Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 136
Page 1
Unity for a Sustainable Future Laporan Keberlanjutan 2025 PT BANK CENTRAL ASIA TBK
Page 2
K e b e r l a n j u t a n K a m i Pernyataan Mengenai Masa Depan PT Bank Central Asia Tbk dan/atau dalam laporan ini disebut “BCA” bergerak di sektor perbankan dalam Laporan Keberlanjutan mengungkapkan capaian kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, serta implementasi tata kelola keberlanjutan. Laporan Keberlanjutan adalah bagian dari Laporan Tahunan yang disajikan secara terpisah. Laporan ini berisi data dan informasi yang bersifat material bagi para pemangku kepentingan. Secara umum, isi Laporan berasal dari dokumen-dokumen internal dan informasi narasumber yang dapat dipercaya. Para pembaca perlu memahami bahwa Laporan ini menyajikan data dan informasi tentang proyeksi dan kondisi ke depan atau bersifat forward-looking statement. BCA memahami bahwa risiko dan ketidakpastian dari berbagai macam faktor dapat memengaruhi kinerja operasional dan kondisi usaha yang akan datang. Oleh sebab itu, BCA mengingatkan para pembaca bahwa Bank tidak dapat memastikan data dan informasi mengenai proyeksi ke depan yang dinyatakan dalam Laporan ini adalah benar, akurat, dan dapat terpenuhi seluruhnya. ii Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 3
Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia yang menjadi simbol ketulusan yang
berakar dari sejarah Bangsa. Cengkeh terbukti tangguh di cuaca yang terus
berubah, mengakar kuat dan saling menopang untuk terus bertumbuh dari satu
musim ke musim yang akan datang.
Seperti halnya tanaman cengkeh yang menjadi simbol perusahaan, BCA
terus memberikan pertumbuhan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan
dan dinamika yang silih berganti. Kinerja ini berakar pada harmoni antara
kepercayaan nasabah, inovasi, dan prinsip kehati-hatian merupakan nilai-nilai
yang secara konsisten ditanamkan dan dijunjung oleh setiap insan BCA.
Dengan memahami perannya sebagai salah satu pilar penting perekonomian
dalam mendukung kemajuan bangsa, BCA menanamkan keberlanjutan sebagai
fondasi jangka panjang. Integrasi nilai‐nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola
mencerminkan komitmen BCA terhadap tanggung jawab antargenerasi. Prinsip
ini menjadi dasar bagi komitmen BCA untuk tumbuh dengan menyelaraskan
prioritas hari ini dengan aspirasi masa depan, sehingga menghadirkan
pertumbuhan yang bermakna dan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 1
Page 4
K e b e r l a n j u t a n K a m i 2025 Laporan Keberlanjutan Unity for a Sustainable Future Membangun masa depan yang lebih baik bagi BCA mencakup aspek keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian ekonomi atau pengelolaan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Melalui semangat Unity for a Sustainable Future, BCA menghadirkan masa depan yang berkelanjutan melalui kolaborasi dan pertumbuhan bersama seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi dengan pemerintah, mitra usaha, komunitas, serta nasabah menjadi landasan penting dalam memperkuat ketahanan sosial, memperluas peluang ekonomi, dan mendorong inklusivitas layanan keuangan. BCA berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, memperkuat tata kelola, serta menjalankan berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengedepankan kesatuan langkah dan tujuan, BCA percaya bahwa kemajuan perusahaan harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat, sehingga tercipta masa depan yang lebih baik bagi generasi kini dan mendatang. 2 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 5
Daftar Isi
03
10 Pesan Direksi
14 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
17 Profil Perusahaan
Budaya Keberlanjutan
01
Keberlanjutan Kami
70
86
89
Insan BCA
Membangun Harmoni dan Kesetaraan
Membangun Budaya Keberlanjutan
04
21 Strategi Keberlanjutan
23 Bisnis yang Bertanggung Jawab
29 Isu Signifikan dan Topik Material
35 Dukungan Kami terhadap Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB)
Berkarya Memberi Nilai
02 97
106
114
Program Bakti BCA
Memberikan Nilai Bagi Masyarakat
Evaluasi dan Studi Pengukuran Dampak Program
Perbankan Berkelanjutan Bakti BCA
05
39 Layanan Terbaik Bagi Nasabah Kami
42 Memberikan Layanan dan Akses yang Setara Bagi
Semua
46 Ketahanan Teknologi Informasi
51 Perbankan yang Berkelanjutan
Sekilas Laporan Keberlanjutan
53 Praktik Keuangan Berkelanjutan
65 Etika dan Integritas dalam Pelayanan Perbankan
117 Lembar Persetujuan Laporan
Keberlanjutan 2025
118 Verifikasi Pihak Independen
122 Referensi Peraturan dan Indeks Standar Laporan
132 Lembar Umpan Balik
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 3
Page 6
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Kinerja Ekonomi
KINERJA KEBERLANJUTAN YANG SOLID
BERDAMPAK PADA NILAI PERUSAHAAN
Dalam triliun rupiah
YoY:
Mendukung
203 229 255 11,7% Pencapaian TPB
CAGR: 11,6%
113 14,5%
99
PEMBIAYAAN & INVESTASI HIJAU
87 9,6%
Pembiayaan Pembiayaan
142 Energi Baru Terbarukan Sustainability-Linked
130
116 Loan (SLL)
Pembiayaan
Hijau
Pembiayaan Total Kapasitas Outstanding
UMKM
2023 2024 2025
24,9% 24,8% 25,8%
% terhadap total portofolio 323MW
Outstanding Rp6,2 triliun
Rp 2.705
miliar
Mengambil bagian Pembelian obligasi
dalam pengembangan hijau menuju
DUKUNGAN SOSIAL &
ekosistem kendaraan penerapan Keuangan
KEBERLANJUTAN PADA UMKM listrik Indonesia Berkelanjutan
Bangga Lokal
Outstanding Obligasi Sukuk Hijau
Total Total Penjualan
1.615 Rp603
merchant miliar
Rp 3.609
miliar
Rp 1.839
miliar
UMKM Fest
Pembiayaan Kelapa Sawit Berkelanjutan
Total
1.400
UMKM
Sertifikasi pembiayaan kelapa sawit
Tersertifikasi ISPO dan RSPO
2024
32
2025
28
Tersertifikasi RSPO 20 18
Debitur UMKM Perempuan Tersertifikasi ISPO 16 34
Total Debitur Outstanding # debitur korporasi sektor kelapa sawit
68 80
Bersertifikat
43
ribu
Rp 18,2
triliun
% outstanding kredit sektor kelapa
sawit yang terverifikasi
69% 70%
4 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 7
Kinerja Lingkungan
MENGUKUR DAN MENGELOLA JEJAK KARBON
Intensitas Emisi Cakupan 1 & 2
Total emisi operasional
(Ton CO2e/miliar Rupiah pendapatan operasional)
298.067 1,44 1,39 1,37
Ton CO2e
4,5%
IDXCarbon
Indonesia Carbon Exchange
Total emisi pembiayaan (2024)
dalam 2 tahun
37,4
juta Ton CO2e
96.500
Ton CO2e
Cakupan penghitungan emisi GRK
100%
operasional dan portfolio
Berpartisipasi dalam
perdagangan IDX Carbon
kredit produktif
2023 2024 2025
UPAYA MENUJU OPERASI RAMAH LINGKUNGAN
Potensi Penghindaran Emisi Karbon
Ton CO2e
Produk dan Solusi Gedung Ramah
3.021 4.216 5.403 Perbankan Digital Lingkungan
3.140 Ton CO2e
1.033
Ton CO2e
79%
dalam 2 tahun
Pengelolaan Limbah & Konservasi
Inisiatif Daur Ulang Keanekaragaman Hayati
1.047 183
Ton CO2e
Ton CO2e
2023 2024 2025
Transaksi dilakukan Penurunan intensitas
secara digital energi Mendukung
Pencapaian TPB
99,8% 11,7%
YoY
Limbah dikelola Penanaman
656,8
Ton
51.000
bibit pohon
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 5
Page 8
Kinerja Sosial
MEMBANGUN SUMBER MENINGKATKAN
DAYA MANUSIA UNGGUL KEUNGGULAN LAYANAN
Total pengaduan
26.435
pelanggan diterima
Total Pekerja BCA
Global Customer
>1,1 Engagement
Pekerja Perempuan Manajer Perempuan juta 91 Persentil
61,1% 61,6% Pengaduan terselesaikan
Indeks Customer
97,7% Engagement (CE)
4,78 / 5,0
Skor Team Persentase Persentase Tingkat penyelesaian
Engagement Perputaran Ketidakhadiran pengaduan
(skala 5) Pekerja whistleblowing
Indeks Branch Service
Quality (BSQ)
4,67 3,4% 1,2% 98,2% 4,88 / 5,0
MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH UNTUK MASYARAKAT
Rp
miliar
159,5 dana Tanggung Jawab
Sosial dan Lingkungan
UMKM dan Bakti Kesehatan Bakti Pendidikan Bakti Lingkungan Bakti Budaya
Desa Bakti BCA
28 815 700 24.161 32
Desa Bakti BCA pasien operasi katarak penerima Beasiswa Bakti BCA tukik dilepasliarkan peserta pembinaan wastra
warna alam
194 2.100 15 6 >Rp367 juta
jenis pembinaan desa kantong darah dalam program sahabat disabilitas orang utan direhabilitasi tambahan pendapatan
wisata donor darah mendapatkan pelatihan MUA penenun binaan wastra warna
dan sertifikat BNSP alam
1.593 6.070 >169.000 11
orang tenaga kerja terserap di Bayi penerima intervensi gizi peserta edukasi literasi titik restorasi mata air
Desa Binaan Bakti BCA (2023 - 2025) keuangan
>5.000 10.468 32 Mendukung
total peserta pembinaan UMKM masyarakat mendapatkan Sekolah Binaan Bakti BCA Pencapaian
subsidi layanan kesehatan di
klinik Bakti BCA TPB
Rp110,9 miliar
potensial nilai ekspor
UMKM binaan Bakti BCA
Mendukung
Pencapaian TPB
6 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 9
Kinerja Tata Kelola
MENJAMIN TATA KELOLA YANG RESILIEN
ASEAN Corporate Governance MSCI Indonesia Index
Scorecard Rating Top 10 Constituents
106,6 108,2
101,9 BCA
90,8
77,0 TBA
Industry
70,0 Average
67,0
2018 2019 2021 2024
Annual Report Award LSEG S&P Global
Komite Nasional Kebijakan Governansi ESG Scores CSA Score
Score Score
84 62
Juara Umum Top Rank percentile
25% 87th
ARA 2024
• Juara Umum Gopublik Keuangan Global
• Juara Umum Klaster Rp5 triliun
• Juara 1 Non BUMN/Non BUMD Gopublik Keuangan
Sertifikasi IT dan The Indonesian
FTSE4 Good
Keamanan Data Institute for Corporate
ASEAN 5 Index
Directorship (IICD)
Top 10 Constituents
ISO/IEC 27001:2013 Corporate Governance
Data center operation services
Award
ISO/IEC 27001:2022
IT security management system
BCA constituents of
ISO/IEC 9001:2015 Leadership
Data center network services • IDX ESG Leaders in Corporate
Index Governance
ISO/IEC 27701:2019
Data privacy & security • SRI – KEHATI Index
management system
• ESG Quality 45 IDX –
ISO/IEC 20000-1:2018 KEHATI
Data center system
• ESG Sector Leaders Mendukung
PCI DSS 3.2.1 IDX – KEHATI Pencapaian
Payment card data security TPB
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 7
Page 10
K e b e r l a n j u t a n K a m i
BCA menerapkan strategi keberlanjutan yang terintegrasi, mencakup
Keuangan Berkelanjutan, Pilar Keberlanjutan, dan inisiatif lainnya yang
memperkuat kontribusi bank terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Strategi keberlanjutan kami selaras dengan visi, misi, dan
tata nilai perusahaan secara menyeluruh.
8 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 11
Kontribusi Nyata BCA untuk
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
MEMBERIKAN BANTUAN MENUJU GENERASI MENERAPKAN KESETARAAN
KESEHATAN UNTUK MUDA BERKUALITAS GENDER UNTUK KARYAWAN
MASYARAKAT
12.620 98% 61,4%
Masyarakat mendapatkan layanan umum Tingkat partisipasi pelatihan dan Perempuan dari karyawan yang
Kesehatan dari klinik binaan BCA pengembangan karyawan dipromosikan
2.100 700 61,6%
Kantong darah pelaksanaan donor darah Penerima beasiswa Bakti BCA Perempuan dari total posisi manajer
815 >169.000 3 hari
Pasien operasi katarak Peserta literasi keuangan Cuti ayah untuk karyawan laki-laki
MENINGKATKAN MEMPERTAHANKAN TATA
MENERAPKAN
KUALITAS KELOLA PERUSAHAAN
OPERASI RAMAH
LAYANAN SECARA YANG KUAT
LINGKUNGAN
BERKELANJUTAN
656,8 ton 4,88 Nihil
Total limbah dikelola Indeks Branch Service Quality Kasus korupsi
(Skala 5)
51 4,78 1 (Tingkat Tertinggi)
Tingkat kesehatan Bank
Gedung terpasang panel surya
Indeks Branch Service Quality
(Skala 5)
82 100%
Gedung ramah lingkungan
Pekerja menandatangani Pakta
Integritas dan Kode Etik
MEMBERDAYAKAN KOMUNITAS LOKAL & UMKM
9,6% >1.400 >43.000 Rp18 triliun 1.744 UMKM
Pertumbuhan UMKM bergabung Wirausaha Perempuan Pinjaman untuk Didukung untuk
pembiayaan UMKM dalam ‘UMKM Fest’ menerima pembiayaan Wirausaha Perempuan Sertifikasi Halal
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 9
Page 12
P e s a n D i r e k s i
Pesan
Direksi
10 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 13
“Bersama seluruh
pemangku kepentingan,
kami akan terus
membawa BCA
menjadi pilar penting
dalam ekosistem
perekonomian Indonesia
yang selaras dengan
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan Indonesia”
Pemangku kepentingan yang kami hormati,
BCA memperkuat keberlanjutan dan resiliensi bisnis melalui
pendekatan terintegrasi yang mencakup tata kelola yang baik;
manajemen risiko dan peluang yang mempertimbangkan aspek
lingkungan, sosial, dan ekonomi. Kami menerapkan strategi
bisnis yang efektif, didukung oleh pengukuran metrik setiap
kinerja. Seluruh upaya tersebut, dievaluasi terus-menerus untuk
disempurnakan agar selaras dengan target kinerja dan misi
keuangan berkelanjutan.
Pada laporan keberlanjutan tahun buku 2025 ini, secara khusus
BCA menyampaikan pengelolaan topik-topik material dan
capaian kinerja keberlanjutan dengan realisasi yang positif. Dari
penilaian pemangku kepentingan eksternal, BCA menempati
peringkat "A" untuk MSCI ESG Rating, memperoleh skor 62 atau
persentil 87 dalam Corporate Sustainability Assessment – DJSI,
juga peringkat 84 untuk perbankan Indonesia pada Thomson
Reuters – Refinitiv ESG Rating.
Hingga saat ini, berbagai tantangan, baik perubahan peraturan
dan kebijakan pemerintah, perilaku masyarakat, geopolitik,
hingga isu dampak perubahan iklim, mendorong penerapan
prinsip keuangan berkelanjutan yang semakin relevan. Capaian
kinerja yang positif dan pengakuan dari berbagai lembaga
pemeringkat independen menjadi dorongan bagi kami untuk
tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan kinerja tata kelola,
lingkungan dan sosial.
Gregory Hendra
Lembong
Presiden Direktur
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 11
Page 14
P e s a n D i r e k s i
STRATEGI, KEBIJAKAN DAN KINERJA LINGKUNGAN
TANTANGAN DALAM PENCAPAIAN
KINERJA KEBERLANJUTAN Komitmen pada kinerja lingkungan, kami wujudkan melalui
program operasional hijau dan berbagai inisiatif konservasi yang
Menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang dan melindungi dilaksanakan bersama mitra-mitra terpercaya.
para pemangku kepentingan secara berkelanjutan adalah
komitmen utama kami. Dalam pelaksanaan program keuangan BCA telah memperkuat tata kelola untuk mitigasi risiko iklim
berkelanjutan, kami mengedepankan nilai keberlanjutan yang melalui pemetaan climate risk stress testing (CRST) dan
meliputi manajemen risiko dengan mengintegrasikan aspek climate risk management & scenario analysis (CRMS), integrasi
lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) ke dalam strategi bisnis pengukuran emisi pembiayaan, serta peningkatan kolaborasi
dan pengambilan keputusan, serta menciptakan produk dan dengan regulator, serta pelaku industri dalam mendukung
layanan yang mendukung peningkatan keuangan berkelanjutan. transisi menuju ekonomi rendah karbon. BCA mengidentifikasi
Kami memberikan dukungan dan perhatian yang besar dalam risiko transisi dan risiko fisik sebagai bagian dari risiko iklim, lalu
penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia. mengintegrasikannya ke dalam Enterprise Risk Management.
Melalui pendekatan ini, BCA berupaya memastikan operasional
Melalui pilar perbankan berkelanjutan dan budaya keberlanjutan, yang prudent, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung
kami berkomitmen untuk menerapkan keuangan berkelanjutan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
dalam operasional perbankan kami yang semakin ramah
lingkungan. BCA juga berupaya mendukung pencapaian Pengembangan pembiayaan berkelanjutan juga diharapkan
Sustainable Development Goals (SDGs) dan percaya bahwa tidak hanya mendorong pertumbuhan portofolio yang lebih
kontribusi kami dalam pemberdayaan ekonomi, pendidikan resilien, tetapi juga memperkuat kontribusi BCA dalam
berkualitas, kesetaraan gender, dan aksi terhadap perubahan mempercepat agenda keuangan berkelanjutan nasional. Hasil
iklim sangat penting untuk menciptakan dampak positif bagi CRST menunjukkan bahwa risiko kredit NPL pada <5% dan CAR
masyarakat dan lingkungan. Dengan meluncurkan program- tetap memadai pada >20%. Sejalan dengan perkembangan
program yang mendukung usaha kecil dan menengah, regulasi dan standar internasional, BCA juga meningkatkan
meningkatkan literasi keuangan, serta berinvestasi dalam proyek- kesiapan terhadap penerapan kerangka keberlanjutan nasional,
proyek ramah lingkungan, kami berkomitmen untuk berperan aktif termasuk Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI)
dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. dan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK).
Di tahun 2025, kami menargetkan total sustainable finance Berbagai upaya yang kami lakukan untuk mendorong kegiatan
mencapai 20% dari total portofolio kredit. Kami menyadari masih operasional ramah lingkungan telah berkontribusi pada
terdapat ruang bagi kami untuk memperluas layanan dan dukungan penghindaran emisi sebesar 5.403 tCO₂e. Kontributor terbesar
dalam peningkatan kinerja keberlanjutan yang lebih baik. berasal dari percepatan digitalisasi, yakni sebesar 99,8% dari
transaksi yang telah beralih ke kanal digital, sehingga menekan
KINERJA KEUANGAN BERKELANJUTAN konsumsi kertas dan mengurangi mobilitas nasabah. Dari sisi
efisiensi energi, gedung Wisma BCA Foresta menjadi gedung
Sejalan dengan strategi pertumbuhan ekonomi, BCA berhasil pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Green Mark Super
memperluas portofolio pembiayaan pada berbagai sektor Low Energy Building, sementara Gedung BSB Semarang meraih
produktif, termasuk UMKM, sektor prioritas Pemerintah, dan predikat Platinum dari Green Building Council Indonesia. Saat
sektor rendah karbon dengan tetap menjaga kualitas aset secara ini juga terdapat 4 stasiun pengisian kendaraan listrik umum
optimal. Komposisi pembiayaan KUBL diperkirakan meningkat di lingkungan BCA untuk mendukung ekosistem kendaraan
seiring penguatan sektor-sektor prioritas, seperti energi bersih, listrik. Dalam pengelolaan lingkungan, sebanyak 657 ton limbah
transportasi rendah emisi, bangunan berwawasan lingkungan, operasional berhasil dikelola melalui pihak ketiga, Upaya ini
energi terbarukan, serta pengelolaan lahan dan sumber daya mendukung ekonomi sirkular dan memperkuat kinerja lingkungan
alam. Pembiayaan KKUB tumbuh 11,7% YoY atau mencapai Bank.
Rp255 triliun dan berkontribusi sebesar 25,8% terhadap total
portofolio pembiayaan. Pembiayaan KKUB terdiri dari 44,3% KINERJA SOSIAL
untuk pembiayaan hijau dan 55,7% untuk UMKM. Tiga kategori
usaha ramah lingkungan terbesar pada pembiayaan hijau yakni BCA terus memperkuat kinerja sosial dan tata kelola sebagai
disalurkan untuk sektor yang mengelola sumber daya alam hayati bagian dari komitmen menghadirkan layanan yang aman, andal,
dan lahan berkelanjutan, diikuti oleh transportasi ramah lingkungan dan berorientasi pada nasabah. Sepanjang tahun pelaporan,
dan energi terbarukan. kualitas layanan dinilai dari hasil survei independen Gallup yang
menunjukkan skor 4,78 untuk Customer Engagement dan 4,88
Di sisi UMKM, BCA memperluas akses pendanaan melalui berbagai untuk Branch Service Quality. Hasil ini menandakan kepercayaan
program pemberdayaan, peningkatan kapabilitas digital, serta dan kepuasan pelanggan yang tetap tinggi. Salah satu komponen
dukungan pembiayaan kepada UMKM perempuan yang terus penilaian yang terus dipertahankan adalah keamanan data. Hingga
menunjukkan pertumbuhan positif. Adapun total porsi pembiayaan akhir 2025, tidak tercatat adanya insiden kebocoran maupun
UMKM mencapai Rp142 triliun, tumbuh 9,6% YoY. penyalahgunaan informasi nasabah. Penguatan keamanan
data ini dilakukan melalui penerapan standar internasional ISO
27001:2013 dan ISO 9001:2015, audit berkala, pemantauan sistem
yang terintegrasi, serta edukasi terus-menerus kepada para
pekerja dan nasabah.
12 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 15
Sepanjang 2025, BCA juga terus memperluas jangkauan program pengembangan ini diarahkan untuk memastikan implementasi
sosial, edukasi, dan inklusi keuangan melalui payung Bakti BCA. etika, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan melalui
BCA memperkuat literasi keuangan melalui kelas tatap muka, kredibilitas pengungkapan.
program e-learning, serta gerakan sukarela karyawan, yang
menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, STRATEGI PENCAPAIAN TARGET
mahasiswa, UMKM. Kegiatan literasi keuangan diprioritaskan
pada komunitas yang sebelumnya belum tersentuh layanan Pengawasan atas implementasi Keuangan Berkelanjutan
perbankan formal. Program KUR juga tetap menjadi instrumen dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi aktif antara Direksi,
penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sehingga Dewan Komisaris, dan unit-unit terkait, minimal empat kali dalam
literasi keuangan untuk peningkatan kompetensi perlu terus satu tahun. Forum ini digunakan untuk meninjau perkembangan
dilaksanakan agar mereka dapat naik kelas. indikator kinerja utama (KPI) LST, memastikan keselarasan dengan
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). Melalui mekanisme
Bagi masyarakat, BCA senantiasa mendampingi mereka untuk pengawasan yang disiplin, BCA memastikan setiap program
bertumbuh. Di akhir 2025, BCA memiliki total 28 Desa Binaan. berjalan sesuai strategi, target, dan dapat berkontribusi pada
Program desa binaan dan desa mitra binaan ini telah menyerap pencapaian visi keberlanjutan Bank.
lebih dari 1.200 tenaga kerja dan dikunjungi oleh setidaknya
282.473 pengunjung setiap tahunnya, dengan total pendapatan Meningkatnya ketertarikan pasar terhadap produk dan
mencapai Rp10,2 miliar. Desa binaan ini diharapkan terus dapat investasi keberlanjutan menjadi peluang untuk mempercepat
memberikan dampak positif untuk mendukung roda ekonomi pertumbuhan portofolio kegiatan usaha berkelanjutan. BCA
lokal. memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat penawaran
pembiayaan ramah lingkungan dan menjalin kolaborasi yang
Program unggulan Bakti BCA lainnya yaitu pada bidang lebih luas dengan pemerintah, regulator, dan lembaga keuangan
Pendidikan, melalui Program Pendidikan Bisnis & Perbankan lain dalam mendukung pendanaan proyek-proyek yang sejalan
(PPBP) dan Teknik Informatika (PPTI). Sepanjang 2025, PPBP dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon.
mendidik 266 orang dan PPTI mendidik 309 orang. Komitmen Melalui strategi ini, BCA memastikan bahwa pencapaian target
BCA terhadap pendidikan juga tercermin melalui Beasiswa keberlanjutan tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi
Bakti BCA yang terealisasi bagi 700 Bakti Champions. Sumber juga memperkuat daya saing Bank dan mendukung kemajuan
daya manusia yang terdidik ini menjadi dasar bagi pemimpin ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
masa depan yang potensial. Selain Bakti BCA, masih banyak
program-program lainnya yang memberikan dampak nyata BERSAMA UNTUK MASA DEPAN
untuk masyarakat maupun lingkungan hidup. Program-program YANG BERKELANJUTAN
tersebut dikembangkan agar tidak hanya menghasilkan output,
tetapi juga memberikan dampak sosial, lingkungan, dan Komitmen dalam menjalankan praktik usaha yang bertanggung
ekonomi yang terukur. jawab memastikan BCA untuk senantiasa hadir di tengah
masyarakat Indonesia. Kami mengutamakan unsur keberlanjutan
PENGUATAN TATA KELOLA dengan tata Kelola Perusahaan yang baik sebagai landasan
KEBERLANJUTAN kepercayaan dan stabilitas bagi kepentingan jangka panjang
seluruh pemangku kepentingan. Melalui komitmen kami pada
Direksi memastikan bahwa keberlanjutan dan ketahanan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kami memberikan
sudah terintegrasi dalam proses bisnis, struktur tata kelola, dan dukungan dalam proses transisi menuju ekonomi hijau dengan
pengambilan keputusan. Pada 2025, BCA memperkuat peran meningkatkan portofolio pembiayaan pada kegiatan usaha
unit kerja yang menangani keberlanjutan, termasuk peningkatan berwawasan lingkungan dan rendah karbon, mendukung UMKM
kapasitas internal dalam memahami isu-isu LST yang semakin untuk terus berkembang, dan meningkatkan literasi keuangan
kompleks. BCA terus mengembangkan sistem pengukuran digital, serta pembinaan inklusi keuangan.
dan pelaporan yang lebih akurat, khususnya terkait data emisi,
penilaian risiko iklim, serta klasifikasi pembiayaan hijau. Seluruh Terima kasih.
Jakarta, Februari 2026
Gregory Hendra Lembong
Presiden Direktur
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 13
Page 16
I k h t i s a r K i n e r j a
K e b e r l a n j u t a n
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
EKONOMI [FN-CB-000.A, FN-CB-000.B]
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Kinerja Internal
Pendapatan operasional Rp miliar 112.006 106.552 96.728
Laba bersih Rp miliar 57.563 54.851 48.658
Kredit yang diberikan 1
Rp miliar 992.901 921.878 810.392
Dana Pihak Ketiga (DPK) 2 Rp miliar 1.249.044 1.133.612 1.101.673
Total frekuensi transaksi digital Juta kali 41.890 35.919 29.794
Jumlah pajak yang dibayarkan Rp miliar 13.698 13.367 11.522
Kinerja Aspek Ekonomi terkait Keberlanjutan
Nominal produk dan/atau jasa yang memenuhi Rp miliar 255.383 228.566 203.086
kriteria KKUB
Penyaluran kredit UMKM Rp miliar 142.308 129.801 116.038
Penyaluran KUR Rp miliar 657 784 599
Persentase total KKUB terhadap total portofolio % 25,8 24,8 24,9
Keterangan:
1. Termasuk aset dari transaksi syariah, piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan.
2. Termasuk dana simpanan syariah.
PEMBIAYAAN PADA KEGIATAN USAHA BERKELANJUTAN [FS6, FS8][FN-CB-000.B]
2025 2024 2023
Uraian
Rp miliar % Rp miliar % Rp miliar %
Portofolio Pembiayaan Kategori Kegiatan Usaha
255.383 100,0 228.566 100,0 203.086 100,0
Berkelanjutan (KKUB)
a. Energi Terbarukan 6.199 2,5 2.993 1,3 2.189 1,1
b. Efisiensi Energi 539 0,2 254 0,1 74 0,0
c. Pencegahan dan Pengendalian Polusi 78 0,0 35 0,0 30 0,0
d.Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan Lahan 77.499 30,3 69.561 30,4 67.848 33,4
yang Berkelanjutan
e. Transportasi Ramah Lingkungan 10.198 4,0 9.447 4,1 8.030 4,0
f. Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan 4.709 1,8 4.058 1,8 1.388 0,7
g. Produk Ramah Lingkungan 4.090 1,6 4.530 2,0 5.572 2,8
h. Bangunan Berwawasan Lingkungan 5.624 2,2 5.694 2,5 75 0,0
i. Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan yang Berwawasan 4.139 1,7 2.193 1,0 1.843 0,9
Lingkungan Lainnya
j. Pembiayaan UMKM 142.308 55,7 129.801 56,8 116.038 57,1
14 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 17
2025 2024 2023
Uraian
Rp miliar % Rp miliar % Rp miliar %
Portofolio Pembiayaan KUBL Berdasarkan Segmen 113.075 100,0 98.765 100,0 87.048 100,0
Korporasi 105.959 93,7 92,236 93,4 82.502 94,8
Komersial 2.505 2,2 2.927 3,0 1.900 2,2
Konsumer 2.771 2,5 1.967 2,0 1.011 1,1
Obligasi Hijau 1.839 1,6 1.635 1,6 1.635 1,9
LINGKUNGAN
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Kinerja Internal
Emisi GRK operasional yang dihasilkan tCO2 e 298.067 363.185 317.985
(cakupan 1, 2, 3)
Penggunaan energi listrik MWh 193.044 188.478 172.492
kWh/m2 131 148 154
Intensitas penggunaan energi listrik kWh/transaksi 0,005 0,005 0,006
kWh/pekerja 7.303 7.104 6.409
Penggunaan kertas Ton 358 445 478
Pengurangan limbah kertas Ton (87) (33) 182
Penggunaan air m3 271.744 307.377 403.748
Kantor cabang yang mendukung green office Kantor 82 78 77
Kegiatan Tanggung Jawab Lingkungan
Realisasi dana kegiatan tanggung jawab lingkungan Rp miliar 9,4 10,7 8,1
Pelepasliaran orangutan di Kalimantan Ekor 5 5 5
Rehabilitasi orangutan Ekor 6 5 5
Penanaman pohon Bibit 51.000 51.500 60.000
Pendidikan (Edukasi) Lingkungan Peserta 7.959 623 682
Partisipasi kantor BCA dalam Earth Hour Kantor 962 946 864
Keterangan:
Data emisi GRK operasional yang dihasilkan (cakupan 1, 2, 3), penggunaan energi listrik, kalkulasi intensitas penggunaan energi listrik, serta penggunaan air dan kertas pada
periode 2025 disetahunkan berdasarkan data Januari-September 2025, sedangkan untuk data 2023 dan 2024 disajikan kembali dengan data yang riil tahun tersebut.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 15
Page 18
I k h t i s a r K i n e r j a
K e b e r l a n j u t a n
SOSIAL
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Kinerja Internal
Perempuan yang menduduki posisi direktur % 16,7 16,7 16,7
Pekerja perempuan dibandingkan total pekerja % 61,1 61,1 60,8
Jumlah jam pelatihan Jam 898.169 1.156.101 1.183.950
Biaya pelatihan dan pendidikan pekerja Rp miliar 333,7 353,6 372,8
Jumlah peserta edukasi literasi keuangan Orang 169.703 228.973 296.022
Indeks Customer Engagement (CE) Skala 1–5 4,78 4,77 4,75
Indeks Branch Service Quality (BSQ) Skala 1–5 4,88 4,88 4,88
Tingkat penyelesaian keluhan nasabah % 97,7 97,4 97,3
Persentase pengaduan (whistleblowing) yang telah selesai % 98,2 88,1 98,2
diinvestigasi dari total pengaduan yang diterima
Pelibatan pihak lokal dalam rantai pasokan % 99,5 99,1 99,1
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial
Realisasi dana kegiatan tanggung jawab sosial Rp miliar 150,1 159,1 145,1
Jumlah lulusan pendidikan PPBP dan PPTI Orang 186 189 192
Jumlah pasien klinik umum binaan Orang 10.468 11.831 12.802
Jumlah pasien klinik KB binaan Orang 1.593 1.789 1.897
Jumlah pasien operasi katarak Orang 815 1.010 1.036
16 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 19
Profil Perusahaan [2-1]
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perusahaan No. 38 tanggal 10 Agustus 1955 oleh Notaris
Raden Mas Soeprapto, yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehakiman No. J.A.5/89/19 tanggal 10 Oktober 1955.
Sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia berbentuk Perseroan Terbatas, BCA berkomitmen menyediakan
beragam solusi perbankan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Bidang usaha BCA tercantum dalam Anggaran
Dasar Perseroan Pasal 3, dengan rincian kegiatan usaha perbankan dan penunjangnya dijelaskan lebih lanjut dalam Laporan
Tahunan serta situs resmi kami di www.bca.co.id
Dalam menjalankan operasinya, BCA menegaskan komitmen terhadap prinsip responsible banking dengan mengintegrasikan
nilai-nilai keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, investasi dan layanan. Dengan mengedepankan teknologi digital, BCA terus
memperkuat pengalaman nasabah, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjamin keamanan dan keandalan transaksi.
Pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan keuangan berkelanjutan, di mana tata kelola yang kuat, inovasi teknologi,
serta inklusi keuangan menjadi fondasi utama dalam membangun sistem perbankan yang tangguh dan berkelanjutan.
Nama Perusahaan Kantor Pusat
Menara BCA, Grand Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk Jl. M.H. Thamrin No. 1, Jakarta 10310
Tel. (62 21) 2358 8000
Fax. (62 21) 2358 8300
Bidang Usaha
Bank umum yang menjalankan kegiatan perbankan
Situs Web
Akta Pendirian www.bca.co.id
Akta Pendirian Perusahaan No. 38 dengan Akta
Notaris Raden Mas Soeprapto tanggal 10 Agustus
1955, disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Call center
Keputusan No. J.A.5/89/19 tanggal 10 Oktober 1955. Halo BCA 1500888
+6281 1150 0998 (WhatsApp)
halobca@bca.co.id (surel)
Lokasi Operasi HaloBCA (Apps)
Indonesia
STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM [2-1]
51,00% 49,00%
Robert Budi Hartono Bambang Hartono
(Pemegang Saham (Pemegang Saham
Pengendali Terakhir) Pengendali Terakhir)
54,94% 45,06%*
Pengendali PT Dwimuria Masyarakat
Investama
Jalur Pengendalian Andalan
* Pada komposisi saham yang dimiliki masyarakat
per 31 Desember 2025:
» Sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak yang
terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama
Andalan.
» Dewan Komisaris dan Direksi memiliki
0,062% saham BCA.
» Treasury Stock BCA dari hasil pembelian
kembali saham sejumlah 0,17% saham BCA.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 17
Page 20
P r o f i l P e r u s a h a a n
SKALA USAHA [2-1] [FN-CB-000.A]
Jumlah Pekerja dan Manajemen Jumlah Kantor (KCU, KCP, KCP Kas)
2025 2024 2023 2025 2024 2023
26.453 26.532 26.915 1.270 1.264 1.258
Orang Orang Orang Kantor Kantor Kantor
Jumlah ATM Jumlah Rekening Nasabah
2025 2024 2023 2025 2024 2023
19.047 19.543 19.074 43,4 41,3 38,3
Unit Unit Unit Juta rekening Juta rekening Juta rekening
Dengan skala usaha yang terus bertumbuh, menjadi landasan kuat untuk peningkatan kinerja positif serta mencerminkan
ketangguhan model bisnis dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan BCA.
Pendapatan Laba Total Total Total
Operasional Bersih Aset Liabilitas Ekuitas
2025 2025 2025 2025 2025
Rp112,0 Rp57,5 Rp1.586,8 Rp1.305,1 Rp281,7
triliun triliun triliun triliun triliun
2024 2024 2024 2024 2024
Rp106,6 Rp54,9 Rp1.449,3 Rp1.186,5 Rp262,8
triliun triliun triliun triliun triliun
2023 2023 2023 2023 2023
Rp96,7 Rp48,7 Rp1.408,1 Rp1.165,6 Rp242,5
triliun triliun triliun triliun triliun
Kinerja keuangan yang solid dan tata kelola yang berlandaskan dengan prinsip kehati-hatian menjadi dasar bagi BCA untuk
terus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang sekaligus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan, sejalan dengan visi
BCA untuk tumbuh bersama masyarakat secara berkelanjutan.
Tabungan Giro Deposito Kredit Bruto Jumlah
Transaksi
2025 2025 2025 2025 2025
Rp610,8 Rp434,5 Rp203,8 Rp992,9 41.973
triliun triliun triliun triliun juta
2024 2024 2024 2024 2024
Rp562,1 Rp361,9 Rp209,6 Rp921,9 36.016
triliun triliun triliun triliun juta
2023 2023 2023 2023 2023
Rp536,2 Rp348,5 Rp217,0 Rp810,4 29.888
triliun triliun triliun triliun juta
Pertumbuhan volume transaksi dan instrumen perbankan lainnya menunjukkan peningkatan kapasitas BCA dalam mendukung
praktik keuangan berkelanjutan, termasuk perluasan akses layanan digital, efisiensi operasional, serta pembiayaan sektor-
sektor produktif dan ramah lingkungan.
18 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 21
PASAR TERLAYANI, RANTAI NILAI, ekonomi domestik. Selain memastikan kepatuhan terhadap
DAN HUBUNGAN BISNIS [2-6] seluruh regulasi perbankan yang berlaku, BCA juga berperan
aktif dalam mendukung pembiayaan berbagai proyek
BCA beroperasi di sektor perbankan dengan menyediakan strategis pemerintah yang berorientasi pada pembangunan
beragam solusi keuangan bagi berbagai segmen masyarakat, berkelanjutan.
mulai dari individu, institusi, korporasi, bisnis komersial, hingga
pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BCA juga PERUBAHAN SIGNIFIKAN [2-6]
melayani beragam sektor, termasuk swasta, pemerintah,
BUMN, dan entitas asing, dengan informasi lengkap mengenai Tidak terdapat perubahan yang bersifat signifikan, seperti
produk dan layanan tersedia di www.bca.co.id. perubahan model bisnis, penutupan kantor ataupun perubahan
kebijakan rantai pasokan yang dapat memengaruhi skala
Hingga akhir 2025, jaringan layanan BCA mencakup 12 Kantor usaha, serta tidak ada aksi korporasi seperti akuisisi, likuidasi,
Wilayah, 139 Kantor Cabang Utama (KCU), 913 Kantor Cabang merger ataupun aksi korporasi lainnya yang mengubah struktur
Pembantu (KCP), dan 218 Kantor Kas KCP yang tersebar di kepemilikan saham dalam jumlah signifikan selama 2025 di
seluruh Indonesia. Meskipun beroperasi secara domestik, BCA.
BCA juga menjangkau nasabah global melalui layanan digital
perbankan yang memudahkan transaksi lintas negara. KEANGGOTAAN ASOSIASI [2-28][FN-CB-550A.1]
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, BCA memperkuat rantai BCA berpartisipasi aktif dalam berbagai asosiasi dan inisiatif
nilai dan hubungan bisnisnya melalui dukungan dari 8 entitas keberlanjutan sebagai langkah strategis untuk memperkuat
anak. Kolaborasi dengan entitas dalam Grup BCA dapat praktik perbankan berkelanjutan di Indonesia. BCA belum
memperkuat kontribusi Bank dalam mendukung keuangan termasuk dalam kategori Globally Systemically Important
berkelanjutan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/ Bank (G-SIB) yang ditetapkan oleh Financial Stability Board
SDGs). (FSB). Namun demikian, BCA tetap menerapkan prinsip kehati-
hatian dan manajemen risiko berstandar internasional guna
Sepanjang 2025, BCA telah melibatkan 2.537 mitra kerja lokal menjaga stabilitas serta keberlanjutan operasional.
atau sekitar 90,8% dari total nilai pengadaan barang dan jasa,
mencerminkan rantai pasokan dan hubungan bisnis yang
mengedepankan mitra lokal dan mendukung pertumbuhan
Keanggotaan dalam Asosiasi di Bidang Keberlanjutan
No. Nama Asosiasi
1 Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS)
2 ACI Financial Market Association (ACI FMA)
3 Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)
4 Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP)
5 Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN)
6 Indonesia Contact Center Association (ICCA)
7 The Institute of Internal Auditors (IIA)
8 Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI)
9 Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)
10 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)
11 Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)
12 Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF)
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 19
Page 22
K e b e r l a n j u t a n K a m i
01
Keberlanjutan
Kami
01
xx xx
Strategi Keberlanjutan Isu Signifikan dan Topik Material
xx xx
Bisnis yang Bertanggung Jawab Dukungan Kami terhadap Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
Keberlanjutan
Kami
20 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 23
Strategi Keberlanjutan [2-22, 2-23, 2-24]
BCA menerapkan strategi keberlanjutan yang terintegrasi, BCA menyelaraskan manajemen dan kegiatan bisnisnya
mencakup Keuangan Berkelanjutan, Pilar Keberlanjutan, dan dengan perkembangan regulasi seperti implementasi
inisiatif lainnya yang memperkuat kontribusi Bank terhadap Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI),
TPB. Strategi keberlanjutan ini terintegrasi dalam visi, misi, analisis awal risiko ESG dan Iklim, Climate Risk Stress
dan tata nilai perusahaan. Testing (CRST) hingga pelaporan aksi iklim dalam laporan
keberlanjutan.
KEUANGAN BERKELANJUTAN
SINERGI BISNIS DAN KEBERLANJUTAN
Melalui praktik pembiayaan berkelanjutan, BCA senantiasa
memperkuat peningkatan portofolio hijau untuk mendukung Strategi keberlanjutan yang dijalankan juga memperkuat
pertumbuhan ekonomi rendah karbon. Pembiayaan hijau yang keberlanjutan bisnis jangka panjang BCA dengan portofolio
disalurkan BCA meliputi sektor energi terbarukan, efisiensi pembiayaan yang semakin diarahkan ke sektor-sektor
energi, pengendalian polusi, pengelolaan sumber daya hayati produktif yang ramah lingkungan dan inklusif, mendukung
dan lahan yang berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, UMKM, serta memperluas layanan digital yang efisien
serta bangunan hijau mengacu pada kriteria kegiatan usaha dan rendah jejak karbon. Dengan menerapkan strategi
berwawasan lingkungan (KUBL) yang ditetapkan oleh OJK. keberlanjutan, BCA optimis dapat menyeimbangkan beberapa
Melalui skema sustainability-linked loan (SLL), BCA mendorong aspek mencakup, kinerja perusahaan, efektivitas operasional,
debitur untuk mencapai target kinerja lingkungan dan sosial reputasi yang terjaga, serta pengelolaan dan mitigasi risiko
tertentu (SPT/KPI) yang disepakati bersama. Lebih jauh, lingkungan-sosial yang berdampak ke keuangan.
BCA mengembangkan Sustainable Finance Framework
dengan tujuan untuk mengintegrasikan strategi keuangan PENGAWASAN TERHADAP
berkelanjutan, memperluas portofolio yang selaras dengan IMPLEMENTASI STRATEGI
TPB, dan menyelaraskan standar keberlanjutan nasional dan
global. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan Pelaksanaan kebijakan dan strategi keberlanjutan BCA telah
kontribusi BCA terhadap target TPB Indonesia 2030, selaras dengan visi dan misi keuangan berkelanjutan. Dalam
meningkatkan investasi berkelanjutan, dan memperkuat beberapa tahun terakhir, BCA telah memperkuat kerangka
peranannya dalam perbankan berkelanjutan. kerja keberlanjutannya melalui penerapan berbagai kebijakan
internal, standar operasional, peta jalan, strategi, dan Rencana
PILAR KEBERLANJUTAN DAN TATA NILAI Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).
Di dalam internal perusahaan, BCA mengembangkan budaya Seluruh inisiatif tersebut dirancang untuk mencapai target
keberlanjutan yang mencakup menghargai hak asasi manusia, kinerja keberlanjutan sekaligus mengelola aspek lingkungan,
tempat kerja yang aman dan inklusif, praktik pengadaan lokal, sosial, dan tata kelola (LST), serta ekonomi secara seimbang.
hingga pengelolaan risiko iklim dan lingkungan. Strategi BCA menekankan integrasi antara strategi bisnis dan strategi
keberlanjutan Bank juga memastikan bahwa aspek sosial keberlanjutan untuk memastikan praktik perbankan yang
dan tata kelola terus menerus dikelola, di antaranya dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan di seluruh lini operasi.
menegaskan kebijakan respectful workplace dan melakukan
due-diligence terhadap pemasok untuk memastikan Pengawasan terhadap implementasi strategi dilakukan
kepatuhan prinsip HAM dan keberagaman. Selain itu, BCA secara menyeluruh oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan,
terus memperkuat sistem dan pengawasan terhadap dengan koordinasi oleh Subdivisi ESG, serta dukungan dari
keamanan siber dan perlindungan data pribadi nasabah. seluruh unit kerja terkait. Efektivitas pelaksanaan strategi
dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan
INISIATIF KEBERLANJUTAN DAN pencapaian tujuan keberlanjutan dan peningkatan kinerja
DUKUNGAN PADA NET ZERO EMISSIONS LST yang berkelanjutan.
Dalam mendukung komitmen Pemerintah Indonesia Sebagai bagian dari prinsip tata kelola perusahaan yang
menuju Net-Zero Emission, BCA telah menyusun strategi baik, BCA memastikan bahwa implementasi strategi
perubahan iklim yang menjadi panduan internal untuk keberlanjutan dievaluasi secara konsisten melalui mekanisme
dekarbonisasi dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan pelaporan dan pengawasan internal yang transparan. Hasil
iklim. Kebijakan pembiayaan juga menerapkan exclusion pemantauan dan capaian kinerja menjadi dasar untuk
list dan kebijakan kredit sektoral untuk menahan pembiayaan melakukan penyempurnaan kebijakan, serta penguatan
di sektor berisiko lingkungan tinggi. budaya keberlanjutan di seluruh lini operasional.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 21
Page 24
K e b e r l a n j u t a n K a m i
VISI & MISI KEUANGAN BERKELANJUTAN
Bank pilihan utama andalan masyarakat yang
Visi berperan sebagai pilar penting perekonomian
Indonesia, selaras dengan pembangunan
berkelanjutan Indonesia.
Misi Menyelaraskan kegiatan usaha perusahaan
dengan prinsip Keuangan Berkelanjutan.
TATA NILAI KEBERLANJUTAN
Berusaha
Fokus pada Kerja
Integritas Mencapai
Nasabah Sama Tim
yang Terbaik
PILAR KEBERLANJUTAN
1 2 3
Perbankan Berkarya
Budaya Keberlanjutan
Berkelanjutan Memberi Nilai
22 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 25
Bisnis yang Bertanggung Jawab
MENANAMKAN BUDAYA KEBERLANJUTAN [2-22, 2-24]
Dalam menerapkan keuangan berkelanjutan, BCA didukung oleh manajemen, seluruh pekerja, serta pemangku kepentingan.
Secara internal, BCA memiliki budaya keberlanjutan yang terus dikampanyekan untuk diterapkan oleh pekerja. Selain itu, Pilar
Keberlanjutan BCA juga menjadi fondasi dan budaya kerja di seluruh level organisasi, yang diarahkan untuk menciptakan dampak
positif bagi pemangku kepentingan, masyarakat, dan lingkungan.
Dalam membangun budaya keberlanjutan, BCA menggerakkan seluruh insan perusahaan sebagai agen perubahan melalui
pelatihan, sosialisasi, dan edukasi yang berkelanjutan. Berbagai inisiatif, seperti program “Sustainability Awareness Month”,
pembelajaran melalui e-learning, serta komunikasi internal yang intensif, dilaksanakan untuk menanamkan pemahaman
mendalam mengenai pentingnya keberlanjutan dalam setiap aktivitas operasional.
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN [2-13, 2-24]
BCA menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan dan pengelolaan LST sebagai tanggung jawab bersama di seluruh unit kerja
dan direktorat. Pengawasan terhadap implementasi dilakukan secara menyeluruh, dengan peran aktif Direksi dan Dewan
Komisaris dalam memantau kinerja, mengevaluasi kebijakan, serta memastikan praktik keberlanjutan sejalan dengan strategi
bisnis perusahaan melalui rapat.
Pelaksanaan dan koordinasi kegiatan keberlanjutan berada di bawah Subdivisi Environmental Social Governance (ESG), unit
khusus di bawah Direktorat Perencanaan & Keuangan, yang bertanggung jawab kepada Kepala Divisi Corsec - IVR & ESG
Division. Setelah itu, hasil kinerja keberlanjutan akan dilaporkan kepada Direktur Perencanaan & Keuangan, yang kemudian
menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Direktur.
Untuk memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari seluruh operasional perusahaan, indikator kinerja LST dan keuangan
berkelanjutan diintegrasikan ke dalam key performance indicator (KPI) Direksi serta unit-unit kerja terkait. Dengan demikian,
seluruh lini organisasi memiliki tanggung jawab yang jelas dan terukur dalam menjalankan praktik perbankan yang bertanggung
jawab dan berkelanjutan.
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan [2-9]
Rapat Umum Pemegang Saham
Direksi
Dewan Komisaris
Presiden Direktur
Wakil Presiden Direktur
Direktur & Direktur Perencanaan &
Lainnya Keuangan
Unit Bisnis: Unit Unit CSR &
Unit KP Cabang/ Corporate
• Corporate Pengelolaan Pendukung: Corporate
Lainnya Kanwil Secretary
Banking Risiko & • Learning & Communications
• SME & Kepatuhan: Development
Commercial • Credit Risk • Procurement
Banking Analysis & Facility
• Consumer • Risk Management
Finance Management • Operation ESG
• Transaction • Compliance Strategy & Subdivision
Banking • Anti-Fraud Development
• Strategic
Information
Technology
Keuangan
Berkelanjutan
Garis koordinasi
Keterangan:
Garis koordinasi menggambarkan mekanisme untuk pelaporan keuangan berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 23
Page 26
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Informasi lengkap terkait komposisi badan tata kelola Prosedur Identifikasi, Pemantauan, dan
tertinggi dan komite perusahaan juga dapat diakses dalam Pengendalian Risiko Penerapan Keuangan
Laporan Tahunan. Selain itu, informasi ini juga dapat diakses Berkelanjutan [2-12, 2-14, 2-23, 2-24][FS9, FS12]
di https://bca.id/corporate-governance. Untuk informasi BCA menerapkan tata kelola keberlanjutan yang
evaluasi kinerja organ tertinggi perusahaan dapat diakses mengedepankan prinsip akuntabilitas, kehati-hatian, dan
di https://bca.id/self-assessment. keterbukaan. Direksi dan Dewan Komisaris, sebagai organ tata
kelola tertinggi, berperan aktif dalam memantau efektivitas
Tugas Dewan Komisaris, Direksi, dan penerapan keuangan berkelanjutan serta pengelolaan aspek
Pejabat Penanggung Jawab Penerapan LST. Direktur Perencanaan dan Keuangan ditetapkan sebagai
Keuangan Berkelanjutan [2-12, 2-24] penanggung jawab utama keuangan berkelanjutan, yang
Dalam penerapan keuangan berkelanjutan, Dewan Komisaris membawahi Subdivisi ESG. Dalam pelaksanaannya, Direktur
menjalankan peran pengawasan yang mencakup: Perencanaan dan Keuangan bertindak sebagai koordinator
1. Menyetujui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) lintas fungsi dengan tanggung jawab utama:
dan Laporan Keberlanjutan yang disusun oleh Direksi, 1. Memimpin penyusunan RAKB dan Laporan Keberlanjutan;
untuk disampaikan kepada OJK; 2. Mengawasi serta mengevaluasi pelaksanaan RAKB secara
2. Memastikan penyusunan strategi bisnis dan pelaksanaan berkala; dan
kegiatan Bank oleh Direksi telah mempertimbangkan 3. Memastikan inisiatif dan program keuangan berkelanjutan
dan menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, berjalan sejalan dengan strategi bisnis serta ketentuan
dan tata kelola; peraturan yang berlaku.
3. Memberikan masukan atas kinerja keberlanjutan dan/atau
keuangan berkelanjutan yang disampaikan oleh Direksi; Pelaksanaan keuangan berkelanjutan di setiap direktorat
serta diintegrasikan dalam KPI Direksi dan unit kerja terkait.
4. Memberikan arahan penyusunan RAKB sesuai strategi Presiden Direktur, anggota Direksi lain, dan jajaran
bisnis Bank. senior eksekutif turut memantau kebijakan dan kinerja
keberlanjutan secara periodik, termasuk aspek ekonomi,
Peran Direksi dalam penerapan keuangan berkelanjutan sosial, dan lingkungan. Pemantauan implementasi keuangan
adalah mengarahkan dan memimpin perusahaan untuk berkelanjutan dilakukan setiap triwulan dan hasilnya
mencapai target dan tujuan keberlanjutan, yang mencakup: disampaikan dalam rapat Direksi serta analyst meeting,
1. Menyusun RAKB dan Laporan Keberlanjutan untuk dengan memperhatikan capaian target dalam RAKB.
disampaikan kepada OJK setelah mendapat persetujuan
dari Dewan Komisaris; Dalam pengelolaan risiko pembiayaan berkelanjutan, BCA
2. Menyusun strategi bisnis dan melaksanakan kegiatan Bank bekerja sama dengan Unit Manajemen Risiko Kredit untuk
dengan mempertimbangkan dan menyelaraskan aspek memastikan seluruh proses penyaluran kredit telah
ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola; melalui prosedur penyaringan (screening) atas potensi risiko
3. Memastikan strategi keberlanjutan secara keseluruhan LST calon debitur. BCA juga menetapkan kebijakan sektoral
sesuai dengan strategi Bank; kredit untuk sektor-sektor dengan tingkat risiko LST yang
4. Menyetujui kebijakan terkait keuangan berkelanjutan; tinggi. Hasil pemantauan dan analisis risiko LST diverifikasi
5. Mengimplementasikan RAKB dan prinsip keuangan oleh Divisi Manajemen Risiko untuk memastikan kesesuaiannya
berkelanjutan sesuai lingkup tugas direktorat; serta dengan risk appetite Bank sebelum disampaikan kepada
6. Melakukan evaluasi berkala atas kinerja keuangan Direktur Manajemen Risiko dan/atau Direktur unit bisnis terkait
berkelanjutan. dan dilaporkan pada rapat direksi setiap triwulan. Dalam
rangka memastikan ketahanan terhadap berbagai skenario
Sementara itu, Subdivisi ESG memiliki tugas dan fungsi yang risiko keberlanjutan, BCA secara berkala melaksanakan stress
mencakup: testing jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
1. Melindungi kepentingan pemangku kepentingan dan
meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang- Seluruh hasil pengelolaan risiko, pencapaian kinerja
undangan melalui penerapan tata kelola perusahaan yang keberlanjutan, dan implementasi keuangan berkelanjutan
baik; dibahas secara rutin dalam rapat Direksi sedikitnya empat kali
2. Membangun budaya keuangan berkelanjutan serta setahun. Pada akhir tahun, BCA menerbitkan Laporan Tahunan
melakukan sosialisasi kepada semua pihak terkait dan Laporan Keberlanjutan, yang dipublikasikan di situs resmi
di perusahaan guna mencapai kinerja keberlanjutan BCA untuk diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
(lingkungan, sosial, tata kelola/LST); serta Untuk pemegang saham dan investor, informasi kinerja
3. Menjalankan tugas-tugas pokok pada area yang mencakup keberlanjutan juga disampaikan melalui analyst meeting,
corporate secretary & integrated GCG, economy & public expose, investor call, RUPS, dan forum komunikasi
environmental sustainability, dan social & sustainability lainnya.
governance.
24 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 27
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Direksi dan Dewan Komisaris melaporkan kinerja keuangan,
operasional, penerapan GCG, serta pencapaian keberlanjutan. Walaupun BCA belum memiliki kebijakan khusus terkait hak
suara (voting policy) atas isu-isu keberlanjutan, pemegang saham tetap memiliki kebebasan menyampaikan pandangan dan
masukan mengenai aspek LST dalam forum tersebut.
Manajemen Risiko [2-12 2-14]
Manajemen risiko yang sistematis merupakan fondasi untuk memperkuat ketahanan bisnis, terutama di tengah transisi
menuju ekonomi rendah karbon dan dinamika risiko keberlanjutan global. Untuk dapat merespons secara adaptif terhadap
tantangan keberlanjutan dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan regulator, BCA menjalankan langkah proaktif dalam
mengurangi dampak risiko. Kerangka manajemen risiko keberlanjutan kami meliputi empat kegiatan inti yakni: identifikasi dan
penilaian risiko; pengukuran risiko; manajemen dan pengendalian risiko; serta pemantauan dan pelaporan risiko. Risiko-risiko
yang berkaitan dengan aspek LST maupun ekonomi senantiasa dikelola agar Bank dapat memenuhi ekspektasi regulator,
melindungi kepentingan perusahaan dan pemangku kepentingan, serta meningkatkan kinerja bisnis jangka panjang.
