Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 606
Page 1
Unity for
a Better Future
PT Bank Central Asia Tbk
Page 2
Page 3
Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia yang menjadi simbol ketulusan yang
berakar dari sejarah bangsa. Cengkeh terbukti tangguh di cuaca yang terus
berubah, mengakar kuat dan saling menopang untuk terus bertumbuh dari satu
musim ke musim yang akan datang.
Seperti halnya cengkeh yang menjadi simbol Perusahaan, BCA terus
memberikan pertumbuhan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan
dan dinamika yang silih berganti. Kinerja ini berakar pada harmoni antara
kepercayaan nasabah, inovasi, dan prinsip kehati-hatian, merupakan nilai-nilai
yang secara konsisten ditanamkan dan dijunjung oleh setiap insan BCA.
Dengan memahami perannya sebagai salah satu pilar penting perekonomian
dalam mendukung kemajuan bangsa, BCA menanamkan keberlanjutan sebagai
fondasi jangka panjang. Integrasi nilai‑nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola
mencerminkan komitmen BCA terhadap tanggung jawab antargenerasi. Prinsip
ini menjadi dasar bagi komitmen BCA untuk tumbuh dengan menyelaraskan
prioritas hari ini dengan aspirasi masa depan, sehingga menghadirkan
pertumbuhan yang bermakna dan berkelanjutan.
Page 4
Keberlanjutan Tema
2021 2022 2023
Innovation and Collaboration Resilience, Regaining Momentum Unleashing Potential,
for a Better Tomorrow Delivering Value
Aktivitas perekonomian menunjukkan perbaikan Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2022 Tahun 2023, di tengah perlambatan ekonomi
dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah menunjukkan tren resilience didukung oleh dunia dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi,
pemulihan permintaan kredit, BCA menyalurkan pemulihan aktivitas bisnis serta kinerja ekspor pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan
pinjaman yang kompetitif bagi para debitur yang kuat. Konsumsi domestik kembali tumbuh menunjukkan kinerja yang baik. Perekonomian
yang berkualitas. Di samping itu, demi menjaga seiring dengan pelonggaran pembatasan Indonesia bertumbuh didukung oleh permintaan
hubungan jangka panjang dengan para nasabah, mobilitas. BCA berhasil memanfaatkan domestik serta aktivitas investasi yang masih
BCA menyediakan perpanjangan restrukturisasi momentum kenaikan permintaan kredit di tinggi.
kredit bagi para debitur yang membutuhkan berbagai industri dan segmen, baik korporasi,
sejalan dengan regulasi yang berlaku. komersial, UKM, maupun konsumer. Memanfaatkan momentum tersebut, BCA
berhasil membukukan kinerja yang solid, yang
Perkembangan digitalisasi telah terjadi demikian Platform perbankan transaksi BCA kembali ditandai dengan pertumbuhan portofolio kredit
pesatnya sejak awal pandemi. Sejalan dengan menciptakan rekor frekuensi dan nilai transaksi dan dana pihak ketiga. BCA memegang teguh
hal tersebut, untuk masa depan yang lebih baik, tertinggi di tahun 2022, sehingga memperkokoh komitmen untuk senantiasa di sisi nasabah dan
BCA senantiasa mengembangkan berbagai CASA sebagai sumber pendanaan utama BCA. tumbuh bersama nasabah dengan menyediakan
produk dan layanan berbasis digital yang Secara konsisten, BCA memberikan pelayanan berbagai produk dan layanan perbankan
inovatif. perbankan transaksi yang berkualitas melalui berkualitas sesuai dengan kebutuhan nasabah.
model “hybrid” yang dilengkapi dengan jaringan Serangkaian inovasi produk dan layanan
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang multi-channel terintegrasi. BCA berhasil perbankan dilakukan dengan mengoptimalkan
beragam, kami senantiasa menjalin kolaborasi mencatatkan kinerja yang kuat di berbagai kemajuan teknologi terkini dengan tetap
yang saling menguntungkan dengan para aspek keuangan di tahun 2022. memperhatikan customer experience sebagai
mitra bisnis, baik dalam ekosistem online prioritas utama. Kami juga terus berkomitmen
maupun offline . Berbekal kekuatan BCA untuk menjalankan program keberlanjutan yang
dalam penyediaan solusi transaksi serta mendukung keselarasan antara aspek bisnis dan
loyalitas nasabah yang tinggi, kami berhasil LST.
mencatatkan volume transaksi online tertinggi
dan pertumbuhan dana murah (CASA) yang Investasi pada sumber daya manusia dan
signifikan pada tahun 2021. teknologi adalah kunci kesuksesan BCA dalam
memanfaatkan potensi-potensi yang ada,
Sebagai bagian dari dukungan kepada serta menghasilkan pertumbuhan bisnis yang
masyarakat dan lingkungan, kami terus berkelanjutan dalam jangka panjang untuk
berkomitmen untuk menjalankan program memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku
keberlanjutan yang mendukung keselarasan kepentingan.
antara aspek bisnis dan ESG. Portofolio keuangan
berkelanjutan tumbuh positif, bahkan melebihi
ekspektasi. Sebagai warga korporasi yang
bertanggung jawab, BCA menyadari pentingnya
upaya bersama untuk mengendalikan pandemi
COVID-19. Untuk itu, kami mendukung program
vaksinasi pemerintah melalui sentra-sentra
vaksinasi yang diperuntukkan bagi masyarakat
luas. Kami juga memastikan karyawan Bank
sudah divaksinasi. Sesuai regulasi pemerintah,
BCA menyesuaikan kebijakan work from home
dan mempromosikan “Banking from Home”.
Secara keseluruhan, peningkatan mobilitas,
pemulihan ekonomi, serta berbagai terobosan
inovasi dan kolaborasi, akan membawa kami ke
masa depan yang lebih baik.
2 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 5
Unity for
a Better Future
Propelled by Trust
Propelled
by Trust PT Bank Central Asia Tbk
Unity for a Better Future
LAPORAN TAHUNAN
PT Bank Central Asia Tbk
Head Office
Menara BCA, Grand Indonesia PO
Jl. M.H. Thamrin No. 1 KE
TV
Jakarta 10310, Indonesia AL
AS
Tel. : (+62 21) 2358 8000
Fax. : (+62 21) 2358 8300
2024
www.bca.co.id
PT BANK CENTRAL ASIA TBK
LAPORAN
TAHUNAN 2024
2024 2025
Propelled by Trust Unity for a Better Future
Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia yang menjadi simbol ketulusan
kinerja yang stabil di tengah ketidakpastian
ekonomi global yang masih berlanjut pada yang berakar dari sejarah bangsa. Cengkeh terbukti tangguh di cuaca
tahun 2024. Sejalan dengan upaya hilirisasi yang terus berubah, mengakar kuat dan saling menopang untuk terus
yang dilakukan oleh pemerintah, investasi asing
maupun domestik turut menopang pertumbuhan bertumbuh dari satu musim ke musim yang akan datang.
ekonomi Indonesia, yang pada akhirnya
menciptakan peluang bagi sektor perbankan
untuk meningkatkan penyaluran kredit. Seperti halnya cengkeh yang menjadi simbol Perusahaan, BCA terus
memberikan pertumbuhan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan
Sepanjang tahun 2024, BCA berhasil mencatatkan
kinerja yang solid dalam menyalurkan kredit, dan dinamika yang silih berganti. Kinerja ini berakar pada harmoni antara
diwarnai pertumbuhan positif pada seluruh kepercayaan nasabah, inovasi, dan prinsip kehati-hatian, merupakan
segmen kredit. CASA tetap menjadi sumber
pendanaan inti yang mencapai lebih dari 80% nilai-nilai yang secara konsisten ditanamkan dan dijunjung oleh setiap
dari total dana pihak ketiga, menunjukkan insan BCA.
tingginya kepercayaan masyarakat kepada BCA
sebagai bank transaksi pilihan.
Dengan memahami perannya sebagai salah satu pilar penting
Dengan kepercayaan yang diberikan, BCA
berkomitmen untuk senantiasa memberikan perekonomian dalam mendukung kemajuan bangsa, BCA menanamkan
keamanan, kenyamanan dan keandalan dalam
keberlanjutan sebagai fondasi jangka panjang. Integrasi nilai‑nilai
layanan bertransaksi kepada para nasabah.
Berbagai inovasi produk dan layanan terus lingkungan, sosial, dan tata kelola mencerminkan komitmen BCA
dikembangkan guna mempertahankan
keunggulan di peta persaingan perbankan
terhadap tanggung jawab antargenerasi. Prinsip ini menjadi dasar bagi
transaksi di Indonesia. BCA secara konsisten komitmen BCA untuk tumbuh dengan menyelaraskan prioritas hari ini
berinvestasi di bidang teknologi informasi dan
sumber daya manusia sebagai faktor pendukung
dengan aspirasi masa depan, sehingga menghadirkan pertumbuhan
utama dalam rangka menopang pertumbuhan yang bermakna dan berkelanjutan.
bisnis dalam jangka panjang, serta menjaga
keselarasan antara aspek bisnis dan LST yang
mengutamakan keberlanjutan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 3
Page 6
Daftar Isi
68 • Penghentian Sementara Perdagangan dan/atau
14 Ikhtisar Utama Pembatalan Pencatatan Saham
68 • Aksi Korporasi, Informasi Material, serta Informasi
14 Ikhtisar Data Keuangan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
16 Ikhtisar Saham dan Obligasi
68 • Keanggotaan dalam Asosiasi
69 Kronologi Pencatatan Saham dan Efek Lainnya
19 Laporan Manajemen 70 Struktur Grup Perusahaan, Kepemilikan, dan Informasi
Entitas Anak
20 Laporan Direksi
71 Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal
26 Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris
72 Informasi pada Situs Perusahaan
73 Penghargaan dan Sertifikasi
32 Profil Perusahaan 79 Peristiwa Penting 2025
33 Informasi Umum Perusahaan
34 Bidang Usaha
82 Analisis dan
35 Budaya Perusahaan (Visi, Misi, dan Tata Nilai)
36 Riwayat Singkat BCA
Pembahasan Manajemen
83 Tinjauan Bisnis
38 Produk dan Layanan
83 Ikhtisar KInerja per Segmen Usaha
40 Struktur Organisasi
85 Perbankan Transaksi
42 Kantor Cabang
87 Perbankan Korporasi
44 Profil Direksi dan Dewan Komisaris
88 Perbankan Komersial & Usaha Kecil Menengah (UKM)
53 Profil Anggota Komite Penunjang Dewan Komisaris dan
Sekretaris Perusahaan 90 Perbankan Individu
62 Pejabat Senior 92 Perbankan Tresuri dan Internasional
64 Jumlah Karyawan dan Pegembangan Kompetensi 94 Tinjauan Pendukung Bisnis
64 • Jumlah Karyawan 94 Manajemen Risiko
65 • Pengembangan Kompetensi 194 Sumber Daya Manusia
65 Pendidikan dan/atau Pelatihan Dewan Komisaris, Direksi, 196 Jaringan dan Operasi
Komite, Sekretaris Perusahaan, dan Unit Audit Internal
198 Teknologi Informasi
65 Perubahan komposisi anggota Direksi dan anggota
199 Tinjauan Ekonomi, Sektor Perbankan, dan Keuangan BCA
Dewan Komisaris
201 • Laporan Posisi Keuangan
65 Pernyataan Independensi Komisaris Independen
201 - Aset
66 Komposisi Pemegang Saham
205 - Liabilitas
66 • Pemegang Saham Pengendali BCA
207 - Ekuitas
66 • Rincian 20 Pemegang Saham Terbesar
208 • Laporan Laba Rugi
67 • Rincian Pemegang Saham dengan Kepemilikan Saham
lebih dari 5% 208 - Laporan Laba Rugi
67 • Kelompok/Klasifikasi Pemegang Saham Masyarakat 209 - Pendapatan Bunga dan Syariah - Bersih
dengan Kepemilikan Saham Masing-Masing < 5%
209 - Pendapatan Operasional Lainnya
68 • Persentase Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan
210 • Beban Operasional
Direksi
210 • Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset
210 • Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Laba Bersih
211 - Laba Rugi Komprehensif
211 - Profitabilitas Berdasarkan Segmen Operasi
212 • Arus Kas
212 • Rasio Keuangan Utama
4 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 7
213 Tinjauan Kinerja Entitas Anak 218 • Dampak Perubahan Peraturan 383 Whistleblowing System
Perundang-undangan
215 Informasi Material Lainnya 385 Kebijakan Antikorupsi dan
219 - Perubahan Kebijakan Pengendalian Gratifikasi
215 • Pencapaian Target tahun 2025
Akuntansi
388 Transaksi Afiliasi dan Transaksi
215 • Aspek Pemasaran
219 - Informasi Kelangsungan Benturan Kepentingan
215 • Kemampuan Membayar Usaha
397 Permasalahan Hukum
Hutang dan Kolektibilitas
219 - Suku Bunga Dasar Kredit
Piutang 399 Perkara Penting & Sanksi
(SBDK)
Administrasi
215 • Pemantauan dan Penanganan
219 • Prospek, Prioritas Strategis,
Kredit Bermasalah 399 Akses Informasi dan Data
dan Proyeksi Tahun 2026
Perusahaan
216 • Struktur Modal dan Kebijakan
219 - Prospek Perekonomian dan
Manajemen atas Struktur 411 Kode Etik
Sektor Perbankan Tahun
Modal
2026 413 Budaya Perusahaan
216 - Struktur Modal
219 - Prioritas Strategis BCA dan 414 Program Kepemilikan Saham
216 - Kebijakan Manajemen atas Proyeksi Tahun 2026 oleh Manajemen dan/atau
Struktur Modal Pegawai melalui Opsi MSOP/
ESOP
216 - Dasar Penetapan Kebijakan
Manajemen atas Struktur
Modal dan Utang
222 Tata Kelola 414 Pembelian Kembali Saham
(Shares Buy Back)
216 • Implementasi Pembagian Perusahaan 415 Aksi Korporasi Lainnya
Dividen 229 Penerapan Prinsip-prinsip GCG 415 Penyediaan Dana kepada Pihak
217 • Ikatan Material untuk Investasi 243 Rapat Umum Pemegang Saham Terkait (Related Party) dan
Barang Modal Penyediaan Dana Besar (Large
256 Aspek Pemegang Saham Exposure)
217 - Tujuan dari Ikatan Material
untuk Investasi Barang 257 Dewan Komisaris 416 Rencana Strategis
Modal 270 Komisaris Independen 416 Integritas Pelaporan dan Sistem
217 - Sumber Dana untuk 271 Direksi Teknologi Informasi
Investasi Barang Modal
290 Rapat Dewan Komisaris, Direksi, 418 Penerapan Keuangan
217 - Mata Uang dan Mitigasi dan Rapat Gabungan Berkelanjutan
Risiko Nilai Tukar terkait
Investasi Barang Modal 302 Hubungan Afiliasi Dewan 418 Penerapan Tata Kelola
Komisaris, Direksi, dan Terintegrasi
217 • Investasi Barang Modal yang Pemegang Saham Pengendali
Direalisasikan 430 Informasi Terkait Pemenuhan
304 Keberagaman Komposisi Dewan Penerapan Tata Kelola
217 • Informasi dan Fakta Material Komisaris dan Direksi Perusahaan
yang Terjadi Setelah Tanggal
Laporan Akuntan 305 Penilaian Kinerja Dewan
Komisaris dan Direksi
217 • Program Kepemilikan Saham
oleh Manajemen dan/atau 309 Kebijakan Remunerasi 451 Tanggung
Pegawai melalui Opsi MSOP/
ESOP
316 Komite-Komite Dewan Komisaris Jawab
217 • Realisasi Penggunaan Dana
340 Komite-Komite Eksekutif Direksi Sosial dan
Hasil Penawaran Umum 360 Sekretaris Perusahaan
Lingkungan
217 • Informasi Material Mengenai 364 Fungsi Hubungan Investor
Investasi, Ekspansi, Divestasi, 451 Tanggung Jawab Sosial dan
366 Divisi Audit Internal Lingkungan
Penggabungan Usaha, dan
Akuisisi 370 Akuntan Publik (Audit Eksternal)
217 • Informasi mengenai Transaksi 372 Fungsi Kepatuhan
Material yang Mengandung
375 Sistem Manajemen Risiko
453 Laporan
Benturan Kepentingan
217 • Pengungkapan Transaksi Pihak
377 Sistem Pengendalian Internal Keuangan
Berelasi
(Internal Control)
Konsolidasian
380 • Laporan Pengendalian Internal
218 • Pemberian Penyediaan
dalam proses Pelaporan
Dana, Komitmen Maupun
Keuangan
Fasilitas Lain yang dapat
Dipersamakan Dengan itu dari 380 • Pernyataan Direksi atas
Setiap Perusahaan atau Badan Kecukupan dan Efektivitas
Hukum yang Berada Dalam Sistem Pengendalian Internal
Satu Kelompok Usaha dengan dalam Proses Pelaporan
Bank Kepada Debitur yang Keuangan Bank
telah Memperoleh Penyediaan
Dana dari Bank 380 Penerapan Strategi Anti-Fraud
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 5
Page 8
Apresiasi atas
Pencapaian Kinerja BCA
World’s Best Bank 2025 World’s Best Companies Anugerah Produk The 22nd International
#1 World’s Best Bank 2025 2025 Indonesia Business Awards 2025
in Indonesia #1 Indonesia, Produk Aplikasi Perbankan Marketing Campaign
#527 Global Terfavorit - myBCA of The Year - Industry
Categories (Don’t Know
Kasih No - Gold)
Newsweek: World’s Most World’s Strongest Banking Bank Indonesia Award
Trustworthy Companies Brand 2025 2025
2025 Strongest Banking Brands Penyedia Jasa WOW Brand 2025
#1 in Banking Sector (Global) 2025, #1 in APAC (score: Pembayaran Penggerak ATM, Mortgage, Digital
97,1/100) Konektivitas Pembayaran Branch, Credit Card,
Digital Terbaik (Bank dan Mobile Banking, Saving
Lembaga Selain Bank) Account
Korporasi Produk & Layanan
ESG, CSR, GCG Pekerja
15th Asian Excellence Annual Report Award HR Asia Award 2025 Dream Workplace for
Award 2025 (ARA) 2024 Best Companies to Work Learning
Asia’s Best CSR Juara Umum for in Asia, Most Caring Juara Umum
Sustainable Asia Award Juara Umum Klaster 5T Companies
Juara Umum GoPublik
Keuangan
Juara 1 Kategori Non
BUMN/Non BUMD GoPublik
ABF Retail Banking Awards Keuangan Stellar Workplace Awards Employee Experience
2025 2025 Awards 2025
External Social Initiative of Top 5 Companies with Best Career Development
the Year - Indonesia Most Innovative Well- Programme (Gold)
Being Program Best Learning Culture
2025 Asia Executive Team Journey (Bronze)
Top 10 Organizations
#1 Best ESG (Buy Side dan with Best Future-Ready
Combined) dan #2 Best Workplace Program
ESG (Sell-side)
6 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 9
Pertumbuhan Kredit
yang Solid
Pertumbuhan Kredit
Portofolio Kredit
7,7% YoY (Rp992,9 triliun)
RPIM
(Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial)
22,8% 1,3%
Kualitas Kredit yang Terjaga
Loan at Risk (LAR) 4,8% 0,5%
Non-Performing
Loan (NPL) 1,7% 0,1%
Permodalan dan Likuiditas yang Kuat
Loan to Deposit
Ratio (LDR) 76,8%
Rasio Kecukupan
Modal (CAR) 29,8%
Sektor yang terdiversifikasi dengan baik
Kontribusi terhadap total kredit*:
Layanan Keuangan Transportasi Properti & Konstruksi Infrastruktur Telekomunikasi
9% 6% 6% 5% 4%
Minyak Nabati Energi Listrik Bahan Bangunan Distributor & Retailer Otomotif
4% 4% 4% 4% 4%
*Sebanyak 50% sisanya memiliki proporsi di bawah 4%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 7
Page 10
Franchise Perbankan Transaksi
yang Kokoh
Rantai Pasok yang Menyeluruh
Supplier Principal Distributor Besar Distributor Sedang Retailer End Customer
Diperkuat dengan Kanal yang Terintegrasi dan Terpercaya
Merchant Point-of-Sales Dua Aplikasi
1 Business Banking
2 (POS) & Aplikasi Merchant BCA
3 Mobile Banking Terkemuka
secara Online
w
Ne
Virtual Host-to-
Host
API BCA Account
Payment
BCA Settlement Aplikasi Aplikasi
Mobile Mobile
generasi versi klasik
baru
1.270 Contact Center
4 Cabang
5 ATM Setor & Tarik 6 24/7
Kemampuan Digital Keberhasilan Dalam Kanal Online Mencetak
yang Andal Menghimpun Nasabah Rekor Tertinggi
Jumlah transaksi mobile Jumlah nasabah Mobile & Internet Banking
banking & internet banking
4,1x 34,3 juta Jumlah Transaksi
dalam 5 tahun
3,6% YoY 37,5
miliar
Jumlah pengguna Giro & Tabungan 18,8% YoY
mobile banking (CASA)
1,8x Rp1.045,2 Nilai Transaksi
triliun
dalam 5 tahun
83,7%
32.566
Nilai transaksi QRIS triliun
terhadap Total Dana
1,9x Pihak Ketiga 15,2% YoY
YoY
8 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 11
Melayani Beragam Nasabah Melalui
Multi-Channel Terintegrasi yang Dilengkapi
dengan Berbagai Fitur
Poket Valas Fitur Investasi
Kantong dana di MyBCA
myBCA & BCA Mobile
untuk bertransaksi Fitur wealth
Aplikasi mobile
dengan pilihan management
banking untuk melayani
18 mata uang asing untuk berinvestasi
kebutuhan transaksi
QRIS reksadana, obligasi,
nasabah lintas generasi
Metode transaksi SBN dll secara online
Pemrek Online
QR secara nasional Kemudahan pembukaan
maupun cross- rekening secara online via
border yang myBCA dan BCA mobile
distandardisasi oleh
Bank Indonesia
Contactless
Payment menggunakan kartu myBCA Smartwatch
kredit dan kartu debit jadi Akses myBCA melalui smartwatch
lebih nyaman dan cepat di yang digunakan dengan beberapa
EDC BCA fitur seperti cek info saldo, cek
mutasi, serta transaksi cardless
dan QRIS
Ocean
Platform digital terintegrasi yang
dirancang untuk menyatukan
berbagai layanan perbankan BCA dan
solusi mitra bisnis
ke dalam satu platform terpusat. Halo BCA
Aplikasi pendukung Halo
BCA contact center yang
online 24/7
myBCA Bisnis
Layanan internet banking bagi nasabah
bisnis yang dapat digunakan pada berbagai
perangkat untuk melakukan transaksi,
otorisasi, cek status, dan berbagai Merchant BCA
kebutuhan manajemen kas lainnya. Aplikasi untuk mengakses layanan
bagi merchant secara mudah, mulai
dari on boarding, serta koneksi
dengan jaringan ekstensif EDC/QR
KlikBCA
Layanan internet
banking untuk nasabah
individual atau bisnis EDC APOS BCA
Perangkat payment point
berbasis Android
ATM Setor Tarik
Mesin ATM yang
menawarkan penarikan New Branch Model
dan penyetoran dana tunai Layanan kantor cabang
secara tatap muka dan digital
(hybrid branch banking)
OneKlik
Fasilitas
pembayaran
online pada eBranch BCA
aplikasi BI-Fast Aplikasi
Flazz
co-partner Kanal transfer, Paylater BCA
Kartu transaksi pendukung untuk
real time, Aplikasi KeyBCA Fasilitas kredit yang
multifungsi dengan layanan perbankan
24/7, yang Token KeyBCA digital dapat digunakan
teknologi chip RFID di kantor cabang
distandardisasi yang memungkinkan sebagai alternatif
nasabah untuk (Radio Frequency
oleh Bank pembayaran melalui
melakukan otorisasi Identification) untuk
Indonesia scan QRIS di aplikasi
transaksi melalui proses pembayaran
myBCA
smartphone secara nontunai
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 9
Page 12
I k h t i s a r U t a m a
Pencapaian dan Ikhtisar Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
KINERJA KEBERLANJUTAN YANG SOLID
BERDAMPAK PADA NILAI PERUSAHAAN
Dalam triliun rupiah
YoY:
Mendukung
203 229 255 11,7% Pencapaian TPB
CAGR: 11,6%
113 14,5%
99
PEMBIAYAAN & INVESTASI HIJAU
87 9,6%
Pembiayaan Pembiayaan
142 Energi Baru Terbarukan Sustainability-Linked Loan
130 (SLL)
116 Pembiayaan
Hijau
Pembiayaan Total Kapasitas Outstanding
UMKM
2023 2024 2025
24,9% 24,8% 25,8%
% terhadap total portofolio 323MW
Outstanding Rp6,2 triliun
Rp 2.705
miliar
Mengambil bagian Pembelian obligasi
dalam pengembangan hijau menuju penerapan
DUKUNGAN SOSIAL & ekosistem kendaraan Keuangan Berkelanjutan
KEBERLANJUTAN PADA UMKM listrik Indonesia
Bangga Lokal
Outstanding Obligasi Sukuk Hijau
Total Total Penjualan
1.615 Rp603
merchant miliar
Rp 3.609
miliar
Rp 1.839
miliar
UMKM Fest
Pembiayaan Kelapa Sawit Berkelanjutan
Total
1.400
UMKM
Sertifikasi pembiayaan kelapa sawit
Tersertifikasi ISPO dan RSPO
2024
32
2025
28
Tersertifikasi RSPO 20 18
Tersertifikasi ISPO 16 34
Debitur UMKM Perempuan # debitur korporasi sektor kelapa sawit
68 80
Bersertifikat
Total Debitur Outstanding
% outstanding kredit sektor kelapa
69% 70%
43 18,2
sawit yang terverifikasi
Rp
ribu triliun
10 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 13
Kinerja Lingkungan
MENGUKUR DAN MENGELOLA JEJAK KARBON
Intensitas Emisi Cakupan 1 & 2
Total emisi operasional
(Ton CO2e/miliar Rupiah pendapatan operasional)
298.067 1,44 1,39 1,37
Ton CO2e
4,5%
IDXCarbon
Indonesia Carbon Exchange
Total emisi pembiayaan (2024)
dalam 2 tahun
37,4
juta Ton CO2e
96.500
Ton CO2e
Cakupan penghitungan emisi GRK
100%
operasional dan portfolio
Berpartisipasi dalam
perdagangan IDX Carbon
kredit produktif
2023 2024 2025
UPAYA MENUJU OPERASI RAMAH LINGKUNGAN
Potensi Penghindaran Emisi Karbon
Ton CO2e
Produk dan Solusi Gedung Ramah Lingkungan
3.021 4.216 5.403 Perbankan Digital
3.140 Ton CO2e
1.033
Ton CO2e
79%
dalam 2 tahun
Pengelolaan Limbah & Konservasi
Inisiatif Daur Ulang Keanekaragaman Hayati
1.047 183
Ton CO2e
Ton CO2e
2023 2024 2025
Transaksi dilakukan Penurunan intensitas
secara digital energi Mendukung
Pencapaian TPB
99,8% 11,7%
YoY
Limbah dikelola Penanaman
656,8
Ton
51.000
bibit pohon
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 11
Page 14
I k h t i s a r U t a m a
Kinerja Sosial
MEMBANGUN SUMBER meningkatkan
DAYA MANUSIA UNGGUL keunggulan layanan
Total pengaduan
26.435
pelanggan diterima
Total Pekerja BCA
Global Customer
>1,1 Engagement
Pekerja Perempuan Manajer Perempuan juta 91 Persentil
61,1% 61,6% Pengaduan terselesaikan
Indeks Customer
97,7% Engagement (CE)
4,78 / 5,0
Skor Team Persentase Persentase Tingkat penyelesaian
Engagement Perputaran Ketidakhadiran pengaduan whistleblowing
(skala 5) Pekerja
Indeks Branch Service
4,67 3,4% 1,2%
Quality (BSQ)
98,2% 4,88 / 5,0
MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH UNTUK MASYARAKAT
Rp
miliar
159,5 dana Tanggung
Jawab Sosial dan
Lingkungan disalurkan
UMKM dan Bakti Kesehatan Bakti Pendidikan Bakti Lingkungan Bakti Budaya
Desa Bakti BCA
28 815 700 24.161 32
Desa Bakti BCA pasien operasi katarak penerima Beasiswa Bakti BCA tukik dilepasliarkan peserta pembinaan wastra
warna alam
194 2.100 15 6 >Rp367 juta
jenis pembinaan desa kantong darah dalam program sahabat disabilitas orang utan direhabilitasi tambahan pendapatan
wisata donor darah mendapatkan pelatihan MUA penenun binaan wastra warna
dan sertifikat BNSP alam
1.593 6.070 >169.000 11
orang tenaga kerja terserap di Bayi penerima intervensi gizi peserta edukasi literasi titik restorasi mata air
Desa Binaan Bakti BCA (2023 - 2025) keuangan
>5.000 10.468 32 Mendukung
total peserta pembinaan UMKM masyarakat mendapatkan Sekolah Binaan Bakti BCA Pencapaian
subsidi layanan kesehatan di
klinik Bakti BCA TPB
Rp110,9 miliar
potensial nilai ekspor
UMKM binaan Bakti BCA
Mendukung
Pencapaian TPB
12 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 15
Kinerja Tata Kelola
MENJAMIN TATA KELOLA YANG RESILIEN
ASEAN Corporate Governance MSCI Indonesia Index
Scorecard Rating Top 10 Constituents
106,6 108,2
101,9 BCA
90,8
77,0 TBA
Industry
70,0 Average
67,0
2018 2019 2021 2024
Annual Report Award LSEG S&P Global
Komite Nasional Kebijakan Governansi ESG Scores CSA Score
Score Score
84 62
Juara Umum Top Rank percentile
25% 87th
ARA 2024
• Juara Umum Gopublik Keuangan Global
• Juara Umum Klaster Rp5 triliun
• Juara 1 Non BUMN/Non BUMD Gopublik Keuangan
The Indonesian Institute
FTSE4 Good Sertifikasi IT dan
for Corporate Directorship
ASEAN 5 Index Keamanan Data
(IICD)
Top 10 Constituents
ISO/IEC 27001:2013 Corporate Governance
Data center operation services
Award
ISO/IEC 27001:2022
IT security management system
BCA constituents of
ISO/IEC 9001:2015 Leadership
Data center network services
• IDX ESG Leaders Index in Corporate
• SRI – KEHATI Index Governance
ISO/IEC 27701:2019
Data privacy & security • ESG Quality 45 IDX –
management system KEHATI
• ESG Sector Leaders
ISO/IEC 20000-1:2018
Data center system IDX – KEHATI
Mendukung
PCI DSS 3.2.1 Pencapaian
Payment card data security TPB
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 13
Page 16
I k h t i s a r U t a m a
Ikhtisar Data Keuangan
Ikhtisar Data Keuangan 5 tahun terakhir (Diaudit, Konsolidasi, pada atau untuk tahun yang berakhir 31 Desember)
(dalam miliar Rupiah) 2025 2024 2023 2022 2021
Posisi Keuangan
Total Aset 1.586.829 1.449.301 1.408.107 1.314.732 1.228.345
Total Aset Produktif 1.479.307 1.354.435 1.266.223 1.173.144 1.125.418
Total Kredit 1
992.901 921.878 810.392 711.262 636.987
Penempatan pada Bank Indonesia & Bank-Bank Lain, dan Efek-
424.520 388.316 410.351 434.237 458.163
efek
Total Liabilitas 1.305.141 1.186.467 1.165.570 1.093.550 1.025.496
Dana Pihak Ketiga2 1.249.044 1.133.612 1.101.673 1.039.718 975.949
CASA (Current Account Saving Account) 1.045.239 923.977 884.641 847.938 767.012
Giro 434.453 361.883 348.457 323.924 285.640
Tabungan 610.786 562.094 536.184 524.014 481.373
Deposito 203.805 209.635 217.032 191.780 208.937
Pinjaman yang diterima dan Simpanan dari Bank Lain 6.014 5.899 11.700 9.253 10.993
Efek-efek Utang yang Diterbitkan3 - - - - 482
Obligasi Subordinasi 65 500 500 500 500
Total Ekuitas 281.688 262.835 242.538 221.182 202.849
Penghasilan Komprehensif
Pendapatan Operasional 112.006 106.552 96.728 83.981 75.430
Pendapatan Bunga dan Syariah Bersih 85.548 82.264 74.938 63.863 55.987
Pendapatan dan Bunga Asuransi Bersih 145 1.356 1.235 1.095 841
Pendapatan Operasional selain Bunga 26.313 22.932 20.555 19.024 18.602
Beban Operasional (36.734) (36.300) (35.492) (30.200) (28.346)
Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan (4.011) (2.034) (1.056) (3.314) (8.243)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 71.261 68.218 60.180 50.467 38.841
Laba Bersih 57.563 54.851 48.658 40.756 31.440
Pendapatan Komprehensif Lainnya 1.346 (345) (1.106) (3.323) 427
Total Laba Komprehensif 58.909 54.506 47.552 37.433 31.867
Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 57.537 54.836 48.639 40.736 31.423
Kepentingan Non-Pengendali 26 15 19 20 17
Laba Komprehensif yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 58.882 54.493 47.534 37.413 31.849
Kepentingan Non-Pengendali 27 13 18 19 18
Laba Bersih per Saham (dalam Rupiah penuh)4 467 445 395 330 255
Rasio Keuangan5
Permodalan
Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio - CAR)6 29,8% 29,4% 29,4% 25,8% 25,7%
CAR Tier 1 28,6% 28,2% 28,3% 24,8% 24,7%
CAR Tier 2 1,1% 1,1% 1,1% 1,0% 1,0%
Aset Tetap Terhadap Modal 14,5% 14,7% 15,7% 16,3% 15,9%
Kualitas Aset
Aset Produktif Bermasalah dan Aset Non Produktif Bermasalah
1,0% 1,0% 1,0% 0,9% 1,1%
terhadap Total Aset Produktif dan Aset Non-Produktif
Aset Produktif Bermasalah terhadap Total Aset Produktif 0,8% 0,9% 0,9% 0,8% 1,0%
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Aset Keuangan
2,1% 2,5% 2,7% 3,0% 3,0%
terhadap Aset Produktif
14 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 17
(dalam miliar Rupiah) 2025 2024 2023 2022 2021
Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loans - NPL) – bruto 7
1,7% 1,8% 1,9% 1,8% 2,2%
Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loans - NPL) - neto 0,7% 0,6% 0,6% 0,6% 0,8%
Loan at Risk (LAR)8 4,8% 5,3% 6,9% 10,4% 15,2%
Rentabilitas
Tingkat Pengembalian atas Aset (Return on Asset - ROA)9 3,9% 3,9% 3,6% 3,2% 2,8%
Tingkat Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity - ROE)10 23,3% 24,6% 23,5% 21,7% 18,3%
Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin - NIM)11 5,7% 5,8% 5,5% 5,3% 5,1%
Cost to Income Ratio – CIR12 30,7% 31,3% 33,9% 34,9% 34,8%
Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 41,6% 41,7% 43,7% 46,1% 54,2%
Likuiditas
Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (Loan to Deposit Ratio –
76,8% 78,4% 70,2% 65,2% 62,0%
LDR)13
Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) (konsolidasi)14 79,9% 81,5% 73,2% 68,4% 65,0%
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio - NSFR)
159,9% 157,3% 168,6% 171,1% 180,7%
(konsolidasi)15
Rasio CASA terhadap Dana Pihak Ketiga (konsolidasi) 83,7% 81,5% 80,3% 81,6% 78,6%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (konsolidasi) 463,3% 451,4% 480,6% 494,4% 505,5%
Rasio Liabilitas terhadap Aset (konsolidasi) 82,2% 81,9% 82,8% 83,2% 83,5%
Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio – LCR)16 310,8% 323,0% 357,8% 393,5% 396,3%
Kepatuhan
Persentase Pelanggaran BMPK
a. Pihak Terkait 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
b. Pihak Tidak Terkait 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Persentase Pelampauan BMPK
a. Pihak Terkait 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
b. Pihak Tidak Terkait 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Giro Wajib Minimum (GWM)
a. GWM Utama Rupiah 4,6% 5,0% 6,4% 7,5% 3,2%
b. GWM Valuta Asing 2,0% 2,0% 2,0% 2,0% 2,0%
Posisi Devisa Neto (PDN) 0,1% 0,3% 0,1% 0,1% 0,1%
Indikator Utama Lainnya
Jumlah Rekening (dalam ribuan) 43.476 41.321 38.258 34.680 28.505
Jumlah Cabang 1.270 1.264 1.258 1.247 1.242
Jumlah ATM 20.163 19.543 19.047 18.268 18.034
Jumlah Kartu ATM (dalam ribuan) 37.644 36.401 33.822 30.552 24.577
Jumlah Kartu Kredit (dalam ribuan) 5.157 4.966 4.634 4.379 4.112
Semua angka dalam laporan tahunan ini menggunakan aturan dalam Bahasa Indonesia, kecuali dinyatakan lain.
1. Termasuk aset dari transaksi syariah, piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan.
2. Termasuk dana simpanan syariah.
3. Efek-efek utang yang diterbitkan merupakan obligasi dan wesel bayar jangka menengah (medium-term notes) yang diterbitkan oleh BCA Finance, anak perusahaan BCA
yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor roda empat.
4. Angka telah disesuaikan setelah stock split 1:5 pada 15 Oktober 2021.
5. Induk perusahaan saja, rasio keuangan disajikan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni 2020 tentang Transparansi
dan Publikasi Laporan Bank Umum Konvensional.
6. Rasio CAR memperhitungkan risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009 yang
kemudian digantikan dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.06/SEOJK.03/2020 mengenai Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko
Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Standar bagi Bank Umum; dan dihitung sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/ POJK.03/2016 tanggal 2
Februari 2016 mengenai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, yang telah beberapa kali diamandemen, terakhir dengan POJK No.27 tahun 2022.
7. Dihitung dari total kredit bermasalah (kurang lancar, diragukan, macet) dibagi total kredit.
8. Terdiri dari kredit kolektibilitas ‘Dalam Perhatian Khusus‘, ‘Kredit Bermasalah’ dan kredit yang direstrukturisasi dengan kolektibilitas ‘Lancar
9. Dihitung dari laba (rugi) setelah pajak dibagi dengan rata-rata total aset.
10. Dihitung dari laba (rugi) setelah pajak dibagi dengan rata-rata modal Tier 1.
11. Dihitung dari pendapatan (beban) bunga bersih dibagi dengan rata-rata aset produktif.
12. Pendapatan operasional termasuk keuntungan dan kerugian bersih dari transaksi perdagangan dan valuta asing sesuai standar akuntansi dan perhitungan internal.
13. Dihitung dari total kredit non bank dibagi dengan dana pihak ketiga.
14. Rasio RIM sesuai Peraturan Bank Indonesia No.20/4/PBI/2018 yang telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Peraturan BI Nomor 24/16/PBI/2022.
15. Rasio NSFR sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.50/POJK/2017
16. Dihitung dari total High Quality Liquid Asset (HQLA) dibagi dengan total arus kas keluar bersih, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.42/POJK.03/2015
tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) bagi Bank Umum.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 15
Page 18
I k h t i s a r U t a m a
Ikhtisar Saham dan Obligasi
Kinerja Saham BCA Periode 2021-2025
11.000 1.600
Harga Saham
Volume
10.000 1.400
9.000
1.200
Harga Saham (dalam Rupiah)
Volume (dalam jutaan)
8.000
1.000
7.000
800
6.000
600
5.000
400
4.000
200
3.000
2.000 0
Jan 21 Mar 21 Jun 21 Sep 21 Des 21 Mar 22 Jun 22 Sep 22 Des 22 Mar 23 Jun 23 Sep 23 Des 23 Mar 24 Jun 24 Sep 24 Des 24 Mar 25 Jun 25 Sep 25 Des 25
2025 2024 2023 2022 2021
Harga Tertinggi (dalam Rupiah) 9.925 10.950 9.450 9.400 8.250
Harga Terendah (dalam Rupiah) 7.225 8.775 8.000 7.000 5.905
Harga Penutupan (dalam Rupiah) 8.075 9.675 9.400 8.550 7.300
Kapitalisasi Pasar (dalam triliun Rupiah) 995 1.193 1.159 1.054 900
Laba Bersih per Saham (dalam Rupiah)* 467 445 395 330 255
Nilai Buku per Saham (dalam Rupiah)* 2.288 2.131 1.966 1.794 1.645
P/E (x) 17,3 21,7 23,8 25,9 28,6
P/BV (x) 3,8 4,5 4,8 4,8 4,4
* Angka telah disesuaikan setelah stock split 1:5 pada 15 Oktober 2021
Sumber: Bloomberg
Harga, Volume, dan Kapitalisasi Pasar dari Saham BCA Periode 2021 - 2025
Harga
Tahun Triwulan Volume Transaksi Kapitalisasi Pasar
Tertinggi Terendah Penutupan (dalam ribuan) (dalam miliar Rupiah)
(dalam rupiah) (dalam rupiah) (dalam rupiah)
I 9.925 7.625 8.500 7.403.244 1.047.838
II 9.800 7.275 8.675 5.856.434 1.069.411
2025
III 8.975 7.475 7.625 8.778.752 939.972
IV 8.750 7.225 8.075 8.691.441 995.446
I 10.400 9.300 10.075 4.534.247 1.241.996
II 10.100 8.775 9.925 5.896.590 1.223.505
2024
III 10.950 9.800 10.325 4.346.292 1.272.815
IV 10.875 9.550 9.675 4.388.680 1.192.686
I 8.950 8.000 8.750 4.979.844 1.078.657
II 9.325 8.650 9.150 3.976.118 1.127.967
2023
III 9.450 8.825 8.825 4.051.111 1.087.902
IV 9.450 8.600 9.400 4.723.425 1.158.785
I 8.300 7.300 7.975 5.039.634 983.119
II 8.250 7.250 7.250 6.308.537 893.744
2022
III 8.875 7.000 8.550 5.833.306 1.054.002
IV 9.400 8.125 8.550 5.522.982 1.054.002
I 7.380 6.145 6.215 5.619.018 766.154
II 6.620 5.980 6.025 5.237.765 742.732
2021
III 7.000 5.905 7.000 4.458.440 862.925
IV 8.250 6.710 7.300 4.842.602 899.908
Sumber: Bloomberg
16 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 19
Struktur Permodalan BCA 2021-2025*
2025 2024 2023 2022 2021
Modal Dasar
Jumlah Saham 440.000.000.000 440.000.000.000 440.000.000.000 440.000.000.000 440.000.000.000
Jumlah Nominal (Rp) 5.500.000.000.000 5.500.000.000.000 5.500.000.000.000 5.500.000.000.000 5.500.000.000.000
Belum Ditempatkan
Jumlah Saham 316.724.950.000 316.724.950.000 316.724.950.000 316.724.950.000 316.724.950.000
Jumlah Nominal (Rp) 3.959.061.875.000 3.959.061.875.000 3.959.061.875.000 3.959.061.875.000 3.959.061.875.000
Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham 123.275.050.000 123.275.050.000 123.275.050.000 123.275.050.000 123.275.050.000
Jumlah Nominal (Rp) 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000
Saham Beredar
Jumlah Saham 123.275.050.000 123.275.050.000 123.275.050.000 123.275.050.000 123.275.050.000
Jumlah Nominal (Rp) 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000 1.540.938.125.000
* Angka telah disesuaikan setelah stock split 1:5 pada 15 Oktober 2021.
Dividen Tunai BCA 2021-2025*
2025 2024 2023 2022 2021
Laba Bersih per Saham (Rp) 467 445 395 330 255
Dividen Tunai per Saham (Rp) n.a 300,0 270,0 205,0 145,0
Jumlah Dividen Tunai (Rp) n.a 36.982.515.000.000 33.284.263.500.000 25.271.385.250.000 17.874.882.250.000
Dividen Interim (Rp) 55,0 50,0 42,5 35,0 25,0
Cum Dividen untuk Perdagangan di:
Pasar Reguler & Negosiasi 2 Des 2025 20 Nov 2024 1 Des 2023 1 Des 2022 16 Nov 2021
Pasar Tunai 4 Des 2025 22 Nov 2024 5 Des 2023 5 Des 2022 18 Nov 2021
Tanggal Pencatatan 4 Des 2025 22 Nov 2024 5 Des 2023 5 Des 2022 18 Nov 2021
Tanggal Pembayaran 22 Des 2025 11 Des 2024 20 Des 2023 20 Des 2022 7 Des 2021
Dividen Final (Rp) n.a 250,0 227,5 170,0 120,0
Cum Dividen untuk Perdagangan di:
Pasar Reguler & Negosiasi n.a 20 Mar 2025 22 Mar 2024 28 Mar 2023 25 Mar 2022
Pasar Tunai n.a 24 Mar 2025 26 Mar 2024 30 Mar 2023 29 Mar 2022
Tanggal Pencatatan n.a 24 Mar 2025 26 Mar 2024 30 Mar 2023 29 Mar 2022
Tanggal Pembayaran n.a 11 Apr 2025 4 Apr 2024 14 Apr 2023 19 Apr 2022
Dividend Payout Ratio n.a 67,4% 68,4% 62,0% 56,9%
* Angka telah disesuaikan setelah stock split 1:5 pada 15 Oktober 2021.
Ikhtisar Obligasi
Jumlah Tanggal Penjamin
Tanggal Mata Jangka Suku
Instrumen Pokok Jatuh Peringkat Wali Amanat Pelaksana
Pencatatan Uang Waktu Bunga
Obligasi Tempo Emisi
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018
PT Bank Rakyat
- Seri B 6 Juli 2018 Rupiah Rp65 miliar 12 tahun 5 Juli 2030 8,00% p.a idAA (Pefindo) PT BCA Sekuritas
Indonesia (Persero) Tbk
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 17
Page 20
Page 21
01 Laporan Manajemen
Page 22
L a p o r a n M a n a j e m e n
Laporan
Direksi
“Kinerja yang solid
disertai dengan
investasi berkelanjutan
pada teknologi
dan jaringan”
PARA PEMEGANG SAHAM
YANG TERHORMAT,
BCA mencatatkan kinerja yang solid untuk tahun buku
berakhir 31 Desember 2025 dengan laba tumbuh secara
positif, serta diiringi dengan investasi berkelanjutan
pada teknologi dan jaringan. Di tengah fluktuasi kondisi
bisnis, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada para
pemegang saham mencapai Rp57,5 triliun, meningkat
4,9% dibandingkan tahun sebelumnya, disertai dengan
tingkat pengembalian atas dana pemegang saham yang
relatif tinggi sebesar 23,3%.
Tahun 2025 telah diwarnai dengan meningkatnya
ketegangan perdagangan global sehingga berpengaruh
kepada dunia usaha. Dampak ketegangan tersebut terasa
di berbagai negara, tetapi Indonesia tetap menunjukkan
ketahanan yang baik didukung oleh besarnya kontribusi
perekonomian domestik dan program-program
perdagangan bilateral. Pemerintah menargetkan
pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui peluncuran
program makanan bergizi gratis, pembangunan tiga juta
rumah dan pembentukan Koperasi Merah Putih untuk
pemberdayaan desa, sementara lembaga pengelola
dana negara Danantara menyusun pelaksanaan program-
program strategis nasional.
Di saat yang bersamaan, Bank Sentral (Bank Indonesia)
mengambil langkah akomodatif guna menopang
Gregory Hendra Lembong pertumbuhan ekonomi dengan memangkas suku bunga
acuan sebesar 125 basis poin pada tahun 2025 menjadi
Presiden Direktur 4,75%. Kementerian Keuangan menyuntikkan likuiditas
ke dalam sistem perbankan untuk mendukung sektor riil.
Secara umum Indonesia berhasil menjaga stabilitas sistem
keuangan serta menggerakan pertumbuhan ekonomi.
20 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 23
Di tengah keadaan tersebut, BCA berhasil mencatatkan kinerja Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara komprehensif,
bisnis yang positif di tahun 2025. Pertumbuhan dana CASA BCA senantiasa memperkaya penawaran produk investasi
relatif tinggi, meningkat 13,1% secara tahunan, dan ekspansi yang dapat diakses secara offline maupun online. Layanan
kredit mencapai 7,7%. Biaya operasional terkelola dengan BCA juga diperkuat oleh berbagai produk dan layanan anak
baik, sementara volume transaksi perbankan terus meningkat perusahaan termasuk perbankan Syariah (BCA Syariah),
di berbagai kanal. Pada akhir tahun, BCA berhasil memenuhi perbankan digital (BCA Digital), asuransi umum (BCA
dan melampaui sebagian besar target-target keuangan utama Insurance), asuransi jiwa (BCA Life), pialang dan penjaminan
seperti yang diuraikan di bawah ini. sekuritas (BCA Sekuritas), dan pembiayaan otomotif (BCA
Finance).
Ikhtisar Kinerja BCA di tahun 2025
Kategori Keuangan Target 2025 Realisasi Kombinasi antara berbagai kanal transaksi yang andal dengan
Pertumbuhan Kredit 6%-8% 7,7% produk dan layanan yang diperkaya secara berkelanjutan,
mendorong pertumbuhan volume transaksi dan memperluas
Cost to Income Ratio (CIR) 33%-34% 30,7%
basis nasabah. BCA mencatat pertumbuhan basis nasabah
Return on Asset (ROA) 3,6%-3,8% 3,9% sebesar hampir dua kali lipat selama lima tahun terakhir
Return on Equity (ROE) 21%-23% 23,3% menjadi sekitar 34 juta. Kami membukukan pertumbuhan
volume transaksi sebesar 16,5% dibandingkan tahun lalu,
STRATEGI PRIORITAS sehingga dana inti CASA naik secara signifikan 13,1% YoY
mencapai Rp1.045,2 triliun pada akhir tahun 2025 dengan
BCA senantiasa menjadi organisasi yang berorientasi pada suku bunga yang tetap relatif stabil.
nasabah sebagai landasan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Kepercayaan nasabah dan komitmen terhadap keunggulan Dalam hal pemberian kredit, BCA tetap berkomitmen untuk
layanan tercermin dari basis nasabah yang terus meningkat. memenuhi kebutuhan pinjaman di semua segmen, mulai dari
BCA meluncurkan produk dan layanan secara berkelanjutan korporasi, komersial, UKM, dan konsumen. Pada tahun 2025,
dan inovatif baik pada jaringan online maupun offline, yang total portofolio pinjaman tumbuh sebesar 7,7% secara tahunan
memperkuat posisi sebagai bank dengan ekosistem hybrid mencapai Rp 992,9 triliun. Pinjaman korporasi mencapai 48,2%
terkemuka yang mengintegrasikan platform digital, jaringan dari total portofolio, diikuti oleh pinjaman konsumen (22,6%),
fisik dan kemitraan. pinjaman komersial (14,8%), dan pinjaman UKM (13,2%). Untuk
pembiayaan syariah, meskipun nilainya lebih kecil pada kisaran
Kami melihat pengguna mobile banking terus meningkat, Rp13,2 triliun, berhasil mencatatkan pertumbuhan yang tinggi
didukung oleh dua aplikasi andalan: ‘BCA mobile’ yang sebesar 23,1%. Terkait dengan Keuangan Berkelanjutan,
populer karena kesederhanaannya, dan ‘myBCA’ yang portofolio kredit naik sebesar 11,7% menjadi Rp255,4 triliun
menawarkan fitur-fitur terkini. Jumlah pengguna myBCA triliun yang mewakili 25,8% dari total pinjaman.
meningkat pesat, tercatat naik dua kali lipat dibanding tahun
lalu. Namun di tengah maraknya tren digitalisasi, BCA tetap Sepanjang 2025, kami tetap optimis namun berhati-hati dalam
mempertahankan layanan kantor cabang guna mendukung meningkatkan portofolio pinjaman sejalan dengan dinamika
transaksi tunai dan layanan tatap muka, untuk memberikan lingkungan usaha. Kami senantiasa disiplin dalam melakukan
pendekatan customer relationship tetap seimbang. Selain diversifikasi pertumbuhan kredit bisnis diantaranya mencakup
itu, contact center nasabah kami yaitu ‘Halo BCA’, yang sektor utilitas, telekomunikasi, teknologi informasi, keuangan,
berfungsi sebagai pemerkokoh komunikasi garda depan serta serta makanan dan minuman.
memberikan dukungan terhadap nasabah untuk memastikan
para nasabah mendapatkan layanan perbankan yang andal. Industri perbankan mengalami penurunan kualitas kredit,
khususnya pada pinjaman ritel, baik UKM maupun konsumen.
Untuk memperkuat ekosistem, BCA memperluas kemitraan Disiplin dalam penerapan prinsip kehati-hatian perbankan
strategis dan menjajaki komunitas yang belum terjangkau. adalah suatu keharusan. Khususnya pada pinjaman otomotif,
BCA memastikan keselarasan dengan inisiatif regulator industri perbankan mencatat penurunan nilai agunan dengan
melalui kehadiran fitur transfer dana melalui ‘BI-FAST’ dan hadirnya kendaraan listrik dengan harga yang lebih rendah.
metode pembayaran & transfer melalui kode QR ‘QRIS’ yang Terlepas dari turunnya kualitas aset, secara keseluruhan
meningkatkan interoperabilitas serta mendorong pertumbuhan rasio pinjaman bermasalah (NPL) dan rasio pinjaman berisiko
transaksi. Bagi nasabah bisnis, BCA menawarkan platform (LAR) BCA tetap terkendali disertai dengan pencadangan
online generasi baru ‘Ocean’ dan ‘myBCA Bisnis’ dan diiringi penurunan nilai kredit yang memadai. Secara garis besar
dengan jaringan EDC yang semakin luas. ‘Ocean’ adalah dalam jangka panjang, BCA senantiasa menjajaki peluang
platform digital terintegrasi yang dirancang untuk menyatukan di seluruh segmen, mengoptimalkan insight berbasis data
berbagai layanan perbankan BCA dan solusi mitra bisnis ke dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang kuat.
dalam satu platform terpusat.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 21
Page 24
L a p o r a n M a n a j e m e n
Untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan Sebagai wujud korporasi yang bertanggung jawab sosial,
membangun organisasi yang semakin tangguh untuk masa BCA senantiasa mendukung program Pemerintah untuk
depan, BCA melakukan investasi signifikan pada tenaga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada 2025, kami
kerja dan TI secara berkesinambungan. Karyawan baru dan meluncurkan program perumahan terjangkau tanpa subsidi,
staf menjalani pelatihan yang komprehensif, upskilling, dan menjadikan BCA sebagai pelopor di antara bank swasta.
reskilling untuk membekali mereka dengan keterampilan, Secara keseluruhan, BCA berkomitmen untuk mematuhi
pengetahuan, dan perilaku yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
kinerja BCA. Dengan mayoritas karyawan berusia di bawah (Good Corporate Governance/GCG). BCA secara berkala
35 tahun, berbagai inisiatif dirancang untuk menyiapkan mengevaluasi dan memperkuat struktur pengawasan,
pemimpin masa depan yang akan mengembangkan dan kebijakan internal, dan prosedur untuk memastikan integritas,
mempertahankan BCA sebagai bank pilihan. transparansi, dan akuntabilitas di seluruh lini bisnis. Informasi
lebih lanjut tentang program dan pelaksanaan GCG tersedia
Secara paralel, BCA berkomitmen untuk meningkatkan dalam Bab Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam laporan ini
kemampuan teknologi khususnya guna meningkatkan layanan pada halaman 228-450 dan Laporan Keberlanjutan 2025 kami.
digital dan memperkuat sistem keamanan. Core system
dan infrastruktur terus dimodernisasi untuk meningkatkan PERAN DIREKSI DALAM MERUMUSKAN
kecepatan dan keamanan transaksi. Besarnya investasi TI STRATEGI DAN KEBIJAKAN
termasuk investasi strategis pada data center, menegaskan
komitmen BCA untuk berada di posisi terdepan dalam Direksi memainkan peran sentral dalam membentuk strategi
teknologi perbankan. Kami mengimplementasikan teknologi dan kebijakan BCA untuk memastikan keselarasan dengan
modern, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Machine Visi dan Misi Bank. Direksi menetapkan arah strategis yang
Learning (ML). BCA memanfaatkan AI untuk meningkatkan jelas dan berkolaborasi dengan semua unit bisnis untuk
efisiensi operasional, mendorong inovasi, memperkaya mengembangkan rencana bisnis yang komprehensif,
pengalaman pelanggan sekaligus meningkatkan deteksi serta didukung oleh perangkat pendukung utama seperti
penipuan. AI juga digunakan sebagai coding assistant untuk kepegawaian, teknologi, infrastruktur, dan manajemen risiko.
mempercepat pengembangan TI serta mengurangi risiko
dan biaya. Kami percaya bahwa sumber daya manusia yang Untuk mendorong pelaksanaan yang efektif, Direksi
solid serta teknologi yang unggul akan menopang BCA dalam menetapkan target yang terukur dan tercermin pada indikator
menyediakan layanan yang aman, andal dan prima guna kinerja utama (KPI) serta memastikan keselarasan pelaksanaan
mendukung kinerja unggul yang berkelanjutan. inisiatif di seluruh unit bisnis. Implementasi strategi dipantau
melalui tinjauan berkala dan komunikasi berkelanjutan dengan
KOMITMEN TERHADAP LINGKUNGAN, unit bisnis, fungsi pendukung, cabang, dan anak perusahaan.
SOSIAL, DAN TATA KELOLA Penyesuaian akan dilakukan dengan mempertimbangkan
PERUSAHAAN YANG BAIK dinamika pasar. Direksi juga mendorong budaya dan nilai-
nilai perusahaan untuk memperkuat kerja sama tim dan
Pada tahun 2025, BCA memperluas kebijakan pemberian memastikan pelaksanaan rencana bisnis Bank yang efektif.
pinjaman yang bertanggung jawab dengan menambahkan
sektor minyak & gas di samping lima sektor sensitif terhadap KINERJA KOMITE DI BAWAH DIREKSI
LST yang sudah ada, yaitu minyak sawit; pertambangan
batubara; pembangunan jalan tol; kehutanan; semen & Direksi didukung oleh tujuh komite khusus, yaitu Asset &
baja dasar. Analisis risiko iklim kini juga telah terintegrasi ke Liability Committee (ALCO), Risk Management Committee,
dalam kerangka enterprise risk management. BCA melakukan Integrated Risk Management Committee, Credit Policy
pemetaan risiko iklim, stress testing, dan mengintegrasikan Committee, Credit Committee, Information Technology
penilaian risiko perubahan iklim ke dalam proses pengambilan Steering Committee, dan Komite Pertimbangan Kasus
keputusan kredit untuk meningkatkan ketahanan portofolio Kepegawaian, di mana seluruhnya memainkan peran penting
terhadap peristiwa ekstrem terkait dengan iklim. dalam memastikan tata kelola yang efektif dan eksekusi
strategis. Komite-komite tersebut mengadakan pertemuan
Kami turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas secara berkala untuk meninjau dan menyelaraskan program
bencana banjir yang terjadi di Sumatra. BCA memberikan kerja dengan kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, dan
dukungan pemulihan masyarakat pasca bencana dengan persyaratan regulator. Sepanjang tahun, seluruh komite di
menyalurkan air, makanan, dan obat-obatan. BCA juga bawah Direksi telah melaksanakan mandatnya dengan baik,
menegaskan komitmen terhadap agenda nasional tentang sehingga memungkinkan Direksi untuk mengambil keputusan
transisi menuju rendah karbon dengan mendukung target yang tepat dalam memperkuat ketahanan operasional dan
Net Zero Emission sesuai dengan sasaran Pemerintah, yaitu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. BCA secara
konsisten menekankan aktivitas usaha yang ramah lingkungan
melalui efisiensi energi di kantor cabang, proses digitalisasi,
pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan mendukung
konservasi alam.
22 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 25
SUKSESI MANAJEMEN Neraca keuangan yang solid merupakan aset berharga
kami untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan ke
Sepanjang 2025, terdapat beberapa perubahan manajemen depan, sekaligus dalam menghadapi volatilitas pasar sebagai
BCA sebagaimana telah mendapat persetujuan dalam RUPST tantangan utama. BCA akan memantau tren kualitas aset di
yang diselenggarakan pada 12 Maret 2025. RUPST menerima sistem perbankan, dinamika pasar, serta menyesuaikan asumsi
pengunduran diri dari Bapak Djohan Emir Setijoso sebagai bisnis sesuai kondisi yang berkembang, serta senantiasa
Presiden Komisaris, efektif per 1 Juni 2025. Secara bersamaan, menerapkan tata kelola risiko yang kuat.
Bapak Jahja Setiaatmadja diberhentikan dengan hormat dari
jabatannya sebagai Presiden Direktur dan diangkat sebagai Untuk mendukung imbal hasil pemegang saham dan kestabilan
Presiden Komisaris. pasar modal domestik, BCA telah melaksanakan dua program
pembelian kembali saham (share buyback) pada tahun 2025.
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk memimpin Program buyback pertama dengan nilai maksimal Rp1 triliun,
BCA sebagai Presiden Direktur. Setelah sebelumnya meliputi pembelian kembali saham perusahaan sendiri pada
menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur, dalam peran periode Maret 2025 hingga Juni 2025. Program buyback kedua
baru ini, saya berkomitmen untuk memperkuat posisi BCA di dilaksanakan pada periode Oktober 2025 hingga Januari
industri keuangan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh 2026, dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Total pembelian saham
pemangku kepentingan. kembali dari kedua program buyback tersebut mencapai
sebesar Rp3,3 triliun atau 399 juta lembar saham telah dibeli
Bapak John Kosasih, yang sebelumnya menjabat sebagai kembali. Program buyback tersebut mendukung pertumbuhan
Direktur Perbankan Komersial dan UKM sejak 2021, diangkat tingkat pengembalian atas ekuitas (return on equity) Bank.
sebagai Wakil Presiden Direktur yang baru. Selain itu, kami
menyambut anggota baru Direksi, yaitu Bapak Hendra KEMITRAAN DAN KEPERCAYAAN UNTUK
Tanumihardja, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN
Divisi Transaction Banking Partnership Solution Development.
Seluruh perubahan tersebut berlaku efektif per 1 Juni 2025 Atas nama Direksi, kami menyampaikan apresiasi dan terima
dan telah memperoleh persetujuan dari OJK. kasih yang sebesar-besarnya kepada para nasabah, karyawan,
mitra bisnis, serta regulator, seperti Bank Indonesia (BI) dan OJK
PROSPEK BISNIS DAN PEMBELIAN atas kepercayaan dan kerja sama yang berkesinambungan.
KEMBALI SAHAM
Direksi juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih
BCA dan anak perusahaan berkomitmen untuk tumbuh seiring yang mendalam kepada Dewan Komisaris atas arahan serta
dengan prospek ekonomi jangka panjang Indonesia. BCA nasihat strategis yang telah memperkuat tata kelola dan
menetapkan target berikut untuk tahun 2026: berkontribusi dalam menentukan arah strategis perusahaan.
Kami juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Bapak
Kategori Keuangan Target 2026 D.E. Setijoso atas kontribusi dan teladannya selama masa
jabatan beliau sebagai Presiden Komisaris. Selain itu, Direksi
Pertumbuhan Kredit 8%-10% juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang
Cost to Income Ratio (CIR) 31%-33% setinggi-tingginya kepada Bapak Jahja Setiaatmadja atas
Cost of Credit (COC) 0,4%-0,5% kepemimpinan beliau yang handal sebagai Presiden Direktur
Return on Asset (ROA) 3,5%-3,7% sejak tahun 2011.
Return on Equity (ROE) 21,5%-23,5%
Menatap ke depan, BCA berpegang teguh pada komitmen
“Senantiasa di Sisi Anda”, untuk terus menghadirkan layanan
berkualitas, inovasi, dan praktik perbankan yang bertanggung
jawab. Terima kasih atas kepercayaan dan kemitraan Anda–
mari melangkah bersama dalam meraih pencapaian yang
lebih besar.
Jakarta, Februari 2026
Atas nama Direksi,
GREGORY HENDRA LEMBONG
Presiden Direktur
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 23
Page 26
L a p o r a n M a n a j e m e n
Anggota
Direksi
SANTOSO LIANAWATY GREGORY
Direktur SUWONO HENDRA LEMBONG
Direktur Presiden Direktur
FRENGKY SUBUR TAN JOHN KOSASIH
CHANDRA KUSUMA Direktur Wakil
Direktur Presiden Direktur
24 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 27
VERA EVE LIM HARYANTO HENDRA
Direktur TIARA BUDIMAN TANUMIHARDJA
Direktur Direktur
ARMAND RUDY SUSANTO ANTONIUS
WAHYUDI HARTONO Direktur WIDODO MULYONO
Wakil Direktur
Presiden Direktur
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 25
Page 28
L a p o r a n M a n a j e m e n
Laporan Tugas
Pengawasan
Dewan Komisaris
“BCA menutup tahun 2025
dengan kinerja keuangan
yang solid,
serta tetap menjaga komitmen
terhadap praktik-praktik
tata kelola perusahaan
yang baik”
PARA PEMANGKU KEPENTINGAN
YANG TERHORMAT,
BCA mencatatkan kinerja keuangan yang resilien dengan
pencapaian imbal hasil atas aset dan imbal hasil atas dana
pemegang saham masing-masing sebesar 3,9% dan
23,3%. Laba per saham tercatat sebesar Rp467, 4,9% lebih
tinggi dibandingkan dengan Rp445 per saham pada tahun
sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan
pelaksanaan inisiatif strategis, pengelolaan likuiditas yang
disiplin serta investasi berkelanjutan atas teknologi dan
berbagai customer touchpoints untuk memperkokoh model
hybrid banking BCA.
Dewan Komisaris mengapresiasi Direksi dan karyawan
dalam mempertahankan funding franchise, mendorong
pertumbuhan kredit berkualitas, dan memperkuat
peran BCA sebagai mitra terpercaya nasabah di industri
Jahja Setiaatmadja perbankan Indonesia. Kami yakin komitmen BCA terhadap
Presiden Komisaris pendekatan customer-centric dan tata kelola yang baik
akan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang
saham dan para pemangku kepentingan.
26 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 29
PENILAIAN KINERJA DIREKSI Berbagai investasi difokuskan pada penguatan infrastruktur
teknologi informasi (TI), kanal transaksi, keamanan siber, dan
Dinamika arus modal akibat ketidakpastian kebijakan moneter sumber daya manusia. Investasi-investasi tersebut memperkuat
global telah memberikan tantangan bagi Rupiah. Bank Indonesia model bisnis hybrid BCA dan merealisasikan komitmen dalam
menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan menjaga kelancaran operasional.
stabilitas makroekonomi, melalui 5 kali penurunan suku bunga
acuan sepanjang tahun 2025 dari 6% menjadi 4,75%. Inflasi BCA senantiasa mencari peluang untuk menumbuhkan kredit
tetap terjaga dalam target pemerintah yaitu 2,5 ± 1%, sementara di berbagai sektor ekonomi di tengah moderasi kondisi
cadangan devisa tetap memadai untuk menghadapi tekanan sektor perbankan. Kredit produktif menyumbang mayoritas
eksternal. Perekonomian Indonesia tetap resilien dengan pertumbuhan kredit BCA pada tahun 2025, yang didukung
pertumbuhan ekonomi riil di kisaran 5% pada 2025, didukung oleh data analytics, pendekatan nasabah secara targeted, dan
percepatan realisasi belanja fiskal, terutama pada paruh kedua underwriting kredit yang berkualitas.
tahun 2025. Program stimulus pemerintah, antara lain berupa
bantuan sosial hingga insentif pajak pekerja (PPh DTP) untuk KEBERLANJUTAN DAN LST
sejumlah industri, diluncurkan untuk menjaga daya beli rumah
tangga, terutama bagi kelompok berpenghasilan menengah dan Pada tahun 2025, BCA mempertahankan komitmennya
bawah. Sektor perbankan Indonesia tetap kuat dengan posisi terhadap prinsip keberlanjutan dan aspek - aspek LST di bidang
permodalan dan likuiditas yang memadai, ditopang penempatan arah strategis perusahaan, kebijakan kredit dan operasional
dana pemerintah di sektor perbankan pada semester kedua 2025 perusahaan yang ramah lingkungan. Portofolio Keuangan
serta sejumlah faktor lainnya. Berkelanjutan Bank tumbuh sebesar 11,7% menjadi Rp 255
triliun, mewakili 25,8% dari total pinjaman. Pertumbuhan ini
Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi kepada Direksi mencerminkan fokus BCA dalam membiayai sektor yang
yang mampu menyikapi dengan cermat berbagai perubahan mendukung industri ramah lingkungan dan pembangunan
yang terjadi dan mencapai kinerja keuangan yang baik di ekonomi inklusif termasuk pemberdayaan usaha kecil dan
tahun 2025. Dengan memanfaatkan franchise perbankan usaha milik wanita.
transaksi yang kuat, dana CASA meningkat sebesar 13,1%,
yang menyumbang 83,7% dari total dana pihak ketiga, sehingga BCA mendukung operasional ramah lingkungan dengan
memungkinkan Bank mempertahankan posisi likuiditas yang pengurangan emisi karbon, melalui inisiatif-inisiatif diantaranya
solid dan mendukung pertumbuhan kredit secara keseluruhan kantor cabang hemat energi, digitalisasi untuk mengurangi
sebesar 7,7%. Pendapatan bunga bersih meningkat 4,0% penggunaan kertas, pengelolaan sampah dan konservasi alam.
menjadi Rp 85,5 triliun, mencakup 76,4% dari total pendapatan Bank juga bekerja sama dengan regulator dan asosiasi industri
operasional. Kualitas aset tetap sehat, ditopang praktik disiplin dalam taksonomi hijau, stress test risiko iklim, dan emission data
dalam manajemen risiko. Rasio Loan at Risk (LAR) dan rasio framework. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan keberlanjutan
NPL terjaga dengan baik. BCA mempertahankan disiplin biaya, dan praktik terbaik di industri.
tercermin dalam Rasio Cost-to-Income sebesar 30,7%. Faktor-
faktor ini secara kolektif mendukung kinerja keuangan BCA PENGAWASAN STRATEGI &
yang solid. Laba bersih setelah pajak mencapai Rp 57,5 triliun, IMPLEMENTASI BCA
naik 4,9% YoY.
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris aktif mengawasi
Kami menyadari bahwa pencapaian ini tidak luput dari arah strategi dan pelaksanaannya untuk memastikan Bank
tantangan, diantaranya memburuknya kualitas aset di industri tetap berada di jalur menuju pertumbuhan berkelanjutan di
perbankan, kemajuan teknologi yang pesat, meningkatnya tengah berbagai tantangan dan dinamika yang ada. Dewan
ancaman keamanan siber, preferensi pelanggan yang terus memberikan masukan pada hal-hal penting, termasuk strategi
berkembang dan kebutuhan berkelanjutan akan pengembangan bisnis, manajemen risiko, audit, dan kepatuhan, sambil terus
talent . Dewan Komisaris melihat bahwa Direksi telah memantau kemajuan terhadap tujuan jangka panjang. Umpan
mengelola tantangan-tantangan tersebut secara efektif serta balik disampaikan melalui tinjauan secara berkala dan dialog
melaksanakan inisiatif-inisiatif utama sejalan dengan visi jangka berkelanjutan, memungkinkan penyesuaian tepat waktu jika
panjang BCA. diperlukan.
Sepanjang tahun 2025, BCA terus meningkatkan kemampuan
perbankan transaksi melalui peluncuran fitur-fitur baru dan
memperkaya customer experience di seluruh kanal transaksi.
Dengan memanfaatkan basis nasabah yang luas, BCA
memperluas ekosistem melalui konektivitas dan kemitraan
yang lebih luas, menjangkau nasabah baru dengan tetap
mempertahankan keunggulan layanan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 27
Page 30
L a p o r a n M a n a j e m e n
Dewan Komisaris menyelenggarakan 39 rapat dan 8 rapat gabungan dengan Direksi selama tahun tersebut. Berikut ini
rangkuman area diskusi dengan Direksi:
Topik Tindakan Dewan Komisaris
• Mengawasi kinerja bisnis dan operasional BCA serta terus memantau kondisi industri perbankan Indonesia di sepanjang tahun
Strategi & 2025, termasuk perkembangan ekonomi makro, isu geopolitik, pergerakan suku bunga, dan persaingan usaha.
Manajemen • Memberikan arahan dan persetujuan terkait pengembangan usaha dan pelaksanaan aksi korporasi seperti pembagian dividen,
Bisnis pembelian kembali saham, dan divestasi anak perusahaan.
• Memberikan masukan kepada manajemen tentang optimalisasi likuiditas, distribusi kredit, alokasi dan manajemen aset.
• Mengarahkan upaya penguatan manajemen risiko kredit dengan melakukan review proses pemberian kredit bagi peminjam
berisiko tinggi, termasuk eksposur terhadap sektor komoditas yang berfluktuasi signifikan.
• Memberikan arahan dan tinjauan untuk penggunaan surveyor atau penilai independen untuk pinjaman pembiayaan proyek.
Manajemen • Memantau dan menilai profil risiko, penerapan manajemen risiko terintegrasi, dan struktur permodalan.
Risiko • Memantau kondisi industri saat ini dan mengidentifikasi potensi peristiwa di masa depan untuk mengantisipasi peningkatan NPL,
dan meninjau penghapusan dan kualitas aset.
• Memberikan nasihat untuk mendukung kegiatan kehumasan dan kolaborasi media untuk menjaga reputasi perusahaan.
• Mengadakan diskusi rutin dengan divisi TI dan Unit Manajemen Risiko untuk memastikan implementasi risiko siber.
• Melakukan diskusi rutin dengan Divisi Kepatuhan terkait penerapan AML, CFT, dan PPPSPM.
Audit &
• Memantau dan mengkaji cakupan audit.
Kepatuhan
• Memantau penilaian audit internal atas kinerja unit kerja dan cabang.
EVALUASI IMPLEMENTASI TATA SUSUNAN DEWAN KOMISARIS
KELOLA PERUSAHAAN & PENGAMATAN
SISTEM WHISTLEBLOWING Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2025,
saya merasa terhormat diangkat sebagai Presiden Komisaris BCA,
Dewan Komisaris memastikan bahwa BCA secara konsisten menggantikan Bapak Djohan Emir Setijoso yang telah pensiun
menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang setelah menjabat sebagai Presiden Komisaris selama 14 tahun.
baik di sepanjang tahun 2025, pada aspek transparansi, Susunan Dewan Komisaris lainnya tidak mengalami perubahan.
akuntabilitas, serta kewajaran dalam seluruh aspek
operasional. Praktik – praktik ini penting untuk menjaga BCA mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
kepercayaan para pemangku kepentingan dan memastikan Bapak Setijoso atas kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusinya
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. yang luar biasa selama masa jabatannya. Pengabdian beliau
kepada perusahaan, termasuk sebagai Presiden Direktur
Direksi berkomitmen pada kepatuhan aturan dan praktik antara tahun 1999 - 2011, berperan penting dalam mendorong
terbaik di industri, serta secara proaktif menyempurnakan pertumbuhan BCA dan memperkuat posisi BCA sebagai lembaga
kerangka kerja tata kelola untuk mengatasi risiko yang muncul keuangan terkemuka.
dan kondisi pasar yang terus berkembang. Praktik tata
kelola BCA mendapatkan peringkat “Sangat Baik” di ASEAN Bersamaan dengan itu, RUPST 2025 melakukan beberapa
Corporate Governance Scorecard (ACGS), menegaskan perubahan pada susunan Direksi. Atas nama seluruh anggota
kembali posisinya sebagai salah satu institusi terkemuka Dewan Komisaris, saya mengucapkan selamat kepada Bapak
secara regional. Hendra Lembong selaku Presiden Direktur, Bapak John Kosasih
selaku Wakil Presiden Direktur, dan Bapak Hendra Tanumihardja
Sistem whistleblowing BCA menyediakan saluran yang aman sebagai anggota Direksi yang baru. Susunan Direksi lainnya tidak
dan rahasia bagi pemangku kepentingan internal dan eksternal berubah. Saya yakin BCA akan terus berjaya dan berkarya di
untuk melaporkan dugaan kecurangan atau pelanggaran bawah kepemimpinan yang baru.
melalui situs web Bank. Diawasi oleh Dewan Komisaris,
sistem ini secara berkala disosialisasikan kepada karyawan PENILAIAN EVALUASI DIREKSI
untuk memastikan awareness dan deteksi dini atas risiko, TERHADAP PROSPEK BISNIS
memperkuat komitmen BCA terhadap etika dan tata kelola
perusahaan yang baik. Dewan Komisaris mendukung prospek tahun 2026 yang
disampaikan oleh Direksi, yang mencerminkan pendekatan yang
PENILAIAN KOMITE DI BAWAH seimbang dalam mengejar peluang dan memitigasi risiko. Kami
DEWAN KOMISARIS percaya otoritas serta regulator jasa keuangan tetap proaktif
dalam mengelola inflasi, stabilitas mata uang, dan kondisi
Dewan Komisaris didukung oleh empat komite yang berperan likuiditas untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang
penting dalam memperkuat tata kelola di seluruh organisasi: positif.
Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan
Nominasi, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi. Kami mendukung keputusan Direksi untuk mengadopsi asumsi
realistis dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk memastikan
Masing-masing komite telah memenuhi mandatnya dengan baik target dapat dicapai, sambil mempertahankan manajemen
sejalan dengan tata kelola perusahaan yang baik. risiko yang kuat. Dewan Komisaris menyarankan Direksi untuk
mempertahankan permodalan dan likuiditas sebagai basis untuk
Informasi lebih lanjut tentang komite-komite ini tersedia di bagian menavigasi lingkungan operasi yang dinamis.
Tata Kelola Perusahaan dari laporan ini, halaman 316-340.
28 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 31
Agility akan sangat penting untuk menavigasi ketidakpastian global dan dinamika perekonomian domestik, serta di sisi lain
memanfaatkan berbagai peluang jika perekonomian membaik melebihi ekspektasi selama tahun 2026.
Prioritas strategis untuk tahun mendatang termasuk menjaga penyaluran kredit yang berkualitas, memperluas ekosistem perbankan
transaksi, investasi berkelanjutan pada teknologi untuk ketahanan operasional, penguatan keamanan siber serta mempersiapkan
talenta untuk kelangsungan kepemimpinan. Inisiatif-inisiatif ini akan memperkuat keunggulan kompetitif BCA dan mempertahankan
posisinya sebagai lembaga keuangan terkemuka di Indonesia.
KATA PENUTUP
Atas nama Dewan Komisaris, kami menyampaikan apresiasi yang tulus kepada nasabah, OJK, Bank Indonesia, Direksi, karyawan dan
seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sepanjang tahun. Kontribusi Anda telah berperan
penting dalam mempertahankan kinerja dan ketahanan BCA di tengah operating environment yang dinamis.
Kami yakin bahwa BCA berada di posisi yang solid untuk menghadapi tantangan masa depan dan memanfaatkan peluang-peluang
pertumbuhan, inovasi, dan kolaborasi. Dipandu oleh tata kelola yang prudent dan manajemen risiko yang baik, BCA akan terus
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan berkontribusi positif kepada perekonomian Indonesia.
Jakarta, Februari 2026
Atas nama Dewan Komisaris,
JAHJA SETIAATMADJA
Presiden Komisaris
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 29
Page 32
L a p o r a n M a n a j e m e n
Anggota
Dewan Komisaris
RADEN PARDEDE JAHJA SETIAATMADJA SUMANTRI SLAMET
Komisaris Independen Presiden Komisaris Komisaris Independen
CYRILLUS HARINOWO TONNY KUSNADI
Komisaris Independen Komisaris
30 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 33
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 31
Page 34
P r o f i l P e r u s a h a a n
02
Profil
Perusahaan
32 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 35
Informasi Umum Perusahaan
Nama
PT Bank Central Asia Tbk
Pendirian Perusahaan Jumlah Jaringan
10 Oktober 1955
Bidang Usaha
Bank Umum
1.270
Cabang
20.163
ATM
Total Karyawan
26.435 1.270 Cabang, 20.163 ATM, dan ratusan ribu EDC (Informasi
lokasi cabang dapat dilihat pada bagian Kantor Cabang di
halaman 42-43)
Dasar Hukum Pendirian Modal Dasar Kepemilikan
Akta Pendirian Perusahaan
No. 38 dengan Akta Notaris Rp5.500.000.000.000 PT Dwimuria
Raden Mas Soeprapto (440.000.000.000 Lembar Saham) Investama Andalan
tanggal 10 Agustus 1955.
Disetujui oleh Menteri
Kehakiman dengan Surat
Modal Ditempatkan 54,94%
Keputusan No. J.A.5/89/19 dan Disetor Penuh
Masyarakat
tanggal 10 Oktober 1955. Rp1.540.938.125.000
(123.275.050.000 Lembar Saham) 45,06%*
*Sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak yang
terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama
Andalan.
Bursa Efek Entitas Anak
Saham PT Bank Central Tanggal Pencatatan Saham • PT BCA Finance
Asia Tbk dicatat dan 31 Mei 2000 • PT Bank BCA Syariah
diperdagangkan pada Bursa • PT Bank Digital BCA
Efek Indonesia. Kode Saham • PT BCA Sekuritas
BBCA • PT Asuransi Umum BCA
• PT Asuransi Jiwa BCA
ISIN Code • PT Central Capital Ventura
ID1000109507 • BCA Finance Limited*
SWIFT Code (Informasi lokasi entitas anak dapat dilihat pada
CENAIDJA bagian Informasi Entitas Anak di halaman 70)
*per 3 januari 2026 telah efektif dilikuidasi
Perubahan Nama Informasi Perusahaan Corporate Communication, Investor Relations,
Sebelumnya perusahaan Website Perusahaan: Corporate Secretary
dinamakan NV Perseroan www.bca.co.id • Corporate Communications
Dagang dan Industrie www.klikbca.com • Investor Relations
Semarang Knitting Factory. • Corporate Secretary
Efektif pada 2 September Call Center:
1975, nama Bank diubah Menara BCA, Lantai 20,
menjadi PT Bank Central Halo BCA 1500888 Grand Indonesia,
Asia (BCA). halobca@bca.co.id Jl. M.H. Thamrin No. 1
Jakarta 10310, Indonesia
Tel. (+62 21) 2358 8000
Fax. (+62 21) 2358 8300
E-mail:
corcom_BCA@bca.co.id
investor_relations@bca.co.id
corporate_secretary@bca.co.id
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 33
Page 36
P r o f i l P e r u s a h a a n
Bidang Usaha
Pada tahun 2025, BCA menjalankan usaha dan kegiatan di bidang perbankan sesuai dengan anggaran dasar BCA.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, BCA sebagai Bank Umum dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk k. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit
simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat dan kegiatan wali amanat;
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang l. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan
dipersamakan dengan itu; kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah, baik
b. Memberikan kredit; melalui pendirian anak perusahaan maupun melalui
c. Menerbitkan surat pengakuan hutang; pembentukan unit usaha Syariah sesuai dengan
d. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia atau
maupun untuk kepentingan atau atas perintah Otoritas Jasa Keuangan atau instansi yang berwenang
nasabahnya; lainnya;
i. Surat-surat wesel, termasuk wesel yang diakseptasi m. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan
oleh bank, yang masa berlakunya tidak lebih lama memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank
daripada kebiasaan dalam perdagangan surat- Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan atau instansi
surat dimaksud; yang berwenang lainnya;
ii. Surat-surat pengakuan hutang dan kertas dagang n. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank
lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti
dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat perusahaan sewa guna usaha, perusahaan modal
tersebut; ventura, perusahaan efek, perusahaan asuransi, serta
iii. Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan,
pemerintah; dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
iv. Sertifikat Bank Indonesia (SBI); Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan atau
v. Obligasi; instansi yang berwenang lainnya;
vi. Surat dagang berjangka waktu, sesuai dengan o. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara
peraturan perundangan yang berlaku; untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, dengan
vii. Surat berharga lain yang berjangka waktu, sesuai syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan
dengan peraturan perundangan yang berlaku. memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank
e. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan atau instansi
maupun untuk kepentingan nasabah; yang berwenang lainnya;
f. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau p. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus
meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan dana pensiun, sesuai dengan ketentuan dalam
menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun peraturan perundang-undangan dana pensiun yang
dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya; berlaku; dan
g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga q. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank
dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-
ketiga; undangan dan peraturan yang berlaku, termasuk
h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan antara lain tindakan dalam rangka restrukturisasi atau
surat berharga; penyelamatan kredit antara lain membeli agunan,
i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak baik semua maupun sebagian, melalui lelang atau
lain berdasarkan suatu kontrak; dengan cara lain, dalam hal debitur tidak memenuhi
j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan
nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang yang dibeli wajib dicairkan secepatnya.
tidak tercatat di bursa efek;
34 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 37
Budaya Perusahaan
Bank pilihan utama andalan masyarakat,
yang berperan sebagai pilar penting
Visi perekonomian Indonesia
Membangun institusi yang unggul di bidang
penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan
bagi nasabah bisnis dan perseorangan
Memahami beragam kebutuhan nasabah dan
Misi memberikan layanan finansial yang tepat demi
tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah
Meningkatkan nilai francais dan nilai
stakeholder BCA.
Tata Nilai Perusahaan
1 2
Fokus pada Integritas
Nasabah
3 4
Kerja Sama Tim Berusaha Mencapai
yang Terbaik
! Informasi lebih detail mengenai Budaya
Perusahaan dapat dilihat pada bagian Tata Kelola
Perusahaan di halaman 413-414
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 35
Page 38
P r o f i l P e r u s a h a a n
Riwayat Singkat BCA
• 1955 KILAS AKSI • 2007-2010
NV Perseroan Dagang Dan Industrie
Semarang Knitting Factory berdiri
KORPORASI PERIODE BCA menjadi pelopor dalam
menawarkan produk kredit
sebagai cikal bakal Bank Central Asia 2000-2005 kepemilikan rumah dengan suku
(BCA). bunga tetap. BCA meluncurkan kartu
• 2000 prabayar, Flazz Card serta mulai
• 1957 BPPN melakukan divestasi 22,5% dari menawarkan layanan Weekend
Banking.
BCA mulai beroperasi pada 21 Februari seluruh saham BCA melalui Penawaran
1957 dan berkantor pusat di Jakarta. Saham Publik Perdana (IPO), sehingga
kepemilikan BPPN berkurang menjadi BCA secara proaktif mengelola
70,3%. penyaluran kredit dan posisi likuiditas
• 1970-an di tengah gejolak krisis keuangan
Efektif pada 2 September 1975, nama global (2008), sekaligus tetap
Bank diubah menjadi PT Bank Central • 2001 memperkuat kompetensi utama
Asia (BCA). Penawaran Publik Kedua (Secondary sebagai bank transaksi.
Public Offering) 10% dari total saham
BCA memperkuat jaringan layanan BCA. Kepemilikan BPPN atas BCA BCA membuka layanan Solitaire bagi
cabang. Pada tahun 1977 BCA berkurang menjadi 60,3%. nasabah high net-worth individual.
berkembang menjadi Bank Devisa.
• 2002 • 2011-2014
• 1980-an FarIndo Investment (Mauritius) Limited BCA memasuki lini bisnis baru yaitu
BCA memperluas jaringan kantor mengambil alih 51% total saham BCA perbankan Syariah, pembiayaan
cabang secara agresif sejalan dengan melalui proses tender strategic private sepeda motor, asuransi umum dan
deregulasi sektor perbankan di placement. sekuritas.
Indonesia.
• 2004 BCA memperkuat bisnis perbankan
BCA mengembangkan berbagai BPPN melakukan divestasi atas 1,4% transaksi melalui pengembangan
produk dan layanan maupun saham BCA kepada investor domestik produk dan layanan yang inovatif di
pengembangan teknologi informasi, melalui penawaran terbatas. antaranya aplikasi mobile banking
dengan menerapkan online system untuk smartphone terkini, layanan
untuk jaringan kantor cabang, dan penyelesaian pembayaran melalui
meluncurkan Tabungan Hari Depan • 2005 e-commerce, dan mengembangkan
(Tahapan) BCA. Pemerintah Republik Indonesia melalui
konsep baru Electronic Banking Center
PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA)
yang melengkapi ATM Center dengan
melakukan divestasi seluruh sisa
• 1990-an kepemilikan saham BCA sebesar
tambahan fitur-fitur yang didukung
BCA mengembangkan alternatif teknologi terkini.
5,02%.
jaringan layanan melalui ATM (Anjungan
Tunai Mandiri atau Automated Teller Catatan: Terdapat efek dilusi atas kepemilikan saham Guna meningkatkan keandalan
Machine). lama sehubungan dengan penerbitan saham baru layanan perbankannya, BCA telah
dalam rangka program kompensasi manajemen menyelesaikan pembangunan Disaster
berbasis saham, dimana periode eksekusi opsi
Pada tahun 1991, BCA mulai dilakukan dari November 2001 sampai dengan Recovery Center (DRC) di Surabaya
menempatkan 50 unit ATM di berbagai
November 2006. yang berfungsi sebagai disaster
tempat di Jakarta. Pengembangan recovery backup data center yang
jaringan dan fitur ATM dilakukan secara • PENGEMBANGAN terintegrasi dengan dua mirroring data
center. DRC yang baru menggantikan
intensif.
BISNIS PERIODE DRC yang sebelumnya berlokasi di
BCA bekerja sama dengan institusi 2000-2005 Singapura.
terkemuka, antara lain PT Telkom BCA memperkuat dan
untuk pembayaran tagihan telepon mengembangkan produk dan layanan,
melalui ATM BCA. BCA juga bekerja terutama perbankan elektronik dengan
sama dengan Citibank agar nasabah memperkenalkan Debit BCA, Tunai
BCA pemegang kartu kredit Citibank BCA, internet banking KlikBCA, mobile
dapat melakukan pembayaran tagihan banking m-BCA, EDCBIZZ, dan lain-
melalui ATM BCA. lain.
BCA mendirikan fasilitas Disaster
• 1997-1998 Recovery Center di Singapura.
Indonesia mengalami krisis moneter.
BCA mengalami bank rush.
BCA meningkatkan kompetensi
di bidang penyaluran kredit,
Pada tahun 1998, BCA menjadi Bank
termasuk melalui ekspansi ke bidang
Take Over (BTO) dan disertakan
pembiayaan mobil melalui entitas
dalam program rekapitalisasi dan
anaknya, BCA Finance.
restrukturisasi yang dilaksanakan oleh
Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN), suatu institusi Pemerintah.
• 1999
Proses rekapitalisasi BCA selesai,
dimana Pemerintah Indonesia melalui
BPPN menguasai 92,8% saham BCA
sebagai hasil pertukaran dengan
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Dalam proses rekapitalisasi tersebut,
kredit pihak terkait dipertukarkan
dengan Obligasi Pemerintah.
36 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 39
• 2015-2019 • 2020-2022 • 2023-sekarang
BCA mengembangkan gerai layanan Penyediaan fasilitas pembukaan
perbankan digital (myBCA) yang dapat rekening online BCA mentransformasi
BCA terus mengembangkan super app
digunakan secara mandiri (self service); cara baru operasional bank di tengah
myBCA untuk memperkuat transaksi
melanjutkan pengembangan jaringan COVID-19. Selain itu, BCA juga
digital dan menghadirkan customer
ATM berbasis Cash Recycling Machine; meluncurkan fitur Lifestyle pada
experience yang holistik melalui
dan meluncurkan produk ‘Sakuku’, mobile app dan BCA Virtual Showroom
omni-channel. Pada tahun 2023, BCA
e-wallet berbasis aplikasi. untuk mendukung interaksi dan
mengintegrasikan aplikasi WELMA
penyediaan informasi bagi nasabah.
ke myBCA. Selain itu, Kartu Debit
Untuk segmen nasabah institusi,
BCA Mastercard juga diperlengkapi
BCA menyempurnakan layanan cash BCA melanjutkan penerapan model
dengan fitur nirsentuh (contactless)
management BCA melalui internet bisnis Future Branch dan model layanan
yang memungkinkan nasabah
banking platform, ‘KlikBCA Integrated terkini untuk memenuhi kebutuhan
bertransaksi tanpa PIN.
Business Solution’. Layanan ini memiliki nasabah yang terus berkembang.
fitur-fitur yang diperlukan oleh nasabah
Pada tahun 2024, BCA meluncurkan
pebisnis. BCA memperkenalkan aplikasi
layanan digital Poket Valas dalam
myBCA, platform digital yang
aplikasi myBCA yang kini menawarkan
Selama Juli 2016 sampai dengan Maret memungkinkan nasabah melakukan
18 jenis mata uang asing. Selain itu,
2017, BCA turut berpartisipasi dalam berbagai transaksi perbankan secara
aplikasi Merchant BCA juga terus
menyukseskan program tax amnesty seamless melalui smartphone atau
dikembangkan, di mana kini pencairan
dengan menjalankan perannya sebagai website desktop. Selain itu, BCA
dana atas pembayaran melalui QRIS
bank persepsi dan bank gateway. juga menghadirkan aplikasi Merchant
dapat dilakukan empat kali sehari.
BCA untuk memudahkan merchant
BCA membangun kolaborasi dengan dalam memonitor dan mengatur
Penggabungan BCA Multi Finance
perusahaan fintech dan e-commerce bisnis, serta aplikasi HaloBCA yang
dengan BCA Finance yang
melalui Application Programming memungkinkan nasabah menghubungi
menyatukan potensi terbaik kedua
Interface (API) platform, yang HaloBCA secara online melalui VoIP,
perusahaan untuk memperkuat
memfasilitasi konektivitas antara e-mail, chat, dan media sosial. Tahun
posisi grup usaha BCA dalam sektor
sistem perusahaan terkait dengan 2022, BCA meningkatkan keamanan
pembiayaan Indonesia.
sistem BCA. myBCA dengan fitur biometrik dan
menambahkan fitur instant top up KPR.
Untuk mendukung perluasan
BCA terus berinovasi untuk memberi
dan penguatan ekosistem, BCA
kemudahan bagi transaksi nasabah Pada tahun 2020, BCA mendirikan
meluncurkan Ocean di tahun 2025,
melalui aplikasi BCA Mobile, layanan Bank Digital BCA yang dikenal melalui
sebuah one stop solution platform
pembukaan rekening online, Sakuku, aplikasinya, yaitu blu by BCA Digital
yang dirancang untuk memenuhi
OneKlik, layanan Welma Digital, Flazz (sebelumnya bernama Bank Royal, yang
seluruh kebutuhan finansial nasabah.
2.0, serta fitur peer to peer transfer diakuisisi BCA pada 2019).
Fitur-fitur di myBCA juga terus
berbasis QR Code.
dikembangkan dan dilengkapi,
Bank menyelesaikan 100% akuisisi
di mana myBCA kini bisa diakses
Memanfaatkan teknologi artificial saham Rabobank (langsung dan
lewat smartwatch, yang diharapkan
intelligence, BCA mengembangkan tidak langsung) dan kemudian
semakin mempermudah nasabah
‘VIRA’, suatu Virtual Assistant yang menggabungkan Rabobank dengan
dalam bertransaksi.
dapat diakses melalui berbagai aplikasi BCA Syariah.
chat ternama.
Mendukung inisiatif kolaboratif
regulator dalam membangun
BCA menandatangani pembaharuan
konektivitas pembayaran di ASEAN,
perjanjian dengan PT AIA Financial
BCA turut menyediakan layanan QRIS
(AIA Indonesia) di tahun 2017 guna
Cross Border di BCA mobile yang telah
memperluas ruang lingkup kerja sama
dapat digunakan di tiga negara, yaitu
di bidang bancassurance.
Thailand, Malaysia, dan Singapura,
yang pada tahun 2025 diperluas juga
BCA meningkatkan penyertaan
ke negara Jepang. Selain itu, BCA
pada entitas anak seperti BCA
juga mendukung inisiatif pemerintah
Sekuritas dan BCA Life pada tahun
dalam pengembangan metode
2017 untuk memperkokoh integrasi
pembayaran, di mana sekarang
dan meningkatkan kerja sama bisnis
myBCA diperlengkapi dengan fitur
entitas-entitas anak tersebut dengan
QRIS Tap, yang bertujuan untuk
BCA.
menjadikan pembayaran transportasi
lebih seamless, aman, dan efisien.
BCA juga memperkuat infrastruktur
perkreditan melalui pengembangan
sumber daya manusia, berbagai
otomasi, maupun penyesuaian
prosedur perkreditan. BCA
berkomitmen mendukung
pembangunan infrastruktur di
Indonesia melalui pemberian kredit
sindikasi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 37
Page 40
P r o f i l P e r u s a h a a n
Produk dan Layanan
Per 31 Desember 2025
Produk dan Produk dan
Layanan
Keterangan Layanan
Keterangan
Tahapan
Tahapan Xpresi
Payable Management/Disbursement
Tahapan Gold
Receivable Management/Collection (termasuk B2B &
Tahapan Berjangka
B2C)
Tahapan Berjangka SiMuda
Account and Liquidity Management (termasuk RDN dan
Tapres Layanan Cash RDL)
Simpanan Pelajar Management
TabunganKu
BCA Dollar
Produk
Deposito Berjangka
Simpanan
Giro BCA Card
e-deposito BCA Mastercard
Poket Valas BCA Visa
Poket Rupiah BCA Amex
BCA JCB
Kartu Kredit BCA UnionPay
Safe Deposit Box
Transfer
Remittance
Collection dan Kliring
Regular Premium Unit Link
Bank Notes
Health Protection
Travellers’ Cheque
Life Protection
Virtual Account
Digital Insurance
Sub Account
Education Plan
Payment
Retirement plan
Auto Debit
Corporate Solutions
Payroll Services
Program Pensiun DPLK
Cash Pick Up
Layanan Health Corporate Insurance
Jasa Kustodian
Transaksi Life Corporate Insurance
Business Debit Card (BDC) Produk
Perbankan Asuransi Umum
Payment Gateway Bancassurance
Electronic Equipment Insurance (EEI)
STAR Teller
Asuransi Kebakaran
eBranch
Asuransi Property/Industrial All Risks (PAR/IAR)
eService
Asuransi Kendaraan Bermotor
Modul Penerimaan Negara Generasi 3 (MPN G3)
Travel Insurance
e-Billing (pembayaran pajak lokal: PPN, PPh, dan lainnya)
Instruksi Bayar Elektronik
Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana Pasar Uang USD
ATM BCA (multifungsi, dan ATM setor tarik)
Reksa Dana Pendapatan Tetap IDR
EDC BCA
Reksa Dana Pendapatan Tetap USD
Debit BCA
Reksa Dana Indeks Pendapatan Tetap
Tunai BCA
Reksa Dana Campuran
Flazz
Reksa Dana Saham IDR
BCA mobile Produk Investasi Reksa Dana Saham USD
m-BCA Reksa Dana Reksa Dana Indeks Saham
Internet Banking
Reksa Dana Terproteksi
KlikBCA Individu
KlikBCA Bisnis
API BCA
OneKlik
Welma
VIRA
Sakuku
BCA KlikPay
Perbankan WhatsApp Bank BCA
Elektronik Vindi
myBCA
BCA by Phone
Info SMS/Email
Video Banking
CS Digital
Call Center (Halo BCA)
Host to Host (H2H) ERP Integration
Paylater
myBCA Bisnis
Ocean
Merchant BCA
38 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 41
Produk dan Produk dan
Layanan
Keterangan Layanan
Keterangan
Money Market
Fixed Income Inward Documentary Collection
SBN LC Issuance
SUN Trust Receipt
SBSN LC Forfaiting
Produk Investasi Structured Product LC Confirmation
LC Discounting
Pembiayaan LC Negotiation
Ekspor-Impor Letter of Guarantee
Kredit Pemilikan Rumah (Trade Finance) Outward Documentary Collection
Kredit Kendaraan Bermotor Pre Export Financing (Export Loan)
Kredit Sindikasi
Kredit Modal Kerja
Kredit Ekspor
Trust Receipt
Surat Kredit SKBDN Issuance
Kredit Investasi
Berdokumen Trust Receipt
Distributor Financing
Dalam Negeri SKBDN Forfaiting
Supplier Financing
(SKBDN / Local Letter of Guarantee
Dealer Financing
LC) SKBDN Discounting
Franchise Financing
Fasilitas Kredit
Showroom Financing
Investment Financing
Kredit Mitra Bisnis
Kredit Usaha Rakyat Cash Transaction
Personal Loan FX TOD
Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) FX TOM
FX SPOT
Banknotes
Derivatives/Hedging/Structured Products
Advance Payment Guarantee FX FORWARD
Bid Guarantee FX SWAP
Counter Guarantee DNDF (Domestic Non Deliverable Forward)
Custom Guarantee (P4BM) Fasilitas Valuta
FX OPTION
Direct Pay Guarantee Asing
CCS (Cross Currency Swap)
Financial Guarantee IRS (Interest Rate Swap)
Standby LC / Maintenance Guarantee OIS (Overnight Index Swap)
Bank Garansi Payment Guarantee CSO (Call Spread Option)
Performance Guarantee
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 39
Page 42
P r o f i l P e r u s a h a a n
Struktur Organisasi
Per 31 Desember 2025
DIREKSI
Asset & Liability
Committee
PRESIDEN DIREKTUR
Credit Policy Gregory Hendra Lembong
Committee
Credit Committee
Audit Internal*)
Risk Management Leo Ariston
Committee
Information
Technology Steering
Committee
Employee Relations
Committee WAKIL PRESIDEN
DIREKTUR
Integrated Risk
Management (BUSINESS BANKING)
Committee John Kosasih
Entitas Anak DIREKTUR DIREKTUR
DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR CASH
PERBANKAN PERBANKAN
KREDIT DAN PERENCANAAN MANAGEMENT
KORPORASI DAN KONSUMER
HUKUM DAN KEUANGAN(#) Hendra
Central Capital Subur Tan TRESURI Vera Eve Lim Tanumihardja Haryanto Tiara
Rudy Susanto Budiman
Ventura
Bank Digital
BCA
BCA
Sekuritas
Executive Vice Executive Vice Executive
President President Vice
BCA Finance Deddy Muljadi Linus Ekabranko President
Ltd. HK **) Hendrawinata Windoe Wira Chandra
BCA
Syariah
Credit Risk Corporate Corporate
Treasury Merchant Wealth
Analysis Banking^^) Strategy &
Asuransi • Shirley Junita Grace SME & Business Management
• Denny Planning Commercial Tommy Indrawan B.
Umum BCA Magdalena Haryanto Jayaprawirya Diah
Business Kurniawan P
• Edy Gunawan • Heru Wirawan (pejabat sementara)
• Budi Mulja Chandra Freddy Iman
Adisentana International • Yayi Mustika Accounting
Asuransi Individual
• Susanto Utomo Banking Pudyanti and Tax
Jiwa BCA Corporate Customer
• Henrietta Tjoe Henny • R. Marthin Joel Felix Ivanata
Soesilo Darmasetia Transaction Business
• Sylna
Inge Setiawaty Development
• Tan Tesien • Kristian
BCA Finance Tanudjaja Dody Santosa
Marbun Corporate
• Sianne Dhalia • Winny Cash Iswan
Secretary -
Winata Harianto Management
• Ferry
Investor Relation
& ESG Tjoe Aniek
• Andi Agus Consumer
I Ketut Alam Susilowati
Salim Corporate Credit
Finance Wangsawijaya Tjhong Welly
Maria Jashinta Wholesale Yandoko
Credit Fransiska Transaction
Recovery Industry & Banking Product
Edy Untung Economic Development
Research Martinus Robert
David E. Sumual Winata
Legal
• Rieka
• Suzi Tanzino
40 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 43
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
DEWAN KOMISARIS
Jahja Setiaatmadja, Tonny Kusnadi, Cyrillus
Harinowo, Raden Pardede, Sumantri Slamet
Komite Remunerasi dan
Nominasi
Komite Pemantau Risiko
Komite Tata Kelola
Terintegrasi
Komite Audit
WAKIL PRESIDEN DIREKTUR
(TRANSACTION BANKING & garis pelaporan/ tanggung jawab
OPERATIONS)
garis pengawasan
Armand Wahyudi Hartono
garis komunikasi dan penyampaian
informasi
DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR garis koordinasi
DIREKTUR
JARINGAN KEPATUHAN DAN MANAJEMEN
PERBANKAN
CABANG (##) SUMBER DAYA RISIKO (^) Catatan:
TRANSAKSI
Santoso
Frengky MANUSIA (^) Antonius Widodo
Chandra Kusuma Mulyono *) Mengawasi fungsi-fungsi Audit Internal /manajemen
Lianawaty Suwono
risiko/kepatuhan di Entitas Anak dalam kaitannya
dengan implementasi tata kelola terintegrasi dan
manajemen risiko terintegrasi.
**) Per 3 Januari 2026 telah efektif dilikuidasi
^) Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko
mengawasi entitas anak sebagai bagian dari
Executive manajemen risiko terintegrasi
Executive Vice
Vice President ^^) Penentuan grup bisnis korporasi yang bertanggung
President Lilik Winarni jawab kepada EVP ditetapkan oleh Direktur
David Formula Soedarso Perbankan Korporasi
#) Direktur Keuangan dan Perencanaan Korporat:
- Mengawasi dan mengoordinasikan pengelolaan
keseluruhan anak perusahaan.
- mengawasi pengelolaan kinerja keuangan
Transaction Strategic Contact
Regional & Risk entitas anak.
Banking Information Center & Digital Compliance (*)
Branch Banking Management (*)
Business Technology Services Lanny Tanzania ##) Direktur Jaringan Cabang mengawasi dan
Management (##) Famiati Daun
• Lily Wongso Adrianus Wagimin melakukan koordinasi atas Manager Perbankan
& Marketing Regional dan Cabang dengan Manajemen
• Indra Tjahaja Wang
Development Perbankan Regional, yang bertanggung jawab
• Evans Charles Manajemen
Norisa Human Anti-Fraud kepada Direksi.
Benny H. Jaringan & Global Trade
• Thomas Armand Capital Agnes Yinny Boen
Pengembangan & Payment Management
Transaction Lahey Services
Wilayah Alrianto Djunaidi
• Ferdinan Marlim
Banking Iwan Santoso Radiman Ali Rohim
• Pauline Corporate
Product
Development Learning & Comm. & Social
Jan Hendra Operation Logistik & E-Channel & Responsibility
Development
Strategy & Gedung Settlement Hera Fendayani
Teddy Gunawan
Development Ruby Purwadi Services Haryn
Transaction • I Made Sucita
Than Thandy
Banking Anthony
• Bonifacia Wisni
Services Arisusanti
Wilson Karimun • Susanwati
• Andry Santoso Layanan Kredit
Wiwin Wielianti
Cabang
Korporasi
Liliani Kurniawan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 41
Page 44
P r o f i l P e r u s a h a a n
Kantor Cabang
Per 31 Desember 2025
Kantor Wilayah X
Jl. Pluit Selatan Raya,
Landmark Pluit A/8
Jakarta 14440
Tel. (021) 6601718
Kantor Wilayah XII
Wisma Asia, Lt 8,
Jl. S Parman Kav 79
5 Jakarta 11420
Tel. (021) 5638888
11
6
Kantor Wilayah V
Jl. Diponegoro 15,
Lt.5, Medan 20112 Kantor Wilayah I
Tel. (061) 4575800 Jl. Asia Afrika 122-124,
Lt.4 Bandung 40261
Kantor Wilayah VI Tel. (022) 4236303
Jl. Kapten Rivai 22, 10
12 9
Lt.4, Palembang 30129
8
Tel. (0711) 312244 1
2
3
7
Kantor Wilayah VIII
Jl. Metro Pondok Indah 10
Jakarta 12310
Tel. (021) 29973488 Kantor Wilayah VII
Jl. Jend. Basuki Rachmat
70-74, Lt.3,
Malang 65111
Tel. (0341) 358500
Kantor Wilayah IX
Jl. Matraman Raya 14-16, Lt 3
Kantor Wilayah III
Jakarta 13150
Wisma BCA Bukit Darmo,
Tel. (021) 8581966
Jl. Mayjend Jonosewojo
No. 14 Surabaya 60225
Tel. (031) 29718888
Kantor Wilayah II
Jl. Pemuda 90-92, Lt.4,
Semarang 50133
Tel. (024) 3510575 / 3510582
42 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 45
Kantor Wilayah XI
Jl. Jend. Sudirman 139,
Lt.4, Balikpapan 76112
Tel. (0542) 737133 / 735252
Kantor Wilayah IV
Jl. Boulevard Blok F5 No. 5,
Makassar 90231
Tel. (0411) 453355
4
Kantor Cabang Kantor Cabang KCP Kantor Cabang Kantor Cabang KCP
Wilayah Wilayah
Utama Pembantu Kas Utama Pembantu Kas
Kantor Wilayah I 11 70 13 Kantor Wilayah VIII 11 96 20
Kantor Wilayah II 13 86 29 Kantor Wilayah IX 14 110 16
Kantor Wilayah III 14 93 27 Kantor Wilayah X 10 91 1
Kantor Wilayah IV 13 76 18 Kantor Wilayah XI 8 41 6
Kantor Wilayah V 11 58 20 Kantor Wilayah XII 12 97 30
Kantor Wilayah VI 10 43 28 Non Kantor Wilayah 1 - -
Kantor Wilayah VII 11 52 10 Kantor Perwakilan Singapura
Informasi selengkapnya: https://www.bca.co.id/lokasi-bca
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 43
Page 46
P r o f i l P e r u s a h a a n
Profil Direksi
Gregory Hendra Lembong John Kosasih
Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur
53 Tahun 56 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2025 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2025
• Persetujuan OJK : 9 April 2025.
• Persetujuan OJK : tanggal 9 April 2025
• Pengangkatan efektif sejak tanggal 1 Juni 2025 sampai dengan
• Pengangkatan efektif sejak tanggal 1 Juni 2025 sampai dengan
ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
ditutupnya RUPS Tahunan 2026
Tugas dan tanggung jawab
Tugas dan tanggung jawab Menjalankan supervisi umum atas Direktur Cash Management dan
Bertanggung jawab atas koordinasi umum, serta membawahkan Direktur Perbankan Konsumen, serta bertanggung jawab atas Divisi
Divisi Audit Internal. Komersial & SME. Selain itu, juga memantau perkembangan entitas
anak yang dimiliki sepenuhnya oleh BCA yaitu PT Asuransi Umum BCA
Perjalanan karir (BCA Insurance), serta PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah).
• Wakil Presiden Direktur BCA (2022-2025) bertanggung jawab atas:
Perjalanan karir
» Direktur Keuangan & Perencanaan Perusahaan;
• Direktur BCA (2021-2025) yang bertanggung jawab atas:
» Direktur Transaksi Perbankan;
» Divisi Komersial & SME, Cash Management dan Sentra Layanan
» Group Strategic Information Technology; dan Kredit
» Group Operation Strategy & Development » Pemantauan PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) dan PT
» Pemantauan perkembangan PT Central Capital Ventura dan Bank BCA Syariah.
PT Bank Digital BCA • Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah (2016-2021)
• Chief Transformation Officer PT Bank CIMB Niaga Tbk Indonesia • Direktur dan Wakil Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah (2010-
(Januari 2019-Maret 2020) 2016)
• Chief Fintech Officer CIMB Group Malaysia (Juni - Desember • Kepala Pengembangan Penjualan Perbankan Individu, Senior
2018) Adviser Satuan Kerja Perencanaan dan Pengembangan Wilayah,
Konsultan Pengembangan Strategi Pemasaran di BCA (2005-2010)
• CEO Group of Transaction Banking CIMB Group Malaysia (Juli
• Head of Business Development and Business Planning, Consumer
2016-Desember 2018) Mass Marketing, Head of Consumer Banking Strategic Planning &
• Chief of Transaction Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk (Agustus Marketing Communication, Head of Liability Product & Marketing
2013 -Desember 2018) Communication, Head of Jakarta Region di PT Bank Danamon
• Regional Head of Transaction Services (cash, liquidity, FX), Asia Indonesia Tbk (2000-2005)
Pacific di J.P. Morgan Asia Pacific di Singapore (2010-2013) • Finance and Loan Administration Manager di PT Bank Risjad Salim
• Global COO & Head of Business Development di Deutsche Bank Internasional serta Ketua Koordinator Pusat dan Anggota Tim
London (2009-2010) Pengelola BPPN untuk PT Bank Risjad Salim Internasional (1997-
• Citibank (1994-2009) 2000)
Pengalaman Asosiasi/Kelembagaan:
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Aktif sebagai Pengurus Perbanas (2020-2024)
• Pendidikan • Pengurus Ikatan Bankir Indonesia (2019-2023)
» Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of
Washington Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
» Master of Science in Engineering Economic Systems dari • Pendidikan
Stanford University » Bachelor of Economic dari Murdoch University, Perth, Western
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: Australia
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7 » Pacific RIM Bankers Programme - University of Washington,
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024) Foster Education Seattle, Amerika Serikat (2012)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat » ASEAN Global Leadership Program, UC Berkeley California,
Amerika Serikat (2017)
di halaman 280 pada Laporan Tahunan ini
» ASEAN Global Leadership Program, University of Chicago Booth
School of Business, Amerika Serikat (2023)
Hubungan afiliasi • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau » Jenjang 7 yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat di
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA. halaman 281 pada Laporan Tahunan ini
Rangkap jabatan Hubungan afiliasi
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287 Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
pada Laporan Tahunan ini.
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
Keahlian Rangkap jabatan
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287 pada
penugasan di antaranya transformation strategy & implementation, Laporan Tahunan ini.
transaction banking and services, global trade finance & corporate
cash management business development, regional strategy & Keahlian
planning, dan product solution management. Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
penugasan di antaranya Consumer Banking, Wealth Management,
Commercial & SME banking, Micro Business, Sharia/Islamic
Banking Strategy, Accounting & Financial management, Mergers &
Acquisitions.
44 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 47
Armand Wahyudi Hartono Subur Tan
Wakil Presiden Direktur Direktur
50 Tahun 65 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2016 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2002
• Persetujuan OJK : tanggal 21 Juni 2016 • Persetujuan Bank Indonesia : 13 Agustus 2002
• Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan • Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan
ditutupnya RUPS Tahunan 2026. ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Tugas dan tanggung jawab Tugas dan tanggung jawab
Menjalankan supervisi umum atas Direktur Jaringan Cabang dan Direktur BCA yang membawahi Analisa Risiko Kredit, Penyelamatan
Direktur Transaksi Perbankan, serta bertanggung jawab atas unit Kredit, serta Bidang Hukum.
kerja operasional yang meliputi E-Channel & Settlement Services,
Layanan Perbankan Internasional, Sentra Layanan Kredit, Kantor Perjalanan karir
Cabang Korporasi serta Layanan Contact Center dan Layanan • Kepala Satuan Kerja Hukum, Wakil Kepala Divisi Hukum (1999-
Digital. 2000)
• Kepala Biro Hukum (1995-1999)
Perjalanan karir • Kepala Bidang Kredit Kantor Pusat Operasional (1991-1995)
• Direktur BCA (sejak 2009) • Bergabung dengan BCA sejak tahun 1986.
• Kepala Perencanaan dan Pembinaan Wilayah BCA (2004-2009)
• Sejumlah posisi eksekutif, antara lain, Direktur Keuangan, Deputy Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
Purchasing Director dan Kepala Sumber Daya Manusia pada PT • Pendidikan
Djarum (1998-2004) » Sarjana Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (1986)
• Analis pada Global Credit Research and Investment Banking, JP » Program spesialisasi Notariat Fakultas Hukum di Universitas
Morgan Singapura (1997-1998) Indonesia (2002)
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
• Pendidikan yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
» Bachelor of Science dari University of California, San Diego, • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
Amerika Serikat (1996) di halaman 281 pada Laporan Tahunan ini
» Master of Science di bidang Engineering Economic System
and Operation Research (1997) dari Stanford University, Hubungan afiliasi
Amerika Serikat Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7 Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat Rangkap jabatan
di halaman 281 pada Laporan Tahunan ini Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287
pada Laporan Tahunan ini.
Hubungan afiliasi
Memiliki hubungan keuangan dan keluarga dengan pemegang Keahlian
saham pengendali BCA yaitu Robert Budi Hartono dan Bambang Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
Hartono, namun tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan penugasan di antaranya legal & litigation, enterprise & credit risk
saham, dan/atau keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, dan/ management, human capital management, credit restructuring,
atau anggota Direksi lainnya. compliance, divestasi dan IPO, serta merger & acquisition.
Rangkap jabatan
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287
pada Laporan Tahunan ini.
Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang
dan penugasan di antaranya IT & digital transformation, change
management, banking operation & service excellence dan network
distribution & delivery channel.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 45
Page 48
P r o f i l P e r u s a h a a n
Rudy Susanto Lianawaty Suwono
Direktur Direktur
63 Tahun 59 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2014 • Pengangkatan Direktur : RUPS Tahunan 2016
• Persetujuan OJK : 21 Juli 2014 • Pengangkatan sebagai Direktur Kepatuhan sejak RUPS Tahunan
• Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan 2022 sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan 2026 dan
ditutupnya RUPS Tahunan 2026. mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 22
April 2022.
Tugas dan tanggung jawab
Direktur BCA yang bertanggung jawab atas Grup Corporate Tugas dan tanggung jawab
Banking, Grup Finance, Divisi Tresuri, Divisi Perbankan Internasional. Direktur BCA yang bertanggung jawab atas Pengelolaan Strategi
Beliau juga memantau perkembangan usaha entitas anak yang dan Kebijakan Kepatuhan Bank, Sumber Daya Manusia serta
bergerak di bidang layanan remittance di Hong Kong, yaitu BCA Pembelajaran & Pengembangan.
Finance Limited, dan entitas anak yang merupakan perusahaan
sekuritas, PT BCA Sekuritas. Perjalanan karir
• Presiden Komisaris PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) (2014-2016)
Perjalanan karir • Kepala Divisi Human Capital Management BCA (2006-2016)
• Executive Vice President Grup Analisa Risiko Kredit BCA (2011- • Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi BCA (2007-2016).
2014), • Wakil Kepala Divisi Sumber Daya Manusia BCA (2002-2006),
• Kepala Grup Analisa Risiko Kredit BCA (2004-2011) • Kepala Biro HR Resourcing & Development BCA (2000-2002),
• Kepala Divisi Kredit BCA (2002-2004) • Kepala Biro Management Development Program & Kepala Biro
• Kepala Divisi Loan Work Out II Badan Penyehatan Perbankan Career Development BCA (1999-2000),
Nasional (2001-2002) • Kepala Biro HR Operation Systems & Support BCA (1998-1999)
• Senior Credit Officer Badan Penyehatan Perbankan Nasional • Kepala Urusan HR Operations Support BCA (1996- 1998)
(1999-2001) • Business Analyst di Divisi Sistem Informasi menangani Integrated
• Vice President Corporate Finance Bank LTCB Central Asia Banking Systems Project untuk Integrated Deposit Systems &
sebagai (1998-1999) Integrated Loan Systems (1992-1996)
• Senior Manager Corporate Finance Bank LTCB Central Asia • Management Trainee dalam Program Pengembangan
(1996-1998) Manajemen BCA (1991)
• Manager Corporate Finance Bank LTCB Central Asia (1995)
• Assistant Manager Corporate Finance Bank LTCB Central Asia Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
(1994) • Pendidikan
• Trainee dalam credit marketing program PT Bank Danamon » Business Information Computing Systems, San Francisco State
Indonesia Tbk (1992) University, California
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
• Pendidikan yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
» Teknik Sipil dari Universitas Tarumanagara (1989) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
» MBA dalam bidang Keuangan dari The University of Tennessee, di halaman 282 pada Laporan Tahunan ini
Knoxville, Amerika Serikat (1992)
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: Hubungan afiliasi
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7 Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024) hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
di halaman 282 pada Laporan Tahunan ini
Rangkap jabatan
Hubungan afiliasi Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau pada Laporan Tahunan ini.
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA. Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang
Rangkap jabatan dan penugasan di antaranya human capital management,
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287 talent management, corporate culture, employee training &
pada Laporan Tahunan ini. development, information system & technology, dan compliance.
Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
penugasan di antaranya corporate lending business, syndication
loan, credit restructuring, corporate banking operation & services,
treasury, international banking business, dan merger & acquisition.
46 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 49
Santoso Vera Eve Lim
Direktur Direktur
59 Tahun 60 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2016 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2018
• Persetujuan OJK : 8 Agustus 2016 • Persetujuan OJK : 20 April 2018
• Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan • Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan
ditutupnya RUPS Tahunan 2026 ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Tugas dan tanggung jawab
Tugas dan tanggung jawab
Bertanggung jawab atas Pengembangan Bisnis Perbankan
Bertanggung jawab mengawasi kegiatan Corporate Strategy
Transaksi, Pengembangan Produk Perbankan Transaksi, Layanan
Bisnis Perbankan Transaksi, serta bertanggung jawab atas Grup and Planning, Accounting & Tax, Corporate Secretary – Investor
Strategic Information Technology dan Grup Operation Strategy & Relations & ESG, serta Industry & Economic Research. Beliau juga
Development. Selain itu juga memantau perkembangan PT Bank memantau perkembangan PT Central Capital Ventura, entitas anak
Digital BCA (BCA Digital), entitas anak yang bergerak di bidang yang bergerak di bidang modal ventura.
perbankan digital.
Perjalanan karir
Perjalanan karir • Executive Vice President Keuangan dan Perencanaan serta
• Kepala Grup Layanan & Pendukung Bisnis Consumer Card BCA Sekretariat Perusahaan (2018)
(2015-2016) • Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance merangkap sebagai
• Kepala Grup Merchant & Kredit Consumer Card BCA (2012-2014) Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2010-2017)
• Komisaris PT Abacus Cash Solution (2010-2016) • Wakil Komisaris Utama PT Asuransi Adira Dinamika merangkap
• Kepala Unit Bisnis Kartu Kredit BCA (2009-2012) sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2008-2013)
• Kepala Divisi Bisnis Kecil & Menengah BCA (2005- 2009) • Direktur dan Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia
• Ketua Dana Pensiun BCA (2003-2016) Tbk (2006-2017)
• Wakil Kepala Divisi Jaringan Konsumer, Wakil Kepala Divisi • Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2003-
Jaringan Layanan serta Wakil Kepala Divisi Jaringan & Penjualan
2006)
BCA (2000-2005)
• Kepala Divisi, Wakil Kepala Divisi dan Kepala Bagian di Bank
• Kepala Biro Area Marketing BCA (1998-2000)
Danamon Indonesia Tbk (1990-2003)
• Kepala Urusan Marketing Area Non Jabodetabek II BCA (1996-
1998). • Asisten Manajer Keuangan di PT Asuransi Sinarmas (1987-1998)
• Kepala Bidang Supporting Administrasi BCA (1992) • Asisten Manajer Akuntansi & Keuangan PT MBF Leasing (1988-
1990)
Pengalaman Asosiasi/Kelembagaan:
• Wakil Sekretaris Jendral ASPI (Agustus 2020-Juni 2021) Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Ketua Bidang Riset, Pengkajian, dan Publikasi (RPP) di IBI (2019- • Pendidikan
2023) » Sarjana Ekonomi/Akuntansi di Universitas Tarumanagara (1989)
• Ketua Komite VII ASPI (2016-2020) » Pendidikan dan program Eksekutif di Stanford Graduate
School (2008)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
• Pendidikan » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
» FakuItas Teknik di Universitas Trisakti, Jakarta (1989) yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
» University of Chicago Booth School of Business, USA (2023) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: di halaman 283 pada Laporan Tahunan ini
» Jenjang 7 yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
Hubungan afiliasi
di halaman 282 pada Laporan Tahunan ini
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau
Hubungan afiliasi hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA. Rangkap jabatan
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287
Rangkap jabatan pada Laporan Tahunan ini.
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287
pada Laporan Tahunan ini. Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
Keahlian penugasan di antaranya merger dan akuisisi, divestasi dan IPO,
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang capital market fund / capital raising, transformation management
dan penugasan di antaranya transaction banking business office, operation excellence, corporate strategy and planning,
development, retail payment settlement, business partnership, procurement, real estate management, investor relations, financial
consumer card issuance & acquisition, dan digital banking & accounting & tax, regulatory reporting, management information
financial technology.
system (MIS), dan lainnya.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 47
Page 50
P r o f i l P e r u s a h a a n
Haryanto Tiara Budiman Frengky Chandra Kusuma
Direktur Direktur
57 Tahun 59 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2020 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2021
• Persetujuan OJK : 14 Mei 2020 • Persetujuan OJK : 26 April 2021
• Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan • Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai dengan
ditutupnya RUPS Tahunan 2026. ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Tugas dan tanggung jawab
Tugas dan tanggung jawab
Direktur BCA yang bertanggung jawab atas Divisi Bisnis Kredit
Bertanggung jawab sebagai pelaksana harian, pembina dan
Konsumer, Divisi Individual Customer Business Development dan
pemantau manajemen jaringan & pengembangan wilayah, serta
Divisi Wealth Management. Selain itu, juga memantau perkembangan
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) yang bergerak di bidang asuransi bertanggung jawab atas Divisi Manajemen Pengadaan & Fasilitas,
jiwa dan PT BCA Finance yang bergerak di bidang pembiayaan. serta Divisi Jaringan Cabang.
Perjalanan karir Perjalanan karir
• Managing Director & Senior Country Officer (Chief Executive) • Kepala Kantor Wilayah III Surabaya BCA dan Member of Steering
J.P. Morgan Indonesia (2012-2020) Committee Badan Musyawarah Perbankan Daerah Jawa Timur
• Senior Executive Vice President and Head of Change (2018-2021)
Management Office PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2006-2011) • Kepala KCU Sidoarjo, KCU Diponegoro, KCU Solo, dan KCU
• Memulai karir di McKinsey & Company dengan jabatan terakhir Veteran Surabaya hingga akhirnya diangkat menjadi Kepala
sebagai Associate Partner dan sebagai Direktur PT McKinsey Kantor Wilayah IV Indonesia Timur pada tahun 2012
Indonesia (1996-2006) • Kepala KCU Cakranegara (2001)
• Memulai karir pada tahun 1989 di BCA sebagai Analis Kredit
Pengalaman Asosiasi/Kelembagaan :
• Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (2019-2023) Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Salah satu Ketua Gugus Tugas B20 Indonesia dalam rangka
• Pendidikan
Presidensi G20 Indonesia bidang Integrity & Compliance (2022).
» Sarjana Akuntansi dari STIE Yayasan Pendidikan Ujung Pandang
(STIE YPUP)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan » Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Katolik Widya
» Bachelor of Science dari Texas A&M University Mandala
» Master of Science (M.Sc) dari Virginia Polytechnic Institute & • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
State University » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
» Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari Massachusetts Institute of yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024)
Technology (MIT) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: di halaman 283 pada Laporan Tahunan ini
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024) Hubungan afiliasi
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau
di halaman 283 pada Laporan Tahunan ini hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
Hubungan afiliasi
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau Rangkap jabatan
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287
Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
pada Laporan Tahunan ini.
Rangkap jabatan
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287 Keahlian
pada Laporan Tahunan ini. Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang
dan penugasan di antaranya SME & commercial banking, branch
Keahlian banking management, network distribution & delivery channel, dan
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan procurement & property management.
penugasan di antaranya strategic planning, corporate & investment
banking, risk management, compliance, merger & acquisition,
capital market, dan consumer banking
48 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 51
Antonius Widodo Mulyono Hendra Tanumihardja
Direktur Direktur
62 Tahun 53 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2022 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2025
• Persetujuan OJK : 22 April 2022. • Persetujuan OJK : 9 April 2025.
• Pengangkatan efektif sejak RUPS Tahunan 2022 sampai dengan • Pengangkatan efektif sejak tanggal 1 Juni 2025 sampai dengan
ditutupnya RUPS Tahunan 2026. ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Tugas dan tanggung jawab Tugas dan tanggung jawab
Bertanggung jawab atas Manajemen Risiko dan Corporate Bertanggung jawab atas Corporate Transaction, Cash
Communication & Social Responsibility, dan Anti Fraud. Management, Transaction Banking Partnership Solution
Development, dan Wholesale Transaction Banking Product
Perjalanan karir Development.
• Direktur PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) (2019–2022)
• Direktur Bisnis PT Bank DKI (2015-2018) Perjalanan karir
• Komisaris PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) (2014- 2015) • Kepala Divisi Pengembangan Solusi Kerjasama Transaksi
• Kepala Divisi Komersial dan SME BCA (2011-2015) Perbankan BCA (2022-2025)
• Kepala Kantor Wilayah II Jawa Tengah & Daerah Istimewa • Kepala Divisi Corporate Strategy & Planning BCA (2021- 2022)
Yogyakarta BCA (2009-2011) • Kepala Divisi Human Capital Management BCA (2016-2020)
• Kepala Kantor Wilayah IV Denpasar Bali BCA (2008-2009) • Kepala Satuan Kerja Manajemen Jaringan dan Perencanaan
• Kepala Kantor Cabang BCA Malang (2006- 2008) Wilayah BCA (2015-2016)
• Wakil Kepala Divisi Retail Banking BCA (2003-2006) • Kepala Sub Divisi Pembelajaran dan Pengembangan BCA (2011-
• Kepala Kantor Cabang BCA Yogyakarta (2000-2003) 2015)
• Kepala Biro Perkreditan Cabang BCA (1994-1999) • Wakil Kepala Divisi Pelatihan dan Pengembangan BCA (2009-
2011)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 • Senior Manager HR PT Kalbe Farma Tbk (2006-2008)
• Pendidikan
» Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
» Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada, • Pendidikan
Yogyakarta » S1 jurusan Akuntansi di Universitas Tarumanagara (1995)
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: » S2 jurusan Keuangan di Universitas Indonesia, Jakarta (2002)
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7 • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024) » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2025)
di halaman 284 pada Laporan Tahunan ini • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
di halaman 284 pada Laporan Tahunan ini
Hubungan afiliasi
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau Hubungan afiliasi
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/ atau
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA. hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
Rangkap jabatan
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 287 Rangkap jabatan
pada Laporan Tahunan ini. Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 288
pada Laporan Tahunan ini.
Keahlian
Selama masa karir, beliau telah berpengalaman dan memiliki Keahlian
keahlian di berbagai bidang di antaranya commercial & SME Selama masa karir, beliau telah berpengalaman di berbagai
banking, retail banking, branch banking management, strategi bidang dan penugasan di antaranya transaction banking business
pemasaran, asuransi umum, asuransi jiwa, management community development, corporate planning dan strategy, human capital
development, dan corporate communication. management, regional planning & network management, talent
management, corporate culture, people development, dan branch
banking transaction.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 49
Page 52
P r o f i l P e r u s a h a a n
Profil Dewan Komisaris
Jahja Setiaatmadja Tonny Kusnadi
Presiden Komisaris Komisaris
70 Tahun 78 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2025 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2003
• Persetujuan OJK : 9 April 2025 • Persetujuan BI : 4 September 2003
• Pengangkatan efektif sejak tanggal 1 Juni 2025 sampai dengan • Pengangkatan terakhir efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai
ditutupnya RUPS Tahunan 2026. dengan ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Perjalanan karir Perjalanan karir
• Presiden Direktur BCA (2011-2025) • Presiden Komisaris PT Sarana Menara Nusantara Tbk (2011-2025)
• Wakil Presiden Direktur BCA (2005-2011) bertanggung jawab atas : • Direktur PT Cipta Karya Bumi Indah (2001-2002)
» Bisnis Perbankan Cabang; • Chief Manager Corporate Banking BCA (1992-1998)
» Divisi Tresuri; • Presiden Direktur PT Sarana Kencana Mulya (1999-2001)
» Divisi Perbankan Internasional; dan • General Manager PT Tamara Indah (1988-1992)
» Kantor-kantor perwakilan di luar negeri • General Manager PT Indomobil (1987)
• Direktur BCA (1999-2005) bertanggung jawab atas:
» Divisi Keuangan Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
» Divisi Logistik • Pendidikan
» Sekretariat Perusahaan » Insinyur jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya (1978)
• Direktur Keuangan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (1989- • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
1990) » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 6
• Direktur Keuangan PT Kalbe Farma (1980-1989) yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2025)
• Akuntan Pricewaterhouse (1979-1980) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
di halaman 264 pada Laporan Tahunan ini
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan Hubungan afiliasi
» Sarjana dalam bidang Akuntansi dari Universitas Indonesia Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau
(1982) hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2024) Rangkap jabatan
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 268
di halaman 264 pada Laporan Tahunan ini pada Laporan Tahunan ini.
Hubungan afiliasi Keahlian
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota penugasan di antaranya corporate banking, banking operation &
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA. services, dan corporate planning.
Rangkap jabatan
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 267
pada Laporan Tahunan ini.
Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
penugasan di antaranya change management, banking strategy,
treasury, accounting & financial management, corporate banking,
international banking, risk management, dan digital banking.
50 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 53
Cyrillus Harinowo Raden Pardede
Komisaris Independen Komisaris Independen
72 Tahun 65 Tahun
Profil singkat Profil singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2003 • Pengangkatan : RUPS Tahunan 2004
• Persetujuan BI : 4 September 2003 • Persetujuan BI : 14 Juni 2004
• Pengangkatan terakhir efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai • Pengangkatan terakhir efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai
dengan ditutupnya RUPS Tahunan 2026. dengan ditutupnya RUPS Tahunan 2026.
Perjalanan karir Perjalanan karir
• Alternate Executive Director dan Technical Assistance Advisor di • Komisaris Independen PT Global Digital Niaga Tbk (2021-2025)
Monetary and Exchange Affairs Department di IMF (1998-2003) • Komite Penanganan COVID dan Pemulihan Ekonomi Nasional
• Kepala Urusan Pasar Uang dan Giralisasi dan Urusan Operasi (2020-2023)
Pengendalian Moneter di Bank Indonesia (1994-1998) • Komisaris Independen PT Adaro Energy Indonesia Tbk (2010-
• Staf Menteri Perdagangan (1988-1989) 2022)
• Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (2010- 2014)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 • Staf Khusus Menteri Keuangan (2008-2010)
• Pendidikan • Komisaris Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2008-2009)
» Doktorandus di bidang Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada • Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (2008-2009)
(1977) • Ketua Forum Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia (2007-2009)
» Master Development Economics, Center for Development • Wakil Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2004-2008)
Economics dari Williams College, Massachusetts (1981) • Ketua Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Indonesia (2004-
» Doktor Moneter dan Ekonomi Internasional dari Vanderbilt 2005)
University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat (1985) • Staf Khusus Menko Perekonomian RI (2004- 2005)
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan: • Direktur Eksekutif PT Danareksa (2002-2004)
» Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 6 • Wakil Koordinator Tim Asistensi Menteri Keuangan RI (2000-
yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2025) 2004)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat • Chief Economist dan Kepala Divisi PT Danareksa (1995-2002)
di halaman 265 pada Laporan Tahunan ini • Pendiri Danareksa Research Institute (1995)
• Konsultan di World Bank (1994-1995)
Hubungan afiliasi • Staf Perencanaan di Departemen Perindustrian RI (1985-1990)
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau • Process Engineer di PT Pupuk Kujang (1985)
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA. Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
Rangkap jabatan » Insinyur dari Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 268 » Ph.D. pada bidang Ekonomi dari Boston University, Amerika
pada Laporan Tahunan ini. Serikat
• Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
Keahlian » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 6
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2025)
penugasan di antaranya monetary economy, macro & international • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
economy, banking & finance, dan renewable energy. di halaman 265 pada Laporan Tahunan ini
Hubungan afiliasi
Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau
hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
Rangkap jabatan
Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 268
pada Laporan Tahunan ini.
Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang
dan penugasan di antaranya monetary economy, economic
development planning, scenario planner, banking & finance, dan
macroeconomic policy.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 51
Page 54
P r o f i l P e r u s a h a a n
Sumantri Slamet
Komisaris Independen
71 Tahun
Profil singkat Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Warga Negara Indonesia • Pendidikan
• Berdomisili di Indonesia » Sarjana jurusan Matematika pada Fakultas MIPA, Universitas
• Pengangkatan : RUPS Tahunan 2016 Indonesia (1978)
• Persetujuan OJK : 11 Juli 2016 » MSc. Computer Science dari University of Illinois, Urbana
• Pengangkatan terakhir efektif sejak RUPS Tahunan 2021 sampai Champaign, Amerika Serikat (1981)
dengan ditutupnya RUPS Tahunan 2026. » Ph.D. Computer Science dari University of Illinois, Urbana
Champaign, Amerika Serikat (1983)
Perjalanan karir • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan:
• Komisaris Independen PT Multi Bintang Indonesia Tbk (2014- » Program Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 6
2020) yang diadakan oleh BNSP/LSPP (2025)
• Komisaris Utama PT Danakita Investama (2014 - 2016) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
• Head of Project Finance and Investor Relations – Strategy and di halaman 265 pada Laporan Tahunan ini
Business Development PT Medco Energi Internasional Tbk
(2008-2013) Hubungan afiliasi
• Managing Director perusahaan anak Medco di di Singapura, Tidak memiliki hubungan keuangan, kepemilikan saham, dan/atau
Amerika Serikat, Oman, Yaman dan Perancis (2008-2013) hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
• Komisaris Independen di PT Trimegah Securities Tbk (2007-2010) Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali BCA.
• Direktur PT Surya Citra Televisi (2005-2008)
• Direktur PT Surya Citra Media Tbk (2004-2008) Rangkap jabatan
• Komisaris PT Bank Internasional Indonesia (2003-2005) Rangkap jabatan pada tahun 2025 dapat dilihat di halaman 268
• Komisaris PT Astra International (2000) pada Laporan Tahunan ini.
• Komisaris BCA (2000)
Keahlian
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
penugasan di antaranya IT, finance, capital market, audit, risk
management, dan remuneration & nomination.
