesar US$ 390 ribu, dan
     adanya peningkatan pada kas dan setara kas sebesar US$ 29.011 ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, total aset Perseroan
     naik sebesar US$ 17.743 ribu atau setara dengan 0,69% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2018. Hal tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya PPN yang dapat
     ditagihkan kembali sebesar US$ 13.367 ribu, piutang lain-lain sebesar US$ 10.733 ribu,
     dan adanya penurunan pada jumlah piutang usaha sebesar US$ 8.334 ribu.

     4.1.3. Liabilitas

     Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang
     berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
     2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, total liabilitas Perseroan secara
     berturut-turut adalah sebesar US$ 971.879 ribu, US$ 1.219.597 ribu, US$ 1.168.428
     ribu, US$ 1.528.548 ribu, US$ 1.634.064 ribu, dan US$ 1.710.997 ribu.

     Pada periode tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2023, total liabilitas Perseroan
     turun sebesar US$ 247.718 ribu atau setara dengan 20,31% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2022, Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya pinjaman bank
     jangka pendek sebesar US$ 200.000 ribu dan utang lain-lain sebesar US$ 71.875 ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022, total liabilitas Perseroan
     naik sebesar US$ 51.169 ribu atau setara dengan 4,38% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2021, Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pinjaman
     bank jangka pendek sebesar US$ 600.000 ribu dan utang lain-lain sebesar US$ 70.689
     ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2021, total liabilitas Perseroan
     turun sebesar US$ 360.120 ribu atau setara dengan 23,56% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2020, Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya pinjaman bank
     jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
     sebesar US$ 475.579 ribu dan utang lain-lain sebesar US$ 288.712 ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, total liabilitas
     Perseroan mengalami penurunan sebesar US$ 105.516 ribu atau setara dengan 6,46%


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              4–3
Page 68
     dibandingkan tanggal 31 Desember 2019. Hal tersebut terutama disebabkan oleh
     menurunnya pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh
     tempo dalam satu tahun sebesar US$ 152.948 ribu dan total piutang usaha sebesar
     US$ 14.227 ribu.

     Pada periode tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2019, total liabilitas Perseroan
     menurun sebesar US$ 76.933 ribu atau setara dengan 4,50% dibandingkan tanggal
     31 Desember 2018, Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya pinjaman bank
     jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun dan
     biaya yang masih harus dibayar yang masing-masing sebesar US$ 114.661 ribu dan
     US$ 42.537 ribu.

     4.1.4. Ekuitas

     Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang
     berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
     2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, total ekuitas Perseroan berturut-turut
     adalah sebesar US$ 1.882.468 ribu, US$ 1.255.541 ribu, US$ 1.229.053 ribu, US$
     1.022.818 ribu, US$ 939.367 ribu, dan US$ 844.691 ribu. Kenaikan terhadap total
     ekuitas Perseroan terutama dipengaruhi oleh saldo laba.

     4.1.5. Laporan Laba (Rugi)

     Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir
     pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
     31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
     31 Desember 2018.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            4–4
Page 69
     Tabel 4.2
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Laporan Laba (Rugi) Tahun 2018–2023 (Januari-Maret)

                                               2023
                          Uraian                          2022        2021        2020        2019        2018
                                             (Jan-Mar)

     Pendapatan                                102.615    386.068     368.824     353.961     666.876     660.835
     Beban Pokok Pendapatan
        Beban Langsung                         (14.315)    (66.180)    (73.977)    (60.328)   (402.454)   (395.228)
        Penyusutan                             (26.815)   (107.028)   (108.350)   (103.866)    (83.639)    (81.597)
        Total Beban Pokok Pendapatan           (41.130)   (173.208)   (182.327)   (164.194)   (486.093)   (476.825)
     Laba Kotor                                 61.485    212.860     186.497     189.767     180.783     184.010
     Beban Usaha
        Beban Umum dan Administrasi               (517)    (11.801)     (4.722)     (1.298)     (6.345)     (2.006)
        Total Beban Usaha                         (517)    (11.801)     (4.722)     (1.298)     (6.345)     (2.006)
     Laba (Rugi) Usaha                          60.968    201.059     181.775     188.469     174.438     182.004
     Pendapatan (Beban) Lain-Lain
        Penghasilan Keuangan                     2.764       1.202         809       1.130       1.804       1.436
        Beban Keuangan                          (6.448)    (14.822)    (14.564)    (23.102)    (24.975)    (27.014)
        Lain-Lain                               12.850       7.322     (38.506)    (55.790)     (5.408)      7.224
        Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain       9.166      (6.298)    (52.261)    (77.762)    (28.579)    (18.354)
     Laba (Rugi) Sebelum Pajak                  70.134    194.761     129.514     110.707     145.859     163.650
     Pajak Penghasilan                         (23.196)    (67.442)    (44.472)    (37.875)    (50.302)    (56.334)
     Laba (Rugi) Bersih                         46.938    127.319      85.042      72.832      95.557     107.316




     4.1.6. Pendapatan

     Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021,
     31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, penjualan Perseroan
     secara berturut-turut adalah sebesar US$ 102.615 ribu, US$ 386.068 ribu, US$ 368.824
     ribu, US$ 353.961 ribu, US$ 666.876 ribu, dan US$ 660.835 ribu.

     Jumlah pendapatan Perseroan pada periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2023
     mengalami kenaikan rata-rata sebesar US$ 423.197 ribu. Kenaikan rata-rata terhadap
     pendapatan tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya peningkatan jumlah penjualan
     uap dan listrik.

     4.1.7. Beban Usaha

     Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021,
     31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, beban usaha Perseroan
     adalah sebesar US$ 517 ribu, US$ 11.801 ribu, US$ 4.722 ribu, US$ 1.298 ribu,
     US$ 6.345 ribu, dan US$ 2.006 ribu. Beban usaha Perseroan terutama digunakan untuk
     kegiatan umum dan administrasi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                    4–5
Page 70
     4.1.8. Laba Bersih

     Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021,
     31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, laba bersih Perseroan
     secara berturut-turut adalah sebesar US$ 46.938 ribu, US$ 127.319 ribu, US$ 85.042
     ribu, US$ 72.832 ribu, US$ 95.557 ribu, dan US$ 107.316 ribu.

     Laba bersih Perseroan terutama dipengaruhi oleh jumlah pendapatan dari penjualan
     produk yang disertai dengan beban pokok penjualan dan beban operasional lainnya.

     4.1.9. Laporan Arus Kas

     Berikut adalah laporan arus kas Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
     tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
     31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
     31 Desember 2018.


     Tabel 4.3
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2018–2023 (Maret)

                                                           2023
                           Uraian                                      2022        2021        2020        2019        2018
                                                         (Jan-Mar)

     Arus Kas dari Kegiatan Operasi
      Penerimaan Kas dari Pelanggan                         188.667     769.822     735.683     677.290     657.938     657.365
      Penerimaan Kas dari Pendapatan Bunga                    2.720       1.054         554       1.013       1.567       1.115
      Penerimaan Kas dari Klaim Asuransi dan Lain-Lain          352         139           -           -           -           -
      Penerimaan Kas dari Aktivitas Operasi Lainnya          12.397       5.924       2.750       4.394       6.074      12.773
      Pembayaran Kas Kepada Pemasok                        (106.492)   (447.480)   (383.625)   (375.078)   (372.446)   (383.320)
      Pembayaran Kas Kepada Karyawan                         (3.884)    (27.586)    (22.297)    (23.921)    (25.504)    (29.846)
      Pembayaran Premi Asuransi dan Klaim Lainnya                 -        (793)       (944)       (808)          -           -
      Pembayaran Kas atas Pajak Penghasilan                 (23.150)    (80.782)    (83.729)    (55.369)    (66.117)    (83.326)
     Total Arus Kas Diperoleh dari Kegiatan Operasi          70.610    220.298     248.392     227.521     201.512     174.761

     Arus Kas dari Kegiatan Investasi
       Penerimaan Dividen                                         -       2.707       5.280           -           -         865
       Penerimaan Kas yang Dibatasi Penggunaannya                 -      10.100           -           -       2.136         (20)
       Penambahan Aset Tetap                                (12.482)    (30.932)    (26.203)    (47.757)   (108.962)   (169.034)
     Total Arus Kas Digunakan untuk Kegiatan
                                                            (12.482)    (18.125)    (20.923)    (47.757)   (106.826)   (168.189)
     Investasi
     Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
      Pinjaman dari Bank                                          -           -     798.386           -           -           -
      Penerimaan Kas atas Penerbitan Saham                  589.269           -           -           -           -           -
      Pinjaman dari PT Pertamina (Persero)                        -           -           -           -           -     (59.145)
      Pembayaran Kas atas Dividen                           (70.000)    (30.000)          -           -           -     (18.305)
      Pembayaran Kas atas Beban Keuangan                                (14.409)     (2.890)          -           -           -
      Pembayaran Pinjaman Bank                             (200.000)          -    (200.000)          -           -           -
      Pengembalian Pinjaman ke Pertamina                                (18.972)   (570.357)   (149.150)    (98.719)     48.898
      Pembayaran Bunga atas Pinjaman ke Pertamina            (7.492)          -    (281.920)          -           -           -
     Total Arus Kas Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                            311.777     (63.381)   (256.781)   (149.150)    (98.719)    (28.552)
     Kegiatan Pendanaan
     Jumlah Perubahan Arus Kas                              369.905    138.792      (29.312)    30.614       (4.033)    (21.980)
     Saldo Kas Awal Periode                                 262.302    125.335     154.863     125.852     128.659     148.604
     Pengaruh Perubahan Kurs Mata Uang Asing                 (1.214)     (1.825)       (216)     (1.603)      1.226       2.035
     Kas dan Setara Kas Akhir Periode                       630.993    262.302     125.335     154.863     125.852     128.659




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                4–6
Page 71
     Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021,
     31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, arus kas Perseroan yang
     diperoleh dari kegiatan operasi tercatat masing-masing sebesar US$ 70.610 ribu,
     US$ 220.298 ribu, US$ 248.392 ribu, US$ 227.521 ribu, US$ 201.512 ribu, dan
     US$ 174.761 ribu yang terutama dipengaruhi oleh penerimaan kas dari pelanggan,
     penerimaan kas dari aktivitas operasi lainnya, dan penerimaan kas dari pendapatan
     bunga.

     Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021,
     31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, arus kas Perseroan yang
     digunakan untuk kegiatan investasi tercatat masing-masing sebesar US$ 12.482 ribu,
     US$ 18.125 ribu, US$ 20.923 ribu, US$ 47.757 ribu, US$ 106.826 ribu, dan
     US$ 168.189 ribu yang terutama digunakan untuk penambahan aset tetap.

     Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023, arus kas yang
     diperoleh dari kegiatan pendanaan yang tercatat sebesar US$ 311.777 yang terutama
     diperoleh dari penerimaan kas atas penerbitan saham. Adapun untuk tahun yang berakhir
     pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020,
     31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, arus kas yang digunakan untuk kegiatan
     pendanaan tercatat masing-masing sebesar US$ 63.381 ribu, US$ 256.781 ribu,
     US$ 149.150 ribu, US$ 98.719 ribu, dan US$ 28.552 ribu yang terutama digunakan
     untuk pembayaran kas atas dividen, pengembalian pinjaman ke pertamina, dan
     pembayaran bunga atas pinjaman ke pertamina.

     4.1.10. Rasio-Rasio Keuangan Perseroan


     Tabel 4.4
     Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2018–2023 (Januari-Maret)

                                                    2023
                        Keterangan                            2022     2021     2020     2019     2018
                                                  (Jan-Mar)
     Rasio Likuiditas
      Rasio Lancar                                     1,36     0,51     1,40     0,47     0,42     0,44
     Rasio Solvabilitas
      Jumlah Liabilitas Terhadap Jumlah Aset           0,34     0,49     0,49     0,60     0,63     0,67
      Jumlah Liabilitas Terhadap Jumlah Ekuitas        0,52     0,97     0,95     1,49     1,74     2,03
      Rasio Profitabilitas
       Imbal Hasil Aset                              1,64%     5,14%    3,55%    2,85%    3,71%    4,20%
       Imbal Hasil Ekuitas                           2,49%    10,14%    6,92%    7,12%   10,17%   12,70%
       Margin Laba (Rugi) Usaha                     59,41%    52,08%   49,29%   53,25%   26,16%   27,54%
       Margin Laba (Rugi) Bersih                    45,74%    32,98%   23,06%   20,58%   14,33%   16,24%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                          4–7
Page 72
     4.1.11. Likuiditas

     Likuiditas dihitung berdasarkan rasio lancar (current ratio), yaitu perbandingan antara
     aset lancar dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
     memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya. Rasio lancar Perseroan pada periode
     tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir
     pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020,
     31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, secara berturut-turut adalah sebesar 1,36,
     0,51, 1,40, 0,47, 0,42, dan 0,44.

     4.1.12. Solvabilitas

     Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
     yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara
     jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
     dengan jumlah modal sendiri/ekuitas. Pada periode tiga bulan yang berakhir pada
     tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
     31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
     31 Desember 2018, rasio jumlah liabilitas terhadap total aset adalah 0,34, 0,49, 0,49,
     0,60, 0,63, dan 0,67, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas adalah
     0,52, 0,97, 0,95, 1,49, 1,74, dan 2,03.

     4.1.13. Profitabilitas

     Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
     bersih dari aset yang dimilikinya. Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31
     Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
     31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018,
     tingkat imbal hasil aset Perseroan adalah adalah 1,64%, 5,14%, 3,55%, 2,85%, 3,71%,
     dan 4,20%.

     Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
     laba bersih dari ekuitas yang dimilikinya. Pada periode tiga bulan yang berakhir pada
     tanggal 31 Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
     Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan
     31 Desember 2018, tingkat imbal hasil ekuitas Perseroan adalah adalah 2,49%, 10,14%,
     6,92%, 7,12%, 10,17%, dan 12,70%.

     Margin laba (rugi) usaha menujukkan berapa persentase laba usaha yang diperoleh dari
     setiap penjualan. Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan
     untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021,
     31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018, margin laba (rugi)
     usaha Perseroan adalah 59,41%, 52,08%, 49,29%, 53,25%, 26,16%, dan 27,54%.

     Margin laba (rugi) bersih menunjukkan berapa persentase laba (rugi) bersih yang
     diperoleh dari setiap penjualan. Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               4–8
Page 73
     Maret 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022,
     31 Desember 2021, 31 Desember 2020, 31 Desember 2019, dan 31 Desember 2018,
     margin laba (rugi) bersih Perseroan secara berturut-turut adalah 45,74%, 32,98%,
     23,06%, 20,58%, 14,33%, dan 16,24%.


     4.2.   Analisis atas Laporan Proforma Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

     Tabel di bawah ini menunjukkan kondisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
     Transaksi dan proforma kondisi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi.

     Berikut adalah laporan posisi keuangan proforma Perseroan per tanggal 31 Maret 2023:


     Tabel 4.5
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Laporan Posisi Keuangan Per Tanggal 31 Maret 2023
     Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi
     US$ Ribu

                                                  Sebelum                     Setelah
                        Uraian                   Rencana       Penyesuaian   Rencana
                                                 Transaksi                   Transaksi

     Aset
       Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                          630.993              -      630.993
        Piutang Usaha
          Pihak Ketiga                              130.611              -      130.611
          Pihak Berelasi                              6.120              -        6.120
        Piutang Lain-Lain
          Pihak Ketiga                               11.469              -       11.469
          Pihak Berelasi                                103              -          103
        Pajak Pertambahan Nilai yang dapat
        Ditagihkan Kembali                            8.792              -        8.792
        Persediaan                                   21.001              -       21.001
        Uang Muka                                          -             -             -
        Biaya Dibayar di Muka                           129              -          129
        Aset Lain-Lain                                14.952             -        14.952
        Jumlah Aset Lancar                          824.170              -      824.170
       Aset Tidak Lancar
        Piutang Lain-Lain Pihak Berelasi              8.808              -        8.808
        PPN yang dapat Ditagihkan Kembali           104.297              -      104.297
        Aset Keuangan yang Dinilai pada Nilai
        Wajar Melalui Pendapatan Komperehensif
        Lain                                         29.004              -       29.004
        Aset Hak Guna-Bersih                          3.490              -        3.490
        Aset Tetap - Bersih                       1.884.536          1.918    1.886.454
        Aset Tidak Lancar Lainnya                        42              -           42
        Jumlah Aset Tidak Lancar                  2.030.177          1.918    2.032.095
     Total Aset                                   2.854.347          1.918    2.856.265




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                  4–9
Page 74
                                                  Sebelum                      Setelah
                           Uraian                 Rencana       Penyesuaian   Rencana
                                                  Transaksi                   Transaksi

     Liabilitas dan Ekuitas
       Liabilitas Lancar
         Utang Usaha
           Pihak Ketiga                                2.198          1.918        4.116
           Pihak Berelasi                             70.737              -       70.737
         Utang Lain-Lain Pihak yang Berelasi          25.821              -       25.821
         Utang Bank Jangka Pendek                    400.000              -      400.000
         Utang Pajak                                  24.359              -       24.359
         Beban Akrual                                 33.170              -       33.170
         Imbalan Kerja Jangka Pendek                  31.979              -       31.979
         Bagian Jangka Pendek dari Utang Jangka
         Panjang:
           Pinjaman Bank                              15.625              -       15.625
           Liabilitas Sewa                             2.014              -        2.014
         Pendapatan Tangguhan                            287              -          287
        Jumlah Liabilitas Lancar                     606.190          1.918      608.108
       Liabilitas Tidak Lancar
         Liabilitas Pajak Tangguhan                   15.623              -       15.623
         Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi
         Bagian Jangka Pendek
           Pinjaman Bank                             328.150              -      328.150
           Liabilitas Sewa                               294              -          294
         Imbalan Pascakerja                           15.996              -       15.996
         Liabilitas Jangka Panjang Lainnya             5.626              -        5.626
        Jumlah Liabilitas Tidak Lancar               365.689              -      365.689
        Total Liabilitas                             971.879          1.918      973.797
       Ekuitas
        Modal Saham                                1.470.520              -    1.470.520
        Tambahan Modal Disetor                       181.112              -      181.112
        Pendapatan Komprehensif Lainnya               19.140              -       19.140
        Saldo Laba
         Ditentukan Penggunaannya                    104.950              -      104.950
         Belum Ditentukan Penggunaannya              106.973              -      106.973
        Sub Total - Neto                           1.882.695              -    1.882.695
        Kepentingan Non Pengendali                      (227)             -         (227)
        Jumlah Ekuitas                             1.882.468              -    1.882.468
     Total Liabilitas dan Ekuitas                  2.854.347          1.918    2.856.265




     Pada laporan keuangan proforma Perseroan dapat dilihat bahwa total aset Perseroan
     setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan. Sebelum Rencana Transaksi, total
     aset Perseroan sebesar US$ 2.854.347 ribu dan setelah Rencana Transaksi meningkat
     menjadi US$ 2.856.265 ribu. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya penambahan
     aset tetap (aset minyak dan gas bumi serta panas bumi). Di sisi liabilitas, peningkatan
     terjadi pada utang usaha pada pihak berelasi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                   4 – 10
Page 75
     Berikut adalah laporan laba (rugi) proforma Perseroan per tanggal 31 Maret 2023:


     Tabel 4.6
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Laporan Laba (Rugi) Proforma Sebelum Rencana Transaksi
     dan Setelah Rencana Transaksi Per Tanggal 31 Maret 2023
     US$ Ribu

                                                  Sebelum                      Setelah
                         Uraian                  Rencana        Penyesuaian   Rencana
                                                 Transaksi                    Transaksi

     Penjualan                                       102.615              -       102.615
     Harga Pokok Penjualan                           (41.130)             -       (41.130)
     Laba Kotor                                       61.485              -        61.485
     Beban Usaha
      Beban Umum dan Administrasi                       (517)             -          (517)
      Pendapatan Keuangan                              2.764              -         2.764
      Pendapatan (Beban) Lain-Lain Bersih             12.850              -        12.850
      Jumlah Beban Usaha                              15.097              -        15.097
     Laba Usaha                                       76.582              -        76.582
     Penghasilan (Beban) Lain-Lain
      Beban Keuangan                                  (6.448)             -        (6.448)
     Jumlah Beban Lain-Lain                           (6.448)             -        (6.448)
     Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan             70.134              -        70.134
     Pajak Penghasilan                               (23.196)             -       (23.196)
     Laba Bersih                                      46.938              -        46.938


     Margin Laba Usaha                                62,11%                       62,11%
     Margin Laba Bersih                               45,74%                       45,74%




     Pada proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan dapat dilihat bahwa tidak
     terdapat perubahan pada laba (rugi) Perseroan setelah Rencana Transaksi. Rencana
     Transaksi merupakan kelanjutan/perpanjangan dari perjanjian terdahulu dan perubahan-
     perubahannya dimana tidak mengakibatkan perubahan biaya yang terkait dengan jasa
     yang diberikan oleh PDSI.


