Back to announcement
20230703_MAPA_Informasi Transaksi Afiliasi_31335867_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review MAPASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00076/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2023 26 Juni 2023 Kepada Yth. PT MAP AKTIF ADIPERKASA Tbk Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 26 Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 Jakarta 10220 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi Dengan hormat, Pada tanggal 26 Juni 2023, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (selajutnya disebut “Perseroan”) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (selanjutnya disebut “MAPI”) telah menandatangani Perubahan dan Pernyataan Kembali atas Perjanjian Jasa Manajemen (selanjutnya disebut “PPKPJM”), dimana Perseroan bermaksud untuk mengubah Perjanjian Jasa Manajemen yang telah ditandatangani oleh Perseroan dan MAPI pada tanggal 2 Januari 2023 (selanjutnya disebut “PJM”) dan Term Sheet of Shared Service Agreement yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Perseroan dan MAPI pada tanggal 30 Maret 2015 (selanjutnya disebut “Term Sheet”) dengan memasukkan perubahan-perubahan sebagaimana dimaksud dalam PPKPJM (selanjutnya disebut “Transaksi”). Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/230512-001 tanggal 12 Mei 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan meliputi perdagangan, jasa, industri, dan pengangkutan. Saat ini,
kegiatan Perseroan terutama dalam bidang perdagangan eceran atas produk sports, golf,
kids, dan lifestyle di lebih dari 1.000 toko/outlet yang berlokasi di Jakarta, Bandung,
Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam, Manado, dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Perseroan berdomisili di Sahid Sudirman Center Lantai 26, Jalan Jenderal Sudirman Kavling
86, Jakarta 10220, dengan nomor telepon: (021) 8064 8488, nomor faksimile:
(021) 2788 9888, dan email: corporate.secretary@map.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2022, Perseroan merupakan entitas anak MAPI dengan kepemilikan sebesar
68,84%. MAPI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicy-
held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MAPI adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran pakaian, sepatu,
aksesoris, tas dan peralatan olahraga di lebih dari 2.500 toko/outlet yang berlokasi di
Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam, Manado dan kota-kota lainnya
di Indonesia and Asia Tenggara.
Sebelumnya pada tanggal 30 Maret 2015, Perseroan dan MAPI telah menandatangani PJM
dan Term Sheet, dimana Perseroan sebagai entitas anak MAPI telah menerima jasa-jasa
sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Perseroan dari MAPI dengan rincian jasa yang
ditawarkan sebagai berikut:
No Keterangan
1 Korporasi
2 Informasi teknologi
3 Keuangan dan akuntansi
4 Sumber daya manusia
5 Iklan dan promosi
6 Administrasi hukum
7 Distribusi
8 Sekretaris perusahaan
9 Urusan umum dan perijinan
10 Komunikasi perusahaan
11 Tanggung jawab sosial perusahaan
12 Bendahara perusahaan
13 Pengadaan barang
14 Audit internal dan kepatuhan
15 Pelatihan
2
Page 4
Sehubungan dengan jasa-jasa yang ditawarkan oleh MAPI kepada Perseroan tersebut di
atas, dengan keunggulan akses terhadap jaringan distribusi yang luas dan pengalaman
serta keahlian yang dimiliki manajemen MAPI, MAPI terus berupaya untuk mendukung
kegiatan operasional grup dan seluruh portofolio bisnis MAPI, salah satunya adalah
Perseroan sebagai entitas anak yang bergerak di bidang ritel produk sports, golf, kids, dan
lifestyle sehingga diharapkan dapat mendukung manajemen Perseroan untuk memperkuat
model bisnis dan kegiatan operasional perusahaan, strategi perusahaan, akses finansial,
serta manajemen risiko yang pada akhirnya akan memberikan peluang bagi Perseroan
untuk dapat memaksimalkan efisiensi kegiatan dan aktivitas operasional Perseroan.
Dalam pengembangan rencana strategis Perseroan untuk menjangkau pangsa pasarnya,
Perseroan berada dalam satu area yang terintegrasi dengan MAPI, hal ini telah menciptakan
sinergi yang kuat antara Perseroan dan MAPI sebagai perusahaan ritel terkemuka serta
dapat meningkatkan minat para pemilik brand ternama untuk menjalin kerja sama dengan
Perseroan dan MAPI. Perseroan memandang dukungan dari MAPI sebagai entitas induk
dapat membantu akselerasi terhadap perkembangan bisnis dari Perseroan maupun MAPI.
Pengembangan bisnis tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap Perseroan dan
MAPI antara lain bertambahnya jaringan produk baru serta berpotensi dapat meningkatkan
pangsa pasar.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, Perseroan
telah memperluas jaringan dan akses penjualan ke mancanegara dengan memiliki berbagai
portofolio bisnis melalui entitas anaknya yang berlokasi di luar Indonesia, seperti Vietnam,
Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Hal ini meningkatkan kebutuhan
Perseroan akan pentingnya untuk menjaga proses kegiatan administrasi dan operasional
Perseroan dapat terselenggara dengan lancar sesuai dengan standar kualitas yang
ditetapkan untuk diterapkan pada perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha (grup)
MAPI dan Perseroan serta membatasi pengungkapan informasi dan data Perseroan yang
bersifat rahasia kepada pihak ketiga sehingga tercipta sinergi dalam penerapan kebijakan-
kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan administrasi dan operasional antara Perseroan
dengan MAPI sebagai induk usaha, maka Perseroan melakukan Transaksi.
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan dan MAPI telah sepakat untuk melakukan
perubahan atas biaya-biaya yang akan ditagihkan oleh MAPI kepada Perseroan, dimana
Perseroan akan memperoleh efisiensi atas biaya-biaya kegiatan operasional di berbagai sisi
sesuai dengan jasa-jasa yang ditawarkan oleh MAPI kepada Perseroan dibandingkan
dengan apabila Perseroan memiliki sumber daya manusia untuk masing-masing divisi
internal yang dibutuhkan Perseroan untuk menjalankan kegiatan operasional Perseroan.
Perseroan berkeyakinan bahwa Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam
memenuhi kebutuhan dan menunjang kegiatan internal operasional Perseroan yang
berkesinambungan.
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat terus meningkatkan sinergi
kerjasama antara Perseroan dan MAPI dalam hal meningkatkan pertumbuhan bisnis dan
efisiensi biaya perusahaan untuk kinerja keuangan konsolidasian yang semakin baik dan
dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan pada
masa yang akan datang.
3
Page 5
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan keunggulan akses terhadap jaringan distribusi yang luas dan pengalaman serta
keahlian yang dimiliki manajemen MAPI, MAPI terus berupaya untuk mendukung
kegiatan operasional grup dan seluruh portofolio bisnis MAPI, salah satunya adalah
Perseroan sebagai entitas anak yang bergerak di bidang ritel produk sports, golf, kids,
dan lifestyle sehingga diharapkan dapat mendukung manajemen Perseroan untuk
memperkuat model bisnis dan kegiatan operasional perusahaan, strategi perusahaan,
akses finansial, serta manajemen risiko yang pada akhirnya akan memberikan peluang
bagi Perseroan untuk dapat memaksimalkan efisiensi kegiatan dan aktivitas operasional
Perseroan.
• Dalam pengembangan rencana strategis Perseroan untuk menjangkau pangsa
pasarnya, Perseroan berada dalam satu area yang terintegrasi dengan MAPI, hal ini
telah menciptakan sinergi yang kuat antara Perseroan dan MAPI sebagai perusahaan
ritel terkemuka serta dapat meningkatkan minat para pemilik brand ternama untuk
menjalin kerja sama dengan Perseroan dan MAPI. Perseroan memandang dukungan
dari MAPI sebagai entitas induk dapat membantu akselerasi terhadap perkembangan
bisnis dari Perseroan maupun MAPI. Pengembangan bisnis tersebut dapat memberikan
dampak positif terhadap Perseroan dan MAPI antara lain bertambahnya jaringan produk
baru serta berpotensi dapat meningkatkan pangsa pasar.
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, Perseroan
telah memperluas jaringan dan akses penjualan ke mancanegara dengan memiliki
berbagai portofolio bisnis melalui entitas anaknya yang berlokasi di luar Indonesia,
seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Hal ini
meningkatkan kebutuhan Perseroan akan pentingnya untuk menjaga proses kegiatan
administrasi dan operasional Perseroan dapat terselenggara dengan lancar sesuai
dengan standar kualitas yang ditetapkan untuk diterapkan pada perusahaan-perusahaan
dalam kelompok usaha (grup) MAPI dan Perseroan serta membatasi pengungkapan
informasi dan data Perseroan yang bersifat rahasia kepada pihak ketiga sehingga
tercipta sinergi dalam penerapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan
administrasi dan operasional antara Perseroan dengan MAPI sebagai induk usaha,
maka Perseroan melakukan Transaksi.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh efisiensi atas biaya-biaya
kegiatan operasional di berbagai sisi sesuai dengan jasa-jasa yang ditawarkan oleh
MAPI kepada Perseroan dibandingkan dengan apabila Perseroan memiliki sumber daya
manusia untuk masing-masing divisi internal yang dibutuhkan Perseroan untuk
menjalankan kegiatan operasional Perseroan. Perseroan berkeyakinan bahwa Transaksi
merupakan salah satu upaya Perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan menunjang
kegiatan internal operasional Perseroan yang berkesinambungan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat terus meningkatkan sinergi
kerjasama antara Perseroan dan MAPI dalam hal meningkatkan pertumbuhan bisnis dan
efisiensi biaya perusahaan untuk kinerja keuangan konsolidasian yang semakin baik dan
dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan
pada masa yang akan datang.
4
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
Perseroan merupakan entitas anak MAPI dengan kepemilikan sebesar 68,84% pada tanggal
31 Desember 2022 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan MAPI, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Imelda & Rekan (selanjutnya disebut “IR”), jumlah ekuitas
Perseroan adalah sebesar Rp 4,49 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPKPJM, nilai transaksi
atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 0,07 triliun.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2022, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya
disebut “POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana
Perseroan bermaksud untuk mengubah PJM dan Term Sheet dengan memasukkan
perubahan-perubahan sebagaimana dimaksud dalam PPKPJM.
5
Page 7
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2022. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
“KAP”) Imelda & rekan (selanjutnya disebut “IR”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00100/2.1265/AU.1/05/0556-2/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00096/2.1265/AU.1/05/0556-1/1/III/2022 tanggal 29 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00088/2.1265/AU.1/05/1081-2/1/III/2021 tanggal 30 Maret 2021 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;
6
Page 8
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP IR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00105/2.1265/AU.1/05/1081-1/1/III/2020 tanggal 26 Maret 2020 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP Satrio Bing Eny & Rekan (selanjutnya
disebut “SBER”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00107/2.1097/AU.1/05/0558-2/1/III/2019 tanggal 15 Maret 2019 dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
7. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 sehubungan dengan Transaksi yang telah dibuat oleh
manajemen Perseroan;
8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027 yang
disusun oleh manajemen Perseroan;
9. PPKPJM;
10. PJM;
11. Term Sheet;
12. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 108
tanggal 18 Agustus 2021 oleh Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta terkait
penyesuaian anggaran dasar Perseroan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Indonesia nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka;
13. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Miquel Rodrigo Staal
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Transaksi;
14. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang;
15. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;
16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
7
Page 9
18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
19. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar
Perseroan.