BCA telah memperkuat kebijakan dan sistem pengelolaan risiko LST, termasuk:
1. Penerapan Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) dan Climate Risk Stress Testing (CRST) sesuai arahan
OJK, untuk menilai dampak risiko fisik (misalnya banjir, kekeringan) dan risiko transisi (misalnya perubahan kebijakan,
perubahan teknologi, preferensi pasar) terhadap portofolio kredit;
2. Penyusunan dan penerapan kebijakan sektoral pembiayaan bagi industri berisiko tinggi seperti kelapa sawit, tambang batu
bara, kayu dan hasil hutan, jalan tol, semen, dan besi baja dasar, serta penyusunan kebijakan untuk sektor energi dan migas;
3. Penguatan kerangka Sustainable Finance Framework yang mencakup prosedur screening, due diligence, dan risk
mapping berbasis Taksonomi Hijau Indonesia (THI) dan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Melalui langkah-langkah tersebut, BCA memastikan bahwa pengelolaan risiko tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme
perlindungan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendukung keuangan berkelanjutan, memperkuat resiliensi bank
terhadap risiko iklim, dan meningkatkan daya saing jangka panjang dalam era transisi menuju ekonomi hijau.
Identifikasi dan Penilaian Awal Prioritas Risiko LST dan Pengaruhnya terhadap Keuangan
Kategori Analisis Pengaruh terhadap
Risiko Perlakukan Risiko Akun yang Terpengaruh
Risiko Pelaporan Keuangan
Risiko Risiko sistem, sumber 1. Efisiensi energi di data center 1. Biaya untuk 1. Aset tidak berwujud
Operasional daya manusia, proses untuk menekan jejak karbon pengembangan dan/ 2. Aset tetap
internal, & IT dan mengoptimalkan efisiensi atau maintenance 3. Beban administrasi
operasional infrastruktur dan sistem IT dan umum
Dampak aspek LST: 2. Pengelolaan siklus hidup aset 2. Biaya sertifikasi ISO 4. Akun biaya pelatihan
Tata Kelola terkait TI 27001 sistem manajemen atau sertifikasi
Sosial 3. Program sosialisasi dan edukasi pengamanan
4. Penggunaan teknologi yang lebih 3. Biaya penanganan jika
efisien, seperti teknologi cloud terjadi pengaduan terkait
5. Menerapkan sistem pemetaan kebocoran data
aliran data dari pemrosesan data
pribadi untuk menjaga kebijakan
privasi
Risiko Kredit Risiko Kredit 1. Menjalankan ESRM dalam kegiatan 1. Potensi kredit macet/ 1. Kredit yang diberikan
pembiayaan bermasalah karena usaha 2. Pendapatan bunga
Dampak aspek LST: 2. Mengembangkan, melakukan debitur terdampak risiko 3. Beban operasional
Tata Kelola review, dan memperbarui kebijakan iklim lainnya
Lingkungan internal terkait pengelolaan 2. Pencadangan kredit yang 4. Biaya pelatihan
lingkungan dan green financing cukup untuk menyerap
selaras dengan ketentuan regulator kerugian kredit dan/atau
3. Pelatihan terus menerus menutupi penurunan
terkait implementasi keuangan kualitas kredit
berkelanjutan 3. Biaya untuk pelatihan
4. Melakukan Climate Risk Stress topik-topik ESG dan
Testing (CRST) sustainability
5. Memperketat monitoring terhadap 4. Risiko reputasi dari
portofolio kredit dan kegiatan domino effect yang
usaha debitur disebabkan oleh
debitur yang melanggar
kepatuhan lingkungan
dan sosial sehingga
timbul biaya untuk
menangani kasus terkait
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 25
Page 28
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Identifikasi dan Penilaian Awal Prioritas Risiko LST dan Pengaruhnya terhadap Keuangan
Kategori Analisis Pengaruh terhadap
Risiko Perlakukan Risiko Akun yang Terpengaruh
Risiko Pelaporan Keuangan
Risiko Perubahan kebijakan 1. Mempelajari perubahan kebijakan Biaya sosialisasi dan 1. Beban umum dan
Strategis untuk perusahaan serta dampaknya terhadap implementasi untuk administrasi
publik dan sektor perusahaan penerapan kebijakan yang 2. Beban operasional
perbankan di 2. Melakukan dialog dengan regulator baru lainnya
Indonesia terkait kebijakan dan peraturan 3. Beban lain-lain
terkini
Dampak aspek LST: 3. Mengembangkan kebijakan
Tata Kelola dan infrastruktur internal yang
Sosial mencakup sistem manajemen
Lingkungan risiko, sistem informasi, dan sistem
pengendalian internal
4. Mengimplementasikan kebijakan
baru sesuai dengan timeline
regulator
Risiko Pasar Risiko nilai tukar dan 1. Mengelola risiko portofolio aset 1. Perhitungan pelaporan 1. Modal/ekuitas
suku bunga treasury melalui penetapan rating Kewajiban Penyediaan 2. Laba/rugi
minimum investment grade dan Modal Minimum (KPMM) 3. Selisih kurs
Dampak aspek LST: limit 2. Transaksi perbankan 4. Aset likuid
Tata Kelola 2. Mengelola risiko suku bunga dan dalam mata uang asing 5. Akun lainnya yang
nilai tukar untuk portofolio trading yang menyebabkan terdampak transaksi
book dan banking book adanya keuntungan yang berkaitan
3. Mendukung pelaksanaan Climate dan/atau kerugian dari dengan nilai tukar
Risk Stress Testing (CRST) yang pergerakan nilai tukar dan suku bunga
terkait dengan risiko pasar 3. Transaksi surat berharga
yang menyebabkan
adanya keuntungan
dan/atau kerugian dari
pergerakan harga
4. Perhitungan risiko suku
bunga banking book
Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan
BCA terus memperkuat kapasitas pekerja dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan melalui berbagai program
pelatihan dan sosialisasi. Pada 2025, BCA menyelenggarakan pelatihan lanjutan bagi pekerja terkait topik-topik keberlanjutan,
termasuk bagi pimpinan/manajemen puncak melalui forum, webinar, FGD, dan media pembelajaran internal. Efektivitas
pelatihan diukur melalui post-test peserta.
Kesadaran keberlanjutan juga ditingkatkan melalui program Forum Gaspol Cabang, kegiatan di seluruh Kantor Wilayah, dan
kampanye Sustainability Awareness Month. Dalam pelaksanaannya, BCA bekerja sama dengan OJK, BI, Kementerian RI, IDX,
KADIN, TSC, serta lembaga lainnya untuk memperkaya wawasan dan praktik terbaik. Selain itu, refreshment tahunan mengenai
LST dan keuangan berkelanjutan diberikan kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan entitas anak guna memastikan keselarasan
pemahaman di seluruh tingkatan organisasi.
Data Pelatihan Keuangan Berkelanjutan berdasarkan Jenjang Jabatan
Jumlah Peserta
Jenjang Jabatan
2025 2024 2023
Dewan Komisaris 5 4 4
Direksi 12 12 10
Senior Manager 213 39 1.549
Middle Manager 5.651 357 8.972
Line Manager 8.891 546 14.988
Staf 12.803 408 25.809
Nonstaf 10.559 830 19.110
Jumlah 38.134 2.196 70.442
26 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 29
Peluang dan Tantangan Implementasi Keuangan Berkelanjutan
Seiring dengan meningkatnya isu keberlanjutan dan risiko LST, BCA mengidentifikasi sejumlah peluang dan tantangan yang
perlu dikelola saat ini untuk memastikan kesiapan jangka panjang.
Peluang Tantangan
1. Dorongan dari pemerintah Indonesia dan investor untuk bisnis 1. Inovasi artificial intelligence (AI), ancaman serangan siber dan
berkelanjutan terus meningkat akan membuka ruang bagi perkembangan teknologi finansial (fintech) yang cepat menjadi
pengembangan produk dan proyek ramah lingkungan (green tantangan dalam menjaga keamanan data, keandalan layanan,
financing). Integritas data, dan transparansi laporan.
2. Semakin banyak pelaku usaha di Indonesia yang mulai 2. Tantangan dalam membangun ekosistem LST yang terintegrasi.
mengintegrasikan aspek lingkungan dalam operasional mereka, Penerapan regulasi seperti POJK 51/2017 dan TKBI akan
menciptakan potensi mitra pembiayaan yang responsif lebih berdampak jika didukung oleh ekosistem kebijakan LST
keberlanjutan. yang terpadu di seluruh sektor industri. Menciptakan sinergi
3. Terbukanya peluang pembiayaan untuk mendukung ekonomi regulasi ini merupakan tantangan krusial untuk mengakselerasi
rendah karbon, khususnya di sektor energi baru terbarukan kemajuan keuangan berkelanjutan dan mendukung pencapaian
(EBT), kendaraan listrik dan baterai, serta pengelolaan limbah target NZE nasional.
dan efisiensi energi. 3. Konteks LST secara global yang semakin dinamis, ditandai
dengan munculnya berbagai paradigma dan standar baru
yang didorong oleh berbagai pihak. Keragaman ini menjadi
tantangan strategis dalam merumuskan dan mengintegrasikan
praktik LST yang konsisten dan relevan untuk jangka panjang.
PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN [2-29][FS5]
Pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan operasional BCA. Dengan
mempertimbangkan aspek saling ketergantungan, tanggung jawab, pengaruh, serta harapan, BCA mengidentifikasi kelompok
pemangku kepentingan utama yang berpotensi memengaruhi kinerja dan arah strategis perusahaan. Melalui keterlibatan
aktif para pemangku kepentingan, BCA dapat mengenali dan menindaklanjuti isu-isu material secara tepat, sebagai wujud
komitmen terhadap keberlanjutan bisnis serta pengelolaan aspek LST, dan ekonomi. Koordinasi dan pengelolaan interaksi
terkait aspek LST dilaksanakan oleh Subdivisi ESG. Penilaian terhadap topik material prioritas dilakukan melalui proses
wawancara dan dialog dengan perwakilan pemangku kepentingan, sehingga memastikan bahwa setiap langkah strategis
BCA mencerminkan kebutuhan dan ekspektasi para pihak yang relevan.
Pendekatan terhadap Pelibatan Pemangku Kepentingan [2-29]
Pelibatan dan Frekuensi Isu Utama Respons Perusahaan
Regulator
1. Semua laporan 1. Kepatuhan dan pelaksanaan prinsip 1. Mematuhi peraturan perundang-undangan, pasar
pelaksanaan kepatuhan kehati-hatian dan tata kelola modal, peraturan perbankan, dan peraturan-peraturan
mencakup pula bukti 2. Implementasi keuangan berkelanjutan, lain yang relevan
pengumuman Rapat TKBI, dan CRMS, antikorupsi, anti- 2. Memastikan implementasi tata kelola Perusahaan yang
Umum Pemegang Saham fraud, serta Anti Pencucian Uang, baik
Tahunan (RUPST) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme, 3. Mengembangkan Subdivisi ESG untuk memantau
Luar Biasa (RUPSLB) dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi implementasi RAKB dan meningkatkan kualitas
dan ringkasan Laporan Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, implementasi keuangan berkelanjutan, THI, TKBI, dan
Keuangan Konsolidasi dan PPPSPM) CRMS
2. Semua laporan 3. Aktivitas pembiayaan yang mendukung 4. Meningkatkan pembiayaan KKUB
disampaikan minimal kegiatan usaha berkelanjutan dan 5. Memenuhi regulasi, kebijakan, dan ketentuan ambang
satu tahun sekali atau ekonomi rendah karbon batas (threshold) regulator
insidentil apabila 4. Pembayaran pajak dan pelaporan 6. Mengembangkan skenario dan melakukan analisis
diperlukan kinerja perusahaan perhitungan emisi dari aktivitas pembiayaan serta
5. Dukungan pada target pemerintah merancang aksi iklim guna mendukung target
dalam mencapai target NZE pemerintah dalam mencapai NZE
Investor dan Pemegang Saham
1. RUPS satu tahun sekali, 1. Kinerja keuangan dan keberlanjutan 1. Pengungkapan informasi kinerja LST secara lebih
RUPSLB secara insidentil, 2. Peningkatan pemberian kredit ke komprehensif di dalam Laporan Keberlanjutan dan
analyst meeting dan sektor hijau analyst meeting
publikasi laporan 3. Peningkatan informasi kinerja keuangan 2. Tindak lanjut rekomendasi aspek LST dari lembaga
keuangan triwulan dan keberlanjutan pemeringkat maupun pengamat
2. Laporan Tahunan dan 4. Penetapan metrik dan target kinerja 3. Penyusunan strategi dan peta jalan aksi penanganan
Laporan Keberlanjutan keberlanjutan perubahan iklim
satu tahun sekali 5. Dukungan pada aksi penanganan 4. Peningkatan nilai investasi dan dividen
perubahan iklim 5. Melakukan analisis awal rencana adopsi IFRS S1 dan S2
6. Nilai saham yang dianggap premium oleh regulator
oleh masyarakat luas 6. Menyusun kerangka peta jalan dekarbonisasi
7. Analisis dan strategi terkait risiko serta 7. Menentukan metrik dan target kinerja keberlanjutan
peluang LST yang berdampak pada
pelaporan keuangan
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 27
Page 30
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Pelibatan dan Frekuensi Isu Utama Respons Perusahaan
Pekerja
1. Media komunikasi 1. Pelatihan, pendidikan, dan 1. Ketersediaan sarana komunikasi internal, antara lain
internal secara berkala pengembangan kompetensi media internal, gathering, sharing session, HaloSDM, dan
2. Rapat koordinasi internal 2. Jenjang karier whistleblowing system
sesuai dengan kebutuhan 3. Kesejahteraan, kesehatan, 2. Pelatihan internal dan eksternal secara luring dan
divisi terkait keselamatan, dan keamanan pekerja daring dengan berbagai modul, termasuk topik-topik
3. Acara kebersamaan 4. Kesetaraan kesempatan dan keberlanjutan
secara berkala keberagaman 3. Sistem penilaian kerja dan promosi yang jelas dan
5. Kebebasan berserikat dan transparan
menyampaikan pendapat 4. Gedung kantor dan fasilitas kerja yang memadai
6. Program work-life balance 5. Adanya Serikat Pekerja dan Perjanjian Kerja Bersama
(PKB)
6. Adanya wadah untuk berkreasi dan menyalurkan bakat/
minat pekerja
7. Jaminan hak-hak pekerja sesuai dengan PKB
Nasabah
1. Aktivitas perbankan 1. Keamanan siber dan perlindungan data 1. Meningkatkan sistem keamanan siber dan tata kelola
di Kantor Cabang, nasabah perlindungan data
call center, dan solusi 2. Ketersediaan informasi produk dan jasa 2. Pemutakhiran informasi produk dan jasa di situs
digital perbankan keuangan yang memadai perusahaan
lainnya, frekuensi setiap 3. Kemudahan akses kantor cabang 3. Meningkatkan integritas aset, gedung kantor cabang,
saat dan/atau sesuai dan fasilitas pendukung kegiatan ATM, dan aset lainnya
kebutuhan perbankan 4. Peningkatan pengetahuan produk frontliner dan
2. Pertemuan lainnya, 4. Pelayanan dan pengetahuan produk/ pelayanan prima berdasarkan prinsip SMART SOLUTION
frekuensi sesuai jasa oleh frontliner 5. Pemutakhiran sistem TI dan platform digital perbankan
kebutuhan 5. Platform perbankan digital yang user secara terus menerus
friendly 6. Pemberian suku bunga kredit yang kompetitif sesuai
6. Suku bunga kredit yang kompetitif dan acuan serta pengembangan program-program menarik
program-program menarik 7. Mengoptimalkan performa layanan pengaduan
7. Penanganan keluhan nasabah pelanggan (Halo BCA)
8. Melaksanakan survei nasabah secara berkala
Mitra Bisnis/Pemasok/Vendor
1. Interaksi setiap saat 1. Keterbukaan dalam membangun kerja 1. Pemberian informasi yang dibutuhkan
melalui berbagai sarana sama 2. Proses pemilihan mitra secara adil dan sesuai ketentuan
komunikasi 2. Prosedur tender dan kontrak pekerjaan 3. Sosialisasi terkait Good Procurement Practices
2. Kode etik yang yang jelas Guideline (GPPG)
berhubungan dengan 3. Kelancaran komunikasi dan hubungan 4. Memastikan kondisi kerja yang sehat dan aman
vendor kerja sama jangka panjang 5. Sistem pembayaran sesuai kontrak kerja
3. Sosialisasi syarat 4. Pembayaran tepat waktu 6. Penilaian kinerja vendor
pengadaan barang dan 5. Penerapan praktik LST dalam rantai 7. Sosialisasi penerapan praktik LST
jasa setahun sekali pasokan
Masyarakat Umum
1. Seminar atau pelatihan 1. Pendidikan dan pelatihan 1. Program Bakti BCA
umum yang diadakan 2. Penyerapan tenaga kerja dan/atau 2. Pemagangan dan penyediaan kesempatan kerja sesuai
secara berkala magang kebutuhan
2. Kegiatan pelibatan 3. Inklusi dan literasi keuangan 3. Program inklusi dan literasi keuangan
dan pengembangan 4. Pendampingan serta komunikasi 4. Penilaian dampak program
masyarakat Bakti BCA, dua arah untuk pengembangan dan 5. Pengembangan program-program inovatif yang
UMKM Fest, Bangga peningkatan program Bakti BCA inklusif dan dapat menjangkau kelompok rentan serta
Lokal, dan kegiatan 5. Pengembangan program untuk kaum penyandang disabilitas
lainnya rentan dan penyandang disabilitas
Media
1. Informasi perbankan 1. Jadwal pertemuan saat konferensi pers 1. Memberikan materi untuk siaran pers
secara berkala maupun 2. Kejelasan dan tanggung jawab materi 2. Pengembangan sarana komunikasi, antara lain jumpa
insidentil komunikasi yang disampaikan pers, pressroom di situs web BCA, dan surel corcom_
2. Liputan media (cetak dan 3. Keselarasan persepsi dan pemahaman bca@bca.co.id
elektronik) mengenai LST untuk mempermudah 3. Pemutakhiran informasi terkait solusi perbankan atau
penyampaian informasi kinerja perusahaan yang disampaikan dalam situs web
resmi BCA
28 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 31
Isu Signifikan dan Topik Material
PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL [2-14, 3-1, 3-2]
Penentuan topik material mencakup evaluasi atas dampak aktual maupun potensial terkait aspek LST, ekonomi, dan hak asasi
manusia, serta pengaruhnya terhadap strategi bisnis dan keputusan pemangku kepentingan di masa depan. Dalam proses ini,
BCA menerapkan pendekatan double materiality, yaitu menilai sejauh mana risiko dan peluang keberlanjutan dapat berdampak
terhadap kinerja keuangan sekaligus bagaimana aktivitas BCA memengaruhi masyarakat dan lingkungan. Pendekatan ini
memastikan bahwa hasil penilaian materialitas menjadi dasar dalam pengelolaan risiko, pengambilan keputusan strategis,
dan pengungkapan informasi keberlanjutan kepada para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham dan investor.
Pada prosesnya, mengidentifikasi isu-isu signifikan dan topik material melalui proses penilaian materialitas (materiality
assessment) dilakukan setiap tahun. BCA melibatkan perwakilan dari pemangku kepentingan utama melalui wawancara
untuk memperoleh masukan mengenai perhatian dan isu-isu terkini yang relevan dengan pengelolaan LST dan penerapan
keuangan berkelanjutan di BCA. Topik material pada tahun sebelumnya akan ikut ditinjau dan dianalisis kembali bersama
hasil wawancara dengan pemangku kepentingan untuk menentukan prioritas topik material dan isu-isu signifikan yang perlu
dikelola dan diungkapkan pada periode pelaporan.
Proses Penentuan Topik Material
01 02 03 03
Identifikasi & Pelibatan Penilaian dan Validasi Integrasi
Pemangku Kepentingan Penentuan Prioritas
BCA melakukan identifikasi Hasil isu dan topik yang Proses penilaian materialitas Isu signifikan dan topik
terhadap isu-isu relevan teridentifikasi akan dinilai dilakukan setahun sekali material diintegrasikan
dengan konteks keberlanjutan ( assessed ) menggunakan dengan melibatkan dalam pengelolaan risiko
di industri perbankan dan double materiality approach masukan dari ahli eksternal dan pelaksanaan strategi
dampaknya pada strategi dimana memperhatikan: dan mempertimbangkan Bank. Selain itu, manajemen
Bank. Selain itu, BCA • Financial materiality acuan standar untuk juga mengintegrasikan topik
juga melakukan depth terhadap penciptaan nilai sektor perbankan. Selain material dengan peluang
interview dengan pemangku di masa depan. itu, penilaian materialitas bisnis dan target kinerja. BCA
kepentingan untuk menggali • Impact materiality dilakukan di bawah supervisi: berupaya mengungkapkan
perhatian utama dan isu terhadap aspek ekonomi, • Direktur Perencanaan & p e n g e l o l a a n to p i k - to p i k
yang berkembang di setiap lingkungan, dan sosial. Keuangan. material untuk meningkatkan
kelompok pemangku • Subdivisi ESG. dampak positif dan penciptaan
kepentingan. nilai, sekaligus memitigasi risiko
LST.
(Integrasi pengelolaan dampak,
risiko, dan target disampaikan
dalam pembahasan masing-
masing Manajemen Topik
Material)
Lebih luas, BCA tak hanya menggunakan pendekatan materialitas dampak dan finansial, namun juga menilai lebih dalam
kontribusi topik terhadap penciptaan nilai jangka panjang (enterprise value creation) serta dampaknya bagi pemangku
kepentingan eksternal (external stakeholder). Dengan demikian, topik yang diprioritaskan mencerminkan isu-isu yang paling
berpengaruh terhadap ketahanan bisnis, kualitas layanan, serta ekspektasi pemangku kepentingan. Berdasarkan pendekatan
tersebut, terdapat perubahan pada daftar topik material.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 29
Page 32
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Matriks Topik Material
y
Perlindungan data nasabah dan
4
Ketahanan Sistem Informasi
Layanan Prima
Financial Material
3 Pembiayaan yang
Bertanggung Jawab
Antikorupsi dan Anti-Fraud
2 Aksi Iklim
Budaya Kerja dan Hak Asasi Manusia
Akses dan Keterjangkauan
1
Pengembangan Masyarakat
x
1 2 3 4
Impact Material
Topik material pada tahun sebelumnya yaitu: Perlindungan Data dan Ketahanan Sistem Informasi; Pembiayaan yang Bertanggung
Jawab; Aksi Iklim; Layanan Prima; Antikorupsi dan Anti-fraud; Budaya Kerja dan Hak Asasi Manusia; Akses dan Keterjangkauan;
Pengembangan Masyarakat. Dari serangkaian proses penentuan prioritas topik material terbaru yang kami lakukan, kami
memperluas aspek penilaian yaitu materialitas dampak ke internal & external stakeholder, dampak finansial, dan enterprise
value creation. Dari hasil wawancara dengan perwakilan pemangku kepentingan, serta diskusi dengan manajemen, diperoleh
5 topik material prioritas sebagai berikut:
Topik Material Prioritas [3-2]
Topik Dampak
No. Isu-isu Utama Boundary SDGs
Material Signifikan
1. Perlindungan 1. Memperkuat sistem keamanan data Enterprise 1. Operasional
Data 2. Manajemen risiko siber Value Creation 2. Rantai nilai
Nasabah dan 3. Kebijakan perlindungan privasi nasabah & External 3. Pemangku kepentingan
Ketahanan 4. Ketahanan teknologi dan sistem informasi Stakeholders internal dan eksternal
Sistem 5. Investasi pada perangkat dan sistem
Informasi teknologi perlindungan data terkini
6. Edukasi perlindungan data pribadi ke
nasabah
2. Layanan 1. Pengalaman kemudahan, kenyamanan dan Enterprise 1. Operasional
Prima keamanan bertransaksi Value Creation 2. Pemangku kepentingan
2. Efisiensi waktu dan mobilisasi rendah karbon & External internal dan eksternal
melalui layanan perbankan digital Stakeholders
3. Mekanisme penanganan pengaduan
3. Pembiayaan 1. Pengelolaan risiko LST pada perkreditan Enterprise Value 1. Operasional
yang 2. Pembiayaan dan pengelolaan portofolio hijau Creation 2. Rantai nilai
Bertanggung 3. Sustainability-linked loan 3. Pemangku kepentingan
Jawab internal dan eksternal
30 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 33
Topik Dampak
No. Isu-isu Utama Boundary SDGs
Material Signifikan
4. Antikorupsi 1. Sosialisasi dan penyadartahuan antikorupsi Enterprise Value 1. Operasional
dan Anti- dan anti-fraud Creation 2. Rantai nilai
fraud 2. Sistem pelaporan pelanggaran (WBS) 3. Pemangku kepentingan
3. Kepatuhan Kebijakan Antikorupsi dan Anti- internal dan eksternal
Fraud dalam rantai pasok
5. Aksi Iklim 1. Pengungkapan emisi GRK cakupan 1, 2, dan 3 Enterprise Value 1. Operasional
2. Pengelolaan risiko keuangan terkait iklim Creation 2. Rantai nilai
3. Inisiatif pengurangan emisi GRK 3. Pemangku kepentingan
4. Inisiatif pengelolaan lingkungan (energi, internal
emisi, limbah, air)
5. Penyusunan strategi perubahan iklim dan
dukungan pada NZE pemerintah
MANAJEMEN TOPIK MATERIAL [3-3]
Perlindungan Data Nasabah dan Ketahanan Sistem Informasi
Pentingnya Dikelola: Keamanan data dan privasi merupakan hak setiap nasabah, debitur, dan pelanggan BCA yang wajib untuk dipenuhi
untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. BCA menyediakan sistem informasi dan infrastruktur IT yang memadai untuk
mendukung sistem keamanan data dan siber.
skor skor
Dampak Positif: Dampak Negatif:
Keamanan data bagi setiap pemilik rekening adalah hal mutlak. Insiden kebocoran data, gangguan layanan, atau kegagalan sistem
Dengan adanya sistem pengamanan data yang kuat maka akan pertahanan siber. Dampak tersebut dapat menimbulkan kerugian
meningkatkan kepercayaan pemilik rekening ataupun publik finansial, sanksi regulasi, gangguan operasional mitra bisnis, serta
yang akan membuka rekening dan/atau bertransaksi di BCA. penurunan kepercayaan publik.
skor skor
Peluang: Risiko:
• Meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap sistem Pengelolaan terhadap serangan siber berpotensi meningkatkan biaya
keamanan Bank sehingga berpeluang meningkatkan pemulihan sistem dan penggantian kerugian yang berdampak pada
transaksi, jumlah nasabah baru maupun volume transaksi. nasabah. Selain itu, risiko reputasi akibat lemahnya sistem keamanan
• Meningkatkan reputasi Bank dan kepercayaan investor siber dan data akan berdampak pada harga saham dan minat investor.
Komitmen dan Target: Kebijakan:
1. Peningkatan sistem manajemen keamanan data dan 1. Surat Keputusan Direksi No. 175/SK/DIR/2017 tanggal 30 November
infrastruktur teknologi informasi (TI). 2017 tentang Penerbitan Manual Kebijakan Dasar Manajemen Risiko
2. Nihil kebocoran data. dalam Penggunaan Teknologi Informasi
2. Surat Keputusan Direksi No. 196/SK/DIR/2024 tanggal 25 November
Evaluasi atas Efektivitas Pengelolaan Topik: 2024 tentang Penyesuaian Kebijakan Pengamanan Informasi.
BCA menerapkan pengawasan keamanan data secara berlapis 3. Surat Keputusan Direksi No. 156/SK/DIR/2024 tanggal 26
melalui Information Technology Security Group (ISG) yang September 2024 tentang Pelindungan Konsumen
memantau insiden secara real time dan melaporkan langsung 4. Surat Keputusan Direksi No. 075/SK/DIR/2023 tanggal 6 April 2023
ke Direktur. Audit kepatuhan terhadap kebijakan privasi dan tentang Kebijakan Penyelenggaraan Teknologi Informasi
keamanan siber dilakukan secara periodik (setiap tiga tahun) 5. Surat Edaran No. 154/SE/POL/2016 tentang Penawaran Produk
untuk menilai efektivitas kontrol dan kepatuhan standar dan/atau Layanan Jasa Keuangan dengan Memperhatikan Prinsip
internal. Perlindungan Konsumen
6. Kode Etik Bankir
Hasil evaluasi tahun pelaporan menunjukkan tidak terdapat
kebocoran atau penyalahgunaan data, menandakan bahwa
mekanisme pengendalian, prosedur respons insiden, tata
kelola IT, dan implementasi kebijakan keamanan siber berjalan
efektif dalam menjaga integritas dan kerahasiaan informasi
nasabah.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 31
Page 34
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Layanan Prima
Pentingnya Dikelola: Pentingnya memberikan pelayanan yang terbaik, baik dari sisi produk maupun layanan akan memberikan
pengalaman terbaik pula kepada pelanggan. Oleh sebab itu, BCA berupaya menyediakan layanan yang penuh kehangatan dan
memaksimalkan penggunaan digital yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nasabah serta memberikan pelayanan yang
setara bagi seluruh nasabahnya. Bank selalu mengutamakan solusi kebutuhan nasabah, memberikan kemudahan, dan tingkat keamanan
yang tinggi saat nasabah melakukan transaksi.
skor skor
Dampak Positif: Dampak Negatif:
Layanan prima memberi peluang bagi BCA untuk memperkuat Penurunan kualitas layanan baik di cabang maupun kanal digital
loyalitas nasabah dan memperbesar keunggulan kompetitif. berisiko mengurangi kepercayaan dan loyalitas nasabah, memicu
Inovasi digital seperti myBCA dan BCA mobile, yang dipadukan perpindahan ke bank lain, serta menurunkan reputasi BCA. Di
dengan layanan personal dari cabang dan Halo BCA, membangun tengah persaingan dengan bank digital dan fintech, kegagalan
pengalaman pelanggan yang konsisten, aman, dan nyaman akan menjaga layanan cepat, aman, dan responsif dapat menjadi
menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang. ancaman bagi keberlanjutan bisnis.
skor skor
Peluang: Risiko:
Meningkatkan loyalitas nasabah sehingga berpeluang untuk Risiko dari ketidakmampuan Bank menyediakan layanan yang prima
meningkatkan capaian kinerja operasional yaitu menurunnya loyalitas nasabah, serta pengaruh terhadap cost
of fund dan stabilitas pertumbuhan pendapatan BCA.
Komitmen dan Target: Kebijakan:
1. Customer Engagement survey minimal 4,5 1. Standar layanan SMART SOLUTION
2. Branch Service Quality survey minimal 4,5 2. Surat Keputusan Direksi No. 241/SK/DIR/2025 tanggal 27
November 2025 tentang Kebijakan Penyelenggaraan Produk
Evaluasi atas Efektivitas Pengelolaan Topik: dan/atau Kegiatan Bank
BCA secara berkala memberikan sosialisasi kepada seluruh 3. Surat Edaran No. 181/SE/POL/2009 tanggal 1 Desember 2009
pekerja mengenai kebijakan, prosedur, dan standar layanan untuk perihal Panduan Monitoring Penanganan Keluhan
memastikan konsistensi kualitas pelayanan. Efektivitas layanan 4. Surat Edaran No. 115/SE/POL/2019 tanggal 11 Juni 2019 perihal
dipantau melalui survei Customer Engagement dan Branch Service Penanganan Pengaduan Nasabah
Quality, yang menjadi tolok ukur kinerja frontliners dan pengalaman 5. Surat Edaran No. 328/SE/POL/2023 tanggal 6 November 2023
nasabah. perihal Ringkasan Informasi Produk dan/atau Layanan (RIPLAY)
Pengelolaan operasional layanan dijalankan oleh Operation
Strategy & Development Group (POL) serta Contact Center &
Digital Services (CDG), dengan pengawasan langsung dari Wakil
Presiden Direktur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mekanisme
pengendalian, monitoring, dan peningkatan kualitas layanan
berjalan efektif dalam menjaga standar layanan prima BCA.
Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Pentingnya Dikelola: Portofolio kredit hijau menjadi topik material yang semakin penting bagi BCA karena berperan langsung dalam
mendukung transisi nasional menuju ekonomi rendah karbon serta pencapaian TPB, khususnya aksi iklim dan energi bersih. Fokus pada
pembiayaan hijau membantu mengurangi eksposur terhadap risiko fisik dan transisi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan melalui
akses pendanaan berbiaya rendah, minat investor ESG, serta penguatan reputasi Bank. Dengan demikian, pengelolaan kredit hijau tidak
hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga menjadi strategi kunci untuk menjaga kualitas portofolio dan menciptakan nilai jangka
panjang bagi pemangku kepentingan.
skor skor
Dampak Positif: Dampak Negatif:
Dengan memperkuat praktik pembiayaan Apabila pembiayaan tidak mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial, BCA
yang bertanggung jawab termasuk dukungan berisiko menghadapi penurunan reputasi, meningkatnya tekanan dari investor yang
pada sektor hijau dan usaha yang memberi sensitif terhadap isu LST, serta potensi ketidakpatuhan terhadap regulasi yang semakin
manfaat sosial, BCA dapat memperluas ketat. Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan publik, akses pendanaan, dan
kualitas portofolio, memperkuat daya tarik bagi stabilitas portofolio pembiayaan.
investor yang menaruh perhatian pada aspek
LST, serta berkontribusi pada percepatan
transisi ekonomi nasional menuju pembangunan
yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
skor skor
Peluang: Risiko:
Menarik perhatian investor untuk berinvestasi Tekanan dari investor dan pasar global terhadap praktik pembiayaan yang
lebih, terutama mereka yang memiliki bertanggung jawab meningkat secara konsisten, baik melalui penilaian dari lembaga
kepedulian tinggi terhadap pembiayaan hijau. pemeringkat eksternal maupun preferensi investasi.
32 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 35
Komitmen dan Target: Kebijakan:
Peningkatan portofolio KKUB 6% per tahun. 1. Surat Keputusan Direksi No. 196/SK/DIR/2019 perihal Ketentuan Keuangan
Berkelanjutan
Evaluasi atas Efektivitas Pengelolaan Topik: 2. Surat Keputusan Direksi No. 169/SK/DIR/2020 tentang Peninjauan Kembali
BCA melakukan pengawasan dan evaluasi Kebijakan Bank Perkreditan Dasar (KDPB) PT BCA Tbk
portofolio kredit hijau secara berkala melalui 3. Perubahan Ketentuan AMDAL dan Larangan Pemberian Kredit
pemantauan triwulanan yang dilaporkan 4. Surat Keputusan Direksi No. 179/SK/DIR/2021 perihal Kebijakan Lingkungan PT Bank
kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Progres Central Asia
implementasi Keuangan Berkelanjutan 5. Surat Keputusan Direksi No. 268/SK/DIR/2021 tentang Kebijakan Pembiayaan
termasuk realisasi RAKB, juga dibahas dalam Perkebunan dan Industri Kelapa Sawit
analyst meeting sebagai bentuk transparansi 6. Surat Keputusan Direksi No. 198/SK/DIR/2022 tentang Kebijakan Lingkungan,
kepada pemangku kepentingan eksternal. Sosial, dan Tata Kelola (LST) Pembiayaan Sektor Tambang Batu Bara
Pengelolaan portofolio kredit hijau berada 7. Surat Keputusan Direksi No. 203/SK/DIR/2022 tentang Kebijakan Lingkungan,
di bawah supervisi langsung Direktur Sosial, dan Tata Kelola (LST) Pembiayaan Sektor Pembangunan Jalan Tol
Perencanaan dan Keuangan, yang memastikan 8. Surat Keputusan Direksi No. 212/SK/DIR/2022 tentang Kebijakan Lingkungan,
bahwa kualitas portofolio terjaga dan selaras Sosial, dan Tata Kelola (LST) Pembiayaan Sektor Industri Kayu dan Hasil Hutan
dengan strategi keberlanjutan Bank di 2025. 9. Surat Keputusan Direksi No. 213/SK/DIR/2022 tentang Kebijakan Lingkungan,
Realisasi portofolio hijau kembali melampaui Sosial, dan Tata Kelola (LST) Pembiayaan Industri Semen dan Besi Baja Dasar
target RAKB, mencerminkan komitmen BCA 10. Surat Keputusan Direksi No. 179/SK/DIR/2024 tentang Sustainability-Linked Loan
dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan. 11. Surat Keputusan Direksi No. 119/SK/DIR/2025 tentang Skema Green Loan,
12. Surat Keputusan DIreksi No. 216/SK/DIR/2025 tentang Kebijakan Pembiayaan
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) atas Sektor Industri Minyak dan Gas
Antikorupsi dan Anti-fraud
Pentingnya Dikelola: Kepercayaan adalah dasar dalam menjalankan bisnis perbankan, oleh sebab itu praktik antikorupsi dan anti-fraud
sangat penting menjadi perhatian.
skor skor
Dampak Positif: Dampak Negatif:
Penguatan kebijakan antikorupsi dan anti- Korupsi dan fraud merupakan risiko besar bagi BCA sebagai lembaga yang berbasis
fraud memberi peluang bagi BCA untuk kepercayaan. Setiap insiden dapat mengganggu reputasi, memicu kerugian finansial, dan
memperkuat tata kelola, meningkatkan menurunkan kepercayaan nasabah maupun investor. Ancaman datang dari internal maupun
transparansi, dan menjaga integritas eksternal, termasuk social engineering dan potensi penyalahgunaan oleh mitra.
bisnis. Sistem pengawasan berlapis,
pelatihan etika, serta mekanisme
pelaporan yang efektif memperkokoh
kepercayaan publik dan mendukung
stabilitas jangka panjang BCA.
skor skor
Peluang: Risiko:
Reputasi terjaga sehingga dapat Insiden fraud dan korupsi akan berdampak pada reputasi Bank sehingga dapat
mendukung kestabilan pertumbuhan mempengaruhi harga saham dan akses pendanaan.
usaha.
Komitmen dan Target: Kebijakan:
Nihil korupsi. 1. Surat Keputusan Direksi No. 778/SK/DIR/1995 tanggal 24 Agustus 1995 tentang Kode Etik
Bankir BCA
Evaluasi atas Efektivitas Pengelolaan 2. Surat Keputusan Direksi No. 146/SK/DIR/2017 tanggal 1 November 2017 tentang
Topik: Penerapan Whistleblowing System di BCA
BCA memperkuat pengelolaan 3. Surat Keputusan Direksi No. 139/SK/DIR/2020 tanggal 20 Juli 2020 tentang Deklarasi
antikorupsi dan anti-fraud melalui Anti-Fraud dan Pakta Integritas
sosialisasi rutin mengenai kebijakan 4. Surat Keputusan Direksi No. 114/SK/DIR/2021 tanggal 17 Juni 2021 tentang Penyesuaian
integritas, pengendalian gratifikasi, Kebijakan Strategi Anti-Fraud
serta pencegahan kecurangan. Bank 5. Surat Keputusan Direksi No. 269/SK/DIR/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang
juga menerapkan Whistleblowing Kebijakan Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi
System (WBS) dan sistem pengendalian 6. Surat Keputusan Direksi No. 233/SK/DIR/2024 - Kebijakan Program Anti Pencucian Uang,
internal three lines of defense yang Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
mencakup pencegahan, investigasi, Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
dan pemantauan. Efektivitas kebijakan 7. Surat Keputusan Direksi No. 0039/SK/DIR/2025 tanggal 25 Februari 2025 tentang
dievaluasi melalui audit berkala Pernyataan Tahunan terkait Benturan Kepentingan
minimal setiap tiga tahun dengan hasil 8. Surat Keputusan Direksi No. 234/SK/DIR/2024 - Ketentuan Penerapan Program Anti
pemantauan yang dilaporkan secara rutin Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
kepada manajemen untuk memastikan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
pengendalian berjalan optimal. 9. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 33
Page 36
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Aksi Iklim
Pentingnya Dikelola: Risiko perubahan iklim dapat memengaruhi kelangsungan aktivitas usaha dalam jangka panjang. Oleh karena itu,
Bank perlu mengambil langkah mitigasi terhadap risiko iklim dalam kegiatan pembiayaan, mengingat bahwa aktivitas usaha debitur dapat
berkontribusi pada emisi gas rumah kaca (GRK).
skor skor
Dampak Positif: Dampak Negatif:
Aksi iklim yang proaktif membuka peluang bagi BCA untuk memperluas pembiayaan hijau, Perubahan iklim membawa risiko fisik dan
mendukung sektor rendah emisi, serta menarik investor yang memiliki perhatian lebih transisi yang dapat memengaruhi kualitas
terhadap aspek ESG. Strategi ini memperkuat kontribusi BCA terhadap target dekarbonisasi portofolio kredit BCA jika tidak dikelola
nasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru. dengan baik. Kegagalan mengantisipasi
risiko tersebut berpotensi menimbulkan
kerugian finansial dan menurunkan
kepercayaan investor.
skor skor
Peluang: Risiko:
Mendukung pemerintah mencapai target NZE, sekaligus menarik perhatian investor untuk Dampak perubahan iklim dapat berisiko
berinvestasi, terutama bagi mereka yang mendukung pembiayaan hijau. pada kualitas kredit, terutama pada
sektor yang rentan terhadap perubahan
iklim.
Komitmen dan Target: Kebijakan:
1. Mengelola emisi GRK. 1. Surat Keputusan Direksi No. 179/SK/
2. Meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasional bank. DIR/2021 tanggal 22 September 2021
3. Berkontribusi dalam pencapaian TPB - Tujuan 13 Aksi iklim mendukung Indonesia perihal Kebijakan Lingkungan PT Bank
mencapai Net Zero Emissions di tahun 2060. Central Asia Tbk
2. Surat Keputusan Direksi No. 197/SK/
Evaluasi atas Efektivitas Pengelolaan Topik: DIR/2021 tanggal 6 Oktober 2021
Direktur Keuangan dan Perencanaan memimpin integrasi aksi iklim di seluruh organisasi, perihal Kebijakan Pemberdayaan
didukung unit-unit terkait yang menjalankan Keuangan Berkelanjutan. Dalam proses Masyarakat PT Bank Central Asia Tbk
pembiayaan, BCA mulai menilai debitur berdasarkan pengelolaan lingkungan serta kesiapan 3. Surat Keputusan Direksi No. 212/SK/
mitigasi dan adaptasi iklim, merujuk pada Taksonomi Hijau Indonesia dan Taksonomi DIR/2022 tanggal 29 November 2022
Keuangan Berkelanjutan Indonesia. Bank terus meningkatkan portofolio hijau, melakukan tentang Kebijakan Lingkungan, Sosial,
inventarisasi emisi GRK untuk cakupan 1, 2, dan 3, serta memperkuat analisis risiko iklim guna dan Tata Kelola (LST) Pembiayaan
memahami dampaknya terhadap kinerja finansial. BCA terus meningkatkan inisiatif-inisiatif Sektor Industri Kayu dan Hasil Hutan
aksi dekarbonisasi untuk mendukung pencapaian NZE operasional ke depannya.
34 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 37
Dukungan Kami Terhadap Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
BCA secara konsisten mendukung seluruh pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), dengan memberikan kontribusi
pada berbagai sektor sesuai dengan bidang usaha dan kapasitas Perusahaan. Fokus utama BCA adalah pada bidang-bidang
yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan.
DUKUNGAN PADA TPB PRIORITAS
Tujuan Capaian 2025 Strategi Target 2026
• Nihil kecelakaan serius di tempat • Memberikan edukasi kesehatan • Nihil kecelakaan besar di tempat
kerja melalui kampanye kesehatan kerja
• 815 pasien operasi katarak • Melakukan kegiatan bakti sosial • Memastikan seluruh pekerja telah
• 12.061 masyarakat mendapatkan • Mengedukasi masyarakat menjadi anggota BPJS dan sistem
layanan umum kesehatan & KB tentang kesehatan melalui kesehatan swasta
melalui klinik binaan BCA seminar atau webinar • Melaksanakan edukasi dan
• 2.100 kantong darah didapatkan dari kampanye kesehatan secara
penyelenggaraan kegiatan donor berkala
darah pekerja • Melaksanakan bakti sosial operasi
katarak dan klinik binaan
• Melaksanakan donor darah
pekerja
• 98% pekerja mendapatkan pelatihan • Mengembangkan program • 60% pekerja BCA mendapatkan
• 146 pekerja mendapatkan beasiswa e-learning, in-class training, dan pelatihan KB tahap lanjutan
S1 dan S2 bekerja sama dengan lembaga • Menerapkan Program Beasiswa
• 38.134 pekerja mengikuti pelatihan pendidikan lain Bakti BCA
Keuangan Berkelanjutan • Menyeleksi dan memberikan • Melaksanakan program PPBP dan
• 700 mahasiswa mendapatkan beasiswa kepada mahasiswa PPTI
Beasiswa Bakti BCA sesuai kriteria dan memberikan • Pekerja BCA mendapatkan
• 575 peserta beasiswa Program pelatihan softskill program pelatihan dan pendidikan
Pendidikan Bisnis & Perbankan • Strategi PPBP dan PPTI: • Menyelenggarakan Program
(PPBP) dan Program Pendidikan merekrut dan mengadakan Penghargaan Pelestarian Budaya
Teknologi Informasi (PPTI) sosialisasi ke SMA/SMK secara rutin
• >169.000 masyarakat (termasuk terkemuka di seluruh Indonesia
pelajar dan mahasiswa) • Mengadakan pelatihan intensif
mendapatkan edukasi literasi mengenai blended learning dan
keuangan pelatihan soft skills kepada guru
dengan metode kompetisi
• Menyelenggarakan edukasi
literasi keuangan secara
nasional yang berdampak
positif sesuai SNLKI OJK dengan
mengedepankan volunteer
program yang dilaksanakan oleh
pekerja
• 61,4% pekerja perempuan dari • Penerapan Perjanjian Kerja • Tidak ada kesenjangan remunerasi
total pekerja yang mendapatkan Bersama (PKB) bagian antara pekerja perempuan dan
kesempatan promosi Mukadimah dan pasal 59 ayat laki-laki
• 16,7% perempuan menduduki posisi 2 butir i terkait persamaan hak • Nihil kasus pelanggaran
Direktur dan tidak diperkenankan adanya persamaan hak dan diskriminasi
• 61,6% pekerja perempuan diskriminasi dalam bentuk terhadap pekerja
menduduki posisi middle-up apapun terhadap pekerja • Nihil laporan diskriminasi terhadap
manager • Memberikan kesempatan yang nasabah
setara dalam peningkatan karier • Mempertahankan persentase yang
hingga level manajerial atau pun setara antara pekerja perempuan
lebih dan laki-laki dalam memperoleh
• Memberikan keterampilan dan kesempatan untuk menjabat posisi
penugasan kepada perempuan level manajerial
penenun untuk meningkatkan
keterampilan/kesejahteraan
hidup
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 35
Page 38
K e b e r l a n j u t a n K a m i
Tujuan Capaian 2025 Strategi Target 2026
• 11,7% peningkatan portofolio rata- • Memetakan strategi mitigasi • Mendukung pelaksanaan dan
rata pada pembiayaan Keuangan penurunan emisi CO2 pada pengembangan skenario CRMS
Berkelanjutan gedung BCA secara bertahap framework
• 51 gedung menggunakan panel surya • Mengembangkan perilaku • 8% peningkatan portofolio
• Pengukuran emisi mencakup 100% adaptasi pada bangunan pintar KKUB, termasuk debitur yang
Kantor Pusat, Data Center, dan (smart buildings), penerapan berwawasan lingkungan
Kantor Cabang teknologi ramah lingkungan dan • Melaksanakan penggantian AC
• 82 Kantor Cabang menerapkan fitur budaya keberlanjutan R22 ke R32 di cabang
gedung ramah lingkungan • Pemberian kredit kepada usaha • Pemasangan panel surya di
• Melakukan inventarisasi GRK debitur yang berwawasan gedung milik BCA
cakupan 3 emisi dari pembiayaan lingkungan
• Partisipasi dalam uji coba CRST
• 26.435 orang direkrut sebagai • Membuka lapangan pekerjaan • Meningkatkan pembiayaan UMKM
pekerja BCA untuk mendukung digitalisasi sebesar 8%
• Remunerasi pekerja pada tingkat BCA dan relationship • Melaksanakan keselamatan dan
terendah di Jakarta lebih tinggi • Mengembangkan peran dan kesehatan kerja secara konsisten
dibandingkan UMR DKI Jakarta kapabilitas frontliner BCA agar (tidak ada major incident di
• 1.593 tenaga kerja di 28 desa binaan dapat memberikan solusi yang lingkungan kerja)
Bakti BCA lebih komprehensif kepada • Merekrut pekerja dan peserta
• 5.244 orang pemagang yang nasabah Magang Bakti
direkrut melalui program Bakti BCA • Memperbanyak kerja sama • Penyelenggaraan UMKM Fest
• Peningkatan pembiayaan UMKM channeling dengan anchor
sebesar 9,6% • Membina dan mendampingi
• Rp657 miliar realisasi KUR Kantor Cabang dalam
• Workshop bagi pelaku UMKM penyaluran KUR
• Memfasilitasi pelaku UMKM untuk • Memperluas line of business
mendapatkan sertifikasi halal yang dibiayai KUR
• Lebih dari 1.400 seller UMKM ikut • Pemetaan layanan perbankan
dalam UMKM Fest kepada masyarakat yang masuk
kategori unbankable
• Bekerja sama dengan pengurus
desa, masyarakat setempat, dan
pemerintah daerah
• Merekrut calon pemagang Bakti
BCA
• 4,88 Indeks Branch Service Quality • Mengembangkan inovasi digital • Indeks BSQ minimum 4,5
(BSQ) dari skala 5 • Menerapkan machine learning • Indeks CE minimum 4,5
• 4,78 Customer Engagement (CE) dari dan kecerdasan buatan • Nihil kecurangan besar (major
skala 5 yang dilaksanakan oleh pihak • Menjalankan Pencegahan fraud)
independen kelas global Kehilangan Data (Data Loss • Nihil pengaduan terkait privasi dan
Prevention/DLP) dan sistem keamanan data
autentikasi dua faktor untuk
pengamanan informasi
elektronik
• Mengedukasi dan mengadakan
sosialisasi terkait keamanan data
dan perbankan digital kepada
nasabah
• Memenuhi indikator kepatuhan • Evaluasi atas semua kegiatan • Memenuhi indikator kepatuhan
yaitu kewajiban penyediaan modal usaha sesuai dengan regulasi • Nihil pelaporan tindak korupsi
minimum (KPMM), non-performing • Mengefektifkan whistleblowing yang dilakukan oleh perusahaan
loan (NPL) Net, batas maksimum system • Minimal tingkat kesehatan bank
pemberian kredit (BMPK), giro • Menerapkan tata kelola adalah 2
wajib minimum (GWM) rupiah perusahaan yang baik • Tidak ada kasus hukum dan/
& valas, penyangga likuiditas • Mematuhi peraturan perundang- atau sengketa yang material dan
makroprudential (PLM), posisi devisa undangan dan pasar modal signifikan dengan nasabah
neto (PDN), rasio pembiayaan inklusif • Mengadopsi standar praktik • Melakukan uji tuntas risiko bisnis
makroprudensial (RPIM), dan liquidity terbaik yang relevan dan hak asasi manusia bersama
coverage ratio (LCR) pihak independen
• Tingkat kesehatan bank 1 • Menerbitkan kebijakan tanpa
• Seluruh pekerja telah diskriminasi di tempat kerja
menandatangani pakta integritas • Nihil kasus/laporan korupsi
• Seluruh pekerja telah • Risiko kepatuhan di level “low to
menandatangani kode etik moderate”
• Seluruh pekerja eselon 5 ke atas • Seluruh pekerja menandatangani
telah menandatangani annual pakta integritas dan kode etik
disclosure • Seluruh pekerja eselon 5 ke atas
• Nihil kasus korupsi wajib menandatangani annual
• Melakukan uji tuntas hak asasi disclosure
manusia
36 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 39
KONTRIBUSI PADA TPB PENDUKUNG
Tujuan Kegiatan Pendukung
• Memberikan upah/gaji sesuai dengan ketentuan pemerintah
• Memberikan fasilitas pinjaman tanpa bunga untuk nominal tertentu kepada pekerja BCA
• Membuka lowongan pekerja untuk posisi pekerja maupun pemagang program Bakti BCA
• Mendaftarkan pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan
• Menyalurkan pembiayaan pada usaha pertanian rakyat
• Mendukung program penurunan stunting (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia)
• Menyalurkan pembiayaan pada usaha pengelolaan air bersih dan pengelolaan air limbah
• Memberikan bantuan untuk sanitasi
• Fasilitas shuttle bus kepada pekerja yang berlokasi di BLI-Sentul
• Bantuan program pembangunan infrastruktur, fasilitas umum dan fasilitas sosial pemerintah, serta desa binaan BCA
• Membuat program daur ulang sampah rumah tangga pekerja BCA
• Peralihan penggunaan kertas HVS dari 80 gsm menjadi 75 gsm
• Inisiatif untuk mematikan lampu di area kerja saat jam makan siang
• Penggunaan i-sign untuk mengurangi pemakaian kertas dalam proses persetujuan
• Daur ulang limbah dari kegiatan operasional
• Penanaman total 51.000 pohon
• Penanaman 1.000 bibit mangrove
• Pelatihan lingkungan kepada 7.959 peserta
• Bekerja sama dengan BOSF untuk melindungi orangutan serta pemantauan penanaman pohon
• Bekerja sama dengan Nusantara Institute dan SENA WANGI untuk kegiatan pelestarian seni, budaya, dan tradisi
nusantara
• Bekerja sama dengan SPBK Perdami, Dinas Kesehatan, Klinik Bakti Media, dan Klinik Duri Utara untuk mendukung
peningkatan kesehatan masyarakat
• Bekerja sama dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) untuk pembinaan warna alam
• Bekerja sama dengan Save the Indonesian Nature and Threatened Species (SINTAS) untuk melakukan tahap awal
konservasi macan tutul Jawa
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 37
Page 40
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
02
02
Perbankan
Berkelanjutan
38 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 41
Layanan Terbaik Bagi Nasabah Kami
TANGGUNG JAWAB PRODUK DAN transparansi, dan etika layanan. Bank menyediakan program
JASA KEUANGAN BERKELANJUTAN e-learning yang dapat diakses oleh seluruh pekerja, termasuk
modul wajib Pelindungan Konsumen dan Pelindungan Data
BCA terus berupaya menghadirkan produk dan layanan Pribadi, serta pelatihan berkala kepada pekerja yang relevan
keuangan yang mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus melalui forum layanan, dialog layanan, dan rapat koordinasi
mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui inovasi wilayah. Program ini dirancang untuk memastikan kompetensi
digital, perluasan inklusi keuangan, dan penerapan prinsip layanan selalu diperbarui mengikuti ketentuan regulator,
tanggung jawab sosial serta lingkungan, Bank senantiasa perkembangan standar perlindungan konsumen, serta
meningkatkan kemudahan dan keamanan layanan bagi dinamika kebutuhan nasabah. Pelatihan tahunan mencakup
nasabah. Inisiatif ini memperkuat peran BCA dalam penyegaran materi terkait standar layanan, pengelolaan
membangun ekosistem keuangan yang berkelanjutan dan keluhan, prinsip transparansi informasi produk, serta etika
menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat. komunikasi dengan nasabah. Di 2025, jumlah peserta pelatihan
mencapai 16.847 pekerja.
Inovasi dan Pengembangan Produk
dan Jasa Keuangan Berkelanjutan Kebijakan Penagihan Kredit
BCA terus mendorong inovasi Keuangan Berkelanjutan melalui BCA menerapkan Kebijakan Penagihan Kredit sebagai bagian
kolaborasi lintas unit bisnis, termasuk Grup Corporate Banking, dari manajemen risiko kredit untuk menjaga kesehatan
Transaction & Finance, Commercial & SME Banking Division, portofolio dan keberlanjutan operasional Bank. Seluruh
serta Consumer Credit Division. Setiap unit berperan dalam proses penagihan dilakukan secara profesional, patuh
merancang produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan regulasi, serta menjunjung tinggi etika dan pelindungan hak
nasabah dan mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial. debitur. Kebijakan ini mengacu pada regulasi OJK terkait
pelindungan konsumen dan ketentuan kualitas aset bank,
BCA juga mendorong budaya inovasi internal melalui program serta menjadi panduan bagi seluruh unit dalam menangani
tahunan BCA Innovation Convention dan Kaizen Championship, kredit jatuh tempo atau bermasalah. Untuk memastikan
yang menjadi wadah bagi pekerja untuk mengeksplorasi ide proses penagihan berjalan sesuai dengan prosedur yang
dan solusi inovatif yang dapat diimplementasikan di seluruh telah ditetapkan, BCA memberikan pelatihan, baik in-class
lini bisnis. Pendekatan ini mencerminkan komitmen BCA untuk maupun e-learning kepada seluruh pekerja yang relevan,
menghadirkan solusi keuangan yang inovatif, berorientasi diantaranya unit Credit Recovery Group, Program Business/
nilai tambah, dan sejalan dengan prinsip LST. Customer Relationship Officer. Selama tahun 2025, sebanyak
373 pekerja telah menyelesaikan pelatihan.
Penilaian Produk dan Jasa Keuangan
Setiap pengembangan produk dan layanan keuangan di Dalam pelaksanaannya, BCA menerapkan pendekatan
BCA dijalankan melalui proses pengawasan yang ketat penanganan kredit bermasalah (Criticized Exposure/CE)
untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip secara terintegrasi di seluruh segmen kredit, termasuk kredit
kehati-hatian. Sebelum diluncurkan, seluruh produk wajib produktif, KPR, kartu kredit, dan kredit konsumen. Proses
memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia dan Otoritas penagihan dilakukan melalui saluran komunikasi yang sah
Jasa Keuangan (OJK). Tanggung jawab pengelolaan dan dan beretika, dengan tujuan memberikan kejelasan dan
pengembangan produk berada di bawah Divisi Pengembangan solusi penyelesaian kewajiban secara tepat. Bank juga dapat
Produk Perbankan Transaksi (DPD) serta Operation Strategy & menunjuk pihak ketiga yang memenuhi standar profesional
Development Group (POL). Proses evaluasi dilakukan secara untuk mendukung proses penagihan, dengan memastikan
berlapis, dimulai dari penilaian risiko oleh Risk Management seluruh interaksi bebas dari praktik intimidatif, diskriminatif,
Division (MRK), dilanjutkan dengan uji kepatuhan oleh dan menjaga kerahasiaan data nasabah.