52 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 55
Profil Komite Audit
Sumantri Slamet Rallyati A. Wibowo
Ketua Anggota
71 Tahun 65 Tahun
Sumantri Slamet menjabat sebagai Ketua Komite Audit BCA sejak Profil Singkat
sejak tanggal 22 April 2021 sesuai dengan Surat Keputusan Direksi • Warga Negara Indonesia
No.073/SK/DIR/2021. Informasi detail dapat dilihat pada bagian • Berdomisili di Indonesia
Profil Dewan Komisaris di halaman 52. • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 073/SK/DIR/2021
tanggal 22 April 2021
Perjalanan Karir
• Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT WOM Finance
Tbk (Oktober 2024 - sekarang)
• Anggota Komite Audit PT Mitrabara Adiperdana Tbk (Oktober
2024 – September 2025)
• Anggota Pengurus Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) (Oktober
2019 – Oktober 2025)
• Anggota Komite Audit PT Krakatau Steel Tbk (2016-2023)
• Anggota Komite Audit Universitas Indonesia (2014-2018)
• Director pada PT Adi Sarana Armada Tbk (2012-2015)
Fanny Sagitadewi • Finance and Administration Director pada PT Indospec Asia
Anggota (2012)
60 Tahun • Anggota Komite Audit PT Tugu Pratama Indonesia (2010-2011)
• Head of Risk Management pada PT Surya Citra Media Tbk (April-
Oktober 2009 )
Profil Singkat • Head of Finance, Accounting & Tax, Human Resources & GA
• Warga Negara Indonesia Division pada PT Surya Citra Media Tbk (2005-2009)
• Berdomisili di Indonesia • Head of Finance and Accounting Division pada PT Kustodian
• Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 073/SK/DIR/2021 Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebelumnya PT Kustodian
tanggal 22 April 2021 Depository Efek Indonesia (KDEI) (1995-2005)
• Auditor pada PriceWaterhouse Melbourne (Juni- Desember 1989)
Perjalanan Karir • Financial Controller Vice President pada PT Sewu New York Life
• Kepala Subdivisi Business Finance & Planning di PT BCA Tbk (1992-1995)
(2019-2020) • Auditor pada KAP Drs. Hadi Sutanto dan Rekan (PriceWaterhouse)
• Kepala Subdivisi Monitoring Perusahaan Anak & Efisiensi (1986-1992)
Efektivitas Biaya di PT BCA Tbk (2015-2018) • Staff Pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
• Senior Adviser Evaluasi Efektivitas di Divisi Keuangan dan Indonesia (1985 - sekarang)
Perencanaan Perusahaan PT BCA Tbk (2013-2014) •
• Kepala Subdivisi Audit Cabang di PT BCA Tbk (2004-2012) Riwayat Pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Kepala Biro Audit Cabang Area 1 di PT BCA Tbk (1999-2004) • Pendidikan
• Kepala Biro Audit Kantor Pusat dan Kantor Wilayah di PT BCA Tbk » Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
(1997-1999) (1985)
• Kepala Urusan Audit General Kantor Pusat dan Wilayah, Auditor » Magister Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas
Internal PT BCA Tbk (1997-1997) Indonesia (2010)
• Sertifikasi dan Pelatihan
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 » Certification in Audit Committee Practices (CACP) yang
• Pendidikan dikeluarkan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI)
» Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti (1990) » Chartered Accountant (CA) yang dikeluarkan oleh Ikatan
» Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM (2005). Akuntan Indonesia (IAI)
• Sertifikasi dan Pelatihan • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
» Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 6, yang pada halaman 317 pada Laporan Tahunan ini
diterbitkan oleh LSP-LSPP (2023)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat Keahlian
pada halaman 317 pada Laporan Tahunan ini Selama masa karir, telah memperoleh pengalaman dan keahlian
di berbagai bidang dan penugasan di antaranya, Keuangan dan
Keahlian Akuntansi.
Selama masa karir, telah memperoleh pengalaman dan keahlian di
berbagai bidang dan penugasan yaitu Perbankan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 53
Page 56
P r o f i l P e r u s a h a a n
Profil Komite Pemantau Risiko
Cyrillus Harinowo Endang Swasthika Wibowo
Ketua Anggota
72 Tahun 64 Tahun
Cyrillus Harinowo menjabat sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko Profil Singkat
BCA sejak tanggal 29 April 2021 sesuai dengan Surat Keputusan • Warga Negara Indonesia
Direksi No.079/SK/DIR/2021. Saat ini juga menjabat sebagai Ketua • Berdomisili di Indonesia
Komite Tata Kelola Terintegrasi. Informasi detail dapat dilihat pada • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 0212/SK/DIR/2023
bagian Profil Dewan Komisaris di halaman 51. tanggal 18 Desember 2023
Perjalanan Karir
• Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Perbanas
(2000-2006)
• Staf Ahli bidang Ekuinbank di Badan Legislasi DPR-RI
(2000-2005)
• Komisaris PT Putera Lintas Kemas, Air Forwarder Co (2000-2004)
• Ketua Jurusan Manajemen, STIE Perbanas (1990-1993)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
» Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia,
Yogyakarta (1985)
» Graduate Diploma di Banking & Finance (1996).
» Master di bidang Perbankan dari Monash University, Australia
(1998)
• Sertifikasi dan Pelatihan
» Trainer General banking, yang dikeluarkan oleh Lembaga
Sertifikasi Profesional Perbankan (LSPP)
» Trainer Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah
(SPPUR) – Bank Indonesia
» Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan jenjang 7 yang
diterbitkan oleh BNSP/BSMR
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 323 pada Laporan Tahunan ini.
Keahlian
Selama masa karir, telah memperoleh pengalaman dan keahlian
di berbagai bidang dan penugasan di antaranya, keuangan dan
perbankan.
54 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 57
Joanes Justira Gunawan Reinhard Harianja
Anggota Anggota
60 Tahun 62 Tahun
Profil Singkat Profil Singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko BCA sejak • Menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko BCA sejak
tahun 2023 tahun 2023
• Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 0212/SK/DIR/2023 • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 0212/SK/DIR/2023
tanggal 18 Desember 2023
Perjalanan Karir
Perjalanan Karir • Anggota Komite Pemantau Risiko BCA (2024-Sekarang)
• Anggota Komite Pemantau Risiko di PT BCA Tbk (2024-Sekarang) • Anggota Komite Audit, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia
• Presiden Komisaris PT. Abacus Dana Pensiuntama (2023-2024) (Persero) (Juni 2020-Juni 2025)
• Komisaris PT. Zeals Digital Asia (2022-Sekarang) • Deputy Executive Director, Banker Association for Risk
• Komisaris pada PT Abacus Teknika Solusindo (2021-2024) Management (BARa) (2018-2021)
• Komisaris pada PT. Abacus Cash Solution (2019-2023) • Wakil Direktur Bidang Risiko Likuiditas, Banker Association for
• Kepala Sentra Layanan Perbankan Elektronik di PT BCA Tbk Risk Management (BARa) (2018)
(2012-2020) • Housing Finance Center Head (hingga Masa Persiapan Pensiun)
• Wakil Kepala Divisi Audit Internal di PT BCA Tbk (2001-2012) (2017-2018)
• Kepala Biro Divisi Audit Internal di PT BCA Tbk (1997-2001) • Business Deputy Regional Manager, Kantor Wilayah 2 Surabaya
• Staf Audit di Divisi Internal Audit di PT BCA Tbk (1990-1996) (2015-2017)
• Consultant di PT Bina Analisindo Semesta (1989-1990) • Vice President Risk Management Division Head (2013-2015)
• Deputy Branch Manager Commercial, KC Tangerang (2012-2013)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 • Division/Branch Risk Management Coordinator
• Pendidikan (Feb 2012-Juli 2012)
» Sarjana di Universitas Trisakti (1989) • AVP Operational Risk pada Divisi Manajemen Risiko (2010-2011)
» Gelar MM dari Universitas Budi Luhur Jakarta (2003). • Branch Manager di Kantor Cabang Mataram di Bank BTN
• Sertifikasi dan Pelatihan (2009-2010)
» Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan jenjang 7, yang • Kepala Bagian Manajemen Risiko Operasional pada Divisi
diterbitkan oleh LSPP (2024) Manajemen Risiko di Bank BTN (2005-2009)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat • Kepala Seksi KC Samarinda Officer Development Program di
pada halaman 324 pada Laporan Tahunan ini Bank BTN (1994-1997)
• Staf Kantor Cabang Jayapura Officer Development Program di
Keahlian Bank BTN (1991-1994)
Selama masa karir, telah memperoleh pengalaman dan keahlian
di bidang audit khususnya IT Audit dan operasional berbasis Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
elektronik. • Pendidikan
» Sarjana dari Institut Pertanian Bogor (1987)
» Gelar MM dari Universitas Gadjah Mada (1999)
» Saat ini, sedang menempuh pendidikan Program Doktoral (S3)
Program Study Communication & Leadership pada London
School of Public Relation
• Sertifikasi dan Pelatihan
» Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang 7 yang
diterbitkan oleh LSP-LSPP (2024)
» Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah (SPPUR)
jenjang kualifikasi 6 Sub Bidang Pengelolaan Uang Tunai (Cash
Handling) (2023)
» Pengelolaan Transfer Dana bagi Bank dan Penukaran valuta
asing dan Pembawaan Uang Kertas Asing jenjang Kualifikasi 6
yang diterbitkan oleh LSP-LSPP (2023)
» Certification in Audit Committee Practices (CACP) yang
diterbitkan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) (2023).
» Sertifikat Asesor Kompetensi yang diterbitkan oleh LSP-LSPP
(2024), Certified Credit Manager yang diterbitkan oleh Ikatan
Bankir Indonesia (2016)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 324 pada Laporan Tahunan ini
Keahlian
Selama masa karir, telah memperoleh pengalaman dan keahlian di
berbagai bidang dan penugasan di bidang Manajemen Risiko.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 55
Page 58
P r o f i l P e r u s a h a a n
Profil Komite Remunerasi dan Nominasi
Raden Pardede Alrianto Djunaidi,
Ketua Anggota
65 Tahun 53 Tahun
Raden Pardede menjabat sebagai Ketua Komite Remunerasi dan Profil Singkat
Nominasi BCA sejak sejak tanggal 7 April 2021 sesuai dengan Surat • Warga Negara Indonesia
Keputusan Direksi No. 064B/SK/DIR/2021. Informasi detail dapat • Berdomisili di Indonesia
dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris di halaman 51. • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 0102/SK/ DIR/2025
tanggal 4 Juni 2025
Perjalanan Karir
• Kepala Divisi Human Capital Management (2025-sekarang)
• Kepala Divisi Logistik dan Gedung (2022-2025)
• Kepala Subdivisi Learning and Partnership (2015-2022)
• Kepala Biro Rekrutmen dan Pengembangan Potensi (2006-2015)
• Kepala Bidang Pendukung Operasi KCU BCA Wisma BNI 4
(2001-2005)
• Kepala KCP BCA Cipanas (1997-2001)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
Jahja Setiaatmadja » Sarjana Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas
Anggota Trisakti (1995)
» Magister Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
70 Tahun
(2007)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 329 pada Laporan Tahunan ini
Jahja Setiaatmadja menjabat Anggota Komite Remunerasi dan
Nominasi BCA sejak sejak tanggal 4 Juni 2025 sesuai dengan Surat Keahlian
Keputusan Direksi No. 0102/SK/DIR/2025. Informasi detail dapat Selama masa karir, telah memperoleh pengalaman dan keahlian di
dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris di halaman 50. berbagai bidang dan penugasan di antaranya, keahlian mengenai
rekrutmen, talent management dan pengembangan materi
pembelajaran serta pengembangan SDM. Sebelum menduduki
posisi di Human Capital Management saat ini, memiliki pengalaman
terkait dengan kelogistikan, perencanan dan pengadaan barang
dan jasa.
56 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 59
Profil Komite Tata Kelola Terintegrasi
Cyrillus Harinowo Sulistiyowati
Ketua Anggota
72 Tahun 66 Tahun
Cyrillus Harinowo menjabat sebagai Ketua Komite Tata Kelola Profil Singkat
Terintegrasi BCA sejak tanggal 6 Mei 2021 sesuai dengan Surat • Warga Negara Indonesia
Keputusan No. 088/SK/DIR/2021. Saat ini juga menjabat sebagai • Berdomisili di Indonesia
Ketua Komite Pemantau Risiko. Informasi detail dapat dilihat pada • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 088/SK/DIR/2021
bagian Profil Dewan Komisaris di halaman 51. tanggal 6 Mei 2021
• Komisaris Independen PT BCA Finance
Perjalanan Karir
• Komisaris Independen, PT BCA Finance (2016-sekarang)
• Trainer dan Konsultan Keuangan serta Partner, Elevasi Performa
Insani (sebelumnya Leny-Astrid & Associates) (2004-sekarang)
• Berbagai posisi di PT Bank Central Asia Tbk (jabatan terakhir:
Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi) (1981-2004)
• Karyawan Perusahaan Ekspor Impor (1978-1981)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
» Menyelesaikan pendidikan Akuntansi di Yayasan Akuntansi
Indonesia (1983)
» Sekolah Tinggi Manajemen PPM (1996)
Prabowo • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
Anggota pada halaman 335 pada Laporan Tahunan ini
67 Tahun
Profil Singkat
• Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 088/SK/DIR/2021
tanggal 6 Mei 2021
Perjalanan Karir
• Direktur Utama Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan
(2015-2019)
• Direktur Market Conduct, Otoritas Jasa Keuangan (2014-2015)
• Berbagai posisi di Bank Indonesia (posisi terakhir: Direktur
Investigasi dan Mediasi Perbankan) (1985-2013)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
» Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Jurusan Perdata
Universitas Gadjah Mada (1984)
» MBA International Business dari University of Stirling, Scotland,
United Kingdom (1994)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 335 pada Laporan Tahunan ini
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 57
Page 60
P r o f i l P e r u s a h a a n
Gustiono Kustianto Pudjianto
Anggota Anggota
71 Tahun 69 Tahun
Profil Singkat Profil Singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 088/SK/DIR/2021 • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 088/SK/DIR/2021
tanggal 6 Mei 2021 tanggal 6 Mei 2021
• Komisaris Independen PT Asuransi Umum BCA • Komisaris Independen PT Asuransi Umum BCA
Perjalanan Karir Perjalanan Karir
• Presiden Direktur, PT Indonesia Air Transport Tbk (2008-2009) • Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum, PT Asuransi
• Direktur, PT Global Transport Service (2007-2009) Jiwa InHealth Indonesia, Jakarta (2009-2013)
• Chief Financial Officer, PT Broadband Multimedia Tbk (sekarang • General Manager Bidang Akuntansi, PT Asuransi Kesehatan
PT First Media Tbk) (2005-2007) Indonesia (PT Askes – Persero) (2000-2008)
• Direktur, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (sekarang PT Chandra Asri • Manajer Bidang Akuntansi, PT Asuransi Kesehatan Indonesia
Pacific Tbk) (2002-2005) (PT Askes – Persero) (1988-1999)
• Wakil Presiden Direktur, PT Bank Internasional Indonesia Tbk • Asisten Manajer Bidang Keuangan, PT Asuransi Kesehatan
(sekarang PT Bank Maybank Indonesia Tbk) (2000-2001) Indonesia (PT Askes – Persero) (1983-1987)
• Kepala Divisi, Bank Restructuring Unit BPPN (1999-2000) • Staf Bidang Keuangan, PT Asuransi Kesehatan Indonesia (PT
• Direktur, PT Bank Tiara Asia Tbk (merger dengan PT Bank Askes – Persero), Jakarta (1977-1982)
Danamon Tbk) (1994-1999)
• Vice President, Citibank N.A. Jakarta (1989-1993) Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Berbagai posisi senior di industri keuangan dan non-keuangan • Pendidikan
» S1 Jurusan Administrasi Niaga di Universitas Terbuka Jakarta
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025 (1990)
• Pendidikan » S2 Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI
» Meraih gelar Insinyur Sipil dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Jakarta (2002)
Kristen Petra, Surabaya (1979) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
» Master of Business Administration dari Institut Pengembangan pada halaman 335 pada Laporan Tahunan ini
Indonesia (IPMI) pada tahun 1988
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 335 pada Laporan Tahunan ini
58 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 61
Ratna Yanti Sutedjo Prihatono
Anggota Anggota
62 Tahun 57 Tahun
Profil Singkat Profil Singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 052/SK/DIR/2022 • Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 088/SK/DIR/2021
tanggal 31 Maret 2022 tanggal 6 Mei 2021
• Presiden Komisaris Independen PT Bank BCA Syariah • Anggota Dewan Pengawas Syariah PT Bank BCA Syariah
Perjalanan karir Perjalanan karir
• Kepala Tim Perwakilan BCA dalam proses akuisisi Bank Royal • Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko, PT Bank BCA
Indonesia dan Rabobank Internasional Indonesia (2019-2020) Syariah (2010-2015)
• Kepala Kantor Wilayah Surabaya, PT Bank Central Asia Tbk (2015- • Direktur, Karim Business Consultant (2004-2014)
2018) • Senior Corporate Banking, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
• Kepala Kantor Wilayah Semarang, PT Bank Central Asia Tbk (1993-2004)
(2011-2015)
• Kepala Kantor Wilayah Balikpapan, PT Bank Central Asia Tbk Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
(2010-2011) • Pendidikan
• Pimpinan di beberapa Kantor Cabang Utama BCA (Indrapura– » S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas
Surabaya, Darmo–Surabaya, Veteran–Surabaya) (1997-2010) Krisnadwipayana (1993)
• Staf SDM Bagian Recruitment, PT Bank Central Asia Tbk » Magister Manajemen dari Binus Business School (2014)
(1988-1989) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 336 pada Laporan Tahunan ini
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
» S1 Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (1987)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 336 pada Laporan Tahunan ini
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 59
Page 62
P r o f i l P e r u s a h a a n
Hendra Iskandar Lubis Janto Havianto
Anggota Anggota
59 Tahun 57 Tahun
Profil Singkat Profil Singkat
• Warga Negara Indonesia • Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia • Berdomisili di Indonesia
• Pengangkatan: Surat Keputusan Direksi No. 088/SK/DIR/2021 • Menjabat sebagai anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi BCA
tanggal 6 Mei 2021 sejak tahun 2024
• Komisaris Independen PT BCA Sekuritas • Pengangkatan: Surat Keputusan No. 0093/SK/DIR/2024
• Direktur Independen BCA Finance Limited
Perjalanan karir
• Komisaris Independen, PT Hasnur International Shipping Tbk Perjalanan karir
(2025-sekarang) • Kepala Divisi Tresuri di PT Bank Central Asia (2017)
• Direktur Utama, PT Central Sudirman Development • Treasury PT Rabobank Indonesia (2002-2008)
(2021-sekarang) • Treasury di PT Bank Credit Agricole Indonesia (1996-2002)
• Anggota Komite Audit, PT Hasnur International Shipping Tbk • Treasury di Bank Bali (1992-1996)
(2021-2025)
• Anggota Komite Perencanaan dan Pemantauan Risiko, Perum Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
Perumnas (2020-2025) • Pendidikan
• Konsultan Independen bidang Corporate Finance dan Pasar » Sarjana (S1) Teknik Elektro dari Fakultas Teknik Universitas
Modal (2016-sekarang) Indonesia (1992)
• Direktur Utama, PT Pefindo Riset Konsultasi (2014-2016) » Master of Science dari PSKTTI Universitas Indonesia jurusan
• Konsultan Independen bidang Corporate Finance dan Pasar Perbankan Syariah (2010)
Modal (2012-2014) • Sertifikasi dan Pelatihan
• Direktur Investment Banking & Corporate Finance, PT OSK » Sertifikat Kompetensi Treasury Dealer Level Advance Jenjang
Nusadana Securities Indonesia (2006-2012) 7 dari LSPP (2022)
• Direktur, PT Catunilai Finans Adhinarya (2002-2006) » Sertifikasi Kompetensi Asesor dari LSPP (2021)
• Advisor, Lippo Group (2000-2002) • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
• Group Head of Bank Restructuring dan Division Head of Asset pada halaman 337 pada Laporan Tahunan ini
Management Investment, Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(1998-2000)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
» S1 Jurusan Teknik Perencanaan Kota & Wilayah dari Institut
Teknologi Bandung (1990)
» Master of Business Administration dari George Washington
University, Amerika Serikat (1994)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 336 pada Laporan Tahunan ini Ina Suwandi
Anggota
60 Tahun
Profil Singkat
• Warga Negara Indonesia
• Berdomisili di Indonesia
• Menjabat sebagai anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi BCA
sejak tahun 2023
• Pengangkatan: Surat Keputusan No. 0154/SK/DIR/2023
• Komisaris Independen PT Bank Digital BCA
Perjalanan karir
• Consumer Banking BCA sejak tahun 1995 dengan posisi
terakhir sebagai Kepala Divisi Pengembangan Produk Transaksi
Perbankan (Februari 2020)
• Divisi Audit Internal BCA (1990)
Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
» Sarjana (S1) Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor
(1988)
» Magister Manajemen (S2) dari IPMI International Business
School (2006)
• Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
pada halaman 337 pada Laporan Tahunan ini
60 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 63
Profil Sekretaris Perusahaan
I Ketut Alam Wangsawijaya
Sekretaris Perusahaan
50 Tahun
Profil Singkat • Standard Chartered Bank
• Warga Negara Indonesia » Credit Planning and Strategy Head di Standard Chartered
• Berdomisili di Indonesia Bank (2005-2006)
• Pengangkatan : 1 Juni 2025 » Business Finance Officer (2000-2001)
• Dasar Pengangkatan: 2227/SK/HCM-KP/A/2025 • Branch Re-engineering Project Team Member Bank Bali
• Executive Vice President yang bertanggung jawab untuk (sekarang PT Bank Permata Tbk) (1997-1999)
Corporate Secretary, Investor Relations dan ESG (Environment,
Social and Governance) Riwayat pendidikan, Sertifikasi, dan Pelatihan 2025
• Pendidikan
Perjalanan karir » Sarjana Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia (1997)
• Kepala Divisi Pengembangan Bisnis & Pemasaran Transaksi » Program Eksekutif di The Wharton School, University of
Perbankan (2019-2025) Pennsylvania (2018)
• Presiden Komisaris PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional » Master Manajemen Pemasaran dari Universitas Indonesia,
(2020-sekarang) Jakarta (2025)
• Senior Vice President Business Performance & Alignment PT Bank • Pelatihan, seminar, dan konferensi pada tahun 2025 dapat dilihat
Danamon Indonesia Tbk (2012–2015) di halaman 361 pada Laporan Tahunan ini
• PT Bank HSBC Indonesia
» Senior Vice President Marketing Research & Analytics Keahlian
(2009–2011) Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan
» Vice President Consumer Asset Marketing (2008–2009) penugasan di antaranya Re-engineering Project, Business Finance,
» Bank Vice President Cards Portfolio and Segmented Usage Marketing Research & Analytics, Portfolio Management, Risk
(2007-2008) Management, Strategic Planning, Marketing Communication dan
• Assistant Vice President Cards and Personal Loan Portfolio Business Development.
Management di ABN AMRO (2006-2007)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 61
Page 64
P r o f i l P e r u s a h a a n
Pejabat Senior
Per 31 Desember 2025
Nama Jabatan
HIANNI Kepala Kantor Wilayah I, Bandung
ANDREAS ANDY CHRISTIANTO Kepala Kantor Wilayah II, Semarang
WIDJAJA STEPHEN Kepala Kantor Wilayah III, Surabaya
HARIJANTO Kepala Kantor Wilayah IV, Makassar
OMAR Kepala Kantor Wilayah V, Medan
SUHARDJO MOELIADI Kepala Kantor Wilayah VI, Palembang
LINDAWATI SUSANTO Kepala Kantor Wilayah VII, Malang
LILIANA Kepala Kantor Wilayah VIII, Pondok Indah, Jakarta
SEWAKA KOSASIH MULJADI Kepala Kantor Wilayah IX, Matraman, Jakarta
JUNIARTA Kepala Kantor Wilayah X, Pluit, Jakarta
SULASTRI Kepala Kantor Wilayah XI, Balikpapan
TITIANI Kepala Kantor Wilayah XII, Wisma Asia, Jakarta
WIRA CHANDRA Executive Vice President Grup Corporate Banking, Transaction & Finance
LINUS EKABRANKO WINDOE Executive Vice President Treasury Division & International Banking Division
LILIK WINARNI SOEDARSO Executive Vice President Operation Strategy & Development Group
DAVID FORMULA Executive Vice President Strategic Information Technology Group
DEDDY MULJADI HENDRAWINATA Executive Vice President Credit Risk Analysis Group
HERA FENDAYANI HARYN Head Of Corporate Communication & Social Responsibility - CSR
LEO ARISTON Kepala Divisi Audit Internal
FREDDY IMAN Head of Commercial & SME Banking Division
TJHONG WELLY YANDOKO Head of Consumer Credit Division
TJOE ANIEK SUSILOWATI Kepala Divisi Cash Management
JAYAPRAWIRYA DIAH Kepala Divisi Corporate Strategy & Planning
ALRIANTO DJUNAIDI Head of Human Capital Management Division
DODY SANTOSA ISWAN Head of Individual Customer Business Development Division
TEDDY GUNAWAN Head of Learning & Development Division
RUBY PURWADI Kepala Divisi Logistik dan Gedung
IWAN SANTOSO NARTO Kepala Divisi Manajemen Jaringan & Pengembangan Wilayah
TJOE HENNY Head of International Banking Division
JUNITA GRACE Head of Treasury Division
INDRAWAN B Kepala Divisi Wealth Management
ANDI AGUS SALIM Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
EDY GUNAWAN Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
FERRY Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
TAN TESIEN TANUDJAJA Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
SHIRLEY MAGDALENA Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
SUSANTO UTOMO Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
BUDI MULIA ADISENTANA Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
SIANNE DHALIA WINATA Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
HENRIETTA SOESILO Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
62 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 65
Nama Jabatan
INGE SETIAWATY Head of Corporate Transaction Group
SYLNA Kepala Grup Corporate Banking
YAYI MUSTIKA PUDYANTI Kepala Grup Corporate Banking
KRISTIAN MARBUN Kepala Grup Corporate Banking
DENNY HARYANTO Kepala Grup Corporate Banking
HERU WIRAWAN CHANDRA Kepala Grup Corporate Banking
R. MARTHIN JOEL OPPUSUNGGU Kepala Grup Corporate Banking
WINNY HARIANTO Kepala Corporate Support & Data Analytics
MARIA JASHINTA FRANSISKA Kepala Grup Corporate Finance
LILIANI KURNIAWAN Kepala Kantor Cabang Korporasi
EVANS CHARLES BENNY H. Head of Digital Innovation Solutions Group
INDRA TJAHAJA Head of IT Infrastructure & Operation Group
LILY WONGSO Head of Enterprise IT Architecture, Data Management & Service Quality Group
THOMAS ARMAND LAHEY Head of Application Management Group
FERDINAN MARLIM H. S. Head of IT Security Group
PAULINE Head of Modernization Group
NORISA Kepala Divisi Pengembangan Bisnis & Pemasaran Transaksi Perbankan
JAN HENDRA Head of Transaction Banking Product Development Division
WILSON KARIMUN Kepala Sentra Layanan dan Pendukung Bisnis Perbankan Transaksi
MARTINUS ROBERT WINATA Head of Wholesale Transaction Banking Product Development
TOMMY KURNIAWAN *
Merchant Business Division
Head Corporate Secretary - Investor Relations & Environment Sustainability
I KETUT ALAM WANGSAWIJAYA
Governance
FELIX IVANATA DARMASETIA Head of Accounting and Tax Division
SUSANWATI Head of Experience Design - Consumer & Wholesale Banking Group
BONIFACIA WISNI ARISUSANTI Head of Experience Design - Branch & Shared Service Group
ANDRY SANTOSO Head of Experience Design - Loan Operation and Credit Process Group
I MADE SUCITA Head of Application & User Acceptance Test Group
THAN THANDY ANTHONY Head of E-Channel & Settlement Services
LANNY TANZANIA Head of Compliance Division
FAMIATI DAUN Head of Risk Management Division
EDY UNTUNG Head of Credit Recovery Group
RADIMAN ALI ROHIM Head of Global Trade & Payment Services
ADRIANUS WAGIMIN WANG Head of Contact Center & Digital Services
WIWIN WIELIANTI Kepala Sentra Layanan Kredit
SUZI TANZINO Head of Legal Operation & Litigation Group
RIEKA Head of Legal Operation & Litigation Group
DAVID ERENST SUMUAL Head of Economic & Industry Research
AGNES YINNY BOEN Head of Anti Fraud Bureau
* Pejabat sementara
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 63
Page 66
P r o f i l P e r u s a h a a n
Jumlah Karyawan dan
Pengembangan Kompetensi
JUMLAH KARYAWAN
Jumlah Karyawan berdasarkan Jenjang Jabatan
2025 2024 2023
Non Staf 724 903 996
Staf 20.129 20.186 20.713
Manajer 5.488 5.349 5.099
Pejabat Senior (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi) 94 94 107
Total 26.435 26.532 26.915
Jumlah Karyawan berdasarkan Usia
2025 2024 2023
≤ 25 Tahun 4.592 4.377 4.978
> 25 – 30 Tahun 7.093 6.494 5.973
> 30 – 35 Tahun 5.228 5.430 5.565
> 35 – 40 Tahun 2.914 2.690 2.089
> 40 – 45 Tahun 915 899 999
> 45 – 50 Tahun 2.228 2.561 3.033
> 50 Tahun 3.465 4.081 4.278
Total 26.435 26.532 26.915
Jumlah Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan
2025 2024 2023
Sampai dengan Tingkat SMU 1.780 2.108 2.460
Diploma dan Sarjana 23.300 23.155 23.282
Pasca Sarjana 1.355 1.269 1.173
Total 26.435 26.532 26.915
Jumlah Karyawan berdasarkan Status Ketenagakerjaan
2025 2024 2023
Tetap (Termasuk Percobaan) 24.781 24.847 24.372
Tidak Tetap (Kontrak) 1.228 1.243 1.370
Trainee 426 442 1.173
Total 26.435 26.532 26.915
Jumlah Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin
2025 2024 2023
Pria 10.294 10.312 10.559
Wanita 16.141 16.220 16.356
Total 26.435 26.532 26.915
64 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 67
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Pelatihan Karyawan
2025 2024 2023
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Kelas Hari Peserta Kelas Hari Peserta Kelas Hari Peserta
Manajerial Kepemimpinan &
479 30.331 11.940 467 51.303 12.430 420 30.907 11.371
Pengembangan Diri
Manajemen Kredit 83 8.712 1.950 82 40.105 2.020 190 12.202 4.140
Program Sertifikasi
79 3.512 2.873 134 15.758 13.523 47 665 476
Manajemen Risiko
Penjualan 170 7.727 3.390 187 7.683 5.187 288 11.061 7.142
Pelayanan 51 9.448 3.360 49 4.317 2.306 32 6.951 1.584
Operasi & Teknologi
848 84.071 18.080 866 122.368 18.610 856 80.993 18.503
Informasi
Lainnya 1.025 109.348 32.688 921 40.513 32.179 729 107.730 27.266
Total 2.735 253.149 74.281 2.706 282.047 86.255 2.562 250.509 70.482
Biaya Pelatihan Karyawan (dalam juta Rupiah)
2025 2024 2023
Total Biaya Pelatihan 333.665 353.627 372.815
Informasi lebih detail mengenai pengembangan kompetensi dapat dilihat pada Laporan Tahunan ini bagian Sumber
Daya Manusia pada hal 194-195.
Pendidikan dan/atau Pelatihan Direksi, Dewan
Komisaris, Komite, Sekretaris Perusahaan, dan
Unit Audit Internal
Informasi mengenai pendidikan dan/atau pelatihan Direksi, Dewan Komisaris, Komite, Sekretaris Perusahaan dan
Kepala Audit Internal dapat dilihat pada Laporan Tahunan ini bagian Profil Perusahaan di halaman 44-61 dan Tata
Kelola Perusahaan di halaman 264-265, 280-284, 317-337, dan 361.
Perubahan komposisi anggota Direksi
dan anggota Dewan Komisaris
Pada tahun 2025, terdapat perubahan komposisi anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Susunan komposisi anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada Laporan Tahunan ini bab Direksi di halaman 277 dan Dewan
Komisaris di halaman 263.
Pernyataan Independensi
Komisaris Independen
Pengangkatan dan pernyataan Komisaris Independen dapat dilihat pada Laporan Tahunan ini bab Komisaris Independen
di halaman 270.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 65
Page 68
P r o f i l P e r u s a h a a n
Komposisi Pemegang Saham
PEMEGANG SAHAM PENGENDALI BCA
Pada 1 Januari 2025 - 31 Desember 2025 tidak ada perubahan pemegang saham pengendali BCA
51,00% 49,00%
Robert Budi Hartono Bambang Hartono
(Pemegang Saham (Pemegang Saham
Pengendali Terakhir) Pengendali Terakhir)
Pengendali
Jalur Pengendalian
* Pada komposisi saham yang 54,94% 45,06%*
dimiliki masyarakat per 31
Desember 2025:
» Sebesar 2,49% dimiliki
oleh pihak yang terafiliasi
dengan PT Dwimuria
Investama Andalan.
» Dewan Komisaris dan
PT Dwimuria Masyarakat
Direksi memiliki 0,062% Investama Andalan
saham BCA.
» Treasury Stock BCA dari
hasil pembelian kembali
saham sejumlah 0.17%
saham BCA.
RINCIAN 20 PEMEGANG SAHAM TERBESAR
Per 1 Januari 2025 Per 31 Desember 2025
No. Nama Jumlah Saham % No. Nama Jumlah Saham %
1 PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN 67.729.950.000 54,94 1 PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN 67.729.950.000 54,94
CITIBANK SINGAPORE S/A 2 PT TRICIPTA MANDHALA GUMILANG 1.313.250.000 1,07
2 1.804.761.329 1,46
GOVERNMENT OF SINGAPORE
3 PT CATURGUWIRATNA SUMAPALA 1.261.750.000 1,02
3 PT TRICIPTA MANDHALA GUMILANG 1.313.250.000 1,07
CITIBANK SINGAPORE S/A
4 1.146.323.362 0,93
4 PT CATURGUWIRATNA SUMAPALA 1.261.750.000 1,02 GOVERNMENT OF SINGAPORE
BBH BOSTON S/A GQG PARTNERS BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES
5 873.752.230 0,71 5 800.764.700 0,65
EMERGING MARKETS EQUITY FUND PROVIDENTFD BOARD-2039927326
6 ANTHONI SALIM 855.239.635 0,69 JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL
6 717.754.697 0,58
INTERNATIONAL STOCK INDEX FUND
JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL JPMCB NA RE - VANGUARD
7 777.666.397 0,63 7 EMERGING MARKETS STOCK INDEX 662.411.450 0,54
INTERNATIONAL STOCK INDEX FUND
FUND
BNYM RE BNYMLB RE EMPLOYEES 8 ANTHONI SALIM 635.403.739 0,52
8 724.578.700 0,59
PROVIDENTFD BOARD-2039927326
CITIBANK NEW YORK S/A
9 607.938.960 0,49
JPMCB NA RE-NEW WORLD FUND, GOVERNMENT OF NORWAY - 1
9 715.787.000 0,58
INC
BBH BOSTON S/A GQG PARTNERS
JPMCB NA RE - VANGUARD 10 570.142.230 0,46
EMERGING MARKETS EQUITY FUND
10 EMERGING MARKETS STOCK INDEX 708.575.550 0,57
FUND CITIBANK NEW YORK S/A ISHARES
11 565.296.100 0,46
CORE MSCI EMERGING MARKETS ETF
CITIBANK NEW YORK S/A
11 697.688.164 0,57
GOVERNMENT OF NORWAY - 1
12 JPMCB NA RE-EUPAC FUND 485.959.500 0,39
SSB 5826 GOLDMAN SACHS TST II-
12 608.808.898 0,49
GOLD SA GQG PRTN IOF-2183964139
HSBC-FUND SVS A/C PEOPLES BANK
13 484.117.700 0,39
13 JPMCB NA RE-WELLCOME TRUST 521.550.100 0,42 OF CHINA
JPMCB NA RE-EUROPACIFIC DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM
14 516.745.500 0,42 14 458.723.800 0,37
GROWTH FUND JP
66 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 69
Per 1 Januari 2025 Per 31 Desember 2025
No. Nama Jumlah Saham % No. Nama Jumlah Saham %
SSB 2Q27 ISHARES CORE 15 PT LINGKARMULIA INDAH 450.000.000 0,37
15 MSCI EMERGING MARKETS ETF 487.008.200 0,40
-2183966403 JPMCB NA RE - BLACKROCK INST
16 TR CO N A INVESTMENT FDS FOR 428.228.125 0,35
BNYMSANV RE BNYM RE PEOPLE'S EMPLOYEE BENEFIT TRUSTS
16 476.417.900 0,39
BANK OF CHINA
BNYM RE FIDELITY INVESTMENT TR:
17 416.997.970 0,34
17 PT LINGKARMULIA INDAH 450.000.000 0,37 FIDELITY EM M F
JPMSE LUX RE UCITS CLT RE- 18 BNYM RE FRSTIISAFEMF 412.606.051 0,33
18 443.898.900 0,36
JPMORGAN FUNDS
JPMCB NA RE-VANGUARD FIDUCIARY
SSB KGZ3 INVESCO DEVELOPING TRUST COMPANY INSTITUTIONAL
19 423.372.600 0,34 19 371.843.742 0,30
MARKETS FUND -2183965924 TOTAL INTERNATIONAL STOCK
MARKET IT II
CITIBANK SINGAPORE S/A
20 411.177.306 0,33 JPMSE LUX RE UCITS CLT RE-
MONETARY AUTHORITY OF SPORE 20 367.041.400 0,30
JPMORGAN FUNDS
Total 81.801.978.409 66,36 Total 79.886.503.526 64,80
Sumber: Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Catatan: Beberapa institusi yang tercatat dalam daftar di atas bertindak sebagai kustodian untuk pemegang saham
RINCIAN PEMEGANG SAHAM DENGAN KEPEMILIKAN SAHAM LEBIH DARI 5%
Pada 1 Januari 2025 - 31 Desember 2025, tidak terdapat pemegang saham dengan kepemilikan saham lebih dari 5%,
kecuali PT Dwimuria Investama Andalan yang merupakan Pemegang Saham Pengendali BCA.
KELOMPOK/KLASIFIKASI PEMEGANG SAHAM MASYARAKAT
DENGAN KEPEMILIKAN SAHAM MASING-MASING <5%
Per 1 Januari 2025 Per 31 Desember 2025
Komposisi* Komposisi*
Individu Individu
Lokal 4,12% Lokal 6,36%
Asing 0,004% Asing 0,007%
Institusi Institusi
Lokal 4,86% Lokal 5,403%
Asing 36,08% Asing 33,28%
Total 45,06% Total 45,06%
Per 1 Januari 2025 Per 31 Desember 2025
Komposisi* Komposisi*
Pemodal Nasional 8,98% Pemodal Nasional 11,77%
Perorangan 4,12% Perorangan 6,36%
Perseroan Terbatas 2,61% Perseroan Terbatas 2,90%
Asuransi 1,08% Asuransi 0,89%
Reksa Dana 0,72% Reksa Dana 0,74%
Yayasan 0,45% Yayasan 0,87%
Koperasi 0,002% Koperasi 0,002%
Pemodal Asing 36,08% Pemodal Asing 33,29%
Perorangan 0,004% Perorangan 0,007%
Badan Usaha Asing 36,08% Badan Usaha Asing 33,28%
Total 45,06% Total 45,06%
* dihitung berdasarkan total lembar saham BCA yang beredar sejumlah 123.275.050.000 lembar saham
Sumber: KSEI dan PT Raya Saham Registra
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 67
Page 70
P r o f i l P e r u s a h a a n
PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Per 31 Desember 2025, Dewan Komisaris dan Direksi BCA memiliki 0,062% saham BCA secara kumulatif. Adapun rincian
kepemilikan saham masing-masing Dewan Komisaris dan Direksi BCA dapat dilihat pada Laporan Tahunan ini pada halaman
266-267 dan 285-286.
PENGHENTIAN SEMENTARA PERDAGANGAN DAN/ATAU PEMBATALAN PENCATATAN
SAHAM
Pada Tahun 2024 dan 2025 BCA tidak dikenakan sanksi penghentian sementara perdagangan saham (suspension)
dan/atau pembatalan pencatatan saham (delisting) dalam tahun buku.
AKSI KORPORASI, INFORMASI MATERIAL, SERTA INFORMASI
TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN
Sepanjang tahun 2025, BCA tidak melakukan aksi korporasi seperti penyertaan modal, pemecahan saham (stock split),
penggabungan saham (reverse stock), saham bonus dan perubahan nilai nominal saham. BCA juga tidak melakukan
penerbitan Obligasi/Sukuk baru. Aksi Korporasi lainnya yang dilakukan adalah Buy Back dan dapat dilihat pada halaman
414-415.
Sepanjang tahun 2025, BCA tidak melakukan divestasi, penggabungan/peleburan usaha entitas utama, akuisisi,
restrukturisasi utang/modal, dan transaksi material lainnya.
Informasi transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan yang terjadi pada tahun buku 2025 dapat dilihat pada halaman
388-396.
KEANGGOTAAN DALAM ASOSIASI
No Nama Asosiasi
1 Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas)
2 Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI)
3 Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI)
4 ACI Financial Market Association (ACI FMA)
5 Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)
6 Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP)
7 Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN)
8 Indonesia Contact Center Association (ICCA)
9 The Institute of Internal Auditors (IIA)
10 Indonesia Chapter Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI)
11 Securities Investor Protection Fund (SIPF)
12 Asia Pacific Loan Market Association (APLMA)
13 European ATM Security Team (EAST)
14 International Monetary Conference (IMC)
15 Certified Information System Audition - Information Systems Audit & Control Association (CISA)
16 Association of Certified Fraud Examiners (ACFE)
17 Konsorsium Data Kerugian Eksternal (KDKE)
18 Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)
19 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)
20 Indonesian Corporate Secretary Association (ICSA)
68 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 71
Kronologis Pencatatan Saham
dan Efek Lainnya
PT Bank Central Asia (BCA) melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering - IPO) pada 11 Mei 2000.
Penawaran umum ini dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 31 Mei 2000 (kedua
bursa ini telah digabung dan sekarang bernama Bursa Efek Indonesia).
KRONOLOGIS PENCATATAN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA
Jumlah Saham Nilai
Waktu Keterangan Nominal
Beredar (dalam Rupiah)
11 Mei 2000 Penawaran umum saham perdana (IPO) 2.943.986.000 2.943.986.000 500
Stock split I dengan rasio 1:2,
15 Mei 2001 Harga Setelah Stock Split menjadi x2 5.887.972.000 250
Rp860
Saham yang diterbitkan dalam rangka
2001 program kompensasi manajemen berbasis 58.025.000 5.945.997.000 250
saham (MSOP)
Saham yang diterbitkan dalam rangka
2002 program kompensasi manajemen berbasis 71.526.000 6.017.523.000 250
saham (MSOP)
Saham yang diterbitkan dalam rangka
2003 program kompensasi manajemen berbasis 113.611.500 6.131.134.500 250
saham (MSOP)
Stock split II dengan rasio 1:2, Harga
8 Juni 2004 x2 12.262.269.000 125
Setelah Stock Split menjadi Rp1.750
Saham yang diterbitkan dalam rangka
2004 program kompensasi manajemen berbasis 40.944.500 12.303.213.500 125
saham (MSOP)
Saham yang diterbitkan dalam rangka
2005 program kompensasi manajemen berbasis 15.888.000 12.319.101.500 125
saham (MSOP)
Saham yang diterbitkan dalam rangka
2006 program kompensasi manajemen berbasis 8.403.500 12.327.505.000 125
saham (MSOP)
Stock split III dengan rasio 1:2, Harga
31 Januari 2008 x2 24.655.010.000 62,5
Setelah Stock Split menjadi Rp3.525
Stock split IV dengan rasio 1:5, Harga
15 Oktober 2021 x5 123.275.050.000 12,5
setelah Stock Split menjadi Rp7.320
Keterangan:
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 12 April 2001 memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan melalui penerbitan 147.199.300 saham melalui
program kompensasi manajemen berbasis saham (MSOP). Opsi tersebut dapat dieksekusi dari tanggal 10 November 2001 hingga 9 November 2006. Saham yang
diterbitkan dalam rangka program MSOP yang tercantum dalam tabel di atas telah memperhitungkan stock split yang dilakukan oleh BCA.
KRONOLOGIS PENCATATAN EFEK LAINNYA
Sejak tahun 2018, BCA menerbitkan obligasi subordinasi dengan rincian yang dapat dilihat pada bagian Ikhtisar Obligasi
di halaman 17.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 69
Page 72
P r o f i l P e r u s a h a a n
Struktur Grup Perusahaan, Kepemilikan,
dan Informasi Entitas Anak
100% 90% 99,999999% 99,99995% 75% 99,9997% 90% 99,999997%
PT PT PT
BCA PT Bank PT Bank
PT BCA PT BCA Asuransi Central Asuransi
Finance BCA Digital
Sekuritas Finance Umum Capital Jiwa
Limited* Syariah BCA
90% 100% BCA Ventura BCA
100% 100% 100%
100% 100% 90%
0,000001% 0,00005% 25% 0,0003% 0,000003%
*Per 3 Januari 2026 telah efektif dilikuidasi
Per 31 Desember 2025
Nama Perusahaan Bidang Usaha Total Aset Alamat Status
(dalam miliar Rupiah)
PT BCA Finance
Efektif menjadi bagian dari grup Wisma BCA Pondok Indah
BCA sejak 2001 (sebelumnya Lantai 8,
Pembiayaan kendaraan bermotor
PT CSML) 10.371 Jl. Metro Pondok Indah No.10 Beroperasi
baik baru maupun bekas.
Jakarta 12310
Telp. : (021) 29973100
PT Bank BCA Syariah
Efektif menjadi bagian dari grup Perbankan syariah yang
Jl. Jatinegara Timur No. 72,
BCA sejak 2009 (sebelumnya menghimpun dana, menyalurkan
Jakarta 13310
PT UIB) pembiayaan, serta menyediakan 19.207 Beroperasi
Telp. : (021) 8505030, 8505035,
jasa perbankan lainnya dengan
8190072
prinsip syariah.
PT Bank Digital BCA
Efektif menjadi bagian dari grup The City Tower Lantai 11
BCA sejak 2019 (sebelumnya Bank umum yang berfokus pada
Jl. M.H. Thamrin No. 81
PT Bank Royal Indonesia) penyediaan solusi perbankan 18.924 Beroperasi
Jakarta 10310
digital.
Telp. : (021) 50848010
PT Asuransi Umum BCA
(BCA Insurance) Asuransi umum yang menyediakan Gedung Sahid Sudirman Center,
Efektif menjadi bagian dari grup berbagai produk perlindungan Lantai 10 Unit F
BCA sejak 2013 (sebelumnya seperti asuransi kendaraan 3.454 Jl. Jend. Sudirman Kav.86, Beroperasi
PT CSI) bermotor, properti, perjalanan, Jakarta 10220
dan lainnya. Telp. : (021) 27889588
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life)
Berdiri sejak 2013 dimana BCA Chase Plaza Lantai 22
menjadi pemegang saham Asuransi jiwa yang menawarkan
Jl. Jend. Sudirman Kav. 21
mayoritas pada 2017. beragam produk perlindungan 4.676 Beroperasi
Jakarta 12920
jiwa, kesehatan, dan warisan.
Telp. : (021) 21888000
PT BCA Sekuritas
Menara BCA, Grand Indonesia,
Efektif menjadi bagian dari grup
Perantara perdagangan efek Lantai 41, Suite 4101
BCA sejak 2011 (sebelumnya
(brokerage) dan investment 2.519 Jl. M.H. Thamrin No.1 Beroperasi
PT DUJ)
banking. Jakarta 10310
Telp. : (021) 23587222
PT Central Capital Ventura
Berdiri sejak 2017 Gedung Office 8 Lantai 16, Unit
Modal ventura yang berfokus
F, SCBD Lot 28
pada investasi dan kolaborasi 469 Beroperasi
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
dengan startup.
Jakarta 12190
PT BCA Finance Limited Unit 4707, 47/F, The Center,
Jasa pengiriman uang dan money 99 Queen's Road Central, Tidak beroperasi
N.A. Per 3 Januari 2026 telah efektif
lender. Hong Kong dilikuidasi
Telp. : (852) 28474388
70 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 73
Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal
Kantor Akuntan Publik Biro Administrasi Efek
KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan PT Raya Saham Registra
(firma anggota jaringan global PwC) Gedung Plaza Sentral, Lantai 2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31 Jl. Jend. Sudirman Kav. 47-48
Jakarta 12920, Indonesia Jakarta 12930, Indonesia
Tel. (+62-21) 5099 2901, 3119 2901 Tel. (+62-21) 252 5666
Fax. (+62-21) 5290 5555, 5290 5050 Fax. (+62-21) 252 5028
Website: www.pwc.com/id Website: www.registra.co.id
Perusahaan Pemeringkat Efek Wali Amanat
Fitch Ratings Ltd Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I
30 North Colonnade, Canary Wharf, Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018
London E14 5GN (Seri A & B)
Tel. (+44-20) 3530 1000
Fax. (+44-20) 3530 1000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Website: www.fitchratings.com Divisi Investment Services
PT Fitch Ratings Indonesia Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
DBS Bank Tower, Lantai 24, Suite 2403 Jakarta 10210, Indonesia
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Tel. (+62-21) 251 0244, 251 0254, 251 0264,
Jakarta 12940, Indonesia 251 0269, 251 0279
Tel. (+62-21) 2988 6800 Fax. (+62-21) 250 0065, 250 0077
Fax. (+62-21) 2988 6822
Website: www.fitchratings.com
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) Notaris
Equity Tower, Lantai 30
Sudirman Central Business District Lot 9 Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jl. K.H. Zainul Arifin No.2
Jakarta 12190, Indonesia Kompleks Ketapang Indah Blok B2 no. 4-5
Tel. (+62-21) 5096 8469 Jakarta Barat 11140, Indonesia
Fax. (+62-21) 5096 8468 Tel. (+62-21) 630 1511
Website: www.pefindo.com Fax. (+62-21) 633 7851
Konsultan Hukum
Hadiputranto, Hadinoto & Partners
Pacific Century Place, Level 35
Sudirman Central Business District Lot 10
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190, Indonesia
Tel. (+62-21) 2960 8888
Fax. (+62-21) 2960 8999
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 71
Page 74
P r o f i l P e r u s a h a a n
Informasi pada Situs Perusahaan
BCA menyediakan situs perusahaan yang dapat diakses melalui https://www.bca.co.id/ sebagai sarana bagi masyarakat
untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perusahaan.
Informasi Menu pada situs Perusahaan
Individu Tentang BCA
Produk Individu Korporasi
• Simpanan Individu • Visi Misi dan Tata Nilai
• Pinjaman Individual • Manajemen BCA
• Wealth Management • Sejarah BCA
• Uang Elektronik • Penghargaan dan Pengakuan
• Kartu Kredit • Perusahaan Anak
• Reward BCA
Hubungan Investor
Informasi Layanan Individu • Informasi Saham
mengenai solusi • Rencanakan Masa Depan • Laporan Keuangan & Presentasi
produk dan • e-Banking Perusahaan
layanan perbankan • BCA Prioritas • Berita Investor
untuk kebutuhan • Jaringan Cabang • Peringkat Perusahaan
perseorangan • Customer Service • Laporan Riset Ekonomi
(https://www.bca. • Pengiriman Uang
Tata Kelola Perusahaan
co.id/id/individu) Promo • ACGS, Kebijakan, & Laporan GCG
• Promo BCA Pada bagian • Akta Perusahaan
• Semua Promo ini mencakup • Struktur Organisasi
informasi lebih • Aksi Korporasi
Webform BCA
mendalam tentang • Whistleblowing System BCA
Chat perusahaan • Informasi Lain
• Halo BCA Chat
Sustainability
Login • Sustainability
• Environment
• Social
Bisnis • Governance
• Laporan dan Kebijakan
Produk Bisnis
• Simpanan Bisnis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
• Penerimaan Bisnis • CSR Bakti BCA
• Pinjaman Bisnis Media & Riset
• Kartu Kredit Bisnis • News and Features
• Investasi Bisnis untuk Pengusaha • Pressroom
Layanan Bisnis • Social Media
Informasi • e-Banking Bisnis • Berita Riset Ekonomi
mengenai solusi • Layanan Perbankan • Laporan Riset Ekonomi
produk dan • Tresuri dan Kustodian
layanan perbankan
Solusi Bisnis
untuk kebutuhan
• Cash Management
bisnis (https:// Selain itu, pada website perusahaan terdapat layanan
• API
www.bca.co.id/
• Business Debit Card Halo BCA untuk berkomunikasi melalui media chat apabila
id/bisnis)
• Fire Cash BCA
• Program Promosi BCA terdapat pertanyaan terkait produk dan layanan BCA
Kurs ataupun untuk menyampaikan masukan bagi perusahaan.
• Kurs eRate BCA Untuk memperoleh informasi lebih detail mengenai BCA,
• Kalkulator Kurs
dapat menghubungi :
Chat
• Halo BCA Chat
• Corporate Communication
• Investor Relations
Karir • Corporate Secretary
Informasi kondisi Keseharian Kami
lingkungan kerja, Karir Menara BCA - Grand Indonesia Lt. 20
peluang karir dan
informasi lainnya
Magang Bakti Jl. M.H. Thamrin No.1, Jakarta 10310, Indonesia
terkait karir di Beasiswa BCA Tel. (+62 21) 2358 8000
BCA. Info & Artikel Fax. (+62 21) 2358 8300
E-mail :
corcom_BCA@bca.co.id
investor_relations@bca.co.id
corporate_secretary@bca.co.id
72 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 75
Penghargaan dan Sertifikasi
Corporate Governance Asia
Stellar Workplace Award Forbes Extel
ARA 2024
Anugerah Budaya Layanan Unggul 15th Asian Excellence Awards
Kategori : Korporasi
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
Strongest Banking Brands 2025
World's Strongest Banking Brand 2025 Brand Finance
#1 in APAC (score: 97,1 / 100)
World's Best Bank 2025 Forbes #1 World's Best Bank 2025 in Indonesia
#1 Indonesia
World’s Best Companies 2025 Time Magazine
#527 Global
World's Most Trustworthy Companies
Newsweek #1 in Banking Sector (Global)
2025
Customer Engagement Recognition - Customer
Gallup Global Customer Engagement Gallup International Engagement mencapai batas Customer Engagement
Score di atas rata-rata global atau 90th percentile
#196 in Asia Pacific
Asia-Pacific Best Companies of 2025 TIME Magazine
#8 in Indonesia
Kementerian Keuangan RI Kementerian Keuangan RI Bank Swasta Terbaik Mitra Collecting Agent 2024
Best Use of Celebrities/Influencers (Bronze) - Gebyar
PR Awards 2025 Marketing Interactive BCA Merah Putih: Indonesia Banget!
PR Team of the Year (Gold)
5 Certified World Class Awards
Top Ranking Performance Award ContactCenterWorld.com 17 Company Awards
3 Company – Best Team Awards
Global by 38 Gold Medal (22 Company Awards, 4 Company - Best
Top Ranking Performance Award
ContactCenterWorld.com Team Awards, dan 12 Individual Awards)
Top 50 Global Banking Brands The Banker Magazine “#1 Indonesia #8 Global”
European Society for Quality
ESQR The Quality Choice Prize 2025 Gold Category
Research (ESQR)
#36 Fortune Southeast Asia
Fortune Southeast Asia 500 Fortune Southeast Asia
#6 Indonesia
TAB Excellence in Retail Finance
The Asian Banker The Best Retail Bank in Indonesia
Awards 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 73
Page 76
P r o f i l P e r u s a h a a n
Kategori : Korporasi
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
#2 Best Investor Relations Professional
(Combined, Buy Side, Sell Side)
2025 Asia Executive #1 Best Investor Relations Program (Combined) dan
Extel
Team #2 Best Investor Relations Program (Buy Side, Sell Side)
#1 Company Board (Combined) dan
#2 Company Board (Sell side dan Buy Side)
Euromoney Private Banking Awards Indonesia's Best Private Bank
Euromoney
2025 Indonesia's Best for Next Gen
Bisnis Indonesia Award 2025 Bisnis Indonesia Bank Swasta Nasional Aset > Rp100 Triliun
Best Performance Bank KBMI IV
Bisnis Indonesia Financial Award 2025 Bisnis Indonesia Most Efficient Bank KBMI IV
Excellence in Next-Gen Client Engagement
Best Investor Relations Company (Indonesia)
15th Asian Excellence Award 2025 Corporate Governance Asia
Best Corporate Communication
100 Indonesia’s Biggest Company 2025
Outstanding Growth 2025 - The Biggest Company by
100 Indonesia’s Biggest Market Cap
Fortune Indonesia 100
Company 2025 Outstanding Growth 2025 - The Highest Net Profit
Margin
Outstanding Growth 2025 - The Highest Net Profit
Indonesia Digital Media Awards 2025 Serikat Perusahaan Pers Kategori Media Sosial Korporasi
20 Top Companies to Watch in 2025 Bloomberg Technoz 20 Top Companies to Watch in 2025
Main Index
Indonesian Institute for High Dividend
Apresiasi Emiten 2025
Corporate Directorship High Growth
High Market Cap
21 Platinum (12 Individu, 6 Corporate dan 3 Teamwork)
The Best Contact Center Indonesia Indonesia Contact Center 16 Gold (12 Individu, 2 Corporate dan 2 Teamwork)
2025 Association (ICCA) 11 Silver (11 Individu)
4 Bronze (2 Individu dan 2 Teamwork)
Anugerah Bakti Nusantara Nusantara TV Sektor Penggerak Ekonomi
WOW Brand 2025 Markplus.Inc Conventional Bank
Digital PR - Strategi Komunikasi Bukti Bakti BCA - Gold
Winner
Corporate PR - Komunikasi Kegiatan Gebyar BCA Merah
PR Indonesia Award 2025 PR Indonesia
Putih - Gold Winner
Corporate PR - Komunikasi Kegiatan Sertifikasi Halal -
Bronze Winner
Golden Champion in Satisfaction, Loyalty and
Engagement (2019 - 2024)
The Best KBMI IV Bank In Customer Loyalty
The Best KBMI IV Bank in Net Promoter Score
The 2nd Best KBMI IV Bank in Customer Satisfaction
The 2nd Best KBMI IV Bank in Customer Engagement
8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and
Infobank The 2nd Best KBMI IV Bank in Brand Interactivity Index
Engagement 2025
The 3rd Best KBMI IV Bank in Satisfaction, Loyalty,
Engagement 2025
The 3rd Best KBMI IV Bank in Marketing Customer
Engagement
The 3rd Best KBMI IV Bank in Customer Centricity Index
The 3rd Best KBMI IV Bank in Customer Resilience Level
Platinum - Conventional Bank In Digital Brand for 10
14th Infobank Digital Brand 2025 Infobank
Consecutive Years (2016 - 2025): Conventional Bank
Analyst Favourite Listed company in the Financial Sector
Perkumpulan Analisis Efek
CSA Award 2025 CSA Award for Outstanding Company in Financial Sector
Indonesia
on the Main Board
74 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 77
Kategori : Korporasi
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
Indonesia PR Practitioners of The Year 2025 (Journalists
Choice)
Kategori: Corcomm Team In Bank & Financial Industry
PR of The Year Award 2025 SWA Media Group Indonesia PR Practitioners of The Year 2025 (Journalists
Choice)
Junior PR Practitioners In Banking & Financial Services
Industry
Rankia Awards 2025 Rankia Indonesia Excellence in PR & Investor Relations
Institutional Investor Awards 2025 International Investor Best of Community Development Program - Bakti BCA
Investor Trust Best Bank Awards 2025 Investor Trust Bank Umum KBMI 4 : > Rp 70 Triliun
Indonesia Property&Bank Award XIX
Property & Bank PT Bank Central Asia Tbk
2025
Kategori : Keberlanjutan
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
#1 Best ESG (Buy Side dan Combined) dan #2 Best ESG
2025 Asia Executive Team Extel
(Sell – side)
ABF Retail Banking Awards 2025 Asian Banking & Finance External Social Initiative of the Year - Indonesia
Asia's Best CSR
15th Asian Excellence Award 2025 Corporate Governance Asia
Sustainable Asia Award
Juara Umum
Komite Nasional Kebijakan Juara Umum Klaster 5T
Annual Report Award (ARA) 2024
Governance (KNKG) Juara Umum GoPublik Keuangan
Juara 1 Non BUMN/Non BUMD GoPublik Keuangan
Kategori: Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan
Program Literasi Keuangan Terbaik, OJK Penggerak Duta
Financial Literacy Award Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Literasi Keuangan (OJK PEDULI) Terbaik segmen PUJK,
dan Video Jingle GENCARKAN
Bank Implementasi KEJAR Terbaik – Subkategori Bank
KEJAR Award 2025 Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Umum Konvensional
Desa Wisata Berbasis Budaya - Kampung Wisata Pecinan
Glodok, DKI Jakarta (Juara Harapan 3)
Kementerian Pariwisata Desa Wisata Hijau Bilebante, Nusa Tenggara Barat
Wonderful Indonesia Award (WIA) (Juara Umum)
Republik Indonesia
2025
(Kemenpar RI) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Prai Ijing Tebara,
Nusa Tenggara Timur (Juara 2)
Most Collaborative Tourism Village Partner
The Best Corporate Transparency and 7th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2025 In Bank
Investor Trust
Emission Reduction Awards 2025 Category
Best Emission Reduction
Investing on Climate by Editor’s
Indonesia Media Network Best Literacy for Climate Resilience
Choice Awards 2025
Best Climate Financing
Sustainable Impact in Grassroots Economic Enabler
Mata Lokal Fest 2025 Tribunnews
Category: Impact
Indonesia Green & Sustainable Best Innovation in Sustainable Finance Implementation
SWA Media Group
Companies Award 2025 (Predikat: Excellent)
ESG Award 2025 Katadata Finance - Bank Sector
ESG Award 2025 Investor Trust Impact Excellence Awards
The 16 IICD CG Conference and
th
Indonesian Institute for Top 50 Big Capitalization Public Listed Company
Award 2025 Corporate Directorship Leadership in Corporate Governance Big Cap
7th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2025 In Bank
CSR Awards 2025 The Iconomics
Category
Indonesia Corporate Social and The Best Corporate Social Responsibility Award 2025 for
Environmental Responsibility Awards Warta Ekonomi Enabling Community Growth through Empowerment and
2025 Educational Support, (Category: Financials)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 75
Page 78
P r o f i l P e r u s a h a a n
Kategori : HR
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
HR Asia Best Companies to Work for in Asia
HR Asia Award 2025 HR Asia
HR Asia Most Caring Companies Award
2025 Asia Pacific Stevie Awards The Stevie Awards Thought Leadership Campaign of the Year (Silver)
HCM Excellence Awards Brandon Hall Group Best Succession and Career Management (Silver)
2025 GlobalCCU Awards Global CCU Best Corporate University - Culture (Silver)
Dream Workplace for Learning MarkPlus Institute dan Marketeers Juara Umum
Best of the Best Company in Stellar Workplace Award
Top 5 Companies with Most Innovative Well-Being
Program
Top 10 Organizations with Best Future-Ready Workplace
Program
Stellar Workplace Awards 2025 One GML
Top 5 Best Stellar Workplace Award in Large-Size
Organizations Category
Stellar Workplace Recognition in Employee
Commitment
Stellar Workplace Recognition in Employee Satisfaction
Qorus-Infosys Finacle Banking Operations and Workforce Transformation (AROPIS
Qorus - Infosys Finacle
Innovation Awards 2025 Branch Project - Silver)
Employee Experience Awards Best Career Development Programme (Gold)
HumanResourcesOnline.net
2025 Best Learning Culture Journey (Bronze)
The Best Human Capital 2025 for Strengthening Services
Indonesia Human Capital Awards
Warta Ekonomi Excellence through Leadership Development Initiatives,
2025
(Category: Conventional Bank)
Malam Apresiasi Berita Satu 2025 B-Universe Inspirasi Sosial & Kepemimpinan
Kategori : Individual
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
Bapak Jahja Setiaatmadja: #1 Best CEO (Combined), #2
Best CEO (Buy Side), #2 Best CEO (Sell Side)
2025 Asia Executive Team Extel
Ibu Vera Eve Lim: #1 Best CFO (Combined, Buy Side, Sell
Side)
2025 Stevie Awards for Women in Female Executive of the Year in Asia, Australia or New
The Stevie Awards
Business Zealand (Lianawaty Suwono - Silver)
Human Resources Executive of the Year (Lianawaty
2025 Stevie Awards for Great Suwono - Bronze)
The Stevie Awards
Employers HR Thought Leader of the Year (Lianawaty Suwono -
Silver)
Asia's Best CEO (Investor Relations) – Bapak Jahja
15th Asian Excellence Award 2025 Corporate Governance Asia Setiaatmadja
Asia's Best CFO (Investor Relations) - Ibu Vera Eve Lim
IDN Times Inspiring News Maker IDN Times Inspiring News Maker 2024 - Jahja
IDN Media
2024 Setiaatmadja
Top Ranking Performance Award ContactCenterWorld.com 9 Individual Awards
Infobank Top 100 CEO And
The Future Leaders Forum & Majalah Infobank Infobank Bankers of The Year 2025 (Hendra Lembong)
Appreciation 2025
Indonesia Best 50 CEO Awards
The Iconomics Jahja Setiaatmadja
2025 “Employees”
4th Anniversary Indonesia Inspiring
The Iconomics Vera Eve Lim
Women Awards 2025
76 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 79
Kategori : Individual
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
Indonesia Property & Bank Award Life Achievement Banking Industry: Bapak Jahja
Property & Bank
XIX 2025 Setiaatmadja
Most Influential Property Figure in Banking (Jahja
Golden Property Awards 2025 Indonesia Property Watch
Setiaatmadja)
Kategori: Produk dan Layanan
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
The 22 International Business
nd
Marketing Campaign of The Year – Industry Categories
The Stevie Awards
Awards 2025 (Don’t Know Kasih No - Gold)
Best Advance in Business Automation (ARCIS - Bronze)
Best Advance in Business Automation (AROPIS Branch
Technology Excellence Awards Brandon Hall Group Project - Silver)
Best Advance in Business Strategy and Technology
Innovation (JARVIS - Bronze)
Anugerah Produk Indonesia Bisnis Indonesia Produk Aplikasi Perbankan Terfavorit - myBCA
Penyedia Jasa Pembayaran Penggerak Konektivitas
Bank Indonesia Award 2025 Bank Indonesia Pembayaran Digital Terbaik (Bank dan Lembaga Selain
Bank)
ATM
Mortgage
Digital Branch
WOW Brand 2025 Markplus.Inc
Credit Card
Mobile Banking
Saving Account
Platinum - Deposit In Digital Brand For 10 Consecutive
Years (2016-2025): Deposito
Platinum - Vehicle Loan In Digital Brand For 10
Consecutive Years (2016-2025): KKB
Platinum - Debit Card In Digital Brand For 10 Consecutive
Years (2016-2025): Debit Card
Platinum - Credit Card In Digital Brand For 10
Consecutive Years (2016-2025): Credit Card
Platinum - Wealth Management In Digital Brand For 10
Consecutive Years (2016-2025): Wealth Management
Golden - E-Money Business In Digital Brand For 5
Consecutive Years (2021-2025): Flazz
The Highest Digital Index In Internet Banking: Overall
Internet Banking
14th Infobank Digital Brand 2025 Infobank The Highest Digital Index In Wealth Management: Overall
WM
The Highest Digital Index In E-Money Business (Flazz):
Overall E-money
The 2nd Highest Digital Index Conventional Bank: Overall
Conventional Bank
The 2nd Highest Digital Index In Mortgage Loan: Overall
KPR
The 2nd Highest Digital Index In Debit Card: Overall Debit
Card
The 3rd Highest Digital Index In Deposit: Overall Deposit
The 3rd Highest Digital Index In Credit Card: Overall
Credit Card
The 2nd Best Conventional Bank: Conventional Bank
The Best E-money Business: Flazz
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 77
Page 80
P r o f i l P e r u s a h a a n
Kategori: Produk dan Layanan
Nama Penghargaan Penyelenggara Kategori/Peringkat
The Best Conventional Bank in Excellence Internet
Banking
The Best Conventional Bank in Excellence Digital Branch
The Best Conventional Bank in Excellence Live Chat
Banking Service Excellence Award
Majalah Infobank Service
2025
The Best Conventional Bank in Excellence Cash
Recycling Machine (CRM)
The 2nd Best Conventional Bank in Excellence Mobile
Opening Account
Anugerah Budaya Layanan Unggul Asosiasi Service Quality Indonesia
Budaya Layanan Unggul
2025 (ASQI)
OPEXCON 2025 Shift Indonesia Service (SUMIATY - Gold)
Indonesia Customer Service Aplikasi Mobile Banking - myBCA
SWA Media Group
Quality Kartu Kredit - BCA
Indonesia Brand Communication Excellence 2025
Kategori: Video Commercial in Banking Industry
Indonesia Brand Communication
SWA Media Group Video Commercial: Gebyar Hadiah BCA
Excellence 2025
Predikat: The Best Product Knowledge Video
Commercial (Good)
Aplikasi Internet Banking - Klik BCA
ATM Bank - ATM BCA
Bank Umum - BCA
Dompet Digital - Sakuku
Kartu e-money - Flazz
Kartu Kredit - BCA
Most Trusted Financial Brands
Investor Trust Lembaga Wealth Management - BCA Priority
Awards 2025
Mobile Banking App - BCA Mobile
Produk Corporate Banking Services - BCA
Produk KPR dari Bank - BCA
Produk SME Banking Solutions - BCA
Rekening Bank Konvensional - BCA
SMS Banking - BCA
The Best Conventional Bank in Excellence E-Banking For
10 Consecutive Year (2015 - 2025)
The Best Conventional Bank in Excellence for 5
Banking Service Excellence Award Consecutive Year (2020 - 2024)
Majalah Infobank
2025 The Best Conventional Bank in Excellence Digital
Channel For 5 Consecutive Years (2020 - 2024)
The Best Conventional Bank in Service Excellence 2025
(E-Banking)
Bank Umum - BCA
Indonesia Customer Service
SWA Media Group Contact Centre Bank Umum - Halo BCA
Quality
PT Bank Central Asia Tbk - Excellent
Asosiasi Sentra Quality Indonesia
Anugerah Insan Layanan
(ASQI)
The Most Innovative Digitalization of Conventional Bank
Indonesia Digital Innovation 2025 for Creating Solid Digital Ecosystem to Encourage
Warta Ekonomi
Awards 2025 Business Process Automation, (Category: Conventional
Bank)
The Most Satisfying KBMI IV Bank in Branch Office
The Most Satisfying KBMI IV Bank in ATM Service
The 2nd Most Satisfying KBMI IV Bank in Teller Service
8th Infobank Satisfaction, Loyalty,
Infobank The 2nd Most Satisfying KBMI IV Bank in Customer
and Engagement 2025
Service
The 2nd Most Satisfying KBMI IV Bank in Mobile Banking
The 3rd Most Satisfying KBMI IV Bank in Services
78 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 81
Peristiwa Penting 2025
24 Januari 20-23 Februari 21 Februari
Enam Desa Bakti BCA Raih ASEAN BCA Expoversary 2025 HUT ke-68 BCA
Tourism Awards (ATA) 2025
Merayakan HUT ke-68, BCA Expoversary Seremoni dilakukan dengan pemotongan
Prestasi yang ditorehkan Desa Wisata 2025 menawarkan beragam promo dan tumpeng di Menara BCA oleh Komisaris
Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, penawaran spesial bagi nasabah, mulai BCA Tonny Kusnadi, Presiden Direktur
Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata dari suku bunga spesial Kredit Pemilikan BCA Jahja Setiaatmadja (saat ini Presiden
Semen, Desa Wisata Taro, Kampung Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Komisaris), Wakil Presiden Direktur BCA
Wisata Pecinan Glodok, dan Desa Wisata Bermotor (KKB), hingga Kredit Sepeda Hendra Lembong (saat ini Presiden
Hijau Bilebante menjadi bentuk pengakuan Motor (KSM). Direktur), serta sejumlah jajaran direksi
atas keberhasilan dalam pengembangan BCA lainnya. Pemotongan tumpeng juga
potensi desa secara berkelanjutan. digelar di seluruh Kantor Wilayah BCA di
Indonesia.
22 Februari 12 Maret 20 & 22 Maret
Penerima Gebyar Hadiah BCA Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BCA Berkolaborasi dengan BAZNAS
Diumumkan di BCA Expoversary 2025 (RUPST) 2025 RI dan LAZISNU Berikan Kemudahan
Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)
Program Gebyar Hadiah BCA Sehubungan dengan laba bersih yang
Melalui Aplikasi myBCA
berlangsung sejak 1 Oktober 2024 diperoleh Perseroan pada tahun buku
hingga 31 Januari 2025, dengan hadiah 2024 yaitu sebesar Rp54,8 T, RUPST Kolaborasi ini merupakan wujud
berupa empat unit Mercedes-Benz E menetapkan penggunaan laba bersih komitmen BCA menjembatani nasabah
200 Exclusive Line, 12 unit Toyota Innova untuk dibagikan sebagai dividen tunai untuk menunaikan ZIS dengan solusi
Zenix Q Hybrid, dan 120 unit Honda Vario sebesar Rp300,00 per saham, naik 11,1% digital yang aman, nyaman, dan mudah.
125 CBS ISS. dibandingkan dividen tunai tahun buku
2023.
23 April 23 April 6 Mei
Paparan Kinerja Triwulan I 2025 - BCA Berbagi Ilmu (BBI) Digelar di BCA Bantu Revitalisasi dan Panen Raya,
Kinerja Solid di Tengah Dinamika Pasar Universitas Indonesia Produksi Petani Kopi Cikoneng Bogor
Melejit 350%
BCA dan entitas anak membukukan Kuliah umum bertajuk ‘Mengembangkan
total kredit Rp941 T per Maret 2025, Kepemimpinan yang Efektif Melalui Pada panen raya kali ini, produksi kopi
naik 12,6% YoY. Pertumbuhan kredit Pengembangan Diri dan Teknologi’ para peserta pembinaan di Kebun Kopi
ditopang ekspansi pembiayaan di diisi oleh Presiden Direktur BCA Jahja Cikoneng per April 2025 mencapai
berbagai sektor, disertai pertumbuhan Setiaatmadja (saat ini Presiden Komisaris) 47.640 kilogram. Jumlah tersebut naik
pendanaan berkelanjutan. Sementara dan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, 3,5 kali lipat dibandingkan sebelum
itu, laba bersih BCA dan entitas anak berkaitan dengan tantangan besar yang pembinaan dilakukan, melebihi target
tumbuh 9,8%, mencapai Rp14,1 triliun dihadapi generasi muda saat ini. awal peningkatan produksi, yaitu 120%.
pada kuartal I 2025.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 79
Page 82
P r o f i l P e r u s a h a a n
5 Juni 28 Juni 31 Juli
BCA Kembali Hadirkan Program Bakti BCA Umumkan Empat Tim BCA Dukung “Kawan Nusantara” dari
“Workshop Sertifikasi Halal 2025” di Pemenang Genera-Z Berbakti TULOLA, Libatkan Empat Pelaku Usaha
KCU BCA Kisaran, Sumatera Utara Binaan Bakti BCA
Empat tim universitas pemenang
Hampir 80 UMKM asal Kota Kisaran dan program Genera-Z Berbakti yang Acara ini menghadirkan pameran
sekitarnya menerima pendampingan akan mengimplementasikan gagasan HEROES OF HERITAGE yang berisi
untuk memenuhi standar halal serta inovatif di Desa Bakti BCA berasal dari koleksi karya dua perajin perak Desa
dukungan penerbitan sertifikat halal UI, UNSRAT, UNILA, dan UGM. Program Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama
gratis dari BCA. ini menghimpun lebih dari 250 proposal dan Ketut Daging, dengan TULOLA.
dari 98 perguruan tinggi negeri maupun Bakti BCA juga menghadirkan empat
swasta, baik di dalam maupun luar negeri. pelaku usaha serta jasa hasil binaan
Bakti BCA untuk menampilkan karya
mereka dalam acara tersebut.
13 Agustus 22-24 Agustus 17-18 September
BCA Menggelar UMKM Fest 2025 BCA Menggelar BCA Expo 2025 BCA Wealth Summit Kembali Digelar
yang Diselenggarakan Secara Secara Offline di ICE BSD City dengan Tema “Strengthening Wealth
Hybrid Selama 1 Juli-17 Agustus 2025 Tangerang pada 22–24 Agustus 2025 Longevity”
dan Online melalui expo.bca.co.id pada
Lebih dari 1.700 pengusaha ambil bagian Acara tahunan ini hadir sebagai wujud
22 Agustus–31 Oktober 2025
pada BCA UMKM Fest 2025 hybrid yang komitmen BCA memberikan inspirasi
mengusung tagline “Serba Serbu di BCA BCA Expo 2025 membawa tagline dan edukasi terkait pengelolaan
UMKM Fest 2025”. #JadiKejadian dan menawarkan suku kekayaan jangka panjang, sekaligus
bunga dan beragam promo spesial untuk memperkenalkan ragam solusi investasi
KPR, KKB, dan KSM. maupun proteksi kepada nasabah.
22 September 17 Oktober 28-29 Oktober
Bakti BCA Selenggarakan “Student Bakti BCA untuk Ketiga Kalinya BCA Gelar Indonesia Knowledge Forum
Goes to Nature (SGTN) 2025” Ajak UMKM Binaan Ikuti Trade Expo (IKF) 2025
Indonesia (TEI)
Kegiatan yang digelar di Samboja Forum yang digelar pada 28-29
Lestari, Kalimantan Timur ini merupakan Partisipasi BCA pada TEI 2025 yang Oktober 2025 untuk ke-14 kalinya ini
kerja sama dengan Borneo Orangutan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 menjadi salah satu wujud komitmen
Survival Foundation (BOSF), serta di ICE BSD Tangerang adalah salah satu berkelanjutan BCA dalam mendorong
mengajak 200 pelajar tingkat SMP/ tahap lanjutan dari program UMKM Bakti pertumbuhan pengetahuan, inovasi,
MTS dan SMA/SMK/MA se-Kecamatan BCA Go Export. Program ini berfokus dan kolaborasi lintas sektor demi masa
Samboja dan Samboja Barat. pada penguatan kapasitas usaha melalui depan Indonesia yang tangguh dan
kegiatan inkubasi dan pendampingan berkelanjutan.
akses pasar internasional.
80 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 83
2 November 13 November 14 November
Flag-Off Runvestasi 2025 BCA Selenggarakan National Summit BCA Luncurkan Aplikasi myBCA untuk
Beasiswa Bakti BCA 2025 Smartwatch
Pembukaan virtual race ditandai dengan
flag-off pada Minggu (2/11) yang Acara yang digelar secara hybrid ini Fitur ini memungkinkan nasabah
diramaikan dengan fun run jarak 2K dan mengundang 700 Bakti Champions, para mengakses berbagai layanan perbankan
7K, hingga layanan konsultasi dan promo mahasiswa penerima manfaat Beasiswa langsung melalui smartwatch, seperti
investasi. Bakti BCA, serta menghadirkan Direktur info saldo, mutasi, transaksi cardless,
BCA Vera Eve Lim dan Duta Bakti BCA serta menggunakan QRIS CPM maupun
Nicholas Saputra pada sesi berbagi QRIS Tap.
inspirasi.
8 Desember 12 Desember 21-24 Desember
Bayar Transportasi Umum dan Parkir BCA Kembali Menjadi Juara Umum Bakti BCA Hadir Langsung ke Medan,
Lebih Seamless dengan QRIS Tap dari Annual Report Award Langkat, Solok, Aceh Tamiang,
Aplikasi myBCA dan Batang Toru, Salurkan Bantuan
Pencapaian kedua kalinya secara
Kemanusiaan Bagi Korban Bencana
QRIS Tap di myBCA dapat digunakan beruntun yang diperoleh BCA ini
di Sumatra
di sejumlah moda transportasi publik merupakan buah atas laporan
seperti TransJakarta, LRT Jakarta, MRT tahunan berkualitas, transparan, dan Berbagai bantuan yang disalurkan
Jakarta, dan Kereta Commuter Line. menunjukkan pertumbuhan bisnis seperti makanan dan minuman, pakaian,
Fitur ini juga mendukung pembayaran berkelanjutan sesuai SE OJK Nomor hingga fasilitas Mandi, Cuci, Kakus
di berbagai fasilitas parkir dari sejumlah 16/2021. (MCK), pengeboran sumur air bersih,
operator. tangki air, dan instalasi panel surya
sebagai sumber listrik untuk pompa air.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 81
Page 84
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
03
Analisis dan
Pembahasan
Manajemen
82 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 85
Ikhtisar Kinerja per Segmen Usaha
PERBANKAN TRANSAKSI
Pertumbuhan CASA (YoY)
BCA terus mengukuhkan posisinya sebagai bank transaksi pilihan
13,1%
nasabah melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, terutama
dalam menghadapi perubahan lanskap keuangan yang pesat seiring
dengan digitalisasi yang terus meningkat.
Dana Pihak Ketiga berdasarkan Produk
Untuk mendukung kebutuhan nasabah yang beragam dan terus (dalam triliun Rupiah)
berkembang, BCA berfokus pada penyediaan produk dan layanan
serta memperkuat ekosistem agar semakin terintegrasi satu sama 1.249,0
lain. Berbagai aplikasi, fitur, dan beragam touchpoint terus BCA 1.133,6
1.101,7 203,8
kembangkan untuk mengakomodasi perkembangan transaksi 209,6
217,0
digital. BCA terus berkomitmen untuk menyediakan solusi transaksi
610,8
yang aman, nyaman, dan andal, baik melalui kanal digital maupun 562,1
konvensional, dengan memastikan nasabah dapat bertransaksi 536,2
dengan lancar kapan pun dan di mana pun. Melalui usaha-usaha yang
BCA lakukan, BCA pada tahun 2025 berhasil mencatat pertumbuhan 361,9 434,5
348,5
16,5% YoY dalam volume transaksi, mencapai lebih dari 40 miliar
2023 2024 2025
transaksi.
Giro Tabungan Deposito
PERBANKAN KORPORASI
Pertumbuhan Portofolio Kredit
Korporasi (YoY)
Perbankan korporasi berhasil mencatatkan pencapaian yang solid.
11,5%
Pertumbuhan ini merupakan bukti komitmen BCA sebagai mitra
setia bagi nasabah korporasi melalui penyediaan solusi pembiayaan
dan transaksi perbankan yang personal sesuai dengan kebutuhan
nasabah.
Portofolio Kredit Korporasi
(dalam triliun Rupiah)
BCA berkomitmen untuk melakukan diversifikasi pembiayaan ke
berbagai sektor dengan tetap mengedepankan prinsip kehati- 478,9
hatian agar kualitas kredit tetap terjaga. BCA juga terus mendukung 429,4
program strategis nasional, termasuk secara aktif berpartisipasi
372,3
dalam penyaluran kredit sindikasi untuk pembangunan infrastruktur
Indonesia
2023 2024 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 83
Page 86
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
PERBANKAN KOMERSIAL & UKM
Pertumbuhan Portofolio Kredit
Segmen Komersial & UKM merupakan pilar penting dalam Komersial & UKM (YoY)
perekonomian di Indonesia. BCA terus mengembangkan segmen
7,2%
Perbankan Komersial dan UKM melalui inisiatif penyediaan beragam
solusi pembiayaan yang terintegrasi dengan solusi cash management,
customer engagement yang lebih mendalam, serta peningkatan
kapabilitas produk dan layanan bagi nasabah Komersial dan UKM
berikut ekosistemnya. Inisiatif-inisiatif tersebut didukung dengan Portofolio Kredit Komersial & UKM
pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan (dalam triliun Rupiah)
data analytics, dan peningkatan infrastruktur perkreditan.
277,7
BCA juga mengadakan berbagai event dan program, seperti UMKM 259,0 130,9
Fest, Bangga Lokal, Go Export, Go Halal, dan Go Digital yang 231,0 123,7
bertujuan mendukung dan memberdayakan para pelaku usaha 107,8
UMKM. Sebagai hasilnya, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial 135,3 146,8
123,2
(RPIM) BCA pada Desember 2025 mencapai 22,8%.
2023 2024 2025
Komersial UKM
PERBANKAN INDIVIDU
Relasi BCA dengan nasabah individu menjadi hal yang fundamental untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
BCA melakukan pendekatan berbasis data terhadap perilaku nasabah sehingga berhasil menghadapi pasar yang dinamis.
Pada tahun 2025, BCA terus meningkatkan pengalaman perbankan bagi nasabah individunya.
Pada kredit konsumer, yang terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan personal loan, portofolio
kredit terus bertumbuh, didukung oleh berbagai acara strategis, salah satunya melalui BCA Expo yang diadakan pada bulan
Februari dan Agustus. Namun, pada segmen pinjaman kendaraan bermotor, industri perbankan mencatat penurunan kualitas
kredit dan penurunan nilai agunan dengan hadirnya kendaraan listrik dengan harga yang lebih rendah, yang juga berdampak
pada KKB BCA. Terlepas dari itu, secara keseluruhan rasio pinjaman bermasalah (NPL) dan rasio pinjaman berisiko (LAR) BCA
tetap terkendali.
Wealth management juga menunjukkan hasil yang gemilang, didukung oleh peningkatan investor yang terjadi sepanjang tahun,
serta beragam produk wealth management yang ditawarkan seperti investasi dan asuransi. BCA juga menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan edukasi seperti BCA Wealth Summit dan Runvestasi 2025.
Penyaluran Kredit Konsumer Berdasarkan Produk
(dalam triliun Rupiah)
Kenaikan (Penurunan)
2025 2024 2023 2025
Nominal (%)
KPR 142,3 135,5 121,8 6,8 5,0%
KKB 56,6 65,3 56,9 (8,7) -13,3%
Personal Loan 21,8 19,5 17,0 2,2 11,4%
Total* 224,1 223,8 199,1 0,3 0,2%
*Termasuk pinjaman karyawan
84 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 87
Tinjauan Bisnis
Perbankan Transaksi
“Melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, BCA memperkuat perannya
sebagai mitra terpercaya dengan memfasilitasi kenyamanan dan
keamanan transaksi di seluruh ekosistem digital yang berkembang pesat”
Lanskap keuangan Indonesia terus bertransformasi pesat, Pada kuartal terakhir tahun 2025, myBCA juga dapat diakses
ditandai dengan percepatan adopsi digital, kerangka regulasi melalui smartwatch , memungkinkan pembayaran dan
yang terus berkembang, dan persaingan yang semakin ketat. transaksi non finansial dengan konsep Internet of Things (IoT).
Di tengah lingkungan yang dinamis ini, Perbankan Transaksi
BCA tidak hanya berhasil mempertahankan kepemimpinan Untuk nasabah bisnis, BCA memperkenalkan Ocean,
pasarnya, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai bank sebuah platform berbasis web yang menyediakan layanan
transaksi terkemuka di Indonesia. Hasilnya, BCA mencatat terintegrasi dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan
pertumbuhan giro dan tabungan (Current Account Saving bisnis sesuai dengan bidang usaha masing-masing. BCA
Account atau CASA) sebesar 13,1% sepanjang tahun 2025, juga memperkenalkan myBCA Bisnis baru, versi terbaru
mencapai Rp1.045,2 triliun, yang merupakan 84% dari total dari KlikBCA Bisnis, sebagai kanal baru bagi nasabah bisnis.
dana pihak ketiga. Bagi merchants, BCA menyempurnakan aplikasi Merchant
BCA sebagai platform layanan merchant terpadu, dengan
MERINTIS EKONOMI DIGITAL: menambahkan berbagai fitur untuk memastikan konektivitas
PENINGKATAN BERKELANJUTAN UNTUK yang lancar dan kemudahan transaksi. Hingga Desember 2025,
MEMENUHI KEBUTUHAN NASABAH BCA lebih dari 300 ribu merchants telah bergabung melalui aplikasi
ini, menandai peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya
Sepanjang tahun 2025, volume transaksi terus mencatat dan memperkuat komitmen BCA untuk memberdayakan
pertumbuhan yang solid, melampaui 40 miliar transaksi, UMKM melalui digitalisasi.
meningkat 16,5% YoY, terutama didorong oleh mobile
banking, yang berkontribusi lebih dari 80% dari total transaksi. Melengkapi kemajuan ini, BCA semakin memperluas layanan
Pertumbuhan ini mencerminkan upaya terus-menerus BCA Application Programming Interface (API), yang selaras
untuk menyediakan solusi transaksi yang aman, nyaman, dan dengan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP)
andal melalui kanal digital maupun konvensional, dengan untuk mendorong interoperabilitas dan integrasi di seluruh
memastikan nasabah dari semua generasi dapat bertransaksi ekosistem keuangan. API ini memungkinkan nasabah korporasi
dengan lancar kapan pun dan di mana pun. dan mitra fintech untuk terhubung secara seamless dengan
infrastruktur pembayaran BCA, menyediakan solusi transaksi
Perbankan Transaksi BCA berfokus untuk melampaui produk- yang customized, dan memperkuat proposisi “Bank-as-a-
produk terpisah dan menciptakan ekosistem terintegrasi Service” (BaaS).
berbasis platform yang melayani beragam kebutuhan nasabah
BCA. BCA terus memperkuat kanal digitalnya, yaitu myBCA MEMPERKUAT SINERGI MULTI-KANAL
dan BCA mobile untuk nasabah ritel, serta meluncurkan DAN PERLINDUNGAN NASABAH
myBCA Bisnis dan Ocean, sebuah platform berbasis web
untuk melayani nasabah bisnis kami. Sejalan dengan inisiatif-inisiatif digital yang ada, BCA
tetap terus mengembangkan kanal-kanal tradisionalnya,
Untuk mengakomodasi perkembangan kapabilitas digital seperti cabang dan ATM, sebagai touchpoint penting dalam
dalam bertransaksi, BCA memperkenalkan fitur-fitur mendukung kebutuhan perbankan nasabah yang semakin
baru pada aplikasi mobile banking-nya, sejalan dengan kompleks dan personal. Inisiatif Future Branch dari BCA
rencana pemerintah yang tertuang dalam Blueprint Sistem sendiri, yang mengkombinasikan mesin layanan digital,
Pembayaran Indonesia (BSPI). Bank telah menambahkan verifikasi biometrik, dan konsultasi melalui video banking,
lebih banyak mata uang ke dalam Poket Valas, sebuah telah diperluas ke lebih dari 200 lokasi di seluruh Indonesia
rekening multi mata uang, yang kini memiliki total 18 mata pada tahun 2025. Inisiatif ini dijalankan guna memastikan
uang berbeda. BCA juga mendukung inisiatif pemerintah konsistensi kualitas layanan sekaligus menjadikan interaksi
dengan menghadirkan fitur QRIS Tap bagi para pengguna langsung dengan nasabah sebagai faktor pembeda yang
ponsel Android pada semester pertama dan transaksi QRIS utama di era digital ini.
Cross Border di Jepang dan Tiongkok pada semester kedua
tahun 2025, memanfaatkan nilai tukar yang kompetitif serta
menghilangkan ketergantungan pada kartu fisik.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 85
Page 88
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Untuk menjaga kepercayaan dan keamanan nasabah, BCA Sejalan dengan agenda keberlanjutan BCA, inisiatif perbankan
memperkuat program literasi digital dan edukasi untuk transaksi juga berkontribusi dalam mengurangi penggunaan
pencegahan penipuan. BCA memperluas berbagai campaign kertas dan jejak karbon melalui laporan digital, e-receipt,
yang telah banyak dikenal, seperti “Nurut Apa Kata Mama” dan operasional cabang yang ramah lingkungan. Lebih lanjut,
dan “Don’t Know Kasih No”, yang dilengkapi dengan inisiatif platform transaksi BCA semakin mendukung program-
pendidikan 2025 “Do it Better with my BCA”. Inisiatif ini program berdampak sosial, seperti fitur donasi digital melalui
menggabungkan pesan pendidikan dengan kemampuan myBCA, yang memungkinkan nasabah untuk berkontribusi
produk yang dapat membantu nasabah mencegah upaya langsung melalui aplikasi perbankan.
penipuan. Nasabah dapat mengontrol dan mengelola
akun serta transaksi mereka dengan aman melalui fitur sub RENCANA KE DEPAN
account terbaru dengan money lock, aktivasi OTP di mobile
banking, dan secure my card. Campaign pendidikan ini telah Ke depannya, divisi Perbankan Transaksi BCA akan tetap
mencapai 225 juta tayangan melalui media sosial dan platform tangkas dan berkomitmen pada inovasi berkelanjutan sebagai
digital, menekankan kesadaran keamanan siber di tengah respons terhadap perkembangan teknologi, kerangka
meningkatnya penipuan berbasis AI. regulasi, dan perubahan perilaku nasabah. BCA akan terus
menyempurnakan mesin personalisasinya untuk memenuhi
Keunggulan dalam pelayanan nasabah tetap menjadi hal berbagai kebutuhan nasabah, mengoptimalkan alur transaksi,
yang utama dalam operasional BCA. Halo BCA, sebuah dan meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi penipuan.
pusat layanan omnichannel, telah meningkatkan integrasi
VoIP dan fitur chat dalam aplikasi, yang kini dapat diakses BCA terus meluncurkan fitur-fitur keuangan terintegrasi di
melalui myBCA dan aplikasi Halo BCA tanpa biaya komunikasi seluruh ekosistem korporasi dan ritelnya, yang memungkinkan
tambahan. Pada tahun 2025, interaksi nasabah melalui Halo pebisnis untuk menawarkan solusi pembayaran dan kredit
BCA melampaui 39 juta interaksi, yang menjadi cerminan BCA di platform mereka. Bersamaan dengan itu, BCA akan
peran vitalnya dalam perjalanan transformasi digital BCA. memperdalam kolaborasi dengan regulator dan pelaku
industri untuk memperkuat interoperabilitas, memastikan
Dengan pesatnya digitalisasi dan jaringan multi kanal yang lanskap pembayaran Indonesia tumbuh secara aman, efisien,
kuat, pertumbuhan akuisisi nasabah melalui kanal digital dan inklusif.
menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2025, lebih dari
60% pembukaan rekening dilakukan melalui berbagai kanal Melalui upaya-upaya strategis ini, BCA menegaskan kembali
digital. Sejak kuartal pertama tahun 2025, nasabah BCA komitmennya untuk tidak hanya menjadi bank transaksi pilihan,
yang berdomisili di luar negeri dapat membuka rekening tetapi juga enabler ekosistem terpercaya yang mendukung
menggunakan nomor telepon luar negeri. Inisiatif ini ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan.
membantu mendorong pertumbuhan nasabah karena BCA
kini dapat melayani kebutuhan warga negara Indonesia yang
berdomisili di luar negeri.
MENDUKUNG PEMERINTAH UNTUK INKLUSI
KEUANGAN DAN EKONOMI DIGITAL
Strategi perbankan transaksi BCA pada tahun 2025
berlandaskan pada prinsip-prinsip integrasi, inklusi, dan
keberlanjutan. BCA secara aktif mendukung BSPI 2025
melalui perluasan layanan BI-FAST, API berbasis SNAP, dan
pembayaran QRIS Cross Border dengan beberapa negara
di kawasan Asia, yang memungkinkan transfer dana secara
real-time dan berbiaya rendah bagi nasabah individu maupun
korporasi. Selain itu, BCA juga memperkuat kemitraannya
dengan perusahaan fintech , pelaku e-commerce , dan
berbagai platform digital untuk memastikan akses inklusif
terhadap layanan keuangan di seluruh komunitas Indonesia
yang beragam.
86 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 89
Tinjauan Bisnis
Perbankan Korporasi
“BCA menghadirkan solusi terintegrasi bagi nasabah korporasi
dengan memanfaatkan keunggulan kapabilitas digital
sekaligus menerapkan pengelolaan risiko secara hati-hati”
Sebagai bank swasta terkemuka di Indonesia, BCA telah Layanan digital unggulan BCA, KlikBCA Bisnis, tetap menjadi
menjadi mitra setia bagi nasabah korporasi, dengan platform utama yang melayani nasabah wholesale BCA,
memfasilitasi pertumbuhan melalui solusi menyeluruh dan menghadirkan pengalaman transaksi yang aman dan lancar.
pembiayaan strategis. Perbankan Korporasi BCA telah Selain itu, peluncuran Ocean, sebuah solusi ekosistem B2B
mencapai tonggak penting, dengan portofolio kredit tumbuh digital BCA, terus meningkatkan stickiness nasabah dengan
11,5% YoY menjadi Rp478,9 triliun. Kinerja ini terutama mengintegrasikan solusi perbankan secara seamless ke dalam
didorong oleh permintaan yang kuat untuk kredit investasi alur kerja bisnis, menciptakan ekosistem yang lebih terhubung
dan modal kerja di sektor lembaga keuangan, telekomunikasi, dan efisien.
dan kehutanan.
KREDIT SINDIKASI: KATALIS
MENJAGA KUALITAS ASET MELALUI INFRASTRUKTUR NASIONAL
MANAJEMEN RISIKO YANG PRUDENT
BCA merupakan salah satu kreditur utama dalam pembangunan
Sepanjang tahun 2025, BCA memanfaatkan likuiditas yang infrastruktur Indonesia. Pada tahun 2025, BCA aktif berpartisipasi
memadai serta cost of funds yang rendah dalam menawarkan dalam kredit sindikasi untuk pembiayaan, akuisisi, dan
solusi pembiayaan yang kompetitif. Komitmen BCA untuk pengembangan bisnis di berbagai sektor seperti jalan tol,
mendukung program-program strategis nasional tetap menjadi pertambangan, kimia, polywood, telekomunikasi, pengolahan
pendorong utama, yang tercermin dari partisipasi aktif BCA air, dan energi.
dalam berbagai proyek, mulai dari pembangunan jalan tol hingga
inisiatif pertambangan strategis di sektor tembaga, emas, nikel, BCA berpartisipasi dalam kredit sindikasi senilai Rp45,0 triliun,
hingga pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik dari total portofolio sebesar Rp207,5 triliun. Dengan bertindak
(EV). sebagai arranger, underwriter, partisipan, dan agen, BCA
memperkuat perannya sebagai bank papan atas di pasar
Komitmen BCA yang teguh terhadap manajemen risiko kredit sindikasi.
yang prudent telah berperan penting dalam mempertahankan
portofolio kredit berkualitas tinggi. Strategi BCA dibangun RENCANA KE DEPAN
berdasarkan diversifikasi sektoral, eksplorasi industri yang
sedang berkembang, dan proses seleksi yang ketat untuk Perbankan Korporasi BCA tetap berkomitmen untuk mencapai
debitur yang memiliki kredibilitas baik. Diversifikasi ini pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan secara proaktif
menggarisbawahi pendekatan BCA yang seimbang dalam beradaptasi terhadap dinamika makroekonomi yang terus
menangkap peluang berpotensi tinggi sekaligus mengelola berubah, termasuk potensi penurunan suku bunga.
risiko.
Fokus BCA ke depan adalah memperkuat platform digital
Hasilnya, kualitas portofolio BCA semakin menguat pada myBCA Bisnis dan Ocean untuk menghadirkan pengalaman
tahun 2025, dengan rasio Loan at Risk (LAR) membaik menjadi perbankan yang terintegrasi dan aman, sekaligus memperdalam
4,0%, turun dari 4,6% pada tahun 2024, sementara rasio ikatan ekosistem di sektor-sektor berpotensi tinggi. BCA juga
Non-Performing Loan (NPL) tetap sehat di 1,4%. akan terus mengoptimalkan solusi pembiayaan bagi korporasi
domestik dan asing untuk mempertahankan kepemimpinan
MEMPERDALAM ENGAGEMENT MELALUI pangsa pasar.
PERBANKAN TRANSAKSI DIGITAL
Nasabah korporasi merupakan landasan dalam ekosistem
perbankan transaksi BCA. Dengan memanfaatkan kapabilitas
digital canggih dalam collections, pembayaran, dan cash
management, BCA semakin memperkuat relasi dengan
nasabah, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan CASA
dan fee-based income.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 87
Page 90
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Bisnis
Perbankan Komersial & Usaha Kecil Menengah
(UKM)
“BCA memperkuat ekosistem yang terhubung dengan memanfaatkan insight
berbasis data serta meningkatkan kapabilitas cash management, sehingga
mendorong pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan”
BCA terus memajukan segmen Perbankan Komersial dan MEMBANGUN KAPABILITAS UMKM
UKM pada tahun 2025, didukung oleh pertumbuhan kredit
yang kuat, engagement nasabah yang lebih mendalam, dan UMKM terus menjadi pilar penting perekonomian Indonesia
kapabilitas cash management yang lebih baik. Sepanjang dan BCA berkomitmen untuk mendukung perkembangan
tahun 2025, BCA memperkuat upaya untuk memperluas jangka panjang mereka melalui program pemberdayaan
kehadiran ekosistem BCA dengan mengoptimalkan insight yang terstruktur. Salah satu inisiatif unggulan di tahun
berbasis data, meningkatkan infrastruktur penyaluran kredit, 2025 adalah BCA UMKM Fest, sebuah acara hybrid yang
dan memperkuat kapabilitas tim relationship. Inisiatif- diselenggarakan melalui Blibli dan Grab untuk partisipasi
inisiatif ini memungkinkan BCA untuk memberikan solusi daring serta diselenggarakan langsung di Gandaria City
keuangan yang konsisten dan berkualitas tinggi sekaligus Mall. Program ini memamerkan produk-produk UMKM dan
memperkuat posisi BCA sebagai mitra perbankan tepercaya memfasilitasi interaksi langsung dengan pelanggan. Lebih
bagi perusahaan komersial dan usaha kecil dan menengah. dari 50 pelaku usaha mengikuti pameran langsung, dan lebih
dari 1.400 wirausahawan berpartisipasi di kedua kanal, selaras
Total kredit yang disalurkan meningkat sebesar 7,2% YoY dengan tema acara “Serba Serbu di BCA UMKM Fest 2025”.
menjadi Rp277,7 triliun, didukung oleh tingkat utilisasi yang
sehat sebesar 59%. Kinerja ini mencerminkan fokus BCA BCA juga terus mengembangkan program Bangga Lokal,
pada pertumbuhan yang bertanggung jawab dan penciptaan sebuah inisiatif berbasis keberlanjutan yang bertujuan untuk
nilai jangka panjang bagi nasabah dan para pemangku memperkuat akses pasar bagi merek-merek lokal. Melalui
kepentingan. promosi yang terkurasi, eksposur yang lebih luas di platform
digital, dan sesi business-matching, program ini memberikan
MENINGKATKAN SOLUSI peluang bagi UMKM untuk menjangkau pasar domestik dan
CASH MANAGEMENT internasional yang lebih luas.
Cash management tetap menjadi pendorong utama dalam Secara bersamaan, BCA juga menyelenggarakan program
mendukung transaksi nasabah dalam ekosistem BCA dan Go Export, sebuah inisiatif pembinaan bisnis terstruktur yang
mendorong pertumbuhan CASA. Jumlah nasabah Komersial dirancang untuk membantu UMKM yang memenuhi syarat
& UKM yang menggunakan layanan Cash Management siap ekspor. Pada tahun 2025, 27 UMKM di sektor pertanian,
meningkat 10% YoY. makanan dan minuman, seni, dan kerajinan dari Jabodetabek
dan Lampung mengikuti Program Inkubasi Go Export yang
BCA terus berinovasi dalam pengelolaan utang/piutang, diselenggarakan di Jakarta pada 23–26 Juni 2025. Program
serta pengelolaan rekening & likuiditas. Melalui layanan ini membekali peserta dengan wawasan praktis mengenai
virtual account online dan API, BCA memungkinkan alur kerja standar global, dokumentasi ekspor, dan strategi memasuki
operasional yang efisien bagi nasabah. Sebagai komitmen pasar internasional. BCA juga memperluas inisiatif Go Halal,
untuk memperluas jangkauan nasabah, BCA meningkatkan sebuah program fasilitasi dan sertifikasi usaha yang bertujuan
ekspansi ke berbagai ekosistem bisnis nasabah dengan untuk mendukung UMKM dalam meraih akreditasi halal. Melalui
memberikan solusi yang personal dan dirancang khusus workshop dan bimbingan teknis, BCA mendukung upaya
serta menyelenggarakan berbagai program bundling untuk pemerintah dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia dan
menjawab kebutuhan nasabah di lini bisnis tertentu. menargetkan penerbitan 2.000 sertifikat halal bagi UMKM di
berbagai daerah.
Selama tahun 2025, BCA juga mengembangkan beberapa
program untuk memperkuat penetrasi dan retensi sistem
penggajian, seperti Welcoming Payroll, Loyalty Payroll, dan
Payroll Executive, yang memberikan manfaat bagi perusahaan
dan karyawannya. Salah satu manfaatnya adalah fasilitas
payroll cash advance yang memungkinkan karyawan untuk
melakukan tarik uang gaji dengan pelunasan otomatis pada
waktu gajian berikutnya.
88 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 91
Sementara itu, program Go Digital terus mengakselerasi Sepanjang tahun, BCA memperkuat infrastruktur penyaluran
transformasi digital UMKM dengan membekali para pelaku kredit melalui otomatisasi yang lebih baik, integrasi data dan
usaha dengan pengetahuan mengenai pemasaran daring, dokumentasi digital yang ditingkatkan. Hal ini memungkinkan
operasional digital, dan adopsi teknologi untuk meningkatkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat sekaligus
produktivitas dan daya saing. Melengkapi inisiatif ini, program memberikan informasi yang lebih mendalam tentang perilaku
Desa Binaan melanjutkan fokus jangka panjangnya pada nasabah dan kebutuhan pembiayaan. BCA juga memperluas
pemberdayaan desa melalui dukungan ekonomi, sosial, Unit Pemrosesan Kredit UMKM ke sepuluh kota tambahan,
dan pendidikan holistik yang dirancang untuk mengangkat sehingga total jaringannya menjadi 72 kota di seluruh Indonesia
masyarakat lokal melalui kegiatan pendampingan, pendanaan, dan mendukung penetrasi kredit yang lebih luas. Sebagai hasil
dan pengembangan kapasitas. dari upaya ini, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial
(RPIM) BCA meningkat menjadi 22,8% pada Desember 2025,
PERTUMBUHAN KREDIT terutama didorong oleh pembiayaan langsung dan rantai
YANG BERKUALITAS pasok.
BCA senantiasa menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian RENCANA KE DEPAN
dalam penyaluran kredit, memastikan setiap keputusan
pembiayaan didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap Ke depannya, BCA akan memulai perjalanan transformatif
kebutuhan nasabah, prospek usaha, dan dinamika sektoral. untuk mendefinisikan ulang pengalaman nasabah dengan
Disiplin manajemen risiko tetap menjadi bagian penting memberdayakan tim hubungan nasabah BCA dengan
dari penyaluran kredit BCA melalui seleksi kredit yang ketat, wawasan yang lebih mendalam dan perangkat canggih, yang
pemantauan portofolio yang berkelanjutan, meminimalkan memungkinkan layanan konsultasi yang lebih proaktif dan
risiko konsentrasi, mitigasi proaktif terhadap penurunan personal. BCA akan memperluas penetrasi produk kredit
kualitas kredit sejak dini, dan percepatan penyelesaian kredit BCA ke pasar yang baru dan yang sudah ada, didukung oleh
bermasalah. Upaya-upaya ini mendukung peningkatan kualitas manajemen risiko yang penuh kehati-hatian. Pertumbuhan
aset, termasuk penurunan Loan at Risk (LAR) dari 5,9% menjadi BCA akan didorong oleh percepatan dalam penyaluran kredit
5,0%, sementara rasio NPL tetap berada pada tingkat yang dan perluasan jangkauan pasar BCA, dengan memanfaatkan
prudent, yaitu 2,1%. data analytics sebagai inti dari pengambilan keputusan
operasional dan strategis BCA.
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembiayaan UMKM
dan nasabah komersial, BCA terus menawarkan berbagai BCA juga akan terus memperluas ekosistem bisnis yang
instrumen pembiayaan modal kerja dan investasi. Produk- berharga dan memperkuat kemitraan strategis. Pendekatan
produk seperti Kredit Multiguna Usaha (KMU), Kredit Usaha yang terfokus ini memungkinkan BCA untuk memberikan
Rakyat (KUR), dan Kredit Kemitraan mendukung bisnis melalui solusi yang semakin personal dan terintegrasi, yang menjadi
struktur yang kompetitif dan pendekatan berbasis rantai dasar dalam mendukung akuisisi nasabah baru sekaligus
nilai. BCA juga mengembangkan skema kredit khusus untuk mempererat relasi dengan nasabah yang sudah ada.
mendukung sektor-sektor prioritas pemerintah, usaha yang
dikelola perempuan, dan bisnis yang selaras dengan prinsip-
prinsip LST.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 89
Page 92
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Bisnis
Perbankan Individu
“Momentum pertumbuhan kami mencerminkan aspirasi dan komitmen BCA
untuk menyediakan layanan yang menyeluruh, dengan menghadirkan
layanan perbankan yang memberi nilai tambah bagi nasabah individu”
Strategi utama BCA tetap berlandaskan pada upaya mendorong KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR)
pertumbuhan yang berkelanjutan dan stabilitas dengan
memperdalam relasi BCA dengan nasabah individu. Melalui Portofolio KPR tumbuh sehat sebesar 5% YoY, mencapai
analisis berbasis data yang mumpuni terhadap perilaku Rp142,3 triliun per Desember 2025. Pertumbuhan yang stabil
nasabah, transaksi, dan portofolio, BCA telah berhasil ini didorong terutama lewat acara tahunan BCA seperti BCA
mengenali dinamika pasar untuk meningkatkan pelayanan Expo yang diselenggarakan setiap bulan Februari dan Agustus.
BCA dan memberikan nilai tambah yang baik. Acara tersebut menarik antusiasme publik yang tinggi dengan
berbagai penawaran menarik, antara lain skema fixed 3 tahun,
Fokus yang konsisten pada customer journey ini mendorong fixed 5 tahun, dan fixed berjenjang. Inisiatif ini mendukung
pertumbuhan yang signifikan pada basis nasabah BCA, stimulasi permintaan kredit dan memperkuat posisi BCA sebagai
hingga melampaui 34 juta pada akhir tahun 2025. Model pemimpin pasar dalam industri KPR non subsidi. Terlepas
layanan hybrid BCA yang mengintegrasikan secara terpadu dari lingkungan ekonomi yang penuh tantangan, BCA tetap
kenyamanan digital dengan dukungan jaringan cabang BCA menerapkan manajemen risiko yang prudent, guna memastikan
yang luas, memainkan peran penting bagi pertumbuhan pertumbuhan portofolio KPR BCA yang berkelanjutan.
nasabah.
KREDIT KENDARAAN BERMOTOR
LAYANAN BCA SOLITAIRE DAN PRIORITAS
Industri perbankan mengalami penurunan kualitas kredit,
Pada tahun 2025, BCA terus meningkatkan pengalaman khususnya pada pinjaman ritel. Khususnya pada pinjaman
perbankan bagi nasabah High Net Worth (HNWI) dan Affluent otomotif, industri perbankan mencatat penurunan nilai agunan
melalui keanggotaan BCA Solitaire dan Prioritas yang saat dengan hadirnya kendaraan listrik dengan harga yang lebih
ini mencapai 200 ribuan nasabah. Sebagai bagian dari rendah. Disiplin dalam penerapan prinsip kehati-hatian
pengalaman Solitaire dan Prioritas, nasabah memperoleh perbankan adalah suatu keharusan. Terlepas dari turunnya
prioritas dalam layanan cabang dan digital, serta memiliki kualitas aset, secara keseluruhan rasio pinjaman bermasalah
Personal Banker dan PIC Relationship khusus, yang merupakan (NPL) dan rasio pinjaman berisiko (LAR) BCA tetap terkendali
penasihat keuangan terlatih untuk memberikan solusi disertai dengan pencadangan penurunan nilai kredit yang
perbankan berkualitas tinggi. BCA terus meningkatkan value memadai. Di tengah keadaan tersebut, Kredit Kendaraan
proposition melalui perluasan hak istimewa eksklusif seperti Bermotor BCA mencatatkan angka sebesar Rp57 triliun pada
airport transfer dan medical checkup. Selama acara tahunan akhir tahun 2025 (konsolidasi). BCA tetap optimis dan terus
BCA Expo 2025, anggota Solitaire dan Prioritas menikmati memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai merek
akses ke lounge eksklusif, suku bunga khusus, serta beragam mobil dan dealer terkemuka di seluruh Indonesia. Sinergi
penawaran menarik dari mitra-mitra BCA Prioritas. dengan entitas anak BCA, BCA Finance, tetap menjadi pilar
utama strategi BCA.
Menyadari pentingnya pembinaan generasi penerus, BCA
terus berinvestasi pada BCA Young Community (BYC), KARTU KREDIT
sebuah komunitas bagi pengusaha muda dan penerus bisnis
dalam keluarga Solitaire dan Prioritas BCA. Komunitas ini Sebagai penyedia kartu kredit terkemuka, BCA terus
menyediakan ruang untuk networking dan memperoleh memfasilitasi berbagai gaya hidup nasabah BCA melalui
wawasan dari para pemimpin bisnis berpengalaman, melalui berbagai pilihan kartu proprietary dan co-branded. Kemitraan
berbagai acara BYC yang diadakan sepanjang tahun sebagai BCA dengan prinsipal internasional terkemuka seperti Visa,
pilar utama keterlibatan nasabah. Mastercard, American Express, UnionPay, dan JCB, serta
kolaborasi dengan maskapai penerbangan utama dan
pemimpin e-commerce, kartu BCA menawarkan kenyamanan
dan nilai lebih, baik di dalam maupun luar negeri. Portofolio
kartu kredit tumbuh 11,4% YoY, yang bersama dengan kredit
konsumer lainnya, mencapai Rp22 triliun per Desember 2025.
Berbagai program promosi dan acara khusus yang diadakan
sepanjang tahun berhasil meningkatkan engagement nasabah
dan volume transaksi.
90 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 93
WEALTH MANAGEMENT RENCANA KE DEPAN
Wealth management membukukan kinerja yang gemilang Menyongsong tahun 2026, Perbankan Individu akan memperkuat
selama tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan Assets Under fokusnya pada personalisasi layanan, serta membangun
Management (AUM) investasi yang solid sebesar 17% pada dan memperkaya ekosistem nasabah BCA. BCA akan terus
akhir tahun 2025. Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah memanfaatkan data analytics untuk memahami kebutuhan
investor sebesar 31% YoY sepanjang tahun 2025. nasabah secara mendalam dan secara proaktif menawarkan
solusi portofolio yang dirancang khusus.
Di tahun 2025, wealth management BCA menghadirkan
beragam produk baru baik dari Investasi, maupun Bancassurance. Kolaborasi akan tetap menjadi fokus BCA, melalui penguatan
Kini nasabah juga dapat merancang tujuan investasinya melalui kemitraan dengan entitas anak dan pihak ketiga untuk
fitur “Investment Goal” di aplikasi myBCA. bersama-sama menciptakan produk unik dan pengalaman
terintegrasi dalam platform BCA. Lebih lanjut, BCA akan
BCA berkomitmen untuk terus mengedukasi nasabahnya meningkatkan sistem Customer Relationship Management
mengenai wealth products, terutama melalui acara wealth (CRM) untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengalaman
tahunan, BCA Wealth Summit 2025, yang diadakan pada bulan nasabah, guna memastikan BCA tetap menjadi mitra
September dengan tema “Strengthening Wealth Longevity”. perbankan transaksi terpercaya bagi nasabah BCA.
Selain itu, untuk kedua kalinya BCA menyelenggarakan
BCA Runvestasi 2025 yang mengusung tema “Wealth-Life
Balance”, yaitu kegiatan virtual running yang bertujuan
meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik
maupun finansial.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 91
Page 94
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Bisnis
Perbankan Tresuri dan Internasional
“Memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah melalui solusi
Treasury & Perbankan Internasional yang ‘seamless’ dan terintegrasi”
BCA tengah memperluas bisnis Treasury dan International Pada layanan kustodian, BCA memperkuat posisi
Banking dengan fokus yang jelas pada pengelolaan likuiditas kepemimpinannya dengan mengelola aset sebesar Rp524
yang berhati-hati, solusi keuangan inovatif, dan peningkatan triliun, meningkat sebesar 21% YoY, dengan lebih dari 500
kapabilitas global untuk mendukung pertumbuhan nasabah. ribu rekening efek yang terdaftar. Hal ini mencerminkan
kepercayaan berkelanjutan yang diberikan nasabah kepada
Menanggapi percepatan perdagangan global, BCA BCA untuk menjaga dan mengelola berbagai aset keuangan
memperkuat layanan perbankan internasionalnya demi mereka.
memenuhi kebutuhan real-time yang kompleks melalui
ekosistem komprehensif yang mencakup pengiriman PEMBIAYAAN PERDAGANGAN
uang lintas negara dan pembiayaan perdagangan. Dengan
menghubungkan Indonesia ke ekonomi global, BCA Untuk mendukung pertumbuhan arus perdagangan
memastikan nasabah menikmati akses yang lancar dan aman internasional Indonesia, BCA telah menyempurnakan dan
ke sistem keuangan internasional, sehingga mereka dapat mendigitalisasi proses pembiayaan perdagangannya secara
bertransaksi dan berinvestasi dengan percaya diri. ketat. Platform digital milik BCA, Client Trade, memberikan
kemudahan bagi nasabah untuk mengajukan Letter of Credit
Pada tahun 2025, BCA mengelola aset treasury sebesar (LC) dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)
Rp414,7 triliun, yang mewakili 26,1% dari total aset BCA. melalui portal daring yang disederhanakan, aman, dan
Skala ini membuktikan komitmen BCA terhadap pengelolaan sepenuhnya transparan. Transformasi digital ini mempercepat
likuiditas yang kuat dan alokasi aset yang disiplin. Terlepas proses pengolahan, mengurangi beban administrasi, serta
dari volatilitas pasar, BCA mempertahankan posisi likuiditas memberikan kelincahan dan kepercayaan diri yang dibutuhkan
yang kokoh melalui alokasi dana berlebih secara strategis pelaku usaha untuk bersaing di kancah global.
ke dalam instrumen yang risikonya terukur dan memberikan
imbal hasil optimal, termasuk instrumen moneter BI, obligasi REMITANSI
pemerintah, dan obligasi korporasi pilihan. Pendekatan
terukur ini mencerminkan dedikasi BCA untuk menciptakan Pada tahun 2025, BCA terus memperkuat layanan remitansinya
keuntungan sambil tetap menjaga likuiditas. melalui saluran digital. Transaksi yang dilakukan melalui
e-channel mencatat kenaikan sebesar 27% YoY, mencerminkan
MENYEDIAKAN SOLUSI TREASURY adopsi yang kuat terhadap kapabilitas digital BCA Sebagai
YANG KOMPREHENSIF bagian dari komitmennya untuk mendukung ketahanan
ekonomi nasional, BCA secara aktif berkontribusi dalam
BCA menawarkan rangkaian solusi treasury yang luas, yang meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas, termasuk melalui
dirancang untuk membantu nasabah mengelola risiko, partisipasi dalam kerangka kerja Local Currency Transaction
mendiversifikasi investasi, dan menangkap peluang pasar. (LCT). Inisiatif ini memungkinkan BCA untuk memfasilitasi
Solusi-solusi ini mencakup transaksi FX spot, FX forward, dan transaksi perdagangan internasional menggunakan mata uang
transaksi FX swap; cross-currency swap dan interest rate swap; lokal dengan Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea
serta produk terstruktur. Melengkapi hal tersebut, terdapat Selatan, dan Uni Emirat Arab. Upaya-upaya ini berkontribusi
solusi investasi alternatif dan lindung nilai BCA, termasuk Call dalam membangun ekosistem pembayaran regional yang lebih
Spread Options, FX Options, Swap-Linked Deposits, Dual tangguh dan mendukung kerja sama ekonomi jangka panjang.
Currency Investment, Domestic Non-Deliverable Forward
(DNDF), BI FX Term Deposits, deposito pasar uang, serta
obligasi. BCA juga mendukung Local Currency Transactions
(LCT) untuk memfasilitasi pembayaran lintas negara yang lebih
lancar, membantu nasabah mengurangi eksposur mata uang
asing, serta mendukung integrasi ekonomi regional.
92 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 95
KEMITRAAN INSTITUSI KEUANGAN RENCANA KE DEPAN
Hubungan BCA dengan bank koresponden global tetap Ke depan, BCA berkomitmen untuk meningkatkan Treasury
menjadi landasan utama layanan perbankan internasionalnya. dan International Banking sebagai pendorong utama untuk
Dengan menjunjung tinggi standar KYC (Know Your Customer) memberikan nilai kepada nasabah dengan mengoptimalkan
dan AML ( Anti-Money Laundering ) yang ketat, BCA saluran digital guna menghadirkan layanan terintegrasi
mempertahankan keandalan dan integritas yang diperlukan bagi nasabah korporasi maupun ritel. BCA memperkuat
untuk beroperasi di berbagai yurisdiksi yang berkembang. infrastruktur pembayaran lintas negara dan memperluas
BCA juga terus memperluas kemitraan dengan Lembaga kemitraan strategis dengan bank regional dan fintech untuk
Keuangan Non-Bank (LKNB), termasuk fintech, operator meningkatkan jangkauan global dan manajemen likuiditas.
pembayaran, penyedia remitansi pekerja migran, dan platform Upaya ini didukung oleh transformasi digital internal,
pembayaran bisnis. memanfaatkan data dan otomatisasi untuk memastikan
efisiensi tinggi, kepatuhan, dan ketahanan.
Melalui optimalisasi API FIRE sebagai fasilitas transfer
internasional ke rekening BCA dan uang tunai yang terintegrasi Dengan mengadopsi kemajuan teknologi dan dinamika global
dengan BI-FAST, serta dukungan layanan QR Cross Border di yang terus berkembang, BCA fokus memberikan solusi yang
Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Tiongkok, BCA memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mengantisipasi peluang
menyediakan solusi transaksi lintas batas yang aman, efisien, masa depan. Melalui inisiatif ini, BCA menegaskan kembali
dan real-time untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan inklusi komitmennya untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia
keuangan regional. dan memperdalam konektivitas keuangan. BCA tetap memiliki
tujuan utama untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi
nasabah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan
dalam ekosistem global yang semakin terhubung.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 93
Page 96
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Pendukung Bisnis
Manajemen Risiko
“BCA mengelola risiko secara proaktif untuk memperkuat penciptaan nilai
jangka panjang bagi pemangku kepentingan”
BCA menerapkan kebijakan manajemen risiko dengan BCA memperhatikan besarnya risiko dan tren yang tampak dari
mengacu pada ketentuan yang berlaku serta international best Laporan Profil Risiko Bank serta faktor-faktor yang mendukung
practice. Di samping itu, BCA juga senantiasa meningkatkan dalam analisis kecukupan modal untuk menentukan model
risk awareness melalui pelatihan manajemen risiko bagi seluruh bisnis dan interaksi dengan profil risiko secara keseluruhan.
unit kerja agar memiliki pemahaman yang kuat tentang risiko
dan peran dalam pengelolaan risiko. Kualitas Kredit
BCA secara konsisten menerapkan disiplin manajemen risiko
FOKUS MANAJEMEN RISIKO TAHUN 2025 yang ketat dalam pengelolaan portofolio kredit. Upaya ini
tercermin dari kinerja rasio kredit bermasalah atau Non-
Dalam menjalankan strategi dan kegiatan bisnis, BCA terus Performing Loan (NPL) sebesar 1,7% per Desember 2025.
mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan Porsi kredit restrukturisasi terhadap total kredit mengalami
kaidah manajemen risiko yang baik dengan tetap memenuhi penurunan sebesar 53 bps menjadi 2,7%, dibandingkan
ketentuan yang berlaku, serta mempertimbangkan dengan tahun sebelumnya, seiring dengan membaiknya
perkembangan lingkungan bisnis. Sepanjang tahun 2025, kondisi ekonomi dan peningkatan aktivitas bisnis debitur.
penerapan sistem manajemen risiko BCA berfokus pada Hal ini juga tercermin pada penurunan rasio Loan at Risk (LAR)
beberapa aktivitas utama, meliputi: 50 bps menjadi 4,8% dari total kredit pada akhir tahun 2025.
• Mengkinikan ketentuan dan prosedur untuk kredit
Korporasi, Komersial, SME, Konsumen, Kartu Kredit, dan Untuk mengantisipasi potensi risiko kredit, BCA memiliki total
Paylater BCA, serta Kredit Antarbank. CKPN tercatat sebesar Rp32 triliun dan dinilai telah memadai
• Menyesuaikan kebijakan dan prosedur terkait pemenuhan untuk mengantisipasi potensi risiko kredit macet di masa
UU No. 27 tahun 2022 tanggal 17 Oktober 2022 tentang mendatang.
Pelindungan Data Pribadi dan ISO 27701, serta kebijakan
mengenai pengamanan informasi yang mengacu pada Likuiditas
ISO 27001 melalui penerbitan kebijakan pelindungan data BCA berkomitmen untuk menjaga posisi likuiditas yang
pribadi, termasuk memastikan penerapan dan melakukan memadai sekaligus memantau keseimbangan antara
sosialisasi terkait pelindungan data pribadi. kewajiban jangka pendek dengan ketersediaan dana jangka
• Menyesuaikan ketentuan dalam kegiatan pengelolaan pendek yang dimiliki. BCA juga memastikan kecukupan dana
risiko operasional yang menggunakan sarana aplikasi pada penempatan dana jangka pendek yang likuid dan berisiko
Operational Risk Management Information System rendah, terutama pada penempatan surat berharga yang
(ORMIS). diterbitkan Bank Indonesia yang secara relatif bebas risiko.
• Mengembangkan aplikasi Integrated Risk Management
Information System (IRMIS) untuk mendukung penyusunan Loan to Deposit Ratio (LDR) BCA pada Desember 2025
beberapa laporan terkait penerapan manajemen risiko tercatat sebesar 76,75%. Sementara itu, Liquidity Coverage
kepada regulator. Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) tetap solid,
• Melakukan kajian risiko pasar atas implikasi transisi dari masing-masing pada posisi 310,8% dan 158,8%.
penggunaan LIBOR menjadi suku bunga referensi alternatif
(ARRs), serta menyiapkan sistem untuk mengakomodasi Posisi Permodalan
transaksi derivatif yang menggunakan suku bunga BCA selalu menjaga kondisi permodalan yang memadai 2025
referensi alternatif. mendukung pertumbuhan bisnis BCA dan Anak Perusahaan
• Menyempurnakan penerapan manajemen risiko terkait yang berkelanjutan. Pada Desember 2025, Capital Adequacy
keamanan siber maupun teknologi informasi yang Ratio (CAR) BCA secara konsolidasi sebesar 30,4%. Kebutuhan
mengacu pada ketentuan regulator dan standar nasional/ permodalan Bank dipenuhi dari pertumbuhan modal secara
internasional, di antaranya mencakup penyesuaian organik yang didukung oleh profitabilitas yang sehat.
kebijakan, prosedur, serta tools yang digunakan dalam
mengelola risiko.
94 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 97
Sesuai dengan POJK No.14/POJK.03/2017 tentang Rencana • Disaster Recovery Plan
Aksi (Recovery Plan) bagi Bank Sistemik, yang diperbaharui BCA juga menerapkan Pelindungan Data Pribadi yang
melalui Bab III perihal Rencana Aksi Pemulihan pada POJK No. mengacu pada UU No. 27 tahun 2022 tanggal 17 Oktober
5 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Pengawasan dan 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, di antaranya dengan
Penanganan Permasalahan Bank Umum, BCA telah: BCA menunjuk Pejabat Pelindung Data Pribadi dan melakukan
• Menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp500 miliar penyesuaian kebijakan dan prosedur.
pada tahun 2018 untuk memenuhi kewajiban penerbitan
surat utang yang memiliki karakteristik modal, di mana PENGUNGKAPAN MANAJEMEN RISIKO
sebesar Rp435 miliar telah jatuh tempo pada tahun 2025.
• Menyusun dan menyampaikan Dokumen Rencana Aksi Pengungkapan prinsip-prinsip manajemen risiko dan eksposur
( Recovery Plan ) untuk pertama kalinya pada tahun risiko, termasuk permodalan BCA, mengacu kepada Surat
2017 dan secara rutin setiap tahunnya (2018 s.d. 2025) Edaran OJK No. 9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni 2020
menyampaikan Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan tentang Transparansi, dan Publikasi Laporan Bank Umum
kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Konvensional.
Selain itu, selaras dengan Peraturan LPS No.1 Tahun 2021 I. Penerapan Manajemen Risiko BCA
tentang Rencana Resolusi Bagi Bank Umum yang diperbaharui BCA telah menerapkan manajemen risiko dengan mengacu
melalui Peraturan LPS No. 2 Tahun 2024 tentang Rencana pada POJK No. 18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016
Resolusi Bagi Bank Umum, BCA juga telah menyampaikan tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
Rencana Resolusi (Resolution Plan) kepada Lembaga Penjamin sebagai berikut:
Simpanan (LPS) untuk pertama kalinya pada tahun 2022 dan
melakukan pengkinian pada tahun 2024. I.A. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan
Direksi
Risiko Nilai Tukar Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab atas efektivitas
Menghadapi volatilitas nilai tukar Rupiah akibat dinamika penerapan manajemen risiko di BCA. Pelaksanaan pengawasan
ekonomi global, BCA menerapkan risiko nilai tukar yang aktif Dewan Komisaris dan Direksi mengacu pada tugas dan
prudent melalui pengelolaan Posisi Devisa Neto (PDN) secara tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar,
konservatif. Pada Desember 2025, PDN Perseroan tercatat ketentuan internal, dan eksternal yang berlaku.
sebesar 0,1% terhadap modal, jauh di bawah ambang batas
regulator, yaitu 20%. Pelaksanaan pengawasan aktif terkait penerapan manajemen
risiko telah dilakukan oleh:
Risiko Operasional 1. Dewan Komisaris
Dalam menerapkan manajemen risiko operasional secara a. Menyetujui dan mengevaluasi kebijakan, strategi, dan
menyeluruh, BCA melakukan pengelolaan terhadap tiga kerangka manajemen risiko.
aspek utama, yaitu People, Process, dan Technology yang b. Memastikan kebijakan dan proses manajemen risiko
diwujudkan melalui kerangka kerja manajemen risiko dilaksanakan secara efektif.
operasional mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, c. Memberikan arahan perbaikan atas pelaksanaan
dan pengendalian risiko dari seluruh aktivitas operasional kebijakan manajemen risiko secara berkala.
bank. d. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris
dibantu oleh antara lain Komite Audit, Komite Pemantau
Sebagai bentuk pengelolaan risiko operasional, BCA secara Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi.
berkala melakukan perhitungan Aset Tertimbang Menurut 2. Direksi
Risiko (ATMR) untuk Risiko Operasional sesuai dengan a. Menyusun dan mengevaluasi kebijakan, strategi, dan
metodologi dan standar yang ditetapkan regulator. BCA kerangka manajemen risiko dengan memperhatikan
juga menjaga kualitas data kejadian risiko operasional melalui risk appetite dan risk tolerance.
evaluasi rutin terhadap mekanisme identifikasi, pengumpulan, b. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan,
dan pengelolaan data kerugian risiko operasional, serta strategi, dan kerangka manajemen risiko, termasuk
sosialisasi kepada unit kerja untuk memastikan pemahaman memantau kondisi internal dan eksternal yang secara
dan penerapannya. langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
strategi bisnis BCA.
BCA menerapkan struktur organisasi dan kebijakan/ c. Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi dibantu
ketentuan yang mengacu pada ketentuan regulator dalam oleh beberapa komite antara lain Risk Management
mengantisipasi risiko terkait penyelenggaraan teknologi Committee (RMC), Integrated Risk Management
informasi termasuk di dalamnya risiko keamanan siber. Committee (IRMC), dan komite lainnya seperti Asset
Beberapa kebijakan/ketentuan yang diterapkan antara lain: Liability Committee (ALCO), Credit Policy Committee
• Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Penggunaan TI (CPC), Credit Committee (CC), Information Technology
(KDMRPTI), Kebijakan Penyelenggaraan TI (KPTI), Steering Committee (ITSC), dan Komite Pertimbangan
Kebijakan Manajemen Risiko Keamanan Siber (KMRKS), Kasus Kepegawaian.
dan Kebijakan Keamanan Sistem Informasi dan Ketahanan
Siber (KKS).
• Ketentuan terkait perlindungan terhadap aset informasi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 95
Page 98
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
BCA juga telah membentuk struktur organisasi Risk 2. Mengevaluasi sistem dan prosedur pengukuran risiko
Management Division (MRK) dengan misi, yaitu memastikan secara berkala untuk memastikan kesesuaian asumsi,
BCA dan perusahaan anak secara terintegrasi melakukan akurasi pengukuran, serta kewajaran dan integritas data.
mitigasi risiko dengan benar melalui identifikasi, pengukuran, 3. Memantau dan melaporkan eksposur risiko secara berkala
pemantauan, pengendalian dan pelaporan sesuai kerangka dan berkesinambungan kepada manajemen dengan
kerja manajemen risiko; serta mampu menghadapi situasi membandingkan risiko aktual dengan limit risiko yang
darurat yang mengancam kelangsungan usaha bank. telah ditetapkan untuk memastikan bahwa eksposur risiko
tetap terjaga, sesuai dengan batasan toleransi risiko BCA.
I.B. Kecukupan Kebijakan dan Prosedur 4. Menyampaikan Laporan terkait antara lain Laporan Profil
Manajemen Risiko, serta Penetapan Limit Risiko Risiko, Laporan Portofolio Kredit, dan Laporan Pencapaian
Kecukupan kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta Rencana Kerja Perusahaan kepada manajemen secara
penetapan limit risiko antara lain terlihat dari: rutin, akurat, dan tepat waktu.
1. Memiliki kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko 5. Mengembangkan sistem informasi manajemen risiko
yang sesuai dengan risk appetite, risk tolerance, dan senantiasa sesuai kebutuhan, kompleksitas, dan
strategi BCA secara keseluruhan dengan memperhatikan perkembangan bisnis sehingga dapat menyediakan
kemampuan modal BCA untuk dapat menyerap eksposur informasi yang akurat, lengkap, informatif, tepat waktu,
risiko atau kerugian yang timbul, pengalaman kerugian dan dapat diandalkan dalam rangka mendukung proses
di masa lalu, kemampuan SDM, dan kepatuhan terhadap pengukuran, pemantauan, dan pengendalian atas risiko
ketentuan regulator. yang timbul.
2. Melakukan evaluasi dan pengkinian secara berkala dengan
melibatkan unit kerja terkait agar sesuai dengan ketentuan I.D. Sistem Pengendalian Internal
regulator dan perkembangan/perubahan eksternal dan yang Menyeluruh
internal. Implementasi sistem pengendalian internal untuk mendukung
penerapan manajemen risiko BCA selengkapnya disajikan
I.C. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, pada halaman 377-380 bagian Sistem Pengendalian Internal
Pemantauan dan Pengendalian Risiko, serta pada Laporan Tahunan ini.
Sistem Informasi Manajemen Risiko
Pelaksanaan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko sebagai bagian dari proses penerapan
manajemen risiko telah memadai, antara lain terlihat dari:
1. Mengidentifikasi risiko melalui analisis seluruh
sumber risiko dari produk dan aktivitas Bank dan telah
melalui proses manajemen risiko yang layak sebelum
diimplementasikan.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
DIREKSI DEWAN KOMISARIS
Asset & Liability Komite
Committee Remunerasi dan
PRESIDEN DIREKTUR Nominasi
Credit Policy
Comittee Komite
Pemantau
Risiko
Credit
Committee Komite
Internal
*)
Tata Kelola
Risk Audit Terintegrasi
Management
Committee
Komite
Audit
Information
Technology
Steering
Committee
garis pelaporan/
Komite tanggung jawab
Pertimbangan WAKIL PRESIDEN DIREKTUR WAKIL PRESIDEN DIREKTUR
Kasus (BUSINESS BANKING) (TRANSACTION BANKING & OPERATIONS) garis pengawasan
Kepegawaian
garis komunikasi dan
Integrated Risk penyampaian informasi
Management DIREKTUR DIREKTUR
Committee DIREKTUR
KREDIT & KEPATUHAN & SUMBER 2) 2) garis koordinasi
MANAJEMEN RISIKO
HUKUM DAYA MANUSIA2)
1. Melakukan pemantauan
pelaksanaan fungsi audit
internal/manajemen
EXECUTIVE VICE risiko/kepatuhan pada
PRESIDENT Entitas Anak dalam
ENTITAS
ANAK rangka penetapan
Credit Anti
Credit Risk Risk Management tata kelola terintegrasi
Recovery Legal Fraud dan menajemen risiko
Analysis
Central Capital terintegrasi.
Ventura
2. Direktur Kepatuhan
Bank Digital & Manajemen Risiko
BCA melakukan fungsi
pemantauan risiko
Perusahaan Anak dalam
BCA Sekuritas Enterprise Operational Business rangka manajemen risiko
Credit Risk Market Risk Cyber Security
Risk Risk Continuity & Crisis terintegrasi.
Management Management Risk Management
Management Management Management
BCA Finance Ltd. * Per 3 Januari 2026 telah efektif dilikuidasi
Hong Kong
BCA Syariah
Asuransi
Umum BCA
Asuransi Jiwa
BCA
BCA Finance
96 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 99
TINJAUAN EFEKTIVITAS SISTEM Penerapan Basel
MANAJEMEN RISIKO BANK BCA terus mempersiapkan diri dalam penerapan Basel di
Indonesia dan turut berpartisipasi mendukung penerapan
Dewan Komisaris dan Direksi BCA melaksanakan evaluasi Basel III, baik dari segi permodalan maupun likuiditas yang
terhadap efektivitas sistem manajemen risiko di Bank dibantu sudah diterapkan melalui implementasi SEOJK.
oleh komite-komite di bawahnya. Komite-komite tersebut
mengadakan pertemuan secara berkala untuk membahas Risk Appetite
dan memberikan masukan dan rekomendasi kepada Dewan BCA mendefinisikan risk appetite sebagai tingkat dan jenis
Komisaris dan Direksi. risiko yang bersedia diambil oleh BCA dalam rangka mencapai
sasaran bisnis BCA. Risk appetite yang ditetapkan oleh BCA
BCA melakukan evaluasi secara berkala terhadap: tercermin dalam strategi dan sasaran bisnis Bank.