     4.3.   Analisis Inkremental

     Proyeksi yang digunakan dalam analisis inkremental telah disusun oleh Perseroan
     dengan penetapan asumsi yang didasarkan pada data dan pertimbangan yang memadai
     serta berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
     rencana manajemen di masa yang akan datang.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                               4 – 11
Page 76
     4.3.1. Proyeksi Laba (Rugi)

     Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh manajemen Perseroan,
     proyeksi laba (rugi) Perseroan untuk tahun 2023–2028 adalah sebagai berikut:


     Tabel 4.7
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tanpa Rencana Transaksi Tahun 2023–2028
     US$ Ribu

                     Uraian                    2023        2024        2025         2026         2027         2028

     Penjualan                                395.713     402.945     440.806      509.421       574.090      603.026
     Harga Pokok Penjualan                    (69.130)    (78.143)    (73.332)     (94.510)     (104.006)    (108.814)
     Laba Kotor                               326.583     324.802     367.473      414.911      470.084      494.212
     Baban Usaha                              (114.964)   (112.075)   (131.837)    (154.131)    (187.916)    (195.518)
     Laba Usaha                               211.619     212.727     235.636      260.780      282.168      298.694
     Pendapatan (Beban) Lain-Lain
      Pendapatan Keuangan                       14.451           -           -            -            -            -
      Beban Keuangan                           (25.359)    (23.709)    (24.404)     (35.472)     (46.519)     (58.969)
      Pendapatan/(Beban) Lain-Lain - Bersih     13.785           -           -            -            -            -
     Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain         2.877     (23.709)    (24.404)     (35.472)     (46.519)     (58.969)
     Laba Sebelum Pajak                       214.496     189.018     211.232      225.307      235.649      239.725
     Pajak                                     (72.929)    (64.266)    (71.819)     (76.605)     (80.121)     (81.507)
     Laba Bersih                              141.568     124.752     139.413      148.703      155.528      158.219

     Margin Laba Usaha                         53,48%      52,79%      53,46%       51,19%       49,15%       49,53%
     Margin Laba Bersih                        35,78%      30,96%      31,63%       29,19%       27,09%       26,24%




     Tabel 4.8
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Dengan Rencana Transaksi Tahun 2023–2028
     US$ Ribu

                     Uraian                    2023         2024        2025         2026         2027         2028

     Penjualan                                 395.713     402.945     440.806      509.421       574.090      603.026
     Harga Pokok Penjualan                     (69.130)    (78.143)    (73.332)     (94.510)     (104.006)    (108.814)
     Laba Kotor                                326.583     324.802     367.473      414.911       470.084      494.212
     Baban Usaha                              (114.964)   (112.075)   (131.837)     (154.131)    (187.916)    (195.518)
     Laba Usaha                                211.619     212.727     235.636      260.780       282.168      298.694
     Pendapatan (Beban) Lain-Lain
      Pendapatan Keuangan                       14.451           -            -            -            -            -
      Beban Keuangan                           (25.359)    (23.709)     (24.404)     (35.472)     (46.519)     (58.969)
      Pendapatan/(Beban) Lain-Lain - Bersih     13.785           -            -            -            -            -
     Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain         2.877     (23.709)     (24.404)     (35.472)     (46.519)     (58.969)
     Laba Sebelum Pajak                        214.496     189.018     211.232      225.307       235.649      239.725
     Pajak                                     (72.929)    (64.266)     (71.819)     (76.605)     (80.121)     (81.507)
     Laba Bersih                               141.568     124.752     139.413      148.703       155.528      158.219

     Margin Laba Usaha                          53,48%      52,79%      53,46%        51,19%       49,15%       49,53%
     Margin Laba Bersih                         35,78%      30,96%      31,63%        29,19%       27,09%       26,24%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                 4 – 12
Page 77
     Pada tabel di atas, tampak bahwa tidak terdapat perubahan pada proyeksi laporan posisi
     keuangan dan laporan laba (rugi) Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
     Rencana Transaksi selama periode 2023–2028, yang disebabkan karena Rencana
     Transaksi merupakan kelanjutan/perpanjangan dari perjanjian terdahulu dan perubahan-
     perubahannya dimana tidak mengakibatkan perubahan biaya yang terkait dengan jasa
     yang diberikan oleh PDSI. Hal tersebut terlihat pada margin laba usaha dan margin laba
     bersih Perseroan.

     Proyeksi margin laba usaha Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
     Transaksi selama periode 2023–2028 berturut-turut adalah tetap yaitu sebesar 53,48%,
     52,79%, 53,46%, 51,19%, 49,15%, dan 49,53%.

     Proyeksi margin laba bersih Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
     Transaksi selama periode 2023–2028 berturut-turut adalah tetap yaitu sebesar 35,78%,
     30,96%, 31,63%, 29,19%, 27,09%, dan 26,24%.

     4.3.2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

     Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh manajemen Perseroan,
     proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk tahun 2023–2028 adalah sebagai
     berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            4 – 13
Page 78
     Tabel 4.9
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
     Tahun 2023–2028
     US$ Ribu

                               Uraian                            2023         2024         2025         2026         2027         2028


     Aset
       Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                                       639.915      655.522      459.441      552.068      387.234      553.788
        Piutang Usaha                                            130.526      152.378      167.152      193.171      217.693      228.040
        Piutang Lain-Lain                                         16.397        7.961        8.358        8.775        9.213        9.673
        Persediaan                                                19.992       19.147       19.207       19.268       19.331       19.395
        Pajak Pertambahan Nilai                                   13.186       26.131       39.497       54.251       40.225       51.111
        Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka                         5.583        3.954        4.152        4.360        4.578        4.807
        Jumlah Aset Lancar                                       825.598      865.093      697.807      831.893      678.274      866.815
       Aset Tidak Lancar
        Kas yang Dibatasi Penggunaanya                             11.200       10.098       10.098       10.098       10.098       10.098
        Aset Tetap                                              1.912.911    2.044.963    2.313.487    2.708.095    2.947.369    3.322.085
        PPN yang dapat Ditagihkan Kembali                         112.203      119.403      130.639      147.623      170.951      188.248
        Aset Keuangan yang Dinilai pada Nilai Wajar Melalui
        Pendapatan Komperehensif Lain                             29.004       29.004       29.004       29.004       29.004       29.004
        Aset Lain-Lain                                             1.305        1.305        1.305        1.305        1.305        1.305
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                2.066.623    2.204.773    2.484.533    2.896.125    3.158.727    3.550.740
     Total Aset                                                 2.892.221    3.069.866    3.182.340    3.728.018    3.837.001    4.417.555

     Liabilitas dan Ekuitas
       Liabilitas Lancar
         Pinjaman Jangka Pendek
         Utang Usaha                                              70.021       86.597       81.489      105.022      115.574      120.586
         Utang Lain-Lain                                          45.102       45.102       45.102       45.102       45.102       45.102
         Bagian Jangka Pendek dari Utang Jangka Panjang:
           Pinjaman Bank                                          15.412       17.497       17.535       17.910       18.297       18.710
         Pajak Penghasilan Badan Terutang                          8.424       18.244       21.246       23.672       23.382       24.636
         Biaya Yang Masih Harus Dibayar                           18.164       30.581       45.091       61.389       49.889       64.524
         Imbalan Kerja Jangka Pendek                              38.275       42.102       46.312       50.944       56.038       61.642
         Pendapatan Tangguhan                                        417          274          274          274          274          274
        Jumlah Liabilitas Lancar                                 195.815      240.399      257.050      304.312      308.556      335.474
       Liabilitas Tidak Lancar
         Liabilitas Pajak Tangguhan                               15.328       12.461       14.734       17.190       21.003       21.850
         Utang Dividen                                           398.164      398.164      398.164      398.164      398.164      398.164
         Utang Bank Jangka Panjang                                     -            -            -      400.000      400.000      850.000
         Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Jangka
         Pendek
           Pinjaman Bank                                         317.675      358.972      345.833      327.924      309.627      290.917
         Imbalan Pascakerja                                       20.223       21.292       23.421       25.763       28.340       31.174
        Jumlah Liabilitas Tidak Lancar                           751.391      790.889      782.152     1.169.041    1.157.134    1.592.105
        Total Liabilitas                                         947.206     1.031.288    1.039.202    1.473.353    1.465.689    1.927.579
       Ekuitas
        Modal Saham                                             1.470.520    1.470.519    1.470.519    1.470.519    1.470.519    1.470.519
        Tambahan Modal Disetor                                    181.112      181.112      181.112      181.112      181.112      181.112
        Pendapatan Komprehensif Lainnya                            21.774       21.774       21.774       21.774       21.774       21.774
        Saldo Laba
         Ditentukan Penggunaannya                                 132.364      132.364      132.364      132.364      132.364      132.364
         Belum Ditentukan Penggunaannya                           139.471      233.035      337.595      449.122      565.768      684.433
        Sub Total - Neto                                        1.945.241    2.038.804    2.143.364    2.254.891    2.371.538    2.490.202
        Kepentingan Non Pengendali                                   (226)        (226)        (226)        (226)        (226)        (226)
        Jumlah Ekuitas                                          1.945.015    2.038.578    2.143.138    2.254.665    2.371.311    2.489.975
     Total Liabilitas dan Ekuitas                               2.892.221    3.069.866    3.182.340    3.728.018    3.837.001    4.417.555




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                          4 – 14
Page 79
     Tabel 4.10
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dengan Rencana Transaksi
     Tahun 2023–2028
     US$ Ribu