Compliance Division (DCP), dan disupervisi langsung oleh
Direktur Kepatuhan. Selain itu, BCA juga menerapkan user Upaya penyelamatan kredit diutamakan sedini mungkin
acceptance test dan proses sertifikasi sebelum produk dirilis ke melalui opsi restrukturisasi dengan mempertimbangkan
publik. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat produk maupun kondisi keuangan (income-based) debitur berdasarkan
layanan keuangan yang ditarik kembali setelah diluncurkan. evaluasi menyeluruh atas kondisi dan prospek usaha debitur.
Beberapa opsi restrukturisasi yang dapat dilakukan Bank
Pelatihan Pekerja terkait antara lain melalui salah satu atau kombinasi dari :
Pelindungan Finansial Konsumen 1. Penurunan suku bunga kredit
Untuk memperkuat perlindungan konsumen, BCA memastikan 2. Perpanjangan jangka waktu kredit
seluruh pekerja, khususnya pekerja yang berinteraksi langsung 3. Keringanan tunggakan, penalti, atau denda
dengan nasabah (customer-facing employees) memiliki 4. Penambahan fasilitas kredit
pemahaman yang memadai terkait hak konsumen, prinsip 5. Konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 39
Page 42
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Proses penanganan kredit bermasalah dijalankan dengan Kegiatan periklanan dan pemasaran di BCA merupakan
prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta dimonitor bagian dari implementasi arahan strategis Direksi untuk
dan dilaporkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris guna memastikan keterbukaan dan transparansi informasi terkait
memastikan efektivitas pelaksanaan. Kebijakan penagihan produk dan layanan, selaras dengan ketentuan regulator,
kredit BCA juga dapat diakses melalui tautan https://bca. praktik terbaik industri, serta pedoman internal perusahaan.
id/policies. Pada tingkat manajerial, Divisi Pengembangan Bisnis dan
Pemasaran Transaksi Perbankan memiliki tanggung jawab
Kebijakan Komunikasi dalam mengarahkan, meninjau, dan menyetujui seluruh materi
Pemasaran & Periklanan komunikasi pemasaran produk dan layanan BCA.
BCA menerapkan kebijakan komunikasi pemasaran dan
periklanan yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi No. Sebagai bagian dari pengawasan terstruktur, pengawasan
156/SK/DIR/2024 tentang Pelindungan Konsumen, dan dapat komunikasi pemasaran & periklanan dilakukan melalui
diakses melalui tautan https://bca.id/policies. Kebijakan ini skema persetujuan berjenjang, mulai dari tingkat Kepala Unit
memastikan setiap informasi produk dan layanan disampaikan Kerja hingga Direksi. Proses ini memastikan bahwa seluruh
secara jujur, akurat, dan transparan yang mencakup manfaat, komunikasi pemasaran dan periklanan telah melalui tinjauan
biaya, serta risiko yang relevan. Seluruh materi promosi menyeluruh dan sesuai dengan arah strategis serta kebijakan
disusun dengan memerhatikan etika komunikasi dan prinsip tata kelola Perusahaan.Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat
kehati-hatian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau insiden ketidakpatuhan terkait praktik komunikasi pemasaran
perbedaan tafsir antara nasabah dan Bank. Dalam setiap di lingkungan BCA.
kegiatan periklanan, BCA senantiasa menjaga integritas
dengan mematuhi kode etik periklanan serta regulasi yang BCA melakukan pelatihan untuk pengembangan kapasitas
berlaku untuk melindungi kepentingan pelanggan dan kepada seluruh pegawai yang relevan terhadap komunikasi
masyarakat. pemasaran & periklanan, termasuk etika dan tata cara
berkomunikasi terkait produk dan/atau layanan jasa keuangan
yang disediakan oleh BCA. Pelatihan dapat diikuti dalam
bentuk workshop, e-learning, maupun pelatihan internal divisi.
Pelatihan terkait Komunikasi Pemasaran & Periklanan Tahun 2025
Jumlah Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan Jumlah Peserta Pelatihan
55 Modul 91.866 Jam 7.925 Peserta
MENGENALI NASABAH (KNOW YOUR CUSTOMER)
BCA mengelola risiko operasional dengan pendekatan yang menitikberatkan pada pemahaman terhadap profil dan aktivitas
keuangan setiap nasabah untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan
Terorisme (PPT), serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM). Proses ini meliputi pengumpulan
data identitas dasar, seperti nama, alamat, tanggal lahir, dan dokumen resmi, disertai pemantauan transaksi secara berkala
guna mendeteksi potensi anomali atau indikasi aktivitas mencurigakan. Pendekatan ini juga bertujuan untuk memperkuat
sistem pengendalian internal.
Meningkatkan Kesadaran dan Keterlibatan Pelanggan
Secara konsisten, BCA melaksanakan berbagai program edukasi dan kampanye untuk memperluas akses layanan serta
meningkatkan kesadaran nasabah terhadap keamanan bertransaksi di era digital. Melalui kampanye seperti #TolakDenganAnggun,
#DontKnowKasihNo, dan #AwasModus, BCA mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan digital dan
tidak membagikan data sensitif seperti PIN atau OTP kepada pihak lain. Inisiatif ini juga memperkuat pemahaman tentang
pencegahan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal (APU, PPT, PPPSPM).
Selain aspek keamanan, BCA terus menghadirkan inovasi layanan, termasuk fitur pembukaan rekening online di BCA Mobile
dan myBCA yang memungkinkan nasabah membuka rekening kapan saja tanpa perlu ke cabang. Upaya ini mencerminkan
komitmen BCA untuk menghadirkan layanan keuangan yang aman, mudah diakses, dan inovatif, sekaligus memperkuat literasi
serta inklusi keuangan masyarakat di tengah percepatan transformasi digital.
40 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 43
Implementasi APU, PPT, dan PPPSPM
Penerapan kebijakan Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), dan Pencegahan Pendanaan
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) merupakan bagian integral dari tata kelola perbankan yang bertanggung jawab.
Kebijakan terkait APU, PPT, dan PPPSPM yang lebih komprehensif dapat diakses melalui https://bca.id/aml-cft. Prosedur
APU, PPT, dan PPPSPM meliputi:
Customer Due Diligence (CDD) Kebijakan penerimaan dan identifikasi nasabah (calon, existing, dan walk-in),
permintaan data dan dokumen pendukung, verifikasi identitas, serta penilaian
risiko awal.
Enhanced Due Diligence (EDD) Penilaian risiko lebih mendalam untuk nasabah atau produk berisiko tinggi.
Politically Exposed Person (PEP) dan Nasabah Risiko Penetapan kategori PEP dan pengelompokan nasabah yang berasal dari negara,
Tinggi latar belakang bisnis, maupun produk dengan tingkat risiko tinggi terhadap
pencucian uang atau pendanaan terorisme. Keputusan untuk melanjutkan atau
menolak hubungan bisnis dengan kategori nasabah tersebut harus mendapatkan
persetujuan dari pejabat senior BCA (minimal Kepala Kantor Cabang Utama).
Non-face-to-face CDD Verifikasi ini dilakukan menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras milik
Bank atau pihak ketiga yang terpercaya serta perangkat yang digunakan oleh
calon nasabah. Dalam proses ini, Bank memanfaatkan data kependudukan dan
menerapkan prinsip autentikasi berlapis, meliputi:
1. something you are, yakni karakteristik fisik atau biometrik seperti pengenalan
wajah, sidik jari, atau pola retina/iris; serta
2. something you have, seperti KTP elektronik yang divalidasi bersama OTP, tanda
tangan digital, atau bentuk autentikasi setara lainnya.
Penerapan mekanisme ini memastikan proses verifikasi tetap andal, aman, dan
sesuai ketentuan regulator meskipun dilakukan tanpa tatap muka.
Pengarsipan Dokumen Seluruh pencatatan dokumen yang terkait dengan APU PPT dan PPPSPM akan
disimpan dengan jangka waktu paling sedikit 5 tahun sejak :
1. Berakhirnya hubungan usaha/transaksi dengan nasabah
2. Ditemukannya ketidaksesuaian transaksi dengan tujuan ekonomis dan/atau
usaha
Monitoring dan Penilaian Berkelanjutan Pelaksanaan program APU, PPT, dan PPPSPM di BCA juga dievaluasi melalui annual
independent assessment yang dilakukan setiap tahun oleh pihak eksternal.
Penilaian independen ini memastikan bahwa kebijakan, proses, dan implementasi
Bank tetap sesuai dengan standar regulasi serta mampu menjawab dinamika risiko
yang terus berkembang.
Selama tahun 2025, tidak terdapat temuan yang bersifat signifikan pada penilaian
atas penerapan APU, PPT, dan PPPSPM, baik yang dilakukan oleh penilai internal
maupun eksternal.
Adapun seluruh pekerja secara rutin mengikuti program edukasi dan pelatihan guna meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan
terhadap praktik APU, PPT, dan PPPSPM. Sosialisasi juga dilakukan melalui berbagai kanal internal seperti email blast dan media
komunikasi perusahaan. Selain itu, BCA juga mewajibkan seluruh pekerja untuk mengikuti e-learning APU PPT dengan materi
yang selalu diperbaharui sebagai bagian dari program pembelajaran berkelanjutan. Seluruh pekerja baru juga diwajibkan
menyelesaikan e-learning APU PPT pada saat onboarding untuk memastikan bahwa 100% pekerja memperoleh pemahaman
dasar terkait pencegahan APU PPT. Selain edukasi, BCA melaksanakan pengawasan transaksi keuangan secara ketat untuk
memastikan kepatuhan dan efektivitas sistem pengendalian internal.
Pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM Berdasarkan Level Jabatan
Jumlah Pekerja
Jenjang Jabatan
2025
Pejabat Senior (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi) 192
Manajer 13.365
Staf 11.810
Nonstaf 9.464
Jumlah 34.831
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 41
Page 44
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Memberikan Layanan dan Akses yang
Setara Bagi Semua
DIGITALISASI DAN KEMUDAHAN SOLUSI
Seiring dengan perkembangan digital, BCA terus memperkuat transformasi digital untuk memberikan layanan perbankan
yang mudah, efisien, dan berkelanjutan. Digital banking telah mendukung kemudahan nasabah dalam bertransaksi sekaligus
berkontribusi pada pengurangan penggunaan kertas dan jejak karbon. Layanan digital BCA, di antaranya myBCA dengan
fitur Poket Valas, Wealth Management, Paylater, QRIS cross border, OneKlik, Sakuku, Virtual Account, dan Merchant Apps
telah memberikan pengalaman transaksi yang mudah dan praktis kepada nasabah. Kanal e-banking seperti KlikBCA dan BCA
Mobile terus diperkuat sistemnya. Selain itu, BCA juga memperluas layanan digital di cabang melalui CS Digital, eService,
dan Video Banking untuk mempermudah transaksi mandiri nasabah.
Frekuensi Transaksi Digital
YoY
juta
17%
2025
41.890
2024
35.919
2023
29,794
Dalam segmen korporasi (B2B2C), BCA menyediakan platform menyelenggarakan pelatihan terkait pengetahuan produk,
perbankan bisnis online yang mendukung pengelolaan etika komunikasi, keamanan siber, dan pelayanan nasabah.
pembayaran, pengumpulan dana, dan informasi keuangan Pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh
secara real-time , termasuk fitur pembayaran massal, pekerja dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku
utilitas, pajak, dan penggajian. Sementara di segmen B2C, nasabah dan tetap memberikan pengalaman layanan yang
BCA memperluas ekosistem pembayaran digital dengan unggul serta inklusif.
jaringan POS merchant dan aplikasi merchant yang
mempercepat onboarding merchant baru serta meningkatkan Hybrid Banking
transaksi QRIS hingga 92% dibanding tahun sebelumnya. BCA menerapkan konsep hybrid banking dengan
Seluruh inovasi ini memperkuat posisi BCA sebagai bank digital mengintegrasikan layanan digital dan pengalaman langsung
yang adaptif, mendorong inklusi keuangan, dan berkontribusi di kantor cabang. Meskipun digitalisasi terus berkembang,
terhadap penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia. keberadaan cabang tetap menjadi elemen penting dalam
memperkuat hubungan personal dan memberikan layanan
PELAYANAN YANG SETARA yang humanis. Melalui transformasi menuju cabang hybrid,
BCA membekali frontliner dengan kompetensi yang relevan
Setiap insan BCA memiliki tanggung jawab untuk memberikan agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman,
pelayanan terbaik dengan menerapkan standar SMART dan solutif. Nasabah kini dapat melakukan reservasi melalui
SOLUTION (Sigap, Menarik, Antusias, Ramah, Teliti, Simak, eBranch untuk menghemat waktu, serta memanfaatkan
Open Mind, Lengkap, Utamakan Nasabah, Telling Solution, fasilitas Cash Recycling Machine (CRM) dan CS Digital untuk
Inisiatif, dan On-time Follow Up) guna menjaga kepercayaan berbagai transaksi mandiri seperti cetak atau penggantian
dan kepuasan nasabah di seluruh jaringan BCA. Dalam setiap kartu ATM. Pendekatan ini terbukti dapat meningkatkan
interaksi, BCA memastikan layanan diberikan secara setara efisiensi operasional, serta memperkuat peran cabang
tanpa diskriminasi, dengan menghormati hak asasi manusia sebagai pusat interaksi dan edukasi keuangan yang berfokus
bagi seluruh segmen pelanggan, baik individu maupun pada kenyamanan nasabah.
institusi. Untuk menjaga kualitas layanan, BCA secara rutin
42 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 45
PENANGANAN PENGADUAN PELANGGAN
Mekanisme Penanganan Pengaduan [2-25]
Alur mekanisme pengaduan nasabah
Nasabah Halo BCA
Penyampaian Verifikasi Data Sistem Pencatatan Pengaduan
Pengaduan Nasabah (Customer Relationship Management)
Tidak
Penerimaan Pengaduan Eskalasi?
Media pengaduan nasabah Ya
• Call center 1500888
• Apps HaloBCA
• Email : halobca@bca.co.id
• Kantor Cabang BCA Penyelesaian Solusi oleh Halo BCA Unit Kerja Terkait
Monitoring & Pengawasan
Dilaporkan triwulanan kepada
• Wakil Presiden Direktur Tidak
Ombudsman (LAPS-SJK)
• Komisaris
Nasabah
Tersertifikasi Sepakat?
Ya
ISO 9001:2025 – Sistem Laporan Selesai
Manajemen Mutu (SMM)
BCA memiliki sistem penanganan pengaduan yang terintegrasi untuk memastikan setiap masukan nasabah ditangani dengan
cepat dan tepat. Pengaduan dapat disampaikan melalui berbagai saluran resmi, seperti Call Center 1500888, aplikasi Halo
BCA maupun di kantor cabang BCA. Setiap laporan yang masuk dicatat dan dikelola melalui aplikasi Customer Relationship
Management (CRM) agar proses tindak lanjut dapat dimonitor secara transparan. Untuk memastikan kepuasan nasabah,
mekanisme pengaduan di Halo BCA telah tersertifikasi ISO 9001:2015 mengenai Sistem Manajemen Mutu (SMM). Penanganan
pengaduan dikoordinasikan oleh Divisi Contact Center & Digital Services (CDG) yang dikenal sebagai Halo BCA. Hasil
pemantauan dan tindak lanjutnya dilaporkan secara triwulanan kepada Wakil Presiden Direktur dan Komisaris sebagai bagian
dari mekanisme pengawasan.
Penyelesaian Pengaduan
Halo BCA sebagai salah satu media layanan interaktif terus dikembangkan untuk meningkatkan customer experience.
Agen Halo BCA atau Customer Care Officer (CCO) merupakan tenaga terlatih yang dibekali kemampuan komunikasi dan
penyelesaian keluhan secara profesional, sehingga mampu menangani berbagai kompleksitas kebutuhan nasabah sekaligus
membangun hubungan yang baik. Peningkatan kompetensi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas layanan
dan memitigasi risiko reputasi Bank.
Proses penanganan pengaduan akan ditindaklanjuti sesuai Service Level Agreement (SLA) yang sudah ditentukan. Apabila
tidak tercapai kesepakatan dari hasil penyelesaian pengaduan dari BCA, nasabah dapat menempuh proses mediasi melalui
Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS-SJK) sebagai bentuk Customer Ombudsman,
sesuai dengan Peraturan OJK No. 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
Pendekatan ini memastikan hak nasabah tetap terlindungi dan penyelesaian sengketa dilakukan secara adil serta transparan.
Sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah, BCA secara konsisten melakukan publikasi
penanganan pengaduan nasabah yang dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun. Hal ini sesuai dengan SEOJK Nomor
17 /SE.OJK.07/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Layanan Pengaduan Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan.
Jumlah Pengaduan Pengaduan Diselesaikan
Tahun Persentase Penyelesaian (%)
(dalam ribu) (dalam ribu)
2025 1.139 1.113 97,7%
2024 1.178 1.148 97,4%
2023 1.261 1.226 97,3%
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 43
Page 46
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Pelaporan Pengaduan yang Berkaitan dengan Finansial
Dalam menangani pengaduan yang berkaitan dengan aspek finansial, BCA menjalankan kewajiban pelaporan secara berkala
kepada regulator. Setiap triwulan, BCA menyampaikan laporan penanganan pengaduan terkait sistem pembayaran kepada
Bank Indonesia (melalui platform Antasena-BI), serta laporan pengaduan finansial kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
setiap semester melalui sistem siPeduli-OJK. Seluruh penanganan pengaduan dilaksanakan oleh Contact Center & Digital
Services (Halo BCA) dengan prosedur yang terdokumentasi serta target waktu penyelesaian yang terukur, termasuk tindak
lanjut korektif untuk mencegah terulangnya pengaduan serupa. Pendekatan ini memastikan hak nasabah tetap terlindungi
dan penyelesaian sengketa dilakukan secara adil serta transparan.
SURVEI KEPUASAN NASABAH
Tahun Survei Branch Service Quality Survei Customer Engagement
2025 4,88 4,78
2024 4,88 4,77
2023 4,88 4,75
BCA terus berfokus pada peningkatan service excellence dan keterlibatan nasabah melalui berbagai inisiatif pelayanan yang
berorientasi pada kepuasan pelanggan. Berdasarkan survei Gallup International, tingkat Customer Engagement BCA pada
tahun 2025 berada di 91st percentile, melampaui rata-rata global. Untuk menjaga konsistensi kualitas layanan di seluruh jaringan
kantor cabang, BCA juga secara berkala melakukan pengukuran Branch Service Quality (BSQ), sementara pemantauan kualitas
layanan pengaduan dilakukan melalui survei internal dan fitur survei di aplikasi Halo BCA. Hasil evaluasi dari berbagai survei
tersebut menjadi dasar perbaikan berkelanjutan guna memastikan pengalaman nasabah tetap unggul dan selaras dengan
standar pelayanan terbaik di industri perbankan.
AKSES DAN KETERJANGKAUAN
Akses Informasi Produk dan Layanan
BCA memperkuat inklusi keuangan dengan cara memperluas akses terhadap produk dan layanan perbankan melalui
strategi digital banking yang mengandalkan teknologi canggih dan mudah diakses kapan pun, di mana pun. Seluruh informasi
mengenai produk dan layanan, termasuk manfaat, biaya, suku bunga, dan persyaratan, disampaikan secara transparan melalui
situs resmi www.bca.co.id, aplikasi myBCA, serta jaringan kantor cabang. Untuk mendukung interaksi langsung, nasabah dapat
menghubungi Halo BCA guna memperoleh informasi dan bantuan layanan. Selain itu, guna memperkuat hubungan dengan
calon nasabah potensial, Contact Center & Digital Services (CDG) menghadirkan layanan Solution Assistant (SOLA) yang
berperan aktif dalam memberikan solusi perbankan secara personal dan responsif.
Akses Kantor Cabang dan Sarana Layanan Perbankan
139 38
Kantor Cabang Utama (KCU) Provinsi
913 247
Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kota/Kabupaten
Sebaran Jaringan
Kantor Cabang BCA
218 65
KCP Kas Cabang remote
20.163 >772k
ATM EDC
Sebaran Jaringan 11 Kota
Sebaran myBCA Store
Elektronik
44 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 47
Akses untuk Penyandang Disabilitas [FS14, FS15]
Inklusivitas layanan perbankan BCA juga hadir bagi penyandang disabilitas. Untuk nasabah tunanetra, ATM Wicara dilengkapi
panduan suara dan telah tersedia di 3.644 ATM yang tersebar di 240 kota di Indonesia. Sementara itu, Program HearMe
mendukung komunitas Teman Tuli untuk memanfaatkan teknologi agar komunikasi antara nasabah tunarungu dan petugas
BCA menjadi lebih mudah. Program ini juga melibatkan petugas yang terlatih dalam bahasa isyarat untuk membantu transaksi
dan konsultasi.
Inklusi Keuangan [FS13, FS14] [FN-CB-240a.3]
BCA terus berupaya memperluas akses dan keterjangkauan layanan perbankan bagi seluruh lapisan masyarakat dengan tujuan
menjangkau masyarakat yang belum mengenal layanan perbankan (unbanked), berada di wilayah yang belum tersentuh layanan
perbankan (underbanked), serta mereka yang kurang terlayani (underserved). Hal ini selaras dengan Peraturan Presiden No.
114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
Upaya ini diwujudkan dengan memperluas jaringan layanan hingga ke wilayah terpencil di Indonesia. BCA mengoperasikan
cabang remote sebanyak 65 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah terpencil, guna memastikan ketersediaan
akses layanan perbankan bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat aktivitas ekonomi.
Selain keberadaan cabang remote, BCA juga didukung oleh kerja sama dengan ATM bersama, serta pemanfaatan mitra seperti
Indomaret dan Alfamart yang tersebar luas di berbagai wilayah, baik di perkotaan maupun wilayah terpencil. Sebagai bagian
dari inklusi keuangan, BCA juga melayani peaku usaha mikro dan kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan demikian,
pelaku usaha mikro dan kecil akan lebih mudah memperoleh akses permodalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,
khususnya di wilayah terpencil dan daerah yang sebelumnya kurang terlayani.
BCA turut menghadirkan berbagai jenis produk inklusi keuangan yang dapat menjangkau masyarakat yang belum atau kurang
terlayani layanan perbankan, seperti TabunganKu, Simpanan Pelajar, dan Tahapan Xpresi. TabunganKu ditujukan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah dengan bebas biaya administrasi, Simpanan Pelajar membantu menumbuhkan kebiasaan menabung
bagi pelajar sejak dini, sementara Tahapan Xpresi menawarkan layanan digital dengan desain kreatif untuk generasi muda.
Jumlah Rekening Tabungan Inklusi
Produk Tabungan Jumlah Rekening (dalam ribuan) Volume Transaksi (dalam ribuan)
TabunganKu 2.281 155.316
Simpanan Pelajar 223 325
Tahapan Xpresi 20.700 3.811.406
Kanal digital memiliki peranan penting dalam inklusi
keuangan, di antaranya:
sebagai one-stop financial platform yang
memudahkan nasabah mengelola seluruh
rekening dan produk BCA dalam satu aplikasi.
Jumlah Pengguna Jumlah Transaksi Volume Transaksi
12,9 12.749 Rp4.213
juta juta trilliun
yang mendukung pelaku UMKM dan merchant
dalam melakukan transaksi pembayaran
digital dengan mudah dan aman.
Jumlah Pengguna Jumlah Transaksi Volume Transaksi
668 2.085 Rp519
ribu juta trilliun
platform digital bagi nasabah bisnis yang
memungkinkan pengelolaan transaksi
perusahaan secara efisien, cepat, dan
terintegrasi.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 45
Page 48
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Ketahanan Teknologi Informasi
TATA KELOLA SISTEM INFORMASI
BCA menempatkan perlindungan data dan privasi nasabah sebagai prioritas utama dalam operasional perbankan. Kepatuhan
terhadap kode etik perbankan, kebijakan internal, serta peraturan pemerintah menjadi dasar dalam menjaga keamanan
informasi. Pengelolaan data dilakukan melalui sistem teknologi informasi yang andal dan terus diperbarui untuk mengantisipasi
potensi risiko siber dan memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap BCA.
BCA melibatkan partisipasi aktif Dewan Komisaris, Direksi, Manajemen TI, Manajemen Risiko, Compliance, serta seluruh unit
kerja terlibat dalam tata kelola keamanan teknologi informasi. Kerangka tata kelola ini ditegaskan melalui pembentukan
Komite Pengarah Teknologi Informasi berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 131/SK/DIR/2025 yang mendefinisikan fungsi
pokok, wewenang, struktur, tanggung jawab, pengambilan keputusan, dan mekanisme evaluasi kinerja.
Komite Pengarah Teknologi Informasi memiliki tanggung jawab memastikan keamanan informasi, merekomendasikan rencana
strategis TI, melakukan evaluasi berkala atas kinerja TI, serta menyelaraskan kebijakan dan prioritas TI sesuai rencana korporasi
BCA. Kedudukan Komite Pengarah TI dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Direksi.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Dewan Komisaris Direksi
Komite Komisaris Information
Unit Kerja Lainnya Komite Eksekutif
Lainnya Technology Steering
Lainnya
Committee
Jabatan Keanggotaan Status Hak Suara
Ketua Direktur Strategic Information Technology
√
(merangkap anggota)
Sekretaris Head of IT Management Office -
Anggota Direktur Risk Management
Direktur Regional & Branch Banking Management
Executive Vice President Strategic Information Technology Group
Head of Risk Management Division √
Head of Compliance Division
Executive Vice President Operation Strategy & Development Group
Kepala Unit Kerja Pengguna Utama TI
Head of Internal Audit -
BCA memiliki unit kerja khusus IT Security Group (ISG), dipimpin oleh Chief Information Security Officer (CISO) yang
bertanggung jawab terhadap sistem manajemen keamanan informasi dan perlindungan data di seluruh jaringan operasional
BCA, mencakup Kantor Cabang, Kantor Pusat, dan Data Center. ISG memiliki mandat strategis untuk merumuskan kebijakan,
46 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 49
mengimplementasikan standar, serta mengawasi kepatuhan tren serangan siber terhadap sistem TI. BCA juga menerapkan
terhadap prinsip-prinsip keamanan informasi di seluruh lini program simulasi serangan adversarial dan table-top exercise
bisnis dan fungsi pendukung. Struktur organisasi ISG terdiri yang dilakukan secara rutin minimal 1 kali dalam setahun untuk
atas fungsi-fungsi yang mengelola kebijakan keamanan mempersiapkan tim IT Security dan Information Security
informasi, keamanan siber, keamanan jaringan, hingga Incident Response Team (ISIRT) dalam menangani insiden
pemantauan ancaman secara real-time melalui Security siber dan situasi darurat.
Monitoring Center (SMC).
Seluruh personel ISG mendapatkan pelatihan berkelanjutan
Sistem Manajemen Keamanan dan sertifikasi profesional di bidang keamanan siber guna
Informasi [FN-CB-230a.2] memastikan kompetensi, kesiapan, serta ketanggapan dalam
BCA berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan menjaga ketahanan sistem informasi BCA secara menyeluruh.
informasi dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan
Informasi (SMKI) yang komprehensif guna memastikan Kesadaran & kapabilitas seluruh pekerja juga menjadi
kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data nasabah aspek penting dalam menjaga keamanan data & informasi
serta informasi internal perusahaan. Kebijakan ini dijalankan perusahaan. Untuk itu, BCA menetapkan tanggung jawab
berdasarkan prinsip Privacy by Design, dengan penerapan masing-masing individu dalam menjaga keamanan data &
berbagai teknologi keamanan seperti data masking, data informasi bagi seluruh pekerja. BCA rutin mengadakan simulasi
encryption, information rights management, dan access email phising kepada seluruh pekerja untuk menilai kapabilitas
control pada setiap tahap pemrosesan data. Seluruh pekerja dalam mengidentifikasi ancaman serangan siber. Bagi
pengembangan sistem dan aplikasi baru wajib melalui tahapan pekerja yang gagal dalam menanggapi serangkaian simulasi
security review, validation, dan penetration testing sebelum email phising diwajibkan untuk mengikuti e-learning terkait
dirilis ke publik untuk memastikan seluruh fungsi digital BCA keamanan data & privasi kembali.
memenuhi standar keamanan dan privasi data.
Sebagai bagian dari pengendalian privasi dan keamanan
Pada tahun 2025, BCA memperkuat arsitektur TI dengan informasi yang mencakup pihak internal maupun eksternal
mengimplementasikan beberapa teknologi guna mendukung (contoh: vendor/pemasok), BCA menerapkan persyaratan
integrasi sistem dan efisiensi operasional. Untuk meningkatkan keamanan informasi bagi seluruh pihak ketiga yang akan
deteksi dan pencegahan serangan, BCA memanfaatkan melakukan perjanjian kerja sama, termasuk melalui penilaian
Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) yang risiko, evaluasi penyedia jasa, dan pengaturan kontraktual
mampu mengenali aktivitas anomali secara otomatis, mengenai perlindungan data dan penanganan insiden.
termasuk perilaku pengguna dan serangan malware baru
secara real-time. Teknologi Database Activity Monitoring Sertifikasi Sistem Manajemen dan Keamanan Data
(DAM) juga digunakan untuk mendeteksi penyalahgunaan Sebagai wujud integritas terhadap keandalan layanan dan
akses dan aktivitas mencurigakan dalam sistem. keamanan informasi, sebagian besar operasional BCA telah
memperoleh berbagai sertifikasi internasional.
Untuk menjaga & memastikan integritas dan pelindungan
data, BCA menerapkan beragam mekanisme pengamanan Penerapan standar-standar tersebut menunjukkan komitmen
termasuk Data Loss Prevention (DLP), Database Activity BCA dalam menjaga integritas dan keamanan data nasabah,
Monitoring (DAM), Information Rights Management (IRM), memastikan keberlanjutan layanan perbankan digital yang
serta data classification guna mencegah akses tidak sah andal, efisien, serta sesuai dengan praktik terbaik global.
terhadap informasi sensitif. Keamanan jaringan diperkuat
melalui web secure gateway, API security, Web Application
Firewall, dan BOT detection yang terintegrasi dengan sistem
perlindungan data. Aktivitas digital dipantau secara real-time ISO/IEC 27001:2013 ISO/IEC 27001:2022
Data center operation IT security management
oleh Security Monitoring Center (SMC) yang beroperasi 24
services system
jam guna mendeteksi serangan siber, data breach, maupun
advanced persistent threat (APT), serta memastikan respons
cepat dan efektif terhadap setiap potensi ancaman.
Selain itu, sistem keamanan juga diperkuat dengan penerapan ISO/IEC 27701:2019
ISO/IEC 9001:2015
multi-factor authentication (MFA), One Time Password (OTP), IT architecture, data
Data center network
management & service
dan end-to-end encryption untuk mengamankan akses, services
quality group (ADQ)
transaksi, serta pertukaran data. Pengamanan tambahan
diterapkan pada perangkat kerja dan akun dengan hak
akses istimewa (privilege ID monitoring) untuk mencegah
penyalahgunaan.
PCI DSS 3.2.1
ISO/IEC 20000-1:2018
Dalam rangka memantau dan menanggapi ancaman keamanan Payment card
Data center system
data security
informasi, BCA memiliki tim IT Security Monitoring Center
(SMC) yang beroperasi 24/7 melakukan threat hunting untuk
menganalisis metode, teknik, taktik, prosedur, dampak, dan
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 47
Page 50
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Pengelolaan Data dan Informasi Kebijakan Pelindungan Data Nasabah
[2-25, 418-1] [FN-CB-230a.1] BCA menerapkan Kebijakan Pelindungan Data dan Informasi
BCA mengelola data nasabah, mitra, dan pekerja secara Konsumen serta Kebijakan Privasi yang dapat diakses publik
terpusat melalui data center serta arsip fisik di kantor cabang melalui situs resmi https://bca.id/policies. Kebijakan privasi
sesuai Kebijakan Pengamanan Informasi No. 196/SK/DIR/2024 dan prosedur pelindungan data tersebut diintegrasikan dalam
dan Kebijakan Pengelolaan Arsip Sentralisasi No. 149/SE/ kerangka manajemen risiko operasional dan kepatuhan di
POL/2024. Arsip digital dikelola oleh ISG, sedangkan arsip seluruh entitas BCA, sehingga pengelolaan privasi menjadi
fisik diatur secara sentral dan nonsentral. Data nasabah bagian tidak terpisahkan dari sistem pengawasan dan
diklasifikasikan dan disimpan tanpa retensi untuk memastikan pengendalian risiko perusahaan secara menyeluruh.
ketersediaan saat dibutuhkan.
Nasabah berhak mengakses, memperbarui, menghapus,
Seluruh pekerja wajib menjaga kerahasiaan data sesuai Kode dan mengoreksi data pribadi mereka. Hak nasabah sebagai
Etik dan dilarang membagikan informasi tanpa persetujuan subjek data pribadi dapat dilihat pada tautan https://www.
nasabah, kecuali diatur oleh hukum. Risiko privasi dipantau bca.co.id/en/informasi/Kebijakan
sebagai bagian dari risiko operasional dan reputasi.
Laporan pelanggaran privasi dapat disampaikan
BCA tidak menyewakan, menjual, atau menyediakan data melalui Whistleblowing System, yang ditangani oleh Anti-
kepada pihak ketiga dengan tujuan selain untuk penyelesaian Fraud Bureau di bawah Risk Management Division (MRK). Jika
transaksi/layanan keuangan, atau sebagaimana di atur dalam diperlukan, BCA dapat memblokir sementara akun nasabah
UU Pelindungan Data Pribadi. untuk melindungi keamanan data. Selama periode pelaporan,
tidak terdapat kasus pelanggaran atau kebocoran data
Kebijakan terkait Privasi dan nasabah yang berdampak signifikan terhadap operasional.
Keamanan Data [2-25, 418-1]
BCA menerapkan kebijakan pelindungan data dan privasi Pekerja yang terbukti melanggar privasi nasabah akan
nasabah yang berlaku bagi seluruh pekerja di setiap level dikenai sanksi sesuai ketentuan ketenagakerjaan
jabatan. Berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Bab berdasarkan Pedoman Penanganan Kasus Pelanggaran (SK
20 Pasal 58 ayat 1.e dan Kode Etik, setiap Insan BCA wajib Direksi No. 021/SK/DIR/2012) dan dilaporkan melalui sistem
menjaga kerahasiaan data, serta dilarang mengungkapkan ORMIS-LED oleh Risk Management Division (MRK). Audit
atau memperjualbelikan informasi pelanggan, sistem kepatuhan terhadap kebijakan privasi dilakukan secara
manajemen informasi, data pekerja, informasi pemasok atau berkala minimal setiap tiga tahun oleh Divisi Audit Internal,
mitra, hingga perjanjian dengan pemerintah. dengan audit terakhir pada 2023 dan berikutnya dijadwalkan
paling lambat pada 2026.
Untuk memastikan pelindungan data pribadi, BCA telah
menugaskan pejabat yang berperan sebagai Data Protection KEAMANAN SIBER
Officer (DPO). DPO bertanggung jawab untuk memantau
kepatuhan terhadap regulasi, mengelola risiko, dan Manajemen Risiko Keamanan
mengkoordinasikan isu pemrosesan data pribadi. Pengelolaan Siber [FN-CB-230a.2]
data dilakukan dengan memperhatikan prinsip privacy by Penerapan tata kelola keamanan siber mencakup
design, termasuk pada penggunaan data internal untuk pengelolaan risiko dan ketahanan siber di seluruh lini bisnis,
kegiatan seperti cross-selling atau kerja sama dengan anak berdasarkan Kebijakan Manajemen Risiko Keamanan
perusahaan, dengan tetap menjamin kepatuhan terhadap Siber. Proses ini dijalankan melalui mekanisme three
kebijakan privasi dan peraturan yang berlaku. lines of defense yang melibatkan pengawasan strategis
hingga evaluasi operasional untuk memastikan efektivitas
Sepanjang tahun pelaporan, tidak terdapat insiden kebocoran perlindungan data dan sistem informasi.
data, baik yang bersumber dari internal maupun dari pihak
ketiga atau vendor. Setiap potensi pelanggaran privasi dapat Board of Governance
dilaporkan melalui WBS dan akan ditindaklanjuti oleh Anti- Dewan Komisaris berperan melakukan pengawasan
Fraud Bureau setelah melalui proses validasi dan investigasi aktif terhadap pelaksanaan manajemen risiko keamanan
sesuai ketentuan yang berlaku. siber, sementara Direksi bertanggung jawab penuh atas
penerapannya dan memastikan seluruh kebijakan dijalankan
secara konsisten di seluruh unit kerja.
48 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 51
Three Lines of Defenses
1. First Line of Defense
Fungsi ini dijalankan oleh Information Technology Security Group (ISG) yang independen dalam menangani
keamanan dan ketahanan siber. ISG bertugas melakukan inventarisasi dan penilaian aset TI dan non-TI, memantau
potensi kerentanan, serta melaksanakan pengujian keamanan secara berkala.
2. Second Line of Defense
Subdivisi Cyber Security Risk Management (CSM) bertanggung jawab mengembangkan, memantau, dan meninjau
efektivitas penerapan manajemen risiko keamanan siber sebagai bagian dari proses governance. CSM juga
menyusun kebijakan, strategi, serta kerangka kerja keamanan siber dan melakukan uji ketahanan siber untuk
memastikan kesiapan sistem terhadap ancaman.
3. Third Line of Defense
Divisi Audit Internal (DAI) memastikan lapisan pertama dan kedua berfungsi optimal. Sebagai unit independen,
DAI menilai efektivitas pengendalian internal, mengevaluasi hasil audit, dan memantau tindak lanjut temuan
terkait pengelolaan risiko keamanan siber.
Tanggung jawab pengawasan keamanan siber dilakukan secara lintas direktorat, dengan pemantauan khusus oleh Komite
Manajemen Risiko, Komite Manajemen Risiko Terintegrasi, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi.
Evaluasi keamanan siber dilaksanakan setiap tiga bulan sesuai ketentuan SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan
dan Keamanan Siber bagi Bank Umum.
Pengembangan Keamanan Siber: People, Process, dan Technology
People Process Technology
Peningkatan kesadaran dan kapasitas Kepatuhan terhadap regulasi Penguatan sistem dilakukan melalui IT
pekerja dilakukan melalui e-learning, dan undang-undang terkait Security Monitoring Center yang beroperasi
simulasi phishing, video dan morning keamanan siber diterapkan di 24/7 dan pembentukan Information Security
briefing frontliner, serta kampanye seluruh aktivitas operasional Incident Response Team (ISIRT) untuk
tahunan Cyber Security Month. yang melibatkan data nasabah. menangani insiden siber dan melakukan uji
Pelatihan teknis seperti penetration ketahanan secara rutin agar sistem tetap
test, ethical hacking, dan cyber terlindungi dari ancaman digital.
defense juga diberikan, termasuk bagi
pihak ketiga yang bekerja sama.
Ketahanan Teknologi dalam Mendukung Keamanan Siber
Ketahanan infrastruktur dan arsitektur teknologi informasi menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan
keberlanjutan operasional perbankan digital. Melalui pendekatan resilience technology, sistem keamanan BCA dirancang
untuk melindungi seluruh rantai nilai mulai dari aplikasi, jaringan, hingga data dari potensi ancaman seperti virus, malware,
eksploitasi kerentanan, maupun kebocoran data akibat kelemahan kontrol internal.
Sebagai bagian dari manajemen risiko siber, tim ISG telah mengimplementasikan mitigasi untuk mengelola ketahanan dan
keamanan siber di tingkat operasional, termasuk mitigasi terhadap serangan virus, malware, vulnerability exploit, serta kontrol
internal yang dapat menyebabkan kebocoran data.
Untuk mengantisipasi insiden terkait keamanan informasi, BCA menetapkan Business Continuity Management dan Business
Continuity Plan (BCP) serta secara rutin melakukan pengujian untuk memastikan efektivitas nya. BCA menerapkan prosedur
penanganan insiden keamanan informasi yang terstruktur dalam empat tahap:
1 2 3 4
Persiapan Deteksi dan Pemberantasan Aktivitas
yang mencakup Analisis & Pemulihan Pascainsiden
identifikasi aset untuk Penahanan melalui pelaporan,
kritis, perlindungan, mengidentifikasi strategi respons, analisis akar
dan vulnerable insiden serta menilai containment penyebab, dan
analysis dampaknya & remediation, perbaikan sistem.
system assessment
recovery
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 49
Page 52
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Pengawasan dijalankan oleh Security Monitoring Center BCA telah menunjuk Chief Information Security Officer (CISO)
(SMC) yang beroperasi 24 jam setiap hari, serta Information sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan
Security Incident Response Team (ISIRT) yang secara rutin informasi serta memimpin IT Security Group (ISG) sebagai first
menjalani simulasi serangan (adversarial simulation dan table- line of defense, sementara pengawasan lanjutan dilakukan
top exercise) minimal satu kali setahun untuk memastikan oleh subdivisi manajemen risiko sebagai second line, sesuai
kesiapsiagaan. Selain itu, kegiatan threat hunting dijalankan ketentuan SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan
untuk menganalisis tren, taktik, dan teknik serangan yang dan Keamanan Siber bagi Bank Umum.
berkembang.
Pengawasan Sistem Keamanan Informasi
BCA juga mengadopsi desain high availability untuk Sistem keamanan informasi dievaluasi secara berkala oleh
memastikan keandalan sistem dan meminimalkan tim audit internal maupun eksternal, guna memastikan
downtime. Infrastruktur dilengkapi mekanisme pemantauan sistem pengelolaan data berjalan efektif dan sesuai standar.
berlapis, capacity planning tahunan, dan strategi disaster Assessment ISO 27001 menjadi bagian dari evaluasi dan
recovery yang telah diotomasi untuk sistem-sistem kritikal. dilakukan setiap tahun. BCA juga menjalankan audit keamanan
sesuai ketentuan Bank Indonesia dan OJK yang dilakukan
Setiap pengadaan baru melalui vendor atau mitra teknologi minimal setiap tiga tahun oleh auditor independen, bekerja
wajib menjalani cyber security due diligence serta pemindaian sama antara unit IT Security dan IT Procurement. Selain itu,
keamanan dengan scanning tools untuk memastikan dilakukan cyber security due diligence terhadap pihak ketiga
kepatuhan terhadap standar keamanan internal. Sepanjang sebelum menjalin kerja sama, guna memastikan kesiapan dan
tahun 2025, tidak terdapat insiden kebocoran data, termasuk kepatuhan keamanan mereka terhadap standar BCA.
dari pihak ketiga, karena penerapan data masking, enkripsi
end-to-end , dan kontrol akses berlapis dalam setiap Audit eksternal terkait sistem informasi dilakukan setahun
pengembangan aplikasi. sekali, pelaksanaan audit tahun 2025 dilakukan oleh KAP Rintis,
Jumadi, Rianto & Rekan, anggota jaringan global PwC dengan
Pengembangan arsitektur TI mengacu pada kerangka kerja fokus pada penilaian risiko, pengamanan aset, kontrol deteksi,
TOGAF (The Open Group Architecture Framework) yang potensi kebocoran data, serta proses backup dan pemulihan.
berfungsi sebagai panduan dalam merancang, mengelola, Hasil audit dilaporkan kepada Direksi untuk ditindaklanjuti
dan mengintegrasikan sistem teknologi secara efisien. Dalam oleh unit terkait sesuai rekomendasi.
pengelolaan keamanan siber, BCA mengadopsi kerangka
NISD (Network and Information Systems Directive) sebagai Secara tahunan, tingkat kematangan keamanan siber dinilai
acuan praktik terbaik dalam perlindungan infrastruktur kritikal berdasarkan standar OJK. Pada tahun 2025, BCA mendapat
dan respons insiden. Dari sisi aplikasi, BCA menerapkan peringkat 1 (terbaik). Pengembangan sistem keamanan
pendekatan microservices architecture untuk memastikan informasi juga dilakukan dengan dukungan konsultan eksternal
fleksibilitas dan skalabilitas sistem digital. guna menyusun rencana peningkatan keamanan tiga tahun
ke depan.
Pelatihan terkait Keamanan Data & Siber
Seluruh pekerja BCA, termasuk pekerja kontrak, secara rutin mengikuti pelatihan dan pembaruan informasi terkait keamanan
siber serta pelindungan data untuk memperkuat kesadaran dan ketahanan terhadap ancaman digital. Edukasi dilakukan
melalui e-learning wajib tentang keamanan siber dan kampanye phishing simulation yang diikuti oleh pekerja tetap, kontrak,
hingga outsourcing. Pekerja yang teridentifikasi dalam simulasi phishing diwajibkan mengikuti pelatihan keamanan siber
kembali guna memperkuat kebiasaan aman dalam bertransaksi digital.
Selain itu, BCA menggelar Cyber Security Awareness Month setiap bulan Oktober, yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti
webinar, sosialisasi, dan penilaian budaya keamanan siber yang diikuti oleh seluruh pekerja, termasuk pekerja kontrak. Tim
keamanan siber juga secara rutin mengikuti pelatihan teknis dan memperoleh sertifikasi profesional di bidang pertahanan siber
dan ethical hacking, seperti CompTIA Security+, CEH, CISSP, OSCP, dan eCPPT, guna memastikan kesiapan dan kompetensi
teknis yang andal dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
2025 2024 2023
Jumlah Peserta E-Learning
Keamanan Siber & Privasi Data 34.475 33.741 32.625
50 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 53
Perbankan yang Berkelanjutan
BCA memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2025, yang tercermin dari kinerja
keuangan dan operasional yang solid serta sejalan dengan target yang telah ditetapkan. Peningkatan ini turut mendukung
stabilitas sektor perbankan Indonesia melalui penyaluran kredit produktif dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Sepanjang periode pelaporan, BCA tidak menerima bantuan finansial dalam bentuk apa pun dari pemerintah, mencerminkan
kemandirian dan ketahanan finansial perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. [201-4]
Capaian dan Target 2025
Capaian vs Target Kinerja
Uraian Target 2025 Pencapaian 2025 2024 2023
Pertumbuhan Kredit 6% -8% 7,7% 13,8% 13,9%
Cost to Income (CIR) 33% -34% 30,7% 31,3% 33,9%
Return on Asset (ROA) 3,6% -3,8% 3,9% 3,9% 3,6%
Return on Equity (ROE) 21% -23% 23,3% 24,6% 23,5%
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan [201-1]
BCA terus menciptakan nilai melalui kegiatan operasional yang sehat dan berdaya saing. Nilai ekonomi yang dihasilkan
mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan kontribusi nyata terhadap pemangku kepentingan melalui distribusi nilai kepada
pekerja, pemegang saham, pemerintah, serta masyarakat luas. Melalui pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab, BCA
berupaya menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai ekonomi dan tanggung jawab sosial lingkungan guna mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Nilai Ekonomi Dihasilkan dan Didistribusikan (dalam miliar rupiah) [201-1]
Uraian 2025 2024 2023
A. Nilai Ekonomi Dihasilkan
Pendapatan Bunga dan Syariah 98.913 94.796 87.207
Pendapatan dan Bunga Asuransi - Bersih 145 1.356 1.235
Pendapatan Operasional Lainnya 26.313 22.932 20.555
Penghasilan (Beban) Komprehensif Lain 1.346 (345) (1.106)
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Dihasilkan 126.717 118.739 107.891
B. Nilai Ekonomi Didistribusikan
Beban Bunga dan Syariah 13.365 12.532 12.269
Beban Operasional 36.734 36.300 35.492
Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aseta) 4.011 2.034 1.056
Pembayaran Dividen 37.595 34.209 26.196
Pembayaran kepada Pemerintah 13.698 13.367 11.522
Investasi untuk Masyarakat (Bakti BCA) 160 170 153
Total Nilai Ekonomi Didistribusikan 105.563 98.612 86.688
C. Nilai Ekonomi Ditahan (A-B) 21.154 20.127 21.203
Keterangan:
a) termasuk Agunan yang Diambil Alih (AYDA)
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 51
Page 54
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Pengelolaan Perpajakan kepada para pemegang saham kami. Data pajak-pajak
[201-4, 207-1, 207-2, 207-3] perusahaan juga dapat diakses secara publik dalam Laporan
Keuangan Audited yang dilampirkan pada Laporan Tahunan
BCA menjalankan kewajiban perpajakan secara patuh, di website perusahaan.
transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundangan
yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 BCA menyediakan saluran pelaporan melalui mekanisme
tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, BCA memenuhi whistleblowing system untuk seluruh pemangku kepentingan,
persyaratan sebagai Perseroan Terbuka dengan minimal serta melalui call center dan jaringan cabang untuk nasabah
40% saham publik, sehingga berhak memperoleh insentif atau pihak eksternal yang memiliki pertanyaan terkait
tarif Pajak Penghasilan Badan sebesar 3% lebih rendah dari kepatuhan pajak. Laporan yang diterima ditangani melalui
tarif umum 22%. Pada tahun 2025, BCA menyetorkan pajak beragam pendekatan, termasuk konsultasi dengan konsultan
sebesar Rp13.698 miliar kepada pemerintah sebagai bentuk pajak eksternal ataupun diskusi dengan otoritas perpajakan
kontribusi terhadap penerimaan negara. melalui kanal konsultasi resmi.
Strategi pengelolaan pajak diintegrasikan dengan operasional Dalam berinteraksi dengan otoritas pajak, BCA menerapkan
bisnis melalui penyelarasan aktivitas operasional dengan pendekatan yang profesional, terutama saat diperlukan
ketentuan perpajakan yang berlaku. Strategi ini juga mencakup seperti dalam proses audit atau permintaan informasi. Di luar
manajemen risiko terkait perpajakan, meliputi identifikasi, itu, BCA juga melakukan komunikasi proaktif secara terbatas
pemantauan, dan rekonsiliasi berkala guna memastikan untuk membahas implementasi peraturan baru, penyelarasan
kepatuhan dan akurasi pelaporan. Strategi perpajakan BCA pemahaman perlakuan pajak, serta penyampaian masukan
dikelola oleh manajemen eksekutif dan Accounting and Tax terkait pelaksanaan regulasi. Keterlibatan dalam advokasi
Division. Peninjauan dan persetujuan dokumentasi manajemen kebijakan publik dilakukan melalui asosiasi industri, dengan
perpajakan dilakukan secara tahunan di bawah kewenangan prinsip transparansi melalui forum resmi, keterlibatan regulator
Direksi. terkait, serta penyampaian usulan yang patuh pada ketentuan
hukum yang berlaku.
Dalam hal manajemen risiko, BCA menerapkan prosedur
komprehensif yang meliputi analisis transaksi, pemantauan Otoritas pajak serta investor merupakan pemangku
perubahan peraturan, pembaruan kebijakan, kontrol internal, kepentingan eksternal yang berpengaruh terhadap kebijakan
serta pelatihan staf. Pemantauan dilakukan secara bulanan perpajakan BCA. Tindak lanjut terhadap masukan dilakukan
melalui proses reviu dan rekonsiliasi data, dengan pemisahan melalui konsultasi dengan konsultan pajak eksternal serta
fungsi operasional dan pengawasan untuk menjaga diskusi melalui forum asosiasi industri untuk memastikan
independensi. Pelaksanaan pengawasan kepatuhan tata bahwa setiap pandangan yang disampaikan ditangani secara
kelola dan proses audit pajak dilakukan oleh auditor eksternal tepat dan sesuai ketentuan.
dengan bukti Laporan Auditor Independen yang disampaikan
52 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 55
Praktik Keuangan Berkelanjutan
BCA berperan aktif dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon nasional dan global melalui penerapan
prinsip keuangan berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Penerapan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang
bisnis, mengelola risiko keuangan akibat perubahan iklim, memperkuat reputasi, serta meningkatkan daya saing bank. Melalui
strategi pembiayaan berkelanjutan, inovasi produk hijau, dan integrasi aspek LST dalam pengambilan keputusan, BCA
berkontribusi pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) dan komitmen Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.
RENCANA AKSI KEUANGAN BERKELANJUTAN (RAKB)
Setiap tahunnya, BCA patuh menyusun dan menyampaikan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) kepada OJK, yang
mencakup peningkatan pembiayaan untuk Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB), pengembangan kapasitas internal, serta
penyesuaian organisasi, manajemen risiko, tata kelola, dan/atau standar prosedur operasional. Subdivisi ESG secara rutin
memantau dan memverifikasi laporan kinerja keberlanjutan dari setiap unit kerja untuk memastikan keakuratan, efektivitas
pelaksanaan program, dan kesesuaian pencapaian dengan target yang telah ditetapkan. Selain itu, BCA melaksanakan audit
keberlanjutan secara berkala, sekurang-kurangnya setiap tiga tahun, guna menilai kesesuaian implementasi kebijakan dan
kinerja terhadap target dalam RAKB. Pada periode pelaporan ini, realisasi RAKB BCA telah melampaui target yang ditetapkan
untuk tahun 2025.
Secara ringkas, target RAKB 2025 mencakup:
1. Peningkatan Pembiayaan Berkelanjutan:
a. Menargetkan pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan sebesar 6% per tahun.
b. Meningkatkan porsi portofolio pembiayaan berkelanjutan hingga minimal 20% dari total kredit bank.
c. Aktif mencari peluang pembiayaan keberlanjutan di sektor ramah lingkungan seperti pengembangan program khusus
UMKM, kendaraan listrik (EV), dan menawarkan pinjaman terkait target keberlanjutan (SLL).
2. Pengembangan Kapasitas Internal:
a. Memberikan pelatihan keberlanjutan tingkat lanjut kepada 40% pekerja terkait.
b. Mewajibkan pembekalan tentang keberlanjutan bagi semua pekerja yang mendapat promosi pada jenjang tertentu.
c. Menyelenggarakan program penyegaran (refreshment) untuk jajaran manajemen.
3. Penyesuaian Organisasi, Manajemen Risiko, dan Standar Prosedur Operasional:
a. Menyusun kebijakan dan sistem baru terkait taksonomi hijau, lingkungan kerja yang saling menghormati, dan kemitraan
bisnis berbasis ESG.
b. Mengadakan kampanye internal untuk meningkatkan kesadaran ESG (Lingkungan, Sosial, Tata Kelola).
c. Melakukan uji coba risiko iklim (Climate Risk Stress Test) pada 100% portofolio dan mengembangkan manajemen
risiko iklim.
d. Menyempurnakan perhitungan jejak karbon perusahaan, termasuk emisi yang berasal dari aktivitas pembiayaan.
PEMBIAYAAN YANG BERTANGGUNG JAWAB
BCA mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) ke dalam strategi bisnis untuk memastikan pertumbuhan
pembiayaan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Komitmen
ini diwujudkan melalui peningkatan portofolio pembiayaan berkelanjutan (KKUB), mencakup Kegiatan Usaha Berwawasan
Lingkungan (KUBL) serta pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan memperluas dukungan pada
sektor-sektor ramah lingkungan, BCA turut berkontribusi dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Jumlah produk yang memenuhi kategori kegiatan usaha berkelanjutan
1. Penghimpunan dana Jumlah Produk - - -
2. Penyaluran dana Jumlah Produk 3 3 3
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 53
Page 56
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Total aset produktif kegiatan usaha berkelanjutan
3. Total Kredit/Pembiayaan KKUB Rp miliar 255.383 228.566 203.086
4. Total Nonkredit/Pembiayaan Non-KKUB Rp miliar 735.642 694.294 613.160
Total Kredit/Pembiayaan Bank Rp miliar 991.025 922.860 816.246
Persentase total kredit/pembiayaan KKUB % 25,8 24,8 24,9
Keterangan:
Produk yang digunakan untuk penyaluran dana KKUB diintegrasikan dengan produk kredit/pembiayaan yang sudah ada di BCA.
Komposisi Outstanding Portofolio Pembiayaan KKUB Berdasarkan Segmen Usaha [FS6]
2025 2024 2023
Uraian
Rp miliar % Rp miliar % Rp miliar %
Portofolio Pembiayaan KUBL 113.075 44,3 98.765 43,2 87.048 42,9
Korporasi 105.959 41,5 92.236 40,4 82.502 40,6
Komersial 2.505 1,0 2.927 1,3 1.900 1,0
Konsumer 2.771 1,1 1.967 0,8 1.011 0,5
Green bonds/Sukuk 1.839 0,7 1.635 0,7 1.635 0,8
Portofolio Pembiayaan UMKM 142.308 55,7 129.801 56,8 116.038 57,1
Total Portofolio Pembiayaan KKUB 255.383 100 228.566 100,0 203.086 100,0
Di tahun 2025, BCA mencatat portofolio pembiayaan KKUB sebesar Rp255,4 triliun atau meningkat 11,7% dibandingkan tahun
lalu yang sebesar Rp229 triliun. Persentase tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan target pembiayaan KKUB yang
sebesar 6%. Portofolio pembiayaan KKUB mencakup pembiayaan KUBL dengan 44,3% dan pembiayaan UMKM sebesar 55,7%.
Total portofolio kredit KKUB setara dengan 25,8% dari total portofolio tahun 2025. [FS10]
Peningkatan portofolio pembiayaan berkelanjutan (KKUB) didorong oleh meningkatnya kesadaran pemangku kepentingan
terhadap isu perubahan iklim yang membuka peluang bisnis berbasis solusi hijau. Integrasi aspek LST dalam pembiayaan
menjadi salah satu strategi utama BCA untuk memperkuat kontribusi terhadap ekonomi rendah karbon, antara lain melalui
penerapan skema Sustainability-Linked Loan (SLL). Dalam skema SLL,debitur menetapkan Key Performance Indicator (KPI)
dan Sustainability Performance Targets (SPT) yang relevan dengan sektor usaha, seperti sertifikasi keberlanjutan atau target
penurunan emisi gas rumah kaca. Debitur yang mencapai target berhak memperoleh insentif sesuai kesepakatan. Hingga
akhir tahun 2025, nilai outstanding pembiayaan SLL mencapai Rp2,6 triliun.