• Kebijakan serta metodologi yang digunakan dalam
penilaian berbagai jenis risiko Stress Test
• Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit BCA, baik secara bank only maupun secara terintegrasi
• Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dengan perusahaan anak, secara berkala dan berkelanjutan
dan pengendalian risiko melakukan stress test untuk risiko kredit, risiko pasar, dan
• Efektivitas sistem pengendalian internal yang menyeluruh risiko likuiditas dengan berbagai skenario, baik skenario stress
secara spesifik pada Bank (Bank specific stress scenario),
Evaluasi dan pengkinian kebijakan, prosedur, dan metodologi maupun skenario stress pada pasar (general market stress
dilakukan secara berkala untuk menjaga kesesuaiannya scenario), termasuk di dalamnya juga skenario stress akibat
dengan regulasi dan kondisi operasional. Evaluasi terhadap risiko iklim serta melakukan pendalaman terhadap faktor-
efektivitas manajemen risiko juga dilakukan melalui laporan faktor dan parameter dalam stress test.
berkala yang dikirimkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi,
antara lain Laporan Pelaksanaan Kebijakan Manajemen Risiko, Hasil stress test yang telah dilakukan untuk risiko kredit,
Laporan Profil Risiko, Risk Update, dan laporan terkait lainnya. pasar, dan likuiditas adalah baik yang menunjukkan modal
serta likuiditas masih memadai untuk mengantisipasi potensi
Pada tahun 2025, Dewan Komisaris dan Direksi menyatakan kerugian yang mungkin timbul berdasarkan skenario yang
bahwa sistem pengendalian intern dan sistem manajemen dibangun.
risiko yang dilakukan oleh BCA berjalan efektif, memadai,
dan mampu mengelola risiko-risiko dan peluang bisnis II. Permodalan BCA
untuk mendukung BCA mencapai tujuan bisnisnya tanpa Struktur Modal Struktur permodalan BCA terdiri dari:
mengorbankan kinerja keuangan, kepatuhan dan/atau • Modal inti utama (Tier 1) mencapai 96,3% dari total modal
reputasi. BCA memiliki sistem pengendalian internal dan atau sebesar Rp273,9 triliun, naik 7,3% dibandingkan tahun
manajemen risiko yang dapat mengantisipasi dan mengelola sebelumnya.
risiko dengan mempertimbangkan perubahan profil risiko yang • Sedangkan 3,7% dari total modal BCA atau sebesar
diakibatkan oleh perubahan strategi bisnis, faktor eksternal, Rp10,5 triliun merupakan modal pelengkap (Tier 2). Modal
dan ketentuan regulator. pelengkap sebagian besar merupakan cadangan umum
Penyisihan Penilaian Kualitas Aset (PPKA).
Komponen Modal (konsolidasi, dalam miliar Rupiah)
2025 2024 2023
Total Modal 284.352 265.198 242.694
Modal Inti Utama (Tier 1) 273.829 255.311 233.702
Modal Pelengkap (Tier 2) 10.523 9.887 8.992
Aset Tertimbang Menurut Risiko
936.368 910.184 825.611
(Risiko Kredit, Pasar & Operasional)
Rasio Kecukupan Modal (CAR) Konsolidasi 30,4% 29,1% 29,4%
Rasio Kecukupan Modal (CAR) Tidak Konsolidasi 29,8% 29,4% 29,4%
Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal
Kecukupan modal BCA dihitung dengan menggunakan indikator Capital Adequacy Ratio (CAR). BCA memiliki tingkat permodalan
yang memadai dengan rasio CAR sebesar 29,8%, berada di atas ketentuan minimum sesuai profil risiko, dan termasuk
tambahan penyangga (buffer) sebesar 2,5%. BCA telah membentuk buffer sesuai dengan pemenuhan ketentuan PBI tentang
kewajiban pemenuhan Capital Conservation Buffer, Countercyclical Buffer, dan Capital Surcharge sebagai bank sistemik.
Kebutuhan permodalan BCA sepenuhnya dapat terpenuhi dari pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat. Sebagian dari laba
bersih BCA ditahan untuk peningkatan permodalan BCA setiap tahunnya.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 97
Page 100
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Dasar Penetapan Kebijakan Manajemen atas Strategi Manajemen Risiko untuk Aktivitas yang Memiliki
Struktur Modal dan Utang Eksposur Risiko Kredit yang Signifikan
Kebijakan permodalan BCA senantiasa disesuaikan dengan BCA merumuskan strategi manajemen risiko selaras dengan
memperhatikan potensi bisnis namun tetap menerapkan strategi bisnis secara keseluruhan dengan memperhatikan
prinsip kehati-hatian. Dengan mengacu pada ketentuan risk appetite dan risk tolerance. BCA juga menyusun strategi
OJK, Direksi menyusun rencana permodalan dan kebijakan manajemen risiko untuk memastikan bahwa eksposur risiko
terkait utang sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank dan BCA dikelola secara terkendali sesuai dengan kebijakan kredit,
mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. Kebijakan atas prosedur internal BCA, peraturan dan perundang-undangan,
struktur modal mengacu pada POJK No.11/POJK.03/2016 serta ketentuan lain yang berlaku.
tanggal 2 Februari 2016, POJK No. 34/ POJK.03/2016 tanggal
26 September 2016, dan POJK No. 27/POJK.03/2022 tanggal Strategi manajemen risiko BCA disusun secara terstruktur
28 Desember 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal berdasarkan prinsip-prinsip umum berikut:
Minimum Bank Umum. • Berorientasi jangka panjang untuk memastikan kelangsungan
usaha BCA dengan mempertimbangkan kondisi/siklus
III. Pengungkapan Eksposur Risiko dan ekonomi;
Penerapan Manajemen Risiko • Secara komprehensif dapat mengendalikan dan mengelola
Berikut adalah ikhtisar eksposur risiko yang dihadapi oleh risiko BCA dan Perusahaan Anak; dan
BCA dalam menjalankan usaha serta penerapan manajemen • Mencapai kecukupan permodalan yang diharapkan dan
risiko yang dirancang untuk meminimalkan dampak dari risiko- disertai alokasi sumber daya yang memadai.
risiko tersebut.
Strategi manajemen risiko BCA di atas disusun dengan
III.A. Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
Penerapan Manajemen Risiko Kredit • Perkembangan ekonomi dan bisnis serta dampak yang
mungkin terjadi akibat risiko yang dihadapi oleh BCA;
Organisasi Manajemen Risiko Kredit • Struktur organisasi BCA termasuk kecukupan sumber daya
BCA telah mengembangkan organ manajemen risiko kredit manusia dan infrastruktur pendukung;
yang terstruktur guna mendukung prinsip perkreditan • Kondisi keuangan BCA termasuk kemampuan untuk
yang kokoh dengan pengendalian internal yang kuat, yang menghasilkan laba dan kemampuan BCA mengelola risiko
melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, Chief Risk Officer, yang timbul sebagai akibat perubahan faktor eksternal
dan unit kerja yang melaksanakan fungsi-fungsi yang terkait dan faktor internal;
dengan manajemen risiko kredit (unit bisnis perkreditan dan • Komposisi serta diversifikasi portofolio BCA.
unit analisis risiko kredit) dengan rincian sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris, bertanggung jawab menyetujui rencana Kebijakan Pengelolaan Risiko Konsentrasi Kredit
perkreditan Bank dan mengawasi pelaksanaannya, BCA melakukan pengelolaan risiko konsentrasi kredit
menyetujui Kebijakan Dasar Perkreditan Bank, dan dengan menentukan limit, antara lain untuk sektor industri,
meminta penjelasan kepada Direksi jika dalam pelaksanaan valuta asing, jenis fasilitas kredit tertentu, serta eksposur
pemberian kredit terdapat penyimpangan dari kebijakan perseorangan dan grup usaha. Seiring dengan perkembangan
yang telah ditetapkan. rating database, teknologi, sumber daya manusia, tingkat
2. Direksi, bertanggung jawab atas penyusunan rencana kompleksitas Bank, pasar, dan regulasi yang ada, BCA secara
dan kebijakan perkreditan, memastikan kepatuhan aktif mengelola portofolio kredit dengan mengoptimalkan
Bank terhadap ketentuan perundang-undangan dan alokasi modal Bank pada suatu tingkat risiko (risk appetite
peraturan yang berlaku di bidang perkreditan dan dan risk tolerance) yang dapat diterima.
kebijakan perkreditan, serta melaporkan kepada Dewan
Komisaris mengenai hal-hal, seperti pelaksanaan rencana Pengukuran dan Pengendalian Risiko Kredit
perkreditan, penyimpangan dalam pelaksanaan pemberian Untuk keperluan internal, BCA menggunakan pengukuran
kredit, perkembangan kualitas portofolio kredit, dan kredit berdasarkan internal rating yang digunakan sebagai alat bantu
dalam pengawasan khusus atau bermasalah. dalam proses pengambilan keputusan kredit. Pengendalian
3. Chief Risk Officer, merupakan salah satu Direktur BCA risiko kredit dilakukan melalui penetapan sistem penilaian
yang bertanggung jawab atas manajemen risiko kredit, (internal credit review) yang independen untuk penerapan
pasar, operasional, dan risiko lainnya di dalam organisasi proses manajemen risiko kredit secara efektif yang meliputi:
Bank (selanjutnya akan disebut Direktur Manajemen Risiko). • Evaluasi proses administrasi perkreditan;
4. Unit kerja yang melaksanakan fungsi-fungsi yang terkait • Penilaian terhadap akurasi penerapan internal risk rating
dengan manajemen risiko kredit (Unit Bisnis Perkreditan atau penggunaan alat pemantauan lainnya;
dan Unit Analisis Risiko Kredit), merupakan risk owner yang • Efektivitas pelaksanaan unit kerja dan petugas Bank yang
bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko kredit. melakukan pemantauan kualitas kredit individual.
Selain itu, BCA juga memiliki komite-komite yang didedikasikan
untuk membantu Direksi dalam proses perkreditan seperti
Credit Policy Committee (CPC), Credit Committee (CC), dan
Risk Management Committee.
98 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 101
Selain itu, Bank menerapkan sistem deteksi dini kredit Mitigasi Risiko Kredit
bermasalah ataupun berpotensi bermasalah sehingga upaya Agunan utama yang diterima untuk memitigasi risiko kredit
penanganan dapat dilakukan secara dini guna meminimalisasi adalah agunan solid berupa cash collateral dan/atau tanah
dampak kredit bermasalah terhadap keseluruhan portofolio. dan bangunan karena memiliki nilai likuiditas relatif tinggi dan/
atau keberadaannya tetap (tidak berpindah-pindah tempat)
Melalui identifikasi, pengukuran, dan pemantauan yang sehingga dapat segera dicairkan pada saat pinjaman debitur/
berkelanjutan, BCA mengelola dan mengembangkan grup debitur masuk dalam kategori bermasalah.
metodologi pengendalian country risk dan transfer risk.
Penilaian agunan secara umum dilakukan oleh penilai
Kerugian Kredit Ekspektasian independen dan apabila di lokasi agunan tersebut tidak
Dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian, Bank terdapat penilai independen, maka penilaian agunan akan
memperhitungkan pengaruh dari macroeconomic forecast dilakukan oleh staf penilai internal yang tidak terlibat dalam
serta menentukan probability secara tertimbang atas proses pemberian kredit. Untuk memantau fisik agunan yang
kemungkinan terjadinya sebuah skenario makro. Berbagai dijaminkan oleh debitur ke BCA, maka peninjauan agunan
macroeconomic variable (MEV) digunakan dalam permodelan dilakukan secara berkala.
PSAK 109 berdasarkan hasil analisis statistik kesesuaian
MEV dengan data historical pembuatan model impairment. Pihak-pihak utama pemberi jaminan/garansi dianalisis pada
Perhitungan kerugian kredit ekspektasian dan macroeconomic saat pengolahan kredit dan kelayakan pemberian kredit
forecast tersebut di-review oleh Bank secara berkala. tersebut diputuskan dengan menerapkan Four Eyes Principle,
yakni keputusan kredit ditentukan oleh dua pihak independen,
Kebijakan terkait Eksposur Wrong Way Risk yaitu sisi pengembangan bisnis dan sisi analisis risiko kredit.
Dalam rangka mengantisipasi wrong way risk exposure
karena harga pasar menuju ke arah yang merugikan, BCA Selain itu, untuk memitigasi risiko kredit yang mungkin
menambahkan capital charge untuk eksposur tertimbang terjadi, portofolio kredit BCA telah terdiversifikasi dengan
dari Credit Valuation Adjustment (CVA) risk weighted assets baik, secara kategori kredit maupun industri/sektor ekonomi
sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 23/ SEOJK.03/2022 serta terus melakukan monitoring, validasi dan fine tuning
tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk credit scoring secara berkala berdasarkan data historis, tren
Risiko Pasar bagi Bank Umum. risiko, dan performa portofolio untuk memastikan model
tetap relevan, akurat, serta sesuai dengan profil risiko dan
Penerapan Pengukuran Risiko Kredit dengan Pendekatan kebijakan kredit perusahaan.
Standar
Dalam melakukan perhitungan Aset Tertimbang Menurut III.B. Pengungkapan Eksposur Risiko Pasar dan
Risiko (ATMR) risiko kredit, Bank mengacu kepada SE OJK No. Penerapan Manajemen Risiko Pasar
24/SEOJK.03/2021 tentang Perhitungan Aset Tertimbang
Menurut Risiko untuk Risiko Kredit dengan Menggunakan Organisasi Manajemen Risiko Pasar
Pendekatan Standar Bagi Bank Umum, dan SE OJK No. 48/ Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab untuk
SEOJK.03/2017 tentang Pedoman Perhitungan Tagihan memastikan bahwa penerapan manajemen risiko pasar telah
Bersih Transaksi Derivatif dalam Perhitungan Aset Tertimbang sesuai dengan tujuan strategis, skala, karakteristik bisnis, dan
Menurut Risiko untuk Risiko Kredit dengan Menggunakan profil risiko pasar yang dapat berdampak pada kecukupan
Pendekatan Standar. modal Bank, serta memastikan penerapan manajemen risiko
pasar terintegrasi dengan risiko-risiko lainnya, sehingga profil
ATMR untuk Risiko Kredit dengan menggunakan Pendekatan risiko Bank secara keseluruhan dapat dikelola secara efektif.
Standar Basel III dihitung berdasarkan hasil peringkat yang
diterbitkan oleh lembaga pemeringkat yang diakui OJK
sebagaimana diatur dalam SE OJK No. 37/SEOJK.03/2016
perihal Lembaga Pemeringkat dan Peringkat yang diakui OJK.
Counterparty credit risk timbul dari jenis transaksi derivatif
Over the Counter (OTC) dan transaksi repo/reverse repo
baik posisi trading book maupun banking book. Penentuan
credit limit terkait counterparty credit risk disesuaikan dengan
kebutuhan counterparty dan tingkat risiko yang akan diambil
(risk appetite) Bank dan ketentuan yang ada, antara lain POJK
No. 32/POJK.03/2018 dan POJK No. 38/POJK.03/2019
tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit dan Penyediaan
Dana Besar bagi Bank Umum.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 99
Page 102
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Direksi mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada pihak-pihak berikut ini:
Pihak Wewenang dan Tanggung Jawab
Asset Liability Committee (ALCO) Menetapkan kebijakan dan risiko nilai tukar dan suku bunga.
Risk Management Division Mendukung ALCO dalam pemantauan dan pengukuran risiko nilai tukar dan suku bunga.
Mengelola operasional transaksi valuta asing dan suku bunga pada trading book Bank secara
keseluruhan, yaitu:
• Bertanggung jawab untuk memelihara Posisi Devisa Neto (PDN) dan memitigasi risiko suku bunga
Treasury Division
pada trading book dan memastikan Bank mematuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai PDN.
• Bertanggung jawab dalam operasional pengelolaan trading surat berharga dan transaksi valuta
asing dalam rangka pemenuhan kebutuhan nasabah dan/atau memperoleh pendapatan.
Bertanggung jawab dalam pengelolaan transaksi valuta asing di wilayah/cabang masing-masing
sesuai dengan limit yang ditetapkan. Pada prinsipnya, transaksi valuta asing di wilayah/cabang
Kantor Wilayah dan Cabang
di-cover oleh Treasury Division. Limit masing-masing wilayah/cabang ditetapkan sesuai dengan
operasional dalam mengelola transaksi valuta asing.
Pengelolaan Portofolio Trading dan Banking Book 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko
Pengelolaan portofolio yang terekspos risiko suku bunga dan Pengukuran Risiko Standar untuk Risiko Suku Bunga
dan nilai tukar dilakukan dengan menetapkan dan memantau dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book).
penggunaan Limit Nominal (Surat Berharga, Posisi Devisa Pemantauan dan pengukuran eksposur risiko suku bunga pada
Neto), Limit Value at Risk (VaR), dan Limit Stop Loss. Metode banking book disampaikan kepada Direksi/ALCO setiap bulan.
valuasi yang digunakan adalah berdasarkan harga transaksi
yang terjadi (close out prices) atau kuotasi harga pasar dari Antisipasi terhadap Risiko Pasar atas Transaksi Mata Uang
sumber yang independen. Asing dan Transaksi Surat Berharga
Langkah-langkah dan rencana yang dilakukan untuk
Dalam hal harga pasar dari sumber independen tidak tersedia, mengantisipasi risiko pasar atas transaksi yang terkait dengan
maka penetapan harga dilakukan dengan berdasarkan kurva risiko nilai tukar dan suku bunga adalah dengan melakukan
imbal hasil. penetapan dan kontrol limit risiko pasar seperti Limit VaR,
Limit Nominal, dan Limit Stop Loss, serta melakukan stress
Pengukuran Risiko Pasar test dalam mengukur risiko.
Untuk keperluan pemantauan risiko pasar (nilai tukar dan
suku bunga) secara harian, dilakukan pengukuran risiko pasar III.C. Pengungkapan Eksposur Risiko Operasional
dalam bentuk Value at Risk berdasarkan metode historical dan Penerapan Manajemen Risiko Operasional
simulation. Untuk perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM), risiko pasar dihitung berdasarkan metode Organisasi Manajemen Risiko Operasional
standar yang ditetapkan OJK. Penerapan Manajemen Risiko Operasional secara bankwide
mengacu pada prinsip three lines model meliputi:
Cakupan Portofolio Trading dan Banking Book yang • Dewan Komisaris dan Direksi
Diperhitungkan pada KPMM Memastikan penerapan manajemen risiko telah memadai
Berikut adalah cakupan portofolio yang diperhitungkan dalam sesuai dengan karakteristik, kompleksitas, dan profil risiko
KPMM: Bank, serta memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko
• Risiko nilai tukar, memperhitungkan trading dan banking yang melekat pada kegiatan bisnis Bank.
book. Risiko nilai tukar dapat timbul dari transaksi nilai • Komite Manajemen Risiko
tukar Today (TOD), Tomorrow (TOM), Spot, Forward, Memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko telah
Swap, Domestic Non Delivery Forward (DNDF), Option, memberikan perlindungan memadai terhadap risiko-risiko
dan Structured Product. yang dihadapi Bank.
• Risiko suku bunga, memperhitungkan trading book. Risiko • Risk Management Division (MRK)
suku bunga dapat timbul dari transaksi surat berharga, Meyakinkan Bank melakukan penerapan manajemen
Forward, dan Swap. risiko dengan benar melalui identifikasi, pengukuran,
• Risiko ekuitas (bagi entitas anak), memperhitungkan pemantauan, pengendalian, dan pelaporan sesuai kerangka
trading book. Risiko ekuitas dapat timbul dari transaksi kerja manajemen risiko serta mampu menghadapi situasi
perdagangan ekuitas yang mungkin dilakukan entitas anak. darurat yang mengancam kelangsungan usaha Bank.
• Divisi Audit Internal (DAI)
Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) Memeriksa dan menilai kecukupan dan efektivitas proses
Risiko suku bunga pada banking book (IRRBB) timbul akibat manajemen risiko, pengendalian internal, dan tata kelola
pergerakan suku bunga pasar yang berlawanan dengan posisi Bank.
atau transaksi yang dimiliki Bank, yang dapat berpengaruh • Operation Strategy & Development Group (POL)
pada pendapatan bunga Bank maupun nilai ekonomis modal Mengkaji, menyusun, dan memastikan kebijakan dan
Bank. Metode pengukuran risiko suku bunga menggunakan prosedur operasi serta layanan dengan mempertimbangkan
pendekatan pendapatan (earning approach) dan pendekatan kebutuhan bisnis dan operasi, kepatuhan terhadap
nilai ekonomis (economic value approach) sesuai SE OJK No. regulator dan lembaga lain yang terkait, manajemen risiko
100 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 103
dan kontrol, serta mengomunikasikannya kepada cabang Untuk memastikan kelangsungan operasional saat terjadi
maupun unit kerja terkait untuk dapat dipahami dengan gangguan, Bank menerapkan kerangka Business Continuity
mudah dan dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Management melalui:
• Unit Kerja (unit bisnis dan unit pendukung) • Penyediaan Disaster Recovery Center (DRC) dan
Risk owner yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan Secondary Work Place (SWP) sebagai dukungan pemulihan
risiko operasional sehari-hari, serta melaporkan operasional.
permasalahan dan/atau kejadian risiko operasional kepada • Pelaksanaan Business Continuity Plan (BCP) yang di
MRK. antaranya pelaksanaan kegiatan testing BCP dan kegiatan
awareness BCP sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.
Mekanisme Mengidentifikasi dan Mengukur Risiko Operasional • Penyediaan Command & Crisis Center di lokasi terpisah
Bank menerapkan Risk and Control Self Assessment (RCSA) sebagai pusat koordinasi dan pengambilan keputusan
sebagai sarana identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pada saat terjadi krisis.
pengendalian risiko secara berkala di seluruh kantor cabang, • Penyelenggaraan evacuation drill serta pemenuhan sarana
kantor wilayah, dan unit kerja kantor pusat. proteksi bangunan pada seluruh lokasi operasional Bank.
Selain RCSA, Bank juga menerapkan Loss Event Database Pengelolaan Risiko Produk dan Aktivitas Baru
(LED) dan Key Risk Indicator (KRI). LED bertujuan untuk Dalam melakukan pengembangan produk baru (mencakup
mengadministrasikan dan menganalisis kejadian kerugian penyelenggaraan produk, layanan, dan/atau jasa untuk
risiko operasional yang terjadi dan berpotensi menimbulkan kepentingan nasabah), Bank memperhatikan aspek-aspek
kerugian bagi di Bank serta sebagai basis perhitungan beban sebagai berikut:
modal risiko operasional dan pemantauan tindak lanjut • Penerbitan produk dan aktivitas diatur melalui ketentuan
kejadian. internal yang selaras pada ketentuan regulator, serta wajib
memperoleh persetujuan Direksi dan dilaporkan kepada
Sementara KRI berfungsi sebagai early warning sign atas Dewan Komisaris.
kemungkinan terjadinya peningkatan risiko operasional di • Pengembangan produk dilaksanakan melalui tahapan
suatu unit kerja dan sebagai sarana untuk mengidentifikasi terstruktur mulai dari perencanaan, pengembangan,
kelemahan proses, prosedur, dan kontrol. uji coba, hingga implementasi, dan disertai proses risk
assessment dan pemastian metode pencatatan akuntansi
Penerapan metodologi RCSA, LED, dan KRI dijalankan yang memadai.
dengan menggunakan aplikasi Operational Risk Management • Produk yang telah diimplementasikan dievaluasi secara
Information System (ORMIS). berkala untuk memastikan pencapaian target, kecukupan
mitigasi risiko, serta penerapan prinsip transparansi
Mekanisme Memitigasi Risiko Operasional informasi kepada nasabah dan tata kelola yang baik.
Dalam rangka memitigasi risiko operasional, Bank memperkuat
aspek people, process dan technology melalui: III.D. Pengungkapan Eksposur Risiko Likuiditas
• Pelaksanaan Risk Awareness Program secara regular untuk dan Penerapan Manajemen Risiko Likuiditas
menumbuhkan budaya sadar risiko pada seluruh pemangku
kepentingan BCA. Organisasi Manajemen Risiko Likuiditas
• Penyusunan dan pembaharuan kebijakan, prosedur, dan Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab untuk
limit agar sesuai dengan perkembangan organisasi dan memastikan bahwa penerapan manajemen risiko likuiditas
ketentuan regulator telah sesuai dengan tujuan strategis, skala, karakteristik bisnis,
• Penerapan sistem pengendalian internal yang pelaksanaannya dan profil risiko likuiditas Bank, termasuk memastikan integrasi
antara lain memperhatikan prinsip dual control dan penerapan manajemen risiko likuiditas dengan risiko-risiko
segregation of duty guna mengurangi potensi terjadinya lainnya yang dapat berdampak pada posisi likuiditas Bank.
fraud.
• Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) untuk memastikan lingkungan kerja yang
aman, efisien, dan produktif.
• Penerapan cyber security risk management yang selaras
dengan strategi Bank dan ketentuan regulator
• Penerapan standar keamanan TI berbasis nasional dan
internasional.
• Pemanfaatan sistem/teknologi untuk memantau,
mendeteksi, dan memitigasi gangguan sistem, ancaman
fraud serta serangan siber pada sistem perbankan BCA.
• Pelaksanaan vendor security due diligence untuk
memitigasi risiko keamanan dari pihak ketiga.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 101
Page 104
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Direksi mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada pihak-pihak berikut ini:
Pihak Wewenang dan Tanggung Jawab
Asset Liability Committee (ALCO) Menetapkan kebijakan dan strategi likuiditas.
Risk Management Division Mendukung ALCO dalam pemantauan dan pengukuran risiko likuiditas.
Mengelola operasional likuiditas Bank secara keseluruhan, yaitu:
• Bertanggung jawab untuk memelihara Giro Wajib Minimum (GWM) dan memastikan Bank
mematuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai GWM.
Treasury Division
• Bertanggung jawab dalam operasional pengelolaan secondary reserves dalam rangka
pengelolaan likuiditas dan melihat peluang-peluang yang dapat menghasilkan pendapatan
bagi Bank.
Kantor Wilayah dan Cabang Bertanggung jawab dalam pengelolaan likuiditas di wilayah dan cabang masing-masing.
Strategi Pendanaan III.E. Pengungkapan Eksposur Risiko Hukum dan
Strategi pendanaan mencakup strategi diversifikasi sumber Penerapan Manajemen Risiko Hukum
dan jangka waktu pendanaan yang dikaitkan dengan
karakteristik dan Rencana Bisnis Bank. BCA mengidentifikasi Risiko hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/
dan memantau faktor utama yang mempengaruhi kemampuan atau kelemahan aspek yuridis, antara lain karena adanya
Bank untuk memperoleh dana, termasuk mengidentifikasi tuntutan hukum dalam proses litigasi, baik yang timbul dari
dan memantau alternatif sumber pendanaan yang dapat gugatan pihak ketiga terhadap Bank maupun Bank terhadap
memperkuat kapasitasnya untuk bertahan pada kondisi krisis. pihak ketiga, lemahnya perikatan yang dilakukan oleh Bank,
ketiadaan dan/atau perubahan peraturan perundang-
Mitigasi Risiko Likuiditas undangan yang menyebabkan suatu transaksi yang telah
Dalam upaya mitigasi risiko likuiditas, BCA menjaga likuiditas dilakukan Bank menjadi tidak sesuai dengan ketentuan yang
Rupiah dan Valuta Asing (Giro Wajib Minimum/GWM) serta berlaku di kemudian hari.
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sesuai ketentuan
regulator. Bank telah menetapkan panduan untuk mengukur Organisasi Manajemen Risiko Hukum
dan memitigasi risiko likuiditas, termasuk batasan Secondary Dalam rangka mengendalikan risiko hukum yang mungkin
Reserves, batasan Interbank Overnight Borrowing, Liquidity terjadi, BCA telah membentuk unit kerja Legal Group (GHK)
Coverage Ratio dan Net Stable Funding Ratio. Bank juga di kantor pusat dan unit kerja hukum di kantor wilayah untuk
mengidentifikasi dan mengembangkan Indikator Peringatan mendukung BCA dalam menjalankan kegiatan perbankan
Dini (Early Warning Indicators), serta menerapkan Rencana dan melakukan mitigasi risiko hukum. GHK juga mempunyai
Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan) dalam tugas dan tanggung jawab untuk mengamankan kepentingan
beberapa tingkatan untuk memitigasi risiko. hukum BCA dalam melaksanakan kegiatan bisnis dengan tetap
memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.
Pengukuran dan Pengendalian Risiko Likuiditas
BCA melakukan pengukuran risiko likuiditas secara berkala Pengendalian Risiko Hukum
dan komprehensif dengan memantau proyeksi arus kas, stress Dalam rangka memitigasi risiko hukum, BCA telah, antara lain:
test risiko likuiditas, dan rasio likuiditas. Pemantauan risiko • Memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Hukum dan menyusun
likuiditas dilakukan dengan tujuan agar jika terjadi peningkatan perjanjian kerja sama standar untuk mendukung kegiatan
potensi risiko likuiditas dapat segera dimitigasi atau dilakukan operasional BCA, serta melakukan reviu perjanjian
penyesuaian secara tepat waktu, termasuk terhadap strategi kerja sama antara BCA dengan pihak lain termasuk
manajemen risiko likuiditas. perubahannya (addendum).
• Melakukan reviu draft kebijakan atau prosedur khususnya
Rencana Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan) yang terkait dengan hukum operasional dan perkreditan.
Bank telah menyusun rencana pendanaan darurat (contingency • Melakukan pengukuran dan penilaian risiko berdasarkan
funding plan) yang merupakan rencana tindakan untuk potensi kerugian atas kasus-kasus yang terjadi di BCA
mengatasi kondisi likuiditas Bank yang memburuk. Rencana dan Perusahaan Anak yang sedang dalam proses maupun
tindakan disusun dalam beberapa tingkatan, yaitu tingkat yang sudah selesai di pengadilan dibandingkan dengan
satu (normal), tingkat dua (temporary liquidity squeeze), dan modal BCA maupun modal konsolidasi.
tingkat tiga (name crisis). • Mengkaji risiko hukum atas produk/aktivitas baru.
• Menginventarisasi data kasus hukum dan melakukan
Rencana tindakan yang dipilih pada setiap tingkatan penilaian profil risiko hukum berdasarkan data kuantitatif
disesuaikan dengan kondisi pada saat terjadinya krisis dan historikal kasus yang terjadi.
prioritas kecepatan memperoleh likuiditas dan biaya yang • Memantau dan menganalisis perkara yang sedang dalam
wajar. Rencana pendanaan darurat harus sejalan dengan hasil proses litigasi:
stress test, dan secara berkala dievaluasi, dikinikan, dan diuji a. Kegiatan usaha BCA dan Perusahaan Anak, dalam
untuk memastikan tingkat keandalan. kedudukan BCA dan Perusahaan Anak dan/atau
pejabat BCA dan Perusahaan Anak selaku penggugat/
tergugat/pelapor/terlapor/tersangka/terdakwa, serta
melakukan pembelaan hukum.
102 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 105
b. Kredit dan/atau pembiayaan bermasalah dan sumber • Pe n e t a p a n t a r g e t p a d a a s p e k - a s p e k b i s n i s
daya manusia di BCA dan Perusahaan Anak. mempertimbangkan keadaan ekonomi tahun berjalan
• Mengadakan forum komunikasi hukum untuk meningkatkan serta perkiraan tahun yang akan datang, dengan
kompetensi staf hukum BCA dan Perusahaan Anak. menekankan prinsip kehati-hatian, memperhatikan
• Melakukan sosialisasi mengenai dampak peraturan yang kapasitas/kemampuan BCA, dan tren persaingan dari
baru berlaku terhadap kegiatan perbankan BCA dan perbankan maupun non-perbankan.
berbagai modus operandi kejahatan perbankan serta
pedoman penanganannya secara hukum kepada kantor Perumusan strategi BCA memperhatikan peraturan Bank
cabang, kantor wilayah, dan unit kerja kantor pusat terkait Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan serta ketentuan
serta kebijakan pengendalian risiko hukum di BCA kepada lainnya yang terkait. Strategi BCA memperhitungkan dampak
seluruh kantor wilayah. risiko stratejik terhadap permodalan Bank dan Kewajiban
• Menyusun rencana strategi pengamanan kredit (bekerja Penyediaan Modal Minimum (KPMM) berdasarkan risk appetite,
sama dengan unit kerja lain, antara lain Credit Recovery risk tolerance, dan pertimbangan akan kemampuan BCA.
Group) sehubungan dengan permasalahan kredit macet.
• Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual atas produk dan Pengukuran dan penilaian risiko stratejik dilakukan dengan
jasa perbankan BCA pada instansi yang berwenang dan menganalisis kesesuaian strategi dengan kondisi lingkungan
mengamankan kepemilikan atas aset antara lain hak atas bisnis dan strategi berisiko tinggi, serta mengukur posisi bisnis
tanah dan bangunan BCA, serta memantau dan melakukan BCA di industri perbankan dan pencapaian Rencana Bisnis
tindakan hukum atas pelanggaran hak kekayaan intelektual Bank.
milik BCA.
Terdapat prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja
III.F. Pengungkapan Eksposur Risiko Stratejik dan perusahaan melalui pengendalian keuangan yang bertujuan
Penerapan Manajemen Risiko Stratejik untuk memantau pencapaian rencana bisnis dan kinerjanya
yang dilakukan secara berkala.
Risiko stratejik merupakan risiko yang disebabkan oleh
ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan dan/atau Pengukuran Rencana Bisnis Bank
pelaksanaan suatu rencana stratejik, serta ketidakmampuan Untuk mengukur kemajuan pencapaian rencana bisnis, BCA
dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. telah melakukan, antara lain:
• Identifikasi, pengukuran, dan pemantauan risiko stratejik,
Organisasi Manajemen Risiko Stratejik serta penyusunan laporan profil risiko stratejik secara
Direksi memberikan arahan dalam penyusunan rencana triwulanan.
stratejik dan inisiatif-inisiatif bisnis yang dituangkan dalam • Penyusunan laporan realisasi RBB, antara lain memuat
blueprint strategi bisnis 3 (tiga) tahunan berupa Rencana Bisnis pencapaian kinerja keuangan (realisasi vs budget), realisasi
Bank (RBB) dengan tujuan mengendalikan arah kegiatan usaha program kerja Bank, dan realisasi pengembangan/
dan menjaga potensi timbulnya risiko stratejik. perubahan jaringan kantor.
• Penyusunan laporan pengawasan RBB, antara lain memuat
Selanjutnya, Dewan Komisaris mereviu dan memberikan pengawasan oleh Dewan Komisaris, meliputi pemantauan
persetujuan atas RBB. Divisi Corporate Strategy & Planning kesesuaian pelaksanaan rencana bisnis dengan kebijakan
mendukung perumusan/penyusunan RBB serta memantau strategis, prinsip kehati-hatian, serta ketentuan yang
realisasinya serta melakukan kaji ulang sasaran bisnis. berlaku.
Kebijakan untuk Mengidentifikasi dan Merespons Perubahan III.G. Pengungkapan Eksposur Risiko Reputasi
Lingkungan Bisnis dan Penerapan Manajemen Risiko Reputasi
Dewan Komisaris dan Direksi memahami risiko stratejik yang
dapat memengaruhi kondisi keuangan BCA. Direksi berperan Risiko reputasi dapat terjadi akibat menurunnya tingkat
aktif memantau kondisi internal dan perkembangan faktor kepercayaan pemangku kepentingan yang bersumber dari
eksternal yang memengaruhi strategi bisnis BCA secara persepsi negatif terhadap Bank.
langsung maupun tidak langsung.
Organisasi Manajemen Risiko Reputasi
Dalam rangka mengidentifikasi dan merespons perubahan BCA mempunyai komitmen kuat untuk mengelola risiko
lingkungan bisnis, baik eksternal maupun internal, BCA reputasi. Terkait dengan pengelolaan keluhan nasabah, BCA
melaksanakan: telah membentuk Divisi Contact Center & Digital Services
• Pengkajian Rencana Korporasi dan RBB secara berkala (CDG) yang secara khusus menangani keluhan nasabah 24/7,
sesuai dengan perkembangan bisnis dan keadaan baik melalui telepon, surat, e-mail, WhatsApp (WA), web chat
perekonomian Indonesia. Dalam hal diperlukan pengkinian di www.bca.co.id, aplikasi haloBCA, maupun media sosial.
rencana stratejik dan inisiatif-inisiatif bisnis sebagai
respons terhadap perubahan lingkungan bisnis, Bank Dalam pengelolaan keluhan nasabah, CDG berkoordinasi
dapat menyusun revisi RBB dengan tetap memperhatikan dengan unit-unit kerja terkait untuk merespons kejadian-
ketentuan yang berlaku. kejadian yang berpotensi menciptakan risiko reputasi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 103
Page 106
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Sementara itu, BCA memiliki unit kerja Corporate Communication Hasil pengawasan Direktur yang membawahi Fungsi
yang berfungsi memonitor dan menangani pemberitaan negatif Kepatuhan dilaporkan secara triwulanan kepada Presiden
di media massa maupun konten negatif di media sosial. Direktur dengan tembusan kepada Dewan Komisaris. Selain
itu, DCP juga bertanggung jawab terhadap penerapan
Kebijakan dan Mekanisme Pengendalian Risiko Reputasi Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan
Dalam rangka mengelola risiko reputasi, BCA telah melakukan Terorisme dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
beberapa hal, antara lain: Pemusnah Massal (APU, PPT dan PPPSPM) di BCA, termasuk
• Memiliki ketentuan penanganan pengaduan nasabah yang di dalamnya penilaian risiko penerapan program APU, PPT
dievaluasi berkala dan secara jelas mengatur kebijakan, dan PPPSPM sesuai ketentuan dari regulator.
prosedur, dan unit kerja yang melakukan pemantauan
dan pelaporan seputar penanganan pengaduan nasabah, Strategi Manajemen Risiko terkait Risiko Kepatuhan
termasuk pelaporan kepada regulator. BCA mempunyai komitmen kuat untuk senantiasa mematuhi
• Mengukur risiko reputasi menggunakan parameter yang peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengambil
dievaluasi secara berkala seperti publikasi negatif, jumlah langkah-langkah dalam menangani risiko kepatuhan apabila
keluhan, dan pencapaian penyelesaian keluhan. terjadi. Hal ini sejalan dengan strategi manajemen risiko
• Memantau media massa dan media sosial berbasis kepatuhan BCA yang mempunyai kebijakan untuk senantiasa
machine learning sebagai implementasi manajemen kerja mematuhi ketentuan yang berlaku dengan cara proaktif
yang memudahkan proses, serta melaporkan secara rutin melakukan pencegahan (ex-ante) dalam rangka meminimalkan
kepada pimpinan unit kerja masing-masing dan secara terjadinya pelanggaran dan melakukan tindakan kuratif (ex-
khusus disampaikan kepada Direksi. Laporan keluhan post) dalam rangka perbaikan.
nasabah dianalisis dan digunakan untuk mendukung Bank
dalam pengembangan proses penanganan keluhan secara Pemantauan dan Pengendalian Risiko Kepatuhan
sistematis. BCA telah melakukan langkah-langkah yang dapat
• Pengembangan infrastruktur yang meliputi implementasi mengendalikan dan meminimalkan risiko kepatuhan, antara
software dan hardware yang tepat guna (antara lain lain:
HaloBCA-Layanan Telepon, WhatsApp/WA Chat 24 jam, • Melakukan identifikasi sumber-sumber risiko kepatuhan.
BCA CRM Contact Center, Web Chat melalui www.bca. • Melakukan gap analysis, menganalisis dampak ketentuan
co.id, dan aplikasi Halo BCA). Pengembangan infrastruktur baru terhadap operasional Bank, dan mengusulkan
sistem informasi manajemen memudahkan pemantauan penyesuaian manual, kebijakan, dan prosedur internal.
dan mendukung kecepatan dan kualitas kerja organisasi. • Melakukan pengukuran dan pemantauan risiko kepatuhan
secara berkala dan hasilnya disampaikan kepada Risk
Pengelolaan Risiko Reputasi pada Saat Krisis Management Division (MRK).
BCA telah memiliki manajemen pengelolaan krisis guna • Memberikan sosialisasi ketentuan dan konsultasi atas
mengelola risiko reputasi pada saat krisis, yang mencakup: berbagai pelaksanaan peraturan.
• Kebijakan Pengelolaan Krisis • Melakukan uji kepatuhan atas pelaksanaan ketentuan.
• Pembentukan Tim Krisis • Menyusun compliance matrix diary sebagai sarana
• Pengelolaan Crisis Communication pemantauan untuk menjaga komitmen terhadap kewajiban
• Ketentuan Pengelolaan Krisis pelaporan kepada regulator.
• Business Continuity Plan dan Disaster Recovery Plan • Mengkomunikasikan ketentuan kepada pekerja terkait,
• Secondary Work Place melakukan kajian terhadap produk/aktivitas baru,
• Sistem back up. melakukan uji kepatuhan secara berkala, dan pelatihan
kepada pekerja.
III.H. Pengungkapan Eksposur Risiko Kepatuhan • Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan
dan Penerapan Manajemen Risiko Kepatuhan efisiensi dan efektivitas dalam proses pengelolaan
ketentuan regulator.
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang timbul akibat Bank • Melakukan pemantauan transaksi keuangan yang
tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan mencurigakan dengan menggunakan aplikasi berbasis
perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. web yang dinamakan STIM ( Suspicious Transaction
Identification Model ) serta senantiasa melakukan
Organisasi Manajemen Risiko Kepatuhan pengembangan sistem atas aplikasi menggunakan
Dalam rangka meminimalkan potensi risiko kepatuhan yang teknologi terkini dan pembaruan parameter untuk dapat
mungkin terjadi, seluruh lini organisasi bertanggung jawab mendeteksi transaksi mencurigakan.
terhadap pengelolaan risiko kepatuhan pada seluruh aktivitas • Melakukan penyaringan dan pemantauan data nasabah
bank sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku. dan transaksi terkait Daftar Terduga Teroris dan Organisasi
Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan dibantu Teroris (DTTOT) dan Daftar Pendanaan Proliferasi
oleh Compliance Division (DCP) yang bersifat independen Senjata Pemusnah Massal (DPPSPM), United Nations
terhadap satuan kerja operasional, bertanggung jawab untuk (UN) List, The Office of Foreign Assets Control (OFAC),
memastikan kepatuhan dan meminimalkan risiko kepatuhan European Union (EU) List, dan The Office of Financial
dengan merumuskan kebijakan dan prosedur manajemen Sanctions Implementation (OFSI) List serta daftar sejenis
risiko kepatuhan dan memantau pelaksanaannya. yang diterbitkan oleh otoritas berwenang pada saat
melakukan hubungan usaha (pembukaan rekening maupun
104 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 107
penambahan fasilitas lainnya), transaksi, dan pada saat Dalam penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, BCA sebagai
terjadi perubahan pada daftar tersebut. Entitas Utama telah:
• Memiliki Direktur yang membawahkan fungsi manajemen
Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengendalian internal, risiko terintegrasi.
unit kerja MRK, DAI, dan DCP berkoordinasi melalui rapat • Membentuk Integrated Risk Management Committee.
secara berkala dan komunikasi yang intensif. Permasalahan • Menyesuaikan struktur organisasi Risk Management
yang terkait dengan pengendalian internal, khususnya potensi Division yang mencakup fungsi manajemen risiko
risiko kepatuhan, dikaji dan dirumuskan langkah-langkah yang terintegrasi.
perlu dilakukan. • Melaporkan Entitas Utama dan anggota KK BCA kepada
OJK.
Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi • Melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan anggota
BCA sebagai Entitas Utama dari KK BCA telah menerapkan KK BCA.
manajemen risiko terintegrasi dengan mengacu pada regulasi • Menyampaikan Laporan Profil Risiko Terintegrasi dan
OJK untuk memitigasi risiko-risiko yang dihadapi KK BCA, Laporan Kecukupan Permodalan Terintegrasi .
yaitu 8 (delapan) risiko yang dihadapi Bank, yaitu risiko kredit, • Menyusun beberapa kebijakan terkait penerapan
pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, stratejik, dan manajemen risiko terintegrasi .
kepatuhan, ditambah dengan 2 (dua) risiko lain yaitu risiko • Melakukan kaji ulang penerapan manajemen risiko
transaksi intra-grup dan risiko asuransi. terintegrasi dan stress test terintegrasi.
• Mengkaji usulan lini bisnis baru yang bersifat strategis
KK BCA telah memiliki modal minimum terintegrasi yang dan berpengaruh signifikan terhadap eksposur Risiko
memadai, dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Konglomerasi Keuangan.
(KPMM) Terintegrasi sebesar 304,4% per Desember 2025, • Mengembangkan sistem informasi manajemen risiko
berada di atas persyaratan minimum yang ditentukan sebesar terintegrasi.
100%, dan berdasarkan penilaian risiko Z terintegrasi memadai
untuk mengantisipasi potensi kerugian yang mungkin dihadapi Anggota KK BCA dalam cakupan penerapan manajemen risiko
KK BCA dalam menjalankan bisnisnya. terintegrasi adalah PT BCA Finance, BCA Finance Limited
(telah dilikuidasi per 3 Januari 2026), PT Bank BCA Syariah,
BCA menerapkan manajemen risiko terintegrasi dengan PT BCA Sekuritas, PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance),
mengacu pada 4 (empat) pilar utama sesuai ketentuan OJK, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life), PT Central Capital Ventura
yakni: (CCV), dan PT Bank Digital BCA.
1. Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris dari Entitas
Utama. Risiko Transaksi Intra-Grup
2. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan Limit BCA melakukan pemantauan Risiko Transaksi Intra-Grup untuk
Manajemen Risiko Terintegrasi. memastikan bahwa Transaksi Intra-Grup yang dilakukan sesuai
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dengan prinsip kewajaran, kelaziman usaha dan ketentuan
dan pengendalian risiko secara terintegrasi, serta Sistem yang berlaku, serta telah didokumentasikan dengan baik.
Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi. Berdasarkan hasil penilaian, Risiko Transaksi Intra-Grup
4. Sistem pengendalian internal yang menyeluruh terhadap memiliki dampak yang tidak signifikan terhadap kinerja KK
penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi. BCA secara keseluruhan.
Risiko Asuransi
BCA melakukan pemantauan Risiko Asuransi karena adanya
anggota KK yang bergerak di bidang perasuransian.
Berdasarkan hasil penilaian, Risiko Asuransi memiliki dampak
yang tidak signifikan terhadap kinerja KK BCA secara
keseluruhan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 105
Page 108
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Masing-masing anggota KK telah mengimplementasikan penerapan manajemen risiko sebagai berikut:
Pilar Implementasi Penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan Anak
1. Dewan Komisaris secara aktif mengawasi kinerja dan keputusan Direksi.
2. Direksi menyusun, menyetujui, dan mengawasi pelaksanaan kebijakan internal Perusahaan.
Pengawasan aktif Direksi dan Dewan 3. Pelaporan penerapan manajemen risiko kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan regulator
Komisaris melalui laporan berkala.
4. Pembentukan struktur organisasi sesuai ketentuan regulator (termasuk kelengkapan komite di
tingkat Eksekutif Direksi dan Dewan Komisaris).
1. Kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko telah cukup memadai dan telah disosialisasikan
secara internal serta dikaji ulang secara berkala.
Kecukupan kebijakan, prosedur, dan
2. Memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (KDMR) dan kebijakan turunannya sesuai ketentuan
penerapan limit
regulator.
3. Memiliki risk appetite dan risk tolerance beserta limit risiko untuk risiko yang dikelola.
1. Melakukan proses:
• Identifikasi (termasuk memanfaatkan sistem Informasi manajemen risiko) terhadap seluruh
Proses identifikasi, pengukuran, produk dan transaksi.
pemantauan dan pengendalian, • Pengukuran sesuai jenis, karakteristik, dan kompleksitas.
serta sistem informasi manajemen • Pemantauan bersama unit kerja terkait.
risiko • Pengendalian sesuai eksposur/tingkat risiko.
2. Pelaksanaan proses manajemen risiko dituangkan dalam laporan profil risiko, laporan
pemantauan, laporan kaji ulang limit, dan laporan lainnya secara berkala.
Sistem pengendalian internal yang Pelaksanaan fungsi pengendalian internal/audit internal/kaji ulang terhadap efektivitas
menyeluruh pelaksanaan kebijakan, dan prosedur dilakukan secara independen dan berkala.
106 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 109
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 107
Page 110
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tabel Manajemen Risiko
1. Umum - Ukuran Utama (Key Metrics) - Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
No Deskripsi
Modal yang Tersedia (nilai)
1 Modal Inti Utama (CET1)
2 Modal Inti (Tier 1)
3 Total Modal
Aset Tertimbang Menurut Risiko (nilai)
4 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
Rasio Modal berbasis Risiko sebagai persentase dari ATMR
5 Rasio CET1 (%)
6 Rasio Tier 1 (%)
7 Rasio Total Modal (%)
Tambahan CET1 yang berfungsi sebagai buffer dalam bentuk persentase dari ATMR
8 Capital Conservation Buffer (2,5% dari ATMR) (%)
9 Countercyclical Buffer (0 - 2,5% dari ATMR) (%)
10 Capital Surcharge untuk Bank Sistemik (1% - 2,5%) (%)
11 Total CET1 sebagai buffer (Baris 8 + Baris 9 dan Baris 10)
12 Komponen CET1 untuk buffer
Rasio Pengungkit sesuai Basel III
13 Total Eksposur
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
14
dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada) (%)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank
14b
Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada) (%)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
14c dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset Securities Financing
Transactions (SFT) secara gross (%)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank
14d Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
(%)
Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)
15 Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi (HQLA)
16 Total Arus Kas Keluar Bersih (net cash outflow)
17 LCR (%)
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)
18 Total Pendanaan Stabil yang Tersedia (ASF)
19 Total Pendanaan Stabil yang Diperlukan (RSF)
20 NSFR (%)
108 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 111
(dalam jutaan Rupiah)
Periode
31 Desember 2025 30 September 2025 30 Juni 2025 31 Maret 2025 31 Desember 2024
273.828.527 269.050.868 254.936.797 239.748.210 255.311.302
273.828.527 269.050.868 254.936.797 239.748.210 255.311.302
284.351.775 279.161.270 265.178.159 249.895.706 265.198.025
936.368.457 911.093.791 910.809.324 913.638.598 910.183.696
29,24% 29,53% 27,99% 26,24% 28,05%
29,24% 29,53% 27,99% 26,24% 28,05%
30,36% 30,64% 29,11% 27,35% 29,14%
2,500% 2,500% 2,500% 2,500% 2,500%
0,000% 0,000% 0,000% 0,000% 0,000%
2,500% 2,500% 2,500% 2,500% 2,500%
5,000% 5,000% 5,000% 5,000% 5,000%
20,37% 20,65% 19,12% 17,36% 19,15%
1.739.736.652 1.697.586.494 1.651.047.540 1.682.143.904 1.587.197.376
15,74% 15,85% 15,44% 14,25% 16,09%
15,74% 15,85% 15,44% 14,25% 16,09%
15,66% 15,87% 15,46% 14,35% 15,71%
15,66% 15,87% 15,46% 14,35% 15,71%
498.662.391 458.495.509 437.849.905 448.863.436 455.814.631
160.376.849 149.374.726 149.156.949 146.257.922 138.375.584
310,93% 306,94% 293,55% 306,90% 329,40%
1.328.381.341 1.293.639.731 1.271.279.239 1.254.908.898 1.223.567.547
831.031.561 801.349.444 806.715.504 804.436.048 777.730.080
159,85% 161,43% 157,59% 156,00% 157,33%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 109
Page 112
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
2. Umum - Perbedaan antara Cakupan Konsolidasi dan Mapping pada Laporan Keuangan
sesuai Standar Akuntansi Keuangan dengan Kategori Risiko sesuai dengan Ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan Kategori Risiko (LI1) - per 31 Desember 2025
a b
Carrying values sebagaimana
Carrying values berdasarkan
tercantum dalam publikasi laporan
prinsip kehati-hatian
keuangan
Aset
Kas 25.305.031 25.304.972
Penempatan pada Bank Indonesia 52.078.654 52.078.654
Penempatan pada bank lain 10.838.081 9.923.780
Tagihan spot dan derivatif/forward 118.068 118.068
Surat berharga yang dimiliki 456.276.250 450.256.070
Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - -
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali
5.286.449 5.286.449
(reverse repo)
Tagihan akseptasi 9.694.943 9.694.943
Kredit dan pembiayaan yang diberikan 979.699.732 979.698.911
Pembiayaan syariah 13.190.859 13.190.859
Penyertaan modal 803.859 1.997.076
Aset keuangan lainnya 14.324.382 13.611.049
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (31.597.199) (31.555.859)
Aset tidak berwujud 2.902.619 2.831.644
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (1.123.847) (1.082.712)
Aset tetap dan inventaris 40.354.254 40.128.953
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (11.880.570) (11.743.976)
Aset non-produktif 2.393.506 2.393.506
Aset lainnya 18.163.465 18.031.059
Total aset 1.586.828.536 1.580.163.446
Kewajiban
Giro 434.453.871 434.477.921
Tabungan 610.785.794 610.785.794
Deposito 203.804.633 203.849.633
Uang Elektronik 1.494.432 1.494.432
Liabilitas kepada Bank Indonesia 577 577
Liabilitas kepada bank lain 3.980.717 3.980.717
Liabilitas spot dan derivatif/forward 97.406 97.406
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
- -
(repo)
Liabilitas akseptasi 4.733.862 4.733.862
Surat berharga yang diterbitkan 165.000 165.000
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 2.046.859 2.046.859
Setoran jaminan 308.366 308.366
Liabilitas antar kantor - -
Liabilitas lainnya 43.269.464 37.802.838
Kepentingan non-pengendali (non-controlling interest) 221.077 130.429
Total kewajiban 1.305.362.058 1.299.873.834
110 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 113
(dalam jutaan Rupiah)
c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu pada
Sesuai kerangka Sesuai kerangka Sesuai kerangka Sesuai kerangka persyaratan permodalan
risiko kredit counterparty credit risk sekuritisasi risiko pasar atau berdasarkan
pengurangan modal
25.304.972 - - 984.277 -
52.078.654 - - 7.695.352 -
9.923.780 - - 9.221.616 -
- 118.068 - - -
450.256.070 - - 52.125.139 -
- - - - -
- 5.286.449 - - -
9.694.943 - - 5.700.554 -
979.698.911 - - 49.870.703 -
13.190.859 - - - -
798.970 - - 120.152 1.198.106
13.611.049 - - 827.978 -
(31.555.859) - - (2.452.047) -
- - - - 2.831.644
- - - - (1.082.712)
40.128.953 - - - -
(11.743.976) - - - -
2.393.506 - - 6.969 -
12.260.136 - - 2.704.645 5.770.923
1.566.040.968 5.404.517 - 126.805.338 8.717.961
- - - 45.739.195 434.477.921
- - - 22.650.819 610.785.794
- - - 15.224.668 203.849.633
- - - - 1.494.432
- - - - 577
- - - 1.564.692 3.980.717
- - - - 97.406
- - - - -
- - - 3.523.882 4.733.862
- - - - 165.000
- - - 1.525 2.046.859
- - - 60.755 308.366
- - - - -
- - - 4.164.583 37.802.838
- - - - 130.429
- - - 92.930.119 1.299.873.834
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 111
Page 114
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
3. Umum - Perbedaan Utama antara Nilai Tercatat sesuai Standar Akuntansi Keuangan dengan Nilai
Eksposur sesuai dengan Ketentuan OJK (LI2) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
a b c d e
Item sesuai:
Total Kerangka
Kerangka risiko Kerangka Kerangka risiko
counterparty
kredit sekuritisasi pasar
credit risk
Nilai asset carrying value sesuai dengan cakupan
1 konsolidasi ketentuan kehati-hatian (sebagaimana 1.580.163.446 1.566.040.968 5.404.517 - 126.805.338
dilaporkan pada template LI1)
Nilai liabilitas carrying value sesuai lingkup sesuai
2 dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati- 1.299.873.834 - - - 92.930.119
hatian (sebagaimana dilaporkan pada template LI1)
Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi
3 280.289.612 1.566.040.968 5.404.517 - 33.875.219
ketentuan kehati-hatian
4 Nilai rekening administratif 491.663.332 168.307.763 - - 679.887
5 Perbedaan valuasi - - - - -
Perbedaan antara netting rules, selain dari yang
6 - - - - -
termasuk pada baris 2.
7 Perbedaan provisi - - - - -
8 Perbedaan prudential filters - - - - -
Nilai eksposur yang dipertimbangkan, sesuai dengan
280.289.612 1.566.040.968 5.404.517 - 33.875.219
cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian
4. Umum - Penjelasan mengenai Perbedaan antara Nilai Eksposur sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan dengan Ketentuan OJK (LIA) - per 31 Desember 2025
Perbedaan antara nilai tercatat dalam Publikasi Laporan Keuangan dan nilai tercatat dalam prinsip kehati-hatian disebabkan karena Bank memiliki
anak perusahaan berupa asuransi
Grup mengukur nilai wajar dengan menggunakan hierarki dari metode berikut:
• Level 1: input yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk instrumen yang identik yang dapat diakses Grup pada
tanggal pengukuran;
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung. Dalam
kategori ini termasuk instrumen yang dinilai dengan menggunakan: harga kuotasian untuk instrumen serupa di pasar aktif; harga kuotasian
untuk instrumen yang identik atau yang serupa di pasar yang tidak aktif; atau teknik penilaian lainnya dimana seluruh input signifikan dapat
diobservasi secara langsung maupun tidak langsung dari data pasar;
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi. Dalam kategori ini termasuk semua instrumen dimana teknik penilaiannya menggunakan input yang
tidak dapat diobservasi dan input yang tidak dapat diobservasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penilaian instrumen. Termasuk
dalam kategori ini adalah instrumen yang dinilai berdasarkan harga kuotasian untuk instrumen serupa yang memerlukan penyesuaian atau
asumsi signifikan yang tidak dapat diobservasi untuk mencerminkan perbedaan di antara instrumen tersebut.
Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasi harga pasar. Untuk seluruh
instrumen keuangan lainnya, Bank menentukan nilai wajar menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih dan arus kas yang didiskontokan, perbandingan dengan instrumen yang sejenis yang harga
pasarnya tersedia dan dapat diobservasi, dan model penilaian lainnya. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian termasuk suku
bunga bebas risiko (risk-free), suku bunga acuan, credit spread, dan variabel lainnya yang digunakan dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga
obligasi, kurs valuta asing, serta volatilitas, dan korelasi harga yang diharapkan.
112 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 115
5. Permodalan - Komposisi Permodalan (CC1) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
No. Ref. yang
Jumlah
berasal dari Laporan
No. Komponen
Posisi Keuangan
Konsolidasian Konsolidasian
Modal Inti Utama (Common Equity Tier I) /CET 1: Instrumen dan Tambahan Modal Disetor
1. Saham biasa (termasuk stock surplus) 5.099.792 f
2. Laba ditahan 262.029.623 i
3. Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain) 17.660.101 h
4. Modal yang diterbitkan yang termasuk phase out dari CET 1 N/A
5. Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan -
6. CET 1 sebelum regulatory adjustment 284.789.516
CET 1: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading
7. -
book
8. Goodwill (1.113.614) a
9. Aset tidak berwujud lain (selain Mortgage-Servicing Rights) (635.318) c
10. Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability N/A
11. Cash-flow hedge reserve N/A
12. Shortfall on provisions to expected losses N/A
13. Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi - k
14. Peningkatan/penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) - j
15. Aset pensiun manfaat pasti N/A
Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di Laporan Posisi
16. N/A
Keuangan)
17. Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain N/A
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan konsolidasi
18. secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki N/A
lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar
19. cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah di N/A
atas batasan 10%)
20. Mortgage servicing rights - b
Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (jumlah di atas batasan
21. N/A
10%, net dari kewajiban pajak)
22. Jumlah melebihi batasan 15% dari :
23. Investasi signifikan pada saham biasa financials N/A
24. Mortgage servicing rights N/A
25. Pajak tangguhan dari perbedaan temporer N/A
26. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
a. Selisih PPKA dan CKPN -
b. PPKA non-produktif (2.243.028)
c. Aset pajak tangguhan (5.770.923) d
d. Penyertaan (1.198.106)
e. Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi -
f. Eksposur sekuritisasi -
g. Lainnya -
Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil daripada faktor
27 -
pengurangnya
28. Jumlah pengurang (regulatory adjustment) terhadap CET 1 (10.960.989)
29. Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang 273.828.527
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 113
Page 116
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
5. Permodalan - Komposisi Permodalan (CC1) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
No. Ref. yang
Jumlah
berasal dari Laporan
No. Komponen
Posisi Keuangan
Konsolidasian Konsolidasian
Modal Inti Tambahan (AT 1): Instrumen
30. Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus)
31. Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi - g
32. Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar akuntansi - e
33. Modal yang yang termasuk phase out dari AT 1 N/A
Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan
34. -
KPMM secara konsolidasi
35. Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out N/A
36. Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment -
Modal Inti Tambahan: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
37. Investasi pada instrumen AT 1 sendiri N/A
38. Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain N/A
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi
39. secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki N/A
lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan
40. N/A
konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
41. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
a. Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain -
42. Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya -
43. Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) terhadap AT 1 -
44. Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang -
45. Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 273.828.527
Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan
46. Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus) 59.583
47. Modal yang yang termasuk phase out dari Tier 2 N/A
Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan
48. -
KPMM secara konsolidasi
49. Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out N/A
Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah paling
50. 10.463.665
tinggi sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit
51. Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) sebelum faktor pengurang 10.523.248
Modal Pelengkap (Tier 2): Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
52. Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri N/A
53. Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain N/A
Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan asuransi di luar
cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana
54. N/A
Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan; nilai sebelumnya
ditetapkan dengan threshold 5% namun tidak lagi memenuhi kriteria (untuk bank GSIB)
Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, entitas keuangan
55. dan asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang N/A
diperkenankan)
56. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional
a. Sinking fund -
b. Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain -
57. Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) Modal Pelengkap -
58. Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 10.523.248
59. Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 284.351.775
60. Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 936.368.457
114 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 117
5. Permodalan - Komposisi Permodalan (CC1) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
No. Ref. yang
Jumlah
berasal dari Laporan
No. Komponen
Posisi Keuangan
Konsolidasian Konsolidasian
Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan Tambahan Modal (Capital Buffer)
61. Rasio Modal Inti Utama (CET 1) - persentase terhadap ATMR 29,24%
62. Rasio Modal Inti (Tier 1) - persentase terhadap ATMR 29,24%
63. Rasio Total Modal - persentase terhadap ATMR 30,36%
64. Tambahan modal (buffer) - persentase terhadap ATMR 5,000%
65. Capital Conservation Buffer 2,500%
66. Countercyclical Buffer 0,000%
67. Higher loss absorbency requirement 2,500%
Modal Inti Utama (CET 1) yang tersedia untuk memenuhi Tambahan Modal (Buffer) –
68. 20,37%
persentase terhadap ATMR
National minimal (jika berbeda dari Basel 3)
69. Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A
70. Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A
71. Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A
Jumlah di bawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko)
Investasi non-signifikan pada modal atau kewajiban TLAC lainnya entitas keuangan
72. N/A
lain
73. Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan N/A
74. Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) N/A
Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net dari kewajiban
75. N/A
pajak)
Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan
76. N/A
pendekatan standar (sebelum dikenakan cap)
77. Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar N/A
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan
78. N/A
pendekatan IRB (sebelum dikenakan cap)
79. Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB N/A
Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku antara 1 Jan 2018 s.d. 1 Jan 2022)
80. Cap pada CET 1 yang termasuk phase out N/A
Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah
81. N/A
redemptions dan maturities)
82. Cap pada AT 1 yang termasuk phase out N/A
Jumlah yang dikecualikan dari AT 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah
83. N/A
redemptions dan maturities)
84. Cap pada Tier 2 yang termasuk phase out N/A
Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah
85. N/A
redemptions dan maturities)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 115
Page 118
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
6. Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan (CC2) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Publikasi Laporan Posisi Keuangan
Posisi Keuangan Konsolidasian Dengan
No.
No. Pos - Pos Cakupan Konsolidasi
Referensi
Berdasarkan Ketentuan
Konsolidasi
Kehati-Hatian
ASET
1. Kas 25.305.031 25.304.972
2. Penempatan pada Bank Indonesia 52.078.654 52.078.654
3. Penempatan pada bank lain 10.838.081 9.923.780
4. Tagihan spot dan derivatif/forward 118.068 118.068
5 Surat berharga yang dimiliki 456.276.250 450.256.070
6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - -
7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji - -
dijual kembali (reverse repo) 5.286.449 5.286.449
8. Tagihan akseptasi 9.694.943 9.694.943
9. Kredit dan pembiayaan yang diberikan 979.699.732 979.698.911
10. Pembiayaan syariah 13.190.859 13.190.859
11. Penyertaan modal 803.859 1.997.076
12. Aset keuangan lainnya 14.324.382 13.611.049
13. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (31.597.199) (31.555.859)
a. Surat berharga yang dimiliki (525.707) (484.460)
b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah (30.757.244) (30.757.244)
c. Lainnya (314.248) (314.155)
14. Aset tidak berwujud 2.902.619 2.831.644
Goodwill 1.158.201 1.157.121 a
Mortgage servicing rights - - b
Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage servicing rights) 1.744.418 1.674.523 c
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (1.123.847) (1.082.712)
Goodwill (43.512) (43.507) a
Mortgage servicing rights - - b
Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage servicing rights) (1.080.335) (1.039.205) c
15. Aset tetap dan inventaris 40.354.254 40.128.953
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (11.880.570) (11.743.976)
16. Aset non produktif 2.393.506 2.393.506
a. Properti terbengkalai 38.969 38.969
b. Agunan yang diambil alih 2.250.820 2.250.820
c. Rekening tunda 11.024 11.024
d. Aset antarkantor 92.693 92.693
17. Aset lainnya 18.163.465 18.031.059
Aset pajak tangguhan 5.852.206 5.770.923 d
Lainnya 12.311.259 12.260.136
TOTAL ASET 1.586.828.536 1.580.163.446
116 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 119
6. Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan (CC2) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Publikasi Laporan Posisi Keuangan
Posisi Keuangan Konsolidasian Dengan
No.
No. Pos - Pos Cakupan Konsolidasi
Referensi
Berdasarkan Ketentuan
Konsolidasi
Kehati-Hatian
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
1. Giro 434.453.871 434.477.921
2. Tabungan 610.785.794 610.785.794
3. Deposito 203.804.633 203.849.633
4. Uang Elektronik 1.494.432 1.494.432
5. Liabilitas kepada Bank Indonesia 577 577
6. Liabilitas kepada bank lain 3.980.717 3.980.717
7. Liabilitas spot dan derivatif/forward 97.406 97.406
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
8. - -
(repo)
9. Liabilitas akseptasi 4.733.862 4.733.862
10. Surat berharga yang diterbitkan 165.000 165.000
11. Pinjaman/pembiayaan yang diterima 2.046.859 2.046.859
Diakui dalam AT 1 - - e
Tidak diakui sebagai Komponen Modal 2.046.859 2.046.859
12. Setoran jaminan 308.366 308.366
13. Liabilitas antarkantor - -
14. Liabilitas lainnya 43.269.464 37.802.838
15. Kepentingan non-pengendali (non-controlling interest) 221.077 130.429
TOTAL LIABILITAS 1.305.362.058 1.299.873.834
EKUITAS
16. Modal disetor 1.537.663 1.537.663
a. Modal dasar 5.500.000 5.500.000
a.1. Jumlah yang dipersyaratkan untuk Modal Inti Utama 5.500.000 5.500.000 f
a.2. Jumlah yang dipersyaratkan untuk Modal Inti Tambahan - - g
b. Modal yang belum disetor -/- (3.959.062) (3.959.062)
b.1. Jumlah yang dipersyaratkan untuk Modal Inti Utama (3.959.062) (3.959.062) f
b.2. Jumlah yang dipersyaratkan untuk Modal Inti Tambahan - - g
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- (3.275) (3.275)
c.1. Jumlah yang dipersyaratkan untuk Modal Inti Utama (3.275) (3.275) f
c.2. Jumlah yang dipersyaratkan untuk Modal Inti Tambahan - - g
17. Tambahan modal disetor 3.343.079 3.412.639
a. Agio 3.562.129 3.562.129 f
b. Disagio -/- - - f
c. Dana setoran modal - - f
d. Lainnya (219.050) (149.490)
18. Penghasilan komprehensif lain 9.047.491 9.040.784
a. Keuntungan 13.490.877 13.394.229
a.1. Selisih lebih penjabaran laporan keuangan - - h
a.2. Potensi keuntungan dari peningkatan nilai wajar aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui 2.111.904 2.015.499 h
penghasilan komprehensif lain
a.3. Saldo surplus revaluasi aset tetap 11.378.973 11.378.730 h
a.4. Lainnya - -
b. Kerugian -/- (4.443.386) (4.353.445)
b.1. Kerugian aktuaria (4.349.285) (4.350.414)
b.2. Potensi kerugian dari penurunan nilai wajar aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui (3.031) (3.031) h
penghasilan komprehensif lain
b.3. Lainnya (91,070) - h
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 117
Page 120
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
6. Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan (CC2) - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Publikasi Laporan Posisi Keuangan
Posisi Keuangan Konsolidasian Dengan
No.
No. Pos - Pos Cakupan Konsolidasi
Referensi
Berdasarkan Ketentuan
Konsolidasi
Kehati-Hatian
19. Cadangan 4.268.903 4.268.903 h
a. Cadangan umum 4.268.903 4.268.903
b. Cadangan tujuan - -
20. Laba/rugi 263.269.342 262.029.623
a. Tahun - tahun lalu 243.327.102 242.311.234
a.1. Laba/Rugi tahun lalu 243.327.102 242.311.234 i
a.2. Peningkatan/penurunan nilai wajar atas kewajiban
- - j
keuangan
a.3. Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi - - k
b. Tahun berjalan 57.537.287 57.313.436
b.1. Laba/Rugi tahun berjalan 57.537.287 57.313.436 i
b.2. Peningkatan/penurunan nilai wajar atas kewajiban
- - j
keuangan
b.3. Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi - - k
c. Dividen yang dibayarkan -/- (37.595.047) (37.595.047) i
TOTAL EKUITAS 281.466.478 280.289.612
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.586.828.536 1.580.163.446
118 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 121
7. Permodalan - Fitur Utama Instrumen permodalan dan Instrumen TLAC - Eligible (CCA)
- per 31 Desember 2025
No. Pertanyaan Jawaban Jawaban
1. Penerbit PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
2. Nomor identifikasi BBCA BBCA01BSBCN1
3. Hukum yang digunakan Hukum Indonesia Hukum Indonesia
Perlakuan Instrumen berdasarkan ketentuan KPMM
4. Pada saat masa transisi N/A N/A
5. Setelah masa transisi CET 1 Tier 2
6. Apakah instrumen eligible untuk Solo/Group atau Group dan Solo Solo Solo
Surat berharga
7. Jenis Instrumen Saham Biasa
subordinasi
8. Jumlah yang diakui dalam perhitungan KPMM 5.099.792 65.000
9. Nilai Par dari instrumen 12,5 65.000
Liabilitas - Amortised
10. Klasifikasi akuntansi Ekuitas
Cost
11. Tanggal penerbitan 31 Mei 2000 5 Juli 2018
12. Tidak ada jatuh tempo (perpetual) atau dengan jatuh tempo Perpetual Dengan Jatuh Tempo
13. Tanggal jatuh tempo N/A 5 Juli 2030
14. Eksekusi call option atas persetujuan Pengawas Bank Tidak Tidak
15. Tanggal call option, jumlah penarikan dan persyaratan call option lainnya (bila ada) N/A N/A
16. Subsequent call option N/A N/A
Kupon/dividen
17. Fixed atau floating Floating Fixed
18. Tingkat dari kupon rate atau index lain yang menjadi acuan N/A N/A
19. Ada atau tidaknya dividend stopper Tidak Tidak
20. Fully discretionary; partial atau mandatory Fully Partial
21. Apakah terdapat fitur step up atau insentif lain Tidak Tidak
22. Noncumulative atau cumulative Non-cumulative Cumulative
23. Convertible atau non-convertible Non-convertible Non-convertible
24. Jika, convertible, sebutkan trigger point-nya N/A N/A
25. Jika, convertible, apakah seluruh atau sebagian N/A N/A
26. Jika dikonversi, bagaimana rate konversinya N/A N/A
27. Jika dikonversi, apakah mandatory atau optional N/A N/A
28. Jika dikonversi, sebutkan jenis instrumen konversinya N/A N/A
29. Jika dikonversi, sebutkan issuer of instrument it converts into N/A N/A
30. Fitur write-down Tidak Ya
31. Jika write down, sebutkan trigger-nya N/A **)
Bisa penuh atau
32. Jika write down, apakah penuh atau sebagian N/A
sebagian
33. Jika write down, permanen atau temporer N/A Permanen
34. Jika write down temporer, jelaskan mekanisme write up N/A N/A
35. Hierarki instrumen pada saat likuidasi *) ***)
36. Apakah transisi untuk fitur yang non-compliant Tidak Tidak
37. Jika Ya, jelaskan fitur non-compliant N/A N/A
Analisis Kualitatif
*) Pada saat likuidasi, pemegang saham hanya akan memperoleh pengembalian investasinya jika seluruh kreditur perseroan telah memperoleh pembayaran dan masih
terdapat sisa harta perseroan.
**) (i). Rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1) lebih rendah atau sama dengan 5,125% dari aset tertimbang menurut risiko (ATMR) baik secara individu maupun
konsolidasian dengan perusahaan anak; dan/atau
(ii). Terdapat rencana dari otoritas yang berwenang untuk melakukan penyertaan modal kepada Emiten yang dinilai berpotensi terganggunya kelangsungan
usahanya; dan
(iii). terdapat perintah dari OJK untuk melakukan write down.
Jika dikemudian hari kriteria write down ditentukan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundangan, maka kriteria Write Down akan mengikuti ketentuan
tersebut.
***) Pada saat likuidasi, pemegang Obligasi Subordinasi hanya akan memperoleh pengembalian investasinya jika seluruh kreditur preferen dan pemegang utang senior
Perseroan telah memperoleh pembayaran dan masih terdapat sisa harta Perseroan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 119
Page 122
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
10.a. Rasio Pengungkit - Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit dan Laporan
Perhitungan Rasio Pengungkit - Bank secara Individu
A. Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit
(dalam jutaan Rupiah)
No Keterangan Periode 31 Desember 2025
Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi.
1 1.567.515.683
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau entitas
2 lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun di luar cakupan konsolidasi -
berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan
3 Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan dalam sekuritisasi aset
yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai
prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum
-
Dalam hal aset keuangan yang mendasari dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi
keuangan maka angka pada baris ini adalah 0 (nol)
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka
4 N/A
memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan berdasarkan standar
5 N/A
akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Pengungkit
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara reguler dengan menggunakan metode
6 -
akuntansi tanggal perdagangan
Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan
7 -
Otoritas Jasa Keuangan ini
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif 936.640
9 Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo 806.696
10 Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK 168.075.502
11 Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN (48.736.438)
12 Penyesuaian lainnya -
13 Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit 1.688.598.083
B. Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit
(dalam jutaan Rupiah)
Periode
No Keterangan
31 Desember 2025 30 September 2025
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan
Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan, namun tidak termasuk
1 eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT 1.562.966.998 1.509.733.465
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan yang
2 mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam neraca karena adanya penerapan - -
standar akuntansi keuangan
3 (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) - -
(Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang
4 - -
diakui sebagai aset)
5 (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (30.144.220) (31.879.788)
(Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti sebagaimana dimaksud
6 dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum (15.728.106) (15.289.652)
bagi bank umum)
Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan
7 1.517.094.672 1.462.564.025
Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6
Eksposur Transaksi Derivatif
Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation margin yang
8 memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang memenuhi persyaratan 165.295 224.888
tertentu
9 Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivatif 889.967 644.715
(Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central
10 (554) (525)
counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -
(Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan add-
12 - -
on untuk transaksi penjualan derivatif kredit)
120 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 123
B. Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit
(dalam jutaan Rupiah)
Periode
No Keterangan
31 Desember 2025 30 September 2025
Total Eksposur Transaksi Derivatif
13 1.054.708 869.078
Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)
14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 4.430.617 14.593.090
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu pada perhitungan
16 806.696 2.346.636
current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
17 Eksposur sebagai agen SFT - -
Total Eksposur SFT
18 5.237.313 16.939.726
Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi
19 489.501.093 498.510.249
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
(Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
20 (321.425.591) (325.687.319)
kontinjensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN)
21 (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) (2.864.112) (3.134.726)
Total Eksposur TRA
22 165.211.390 169.688.204
Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21
Modal dan Total Eksposur
23 Modal Inti 258.057.396 253.740.502
Total Eksposur
24 1.688.598.083 1.650.061.033
Penjumlahan baris 7, baris 13, baris 18, dan baris 22
Rasio Pengungkit (Leverage)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
25 sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan 15,28% 15,38%
giro wajib minimum (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
25a sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan 15,28% 15,38%
giro wajib minimum (jika ada)
26 Nilai Minimum Rasio Pengungkit 3.00% 3.00%
27 Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit N/A N/A
Pengungkapan Nilai Rata-Rata
Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi
28 akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan 13.519.709 12.224.740
liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian
29 untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih 4.430.617 14.593.090
(nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
30 1.697.687.175 1.647.692.683
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara
gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
30a 1.697.687.175 1.647.692.683
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara
gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
31 15,20% 15,40%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan
31a 15,20% 15,40%
giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset
SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 121
Page 124
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
10.b. Rasio Pengungkit - Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit dan Laporan Perhitungan
Rasio Pengungkit - Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
A. Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit
(dalam jutaan Rupiah)
No Keterangan Periode 31 Desember 2025
Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi.
1 1.618.425.735
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau entitas
2 lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun di luar cakupan konsolidasi (6.665.089)
berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan dalam sekuritisasi
aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
mengenai prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum
3 -
Dalam hal aset keuangan yang mendasari dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi
keuangan maka angka pada baris ini adalah 0 (nol)
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka
4 N/A
memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan berdasarkan standar
5 N/A
akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Pengungkit
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara reguler dengan menggunakan
6 -
metode akuntansi tanggal perdagangan
Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam
7 -
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif 936.640
9 Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo 1.660.656
10 Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK. 168.559.843
11 Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN (43.181.133)
12 Penyesuaian lainnya -
13 Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit 1.739.736.652
B. Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit
(dalam jutaan Rupiah)
Periode
No Keterangan
31 Desember 2025 30 September 2025
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan
Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan, namun tidak termasuk
1 eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT 1.606.356.129 1.550.237.005
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan yang
2 mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam neraca karena adanya penerapan - -
standar akuntansi keuangan
3 (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) - -
(Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang diakui
4 - -
sebagai aset)
5 (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (31.596.263) (33.280.491)
(Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti sebagaimana dimaksud
6 dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum (8.717.961) (8.224.574)
bagi bank umum)
Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan
7 1.566.041.905 1.508.731.940
Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6
Eksposur Transaksi Derivatif
Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation margin yang
8 memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang memenuhi persyaratan 165.295 224.888
tertentu
9 Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivatif 889.967 644.715
(Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central counterparty
10 (554) (525)
(CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -
(Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan add-on
12 - -
untuk transaksi penjualan derivatif kredit)
Total Eksposur Transaksi Derivatif
13 1.054.708 869.078
Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12
122 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 125
B. Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit
(dalam jutaan Rupiah)
Periode
No Keterangan
31 Desember 2025 30 September 2025
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)
14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 5.285.513 14.974.431
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu pada perhitungan
16 1.661.592 2.727.977
current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
17 Eksposur sebagai agen SFT - -
Total Eksposur SFT
18 6.947.105 17.702.408
Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi.
19 491.663.332 501.071.473
(Nilai gross sebelum dikurangi CKPN)
(Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
20 (323.103.489) (327.649.946)
kontinjensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN)
21 (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) (2.866.909) (3.138.459)
Total Eksposur TRA
22 165.692.934 170.283.068
Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21
Modal dan Total Eksposur
23 Modal Inti 273.828.527 269.050.868
Total Eksposur
24 1.739.736.652 1.697.586.494
Penjumlahan baris 7, baris 13, baris 18, dan baris 22
Rasio Pengungkit (Leverage)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
25 atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib 15,74% 15,85%
minimum (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
25a sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro 15,74% 15,85%
wajib minimum (jika ada)
26 Nilai Minimum Rasio Pengungkit 3,00% 3,00%
27 Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit N/A N/A
Pengungkapan Nilai Rata-Rata
Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi
28 akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan 13.957.999 12.566.261
liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk
29 transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) 5.285.513 14.974.431
dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT
Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas
penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum
30 1.748.409.138 1.695.178.324
(jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
30a 1.748.409.138 1.695.178.324
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara
gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib
31 15,66% 15,87%
minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara
gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro
31a 15,66% 15,87%
wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT
secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28
11. Risiko Kredit - Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Kredit (CRA)
Pengungkapan Informasi Kualitatif terkait Risiko Kredit secara Umum telah disampaikan melalui Laporan
Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Kredit sebagai bagian dari Laporan Tingkat Kesehatan Bank pada
periode 31 Desember 2025.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 123
Page 126
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
12.a. Risiko Kredit - Pengungkapan Kualitas Kredit atas Aset (CR1) - Bank secara individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan yang Tagihan yang Nilai Bersih
CKPN Stage 2 dan (Pendekatan
Telah Jatuh Belum Jatuh Stage 1 (a+b-c)
Stage 3 IRB)
Tempo Tempo
a b c d e f g
1 Kredit 15.853.686 946.049.819 29.390.498 17.881.052 11.509.446 932.513.007
2 Surat Berharga 100.666 435.790.134 444.818 100.581 344.237 435.445.982
Transaksi
3 Rekening 38.719 390.380.193 2.864.112 124.402 2.739.710 387.554.800
Administratif
4 Total 15.993.071 1.772.220.146 32.699.428 18.106.035 14.593.393 1.755.513.789
12.b. Risiko Kredit - Pengungkapan Kualitas Kredit atas Aset (CR1) - Bank secara Konsolidasi
dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan yang Tagihan yang Nilai Bersih
CKPN Stage 2 dan (Pendekatan
Telah Jatuh Belum Jatuh Stage 1 (a+b-c)
Stage 3 IRB)
Tempo Tempo
a b c d e f g
1 Kredit 16.201.200 976.688.570 30.757.244 18.577.127 12.180.117 962.132.526
2 Surat Berharga 100.666 450.155.404 484.460 119.903 364.557 449.771.610
Transaksi
3 Rekening 40.738 391.171.565 2.866.909 124.402 2.742.507 388.345.394
Administratif
4 Total 16.342.604 1.818.015.539 34.108.613 18.821.432 15.287.181 1.800.249.530
13.a. Risiko Kredit - Pengungkapan Mutasi Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo (CR2) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
a
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir 20.233.597
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir 7.876.349
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo 2.808.766
4 Nilai hapus buku 5.760.776
5 Perubahan lain (3.586.052)
6 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan (1+2-3-4+5) 15.954.352
124 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 127
13.b. Risiko Kredit - Pengungkapan Mutasi Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo (CR2) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
a
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir 20.660.481
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir 8.355.628
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo 2.972.306
4 Nilai hapus buku 6.306.472
5 Perubahan lain (3.435.465)
6 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan (1+2-3-4+5) 16.301.866
14.a. Risiko Kredit - Pengungkapan Kuantitatif terkait MRK (CR3) - Bank secara individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan yang
Dijamin dengan
Tagihan yang Tidak Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang
Garansi,
Dijamin dengan Dijamin dengan Dijamin dengan Dijamin dengan
Penjaminan dan/
Teknik MRK Teknik MRK Agunan Derivatif Kredit
atau Asuransi
Kredit
a b c d e
1 Kredit 895.148.452 37.364.555 37.334.222 30.333 -
2 Surat Berharga 435.445.982 - - - -
3 Total 1.330.594.434 37.364.555 37.334.222 30.333
Kredit dan Surat Berharga yang
4 6.243.032 3.298 3.298 - -
Telah Jatuh Tempo
14.b. Risiko Kredit - Pengungkapan Kuantitatif terkait Teknik MRK (CR3) - Bank secara Konsolidasi dengan
Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan yang
Dijamin dengan
Tagihan yang Tidak Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang
Garansi,
Dijamin dengan Dijamin dengan Dijamin dengan Dijamin dengan
Penjaminan dan/
Teknik MRK Teknik MRK Agunan Derivatif Kredit
atau Asuransi
Kredit
a b c d e
1 Kredit 923.367.428 38.765.098 38.734.765 30.333 -
2 Surat Berharga 449.771.610 - - - -
3 Total 1.373.139.038 38.765.098 38.734.765 30.333 -
Kredit dan Surat Berharga
4 6.325.134 3.298 3.298 - -
yang Telah Jatuh Tempo
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 125
Page 128
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.1a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah (CRB-1) - Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No. Kategori Portofolio
Indonesia
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Bagian Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tagihan kepada Pemerintah 888 412.384.344 364 568 412.386.164
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 282.243 44.016.722 - - 44.298.965
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
3. - - - - -
Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 192.007 53.644.672 7.405 38.393 53.882.477
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa
6. 11.187 64.906.813 529.491 10.542 65.458.033
Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi,
7. - 684.704 - - 684.704
Ekuitas, dan Instrumen Modal Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 16.289.538 196.709.466 6.599.102 9.656.766 229.254.872
9. Kredit Beragun Properti Komersial 24.862.295 339.201.094 8.599.880 13.558.032 386.221.301
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah,
10. - - - - -
dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan
12. 3.925.046 89.791.072 2.400.797 3.745.953 99.862.868
Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 6.913.106 270.444.446 4.234.019 4.570.693 286.162.264
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 340.990 5.498.221 136.230 308.288 6.283.729
15. Aset Lainnya 3.336.051 59.633.460 1.189.056 3.419.035 67.577.602
Total 56.153.351 1.536.915.014 23.696.344 35.308.270 1.652.072.979
15.1a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah (CRB-1) - Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No. Kategori Portofolio
Indonesia
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Bagian Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tagihan kepada Pemerintah - 368.166.256 - - 368.166.256
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 313.604 42.199.324 - - 42.512.928
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
3. - - - - -
Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 260.231 52.102.114 78.226 57.714 52.498.285
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa
6. 9.699 54.245.819 488.913 11.950 54.756.381
Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi.
7. - 627.983 - - 627.983
Ekuitas. dan Instrumen Modal Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 14.450.545 187.288.264 6.263.453 9.435.054 217.437.316
9. Kredit Beragun Properti Komersial 22.205.493 310.678.296 7.532.061 12.944.109 353.359.959
Kredit untuk Pengadaan Tanah. Pengolahan Tanah.
10. - - - - -
dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro. Usaha Kecil dan
12. 3.775.001 87.147.016 2.153.413 3.498.945 96.574.375
Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 7.701.027 244.044.367 3.073.298 4.434.524 259.253.216
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 254.205 4.639.972 169.738 274.752 5.338.667
15. Aset Lainnya 4.442.645 59.345.655 1.034.432 3.709.309 68.532.041
Total 53.412.450 1.410.485.066 20.793.534 34.366.357 1.519.057.407
126 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 129
15.1b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah (CRB-1) - Bank secara
Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No. Kategori Portofolio
Indonesia
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Bagian Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tagihan kepada Pemerintah 888 421.535.595 364 568 421.537.415
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 316.543 44.319.090 - 236.675 44.872.308
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3. - - - - -
Internasional
4. Tagihan kepada Bank 192.007 55.632.131 7.405 160.272 55.991.815
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan
6. 11.187 64.521.629 529.491 10.542 65.072.849
Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas, dan
7. - 789.700 - - 789.700
Instrumen Modal Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 16.353.730 198.080.879 6.600.110 9.705.381 230.740.100
9. Kredit Beragun Properti Komersial 24.865.838 339.370.072 8.599.880 13.561.027 386.396.817
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah, dan Konstruksi - - - - -
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 47.600 31.595 7.080 31.324 117.599
12. Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 5.897.191 98.688.465 3.094.389 4.719.326 112.399.371
13. Tagihan kepada Korporasi 8.724.056 289.662.371 5.217.501 5.663.734 309.267.662
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 352.832 5.555.760 143.719 313.924 6.366.235
15. Aset Lainnya 3.383.685 60.709.044 1.189.056 3.420.113 68.701.898
Total 60.145.557 1.578.896.331 25.388.995 37.822.886 1.702.253.769
15.1b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah (CRB-1) - Bank secara
Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
No. Kategori Portofolio
Indonesia
Operasi
Sumatra Jawa Kalimantan Bagian Total
Luar Negeri
Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan kepada Pemerintah - 378.037.874 - - - 378.037.874
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 346.937 42.459.758 - 233.333 - 43.040.028
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral
3. - - - - - -
dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 260.231 54.174.271 78.226 57.714 345.285 54.915.727
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga
6. 9.699 53.928.029 488.913 11.950 - 54.438.591
Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. - 600.017 - - 59.109 659.126
Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 14.494.023 188.393.579 6.264.528 9.476.912 - 218.629.042
9. Kredit Beragun Properti Komersial 22.210.582 310.791.336 7.532.061 12.949.390 - 353.483.369
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah,
10. - - - - - -
dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 77.950 57.296 12.376 53.387 - 201.009
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan
12. 5.795.060 96.295.259 2.842.230 4.518.449 - 109.450.998
Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 9.318.475 258.023.419 3.927.856 5.001.871 - 276.271.621
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 274.445 4.723.792 178.095 281.286 - 5.457.618
15. Aset Lainnya 4.489.109 60.956.954 1.034.432 3.709.533 4.035 70.194.063
Total 57.276.511 1.448.441.584 22.358.717 36.293.825 408.429 1.564.779.066
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 127
Page 130
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.2a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-2) -
Bank secara Individu
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Sektor Multilateral kepada Bank Covered Lembaga
Pemerintah
Publik dan Lembaga Bond Jasa
Internasional Keuangan
Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Periode 31 Desember 2025
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - - - - - 230.523
2. Pertambangan dan Penggalian - 2.598.438 - - - -
3. Industri Pengolahan - 1.410.228 - - - 503
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4. - 25.048.729 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5. Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi - 97.559 - - - 3.768
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
7. - 15.875 - - - 5.031
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8. Pengangkutan dan Pergudangan - 6.975.235 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9. - - - - - -
Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi - 7.646.352 - - - -
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 5.324.038 - - 53.882.477 - 65.209.913
12. Real Estat - - - - - -
13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - 4.090
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha
14. Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen - - - - - 3.993
Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
15. 404.363.519 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16. Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17. - - - - - -
Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19. Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - 205
Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang Menghasilkan
20. Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang - - - - - -
Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21. - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga - - - - - -
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - 7
24. Lainnya 2.698.607 506.549 - - - -
Total 412.386.164 44.298.965 - 53.882.477 - 65.458.033
128 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 131
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk Tagihan
Berharga/ Kredit Kredit Pengadaan Kepada Usaha
Kredit Tagihan Tagihan yang
Piutang Beragun Beragun Tanah, Mikro, Usaha
Pegawai/ kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Subordinasi, Rumah Properti Pengolahan Kecil dan
Pensiunan Korporasi Tempo
Ekuitas, dan Tinggal Komersial Tanah, dan Portofolio
Instrumen Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
- 2.545.569 31.815.989 - - 1.521.033 10.407.161 61.181 -
- 719.458 8.276.408 - - 249.771 30.894.729 8.189 -
- 26.714.039 145.345.710 - - 3.569.693 67.239.702 1.818.831 -
- 246.386 6.073.831 - - 60.947 2.663.596 2.040 -
- 219.781 3.080.610 - - 87.377 2.210.706 5.859 -
- 3.397.999 6.705.354 - - 1.214.201 35.114.680 195.083 -
- 70.654.307 100.554.997 - - 11.586.824 27.164.263 1.740.807 -
- 7.706.582 16.148.211 - - 1.684.139 15.975.818 91.104 -
- 2.448.311 13.027.775 - - 1.593.838 2.803.997 281.106 -
80 841.077 2.378.225 - - 328.301 24.105.338 38.147 -
684.624 185.262 372.433 - - 4.075.924 2.679.611 34 20.802
- 3.368.695 26.840.647 - - 1.588.462 8.479.561 77.731 -
- 1.589.813 2.822.600 - - 1.176.226 994.044 165.470 -
- 1.925.700 8.310.477 - - 787.649 2.124.753 65.304 -
- - - - - - - - -
- 218.547 960.585 - - 420.200 366.846 4.240 -
- 1.024.590 5.119.907 - - 345.854 278.638 11.945 -
- 129.775 404.519 - - 107.781 247.621 2.356 -
- 632.396 1.782.825 - - 707.680 176.966 26.473 -
- - - - - - - - -
- - - - - 105 - - -
- 104.686.585 6.200.198 - - 45.072.839 - 1.597.688 -
- - - - - 22.557.370 270 59.609 -
- - - - - 1.126.654 52.233.964 30.532 67.556.800
684.704 229.254.872 386.221.301 - - 99.862.868 286.162.264 6.283.729 67.577.602
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 129
Page 132
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.2a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-2) - Bank
secara Individu
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Sektor Multilateral kepada Bank Covered Lembaga
Pemerintah
Publik dan Lembaga Bond Jasa
Internasional Keuangan
Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Periode 31 Desember 2024
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - - - - - 206.306
2. Pertambangan dan Penggalian - 2.464.263 - - - -
3. Industri Pengolahan - 1.451.472 - - - 43.760
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4. - 19.542.010 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5. Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi - 923.629 - - - -
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
7. - 51.391 - - - 6.463
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8. Pengangkutan dan Pergudangan - 7.602.426 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9. - - - - - -
Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi - 9.575.496 - - - -
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 6.116.796 - - 52.498.285 - 54.493.132
12. Real Estat - - - - - -
13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - 6.391
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
14. - - - - - -
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
15. 358.964.489 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16. Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17. - - - - - -
Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19. Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - 322
Aktivitas Rumah Tangga sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
20. Menghasilkan Barang dan Jasa oleh - - - - - -
Rumah Tangga yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21. - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga - - - - - -
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - 7
24. Lainnya 3.084.971 902.241 - - - -
Total 368.166.256 42.512.928 - 52.498.285 - 54.756.381
130 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 133
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk Tagihan
Berharga/ Kredit Kredit Pengadaan Kepada Usaha
Kredit Tagihan Tagihan yang
Piutang Beragun Beragun Tanah, Mikro, Usaha
Pegawai/ kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Subordinasi, Rumah Properti Pengolahan Kecil dan
Pensiunan Korporasi Tempo
Ekuitas, dan Tinggal Komersial Tanah, dan Portofolio
Instrumen Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
- 2.539.663 28.392.033 - - 1.558.971 8.344.760 78.315 -
- 917.426 5.791.945 - - 262.346 23.271.270 22.172 -
- 24.527.673 135.472.122 - - 3.048.247 62.202.313 2.096.355 -
- 262.092 6.273.436 - - 74.487 5.566.707 2.836 -
- 202.352 2.777.980 - - 87.955 2.365.182 6.586 -
- 3.287.358 5.437.572 - - 986.197 32.271.268 82.458 -
- 67.996.489 98.355.707 - - 9.907.505 26.113.882 1.386.961 -
- 6.469.953 14.275.418 - - 1.382.229 13.707.041 34.591 -
- 2.041.698 10.443.724 - - 1.296.432 1.926.797 112.200 -
80 684.646 1.852.168 - - 240.341 19.017.415 12.862 -
627.903 164.358 352.938 - - 141.594 2.011.826 827 7.018
- 2.445.617 21.375.176 - - 1.100.462 11.164.299 113.387 -
- 1.632.016 3.020.868 - - 851.248 483.061 25.679 -
- 1.785.898 6.998.376 - - 679.663 2.138.532 27.442 -
- - - - - - - - -
- 151.839 891.383 - - 209.391 319.298 4.533 -
- 872.696 3.901.189 - - 324.588 410.317 9.135 -
- 101.962 358.629 - - 116.824 240.092 154 -
- 576.036 1.628.763 - - 467.598 113.303 7.832 -
- - - - - - - - -
- 15 - - - 175 - - -
- 100.777.529 5.760.532 - - 52.070.777 - 1.209.586 -
- - - - - 20.648.784 307 46.570 -
- - - - - 1.118.561 47.585.546 58.186 68.525.023
627.983 217.437.316 353.359.959 - - 96.574.375 259.253.216 5.338.667 68.532.041
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 131
Page 134
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.2b Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-2) - Bank
secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Sektor Multilateral kepada Bank Covered Lembaga
Pemerintah
Publik dan Lembaga Bond Jasa
Internasional Keuangan
Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Periode 31 Desember 2025
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - - - - - 230.523
2. Pertambangan dan Penggalian - 2.598.438 - - - -
3. Industri Pengolahan - 1.410.228 - - - 503
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4. - 25.483.237 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5. Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi - 170.219 - - - 3.768
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
7. - 15.875 - - - 5.031
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
8. Pengangkutan Dan Pergudangan - 6.975.235 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9. - 66.084 - - - -
Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi - 7.646.352 - - - -
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 10.158.220 - - 55.991.815 - 64.824.729
12. Real Estat - - - - - -
13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - 4.090
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha
14. Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen - 91 - - - 3.993
Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
15. 408.680.588 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16. Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17. - - - - - -
Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19. Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - 205
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
20. - - - - - -
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21. - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga - - - - - -
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - 7
24. Lainnya 2.698.607 506.549 - - - -
Total 421.537.415 44.872.308 - 55.991.815 - 65.072.849
132 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 135
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk Tagihan
Berharga/ Kredit Kredit Pengadaan kepada Usaha
Kredit Tagihan Tagihan yang
Piutang Beragun Beragun Tanah, Mikro, Usaha
Pegawai/ kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Subordinasi, Rumah Properti Pengolahan Kecil dan
Pensiunan Korporasi Tempo
Ekuitas, dan Tinggal Komersial Tanah, dan Portofolio
Instrumen Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
- 2.545.569 31.815.989 - 115.476 2.091.127 11.352.574 68.633 -
- 719.458 8.276.408 - - 434.755 32.867.159 9.335 -
- 26.714.039 145.345.710 - - 4.842.698 72.291.147 1.829.607 -
- 246.386 6.073.831 - - 90.742 3.774.459 2.245 -
- 219.781 3.080.610 - - 125.471 2.338.934 6.102 -
- 3.398.349 6.705.354 - - 1.594.819 35.610.608 198.039 -
13.200 70.654.307 100.555.637 - - 14.014.139 30.219.554 1.761.907 -
- 7.706.582 16.153.250 - - 2.026.727 16.964.822 93.627 -
- 2.448.311 13.029.323 - - 2.155.344 2.902.639 287.115 -
80 841.077 2.378.225 - - 492.759 25.452.446 39.114 -
776.420 185.262 372.433 - - 4.462.471 8.695.044 1.938 20.802
- 3.368.695 26.995.301 - - 1.735.381 9.430.658 78.719 -
- 1.589.813 2.822.600 - - 1.393.828 1.013.577 167.138 -
- 1.925.700 8.310.477 - - 1.075.660 2.908.454 67.661 -
- - - - - 465.656 939 3.059 -
- 218.547 962.443 - - 767.116 412.824 6.496 -
- 1.025.582 5.119.907 - - 840.056 289.771 14.831 -
- 129.775 404.519 - - 192.556 257.821 2.910 -
- 632.396 1.782.825 - - 1.495.171 182.985 30.630 -
- - - - - 529 55 - -
- - - - - 105 - - -
- 106.170.471 6.211.975 - 2.123 47.542.178 66.311 1.606.988 -
- - - - - 23.081.269 917 59.609 -
- - - - - 1.478.814 52.233.964 30.532 68.681.096
789.700 230.740.100 386.396.817 - 117.599 112.399.371 309.267.662 6.366.235 68.701.898
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 133
Page 136
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.2b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-2) - Bank
secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan
kepada Pembangunan Tagihan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada
Entitas Sektor Multilateral kepada Bank Covered Lembaga
Pemerintah
Publik dan Lembaga Bond Jasa
Internasional Keuangan
Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Periode 31 Desember 2024
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan - - - - - 206.306
2. Pertambangan dan Penggalian - 2.464.263 - - - -
3. Industri Pengolahan - 1.451.472 - - - 43.760
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan
4. - 19.983.313 - - - -
Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah,
5. Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan - - - - - -
Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi - 994.827 - - - -
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
7. - 51.391 - - - 6.463
dan Perawatan Mobil Dan Sepeda Motor
8. Pengangkutan dan Pergudangan - 7.602.426 - - - -
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan
9. - - - - - -
Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi - 9.575.496 - - - -
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 10.632.048 4.319 - 54.915.727 - 54.175.342
12. Real Estat - - - - - -
13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis - - - - - 6.391
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha
14. Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen - 135 - - - -
Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
15. 364.320.855 - - - - -
Jaminan Sosial Wajib
16. Pendidikan - 10.145 - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas
17. - - - - - -
Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19. Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - 322
Aktivitas Rumah Tangga Sebagai Pemberi
Kerja; Aktivitas yang Menghasilkan
20. Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang - - - - - -
Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan
Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan Badan
21. - - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga - - - - - -
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya - - - - - 7
24. Lainnya 3.084.971 902.241 - - - -
Total 378.037.874 43.040.028 - 54.915.727 - 54.438.591
134 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 137
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk Tagihan
Berharga/ Kredit Kredit Pengadaan kepada Usaha
Kredit Tagihan Tagihan yang
Piutang Beragun Beragun Tanah, Mikro, Usaha
Pegawai/ kepada Telah Jatuh Aset Lainnya
Subordinasi, Rumah Properti Pengolahan Kecil dan
Pensiunan Korporasi Tempo
Ekuitas, dan Tinggal Komersial Tanah, dan Portofolio
Instrumen Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
(9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
- 2.539.663 28.392.033 - 196.483 2.090.101 9.402.255 85.873 -
- 917.426 5.791.945 - - 474.331 24.576.891 23.997 -
- 24.527.673 135.472.122 - - 4.250.347 67.101.275 2.110.537 -
- 262.092 6.273.436 - - 101.245 5.752.941 3.132 -
- 202.352 2.777.980 - - 121.667 2.367.998 7.034 -
- 3.287.831 5.437.572 - - 1.352.433 32.736.868 86.955 -
- 67.997.027 98.357.285 - - 12.830.245 28.451.791 1.420.999 -
- 6.469.953 14.284.537 - - 1.668.302 14.464.320 37.340 -
- 2.042.153 10.445.614 - - 1.804.399 2.102.651 119.799 -
80 684.646 1.852.168 - - 406.603 19.887.438 14.154 -
659.046 164.358 352.938 - - 509.853 5.836.160 3.023 7.018
- 2.445.617 21.471.969 - - 1.223.557 11.577.227 114.287 -
- 1.632.016 3.020.868 - - 1.060.818 501.680 26.959 -
- 1.785.898 6.998.376 - - 966.898 2.719.755 31.038 -
- - - - - 396.764 1.081 4.620 -
- 151.839 891.383 - - 544.629 359.226 7.335 -
- 873.964 3.901.189 - - 846.141 425.775 13.762 -
- 101.962 358.629 - - 196.576 244.056 1.315 -
- 576.036 1.628.763 - - 1.936.784 116.645 21.212 -
- - - - - 794 90 18 -
- 15 - - - 175 - - -
- 101.966.411 5.774.562 - 4.526 54.290.404 59.029 1.219.427 -
- 110 - - - 20.805.086 923 46.616 -
- - - - - 1.572.846 47.585.546 58.186 70.187.045
659.126 218.629.042 353.483.369 - 201.009 109.450.998 276.271.621 5.457.618 70.194.063
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 135
Page 138
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.3a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak (CRB-3) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak
No. Kategori Portofolio
>1 thn s.d. >3 thn s.d. Non-
≤ 1 tahun > 5 thn Total
3 thn 5 thn Kontraktual
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan kepada Pemerintah 193.818.221 82.125.364 84.211.030 52.231.549 - 412.386.164
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 4.331.380 2.748.054 7.833.012 29.386.519 - 44.298.965
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 40.856.514 10.927.088 2.098.875 - - 53.882.477
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6. 35.815.470 27.888.689 1.753.874 - - 65.458.033
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal - - - - 684.704 684.704
Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 92.938.534 19.307.685 27.508.242 89.500.411 - 229.254.872
9. Kredit Beragun Properti Komersial 190.172.194 29.136.034 48.771.290 118.141.783 - 386.221.301
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengolahan
10. - - - - - -
Tanah, dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12. 27.449.355 33.063.887 27.183.543 12.166.083 - 99.862.868
dan Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 116.436.552 41.690.092 43.718.119 84.317.501 - 286.162.264
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 2.342.726 580.630 1.680.656 1.679.717 - 6.283.729
15. Aset Lainnya - - - - 67.577.602 67.577.602
Total 704.160.946 247.467.523 244.758.641 387.423.563 68.262.306 1.652.072.979
15.3a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak (CRB-3) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak
No. Kategori Portofolio
>1 thn s.d. >3 thn s.d. Non-
≤ 1 tahun > 5 thn Total
3 thn 5 thn Kontraktual
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan kepada Pemerintah 170.512.358 81.728.621 91.516.636 24.408.641 - 368.166.256
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 4.566.666 5.234.754 2.777.797 29.933.711 - 42.512.928
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 38.510.699 12.904.435 989.604 93.547 - 52.498.285
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6. 22.794.960 31.217.684 743.737 - - 54.756.381
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal - - - - 627.983 627.983
Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 88.480.417 19.592.016 25.467.710 83.897.173 - 217.437.316
9. Kredit Beragun Properti Komersial 174.334.232 30.488.077 46.011.168 102.526.482 - 353.359.959
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengolahan
10. - - - - - -
Tanah, dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12. 17.846.096 34.735.526 30.939.563 13.053.190 - 96.574.375
dan Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 108.480.772 37.646.129 38.078.905 75.047.410 - 259.253.216
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 1.981.364 607.027 585.587 2.164.689 - 5.338.667
15. Aset Lainnya - - - - 68.532.041 68.532.041
Total 627.507.564 254.154.269 237.110.707 331.124.843 69.160.024 1.519.057.407
136 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 139
15.3b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak (CRB-3) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak
No. Kategori Portofolio
>1 thn s.d. 3 >3 thn s.d. Non-
≤ 1 tahun > 5 thn Total
thn 5 thn Kontraktual
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan kepada Pemerintah 200.763.112 82.445.278 84.748.934 53.580.091 - 421.537.415
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 4.667.729 2.779.246 8.038.814 29.386.519 - 44.872.308
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 41.996.110 11.308.316 2.687.389 - - 55.991.815
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6. 35.430.286 27.888.689 1.753.874 - - 65.072.849
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal - - - - 789.700 789.700
Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 94.224.329 19.347.572 27.576.078 89.592.121 - 230.740.100
9. Kredit Beragun Properti Komersial 190.289.571 29.163.880 48.801.182 118.142.184 - 386.396.817
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10. - - - - - -
Pengolahan Tanah, dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 82.482 9.039 10.730 15.348 - 117.599
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12. 31.151.602 37.705.792 30.650.533 12.891.444 - 112.399.371
dan Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 127.255.534 46.928.335 47.979.130 87.104.663 - 309.267.662
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 2.352.450 608.131 1.714.496 1.691.158 - 6.366.235
15. Aset Lainnya 23.962 342.656 - - 68.335.280 68.701.898
Total 728.237.167 258.526.934 253.961.160 392.403.528 69.124.980 1.702.253.769
15.3b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak (CRB-3) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak
No. Kategori Portofolio
>1 thn s.d. 3 >3 thn s.d. Non-
≤ 1 tahun > 5 thn Total
thn 5 thn Kontraktual
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan kepada Pemerintah 178.669.930 82.725.065 91.641.323 25.001.556 - 378.037.874
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 4.784.264 5.283.542 2.838.511 30.133.711 - 43.040.028
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3. - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 40.699.895 13.056.693 1.065.592 93.547 - 54.915.727
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6. 22.477.170 31.217.684 743.737 - - 54.438.591
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal - - - - 659.126 659.126
Lainnya
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 89.540.921 19.602.656 25.541.245 83.944.220 - 218.629.042
9. Kredit Beragun Properti Komersial 174.403.575 30.490.588 46.013.058 102.576.148 - 353.483.369
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10. - - - - - -
Pengolahan Tanah, dan Konstruksi
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 139.484 14.485 27.462 19.578 - 201.009
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil,
12. 22.430.921 39.018.471 34.280.785 13.720.821 - 109.450.998
dan Portofolio Ritel
13. Tagihan kepada Korporasi 116.944.073 41.836.231 40.904.278 76.587.039 - 276.271.621
14. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 2.019.970 638.733 626.420 2.172.495 - 5.457.618
15. Aset Lainnya 103.501 382.081 - - 69.708.481 70.194.063
Total 652.213.704 264.266.229 243.682.411 334.249.115 70.367.607 1.564.779.066
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 137
Page 140
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.4a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah (CRB-4) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Wilayah
No. Keterangan
Indonesia Bagian
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tagihan 66.544.932 1.849.976.994 26.760.110 37.392.666 1.980.674.702
Tagihan yang mengalami
peningkatan dan pemburukan
risiko kredit (Stage 2 dan Stage 3)
2.
a. Belum jatuh tempo 1.250.925 18.459.999 460.977 282.470 20.454.371
b. Telah jatuh tempo 569.356 14.753.237 200.061 547.855 16.070.509
3. CKPN - Stage 1 825.038 13.065.667 320.033 531.592 14.742.330
4. CKPN - Stage 2 636.878 7.368.783 321.513 66.653 8.393.827
5. CKPN - Stage 3 230.854 9.334.131 65.393 241.797 9.872.175
6. Tagihan yang dihapus buku 102.805 6.914.796 275.724 72.430 7.365.755
15.4a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah (CRB-4) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2024
Wilayah
No. Keterangan
Indonesia Bagian
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tagihan 61.563.591 1.687.650.926 23.609.909 35.762.609 1.808.587.035
Tagihan yang mengalami
peningkatan dan pemburukan
risiko kredit (Stage 2 dan Stage 3)
2.
a. Belum jatuh tempo 1.051.647 19.750.623 273.517 218.250 21.294.037
b. Telah jatuh tempo 444.470 15.255.601 417.075 497.406 16.614.552
3. CKPN - Stage 1 926.490 13.132.988 278.683 546.011 14.884.172
4. CKPN - Stage 2 502.540 9.361.692 110.737 31.646 10.006.615
5. CKPN - Stage 3 191.594 10.721.580 247.513 224.859 11.385.546
6. Tagihan yang dihapus buku 19.973 3.213.645 36.923 24.705 3.295.246
138 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 141
15.4b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah (CRB-4) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Wilayah
No. Keterangan
Indonesia
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Bagian Timur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tagihan 71.027.977 1.884.496.240 28.494.387 40.000.851 2.024.019.455
Tagihan yang mengalami peningkatan dan
pemburukan risiko kredit (Stage 2 dan Stage 3)
2.
a. Belum jatuh tempo 1.400.307 19.182.119 494.033 306.262 21.382.721
b. Telah jatuh tempo 624.937 15.006.810 219.937 570.602 16.422.286
3. CKPN - Stage 1 926.488 13.576.743 350.750 585.141 15.439.122
4. CKPN - Stage 2 647.751 7.405.206 324.916 70.766 8.448.639
5. CKPN - Stage 3 357.938 9.836.149 80.133 260.786 10.535.006
6. Tagihan yang dihapus buku 247.504 7.547.611 332.960 131.118 8.259.193
15.4b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah (CRB-4) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2024
Wilayah
No. Keterangan
Indonesia Operasi Luar
Sumatra Jawa Kalimantan Total
Bagian Timur Negeri
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan 65.591.336 1.718.602.552 25.194.340 37.725.478 404.394 1.847.518.100
Tagihan yang mengalami
peningkatan dan pemburukan risiko
kredit (Stage 2 dan Stage 3)
2.
a. Belum jatuh tempo 1.182.752 20.430.731 291.312 237.747 - 22.142.542
b. Telah jatuh tempo 504.570 15.578.190 439.148 515.405 - 17.037.313
3. CKPN - Stage 1 975.321 13.461.986 296.938 572.054 - 15.306.299
4. CKPN - Stage 2 511.083 9.399.192 114.052 35.222 - 10.059.549
5. CKPN - Stage 3 271.542 11.319.428 263.150 239.257 - 12.093.377
6. Tagihan yang dihapus buku 123.891 3.655.923 67.076 56.577 - 3.903.467
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 139
Page 142
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.5a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-5) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan yang Mengalami Cadangan Cadangan Cadangan
Tagihan
Penurunan Nilai kerugian kerugian kerugian
yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan penurunan penurunan penurunan
Belum Jatuh Telah jatuh dihapus
nilai (CKPN) nilai (CKPN) nilai (CKPN)
Tempo tempo buku
- Stage 1 - Stage 2 - Stage 3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Periode 31 Desember 2025
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 54.998.634 74.299 107.997 525.022 5.646 47.100 224.953
2. Pertambangan dan Penggalian 66.288.388 92.964 12.607 416.345 57.943 4.439 1.425
3. Industri Pengolahan 349.990.240 7.724.368 6.723.880 3.845.410 3.612.809 4.902.700 2.092.199
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas
4. 38.921.122 10.283 4.030 216.288 2.010 1.990 395
dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air
5. Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang 6.395.289 3.690 9.518 71.010 373 3.670 5.064
Sampah, dan Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi 53.081.882 446.051 328.738 869.711 304.428 135.074 50.514
Perdagangan Besar dan Eceran;
7. Reparasi dan Perawatan Mobil Dan 291.201.252 2.266.481 3.816.950 4.043.683 1.088.745 2.083.957 1.351.285
Sepeda Motor
8. Pengangkutan dan Pergudangan 58.120.051 215.498 125.006 699.872 124.312 34.667 11.471
Penyediaan Akomodasi dan
9. 24.815.187 2.975.097 1.093.042 655.632 1.084.736 812.038 50.479
Penyediaan Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi 42.836.415 427.935 51.751 174.416 233.694 13.782 3.707
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 193.269.309 3.573 66 488.113 258 1.826 308
12. Real Estat 46.730.573 2.596.274 127.222 896.778 1.269.436 49.493 42.856
13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis 8.134.392 35.180 272.088 92.111 4.222 106.913 9.587
Aktivitas Penyewaan dan Sewa
Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
14. 15.788.916 133.467 89.098 203.365 56.276 23.890 7.732
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan
dan Penunjang usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan,
15. 436.805.128 - - - - - 20
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
16. Pendidikan 2.363.227 7.017 5.492 28.024 845 1.252 1.852
Aktivitas Kesehatan Manusia dan
17. 9.415.761 25.047 17.477 104.371 5.230 5.537 1.371
Aktivitas Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi 984.624 226 3.184 18.847 16 890 4.071
19. Aktivitas Jasa Lainnya 4.059.241 23.264 39.024 60.601 2.306 12.798 6.199
Aktivitas Rumah Tangga Sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
20. Menghasilkan Barang dan Jasa oleh - - - - - - -
Rumah Tangga yang digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan
21. 105 - - - - - -
Badan Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga 160.168.534 2.829.019 2.794.852 552.163 377.355 1.250.550 1.944.060
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya 50.926.656 294.470 234.983 439.320 63.565 191.246 447.490
24. Lainnya 65.379.776 270.168 213.504 341.248 99.622 188.363 1.108.717
Total 1.980.674.702 20.454.371 16.070.509 14.742.330 8.393.827 9.872.175 7.365.755
140 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 143
15.5a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-5) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan yang Mengalami Cadangan Cadangan Cadangan
Tagihan
Penurunan Nilai kerugian kerugian kerugian
yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan penurunan penurunan penurunan
Belum Jatuh Telah jatuh dihapus
nilai (CKPN) nilai (CKPN) nilai (CKPN)
Tempo tempo buku
- Stage 1 - Stage 2 - Stage 3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Periode 31 Desember 2024
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 47.554.246 47.478 276.658 724.085 3.660 198.590 18.550
2. Pertambangan dan Penggalian 51.647.233 139.221 30.803 273.186 94.639 8.631 801
3. Industri Pengolahan 324.501.867 4.178.365 8.652.768 4.069.001 2.481.361 6.556.366 738.207
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas
4. 38.565.449 1.172 4.057 241.783 189 1.221 285
dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air
5. Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang 6.873.598 3.060 10.458 74.342 200 3.885 4.754
Sampah, dan Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi 51.198.374 256.320 213.782 798.050 138.257 131.531 41.544
Perdagangan Besar dan Eceran;
7. Reparasi dan Perawatan Mobil Dan 275.683.423 2.794.602 3.500.692 4.350.064 1.557.051 2.117.956 663.504
Sepeda Motor
8. Pengangkutan dan Pergudangan 53.001.857 38.278 51.729 672.965 2.837 17.464 7.749
Penyediaan Akomodasi dan
9. 20.630.843 5.056.276 240.593 361.616 2.277.608 128.501 15.826
Penyediaan Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi 39.783.855 776.743 32.747 255.620 401.470 19.955 1.637
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 171.747.430 2.277 2.099 595.642 52 3.073 2.960
12. Real Estat 41.569.632 4.509.898 231.895 603.752 2.354.384 118.512 4.812
13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis 7.598.428 242.576 39.995 96.955 103.976 15.613 5.105
Aktivitas Penyewaan dan Sewa
Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
14. 13.462.787 66.319 40.505 249.694 38.345 13.115 4.793
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan
Penunjang Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
15. 379.652.045 - - 96 - - 314
dan Jaminan Sosial Wajib
16. Pendidikan 1.914.995 465 6.897 25.672 82 2.377 722
Aktivitas Kesehatan Manusia dan
17. 6.262.885 1.618 14.319 90.991 119 5.228 615
Aktivitas Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi 938.927 1.900 4.488 18.991 304 4.334 873
19. Aktivitas Jasa Lainnya 3.385.600 17.464 14.576 64.493 1.841 7.121 4.692
Aktivitas Rumah Tangga Sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
20. Menghasilkan Barang dan Jasa oleh - - - - - - -
Rumah Tangga yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan
21. 190 - - - - - -
Badan Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga 162.084.497 2.542.221 2.605.150 493.574 362.797 1.443.153 1.096.154
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya 48.792.318 269.320 191.166 538.426 65.326 155.428 295.178
24. Lainnya 61.736.556 348.464 449.175 285.174 122.117 433.492 386.171
Total 1.808.587.035 21.294.037 16.614.552 14.884.172 10.006.615 11.385.546 3.295.246
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 141
Page 144
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.5b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-5) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan yang
Mengalami Penurunan Cadangan Cadangan Cadangan
Nilai kerugian kerugian kerugian
Tagihan yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan penurunan penurunan penurunan
Belum dihapus buku
Telah jatuh nilai (CKPN) - nilai (CKPN) - nilai (CKPN) -
Jatuh Stage 1 Stage 2 Stage 3
tempo
Tempo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Periode 31 Desember 2025
Pertanian, Kehutanan dan
1. 56.667.885 91.738 127.026 553.492 7.729 61.082 271.644
Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian 68.473.614 107.404 16.009 435.973 58.345 7.278 9.971
3. Industri Pengolahan 356.885.137 7.895.580 6.753.198 3.920.173 3.616.878 5.021.695 2.183.922
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
4. 40.497.138 11.230 4.457 222.848 2.222 2.421 2.014
Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan
Air Limbah, Pengelolaan dan
5. 6.755.736 4.572 10.170 73.527 481 4.202 7.540
daur Ulang Sampah, dan
Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi 54.319.210 455.154 337.775 888.973 305.938 161.504 70.168
Perdagangan Besar dan Eceran;
7. Reparasi dan Perawatan Mobil 297.390.591 2.509.637 3.934.973 4.155.822 1.097.898 2.274.338 1.513.621
dan Sepeda Motor
Pengangkutan dan
8. 59.605.871 361.029 132.169 717.519 125.253 152.560 24.246
Pergudangan
Penyediaan Akomodasi dan
9. 25.577.005 3.007.010 1.109.867 675.412 1.086.303 824.340 89.852
Penyediaan Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi 44.462.675 429.975 54.214 208.011 234.013 15.489 10.136
Aktivitas Keuangan dan
11. 194.546.305 8.252 7.005 534.696 1.168 7.557 12.245
Asuransi
12. Real Estat 47.777.769 2.642.470 129.761 905.879 1.269.985 66.220 48.540
Aktivitas Profesional, Ilmiah dan
13. 8.381.582 39.547 277.258 101.515 4.730 111.560 16.468
Teknis
Aktivitas Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
14. Opsi, Ketenagakerjaan, Agen 16.893.597 139.887 95.322 220.783 57.077 28.627 25.578
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan,
15. Pertahanan dan Jaminan Sosial 444.258.227 10.944 8.134 15.915 1.687 6.666 19.441
Wajib
16. Pendidikan 2.841.032 46.756 12.114 38.927 2.039 21.856 17.482
Aktivitas Kesehatan Manusia
17. 9.937.730 32.553 30.731 126.607 6.643 16.881 23.286
dan Aktivitas Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi 1.088.939 1.453 4.781 21.449 129 2.123 9.019
19. Aktivitas Jasa Lainnya 4.888.094 46.298 66.891 99.154 8.551 37.741 71.902
Aktivitas Rumah Tangga
Sebagai Pemberi Kerja;
Aktivitas yang Menghasilkan
20. 753 13 162 65 1 169 84
Barang dan Jasa oleh Rumah
Tangga yang Digunakan untuk
Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional
21. dan Badan Ekstra Internasional 105 - - - - - -
Lainnya
22. Rumah Tangga 164.312.814 2.976.542 2.861.670 738.066 398.382 1.330.974 2.275.773
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya 51.451.316 294.509 235.095 440.249 63.565 191.360 447.544
24. Lainnya 67.006.330 270.168 213.504 344.067 99.622 188.363 1.108.717
Total 2.024.019.455 21.382.721 16.422.286 15.439.122 8.448.639 10.535.006 8.259.193
142 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 145
15.5b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi (CRB-5) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan yang Mengalami Cadangan Cadangan Cadangan
Penurunan Nilai Tagihan
kerugian kerugian kerugian
yang
No. Sektor Ekonomi Tagihan Belum penurunan penurunan penurunan
Telah jatuh dihapus
Jatuh nilai (CKPN) nilai (CKPN) nilai (CKPN)
tempo buku
Tempo - Stage 1 - Stage 2 - Stage 3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Periode 31 Desember 2024
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 49.381.277 62.602 299.376 755.695 5.575 216.840 42.533
2. Pertambangan dan Penggalian 53.365.111 142.512 35.212 296.545 95.187 11.564 4.509
3. Industri Pengolahan 331.539.724 4.478.523 8.693.801 4.114.700 2.483.799 6.782.925 790.168
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
4. 39.220.851 1.739 5.028 246.287 224 1.995 1.146
Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air
5. Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang 6.911.742 3.600 11.920 74.800 255 4.957 6.862
Sampah, dan Aktivitas Remediasi
6. Konstruksi 52.198.055 263.545 227.291 808.342 139.149 142.020 52.423
Perdagangan Besar dan Eceran;
7. Reparasi dan Perawatan Mobil dan 281.527.044 2.983.906 3.638.653 4.408.823 1.563.974 2.288.375 799.860
Sepeda Motor
8. Pengangkutan dan Pergudangan 54.279.635 156.844 60.693 681.894 4.118 131.897 14.774
Penyediaan Akomodasi dan
9. 21.342.451 5.068.769 262.594 370.503 2.279.424 144.409 38.132
Penyediaan Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi 41.078.855 779.255 36.951 277.080 401.787 23.218 5.156
11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi 172.384.159 6.759 9.563 624.529 746 8.884 8.355
12. Real Estat 42.182.043 4.511.708 234.453 625.356 2.354.657 120.382 8.370
Aktivitas Profesional, Ilmiah dan
13. 7.835.395 245.178 44.894 100.441 104.330 19.594 8.890
Teknis
Aktivitas Penyewaan dan Sewa
Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
14. 14.586.050 71.979 51.251 259.249 39.020 21.102 15.579
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan
dan Penunjang Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan,
15. Pertahanan dan Jaminan Sosial 387.786.370 7.600 11.899 5.614 1.235 7.943 13.443
Wajib
16. Pendidikan 2.317.802 25.962 15.761 31.864 713 16.441 11.056
Aktivitas Kesehatan Manusia dan
17. 6.819.923 11.819 30.061 98.585 1.633 17.847 10.318
Aktivitas Sosial
18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi 1.026.669 3.282 8.155 20.030 506 6.996 3.504
19. Aktivitas Jasa Lainnya 4.891.093 42.437 42.890 81.794 5.756 22.791 67.021
Aktivitas Rumah Tangga sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
20. Menghasilkan Barang dan Jasa oleh 1.099 30 205 19 5 192 32
Rumah Tangga yang Digunakan
untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional dan
21. 190 - - - - - -
Badan Ekstra Internasional Lainnya
22. Rumah Tangga 165.678.896 2.656.682 2.676.180 597.470 390.012 1.513.990 1.319.981
23. Bukan Lapangan Usaha Lainnya 48.949.488 269.347 191.307 538.738 65.327 155.523 295.184
24. Lainnya 62.214.178 348.464 449.175 287.941 122.117 433.492 386.171
Total 1.847.518.100 22.142.542 17.037.313 15.306.299 10.059.549 12.093.377 3.903.467
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 143
Page 146
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
15.6a. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan (CRB-6) - Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
No. Jenis Eksposur
> 90 hari s.d. > 120 hari s.d.
> 180 hari Total
120 hari 180 hari
a b c d e f
Kredit yang termasuk dalam
1. 914.542 2.772.277 12.166.867 15.853.686
Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
Surat Berharga yang termasuk
2. dalam Tagihan yang Telah Jatuh - - 100.666 100.666
Tempo
TOTAL 914.542 2.772.277 12.267.533 15.954.352
15.6b. Risiko Kredit - Pengungkapan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan (CRB-6) - Bank secara
Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
No. Jenis Eksposur
> 90 hari s.d. > 120 hari s.d.
> 180 hari Total
120 hari 180 hari
a b c d e f
Kredit yang termasuk dalam Tagihan
1. 1.039.215 2.875.008 12.286.977 16.201.200
yang Telah Jatuh Tempo
Surat Berharga yang termasuk dalam
2. - - 100.666 100.666
Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
TOTAL 1.039.215 2.875.008 12.387.643 16.301.866
144 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 147
17.1a. Risiko Kredit - Pengungkapan Aset Performing & Non Performing (CRB-A1) - Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Non Performing
(Kualitas KL, D, M)
Performing
Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
(Kualitas L dan DPK) Tagihan yang Mengalami
Penurunan Nilai Memiliki Tunggakan > 90 Memiliki Tunggakan ≤ 90
Hari Hari
Nilai Nilai Nilai Nilai
Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN
Bruto Bruto Bruto Bruto
a b c d e f g h
1. Surat Berharga 435.790.134 344.237 100.666 100.581 - - - -
2. Kredit 945.938.069 19.738.662 15.965.436 9.651.836 - - - -
a. Korporasi 467.694.748 10.602.937 6.399.747 5.025.532 - - - -
b. Ritel 335.074.464 4.253.150 6.502.593 2.529.148 - - - -
c. Komersial 143.168.857 4.882.575 3.063.096 2.097.156 - - - -
Transaksi Rekening
3. 390.380.193 2.856.011 38.719 8.101 - - - -
Administratif
17.1b. Risiko Kredit - Pengungkapan Aset Performing & Non Performing (CRB-A1) - Bank secara
Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Non Performing
(Kualitas KL, D, M)
Performing
Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
(Kualitas L dan DPK) Tagihan yang Mengalami
Penurunan Nilai Memiliki Tunggakan > 90 Memiliki Tunggakan ≤ 90
Hari Hari
Nilai Nilai Nilai Nilai
Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN
Bruto Bruto Bruto Bruto
a b c d e f g h
1. Surat Berharga 450.136.082 364.557 119.988 119.903 - - - -
2. Kredit 976.413.619 20.705.303 16.476.151 10.051.941 - - - -
a. Korporasi 483.058.579 10.831.696 6.563.191 5.170.031 - - - -
b. Ritel 348.579.675 4.849.882 6.824.636 2.763.494 - - - -
c. Komersial 144.775.365 5.023.725 3.088.324 2.118.416 - - - -
Transaksi Rekening
3. 391.173.584 2.858.808 38.719 8.101 - - - -
Administratif
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 145
Page 148
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
17.2a. Risiko Kredit - Pengungkapan Aset Restrukturisasi Performing & Non Performing (CRB-A2) -
Bank secara Individu
Periode 31 Desember 2025
Performing Non Performing
(Kualitas L dan DPK) (Kualitas KL, D, M)
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b c d
1. Surat Berharga - - - -
2. Kredit 17.302.758 6.352.955 8.548.321 6.126.346
a. Korporasi 11.315.813 4.792.249 5.556.146 4.276.141
b. Ritel 2.584.919 196.839 690.055 244.328
c. Komersial 3.402.026 1.363.867 2.302.120 1.605.877
3. Transaksi Rekening Administratif 404.332 37.075 10.921 -
17.2b. Risiko Kredit - Pengungkapan Aset Restrukturisasi Performing & Non Performing (CRB-A2) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Periode 31 Desember 2025
Performing Non Performing
(Kualitas L dan DPK) (Kualitas KL, D, M)
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b c d
1. Surat Berharga - - - -
2. Kredit 17.700.325 6.557.976 8.701.626 6.263.718
a. Korporasi 11.600.161 4.979.034 5.654.311 4.374.306
b. Ritel 2.631.240 204.396 695.324 248.427
c. Komersial 3.468.924 1.374.546 2.351.991 1.640.985
3. Transaksi Rekening Administratif 404.332 37.075 10.921 -
146 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 149
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
e f g h i j
- - - - - -
4.625.145 383.280 12.675.012 5.969.124 8.550.922 6.126.897
1.292.044 90.361 10.023.769 4.701.888 5.556.146 4.276.141
2.321.780 151.320 260.538 44.968 692.656 244.879
1.011.321 141.599 2.390.705 1.222.268 2.302.120 1.605.877
352.758 15.042 55.129 22.033 7.366 -
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
e f g h i j
- - - - - -
4.715.036 388.942 12.676.061 5.969.270 9.010.854 6.463.482
1.310.799 90.549 10.023.769 4.701.888 5.919.904 4.560.903
2.346.669 152.029 261.587 45.114 718.308 255.680
1.057.568 146.364 2.390.705 1.222.268 2.372.642 1.646.899
352.758 15.042 55.129 22.033 7.366 -
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 147
Page 150
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
19.a. Risiko Kredit - Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan Dampak Teknik MRK (CR4) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata Bobot
Penerapan FKK dan Teknik penerapan FKK dan Teknik
Risiko
MRK MRK
Kategori Portofolio
Laporan Rata-Rata
Laporan Posisi
TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan
Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
1. Tagihan kepada Pemerintah 407.571.141 6.133.025 407.571.141 953.210 - 0%
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 39.585.815 25.555.162 39.585.815 4.711.401 10.087.839 23%
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral
3. - - - - - -
dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 51.044.248 3.505.499 51.015.538 1.828.074 14.992.035 28%
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga
56.562.599 34.246.313 56.393.716 8.833.671 17.904.549 27%
Jasa Keuangan Lain
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Korporasi - Eksposur Korporasi
194.511.280 180.526.467 175.010.256 60.865.258 187.896.627 80%
Umum
6. Tagihan kepada perusahaan efek dan lembaga
- - - - - -
jasa keuangan lain
Eksposur Pembiayaan Khusus 23.064.511 4.149.406 23.064.511 1.659.763 27.514.179 111%
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal 684.704 - 684.704 - 1.681.759 246%
Lainnya
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan
8. 91.618.511 42.713.617 75.317.238 4.849.733 59.558.588 74%
Portofolio Ritel
Kredit Beragun Properti
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Tidak Bergantung Secara 207.811.165 53.751.687 206.985.319 21.300.608 126.457.065 55%
Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Bergantung Secara Material - - - - - -
pada Arus Kas Properti
9. Kredit Beragun Properti Komersial yang
Pembayarannya Tidak Bergantung Secara 312.473.846 134.929.532 311.433.153 52.226.248 316.793.849 87%
Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial yang
Pembayarannya Bergantung Secara Material 19.842.459 3.835.364 19.835.422 1.534.146 23.131.269 108%
pada Arus Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah, dan
- - - - - -
Konstruksi
10. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 6.268.872 30.619 6.256.398 14.292 5.516.617 88%
11. Aset Lainnya 67.577.602 - 67.577.602 - 43.381.797 64%
12. Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - - -
Total 1.478.616.753 489.376.691 1.440.730.813 158.776.404 834.916.173 53%
148 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 151
19.b. Risiko Kredit - Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan Dampak Teknik MRK (CR4) - Bank secara
Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata Bobot
Penerapan FKK dan Teknik penerapan FKK dan Teknik
Risiko
MRK MRK
Kategori Portofolio / Jenis Transaksi
Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
1. Tagihan kepada Pemerintah 412.671.649 6.133.025 411.888.210 953.210 - 0%
2. Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 39.585.815 25.555.162 39.585.815 4.711.401 10.087.839 23%
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral
3. - - - - - -
dan Lembaga Internasional
4. Tagihan kepada Bank 52.399.764 3.505.475 52.371.054 1.828.072 15.263.156 28%
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga
56.321.542 33.585.293 56.152.659 8.689.544 17.810.986 27%
Jasa Keuangan Lain
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
Tagihan kepada Korporasi - Eksposur Korporasi
205.495.010 181.630.309 185.993.986 61.171.795 196.363.918 79%
Umum
6. Tagihan kepada perusahaan efek dan lembaga
- - - - - -
jasa keuangan lain
Eksposur Pembiayaan Khusus 23.064.511 4.149.406 23.064.511 1.659.763 27.514.179 111%
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7. 789.700 - 789.700 - 1.839.254 233%
Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal Lainnya
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan
8. 103.333.921 42.713.617 87.032.647 4.849.733 71.191.927 77%
Portofolio Ritel
Kredit Beragun Properti
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Tidak Bergantung Secara Material 207.811.505 53.751.687 206.985.660 21.300.608 126.457.321 55%
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Bergantung Secara Material pada - - - - - -
Arus Kas Properti
9. Kredit Beragun Properti Komersial yang
Pembayarannya Tidak Bergantung Secara Material 312.473.846 134.929.532 311.433.153 52.226.248 316.793.849 87%
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial yang
Pembayarannya Bergantung Secara Material pada 19.842.459 3.835.364 19.835.422 1.534.146 23.131.269 108%
Arus Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah, dan
- - - - - -
Konstruksi
10. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 6.350.660 30.619 6.338.186 14.292 5.634.498 89%
11. Aset Lainnya 68.317.114 - 68.317.114 - 44.129.784 65%
12. Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - - -
Subtotal 1.508.457.496 489.819.489 1.469.788.117 158.938.812 856.217.980 53%
Eksposur di Perusahaan Anak yang Melakukan
13. Kegiatan Usaha berdasarkan Prinsip Syariah 19.201.940 1.719.442 17.425.389 111.092 10.985.470 63%
(apabila ada)
Total 1.527.659.436 491.538.931 1.487.213.506 159.049.904 867.203.450 53%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 149
Page 152
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
20.a. Risiko Kredit - Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5) -
Bank secara Individu
Kategori Portofolio 0% 20% 50%
1 Tagihan kepada Pemerintah 408.524.351 - -
Kategori Portofolio 20% 50%
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 40.202.564 4.094.652
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 50%
3 Tagihan kepada Bank Pembangunan - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
Kategori Portofolio 20% 30% 40% 50% 75%
4 Tagihan kepada Bank 39.643.072 679.582 7.666.040 309.761
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan 54.570.037 2.593.844 - 166.039
Lembaga Jasa Keuangan Lain
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35%
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Kategori Portofolio 20% 50% 65% 75% 80%
6 Tagihan kepada Korporasi Umum 33.560.747 29.509.961 - 951.255 -
Tagihan kepada perusahaan efek dan - - - -
lembaga jasa keuangan lain
Eksposur Pembiayaan Khusus - - - -
Kategori Portofolio 100% 150%
7 Tagihan berupa Surat Berharga/ 20.000 -
Piutang Subordinasi, Ekuitas, dan
Instrumen Modal Lainnya
Kategori Portofolio 45% 75%
8 Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha 9.103.630 61.539.419
Kecil, dan Portofolio Ritel
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60%
9 Kredit Beragun Properti
Kredit Beragun Properti Rumah - 15.538.776 12.276.315 53.688.000 16.346.107 3.946.277
Tinggal yang Pembayarannya Tidak
Bergantung Secara Material pada Arus
Kas Properti
Tanpa pendekatan pembagian kredit - - - - - -
Dengan menggunakan pendekatan -
pembagian kredit (dijamin)
Dengan menggunakan pendekatan - - - - -
pembagian kredit (dijamin)
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal - - - -
yang Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial - 3.415.765 - - 15.458.107 15.910.641
yang Pembayarannya Tidak
Bergantung Secara Material pada Arus
Kas Properti
Tanpa pendekatan pembagian kredit - - - - - -
Dengan menggunakan pendekatan -
pembagian kredit (dijamin)
Dengan menggunakan pendekatan - - - - -
pembagian kredit (dijamin)
Kredit Beragun Properti Komersial
yang Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan
Tanah, dan Konstruksi
Kategori Portofolio 50% 100%
10 Tagihan yang Telah Jatuh tempo 1.684.361
Kategori Portofolio 0% 20%
11 Aset Lainnya 25.295.847 -
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60%
12 Kredit Pegawai atau Pensiunan -
150 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 153
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
- - - 408.524.351
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
100% 150% Lainnya
MRK
- - - 44.297.216
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
100% 150% Lainnya
MRK
- - - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
3.637.051 903.395 4.711 - 52.843.612
7.185.628 658.746 53.093 - 65.227.387
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
50% 100% Lainnya
MRK
- - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
85% 100% 130% 150% Lainnya
MRK
42.894.496 128.371.918 - 587.137 - 235.875.514
- - - - -
15.424.590 9.299.684 - - 24.724.274
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
250% 400% Lainnya
MRK
664.704 - - 684.704
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
85% 100% Lainnya
MRK
1.555.946 7.949.803 18.173 80.166.971
Tagihan Bersih Setelah
65% 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
- 61.832.779 37.039.252 20.414.689 7.183.741 - 19.991 228.285.927
- - - - - - - -
- -
- - - - - - - -
- - - - -
- 40.077.424 133.557.807 155.239.657 - - 363.659.401
- -
- -
- - - - - - -
2.430.111 4.740.610 10.336.573 3.862.274 - 21.369.568
- - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
150% Lainnya
Teknik MRK
4.409.253 177.076 - 6.270.690
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% 1250% Lainnya
Teknik MRK
40.081.672 2.200.083 - - 67.577.602
Tagihan Bersih
65% 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya Setelah FKK dan
Teknik MRK
- -
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 151
Page 154
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
20.b. Risiko Kredit - Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Kategori Portofolio 0% 20% 50%
1 Tagihan kepada Pemerintah 412.841.420 - -
Kategori Portofolio 20% 50%
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 40.202.564 4.094.652
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 50%
3 Tagihan kepada Bank Pembangunan - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
Kategori Portofolio 20% 30% 40% 50% 75%
4 Tagihan kepada Bank 40.998.490 679.582 7.666.138 309.761
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan 54.214.900 2.593.844 - 166.039
Lembaga Jasa Keuangan Lain
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35%
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Kategori Portofolio 20% 50% 65% 75% 80%
6 Tagihan kepada Korporasi Umum 36.458.022 30.210.196 - 951.255 -
Tagihan kepada perusahaan efek dan - - - -
lembaga jasa keuangan lain
Eksposur Pembiayaan Khusus - - - -
Kategori Portofolio 100% 150%
7 Tagihan berupa Surat Berharga/ 20.000 104.996
Piutang Subordinasi, Ekuitas, dan
Instrumen Modal Lainnya
Kategori Portofolio 45% 75%
8 Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha 9.103.630 61.539.419
Kecil, dan Portofolio Ritel
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60%
9 Kredit Beragun Properti
Kredit Beragun Properti Rumah - 15.538.776 12.276.315 53.688.000 16.346.107 3.946.277
Tinggal yang Pembayarannya Tidak
Bergantung Secara Material pada Arus
Kas Properti
Tanpa pendekatan pembagian kredit - - - - - -
Dengan menggunakan pendekatan -
pembagian kredit (dijamin)
Dengan menggunakan pendekatan - - - - -
pembagian kredit (dijamin)
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal - - - -
yang Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial - 3.415.765 - - 15.458.107 15.910.641
yang Pembayarannya Tidak
Bergantung Secara Material pada Arus
Kas Properti
Tanpa pendekatan pembagian kredit - - - - - -
Dengan menggunakan pendekatan -
pembagian kredit (dijamin)
Dengan menggunakan pendekatan - - - - -
pembagian kredit (dijamin)
Kredit Beragun Properti Komersial
yang Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan
Tanah, dan Konstruksi
Kategori Portofolio 50% 100%
10 Tagihan yang Telah Jatuh tempo 1.684.361
Kategori Portofolio 0% 20%
11 Aset Lainnya 25.296.791 -
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60%
12 Kredit Pegawai atau Pensiunan -
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 35% 50%
13 Eksposur di Perusahaan Anak 4.050.743 1.501.953 537.452 701.161
yang Melakukan Kegiatan Usaha
berdasarkan Prinsip Syariah (apabila
ada)
152 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 155
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
- - - 412.841.420
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
100% 150% Lainnya
MRK
- - - 44.297.216
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
100% 150% Lainnya
MRK
- - - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% Lainnya
Teknik MRK
3.637.048 903.396 4.711 - 54.199.126
7.155.580 658.747 53.093 - 64.842.203
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
50% 100% Lainnya
MRK
- - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
85% 100% 130% 150% Lainnya
MRK
43.928.088 135.031.083 - 587.137 - 247.165.781
- - - - -
15.424.590 9.299.684 - - 24.724.274
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
250% 400% Lainnya
MRK
664.704 - - 789.700
Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik
85% 100% Lainnya
MRK
2.103.087 19.118.071 18.173 91.882.380
Tagihan Bersih Setelah
65% 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
- 61.832.779 37.039.593 20.414.689 7.183.741 - 19.991 228.286.268
- - - - - - - -
- -
- - - - - - - -
- - - - -
- 40.077.424 133.557.807 155.239.657 - - 363.659.401
- -
- -
- - - - - - -
2.430.111 4.740.610 10.336.573 3.862.274 - 21.369.568
- - - -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
150% Lainnya
Teknik MRK
4.418.854 249.263 - 6.352.478
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
100% 150% 1250% Lainnya
Teknik MRK
40.801.401 2.218.922 - - 68.317.114
Tagihan Bersih
65% 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya Setelah FKK dan
Teknik MRK
- -
Tagihan Bersih Setelah FKK dan
75% 100% 150% Lainnya
Teknik MRK
1.443.559 295.533 9.006.080 - - 17.536.481
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 153
Page 156
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
20.a. Risiko Kredit - Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5) -
Bank secara Individu
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan Bersih TRA Tagihan Bersih
Tagihan Bersih Laporan
No Bobot Risiko (sebelum pengenaan Rata-Rata FKK (Setelah pengenaan FKK
Posisi Keuangan
FKK) dan Teknik MRK)
1 <40% 671.926.608 69.446.172 26% 689.988.900
2 40%-70% 147.380.932 73.511.002 30% 168.466.854
3 75% 144.802.142 49.636.803 23% 150.430.029
4 80% - - - -
5 85% 173.435.401 101.786.925 41% 198.422.938
6 90%-100% 313.425.228 186.573.916 33% 364.983.385
7 105%-130% 17.152.286 6.416.147 40% 19.665.073
8 150% 9.829.452 2.005.726 38% 6.885.334
9 250% 664.704 - - 664.704
10 400% - - - -
11 1250% - - - -
12 Total Tagihan Bersih 1.478.616.753 489.376.691 32% 1.599.507.217
154 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 157
20.b. Risiko Kredit - Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5) -
Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
Tagihan Bersih TRA Tagihan Bersih
Tagihan Bersih Laporan
No Bobot Risiko (sebelum pengenaan Rata-Rata FKK (Setelah pengenaan FKK
Posisi Keuangan
FKK) dan Teknik MRK)
1 <40% 687.860.783 69.217.589 26% 704.995.778
2 40%-70% 149.534.324 73.543.355 30% 170.610.746
3 75% 145.611.700 49.260.052 23% 150.695.852
4 80% - - - -
5 85% 175.016.134 101.786.925 41% 200.003.671
6 90%-100% 341.794.031 189.309.137 33% 392.546.230
7 105%-130% 17.152.286 6.416.147 40% 19.665.073
8 150% 10.025.474 2.005.726 38% 7.081.356
9 250% 664.704 - - 664.704
10 400% - - - -
11 1250% - - - -
12 Total Tagihan Bersih 1.527.659.436 491.538.931 32% 1.646.263.410
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 155
Page 158
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
22. Risiko Kredit - Analisis Eksposur Counterparty Credit Risk (CCR1) - Bank secara konsolidasi dengan
Entitas Anak - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
a b c d e f
Alpha
No Keterangan Replacement Potential Future digunakan untuk
EEPE Tagihan Bersih ATMR
Cost (RC) Exposure (SFT) perhitungan
regulatory EAD
1 SA-CCR (untuk derivatif) 117.672 596.701 1,4 1.000.122 679.887
Metode Internal Model
2 N/A N/A
(untuk derivatif dan SFT)
Pendekatan sederhana
3 untuk mitigasi risiko kredit N/A N/A
(untuk SFT)
Pendekatan komprehensif
4 untuk mitigasi risiko kredit N/A N/A
(untuk SFT)
5 VaR untuk SFT N/A N/A
Total 117.672 596.701 1.000.122 679.887
23. Risiko Kredit - Eksposur CCR berdasarkan Kategori Portofolio dan Bobot Risiko (CCR3) -
Bank secara konsolidasi dengan Entitas Anak - per 31 Desember 2025
Bobot Risiko a b c d
No
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 40%
1 Tagihan kepada Pemerintah 3.822.008 - - -
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik - - - -
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan
3 - - - -
Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank - 610.213 - -
Tagihan Kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa
5 - - - -
Keuangan Lainnya
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio
6 - - - -
Ritel
7 Tagihan kepada Korporasi - - - -
Total 3.822.008 610.213 - -
156 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 159
(dalam jutaan Rupiah)
e f g h i j k l
Total Tagihan
45% 50% 75% 85% 100% 150% Lainnya
Bersih
- - - - - - - 3.822.008
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- 603.720 - - - - - 1.213.933
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- - - 250.508 - - - 250.508
- 603.720 - 250.508 - - - 5.286.449
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 157
Page 160
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
24.a. Risiko Kredit - Laporan Eksposur terkait Transaksi dengan CCP - Bank secara individu
(dalam jutaan Rupiah)
a b
Tagihan Bersih (Setelah Teknik MRK) ATMR
1 Total Eksposur kepada QCCP 17.255 298
Eksposur yang ditransaksikan dengan QCCP
(tidak termasuk initial margin dan default fund 934 19
contribution)
(i) Derivatif OTC 934 19
2
(ii) Transaksi derivatif melalui bursa
(iii) Securities financing transactions
(iv) Netting set (dalam hal cross-product netting
diperbolehkan)
3 Initial margin yang terpisah (segregated) 2.334
4 Initial margin yang tidak terpisah (non-segregated)
5 Prefunded default fund contribution 13.987 280
6 Unfunded default fund contribution
7 Total Eksposur kepada NonQCCP - -
Eksposur yang ditransaksikan melalui nonQCCP
(tidak termasuk initial margin dan default fund
contribution)
(i) Derivatif OTC
8
(ii) Transaksi derivatif melalui bursa
(iii) Securities financing transactions
(iv) Netting set (dalam hal cross-product netting
diperbolehkan)
9 Initial margin yang terpisah (segregated)
10 Initial margin yang tidak terpisah (non-segregated)
11 Prefunded default fund contribution
12 Unfunded default fund contribution
13 Total Eksposur kepada QCCP dan Non-QCCP 17.255 298
158 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 161
24.b. Risiko Kredit - Laporan Eksposur terkait Transaksi dengan CCP - Bank secara konsolidasi
dengan Entitas Anak
(dalam jutaan Rupiah)
a b
Tagihan Bersih (Setelah Teknik MRK) ATMR
1 Total Eksposur kepada QCCP 17.255 298
Eksposur yang ditransaksikan dengan QCCP
(tidak termasuk initial margin dan default fund 934 19
contribution)
(i) Derivatif OTC 934 19
2
(ii) Transaksi derivatif melalui bursa
(iii) Securities financing transactions
(iv) Netting set (dalam hal cross-product netting
diperbolehkan)
3 Initial margin yang terpisah (segregated) 2.334
4 Initial margin yang tidak terpisah (nonsegregated)
5 Prefunded default fund contribution 13.987 280
6 Unfunded default fund contribution
7 Total Eksposur kepada NonQCCP - -
Eksposur yang ditransaksikan melalui non QCCP
(tidak termasuk initial margin dan default fund
contribution)
(i) Derivatif OTC
8
(ii) Transaksi derivatif melalui bursa
(iii) Securities financing transactions
(iv) Netting set (dalam hal cross-product netting
diperbolehkan)
9 Initial margin yang terpisah (segregated)
10 Initial margin yang tidak terpisah (non-segregated)
11 Prefunded default fund contribution
12 Unfunded default fund contribution
13 Total Eksposur kepada QCCP dan NonQCCP 17.255 298
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 159
Page 162
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
25. Risiko Kredit - Tagihan Bersih Derivatif Kredit (CCR6)
BCA tidak memiliki eksposur tagihan bersih derivatif kredit.