8
Page 10
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
9
Page 11
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dalam kondisi yang tidak
menentu, antara lain, namun tidak terbatas pada, tingginya tingkat ketidakpastian akibat
adanya pandemi wabah Covid-19. Prinsip kehati-hatian diperlukan dalam penggunaan
Laporan Pendapat Kewajaran, khususnya berkenaan perubahan yang terjadi dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran. Perubahan
asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini akan
berpengaruh secara material terhadap kesimpulan Pendapat Kewajaran.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/230512-001 tanggal
12 Mei 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2022, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat
Kewajaran.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:
I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
10
Page 12
I. ANALISIS TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah sepakat dengan
MAPI untuk mengubah PJM dan Term Sheet dengan memasukkan perubahan-
perubahan sebagaimana dimaksud dalam PPKPJM. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2022,
Perseroan merupakan entitas anak MAPI dengan kepemilikan sebesar 68,84%.
Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 40 tanggal 11 Maret 2015 dari
Notaris Hannywati Gunawan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
No. AHU-0011719.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 13 Maret 2015.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 108 tanggal 18 Agustus 2021 dari Notaris Hannywati
Gunawan, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai penyesuaian anggaran dasar
Perseroan dengan POJK 15/2020. Akta perubahan ini telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0456431 tanggal
4 Oktober 2021.
Perseroan berdomisili di Sahid Sudirman Center, Lantai 26, Jalan Jenderal
Sudirman Kavling 86, Jakarta 10220.
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Virendra Prakash Sharma
Komisaris Independen : Andy Nugroho Purwohardono
11
Page 13
Direksi
Direktur Utama : Michael David Capper
Wakil Direktur Utama : Nicholas Jones
Direktur : Handaka Santosa
Direktur : Susiana Latif
Direktur : Miquel Rodrigo Staal
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Mitra Adiperkasa Tbk 1.962.299.080 68,84% 196.229.908.000
Montage Company Limited 213.897.320 7,50% 21.389.732.000
Virendra Prakash Sharma 5.616.800 0,20% 561.680.000
Susiana Latif 2.856.000 0,10% 285.600.000
Miquel Rodrigo Staal 1.221.800 0,04% 122.180.000
Michael David Capper 939.600 0,03% 93.960.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 663.569.400 23,28% 66.356.940.000
Jumlah 2.850.400.000 100,00% 285.040.000.000
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi perdagangan, jasa, industri,
dan pengangkutan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
2015. Saat ini, kegiatan Perseroan terutama dalam bidang perdagangan
eceran atas produk sports, golf, kids, dan lifestyle di lebih dari 1.000 toko/outlet
yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam,
Manado, dan kota-kota lainnya di Indonesia.
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi perdagangan, jasa, industri, dan
pengangkutan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.
Saat ini, kegiatan Perseroan terutama dalam bidang perdagangan eceran atas
produk sports, golf, kids dan lifestyle di lebih dari 1.000 toko/outlet yang
berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam,
Manado, dan kota-kota lainnya di Indonesia.
12
Page 14
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan pada portofolio
perdagangan ritel, Perseroan berhasil mengelola beberapa lini usaha yang
terletak di Indonesia maupun di luar negeri dengan rincian sebagai berikut:
1. Lini Usaha Sports
Lini Sports yang jalankan oleh Perseroan merupakan jaringan gerai yang
menyediakan sepatu atletik, pakaian, dan peralatan olahraga dari portofolio
merek yang dikelola oleh Perseroan. Pada tahun 2022, lini usaha Sports
memberikan kontribusi sebesar 88,85% terhadap penjualan Perseroan.
2. Lini Usaha Leisure
Lini usaha Leisure Perseroan merupakan jaringan gerai yang memasarkan
dan mendistribusikan beragam produk alas kaki santai, pakaian, dan
aksesoris. Pada tahun 2022, lini usaha Leisure memberikan kontribusi
sebesar 10,31% terhadap penjualan Perseroan.
3. Lini Usaha Kids
Lini usaha Kids Perseroan merupakan jaringan bisnis yang menyediakan
beragam produk yaitu pakaian, mainan dan produk edukasi bagi
anak-anak. Pada tahun 2022, lini usaha Kids memberikan kontribusi
sebesar 0,85% terhadap penjualan Perseroan.
Perseroan mengelola segmen usaha ritel dan non-ritel dengan memanfaatkan
jaringan pemasaran konvensional maupun digital. Untuk mendukung strategi
pertumbuhan jangka panjang, manajemen Perusahaan menetapkan empat
inisiatif strategis, yaitu:
• Mengintegrasikan beragam kanal penjualan bagi konsumen di Indonesia;
• Meluncurkan strategi Regional Branded Commerce;
• Meluncurkan transformasi digital; dan
• Melakukan akuisisi atau kemitraan strategis.
Perseroan menerapkan strategi Unifying Retail untuk mendorong permintaan
terhadap produk-produk Perseroan. Strategi ini mengintegrasikan kanal
penjualan online, offline dan program loyalti pelanggan menjadi satu jalur
komunikasi bagi pelanggan Perseroan.
Sejalan dengan rencana Perseroan dalam melakukan ekspansi untuk
mencapai pasar yang lebih luas di kawasan luar Indonesia yaitu Vietnam,
Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand, dimana Perseroan
menargetkan kenaikan jumlah pangsa pasar bagi produk olahraga dan lifestyle.
13
Page 15
I.A.2. PT Mitra Adiperkasa Tbk
Dalam Transaksi, MAPI merupakan pihak yang telah sepakat dengan
Perseroan untuk mengubah PJM dan Term Sheet dengan memasukkan
perubahan-perubahan sebagaimana dimaksud dalam PPKPJM. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MAPI merupakan
entitas induk dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 68,84%. Latar
belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha MAPI adalah
sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
MAPI didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 105 tanggal 23 Januari 1995
oleh Julia Mensana S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. C2-9243.HT.01.01.TH.95 tanggal 31 Juli 1995 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.80 tanggal
6 Oktober 1995, Tambahan No.8287.
Anggaran dasar MAPI telah mengalami beberapa kali perubahan, dan
perubahan terakhir sebagaimana tercantum di dalam Akta Notaris No. 114
tanggal 19 Agustus 2021 yang dibuat oleh Hannywati Gunawan, S.H., Notaris
di Jakarta, mengenai pengubahan anggaran dasar MAPI tentang penyesuaian
anggaran dasar MAPI berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Indonesia No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Perubahan anggaran dasar
MAPI tersebut telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum di dalam bukti
penerimaan dan pencatatan yang diterbitkan oleh Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan No. AHU-AH.01.03-0456432 tertanggal 4 Oktober 2021 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 93 tanggal
19 November 2021, Tambahan No. 36228.
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MAPI pada tanggal 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris/
Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto
Wakil Presiden Komisaris/
Komisaris Independen : Prabukusomo
Komisaris : Hendry Hasiholan Batubara
14
Page 16
Direksi
Presiden Direktur : Herman Bernhard Leopold Mantiri
Wakil Presiden Direktur : Virendra Prakash Sharma
Direktur : Susiana Latif
Direktur : Michael David Capper
Direktur : Handaka Santosa
Direktur : Sjeniwati Gusman
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MAPI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Satya Mulia Gema Gemilang 8.466.000.000 51,19% 423.300.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 8.073.613.400 48,81% 403.681.000.000
Jumlah 16.539.613.400 100,00% 826.981.000.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MAPI adalah bergerak dalam bidang
perdagangan eceran pakaian, sepatu, aksesoris, tas dan peralatan olahraga di
lebih dari 2.500 toko/outlet yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali,
Medan, Makassar, Batam, Manado dan kota-kota lainnya di Indonesia dan Asia
Tenggara.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 26 Juni 2023, Perseroan dan MAPI telah menandatangani
PPKPJM sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam PPKPJM adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPKPJM adalah Perseroan dan
MAPI.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan PPKPJM adalah transaksi dimana Perseroan
bermaksud untuk mengubah PJM dan Term Sheet dengan memasukkan
perubahan-perubahan sebagaimana dimaksud dalam PPKPJM.
15
Page 17
• Penunjukkan
Berdasarkan PPKPJM, Perseroan dengan ini menunjuk MAPI untuk
memberikan jasa-jasa dalam bidang sebagai berikut:
No Keterangan
1 Korporasi
2 Informasi teknologi
3 Keuangan dan akuntansi
4 Sumber daya manusia
5 Iklan dan promosi
6 Administrasi hukum
7 Distribusi
8 Sekretaris perusahaan
9 Urusan umum dan perijinan
10 Komunikasi perusahaan
11 Tanggung jawab sosial perusahaan
12 Bendahara perusahaan
13 Pengadaan barang
14 Audit internal dan kepatuhan
15 Pelatihan
Selanjutnya secara bersama-sama disebut (“Jasa-Jasa”)
• Jangka Waktu
Jangka waktu berdasarkan PPKPJM adalah berlaku sejak tanggal
1 Juli 2023 sampai dengan 31 Desember 2023 (selanjutnya disebut
“Jangka Waktu Awal”). Pada saat berakhirnya Jangka Waktu Awal,
PPKPJM akan secara otomatis diperpanjang secara terus menerus untuk
jangka waktu 1 tahun berikutnya kecuali diakhiri terlebih dahulu oleh salah
satu pihak.