Engagement Proaktif Melalui Sosialisasi TKBI
BCA meyakini bahwa dialog yang proaktif adalah kunci untuk mendukung keberlanjutan debitur. Melalui sesi sosialisasi
Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) pada September 2025, BCA membuka ruang interaksi
dengan para debitur korporasi. Inisiatif ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, yang secara khusus berasal dari sektor-
sektor prioritas seperti Energi, Kehutanan dan Lahan (AFOLU/Agriculture Forestry and Land-Use), Real Estat Komersial
(CRE/Commercial Real Estate), serta Transportasi & Penyimpanan (T&S/Transportation and Storage), dengan tujuan
untuk bersama-sama mengidentifikasi dan memahami risiko serta peluang terkait sustainability yang spesifik untuk
setiap sektor usaha.
Dalam sesi tersebut, BCA tidak hanya menginformasikan peserta mengenai kerangka kerja dan peta jalan TKBI, tetapi
juga memfasilitasi diskusi mendalam hingga pembahasan kriteria skrining teknis (technical screening criteria) yang
relevan untuk setiap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Langkah konkret ini merupakan wujud nyata
dukungan BCA untuk membantu debitur mengelola tantangan transisi dan memberikan landasan bagi mereka untuk
mulai menyusun rencana transisi yang efektif, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan bisnis mereka dalam
jangka panjang.
54 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 57
Portofolio Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan
Portofolio Kredit KUBL Berdasarkan Sektor Usaha (Rp miliar) [FS6, FS8]
Jenis Usaha Berwawasan Lingkungan 2025 2024 2023
Energi Terbarukan 6.199 2.993 2.189
Efisiensi Energi 539 254 74
Pencegahan dan Pengendalian Polusi 78 35 30
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan 77.499 69.561 67.848
yang Berkelanjutan
Transportasi Ramah Lingkungan 10.198 9.447 8.030
Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan 4.709 4.058 1.388
Produk Ramah Lingkungan 4.090 4.530 5.572
Bangunan Berwawasan Lingkungan 5.624 5.694 75
Kegiatan Usaha yang Berwawasan Lingkungan Lainnya 4.139 2.193 1.843
Total 113.075 98.765 87.048
Penjelasan lengkap terkait portofolio kredit berdasarkan sektor usaha dan segmen (korporasi, komersial & SME dan konsumer)
dapat diakses pada Laporan Tahunan. [FN-CB-000.B]
Pembiayaan pada Perusahaan Industri Kelapa Sawit yang Bersertifikasi [FS10]
2025 2024 2023
Status Sertifikasi ISPO & RSPO
Jumlah Outstanding Jumlah Outstanding Jumlah Outstanding
Perusahaan (Rp miliar) Perusahaan (Rp miliar) Perusahaan (Rp miliar)
Tersertifikasi ISPO 28 16.837 32 13.679 28 12.562
Tersertifikasi RSPO 18 21.112 20 20.828 22 22.405
Tersertifikasi ISPO dan RSPO 34 4.701 16 5.267 13 5.477
Total 80 42.649 68 39.774 63 40.444
Keterangan:
Perusahaan yang memiliki sertifikat sebagian besar merupakan debitur korporasi dengan outstanding 70% dari total outstanding yang bergerak di sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan
Industri Minyak Kelapa Sawit. [FS11]
Penyaluran pembiayaan pada KUBL, khususnya di sektor Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang
Berkelanjutan memiliki outstanding terbesar dengan total mencapai Rp77,5 triliun hingga akhir 2025. Untuk mendorong praktik
bisnis yang bertanggung jawab, BCA mengimbau debitur agar memiliki sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO dan RSPO untuk
industri kelapa sawit, FSC dan PEFC untuk pengolahan kayu, serta UTZ Certification untuk komoditas kopi dan kakao. Selain
itu, melalui Surat Keputusan Direksi No. 268/SK/DIR/2021, BCA menerapkan kebijakan ketat dalam pembiayaan sektor kelapa
sawit guna memastikan tidak ada dukungan terhadap praktik deforestasi maupun pelanggaran hak asasi manusia.
Dalam penerapannya, BCA juga melakukan diskusi aktif dan berkelanjutan dengan seluruh (100%) debitur terkait isu lingkungan
dan sosial. Diskusi ini dimulai sejak tahap pra-penyaringan (pre-screening), antara lain dengan meminta dan menelaah dokumen
lingkungan yang relevan seperti AMDAL atau UKL-UPL, sesuai dengan karakteristik dan skala usaha debitur. Selanjutnya, pada
tahap pemantauan dan peninjauan berkala (annual review), BCA melakukan evaluasi lanjutan melalui penelusuran informasi
publik dan pemberitaan di media terkait isu lingkungan dan sosial, serta kunjungan lapangan (site visit) untuk memastikan
kesesuaian praktik usaha debitur dengan komitmen keberlanjutan yang telah ditetapkan.
Pembiayaan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah [FS6, FS7, FS8] [FN-CB-240a.1]
BCA terus memperkuat dukungannya terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran pembiayaan
sebesar Rp142,3 triliun atau 55,7% dari total portofolio kredit tahun 2025. Melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, BCA tidak
hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha, literasi
keuangan, dan daya saing pelaku UMKM agar mampu naik kelas secara berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 55
Page 58
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Program dan Inovasi Pembiayaan UMKM
BCA senantiasa memberikan dukungan nyata terhadap perkembangan pelaku usaha kecil, mikro dan menengah di Indonesia.
Pada tahun 2025, BCA memperkenalkan produk baru Kredit Multiguna Usaha (KMU) Merdeka, yang ditujukan bagi pelaku
usaha di sektor material, developer, dan kontraktor, guna mendukung program pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah
nasional. Program ini diharapkan dapat menciptakan efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan
ekonomi lokal. Selain itu, BCA memiliki program KPR Sejahtera, sebuah fasilitas kredit yang membuka akses kepemilikan
hunian pertama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui skema suku bunga tetap seumur kredit.
Selain itu, BCA melanjutkan sejumlah program unggulan yang telah terbukti memberikan dampak positif, seperti:
1. KMU Kartini, yang fokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha dengan peningkatan akses pembiayaan dan pelatihan
kewirausahaan;
2. BCA Bangga Lokal, yang kini diikuti oleh lebih dari 1.800 pelaku UMKM; dan
3. BCA UMKM Fest, ajang promosi digital yang membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar.
Pilar Dukungan BCA bagi UMKM
Dalam mendukung penguatan dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan, BCA menerapkan pendekatan menyeluruh
melalui tiga pilar utama dukungan UMKM, yaitu Pembiayaan, Pembinaan, dan Transaksi. Pendekatan ini dirancang untuk
menjangkau pelaku UMKM secara komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, kemudahan bertransaksi, hingga
akses pembiayaan yang inklusif.
1. Pilar Pembiayaan
BCA menyediakan berbagai solusi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik UMKM, antara lain
melalui Kredit Modal Usaha (KMU), Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta produk pembiayaan lainnya. Pilar ini bertujuan untuk
memperluas akses permodalan, mendukung ekspansi usaha, dan memperkuat ketahanan finansial UMKM.
2. Pilar Pembinaan
Melalui pilar pembinaan, BCA secara aktif memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui program coaching,
inkubasi bisnis, business matching, serta promosi produk. Program pembinaan ini juga diwujudkan melalui berbagai
inisiatif seperti BCA Bangga Lokal, BCA UMKM Fest, Bakti BCA UMKM, dan program UMKM Go Export, yang bertujuan
meningkatkan daya saing dan kapabilitas pelaku usaha di pasar domestik maupun global.
3. Pilar Transaksi
Untuk mendukung efisiensi dan digitalisasi usaha, BCA menghadirkan berbagai solusi transaksi non-tunai bagi UMKM, antara
lain melalui QRIS BCA, aplikasi Merchant BCA, serta integrasi layanan digital melalui myBCA. Pilar transaksi ini memudahkan
pelaku UMKM dalam menerima pembayaran, mengelola transaksi, serta memperluas akses pasar secara digital.
Melalui penerapan ketiga pilar tersebut, BCA berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan,
memperkuat ekosistem usaha, serta mendorong kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) [FS5, FS6, FS7] [FN-CB-240a.1]
Bank BCA memberikan penyaluran langsung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Nasabah maupun Non-Nasabah BCA
yang memenuhi kriteria pembiayaan KUR. Selain melalui kantor cabang BCA, pengajuan KUR juga dapat dilakukan secara daring
melalui https://www.bca.co.id/en/bisnis/produk/pinjaman-bisnis/Kredit-Usaha-Rakyat. Program ini bertujuan meningkatkan
akses pembiayaan bagi UMKM, memperkuat permodalan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga
kerja. Sepanjang tahun 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp656,7 miliar.
Penyaluran KUR 2025 [FS6, FS7] [FN-CB-240a.1, FN-CB-240a.2]
Pembiayaan Maksimal
Jenis KUR Jumlah Debitur Komposisi (%)
(Rp miliar)
Mikro 60 4,5 0,7
Ritel 1.945 652,2 99,3
Jumlah 2.005 656,7 100
Keterangan: : Per akhir Desember 2025, BCA mencatat adanya tunggakan dari KUR senilai Rp44,3 miliar. [FN-CB-240a.2]
Penyaluran KUR Tahun 2025 berdasarkan Gender
Jenis Kelamin Jumlah Debitur Jumlah Plafon Realisasi (Rp milliar)
Laki-Laki 997 310,7
Perempuan 598 195,3
Jumlah 1.595 506,0
56 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 59
Pendampingan, Literasi Selain itu, BCA terus memperbarui pemetaan portofolio kredit
Keuangan, dan Naik Kelas berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) untuk
BCA meneguhkan komitmen mendukung pelaku UMKM mengidentifikasi aset yang rentan terhadap risiko fisik.
dengan aktif memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui
Pojok UMKM, pelatihan UMKM Go Export, pendampingan Penerapan CRMS dan Kerangka
dan penerbitan sertifikasi halal gratis, pelatihan pemasaran Kerja TCFD [FN-CB-550a.2]
digital, dan pengelolaan keuangan usaha. Seluruh kegiatan ini BCA telah mengintegrasikan manajemen risiko iklim melalui
menjadi bagian program keberlanjutan BCA untuk membantu Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) sesuai
UMKM bertransformasi dari unbankable menjadi bankable, dengan panduan OJK, yang secara fundamental selaras
dan secara bertahap naik kelas. dengan kerangka kerja Task Force on Climate-related
Financial Disclosures (TCFD), berfungsi untuk mengidentifikasi,
PENGELOLAAN RISIKO mengukur, dan mengungkapkan dampak iklim terhadap
TERKAIT IKLIM [201-2] kinerja keuangan dan risiko strategis bank. Implementasi
CRMS dan pelaporannya kepada regulator mencakup 100%
BCA senantiasa meningkatkan kemampuan dalam outstanding kredit dan pembiayaan, menunjukkan bahwa
mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengelola BCA memiliki ketahanan yang baik terhadap risiko iklim
risiko iklim secara menyeluruh. Upaya ini bertujuan untuk serta potensi penguatan strategi transisi, terutama di sektor
meminimalkan dampak negatif perubahan iklim dan prioritas nasional seperti pertambangan, energi, konstruksi,
sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul dari transisi transportasi, pertanian, dan industri pengolahan.
menuju ekonomi rendah karbon. Pendekatan ini merupakan
bagian penting dari strategi keberlanjutan jangka panjang Tata Kelola
BCA, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia BCA berkomitmen untuk mengelola dampak risiko iklim
untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. dengan pengawasan yang dipimpin oleh Direktur Perencanaan
Pelaksanaan manajemen risiko iklim diawasi oleh Direksi dan dan Keuangan (CFO) untuk memastikan integrasi risiko iklim
Dewan Komisaris melalui pelaporan berkala setidaknya dua dalam strategi bisnis dan proses pengambilan keputusan
kali dalam setahun, guna memastikan integrasi risiko iklim kredit. Direksi, sebagai penanggung jawab tertinggi, secara
dalam tata kelola perusahaan. rutin membahas strategi iklim dan dekarbonisasi minimal dua
kali setahun untuk memastikan pemahaman dan pengawasan
Identifikasi dan Analisis Dampak yang efektif, dan melaporkan capaiannya secara transparan
Risiko Perubahan Iklim [FN-CB-550a.2] melalui Laporan Keberlanjutan, Laporan Tahunan, public
BCA menerapkan Climate Risk Stress Test (CRST) untuk menilai expose, dan RUPS. Komitmen ini diperkuat melalui penetapan
ketahanan portofolio pembiayaan perusahaan terhadap risiko Key Performance Indicator (KPI) yang mencakup aspek
fisik dan transisi yang disebabkan oleh perubahan iklim, sesuai Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) serta Keuangan
dengan kerangka Network for Greening the Financial System Berkelanjutan. Pada tingkat implementasi, Subdivisi ESG
(NGFS). Analisis risiko transisi mencakup penilaian terhadap bekerja sama dengan Risk Management Division (MRK) dan
perubahan kebijakan dan regulasi iklim, perkembangan Grup Corporate Banking, Transaction, & Finance (GBKF),
teknologi rendah karbon, serta pergeseran preferensi pasar serta unit kerja terkait lainnya guna menyelaraskan kebijakan
yang dapat mempengaruhi profil risiko dan arah strategi pembiayaan dengan prinsip Keuangan Berkelanjutan.
perusahaan. Sementara itu, analisis risiko fisik berfokus pada
potensi dampak risiko dari bencana alam ekstrem, seperti Strategi
banjir dan kekeringan, yang dapat mengganggu operasional Sebagai bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan
serta meningkatkan biaya pemulihan kerusakan dan adaptasi jangka panjang, BCA mengembangkan peta jalan strategi
perusahaan. perubahan iklim yang berfungsi sebagai panduan transisi
internal menuju portofolio rendah karbon. Strategi ini secara
Berdasarkan stress test yang telah dilakukan oleh Bank spesifik mengelola risiko transisi dan risiko fisik dengan fokus
dengan parameter NZE dan makroekonomi nasional sesuai pada langkah mitigasi pada sektor prioritas yang teridentifikasi
arahan OJK, pelaksanaan risk awareness sedari dini telah memiliki konsentrasi risiko iklim, penguatan analisis skenario
meminimalisir dampak risiko perubahan iklim terhadap risiko iklim untuk menguji ketahanan model bisnis, serta penyesuaian
kredit, pasar, likuiditas, dan operasional bank hingga level proses bisnis dan pengambilan keputusan kredit sesuai
immaterial. dengan arah kebijakan OJK dan target NZE nasional. Untuk
mendukung implementasi dan pemantauan, seluruh strategi
Untuk mengantisipasi dampak jangka panjang, BCA ini dirancang selaras dengan arah kebijakan OJK dan untuk
menjalankan langkah stategis, mencakup: [FN-CB-410a.2] mendukung pencapaian target NZE nasional.
1. peningkatan kualitas dan integrasi data risiko iklim ke
dalam sistem analisis internal; Manajemen Risiko
2. penguatan tata kelola risiko melalui unit kerja lintas fungsi; Manajemen risiko iklim BCA dilakukan melalui kerangka CRMS
3. integrasi hasil penilaian risiko iklim dalam proses untuk mengidentifikasi dan menilai risiko fisik maupun
pengambilan keputusan pembiayaan; transisi berdasarkan data aktual Desember 2024. Proses ini
4. pengembangan produk dan layanan yang mendukung menggunakan metodologi NGFS dan model internal yang
transisi energi bersih dan keuangan hijau.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 57
Page 60
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
memanfaatkan beragam input data seperti data historis, parameter NZE, dan data IRBI, dengan cakrawala waktu analisis
skenario yang diperluas hingga jangka pendek (2025-2027), menengah (2030-2040), dan panjang (2050-2060).
Implementasi CRMS menjadi landasan untuk menilai dampak perubahan iklim terhadap risiko utama bank yaitu kredit, pasar,
likuiditas, dan operasional. Proses ini memungkinkan BCA untuk memahami potensi gangguan pada nilai agunan dan kualitas
kredit debitur, hingga risiko teknologi dari investasi infrastruktur TI berkelanjutan. Dengan demikian, stress test ini merupakan
langkah fundamental dalam membangun kerangka kerja yang mengintegrasikan risiko iklim ke dalam pengambilan keputusan
risiko di seluruh organisasi.
Selain mengelola risiko, proses analisis skenario yang sama juga digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan
peluang terkait iklim. Pemahaman terhadap skenario transisi memungkinkan BCA untuk menangkap potensi pertumbuhan pasar
baru, terutama dalam pembiayaan berkelanjutan seperti proyek energi terbarukan, efisiensi energi, dan infrastruktur hijau.
Metrik dan Target
Untuk memastikan pendekatan yang terfokus, manajemen risiko iklim BCA diprioritaskan pada sektor-sektor dengan intensitas
emisi dan risiko transisi yang signifikan. Sesuai dengan panduan yang ditetapkan oleh OJK, BCA telah mengidentifikasi enam
sektor prioritas emisi tinggi yaitu:
1. Pertambangan dan Penggalian;
2. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin;
3. Konstruksi;
4. Pengangkutan dan Pergudangan;
5. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta
6. Industri Pengolahan (diutamakan subsektor industri logam, industri kertas, industri kimia, dan industri tekstil).
Hasil implementasi CRMS menunjukkan emisi GRK terkonsentrasi di sektor-sektor prioritas, sehingga menjadi dasar bagi
BCA dalam proses penyusunan target jangka menengah untuk pengurangan emisi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas.
Target ini bertujuan untuk mendukung komitmen dekarbonisasi nasional dan mengelola profil risiko portofolio dalam jangka
panjang. Untuk mendukung efektivitas kebijakan ini, BCA secara berkelanjutan melakukan peningkatan kapasitas data,
menyempurnakan metodologi perhitungan emisi sesuai GHG Protocol, dan mengadakan pelatihan internal. Langkah-langkah
ini memastikan konsistensi antara hasil stress test dan praktik manajemen risiko yang diterapkan.
Ringkasan Hasil Identifikasi dan Analisis Dampak Risiko Perubahan Iklim terhadap Aset BCA
Jenis Risiko Pemicu Dampak pada BCA Jangka Waktu
Kredit Risiko fisik dan • Kualitas kredit NPL tetap terjaga <5% Pendek (2025-2027), menengah
transisi • CAR tetap terjaga pada level >20% (2030-2040), dan panjang
(2050-2060).
Pasar Risiko fisik dan • Memengaruhi unrealized profit/loss
transisi • Perubahan portofolio Fair Value Through Profit or
Loss (FVTPL), bobot risiko perhitungan credit spread
risk, dan default risk charge
Likuiditas Risiko transisi • Penurunan High Quality Liquid Asset (HQLA)
• Peningkatan Net Charge-off Rate (NCO)
Risiko fisik • High Quality Liquid Asset (HQLA) pada level yang
tetap
• Peningkatan Net Charge-off Rate (NCO)
Operasional Risiko transisi Potensi peningkatan biaya investasi pada:
• Infrastruktur dan bangunan
• Pengembangan infrastruktur IT
• Kegiatan CSR
• Capacity building berwawasan LST
Risiko fisik • Potensi biaya atas kerusakan/penurunan nilai aset
• Implikasi pada terganggunya/terhentinya aktivitas/
layanan operasional bank
BCA telah melakukan identifikasi dan analisa potensi dampak risiko perubahan iklim terhadap bisnis, portofolio pembiayaan,
dan operasional perbankan. Sejalan dengan agenda penerapan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) 1 dan 2 yang
akan efektif di tahun 2027, BCA menekankan pentingnya integrasi risiko iklim dalam tata kelola dan strategi perusahaan,
mencakup aspek keuangan, operasional, serta keberlanjutan jangka panjang.
58 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 61
Salah satu fokus utama adalah risiko transisi, khususnya pada aspek teknologi dan infrastruktur. Transformasi teknologi yang
berkelanjutan dapat menimbulkan dampak operasional dan peningkatan biaya investasi, terutama untuk pengembangan
infrastruktur TI hijau dan efisien energi. Meski demikian, investasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan
digital, mendukung efisiensi operasional, serta memastikan keselarasan dengan prinsip LST.
Dalam menghadapi dinamika perubahan kebijakan dan ekspektasi pelaporan keberlanjutan, BCA mengambil langkah
proaktif dengan meningkatkan kualitas data dan sistem pelaporan secara tahunan, guna memastikan kesiapan dalam
pemenuhan pengungkapan yang selaras dengan Standar Pengungkapan Keberlanjutan 2 (SPK 2), selaras dengan IFRS 2 terkait
standar pelaporan iklim. Upaya ini tidak hanya berfokus pada mitigasi potensi kerugian finansial, tetapi juga mendukung
agenda pembangunan rendah karbon dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nasional.
Implikasi Finansial terhadap Risiko dan Peluang Perubahan Iklim [201-2]
BCA menyadari bahwa perubahan iklim membawa risiko dan peluang yang signifikan terhadap stabilitas keuangan serta
arah bisnis perusahaan. Pada tingkat operasional, BCA secara proaktif menjalankan berbagai inisiatif seperti efisiensi energi,
digitalisasi layanan, dan pengelolaan sumber daya guna mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional. Dalam
kegiatan bisnisnya, BCA berperan aktif mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui ekspansi portofolio green
dan sustainable financing, serta penerapan prinsip kehati-hatian pada sektor berisiko tinggi. Dari sisi risiko keuangan, BCA
menilai bahwa pembiayaan yang tidak memperhatikan aspek LST berpotensi meningkatkan Non-Performing Loan (NPL)
dan menurunkan nilai aset debitur, terutama pada sektor intensif karbon yang menghadapi tekanan regulasi dan reputasi.
Sebaliknya, pembiayaan yang memperhatikan prinsip keberlanjutan justru membuka peluang bisnis baru, termasuk akses
terhadap pendanaan hijau global dan instrumen keuangan berkelanjutan yang potensial memperkuat Capital Adequacy Ratio
(CAR) serta meningkatkan preferensi investor terhadap bank.
PENGELOLAAN RISIKO LST Integrasi Risiko LST pada Aktivitas Pembiayaan
PADA AKTIVITAS PEMBIAYAAN
[2-23, FS1, FS2, FS3] [FN-CB-410A.2]
Tahap 1: Penilaian & Analisis Risiko
Pendekatan Umum dan Kebijakan
BCA menerapkan pengelolaan risiko Lingkungan, Sosial, 1 2
dan Tata Kelola (LST) secara komprehensif ke dalam seluruh
Pra seleksi & Uji Analisis Kredit &
aktivitas pembiayaan sebagai bagian dari komitmen Tuntas Awal Risiko LST
perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah menuju
ekonomi rendah karbon. Prinsip ini diwujudkan melalui
penerapan serangkaian kebijakan fundamental, termasuk
Kebijakan Lingkungan BCA, Kebijakan HAM BCA, Pedoman Tahap 2: Keputusan & Tata Kelola Kredit
Tata Kelola Keberlanjutan, dan Kebijakan Pembiayaan Sektoral.
3 4
Kebijakan sektoral ini secara spesifik mencakup sektor
Tinjauan Hukum &
berisiko LST tinggi seperti kelapa sawit, tambang batu bara, Rapat Komite Kredit
Kepatuhan
industri kayu dan hasil hutan, pembangunan jalan tol, industri
semen dan baja dasar, serta minyak dan gas. Sebagai langkah
5 6
strategis, BCA saat ini juga sedang menyusun kebijakan
pembiayaan untuk sektor kelistrikan guna memperkuat
Persetujuan Kredit Dokumentasi Kredit
penerapan aspek keberlanjutan.
Pengelolaan risiko LST dilakukan secara sistematis melalui
Risk Management Division (MRK), diawali dari identifikasi, Tahap 3: Eksekusi & Pemantauan
pengukuran, pemantauan, hingga pelaporan risiko kepada Berkelanjutan
Direksi dan Dewan Komisaris. Proses ini merupakan bagian
integral dari sistem manajemen risiko bank yang memastikan 7 8
setiap pengambilan keputusan kredit telah memperhatikan Pemantauan Kredit
prinsip keberlanjutan. Sebagai wujud akuntabilitas, BCA juga Pencairan Kredit
Berkelanjutan
melaporkan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
secara tahunan kepada regulator.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 59
Page 62
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Penilaian dan Analisis Risiko [FN-CB-410a.2, FN-CB-550a.2]
Proses penilaian dan analisis merupakan gerbang utama di mana kelayakan kredit dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan
dievaluasi secara simultan dan tidak terpisahkan. Pada tahap ini, BCA melakukan identifikasi dan evaluasi risiko secara
komprehensif, baik dari aspek finansial maupun non-finansial, termasuk Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST), dengan
tujuan untuk memastikan bahwa hanya calon debitur yang memenuhi standar kelayakan dan prinsip keberlanjutan BCA yang
dapat lanjut ke tahap berikutnya.
1. Praseleksi & Uji Tuntas Awal
Penerapan prinsip LST diintegrasikan ke dalam proses praseleksi dan uji tuntas yang ketat. Tim Marketing secara proaktif
memastikan bahwa calon debitur memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan, termasuk dengan penerapan prinsip Know
Your Customer (KYC) dan analisa Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT). Dengan proses
penyaringan berlapis, BCA tidak hanya memverifikasi identitas dan legalitas calon debitur, tetapi juga memahami sifat
dan risiko dari kegiatan usahanya, termasuk memastikan kegiatan usaha tersebut tidak masuk dalam daftar exclusion
list. Hal ini memastikan bahwa BCA memberikan kredit hanya kepada individu dan perusahaan yang memiliki bisnis yang
sehat, serta tata kelola yang layak.
Alur penilaian kelayakan risiko LST dalam tahap praseleksi
Lolos Lolos
Screening Screening Kriteria
Analisis Kredit
Exclusion List Umum LST
Terpenuhi
Tidak Lolos Corrective
Actions
Tidak Terpenuhi
Tidak Lolos
Ditolak
2. Analisis Kredit dan Risiko LST c. Verifikasi Kepatuhan dan Standar Sektoral
Setelah melewati tahap praseleksi, proposal kredit Melakukan verifikasi kepatuhan wajib seperti AMDAL,
selanjutnya dianalisa secara mendalam oleh Analis Kredit. UKL-UPL, dan PROPER, serta mempertimbangkan
Tahap ini merupakan inti dari proses engagement yang sertifikasi keberlanjutan sektoral (misalnya RSPO, FSC,
terstruktur, di mana prinsip LST diintegrasikan ke dalam ISCC) untuk menilai kinerja lingkungan debitur.
proses penilaian kredit untuk membuka ruang dialog d. Klasifikasi Keberlanjutan
mengenai risiko dan peluang keberlanjutan. Seluruh proses Mengklasifikasikan kegiatan usaha debitur menggunakan
analisis ini berlandaskan pada Kebijakan Dasar Perkreditan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia
Bank (KDPB), di mana analisis risiko LST menjadi komponen (TKBI), Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB),
integral yang turut menentukan kelayakan dan kualitas yang juga menjadi dasar untuk identifikasi dan pelaporan
kredit seorang debitur atau calon debitur. pembiayaan berkelanjutan.
Integrasi analisa risiko LST diwujudkan melalui penerapan Keputusan dan Tata Kelola Kredit
serangkaian instrumen penilaian seperti berikut: Sebagai wujud implementasi prinsip kehati-hatian dan tata
a. Penerapan Kerangka Internal kelola yang terintegrasi, proposal pembiayaan yang sudah
Menggunakan Pedoman Environment Social Risk melalui proses praseleksi dan analisis akan memasuki tahap
Management (ESRM) dan instrumen Environmental & reviu, di mana setiap persetujuan kredit diputuskan secara
Social Risk Assessment (ESRA) untuk mengukur risiko objektif dan kolektif, serta diikat melalui dokumentasi hukum
LST secara terstruktur. yang kuat untuk memastikan akuntabilitasnya.
b. Analisis Risiko Fisik pada Agunan
BCA secara proaktif mempertimbangkan risiko fisik 3. Tinjauan Hukum dan Kepatuhan
akibat perubahan iklim. Salah satu implementasinya Sebelum dibawa ke forum pengambilan keputusan,
adalah melalui analisis kerawanan agunan terhadap proposal kredit terlebih dahulu melalui proses tinjauan
bencana seperti banjir yang tertuang pada Berita Acara oleh Unit Kepatuhan dan Unit Legal. Tahap ini berfungsi
Penilaian (BAP) agunan. sebagai mekanisme checks and balances yang krusial,
memastikan bahwa forum pengambilan keputusan, seperti
60 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 63
Komite Kredit, menerima usulan yang tidak hanya layak Eksekusi dan Pemantauan Berkelanjutan
secara bisnis dan risiko, tetapi juga telah terverifikasi Tahap akhir alur pemberian kredit berfungsi untuk memastikan
kepatuhannya terhadap seluruh peraturan yang berlaku. implementasi keputusan kredit berjalan secara tepat. Selain
Dengan demikian, proses ini tidak hanya memitigasi itu, tahap ini juga mencakup pengawasan berkelanjutan
risiko hukum pada tingkat transaksi, tetapi juga menjaga terhadap kinerja dan komitmen debitur, sejalan dengan wujud
integritas dan reputasi institusi secara keseluruhan. tanggung jawab BCA pasca-pembiayaan dalam menjaga
kualitas portofolio dan menciptakan dampak positif yang
4. Rapat Komite Kredit berkelanjutan.
Sebagai bagian dari mekanisme eskalasi risiko,
pengambilan keputusan untuk proposal pembiayaan 7. Pencairan Kredit
dengan skala atau profil risiko yang kompleks, termasuk Proses pencairan kredit dilaksanakan oleh Cabang
di dalamnya risiko LST yang signifikan, akan dibawa Pelaksana dan Unit Operasi terkait. Pencairan dana
ke forum pengambilan keputusan kolektif, yaitu Rapat hanya dapat dilakukan setelah seluruh persyaratan dalam
Komite Kredit. Forum ini melibatkan perwakilan dari Unit perjanjian kredit, termasuk pemenuhan syarat-syarat
Bisnis, Credit Risk Analysis Group, serta Unit Kerja dan awal, telah diverifikasi dan dipenuhi. Tahap ini menjadi
pimpinan terkait lainnya, di mana seluruh wawasan dan gerbang eksekusi akhir yang memastikan seluruh landasan
hasil analisis, termasuk temuan risiko LST, menjadi dasar hukum dan administratif telah lengkap sebelum dilakukan
diskusi untuk evaluasi yang holistik, guna memastikan pencairan kredit kepada debitur.
adanya keseimbangan antara pertimbangan aspek bisnis
dan mitigasi risiko. 8. Pemantauan Kredit Berkelanjutan
Setelah pembiayaan berjalan, BCA melakukan pemantauan
5. Persetujuan Kredit secara konsisten, aktif, dan berkelanjutan. Proses ini
Persetujuan akhir atas proposal kredit diberikan oleh merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan Unit Bisnis,
pejabat pemutus sesuai dengan kewenangan yang telah Analis Kredit, Risk Management Division (MRK), dan Divisi
ditetapkan secara internal. Untuk pembiayaan dengan Audit Internal. Pemantauan tidak hanya terbatas pada
skala atau profil risiko yang tinggi, mekanisme eskalasi kinerja finansial dan kualitas kredit, tetapi juga mencakup
hingga tingkat Direksi diterapkan sebagai bagian dari dialog berkelanjutan mengenai pemenuhan komitmen LST
kerangka kerja tata kelola risiko BCA, guna memastikan yang telah disepakati, termasuk diskusi untuk membantu
pengawasan dan akuntabilitas yang berlapis. debitur menyusun rencana transisi jika diperlukan.
Tujuannya adalah untuk mendeteksi potensi risiko secara
6. Dokumentasi Kredit dini dan menetapkan langkah-langkah antisipatif yang
Melalui kolaborasi Cabang Pelaksana dan Unit Bisnis, diperlukan, guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan
seluruh hasil keputusan, syarat, dan ketentuan, termasuk secara keseluruhan.
komitmen terkait aspek LST yang mungkin disyaratkan,
dituangkan ke dalam perjanjian kredit yang mengikat
secara hukum. Tahap dokumentasi ini menjadi landasan
hukum yang memastikan seluruh kesepakatan dapat
ditegakkan selama periode pembiayaan.
KEBIJAKAN KREDIT DAN MITIGASI RISIKO LST PADA PORTOFOLIO BERKELANJUTAN
Sebagai landasan dari proses pembiayaan yang bertanggung jawab, BCA menerapkan kerangka kebijakan dan mitigasi risiko
LST yang berlapis dan komprehensif. Kerangka ini dibangun untuk memastikan bahwa setiap keputusan pembiayaan selaras
dengan komitmen keberlanjutan perusahaan dan peraturan yang berlaku.
Exclusion List [FN-CB-550a.2]
Kerangka mitigasi risiko LST BCA dimulai dengan penetapan batasan yang jelas dan tidak dapat ditawar. Exclusion List
merupakan wujud komitmen paling mendasar BCA untuk tidak terlibat dalam pembiayaan kepada aktivitas usaha yang dinilai
memiliki dampak negatif yang tidak dapat diterima lingkungan dan masyarakat, atau yang bertentangan dengan prinsip-
prinsip etika dan tata kelola yang baik, seperti:
1. Pembalakan Liar & Kehutanan Tidak Lestari
2. Pelanggaran HAM, Kerja Paksa, & Eksploitasi Anak
3. Perdagangan Senjata Ilegal
4. Produksi & Perdagangan Narkotika Ilegal
5. Perusakan Situs Warisan Dunia & Kawasan Lindung
6. Pelanggaran Hak Masyarakat Adat/Lokal
7. Perdagangan Satwa Liar Ilegal
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 61
Page 64
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Kerangka Mitigasi Umum dan Strategi
Guna memastikan setiap aktivitas pembiayaan selaras dengan komitmen keberlanjutan perusahaan, BCA menerapkan prinsip
kehati-hatian dalam pemberian kredit sesuai Manual Ketentuan Perkreditan Bank dan Kebijakan Dasar Perkreditan Bank
(KDPB). Mitigasi risiko LST dilakukan dengan mengacu pada Panduan Implementasi Integrasi LST bagi Bank, serta ketentuan
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Secara operasional, penerapan prinsip-prinsip tersebut pada tingkat transaksi mencakup kriteria-kriteria mitigasi sebagai
berikut:
Lingkungan Sosial
• Memperhatikan upaya yang dilakukan • Menerapkan kebijakan ketenagakerjaan, paling tidak memiliki
debitur dalam rangka memelihara Peraturan Perusahaan (PP) dan/atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
lingkungan hidup melalui dokumen Analisis • Tidak mempekerjakan anak di bawah umur.
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), • Tidak ada kerja paksa.
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-
UPL), serta hasil penilaian Program Penilaian
Peringkat Kinerja Perusahaan dalam
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER)
yang dikeluarkan oleh Kementerian Tata Kelola
Lingkungan Hidup. • Menerapkan konsep Three Lines of Defense dalam sistem pengelolaan
• Mewajibkan penyerahan dokumen AMDAL risiko, guna memastikan adanya lapisan pengawasan yang efektif dari
bagi debitur berskala besar dan/atau unit bisnis, manajemen risiko, hingga audit internal.
berisiko tinggi. • Melakukan penilaian terhadap kualitas tata kelola debitur, yang
• Meminta informasi tindak lanjut debitur mencakup pertimbangan terhadap komposisi dan pengalaman Direksi.
jika hasil penilaian PROPER tidak memenuhi • Mensyaratkan dan memantau penyerahan Laporan Keuangan Audited
ketentuan lingkungan hidup dan memantau bagi debitur sesuai ketentuan regulator sebagai dasar analisis finansial.
hasil PROPER berikutnya. Untuk perusahaan publik, BCA juga mempertimbangkan laporan
• Memantau komitmen dan rencana mitigasi keberlanjutan yang diterbitkan sebagai bukti transparansi dan kinerja
risiko debitur terhadap perubahan iklim, LST debitur.
kerusakan hutan, dan keanekaragaman • Menerapkan sistem peringkat risiko debitur melalui Internal Credit
hayati yang signifikan melalui laporan Risk Rating/Scoring yang terdiri atas sebelas kategori peringkat risiko
perbaikan berkala. mulai dari RR1 sampai dengan RR10, dan yang paling buruk (loss).
Kebijakan LST untuk Kredit Sektor Prioritas [FN-CB-410a.2]
Melengkapi kerangka mitigasi umum, BCA menerapkan kebijakan pembiayaan sektoral yang dirancang khusus untuk industri
dengan profil risiko Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) tinggi. Setiap pengajuan pembiayaan pada sektor tersebut
wajib melewati proses peninjauan awal untuk memastikan kepatuhan terhadap kriteria yang telah ditetapkan. Sektor-sektor
prioritas tersebut mencakup:
Sektor Pertambangan
1. Memiliki kelengkapan dokumen untuk Industri yang memanfaatkan dan mengelola sumber kayu, legalitas
sumber kayu, kegiatan usaha, serta dokumen izin lingkungan dan sosial yang sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku.
2. Menaati peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, dan kebijakan pemerintah yang berlaku
terhadap (calon) debitur, terutama yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja, tenaga kerja,
lingkungan hidup, dan tanggung jawab sosial yang berlaku.
3. Memiliki kebijakan dan manajemen sistem yang jelas terkait pengelolaan lingkungan.
4. Memiliki sertifikat yang terkait dengan aspek lingkungan, serta aspek kesehatan dan keselamatan kerja.
5. Mencegah dan tidak melakukan pembalakan liar dalam proses bisnisnya, serta melaksanakan pencegahan
dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
6. Mengelola dan memperbaiki kondisi lingkungan dari aktivitas industri, baik melalui rehabilitasi lahan,
penerapan praktik pengelolaan hutan lestari, maupun upaya lainnya.
7. Menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan lestari bersertifikat.
8. Melakukan upaya-upaya pengurangan dampak pencemaran lingkungan, air, udara, dan tanah dengan
mengadopsi teknik manajemen terbaik dalam pengelolaan emisi udara, air, limbah padat, material berbahaya,
dan limbah cair.
9. Menghormati HAM, hak-hak masyarakat sekitar dan/atau adat dan memastikan semua lahan yang digunakan
untuk kegiatan tidak berkonflik dan meminimalkan risiko sosial lainnya di wilayah operasi perusahaan.
10. Melakukan program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
11. Menerapkan Persetujuan Dengan Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free, Prior, and Informed
Consent (FPIC) dengan masyarakat sekitar dan/atau adat sebelum melakukan aktivitas operasional.
12. Tidak ada pembukaan lahan dengan cara pembakaran (no clearance by burning).
62 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 65
Sektor Agrikultur
1. Memiliki kelengkapan dokumen terkait readiness criteria, dokumen legal atas lahan yang digunakan untuk
usaha, serta dokumen izin lingkungan dan sosial yang terkait, seperti Izin Prinsip, Izin Lokasi, Izin Usaha
Perkebunan (IUP), izin Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan (UPL-UKL) sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
2. Menaati peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, dan kebijakan pemerintah yang berlaku
terhadap (calon) debitur, terutama yang terkait dengan hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan hidup,
dan tanggung jawab sosial yang berlaku.
3. Menyelesaikan proses pengurusan sertifikat tanah (Hak Guna Usaha/Hak Guna Bangunan) atas lahan yang
belum bersertifikat.
4. Memperoleh sertifikasi (ISPO/RSPO/sertifikasi lainnya yang sejenis) sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Mengadopsi prinsip No-Deforestation, No-Peat, No-Exploitation (NDPE) serta Free, Prior, and Informed
Consent (FPIC).
6. Memperhatikan nilai konservasi tinggi (High Conservation Value / HCV) dan stok karbon tinggi (High Carbon
Stock / HCS) dalam kegiatan penanaman baru.
7. Memiliki Standar Prosedur Operasional (SPO) Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Lahan.
8. Menerapkan praktik terbaik pengelolaan lahan gambut dan tata air, ekonomi sirkular, penggunaan energi
rendah karbon, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
9. Menjalin relasi yang baik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal, salah satunya melalui
pemberdayaan sosial dan ekonomi yang efektif dan efisien.
Sektor Keanekaragaman Hayati
1. Memiliki kelengkapan dokumen yang diwajibkan sesuai dengan industrinya, menurut perundang-undangan
yang berlaku.
2. Menaati peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, dan kebijakan pemerintah yang berlaku
terhadap (calon) debitur, terutama yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja, tenaga kerja,
lingkungan hidup, dan tanggung jawab sosial yang berlaku.
3. Memiliki kebijakan dan manajemen sistem yang jelas terkait pengelolaan lingkungan.
4. Memiliki sertifikasi yang terkait aspek lingkungan, serta aspek kesehatan dan keselamatan kerja.
5. Memiliki jalur dan proses pengaduan yang jelas dan transparan terkait dengan aspek LST.
6. Melakukan program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
7. Melakukan upaya-upaya pengurangan dampak pencemaran lingkungan, air, udara, dan tanah sesuai dengan
ketentuan perundangan-perundangan yang berlaku.
8. Mengelola dan memperbaiki kondisi lingkungan dari dampak aktivitas bisnis perusahaan, antara lain melalui
konservasi keanekaragaman hayati atau rehabilitasi lahan maupun upaya lainnya.
9. Menerapkan praktik pemanfaatan dan pengelolaan dengan meminimalkan risiko aspek kesehatan dan
keselamatan kerja, meminimalkan dan mengendalikan dampak kerusakan lingkungan serta menghormati
dan melindungi hak-hak masyarakat sekitar dan/atau adat dan pekerja.
Sektor Minyak & Gas
1. Memiliki seluruh dokumen yang dipersyaratkan oleh peraturan sektor minyak dan gas, sesuai jenis pembiayaan
dan kegiatan usaha.
2. Mematuhi ketentuan perundang-undangan terkait lingkungan, K3, ketenagakerjaan, dan tanggung jawab
sosial perusahaan.
3. Menyampaikan hasil penilaian PROPER dan menindaklanjuti jika hasilnya tidak memenuhi ketentuan, apabila
diwajibkan mengikuti PROPER.
4. Untuk kegiatan eksplorasi/produksi migas non-konvensional dan LNG, wajib mematuhi regulasi ESDM serta
aturan relevan lainnya.
5. Memiliki kebijakan, sertifikasi, atau sistem manajemen lingkungan yang memadai.
6. Mengelola operasi dengan langkah-langkah perlindungan dan pengendalian lingkungan.
7. Melakukan upaya pengurangan dampak pencemaran dan emisi sesuai ketentuan yang berlaku.
8. Mengembangkan kualitas aspek lingkungan sesuai Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.
9. Menghormati HAM dan meminimalkan risiko sosial di wilayah operasi.
10. Memenuhi hak pekerja, termasuk penerapan K3 sesuai regulasi.
11. Mengurangi risiko sosial sesuai kriteria Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.
12. Menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
13. Meminimalkan potensi risiko LST akibat ketidakpatuhan.
14. Melakukan evaluasi dampak LST untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran regulasi.
15. Memiliki sarana pengaduan LST yang transparan dan dapat diakses seluruh pemangku kepentingan.
Keterangan:
Informasi lengkap atas kebijakan BCA terkait LST dan keberlanjutan dapat diakses pada https://bca.id/policies
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 63
Page 66
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
KERANGKA KEUANGAN BERKELANJUTAN [FN-CB-410A.2]
Pada tahun 2025, BCA menyusun Kerangka Keuangan Berkelanjutan (SFF/Sustainable Finance Framework) sebagai langkah
strategis dalam memperkuat komitmen perusahaan terhadap perbankan bertanggung jawab. Kerangka ini berfungsi sebagai
landasan utama untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta untuk mengarahkan seluruh aktivitas keuangan BCA
agar mendukung prioritas pembangunan nasional dan selaras dengan praktik terbaik internasional.
Prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan BCA terintegrasi ke dalam visi, misi, dan pilar keberlanjutan perusahaan. Melalui SFF,
BCA menyediakan berbagai instrumen keuangan yang dirancang untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang
terkait tantangan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST), serta mendukung tujuan keberlanjutan Bank. Instrumen-instrumen
ini disusun selaras dengan beragam peraturan dan standar yang berlaku, antara lain:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017
2. Green Loan Principles (Loan Market Association/LMA)
3. Social Loan Principles (LMA)
4. Sustainability Linked-loan Principles (LMA)
Dengan menawarkan beragam opsi pembiayaan, BCA dapat melayani berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor
institusional, korporasi, dan komunitas lokal, guna memaksimalkan dampak pembiayaan berkelanjutan di lanskap pembangunan
Indonesia. Rangkaian instrumen ini juga memberikan fleksibilitas bagi BCA untuk mengalokasikan sumber daya secara efektif
ke proyek-proyek yang memberikan manfaat lingkungan dan sosial yang terukur.
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
Komitmen BCA dalam mewujudkan perbankan berkelanjutan bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh
pemangku kepentingan, termasuk dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui
strategi yang mengintegrasikan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) secara fundamental ke dalam kerangka kerja
tata kelola, manajemen risiko, hingga pengembangan produk dan layanan. Secara proaktif, Bank terus menyempurnakan
kebijakan, memperkuat kapasitas internal, dan berinovasi untuk menjawab tantangan transisi menuju ekonomi rendah
karbon. Pendalaman implementasi yang semakin terstruktur ini menghasilkan berbagai dampak positif yang terukur, sekaligus
memunculkan dinamika dan tantangan baru yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Inovasi Produk & Penguatan Tata Kelola & Peningkatan Ketahanan &
Pemberdayaan Pasar Manajemen Risiko Kapasitas Operasional
• Mengarahkan pembiayaan ke UMKM dan • Implementasi kebijakan sektoral • Implementasi CRMS meningkatkan
sektor hijau mendorong pertumbuhan mendorong debitur untuk memitigasi kemampuan Bank dalam mengukur
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. dan beradaptasi terdahap risiko LST. risiko iklim dan menyusun strategi
POSITIF
• Mengembangkan produk dan layanan • Peningkatan transparansi pelaporan adaptasi perusahaan.
inklusif memperluas akses keuangan dan penguatan tata kelola LST • Investasi pada teknologi keamanan siber
bagi masyarakat. meningkatkan akuntabilitas dan memperkuat ketahanan operasional.
kepercayaan pemangku kepentingan.
• Kesenjangan pemahaman dan urgensi • Keterbatasan ketersediaan dan • Kebutuhan investasi yang signifikan
LST di antara pemangku kepentingan kualitas data LST dari debitur menjadi untuk transisi dan adaptasi LST
dapat menghambat implementasi yang kendala dalam analisis risiko dan berpotensi memengaruhi alokasi
konsisten dan merata. pelaporan yang akurat. sumber daya jangka pendek.
NEGATIF
• Meningkatnya ekspektasi publik dan • Dinamika regulasi dan standar
kompleksitas isu LST menciptakan risiko keberlanjutan yang terus berkembang
reputasi terkait greenwashing yang perlu menuntut adaptasi sistem dan sumber
dikelola. daya secara konstan.
64 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 67
Etika dan Integritas dalam Pelayanan Perbankan
Lembaga keuangan memiliki peran penting dalam menjaga BCA senantiasa mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di
stabilitas dan keberlanjutan perekonomian di setiap negara. Indonesia dan tidak menerima sanksi ataupun denda terkait
Sejalan dengan hal tersebut, BCA berkomitmen menjadi pelanggaran atas praktik operasi yang adil.
institusi perbankan yang bertanggung jawab dalam
menyediakan produk dan layanan keuangan bagi seluruh RANTAI PASOK YANG
lapisan masyarakat. Dalam menjalankan operasionalnya, BERTANGGUNG JAWAB
BCA menegakkan prinsip tata kelola bank yang beretika,
transparan, akuntabel, dan berkelanjutan untuk penciptaan BCA menjalin hubungan bisnis yang transparan, berintegritas,
nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. dan saling mendukung dengan seluruh mitra dan pemasok.
Hubungan ini tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi
PRAKTIK OPERASI YANG ADIL [2-27][FS15] juga pada kolaborasi untuk membangun rantai pasok yang
bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Penerapan praktik operasi yang beretika merupakan bagian
integral dari tanggung jawab sosial perusahaan di BCA. Nilai- Sebagai wujud komitmen tersebut, BCA mengembangkan
nilai ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mencakup Good Procurement Practices Guideline (GPPG) sebagai
penerapan kode etik perbankan, pelaksanaan operasi yang pedoman bagi pemasok dan mitra dalam menjalankan
adil, serta komitmen untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik kegiatan usaha yang patuh hukum, etis, dan berwawasan
atau memengaruhi kebijakan pemerintah. BCA juga berupaya keberlanjutan. Panduan ini mencakup prinsip kepatuhan
memperkuat tata kelola yang baik, termasuk kepatuhan terhadap regulasi pada aspek etika bisnis (termasuk
terhadap kewajiban perpajakan, penghormatan terhadap antikorupsi, pengendalian gratifikasi, anti pencucian uang,
hak kekayaan intelektual, serta melakukan persaingan yang dan perlindungan data), ketenagakerjaan (termasuk larangan
sehat dan terbebas dari praktik monopoli. Selain itu, BCA pekerja anak, pekerja paksa, dan bentuk modern slavery),
secara konsisten menerapkan tata kelola yang baik melalui penerapan standar keselamatan dan kesehatan pekerja,
prinsip antikorupsi, anti-fraud, dan pengendalian gratifikasi, serta komitmen untuk terbebas dari seluruh praktik yang
sekaligus menjamin keberlanjutan rantai nilai dengan merusak lingkungan.
memperhatikan aspek keamanan data, HAM, dan lingkungan.
Untuk memastikan penerapan praktik operasional yang adil Sebagai bentuk penerapan atas panduan tersebut,
tersebut, BCA menetapkan tanggung jawab pengawasan seluruh mitra wajib menandatangani Pakta Integritas yang
dan implementasi kebijakan pada beberapa unit kerja utama, menegaskan kepatuhan terhadap standar dan regulasi
seperti: keberlanjutan, seperti prinsip antikorupsi dan pengendalian
1. Compliance Division yang berperan memastikan gratifikasi, penolakan pekerja anak dan pekerja paksa,
kepatuhan terhadap ketentuan regulator dan peraturan serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di
perundangundangan yang berlaku, termasuk yang lingkungan kerja. BCA juga memastikan adanya ketentuan
terkait dengan antikorupsi, pengendalian gratifikasi, dan antikorupsi dan pengendalian gratifikasi serta perlindungan
pencucian uang; dan keamanan informasi yang diatur secara tegas dalam
2. Anti-Fraud Bureau yang melakukan pemantauan seluruh perjanjian kerja sama (PKS) bersama mitra. Secara
pelaksanaan dan pengembangan penerapan strategi khusus, untuk pekerjaan dengan risiko yang teridentifikasi, PKS
anti-fraud secara bankwide, yang meliputi pencegahan, standar juga mewajibkan pemenuhan kriteria K3 yang relevan.
deteksi, investigasi, pelaporan, sanksi, pemantauan,
evaluasi, dan tindak lanjut; BCA secara aktif memberdayakan mitra dan pemasok untuk
3. Integrated Corporate Governance Bureau yang meningkatkan praktik keberlanjutan mereka. Pada tahun
mendukung penerapan prinsip Good Corporate 2025, BCA mengadakan sesi sosialisasi bersama mitra yang
Governance (GCG) secara terintegrasi; menghadirkan tenaga ahli untuk berbagi wawasan mengenai
4. Human Capital Management dan Learning & Development manfaat serta langkah praktis dalam membangun bisnis
Division yang turut mendukung internalisasi kebijakan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi BCA dan mitra
etika dan perlindungan hak asasi manusia. untuk memperkuat pemahaman serta meningkatkan kapasitas
dalam menerapkan prinsip ESG secara nyata. Selain kegiatan
Komitmen BCA terhadap praktik operasi yang adil dituangkan tersebut, BCA juga menjalin komunikasi serta hubungan baik
dalam berbagai kebijakan dan pedoman yang dipublikasikan dengan vendor aktif melalui agenda vendor gathering yang
secara terbuka, antara lain Kode Etik BCA, Pedoman diadakan secara rutin setiap dua tahun. Kegiatan ini menjadi
Tata Kelola Perusahaan ( Good Corporate Governance ), forum untuk membangun sinergi, memperkuat komitmen
Kebijakan Anti-Fraud dan Antikorupsi, serta Kebijakan bersama, serta memberikan apresiasi atas kinerja mitra.
Keberlanjutan, yang dapat diakses melalui situs resmi BCA di:
https://bca.id/GCG-policy. Sepanjang periode pelaporan,
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 65
Page 68
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan, BCA juga melakukan evaluasi dan kunjungan lapangan secara berkala untuk
menilai kesesuaian praktik mitra terhadap standar yang berlaku. Misalnya, terhadap vendor penyedia jasa kebersihan dan
keamanan, evaluasi dilakukan setiap dua tahun untuk memastikan kepatuhan terhadap aspek ketenagakerjaan, K3, serta
etika kerja.
Proporsi Keterlibatan Pemasok Berdasarkan Jumlah Badan Usaha
Jumlah Pemasok/Mitra Kerja
Jenis Pemasok/Mitra Kerja
2025 2024 2023
Lokal 2.537 3.916 3.852
Luar Negeri 13 35 35
Total 2.550 3.951 3.887
Proporsi Keterlibatan Pemasok berdasarkan Nilai Pengadaan
Nilai Pengadaan Barang (Rp miliar) Nilai Pengadaan Jasa (Rp miliar)
Jenis Pemasok/Mitra Kerja
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Lokal 2.657 2.587 4.129 1.468 902 1.742
Luar Negeri 395 148 72 24 52 48
Total 3.052 2.735 4.201 1.492 954 1.790
Dalam rantai pasoknya, BCA mengutamakan keterlibatan secara etis dan bertanggung jawab. Informasi lengkap
mitra lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. mengenai kebijakan-kebijakan ini dapat diakses melalui laman
Pada tahun 2025, BCA bekerja sama dengan 2.537 mitra kerja resmi BCA (https://bca.id/GCG-policy). Selain itu, penegakan
lokal, dengan nilai pengadaan mencapai 90,8% dari total antikorupsi, pengendalian gratifikasi, dan anti-fraud juga
pengadaan barang dan jasa. diterapkan dalam rantai pasok BCA. Mitra kerja BCA wajib
menandatangani pernyataan kepatuhan yang menunjukkan
TRANSPARANSI DAN pemenuhan prinsip etis mereka untuk tidak melakukan
KREDIBILITAS PELAPORAN korupsi, gratifikasi, dan fraud. Pengaturan hukum terkait ini
juga ditegaskan secara tertulis dalam seluruh perjanjian kerja
Sepanjang tahun 2025, BCA memperkuat tata kelola sama antara BCA dan mitra kerja.
komunikasi keberlanjutan guna memastikan keakuratan
informasi dan mencegah potensi green washing. Setiap Penerapan Antikorupsi dan
bentuk komunikasi publik, baik terkait solusi perbankan, kinerja Pengendalian Gratifikasi [205-1, 205-2]
keberlanjutan, maupun klaim lingkungan dan sosial, telah BCA secara konsisten memperkuat budaya antikorupsi dan
melalui proses peninjauan dan persetujuan dari divisi terkait pengendalian gratifikasi di seluruh lini organisasi melalui
sebelum dipublikasikan. Seluruh laporan disusun berdasarkan penerapan kebijakan dan mekanisme yang terintegrasi.
prinsip transparansi, akuntabilitas, keandalan data, serta Komitmen ini diwujudkan melalui Kode Etik Perusahaan yang
diverifikasi oleh pihak independen untuk menjaga kredibilitas menjadi landasan bagi seluruh pekerja BCA dalam menjaga
informasi yang disampaikan kepada pemangku kepentingan. hubungan profesional dengan nasabah, debitur, pemasok,
dan mitra kerja. Untuk memastikan interaksi bisnis bebas dari
ANTIKORUPSI, PENGENDALIAN konflik kepentingan dan praktik tidak etis, seluruh anggota
GRATIFIKASI, DAN ANTI-FRAUD Dewan Komisaris, Direksi, dan pekerja diwajibkan mengisi
Pernyataan Tahunan (Annual Disclosure) untuk melaporkan
BCA menegakkan budaya integritas dan kepercayaan potensi benturan kepentingan. Nilai-nilai integritas
dengan menolak segala bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, diinternalisasikan secara berkelanjutan melalui berbagai
dan kecurangan. Penerapan kebijakan antikorupsi dan program, seperti pelatihan e-learning wajib, sosialisasi, dan
pengendalian gratifikasi mengacu pada Surat Keputusan publikasi melalui kanal komunikasi internal.