26. Risiko Kredit - Pengungkapan Kualitatif mengenai Eksposur Sekuritisasi (SECA)
Sebagai upaya diversifikasi risiko dan memaksimalkan imbal hasil, BCA menempatkan sejumlah portofolio dalam bentuk
sekuritisasi atau Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA). BCA bertindak sebagai investor dan melakukan
investasi pada produk EBA dengan peringkat investment grade dan melakukan penempatan pada kelas (tranche) senior
atau mendapatkan hak klaim yang paling pertama terhadap seluruh kumpulan aset keuangan.
27. Risiko Kredit - Eksposur Sekuritisasi pada Banking Book (SEC1) - per 31 Desember 2025
BCA tidak memiliki eksposur sekuritisasi pada banking book.
28. Risiko Kredit - Eksposur Sekuritisasi pada Trading Book (SEC2) - Bank secara konsolidasi dengan
Entitas Anak - per 31 Desember 2025
(dalam jutaan rupiah)
Bank sebagai originator Bank sebagai sponsor Bank sebagai investor
Simple, Simple, Simple,
Transparent, Transparent, Transparent,
Tradisional and Sintetis Subtotal Tradisional and Sintetis Subtotal Tradisional and Sintetis Subtotal
Comparable Comparable Comparable
(STC) (STC) (STC)
a b c d e f g h i j k l
Retail (total) –
1
antara lain
Kredit
2
perumahan
3 Kartu kredit
Eksposur ritel
4
lainnya
5 Re-sekuritisasi
Non-retail
6 (total) – antara
lain
Kredit
7 751.043 751.043
korporasi
Kredit
8
komersil
Sewa dan
9
piutang
Non-retail
10
lainnya
11 Re-sekuritisasi
160 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 163
29. Risiko Kredit - Eksposur Sekuritisasi pada Banking Book dan terkait Persyaratan Modalnya - Bank yang
Bertindak sebagai Originator atau Sponsor (SEC3)
BCA tidak bertindak sebagai originator atau sponsor eksposur sekuritisasi.
30. Risiko Kredit - Eksposur Sekuritisasi pada Banking Book dan terkait Persyaratan Modalnya Bank yang
Bertindak Sebagai Investor (SEC4) - per 31 Desember 2025
BCA tidak bertindak sebagai investor eksposur sekuritisasi.
31.a. Risiko Pasar - Perhitungan Risiko Pasar - Bank secara Individu
Beban Modal Pendekatan Standar
Beban Modal Pendekatan Standar
Risiko Posisi Tanggal Laporan Tahun
Posisi Tanggal Laporan
Sebelumnya
Risiko GIRR 451.915 387.672
Risiko CSR non-sekuritisasi 207.630 191.572
Risiko CSR sekuritisasi non-CTP 79.439 -
Risiko CSR sekuritisasi CTP - -
Risiko Ekuitas - -
Risiko Komoditas - -
Risiko Nilai Tukar 31.003 94.513
DRC - nonsekuritisasi 15.067 9.646
DRC - sekuritisasi nonCTP 82.616 -
DRC - sekuritisasi CTP - -
RRAO - -
Total 867.669 683.404
31.b. Risiko Pasar - Perhitungan Risiko Pasar - Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
Beban Modal Pendekatan Standar
Beban Modal Pendekatan Standar
Risiko Posisi Tanggal Laporan Tahun
Posisi Tanggal Laporan
Sebelumnya
Risiko GIRR 457.744 390.499
Risiko CSR nonsekuritisasi 208.680 195.652
Risiko CSR sekuritisasi nonCTP 108.326 -
Risiko CSR sekuritisasi CTP - -
Risiko Ekuitas 133.297 112.528
Risiko Komoditas - -
Risiko Nilai Tukar 101.847 55.604
DRC - non-sekuritisasi 42.712 32.337
DRC - sekuritisasi non-CTP 112.656 -
DRC - sekuritisasi CTP - -
RRAO - -
Total 1.165.261 786.620
Analisis Kualitatif
Pada tahun 2025, BCA melakukan penempatan dalam bentuk sekuritisasi melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) sebagai
upaya untuk mendiversifikasi risiko dan memaksimalkan imbal hasil. BCA memperhitungkan Credit Spread Risk (CSR) sekuritisasi non-CTP untuk
Penempatan KIK EBA pada portfolio Trading Book sesuai kebutuhan perhitungan beban modal.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 161
Page 164
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
32.1a. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Individu -
per 31 Desember 2025
No. Analisis Kualitatif
1. Risiko suku bunga dalam banking book atau interest rate risk in the banking book (IRRBB) merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di
pasar yang berlawanan dengan posisi banking book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas (earnings)
Bank baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang. Perhitungan IRRBB menggunakan dua perspektif yaitu perspektif nilai ekonomis
(economic value) dan perspektif rentabilitas (earnings). Hal tersebut bertujuan agar Bank dapat mengidentifikasi risiko secara lebih akurat
dan melakukan tindak lanjut perbaikan yang sesuai.
2. Saat ini Bank tidak memiliki sumber dana dengan contractual maturity jangka panjang dalam jumlah yang memadai untuk membiayai
pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, maka komponen sumber pendanaan
untuk membiayai pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap diperhitungkan dari core deposit.
Untuk memitigasi risiko, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta
strategi pricing.
3. Pengukuran IRRBB Individu dilakukan secara bulanan dengan menggunakan 2 (dua) metode sebagai berikut:
a. pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity), yang mengukur dampak perubahan
suku bunga terhadap nilai ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest income), yang mengukur dampak perubahan suku
bunga terhadap rentabilitas (earnings) Bank.
4. Skenario shock suku bunga yang digunakan Bank dalam pengukuran IRRBB adalah sesuai skenario shock suku bunga standar yang terdapat
dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan
Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) bagi Bank Umum.
Metode Economic Value of Equity (EVE) menggunakan 6 (enam) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down);
3) shock suku bunga yang melandai (steepener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek menurun dan suku bunga jangka
panjang meningkat (short rates down and long rates up);
4) shock suku bunga yang mendatar (flattener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek meningkat dan suku bunga jangka
panjang menurun (short rates up and long rates down);
5) shock suku bunga jangka pendek yang meningkat (short rates shock up); dan
6) shock suku bunga jangka pendek yang menurun (short rates shock down).
Metode Net Interest Income (NII) menggunakan 2 (dua) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down).
5. Metode EVE menghitung seluruh arus kas dari nilai pokok dan pembayaran bunga atas posisi neraca yang sensitif terhadap suku bunga
kemudian melakukan diskonto dengan tingkat suku bunga yang relevan.
Bank tidak menghitung margin komersial dan spread components dalam arus kas. Perhitungan EVE yang dilakukan adalah arus kas berupa
nosional dikali suku bunga acuan (base rate) saat transaksi dilakukan didiskonto dengan risk-free rate pada saat tanggal pelaporan.
Perhitungan IRRBB menggunakan core deposit, yaitu bagian dari Non Maturity Deposit stabil dengan tingkat perubahan suku bunga sangat
kecil walaupun terjadi perubahan tingkat suku bunga yang cukup signifikan di pasar.
Bank mengidentifikasi core deposit dan non core deposit dari setiap simpanan stabil retail transaksional, retail non-transaksional dan
wholesale.
Penempatan arus kas core deposit dilakukan menggunakan uniform slotting pada time-bucket di atas 1 (satu) tahun dengan jangka waktu
untuk setiap kategori simpanan stabil yang mengacu pada SE OJK No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan
Pengukuran Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) Bagi Bank
Umum.
Metodologi yang digunakan Bank untuk mengestimasi prepayment rate dari pinjaman dan early withdrawal rate untuk deposito berjangka
menggunakan data historis dari pelunasan dipercepat untuk pinjaman suku bunga tetap dan data early redemption deposito selama satu
tahun terakhir.
Bank melakukan perhitungan add-on untuk automatic interest rate options pada produk KPR dengan suku bunga mengambang yang memiliki
fitur caps dan komitmen pinjaman dengan suku bunga tetap dengan menggunakan black model.
Bank mengukur IRRBB untuk mata uang yang signifikan yakni mata uang IDR dan USD. Metode agregasi yang digunakan adalah dengan
menjumlahkan nilai potensi kerugian dari setiap mata uang untuk setiap skenario shock yang sama.
6. Berdasarkan hasil perhitungan IRRBB metode EVE secara individu per 31 Des 2025 naik sebesar 0,84% jika dibandingkan dengan periode 30
Jun 2025; yaitu dari 5,33% menjadi 6,17%. Berdasarkan metode NII per 31 Des 2025 naik sebesar 0,26% jika dibandingkan dengan periode
30 Jun 2025; yaitu dari 5,41% menjadi 5,67%. Kenaikan untuk metode EVE terutama disebabkan oleh adanya kenaikan eksposur pada surat
berharga tenor panjang ( > 5 tahun).
No. Analisis Kuantitatif
1. Rata-rata repricing maturity yang diterapkan untuk Non Maturity Deposit (NMD) adalah 4 Tahun.
2. Repricing maturity terpanjang yang diterapkan untuk Non Maturity Deposit (NMD) adalah 7 Tahun.
162 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 165
32.1b. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Individu
(Mata Uang: Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
ΔEVE ΔNII
Periode 31 Desember 2025 30 Juni 2025 31 Desember 2025 30 Juni 2025
Parallel up 15.910.789 12.614.862 4.713.779 4.460.040
Parallel down (18.815.506) (13.533.299) (4.544.476) (4.287.249)
Steepener (4.859.647) (6.781.707)
Flattener 6.862.544 8.391.819
Short rate up 13.480.564 12.777.553
Short rate down (13.521.159) (12.803.748)
Nilai Maksimum Negatif (absolut)* 15.910.789 12.777.553 4.713.779 4.460.040
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income
258.057.396 239.891.690 83.090.928 82.462.753
(untuk ΔNII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE)
6,17% 5,33% 5,67% 5,41%
atau Projected Income (untuk ΔNII)
32.1b. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Individu
(Mata Uang: USD)
Periode 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
ΔEVE ΔNII
Periode 31 Desember 2025 30 Juni 2025 31 Desember 2025 30 Juni 2025
Parallel up (2.040.776) (2.413.442) (605.243) (697.163)
Parallel down 2.211.028 2.630.604 605.270 697.190
Steepener (190.553) (303.353)
Flattener (288.099) (261.096)
Short rate up (1.106.772) (1.241.410)
Short rate down 1.156.214 1.296.929
Nilai Maksimum Negatif (absolut)* 2.211.028 2.630.604 605.270 697.190
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income
258.057.396 239.891.690 83.090.928 82.462.753
(untuk ΔNII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE)
0,86% 1,10% 0,73% 0,85%
atau Projected Income (untuk ΔNII)
32.1b. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Individu
Mata Uang: Gabungan (Rupiah &USD)
Periode 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
ΔEVE ΔNII
Periode 31 Desember 2025 30 Juni 2025 31 Desember 2025 30 Juni 2025
Parallel up 15.910.789 12.614.862 4.713.779 4.460.040
Parallel down 2.211.028 2.630.604 605.270 697.190
Steepener - -
Flattener 6.862.544 8.391.819
Short rate up 13.480.564 12.777.553
Short rate down 1.156.214 1.296.929
Nilai Maksimum Negatif (absolut)* 15.910.789 12.777.553 4.713.779 4.460.040
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income
258.057.396 239.891.690 83.090.928 82.462.753
(untuk ΔNII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE)
6,17% 5,33% 5,67% 5,41%
atau Projected Income (untuk ΔNII)
Catatan:
∙ Nilai positif pada setiap skenario shock menunjukkan potensi kerugian.
* Nilai maksimum negatif yang dimaksud adalah nilai maksimum potensi kerugian dari seluruh skenario shock.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 163
Page 166
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
32.1c. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Konsolidasi dengan
Entitas Anak - per 31 Desember 2025
No. Analisis Kualitatif
1. Risiko suku bunga dalam banking book atau interest rate risk in the banking book (IRRBB) merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di
pasar yang berlawanan dengan posisi banking book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas (earnings)
Bank baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang. Perhitungan IRRBB menggunakan dua perspektif yaitu perspektif nilai ekonomis
(economic value) dan perspektif rentabilitas (earnings). Hal tersebut bertujuan agar Bank dapat mengidentifikasi Risiko secara lebih akurat
dan melakukan tindak lanjut perbaikan yang sesuai.
2. Saat ini Bank tidak memiliki sumber dana dengan contractual maturity jangka panjang dalam jumlah yang memadai untuk membiayai
pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, maka komponen sumber pendanaan
untuk membiayai pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap diperhitungkan dari core deposit.
Untuk memitigasi risiko, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta
strategi pricing.
3. Pengukuran IRRBB Konsolidasi dilakukan secara semesteran dengan menggunakan 2 (dua) metode sebagai berikut:
a. pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity), yang mengukur dampak perubahan suku
bunga terhadap nilai ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest income), yang mengukur dampak perubahan suku
bunga terhadap rentabilitas (earnings) Bank.
4. Skenario shock suku bunga yang digunakan Bank dalam pengukuran IRRBB adalah sesuai skenario shock suku bunga standar yang terdapat
dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan
Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) bagi Bank Umum.
Metode Economic Value of Equity (EVE) menggunakan 6 (enam) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down);
3) shock suku bunga yang melandai (steepener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek menurun dan suku bunga jangka
panjang meningkat (short rates down and long rates up);
4) shock suku bunga yang mendatar (flattener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek meningkat dan suku bunga jangka
panjang menurun (short rates up and long rates down);
5) shock suku bunga jangka pendek yang meningkat (short rates shock up); dan
6) shock suku bunga jangka pendek yang menurun (short rates shock down).
Metode Net Interest Income (NII) menggunakan 2 (dua) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down)
5. Metode EVE menghitung seluruh arus kas dari nilai pokok dan pembayaran bunga atas posisi neraca yang sensitif terhadap suku bunga
kemudian melakukan diskonto dengan tingkat suku bunga yang relevan.
Bank tidak menghitung margin komersial dan spread components dalam arus kas. Perhitungan EVE yang dilakukan adalah arus kas berupa
nosional dikali suku bunga acuan (base rate) saat transaksi dilakukan didiskonto dengan risk-free rate pada saat tanggal pelaporan.
Perhitungan IRRBB menggunakan core deposit, yaitu bagian dari Non Maturity Deposit stabil dengan tingkat perubahan suku bunga sangat
kecil walaupun terjadi perubahan tingkat suku bunga yang cukup signifikan di pasar.
Bank mengidentifikasi core deposit dan non core deposit dari setiap simpanan stabil retail transaksional, retail non-transaksional dan
wholesale.
Penempatan arus kas core deposit dilakukan menggunakan uniform slotting pada time-bucket di atas 1 (satu) tahun dengan jangka waktu
untuk setiap kategori simpanan stabil yang mengacu pada SE OJK No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan
Pengukuran Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) Bagi Bank Umum.
Metodologi yang digunakan Bank untuk mengestimasi prepayment rate dari pinjaman dan early withdrawal rate untuk deposito berjangka
menggunakan data historis dari pelunasan dipercepat untuk pinjaman suku bunga tetap dan data early redemption deposito selama satu
tahun terakhir.
Bank melakukan perhitungan add-on untuk automatic interest rate options pada produk KPR dengan suku bunga mengambang yang memiliki
fitur caps dan komitmen pinjaman dengan suku bunga tetap dengan menggunakan black model.
Bank mengukur IRRBB untuk mata uang yang signifikan yakni mata uang IDR dan USD. Metode agregasi yang digunakan adalah dengan
menjumlahkan nilai potensi kerugian dari setiap mata uang untuk setiap skenario shock yang sama.
6. Berdasarkan hasil perhitungan IRRBB metode EVE secara konsolidasi per 31 Des 2025 naik sebesar 1,10% jika dibandingkan dengan periode
30 Jun 2025; yaitu dari 5,97% menjadi 7,07%. Berdasarkan metode NII per 31 Des 2025 naik sebesar 0,53% jika dibandingkan dengan periode
30 Jun 2025; yaitu dari 5,65% menjadi 6,18%. Kenaikan untuk metode EVE terutama disebabkan oleh adanya kenaikan eksposur pada surat
berharga tenor panjang ( > 5 tahun).
No. Analisis Kuantitatif
1. Rata-rata repricing maturity yang diterapkan untuk Non Maturity Deposit (NMD) adalah 4 Tahun.
2. Repricing maturity terpanjang yang diterapkan untuk Non Maturity Deposit (NMD) adalah 7 Tahun.
164 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 167
32.1d. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Konsolidasi dengan
Entitas Anak
(Mata Uang: Rupiah)
Periode 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
ΔEVE ΔNII
Periode 31 Desember 2025 30 Juni 2025 31 Desember 2025 30 Juni 2025
Parallel up 19.369.967 15.228.291 5.283.054 4.813.923
Parallel down (23.266.533) (16.782.106) (5.112.522) (4.640.067)
Steepener (3.823.385) (6.203.266)
Flattener 6.552.693 8.379.594
Short rate up 14.912.930 14.009.093
Short rate down (15.046.374) (14.109.604)
Nilai Maksimum Negatif (absolut)* 19.369.967 15.228.291 5.283.054 4.813.923
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income
273.828.527 254.936.797 85.540.797 85.160.497
(untuk ΔNII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE)
7,07% 5,97% 6,18% 5,65%
atau Projected Income (untuk ΔNII)
32.1d. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Konsolidasi dengan
Entitas Anak
(Mata Uang: USD)
Periode 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
ΔEVE ΔNII
Periode 31 Desember 2025 30 Juni 2025 31 Desember 2025 30 Juni 2025
Parallel up (2.040.760) (2.413.350) (605.898) (699.335)
Parallel down 2.211.012 2.630.513 605.924 699.362
Steepener (190.568) (303.441)
Flattener (288.080) (260.988)
Short rate up (1.106.749) (1.241.274)
Short rate down 1.156.190 1.296.793
Nilai Maksimum Negatif (absolut)* 2.211.012 2.630.513 605.924 699.362
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income
273.828.527 254.936.797 85.540.797 85.160.497
(untuk ΔNII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE)
0,81% 1,03% 0,71% 0,82%
atau Projected Income (untuk ΔNII)
32.1d. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Konsolidasi dengan
Entitas Anak
Mata Uang: Gabungan (Rupiah &USD)
Periode 31 Desember 2025
(dalam jutaan Rupiah)
ΔEVE ΔNII
Periode 31 Desember 2025 30 Juni 2025 31 Desember 2025 30 Juni 2025
Parallel up 19.369.967 15.228.291 5.283.054 4.813.923
Parallel down 2.211.012 2.630.513 605.924 699.362
Steepener - -
Flattener 6.552.693 8.379.594
Short rate up 14.912.930 14.009.093
Short rate down 1.156.190 1.296.793
Nilai Maksimum Negatif (absolut)* 19.369.967 15.228.291 5.283.054 4.813.923
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income
273.828.527 254.936.797 85.540.797 85.160.497
(untuk ΔNII)
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE)
7,07% 5,97% 6,18% 5,65%
atau Projected Income (untuk ΔNII)
Catatan:
∙ Nilai positif pada setiap skenario shock menunjukkan potensi kerugian.
* Nilai maksimum negatif yang dimaksud adalah nilai maksimum potensi kerugian dari seluruh skenario shock.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 165
Page 168
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
33. Laporan Perhitungan Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas
(Liquidity Coverage Ratio) Triwulanan
INDIVIDUAL
Posisi Triwulan IV 2025 Posisi Triwulan III 2025
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
pengurangan nilai pengurangan nilai
(haircut), outstanding (haircut), outstanding
No Komponen kewajiban dan kewajiban dan
Nilai outstanding Nilai outstanding
komitmen dikalikan komitmen dikalikan
kewajiban dan kewajiban dan
tingkat penarikan tingkat penarikan
komitmen/nilai komitmen/nilai
(run-off rate) atau nilai (run-off rate) atau nilai
tagihan kontraktual tagihan kontraktual
tagihan kontraktual tagihan kontraktual
dikalikan tingkat dikalikan tingkat
penerimaan (inflow penerimaan (inflow
rate). rate).
Jumlah data poin yang digunakan dalam
1 64 hari 64 hari
perhitungan LCR
HIGH QUALITY LIQUID ASSET (HQLA)
2 Total High Quality Liquid Asset (HQLA) 486.567.013 446.891.965
ARUS KAS KELUAR (CASH OUTFLOW)
Simpanan nasabah perorangan dan
3 Pendanaan yang berasal dari nasabah Usaha 913.287.161 55.119.274 902.101.699 54.536.268
Mikro dan Usaha Kecil, terdiri dari:
a. Simpanan/Pendanaan stabil 724.188.853 36.209.443 713.478.050 35.673.903
b. Simpanan/Pendanaan kurang stabil 189.098.308 18.909.831 188.623.649 18.862.365
Pendanaan yang berasal dari nasabah
4 286.608.962 71.063.947 267.784.824 66.639.901
korporasi, terdiri dari:
a. Simpanan operasional 260.293.775 60.156.086 242.191.781 56.072.704
b. Simpanan non-operasional dan/atau
kewajiban lainnya yang bersifat non- 26.315.187 10.907.861 25.593.043 10.567.197
operasional
c. Surat berharga berupa surat utang yang
- - - -
diterbitkan oleh bank (unsecured debt)
5 Pendanaan dengan agunan (secured funding) - -
Arus kas keluar lainnya (additional
6 535.841.334 71.480.456 499.684.374 57.779.297
requirement), terdiri dari:
a. Arus kas keluar atas transaksi derivatif 24.486.786 24.486.786 15.460.158 15.460.158
b. Arus kas keluar atas peningkatan
- - - -
kebutuhan likuiditas
c. Arus kas keluar atas kehilangan
- - - -
pendanaan
d. Arus kas keluar atas penarikan komitmen
371.892.137 42.348.111 356.631.308 39.956.684
fasilitas kredit dan fasilitas likuiditas
e. Arus kas keluar atas kewajiban
kontraktual lainnya terkait penyaluran - - - -
dana
f. Arus kas keluar atas kewajiban kontijensi
136.454.504 1.637.652 126.789.507 1.559.054
pendanaan lainnya
g. Arus kas keluar kontraktual lainnya 3.007.907 3.007.907 803.401 803.401
7 TOTAL ARUS KAS KELUAR (CASH OUTFLOW) 197.663.677 178.955.466
ARUS KAS MASUK (CASH INFLOW)
8 Pinjaman dengan agunan (Secured lending) - - - -
Tagihan berasal dari pihak lawan
9 (counterparty) yang bersifat lancar (inflows 38.072.993 17.130.573 39.499.004 16.701.955
from fully performing exposures)
10 Arus kas masuk lainnya 23.959.342 23.959.342 16.192.712 16.192.712
11 TOTAL ARUS KAS MASUK (CASH INFLOW) 62.032.335 41.089.915 55.691.716 32.894.667
TOTAL ADJUSTED VALUE 1 TOTAL ADJUSTED VALUE 1
12 TOTAL HQLA 486.567.013 446.891.965
TOTAL ARUS KAS KELUAR BERSIH (NET CASH
13 156.573.762 146.060.799
OUTFLOWS)
14 LCR (%) 310,76% 305,96%
Keterangan:
1
Adjusted values dihitung setelah pengenaan pengurangan nilai (haircut), tingkat penarikan (run-off rate), dan tingkat penerimaan (inflow rate) serta batas maksimum komponen HQLA, misalnya batas maksimum
HQLA Level 2B dan HQLA Level 2 serta batas maksimum arus kas masuk yang dapat diperhitungkan dalam LCR.
Nilai outstanding Triwulan IV 2025 merupakan rata-rata LCR selama hari kerja bulan Okt 2025 s.d Des 2025 (64 titik data) sedangkan Triwulan III merupakan rata-rata LCR selama hari kerja bulan Jul 2025 s.d Sep
2025 (64 titik data).
Perhitungan Liquidity Coverage Ratio di atas dibuat berdasarkan POJK No. 42/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) bagi Bank Umum, POJK No 19
Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) bagi Bank Umum, serta POJK
No. 37/POJK.03/2019 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank dan disajikan sesuai dengan SE OJK No. 9/SEOJK.03/2020 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Konvensional.
166 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 169
(dalam jutaan Rupiah)
KONSOLIDASI
Posisi Triwulan IV 2025 Posisi Triwulan III 2025
Nilai HQLA setelah pengurangan Nilai HQLA setelah pengurangan
nilai (haircut), outstanding nilai (haircut), outstanding
Nilai outstanding kewajiban kewajiban dan komitmen dikalikan Nilai outstanding kewajiban kewajiban dan komitmen dikalikan
dan komitmen/nilai tagihan tingkat penarikan (run-off rate) dan komitmen/nilai tagihan tingkat penarikan (run-off rate)
kontraktual atau nilai tagihan kontraktual kontraktual atau nilai tagihan kontraktual
dikalikan tingkat penerimaan dikalikan tingkat penerimaan
(inflow rate). (inflow rate).
64 hari 64 hari
498.662.391 458.495.509
933.774.064 56.695.214 922.299.795 56.038.927
733.643.845 36.682.192 723.821.057 36.191.053
200.130.219 20.013.022 198.478.738 19.847.874
293.746.422 74.824.512 274.046.278 69.641.511
261.949.604 60.540.946 243.831.596 56.469.048
31.796.818 14.283.566 30.214.682 13.172.463
- - - -
- -
538.474.981 72.329.207 502.510.717 58.621.819
24.487.008 24.487.008 15.451.723 15.451.723
0 0 - -
- - - -
372.563.920 42.444.113 357.559.771 40.078.096
- - - -
137.666.685 1.640.718 127.966.981 1.559.758
3.757.368 3.757.368 1.532.242 1.532.242
203.848.933 184.302.257
10.143 10.143 6.697 6.697
42.399.826 19.502.599 43.291.034 18.728.121
23.959.342 23.959.342 16.192.713 16.192.713
66.369.311 43.472.084 59.490.444 34.927.531
TOTAL ADJUSTED VALUE 1 TOTAL ADJUSTED VALUE 1
498.662.391 458.495.509
160.376.849 149.374.726
310,93% 306,94%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 167
Page 170
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Laporan Perhitungan Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) Triwulanan
Analisis secara Individu
Perhitungan Liquidity Coverage Ratio BCA (Bank Only) periode Triwulan IV 2025 menggunakan data rata-rata posisi harian selama bulan
∙ Oktober 2025 s.d Desember 2025. Sementara perhitungan periode Triwulan III 2025 menggunakan data rata-rata posisi harian selama bulan
Juli 2025 s.d September 2025.
Liquidity Coverage Ratio BCA (Bank Only) selama periode Triwulan IV 2025 naik sebesar 4,80%; yaitu dari 305,96% (Triwulan III 2025)
menjadi 310,76% (Triwulan IV 2025). Kenaikan rasio ini terutama dari kenaikan nilai tertimbang HQLA sebesar 8,88% (Rp39,68 T) yang lebih
besar daripada kenaikan Net Cash Outflow setelah run-off sebesar 7,20% (Rp10,51 T). Kenaikan HQLA terutama disebabkan oleh kenaikan
∙ surat berharga HQLA sebesar Rp34,80 T, kenaikan penempatan pada BI sebesar Rp3,44 T dan kenaikan Kas sebesar Rp0,98 T. Sementara itu,
kenaikan NCO setelah run-off terutama disebabkan oleh kenaikan yang berasal dari simpanan nasabah perorangan, usaha mikro dan usaha
kecil, serta korporasi sebesar Rp5,01 T, kenaikan unused loan facilities sebesar Rp2,39 T dan kenaikan arus kas keluar kontraktual lainnya
(borrowing) sebesar Rp2,20 T.
Komposisi HQLA BCA Triwulan IV 2025 terdiri dari HQLA Level 1 sebesar 97,53%; HQLA Level 2A sebesar 1,62%; dan HQLA Level 2B sebesar
∙ 0,85%. Komposisi terhadap total HQLA Level 1 didominasi oleh Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat dan BI sebesar 82,17%
dan Penempatan pada Bank Indonesia sebesar 13,67%.
Komposisi sumber pendanaan (DPK) BCA selama Triwulan IV 2025 terutama dari CASA, yaitu sebesar 84,27%. Adapun komposisi tersebut
∙
dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Komposisi Sumber Pendanaan BCA (Individu) selama Triwulan IV 2025.
Total Rp & Va
Giro 35,28%
Tabungan 48,99%
CASA 84,27%
Deposito 15,73%
Total 100%
∙ Eksposur derivatif BCA terutama berasal dari transaksi FX Swap Buy-Sell USD sebesar rata-rata USD196,37 Jt.
∙ Dalam mengelola likuiditas, Bank telah mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko likuiditas dengan baik. Selain
dengan rasio LCR, bank juga melakukan pemantauan kondisi dan kecukupan likuiditas melalui laporan proyeksi arus kas, laporan NSFR, dan
rasio likuiditas lainnya. Bank telah memiliki limit, early warning indicator, contingency funding plan, dan Rencana Aksi Pemulihan terkait risiko
likuiditas.
168 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 171
Laporan Perhitungan Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) Triwulanan
Analisis secara Konsolidasi
Perhitungan Liquidity Coverage Ratio BCA (Konsolidasi) periode Triwulan IV 2025 menggunakan data rata-rata posisi harian selama bulan
∙ Oktober 2025 s.d Desember 2025. Sementara perhitungan periode Triwulan III 2025 menggunakan data rata-rata posisi harian selama bulan
Juli 2025 s.d September 2025.
Liquidity Coverage Ratio BCA (Konsolidasi) selama periode Triwulan IV 2025 naik sebesar 3,99%; yaitu dari 306,94% (Triwulan III 2025)
menjadi 310,93% (Triwulan IV 2025). Kenaikan rasio ini terutama dari kenaikan nilai tertimbang HQLA sebesar 8,76% (Rp40,17 T) yang lebih
besar daripada kenaikan Net Cash Outflow setelah run-off sebesar 7,37% (Rp11,00 T). Kenaikan HQLA terutama disebabkan oleh kenaikan
∙ surat berharga HQLA sebesar Rp35,03 T, kenaikan penempatan pada BI sebesar Rp3,58 T dan kenaikan Kas sebesar Rp0,98 T. Sementara itu,
kenaikan NCO setelah run-off terutama disebabkan oleh kenaikan yang berasal dari simpanan nasabah perorangan, usaha mikro dan usaha
kecil, serta korporasi sebesar Rp5,84 T, kenaikan unused loan facilities sebesar Rp2,37 T dan kenaikan arus kas keluar kontraktual lainnya
(borrowing) sebesar Rp2,23 T.
Komposisi HQLA Triwulan IV 2025 terdiri dari HQLA Level 1 sebesar 96,92%; HQLA Level 2A sebesar 2,16%; dan HQLA Level 2B sebesar
∙ 0,92%. Komposisi terhadap total HQLA Level 1 didominasi oleh Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat dan BI sebesar
82,20% dan Penempatan pada Bank Indonesia sebesar 13,71%.
Komposisi sumber pendanaan (DPK) selama Triwulan IV 2025 terutama dari CASA, yaitu sebesar 83,32%. Adapun komposisi tersebut dapat
∙
dilihat pada Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Komposisi Sumber Pendanaan BCA (Konsol) selama Triwulan IV 2025.
Total Rp & Va
Giro 34,67%
Tabungan 48,65%
CASA 83,32%
Deposito 16,68%
Total 100%
∙ Eksposur derivatif BCA terutama berasal dari transaksi FX Swap Buy-Sell USD sebesar rata-rata USD196,37 juta.
Dalam mengelola likuiditas, Bank telah mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko likuiditas dengan baik. Selain
dengan rasio LCR, bank juga melakukan pemantauan kondisi dan kecukupan likuiditas melalui laporan proyeksi arus kas, laporan NSFR, dan
∙
rasio likuiditas lainnya. Bank telah memiliki limit, early warning indicator, contingency funding plan, dan Rencana Aksi Pemulihan terkait risiko
likuiditas.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 169
Page 172
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
34.a. Net Stable Funding Ratio (NSFR) - Bank secara Individu
A. PERHITUNGAN NSFR
Posisi Tanggal Laporan (September 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Komponen ASF Total Nilai
Tanpa Jangka ≥ 6 Bulan - Tertimbang
< 6 Bulan ≥ 1 Tahun
Waktu < 1 Tahun
1 Modal
2 Modal sesuai POJK KPMM 278.744.483 - - 62.833 278.807.316
3 Instrumen modal lainnya - - - - -
Simpanan yang berasal dari nasabah
4 perorangan dan Pendanaan yang berasal
dari nasabah usaha mikro dan usaha kecil:
5 Simpanan dan Pendanaan stabil 559.348.604 162.232.609 - - 685.502.152
6 Simpanan dan Pendanaan kurang stabil 184.975.722 1.974.670 - - 168.255.353
Pendanaan yang berasal dari nasabah
7
korporasi:
8 Simpanan operasional 246.075.153 - - - 123.037.576
Pendanaan lainnya yang berasal dari
9 377.501 29.216.979 - - 12.722.908
nasabah korporasi
Liabilitas yang memiliki pasangan aset yang
10 - - - - -
saling bergantung
11 Liabilitas dan ekuitas lainnya:
12 NSFR liabilitas derivatif 59.391 - -
Ekuitas dan Liabilitas lainnya yang tidak
13 84.047 35.506.073 303.483 49.206 200.947
masuk dalam kategori di atas
14 TOTAL ASF 1.268.526.253
170 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 173
(dalam jutaan Rupiah)
Posisi Tanggal Laporan (Desember 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Tertimbang
Tanpa Jangka Waktu < 6 Bulan ≥ 6 Bulan - < 1 Tahun ≥ 1 Tahun
283.913.331 - - 59.583 283.972.915
- - - - -
582.671.305 157.996.863 - - 703.634.760
180.859.021 3.536.240 - - 165.955.735
271.206.831 - - - 135.603.416
446.474 26.890.564 - - 12.883.541
- - - - -
- - -
80.334 38.663.809 260.941 168.669 299.140
1.302.349.506
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 171
Page 174
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
34.a. Net Stable Funding Ratio (NSFR) - Bank secara Individu
A. PERHITUNGAN NSFR
Posisi Tanggal Laporan (September 2025)
Komponen RSF Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai
Tanpa Jangka ≥ 6 Bulan - Tertimbang
< 6 Bulan ≥ 1 Tahun
Waktu < 1 Tahun
15 Total HQLA dalam rangka perhitungan NSFR 21.797.750
Simpanan pada lembaga keuangan lain
16 10.845.342 - - - 5.422.671
untuk tujuan operasional
Pinjaman dengan kategori Lancar dan Dalam
17 Perhatian Khusus (performing) dan surat
berharga
Kepada lembaga keuangan yang dijamin
18 - 7.040.088 - - 704.009
HQLA Level 1
Kepada lembaga keuangan yang
dijamin bukan dengan HQLA Level 1 dan
19 - 38.164.467 14.516.256 33.782.704 46.765.502
pinjaman kepada lembaga keuangan
tanpa jaminan
Kepada perusahaan non-keuangan,
nasabah perorangan dan nasabah usaha
mikro dan usaha kecil, Pemerintah
20 - 200.678.233 105.940.039 413.412.843 504.710.052
Indonesia, pemerintah negara lain, Bank
Indonesia, bank sentral negara lain dan
entitas sektor publik, yang di antaranya:
Memenuhi klasifikasi untuk mendapat
21 bobot risiko 35% atau kurang, sesuai - 730.000 585.000 15.086.209 10.463.536
SE OJK ATMR untuk risiko kredit
Kredit beragun rumah tinggal yang tidak
22 - 6.851 25.058 1.258.772 1.085.910
sedang dijaminkan, yang di antaranya:
Memenuhi kualifikasi untuk mendapat
23 bobot risiko 35% atau kurang, sesuai - 283.973 1.123.689 76.766.416 50.602.002
SE OJK ATMR Risiko Kredit
Surat berharga yang tidak sedang
dijaminkan, tidak gagal bayar, dan tidak
24 - 29.053.117 2.096.564 8.349.180 22.671.644
masuk sebagai HQLA, termasuk saham
yang diperdagangkan di bursa
Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang
25 - - - - -
saling bergantung
26 Aset lainnya:
Komoditas fisik yang diperdagangkan,
27 - -
termasuk emas
Kas, surat berharga dan aset lainnya yang
dicatat sebagai initial margin atau aset
28 - -
lain yang diserahkan sebagai default
fund pada central counterparty (CCP)
29 NSFR aset derivatif - -
20% NSFR liabilitas derivatif sebelum
30 11.878 11.878
dikurangi dengan variation margin
Seluruh aset lainnya yang tidak masuk
31 17.622 48.613.160 749.158 55.941.855 105.319.482
kategori di atas
32 Rekening administratif 498.510.248 20.080.783
33 TOTAL RSF 789.635.218
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable
34 160,65%
Funding Ratio (%))
172 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 175
(dalam jutaan Rupiah)
Posisi Tanggal Laporan (Desember 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Tertimbang
Tanpa Jangka Waktu < 6 Bulan ≥ 6 Bulan - < 1 Tahun ≥ 1 Tahun
23.563.612
5.093.401 - - - 2.546.701
- 608.609 - - 60.861
- 33.806.561 24.467.241 30.663.664 47.968.269
- 198.667.639 123.000.585 437.115.351 532.382.160
- 520.000 1.740.000 19.363.578 13.716.326
- 8.513 18.502 1.373.245 1.180.766
- 372.992 1.095.906 78.334.349 51.651.776
- 30.202.832 1.592.235 8.155.315 22.829.551
- - - - -
- -
- -
18.473 18.473
- -
11.024 48.292.520 790.568 55.939.894 105.031.817
489.501.093 19.314.984
820.265.295
158,77%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 173
Page 176
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
34.b. Net Stable Funding Ratio (NSFR) - Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
A. PERHITUNGAN NSFR
Posisi Tanggal Laporan (September 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Komponen ASF
Total Nilai
Tanpa Jangka ≥ 6 Bulan - Tertimbang
< 6 Bulan ≥ 1 Tahun
Waktu < 1 Tahun
1 Modal
2 Modal sesuai POJK KPMM 287.323.010 - - 62.833 287.385.844
3 Instrumen modal lainnya - - - - -
Simpanan yang berasal dari nasabah
4 perorangan dan Pendanaan yang berasal
dari nasabah usaha mikro dan usaha kecil:
5 Simpanan dan Pendanaan stabil 562.236.616 162.294.814 - - 688.304.859
6 Simpanan dan Pendanaan kurang stabil 185.238.250 5.948.351 - - 172.067.941
Pendanaan yang berasal dari nasabah
7
korporasi:
8 Simpanan operasional 254.880.646 - - - 127.440.323
Pendanaan lainnya yang berasal dari
9 386.465 40.876.324 350.000 257.178 18.113.339
nasabah korporasi
Liabilitas yang memiliki pasangan aset yang
10 - - - - -
saling bergantung
11 Liabilitas dan ekuitas lainnya:
12 NSFR liabilitas derivatif - - -
Ekuitas dan Liabilitas lainnya yang tidak
13 210.562 29.035.531 303.483 49.206 327.424
masuk dalam kategori di atas
14 TOTAL ASF 1.293.639.731
174 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 177
(dalam jutaan Rupiah)
Posisi Tanggal Laporan (Desember 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Tertimbang
Tanpa Jangka Waktu < 6 Bulan ≥ 6 Bulan - < 1 Tahun ≥ 1 Tahun
293.010.153 - - 59.583 293.069.736
- - - - -
585.669.995 158.055.147 - - 706.538.885
181.069.527 7.531.382 - - 169.740.818
281.509.127 - - - 140.754.564
460.287 40.845.454 - - 17.847.769
- - - - -
- - -
210.763 28.526.164 260.941 168.669 429.569
1.328.381.341
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 175
Page 178
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
34.b. Net Stable Funding Ratio (NSFR) - Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak
A. PERHITUNGAN NSFR
Posisi Tanggal Laporan (September 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Komponen RSF
Total Nilai
Tanpa Jangka ≥ 6 Bulan - Tertimbang
< 6 Bulan ≥ 1 Tahun
Waktu < 1 Tahun
15 Total HQLA dalam rangka perhitungan NSFR 23.220.087
Simpanan pada lembaga keuangan lain
16 11.056.135 - - - 5.528.068
untuk tujuan operasional
Pinjaman dengan kategori Lancar dan Dalam
17 Perhatian Khusus (performing) dan surat
berharga
Kepada lembaga keuangan yang dijamin
18 - 7.260.683 - - 726.068
HQLA Level 1
Kepada lembaga keuangan yang
dijamin bukan dengan HQLA Level 1 dan
19 - 40.649.263 14.743.100 35.132.012 48.600.952
pinjaman kepada lembaga keuangan
tanpa jaminan
Kepada perusahaan non-keuangan,
nasabah perorangan dan nasabah usaha
mikro dan usaha kecil, Pemerintah
20 - 202.478.918 109.203.710 432.689.120 523.627.066
Indonesia, pemerintah negara lain, Bank
Indonesia, bank sentral negara lain dan
entitas sektor publik, yang di antaranya:
Memenuhi klasifikasi untuk mendapat
21 bobot risiko 35% atau kurang, sesuai - 730.000 585.000 15.086.209 10.463.536
SE OJK ATMR untuk risiko kredit
Kredit beragun rumah tinggal yang tidak
22 - 36.080 29.144 2.790.679 2.404.688
sedang dijaminkan, yang di antaranya:
Memenuhi kualifikasi untuk mendapat
23 bobot risiko 35% atau kurang, sesuai - 283.973 1.123.689 76.766.416 50.602.002
SE OJK ATMR Risiko Kredit
Surat berharga yang tidak sedang
dijaminkan, tidak gagal bayar, dan tidak
24 - 30.242.404 2.338.725 10.230.618 24.986.590
masuk sebagai HQLA, termasuk saham
yang diperdagangkan di bursa
Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang
25 - - - - -
saling bergantung
26 Aset lainnya:
Komoditas fisik yang diperdagangkan,
27 - -
termasuk emas
Kas, surat berharga dan aset lainnya yang
dicatat sebagai initial margin atau aset
28 - -
lain yang diserahkan sebagai default
fund pada central counterparty (CCP)
29 NSFR aset derivatif - -
20% NSFR liabilitas derivatif sebelum
30 - -
dikurangi dengan variation margin
Seluruh aset lainnya yang tidak masuk
31 17.625 40.050.251 766.646 50.226.637 91.058.846
kategori di atas
32 Rekening administratif 501.071.473 20.131.543
33 TOTAL RSF 801.349.444
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable
34 161,43%
Funding Ratio (%))
176 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 179
(dalam jutaan Rupiah)
Posisi Tanggal Laporan (Desember 2025)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Tertimbang
Tanpa Jangka Waktu < 6 Bulan ≥ 6 Bulan - < 1 Tahun ≥ 1 Tahun
24.998.365
5.330.109 - - - 2.665.055
- 1.220.430 - - 122.043
- 37.295.659 24.569.040 31.869.408 49.748.277
- 200.265.884 126.092.133 456.487.776 551.193.618
- 520.000 1.740.000 19.363.578 13.716.326
- 37.486 23.143 3.058.842 2.630.330
- 372.992 1.095.906 78.334.349 51.651.776
- 31.157.342 1.945.068 10.295.878 25.302.701
- - - - -
- - -
- -
18.473 18.473
- -
11.024 38.547.054 808.739 50.265.316 89.629.945
491.663.332 19.354.654
831.031.561
159,85%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 177
Page 180
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
B. PENILAIAN KUALITATIF TERKAIT NSFR
Analisis secara Individu
• Berdasarkan hasil perhitungan, nilai Net Stable Funding Ratio (NSFR) – Individu per 31 Des 2025 turun sebesar 1,88% jika dibandingkan
dengan periode 30 Sep 2025; yaitu dari 160,65% (30 Sep’25) menjadi 158,77% (31 Des’25). Penurunan nilai NSFR ini disebabkan oleh kenaikan
komponen Required Stable Funding (RSF) sebesar 3,88% (Rp30,63 T) yang lebih besar daripada kenaikan komponen Available Stable Funding
(ASF) sebesar 2,67% (Rp33,82 T). Kenaikan komponen RSF terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman dengan kategori lancar dan dalam
perhatian khusus (performing) dan surat berharga sebesar Rp32,79 T. Sementara itu, kenaikan komponen ASF terutama disebabkan oleh
kenaikan nilai tertimbang simpanan nasabah perorangan, usaha mikro dan usaha kecil serta pendanaan dari nasabah korporasi sebesar Rp28,56
T dan kenaikan KPMM sebesar Rp5,17 T.
• Rasio NSFR BCA secara individual saat ini sudah memenuhi persyaratan minimum sebesar 100%. Hal ini ditopang oleh komposisi dana stabil
yang cukup besar, terutama dari Stable Funds (60,55%). Adapun komposisi DPK dan Dana Bank dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Komposisi DPK dan Dana Bank - Bank Only periode 31 Desember 2025.
Kategori %
1. Retail
a. Fully covered and transactional 39,54%
b. Fully covered, non-transactional and related 12,63%
Stable Funds
2. Usaha Mikro dan Usaha Kecil
a. Fully covered and transactional 8,10%
b. Fully covered, non-transactional and related 0,28%
Total Stable Funds 60,55%
1. Retail 13,71%
Unstable Fund
2. Usaha Mikro dan Usaha Kecil 1,37%
Total Unstable Funds 15,08%
Total Operational Deposits 22,17%
Total Non-Operational Deposits 2,20%
Total DPK dan Dana Bank 100,00%
178 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 181
B. PENILAIAN KUALITATIF TERKAIT NSFR
Analisis secara Konsolidasi
• Berdasarkan hasil perhitungan, nilai Net Stable Funding Ratio (NSFR) – Konsolidasi per 31 Des 2025 turun sebesar 1,58% jika dibandingkan
dengan periode 30 Sep 2025; yaitu dari sebesar 161,43% (30 Sep’25) menjadi sebesar 159,85% (31 Des’25). Nilai NSFR turun karena kenaikan
komponen Required Stable Funding (RSF) sebesar 3,70% (Rp29,68 T) yang lebih besar daripada kenaikan komponen Available Stable Funding
(ASF) sebesar 2,69% (Rp34,74 T). Kenaikan komponen RSF terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman dengan kategori lancar dan dalam
perhatian khusus (performing) sebesar Rp32,64 T dan penurunan aset lainnya sebesar Rp1,41 T. Sementara itu, kenaikan komponen ASF
terutama disebabkan oleh kenaikan nilai tertimbang simpanan nasabah perorangan, usaha mikro dan usaha kecil serta pendanaan dari nasabah
korporasi sebesar Rp28,96 T dan kenaikan KPMM sebesar Rp5,68 T.
• Rasio NSFR BCA secara konsolidasi saat ini sudah memenuhi persyaratan minimum sebesar 100%. Hal ini ditopang oleh komposisi dana stabil
yang cukup besar, terutama dari Stable Funds (59,37%). Adapun komposisi DPK dan Dana Bank dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Komposisi DPK, Dana Investasi Revenue Sharing, dan Dana Bank - Konsolidasi Periode 31 Desember 2025.
Kategori %
1. Retail
a. Fully covered and transactional 38,81%
b. Fully covered, non-transactional and related 12,34%
Stable Funds
2. UMKM
a. Fully covered and transactional 7,94%
b. Fully covered, non-transactional and related 0,28%
Total Stable Funds 59,37%
1. Retail 13,65%
Unstable Fund
2. UMKM 1,41%
Total Unstable Funds 15,06%
Total Operational Deposits 22,47%
Total Non-Operational Deposits 3,10%
Total DPK dan Dana Bank 100,00%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 179
Page 182
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
35. Laporan Aset Terikat (Encumbrance) - ENC - per 31 Desember 2025
Individual
a b c d
Aset yang disimpan
atau diperjanjikan
dengan bank
Aset Terikat Aset tidak terikat
sentral namun Total
(Encumbered) (unencumbered)
belum digunakan
untuk menghasilkan
likuiditas
1 HQLA Level 1
a. Kas dan setara Kas - - 25.275.044 25.275.044
Penempatan pada Bank
b.
Indonesia:
- Giro - - 46.370.465 46.370.465
- Fine Tune Operation - - 3.918.625 3.918.625
- Deposit Facility - - - -
Sekuritas Rupiah Bank
c. - - 113.389.265 113.389.265
Indonesia (SRBI)
Surat Berharga Bank
d. - - - -
Indonesia (SBBI)
Bank Indonesia Floating Rate
e. - - - -
Note (BI-FRN)
f. Sukuk Bank Indonesia (SUKBI) - - - -
Sekuritas Valas Bank
g. - - 5.887.547 5.887.547
Indonesia (SVBI)
Sukuk Valuta Asing Bank
h. - - - -
Indonesia (SUVBI)
Tagihan atas Surat Berharga
yang dibeli dengan janji
i. - - 4.430.617 4.430.617
dijual kembali (Reverse Repo
agunan HQLA Level 1)
j. Obligasi Pemerintah (Rupiah) - 45.851.347 203.812.527 249.663.874
Obligasi Pemerintah (Valuta
k. - - 8.466.108 8.466.108
Asing)
l. UST - Bond - - - -
2 HQLA Level 2A - - 10.231.326 10.231.326
3 HQLA Level 2B - - 8.237.691 8.237.691
Total HQLA - 45.851.347 430.019.215 475.870.562
Analisis Kualitatif
• Aset terikat (encumbered assets) adalah aset bank yang terbatas untuk kebutuhan likuiditas, secara legal dan kontraktual oleh Bank pada saat
terjadi kondisi stres. Encumbered assets tidak termasuk aset yang disimpan atau diperjanjikan dengan Bank Indonesia namun belum digunakan
untuk menghasilkan likuiditas sebagaimana dimaksud dalam POJK tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage
Ratio) Bagi Bank Umum.
• Aset tidak terikat merupakan aset yang memenuhi kualifikasi sebagai High Quality Liquid Assets (HQLA) sebagaimana dimaksud dalam POJK
tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) Bagi Bank Umum.
• Mengacu pada penjelasan atas POJK No 42/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio)
Bagi Bank Umum, pasal 9 ayat (3) huruf a, contoh aset yang disimpan atau diperjanjikan dengan Bank Indonesia namun belum digunakan untuk
menghasilkan likuiditas adalah giro wajib minimum sekunder (sekarang Penyangga Likuiditas Makroprudensial).
• Per 31 Desember 2025, secara konsolidasi BCA tidak memiliki posisi HQLA yang dikategorikan sebagai aset terikat (encumbered).
180 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 183
(dalam jutaan Rupiah)
Konsolidasi
a b c d
Aset yang disimpan atau
diperjanjikan dengan bank sentral
Aset Terikat (Encumbered) Aset tidak terikat (unencumbered) Total
namun belum digunakan untuk
menghasilkan likuiditas
- - 25.304.972 25.304.972
- - 47.768.278 47.768.278
- - 3.918.625 3.918.625
- - 391.751 391.751
- - 114.329.656 114.329.656
- - - -
- - - -
- - 601.055 601.055
- - 5.887.547 5.887.547
- - - -
- - 5.035.941 5.035.941
- 46.750.335 208.594.916 255.345.251
- - 8.472.823 8.472.823
- - - -
- - 12.564.368 12.564.368
- - 9.837.182 9.837.182
- 46.750.335 442.707.113 489.457.449
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 181
Page 184
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
LAPORAN KPMM DAN ATMR BANK UMUM KONVENSIONAL INDIVIDU – TAHUNAN
Form D1: Laporan Data Kerugian Historis
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB T
Batasan minimum untuk suatu kejadian kerugian operasional (loss event) sebesar Rp300.000.000,00
(tiga ratus juta rupiah) atau lebih
1 Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan (tanpa pengecualian) -
2 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional -
3 Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan -
4 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan -
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan kerugian risiko
5 -
operasional yang dikecualikan
Batasan minimum untuk suatu kejadian kerugian operasional (loss event) sebesar Rp1.500.000.000,00
(satu miliar lima ratus juta rupiah) atau lebih
6 Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan (tanpa pengecualian) 271,70
7 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional 4,00
8 Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan -
9 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan -
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan kerugian risiko
10 271,70
operasional yang dikecualikan
Rincian perhitungan modal untuk risiko operasional
11 Apakah kerugian digunakan dalam perhitungan FPKI? (Ya/Tidak) Ya
Dalam hal baris 11 diisi "Tidak", apakah tidak digunakannya data kerugian intern tersebut disebabkan
12
ketidaksesuaian standar minimum untuk data kerugian? (Ya/Tidak)
13 Threshold yg digunakan dalam perhitungan modal untuk risiko operasional (dalam satuan rupiah penuh) 1.500.000.000,00
14 Keterangan Tambahan (jika ada) Optional
182 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 185
Rata-Rata
T-1 T-2 T-3 T-4 T-5 T-6 T-7 T-8 T-9
10 Tahun
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
42.725,45 1.832,01 0,07 96.042,94 13.142,66 88,09 46.379,08 16.486,19 63.373,63 28.034,18
8,00 1,00 - 3,00 6,00 1,00 5,00 2,00 1,00 3,10
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
42.725,45 1.832,01 0,07 96.042,94 13.142,66 88,09 46.379,08 16.486,19 63.373,63 28.034,18
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 183
Page 186
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
LAPORAN KPMM DAN ATMR BANK UMUM KONVENSIONAL INDIVIDU – TAHUNAN
Form D3: Laporan Rincian Indikator Bisnis
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB T T-1 T-2
1. Komponen Bunga, Sewa, dan Dividen (KBSD) 31.633.303,55
1a. Pendapatan Bunga 88.631.734,73 82.110.427,94 68.103.868,83
1b. Beban Bunga 9.830.468,67 9.812.312,98 6.212.170,51
1c. Aset Produktif 1.360.757.445,46 1.333.369.008,76 1.256.127.957,67
1d. Pendapatan Dividen 2.402.602,59 1.914.400,27 1.702.183,53
2. Komponen Jasa (KJ) 17.471.907,83
2a. Pendapatan Jasa dan Komisi 18.281.699,28 16.884.777,92 16.522.759,16
2b. Beban Jasa dan Komisi 212.533,31 252.533,33 350.702,00
2c. Pendapatan operasional lainnya 33.688,06 64.285,86 111.111,62
2d. Beban operasional lainnya 318.060,18 171.417,93 237.009,03
3. Komponen Keuangan (KK) 2.391.908,64
3a. Laba Rugi Bersih Trading Book 2.205.364,20 1.461.667,43 1.004.970,81
3b. Laba Rugi Bersih Banking Book 384.161,98 125.944,09 1.993.617,41
4. IB 51.497.120,02
5. Komponen Indikator Bisnis (KIB) 7.274.568,00
Pengungkapan IB
6a. IB total termasuk aktivitas yang didivestasi 51.497.120,02
Pengurangan IB dikarenakan pengecualian atas
6b. 0,00
aktivitas yang didivestasi
7. Keterangan Tambahan Optional
LAPORAN KPMM DAN ATMR BANK UMUM KONVENSIONAL INDIVIDU – TAHUNAN
Form D5: Laporan Perhitungan ATMR Risiko Operasional dengan menggunakan pendekatan standar
No Rincian T
1 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 7.274.568,00
2 Faktor Pengali Kerugian Internal (FPKI) 0,59911758
3 Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) 4.358.321,58
4 ATMR untuk Risiko Operasional 54.479.019,75
184 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 187
Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Operasional - Individu
1 Penjelasan peraturan, kebijakan, dan/atau pedoman terkait manajemen risiko untuk Risiko Operasional.
Bank menerapkan manajemen risiko operasional secara komprehensif yang sejalan dengan ketentuan regulator dan sebagai bagian dari upaya
menjaga keberlangsungan kegiatan usaha, meningkatkan efektivitas proses operasional, melindungi kepentingan nasabah serta pemangku
kepentingan. Beberapa kebijakan yang diimplementasikan, di antaranya:
• Kebijakan Manajemen Risiko Operasional.
• Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Penggunaan Teknologi Informasi.
• Kebijakan Penyelenggaraan Teknologi Informasi.
• Kebijakan Manajemen Risiko Keamanan Siber.
• Kebijakan Keamanan Sistem Informasi dan Ketahanan Siber.
• Kebijakan Pengamanan Informasi.
• Kebijakan Penerbitan Produk/Aktivitas dan Penyediaan Sistem Teknologi Informasi Pendukungnya.
• Kebijakan Penilaian atas Peningkatan Eksposur Risiko Pengembangan Produk Bank.
• Kebijakan Manajemen Kelangsungan Bisnis.
Bank menetapkan sejumlah pedoman/ manual dan prosedur turunan dari kebijakan manajemen risiko operasional serta melakukan evaluasi secara
berkala untuk memastikan kesesuaian dengan dinamika risiko dan perkembangan regulasi.
2 Penjelasan struktur dan organisasi atas manajemen dan fungsi kontrol terkait Risiko Operasional.
Peran dan tanggung jawab Bank dalam pengelolaan risiko operasional mengacu pada prinsip Three Lines Model dengan perangkat organisasi
sebagai berikut:
Perangkat Organisasi Wewenang/Tanggung Jawab
Memastikan penerapan manajemen risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik,
Dewan Komisaris dan Direksi kompleksitas, dan profil risiko Bank, serta memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko yang
melekat pada kegiatan bisnis Bank.
Memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan memadai
Komite Manajemen Risiko
terhadap risiko-risiko yang dihadapi Bank.
Membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tanggung jawab pengawasan risiko untuk
Komite Pemantau Risiko memastikan kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan yang memadai
terhadap seluruh risiko Bank.
Meyakinkan Bank melakukan mitigasi risiko dengan benar melalui identifikasi, pengukuran,
Risk Management Division (MRK) pemantauan, pengendalian, dan pelaporan sesuai kerangka kerja manajemen risiko serta
mampu menghadapi situasi darurat yang mengancam kelangsungan usaha Bank.
Biro Anti-Fraud Memperkuat sistem pengendalian internal Bank melalui penerapan strategi anti-fraud.
Mengkaji, menyusun, dan memastikan kebijakan dan prosedur operasi serta layanan dengan
mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan operasi, kepatuhan terhadap regulator dan lembaga
Operation Strategy & Development Group lain yang terkait, manajemen risiko dan kontrol, serta mengomunikasikannya kepada cabang
maupun unit kerja terkait untuk dapat dipahami dengan mudah dan dilaksanakan dengan efektif
dan efisien.
Mengembangkan tindakan preventif untuk melindungi dan mengamankan aset informasi serta
Strategic Information Technology Group -
infrastruktur teknologi informasi Bank dari berbagai tindak kejahatan teknologi (cybercrime)
Information Technology Security Group
mencakup pemantauan dan pengujian ketahanan siber Bank.
Risk owner yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko operasional sehari-hari serta
Unit Kerja (unit bisnis dan unit pendukung)
melaporkan permasalahan dan kejadian risiko operasional kepada MRK.
Memeriksa dan menilai kecukupan dan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian
Divisi Audit Internal
internal, dan tata kelola Bank.
Penjelasan sistem pengukuran untuk Risiko Operasional (mencakup sistem dan data yang digunakan untuk menghitung Risiko Operasional
3
agar dapat memperkirakan beban modal untuk Risiko Operasional).
Bank mengukur Risiko Operasional dengan mempertimbangkan besarnya dampak, tingkat kemungkinan terjadinya risiko, serta kekuatan kontrol
yang diterapkan. Pengukuran ini memberikan gambaran profil risiko operasional Bank dan menjadi dasar penentuan prioritas tindakan mitigasi
atas risiko yang ada. Bank juga mengevaluasi sistem pengukuran risiko operasional secara berkala untuk memastikan kesesuaian asumsi, akurasi,
kewajaran, dan integritas data, serta prosedur yang digunakan untuk mengukur risiko operasional.
Bank mengacu pada arahan regulator dalam SE OJK No. 6/SEOJK.03/2020 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko
Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum dalam memperhitungkan beban modal untuk risiko operasional. Data
yang digunakan dalam perhitungan tersebut diantaranya Komponen Indikator Bisnis dan Data Kerugian Risiko Operasional. Bank menetapkan
prosedur dan proses pengadministrasian data kerugian risiko operasional guna memastikan kualitas data yang baik sehingga dapat memperkirakan
eksposur risiko secara lebih tepat serta memastikan alokasi beban modal risiko operasional yang memadai.
Pengelolaan risiko operasional bank secara komprehensif dilakukan melalui aplikasi ORMIS yang dapat mendukung tiga aktivitas, yaitu:
• Risk and Control Self Assessment (RCSA)
RCSA merupakan sarana bagi Risk Owner untuk melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko dengan tujuan
untuk meningkatkan budaya kesadaran dalam mengelola risiko operasional dari setiap karyawan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
RCSA dilaksanakan secara rutin setiap setahun sekali.
• Loss Event Database (LED)
LED digunakan untuk mengadministrasikan dan menganalisis kejadian operasional yang telah terjadi yang menimbulkan kerugian bagi Bank
serta digunakan sebagai database kerugian operasional untuk menghitung beban modal dari kerugian risiko operasional dan sarana untuk
memantau kejadian operasional yang membutuhkan tindak lanjut.
• Key Risk Indicator (KRI)
KRI bertujuan untuk memberikan early warning sign atas adanya indikasi peningkatan risiko operasional di suatu unit kerja kepada pejabat
berwenang serta berfungsi sebagai sumber data untuk mengidentifikasi proses, prosedur, dan kontrol yang perlu mendapat perhatian.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 185
Page 188
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Operasional - Individu
4 Penjelasan ruang lingkup dan cakupan utama dari kerangka laporan untuk Risiko Operasional untuk pejabat eksekutif dan direksi Bank.
Beberapa laporan risiko operasional yang disampaikan kepada Dewan Komisaris dan/atau Direksi sebagai berikut:
1. Laporan rutin (berkala):
• Laporan Eksposur Risiko Operasional.
• Laporan Profil Risiko Operasional.
• Laporan Penerapan Manajemen Risiko Operasional.
2. Laporan insidentil:
Laporan hasil analisis atas kejadian operasional, perubahan kebijakan, sistem dan prosedur yang bersifat insidentil. Laporan ini dapat
berupa laporan hasil analisis atas sistem dan prosedur operasional Bank dalam kaitannya dengan kejadian operasional di internal atau
eksternal Bank yang mempunyai dampak kerugian operasional yang signifikan.
Penjelasan mitigasi risiko dan transfer risiko yang digunakan dalam manajemen untuk Risiko Operasional. Hal tersebut mencakup mitigasi
dengan penerbitan kebijakan (seperti kebijakan untuk budaya risiko, risiko yang dapat diterima, dan alih daya), dengan divestasi bisnis
5
yang berisiko tinggi, dan dengan membentuk fungsi kontrol. Sisa eksposur dapat diserap oleh Bank atau untuk dilakukan transfer risiko.
Sebagai contoh, dampak dari kerugian operasional dapat dimitigasi dengan asuransi.
Penerapan manajemen risiko di bank disesuaikan dengan ukuran dan kompleksitas usaha bank, dan mencakup 4 pilar, yaitu:
1. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi.
2. Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko serta Penetapan Limit Risiko.
3. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta Sistem Informasi Manajemen Risiko.
4. Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh.
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab atas efektivitas penerapan manajemen risiko Bank. Penyusunan kebijakan terkait manajemen
risiko termasuk strategi, kerangka manajemen risiko, dan limit risiko secara keseluruhan termasuk ke dalam wewenang dan tanggung jawab
Direksi dan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris. Kebijakan tersebut disusun dengan memperhatikan risk appetite
dan risk tolerance sesuai kebutuhan/kondisi Bank serta memperhitungkan dampak risiko terhadap kecukupan permodalan.
Secara umum, cakupan kebijakan manajemen risiko operasional berdasarkan penyebab timbulnya risiko operasional adalah sebagai berikut:
Penyebab Risiko Cakupan Kebijakan Manajemen Risiko Operasional
1. Pengendalian untuk mencegah terjadinya risiko operasional baik untuk seluruh proses internal maupun yang
berhubungan langsung dengan nasabah.
2. Prosedur penyelesaian transaksi dari proses internal antara lain untuk memastikan efektivitas proses
penyelesaian transaksi.
Kompleksitas Proses
3. Prosedur pelaksanaan akuntansi untuk memastikan pencatatan akuntansi yang akurat.
Internal
4. Prosedur penyimpanan aset dan kustodian, antara lain dokumentasi, pengendalian yang dibutuhkan untuk
keamanan fisik aset, dan pengecekan secara berkala mengenai kondisi aset.
5. Prosedur pelaksanaan penyediaan produk dan aktivitas lainnya yang dilakukan oleh Bank.
6. Prosedur pencegahan dan penyelesaian fraud.
Rekrutmen dan penempatan sesuai kebutuhan organisasi, remunerasi dan struktur insentif yang kompetitif,
Sumber Daya Manusia pelatihan dan pengembangan, rotasi berkala, kebijakan perencanaan karir dan suksesi, penanganan isu pemutusan
hubungan kerja dan serikat pekerja, serta pemisahan fungsi kerja.
Pengelolaan risiko operasional terkait sistem dan infrastruktur mengacu kepada kebijakan dasar manajemen risiko
penggunaan teknologi informasi yang sekurang-kurangnya mencakup: kebijakan pengamanan informasi, prosedur
Sistem dan infrastruktur
business continuity plan, prosedur back-up data dan system, sistem pencatatan audit trail/log sistem, sistem
security yang melindungi BCA, Data Recovery Center.
Perlindungan asuransi, back-up data/system, jaminan keselamatan kerja, prosedur pengamanan fisik, dan
Kejadian eksternal
perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga.
Risiko operasional dari
Bank melakukan Customer Due Diligence (CDD) atau Enhanced Due Diligence (EDD) sesuai dengan eksposur risiko
profil nasabah dan
operasional.
calon nasabah
186 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 189
Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Operasional - Individu
Penerapan manajemen risiko operasional diintegrasikan ke seluruh lini bisnis dan pendukung untuk memastikan kecukupan prosedur dan
kontrol operasional serta melakukan pengembangan budaya kesadaran atas pentingnya manajemen risiko operasional secara berkelanjutan.
Bank menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh pada setiap penyelenggaraan produk, layanan dan/atau jasa Bank. Bank juga
melakukan pengukuran atau penilaian atas materialitas peningkatan eksposur risiko Produk Bank serta secara berkelanjutan melakukan
pemantauan risiko tersebut. Penerapan manajemen risiko atas penyelenggaraan Produk Bank juga mengacu pada ketentuan regulator.
Dengan adanya peningkatan penyediaan layanan digital yang menyebabkan tingginya kebutuhan atas pemrosesan data pribadi nasabah
serta penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), Bank mengupayakan untuk mengacu
pada prinsip-prinsip kepatuhan dan kehati-hatian dalam melakukan pengelolaan data pribadi, antara lain meliputi penyusunan kebijakan dan
prosedur internal terkait pelindungan data pribadi yang wajib diterapkan oleh seluruh unit kerja, melakukan pencatatan aktivitas pemrosesan
data pribadi guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan operasional yang melibatkan data pribadi serta
melaksanakan sosialisasi UU PDP secara menyeluruh kepada seluruh karyawan.
Untuk memitigasi dampak gangguan yang dapat disebabkan oleh teknologi, bencana alam, maupun bencana lainnya pada kegiatan
operasional bisnis Bank terutama pelayanan terhadap nasabah, Bank menetapkan Business Continuity Management (BCM) dan Business
Continuity Plan (BCP) serta secara rutin melakukan sosialisasi Business Continuity (BC) awareness dan simulasi pengujian BCP termasuk
simulasi insiden siber. Selain itu, Bank memiliki Disaster Recovery Center, Secondary Workplace, serta Command and Crisis Center untuk
mendukung pelaksanaan BCP.
Pemanfaatan TI dapat menunjang kegiatan operasional dan kecepatan penyediaan layanan kepada nasabah, namun di sisi lain meningkatkan
risiko bagi operasional Bank sehingga Bank berupaya untuk meningkatkan kematangan (maturity) dalam penyelenggaraan TI dan kemampuan
untuk menangani risiko yang mungkin timbul dari pengunaan TI, di antaranya dengan:
• Menetapkan kebijakan dan prosedur cyber security risk management serta pengamanan informasi yang mengacu pada strategi Bank dan
arahan regulator.
• Melakukan kaji ulang atas penerapan manajemen risiko dan melakukan penilaian tingkat maturitas digital dan tingkat keamanan siber yang
mengacu pada ketentuan regulator.
• Memanfaatkan tools teknologi agar dapat mengidentifikasi, mendeteksi dan memantau serta menganalisis risiko terkait keamanan siber
sejak dini.
• Menetapkan prosedur penanganan insiden keamanan informasi, membentuk Information Security Incident Response Team (ISIRT), dan
Security Monitoring Center (SMC).
• Mengadakan sosialisasi security awareness secara rutin kepada pekerja dan manajemen.
• Melakukan upaya edukasi kepada nasabah secara berkelanjutan.
Dalam memitigasi risiko dalam penggunaan tenaga kerja alih daya, Bank memiliki ketentuan Pengelolaan Alih Daya yang mengacu pada
ketentuan regulator, di antaranya pekerjaan yang dapat dialihdayakan kepada perusahaan penyedia jasa merupakan kegiatan jasa penunjang
atau yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan utama Bank. Sedangkan dalam mengelola risiko terkait pihak ketiga, terdapat
Ketentuan Pengadaan Barang dan/atau Jasa yang menerapkan prinsip multi vendor serta adanya evaluasi vendor secara berkala.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 187
Page 190
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
LAPORAN KPMM DAN ATMR BANK UMUM KONVENSIONAL KONSOLIDASI - TAHUNAN
Form D1. Laporan Data Kerugian Historis
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB T
Batasan minimum untuk suatu kejadian kerugian operasional (loss event) sebesar Rp300.000.000,00
(tiga ratus juta rupiah) atau lebih
1 Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan (tanpa pengecualian) -
2 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional -
3 Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan -
4 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan -
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan kerugian risiko
5 -
operasional yang dikecualikan
Batasan minimum untuk suatu kejadian kerugian operasional (loss event) sebesar
Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) atau lebih
6 Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan (tanpa pengecualian) 361,96
7 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional 5,00
8 Jumlah kerugian risiko operasional yang dikecualikan 0,00
9 Jumlah terjadinya kerugian risiko operasional yang dikecualikan 0,00
Jumlah kerugian operasional bersih setelah memperhitungkan nilai pemulihan dan kerugian risiko
10 361,96
operasional yang dikecualikan
Rincian perhitungan modal untuk risiko operasional
11 Apakah kerugian digunakan dalam perhitungan FPKI? (Ya/Tidak) Ya
Dalam hal baris 11 diisi "Tidak", apakah tidak digunakannya data kerugian intern tersebut disebabkan
12
ketidaksesuaian standar minimum untuk data kerugian? (Ya/Tidak)
13 Threshold yg digunakan dalam perhitungan modal untuk risiko operasional (dalam satuan rupiah penuh) 1.500.000.000,00
14 Keterangan Tambahan (jika ada) Optional
188 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 191
Rata-Rata
T-1 T-2 T-3 T-4 T-5 T-6 T-7 T-8 T-9
10 Tahun
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
42.725,45 1.832,01 0,07 96.042,94 13.142,66 88,09 46.379,08 16.486,19 63.373,63 28.043,21
8,00 1,00 0,00 3,00 6,00 1,00 5,00 2,00 1,00 3,20
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
42.725,45 1.832,01 0,07 96.042,94 13.142,66 88,09 46.379,08 16.486,19 63.373,63 28.043,21
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 189
Page 192
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
LAPORAN KPMM DAN ATMR BANK UMUM KONVENSIONAL KONSOLIDASI - TAHUNAN
Form D3. Laporan Rincian Indikator Bisnis
No Indikator Bisnis (IB) dan komponen IB T T-1 T-2
1. Komponen Bunga, Sewa, dan Dividen (KBSD) 30.386.739,26
1a. Pendapatan Bunga 95.021.317,08 87.726.825,11 72.663.805,46
1b. Beban Bunga 10.724.588,04 10.549.776,32 6.667.237,87
1c. Aset Produktif 1.396.694.980,18 1.364.336.598,06 1.282.277.430,71
1d. Pendapatan Dividen 10.4712,76 34.525,36 4.6526,95
2. Komponen Jasa (KJ) 17.490.825,35
2a. Pendapatan Jasa dan Komisi 18.146.630,32 16.833.375,51 16.739.240,25
2b. Beban Jasa dan Komisi 231.094,88 273.221,00 374.356,88
2c. Pendapatan operasional lainnya 33.688,06 64.285,86 111.111,62
2d. Beban operasional lainnya 319.795,60 193.938,54 239.495,83
3. Komponen Keuangan (KK) 2.411.006,34
3a. Laba Rugi Bersih Trading Book 2.181.907,90 1.457.515,60 899.082,58
3b. Laba Rugi Bersih Banking Book 452.856,94 197.508,58 2.044.147,41
4. IB 50.288.570,95
5. Komponen Indikator Bisnis (KIB) 7.093.285,64
Pengungkapan IB
6a. IB total termasuk aktivitas yang didivestasi 50.288.570,95
Pengurangan IB dikarenakan pengecualian
6b. 0,00
atas aktivitas yang didivestasi
7. Keterangan Tambahan Optional
LAPORAN KPMM DAN ATMR BANK UMUM KONVENSIONAL KONSOLIDASI - TAHUNAN
Form D5. Laporan Perhitungan ATMR Risiko Operasional dengan menggunakan pendekatan standar
No Rincian T
1 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 7.093.285,64
2 Faktor Pengali Kerugian Internal (FPKI) 0,60027687
3 Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) 4.257.935,30
4 ATMR untuk Risiko Operasional 53.224.191,25
190 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 193
Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Operasional - Konsolidasi
1 Penjelasan peraturan, kebijakan, dan/atau pedoman terkait manajemen risiko untuk Risiko Operasional.
Bank sebagai entitas utama Konglomerasi Keuangan mengintegrasikan penerapan manajemen risiko pada Konglomerasi Keuangan dengan
mengacu pada ketentuan regulator. Bank memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Terintegrasi yang bertujuan untuk:
1. Menyamakan persepsi dalam memandang risiko.
2. Menekankan kewajiban pengelolaan risiko pada bank dan perusahaan anak.
3. Meyakinkan bahwa semua risiko dapat dikendalikan dengan baik.
Pengkinian kebijakan dilakukan secara berkala agar sesuai ketentuan regulator yang berlaku, arah perkembangan penerapan Basel Accord,
prudential banking principle, dan international best practices lainnya. Berikut adalah beberapa kebijakan yang dimiliki bank:
• Kebijakan Manajemen Risiko Operasional.
• Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Penggunaan Teknologi Informasi.
• Kebijakan Penyelenggaraan Teknologi Informasi.
• Kebijakan Manajemen Risiko Keamanan Siber.
• Kebijakan Keamanan Sistem Informasi dan Ketahanan Siber
• Kebijakan Pengamanan Informasi.
• Kebijakan Penilaian atas Peningkatan Eksposur Risiko Pengembangan Produk Bank.
• Ketentuan Kerja Sama Sinergi Perbankan dengan Perusahaan Anak.
• Ketentuan Business Continuity Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA.
Penyusunan kebijakan manajemen risiko termasuk strategi, kerangka manajemen risiko, dan limit risiko secara keseluruhan termasuk
wewenang dan tanggung jawab Direksi. Kebijakan tersebut disusun dengan memperhatikan risk appetite dan risk tolerance sesuai
kebutuhan/kondisi Bank secara terintegrasi serta memperhitungkan dampak risiko terhadap kecukupan permodalan. Penetapan kebijakan,
strategi, dan kerangka manajemen risiko oleh Direksi dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris.
2 Penjelasan struktur dan organisasi atas manajemen dan fungsi kontrol terkait Risiko Operasional.
Pengelolaan risiko operasional secara terintegrasi mengacu pada prinsip Three Lines Model dengan perangkat organisasi sebagai berikut:
Perangkat Organisasi Wewenang/Tanggung Jawab
Memastikan penerapan manajemen risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik dan kompleksitas
Dewan Komisaris dan Direksi usaha Konglomerasi Keuangan, serta memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko yang melekat pada
Konglomerasi Keuangan.
Komite Manajemen Risiko Memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko terintegrasi telah memberikan perlindungan memadai
Terintegrasi terhadap risiko-risiko yang dihadapi Konglomerasi Keuangan.
Membantu Dewan Komisaris dalam memastikan kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan
Komite Pemantau Risiko
perlindungan yang memadai terhadap seluruh risiko Konglomerasi Keuangan.
Meyakinkan bahwa risiko yang dihadapi Konglomerasi Keuangan dapat diidentifikasi, diukur, dipantau,
Risk Management Division dikendalikan, dan dilaporkan dengan benar melalui penerapan kerangka kerja manajemen risiko yang sesuai.
(MRK) Dalam melaksanakan tugasnya, MRK berkoordinasi dengan unit kerja yang menjalankan fungsi manajemen
risiko di setiap perusahaan anak dalam Konglomerasi Keuangan.
Biro Anti-Fraud Memperkuat sistem pengendalian internal Bank melalui penerapan strategi anti-fraud secara bankwide.
Mengkaji, menyusun, dan memastikan kebijakan dan prosedur operasi serta layanan dengan
Operation Strategy & mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan operasi, kepatuhan terhadap regulator dan lembaga lain yang
Development Group terkait, manajemen risiko dan kontrol, serta mengomunikasikannya kepada cabang maupun unit kerja terkait
untuk dapat dipahami dengan mudah dan dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
Strategic Information
Mengembangkan tindakan preventif untuk melindungi dan mengamankan aset informasi serta infrastruktur
Technology Group -
teknologi informasi Bank dari berbagai tindak kejahatan teknologi (cybercrime) mencakup pemantauan dan
Information Technology
pengujian ketahanan siber Bank.
Security Group
Unit Kerja (unit bisnis dan unit Risk owner yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko operasional sehari-hari serta melaporkan
pendukung) permasalahan dan kejadian risiko operasional kepada MRK.
Memeriksa dan menilai kecukupan dan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian internal, dan tata
Divisi Audit Internal
kelola Bank secara terintegrasi.
Penerapan manajemen risiko pada masing-masing perusahaan anak mengacu pada ketentuan regulator mengenai manajemen risiko bagi
sektor jasa keuangan sesuai jenis usaha yang dilakukan. Dalam struktur organisasi, masing-masing perusahaan anak memiliki unit kerja yang
melaksanakan fungsi manajemen risiko untuk memastikan bahwa risiko yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan anak dapat dikelola
dengan baik.
Penjelasan sistem pengukuran untuk Risiko Operasional (mencakup sistem dan data yang digunakan untuk menghitung Risiko Operasional
3
agar dapat memperkirakan beban modal untuk Risiko Operasional).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 191
Page 194
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Operasional - Konsolidasi
Pengukuran risiko operasional dilakukan untuk mengetahui eksposur risiko operasional secara konsolidasi. Bank mengacu pada arahan
regulator dalam SE OJK No. 6/SEOJK.03/2020 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Operasional dengan
Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum dalam memperhitungkan beban modal untuk risiko operasional secara konsolidasi. Data
yang digunakan dalam perhitungan tersebut diantaranya Komponen Indikator Bisnis dan Data Kerugian Risiko Operasional. Bank menyadari
bahwa pengumpulan data kejadian risiko operasional yang baik dan berkualitas dari bank maupun dari perusahaan anak merupakan hal yang
penting agar bank secara konsolidasi dapat memperkirakan beban modal yang sesuai dengan eksposur kerugian operasional yang dialami.
Masing-masing perusahaan anak memiliki sarana dalam mengelola data kerugian risiko operasional, mengidentifikasi, dan mengukur risiko
sesuai dengan kompleksitas usahanya. Salah satu sarana untuk membantu pelaporan data risiko operasional dari perusahaan anak ke bank
menggunakan aplikasi berbasis web, yaitu Integrated Risk Management Information System (IRMIS).
4 Penjelasan ruang lingkup dan cakupan utama dari kerangka laporan untuk Risiko Operasional untuk pejabat eksekutif dan direksi Bank.
Dalam rangka pengawasan aktif Dewan Komisaris dan/atau Direksi entitas utama, terdapat pelaporan yang disampaikan sebagai berikut:
1. Laporan rutin (berkala):
• Laporan Eksposur Risiko Konglomerasi Keuangan.
• Laporan Profil Risiko Terintegrasi.
2. Laporan insidentil:
Laporan ini dapat berupa laporan hasil analisis atas sistem dan prosedur operasional Bank dalam kaitannya dengan kejadian operasional
di internal atau eksternal Bank yang mempunyai dampak kerugian operasional yang signifikan secara terintegrasi dan bersifat insidentil.
Penjelasan mitigasi risiko dan transfer risiko yang digunakan dalam manajemen untuk Risiko Operasional. Hal tersebut mencakup mitigasi
dengan penerbitan kebijakan (seperti kebijakan untuk budaya risiko, risiko yang dapat diterima, dan alih daya), dengan divestasi bisnis
5
yang berisiko tinggi, dan dengan membentuk fungsi kontrol. Sisa eksposur dapat diserap oleh Bank atau untuk dilakukan transfer risiko.
Sebagai contoh, dampak dari kerugian operasional dapat dimitigasi dengan asuransi.
Prinsip penerapan manajemen risiko terintegrasi mencakup 4 pilar sebagai berikut:
• Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Utama.
• Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko Terintegrasi.
• Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta Sistem Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi.
• Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh terhadap Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi.
Dalam melaksanakan manajemen risiko terintegrasi, Bank menyusun kebijakan yang paling sedikit memuat hal sebagai berikut:
• Penetapan risiko yang terkait dengan kegiatan bisnis Konglomerasi Keuangan.
• Perumusan strategi Manajemen Risiko Terintegrasi.
• Penetapan penggunaan metode pengukuran dan sistem informasi Manajemen Risiko Terintegrasi.
• Penetapan strategi dan kerangka risiko sesuai dengan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance).
• Penetapan metode penilaian peringkat risiko.
• Penetapan sistem pengendalian intern dalam penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi.
• Penyusunan rencana darurat (contingency plan) dalam kondisi terburuk (worst case scenario).
Bank melakukan risk assessment atas setiap penyelenggaraan produk, layanan dan/atau jasa Bank yang bekerja sama dengan Perusahaan
Anak. Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan aktivitas bisnis, Bank melakukan sinergi perbankan dengan Perusahaan Anak.
Adanya transformasi digital menyebabkan semakin meningkatnya pemanfaatan TI untuk menunjang kegiatan operasional dan penyediaan
layanan kepada nasabah/konsumen, namun di sisi lain meningkatkan risiko operasional perusahaan secara konglomerasi. Dengan adanya
peningkatan penyediaan layanan digital yang menyebabkan tingginya kebutuhan atas pemrosesan data pribadi nasabah serta penerapan
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), Bank dan Perusahaan Anak telah memiliki ketentuan
internal yang mengatur mengenai pelaksanaan PDP.
Selain itu, perusahaan secara konglomerasi berupaya untuk meningkatkan kematangan dalam penyelenggaraan TI dan kemampuan untuk
menangani risiko yang mungkin timbul dari pengunaan TI, di antaranya dengan:
• Mengimplementasikan cyber security risk management mengacu pada strategi Perusahaan dan arahan regulator.
• Menetapkan prosedur penanganan insiden keamanan informasi, membentuk Information Security Incident Response Team (ISIRT), dan
Security Monitoring Center (SMC).
• Meningkatkan awareness karyawan terkait keamanan siber melalui program risk awareness seperti phising simulation yang dilakukan
secara berkala. Bank juga melakukan upaya edukasi kepada nasabah secara berkelanjutan.
• Melakukan kerja sama Penyediaan Jasa Teknologi Informasi (PJTI) Infrastruktur dan Sistem Keamanan Teknologi Informasi untuk
Perusahaan Anak
Untuk meminimalkan dampak gangguan dan kerusakan yang dapat disebabkan oleh bencana alam maupun manusia yang dapat memengaruhi
kegiatan operasional Konglomerasi Keuangan, Bank telah memiliki ketentuan Business Continuity Terintegrasi Konglomerasi Keuangan yang
antara lain mengatur mengenai koordinasi untuk mendukung proses recovery yang optimal.
192 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 195
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 193
Page 196
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Pendukung Bisnis
Sumber Daya Manusia
“BCA terus memperkuat budaya perusahaan sebagai fondasi kokoh untuk
menjunjung tinggi standar unggul dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan”
BCA menempatkan pengelolaan dan pengembangan SDM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS
sebagai prioritas utama. BCA menyadari bahwa keberhasilan MELALUI LINGKUNGAN
organisasi bergantung pada kemampuan adaptasi, inovasi, KERJA YANG KONDUSIF
dan kolaborasi insan BCA. Oleh karena itu, kapabilitas SDM
terus diperkuat melalui program pengembangan kompetensi BCA senantiasa menciptakan lingkungan kerja yang positif
berkelanjutan yang selaras dengan arah bisnis strategis. dan inklusif melalui Employer Value Proposition (EVP) dengan
dua pilar utama: Friendly Environment dan Continuous
Budaya perusahaan menjadi landasan perilaku kerja, yang Improvement yang membangun budaya kerja kolaboratif
berlandaskan pada nilai inti Customer Focus, Integrity, Teamwork, dan mendorong pertumbuhan individu.
dan Continuous Pursuit of Excellence untuk menciptakan
lingkungan kerja yang positif, produktif, dan kolaboratif. Untuk menjadi pilihan utama bagi talenta terbaik, BCA
Kolaborasi diwujudkan melalui semangat OneBCA (One Goal, menghadirkan kebijakan kerja adaptif seperti Working from
One Soul, One Joy) dan nilai SENADA (SEtia, NAungi, DAmpingi), Hub - BCA Touch Point, Flexible Working Time, dan Work
yang mencerminkan komitmen BCA untuk mendukung dan From Home (WFH). Program well-being juga dijalankan,
mendampingi setiap individu. termasuk fasilitas konseling, flexible benefit, dan dukungan
keseimbangan hidup mencakup aspek mental, fisik, karir,
MEREKRUT DAN MENUMBUHKAN sosial, dan finansial.
SUMBER DAYA MANUSIA BERKUALITAS
Komitmen ini telah membawa BCA meraih berbagai
Proses rekrutmen BCA dilaksanakan secara terarah, selaras pengakuan domestik dan internasional dari berbagai lembaga
dengan kebutuhan organisasi, dan memprioritaskan potensi dan penghargaan terkemuka.
talenta internal sebelum mencari kandidat eksternal.
Rekrutmen dilakukan melalui program pendidikan khusus dan EMPLOYEE ENGAGEMENT MELALUI
jalur reguler dengan fokus pada bidang wealth management, PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL
relationship, TI, dan operasional. Dalam prosesnya, BCA
memanfaatkan teknologi terintegrasi seperti Robotic Process Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan
Automation (RPA) dan Candidate Data Checking Application kerja yang produktif dan adaptif, BCA memperkuat
(CDCA), serta memperluas jaringan sourcing dan seleksi. employee engagement melalui program TEAAA (Team
Employer branding diperkuat melalui kanal media sosial resmi Engagement Action Action Action) yang mendorong interaksi,
seperti Instagram @lifeatbca dan LinkedIn PT Bank Central kepercayaan, dan komitmen sesuai semangat OneBCA.
Asia Tbk. Dengan sistem rekrutmen yang efisien, BCA terus Upaya ini didukung oleh transformasi digital SDM melalui
menjaring SDM unggul untuk mendukung keberlanjutan kinerja HC Inspire, sistem kepegawaian terintegrasi berbasis one-
dan pertumbuhan Perusahaan. stop solution. Sistem ini memiliki beberapa aplikasi digital,
yaitu MyGrowth untuk pengelolaan kinerja, MyWiki sebagai
PENDAMPINGAN BAGI PEKERJA kamus internal, MyDevelopment untuk akses pelatihan digital,
serta MySolution untuk administrasi kepegawaian yang
BCA berkomitmen memastikan setiap individu dapat didukung oleh EViA (chatbot yang membantu 24 jam). Dengan
beradaptasi dan berkembang melalui pendampingan sejak pemanfaatan teknologi digital secara menyeluruh, BCA
hari pertama. Pekerja baru mengikuti First Learning Year membangun ekosistem kerja yang adaptif dan berkelanjutan,
with BCA (FLY with BCA), program orientasi satu tahun mendorong kontribusi optimal setiap pekerja terhadap
yang mencakup e-learning, interaksi, dan pendampingan pencapaian visi BCA.
dari atasan serta buddy, didukung oleh sistem tracking
untuk memantau perkembangan pembelajaran (Journey
and Experience Tracking System - JETS). Pendekatan ini
memastikan setiap pekerja tumbuh dengan arahan yang
tepat, mendukung kontribusi berkelanjutan bagi perusahaan.
194 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 197
MENINGKATKAN KECAKAPAN RENCANA KE DEPAN
DIGITAL DAN POLA PIKIR INOVASI
BCA senantiasa menghadirkan talenta unggul dan lingkungan
BCA terus memperkuat kecakapan digital dan pola pikir kerja yang mendukung pertumbuhan melalui program talent
inovatif di seluruh lapisan pekerja sebagai bagian dari management dan internal talent movement. Pemanfaatan
transformasi digital berkelanjutan. Berbagai program pelatihan teknologi terus dioptimalkan, termasuk inisiatif Gen AI
disediakan untuk mengasah critical thinking dan kompetensi untuk mendukung efisiensi, otomatisasi, produktivitas, serta
digital tingkat lanjut, mencakup design thinking, strategic pengetahuan pekerja. BCA juga membangun platform baru
thinking, Gen AI, data analytics, UI/UX advisory, Agile Project sebagai sistem SDM yang lebih terintegrasi dan adaptif untuk
Management, RPA, low-code programming, machine learning, mempermudah pekerjaan dan meningkatkan kepuasan kerja.
blockchain, dan cyber security. Tools pembelajaran digital
seperti e-learning, micro learning, audio/video learning, dan Budaya kerja yang positif terus diperkuat melalui nilai serta
e-library disesuaikan dengan kebutuhan pekerja, sementara pengembangan pola pikir kreatif, inovatif, dan digital melalui
Gen AI dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih personal. Digital Transformation Program. Sejalan dengan komitmen
Peran Digital Buddy turut mendukung percepatan transformasi terhadap kesejahteraan, BCA menghadirkan program yang
dan perluasan wawasan teknologi. Sepanjang tahun 2025, mendukung harmoni pribadi dan profesional, meningkatkan
BCA menyediakan 376 judul e-learning yang dapat diakses produktivitas, serta membangun keterlibatan pekerja dalam
oleh seluruh pekerja, dengan rata-rata 9 judul e-learning yang mendorong kinerja berkelanjutan.
diselesaikan oleh setiap pekerja.
Untuk meningkatkan efisiensi kerja, BCA mengembangkan
RPA, machine learning, dan low code programming, serta
memperkuat HRIS berbasis one stop application. Pemanfaatan
Generative AI juga digencarkan dalam berbagai inisiatif SDM
dan layanan internal. Semangat inovasi ditumbuhkan melalui
forum Community of Practice (CoP) dan Data Community,
serta ajang BCA Innovation Convention (BIC) dan Kaizen
Championship sebagai wadah berbagi dan kompetisi inovasi
berkelanjutan.
MEMBENTUK PEMIMPIN MASA DEPAN
Pengembangan kepemimpinan di BCA diperkuat secara
terstruktur agar pemimpin mampu mengelola tim secara
efektif, memimpin perubahan, dan beradaptasi dengan
model kerja dinamis. Melalui program BCA Leader+, Advisory
Program, dan BCA Leader+ Accelerator, BCA menanamkan
karakter dan nilai perusahaan, mendorong budaya kolaboratif,
serta memperkuat kemampuan berpikir strategis. Kegiatan
Gerakan Manajemen Turun ke Bawah (GEMBA) seperti Townhall
dan Tea(m)Time memungkinkan pemimpin hadir langsung di
lapangan untuk memahami kondisi kerja dan memperkuat
engagement.
Pemimpin juga berperan sebagai fasilitator, mentor, dan
coach dalam menumbuhkan budaya belajar dan inovasi.
Dalam mendampingi calon pemimpin, mereka aktif melakukan
sharing, coaching, mentoring, dan buddying. BCA turut
menyediakan beasiswa pendidikan formal jenjang S1 dan
S2 serta pelatihan bahasa asing untuk meningkatkan kualitas
SDM dan mempersiapkan pemimpin masa depan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 195
Page 198
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Pendukung Bisnis
Jaringan dan Operasi
“Menciptakan pengalaman yang lancar dan menyenangkan bagi nasabah
melalui integrasi inovasi digital dan keunggulan layanan SDM di seluruh jaringan
kantor cabang BCA”
MEMPERKUAT JARINGAN DAN INTEGRASI MENINGKATKAN PENGALAMAN
DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN NASABAH MELALUI JARINGAN
PENGALAMAN NASABAH CABANG TERINTEGRASI
BCA secara konsisten memperkuat jaringan dan operasionalnya Kantor cabang tetap menjadi touchpoint penting dalam
untuk memastikan nasabah mendapatkan layanan yang cepat, mewujudkan keunggulan layanan BCA, sekaligus membangun
andal, dan berkualitas tinggi. Seiring dengan perkembangan hubungan yang bermakna dengan nasabah dan komunitas.
kebutuhan nasabah, BCA mengintegrasikan jaringan kantor Meskipun transaksi digital terus meningkat, kantor cabang
cabang fisik dengan inovasi digital, sehingga setiap kanal layanan berperan strategis dalam memberikan layanan yang bersifat
dapat memberikan pengalaman yang mulus dan konsisten. personal, konsultasi keuangan, serta memperkuat hubungan
Kantor cabang tetap menjadi bagian penting dari ekosistem berbasis kepercayaan. Untuk memastikan efisiensi layanan,
BCA, didukung oleh karyawan yang kompeten dan mampu BCA terus melakukan modernisasi operasional cabang dengan
memadukan layanan personal dengan teknologi canggih guna mengintegrasikan solusi digital seperti eBranch, mesin CS
memenuhi beragam preferensi nasabah. Digital (self-service customer service machines), dan tablet
eService, sehingga nasabah dapat membuka rekening baru,
Untuk mempercepat pertumbuhan layanan perbankan mengganti kartu ATM, serta mencetak mutasi rekening secara
digital, BCA terus meningkatkan platform digitalnya dengan mandiri dengan lebih praktis.
menambahkan berbagai fitur yang praktis dan aman,
seperti pembukaan rekening daring dengan teknologi face Selain inovasi teknologi, BCA juga berinvestasi dalam
recognition, e-Deposito, pembayaran QRIS, serta pembelian pengembangan kompetensi karyawan melalui program
produk investasi melalui aplikasi myBCA. Aplikasi eBranch pelatihan terstruktur dan peningkatan keterampilan (upskilling)
memungkinkan nasabah melakukan reservasi dan mengisi guna memperkuat kualitas layanan dan keterlibatan nasabah.
formulir transaksi sebelum datang ke kantor cabang, Tingkat kepuasan nasabah secara berkala dievaluasi melalui
sementara mesin CS Digital dan tablet eService memberikan survei Customer Engagement (CE) yang dilakukan oleh
kemudahan layanan mandiri seperti pencetakan kartu ATM Gallup, sementara tim dan individu berprestasi mendapatkan
dan pembukaan rekening. penghargaan melalui berbagai program apresiasi untuk
menumbuhkan budaya service excellence.
Berbagai inovasi ini mencerminkan komitmen BCA dalam
menghadirkan pengalaman perbankan hybrid yang Sepanjang tahun 2025, BCA mengoperasikan 1.270 kantor di
menggabungkan keunggulan teknologi dengan sentuhan seluruh Indonesia, terdiri dari 139 Kantor Cabang Utama dan
manusia, guna memberikan layanan yang lebih mudah, cepat, 1.131 Kantor Cabang Pembantu, serta 62 BCA Express, 13 BCA
dan aman bagi seluruh nasabah. Express Mobile, dan 23 Kantor Fungsional. Untuk melengkapi
kehadiran fisiknya, BCA juga mengoperasikan 20.163 mesin
ATM, yang sebagian besar terdiri dari mesin setor-tarik dan
tarik tunai. Integrasi antara interaksi manusia dan inovasi
digital ini semakin memperkuat ekosistem perbankan hybrid
BCA, memastikan setiap nasabah menikmati pengalaman
perbankan yang mulus, aman, dan terpercaya.
196 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 199
MEMASTIKAN KEUNGGULAN LAYANAN RENCANA KE DEPAN
DAN KEANDALAN OPERASIONAL
BCA akan mempertahankan pendekatan yang seimbang antara
Kepercayaan nasabah adalah landasan pertumbuhan transformasi digital dan kehadiran fisik untuk memperkuat
berkelanjutan BCA, dan memberikan layanan yang unggul kepercayaan dan aksesibilitas nasabah. Peningkatan infrastruktur,
tetap menjadi inti dari kegiatan operasional BCA. Untuk pengambilan keputusan berbasis data, serta proses yang efisien
memperkuat kualitas layanan dan memenuhi harapan dengan dukungan teknologi terkini akan memperkuat posisi
nasabah yang terus berkembang, BCA terus berinvestasi BCA sebagai institusi keuangan yang andal dan berorientasi
dalam pelatihan, peningkatan proses, dan pengembangan pada nasabah. Melalui inisiatif-inisiatif ini, BCA menegaskan
teknologi. BCA menerapkan model layanan berbasis segmen, kembali dedikasinya untuk memberikan layanan berkualitas,
yang memungkinkan tim khusus memberikan solusi yang keunggulan operasional, dan pertumbuhan berkelanjutan bagi
disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik dari setiap nasabah maupun pemangku kepentingan.
segmen nasabah, mulai dari individu, bisnis, hingga nasabah
prioritas. Untuk memastikan keunggulan operasional, BCA terus
berinvestasi dalam infrastruktur teknologi canggih yang
Komitmen BCA terhadap layanan yang luar biasa didukung selaras dengan pengembangan sumber daya manusia,
oleh Halo BCA, contact center BCA yang beroperasi 24/7 sehingga memungkinkan layanan perbankan yang lebih efisien,
dan menyediakan layanan seamless melalui berbagai saluran, efektif, dan aman. BCA terus melanjutkan pengembangan
termasuk media sosial, WhatsApp, webchat, e-mail, X, dan model layanan hybrid, yang menggabungkan kemudahan
aplikasi Halo BCA. Jalur layanan khusus juga tersedia bagi digital dengan sentuhan personal dari interaksi cabang untuk
nasabah Solitaire dan Prioritas, untuk memastikan pengalaman menciptakan pengalaman nasabah yang mulus dan inovatif.
yang personal dan responsif.
Melalui langkah‑langkah ini, BCA kembali menunjukkan
Untuk mempertahankan keunggulan layanan, BCA secara dedikasinya terhadap ketahanan operasional, kualitas
rutin mengadakan program pelatihan dan pengembangan layanan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Sekaligus
terstruktur yang berfokus pada pengalaman nasabah dan memperkuat perannya sebagai mitra keuangan terpercaya
kompetensi layanan. Penghargaan dan apresiasi diberikan yang “Senantiasa di Sisi Anda” di setiap tahap perjalanan
kepada tim yang secara konsisten menunjukkan kualitas keuangan nasabah.
layanan yang luar biasa.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 197
Page 200
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Tinjauan Pendukung Bisnis
Teknologi Informasi
“Menjawab disrupsi dengan inovasi: Menciptakan ekosistem digital yang
aman, andal, dan mengutamakan kenyamanan nasabah”
Tahun 2025 menjadi momentum digitalisasi perbankan. Dalam MEMPERKOKOH KEAMANAN DAN
rangka memenuhi kebutuhan yang semakin berkembang KEANDALAN SECARA BERKELANJUTAN
akan layanan yang seamless, personalized, dan secured, BCA
memperkuat perannya sebagai pionir digital banking melalui BCA mengoperasikan Security Monitoring Center (SMC)
peluncuran berbagai fitur inovatif, pemanfaatan teknologi AI, 24 jam, mengoptimalkan Security Information and Event
serta pengembangan ekosistem digital yang kokoh melalui Management (SIEM) dengan automated response, dan rutin
platform mobile dan internet banking. melakukan incident simulations. Program cyber awareness
bagi nasabah dan karyawan disampaikan melalui media sosial,
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA e-learning, dan pelatihan. Keamanan dan kerahasiaan data
dijaga dengan berbagai teknologi seperti klasifikasi data
Pada 2025, BCA merekrut 167 karyawan TI, sehingga total menjadi digital, Data Loss Prevention, enkripsi, serta teknologi AI
2.404 orang per Desember, memperluas perekrutan tenaga dan machine learning untuk deteksi anomali. Perlindungan
kerja ke kota-kota strategis seperti Bandung, Yogyakarta, dan Distributed Denial of Service (DDoS), sistem wajah dengan
Surabaya. liveness detection, End-point Detection and Response (EDR),
dan security due diligence untuk melindungi layanan digital.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
UNTUK MENDORONG INOVASI DAN MENINGKATKAN LAYANAN
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN APLIKASI DIGITAL
BCA memanfaatkan teknologi seperti Video Surveillance, Aplikasi mobile banking myBCA mengintegrasikan transaksi
Application Programming Interface (API), Robotic Process di cabang, mobile banking, dan internet banking untuk
Automation (RPA), Optical Character Recognition (OCR), memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah individu
Natural Language Processing (NLP), Augmented Reality maupun bisnis. BCA mengembangkan aplikasi berbasis konsep
(AR), Machine Learning (ML), serta Generative Artificial Citizen Developer, komunitas internal lintas unit kerja yang
Intelligence (Gen-AI) untuk otomasi proses dan mendukung membangun solusi sesuai kebutuhan dan menyederhanakan
inisiatif strategis seperti fraud detection dan AI assistance. proses Software Development Life Cycle (SDLC). Selain itu,
Modernisasi core system ke open system platform BCA juga mengeksplorasi teknologi seperti Blockchain dan
memungkinkan arsitektur aplikasi yang lebih gesit dan Gen-AI untuk memastikan kesiapan menghadapi dinamika
efisien. Keamanan data dijaga melalui kepatuhan terhadap digital yang terus berkembang.
Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), termasuk
penerapan data masking dan fraud algorithm remodeling. RENCANA KE DEPAN
Sinergi dengan Perusahaan Anak melalui Penyedia Jasa
Teknologi Informasi memperkuat layanan Data Center. Strategi pengembangan TI BCA berfokus pada kenyamanan
nasabah melalui inovasi berkelanjutan dan keamanan
PENINGKATAN KAPABILITAS transaksi. Untuk mewujudkannya, BCA akan memperkuat
INFRASTRUKTUR TI infrastruktur TI agar sistem lebih andal, melakukan modernisasi
sistem untuk efisiensi dan kecepatan, serta meningkatkan
BCA memperkuat teknologi dengan High Availability System ketahanan siber dan pengelolaan data guna menjamin
dan Cloud Technology untuk menjaga layanan tetap andal dan keamanan dan memanfaatkan analisis data. Tata kelola TI
fleksibel. Penggunaan Always-On system dan teknologi cloud yang baik mendukung pengembangan dan pengelolaan risiko,
meningkatkan efisiensi dan menurunkan risiko Single Point of sementara pengembangan SDM diutamakan melalui pelatihan
Failure. Modernisasi infrastruktur dilakukan lewat peningkatan dan budaya kerja positif. TI BCA juga mendorong sinergi
perangkat dan teknologi, termasuk operasionalisasi New Data dengan perusahaan anak untuk menyelaraskan teknologi,
Center Cibitung. Sinergi diperluas melalui skema Penyediaan berbagi pengetahuan, dan standarisasi sistem di seluruh
Jasa TI yang mencakup Data Center, Disaster Recovery, dan organisasi.
platform low-code. Proses Incident Response ditingkatkan
dengan deteksi dini berbasis AI dan dashboard capacity untuk
memastikan kesiapan sistem.
198 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 201
Tinjauan Ekonomi, Sektor Perbankan,
dan Keuangan BCA
TINJAUAN EKONOMI Dengan demikian, kondisi makroekonomi pada tahun
mendatang diharapkan lebih dinamis, sehingga memberikan
Ketidakpastian geopolitik dan perubahan kebijakan beberapa katalis positif bagi sektor perbankan. Risiko voaltilitas
negara mewarnai fluktuasi perekonomian global sepanjang perekonomian global tetap perlu dicermati, sehingga bauran
tahun 2025. Tensi hubungan AS dan Tiongkok semakin kebijakan moneter dan fiskal yang seimbang tetap diperlukan.
meningkat sejak triwulan II-2025, dipicu oleh kenaikan tarif
impor dan berbagai pembatasan perdagangan. Konflik TINJAUAN SEKTOR PERBANKAN
terbuka di Timur Tengah dan Amerika Latin juga mengancam DAN URAIAN SINGKAT KINERJA
rantai pasokan energi global. Harga komoditas energi BCA TAHUN 2025
cenderung melemah akibat penurunan porsi bahan bakar
fosil dalam bauran energi. Sektor perbankan Indonesia terus menunjukkan kinerja yang
solid. Total aset meningkat 8,6% dan mencapai Rp13.390
Ketidakpastian ekonomi global menimbulkan kompleksitas triliun, serta tingkat pengembalian atas aset (Return on
kebijakan moneter. Meskipun The Fed telah memangkas Assets/ROA) tercatat 2,5%.
suku bunga pada triwulan IV- 2025, inflasi AS yang masih
berada di atas target 2% dan peningkatan hutang pemerintah Kredit industri perbankan tumbuh 9,7% secara tahunan,
AS mengakibatkan yield obligasi tetap tinggi. Hal-hal ini didorong oleh peningkatan kredit investasi sebesar 21,1%
membatasi transmisi kebijakan moneter serta memicu risiko serta kredit modal kerja sebesar 4,5%. Pertumbuhan tersebut
arus modal lintas negara berkembang seperti Indonesia, di terutama berasal dari sektor industri Perdagangan Besar dan
mana risiko arus modal keluar asing dan volatilitas Rupiah Eceran, Industri Pengolahan dan Jasa Keuangan. Meskipun
semakin meningkat. kualitas kredit ritel mengalami penurunan, kualitas aset secara
keseluruhan tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit
Meskipun dinamika global semakin bergejolak, ekonomi bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) yang masih berada
Indonesia tetap resilien dengan laju pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang dapat dikelola, yaitu 2,2%
di kisaran 5,11% pada tahun 2025. Ekspor barang secara
keseluruhan menjaga surplus perdagangan Indonesia Dana pihak ketiga industri perbankan meningkat 12,0%
di tengah pelemahan harga komoditas, ditopang oleh menjadi Rp9.898 triliun pada akhir 2025. Kenaikan ini turut
keunggulan tarif barang impor Indonesia di AS. Dalam didorong oleh pulihnya belanja pemerintah pada Semester
perkembangannya, perundingan perjanjian perdagangan II-2025, yang memperkuat aktivitas perekonomian nasional.
dengan Uni Eropa dan negara lainnya diharapkan menjadi Sejumlah indikator seperti pertumbuhan uang beredar (M2),
katalis positif bagi Indonesia untuk semakin terintegrasi dalam Manufacturing PMI, dan Consumer Confidence Index juga
rantai pasok global. menunjukkan tren pemulihan. Untuk menjaga stabilitas
likuiditas, Pemerintah menempatkan dana SAL pada bank-
Tren investasi mendorong momentum positif bagi bank Himbara, sehingga mendukung pertumbuhan kredit dan
perekonomian nasional. Meskipun arus investasi asing mendorong aktivitas ekonomi. Dengan pertumbuhan dana
langsung (FDI) melambat pada semester kedua 2025, investasi pihak ketiga yang lebih tinggi dibandingkan ekspansi kredit,
ke sektor manufaktur tetap berlangsung sepanjang tahun, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) industri perbankan turun
didukung oleh pertumbuhan partisipasi investor domestik. tipis dari 94,1% pada tahun sebelumnya menjadi sebesar
84,0% pada akhir 2025.
Untuk mengoptimalkan perekonomian jangka panjang,
inklusivitas dan pemerataan investasi masih dibutuhkan. BCA kembali membukukan kinerja keuangan yang solid
Sejauh ini investasi lebih terkonsentrasi pada industri padat sepanjang 2025, didukung oleh pertumbuhan kredit yang
modal, sehingga pengaruhnya masih belum maksimal ke berkualitas serta penghimpunan dana berbiaya rendah CASA
pasar tenaga kerja dan konsumsi rumah tangga. Moderasi yang kuat. BCA terus memperkuat fondasi bisnis melalui
konsumsi rumah tangga berimbas pada aktivitas usaha, penerapan manajemen risiko yang prudent, didukung oleh
sehingga menekan minat pelaku usaha dalam melakukan permodalan yang kokoh dan likuiditas yang sehat. Dengan
ekspansi. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah dan demikian, BCA dapat secara konsisten memberikan layanan
Bank Indonesia menyusun beberapa kebijakan, diantaranya terbaik bagi nasabah.
penurunan BI Rate pada triwulan II- triwulan III 2025 serta
injeksi likuiditas pemerintah menjelang triwulan IV-2025.
Upaya-upaya tersebut membantu pemulihan likuiditas
perbankan dan mendukung fungsi intermediasi perbankan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 199
Page 202
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Total aset BCA mencapai Rp1.586,8 triliun pada Desember CASA Rasio BCA dan Industri
2025, meningkat 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kredit Perbankan dalam 5 tahun terakhir
yang disalurkan tercatat sebesar Rp992,9 triliun, tumbuh 7,7%,
dengan pertumbuhan terutama didorong oleh segmen bisnis. 83,7%
78,6% 81,6% 80,3% 81,5%
Penyaluran kredit tetap dilakukan selaras dengan prinsip
kehati-hatian untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga. 62,6% 62,7%
60,5% 62,3%
Hal ini tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) yang berada di 62,2%
level 4,8% per Desember 2025, jauh membaik dibandingkan
posisi tertingginya sebesar 19,4% pada Maret 2021. Rasio NPL
juga terjaga di level 1,7%, didukung oleh NPL Coverage yang
tetap kuat yakni 183,8%.
Per Desember 2025, total kredit yang disalurkan ke sektor
berkelanjutan mencapai Rp255,4 triliun, tumbuh 11,7% 2021 2022 2023 2024 2025
secara tahunan. Porsi pembiayaan berkelanjutan tersebut
BCA Industri Perbankan
mencapai 25,8% dari total portofolio kredit BCA. Pembiayaan
hijau meningkat menjadi Rp113,1 triliun atau tumbuh 14,5%,
didorong antara lain oleh pembiayaan energi terbarukan dan Seiring dengan inovasi yang terus dilakukan pada berbagai
transportasi berkelanjutan bagi para debitur BCA. Pembiayaan kanal layanan, jumlah nasabah BCA terus bertumbuh dan
kendaraan listrik juga melanjutkan momentum pertumbuhan mencapai lebih dari 34 juta per Desember 2025, meningkat
yang solid di tahun 2025 melalui berbagai program promosi 23% dalam tiga tahun terakhir. Transaksi melalui mobile dan
dan kolaborasi di sejumlah acara, termasuk BCA Expo. internet banking juga semakin mendominasi, menyumbang
sekitar 99% dari total transaksi sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan Kredit BCA dan Industri Dengan pencapaian tersebut, BCA mampu mempertahankan
Perbankan dalam 5 tahun terakhir posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar dana murah
(CASA), dengan pangsa pasar mencapai 16,9%.
13,9% 13,8%
11,7% Dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit
dan pertumbuhan dana pihak ketiga, rasio kredit terhadap
11,2% 10,5%
Industri Perbankan dana pihak ketiga (LDR) BCA berada pada tingkat yang sehat
9,9% 8,0%
8,2%
BCA 76,8% pada Desember 2025. Posisi ini relatif lebih konservatif
7,7%
dibanding LDR industri perbankan yang mencapai 84,0%.
4,9% Rasio kecukupan modal (CAR) juga berada pada level yang
2021 2022 2023 2024 2025
solid, yaitu 29,8%, menegaskan kuatnya permodalan BCA
dalam mendukung ekspansi bisnis sekaligus menyerap
potensi risiko ke depan. Sementara itu, tingkat pengembalian
BCA terus memperkuat posisinya sebagai bank transaksi, atas aset (ROA) dan ekuitas (ROE) masing-masing tercatat di
dengan dana pihak ketiga meningkat 10,2% menjadi Rp1.249,0 level yang kuat, yakni 3,9% dan 23,3% pada Desember 2025.
triliun per Desember 2025. Giro dan Tabungan (CASA) tetap
menjadi kontributor utama, mencapai Rp1.045,2 triliun atau Didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas
83,7% dari total dana pihak ketiga. Masing-masing komponen, aset yang terjaga, serta peningkatan volume transaksi
Giro dan Tabungan, tumbuh 20,1% dan 8,7% sehingga dan pendanaan berbasis CASA, BCA dan entitas anak
mencapai Rp434,5 triliun dan Rp610,8 triliun pada akhir 2025. membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp57,5
Peningkatan CASA ini didorong oleh naiknya aktivitas transaksi triliun per Desember 2025, naik 4,9% dibandingkan tahun
nasabah serta penguatan ekosistem BCA. Pertumbuhan CASA sebelumnya sebesar Rp54,8 triliun. Kinerja tersebut
tersebut seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank mencerminkan komitmen BCA untuk terus berinvestasi dan
Indonesia, yang mana kebijakannya lebih berorientasi pada berinovasi dalam kapabilitas digital, pengelolaan risiko, dan
pertumbuhan ekonomi sejak awal 2025. Hal tersebut turut layanan transaksi, guna memenuhi kebutuhan nasabah yang
mendorong penyesuaian suku bunga simpanan perbankan. semakin beragam.
200 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 203
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN BCA TAHUN 2025
Berikut ini Analisis dan Pembahasan Manajemen atas kinerja keuangan BCA untuk periode dua belas bulan yang berakhir pada
31 Desember 2025. Laporan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Bank Central Asia Tbk dan Entitas
Anak untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, serta Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, firma anggota jaringan global PwC.
LAPORAN POSISI KEUANGAN
ASET
Total Aset (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023
2025 2024
(%) (%)
(%)
Terhadap Terhadap
Nominal Terhadap Nominal Nominal Nominal % Nominal %
Total Total
Total Aset
Aset Aset
Kas, Giro pada Bank
Indonesia dan Bank
78.405 4,9% 69.821 4,8% 119.934 8,5% 8.584 12,3% (50.113) -41,8%
Lain
Penempatan pada
Bank Indonesia &
424.520 26,8% 388.316 26,8% 410.351 29,1% 36.204 9,3% (22.035) -5,4%
Bank Lain dan Efek-
efek
Total Kredit - Bruto* 992.901 62,6% 921.878 63,6% 810.392 57,6% 71.023 7,7% 111.486 13,8%
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (31.597) -2,0% (34.522) -2,4% (34.899) -2,5% 2.925 -8,5% 377 -1,1%
(CKPN) (-/-)
Aset Lainnya 122.600 7,7% 103.808 7,2% 102.329 7,3% 18.792 18,1% 1.479 1,4%
Total Aset 1.586.829 100,0% 1.449.301 100,0% 1.408.107 100,0% 137.528 9,5% 41.194 2,9%
Total Aset Produktif 1.479.307 93,2% 1.354.435 93,5% 1.266.223 89,9% 124.872 9,2% 88.212 7,0%
* Termasuk aset dari transaksi syariah, piutang pembiayaan konsumen, dan piutang sewa pembiayaan
Pada Desember 2025, total aset BCA mencapai Rp1.586,8 triliun, meningkat 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya, didukung
oleh pertumbuhan dana pihak ketiga, terutama CASA. Dari total aset tersebut, sekitar 93,2% merupakan aset produktif, yang
sebagian besar terdiri dari portofolio kredit dan surat berharga dengan profil risiko rendah. Surat berharga tersebut mencakup
instrumen jangka pendek Bank Indonesia serta Obligasi Pemerintah, yang berperan penting dalam pengelolaan likuiditas Bank.
Total Aset Produktif meningkat 9,2% menjadi Rp1.479,3 triliun per Desember 2025. Portofolio kredit tetap menjadi komponen
terbesar, mencakup 67,1% dari total aset produktif, sejalan dengan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan. Portofolio kredit
BCA pada periode Desember mencapai Rp992,9 triliun, tumbuh 7,7% dibandingkan posisi Desember 2024. Imbal hasil atas
aset produktif pada 2025 tercatat sebesar 6,64%, menurun 8 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya.
KAS, GIRO PADA BANK INDONESIA & GIRO PADA BANK LAIN
Posisi kas dan giro pada Bank Indonesia serta giro pada bank lain per Desember 2025 tercatat sebesar Rp78,4 triliun, tumbuh
12,3% dibandingkan per Desember 2024. Saldo kas mencapai sekitar Rp25,3 triliun, turun 13,7% dari tahun sebelumnya.
Penurunan ini mencerminkan penyesuaian penempatan kas untuk mendukung aktivitas transaksi tunai dan kebutuhan pengisian
kas pada jaringan kantor cabang, kantor kas, kas mobil, dan ATM.
Saldo giro pada Bank Indonesia tercatat sebesar Rp47,8 triliun pada Desember 2025, meningkat 31,2% secara tahunan, sejalan
dengan pertumbuhan dana pihak ketiga. Sementara itu, saldo giro pada bank-bank lain meningkat signifikan menjadi Rp5,3
triliun dari Rp4,1 triliun pada tahun sebelumnya, seiring meningkatnya kebutuhan likuiditas valuta asing serta pertumbuhan
transaksi internasional.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 201
Page 204
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA, BANK LAIN & EFEK-EFEK
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain dan Efek-efek (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain 9.814 15.715 5.202 (5.901) -37,6% 10.513 202,1%
Efek-efek 414.707 372.601 405.150 42.106 11,3% (32.549) -8,0%
Efek-efek untuk Tujuan Investasi 409.421 371.152 312.054 38.269 10,3% 59.098 18,9%
SBI, SBBI, SBI Syariah & SRBI 90.277 78.291 31.053 11.986 15,3% 47.238 152,1%
Obligasi Pemerintah 268.032 243.651 234.585 24.381 10,0% 9.067 3,9%
Efek-efek Lainnya 51.112 49.210 46.416 1.902 3,9% 2.794 6,0%
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual
5.286 1.450 93.096 3.836 264,5% (91.647) -98,4%
Kembali
Total Penempatan pada Bank Indonesia & Bank
424.520 388.316 410.351 36.205 9,3% (22.036) -5,4%
Lain dan Efek-efek
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain tercatat sebesar Rp9,8 triliun per Desember 2025, turun 37,6% dari tahun
lalu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh realokasi sebagian likuiditas ke instrumen surat berharga yang menawarkan
imbal hasil lebih menarik. Mayoritas penempatan tersebut, lebih dari 90%, berada pada tenor di bawah tiga bulan, sejalan
dengan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kecukupan likuiditas jangka pendek.
Portofolio efek-efek, yang mencakup surat berharga Pemerintah dan korporasi, meningkat 11,3% menjadi Rp414,7 triliun
pada Desember 2025. Sepanjang tahun 2025, penempatan pada Efek-efek untuk tujuan investasi tetap didominasi oleh
instrumen berisiko rendah, terutama surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (SRBI) dan Obligasi Pemerintah.
Penempatan pada surat berharga Bank Indonesia tercatat meningkat 15,3% menjadi Rp90,3 triliun. Di sisi lain, portofolio
Obligasi Pemerintah tumbuh 10,0% menjadi Rp268,0 triliun. Efek-efek Lainnya, yang mencakup penyertaan reksa dana dan
obligasi korporasi, mencapai Rp51,1 triliun, meningkat 3,9% dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, Efek-efek yang dibeli dengan Janji Dijual Kembali (reverse repo) tercatat sebesar Rp5,3 triliun, meningkat dari
Rp1,5 triliun pada tahun sebelumnya.
202 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 205
KREDIT YANG DIBERIKAN
Sepanjang 2025, BCA berhasil mempertahankan pertumbuhan kredit yang solid dan berkualitas di tengah kondisi permintaan
kredit yang masih relatif moderat. Portofolio kredit BCA tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp992,9 triliun, didorong terutama oleh
peningkatan kredit korporasi, komersial, dan UKM. Dengan pertumbuhan tersebut, BCA tetap mempertahankan posisinya
sebagai salah satu Bank penyedia kredit terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar mencapai 12,0% pada akhir 2025.
Kredit berdasarkan Segmen
Komposisi Kredit berdasarkan Segmen (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Korporasi 478.891 429.452 372.275 49.439 11,5% 57.177 15,4%
Komersial 146.792 135.258 123.208 11.534 8,5% 12.050 9,8%
UKM 130.860 123.749 107.796 7.111 5,7% 15.953 14,8%
Konsumer 224.098 223.755 199.084 343 0,2% 24.671 12,4%
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 142.279 135.465 121.848 6.814 5,0% 13.617 11,2%
Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) 56.601 65.315 56.906 (8.714) -13,3% 8.409 14,8%
Personal Loan* 21.752 19.531 16.981 2.221 11,4% 2.550 15,0%
Pinjaman Karyawan 3.467 3.442 3.350 25 0,7% 92 2,8%
Syariah 13.191 10.717 9.014 2.474 23,1% 1.703 18,9%
Total Kredit** 992.901 921.878 810.392 71.023 7,7% 111.486 13,8%
* Termasuk kartu kredit, payroll, dan unsecured loans
** Termasuk aset dari transakasi syariah, piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, dan kredit yang belum diamortisasi
Kredit korporasi pada 2025 tumbuh 11,5% secara tahunan, mencapai Rp478,9 triliun, terutama didorong oleh meningkatnya
pembiayaan pada sektor jasa keuangan, telekomunikasi, dan kehutanan. Kredit komersial dan kredit UKM masing-masing
meningkat 8,5% dan 5,7% menjadi Rp146,8 triliun dan Rp130,9 triliun. Pertumbuhan kredit BCA yang solid ini didukung oleh
strategi dalam menyalurkan kredit ke perusahaan-perusahaan unggulan di sektor industrinya masing-masing, yang memiliki
rekam jejak yang kuat serta hubungan jangka panjang yang baik dengan BCA.
Sementara itu, kredit konsumer tumbuh 0,2% menjadi Rp224,1 triliun dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang
oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang naik 5,0% menjadi Rp142,3 triliun, serta personal loan, termasuk kartu kredit, yang
tumbuh 11,4% menjadi Rp21,8 triliun. Di sisi lain, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turun 13,3% menjadi Rp56,6 triliun pada
2025, seiring pelunasan (run-off) yang lebih tinggi dibandingkan pembukaan kredit baru (new bookings). Pelemahan pada
segmen KKB ini sejalan dengan perlambatan di industri otomotif.
Di tahun 2025, BCA menyelenggarakan berbagai acara dengan program promo menarik untuk produk-produk kredit konsumer
guna mendorong pertumbuhan kredit. Pada bulan Februari dan September, BCA mengadakan BCA Expo secara hybrid, baik
secara online maupun offline.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 203
Page 206
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Kualitas Kredit
Mencermati peluang pertumbuhan di tengah pemulihan ekonomi, BCA tetap konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian
dalam penyaluran kredit. Rasio Loan-at-Risk (LAR) terus menunjukkan perbaikan; per Desember 2025, LAR tercatat sebesar
4,8% dari total kredit, membaik dari 5,3% pada Desember 2024. Untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit, BCA juga
menetapkan cadangan kredit yang memadai sebesar Rp29,8 triliun, dengan tingkat LAR coverage mencapai 71,6%.
Loan at Risk (LAR) berdasarkan Segmen (Entitas Induk, dalam miliar Rupiah)
LAR (Nominal) LAR (%)* Δ LAR
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Korporasi 18.153 18.055 20.545 4,0% 4,5% 6,1% 98 0,5% (2.490) -12,1%
Komersial 7.338 8.910 11.740 5,0% 6,5% 9,4% (1.572) -17,6% (2.830) -24,1%
UKM 6.610 6.525 6.454 5,1% 5,3% 6,0% 85 1,3% 71 1,1%
Konsumer 12.830 12.318 12.943 6,0% 5,8% 6,9% 512 4,2% (625) (4,8%)
Total LAR 44.931 45.808 51.682 4,8% 5,3% 6,8% (877) -1,9% (5.874) -11,4%
LAR Coverage** 71,6% 76,9% 69,7% -5,3% 7,2%
* LAR nominal/portofolio kredit per segmen
** Termasuk on & off balance sheet
Catatan: LAR terdiri dari kredit yang direstrukturisasi dengan kolektibilitas ’Lancar’, serta kredit dengan kolektibilitas ‘Dalam Perhatian Khusus’ dan ‘Kredit Bermasalah’
Kredit yang Direstrukturisasi berdasarkan Kolektibilitas (Entitas Induk, dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Performing Loan 17.303 18.758 29.879 (1.455) -7,8% (11.121) -37,2%
Lancar 12.297 11.897 21.392 400 3,4% (9.495) -44,4%
Dalam Perhatian Khusus 5.006 6.861 8.487 (1.855) -27,0% (1.626) -19,2%
NPL 8.548 10.028 10.703 (1.480) -14,8% (674) -6,3%
Kurang Lancar 422 387 1.727 35 9,0% (1.340) -77,6%
Diragukan 351 222 443 129 58,3% (221) -50,0%
Macet 7.775 9.419 8.533 (1.644) -17,5% 887 10,4%
Total Kredit yang Direstrukturisasi 25.851 28.787 40.582 (2.936) -10,2% (11.795) -29,1%
Total Portofolio Kredit 961.904 894.912 787.499 66.992 7,5% 107.413 13,6%
% Kredit yang Direstrukturisasi terhadap
2,7% 3,2% 5,2% -0,5% -1,9%
Total Portofolio Kredit
BCA mencatat penurunan kredit restrukturisasi sebesar 10,2% menjadi Rp25,9 triliun, atau setara dengan 2,7% dari total kredit.
Penurunan ini terutama didorong oleh semakin banyaknya debitur yang kembali masuk ke kategori normal.
204 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 207
Kredit berdasarkan Kolektibilitas (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Performing Loan 976.422 905.852 795.902 70.570 7,8% 109.950 13,8%
Lancar 958.606 886.261 778.154 72.345 8,2% 108.107 13,9%
Dalam Perhatian Khusus 17.816 19.591 17.748 (1.775) -9,1% 1.843 10,4%
NPL 16.479 16.027 14.490 452 2,8% 1.537 10,6%
Kurang Lancar 1.414 1.197 2.460 217 18,2% (1.263) -51,4%
Diragukan 1.896 1.359 1.303 537 39,5% 56 4,3%
Macet 13.169 13.471 10.727 (302) -2,2% 2.744 25,6%
Total Kredit* 992.901 921.878 810.392 71.023 7,7% 111.486 13,8%
Rasio NPL - Bruto 1,7% 1,8% 1,9% -0,1% -0,1%
Rasio NPL - Bersih 0,7% 0,6% 0,6% 0,1% 0,0%
Cadangan NPL ** 183,8% 208,5% 234,1% -24,7% -25,6%
* Termasuk aset dari transakasi syariah, piutang pembiayaan konsumen & piutang sewa pembiayaan
** Termasuk on & off balance sheet
Pada tahun 2025, total kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar Rp16,5 triliun, meningkat 2,8% dibandingkan tahun lalu. Rasio
NPL mengalami perbaikan ke level 1,7%, dibandingkan posisi 1,8% pada tahun 2024. Sementara itu, tingkat pencadangan
terhadap NPL mencapai 183,8%, salah satu yang tertinggi di industri perbankan saat ini.
Penghapusbukuan Kredit
Sepanjang 2025, BCA membukukan penghapusbukuan kredit (write-off) sebesar Rp7,4 triliun, dimana sekitar 42% berasal
dari segmen kredit konsumer. Meskipun demikian, nilai penghapusbukuan tersebut masih relatif kecil terhadap total kredit,
yakni sebesar 0,8%. Di sisi lain, total pendapatan kembali atas kredit yang telah dihapus buku (loan recovery) tercatat sebesar
Rp878 miliar, atau 12% dari total penghapusbukuan kredit sepanjang 2025.