                               Uraian                            2023         2024         2025         2026         2027         2028


     Aset
       Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                                       639.915      655.522      459.441      552.068      387.234      553.788
        Piutang Usaha                                            130.526      152.378      167.152      193.171      217.693      228.040
        Piutang Lain-Lain                                         16.397        7.961        8.358        8.775        9.213        9.673
        Persediaan                                                19.992       19.147       19.207       19.268       19.331       19.395
        Pajak Pertambahan Nilai                                   13.186       26.131       39.497       54.251       40.225       51.111
        Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka                         5.583        3.954        4.152        4.360        4.578        4.807
        Jumlah Aset Lancar                                       825.598      865.093      697.807      831.893      678.274      866.815
       Aset Tidak Lancar
        Kas yang Dibatasi Penggunaanya                             11.200       10.098       10.098       10.098       10.098       10.098
        Aset Tetap                                              1.912.911    2.044.963    2.313.487    2.708.095    2.947.369    3.322.085
        PPN yang dapat Ditagihkan Kembali                         112.203      119.403      130.639      147.623      170.951      188.248
        Aset Keuangan yang Dinilai pada Nilai Wajar Melalui
        Pendapatan Komperehensif Lain                             29.004       29.004       29.004       29.004       29.004       29.004
        Aset Lain-Lain                                             1.305        1.305        1.305        1.305        1.305        1.305
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                2.066.623    2.204.773    2.484.533    2.896.125    3.158.727    3.550.740
     Total Aset                                                 2.892.221    3.069.866    3.182.340    3.728.018    3.837.001    4.417.555

     Liabilitas dan Ekuitas
       Liabilitas Lancar
         Pinjaman Jangka Pendek
         Utang Usaha                                              70.021       86.597       81.489      105.022      115.574      120.586
         Utang Lain-Lain                                          45.102       45.102       45.102       45.102       45.102       45.102
         Bagian Jangka Pendek dari Utang Jangka Panjang:
           Pinjaman Bank                                          15.412       17.497       17.535       17.910       18.297       18.710
         Pajak Penghasilan Badan Terutang                          8.424       18.244       21.246       23.672       23.382       24.636
         Biaya Yang Masih Harus Dibayar                           18.164       30.581       45.091       61.389       49.889       64.524
         Imbalan Kerja Jangka Pendek                              38.275       42.102       46.312       50.944       56.038       61.642
         Pendapatan Tangguhan                                        417          274          274          274          274          274
        Jumlah Liabilitas Lancar                                 195.815      240.399      257.050      304.312      308.556      335.474
       Liabilitas Tidak Lancar
         Liabilitas Pajak Tangguhan                               15.328       12.461       14.734       17.190       21.003       21.850
         Utang Dividen                                           398.164      398.164      398.164      398.164      398.164      398.164
         Utang Bank Jangka Panjang                                     -            -            -      400.000      400.000      850.000
         Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Jangka
         Pendek
           Pinjaman Bank                                         317.675      358.972      345.833      327.924      309.627      290.917
         Imbalan Pascakerja                                       20.223       21.292       23.421       25.763       28.340       31.174
        Jumlah Liabilitas Tidak Lancar                           751.391      790.889      782.152     1.169.041    1.157.134    1.592.105
        Total Liabilitas                                         947.206     1.031.288    1.039.202    1.473.353    1.465.689    1.927.579
       Ekuitas
        Modal Saham                                             1.470.520    1.470.519    1.470.519    1.470.519    1.470.519    1.470.519
        Tambahan Modal Disetor                                    181.112      181.112      181.112      181.112      181.112      181.112
        Pendapatan Komprehensif Lainnya                            21.774       21.774       21.774       21.774       21.774       21.774
        Saldo Laba
         Ditentukan Penggunaannya                                 132.364      132.364      132.364      132.364      132.364      132.364
         Belum Ditentukan Penggunaannya                           139.471      233.035      337.595      449.122      565.768      684.433
        Sub Total - Neto                                        1.945.241    2.038.804    2.143.364    2.254.891    2.371.538    2.490.202
        Kepentingan Non Pengendali                                   (226)        (226)        (226)        (226)        (226)        (226)
        Jumlah Ekuitas                                          1.945.015    2.038.578    2.143.138    2.254.665    2.371.311    2.489.975
     Total Liabilitas dan Ekuitas                               2.892.221    3.069.866    3.182.340    3.728.018    3.837.001    4.417.555




     Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
     Rencana Transaksi terlihat bahwa tidak terjadi perubahan pada rasio lancar, rasio cepat,


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                          4 – 15
Page 80
     imbal hasil aset (return on assets/ROA), imbal hasil aset (return on equity/ROE),
     margin laba usaha, dan margin laba bersih.

     Rasio lancar Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi selama
     periode 2023–2028 berturut-turut adalah 4,22 kali, 3,60 kali, 2,71 kali, 2,73 kali, 2,20
     kali, dan 2,58 kali. Secara keseluruhan, rata-rata rasio lancar tanpa Rencana Transaksi
     dan dengan Rencana Transaksi selama periode 2023–2028 sebesar 3,09 kali.

     Rasio cepat Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi selama
     periode 2023–2028 berturut-turut adalah 3,93 kali, 3,36 kali, 2,44 kali, 2,45 kali, 1,96
     kali, dan 2,33 kali. Secara keseluruhan, rata-rata rasio cepat selama periode 2023–2028
     tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 2,83 kali.

     ROA Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi selama periode
     2022–2028 berturut-turut adalah 4,89%, 4,06%, 4,38%, 3,99%, 4,05%, dan 3,58%. ROE
     Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi selama periode
     2023–2028 berturut-turut adalah 7,28%, 6,12%, 6,51%, 6,60%, 6,56%, dan 6,35%.

     Margin laba usaha tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi selama
     periode 2023–2028 berturut-turut adalah 53,48%, 52,79%, 53,46%, 51,19%, 49,15%,
     dan 49,53%.

     Margin laba bersih Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi
     selama periode 2023–2028 berturut-turut adalah 35,78%, 30,96%, 31,63%, 29,19%,
     27,09%, dan 26,24%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                              4 – 16
Page 81
     Tabel 4.11
     PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
     Proyeksi Ikhtisar Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
     Tahun 2023–2028


                Uraian               2023     2024     2025     2026      2027     2028


     Tanpa Rencana Transaksi
      Margin Laba Usaha              53,48%   52,79%   53,46%   51,19%    49,15%   49,53%
      Margin Laba Bersih             35,78%   30,96%   31,63%   29,19%    27,09%   26,24%
      Rasio Lancar                     4,22     3,60     2,71     2,73      2,20     2,58
      Rasio Cepat                      3,93     3,36     2,44     2,45      1,96     2,33
      ROA                             4,89%    4,06%    4,38%    3,99%     4,05%    3,58%
      ROE                             7,28%    6,12%    6,51%    6,60%     6,56%    6,35%
     Dengan Rencana Transaksi
      Margin Laba Usaha              53,48%   52,79%   53,46%   51,19%    49,15%   49,53%
      Margin Laba Bersih             35,78%   30,96%   31,63%   29,19%    27,09%   30,93%
      Rasio Lancar                     4,22     3,60     2,71     2,73      2,20     2,58
      Rasio Cepat                      3,93     3,36     2,44     2,45      1,96     2,33
      ROA                             4,89%    4,06%    4,38%    3,99%     4,05%    3,58%
      ROE                             7,28%    6,12%    6,51%    6,60%     6,56%    6,35%




     4.3.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan dari hasil analisis
     kami, tidak terdapat informasi non keuangan yang relevan terkait dengan analisis
     inkremental.

     4.3.4. Hal Material Lainnya

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan dari hasil analisis
     kami, tidak terdapat hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan dalam
     memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi.


     4.4.   Analisis Biaya dan Pendapatan yang Relevan Sehubungan Dengan
            Rencana Transaksi

     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya
     atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain
     jumlah nilai perjanjian pemberian jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa
     monitoring H2S dan kelengkapannya dengan potensi total nilai Rencana Transaksi
     sebesar US$ 4.817.433,00 kepada PDSI yang telah diungkapkan dalam Laporan
     Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                            4 – 17
Page 82
     4.5.   Prosedur Pengambilan Keputusan dalam Menentukan Rencana Transaksi
            dengan Memperhatikan Alternatif Lain

     Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
     keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur
     internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas Rencana Transaksi, Direktur harus
     memperoleh persetujuan dari Presiden Direktur dan Dewan Komisaris. Sebelum
     Direktur mengusulkan usulan rencana atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui
     tahapan proses analisa internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan.
     Dengan demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
     perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan
     alternatif lain.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           4 – 18
Page 83
     5.       ANALISIS KEWAJARAN



     5.1.     Uraian Analisis Kewajaran

     Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

     a. Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
        bergerak dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Perseroan
        berkantor pusat di Graha Pertamina - Tower Pertamax Lt. 7, Jl. Medan Merdeka
        Timur No. 11-13, Jakarta Pusat 10110, dengan nomor telepon (021) 398 33 222,
        nomor faksimile (021) 398 33 230, alamat email cdm.pge@pertamina.com, dan
        alamat website www.pge.pertamina.com.

          PDSI merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup yang
          bergerak dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi pengeboran minyak dan gas bumi,
          serta panas bumi. Saham PDSI dimiliki oleh PHE sebanyak 99,89% dan sisanya
          0,11% dimiliki oleh Pedeve.

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada saat ini,
          Perseroan akan melaksanakan Rencana Transaksi, atau rencana amandemen kontrak
          yaitu penambahan jangka waktu kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk
          jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya
          di area/proyek Perseroan dengan basis call of order.