Direksi No. 269/SK/DIR/2021 tanggal 31 Desember 2021 serta
Surat Edaran No. 336/SE/POL/2022 tanggal 15 September Sebagai penegasan komitmen terhadap independensi, BCA
2022, sedangkan kebijakan strategi anti-fraud didasarkan tidak terlibat dalam kegiatan politik, termasuk pemberian dana,
pada Surat Keputusan Direksi No. 009/SK/DIR/2025 tanggal kontribusi, maupun donasi yang dapat berpotensi mengarah
20 Januari 2025. Ketiga kebijakan tersebut menjadi pedoman pada praktik pencucian uang, suap, atau kolusi. Kebijakan ini
bagi seluruh insan BCA dalam menjalankan aktivitas bisnis ditegaskan dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan sebagai
66 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 69
bagian dari komitmen BCA untuk menjalankan operasional serta penerapan audit berbasis risiko. Komitmen terhadap
secara transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi. praktik bisnis yang bersih juga tercermin dalam Perjanjian
Kerja Bersama (PKB), khususnya Pasal 60 yang mengatur sanksi
Sebagai bagian dari pengendalian integritas, BCA telah atas pelanggaran terhadap Pasal 56 (Tata Tertib Kerja) dan
menunjuk Compliance Division sebagai Unit Pengendali Pasal 59 (Larangan), termasuk larangan korupsi, gratifikasi,
Gratifikasi (UPG) yang bertanggung jawab merumuskan dan segala bentuk fraud. Sistem sanksi diterapkan secara
kebijakan, melakukan sosialisasi kepada seluruh pekerja dan berjenjang, mulai dari Surat Peringatan I-III, atau demosi,
pemangku kepentingan, serta mengelola laporan gratifikasi hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi pelanggaran
secara terpusat. UPG melaporkan pelaksanaan pengendalian berulang.
gratifikasi secara komprehensif kepada Direksi sekurang-
kurangnya satu kali setahun. Laporan ini menjadi dasar bagi Seluruh proses penegakan disiplin dilaksanakan secara
Direksi untuk memantau efektivitas kebijakan, mengevaluasi transparan sesuai prosedur yang berlaku. Melalui kebijakan ini,
risiko, dan memastikan akuntabilitas pelaksanaan BCA menegaskan prinsip zero tolerance terhadap korupsi dan
pengendalian gratifikasi. Sebagai implementasinya, BCA fraud, sekaligus memperkuat budaya kerja yang berintegritas,
menyediakan kanal pelaporan internal yang mudah diakses etis, dan bertanggung jawab.
oleh pekerja serta Whistleblowing System (WBS) untuk
melaporkan dugaan pelanggaran yang lebih luas, termasuk Pengelolaan Insiden dan Tindak
korupsi dan kecurangan. Lanjut [205-3][FN-CB-510a.1]
Sepanjang tahun 2025, BCA mencatat sebanyak 93
Penegakan Anti-Fraud [205-1, 205-2] kasus fraud internal dengan potensi kerugian senilai Rp10,92
Kebijakan Anti - Fraud diterapkan secara menyeluruh, miliar, serta fraud eksternal dengan potensi kerugian mencapai
mencakup aspek pencegahan, deteksi, investigasi, dan tindak Rp81,14 miliar. Per Desember 2025, seluruh kasus (100%)
lanjut, meliputi: telah ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur penegakan
1. Presiden Direktur menandatangani Deklarasi Anti-Fraud disiplin, termasuk pemberian sanksi PHK maupun tindakan
dan diketahui oleh seluruh jajaran organisasi BCA. administratif lainnya sebagaimana diatur dalam PKB. Seluruh
2. Seluruh jajaran Direksi, Dewan Komisaris, dan pekerja insiden telah diselesaikan secara tepat dan tidak terdapat
wajib menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk kasus fraud atau korupsi yang berdampak signifikan terhadap
komitmen pribadi terhadap etika kerja. keberlangsungan operasional maupun reputasi perusahaan.
3. Pengawasan dilakukan oleh Anti-Fraud Bureau yang
bertugas memantau implementasi kebijakan dan Saluran Pengaduan
strategi anti-fraud di lingkungan perbankan. Biro ini juga Pelanggaran [FN-CB-510a.2]
mengawasi efektivitas kegiatan pencegahan, deteksi, BCA menerapkan sistem pengaduan pelanggaran atau
investigasi, pelaporan, evaluasi, dan tindak lanjut terkait Whistleblowing System (WBS) sebagai mekanisme pelaporan
kasus fraud. atas dugaan pelanggaran etika, praktik korupsi, kecurangan,
4. Audit kepatuhan dilaksanakan setidaknya setiap tiga tahun maupun pelanggaran kode etik lainnya. Pelaporan dapat
sekali secara internal oleh Divisi Audit Internal dan secara dilakukan melalui situs resmi BCA dengan menyertakan
eksternal oleh pihak independen, termasuk aspek APU, informasi sesuai prinsip 4W1H (What, Who, When, Where,
PPT, dan PPPSPM. dan How). Seluruh laporan diterima dan diverifikasi oleh
pengelola WBS, dengan jaminan penuh atas kerahasiaan
BCA secara berkelanjutan memperkuat tata kelola dan identitas pelapor. Pelapor juga dilindungi dari tindakan
sistem pengendalian untuk mencegah serta menanggulangi balas dendam atau perlakuan tidak menguntungkan lainnya,
praktik kecurangan (fraud). Upaya mitigasi dilakukan melalui sehingga memastikan rasa aman dan kepercayaan dalam
peningkatan sistem keamanan informasi, pengawasan digital, proses pelaporan.
Penyelesaian Laporan Pengaduan Pelanggaran [205-3]
Tahun Status Jumlah Keterangan Laporan Pelanggaran yang Selesai
Dalam proses (open) 1
Terbukti (5), tidak terbukti (4), data tidak lengkap (26),
2025
informasi (13), keluhan nasabah (7)
Sudah selesai (closed) 55
Dalam proses (open) 0
Terbukti (9), tidak terbukti (7), data tidak lengkap (26),
2024
informasi (9), keluhan nasabah (8)
Sudah selesai (closed) 59
Dalam proses (open) 0
Terbukti (6), tidak terbukti (4), data tidak lengkap (25),
2023
informasi/keluhan nasabah (20)
Sudah selesai (closed) 55
Keterangan:
Informasi lengkap terkait WBS terdapat dalam Laporan Tahunan dan Laporan Whistleblowing pada https://bca.id/whistleblowing
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 67
Page 70
P e r b a n k a n B e r k e l a n j u t a n
Penggolongan Laporan WBS yang Terbukti
Pelanggaran terhadap Kode Etik 2025
Korupsi atau Penyuapan 0
Harassment 0
Data Privasi Nasabah 1
Benturan Kepentingan 0
Pencucian Uang atau Insider Trading 0
Lain-lain 4
Program Sosialisasi dan Edukasi
Untuk memperkuat kesadaran dan pemahaman seluruh pekerja, BCA secara rutin menyelenggarakan sosialisasi serta pelatihan
terkait penerapan kode etik BCA, khususnya terkait antikorupsi, pengendalian gratifikasi, anti-fraud, serta mekanisme
pelaporan pelanggarannya melalui WBS. Beberapa contoh program pengembangan kapasitas yang disediakan bagi seluruh
pekerja meliputi:
1. E-learning & Video Pembelajaran Kode Etik Bankir
2. E-learning Anti-Fraud Awareness
3. E-learning Kebijakan Antikorupsi & Pengendalian Gratifikasi
4. E-learning Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pemberantasan Proliferasi Senjata Pemusnahan
Massal (APU, PPT, & PPPSPM)
Pada tahun 2025, sebanyak 34.772 pekerja, termasuk peserta magang Bakti BCA, telah mengikuti pelatihan-pelatihan
tersebut. Selain itu, edukasi juga dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi internal sehingga seluruh pekerja mendapatkan
pemahaman yang sama terhadap kode etik, termasuk Kebijakan Anti-Fraud.
Data Pelatihan Kode Etik
Pelatihan Kode Etik Bankir 2025 2024 2023
e-Learning 339 691 1.767
Keterangan:
Pelatihan diberikan kepada seluruh pekerja yang belum menerima pelatihan Kode Etik sebelumnya.
Data Pelatihan Antikorupsi dan Anti-Fraud [205-2]
Pelatihan Antikorupsi dan Anti-Fraud 2025 2024 2023
e-Learning 34.772 35.299 35.172
In Class Training - - 3.446
Keterangan:
Mulai tahun 2024, pelatihan sepenuhnya dilaksanakan melalui e-learning.
68 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 71
02
03
Budaya
Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 69
Page 72
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Insan BCA
Dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya manusia, BCA berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip hak asasi
manusia (HAM) dengan memastikan adanya kesetaraan, keadilan, dan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi.
Pengelolaan human capital dilakukan secara adil dan terintegrasi mulai dari proses rekrutmen, pengembangan
talenta, perencanaan karier, hingga persiapan masa purna tugas, agar setiap pekerja dapat berkontribusi secara optimal
terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang BCA. Seluruh pekerja BCA merupakan warga negara Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keberagaman, BCA tidak memarginalkan pekerjanya berdasarkan suku, etnis,
atau golongan tertentu. Selain itu, BCA turut berpartisipasi dalam penyerapan tenaga kerja berstatus Pekerja Tetap dan
Pekerja Tidak Tetap yang seluruhnya dilaporkan kepada instansi ketenagakerjaan.
PROFIL PEKERJA [2-7]
Jumlah Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Status Ketenagakerjaan [2-7]
2025 2024 2023
Status Pekerja
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Tetap (termasuk percobaan) 9.596 15.185 9.627 15.220 9.397 14.975
Tidak tetap (Kontrak) 513 715 495 748 597 773
Trainee 185 241 190 252 565 608
Jumlah berdasarkan gender 10.294 16.141 10.312 16.220 10.559 16.356
Jumlah keseluruhan 26.435 26.532 26.915
Keterangan:
Data 2024 dan 2023 disajikan kembali.
Jumlah Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Jenjang Jabatan [2-7]
2025 2024 2023
Jenjang Jabatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Dewan Komisaris 5 0 5 0 5 0
Direktur 10 2 10 2 10 2
Senior Manager 116 94 115 97 108 94
Middle Manager 942 1.002 926 963 925 934
Line Manager 4.155 7.304 4.053 7.067 3.905 6.742
Staf 4.790 7.291 4.828 7.563 5.124 8.070
Nonstaf 276 448 375 528 482 514
Jumlah berdasarkan gender 10.294 16.141 10.312 16.220 10.559 16.356
Jumlah keseluruhan 26.435 26.532 26.915
70 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 73
Komposisi Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Masa Kerja [2-7]
2025 2024 2023
Masa Kerja
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
> 20 tahun 2.115 3.721 2.517 4.223 2.932 4.730
> 15–20 tahun 348 484 327 448 297 403
> 10–15 tahun 1.575 3.197 1.163 2.190 815 1.446
> 5–10 tahun 1.872 2.920 1.981 3.698 1.986 4.008
> 1–5 tahun 3.475 4.568 3.593 4.592 2.493 3.335
≤ 1 tahun 909 1.251 731 1.069 2.036 2.434
Jumlah berdasarkan gender 10.294 16.141 10.312 16.220 10.559 16.356
Jumlah keseluruhan 26.435 26.532 26.915
Komposisi Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Wilayah Kerja [2-7]
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jabodetabek 6.543 8.568 6.445 8.606 6.277 8.399
Jawa Barat (selain Jabodetabek) 675 1.278 710 1.320 1.117 1.723
Jawa Tengah & DIY 548 1.205 560 1.199 569 1.204
Jawa Timur 1.107 2.105 1.129 2.127 1.122 2.106
Sumatra 701 1.453 738 1.441 734 1.402
Kalimantan 266 534 264 531 247 513
Indonesia Timur 454 998 466 996 493 1.009
Jumlah berdasarkan gender 10.294 16.141 10.312 16.220 10.559 16.356
Jumlah keseluruhan 26.435 26.532 26.915
Komposisi Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Jenjang Pendidikan [2-7]
2025 2024 2023
Jenjang Pendidikan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
S3 10 3 9 4 10 4
S2 675 667 622 634 589 576
S1 8.685 13.736 8.568 13.572 8.585 13.531
Diploma (D1–D4) 199 680 242 773 309 861
SMA (jenjang lebih rendah) 725 1.055 871 1.237 1.066 1.384
Jumlah berdasarkan gender 10.294 16.141 10.312 16.220 10.559 16.356
Jumlah keseluruhan 26.435 26.532 26.915
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 71
Page 74
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Komposisi Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Rentang Usia [2-7]
2025 2024 2023
Rentang Usia
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
≤ 25 Tahun 1.524 1.940 2.001 2.376 2.315 2.663
> 25–30 Tahun 3.311 4.426 2.632 3.862 2.371 3.602
> 30–35 Tahun 1.795 3.452 1.810 3.620 1.835 3.730
> 35–40 Tahun 1.154 2.085 998 1.692 819 1.270
> 40–45 Tahun 399 590 345 554 349 650
> 45–50 Tahun 620 1.345 858 1.703 1.023 2.010
> 50 Tahun 1.491 2.303 1.668 2.413 1.847 2.431
Jumlah berdasarkan gender 10.294 16.141 10.312 16.220 10.559 16.356
Jumlah keseluruhan 26.435 26.532 26.915
Pekerja Lain di Luar Pekerja Tetap [2-8] mengenai pengembangan keterampilan, kesiapan memasuki
Di 2025, terdapat 1.228 pekerja nontetap (4,65% dari total dunia kerja, serta wawasan karier di industri perbankan.
pekerja tetap) di BCA untuk mendukung berbagai fungsi BCA juga mengadakan BCA Special Hiring yang ditujukan
operasional. Selain itu, terdapat pula 18.359 tenaga alih bagi mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan pencari
daya untuk kebutuhan operasional termasuk administrasi, kerja yang ingin mengenal proses seleksi BCA secara lebih
keamanan, kebersihan, dan penjualan. komprehensif. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh
informasi karier sekaligus memulai proses rekrutmen BCA
REKRUTMEN YANG ADIL [401-1] secara langsung. Di samping itu, sebagai bentuk dukungan
terhadap kreativitas dan kemampuan analitis mahasiswa, BCA
Dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan menggelar BCA Business Case Competition yang memberikan
berintegritas, BCA menerapkan strategi pengelolaan talenta kesempatan bagi peserta dari semester 1–8 untuk mengajukan
yang komprehensif, mencakup seluruh siklus kerja mulai dari solusi atas tantangan bisnis yang diberikan. Kompetisi ini
proses rekrutmen hingga masa purna tugas. Proses akuisisi menjadi salah satu sarana BCA dalam menjaring talenta muda
talenta dilakukan melalui berbagai program pengembangan dengan kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan berorientasi
yang dirancang untuk menyiapkan calon pekerja sejak jenjang solusi.
awal hingga menjadi pemimpin yang selaras dengan nilai-nilai
dan budaya BCA. Setiap proses rekrutmen dilakukan secara BCA juga menjalankan beragam program percepatan karier,
transparan, tanpa diskriminasi, adil, berbasis kompetensi, seperti Management Development Program (MDP) dan
dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan serta inklusivitas. Wealth Management Program (WMP), yang dirancang untuk
Sepanjang tahun 2025, BCA merekrut 971 laki-laki dan 1.359 mempersiapkan lulusan baru menjadi calon pemimpin dan
perempuan melalui proses seleksi yang adil dan bebas profesional di BCA. Selain itu, BCA juga memiliki program
diskriminasi dengan mengeluarkan rata-rata biaya perekrutan Relationship Officer (RO) untuk membentuk lulusan baru
sebesar Rp2.768.768 per pekerja. menjadi profesional di bidang penjualan dan pemasaran,
serta jalur IT Engineer dibuka bagi talenta teknologi yang
Akuisisi Talenta ingin berkontribusi dalam pengembangan layanan digital dan
Guna memastikan regenerasi sumber daya manusia yang inovasi perbankan BCA.
unggul, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai serta budaya
perusahaan, BCA menjalankan strategi akuisisi talenta yang Lebih lanjut, BCA menjalankan program Magang Bakti BCA
komprehensif untuk menjaring talenta muda dari beragam yang membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK hingga
latar belakang melalui berbagai inisiatif pengenalan karier, Sarjana untuk memperoleh pengalaman kerja operasional
rekrutmen, dan pembinaan. melalui pemagangan di BCA. Terdapat pula program Beasiswa
PPBP dan PPTI yang mendukung lulusan SMA/SMK berprestasi
Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan dengan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan membangun
generasi muda, BCA menyelenggarakan BCA Sapa Karir, kompetensi teknis yang relevan, serta BCA Internship
program seminar dan webinar yang memberikan pembekalan Program yang berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa
aktif untuk mengenal dunia kerja profesional dan memperkuat
keterampilan praktis sebelum memasuki dunia industri.
72 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 75
Pekerja dan Manajemen Baru Berdasarkan Gender dan Jabatan [401-1]
2025 2024 2023
Jenjang Jabatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Dewan Komisaris 0 0 0 0 0 0
Direktur 0 0 0 0 0 0
Senior Manager 0 2 5 2 3 5
Middle Manager 3 4 4 2 11 5
Line Manager 12 6 9 9 34 19
Staf 865 1.111 649 853 2.106 2.368
Nonstaf 91 236 138 298 142 257
Jumlah berdasarkan gender 971 1.359 805 1.164 2.296 2.654
Jumlah keseluruhan 2.330 1.969 4.950
Pekerja dan Manajemen Baru Berdasarkan Gender dan Rentang Usia [401-1]
2025 2024 2023
Rentang Usia
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
< 30 Tahun 891 1.196 682 921 2.150 2.467
30–50 Tahun 77 154 116 232 135 175
> 50 Tahun 3 9 7 11 11 12
Jumlah berdasarkan gender 971 1.359 805 1.164 2.296 2.654
Jumlah keseluruhan 2.330 1.969 4.950
Pekerja dan Manajemen Baru Berdasarkan Gender dan Wilayah Penempatan [401-1]
2025 2024 2023
Wilayah Penempatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jabodetabek 627 730 497 685 1.323 1.245
Jawa Barat (selain Jabodetabek) 208 281 217 283 667 735
Jawa Tengah & DIY 21 78 15 47 69 119
Jawa Timur 58 126 33 57 101 203
Sumatra 20 60 16 42 59 167
Kalimantan 14 24 12 19 23 59
Indonesia Timur 23 60 15 31 54 126
Jumlah berdasarkan gender 971 1.359 805 1.164 2.296 2.654
Jumlah keseluruhan 2.330 1.969 4.950
Sepanjang 2025, BCA juga membuka rekrutmen pada beberapa posisi di tingkatan tertentu yang diperuntukan bagi pekerja
(internal hires) sebanyak 80,82% dari total rekrutmen.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 73
Page 76
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Perputaran Pekerja
BCA menjaga retensi pekerja melalui manajemen ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan. Upaya ini meliputi
pemberian remunerasi kompetitif, bonus kinerja, pelatihan rutin, pengembangan karier, penyediaan fasilitas kerja yang
aman, dan saluran pengaduan SDM.
Tingkat Perputaran Pekerja [401-1] Tingkat Perputaran Pekerja Sukarela
2025 2024 2023 2025 2024 2023
3,4% 3,4% 3,6% 2,8% 2,6% 2,8%
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 860 pekerja tetap yang meninggalkan perusahan karena pengunduran diri, pensiun dini, dan
meninggal dunia. Dengan mempertimbangkan pekerja yang masuk dan keluar, tingkat perputaran BCA tercatat sebesar 3,4%.
Pekerja dan Manajemen Keluar Berdasarkan Gender dan Jabatan [401-1]
2025 2024 2023
Jenjang Jabatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Dewan Komisaris 0 0 0 0 0 0
Direktur 0 0 0 0 0 0
Senior Manager 0 1 1 1 1 1
Middle Manager 8 17 15 13 10 13
Line Manager 103 211 122 171 97 219
Staf 202 309 238 291 206 306
Nonstaf 9 0 4 1 15 0
Jumlah berdasarkan gender 322 538 380 477 329 539
Jumlah keseluruhan 860 857 868
Keterangan:
Data 2024 disajikan kembali.
Pekerja dan Manajemen Keluar Berdasarkan Gender dan Rentang Usia [401-1]
2025 2024 2023
Rentang Usia
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
< 30 Tahun 195 263 213 225 174 243
30–50 Tahun 68 166 91 140 80 198
> 50 Tahun 59 109 76 112 75 98
Jumlah berdasarkan gender 322 538 380 477 329 539
Jumlah keseluruhan 860 857 868
Keterangan:
Data 2024 disajikan kembali.
74 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 77
Pekerja dan Manajemen Keluar Berdasarkan Gender dan Wilayah Penempatan [401-1]
2025 2024 2023
Wilayah Penempatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jabodetabek 196 302 232 270 206 312
Jawa Barat (selain Jabodetabek) 42 74 82 76 62 84
Jawa Tengah & DIY 13 24 10 28 12 16
Jawa Timur 22 65 23 37 24 41
Sumatra 27 34 16 36 9 24
Kalimantan 12 14 6 11 5 9
Indonesia Timur 10 25 11 19 11 53
Jumlah berdasarkan gender 322 538 380 477 329 539
Jumlah keseluruhan 860 857 868
Keterangan:
Data 2024 disajikan kembali.
EVALUASI DAN PENILAIAN KINERJA [404-3]
KPI – Tahapan Penghargaan Kinerja
Keterangan
1 Penetapan KPI Direktorat
1
2 Penetapan KPI Divisi
6 2
3 Penetapan KPI Individu
4 Pelaksanaan Performance Management
• Planning
KPI – Performance – Reward Cycle • Competency Assessment
• Coaching 1
• Coaching 2
5 3 • Annual Review
5 Usulan Kenaikan Pangkat Berkala
4
6 Usulan Kenaikan Gaji dan Bonus via
Enterprise Compensation Management
(ECM)
BCA secara konsisten melaksanakan evaluasi dan penilaian kinerja bagi seluruh pekerja, baik secara individu maupun tim.
Evaluasi semi-tahunan dilaksanakan setiap semester melalui mekanisme coaching yang dilakukan secara dialog dua arah antara
pekerja dan atasan mengenai pencapaian atas sasaran kinerja, identifikasi hambatan, dan perencanaan pengembangan.
Proses ini dilengkapi dengan pendekatan percakapan yang fleksibel, memungkinkan evaluasi yang lebih sering dan informal
untuk menangani perubahan dinamis dalam pengembangan dan penyesuaian kinerja sepanjang tahun. Penilaian tahunan
pemenuhan KPI dan penerapan nilai individu maupun tim dilakukan menggunakan dua metode utama, yaitu performance
appraisal (PA) dan performance management (PM), yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan tingkat jabatan. Proses
penilaian dimulai dari self-assessment, dilanjutkan dengan evaluasi oleh atasan langsung (Penilai 1) dan verifikasi oleh satu
tingkat di atasnya (Penilai 2). Pendekatan berlapis ini memastikan objektivitas serta mengurangi potensi bias dalam proses
penilaian.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 75
Page 78
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Dalam siklus penilaian kinerja, BCA tidak hanya memastikan pencapaian sasaran bisnis dengan berdiskusi mengenai kendala
yang dihadapi dan bagaimana menyelesaikannya, tetapi juga memastikan pengembangan kompetensi dari seluruh pekerja.
Hasil evaluasi menjadi dasar bagi penyesuaian remunerasi, pemberian bonus, dan pengembangan karier. Sepanjang tahun 2025,
100% pekerja yang memenuhi kriteria telah mengikuti proses penilaian kinerja secara menyeluruh.
Pekerja yang Mendapatkan Promosi berdasarkan Gender dan Wilayah Kerja
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Kantor Pusat 726 673 641 659 605 612
Kantor Cabang & Wilayah 527 1.193 437 1.053 476 1.129
Jumlah berdasarkan gender 1.253 1.866 1.078 1.712 1.081 1.741
Jumlah keseluruhan 3.119 2.790 2.822
PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN BUDAYA KERJA ADAPTIF [404-1, 404-2]
BCA secara berkelanjutan mengembangkan talenta di bawah koordinasi Divisi Learning and Development untuk membentuk
SDM yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan. Program pengembangan SDM mencakup beasiswa,
pelatihan, dan pendidikan yang dievaluasi menggunakan Model Kirkpatrick dan dilaporkan secara berkala kepada Direktur
Sumber Daya Manusia.
BCA menerapkan ekosistem pembelajaran yang komprehensif dan adaptif, menggabungkan metode digital (e-learning,
gamification, microlearning) dengan pendekatan interaktif seperti coaching dan sistem pendampingan (buddy system).
Untuk mendorong kolaborasi dan pembelajaran lintas fungsi, BCA juga menyelenggarakan kompetisi seperti KAIZEN & BCA
Innovation Championship yang membuka peluang bagi karyawan untuk membentuk tim dan mengajukan ide inovasi yang
meningkatkan kualitas, efisiensi, dan layanan di BCA. Kurikulum pelatihan dirancang secara dinamis untuk menjawab kebutuhan
bisnis dan tren pasar, mencakup penguatan hard skill (seperti artificial intelligence, layanan digital, analisis data, dan keuangan
berkelanjutan) serta soft skill (seperti kepemimpinan, komunikasi, dan strategic thinking) yang berlaku untuk seluruh pekerja.
BCA juga mendukung berbagai program sertifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kompetensi pekerja sesuai
standar yang berlaku di masing-masing bidang. Beberapa di antaranya meliputi:
Jenis Sertifikasi Tujuan Sertifikasi Peserta
Sertifikasi • Untuk pemenuhan kewajiban kompetensi SDM di bidang Direksi, Komisaris, Pejabat Eksekutif, dan
Manajemen Risiko manajemen risiko bank sesuai standar kompetensi yang tertuang Pejabat Non-Eksekutif yang mengambil
dalam SEOJK No 28/SEOJK.03/2022 tentang pelaksanaan dan melaksanakan keputusan atas risiko
Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pejabat Bank. antara lain perkreditan/pembiayaan,
• Untuk mendukung peningkatan kompetensi kerja di bidang tresuri, teknologi informasi, dan
manajemen risiko. keuangan.
Sistem • Untuk pemenuhan kewajiban kompetensi SDM di bidang sistem Direksi, Pejabat Eksekutif, dan Pejabat
Pembayaran pembayaran sesuai PBI No 5 Tahun 2024 tentang Standardisasi Non-Eksekutif yang melaksanakan
Kompetensi di Bidang Sistem Pembayaran. kegiatan Sistem Pembayaran.
• Untuk mendukung peningkatan kompetensi kerja di bidang sistem
Pembayaran.
Sertifikasi Untuk pemenuhan kewajiban kompetensi bagi treasury dealer sesuai Direksi, Pejabat Eksekutif (PE), Pejabat
Treasury dengan PBI No 6 Tahun 2024 tentang Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing. dua tingkat di bawah Direksi yang tidak
termasuk PE, serta Pekerja lainnya yang
melaksanakan aktivitas Tresuri.
Sertifikasi Audit Pengakuan atas pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi auditor Auditor internal yang memenuhi
internal dalam melaksanakan tanggung jawab profesional pada setiap persyaratan dan rekomendasi untuk
proses audit intern, yang mengacu kepada standar global (seperti mendapatkan sertifikasi.
Certified Internal Auditor/CIA dan Certified Information Systems
Auditor/CISA) dan nasional (Sertifikasi Audit Intern Bank - BNSP).
Sertifikasi Tenaga Untuk memastikan kompetensi bagi pelaku aktivitas pemasaran produk Seluruh Pekerja yang melaksanakan
Pemasar (WPPE) pasar modal, seperti reksadana dan obligasi. aktivitas pemasaran produk investasi.
76 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 79
Jenis Sertifikasi Tujuan Sertifikasi Peserta
Sertifikasi Untuk memvalidasi dan memastikan kompetensi dalam menerapkan Seluruh Pekerja yang melaksanakan
Perhitungan Emisi standar Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF) yang telah aktivitas penghitungan dan pelaporan
Pembiayaan diakui secara global. emisi pembiayaan.
Untuk memperkokoh fondasi tata kelola dan etika, di tahun 2025, seluruh pekerja juga diwajibkan mengikuti pelatihan terkait
anti-fraud, keamanan siber, hak asasi manusia (HAM), dan APU-PPT. Efektivitas seluruh program dipastikan melalui mekanisme
pengukuran pre dan post-test untuk menjamin peningkatan kapabilitas yang mendukung keberlanjutan bisnis.
Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, BCA secara aktif menjalin
kemitraan strategis dengan berbagai pihak eksternal. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Trisakti Sustainability Center
(TSC), Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Prasetiya Mulya, serta lembaga regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dan Bursa Efek Indonesia (IDX), bertujuan untuk menghadirkan program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang
relevan dan berkualitas bagi Insan BCA. Lebih lanjut, pengembangan talenta juga diwujudkan melalui program beasiswa bagi
pekerja yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan formal jenjang Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) di institusi
mitra terkemuka, di antaranya Universitas Bina Nusantara, Universitas Prasetiya Mulya, dan Sekolah Tinggi Manajemen PPM.
Per Desember 2025, terdapat 24 pekerja yang sedang menjalani beasiswa S1 dan 122 penerima beasiswa S2.
Realisasi Pelatihan [404-1]
Uraian 2025 2024 2023
Biaya pelatihan (Rp Juta) 333.665 353.627 372.815
Jumlah peserta (orang) 62.329 74.416 59.323
Laki-laki 24.898 29.999 24.100
Perempuan 37.431 44.417 35.223
Jumlah jam pelatihan setahun 898.169 1.156.101 1.183.950
Laki-laki 367.335 503.727 504.320
Perempuan 530.834 652.374 679.630
Rerata jam pelatihan per pekerja per tahun 33,98 44,5 44,0
Laki-laki 35,7 48,8 47,8
Perempuan 32,9 40,2 41,5
Pelatihan Pekerja dan Manajemen Berdasarkan Gender dan Jabatan
2025 2024 2023
Jenjang Jabatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Dewan Komisaris 4 0 1 0 2 0
Direktur 10 2 10 2 7 2
Senior Manager 115 94 115 97 107 93
Middle Manager 2.324 3.028 2.297 2.917 2.196 2.785
Line Manager 2.768 5.270 2.680 5.109 2.628 4.886
Staf 4.773 7.277 4.821 7.551 5.117 8.062
Nonstaf 119 51 180 46 230 52
Jumlah berdasarkan gender 10.113 15.722 10.104 15.722 10.287 15.880
Jumlah keseluruhan 25.835 25.826 26.167
Katerangan:
Data pelatihan internal yang diselenggarakan oleh Divisi Learning and Development.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 77
Page 80
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Dampak Bisnis Kuantitatif dari Pengembangan Pekerja
Program/Indikator Dampak Kuantitatif
Program Kepemimpinan • Program Kepemimpinan & Pengembangan Karier BCA dirancang untuk memastikan
keberlanjutan kepemimpinan melalui pendekatan terstruktur dan grow-from-within.
Selama periode 2025, lebih dari 60 angkatan pembelajaran telah menjangkau sekitar 2.526
pekerja, dengan tingkat penyelesaian di atas 99%.
• 98,16% posisi kepemimpinan diisi secara internal.
• 1.679 proyek inovasi diinisiasi oleh peserta program.
• Skor Keterlibatan Nasabah 4,78/5,00 mencerminkan kepemimpinan yang berfokus pada layanan
prima.
Transisi Digital • Program UX & Design Thinking Menghasilkan 23 proyek untuk meningkatkan kualitas produk dan
pengalaman pelanggan bersama tim MICO BCA.
• Program Data Analytic Incubator menghasilkan 28 proyek AI/ML untuk sistem prediksi,
rekomendasi bisnis, LLM, dan efisiensi proses.
• Pelatihan Qliksense menghasilkan 22 proyek dashboard untuk mempermudah analisis,
monitoring, dan pelaporan data bisnis.
• Pelatihan Power Automate Desktop menghasilkan 226 proyek untuk mengotomatisasi pekerjaan
administratif di berbagai unit kerja
Penanaman Budaya Kerja Skor Team Engagement 4,67/5,00 (2024), di atas benchmark global (4,50).
Dampak Bisnis Menyeluruh • Tingkat Retensi: 61,4% pekerja memiliki masa kerja >5 tahun, dengan tingkat turnover menurun
dari 4,86% (2022) menjadi 3,4% (2025).
• Laba Bersih: Mencapai rekor Rp57,6 triliun, didukung oleh tenaga kerja yang berkinerja tinggi
dan tangguh.
Program Pengembangan Karier [404-2]
Untuk memperkuat keberlanjutan dalam membangun calon pemimpin, BCA menerapkan strategi dan program pengembangan
karier yang terarah dan berkelanjutan. Setiap pekerja memiliki individual development plan yang disusun sesuai dengan
potensi dan kompetensinya, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan suksesor kepemimpinan di masa depan.
Program pengembangan karier berjenjang yang telah dijalankan terdiri dari Program Pengembangan Pratama untuk calon
supervisor, Program Pengembangan Manajer Muda 1 dan 2 untuk middle management, serta Program Pengembangan
Manajer Madya untuk senior management dan Utama bagi bagi general management. Seluruh program ini difokuskan
pada peningkatan soft competencies seperti pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, peningkatan bisnis, serta
kepemimpinan dan kolaborasi agar para calon pemimpin mampu memahami gambaran besar bisnis, merespons tantangan
strategis, serta menciptakan inovasi yang mendukung pencapaian kinerja berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, 98,16% posisi kepemimpinan di BCA saat ini berasal dari internal, menunjukkan efektivitas strategi
pengembangan talenta jangka panjang yang terintegrasi dengan budaya perusahaan.
Program Kepemimpinan [404-2]
Sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya kepemimpinan yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan, BCA
menerapkan leadership culture melalui inisiatif “BCA LEADER+”, yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi No. 234/SK/
DIR/2022. Panduan ini menjadi acuan bagi seluruh pemimpin BCA dalam menumbuhkan karakter kepemimpinan yang adaptif,
kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, dengan mencakup 10 karakter utama pemimpin BCA.
Pada tahun 2025, BCA memperkuat strategi suksesi kepemimpinan melalui penyelenggaraan dua program akselerasi. BCA
Leader+ Accelerator dirancang untuk para pemimpin yang baru dipromosikan, sementara Advisory Program berfokus pada
internalisasi nilai-nilai kepemimpinan BCA LEADER+. Kedua program ini memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman
dari pemimpin yang sudah lebih berpengalaman ataupun pemimpin puncak, untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan
yang solid di BCA. Selain itu, BCA juga menyelenggarakan pelatihan BCA LEADER+ serta berbagai program pengembangan soft
competency seperti self development, change management, dan leading across generations untuk mendukung internalisasi
karakter kepemimpinan di seluruh level organisasi.
Sebagai bagian dari pengembangan pemimpin masa depan, pekerja berpotensi tinggi juga memperoleh kesempatan mengikuti
program beasiswa BCA untuk melanjutkan studi S2 di universitas ternama, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam
membangun talenta kepemimpinan yang unggul.
78 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 81
MANAJEMEN KETENAGAKERJAAN Kebijakan Batas Minimum Usia Kerja dan Tata
Waktu Kerja
BCA senantiasa menerapkan praktik ketenagakerjaan yang BCA berkomitmen untuk menjaga praktik ketenagakerjaan
bertanggung jawab pada seluruh area operasional, yang yang etis dan sesuai dengan peraturan perundang undangan.
mencakup pekerja tetap, kontrak, maupun mitra kerja. Praktik Berdasarkan PKB Pasal 7 ayat 2 huruf b, ditetapkan batas
ketenagakerjaan yang bertanggung jawab ini diwujudkan minimum usia kerja guna memastikan tidak adanya pekerja
melalui sistem remunerasi yang adil dan berbasis kinerja, anak di lingkungan BCA. Selain itu, pengaturan mengenai jam
penerapan budaya kerja yang mendukung keseimbangan kerja, waktu istirahat, dan hak cuti tahunan juga diatur secara
kehidupan dan pekerjaan, serta penegakan prinsip kesetaraan jelas untuk mencegah praktik kerja paksa dan menjaga
dan nondiskriminasi. BCA meyakini bahwa lingkungan kerja keseimbangan kehidupan kerja.
yang inklusif, sehat, dan berkeadilan merupakan pilar penting
dalam mendorong kinerja dan pertumbuhan bersama. Waktu kerja di BCA ditetapkan lima hari kerja per minggu,
dengan delapan jam kerja per hari atau maksimal 40 jam per
Kebijakan Ketenagakerjaan minggu, berlangsung dari Senin hingga Jumat, dengan jam
operasional 08.00–17.00 atau 08.30–17.30, termasuk satu
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Hubungan jam waktu istirahat. BCA memastikan tidak ada praktik kerja
Industrial [2-30] paksa atau modern slavery. Setiap pekerjaan lembur dilakukan
Sebagai bagian dari komitmen terhadap hak asasi manusia atas dasar persetujuan atasan dan mendapatkan kompensasi
dan praktik ketenagakerjaan yang adil, BCA mengatur syarat sesuai ketentuan PKB Pasal 13, 14, 19, 20, dan 21. Seluruh jam
kerja serta seluruh hak dan kewajiban antara Perusahaan lembur dicatat secara sistematis dan 100% kompensasi
dan Pekerja maupun Serikat Pekerja dalam Perjanjian Kerja lembur tahun 2025 yang sesuai kriteria telah dibayarkan setiap
Bersama (PKB). bulan bersamaan dengan pembayaran gaji.
PKB mencakup berbagai aspek ketenagakerjaan, antara lain Untuk mendukung kesejahteraan dan fleksibilitas kerja,
penilaian kinerja yang objektif dan adil, kebijakan promosi BCA menyediakan waktu kerja fleksibel bagi pekerja yang
dan pengembangan kompetensi, pengaturan waktu kerja memenuhi kriteria, serta menghadirkan BCA Touchpoint
dan cuti, kebijakan remunerasi yang setara, serta jaminan sebagai area kerja alternatif di luar kantor utama. Melalui
kebebasan berserikat. Ruang lingkup PKB berlaku bagi seluruh aplikasi BCA Touchpoint, pekerja dapat melakukan registrasi,
(100%) pekerja tetap, sedangkan hak dan kewajiban bagi pemesanan tempat, serta pengaturan hari kolaborasi dan
pekerja kontrak mengikuti ketentuan perundangundangan koordinasi tim.
yang berlaku.
Seluruh pekerja BCA juga berhak atas cuti dengan tetap
BCA menjamin kebebasan pekerja untuk berserikat, menerima upah secara penuh. Hak cuti yang disediakan
berkumpul, dan menyampaikan aspirasi secara terbuka. BCA termasuk cuti haid, melahirkan atau mendampingi istri
Terdapat tujuh serikat pekerja aktif di BCA, dengan KOMNAS melahirkan, keguguran, cuti tahunan, dan izin lainnya (seperti
SP NIBA BCA sebagai Serikat Pekerja yang memiliki anggota izin pernikahan pekerja, upacara hari raya, hari duka keluarga
dengan jumlah yang paling besar yaitu 12.782 anggota (52,27% langsung). Dalam pengambilan cuti di tahun berjalan, Pekerja
dari total pekerja tetap berdasarkan verifikasi terakhir di wajib mengambil cuti blok setidaknya lima hari kerja berturut-
2025). Serikat pekerja berperan sebagai mitra manajemen turut.
dalam perundingan PKB sekaligus wadah komunikasi antara
perusahaan dan pekerja terkait isu ketenagakerjaan. PKB Keterikatan Pekerja
disusun selaras dengan regulasi nasional dan standar BCA menyadari bahwa keterikatan antarpekerja merupakan
ketenagakerjaan internasional, serta diperbarui setiap dua salah satu faktor kunci dalam membangun lingkungan kerja
tahun. Perundingan terakhir telah dilaksanakan pada akhir yang kolaboratif, sehat, dan produktif. Komitmen BCA
tahun 2025 untuk merumuskan PKB BCA periode 2026-2028. terhadap prinsip ini diwujudkan melalui pendekatan siklis yang
terstruktur untuk mengukur, memahami, dan meningkatkan
BCA secara rutin menyelenggarakan rapat dengan perwakilan keterikatan pekerja secara sistematis. Proses ini berpusat
pekerja setidaknya dua kali dalam setahun untuk membahas pada dua inisiatif utama, yaitu Survei Team Engagement dan
masukan konstruktif mengenai budget tenaga kerja, kenaikan program lanjutannya, Team Engagement Action Action Action
gaji, pemberian insentif, serta pertemuan non rutin lainnya (TEAAA).
yang dilakukan secara formal maupun informal untuk
menjaga hubungan kemitraan yang sudah baik. Perusahaan Siklus ini dimulai dengan pengukuran keterikatan
secara sukarela memberikan bantuan finansial maupun non secara kuantitatif setiap dua tahun melalui survei team
finansial kepada Serikat Pekerja seperti peminjaman ruangan, engagement yang mencakup 25 pertanyaan terkait sense
fasilitas transportasi dan peralatan untuk keperluan dalam of belonging, kepuasan, tujuan dan motivasi kerja, serta
melaksanakan aktivitas Serikat Pekerja seperti rapat, kongres, tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan pekerja. Survei
musyawarah, dan kegiatan organisasi lainnya. terakhir dilaksanakan pada tahun 2024 dan diikuti oleh 23.449
pekerja (99% total pekerja yang memenuhi kriteria). Hasil
survei menunjukkan skor 4,67 dari 5,00, mencerminkan tingkat
keterikatan yang stabil sejak 2022.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 79
Page 82
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Hasil survei keterikatan pekerja kemudian ditransformasi menjadi aksi nyata melalui program TEAAA BCA, sebuah inisiatif yang
berfokus pada perbaikan yang berkelanjutan. Program ini memberdayakan setiap pimpinan dan masing-masing tim untuk
menganalisis hasil survei secara spesifik, mengidentifikasi prioritas, dan merancang inisiatif perbaikan yang relevan. Dengan
demikian, perbaikan tidak hanya didorong dari atas, tetapi tumbuh secara organik dari setiap unit kerja untuk memperkuat
kolaborasi dan mengatasi tantangan yang ada. Untuk memastikan dampak yang tulus, keberhasilan inisiatif dievaluasi secara
kualitatif, melampaui metrik kinerja untuk melihat perubahan nyata dalam dinamika tim.
Proses terintegrasi yang menghubungkan pengukuran kuantitatif berskala besar dengan aksi kualitatif yang terlokalisasi ini
memastikan bahwa komitmen BCA terhadap keterikatan pekerja senantiasa direalisasikan melalui perbaikan yang nyata dan
berkelanjutan di seluruh organisasi.
Kesempatan yang Setara dan Keberagaman
Kesetaraan Gender
Pada tahun 2025, komposisi pekerja BCA terdiri dari 38,9% laki-laki dan 61,1% perempuan. Dalam mengelola ketenagakerjaan,
BCA menegakkan prinsip kesetaraan dan keberagaman serta tidak menoleransi segala bentuk diskriminasi berdasarkan
gender, suku, agama, ras, atau golongan. Penerapan prinsip ini didukung oleh Kode Etik BCA, Perjanjian Kerja Bersama
(PKB), Kebijakan HAM (SK Direksi No. 214/SK/DIR/2021), dan Kebijakan Perilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (SK Direksi
No. 038/SK/DIR/2025).
BCA juga terus mendorong peran perempuan dalam kepemimpinan, baik di tingkat manajerial maupun eksekutif. Struktur
tata kelola perusahaan saat ini juga mencerminkan keberagaman dari sisi gender, usia, pendidikan, pengalaman, dan keahlian,
sebagai bentuk nyata komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan kesempatan di lingkungan kerja. Pada tahun 2025,
61,6% posisi manajerial di BCA diduduki oleh perempuan, melampaui target sebesar 35%.
Representasi Perempuan
Jabatan 2025 2024 2023
Total pegawai perempuan 61,1% 61,1% 60,8%
Pegawai perempuan di seluruh level manajemen (termasuk junior, middle, dan 61,6% 61,4% 61,1%
top management)
Pegawai perempuan di level junior management 63,7% 63,6% 63,3%
Pegawai perempuan di level top management 38,5% 39,1% 37,7%
Pegawai perempuan di level manajemen dalam revenue-generating function 64,3% 64,5% 64,2%
Pegawai perempuan di posisi yang terkait dengan Science, Technology, 25,4% 25,6% 24,9%
Engineering, and Mathematics (STEM)
Kesempatan Karier bagi Penyandang Disabilitas
Sebagai bagian dari komitmen terhadap hak asasi manusia dan prinsip keberagaman inklusif, BCA membuka kesempatan
kerja bagi penyandang disabilitas, termasuk individu dengan keterbatasan fisik. Hingga Desember 2025, BCA mempekerjakan
29 tenaga alih daya penyandang disabilitas di unit Contact Center & Digital Services (HaloBCA) yang berperan dalam
layanan pelanggan. Selain menciptakan peluang kerja yang setara, BCA juga menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet
khusus, kursi roda, dan lift ramah disabilitas untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh pekerja. Inisiatif ini
mencerminkan komitmen BCA dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan menghormati keberagaman, sekaligus
mendukung penerapan prinsip kesetaraan kesempatan kerja sesuai ketentuan perundang undangan.
Employee Wellbeing [401-2]
Kebijakan Imbal Jasa dan Remunerasi [401-2]
BCA berkomitmen untuk menerapkan kerangka remunerasi yang adil, kompetitif, dan setara sebagai pilar penting dalam
mendukung kesejahteraan pekerja dan menjaga daya saing perusahaan. BCA menetapkan imbalan dan remunerasi pekerja
berdasarkan level jabatan dan kinerja, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan tanpa membedakan gender,
suku, ras, agama, atau golongan. BCA berkomitmen untuk memastikan seluruh pekerja tetap, termasuk pekerja pada level
terendah, menerima upah yang setidaknya lebih tinggi 49,73% dibandingkan Upah Minimum Regional (UMR) DKI Jakarta dan
sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
80 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 83
BCA juga secara rutin melakukan benchmark tahunan terhadap struktur kompensasi yang ada dibandingkan dengan pasar.
Tinjauan dilakukan melalui partisipasi dalam survei gaji industri perbankan yang diselenggarakan oleh konsultan independen,
Willis Towers Watson (WTW). Partisipasi ini memberikan data dan wawasan pasar yang krusial, yang menjadi landasan strategis
untuk memastikan bahwa paket remunerasi BCA tetap kompetitif di sektor perbankan Indonesia, sekaligus menjadi tolok
ukur untuk memastikan bahwa tingkat upah yang ditawarkan telah memadai dan berada di atas standar biaya hidup (cost
of living) yang berlaku. Hasil survei tersebut, beserta faktor lainnya seperti UMR, tingkat inflasi, dan penyelarasan dengan
pengelolaan biaya tenaga kerja nasional, dijadikan pertimbangan untuk menetapkan skala gaji/upah secara tahunan yang
dinyatakan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Komponen remunerasi yang diberikan BCA mencakup gaji pokok, tunjangan, bonus tunai (baik yang diberikan berdasarkan
performa maupun bonus tambahan berdasarkan lama kerja), serta bonus dalam bentuk program kepemilikan saham BCA yang
diberikan setiap tahun untuk dicairkan setelah 3 tahun. Insentif ini dirancang untuk memperkuat motivasi serta rasa memiliki
pekerja terhadap perusahaan dalam jangka panjang.
Tunjangan Pekerja Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Komponen Remunerasi Pekerja Tetap Pekerja Kontrak Trainee
Gaji Pokok √ √ √
Tunjangan
Tunjangan Hari Raya √ √ √
Tunjangan Akhir Tahun √ - √
Tunjangan Khusus Hari Raya Keagamaan √ - √
Tunjangan Jabatan √ - -
Bantuan Lainnya √ √ √
Bonus
Bonus Kinerja (Bonus Prestasi dan Masa Kerja) √ - -
Dalam mewujudkan prinsip remunerasi yang setara untuk pekerjaan dengan nilai yang setara (equal remuneration for work of
equal value), BCA secara aktif memantau dan mengontrol potensi kesenjangan upah berbasis gender (gender pay gap). BCA
memastikan tidak adanya kesenjangan tunjangan dan gaji antara pekerja laki-laki dan perempuan (rasio 1:1). Salah satu bentuk
perwujudan dari komitmen ini adalah melalui mekanisme kenaikan gaji berkala tahunan, yang difungsikan sebagai instrumen
pemantauan proaktif. Proses ini dirancang secara sistematis untuk menjamin objektivitas, di mana penetapan besaran kenaikan
gaji bagi setiap pekerja yang memenuhi syarat didasarkan murni pada evaluasi kinerja dan kontribusi individu yang terukur,
sepenuhnya tanpa memandang gender. Dengan demikian, BCA memastikan bahwa prinsip kesetaraan remunerasi tidak
hanya menjadi sebuah kebijakan, tetapi juga praktik yang hidup dan terjaga secara konsisten di seluruh tingkatan organisasi.
Perbandingan Gaji Pekerja Perempuan dan Laki-Laki
Pekerja Tetap Pekerja Kontrak
Jenjang Jabatan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Staf 11.689.417 11.928.587 8.935.740 8.784.823
Nonstaf (nonmanajerial) 11.160.140 11.403.500 5.662.143 5.435.253
Cakupan data (% terhadap total pekerja) 48,4% 48,4% 48,4% 48,4%
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 81
Page 84
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Program Wellbeing 3. Fasilitas rekreasi yang direalisasikan dalam bentuk
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, anggaran biaya rekreasi yang dikoordinasi di masing-
BCA menjalankan program wellbeing yang berfokus pada masing unit kerja.
empat pilar utama, yaitu Career Wellbeing, Financial 4. Fasilitas layanan konseling untuk mendukung kesehatan
Wellbeing, Social Wellbeing, serta Physical & Mental mental para pekerja.
Wellbeing. Program ditujukan bagi seluruh pekerja untuk 5. Fasilitas kegiatan olahraga dan seni yang dikelola oleh
menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan mendukung Badan Koordinasi Olahraga, Seni, dan Hobi (BAKORSENI)
produktivitas secara berkelanjutan. untuk mendukung keseimbangan pola hidup sehat pekerja.
6. Menyediakan aplikasi MySaku untuk mendukung wellbeing
Pada pilar fisik dan mental, BCA menyelenggarakan berbagai pekerja melalui pengumpulan poin yang berasal dari
kegiatan seperti seminar kesehatan daring, health talk partisipasi pekerja pada kegiatan tertentu di BCA. Poin
dengan tenaga medis profesional, booth kesehatan untuk MySaku dapat ditukarkan menjadi barang/jasa yang dapat
pemeriksaan ringan, medical check-up (MCU) massal di mendukung wellbeing pekerja.
kantor, serta menyediakan layanan konseling yang dilakukan 7. Menyediakan ruang laktasi untuk memberikan kenyamanan
oleh tenaga profesional. Selain itu, terdapat program khusus bagi pekerja wanita pada masa pemberian ASI.
seperti BCA Go untuk mendukung pekerja menurunkan berat 8. Program Flexible Benefit bagi pekerja untuk dapat
badan dan posture check day guna memantau kesehatan menukarkan bagian kesehatan dari benefit yang
tulang belakang bagi pekerja yang banyak duduk.Pada disediakan oleh perusahaan dengan benefit lain yang
pilar finansial, BCA menyediakan manfaat fleksibel untuk lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pekerja.
pembelian alat kesehatan dan asuransi tambahan. Seluruh
cabang BCA mendapatkan akses terhadap program wellbeing Hak Cuti Orang Tua dan Keluarga [401-3]
ini, sementara program berbasis kegiatan dilaksanakan di BCA memberikan hak cuti orang tua sesuai ketentuan
lokasi tertentu sesuai kebutuhan. dalam PKB. Pekerja perempuan berhak atas cuti melahirkan
selama tiga bulan, serta cuti keguguran hingga satu setengah
Beberapa program wellbeing lainnya yang sudah berjalan bulan apabila mengalami keguguran dengan alasan medis.
seperti: Sementara itu, Pekerja laki-laki diberikan izin kelahiran
1. Kebijakan jam kerja fleksibel yang diterapkan untuk anak dari istri sah sebanyak tiga hari kerja, dan izin atas istri
pekerja di Kantor Pusat dari unit kerja non-operasional keguguran kandungan sebanyak empat hari kerja. Seluruh
layanan. cuti atau izin tersebut diberikan tanpa mengurangi jatah cuti
2. Bekerja dari BCA Touchpoint (lokasi kerja resmi di luar tahunan Pekerja sebagai bentuk dukungan BCA terhadap
kantor utama) yang diterapkan untuk pekerja di Kantor kesejahteraan keluarga dan keseimbangan kehidupan kerja.
Pusat dari unit kerja nonoperasional layanan nasabah. Selain itu, BCA juga menyediakan hak izin khusus selama
tiga hingga lima hari bagi pekerja untuk dapat mendampingi
keluarga inti yang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Uraian 2025 2024 2023
Pekerja yang berhak mengambil cuti melahirkan 13.582 13.975 14.347
- Perempuan 8.702 8.904 9.051
- Laki-laki 4.880 5.071 5.296
Pekerja yang mengambil cuti melahirkan 1.181 1.245 1.211
- Perempuan 856 917 882
- Laki-laki 325 328 329
Pekerja yang kembali dari cuti melahirkan 1.147 1.209 1.178
- Perempuan 828 884 853
- Laki-laki 319 325 325
Persentase pekerja yang kembali bekerja 97,12% 97,11% 97,27%
Persentase pekerja yang tetap bekerja setelah 12 bulan 96,86% 96,69% 96,43%
82 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 85
JAMINAN HARI TUA internal BCA. Penerapan RWP mencakup seluruh bentuk
hubungan kerja dan interaksi bisnis yang melibatkan BCA,
Pelatihan Masa Purna Bakti [404-2] baik antarpekerja (tetap, tidak tetap, alih daya, magang,
BCA menetapkan usia pensiun maksimal 55 tahun, dengan atau trainee), hubungan dengan nasabah, maupun dengan
berbagai program persiapan untuk membantu pekerja pihak ketiga seperti mitra kerja, vendor, dan pemasok. Setiap
menjalani masa transisi secara produktif. Pekerja berusia 50 pelanggaran yang terbukti akan dikenakan sanksi, mulai dari
tahun dapat mengikuti program Ring the Bell, sementara tindakan disipliner hingga pemutusan hubungan kerja, selaras
yang berusia 54 tahun berkesempatan mengikuti program dengan peraturan perusahaan dan perundang-undangan
Beautiful Life. Kedua program ini memberikan pelatihan yang berlaku.
mengenai kesehatan, investasi, pengelolaan keuangan, serta
keterampilan wirausaha sebagai bekal setelah pensiun. Tanggung jawab implementasi RWP dibagi sesuai struktur tata
kelola dan jenjang manajemen, agar setiap peran memiliki
Selain itu, BCA tetap menghargai kontribusi pekerja yang kewajiban yang selaras dengan lingkup tugasnya. Direksi
ingin terus berkarya dengan memberikan kesempatan BCA bertanggung jawab memastikan kebijakan ini dijalankan
kerja pascapensiun, seperti menjadi perwakilan dalam secara efektif melalui pemantauan, evaluasi, dan peninjauan
penandatanganan akad kredit, memberikan pendampingan berkala, serta melakukan penyesuaian apabila diperlukan
dan berbagi pengalaman kepada generasi penerus, atau untuk menjaga relevansi dan efektivitasnya dalam mendukung
berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran sebagai lingkungan kerja yang menghargai setiap individu.
pengajar, penguji, mentor, maupun tutor. Pensiunan di level
manajerial juga dapat berperan kembali sebagai staf ahli Sebagai langkah proaktif dalam edukasi dan pencegahan,
di bawah Dewan Komisaris sesuai kebutuhan dan kinerja pada tahun 2025 BCA telah meluncurkan program e-learning
selama masa dinas. Inisiatif ini mencerminkan komitmen BCA wajib yang diikuti oleh seluruh pekerja mengenai HAM dan
dalam memastikan keberlanjutan karier dan kesejahteraan RWP untuk memastikan seluruh pekerja memahami serta
pekerja hingga masa pensiun. menerapkan prinsip lingkungan kerja yang saling menghormati
dan senantiasa menghindari tindakan diskriminasi dan
Program Dana Pensiun [201-3] pelecehan.
BCA menyelenggarakan program Dana Pensiun bagi Pekerja,
dimana Pekerja membayar iuran sebesar 3% dan BCA Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan
membayar iuran 5% dari gaji Pekerja. Pengelolaan dilakukan Sebagai langkah preventif dan responsif terhadap isu kekerasan
oleh Dana Pensiun Bank Central Asia (Dana Pensiun). Estimasi seksual di lingkungan kerja, BCA menetapkan Surat Keputusan
nilai dana pensiun tercantum dalam Laporan Tahunan BCA. Direksi No. 076/SK/DIR/2024 tentang Pembentukan Satuan
Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di
Seluruh pekerja juga terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan Tempat Kerja. Pembentukan satuan tugas ini merupakan
untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun wujud komitmen BCA dalam menindaklanjuti Keputusan
(JP). Kontribusi iuran JHT terdiri atas 3,7% dari perusahaan Menteri Ketenagakerjaan No. 88 Tahun 2023 mengenai
dan 2% dari pekerja, sedangkan iuran JP sebesar 2% dari pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan
perusahaan dan 1% dari pekerja, sesuai ketentuan pemerintah. seksual di tempat kerja. Melalui inisiatif ini, BCA berupaya
menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, inklusif,
LINGKUNGAN KERJA YANG dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
LAYAK DAN AMAN
Keselamatan dan Kesehatan
Kebijakan Respectful Workplace Kerja (K3) [403-1, 403-7, 403-8]
BCA berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang sehat, Keselamatan dan kesehatan pekerja selalu menjadi prioritas
aman, produktif, dan saling menghormati. BCA tidak BCA, hal ini diterapkan melalui Kebijakan dan Prosedur Sistem
menoleransi segala bentuk diskriminasi, pelecehan dan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang
kekerasan, baik seksual maupun nonseksual, serta perilaku ditetapkan melalui Surat Keputusan No. 165/SK/DIR/2019
tidak etis lainnya. Sebagai langkah konkret, BCA telah tanggal 22 Oktober 2019 sebagai pedoman utama dalam
menyusun dan menjalankan Respectful Workplace Policy menjaga keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Kebijakan
(RWP) untuk memperkuat budaya kerja yang inklusif, adil, dan ini disusun dengan mengacu pada peraturan perundang-
aman di seluruh lini organisasi. undangan yang berlaku dan dapat diakses melalui portal
resmi BCA. Selain itu, perlindungan terhadap pekerja juga
Kebijakan ini disusun mengacu pada standar hak asasi manusia tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku,
(HAM), regulasi ketenagakerjaan nasional dan internasional, untuk menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam
serta berfungsi sebagai pelengkap dari Kebijakan HAM rangka meningkatkan produktivitas.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 83
Page 86
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Implementasi SMK3 diterapkan di seluruh kantor BCA dan rutin melaporkan kegiatan dan implementasi K3 setiap tiga
dikoordinasikan oleh Biro Occupational Health & Safety bulan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi
(K3) yang merupakan bagian dari Sub-Divisi Business (Disnakertransgi) DKI Jakarta.