LIABILITAS
Liabilitas (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
Komposisi (%)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal % 2025 2024 2023
Dana Pihak Ketiga* 1.249.044 1.133.612 1.101.673 115.432 10,2% 31.940 2,9% 95,7% 95,5% 94,5%
Giro 434.453 361.883 348.457 72.570 20,1% 13.427 3,9% 33,3% 30,5% 29,9%
Tabungan 610.786 562.094 536.184 48.692 8,7% 25.910 4,8% 46,8% 47,4% 46,0%
Deposito 203.805 209.635 217.032 (5.830) -2,8% (7.397) -3,4% 15,6% 17,7% 18,6%
Simpanan dari Bank-
3.966 3.656 10.071 310 8,5% (6.415) -63,7% 0,3% 0,3% 0,9%
Bank Lain
Utang Akseptasi 4.734 4.652 6.701 82 1,8% (2.049) -30,6% 0,4% 0,4% 0,6%
Pinjaman yang
Diterima 2.047 2.243 1.630 (196) -8,7% 613 37,6% 0,2% 0,2% 0,1%
Beban yang masih
harus dibayar dan 29.269 27.515 29.496 1.754 6,4% (1.981) -6,7% 2,2% 2,3% 2,5%
liabilitas lain-lain
Liabilitas imbalan
pasca-kerja 9.993 9.098 9.032 895 9,8% 66 0,7% 0,8% 0,8% 0,8%
Obligasi Subordinasi 65 500 500 (435) -87% - 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Kewajiban Lainnya 6.022 5.190 6.467 832 16,0% (1.277) -19,7% 0,5% 0,4% 0,6%
Total Liabilitas 1.305.141 1.186.467 1.165.570 118.674 10,0% 20.897 1,8% 100,0% 100,0% 100,0%
* Termasuk dana simpanan Syariah
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 205
Page 208
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
DANA PIHAK KETIGA
Komposisi Dana Pihak Ketiga* (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023
2025 2024
Nominal Komposisi Nominal Komposisi Nominal Komposisi Nominal % Nominal %
Giro 434.453 34,8% 361.883 31,9% 348.457 31,6% 72.570 20,1% 13.426 3,9%
Rupiah 388.725 31,1% 320.896 28,3% 312.110 28,3% 67.829 21,1% 8.786 2,8%
Valuta Asing 45.728 3,7% 40.987 3,6% 36.347 3,3% 4.741 11,6% 4.640 12,8%
Tabungan 610.786 48,9% 562.094 49,6% 536.184 48,7% 48.692 8,7% 25.910 4,8%
Rupiah 588.135 47,1% 542.821 47,9% 518.068 47,0% 45.314 8,3% 24.753 4,8%
Valuta Asing 22.651 1,8% 19.273 1,7% 18.116 1,6% 3.378 17,5% 1.157 6,4%
Jumlah Dana Giro
dan Tabungan 1.045.239 83,7% 923.977 81,5% 884.641 80,3% 121.262 13,1% 39.336 4,4%
(CASA)
Deposito 203.805 16,3% 209.635 18,5% 217.032 19,7% (5.830) -2,8% (7.397) -3,4%
Rupiah 188.580 15,1% 195.030 17,2% 203.011 18,4% (6.450) -3,3% (7.981) -3,9%
Valuta Asing 15.225 1,2% 14.605 1.3% 14.021 1,3% 620 4,2% 584 4,2%
Total Dana Pihak
1.249.044 100,0% 1.133.612 100,0% 1.101.673 100,0% 115.432 10,2% 31.939 2,9%
Ketiga
Rupiah 1.165.440 93,3% 1.058.747 93,4% 1.033.189 93,8% 106.693 10,1% 25.558 2,5%
Valuta Asing 83.604 6,7% 74.865 6,6% 68.484 6,2% 8.739 11,7% 6.381 9,3%
*Termasuk dana simpanan Syariah
Dana Pihak Ketiga pada tahun 2025 meningkat 10,2% secara tahunan menjadi Rp1.249,0 triliun, didorong oleh kenaikan dana
CASA sebesar 13,1%.
Giro dan Tabungan (CASA)
Sepanjang 2025, BCA terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia yang berfokus pada
layanan utama perbankan transaksi. Giro meningkat 20,1% menjadi Rp434,5 triliun pada 2025 dibandingkan, dan Dana
Tabungan juga meningkat 8,7% menjadi Rp610,8 triliun pada akhir 2025.
Pencapaian tersebut didukung oleh investasi untuk memperkuat platform perbankan transaksi serta memperluas ekosistem
BCA melalui akuisisi nasabah baru dan kolaborasi dengan mitra bisnis strategis. Dengan dukungan kepercayaan nasabah,
yang kini mencakup lebih dari 43 juta rekening, volume transaksi terus meningkat, terutama didorong oleh pertumbuhan
yang tinggi pada kanal online seperti mobile banking dan internet banking. Tren ini sejalan dengan pengembangan fitur dan
layanan pada platform mobile banking BCA, khususnya myBCA, yang mencatat pertumbuhan signifikan di tengah akselerasi
digitalisasi. Di sisi lain, kontribusi cabang dan ATM tetap signifikan dari sisi nilai transaksi.
BCA senantiasa mewujudkan komitmen untuk terus berinovasi dalam produk dan layanan transaksi perbankan. Pemanfaatan
teknologi digital diharapkan menjadi pendorong utama dalam menghadirkan solusi transaksi yang semakin aman, nyaman,
andal, dan mudah diakses, sehingga BCA dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam di era digital.
206 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 209
DEPOSITO
Deposito Berjangka* (berdasarkan jangka waktu, dalam miliar Rupiah)
2025 2024 2023
Nominal Komposisi Nominal Komposisi Nominal Komposisi
1 Bulan 149.505 73,4% 140.577 67,1% 135.403 62,4%
3 Bulan 46.564 22,8% 61.302 29,2% 71.512 33,0%
6 Bulan 4.742 2,3% 4.630 2,2% 6.080 2,8%
12 Bulan 2.993 1,5% 3.125 1,5% 4.036 1,9%
Total 203.805 100,0% 209.635 100,0% 217.032 100,0%
* Termasuk dana simpanan Syariah
Deposito berjangka turun 2,8% menjadi Rp203,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun, suku bunga
deposito tercatat turun sebesar 25bps dan berada pada level 3,0% pada Desember 2025.
EKUITAS
Ekuitas (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
Komposisi (%)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal % 2025 2024 2023
Modal ditempatkan dan
disetor penuh 1.541 1.541 1.541 - 0,0% - 0,0% 0,5% 0,6% 0,6%
Tambahan modal disetor 5.492 5.549 5.549 (57) -1,0% - 0,0% 1,9% 2,1% 2,3%
Modal Saham diperoleh
kembali (2.153) - - (2.153) n.a - 0,0% -0,8% 0,0% 0,0%
Surplus revaluasi aset tetap 11.379 11.139 10.936 240 2,2% 203 1,9% 4,0% 4,2% 4,5%
Saldo Laba 263.190 243.680 222.957 19.510 8,0% 20.723 9,3% 93,4% 92,7% 91,9%
Telah ditentukan
penggunaannya 4.269 3.721 3.234 548 14,7% 487 15,0% 1,5% 1,4% 1,3%
Belum ditentukan
penggunaannya 258.921 239.959 219.723 18.961 7,9% 20.236 9,2% 91,9% 91,3% 90,6%
Lainnya 2.018 732 1.373 1.286 175,5% (641) -46,6% 0,7% 0,3% 0,6%
Kepentingan Non
Pengendali 221 194 181 27 13,7% 13 7,2% 0,1% 0,1% 0,1%
Total Ekuitas 281.688 262.835 242.538 18.853 7,2% 20.298 8,4% 100,0% 100,0% 100,0%
Pada tahun 2025, ekuitas meningkat 7,2% menjadi Rp281,7 triliun selaras dengan bertambahnya saldo laba ditahan, menjadi
sebesar Rp263,2 triliun. Pertumbuhan laba bersih yang positif turut memperkuat posisi ekuitas, berkontribusi terhadap rasio
pembayaran dividen (dividend payout ratio) yang tetap tinggi pada level 67,4% di tahun 2025 sebagai pembayaran atas laba
tahun 2024.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 207
Page 210
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
LAPORAN LABA RUGI
Laporan Laba Rugi (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Pendapatan Operasional 112.006 106.552 96.728 5.454 5,1% 9.824 10,2%
Pendapatan Bunga dan Syariah - Bersih 85.548 82.264 74.938 3.284 4,0% 7.326 9,8%
Pendapatan Bunga dan Syariah 98.913 94.796 87.207 4.117 4,3% 7.589 8,7%
Beban Bunga dan Syariah (13.365) (12.532) (12.269) (833) 6,6% (263) 2,1%
Pendapatan dan Bunga Asuransi - Bersih 145 1.356 1.235 (1.211) -89,3% 121 9,9%
Pendapatan Operasional Lainnya 26.313 22.932 20.555 3.381 14,7% 2.377 11,6%
Beban Operasional (36.734) (36.300) (35.492) (434) 1,2% (808) 2,3%
Laba usaha sebelum beban pencadangan dan pajak
(PPOP) 75.272 70.252 61.236 5.020 7,1% 9.016 14,7%
Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset* (4.011) (2.034) (1.056) (1.977) 97,2% (978) 92,6%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 71.261 68.218 60.180 3.043 4,5% 8.038 13,4%
Laba Bersih 57.563 54.851 48.658 2.712 4,9% 6.193 12,7%
Penghasilan/(Beban) Komprehensif Lainnya 1.346 (345) (1.106) 1.691 -490,2% 761 -68,8%
Total Laba Komprehensif 58.909 54.506 47.552 4.403 8,1% 6.954 14,6%
Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 57.537 54.836 48.639 2.701 4,9% 6.197 12,7%
Kepentingan Non-Pengendali 26 15 19 11 72,4% (4) -21,1%
Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitak Induk 58.882 54.493 47.534 4.389 8,1% 6.959 14,6%
Kepentingan Non-Pengendali 27 13 18 14 102,7% (5) -28,2%
* Termasuk Agunan yang Diambil Alih (AYDA)
Laba bersih mencapai Rp57,5 triliun, atau naik 4,9% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan
operasional dan pendapatan non-operasional, serta ditopang oleh tingkat biaya operasional yang tetap terjaga.
208 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 211
Pendapatan Bunga dan Syariah-Bersih (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Pendapatan Bunga dan Syariah 98.913 94.796 87.207 4.117 4,3% 7.589 8,7%
Kredit yang diberikan 67.446 63.093 54.144 4.353 6,9% 8.949 16,5%
Efek-efek 24.891 24.802 26.288 89 0,4% (1.486) -5,7%
Piutang Pembiayaan Konsumen dan Sewa
3.625 3.595 3.267 31 0,9% 328 10,0%
Pembiayaan
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank-bank
634 711 1.164 (77) -10,9% (453) -38,9%
Lain
Lainnya (termasuk Bagi hasil Syariah) 2.315 2.595 2.344 (279) -10,8% 251 10,7%
Beban Bunga dan Syariah (-/-) 13.365 12.532 12.269 832 6,6% 263 2,1%
Giro 3.630 2.753 2.384 877 31,9% 369 15,5%
Tabungan 584 463 561 121 26,1% (98) -17,5%
Deposito 5.874 6.288 6.566 (414) -6,6% (278) -4,2%
Lainnya (termasuk Beban Syariah) 3.277 3.028 2.758 249 8,2% 270 9,8%
Pendapatan Bunga dan Syariah - Bersih 85.548 82.264 74.938 3.284 4,0% 7.327 9,8%
Pendapatan bunga dan syariah bersih tercatat naik 4,0% menjadi Rp85,5 triliun, didorong oleh kenaikan pendapatan bunga
dan syariah sebesar 4,3%. Kenaikan pendapatan bunga bersumber dari peningkatan volume kredit yang solid, ditopang oleh
pertumbuhan tabungan dan giro (CASA). Proporsi kredit dari total aset produktif mencapai 67,1%.
Tingkat imbal hasil total aset produktif mencapai 6,6%, turun 8 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Imbal hasil
penempatan pada BI dan imbal hasil kredit mengalami penurunan di tahun 2025, sejalan dengan tren penurunan suku bunga
acuan BI. Namun, penurunan imbal hasil tersebut dapat diimbangi oleh kenaikan volume aset produktif, khususnya dari kredit
(Rupiah), dan Efek-efek.
Beban bunga dan syariah naik 6,6%, sejalan dengan kenaikan volume CASA sebesar 13,1%. Biaya dana (Cost of Fund) Giro
dan Tabungan (Rupiah) masing-masing tercatat sebesar 0,94% dan 0,04%. Sementara itu, biaya dana deposito berjangka
(Rupiah) berada pada tingkat 2,98%, turun 11 bps. Secara keseluruhan, tingkat biaya dana mencapai 1,1%, stabil dibandingkan
tahun sebelumnya.
Di tengah tren penurunan suku bunga yang terjadi, Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) tercatat sebesar 5,7%, turun
dibandingkan tahun sebelumnya 5,8%.
Pendapatan Operasional Lainnya (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Pendapatan Provisi dan Komisi - Bersih 19.660 17.980 16.622 1.680 9,3% 1.358 8,2%
Kredit 2.751 2.428 2.820 323 13,3% (392) -13,9%
Trade 1.199 1.113 1.044 86 7,8% 69 6,5%
CASA dan Transactional 14.012 12.888 11.436 1.124 8,7% 1.452 12,7%
Wealth 998 863 741 135 15,7% 122 16,4%
Lainnya 699 688 581 11 1,6% 107 18,4%
Pendapatan Transaksi yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih 4.007 2.855 1.888 1.152 40,4% 967 51,2%
Lainnya 2.646 2.097 2.045 549 26,2% (2.972) -58,6%
Total Pendapatan Operasional Lainnya 26.313 22.932 20.555 3.381 14,7% (647) -2,7%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 209
Page 212
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Total pendapatan operasional lainnya naik sebesar 14,7% menjadi Rp26,3 triliun, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan
transaksi yang diukur pada nilai wajar, pendapatan provisi dan komisi – bersih, serta pendapatan lainnya.
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar (melalui laba rugi – bersih) naik sebesar 40,4% terutama sebagai dampak
dari realisasi imbal hasil diskonto atas transaksi SRBI.
Pendapatan provisi dan komisi - bersih tumbuh 9,3% menjadi Rp19,7 triliun, terutama disumbang oleh pendapatan komisi dari
CASA dan transaksi. Pendapatan komisi dari kredit juga naik 13,3% sejalan dengan pertumbuhan fasilitas dan penyaluran kredit.
Pendapatan dari produk wealth juga turut naik sebesar 15,7%, seiring dengan kenaikan komisi bancassurance dan kenaikan
aktivitas investasi nasabah pada produk obligasi Pemerintah dan reksadana. Secara keseluruhan, pendapatan dari CASA
dan transaksi berkontribusi 71% terhadap total pendapatan komisi & provisi. Pendapatan lainnya naik Rp549 miliar, terutama
berasal dari pendapatan one-off terkait penutupan anak usaha bidang remitansi yaitu BCA FL Hong Kong.
BEBAN OPERASIONAL
Beban Operasional (dalam miliar rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Beban Umum dan Administrasi 16.780 16.874 17.306 (94) -0,6% (432) -2,5%
Beban Karyawan 17.781 17.444 16.198 337 1,9% 1.246 7,7%
Lainnya 2.174 1.982 1.989 191 9,6% (6) -0,3%
Total 36.734 36.300 35.492 434 1,2% 809 2,3%
BCA menjaga pertumbuhan biaya operasional pada level yang terkendali. Beban karyawan naik 1,9%, diantaranya berasal
dari penyesuaian gaji dan tunjangan karyawan secara tahunan. Beban umum dan administrasi turun 0,6% dibandingkan tahun
sebelumnya. Kontribusi terbesar dalam beban umum dan administrasi berasal dari biaya terkait TI dan cybersecurity. Secara
keseluruhan, beban operasional naik 1,2% dari tahun lalu. Apabila tidak memperhitungkan perubahan ke PSAK 117, maka beban
operasional naik sebesar 2,4%. Pengeluaran biaya diprioritaskan pada aspek yang meningkatkan layanan nasabah, daya saing,
efisiensi operasional, serta mendukung pertumbuhan bisnis.
Rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-Income Ratio) membaik 60 bps dari tahun lalu, berada pada level 30,7%, salah
satu yang terendah di industri.
BEBAN PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ASET
Beban penyisihan kerugian atas penurunan nilai aset naik sebesar 97,2% dari tahun sebelumnya menjadi Rp4,0 triliun. Hal ini
dilakukan sebagai upaya menjaga dan mengantisipasi penurunan kualitas aset di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan
bisnis debitur kedepannya. Cost of credit atau Rasio biaya CKPN kredit terhadap rata-rata portofolio kredit tercatat sebesar
0,5% di tahun 2025, naik 20 bps dibandingkan tahun lalu.
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN DAN LABA BERSIH
Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2025 mencapai Rp71,3 triliun, naik 4,5% dari tahun sebelumnya. Kinerja ini sebagian besar
ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional serta pengelolaan biaya yang terkendali. Laba bersih yang diatribusikan
kepada entitas induk tercatat sebesar Rp57,5 triliun, meningkat 4,9% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini mendorong
kenaikan laba bersih per saham (EPS), menjadi sebesar Rp467 per saham, naik dibandingkan Rp445 per saham di tahun 2024.
210 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 213
Laba Rugi Komprehensif (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Laba Bersih 57.563 54.851 48.658 2.712 4,9% 6.193 12,7%
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti (804) 72 (559) (876) -1.219,2% 631 -112,8%
Pajak penghasilan 153 (14) 106 166 -1.229,6% (120) -112,7%
Surplus revaluasi aset tetap 252 239 232 13 5,5% 7 3,0%
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Kerugian yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan 2.273 (824) (1.084) 3.097 -375,8% 259 -23,9%
komprehensif lain
Pajak penghasilan (427) 147 206 (574) -390,8% (60) -28,9%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
(101) 35 (8) (136) -386,8% 43 -548,6%
dalam valuta asing
Total Penghasilan Komprehensif Lain 1.346 (345) (1.106) 1.691 -490,2% 761 -68,8%
Total Laba Komprehensif 58.909 54.506 47.552 4.403 8,1% 6.954 14,6%
Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 57.537 54.836 48.639 2.701 4,9% 6.197 12,7%
Kepentingan Non-Pengendali 26 15 19 11 72,4% (4) -21,1%
Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 58.882 54.493 47.534 4.389 8,1% 6.959 14,6%
Kepentingan Non-Pengendali 27 13 18 14 102,7% (5) -28,2%
Laba Bersih per Saham yang Dapat Diatribusikan
467 445 395 22 4,9% 50 12,8%
kepada Pemilik Entitas Induk (Rupiah penuh)
Total laba komprehensif tahun 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp58,9 triliun, naik 8,1%
dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan laba bersih dan kontribusi positif dari penghasilan komprehensif lain.
BCA mencatat keuntungan yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain sebesar Rp2,3 triliun, meningkat signifikan dari negatif Rp824 miliar pada periode sebelumnya. Hal ini mencerminkan kenaikan
nilai pasar aset keuangan terutama pada instrumen obligasi Pemerintah.
PROFITABILITAS BERDASARKAN SEGMEN OPERASI
Total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali hingga tahun 2025 tercatat
sebesar Rp57,6 triliun. Berdasarkan tinjauan operasi per segmen, kinerja BCA masih didominasi oleh wilayah Jawa, yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pendapatan dan laba berjalan, disusul oleh Sumatera serta wilayah Indonesia bagian timur. Informasi
lengkap mengenai kinerja berdasarkan segmen operasi dapat dilihat pada lampiran Laporan Keuangan Audit tahun 2025, Catatan
40 halaman 556-557.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 211
Page 214
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
ARUS KAS
Arus Kas (dalam miliar Rupiah)
Naik/(Turun) Naik/(Turun)
2025 2024 2023 2025 2024
Nominal % Nominal %
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 77.509 53.820 58.064 23.689 44,0% (4.244) -7,3%
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (33.691) (58.948) (69.745) 25.257 42,8% 10.797 -15,5%
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (41.709) (33.329) (25.071) (8.380) -25,1% (8.258) 32,9%
(Penurunan) / Kenaikan Kas dan Setara Kas Bersih 2.109 (38.457) (36.752) 40.566 -105,5% (1.705) 4,6%
Kas dan Setara Kas, Awal Tahun 85.483 124.396 160.422 (38.913) -31,3% (36.026) -22,5%
Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing pada Kas
dan Setara Kas (42) (456) 726 414 90,7% (1.182) -162,9%
Kas dan Setara Kas 87.549 85.483 124.396 2.066 2,4% (38.913) -31,3%
BCA membukukan posisi kas dan setara kas sebesar Rp87,6 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp85,5 triliun.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi naik sebesar 44,0% dibanding tahun lalu, terutama berasal dari peningkatan aktivitas dana simpanan
nasabah serta simpanan bank-bank lain.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas dari aktivitas investasi mencatat pengeluaran sebesar Rp33,7 triliun, dibandingkan pengeluaran pada tahun sebelumnya
yang sebesar Rp58,9 triliun. Hal ini disebabkan oleh penerimaan dari efek-efek tujuan investasi yang jatuh tempo lebih besar dari
tahun sebelumnya.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pengeluaran arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp41,7 triliun, dibandingkan pengeluaran pada tahun sebelumnya
yang sebesar Rp33,3 triliun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran pinjaman yang diterima menjadi sebesar Rp61,0
trilliun dan pembayaran dividen yang mencapai Rp37,6 trilliun selama tahun 2025.
RASIO KEUANGAN UTAMA (ENTITAS INDUK SAJA)
Sepanjang tahun 2025, BCA berhasil menjaga rasio-rasio keuangan utama di bawah ini.
2025 2024 2023 2022 2021
NIM 5,7% 5,8% 5,5% 5,3% 5,1%
CIR* 30,7% 31,3% 33,9% 34,9% 34,8%
BOPO 41,6% 41,7% 43,7% 46,1% 54,2%
ROA** 3,9% 3,9% 3,6% 3,2% 2,8%
ROE 23,3% 24,6% 23,5% 21,7% 18,3%
CAR 29,8% 29,4% 29,4% 25,8% 25,7%
LDR 76,8% 78,4% 70,2% 65,2% 62,0%
NPL-Bruto 1,7% 1,8% 1,9% 1,8% 2,2%
LAR 4,8% 5,3% 6,9% 10,4% 15,2%
*Pendapatan operasional termasuk keuntungan dan kerugian bersih dari transaksi perdagangan dan valuta asing sesuai standar akuntansi dan perhitungan internal.
** Dihitung dari laba (rugi) setelah pajak dibagi dengan rata-rata total aset
212 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 215
Tinjauan Kinerja Entitas Anak
Entitas anak BCA menyediakan beragam solusi keuangan di Total aset BCA Syariah tumbuh 15,4% menjadi Rp19,2 triliun
berbagai bidang yang mencakup pembiayaan kendaraan yang didukung oleh kenaikan dana pihak ketiga sebesar 17,1%
bermotor, perbankan syariah, perbankan digital, sekuritas, menjadi Rp15,5 triliun. Adapun total pembiayaan bertumbuh
serta asuransi umum dan jiwa. 23,1% menjadi Rp13,2 triliun. Khusus untuk Pembiayaan
Emas iB, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan signifikan
PT BCA Finance sebesar 238,2% menjadi Rp519,9 miliar, yang ditopang oleh
BCA Finance fokus pada pembiayaan kendaraan bermotor, kemudahan pembiayaan melalui aplikasi BSya. BCA Syariah
dengan brand image yang kuat dan merupakan salah satu juga berhasil menjaga kualitas pembiayaan dengan rasio
yang terbesar di industri pembiayaan. Hingga Desember pembiayaan bermasalah (bruto) berada di angka 1,6%, lebih
2025, BCA Finance memiliki satu Kantor Pusat, 119 Kantor rendah dari rata-rata industri.
Cabang, dan 65 Kantor Selain Kantor Cabang untuk melayani
lebih dari 500 ribu pelanggan. BCA Syariah meraih sejumlah penghargaan dari berbagai
institusi untuk kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, serta
BCA Finance menyalurkan pembiayaan melalui skema produk dan kualitas layanan, di antaranya Platinum Champion
pendanaan joint financing dengan entitas induk. Selain itu, – The Excellence Performance Sharia Financial Institution For
BCA Finance dan BCA juga melakukan joint marketing berupa 10 Consecutive Years: 2015 - 2024 dari Infobank dan Lembaga
pemanfaatan jaringan kantor cabang BCA untuk aktivitas Jasa Keuangan yang Memberikan Dukungan Program Halal
pemasaran, serta penyelenggaraan Expo (pameran kendaraan Terbaik subkategori Bank sebagai Perintis Bank Halal dari
bagi nasabah BCA). Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, BCA Finance membukukan pembiayaan PT Bank Digital BCA
baru Rp32,6 triliun dan total aset dalam kelolaan (AUM) BCA Digital berfokus pada penyediaan solusi perbankan
Rp57,1 triliun. Adapun Non Performing Financing (NPF) bruto digital melalui aplikasi mobile banking Blu. Selama tahun 2025,
BCA Finance berada di level yang terkendali dan sesuai risk BCA Digital senantiasa berinovasi melalui kerja sama dengan
appetite Perusahaan yaitu 2,4%, dengan NPF neto sebesar partner, sinergi dengan entitas anak BCA lainnya, maupun
0,8%, menunjukkan kinerja yang solid dengan kualitas aset pengembangan fitur aplikasi seperti bluRDN, penambahan
yang terjaga. produk asuransi umum dalam bluInsurance, bluSpending,
dan Blibli Pocket.
Strategi yang diterapkan tahun 2025 antara lain berupa
perluasan target segmen pasar, penawaran produk- Dengan lebih dari 3 juta nasabah, BCA Digital telah menghimpun
produk yang kompetitif sesuai kebutuhan konsumen, dan dana pihak ketiga sebesar Rp14,3 triliun yang diperoleh melalui
pengembangan teknologi untuk mendukung efektivitas kerja produk tabungan dan deposito berjangka. Sampai akhir tahun
serta meningkatkan customer experience. BCA Finance juga 2025, BCA Digital membukukan total aset sebesar Rp18,9 triliun.
terus menjalin kerja sama secara intensif dengan dealer BCA Digital juga berkolaborasi dengan BCA untuk memberikan
penjual mobil dan rekanan-rekanan pendukung lainnya. nilai tambah bagi nasabah, antara lain berupa penyediaan akses
bertransaksi pada ATM BCA serta contact center Haloblu.
BCA Finance menerima sejumlah penghargaan, antara lain
The Excellent Performance Multifinance Company (Asset Pada 2025, BCA Digital meraih sejumlah penghargaan, di
Class > IDR 10 Trillion) dan The Best Performance Multifinance antaranya Layanan Digital Perbankan untuk Remaja dengan
Company in 20 Consecutive Years (2005–2024) dari media Saldo rata-rata tertinggi dari Rekor MURI dan Peringkat 1 Bank
Infobank. Digital 2025 - KBMI 1 dari Infobank.
PT Bank BCA Syariah PT Asuransi Umum BCA
BCA Syariah bergerak di bidang perbankan syariah. Hingga BCA Insurance bergerak dalam penyediaan produk asuransi
tahun 2025, BCA Syariah telah memiliki 77 jaringan cabang kerugian/umum seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi
yang terdiri dari 14 Kantor Cabang Utama, 19 Kantor Cabang harta benda, asuransi pengangkutan, asuransi perjalanan
Pembantu, 44 Kantor Cabang Pembantu Unit Layanan Syariah, (travel insurance), asuransi kecelakaan diri, dan bentuk
serta 100 jaringan Layanan Syariah Bank Umum yang tersebar asuransi kerugian lainnya.
di kota-kota strategis di Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan entitas induk dan entitas anak
lainnya, BCA Insurance memenuhi kebutuhan asuransi umum
bagi nasabah kredit konsumer maupun kredit produktif Grup
BCA.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 213
Page 216
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Total aset BCA Insurance meningkat 11,9% menjadi Rp3,5 PT Central Capital Ventura
triliun, sedangkan rasio solvabilitas tercatat sebesar 473,9%. Central Capital Ventura (CCV) berdiri sejak 2017 dan bergerak
BCA Insurance juga meraih berbagai penghargaan, antara di bidang perusahaan modal ventura (venture capital).
lain Best General Insurance 2025 (Ekuitas Rp1 triliun – Rp1,5 CCV melaksanakan kegiatan investasi pada perusahaan-
triliun) dari Media Asuransi. perusahaan start-up yang berorientasi financial technology
(fintech) yang dapat mendukung ekosistem layanan BCA
PT Asuransi Jiwa BCA secara keseluruhan.
BCA Life menyediakan beragam solusi perlindungan jiwa
antara lain asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi BCA Finance Limited
kesehatan, serta employee benefit. BCA Finance Limited (BCAFL) sebelumnya memiliki peran
utama dalam pengiriman uang bagi pekerja migran Indonesia
Sebagai bagian dari komitmen untuk senantiasa melindungi dan penyediaan jasa pinjaman bagi mitra nasabah BCA di
nasabah, BCA life berkolaborasi dengan BCA dalam Hongkong. Dengan semakin andalnya layanan digital untuk
menghadirkan solusi bancassurance yang dapat diakses transaksi remitansi serta pergeseran perilaku nasabah dalam
melalui jaringan perbankan BCA. bertransaksi, BCA memutuskan untuk melikuidasi BCAFL yang
telah efektif per 3 Januari 2026.
Total aset BCA Life tercatat sebesar Rp4,7 triliun, tumbuh
41,0% dengan cadangan teknis atau kewajiban kepada
pemegang polis mencapai Rp3,6 triliun, tumbuh 47,7% dari
tahun sebelumnya. Rasio solvabilitas mencapai 431,2%.
PT BCA Sekuritas
BCA Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas dengan izin
perantara pedagang efek, penjamin emisi efek dan kegiatan
lainnya dari OJK.
Layanan perantara perdagangan saham tersedia untuk
nasabah individu maupun institusional, di mana layanan online
trading juga tersedia melalui trading platform baru yang dapat
diakses melalui ponsel serta personal computer. BCA Sekuritas
juga membantu kebutuhan pendanaan nasabah korporasi
dengan bertindak sebagai underwriter dalam IPO (Initial Public
Offering) saham serta penerbitan obligasi, sukuk, dan NCD
(Negotiable Certificates of Deposit).
BCA Sekuritas melaporkan nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan
sebesar Rp964,9 miliar. BCA Sekuritas secara konsisten berada
di peringkat 10 besar penjamin emisi obligasi domestik, serta
menerima penghargaan Transport M&A Deal of the Year
Indonesia dari the Asset Triple A Awards 2025 dan Best Stock
Broker dari Rankia Award 2025.
214 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 217
Informasi Material Lainnya
PENCAPAIAN TARGET TAHUN 2025
Berikut ringkasan pencapaian kinerja keuangan BCA dibandingkan dengan target tahun 2025.
Pencapaian vs Target
2025 Target 2025 Achievement
Pertumbuhan Kredit 6% - 8% 7,7%
Cost of Credit (CoC) ~0,3% 0,5%
Cost to Income Ratio (CIR) 33% - 34% 30,7%
Tingkat Pengembalian atas Aset (Return on Assets - ROA) 3,6% - 3,8% 3,9%
Tingkat Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity - ROE) 21% - 23% 23,3%
ASPEK PEMASARAN Fitch Ratings
BCA menerapkan strategi pemasaran secara digital dan tatap
muka dengan tujuan untuk memperluas jangkauan pemasaran, Keterangan Rating
meningkatkan brand awareness, serta memperdalam relasi Outlook Stable
dengan nasabah. Long-Term IDR BBB
Short-Term IDR F3
BCA mengoptimalkan penggunaan digital media dan media
sosial dalam pemasaran produk dan layanan, termasuk edukasi National Long-Term AAA(idn)
nasabah terkait keamanan siber serta terus menyempurnakan National Short-Term F1+ (idn)
situs web korporasi www.bca.co.id sebagai sumber informasi Viability bbb
utama. Di sisi lain, pemasaran tetap dijalankan melalui berbagai Government Support bbb-
kegiatan promosi dan engagement, seperti BCA Expo, Wealth
Management Summit, dan UMKM Fest, dan Gebyar Hadiah
Pefindo
BCA, guna memperkuat hubungan dengan nasabah serta
mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Keterangan Rating
Corporate Rating idAAA/Stable
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG Shelf Registration Sub Bond I idAA
DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG
BCA memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi seluruh
kewajiban, baik jangka pendek maupun jangka panjang. PEMANTAUAN DAN PENANGANAN
KREDIT BERMASALAH
Posisi likuiditas tetap solid dengan rasio NSFR, LCR, dan Untuk meminimalisir potensi kerugian, Bank melakukan
LDR masing-masing sebesar 158,8%, 310,8%, dan 76,8% antisipasi dini atas upaya penyelamatan kredit sejak indikasi
pada tahun 2025. Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) kredit bermasalah muncul. Terdapat dua metode untuk
tercatat sebesar 78,8%. Struktur pendanaan yang sehat serta mengatasi kredit bermasalah sebagai berikut:
pengelolaan likuiditas yang pruden memungkinkan BCA tetap 1. Restrukturisasi kredit – yang meliputi antara lain penyesuaian
resilien di tengah dinamika perekonomian dan pasar. kebijakan suku bunga pinjaman, perpanjangan jangka waktu
pengembalian pinjaman, dan pengurangan denda.
Dari sisi rentabilitas, kinerja operasional yang solid tercermin 2. Penyelamatan kredit - dapat dilakukan melalui pembayaran
dari Laba Usaha Sebelum Beban Pencadangan sebesar Rp75,3 tunai maupun eksekusi lelang terhadap agunan kredit atau
triliun, meningkat 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya. aset debitur dan/atau penjamin.
BCA senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
setiap aspek operasional agar sejalan dengan profil risiko BCA memiliki kebijakan penanganan kredit bermasalah yang
yang ditetapkan oleh manajemen. Kualitas aset secara mencakup kebijakan penagihan kredit (debt collection policy)
umum terjaga didukung oleh cadangan aset keuangan yang sebagaimana tertuang dalam ketentuan:
memadai. Di tahun 2025, BCA memperoleh penilaian yang • Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (KDPB)
baik dari lembaga pemeringkat eksternal, yakni Fitch Ratings • Manual Kebijakan Penyelamatan dan Penghapusan Kredit
dan Pefindo sebagai berikut: • Ketentuan internal terkait lainnya yang memuat teknis
pelaksanaan penanganan dan pelaporan debitur kategori
Criticized Exposure (CE)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 215
Page 218
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
BCA mengkategorikan debitur CE berdasarkan kualitas kredit Dasar Penetapan Kebijakan Manajemen
yang masuk golongan kolektibilitas 2, 3, 4, dan 5. Debitur atas Struktur Modal dan Utang
CE mencakup kategori kredit Korporasi, Komersial, UKM, Direksi menyusun rencana permodalan dan kebijakan terkait
dan Konsumer (termasuk kartu kredit). Penanganan kredit utang sejalan dengan Rencana Bisnis Bank dan disetujui oleh
bermasalah khususnya kredit konsumen dan kartu kredit Dewan Komisaris dengan mengacu pada Peraturan Otoritas
dilakukan melalui aplikasi e-Collection (e-Coll) dengan fitur Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tanggal 2 Februari 2016,
penagihan sebagai berikut: No. 34/ POJK.03/2016 tanggal 26 September 2016, dan No.
• Preventive Collection: pemberitahuan melalui SMS kepada 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember 2022.
debitur untuk melakukan pembayaran pertama.
• Desk Collection: penagihan kartu kredit melalui sarana Manajemen telah menyusun dasar penetapan kebijakan atas
telepon dan surat peringatan. struktur modal dan utang dengan beberapa pertimbangan,
• Field Collection: penagihan kredit yang dilakukan melalui yakni pertumbuhan bisnis dan likuiditas. Manajemen
kunjungan ke lapangan antara lain ke rumah atau kantor. melakukan reviu tiap tahunnya agar selaras dengan arah
• Recovery: upaya penyelamatan kredit bermasalah yang kebijakan strategis Perusahaan terkait struktur modal
sudah/akan dihapusbukukan atau dieksekusi. dan hutang. Dengan kesesuaian antara rencana strategis
dan kebijakan manajemen maka diharapkan BCA mampu
STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN memenuhi seluruh kewajiban, baik jangka pendek maupun
MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL jangka panjang, tetap berkelanjutan dan mampu bertahan
di berbagai situasi ekonomi.
Struktur Modal
Struktur permodalan BCA adalah sebagai berikut: IMPLEMENTASI PEMBAGIAN DIVIDEN
• Modal inti (Tier 1) mencapai 96,3% dari total modal atau
sebesar Rp273,8 triliun, naik 7,3% dibandingkan tahun Pembayaran dividen ditetapkan melalui persetujuan Rapat
sebelumnya. Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan). Secara
• Sedangkan 3,7% dari total modal BCA atau sebesar berkala, BCA mengkaji kebijakan pembayaran dividen dengan
Rp10,5 triliun merupakan modal pelengkap (Tier 2). Modal mempertimbangkan posisi permodalan yang solid guna
pelengkap sebagian besar merupakan cadangan umum mendukung pertumbuhan bisnis, kebutuhan investasi, serta
Penyisihan Penilaian Kualitas Aset (PPKA). masukan dari para pemegang saham.
Secara konsolidasi, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat Berdasarkan hasil RUPS Tahunan tanggal 12 Maret 2025,
memadai yaitu sebesar 30,4%. para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan
sebagian laba bersih tahun 2024 untuk pembagian dividen
Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal tunai sebesar Rp37,0 triliun atau Rp300,0 per lembar saham
BCA menjaga tingkat permodalan yang memadai, diukur (dalam bentuk dividen interim sebesar Rp50,0 per lembar
melalui indikator CAR yang meliputi risiko kredit, pasar, saham yang telah dibayarkan pada tanggal 11 Desember 2024
dan operasional. BCA memenuhi tambahan modal sebagai dan dividen final sebesar Rp250,0 per lembar saham yang
penyangga (buffer) sesuai ketentuan BI dan OJK termasuk telah dibayarkan pada tanggal 11 April 2025). Pembagian
di dalamnya Conservation Buffer, Countercyclical Buffer dividen ini setara dengan dividend payout ratio sebesar 67,4%
dan Capital Surcharge for Domestic Systemically Important atas laba bersih tahun 2024.
Bank (D-SIB). Pada tahun 2025, CAR BCA di atas ketentuan
regulator. Grafik berikut menunjukkan tren dividend payout ratio BCA
dalam beberapa tahun terakhir.
BCA senantiasa memastikan kecukupan modal nominal untuk
memenuhi aturan terkait Batas Maksimum Pemberian Kredit
Dividend Payout Ratio
(BMPK) kepada satu grup nasabah.
68,4%
67,4%
62,0%
BCA melaksanakan stress test secara terintegrasi dengan
56,9%
memperhitungkan berbagai skenario krisis yang mungkin 48,2%
terjadi serta dampaknya terhadap NPL, tingkat likuiditas
dan permodalan. Berdasarkan hasil stress test , BCA
memiliki likuiditas dan permodalan yang memadai dalam
mengantisipasi potensi kerugian atas risiko yang dihadapi
sesuai skenario yang disusun.
2020 2021 2022 2023 2024
216 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 219
IKATAN MATERIAL UNTUK REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL
INVESTASI BARANG MODAL PENAWARAN UMUM
Pada tahun 2025, BCA tidak melakukan penawaran umum
Tujuan dari Ikatan Material untuk dalam bentuk penerbitan saham baru.
Investasi Barang Modal
Ikatan material terkait investasi barang modal terutama INFORMASI MATERIAL MENGENAI INVESTASI,
ditujukan untuk pengembangan infrastruktur teknologi EKSPANSI, DIVESTASI, PENGGABUNGAN USAHA,
informasi dan jaringan, serta investasi penunjang kegiatan DAN AKUISISI
operasional lainnya. Selama tahun 2025, BCA tidak memiliki transaksi atau aktivitas
terkait investasi, ekspansi, divestasi, dan akuisisi dengan nilai
Sumber Dana untuk Investasi Barang Modal yang material.
BCA melakukan investasi yang sebagian besar terkait dengan
teknologi informasi dan pengembangan jaringan dengan Namun sebagai informasi tambahan, BCA melakukan
sumber pendanaan berasal dari akumulasi laba usaha. pembelian 3.500 lembar saham PT Penyelesaian Transaksi
Elektronik Nasional (PTEN) yang dimiliki oleh entitas anak
Mata Uang dan Mitigasi Risiko Nilai Tukar PT Central Capital Ventura. Atas pembelian tersebut, total
terkait Investasi Barang Modal kepemilikan saham PTEN oleh BCA sebesar 17,5%. BCA juga
BCA melakukan investasi barang modal yang berasal dari melakukan penutupan atas anak usaha BCA Finance Limited
dalam negeri maupun luar negeri. Tagihan dan pembayaran Hong Kong, yang merupakan inisiatif bisnis dan adaptif BCA
investasi barang modal tersebut sebagian besar menggunakan dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya.
mata uang Rupiah untuk meminimalisir risiko nilai tukar.
INFORMASI MENGENAI TRANSAKSI MATERIAL
INVESTASI BARANG MODAL YANG YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN
DIREALISASIKAN Selama tahun 2025, tidak terdapat transaksi material yang
Selama tahun 2025, investasi barang modal yang direalisasikan dilakukan oleh BCA yang dapat dikategorikan sebagai
mencapai Rp2,5 triliun yang sebagian besar terkait dengan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
pengembangan teknologi informasi. Dengan adanya
percepatan era digital, BCA berkomitmen untuk terus PENGUNGKAPAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
melaksanakan investasi pengembangan berbasis teknologi BCA melakukan berbagai transaksi dengan pihak-pihak
termasuk IT security, guna meningkatkan kapabilitas layanan berelasi. Transaksi-transaksi tersebut dilaksanakan dengan
perbankan transaksi. memperhatikan prinsip-prinsip kewajaran transaksi (arms
length principles) dan mematuhi peraturan-peraturan terkait
Di samping investasi barang modal, BCA juga berupaya untuk benturan kepentingan yang berlaku.
mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia.
Rincian informasi transaksi dengan pihak berelasi (jumlah, jenis
INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG transaksi dan sifat dari hubungan dengan pihak berelasi) dapat
TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN dilihat pada bagian “Tata Kelola Perusahaan” dengan sub
AKUNTAN bagian “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
BCA mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share (hal 388-396) dan dilihat pada Laporan Keuangan Konsolidasi
buyback) maksimal Rp5 triliun dalam rangka turut mendukung yang telah diaudit pada Catatan 45 Lampiran 5/111 - 5/119
stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan (hal 578-586).
investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang
lebih optimal bagi para pemegang saham. Periode share
buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak setelah
memperoleh persetujuan rencana share buyback pada Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang rencananya
akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026.
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH
MANAJEMEN DAN/ATAU PEGAWAI MELALUI
OPSI MSOP/ESOP
Selama tahun 2025, BCA tidak memiliki program pemberian
opsi saham kepada Direksi, Dewan Komisaris, maupun
karyawan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 217
Page 220
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
PEMBERIAN PENYEDIAAN DANA, KOMITMEN MAUPUN FASILITAS LAIN YANG
DAPAT DIPERSAMAKAN DENGAN ITU DARI SETIAP PERUSAHAAN ATAU BADAN
HUKUM YANG BERADA DALAM SATU KELOMPOK USAHA DENGAN BANK KEPADA
DEBITUR YANG TELAH MEMPEROLEH PENYEDIAAN DANA DARI BANK
Fasilitas kredit gabungan yang disediakan oleh BCA dan entitas anak kepada debitur atau grup debitur per Desember 2025
sebesar Rp351,8 triliun atau 35,4% dari total outstanding kredit Bank per 31 Desember 2025. NPL dari portofolio kredit
tersebut adalah sebesar 0,8%.
Fasilitas pada Anak Perusahaan (dalam miliar Rupiah)
Jumlah BCA
Kolektibilitas Fasilitas BCA BCA Total
Debitur Finance BCA Digital
pada BCA Finance Syariah Eksposur
Limited
Lancar 401.700 330.923 5.720 33 1.267 5.171 343.114
Dalam Perhatian Khusus 35.002 5.218 420 - 31 9 5.679
Kurang Lancar 2.283 312 30 - 2 1 345
Diragukan 3.323 457 43 - 3 1 504
Macet 6.177 1.961 86 - 75 2 2.124
Total 448.485 338.870 6.300 33 1.378 5.183 351.765
DAMPAK PERUBAHAN PERATURAN • POJK No. 19 Tahun 2025 tanggal 28 Agustus 2025.
PERUNDANG-UNDANGAN BCA wajib menetapkan peran pengurus, memperbarui
kebijakan, membentuk unit khusus, mengelola risiko,
Ringkasan Dampak Perubahan Peraturan Perundang- mengkaji biaya, menyelenggarakan pelatihan, mencatat
Undangan penghapusbukuan, serta meningkatkan literasi keuangan
Di tahun 2025, terdapat beberapa peraturan baru yang telah mikro kecil menengah (UMKM).
diterbitkan dan berdampak pada kegiatan usaha BCA dan • POJK No. 24 Tahun 2025 tanggal 4 November 2025.
entitas anak, antara lain: BCA wajib menyesuaikan kebijakan dan sistem giro
serta tabungan sebelum 10 Mei 2026, menginformasikan
• PADG No. 1 Tahun 2025 tanggal 23 Januari 2025. BCA nasabah, menerapkan uji tuntas reaktivasi, dan
wajib melaporkan kepada BI atas alert dan penolakan memperketat pengawasan rekening tidak aktif.
CTR (customer transaction report) yang terkonfirmasi • SEOJK No. 26/SEOJK.03/2025 tanggal 19 November
sebagai fraud, menindaklanjuti sesuai ketentuan BI-FAST 2025. BCA wajib menerapkan ILAAP bulanan dan
dan SRO, serta memiliki sistem pengelolaan fraud dengan triwulanan sebagai proses internal untuk memperhitungkan
teknologi deteksi pada level akun dan transaksi sebagai kecukupan likuiditas.
garis pertahanan pertama. • PBI No. 9 Tahun 2025 tanggal 26 November 2025, PADG
• PADG No. 4 Tahun 2025 tanggal 28 Februari 2025, PBI No. 27 Tahun 2025 tanggal 1 Desember 2025. BCA wajib
No. 3 Tahun 2025 tanggal 28 Februari 2025. BCA perlu menyampaikan laporan Komitmen Rencana Penyaluran
menyesuaikan ketentuan internal dalam menjalankan Kredit, yang menjadi dasar perhitungan KLM paling lambat
ekspor dan impor terkait dengan ketentuan baru. tanggal 10 Desember. BCA diperbolehkan melakukan
• PADG No. 7 Tahun 2025 tanggal 26 Maret 2025. BCA satu kali revisi sebelum tanggal 10 Juli untuk menghindari
perlu menyesuaikan kebijakan internal terkait perluasan sanksi.
cakupan sektor BI dengan menambah sektor perumahan, • PADG No. 31 Tahun 2025 tanggal 23 Desember 2025. BCA
perhitungan pemenuhan GWM sesuai insentif KLM wajib menyesuaikan perhitungan GWM sesuai dengan
dengan plafon KLM naik menjadi maksimal 5% (dari kriteria DPK terbaru baik rupiah dan valuta asing dan juga
4%), penyesuaian aturan tambahan besaran KLM, serta terdapat BI memberikan remunerasi terhadap excess reserve
penyesuaian lain yang relevan terkait KLM dan GWM. pemenuhan GWM.
• PADG No. 8 Tahun 2025 tanggal 27 Maret 2025. BCA • POJK No. 38 Tahun 2025 tanggal 18 Desember 2025. BCA
perlu menyesuaikan ketentuan mengenai besaran porsi dan perusahaan anak berpotensi menjadi pihak tergugat
tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam rupiah dalam gugatan OJK atas pelanggaran yang menimbulkan
yang memperoleh remunerasi GWM. kerugian materi bagi konsumen, serta operasional dapat
• PADG No. 14 Tahun 2025 tanggal 30 Juni 2025. BCA terdampak apabila PUJK mitra BCA turut menjadi pihak
wajib membentuk tim respons dan pemulihan insiden tergugat.
BI-FAST, menyelenggarakan pelatihan serta rekonsiliasi • PBI No. 10 Tahun 2025 tanggal 24 Desember 2025. BCA
berkala, memperkuat keamanan sistem informasi, dan wajib memastikan kepatuhan ketentuan BI, memenuhi
menyesuaikan kebijakan terkait deteksi kecurangan, audit penilaian TIKMI, menyusun dan memperoleh persetujuan
dan pengujian keamanan, pelaporan insiden siber kepada SBP/RBSP, menerapkan uji tuntas kerja sama, serta
BI, serta korespondensi yang relevan. memenuhi kewajiban pelaporan dan penyampaian data SP.
218 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 221
Perubahan Kebijakan Akuntansi • Melakukan review dan menerapkan kebijakan terhadap
Penjelasan mengenai perubahan kebijakan akuntansi dapat keamanan untuk aplikasi yang dapat diakses melalui VPN
dilihat pada laporan audit Catatan 2.d, halaman 474-475. dan untuk pengguna work-from-hub serta memberi
rekomendasi keamanan yang dibutuhkan.
Informasi Kelangsungan Usaha
BCA senantiasa menjaga kelangsungan usaha dan BCA juga turut meningkatkan kompetensi para karyawan
kepercayaan nasabah melalui penerapan prinsip kehati-hatian terutama untuk mendukung inovasi layanan perbankan
serta dukungan teknologi dan digitalisasi. digital dan mempererat hubungan dengan nasabah. Proses
regenerasi dan suksesi kepemimpinan dikelola secara pruden
Seiring meningkatnya kompleksitas operasional dan risiko yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan serta tata kelola
siber, BCA memastikan penerapan tiga aspek pokok yang sehat.
keamanan teknologi informasi, yaitu sumber daya manusia,
proses, dan teknologi. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)
Terkait transparansi dan publikasi laporan, BCA memaparkan
BCA melakukan pengelolaan risiko operasional terkait TI Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) melalui website. Hal ini
dengan memperhatikan keandalan (reliability), keamanan mendukung praktik tata kelola perusahaan dan mendorong
(security), ketersediaan (availability) dan ketepatan waktu persaingan yang sehat dalam industri perbankan.
(timeliness) untuk melayani dan melindungi aset nasabah
maupun BCA, melalui beberapa cara antara lain: Informasi mengenai perubahan SBDK tersedia di cabang dan
• Menerapkan sistem keamanan yang mengacu kepada dapat diakses melalui website www.bca.co.id. Berikut adalah
standardisasi sistem dalam maupun luar negeri. informasi SBDK per triwulan yang telah ditetapkan oleh BCA
• Menggunakan tools monitoring system guna memantau/ pada tahun 2025.
mendeteksi gangguan sistem, ancaman fraud , dan
serangan siber untuk meminimalkan risiko kerugian dan
risiko reputasi.
Suku Bunga Dasar Kredit per Akhir Triwulan (efektif % p.a)
Suku Bunga Dasar Kredit Rupiah berdasarkan Segmen Kredit
Akhir Periode Kredit Konsumsi
Kredit Korporasi Kredit Ritel
KPR Non KPR
Triwulan IV - 2024 7,78 8,30 9,46 7,43
Triwulan I – 2025 7,84 8,55 9,47 7,12
Triwulan II – 2025 7,82 8,25 9,37 7,61
Triwulan III – 2025 7,00 7,96 8,98 8,62
Triwulan IV - 2025 7,01 8,00 9,01 8,71
PROSPEK, PRIORITAS STRATEGIS
DAN PROYEKSI TAHUN 2026 Prioritas Strategis BCA dan Proyeksi Tahun 2026
Secara garis besar, arah kebijakan dan langkah strategis
Prospek Perekonomian dan Sektor BCA jangka pendek menengah akan mengacu pada inisiatif-
Perbankan Tahun 2026 inisiatif strategis utama, yaitu:
Perekonomian domestik diperkirakan akan tumbuh di kisaran
5% di tahun 2026. Sebagai proksi dari perekonomian, 1. Memperkuat franchise perbankan transaksi melalui
industri perbankan nasional, baik dari sisi kredit maupun peningkatan kapabilitas layanan payment settlement.
sisi pendanaan, diprediksi akan tumbuh sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keberlangsungan pertumbuhan bisnis transaksi perbankan
BCA merupakan pendorong bagi pertumbuhan CASA.
Pembahasan mengenai tinjauan terkini makroekonomi dan Demi mewujudukan hal tersebut, BCA berkomitmen untuk
sektor perbankan dapat dilihat pada halaman 199–200. secara berkelanjutan berinovasi dan meningkatkan kualitas
produk serta layanan payment settlement, agar terus
memberikan nilai tambah optimal dan menjaga kepuasan
nasabah.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 219
Page 222
A n a l i s i s d a n
P e m b a h a s a n M a n a j e m e n
Sebagai bank yang memiliki platform transaction 3. Penyediaan solusi perbankan yang komprehensif bersama
banking sebagai salah satu kegiatan usaha utama, BCA para perusahaan anak.
berkomitmen untuk senantiasa mendukung kebutuhan
pelanggan, baik nasabah individu maupun pelaku bisnis. BCA senantiasa berupaya menyediakan produk dan
BCA terus memperkuat channel digital dengan berbagai layanan keuangan yang komprehensif guna memenuhi
fitur agar nasabah dapat melakukan transaksi finansial kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Salah satu
maupun non-finansial secara cepat, aman, dan nyaman. upayanya adalah melalui sinergi dengan Perusahaan
BCA menerapkan model bisnis hybrid banking, yang Anak yang bergerak di bidang pembiayaan, perbankan
merupakan kombinasi antara layanan tatap muka dan digital, perbankan syariah, sekuritas, dan asuransi. BCA
online, di mana layanan tatap muka dengan human touch mendukung pertumbuhan perusahaan anak melalui
menjadi sebuah keunggulan di era digitalisasi. Pembahasan peningkatkan kapasitas dan kapabilitas agar Perusahaan
perbankan transaksi juga diulas di bagian Laporan Direksi Anak menjadi pemain utama di lini bisnisnya masing-
pada halaman 20-23 dan Perbankan Transaksi pada masing.
halaman 85-86.
2. Mempertahankan portofolio kredit yang berkualitas.
Dalam menjalankan fungsi penyaluran kredit, BCA
berkomitmen dalam memberikan kredit dengan
memperhatikan prinsip kehati-hatian. BCA terus menjajaki
sektor baru yang dianggap potensial, termasuk sektor
industri yang berada dalam satu siklus bisnis dengan
nasabah existing, melalui proses analisis mendalam
untuk memastikan diversifikasi industri. Dalam menjaga
kualitas portofolio kredit, BCA terus memperkuat fungsi
pemantauan dan pengelolaan risiko kredit.
Dalam mendukung proses pengolahan pinjaman dan
akuisisi debitur, BCA terus mengembangkan dan
menyempurnakan infrastruktur melalui simplifikasi dan
optimalisasi pengolahan kredit. BCA terus berusaha
meningkatkan tingkat kepuasan debitur dengan
meningkatkan kemampuan dari PIC Relationship baik soft
skill maupun hard skill. Pembahasan penyaluran kredit di
masing-masing segmen terdapat pada bagian Analisis dan
Pembahasan Manajemen sub bagian Perbankan Korporasi,
Perbankan Komersial & UKM, dan Perbankan Individu pada
halaman 87-91.
220 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 223
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 221
Page 224
04 Tata Kelola Perusahaan
Page 225
Glosarium
No. Kata/Istilah Penyebutan
1 Akuntan Publik AP
2 Asset Liability Committee ALCO
3 Anak Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk Perusahaan Anak
4 ASEAN Corporate Governance Scorecard ACGS
5 Badan Sertifikasi Manajemen Risiko BSMR
6 Bursa Efek Indonesia BEI
7 Bank Indonesia BI
8 Credit Committee CC
9 Credit Policy Committee CPC
10 Information Technology Steering Committee KPTI
11 Integrated Risk Management Committee IRMC
12 Kantor Akuntan Publik KAP
13 Komite Audit KA
14 Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian KPKK
15 Komite Pemantau Risiko KPR
16 Komite Remunerasi dan Nominasi KRN
17 Komite Tata Kelola Terintegrasi KTKT
18 Laporan Keuangan LK
19 Laporan Tahunan LT
20 Laporan Perbankan Keberlanjutan Laporan Keberlanjutan
21 Lembaga Jasa Keuangan LJK
22 Lembaga Penjamin Simpanan LPS
23 Nomor (untuk Peraturan) No.
24 Otoritas Jasa Keuangan OJK
25 Pajak Pertambahan Nilai PPN
26 Peraturan Bank Indonesia PBI
27 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK
28 Perseroan BCA
29 POJK No. 17 tahun 2023 tanggal 14 September 2023 tentang POJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum
30 PT Bank Central Asia Tbk BCA
31 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB
32 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST
33 Risk Management Committee RMC
34 Surat Edaran Bank Indonesia SEBI
35 Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan SEOJK
36 Tata Kelola Perusahaan yang Baik GCG
37 Tata Kelola Terintegrasi TKT
38 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan TJSL
39 Tingkat Kesehatan Bank TKB
40 Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 223
Page 226
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Daftar Isi
228 TATA KELOLA PERUSAHAAN 276 6. Jumlah dan Komposisi Anggota Direksi
233 1. Struktur Tata Kelola Perusahaan (Governance 278 7. Masa Jabatan Direksi
Structure)
278 8. Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
233 2. Proses Tata Kelola Perusahaan (Governance Process)
280 9. Program Orientasi bagi Anggota Direksi Baru
240 3. Hasil Tata Kelola Perusahaan (Governance Outcome)
280 10. Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Direksi
243 RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
284 11. Kepemilikan Saham Anggota Direksi yang Mencapai
243 1. Penyelenggaraan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024
5% atau Lebih dari Modal Disetor
245 2. Tata Cara Penyelenggaraan RUPST
286 12. Rangkap Jabatan Anggota Direksi
246 3. Kehadiran Pengurus, Komite, dan Pemegang Saham
289 13. Laporan Pelaksanaan Tugas dan Penilaian Komite
246 4. Pimpinan RUPST Eksekutif Direksi
246 5. Tata Tertib RUPS dan Mekanisme Perhitungan Suara 289 14. Laporan Pelaksanaan Tugas Direksi
248 6. Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 serta Realisasinya 289 15. Penilaian Kinerja Anggota Direksi
253 7. Keputusan RUPST Tahun Buku 2023 serta Realisasinya 290 RAPAT DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, DAN RAPAT
256 8. Realisasi Pembayaran Dividen GABUNGAN
256 9. Pernyataan Terkait Keputusan RUPS yang Belum 290 1. Rapat Dewan Komisaris
Terealisasi 294 2. Rapat Direksi
256 ASPEK PEMEGANG SAHAM 300 3. Rapat Gabungan Dewan Komisaris dengan Direksi
257 DEWAN KOMISARIS 302 4. Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam RUPS
Selama Tahun 2025
257 1. Piagam Dewan Komisaris
302 HUBUNGAN AFILIASI DEWAN KOMISARIS,
257 2. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
DIREKSI, DAN PEMEGANG SAHAM PENGENDALI
259 3. Kewenangan Dewan Komisaris
302 1. Hubungan Afiliasi Anggota Dewan Komisaris dengan
260 4. Kriteria Anggota Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris Lainnya, Anggota Direksi,
Pemegang Saham Pengendali, dan Pemegang Saham
261 5. Nominasi Anggota Dewan Komisaris Pengendali Terakhir
262 6. Jumlah dan Komposisi Anggota Dewan Komisaris 303 2. Hubungan Afiliasi Anggota Direksi dengan Anggota
Direksi Lainnya, Anggota Dewan Komisaris, Pemegang
263 7. Masa Jabatan Dewan Komisaris
Saham Pengendali, dan Pemegang Saham Pengendali
263 8. Program Orientasi bagi Anggota Dewan Komisaris Terakhir
Baru
304 KEBERAGAMAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS
264 9. Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris
DAN DIREKSI
266 10. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris yang 304 1. Kebijakan Keberagaman
Mencapai 5% (Lima Persen) atau Lebih dari Modal 304 2. Keberagaman Komposisi Anggota Dewan Komisaris
Disetor
305 3. Keberagaman Komposisi Anggota Direksi
267 11. Rangkap Jabatan Anggota Dewan Komisaris
268 12. Penilaian Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris 305 PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS DAN
DIREKSI
269 13. Laporan Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris
305 1. Prosedur Pelaksanaan dan Kriteria Penilaian Kinerja
269 14. Penilaian Kinerja Anggota Dewan Komisaris Dewan Komisaris
270 KOMISARIS INDEPENDEN 306 2. Prosedur Pelaksanaan dan Kriteria Penilaian Kinerja
Direksi
270 1. Kriteria Komisaris Independen
308 3. Prosedur Pelaksanaan dan Kriteria Penilaian Kinerja
270 2. Masa Jabatan Komisaris Independen Presiden Direktur
270 3. Pernyataan Independensi Komisaris Independen 309 KEBIJAKAN REMUNERASI
271 DIREKSI 311 1. Prosedur Penetapan dan Struktur Remunerasi Dewan
Komisaris dan Direksi
271 1. Piagam Direksi
314 2. Remunerasi yang Bersifat Variabel bagi Dewan
271 2. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Komisaris, Direksi, dan Pegawai
273 3. Kewenangan Direksi
274 4. Kriteria Anggota Direksi
275 5. Nominasi Anggota Direksi
224 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 227
314 3. Penerapan Remunerasi di BCA bagi MRT (untuk seluruh 332 IV. Komite Tata Kelola Terintegrasi
Anggota Direksi dan Dewan Komisaris)
332 1. Dasar Hukum
315 4. Data Rasio Gaji dan Pesangon yang Dibayarkan
333 2. Piagam KTKT
316 5. Transparansi Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan
Komisaris 333 3. Struktur dan Keanggotaan KTKT
334 4. Profil dan Kualifikasi Anggota KTKT
316 KOMITE-KOMITE DEWAN KOMISARIS
335 5. Pendidikan atau Pelatihan
316 I. Komite Audit
337 6. Masa Tugas
316 1. Dasar Hukum
337 7. Persyaratan Keanggotaan KTKT
316 2. Piagam Komite Audit
338 8. Independensi Anggota KTKT
316 3. Struktur dan Keanggotaan Komite Audit
338 9. Tugas dan Tanggung Jawab KTKT
317 4. Profil dan Kualifikasi Anggota Komite Audit
339 10. Wewenang KTKT
317 5. Pendidikan atau Pelatihan
339 11. Rangkap Jabatan Anggota KTKT
318 6. Masa Tugas
339 12. Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat KTKT
318 7. Persyaratan Keanggotaan Komite Audit
340 13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan
318 8. Independensi Anggota Komite Audit KTKT Selama Tahun 2025
319 9. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit
340 KOMITE-KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI
320 10. Wewenang Komite Audit
340 I. Asset Liability Committee
320 11. Rangkap Jabatan Anggota Komite Audit
341 1. Struktur, Keanggotaan ALCO, dan Status Hak
320 12. Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat Komite Audit Suara
322 13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan 341 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung
Komite Audit Selama Tahun 2025 Jawab ALCO
322 II. Komite Pemantau Risiko 342 3. Rapat ALCO
322 1. Dasar Hukum 342 4. Pengambilan Keputusan
322 2. Piagam KPR 342 5. Frekuensi Rapat ALCO Selama Tahun 2025
323 3. Struktur dan Keanggotaan KPR 343 6. Pelaporan Pertanggungjawaban
323 4. Profil dan Kualifikasi Anggota KPR 343 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
323 5. Pendidikan atau Pelatihan 343 8. Rencana Kerja ALCO Tahun 2026
324 6. Masa Tugas 344 II. Risk Management Committee
324 7. Persyaratan Keanggotaan KPR 344 1. Struktur, Keanggotaan RMC, dan Status Hak Suara
325 8. Independensi Anggota KPR 344 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung
Jawab RMC
325 9. Tugas dan Tanggung Jawab KPR
345 3. Rapat RMC
326 10. Wewenang KPR
345 4. Pengambilan Keputusan
326 11. Rangkap Jabatan Anggota KPR
345 5. Frekuensi Rapat RMC Selama Tahun 2025
326 12. Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat KPR
346 6. Pelaporan Pertanggungjawaban
327 13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan
KPR Selama Tahun 2025 346 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
328 III. Komite Remunerasi dan Nominasi 346 8. Rencana Kerja RMC Tahun 2026
328 1. Dasar Hukum 346 III. Integrated Risk Management Committee
328 2. Piagam KRN 347 1. Struktur, Keanggotaan IRMC, dan Status Hak
Suara
328 3. Struktur dan Keanggotaan KRN
347 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas dan Tanggung
328 4. Profil dan Kualifikasi Anggota KRN
Jawab IRMC
329 5. Pendidikan atau Pelatihan
347 3. Rapat IRMC
329 6. Masa Tugas
348 4. Pengambilan Keputusan
329 7. Persyaratan Keanggotaan KRN
348 5. Frekuensi Rapat IRMC Selama Tahun 2025
330 8. Independensi Anggota KRN
348 6. Pelaporan Pertanggungjawaban
330 9. Tugas dan Tanggung Jawab KRN
349 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
331 10. Wewenang KRN
349 8. Rencana Kerja IRMC Tahun 2026
331 11. Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat KRN
349 IV. Credit Policy Committee
332 12. Remunerasi KRN
349 1. Struktur, Keanggotaan CPC, dan Status Hak Suara
332 13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan
350 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung
KRN Selama Tahun 2025
Jawab CPC
332 14. Kebijakan Mengenai Suksesi Direksi dan Dewan
350 3. Rapat CPC
Komisaris
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 225
Page 228
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
350 4. Pengambilan Keputusan 367 4. Independensi & Objektivitas
350 5. Frekuensi Rapat CPC Selama Tahun 2025 367 5. Standar Pelaksanaan Audit dan Pengendalian Mutu
351 6. Pelaporan Pertanggungjawaban 368 6. Etik dan Profesionalisme
351 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 368 7. Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
351 8. Rencana Kerja CPC Tahun 2026 368 8. Komposisi Auditor dan Pengembangan Kompetensi
352 V. Credit Committee 369 9. Pelaksanaan Tugas Divisi Audit Internal Tahun 2025
352 1. Struktur, Keanggotaan CC, dan Status Hak Suara 369 10. Kegiatan Advisori Divisi Audit Internal Tahun 2025
352 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung 369 11. Fokus Kegiatan Audit Tahun 2026
Jawab CC
370 AKUNTAN PUBLIK (AUDIT EKSTERNAL)
353 3. Rapat CC
371 1. Efektivitas Pelaksanaan Audit Eksternal
353 4. Pengambilan Keputusan
371 2. Hubungan antara Bank, Akuntan Publik, dan Otoritas
353 5. Frekuensi Rapat CC Selama Tahun 2025 Jasa Keuangan
355 6. Pelaporan Pertanggungjawaban 371 3. Biaya Audit Tahun 2025
355 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 371 4. Jasa Selain Audit yang Diberikan oleh KAP/AP
355 8. Rencana Kerja CC Tahun 2026 372 5. Historis KAP dan AP yang melakukan Audit
355 VI. Information Technology Steering Committee
372 FUNGSI KEPATUHAN
355 1. Struktur, Keanggotaan ITSC, dan Status Hak Suara
372 1. Struktur Organisasi DCP
356 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung
Jawab ITSC 372 2. Tanggung Jawab DCP
356 3. Rapat ITSC 373 3. Fungsi Kepatuhan Terintegrasi
356 4. Pengambilan Keputusan 373 4. Pelaksanaan Kerja Fungsi Kepatuhan Selama Tahun
2025
356 5. Frekuensi Rapat ITSC Selama Tahun 2025
374 5. Indikator Kepatuhan Tahun 2025
357 6. Pelaporan Pertanggungjawaban
374 6. Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan
357 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan
357 8. Rencana Kerja ITSC 2026
PPPSPM)
358 VII. Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian
375 SISTEM MANAJEMEN RISIKO
358 1. Struktur, Keanggotaan KPKK, dan Status Hak
Suara 375 Gambaran Umum Sistem Manajemen Risiko
358 2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung 376 Jenis Risiko dan Pengelolaannya
Jawab KPKK
376 Tinjauan/Hasil Review atas Efektivitas Sistem Manajemen
358 3. Rapat KPKK Risiko
358 4. Pengambilan Keputusan 377 Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris atas Kecukupan
serta Tinjauan atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko
358 5. Frekuensi Rapat KPKK Selama Tahun 2025
377 SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL (INTERNAL
359 6. Pelaporan Pertanggungjawaban
CONTROL)
359 7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
377 Kerangka Sistem Pengendalian Internal
359 8. Rencana Kerja KPKK Tahun 2026
378 Komponen Utama Sistem Pengendalian Internal
360 SEKRETARIS PERUSAHAAN 380 Evaluasi Sistem Pengendalian Internal
360 Struktur dan Kedudukan Sekretaris Perusahaan 380 Pernyataan Dewan Komisaris atas Kecukupan dan
Efektivitas Sistem Pengendalian Internal
361 Dasar Hukum dan Profil Sekretaris Perusahaan
380 Laporan Pengendalian Internal Dalam Proses Pelaporan
361 Program Pengembangan Kompetensi dan Pelatihan
Keuangan
362 Fungsi Sekretaris Perusahaan
380 Pernyataan Direksi atas Kecukupan dan Efektivitas Sistem
362 Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan Pada Tahun Pengendalian Internal dalam Proses Pelaporan Keuangan
2025 Bank
364 Laporan Keterbukaan Informasi 380 PENERAPAN STRATEGI ANTI-FRAUD
364 FUNGSI HUBUNGAN INVESTOR 380 1. Pengantar
364 1. Tugas Pokok Hubungan Investor 381 2. Tujuan
364 2. Aktivitas Hubungan Investor 382 3. Penerapan dan Internalisasi Deklarasi Anti-Fraud
383 4. Data Pelanggaran Internal Fraud tahun 2025
366 DIVISI AUDIT INTERNAL
383 5. Pelaporan
366 1. Struktur dan Kedudukan Divisi Audit Internal
367 2. Profil Kepala Divisi Audit Internal 383 WHISTLEBLOWING SYSTEM
367 3. Piagam Audit Internal 383 1. Tujuan Whistleblowing System
383 2. Cara Penyampaian Laporan
384 3. Perlindungan bagi Pelapor
384 4. Alur Penanganan Pengaduan
226 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 229
385 5. Pihak yang Mengelola Pengaduan 413 4. Pengenalan Budaya bagi Pekerja Baru
385 6. Pengungkapan, Tindak Lanjut Pengaduan dan Sanksi 413 5. Pengenalan Budaya bagi Anggota Dewan Komisaris
atas Pengaduan Melalui Whistleblowing System pada dan/atau Direksi Baru
Tahun 2025
414 PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH
385 KEBIJAKAN ANTIKORUPSI DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN/ATAU PEGAWAI MELALUI OPSI
GRATIFIKASI MSOP/ESOP
385 1. Latar Belakang
414 PEMBELIAN KEMBALI SAHAM
386 2. Kebijakan Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi
415 AKSI KORPORASI LAINNYA
386 3. Implementasi Kebijakan Antikorupsi dan Pengendalian
Gratifikasi 415 PENYEDIAAN DANA KEPADA PIHAK TERKAIT
387 4. Informasi Lain (RELATED PARTY) DAN PENYEDIAAN DANA BESAR
(LARGE EXPOSURE)
388 TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI BENTURAN
415 1. Kebijakan Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait
KEPENTINGAN
415 2. Kebijakan Penyediaan Dana Besar
388 1. Transaksi Afiliasi
415 3. Kebijakan Pemberian Pinjaman kepada Direksi dan
396 2. Transaksi Benturan Kepentingan
Dewan Komisaris
397 PERMASALAHAN HUKUM 415 4. Implementasi Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait
Tahun 2025
397 1. Permasalahan Hukum Pidana
397 2. Permasalahan Hukum Perdata 416 RENCANA STRATEGIS
398 3. Permasalahan Hukum yang Dihadapi oleh Perusahaan 416 INTEGRITAS PELAPORAN DAN SISTEM
Anak
TEKNOLOGI INFORMASI
399 PERKARA PENTING DAN SANKSI ADMINISTRATIF 417 1. Transparansi Kondisi Keuangan
399 1. Perkara Penting yang Dihadapi oleh Anggota Direksi 417 2. Transparansi Kondisi Non-Keuangan
dan Anggota Dewan Komisaris BCA
418 PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
399 2. Perkara Penting yang Dihadapi oleh Anggota Direksi
dan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Anak 418 1. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial
399 3. Sanksi Administratif dari Otoritas Terkait 418 2. Pemberian Dana untuk Kegiatan Politik
399 4. Sanksi atas Ketidakpatuhan terhadap Hukum atau
Peraturan terkait dengan Transaksi Pihak Berelasi yang 418 PENERAPAN TATA KELOLA TERINTEGRASI
Signifikan atau Material 419 1. Laporan Penilaian Sendiri Pelaksanaan Tata Kelola
399 5. Sanksi Pelanggaran Hukum terkait Masalah Terintegrasi
Perburuhan, Ketenagakerjaan, Kepailitan, Persaingan 419 2. Struktur Konglomerasi Keuangan BCA
atau Lingkungan
420 3. Struktur Kepemilikan Saham pada Konglomerasi
399 6. Sanksi dari Regulator terkait Peristiwa Penting Keuangan BCA
399 7. Sanksi terkait Peraturan Pencatatan 423 4. Struktur Kepengurusan dalam Konglomerasi Keuangan
BCA
399 8. Sanksi terkait Peraturan Perpajakan
428 5. Risiko Transaksi Intra-Grup
399 AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN
430 INFORMASI TERKAIT PEMENUHAN PENERAPAN
400 1. Sarana atau Saluran Komunikasi Pemangku
Kepentingan TATA KELOLA PERUSAHAAN
401 2. Informasi dan Transparansi Produk dan Layanan 430 1. SEOJK NO. 14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan
Tata Kelola bagi Bank Umum
401 3. Sarana Penyampaian Informasi dan Data Perusahaan
431 2. Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka
410 4. Penyelesaian Penanganan Pengaduan (rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015)
411 KODE ETIK 436 3. Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dari
OECD
411 1. Pokok-Pokok Kode Etik BCA
437 4. Prinsip Tata Kelola Perusahaan sesuai Guidelines of
411 2. Pemberlakuan Kode Etik Corporate Governance Principles for Banks
411 3. Kode Etik yang Berhubungan dengan Antikorupsi 439 5. Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
411 4. Kode Etik yang Berhubungan dengan Vendor 450 6. ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
412 5. Sosialisasi 450 7. Pernyataan Bad Corporate Governance
412 6. Upaya Penegakan dan Sanksi Pelanggaran Kode Etik
413 7. Kasus Pelanggaran Kode Etik BCA Tahun 2025
413 BUDAYA PERUSAHAAN
413 1. Visi dan Misi BCA
413 2. Tata Nilai BCA
413 3. Pelatihan dan Sosialisasi Visi, Misi, serta Tata Nilai
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 227
Page 230
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
PENGUATAN EKOSISTEM BCA MELALUI PENGUATAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN DAN PERTUMBUHAN USAHA BERKELANJUTAN
Dalam rangka mendukung strategi penguatan ekosistem, BCA melakukan penguatan penerapan good corporate
governance (GCG) secara terintegrasi, antara lain dalam bentuk, penerapan prinsip GCG, pemenuhan terhadap
ketentuan hukum yang berlaku dan praktik-praktik tata kelola perusahaan yang terbaik (best practices), pemberian
pemahaman akan pentingnya budaya GCG kepada seluruh insan BCA, serta peningkatan kolaborasi berkelanjutan
dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun 2025, BCA telah menerima beberapa penghargaan atas Penerapan Prinsip GCG yaitu:
Annual Report Award The Indonesian S&P Global
Komite Nasional Kebijakan Tata Kelola Institute for Corporate CSA Scores
Directorship (IICD)
Corporate Governance
Award Score
ARA 2024
Grand Champion
62
Rank percentile
Juara Umum Annual Report Award, BCA juga meraih:
• Juara Umum Gopublik Keuangan.
87th
• Juara Umum Klaster Pendapatan Rp5 Triliun.
• Juara 1 Non BUMN/Non BUMD Gopublik “Leadership in Corporate
Keuangan. Governance & Award”
MSCI Indonesia
Index
Top 10 Constituents “A”
Ratings
Top 10
Constituents
Dasar Penerapan GCG di BCA
BCA telah menerapkan GCG dengan mengacu pada ketentuan hukum, ketentuan internal, serta best practices yang
berlaku dan diteladani dalam skala nasional maupun internasional yang sejalan dengan bidang usaha BCA, antara lain :
1. Undang-undang Republik Indonesia terkait Pasar Modal, Perseroan Terbatas, dan Perbankan.
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan Surat Edaran OJK (SEOJK) yang terkait dengan penerapan tata kelola
3. Roadmap Pedoman Tata Kelola Perusahaan Indonesia yang dikeluarkan oleh OJK.
4. ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang dikeluarkan oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF).
5. Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation and
Development (OECD).
6. Principles for Enhancing Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Basel Committee on Banking Supervision.
7. Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUGKI) 2021 yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan
Governansi (KNKG).
8. Anggaran Dasar BCA.
9. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan.
228 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 231
Penerapan Prinsip-Prinsip GCG
Penerapan prinsip-prinsip GCG di BCA mengacu pada POJK dan SE OJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank
Umum. Adapun prinsip-prinsip GCG adalah sebagai berikut:
Prinsip-prinsip
Penerapan di BCA
GCG
Keterbukaan • BCA menyampaikan laporan-laporan terkait Tata Kelola Perusahaan dan mengungkapkan informasinya
secara tepat waktu, jelas, dan mudah diakses oleh para stakeholders melalui situs web BCA.
• BCA mengungkapkan keterbukaan atas informasi atau fakta material sesuai dengan tata cara yang diatur
dalam ketentuan pasar modal dan/atau perundang-undangan yang berlaku.
• BCA menyampaikan penjelasan kepada masyarakat terkait pemberitaan di media massa.
• Seluruh stakeholders BCA mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.
• BCA senantiasa memenuhi ketentuan rahasia bank dan rahasia jabatan dalam menerapkan prinsip
keterbukaan.
Akuntabilitas • Anggota Direksi dan Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.
• Direksi dan Dewan Komisaris mempertanggungjawabkan kinerjanya melalui RUPS Tahunan.
• Masing-masing organ memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas yang selaras dengan visi, misi, sasaran
strategi, dan usaha BCA. Hal ini dapat dilihat pada Struktur Organisasi BCA, yang menerangkan bahwa
setiap organ telah bertindak sesuai dengan tanggung jawabnya.
Tanggung jawab • BCA selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking principle) dalam melaksanakan
kegiatan usahanya.
• BCA juga bertindak sebagai perusahaan yang beroperasi secara etis dan bertanggung jawab terhadap
masyarakat, lingkungan, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya (good corporate citizen).
• BCA senantiasa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Independensi • BCA senantiasa bertindak profesional, tidak mendapat tekanan/intervensi dari pihak manapun dan objektif
dalam setiap pengambilan keputusan.
• BCA senantiasa menghindari benturan kepentingan (conflict of interest).
Kewajaran • BCA senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan
kewajaran (equal treatment).
• BCA memberikan kesempatan kepada seluruh pemegang saham dalam RUPS untuk menyampaikan
pendapat.
Tujuan Penerapan Prinsip-Prinsip GCG
Penerapan prinsip-prinsip GCG di BCA antara lain bertujuan untuk:
1. Mendukung visi BCA, yaitu menjadi “Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting
perekonomian Indonesia”.
2. Mendukung misi BCA, yaitu:
• Membangun institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis
dan perseorangan.
• Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya
kepuasan optimal bagi nasabah.
• Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA.
3. Memberikan manfaat dan nilai tambah (added value) bagi para pemegang saham (shareholders) dan para pemangku
kepentingan (stakeholders).
4. Mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang
(sustainable).
5. Meningkatkan kepercayaan para investor kepada BCA.
Perjalanan Implementasi Tata Kelola Perusahaan BCA
BCA telah menyusun roadmap GCG sejak tahun 2015 yang sejalan dengan Roadmap Tata Kelola Perusahaan Indonesia
yang disampaikan melalui siaran pers OJK pada tanggal 4 Februari 2014. Implementasi roadmap tersebut telah
dipaparkan dalam Laporan Tahunan Tahun Buku 2019-2024 bagian Tata Kelola Perusahaan. Adapun roadmap yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 229
Page 232
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Perjalanan Implementasi Tata Kelola Perusahaan BCA
2021
• Penyusunan atau Penyempurnaan:
» Pedoman Tata Kelola Perusahaan
» Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris
» Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi
» Kebijakan Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi
» Pedoman Kerja Sekretaris Perusahaan
• Sosialisasi:
» Implementasi Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
» Digitalisasi Annual Disclosure
» Digitalisasi Laporan Daftar Khusus
» Digitalisasi Laporan Dewan Komisaris dan Direksi atas Transaksi Saham BCA
2022
• Penyusunan atau Penyempurnaan:
» Kebijakan Pelaporan Pengendalian Gratifikasi
» Kebijakan Pengelolaan Informasi Situs Web BCA
» Kebijakan Keterbukaan Informasi dan Pelaporan ke Regulator (Information Disclosure and Reporting Manual)
» Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris terkait komitmen penerapan prinsip-prinsip GCG
» Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi
» Implementasi GCG, mengacu pada kriteria ACGS, berupa:
1. Penerbitan Pernyataan Kode Etik
2. Pelaksanaan program orientasi anggota Direksi baru terkait dengan pengangkatan yaitu Bapak Gregory
Hendra Lembong dan Bapak Antonius Widodo Mulyono
3. Pemutakhiran situs web BCA bagian Tata Kelola Perusahaan secara berkala
4. Piagam Komite Audit
5. Piagam Komite Pemantau Risiko
• Sosialisasi:
» Membuat video sosialisasi bagi Insan BCA yang ditayangkan pada sosial media dan media publikasi digital
internal mengenai:
1. RUPS
2. Pembagian Dividen
3. Laporan Tahunan
4. Corporate Secretary
» Focus Group Discussion dengan Perusahaan Anak, dengan topik:
1. Penyertaan Modal
2. Transaksi Afiliasi
3. Self-Assessment atas indikator Mapping Tata Kelola Terintegrasi
4. Pengelolaan situs web
» GCG Series yang dapat diakses Insan BCA di portal MyBCA Portal (portal internal)
• Penyempurnaan sistem:
» Melakukan revamp E-Learning GCG
» Enhancement Enterprise Management System, portal internal BCA guna memudahkan pelaporan, sharing
informasi dan kebijakan GCG secara terpadu, antara lain:
1. Digitalisasi Rekap Kuorum RUPS dan Dividen BCA
2. Digitalisasi Peringkat Self-Assessment TKB & TKT BCA
3. Digitalisasi Komposisi Saham BCA
4. Digitalisasi Historis Saham
5. Digitalisasi Rekap KAP/AP
6. Digitalisasi Data Corporate Secretary
» Enhancement Robotic Process Automation (RPA) terkait pengolahan data efek dari KSEI
» Enhancement otomasi klasifikasi dan monitoring perubahan data kepemilikan saham BBCA atas nama
Dewan Komisaris dan Direksi
230 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 233
2023
• Penyusunan atau Penyempurnaan
» Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
» Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi
» Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi
» Piagam Komite Pemantau Risiko
» Piagam ALCO
» Piagam Risk Management Committee
» Piagam Integrated Risk Management Committee
» Piagam Credit Committee
» Piagam Credit Policy Committee
» Piagam Information Technology Steering Committee
» Piagam Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian
• Sosialisasi
» Membuat video sosialisasi bagi Insan BCA yang ditayangkan pada sosial media dan media publikasi digital
internal mengenai:
1. Aksi Korporasi Stock Split
2. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal
3. Biro Administrasi Efek
4. Komite Dewan Komisaris
» Menyelenggarakan FGD dengan Perusahaan Anak, mengenai:
1. Kebijakan Kerjasama Transaksi dengan Pihak Terkait atau Pihak Terafiliasi
2. Daftar Khusus
3. Arm’s Length Transaction
4. Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUGKI)
» GCG Series yang dapat diakses Insan BCA di MyBCA Portal (Portal Internal)
• Penyempurnaan Sistem
» Sistem Pelaporan Transaksi Afiliasi
» Robotic Process Automation (RPA) enhancement untuk peningkatan data akurasi atas pelaporan ANTASENA OJK
» Implementasi GCG, mengacu pada kriteria ACGS, yaitu pemutakhiran situs web BCA bagian Tata Kelola
Perusahaan secara berkala
» Digitalisasi reminder unit kerja atas laporan koordinasi terkait GCG, transaksi afiliasi, dsb
» Otomasi reminder tingkat kehadiran rapat manajemen
» Digitalisasi Kalender RUPS dan Dividen
2024
• Penyusunan atau Penyempurnaan
» Piagam Dewan Komisaris
» Piagam Direksi
» Piagam Komite Audit
» Piagam Komite Pengarah Teknologi Informasi
» Kebijakan Atas Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
» Kebijakan Pelindungan Data Pribadi
» Kebijakan terkait Pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
• Sosialisasi
» Membuat video sosialisasi bagi Insan BCA yang ditayangkan pada sosial media dan media publikasi digital
internal mengenai lembaga penunjang pasar modal
» Menyelenggarakan FGD dengan Perusahaan Anak, mengenai:
1. Perhitungan Emisi Karbon Perusahaan Anak BCA
2. Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
3. Penerapan Anti-Fraud
» Petunjuk Pelaksanaan Transaksi Afiliasi ke seluruh Kanwil dan Unit Kerja Kantor Pusat
» GCG Series yang dapat diakses Insan BCA di MyBCA Portal (Portal Internal)
• Penyempurnaan Sistem
» Sistem Pelaporan Transaksi Afiliasi
» Notifikasi tracking system pajak terkait pihak afiliasi
» Implementasi GCG, mengacu pada kriteria ACGS, yaitu pemutakhiran situs web BCA bagian Tata Kelola
Perusahaan secara berkala
» Enhancement digitalisasi rekap rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris, rapat Komite di bawah Dewan Komisaris
dan Direksi
» Dashboard Rating ESG
» Pembuatan Chatbot ESG, sebagai solusi untuk mempermudah komunikasi dengan unit kerja
» Enhanced i-sign Risalah Rapat Direksi
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 231
Page 234
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2025
• Penyusunan dan/atau Penyempurnaan
» Pedoman Tata Kelola Perusahaan
» Pedoman Tata Kelola Terintegrasi
» Kebijakan Keterbukaan Informasi
» Piagam ALCO
» Piagam Credit Policy Committee
» Piagam Information Technology Steering Committee
• Sosialisasi
» Memberikan sosialisasi bagi insan BCA di Kantor Pusat/Kanwil/Cabang, mengenai:
1. Implementasi Prinsip GCG
2. Laporan Transaksi Afiliasi
3. Pemenuhan Kewajaran Transaksi (Arm’s Length Principle)
4. Pemenuhan Penilaian Sendiri GCG berdasarkan SEOJK No.14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata
Kelola bagi Bank Umum
5. Pengisian Pernyataan Pekerja yang terdiri dari Pakta Integritas, Kode Etik, Annual Disclosure, dan Know
Your Employee sebagai bagian dari implementasi GCG
» Menyelenggarakan FGD dengan Perusahaan Anak, mengenai:
1. Cyber Security dan Data Privacy
2. Review Pelaporan GCG dan Update Regulasi ESG di Indonesia terkait dengan LJK
3. Penyelesaian Sengketa Pajak
• Penyempurnaan Sistem
» Pemutakhiran RPA untuk pengolahan data pemegang saham dan pemegang obligasi secara harian.
» Pemutakhiran portal internal Enterprise Management System (EMS) untuk koordinasi laporan terkait tata kelola.
» Pemutakhiran kebijakan maupun situs web BCA bagian Tata Kelola Perusahaan secara berkala dalam rangka
pemenuhan ACGS.
» Pengembangan ESG Dashboard untuk pemantauan rating terkait tata kelola.
Struktur dan Mekanisme Tata Kelola Perusahaan
Implementasi GCG di BCA melalui serangkaian kegiatan utama (governance structure, governance process, dan
governance outcome), berlandaskan prinsip-prinsip GCG dan berpedoman pada komitmen BCA.
Penerapan Prinsip-Prinsip GCG di BCA
Prinsip GCG Secara 1. Keterbukaan Prinsip GCG Menurut 1. Perilaku beretika
Umum 2. Akuntabilitas PUGKI 2. Transparansi
3. Pertanggungjawaban 3. Akuntabilitas
4. Independensi 4. Keberlanjutan
5. Kewajaran
Komitmen BCA 1. Visi
2. Misi
3. Tata Nilai
4. Pedoman/Charter
5. Etik
Governance Structure 1. Organ utama (RUPS, Dewan Komisaris, Direksi)
2. Organ Pendukung (Komite-komite di bawah Dewan Komisaris, Komite-komite di bawah Direksi,
Sekretaris Perusahaan, Risk Management Division, Compliance Division, Legal Group, Divisi Audit
Internal, Subdivisi ESG)
Governance Process 1. Komunikasi dengan pemangku kepentingan
2. Perumusan kebijakan & pengambilan keputusan
3. Penilaian & evaluasi
Governance Outcome 1. Kinerja perusahaan bertumbuh positif
2. Tingkat Kesehatan Bank
3. Penilaian Lembaga pemeringkat kredibel untuk kinerja perusahaan dan/atau praktik GCG BCA
4. Penghargaan dari berbagai reputable organization
232 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 235
1. Struktur Tata Kelola Perusahaan (Governance Structure)
BCA telah menetapkan struktur tata kelola perusahaan yang mencerminkan prinsip checks and balances dalam
penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
1
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)
2 Checks and Balances
3
DEWAN KOMISARIS DIREKSI
4 5
Asset Liability Committee Divisi Corporate Secretary – 6
Komite Audit Investor Relations & ESG Division
(ALCO)
4 5
Risk Management 7
Komite Pemantau Risiko Risk Management Division
Committee
4 5 8
Komite Remunerasi Integrated Risk
Compliance Division
dan Nominasi Management Committee
4 5
Komite Tata Kelola
Credit Policy Committee Legal Group
Terintegrasi
5
9
Credit Committee Divisi Audit Internal
5
Information Technology
Steering Committee
5
Komite Pertimbangan
Kasus Kepegawaian
Catatan :
1. Pemaparan terkait RUPS dapat dilihat pada Bab RUPS dalam Laporan Tahunan ini.
2. Pemaparan terkait Dewan Komisaris dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris dalam Laporan Tahunan ini.
3. Pemaparan terkait Direksi dapat dilihat pada Bab Direksi dalam Laporan Tahunan ini.
4. Pemaparan terkait Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Komite Tata Kelola Terintegrasi dapat dilihat pada Bab Komite-
Komite Dewan Komisaris dalam Laporan Tahunan ini.
5. Pemaparan terkait ALCO, Risk Management Committee, Integrated Risk Management Committee, Credit Policy Committee, Credit Committee, Information
Technology Steering Committee, dan Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian dapat dilihat pada Bab Komite-Komite Eksekutif Direksi dalam Laporan
Tahunan ini.
6. Pemaparan terkait Sekretaris Perusahaan dapat dilihat pada Bab Sekretaris Perusahaan dalam Laporan Tahunan ini.
7. Pemaparan terkait Risk Management Division dapat dilihat pada Bab Penerapan Manajemen Risiko dalam Laporan Tahunan ini.
8. Pemaparan terkait Compliance Division dapat dilihat pada Bab Fungsi Kepatuhan dalam Laporan Tahunan ini.
9. Pemaparan terkait Divisi Audit Internal dapat dilihat pada Bab Divisi Audit Internal dalam Laporan Tahunan ini.
2. Proses Tata Kelola Perusahaan (Governance Process)
Komitmen BCA dalam menerapkan GCG diwujudkan antara lain melalui:
a. Kebijakan Internal terkait Tata Kelola Perusahaan yang Baik
BCA memiliki kebijakan internal terkait GCG sebagai sarana pemenuhan kepatuhan BCA terhadap regulasi
serta sarana pendukung infrastruktur dan implementasi penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Beberapa
kebijakan BCA terkait Tata Kelola Perusahaan yang Baik, antara lain:
Perihal Jenis Kebijakan Internal
Ketentuan umum 1. Anggaran Dasar.
2. Kode Etik.
Pedoman Tata Surat Keputusan Direksi No.218/SK/DIR/2025 tanggal 30 Desember 2025 terkait Penyesuaian
Kelola Perusahaan Pedoman Tata Kelola Perusahaan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 233
Page 236
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Perihal Jenis Kebijakan Internal
Dewan Komisaris 1. Piagam Dewan Komisaris serta Piagam Direksi yang menjadi satu kesatuan dengan Pedoman Tata
dan Direksi Kelola Perusahaan yang dimuat dalam Surat Keputusan Direksi No.121/SK/DIR/2021 tanggal 30 Juni
2021 terkait Penyesuaian Pedoman Tata Kelola.
2. Penyempurnaan kebijakan Rapat Direksi dan Rapat Dewan Komisaris yang dimuat dalam Surat
Keputusan No. 165/SK/DIR/2024 terkait Perubahan Ketentuan Kuorum Kehadiran pada Rapat
Dewan Komisaris dan Direksi.
Kebijakan Surat Keputusan Direksi No. 189/SK/DIR/2020 tanggal 4 Desember 2020 perihal Kebijakan Orientasi
Orientasi bagi bagi Dewan Komisaris dan Direksi Baru PT Bank Central Asia Tbk.
Dewan Komisaris
dan Direksi Baru
Komite di Bawah 1. Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 254/SK/KOM/2025 tanggal 17 Desember 2025 perihal
Dewan Komisaris Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) PT Bank Central Asia Tbk.
2. Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 212/SK/KOM/2024 tanggal 10 Desember 2024 tentang
Piagam Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight Committee Charter) PT Bank Central Asia Tbk.
3. Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 003/SK/KOM/2023 tanggal 4 Januari 2023 perihal Piagam
Komite Remunerasi dan Nominasi (Remuneration and Nomination Committee Charter) PT Bank
Central Asia Tbk.
4. Surat Keputusan Dewan Komisaris No.121/SK/KOM/2023 tanggal 17 Juli 2023 perihal Piagam
Komite Tata Kelola Terintegrasi – PT Bank Central Asia Tbk.
Sekretaris Surat Keputusan Direksi No. 259/SK/DIR/2021 tanggal 23 Desember 2021 perihal Piagam Sekretaris
Perusahaan Perusahaan.
Tata Kelola 1. Surat Keputusan Direksi No. 231/SK/DIR/2025 tanggal 18 November 2025 perihal Tata Kelola
Terintegrasi Terintegrasi.
2. Piagam Korporasi – Konglomerasi Keuangan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 12 Juni 2025
Transaksi Afiliasi 1. Surat Keputusan Direksi No. 151/SK/DIR/2023 tanggal 12 September 2023 perihal Transaksi Afiliasi
dan Transaksi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Benturan 2. Surat Edaran No. 155/SE/POL/2024 tanggal 15 Mei 2024 perihal Pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan
Kepentingan Transaksi Benturan Kepentingan.
3. Surat Keputusan Direksi No. 0039/SK/DIR/2025 tanggal 25 Februari 2025 perihal Pernyataan
Tahunan terkait Benturan Kepentingan
4. Surat Edaran No. 190/SE/POL/2025 tanggal 26 May 2025 perihal Ketentuan Pernyataan Tahunan
(Annual Disclosure) Benturan Kepentingan Secara Digital
Anti-fraud 1. Surat Keputusan Direksi No. 009/SK/DIR/2025 tanggal 20 Januari 2025 tentang Penyesuaian
Kebijakan Strategi Anti-fraud.
2. Surat Keputusan Direksi No. 127/SK/DIR/2025 tanggal 11 Juli 2025 perihal Deklarasi Anti-fraud dan
Pakta Integritas.
3. Surat Edaran No. 004/SE/POL/2025 tanggal 10 Januari 2025 perihal Deklarasi Anti Fraud dan Pakta
Integritas
Whistleblowing Surat Keputusan Direksi No. 146/SK/DIR/2017 tanggal 1 November 2017 perihal Penerapan
System Whistleblowing System di BCA.
Audit dan 1. Surat Keputusan Direksi No. 0192/SK/DIR/2024 tanggal 19 November 2024 perihal Piagam Audit
Pengendalian Intern (Internal Audit Charter).
Internal 2. Surat Keputusan Direksi No. 183/SK/DIR/2017 tanggal 13 Desember 2017 perihal Pedoman Standar
Sistem Pengendalian Internal (PSSPI) PT Bank Central Asia Tbk.
Manajemen Risiko 1. Surat Keputusan Direksi No. 243/SK/DIR/2021 tanggal 6 Desember 2021 perihal Kebijakan Dasar
Manajemen Risiko PT Bank Central Asia Tbk.
2. Surat Edaran No. 200/SE/POL/2023 tanggal 4 Juli 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen
Risiko Kepatuhan Terintegrasi.
3. Surat Keputusan Direksi No.123/SK/DIR/2023 tanggal 4 Juli 2023 perihal Kebijakan Manajemen
Risiko Kepatuhan Terintegrasi.
4. Surat Keputusan Direksi No. 244/SK/DIR/2021 tanggal 6 Desember 2021 perihal Kebijakan Dasar
Manajemen Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA.
5. Surat Keputusan Direksi No. 168/SK/DIR/2025 tanggal 29 August 2025 Penyesuaian Kebijakan Limit
Risiko Terintegrasi.
Anti-Money Kebijakan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan
Laundering Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal tanggal 27 Desember 2024.
Pengadaan 1. Surat Keputusan Direksi No. 075/SK/DIR/2022 tanggal 31 Mei 2022 tentang Perubahan Ketentuan
Pengadaan Barang dan/atau Jasa.
2. Surat Keputusan Direksi No. 038/SK/DIR/2022 tanggal 4 Maret 2022 Perubahan Ketentuan
Pengadaan Barang dan/atau Jasa.
3. Surat Edaran No. 085/SE/POL/2022 tanggal 4 Maret 2022 tentang Penyesuaian Proses Pengadaan
Barang dan/atau Jasa.
Insider Trading Tercantum dalam Pedoman Tata Kelola BCA perihal Transaksi Orang Dalam.
Pengendalian 1. Surat Keputusan No.269/SK/DIR/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang Kebijakan Antikorupsi
Gratifikasi dan Pengendalian Gratifikasi.
2. Surat Edaran No.336/SE/POL/2022 tanggal 15 September 2022 tentang Pelaporan Pengendalian
Gratifikasi.
Keterbukaan 1. Tercantum dalam Pedoman Tata Kelola BCA perihal Pengungkapan dan Informasi kepada
Informasi Pemangku Kepentingan.
2. Surat Edaran No.480/SE/POL/2022 tanggal 15 Desember 2022 tentang Pengelolaan Informasi
Website BCA.
234 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 237
Perihal Jenis Kebijakan Internal
Kebijakan Dividen Surat Keputusan Direksi No. 003/SK/DIR/2025 tanggal 3 Januari 2025 tentang Kebijakan Dividen.
Kebijakan Terkait 1. Kebijakan Penyertaan Modal.
Lainnya 2. Kebijakan Pembiayaan Lingkungan, Sosial, Tata Kelola (LST) atas Sektor Industri Minyak dan Gas.
3. Kebijakan Pengelolaan User ID Aplikasi untuk Pihak Eksternal melalui ID Governance.
4. Ketentuan Pengamanan Pengembangan Aplikasi.
5. Kebijakan tentang Pelindungan Data Pribadi.
6. Kebijakan penanganan Keadaan Darurat yang diatur dalam Kebijakan Business Continuity
Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA.
7. Kebijakan Pinjaman bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
Pedoman Tata Kelola Perusahaan BCA sebagaimana Pokok-pokok kebijakan transaksi orang dalam
telah disempurnakan melalui Surat Keputusan Nomor (insider trading) dapat diunduh pada situs web
218/SK/DIR/2025 tentang Perubahan Pedoman Tata BCA bagian Kebijakan Tata Kelola (https://www.
Kelola, mencakup pembahasan tentang: bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/
• Ketentuan Umum. kebijakan-gcg).
• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) & Aksi
Korporasi Lainnya. 2) Kebijakan Dividen
• Dewan Komisaris serta pedoman dan tata Kebijakan Dividen secara umum diatur dalam
tertibnya. Pedoman Tata Kelola BCA yang mencakup dasar
• Direksi serta pedoman dan tata tertibnya. hukum kebijakan, pertimbangan pembagian
• Fungsi Kepatuhan, Audit Internal, dan Audit dividen, dan keputusan RUPS terkait dividen.
Eksternal.
• Fungsi Komunikasi dan Informasi. Kebijakan Dividen mengenai metode pembagian
• Penerapan Manajemen Risiko. dividen, prinsip pembagian dividen, besar dividen
• Strategi Anti Fraud dan Whistleblowing. yang diberikan, sarana pengumuman (publikasi),
• Transparansi dan Publikasi Informasi kepada alur pembagian, dan ketentuan pajak dividen diatur
Pemangku Kepentingan. dalam Surat Keputusan DIreksi No. 003/SK/DIR/2025
• Rencana Korporasi dan RBB. tanggal 3 Januari 2025 tentang Kebijakan Dividen .
• Transaksi Orang Dalam (Insider Trading).
• Penerapan tata kelola dalam Kelompok Usaha Pokok–pokok kebijakan dividen dapat diunduh
Bank. pada situs web BCA bagian Kebijakan Tata Kelola
• Laporan Penilaian Sendiri dan Laporan Tahunan. (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/
acgs/kebijakan-gcg). Sepanjang tahun 2025, realisasi
Pokok–pokok Pedoman Tata Kelola Perusahaan pembayaran dividen telah dilaksanakan sesuai
dapat diunduh pada situs web BCA bagian Tata Kelola dengan ketentuan yang berlaku.
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-
kelola/acgs/kebijakan-gcg). Implementasi pembayaran dividen dipaparkan
dalam halaman 216 laporan tahunan ini.
Selain Pedoman Tata Kelola Perusahaan BCA
tersebut, BCA juga memiliki beberapa kebijakan 3) Kebijakan Pernyataan Tahunan terkait Benturan
yang telah memenuhi standar prinsip dan Kepentingan
rekomendasi ACGS yaitu antara lain: Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat
serta mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip tata
1) Kebijakan Transaksi Orang Dalam (Insider kelola yang baik, BCA memiliki kebijakan terkait
Trading) pernyataan tahunan terkait benturan kepentingan
Kebijakan Transaksi Orang Dalam diatur dalam untuk memberikan pedoman bagi tiap jajaran
Pedoman Tata Kelola BCA yang mencakup BCA sebagai individu yang berhubungan dengan
aturan tentang kepatuhan, larangan, dan nasabah, rekanan maupun sesama rekan pekerja.
pengecualian Transaksi Orang Dalam. Insan BCA
wajib menerapkan hal-hal, antara lain, mematuhi Pada dasarnya seluruh jajaran BCA harus:
ketentuan pasar modal yang berlaku dan • bertindak jujur, terhormat dan bertanggung
menjunjung tinggi nilai-nilai Kode Etik BCA untuk jawab serta harus bebas dari pengaruh yang
mendukung implementasi kebijakan ini, menjaga memungkinkan hilangnya obyektivitas dalam
agar kepentingan pribadi tidak bertentangan pelaksanaan tugas atau mengakibatkan BCA
dengan kepentingan BCA selaku entitas perbankan kehilangan bisnis atau reputasinya.
ataupun nasabah, tidak menyalahgunakan jabatan • mengetahui dan menyadari kegiatan-
dan wewenangnya untuk kepentingan pribadi kegiatan yang memungkinkan timbulnya/
maupun keluarganya, dan tidak melakukan terjadinya benturan kepentingan, serta wajib
perbuatan tercela yang dapat merugikan citra menghindarinya. Jika kegiatan tersebut tidak
profesinya maupun citra BCA pada umumnya. dapat dihindari, maka harus segera dilaporkan
kepada atasan langsung.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 235
Page 238
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Mempertimbangkan pentingnya kebijakan Kebijakan pengadaan barang dan/atau jasa
tersebut, maka kebijakan Pernyataan Tahunan umum dan gedung, antara lain berisi, syarat
terkait Benturan Kepentingan diatur dalam Surat dan wewenang pengadaan, sistem pengadaan
Keputusan Direksi dan petunjuk pelaksanaannya sentralisasi dan desentralisasi, jenis barang dan/
diturunkan dalam Surat Edaran bagi seluruh atau jasa, penanganan masalah pengadaan,
jajaran BCA yaitu Surat Edaran Ketentuan pengelompokan aktivitas, dokumen pendukung,
Pernyataan Tahunan Benturan Kepentingan proses/alur pengadaan, dan seleksi vendor.
Secara Digital. Kebijakan pengadaan barang dan/atau jasa
teknologi informasi, antara lain berisi, syarat
4) Kebijakan Penanganan Keadaan Darurat dan ketentuan, alur pengadaan, kegiatan uji
Kebijakan Penanganan Keadaan Darurat coba dan end user computing, rekomendasi
diatur dalam Kebijakan Business Continuity dan persetujuan pengadaan, wewenang
Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA rekomendasi dan persetujuan pengadaan,
yang mengatur penerapan business continuity penerapan multi principal/multi vendor/multi
untuk memastikan kelangsungan usaha BCA brand, serta tentang petunjuk pelaksanaan
dan Anggota Konglomerasi Keuangan BCA pengadaan. Kebijakan pengadaan tersebut
pada saat terjadi gangguan. Hal-hal yang diatur juga diatur mengenai mekanisme untuk
dalam kebijakan dimaksud, antara lain terkait, mencari dan memilih calon vendor dengan
kebijakan business continuity plan, protokol dari mempertimbangkan faktor-faktor, seperti
BCA kepada anggota Konglomerasi Keuangan biaya atas barang/jasa yang ditawarkan serta
BCA dan sebaliknya, serta urutan prioritas profesionalisme dan kredibilitas vendor. Pokok–
recovery. pokok kebijakan pengadaan dapat diunduh pada
situs web BCA bagian Kebijakan Tata Kelola
5) Kebijakan Tata Kelola Teknologi Informasi (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-
Seiring dengan pesatnya perkembangan dan kelola/acgs/kebijakan-gcg).
penggunaan teknologi dalam memberikan
layanan perbankan, BCA telah memiliki Pedoman Insan BCA tunduk kepada Kode Etik yang
Tata Kelola Teknologi Informasi, yang meliputi berhubungan dengan vendor yang dapat dilihat
kebijakan terkait risiko teknologi informasi, pada halaman 411 bagian Kode Etik Laporan
manajemen risiko keamanan cyber, pengelolaan Tahunan ini. Sepanjang tahun 2025, BCA telah
perubahan teknologi informasi, pengelolaan menjalankan pengadaan dan/atau proses
permasalahan teknologi informasi, pengendalian penunjukan supplier/kontraktor sesuai dengan
mutu teknologi informasi, pengelolaan kapasitas kebijakan internal BCA terkait Pengadaan Barang
teknologi informasi, pengelolaan jaringan dan/atau Jasa dan ketentuan lain yang telah
komunikasi teknologi informasi, dan keamanan ditetapkan.
fisik data center. BCA juga telah melaksanakan
pengukuran tingkat kematangan teknologi 7) Kebijakan Komunikasi dan Informasi
informasi. Pokok-pokok kebijakan tata kelola BCA menyadari pentingnya kebijakan komunikasi
teknologi informasi dapat diunduh pada situs yang mengatur komunikasi antara BCA dengan
web BCA bagian Kebijakan Tata Kelola (https:// para pemangku kepentingan. BCA telah memiliki:
www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/ » Kebijakan Komunikasi dan Informasi
acgs/kebijakangcg) » Kebijakan Transparansi dan Publikasi Informasi
kepada Pemangku Kepentingan yang
6) Kebijakan Pengadaan dituangkan dalam Pedoman Tata Kelola.
BCA membutuhkan pengadaan barang dan jasa
untuk mendukung kegiatan usaha perbankan. Kebijakan tersebut meliputi ketentuan terkait
Kebutuhan pengadaan tersebut mendorong Sekretaris Perusahaan, Hubungan Investor,
BCA untuk memiliki pedoman pengadaan barang Komunikasi & Media Informasi Internal, Penentuan
dan/atau jasa agar BCA dapat memperoleh Tingkat Keterbukaan, Aspek Transparansi Kondisi
barang dan/atau jasa dengan kualitas yang BCA, Keterbukaan atas Informasi atau Fakta
diharapkan sesuai ketentuan yang berlaku dan Material, Aspek Transparansi, dsb. BCA senantiasa
prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. memberikan kemudahan bagi pemangku
Kebijakan pengadaan barang dan/atau jasa di kepentingan dan masyarakat luas untuk melakukan
BCA meliputi kebijakan pengadaan barang komunikasi dan mengakses informasi dan data
dan/atau jasa umum, gedung, dan teknologi BCA. Pokok-pokok kebijakan komunikasi dapat
informasi. diunduh pada situs web BCA bagian Kebijakan Tata
Kelola (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/
tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
236 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 239
8) Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi 3) Prinsip-prinsip Tata Kelola dari Organization
Benturan Kepentingan for Economic Cooperation and Development
Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan (OECD);
Kepentingan dapat dilihat pada halaman 388 4) Guidelines of Corporate Governance Principles
Bagian Informasi Transaksi Afiliasi dan Transaksi for Banks yang dikeluarkan oleh Basel Committee
Benturan Kepentingan di Laporan Tahunan ini. in Banking Supervision;
5) Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
9) Kebijakan Pinjaman bagi Direksi dan Dewan (PUGKI); dan
Komisaris 6) Indikator ASEAN CG Scorecard (ACGS).
Kebijakan Pinjaman bagi Direksi dan Dewan
Komisaris dapat dilihat pada halaman 415 Bagian Uraian rinci atas pemenuhan prinsip-prinsip GCG
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait di Laporan dapat dilihat pada halaman 430 Bagian Tabel
Tahunan ini. Informasi terkait pemenuhan penerapan Tata Kelola
Perusahaan.
10) Kebijakan Orientasi Anggota Direksi dan Dewan
Komisaris yang Baru c. Internalisasi
BCA telah memiliki Kebijakan Orientasi Anggota Salah satu upaya efektif untuk mendukung
Direksi dan Dewan Komisaris yang Baru terwujudnya pelaksanaan pemenuhan prinsip
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 189/ GCG di BCA adalah dengan melakukan internalisasi
SK/DIR/2020 tanggal 4 Desember 2020 perihal kepada seluruh insan BCA yang mencakup sebagai
Kebijakan Orientasi bagi Dewan Komisaris dan berikut:
Direksi Baru PT Bank Central Asia Tbk. Kebijakan
tersebut bertujuan agar anggota Direksi dan 1) Pernyataan Insan BCA
Dewan Komisaris yang baru diangkat dapat Sebagai wujud nyata komitmen BCA untuk
mengikuti program orientasi untuk memperoleh terus meningkatkan implementasi prinsip-
pemahaman tentang BCA dalam waktu singkat. prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik sesuai
dengan ketentuan yang berlaku, setiap tahun
11) Kebijakan Pelindungan Data Pribadi BCA mewajibkan karyawan untuk membuat
BCA telah memiliki Kebijakan Pelindungan Data pernyataan antara lain terkait:
Pribadi berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. • Pakta Integritas
083/SK/DIR/2024 tanggal 30 Mei 2024 perihal Sejalan dengan POJK 12 Tahun 2024
Pelindungan Data Pribadi, sebagai pemenuhan tentang Penerapan Strategi Anti- Fraud
Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang bagi Lembaga Jasa Keuangan serta untuk
Pelindungan Data Pribadi. penerapan Strategi Anti-Fraud yang lebih
efektif, diperlukan upaya peningkatan
12) Kebijakan Laporan Kepemilikan atau Setiap budaya sadar risiko agar pencegahan Fraud
Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan menjadi fokus perhatian dan kepedulian
Terbuka bagi seluruh jajaran organisasi. Oleh
Dalam rangka memenuhi POJK No. 4 Tahun karenanya, BCA meminta awareness anti-
2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap fraud dari seluruh insan BCA dalam bentuk
Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan penandatanganan pernyataan pakta
Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan integritas secara digital.
Saham Perusahaan Terbuka, BCA telah memiliki • Kode Etik
kebijakan pelaporan kepemilikan saham BBCA Pernyataan kode etik BCA disusun untuk
kepada OJK sebagaimana tertuang dalam menunjukkan komitmen insan BCA dalam
Memorandum No. 0075/MO/ESG/2024 mematuhi kode etik yang berlaku. Pernyataan
tanggal 6 Agustus 2024 perihal Update Surat kode etik dilakukan melalui sarana digital
Kuasa terkait Perubahan Mekanisme Pelaporan melalui MyBCA Portal dan dilakukan tiap
Kepemilikan Saham BBCA kepada OJK. tahun.
• Annual Disclosure
b. Pemenuhan Prinsip-Prinsip GCG Untuk menghindari adanya potensi benturan
BCA telah melakukan pemenuhan atas prinsip- kepentingan dan agar setiap insan BCA dapat
prinsip GCG dengan berpedoman pada : mencegah, lebih mengenal, dan mengatasi
1) Rekomendasi SE OJK 14/SEOJK.03/2025 situasi-situasi benturan kepentingan, insan
tanggal 24 Juni 2025 tentang Penerapan Tata BCA mengisi annual disclosure tiap tahunnya.
Kelola bagi Bank Umum; Pernyataan ini menggambarkan komitmen
2) Rekomendasi SE OJK No. 32/SEOJK.04/2015 BCA untuk melaksanakan prinsip-prinsip
tanggal 17 November 2015 tentang Pedoman GCG secara transparan dan efisien.
Tata Kelola Perusahaan Terbuka;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 237
Page 240
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pernyataan tertulis dalam Annual Disclosure dalam kedudukan di dalam Jajaran BCA.
antara lain pernyataan sebagai berikut: j) pernyataan pernah atau tidak yang
a) pernyataan ada atau tidaknya kepemilikan bersangkutan, selama periode pelaporan,
saham/penyertaan saham 5% atau lebih menerima fasilitas perjalanan dinas
pada suatu perusahaan atas nama sendiri (akomodasi, transportasi, uang saku
atau istri/suami dan/atau anak baik dan lainnya) terkait undangan/kunjungan
secara sendiri-sendiri maupun bersama- ke lokasi calon pihak ketiga/vendor
sama; atau lokasi lainnya, atau entertainment
b) pernyataan apakah yang bersangkutan (fasilitas golf, konser, fasilitas medis, dan
menjabat sebagai Komisaris/Direksi/ lainnya) dari calon pihak ketiga/vendor,
pekerja/mitra/sekutu/menjadi pengurus baik di dalam negeri maupun di luar
pada perusahaan huruf a) di atas dan/ negeri terutama sebelum terjadi kerja
atau perusahaan lainnya; sama dengan pihak tersebut;
c) pernyataan apakah dalam periode k) pernyataan pernah atau tidak yang
laporan, perusahaan yang dimaksud pada bersangkutan, selama periode pelaporan
butir a) atau b) di atas menerima kredit menerima potongan harga/diskon/
atau menjadi rekanan BCA; cashback atau fasilitas khusus dari
d) pernyataan ada atau tidaknya keterlibatan pengadaan perlengkapan dan peralatan
transaksi dalam proses pemberian kredit/ kantor, tiket pesawat/kereta api, notaris,
transaksi sebagai rekanan kepada : appraisal, akuntan publik dan pihak-pihak
• Perusahaan tersebut pada butir a), lain yang berhubungan dengan BCA, yang
dan/atau belum/tidak disetorkan ke BCA.
• Perusahaan yang dimiliki oleh anggota l) pernyataan pernah atau tidaknya
keluarga dengan kepemilikan saham meminjam uang dari nasabah dan atau
5% atau lebih, dan/atau rekanan dengan menggunakan sarana
• Perusahaan dimana anggota keluarga elektronik atau tanpa sarana elektronik;
saya menjadi Komisaris/Direksi/ m) pernyataan pernah atau tidak yang
pekerja/mitra/sekutu/pengurus, bersangkutan menggunakan fasilitas
dan/atau atau peralatan Bank (tanpa persetujuan
• Perusahaan lainnya dimana saya pejabat berwenang) untuk kepentingan
menjadi Komisaris/Direksi/pekerja/ pribadi maupun keluarga;
mitra/sekutu/pengurus atau menjadi n) pernyataan pernah atau tidak yang
Beneficial Owner. bersangkutan, selama periode laporan,
e) pernyataan ada atau tidaknya hubungan anggota keluarga pernah berhubungan
keluarga dengan Pemegang Saham dengan anggota tim, rekan kerja atau
Utama, Komisaris/Direksi nasabah kredit pekerja BCA lainnya dalam rangka
dan/atau rekanan Bank; hubungan/kerja sama bisnis/kegiatan
f) pernyataan terkait hubungan keluarga usaha dalam bentuk apapun yang
sampai derajat kedua dengan Pemegang secara langsung maupun tidak langsung
Saham Utama, anggota Komisaris atau dapat memberikan keuntungan kepada
Direksi Bank (khusus diisi oleh anggota Pekerja/anggota keluarga;
Komisaris dan Direksi); o) pernyataan pernah atau tidak yang
g) pernyataan apakah menerima kredit bersangkutan melakukan transaksi
(di luar fasilitas Pekerja) dari Bank yang perdagangan valuta asing, dan transaksi
disetujui oleh pihak yang memiliki lainnya dengan tujuan trading untuk
hubungan keluarga selama periode kepentingan sendiri yang dilakukan
pelaporan; melalui BCA;
h) pernyataan menjadi pengurus atau p) pernyataan pemberian perlakuan khusus
anggota perkumpulan/klub/partai/ kepada nasabah debitur dan/atau
organisasi masyarakat dan/atau rekanan BCA yang menyimpang dari
organisasi lain yang memungkinkan ketentuan;
terjadinya benturan kepentingan; q) pernyataan keterlibatan dalam penjualan
i) pernyataan pernah atau tidak yang produk investasi/asuransi lain di luar kerja
bersangkutan, selama periode pelaporan, sama yang telah dilakukan BCA termasuk
menerima/menikmati fasilitas, hadiah produk sejenis lainnya yang berpotensi
atau imbalan, bingkisan dan/atau barang menjadi pesaing dari produk milik BCA
promosi dari rekanan/nasabah BCA ataupun produk kerja sama BCA dan
maupun pihak lain yang berhubungan produk Perusahaan Anak.
dengan BCA yang dapat menimbulkan
dampak negatif bagi BCA dan/atau
dapat memengaruhi keputusan penerima
238 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 241
Untuk memudahkan akses insan BCA, 3) Sosialisasi
pernyataan insan BCA dapat diakses secara Sosialisasi GCG antara lain dilakukan melalui:
online pada MyBCA Portal. • Sosialisasi Prinsip dan Implementasi GCG
Sosialisasi ini dilakukan melalui sosialisasi
2) Sosialisasi Tata Nilai BCA online ke cabang-cabang melalui program
Tata Nilai BCA atau corporate values yang ‘’Gaspol’’ dan upload video pada portal
ditanamkan kepada setiap Insan BCA meliputi: internal MyBCA yang dapat diakses oleh
• Customer Focus (Fokus pada Nasabah) seluruh pekerja, infografis, misalnya dengan
Penerapan Customer Focus antara lain mengusung tema prinsip-prinsip GCG,
melalui kegiatan SMART SOLUTION yaitu transaksi afiliasi dan transaksi benturan
program untuk mencapai tujuan mencapai kepentingan, mekanisme pengisian annual
pelayanan prima BCA untuk memenuhi disclosure, dan sebagainya.
kebutuhan nasabah dan pemberian solusi • Sosialisasi Kode Etik
keuangan, penilaian Branch Service Quality Sosialisasi ini dilakukan dalam bentuk
Index, dan penilaian Customer Engagement. pemutaran video yang dapat diakses oleh
• Integrity (Integritas) seluruh karyawan BCA melalui portal internal
Penerapan Integrity antara lain melalui BCA (myVideo) dan email reminder ke seluruh
kegiatan internalisasi budaya yaitu semangat karyawan, sedangkan pengisian pernyataan
One BCA (One Goal, One Soul, One Joy) dan kode etik secara elektronik melalui portal
Senada (Senantiasa di Sisi Anda). internal BCA.
• Teamwork (Kerja Sama Tim) • Sosialisasi Anti-Fraud Awareness (AFA)
Penerapan Teamwork antara lain melalui BCA memiliki Pedoman Penerapan Strategi
program TEAAA (Team Engagement Action, Anti-fraud yang berisi penerapan strategi,
Action, Action) dan Share Your TEX (Team penerapan manajemen risiko, laporan
Engagement Xperience) dimana setiap yang wajib disampaikan kepada regulator,
leader dapat membagikan cerita mengenai dan sanksi yang diberikan. BCA juga aktif
action plan untuk meningkatkan Team melakukan sosialisasi fraud awareness dan
Engagement yang telah dilakukan di unit antigratifikasi, melalui:
kerjanya melalui media sosial internal BCA, » penyebaran komik Anti-Fraud, Anti-fraud
yaitu MyXperience. Statement, slide penerapan Anti-fraud
• Continuous Pursuit of Excellence (Berusaha dan whistleblowing system yang dapat
Mencapai yang Terbaik) diunduh karyawan pada portal internal
Penerapan Continuous Pursuit of Excellence MyBCA serta penyebaran video Anti-
antara lain melalui program BCA Innovation fraud Awareness (AFA) dan penyebaran
Award yang terbuka bagi seluruh pegawai poster melalui email;
untuk memberikan ide inovasi bagi » pelaksanaan COP Penerapan Strategi
pengembangan BCA. Anti-fraud,
» e-learning yang wajib diikuti oleh seluruh
Prinsip-prinsip GCG tercakup dalam setiap karyawan,
tata nilai BCA, khususnya dalam nilai Integritas » dan sebagainya.
dan nilai Berusaha Mencapai yang Terbaik. Visi,
Misi, dan Tata Nilai dapat dilihat pada situs web BCA melaksanakan program AFA agar
BCA (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/ setiap karyawan dapat ikut berperan aktif
korporasi/visi-misi). dalam menerapkan budaya anti-fraud
sebagai salah satu upaya penerapan prinsip
Kegiatan sosialisasi yang merupakan salah satu pertanggungjawaban dan independensi dalam
upaya internalisasi budaya dan tata nilai BCA Tata Kelola Perusahaan yang Baik, sehingga
dilakukan dengan sharing session, sosialisasi tercipta kondisi lingkungan kerja yang kondusif
secara tatap muka dengan pemimpin dan rekan dan bebas dari tindakan fraud . Salah satu
kerja dalam satu divisi (Community of Practice/ program AFA yang terus digaungkan saat ini
COP), pembuatan komik tata nilai, sosialisasi adalah deklarasi Anti-fraud dan pengisian Pakta
melalui intranet, serta pemutaran video Tata Integritas yang diwajibkan bagi tiap Insan BCA.
Nilai pada portal internal yang dapat diunduh
setiap saat.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 239
Page 242
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Kelola BCA yang dapat diunduh pada bagian Kebijakan
GCG situs web BCA (https://www.bca.co.id/id/
tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
a. Penilaian Internal
BCA melakukan penilaian internal Penerapan GCG
setiap semester dengan menggunakan metode
kertas kerja penilaian sendiri (self-assessment)
merujuk pada pada SE OJK tentang Penerapan
Tata Kelola bagi Bank Umum.
1) Prosedur
Tim Sekretariat Perusahaan dan GCG
• Sosialisasi Transaksi Afiliasi dan Transaksi Terintegrasi BCA melakukan pengumpulan data
Benturan Kepentingan dan informasi yang relevan untuk keperluan
BCA berperan aktif untuk menerapkan penilaian sendiri ( self-assessment ) terkait
keterbukaan informasi atau laporan transaksi kecukupan dan efektivitas Penerapan Tata Kelola
afiliasi dan transaksi benturan kepentingan Perusahaan yang Baik. Penilaian meliputi seluruh
sebagai bentuk penerapan prinsip Tata aspek governance dengan memperhatikan
Kelola Perusahaan yang Baik. Kebijakan prinsip signifikansi dan materialitas. Setelah data
terkait laporan transaksi afiliasi dan transaksi terkumpul, akan disimpulkan faktor positif dan
benturan kepentingan dituangkan dalam negatif dari masing-masing aspek governance,
Surat Keputusan Direksi No. 151/SK/DIR/2023 yakni:
tanggal 12 September 2023 perihal Transaksi • Governance Structure
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Menilai kecukupan struktur dan infrastruktur
dan Surat Edaran No. 155/SE/POL/2024 Tata Kelola BCA agar proses penerapan
tanggal 15 Mei 2024 perihal Pelaksanaan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan menghasilkan outcome yang sesuai dengan
Kepentingan. Kebijakan tersebut dapat harapan Pemangku Kepentingan BCA.
diunduh pada MyBCA portal (portal internal) • Governance Process
yang dapat diakses oleh seluruh pekerja BCA Menilai efektivitas proses penerapan
di seluruh Indonesia. Sosialisasi dilakukan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
melalui forum komunikasi dan sharing session yang didukung oleh kecukupan struktur dan
antar unit kerja. infrastruktur Tata Kelola BCA.
• Governance Outcome
Implementasi Tata Kelola Perusahaan Menilai kualitas outcome yang memenuhi
yang Baik adalah faktor penting dalam harapan Pemangku Kepentingan BCA yang
memelihara kepercayaan para pemegang merupakan hasil proses penerapan prinsip
saham dan para pemangku kepentingan Tata Kelola Perusahaan yang Baik serta
terhadap BCA. Keperluan untuk menerapkan didukung oleh kecukupan struktur dan
GCG semakin signifikan, agar BCA dapat infrastruktur Tata Kelola BCA.
mempertahankan kelangsungan usahanya 2) Kriteria Penilaian
di tengah meningkatnya risiko bisnis dan Penilaian internal penerapan GCG dilakukan
tantangan di industri perbankan. Melalui berdasarkan SE OJK No.14/SEOJK.03/2025
penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum
Perusahaan yang Baik diharapkan BCA dapat yang mencabut SE OJK No. 13/SEOJK.03/2017
mempertahankan kelangsungan usahanya tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank
yang sehat dan berkelanjutan. Umum, maka kriteria yang digunakan pada saat
melakukan penilaian sendiri pada semester I dan
3. Hasil Tata Kelola Perusahaan II tahun 2025 adalah sebagai berikut:
(Governance Outcome)
Indikator capaian sasaran penerapan GCG dinilai secara
internal maupun eksternal. Kebijakan penilaian tata
kelola perusahaan dapat dilihat pada Pedoman Tata
240 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 243
Semester 1 – 2025 Semester 2 – 2025
(berdasarkan SE OJK No. 13/SEOJK.03/2017) (berdasarkan SE OJK No.14/SEOJK.03/2025)
Meliputi 11 (sebelas) faktor penilaian penerapan Tata Meliputi 16 (enam belas) faktor penilaian penerapan Tata Kelola
Kelola Perusahaan yang Baik, yaitu: Perusahaan yang Baik, yaitu:
• pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi; • pelaksanaan tugas, tanggung jawab, dan wewenang Direksi;
• pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan • pelaksanaan tugas, tanggung jawab, dan wewenang Dewan
Komisaris; Komisaris;
• kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite; • kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite;
• penanganan benturan kepentingan; • penanganan benturan kepentingan;
• penerapan fungsi kepatuhan; • penerapan fungsi kepatuhan;
• penerapan fungsi audit internal; • penerapan fungsi audit intern;
• penerapan fungsi audit eksternal; • penerapan fungsi audit ekstern;
• penerapan manajemen risiko termasuk sistem • penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian
pengendalian intern; intern;
• penyediaan dana kepada pihak terkait (related • pemberian remunerasi;
party) dan penyediaan dana besar (large exposure); • penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana
• transparansi kondisi keuangan dan non keuangan besar;
Bank, laporan pelaksanaan tata kelola dan pelaporan • integritas pelaporan dan sistem teknologi informasi;
internal; dan • rencana strategis Bank;
• rencana strategis Bank. • aspek pemegang saham;
• penerapan strategi anti fraud, termasuk anti penyuapan;
• penerapan keuangan berkelanjutan, termasuk penerapan
tanggung jawab sosial dan lingkungan;
• penerapan tata kelola dalam kelompok usaha Bank.
3) Pihak yang Melakukan Penilaian
Penilaian sendiri (self-assessment) atas faktor penilaian di atas dilakukan dengan melibatkan fungsi atau
unit yang terkait, antara lain Dewan Komisaris, Direksi, Komite, Divisi Audit Internal, Compliance Division,
Risk Management Division, Tim Sekretaris Perusahaan, serta unit kerja terkait lainnya.
4) Hasil Penilaian Sendiri
Hasil penilaian sendiri penerapan GCG tahun 2025 pada semester I dan II adalah peringkat 1 (satu), dengan
rincian sebagai berikut:
Hasil Penilaian Sendiri (Self-Assessment) Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik Secara Individual
Peringkat Definisi Peringkat
Semester I 1 Manajemen BCA telah melakukan penerapan Tata Kelola yang secara umum sangat baik. Hasil
ini tercermin dari pemenuhan yang sangat memadai atas prinsip Tata Kelola. Apabila terdapat
kelemahan dalam penerapan prinsip Tata Kelola, maka secara umum kelemahan tersebut tidak
signifikan dan dapat diselesaikan dengan tindakan normal oleh manajemen BCA.
Semester 1 Manajemen BCA telah melakukan penerapan Tata Kelola yang secara umum sangat baik. Hasil
II ini tercermin dari pemenuhan yang sangat memadai atas prinsip Tata Kelola. Apabila terdapat
kelemahan dalam penerapan prinsip Tata Kelola, maka secara umum kelemahan tersebut tidak
signifikan dan dapat diselesaikan dengan tindakan normal oleh manajemen BCA.
b. Penilaian Eksternal
1) ASEAN Corporate Governance Scorecard
Selain melakukan penilaian sendiri, penerapan tata kelola perusahaan di BCA juga dinilai oleh pihak eksternal
yang independen yaitu RSM Indonesia sebagai Domestic Ranking Body (DRB) Indonesia sesuai penilaian
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) ACGS merupakan salah satu inisiatif dari ASEAN Capital Market
Forum (ACMF) yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB) untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan
yang tercatat di ASEAN. Indonesia menjadi salah satu dari 6 (enam) negara ASEAN yang berpartisipasi dalam
inisiatif ini. BCA berkomitmen untuk mengimplementasikan aspek penilaian ACGS dalam rangka meningkatkan
praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
• Pihak yang melakukan Penilaian
Pihak yang melakukan penilaian adalah RSM Indonesia yang ditunjuk oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia
(BEI) untuk menjadi Domestic Ranking Body (DRB) Indonesia.
• Aspek Penilaian
Praktik penilaian ASEAN CG Scorecard didasarkan pada informasi yang dapat diakses oleh publik.
Secara umum, aspek penilaian ACGS dibuat berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang dikeluarkan
oleh Organization for OECD. Aspek penilaian ACGS meliputi:
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 241
Page 244
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Level 1: Level 2:
» Bagian A - Hak dan Perlakuan yang Adil Bonus & Pinalti
bagi Pemegang Saham • Hasil Penilaian
» Bagian B - Keberlanjutan dan Ketahanan Hasil penilaian ACGS adalah sebesar 108,15.
» Bagian C - Pengungkapan dan Transparansi BCA, posisi BCA berada di atas rata-rata
» Bagian D - Tanggung Jawab Dewan penilaian regional dengan rincian sebagai
Direksi berikut:
120
108,15
101,9 106,6
100
85,2
77
80 70
67
60
40
20
0
2017 2019 2021 20241)
BCA Rata-rata Regional
Keterangan:
1) Rata-rata Regional untuk penilaian tahun 2024 belum dipublikasi
Implementasi indikator menjadi tolok ukur » melakukan self-assessment terhadap
hasil penilaian. BCA telah menerapkan indikator ACGS untuk memudahkan
indikator dan mampu melebihi standar assessor dalam melakukan penilaian dan
pelaksanaan minimum, yang dijelaskan lebih pengukuran implementasi indikator. Self-
lanjut antara lain sebagai berikut: assessment ACGS dapat diakses melalui
» secara konsisten menerapkan jangka situs web BCA pada https://www.bca.
waktu pemanggilan RUPS Tahunan co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs.
paling lambat 28 (dua puluh delapan) hari
sebelum tanggal RUPS Tahunan; • Rekomendasi ACGS dan Tindak Lanjutnya
» mengungkapkan nama KAP dan AP dalam Terkait indikator B.3.1 ACGS terkait
Pemanggilan RUPS Tahunan; pengungkapan atas tinjauan struktur modal
» kehadiran seluruh anggota Komite Audit dan utang:
dalam RUPS Tahunan termasuk seluruh BCA telah mengungkapkan bahwa Direksi
Ketua Komite di bawah Dewan Komisaris; BCA melakukan tinjauan untuk memastikan
» pemungutan suara dalam RUPS dilakukan bahwa struktur modal dan utang perusahaan
secara fisik dan elektronik (e-voting) sesuai dengan tujuan strategis dan risiko.
melalui eASY.KSEI; Pengungkapan terkait hal tersebut telah
» ringkasan hasil RUPS dipublikasikan pada dipaparkan dalam Bagian Dasar Penetapan
hari kerja berikutnya setelah tanggal Kebijakan Manajemen Atas Struktur Modal
pelaksanaan RUPS; dan Utang pada Laporan Tahunan ini.
» mengungkapkan kepemilikan saham
senior manajemen; Terkait indikator C.2.4 ACGS terkait
» menerapkan kerangka Laporan kebijakan dividen:
Keberlanjutan yang diakui secara
internasional; BCA telah memiliki kebijakan dividen yang
» dapat menggunakan jasa pihak ketiga telah diungkapkan dalam Bagian Proses
dalam rangka melakukan pencarian Tata Kelola Perusahaan ( Governance
kandidat Dewan Komisaris dan/atau Process) – Bab Tata Kelola pada Laporan
Direksi; Tahunan ini. Pokok–pokok kebijakan dividen
» kebijakan dan kelengkapan terkait proses dapat diunduh pada situs web BCA bagian
tata kelola di seputar masalah teknologi Kebijakan Tata Kelola (https://www.bca.
informasi termasuk penanganan gangguan, co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/
cyber security, dan pemulihan bencana; kebijakan-gcg
242 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 245
Terkait indikator C.3.1 ACGS terkait yang Baik. Penilaian dilakukan meliputi seluruh
pengungkapan struktur remunerasi: aspek governance dengan memperhatikan
prinsip signifikansi. Setelah data terkumpul,
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi dapat disimpulkan aspek governance structure,
BCA ditetapkan berdasarkan prosedur, process, dan outcome.
struktur, serta indikator yang telah diatur 2) Kriteria Penilaian
dalam Anggaran Dasar BCA serta Surat Kriteria yang digunakan dalam penilaian
Keputusan Dewan Komisaris perihal sebagaimana diatur dalam POJK dan/atau SE
Kebijakan Remunerasi Direksi dan Dewan OJK Tata Kelola Perusahaan masing-masing
Komisaris. Pengungkapan terkait struktur bidang usaha Entitas Anak.
remunerasi dipaparkan dalam Bab Kebijakan 3) Pihak yang melakukan penilaian
Remunerasi pada Laporan Tahunan ini. Penilaian sendiri (self-assessment) dilakukan
oleh Unit Sekretariat Perusahaan dan GCG
BCA telah melakukan praktik Tata Kelola Terintegrasi.
Perusahaan yang Baik sesuai dengan regulasi 4) Hasil Penilaian Sendiri
yang berlaku dan akan terus berupaya Secara keseluruhan, hasil penilaian BCA atas
meningkatkan pengungkapan praktik tata penerapan Tata Kelola Perusahaan di Entitas
kelola berdasarkan ACGS. Anak BCA tahun 2025 pada semester I dan II
adalah “Sangat Memenuhi”.
2) The Indonesian Institute for Corporate
Directorship (IICD) Corporate Governance RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Award
IICD telah melakukan penilaian tata kelola Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ
terhadap emiten yang terdaftar di Bursa Efek tertinggi dalam struktur Tata Kelola BCA yang berfungsi
Indonesia sejak tahun 2005, dengan metode sebagai sarana bagi para pemegang saham untuk
Corporate Governance (CG) Scorecard melaksanakan hak dan kewajibannya. RUPS memiliki
OECD, yang merupakan prinsip CG berstandar wewenang tersendiri, yang tidak diberikan kepada Direksi
internasional, yang sudah diimplementasi di maupun Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan
negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. dalam undang-undang dan/atau Anggaran Dasar BCA.
Kemudian sejak 2012, IICD melakukan penilaian
terhadap 100 perusahaan dengan kapitalisasi Dasar hukum penyelenggaraan RUPS di BCA mengacu
pasar terbesar yang terdaftar di Bursa Efek pada:
Indonesia dengan metode ASEAN CG Scorecard. 1. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Sejak tahun 2017, jumlah emiten yang dinilai IICD Terbatas.
ditingkatkan menjadi 200 emiten. 2. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Hasil penilaian pada tahun 2025, BCA berhasil Perusahaan Terbuka.
meraih penghargaan “Leadership in Corporate 3. POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Rapat
Governance” dalam The 16th IICD Corporate Umum Pemegang Saham, Rapat Umum Pemegang
Governance Conference & Award dan Top 50 Obligasi, dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Secara
Emiten Big Cap & Mid Cap yang diselenggarakan Elektronik.
di Jakarta pada tanggal 15 September 2025. 4. Anggaran Dasar BCA (dapat dilihat pada situs web BCA,
Penghargaan ini mencerminkan komitmen https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/
BCA untuk terus melakukan peningkatan akta- perusahaan.
berkelanjutan dalam penerapan tata kelola 5. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (dapat dilihat pada
perusahaan yang baik. situs web BCA, https://www.bca.co.id/id/tentang-
bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg.
c. Penilaian penerapan tata kelola Entitas
Anak BCA 1. Penyelenggaraan RUPS Tahunan
BCA melakukan penilaian internal Penerapan Tahun Buku 2024
GCG atas masing-masing perusahaan anak setiap Pada tahun 2025, BCA telah menyelenggarakan RUPS
semester dengan menggunakan metode penilaian Tahunan Tahun Buku 2024 (RUPST). Mata acara (beserta
sendiri (self-assessment) yang mengacu pada penjelasan atas setiap mata acara) yang dibahas dalam
ketentuan Tata Kelola Perusahaan masing-masing RUPST telah tersedia di Grup Environment Sustainability
bidang usaha perusahaan anak. Governance - Kantor Pusat BCA dan telah diunggah
1) Prosedur dalam situs web BCA pada tanggal yang sama dengan
Tim GCG BCA melakukan pengumpulan data dan tanggal pemanggilan dengan rincian sebagai berikut:
informasi yang relevan untuk keperluan penilaian
sendiri (self-assessment) terkait kecukupan dan
efektivitas Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 243
Page 246
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Penyelenggaraan RUPST:
Hari/Tanggal Rabu, 12 Maret 2025
Waktu Pk. 10.35 s.d 13.06 WIB
Tempat Menara BCA Grand Indonesia,
Jl. M.H. Thamrin No. 1, Jakarta 10310
Kuorum Jumlah saham dengan hak suara yang hadir atau diwakili dalam RUPST adalah 109.345.603.429 saham atau
88,7005% dari 123.275.050.000 saham yang merupakan seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh BCA, karenanya
ketentuan kuorum kehadiran sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat 1 huruf a Anggaran Dasar BCA telah terpenuhi.