          Jasa pekerjaan aerated drilling di area/proyek geothermal Kamojang/Karaha Bodas,
          Ulubelu, Seulawah, Lahendong/Kotamobagu dilakukan oleh PDSI. Jasa monitoring
          H2S diperlukan oleh Perseroan di area/proyek geothermal Kamojang, Karaha Bodas,
          Ulubelu, Lumut Balai, Hululais, Bukit Daun, Sungai Penuh, Seulawah, dan
          Lahendong, dan dilakukan juga oleh PDSI.

     b. Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah:

          -    Perseroan, yang bertindak sebagai pihak yang akan menerima jasa aerated drilling
               Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya dari PDSI, dan

          -    PDSI, yang bertindak sebagai pihak yang akan memberikan jasa aerated drilling
               Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya kepada Perseroan.

     c. Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi akan
        merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020,
        mengingat bahwa Perseroan dan PDSI merupakan perusahaan-perusahaan yang
        sahamnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh Pertamina.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 5–1
Page 84
     d. Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Rencana
        Transaksi bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan
        sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020.

     e. Manajemen Perseroan juga menjelaskan bahwa Rencana Transaksi bukan merupakan
        transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17/2020, mengingat bahwa
        harga yang ditetapkan dalam pelaksanaan Rencana Transaksi tidak melebihi 20% dari
        nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan
        entitas anaknya untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023
        yang direviu oleh PSS, yaitu sebesar US$ 1.882.468 ribu.

     f. Manfaat dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        -       Rencana kerja pengeboran tetap berjalan sesuai dengan timeline yang sudah
                ditetapkan.

        -       Pekerjaan pengeboran eksplorasi maupun make up well tetap dapat berjalan sesuai
                program kerja yang sudah disusun.

     g. Tidak terdapat risiko terkait Rencana Transaksi mengingat bahwa sifat dari Rencana
        Transaksi adalah adendum/amandemen perjanjian yaitu penambahan jangka waktu
        kontrak selama 24 (dua puluh empat) bulan untuk jasa aerated drilling Proyek
        Hululais dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya di area/proyek Perseroan
        dengan basis call of order.

     h. Obyek Rencana Transaksi adalah pemberian jasa aerated drilling Proyek Hululais dan
        jasa monitoring H2S dan kelengkapannya dari PDSI kepada Perseroan.

        Rincian jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S dan
        kelengkapannya yang diberikan oleh PDSI adalah sebagai berikut:


        Tabel 5.1
        PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
        Rincian Jasa Aerated untuk Pengeboran dan Air Caps
        dengan Basis Call of Order

                                                                    Jumlah
            No.                        Uraian
                                                                    Sumur

            1     Area/Proyek Geothermal Kamojang/Karaha Bodas             6
            2     Area/Proyek Geothermal Ulubelu                           2
            3     Proyek Seulawah                                          2
            4     Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu            17
                  Total                                                  27




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                 5–2
Page 85
        Tabel 5.2
        PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
        Rincian Jasa Monitoring H2S

                                                                Jumlah
          No.                        Uraian
                                                                Sumur
           1    Area/Proyek Geothermal Kamojang                       4
           2    Area/Proyek Geothermal Karaha Bodas                   6
           3    Area/Proyek Geothermal Ulubelu                        9
           4    Area/Proyek Geothermal Lumut Balai                    3
           5    Area/Proyek Geothermal Hululais                       9
           6    Area/Proyek Geothermal Bukit Daun                     8
           7    Area/Proyek Geothermal Sungai Penuh                   6
           8    Area/Proyek Geothermal Seulawah                       3
           9    Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu           4

                Total                                                52




     i. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi, Perseroan telah mempertimbangkan
        berbagai faktor-faktor yang terkait sebelum memutuskan untuk melakukan Rencana
        Transaksi. Selanjutnya, Perseroan telah menunjuk SRR untuk memberikan pendapat
        independen atas kewajaran Rencana Transaksi untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
        sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.

        Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam Rencana Transaksi adalah
        berdasarkan analisis kami, dimana dalam melakukan analisis, kami mengasumsikan
        dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan oleh Perseroan kepada kami atau yang
        tersedia secara umum.

        Berdasarkan hasil analisis tersebut, kami memberikan pendapat independen atas
        kewajaran atas Rencana Transaksi bagi Perseroan dimana hal ini akan digunakan
        sebagai acuan dan basis pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam proses
        pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi dan untuk memenuhi memenuhi
        ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.

     j. Untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran Rencana Transaksi, kami
        melakukan analisis perbandingan tarif jasa pekerjaan aerated drilling dan jasa
        monitoring H2S dan kelengkapannya yang diberikan oleh PDSI kepada Perseroan
        dengan tarif jasa pekerjaan aerated drilling dan jasa monitoring H2S dan
        kelengkapannya dari perusahaan lain untuk jenis jasa yang sama.

        Kami melakukan analisis perbandingan terhadap tarif jasa pekerjaan aerated drilling
        dan jasa monitoring H2S dan kelengkapannya yang diberikan PDSI dengan beberapa
        perusahaan lainnya di dalam negeri dalam mata uang Rupiah. Berikut adalah
        perbandingan dengan tarif jasa pekerjaan aerated drilling dan jasa monitoring H2S

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                             5–3
Page 86
        dan kelengkapannya dalam mata uang US$ yang diberikan oleh perusahaan-
        perusahaan di Indonesia.


        Tabel 5.3
        Perbandingan Tarif Jasa Aerated Drilling dan Air Caps
                                                                                                    Harga (US$)
                                                                           Jumlah             Perbandingan
          No.                               Uraian
                                                                           Sumur             PDSI       Data

           1     Area/Proyek Geothermal Kamojang/Karaha Bodas                       6      3.400.024          4.822.750
           2     Area/Proyek Geothermal Ulubelu                                     2      1.279.308          1.796.490
           3     Proyek Seulawah                                                    2      1.469.133          1.839.210
           4     Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu                       17      9.741.068      13.677.098
                 Total                                                             27     15.889.533      22.135.548



        Tabel 5.4
        Perbandingan Tarif Jasa Monitoring H2S
                                                                                                      Harga (US$)
                                                              Jumlah                      Data Pembanding
         No.                       Uraian                               PDSI
                                                              Sumur                 Data 1     Data 2    Data 3
          1     Area/Proyek Geothermal Kamojang                    4    172.164         254.380    321.772      350.460
          2     Area/Proyek Geothermal Karaha Bodas                6    252.246         376.870    478.228      517.290
          3     Area/Proyek Geothermal Ulubelu                     9    372.369         562.005    716.135      776.735
          4     Area/Proyek Geothermal Lumut Balai                 3    127.123         155.495    241.933      263.245
          5     Area/Proyek Geothermal Hululais                    9    377.169         569.205    721.772      776.735
          6     Area/Proyek Geothermal Bukit Daun                  8    337.128         507.960    643.544      693.320
          7     Area/Proyek Geothermal Sungai Penuh                6    257.046         382.270    487.088      530.490
          8     Area/Proyek Geothermal Seulawah                    3    160.123         205.735    260.456      300.245
          9     Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu        4    210.164         284.980    345.128      395.660

                Total                                             52   2.265.532   3.298.900      4.216.056    4.604.180




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                           5–4
Page 87
        Tabel 5.5
        Rincian Tarif Jasa Aerated Drilling dan Air Caps

         1. Area/Proyek Kamojang/Karaha Boda
                                Rekapitulasi Pekerjaan Aerated Drilling                                   PDSI                  Data
          No                                             Uraian                                        Jumlah US$            Jumlah US$
          1    Biaya Sewa Alat ( A )                                                                     1.702.100,00        2.430.000,00
          2    Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                  1.308.000,00        1.855.800,00
          3    Biaya Material ( C )                                                                        287.400,00          363.330,00
          4    Biaya Opsional ( D )                                                                         60.774,00          118.485,00
          5    Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                           41.750,00           55.135,00
                                           JUMLAH (US$) = A + B + C + D + E                              3.400.024,00        4.822.750,00


         Biaya Sewa Alat ( A )                                                                                        PDSI                                  Data

                                                                               Jumlah      Jumlah
          No                           Biaya Peralatan                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                                Hari      Sumur/Unit
          1    Mobilisasi                                                     Lumpsum         1             25.000,00           25.000,00        16.575,00           16.575,00
          2    Tarif Harian Operasi (THO) Alat                                   60           6              3.480,00         1.252.800,00        5.100,00         1.836.000,00
          3    Tarif Harian Standby (THS) .                                      20           6              2.580,00          309.600,00         3.825,00          459.000,00
          4    Tarif Harian Standby Minimum Crew (THSMC=25%THO)                  10                            870,00            8.700,00         1.275,00           12.750,00
          5    Tarif Angkutan                                                    90           6                150,00           81.000,00           165,00           89.100,00
          6    Demobilisasi                                                   Lumpsum         1             25.000,00           25.000,00        16.575,00           16.575,00
                                                         TOTAL A                                                             1.702.100,00                          2.430.000,00


         Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                                     PDSI                                  Data

                                                                    Jumlah    Jumlah       Jumlah      Tarif/Hari dan                        Tarif/Hari dan
          No                    Biaya Peralatan                                                                          Jumlah (US$)                          Jumlah (US$)
                                                                   Personel   Hari/Trip    Sumur       Tarif/Trip US$                        Tarif/Trip US$

          1    Tarif Supervisor                                       2          90           6                650,00          702.000,00           935,00         1.009.800,00
          2    Tarif Operator                                         2          90           6                550,00          594.000,00           770,00          831.600,00
          3    Transportasi Supervisor (PP)                           2             2         6                300,00            7.200,00           350,00            8.400,00
          4    Transportasi Operator (PP)                             2             2         6                200,00            4.800,00           250,00            6.000,00
                                                         TOTAL B                                                             1.308.000,00                          1.855.800,00


         Biaya Material ( C )                                                                                         PDSI                                  Data

                                                                              Kebutuhan    Jumlah
          No                          Biaya Consumable                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                               /Sumur      Sumur
          1    Stripper Rubber                                                      4         6              1.350,00           32.400,00         1.595,00           38.280,00
          2    Foaming Agent (Drum, 200 liter)                                   30           6                850,00          153.000,00         1.083,50          195.030,00
          3    Corrosion Inhibitor (Drum, 200 liter)                             20           6                850,00          102.000,00         1.083,50          130.020,00
          4    Defoamer Agent (Drum, 200 liter)                                  15           6                                       -                                     -
                                                         TOTAL C                                                               287.400,00                           363.330,00


         Biaya Opsional ( D )                                                                                         PDSI                                  Data