16
Page 18
• Biaya Jasa dan Cara Pembayaran
Berdasarkan PPKPJM, biaya jasa dan cara pembayaran atas Jasa-Jasa
adalah sebagai berikut:
- Sehubungan dengan Jasa-Jasa, Perseroan wajib membayar kepada
MAPI biaya pemberian jasa tahunan yang dihitung berdasarkan total
biaya-biaya yang nyata dikeluarkan (dengan pembulatan keatas)
sehubungan dengan pemberian Jasa-Jasa yang akan dilakukan oleh
MAPI pada suatu tahun yang bersangkutan (selanjutnya disebut “Biaya
Jasa Tahunan”). Jumlah biaya-biaya terkait pemberian Jasa-Jasa akan
dihitung dengan menggunakan dasar perhitungan yang dihitung pada
tanggal 31 Agustus di tahun sebelumnya atau pada suatu waktu lain
sebagaimana disepakati bersama diantara Perseroan dan MAPI dengan
rincian sebagai berikut:
No. Jasa-Jasa Dasar Perhitungan
1 Korporasi Waktu
2 Informasi teknologi Meter persegi dan jumlah toko, dll
3 Keuangan dan akuntansi Meter persegi
4 Sumber daya manusia Jumlah pegawai
5 Iklan dan promosi Waktu
6 Administrasi hukum Meter persegi
7 Distribusi Jumlah pemberitahuan impor (PIB)
8 Sekretaris perusahaan Meter persegi
9 Urusan umum Meter persegi
10 Perijinan Jumlah ijin-ijin
11 Komunikasi perusahaan Meter persegi
12 Tanggung jawab sosial perusahaan Meter persegi
13 Bendahara perusahaan Meter persegi
14 Pengadaan barang Meter persegi
15 Audit internal dan kepatuhan Jumlah toko
16 Pelatihan Jumlah karyawan/partisipasi pelatihan
- Perseroan dan MAPI setuju bahwa Biaya Jasa Tahunan pada tahun
berjalan dapat dinaikkan, berdasarkan kesepakatan Perseroan dan
MAPI, dikarenakan perluasan dan perkembangan usaha Perseroan.
- Untuk tahun 2023, Perseroan dan MAPI sepakat bahwa biaya
Jasa-Jasa untuk periode 1 Juli – 31 Desember 2023 berjumlah sebesar
Rp 69.990.000.000 tidak termasuk PPN.
- Pembayaran Biaya Jasa Tahunan tersebut akan dilakukan per bulan,
selambatnya 30 hari setelah Perseroan menerima tagihan yang
dikirimkan MAPI.
• Hukum yang berlaku
Berdasarkan PPKPJM, hukum yang berlaku adalah hukum Republik
Indonesia.
17
Page 19
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan keunggulan akses terhadap jaringan distribusi yang luas dan
pengalaman serta keahlian yang dimiliki manajemen MAPI, MAPI terus
berupaya untuk mendukung kegiatan operasional grup dan seluruh
portofolio bisnis MAPI, salah satunya adalah Perseroan sebagai entitas
anak yang bergerak di bidang ritel produk sports, golf, kids, dan lifestyle
sehingga diharapkan dapat mendukung manajemen Perseroan untuk
memperkuat model bisnis dan kegiatan operasional perusahaan, strategi
perusahaan, akses finansial, serta manajemen risiko yang pada akhirnya
akan memberikan peluang bagi Perseroan untuk dapat memaksimalkan
efisiensi kegiatan dan aktivitas operasional Perseroan.
• Dalam pengembangan rencana strategis Perseroan untuk menjangkau
pangsa pasarnya, Perseroan berada dalam satu area yang terintegrasi
dengan MAPI, hal ini telah menciptakan sinergi yang kuat antara Perseroan
dan MAPI sebagai perusahaan ritel terkemuka serta dapat meningkatkan
minat para pemilik brand ternama untuk menjalin kerja sama dengan
Perseroan dan MAPI. Perseroan memandang dukungan dari MAPI sebagai
entitas induk dapat membantu akselerasi terhadap perkembangan bisnis
dari Perseroan maupun MAPI. Pengembangan bisnis tersebut dapat
memberikan dampak positif terhadap Perseroan dan MAPI antara lain
bertambahnya jaringan produk baru serta berpotensi dapat meningkatkan
pangsa pasar.
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat
ini, Perseroan telah memperluas jaringan dan akses penjualan ke
mancanegara dengan memiliki berbagai portofolio bisnis melalui entitas
anaknya yang berlokasi di luar Indonesia, seperti Vietnam, Malaysia,
Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Hal ini meningkatkan
kebutuhan Perseroan akan pentingnya untuk menjaga proses kegiatan
administrasi dan operasional Perseroan dapat terselenggara dengan lancar
sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan untuk diterapkan pada
perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha (grup) MAPI dan
Perseroan serta membatasi pengungkapan informasi dan data Perseroan
yang bersifat rahasia kepada pihak ketiga sehingga tercipta sinergi dalam
penerapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan administrasi
dan operasional antara Perseroan dengan MAPI sebagai induk usaha,
maka Perseroan melakukan Transaksi.
18
Page 20
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh efisiensi atas biaya-
biaya kegiatan operasional di berbagai sisi sesuai dengan jasa-jasa yang
ditawarkan oleh MAPI kepada Perseroan dibandingkan dengan apabila
Perseroan memiliki sumber daya manusia untuk masing-masing divisi
internal yang dibutuhkan Perseroan untuk menjalankan kegiatan
operasional Perseroan. Perseroan berkeyakinan bahwa Transaksi
merupakan salah satu upaya Perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan
menunjang kegiatan internal operasional Perseroan yang
berkesinambungan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat terus
meningkatkan sinergi kerjasama antara Perseroan dan MAPI dalam hal
meningkatkan pertumbuhan bisnis dan efisiensi biaya perusahaan untuk
kinerja keuangan konsolidasian yang semakin baik dan dapat memberikan
kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan pada
masa yang akan datang.
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Apabila MAPI tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam memberikan
Jasa-jasa yang ditawarkan kepada Perseroan sebagaimana diatur dalam
PPKPJM, maka hal ini berpotensi memberikan dampak bagi kinerja
keuangan Perseroan di masa yang akan datang.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang perdagangan, jasa,
industri dan pengangkutan, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko
usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang
berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan Perseroan.
19
Page 21
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
II.A.1. Latar Belakang
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 40 tanggal 11 Maret 2015 dari
Notaris Hannywati Gunawan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
No. AHU-0011719.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 13 Maret 2015.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 108 tanggal 18 Agustus 2021 dari Notaris Hannywati
Gunawan, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai penyesuaian anggaran dasar
Perseroan dengan POJK 15/2020. Akta perubahan ini telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0456431 tanggal
4 Oktober 2021.
Perseroan berdomisili di Sahid Sudirman Center, Lantai 26, Jalan Jenderal
Sudirman Kavling 86, Jakarta 10220.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi perdagangan, jasa, industri,
dan pengangkutan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun
2015. Saat ini, kegiatan Perseroan terutama dalam bidang perdagangan
eceran atas produk sports, golf, kids, dan lifestyle di lebih dari 1.000 toko/outlet
yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam,
Manado, dan kota-kota lainnya di Indonesia.
20
Page 22
II.B. Tinjauan Industri Ritel
II.B.1. Tinjauan Industri Ritel di Dunia
Di era perkembangan ekonomi, industri ritel berperan penting karena
merupakan bagian akhir dari rantai persediaan produk. Ritel memiliki fungsi
khusus dalam distribusi pemasaran seperti memudahkan konsumen untuk
mendapatkan barang maupun jasa yang dibutuhkan disertai dengan
penawaran aneka jenis barang dengan harga yang beragam. Klasifikasi jenis
ritel dapat dibedakan menjadi dua, pertama jenis ritel berdasarkan produk yang
dijual yang terbagi dalam tiga jenis yaitu product retail yang menjual barang,
service retail yang menawarkan jasa, dan non–store retail yang menggunakan
media tertentu untuk pemasaran produk meliputi vanding machine serta toko
online yang tergabung dalam e-commerce. Kedua, jenis ritel berdasarkan
kepemilikan yaitu kepimilikan ritel mandiri, warlaba, tmaupun kelompok usaha
dimana ritel mandiri beroperasi secara independen tanpa tergabung dengan
pihak manapun, sementara itu untuk ritel warlaba melibatkan perusahaan pusat
(franchisor) dan pengusaha turunan (franchisee) dalam memasarkan produk
yang sama kemudian untuk kelompok usaha merupakan jaringan ritel yang
saling terkait dalam satu manajemen, seperti swalayan maupun department
store.
Proyeksi Pendapatan Ritel E-Commerce Menurut Wilayah
Tahun 2023
(Dalam miliar USD)
Afrika
Australia & Ocenia
Eropa
Amerika Serikat (AS)
Asia
- 500,00 1.000,00 1.500,00 2.000,00 2.500,00
Amerika Serikat Australia &
Asia Eropa Afrika
(AS) Ocenia
Jumlah Pendapatan 2.055,00 1.137,00 722,40 49,00 40,20
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan ritel
e-commerce tertinggi berada di wilayah Asia yang mencapai
USD 2.055,00 miliar kemudian diikuti oleh AS dan Eropa dengan jumlah
pendapatan masing-masing sebesar USD 1.137,00 miliar dan
USD 722,00 miliar.
21
Page 23
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh The Business Research Company
dalam laporannya yang berjudul Supermarkets and Hypermarkets Global
Market Report 2023 – By Type, By Ownership, and By Application, pasar
supermarket dan hypermarket di dunia diperkirakan adalah sebesar
USD 3.379,90 miliar dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR)
sebesar 7,50% dibandingkan dengan tahun 2022. Adanya ketidakpastian pasar
yang mengganggu peluang pemulihan ekonomi di dunia akibat pandemi
Covid-19 masih berpengaruh terhadap munculnya kebijakan baru di berbagai
negara sehubungan dengan transaksi jual beli, lonjakan harga komoditas, dan
gangguan supply chain sehingga menyebabkan inflasi barang dan jasa yang
mempengaruhi pasar. Dalam merespon hal tersebut maka dibutuhkan adanya
inovasi dari pelaku industri melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan
efisiensi.
Proyeksi Pendapatan Ritel E-Commerce
Subsektor Makanan dan Minuman di AS
Tahun 2023 – 2027
(Dalam miliar USD)
400,00
350,00
300,00
250,00
200,00
150,00
100,00
50,00
-
2023 2024 2025 2026 2027
Jumlah Pendapatan 174,10 231,10 306,90 331,10 366,10
Sumber: Statista
Selanjutnya, seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat bisnis ritel makanan
dan minuman diperkirakan mengalami perkembangan dimana berdasarkan
data yang diperoleh dari Statista, pendapatan ritel e-commerce subsektor
makanan dan minuman di AS terus mengalami peningkatan pada tahun
2023 – 2027 masing-masing sebesar USD 48,45 miliar, USD 57,00 miliar,
USD 75,80 miliar, USD 24,20 miliar, dan USD 35,00 miliar atau setara dengan
38,56%, 32,74%, 32,80%, 7,89%, dan 10,57% dibandingkan dengan tahun-
tahun sebelumnya.
22
Page 24
Menurut laporan yang berjudul Global Retail Market Key Oppurtunities and
Strategies For 2022 – 2030 yang dipublikasikan oleh The Business Research
Company, pangsa pasar ritel di dunia pada tahun 2025 diperkirakan sebesar
USD 29,44 triliun dan mengalami kenaikan sampai dengan tahun 2030
mencapai USD 39,33 triliun dengan CAGR sebesar 6,30% dari tahun
2025 – 2030. Hal ini disebabkan oleh transformasi digital yang berpengaruh
signifikan terhadap kegiatan operasional industri ritel seperti adanya
ketersediaan internet of things, teknologi robotika, antarmuka pemograman
aplikasi yang berfungsi untuk menyalurkan penawaran dan diskon kepada
konsumen agar menjadi lebih mudah.