Kehadiran: Ir. Djohan Emir Setijoso Presiden Komisaris
Dewan
Tonny Kusnadi Komisaris
Komisaris
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen
Raden Pardede Komisaris Independen
Sumantri Slamet Komisaris Independen
Seluruh anggota Dewan Komisaris hadir dalam RUPST (100%)
Kehadiran: Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur
Direksi
Gregory Hendra Lembong Wakil Presiden Direktur
Armand Wahyudi Hartono Wakil Presiden Direktur
Tan Ho Hien/Subur atau disebut juga Subur Tan Direktur
Rudy Susanto Direktur
Lianawaty Suwono Direktur (yang juga merupakan Direktur yang
membawahkan fungsi Kepatuhan)
Santoso Direktur
Vera Eve Lim Direktur
Haryanto Tiara Budiman Direktur
Frengky Chandra Kusuma Direktur
John Kosasih Direktur
Antonius Widodo Mulyono Direktur
Seluruh anggota Direksi hadir dalam RUPST (100%)
Kehadiran: Sumantri Slamet Ketua
Komite Audit
Fanny Sagitadewi 1)
Anggota
Rallyati A. Wibowo1) Anggota
Seluruh anggota Komite Audit hadir dalam RUPST (100%)
Kehadiran: Cyrillus Harinowo Ketua
Komite
Pemantau Endang Swasthika Wibowo1) Anggota
Risiko
Reinhard Harianja1) Anggota
Joanes Justira Gunawan1) Anggota
Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko hadir dalam RUPST (100%)
Kehadiran: Raden Pardede Ketua
Komite
Remunerasi Ir. Djohan Emir Setijoso Anggota
dan Nominasi
Rudi Lim1) Anggota
Seluruh anggota Komite Remunerasi dan Nominasi hadir dalam RUPST (100%)
Kehadiran: Cyrillus Harinowo Ketua
Komite
Prabowo 1)
Anggota
Tata Kelola
Terintegrasi Sulistiyowati1) Anggota
Gustiono Kustianto 1)
Anggota
Ratna Yanti1) Anggota
Janto Havianto1) Anggota
Hendra Iskandar Lubis 1)
Anggota
Ina Suwandi1) Anggota
8 Anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi hadir dalam RUPST (80%)
1) Hadir dalam RUPST melalui video konferensi yang memungkinkan yang bersangkutan untuk melihat dan mendengar jalannya RUPST.
244 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 247
2. Tata Cara Penyelenggaraan RUPST d. Penyelenggaraan
Penyelenggaraan RUPST di BCA dilakukan dengan • Pemegang saham atau wakil pemegang
memperhatikan tata cara sebagai berikut: saham yang berhak hadir dalam RUPST adalah
a. Pemberitahuan pemegang saham yang namanya tercatat dalam
BCA menyampaikan pemberitahuan mata acara Daftar Pemegang Saham pada tanggal yang
RUPST kepada OJK paling lambat 5 (lima) hari kerja ditentukan oleh BCA (dalam penyelenggaraan
sebelum pengumuman RUPST. RUPST Tahun Buku 2024, tanggal yang dimaksud
b. Pengumuman adalah tanggal 11 Februari 2025 pukul 16.00 WIB).
• Pengumuman RUPST dilakukan paling lambat 14 • Sesuai dengan Pasal 23 ayat 1 Anggaran Dasar
(empat belas) hari sebelum pemanggilan RUPST. BCA, RUPST adalah sah dan berhak mengambil
• Pengumuman RUPST disampaikan kepada para keputusan yang mengikat jika para pemegang
pemegang saham BCA paling kurang melalui saham BCA atau wakilnya yang sah, yang
situs eASY.KSEI, situs web Bursa Efek Indonesia mewakili lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari
(BEI), dan situs web BCA. jumlah seluruh saham BCA dengan hak suara
• Seorang pemegang saham atau lebih yang yang sah yang dikeluarkan oleh BCA hadir dan/
bersama-sama mewakili paling sedikit 1/20 (satu atau diwakili dalam RUPST, kecuali ditentukan
per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh lain.
saham BCA yang telah dikeluarkan BCA dengan • Setiap saham yang dikeluarkan memiliki 1 (satu)
hak suara yang sah dapat mengusulkan mata hak suara, ketentuan dalam Anggaran Dasar
acara RUPS. Usulan dari para pemegang saham BCA tidak terdapat pembagian lebih dari satu
diterima paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum kelas saham yang dapat memengaruhi hak suara
tanggal pemanggilan dan akan dimasukkan yang berbeda.
ke dalam mata acara RUPS jika memenuhi e. Risalah Rapat
ketentuan Pasal 21 ayat 4 Anggaran Dasar • Ringkasan Risalah RUPST diumumkan kepada
BCA dan Pasal 16 POJK No. 15/POJK.04/2020 publik melalui situs web BCA dalam 1 (satu) hari
tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat kerja setelah RUPST diselenggarakan dan situs
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. web BEI paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah
c. Pemanggilan RUPST diselenggarakan. Selain itu, Ringkasan
• Jangka waktu pemanggilan RUPST adalah 28 (dua Risalah RUPST dapat diumumkan melalui situs
puluh delapan) hari sebelum penyelenggaraan eASY. KSEI.
RUPST. Dalam pemanggilan RUPST tersebut, • Bukti pengumuman Ringkasan Risalah RUPST
BCA juga menyampaikan penjelasan untuk disampaikan kepada OJK paling lambat 2 (dua)
masing-masing mata acara yang memerlukan hari kerja setelah diumumkan.
persetujuan pemegang saham. • Berita Acara RUPST kepada OJK dan BEI
• Pemanggilan RUPST dilakukan paling kurang disampaikan paling lambat dalam jangka
melalui situs eASY.KSEI dimana Pemegang waktu 30 (tiga puluh) hari setelah RUPST
Saham dapat memberikan kuasa secara diselenggarakan. Salinan Berita Acara tersebut
elektronik (e-Proxy), situs web BEI, dan situs dapat diakses dan/atau diunduh oleh masyarakat
web BCA. di situs web BCA bagian Tata Kelola, https://
• Untuk memudahkan pemegang saham, formulir www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/
surat kuasa (proxy) dapat diunduh pada situs web akta-perusahaan.
BCA bagian Tata Kelola atau dapat diperoleh dari
PT Raya Saham Registra, selaku Biro Administrasi
Efek BCA, pada hari dan jam kerja di Gedung
Plaza Sentral Lantai 2 Jalan Jenderal Sudirman
Kavling 47-48, Jakarta, 12930.
Tahapan Penyelenggara RUPST
Keterangan RUPST
Pemberitahuan Diberitahukan kepada OJK melalui surat No. 0073/DIR/2025 tanggal 17 Januari 2025.
Pengumuman • Pengumuman RUPST melalui situs web eASY.KSEI dan situs web BCA tanggal 24 Januari 2025.
• Bukti pengumuman disampaikan melalui e-reporting kepada OJK dan BEI tanggal 24 Januari 2025.
Pemanggilan • Pemanggilan RUPST melalui situs web eASY.KSEI, dan situs web BCA tanggal 12 Februari 2025.
• Bukti pemanggilan disampaikan melalui e-reporting kepada OJK dan BEI tanggal 13 Februari 2025.
• Pada saat pemanggilan RUPST, BCA juga telah menyerahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2024
kepada OJK dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Selain itu, Laporan Tahunan BCA Tahun Buku
2024 juga telah tersedia di situs web BCA yang dapat diakses para pemangku kepentingan
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/hubungan-investor/laporan-presentasi/laporan-tahunan)
Penyelenggaraan Rabu, 12 Maret 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 245
Page 248
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tahapan Penyelenggara RUPST
Keterangan RUPST
Ringkasan Risalah • Diumumkan melalui situs web KSEI dan situs web BCA pada tanggal 14 Maret 2025.
• Bukti pengumuman disampaikan melalui e-reporting kepada OJK dan BEI tanggal 17 Maret 2025
Risalah Rapat (Akta Berita • Diumumkan melalui situs web BCA tanggal 5 April 2024.
Acara Rapat) • Akta Berita Acara Rapat telah disampaikan melalui e-reporting kepada OJK dan BEI tanggal
9 April 2025.
3. Kehadiran Pengurus, Komite, i. Pertanyaan dan/atau pendapat diajukan
dan Pemegang Saham secara tertulis melalui fitur chat pada kolom
Uraian mengenai kehadiran pengurus, komite, dan “Electronic Opinions” yang tersedia di layar
pemegang saham dalam RUPST tercantum dalam halaman E-Meeting Hall di aplikasi eASY.KSEI, selama
243-244 Laporan Tahunan ini. kolom ‘General Meeting Flow Text’ masih
tertulis “Discussion started for agenda item
4. Pimpinan RUPST no. [ ]”.
Sesuai dengan Pasal 22 ayat 1 huruf a Anggaran Dasar Perseroan akan menonaktifkan fitur “raise
BCA, RUPST dipimpin oleh Bapak Tonny Kusnadi selaku hand” dan “allow to talk” dalam webinar Zoom
Komisaris. pada fasilitas AKSes. BCA akan menonaktifkan
fitur “raise hand” dan “allow to talk” dalam
5. Tata Tertib RUPS dan Mekanisme webinar Zoom pada fasilitas AKSes.
Perhitungan Suara ii. Pada saat mengajukan pertanyaan, pemegang
BCA juga memberikan informasi terkait prosedur saham atau kuasanya wajib menuliskan nama
pemungutan suara pada saat RUPST dalam tata tertib pemegang saham, jumlah saham yang dimiliki/
rapat yang selalu dibacakan sebelum memulai pelaksanaan diwakili, dan alamat e-mail pemegang saham
RUPST. c) Hanya pemegang saham atau kuasanya yang sah
yang hadir secara fisik maupun elektronik dalam
Pemegang saham atau kuasa pemegang saham yang Rapat berhak untuk mengajukan pertanyaan dan/
menghadiri RUPST (“Rapat”) dimohon memperhatikan atau pendapat secara tertulis tentang mata acara
tata tertib sebagai berikut: Rapat yang sedang dibicarakan.
1) Tata cara penyampaian hal-hal yang berhubungan d) Pertanyaan dan/atau pendapat yang diajukan harus
dengan mata acara Rapat: berhubungan langsung dengan mata acara Rapat
a) Pemegang saham atau kuasanya yang hadir secara yang sedang dibicarakan
fisik dapat mengajukan pertanyaan dan/atau e) BCA berhak untuk tidak menjawab pertanyaan
pendapat dengan ketentuan sebagai berikut: yang tidak berhubungan langsung dengan mata
i. Diajukan secara tertulis dengan mengisi formulir acara Rapat yang sedang dibicarakan dan yang
yang dibagikan kepada pemegang saham atau tidak mencantumkan nama pemegang saham dan
kuasanya sebelum memasuki ruangan Rapat jumlah saham yang dimiliki/diwakili.
yang diisi dengan nama pemegang saham, f) Untuk memberikan kesempatan yang sama kepada
jumlah saham yang dimiliki/diwakili, alamat semua pemegang saham, maka setiap pemegang
e-mail, serta pertanyaan dan/atau pendapat saham atau kuasanya yang hadir secara fisik
yang diajukan; dan maupun elektronik, dapat menyampaikan maksimal
ii. Diajukan pada saat Pimpinan Rapat 3 (tiga) pertanyaan dan/atau pendapat.
memberikan kesempatan kepada para g) Jika diajukan beberapa pertanyaan mengenai
pemegang saham atau kuasanya sebelum materi yang sama, maka pertanyaan-pertanyaan
diadakannya pemungutan suara mengenai hal tersebut akan dijawab secara sekaligus.
yang bersangkutan, dengan cara mengangkat h) BCA akan sedapat mungkin menjawab pertanyaan
tangan dan menyerahkan formulir tersebut sesuai dengan urutan pertanyaan yang masuk.
kepada petugas Rapat. i) Agar Rapat lebih efektif dan efisien, maka Pimpinan
b) Pemegang saham atau kuasanya yang hadir secara Rapat berhak untuk menentukan akan menanggapi
elektronik dapat mengajukan pertanyaan dan/atau pertanyaan secara langsung (lisan) atau secara
pendapat secara elektronik dengan ketentuan tertulis.
sebagai berikut: j) Agar Rapat lebih efektif dan efisien, maka durasi
tanya jawab di setiap mata acara adalah maksimal
10 (sepuluh) menit.
k) Pertanyaan yang belum ditanggapi secara langsung
(lisan) akan ditanggapi secara tertulis dalam waktu
3 (tiga) hari kerja setelah tanggal Rapat. BCA akan
mengirimkan tanggapan ke alamat e-mail yang
dicantumkan oleh pemegang saham atau kuasanya
246 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 249
di formulir pertanyaan atau di fitur chat pada kolom d) Perhitungan suara akan dilakukan dengan cara
“Electronic Opinions” yang tersedia di layar E-Meeting memindai barcode pada surat suara TIDAK SETUJU
Hall di aplikasi eASY.KSEI. Apabila pemegang saham dan ABSTAIN yang diserahkan kepada petugas Rapat;
atau kuasanya tidak mencantumkan alamat e-mail e) Pemegang saham atau kuasa pemegang
maka jawaban BCA akan dikirimkan melalui surat saham yang telah mendaftarkan diri namun
ke alamat pemegang saham yang tercantum dalam meninggalkan ruang Rapat dan tidak melaporkan
Daftar Pemegang Saham BCA. hal tersebut kepada petugas pendaftaran
2) Tata cara pemungutan dan perhitungan suara: sebelum Rapat selesai, dianggap hadir dan
Penghitungan suara akan dilakukan dengan mengacu menyetujui usul yang diajukan dalam Rapat.
pada Undang-Undang Perseroan Terbatas, POJK yang
terkait dengan pelaksanaan RUPS, dan Anggaran Dasar 4) Pemungutan suara bagi pemegang saham atau
BCA, yaitu sebagai berikut: kuasanya yang hadir secara elektronik melalui
a) Keputusan Rapat diambil berdasarkan musyawarah aplikasi eASY.KSEI dilakukan dengan tata cara
untuk mufakat; sebagai berikut:
b) Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk a) Proses pemungutan suara berlangsung di
mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil aplikasi eASY.KSEI pada menu E-Meeting Hall,
dengan pemungutan suara. Pemegang saham atau sub menu Live Broadcasting;
kuasa pemegang saham mempunyai hak untuk b) Pemegang saham yang hadir atau telah
memberikan suara SETUJU, suara TIDAK SETUJU memberikan kuasa secara elektronik dalam
atau suara ABSTAIN terhadap setiap mata acara BCA; Rapat melalui aplikasi eASY.KSEI, namun belum
c) Keputusan atas usul yang diajukan dalam Rapat menetapkan pilihan suara, maka pemegang
adalah sah jika disetujui oleh lebih dari ½ (satu per saham atau kuasanya tersebut memiliki
dua) bagian dari jumlah suara yang hadir dan/atau kesempatan untuk menyampaikan pilihan
diwakili dalam Rapat; suaranya selama masa pemungutan suara dibuka
d) Sesuai dengan Pasal 47 POJK No. 15/POJK.04/2020 oleh BCA melalui layar E-Meeting Hall di aplikasi
tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat eASY.KSEI;
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, suara c) Selama proses pemungutan suara secara
ABSTAIN dianggap mengeluarkan suara yang sama elektronik berlangsung akan terlihat status
dengan suara mayoritas pemegang saham yang “Voting for agenda item no [ ] has started” pada
mengeluarkan suara. kolom ‘General Meeting Flow Text’;
3) Pemungutan suara bagi pemegang saham atau kuasanya d) Pemungutan suara langsung secara elektronik
yang hadir secara fisik dalam Rapat dilakukan dengan melalui aplikasi eASY.KSEI dialokasikan maksimal
tata cara sebagai berikut: selama 2 (dua) menit;
a) Pimpinan Rapat akan meminta pemegang saham atau e) Pemegang saham yang telah memberikan
kuasanya yang TIDAK SETUJU atau ABSTAIN terhadap suaranya sebelum Rapat dimulai dan pemegang
usul yang diajukan untuk mengangkat tangan dan saham atau kuasanya yang telah melakukan
menyerahkan surat suara kepada petugas Rapat; registrasi melalui aplikasi eASY.KSEI pada
b) Bagi kuasa pemegang saham yang telah menerima tanggal pelaksanaan Rapat akan dianggap sah
kuasa dengan pilihan suara melalui aplikasi eASY.KSEI, menghadiri Rapat walaupun tidak mengikuti
suara yang akan dihitung adalah suara yang diberikan jalannya Rapat sampai akhir karena alasan apa
oleh pemegang saham melalui aplikasi eASY.KSEI, pun;
dengan demikian kuasa pemegang saham terkait f) Apabila pemegang saham atau kuasanya
tidak perlu mengangkat tangan dan menyerahkan tidak memberikan pilihan suara hingga status
surat suara kepada petugas Rapat; pelaksanaan Rapat yang terlihat pada kolom
c) Pemegang saham atau kuasa pemegang saham yang ‘General Meeting Flow Text’ berubah menjadi
tidak mengangkat tangan untuk menyerahkan surat “Voting for agenda item no [ ] has ended”, maka
suara TIDAK SETUJU atau ABSTAIN terhadap usul yang pemegang saham atau kuasanya tersebut akan
diajukan, dianggap menyetujui usul yang diajukan dianggap memberikan suara ABSTAIN untuk
tanpa Pimpinan Rapat perlu meminta kepada para mata acara Rapat yang bersangkutan.
pemegang saham atau kuasa pemegang saham 5) Selanjutnya suara yang diberikan oleh pemegang
tersebut untuk mengangkat tangan masing-masing saham atau kuasanya baik secara fisik maupun
sebagai tanda setuju; elektronik akan dihitung oleh Biro Administrasi Efek
BCA dan kemudian diverifikasi oleh Notaris selaku
pejabat umum yang independen.
6) P i m p i n a n R a p a t a k a n m e m i n t a N o t a r i s
menginformasikan hasil perhitungan suara untuk
setiap mata acara Rapat.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 247
Page 250
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
6. Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 serta Realisasinya
Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 serta realisasinya adalah sebagai berikut:
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 Realisasi
1. Mata Acara Pertama I. Menyetujui Laporan Tahunan, termasuk: Terealisasi
Persetujuan atas a. Laporan Keuangan yang meliputi Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Perseroan
Laporan Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah
termasuk Laporan diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, firma anggota jaringan global
Keuangan Perseroan PwC (selanjutnya disebut “PwC Indonesia”), sesuai dengan laporannya Nomor
dan Laporan Tugas 00015/2.1457/AU.1/07/0222-1/1/I/2025 tanggal 22 Januari 2025 yang telah
Pengawasan Dewan memberikan opini tanpa modifikasian, yang termuat dalam Laporan Tahunan
Komisaris Perseroan 2024; dan
untuk tahun buku yang b. Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, untuk tahun buku yang berakhir
berakhir pada tanggal pada tanggal 31 Desember 2024 yang termuat dalam Laporan Tahunan 2024.
31 Desember 2024 II. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge)
serta memberikan kepada anggota Direksi atas tindakan pengurusan dan kepada anggota Dewan
pelunasan dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan yang dilakukan selama tahun buku
pembebasan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sepanjang tindakan-tindakan
tanggung jawab tersebut tercatat dalam Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan Perseroan
(acquit et de charge) untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 serta dokumen
kepada anggota pendukungnya.
Direksi atas tindakan
pengurusan dan
kepada anggota Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Dewan Komisaris
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
Perseroan atas
tindakan pengawasan 108.564.834.438 192.504.179 588.264.812 5 pemegang saham
yang dilakukan selama (99,286%) (0,176%) (0,538%)
tahun buku yang
berakhir pada tanggal
31 Desember 2024.
2. Mata Acara Kedua I. Menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang Terealisasi
Penetapan berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang sesuai dengan Neraca dan
penggunaan Laba Perhitungan Laba Rugi Perseroan yang telah diaudit oleh PwC Indonesia sebesar
Bersih Perseroan Rp54.836.305.084.208,00 (lima puluh empat triliun delapan ratus tiga puluh enam
untuk tahun buku yang miliar tiga ratus lima juta delapan puluh empat ribu dua ratus delapan rupiah) (“Laba
berakhir pada tanggal Bersih 2024”), sebagai berikut:
31 Desember 2024. 1. Sebesar Rp548.363.050.842,00 (lima ratus empat puluh delapan miliar tiga
ratus enam puluh tiga juta lima puluh ribu delapan ratus empat puluh dua rupiah)
disisihkan untuk dana cadangan.
2. Sebesar Rp36.982.515.000.000,00 (tiga puluh enam triliun sembilan ratus
delapan puluh dua miliar lima ratus lima belas juta rupiah) atau sebesar
Rp300,00 (tiga ratus rupiah) per saham dibagikan sebagai dividen tunai
untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 kepada
para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai,
dimana jumlah dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar
Rp6.163.752.500.000,00 (enam triliun seratus enam puluh tiga miliar tujuh
ratus lima puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) atau sebesar Rp50,00 (lima
puluh rupiah) per saham yang telah dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal
11 Desember 2024 sehingga sisanya sebesar Rp30.818.762.500.000,00 (tiga
puluh triliun delapan ratus delapan belas miliar tujuh ratus enam puluh dua juta
lima ratus ribu rupiah) atau sebesar Rp250,00 (dua ratus lima puluh rupiah) per
saham.
Atas pembayaran dividen tersebut berlaku syarat dan ketentuan sebagai
berikut:
(i) sisa dividen untuk tahun buku 2024 akan dibayarkan untuk setiap saham
yang dikeluarkan oleh Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang
Saham Perseroan pada tanggal pencatatan (recording date) yang akan
ditetapkan oleh Direksi;
(ii) atas pembayaran sisa dividen tahun buku 2024, Perseroan akan melakukan
pemotongan pajak dividen sesuai dengan peraturan perpajakan yang
berlaku;
(iii) Direksi diberi kuasa dan wewenang untuk menetapkan hal-hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembayaran sisa dividen tahun buku 2024,
antara lain (akan tetapi tidak terbatas):
(aa) menentukan tanggal pencatatan (recording date) yang dimaksud dalam
butir (i) untuk menentukan para pemegang saham Perseroan yang
berhak menerima pembayaran sisa dividen tahun buku 2024; dan
(bb) menentukan tanggal pelaksanaan pembayaran sisa dividen tahun buku
2024 dan hal-hal teknis lainnya dengan tidak mengurangi peraturan PT
Bursa Efek Indonesia dimana saham Perseroan tercatat;
3. Sisa dari Laba Bersih 2024 yang tidak ditentukan penggunaannya ditetapkan
sebagai laba ditahan.
248 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 251
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 Realisasi
II. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir I angka 2 keputusan ini
berlaku sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
105.635.710.674 3.217.896.855 491.995.900 Tidak ada
(96,607%) (2,943%) (0,450%) pemegang saham
yang mengajukan
pertanyaan
3. Mata Acara Ketiga I. Menerima pengunduran diri Tuan Insinyur DJOHAN EMIR SETIJOSO selaku Presiden Terealisasi
Perubahan susunan Komisaris Perseroan yang berlaku efektif terhitung sejak tanggal 1 Juni 2025;
anggota Dewan II. Menyampaikan terima kasih serta menyatakan penghargaan yang setinggi-
Komisaris dan Direksi tingginya kepada Tuan Insinyur DJOHAN EMIR SETIJOSO atas jasa-jasa dan
Perseroan. kontribusi yang telah diberikan selama menjabat selaku anggota Dewan Komisaris
Perseroan;
III. Memberhentikan dengan hormat Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden
Direktur Perseroan yang berlaku efektif jika dan sejak Presiden Direktur
penggantinya telah efektif menjabat;
IV. Menyampaikan terima kasih serta menyatakan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada Tuan JAHJA SETIAATMADJA atas jasa-jasa dan kontribusi yang
telah diberikan selama menjabat selaku anggota Direksi Perseroan;
V. Mengangkat Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris Perseroan
yang berlaku efektif pada tanggal yang ditentukan oleh Perseroan dengan
memperhatikan ketentuan dan/atau persyaratan yang ditentukan oleh Otoritas
Jasa Keuangan dan dengan ketentuan:
1. Pengunduran diri Tuan Insinyur DJOHAN EMIR SETIJOSO selaku Presiden
Komisaris Perseroan telah berlaku efektif; dan
2. Perseroan telah menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas
pengangkatan Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris
Perseroan; dan
3. Presiden Direktur Perseroan penggantinya telah memenuhi ketentuan untuk
dapat efektif menjabat;
dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh
enam), dengan ketentuan apabila:
a. pengangkatan Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris
Perseroan tidak disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan; atau
b. pengangkatan Presiden Direktur Perseroan penggantinya tidak efektif karena
alasan apapun juga;
maka pengangkatan Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris
Perseroan menjadi batal tanpa perlu pembatalan lagi oleh Rapat Umum Pemegang
Saham Perseroan dan Tuan JAHJA SETIAATMADJA akan tetap menjabat selaku
Presiden Direktur Perseroan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu
dua puluh enam).
VI. Mengangkat Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG selaku Presiden Direktur
Perseroan yang berlaku efektif pada tanggal yang ditentukan oleh Perseroan
dengan ketentuan:
1. Perseroan telah menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas
pengangkatan Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG selaku Presiden Direktur
Perseroan; dan
2. Perseroan telah menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas
pengangkatan Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris
Perseroan; dan
3. Perseroan telah menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas
pengangkatan Wakil Presiden Direktur Perseroan penggantinya;
dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh
enam).
Apabila:
a. pengangkatan Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG selaku Presiden Direktur
Perseroan tidak disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan; atau
b. pengangkatan Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris
Perseroan tidak disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan; atau
c. pengangkatan Wakil Presiden Direktur Perseroan penggantinya tidak efektif
karena alasan apapun juga;
maka pengangkatan Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG selaku Presiden Direktur Perseroan
menjadi batal tanpa perlu pembatalan lagi oleh Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan
dan Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG akan tetap menjabat selaku Wakil Presiden Direktur
Perseroan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan
yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh enam).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 249
Page 252
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 Realisasi
VII. Mengangkat Tuan JOHN KOSASIH selaku Wakil Presiden Direktur Perseroan yang
berlaku efektif pada tanggal yang ditentukan oleh Perseroan dengan ketentuan:
1. Perseroan telah menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas pengangkatan
Tuan JOHN KOSASIH selaku Wakil Presiden Direktur Perseroan; dan
2. Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG telah memenuhi ketentuan untuk dapat efektif
menjabat selaku Presiden Direktur Perseroan;
dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh
enam).
Apabila:
a. pengangkatan Tuan JOHN KOSASIH selaku Wakil Presiden Direktur Perseroan tidak
disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan; atau
b. pengangkatan Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG selaku Presiden Direktur
Perseroan tidak efektif karena alasan apapun juga;
maka pengangkatan Tuan JOHN KOSASIH selaku Wakil Presiden Direktur Perseroan
menjadi batal tanpa perlu pembatalan lagi oleh Rapat Umum Pemegang Saham
Perseroan dan Tuan JOHN KOSASIH akan tetap menjabat selaku Direktur Perseroan
sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang
akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh enam).
VIII. Mengangkat Tuan HENDRA TANUMIHARDJA selaku Direktur Perseroan yang berlaku
efektif pada tanggal yang ditentukan oleh Perseroan dengan ketentuan:
1. Perseroan telah menerima persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas pengangkatan
Tuan HENDRA TANUMIHARDJA selaku Direktur Perseroan; dan
2. Tuan JOHN KOSASIH telah memenuhi ketentuan untuk dapat efektif menjabat
selaku Wakil Presiden Direktur Perseroan;
dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh
enam).
Apabila:
a. pengangkatan Tuan HENDRA TANUMIHARDJA selaku Direktur Perseroan tidak
disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan; atau
b. pengangkatan Tuan JOHN KOSASIH selaku Wakil Presiden Direktur Perseroan tidak
efektif karena alasan apapun juga;
maka pengangkatan Tuan HENDRA TANUMIHARDJA selaku Direktur Perseroan menjadi
batal tanpa perlu pembatalan lagi oleh Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.
IX. Memberikan kuasa kepada Perseroan untuk menentukan tanggal efektif pengangkatan
Tuan JAHJA SETIAATMADJA selaku Presiden Komisaris Perseroan, Tuan GREGORY
HENDRA LEMBONG selaku Presiden Direktur Perseroan, Tuan JOHN KOSASIH selaku
Wakil Presiden Direktur Perseroan, dan Tuan HENDRA TANUMIHARDJA selaku Direktur
Perseroan dengan memperhatikan ketentuan pengangkatannya masing-masing
sebagaimana dimaksud dalam butir V, VI, VII, dan VIII keputusan ini.
X. Menegaskan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan setelah
pengunduran diri Tuan Insinyur DJOHAN EMIR SETIJOSO selaku Presiden Komisaris
Perseroan berlaku efektif, dan seluruh pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi yang diusulkan telah efektif menjabat adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Tuan JAHJA SETIAATMADJA;
Komisaris : Tuan TONNY KUSNADI;
Komisaris Independen : Tuan CYRILLUS HARINOWO;
Komisaris Independen : Tuan Doktor Insinyur RADEN PARDEDE;
Komisaris Independen : Tuan SUMANTRI SLAMET;
Direksi
Presiden Direktur : Tuan GREGORY HENDRA LEMBONG;
Wakil Presiden Direktur : Tuan ARMAND WAHYUDI HARTONO;
Wakil Presiden Direktur : Tuan JOHN KOSASIH;
Direktur : Tuan TAN HO HIEN/SUBUR atau dipanggil
SUBUR TAN;
Direktur : Tuan RUDY SUSANTO;
Direktur : Nyonya LIANAWATY SUWONO;
Direktur (yang juga merupakan Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan)
250 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 253
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 Realisasi
Direktur : Tuan SANTOSO;
Direktur : Nona VERA EVE LIM;
Direktur : Tuan HARYANTO TIARA BUDIMAN;
Direktur : Tuan FRENGKY CHANDRA KUSUMA;
Direktur : Tuan ANTONIUS WIDODO MULYONO;
Direktur : Tuan HENDRA TANUMIHARDJA
dengan masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2026 (dua ribu dua puluh
enam), tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk
memberhentikan sewaktu-waktu anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
tersebut.
XI. Memberi wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan
pembagian tugas dan wewenang di antara anggota Direksi Perseroan sesuai
ketentuan dalam Pasal 12 ayat 9 Anggaran Dasar Perseroan.
XII. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi,
untuk menuangkan keputusan tentang susunan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi tersebut di atas dalam akta-akta yang dibuat di hadapan Notaris dan
selanjutnya menyampaikan pemberitahuan pada pihak yang berwenang, serta
melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan
keputusan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
XIII. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir IX, XI, dan XII keputusan
ini berlaku efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini disetujui
oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
99.418.312.941 9.453.975.188 473.315.300 Tidak ada
(90,921%) (8,646%) (0,433%) pemegang saham
yang mengajukan
pertanyaan
4. Mata Acara Keempat I. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk Terealisasi
Penetapan gaji atau menentukan jenis dan/atau besarnya gaji, tunjangan dan/atau fasilitas untuk
honorarium dan para anggota Direksi yang menjabat dalam dan selama tahun buku 2025, dengan
tunjangan untuk tahun memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi;
buku 2025 serta II. Memberikan kuasa dan wewenang kepada PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN
tantiem untuk tahun selaku pemegang saham mayoritas dalam Perseroan pada saat ini, untuk
buku 2024 kepada menentukan jenis dan/atau besarnya honorarium, tunjangan, fasilitas, dan/atau
anggota Direksi dan kompensasi lainnya untuk para anggota Dewan Komisaris yang menjabat dalam
Dewan Komisaris dan selama tahun buku 2025, dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan
Perseroan. Komisaris, yang mana Dewan Komisaris akan memperhatikan rekomendasi dari
Komite Remunerasi dan Nominasi;
III. Memberikan kuasa dan wewenang kepada PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN
selaku pemegang saham mayoritas dalam Perseroan pada saat ini untuk
menetapkan besarnya tantiem serta pembagiannya kepada masing-masing
anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang menjabat dalam dan selama
tahun buku 2024, termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan pembayaran
tantiem tersebut dengan mempertimbangkan kinerja anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan yang menjabat dalam dan selama tahun buku 2024 dengan
total nilai tantiem berdasarkan usulan dari Dewan Komisaris yang mana usulan
tersebut dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan
Nominasi;
IV. Besarnya gaji atau honorarium, tunjangan, dan/atau fasilitas yang akan diberikan
oleh Perseroan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang
menjabat dalam dan selama tahun buku 2025, serta besarnya tantiem yang akan
dibayar oleh Perseroan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan
yang menjabat dalam dan selama tahun buku 2024, akan dimuat dalam Laporan
Tahunan untuk tahun buku 2025;
V. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir I, II dan III keputusan ini
berlaku efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini disetujui oleh
Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
98.091.599.868 10.729.701.957 524.301.604 1 pemegang saham
(89,708%) (9,813%) (0,479%)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 251
Page 254
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2024 Realisasi
5. Mata Acara Kelima I. Menunjuk PwC Indonesia sebagai Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Terealisasi
Penunjukan Kantor Keuangan untuk mengaudit atau memeriksa buku dan catatan Perseroan untuk
Akuntan Publik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025;
Terdaftar (termasuk II. Menunjuk Bapak Eddy Rintis yang merupakan Akuntan Publik yang tergabung dalam
Akuntan Publik PwC Indonesia dan merupakan Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
Terdaftar yang untuk mengaudit atau memeriksa buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku
tergabung dalam yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025;
Kantor Akuntan Publik III. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk:
Terdaftar) untuk 1. Menunjuk Kantor Akuntan Publik pengganti, dalam hal PwC Indonesia karena
mengaudit/memeriksa sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit atau pemeriksaan buku dan
buku-buku Perseroan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
untuk tahun buku yang 2025;
berakhir pada tanggal 2. Menunjuk Akuntan Publik pengganti yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
31 Desember 2025. dalam hal Bapak Eddy Rintis karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan
audit atau pemeriksaan buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025; dan
3. Melakukan hal-hal lain yang diperlukan sehubungan dengan penunjukan dan/
atau penggantian Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik Terdaftar
di Otoritas Jasa Keuangan, termasuk tetapi tidak terbatas pada menetapkan
besarnya honorarium dan syarat lainnya sehubungan dengan penunjukan
tersebut;
dengan memperhatikan rekomendasi Komite Audit dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
IV. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir III keputusan ini berlaku
efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
108.868.237.629 4.074.700 473.291.100 Tidak ada
(99,563%) (0,004%) (0,433%) pemegang saham
yang mengajukan
pertanyaan
6. Mata Acara Keenam I. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Terealisasi
Pemberian kuasa Dewan Komisaris, jika keadaan keuangan Perseroan memungkinkan dan dengan
dan wewenang mempertimbangkan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang
kepada Direksi untuk berlaku, untuk menetapkan dan membayar dividen sementara/interim untuk
membayar dividen tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, dengan ketentuan,
interim/sementara untuk memenuhi Pasal 72 UUPT, apabila dividen sementara/interim tersebut akan
untuk tahun buku yang dibagikan, maka pembagian tersebut harus dilakukan kepada para pemegang
berakhir pada tanggal saham sebelum berakhirnya tahun buku 2025, termasuk menentukan bentuk,
31 Desember 2025. besarnya dan cara pembayaran dividen sementara/interim tersebut;
II. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir I keputusan ini berlaku
efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
105.635.724.374 3.217.896.955 491.982.100 Tidak ada
(96,607%) (2,943%) (0,450%) pemegang saham
yang mengajukan
pertanyaan
7. Mata Acara Ketujuh Menyetujui perubahan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Perseroan, Terealisasi
Persetujuan atas sebagaimana termuat dalam Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) PT Bank Central
perubahan Recovery Asia Tbk Tahun 2025 yang telah dicatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa
Plan Perseroan. Keuangan berdasarkan surat dari Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-15/PB.3/2024
tanggal 24 Desember 2024 perihal Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan PT Bank Central
Asia Tbk Tahun 2025.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
105.556.705.856 3.286.486.717 502.410.856 Tidak ada
(96,535%) (3,006%) (0,459%) pemegang saham
yang mengajukan
pertanyaan
Pihak Independen yang Melakukan Penghitungan dan/atau Validasi Suara dalam RUPST Tahun Buku 2024
Pihak yang melakukan penghitungan suara dan/atau melakukan validasi suara dalam RUPST Tahun Buku 2024
adalah PT Raya Saham Registra selaku Biro Administrasi Efek dan BCA telah menunjuk pihak independen
yaitu Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., selaku Notaris Publik untuk melakukan verifikasi penghitungan
suara tersebut.
252 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 255
7. Keputusan RUPST Tahun Buku 2023 serta Realisasinya
Keputusan RUPST Tahun Buku 2023 serta realisasinya adalah sebagai berikut:
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2023 Realisasi
1. Mata Acara Pertama I. Menyetujui Laporan Tahunan, termasuk: Terealisasi
Persetujuan atas 1. Laporan Keuangan yang meliputi Neraca dan Perhitungan Laba
Laporan Tahunan Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
termasuk Laporan Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto
Keuangan Perseroan & Rekan (sebelumnya bernama KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis
dan Laporan Tugas & Rekan), firma anggota jaringan global PwC (selanjutnya disebut
Pengawasan Dewan “PwC Indonesia”), sesuai dengan laporannya Nomor 00017/2.1025/
Komisaris Perseroan AU.1/07/0229-1/1/I/2024 tanggal 24 Januari 2024 yang telah
untuk tahun buku yang memberikan opini tanpa modifikasian, yang termuat dalam Laporan
berakhir pada tanggal Tahunan 2023; dan
31 Desember 2023 2. Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, untuk tahun buku
serta memberikan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang termuat dalam
pelunasan dan Laporan Tahunan 2023.
pembebasan tanggung
jawab (acquit et II. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de
de charge) kepada charge) kepada anggota Direksi atas tindakan pengurusan dan kepada
anggota Direksi atas anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan yang dilakukan
tindakan pengurusan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023,
dan kepada anggota sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercatat dalam Laporan Tahunan
Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada
Perseroan atas tindakan tanggal 31 Desember 2023 serta dokumen pendukungnya.
pengawasan yang
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
dilakukan selama tahun
buku yang berakhir Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
pada tanggal 31
Desember 2023. 108.702.268.987 256.511.645 435.776.168 5 Pemegang
(99,367%) (0,235%) (0,398%) Saham
2. Mata Acara Kedua I. Sesuai dengan Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Perseroan untuk tahun Terealisasi
Penetapan penggunaan buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang telah diaudit
Laba Bersih Perseroan oleh PwC Indonesia, laba bersih Perseroan dalam tahun buku yang berakhir
untuk tahun buku yang pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp48.639.121.868.737,00
berakhir pada tanggal (empat puluh delapan triliun enam ratus tiga puluh sembilan miliar seratus
31 Desember 2023. dua puluh satu juta delapan ratus enam puluh delapan ribu tujuh ratus tiga
puluh tujuh rupiah) (“Laba Bersih 2023”).
II. Menetapkan penggunaan Laba Bersih 2023 sebagai berikut:
1. Sebesar Rp486.391.218.687,00 (empat ratus delapan puluh enam miliar
tiga ratus sembilan puluh satu juta dua ratus delapan belas ribu enam
ratus delapan puluh tujuh rupiah) disisihkan untuk dana cadangan.
2. Sebesar Rp33.284.263.500.000,00 (tiga puluh tiga triliun dua ratus
delapan puluh empat miliar dua ratus enam puluh tiga juta lima ratus
ribu rupiah) atau sebesar Rp270,00 (dua ratus tujuh puluh rupiah)
per saham dibagikan sebagai dividen tunai untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 kepada para pemegang
saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai, dimana
jumlah dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar
Rp5.239.189.625.000,00 (lima triliun dua ratus tiga puluh sembilan
miliar seratus delapan puluh sembilan juta enam ratus dua puluh lima
ribu rupiah) atau sebesar Rp42,50 (empat puluh dua rupiah lima puluh
sen) per saham yang telah dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal 20
Desember 2023 sehingga sisanya sebesar Rp28.045.073.875.000,00
(dua puluh delapan triliun empat puluh lima miliar tujuh puluh tiga juta
delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) atau sebesar Rp227,50 (dua
ratus dua puluh tujuh rupiah lima puluh sen) per saham.
Atas pembayaran dividen tersebut berlaku syarat dan ketentuan sebagai
berikut:
(i) sisa dividen untuk tahun buku 2023 akan dibayarkan untuk setiap
saham yang dikeluarkan oleh Perseroan yang tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan pada tanggal pencatatan (recording
date) yang akan ditetapkan oleh Direksi;
(ii) atas pembayaran sisa dividen tahun buku 2023, Direksi akan melakukan
pemotongan pajak dividen sesuai dengan peraturan perpajakan yang
berlaku;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 253
Page 256
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2023 Realisasi
(iii) Direksi diberi kuasa dan wewenang untuk menetapkan hal- hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembayaran sisa dividen tahun buku
2023, antara lain (akan tetapi tidak terbatas):
(aa) menentukan tanggal pencatatan (recording date) yang dimaksud
dalam butir (i) untuk menentukan para pemegang saham
Perseroan yang berhak menerima pembayaran sisa dividen tahun
buku 2023; dan
(bb) menentukan tanggal pelaksanaan pembayaran sisa dividen
tahun buku 2023, dan hal-hal teknis lainnya dengan tidak
mengurangi peraturan Bursa Efek dimana saham Perseroan
tercatat;
3. Sisa dari Laba Bersih 2023 yang tidak ditentukan penggunaannya
ditetapkan sebagai laba ditahan.
III. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir II angka 2
keputusan ini berlaku sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini
disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
106.980.104.967 2.143.757.446 270.694.387 Tidak ada
(97,793%) (1,960%) (0,247%) pemegang
saham yang
mengajukan
pertanyaan
3. Mata Acara Ketiga I. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan Terealisasi
Penetapan gaji atau untuk menentukan jenis dan/atau besarnya gaji, tunjangan dan/atau
honorarium dan fasilitas untuk para anggota Direksi yang menjabat dalam dan selama
tunjangan untuk tahun tahun buku 2024, dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite
buku 2024 serta Remunerasi dan Nominasi;
tantiem untuk tahun II. Memberikan kuasa dan wewenang kepada PT DWIMURIA INVESTAMA
buku 2023 kepada ANDALAN selaku pemegang saham mayoritas dalam Perseroan pada
anggota Direksi dan saat ini, untuk menentukan jenis dan/atau besarnya honorarium,
Dewan Komisaris tunjangan dan/atau fasilitas untuk para anggota Dewan Komisaris yang
Perseroan. menjabat dalam dan selama tahun buku 2024, dengan memperhatikan
rekomendasi dari Dewan Komisaris, yang mana Dewan Komisaris akan
memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi;
III. Dengan mempertimbangkan kinerja anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan yang menjabat dalam dan selama tahun buku
2023, dan setelah menerima usulan dari Dewan Komisaris yang mana
usulan tersebut telah memperhatikan usulan dari Direksi Perseroan
dan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi, menetapkan
maksimal sebesar Rp765.000.000.000,00 (tujuh ratus enam puluh lima
miliar rupiah) untuk dibayarkan sebagai tantiem kepada anggota Direksi
dan Dewan Komisaris Perseroan yang menjabat dalam dan selama tahun
buku 2023.
Sehubungan dengan pemberian tantiem tersebut, memberikan kuasa
dan wewenang kepada PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN selaku
pemegang saham mayoritas dalam Perseroan pada saat ini, untuk
menetapkan besarnya tantiem serta pembagiannya kepada masing-
masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang menjabat
dalam dan selama tahun buku 2023, termasuk segala sesuatu yang
berhubungan dengan pembayaran tantiem tersebut.
IV. Besarnya gaji atau honorarium, tunjangan, dan/atau fasilitas yang akan
diberikan oleh Perseroan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan yang menjabat dalam dan selama tahun buku 2024, serta
besarnya tantiem yang akan dibayar oleh Perseroan kepada anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang menjabat dalam dan
selama tahun buku 2023, akan dimuat dalam Laporan Tahunan untuk
tahun buku 2024.
V. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir I, II dan III
keputusan ini berlaku efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam
mata acara ini disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
99.658.226.256 9.463.827.405 272.503.139 1 pemegang
(91,100%) (8,651%) (0,249%) saham
254 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 257
No. Agenda Keputusan RUPST Tahun Buku 2023 Realisasi
4. Mata Acara Keempat I. Menunjuk PwC Indonesia, sebagai Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Terealisasi
Penunjukan Kantor Otoritas Jasa Keuangan untuk mengaudit/memeriksa buku dan catatan
Akuntan Publik Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Terdaftar (termasuk 2024;
Akuntan Publik II. Menunjuk Ibu Lucy Luciana Suhenda yang merupakan Akuntan Publik
Terdaftar yang yang tergabung dalam PwC Indonesia dan merupakan Akuntan Publik
tergabung dalam Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk mengaudit/memeriksa buku
Kantor Akuntan Publik dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
Terdaftar) untuk Desember 2024;
mengaudit/memeriksa III. Menyatakan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk:
buku-buku Perseroan a. Menunjuk Kantor Akuntan Publik pengganti, dalam hal PwC Indonesia
untuk tahun buku yang karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit/pemeriksaan
berakhir pada tanggal buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada
31 Desember 2024. tanggal 31 Desember 2024;
b. Menunjuk Akuntan Publik pengganti dari antara Akuntan Publik
yang tergabung dalam PwC Indonesia, dalam hal Ibu Lucy Luciana
Suhenda karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit/
pemeriksaan buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024; dan
c. Melakukan hal-hal lain yang diperlukan sehubungan dengan
penunjukan dan/atau penggantian Kantor Akuntan Publik dan/atau
Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, termasuk tetapi
tidak terbatas pada menetapkan besarnya honorarium dan syarat
lainnya sehubungan dengan penunjukan Kantor Akuntan Publik dan
Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan tersebut;
dengan memperhatikan rekomendasi Komite Audit dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
IV. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir III keputusan
ini berlaku efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini
disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
109.055.546.936 86.798.877 252.210.987 Tidak ada
(99,690%) (0,079%) (0,231%) pemegang
saham yang
mengajukan
pertanyaan
5. Mata Acara Kelima I. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan Terealisasi
Pemberian kuasa persetujuan Dewan Komisaris, jika keadaan keuangan Perseroan
dan wewenang memungkinkan dan dengan mempertimbangkan ketentuan hukum
kepada Direksi untuk dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk menetapkan
membayar dividen dan membayar dividen sementara/interim untuk tahun buku yang
interim/sementara berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, dengan ketentuan, untuk
untuk tahun buku yang memenuhi Pasal 72 UUPT, apabila dividen sementara/interim tersebut
berakhir pada tanggal akan dibagikan, maka pembagian tersebut harus dilakukan kepada para
31 Desember 2024. pemegang saham sebelum berakhirnya tahun buku 2024, termasuk
menentukan bentuk, besarnya dan cara pembayaran dividen sementara/
interim tersebut.
II. Menyatakan pemberian kuasa dan wewenang dalam butir I keputusan ini
berlaku efektif terhitung sejak usul yang diajukan dalam mata acara ini
disetujui oleh Rapat.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
106.980.105.067 2.143.757.446 270.694.287 Tidak ada
(97,793%) (1,960%) (0,247%) pemegang
saham yang
mengajukan
pertanyaan
6. Mata Acara Keenam Menyetujui perubahan Rencana Aksi (Recovery Plan) Perseroan, Terealisasi
Persetujuan atas sebagaimana termuat dalam Rencana Aksi (Recovery Plan) PT Bank Central
perubahan Recovery Asia Tbk Tahun 2024 yang telah dicatat dalam administrasi pengawasan
Plan Perseroan. Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan surat dari Otoritas Jasa Keuangan
Nomor S-6/PB.3/2023 tanggal 21 Desember 2023 perihal Pengkinian
Rencana Aksi (Recovery Plan) PT Bank Central Asia Tbk Tahun 2024.
Hasil Perhitungan Jumlah Suara:
Setuju Tidak Setuju Abstain Pertanyaan
106.925.118.367 2.217.111.146 252.327.287 2 pemegang
(97,743%) (2,027%) (0,230%) saham
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 255
Page 258
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pihak Independen yang Melakukan Penghitungan dan/ Kebijakan terkait aspek pemegang saham yang diatur
atau Validasi Suara dalam RUPST Tahun Buku 2023 dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan memuat:
Pihak yang melakukan penghitungan suara dan/atau • Hak dan kewajiban BCA
melakukan validasi suara dalam RUPST Tahun Buku 2023 • Hak dan kewajiban Pemegang Saham BCA
adalah PT Raya Saham Registra selaku Biro Administrasi
Efek dan BCA telah menunjuk pihak independen yaitu Hak dan Kewajiban BCA
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., selaku Notaris BCA memiliki hak-hak, antara lain:
Publik untuk melakukan verifikasi penghitungan suara 1. Kepatuhan pemegang saham terhadap anggaran dasar
tersebut. BCA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Melaksanakan keputusan RUPS yang telah sah disetujui
8. Realisasi Pembayaran Dividen dan mengikat seluruh pemegang saham.
• Informasi terkait tata cara pengusulan dan 3. Melindungi kepentingan dan aset BCA dari tindakan
pembagian atau pembayaran dividen, pemegang pemegang saham yang dapat merugikan BCA.
saham yang berhak menerima dividen, serta 4. Menjaga kerahasiaan informasi strategis BCA dari
ketentuan perpajakan terkait diatur dalam Kebijakan pihak manapun, kecuali untuk informasi yang wajib
Pembagian Dividen BCA. Pokok kebijakan tersebut diungkapkan sesuai hukum.
dapat diunduh pada situs web BCA (https://www. 5. Melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan visi
bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/ misi dan anggaran dasar BCA.
kebijakan-gcg) dibagian Tata Kelola Perusahaan -
ACGS, Kebijakan & Laporan GCG - Kebijakan GCG BCA memiliki kewajiban, antara lain:
- Kebijakan Dividen. 1. Melindungi hak pemegang saham sesuai dengan
• Pembayaran dividen (interim maupun final/ anggaran dasar BCA dan peraturan perundang-
tahunan) dilakukan oleh BCA secara tepat waktu undangan yang berlaku.
dan berdasarkan asas keadilan. Seluruh pemegang 2. Memastikan perlakuan yang adil terhadap seluruh
saham diperlakukan sama dan dividen dibayarkan pemegang saham, antara lain, melalui tindakan yang
dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) independen serta tidak memihak pada pemegang
hari setelah pengumuman dividen interim dan/atau saham tertentu.
setelah diumumkannya ringkasan risalah RUPS yang 3. Menyediakan informasi mengenai perusahaan secara
memutuskan pembagian dividen final. tepat waktu, dan akurat bagi pemegang saham, kecuali
• Pembayaran dividen final tahun buku 2024 hal-hal yang bersifat rahasia.
dibayarkan pada tanggal 11 April 2025 dan 4. Memfasilitasi partisipasi pemegang saham dan
pembayaran dividen interim tahun buku 2025 Pemangku Kepentingan serta mengelola komunikasi
dilakukan pada tanggal 22 Desember 2025. dalam pelaksanaannya. Rincian terkait komunikasi
• BCA telah mempublikasikan pengumuman dan tata kepada pemangku kepentingan dapat dilihat pada
cara pembayaran dividen final tahun buku 2024 Bab Pengungkapan dan Informasi kepada Pemangku
pada tanggal 14 Maret 2025. Pengumuman dan tata Kepentingan pada Pedoman Tata Kelola Perusahaan ini.
cara pembayaran dividen interim tahun buku 2025 5. Membuat dan mengadministrasikan daftar pemegang
telah dipublikasikan pada tanggal 24 November saham secara rapi, teratur, dan sistematis tertib sesuai
2025 di BEI dan situs web BCA. dengan peraturan perundang-undangan.
• Historis besaran pembagian dividen dapat dilihat
pada halaman 17 Laporan Tahunan ini. Pengaturan tentang pemegang saham maupun dokumen
terkait daftar pemegang saham lebih lanjut diatur dalam
9. Pernyataan Terkait Keputusan anggaran dasar BCA.
RUPS yang Belum Terealisasi
BCA telah melaksanakan seluruh rekomendasi dari Hak dan Kewajiban Pemegang Saham BCA
Keputusan RUPS Tahunan tanggal 14 Maret 2024 dan Pemegang saham BCA memiliki hak-hak, antara lain:
Keputusan RUPS Tahunan tanggal 12 Maret 2025, 1. Terkait RUPS:
sehingga dalam Laporan Tahunan ini tidak ada informasi • Memperoleh publikasi materi RUPS sesuai dengan
mengenai alasan dalam hal terdapat keputusan yang ketentuan yang berlaku.
belum direalisasikan. • Memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang
akurat mengenai penyelenggaraan RUPS.
ASPEK PEMEGANG SAHAM • Menghadiri RUPS.
• Memberikan suara dalam RUPS.
Sehubungan dengan penerapan pasal 107 POJK 17 • Memperoleh kesempatan untuk mengajukan
Tahun 2023 dan SE OJK No. 14/SEOJK.03/2025 tentang pertanyaan atau pendapat di tiap pembahasan
Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Pemegang mata acara RUPS.
saham BCA juga memiliki peran untuk mendukung 2. Mendapatkan perlakuan yang sama dari BCA.
pelaksanaan kegiatan usaha BCA yang sehat dan menjaga 3. Memperoleh pembayaran dividen sesuai dengan tata
keberlangsungan usaha BCA. BCA memperhatikan cara dan ketentuan yang berlaku.
kepentingan dan hak pemegang saham termasuk
pelindungan terhadap pemegang saham minoritas.
256 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 259
n. Etika dan Waktu Kerja Dewan Komisaris
4. Melaksanakan hak dan kewenangan lainnya berdasarkan o. Rapat Dewan Komisaris
anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan p. Pelaporan dan Pertanggungjawaban
yang berlaku, termasuk hak untuk berpartisipasi dalam q. Remunerasi
otorisasi penambahan modal, perubahan anggaran r. Pemberian Pinjaman kepada Dewan Komisaris
dasar BCA, dan peralihan seluruh atau sebagian aset s. Penilaian Sendiri ( Self-Assessment ) Dewan
yang menyebabkan penjualan kepemilikan BCA. Komisaris.
Pemegang saham BCA memiliki kewajiban, antara lain: 2. Tugas dan Tanggung Jawab
1. Mematuhi Anggaran Dasar BCA, peraturan perundang- Dewan Komisaris
undangan yang berlaku, dan keputusan RUPS. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BCA
2. Melaksanakan haknya dengan itikad baik dan tidak mencakup hal-hal berikut:
merugikan kepentingan BCA atau pemegang saham a. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan
lainnya. pengurusan BCA dan jalannya pengurusan pada
umumnya, untuk kepentingan BCA sesuai dengan
Pemegang saham turut serta mendukung terlaksananya maksud dan tujuan dalam Anggaran Dasar BCA
kegiatan usaha BCA yang sehat dan menjaga antara lain:
kesinambungan kegiatan usaha BCA. • Dewan Komisaris memberikan pandangan,
masukan, dan persetujuan atas rencana kerja
DEWAN KOMISARIS dan anggaran tahunan yang telah disusun dan
disampaikan Direksi sesuai ketentuan yang
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang berlaku.
Perseroan Terbatas, Dewan Komisaris merupakan organ • Dewan Komisaris melakukan pengawasan dan
Perseroan yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan masukan serta turut bertanggung
melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus jawab atas Laporan Tahunan dan Laporan
sesuai dengan Anggaran Dasar, memberi nasihat kepada Keberlanjutan yang disusun oleh Direksi.
Direksi, serta memastikan pelaksanaan prinsip-prinsip • Dewan Komisaris memberikan masukan dan
tata kelola terselenggara dalam setiap kegiatan usaha di pertimbangan atas usulan Direksi perihal
seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. pembagian dividen sebelum dimintakan
persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang
1. Piagam Dewan Komisaris Saham.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, • Dewan Komisaris mengadakan rapat untuk
Dewan Komisaris BCA berpedoman pada Piagam memberikan persetujuan atas dividen Interim
Dewan Komisaris sehingga setiap anggota Dewan yang telah diputuskan oleh Direksi sesuai
Komisaris dapat melaksanakan fungsi pengawasan ketentuan pada Anggaran Dasar yang berlaku.
yang efektif, efisien, akuntabel, transparan, dan • Dewan Komisaris melakukan pengawasan
independen. Piagam ini dievaluasi dan diperbaharui dalam hal penyaluran kredit melalui pemberian
secara berkala dengan mengacu pada peraturan persetujuan keputusan kredit di atas nominal
perundang-undangan yang berlaku. tertentu dan pemberian persetujuan kredit
kepada pihak terkait.
Piagam Dewan Komisaris tercantum pada Pedoman • Dewan Komisaris memberikan pandangan,
Tata Kelola BCA serta dapat diakses oleh publik melalui masukan dan persetujuan atas usulan
situs web BCA Bagian Tata Kelola Perusahaan https:// Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab
www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/struktur- Direksi serta Kerangka Induk Organisasi BCA.
organisasi. b. Mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi
pelaksanaan kebijakan strategis BCA serta
Piagam Dewan Komisaris BCA mengatur tentang: memberikan nasihat kepada Direksi sesuai dengan
a. Komposisi dan Kriteria Dewan Komisaris regulasi antara lain:
b. Komisaris Independen • Dewan Komisaris memberikan persetujuan atas
c. Kriteria Komisaris Independen rencana Direksi untuk melakukan pembelian
d. Masa Jabatan Dewan Komisaris saham BCA kembali. Dewan Komisaris turut
e. Pengangkatan Dewan Komisaris menyampaikan agar pelaksanaan pembelian
f. Rangkap Jabatan Dewan Komisaris saham tersebut sesuai dengan ketentuan hukum
g. Kewajiban, Tugas, Tanggung Jawab, dan yang berlaku dan ketentuan internal BCA.
Wewenang Dewan Komisaris • Dewan Komisaris mengkaji dan memberikan
h. Tugas-Tugas Pokok Presiden Komisaris persetujuan atas usulan penyesuaian Ketentuan
i. Persetujuan dan Tindakan Dewan Komisaris Penyertaan Modal.
j. Larangan Dewan Komisaris • Dewan Komisaris memberikan arahan kepada
k. Aspek Transparansi bagi Dewan Komisaris Direksi dan persetujuan sehubungan dengan
l. Orientasi Dewan Komisaris divestasi anak perusahaan.
m. Pelatihan bagi Dewan Komisaris
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 257
Page 260
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Committee Charter).
•Dewan Komisaris melakukan pengkajian dan 6) Penerapan dan evaluasi secara berkala kebijakan
memberikan persetujuan atas pengkinian Recovery remunerasi;
Plan yang telah disampaikan kepada Regulator. 7) Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal,
• Dewan Komisaris menyampaikan Laporan dan auditor eksternal:
Manajemen dan Hasil Pengawasan Dewan
Komisaris mengenai Laba Rugi Khusus Layanan Fungsi Kepatuhan
Sistem Pembayaran secara tahunan kepada • Dewan Komisaris melakukan pengawasan
Bank Indonesia. atas kepatuhan Bank terhadap peraturan
• Dewan Komisaris melaporkan pengawasan dan ketentuan yang berlaku.
dalam hal Rencana Bisnis Bank dan hasil • Dewan Komisaris menelaah laporan
pengawasan atas penerapan kebijakan serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
prosedur pengendalian internal dalam proses Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi BCA.
pelaporan keuangan Bank kepada OJK secara • Dewan Komisaris menerima, memantau,
semesteran. dan berdiskusi dengan Direksi terkait
• Dewan Komisaris mengkaji realisasi Rencana perkembangan peraturan baru dari Bank
Bisnis Bank yang telah disampaikan Direksi Indonesia dan OJK.
kepada OJK. • Dewan Komisaris secara berkala membahas
• Dewan Komisaris memantau Rencana Strategis pelaksanaan Program Anti Pencucian
Teknologi Informasi Bank. Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme
• Dewan Komisaris memberikan pandangan dan dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi
masukan kepada Direksi ketika membahas Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan
Kinerja BCA secara berkala. PPPSPM) serta memberikan persetujuan
• Dewan Komisaris memantau dan memberikan atas Penyesuaian Kebijakan dan Ketentuan
masukan perihal perkembangan ESG. Penerapan Program APU, PPT, dan PPPSPM.
• Dewan Komisaris dan Direksi melakukan
pembahasan perihal update industri yang Fungsi Auditor Internal
mendapat perhatian regulator. • Dewan Komisaris mendapatkan laporan
c. Memastikan pelaksanaan prinsip-prinsip Tata mengenai pelaksanaan pokok-pokok hasil
Kelola Perusahaan terselenggara dalam setiap audit internal secara semesteran, melakukan
kegiatan usaha BCA pada seluruh tingkatan atau pembahasan, dan memberikan masukan
jenjang organisasi BCA, yaitu dengan melakukan kepada DAI sebelum disampaikan kepada
pengawasan paling sedikit terhadap: OJK.
1) Pemantauan dan pemberian masukan kepada • Dewan Komisaris menerima laporan hasil
Direksi perihal pelaksanaan tata kelola audit dari DAI secara berkala dan membahas
perusahaan secara berkala; beberapa hasil audit tersebut bersama DAI,
2) Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komite Audit, terutama mengenai laporan
Komisaris dan Direksi; hasil audit yang dipandang perlu untuk
3) Pelaksanaan kegiatan anggota Direksi dan diketahui dan mendapatkan masukan dari
Anggota Dewan Komisaris yang menduduki Dewan Komisaris.
jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba. • Dewan Komisaris mengevaluasi kinerja DAI
Pembahasan atas hal tersebut telah dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Komite Audit.
dalam Rapat Dewan Komisaris.
4) Pelaksanaan Transaksi Afiliasi yang dilakukan Fungsi Auditor Eksternal
BCA antara lain mencakup kewajaran nilai objek • Berdasarkan rekomendasi dari Komite Audit,
transaksi dan kewajaran transaksi (fairness Dewan Komisaris telah menyampaikan
opinion) dari Penilai Independen yang berizin dan usulan dalam Rapat Umum Pemegang
terdaftar serta memperhatikan rekomendasi Saham Tahunan (RUPST) BCA tahun 2025
Komite Audit. perihal penunjukan Kantor Akuntan Publik
5) Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite- (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan,
komite dan satuan kerja yang menjalankan bagian dari jaringan global firma PwC
fungsi pengendalian intern; untuk melaksanakan penugasan audit atas
» Melakukan pembahasan bersama Komite laporan keuangan BCA tahun buku 2025 dan
Audit, Komite Pemantau Risiko, serta Komite telah mendapat persetujuan dalam RUPST
Tata Kelola Terintegrasi secara berkala tersebut.
perihal laporan pelaksanaan tugas yang
disampaikan oleh masing-masing Komite. 8) Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem
» Memberikan persetujuan atas Keanggotaan pengendalian intern:
Komite Remunerasi dan Nominasi. » Dewan Komisaris melakukan pengawasan
» Mengkaji dan memberikan persetujuan atas atas pengelolaan aset dan liabilitas (ALCO)
Penyesuaian Piagam Komite Audit (Audit yang dilakukan oleh manajemen BCA.
258 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 261
k. Membuat dan menyampaikan laporan kepada RUPS
» Dewan Komisaris mengevaluasi secara atau OJK atau pihak lain.
berkala Kebijakan Manajemen Risiko l. Menyetujui Rencana Bisnis Bank dan Rencana Aksi
antara lain memberikan persetujuan atas Keuangan Berkelanjutan yang disusun oleh Direksi.
Kebijakan Penyelamatan dan Penghapusan
Kredit, Kebijakan Manajemen Risiko Suku Tugas dan Tanggung Jawab Presiden
Bunga Banking Book, Kebijakan Manajemen Komisaris
Kelangsungan Bisnis, dan Kebijakan Relaksasi Presiden Komisaris menjalankan tugas dan tanggung jawab
Restrukturisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). yang sama dengan Dewan Komisaris di atas, ditambah
» Dewan Komisaris melakukan pembahasan dengan tugas dan tanggung jawab lainnya, yakni:
dan memberikan arahan kepada Direksi a. Melakukan pemanggilan rapat Dewan Komisaris.
dan unit kerja perihal perkembangan b. Memimpin rapat Dewan Komisaris.
risiko yang terjadi di Industri perbankan, c. Memimpin Rapat Umum Pemegang Saham.
termasuk diantaranya membahas tentang d. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan
risiko siber dan risiko reputasi yang semakin tanggung jawab Dewan Komisaris.
berkembang karena transformasi digital. e. Menandatangani dokumen-dokumen yang wajib
9) Penyediaan dana kepada pihak terkait dan disampaikan kepada Regulator sesuai dengan
penyediaan dana besar; regulasi yang berlaku bersama-sama dengan
10) Rencana strategis BCA; Presiden Direktur.
11) Transparansi kondisi keuangan dan non
keuangan; Sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya,
12) Menyetujui dan mengkaji secara berkala visi, sepanjang tahun 2025 Dewan Komisaris BCA tidak
misi, dan nilai-nilai utama BCA. terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan
d. Melakukan pengawasan atas penerapan Tata operasional BCA kecuali dalam hal-hal yang
Kelola Terintegrasi antara lain mengevaluasi dan diamanatkan dalam Anggaran Dasar BCA.
mengarahkan penyesuaian atas Pedoman Tata
Kelola Terintegrasi BCA. 3. Kewenangan Dewan Komisaris
e. Memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti Di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,
temuan audit dan rekomendasi dari DAI, Auditor Dewan Komisaris BCA memiliki kewenangan untuk:
Eksternal, hasil pengawasan OJK, Bank Indonesia, a. Memasuki bangunan atau tempat lain yang
dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. digunakan atau dikuasai oleh BCA, memeriksa
f. Memberikan persetujuan atas rancangan semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya,
penggabungan atau peleburan dan/atau integrasi memeriksa dan mencocokan keadaan uang kas dan
yang memuat informasi ringkasan laporan penilai lain-lain serta mengetahui segala tindakan yang
independen. telah dijalankan oleh Direksi.
g. Memberitahukan kepada OJK atau Bank Indonesia b. Meminta penjelasan kepada Direksi tentang segala
paling lambat 5 hari kerja sejak ditemukan hal mengenai BCA.
pelanggaran ketentuan peraturan perundang- c. Memberhentikan untuk sementara waktu seorang
undangan di bidang keuangan, perbankan, dan atau lebih anggota Direksi jika anggota Direksi
yang terkait dengan kegiatan usaha BCA, dan/ tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran
atau keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat Dasar BCA, merugikan BCA, melalaikan kewajiban,
membahayakan kelangsungan usaha BCA. dan/atau melanggar peraturan perundang-
h. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa komite- undangan yang berlaku.
komite yang telah dibentuk menjalankan tugasnya d. Mengusulkan penggantian dan/atau pengangkatan
secara efektif dan melakukan evaluasi terhadap anggota Direksi kepada RUPS dengan
kinerja komite-komite tersebut setiap akhir tahun memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi
buku. dan Nominasi.
i. Menyelenggarakan rapat, termasuk membuat e. Mengevaluasi dan memutuskan permohonan Direksi
risalah rapat dalam hal pelaksanaan: yang berkaitan dengan transaksi yang memerlukan
1) Rapat Dewan Komisaris secara berkala paling persetujuan Dewan Komisaris sesuai ketentuan
sedikit 1 kali dalam 2 bulan. Anggaran Dasar BCA, yakni:
2) Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi secara 1) Meminjamkan uang atau memberikan fasilitas
berkala paling sedikit 1 kali dalam 4 bulan. kredit atau fasilitas perbankan lain yang
j. Dalam kondisi tertentu, menyelenggarakan menyerupai atau mengakibatkan timbulnya
RUPS Tahunan dan RUPS lainnya sesuai dengan pinjaman uang:
kewenangannya sebagaimana diatur dalam i. Kepada pihak terkait sebagaimana diatur
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dalam ketentuan Bank Indonesia, OJK atau
Anggaran Dasar BCA. instansi yang berwenang lainnya tentang
Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank
Umum;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 259
Page 262
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
ii. Yang melebihi jumlah tertentu yang dari dalam 1 (satu) transaksi maupun dalam beberapa
waktu ke waktu yang akan ditetapkan oleh transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang
Dewan Komisaris. berkaitan satu sama lain dalam 1 (satu) tahun
2) Memberikan jaminan atau penanggungan buku.
hutang (borgtocht): 8) Melakukan tindakan hukum atau transaksi
i. Guna menjamin kewajiban pembayaran yang bersifat strategis dan dapat berdampak
pihak terkait kepada pihak lain sebagaimana signifikan terhadap kelangsungan usaha BCA,
diatur dalam ketentuan Bank Indonesia atau yang jenis tindakan hukum atau transaksi
OJK atau instansi yang berwenang lainnya tersebut dari waktu ke waktu akan ditetapkan
tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit oleh Dewan Komisaris.
Bank Umum;
ii. Guna menjamin kewajiban pihak lain untuk Dewan Komisaris BCA senantiasa memperhatikan
jumlah yang melebihi jumlah tertentu yang ketentuan Anggaran Dasar, Piagam Dewan
dari waktu ke waktu akan ditetapkan oleh Komisaris, serta peraturan perundang-undangan
Dewan Komisaris. yang berlaku dalam rangka melaksanakan tugas,
3) Membeli atau dengan cara lain memperoleh tanggung jawab, dan wewenangnya.
barang tidak bergerak, kecuali dalam rangka
melaksanakan apa yang ditetapkan dalam 4. Kriteria Anggota Dewan Komisaris
butir q ayat 2 Pasal 3 Anggaran Dasar BCA yang Anggota Dewan Komisaris BCA merupakan
melebihi jumlah tertentu dari waktu ke waktu perseorangan yang memenuhi kriteria dan persyaratan
akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris, yaitu antara lain sesuai dengan Piagam Dewan Komisaris
melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan yang dapat diunduh pada Bagian Struktur Organisasi
oleh bank sepanjang tidak bertentangan situs web BCA (https://www.bca.co.id/id/tentang-
dengan peraturan perundang-undangan yang bca/tata-kelola/struktur-organisasi).
berlaku, termasuk antara lain tindakan dalam
rangka restrukturisasi atau penyelamatan kredit Kriteria Anggota Dewan Komisaris BCA antara lain
antara lain membeli agunan, baik semua maupun sebagai berikut:
sebagian, melalui lelang atau dengan cara lain, a. memiliki integritas, antara lain:
dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya 1) mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang
kepada bank dengan ketentuan agunan yang baik;
dibeli wajib dicairkan secepatnya. 2) cakap melakukan perbuatan hukum;
4) Mendirikan perusahaan baru, melakukan atau 3) memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan
melepaskan atau mengurangi penyertaan perundang-undangan dan mendukung
modal atau menambah penyertaan modal, kebijakan OJK;
kecuali: 4) memiliki komitmen terhadap pengembangan
i. Penambahan penyertaan modal yang perbankan yang sehat;
berasal dari dividen saham BCA; atau b. memiliki kompetensi, antara lain:
ii. P e n y e r t a a n m o d a l d a l a m r a n g k a 1) pengetahuan di bidang perbankan yang
penyelamatan kredit, memadai dan relevan dengan jabatannya;
dengan tetap memperhatikan peraturan 2) pengalaman di bidang perbankan dan/atau
perundang-undangan yang berlaku. bidang keuangan;
5) Meminjam uang yang tidak termasuk dalam 3) memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di
ketentuan yang dimaksud pada Anggaran Dasar bidang yang dibutuhkan BCA;
BCA, yaitu menghimpun dana dari masyarakat c. memiliki reputasi yang baik, antara lain:
dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito 1) tidak memiliki kredit macet dan/atau
berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan/ pembiayaan macet;
atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan 2) dalam 5 tahun sebelum pengangkatan dan
itu. selama menjabat:
6) Mengalihkan atau melepaskan hak tagih BCA a) tidak pernah dinyatakan pailit;
yang telah dihapusbukukan, baik untuk sebagian b) tidak pernah menjadi pemegang saham,
ataupun seluruhnya, yang jumlahnya akan Pengendali Perusahaan Perasuransian
ditetapkan dari waktu ke waktu oleh Dewan yang bukan merupakan pemegang saham,
Komisaris. anggota Direksi, atau anggota Dewan
7) Menjual atau mengalihkan atau melepaskan hak Komisaris yang dinyatakan bersalah
atau mengagunkan/menjaminkan, kekayaan menyebabkan suatu perseroan dinyatakan
BCA di atas nilai tertentu yang akan ditetapkan pailit dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir
dari waktu ke waktu oleh Dewan Komisaris sebelum dicalonkan;
namun kurang dari atau sama dengan ½ (satu c) tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/
per dua) bagian dari jumlah kekayaan bersih atau anggota Dewan Komisaris yang selama
BCA yang tercantum dalam neraca BCA, baik menjabat:
260 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 263
i. pernah tidak menyelenggarakan RUPS Mekanisme Nominasi
Tahunan; BCA telah memiliki pengaturan terkait mekanisme
ii. pertanggungjawabannya sebagai nominasi dalam dokumen Mekanisme Nominasi Dewan
anggota Direksi dan/atau anggota Komisaris dan Direksi yang dapat diakses oleh publik
Dewan Komisaris pernah tidak diterima melalui situs web BCA bagian Tata Kelola Perusahaan
oleh RUPS atau pernah tidak memberikan (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/
pertanggungjawaban sebagai anggota acgs/kebijakan-gcg).
Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris kepada RUPS; dan Mengacu pada ketentuan tentang Penerapan Tata
iii. pernah menyebabkan perusahaan yang Kelola bagi Bank Umum, alur mekanisme nominasi
memperoleh izin, persetujuan, atau anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
pendaftaran dari OJK tidak memenuhi a. Usulan dari Pemegang Saham/Dewan Komisaris/
kewajiban menyampaikan laporan Presiden Direktur terkait nominasi Dewan Komisaris
tahunan dan/atau laporan keuangan disampaikan kepada Dewan Komisaris.
kepada OJK; b. Dewan Komisaris meminta kepada KRN untuk
3) tidak pernah dihukum karena melakukan tindak membahas usulan terkait nominasi Dewan Komisaris.
pidana dalam jangka waktu tertentu sebelum c. KRN melakukan pembahasan terkait usulan
dicalonkan. Yang dimaksud dengan “tindak dimaksud dalam rapat KRN. Pembahasan tersebut
pidana” adalah: dituangkan dalam Risalah Rapat KRN. Hal-hal yang
a) tindak pidana di sektor jasa keuangan yang dipertimbangkan dalam rapat tersebut, antara lain:
pidananya telah selesai dijalani dalam waktu 1) Alasan dan/atau pertimbangan atas usulan
20 tahun terakhir sebelum dicalonkan; (antara lain berdasarkan hasil interview, kajian
b) tindak pidana kejahatan yaitu tindak pidana reputasi keuangan, pengalaman, rekam jejak,
yang tercantum dalam Kitab Undang- dan opini publik yang beredar di berbagai
undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau yang media);
sejenis KUHP di luar negeri dengan ancaman 2) Kriteria dan kualifikasi kandidat yang sesuai
hukuman pidana penjara 1 tahun atau lebih dengan arahan strategis BCA;
yang pidananya telah selesai dijalani dalam 3) KRN telah melakukan langkah-langkah antara
waktu 10 tahun terakhir sebelum dicalonkan; lain:
dan/atau i. Memperhatikan kondisi eksternal dan
c) tindak pidana lainnya dengan ancaman internal sesuai arahan strategi BCA;
hukuman pidana penjara 1 tahun atau ii. Memperhatikan keberagaman baik dari
lebih, antara lain korupsi, pencucian uang, segi gender, usia, latar belakang pendidikan
narkotika/psikotropika, penyelundupan, maupun keahlian.
kepabeanan, cukai, perdagangan orang, iii. Melakukan komunikasi dengan Pemegang
perdagangan senjata gelap, terorisme, Saham Pengendali (jika usulan bukan dari
pemalsuan uang, di bidang perpajakan, di Pemegang Saham Pengendali).
bidang kehutanan, di bidang lingkungan d. Setelah melakukan pembahasan, KRN memberikan
hidup, di bidang kelautan, dan perikanan, rekomendasi kepada Dewan Komisaris yang
yang pidananya telah selesai dijalani dalam dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan KRN.
waktu 20 tahun terakhir sebelum dicalonkan; e. Berdasarkan rekomendasi KRN, Dewan Komisaris
4) menjaga reputasi BCA; mengajukan calon Dewan Komisaris kepada
a) tidak termasuk sebagai pihak yang dilarang Pemimpin RUPS melalui Surat Keputusan Dewan
untuk menjadi Pihak Utama; Komisaris.
b) telah lulus Penilaian Kemampuan dan f. Pemimpin RUPS meminta persetujuan Pemegang
Kepatutan ( Fit and Proper Test ) sesuai Saham dalam mata acara RUPS terkait nominasi
dengan ketentuan OJK; dan Dewan Komisaris.
c) memiliki komitmen untuk tidak melakukan g. Setelah mendapat persetujuan RUPS, persetujuan
dan/atau mengulangi perbuatan dan/ tersebut dituangkan dalam Berita Acara RUPS yang
atau tindakan yang menyebabkan yang menjadi dasar Fit and Proper Test calon Dewan
bersangkutan termasuk sebagai pihak yang Komisaris.
dilarang untuk menjadi Pihak Utama. h. BCA dapat menggunakan jasa pihak ketiga yang
independen dan memiliki reputasi baik dalam proses
5. Nominasi Anggota Dewan Komisaris seleksi kandidat Dewan Komisaris.
Penyelenggaraan nominasi untuk anggota Dewan
Komisaris mengacu pada Pasal 7 dan Pasal 26 POJK
No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik serta Pasal
41 POJK Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 261
Page 264
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Penjelasan alur nominasi digambarkan dalam bentuk diagram di bawah ini:
Mekanisme Nominasi Anggota Dewan Komisaris BCA
Pemegang Saham/
Dewan Komisaris/ Dewan Komisaris KRN RUPS Fit and Proper Test1)
Presiden Direktur
Usulan Nominasi Menyampaikan Tidak
Pembahasan
(Calon Dewan usulan kepada
dalam Rapat KRN
Komisaris BCA) KRN
Ya
Pengajuan usulan
calon kepada
Pemimpin RUPS Surat Keputusan
melalui Surat KRN
Keputusan Dewan
Komisaris Pemimpin
RUPS meminta
persetujuan
pemegang saham
Persetujuan
dituangkan dalam
Proses Fit and
Berita Acara RUPS
Proper Test
(Dasar Fit and
Proper Test
PT Bank Central Asia Tbk
Hasil Fit and
Proper Test
Keterangan:
1) Penyampaian dokumen administratif fit and proper
test kepada OJK dapat dilakukan sejak diperolehnya
Surat Keputusan KRN Selesai
Kebijakan suksesi Direksi disusun oleh KRN BCA. Kebijakan suksesi Direksi tersebut dapat dilihat pada bagian Komite
Remunerasi dan Nominasi pada Laporan Tahunan ini.
6. Jumlah dan Komposisi Anggota Dewan Komisaris
BCA telah menetapkan jumlah dan komposisi anggota Dewan Komisaris sesuai dengan Piagam Dewan Komisaris.
Ketentuan POJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank
Implementasi di BCA
Umum
Memiliki paling sedikit 3 orang anggota Dewan Komisaris dan Anggota Dewan Komisaris berjumlah 5 orang.
paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi.
Memiliki paling sedikit 1 orang anggota Dewan Komisaris yang Seluruh anggota Dewan Komisaris BCA berdomisili di
berdomisili di Indonesia. Indonesia.
Memiliki Komisaris Independen paling sedikit berjumlah 50% Jumlah Komisaris Independen BCA adalah 3 orang atau 60%
dari jumlah anggota Dewan Komisaris. dari jumlah anggota Dewan Komisaris BCA.
Per 31 Desember 2025, BCA memiliki 5 anggota Dewan Komisaris, yang terdiri atas 1 Presiden Komisaris, 1 Komisaris,
dan 3 Komisaris Independen. Jumlah anggota Dewan Komisaris BCA tidak melebihi jumlah anggota Direksi BCA.
Jumlah Komisaris Independen BCA adalah 60% dari jumlah anggota Dewan Komisaris BCA.
262 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 265
Pada tahun 2025, BCA mengalami perubahan susunan anggota Dewan Komisaris berdasarkan keputusan RUPST
Tahun 2025 pada Agenda Ketiga. Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagian Rapat
Umum Pemegang Saham di Laporan Tahunan ini. Susunan Keanggotaan Dewan Komisaris BCA tahun 2025 telah
dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Central Asia Tbk No. 178 tanggal 26 Mei 2025, yang dibuat
di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta.
Susunan Anggota Dewan Komisaris BCA (1 Januari 2025 - 31 Mei 2025)
Nama Jabatan No. Surat Persetujuan Periode Jabatan
Djohan Emir Setijoso Presiden Komisaris 13/99/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 25 Agustus 2011 2021 – 2025
Tonny Kusnadi Komisaris 5/4/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 4 September 2003 2021 – 2026
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen 5/4/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 4 September 2003 2021 – 2026
Raden Pardede Komisaris Independen 8/84/DPB3/TPB3-2 tanggal 16 Agustus 2006 2021 – 2026
Sumantri Slamet Komisaris Independen SR-117/D.03/2016 tanggal 11 Juli 2016 2021 – 2026
Susunan Anggota Dewan Komisaris BCA (1 Juni 2025 - 31 Desember 2025)
Nama Jabatan No. Surat Persetujuan Periode Jabatan
Jahja Setiaatmadja Presiden Komisaris KEPR-27/D.03/2025 tanggal 9 April 2025 2025 – 2026
Tonny Kusnadi Komisaris 5/4/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 4 September 2003 2021 – 2026
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen 5/4/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 4 September 2003 2021 – 2026
Raden Pardede Komisaris Independen 8/84/DPB3/TPB3-2 tanggal 16 Agustus 2006 2021 – 2026
Sumantri Slamet Komisaris Independen SR-117/D.03/2016 tanggal 11 Juli 2016 2021 – 2026
Seluruh anggota Dewan Komisaris BCA telah memperoleh persetujuan dan telah lulus uji kemampuan dan kepatutan
dari Bank Indonesia (saat ini OJK) sebelum menjalankan tugas dan fungsi jabatannya. Hal tersebut sesuai dengan
Peraturan OJK No. 27/POJK.03/2016, Surat Edaran OJK No. 39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan bagi Calon Pemegang Saham pengendali, Calon Anggota Direksi, dan Calon Anggota Dewan Komisaris
Bank, PBI No. 12/23/PBI/2010 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dan SE BI No. 13/8/DPNP
tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) sebagaimana diubah dengan SE BI No. 13/26/DPNP
tanggal 30 November 2011.
7. Masa Jabatan Dewan Komisaris
Sesuai Anggaran Dasar BCA, masa jabatan anggota Dewan Komisaris adalah 5 tahun sejak tanggal yang ditetapkan
dalam RUPS. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris untuk periode ini akan berakhir pada saat ditutupnya RUPS
Tahunan BCA tahun 2026. RUPS tetap memiliki kewenangan untuk memberhentikan seorang atau lebih anggota
Dewan Komisaris setiap waktu sebelum jabatannya berakhir.
Jabatan anggota Dewan Komisaris dengan sendirinya berakhir, jika yang bersangkutan:
a. Dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan Pengadilan;
b. Mengundurkan diri dari jabatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Meninggal dunia;
d. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham;
e. Tidak lagi memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku.
8. Program Orientasi bagi Anggota Dewan Komisaris Baru
Anggota Dewan Komisaris baru wajib mengikuti program orientasi agar dapat menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya sebagai anggota Dewan Komisaris dengan baik.
Program orientasi Dewan Komisaris diatur dalam:
a. Pedoman Tata Kelola BCA Bab 3 tentang Piagam Dewan Komisaris.
b. Surat Keputusan Direksi No. 189/SK/DIR/2020 tanggal 4 Desember 2020 perihal Pedoman Orientasi Anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Baru PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Program orientasi meliputi antara lain:
a. Pengetahuan mengenai Visi, Misi, Tata Nilai, Strategi BCA;
b. Rencana jangka menengah dan jangka panjang BCA (RBB tahun berjalan);
c. Kinerja dan keuangan BCA; dan
d. Hal-hal yang relevan dengan dunia perbankan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 263
Page 266
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tata Cara Orientasi
Orientasi bagi anggota Dewan Komisaris yang baru dapat dilakukan antara lain dengan cara:
a. Pemaparan oleh Unit Kerja Kantor Pusat (UKKP);
b. Kunjungan ke berbagai lokasi kegiatan BCA;
c. Pertemuan dan diskusi dengan anggota Direksi dan Dewan Komisaris lain untuk mendiskusikan berbagai masalah
BCA atau informasi lain yang dibutuhkan; dan
d. Mempelajari berbagai informasi BCA yang tersedia secara elektronik (online base).
Pelaksanaan Orientasi Tahun 2025
Pada tahun 2025, terdapat pelaksanaan program orientasi bagi anggota Dewan Komisaris baru. Bapak Jahja
Setiaatmadja diangkat sebagai Presiden Komisaris pada RUPST tanggal 12 Maret 2025 Bapak Jahja Setiaatmadja
efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025. Bapak Jahja Setiaatdmadja telah mendapatkan
pemaparan terkait piagam Dewan Komisaris dan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris selama
tahun 2024. Penyampaian pemaparan terkait piagam Dewan Komisaris dilakukan pada tanggal 5 Juni 2025.
9. Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Anggota Dewan Komisaris
BCA memiliki kebijakan program pelatihan Dewan Komisaris yang diatur dalam Piagam Dewan Komisaris. BCA
mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengikuti program pelatihan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun
guna meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Sebagai tambahan informasi,
bahwa program pelatihan Dewan Komisaris pada tahun 2025 dilaksanakan secara offline maupun online.
Daftar program pelatihan yang diikuti oleh anggota Dewan Komisaris sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Program Pelatihan yang Diikuti Anggota Dewan Komisaris Tahun 2025
No. Nama Program Pelatihan Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
1 D.E. Setijoso1) Pertemuan OJK 11 Februari Jakarta, Seminar/Conference
Tahunan Industri 2025 Indonesia
Jasa Keuangan
2025 dan Seminar
Pengembangan
Sektor Jasa
Keuangan dalam
Melaksanakan
Amanat UU P2SK
2 Jahja International International 1-3 Juni 2025 Brussel, Belgia Seminar/Conference
Setiaatmadja2) Monetary Monetary
Conference 2025 Conference (IMC)
GenAI Tech Day BCA 23 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
BCA Wealth BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 September Indonesia
2025
18th JCB World JCB 5-6 Incheon, Seminar/Conference
Conference 2025 November Korea Selatan
2025
Enhancing BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
Sustainability 2025 Indonesia
through GCG
3 Tonny Kusnadi BCA Data Privacy BCA 3 Februari Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 2025 Indonesia
Pembekalan Ikatan Bankir 31 Juli - 1 Jakarta, Seminar/Conference
Manajemen Risiko Indonesia Agustus 2025 Indonesia
- Banking
Competency
Center (IBI BCC)
BCA Wealth BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 September Indonesia
2025
Enhancing BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
Sustainability 2025 Indonesia
through GCG
264 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 267
Program Pelatihan yang Diikuti Anggota Dewan Komisaris Tahun 2025
No. Nama Program Pelatihan Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
4 Cyrillus Harinowo BCA Data Privacy BCA 3 Februari Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 2025 Indonesia
Starting Year Forum Infobank Media 4 Februari Jakarta, Seminar/Conference
2025: Economic Group 2025 Indonesia
Outlook 2025
Leadership SRW & Co. 19-23 Mei Paris, Perancis Seminar/Conference
Excellence: 2025
Harnessing
the Power of
Technology and
Fine Arts (ASEAN
Global Leadership
Program - AGLP)
GenAI Tech Day BCA 23 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
BCA Wealth BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 September Indonesia
2025
Indonesia BCA 28-29 Jakarta, Seminar/Conference
Knowledge Forum Oktober 2025 Indonesia
(IKF)
Enhancing BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
Sustainability 2025 Indonesia
through GCG
5 Raden Pardede BCA Trading Trends BCA 9 Januari Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
GenAI Tech Day BCA 23 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
BCA Wealth BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 September Indonesia
2025
Enhancing BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
Sustainability 2025 Indonesia
through GCG
6 Sumantri Slamet BCA Trading Trends BCA 9 Januari Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
BCA Data Privacy BCA 3 Februari Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 2025 Indonesia
Leading the AI- MIT Sloan 21-25 Juli Cambridge, Seminar/Conference
Driven Organization Executive 2025 USA
Education
BCA Wealth BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 September Indonesia
2025
Indonesia BCA 28-29 Jakarta, Seminar/Conference
Knowledge Forum Oktober 2025 Indonesia
(IKF)
Enhancing BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
Sustainability 2025 Indonesia
through GCG
Keterangan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Komisaris efektif per tanggal 1 Juni 2025
2) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
Sesuai POJK No. 24 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Bank Umum dan SE OJK
Nomor 28/SEOJK.03/2022 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Sumber Daya Manusia Bank Umum, seluruh
anggota Dewan Komisaris telah memiliki Sertifikasi Manajemen Risiko dan/atau Refreshment sesuai ketentuan
yang berlaku.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 265
Page 268
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
10.Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris yang Mencapai
5% (Lima Persen) atau Lebih dari Modal Disetor
Kebijakan BCA dalam hal pelaporan kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris mengacu pada Pasal 57 POJK No.
17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum, SE OJK No.14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan
Tata Kelola bagi Bank Umum, POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan
Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Penerapan Kebijakan Pelaporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
Piagam Dewan Komisaris, telah mengatur antara lain:
a. Kewajiban pengungkapan Dewan Komisaris atas kepemilikan saham yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih
dari modal disetor, yang meliputi jenis dan jumlah lembar saham pada BCA, bank lain, lembaga keuangan bukan
bank dan perseroan lainnya, yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Di samping itu, BCA juga telah
mengadakan dan menyimpan Daftar Khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 50 Undang-Undang Perseroan
Terbatas.
b. Kewajiban anggota Dewan Komisaris untuk menyampaikan informasi kepada BCA atas kepemilikan dan
perubahan atas saham BCA dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah terjadinya kepemilikan atau
setiap perubahan kepemilikan atas saham Perusahaan Terbuka. Kebijakan pelaporan kepemilikan atau setiap
perubahan kepemilikan saham Direksi sesuai dengan POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan
atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham
Perusahaan Terbuka dan telah disosialisasikan melalui Memorandum No. 075/MO/ESG/2024 tanggal 6 Agustus
2024 oleh Sekretaris Perusahaan kepada segenap Direksi dan Dewan Komisaris.
BCA juga telah menyampaikan laporan kepemilikan saham milik BCA Dewan Komisaris setiap awal bulan dan atas
setiap perubahan kepemilikan saham Dewan Komisaris tahun 2025 melalui sistem e-reporting kepada OJK dan
BEI sebagai wujud keterbukaan dan kepatuhan BCA terhadap kebijakan internal dan eksternal mengenai laporan
kepemilikan saham.
Tabel Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris yang Mencapai 5% (lima persen) atau Lebih dari
Modal Disetor per 31 Desember 2025
Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris yang Jumlahnya 5% atau lebih pada:
Nama Lembaga Keuangan
BCA Bank Lain Perusahaan Lain
Bukan Bank
Djohan Emir Setijoso1) - - - √
Jahja Setiaatmadja2) - - - √
Tonny Kusnadi - - - √
Cyrillus Harinowo - - - √
Raden Pardede - - - √
Sumantri Slamet - - - -
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Komisaris efektif per tanggal 1 Juni 2025
2) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025
Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki kepemilikan tidak langsung atas saham BCA. Dewan Komisaris
BCA memiliki 0,093% saham BCA secara kumulatif. Berikut rincian kepemilikan saham BCA beserta persentase
pada awal dan akhir tahun buku oleh anggota Dewan Komisaris secara langsung pada tahun 2025.
Tabel Jumlah Kepemilikan Saham BCA oleh Dewan Komisaris (1 Januari 2025 - 31 Mei 2025)
Jumlah Kepemilikan Jumlah Kepemilikan
Dewan Komisaris Jabatan Persentase Persentase
per 1 Januari 2025 per 31 Mei 2025
Djohan Emir Setijoso Presiden Komisaris 106.824.845 0,087% 107.098.403 0,087%
Tonny Kusnadi Komisaris 7.269.681 0,006% 7.502.058 0,006%
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen N/A N/A N/A N/A
Raden Pardede Komisaris Independen N/A N/A N/A N/A
Sumantri Slamet Komisaris Independen N/A N/A N/A N/A
Total 114.094.526 0,093% 114.600.461 0,093%
266 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 269
Tabel Jumlah Kepemilikan Saham BCA oleh Dewan Komisaris (1 Juni 2025 - 31 Desember 2025)
Jumlah Kepemilikan Jumlah Kepemilikan
Dewan Komisaris Jabatan Persentase Persentase
per 1 Juni 2025 per 31 Desember 2025
Jahja Setiaatmadja Presiden Komisaris 35.805.144 0,029% 34.933.644 0,028%
Tonny Kusnadi Komisaris 7.502.058 0,006% 7.502.058 0,006%
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen N/A N/A N/A N/A
Raden Pardede Komisaris Independen N/A N/A N/A N/A
Sumantri Slamet Komisaris Independen N/A N/A N/A N/A
Total 43.307.202 0,035% 42.435.702 0,034%
11. Rangkap Jabatan Anggota Dewan Komisaris
Ketentuan rangkap jabatan Dewan Komisaris BCA berdasarkan Pasal 24 POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang
Direksi dan Dewan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik dan Pasal 46 POJK Penerapan Tata Kelola bagi Bank
Umum adalah sebagai berikut:
a. Anggota Dewan Komisaris BCA tidak melakukan rangkap jabatan:
1) Sebagai anggota Direksi, Dewan Komisaris, atau Pejabat Eksekutif:
a) pada lembaga keuangan atau perusahaan keuangan, baik bank maupun bukan bank;
b) pada lebih dari 1 lembaga atau perusahaan bukan keuangan, baik yang berkedudukan di dalam maupun
di luar negeri;
2) Pada bidang tugas fungsional pada lembaga keuangan bank dan/atau lembaga keuangan bukan bank yang
berkedudukan di dalam maupun di luar negeri;
3) Pada jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota
Dewan Komisaris; dan/atau
4) Pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Komisaris Independen dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat publik, yakni orang yang ditunjuk dan diberi
tugas untuk menduduki posisi atau jabatan tertentu pada badan publik yang sebagian atau seluruh dananya
bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.
c. Tidak termasuk rangkap jabatan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, apabila:
1) Anggota Dewan Komisaris menjabat sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, atau Pejabat
Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan bank yang dikendalikan
oleh BCA;
2) Komisaris Non-Independen menjalankan tugas fungsional dari pemegang saham BCA yang berbentuk badan
hukum pada kelompok usaha BCA; dan/atau
3) Anggota Dewan Komisaris menduduki jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba;
sepanjang yang bersangkutan tidak mengabaikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Dewan Komisaris BCA.
d. Anggota Dewan Komisaris BCA dapat merangkap jabatan sebagai anggota komite pada paling banyak 5 (lima)
komite di Emiten atau Perusahaan Publik dimana yang bersangkutan juga menjabat sebagai anggota Direksi
atau anggota Dewan Komisaris.
Sepanjang tahun 2025, seluruh anggota Dewan Komisaris BCA tidak memiliki jabatan pada Perusahaan Anak BCA.
Berikut informasi mengenai rangkap jabatan anggota Dewan Komisaris pada instansi/perusahaan/organisasi/
lembaga nirlaba/komite lain sepanjang tahun 2025.
Tabel Rangkap Jabatan Dewan Komisaris BCA Tahun 2025
Jabatan di Bank Jabatan di Perusahaan/
Nama Jabatan di BCA Bidang Usaha
lain Organisasi/Lembaga Nirlaba
Djohan Emir Setijoso1) Presiden Komisaris - - -
Jahja Setiaatmadja2) Presiden Komisaris - Wakil Ketua Badan Pengawas Lembaga nirlaba dan
pada Ikatan Bankir Indonesia organisasi profesional
(IBI)
Anggota Dewan Penasehat
pada Asosiasi Emiten Indonesia
Anggota Badan Pengawas
pada Perhimpunan Bank-Bank
Nasional (Perbanas)
Bendahara Umum pada Ikatan
Sarjana Ekonomi Indonesia
(ISEI)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 267
Page 270
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Jabatan di Bank Jabatan di Perusahaan/
Nama Jabatan di BCA Bidang Usaha
lain Organisasi/Lembaga Nirlaba
Anggota Dewan Kehormatan
pada Lembaga Akreditasi
Mandiri Ekonomi Manajemen
Bisnis dan Akuntansi
(Lamemba)
Tonny Kusnadi Komisaris - Presiden Komisaris PT Sarana Operator Menara
Menara Nusantara Tbk Telekomunikasi
(Menjabat hingga 23 April
2025)
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen - Anggota Dewan Pembina -
Yayasan Atma Jaya
Raden Pardede Komisaris Independen - Komisaris Independen PT Perdagangan Eceran
Global Digital Niaga Tbk melalui Platform Digital
(Menjabat hingga 11 Juni 2025)
Wakil Ketua Dewan -
Pertimbangan pada Kamar
Dagang dan Industri (KADIN)
Sumantri Slamet Komisaris Independen - Komite Audit pada Ikatan Organisasi profesional
Bankir Indonesia (IBI)
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Komisaris efektif per tanggal 1 Juni 2025.
2) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
12.Penilaian Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris
Komite-komite di bawah Dewan Komisaris yang telah dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugas Dewan
Komisaris yaitu:
a. Komite Audit (KA)
b. Komite Pemantau Risiko (KPR)
c. Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN)
d. Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT)
Dewan Komisaris melaksanakan penilaian terhadap komite-komite tersebut melalui prosedur sebagai berikut:
1. Kriteria
Kriteria penilaian komite-komite di bawah Dewan Komisaris didasarkan pada kepatuhan terhadap piagam serta
realisasi kerja/pelaksanaan tugas masing-masing komite.
2. Proses
Terdapat laporan pertanggungjawaban yang diberikan oleh masing-masing komite untuk dilakukan evaluasi
oleh Dewan Komisaris. Para komite aktif berdiskusi secara berkala dalam membahas program kerja sesuai
dengan perkembangan kondisi BCA, perekonomian, dan regulasi yang berlaku. Penilaian dilakukan oleh Dewan
Komisaris sebanyak 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
3. Hasil
Dewan Komisaris menilai bahwa sepanjang tahun 2025 seluruh komite di bawah Dewan Komisaris telah
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan efektif serta bekerja dengan menjunjung standar kompetensi
dan kualitas yang baik.
Hasil Penilaian Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris
Komite Penilaian
1. Komite Komite Audit telah memastikan terselenggaranya pengendalian internal dan secara efektif membantu Dewan
Audit Komisaris dalam pengawasan atas pelaksanaan fungsi audit internal dan eksternal, implementasi tata kelola
perusahaan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sepanjang tahun 2025, Komite Audit telah melaksanakan tugasnya dengan efektif dan telah menyelenggarakan
rapat sebanyak 30 kali, telah mengikuti pendidikan atau pelatihan dan telah merealisasikan program kerja
Komite Audit.
Informasi terkait kehadiran rapat, pendidikan atau pelatihan dan program kerja Komite Audit dapat dilihat pada
Bab Komite Audit pada halaman 316.
268 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 271
Hasil Penilaian Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris
Komite Penilaian
2. KPR KPR telah memastikan BCA memiliki sistem manajemen risiko yang memberikan perlindungan terhadap risiko-
risiko yang dihadapi BCA.
Sepanjang tahun 2025, KPR telah menyelenggarakan rapat sebanyak 16 kali, telah mengikuti pendidikan atau
pelatihan dan telah merealisasikan program kerja KPR.
Informasi terkait kehadiran rapat, pendidikan atau pelatihan dan program kerja KPR dapat dilihat pada Bab
Komite Pemantau Risiko pada halaman 322.
3. KRN KRN telah menjalankan tugasnya dalam pemberian rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait kebijakan
remunerasi di BCA secara keseluruhan.
Sepanjang tahun 2025, KRN telah menyelenggarakan rapat sebanyak 10 kali, telah mengikuti pendidikan atau
pelatihan dan telah merealisasikan program kerja KRN.
Informasi terkait kehadiran rapat, pendidikan, atau pelatihan dan program kerja KRN dapat dilihat pada Bab
Komite Remunerasi dan Nominasi pada halaman 328.
4. KTKT KTKT mendukung Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan atas penerapan tata kelola di BCA dan para
entitas anak secara terintegrasi.
Sepanjang tahun 2025, KTKT telah menyelenggarakan rapat sebanyak 6 kali, telah mengikuti pendidikan atau
pelatihan dan telah melaksanakan program kerja KTKT.
Informasi terkait kehadiran rapat, pendidikan, atau pelatihan dan program kerja KTKT dapat dilihat pada Bab
Komite Tata Kelola Terintegrasi pada halaman 332.
Penjelasan terkait komite-komite di bawah Dewan Komisaris dipaparkan secara rinci pada Bab Komite-komite di
bawah Dewan Komisaris di halaman 316 pada Laporan Tahunan ini.
13. Laporan Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris
Laporan Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris selengkapnya disajikan pada halaman 26 bagian Laporan Dewan
Komisaris pada Laporan Tahunan ini.
Kebijakan dan pelaksanaan rapat Dewan Komisaris, termasuk rapat bersama Direksi, dan tingkat kehadiran rapat
masing-masing anggota Dewan Komisaris selengkapnya disajikan pada halaman 290 dan 300 bagian Rapat Dewan
Komisaris, Direksi, dan Rapat Gabungan pada Laporan Tahunan ini.
14. Penilaian Kinerja Anggota Dewan Komisaris
Penilaian terhadap kinerja anggota Dewan Komisaris yaitu terkait prosedur pelaksanaan penilaian kinerja, kriteria
yang digunakan, dan pihak yang melakukan penilaian dapat dilihat pada halaman 305 bagian Penilaian Kinerja
Dewan Komisaris dan Direksi pada Laporan Tahunan ini.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 269
Page 272
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
KOMISARIS INDEPENDEN • hasil penilaian oleh kepala satuan kerja audit intern
dan Pejabat Eksekutif yang membawahkan fungsi
Per 31 Desember 2025, Komisaris Independen BCA sumber daya manusia yang menyatakan bahwa
berjumlah 3 (tiga) orang dari keseluruhan anggota Dewan Komisaris Independen tetap dapat bertindak
Komisaris sebanyak 5 (lima) orang atau 60% (enam puluh independen; dan
persen) dari total anggota Dewan Komisaris. Dalam • pernyataan Komisaris Independen dalam RUPS
hal ini, komposisi anggota Dewan Komisaris BCA telah mengenai independensi yang bersangkutan.
memenuhi ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2023 tentang
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum dan SEOJK No. 14/ BCA memiliki Komisaris Independen yang telah diangkat
SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank lebih dari 2 (dua) periode, yakni Cyrillus Harinowo dan
Umum, yang mengatur bahwa jumlah Komisaris Independen Raden Pardede. Berdasarkan rapat anggota Dewan
paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Komisaris keduanya tetap dapat bertindak independen
Dewan Komisaris. dan masing-masing telah membuat Surat Pernyataan
Independensi yang dibacakan pada saat pengangkatan
1. Kriteria Komisaris Independen anggota Komisaris Independen saat RUPS Tahunan
Kriteria yang perlu dipenuhi oleh seluruh Komisaris BCA tahun 2021.
Independen BCA antara lain:
1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau 3. Pernyataan Independensi Komisaris
mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk Independen
merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau Komisaris Independen BCA yang menjabat saat ini telah
mengawasi kegiatan BCA dalam waktu 6 (enam) diangkat pada tahun 2021 dan keputusan pengangkatan
bulan terakhir, kecuali untuk pengangkatan kembali tersebut akan berlaku hingga tahun 2026. Masing-
sebagai Komisaris Independen BCA pada periode masing Komisaris Independen BCA telah membuat
berikutnya; Surat Pernyataan Independensi sesuai dengan aspek
2. Tidak memiliki saham pada BCA, baik langsung independensi yang mengacu kepada ketentuan POJK
maupun tidak langsung; No. 33/POJK.04/2014 pasal 25 ayat 1 tentang Direksi
3. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCA, dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik
anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, dan telah disampaikan kepada OJK.
dan/atau Pemegang Saham Pengendali BCA;
4. Tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, Berikut pernyataan independensi Komisaris Independen
kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga yang telah diangkat lebih dari 2 (dua) periode, yang
dengan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dibacakan pada saat RUPS Tahunan tahun 2021:
lain, dan/atau pemegang saham pengendali
terakhir, atau hubungan dengan BCA yang dapat “Sehubungan dengan pencalonan saya sebagai
memengaruhi kemampuan yang bersangkutan untuk Komisaris Independen PT BCA Tbk (selanjutnya disebut
bertindak independen; ”Perseroan”) dan mengingat saya sudah menjabat
5. Tidak memiliki hubungan usaha yang berkaitan sebagai Komisaris Independen Perseroan lebih dari
dengan kegiatan usaha BCA, baik langsung maupun 2 (dua) periode masa jabatan, maka guna memenuhi
tidak langsung; ketentuan Pasal 25 ayat 1 POJK No.33/POJK.04/2014
6. Memenuhi persyaratan lain dari Komisaris tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
Independen sebagaimana peraturan yang berlaku. Perusahaan Publik dan Pasal 26 ayat 1 POJK No. 55
Tahun 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
Selain kriteria yang telah disebutkan di atas, Komisaris Umum, dengan ini saya menyatakan,
Independen juga harus memenuhi persyaratan calon 1. Tidak memiliki hubungan keuangan, hubungan
anggota Dewan Komisaris secara umum. kepengurusan, hubungan kepemilikan dan/atau
hubungan keluarga dengan anggota Direksi,
2. Masa Jabatan Komisaris Independen anggota Dewan Komisaris lain, dan/atau pemegang
Masa jabatan Komisaris Independen mengikuti masa saham pengendali Perseroan saat ini atau hubungan
jabatan Dewan Komisaris secara umum yaitu menjabat dengan Perseroan yang dapat memengaruhi
hingga tahun 2026. Komisaris Independen yang kemampuan saya untuk bertindak independen
telah menjabat selama 2 (dua) periode masa jabatan sebagaimana diatur dalam ketentuan OJK yang
berturut-turut dapat diangkat kembali pada periode mengatur mengenai Penerapan Tata Kelola Bagi
selanjutnya sebagai Komisaris Independen dengan Bank Umum.
mempertimbangkan: 2. Apabila kemudian hari ditemukan bahwa saya
• hasil penilaian kinerja Komisaris Independen; memiliki hubungan sebagaimana dimaksud pada
• hasil penilaian rapat Dewan Komisaris yang angka 1, maka saya bersedia melepaskan jabatan
menyatakan bahwa Komisaris Independen tetap Komisaris Independen saya dan bersedia untuk
dapat bertindak independen; diganti.”
270 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 273
Tabel aspek independensi Komisaris Independen
Cyrillus Raden Sumantri
Aspek Independensi
Harinowo Pardede Slamet
Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan √ √ √
tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau
mengawasi kegiatan BCA dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir, kecuali untuk
pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen BCA pada periode
berikutnya.
Tidak memiliki saham baik langsung maupun tidak langsung pada BCA. √ √ √
Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCA, anggota Dewan Komisaris, √ √ √
anggota Direksi, maupun Pemegang Saham Utama BCA.
Tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang √ √ √
berkaitan dengan kegiatan usaha BCA.
DIREKSI 2. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Tugas dan tanggung jawab Direksi BCA antara lain
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang sebagai berikut:
Perseroan Terbatas, Direksi merupakan organ perseroan a. D i r e k s i b e r t a n g g u n g j awa b p e n u h at a s
yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas kepengurusan BCA untuk kepentingan dan tujuan
pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan, BCA. Tugas pokok Direksi adalah:
sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan, serta 1) memimpin dan mengurus BCA sesuai dengan
mewakili perseroan baik di dalam maupun luar pengadilan maksud dan tujuan BCA;
sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan 2) menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan
perundang-undangan yang berlaku. BCA untuk kepentingan BCA;
3) menciptakan struktur pengendalian internal,
1. Piagam Direksi menjamin terselenggaranya fungsi Audit Internal
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, BCA dalam setiap tingkatan manajemen dan
Direksi BCA berpedoman pada Piagam Direksi. Piagam menindaklanjuti temuan Divisi Audit Internal (DAI)
Direksi dievaluasi dan diperbaharui secara berkala untuk BCA sesuai dengan kebijakan atau arahan yang
disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan diberikan Dewan Komisaris.
yang berlaku. b. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik
dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya
Piagam Direksi tercantum pada Pedoman Tata Kelola dengan mengindahkan peraturan perundang-
BCA dan dapat diakses oleh publik melalui situs web undangan yang berlaku;
BCA bagian Tata Kelola Perusahaan (https://www.bca. c. Direksi mewakili BCA di dalam dan di luar Pengadilan
co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi). tentang segala hal dan dalam segala kejadian,
mengikat BCA dengan pihak lain dan pihak lain
Piagam Direksi mengatur tentang: dengan BCA, serta menjalankan segala tindakan,
a. Landasan Hukum; baik yang mengenai kepengurusan maupun
b. Tata Nilai/Nilai-nilai; kepemilikan, akan tetapi dengan pembatasan
c. Komposisi, Kriteria, dan Independensi Direksi; bahwa untuk tindakan-tindakan berikut di bawah
d. Masa Jabatan Direksi; ini, Direksi wajib mendapat persetujuan tertulis
e. Rangkap Jabatan Direksi; terlebih dahulu dari Dewan Komisaris:
f. Pengangkatan Direksi; 1) Meminjamkan uang atau memberikan fasilitas
g. Kewajiban, Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang kredit atau fasilitas perbankan lain yang
Direksi; menyerupai atau mengakibatkan timbulnya
h. Aspek Transparansi dan Larangan bagi Direksi; pinjaman uang:
i. Orientasi dan Pelatihan Direksi; a) kepada pihak terkait sebagaimana diatur
j. Etika dan Waktu Kerja Direksi; dalam ketentuan Bank Indonesia tentang
k. Rapat Direksi; Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank
l. Pelaporan dan Pertanggungjawaban; serta Umum;
m. Penilaian Sendiri (Self-Assessment) Direksi. b) yang melebihi jumlah tertentu yang dari
waktu ke waktu akan ditetapkan oleh Dewan
Komisaris.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 271
Page 274
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2) Memberikan jaminan atau penanggungan hutang 8) Melakukan tindakan hukum atau transaksi
(borgtocht): yang bersifat strategis dan dapat berdampak
a) guna menjamin kewajiban pembayaran signifikan terhadap kelangsungan usaha BCA,
pihak terkait kepada pihak lain sebagaimana yang jenis tindakan hukum atau transaksi
diatur dalam ketentuan Bank Indonesia atau tersebut dari waktu ke waktu akan ditetapkan
OJK atau instansi yang berwenang lainnya oleh Dewan Komisaris;
tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit 9) Persetujuan Dewan Komisaris untuk tindakan-
Bank Umum; tindakan Direksi tersebut dapat diberikan untuk
b) guna menjamin kewajiban pihak lain untuk melakukan 1 (satu) tindakan atau lebih dari 1 (satu)
jumlah yang melebihi jumlah tertentu yang tindakan dan dari waktu ke waktu yang dapat
dari waktu ke waktu akan ditetapkan oleh ditinjau kembali, dengan tidak mengurangi
Dewan Komisaris. peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3) Membeli, atau dengan cara lain memperoleh d. Untuk melakukan salah satu tindakan sebagai
barang tidak bergerak, kecuali dalam rangka berikut:
melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan 1) Mengalihkan, melepaskan hak dan/atau
oleh BCA sepanjang tidak bertentangan dengan menjadikan jaminan utang yang jumlahnya lebih
perundang-undangan dan peraturan yang dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah kekayaan
berlaku, termasuk antara lain tindakan dalam bersih BCA, baik dalam 1 (satu) transaksi atau
rangka restrukturisasi atau penyelamatan beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun
kredit antara lain membeli agunan, baik semua yang berkaitan satu sama lain dalam 1 (satu)
maupun sebagian, melalui lelang atau dengan tahun buku, kecuali:
cara lain, dalam hal debitur tidak memenuhi (i) dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha
kewajibannya kepada BCA, dengan ketentuan BCA; atau
agunan yang dibeli wajib dicairkan secepatnya, (ii) implementasi dari satu atau beberapa Opsi
yang melebihi jumlah tertentu yang dari waktu Pemulihan dari Rencana Aksi yang telah
ke waktu ditentukan oleh Dewan Komisaris. disetujui Rapat Umum Pemegang Saham,
4) Mendirikan perusahaan baru, melakukan atau dengan ketentuan implementasi dari salah
melepaskan atau mengurangi penyertaan modal satu atau beberapa Opsi Pemulihan tersebut
atau menambah penyertaan modal, kecuali: tetap wajib memperoleh persetujuan Dewan
a) penambahan penyertaan modal yang berasal Komisaris;
dari dividen saham Perseroan; atau 2) Mengajukan permohonan kepada instansi
b) p e n y e r t a a n m o d a l d a l a m r a n g k a yang berwenang tentang kepailitan BCA atau
penyelamatan kredit; permohonan agar BCA diberikan penundaan
c) dengan tetap memperhatikan peraturan kewajiban pembayaran hutang (surseance van
perundang-undangan yang berlaku. betaling);
5) Meminjam uang yang tidak termasuk dalam Direksi wajib mendapat persetujuan terlebih
kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dahulu dari RUPS yang dihadiri oleh (para)
dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito pemegang saham BCA dan/atau kuasa mereka
berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/ yang sah yang mewakili paling sedikit ¾ (tiga
atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan per empat) bagian dari jumlah seluruh saham
itu, yang jumlahnya dari waktu ke waktu akan BCA dengan hak suara yang sah yang telah
ditetapkan oleh Dewan Komisaris; dikeluarkan BCA dan usul yang diajukan disetujui
6) Mengalihkan atau melepaskan hak tagih BCA oleh lebih dari ¾ (tiga per empat) bagian dari
yang telah dihapusbukukan, baik untuk sebagian jumlah seluruh suara yang dikeluarkan secara
ataupun seluruhnya, yang jumlahnya akan sah dalam rapat yang bersangkutan.
ditetapkan dari waktu ke waktu oleh Dewan e. Dalam hal:
Komisaris; 1) Seorang anggota Direksi tidak berwenang
7) Menjual atau mengalihkan atau melepaskan hak mewakili BCA karena suatu hal atau transaksi
atau mengagunkan/menjaminkan, kekayaan di mana anggota Direksi yang bersangkutan
BCA di atas nilai tertentu yang akan ditetapkan mempunyai kepentingan yang bertentangan
dari waktu ke waktu oleh Dewan Komisaris dengan kepentingan BCA, maka tindakan BCA
namun yang bernilai kurang dari atau sama harus diwakili oleh anggota Direksi lain (dengan
dengan ½ (satu per dua) bagian dari jumlah tidak mengurangi ketentuan dalam Anggaran
kekayaan bersih BCA yang tercantum dalam Dasar BCA);
neraca BCA, baik dalam 1 (satu) transaksi maupun 2) Semua anggota Direksi mempunyai kepentingan
dalam beberapa transaksi yang berdiri sendiri yang bertentangan dengan kepentingan BCA,
ataupun yang berkaitan satu sama lain dalam 1 maka Dewan Komisaris BCA berhak bertindak
(satu) tahun buku; untuk dan atas nama serta mewakili BCA;
272 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 275
3) Ketentuan dalam butir 1) dan 2) di atas ini tidak 6) Menyampaikan Rencana Kerja Tahunan yang
mengurangi ketentuan mengenai “Transaksi memuat juga Anggaran Tahunan BCA kepada
yang mengandung Benturan Kepentingan” yang Dewan Komisaris untuk mendapat persetujuan
tercantum dalam Anggaran Dasar BCA. dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun
f. Tanpa mengurangi tanggung jawab Direksi, untuk buku yang akan datang, dengan memperhatikan
perbuatan tertentu Direksi berhak mengangkat peraturan perundang-undangan dan peraturan
seorang atau lebih sebagai kuasa dengan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
wewenang dan syarat-syarat yang ditentukan oleh 7) Menyerahkan Laporan Keuangan BCA kepada
Direksi dalam suatu surat kuasa khusus. AP untuk diperiksa;
g. Dalam hubungan dengan tugas pokok Direksi 8) Mengungkapkan kepada pegawai kebijakan BCA
sebagaimana diuraikan di atas, maka Direksi wajib, yang bersifat strategis di bidang kepegawaian,
antara lain: antara lain berbagai kebijakan kepegawaian
1) Mengusahakan dan menjamin terlaksananya dalam berbagai Surat Keputusan dan edaran-
usaha dan kegiatan BCA sesuai dengan tujuan edaran yang dapat diakses seluruh karyawan
BCA dan lapangan usahanya; serta melalui buku Perjanjian Kerja Bersama
2) Menyiapkan rencana pengembangan BCA, (PKB), situs web BCA, kebijakan mengenai
rencana kerja dan anggaran tahunan BCA, Sistem Recruitment, Sistem Promosi, Sistem
termasuk rencana lainnya yang berhubungan Remunerasi. Pengungkapan tersebut harus
dengan pelaksanaan usaha dari BCA dan dilakukan melalui sarana yang diketahui atau
menyampaikannya kepada Dewan Komisaris; diakses dengan mudah oleh karyawan;
3) Mengadakan dan memelihara tata buku dan 9) Menyediakan data dan informasi yang akurat,
administrasi BCA sesuai dengan kelaziman yang relevan, dan tepat waktu kepada Dewan
berlaku bagi suatu perseroan; Komisaris;
4) Menyusun sistem akuntansi berdasarkan prinsip 10) Mengangkat anggota komite-komite Penunjang
pengendalian internal, terutama pemisahan Direksi berdasarkan keputusan rapat Direksi;
fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan 11) Menyelenggarakan RUPS Tahunan dan/atau
dan pengawasan; RUPS lainnya/Luar Biasa sesuai kebutuhan BCA
5) Memberikan pertanggungjawaban dan segala dan sesuai ketentuan yang berlaku;
keterangan tentang keadaan dan jalannya BCA, 12) Menyampaikan pertanggungjawaban atas
berupa laporan kegiatan BCA, termasuk laporan pengurusan BCA selama 1 (satu) tahun kepada
keuangan, baik dalam bentuk laporan tahunan RUPS selambat-lambatnya 6 (enam) bulan
maupun dalam bentuk laporan berkala lainnya, setelah tahun buku BCA ditutup;
menurut cara dan waktu yang ditentukan dalam 13) Menyampaikan laporan dan keterbukaan
Anggaran Dasar BCA setiap kali diminta oleh informasi kepada OJK, Bursa Efek Indonesia,
Dewan Komisaris; dan instansi berwenang lainnya sesuai peraturan
6) Menyiapkan susunan organisasi BCA lengkap perundang-undangan yang berlaku.
dengan perincian tugasnya;
7) Menjalankan kewajiban lainnya sesuai dengan 3. Kewenangan Direksi
Anggaran Dasar BCA atau berdasarkan petunjuk Berdasarkan Anggaran Dasar BCA, Pedoman Tata
Rapat Dewan Komisaris atau RUPS. Kelola BCA serta peraturan terkait lainnya, kewenangan
h. Kewajiban Lainnya: Direksi antara lain mencakup:
1) Melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap a. Menetapkan kebijakan dalam memimpin dan
kegiatan usaha BCA pada seluruh tingkatan atau mengurus BCA;
jenjang organisasi BCA; b. Menetapkan perumusan strategi dan kebijakan
2) Mengembangkan kerangka pengendalian intern strategis BCA;
untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, c. Mengatur ketentuan tentang kepegawaian BCA,
dan mengendalikan semua risiko yang dihadapi termasuk penetapan gaji, pensiun, atau jaminan
BCA; hari tua dan penghasilan lain bagi pegawai BCA,
3) Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
dari DAI BCA, Auditor Eksternal, hasil berlaku dan/atau keputusan RUPS (jika ada);
pengawasan BI, OJK dan/atau hasil pengawasan d. Mengangkat dan memberhentikan pegawai BCA
otoritas lain; berdasarkan peraturan kepegawaian BCA;
4) Membentuk DAI yang independen terhadap e. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk
satuan kerja operasional dan menerapkan fungsi mewakili BCA di dalam dan di luar Pengadilan
audit intern secara efektif sesuai ketentuan yang kepada seorang atau beberapa orang anggota
berlaku; Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau kepada
5) Membentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko dan seorang atau beberapa orang pegawai BCA, baik
Risk Management Committee serta Satuan Kerja sendiri maupun bersama-sama orang atau badan
Kepatuhan; lain;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 273
Page 276
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
f. Menjalankan tindakan lainnya, baik mengenai b. memiliki kompetensi, antara lain :
pengurusan maupun mengenai pemilikan, sesuai 1) memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di
dengan ketentuan yang diatur lebih lanjut oleh bidang yang dibutuhkan BCA, antara lain:
Dewan Komisaris dengan memperhatikan ketentuan a) pengetahuan di bidang perbankan yang
peraturan perundang-undangan yang berlaku. memadai dan relevan dengan jabatannya.
Yang dimaksud dengan pengetahuan di
Dengan tidak mengurangi ketentuan lain dalam bidang perbankan antara lain pengetahuan
Anggaran Dasar BCA, maka: tentang peraturan dan operasional bank
a. Presiden Direktur dan seorang anggota Direksi lain termasuk pemahaman mengenai manajemen
berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas risiko;
nama Direksi serta mewakili BCA; b) pengetahuan mengenai tugas dan tanggung
b. Jika Presiden Direktur karena sebab apa pun jawab Entitas Utama serta pemahaman
tidak atau belum diangkat atau berhalangan atau mengenai kegiatan bisnis utama dan risiko
tidak ada di tempat (mengenai hal tersebut tidak utama Lembaga Jasa Keuangan dalam
perlu dibuktikan kepada pihak lain), maka Wakil konglomerasi keuangan;
Presiden Direktur bersama-sama dengan seorang c) pengalaman di bidang perbankan dan/atau
anggota Direksi lainnya berhak dan berwenang bidang keuangan, antara lain pengalaman di
untuk bertindak untuk dan atas nama Direksi serta bidang operasional, pemasaran, akuntansi,
mewakili BCA; audit, pendanaan, perkreditan, pasar uang,
c. Jika Presiden Direktur dan Wakil Presiden Direktur pasar modal, hukum, atau pengalaman di
karena sebab apa pun tidak atau belum diangkat bidang pengawasan Lembaga Jasa Keuangan;
atau berhalangan atau tidak ada di tempat d) kemampuan untuk melakukan pengelolaan
(mengenai hal tersebut tidak perlu dibuktikan strategis dalam rangka pengembangan bank
kepada pihak lain), maka 2 (dua) orang Direktur yang sehat;
berhak dan berwenang untuk bertindak untuk dan e) memiliki pengalaman paling sedikit 5 (lima)
atas nama Direksi serta mewakili BCA. tahun di bidang operasional dan paling
rendah sebagai Pejabat Eksekutif Bank;
Direksi wajib melaksanakan tugas, tanggung jawab, 2) melakukan pengelolaan strategis dalam rangka
dan wewenangnya dengan itikad baik, penuh tanggung pengembangan bank yang sehat, antara lain:
jawab dan kehati-hatian, serta memperhatikan a) kompetitif dan visioner yang ditunjukkan
ketentuan Anggaran Dasar BCA, Piagam Direksi, juga dengan memiliki komitmen pada kinerja
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas, jangka panjang;
tanggung jawab, dan kewenangan Direksi secara rinci b) memiliki sikap beretika dan bertanggung
tertuang dalam Anggaran Dasar BCA dan Piagam Direksi jawab dalam menjalankan kegiatan bisnis,
yang dapat diakses oleh publik melalui situs web BCA. operasional, dan layanan bank;
c) berkontribusi terhadap masyarakat dan
4. Kriteria Anggota Direksi lingkungan; dan
Anggota Direksi BCA merupakan perseorangan yang d) memiliki kemampuan dalam beradaptasi,
memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai dengan POJK bertahan, dan bertumbuh;
No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan c. memiliki reputasi yang baik, antara lain:
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, POJK No. 17 1) tidak memiliki kredit dan/atau pembiayaan
Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank macet;
Umum berikut aturan pelaksanaannya, dan POJK No. 2) dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan
27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan selama menjabat:
Kepatutan bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan. a) tidak pernah dinyatakan pailit;
Kriteria anggota Direksi juga dapat dilihat pada Piagam b) tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/
Direksi yang dapat diakses oleh publik melalui situs web atau Dewan Komisaris yang dinyatakan
BCA bagian Struktur Organisasi (https://www.bca.co.id/ bersalah menyebabkan suatu perusahaan
id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi#) dinyatakan pailit;
c) tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau
Kriteria Anggota Direksi BCA adalah sebagai berikut: anggota Dewan Komisaris yang selama menjabat:
a. memiliki integritas, antara lain: i. pernah tidak menyelenggarakan RUPS
1) mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang tahunan;
baik; ii. pertanggungjawabannya sebagai
2) cakap melakukan perbuatan hukum; anggota Direksi dan/atau anggota
3) memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan Dewan Komisaris pernah tidak diterima
perundang-undangan; oleh RUPS atau pernah tidak memberikan
4) memiliki komitmen terhadap pengembangan pertanggungjawaban sebagai anggota
perbankan yang sehat; Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris kepada RUPS; dan
274 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 277
iii. pernah menyebabkan perusahaan yang Mekanisme Nominasi
memperoleh izin, persetujuan, atau BCA telah memiliki pengaturan terkait mekanisme
pendaftaran dari OJK tidak memenuhi nominasi dalam dokumen Mekanisme Nominasi Dewan
kewajiban menyampaikan laporan Komisaris dan Direksi yang dapat diakses oleh publik
tahunan dan/atau laporan keuangan melalui situs web BCA bagian Tata Kelola Perusahaan
kepada OJK; (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/
3) tidak pernah dihukum karena melakukan tindak acgs/kebijakan-gcg).
pidana dalam jangka waktu tertentu sebelum
dicalonkan. Yang dimaksud dengan “tindak Mengacu pada ketentuan tentang Penerapan Tata
pidana” adalah: Kelola bagi Bank Umum, alur mekanisme nominasi
a) tindak pidana di sektor jasa keuangan yang anggota Direksi adalah sebagai berikut:
pidananya telah selesai dijalani dalam a. Usulan dari pemegang saham/Dewan Komisaris/
waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum Presiden Direktur terkait nominasi Direksi
dicalonkan; disampaikan kepada Dewan Komisaris.
b) tindak pidana kejahatan yaitu tindak pidana b. Dewan Komisaris meminta kepada KRN untuk
yang tercantum dalam Kitab Undang- membahas usulan terkait nominasi atau Direksi
undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau yang dalam rapat KRN.
sejenis KUHP di luar negeri dengan ancaman c. KRN melakukan pembahasan terkait usulan
hukuman pidana penjara 1 (satu) tahun atau dimaksud dalam rapat KRN. Pembahasan tersebut
lebih yang pidananya telah selesai dijalani dituangkan dalam Risalah Rapat KRN. Dalam
dalam waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir rapat tersebut terdapat beberapa hal yang
sebelum dicalonkan; dan/atau dipertimbangkan, antara lain:
c) tindak pidana lainnya dengan ancaman 1) Alasan dan/atau pertimbangan atas usulan
hukuman pidana penjara 1 (satu) tahun atau (antara lain berdasarkan hasil interview, kajian
lebih, antara lain korupsi, pencucian uang, reputasi keuangan, pengalaman rekam jejak, dan
narkotika/psikotropika, penyelundupan, opini publik yang beredar di berbagai media);
kepabeanan, cukai, perdagangan orang, 2) Kriteria dan kualifikasi kandidat yang sesuai
perdagangan senjata gelap, terorisme, dengan strategi Bank;
pemalsuan uang, di bidang perpajakan, di 3) KRN telah melakukan langkah-langkah antara
bidang kehutanan, di bidang lingkungan lain:
hidup, di bidang kelautan, dan perikanan, i. memperhatikan kondisi eksternal dan
yang pidananya telah selesai dijalani dalam internal sesuai arahan strategi BCA;
waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum ii. memperhatikan keberagaman baik dari
dicalonkan; segi gender, usia, latar belakang pendidikan
4) menjaga reputasi BCA; maupun keahlian;
a) tidak termasuk sebagai pihak yang dilarang iii. melakukan komunikasi dengan Pemegang
untuk menjadi Pihak Utama antara lain calon Saham Pengendali (jika usulan bukan dari
tidak tercantum dalam Daftar Tidak Lulus Pemegang Saham Pengendali).
(DTL) atas uji kemampuan dan kepatutan (Fit d. Setelah melakukan pembahasan, KRN memberikan
and Proper Test) sesuai peraturan terkait Uji r e ko m e n d a s i ke p a d a D ewa n Ko m i s a r i s .
Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Rekomendasi tersebut dituangkan dalam bentuk
Test), Pihak Utama termasuk Pemegang Surat Keputusan KRN.
Saham Pengendali, anggota Direksi, dan e. Berdasarkan rekomendasi KRN, Dewan Komisaris
anggota Dewan Komisaris; dan memutuskan untuk mengajukan calon Direksi
b) memiliki komitmen untuk tidak melakukan kepada Pemimpin RUPS. Keputusan Dewan
dan/atau mengulangi perbuatan dan/ Komisaris dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan
atau tindakan yang menyebabkan yang Dewan Komisaris.
bersangkutan termasuk sebagai pihak yang f. Pemimpin RUPS meminta persetujuan pemegang
dilarang untuk menjadi Pihak Utama. saham dalam mata acara RUPS terkait nominasi
Direksi.
5. Nominasi Anggota Direksi g. Setelah mendapat persetujuan RUPS, persetujuan
Penyelenggaraan nominasi untuk anggota Direksi dimaksud dituangkan dalam Berita Acara RUPS yang
mengacu pada Pasal 7 POJK No. 33/POJK.04/2014 menjadi dasar fit and proper test calon Direksi.
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau h. BCA dapat menggunakan jasa pihak ketiga (search
Perusahaan Publik serta Pasal 9 POJK No. 17 tahun 2023 firms) yang independen dan memiliki reputasi baik
tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. dalam proses seleksi kandidat Direksi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 275
Page 278
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Penjelasan alur nominasi di atas digambarkan dalam bentuk diagram di bawah ini.
Mekanisme Nominasi Anggota Direksi BCA
Pemegang Saham/
Dewan Komisaris/ Dewan Komisaris KRN RUPS Fit and Proper Test1)
Presiden Direktur
Usulan Nominasi Menyampaikan Tidak
Pembahasan
(Calon Direksi usulan kepada
dalam Rapat KRN
BCA) KRN
Ya
Pengajuan usulan
calon kepada
Pemimpin RUPS Surat Keputusan
melalui Surat KRN
Keputusan Dewan
Komisaris Pemimpin
RUPS meminta
persetujuan
pemegang saham
Persetujuan
dituangkan dalam
Proses Fit and
Berita Acara RUPS
Proper Test
(Dasar Fit and
Proper Test)
PT Bank Central Asia Tbk
Hasil Fit and
Proper Test
Keterangan:
1) Penyampaian dokumen administratif fit and proper
test kepada OJK dapat dilakukan sejak diperolehnya
Surat Keputusan KRN Selesai
Kebijakan suksesi Direksi disusun oleh KRN BCA. Kebijakan suksesi Direksi tersebut dapat dilihat pada bagian KRN
pada Laporan Tahunan ini.
6. Jumlah dan Komposisi Anggota Direksi
BCA telah memenuhi ketentuan jumlah dan komposisi anggota Direksi sesuai dengan POJK No. 17 tahun 2023
tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
Ketentuan POJK tentang Penerapan
Implementasi di BCA
Tata Kelola bagi Bank Umum
Bank wajib memiliki anggota Direksi dengan jumlah paling BCA memiliki 12 (dua belas) anggota Direksi.
sedikit 3 (tiga) orang.
Seluruh anggota Direksi wajib berdomisili di Indonesia. Seluruh anggota Direksi berdomisili di Indonesia.
Direksi wajib dipimpin oleh Presiden Direktur atau Direktur Direksi BCA dipimpin oleh Presiden Direktur.
Utama.
Per 31 Desember 2025, jumlah anggota Direksi BCA adalah 12 (dua belas) orang yang terdiri dari:
• 1 (satu) Presiden Direktur yang independen terhadap Pemegang Saham Pengendali;
• 2 (dua) Wakil Presiden Direktur;
• 1 (satu) Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan; dan
• 8 (delapan) Direktur lainnya.
276 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 279
Pada tahun 2025, BCA mengalami perubahan susunan anggota Direksi berdasarkan keputusan RUPST Tahun 2025
pada Agenda Ketiga. Perubahan susunan anggota Direksi dapat dilihat pada bagian Rapat Umum Pemegang
Saham di Laporan Tahunan ini. Susunan Keanggotaan Direksi BCA tahun 2025 telah dimuat dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat PT Bank Central Asia Tbk No. 178 tanggal 26 Mei 2025, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami,
S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta.
Susunan Anggota Direksi BCA (1 Januari 2025 - 31 Mei 2025)
Periode Jabatan
Nama Jabatan No. Surat Persetujuan
berdasarkan RUPST
Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur 13/21/DPBB3/TPB3-7 tanggal 17 Juni 2011 2021 - 2025
Gregory Hendra Lembong Wakil Presiden Direktur 10/KDK.03/2022 tanggal 22 April 2022 2022 - 2025
Armand Wahyudi Hartono Wakil Presiden Direktur SR-106/D.03/2016 tanggal 21 Juni 2016 2021 - 2026
Tan Ho Hien/Subur/Subur Direktur 4/69/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 13 Agustus 2021 - 2026
Tan 2002
Rudy Susanto Direktur SR-119/D.03/2014 tanggal 21 Juli 2014 2021 - 2026
Lianawaty Suwono Direktur (yang juga SR-137/D.03/2016 tanggal 27 Juli 2016 2021 - 2026
merupakan Direktur yang
membawahkan fungsi 8/KDK.03/2022 tanggal 22 April 2022
Kepatuhan) (sebagai Direktur yang membawahkan
Fungsi Kepatuhan)
Santoso Direktur SR-143/D.03/2016 tanggal 8 Agustus 2016 2021 - 2026
Vera Eve Lim Direktur SR-79/PB.12/2018 tanggal 23 April 2018 2021 - 2026
Haryanto T. Budiman Direktur 14/KDK.03/2020 tanggal 14 Mei 2020 2021 - 2026
Frengky Chandra Kusuma Direktur 39/KDK.03/2021 tanggal 26 April 2021 2021 - 2026
John Kosasih Direktur 40/KDK.03/2021 tanggal 26 April 2021 2021 - 2025
Antonius Widodo Mulyono Direktur 9/KDK.03/2022 tanggal 22 April 2022 2022 - 2026
Susunan Anggota Direksi BCA (1 Juni 2025 - 31 Desember 2025)
Periode Jabatan
Nama Jabatan No. Surat Persetujuan
berdasarkan RUPST
Gregory Hendra Lembong Presiden Direktur KEPR-26/D.03/2025 tanggal 9 April 2025 2025-2026
John Kosasih Wakil Presiden Direktur KEPR-25/D.03/2025 tanggal 9 April 2025 2025-2026
Armand Wahyudi Hartono Wakil Presiden Direktur SR-106/D.03/2016 tanggal 21 Juni 2016 2021 - 2026
Tan Ho Hien/Subur/Subur Direktur 4/69/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 13 Agustus 2021 - 2026
Tan 2002
Rudy Susanto Direktur SR-119/D.03/2014 tanggal 21 Juli 2014 2021 - 2026
Lianawaty Suwono Direktur (yang juga SR-137/D.03/2016 tanggal 27 Juli 2016 2021 - 2026
merupakan Direktur yang
membawahkan fungsi 8/KDK.03/2022 tanggal 22 April 2022
Kepatuhan) (sebagai Direktur yang membawahkan
Fungsi Kepatuhan)
Santoso Direktur SR-143/D.03/2016 tanggal 8 Agustus 2016 2021 - 2026
Vera Eve Lim Direktur SR-79/PB.12/2018 tanggal 23 April 2018 2021 - 2026
Haryanto T. Budiman Direktur 14/KDK.03/2020 tanggal 14 Mei 2020 2021 - 2026
Frengky Chandra Kusuma Direktur 39/KDK.03/2021 tanggal 26 April 2021 2021 - 2026
Antonius Widodo Mulyono Direktur 9/KDK.03/2022 tanggal 22 April 2022 2022 - 2026
Hendra Tanumihardja Direktur KEPR-24/D.03/2025 tanggal 9 April 2025 2025-2026
Seluruh anggota Direksi BCA telah memperoleh persetujuan serta lulus uji kemampuan dan kepatutan dari Bank
Indonesia (saat ini OJK) sebelum menjalankan tugas dan fungsi dalam jabatannya. Hal tersebut telah sesuai dengan
PBI No. 12/23/PBI/2010 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dan SEBI No. 13/8/DPNP
perihal Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) sebagaimana telah diubah dengan SEBI No. 13/26/
DPNP tanggal 30 November 2011 maupun Peraturan OJK No. 27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan
dan Kepatutan bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan dan Surat Edaran OJK No. 39/SEOJK.03/2016 tentang
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Calon Pemegang Saham pengendali, Calon Anggota Direksi, dan Calon
Anggota Dewan Komisaris Bank.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 277
Page 280
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
7. Masa Jabatan Direksi
Masa jabatan Direksi BCA adalah sejak tanggal yang ditentukan dalam RUPS yang mengangkat anggota Direksi
tersebut sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang ke-5 (lima) yang diselenggarakan setelah RUPS yang
mengangkat anggota Direksi yang bersangkutan, dengan tidak mengurangi kewenangan RUPS untuk memberhentikan
seorang atau lebih anggota Direksi pada setiap waktu sebelum jabatannya berakhir. Anggaran Dasar BCA menyatakan
bahwa anggota Direksi yang masa jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali.
Jabatan anggota Direksi dengan sendirinya berakhir, jika yang bersangkutan:
a. Dinyatakan pailit atau dinyatakan berada di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan Pengadilan;
b. Mengundurkan diri dari jabatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Meninggal dunia;
d. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham;
e. Tidak lagi memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku.
8. Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Pembagian tugas dan wewenang di antara anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi dengan
persetujuan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 069/SK/KOM/2025 tanggal 27 Mei 2025 tentang
Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi serta Kerangka Induk Organisasi PT Bank Central Asia Tbk dan
dilengkapi dengan Surat Keputusan Direksi No. 136/SK/DIR/2025 tanggal 21 Juli 2025 perihal Struktur Organisasi
Transaction Banking Product Development Division (DPD).