                                                                               Jumlah      Jumlah
          No                           Biaya Peralatan                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                                Hari      Sumur/Unit
          1    30" Rotating Head                                                 10           6                100,00            6.000,00           440,00           26.400,00
          2    21-1/4" Rotating Head                                             10           6                450,00           27.000,00           495,00           29.700,00
          3    21-1/4" Banjo Box                                                 10           6                300,00           18.000,00           330,00           19.800,00
          4    Data Acquisition System                                           10           6                 75,00            4.500,00           385,00           23.100,00
          5    Corrosion Ring                                                       3         6                193,00            3.474,00            82,50            1.485,00
          6    Corrosion Analysis                                                   3         6                100,00            1.800,00         1.000,00           18.000,00
                                                         TOTAL D                                                                60.774,00                           118.485,00


         Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                                           PDSI                                  Data

                                                                               Jumlah      Jumlah
          No                           Biaya Peralatan                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                                Hari      Sumur/Unit
          1    Mobilisasi                                                     Lumpsum         1              10.500,00          10.500,00         15.000,00          15.000,00
          2    Tarif Harian Operasi (THO) sudah termasuk tenaga kerja               4         1               3.600,00          14.400,00          4.400,00          17.600,00
          3    Tarif Harian Standby Minimum Crew                                    2         1               1.000,00           2.000,00          1.100,00            2.200,00
          4    Tarif Kurang dari 6 Jam                                              1         1               2.700,00           2.700,00          3.300,00            3.300,00
          5    Mob/Demob Personnel                                            Lumpsum         1                 600,00             600,00            880,00             880,00
          6    Tarif Angkutan                                                       7         1                 150,00           1.050,00            165,00            1.155,00
          7    Demobilisasi                                                   Lumpsum         1              10.500,00          10.500,00         15.000,00          15.000,00
                                                         TOTAL E                                                                41.750,00                            55.135,00




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                                                               5–5
Page 88
         2. Area/Proyek Ulubelu
                                    Rekapitulasi Pekerjaan Aerated Drilling                               PDSI                    Data
          No                                            Uraian                                         Jumlah US$              Jumlah US$
          1    Biaya Sewa Alat ( A )                                                                       646.500,00             917.450,00
          2    Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                    436.000,00             621.800,00
          3    Biaya Material ( C )                                                                         95.800,00             121.110,00
          4    Biaya Opsional ( D )                                                                         20.258,00              39.495,00
          5    Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                           80.750,00              96.635,00
                                         JUMLAH (US$) = A + B + C + D + E                                1.279.308,00           1.796.490,00


         Biaya Sewa Alat ( A )                                                                                          PDSI                                  Data

                                                                              Jumlah        Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                   Tarif (US$)            Jumlah US$       Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                               Hari       Sumur/Unit
          1    Mobilisasi                                                   Lumpsum           1             45.000,00              45.000,00       55.000,00          55.000,00
          2    Tarif Harian Operasi (THO) Alat                                   60           2              3.480,00             417.600,00         5.100,00        612.000,00
          3    Tarif Harian Standby (THS) .                                      20           2              2.580,00             103.200,00         3.825,00        153.000,00
          4    Tarif Harian Standby Minimum Crew (THSMC=25%THO)                  10                            870,00               8.700,00         1.275,00         12.750,00
          5    Tarif Angkutan                                                    90           2                150,00              27.000,00          165,00          29.700,00
          6    Demobilisasi                                                 Lumpsum           1             45.000,00              45.000,00       55.000,00          55.000,00
                                                        TOTAL A                                                                   646.500,00                         917.450,00


         Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                                       PDSI                                  Data
                                                                  Jumlah      Jumlah       Jumlah      Tarif/Hari dan                          Tarif/Hari dan
          No                  Biaya Peralatan                                                                                  Jumlah US$                        Jumlah (US$)
                                                                 Personel     Hari/Trip    Sumur       Tarif/Trip US$                          Tarif/Trip US$
          1    Tarif Supervisor                                     2            90           2                650,00             234.000,00          935,00         336.600,00
          2    Tarif Operator                                       2            90           2                550,00             198.000,00          770,00         277.200,00
          3    Transportasi Supervisor (PP)                         2            2            2                300,00               2.400,00          600,00           4.800,00
          4    Transportasi Operator (PP)                           2            2            2                200,00               1.600,00          400,00           3.200,00
                                                        TOTAL B                                                                   436.000,00                         621.800,00


         Biaya Material ( C )                                                                                           PDSI                                  Data
                                                                            Kebutuhan      Jumlah
          No                        Biaya Consumable                                                    Tarif (US$)            Jumlah US$       Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                             /Sumur        Sumur
          1    Stripper Rubber                                                   4            2              1.350,00              10.800,00         1.595,00         12.760,00
          2    Foaming Agent (Drum, 200 liter)                                   30           2                850,00              51.000,00         1.083,50         65.010,00
          3    Corrosion Inhibitor (Drum, 200 liter)                             20           2                850,00              34.000,00         1.083,50         43.340,00
          4    Defoamer Agent (Drum, 200 liter)                                  15           2                                          -                                  -
                                                        TOTAL C                                                                    95.800,00                         121.110,00


         Biaya Opsional ( D )                                                                                           PDSI                                  Data
                                                                              Jumlah        Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                   Tarif (US$)            Jumlah US$       Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                               Hari       Sumur/Unit
          1    30" Rotating Head                                                 10           2                100,00               2.000,00          440,00           8.800,00
          2    21-1/4" Rotating Head                                             10           2                450,00               9.000,00          495,00           9.900,00
          3    21-1/4" Banjo Box                                                 10           2                300,00               6.000,00          330,00           6.600,00
          4    Data Acquisition System                                           10           2                 75,00               1.500,00          385,00           7.700,00
          5    Corrosion Ring                                                    3            2                193,00               1.158,00            82,50           495,00
          6    Corrosion Analysis                                                3            2                100,00                600,00          1.000,00          6.000,00
                                                        TOTAL D                                                                    20.258,00                          39.495,00


         Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                                             PDSI                                  Data
                                                                              Jumlah        Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                   Tarif (US$)            Jumlah US$       Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                               Hari       Sumur/Unit
          1    Mobilisasi                                                   Lumpsum           1              30.000,00             30.000,00        35.750,00         35.750,00

          2    Tarif Harian Operasi (THO) sudah termasuk tenaga kerja            4            1               3.600,00             14.400,00         4.400,00         17.600,00

          3    Tarif Harian Standby Minimum Crew                                 2            1               1.000,00              2.000,00         1.100,00          2.200,00
          4    Tarif Kurang dari 6 Jam                                           1            1               2.700,00              2.700,00         3.300,00          3.300,00
          5    Mob/Demob Personnel                                          Lumpsum           1                 600,00                600,00           880,00            880,00
          6    Tarif Angkutan                                                    7            1                 150,00              1.050,00           165,00          1.155,00
          7    Demobilisasi                                                 Lumpsum           1              30.000,00             30.000,00        35.750,00         35.750,00
                                                        TOTAL E                                                                    80.750,00                          96.635,00




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                                                              5–6
Page 89
         3. Area/Proyek Seulawah
                               Rekapitulasi Pekerjaan Aerated Drilling                                  PDSI                    Data
          No                                            Uraian                                       Jumlah US$              Jumlah US$
           1   Biaya Sewa Alat ( A )                                                                     766.500,00             947.450,00
           2   Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                  440.400,00             621.800,00
           3   Biaya Material ( C )                                                                       95.800,00             121.110,00
           4   Biaya Opsional ( D )                                                                       20.258,00              39.495,00
           5   Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                        146.175,00             109.355,00
                                         JUMLAH (US $) = A + B + C + D + E                             1.469.133,00           1.839.210,00


         Biaya Sewa Alat ( A )                                                                                        PDSI                                  Data

                                                                             Jumlah      Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                 Tarif (US$)        Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                              Hari      Sumur/Unit
           1   Mobilisasi                                                   Lumpsum         1            105.000,00             105.000,00       70.000,00          70.000,00
           2   Tarif Harian Operasi (THO) Alat                                 60           2              3.480,00             417.600,00         5.100,00        612.000,00
           3   Tarif Harian Standby (THS) .                                    20           2              2.580,00             103.200,00         3.825,00        153.000,00
           4   Tarif Harian Standby Minimum Crew (THSMC=25%THO)                10                            870,00               8.700,00         1.275,00         12.750,00
           5   Tarif Angkutan                                                  90           2                150,00              27.000,00          165,00          29.700,00
           6   Demobilisasi                                                 Lumpsum         1            105.000,00             105.000,00       70.000,00          70.000,00
                                                        TOTAL A                                                                 766.500,00                         947.450,00


         Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                                     PDSI                                  Data

                                                                 Jumlah     Jumlah       Jumlah      Tarif/Hari dan                          Tarif/Hari dan
          No                  Biaya Peralatan                                                                            Jumlah (US$)                          Jumlah (US$)
                                                                 Personel   Hari/Trip    Sumur       Tarif/Trip US$                          Tarif/Trip US$

           1   Tarif Supervisor                                     2          90           2                650,00             234.000,00          935,00         336.600,00
           2   Tarif Operator                                       2          90           2                550,00             198.000,00          770,00         277.200,00
           3   Transportasi Supervisor (PP)                         2           2           2                600,00               4.800,00          600,00           4.800,00
           4   Transportasi Operator (PP)                           2           2           2                450,00               3.600,00          400,00           3.200,00
                                                        TOTAL B                                                                 440.400,00                         621.800,00


         Biaya Material ( C )                                                                                         PDSI                                  Data

                                                                            Kebutuhan    Jumlah
          No                        Biaya Consumable                                                  Tarif (US$)        Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                             /Sumur      Sumur
           1   Stripper Rubber                                                  4           2              1.350,00              10.800,00         1.595,00         12.760,00
           2   Foaming Agent (Drum, 200 liter)                                 30           2                850,00              51.000,00         1.083,50         65.010,00
           3   Corrosion Inhibitor (Drum, 200 liter)                           20           2                850,00              34.000,00         1.083,50         43.340,00
           4   Defoamer Agent (Drum, 200 liter)                                15           2                                          -                                  -
                                                        TOTAL C                                                                  95.800,00                         121.110,00


         Biaya Opsional ( D )                                                                                         PDSI                                  Data