Perkembangan pasar ritel pada masa mendatang semakin pesat dengan
terbukanya peluang pasar, perkembangan usaha pada sektor makanan dan
minuman maupun sektor manufaktur serta adanya upaya dari pemerintah untuk
mengembangkan bisnis ritel dimana hal tersebut tercermin dari perkiraan
pendapatan maupun ukuran pasar yang menunjukkan peningkatan dari tahun
ke tahun. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut maka diperkirakan
bahwa industri ritel masih memiliki prospek pada masa mendatang sehingga
dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian di dunia.
II.B.2. Tinjauan Industri Ritel di Indonesia
Industri ritel di Indonesia telah memasuki pada era global retailing dimana
meningkatnya persaingan antara pelaku bisnis bisnis ritel nasional dengan
pelaku bisnis ritel asing yang secara positif mendorong industri ritel nasional
agar mampu mengadopsi konsep baru serta beradaptasi dengan
perkembangan teknologi. Agar mampu bersaing, pelaku usaha diharapkan
mampu menicptakan strategi bukan hanya berfokus dalam menjaring serta
memuaskan konsumen dalam waktu tertentu namun harus bisa menciptakan
loyalitas konsumen.
Pertumbuhan Triwulan Penjualan Ritel Berdasarkan Kota di Indonesia
Tahun 2022
(Dalam %)
2022
Kategori
Q1 Q2 Q3 Q4
Surabaya 30 9 14 5
Medan 12 12 14 24
Manado 4 15 3 6
Semarang 0 (10) (11) (18)
Banjarmasin (3) (8) 42 30
Makassar (4) (5) 12 12
Bandung (4) 6 (9) (5)
Jakarta (16) (6) 7 4
Sumber: Survei Penjualan Eceran Desember 2022 - Bank Indonesia (BI)
23
Page 25
Menurut laporan yang berjudul Survei Penjualan Eceran – Desember 2022
yang dipublikasikan oleh BI, pada Q1 – Q4 2022, pertumbuhan triwulan
penjualan ritel tertinggi yaitu Kota Surabaya dengan pertumbuhan tertinggi
pada Q1/2022 yaitu sebesar 30,00%. Kemudian diikuti oleh Kota Medan
dengan pertumbuhan tertinggi pada Q4/2022 yaitu sebesar 24,00%, dan Kota
Manado dengan pertumbuhan tertinggi pada Q2/2022 yaitu sebesar 15,00%.
Namun demikian, penjualan ritel di Kota Jakarta mengalami fluktuasi dengan
penurunan tertinggi pada Q1/2022 yaitu sebesar 16,00% serta kenaikan
tertinggi pada Q3/2022 yaitu sebesar 7,00%.
Indeks Penjualan Rill Menurut Kategori
Periode Juli - Desember 2022
2022
Kategori
Juli Agustus September Oktober November Desember
Makanan, minuman, dan tembakau 265 269 268 276 276 289
Peralatan informasi dan komunikasi 137 134 134 137 141 201
Suku cadang dan aksesori 122 122 107 105 106 111
Bahan bakar kendaraan bermotor 107 99 90 92 92 94
Perlengkapan rumah tangga lainnya 102 100 95 90 91 93
Barang lainnya 87 85 79 82 78 84
Barang budaya dan rekreasi 70 65 60 59 59 62
Sumber: Survei Penjualan Eceran Desember 2022 - Bank Indonesia (BI)
Selanjutnya, kinerja penjualan eceran untu kategori makanan, minuman, dan
tembakau dengan Indeks Penjualan Rill (IPR) pada bulan Oktober, November,
dan Desember, hal ini tercermin dengan pertumbuhan kinerja IPR masing-
masing sebesar 2,91% (month to month/mtm), 0,32% (mtm), dan 4,57% (mtm).
Selanjutnya, untuk mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh lebih
tinggi, tercermin dari IPR kategori peralatan informasi dan komunikasi pada
November dan Desember masing-masing sebesar 141,00 dan 201,00 atau
tumbuh 3,01% (mtm) dan 42,94% (mtm).
Berdasarkan laporan dari Asosiasi Pengusaha Ritel di Indonesia, kinerja
penjualan ritel pada tahun 2023 diperkirakan mengalami pertumbuhan pada
kisaran 4,00% dimana hal tersebut sejalan dengan laporan dari Kementerian
Perekonomian yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional
diperkirakan mengalami pertumbuhan hingga kisaran 5,10%. Selain
dipengaruhi oleh sentimen berakhirnya pandemi dan mulai pulihnya
perekonomian nasional pertumbuhan industri ritel juga dipengaruhi oleh para
pelaku industri yang melakukan ekspansi penambahan gerai ritel baru.
24
Page 26
Proyeksi Pendapatan Ritel E-Commerce di Indonesia
Tahun 2023 – 2027
(Dalam miliar USD)
120,00
100,00
80,00
60,00
40,00
20,00
-
2023 2024 2025 2026 2027
Jumlah Pendapatan 68,54 77,67 88,55 96,22 104,10
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statisa, pendapatan ritel e-commerce di
Indonesia pada tahun 2024 – 2027 terus mengalami kenaikan yaitu
masing-masing sebesar USD 9,13 miliar, USD 10,88 miliar, USD 7,67 miliar,
dan USD 7,88 miliar atau setara dengan 13,32%, 14,01%, 8,66%, dan 8,19%.
Jika dilihat dari berbagai faktor di atas maka dapat disimpulkan bahwa industri
ritel masih memiliki prospek pada masa mendatang dan berperan penting
sebagai salah satu industri strategis dalam kontribusinya terhadap
perekonomian nasional sehingga para pelaku industri diharapkan mampu untuk
mengetahui, memahami, dan menganalisa dengan baik tingkat kepuasan
pelanggan guna menciptakan sebuah strategi komunikasi dan pemasaran yang
efektif maupun efisien.
25
Page 27
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi perdagangan, jasa, industri, dan
pengangkutan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.
Saat ini, kegiatan Perseroan terutama dalam bidang perdagangan eceran atas
produk sports, golf, kids dan lifestyle di lebih dari 1.000 toko/outlet yang
berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam,
Manado, dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan pada portofolio
perdagangan ritel, Perseroan berhasil mengelola beberapa lini usaha yang
terletak di Indonesia maupun di luar negeri dengan rincian sebagai berikut:
1. Lini Usaha Sports
Lini Sports yang jalankan oleh Perseroan merupakan jaringan gerai yang
menyediakan sepatu atletik, pakaian, dan peralatan olahraga dari portofolio
merek yang dikelola oleh Perseroan. Pada tahun 2022, lini usaha Sports
memberikan kontribusi sebesar 88,85% terhadap penjualan Perseroan.
2. Lini Usaha Leisure
Lini usaha Leisure Perseroan merupakan jaringan gerai yang memasarkan
dan mendistribusikan beragam produk alas kaki santai, pakaian, dan
aksesoris. Pada tahun 2022, lini usaha Leisure memberikan kontribusi
sebesar 10,31% terhadap penjualan Perseroan.
3. Lini Usaha Kids
Lini usaha Kids Perseroan merupakan jaringan bisnis yang menyediakan
beragam produk yaitu pakaian, mainan dan produk edukasi bagi
anak-anak. Pada tahun 2022, lini usaha Kids memberikan kontribusi
sebesar 0,85% terhadap penjualan Perseroan.
Perseroan mengelola segmen usaha ritel dan non-ritel dengan memanfaatkan
jaringan pemasaran konvensional maupun digital. Untuk mendukung strategi
pertumbuhan jangka panjang, manajemen Perusahaan menetapkan empat
inisiatif strategis, yaitu:
• Mengintegrasikan beragam kanal penjualan bagi konsumen di Indonesia;
• Meluncurkan strategi Regional Branded Commerce;
• Meluncurkan transformasi digital; dan
• Melakukan akuisisi atau kemitraan strategis.
26
Page 28
Perseroan menerapkan strategi Unifying Retail untuk mendorong permintaan
terhadap produk-produk Perseroan. Strategi ini mengintegrasikan kanal
penjualan online, offline dan program loyalti pelanggan menjadi satu jalur
komunikasi bagi pelanggan Perseroan.
Sejalan dengan rencana Perseroan dalam melakukan ekspansi untuk
mencapai pasar yang lebih luas di kawasan luar Indonesia yaitu Vietnam,
Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand, dimana Perseroan
menargetkan kenaikan jumlah pangsa pasar bagi produk olahraga dan lifestyle.
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan keunggulan akses terhadap jaringan distribusi yang luas dan
pengalaman serta keahlian yang dimiliki manajemen MAPI, MAPI terus
berupaya untuk mendukung kegiatan operasional grup dan seluruh
portofolio bisnis MAPI, salah satunya adalah Perseroan sebagai entitas
anak yang bergerak di bidang ritel produk sports, golf, kids, dan lifestyle
sehingga diharapkan dapat mendukung manajemen Perseroan untuk
memperkuat model bisnis dan kegiatan operasional perusahaan, strategi
perusahaan, akses finansial, serta manajemen risiko yang pada akhirnya
akan memberikan peluang bagi Perseroan untuk dapat memaksimalkan
efisiensi kegiatan dan aktivitas operasional Perseroan.
• Dalam pengembangan rencana strategis Perseroan untuk menjangkau
pangsa pasarnya, Perseroan berada dalam satu area yang terintegrasi
dengan MAPI, hal ini telah menciptakan sinergi yang kuat antara Perseroan
dan MAPI sebagai perusahaan ritel terkemuka serta dapat meningkatkan
minat para pemilik brand ternama untuk menjalin kerja sama dengan
Perseroan dan MAPI. Perseroan memandang dukungan dari MAPI sebagai
entitas induk dapat membantu akselerasi terhadap perkembangan bisnis
dari Perseroan maupun MAPI. Pengembangan bisnis tersebut dapat
memberikan dampak positif terhadap Perseroan dan MAPI antara lain
bertambahnya jaringan produk baru serta berpotensi dapat meningkatkan
pangsa pasar.