Susunan Struktur Organisasi BCA serta supervisi Presiden Direktur serta 2 (dua) Wakil Presiden Direktur BCA dapat
dilihat di halaman 40-41 pada bagian Profil dalam Laporan Tahunan ini.
Detail pembidangan tugas dan tanggung jawab Direksi dijelaskan pada tabel sebagai berikut:
Bidang Tugas dan Tanggung Direktur Direktur Direktur
No. Nama Jabatan
Jawab Pengganti I Pengganti II Pengganti III
1 Gregory Hendra President Director » Overall Coordination JK ST RS
Lembong (HL) (PD)
» Internal Audit1) (DAI) AW ST FC
2 John Kosasih Deputy President » SME & Commercial Business FC HB RS
(JK) Director (DCE)
(DPD1)2)
» BCA Insurance HB RS ST
» BCA Syariah FC SL ST
3 Armand W. Deputy President » Contact Center & Digital FC SL HT
Hartono (AH) Director Services (CDG)
(DPD2)
» E-Channel & Settlement HT SL FC
Services (CSV)
» International Banking RS SL JK
Services (GTP)
» Credit Administration ST FC RS
Services (SLK)
» Corporate Branch (KCK) RS ST JK
4 Subur Tan Credit & Legal » Credit Risk Analysis (ARK) VL HL FC
(ST) Director
» Credit Recovery (RPK) FC HL VL
(DKR)
» Legal (GHK) LS FC AW
5 Santoso Transaction Banking » Strategic Information AH HL VL
(SL) Director Technology (GTI)
(DTP)
» Operation Strategy AH HL FC
Development (POL)
» Transaction Banking Business HB AH HT
Development (DTB)
» Transaction Banking Product HB AH HT
Development (DPD)
» Transaction Banking HT HB AH
Services (GLT)
» BCA Digital HL FC VL
278 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 281
Bidang Tugas dan Tanggung Direktur Direktur Direktur
No. Nama Jabatan
Jawab Pengganti I Pengganti II Pengganti III
6 Rudy Susanto Corporate Banking & » Corporate Banking & JK HB SL
(RS) Treasury Director Transaction (GBK)
(DBK)2)
» Corporate Finance (GCF) JK HB SL
» International Banking (DIB) HL HB JK
» Treasury (DTR) HL JK VL
» BCA Sekuritas JK HL VL
7 Hendra Cash Management » Corporate Transaction (CTC) RS JK SL
Tanumihardja Director
» Cash Management (DCM) RS JK HB
(DCS)2)
» Transaction Banking SL HB JK
Partnership Solution
Development (DST)
» Wholesale Transaction SL RS JK
Banking Product
Development (WBD)
8 Haryanto T. Consumer Banking » Consumer Finance (DBK) JK RS FC
Budiman Director
» Individual Customer Business SL JK AH
(HB) (DCB)2)
Development (ICB)
» Wealth Management (DWM) JK SL HL
» BCA Life JK SL RS
» BCA Finance JK ST SL
9 Frengky Chandra Branch & Network » Regional & Branch Banking AH HT VL
Kusuma Director Management (Kanwil &
(FC) (DJW)#) Cabang)
» Branch Network VL HT AH
Management (JPW)
» Procurement & Facility AH JK ST
Management (LOG)
10 Antonius Widodo Risk Management » Risk Management1) (MRK) LS VL ST
Mulyono Director
» Corporate Communication & VL FC HL
(AW) (DRM)3)
Social Responsibility (CCR)
» Anti-Fraud (BAF) LS HL FC
11 Lianawaty Compliance & » Compliance1) (DCP) AW VL ST
Suwono Human Capital Mgmt.
» Human Capital Management ST HT AH
(LS) Director
(HCM)
(DCH)3)
» Learning & Development ST HT AH
(DPP)
12 Vera Eve Lim Finance & Corporate » Corporate Strategy & HL JK HT
(VL) Planning Director Planning (DCSP)
(DFC)3)
» Accounting & Tax (ATX) HT RS HL
» Corporate Secretary - HL HB RS
Investor Relations & ESG
(CVG)
» Industry & Economic HB RS AW
Research (REI)
» Central Capital Ventura SL AH HL
Keterangan:
1. Direktur Pengganti melaporkan kepada Direktur Bidang seluruh tindakan yang dilakukan/keputusan yang dibuat selama menggantikan Direktur Bidang.
Direktur Pengganti untuk bidang perkreditan mengacu pada Manual Ketentuan Kredit.
2. Fungsi Pengelolaan Perusahaan Anak diatur sebagai berikut:
1) Melakukan pemantauan pelaksanaan fungsi audit internal/manajemen risiko/kepatuhan pada Perusahaan Anak
dalam rangka penetapan tata kelola terintegrasi dan manajemen risiko terintegrasi
2) Melakukan fungsi pemantauan perkembangan usaha Perusahaan Anak.
3) Melakukan fungsi pemantauan dan penyelarasan secara menyeluruh terhadap pengelolaan Perusahaan Anak serta
pemantauan kinerja keuangan Perusahaan Anak.
Pelaksanaan fungsi di atas tetap memperhatikan prinsip dalam Perseroan Terbatas, dimana Perusahaan Anak adalah independent/separate legal entity.
Pertanggungjawaban Direksi dan/atau Komisaris Perusahaan Anak adalah kepada RUPS Perusahaan Anak.
Perusahaan Induk selaku pemegang saham menjalankan kewenangan dan fungsinya melalui RUPS Perusahaan Anak.
3. #) Direktur Jaringan Wilayah dan Cabang sebagai pelaksana harian, pembina, dan pemantau manajemen wilayah dan cabang. Pertanggungjawaban
Kepala Kantor Wilayah adalah kepada Direksi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 279
Page 282
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
9. Program Orientasi bagi Anggota Direksi Baru
Program orientasi bagi anggota Direksi baru dilaksanakan untuk memberikan anggota Direksi baru pemahaman
tentang BCA dalam waktu singkat sehingga anggota Direksi baru tersebut dapat menjalankan tugas dan tanggung
jawab sebagai anggota Direksi dengan sebaik-baiknya.
Kebijakan program orientasi Direksi diatur dalam Pedoman Tata Kelola BCA tentang Pedoman dan Tata Tertib Kerja
Direksi dan Surat Keputusan Direksi No. 189/SK/DIR/2020 tanggal 4 Desember 2020 perihal Orientasi Anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Baru PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Program orientasi meliputi antara lain:
• Pengetahuan mengenai Visi, Misi, Tata Nilai, Strategi BCA;
• Rencana jangka menengah dan jangka panjang BCA (RBB tahun berjalan);
• Kinerja dan keuangan BCA; dan
• Hal-hal yang relevan dengan dunia perbankan.
Tata Cara Orientasi
Tata cara orientasi bagi Direksi yang baru dapat dilakukan antara lain dengan cara:
• Pemaparan oleh Unit Kerja Kantor Pusat (UKKP);
• Kunjungan ke berbagai lokasi kegiatan BCA;
• Pertemuan dan diskusi dengan anggota Direksi dan Dewan Komisaris lain untuk mendiskusikan berbagai masalah
BCA atau informasi lain yang dibutuhkan;
• Mempelajari berbagai informasi BCA yang tersedia secara elektronik (online based).
Pelaksanaan Orientasi Tahun 2025
Pada tahun 2025, terdapat pelaksanaan program orientasi bagi anggota Direksi secara online dengan waktu
pelaksanaan berkisar 1 - 2 jam per sesi.
Program orientasi 2025 bagi anggota Direksi Baru yang diangkat berdasarkan RUPST tanggal 12 Maret 2025, yaitu
Bapak Hendra Tanumihardja sebagai berikut:
No Tanggal Topik
1 12 Juni - 7 Juli 2025 Orientasi terkait dengan Tugas dan Tanggung Jawab Divisi dan Satuan Kerja
di BCA secara online.
Laporan Pelaksanaan Orientasi Bapak Hendra Tanumihardja telah dituangkan dalam Memorandum tanggal 31 Juli 2025 tentang Laporan Pelaksanaan
Orientasi bagi Direktur Baru.
10.Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Anggota Direksi
BCA memiliki kebijakan program pelatihan Direksi yang tercantum dalam Piagam Direksi. BCA mewajibkan anggota
Direksi mengikuti program pelatihan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun guna meningkatkan kompetensi dan
menunjang pelaksanaan tugas dan kewajiban anggota Direksi. Daftar program pelatihan yang diikuti oleh anggota
Direksi sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Program Pelatihan yang Diikuti Anggota Direksi Tahun 2025
No Nama Program Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
1 Jahja BCA Trading Trends 2025 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Setiaatmadja1) Indonesia
AIA APAC Bancassurance AIA 13-15 Mei 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 Indonesia
2 Gregory BCA Trading Trends 2025 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Hendra Indonesia
Lembong2)
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
Wealth Summit 2025 BCA 17 September Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
2025 Bloomberg New Economy Bloomberg 19-21 November Singapura, Seminar/Conference
Forum 2025 Singapura
16th Kompas100 CEO Forum Kompas 26 November Jakarta, Seminar/Conference
2025 Powered by PLN 2025 Indonesia
Leaders Gathering and Mastercard 26 November Jakarta, Seminar/Conference
Reception: Building Financial 2025 Indonesia
Resilience in a Digital Economy
Rapat Kerja Nasional BCA 2026 BCA 4-5 Desember Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
280 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 283
No Nama Program Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
3 John Kosasih3) BCA Trading Trends 2025 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Japan Banking Innovation The Asian 20 Februari Tokyo, Seminar/Conference
Conference 2025 Banker 2025 Jepang
Dialog Bersama Pelaku Pasar Bursa Efek 3 Maret 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Modal Indonesia Indonesia
Members’ Gathering APINDO 17 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
“Transformasi Industri Indonesia
Manufaktur Melalui Integrasi
Teknologi AI”
Seminar Nasional Ekonomi- Bank Indonesia 8 Agustus 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Keuangan Hijau "Penguatan Indonesia
Sinergi Pembiayaan Hijau
Dalam Mendukung Transisi
Ekonomi Berkelanjutan"
sebagai Rangkaian Kegiatan
Karya Kreatif Indonesia Tahun
2025
Indonesia-Japan Executive PPIJ 6 Agustus 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Dialogue 2025: A Private (Indonesian- Indonesia
Leadership Forum on Outlook, Japan Friendship
Innovation & Collaboration Association)
RAKERKONAS ke-XXXIV APINDO 9 Agustus 2025 Jakarta, Workshop
APINDO "Dengan Semangat Indonesia
Indonesia Incorporated menuju
Indonesia Emas 2045"
Wealth Summit 2025 BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
September Indonesia
2025
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Indonesia Islamic Finance OJK 3 November Jakarta, Seminar/Conference
Summit 2025 2025 Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
4 Armand BCA Trading Trends 2025 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Wahyudi Indonesia
Hartono
AEI - INVESTOR RELATIONS Asosiasi Emiten 13 Februari Jakarta, Seminar/Conference
SUMMIT 2025 Indonesia 2025 Indonesia
Seminar AEI - Inside the Mind Asosiasi Emiten 17 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
of a Successful Institutional Indonesia Indonesia
Investor
Talk Show BINUS Professional BINUS 6 Oktober 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Connect 2025 Indonesia
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
Rapat Kerja Nasional BCA 2026 BCA 4-5 Desember Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
5 Tan Ho Hien/ BCA Trading Trends 2024 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Subur/Subur Indonesia
Tan
Wealth Summit 2025 BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
September Indonesia
2025
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
Rapat Kerja Nasional BCA 2026 BCA 4-5 Desember Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 281
Page 284
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No Nama Program Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
6 Rudy Susanto BCA Trading Trends 2024 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Refreshment sertifikasi ACI 17 Januari 2025 Bali, Seminar/Conference
Treasury Indonesia
RGE Bankers Forum 2025 RGE 17 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Workshop Strategic Priority BCA 28-29 Juli 2025 Jakarta, Workshop
Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
7 Lianawaty BCA Trading Trends 2024 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Suwono Indonesia
HR Director Breakfast Session Forum Human 26 Februari Jakarta, Seminar/Conference
: "Banking Talent Future Talent Capital 2025 Indonesia
Readiness" Perbankan
Indonesia
Sharing Terkait Artificial Binus University 10 Maret 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Intelligence Indonesia
NGOBAR (Ngobrol Bahas AAMAI 17 April 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Asuransi) Indonesia
Leadership Excellence AGLP (Asean 19 Mei 2025 Jakarta, Seminar/Conference
"Harnessing the Power of Global Indonesia
Technology and Fine Arts" Leadership
Program)
Webinar: "Trend Masalah BCA 1 Juli 2025 Jakarta, Webinar
Ketenagakerjaan di Dunia Indonesia
Korporasi"
GenAI Tech Day GTI 23 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Wealth Summit 2025 BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
September Indonesia
2025
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
BYC Fest (Bold Moves, Unleash BCA 18 November Jakarta, Seminar/Conference
the Next) 2025 Indonesia
Executive Breakfast Sharing: ACCARA 21 November Jakarta, Seminar/Conference
State the Global Workspace CONSULTING 2025 Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
A Leadership Dialogue on DELOITTE 26 November Jakarta, Seminar/Conference
Workplace Financial Health in 2025 Indonesia
Indonesia - Deloitte
8 Santoso BCA Trading Trends 2024 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Tencent Cloud Day Indonesia Tencent Cloud 17 Februari Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Digital Economic Forum CNBC CNBC & 17 Februari Jakarta, Seminar/Conference
& Artajasa Artajasa 2025 Indonesia
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
FEKDI: Festival Ekonomi BI, OJK, ASPI 30-31 Oktober Jakarta, Workshop
Keuangan Digital Indonesia 2025 Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
Rapat Kerja Nasional BCA 2026 BCA 4-5 Desember Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
282 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 285
No Nama Program Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
9 Vera Eve Lim BCA Trading Trends 2024 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Perbanas x IBI : CEO Forum Perbanas dan 22 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
IBI Indonesia
BAIN - e-Conomy SEA 2024 BAIN 11 Februari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Event in Jakarta Indonesia
Political and Economic OCS Indonesia 10 April 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Roundtable Breakfast Indonesia
Discussion with OCS Group
Executive Committees
Kegiatan Inspirasi Kartini Dalam OJK 22 April 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Rangka Peringatan Hari Kartini Indonesia
Tahun 2025
Undangan Konsinyering Industri OJK 16 Mei 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
CEO Forum Perbanas Perbanas 10 Desember Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
10 Haryanto T. AIA APAC Bancassurance AIA 13-15 Mei 2025 Beijing, Seminar/Conference
Budiman Summit 2025 China
GenAI Tech Day GTI 23 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Training Digital Stanford 3-8 Agustus Stanford, Training
Transformations: Leading University 2025 Amerika
Organizational Change in the Serikat
Age of AI
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Wealth Summit 2025 BCA 18 September Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
JP Morgan Investment Forum J.P. Morgan 3 September Jakarta, Seminar/Conference
- The Road Ahead: Journey of 2025 Indonesia
Growth and Resilence
CRO Roundtable PERBANAS 24 September Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
UBS Indonesia Forum UBS 17 November Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
11 Frengky Wealth Summit 2025 BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
Chandra September Indonesia
Kusuma 2025
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Safeguarding Your Investment Reanda 26 September Jakarta, Seminar/Conference
in Indonesia through Proper Indonesia & 2025 Indonesia
Financial and Tax Reporting BCA
The Dual Edge of Tax, Reanda 20 November Jakarta, Seminar/Conference
Managing Risk and Capturing Indonesia & 2025 Indonesia
Savings BCA
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 283
Page 286
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No Nama Program Penyelenggara Tanggal Lokasi Sarana/Bentuk
12 Antonius BCA Trading Trends 2024 BCA 9 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Widodo Indonesia
Mulyono
Perbanas x IBI : CEO Forum Perbanas dan 22 Januari 2025 Jakarta, Seminar/Conference
IBI Indonesia
Wealth Summit 2025 BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
September Indonesia
2025
Indonesia Knowledge Forum BCA 28 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Forum Komunikasi Hukum BCA 29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
Tahun 2025 "Penerapan UU 2025 Indonesia
No.1 Tahun 2023 tentang KUH
Pidana dan Rancangan UU
tentang Hukum Acara Pidana
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
Rapat Kerja Nasional BCA 2026 BCA 4-5 Desember Jakarta, Seminar/Conference
2025 Indonesia
13 Hendra Workshop Strategic Priority BCA 28-29 Juli 2025 Jakarta, Workshop
Tanumihardja4) Indonesia
GenAI Tech Day GTI 23 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Training APU PPT PPATK 21 Juli 2025 Jakarta, Seminar/Conference
Indonesia
Wealth Summit 2025 BCA 17-18 Jakarta, Seminar/Conference
September Indonesia
2025
BCA Capital Market BCA 14 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
Collaboration Night 2025 2025 Indonesia
Indonesia Knowledge Forum BCA 28-29 Oktober Jakarta, Seminar/Conference
2025 2025 Indonesia
Gathering "Cybersecurity BCA 13 November Jakarta, Seminar/Conference
Awareness for Business 2025 Indonesia
Resilience”
Enhancing Sustainability BCA 25 November Jakarta, Seminar/Conference
through GCG 2025 Indonesia
CFO Connect 2025: Ecosystem BCA 26 November Jakarta, Seminar/Conference
Synergy for Sustainable 2025 Indonesia
Business Growth
Keterangan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
Sesuai POJK No. 24 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Bank Umum dan SE OJK
Nomor 28 /SEOJK.03/2022 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Sumber Daya Manusia Bank Umum, seluruh
anggota Direksi telah memiliki Sertifikasi Manajemen Risiko dan/atau Refreshment sesuai ketentuan yang berlaku.
11. Kepemilikan Saham Anggota Direksi yang Mencapai 5% atau Lebih dari Modal Disetor
Kebijakan BCA dalam hal pelaporan kepemilikan saham anggota Direksi mengacu pada Pasal 57 POJK No. 17 tahun
2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum, SE OJK No.14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata
Kelola bagi Bank Umum, POJK 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan
Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Penerapan Kebijakan Pelaporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
Piagam Direksi telah mengatur antara lain:
a. Kewajiban pengungkapan Direksi atas kepemilikan saham yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih dari modal
disetor, yang meliputi jenis dan jumlah lembar saham pada BCA, bank lain, lembaga keuangan bukan bank dan
perseroan lainnya, yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Di samping itu, BCA juga telah mengadakan
dan menyimpan Daftar Khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 50 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas.
b. Kewajiban anggota Direksi untuk menyampaikan informasi kepada BCA atas kepemilikan dan perubahan atas
saham BCA dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah terjadinya kepemilikan atau setiap perubahan
284 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 287
kepemilikan atas saham Perusahaan Terbuka. Kebijakan pelaporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan
saham Direksi sesuai dengan POJK No. 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka dan
telah disosialisasikan melalui Memorandum No. 0075/MO/ESG/2025 tanggal 6 Agustus 2024 oleh Sekretaris
Perusahaan kepada segenap Direksi dan Dewan Komisaris.
BCA juga telah menyampaikan laporan kepemilikan saham milik Direksi setiap awal bulan dan atas setiap perubahan
kepemilikan saham Direksi tahun 2025 kepada OJK dan BEI melalui sistem e-reporting sebagai wujud keterbukaan
dan kepatuhan BCA terhadap kebijakan internal dan eksternal mengenai laporan kepemilikan saham.
Tabel Kepemilikan Saham Anggota Direksi yang Mencapai 5% (lima persen) atau Lebih dari Modal Disetor per 31 Desember 2025
Kepemilikan saham anggota Direksi yang jumlahnya 5% atau lebih pada:
Nama Lembaga Keuangan
BCA Bank Lain Perusahaan Lain
Bukan Bank
Jahja Setiaatmadja1) - - - √
Gregory Hendra Lembong2) - - - √
John Kosasih 3)
- - - -
Armand Wahyudi Hartono - - - √
Tan Ho Hien/Subur/Subur Tan - - - -
Rudy Susanto - - - -
Lianawaty Suwono - - - -
Santoso - - - -
Vera Eve Lim - - - -
Haryanto T. Budiman - - - -
Frengky Chandra Kusuma - - - -
Antonius Widodo Mulyono - - - -
Hendra Tanumihardja 4)
- - - -
Keterangan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
√ Memiliki saham dengan jumlah mencapai 5% (lima persen) atau lebih.
Seluruh anggota Direksi tidak memiliki kepemilikan tidak langsung atas saham BCA. Direksi BCA memiliki 0,052%
saham BCA secara kumulatif. Berikut rincian kepemilikan saham BCA beserta persentase pada awal dan akhir tahun
buku oleh anggota Direksi secara langsung pada tahun 2025.
Tabel Jumlah Kepemilikan Saham BCA oleh Direksi (1 Januari 2025 - 31 Mei 2025)
Jumlah Kepemilikan Jumlah Kepemilikan
Direksi Jabatan Awal Tahun Persentase Akhir Tahun Persentase
(per 1 Januari 2025) (per 31 Mei 2025)
Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur 33.850.785 0,027% 35.805.144 0,029%
Gregory Hendra Wakil Presiden 977.547 0,001% 1.531.282 0,001%
Lembong Direktur
Armand Wahyudi Hartono Wakil Presiden 4.256.065 0,003% 4.256.065 0,003%
Direktur
Tan Ho Hien/Subur/Subur Direktur 10.710.172 0,009% 11.169.044 0,009%
Tan
Rudy Susanto Direktur 2.908.127 0,002% 3.431.711 0,003%
Lianawaty Suwono Direktur (yang 2.264.685 0,002% 2.840.417 0,002%
juga merupakan
Direktur yang
membawahkan
fungsi Kepatuhan)
Santoso Direktur 2.690.902 0,002% 3.169.028 0,003%
Vera Eve Lim Direktur 2.212.324 0,002% 2.731.601 0,002%
Haryanto T. Budiman Direktur 776.099 0,001% 1.057.378 0,001%
Frengky Chandra Kusuma Direktur 2.107.984 0,002% 2.429.926 0,002%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 285
Page 288
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Jumlah Kepemilikan Jumlah Kepemilikan
Direksi Jabatan Awal Tahun Persentase Akhir Tahun Persentase
(per 1 Januari 2025) (per 31 Mei 2025)
John Kosasih Direktur 731.076 0,001% 1.094.492 0,001%
Antonius Widodo Direktur 262.511 0,000% 440.838 0,000%
Mulyono
TOTAL 63.748.277 0,052% 69.956.926 0,056%
Tabel Jumlah Kepemilikan Saham BCA oleh Direksi (1 Juni 2025 - 31 Desember 2025)
Jumlah Kepemilikan Jumlah Kepemilikan
Direksi Jabatan Awal Tahun Persentase Akhir Tahun Persentase
(per 1 Juni 2025) (per 31 Desember 2025)
Gregory Hendra Presiden Direktur 1.531.282 0,001% 1.531.282 0,001%
Lembong
John Kosasih Wakil Presiden 1.094.492 0,001% 1.094.492 0,001%
Direktur
Armand Wahyudi Wakil Presiden 4.256.065 0,003% 4.256.065 0,003%
Hartono Direktur
Tan Ho Hien/Subur/Subur Direktur 11.169.044 0,009% 11.169.044 0,009%
Tan
Rudy Susanto Direktur 3.431.711 0,003% 3.431.711 0,003%
Lianawaty Suwono Direktur (yang 2.840.417 0,002% 2.840.417 0,002%
juga merupakan
Direktur yang
membawahkan
fungsi Kepatuhan)
Santoso Direktur 3.169.028 0,003% 3.269.028 0,003%
Vera Eve Lim Direktur 2.731.601 0,002% 2.731.601 0,002%
Haryanto T. Budiman Direktur 1.057.378 0,001% 1.057.378 0,001%
Frengky Chandra Kusuma Direktur 2.429.926 0,002% 2.429.926 0,002%
Antonius Widodo Direktur 440.838 0,000% 440.838 0,000%
Mulyono
Hendra Tanumihardja Direktur 193.206 0,000% 193.206 0,000%
TOTAL 34.344.988 0,027% 34.444.988 0,028%
12.Rangkap Jabatan Anggota Direksi
Ketentuan rangkap jabatan Direksi BCA berdasarkan Pasal 6 POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan
Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik dan Pasal 15 POJK Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum adalah
sebagai berikut:
a. Anggota Direksi BCA tidak melakukan rangkap jabatan:
1) sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota dewan pengawas syariah, atau pejabat eksekutif
pada bank, perusahaan, dan/atau lembaga lain;
2) pada bidang tugas fungsional pada lembaga keuangan bank dan/atau lembaga keuangan bukan bank yang
berkedudukan di dalam maupun di luar negeri;
3) pada jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota
Direksi; dan/atau
4) pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Tidak termasuk rangkap jabatan sebagaimana dimaksud pada paragraf di atas, dalam hal anggota Direksi:
1) bertanggung jawab terhadap pengawasan atas penyertaan BCA pada perusahaan anak, menjalankan tugas
fungsional menjadi anggota Dewan Komisaris pada perusahaan anak bukan bank yang dikendalikan oleh BCA;
2) bertanggung jawab terhadap pengawasan dana pensiun atau menjalankan tugas sebagai dewan pengawas
dana pensiun, yang dimiliki oleh BCA;
3) melaksanakan tugas sebagai direktur pengganti; dan/atau
4) menduduki jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba;
sepanjang yang bersangkutan tidak mengabaikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Direksi BCA.
c. Pelaksanaan kegiatan anggota Direksi huruf c angka 1) dan 2) wajib mendapatkan persetujuan dari rapat Dewan
Komisaris; dan/atau
286 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 289
d. Pelaksanaan kegiatan anggota Direksi huruf c angka 4) wajib dilaporkan dalam rapat Dewan Komisaris; dan/atau
e. Anggota Direksi dapat merangkap jabatan sebagai anggota komite paling banyak pada 5 (lima) komite di
Emiten atau Perusahaan Publik dimana yang bersangkutan juga menjabat sebagai anggota Direksi atau anggota
Dewan Komisaris.
Sepanjang tahun 2025, rangkap jabatan yang dilakukan anggota Direksi telah dilaporkan dalam rapat Dewan
Komisaris dan/atau mendapat persetujuan rapat Dewan Komisaris.
Tabel Rangkap Jabatan Direksi BCA Tahun 2025
Jabatan di Perusahaan/ /Organisasi/
Nama Jabatan di BCA Jabatan di Bank Lain
Lembaga Nirlaba/Lembaga Lain
Jahja Setiaatmadja1) Presiden Direktur - -
Gregory Hendra Presiden Direktur - Wakil Ketua Umum Perbanas (2024-
Lembong2) sekarang)
John Kosasih3) Wakil Presiden Direktur - -
Armand Wahyudi Wakil Presiden Direktur - • Ketua Umum Asosiasi Emiten
Hartono Indonesia (2023-sekarang)
• Ketua Umum Forum Komunikasi
Direktur Operasional Perbankan
(2024- sekarang)
• Anggota Komite Penilaian Perusahaan
PT Bursa Efek Indonesia (2025-
sekarang)
• Management Advisory Board Member
NUS Business School (2025- sekarang)
Tan Ho Hien/Subur/ Direktur - -
Subur Tan
Rudy Susanto Direktur - -
Lianawaty Suwono Direktur (yang juga - • Ketua Bidang Pengembangan Profesi
merupakan Direktur yang Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan
membawahkan fungsi (2025-sekarang)
kepatuhan) • Wakil Ketua Bidang Pembinaan &
Pengembangan Profesi (PPP) IBI
(2023-sekarang)
Santoso Direktur - • Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran
Indonesia (ASPI) (Juni 2021-sekarang)
• Board of Executive Asosiasi
Kartu Kredit Indonesia (AKKI)
(2013-sekarang)
Vera Eve Lim Direktur - Ketua Bidang Pajak, Keuangan, dan
Regulatory Reporting Perbanas
(2024-sekarang)
Haryanto T. Budiman Direktur - • Ketua Ikatan Bankir Indonesia (2019 -
sekarang)
• Anggota Board of Trustee US
Indonesia Society (2022-2025)
• Ketua Dewan Pengarah Lembaga
Sertifikasi Profesional Perbankan
(LSPP) (2024 - sekarang)
• Dewan Kehormatan & Ketua Dewan
Penasehat BaRa (2024 - sekarang)
• Wakil Ketua Yayasan Pendidikan
Perbanas (2023 - sekarang)
Frengky Chandra Kusuma Direktur - Wakil Ketua Bidang Kewilayahan
pada Ikatan Bankir Indonesia(IBI)
(2023-sekarang)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 287
Page 290
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Jabatan di Perusahaan/ /Organisasi/
Nama Jabatan di BCA Jabatan di Bank Lain
Lembaga Nirlaba/Lembaga Lain
Antonius Widodo Mulyono Direktur - • Ketua Bidang Komunikasi IBI
(2023-sekarang)
• Bendahara Umum KAFEGAMA
(2024-sekarang)
• Anggota Dewan Pakar Bankers
Association for Risk Management
(2024-sekarang)
• Bendahara Ikatan Sarjana Ekonomi
Indonesia (2024-sekarang)
Hendra Tanumihardja4) Direktur - -
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
Tabel Rangkap Jabatan Direksi dalam Komite di BCA
Periode Jabatan
Nama Jabatan di BCA Posisi pada Komite
berdasarkan RUPST
Jahja President Director 2021-2025 • Ketua ALCO
Setiaatmadja1) • Ketua Credit Policy Committee
• Anggota Tetap KK Korporasi
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Gregory Hendra Deputy President 2021-2025 • Ketua Information Technology Steering Committee
Lembong2) Director • Anggota ALCO
(IT & Digital • Anggota Credit Policy Committee
Banking) • Anggota Tetap KK Korporasi
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
President Director 2025-2026 • Ketua ALCO
• Ketua Credit Policy Committee
• Anggota Tetap KK Korporasi
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
John Kosasih3) Commercial & SME 2021-2025 • Anggota ALCO
Banking Director • Anggota Credit Policy Committee
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap KK Komersial
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Deputy President 2025-2026 • Anggota ALCO
Director 1 • Anggota Credit Policy Committee
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
• Anggota Tetap KK Korporasi
• Anggota Tetap KK Komersial
Armand Wahyudi Deputy President 2021-2026 • Anggota ALCO
Hartono Director 2 • Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Tan Ho Hien/ Credit Risk & Legal 2021-2026 • Ketua KK Korporasi
Subur/Subur Tan Director • Anggota ALCO
• Anggota Credit Policy Committee
• Anggota Tetap KK Komersial
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Santoso Transaction 2021-2026 • Ketua Information Technology Steering Committee
Banking Director • Anggota ALCO
• Anggota Credit Policy Committee
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Rudy Susanto Corporate Banking 2021-2026 • Anggota ALCO
& Treasury • Anggota Credit Policy Committee
Director • Anggota Tetap KK Korporasi
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Haryanto T. Consumer Banking 2021-2026 • Anggota ALCO
Budiman Director • Anggota Credit Policy Committee
• Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
288 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 291
Periode Jabatan
Nama Jabatan di BCA Posisi pada Komite
berdasarkan RUPST
Frengky Chandra Branch & Network 2021-2026 • Anggota ALCO
Kusuma Director • Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
• Anggota Information Technology Steering Committee
Antonius Widodo Risk Management 2022-2026 • Ketua Risk Management Committee
Mulyono Director • Ketua Integrated Risk Management Committee
• Anggota ALCO
• Anggota Credit Policy Committee
• Anggota Information Technology Steering Committee
Lianawaty Compliance & 2021-2026 • Anggota ALCO
Suwono Human Capital • Anggota Credit Policy Committee
Mgmt. Director • Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Vera Eve Lim Finance & 2021-2026 • Anggota ALCO
Corporate • Anggota Tetap Risk Management Committee
Planning Director • Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
Hendra Cash Management 2025-2026 • Anggota ALCO
Tanumihardja4) Director • Anggota Tetap Risk Management Committee
• Anggota Tetap Integrated Risk Management Committee
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
13. Laporan Pelaksanaan Tugas dan Sepanjang tahun 2025, seluruh komite di bawah
Penilaian Komite Eksekutif Direksi Direksi telah melaksanakan mandatnya dengan baik,
Komite Eksekutif Direksi merupakan komite-komite sehingga memungkinkan Direksi untuk mengambil
yang dibentuk oleh Direksi untuk memberikan kontribusi keputusan yang tepat dalam memperkuat ketahanan
terkait pemenuhan kebutuhan bisnis BCA sesuai dengan operasional dan mendukung pertumbuhan usaha
bidang tugas dan tanggung jawab Direksi. secara berkelanjutan.
Saat ini terdapat 7 (tujuh) Komite Eksekutif di bawah Rincian tugas, pelaksanaan rapat dan realisasi
Direksi yaitu: kerja/pelaksanaan tugas masing-masing Komite di
a. Asset Liability Committee (ALCO). bawah Direksi diuraikan dalam Bab Komite-Komite
b. Risk Management Committee (RMC). Eksekutif Direksi pada Laporan Tahunan ini.
c. Integrated Risk Management Committee (IRMC).
d. Credit Policy Committee (CPC). 14. Laporan Pelaksanaan Tugas Direksi
e. Credit Committee (CC). Laporan Pelaksanaan Tugas Direksi selengkapnya disajikan
f. Information Technology Steering Committee (KPTI). pada halaman 20 bagian Laporan Direksi pada Laporan
g. Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian (KPKK). Tahunan ini.
Direksi melaksanakan penilaian terhadap Komite Kebijakan dan pelaksanaan rapat Direksi, termasuk
Eksekutif Direksi di atas dengan ketentuan sebagai rapat bersama Dewan Komisaris, dan tingkat kehadiran
berikut: rapat masing-masing anggota Direksi selengkapnya
1. Kriteria: disajikan pada halaman 294 dan 300 bagian Rapat
Kriteria penilaian Komite Eksekutif Direksi Dewan Komisaris, Direksi, dan Rapat Gabungan pada
didasarkan pada kepatuhan terhadap piagam Laporan Tahunan ini.
komite serta realisasi kerja/pelaksanaan tugas
masing-masing komite. 15.Penilaian Kinerja Anggota Direksi
2. Proses: Penilaian terhadap Kinerja Anggota Direksi yaitu terkait
Terdapat laporan pertanggungjawaban yang prosedur pelaksanaan penilaian kinerja, kriteria yang
diberikan oleh masing-masing komite untuk digunakan, dan pihak yang melakukan penilaian dapat
dilakukan evaluasi oleh Direksi. Para komite aktif dilihat pada halaman 306 bagian Penilaian Kinerja
berdiskusi secara berkala dalam membahas Dewan Komisaris dan Direksi pada Laporan Tahunan ini.
program kerja sesuai dengan perkembangan kondisi
BCA, perekonomian, dan regulasi yang berlaku.
Penilaian dilakukan oleh Direksi secara kolegial
sebanyak 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
3. Hasil Penilaian Komite-Komite di bawah Direksi:
Komite-komite tersebut mengadakan pertemuan
secara berkala untuk meninjau dan menyelaraskan
program kerja dengan kondisi ekonomi,
perkembangan teknologi, dan persyaratan
regulator.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 289
Page 292
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
RAPAT DEWAN KOMISARIS, b. Pada rapat yang telah dijadwalkan, bahan rapat
DIREKSI, DAN RAPAT GABUNGAN disampaikan kepada peserta paling lambat 5
(lima) hari kerja sebelum rapat diselenggarakan
1. Rapat Dewan Komisaris (H-5).
Dasar Hukum c. Dalam hal terdapat rapat yang diselenggarakan
BCA merujuk pada beberapa aturan berikut dalam di luar jadwal, bahan rapat disampaikan kepada
menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris: peserta rapat paling lambat sebelum rapat
a. Peraturan OJK. diselenggarakan.
b. Anggaran Dasar BCA. 5. Kuorum dan keputusan rapat:
c. Piagam Dewan Komisaris. a. Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak
mengambil keputusan yang mengikat jika
Kebijakan Rapat sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) bagian
Kebijakan Rapat Dewan Komisaris dalam Piagam Dewan dari jumlah anggota Dewan Komisaris yang
Komisaris dan/atau Anggaran Dasar telah mengatur sedang menjabat hadir atau diwakili dalam
antara lain: rapat tersebut.
1. Mekanisme rapat b. Pengambilan keputusan dalam Rapat Dewan
Rapat Dewan Komisaris dapat diselenggarakan Komisaris wajib terlebih dahulu dilakukan
secara fisik atau secara elektronik melalui media berdasarkan musyawarah mufakat.
telekonferensi, video konferensi atau sarana media c. Apabila musyawarah tidak mencapai mufakat,
elektronik sejenisnya. maka pengambilan keputusan dilakukan
2. Frekuensi rapat: berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per
a. Rapat Dewan Komisaris wajib diselenggarakan dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang
secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam dikeluarkan dalam rapat yang bersangkutan.
2 (dua) bulan. d. Dewan Komisaris dapat juga mengambil
b. Setiap anggota Dewan Komisaris wajib keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat
menghadiri rapat minimal 75% (tujuh puluh lima Dewan Komisaris, apabila semua anggota
persen) dalam 1 (satu) tahun. Dewan Komisaris telah diberitahukan secara
3. Pemanggilan rapat: tertulis, dan memberikan persetujuan, mengenai
a. Untuk Rapat Dewan Komisaris yang telah usul yang diajukan serta menandatangani
dijadwalkan atau berdasarkan keputusan persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil
Rapat Dewan Komisaris sebelumnya, tidak perlu dengan cara demikian mempunyai kekuatan
dilakukan pemanggilan rapat. yang sama dengan keputusan yang diambil
b. Untuk Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris.
di luar jadwal yang telah ditentukan, e. Segala keputusan yang diambil dalam Rapat
pemanggilan wajib dilakukan paling lambat Dewan Komisaris bersifat mengikat dan menjadi
1 (satu) hari sebelum Rapat Dewan Komisaris tanggung jawab bagi seluruh anggota Dewan
diadakan, atau dalam waktu yang lebih singkat Komisaris.
jika dalam keadaan mendesak. 6. Seorang anggota Dewan Komisaris hanya boleh
c. Dalam pemanggilan Rapat Dewan Komisaris diwakili oleh seorang anggota Dewan Komisaris
harus mencantumkan acara/topik, tanggal, lainnya berdasarkan Surat Kuasa Khusus yang dibuat
waktu, mekanisme, dan tempat rapat serta untuk kepentingan rapat tersebut.
melampirkan materi rapat. 7. Risalah Rapat Dewan Komisaris:
d. Pemanggilan Rapat Dewan Komisaris harus a. Hasil Rapat Dewan Komisaris wajib dituangkan
dilakukan secara tertulis dan disampaikan dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh
kepada setiap anggota Dewan Komisaris seluruh anggota Dewan Komisaris yang hadir.
dengan pos tercatat, dengan jasa kurir, atau b. Risalah rapat wajib didokumentasikan dengan
dengan surat elektronik (e-mail) atau sarana lain baik sesuai dengan ketentuan peraturan yang
yang dianggap efektif oleh Dewan Komisaris berlaku.
4. Penjadwalan dan bahan rapat: c. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat
a. Dewan Komisaris wajib menjadwalkan Rapat (dissenting opinion) maka hal tersebut wajib
Dewan Komisaris maupun Rapat Gabungan dicantumkan secara jelas dalam risalah Rapat
antara Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun Dewan Komisaris beserta alasan perbedaan
berikutnya sebelum berakhirnya tahun buku, dan pendapat.
diunggah dalam situs web BCA.
290 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 293
Glosarium Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris
Keterangan Nama
DES Djohan Emir Setijoso1)
JS Jahja Setiaatmadja2)
TK Tonny Kusnadi
CH Cyrillus Harinowo
RP Raden Pardede
SS Sumantri Slamet
Keterangan :
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Komisaris efektif per tanggal 1 Juni 2025
2) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
Direksi
Keterangan Nama
JS Jahja Setiaatmadja1)
HL Gregory Hendra Lembong2)
AH Armand Wahyudi Hartono
ST Tan Ho Hien/Subur/Subur Tan
JK John Kosasih3)
RS Rudy Susanto
LS Lianawaty Suwono
SL Santoso
VL Vera Eve Lim
HB Haryanto T. Budiman
FC Frengky Chandra Kusuma
AW Antonius Widodo Mulyono
HT Hendra Tanumihardja4)
Keterangan :
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025
Pelaksanaan
Sepanjang tahun 2025, BCA telah melaksanakan 39 (tiga puluh sembilan) kali Rapat Dewan Komisaris yang
diselenggarakan secara fisik dan melalui telekonferensi. BCA telah memenuhi ketentuan POJK mengenai frekuensi
minimal pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris.
Frekuensi Kehadiran, Jadwal, dan Agenda Rapat Dewan Komisaris
Jadwal Rapat Dewan Komisaris tahun 2025 telah dimuat dalam situs web BCA dan dapat diakses pada
https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/struktur-organisasi.
Jadwal dan agenda Rapat Dewan Komisaris yang diselenggarakan sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Rapat Agenda Rapat DES1) JS2) TK CH RP SS
1 6 Januari 2025 Informasi Pengusulan Anggota Jajaran Dewan √ N/A √ √ √ √
Komisaris dan Direksi BCA tahun 2025-2026
2 15 Januari 2025 1. Realisasi Kerja Divisi Audit Internal Tahun √ N/A √ √ √ √
2024
2. Diskusi Internal : Pembahasan Self
Assessment Dewan Komisaris
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 291
Page 294
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Tanggal Rapat Agenda Rapat DES1) JS2) TK CH RP SS
3 22 Januari 1. Penilaian Sendiri (Self Assessment) Direksi √ N/A √ √ √ √
2025 dan Dewan Komisaris
2. Persetujuan Fasilitas Kredit Pihak Terkait
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
4 5 Februari 1. Presentasi GBK: Update Kredit Korporasi √ N/A √ √ √ √
2025 2. Presentasi DCSP: Dividen Final 2024
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
5 10 Februari Tindak Lanjut atas Rekomendasi Perubahan √ N/A √ √ √ √
2025 Keanggotaan Dewan Komisaris dan Jajaran
Direksi PT BCA Tbk masa jabatan tahun 2025-
2026
6 12 Februari Penunjukan Pimpinan RUPS Tahunan BCA √ N/A √ √ √ √
2025
7 19 Februari 1. Presentasi Komite Pemantau Risiko: √ N/A √ √ √ √
2025 Laporan Triwulan IV Tahun 2024
2. Presentasi Komite Audit: Laporan Triwulan
IV Tahun 2024
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
8 26 Februari 1. Rekomendasi Pembagian Tantiem Tahun √ N/A √ √ √ √
2025 Buku 2024 kepada Anggota Dewan
Komisaris dan Direksi
2. Rekomendasi KRN
9 5 Maret 2025 1. Presentasi GARK dan REI √ N/A √ √ √ Izin/
2. Review Keputusan Kredit Mingguan Sakit
10 19 Maret 2025 Persetujuan Pembelian Saham Kembali pada √ N/A √ √ √ √
Kondisi Pasar yang berfluktuatif secara
signifikan
11 26 Maret 2025 1. Presentasi Tata Kelola Terintegrasi √ N/A √ √ √ √
Semester II Tahun 2024 oleh Risk
Management Division, Divisi Audit Internal,
Compliance Division dan Environment
Sustainability Governance
2. Review Keputusan Kredit Mingguan
12 9 April 2025 1. Presentasi GARK terkait Permohonan √ N/A √ √ √ √
Kredit
2. Review Keputusan Kredit Mingguan
13 16 April 2025 1. Rekomendasi Paket Remunerasi Dewan √ N/A √ √ √ √
Komisaris dan Direksi
2. Diskusi Internal Dewan Komisaris
3. Diskusi GARK dan GBK :Permohonan
Kredit
4. Review Keputusan Kredit Mingguan
14 23 April 2025 Persetujuan Mingguan Dewan Komisaris √ N/A √ √ √ √
15 28 April 2025 1. Presentasi Divisi Compliance: Penerapan Izin/ N/A √ √ √ √
APU-PPT PPPSPM di BCA periode Sakit
Semester II Tahun 2024
2. Persetujuan Dewan Komisaris
16 30 April 2025 Persetujuan Dewan Komisaris √ N/A √ √ √ √
17 14 Mei 2025 1. Presentasi Komite Pemantau Risiko: √ N/A √ √ √ √
Laporan Triwulan I Tahun 2025
2. Presentasi Komite Audit: Laporan Triwulan
I Tahun 2025
3. Persetujuan Dewan Komisaris Mingguan
18 21 Mei 2025 1. Diskusi Internal Dewan Komisaris √ N/A √ √ √ √
2. Persetujuan Dewan Komisaris
19 27 Mei 2025 1. Persetujuan Pembidangan Tugas dan √ N/A √ √ √ √
Tanggung Jawab Direksi tahun 2025
2. Persetujuan Dewan Komisaris
292 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 295
No. Tanggal Rapat Agenda Rapat DES1) JS2) TK CH RP SS
20 28 Mei 2025 1. Aksi Korporasi Perusahaan Anak Izin/ N/A √ √ √ √
2. Persetujuan Dewan Komisaris Sakit
21 4 Juni 2025 1. Persetujuan Keanggotaan Komite N/A Izin/ √ √ √ √
Remunerasi dan Nominasi (KRN) periode Sakit
Juni 2025- 2026
2. Diskusi Tindak Lanjut Permohonan Dewan
Komisaris mengenai Permohonan Kredit
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
4. Presentasi Komite Remunerasi dan
Nominasi: Rekomendasi Pemberian
Kompensasi
22 18 Juni 2025 1. Diskusi Pembelian Server N/A √ √ √ √ √
2. Renewal Kontrak Partner periode 2025-
2028
3. Presentasi DCSP: Mid Year Financial
Forecast
4. Review Keputusan Kredit Mingguan
23 9 Juli 2025 1. Diskusi Penggunaan Jasa Pihak Ketiga N/A √ √ √ √ √
untuk Pembiayaan Project Financing
2. Presentasi Limit Kredit Korporasi
3. Diskusi Kebijakan di bidang Kepegawaian
4. Keputusan Kredit Mingguan
24 16 Juli 2025 1. Presentasi Divisi Audit Internal: Realisasi N/A √ √ √ √ √
Kerja Semester I Tahun 2025
2. Diskusi Internal Dewan Komisaris
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
25 30 Juli 2025 1. Presentasi DPP: BCA Leader+ dan N/A √ √ √ √ √
#KaryaoneBCA
2. Presentasi Pihak Eksternal
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
26 13 Agustus 1. Presentasi pihak eksternal N/A √ √ √ √ √
2025 2. Presentasi GARK: Update Industri
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
27 27 Agustus 1. Presentasi Komite Pemantau Risiko: N/A √ √ √ √ √
2025 Laporan Triwulan II Tahun 2025
2. Presentasi Komite Audit: Laporan Triwulan
II Tahun 2025
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
28 28 Agustus N/A √ √ √ √ √
Presentasi GARK
2025
29 03 September 1. Presentasi ISG & MRK: Cybersecurity N/A √ √ √ √ √
2025 Update
2. Presentasi REI & DCSP: 2026 Strategic
Direction
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
30 10 September 1. Presentasi Tata Kelola Terintegrasi N/A √ √ √ √ √
2025 Semester I Tahun 2025 oleh Risk
Management Division, Compliance
Division, Divisi Audit Internal dan
Environmental Social & Governance
Subdivision
2. Review Keputusan Kredit Mingguan
31 23 September Presentasi Divisi Compliance: Penerapan APU, N/A √ √ Izin/ √ √
2025 PPT & PPPSPM periode Semester I Tahun 2025 Sakit
32 24 September 1. Presentasi GBK dan GARK N/A √ √ √ √ √
2025 2. Diskusi Internal Dewan Komisaris re/
Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Direksi
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 293
Page 296
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Tanggal Rapat Agenda Rapat DES1) JS2) TK CH RP SS
33 15 Oktober 1. Presentasi DCSP: Consolidated Outlook N/A √ √ √ √ √
2025 2025 & Projection 2026
2. Presentasi Risk Management Division:
Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan
(Recovery Plan) tahun 2026
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
34 4 November 1. Persetujuan Permohonan Fasilitas Kredit N/A √ √ √ √ √
2025 Pihak Terkait
2. Review Keputusan Kredit Mingguan
35 13 November 1. Persetujuan Dividen Interim BCA tahun N/A √ √ √ √ √
2025 2025
2. Review Keputusan Kredit Mingguan
36 19 November 1. Update Perusahaan Induk Konglomerasi N/A √ √ √ √ √
2025 Keuangan (PIKK)
2. Presentasi Komite Pemantau Risiko:
Laporan Triwulan III tahun 2025
3. Presentasi Komite Audit: Laporan Triwulan
III tahun 2025
4. Review Keputusan Kredit Mingguan
37 26 November 1. Presentasi Grup ESG N/A √ √ √ √ √
2025 2. Presentasi GARK & REI
3. Presentasi GARK, GBK, & GCF
4. Diskusi Internal Pelaporan Kegiatan
Anggota Direksi & Dewan Komisaris
5. Review keputusan kredit mingguan
38 11 Desember Pembahasan dengan Komite Remunerasi dan N/A √ √ √ √ √
2025 Nominasi
39 17 Desember 1. Pemberhentian Keanggotaan Komite Tata N/A √ √ √ √ √
2025 Kelola Terintegrasi (KTKT) Perwakilan dari
BCA Finance Limited
2. Presentasi GARK
3. Review Keputusan Kredit Mingguan
Jumlah Kehadiran 18 18 39 38 39 38
Jumlah Rapat 20 19 39 39 39 39
Persentase Kehadiran 90% 95% 100% 97% 100% 97%
Keterangan:
1) Pengunduran diri sebagai Presiden Komisaris efektif sejak 1 Juni 2025
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris sejak 1 Juni 2025.
Rencana Rapat Dewan Komisaris Tahun Rencana jadwal Rapat Dewan Komisaris tahun 2026
2026 telah dimuat dalam situs web BCA sejak Desember
BCA telah menjadwalkan Rapat Dewan Komisaris tahun 2025 dan dapat diakses pada https://www.bca.co.id/
2026 sebagai berikut: id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi#.
Bulan Tanggal 2. Rapat Direksi
Dasar Hukum
Januari 21, 28
Penyelenggaraan rapat Direksi BCA dilaksanakan
Februari 4, 11, 18, 25 berdasarkan peraturan-peraturan berikut:
Maret 4, 11 a. Peraturan OJK.
April 1, 8, 15, 22, 29 b. Anggaran Dasar BCA.
Mei 6, 13, 20 c. Piagam Direksi.
Juni 3, 10, 17, 24
Kebijakan Rapat
Juli 1, 8, 15, 22
Kebijakan rapat Direksi dalam Piagam Direksi dan/atau
Agustus 5, 12, 19, 26
Anggaran Dasar telah mengatur antara lain:
September 2, 9, 16, 23 1. Mekanisme rapat
Oktober 7, 14, 21, 28 Rapat Direksi dapat diselenggarakan secara fisik
November 4, 11, 18, 25 atau secara elektronik melalui media telekonferensi,
Desember 2, 9, 16 video konferensi atau sarana media elektronik
sejenisnya.
Jadwal Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berubah 2. Frekuensi rapat:
sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. a. Rapat Direksi wajib diselenggarakan secara
berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam setiap
bulan.
294 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 297
b. Setiap anggota Direksi wajib menghadiri rapat e. Direksi dapat juga mengambil keputusan
minimal 75% (tujuh puluh lima persen) dalam 1 yang sah tanpa mengadakan rapat Direksi,
(satu) tahun. apabila semua anggota Direksi telah
3. Pemanggilan rapat: diberitahukan secara tertulis, dan memberikan
a. Pemanggilan rapat Direksi dilakukan oleh Biro persetujuan mengenai usul yang diajukan
Direksi melalui e-mail kepada seluruh Direksi serta menandatangani persetujuan tersebut.
paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum rapat Keputusan yang diambil dengan cara demikian
diselenggarakan (H-5). mempunyai kekuatan yang sama dengan
b. Untuk rapat Direksi yang telah dijadwalkan keputusan yang diambil dengan sah dalam rapat
atau berdasarkan keputusan rapat Direksi Direksi.
sebelumnya, tidak perlu dilakukan pemanggilan f. Segala keputusan yang diambil oleh Direksi
rapat. bersifat mengikat dan menjadi tanggung jawab
c. Untuk rapat Direksi yang diselenggarakan di bagi seluruh anggota Direksi.
luar jadwal yang telah ditentukan, pemanggilan 6. Seorang anggota Direksi hanya boleh diwakili oleh
wajib dilakukan paling lambat 1 (satu) hari seorang anggota Direksi lainnya berdasarkan Surat
sebelum rapat Direksi diadakan, atau dalam Kuasa Khusus yang dibuat untuk kepentingan rapat
waktu yang lebih singkat jika dalam keadaan tersebut dengan catatan tidak menghapus hak
mendesak. memberikan suara untuk:
d. Dalam pemanggilan rapat harus mencantumkan, a. kuorum kehadiran rapat; dan
agenda (tanggal, waktu tempat, dan topik) serta b. kuorum pengambilan keputusan sesuai dengan
melampirkan materi rapat. kuasa yang diberikan sehingga hak suaranya
e. Direksi memberikan konfirmasi kehadiran diperhitungkan dalam kuorum rapat.
kepada Biro Direksi. 7. Risalah rapat:
4. Penjadwalan dan bahan rapat: a. Hasil rapat Direksi wajib dituangkan dalam
a. Direksi harus menjadwalkan Rapat Direksi risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh
maupun Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi anggota Direksi yang hadir dan disampaikan
untuk tahun berikutnya sebelum berakhirnya kepada seluruh anggota Direksi.
tahun buku dan diunggah dalam situs web BCA. b. Risalah rapat Direksi wajib didokumentasikan
b. Pada rapat yang telah dijadwalkan, bahan rapat dengan baik sesuai dengan ketentuan regulasi
disampaikan kepada peserta paling lambat 5 terkait.
(lima) hari kerja sebelum rapat diselenggarakan c. Perbedaan pendapat (dissenting opinion) yang
(H-5). terjadi dalam rapat Direksi, wajib dicantumkan
c. Dalam hal terdapat rapat yang diselenggarakan secara tertulis dalam risalah rapat beserta alasan
di luar jadwal, bahan rapat disampaikan kepada perbedaan pendapat tersebut.
peserta rapat paling lambat sebelum rapat
diselenggarakan. Pelaksanaan
5. Kuorum dan keputusan rapat: Sepanjang tahun 2025, Direksi telah menyelenggarakan
a. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil 53 (lima puluh tiga) kali rapat Direksi yang
keputusan yang mengikat jika sekurang- diselenggarakan secara fisik dan melalui telekonferensi.
kurangnya 2/3 (dua pertiga) bagian dari jumlah BCA telah memenuhi ketentuan POJK mengenai
anggota Direksi yang sedang menjabat hadir frekuensi minimal pelaksanaan rapat Direksi.
atau diwakili dalam rapat tersebut.
b. Setiap kebijakan dan keputusan strategis Frekuensi Kehadiran, Jadwal, dan Agenda
wajib diputuskan melalui rapat Direksi dengan Rapat Direksi
memperhatikan pengawasan sesuai tugas dan Jadwal rapat Direksi tahun 2025 telah dimuat dalam
tanggung jawab Dewan Komisaris. situs web BCA dan dapat diakses pada https://www.
c. Pengambilan keputusan rapat Direksi wajib bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-
terlebih dahulu dilakukan berdasarkan Organisasi#.
musyawarah mufakat.
d. Apabila pelaksanaan musyawarah tidak Jadwal dan agenda rapat Direksi yang diselenggarakan
mencapai mufakat, maka pengambilan selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
keputusan dilakukan berdasarkan suara setuju
lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah
suara sah yang dikeluarkan dalam rapat tersebut.
Tanggal
No. Agenda Rapat JS1) HL2) AH JK3) ST RS LS SL VL HB FC AW HT4)
Rapat
1 9 Januari Update Porseni √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025
2 14 Januari Unsecured Loan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 295
Page 298
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tanggal
No. Agenda Rapat JS1) HL2) AH JK3) ST RS LS SL VL HB FC AW HT4)
Rapat
3 16 Januari 1. Realisasi KPI √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Direksi 2024 &
Persetujuan KPI
Direksi 2025
2. Update Imlek
Solitaire
4 30 Januari Update Ekonomi & √ √ √ √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ N/A
2025 Persetujuan Dividen
Final
5 4 Februari Update Performance √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Appraisal/
Management
6 6 Februari 1. Diskusi Rencana √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Bisnis Bank 2025
2. Analyst
Feedback Tahun
Buku 2024
3. ESG & GCG
Updates Tahun
Buku 2024
7 11 Februari Update Kinerja Dinas √ √ √ √ Dinas √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Keuangan BCA
Periode Januari 2025
Customer
Engagement 2024 by
Gallup
8 13 Februari 1. BCA Digital - √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Kinerja 2024 dan
Rencana Bisnis
2025
2. BCA Sekuritas -
Kinerja 2024 dan
Rencana Bisnis
2025
3. Update BCA
Expoversary
2025
4. Penunjukan KAP
dan AP untuk
Audit Buku BCA
Tahun 2025
9 27 Februari 1. Update Ekonomi Dinas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 2. Update Trip
Apresiasi Internal
Eksternal
10 11 Maret Update Kinerja √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Dinas N/A
2025 Keuangan BCA
Periode Februari
2025
11 13 Maret 1. Review Banking √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Sector FY2024
2. BCA Life -
Kinerja 2024 dan
Rencana Bisnis
2025
3. BCA Finance -
Kinerja 2024 dan
Rencana Bisnis
2025
12 20 Maret 1. BCA Insurance - √ √ Dinas √ √ √ √ √ √ √ Dinas √ N/A
2025 Kinerja 2024 dan
Rencana Bisnis
2025
2. BCA Syariah -
Kinerja 2024 dan
Rencana Bisnis
2025
296 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 299
Tanggal
No. Agenda Rapat JS1) HL2) AH JK3) ST RS LS SL VL HB FC AW HT4)
Rapat
13 24 Maret Update Buy Back √ √ √ √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ N/A
2025 Saham
14 25 Maret 1. Update Ekonomi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ N/A
2025 2. Sosialisasi Key
Priority
15 10 April 1. Agenda re- √ Cuti √ √ √ √ Cuti √ √ √ √ √ N/A
2025 Investasi SRBI &
SBN jatuh tempo
2025
2. Update Kondisi
Ramadhan/
Lebaran &
Dampak Tarif
16 22 April 1. BCA Syariah - √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Dinas √ N/A
2025 Bullion Bank
2. Dampak Tarif US
terhadap Debitur
BCA
17 24 April Update APU PPT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Semester-2 Tahun
2024
18 2 Mei 2025 1. Analyst √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
Feedback 1Q25
2. Pembidangan
Direksi Tahun
2025
19 15 Mei 1. Update Kinerja Dinas √ Training Cuti √ √ √ √ √ √ √ Dinas N/A
2025 Keuangan BCA
Periode April
2025
2. Update Ekonomi
20 22 Mei 1. Update Mini √ √ √ Cuti √ √ √ √ Dinas √ √ √ N/A
2025 Company
2. Update
Mitigasi Risiko
Operasional
3. Pengisian Know
Your Employee
Tahun 2024
4. Update
Perusahaan Anak
CCV
21 5 Juni 2025 Review Banking N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Sector 1Q Tahun
2025
22 10 Juni 1. Wealth Summit N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 2025
2. Update Indonesia
Knowledge
Forum (IKF) 2025
23 12 Juni 1. Kinerja Keuangan N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 BCA Mei 2025
2. Mid Year
Financial
Forecast
24 17 Juni 1. BCA EXPO 2025 N/A √ Dinas √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ √
2025 2. MSCI Rating
3. Update Electric
Vehicle
25 19 Juni Diskusi Internal N/A √ √ √ √ Dinas √ √ √ Hadir √ √ √
2025 Direksi BCA
26 24 Juni 1. Update Ekonomi N/A √ √ √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ √
2025 2. UMKM Fest 2025
27 1 Juli 2025 Gebyar KaryaOne N/A √ √ √ Cuti Dinas √ √ √ √ √ √ √
BCA
28 3 Juli 2025 Tabungan bagi N/A √ √ √ Cuti √ √ √ √ √ √ √ √
Nasabah Organisasi
29 8 Juli 2025 1. Midyear Review N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Izin/ √
Perusahaan Anak Sakit
2. Update Pajak
30 17 Juli 2025 1. NPL DCE N/A Cuti √ √ √ √ Cuti Cuti √ √ √ √ √
2. NPL DBKK
31 24 Juli Update Ekonomi N/A Cuti √ √ √ Cuti √ √ √ √ √ √ √
2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 297
Page 300
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tanggal
No. Agenda Rapat JS1) HL2) AH JK3) ST RS LS SL VL HB FC AW HT4)
Rapat
32 31 Juli 2025 Update Fitur Lifestyle N/A Dinas √ Dinas √ √ Dinas Dinas √ √ √ √ √
dan MyBCA Mandarin
33 7 Agustus 1. Presentasi Non- N/A √ √ √ √ Cuti √ √ √ Cuti √ √ √
2025 Deal Roadshow
& Analyst
Feedback 1H
2025
2. ESG & GCG
Updates 1H 2025
34 12 Agustus 1. BCA Expo & N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 Gebyar Hadiah
2. Sistem
Pemungutan
Pajak Transaksi
Digital Luar
Negeri
3. Bahas Forum
Group Discussion
2026 & Follow
Up Action 2025
35 14 Agustus 1. Update Kinerja N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 Keuangan BCA
Periode Juli 2025
2. Presentasi Rapat
Kerja Nasional
2026
3. Pricing KPR
36 21 Agustus 1. Review Banking N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Cuti √
2025 Sector
2. Gebyar BCA
37 28 Agustus 1. Update Ekonomi N/A √ Cuti √ √ √ Cuti Cuti √ √ √ √ √
2025 2. Update BCA
Syariah 2025
38 2 1. Tindak Lanjut N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
September Radisi 14 Agustus
2025 (Strategi
Pembelian
Bonds)
2. 2026 Financial
Guidance
39 11 Penerapan APU PPT N/A √ √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ √ √
September
2025
40 16 1. Update Kinerja N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
September Keuangan BCA
2025 Periode Agustus
2025
2. Update Budget
Opex Tahun
Fiskal 2026
41 25 1. Update Ekonomi N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
September 2. Update
2025 Corporate
Communication:
Reputation and
Narrative Wars
Era
42 9 Oktober 1. Presentasi dari N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 Konsultan Oliver
Wyman
2. Wewenang
Bundling
Nasabah
Organisasi
3. Update Rapat
Kerja Nasional
4. Unsponsored
Depository
Receipt
298 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 301
Tanggal
No. Agenda Rapat JS1) HL2) AH JK3) ST RS LS SL VL HB FC AW HT4)
Rapat
43 14 Oktober 1. Persetujuan N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 Pengkinian
Rencana Aksi
Pemulihan
(Recovery Plan)
dan Resolution
Plan BCA
2. Update
Consolidated
Outlook 2025 &
2026
44 16 Oktober Passive Funds N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Dinas √
2025
45 23 Oktober 1. Pembentukan N/A Dinas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 PIKK
2. Update Survey
SMART KP Kanwil
3. Update Transaksi
CCV
46 6 1. Persetujuan N/A √ √ √ √ √ √ √ Dinas √ √ Izin/ √
November Pengkinian Sakit
2025 Rencana Aksi
Pemulihan
(Recovery Plan)
BCA Syariah dan
BCA Digital
2. Update Terkait
Evaluasi BCA
Expo 2025
dan Plan BCA
Expoversary
2026
3. Pembelian ATM
4. Update Terkait
Launching
Aplikasi Ocean
47 11 1. Dividen Interim N/A √ Cuti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
November 2. Update Kinerja
2025 Keuangan BCA
Periode Oktober
2025
3. Analyst
Feedback, NDR
Feedback &
Regional Deck
48 20 1. Rancangan N/A √ √ √ √ Cuti √ √ Dinas √ √ √ √
November Perubahan
2025 Anggaran Dasar
2. Update UMKM
Fest
49 25 1. Relationship N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
November Platform Aplikasi
2025 2. ESG
Refreshment
3. Update RUPS
50 27 1. Update Ekonomi N/A √ √ √ √ √ √ √ √ Dinas √ √ √
November 2. Review Banking
2025 Sector
51 9 Update tim IVR: Small N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Desember Banks
2025
52 11 1. Update Kinerja N/A √ √ √ √ Cuti √ √ √ √ √ √ √
Desember Keuangan BCA
2025 Bulan November
2025
2. Sharing terkait
Buyback
Program
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 299
Page 302
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tanggal
No. Agenda Rapat JS1) HL2) AH JK3) ST RS LS SL VL HB FC AW HT4)
Rapat
53 18 1. Update Ekonomi N/A Dinas Cuti √ Cuti √ √ √ √ Cuti √ √ √
Desember 2. Persetujuan
2025 Cover Annual
Report dan
Sustainability
Report 2025
3. SMART Solution
KP Kanwil
Jumlah Kehadiran 17 47 47 50 50 46 49 50 49 44 51 47 33
Jumlah Rapat 20 53 53 53 53 53 53 53 53 53 53 53 33
Persentase Kehadiran 85% 89% 89% 94% 94% 87% 92% 94% 92% 83% 96% 89% 100%
Keterangan:
1) Menjabat sebagai Presiden Direktur sampai dengan 1 Juni 2025. Efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris sejak 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025
4) Efektif menjabat sebagai Direktur sejak 1 Juni 2025
Rencana Rapat Direksi Tahun 2026 Kebijakan Rapat
BCA telah menjadwalkan rapat Direksi tahun 2026 Rapat gabungan telah diatur dalam Piagam Direksi dan
sebagai berikut: Piagam Dewan Komisaris serta Anggaran Dasar BCA.
Kebijakan tersebut mengatur antara lain:
Bulan Tanggal 1. Mekanisme rapat:
Rapat gabungan dapat diselenggarakan secara fisik
Januari 8,15,22,29
atau secara elektronik melalui media telekonferensi,
Februari 2,9,18,23 video konferensi atau sarana media elektronik
Maret 2,9,16,25,30 sejenisnya.
April 6,13,20,27 2. Frekuensi rapat:
Mei 4,11,18,25 Dewan Komisaris dan Direksi wajib mengadakan
Juni 2,8,15,22,29
rapat gabungan secara berkala paling kurang 1 (satu)
kali dalam 4 (empat) bulan.
Juli 6,13,20,27
3. Pemanggilan rapat:
Agustus 3,10,18,24,31
a. Untuk rapat gabungan yang telah dijadwalkan
September 7,14,21,28 atau berdasarkan keputusan rapat gabungan
Oktober 5,12,19,26 sebelumnya, tidak perlu dilakukan pemanggilan
November 2,9,16,23,30 rapat.
Desember 7,14 b. Untuk rapat yang diselenggarakan di luar jadwal
yang telah ditentukan, pemanggilan wajib
Jadwal rapat Direksi tersebut dapat berubah sewaktu- dilakukan paling lambat 1 (satu) hari sebelum
waktu sesuai dengan kebutuhan. rapat diadakan, atau dalam waktu yang lebih
singkat jika dalam keadaan mendesak.
Rencana jadwal rapat Direksi tahun 2026 telah dimuat c. Dalam pemanggilan rapat harus mencantumkan
dalam situs web BCA sejak Desember 2025 dan dapat acara/topik, tanggal, waktu, mekanisme dan
diakses pada https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/ tempat rapat serta melampirkan materi rapat.
tata-kelola/Struktur-Organisasi#. d) Pemanggilan rapat harus dilakukan secara
tertulis dan disampaikan kepada peserta rapat
3. Rapat Gabungan Dewan dengan pos tercatat, dengan jasa kurir, atau
Komisaris dengan Direksi dengan surat elektronik (e-mail) atau sarana lain
Dasar Hukum yang dianggap efektif.
a. Pasal 31 ayat 3 POJK No. 33/POJK.04/2014 4. Penjadwalan dan bahan rapat:
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau a. Dewan Komisaris dan Direksi menjadwalkan
Perusahaan Publik jo. Pasal 55 ayat 2 POJK 17 Tahun rapat gabungan untuk tahun berikutnya sebelum
2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank berakhirnya tahun buku.
Umum menyatakan bahwa Dewan Komisaris wajib b. Pada rapat yang telah dijadwalkan, bahan
mengadakan rapat bersama Direksi secara berkala rapat disampaikan kepada peserta rapat
paling kurang 1 kali dalam 4 bulan. paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum rapat
b. Pasal 16 ayat 3 POJK No. 33/POJK.04/2014 diselenggarakan.
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten
atau Perusahaan Publik jo. Pasal 30 ayat 2 POJK
17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola
Bagi Bank Umum menyatakan bahwa Direksi
wajib mengadakan rapat Direksi bersama Dewan
Komisaris secara berkala paling kurang 1 (satu) kali
dalam 4 (empat) bulan.
300 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 303
5. Kuorum dan keputusan rapat:
a. Rapat dianggap sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari ½ (seperdua) bagian
dari jumlah anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat tersebut.
b. Pengambilan keputusan rapat gabungan terlebih dahulu dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat.
c. Apabila pelaksanaan musyawarah tidak mencapai mufakat, maka pengambilan keputusan dilakukan
berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah suara sah yang dikeluarkan dalam
rapat tersebut.
d. Segala keputusan yang diambil dalam rapat gabungan bersifat mengikat.
e. Seorang anggota Direksi hanya boleh diwakili oleh seorang anggota Direksi lainnya dan seorang anggota
Dewan Komisaris hanya boleh diwakili oleh seorang anggota Dewan Komisaris lainnya berdasarkan Surat
Kuasa Khusus yang dibuat untuk kepentingan rapat tersebut.
6. Risalah rapat:
a. Hasil rapat wajib dituangkan dalam risalah rapat, ditandatangani oleh anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris yang hadir, dan disampaikan kepada seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris.
b. Perbedaan pendapat (dissenting opinion) yang terjadi dalam rapat beserta alasannya wajib dicantumkan
secara jelas dalam risalah rapat.
Pelaksanaan
Selama tahun 2025, Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelenggarakan rapat gabungan sebanyak 8 kali yang
diselenggarakan secara fisik dan melalui telekonferensi.
BCA telah memenuhi ketentuan POJK mengenai frekuensi minimal pelaksanaan rapat gabungan Dewan Komisaris
dengan Direksi.
Frekuensi Kehadiran, Jadwal, dan Agenda Rapat Gabungan Dewan Komisaris dengan Direksi
Jadwal rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi tahun 2025 telah dimuat dalam situs web BCA dan dapat
diakses pada https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/struktur-organisasi.
Jadwal dan Agenda Rapat Gabungan Dewan Komisaris dengan Direksi yang diselenggarakan selama tahun 2025:
Tanggal Agenda
No. DE1) JS2) TK CH RP SS HL3) AH JK4) ST RS LS SL VL HB FC AW HT5)
Rapat Rapat
1 14 Januari Update √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Kinerja
Keuangan
BCA
Periode
Desember
2024
2 17 April Kinerja √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N/A
2025 Keuangan
BCA Q1
2025
3 10 Juli 2025 Update N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Kinerja
Keuangan
BCA
Periode
Semester I
2025
4 28 Juli 2025 Workshop N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Strategic
Priority
Day 1
5 02 Oktober Business N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 Strategy
Review
6 16 Oktober Update N/A √ √ √ Dinas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Dinas √
2025 Kinerja
Keuangan
BCA TW 3
7 17 Oktober Rencana N/A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2025 Shares
Buyback
8 13 1. 2026 Key N/A √ √ √ √ √ √ Cuti √ √ Cuti √ √ √ √ √ √ √
November Strategic
2025 Priorities
dan RBB
Approval
2. Update
RAKB
Jumlah Kehadiran 2 8 8 8 7 8 8 7 8 8 7 8 8 8 8 8 7 6
Jumlah Rapat 2 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 6
Persentase Kehadiran 100% 100% 100% 100% 88% 100% 100% 88% 100% 100% 88% 100% 100% 100% 100% 100% 88% 100%
Keterangan:
1) Pengunduran diri sebagai Presiden Komisaris efektif sejak 1 Juni 2025
2) Menjabat sebagai Presiden Direktur sampai dengan 1 Juni 2025. Efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris sejak 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025
4) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025
5) Efektif menjabat sebagai Direktur sejak 1 Juni 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 301
Page 304
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Rencana Rapat Gabungan Dewan Komisaris HUBUNGAN AFILIASI DEWAN
dengan Direksi Tahun 2026 KOMISARIS, DIREKSI, DAN
BCA telah menjadwalkan rapat gabungan Dewan PEMEGANG SAHAM PENGENDALI
Komisaris dan Direksi tahun 2026 sebagai berikut:
Yang dimaksud dengan hubungan afiliasi antara anggota
Bulan Tanggal Direksi, Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham
Januari 22
Pengendali dan/atau Pemegang Saham Pengendali Terakhir
baik langsung maupun tidak langsung adalah sebagai
April 13
berikut:
Juli 13
1. Hubungan keuangan, di mana anggota Direksi dan/atau
Oktober 12 anggota Dewan Komisaris yang menerima penghasilan,
bantuan keuangan, atau pinjaman dari:
Jadwal rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi a. anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan BCA lain;
kebutuhan. b. perusahaan yang pemegang saham pengendalinya
adalah anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Rencana jadwal rapat gabungan Dewan Komisaris dan Komisaris BCA; dan/atau
Direksi tahun 2026 telah dimuat dalam situs web BCA c. pemegang saham pengendali dan/atau pemegang
sejak Desember 2025 dan dapat diakses pada https:// saham pengendali terakhir BCA;
www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur- 2. Hubungan keluarga sampai derajat kedua, baik vertikal
Organisasi. maupun horizontal dengan anggota Direksi dan/atau
anggota Dewan Komisaris lain.
4. Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi
dalam RUPS Selama Tahun 2025 Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi BCA tidak
Tingkat kehadiran Dewan Komisaris, dan Direksi dalam memiliki hubungan afiliasi, baik hubungan keuangan
RUPS selama tahun 2025 telah diungkapkan dalam maupun keluarga dengan sesama anggota Dewan
Bagian Rapat Umum Pemegang Saham halaman 243- Komisaris, Direksi, dan Pemegang Saham Pengendali
244 dalam Laporan Tahunan ini. dan/atau Pemegang Saham Pengendali Terakhir, kecuali
Bapak Armand W. Hartono, yang memiliki hubungan afiliasi
(hubungan keluarga dan hubungan keuangan) dengan
Pemegang Saham Pengendali Terakhir, yakni Bapak Robert
Budi Hartono. Adapun rincian pengungkapan tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Hubungan Afiliasi Anggota Dewan Komisaris dengan Anggota Dewan Komisaris Lainnya,
Anggota Direksi, Pemegang Saham Pengendali, dan Pemegang Saham Pengendali Terakhir
Tabel Hubungan Afiliasi Anggota Dewan Komisaris BCA
Hubungan Keluarga dengan: Hubungan Keuangan dengan:
Pemegang Pemegang
Pemegang Pemegang
Nama Jabatan Dewan Saham Dewan Saham
Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Pengendali Komisaris Pengendali
Pengendali Pengendali
Terakhir Terakhir
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Jahja Presiden - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Setiaatmadja Komisaris
Tonny Komisaris - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Kusnadi
Cyrillus Komisaris - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Harinowo Independen
Raden Komisaris - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Pardede Independen
Sumantri Komisaris - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Slamet Independen
302 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 305
2. Hubungan Afiliasi Anggota Direksi dengan Anggota Direksi Lainnya, Anggota Dewan
Komisaris, Pemegang Saham Pengendali, dan Pemegang Saham Pengendali Terakhir
Tabel Hubungan Afiliasi Anggota Direksi BCA
Hubungan Keluarga dengan: Hubungan Keuangan dengan:
Pemegang Pemegang
Pemegang Pemegang
Dewan Saham Dewan Saham
Nama Jabatan Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Pengendali Komisaris Pengendali
Pengendali Pengendali
Terakhir Terakhir
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Gregory Presiden - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Hendra Direktur
Lembong
John Wakil - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Kosasih Presiden
Direktur
Armand Wakil - √ - √ - √ √ - √ - √ - √ √ -
Wahyudi Presiden
Hartono Direktur
Tan Ho Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Hien/Subur
/Subur Tan
Rudy Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Susanto
Lianawaty Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Suwono (yang juga
merupakan
Direktur
yang
membawah-
kan fungsi
Kepatuhan)
Santoso Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Vera Eve Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Lim
Haryanto T. Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Budiman
Frengky Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Chandra
Kusuma
Antonius Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Widodo
Mulyono
Hendra Direktur - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √
Tanumihardja
Informasi mengenai hubungan afiliasi Direksi dan Dewan Komisaris selengkapnya dapat dilihat pada Bab Profil Perusahaan
halaman 44-52 dalam Laporan Tahunan ini.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 303
Page 306
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
KEBERAGAMAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
BCA memiliki kebijakan keberagaman komposisi anggota BCA tidak membatasi kesempatan bagi wanita maupun
Dewan Komisaris dan Direksi dengan memperhatikan pria yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi anggota
ketentuan Prinsip dan Rekomendasi OJK sebagaimana Dewan Komisaris ataupun anggota Direksi. Dalam
diatur dalam POJK 17 Tahun 2023 Penerapan Tata Kelola proses nominasi, KRN mempertimbangkan antara lain:
Bagi Bank Umum, SE OJK No. 14/SEOJK.03/2025 tentang • kualifikasi kandidat anggota Dewan Komisaris dan
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum, dan SE OJK No. 32/ anggota Direksi,
SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan • memperhatikan kondisi eksternal dan internal sesuai
Terbuka. arahan strategi BCA
• memperhatikan keberagaman baik dari segi gender,
1. Kebijakan Keberagaman usia, latar belakang pendidikan maupun keahlian;
Kebijakan keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan
dan Direksi telah tertuang dalam Piagam Dewan • melakukan komunikasi dengan pemegang saham
Komisaris serta Piagam Direksi. Kebijakan tersebut pengendali (jika usulan bukan dari pemegang saham
mengatur keberagaman anggota Dewan Komisaris pengendali).
dan anggota Direksi baik dalam hal pendidikan
(bidang studi), pengalaman kerja, usia, keahlian, dan Kebijakan keberagaman komposisi Dewan Komisaris
independensi tanpa membedakan jenis kelamin, suku, dan Direksi yang tertuang dalam Piagam Dewan
agama, dan ras. Pertimbangan keberagaman tersebut Komisaris dan Piagam Direksi dapat dilihat pada situs
akan berdampak pada ketepatan proses pencalonan web BCA (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/
dan penunjukan individual anggota Dewan Komisaris tata-kelola/struktur-organisasi).
dan anggota Direksi ataupun komposisi Dewan
Komisaris dan Direksi secara kolegial.
2. Keberagaman Komposisi Anggota Dewan Komisaris
Keberagaman komposisi anggota Dewan Komisaris pada tahun 2025 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No. Aspek Keberagaman Realisasi di BCA
1 Keahlian Anggota Dewan Komisaris memiliki keahlian yang beragam yaitu: audit, banking & financial
strategy, banking supervision, banking operation & services, banking & finance, branch banking,
capital market, corporate banking, corporate planning, economic development planning,
finance, internal audit, individual banking, Information Technology, monetary economy, macro &
international economy, risk management.
2 Pendidikan Anggota Dewan Komisaris memiliki jenjang pendidikan yang beragam mulai dari sarjana, master,
sampai dengan doktoral di bidang akuntansi, teknik, keuangan, dan ekonomi.
3 Pengalaman Kerja Anggota Dewan Komisaris memiliki pengalaman kerja yang beragam antara lain berasal dari
profesional pada perbankan maupun lembaga keuangan nasional/multinasional, konsultan, dosen,
dan pejabat pemerintahan.
4 Usia Anggota Dewan Komisaris memiliki usia yang beragam mulai dari 65 tahun sampai dengan 78
tahun.
5 Gender Anggota Dewan Komisaris BCA saat ini seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.
6 Independensi 1. Seluruh anggota Dewan Komisaris, independen terhadap pemegang saham pengendali BCA.
2. Mayoritas (lebih dari 60% (enam puluh persen) anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris
Independen, yaitu sebanyak 3 (tiga) orang Komisaris Independen dari total 5 (lima) anggota
Dewan Komisaris.
Informasi data diri terkait keberagaman Dewan Komisaris selengkapnya dapat dilihat pada bagian Profil Perusahaan
halaman 50-52 dalam Laporan Tahunan ini.
304 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 307
3. Keberagaman Komposisi Anggota Direksi
Keberagaman komposisi anggota Direksi pada tahun 2025 dapat dilihat pada tabel berikut:
No. Aspek Keberagaman Realisasi di BCA
1 Keahlian Anggota Direksi memiliki keahlian yang beragam yaitu: accounting & financial
management, banking strategy, branch banking management, banking operation & service
excellence, banking compliance, branch banking management, business partnership,
capital market, change management, corporate banking business, commercial & SME
banking, consumer banking, corporate lending business, corporate banking operation &
services, corporate culture, consumer card issuance & acquisition, corporate strategy,
compliance, digital banking, employee training & development, ESG, general insurance,
human capital management, international banking business, information technology &
digital transformation, information technology & digital innovation, information system
& technology, legal & litigation, lending business, life insurance, loan restructuring,
marketing strategy, merger & acquisition, micro lending, network distribution & delivery
channel management, procurement & property management, retail payment settlement,
risk management, sharia/islamic banking strategy, strategic planning & transformation,
syndication loan, transaction banking, transaction banking business development treasury,
wealth management, wholesale banking.
2 Pendidikan Anggota Direksi memiliki jenjang pendidikan yang beragam mulai dari sarjana, magister,
sampai dengan doktoral di bidang ekonomi, akuntansi, teknologi informasi, hukum, teknik,
dan bisnis.
3 Pengalaman Kerja Anggota Direksi memiliki pengalaman kerja yang beragam antara lain berasal dari profesional
pada perbankan maupun lembaga keuangan nasional/multinasional, konsultan, dosen, dan
kantor akuntan.
4 Usia Anggota Direksi memiliki usia yang beragam mulai dari 50 tahun sampai dengan 65 tahun.
5 Gender Terdapat 2 (dua) orang anggota Direksi berjenis kelamin perempuan dari 12 (dua belas) orang
anggota Direksi.
6 Independensi • Presiden Direktur merupakan pihak yang independen terhadap pemegang saham
pengendali BCA.
• Seluruh Direksi merupakan pihak yang independen terhadap pemegang saham pengendali
BCA, kecuali Bapak Armand W. Hartono.
Informasi mengenai data diri terkait keberagaman Direksi selengkapnya dapat dilihat pada Profil Perusahaan
halaman 44-49 Laporan Tahunan 2025 ini.
PENILAIAN KINERJA DEWAN 1. Prosedur Pelaksanaan dan Kriteria
KOMISARIS DAN DIREKSI Penilaian Kinerja Dewan Komisaris
Prosedur pelaksanaan penilaian kinerja Dewan
BCA telah memiliki kebijakan penilaian kinerja atas Dewan Komisaris di BCA meliputi
Komisaris dan Direksi yang disusun berdasarkan peraturan a. Metode dan Sarana Penilaian
perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan Penilaian dilakukan dengan metode penilaian sendiri
ketentuan POJK No. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan (self-assessment) yang dilakukan oleh anggota
Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum, Dewan Komisaris dengan menggunakan Formulir
SEOJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Self-Assessment.
Kelola dalam Pemberian Remunerasi Bank Umum, POJK No. b. Waktu Pelaksanaan
21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Dewan Komisaris wajib melakukan penilaian sendiri
Perusahaan Terbuka, dan SEOJK No. 32/SEOJK.04/2015 (self-assessment) secara kolegial dan individu
tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan. minimal 1 kali dalam 1 tahun.
c. Kriteria atau Tolok Ukur
BCA melaksanakan penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian
Direksi setiap tahun berupa: terhadap Dewan Komisaris secara individu dan
• Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi secara kolegial mencakup:
kolegial; 1) Pengawasan dan pemberian saran kepada
• Penilaian kinerja individu masing-masing anggota Direksi terkait:
Dewan Komisaris dan anggota Direksi; dan a. Strategi dan rencana penting BCA;
• Penilaian kinerja Presiden Direktur. b. Integritas laporan keuangan BCA;
c. S i s t e m p e n g e n d a l i a n i n t e r n a l d a n
manajemen risiko; dan
d. Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 305
Page 308
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2) Pemberian persetujuan atas keputusan Direksi sesuai ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar BCA
atau peraturan perundang-undangan. Hasil kerja Dewan Komisaris dapat dilihat dalam laporan Pengawasan
Dewan Komisaris halaman 26 dimana di dalamnya terdapat fungsi pengawasan dan pemberian nasihat
Dewan Komisaris kepada Direksi, evaluasi strategi, penerapan tata kelola maupun pengendalian internal
dan manajemen risiko.
d. Pihak yang Melakukan Penilaian dan Evaluasi
Penilaian kinerja terhadap anggota Dewan Komisaris secara kolegial dan individu dilakukan melalui mekanisme
sebagai berikut:
• Penilaian Kinerja terhadap anggota Dewan Komisaris secara kolegial
Dewan Komisaris secara bersama-sama melakukan penilaian sendiri (self-assessment) yang kemudian
hasil penilaian tersebut dievaluasi dalam Rapat Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi dari Komite
Remunerasi dan Nominasi (KRN).
• Penilaian Kinerja terhadap anggota Dewan Komisaris secara individual
Masing-masing anggota Dewan Komisaris melakukan penilaian sendiri (self-assessment) yang kemudian
hasil penilaian tersebut dievaluasi dalam Rapat Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi dari KRN.
e. Alur Proses Penilaian
Hasil self-assessment Dewan
Presiden Komisaris dan masing- Komisaris baik terhadap kolegial Hasil evaluasi:
masing anggota Dewan Komisaris maupun individu dievaluasi oleh • Penilaian Kinerja Kolegial
mengisi Formulir Self-Assessment Dewan Komisaris melalui rapat • Penilaian Kinerja Individu
berdasarkan rekomendasi KRN
f. Hasil Penilaian Tahun 2025
Pada tahun 2025, hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan predikat
“Sangat Baik” dalam memastikan pencapaian kinerja Bank yang dapat memenuhi ekspektasi pemegang saham
dan seluruh pemangku kepentingan. Berikut merupakan uraian secara rinci atas hasil penilaian kinerja Dewan
Komisaris secara kolegial dan individu:
• Hasil penilaian kinerja terhadap Dewan Komisaris secara kolegial adalah “Sangat Baik” dan rata-rata hasil
penilaian kinerja terhadap individu anggota Dewan Komisaris adalah “Sangat Baik”.
2. Prosedur Pelaksanaan dan Kriteria Penilaian Kinerja Direksi
Prosedur pelaksanaan penilaian kinerja Direksi di BCA meliputi:
a. Metode dan Sarana Penilaian
Penilaian dilakukan dengan metode penilaian sendiri (self-assessment) yang dilakukan oleh anggota Direksi
dengan menggunakan Formulir Self-Assessment.
b. Waktu Pelaksanaan
Direksi wajib melakukan penilaian sendiri (self-assessment) secara individu dan kolegial minimal 1 kali dalam
1 tahun.
c. Kriteria atau Tolok Ukur
Kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian kinerja Direksi secara individu dan kolegial mengacu pada
Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris. Indikator kinerja setiap anggota Direksi ditetapkan
dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang terdiri dari 4 perspektif yaitu:
• keuangan;
• nasabah;
• proses bisnis internal;
• pembelajaran dan pengembangan.
306 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 309
Balanced Scorecard tersebut diturunkan dari Rencana Bisnis Bank (RBB) yang merupakan hasil dari proses
review dan penentuan strategi serta target bisnis yang dilakukan secara tahunan, melibatkan Direksi, pemimpin
unit-unit kerja dan Dewan Komisaris. Dalam prosesnya, BCA mengkaji dan mendalami berbagai aspek eksternal
yang berpengaruh terhadap kinerja BCA, seperti tren industri perbankan, ancaman maupun peluang yang
timbul, perubahan perilaku nasabah, perubahan regulasi, efisiensi proses, dan kecukupan kebutuhan sumber
daya manusia. Hasil kajian tersebut akan menentukan berbagai sasaran strategis utama seperti inisiatif digital,
pengembangan teknologi dan cybersecurity, proses improvement, kepatuhan terhadap perubahan-perubahan
regulasi (termasuk perubahannya), pengawasan terkait Tata Kelola Perusahaan yang Baik, implementasi ESG,
dan ekspansi usaha yang prudent serta sasaran strategis lainnya.
Selanjutnya, sasaran-sasaran strategis tersebut diterjemahkan ke dalam Key Performance Indicators (KPI)
sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi dengan memperhatikan tanggung
jawab kolegial dan individual, baik secara finansial maupun non-finansial. KPI yang telah ditetapkan tersebut
kemudian disepakati bersama oleh jajaran Direksi.
d. Pihak yang Melakukan Penilaian
Penilaian kinerja terhadap Direksi secara kolegial dan individu dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:
• Penilaian Kinerja terhadap Direksi secara kolegial.
Direksi secara bersama-sama melakukan penilaian sendiri (self-assessment) yang kemudian hasil penilaian
tersebut dievaluasi dalam Rapat Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi dari KRN.
• Penilaian Kinerja terhadap individu masing-masing anggota Direksi.
Masing-masing anggota Direksi melakukan penilaian sendiri (self-assessment) yang kemudian hasil penilaian
tersebut dievaluasi dalam Rapat Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi dari KRN.
e. Alur Proses Penilaian
Hasil self- Dewan Komisaris
Pembahasan assessment membahas Hasil evaluasi:
Masing-masing
masing-masing disampaikan hasil penilaian • Penilaian Kinerja
anggota Direksi
penilaian anggota untuk kemudian Direksi dengan Kolegial
mengisi Formulir mempertimbangkan
Direksi dipimpin dievaluasi dan • Penilaian Kinerja
Self-Assessment hasil evaluasi dan
Presiden Direktur divalidasi oleh Individu
KRN validasi dari KRN
f. Komponen Penilaian Direksi
Dalam rangka mendukung Self-Assessment Direksi secara individual, BCA menyusun suatu komponen penilaian
kinerja sesuai tugas tanggung jawab masing-masing Direksi yaitu mencakup komponen finansial, nasabah,
proses bisnis internal, dan pembelajaran serta pengembangan. Komponen penilaian kinerja yang dimaksud
adalah sebagai berikut:
Komponen Penilaian Direksi Periode 1 Januari- 31 Mei 2025
Proses Bisnis Pembelajaran dan
Keuangan Nasabah
Internal Pengembangan
Penilaian Kolegial 40% 20% 25% 15%
Presiden Direktur
Jahja Setiaatmadja 40% 20% 25% 15%
Wakil Presiden Direktur
Gregory Hendra Lembong 40% 20% 25% 15%
Armand W. Hartono 40% 20% 25% 15%
Direktur Bisnis
Santoso 40% 20% 25% 15%
Rudy Susanto 40% 20% 25% 15%
John Kosasih 40% 20% 25% 15%
Haryanto T. Budiman 40% 20% 25% 15%
Direktur Non Bisnis
Vera Eve Lim 40%1) 20% 25% 15%
Frengky Chandra Kusuma 40%1) 20% 25% 15%
Subur Tan 30% 20% 35% 15%
Antonius Widodo 30% 20% 35% 15%
Lianawaty Suwono 30% 20% 35% 15%
Catatan:
1) Bobot Keuangan 40% (sama dengan Direktur Bisnis) dikarenakan Ibu Vera Eve Lim bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi pencapaian target
finansial dan Bapak Frengky Chandra Kusuma bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi pencapaian target wilayah dan cabang BCA (finansial
dan non finansial)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 307
Page 310
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Komponen Penilaian Direksi Periode 1 Juni - 31 Desember 2025
Proses Bisnis Pembelajaran dan
Keuangan Nasabah
Internal Pengembangan
Penilaian Kolegial 40% 20% 25% 15%
Presiden Direktur
Gregory Hendra Lembong 40% 20% 25% 15%
Wakil Presiden Direktur
Armand W. Hartono 40% 20% 25% 15%
John Kosasih 40% 20% 25% 15%
Direktur Bisnis
Santoso 40% 20% 25% 15%
Rudy Susanto 40% 20% 25% 15%
Haryanto T. Budiman 40% 20% 25% 15%
Hendra Tanumihardja 40% 20% 25% 15%
Direktur Non Bisnis
Vera Eve Lim 40%1) 20% 25% 15%
Frengky Chandra Kusuma 40%1) 20% 25% 15%
Subur Tan 30% 20% 35% 15%
Antonius Widodo 30% 20% 35% 15%
Lianawaty Suwono 30% 20% 35% 15%
Catatan:
1) Bobot Keuangan 40% (sama dengan Direktur Bisnis) dikarenakan Ibu Vera Eve Lim bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi pencapaian target
finansial dan Bapak Frengky Chandra Kusuma bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi pencapaian target wilayah dan cabang BCA (finansial
dan non finansial)
g. Hasil Penilaian Kinerja Tahun 2025
Pada tahun 2025, hasil penilaian kinerja Direksi telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan predikat “Sangat
Baik” dalam memastikan pencapaian kinerja Bank yang dapat memenuhi ekspektasi pemegang saham dan
seluruh pemangku kepentingan. Berikut merupakan uraian atas hasil penilaian kinerja Direksi secara kolegial
dan individu:
• Hasil penilaian kinerja terhadap Direksi secara kolegial adalah “Sangat Baik” dan rata-rata hasil penilaian
kinerja terhadap individu anggota Direksi adalah “Sangat Baik”.
3. Prosedur Pelaksanaan dan Kriteria Penilaian Kinerja Presiden Direktur
Prosedur pelaksanaan penilaian kinerja Presiden Direktur BCA meliputi:
a. Metode Penilaian
Penilaian dilakukan dengan metode penilaian sendiri (self-assessment) dengan menggunakan Formulir Self-
Assessment.
b. Waktu Pelaksanaan
Presiden Direktur wajib melakukan penilaian sendiri (self-assessment) minimal 1 kali dalam 1 tahun.
c. Kriteria atau Tolok Ukur
Kriteria atau tolok ukur yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap Presiden Direktur secara individual
mengacu pada Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris. BCA telah menyusun komponen
penilaian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Presiden Direktur yang mencakup komponen finansial,
nasabah, proses bisnis, serta pembelajaran dan pengembangan.
d. Pihak yang Melakukan Penilaian
Presiden Direktur melakukan penilaian sendiri (self-assessment) yang kemudian hasil penilaian tersebut dievaluasi
dalam Rapat Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi dari KRN.
308 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 311
e. Alur Proses Penilaian
Dewan Komisaris
Hasil self-assessment membahas self- Hasil evaluasi:
Presiden Direktur mengisi disampaikan untuk assessment Presiden Penilaian kinerja Presiden
formulir self-assessment kemudian dievaluasi dan Direktur dengan Direktur
divalidasi oleh KRN mempertimbangkan hasil
evaluasi dan validasi dari
KRN
f. Komponen Penilaian Presiden Direktur
Dalam rangka mendukung Self-Assessment Presiden Direktur secara individual, BCA menyusun suatu komponen
penilaian sesuai tugas tanggung jawab Presiden Direktur yaitu mencakup komponen finansial, nasabah, proses
bisnis internal, serta pembelajaran dan pengembangan.
Komponen Penilaian Presiden Direktur Periode 1 Januari- 31 Mei 2025
Proses Bisnis Pembelajaran dan
Keuangan Nasabah
Internal Pengembangan
Presiden Direktur
Jahja Setiaatmadja 40% 20% 25% 15%
Komponen Penilaian Direksi Periode 1 Juni - 31 Desember 2025
Proses Bisnis Pembelajaran dan
Keuangan Nasabah
Internal Pengembangan
Presiden Direktur
Hendra Lembong 40% 20% 25% 15%
g. Hasil Penilaian Tahun 2025
Pada tahun 2025, Presiden Direktur dinilai telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan predikat “Sangat
Baik” dalam memastikan pencapaian kinerja Bank yang dapat memenuhi ekspektasi pemegang saham dan
seluruh pemangku kepentingan.
KEBIJAKAN REMUNERASI
BCA telah memiliki dan menerapkan secara konsisten kebijakan remunerasi yang mencakup seluruh jajaran organisasi,
termasuk anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi serta seluruh pegawai, yang disesuaikan dengan kemampuan
BCA dan dilakukan secara hati-hati agar dapat mengakomodir perkembangan kualitas pegawai dan jajaran manajemen
BCA.
Latar Belakang dan Tujuan
Kebijakan remunerasi BCA disusun dengan mengacu pada POJK No. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola
dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum dan SEOJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola
dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. Kebijakan remunerasi BCA ditetapkan dengan tujuan mengembangkan
kualitas Insan BCA dengan tetap memperhatikan ketahanan dan kelangsungan usaha BCA.
Kebijakan Remunerasi yang Bersifat Tetap paling sedikit memperhatikan skala usaha, kompleksitas usaha, peer group,
tingkat inflasi, kondisi dan kemampuan keuangan serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Kebijakan Remunerasi yang Bersifat Variabel juga memperhatikan faktor risiko dalam kegiatan usaha BCA, yaitu risiko
kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik, risiko kepatuhan,
risiko intra grup, dan risiko asuransi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 309
Page 312
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Komite Remunerasi Pengkajian Kebijakan Remunerasi
Dewan Komisaris BCA telah membentuk Komite Remunerasi BCA melakukan kaji ulang atas kebijakan remunerasi
dan Nominasi (KRN) yang salah satu fungsinya adalah secara berkala dengan menyesuaikan pada ketentuan
untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan serta best practice . Perbaikan atas hasil kaji ulang
pengembangan kebijakan serta penerapan remunerasi kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi
bagi anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi BCA. telah dilakukan dengan diterbitkannya Surat Keputusan
Dewan Komisaris No. 116/SK/KOM/2023 tanggal 6 Juli 2023
Komposisi, struktur keanggotaan, tugas dan tanggung Perihal Kebijakan Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
jawab, pelaksanaan rapat, dan remunerasi yang telah
dibayarkan kepada anggota KRN selengkapnya disajikan Independensi Penerapan
pada halaman 328-332 bagian Komite Remunerasi dan Kebijakan Remunerasi
Nominasi pada Laporan Tahunan ini. BCA memastikan independensi penerapan remunerasi
bagi seluruh pegawai termasuk unit yang melakukan
Cakupan Kebijakan Remunerasi fungsi kontrol/pengawasan (seperti Divisi Audit Internal)
dan Implementasinya pada unit lainnya. Persetujuan penetapan sasaran bisnis
Kebijakan remunerasi yang telah ditetapkan oleh BCA seluruh pegawai harus melalui persetujuan atasan langsung
mencakup pengaturan terkait remunerasi bagi anggota dan atasan dari atasan langsung. Independensi unit yang
Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan berlaku untuk melakukan fungsi kontrol dilakukan melalui pemisahan
pegawai baik di unit bisnis maupun operasional. Kebijakan struktur organisasi unit kontrol serta penetapan penilaian
remunerasi tersebut mencakup: kinerja unit kontrol yang tidak dikaitkan dengan pencapaian
a. Remunerasi yang bersifat Tetap target bisnis/kinerja dari unit kerja yang diawasinya.
Komponen remunerasi tetap mencakup antara lain
gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas maupun elemen Pihak yang Menjadi Material Risk Takers (MRT)
lain yang bersifat tetap yang diberikan kepada seluruh Pihak yang menjadi MRT paling sedikit memenuhi kriteria
Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan tugas, sebagai berikut:
wewenang dan tanggung jawabnya. a. Direksi dan/atau pegawai lainnya yang karena tugas
b. Remunerasi yang Bersifat Variabel . dan tanggung jawabnya mengambil keputusan yang
Remunerasi variabel yaitu tantiem yang diberikan berdampak signifikan terhadap profil risiko BCA; atau
dalam bentuk tunai dan saham. Penentuan tantiem b. Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau pegawai yang
berdasarkan laba dan kinerja bank. memperoleh Remunerasi yang Bersifat Variabel dengan
nilai yang besar.
BCA menggunakan jasa konsultan eksternal yaitu Willis
Towers Watson dalam melakukan benchmark remunerasi Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, BCA menetapkan
pegawai terhadap industri. Konsultan eksternal tersebut pihak yang menjadi MRT adalah seluruh anggota Dewan
bertugas untuk menghimpun dan menyediakan data Komisaris dan anggota Direksi BCA yang berjumlah 17
remunerasi yang ada di industri untuk digunakan sebagai (tujuh belas) orang sesuai dengan jumlah yang menjabat
salah satu dasar/pertimbangan dalam menetapkan per 31 Desember 2025.
kebijakan remunerasi BCA.
Penentuan Remunerasi yang Dikaitkan dengan Risiko dan Kinerja
Remunerasi dikaitkan dengan risiko
Risiko Utama dalam Menerapkan Remunerasi Dampak Risiko Utama terhadap Remunerasi
Dalam menetapkan skema remunerasi, khususnya Remunerasi yang Bersifat Dengan adanya penetapan jenis risiko utama
Variabel, BCA mempertimbangkan risiko utama (key risk) yaitu risiko kredit tersebut akan berdampak ke penentuan Key
dan risiko operasional. Risiko kredit dan risiko operasional telah menjadi risiko Performance Indicator (KPI) dan pemberian
utama BCA pada tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Remunerasi yang Bersifat Variabel.
risiko kredit dan risiko operasional melekat pada jenis transaksi dan bisnis yang
memiliki dampak risiko besar dalam menjalankan bisnis BCA serta menghasilkan
revenue yang signifikan bagi BCA.
310 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 313
Remunerasi dikaitkan dengan Pengukuran Kinerja
Indikator Pengukuran Kinerja dalam Penetapan Remunerasi anggota Direksi Dampak Kinerja BCA, Kinerja Unit Kerja,
Indikator penetapan remunerasi anggota Direksi antara lain sebagai berikut: dan Kinerja Individu terhadap Remunerasi
• Prestasi kerja masing-masing individual anggota Direksi; Penentuan besarnya remunerasi khususnya
• Kinerja keuangan BCA dan pemenuhan cadangan sebagaimana dimaksud dalam yang bersifat variabel dan kinerja individu
Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; dilakukan review setiap 1 (satu) tahun
• Benchmark industri; sekali. Hasil penilaian kinerja individu
• Pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang BCA; tersebut menjadi dasar bagi apresiasi
• Risiko yang mungkin timbul di kemudian hari sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan dalam bentuk bonus, promosi,
BCA. peninjauan pangkat, kenaikan upah/gaji.
Indikator Pengukuran Kinerja dalam Penetapan Remunerasi anggota Dewan Komisaris Pengukuran kinerja didasarkan pada
Indikator penetapan remunerasi anggota Dewan Komisaris antara lain sebagai berikut: sasaran yang disepakati di awal tahun.
• Pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi terkait: Pemberian bonus berdasarkan penilaian
» Strategi dan rencana penting BCA. kinerja individu telah ditetapkan
» Integritas laporan keuangan BCA. berdasarkan Surat Keputusan dan Surat
» Sistem pengendalian internal dan manajemen risiko. Edaran. Untuk penilaian pencapaian
» Tata Kelola Perusahaan yang Baik. sasaran bisnis/kerja yang sifatnya
• Pemberian persetujuan atas keputusan Direksi sesuai yang diatur dalam peraturan kuantitatif digunakan pedoman penilaian
perundang-undangan/Anggaran Dasar BCA. seperti melebihi sasaran (>110%),
mencapai sasaran (100-110%) dan
Indikator Pengukuran Kinerja dalam Penetapan Remunerasi Pegawai mencapai sebagian sasaran (80-99%).
Sistem penilaian kinerja BCA dilakukan secara objektif dan berorientasi pada
pengembangan pegawai:
1. Penilaian prestasi diarahkan pada prestasi kerja dan demonstrasi atas nilai-nilai
utama (core values) perusahaan dalam diri pegawai dimana:
• Prestasi Pegawai adalah hasil kerja dan pencapaian pegawai terhadap sasaran/
target bisnis atau kerja.
• Demonstrasi Core Values adalah demonstrasi perilaku yang ditunjukkan
pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yang
mencerminkan nilai-nilai utama perusahaan.
2. Hasil penilaian prestasi dikombinasikan dengan penilaian kompetensi pegawai
menjadi acuan untuk menentukan arah pengembangan pegawai.
Penyesuaian Remunerasi dikaitkan dengan Risiko dan Kinerja
1. Remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan
Bagi Material Risk Takers (MRT), dalam hal ini seluruh Direksi dan Dewan Komisaris, Remunerasi yang Bersifat Variabel wajib
ditangguhkan sebesar persentase tertentu yang diterapkan oleh BCA.
2. Penundaan Pembayaran (Malus) atau Penarikan Kembali (Clawback)
Dalam kondisi tertentu, tantiem yang telah dibayarkan bagi MRT dalam bentuk tunai maupun saham dapat ditarik kembali.
3. Jangka Waktu Penangguhan
Jangka waktu penangguhan yaitu 3 (tiga) tahun sejak pertama kali Remunerasi yang Bersifat Variabel dibayarkan. Jangka waktu
penangguhan berlaku sama untuk seluruh MRT.
1. Prosedur Penetapan dan Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi BCA ditetapkan berdasarkan prosedur, struktur, serta indikator yang
telah diatur dalam Anggaran Dasar BCA serta Surat Keputusan Dewan Komisaris No.116/SK/KOM/2023 tanggal 6
Juli 2023 perihal Kebijakan Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, yang berpedoman pada ketentuan:
a. POJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
b. POJK No. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum.
c. SE OJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum.
A. Prosedur Pengusulan dan Penetapan Remunerasi
KRN menyampaikan
kepada Dewan Komisaris
tentang hasil evaluasi dan Dewan Komisaris RUPS menetapkan Penetapan remunerasi bagi
rekomendasi kebijakan mengusulkan penetapan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris
remunerasi Dewan remunerasi kepada RUPS anggota Dewan dan Direksi sesuai hasil
Komisaris dan Direksi untuk Komisaris dan Direksi keputusan RUPS
disampaikan kepada RUPS
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 311
Page 314
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Berdasarkan keputusan RUPS Tahunan BCA pada tanggal 12 Maret 2025, telah diberikan kuasa dan wewenang kepada:
a. Dewan Komisaris untuk menentukan besarnya gaji dan tunjangan lainnya kepada anggota Direksi, dengan
memperhatikan rekomendasi dari KRN;
b. Pemegang Saham Mayoritas BCA untuk menetapkan besarnya gaji dan tunjangan lainnya yang akan dibayar
kepada anggota Dewan Komisaris.
c. Pemegang Saham Mayoritas BCA untuk menetapkan pembagian tantiem anggota Dewan Komisaris dan
Direksi BCA.
B. Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Struktur remunerasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi mencakup sebagai berikut:
Komponen Remunerasi Masing-masing Dewan Komisaris
Tunjangan Tunjangan Asuransi
Honorarium/ Tunjangan Tunjangan
No Nama Hari Raya Akhir Purna Tantiem
Gaji Transportasi Perumahan
Keagamaan Tahun Jabatan3)
1 Djohan Emir Setijoso1) √ √ N/A √ √ √ √
2 Jahja Setiaatmadja 2) √ N/A √ √ √ √ N/A
3 Tonny Kusnadi √ √ √ √ √ √ √
4 Cyrillus Harinowo √ √ √ √ √ √ √
5 Raden Pardede √ √ √ √ √ √ √
6 Sumantri Slamet √ √ √ √ √ √ √
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Komisaris efektif per tanggal 1 Juni 2025
2) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
3) Pembayaran asuransi purna jabatan Dewan Komisaris mengikuti periode yang ditentukan
Komponen Remunerasi Masing-masing Direksi
Tunjangan Tunjangan Asuransi
Honorarium/ Tunjangan Tunjangan
No Nama Hari Raya Akhir Purna Tantiem
Gaji Transportasi Perumahan
Keagamaan Tahun Jabatan5)
1 Jahja Setiaatmadja1) √ √ N/A √ √ √ √
2 Gregory Hendra √ √ √ √ √ √ √
Lembong2)
3 Armand Wahyudi √ √ √ √ √ √ √
Hartono
4 Tan Ho Hien/Subur/ √ √ √ √ √ √ √
Subur Tan
5 Rudy Susanto √ √ √ √ √ √ √
6 Lianawaty Suwono √ √ √ √ √ √ √
7 Santoso √ √ √ √ √ √ √
8 Vera Eve Lim √ √ √ √ √ √ √
9 Haryanto T. Budiman √ √ √ √ √ √ √
10 Frengky Chandra √ √ √ √ √ √ √
Kusuma
11 John Kosasih3) √ √ √ √ √ √ √
12 Antonius Widodo √ √ √ √ √ √ √
Mulyono
13 Hendra Tanumihardja4) √ N/A √ √ √ √ N/A
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
5) Untuk pembayaran asuransi purna jabatan Direktur mengikuti periode yang ditentukan. Khusus untuk Direktur yang diberi tanda 2), 3) dan 4)
dilakukan tahun 2025 karena terdapat perubahan posisi jabatan.
312 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 315
Paket Remunerasi dan Fasilitas Dewan Komisaris
Paket remunerasi dan fasilitas yang diterima oleh Dewan Komisaris mencakup struktur remunerasi dan rincian
jumlah nominal dalam 2 tahun terakhir, sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:
Jumlah Diterima dalam 1 (satu) tahun
Jumlah Remunerasi dan Fasilitas 2025 2024
Orang Juta (Rp) Orang Juta (Rp)
Gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas 5 218.622 5 217.129
lainnya dalam bentuk non natura
Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang:
1. Dapat dimiliki - - - -
2. Tidak dapat dimiliki - - - -
Total 5 218.622 5 217.129
Rincian paket remunerasi dikelompokkan dalam tingkat penghasilan yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris
dalam 2 tahun terakhir sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:
Jumlah Remunerasi per Orang Jumlah Penerima dalam 1 (satu) Tahun
dalam 1 (satu) Tahun1) 2025 2024
Di atas Rp2 miliar 5 5
Di atas Rp1 miliar s.d. Rp2 miliar - -
Di atas Rp500 juta s.d Rp1 miliar - -
Rp500 juta ke bawah - -
Keterangan:
1) yang diterima secara tunai
Paket Remunerasi dan fasilitas Direksi
Rincian paket remunerasi dan fasilitas yang diterima oleh Direksi mencakup struktur remunerasi dan rincian
jumlah nominal dalam 2 tahun terakhir, sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:
Jumlah Diterima dalam 1 (satu) tahun
Jumlah Remunerasi dan Fasilitas 2025 2024
Orang Juta (Rp) Orang Juta (Rp)
Gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas 12 899.398 12 836.970
lainnya dalam bentuk non natura
Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang:
1. Dapat dimiliki - - - -
2. Tidak dapat dimiliki - - - -
Total 12 899.398 12 836.970
Rincian paket remunerasi dikelompokkan dalam tingkat penghasilan yang diterima oleh Direksi dalam dalam 2
(dua) tahun terakhir, sebagaimana tercantum tabel di bawah ini:
Jumlah Remunerasi per Orang Jumlah Penerima dalam 1 (satu) Tahun
dalam 1 (satu) Tahun1) 2025 2024
Di atas Rp2 miliar 12 12
Di atas Rp1 miliar s.d. Rp2 miliar - -
Di atas Rp500 juta s.d Rp1 miliar - -
Rp500 juta ke bawah - -
Keterangan:
1) yang diterima secara tunai
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 313
Page 316
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2. Remunerasi yang Bersifat Variabel bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan Pegawai
Remunerasi yang Bersifat Variabel terdiri dari tunai dan saham. Saham dalam bentuk ekstra bonus yang dibelikan
saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Ekstra bonus yang dibelikan saham BBCA oleh BCA selanjutnya ditahan
(lock up) selama 3 (tiga) tahun sejak pembagian bonus.
Tujuan pemberian ekstra bonus yang dibelikan saham BBCA:
• Sebagai penghargaan atas kontribusi pegawai sepanjang tahun kinerja;
• Menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dari pegawai yang diharapkan akan berdampak positif terhadap
meningkatnya engagement dari pegawai terhadap perusahaan;
• Meningkatkan produktivitas dari pegawai;
• Terciptanya keselarasan di antara pegawai, manajemen, dan pemegang saham dalam meningkatkan kinerja
perusahaan.
Pemberian Remunerasi yang Bersifat Variabel yakni bonus (tunai dan saham) dibedakan berdasarkan level jabatan:
1. Dewan Komisaris, Direksi;
2. Pegawai Eselon S1-S3 (termasuk EVP);
3. Pegawai eselon S4-S8.
Pertimbangan yang mendasari perbedaan pemberian remunerasi tersebut yaitu lingkup tanggung jawab dan risiko
jabatan terhadap pencapaian kinerja perusahaan.
Jumlah Dewan Komisaris, Direksi, dan Pegawai yang menerima Remunerasi yang Bersifat Variabel
Jumlah Direksi, Dewan Komisaris, dan Pegawai yang menerima Remunerasi yang Bersifat Variabel dalam 2 (dua)
tahun terakhir dan total nominalnya adalah sebagai berikut:
Total Remunerasi yang Bersifat Variabel dalam 1 (satu) Tahun1)
Tahun Dewan Komisaris Direksi Pegawai
Orang Juta (Rp) Orang Juta (Rp) Orang Juta (Rp)
2025 5 163.600 12 724.100 23.622 3.142.454
2024 5 145.000 12 620.000 22.878 3.059.470
Keterangan:
1) Gross
Shares Option yang diterima Direksi, Dewan Komisaris, dan Pejabat Eksekutif
Tidak ada shares option yang diterima Direksi, Dewan Komisaris, dan Pejabat Eksekutif selama tahun 2025.
Remunerasi yang Bersifat Variabel yang Dijamin Tanpa Syarat bagi Calon Dewan Komisaris, Calon Direksi, dan/
atau Calon Pegawai
Tidak ada Remunerasi yang Bersifat Variabel yang dijamin tanpa syarat diberikan oleh BCA kepada calon Direksi,
calon Dewan Komisaris, dan/atau calon pegawai selama 1 (satu) tahun pertama bekerja.
Remunerasi yang Bersifat Variabel yang Ditangguhkan bagi MRT (untuk seluruh Anggota Direksi
dan Dewan Komisaris)
Total Remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan sebesar Rp 150.909.000.000 (seratus lima puluh milyar
sembilan ratus sembilan juta rupiah) yang terdiri dari tunai dan/atau saham atau instrumen yang berbasis saham
yang diterbitkan BCA dan telah diterapkan untuk pembayaran tahun 2025, dengan rincian sebagai berikut:
1. Dalam bentuk tunai : Rp79.669.000.000 (tujuh puluh sembilan milyar enam ratus enam puluh
sembilan juta rupiah)
2. Dalam bentuk saham : Rp71.240.000.000 (tujuh puluh satu milyar dua ratus empat puluh juta rupiah)
3. Penerapan Remunerasi di BCA bagi MRT (untuk seluruh Anggota Direksi dan Dewan Komisaris)
Jumlah Remunerasi yang Diberikan Dalam 1 (Satu) Tahun
Rincian jumlah remunerasi yang diberikan dalam 1 (satu) tahun meliputi:
1. Remunerasi yang Bersifat Tetap maupun Remunerasi yang Bersifat Variabel;
2. Remunerasi yang ditangguhkan dan tidak ditangguhkan; dan
3. Bentuk remunerasi yang diberikan secara tunai dan/atau saham atau instrumen yang berbasis saham yang
diterbitkan BCA.
314 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 317
Sebagaimana dalam tabel di bawah ini:
dalam jutaan rupiah
A. Remunerasi yang Bersifat Tetap 2025 2024
1. Tunai 230.320 289.099
2. Saham/instrumen yang berbasis saham yang diterbitkan BCA - -
dalam jutaan rupiah
2025 2024
B. Remunerasi yang Bersifat Variabel Tidak Tidak
Ditangguhkan Ditangguhkan
Ditangguhkan Ditangguhkan
1. Tunai 736.791 79.669 634.950 69.090
2. Saham/instrumen yang berbasis saham yang - 71.240 - 60.960
diterbitkan BCA1)
Keterangan:
1) Saham di lockup 3 tahun
Informasi Kuantitatif
Informasi kuantitatif adalah informasi mengenai total sisa remunerasi yang masih ditangguhkan baik yang terekspos
penyesuaian implisit maupun eksplisit, total pengurangan remunerasi yang disebabkan karena penyesuaian eksplisit
selama periode laporan, dan total pengurangan remunerasi yang disebabkan karena penyesuaian implisit selama
periode laporan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Total Pengurangan Total Pengurangan
Selama Periode Laporan Selama Periode Laporan
Jumlah Remunerasi Sisa yang Sisa yang
yang Bersifat Variabel Masih Disebabkan Disebabkan Masih Disebabkan Disebabkan
Ditangguhkan Penyesuaian Penyesuaian Total Ditangguhkan Penyesuaian Penyesuaian Total
Eksplisit Implisit (A)+(B) Eksplisit Implisit (A)+(B)
(A) (B) (A) (B)
1. Tunai (dalam jutaan 79.669 - - - 69.090 - - -
Rupiah)
2. Saham/Instrumen 5.238.784 - - - 3.955.800 - - -
yang berbasis lembar lembar
saham yang
diterbitkan BCA
(dalam lembar
saham dan nominal
juta rupiah yang
merupakan
konversi dari
lembar saham
tersebut)
4. Data Rasio Gaji dan Pesangon yang Dibayarkan
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah, yang mencakup:
Rasio gaji 2025 2024
Rasio gaji Pegawai yang tertinggi dan terendah 22,22 24,54
Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah 2,12 2,70
Rasio gaji Dewan Komisaris yang tertinggi dan terendah 1,52 1,52
Rasio gaji Direksi tertinggi dan Pegawai tertinggi 6,47 9,51
Rasio kompensasi tahunan Presiden Direktur dan median/mean dari 73,81 118,70
kompensasi tahunan seluruh Pegawai (kecuali Presiden Direktur)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 315
Page 318
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Jumlah Pegawai yang Terkena Pemutusan Hubungan Kerja dan Total Nominal Pesangon yang Dibayarkan
Jumlah pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (karena memasuki usia pensiun, pengajuan pensiun dini
maupun atas permintaan sendiri) dan total nominal pesangon yang dibayarkan sebagaimana dalam tabel di bawah ini:
Jumlah Nominal Pesangon yang dibayarkan Jumlah pegawai
per Orang dalam 1 (satu) tahun 2025 2024
Di atas Rp1 miliar 466 398
Di atas Rp500 juta s.d. Rp1 miliar 471 483
Rp500 juta ke bawah 328 382
5. Transparansi Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris
Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Laporan Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris dan Direksi diungkapkan pada Bab Dewan Komisaris dan
Direksi pada Laporan Tahunan ini.
KOMITE-KOMITE DEWAN KOMISARIS 2. Piagam Komite Audit
Komite Audit memiliki pedoman kerja yang
I. Komite Audit ditetapkan dalam Piagam Komite Audit dan
Komite Audit dibentuk oleh dan bertanggung jawab Kode Etik Komite Audit BCA yang telah disahkan
kepada Dewan Komisaris untuk membantu Dewan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Komisaris dalam rangka mendukung efektivitas No. 254/SK/KOM/2025 tanggal 17 Desember 2025
pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan (oversight) tentang Piagam Komite Audit (Audit Committee
atas hal-hal yang terkait dengan kualitas laporan Charter) PT Bank Central Asia Tbk.Cakupan yang
keuangan, sistem pengendalian internal, pelaksanaan diatur dalam Piagam Komite Audit antara lain:
fungsi audit internal dan eksternal, implementasi tata • Tugas dan Tanggung Jawab;
kelola serta kepatuhan terhadap peraturan perundang- • Wewenang;
undangan yang berlaku. • Struktur dan Komposisi Keanggotaan Komite;
• Persyaratan Keanggotaan;
1. Dasar Hukum • Masa Tugas;
Dasar hukum pembentukan Komite Audit mengacu • Mekanisme Kerja;
pada: • Waktu Kerja;
• POJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata • Rapat Komite;
Kelola bagi Bank Umum. • Pelaporan;
• POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan • Penanganan Pengaduan/Pelaporan Dugaan
Fungsi Audit Intern pada Bank Umum. Pelanggaran Laporan Keuangan;
• POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang • Kode Etik; dan
Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja • Kompetensi.
Komite Audit.
• SE OJK No. 14/SEOJK.03/2025 tentang Piagam Komite Audit dan Kode Etik Komite Audit
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. telah diunggah dalam situs web BCA pada bagian
• SE OJK No. 18/SEOJK.03/2023 tentang Tata Tata Kelola Perusahaan (https://www.bca.co.id/
Cara Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa
Keuangan. 3. Struktur dan Keanggotaan Komite Audit
• Anggaran Dasar BCA. Susunan keanggotaan Komite Audit BCA telah
• Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 254/SK/ memenuhi ketentuan POJK yang berlaku serta
KOM/2025 tanggal 17 Desember 2025 tentang Piagam Komite Audit. Sepanjang tahun 2025,
Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) tidak ada perubahan anggota Komite Audit BCA.
PT Bank Central Asia Tbk. Komite Audit BCA terdiri dari 3 (tiga) orang anggota
• Surat Keputusan Direksi No. 073/SK/DIR/2021 yang telah diangkat berdasarkan Surat Keputusan
tanggal 22 April 2021 tentang Pengangkatan Direksi No. 073/SK/DIR/2021 tanggal 22 April 2021
Ketua dan Anggota Komite Audit. dan Risalah Rapat Dewan Komisaris No. 20/RR/
KOM/2021 tanggal 22 April 2021.
316 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 319
Susunan Anggota Komite Audit per 31 Desember 2025
Nama Posisi di Komite Jabatan di BCA Periode Jabatan Berdasarkan RUPST
Sumantri Slamet Ketua (merangkap sebagai Komisaris Independen 2021 - 2026
anggota)
Fanny Sagitadewi Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
Rallyati A. Wibowo Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
4. Profil dan Kualifikasi Anggota Komite Audit
Sumantri Slamet
Ketua (merangkap sebagai anggota)
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Audit dapat dilihat
pada bagian Profil Perusahaan halaman 52 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Fanny Sagitadewi
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Audit dapat dilihat
pada bagian Profil Perusahaan halaman 53 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Rallyati A. Wibowo
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Audit dapat dilihat
pada bagian Profil Perusahaan halaman 53 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
5. Pendidikan atau Pelatihan
Sepanjang tahun 2025, anggota Komite Audit telah melaksanakan pendidikan atau pelatihan sebagai berikut:
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Sumantri Slamet Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 265 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Fanny Sagitadewi Data Privacy Summit 2025 BCA 3 Februari 2025
Refreshment Manajemen Risiko Perbankan Jenjang Bankers 13 Februari 2025
6: Menganalisa Risk Coverage berdasarkan Visi, Misi, Association for Risk
dan Strategi Bisnis Bank Management
Peran Artificial Intelligence dan Audit Competency Komite Profesi 15 Mei 2025
dalam Meningkatkan Profesional Skepticism Auditor. Akuntan Publik &
Institut Akuntan
Publik Indonesia
CAE Forum dengan topik "Digital Fraud is Here: Ikatan Auditor Intern 31 Juli 2025
Strengthening Bank Defenses Through Integrated Bank
Governance and Technology".
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 28-29 Oktober 2025
Today.
Capacity Building ESG: Enhancing The Roles BCA 25 November 2025
of Accountants in Sustainability Reporting and
Assurance
Rallyati A. Wibowo Data Privacy Summit 2025 BCA 3 Februari 2025
Konferensi Auditor Internal 2025: Yayasan Pendidikan 2-3 Juli 2025
Shifting Horizon for Internal Auditors. Internal Audit
KPMG Board Governance Forum 2025 KPMG 18 September 2025
Enhancing The Roles of Accountants in Sustainability Institut Akuntan 24 September 2025
Reporting and Assurance Publik Indonesia &
ISCA
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 28-29 Oktober 2025
Today.
Capacity Building ESG: Enhancing The Roles BCA 25 November 2025
of Accountants in Sustainability Reporting and
Assurance
Indonesian Accountants : Resilient, Sustainable and Ikatan Akuntan 3 Desember 2025
Future Ready-Beyond Numbers, Building the Golden Indonesia
Future
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 317
Page 320
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
6. Masa Tugas e. Anggota Komite Audit mengikuti perkembangan
Masa tugas anggota Komite Audit sebagai berikut: peraturan perundang-undangan di bidang
a. Masa tugas anggota Komite Audit sama dengan perbankan, Pasar Modal dan peraturan
masa jabatan Dewan Komisaris dan dapat ditunjuk perundang-undangan serta ketentuan lainnya
kembali untuk 1 periode berikutnya. yang berhubungan dengan kegiatan usaha BCA.
b. Dalam hal: f. A n g g o t a K o m i t e A u d i t m e m e l i h a r a
1) masa jabatan anggota Komite Audit berakhir kompetensi profesionalnya dengan mengikuti
karena masa jabatan anggota Dewan Komisaris perkembangan dan praktik-praktik terbaik
berakhir, maka pengangkatan anggota Komite dalam bidang akuntansi, pengauditan,
Audit yang baru wajib dilakukan maksimal pengendalian internal, dan GCG.
dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung g. Anggota Komite Audit bersedia meningkatkan
sejak pengangkatan anggota Dewan Komisaris kompetensi secara terus menerus melalui
yang baru atau sejak anggota Dewan Komisaris pendidikan dan pelatihan.
yang baru dinyatakan lulus fit and proper test
oleh OJK, Persyaratan Independensi
2) terjadi lowongan dalam Komite Audit, yakni a. Anggota Komite Audit bukan merupakan orang
jumlah anggota Komite Audit kurang dari jumlah dalam KAP, Kantor Konsultan Hukum, Kantor
yang ditetapkan karena adanya anggota yang Jasa Penilai Publik atau pihak lain yang memberi
berhalangan tetap atau mengundurkan diri oleh jasa assurance, jasa non-assurance, jasa penilai
sebab apa pun, maka pengangkatan anggota dan/atau jasa konsultasi lain kepada BCA dalam
Komite Audit yang baru wajib dilakukan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir.
jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung efektif b. Anggota Komite Audit bukan merupakan orang
sejak anggota yang berhalangan tetap atau yang bekerja atau mempunyai wewenang
mengundurkan diri tidak memangku tugasnya. dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, mengendalikan, atau mengawasi
Masa jabatan anggota Komite Audit pada periode kegiatan BCA dalam waktu 6 (enam) bulan
ini akan berakhir pada saat penutupan Rapat Umum terakhir kecuali Komisaris Independen.
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. c. Anggota Komite Audit dilarang berasal dari
anggota Direksi pada bank lain.
7. Persyaratan Keanggotaan Komite Audit d. Anggota Komite Audit tidak mempunyai saham
Persyaratan Umum BCA baik langsung maupun tidak langsung.
a. Anggota Komite Audit wajib memiliki integritas, e. Dalam hal anggota Komite Audit memperoleh
akhlak, dan moral yang baik. saham BCA baik langsung maupun tidak
b. Anggota Komite Audit wajib mematuhi Kode Etik langsung akibat suatu peristiwa hukum, maka
BCA dan Kode Etik Komite Audit yang ditetapkan saham tersebut wajib dialihkan kepada pihak
oleh BCA. lain dalam jangka waktu paling lama 6 (enam)
bulan setelah diperolehnya saham BCA.
Persyaratan Kompetensi f. Anggota Komite Audit tidak mempunyai
a. Salah satu anggota Komite Audit dari Pihak hubungan afiliasi dengan anggota Dewan
Independen wajib memiliki keahlian di bidang: Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang
1) keuangan atau akuntansi dan memiliki Saham Utama BCA.
pengalaman kerja di bidang keuangan, dan/ g. Anggota Komite Audit tidak mempunyai
atau akuntansi, paling kurang 5 (lima) tahun; dan hubungan usaha baik langsung maupun tidak
2) hukum atau perbankan dan memiliki langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha
pengalaman kerja di bidang hukum, dan/atau BCA.
perbankan paling kurang 5 (lima) tahun. h. Anggota yang berasal dari Pihak Independen
b. Keahlian Pihak Independen dibuktikan paling wajib direkomendasikan oleh KRN.
sedikit dengan kepemilikan sertifikat kompetensi
yang mendukung pelaksanaan fungsi dan tanggung 8. Independensi Anggota Komite Audit
jawab komite. Sertifikat kompetensi antara lain Seluruh anggota Komite Audit adalah pihak
sertifikat di bidang manajemen risiko, akuntan independen yang tidak memiliki hubungan
publik, akuntan, dan auditor. keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/
c. Anggota Komite Audit wajib memiliki kemampuan, atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan
pengetahuan, pengalaman sesuai dengan bidang Komisaris, anggota Direksi, dan/atau Pemegang
pekerjaannya, serta mampu berkomunikasi dengan Saham Pengendali atau hubungan usaha dengan
baik. BCA yang dapat memengaruhi kemampuannya
d. Anggota Komite Audit melaksanakan tugas dan untuk bertindak independen. Seluruh anggota
tanggung jawabnya secara profesional dengan Komite Audit juga menjalankan tugasnya secara
mengaplikasikan pengetahuan, keahlian, dan independen tanpa adanya intervensi dari pihak
pengalamannya. manapun.
318 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 321
Aspek independensi anggota Komite Audit dapat dilihat pada tabel berikut:
Aspek Independensi Sumantri Slamet Fanny Sagitadewi Rallyati A. Wibowo
Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan √ √ √
Komisaris dan Direksi.
Tidak memiliki hubungan kepengurusan di BCA, √ √ √
perusahaan anak BCA, maupun perusahaan afiliasi.
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di BCA. √ √ √
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan √ √ √
Komisaris, Direksi, dan/atau sesama anggota Komite
Audit.
Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, √ √ √
pejabat, dan pemerintah.
9. Tugas dan Tanggung Jawab Komite 2) Ruang lingkup audit.
Audit 3) Imbalan jasa audit.
Selaras dengan POJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 4) Keahlian dan pengalaman AP, KAP, dan tim
23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan audit dari KAP.
Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Komite 5) Metodologi, teknik, dan sarana yang
Audit memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai digunakan oleh KAP.
berikut: 6) Manfaat sudut pandang baru yang diperoleh
melalui penggantian AP, KAP, dan tim audit
Laporan dan Informasi Keuangan dari KAP.
a. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan 7) Potensi risiko penggunaan jasa audit oleh
yang akan dikeluarkan BCA kepada publik dan/ KAP yang sama secara berturut-turut untuk
atau pihak otoritas, dan laporan lainnya terkait kurun waktu yang cukup panjang.
dengan informasi keuangan BCA. 8) Hasil evaluasi terhadap pemberian
b. Menelaah dan melaporkan kepada Dewan pelaksanaan jasa audit atas informasi
Komisaris atas pengaduan yang berkaitan keuangan historis tahunan oleh AP dan KAP
dengan proses akuntansi dan pelaporan pada periode sebelumnya, jika ada.
keuangan BCA.
b. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
Audit Internal pemberian jasa audit atas informasi keuangan
a. Memberikan rekomendasi kepada Dewan historis tahunan oleh AP dan/atau KAP. Evaluasi
Komisaris terkait penyusunan rencana audit, terhadap pelaksanaan pemberian jasa audit atas
ruang lingkup, dan anggaran DAI. informasi keuangan historis tahunan oleh AP
b. Memantau dan mengkaji efektivitas pelaksanaan dan/atau KAP dilakukan paling sedikit melalui:
audit internal BCA. 1) Kesesuaian pelaksanaan audit oleh AP dan/
c. Mengevaluasi kinerja DAI dalam aspek atau KAP dengan Standar Audit yang berlaku.
kecukupan dan efektivitas fungsi audit internal 2) Kecukupan waktu pekerjaan lapangan.
di BCA serta memastikan DAI menjunjung tinggi 3) Pengkajian cakupan jasa yang diberikan dan
integritas dalam pelaksanaan tugas serta kecukupan uji petik.
memberikan rekomendasi kepada Dewan 4) Rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh
Komisaris terkait pemberian remunerasi tahunan AP dan/atau KAP.
DAI secara keseluruhan serta penghargaan 5) Kesesuaian Laporan Keuangan dengan
kinerja. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang
d. Memastikan DAI melakukan komunikasi dengan berlaku.
Direksi, Dewan Komisaris, Auditor Eksternal, 6) Memberikan pendapat independen dalam
dan OJK, BI, serta pihak-pihak terkait lainnya. hal terjadi perbedaan pendapat antara
e. Memastikan DAI bekerja secara independen. manajemen dan KAP atas jasa yang
diberikannya.
Audit Eksternal
a. Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil Proses/Sistem Pengendalian Internal
evaluasi kepada Dewan Komisaris mengenai a. Memastikan Direksi mengambil tindakan yang
penunjukan, penunjukan kembali, dan diperlukan secara cepat atas hasil temuan DAI,
pemberhentian atau penggantian KAP dan/ AP, dan hasil pengawasan OJK serta BI.
atau Akuntan Publik (AP) yang akan mengaudit b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan
laporan keuangan yang didasarkan pada: Komisaris untuk menunjuk pengendali mutu
1) Independensi AP, KAP, dan orang dalam KAP. independen dari pihak eksternal dengan tujuan
melakukan kaji ulang terhadap DAI.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 319
Page 322
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tata Kelola dan Kepatuhan c. Dapat berkomunikasi langsung dengan
a. Melakukan pemantauan atas implementasi Good karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang
Corporate Governance (GCG) yang efektif dan menjalankan fungsi audit internal, manajemen
berkelanjutan. risiko, dan AP terkait tugas dan tanggung jawab
b. Menelaah dan memberikan saran kepada Komite Audit.
Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi d. Jika diperlukan, dapat melibatkan pihak
benturan kepentingan BCA. independen di luar anggota Komite Audit
c. Melakukan penelaahan atas kepatuhan BCA yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan
terhadap peraturan perundang-undangan di tugasnya.
bidang perbankan, pasar modal, dan peraturan e. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh
perundang-undangan serta ketentuan lainnya Dewan Komisaris.
yang berhubungan dengan kegiatan usaha BCA.
d. Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan 11. Rangkap Jabatan Anggota Komite Audit
informasi BCA. Piagam Komite Audit mengatur mengenai
e. Menghadiri RUPS Tahunan BCA. rangkap jabatan anggota Komite Audit. Adapun
f. Menjalankan tugas-tugas lain yang relevan ketentuannya adalah sebagai berikut:
dengan fungsi Komite Audit atas permintaan a. Ketua Komite Audit hanya dapat merangkap
Dewan Komisaris. jabatan sebagai Ketua Komite paling banyak
pada 1 (satu) komite lainnya di BCA.
10. Wewenang Komite Audit b. Anggota Komite Audit yang berasal dari Pihak
Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit Independen dapat merangkap jabatan sebagai
mempunyai wewenang sebagai berikut: Pihak Independen anggota komite lain di BCA,
a. Mendapatkan laporan dari Kepala DAI, Bank lain, dan/atau perusahaan lain, sepanjang
meliputi antara lain rencana kerja DAI, laporan yang bersangkutan:
pelaksanaan audit internal dan laporan hasil 1) memenuhi seluruh kompetensi yang
audit internal. dipersyaratkan;
b. Mengakses dokumen, data, dan informasi BCA 2) memenuhi kriteria independensi;
tentang karyawan, dana, aset, dan sumber daya 3) mampu menjaga rahasia perusahaan;
BCA yang diperlukan. 4) memperhatikan kode etik yang berlaku; dan
5) mampu melaksanakan tugas dan tanggung
jawab sebagai anggota Komite Audit.
Pelaksanaan rangkap jabatan anggota Komite Audit telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut
informasi mengenai rangkap jabatan anggota Komite Audit sepanjang tahun 2025.
Nama Anggota Jabatan Lain (anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/
Jabatan pada Komite
Komite atau anggota Komite, serta Jabatan Lainnya)
Sumantri Slamet Ketua Dapat dilihat pada halaman 268
Rallyati A. Anggota • Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit di PT WOM
Wibowo Finance Tbk (berakhir 30 September 2025)
• Anggota Komite Audit di PT Mitrabara Adiperdana Tbk (berakhir
30 September 2025)
Fanny Anggota -
Sagitadewi
12.Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat 2) Rapat Komite Audit hanya dapat dilaksanakan
Komite Audit apabila dihadiri oleh mayoritas (lebih
Tata cara Rapat Komite Audit (“Rapat”) meliputi: dari 50%) dari jumlah anggota termasuk
a. Penyelenggaraan Rapat dapat dilakukan: seorang Komisaris Independen dan Pihak
1) secara fisik di tempat kedudukan BCA; Independen.
2) s e c a r a e l e k t r o n i k m e l a l u i m e d i a 3) Keputusan Rapat Komite Audit dilakukan
telekonferensi, video konferensi, atau berdasarkan musyawarah mufakat.
sarana media elektronik sejenis yang 4) Dalam hal tidak terjadi musyawarah
memungkinkan semua peserta Rapat saling mufakat, pengambilan keputusan dilakukan
melihat dan mendengar secara langsung berdasarkan suara terbanyak.
serta berpartisipasi dalam Rapat. 5) Ketua Komite dan setiap anggota masing-
b. Mekanisme dan Pengambilan Keputusan Rapat: masing memiliki 1 (satu) hak suara.
1) Rapat Komite Audit diselenggarakan 6) Segala keputusan Rapat Komite Audit
sesuai dengan kebutuhan BCA, sekurang- bersifat mengikat bagi seluruh anggota
kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. Komite Audit.
320 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 323
c. Risalah Rapat:
1) Hasil Rapat Komite Audit wajib dituangkan dalam Risalah Rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota
Komite Audit yang hadir dan didokumentasikan secara baik.
2) Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam Rapat Komite, wajib dicantumkan secara
jelas dalam Risalah Rapat beserta alasan perbedaan pendapat tersebut.
3) Hasil Rapat Komite merupakan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh
Dewan Komisaris.
d. Kehadiran anggota Komite Audit dalam Rapat minimal 75% dari jumlah Rapat Komite yang diselenggarakan.
Sepanjang tahun 2025, Komite Audit telah mengadakan rapat sebanyak 30 kali.