Continuity Management di bawah Divisi Manajemen Risiko
serta berkolaborasi dengan Divisi Logistik, Human Capital Identifikasi Bahaya, Investigasi Insiden, dan
Management, dan Tim Pelaksana K3 di unit kerja Kantor Pusat Pencegahan Risiko K3 [403-2, 403-4, 403-7, 403-9]
serta Kantor Wilayah/Cabang. Seluruh pemangku kepentingan BCA menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan
di lingkungan BCA diimbau berperan aktif dalam mencegah Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mengelola risiko kecelakaan
insiden dan menjaga keselamatan kerja. Biro K3 bertanggung kerja dan gangguan kesehatan di lingkungan kerja. Melalui
jawab untuk menyusun, mengembangkan, dan memantau Biro K3, BCA melakukan identifikasi risiko keselamatan dan
pelaksanaan SMK3 di seluruh entitas BCA. Evaluasi dan kesehatan kerja yang mencakup bahaya fisik, kimia, biologi,
laporan kinerja K3 disampaikan setiap tahun kepada Direktur ergonomi, dan psikososial, yang didokumentasikan dalam
yang membawahi fungsi Manajemen Risiko, sebagai wujud Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining
pengawasan aktif untuk memastikan penerapan kebijakan Control (HIRADC) sebagai acuan dalam penetapan langkah
berjalan efektif dan berkelanjutan. pengendalian. Identifikasi risiko tersebut menjadi dasar
pelaksanaan tindakan pencegahan yang dilakukan melalui
Kebijakan ini mencakup komitmen utama perusahaan untuk: koordinasi dengan Divisi Logistik & Pengelolaan Gedung serta
1. Konsultasi dan Partisipasi Pekerja: Melibatkan pekerja dan petugas keamanan untuk memastikan fasilitas perkantoran
perwakilan manajemen secara aktif, salah satunya melalui berada dalam kondisi aman, bebas dari kerusakan teknis, dan
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) didukung oleh sarana keselamatan seperti alat pemadam api
dan Tim Tanggap Darurat. ringan (APAR). Sebagai bagian dari kesiapsiagaan darurat, BCA
2. Perencanaan dan Target: Menetapkan prioritas, secara berkala melaksanakan simulasi kebakaran dan gempa
rencana aksi, serta target kuantitatif untuk memitigasi bumi di gedung perkantoran yang didukung oleh sistem alarm
dan mengendalikan risiko kegiatan operasional seperti peringatan dini guna membantu karyawan dalam merespons
kecelakaan akibat kerja (KAK), penyakit akibat kerja (PAK), situasi darurat. Pelaksanaan upaya keselamatan dan kesehatan
dan pengendalian proses pengadaan barang dan jasa kerja tersebut dipantau sebagai bagian dari pengelolaan K3
yang mempertimbangkan unsur K3. yang berkelanjutan, termasuk melalui pemeriksaan rutin dan
3. Peningkatan Berkelanjutan: Mendorong perbaikan terus- inspeksi internal terhadap fasilitas dan peralatan keselamatan
menerus terhadap kinerja dan SMK3 melalui sertifikasi, untuk mendukung kondisi kerja yang aman.
pelatihan tim pemadam kebakaran dan P3K, sosialisasi
daring terkait awareness K3 di tempat kerja. Selain itu, Tim Tanggap Darurat dari unit kerja terkait
bertanggung jawab atas perencanaan, pelatihan, dan uji coba
prosedur tanggap darurat agar dipahami oleh seluruh pekerja,
Sertifikasi SMK3 untuk Wisma BCA Foresta termasuk tenaga alih daya. Penerapan SMK3 ini bertujuan
BCA mendapat sertifikat Emas SMK3 berdasarkan audit menciptakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan
sertifikasi SMK3 sesuai PP No.50/2012 dengan nilai
produktif, serta menekan tingkat absensi pekerja.
90,16% (predikat "Memuaskan")
BCA juga memiliki prosedur investigasi dan penanganan
Panitia Pembina K3 (P2K3) [403-4] insiden kerja yang diatur dalam Manual Prosedur SMK3. Jika
Sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan lingkungan terjadi kecelakaan, petugas K3 memberikan pertolongan
kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, BCA membentuk pertama dan memastikan korban mendapat perawatan
Tim Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) lanjutan serta bantuan proses klaim asuransi. Tim Investigasi
yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Insiden bertugas menentukan penyebab, memberikan
Provinsi setempat sesuai peraturan perundang-undangan. rekomendasi perbaikan, dan melaporkan hasilnya kepada
P2K3 berperan penting dalam membantu manajemen pimpinan unit kerja dan manajemen. Sepanjang tahun 2025,
menyusun dan mengembangkan program strategis penerapan BCA tidak mencatat adanya kecelakaan kerja yang bersifat
K3 di seluruh unit kerja BCA. Struktur organisasi, tanggung fatal.
jawab, serta mekanisme kerja tim telah diatur secara jelas
dalam Kebijakan SMK3. Keberadaan P2K3 tidak hanya Untuk pekerja di bidang ekspedisi dan kurir, BCA
memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional, tetapi juga menyediakan perlengkapan keselamatan kerja seperti
berkontribusi dalam membangun budaya kerja yang aman, helm berstandar SNI, jaket, jas hujan, dan tas kerja, serta
sehat, dan produktif di seluruh lingkungan kerja. BCA secara memberikan penggantian biaya pembuatan atau perpanjangan
SIM, sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan kerja
di lapangan.
84 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 87
Akses Fasilitas dan Konsultasi Kesehatan PENGADUAN KETENAGAKERJAAN
[403-3, 403-4, 403-6, 403-10]
BCA menyadari bahwa kesehatan pekerja berperan penting Saluran Komunikasi dan Mekanisme
dalam menjaga produktivitas dan kualitas kerja. Oleh Pengaduan Ketenagakerjaan
karena itu, perusahaan menyediakan fasilitas kesehatan BCA memiliki dua aspek penanganan isu ketenagakerjaan,
yang aman dan layak, termasuk BPJS Kesehatan, asuransi yaitu aspek mekanisme pengaduan dan saluran komunikasi.
kesehatan, layanan konseling psikologis, serta program Sesuai Pasal 75 PKB, mekanisme penyelesaian isu dan keluh
edukasi kesehatan. Seluruh fasilitas ini dikelola oleh Divisi kesah Pekerja terkait hubungan kerja, syarat-syarat kerja,
Human Capital Management (HCM) dan dapat dimanfaatkan atau kondisi ketenagakerjaan dianjurkan dimulai melalui
oleh pekerja beserta keluarganya. Layanan yang tersedia musyawarah dengan atasan langsung. Pekerja juga dapat
mencakup layanan rawat jalan, rawat inap, persalinan, berdiskusi lebih lanjut dengan tim Business Partner yang telah
perawatan gigi dan mata, pemeriksaan laboratorium, serta didedikasikan untuk masing-masing unit kerja ataupun tim
pemeriksaan kesehatan berkala seperti medical check- Hubungan Industrial melalui ruang komunikasi yang telah
up dan pap smear. disediakan manajemen.
Sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit akibat kerja Pekerja yang mengalami, menyaksikan, atau mengetahui
(PAK), BCA memastikan lingkungan kerja yang ergonomis adanya pelanggaran juga dapat menghubungi saluran
dengan penyediaan kursi dan meja kerja yang sesuai komunikasi formal yang meliputi Halo SDM (6690000) melalui
standar, serta edukasi melalui video, poster, dan panduan jaringan telepon internal atau email halo_sdm@bca.co.id dan
peregangan di tempat kerja. Pekerja yang berusia 40 tahun Whistleblowing System (WBS). Untuk pelaporan pelanggaran
ke atas juga berhak mendapatkan pemeriksaan kesehatan etika dan kasus pelecehan seksual maupun nonseksual di
tahunan (MCU) di fasilitas kesehatan yang bekerja sama tempat kerja dapat dilakukan melalui WBS sebagai kanal
dengan BCA, sebagai bagian dari komitmen perusahaan pelaporan independen yang menjamin kerahasiaan identitas
terhadap kesehatan jangka panjang dan kesejahteraan pelapor.
pekerja.
Seluruh laporan yang diterima akan diverifikasi dan
ditindaklanjuti sesuai prosedur dengan prinsip kerahasiaan,
keadilan, dan nonretaliasi. BCA menerapkan sanksi tegas
Persentase Tingkat Ketidakhadiran Pekerja terhadap setiap pelanggaran, mulai dari surat peringatan
hingga pemutusan hubungan kerja. Kebijakan ini sejalan
2025
1,2 dengan komitmen BCA untuk menciptakan lingkungan kerja
yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi maupun
pelecehan dalam bentuk apa pun.
2024
1,0
Sebagai langkah pencegahan, BCA secara rutin
2023
1,4 melaksanakan sosialisasi dan edukasi mengenai kebijakan
antidiskriminasi, antipelecehan, dan etika kerja profesional.
Mekanisme Penanganan dan
Komunikasi dan Pelatihan K3 [403-5] Eskalasi Pengaduan
Kesadaran terhadap K3 menjadi tanggung jawab seluruh BCA memiliki sistem pelaporan yang komprehensif untuk
pekerja. BCA secara konsisten meningkatkan kesadaran menangani berbagai bentuk pengaduan ketenagakerjaan,
pekerja terkait K3 melalui sosialisasi daring, pembelajaran, termasuk kasus diskriminasi, pelecehan, maupun pelanggaran
melalui e-learning, serta pelatihan tatap muka bagi Tim etika kerja lainnya. Seluruh laporan yang diterima melalui Halo
Tanggap Darurat dan Petugas P3K. Pelatihan ini bertujuan SDM, WBS, maupun saluran internal lainnya akan diverifikasi dan
memastikan seluruh pekerja memahami prosedur K3, bila memerlukan penanganan lebih lanjut, akan dieskalasikan
mampu mengenali potensi bahaya, dan mengambil tindakan kepada Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian (KPKK).
pencegahan secara mandiri.
Komite ini berada di bawah pengawasan Direksi dan dipimpin
Selain itu, BCA secara aktif mendorong pola hidup sehat dan oleh Kepala Divisi Human Capital Management (HCM). KPKK
keseimbangan mental melalui berbagai program yang dikelola berfungsi memberikan rekomendasi independen kepada
oleh Badan Koordinasi Olahraga, Seni dan Hobi (BAKORSENI), Direksi dalam penyelesaian kasus berdasarkan prinsip keadilan,
termasuk kegiatan olahraga dan kampanye kesehatan. Pada kesetaraan, dan objektivitas, termasuk penelaahan atas
tahun 2025, BCA menyelenggarakan serangkaian edukasi pelanggaran atau tindakan indisipliner yang dilakukan oleh
kesehatan dengan topik-topik seperti “Dibalik Tegaknya pekerja.
Tubuh, Ada Tulang yang Berjuang”, “Unlocking the Secrets of
Healthy Living”, serta “Kanker Serviks” yang juga merupakan
bagian dari Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif
(GP2SP), sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan
kerja yang sehat dan produktif.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 85
Page 88
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Membangun Harmoni dan Kesetaraan
KEBIJAKAN DAN KOMITMEN HAK ASASI MANUSIA (HAM)
BCA berkomitmen untuk menghormati hak asasi manusia (HAM) sesuai dengan standar internasional, termasuk Universal
Declaration of Human Rights (UDHR), UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGP), International Bill of Rights,
dan Konvensi-Konvensi Fundamental dari Organisasi Buruh Internasional (ILO). Guna memberikan panduan dan harapan
pelindungan HAM serta mengurangi dampak dari pelanggaran hak asasi manusia, BCA memiliki dan menerapkan Kebijakan
HAM yang berlaku untuk seluruh kegiatan operasional (pekerja, aktivitas langsung, dan produk/layanan), serta pemasok dan
mitra bisnis. Kebijakan HAM BCA dapat diakses secara publik melalui situs resmi perusahaan sebagai bentuk transparansi
dan akuntabilitas melalui tautan https://bca.id/humanrights
Ruang lingkup dan konteks kebijakan HAM BCA, termasuk komitmen untuk mencegah pelanggaran HAM antara lain:
1. Perdagangan manusia
2. Kerja paksa
3. Pekerja anak
4. Hak untuk berserikat
5. Hak dalam perundingan kolektif
6. Remunerasi yang setara
7. Diskriminasi
8. Hak dalam perlindungan privasi
Sebagai wujud nyata perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan saling menghormati, BCA
menyelenggarakan program komunikasi & pelatihan kepada seluruh lapisan organisasi, termasuk pelatihan kepada Direksi
dan Komisaris, serta Komite Perusahaan. Pada tahun 2025, BCA juga menyediakan pelatihan berbasis e-learning yang wajib
diikuti oleh seluruh pekerja dalam kurun waktu satu tahun sejak diterbitkan. Hingga Desember 2025, sebanyak 34.669 atau
95% pekerja telah mengikuti pelatihan HAM di BCA.
UJI TUNTAS HAK ASASI MANUSIA
BCA melakukan proses Uji Tuntas Hak Asasi Manusia untuk mengidentifikasi dan menilai dampak dan risiko potensial terkait hak
asasi manusia setidaknya setiap tiga tahun sekali, atau apabila terdapat perubahan signifikan terhadap operasional perusahaan.
Uji tuntas HAM dikembangkan dan diimplementasikan sesuai dengan UN Guiding Principles on Business and Human Rights
(UNGPs) dan praktik HRDD yang diakui secara global.
BCA memastikan seluruh aktivitas dan hubungan bisnis, termasuk dalam rantai pasok, berjalan dengan menghormati hak-hak
individu dan mendukung praktik usaha yang bertanggung jawab. Proses HRDD dilakukan secara terstruktur dengan tahapan
utama: identifikasi risiko HAM, penilaian prioritas, tindakan mitigasi, pemantauan, dan pelaporan hasil.
1. Identifikasi Risiko HAM
Tahap pertama HRDD dilakukan dengan mengidentifikasi area bisnis dan hubungan kerja yang berpotensi berdampak
terhadap HAM, baik secara langsung maupun tidak langsung. Analisis ini mencakup risiko aktual dan potensial, dengan
mempertimbangkan karakteristik industri perbankan, kondisi nasional, serta ekspektasi pemangku kepentingan.
Dalam proses ini, BCA memanfaatkan data internal, laporan audit, publikasi, dan referensi eksternal terkait pelanggaran
HAM di sektor keuangan, baik di tingkat nasional maupun global. BCA juga memetakan pemangku kepentingan yang paling
terdampak, seperti pekerja internal, pemasok, debitur, serta pengguna layanan keuangan, untuk memastikan langkah
mitigasi yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini memungkinkan BCA untuk mengidentifikasi risiko sejak dini, memperkuat
kontrol internal, dan menegaskan komitmen dalam melindungi hak asasi manusia di seluruh rantai nilai perusahaan.
86 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 89
Identifikasi Risiko HAM terhadap Kelompok Pemangku Kepentingan
Kelompok Pemangku Kepentingan Kelompok Rentan Risiko Aktual dan Potensial atas Pelanggan
• Pekerja BCA • Perempuan • Kerja paksa
• Nasabah • Nasabah • Perdagangan manusia
• Pekerja mitra bisnis, pemasok, dan • Anak-anak • Pekerja anak di bawah umur
vendor • Pekerja kontrak pihak ketiga • Kebebasan berserikat
• Pekerja debitur • Penyandang disabilitas • Hak berunding secara kolektif
• Investor dan pemegang saham • Ibu hamil • Diskriminasi
• Masyarakat • Lansia • Hak atas Kesehatan
• Masyarakat 3T dan sekitar operasional • Hak keselamatan di tempat kerja
• Hak atas standar hidup yang layak
2. Penilaian Prioritas Risiko PENILAIAN HAK ASASI MANUSIA
Setelah risiko teridentifikasi, BCA melakukan penilaian
tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko Sebagai bagian dari implementasi Strategi Nasional Bisnis dan
menggunakan pendekatan matriks heat map (5x5). Proses HAM (Stranas BHAM) sesuai Peraturan Presiden No. 60 Tahun
ini mencakup seluruh aktivitas operasional BCA, rantai 2023 dan UNGPs, BCA terus memperkuat mekanisme penilaian
nilai, dan hubungan bisnis baru (merger dan akuisisi). dan pengelolaan risiko HAM di seluruh lini bisnis, operasi,
Pemetaan prioritas risiko atas isu yang teridentifikasi dan rantai nilai. Sejak 2021, penilaian dilakukan minimal
ditinjau secara sistematis dan berkala untuk memastikan setiap tiga tahun untuk mengidentifikasi dan mengurangi
penilaian yang lebih akurat sesuai kondisi saat ini. Dari potensi pelanggaran HAM, termasuk kerja paksa, diskriminasi,
hasil pemetaan, terdapat tiga risiko utama yang menjadi dan penyalahgunaan tenaga kerja. Penilaian HAM terakhir
prioritas penanganan HAM di BCA, yaitu: dilakukan pada tahun 2024. Evaluasi yang dilakukan mencakup
a. Risiko pelanggaran privasi dan keamanan data pekerja mengidentifikasi, menilai, mencegah, dan memitigasi potensi
maupun nasabah, seiring dengan meningkatnya pelanggaran HAM di 100% area operasional, mencakup
digitalisasi layanan keuangan. proses pengadaan barang/jasa, hubungan ketenagakerjaan,
b. Risiko pelanggaran hak pekerja atau perbudakan serta aktivitas pembiayaan.
modern pada pemasok, termasuk potensi kerja paksa,
diskriminasi, dan kondisi kerja tidak layak.
c. Risiko pelanggaran hak pekerja pada debitur, seperti Penilaian hak asasi manusia dalam rantai pasokan bertujuan
pekerja anak, pelecehan, diskriminasi, atau upah tidak untuk menghindari keterlibatan langsung atau tidak langsung
layak di sektor pembiayaan yang didukung BCA. perusahaan dalam aktivitas yang melanggar hak asasi manusia,
seperti perdagangan manusia, kerja paksa, dan pekerja anak.
Ketiga risiko ini dinilai berpotensi signifikan terhadap Penilaian ini juga bertujuan untuk memperhatikan risiko bisnis
reputasi, kepercayaan publik, dan keberlanjutan bisnis. perusahaan yang terkait dengan pelanggaran hak asasi
Oleh karena itu, BCA menetapkan rencana mitigasi yang manusia dan melakukan segala upaya untuk mencegah dan
mencakup pelatihan berkala bagi pekerja dan mitra, meminimalkan risiko terkait hak asasi manusia yang mungkin
penguatan supplier screening, serta penerapan kriteria terjadi.
keberlanjutan dalam proses pembiayaan.
Hasil penilaian hak asasi manusia mengidentifikasi bahwa
3. Pemantauan dan Evaluasi area operasional perusahaan terpapar potensi risiko hak asasi
BCA secara berkala memantau efektivitas pengelolaan manusia pada berbagai tingkat keparahan dan kemungkinan
risiko HAM melalui pelaporan kepada manajemen dan terjadinya, tergantung pada peristiwa risiko, pemangku
evaluasi internal tahunan. Hasil penilaian digunakan untuk kepentingan, jumlah kelompok rentan, dan aktivitas bisnis
menyesuaikan strategi keberlanjutan dan kebijakan SDM, yang dilakukan.
serta menjadi masukan bagi penyempurnaan RAKB dan
kerangka pengelolaan ESG. BCA juga berkomitmen Mitigasi dan Remediasi Hak Asasi Manusia
untuk meningkatkan transparansi dalam pengungkapan BCA memastikan pelaksanaan tindakan pencegahan dan
isu HAM, termasuk pelaporan hasil uji tuntas, tindak lanjut perbaikan untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM serta
kasus, serta capaian pelatihan terkait HAM di laporan meminimalkan dampak negatif terhadap hak asasi manusia
keberlanjutan berikutnya. yang dapat timbul dari kegiatan bisnis, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 87
Page 90
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
1. Prioritas dan Mitigasi Risiko
Berdasarkan hasil uji tuntas HAM, BCA memprioritaskan tiga kelompok risiko utama: (1) hak privasi pekerja dan nasabah, (2)
hak-hak pekerja dalam rantai pasok, dan (3) hak-hak pekerja pada debitur.
Langkah mitigasi dilakukan secara sistematis untuk mengurangi potensi pelanggaran dan memperkuat tata kelola berbasis
HAM.
a. Privasi Pekerja & Nasabah:
Risiko penyalahgunaan data pribadi diantisipasi melalui pelatihan perlindungan data, edukasi keamanan informasi,
serta penerapan non-disclosure agreement (NDA) dan kebijakan procurement yang menjamin keamanan data di
seluruh rantai pasok.
b. Rantai Pasok & Pekerja:
Potensi pelanggaran hak pekerja dan praktik kerja tidak layak di rantai pasok ditangani dengan penyusunan pedoman
pengadaan berkelanjutan yang mencakup klausul HAM wajib bagi pemasok.
c. Debitur & Pembiayaan:
Untuk mencegah risiko pelanggaran HAM dari aktivitas pembiayaan, BCA menerapkan panduan penilaian kredit berbasis
ESG, memastikan debitur menerapkan standar ketenagakerjaan yang adil, serta melakukan sosialisasi berkala terkait
tanggung jawab sosial dan lingkungan.
2. Pengaduan dan Komunikasi
BCA menyediakan kanal pengaduan resmi melalui Whistleblowing System untuk melaporkan risiko & dugaan pelanggaran
HAM yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk pekerja, nasabah, mitra kerja, dan pihak lainnya.
Seluruh laporan dijamin kerahasiaannya dan ditangani secara profesional sesuai prosedur yang berlaku. Whistleblowing
system BCA dapat diakses melalui tautan https://bca.id/form-whistleblowing
3. Remediasi
BCA menjaga pemantauan dan evaluasi yang efektif melalui mekanisme kontrol internal dan eksternal, termasuk menetapkan
indikator yang jelas dan pengumpulan data sistematis, dengan tanggung jawab yang ditetapkan untuk setiap kegiatan
operasional di seluruh unit kerja.
Laporan terkait dugaan pelanggaran HAM akan ditinjau oleh Anti-Fraud Bureau sesuai dengan mekanisme penanganan
pengaduan. Investigasi dilakukan untuk menilai tingkat keparahan dan menetapkan langkah pemulihan bagi pihak terdampak.
BCA berkomitmen untuk melakukan tindakan korektif dan remediasi yang terstruktur, seperti permohonan maaf secara
resmi kepada individu yang terdampak dan publik, memberikan kompensasi yang sesuai dan adil, baik secara finansial
maupun non-finansial, serta upaya hukum. Seluruh proses remediasi dijalankan sesuai ketentuan dan mekanisme internal,
serta peraturan perundangan yang berlaku.
88 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 91
Membangun Budaya Keberlanjutan
PENGENDALIAN JEJAK KARBON
Dalam rangka memperkuat ketahanan iklim, BCA menjalankan berbagai inisiatif untuk mewujudkan operasi perbankan yang
ramah lingkungan dengan melibatkan seluruh pekerja sebagai agen perubahan. Upaya ini berfokus pada pengurangan jejak
karbon yang timbul dari kegiatan operasional dan bisnis. Komitmen tersebut didukung oleh penerapan Kebijakan Lingkungan
internal yang tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Nomor 179/SK/DIR/2021.
Implementasi pelestarian lingkungan di BCA tidak hanya dilakukan di lingkungan internal, tetapi juga melibatkan pemangku
kepentingan dalam rantai nilai Perusahaan. Budaya keberlanjutan telah menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif seluruh
Insan BCA, yang diwujudkan melalui semangat #BCAforSustainability. Fokus BCA mencakup pengembangan produk dan
solusi perbankan digital berkelanjutan, pengelolaan limbah dan inisiatif daur ulang, pembangunan gedung ramah lingkungan,
serta konservasi keanekaragaman hayati sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim dan pelestarian
bumi bagi generasi mendatang.
Inventarisasi Emisi GRK Operasional [305-1, 305-2, 305-3]
BCA secara berkelanjutan mengumpulkan, menghitung, melengkapi, dan memantau data emisi gas rumah kaca (GRK) guna
memastikan kualitas dan konsistensi pelaporan kinerja penurunan emisi perusahaan. Proses inventarisasi ini mengacu pada
Greenhouse Gas Protocol (GHG Protocol) dan Kalkulator Hijau Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.
Emisi Cakupan 1 Emisi Cakupan 2 Emisi Cakupan 3
Berasal dari aktivitas rantai nilai
Berdasarkan sumber yang dimiliki dan Berdasarkan konsumsi listrik di
perusahaan yang tidak dikendalikan
dikendalikan langsung oleh perusahaan seluruh jaringan kantor BCA dengan
secara langsung dengan faktor emisi
dengan dengan faktor emisi bersumber menggunakan faktor emisi dan GWP
bersumber dari:
dari: yang bersumber dari Kalkulator Hijau
• DEFRA 2023
• Kalkulator Hijau Bank Indonesia Bank Indonesia dan pelaporan dari
• US EPA Supply Chain v1.2.
• IPCC Guidelines AR6 Produsen Listrik.
• Kalkulator Hijau Bank Indonesia
Emisi GRK Operasional [305-1, 305-2, 305-3]
Emisi GRK (tCO2e) 2025 2024 2023
Cakupan 1
Pembakaran stationer 1.813 857 848
Pembakaran bergerak (mobile) 11 10 6
Emisi fugitif 4.208 4.430 4.641
Total 6.032 5.297 5.495
Cakupan 2
Listrik yang dibeli 147.851 144.972 136.269
Cakupan 3
Kategori 1. Barang dan jasa yang dibeli 67.667 81.065 60.544
Kategori 2. Barang modal 6.793 59.455 41.051
Kategori 3. Aktivitas terkait bahan bakar dan energi (tidak tercakup 22.451 21.903 20.383
dalam cakupan 1 atau cakupan 2)
Kategori 5. Limbah yang dihasilkan dalam operasi 2.321 2.366 2.323
Kategori 6. Perjalanan bisnis 9.854 11.867 10.493
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 89
Page 92
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Emisi GRK (tCO2e) 2025 2024 2023
Kategori 8. Aset disewa di hulu 34.491 35.593 40.761
Kategori 12. Penanganan pada akhir masa pakai produk terjual 607 667 667
Total 144.184 212.916 176.221
Total Emisi GRK (Cakupan 1 + 2 + 3) 298.067 363.185 317.985
Keterangan:
Data 2025 dihitung berdasarkan proyeksi data Januari - September 2025 yang disetahunkan, sedangkan 2023 dan 2024 disajikan kembali (restatement) dengan data riil tahun tersebut.
Intensitas Emisi Operasional Cakupan 1 & 2
Uraian 2025 2024 2023
Emisi Cakupan 1 + 2 (tCO₂e) 153.883 150.269 141.764
Intensitas Emisi (tCO₂e/miliar rupiah pendapatan operasional) 1,37 1,39 1,44
Perubahan Intensitas Emisi (YoY, %) 0.98 3.58 10.82
Keterangan:
Data 2025 dihitung berdasarkan proyeksi data Januari - September 2025 yang disetahunkan, sedangkan 2023 dan 2024 disajikan kembali (restatement) dengan data riil tahun tersebut.
Inventarisasi Emisi GRK Pembiayaan [305-1,305-2, 305-3] [FN-CB-410b.1, FN-CB-410b.3, FN-CB-410b.4]
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Perusahaan, BCA memperluas cakupan inventarisasi emisi GRK untuk mencakup
emisi dari 100% portofolio kredit produktif. Pengukuran emisi pembiayaan ini menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi,
mengukur, dan mengelola peluang transisi dalam portofolio kredit perusahaan. Proses inventarisasi dilakukan selaras dengan
panduan Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) dari OJK dan dengan mengadopsi metodologi yang diakui
secara global, yaitu Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF). Sesuai dengan standar PCAF, pendekatan perhitungan
disesuaikan dengan tingkat ketersediaan dan kualitas data per sektor, dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari debitur
maupun sumber data sekunder yang kredibel. Hal ini memastikan metodologi yang diterapkan bersifat terstruktur, konsisten,
dan dapat dibandingkan secara internasional.
Pada tahun 2024, total emisi GRK dari pembiayaan BCA mencapai 37,43 juta tCO2e, merefleksikan 100% portofolio kredit
produktif Perusahaan, dengan peningkatan signifikan dari 50% cakupan portofolio pada tahun 2023. Perluasan cakupan,
metodologi, dan pelaporan ini merupakan bagian dari implementasi bertahap yang sejalan dengan panduan CRMS dari OJK.
Perhitungan intensitas emisi pembiayaan dilakukan berdasarkan nilai outstanding loan per sektor, yang berfungsi sebagai
indikator untuk menilai eksposur risiko dan peluang transisi karbon dari kegiatan pembiayaan. BCA juga terus memperkuat
proses uji tuntas dan asesmen risiko lingkungan-sosial terhadap nasabah korporasi, sebagai langkah mitigasi untuk mendorong
pembiayaan berkelanjutan dan mendukung target transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Emisi GRK dari Aktivitas Pembiayaan BCA
2024 2023
Sektor Antasena
Emisi Absolut Intensitas Emisi Emisi Absolut Intensitas Emisi
(juta tCO2e) (tCO2e/jt Rp) (juta tCO2e) (tCO2e/jt Rp)
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 2,45 0,07 2,06 0,06
Pertambangan dan Penggalian 4,61 0,17 1,73 0,11
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara 0,60 0,02 0,40 0,03
Dingin
Konstruksi 0,74 0,02 0,62 0,02
Pengangkutan dan Pergudangan 1,41 0,04 0,81 0,03
Industri Pengolahan 22,49 0,12 23,28 0,13
Lainnya 5,13 0,02 - -
Total 37,43 0,05 28,90 0,10
Keterangan:
Intensitas emisi dihitung berdasarkan outstanding dari masing-masing sektor pembiayaan, sesuai dengan metodologi Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).
90 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 93
Mendukung Target NZE 2060 Indonesia PRAKTIK OPERASI RAMAH LINGKUNGAN
BCA menyadari peran strategis perbankan dalam transisi
ekonomi rendah karbon. Sejalan dengan target pemerintah Optimalisasi Teknologi Digital
Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada BCA terus memperkuat kapabilitas digital untuk mempercepat
tahun 2060 atau lebih cepat, BCA senantiasa berupaya transformasi perbankan yang adaptif dan berkelanjutan.
menyelaraskan strategi operasional dan bisnis Perusahaan Hingga tahun 2025, 99,8% transaksi nasabah dilakukan melalui
dengan prinsip rendah karbon. Langkah dekarbonisasi kanal digital, menandai pergeseran signifikan menuju layanan
dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, dimulai dengan tanpa batas. Berbagai inovasi digital terus dikembangkan BCA
pengelolaan emisi dari operasional internal, sekaligus secara untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan nasabah
paralel mendorong kesadaran transisi pada portofolio dalam bertransaksi dengan menambahkan fitur pengaturan
pembiayaan. Seluruh langkah ini dipandu oleh peta jalan yang pengiriman kode OTP untuk transaksi online, myBCA Keyboard,
terukur untuk berkontribusi dalam upaya global menjaga QRIS Tap yang dapat diakses melalui menu NFC Pay, serta fitur
kenaikan suhu bumi. proteksi di myBCA. BCA juga mengoptimalkan aksesibilitas
layanan melalui peluncuran myBCA di perangkat jam pintar
Strategi Utama Dekarbonisasi Operasional (smartwatch) untuk mendukung kemudahan nasabah dalam
dan Portofolio aktivitas sehari-hari. Fitur NFC Pay juga turut tersedia pada
1. Optimalisasi Efisiensi Energi & Digitalisasi smartwatch sehingga memberikan alternatif pembayaran
BCA memperkuat operasi perbankan rendah karbon yang lebih praktis dan modern. Keandalan sistem digital BCA
dengan standar efisiensi energi yang ketat, termasuk turut mendorong pertumbuhan jumlah nasabah menjadi 34,3
dengan penetapan target Intensitas Konsumsi Energi (IKE) juta (naik 4% YoY), dengan rata-rata 114,8 juta transaksi per
demi mendukung target jangka panjang Perusahaan, serta hari (meningkat 17% YoY).
penerapan target power usage effectiveness (PUE) untuk
data center BCA. Langkah ini disempurnakan dengan Transformasi digital tidak hanya diterapkan pada
transisi ke sistem pendingin yang ramah lingkungan layanan nasabah, tetapi juga dalam proses kerja internal
serta percepatan digitalisasi untuk meminimalkan limbah melalui penerapan konsep digital workplace . BCA
material. mengimplementasikan teknologi, seperti digital approval
2. Pemanfaatan Energi Terbarukan secara Bertahap mechanism untuk keperluan internal, kebijakan work from hub,
Sebagai langkah nyata menuju operasional ramah IT Hub, dan shared desk guna meningkatkan fleksibilitas kerja,
lingkungan, BCA menghadirkan energi bersih langsung mengoptimalkan efisiensi sumber daya, serta mengurangi
di kantor dan gedung BCA. Pemasangan panel surya penggunaan kertas. Selain itu, kolaborasi lintas unit diperkuat
diprioritaskan sesuai dengan strategi internal perusahaan, melalui model shared services bersama entitas anak, yang
serta kesiapan infrastruktur dan regulasi yang berlaku di meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat sinergi
Indonesia. dalam ekosistem BCA.
3. Transisi Portofolio Pembiayaan Rendah Karbon
BCA menyadari bahwa emisi dari aktivitas bisnis yang Penggunaan Energi Secara Bijak
dibiayai merupakan bagian penting dari jejak karbon Sebagai bagian dari komitmen terhadap penggunaan
perbankan. Oleh karena itu, BCA mengedepankan sumber daya yang efisien dan bertanggung jawab, BCA
pendekatan dialog dan edukasi. BCA secara proaktif terus meningkatkan efisiensi energi di seluruh jaringan
mengajak debitur, terutama di sektor prioritas, untuk mulai operasionalnya. Meskipun total konsumsi listrik pada tahun
menyusun rencana transisi bisnis yang rendah karbon serta 2025 meningkat seiring dengan perluasan jaringan kantor dan
mendiskusikan peluang solusi pendanaan yang mendukung layanan digital, BCA berhasil menekan intensitas pemakaian
mitigasi iklim. energi listrik hingga mencapai kategori “Efisien” berdasarkan
4. Transparansi Pelaporan dan Tata Kelola Iklim standar SNI 03-6196-2000 tentang Intensitas Konsumsi Energi
Pelaksanaan strategi dekarbonisasi ini diawasi oleh Gedung di Indonesia.
Direktur Keuangan dan Perencanaan, dengan progres
dekarbonisasi dan efisiensi dilaporkan setiap tahun BCA menjalankan berbagai inisiatif terintegrasi untuk
sesuai standar POJK, dengan pemantauan melalui ESG meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon.
Dashboard guna mengukur emisi dan efektivitas inisiatif Upaya ini mencakup penggantian AC menjadi AC tipe R32
lingkungan secara terukur dan berkelanjutan. yang lebih hemat energi secara bertahap di seluruh kantor
cabang, pemantauan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) secara
berkala, serta optimalisasi sistem pendingin di data center.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 91
Page 94
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Selain itu, BCA mengganti lampu konvensional dengan lampu LED dan menerapkan sistem smart building untuk menekan
beban listrik. Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui partisipasi konsisten dalam Earth Hour sejak tahun 2020,
pemanfaatan panel surya di sejumlah gedung operasional, serta penambahan armada kendaraan hybrid untuk mendukung
mobilitas ramah lingkungan. Seluruh langkah ini merupakan upaya BCA dalam mendukung transisi menuju operasi perbankan
rendah karbon, tanpa mengurangi kualitas layanan maupun pertumbuhan bisnis.
Intensitas Energi Listrik berdasarkan Luas Bangunan [302-1, 302-3]
Uraian 2025 2024 2023
Jumlah pemakaian listrik (kWh) 193.043.553 188.477.499 172.492.313
Luas bangunan (m²) 1.473.663 1.269.905 1.122.130
Intensitas penggunaan energi per luas ruangan (kWh/m²) 131 148 154
Keterangan:
Data 2025 dihitung berdasarkan proyeksi data Januari-September 2025 yang disetahunkan, sedangkan 2024 disajikan kembali (restatement) dengan data riil tahun tersebut.
Intensitas Energi Listrik berdasarkan Jumlah Pekerja [302-1, 302-3]
Uraian 2025 2024 2023
Jumlah pemakaian listrik (kWh) 193.043.553 188.477.499 172.492.313
Jumlah pekerja 26.435 26.532 26.915
Intensitas penggunaan energi per jumlah pekerja 7.303 7.104 6.409
(kWh/pekerja)
Keterangan:
Data 2025 dihitung berdasarkan proyeksi data Januari-September 2025 yang disetahunkan, sedangkan 2024 disajikan kembali (restatement) dengan data riil tahun tersebut.
Intensitas Energi Listrik berdasarkan Jumlah Transaksi [302-1, 302-3]
Uraian 2025 2024 2023
Jumlah pemakaian listrik (kWh) 193.043.553 188.477.499 172.492.313
Jumlah transaksi (juta) 41.973 36.016 29.888
Intensitas penggunaan energi per jumlah transaksi 0,0046 0,0052 0,0058
(kWh/jumlah transaksi)
Keterangan:
Data 2025 dihitung berdasarkan proyeksi data Januari-September 2025 yang disetahunkan, sedangkan 2024 disajikan kembali (restatement) dengan data riil tahun tersebut.
Pemakaian Bahan Bakar untuk Operasional Perusahaan [302-1]
Uraian 2025 2024
Jumlah pemakaian BBM (liter bensin) 690.992 856.282
Jumlah pemakaian BBM (liter solar) 341.774 478.481
Total konsumsi bahan bakar (liter) 1.032.766 1.334.763
Keterangan:
Data 2025 dihitung berdasarkan proyeksi data Januari-September 2025 yang disetahunkan, sedangkan 2024 disajikan kembali (restatement) dengan data riil tahun tersebut.
92 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 95
Panel Surya
51 1.308 MWh
Gedung kantor BCA Energi terbarukan yang
menggunakan panel surya dimanfaatkan selama tahun 2025
1.413 kWp 1.033 tCO e 2
Total kapasitas peak Potensi penghindaran
keseluruhan panel surya di BCA emisi pemanfaatan energi
terbarukan
Keterangan:
Pemanfaatan energi terbarukan selama Januari-September 2025.
Efisiensi Bahan Bakar untuk Rantai Pasok Berkelanjutan
Dalam upaya membangun operasional yang lebih berkelanjutan, BCA berupaya untuk mengurangi ketergantungan
pada bahan bakar fosil serta meningkatkan efisiensi dalam logistik pengiriman dokumen. Untuk itu, BCA bekerja
sama dengan salah satu mitra jasa transportasi yang menyediakan layanan inovatif untuk mengurangi jejak karbon.
Dampak dari kerja sama ini tercermin pada penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) yang mencapai 43,1% dari
total pengiriman melalui jalur udara dengan mitra jasa transportasi terkait pada tahun 2025. Selain itu, diprioritaskan
pemilihan rute yang efisien serta penggunaan kendaraan ramah lingkungan untuk pengiriman jalur darat. Melalui kerja
sama ini, BCA berpotensi menghemat produksi 10.501 kgCO2e emisi selama tahun 2025.
Penggunaan Air secara Bijak [303-1, 303-2]
Untuk mendukung operasional yang efisien dan berkelanjutan, BCA memperoleh pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM) dan perusahaan air lokal di setiap wilayah kerja. Penggunaan air dilakukan secara bijak melalui perawatan
rutin instalasi, penerapan keran hemat air dan eco-washer, serta pemasangan rain harvest tank di beberapa gedung. Selain
itu, BCA secara konsisten menjalankan kampanye hemat air guna meningkatkan kesadaran pekerja terhadap konservasi
sumber daya air.
Sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, BCA juga mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah
gedung yang dikelola langsung. Air hasil olahan digunakan kembali untuk kebutuhan sekunder, seperti penyiraman tanaman
dan flushing toilet, sementara limbah domestik yang dihasilkan telah memenuhi baku mutu lingkungan dan tidak mengandung
zat berbahaya. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat insiden tumpahan, kebocoran, maupun pencemaran air limbah, bahan
kimia, atau limbah cair B3 di area operasional BCA.
2025 2024 2023
Jumlah Pemakaian Air
(m3) 271.744 307.377 403.748
Keterangan:
Data penggunaan air tahun 2025 disetahunkan berdasarkan data Januari-September 2025 yang mencakup 64% gedung kantor BCA. Sedangkan data 2024 disajikan kembali dengan
data riil tahun tersebut yang mencakup 70% gedung kantor BCA, dan data 2023 mencakup 62% gedung kantor BCA
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 93
Page 96
B u d a y a K e b e r l a n j u t a n
Green Building
BCA berkomitmen untuk mengoperasikan bangunan hijau
(green building) . Bukti nyata dari komitmen ini adalah
pencapaian gedung Wisma BCA Foresta sebagai gedung
pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat Green Mark
Super Low Energy Building dari Building and Construction
Authority of Singapore pada tahun 2024. Sementara di tingkat
nasional, komitmen tersebut ditegaskan melalui sertifikasi
Greenship tingkat Platinum untuk Gedung BSB Semarang
dari Green Building Council Indonesia (GBCI), yang juga diraih
pada tahun yang sama. Gedung tersebut telah menerapkan
teknologi modern dan ramah lingkungan seperti building
automation system (BAS), water-cooled chiller, double glass
low-e, sensor CO & CO₂, optimalisasi pencahayaan alami,
sistem lift hemat energi (VVVF), tangga internal, ruang kerja
terbuka, dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Bangunan Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari komitmen mengurangi emisi dan mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim, BCA terus memperluas
penerapan konsep green building di seluruh jaringan operasional. Hingga akhir 2025, terdapat 82 gedung kantor yang telah
menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui berbagai fitur efisiensi energi dan konservasi sumber daya, seperti penggunaan
lampu LED, pengaturan otomatis sistem AC dan pencahayaan, AC tipe R32 yang lebih ramah lingkungan, panel surya, sistem
daur ulang limbah, serta penggunaan water-cooled chiller berdaya efisiensi tinggi. Selain itu, BCA juga menyediakan portable
tap water untuk mengurangi konsumsi air kemasan, SPKLU, serta fasilitas sewage treatment plant (STP) dan rain harvest
tank di beberapa gedung. Pemantauan konsumsi listrik, air, dan refrigeran dilakukan secara rutin menggunakan dashboard
energi yang dapat dimonitor oleh seluruh kantor cabang dan unit kerja kantor pusat terkait.
Pengelolaan Limbah Operasional [306-1, 306-2, 306-3, 306-4]
Melalui program BCA Daur Harapan, BCA secara berkelanjutan melaksanakan berbagai inisiatif pengelolaan limbah untuk
meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu inisiatif tersebut diatur dalam Surat Edaran No. 037/SE/
POL/2025 tanggal 31 Januari 2025 yang menetapkan bahwa seluruh aset tetap yang rusak dan telah habis masa pakainya
wajib melalui penilaian potensi daur ulang.
Sepanjang tahun 2025, BCA berkolaborasi dengan berbagai mitra lokal dalam kegiatan daur ulang, dengan tujuan mengurangi
limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu,
inisiatif ini juga memberikan dampak positif bagi aspek sosial melalui penyaluran nilai ekonomis dari pengelolaan limbah
kepada Yayasan Bakti BCA untuk mendukung pemberian beasiswa pendidikan bagi anak pekerja BCA yang membutuhkan.
Sebagai bagian dari aktivitas operasionalnya, BCA menghasilkan berbagai jenis limbah, termasuk limbah domestik serta
limbah elektronik dari perangkat yang sudah tidak digunakan. Dalam pengelolaan limbah domestik, BCA menjalankan program
pemilahan dan daur ulang limbah domestik di sejumlah lokasi. Proses selanjutnya adalah pengelolaan limbah menjadi produk
bernilai guna seperti kertas daur ulang, biji plastik hasil daur ulang, dan kompos. Selain itu, BCA juga secara aktif mengidentifikasi
limbah yang berpotensi berdampak signifikan, seperti limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta menerapkan langkah
mitigasi yang sesuai untuk memastikan pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab.
94 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 97
Capaian Limbah Operasional BCA 2025
Total Limbah Dikelola Penghindaran Emisi Sumbangan Beasiswa dari
Pengelolaan Limbah
656,8 ton 1.047 tCO2e Rp356,9 juta
392,9 ton 9,1 ton
Limbah Kertas Arsip Limbah Kartu ATM dan ID Card
116,7 ton 8,4 ton
Jenis Limbah Limbah Anorganik Limbah Material Bangunan
yang dikelola
55,8 ton 5,2 ton
Limbah Cartridge ATM Limbah Organik
53,5 ton 5,0 ton
Limbah Plastik Bungkus Uang Limbah Elektronik dan Hard Disk
10,1 ton 0,1 ton
Limbah Mesin EDC dan Token Limbah B3
KeyBCA
Inisiatif Peningkatan Green Lifestyle Awareness
BCA senantiasa melaksanakan program peningkatan awareness bagi nasabah maupun pekerja untuk mengajak partisipasi
aktif dalam penerapan praktik keberlanjutan.
BCA EXPO 2025 Potensi
penghindaran karbon
8,5 ton limbah selama tiga hari berhasil dikelola 17,7 tCO₂e
BCA menghadirkan inisiatif pemilahan sampah berupa waste station untuk mengajak pengunjung Pengurangan penggunaan
memilah sampah sesuai jenisnya dan waste educator untuk mengedukasi pengunjung mengenai lahan TPA seluas
pemilahan sampah hingga proses pengelolaan sampah.
26 m3
PROGRAM DAUR Saksikan kisahnya
PROGRAM GREEN CHAMPION
PROGRAM GREEN CHAMPION
ULANG KALENDER
8,5 ton 70,7 ton
Melalui program pengelolaan kalender kedaluwarsa, BCA mengajak Program daur ulang sampah rumah tangga bagi pekerja BCA,
nasabah dan pekerja untuk mengumpulkan kalender agar dapat didaur di mana pekerja melakukan pemilahan sampah, mengajukan
ulang menjadi bubur kertas dan dimanfaatkan kembali. permintaan penjemputan, dan selanjutnya sampah akan diangkut
oleh vendor untuk dikelola sehingga tidak berakhir di TPA.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 95
Page 98
02 04 Berkarya Memberi Nilai
Page 99
Bakti BCA
PROGRAM BAKTI BCA
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, BCA menjalankan program pendampingan masyarakat
untuk mendorong kemandirian yang berkelanjutan di bawah payung program Bakti BCA. Melalui Bakti BCA, BCA memulai
inisiatif untuk memberikan nilai bagi masyarakat (Creating Shared Value/CSV) dalam berbagai program strategis yang memiliki
fokus pada peningkatan kualitas hidup individu, pemberdayaan komunitas, dan pelestarian ekosistem. Pelaksanaan program
Bakti BCA terbagi dalam tiga pilar utama:
1. Bakti bagi Individu (Individual Empowerment): meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia melalui Bakti
Pendidikan dan Bakti Kesehatan.
2. Bakti bagi Pemberdayaan Komunitas (Community Empowerment): meningkatkan kualitas kesejahteraan ekonomi masyarakat
melalui UMKM dan Desa Bakti BCA serta Bakti Budaya.
3. Bakti bagi Pelestarian Ekosistem (Ecosystem Preservation): terjaganya kelestarian lingkungan hidup melalui Bakti Lingkungan.
BCA meyakini bahwa individu yang berdaya akan mendorong terbentuknya komunitas yang kuat dan mandiri sehingga
akan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Pendekatan ini
menciptakan virtuous circle yaitu sebuah siklus pengaruh yang saling menguatkan antara kesejahteraan sosial, pemberdayaan
ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui program Bakti BCA, BCA berupaya menciptakan manfaat yang berkelanjutan,
tidak hanya berfokus pada bisnis perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas dalam pembangunan
berkelanjutan di Indonesia.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 97
Page 100
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Genera-Z Berbakti
BCA melalui Divisi Corporate Communication & Social Responsibility memperkuat citranya sebagai bank
yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dengan mengomunikasikan program Bakti BCA melalui
strategi storytelling terpadu di berbagai kanal media. Sebagai wujud nyata dari strategi tersebut, pada tahun 2025
BCA meluncurkan program unggulan “Genera-Z Berbakti” yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda.
Program ini mengusung konsep kompetisi proposal (call for proposal), mengundang mahasiswa dari seluruh Indonesia
untuk mengajukan ide pengembangan masyarakat yang inovatif dan live in di lokasi Desa Bakti BCA. Proposal
difokuskan pada lima pilar keberlanjutan: pariwisata berkelanjutan & UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan
budaya. Setelah melalui proses penilaian oleh panelis ahli, empat tim pemenang dengan proposal paling berdampak
terpilih untuk menerima pendanaan serta pembinaan intensif dari Bakti BCA. Melalui inisiatif ini, BCA menyediakan
platform bagi generasi muda untuk mengaplikasikan ilmu mereka secara nyata dan berkontribusi langsung bagi
kemajuan masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://bca.id/genzjuara
1 2 3
4 5 6
1) Penjurian Genera-Z Berbakti.
2) Pembekalan Pemenang Genera-Z Berbakti sebelum pengabdian di desa.
3) Sharing Session dan laporan akhir pengabdian dari mahasiswa pemenang Genera-Z Berbakti.
4) Implementasi Alat Deteksi Tsunami oleh Mahasiswa UNILA di Desa Bakti BCA - Desa Kiluan.
5) Pengumuman Pemenang Genera-Z Berbakti.
6) Edukasi Alat Prediksi Curah Hujan Lokal (SiCuhal) oleh Mahasiswa UI kepada Warga Desa Wonokitri, Jawa Timur (Desa Bakti BCA).
98 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 101
Bakti Pendidikan
Melalui payung Bakti BCA, berbagai program pendidikan dijalankan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan,
keterampilan, dan pengembangan kompetensi. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi
juga membangun karakter dan literasi keuangan masyarakat agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Sebaran Program Bakti Pendidikan 2025
Beasiswa Bakti BCA 2025 Sekolah Bakti BCA 2025 Literasi Keuangan 2025
1. Sumatra Utara 1. Bengkulu 1. Sumatra Utara
Universitas Sumatra Utara SDN 61 Kota Bengkulu 2. Riau
2. Sumatra Barat 2. Bengkulu 3. Kepulauan Riau
Universitas Andalas SDN 73 Kota Bengkulu 4. Sumatra Barat
3. Sumatra Selatan 3. Bengkulu 5. Jambi
Universitas Sriwijaya SDN 40 Kota Bengkulu 6. Sumatra Selatan
4. DK Jakarta 4. Bengkulu 7. Lampung
Universitas Indonesia SDN 36 Kota Bengkulu 8. Kepulauan Bangka Belitung
5. DK Jakarta 5. Kalimantan Timur 9. Bengkulu
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia SMAN 3 Penajam Paser Utara 10. Lampung
6. Jawa Barat 6. Nusa Tenggara Timur 11. Banten
Institut Teknologi Bandung SD Inpres Nunumeu 12. DK Jakarta
7. Jawa Barat 7. Nusa Tenggara Timur 13. Jawa Barat
Universitas Padjadjaran SD Inpres Oebesa 14. Jawa Tengah
8. Jawa Barat 8. Nusa Tenggara Timur 15. DI Yogyakarta
IPB University SD Katolik Yaswari V Soe 16. Jawa Timur
9. Jawa Tengah 9. Nusa Tenggara Timur 17. Bali
Universitas Diponegoro SD Inpres Soe 18. Nusa Tenggara Barat
10. DI Yogyakarta 10. Papua Barat Daya 19. Nusa Tenggara Timur
Universitas Gadjah Mada SDN 35 Kota Sorong 20. Kalimantan Barat
11. Jawa Timur 11. Papua Barat Daya 21. Kalimantan Utara
Institut Teknologi Sepuluh Nopember SDN 22 Kota Sorong 22. Kalimantan Tengah
12. Jawa Timur 12. Papua Barat Daya 23. Kalimantan Selatan
Universitas Airlangga SDN 13 Kota Sorong 24. Kalimantan Timur
13. Jawa Timur 25. Sulawesi Barat
Universitas Brawijaya 26. Sulawesi Utara
14. Jawa Timur BCA Berbagi Ilmu 2025 27. Sulawesi Tengah
Universitas Muhammadiyah Malang 28. Sulawesi Tenggara
15. Bali 29. Sulawesi Selatan
Universitas Udayana 1. Sumatra Barat 30. Gorontalo
16. Kalimantan Barat Universitas Andalas 31. Maluku
Universitas Tanjungpura 2. Banten 32. Maluku Utara
17. Kalimantan Timur Universitas Multimedia Nusantara 33. Papua
Universitas Mulawarman 3. DK Jakarta 34. Papua Selatan
18. Sulawesi Utara Universitas Indonesia 35. Papua Barat Daya
Universitas Sam Ratulangi 4. Jawa Barat
19. Sulawesi Selatan IPB University
Universitas Hasanuddin 5. Jawa Tengah Program Lainnya
20. Papua Universitas Muhammadiyah Surakarta
Universitas Cendrawasih 6. DI Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada 1. Program Pendidikan Bisnis dan
7. Jawa Timur Perbankan/Program Pendidikan
Universitas Brawijaya Teknik Informatika
8. Jawa Timur 2. Magang Bakti BCA
Universitas Katolik Widya Mandala 3. BCA Cash Management Academy
9. Nusa Tenggara Barat 4. Pemberdayaan Disabilitas
Universitas Nahdlatul Ulama NTB 5. Kemitraan Beasiswa
Sekolah Bakti BCA Saksikan kisahnya
Melalui program Sekolah Bakti BCA, BCA berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar hingga
menengah di berbagai wilayah Indonesia. Per tahun 2025, BCA telah memberikan dukungan kepada 32 sekolah
mitra melalui program pengembangannya. Dari jumlah tersebut, 20 sekolah di Lampung, Banten, Gunung Kidul, dan
Banyuwangi telah berhasil menyelesaikan program intervensi, dengan tingkat pencapaian literasi, numerasi, dan
pengembangan karakter yang melampaui rata-rata nasional.
BCA melanjutkan komitmennya dalam menciptakan generasi berdaya saing melalui program pengembangan 12 Sekolah Bakti di Bengkulu,
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya. Program holistik berdurasi 2,5 tahun ini dirancang untuk meningkatkan
secara terpadu kualitas kepemimpinan sekolah, kompetensi tenaga pendidik, dan infrastruktur. Visinya adalah untuk mewujudkan
sekolah model yang unggul dalam Karakter, Sains, dan Literasi Digital, serta memiliki kesiapan untuk menjawab tantangan masa depan.
Kolaborasi Edukatif
Sebagai bagian dari kolaborasi edukatif, Bakti BCA mendukung Program Pandai Berhitung dengan metode GASING
(Gampang, Asik, dan Menyenangkan). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan numerasi nasional melalui
pendekatan pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami. Pada tahun 2025, kegiatan ini melibatkan 96 peserta yang
terdiri dari 64 siswa dan 32 guru di 11 sekolah di Desa Wonokitri dan Kecamatan Tosari, Jawa Timur.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 99
Page 102
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Teacher Tech Championship Saksikan kisahnya
Pada tahun 2025, BCA menghadirkan Teacher Tech Championship bagi guru-guru SMA/MA di
Wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua. Program ini mengintegrasikan kompetisi
inovatif dengan pengembangan profesionalisme guru (Teacher Professional Development). Melalui
pelatihan dan pendampingan intensif, para guru dibekali kemampuan berpikir komputasional serta
penerapan koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Program ini memberdayakan para pendidik untuk
mengembangkan inovasi pembelajaran yang selaras dengan prinsip Education for Sustainable
Development (ESD), yang memungkinkan mereka menciptakan pengalaman belajar yang lebih
interaktif dan berdampak di kelas.
147 16 16
Tim Semi Finalis Mengikuti Teacher Prototipe Karya Inovasi Pembelajaran
Tim Mendaftar Professional Development Berbasis AI dan Koding Dihasilkan
Beasiswa Bakti BCA
3 Kategori 700
• Bantuan Finansial Bakti Champions
• Prestasi Akademis (Penerima Beasiswa Bakti BCA)
• Prestasi Non Akademis
Rp7,54 miliar 20 70
Proyek Bakti Champions
Total dana bantuan finansial Universitas Mitra
Movement
Sejak 1999, BCA telah menyalurkan dukungan ke lebih dari 8.500 penerima beasiswa. Melalui program beasiswa, BCA turut
memperluas akses pendidikan berkualitas dan mendukung pemerataan pendidikan tinggi dan mencetak generasi muda
yang unggul, berintegritas, serta berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui berbagai program, seperti Transformational
Workshop, Bakti Champions Movement, National Summit, Company Visit dan E-learning Literasi Keuangan.
National Summit – Every Champion is Unique,
The Champion is You!