                                                                             Jumlah      Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                 Tarif (US$)        Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                              Hari      Sumur/Unit
           1   30" Rotating Head                                               10           2                100,00               2.000,00          440,00           8.800,00
           2   21-1/4" Rotating Head                                           10           2                450,00               9.000,00          495,00           9.900,00
           3   21-1/4" Banjo Box                                               10           2                300,00               6.000,00          330,00           6.600,00
           4   Data Acquisition System                                         10           2                 75,00               1.500,00          385,00           7.700,00
           5   Corrosion Ring                                                   3           2                193,00               1.158,00            82,50           495,00
           6   Corrosion Analysis                                               3           2                100,00                600,00          1.000,00          6.000,00
                                                        TOTAL D                                                                  20.258,00                          39.495,00


         Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                                           PDSI                                  Data

                                                                             Jumlah      Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                 Tarif (US$)        Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                              Hari      Sumur/Unit
           1   Mobilisasi                                                   Lumpsum         1              62.000,00             62.000,00        42.000,00         42.000,00
           2   Tarif Harian Operasi (THO) sudah termasuk tenaga kerja           4           1               3.600,00             14.400,00         4.400,00         17.600,00
           3   Tarif Harian Standby Minimum Crew                                2           1               1.000,00              2.000,00         1.100,00          2.200,00
           4   Tarif Kurang dari 6 Jam                                          1           1               2.700,00              2.700,00         3.300,00          3.300,00
           5   Mob/Demob Personnel                                          Lumpsum         1               2.025,00              2.025,00         1.100,00          1.100,00
           6   Tarif Angkutan                                                   7           1                 150,00              1.050,00           165,00          1.155,00
           7   Demobilisasi                                                 Lumpsum         1              62.000,00             62.000,00        42.000,00         42.000,00
                                                        TOTAL E                                                                 146.175,00                         109.355,00




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                                                             5–7
Page 90
         4. Area/Proyek Lahendong/Kotamobagu
                               Rekapitulasi Pekerjaan Aerated Drilling                                   PDSI                  Data
          No                                            Uraian                                        Jumlah US$            Jumlah US$
           1   Biaya Sewa Alat ( A )                                                                    4.865.000,00         6.899.700,00
           2   Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                 3.743.400,00         5.298.900,00
           3   Biaya Material ( C )                                                                       814.300,00         1.029.435,00
           4   Biaya Opsional ( D )                                                                       172.193,00          335.707,50
           5   Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                         146.175,00          113.355,00
                                         JUMLAH (US $) = A + B + C + D + E                              9.741.068,00        13.677.097,50


         Biaya Sewa Alat ( A )                                                                                       PDSI                                  Data
                                                                             Jumlah        Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                              Hari       Sumur/Unit
           1   Mobilisasi                                                   Lumpsum          1            100.000,00           100.000,00       66.000,00            66.000,00
           2   Tarif Harian Operasi (THO) Alat                                  60          17              3.480,00         3.549.600,00         5.100,00        5.202.000,00
           3   Tarif Harian Standby (THS) .                                     20          17              2.580,00           877.200,00         3.825,00        1.300.500,00
           4   Tarif Harian Standby Minimum Crew (THSMC=25%THO)                 10                            870,00             8.700,00         1.275,00           12.750,00
           5   Tarif Angkutan                                                   90          17                150,00           229.500,00          165,00           252.450,00
           6   Demobilisasi                                                 Lumpsum          1            100.000,00           100.000,00       66.000,00            66.000,00
                                                        TOTAL A                                                              4.865.000,00                         6.899.700,00


         Biaya Tenaga Kerja ( B )                                                                                    PDSI                                  Data

                                                                  Jumlah     Jumlah       Jumlah      Tarif/Hari dan                        Tarif/Hari dan
          No                  Biaya Peralatan                                                                           Jumlah (US$)                          Jumlah (US$)
                                                                 Personel    Hari/Trip    Sumur       Tarif/Trip US$                        Tarif/Trip US$

           1   Tarif Supervisor                                     2           90          17                650,00         1.989.000,00          935,00         2.861.100,00
           2   Tarif Operator                                       2           90          17                550,00         1.683.000,00          770,00         2.356.200,00
           3   Transportasi Supervisor (PP)                         2           2           17                600,00           40.800,00           700,00           47.600,00
           4   Transportasi Operator (PP)                           2           2           17                450,00           30.600,00           500,00           34.000,00
                                                        TOTAL B                                                              3.743.400,00                         5.298.900,00


         Biaya Material ( C )                                                                                        PDSI                                  Data
                                                                            Kebutuhan     Jumlah
          No                        Biaya Consumable                                                   Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                             /Sumur       Sumur
           1   Stripper Rubber                                                  4           17              1.350,00           91.800,00          1.595,00         108.460,00
           2   Foaming Agent (Drum, 200 liter)                                  30          17                850,00          433.500,00          1.083,50         552.585,00
           3   Corrosion Inhibitor (Drum, 200 liter)                            20          17                850,00          289.000,00          1.083,50         368.390,00
           4   Defoamer Agent (Drum, 200 liter)                                 15          17                                        -                                    -
                                                        TOTAL C                                                               814.300,00                          1.029.435,00


         Biaya Opsional ( D )                                                                                        PDSI                                  Data
                                                                             Jumlah        Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                              Hari       Sumur/Unit
           1   30" Rotating Head                                                10          17                100,00           17.000,00           440,00           74.800,00
           2   21-1/4" Rotating Head                                            10          17                450,00           76.500,00           495,00           84.150,00
           3   21-1/4" Banjo Box                                                10          17                300,00           51.000,00           330,00           56.100,00
           4   Data Acquisition System                                          10          17                 75,00           12.750,00           385,00           65.450,00
           5   Corrosion Ring                                                   3           17                193,00             9.843,00            82,50            4.207,50
           6   Corrosion Analysis                                               3           17                100,00             5.100,00         1.000,00          51.000,00
                                                        TOTAL D                                                               172.193,00                           335.707,50


         Biaya Optional Sewa Alat dan Tenaga Kerja Pekerjaan Air Caps ( E )                                          PDSI                                  Data
                                                                             Jumlah        Jumlah
          No                          Biaya Peralatan                                                  Tarif (US$)      Jumlah (US$)         Tarif (US$)      Jumlah (US$)
                                                                              Hari       Sumur/Unit
           1   Mobilisasi                                                   Lumpsum          1             62.000,00            62.000,00        44.000,00           44.000,00
           2   Tarif Harian Operasi (THO) sudah termasuk tenaga kerja           4            1              3.600,00            14.400,00         4.400,00           17.600,00
           3   Tarif Harian Standby Minimum Crew                                2            1              1.000,00             2.000,00         1.100,00            2.200,00
           4   Tarif Kurang dari 6 Jam                                          1            1              2.700,00             2.700,00         3.300,00            3.300,00
           5   Mob/Demob Personnel                                          Lumpsum          1              2.025,00             2.025,00         1.100,00            1.100,00
           6   Tarif Angkutan                                                   7            1                150,00             1.050,00           165,00            1.155,00
           7   Demobilisasi                                                 Lumpsum          1             62.000,00            62.000,00        44.000,00           44.000,00
                                                        TOTAL E                                                               146.175,00                           113.355,00




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                                                                              5–8
Page 91
        Tabel 5.6
        Rincian Tarif Jasa Monitoring H2S per Komponen

         Area/Proyek Geothermal Kamojang
                                                                                                          Harga(US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                    Data Pembanding
         No.                     Uraian                                           PDSI
                                                           Sumur     Hari                  Data 1   Data 2   Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S                             2       -          6.000     4.700     4.430     8.400
               Tarif Demobilisasi H2S                           2       -          6.000     4.700     4.430     8.400
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          4       60        50.400   102.240   113.064   180.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    4        2           840     1.704     1.884     3.000
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   4        2           840     1.704     1.884     3.000
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         4        6         2.520     5.112     5.653     9.000
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        4       30         6.300    12.780    14.133    22.500
               Tarif Angkutan                                   4       66        18.480    15.840    44.294    21.120
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer                                   4       66        47.520    52.800    79.200    52.800
               - H2S Teknisi                                    4       66        33.264    52.800    52.800    42.240

               Total                                                             172.164   254.380   321.772   350.460


         Area/Proyek Geothermal Karaha Bodas
                                                                                                        Harga (US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                    Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur     Hari         PDSI     Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                    2       -          6.000     4.700     4.430     8.400
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                  2       -          6.000     4.700     4.430     8.400
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          6           60    75.600   153.360   169.596   270.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    6            2     1.260     2.556     2.827     4.500
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   6            2     1.260     2.556     2.827     4.500
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         6            6     3.780     7.668     8.480    13.500
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        6           30     9.450    19.170    21.200    33.750
               Tarif Angkutan                                   6           66    27.720    23.760    66.441    31.680
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                         6           66    71.280    79.200   118.800    79.200
               - H2S Teknisi (2 Orang)                          6           66    49.896    79.200    79.200    63.360

               Total                                                             252.246   376.870   478.228   517.290




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                        5–9
Page 92
         Area/Proyek Geothermal Ulubelu
                                                                                                    Harga (US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur     Hari     PDSI     Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                    2       -      6.000     5.400     6.040    13.000
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                  2       -      6.000     5.400     6.040    13.000
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          9       60   113.400   230.040   254.394   405.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    9        2     1.890     3.834     4.240     6.750
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   9        2     1.890     3.834     4.240     6.750
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         9        6     5.670    11.502    12.720    20.250
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        9       30    14.175    28.755    31.799    50.625
               Tarif Angkutan                                   9       66    41.580    35.640    99.661    47.520
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                         9       66   106.920   118.800   178.200   118.800
               - H2S Teknisi (2 Orang)                          9       66    74.844   118.800   118.800    95.040

               Total                                                         372.369   562.005   716.135   776.735


         Area/Proyek Geothermal Lumut Balai
                                                                                                    Harga (US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur     Hari     PDSI     Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                    2       -      7.000     7.400     7.248    13.000
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          3       60    37.800    76.680    84.798   135.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    3        2       630     1.278     1.413     2.250
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   3        2       630     1.278     1.413     2.250
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         3        6     1.890     3.834     4.240     6.750
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        3       30     4.725     9.585    10.600    16.875
               Tarif Angkutan                                   3       66    13.860    11.880    33.220    15.840
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                         3       66    35.640    39.600    59.400    39.600
               - H2S Teknisi (2 Orang)                          3       66    24.948     3.960    39.600    31.680