27
Page 29
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat
ini, Perseroan telah memperluas jaringan dan akses penjualan ke
mancanegara dengan memiliki berbagai portofolio bisnis melalui entitas
anaknya yang berlokasi di luar Indonesia, seperti Vietnam, Malaysia,
Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Hal ini meningkatkan
kebutuhan Perseroan akan pentingnya untuk menjaga proses kegiatan
administrasi dan operasional Perseroan dapat terselenggara dengan lancar
sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan untuk diterapkan pada
perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha (grup) MAPI dan
Perseroan serta membatasi pengungkapan informasi dan data Perseroan
yang bersifat rahasia kepada pihak ketiga sehingga tercipta sinergi dalam
penerapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan administrasi
dan operasional antara Perseroan dengan MAPI sebagai induk usaha,
maka Perseroan melakukan Transaksi.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh efisiensi atas biaya-
biaya kegiatan operasional di berbagai sisi sesuai dengan jasa-jasa yang
ditawarkan oleh MAPI kepada Perseroan dibandingkan dengan apabila
Perseroan memiliki sumber daya manusia untuk masing-masing divisi
internal yang dibutuhkan Perseroan untuk menjalankan kegiatan
operasional Perseroan. Perseroan berkeyakinan bahwa Transaksi
merupakan salah satu upaya Perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan
menunjang kegiatan internal operasional Perseroan yang
berkesinambungan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat terus
meningkatkan sinergi kerjasama antara Perseroan dan MAPI dalam hal
meningkatkan pertumbuhan bisnis dan efisiensi biaya perusahaan untuk
kinerja keuangan konsolidasian yang semakin baik dan dapat memberikan
kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan pada
masa yang akan datang.
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan keunggulan akses terhadap jaringan distribusi yang luas dan
pengalaman serta keahlian yang dimiliki manajemen MAPI, MAPI terus
berupaya untuk mendukung kegiatan operasional grup dan seluruh
portofolio bisnis MAPI, salah satunya adalah Perseroan sebagai entitas
anak yang bergerak di bidang ritel produk sports, golf, kids, dan lifestyle
sehingga diharapkan dapat mendukung manajemen Perseroan untuk
memperkuat model bisnis dan kegiatan operasional perusahaan, strategi
perusahaan, akses finansial, serta manajemen risiko yang pada akhirnya
akan memberikan peluang bagi Perseroan untuk dapat memaksimalkan
efisiensi kegiatan dan aktivitas operasional Perseroan.
28
Page 30
• Dalam pengembangan rencana strategis Perseroan untuk menjangkau
pangsa pasarnya, Perseroan berada dalam satu area yang terintegrasi
dengan MAPI, hal ini telah menciptakan sinergi yang kuat antara Perseroan
dan MAPI sebagai perusahaan ritel terkemuka serta dapat meningkatkan
minat para pemilik brand ternama untuk menjalin kerja sama dengan
Perseroan dan MAPI. Perseroan memandang dukungan dari MAPI sebagai
entitas induk dapat membantu akselerasi terhadap perkembangan bisnis
dari Perseroan maupun MAPI. Pengembangan bisnis tersebut dapat
memberikan dampak positif terhadap Perseroan dan MAPI antara lain
bertambahnya jaringan produk baru serta berpotensi dapat meningkatkan
pangsa pasar.
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat
ini, Perseroan telah memperluas jaringan dan akses penjualan ke
mancanegara dengan memiliki berbagai portofolio bisnis melalui entitas
anaknya yang berlokasi di luar Indonesia, seperti Vietnam, Malaysia,
Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Hal ini meningkatkan
kebutuhan Perseroan akan pentingnya untuk menjaga proses kegiatan
administrasi dan operasional Perseroan dapat terselenggara dengan lancar
sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan untuk diterapkan pada
perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha (grup) MAPI dan
Perseroan serta membatasi pengungkapan informasi dan data Perseroan
yang bersifat rahasia kepada pihak ketiga sehingga tercipta sinergi dalam
penerapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan administrasi
dan operasional antara Perseroan dengan MAPI sebagai induk usaha,
maka Perseroan melakukan Transaksi.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh efisiensi atas biaya-
biaya kegiatan operasional di berbagai sisi sesuai dengan jasa-jasa yang
ditawarkan oleh MAPI kepada Perseroan dibandingkan dengan apabila
Perseroan memiliki sumber daya manusia untuk masing-masing divisi
internal yang dibutuhkan Perseroan untuk menjalankan kegiatan
operasional Perseroan. Perseroan berkeyakinan bahwa Transaksi
merupakan salah satu upaya Perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan
menunjang kegiatan internal operasional Perseroan yang
berkesinambungan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat terus
meningkatkan sinergi kerjasama antara Perseroan dan MAPI dalam hal
meningkatkan pertumbuhan bisnis dan efisiensi biaya perusahaan untuk
kinerja keuangan konsolidasian yang semakin baik dan dapat memberikan
kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan pada
masa yang akan datang.
29
Page 31
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:
• Apabila MAPI tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam memberikan
Jasa-jasa yang ditawarkan kepada Perseroan sebagaimana diatur dalam
PPKPJM, maka hal ini berpotensi memberikan dampak bagi kinerja
keuangan Perseroan di masa yang akan datang.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang perdagangan, jasa,
industri dan pengangkutan, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko
usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang
berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan Perseroan.
30
Page 32
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP IR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 dan 2019 telah diaudit oleh KAP IR dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain. Laporan keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah
diaudit oleh KAP IR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 telah diaudit oleh KAP SBER
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19 31/12/18
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.341.637 662.414 599.348 545.965 467.205
Piutang usaha
Pihak berelasi 44.049 47.381 57.970 56.289 31.315
Pihak ketiga 357.324 238.057 197.120 140.063 143.663
Piutang lain-lain 45.489 31.081 35.947 55.940 117.637
Persediaan 2.733.298 2.278.559 2.278.434 1.786.524 1.626.662
Uang muka 180.813 74.414 38.194 145.679 116.296
Pajak dibayar di muka 91.739 146.033 145.021 46.442 63.803
Biaya dibayar di muka 40.054 25.637 50.998 326.354 274.564
Instrumen keuangan derivatif - - - 22 -
Jumlah Aset Lancar 4.834.403 3.503.576 3.403.032 3.103.278 2.841.145
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih 49.235 53.495 43.643 16.620 23.499
Aset tetap 879.842 653.306 728.317 766.438 596.025
Aset hak guna 1.258.740 791.906 898.344 - -
Goodwill dan aset takberwujud lainnya 79.437 79.437 79.437 - -
Biaya lisensi yang ditangguhkan dan merk - bersih 11.121 15.111 17.764 17.073 2.998
Uang jaminan 255.018 187.138 177.415 150.335 121.486
Uang muka pembelian aset tetap 36.094 4.831 1.682 2.487 3.978
Aset tidak lancar lainnya 30.397 30.397 30.397 - -
Sewa dibayar di muka jangka panjang - - - 52.047 39.362
Merek - - - - 16.650
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.599.884 1.815.621 1.976.999 1.005.000 803.998
JUMLAH ASET 7.434.287 5.319.197 5.380.031 4.108.278 3.645.143
31
Page 33
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19 31/12/18
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 98.679 62.246 493.256 - -
Utang usaha
Pihak berelasi 14.746 4.213 5.406 671 2.331
Pihak ketiga 653.328 514.593 472.151 404.310 298.811
Utang lain-lain 325.899 244.013 300.683 191.661 148.836
Utang pajak 114.586 146.218 42.778 41.198 53.356
Biaya yang masih harus dibayar 353.614 202.561 111.090 196.686 157.212
Pendapatan diterima di muka 15.561 16.934 8.789 11.921 19.299
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 568.148 392.426 388.070 - -
Utang pembelian kendaraan 620 1.165 1.932 2.361 2.137
Utang obligasi - - - - 468.906
Instrumen keuangan derivatif 531 233 51 1.438 1.426
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.145.712 1.584.602 1.824.206 850.246 1.152.314
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 611.835 317.770 348.998 - -
Utang pembelian kendaraan 1.073 44 1.208 1.799 2.107
Liabilitas imbalan kerja 143.821 151.229 166.066 178.033 144.252
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 1.483 323 1.006 3.251 1.719
Kewajiban pembongkaran aset 44.889 34.314 28.029 19.673 9.445
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 803.101 503.680 545.307 202.756 157.523
JUMLAH LIABILITAS 2.948.813 2.088.282 2.369.513 1.053.002 1.309.837
EKUITAS
Modal saham 285.040 285.040 285.040 285.040 285.040
Tambahan modal disetor - bersih 825.655 825.655 825.655 840.912 840.912
Penghasilan komprehensif lain 66.076 8.685 10.656 13 11.547
Selisih transaksi ekuitas dengan pihak non-pengendali (7.646) - - - -
Ekuitas entitas anak yang berasal dari kombinasi bisnis - - - 38.232 -
Saldo laba 3.301.331 2.111.657 1.875.832 1.888.572 1.195.395
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 4.470.456 3.231.037 2.997.183 3.052.769 2.332.894
Kepentingan non-pengendali 15.018 (122) 13.335 2.507 2.412
JUMLAH EKUITAS 4.485.474 3.230.915 3.010.518 3.055.276 2.335.306
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.434.287 5.319.197 5.380.031 4.108.278 3.645.143
III.B.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 7.434,29 miliar,
Rp 5.319,20 miliar, Rp 5.380,03 miliar, Rp 4.108,28 miliar, dan
Rp 3.645,14 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 2.115,09 miliar atau setara dengan 39,76% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, dan aset
hak guna masing-masing sebesar Rp 679,22 miliar, Rp 454,74 miliar, dan
Rp 466,83 miliar.
32
Page 34
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 60,83 miliar atau setara dengan 1,13% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan aset tetap dan aset hak guna masing-masing
sebesar Rp 75,01 miliar dan Rp 106,44 miliar yang disertai dengan kenaikan
kas dan setara kas serta piutang usaha – pihak ketiga masing-masing sebesar
Rp 63,07 miliar dan Rp 40,94 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 1.271,75 miliar atau setara dengan 30,96% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan persediaan dan aset hak guna masing-masing
sebesar Rp 491,91 miliar dan Rp 898,34 miliar yang disertai dengan penurunan
biaya dibayar di muka sebesar Rp 275,36 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 463,14 miliar atau setara dengan 12,71% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan persediaan dan aset tetap masing-masing sebesar
Rp 159,86 miliar dan Rp 170,41 miliar.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 2.948,81 miliar,
Rp 2.088,28 miliar, Rp 2.369,51 miliar, Rp 1.053,00 miliar, dan
Rp 1.309,84 miliar
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 860,53 miliar atau setara dengan 41,21% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga, biaya yang
masih harus dibayar, liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 138,74 miliar,
Rp 151,05 miliar, dan Rp 469,79 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 281,23 miliar atau setara dengan 11,87% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang bank sebesar Rp 431,01 miliar
yang disertai dengan kenaikan utang pajak dan biaya yang masih harus
dibayar masing-masing sebesar Rp 103,44 miliar dan Rp 91,47 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.316,51 miliar atau setara dengan 125,02%
dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank dan liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 493,26 miliar dan Rp 737,07 miliar.