National Summit adalah acara puncak untuk menutup rangkaian
pengembangan dan pembinaan Beasiswa Bakti BCA sepanjang 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Bakti Champions secara hybrid, diisi
oleh Vera Eve Lim, Direksi BCA dan Nicholas Saputra,
Duta Bakti BCA sebagai pemateri inspiratif. Program ini
menjadi salah satu upaya Bakti BCA dalam mendukung
pengembangan dan peningkatan daya saing generasi
muda, serta mempersiapkan para Bakti Champions
terhadap tantangan masa depan, baik dalam karier
maupun kehidupan pasca kampus. Saksikan kisahnya
Kolaborasi Beasiswa
BCA juga menjalin kolaborasi beasiswa jangka panjang dengan berbagai pihak, seperti:
1. Yayasan Karya Salemba Empat: Sejak tahun 2011, 247 mahasiswa menerima beasiswa dari BCA
2. Universitas Pelita Harapan (UPH): Beasiswa penuh bagi 8 mahasiswa kedokteran dari Indonesia Timur
3. Yayasan Pendidikan Kader Bangsa: Beasiswa penuh bagi 2 siswa SMA unggulan
4. Federasi Akuatik Indonesia: Bantuan beasiswa pendidikan atlet renang berprestasi Liquor Harrison Andoko.
BCA Berbagi Ilmu
Melibatkan para Direktur (Leader) BCA sebagai pemateri, program pengembangan kapasitas generasi muda ini mengangkat
berbagai topik seperti kepemimpinan, teknologi, dan pengembangan diri. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk rangkaian
kuliah umum di 9 perguruan tinggi dan dihadiri lebih dari 6.300 mahasiswa. BCA juga mengadakan Banking Tour & Sharing
di kantor cabang maupun unit kerja kantor pusat, yang diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari 5 Sekolah menengah atas dan
perguruan tinggi.
100 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 103
MUA Tuli Bakti BCA
Melalui Program Pemberdayaan Disabilitas, BCA berkomitmen mendukung peningkatan daya saing individu serta
menciptakan ruang yang inklusif bagi Sahabat Disabilitas. Dalam dua tahun, BCA telah memberdayakan 15 MUA
Disabilitas Tuli dengan berbagai pelatihan dan skills workshop yang dibutuhkan, seperti tata rias, tata rambut dan nail art.
Selama tahun 2024 sampai 2025 terjadi peningkatan rata-rata pendapatan lebih dari 250% serta
kenaikan rata-rata jumlah klien lebih dari 125% per MUA per bulan.
MUA Tuli Bakti BCA juga berkesempatan untuk tampil di berbagai kegiatan BCA dan mitra, di antaranya
merias di ajang Puteri Indonesia 2025, Gebyar BCA Merah Putih, BCA Expoversary, BCA Award,
Indonesia Knowledge Forum dan Perayaan Kawan Nusantara “Identitas” dari Tulola.
Saksikan kisahnya
Program Pendidikan Bisnis & Perbankan dan Program Pendidikan Teknik Informatika
Program Pendidikan Bisnis & Perbankan (PPBP) dan Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI) diselenggarakan melalui kerja
sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia yang menyediakan tenaga pengajar. Lulusan PPBP dan PPTI
tidak hanya dibekali dengan pendidikan akademik selama program, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bekerja di BCA.
Program Tahun Peserta Lulusan Lulusan yang Bergabung ke BCA Persentase
PPBP 2025 266 85 83 97%
2024 264 88 87 99%
2023 265 132 131 99%
PPTI 2025 309 101 98 97%
2024 308 101 100 99%
2023 307 60 60 100%
Keterangan:
Peserta tahun 2024 terdiri dari 6 angkatan aktif PPBP dan 9 angkatan aktif PPTI. Sedangkan lulusan PPBP pada tahun 2023 merupakan data lulusan PPA.
Magang Bakti BCA
BCA menyediakan program Magang Bakti BCA untuk lulusan SMA, SMK sederajat, dan sarjana yang tertarik di sektor perbankan.
Posisi yang ditawarkan pada program ini adalah customer service officer dan teller.
2025 2024 2023
Jumlah Peserta Baru
Magang Bakti BCA 5.244 3.982 3.915
BCA Cash Management Academy
BCA Cash Management Academy adalah program Teaching Factory yang memfasilitasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
untuk dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja, khususnya di perusahaan pengelola kas dan ATM. Dalam program ini, BCA
memberikan dukungan sarana praktik perbankan, seperti uang dummy, alat hitung uang, mesin sortir uang, mesin ATM dan
CRM, serta mobil operasional pengantaran uang untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Pada 2025, program ini melibatkan
2.255 peserta, dengan 305 peserta terpilih mengikuti magang selama enam bulan di berbagai vendor BCA.
Literasi Keuangan [FS16] [FN-CB-240a.4]
Sebagai lembaga intermediary, BCA secara konsisten mengembangkan inisiatif literasi dan inklusi keuangan untuk menjangkau
masyarakat yang belum memiliki, memiliki keterbatasan, atau belum memperoleh akses yang memadai terhadap layanan
keuangan formal. Hal ini bermanfaat bagi masyarakat karena mendorong kemandirian finansial dan memperkuat perekonomian
nasional secara berkelanjutan. Melalui pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan, masyarakat diharapkan mampu
mengatur keuangan pribadi, mengembangkan usaha, serta merencanakan masa depan dengan lebih bijak.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 101
Page 104
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Untuk memperluas jangkauan edukasi, di 2024 BCA telah meluncurkan platform e-learning Literasi Keuangan (https://
literasikeuangan.id/) sebagai sarana pembelajaran digital yang mudah diakses oleh publik dan diharapkan dapat menjangkau
seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
>169.000 244 652
Masyarakat Teredukasi Cabang Pelaksana Jumlah Pekerja Duta
Literasi Keuangan Literasi Keuangan Literasi Keuangan
Komitmen BCA dalam melakukan edukasi diwujudkan dengan keberhasilan dalam menjangkau kelompok unbankable,
underbanked, dan underserved, yang termasuk dalam 10 sasaran prioritas rekomendasi OJK pada program literasi keuangan,
meliputi:
1. Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda/i 6. Komunitas
2. Profesi 7. Pelaku UMKM
3. Petani dan Nelayan 8. Penyandang Disabilitas
4. TKI dan Calon TKI 9. Karyawan
5. Masyarakat Daerah 3T 10. Perempuan
Melalui berbagai inisiatif tersebut, BCA tidak hanya memperkuat inklusi keuangan, tetapi juga membantu masyarakat yang
belum tersentuh layanan perbankan (unbankable) agar memahami manfaat dan kemudahan akses ke sistem keuangan formal.
Dengan begitu, BCA berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Di 2025, BCA melalui Bakti BCA kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih empat
penghargaan dalam ajang KEJAR & Financial Literacy Award 2025 yang diselenggarakan oleh OJK. Penghargaan
tersebut meliputi:
1. Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan Program Literasi Keuangan Terbaik
2. Video Jingle GENCARKAN
3. Bank Implementasi KEJAR Terbaik – Subkategori Bank Umum Konvensional
4. OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK Peduli) Terbaik
Pembinaan Pengelolaan Keuangan Usaha UMKM dan Desa Bakti
Untuk mendorong penguatan aspek tata kelola keuangan usaha UMKM dan Desa Bakti, BCA melakukan pelatihan dan
pendampingan keuangan dan kelembagaan lanjutan yang diikuti oleh 114 orang peserta dari 16 UMKM,14 Desa, dan 4 kelompok
Rumah Pangan Hidup (RPH) dengan 18 modul dan 28 jam pembelajaran. Program ini menghasilkan peningkatan dalam
pengetahuan analisa laporan keuangan sebesar 23,6%, 100% Digitalisasi Laporan Keuangan, 26,2% peningkatan kedisiplinan
pencatatan laporan keuangan, 11,5% peningkatan transparansi laporan keuangan, 49,5% peningkatan akuntabilitas kelompok,
dan 71,4% peningkatan kepercayaan anggota kelompok sadar wisata (POKDARWIS) terhadap tim keuangan.
1 2 3
4 5 6 7
1) Direktur BCA, Haryanto Budiman bersama Duta Bakti BCA Nicholas Saputra mengisi kuliah umum BCA Berbagi Ilmu di Universitas Brawijaya, Malang.
2) Talkshow bersama Direktur BCA, Lianawaty Suwono dan desainer ternama Didit Maulana di Acara Graduation Day MUA Tuli Bakti BCA.
3) Festival STEM Sekolah Bakti BCA di Kota Sorong.
4) Dua guru dari SMAN 2 Sorong, Papua Barat Daya, juara pertama regional Papua di Teacher Tech Championship Bakti BCA 2025.
5) Inspirational Talk di National Summit Beasiswa Bakti BCA bersama Direktur BCA Vera Eve Lim .
6) 15 MUA Tuli Bakti BCA berkolaborasi di peragaan busana dengan IKAT Indonesia dan TULOLA.
7) BCA menerima penghargaan Financial Literacy Award dan KEJAR Award 2025 dari OJK.
102 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 105
Bakti Kesehatan
Program Penurunan Stunting
BCA mempertegas komitmennya dalam percepatan penurunan stunting pada tahun 2025 melalui dua
inisiatif strategis. Program PASTI (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia) dilanjutkan di
Kalimantan Barat dan Jawa Timur dengan pendekatan multisector. Sejak tahun 2023 sampai dengan 2025,
BCA telah menyalurkan dana sebesar USD 777.272 dari total komitmen USD 1 juta (2023–2026). Selain itu,
program “Ayo Cegah Stunting” diimplementasikan di Sumatra Barat dan Nusa Tenggara Barat, berfokus
pada pemberdayaan komunitas melalui penguatan kader kesehatan, edukasi remaja, dan pendampingan Saksikan kisahnya
keluarga balita.
Pencapaian PASTI melalui kolaborasi multi – stakeholders
untuk periode 2023 – 2025
6.070 35.008 3.934 26
baduta mendapat peserta edukasi sadar gizi kader posyandu mendapat desa model dijalankan sebagai desa
intervensi gizi & pola asuh sehat penguatan kapasitas percontohan intervensi gizi terintegrasi
Pencapaian ‘Ayo Cegah Stunting”
1.050 2 2
54 posyandu
29.215 lahan
keluarga &
kader posyandu
percontohan &
1.432 bibit tanaman percontohan
97 ibu hamil &22 tenaga
1 aplikasi remaja
teredukasi cegah
dibagikan untuk
memperkuat
pangan bergizi
(nabati-hewani)
mendapat pemantauan
kesehatan mendapat posyandu & balita stunting ketahanan pangan bagi balita
pendampingan
penguatan kapasitas dan gizi keluarga
gizi
Program Kesehatan Mata
Sejak 2001, BCA konsisten berkontribusi pada peningkatan kesehatan mata masyarakat Indonesia melalui
kolaborasi dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia
(SPBK Perdami). Di tahun 2025, layanan operasi katarak telah membantu 815 penerima manfaat di Bengkulu,
Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara. Sementara bagi pelajar, BCA
menyelenggarakan program “Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang”. Sebanyak 2.110 pelajar dari lima
Saksikan kisahnya sekolah di Bandung Raya memperoleh pemeriksaan mata untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak
dini yang ditindaklanjuti dengan penyaluran 306 kacamata korektif dan vitamin mata, serta edukasi
mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata untuk mendukung proses belajar.
815 2.110 100 306
pasien katarak berhasil dioperasi,
pelajar mendapatkan orang dewasa menerima pelajar menerima
termasuk yang berusia produktif dan/
pemeriksaan mata kacamata baca kacamata koreksi
atau sangat bergantung pada orang lain
Klinik Binaan dan Bakti Sosial Layanan Kesehatan
Langkah BCA dalam memperluas akses layanan kesehatan terjangkau diwujudkan melalui kemitraan dengan dua klinik binaan
yaitu Praktik Dokter Duri Utara di Tambora, Jakarta Barat, dan Klinik Bakti Medika di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat. Kedua
klinik ini menyediakan layanan pengobatan umum dan Keluarga Berencana (KB) dengan subsidi biaya bagi masyarakat sekitar.
1.593 10.468 675
Pasien menerima Pasien menerima
Pasien menerima
keringanan biaya pemeriksaan hipertensi, diabetes,
keringanan biaya KB
pengobatan umum kolesterol, dan asam urat
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 103
Page 106
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Donor Darah
BCA bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) secara konsisten menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai
bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketersediaan darah nasional. Sepanjang tahun 2025, BCA menghimpun
lebih dari 2.100 kantong darah melalui berbagai kegiatan donor yang dilaksanakan di kantor pusat Menara BCA, Kantor Wilayah
4, KCU Yogyakarta, dan sejumlah lokasi lainnya. BCA memperluas jangkauan kegiatan ini melalui inisiatif “Gen Z Berani Donor
Darah”, yang digelar di Kampus Universitas Indonesia dan BCA Learning Institute untuk mendorong keterlibatan pendonor
muda sejak dini.
1 2 4
3
5
1) Kegiatan Operasi Katarak Gratis.
2) Pemeriksaan Mata Gratis untuk Pelajar.
3) Kegiatan Donor Darah Pekerja BCA.
4) Sekolah Lapangan "Isi Piringku" dalam Rangkaian Program Ayo Cegah Stunting.
5) Bakti Sosial Klinik Bakti BCA Duri Utara.
104 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 107
Bakti Budaya
Program Pelestarian Budaya
BCA berkomitmen mendukung pelestarian seni, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia melalui berbagai inisiatif, mencakup
warisan budaya dan pemberdayaan komunitas lokal agar budaya tetap relevan dan berkembang secara berkelanjutan.
Pembinaan Wastra Warna Alam
Setelah membangun fondasi teknik pewarnaan alami di Timor Tengah Selatan (TTS), Baduy, dan Sumba, pada
tahun 2025 Bakti Budaya BCA memperluas program pelestarian wastra ke Sumatra Utara. Bekerja sama
dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) program ini membina 32 penenun dari lima komunitas
songket Melayu di Kabupaten Deli Serdang dan Batu Bara. Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kualitas
warna alami untuk menjaga keberlanjutan dan nilai warisan budaya, sembari terus memperdalam kapasitas
kelompok binaan yang telah ada. Saksikan kisahnya
Peta Sebaran Pembinaan Warna Alam
Sumatra Utara
Baduy, Jawa Barat
Timor Tengah Selatan NTT
Sumba NTT
Pendampingan Lanjutan untuk Penenun Sumba
Pada komunitas penenun Sumba, fokus pendampingan pada tahun ini diarahkan pada penguatan kualitas produk, kelembagaan,
dan tata kelola. Penenun mengikuti pelatihan lanjutan yang menekankan eksplorasi motif dan pengembangan produk turunan
agar tenun warna alam semakin relevan dengan pasar fesyen ramah lingkungan. Melalui proses pendampingan tersebut,
komunitas berhasil membentuk satu unit Koperasi Konsumen yang menjadi wadah bersama untuk pengelolaan produksi,
pemasaran, dan keuangan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Perluasan Akses Pasar dan Eksposur Karya Penenun
Pada 2025, karya penenun TTS, Baduy, dan Sumba dipromosikan melalui kolaborasi Kawan Nusantara dan Tulola di Jakarta
dan Bali serta dipasarkan secara berkelanjutan melalui BCA Expoversary dan BCA Expo 2025, sehingga menjangkau pasar
urban dan ekosistem kreatif yang lebih luas. Dari berbagai kanal tersebut, tambahan penghasilan penenun mencapai lebih
dari Rp367 juta (tumbuh 34% YoY) pada 2025, mencakup kain hasil pelatihan maupun produk turunan yang difasilitasi BCA.
1 2 3
1) Pembinaan wastra warna alam tenun songket Melayu.
2) Eksposur perajin tenun WARLAMI di acara Kawan Nusantara TULOLA.
3) Varian Produk UMKM Wastra Warna Alam Bakti BCA.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 105
Page 108
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
MEMBERIKAN NILAI BAGI MASYARAKAT
BCA menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pendampingan usaha dan desa binaan yang
berfokus pada Upskilling SDM dan Penguatan Kelembagaan (Capacity Building) serta Promosi dan Dukungan Perluasan
Akses Pasar (Market Access) secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. BCA
menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan berbasis kebutuhan (need analysis) dan
kolaboratif untuk memastikan setiap program relevan, berdampak nyata, dan berjangka panjang meski dihadapkan pada
tantangan di lapangan. Pada tahun 2025, Bakti BCA telah membina 28 Desa dan lebih dari 5.000 UMKM.
Desa Bakti BCA [203-1, FS13] [FN-CB-240a.3]
Pada tahun 2025, jumlah Desa Bakti BCA sebanyak 28 Desa Bakti BCA, terdiri dari 27 desa wisata dan 1 desa program revitalisasi
kebun kopi. Pembinaan program desa wisata adalah kolaborasi program dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat kesejahteraan ekonomi masyarakat lewat pendapatan dan lapangan kerja
di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
Desa Bakti BCA
Jawa Sumatra Kalimantan
DKI Jakarta Sumatra Barat Kalimantan Barat
Desa Wisata Pecinan Glodok Desa Wisata Perkampungan Desa Wisata Kampong Melayu
Adat Nagari Sijunjung Benua Melayu Laut
Jawa Barat
Desa Wisata Situs Gunung Padang Sumatra Barat Kalimantan Timur
Desa Wisata Silokek Desa Wisata Pulau Derawan
Jawa Barat
Kebun Kopi Cikoneng, Desa Tugu Utara Riau
Desa Wisata Dayun
Banten Sulawesi
Desa Wisata Saba Budaya Baduy Bangka Belitung
Desa Wisata Kreatif Terong
DI Yogyakarta Sulawesi Utara
Desa Wisata Pentingsari Bangka Belitung Desa Wisata Kakaskasen II
Bukit Peramun
DI Yogyakarta
Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari Bangka Belitung
Desa Wisata Kelubi Maluku
DI Yogyakarta
Wirawisata Goa Pindul Bangka Belitung
Desa Wisata Limbongan
Jawa Tengah Maluku
Lampung Desa Wisata Negeri Laha
Desa Wisata Patakbanteng
Desa Wisata Kiluan Negeri
Jawa Tengah
Doesoen Kopi Sirap
Bali & Nusa Tenggara
Jawa Tengah
Kampung Batik Gemah Sumilir
Jawa Timur Bali
Desa Wisata Tamansari Desa Wisata Taro
Jawa Timur NTB
Desa Wisata Semen Desa Wisata Bilebante
Jawa Timur NTT
Desa Wisata Edelweiss Wonokitri Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara
27 Desa Wisata
Pembinaan Desa Wisata mengacu pada pedoman resmi, di antaranya Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
No. 9 Tahun 2021, Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia No. KM.143/KD.00/MENPAR/2019, dan standar Global
Sustainable Tourism Council (GSTC) untuk memastikan penerapan praktik pariwisata berkelanjutan.
106 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 109
Indikator Capaian 2025 Keterangan Utama
Jumlah Pengunjung Desa 282.473 Total jumlah pengunjung 14 Desa Bakti BCA, dimana dari data tersebut Desa Wisata
Bakti BCA pengunjung Tamansari menyumbang lebih dari 201 ribu pengunjung (71,2%); total kumulatif 2021 - 2025
mencapai 1,2 juta pengunjung.
Jumlah Tenaga Kerja Desa 1.593 orang Penyerapan tenaga kerja di 28 desa Bakti BCA mencakup 99,6% pekerja usia produktif dan
Bakti BCA 33% pekerja perempuan.
Jumlah Pendapatan Desa Rp10,2 Miliar Total akumulasi pendapatan 14 Desa Bakti BCA selama lima tahun mencapai Rp 37.7 miliar.
Bakti BCA
Jumlah Penghargaan & 23 16 Awards Internasional & Nasional
Sertifikasi Berkelanjutan Penghargaan 6 Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan
& Sertifikat 1 Penghargaan Homestay Terbaik versi Booking.com
Ragam Pembinaan 27 Desa Wisata
Sepanjang tahun 2025, BCA telah melaksanakan 194 modul pelatihan dengan total 247 jam belajar yang diikuti oleh 458
peserta pelatihan yang difokuskan untuk meningkatkan Upskilling SDM dan Penguatan Kelembagaan (Capacity Building)
serta Promosi dan Dukungan Perluasan Akses Pasar (Market Access).
Promosi dan Dukungan Perluasan Akses Pasar (Market Access) Desa Wisata
BCA memperluas akses pasar 9 Desa Bakti BCA melalui BCA Lifestyle dan berbagai platform digital lainnya, menghasilkan lebih
dari Rp277 juta. Selain itu, melalui program familiarization trip dan sales mission dengan mengajak travel agent/tour operator,
nasabah, media, maupun pekerja BCA berkunjung ke desa wisata mampu menghasilkan exposure dan nilai transaksi mencapai
Rp1,4 miliar. Tidak hanya itu, perluasan akses pasar luar negeri Desa Bakti BCA juga diwujudkan melalui keikutsertaan dalam
ITB Berlin dan Wonderful Indonesia Travel Fair. Kedua event berskala internasional ini mampu menghasilkan 456 potential
buyers serta pendapatan Rp536 juta bagi desa Bakti BCA.
Bertumbuhnya desa wisata mendorong tumbuhnya pelaku usaha. Produk komunitas binaan memperoleh akses promosi
yang lebih luas melalui kerja sama dengan Tulola, brand perhiasan dan aksesori yang mengangkat nilai budaya Indonesia.
Kolaborasi Desa Taro dengan Tulola sejak tahun 2024 ini mampu memperluas jangkauan produk kerajinan perak Desa Taro
ke pasar global, menghasilkan penjualan 11 karya senilai Rp83,5 juta yang diterima oleh pengrajin.
ITB Berlin 2025 Bakti BCA X Tulola
Saksikan kisahnya Saksikan kisahnya
Upskilling SDM dan Penguatan Kelembagaan (Capacity Building)
1. Sertifikasi Profesi, Pengembangan SDM, serta Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan
Bakti BCA meningkatkan kompetensi pelaku pariwisata dengan memfasilitasi sertifikasi profesi dari Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk 30 individu, yang terdiri dari 20 pemandu ekowisata dan 10 pemandu outbound. Untuk
mendukung pariwisata berkelanjutan di tingkat desa, BCA juga memfasilitasi proses sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan
yang diselenggarakan oleh Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC), sebuah lembaga quasi-pemerintah di bawah
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hasilnya, enam desa binaan berhasil meraih sertifikasi tersebut: Pentingsari
(DI Yogyakarta), Taro (Bali), Dayun (Riau), Terong (Bangka Belitung), Bilebante (Nusa Tenggara Barat), dan Tamansari (Jawa
Timur).
Sertifikat yang berlaku selama tiga tahun ini membuktikan bahwa keenam desa telah memenuhi kriteria komprehensif
yang mencakup aspek Pengelolaan, Sosial-Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan yang berkelanjutan. Standar nasional ini
telah diakui secara internasional oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC), sehingga memastikan praktik pariwisata
di desa-desa tersebut setara dengan standar global.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 107
Page 110
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Pembinaan Tata Kelola Destinasi Wisata Skala Internasional
Dua Desa Bakti BCA, yaitu Desa Wisata Taro dan Desa Wisata Hijau Bilebante memiliki potensi
untuk menjadi Best Tourism Village sehingga kedua desa tersebut mendapatkan pembinaan secara
langsung dari UN Tourism, dengan beberapa tahap mentoring yaitu Preliminary Asessment, Field
Visit, Formulation of Recommendation Report, dan Masterclass. Tak hanya itu, local champion
desa juga mengikuti konferensi internasional UN Tourism di Hoi An, Vietnam, dengan tema "The
Tourism for Rural Development Program" guna memperluas jejaring global dan studi banding ke Saksikan kisahnya
desa wisata terbaik dunia.
2. Program Rumah Pangan Hidup dan Inisiatif Ramah Lingkungan di Desa Wisata
Pada 2025, BCA melanjutkan Program Rumah Pangan Hidup di 4 Desa Bakti BCA dengan membangun 4 greenhouse. Untuk
menjaga keberlanjutan program, dibentuk pula 4 kelembagaan RPH di setiap desa yang terintegrasi dalam kelembagaan
Desa Wisata, serta dilakukan pembinaan kepada 15 local champions. Program ini melibatkan 267 peserta (79% perempuan)
yang menghasilkan panen sayur untuk dikonsumsi setara Rp101,8 juta dan Rp7,3 juta dari ternak, sekaligus menurunkan
potensi belanja pangan rumah tangga hingga 41,7% (sayur) dan 16,3% (hewani). Program ini juga mengelola 49,3 ton sampah
organik dan 895,7 ton sampah anorganik menjadi media tanam dan pupuk alami. Bakti BCA juga memulai gerakan wisata
ramah lingkungan dengan penerapan gaya hidup hijau, diantaranya menghemat pemakaian air dan listrik, mengurangi
limbah plastik, membuang sampah pada tempatnya, serta mengambil makanan secukupnya di Desa Wisata Pentingsari
Yogyakarta, Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari Yogyakarta, dan Desa Wisata Hijau Bilebante NTB.
Desa Bakti Program Revitalisasi Kebun Kopi Cikoneng
Sepanjang tahun 2025, Bakti BCA melanjutkan pembinaan kepada 13 orang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani
Lestari Maju Bersama dan Cikoneng Lestari di atas 10 hektar lahan kebun kopi di Cikoneng, Tugu Utara, Cisarua, Kab. Bogor.
Bantuan Sarana 2025 Pembinaan SDM
Pemupukan Ramah Pemangkasan Produksi Pengendalian Hama
Lingkungan Ringan & Berat & Penyakit
Pupuk organik Pupuk organik cair Pupuk organik
padat tanah cair daun
40 ton 120 L 1.440 L
Panen
Selektif
Pembuatan
Rorak
Literasi
Keuangan
Melalui program ini terjadi peningkatan produksi cheri 2x lipat yaitu sebesar 22.884 Kg dengan jumlah pendapatan lebih dari
Rp320 juta atau meningkat 2,3x YoY. Selain bantuan sarana dan prasarana, 50 orang petani mengikuti pembinaan sekolah
lapangan dan mengalami peningkatan kapasitas SDM sebesar 6,4%. Pembinaan literasi keuangan juga diberikan untuk
meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan petani dan memitigasi risiko belanja berlebihan pascapanen.
Prestasi Desa Wisata
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi program Desa Bakti BCA karena telah berhasil meraih pengakuan,
baik skala nasional maupun internasional. Adapun beberapa prestasi yang diperoleh Desa Bakti BCA, yaitu :
Saksikan kisahnya
ASEAN Tourism Award 2025 – ASEAN Tourism
No. Nama Desa Wisata Binaan Provinsi Jenis Penghargaan
1 Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung Sumatra Barat ASEAN Homestay Award
2 Desa Wisata Kreatif Terong Kep Bangka Belitung ASEAN Community-Based
Tourism Award
3 Desa Wisata Semen Jawa Timur ASEAN Community-Based
Tourism Award
4 Desa Wisata Taro Bali ASEAN Community-Based Tourism
Award
5 Kampung Wisata Pecinan Glodok DKI Jakarta ASEAN Public Toilet Award
6 Desa Wisata Bilebante Nusa Tenggara Barat ASEAN Public Toilet Award
108 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 111
Wonderful Indonesia Award 2025 – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
No. Nama Desa Wisata Provinsi Jenis Penghargaan
1 Desa Wisata Bilebante Nusa Tenggara Barat Juara Umum kategori Desa Wisata
2 Desa Wisata Kampung Adat Prai Ijing/Tebara Nusa Tenggara Timur Juara 2 kategori Kelompok Sadar Wisata
3 Kampung Wisata Pecinan Glodok DKI Jakarta Juara Harapan 3 kategori Desa Wisata Berbasis
Budaya
Survei Kepuasan Pengunjung
Untuk menjaga kualitas pengalaman wisatawan, setiap pengunjung Desa Bakti BCA diarahkan untuk memberikan ulasan
melalui berbagai platform digital, salah satunya Google Rating dengan nilai rata-rata 4,6 dari 5. Pada tahun 2025, rata rata
tingkat kepuasan layanan di Desa Bakti BCA mencapai angka 4,6 dari 5.
Kolaborasi dan Pendampingan UMKM Binaan BCA
Melalui kolaborasi antara Bakti BCA dan Commercial & SME Banking Division, BCA secara konsisten mendukung pemberdayaan
pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi. Dukungan
tersebut mencakup fasilitasi sertifikasi halal, pendampingan bisnis, serta perluasan akses pasar dalam dan luar negeri bagi
UMKM yang berpotensi ekspor. Total UMKM yang mengikuti pelatihan sebanyak 1.829 UMKM, dengan 43 modul pelatihan
dan 52 jam belajar.
1. Promosi dan Perluasan Akses Pasar
Bakti BCA memperluas akses pasar UMKM binaan melalui partisipasi pameran nasional dan promosi seperti BCA
Expoversary, UMKM Festival, Pagelaran Sabang Merauke, dan Pekan Raya Jakarta. Selain booth dan pop-up store, BCA
juga memanfaatkan media digital seperti e-flyer dan katalog daring. Pada 2025, sebanyak 27 pelaku usaha dilibatkan
dengan penyerapan hingga 450 tenaga kerja. UMKM dari 28 Desa Bakti BCA memasarkan produk unggulan seperti batik,
tenun, kopi, gula aren, pangan olahan, dan kerajinan tangan, dengan total pendapatan mencapai Rp446 juta.
2. Pendampingan Sertifikasi Halal dan Pelatihan UMKM
Sepanjang tahun 2025, lebih dari 1.744 pelaku UMKM mendapatkan pendampingan untuk sertifikasi
halal dan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebanyak > 820 sertifikat halal telah diterbitkan di 23
kota/kabupaten di 15 provinsi. Melalui kegiatan ini, BCA tak hanya membantu pendampingan dan penerbitan
sertifikat halal namun juga memberikan pelatihan dalam hal pengembangan kapasitas UMKM melalui 3 pilar,
yaitu pelaku, pasar dan produk, serta business model canvas, yang mendukung peningkatan pengetahuan
peserta sebanyak 31%. Saksikan kisahnya
3. UMKM Go Export
Program UMKM BCA Go Export terus mendukung pelaku usaha menembus pasar internasional. Pada 2025, program UMKM
BCA Go Export membuka jejaring ke 33 negara dengan potensi ekspor Rp110,9 miliar melalui ajang seperti Trade Expo
Indonesia. Melalui business matching dan pendampingan intensif, sejumlah UMKM berhasil melakukan ekspor dengan nilai
mencapai lebih dari Rp13 miliar, terutama untuk komoditas kopi, cokelat, rempah, edamame, bawang, dan gula kelapa ke
pasar Eropa dan Asia. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas program dalam mempersiapkan UMKM agar siap bersaing
dan memenuhi standar pasar global. Penguatan kapasitas SDM dalam program UMKM Go Export diberikan melalui 31
modul pelatihan dan 42 jam belajar. Selama masa pembelajaran terjadi peningkatan pemahaman sebesar 8%, kesiapan
UMKM dalam administrasi export meningkat 88%.
INKUBASI Trade Expo
UMKM Bakti BCA Indonesia 2025
Go Export 2025
Saksikan kisahnya Saksikan kisahnya
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 109
Page 112
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
1 2 4
3
5 6 7
1) Perluasan akses pasar international Desa Bakti BCA di event ITB Berlin 2025.
2) Assessment lapangan sertifikasi desa wisata berkelanjutan di Desa Taro.
3) Aktivitas warga merawat bibit sayur dalam program Rumah Pangan Hidup.
4) Panen Raya Kebun Kopi Cikoneng.
5) Kolaborasi karya pengrajin perak Desa Taro dengan TULOLA.
6) Desa Bakti BCA tuai prestasi di ajang Wonderful Indonesia Awards 2025.
7) Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menghadiri Rapat Koordinasi UMKM & Desa Bakti BCA 2025.
Bakti Lingkungan
BCA terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian alam dan peningkatan kualitas lingkungan melalui berbagai program
yang terarah dan berkelanjutan. Seluruh inisiatif dijalankan secara kolaboratif bersama mitra lokal, lembaga pendidikan, dan
pemerintah untuk memperkuat pengelolaan lingkungan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem.
Pelestarian Hewan Langka dan Dilindungi
1. Rehabilitasi dan Pelepasliaran Orang Utan
Pada 2025, BCA melanjutkan dukungan konservasi orang utan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)
Kalimantan Timur dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) melalui rehabilitasi enam individu orang utan, termasuk
adopsi satu bayi orang utan, serta pelepasliaran lima individu yang telah dinyatakan siap kembali ke habitat
alaminya. Sebagai bagian dari penguatan proses rehabilitasi, BCA juga mendukung perbaikan Sekolah
Hutan II untuk memberi ruang bagi orang utan berlatih menjelajah, mengenali predator, dan membangun
kemandirian sebelum kembali ke alam. Program Student Goes to Nature (SGTN) juga kembali diadakan di
Samboja Lestari dengan melibatkan 200 pelajar SMP–SMA yang mengikuti kegiatan edukasi konservasi,
literasi keuangan, dan penanaman 200 pohon di kawasan konservasi. Saksikan kisahnya
Program Konservasi Orang Utan tahun 2025
6 5 1 200
Orang Utan Orang Utan Sekolah hutan Pelajar SMP dan SMA berpartisipasi dalam program
direhabilitasi dilepasliarkan diperbaiki Student Goes to Nature (SGTN)
2. Konservasi Penyu
Pada 2025, BCA melanjutkan konservasi penyu di Banyuwangi, Pantai Kerobokan (Bali), dan Pantai Goa Cemara (DIY) melalui
relokasi telur, pelepasliaran tukik, penguatan fasilitas, serta edukasi publik yang terintegrasi. BCA menyelenggarakan
“Forum Sinergi Konservasi Penyu Bakti BCA 2025” yang mempertemukan komunitas konservasi, akademisi, dan pemangku
kepentingan lainnya untuk menyelaraskan standar dan kapasitas teknis konservasi penyu.
110 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 113
Pada 2025, penguatan edukasi publik juga diwujudkan melalui peresmian fasilitas konservasi di Pantai Goa Cemara, yang
dikembangkan sebagai etalase pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, dan wisatawan. Berlokasi di kawasan wisata,
fasilitas ini menghadirkan tur edukatif, pelepasan tukik, dan pengenalan nilai budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran
mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pesisir.
Melalui berbagai upaya di sepanjang tahun 2025, 34.404 telur dari 425 sarang berhasil direlokasi, 24.161 tukik dilepasliarkan,
dan 7.759 pelajar serta masyarakat teredukasi tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir.
3. Java-Wide Leopard Survey (JWLS)
BCA bersama Kementerian Kehutanan dan SINTAS Indonesia melanjutkan Java-Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman
Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai dukungan terhadap penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi
(SRAK) Macan Tutul Jawa. Survei yang dilakukan pada 2024 di wilayah selatan TNBTS mengidentifikasi keberadaan delapan
individu dan menjadi landasan awal pemahaman populasi di kawasan ini. Pada 2025, kegiatan diperluas ke wilayah utara
melalui pemasangan kamera pengintai tambahan, analisis sampel feses, serta penguatan kapasitas petugas lapangan
untuk mendukung pemetaan populasi secara lebih menyeluruh.
Pelestarian Ekosistem Alam dan Penanganan Perubahan Iklim
Tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan BCA. Melalui berbagai inisiatif,
BCA berupaya meningkatkan efisiensi sumber daya, menekan dampak lingkungan, dan memperkuat ketahanan terhadap
perubahan iklim sebagai komitmen jangka panjang perusahaan.
Program Penanaman Pohon
Sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan, BCA melanjutkan program penanaman pohon di berbagai wilayah
Indonesia untuk mendukung penyerapan karbon, meningkatkan daya resap air tanah, memperkuat ekosistem lokal, dan
memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pada 2025, program ini melibatkan lebih dari 423 masyarakat dalam kegiatan penanaman yang mendukung keberlanjutan
pemulihan ekosistem hingga restorasi mata air secara kolektif. Jenis tanaman disesuaikan dengan karakteristik lingkungan
masing-masing wilayah, mencakup Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat, durian, dan pohon lainnya yang
memberikan nilai ekonomi, serta pohon bernilai ekologis seperti bambu dan beringin yang berperan penting dalam menjaga
stabilitas tanah dan meningkatkan fungsi resapan air.
Jumlah
Lokasi Tanam Jenis Pohon Dampak Lingkungan & Sosial Ekonomi
Pohon
Desa Sidodadi, 21.000 Pohon Bambu, • Restorasi 1 titik sumber mata air dan perlindungan 4 sumber mata air.
Malang Kopi • Penanaman bambu dan MTPS di lahan perhutanan sosial.
Durian, Alpukat, • Edukasi masyarakat & pelibatan KTH terkait pentingnya menjaga kawasan mata
Jeruk, dan air dan tutupan vegetasi sekitarnya, penerapan praktik konservasi air sederhana,
Kaliandra perawatan pohon & restorasi sumber mata air, menjadi pelaku utama konservasi
bukan hanya penerima manfaat.
Desa Temurejo, 13.000 Pohon Jambu, • Restorasi 1 titik sumber mata air dan perlindungan 2 sumber mata air.
Banyuwangi Sawo, Mangga, • Penanaman bambu dan MTPS di dengan skema pengelolaan hutan bersama
Bambu, Alpukat, masyarakat (PHBM).
Sonokeling, dan • Edukasi masyarakat & pelibatan kelompok tani hutan terkait pentingnya menjaga
Petai kawasan mata air dan tutupan vegetasi sekitarnya, penerapan praktik konservasi
mata air sederhana, perawatan pohon & restorasi sumber mata air, sehingga
masyarakat menjadi pelaku utama konservasi, bukan hanya penerima manfaat.
Hutan Adat Hiang, 16.000 Pohon Durian, • Rehabilitasi hutan adat di zona pemanfaatan.
Jambi Alpukat, Meranti, • Perlindungan habitat satwa dilindungi dan sumber mata air untuk masyarakat di dua
Jengkol, Petai, kecamatan.
Surian, dan • Penguatan kearifan lokal melalui pengelolaan hutan berbasis masyarakat adat.
Sembulun • Penanaman pohon bernilai ekonomi untuk mendukung penghidupan berkelanjutan.
Desa Kerobokan, 1.000 Mangrove Rehabilitasi kawasan mangrove seluas 2 Hektar
Bali
Area Konservasi 200 Multi purpose Pemulihan area untuk kegiatan konservasi orang utan
Orang Utan tree species
Samboja Lestari, (MPTS)
Kalimantan Timur
Pemantauan pertumbuhan pohon dilakukan secara berkala bersama mitra ahli untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan
program.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 111
Page 114
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Pada 2025, pohon-pohon yang ditanam sejak tahun 2023-2025 diestimasikan menyerap 182,85 tCO2e, dengan tingkat
kelangsungan hidup mencapai 99,4%.
Estimasi Serapan Karbon (tCO2e)
Penanaman Pohon
2025 2028 2033 2038
2023 120,60 2.686,20 6.146,99 9.073,85
2024 29,55 1.415,15 8.960,67 14.828,64
2025 32,70 913,76 10.318,86 19.451,44
TOTAL 182,85 5.015,11 25.426,52 43.353,93
Sebagai penguatan program penanaman pohon 2024–2025, BCA mengintegrasikan restorasi mata air untuk memperbaiki
fungsi hidrologis di sekitar area tanam. Kegiatan meliputi pembersihan sumber air, penataan vegetasi penyangga, dan
pembangunan filter sederhana guna menjaga kualitas air yang dimanfaatkan masyarakat. Pengukuran debit pada sebelas
titik restorasi mata air yang berada di Desa Gambuhan (Pemalang), Desa Sidodadi (Malang), dan Desa Temurejo (Banyuwangi)
menunjukkan perbaikan aliran air sebagai respons awal dari upaya pemulihan.
Indikator Perubahan Debit Air Tahun 2025
Lokasi Jumlah Titik Debit sebelum (L/detik) Debit sesudah (L/detik) Perubahan debit (L/s)
Desa Gambuhan, Pemalang 3 2 2.5 0.5
Desa Sidodadi, Malang 5 2 3 1.0
Desa Temurejo, Banyuwangi 3 0 0.3 0.3
Reverse Vending Machine (RVM)
Sebagai upaya mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah plastik, BCA melanjutkan pemanfaatan Reverse
Vending Machine (RVM) Bakti BCA sebagai sarana edukasi dan pembiasaan pemilahan sampah. Sebanyak 3 unit RVM ditempatkan
di lingkungan kampus, 2 unit RVM di Institut Teknologi Bandung dan 1 unit RVM di Universitas Padjadjaran. Sepanjang 2025,
lebih dari 700 sivitas akademika telah berpartisipasi menggunakan RVM untuk memilah sampah botol plastik. Sebanyak 1
unit RVM juga ditempatkan di Desa Wisata Pentingsari desa binaan Bakti BCA untuk menjaga kebersihan desa wisata serta
mendukung edukasi dan kesadaran pengelolaan sampah.
RVM Bakti BCA juga hadir pada kegiatan publik seperti BCA Expoversary dan BCA Expo 2025 guna memperluas edukasi
mengenai pentingnya pemilahan dan daur ulang sebagai bagian dari ekonomi sirkular serta upaya pengurangan sampah
plastik sekali pakai.
Pencapaian Program RVM Bakti BCA Tahun 2025
51.131 5,06 tCO e 2
Botol plastik yang dikumpulkan Serapan karbon
melalui RVM Bakti BCA
Solar Panel Charging Station
Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi, BCA menghadirkan Solar Panel Charging Station Bakti BCA untuk mendukung
inisiatif green campus. Pada 2025, satu fasilitas dibangun masing-masing di Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Institut
Pertanian Bogor (IPB). Fasilitas ini memberikan akses energi bersih bagi sivitas akademika untuk mengisi daya gawai, sekaligus
menjadi langkah strategis BCA untuk menumbuhkan kesadaran dan mendorong adopsi solusi ramah lingkungan di kalangan
generasi muda.
Pengaduan terkait Lingkungan Hidup [413-2]
BCA terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui pelaksanaan berbagai program tanggung
jawab lingkungan yang berfokus pada keberlanjutan dan pengelolaan dampak operasional secara bertanggung jawab. Hingga
tahun 2025, BCA tidak menerima pengaduan terkait dampak lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan usaha perbankan.
112 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 115
Hal ini mencerminkan efektivitas penerapan prinsip kehati hatian, efisiensi operasional, serta komitmen BCA dalam menjaga
keseimbangan antara kinerja bisnis dan kelestarian lingkungan.
1 2 3
4 5
(1 & 2) Restorasi mata air dan penanaman pohon di Desa Sidodadi, Ngantang, Kab. Malang, Jawa Timur.
3) Program Student Goes to Nature (SGTN) di Samboja Lestari.
4) Konservasi Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
5) Pelepasan Penyu.
Bantuan Bencana Alam
BCA menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra. Tidak
lama setelah bencana terjadi, Bakti BCA melalui TNI menyalurkan bantuan dalam bentuk bahan pokok,
obat-obatan, selimut, dan berbagai kebutuhan warga di pengungsian berupa tenda dan tempat tidur
portabel. Selain itu, untuk memenuhi aspek sanitasi dan air bersih bagi pengungsi, Bakti BCA juga memberikan
bantuan infrastruktur MCK, solar panel, dan sumur bor. Empat titik bantuan Bakti BCA bencana alam Sumatra
Saksikan kisahnya terdapat di:
1. Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatra Barat
2. Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
3. Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh
4. Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh
1 2 3
1) Simbolis penyerahan donasi bencana banjir & tanah longsor Sumatra.
2) Bantuan infrastruktur MCK dan sumur bor air bersih di Kec. Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
3) Warga memanfaatkan air bersih Fasilitas Bakti BCA.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 113
Page 116
B e r k a r y a M e m b e r i N i l a i
Filantropi
Sepanjang tahun 2025, BCA berkomitmen untuk memberikan donasi kepada organisasi yang menunjukkan dedikasi dan
integritas dalam pengembangan pendidikan, lingkungan, budaya bangsa, sosial, olahraga, dan kesehatan. Di bidang pendidikan,
BCA mendukung Program Inspiration Factory 2025 yang menawarkan edukasi non-formal bagi anak-anak marginal berusia
6 sampai 12 tahun di Jakarta. Berfokus pada pengembangan soft skill, self-esteem, dan disiplin melalui kegiatan interaktif,
program ini bertujuan untuk membantu anak-anak tersebut berani bermimpi dan menjadi versi terbaik mereka.
Melalui program filantropi, BCA berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan masyarakat yang lebih baik dan
berkelanjutan.
EVALUASI DAN STUDI PENGUKURAN DAMPAK PROGRAM BAKTI BCA [413-1]
Bakti BCA hadir sebagai payung strategi dalam pelaksanaan berbagai inisiatif sosial BCA yang berfokus pada penciptaan
nilai sosial berkelanjutan. Pada tahun 2025, BCA melakukan evaluasi program Bakti BCA dengan menggunakan metode
Social Return on Investment (SROI) evaluative yang dilaksanakan oleh The SMERU Research Institute. Dengan menggunakan
metode SROI, nilai bersih dari manfaat sosial, ekonomi, lingkungan dan kesejahteraan psikologis yang dirasakan baik oleh
penerima manfaat maupun berbagai pemangku kepentingan yang terlibat di dalam program dapat dihitung secara moneter.
Kegiatan evaluasi program dilakukan terhadap enam Program Bakti BCA, yaitu: Beasiswa Bakti BCA 2024, MUA Tuli Bakti
BCA 2024, UMKM Go Export 2023 – 2025, Desa Bakti BCA di Desa Wisata Bilebante 2022 – 2025, Tenun Warna Alam 2024 –
2025, dan Konservasi Penyu 2024 – 2025. Hasil evaluasi dampak program dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Secara umum,
keenam program Bakti BCA memiliki nilai SROI di atas 1, yang menunjukkan keberhasilan program dalam menghasilkan nilai
dampak sosial melebihi biaya investasi yang dikeluarkan.
Hasil perhitungan nilai SROI Program Bakti BCA adalah sebagai berikut:
Nilai
Nama program Keterangan
SROI
Beasiswa Bakti 1,30 Setiap Rp1 investasi Perusahaan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp1,30. Program ini telah memberikan dampak
BCA 2024 positif dan menghasilkan nilai sosial melebih nilai investasi, melalui dukungan keberlanjutan studi mahasiswa dan
meringankan beban biaya pendidikan (ekonomi), serta mendorong peningkatan kompetensi (soft skill) mahasiswa
penerima program (sosial). Penguatan aspek sosial ini turut meningkatkan aspek wellbeing mahasiswa, khususnya
kepercayaan diri dalam beraktivitas di kampus dan pandangan mereka yang lebih optimis terhadap masa depan.
MUA Tuli Bakti 2,19 Setiap Rp1 investasi Perusahaan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp2,19. Program ini selaras dengan tujuan
BCA 2024 utama Program MUA Tuli Bakti BCA, yaitu meningkatkan akses terhadap penghidupan yang lebih layak dan
berkelanjutan bagi penyandang disabilitas Tuli. Program ini juga memberi ruang aktualisasi diri para MUA Tuli
karena dapat memperkuat motivasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan sebagai ajang untuk mempromosikan
kesetaraan serta mengurangi stigma terhadap penyandang disabilitas (wellbeing).
UMKM Go Export 8,86 Setiap Rp1 investasi Perusahaan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp8,86. Program ini telah memberikan dampak
2023 – 2025 positif dan layak secara sosial, terutama dalam memfasilitasi UMKM agar memiliki pengetahuan, keterampilan
dan kepercayaan diri untuk melakukan ekspor, memperkuat jejaring bisnis dan kemamapuan komunikasi bisnis,
yang pada akhirnya terwujud dalam bentuk peningkatan nilai ekspor.
Desa Bakti BCA 2,59 Setiap Rp1 investasi Perusahaan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp2,59. Program ini telah memberikan dampak
di Desa Wisata positif melalui pengembangan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, penerapan pariwisata berkelanjutan,
Bilebante 2022 serta peningkatan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga berkontribusi pada penguatan
– 2025 keberlanjutan sosial dan lingkungan melalui penghematan biaya pemenuhan kebutuhan sayuran rumah tangga
pada Kelompok Rumah Pangan Hidup (RPH).
Tenun Warna 1,87 Setiap Rp1 investasi Perusahaan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp1,87. Program ini menciptakan nilai sosial
Alam 2024 – yang melampaui nilai investasi melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi perajin, penguatan kapasitas dan
2025 peran sosial komunitas, pelestarian warisan budaya tenun, serta penerapan praktik pewarnaan berbasis bahan
alam yang lebih ramah lingkungan.
Konservasi 1,40 Setiap Rp1 investasi Perusahaan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp1,40. Program ini secara keseluruhan dinilai
Penyu 2024 - telah memberikan dampak positif dalam mendukung terjaganya populasi penyu dan terciptanya peluang
2025 pendapatan masyarakat melalui eduwisata konservasi penyu.
Hasil evaluasi program Bakti BCA digunakan sebagai referensi penting dalam pengembangan strategi perusahaan untuk
meningkatkan dampak positifnya bagi individu, komunitas, dan ekosistem. Melalui evaluasi tersebut, BCA dapat mengidentifikasi
faktor-faktor yang berperan besar dalam pencapaian tujuan keberlanjutan, serta merumuskan langkah-langkah yang lebih
tepat sasaran. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang kontribusi yang telah dilakukan, BCA dapat terus memperkuat
peranannya dalam mendukung kemajuan masyarakat dan lingkungan sekitar, sekaligus memastikan bahwa setiap inisiatif
berorientasi pada pencapaian tujuan jangka panjang yang berkelanjutan.
114 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 117
02
05
Sekilas Laporan
Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 115
Page 118
S e k i l a s L a p o r a n
B e r k e l a n j u t a n
Sekilas Laporan Keberlanjutan
PROFIL LAPORAN [2-2, 2-3, 2-4, 2-5] Penjaminan laporan dilakukan oleh PT Sejahtera Rambah
Asia menggunakan standar AA1000 Assurance Standard (V3) –
Laporan Keberlanjutan PT Bank Central Asia Tbk Tipe II dengan tingkat moderat. Kegiatan verifikasi mencakup
(BCA) tahun 2025 disusun untuk periode 1 Januari–31 konfirmasi dan penelaahan data dari berbagai unit terkait,
Desember 2025 dan merupakan kelanjutan dari laporan dan hasilnya dituangkan dalam pernyataan independen yang
sebelumnya yang diterbitkan pada Februari 2025. Penyusunan menjadi bagian dari laporan ini.
laporan ini menjadi wujud komitmen BCA dalam menjaga
transparansi serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan TANGGAPAN UMPAN BALIK
ke dalam strategi dan operasional perusahaan. LAPORAN TAHUN SEBELUMNYA
Laporan ini mengacu pada berbagai peraturan dan standar BCA senantiasa menerima masukan dari para pemangku
nasional maupun internasional, antara lain: kepentingan, termasuk investor, regulator, dan lembaga
1. POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Keuangan pemeringkat, untuk memperkuat kualitas pengungkapan
Berkelanjutan. keberlanjutan. Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi
2. Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021, dengan peningkatan porsi pembiayaan hijau, penguatan strategi
tingkat kesesuaian "in accordance with the GRI Standards." mitigasi risiko iklim, pengungkapan emisi gas rumah kaca GRK
3. GRI-G4 Sector Disclosures: Financial Services Sector dari aktivitas pembiayaan (cakupan 3), serta ketahanan IT dan
Supplement (FSSS). sistem keamanan data. Masukan tersebut telah ditindaklanjuti
4. Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk melalui penyempurnaan kebijakan, penyusunan strategi,
kategori Bank Komersial. dan pelaporan yang lebih komprehensif dalam Laporan
5. ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebagai Keberlanjutan BCA tahun 2025.
acuan praktik tata kelola terbaik di kawasan ASEAN.
KONTAK [2-3]
Data dan informasi dalam laporan ini berasal dari kegiatan
operasional BCA serta laporan keuangan konsolidasi yang
mencakup seluruh entitas anak, seperti PT BCA Finance, BCA
Finance Limited, PT Bank BCA Syariah, PT BCA Sekuritas,
PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance), PT Asuransi Jiwa
BCA (BCA Life), PT Central Capital Ventura (CCV), dan PT Situs Perusahaan Call Center
Bank Digital BCA (BCA Digital). Data tahun sebelumnya turut
www.bca.co.id Halo BCA 1500888
disajikan kembali untuk memberikan konteks perbandingan
setelah melalui proses validasi internal dan mendapat
persetujuan Direksi serta Dewan Komisaris sebelum publikasi. Corporate Secretary –
Investor Relation & ESG Division
VERIFIKASI PIHAK INDEPENDEN
Menara BCA, Lantai 20
Untuk menjaga kredibilitas laporan, BCA menunjuk pihak Grand Indonesia
Jl. M.H. Thamrin No.1
independen dengan kompetensi di bidang sustainability
Jakarta 10310, Indonesia
assurance dan pemahaman mendalam mengenai sektor Tel. (62-21) 2358 8000
perbankan. Proses verifikasi dilakukan secara objektif dan Fax. (62-21) 2358 8300
transparan guna menghindari potensi konflik kepentingan. E-mail: corcom_bca@bca.co.id
Penunjukan pihak independen dipantau dan disetujui oleh Investor_relations@bca.co.id
esg_group@bca.co.id
Direktur Keuangan dan Perencanaan BCA.
116 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 119
Lembar Persetujuan Laporan
Keberlanjutan 2025
Lembar Persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi atas
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Central Asia Tbk
Kami selaku Dewan Komisaris dan Direksi, yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam
Laporan Keberlanjutan PT Bank Central Asia Tbk tahun 2025 telah disampaikan secara lengkap dan bertanggung jawab penuh
atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan sesuai dengan POJK No. 51/POJK.03/2017.