               Total                                                         127.123   155.495   241.933   263.245




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                   5 – 10
Page 93
         Area/Proyek Geotherm al Hululais
                                                                                                          Harga (US$)
                                                           Jum lah   Jum lah                    Data Pem banding
         No.                     Uraian
                                                           Sum ur     Hari          PDSI     Data 1  Data 2   Data 3

         1). Tarif Lum psum

               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                     2       -           8.400     9.000     8.859    13.000
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                   2       -           8.400     9.000     8.859    13.000

         2). Tarif Harian

               Tarif Harian Alat (THA)                           9        60       113.400   230.040   254.394   405.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                     9         2         1.890     3.834     4.240     6.750
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                    9         2         1.890     3.834     4.240     6.750
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)          9         6         5.670    11.502    12.720    20.250
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)         9        30        14.175    28.755    31.799    50.625
               Tarif Angkutan                                    9        66        41.580    35.640    99.661    47.520
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                          9        66       106.920   118.800   178.200   118.800
               - H2S Teknisi (2 Orang)                           9        66        74.844   118.800   118.800    95.040

               Total                                                               377.169   569.205   721.772   776.735


         Area/Proyek Geothermal Bukit Daun
                                                                                                           Harga (US$)
                                                           Jumlah    Jumlah                      Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur      Hari          PDSI      Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                     2        -          8.400     9.000     8.859    13.000
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                   2        -          8.400     9.000     8.859    13.000
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                           8            60   100.800   204.480   226.128   360.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                     8             2     1.680     3.408     3.769     6.000
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                    8             2     1.680     3.408     3.769     6.000
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)          8             6     5.040    10.224    11.306    18.000
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)         8            30    12.600    25.560    28.266    45.000
               Tarif Angkutan                                    8            66    36.960    31.680    88.588    42.240
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                          8            66    95.040   105.600   158.400   105.600
               - H2S Teknisi (2 Orang)                           8            66    66.528   105.600   105.600    84.480
               Total                                                               337.128   507.960   643.544   693.320




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                          5 – 11
Page 94
         Area/Proyek Geothermal Sungai Penuh
                                                                                                        Harga (US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                    Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur     Hari         PDSI     Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                    2       -          8.400     7.400     8.859    15.000
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                  2       -          8.400     7.400     8.859    15.000
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          6           60    75.600   153.360   169.596   270.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    6            2     1.260     2.556     2.827     4.500
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   6            2     1.260     2.556     2.827     4.500
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         6            6     3.780     7.668     8.480    13.500
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        6           30     9.450    19.170    21.200    33.750
               Tarif Angkutan                                   6           66    27.720    23.760    66.441    31.680
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                         6           66    71.280    79.200   118.800    79.200
               - H2S Teknisi (2 Orang)                          6           66    49.896    79.200    79.200    63.360

               Total                                                             257.046   382.270   487.088   530.490


         Area/Proyek Geothermal Seulawah
                                                                                                        Harga (US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                    Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur     Hari         PDSI     Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                    2       -         20.000    11.000    12.886    25.000
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                  2       -         20.000    11.000    12.886    25.000
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          3       60        37.800    76.680    84.798   135.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    3        2           630     1.278     1.413     2.250
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   3        2           630     1.278     1.413     2.250
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         3        6         1.890     3.834     4.240     6.750
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        3       30         4.725     9.585    10.600    16.875
               Tarif Angkutan                                   3       66        13.860    11.880    33.220    15.840
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                         3       66        35.640    39.600    59.400    39.600
               - H2S Teknisi (2 Orang)                          3       66        24.948    39.600    39.600    31.680

               Total                                                             160.123   205.735   260.456   300.245


         Area/Proyek Geothermal Lahendong/Kotamobagu
                                                                                                        Harga (US$)
                                                           Jumlah   Jumlah                    Data Pembanding
         No.                     Uraian
                                                           Sumur     Hari         PDSI     Data 1   Data 2  Data 3
         1). Tarif Lumpsum
               Tarif Mobilisasi H2S (Lumsum)                    2       -         25.000    20.000    16.107    31.000
               Tarif Demobilisasi H2S (Lumsum)                  2       -         25.000    20.000    16.107    31.000
         2). Tarif Harian
               Tarif Harian Alat (THA)                          4       60        50.400   102.240   113.064   180.000
               Tarif Pasang Alat (50% x THA)                    4        2           840     1.704     1.884     3.000
               Tarif Bongkar Alat (50% x THA)                   4        2           840     1.704     1.884     3.000
               Tarif Harian Siaga with Crew (50% x THA)         4        6         2.520     5.112     5.653     9.000
               Tarif Harian Siaga Tanpa Crew (25% x THA)        4       30         6.300    12.780    14.133    22.500
               Tarif Angkutan                                   4       66        18.480    15.840    44.294    21.120
               Tarif Tenaga Kerja / Crew
               - H2S Engineer (2 Orang)                         4       66        47.520    52.800    79.200    52.800
               - H2S Teknisi (2 Orang)                          4       66        33.264    52.800    52.800    42.240

               Total                                                             210.164   284.980   345.128   395.660



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                                       5 – 12
Page 95
        Berdasarkan data tarif di pasar jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa
        monitoring H2S dan kelengkapannya sebagaimana dapat dilihat pada tabel di atas,
        tampak bahwa tarif jasa aerated drilling Proyek Hululais dan jasa monitoring H2S
        dan kelengkapannya yang ditawarkan PDSI lebih rendah dari harga yang ditawarkan
        oleh perusahaan lain untuk jenis jasa yang sama.

     k. Berdasarkan analisis inkremental dapat dilihat bahwa dengan dilakukannya Rencana
        Transaksi tidak akan mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan.

        Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
        Rencana Transaksi terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi tidak
        terdapat perubahan pada rata-rata margin laba usaha, rata-rata margin laba bersih,
        rasio lancar, rasio cepat, ROA, dan ROE, selama periode proyeksi tahun 2023 sampai
        dengan tahun 2028.

        Rata-rata margin laba usaha Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
        Transaksi selama periode proyeksi tahun 2023 sampai dengan tahun 2028 adalah
        51,85%.

        Rata-rata margin laba bersih Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
        Transaksi selama periode proyeksi tahun 2023 sampai dengan tahun 2028 adalah
        30,15%.

        Rata-rata rasio lancar tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi selama
        periode proyeksi tahun 2023 sampai dengan tahun 2028 sebesar 3,01 kali.

        Rata-rata rasio cepat selama periode proyeksi tahun 2023 sampai dengan tahun 2028
        tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 2,75 kali.

        Rata-rata ROA selama periode proyeksi tahun 2023 sampai dengan tahun 2028 tanpa
        Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 4,16%.

        Rata-rata ROE selama periode proyeksi tahun 2023 sampai dengan tahun 2028 tanpa
        Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi adalah sebesar 6,57%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           5 – 13
Page 96
        Tabel 5.7
        PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
        Proyeksi Rasio Profitabilitas
        Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                               Rata-
                   Uraian            2023      2024      2025       2026     2027     2028
                                                                                               Rata

         Tanpa Rencana Transaksi
          Margin Laba Usaha         53,48%     52,79%    53,46%     51,19%   49,15%   49,53%   51,60%
          Margin Laba Bersih        35,78%     30,96%    31,63%     29,19%   27,09%   26,24%   30,15%
          Rasio Lancar                4,22       3,60      2,71       2,73    2,20     2,58      3,01
          Rasio Cepat                 3,93       3,36      2,44       2,45    1,96     2,33      2,75
          ROA                        4,89%      4,06%     4,38%      3,99%   4,05%    3,58%     4,16%
          ROE                        7,28%      6,12%     6,51%      6,60%   6,56%    6,35%     6,57%
         Dengan Rencana Transaksi
          Margin Laba Usaha         53,48%     52,79%    53,46%     51,19%   49,15%   49,53%   51,60%
          Margin Laba Bersih        35,78%     30,96%    31,63%     29,19%   27,09%   26,24%   30,15%
          Rasio Lancar                4,22       3,60      2,71       2,73    2,20     2,58      3,01
          Rasio Cepat                 3,93       3,36      2,44       2,45    1,96     2,33      2,75
          ROA                        4,89%      4,06%     4,38%      3,99%   4,05%    3,58%     4,16%
          ROE                        7,28%      6,12%     6,51%      6,60%   6,56%    6,35%     6,57%




     l. Berikut adalah rasio keuangan Perseroan berdasarkan laporan keuangan proforma
        Perseroan per tanggal 31 Maret 2023 yang disusun oleh manajemen Perseroan.

     m. Berikut adalah ikhtisar rasio keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah
        Rencana Transaksi berdasarkan laporan keuangan proforma setelah Rencana
        Transaksi per tanggal 31 Maret 2023 yang disusun oleh manajemen Perseroan.


        Tabel 5.8
        PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
        Ikhtisar Rasio Keuangan
        Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Setelah Rencana Transaksi

                                     Sebelum             Setelah
                 Uraian             Rencana             Rencana
                                    Transaksi           Transaksi

         Rasio Lancar                         1,36            1,36
         Rasio Cepat                          1,27            1,26
         ROA                                 1,64%           1,64%
         ROE                                 2,49%           2,49%
         Margin Laba Usaha                  62,11%          62,11%
         Margin Laba Bersih                 45,74%          45,74%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                                       5 – 14
Page 97
        Berdasarkan proforma laporan keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi dan
        setelah Rencana Transaksi terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi
        tidak terdapat perubahan pada rasio lancar, ROA, ROE, margin laba usaha, dan
        margin laba bersih, sedangkan rasio cepat mengalami penurunan yang tidak
        signifikan (dari 1,27x menjadi 1,26x). Penurunan tersebut disebabkan karena adanya
        peningkatan utang usaha kepada pihak berelasi terkait dengan Rencana Transaksi.

     Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak akan mengganggu
     operasional Perseroan.


     5.2.   Kesimpulan

     Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan, SRR
     berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi                                           5 – 15

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.27 MB
Published3 Oct 2023
Pages97
Characters260,735
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 8481 ms 12 Sep 2026 22:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result