33
Page 35
Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 256,84 miliar atau setara dengan 19,61% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2018. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang obligasi sebesar Rp 468,91 miliar
yang disertai dengan kenaikan utang usaha – pihak ketiga, utang lain-lain, dan
biaya yang masih harus dibayar masing-masing sebesar Rp 105,50 miliar,
Rp 42,83 miliar, dan Rp 39,47 miliar.
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 4.485,47 miliar,
Rp 3.230,91 miliar, Rp 3.010,52 miliar, Rp 3.055,28 miliar, dan
Rp 2.335,31 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.254,56 miliar atau setara dengan 38,83% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 1.173,42 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 220,40 miliar atau setara dengan 7,32% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 230,40 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 44,76 miliar atau setara dengan 1,46% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan ekuitas entitas anak yang berasal dari
kombinasi bisnis sebesar Rp 38,23 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 719,97 miliar atau setara dengan 30,83% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh perseroan sebesar
Rp 686,87 miliar.
34
Page 36
III.B.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19 31/12/18
Pendapatan bersih 9.801.240 6.042.002 4.781.480 7.472.911 6.245.547
Beban pokok penjualan 5.111.028 3.455.042 2.869.439 4.132.112 3.417.869
Laba kotor 4.690.212 2.586.960 1.912.041 3.340.799 2.827.678
Beban penjualan (2.680.626) (1.783.980) (1.575.954) (2.103.963) (1.737.799)
Beban umum dan administrasi (435.454) (323.510) (256.050) (269.110) (223.243)
Beban keuangan (68.271) (81.709) (97.268) (20.925) (313.212)
Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih (17.616) (4.596) 25.805 (3.362) (2.030)
Kerugian penghapusan atau penjualan aset tetap (12.162) (19.320) (21.727) (9.645) (10.708)
Penyisihan dan pemulihan penyisihan persediaan - bersih 29.622 (27.243) (21.385) (2.322) (38)
Penghasilan bunga 13.410 6.133 16.513 10.262 13.311
Keuntungan (kerugian) instrumen keuangan derivatif - bersih - 27 4.962 (7.632) 996
Day 1 gain - - - - 27.830
Keuntungan (kerugian) lain-lain - bersih 17.917 (8.748) 3.989 17.163 2.987
Laba (rugi) sebelum pajak 1.537.032 344.014 (9.074) 951.265 585.772
Manfaat (beban) pajak penghasilan - bersih (363.608) (113.619) 13.412 (264.400) (232.451)
Laba bersih tahun berjalan 1.173.424 230.395 4.338 686.865 353.321
Penghasilan komprehensif lainnya 60.360 (2.323) 10.418 (9.637) 10.043
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 1.233.784 228.072 14.756 677.228 363.364
Laba (rugi) bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 1.174.747 257.388 2.078 686.771 353.411
Kepentingan non-pengendali (1.323) (26.993) 2.260 94 (90)
III.B.6 Pendapatan Bersih
Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah
sebesar Rp 9.801,24 miliar, Rp 6.042,00 miliar, Rp 4.781,48 miliar,
Rp 7.472,91 miliar, dan Rp 6.245,55 miliar.
Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3.759,24 miliar atau
setara dengan 62,22% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.260,52 miliar atau
setara dengan 26,36% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 2.691,43 miliar atau
setara dengan 36,02% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.227,36 miliar atau
setara dengan 19,65% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
35
Page 37
III.B.7. Laba Bersih Tahun Berjalan
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018
masing-masing adalah sebesar Rp 1.173,42 miliar, Rp 230,40 miliar,
Rp 4,34 miliar, Rp 686,87 miliar, dan Rp 353,32 miliar.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 943,03 miliar atau setara
dengan 409,31% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 226,06 miliar
dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 682,53 miliar atau
setara dengan 99,37% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 333,54 miliar atau setara
dengan 94,40% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
36
Page 38
III.B.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19 31/12/18
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 9.700.582 6.019.897 4.732.247 7.472.465 6.302.868
Pembayaran kas kepada karyawan (979.637) (711.120) (704.726) (793.350) (640.052)
Pembayaran kas kepada pemasok (5.410.579) (3.424.244) (3.225.426) (4.124.263) (3.681.757)
Pembayaran kas untuk beban operasional lainnya (1.364.164) (969.433) (640.801) (1.501.974) (1.200.672)
Penerimaan restitusi pajak penghasilan 109.049 21.123 8.070 50.202 8.458
Pembayaran pajak penghasilan (409.481) (52.119) (109.710) (282.587) (240.210)
Pembayaran bunga dan beban keuangan - - - - (5.068)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 1.645.770 884.104 59.654 820.493 543.567
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 13.259 6.182 16.617 11.426 9.357
Penerimaan hasil penjualan aset tetap 253 919 1.943 1.083 4.374
Penambahan uang muka pembelian aset tetap (34.269) (4.831) (2.221) (2.226) (3.334)
Penempatan uang jaminan (68.273) (13.672) (1.509) (29.007) (19.088)
Perolehan aset tetap (340.837) (107.559) (104.092) (285.391) (252.913)
Akuisisi entitas anak - - (101.325) - 75
Perolehan merek - - - - (18.500)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (429.867) (118.961) (190.587) (304.115) (280.029)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan utang bank 112.070 273.004 1.140.727 350.000 -
Penerimaan dari penerbitan modal disetor entitas anak dari
kepentingan non-pengendali 7.436 13.716 15.278 - 2.500
Kenaikan (penurunan) piutang dan utang kepada pihak
berelasi - bersih (4.318) 1.445 26.333 66.211 (71.353)
Pembayaran bunga dan beban keuangan (14.435) (36.239) (36.976) (10.728) -
Pembayaran utang pembelian aset tetap (31.873) (39.908) (43.948) (41.962) (39.187)
Pembayaran utang bank (79.410) (700.155) (732.270) (350.000) (25.000)
Pembayaran liabilitas sewa (termasuk beban bunga
liabilitas sewa) (526.150) (213.940) (184.827) - -
Pembayaran dividen tunai oleh entitas anak kepada
kepentingan non-pengendali - - (1) - (2)
Penerimaan sehubungan dengan penawaran umum perdana
dan pelaksanaan program management incentive plan - - - - 987.840
Pembayaran pokok obligasi - - - (479.103) (888.897)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (536.680) (702.077) 184.316 (465.582) (34.099)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 679.223 63.066 53.383 50.796 229.439
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 662.414 599.348 545.965 467.205 237.766
Peningkatan kas dan setara kas akibat
akuisisi entitas anak - - - 27.964 -
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 1.341.637 662.414 599.348 545.965 467.205
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan
2018 masing-masing adalah sebesar Rp 1.645,77 miliar, Rp 884,10 miliar,
Rp 59,65 miliar, Rp 820,49 miliar, dan Rp 543,57 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1.645,77 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 9.700,58 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada karyawan,
pembayaran kas kepada pemasok, dan pembayaran kas untuk beban
operasional lainnya masing-masing sebesar Rp 979,64 miliar,
Rp 5.410,58 miliar, dan Rp 1.364,16 miliar.
37
Page 39
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 884,10 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 6.019,90 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada karyawan,
pembayaran kas kepada pemasok, dan pembayaran kas untuk beban
operasional lainnya masing-masing sebesar Rp 711,12 miliar,
Rp 3.424,24 miliar, dan Rp 969,43 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 59,65 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 4.732,25 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada karyawan,
pembayaran kas kepada pemasok, dan pembayaran kas untuk beban
operasional lainnya masing-masing sebesar Rp 704,73 miliar,
Rp 3.225,43 miliar, dan Rp 640,80 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 820,49 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.472,47 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada karyawan,
pembayaran kas kepada pemasok, dan pembayaran kas untuk beban
operasional lainnya masing-masing sebesar Rp 793,35 miliar,
Rp 4.124,26 miliar, dan Rp 1.501,97 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 543,57 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 6.302,87 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada karyawan,
pembayaran kas kepada pemasok, dan pembayaran kas untuk beban
operasional lainnya masing-masing sebesar Rp 640,05 miliar,
Rp 3.681,76 miliar, dan Rp 1.200,67 miliar.
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
2019, dan 2018 masing-masing adalah sebesar Rp 429,87 miliar,
Rp 118,96 miliar, Rp 190,59 miliar, Rp 304,12 miliar, dan Rp 280,03 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 429,87 miliar
terutama berasal dari penempatan uang jaminan dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 68,27 miliar dan Rp 340,84 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 118,96 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 107,56 miliar.
38
Page 40
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,59 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan akuisisi entitas anak
masing-masing sebesar Rp 104,09 miliar dan Rp 101,33 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 304,12 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 285,39 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 280,03 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 252,91 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2019, dan
2018 masing-masing adalah sebesar Rp 536,68 miliar, Rp 702,08 miliar,
Rp 465,58 miliar, dan Rp 34,10 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 184,32 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 536,68 miliar
terutama berasal dari pembayaran liabilitas sewa (termasuk beban bunga
liabilitas sewa) sebesar Rp 526,15 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 702,08 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 700,16 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 184,32 miliar
terutama berasal dari penambahan utang bank sebesar Rp 1.140,73 miliar
yang disertai dengan pembayaran utang bank dan pembayaran liabilitas sewa
(termasuk beban bunga liabilitas sewa) masing-masing sebesar
Rp 732,27 miliar dan Rp 184,83 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 465,58 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran pokok obligasi
masing-masing sebesar Rp 350,00 miliar dan Rp 479,10 miliar yang disertai
dengan penambahan utang bank sebesar Rp 350,00 miliar.
39
Page 41
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 34,10 miliar
terutama berasal dari pembayaran pokok obligasi sebesar Rp 888,90 miliar
yang disertai dengan penerimaan sehubungan dengan penawaran umum
perdana dan pelaksanaan program management incentive plan sebesar
Rp 987,84 miliar.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19 31/12/18
Rasio Likuiditas
Lancar 2,25 2,21 1,87 3,65 2,47
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 1,32 1,14 0,89 1,82 1,71
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,60 0,61 0,56 0,74 0,64
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,40 0,39 0,44 0,26 0,36
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,66 0,65 0,79 0,34 0,56
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 47,85% 42,82% 39,99% 44,71% 45,28%
Marjin laba bersih 11,97% 3,81% 0,09% 9,19% 5,66%
Imbal hasil aset 15,78% 4,33% 0,08% 16,72% 9,69%
Imbal hasil ekuitas 26,16% 7,13% 0,14% 22,48% 15,13%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan
dalam menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 1,32; 1,14; 0,89; 1,82; dan 1,71.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,60; 0,61; 0,56; 0,74; dan 0,64.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, 2019, dan 2018, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,40; 0,39; 0,44;
0,26; dan 0,36, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,66; 0,65; 0,79; 0,34; dan 0,56.