Demikian lembar persetujuan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, Februari 2026
Anggota Dewan Komisaris
Jahja Setiaatmadja
Presiden Komisaris
Tonny Kusnadi Cyrillus Harinowo Raden Pardede Sumantri Slamet
Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Anggota Direksi
Gregory Hendra Lembong Armand Wahyudi Hartono John Kosasih
Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur
Subur Tan Rudy Susanto Lianawaty Suwono
Direktur Direktur Direktur
Santoso Vera Eve Lim Haryanto Tiara Budiman
Direktur Direktur Direktur
Frengky Chandra Kusuma Antonius Widodo Mulyono Hendra Tanumihardja
Direktur Direktur Direktur
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 117
Page 120
/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƐƐƵƌĂŶĐĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ
dŚĞϮϬϮϱ^ƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJZĞƉŽƌƚŽĨWdĂŶŬĞŶƚƌĂůƐŝĂdďŬ
EƵŵďĞƌ ͗ϬϭͬϬϬϬͲϳϱϴͬ/ͬϮϬϮϲͬ^Z/
ƐƐƵƌĂŶĐĞdLJƉĞ ͗dLJƉĞϭĂŶĚdLJƉĞϮĨŽƌƚŚĞƐƉĞĐŝĨŝĐƚŽƉŝĐŽĨƵƐƚŽŵĞƌĂƚĂWƌŽƚĞĐƚŝŽŶĂŶĚ/d
^LJƐƚĞŵZĞƐŝůŝĞŶĐĞ͕ĂŶĚ^ĞƌǀŝĐĞdžĐĞůůĞŶĐĞ
ƐƐƵƌĂŶĐĞ>ĞǀĞů ͗DŽĚĞƌĂƚĞ
ZĞƉŽƌƚŝŶŐ^ƚĂŶĚĂƌĚƐ ͗'Z/hŶŝǀĞƌƐĂů^ƚĂŶĚĂƌĚϮϬϮϭŽŶƐŽůŝĚĂƚĞĚ͕'Z/'ϰ&ŝŶĂŶĐŝĂů^ĞƌǀŝĐĞƐ^ĞĐƚŽƌ
^ƵƉƉůĞŵĞŶƚ͕^ƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJĐĐŽƵŶƚŝŶŐ^ƚĂŶĚĂƌĚŽĂƌĚ;^^Ϳ&ŝŶĂŶĐŝĂů^ĞĐƚŽƌ
ŽŵŵĞƌĐŝĂůĂŶŬƐ͕ĂŶĚ^EŽƌƉŽƌĂƚĞ'ŽǀĞƌŶĂŶĐĞ^ĐŽƌĞĐĂƌĚ;'^Ϳ
ZĞƉŽƌƚŝŶŐZĞŐƵůĂƚŝŽŶ ͗ KƚŽƌŝƚĂƐ :ĂƐĂ <ĞƵĂŶŐĂŶ ZĞŐƵůĂƚŝŽŶ ;WK:<Ϳ EƵŵďĞƌ ϱϭͬWK:<͘ϬϯͬϮϬϭϳ ĂŶĚ
^K:<EŽ͘ϭϲͬ^K:<͘ϬϰͬϮϬϮϭ
ĞĂƌƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͕
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂŝƐŝƐƐƵŝŶŐĂŶ/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƐƐƵƌĂŶĐĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ(“the Statement”) of ƚŚĞ
ϮϬϮϱ^ƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJZĞƉŽƌƚ(“the Report”) of WdĂŶŬĞŶƚƌĂůƐŝĂdďŬ(“the Company”).dŚĞŽŵƉĂŶLJ
ŝƐĂůŽĐĂůĐŽŵŵĞƌĐŝĂůďĂŶŬŝŶ/ŶĚŽŶĞƐŝĂƚŚĂƚƉƌŽǀŝĚĞƐƐĞĐƵƌĞĂŶĚƌĞůŝĂďůĞďĂŶŬŝŶŐƐĞƌǀŝĐĞƐƚŽǀĂƌŝŽƵƐ
ĐƵƐƚŽŵĞƌƐĞŐŵĞŶƚƐ͘dŚĞZĞƉŽƌƚƉƌĞƐĞŶƚƐƚŚĞĐŽŵŵŝƚŵĞŶƚĂŶĚĞĨĨŽƌƚƐŽĨƚŚĞŽŵƉĂŶLJŝŶŵĂŶĂŐŝŶŐŝƚƐ
ƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJƉĞƌĨŽƌŵĂŶĐĞĨŽƌƚŚĞƌĞƉŽƌƚŝŶŐƉĞƌŝŽĚŽĨ:ĂŶƵĂƌLJϭƐƚƚŽĞĐĞŵďĞƌϯϭƐƚ͕ϮϬϮϱ͘ƐĂŐƌĞĞĚ
ǁŝƚŚDĂŶĂŐĞŵĞŶƚ͕PT Sejahtera Rambah Asia’sƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚLJŝƐƚŽŵĂŬĞĂŶĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚďĂƐĞĚŽŶƚŚĞ
ĚĂƚĂĂŶĚĐŽŶƚĞŶƚŽĨƚŚĞZĞƉŽƌƚĨŽƌƚŚĞLJĞĂƌ͘
/ŶƚĞŶĚĞĚhƐĞƌĂŶĚWƵƌƉŽƐĞ
dŚĞƉƵƌƉŽƐĞŽĨƚŚĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚŝƐƚŽƉƌĞƐĞŶƚŽƵƌŽƉŝŶŝŽŶŝŶĐůƵĚŝŶŐƚŚĞĨŝŶĚŝŶŐƐĂŶĚƌĞĐŽŵŵĞŶĚĂƚŝŽŶƐ
ďĂƐĞĚ ŽŶ ƚŚĞ ƌĞƐƵůƚƐ ŽĨ ĂƐƐƵƌĂŶĐĞ ǁŽƌŬ ƚŽ ƚŚĞ Company’s ƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͘ dŚĞ ƐƐƵƌĂŶĐĞ dĞĂŵ ŝŶ
ĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞǁŝƚŚƐƉĞĐŝĨŝĐƉƌŽĐĞĚƵƌĞƐĂŶĚĂƐƉĞĐŝĨŝĐƐĐŽƉĞŽĨǁŽƌŬĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚƚŚĞĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚ͘džĐĞƉƚ
ĨŽƌ ƚŚĞĂƌĞĂƐ ĐŽǀĞƌĞĚ ŝŶ ƚŚĞƐĐŽƉĞ ŽĨ ƚŚĞĂƐƐƵƌĂŶĐĞ͕ ǁĞ ĞŶĐŽƵƌĂŐĞ Ăůů EKd ƚŽƐŽůĞůLJ ŝŶƚĞƌƉƌĞƚ ƚŚĞ
^ƚĂƚĞŵĞŶƚĂƐƚŚĞďĂƐŝƐƚŽĐŽŶĐůƵĚĞƚŚĞCompany’s ŽǀĞƌĂůůƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJƉĞƌĨŽƌŵĂŶĐĞ͘
ZĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚŝĞƐ
KƵƌƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚŝĞƐƚŽƚŚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚĂƌĞƚŽĞǀĂůƵĂƚĞƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚ͕ĐŽŵĞƵƉǁŝƚŚĨŝŶĚŝŶŐƐĂŶĚ
ƌĞĐŽŵŵĞŶĚĂƚŝŽŶƐ͕ĂŶĚŝƐƐƵĞƚŚĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ͘tĞĂƌĞĂůƐŽƌĞƐƉŽŶƐŝďůĞĨŽƌĐŽŵŝŶŐƵƉǁŝƚŚĐŽŶĐůƵƐŝŽŶƐ
ĂŶĚƌĞĐŽŵŵĞŶĚĂƚŝŽŶƐďĂƐĞĚŽŶƚŚĞĂŐƌĞĞĚƐƚĂŶĚĂƌĚƐ͕ŵĞƚŚŽĚƐ͕ĂŶĚĂƉƉƌŽĂĐŚĞƐ͘,ĞŶĐĞ͕Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂ
ZĂŵďĂŚƐŝĂŝƐŽŶůLJĞǀĂůƵĂƚĞĚĨŽƌƚŚĞůĂƚĞƐƚƌĞĐĞŝǀĞĚĞĚŝƚŽƌŝĂůĂŶĚĚĂƚĂŽŶƚŚĞĨŝŶĂůĚƌĂĨƚĂƐŽĨ:ĂŶƵĂƌLJ
ϮϴƚŚ͕ϮϬϮϲ͘Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂŝƐŽŶůLJƌĞƐƉŽŶƐŝďůĞĨŽƌĚĞůŝǀĞƌŝŶŐĂƐƐƵƌĂŶĐĞǁŽƌŬ͕EKdĂŶĂƵĚŝƚ͕
ďLJĨŽůůŽǁŝŶŐƚŚĞEŽŶͲŝƐĐůŽƐƵƌĞŐƌĞĞŵĞŶƚ͕ƚŚĞƐƐƵƌĂŶĐĞŶŐĂŐĞŵĞŶƚŐƌĞĞŵĞŶƚ͕ZĞƉƌĞƐĞŶƚĂƚŝŽŶ
>ĞƚƚĞƌ͕ĂŶĚ^ƵďƐĞƋƵĞŶƚǀĞŶƚdĞƐƚŝŶŐ͘dŚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚŚĂƐŝƚƐƐŽůĞƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚLJĨŽƌƚŚĞƉƌĞƐĞŶƚĂƚŝŽŶ
ŽĨĚĂƚĂ͕ŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶ͕ĂŶĚĚŝƐĐůŽƐƵƌĞƐŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚ͘dŚĞƌĞĨŽƌĞ͕ĂŶLJƉĂƌƚŝĞƐǁŚŽĚĞƉĞŶĚŽŶƚŚĞ
ZĞƉŽƌƚĂŶĚƚŚŝƐ^ƚĂƚĞŵĞŶƚƐŚĂůůďĞĂƌĂŶĚŵĂŶĂŐĞƚŚĞŝƌƌŝƐŬƐ͘
/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶĐĞ͕/ŵƉĂƌƚŝĂůŝƚLJ͕ĂŶĚŽŵƉĞƚĞŶĐLJ
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂĐŽŶĨŝƌŵƐEKƌĞůĂƚŝŽŶƐŚŝƉƐďĞƚǁĞĞŶƚŚĞĂƐƐƵƌŽƌƚĞĂŵĂŶĚƚŚĞĐůŝĞŶƚƐƚŚĂƚ
ĐĂŶ ŝŶĨůƵĞŶĐĞ ƚŚĞŝƌ ŝŶĚĞƉĞŶĚĞŶĐĞ ĂŶĚ ŝŵƉĂƌƚŝĂůŝƚLJ ƚŽ ĐŽŶĚƵĐƚ ƚŚĞ ĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚ ĂŶĚ ŐĞŶĞƌĂƚĞ ƚŚĞ
^ƚĂƚĞŵĞŶƚƐ͘dŚĞĂƐƐƵƌŽƌƚĞĂŵŝƐŵĂŶĚĂƚĞĚƚŽĨŽůůŽǁĂƉĂƌƚŝĐƵůĂƌĂƐƐƵƌĂŶĐĞƉƌŽƚŽĐŽůĂŶĚƉƌŽĨĞƐƐŝŽŶĂů
ĞƚŚŝĐĂůĐŽĚĞŽĨĐŽŶĚƵĐƚƚŽĞŶƐƵƌĞƚŚĞŝƌŽďũĞĐƚŝǀŝƚLJĂŶĚŝŶƚĞŐƌŝƚLJ͘tĞĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚĂƉƌĞͲĞŶŐĂŐĞŵĞŶƚ
ĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚďĞĨŽƌĞ ƚŚĞ ĂƐƐƵƌĂŶĐĞ ǁŽƌŬǁĂƐ ƚĂŬĞŶ ƚŽ ǀĞƌŝĨLJ ƚŚĞƌŝƐŬƐ ŽĨ ĞŶŐĂŐĞŵĞŶƚĂƐ ǁĞůů ĂƐ ƚŚĞ
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂ/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƐƐƵƌĂŶĐĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ͕ǀĞƌƐŝŽŶϮϬϮϲ͕ƉĂŐĞϭŽĨϰ
118 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 121
ŝŶĚĞƉĞŶĚĞŶĐĞĂŶĚŝŵƉĂƌƚŝĂůŝƚLJŽĨƚŚĞƚĞĂŵ͘dŚĞĂƐƐƵƌŽƌƚĞĂŵŵĞŵďĞƌƐŚĂǀĞŬŶŽǁůĞĚŐĞŽĨ/^KϮϲϬϬϬ͕
ϭϬϬϬ ĐĐŽƵŶƚďŝůŝƚLJ ƐƚĂŶĚĂƌĚƐ ĂŶĚ ƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͕ ĂŶĚ ĂůƐŽ ŚĂǀĞ ĞdžƉĞƌŝĞŶĐĞ ŝŶ ƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJ ƌĞƉŽƌƚ
ĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚďĂƐĞĚŽŶǀĂƌŝŽƵƐƌĞƉŽƌƚŝŶŐƌĞŐƵůĂƚŝŽŶƐ͕ƐƚĂŶĚĂƌĚƐ͕ĂŶĚƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͘
dLJƉĞĂŶĚ>ĞǀĞůŽĨƐƐƵƌĂŶĐĞ^ĞƌǀŝĐĞ
ϭ͘ dLJƉĞϭĂƐƐƵƌĂŶĐĞŽŶƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚ͘
Ϯ͘ dLJƉĞϮĂƐƐƵƌĂŶĐĞŽŶƵƐƚŽŵĞƌĂƚĂWƌŽƚĞĐƚŝŽŶĂŶĚ/d^LJƐƚĞŵZĞƐŝůŝĞŶĐĞĂŶĚ^ĞƌǀŝĐĞdžĐĞůůĞŶĐĞ͘
ϯ͘ ŵŽĚĞƌĂƚĞůĞǀĞůŽĨĂƐƐƵƌĂŶĐĞƚŽƚŚĞƉƌŽĐĞĚƵƌĞŽŶƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚĂŶĚĞǀŝĚĞŶĐĞ͕ǁŚĞƌĞƚŚĞ
ƌŝƐŬƐŽĨŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶĂŶĚĐŽŶĐůƵƐŝŽŶƐŽĨƚŚĞZĞƉŽƌƚďĞŝŶŐĞƌƌŽƌŝƐƌĞĚƵĐĞĚ͕ďƵƚŶŽƚƚŽǀĞƌLJůŽǁ͕ďƵƚ
ŶŽƚnjĞƌŽ͘
^ĐŽƉĞĂŶĚ>ŝŵŝƚĂƚŝŽŶŽĨƐƐƵƌĂŶĐĞ^ĞƌǀŝĐĞ
ϭ͘ ĂƚĂĂŶĚŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚĨŽƌƚŚĞƉĞƌŝŽĚŽĨ:ĂŶƵĂƌLJϭƐƚƚŽĞĐĞŵďĞƌϯϭƐƚ͕ϮϬϮϱ͘
Ϯ͘ DĂƚĞƌŝĂů ƚŽƉŝĐƐ ƉƌĞƐĞŶƚĞĚ ŝŶ ƚŚĞ ZĞƉŽƌƚ͗ ƵƐƚŽŵĞƌ ĂƚĂ WƌŽƚĞĐƚŝŽŶ Θ /d ^LJƐƚĞŵ ZĞƐŝůŝĞŶĐĞ͕
^ĞƌǀŝĐĞƐdžĐĞůůĞŶĐĞ͕ZĞƐƉŽŶƐŝďůĞ&ŝŶĂŶĐŝŶŐ͕ŶƚŝŽƌƌƵƉƚŝŽŶΘŶƚŝ&ƌĂƵĚ͕ĂŶĚůŝŵĂƚĞĐƚŝŽŶ͘
ϯ͘ ǀĂůƵĂƚŝŽŶ ŽĨ ƉƵďůŝĐůLJ ĚŝƐĐůŽƐĞĚ ŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶ͕ ƐLJƐƚĞŵ͕ ĂŶĚ ƉƌŽĐĞƐƐ ŽĨ ƚŚĞ ŽŵƉĂŶLJ ƚŽ ĞŶƐƵƌĞ
ĂĚŚĞƌĞŶĐĞŽĨƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚƚŽƚŚĞƌĞƉŽƌƚŝŶŐƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͘
ϰ͘ Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂĚŽĞƐEKdŝŶĐůƵĚĞĨŝŶĂŶĐŝĂůĚĂƚĂ͕ŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶ͕ĂŶĚĨŝŐƵƌĞƐŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚ
ĐŽŶƚĞŶƚ͘tĞĂƐƐƵŵĞĚƚŚĂƚƚŚĞŽŵƉĂŶLJ͕ŝŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƉĂƌƚŝĞƐ͕ŽƌŽƚŚĞƌƉĂƌƚŝĞƐĂƐƐŽĐŝĂƚĞĚǁŝƚŚ
ƚŚĞŽŵƉĂŶLJŚĂǀĞǀĞƌŝĨŝĞĚĂŶĚͬŽƌĂƵĚŝƚĞĚĨŝŶĂŶĐŝĂůƐƚĂƚĞŵĞŶƚƐ͕ĚĂƚĂ͕ĂŶĚŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶ͘
ϱ͘ ĚŚĞƌĞŶĐĞ ƚŽ ƚŚĞ ƌĞƉŽƌƚŝŶŐ ƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͕ ƐƚĂŶĚĂƌĚƐ͕ ĂŶĚ ƌĞŐƵůĂƚŝŽŶƐ ŽĨ WK:< EƵŵďĞƌ
ϱϭͬWK:<͘ϬϯͬϮϬϭϳ ĂŶĚ ^K:< EŽ͘ ϭϲͬ^K:<͘ϬϰͬϮϬϮϭ͕ 'Z/ ^ƚĂŶĚĂƌĚ ϮϬϮϭ ŽŶƐŽůŝĚĂƚĞĚ͕ 'Z/
&ŝŶĂŶĐŝĂů^ĞƌǀŝĐĞƐ^ĞĐƚŽƌ^ƵƉƉůĞŵĞŶƚ͕^ƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJĐĐŽƵŶƚŝŶŐ^ƚĂŶĚĂƌĚŽĂƌĚ;^^Ϳ&ŝŶĂŶĐŝĂů
^ĞĐƚŽƌŽŵŵĞƌĐŝĂůĂŶŬƐ͕ĂŶĚ^EŽƌƉŽƌĂƚĞ'ŽǀĞƌŶĂŶĐĞ^ĐŽƌĞĐĂƌĚ;'^Ϳ͘
džĐůƵƐŝŽŶ
ϭ͘ dŚĞĞdžƉƌĞƐƐŝŽŶŽĨŽƉŝŶŝŽŶ͕ďĞůŝĞĨ͕ĞdžƉĞĐƚĂƚŝŽŶ͕ĂĚǀĞƌƚŝƐĞŵĞŶƚ͕ĂŶĚĂůƐŽĨŽƌǁĂƌĚͲůŽŽŬŝŶŐ
ƐƚĂƚĞŵĞŶƚƐ͕ŝŶĐůƵĚŝŶŐĨƵƚƵƌĞƉůĂŶŶŝŶŐŽĨƚŚĞŽŵƉĂŶLJĂƐƐƉĞĐŝĨŝĞĚŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚ͘
Ϯ͘ ŶĂůLJƐŝƐŽƌĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚĂŐĂŝŶƐƚƌĞŐƵůĂƚŝŽŶƐ͕ƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͕ƐƚĂŶĚĂƌĚƐ͕ŐƵŝĚĞůŝŶĞƐ͕ĂŶĚŝŶĚŝĐĂƚŽƌƐŽƚŚĞƌ
ƚŚĂŶƚŚŽƐĞŝŶĚŝĐĂƚĞĚŝŶƚŚĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ͘
ϯ͘ dŽƉŝĐƐ͕ĚĂƚĂ͕ĂŶĚŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶŽƵƚƐŝĚĞƚŚĞƌĞƉŽƌƚŝŶŐƉĞƌŝŽĚ͕ŽƌŝŶƚŚĞƉƵďůŝĐĚŽŵĂŝŶŶŽƚĐŽǀĞƌĞĚ
ŝŶƚŚĞƌĞƉŽƌƚŝŶŐƉĞƌŝŽĚ͘
ϰ͘ Financial performance data and information as presented in the Company’s financial statements
ĂŶĚĚŽĐƵŵĞŶƚƐ͕ŽƚŚĞƌƚŚĂŶƚŚŽƐĞŵĞŶƚŝŽŶĞĚŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚ͘
DĞƚŚŽĚŽůŽŐLJĂŶĚ^ŽƵƌĐĞŝƐĐůŽƐƵƌĞ
ϭ͘ &Žƌŵ ĂŶ ƐƐƵƌŽƌ dĞĂŵ ǁŚŽƐĞ ŵĞŵďĞƌƐ ĂƌĞ ĐĂƉĂďůĞ ŝŶ ƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJ ƌĞƉŽƌƚ ĚĞǀĞůŽƉŵĞŶƚ ĂŶĚ
ĂƐƐƵƌĂŶĐĞ͘
Ϯ͘ WĞƌĨŽƌŵƚŚĞƉƌĞͲĞŶŐĂŐĞŵĞŶƚƉŚĂƐĞƚŽĞŶƐƵƌĞƚŚĞŝŶĚĞƉĞŶĚĞŶĐĞĂŶĚŝŵƉĂƌƚŝĂůŝƚLJŽĨƚŚĞƐƐƵƌŽƌ
dĞĂŵ͘
ϯ͘ ,ŽůĚĂŬŝĐŬͲŽĨĨŵĞĞƚŝŶŐĂŶĚŝŶŝƚŝĂůĂŶĂůLJƐŝƐŽĨƚŚĞZĞƉŽƌƚĚƌĂĨƚďĂƐĞĚŽŶƚŚĞWd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚ
ƐŝĂWƌŽƚŽĐŽůŽŶƐƐƵƌĂŶĐĞŶĂůLJƐŝƐƌĞĨĞƌƐƚŽƚŚĞƐƚĂŶĚĂƌĚƐ͕ƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͕ĂŶĚŝŶĚŝĐĂƚŽƌƐŽĨϭϬϬϬ^
ǀϯ͕ϭϬϬϬW^;ϮϬϭϴͿ͕ĂŶĚƐƚĂŶĚĂƌĚƐͬƌĞŐƵůĂƚŝŽŶƐƵƐĞĚŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚ͘
ϰ͘ ŝƐĐƵƐƐŽŶůŝŶĞƚŚĞƌĞƐƵůƚƐŽĨƚŚĞĂŶĂůLJƐŝƐǁŝƚŚƚŚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚĂŶĚĚĂƚĂĐŽŶƚƌŝďƵƚŽƌƐ͘
ϱ͘ sĞƌŝĨLJĞǀŝĚĞŶĐĞĂŶĚƚƌĂĐĞĚĂƚĂĂŶĚŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶĂƐĐŽǀĞƌĞĚŝŶƚŚĞZĞƉŽƌƚ͘
ϲ͘ ŽŶĚƵĐƚĞĚ ƚŚĞ KŶͲ^ŝƚĞ ŶŐĂŐĞŵĞŶƚ ;K^Ϳ ƚŚƌŽƵŐŚ ĚŝƌĞĐƚ ŝŶƚĞƌǀŝĞǁƐ ǁŝƚŚ ďŽƚŚ ŝŶƚĞƌŶĂů ĂŶĚ
ĞdžƚĞƌŶĂůƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͘
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂ/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƐƐƵƌĂŶĐĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ͕ǀĞƌƐŝŽŶϮϬϮϲ͕ƉĂŐĞϮŽĨϰ
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 119
Page 122
ϳ͘ dŚĞŽŵƉĂŶLJŝŶĐŽƌƉŽƌĂƚĞĚŽƵƌƌĞĐŽŵŵĞŶĚĂƚŝŽŶƐŝŶƚŚĞĚƌĂĨƚZĞƉŽƌƚĂŶĚƌĞůĞĂƐĞƚŚĞĨŝŶĂůZĞƉŽƌƚ
ĐŽŶƚĞŶƚ͘
ϴ͘ WƌĞƉĂƌĞƚŚĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚĂŶĚƐĞŶĚŝƚƚŽϭϬϬϬĐĐŽƵŶƚďŝůŝƚLJĨŽƌƌĞǀŝĞǁƚŽŐĞƚĂƉƉƌŽǀĂůďĞĨŽƌĞ
ƐƵďŵŝƚƚŝŶŐŝƚƚŽƚŚĞĂŶŬ͘
ϵ͘ WƌĞƉĂƌĞ Ă DĂŶĂŐĞŵĞŶƚ >ĞƚƚĞƌ ĚĞƚĂŝůŝŶŐ Ăůů ĂƐƉĞĐƚƐ ƐĞĞŶ͕ ƌĞĐŽƌĚĞĚ͕ ĂŶĚ ŽďƐĞƌǀĞĚ ĚƵƌŝŶŐ ƚŚĞ
ĂƐƐƵƌĂŶĐĞǁŽƌŬƚŽƚŚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚŽĨƚŚĞŽŵƉĂŶLJĨŽƌĨƵƌƚŚĞƌŝŵƉƌŽǀĞŵĞŶƚŽĨƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJ
ƉƌŽĐĞƐƐĞƐ͘
ĚŚĞƌĞŶĐĞƚŽϭϬϬϬW;ϮϬϭϴͿĂŶĚ'Z/hŶŝǀĞƌƐĂů^ƚĂŶĚĂƌĚƐ
/ŶĐůƵƐŝǀŝƚLJ–dŚĞŽŵƉĂŶLJƐLJƐƚĞŵĂƚŝĐĂůůLJĞŶŐĂŐĞƐŝŶƚĞƌŶĂůĂŶĚĞdžƚĞƌŶĂůƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐŝŶĚĞƚĞƌŵŝŶŝŶŐ
ŵĂƚĞƌŝĂů ƚŽƉŝĐƐ ƚŚƌŽƵŐŚ &ŽĐƵƐ 'ƌŽƵƉ ŝƐĐƵƐƐŝŽŶƐ ;&'ƐͿ ĂŶĚ ŽŶůŝŶĞ ŝŶƚĞƌǀŝĞǁƐ͘ /ƐƐƵĞƐ ƌĂŝƐĞĚ ďLJ
ƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐĂƌĞĂŬĞLJĨŽĐƵƐĨŽƌƚŚĞŽŵƉĂŶLJ͕ǁŝƚŚĞĨĨĞĐƚŝǀĞŶĞƐƐĞǀĂůƵĂƚĞĚŝŶŝĚĞŶƚŝĨLJŝŶŐƌŝƐŬƐĂŶĚ
ŽƉƉŽƌƚƵŶŝƚŝĞƐ͕ǁŚŝůĞĞŶƐƵƌŝŶŐŝŶĐůƵƐŝǀĞĞŶŐĂŐĞŵĞŶƚŽĨŵĂƌŐŝŶĂůŝnjĞĚŽƌǀƵůŶĞƌĂďůĞƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͘
DĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ – /Ŷ ĚĞƚĞƌŵŝŶŝŶŐ ŵĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ͕ ƚŚĞ ŽŵƉĂŶLJ ĂƉƉůŝĞƐ Ă ŽƵďůĞ DĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ ĂƉƉƌŽĂĐŚ ďLJ
ĐŽŶƐŝĚĞƌŝŶŐďŽƚŚŝŵƉĂĐƚŵĂƚĞƌŝĂůŝƚLJĂŶĚĨŝŶĂŶĐŝĂůŵĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ͘dŚĞĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚĂůƐŽƚĂŬĞƐŝŶƚŽĂĐĐŽƵŶƚ
ƐŚŽƌƚͲ͕ŵĞĚŝƵŵͲ͕ĂŶĚůŽŶŐͲƚĞƌŵƉĞƌƐƉĞĐƚŝǀĞƐ͘tĞƌĞĐŽŵŵĞŶĚƚŚĂƚƚŚĞŽŵƉĂŶLJĚĞƚĞƌŵŝŶĞŵĂƚĞƌŝĂů
ƚŽƉŝĐƐĚƵƌŝŶŐƚŚĞďƵĚŐĞƚƉůĂŶŶŝŶŐƐƚĂŐĞƚŽĞŶĂďůĞŵŽƌĞĞĨĨĞĐƚŝǀĞŝŶƚĞŐƌĂƚŝŽŶŽĨŵĂƚĞƌŝĂůƚŽƉŝĐƐŝŶƚŽ
ďƵĚŐĞƚŝŶŐ͕ĂĐƚŝŽŶƉůĂŶƐ͕ĂŶĚƌĞƉŽƌƚŝŶŐ͘
ZĞƐƉŽŶƐŝǀĞŶĞƐƐ–dŚĞŽŵƉĂŶLJĂĐƚŝǀĞůLJƌĞƐƉŽŶĚƐƚŽƚŚĞŶĞĞĚƐ͕ŝƐƐƵĞƐ͕ĐŽŶĐĞƌŶƐ͕ĂŶĚĞdžƉĞĐƚĂƚŝŽŶƐŽĨ
ŝƚƐ ƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͘ dŚĞƐĞ ƌĞƐƉŽŶƐĞƐ ĂƌĞ ŝŶƚĞƌŶĂůůLJ ĐŽŽƌĚŝŶĂƚĞĚ ĂŶĚ ĨŽůůŽǁĞĚ ƵƉ ƚŽ ĞŶƐƵƌĞ ĞĨĨĞĐƚŝǀĞ
ŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƚŝŽŶ͘dŽƐƵƉƉŽƌƚƚŚŝƐƉƌŽĐĞƐƐ͕ƚŚĞŽŵƉĂŶLJƉƌŽǀŝĚĞƐĐŽŵƉůĂŝŶƚͲŚĂŶĚůŝŶŐĐŚĂŶŶĞůƐƚŚĂƚĂƌĞ
ĂĐĐĞƐƐŝďůĞƚŽĂůůŝŶƚĞƌŶĂůĂŶĚĞdžƚĞƌŶĂůƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͕ŝŶĐůƵĚŝŶŐƚŚĞ,ĂůŽƐĞƌǀŝĐĞ͕ǁŚŝĐŚŝƐĐĞƌƚŝĨŝĞĚ
ƵŶĚĞƌ/^KϵϬϬϭ͗ϮϬϭϱ͘/ŶϮϬϮϱ͕ƚŚĞŽŵƉĂŶLJĚĞŵŽŶƐƚƌĂƚĞĚƐƚƌŽŶŐƉĞƌĨŽƌŵĂŶĐĞŝŶĐŽŵƉůĂŝŶƚŚĂŶĚůŝŶŐ͕
ƌĞĨůĞĐƚĞĚďLJĂŚŝŐŚƌĞƐŽůƵƚŝŽŶƌĂƚĞ͘
/ŵƉĂĐƚ–dŚĞŽŵƉĂŶLJŚĂƐƐLJƐƚĞŵĂƚŝĐĂůůLJŵĞĂƐƵƌĞĚ͕ĂƐƐĞƐƐĞĚ͕ĂŶĚŵĂŶĂŐĞĚƚŚĞŝŵƉĂĐƚƐĂƌŝƐŝŶŐĨƌŽŵ
ŵĂƚĞƌŝĂůƚŽƉŝĐƐ͘dŚŝƐƉƌŽĐĞƐƐŝƐƐƵƉƉŽƌƚĞĚďLJƚŚĞĂƐƐĞƐƐŵĞŶƚŽĨŝŵƉĂĐƚŵĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ͕ďŽƚŚƉŽƐŝƚŝǀĞĂŶĚ
ŶĞŐĂƚŝǀĞ͕ĂƐ ǁĞůůĂƐ ĨŝŶĂŶĐŝĂů ŵĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ͕ ǁŚŝĐŚ ŝŶĐůƵĚĞƐ ƌŝƐŬƐĂŶĚ ŽƉƉŽƌƚƵŶŝƚŝĞƐ͘ &Žƌ ĞĂĐŚ ŵĂƚĞƌŝĂů
ƚŽƉŝĐ͕ƚŚĞŽŵƉĂŶLJŚĂƐŝĚĞŶƚŝĨŝĞĚƚŚĞŝŵƉĂĐƚƐƌĞƐƵůƚŝŶŐĨƌŽŵƌĞůĂƚĞĚƉĞƌĨŽƌŵĂŶĐĞ͕ĞŶƐƵƌŝŶŐĞĨĨĞĐƚŝǀĞ
ĂŶĚŵĞĂƐƵƌĂďůĞŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ͘
KŶ ^ŝƚĞ ŶŐĂŐĞŵĞŶƚ͗ KŶͲ^ŝƚĞ ŶŐĂŐĞŵĞŶƚ ;K^Ϳ ĐŽŶƐƚŝƚƵƚĞƐ ŽŶĞ ŽĨ ŽƵƌ ƉƌŽĐĞĚƵƌĞƐ ƉĞƌĨŽƌŵĞĚ ƚŽ
assess the Company’s adherence to the AA1000 Principles (Inclusivity, Materiality, Responsiveness,
ĂŶĚ /ŵƉĂĐƚͿ͕ ďĂƐĞĚŽŶĂƐĂŵƉůĞŽĨŵĂƚĞƌŝĂů ƚŽƉŝĐƐ ĂŶĚƐŝŐŶŝĨŝĐĂŶƚ ƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͘ ĂƐ ĞĚ ŽŶ ƚŚĞK^
ƉĞƌĨŽƌŵĞĚ͕ǁĞĐŽŶĐůƵĚĞƚŚĂƚƚŚĞŽŵƉĂŶLJŚĂƐŝŵƉůĞŵĞŶƚĞĚƚŚĞƉƌŽĐĞƐƐŝŶĂŐĞŶĞƌĂůůLJƐƵĨĨŝĐŝĞŶƚĂŶĚ
ĂƉƉƌŽƉƌŝĂƚĞŵĂŶŶĞƌ͕ĐŽǀĞƌŝŶŐƚŚĞĂƐƉĞĐƚƐŽĨ/ŶĐůƵƐŝǀŝƚLJ͕DĂƚĞƌŝĂůŝƚLJ͕ZĞƐƉŽŶƐŝǀĞŶĞƐƐ͕ĂŶĚ/ŵƉĂĐƚĂƐ
ŝĚĞŶƚŝĨŝĞĚ͕ŵĂƉƉĞĚ͕ĂŶĚĂƉƉůŝĞĚŝŶŝƚƐĞŶŐĂŐĞŵĞŶƚǁŝƚŚƐƚĂŬĞŚŽůĚĞƌƐ͘
Statement of Use: “/ŶĐĐŽƌĚĂŶĐĞƚŽƚŚĞ'Z/^ƚĂŶĚĂƌĚƐ” –tĞĞǀĂůƵĂƚĞĚƚŚĞZĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚĂĐĐŽƌĚŝŶŐ
ƚŽƚŚĞ'Z/hŶŝǀĞƌƐĂů^ƚĂŶĚĂƌĚƐƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͕ĚŝƐĐůŽƐƵƌĞƐ͕ĂŶĚƌĞƋƵŝƌĞŵĞŶƚƐĨŽƌƌĞƉŽƌƚŝŶŐ͘dŚĞĂŶŬŚĂƐ
ĐŽŵƉůŝĞĚ ǁŝƚŚ ŶŝŶĞ ƌĞƋƵŝƌĞŵĞŶƚƐ͗ ĂƉƉůLJ ƚŚĞ ƌĞƉŽƌƚŝŶŐ ƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ͕ ƌĞƉŽƌƚ ƚŚĞ ĚŝƐĐůŽƐƵƌĞƐ ŝŶ 'Z/ Ϯ͗
'ĞŶĞƌĂůŝƐĐůŽƐƵƌĞƐϮϬϮϭ͕ĚĞƚĞƌŵŝŶĞŵĂƚĞƌŝĂůƚŽƉŝĐƐ͕ƌĞƉŽƌƚƚŚĞĚŝƐĐůŽƐƵƌĞƐŝŶ'Z/ϯ͗DĂƚĞƌŝĂůdŽƉŝĐƐ
ϮϬϮϭ͕ƌĞƉŽƌƚĚŝƐĐůŽƐƵƌĞƐĨƌŽŵƚŚĞ'Z/dŽƉŝĐ^ƚĂŶĚĂƌĚƐĨŽƌĞĂĐŚŵĂƚĞƌŝĂůƚŽƉŝĐ͕ƉƌŽǀŝĚĞƌĞĂƐŽŶƐ ĨŽƌ
ŽŵŝƐƐŝŽŶĨŽƌĚŝƐĐůŽƐƵƌĞƐĂŶĚƌĞƋƵŝƌĞŵĞŶƚƐƚŚĂƚƚŚĞŽƌŐĂŶŝnjĂƚŝŽŶĐĂŶŶŽƚĐŽŵƉůLJǁŝƚŚ͕ƉƵďůŝƐŚĂ'Z/
ĐŽŶƚĞŶƚŝŶĚĞdž͕ƉƌŽǀŝĚĞĂƐƚĂƚĞŵĞŶƚŽĨƵƐĞ͕ĂŶĚŶŽƚŝĨLJ'Z/͘
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂ/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƐƐƵƌĂŶĐĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ͕ǀĞƌƐŝŽŶϮϬϮϲ͕ƉĂŐĞϯŽĨϰ
120 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 123
'Z/^ƚĂŶĚĂƌĚƐWƌŝŶĐŝƉůĞƐ–ƐƚŚĞĂƐƐƵƌĂŶĐĞǁŽƌŬǁĂƐƚĂŬĞŶ͕ƚŚĞƌĞƉŽƌƚĐŽŶƚĞŶƚƐƵĨĨŝĐŝĞŶƚůLJŝŶĚŝĐĂƚĞƐ
ŝƚƐ ĂĚŚĞƌĞŶĐĞ ƚŽ ƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJ ƌĞƉŽƌƚŝŶŐ ƉƌŝŶĐŝƉůĞƐ ;ĂĐĐƵƌĂĐLJ͕ ďĂůĂŶĐĞ͕ ĐůĂƌŝƚLJ͕ ĐŽŵƉĂƌĂďŝůŝƚLJ͕
ĐŽŵƉůĞƚĞŶĞƐƐ͕ƐƵƐƚĂŝŶĂďŝůŝƚLJĐŽŶƚĞdžƚ͕ƚŝŵĞůŝŶĞƐƐ͕ĂŶĚǀĞƌŝĨŝĂďŝůŝƚLJͿ͘dŚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚƉƌŽǀŝĚĞĂĚĞƋƵĂƚĞ
ƐƵƉƉŽƌƚĚƵƌŝŶŐƚŚĞĂƐƐƵƌĂŶĐĞǁŽƌŬďLJƐƵďŵŝƚƚŝŶŐĞǀŝĚĞŶĐĞͬĚŽĐƵŵĞŶƚƐĂƐƌĞƋƵĞƐƚĞĚ͘
dLJƉĞ Ϯ ƐƐƵƌĂŶĐĞ – dŚĞ ŽŵƉĂŶLJ ŚĂƐ ŝŵƉůĞŵĞŶƚĞĚ Ă ƐƚƌŽŶŐ ŐŽǀĞƌŶĂŶĐĞ ĨƌĂŵĞǁŽƌŬ ĨŽƌ ĚĂƚĂ
ƉƌŽƚĞĐƚŝŽŶ͕ŝŶĨŽƌŵĂƚŝŽŶƐLJƐƚĞŵƐĞĐƵƌŝƚLJ͕ĂŶĚĐƵƐƚŽŵĞƌƐĞƌǀŝĐĞ͕ƐƵƉƉŽƌƚĞĚďLJĐůĞĂƌƐĞŐƌĞŐĂƚŝŽŶŽĨƌŽůĞƐ͕
ůĂLJĞƌĞĚĐLJďĞƌƐĞĐƵƌŝƚLJƌŝƐŬŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ͕ĂŶĚĐŽŵƉƌĞŚĞŶƐŝǀĞƉŽůŝĐŝĞƐ͕ĂƵĚŝƚƐ͕ƚƌĂŝŶŝŶŐ͕ĂŶĚƚŚĞƵƐĞŽĨ
advanced technology, including Artificial Intelligence (AI). The Company’s commitment to/dƐLJƐƚĞŵ
ƌĞƐŝůŝĞŶĐĞ ŝƐ ƌĞĨůĞĐƚĞĚ ŝŶ ŝƚƐ njĞƌŽ ĚĂƚĂ ďƌĞĂĐŚ ƚĂƌŐĞƚ͕ ƚŚĞ ŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƚŝŽŶ ŽĨ ZĞĐŽƌĚƐ ŽĨ WƌŽĐĞƐƐŝŶŐ
ĐƚŝǀŝƚŝĞƐ ;ZKWͿ͕ ĂŶĚ ƚŚĞ ĐŽŶĚƵĐƚ ŽĨ ĂƚĂ WƌŽƚĞĐƚŝŽŶ /ŵƉĂĐƚ ƐƐĞƐƐŵĞŶƚƐ ;W/Ϳ ƚŽ ŝĚĞŶƚŝĨLJ ĂŶĚ
ŵŝƚŝŐĂƚĞƉƌŝǀĂĐLJƌŝƐŬƐ͕ĂůŽŶŐƐŝĚĞĐŽŶƚŝŶƵŽƵƐƚĞĐŚŶŽůŽŐLJĞŶŚĂŶĐĞŵĞŶƚƐ͘/ŶƚĞƌŵƐŽĨƐĞƌǀŝĐĞĞdžĐĞůůĞŶĐĞ͕
ƚŚĞŽŵƉĂŶLJŽƉĞƌĂƚĞƐĂŶŝŶƚĞŐƌĂƚĞĚƐĞƌǀŝĐĞŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚƐLJƐƚĞŵĂůŝŐŶĞĚǁŝƚŚĐŽƌƉŽƌĂƚĞŐŽǀĞƌŶĂŶĐĞ͕
ƐƵƉƉŽƌƚĞĚďLJĐƵƐƚŽŵĞƌĐŽŵƉůĂŝŶƚŚĂŶĚůŝŶŐƚŚƌŽƵŐŚ,ĂůŽ͕ŽǀĞƌƐŝŐŚƚďLJDĂŶĂŐĞŵĞŶƚ͕ƚŚĞŽĂƌĚ
ŽĨ ŝƌĞĐƚŽƌƐ͕ ĂŶĚ ƚŚĞ ŽĂƌĚ ŽĨ ŽŵŵŝƐƐŝŽŶĞƌƐ͕ ĐŽŶƐŝƐƚĞŶƚůLJ ŚŝŐŚ ^ĞƌǀŝĐĞ >ĞǀĞů ŐƌĞĞŵĞŶƚ ;^>Ϳ
ĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚ͕ ĂŶĚ ĐƵƐƚŽŵĞƌƐĂƚŝƐĨĂĐƚŝŽŶ ƐƵƌǀĞLJƐ͘KŶŐŽŝŶŐ ĂŶĂůLJƐŝƐ ŽĨ ƌĞĐƵƌƌŝŶŐ ĐŽŵƉůĂŝŶƚƐĂŶĚ ƚŚĞ
ĚĞǀĞůŽƉŵĞŶƚŽĨŚLJďƌŝĚďĂŶŬŝŶŐƐĞƌǀŝĐĞƐĞŶƐƵƌĞŝŶĐůƵƐŝǀĞĂĐĐĞƐƐĨŽƌĂůůĐƵƐƚŽŵĞƌƐĞŐŵĞŶƚƐĂŶĚƐƵƉƉŽƌƚ
ůŽŶŐͲƚĞƌŵǀĂůƵĞĐƌĞĂƚŝŽŶƚŚƌŽƵŐŚƐƚƌĞŶŐƚŚĞŶĞĚďƌĂŶĚǀĂůƵĞĂŶĚĞŶŚĂŶĐĞĚĐƵƐƚŽŵĞƌĞdžƉĞƌŝĞŶĐĞ͘
ZĞĐŽŵŵĞŶĚĂƚŝŽŶ
ϭ͘ dŽĚĞƚĞƌŵŝŶĂƚŝŽŶŽĨŵĂƚĞƌŝĂůƚŽƉŝĐƐŝƐĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚĂƚƚŚĞďƵĚŐĞƚƉůĂŶŶŝŶŐƐƚĂŐĞƚŽĞŶƐƵƌĞŵŽƌĞ
ĞĨĨĞĐƚŝǀĞŝŶƚĞŐƌĂƚŝŽŶŝŶƚŽďƵĚŐĞƚŝŶŐ͕ĂĐƚŝŽŶƉůĂŶƐ͕ĂŶĚƌĞƉŽƌƚŝŶŐ͘
Ϯ͘ dŽĞůĞǀĂƚĞƐĞƌǀŝĐĞĞdžĐĞůůĞŶĐĞďLJŝŵƉƌŽǀŝŶŐƐŽůƵƚŝŽŶƐĨŽƌƌĞĐƵƌƌŝŶŐƐĞƌǀŝĐĞĚŝƐƌƵƉƚŝŽŶƐďLJĞŶŚĂŶĐŝŶŐ
ƉƌĞǀĞŶƚŝǀĞĂĐƚŝŽŶƐ͘
ϯ͘ dŽĐŽŶĚƵĐƚĐŽŶƚŝŶƵŽƵƐ/dĐĞƌƚŝĨŝĐĂƚŝŽŶƐΘƐƵƌǀĞŝůůĂŶĐĞƌĞůĞǀĂŶƚƚŽďĞƐƚƉƌĂĐƚŝĐĞƐƚĂŶĚĂƌĚƐ͘
dŚĞĂƐƐƵƌĂŶĐĞƉƌŽǀŝĚĞƌ͕
:ĂŬĂƌƚĂ͕:ĂŶƵĂƌLJϮϴƚŚϮϬϮϲ
>ŝŵ,ĞŶĚƌĂ
ƐƐƵƌĂŶĐĞŝƌĞĐƚŽƌŽĨ
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂ
Wd^ĞũĂŚƚĞƌĂZĂŵďĂŚƐŝĂ/ŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚƐƐƵƌĂŶĐĞ^ƚĂƚĞŵĞŶƚ͕ǀĞƌƐŝŽŶϮϬϮϲ͕ƉĂŐĞϰŽĨϰ
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 121
Page 124
S e k i l a s L a p o r a n
B e r k e l a n j u t a n
Referensi POJK NO.51/POJK.03/2017 dan
Indeks Standar GRI
REFERENSI POJK NO.51/POJK/03/2017 DAN SEOJK NO. 16/SEOJK/04/2021
No. Indikator Halaman
Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 21
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi 14-15
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 15
B.3 Aspek Sosial 16
Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 22
C.2 Alamat Perusahaan 17
C.3 Skala Usaha 17-18
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 19
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 19
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 19
Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi 11-13
Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 23-24
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 26
E.3 Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 24-26
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 27-28
E.5 Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 27
Kinerja Keberlanjutan
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 23
Kinerja Ekonomi
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan 51
Laba Rugi
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau 53-56
Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 15
122 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 125
No. Indikator Halaman
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 94
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 91-92
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 91-93
Aspek Air
F.8 Penggunaan Air 93
Aspek Keanekaragaman Hayati
F.9 Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki 110-112
Keanekaragaman Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 110-112
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 89-90
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 90-91
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 94-95
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 94-95
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) 93
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan 112
Kinerja Sosial
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 42
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 70
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 79
F.20 Upah Minimum Regional 80-81
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 83-85
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 76-78
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar 97
F.24 Pengaduan Masyarakat 43-44, 67-68
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 98-114
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 123
Page 126
S e k i l a s L a p o r a n
B e r k e l a n j u t a n
No. Indikator Halaman
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 39
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 39
F.28 Dampak Produk/Jasa 64
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 39
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 44
Lain-lain
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 118-121
G.2 Lembar Umpan Balik 134
G.3 Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 116
124 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 127
Indeks Isi GRI
Pernyataan penggunaan PT Bank Central Asia Tbk telah menyampaikan informasi sesuai dengan Standar GRI untuk
periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025.
GRI 1 yang digunakan GRI 1: Fondasi 2021
Standar Sektor GRI yang berlaku N/A
Pengecualian
No. Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Lokasi Persyaratan
Sektor GRI
yang Alasan Penjelasan
Dikecualikan
Pengungkapan Umum
GRI 2: 2-1 Rincian organisasi 17, 18
Pengungkapan
Umum 2021
2-2 Entitas pada pelaporan 116
keberlanjutan organisasi
2-3 Periode, frekuensi, dan kontak 116
pelaporan
2-4 Penyajian kembali informasi 116
2-5 Penjaminan eksternal 116
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan 19
hubungan bisnis lainnya
2-7 Tenaga Kerja 70, 71, 72
2-8 Pekerja yang bukan pekerja 72
langsung
2-9 Struktur dan komposisi tata 23
kelola
2-10 Pencalonan dan pemilihan
badan tata kelola tertinggi
Annual
Report
2-11 Ketua badan tata kelola
tertinggi
2-12 Peran badan tata kelola 24, 25
tertinggi dalam mengawasi
pengelolaan dampak
2-13 Delegasi tanggung jawab 23
untuk mengelola dampak
2-14 Peran badan tata kelola 24, 25, 30
tertinggi dalam pelaporan
keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 125
Page 128
S e k i l a s L a p o r a n
B e r k e l a n j u t a n
Pengecualian
No. Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Lokasi Persyaratan
Sektor GRI
yang Alasan Penjelasan
Dikecualikan
2-15 Konflik kepentingan
2-16 Komunikasi masalah penting
2-17 Pengetahuan kolektif pejabat
tata kelola tertinggi
2-18 Evaluasi kinerja badan tata
Annual
kelola tertinggi
Report
2-19 Kebijakan remunerasi
2-20 Proses menentukan
remunerasi
2-21 Rasio total kompensasi
tahunan
2-22 Pernyataan tentang strategi 21, 23
pembangungan berkelanjutan
2-23 Komitmen kebijakan 21, 24, 59
2-24 Menanamkan komitmen 21, 23, 24
kebijakan
2-25 Proses untuk memperbaiki 43, 48
dampak negatif
2-26 Mekanisme untuk mencari Annual
nasihat dan mengemukakan Report
masalah
2-27 Kepatuhan terhadap hukum 65
dan peraturan
2-28 Asosiasi keanggotaan 19
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan 27
pemangku kepentingan
2-30 Perjanjian perundingan 79
kolektif
Topik Material
GRI 3: Topik 3-1 Proses menentukan topik 30
Material 2021 material
3-2 Daftar topik material 30, 31
Manajemen Topik Material : Perlindungan Data Nasabah dan Ketahanan Sistem Informasi
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 32
Material 2021
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan pelanggan 48
Pelanggan 2016 terkait privasi pelanggan dan
kehilangan data pelanggan
Manajemen Topik Material : Layanan Prima
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 32
Material 2021
126 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 129
Pengecualian
No. Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Lokasi Persyaratan
Sektor GRI
yang Alasan Penjelasan
Dikecualikan
GRI 413 : 413-1 Operasi dengan keterlibatan 114
Masyarakat masyarakat lokal, penilaian
Setempat 2016 dampak, dan program
pengembangan
413-2 Operasi yang memiliki atau 112
berpotensi menimbulkan
dampak negatif signifikan
kepada maysarakat setempat
Manajemen Topik Material : Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 33
Material 2021
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang 51
Ekonomi 2016 dihasilkan dan didistribusikan
GRI 203: 203-1 Investasi infrastruktur dan 106
Dampak dukungan layanan
Ekonomi Tidak
Langsung
2016
Manajemen Topik Material : Antikorupsi dan Anti-fraud
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 33
Material 2021
GRI 205: 205-1 Operasi yang dinilai memiliki 66, 67
Antikorupsi risiko korupsi |
2016
205-2 Komunikasi dan pelatihan 66, 67, 68
tentang kebijakan dan
prosedur anti korupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti 67
dan tindakan yang diambil
Manajemen Topik Material : Aksi Iklim
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 34
Material 2021
GRI 201: Kinerja 201-2 Implikasi finansial akibat 57, 59
Ekonomi 2016 perubahan iklim
GRI 305: Emisi 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) 89, 90
2016 langsung
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) 89, 90
tidak langsung
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak 89, 90
langsung lainnya
Kinerja Ekonomi
GRI 201: Kinerja 201-3 Kewajiban pada program 83
Ekonomi 2016 imbalan pasti dan program
pensiun lainnya
201-4 Bantuan finansial yang 51, 52
diterima dari pemerintah
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 127
Page 130
S e k i l a s L a p o r a n
B e r k e l a n j u t a n
Pengecualian
No. Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Lokasi Persyaratan
Sektor GRI
yang Alasan Penjelasan
Dikecualikan
GRI 207: Pajak 207-1 Pendekatan terhadap pajak 52
2019
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan 52
manajemen risiko pajak
207-3 Keterlibatan pemangku 52
kepentingan dan pengelolaan
kepedulian yang berkaitan
dengan pajak
207-4 Laporan per negara -
Energi
GRI 302: Energi 302-1 Konsumsi energi di dalam 92
2016 organisasi
302-3 Intensitas energi 92
Air dan Efluen
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air sebagai 93
Efluen 2018 sumber daya bersama
303-2 Manajemen dampak 93
yang berkaitan dengan
pembuangan air
Limbah
GRI 306: 306-1 Timbulan limbah dan dampak 94
Limbah 2020 signifikan terkait limbah
306-2 Manajemen dampak signifikan 94
terkait limbah
306-3 Timbulan limbah 94
306-4 Limbah yang dialihkan dari 94
pembuangan akhir
Kepegawaian
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan 72, 73, 74,
Kepegawaian pergantian karyawan 75
2016
401-2 Tunjangan yang diberikan 80
kepada karyawan purnawaktu
yang tidak diberikan kepada
karyawan pada kurun waktu
tertentu atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 82
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
GRI 403: 403-1 Sistem manajemen 83
Kesehatan dan keselamatan dan kesehatan
Keselamatan kerja
Kerja 2018
403-2 Pengidentifikasian bahaya, 84
penilaian risiko, dan investigasi
insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja 85
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan 84, 85
komunikasi pekerja tentang
keselamatan dan kesehatan
kerja
128 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 131
Pengecualian
No. Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Lokasi Persyaratan
Sektor GRI
yang Alasan Penjelasan
Dikecualikan
403-5 Pelatihan pekerja mengenai 85
keselamatan dan kesehatan
kerja
403-6 Peningkatan kualitas 85
kesehatan pekerja
403-7 Pencegahan dan mitigasi 83, 84
dampak-dampak keselamatan
dan kesehatan kerja terkait
hubungan bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup 83
dalam sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan
kerja
403-9 Kecelakaan kerja 84
403-10 Penyakit Akibat Kerja 85
Pelatihan dan Pendidikan
GRI 404: 404-1 Rata-rata jam pelatihan 76, 77
Pelatihan dan pertahun perkaryawan
Pendidikan 2016
404-2 Program untuk meningkatkan 76, 78, 83
keterampilan karyawan dan
program bantuan peralihan
404-3 Persentase karyawan 75
yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
GRI FINANCIAL SERVICES
Indikator Aspek Halaman
FS1 Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu yang diterapkan pada lini bisnis 59
FS2 Prosedur untuk menilai dan menyaring risiko lingkungan dan sosial di lini bisnis 59-60
FS3 Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien dengan persyaratan lingkungan dan sosial 60-61
termasuk dalam perjanjian atau transaksi
FS4 Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk mengimplementasikan kebijakan dan prosedur 26
lingkungan dan sosial sebagaimana diterapkan pada lini bisnis
FS5 Interaksi dengan klien/investee/mitra bisnis mengenai risiko dan peluang lingkungan sosial 27-29, 56
FS6 Persentase portofolio untuk lini bisnis berdasarkan wilayah tertentu, ukuran menurut sektor (mikro/SME/ 14-15, 54-56
besar)
FS7 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan manfaat sosial khusus untuk setiap lini 55-56
bisnis yang dirinci berdasarkan tujuan
FS8 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan manfaat lingkungan spesifik untuk 14, 55-56
setiap lini bisnis yang dirinci berdasarkan tujuan
FS9 Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi kebijakan lingkungan dan sosial dan prosedur 24
penilaian risiko
FS10 Persentase dan jumlah perusahaan yang dimiliki dalam portofolio lembaga tempat organisasi pelapor 54-55
berinteraksi dengan masalah lingkungan atau sosial
FS11 Persentase aset yang terkena penyaringan lingkungan atau sosial positif dan negatif 55
FS12 Kebijakan pemberian suara diterapkan pada masalah lingkungan atau sosial 25
FS13 Jalur akses di daerah berpenduduk rendah atau kurang beruntung secara ekonomi berdasarkan jenis 45, 106-107
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 129
Page 132
S e k i l a s L a p o r a n
B e r k e l a n j u t a n
Indikator Aspek Halaman
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan untuk orang-orang yang kurang beruntung 45
FS15 Kebijakan untuk desain yang adil dan penjualan produk dan layanan keuangan 45
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis penerima manfaat 101-102
SASB - Financials
Kode Pengungkapan Halaman
Metrik Aktivitas
FN-CB-000.A (1) Jumlah dan (2) nilai rekening giro dan tabungan menurut segmen: (a) pribadi dan 14, 18
(b) usaha kecil
FN-CB-000.B (1) Jumlah dan (2) nilai pinjaman menurut segmen: (a) pribadi dan (b) usaha kecil 14, 55
Keamanan Data
FN-CB-230a.1 (1) Jumlah pelanggaran data (2) Persentase informasi identifikasi pribadi (3) Jumlah 48
rekening yang terpengaruh
FN-CB-230a.2 Pendekatan untuk menangani risiko keamanan data 47, 48
Inklusi Keuangan dan Capacity Building
FN-CB-240a.1 (1) Jumlah dan (2) total pinjaman yang memenuhi syarat untuk program promosi 55, 56
usaha kecil dan pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.2 (1) Jumlah dan (2) total pinjaman jatuh tempo dan non-akrual yang memenuhi 56
syarat untuk mempromosikan usaha kecil dan pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau yang 45, 106
menghadapi keterbatasan akses
FN-CB-240a.4 Jumlah peserta literasi keuangan untuk nasabah yang tidak memiliki rekening bank, 101
atau kurang terlayani
Inkorporasi Tata Kelola, Sosial, dan Lingkungan di Analisis Kredit
FN-CB-410a.2 Pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dalam 57, 59, 60, 62, 64
analisis kredit
Emisi yang Dibiayai
FN-CB-410b.1 Emisi bruto absolut yang dibiayai, dipilah berdasarkan (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, 90
dan (3) Cakupan 3
FN-CB-410b.2 Eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan jenis aset -
FN-CB-410b.3 Persentase paparan bruto yang termasuk dalam perhitungan emisi yang dibiayai 90
130 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 133
SASB - Financials
Kode Pengungkapan Halaman
FN-CB-410b.4 Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung emisi yang dibiayai 90
Etika Bisnis
FN-CB-510a.1 Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait dengan penipuan, perdagangan orang 67
dalam, anti- trust, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar, malpraktek, atau
undang-undang industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblowing 67
Sistem Manajemen Risiko
FN-CB-550a.1 Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB), berdasarkan kategori 19
FN-CB-550a.2 Deskripsi pendekatan untuk memasukan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola 57, 60, 61
(LST) dalam analisis kredit ke dalam perencanaan kecukupan modal, strategi
perusahaan jangka panjang, dan aktivitas bisnis lainnya
ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD
Penerapan ACGS di BCA disampaikan lebih detail pada situs web BCA
https://www.bca.co.id/en/tentang-bca/tata-kelola/acgs
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 131
Page 134
Lembar Umpan Balik
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menerbitkan Laporan Keberlanjutan untuk memberikan gambaran atas kinerja keberlanjutan
dan penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada pemangku kepentingan. Kami mengharapkan masukan, kritik, dan saran dari
Bapak/Ibu/Saudara setelah membaca Laporan Keberlanjutan ini dengan mengirim e-mail atau mengirim formulir ini melalui pos.
Profil Anda
Nama (bila berkenan) :
Institusi/Perusahaan :
Surel :
Telp/Hp :
Kelompok Pemangku Kepentingan
Regulator
Investor dan Pemegang Saham
Pekerja
Nasabah
Mitra bisnis/Pemasok/Vendor
Masyarakat
Media
Lain-lain, mohon sebutkan
Mohon Pilih Jawaban Berikut yang Paling Sesuai dengan Pertanyaan di Bawah
Ya Tidak
1. Laporan ini mudah dimengerti.
2. Laporan ini bermanfaat bagi Anda.
3. Laporan ini sudah memaparkan kinerja keberlanjutan secara jelas.
4. Laporan ini sudah mengungkapkan topik-topik material yang relevan bagi Perusahaan.
Terima kasih atas partisipasi Anda.
132 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 135
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 133
Page 136
K e b e r l a n j u t a n K a m i
PT Bank Central Asia Tbk
Kantor Pusat
Menara BCA, Grand Indonesia
Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta
10310, Indonesia
Tel. : (+62 21) 2358 8000 Fax. :
(+62 21) 2358 8300
www.bca.co.id
134 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Kehakiman No. J.A.
p.19
unresolved
person
H. Thamrin
p.19 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.19
unresolved
org
PT Dwimuria Investama Andalan.
p.19
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.21
unresolved
person
LST.
· Direktur
p.26
unresolved
org
Kementerian RI
p.28
unresolved
org
Bank BCA
p.34 ×2
unresolved
org
Bank Perkreditan Dasar
p.35
unresolved
org
BCA Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Central Asia Tbk
p.36
unresolved
org
Bank Indonesia
p.41 ×7
unresolved
org
Bank Umum. Pengembangan Keamanan Siber
p.51
unresolved
org
Rintis
p.52
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.52
unresolved
org
Pemasok
p.68
unresolved
org
Koordinasi Olahraga
p.84 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Central Asia
p.85
unresolved
org
Menteri Ketenagakerjaan
p.85
unresolved
org
Bank Indonesia. Emisi Cakupan
p.91
unresolved
org
Bank Indonesia Emisi GRK Operasional
p.91
unresolved
org
Yayasan Karya Salemba Empat
p.102
unresolved
org
Yayasan Pendidikan Kader Bangsa
p.102
unresolved
—
Leader
· Direktur
p.102
unresolved
org
PT Sejahtera Rambah Asia
p.118
unresolved
org
PT BCA Finance
p.118 ×2
unresolved
org
PT Bank BCA Syariah
p.118
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.118
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa BCA
p.118
unresolved
org
PT Central Capital Ventura
p.118
unresolved
org
Bank Digital BCA
p.118
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.