40
Page 42
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020,
2019, dan 2018, masing-masing adalah 15,78%, 4,33%, 0,08%, 16,72%, dan
9,69%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
2020, 2019, dan 2018 masing-masing adalah 26,16%, 7,13%, 0,14%, 22,48%,
dan 15,13%.
III.B. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2022:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/22 Penyesuaian
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.341.637 - 1.341.637
Piutang usaha
Pihak berelasi 44.049 - 44.049
Pihak ketiga 357.324 - 357.324
Piutang lain-lain 45.489 - 45.489
Persediaan 2.733.298 - 2.733.298
Uang muka 180.813 - 180.813
Pajak dibayar di muka 91.739 - 91.739
Biaya dibayar di muka 40.054 - 40.054
Jumlah Aset Lancar 4.834.403 - 4.834.403
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih 49.235 - 49.235
Aset tetap 879.842 - 879.842
Aset hak guna 1.258.740 - 1.258.740
Goodwill dan aset takberwujud lainnya 79.437 - 79.437
Biaya lisensi yang ditangguhkan dan merk - bersih 11.121 - 11.121
Uang jaminan 255.018 - 255.018
Uang muka pembelian aset tetap 36.094 - 36.094
Aset tidak lancar lainnya 30.397 - 30.397
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.599.884 - 2.599.884
JUMLAH ASET 7.434.287 - 7.434.287
41
Page 43
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/22 Penyesuaian
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 98.679 - 98.679
Utang usaha
Pihak berelasi 14.746 - 14.746
Pihak ketiga 653.328 - 653.328
Utang lain-lain 325.899 - 325.899
Utang pajak 114.586 - 114.586
Biaya yang masih harus dibayar 353.614 - 353.614
Pendapatan diterima di muka 15.561 - 15.561
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 568.148 - 568.148
Utang pembelian kendaraan 620 - 620
Instrumen keuangan derivatif 531 - 531
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.145.712 - 2.145.712
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 611.835 - 611.835
Utang pembelian kendaraan 1.073 - 1.073
Liabilitas imbalan kerja 143.821 - 143.821
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 1.483 - 1.483
Kewajiban pembongkaran aset 44.889 - 44.889
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 803.101 - 803.101
JUMLAH LIABILITAS 2.948.813 - 2.948.813
EKUITAS
Modal saham 285.040 - 285.040
Tambahan modal disetor - bersih 825.655 - 825.655
Penghasilan komprehensif lain 66.076 - 66.076
Selisih transaksi ekuitas dengan pihak non-pengendali (7.646) - (7.646)
Saldo laba 3.301.331 - 3.301.331
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 4.470.456 - 4.470.456
Kepentingan non-pengendali 15.018 - 15.018
JUMLAH EKUITAS 4.485.474 - 4.485.474
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.434.287 - 7.434.287
42
Page 44
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/22 Penyesuaian
Transaksi
Pendapatan bersih 9.801.240 - 9.801.240
Beban pokok penjualan 5.111.028 - 5.111.028
Laba kotor 4.690.212 - 4.690.212
Beban penjualan (2.680.626) - (2.680.626)
Beban umum dan administrasi (435.454) - (435.454)
Beban keuangan (68.271) - (68.271)
Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih (17.616) - (17.616)
Kerugian penghapusan atau penjualan aset tetap (12.162) - (12.162)
Penyisihan dan pemulihan penyisihan persediaan - bersih 29.622 - 29.622
Penghasilan bunga 13.410 - 13.410
Keuntungan (kerugian) lain-lain - bersih 17.917 - 17.917
Laba sebelum beban pajak 1.537.032 - 1.537.032
Beban pajak penghasilan (363.608) - (363.608)
Laba bersih tahun berjalan 1.173.424 - 1.173.424
Pendapatan komprehensif lainnya 60.360 - 60.360
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 1.233.784 - 1.233.784
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.174.747 - 1.174.747
Kepentingan non-pengendali (1.323) - (1.323)
III.C. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
43
Page 45
III.D.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Pendapatan bersih 12.830.350 16.856.262 19.354.257 21.985.106 24.673.563
Beban pokok penjualan 6.899.900 9.174.789 10.595.725 12.096.178 13.636.943
Laba kotor 5.930.450 7.681.473 8.758.532 9.888.928 11.036.620
Beban usaha 3.649.587 4.662.407 5.263.091 5.895.505 6.545.306
Laba usaha 2.280.863 3.019.066 3.495.441 3.993.423 4.491.314
Beban lain-lain (286.106) (358.761) (408.483) (462.472) (520.258)
Laba sebelum pajak 1.994.757 2.660.305 3.086.958 3.530.951 3.971.056
Beban pajak penghasilan (438.847) (585.267) (679.131) (776.809) (873.632)
Laba bersih tahun berjalan 1.555.910 2.075.038 2.407.827 2.754.142 3.097.424
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Pendapatan bersih 12.830.350 16.856.262 19.354.257 21.985.106 24.673.563
Beban pokok penjualan 6.899.900 9.174.789 10.595.725 12.096.178 13.636.943
Laba kotor 5.930.450 7.681.473 8.758.532 9.888.928 11.036.620
Beban usaha 3.649.587 4.662.407 5.263.091 5.895.505 6.545.306
Laba usaha 2.280.863 3.019.066 3.495.441 3.993.423 4.491.314
Beban lain-lain (248.743) (316.728) (361.196) (409.274) (460.409)
Laba sebelum pajak 2.032.120 2.702.338 3.134.245 3.584.149 4.030.905
Beban pajak penghasilan (447.066) (594.514) (689.534) (788.513) (886.799)
Laba bersih tahun berjalan 1.585.053 2.107.824 2.444.711 2.795.636 3.144.106
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan
laba bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 95,70 triliun dan Rp 11,89 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan laba bersih tahun berjalan
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 95,70 triliun
dan Rp 12,08 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
44
Page 46
III.D.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
III.D.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.D.3.a. Jasa yang dihasilkan
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan
eceran atas produk sports, golf, kids, dan lifestyle di lebih dari 1.000 toko/outlet
yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam,
Manado, dan kota-kota lainnya di Indonesia. Berdasarkan keterangan yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan menjalankan kegiatan usaha
melalui beberapa entitas anak Perseroan yang bergerak dalam bidang ritel,
dengan rincian produk sebagai berikut:
• Sepatu olahraga;
• Apparel olahraga;
• Sepatu;
• Mainan anak-anak;
• Pakaian pria dan wanita;
• Makanan dan minuman.
III.D.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan meliputi
Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand.
III.D.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
PT Erajaya dan Kanmo Group.
III.D.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
Perseroan adalah sebagai berikut:
• Menyatukan pengalaman opsi ritel;
• Mempercepat regional branded commerce;
• Melakukan perubahan digital & teknologi; dan
• Kemitraan atau akuisisi strategis.
45
Page 47
III.D.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
46
Page 48
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan PPKPJM, Perseroan bermaksud untuk mengubah PJM dan
Term Sheet dengan memasukkan perubahan-perubahan sebagaimana
dimaksud dalam PPKPJM dan menetapkan bahwa untuk tahun 2023,
Perseroan dan MAPI sepakat bahwa biaya Jasa-Jasa untuk periode 1 Juli –
31 Desember 2023 berjumlah sebesar Rp 69.990.000.000 tidak termasuk
PPN.
Selanjutnya, sehubungan dengan Jasa-Jasa, Perseroan wajib membayar
kepada MAPI Biaya Jasa Tahunan. Jumlah biaya-biaya terkait pemberian
Jasa-Jasa akan dihitung dengan menggunakan dasar perhitungan yang
dihitung pada tanggal 31 Agustus di tahun sebelumnya atau pada suatu
waktu lain sebagaimana disepakati bersama diantara Perseroan dan MAPI
dengan rincian dasar perhitungan sebagai berikut:
No. Jasa-Jasa Dasar Perhitungan
1 Korporasi Waktu
2 Informasi teknologi Meter persegi dan jumlah toko, dll
3 Keuangan dan akuntansi Meter persegi
4 Sumber daya manusia Jumlah pegawai
5 Iklan dan promosi Waktu
6 Administrasi hukum Meter persegi
7 Distribusi Jumlah pemberitahuan impor (PIB)
8 Sekretaris perusahaan Meter persegi
9 Urusan umum Meter persegi
10 Perijinan Jumlah ijin-ijin
11 Komunikasi perusahaan Meter persegi
12 Tanggung jawab sosial perusahaan Meter persegi
13 Bendahara perusahaan Meter persegi
14 Pengadaan barang Meter persegi
15 Audit internal dan kepatuhan Jumlah toko
16 Pelatihan Jumlah karyawan/partisipasi pelatihan
Dengan demikian, berdasarkan dasar perhitungan tersebut, Perseroan
wajib membayar kepada MAPI sebesar jumlah Biaya Jasa Tahunan, biaya
nyata mana yang dikeluarkan oleh MAPI pada suatu tahun yang
bersangkutan untuk menyediakan Jasa-Jasa sesuai dengan kebutuhan
Jasa-Jasa yang diterima oleh Perseroan.
47
Page 49
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Pendapatan bersih 12.830.350 16.856.262 19.354.257 21.985.106 24.673.563
Beban pokok penjualan 6.899.900 9.174.789 10.595.725 12.096.178 13.636.943
Laba kotor 5.930.450 7.681.473 8.758.532 9.888.928 11.036.620
Beban usaha 3.649.587 4.662.407 5.263.091 5.895.505 6.545.306
Laba usaha 2.280.863 3.019.066 3.495.441 3.993.423 4.491.314
Beban lain-lain (286.106) (358.761) (408.483) (462.472) (520.258)
Laba sebelum pajak 1.994.757 2.660.305 3.086.958 3.530.951 3.971.056
Beban pajak penghasilan (438.847) (585.267) (679.131) (776.809) (873.632)
Laba bersih tahun berjalan 1.555.910 2.075.038 2.407.827 2.754.142 3.097.424
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Pendapatan bersih 12.830.350 16.856.262 19.354.257 21.985.106 24.673.563
Beban pokok penjualan 6.899.900 9.174.789 10.595.725 12.096.178 13.636.943
Laba kotor 5.930.450 7.681.473 8.758.532 9.888.928 11.036.620
Beban usaha 3.649.587 4.662.407 5.263.091 5.895.505 6.545.306
Laba usaha 2.280.863 3.019.066 3.495.441 3.993.423 4.491.314
Beban lain-lain (248.743) (316.728) (361.196) (409.274) (460.409)
Laba sebelum pajak 2.032.120 2.702.338 3.134.245 3.584.149 4.030.905
Beban pajak penghasilan (447.066) (594.514) (689.534) (788.513) (886.799)
Laba bersih tahun berjalan 1.585.053 2.107.824 2.444.711 2.795.636 3.144.106
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bersih
dan laba bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp 95,70 triliun dan Rp 11,89 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan laba bersih tahun
berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 95,70 triliun dan Rp 12,08 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
48
Page 50
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023 – 2027 masing-masing adalah sebesar
Rp 8,68 triliun dan Rp 8,82 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
proyeksi laba bersih tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023 – 2027 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
proyeksi laba bersih tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023 – 2027. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
diskonto sebesar 12,35%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2022, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,01%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 9,23%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2022 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2023.
49
Page 51
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2022 sebesar 0,83.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,33% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 7,01% + ( 0,83 x 9,23% ) – 2,33%
= 12,35%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023 – 2027 adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Laba bersih tahun berjalan 1.555.910 2.075.038 2.407.827 2.754.142 3.097.424
Faktor diskonto 0,9435 0,8398 0,7475 0,6654 0,5923
Nilai kini 1.468.001 1.742.617 1.799.851 1.832.606 1.834.604
Jumlah nilai kini 8.677.679
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Laba bersih tahun berjalan 1.585.053 2.107.824 2.444.711 2.795.636 3.144.106
Faktor diskonto 0,9435 0,8398 0,7475 0,6654 0,5923
Nilai kini 1.495.498 1.770.151 1.827.422 1.860.216 1.862.254
Jumlah nilai kini 8.815.540
4. Dengan keunggulan akses terhadap jaringan distribusi yang luas dan
pengalaman serta keahlian yang dimiliki manajemen MAPI, MAPI terus
berupaya untuk mendukung kegiatan operasional grup dan seluruh
portofolio bisnis MAPI, salah satunya adalah Perseroan sebagai entitas
anak yang bergerak di bidang ritel produk sports, golf, kids, dan lifestyle
sehingga diharapkan dapat mendukung manajemen Perseroan untuk
memperkuat model bisnis dan kegiatan operasional perusahaan, strategi
perusahaan, akses finansial, serta manajemen risiko yang pada akhirnya
akan memberikan peluang bagi Perseroan untuk dapat memaksimalkan
efisiensi kegiatan dan aktivitas operasional Perseroan.
50
Page 52
5. Dalam pengembangan rencana strategis Perseroan untuk menjangkau
pangsa pasarnya, Perseroan berada dalam satu area yang terintegrasi
dengan MAPI, hal ini telah menciptakan sinergi yang kuat antara Perseroan
dan MAPI sebagai perusahaan ritel terkemuka serta dapat meningkatkan
minat para pemilik brand ternama untuk menjalin kerja sama dengan
Perseroan dan MAPI. Perseroan memandang dukungan dari MAPI sebagai
entitas induk dapat membantu akselerasi terhadap perkembangan bisnis
dari Perseroan maupun MAPI. Pengembangan bisnis tersebut dapat
memberikan dampak positif terhadap Perseroan dan MAPI antara lain
bertambahnya jaringan produk baru serta berpotensi dapat meningkatkan
pangsa pasar.
6. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat
ini, Perseroan telah memperluas jaringan dan akses penjualan ke
mancanegara dengan memiliki berbagai portofolio bisnis melalui entitas
anaknya yang berlokasi di luar Indonesia, seperti Vietnam, Malaysia,
Filipina, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Hal ini meningkatkan
kebutuhan Perseroan akan pentingnya untuk menjaga proses kegiatan
administrasi dan operasional Perseroan dapat terselenggara dengan lancar
sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan untuk diterapkan pada
perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha (grup) MAPI dan
Perseroan serta membatasi pengungkapan informasi dan data Perseroan
yang bersifat rahasia kepada pihak ketiga sehingga tercipta sinergi dalam
penerapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan administrasi
dan operasional antara Perseroan dengan MAPI sebagai induk usaha,
maka Perseroan melakukan Transaksi.
7. Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh efisiensi atas biaya-
biaya kegiatan operasional di berbagai sisi sesuai dengan jasa-jasa yang
ditawarkan oleh MAPI kepada Perseroan dibandingkan dengan apabila
Perseroan memiliki sumber daya manusia untuk masing-masing divisi
internal yang dibutuhkan Perseroan untuk menjalankan kegiatan
operasional Perseroan. Perseroan berkeyakinan bahwa Transaksi
merupakan salah satu upaya Perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan
menunjang kegiatan internal operasional Perseroan yang
berkesinambungan.
8. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat terus
meningkatkan sinergi kerjasama antara Perseroan dan MAPI dalam hal
meningkatkan pertumbuhan bisnis dan efisiensi biaya perusahaan untuk
kinerja keuangan konsolidasian yang semakin baik dan dapat memberikan
kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan pada
masa yang akan datang.
51
Page 53
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
52
Page 54
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
53
Page 55
Lampiran B
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Pendapatan bersih 12.830.350 16.856.262 19.354.257 21.985.106 24.673.563
Beban pokok penjualan 6.899.900 9.174.789 10.595.725 12.096.178 13.636.943
Laba kotor 5.930.450 7.681.473 8.758.532 9.888.928 11.036.620
Beban usaha 3.649.587 4.662.407 5.263.091 5.895.505 6.545.306
Laba usaha 2.280.863 3.019.066 3.495.441 3.993.423 4.491.314
Beban lain-lain (286.106) (358.761) (408.483) (462.472) (520.258)
Laba sebelum pajak 1.994.757 2.660.305 3.086.958 3.530.951 3.971.056
Beban pajak penghasilan (438.847) (585.267) (679.131) (776.809) (873.632)
Laba bersih tahun berjalan 1.555.910 2.075.038 2.407.827 2.754.142 3.097.424
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Pendapatan bersih 12.830.350 16.856.262 19.354.257 21.985.106 24.673.563
Beban pokok penjualan 6.899.900 9.174.789 10.595.725 12.096.178 13.636.943
Laba kotor 5.930.450 7.681.473 8.758.532 9.888.928 11.036.620
Beban usaha 3.649.587 4.662.407 5.263.091 5.895.505 6.545.306
Laba usaha 2.280.863 3.019.066 3.495.441 3.993.423 4.491.314
Beban lain-lain (248.743) (316.728) (361.196) (409.274) (460.409)
Laba sebelum pajak 2.032.120 2.702.338 3.134.245 3.584.149 4.030.905
Beban pajak penghasilan (447.066) (594.514) (689.534) (788.513) (886.799)
Laba bersih tahun berjalan 1.585.053 2.107.824 2.444.711 2.795.636 3.144.106
54
Page 56
Lampiran C
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Bersih Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Laba bersih tahun berjalan 1.555.910 2.075.038 2.407.827 2.754.142 3.097.424
Faktor diskonto 0,9435 0,8398 0,7475 0,6654 0,5923
Nilai kini 1.468.001 1.742.617 1.799.851 1.832.606 1.834.604
Jumlah nilai kini 8.677.679
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2027
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/23 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27
Laba bersih tahun berjalan 1.585.053 2.107.824 2.444.711 2.795.636 3.144.106
Faktor diskonto 0,9435 0,8398 0,7475 0,6654 0,5923
Nilai kini 1.495.498 1.770.151 1.827.422 1.860.216 1.862.254
Jumlah nilai kini 8.815.540
55
Page 57
Lampiran D
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 26 Juni 2023, Perseroan dan MAPI telah menandatangani PPKPJM
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPKPJM adalah
sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPKPJM adalah Perseroan dan MAPI.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan PPKPJM adalah transaksi dimana Perseroan bermaksud
untuk mengubah PJM dan Term Sheet dengan memasukkan perubahan-perubahan
sebagaimana dimaksud dalam PPKPJM.
• Penunjukkan
Berdasarkan PPKPJM, Perseroan dengan ini menunjuk MAPI untuk memberikan jasa-
jasa dalam bidang sebagai berikut:
No Keterangan
1 Korporasi
2 Informasi teknologi
3 Keuangan dan akuntansi
4 Sumber daya manusia
5 Iklan dan promosi
6 Administrasi hukum
7 Distribusi
8 Sekretaris perusahaan
9 Urusan umum dan perijinan
10 Komunikasi perusahaan
11 Tanggung jawab sosial perusahaan
12 Bendahara perusahaan
13 Pengadaan barang
14 Audit internal dan kepatuhan
15 Pelatihan
56
Page 58
• Jangka Waktu
Jangka waktu berdasarkan PPKPJM adalah Jangka Waktu Awal. Pada saat berakhirnya
Jangka Waktu Awal, PPKPJM akan secara otomatis diperpanjang secara terus menerus
untuk jangka waktu 1 tahun berikutnya kecuali diakhiri terlebih dahulu oleh salah satu
pihak.
• Biaya Jasa dan Cara Pembayaran
Berdasarkan PPKPJM, biaya jasa dan cara pembayaran atas Jasa-Jasa adalah sebagai
berikut:
- Sehubungan dengan Jasa-Jasa, Perseroan wajib membayar kepada MAPI Biaya
Jasa Tahunan. Jumlah biaya-biaya terkait pemberian Jasa-Jasa akan dihitung
dengan menggunakan dasar perhitungan yang dihitung pada tanggal 31 Agustus di
tahun sebelumnya atau pada suatu waktu lain sebagaimana disepakati bersama
diantara Perseroan dan MAPI dengan rincian sebagai berikut:
No. Jasa-Jasa Dasar Perhitungan
1 Korporasi Waktu
2 Informasi teknologi Meter persegi dan jumlah toko, dll
3 Keuangan dan akuntansi Meter persegi
4 Sumber daya manusia Jumlah pegawai
5 Iklan dan promosi Waktu
6 Administrasi hukum Meter persegi
7 Distribusi Jumlah pemberitahuan impor (PIB)
8 Sekretaris perusahaan Meter persegi
9 Urusan umum Meter persegi
10 Perijinan Jumlah ijin-ijin
11 Komunikasi perusahaan Meter persegi
12 Tanggung jawab sosial perusahaan Meter persegi
13 Bendahara perusahaan Meter persegi
14 Pengadaan barang Meter persegi
15 Audit internal dan kepatuhan Jumlah toko
16 Pelatihan Jumlah karyawan/partisipasi pelatihan
- Perseroan dan MAPI setuju bahwa Biaya Jasa Tahunan pada tahun berjalan dapat
dinaikkan, berdasarkan kesepakatan Perseroan dan MAPI, dikarenakan perluasan
dan perkembangan usaha Perseroan.
- Untuk tahun 2023, Perseroan dan MAPI sepakat bahwa biaya Jasa-Jasa untuk
periode 1 Juli – 31 Desember 2023 berjumlah sebesar Rp 69.990.000.000 tidak
termasuk PPN.
- Pembayaran Biaya Jasa Tahunan tersebut akan dilakukan per bulan, selambatnya
30 hari setelah Perseroan menerima tagihan yang dikirimkan MAPI.
• Hukum yang berlaku
Berdasarkan PPKPJM, hukum yang berlaku adalah hukum Republik Indonesia.
57
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
10164 ms
12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'transaksi dimana'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
'dimana',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}