Data kehadiran anggota Komite dalam rapat Komite Audit sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Sumantri Slamet 30 30 100%
Fanny Sagitadewi 30 30 100%
Rallyati A. Wibowo 30 30 100%
Agenda pelaksanaan rapat Komite Audit sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1. 14 Januari 2025 BCA Performance Tahun 2024
2. 15 Januari 2025 Realisasi Kerja DAI 2024
3. 20 Januari 2025 Private Meeting dengan PwC
4. 20 Januari 2025 Clearance Meeting PwC
5. 20 Januari 2025 Pengungkapan pada Catatan atas Audit Report Tahun 2024
6. 4 Februari 2025 Evaluasi Kinerja PwC Tahun 2024 dan Penunjukan KAP BCA untuk Tahun Buku 2025
7. 12 Februari 2025 Diskusi Pelaporan Komite Audit kepada Dewan Komisaris Triwulan IV Tahun 2024
8. 19 Februari 2025 Pelaporan Komite Audit Kepada Dewan Komisaris Triwulan IV Tahun 2024
9. 24 Maret 2025 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan Maret 2025
10. 17 April 2025 Update Kinerja Keuangan BCA Periode Triwulan I 2025
11. 22 April 2025 Pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Triwulan I 2025
12. 5 Mei 2025 Diskusi Pelaporan Komite Audit Kepada Dewan Komisaris Triwulan I Tahun 2025
13. 14 Mei 2025 Pelaporan Komite Audit Kepada Dewan Komisaris Triwulan I Tahun 2025
14. 21 Mei 2025 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan Mei 2025
15. 17 Juni 2025 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan Juni 2025
16. 18 Juni 2025 Rapat Pembelian Server melalui Perusahaan Afiliasi
17. 10 Juli 2025 Update Kinerja Keuangan BCA Semester I Tahun 2025
18. 16 Juli 2025 Realisasi Kerja DAI Semester I Tahun 2025
19. 24 Juli 2025 Pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Semester I Tahun 2025
20. 21 Agustus 2025 Diskusi Pelaporan Komite Audit Kepada Dewan Komisaris Semester I Tahun 2025
21. 27 Agustus 2025 Pelaporan Komite Audit kepada Dewan Komisaris Semester I Tahun 2025
22. 28 Agustus 2025 Rencana PwC untuk Audit Laporan Keuangan BCA Tahun Buku 2025
23. 25 September 2025 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan September 2025
24. 16 Oktober 2025 Update Kinerja Keuangan BCA Periode Triwulan III 2025
25. 17 Oktober 2025 Pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Triwulan III Tahun 2025
26. 20 Oktober 2025 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan Oktober 2025
27. 10 November 2025 Diskusi Pelaporan Komite Audit kepada Dewan Komisaris Triwulan III 2025
28. 19 November 2025 Pelaporan Komite Audit kepada Dewan Komisaris Triwulan III 2025
29. 15 Desember 2025 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan Desember 2025
30. 15 Desember 2025 Update Meeting dengan PwC (Hardclose)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 321
Page 324
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan II. Komite Pemantau Risiko
Kegiatan Komite Audit Selama Tahun Komite Pemantau Risiko (KPR) dibentuk untuk
2025 membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan
Realisasi Program Kerja Komite Audit BCA sesuai tanggung jawab pengawasan risiko sesuai dengan
dengan yang dicantumkan dalam pedoman atau peraturan yang berlaku.
Piagam Komite Audit sepanjang tahun 2025 adalah
sebagai berikut: 1. Dasar Hukum
a. Mengevaluasi dan merekomendasikan kepada Dasar hukum pembentukan KPR mengacu pada:
Dewan Komisaris penggunaan kembali KAP • POJK No. 5 Tahun 2024 tentang Penetapan
Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, firma anggota S t at u s Pe n g awa s a n d a n Pe n a n g a n a n
jaringan global PwC untuk melakukan audit atas Permasalahan Bank Umum.
Laporan Keuangan BCA tahun buku 2025. • POJK Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
b. Melakukan pertemuan dengan KAP Rintis, • POJK No.11/POJK.03/2022 tentang
Jumadi, Rianto & Rekan, firma anggota jaringan Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank
global PwC untuk membahas rencana dan Umum.
cakupan audit atas Laporan Keuangan BCA • POJK No.18/POJK.03/2016 tentang Penerapan
tahun buku 2025. Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
c. M e l a ku k a n p e r te m u a n d e n g a n G ro u p • POJK No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian
Accounting untuk mengkaji Laporan Keuangan Tingkat Kesehatan Bank Umum.
BCA yang akan dipublikasikan setiap triwulan. • SE OJK No. 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian
d. Melakukan pertemuan dengan DAI sebanyak 6 Tingkat Kesehatan Bank Umum.
(enam) kali untuk: • SE OJK No. 21/SEOJK.03/2017 tentang
i. Mengevaluasi perencanaan tahunan. Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan
ii. Mengevaluasi pelaksanaan audit internal Teknologi Informasi oleh Bank Umum.
setiap semester. • SE OJK No. 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian
iii. Melakukan diskusi atas hasil audit yang Tingkat Kesehatan Bank Umum.
dipandang cukup signifikan. • SE OJK No.34/SEOJK.03/2016 tentang
e. Mengkaji laporan-laporan hasil audit internal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
dan memantau tindak lanjutnya. • Anggaran Dasar BCA.
f. Mengkaji kepatuhan BCA terhadap ketentuan, • Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 212/SK/
peraturan, dan hukum yang berlaku di bidang KOM/2024 tanggal 10 Desember 2024 tentang
perbankan melalui kajian terhadap laporan Piagam Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight
kepatuhan terkait ketentuan kehati-hatian yang Committee Charter) PT Bank Central Asia Tbk.
dilaporkan setiap semester. • Surat Keputusan Direksi No. 0212/SK/
g. Mengkaji laporan portofolio kredit yang DIR/2023 tanggal 18 Desember 2023 tentang
diterbitkan setiap semester. Pengangkatan Anggota Komite Pemantau Risiko.
h. Memantau pelaksanaan manajemen risiko
melalui laporan triwulan Profil Risiko BCA dan 2. Piagam KPR
laporan bulanan Operation Risk Management KPR memiliki pedoman kerja yang ditetapkan dalam
Information System (ORMIS). Piagam KPR, yang telah disahkan berdasarkan
i. Melaporkan hasil kajian dan evaluasi rutin Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 212/SK/
atas aspek governance, manajemen risiko, KOM/2024 tanggal 10 Desember 2024 tentang
kepatuhan, dan pengendalian kepada Dewan Piagam Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight
Komisaris setiap triwulan. Committee Charter) PT Bank Central Asia Tbk.
j. Menghadiri secara virtual RUPST, Analyst
Meeting dan Rapat Kerja Nasional BCA tahun Cakupan yang diatur dalam Piagam KPR antara lain:
2025. • Tugas dan Tanggung Jawab Komite.
k. Memberikan penilaian terhadap DAI yang • Wewenang Komite.
hasilnya disampaikan kepada Dewan Komisaris • Struktur Keanggotaan Komite Komite.
untuk diteruskan kepada KRN sesuai POJK No. 1/ • Persyaratan Keanggotaan Komite.
POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit • Rangkap Jabatan.
Intern pada Bank Umum. • Masa Tugas.
l. Melakukan penelaahan dan pertemuan dengan • Mekanisme Kerja.
KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, firma • Waktu Kerja.
anggota jaringan global PwC untuk membahas • Rapat Kuorum, dan Pengambilan Keputusan.
hasil akhir audit Laporan Keuangan BCA tahun • Kompetensi.
buku 2024 beserta Management Letter. • Pelaporan.
• Benturan Kepentingan.
• Pencegahan Fraud.
322 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 325
Piagam KPR telah diunggah dalam situs web BCA pada bagian Tata Kelola Perusahaan (https://www.bca.co.id/
id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
3. Struktur dan Keanggotaan KPR
Susunan keanggotaan KPR BCA telah memenuhi ketentuan POJK yang berlaku serta Piagam KPR. Sepanjang
tahun 2025, terdapat perubahan anggota KPR BCA. KPR BCA terdiri dari 4 (empat) orang anggota yang telah
diangkat oleh Direksi melalui Surat Keputusan Direksi No. 0212/SK/DIR/2023 tanggal 18 Desember 2023 dan
berdasarkan keputusan dalam Risalah Rapat Dewan Komisaris No. 050/RR/KOM/2023 tanggal 6 Desember 2023.
Susunan Anggota KPR per 31 Desember 2025
Periode Jabatan
Nama Posisi di Komite Jabatan di BCA
Berdasarkan RUPST
Cyrillus Harinowo Ketua (merangkap sebagai anggota) Komisaris Independen 2021 - 2026
Endang Swasthika Wibowo Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
Joanes Justira Gunawan Anggota Pihak Independen 2024 - 2026
Reinhard Harianja Anggota Pihak Independen 2024 - 2026
4. Profil dan Kualifikasi Anggota KPR
Cyrillus Harinowo
Ketua (merangkap sebagai anggota)
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota KPR dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 51 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Endang Swasthika Wibowo
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota KPR dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 54 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Joanes Justira Gunawan
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota KPR dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 55. Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Reinhard Harianja
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota KPR dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 55. Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
5. Pendidikan atau Pelatihan
Sepanjang tahun 2025, anggota KPR telah melaksanakan pendidikan atau pelatihan sebagai berikut:
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Cyrillus Harinowo Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 265 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Endang Swathika Data Privacy Summit 2025 BCA 3 Februari 2025
Wibowo
Refreshment Manajemen Risiko Perbankan Jenjang IBI_Banking 18 Februari 2025
Kualifikasi 7 Competency
Center
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenges and OJK Institute 15 Juni 2025
Innovations
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan OJK Institute 19 Juni 2025
Digital: Perlindungan Data Pribadi dan Dampak
Teknologi Biometrik di Indonesia
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi OJK Institute 26 Juni 2025
Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan
Innovating for Sustainable Development and Digital ABFI Institute 30 Juli 2025
Economy Advancement Perbanas
Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru: OJK Institute 18 September 2025
Strategi Identifikasi, Mitigasi dan Penegakan Hukum
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 323
Page 326
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Peran Digital Forensik dalam Penanganan dan OJK Institute 16 Oktober 2025
Pengungkapan Kejahatan Keuangan
Refreshment Manajemen Risiko Perbankan Jenjang Maisa Edukasi 16 Oktober 2025
Kualifikasi 7
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts Today BCA 28-29 Oktober 2025
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Joanes Justira Refreshment Manajemen Risiko Perbankan Jenjang IBI_Banking 18 Februari 2025
Gunawan Kualifikasi 7 Competency
Center
Risk and Governance Summit 2025 OJK Institute 19 Agustus 2025
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts Today BCA 28-29 Oktober 2025
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Reinhard Harianja Refreshment Certificate for Risk Management Jenjang Ikatan Bankir 18 Februari 2025
Kualifikasi 7 Indonesia-Banking
Competency
Center
Risk and Governance Summit 2025 OJK Institute 19 Agustus 2025
Risk Appetite and Risk Culture: Pilar Utama dalam OJK Institute 9 Oktober 2025
Penguatan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts Today BCA 28-29 Oktober 2025
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
6. Masa Tugas Persyaratan Kompetensi
Masa tugas anggota KPR sebagai berikut: a. Salah satu anggota KPR dari Pihak Independen
1) Masa tugas anggota KPR tidak boleh lebih wajib memiliki keahlian di bidang:
lama dari masa jabatan Dewan Komisaris 1) manajemen risiko dan memiliki pengalaman
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BCA kerja di bidang manajemen risiko paling
dan dapat diangkat kembali. kurang 2 (dua) tahun; dan
2) Dalam hal: 2) keuangan bagi Bank yang melaksanakan
a. masa jabatan anggota KPR berakhir karena kegiatan usaha secara konvensional dan
masa jabatan anggota Dewan Komisaris memiliki pengalaman kerja di bidang
berakhir sebagaimana dimaksud pada angka ekonomi, bidang keuangan, dan/atau bidang
1) di atas, maka pengangkatan anggota KPR perbankan paling kurang 5 (lima) tahun.
wajib dilakukan dalam jangka waktu 3 (tiga) b. Keahlian Pihak Independen dibuktikan
bulan terhitung sejak pengangkatan anggota paling sedikit dengan kepemilikan sertifikat
Dewan Komisaris atau sejak dinyatakan lulus kompetensi yang mendukung pelaksanaan
fit and proper test oleh OJK. fungsi dan tanggung jawab komite. Sertifikat
b. terjadi lowongan dalam KPR, yakni jumlah kompetensi antara lain sertifikat di:
anggota KPR kurang dari jumlah yang 1) manajemen risiko yang diterbitkan oleh
ditetapkan karena adanya anggota yang lembaga domestik maupun lembaga
berhalangan tetap atau mengundurkan diri internasional yang diakui sebagaimana yang
oleh sebab apapun, maka pengangkatan berlaku bagi Direksi, bagi Pihak Independen
anggota KPR wajib dilakukan dalam jangka yang memiliki keahlian di bidang manajemen
waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak terjadi risiko.
lowongan. 2) akuntan publik, akuntan, treasury, dan
corporate finance yang diterbitkan oleh
Masa jabatan anggota KPR pada periode ini akan lembaga domestik maupun lembaga
berakhir pada saat penutupan RUPST 2026. internasional yang diakui, bagi Pihak
Independen yang memiliki keahlian di bidang
7. Persyaratan Keanggotaan KPR keuangan.
Persyaratan keanggotaan KPR adalah sebagai c. Anggota KPR wajib memiliki kemampuan,
berikut: pengetahuan, pengalaman sesuai dengan bidang
Persyaratan Umum pekerjaannya, serta mampu berkomunikasi
Anggota KPR wajib memiliki integritas, akhlak, dan dengan baik.
moral yang baik. d. Anggota KPR melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya secara profesional dengan
mengaplikasikan pengetahuan, keahlian, dan
pengalamannya.
324 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 327
e. Anggota KPR mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan, Pasar Modal
dan peraturan perundang-undangan serta ketentuan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha BCA.
f. Anggota KPR bersedia meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan.
Persyaratan Independensi
a. Anggota Direksi dilarang menjadi anggota KPR.
b. Mantan anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif BCA atau pihak yang mempunyai hubungan dengan BCA
yang dapat memengaruhi kemampuan yang bersangkutan untuk bertindak independen dilarang menjadi
Pihak Independen sebelum menjalani masa tunggu (cooling off) selama 6 (enam) bulan.
c. Masa tunggu tidak berlaku bagi mantan anggota Direksi yang membawahkan fungsi pengawasan atau
Pejabat Eksekutif yang melakukan fungsi pengawasan pada BCA.
d. Anggota Komite yang berasal dari Pihak Independen wajib direkomendasikan oleh KRN.
8. Independensi Anggota KPR
Seluruh anggota KPR adalah pihak independen yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan
saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/atau Pemegang
Saham Pengendali, maupun hubungan usaha dengan BCA yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk
bertindak independen. Seluruh anggota KPR menjalankan tugasnya secara independen tanpa adanya intervensi
dari pihak manapun.
Aspek independensi KPR dijelaskan pada tabel berikut:
Endang Joanes
Cyrillus Reinhard
Aspek Independensi Swathika Justira
Harinowo Harianja
Wibowo Gunawan
Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan Komisaris √ √ √ √
dan Direksi.
Tidak memiliki hubungan kepengurusan di perusahaan, anak √ √ √ √
perusahaan, maupun perusahaan afiliasi.
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di perusahaan. √ √ √ √
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, √ √ √ √
Direksi, dan/atau sesama anggota KPR.
Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, pejabat, dan √ √ √ √
pemerintah.
9. Tugas dan Tanggung Jawab KPR 2) Risiko Pasar;
KPR memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain: 3) Risiko Likuiditas;
a. Wajib bertugas dan bertanggung jawab paling 4) Risiko Operasional;
sedikit melaksanakan: 5) Risiko Hukum;
1) Evaluasi kesesuaian antara kebijakan 6) Risiko Reputasi;
manajemen risiko dan pelaksanaan kebijakan 7) Risiko Stratejik; dan
Bank. 8) Risiko Kepatuhan.
2) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas d. KPR juga melakukan pengawasan terhadap
Komite Manajemen Risiko, dan Satuan Kerja penerapan manajemen risiko terkait risiko:
Manajemen Risiko serta Komite Pengarah 1) Country Risk;
Teknologi Informasi. 2) Transfer Risk;
b. Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada 3) IT Risk;
poin a.1) dan hasil pemantauan dan evaluasi 4) Cyber Risk;
sebagaimana dimaksud pada poin a.2) digunakan 5) Outsourcing Risk;
untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan 6) Iklim; dan
Komisaris dalam rangka meningkatkan efektivitas 7) ESG Risk.
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di bidang dan perkembangan risiko lainnya di bidang
manajemen risiko dan memastikan bahwa perbankan.
kebijakan manajemen risiko dilaksanakan dengan e. KPR melakukan pengawasan pelaksanaan evaluasi
baik. dan pengujian terhadap risiko (stress testing).
c. Mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung f. Membantu pelaksanaan tugas Dewan Komisaris
jawab Dewan Komisaris dalam penerapan dalam menjaga dan memantau Tingkat Kesehatan
manajemen risiko, antara lain: Bank berbasis risiko terutama parameter profil
1) Risiko Kredit; risiko.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 325
Page 328
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
g. Membantu Dewan Komisaris dalam pengawasan dan evaluasi terhadap implementasi Rencana Aksi (Recovery Plan)
h. Menyusun pedoman dan tata tertib kerja (Piagam) KPR dan melakukan review sesuai kebutuhan.
i. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris dari waktu ke waktu.
10. Wewenang KPR
KPR berwenang:
a. Melakukan kegiatan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain:
1) Melakukan akses terhadap data, dokumen, informasi BCA.
2) Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan tugas komite.
3) Melaksanakan kewenangan lain yang diberikan Dewan Komisaris.
b. Anggota KPR dari Pihak Independen wajib melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan wewenang dengan
berintegritas (antara lain tidak termasuk sebagai pihak yang dilarang menjadi pihak utama, tidak tercantum
dalam daftar tidak lulus, dan tidak memiliki kredit atau pembiayaan macet), independen, memiliki kompetensi,
serta menjaga reputasi (turut menjaga reputasi BCA dan menjaga reputasi pribadi).
11. Rangkap Jabatan Anggota KPR
Piagam Komite KPR mengatur mengenai rangkap jabatan anggota Komite KPR. Adapun ketentuannya adalah
sebagai berikut:
a. Ketua KPR hanya dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Komite pada lebih dari 1 (satu) komite lain (hanya
dapat menjabat sebagai ketua komite paling banyak pada 2 (dua) komite di BCA).
b. Anggota KPR yang berasal dari Pihak Independen dapat merangkap jabatan sebagai Pihak Independen anggota
komite lain di BCA, Bank lain, dan/atau perusahaan lain, sepanjang yang bersangkutan:
1) Memenuhi seluruh kompetensi yang dipersyaratkan;
2) Memenuhi kriteria independensi;
3) Mampu menjaga rahasia BCA;
4) Memperhatikan kode etik yang berlaku; dan
5) Tidak mengabaikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota KPR BCA.
Pelaksanaan rangkap jabatan anggota KPR telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut informasi
mengenai rangkap jabatan anggota KPR sepanjang tahun 2025.
Jabatan Lain (anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi,
Nama Anggota Komite Jabatan pada Komite
dan/atau anggota Komite, serta Jabatan Lainnya)
Cyrillus Harinowo Ketua Dapat dilihat pada halaman 268
Endang Swasthika Wibowo Anggota -
Joanes Justira Gunawan Anggota Komisaris pada PT Zeals Digital Asia
Reinhard Harianja Anggota Komite Audit PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
(Berakhir 30 Juni 2025)
12.Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat KPR
Tata cara Rapat KPR meliputi:
a. Penyelenggaraan Rapat:
1) Rapat diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan BCA, paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.
2) Rapat KPR diselenggarakan jika dihadiri mayoritas anggota KPR (lebih dari 50%) termasuk 1 (satu) orang
Komisaris Independen.
3) Tingkat kehadiran anggota KPR dalam rapat minimal 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah Rapat KPR
yang diselenggarakan.
4) Rapat dapat diselenggarakan baik dengan kehadiran secara fisik maupun melalui media elektronik atau
kombinasi antara keduanya.
5) Rapat yang dihadiri secara non-fisik dilakukan melalui media telekonferensi, video konferensi, atau
sarana media elektronik lainnya yang harus memungkinkan semua peserta rapat saling melihat dan/atau
mendengar secara langsung serta berpartisipasi dalam rapat.
6) Undangan dan materi rapat harus didistribusikan kepada anggota Komite paling lambat 5 (lima) hari kerja
sebelum tanggal Rapat KPR.
b. Pengambilan Keputusan Rapat:
1) Keputusan Rapat KPR terlebih dahulu dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
2) Dalam hal tidak terjadi musyawarah untuk mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara
terbanyak dengan prinsip 1 (satu) orang 1 (satu) suara.
3) Segala keputusan Rapat KPR bersifat mengikat bagi seluruh anggota KPR.
326 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 329
c. Risalah Rapat:
1) Hasil rapat KPR wajib dituangkan ke dalam Risalah Rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota KPR
yang hadir dan didokumentasikan sesuai dengan perundang-undangan.
2) Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam rapat KPR, wajib dicantumkan secara jelas
dalam Risalah Rapat beserta alasan perbedaan pendapat.
3) Hasil Rapat KPR merupakan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Dewan Komisaris.
Sepanjang tahun 2025, KPR telah mengadakan rapat sebanyak 16 (enam belas) kali.
Data kehadiran anggota Komite dalam pelaksanaan rapat KPR sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Cyrillus Harinowo 16 16 100%
Endang Swasthika Wibowo 16 16 100%
Joanes Justira Gunawan 16 16 100%
Reinhard Harianja 16 16 100%
Agenda pelaksanaan rapat KPR sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 20 Januari 2025 Review Kredit Korporasi, Cyber Security and Stratejic
2 11 Februari 2025 Diskusi Pelaporan KPR kepada Dewan Komisaris Triwulan IV Tahun 2024
3 19 Februari 2025 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris Triwulan IV Tahun 2024
4 26 Maret 2025 Review Dampak Kebijakan Tarif USA dan Antisipasi Kesiapan BCA
5 21 April 2025 Stress test Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas, serta studi dampak efisiensi anggaran
pemerintah pada Risiko Kredit SME
6 6 Mei 2025 Diskusi Pelaporan KPR kepada Dewan Komisaris Triwulan I 2025
7 14 Mei 2025 Pelaporan KPR kepada Dewan Komisaris Triwulan I Tahun 2025
8 16 Juni 2025 Risiko Operasional dengan tema Pelindungan Data Pribadi, Cyber Security dan Business
Continuity Plan
9 30 Juni 2025 Evaluasi Risiko Kredit, Risiko Hukum dan Pelaksanaan Sustainable Finance dan ESG.
10 21 Agustus 2025 Diskusi Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris Triwulan II Tahun 202
11 27 Agustus 2025 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris Triwulan II Tahun 202
12 25 September 2025 Diskusi Internal KPR
13 22 Oktober 2025 Evaluasi Risiko Reputasi, Risiko Operasional, dan Risiko Likuiditas.
14 10 November 2025 Diskusi Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris Triwulan III Tahun 2025
15 19 November 2025 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris Triwulan III Tahun 2025
16 17 Desember 2025 Diskusi Internal KPR
13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan KPR Selama Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, KPR telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengkaji ulang dan menyesuaikan Piagam Risk Management Committee.
b. Memantau pelaksanaan tugas Risk Management Committee, tugas Risk Management Division dan ITSC
(Information Technology Steering Committee).
c. Melakukan pemantauan dan analisis profil risiko BCA dan secara khusus mendalami risiko kredit, risiko
operasional, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko hukum dan risiko reputasi.
d. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap hasil stress test risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas.
e. Memastikan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dilakukan dengan tepat dan baik dengan menghadiri
Rapat Kerja Nasional BCA secara fisik dan menghadiri Analyst Meeting tahun 2025 secara virtual.
f. Memantau realisasi pelaksanaan Manajemen Risiko, khususnya pengendalian dan limit risiko kredit, likuiditas
dan pasar, serta risiko operasional setiap bulan.
g. Melakukan pemantauan terhadap perkembangan, dampak, dan mitigasi risiko terkait kebijakan efisiensi
anggaran pemerintah dan kebijakan tarif USA.
h. Melakukan evaluasi terhadap perkembangan cyber security.
i. Melakukan evaluasi terhadap business continuity.
j. Memantau dan mendalami peraturan-peraturan baru yang terkait dengan pelindungan data pribadi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 327
Page 330
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
III. Komite Remunerasi dan Nominasi 2. Piagam KRN
Komite Remunerasi Dan Nominasi (KRN) dibentuk untuk Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,
membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan KRN telah memiliki Piagam Komite Remunerasi dan
pengembangan kebijakan serta penerapan remunerasi Nominasi berdasarkan Surat Keputusan Dewan
dan nominasi BCA. Komisaris No. 003/SK/KOM/2023 perihal Piagam
Komite Remunerasi dan Nominasi.
1. Dasar Hukum
Dasar hukum pembentukan KRN mengacu pada: Cakupan yang diatur dalam Piagam KRN antara lain:
• POJK No.34/POJK.04/2014 tentang Komite • Struktur Keanggotaan.
Nominasi dan Remunerasi Emiten atau • Persyaratan Keanggotaan.
Perusahaan Publik. • Kompetensi dan Masa Tugas.
• POJK No. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan • Pengungkapan.
Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi • Tugas dan Tanggung Jawab.
Bank Umum. • Wewenang, Mekanisme Kerja, dan Waktu Kerja.
• POJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata • Rapat Komite.
Kelola bagi Bank Umum. • Pelaporan dan Penutup.
• SEOJK No. 14/SEOJK.03/2025 tentang • Evaluasi Piagam KRN secara berkala.
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
• Anggaran Dasar BCA. Pedoman dan Tata Tertib Kerja KRN telah diunggah
• Surat Keputusan Dewan Komisaris No.035/SK/ dalam situs web BCA pada bagian Tata Kelola
KOM/2017 tanggal 24 Februari 2017 perihal Perusahaan (https://www.bca.co.id/id/tentang-
Struktur Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN). bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
• Surat Keputusan Direksi No. 0102/SK/DIR/2025
tanggal 4 Juni 2025 tentang Pengangkatan 3. Struktur dan Keanggotaan KRN
Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi. Susunan keanggotaan KRN BCA telah memenuhi
• Pedoman Tata Kelola BCA tanggal 30 Juni 2021. ketentuan yang berlaku sesuai POJK No. 34/
• Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 003/SK/ POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan
KOM/2023 perihal Piagam Komite Remunerasi Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik serta
dan Nominasi. sebagaimana yang diatur dalam Pedoman dan
Tata Tertib Kerja KRN. Pada tahun 2025, terdapat
perubahan anggota KRN BCA. KRN BCA memiliki
3 (tiga) orang anggota yang telah diangkat
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 0102/
SK/DIR/2025 tanggal 4 Juni 2025 berdasarkan
keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 024/RR/
KOM/2025 tanggal 4 Juni 2025.
Susunan anggota KRN per 31 Desember 2025
Periode Jabatan
Nama Posisi di Komite Jabatan di BCA
berdasarkan RUPST
Raden Pardede Ketua Komisaris Independen 2021 - 2026
D.E. Setijoso1) Anggota Presiden Komisaris 2021 - 2025
Jahja Setiaatmadja2) Anggota Presiden Komisaris 2025 - 2026
Rudi Lim1) Anggota Kepala Divisi Human Capital 2021 - 2025
Management3)
Alrianto Djunaidi2) Anggota Kepala Divisi Human Capital 2025 - 2026
Management3)
1) efektif menjabat sampai dengan 4 Juni 2025.
2) efektif menjabat sejak 4 Juni 2025.
3) Kepala Divisi Human Capital Management merupakan Pejabat Eksekutif yang memiliki pengetahuan mengenai sistem remunerasi dan/atau
nominasi serta succession plan.
4. Profil dan Kualifikasi Anggota KRN
Raden Pardede
Ketua
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, sertifikasi, dan pengalaman kerja anggota KRN dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 51 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
328 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 331
Jahja Setiaatmadja
Anggota
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, sertifikasi, dan pengalaman kerja anggota KRN dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 50 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Alrianto Djunaidi
Anggota
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, sertifikasi, dan pengalaman kerja anggota KRN dapat dilihat pada bagian
Profil Perusahaan halaman 56 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
5. Pendidikan atau Pelatihan
Selama tahun 2025, anggota KRN telah melaksanakan pendidikan atau pelatihan sebagai berikut:
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Lokasi/Sarana Tanggal
Raden Pardede Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 265 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
D.E. Setijoso Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 264 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Jahja Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Setiaatmadja Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 264 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Alrianto Djunaidi BCA Data Privacy Summit 2025 BCA BLI Sentul Jabar 3 Februari 2025
Data Analytics & Gen AI for BCA BLI Sentul Jabar 16 Mei 2025
Leaders
Training Leadership "Kepalan BCA BLI Sentul Jabar 19 Mei 2025
Gatot Kaca"
6. Masa Tugas
Masa tugas anggota KRN sebagai berikut:
1) Masa tugas anggota KRN tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur
dalam Anggaran Dasar BCA dan dapat diangkat kembali.
2) Dalam hal:
a. masa jabatan anggota KRN berakhir karena masa jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir sebagaimana
dimaksud pada angka 1) di atas, maka pengangkatan anggota KRN wajib dilakukan dalam jangka waktu
60 (enam puluh) hari terhitung sejak pengangkatan anggota Dewan Komisaris atau sejak dinyatakan lulus
fit and proper test oleh OJK.
b. terjadi lowongan dalam KRN, yakni jumlah anggota KRN kurang dari jumlah yang ditetapkan karena
adanya anggota yang berhalangan tetap atau mengundurkan diri oleh sebab apapun, maka pengangkatan
anggota KRN wajib dilakukan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari terhitung sejak terjadi lowongan.
Masa jabatan anggota KRN pada periode ini akan berakhir pada saat penutupan RUPST 2026.
7. Persyaratan Keanggotaan KRN
Persyaratan keanggotaan KRN adalah sebagai berikut:
Persyaratan Umum dan Kompetensi
1. Ketua KRN hanya dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Komite paling banyak pada 1 (satu) komite lainnya
di BCA.
2. Dalam hal anggota KRN ditetapkan lebih dari 3 (tiga) orang maka anggota Komisaris Independen paling
kurang berjumlah 2 (dua) orang.
3. Anggota KRN yang berasal dari Pihak Independen dapat merangkap jabatan sebagai Pihak Independen
anggota Komite lainnya di BCA, bank lain, dan/atau perusahaan lain, sepanjang yang bersangkutan:
a. tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan BCA, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, atau
Pemegang Saham Utama BCA.
b. memiliki pengalaman terkait Nominasi dan/atau Remunerasi.
c. tidak merangkap jabatan sebagai anggota komite lainnya yang dimiliki BCA.
4. Anggota KRN wajib mematuhi Kode Etik BCA.
5. Pejabat Eksekutif yang membawahkan sumber daya manusia atau perwakilan pegawai yang menjadi anggota
komite harus memiliki pengetahuan mengenai sistem remunerasi dan/atau nominasi serta rencana suksesi
(succession plan) BCA.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 329
Page 332
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Persyaratan Independensi 8. Independensi Anggota KRN
1. Anggota KRN dilarang berasal dari anggota Seluruh anggota KRN telah memenuhi aspek
Direksi BCA, baik pada bank yang sama maupun independensi yaitu tidak memiliki hubungan
pada bank yang lain. keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/
2. Anggota KRN dari Pihak Independen harus atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan
berasal dari pihak di luar BCA yang tidak memiliki Komisaris, anggota Direksi, dan/atau Pemegang
hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan Saham Pengendali, maupun hubungan usaha dengan
saham dengan pemegang saham pengendali BCA yang dapat memengaruhi kemampuannya
dan/atau hubungan dengan BCA yang dapat untuk bertindak independen. Seluruh anggota KRN
memengaruhi kemampuannya untuk bertindak menjalankan tugasnya secara independen tanpa
independen. adanya intervensi dari pihak manapun.
Aspek independensi anggota KRN dijelaskan pada tabel berikut:
Raden D.E. Jahja Alrianto
Aspek Independen Rudi Lim1)
Pardede Setijoso1) Setiaatmadja2) Djunaidi2)
Tidak memiliki hubungan keuangan dengan √ √ √ √ √
Dewan Komisaris dan Direksi.
Tidak memiliki hubungan kepengurusan √ √ √
di perusahaan, perusahaan anak, maupun - -
perusahaan afiliasi.
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham √ - - - -
di perusahaan.
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan √ √ √ √ √
Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau sesama
anggota Komite Remunerasi dan Nominasi.
Tidak menjabat sebagai pengurus partai √ √ √ √ √
politik, pejabat, dan pemerintah.
1) efektif menjabat sampai dengan per 4 Juni 2025
2) efektif menjabat per 4 Juni 2025
9. Tugas dan Tanggung Jawab KRN Terkait dengan fungsi nominasi:
Dalam menjalankan fungsinya, KRN memiliki tugas a. Menyusun dan merekomendasikan kepada
dan tanggung jawab sebagai berikut: Dewan Komisaris mengenai sistem dan prosedur
pemilihan dan/atau penggantian anggota
Terkait dengan fungsi remunerasi: Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan
a. Mengevaluasi dan memastikan bahwa kebijakan kepada RUPS.
remunerasi BCA telah sesuai dengan ketentuan b. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris
yang berlaku serta didasarkan atas kinerja, mengenai:
risiko, kewajaran dengan peer group, sasaran 1) Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau
dan strategi jangka panjang, pemenuhan anggota Dewan Komisaris;
cadangan sebagaimana diatur dalam 2) Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan
peraturan perundangan-undangan, dan potensi dalam proses nominasi;
pendapatan BCA di masa yang akan datang. 3) Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota
b. M e n y a m p a i k a n h a s i l e v a l u a s i d a n Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
merekomendasikan kepada Dewan Komisaris c. Membantu Dewan Komisaris melakukan
mengenai: penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau
1) Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris anggota Dewan Komisaris berdasarkan tolok
dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS. ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi.
2) Struktur dan besaran remunerasi bagi d. Memberikan rekomendasi kepada Dewan
anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris mengenai:
Komisaris. 1) Program pengembangan kemampuan
3) Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
dan pegawai secara keseluruhan untuk Komisaris;
disampaikan kepada Direksi. 2) Calon anggota Direksi dan/atau calon
c. Membantu Dewan Komisaris melakukan anggota Dewan Komisaris yang memenuhi
penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi syarat untuk disampaikan kepada RUPS;
yang diterima masing-masing anggota Direksi
dan/atau anggota Dewan Komisaris.
d. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap
penerapan kebijakan remunerasi.
330 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 333
3) Pihak Independen yang akan menjadi b) salah satu dari mayoritas jumlah anggota
anggota Komite Audit serta anggota Komite KRN merupakan Ketua KRN.
Pemantau Risiko. 3) Keputusan Rapat KRN dilakukan berdasarkan
musyawarah mufakat.
10. Wewenang KRN 4) Dalam hal tidak terjadi musyawarah
Dalam melaksanakan tugasnya, KRN mempunyai mufakat, pengambilan keputusan dilakukan
wewenang sebagai berikut: berdasarkan suara terbanyak.
a. Mengakses dokumen, data, dan informasi BCA 5) Ketua KRN dan anggota masing-masing
tentang karyawan, dana, aset, dan sumber daya memiliki 1 (satu) hak suara.
yang diperlukan. 6) Segala keputusan rapat KRN bersifat
b. Jika diperlukan, dapat melibatkan pihak mengikat bagi seluruh anggota KRN.
independen di luar anggota KRN untuk c. Pengambilan Keputusan Rapat:
membantu pelaksanaan tugasnya. 1) Keputusan Rapat KPR terlebih dahulu
c. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh dilakukan berdasarkan musyawarah untuk
Dewan Komisaris. mufakat.
2) Dalam hal tidak terjadi musyawarah untuk
11. Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat KRN mufakat, pengambilan keputusan dilakukan
Tata cara Rapat KRN meliputi: berdasarkan suara terbanyak dengan prinsip
a. Penyelenggaraan Rapat: 1 (satu) orang 1 (satu) suara.
1) Rapat dapat diselenggarakan secara fisik di 3) Segala keputusan Rapat KPR bersifat
tempat kedudukan Perseroan. mengikat bagi seluruh anggota KPR.
2) Rapat dapat diselenggarakan secara d. Risalah Rapat:
elektronik melalui media telekonferensi, 1) Hasil rapat KRN wajib dituangkan dalam
video konferensi, atau sarana media risalah rapat yang mencantumkan tanggal
elektronik sejenis yang memungkinkan rapat, kehadiran anggota, agenda rapat, dan
semua peserta rapat KRN saling melihat materi rapat.
dan mendengar secara langsung serta 2) Perbedaan pendapat (dissenting opinion)
berpartisipasi dalam rapat. yang terjadi dalam rapat komite wajib
b. Mekanisme dan Pengambilan Keputusan Rapat: dicantumkan secara jelas dalam risalah
1) Rapat diselenggarakan sesuai dengan rapat beserta alasan perbedaan pendapat
kebutuhan BCA, paling sedikit 1 (satu) kali tersebut.
dalam 3 (tiga) bulan. 3) Hasil rapat KRN merupakan rekomendasi
2) Rapat KRN sah apabila: yang dapat dimanfaatkan secara optimal
a) dihadiri oleh paling kurang 51% (lima oleh Dewan Komisaris.
puluh satu persen) dari jumlah anggota e. Tingkat kehadiran anggota KPR dalam rapat
KRN termasuk 1 (satu) orang Komisaris minimal 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah
Independen dan Pejabat Eksekutif yang Rapat KRN yang diselenggarakan.
membawahkan Sumber Daya Manusia.
Selama tahun 2025, KRN telah mengadakan rapat sebanyak 10 kali.
Data Kehadiran anggota Komite dalam pelaksanaan rapat KRN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Raden Pardede 10 10 100 %
D.E. Setijoso1)
5 5 100 %
Rudi Lim2) 5 5 100 %
Jahja Setiatmadja1) 5 3 60%
Alrianto Djunaidi 2)
5 5 100%
1) efektif menjabat sampai dengan per 4 Juni 2025
2) efektif menjabat per 4 Juni 2025
terdapat 3 (tiga) kali rapat dengan pembahasan terkait remunerasi, 3(tiga ) kali rapat dengan pembahasan terkait
nominasi, 1 (satu) kali pembahasan terkait penilaian kinerja, dan 3 (kali) rapat dengan pembahasan terkait topik
lainnya dengan rincian sebagai berikut:
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 331
Page 334
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Tanggal Agenda
1 6 Januari 2025 Nominasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
2 22 Januari 2025 Pembahasan Evaluasi Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment) Direksi dan Dewan Komisaris
3 26 Februari 2025 Rekomendasi Pembagian Tantiem Tahun Buku 2025 kepada anggota Dewan Komisaris &
Direksi
4 26 Februari 2025 Rekomendasi Divisi MRK dan DAI atas Tidak Terdapat Kondisi Yang Memerlukan Tindakan
Menunda atau Menarik Kembali Pembayaran Remunerasi Variabel Yang Ditangguhkan dari MRT
5 16 April 2025 Rekomendasi Paket Remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk masa jabatan
tahun 2025 sd 2026
6 4 Juni 2025 Perubahan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi
7 4 Juni 2025 Rekomendasi atas Permohonan
8 11 Desember 2025 Nominasi Anggota Direksi
9 11 Desember 2025 Rekomendasi Rekomendasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Central Asia Tbk.
Periode Jabatan Tahun 2026 – 2029
10 17 Desember 2025 Pengkinian Piagam KRN
12.Remunerasi KRN b. Memberikan rekomendasi mengenai calon
Anggota KRN menerima gaji, honorarium, dan/ anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi
atau tunjangan sesuai jabatannya di BCA tanpa kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan
memperoleh remunerasi tambahan sebagai kepada RUPS.
anggota KRN. c. Dalam rangka mempersiapkan jajaran eksekutif
BCA agar mendapatkan pengetahuan dan
13. Realisasi Program Kerja dan pengalaman yang utuh sebagai pejabat
Pelaksanaan Kegiatan KRN Selama Tahun di kantor pusat atau kantor cabang, maka
2025 beberapa jajaran eksekutif yang dinilai memiliki
Realisasi program kerja KRN BCA selama tahun 2025 potensi untuk dikembangkan lebih jauh akan
adalah sebagai berikut: mendapatkan rotasi.
a. Menyusun rekomendasi terkait usulan pemberian
tantiem kepada Dewan Komisaris dan Direksi Pada tahun 2025, terdapat perubahan susunan
untuk kinerja BCA tahun 2025. Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana
b. Menyusun rekomendasi terkait usulan Paket dijelaskan pada Bab Direksi dan Bab Dewan
Remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan Komisaris.
Direksi untuk masa jabatan tahun 2026 s.d. 2028
c. Melakukan evaluasi atas hasil self-assessment IV. Komite Tata Kelola Terintegrasi
Direksi dan Dewan Komisaris. Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) dibentuk oleh
d. Menyusun rekomendasi terkait perlu tidaknya dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris di
melakukan tindakan menunda atau menarik BCA sebagai Entitas Utama (EU) dalam Konglomerasi
kembali pembayaran remunerasi variabel yang Keuangan BCA. KTKT dibentuk dengan tujuan
ditangguhkan dari Material Risk Taker. membantu Dewan Komisaris dari EU dalam melakukan
pengawasan atas penerapan Tata Kelola Terintegrasi
14. Kebijakan Mengenai Suksesi Direksi dan pada Konglomerasi Keuangan BCA.
Dewan Komisaris
BCA telah memiliki dan melaksanakan kebijakan Komposisi keanggotaan Konglomerasi Keuangan BCA
suksesi Direksi dan/atau manajemen senior yang dapat dilihat pada Struktur Konglomerasi Keuangan
bertujuan untuk mempersiapkan regenerasi BCA halaman 420 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
kepemimpinan di BCA. Adapun pokok-pokok isi
Kebijakan Suksesi Direksi dan Dewan Komisaris 1. Dasar Hukum
BCA antara lain sebagai berikut: Dasar hukum pembentukan KTKT mengacu pada:
a. Menyusun dan memberikan rekomendasi • PBI No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan
mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/ Good Corporate Governance bagi Bank Umum
atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Unit Usaha Syariah.
dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk • POJK Manajemen Risiko Terintegrasi.
disampaikan kepada RUPS. • POJK Penerapan Tata Kelola Terintegrasi.
• POJK No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan
Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka.
332 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 335
• POJK No. 26/POJK.03/2015 tentang Kewajiban 2. Piagam KTKT
Penyediaan Modal Minimum Terintegrasi bagi KTKT memiliki pedoman kerja yang ditetapkan
Konglomerasi Keuangan. dalam Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi, yang
• POJK No. 48 Tahun 2024 tentang Tata telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan
Kelola yang Baik bagi Lembaga Pembiayaan, Komisaris No. 121/SK/KOM/2023 tanggal 17 Juli
Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan 2023 perihal Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi
Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. – PT Bank Central Asia Tbk.
• POJK No. 43/POJK.05/2019 tentang Tata
Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Cakupan yang diatur dalam Piagam KTKT antara lain:
Perasuransian. • Struktur dan Keanggotaan.
• POJK No. 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi • Persyaratan Keanggotaan.
Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi • Masa Tugas.
Keuangan. • Rangkap Jabatan.
• POJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata • Tugas dan Tanggung Jawab.
Kelola bagi Bank Umum. • Wewenang.
• SE OJK No. 15/SEOJK.03/2015 tentang • Mekanisme Kerja.
Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi • Etika Kerja.
Konglomerasi Keuangan. • Waktu Kerja.
• SE OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang • Rapat Komite.
Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. • Penyelenggaran Rapat.
• Anggaran Dasar BCA. • Pengambilan Keputusan Rapat.
• Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 037/SK/ • Risalah Rapat.
KOM/2015 tanggal 26 Februari 2015 tentang • Kompetensi.
Pembentukan Komite Tata Kelola Terintegrasi
PT Bank Central Asia Tbk. Piagam KTKT telah diunggah dalam situs web BCA
• Surat Keputusan Dewan Komisaris No 121/ pada bagian Tata Kelola Perusahaan (https://www.
SK/KOM/2023 tanggal 17 Juli 2023 perihal bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-
Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi – Organisasi).
PT Bank Central Asia Tbk.
• Surat Keputusan Direksi No. 0265/SK/DIR/2025 3. Struktur dan Keanggotaan KTKT
tanggal 23 Desember 2025 tentang Perubahan Susunan keanggotaan KTKT BCA telah memenuhi
Anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi. ketentuan POJK yang berlaku serta Piagam KTKT.
KTKT memiliki 9 (sembilan) orang anggota yang telah
diangkat oleh Direksi dari EU melalui No. 0265/SK/
DIR/2025 tanggal 23 Desember 2025 berdasarkan
keputusan dalam Risalah Rapat Dewan Komisaris
044/RR/KOM/2025 tanggal 17 Desember 2025.
Susunan Anggota KTKT
Jabatan dalam
Nama Posisi di Komite Periode Jabatan
Konglomerasi Keuangan
Anggota dari EU
Cyrillus Harinowo Ketua (merangkap Komisaris Independen EU 6 Mei 2021 - RUPST 2026
sebagai anggota)
Prabowo Anggota Pihak Independen EU2) 6 Mei 2021 - RUPST 2026
Anggota dari Entitas Anak
3)
Sulistiyowati Anggota Komisaris Independen 6 Mei 2021 - RUPST 2026
PT BCA Finance
Gustiono Kustianto Anggota Komisaris Independen 6 Mei 2021 - RUPST 2026
PT Asuransi Umum BCA
Pudjianto Anggota Komisaris Independen 6 Mei 2021 - RUPST 2026
PT Asuransi Jiwa BCA
Ratna Yanti Anggota Presiden Komisaris Independen 10 Maret 2023 – RUPST 2026
PT Bank BCA Syariah
Sutedjo Prihatono1) Anggota Anggota Dewan Pengawas Syariah 6 Mei 2021 - RUPST 2026
PT Bank BCA Syariah
Hendra Iskandar Lubis Anggota Komisaris Independen 6 Mei 2021 - RUPST 2026
PT BCA Sekuritas
Janto Havianto4) Anggota4) Direktur Independen BCA Finance 20 Juni 2024 – 23 Desember
Limited, Hongkong 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 333
Page 336
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Jabatan dalam
Nama Posisi di Komite Periode Jabatan
Konglomerasi Keuangan
Ina Suwandi Anggota Komisaris Independen 14 September 2023 - RUPST
PT Bank Digital BCA 2026
Keterangan:
1) Keanggotaan Komisaris Independen, Pihak independen, dan Anggota Dewan Pengawas Syariah pada KTKT dalam Konglomerasi Keuangan
tidak diperhitungkan sebagai rangkap jabatan.
2) Pihak independen yang menjadi anggota KTKT ditunjuk oleh Dewan Komisaris dari EU.
3) Pengangkatan anggota KTKT yang merupakan Komisaris Independen dan/atau Anggota Dewan Pengawas Syariah yang mewakili LJK dalam
Konglomerasi Keuangan BCA didasarkan pada penunjukan dari masing-masing LJK.
4) Keanggotaan BCA Finance Limited di KTKT diberhentikan per tanggal 23 Desember 2025.
Jumlah dan Komposisi Komisaris Independen
Jumlah dan komposisi Komisaris Independen yang menjadi anggota KTKT disesuaikan dengan kebutuhan
Konglomerasi Keuangan, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas KTKT, serta memperhatikan paling sedikit
keterwakilan masing-masing sektor jasa keuangan.
4. Profil dan Kualifikasi Anggota KTKT
Cyrillus Harinowo
Ketua (merangkap sebagai anggota)
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 51 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Prabowo
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 57 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Sulistiyowati
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 57 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Gustiono Kustianto
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 58 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Pudjianto
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 58 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Ratna Yanti
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 59 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Sutedjo Prihatono
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 59 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Hendra Iskandar Lubis
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 60 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
Janto Havianto
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 60 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
334 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 337
Ina Suwandi
Anggota
Riwayat pendidikan, sertifikasi, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja Anggota KTKT dapat dilihat pada
bagian Profil Perusahaan halaman 60 Laporan Tahunan BCA 2025 ini.
5. Pendidikan atau Pelatihan
Sepanjang tahun 2025, anggota KTKT telah melaksanakan beberapa pendidikan atau pelatihan sebagai berikut:
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Cyrillus Harinowo Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 265 Laporan Tahunan BCA 2024 ini.
Prabowo Transformasi Digital: Tren Inovasi Teknologi di OJK Institute 23 Januari 2025
Sektor Keuangan
Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan OJK Institute 25 Februari 2025
Investor dan Stabilitas Sektor Keuangan
Agentic AI in Finance: A New Era of Autonomous OJK Institute 3 Juli 2025
Decision Making
Risk and Governance Summit 2025 OJK Institute 19 Agustus 2025
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 28-29 Oktober 2025
Today.
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Sulistiyowati Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung OJK Institute 31 Juli 2025
Proyek Strategis Nasional : Pembangunan 3 Juta
Rumah.
Seminar Online Economic Outlook 2026 Asosiasi Perusahaan 2 September 2025
Pembiayaan Indonesia
(APPI)
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 28-29 Oktober 2025
Today
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Gustiono Kustianto Implementasi Strategi Anti Fraud dan Peran ISEA 3 Februari 2025
Internal Auditor dalam Mendukung POJK 12/2024
Integrating Strategy and Risk Management GRC Management 21-22 April 2025
Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru OJK Institute 18 September 2025
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 8-29 Oktober 2025
Today
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Risk Management as Competitive Edge In A LSPMR 27-28 Nopember
Complex World 2025
Pudjianto Inagurasi dan Seminar “PSAK 117 dan KUHD 251” Perkumpulan Komisaris 20 Februari 2025
Independen Asuransi
Indonesia
Financial Performance dan Expence Study Asosiasi Ahli Manajemen 17 April 2025
Perusahaan Asuransi Asuransi Indonesia
Prinsip Aplikasi Hukum Asuransi dan Reasuransi Asosiasi Ahli Manajemen 8 Mei 2025
Asuransi Indonesia
Indonesia Insurance Summit 2025 “Reimagining Indonesia Life Insurance 22-23 Mei 2025
The Future of Insurance : Innovation for Association
Sustainable Future”
Klain Tanpa Perlu “Nge-Klaim” Asosiasi Ahli Manajemen 7 November 2025
Asuransi Indonesia
IFRS 17 (PSAK 117) Master Class Perkumpulan Komisaris 12 dan 24 November
Independen Asuransi 2025
Indonesia
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Risk Management as Competitive Edge In A LSPMR 27-28 November
Complex World 2025
iLearn Thematic Webinar : From Millennials To Indonesia Re Institute 17 Desember 2025
Silver Economy
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 335
Page 338
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Ratna Yanti Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2025 - OJK Institute 11 Februari 2025
Penguatan Sektor Jasa Keuangan yang Stabil dan
Inklusif Mendukung Program Prioritas Nasional
Seminar Pengembangan Sektor Jasa Keuangan OJK Institute 11 Februari 2025
dalam Melaksanakan Amanat UU P2SK -
Harnessing Crypto Assets for Financial Market
Growth and Economic Resilence
Workshop Anti Fraud dan Pengendalian Gratifikasi BCA Syariah 27 Februari 2025
Sosialisasi POJK 17 tahun 2024 tentang BCA Syariah 8 April 2025
Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion
Program Pemeliharaan / Refreshment Sertifikasi ASBISINDO Institute 8 Mei 2025
Manajemen Risiko Jenjang Kualifikasi 6
Sharing Session DPS - Pengembangan Produk BCA Syariah 20 Mei 2025
Dana dan Kombinasi Deposito dan Reksadana
Sharing Session DPS - Produk Shariah Recstricted BCA Syariah 23 September 2025
Investement Account (SRIA)
Penguatan Tata Kelola Strategis dalam BCA Syariah 23 September 2025
Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dan
Pendanaan Terorisme
ESG Skill Up Session dengan tema Pedoman BCA Syariah 20 Oktober 2025
Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 & 2
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 28-29 Oktober 2025
Today.
Rakernas BCA Syariah 2025 "Empowering CASA, BCA Syariah 17-18 November
Empowering Growth, Toward a Second Player in 2025
Sharia Bank"
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
Sutedjo Prihatono Pembekalan Persiapan Sertifikasi / Resertifikasi ASBISINDO Institute 10 Februari 2025
Manajemen Risiko Jenjang 5
Workshop Tata Kelola Syariah (POJK No. 02 Tahun BCAS - Karim Consulting 14 Februari 2025
2024 dan SEOJK No.15/POJK.03/2024 ) Indonesia
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 5 LSP Keuangan Syariah 17 Februari 2025
Workshop Anti Fraud dan Pengendalian Gratifikasi BCA Syariah 27 Februari 2025
Pengembangan Produk Dana dan Kombinasi BCA Syariah 20 Mei 2025
Deposito dan Reksadana
Pembekalan Persiapan Sertifikasi / Resertifikasi BCA Syariah 8 Juli 2025
Manajemen Risiko Jenjang 6
Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6 LSP Keuangan Syariah 22 Juli 2025
Produk Shariah Restricted Investement Account BCA Syariah 23 September 2025
(SRIA)
Penguatan Tata Kelola Strategis dalam BCA Syariah 23 September 2025
Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dan
Pendanaan Terorisme
Pra Ijtima Sanawi (Annual Meeting) DPS X Tahun DSN - MUI 25 September 2025
2025
Ijtima Sanawi (Annual Meeting) DPS XXI Tahun DSN - MUI 27 September 2025
2025
Indonesia Knowledge Forum (IKF): Future Starts BCA 28 Oktober 2025
Today.
Rakernas BCA Syariah 2025 "Empowering CASA, BCA Syariah 17-18 November
Empowering Growth, Toward a Second Player in 2025
Sharia Bank"
Hendra Iskandar Penerapan Strategi Anti Fraud dan Keamanan The Indonesia Capital 22-23 November
Lubis Siber terkait Perlindungan Aset Pemodal di Pasar Market Institute 2025
Modal Indonesia
Capacity Building ESG: Enhancing Sustainability BCA 25 November 2025
Through GCG
336 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 339
Nama Pendidikan/Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Janto Havianto Transformasi Digital : Tren Inovasi Teknologi di OJK Institute 23 Januari 2025
Sektor Keuangan
Data Privacy Summit 2025 BCA 3 Februari 2025
Refreshment Pelaksanaan Transaksi Operasi Bank Indonesia 6 Februari 2025
Moneter Rupiah
Outlook Ekonomi dan Keuangan di Tahun 2025 OJK Institute 20 Februari 2025
Kepalan Gatotkaca : Etos Kerja Perusahaan dalam BCA Digital 17 Mei 2025
Meningkatkan Kinerja
Implementasi dan Peran Industri Keuangan dalam OJK Institute 17 Juli 2025
Bisnis dan HAM
Roadmap Sistem Pembayaran Indonesia ASPI 19 September 2025
Pengembangan Transaksi OIS & DNDF Dalam Bank Indonesia 26 September 2025
Mendukung Akselerasi Domestic Benchmark
Reform & Stabilitas Nilai Tukar serta Pendalaman
Pasar Valas Domestik
Shaping the Future of Islamic Finance, Unleashing Bank Indonesia 3 Oktober 2025
the Potential Digital Technology and Inclusivity &
IILM Sukuk as Cross Border Liquidity Solution
Risk Appetite and Risk Culture : Pilar Utama dalam OJK Institute 9 Oktober 2025
Penguatan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan
Ina Suwandi BCA Data Privacy Summit 2025 BCA 3 Februari 2025
Refreshment Sertifikasi Manajemen Risiko J6 PT Arfaidhams Secret 24 Juni 2025
Prinsip-Prinsip Penerapan AI pada Bank di Intellectual Business 9 Juli 2025
Indonesia Community
Transformasi Generative AI : Peluang Generative OJK Institute 25 September 2025
Engine Optimization (GEO) dalam Menggeser
Dominasi Search Engine Optimization (SEO)
6. Masa Tugas
Masa tugas ketua dan anggota KTKT sebagai berikut:
1. Masa tugas Ketua KTKT akan berakhir sampai dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris EU
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BCA. Dapat diangkat kembali jika yang bersangkutan diangkat
kembali menjadi Komisaris Independen.
2. Masa tugas anggota KTKT dari pihak Independen EU akan berakhir sampai dengan berakhirnya masa jabatan
Dewan komisaris EU dan dapat diangkat kembali.
3. Masa tugas anggota KTKT perwakilan dari Lembaga Jasa Keuangan (Komisaris Independen Lembaga Jasa
Keuangan) akan berakhir sampai dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris EU atau apabila masa
jabatannya sebagai Komisaris Independen dari Lembaga Jasa Keuangan berakhir (mana lebih dulu).
4. Dalam hal masa jabatan anggota KTKT berakhir karena masa jabatan anggota Dewan Komisaris EU berakhir,
maka EU wajib mengangkat ketua dan anggota KTKT dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak
pengangkatan anggota Dewan Komisaris atau sejak dinyatakan lulus fit and proper test oleh regulator terkait.
Masa jabatan anggota KTKT yang bertugas saat ini akan berakhir pada saat penutupan RUPST 2026.
7. Persyaratan Keanggotaan KTKT
Persyaratan keanggotaan KTKT adalah sebagai berikut:
Persyaratan Umum
Anggota KTKT wajib memiliki integritas, akhlak, dan moral yang baik, memenuhi persyaratan sebagai Komisaris
Independen pada EU dan masing-masing Lembaga Jasa Keuangan sesuai ketentuan regulator masing-masing
sektor jasa keuangan.
Persyaratan Independensi
a. Anggota Direksi dilarang menjadi anggota KTKT.
b. Pihak Independen anggota KTKT adalah pihak di luar EU yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan,
kepemilikan dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Direksi, Dewan Komisaris dan/atau pemegang
saham pengendali, atau hubungan dengan BCA yang dapat memengaruhi kemampuan untuk bertindak
independen.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 337
Page 340
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
8. Independensi Anggota KTKT
Independensi dan persyaratan anggota KTKT mengikuti independensi dan persyaratan Direksi dan/atau Dewan
Komisaris dari EU dan/atau independensi dan persyaratan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perusahaan Anak
dalam Konglomerasi Keuangan.
Seluruh anggota KTKT adalah pihak independen yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan,
kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/
atau Pemegang Saham Pengendali, maupun hubungan usaha dengan BCA dan/atau Entitas Anak yang dapat
memengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Seluruh anggota KTKT juga menjalankan tugasnya
secara independen tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Aspek independensi anggota KTKT dijelaskan pada tabel berikut:
Cyrillus Gustiono Ratna Sutedjo
Aspek Independensi Prabowo Sulistiyowati Pudjianto
Harinowo Kustianto Yanti Prihatono
Tidak memiliki hubungan keuangan √ √ √ √ √ √ √
dengan Dewan Komisaris dan Direksi.
Tidak memiliki hubungan √ √ √ √ √ √ √
kepengurusan di perusahaan, anak
perusahaan, maupun perusahaan
afiliasi.
Tidak memiliki hubungan kepemilikan √ √ √ √ √ √ √
saham di perusahaan.
Tidak memiliki hubungan keluarga √ √ √ √ √ √ √
dengan Dewan Komisaris, Direksi,
dan/atau sesama anggota Komite
Tata Kelola Terintegrasi.
Tidak menjabat sebagai pengurus √ √ √ √ √ √ √
partai politik, pejabat, dan
pemerintah.
Aspek Independensi Hendra Iskandar Lubis Janto Havianto Ina Suwandi
Tidak memiliki hubungan √ √ √
keuangan dengan Dewan
Komisaris dan Direksi.
Tidak memiliki hubungan √ √ √
kepengurusan di perusahaan,
anak perusahaan, maupun
perusahaan afiliasi.
Tidak memiliki hubungan √ √ √
kepemilikan saham di perusahaan.
Tidak memiliki hubungan keluarga √ √ √
dengan Dewan Komisaris, Direksi,
dan/atau sesama anggota Komite
Tata Kelola Terintegrasi.
Tidak menjabat sebagai pengurus √ √ √
partai politik, pejabat, dan
pemerintah.
9. Tugas dan Tanggung Jawab KTKT
KTKT memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain:
a. Mengevaluasi pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi, paling sedikit melalui penilaian kecukupan pengendalian
intern, pelaksanaan fungsi kepatuhan secara terintegrasi dan manajemen risiko secara terintegrasi.
b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris EU untuk penyempurnaan Pedoman Tata Kelola
Terintegrasi.
c. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris EU setelah melakukan paling sedikit:
1) Evaluasi atas pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi; dan
2) Pemantauan pelaksanaan Pedoman Tata Kelola Terintegrasi.
d. Membuat laporan realisasi program kerja tahunan yang disampaikan dalam Laporan Tahunan EU.
338 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 341
10. Wewenang KTKT
Dalam menjalankan tugas pengawasannya, KTKT memiliki wewenang dalam hal:
a. Meminta informasi dari satuan kerja yang berupa hasil evaluasi atas pelaksanaan:
1) Fungsi Audit Internal Terintegrasi;
2) Fungsi Kepatuhan Terintegrasi; dan
3) Fungsi Manajemen Risiko Terintegrasi.
b. Melakukan aktivitas lainnya sesuai dengan Pedoman Tata Kelola Terintegrasi yang didelegasikan oleh Dewan
Komisaris kepada KTKT.
11. Rangkap Jabatan Anggota KTKT
Sesuai dengan POJK Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bahwa Keanggotaan Komisaris Independen, pihak
independen, dan anggota Dewan Pengawas Syariah pada Komite Tata Kelola Terintegrasi dalam Konglomerasi
Keuangan tidak diperhitungkan sebagai rangkap jabatan. Dengan demikian, pelaksanaan Rangkap Jabatan
KTKT BCA telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jabatan Lain (anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi,
Nama Anggota Komite Jabatan pada Komite
dan/atau anggota Komite, serta Jabatan Lainnya)
Cyrillus Harinowo Ketua Dapat dilihat pada halaman 268
Prabowo Anggota -
Sulistiyowati Anggota -
Gustiono Kustianto Anggota -
Pudjianto Anggota -
Ratna Yanti Anggota -
Sutedjo Prihatono Anggota -
Hendra Iskandar Lubis Anggota • Anggota Komite Perencanaan dan Pemantauan Risiko
Perum Perumnas
• Anggota Komite Audit PT Hasnur International Shipping Tbk
• Direktur Utama PT Central Sudirman Development
Janto Havianto Anggota -
Ina Suwandi Anggota -
12.Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat KTKT
Ketentuan penyelenggaraan rapat KTKT sebagai berikut:
a. KTKT melaksanakan rapat sesuai kebutuhan, paling sedikit 1 (satu) kali setiap semester atau 2 (dua) kali
dalam setahun.
b. Rapat KTKT hanya dapat dilaksanakan dalam hal dihadiri oleh paling sedikit 51% (lima puluh satu persen) dari
jumlah anggota komite termasuk 1 (satu) orang Komisaris Independen.
c. Rapat KTKT dapat diselenggarakan:
1) secara fisik di tempat kedudukan BCA atau di tempat lain yang ditentukan oleh Ketua KTKT; atau
2) secara elektronik melalui media telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik yang
sejenis yang memungkinkan semua peserta rapat KTKT saling melihat dan mendengar secara langsung
serta berpartisipasi dalam rapat KTKT.
Pengambilan keputusan Rapat KTKT adalah sebagai berikut:
a. Keputusan Rapat KTKT dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
b. Dalam hal tidak terjadi musyawarah untuk mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara
terbanyak dengan prinsip 1 (satu) orang 1 (satu) suara.
c. Segala keputusan Rapat KTKT bersifat mengikat bagi seluruh anggota KTKT.
Risalah Rapat KTKT adalah sebagai berikut:
a. Hasil rapat KTKT wajib dituangkan dalam Risalah Rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota KTKT yang
hadir dan didokumentasikan secara baik sesuai peraturan perundang-undangan.
b. Perbedaan pendapat (dissenting opinion) yang terjadi dalam rapat komite wajib dicantumkan secara jelas
dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan pendapat tersebut.
c. Hasil rapat KTKT merupakan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Dewan Komisaris
dan Direksi EU dan Lembaga Jasa Keuangan anggota Konglomerasi Keuangan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 339
Page 342
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Sepanjang tahun 2025, KTKT telah mengadakan sebanyak 6 kali rapat.
Data kehadiran anggota Komite dalam Rapat KTKT sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Cyrillus Harinowo 6 6 100%
Prabowo 6 6 100%
Sulistiyowati 6 6 100%
Gustiono Kustianto 6 6 100%
Pudjianto 6 6 100%
Ratna Yanti 6 6 100%
Sutedjo Prihatono 6 5 83,34%
Hendra Iskandar Lubis 6 5 83,34%
Janto Havianto 6 5 83,34%
Ina Suwandi 6 5 83,34%
Agenda pelaksanaan rapat KTKT sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 15 Januari 2025 Penerapan Strategi Anti Fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024 di BCA Sekuritas dan
PT Bank BCA Syariah
2 26 Maret 2025 Pelaporan Komite Tata Kelola Terintegrasi Semester II/2024 kepada Dewan Komisaris
Entitas Utama
3 16 Mei 2025 Presentasi dari PT BCA Finance mengenai pelaksanaan dari ketentuan POJK dan SEOJK
terkait Perlindungan Konsumen
4 16 Juli 2025 Presentasi dari PT BCA Life dan PT Bank BCA Syariah terkait Pelindungan Data Pribadi
5 10 September 2025 Pelaporan Komite Tata Kelola Terintegrasi Semester I/2025 Kepada Dewan Komisaris
Entitas Utama
6 19 November 2025 • Penerapan dan Penguatan Tata Kelola, Kepatuhan, dan Transparansi.
• Pengkinian Pedoman Tata Kelola Terintegrasi.
13. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan KTKT Selama Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, KTKT telah melaksanakan kegiatan/program kerja KTKT, yakni mengevaluasi kecukupan
pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi pada Konglomerasi Keuangan BCA. Kegiatan evaluasi tersebut dilakukan
antara lain melalui presentasi dan pembahasan Laporan Hasil Audit Internal Terintegrasi, Laporan Kepatuhan
Terintegrasi, Laporan Manajemen Risiko Terintegrasi dan Laporan Tata Kelola Terintegrasi.
KOMITE-KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI
I. Asset Liability Committee
Asset Liability Committee (ALCO) merupakan komite di bawah Direksi yang memiliki misi mencapai tingkat
profitabilitas BCA secara optimal, serta memastikan risiko likuiditas, risiko suku bunga, dan risiko valuta asing
terkendali melalui penetapan kebijakan dan strategi aset dan liabilitas (assets and liabilities management) BCA.
Piagam ALCO
BCA memiliki pedoman yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab ALCO, yakni yang tercantum
dalam Surat Keputusan Direksi No. 109/SK/DIR/2025 tanggal 25 Juni 2025 perihal Piagam Asset Liability Committee
(ALCO) dan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 069/SK/KOM/2025 tanggal 27 Mei 2025 perihal Pembidangan
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi serta Kerangka Induk Organisasi PT Bank Central Asia Tbk.
Cakupan yang diatur dalam Piagam ALCO sudah memenuhi Pasal 75 ayat (2) POJK Penerapan Tata Kelola bagi
Bank Umum antara lain:
• Misi, Fungsi Pokok, Kedudukan, dan Wewenang.
• Posisi dan Susunan Komite
• Personalia Komite.
• Tugas Pokok.
• Kelompok Kerja (POKJA) ALCO.
• Pengambilan Keputusan dan Pertanggungjawaban.
340 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 343
Piagam ALCO secara berkala akan dievaluasi untuk disesuaikan dengan peraturan dan/atau perkembangan yang
berlaku minimal 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun.
1. Struktur, Keanggotaan ALCO, dan Status Hak Suara
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 109/SK/DIR/2025 tanggal 25 Juni 2025 perihal Piagam Asset Liability
Committee (ALCO) dan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 069/SK/KOM/2025 tanggal 27 Mei 2025 perihal
Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi serta Kerangka Induk Organisasi PT Bank Central Asia Tbk.
Status Hak
Posisi di Komite Diisi Oleh
Suara
Ketua (merangkap President Director Mempunyai hak
Anggota) suara
Anggota • Deputy President Director I
• Deputy President Director II
• Risk Management Director
• Corporate Banking & Treasury Director
• Cash Management Director
• Branch Network Director
• Credit Risk & Legal Director
• Transaction Banking Director
• Finance & Corporate Planning Director
• Consumer Banking Director
• Executive Vice President (EVP) yang membidangi Treasury Division dan
International Banking Division
• Executive Vice President (EVP) yang membidangi Corporate Banking
Group
• Head of International Banking Division (DIB)
• Head of Treasury Division (DTR)
• Head of Corporate Banking Group (GBK)
• Head of Commercial & SME Banking Division (DCE)
• Head of Consumer Credit Division (DCC)
• Head of Transaction Banking Product Development Division (DPD)
• Head of Corporate Strategy & Planning Division (DCSP)
• Head of Risk Management Division (MRK)
• Compliance & Human Capital Management Director Tidak
mempunyai hak
Sekretaris Head of Market Risk Management Subdivision yang membidangi Asset
suara
Liability Management (ALM)
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Wewenang ALCO
Tanggung Jawab ALCO ALCO memiliki wewenang untuk mengambil
Fungsi Pokok ALCO keputusan strategis di bidang pengelolaan aset dan
ALCO memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: liabilitas BCA, dengan ketentuan tidak melampaui
a. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan wewenang Direksi. Wewenang ALCO mencakup:
strategi pengelolaan likuiditas untuk menjaga a. Menetapkan suku bunga deposito, tabungan,
likuiditas sesuai dengan ketentuan yang dan giro.
berlaku, memenuhi kebutuhan likuiditas bank, b. Menetapkan suku bunga pinjaman.
termasuk kebutuhan dana tidak terduga, dan c. Menetapkan strategi pendanaan dan investasi.
meminimalisir idle funds. d. Menetapkan strategi hedging apabila dipandang
b. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan perlu melakukan hedging.
strategi yang berkaitan dengan risiko pasar, e. Menetapkan limit yang berkaitan dengan risiko
yaitu risiko suku bunga dan risiko valuta asing. likuiditas, risiko suku bunga, dan risiko valuta
c. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan asing sesuai kebijakan pengambilan risiko secara
strategi harga (pricing policy) untuk produk- keseluruhan.
produk dana, pinjaman dan rekening antar
kantor. Tugas dan Tanggung Jawab ALCO
d. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan Anggota ALCO yang memiliki hak suara, memiliki
strategi dalam penataan portofolio investasi. tugas pokok, antara lain:
e. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan a. Memberikan masukan kepada sekretaris ALCO
dan strategi penataan struktur neraca melalui dalam penyusunan agenda dan bahan rapat.
antisipasi perubahan suku bunga untuk mencapai b. Memberikan masukan berupa informasi dan
net interest margin yang optimum. analisis pada rapat ALCO, mengenai:
• Metodologi penentuan harga produk dana
dan pinjaman.
• Metodologi pengukuran risiko likuiditas, risiko
suku bunga, dan risiko valuta asing.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 341
Page 344
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
• Penentuan harga produk dana dan pinjaman.
• Daya saing suku bunga produk dana dan pinjaman.
• Strategi bank pesaing.
• Kendala penerapan hasil keputusan ALCO.
• Perilaku nasabah dan perubahannya.
3. Rapat ALCO
Ketentuan rapat ALCO adalah sebagai berikut:
• Rapat ALCO dilaksanakan sesuai kebutuhan, yakni paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.
• Rapat ALCO adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah anggota ALCO
ditambah 1 (satu) anggota, termasuk ketua atau ketua pengganti, atau dihadiri oleh 6 (enam) orang Direktur
yang memiliki hak suara, termasuk ketua atau ketua pengganti.
4. Pengambilan Keputusan
Ketentuan pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
• Pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan wewenang ALCO hanya diambil melalui
keputusan rapat ALCO yang sah.
• Keputusan rapat ALCO dianggap sah dan mengikat apabila disetujui oleh ½ (setengah) jumlah anggota yang
hadir dan memiliki hak suara ditambah 1 (satu) suara.
5. Frekuensi Rapat ALCO Selama Tahun 2025
Sampai dengan 31 Desember 2025, ALCO telah mengadakan rapat sebanyak 22 (dua puluh dua) kali dengan
rincian kehadiran anggota ALCO sebagai berikut:
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
President Director 22 21 95%
Deputy President Director I 22 19 86%
Deputy President Director II 22 15 68%
Risk Management Director 22 22 100%
Corporate Banking & Treasury Director 22 20 91%
Branch Network Director 22 20 91%
Credit Risk & Legal Director 22 17 77%
Transaction Banking Director 22 13 59%
Finance & Corporate Planning Director 22 14 64%
Consumer Banking Director 22 15 68%
Cash Management Director 1) 12 12 100%
Compliance & Human Capital Management Director 22 16 73%
Executive Vice President (EVP) yang membidangi Treasury 22 20 91%
Division dan International Banking Division
Executive Vice President (EVP) yang membidangi Corporate 22 11 50%
Banking Group
Anggota Kepala Divisi atau pejabat yang mewakili:
Head of International Banking Division (DIB) 22 22 100%
Head of Treasury Division (DTR) 22 22 100%
Head of Corporate Strategy & Planning Division (DCSP) 22 22 100%
Head of Corporate Banking Group (GBK) 22 22 100%
Head of Commercial & SME Banking Division (DCE) 22 22 100%
Head of Transaction Banking Product Development Division 22 22 100%
(DPD)
Head of Consumer Credit Division (DCC ) 22 22 100%
Head of Risk Management Division (MRK) 22 22 100%
Keterangan:
1) menjabat sebagai Cash Management Director sejak 1 Juni 2025
342 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 345
Rincian pelaksanaan rapat ALCO sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 13 Januari 2025 Pada rapat-rapat ALCO membahas antara lain:
a. Laporan tindak lanjut Keputusan Rapat ALCO sebelumnya.
2 24 Januari 2025
b. Parameter ekonomi yang meliputi inflasi, suku bunga Bank Indonesia Term Deposit,
3 12 Februari 2025 yield curves Rupiah dan USD, likuiditas pasar Rupiah dan USD, dan nilai tukar Rupiah.
c. Cadangan likuiditas yang terdiri Primary Reserve Rupiah dan Valas serta Secondary
4 24 Februari 2025
Reserve Rupiah dan Valas, Struktur Dana Rupiah dan Valas, Proyeksi Kredit, Proyeksi
5 11 Maret 2025 Likuiditas.
d. Risiko Suku Bunga Banking Book berdasarkan Earnings Perspective (NII Method) dan
6 24 Maret 2025
Economic Value Perspective (EVE Method).
7 16 April 2025 e. Perkembangan Risiko Suku Bunga Trading Book dan Forex.
f. Yield dan Cost of Fund Rupiah dan Valas.
8 29 April 2025
g. Analisis Assets Liabilities Management.
9 16 Mei 2025 h. Stress Test Risiko Likuiditas dan Stress Test Risiko Nilai Tukar dan Suku Bunga Trading
Book.
10 26 Mei 2025
i. Perkembangan Dana Bank terhadap Total Perbankan.
11 13 Juni 2025 j. Usulan Suku Bunga Dana, Kredit dan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).
k. Proyeksi laba/rugi.
12 25 Juni 2025
13 16 Juli 2025
14 30 Juli 2025
15 12 Agustus 2025
16 25 Agustus 2025
17 15 September 2025
18 29 September 2025
19 17 Oktober 2025
20 27 Oktober 2025
21 28 November 2025
22 19 Desember 2025
6. Pelaporan Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban dan realisasi kerja ALCO dilaporkan melalui:
a. Risalah rapat rutin.
b. Risalah rapat khusus yang diadakan untuk membahas hal tertentu.
c. Data dan informasi yang terkait dengan bidang yang dibahas.
d. Catatan dan pendapat ALCO mengenai risalah rapat serta data dan informasi yang terkait.
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, ALCO telah merealisasikan program kerja antara lain:
a. Mengevaluasi strategi dan posisi aset dan liabilitas BCA sesuai dengan tujuan pengelolaan risiko likuiditas,
suku bunga dan nilai tukar.
b. Mengevaluasi dan menetapkan perubahan suku bunga dana dan pinjaman, suku bunga dasar kredit, serta
limit yang berkaitan dengan ALM.
c. Melakukan review terhadap hasil simulasi laba/rugi sesuai dengan strategi ALM BCA.
d. Menetapkan kebijakan dan strategi dalam penataan struktur neraca dan portofolio investasi.
8. Rencana Kerja ALCO Tahun 2026
ALCO telah menetapkan rencana kerja untuk tahun 2026 sebagai berikut:
a. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan aset dan liabilitas BCA untuk memastikan
risiko likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar terkendali.
b. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi harga (pricing policy) untuk produk-produk dana,
pinjaman, dan rekening antar kantor.
c. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi dalam penataan portofolio investasi.
d. Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi penataan struktur neraca melalui antisipasi perubahan
suku bunga untuk mencapai net interest margin yang optimal.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 343
Page 346
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
II. Risk Management Committee
Risk Management Committee (RMC) dibentuk untuk memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko telah
memberikan perlindungan yang memadai terhadap seluruh risiko BCA.
Pedoman RMC
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya RMC berpedoman pada:
» POJK No.18/POJK/03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum; dan
» Surat Keputusan No. 022/SK/DIR/2023 tanggal 8 Februari 2023, tentang Struktur dan Piagam Risk Management
Committee.
Cakupan yang diatur dalam Struktur dan Piagam RMC antara lain adalah:
» Misi, Fungsi Pokok, Kedudukan dan Wewenang
» Bagan dan Susunan Organisasi RMC
» Tugas Pokok dan Wewenang
» Pengambilan Keputusan, Pertanggungjawaban, dan Pelaporan
1. Struktur, Keanggotaan, dan Status Hak Suara
Struktur, keanggotaan, dan status hak suara pada RMC adalah sebagai berikut:
Posisi di Komite Diisi Oleh Status Hak Suara
Ketua (merangkap Anggota Direktur yang membawahkan fungsi manajemen risiko. Mempunyai hak suara
tetap)
Anggota tetap1) • Semua anggota Direksi
• Executive Vice President (EVP) yang membidangi
Credit Risk Analysis
• Head of Compliance Division
• Head of Internal Audit3)
Anggota tidak tetap2) • Executive Vice President selain (EVP) yang
membidangi Credit Risk Analysis
• Semua Kepala Divisi/Satuan Kerja/Grup, di luar
Anggota Tetap
Sekretaris (merangkap Anggota Head of Risk Management Division
tetap)
Catatan:
1) Jika ada jabatan yang dirangkap, yang bersangkutan hanya mempunyai 1 (satu) suara
2) Kehadiran sesuai topik yang dibahas
3) Tidak mempunyai hak suara
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab RMC
Fungsi Pokok RMC
RMC memiliki beberapa fungsi pokok sebagai berikut:
a. Menyusun kebijakan, strategi, dan pedoman penerapan manajemen risiko.
b. Menyempurnakan pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan proses dan sistem
manajemen risiko yang efektif.
c. Menetapkan hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal
(irregularities).
Wewenang RMC
RMC mempunyai wewenang untuk mengkaji dan memberikan rekomendasi mengenai hal yang berkaitan dengan
manajemen risiko untuk dimintakan keputusan dari Direksi.
Tugas dan Tanggung Jawab RMC
Anggota RMC memiliki tugas pokok sebagai berikut:
a. Memberikan masukan kepada Sekretaris RMC berupa topik beserta bahan rapat yang akan dibahas dalam
rapat komite.
b. Memberikan masukan berupa informasi dan analisis yang terkait dengan topik yang dibicarakan pada rapat
komite. Topik yang dapat dibicarakan pada rapat komite antara lain:
• Arah dan sasaran perusahaan dalam penyusunan kebijakan, strategi dan pedoman penerapan manajemen
risiko, serta perubahannya apabila diperlukan.
• Penilaian terhadap efektivitas implementasi kerangka manajemen risiko.
• Perkembangan dan kecenderungan eksposur risiko total dari bank dan mengusulkan tingkat toleransi
risiko keseluruhan yang dapat diterima (risk appetite).
• Hasil kajian mengenai total eksposur risiko yang dihadapi bank beserta dampaknya.
• Penilaian kecukupan modal bank dalam menghadapi risiko kerugian yang timbul dengan menggunakan
berbagai skenario stress testing.
344 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 347
• Usulan pengembangan metode pengukuran risiko, contingency plan dalam kondisi tidak normal (worst
case scenario), serta metode lainnya yang berkaitan dengan manajemen risiko bank.
• Hal-hal yang memerlukan penetapan (justification) terkait dengan keputusan-keputusan bisnis yang
menyimpang dari prosedur normal (irregularities).
• Limit wewenang, eksposur dan konsentrasi portofolio kredit maupun parameter lainnya yang bertujuan
untuk membatasi risiko.
3. Rapat RMC
Berikut beberapa ketentuan tentang rapat RMC:
a. Rapat RMC dilaksanakan sesuai kebutuhan dan sedikitnya sekali dalam 3 (tiga) bulan atau 4 (empat) kali
dalam 1 (satu) tahun.
b. Rapat RMC sah apabila sedikitnya dihadiri oleh lebih dari ½ (setengah) jumlah anggota tetap.
c. Rapat yang dihadiri secara non fisik dilakukan melalui media telekonferensi, video konferensi, atau sarana
media elektronik lainnya yang harus memungkinkan semua peserta rapat RMC saling melihat dan/atau
mendengar secara langsung serta berpartisipasi dalam rapat.
4. Pengambilan Keputusan
Berikut ketentuan tentang pengambilan keputusan:
a. Pengambilan keputusan dalam kaitan penggunaan wewenang komite hanya diambil melalui keputusan
rapat RMC yang sah.
b. Keputusan rapat RMC sah dan mengikat apabila disetujui oleh lebih dari ½ (setengah) jumlah anggota tetap
yang hadir dan memiliki hak suara.
5. Frekuensi Rapat RMC Selama Tahun 2025
Sampai dengan 31 Desember 2025, RMC telah mengadakan rapat sebanyak 4 (empat) kali dengan rincian
kehadiran anggota RMC sebagai berikut:
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Presiden Direktur (Jahja Setiaatmadja) 1) 1 1 100%
Presiden Direktur (Gregory Hendra Lembong) 2) 4 4 100%
Wakil Presiden Direktur (Armand W. Hartono) 4 2 50%
Wakil Presiden Direktur (John Kosasih) 3)
4 4 100%
Direktur Kredit dan Hukum (Subur Tan) 4 4 100%
Direktur Perbankan Korporasi & Tresuri (Rudy Susanto) 4 3 75%
Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia 4 3 75%
(Lianawaty Suwono)
Direktur Transaksi Perbankan (Santoso) 4 3 75%
Direktur Perencanaan dan Keuangan (Vera Eve Lim) 4 4 100%
Direktur Perbankan Konsumer (Haryanto T. Budiman) 4 4 100%
Direktur Jaringan Wilayah & Cabang (Frengky Chandra 4 4 100%
Kusuma)
Direktur Manajemen Risiko (Antonius Widodo Mulyono) 4 4 100%
Direktur Cash Management (Hendra Tanumihardja) 4)
3 3 100%
EVP Grup Analisa Risiko Kredit (GARK) 4 4 100%
Head of Compliance Division 4 4 100%
Head of Risk Management Division (Sekretaris) 4 4 100%
Head of Internal Audit Division 4 4 100%
Head of Treasury Division 5)
1 1 100%
Head of Information Technology Security Group5) 3 3 100%
Head of E-Channel and Settlement Services 1 1 100%
Catatan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Efektif menjabat sebagai Direktur per tanggal 1 Juni 2025
5) Jumlah rapat untuk anggota tidak tetap sesuai dengan undangan untuk topik pembahasan yang terkait.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 345
Page 348
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pelaksanaan rapat RMC sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 10 Februari 2025 1a. Limit IRRBB ∆NII
1b. Limit Unrealized Loss Surat Berharga FVOCI (AFS)
2a. Pelaporan Penilaian Tingkat Maturitas Digital BCA Tahun 2024
2b. Pelaporan Penilaian Tingkat Risiko Keamanan Siber BCA Tahun 2024
2 8 Juli 2025 1. Update Kejadian Risiko Operasional
2. Kaji Ulang Penerapan Manajemen Risiko Keamanan Siber BCA Tahun 2024
3. Crisis Management
3 16 Oktober 2025 BCA’s Fraud System and Performance
4 11 November 2025 1. Integritas Pelaporan Keuangan Bank
2. How do We Prepare - Digital Risk in PDP Era & AI-Weaponized Era
6. Pelaporan Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban dan realisasi kerja RMC dilaporkan melalui:
a. Laporan tertulis secara berkala sedikitnya sekali dalam 1 (satu) tahun kepada Direksi mengenai hasil pertemuan
rutin dalam rapat RMC.
b. Laporan tertulis kepada Direksi mengenai hasil pertemuan khusus yang diadakan untuk membahas hal tertentu.
c. Laporan khusus atau laporan kegiatan (jika diperlukan).
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
Dalam melaksanakan tugas kepengurusannya selama tahun 2025, realisasi dari program kerja RMC adalah
sebagai berikut:
1) Menyampaikan Limit IRRBB ∆NII dan Unrealized Loss Surat Berharga FVOCI (AFS)
2) Melaporkan hasil penilaian Tingkat Maturitas Digital dan Tingkat Risiko Keamanan Siber BCA Tahun 2024
3) Menginformasikan kejadian risiko operasional, termasuk di dalamnya risiko siber dan manajemen krisis
4) Menginformasikan Sistem Penanganan Fraud di BCA
5) Menginformasikan POJK No. 15 Tahun 2024 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank
6) Menginformasikan Risiko Digital berkaitan dengan peraturan Perlindungan Data Pribadi dan Era Artificial
Intelligence
8. Rencana Kerja RMC Tahun 2026
RMC telah menetapkan rencana kerja untuk tahun 2026 sebagai berikut:
a. Mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan topik rapat RMC.
b. Memberikan informasi dan hasil analisa terkait dengan topik yang dibicarakan pada rapat RMC untuk
dimintakan rekomendasi dari Direksi.
c. Hal-hal lain yang terkait dengan manajemen risiko.
III. Integrated Risk Management Committee
Pembentukan Komite Manajemen Risiko Terintegrasi atau Integrated Risk Management Committee (IRMC) bertujuan
untuk memastikan kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan yang memadai terhadap
seluruh risiko yang dihadapi BCA dan Perusahaan Anak secara terintegrasi.
Pedoman IRMC
IRMC melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan mengacu pada:
• POJK No. 17/POJK.03/2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan
• POJK No. 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
• POJK No. 45/POJK.03/2020 tentang Konglomerasi Keuangan
• Surat Keputusan Direksi No. 023/SK/DIR/2023 tanggal 8 Februari 2023 perihal Struktur dan Piagam Integrated
Risk Management Committee
Cakupan yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi No. 023/SK/DIR/2023 perihal Struktur dan Piagam Integrated
Risk Management Committee adalah:
• Misi, Fungsi Pokok, dan Kedudukan
• Bagan dan Susunan Organisasi
• Tugas Pokok dan Wewenang
• Pengambilan Keputusan dan Pelaporan
346 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 349
1. Struktur, Keanggotaan IRMC, dan Status Hak Suara
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 023/SK/DIR/2023 tanggal 8 Februari 2023 perihal Struktur dan Piagam
Integrated Risk Management Committee maka struktur, keanggotaan, dan status hak suara IRMC adalah sebagai
berikut:
Posisi di Komite Diisi Oleh Status Hak Suara
Ketua (merangkap Anggota tetap) Direktur yang membawahkan fungsi manajemen Mempunyai hak suara
risiko terintegrasi
Anggota tetap1) • Semua anggota Direksi
• Head of Compliance Division
• Head of Internal Audit3)
Anggota tidak tetap2) • Semua Executive Vice President (EVP)
1. Pejabat Eksekutif • Semua Kepala Divisi/Grup/Satuan Kerja yang
berhubungan/terkait dengan Perusahaan Anak, di
luar Anggota Tetap
2. Direktur Perusahaan Anak*) • Direktur yang mewakili dan ditunjuk dari
Perusahaan Anak*)
Sekretaris (merangkap Anggota tetap) Head of Risk Management Division
Keterangan:
1) Jika ada jabatan dalam IRMC yang dirangkap, yang bersangkutan hanya mempunyai 1 (satu) suara
2) Sesuai topik yang dibahas
3) Tidak mempunyai hak suara
*) Jumlah dan komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan serta efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas IRMC dengan memperhatikan antara lain
keterwakilan masing-masing sektor jasa keuangan
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas dan • Perkembangan dan kecenderungan eksposur
Tanggung Jawab IRMC risiko terintegrasi dan mengusulkan tingkat risiko
Fungsi Pokok IRMC keseluruhan yang dapat diambil (risk appetite) dan
IRMC memiliki fungsi utama untuk memberikan toleransi risiko (risk tolerance).
rekomendasi kepada Direksi yang paling sedikit • Hasil kajian mengenai total eksposur risiko
meliputi: terintegrasi beserta dampaknya.
• Penyusunan kebijakan manajemen risiko • Penilaian kecukupan modal terintegrasi dalam
terintegrasi. menghadapi risiko kerugian yang timbul dengan
• Perbaikan atau penyempurnaan kebijakan menggunakan berbagai skenario stress testing.
manajemen risiko terintegrasi berdasarkan hasil • Usulan pengembangan metode pengukuran risiko,
evaluasi pelaksanaan. contingency plan dalam kondisi tidak normal (worst
case scenario), serta metode lainnya yang berkaitan
Wewenang IRMC dengan manajemen risiko terintegrasi.
IRMC memiliki wewenang untuk mengkaji dan • Hal-hal yang memerlukan penetapan (justification)
memberikan rekomendasi mengenai hal yang terkait dengan keputusan- keputusan bisnis yang
berkaitan dengan manajemen risiko terintegrasi untuk menyimpang dari prosedur normal (irregularities).
dimintakan keputusan dari Direksi. • Limit wewenang, eksposur, dan konsentrasi
portofolio kredit maupun parameter lainnya yang
Tugas dan Tanggung Jawab IRMC bertujuan untuk membatasi risiko.
Dalam menjalankan fungsinya, anggota IRMC memiliki • Penyempurnaan penerapan manajemen risiko
tugas pokok antara lain: terintegrasi secara berkala maupun secara insidentil
• Memberikan masukan kepada sekretaris IRMC sebagai akibat suatu perubahan kondisi internal
berupa topik beserta bahan rapat yang akan dan eksternal yang memengaruhi kecukupan
dibahas dalam rapat IRMC. permodalan, profil risiko, dan tidak efektifnya
• Memberikan masukan berupa informasi dan analisis penerapan manajemen risiko terintegrasi
terkait dengan topik yang dibicarakan pada rapat berdasarkan hasil evaluasi.
IRMC.
3. Rapat IRMC
Topik-topik yang dapat dibicarakan pada rapat IRMC Ketentuan rapat IRMC adalah sebagai berikut:
antara lain: • Rapat IRMC dilaksanakan sesuai kebutuhan dan paling
• Arah dan sasaran BCA dalam penyusunan sedikit 1 (satu) kali setiap semester.
kebijakan, strategi, dan pedoman penerapan • Rapat IRMC sah apabila dihadiri oleh lebih dari ½
manajemen risiko terintegrasi, serta perubahannya (setengah) dari jumlah anggota tetap.
apabila diperlukan. • Rapat yang dihadiri secara non fisik dilakukan melalui
• Penilaian terhadap efektivitas implementasi media telekonferensi, video konferensi, atau sarana
kerangka manajemen risiko terintegrasi. media elektronik lainnya yang harus memungkinkan
semua peserta rapat saling melihat dan/atau mendengar
secara langsung serta berpartisipasi dalam rapat.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 347
Page 350
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
4. Pengambilan Keputusan
Ketentuan pengambilan keputusan oleh IRMC adalah sebagai berikut:
• Pengambilan keputusan dalam kaitan penggunaan wewenang IRMC hanya diambil melalui keputusan rapat IRMC
yang sah.
• Keputusan rapat IRMC sah dan mengikat apabila disetujui oleh lebih dari ½ (setengah) jumlah anggota yang hadir.
5. Frekuensi Rapat IRMC Selama Tahun 2025
Sampai dengan 31 Desember 2025, IRMC telah melaksanakan 3 kali rapat dengan rincian sebagai berikut:
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
President Director (Jahja Setiaatmadja) 1) a) 1 1 100%
President Director (Hendra Lembong) 1) b) 3 2 67%
Deputy President Director I (John Kosasih) 1) 3 3 100%
Deputy President Director II (Armand W. Hartono) 1) 3 1 33%
Credit & Legal Director (Subur Tan) 1) 3 3 100%
Transaction Banking Director (Santoso) 1) 3 2 67%
Corporate Banking Director (Rudy Susanto) 1) 3 2 67%
Cash Management Director (Hendra Tanumihardja) 1) c) 2 1 50%
Consumer Banking Director (Haryanto T. Budiman) 1) 3 3 100%
Branch & Network Director (Frengky Chandra Kusuma) 1) 3 2 67%
Compliance & HCM Director (Lianawaty Suwono) 1) 3 3 100%
Finance & Corp. Planning Director (Vera Eve Lim) 1) 3 2 67%
Risk Management Director (Antonius Widodo Mulyono) 1) 3 3 100%
Head of Compliance Division 1) 3 3 100%
Head of Risk Management Division (Sekretaris) 1) 3 3 100%
Head of Internal Audit 1) 3 3 100%
Head of Corporate Communication & Social Responsibility 2) 1 1 100%
Direktur PT BCA Finance 2) 3 3 100%
Direktur PT Bank BCA Syariah 2) 3 3 100%
Direktur BCA Finance Limited 2) 3 3 100%
Direktur PT BCA Sekuritas 2) 3) 3 3 100%
Direktur PT Asuransi Umum BCA 2) 3 3 100%
Direktur PT Asuransi Jiwa BCA 2)
3 3 100%
Direktur PT Central Capital Ventura 2) 4) 3 3 100%
Direktur PT Bank Digital BCA 2) 3 3 100%
Keterangan :
a. Menjabat sebagai Presiden Direktur sampai dengan 1 Juni 2025.
b. Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025.
c. Menjabat sebagai Direktur Perbankan Komersial & SME sejak 1 Juni 2025.
1. Anggota Tetap.
2. Jumlah rapat anggota tidak tetap sesuai dengan undangan untuk topik pembahasan yang terkait.
3. Diwakili oleh Business Director PT BCA Sekuritas.
4. Diwakili oleh Director PT Central Capital Ventura.
Pelaksanaan rapat IRMC sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 19 Maret 2025 1. Laporan Profil Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA Semester II Tahun 2024.
2. Penerapan Strategi Anti Fraud di Perusahaan Anak.
2 12 Agustus 2025 Limit Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA.
3 9 September 2025 1. Risiko Konsentrasi BCA Digital.
2. Laporan Profil Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA Semester I Tahun 2025.
3. Managing BCA`s Reputation.
6. Pelaporan Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban IRMC dilaporkan melalui:
1. Laporan tertulis secara berkala sedikitnya 1 kali dalam 1 tahun kepada Direksi, mengenai hasil pertemuan
rutin dalam rapat komite.
2. Laporan tertulis kepada Direksi, mengenai hasil pertemuan khusus yang diadakan untuk membahas hal tertentu.
3. Laporan khusus atau laporan kegiatan (jika diperlukan).
348 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 351
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 IV. Credit Policy Committee
Sepanjang tahun 2025, IRMC telah merealisasikan Komite Kebijakan Perkreditan atau Credit Policy
program kerja sebagai berikut: Committee (CPC) dibentuk untuk mengarahkan
1. Menginformasikan Laporan Profil Risiko pemberian kredit melalui perumusan kebijakan
Terintegrasi Konglomerasi Keuangan (KK) BCA perkreditan dalam rangka pencapaian target
Semester II - Tahun 2024. perkreditan yang prudent.
2. Menginformasikan Laporan Profil Risiko
Terintegrasi Konglomerasi Keuangan (KK) BCA Pedoman CPC
Semester I - Tahun 2025. CPC dalam melaksanakan tugas dan tanggung
3. Menginformasikan Penerapan Strategi Anti jawabnya berpedoman pada Surat Keputusan Direksi
Fraud di Perusahaan Anak. No. 120/SK/DIR/2025 tanggal 2 Juli 2025 perihal
4. Menginformasikan Limit Risiko Terintegrasi Piagam Credit Policy Committee (CPC) dan POJK
Konglomerasi Keuangan BCA. No. 42/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang
5. Menginformasikan Risiko Konsentrasi BCA Kewajiban Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan
Digital. Perkreditan atau Pembiayaan Bank bagi Bank Umum.
6. Menginformasikan Penanganan Risiko Reputasi
BCA. Cakupan yang diatur dalam Struktur Credit Policy
Committee sudah memenuhi Pasal 75 ayat (2) POJK
8. Rencana Kerja IRMC Tahun 2026 No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi
IRMC telah menetapkan rencana kerja untuk tahun Bank Umum antara lain:
2026 antara lain: • Misi, Fungsi Pokok, Kedudukan dan Wewenang
1. Menginformasikan Laporan Profil Risiko • Posisi dan Susunan Komite
Terintegrasi Konglomerasi Keuangan (KK) BCA • Personalia Komite
Semester II - Tahun 2025. • Tugas Pokok
2. Menginformasikan Laporan Profil Risiko • Pengambilan Keputusan dan Pertanggungjawaban
Terintegrasi Konglomerasi Keuangan (KK) BCA
Semester I - Tahun 2026. Piagam CPC secara berkala akan dievaluasi untuk
3. Hal-hal lain yang terkait dengan manajemen disesuaikan dengan peraturan dan/atau perkembangan
risiko terintegrasi. yang berlaku minimal 1 kali dalam 3 tahun.
1. Struktur, Keanggotaan CPC, dan Status Hak Suara
Berdasarkan dan Surat Keputusan Direksi No. 120/SK/DIR/2025 tanggal 2 Juli 2025 dan Surat Keputusan Dewan
Komisaris No. 069/SK/KOM/2025 tanggal 27 Mei 2025 perihal Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
serta Kerangka Induk Organisasi PT Bank Central Asia Tbk, struktur, keanggotaan, dan status hak suara CPC
adalah sebagai berikut:
Status Hak
Posisi di Komite Diisi Oleh Suara
Ketua (merangkap President Director Mempunyai hak
Anggota) suara
Anggota 1) • Deputy President Director I – Business Banking
• Credit Risk & Legal Director
• Risk Management Director
• Compliance & Human Capital Management Director
• Corporate Banking & Treasury Director 2)
• Consumer Banking Director 2)
• Transaction Banking Director 2)
• Executive Vice President (EVP) yang membidangi Credit Risk Analysis Group 2)
• Executive Vice President (EVP) yang membidangi Corporate Banking Group 2)
• Executive Vice President (EVP) yang membidangi Treasury Division & International
Banking Division 2)
• Head of Credit Risk Analysis Group dan/atau Head of Commercial & SME Banking
Division dan/atau Head of Corporate Banking Group dan/atau Head of Consumer
Finance Division dan/atau Head of Transaction Banking Services dan/atau Head of
International Banking Division, dan/atau Head of Credit Recovery Group, atau Pejabat
Pengganti 2)
• Head of Internal Audit Division atau Pejabat Pengganti
• Head of Compliance Division atau Pejabat Pengganti
Sekretaris Head of Risk Management Division atau Pejabat Pengganti
(merangkap
Anggota)
Catatan:
1) Direktur lain berhak hadir dalam rapat CPC, namun tanpa hak suara.
2) Sesuai topik yang dibahas.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 349
Page 352
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab CPC
Fungsi Pokok CPC
CPC memiliki beberapa fungsi pokok sebagai berikut:
• Membantu Direksi dalam merumuskan kebijakan perkreditan, terutama yang berkaitan dengan prinsip
kehati-hatian dalam perkreditan.
• Memantau dan mengevaluasi penerapan kebijakan perkreditan agar dapat dilaksanakan secara konsisten
dan konsekuen.
• Melakukan kajian berkala terhadap Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (KDPB) BCA.
• Memantau perkembangan dan kondisi portofolio perkreditan.
• Memberikan saran dan langkah perbaikan atas hasil pemantauan dan evaluasi yang telah dijalankan.
Wewenang CPC
CPC memiliki wewenang untuk memberikan saran dan langkah perbaikan kepada Direksi mengenai hal yang
berkaitan dengan kebijakan perkreditan.
Tugas dan Tanggung Jawab CPC
Anggota CPC memiliki tugas pokok yang mencakup:
• Memberikan masukan kepada sekretaris CPC dalam penyusunan agenda dan bahan rapat.
• Memberikan masukan berupa informasi dan analisis pada rapat CPC untuk membuat keputusan CPC, mengenai:
» Pengembangan kebijakan perkreditan (kredit Korporasi, kredit Komersial, kredit SME, KUK, kredit Konsumer,
Kartu Kredit dan Kredit Antar Bank) sesuai dengan misi dan rencana bisnis BCA.
» Ketaatan terhadap ketentuan perundangan dalam pemberian kredit.
» Perkembangan dan kualitas portofolio perkreditan secara keseluruhan.
» Kebenaran pelaksanaan kewenangan pemutusan kredit.
» Kebenaran proses pemberian, perkembangan, dan kualitas kredit yang diberikan kepada pihak terkait
dan debitur besar tertentu.
» Kebenaran pelaksanaan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
» Penyelesaian kredit bermasalah sesuai ketentuan kebijakan perkreditan.
» Pemenuhan BCA atas kecukupan jumlah penyisihan penghapusan kredit.
» Hasil pengawasan atas penerapan dan pelaksanaan Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (KDPB).
3. Rapat CPC
Ketentuan pelaksanaan rapat CPC adalah sebagai berikut:
• Rapat CPC dilaksanakan sesuai kebutuhan atau sedikitnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
• Rapat CPC sah apabila sedikitnya dihadiri oleh 2/3 (dua per tiga) jumlah anggota.
4. Pengambilan Keputusan
Ketentuan pengambilan keputusan oleh CPC adalah sebagai berikut:
• Pengambilan keputusan dalam kaitan penggunaan wewenang CPC dapat dilakukan melalui edaran kepada
anggota CPC atau melalui rapat CPC yang sah.
• Keputusan melalui rapat atau edaran kepada anggota CPC akan dianggap sah dan mengikat apabila disetujui
oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota yang hadir.
5. Frekuensi Rapat CPC Selama Tahun 2025
Sampai dengan 31 Desember 2025, CPC telah mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali dengan rincian kehadiran
anggota CPC sebagai berikut:
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
President Director (Jahja Setiaatmadja) 1) 1 1 100%
President Director (Gregory Hendra Lembong) 2)
2 1 50%
Deputy President Director 1 (John Kosasih) 3)
2 1 50%
Credit Risk & Legal Director (Subur Tan) 2 2 100%
Risk Management Director (Antonius Widodo Mulyono) 2 2 100%
Compliance & Human Capital Management Director (Lianawaty Suwono) 2 1 50%
350 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 353
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Corporate Banking & Treasury Director (Rudy Susanto) 4)
2 2 100%
Consumer Banking Director (Haryanto T.Budiman) 4) 2 2 100%
Transaction Banking Director (Santoso) 4)
1 0 0%
Branch & Network Director (Frengky Chandra Kusuma) 4) 5) 1 1 100%
Executive Vice President yang membidangi Credit Risk Analysis Group 4) 2 2 100%
Executive Vice President yang membidangi Corporate Banking Group 4) 2 1 50%
Executive Vice President yang membidangi Treasury Division & 1 1 100%
International Banking Division 4)
Head of Credit Risk Analysis Group atau pejabat pengganti 4) 2 2 100%
Head of Commercial & SME Banking Division atau pejabat pengganti 4) 2 2 100 %
Head of Corporate Banking Group atau pejabat pengganti 4) 2 2 100%
Head of Consumer Finance Division atau pejabat pengganti 4) 2 2 100%
Head of Transaction Banking Services atau pejabat pengganti 4)
1 1 100%
Head of International Banking Division atau pejabat pengganti 4) 1 1 100%
Head of Credit Recovery Group atau pejabat pengganti 4) 2 1 50%
Head of Internal Audit Division atau pejabat pengganti 2 2 100%
Head of Compliance Division atau pejabat pengganti 2 2 100%
Head of Risk Management Division atau pejabat pengganti 2 2 100%
Keterangan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
3) Efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur per tanggal 1 Juni 2025.
4) Sesuai topik yang dibahas, jika tidak terkait dengan topik yang dibahas, maka tidak diikutsertakan dalam rapat.
5) Tanpa hak suara
Rincian pelaksanaan rapat CPC sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 24 Februari 2025 Sertifikat Elektronik dan Implementasinya
2 7 Juli 2025 Wewenang Memutus Kredit Sehubungan dengan Adanya Pembidangan Direksi Terbaru
beserta Pejabat Pengganti Direksi
6. Pelaporan Pertanggungjawaban perkreditan yang berlaku.
Pertanggungjawaban dan realisasi kerja CPC • Memantau perkembangan dan kualitas portofolio
dilaporkan melalui: perkreditan secara keseluruhan.
• Laporan tertulis secara berkala kepada Direksi • Mengidentifikasi peraturan baru yang diterbitkan
dengan tembusan kepada Dewan Komisaris regulator dan dampaknya terhadap kebijakan
mengenai hasil pengawasan, pemantauan, dan internal BCA.
evaluasi pelaksanaan KDPB serta saran perbaikan
yang diperlukan. V. Credit Committee
• Data dan informasi lain yang berkaitan dengan hasil Pembentukan Komite Kredit atau Credit Committee
pengawasan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan. (CC) bertujuan untuk membantu Direksi dalam
mengevaluasi dan/atau memberikan keputusan kredit
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 sesuai batas wewenang yang ditetapkan Direksi,
Sepanjang pelaksanaan tugas kepengurusannya di sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BCA dan
tahun 2025, CPC telah melaksanakan program kerja, dengan memperhatikan pengembangan bisnis dan
yakni memberikan rekomendasi terkait: menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent).
• Sertifikat Elektronik dan Implementasinya.
• Wewenang Memutus Kredit Sehubungan Dengan Pedoman CC
Adanya Pembidangan Direksi Terbaru Beserta Pembentukan CC berpedoman pada POJK No. 42/
Pejabat Pengganti Direksi. POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Kewajiban
Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan Perkreditan
8. Rencana Kerja CPC Tahun 2026 atau Pembiayaan Bank bagi Bank Umum, SEOJK No. 16/
CPC telah menetapkan rencana kerja untuk tahun SEOJK.014/2021 tanggal 29 Juni 2021 tentang Bentuk
2026 antara lain: dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik,
• Mengevaluasi dan merekomendasikan kebijakan serta, ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi No.
perkreditan. 176/SK/DIR/2023 tanggal 23 Oktober 2023 tentang
• Memantau penerapan kebijakan perkreditan untuk Struktur dan Piagam Credit Committee.
memastikan kepatuhan BCA terhadap kebijakan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 351
Page 354
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Cakupan yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi No. 176/SK/DIR/2023 tanggal 23 Oktober 2023 tentang Struktur
dan Piagam Credit Committee adalah sebagai berikut:
• Lingkup Organisasi
» Pengertian, Misi, Fungsi Pokok, dan Kedudukan.
» Bagan dan Susunan Organisasi Credit Committee.
• Kelengkapan Komite
» Tugas Pokok dan Wewenang.
» Pengambilan Keputusan.
Jenjang CC
Dalam melaksanakan kegiatannya, CC dikelompokkan berdasarkan kategori kredit, yakni:
1. Corporate CC.
2. Commercial CC.
1. Struktur, Keanggotaan CC, dan Status Hak Suara
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 176/SK/DIR/2023 tanggal 23 Oktober 2023 tentang Struktur dan Piagam
Credit Committee mengatur tentang struktur, keanggotaan, dan status hak suara CC yaitu sebagai berikut:
Struktur, Keanggotaan Corporate CC, dan Status Hak Suara Corporate CC
Posisi di Komite Diisi Oleh Status Hak Suara1)
Ketua (merangkap Anggota tetap) Credit Risk & Legal Director Mempunyai hak suara
Anggota tetap • President Director
• Deputy President Director 1)
• Corporate Banking & Treasury Director
• Executive Vice President yang membidangi Credit
Risk Analysis Group
• Executive Vice President yang membidangi
Corporate Finance Group 2)
• Executive Vice President yang membidangi
Treasury Division-International Banking Division 2)
• Head of Corporate Finance Group 2) Tidak mempunyai hak suara
• Head of International Banking Division 2)
Anggota tidak tetap Direktur lainnya yang memiliki wewenang memutus Mempunyai hak suara
kredit
Sekretaris (merangkap Anggota Head of Credit Risk Analysis Group Tidak mempunyai hak suara
tetap)
Keterangan:
1) Pengambilan keputusan melalui rapat dilakukan dengan mekanisme voting.
2) Sesuai topik yang dibahas.
Struktur, Keanggotaan Commercial CC, dan Status Hak Suara Commercial CC
Posisi di Komite Diisi Oleh Status Hak Suara1)
Ketua 2) (merangkap Anggota Head of Credit Risk Analysis Group, berdasarkan kesesuaian Mempunyai hak suara
Tetap) dengan eksposur kredit komersial yang ditangani
Anggota tetap • Commercial & SME Banking Director
• Credit Risk & Legal Director
• Executive Vice President yang membidangi Credit Risk
Analysis Group
• Head of Regional Office
Sekretaris (merangkap Anggota Credit Adviser Tidak mempunyai hak
tetap) suara
Keterangan:
1) Pengambilan keputusan melalui rapat dilakukan dengan mekanisme voting.
2) Pelaksanaan tugas Ketua dapat bergantian di antara Kepala Grup berdasarkan kesesuaian dengan eksposur kredit komersial yang ditangani.
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab CC
Fungsi Pokok CC
Beberapa fungsi pokok CC adalah sebagai berikut:
• Memberikan pengarahan apabila perlu melakukan analisis kredit yang lebih mendalam dan komprehensif.
• Memberikan keputusan atau rekomendasi atas rancangan keputusan kredit yang diajukan oleh pemberi
rekomendasi/pengusul yang terkait dengan:
» Debitur-debitur besar.
352 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 355
» Industri yang spesifik. mengenai kebutuhan rapat CC.
» Permintaan khusus dari Direksi. 3. Rapat CC
• Membahas permohonan kredit yang merupakan Ketentuan tentang penyelenggaraan rapat CC
keputusan Direksi yang perlu meminta adalah sebagai berikut:
persetujuan Dewan Komisaris dan risalah • Rapat CC dilaksanakan sesuai kebutuhan, paling
rapatnya dilampirkan pada saat meminta sedikit 6 (enam) kali dalam 1 (satu) tahun.
persetujuan kepada Dewan Komisaris • Rapat CC dapat dilaksanakan dan dinyatakan
(pengecualian untuk perpanjangan kredit). sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya oleh 3
• Melakukan koordinasi dengan Asset Liability (tiga) anggota yang memiliki hak suara dari sisi
Committee (ALCO) dalam hal aspek pendanaan bisnis dan analisa risiko kredit.
kredit dan penyesuaian suku bunga kredit • Rapat CC dapat dilaksanakan melalui media
korporasi. teleconference.
• Rapat CC wajib dihadiri oleh Pemantau CC.
Wewenang CC • Rapat Commercial CC dapat dilakukan baik
CC memiliki wewenang untuk memberikan di kantor pusat maupun di kantor wilayah
keputusan atau merekomendasikan rancangan setempat.
keputusan kredit yang mengacu pada ketentuan • Setiap penyelenggaraan rapat CC harus
yang mengatur tentang wewenang memutus dituangkan dalam risalah rapat.
kredit korporasi dan kredit komersial, sebagaimana
tertuang dalam Panduan Kerja Digital (PAKAR). 4. Pengambilan Keputusan
Lingkup wewenang yang dimiliki CC adalah sebagai Ketentuan tentang pengambilan keputusan oleh
berikut: CC adalah sebagai berikut:
Dari segi besarnya kewenangan: • Pengambilan keputusan kredit dapat dilakukan
CC berwenang memutus kredit sesuai dengan melalui persetujuan atas rancangan keputusan
besarnya wewenang maksimal yang ditetapkan yang diedarkan secara tertulis atau konfirmasi
untuk masing-masing jenis CC. persetujuan melalui surat elektronik (circular
• Dari segi objek keputusan kredit: memo) kepada anggota CC atau melalui rapat
» Memberikan keputusan kredit untuk kategori CC yang sah. Jika rancangan keputusan yang
korporasi dan komersial di atas nilai tertentu. diedarkan tidak disetujui oleh salah satu anggota
» Memberikan keputusan atas usulan fasilitas CC, maka sesegera mungkin Sekretaris CC
kredit. menjadwalkan kembali rapat CC.
» Menetapkan rencana pengambilalihan/ • Untuk Corporate CC, apabila keputusan kredit
p e m b e l i a n k r e d i t b a i k ya n g t e l a h yang diambil dalam rapat CC belum memenuhi
direstrukturisasi maupun yang belum ketentuan mengenai wewenang Direksi dalam
direstrukturisasi dari lembaga keuangan lain. memutus kredit, maka rancangan keputusan
kredit diedarkan untuk dimintakan persetujuan
Tugas Pokok Anggota CC Direktur lain dan/atau Dewan Komisaris.
Beberapa tugas anggota CC adalah sebagai berikut: • Pemantau dan narasumber tidak mempunyai
• Memberikan arahan jika perlu diadakan analisis hak suara dalam pengambilan keputusan kredit.
kredit yang lebih komprehensif, berhubung
informasi yang disajikan belum mencukupi untuk 5. Frekuensi Rapat CC Selama Tahun 2025
digunakan dalam pengambilan keputusan. Sepanjang tahun 2025, rapat Corporate CC
• Memberikan pertimbangan terhadap rancangan dilaksanakan sebanyak 24 kali dan rapat Commercial
keputusan kredit yang diajukan oleh pihak CC dilaksanakan sebanyak 6 kali. Pelaksanaan
pemberi rekomendasi/pengusul. rapat dan tingkat kehadiran Corporate CC dan
• Memutuskan kredit berdasarkan kemahiran Commercial CC adalah sebagai berikut:
profesional secara jujur, objektif, cermat, dan
seksama.
• Memberikan masukan kepada Sekretaris CC
Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Anggota Corporate CC Selama Tahun 2025
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
President Director (Jahja Setiaatmadja) a)
8 7 88%
President Director (Gregory Hendra Lembong) 2) b) 24 20 83%
Deputy President Director 1 (John Kosasih) 2) c) 24 12 50%
Credit Risk & Legal Director (Subur Tan) 1) 24 22 92%
Corporate Banking & Treasury Director (Rudy Susanto) 2)
24 22 92%
Compliance & Human Capital Mgmt. Director atau pejabat 24 24 100%
penggantinya (Lianawaty Suwono) 4)
Consumer Banking Director (Haryanto T. Budiman) 3) 24 1 4%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 353
Page 356
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Branch & Network Director (Frengky Chandra Kusuma) 3) 24 7 29%
Finance & Corporate Planning Director (Vera Eve Lim) 3)
24 9 38%
Executive Vice President yang membidangi Credit Risk Analysis 24 23 96%
Group
Executive Vice President yang membidangi Corporate Finance 24 20 83%
Group 2) 5)
Executive Vice President yang membidangi Treasury Division- - - -
International Banking Division 2)
Head of Credit Risk Analysis Group 2) 24 24 100%
Head of Corporate Finance Group 2) 24 24 100%
Head of International Banking Division 2) 5)
- - -
Head of Compliance Division atau Pejabat Penggantinya 4) 24 24 100%
Keterangan:
1) Ketua (Merangkap Anggota Tetap).
2) Anggota Tetap.
3) Anggota Tidak Tetap.
4) Pemantau.
5) Sesuai topik yang dibahas.
a) Menjabat sebagai Presiden Direktur hingga 1 Juni 2025.
b) Efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025, sebelumnya menjabat sebagai Deputy President Director 1.
c) Efektif menjabat sebagai Deputy President Director 1 sejak 1 Juni 2025, sebelumnya menjabat sebagai Commercial & SME Director.
Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Anggota Commercial CC Selama Tahun 2025
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Credit Risk & Legal Director (Subur Tan) 2) 6 6 100%
Deputy President Director 1 (John Kosasih) 2)
6 6 100%
Executive Vice President yang membidangi Credit Risk 6 6 100%
Analysis Group 2)
Head of Credit Risk Analysis Group 1) 6 6 100%
Head of Regional Office 2) 6 6 100%
Head of Compliance 3)
6 4 66%
Credit Adviser 2) 6 6 100%
Keterangan:
1) Ketua (Merangkap Anggota Tetap)
2) Anggota Tetap
3) Pemantau
Pelaksanaan rapat Corporate CC sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 14 Januari 2025 Dalam rapat-rapat tersebut memberikan keputusan atau rekomendasi
atas rancangan keputusan kredit korporasi yang diajukan oleh pemberi
2 4 Februari 2025
rekomendasi/pengusul.
3 27 Februari 2025
4 18 Maret 2025
5 15 April 2025
6 24 April 2025
7 6 Mei 2025
8 20 Mei 2025
9 12 Juni 2025
10 3 Juli 2025
11 22 Juli 2025
12 5 Agustus 2025
13 26 Agustus 2025
14 9 September 2025
15 16 September 2025
16 8 Oktober 2025
17 14 Oktober 2025
354 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 357
No. Tanggal Agenda
18 16 Oktober 2025
19 6 November 2025
20 11 November 2025
21 18 November 2025
22 25 November 2025
23 27 November 2025
24 9 Desember 2025
Pelaksanaan rapat Commercial CC sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 6 Februari 205 Dalam rapat-rapat tersebut memberikan keputusan atau rekomendasi
atas rancangan keputusan kredit komersial yang diajukan oleh pemberi
2 25 Maret 2025
rekomendasi/pengusul.
3 5 Mei 2025
4 27 Agustus 2025
5 24 September 2025
6 19 November 2025
6. Pelaporan Pertanggungjawaban Pedoman/Piagam (Charter)
Pertanggungjawaban CC dapat dituangkan dalam ITSC melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
risalah rapat CC, memorandum keputusan yang dengan berpedoman pada Surat Keputusan Direksi No.
diedarkan, dan laporan berkala CC. 131/SKe/DIR/2025 tanggal 16 Juli 2025 perihal Piagam
Information Technology Steering Committee (ITSC)
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 dan Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Penggunaan
Sepanjang tahun 2025, CC telah memberikan Teknologi Informasi.
keputusan atau rekomendasi atas pemberian
kredit (baru, tambahan, penurunan dan/atau Cakupan yang diatur dalam Piagam ITSC sudah
perpanjangan, dan restrukturisasi kredit umum) memenuhi Pasal 75 ayat (2) POJK Penerapan Tata Kelola
sesuai limit kewenangan, termasuk penetapan/ bagi Bank Umum antara lain:
perubahan struktur kredit. • Misi, Fungsi Pokok, dan Wewenang.
• Kedudukan, Struktur, dan Keanggotaan.
8. Rencana Kerja CC Tahun 2026 • Rapat ITSC, Pengambilan Keputusan, dan Pelaporan.
CC telah menetapkan rencana kerja untuk tahun • Mekanisme Evaluasi Kinerja dan Review Piagam.
2026 yaitu merekomendasikan dan/atau memutus
pemberian kredit (baru, tambahan, penurunan dan/ Piagam ITSC secara berkala akan dievaluasi untuk
atau perpanjangan, dan restrukturisasi) sesuai limit disesuaikan dengan peraturan dan/atau perkembangan
kewenangan, termasuk penetapan/perubahan yang berlaku minimal 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun.
struktur kredit.
1. Struktur, Keanggotaan ITSC, dan Status
VI. Information Technology Hak Suara
Steering Committee Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 131/SK/
Information Technology Steering Committee (ITSC) DIR/2025 tanggal 16 Juli 2025 perihal Piagam
dibentuk untuk memastikan penerapan sistem teknologi Information Technology Steering Committee
informasi (TI) sejalan dengan rencana strategis BCA (ITSC) dan Surat Keputusan Dewan Komisaris No.
serta meningkatkan keunggulan bersaing BCA melalui 069/SK/KOM/2025 tanggal 27 Mei 2025 perihal
pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna. ITSC Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
ditetapkan oleh BCA berdasarkan Surat Keputusan serta Kerangka Induk Organisasi PT Bank Central
Direksi No. 131/SK/DIR/2025 tanggal 16 Juli 2025 perihal Asia Tbk, struktur, keanggotaan, dan status hak
Piagam Information Technology Steering Committee suara ITSC adalah sebagai berikut:
(ITSC).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 355
Page 358
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Posisi di Komite Diisi Oleh Status Hak Suara
Ketua (merangkap Anggota) Direktur yang membawahkan fungsi Strategic Information Mempunyai hak suara
Technology
Sekretaris Head of IT Management Office Tanpa hak suara
Anggota • Direktur yang membawahkan fungsi Risk Management Mempunyai hak suara
• Direktur yang membawahkan Regional & Branch Banking
Management
• Executive Vice President Strategic Information Technology Group
(EVP TI)
• Head of Risk Management Division
• Head of Compliance Division
• Executive Vice President Operation Strategy & Development
Group (POL)
• Kepala Unit Kerja Pengguna Utama TI 1)
• Head of Internal Audit Tanpa hak suara
Keterangan:
1) Keikutsertaan dalam rapat tergantung pada topik rapat yang relevan dengan unit kerja bersangkutan.
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan • Pemantauan atas kinerja TI dan upaya
Tanggung Jawab ITSC peningkatan kinerja TI.
Fungsi Pokok ITSC • Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait TI
ITSC memiliki beberapa fungsi pokok sebagai yang tidak dapat diselesaikan oleh satuan kerja
berikut: pengguna dan penyelenggara TI secara efektif,
• Melakukan review dan merekomendasikan efisien, dan tepat waktu.
rencana strategis TI yang sejalan dengan • Kecukupan dan alokasi sumber daya terkait TI
rencana korporasi BCA. yang dimiliki BCA.
• Melakukan evaluasi secara berkala atas kinerja
TI beserta upaya peningkatan kinerjanya dalam 3. Rapat ITSC
mendukung kegiatan usaha BCA. Ketentuan mengenai pelaksanaan rapat ITSC adalah
• Memastikan efektivitas biaya investasi TI agar sebagai berikut:
memberikan nilai tambah kepada perusahaan. • Rapat ITSC dilaksanakan sesuai kebutuhan BCA,
paling sedikit 4 (empat) kali dalam 1 (satu) tahun.
Wewenang ITSC • Rapat ITSC hanya dapat dilaksanakan apabila
ITSC memiliki beberapa wewenang sebagai berikut: dihadiri oleh sedikitnya 2/3 (dua per tiga) dari
• Memberikan rekomendasi kepada Direksi atas jumlah anggota ITSC hadir dalam rapat dan
rencana strategis TI agar searah dengan rencana mempunyai hak suara.
korporasi BCA. • Rapat yang dihadiri secara non fisik dilakukan
• Memberikan rekomendasi langkah-langkah melalui media telekonferensi, video konferensi,
strategis untuk meminimalkan risiko atas atau sarana media elektronik lainnya yang harus
investasi BCA pada sektor TI. memungkinkan semua peserta rapat ITSC saling
• Memberikan rekomendasi kelayakan investasi melihat dan/atau mendengar secara langsung
pada sektor TI yang dapat memberikan serta berpartisipasi dalam rapat.
kontribusi terhadap tercapainya tujuan bisnis
bank. 4. Pengambilan Keputusan
• Memberikan rekomendasi atas perumusan Ketentuan terkait pengambilan keputusan oleh ITSC
kebijakan, standar, dan prosedur TI yang utama. adalah sebagai berikut:
• Pengambilan keputusan dalam kaitan
Tugas dan Tanggung Jawab ITSC penggunaan wewenang ITSC hanya diambil
ITSC bertanggung jawab memberikan rekomendasi melalui keputusan rapat ITSC yang sah.
antara lain terkait: • Keputusan rapat ITSC yang sah dan mengikat
• Rencana strategis TI yang sejalan dengan apabila disetujui oleh sedikitnya ½ (setengah)
rencana korporasi BCA. jumlah anggota yang hadir dan memiliki hak
• Kebijakan, standar, dan prosedur TI. suara ditambah 1 (satu) suara.
• Kesesuaian antara rencana pengembangan TI
dan rencana strategis TI. 5. Frekuensi Rapat ITSC Selama Tahun 2025
• Kesesuaian antara pelaksanaan pengembangan Sampai dengan 31 Desember 2025, ITSC telah
TI dan rencana pengembangan TI. mengadakan rapat sebanyak 4 kali dengan rincian
• Evaluasi atas efektivitas biaya TI terhadap sebagai berikut:
pencapaian manfaat yang direncanakan.
356 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 359
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Direktur yang membawahkan fungsi Strategic Information 4 4 100%
Technology (Santoso)
Direktur yang membawahkan fungsi Risk Management (Antonius 4 4 100%
Widodo Mulyono)
Direktur yang membawahkan Regional & Branch Banking 4 4 100%
Management (Frengky Chandra Kusuma)
Executive Vice President Strategic Information Technology Group 4 4 100%
(EVP TI)
Head of Risk Management Division 4 4 100%
Head of Compliance Division 4 4 100%
Executive Vice President Operation Strategy & Development 4 32) 75%
Group (POL)
Kepala Unit Kerja Pengguna Utama TI 1) 4 4 100%
Keterangan:
1) Tanpa Hak Suara
2) Hadir, diwakilkan 1 kali
Pelaksanaan rapat ITSC sampai dengan Desember 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 21 April 2025 1. Tindak Lanjut Arahan Komite
2. GSIT Performance Update
3. Update BCA Data Center
2 22 Juli 2025 1. Tindak Lanjut Arahan Komite
2. Fraud Mitigation
3. GSIT Performance Update
4. Strategic Project Update
3 3 November 2025 1. Strategic Project Update
2. GSIT Performance Update
3. Tindak Lanjut Arah Komite
4 10 Desember 2025 1. Cyber Range Exercise 2025
2. GSIT Performance Update
3. Tabletop Exercise 2025
6. Pelaporan Pertanggungjawaban • Mengevaluasi dan mengawasi:
Laporan pertanggungjawaban/realisasi kerja a) Pelaksanaan proyek strategis TI yang selaras
ITSC dapat disampaikan melalui risalah rapat ITSC dengan strategic corporate objective BCA serta
dengan ketentuan sebagai berikut: arah bisnis BCA.
• Kehadiran anggota ITSC dalam rapat memenuhi b) Pelaksanaan kepatuhan terhadap aturan regulator.
kuorum kehadiran rapat. c) Pelaksanaan Cyber Range Exercise 2025
• Hasil rapat ITSC wajib dituangkan dalam risalah d) Pelaksanaan Tabletop Exercise 2025
rapat dan didokumentasikan dengan baik. • Melakukan pengkajian dan pemantauan :
• Risalah rapat dibuat oleh Sekretaris ITSC dan a) Realisasi dan Proyeksi Budget TI tahun 2025.
ditandatangani oleh Ketua ITSC. b) Laporan availability layanan TI tahun 2025.
c) Update serangan siber dan mitigasi yang
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025 dilakukan tahun 2025.
Sampai dengan 31 Desember 2025, ITSC telah
merealisasikan program kerja antara lain: 8. Rencana Kerja ITSC 2026
• Mengevaluasi dan mengawasi inisiatif TI yang ITSC telah menetapkan rencana kerja untuk tahun 2026
dilaksanakan untuk mendukung delivery proyek- sebagai berikut:
proyek strategis TI, sebagai berikut: a. Meninjau ulang rencana strategis TI agar sejalan
a) Update data center baru, untuk menunjang dengan rencana strategis kegiatan usaha BCA.
kebutuhan infrastruktur TI BCA dalam jangka b. Meninjau ulang efektivitas langkah-langkah strategis
panjang, mencakup strategi migrasi ke data untuk meminimalkan risiko atas investasi BCA pada
center baru, serta aspek-aspek baru yang sektor TI.
berdampak positif pada availability layanan c. Meninjau ulang kelayakan investasi pada sektor
BCA. TI yang dapat memberikan kontribusi terhadap
b) Progres proyek strategis seperti: myBCA tercapainya tujuan bisnis BCA.
Bisnis, Generative AI, Fraud Mitigation, d. Meninjau sistem keamanan TI secara berkelanjutan
Private Cloud dan lainnya. untuk menjamin sistem selalu diperbarui dengan
standar keamanan terkini demi menjaga
keandalannya.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 357
Page 360
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
VII. Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian
Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian (KPKK) dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Direksi berdasarkan
Surat Keputusan Direksi No. 145/SK/DIR/2021 tanggal 28 Juli 2021 perihal Piagam Komite Pertimbangan Kasus
Kepegawaian (KPKK). Pembentukan KPKK bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang independen kepada
Direksi mengenai penyelesaian kasus yang memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan melalui penelaahan atas
kasus pelanggaran dan/atau kejahatan yang dilakukan pekerja.
Pedoman KPKK
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, KPKK berpedoman pada Surat Keputusan
No. 145/SK/DIR/2021 tanggal 28 Juli 2021 perihal Piagam Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian.
1. Struktur, Keanggotaan KPKK, dan Status Hak Suara
Struktur, keanggotaan, serta status hak suara KPKK diatur dalam Piagam KPKK, adalah sebagai berikut:
Posisi di Komite Diisi Oleh Status Hak Suara
Ketua (merangkap Head of Human Capital Management Division Mempunyai hak suara
Anggota Tetap)
Anggota Tetap • Head of Internal Audit Division
• Head of Legal Group
• Head of Operation Strategy & Development Division
Anggota Tidak Tetap Head of Branch Network Management
Sekretaris Head of Branch Office & Regional Office Audit Subdivision Tanpa hak suara
2. Fungsi Pokok, Wewenang, Tugas, dan • Pengenaan sanksi.
Tanggung Jawab KPKK • Pembenahan sistem dan prosedur operasional.
Fungsi Pokok KPKK • Pemrosesan kasus secara hukum.
KPKK memiliki beberapa fungsi pokok sebagai
berikut: Dalam hal anggota komite berhalangan, kehadirannya
• Menelaah kasus tindak pelanggaran dan/atau dapat diwakili oleh pejabat lain (satu level jabatan
kejahatan oleh pekerja yang memerlukan di bawah anggota) yang ditunjuk berdasarkan Surat
keputusan Direksi untuk tindak lanjut Penunjukan oleh anggota.
penyelesaiannya.
• Memberikan pertimbangan kepada Direksi 3. Rapat KPKK
dalam menentukan tindak lanjut penyelesaian Beberapa ketentuan mengenai pelaksanaan rapat
atas kasus pelanggaran dan/atau kejahatan KPKK adalah sebagai berikut:
tersebut, yang meliputi pengenaan sanksi, • Rapat KPKK dilaksanakan sesuai keperluan.
pembenahan sistem dan prosedur operasional, • Hak suara dimiliki oleh anggota.
serta pemrosesan kasus secara hukum jika • Pelaksanaan rapat KPKK dianggap sah apabila
diperlukan. dihadiri oleh sedikitnya 2/3 jumlah Anggota Tetap.
• Menelaah secara berkala penyelesaian
kasus pelanggaran dan/atau kejahatan yang 4. Pengambilan Keputusan
diputuskan oleh Kepala Kantor Cabang Utama, Beberapa ketentuan terkait keputusan dan
Kepala Kantor Wilayah, dan Kepala Divisi/ pengambilan keputusan rapat oleh KPKK adalah
pejabat setara unit kerja kantor pusat. sebagai berikut:
• Memberikan saran dan pengarahan ( jika • Pengambilan keputusan dalam kaitan penggunaan
diperlukan) kepada kantor cabang, wilayah, dan wewenang KPKK hanya diambil melalui keputusan
divisi/unit kerja kantor pusat dalam menangani rapat KPKK yang sah.
kasus pelanggaran dan/atau kejahatan. • Keputusan rapat KPKK dapat berupa:
» Satu rekomendasi kepada Direksi yang
Wewenang KPKK disepakati bersama oleh segenap anggota;
KPKK memiliki wewenang untuk memberikan usulan/ atau
rekomendasi kepada Direksi tentang penyelesaian » Lebih dari satu rekomendasi (apabila tidak
kasus pelanggaran dan/atau kejahatan yang dicapai kesepakatan bersama).
dilakukan oleh pekerja.
5. Frekuensi Rapat KPKK Selama Tahun
Tugas dan Tanggung Jawab KPKK 2025
Tugas pokok anggota KPKK yang memiliki hak suara Sampai dengan 31 Desember 2025, KPKK telah
adalah memberikan masukan berupa informasi, analisa, mengadakan rapat sebanyak 15 kali dengan rincian
dan pertimbangan pada rapat untuk membuat usulan/ tanggal dan kehadiran anggota KPKK sebagai
rekomendasi KPKK mengenai: berikut:
358 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 361
Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Head of Human Capital Management Division 15 15 100%
Head of Internal Audit Division 1)
15 15 100%
Head of Legal Group1) 15 13 87%
Head of Operation Strategy & Development Division1) 15 10 67%
Head of Branch Network Management2) 15 13 87%
Keterangan:
1) Anggota Tetap.
2) Anggota Tidak Tetap.
Pelaksanaan rapat KPKK sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1. 14 Januari 2025 Pemberian rekomendasi/usulan kepada Direksi terkait pemberian sanksi
kepada karyawan atas beberapa kasus pelanggaran yang pemberian
2. 20 Januari 2025
sanksinya memerlukan keputusan Direksi (kewenangan Direksi).
3. 17 Februari 2025
4. 19 Maret 2025
5. 14 April 2025
6. 28 April 2025
7. 21 Mei 2025
8. 18 Juni 2025
9. 14 Juli 2025
10. 29 Juli 2025
11. 1 September 2025
12. 15 September 2025
13. 13 Oktober 2025
14. 12 November 2025
15. 3 Desember 2025
6. Pelaporan Pertanggungjawaban
Laporan pertanggungjawaban realisasi kerja KPKK dapat disampaikan melalui:
• Risalah rapat rutin KPKK.
• Risalah rapat khusus KPKK yang diadakan untuk membahas hal tertentu.
7. Realisasi Program Kerja Tahun 2025
KPKK telah merealisasikan program kerja yang mencakup pemberian masukan berupa informasi, analisis, dan
pertimbangan untuk membuat rekomendasi kepada Direksi atas beberapa kasus tindak pelanggaran yang
dilakukan oleh pekerja yang memerlukan keputusan Direksi untuk tindak lanjut penyelesaiannya berupa pengenaan
sanksi dan/atau pembenahan sistem dan prosedur operasional dan/atau pemrosesan kasus secara hukum.
8. Rencana Kerja KPKK Tahun 2026
KPKK akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan masukan berupa informasi, analisa,
dan pertimbangan pada rapat untuk membuat usulan/rekomendasi terkait kasus kepegawaian yang terjadi di
tahun 2026.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 359
Page 362
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan BCA menjalankan tugas dan tanggung jawab antara lain:
1. Memelihara citra positif dan melindungi kepentingan BCA;
2. Memastikan bahwa BCA telah menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik;
3. Membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan;
4. Mendukung penyelenggaraan usaha BCA oleh manajemen;
5. Menjalankan tugas kesekretariatan; serta
6. Memastikan kepatuhan BCA terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
Struktur dan Kedudukan Sekretaris Perusahaan
1 Januari – 31 Mei 2025
Dalam periode 1 Januari 2025 - 31 Mei 2025, fungsi dan peran Sekretaris Perusahaan BCA dijalankan oleh Executive
Vice President (EVP) yang membawahi Grup Riset Ekonomi dan Industri, Grup Environment Sustainability Governance
(ESG), Grup Investor Relations (IVR), Grup Accounting (ACT), dan Grup Tax (TAX) berdasarkan Surat Keputusan Direksi
No.149/SK/DIR/2022 tanggal 27 September 2022. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direktur
Perencanaan dan Keuangan.
Gambar 1: Posisi Sekretaris Perusahaan pada struktur organisasi
RUPS
DIREKSI
CFO OFFICE
DIREKTUR KEUANGAN
DIREKTUR LAINNYA
& PERENCANAAN
EXECUTIVE VICE PRESIDENT
(SEKRETARIS PERUSAHAAN)
DIVISI GROUP
UNIT KERJA RISET EKONOMI GROUP
KANTOR CORPORATE ENVIRONMENT GROUP
KANTOR PUSAT PERBANKAN INVESTOR GROUP TAX
WILAYAH STRATEGY & SUSTAINABILITY ACCOUNTING
LAINNYA DAN INDUSTRI RELATIONS
PLANNING GOVERNANCE
1 Juni - 31 Desember 2025
Per 1 Juni 2025 terdapat perubahan struktur organisasi dimana , fungsi dan peran Sekretaris Perusahaan BCA dijalankan
oleh Head of Corporate Secretary – Investor Relations & ESG Division yang membawahi Subdivisi Investor Relation dan
Subdivisi Environmental, Social & Governance, berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.092/SK/DIR/2025 tanggal 15
Mei 2025. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Perencanaan dan Keuangan.
360 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 363
Gambar 2: Posisi Sekretaris Perusahaan pada struktur organisasi
Gambar 1: Posisi CVG Division pada struktur organisasi BCA
GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS
BOARD OF DIRECTORS
CFO OFFICE
FINANCE & CORPORATE
OTHER DIRECTORS
PLANNING DIRECTOR
CORPORATE
CORPORATE ECONOMIC SECRETARY
REGIONAL OFFICE TAX &
OTHER UNITS STRATEGY & & INDUSTRY – INVESTOR
MANAGEMENT ACCOUNTING
PLANNING RESEARCH RELATIONS & ESG
DIVISION
Dasar Hukum dan Profil Sekretaris Perusahaan
1 Januari – 31 Mei 2025
Sekretaris Perusahaan BCA dijabat oleh Raymon Yonarto sejak 1 September 2019-31 Mei 2025, berdasarkan Surat
Keputusan No. 2271/SK/HCM-KP/A/2019 tanggal 1 September 2019. Pengangkatan tersebut juga telah dilaporkan
kepada OJK melalui Surat No. 489/DIR/2019 tanggal 3 September 2019 sebagai pemenuhan atas POJK No. 35/
POJK.04/2014 dan dilakukan keterbukaan informasi kepada publik melalui e-reporting OJK, IDX, dan situs web BCA
pada tanggal yang sama.
1 Juni - 31 Desember 2025
I Ketut Alam Wangsawijaya menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan BCA sejak 1 Juni 2025 hingga saat ini. Pengangkatan
tersebut juga telah dilaporkan kepada OJK melalui Surat No.0700/DIR/2025 tanggal 28 Mei 2025 sebagai pemenuhan
atas POJK No. 35/POJK.04/2014 dan dilakukan keterbukaan informasi kepada publik melalui e-reporting OJK, IDX,
dan situs web BCA pada tanggal yang sama.
Profil, jabatan, dasar hukum penunjukan, pengalaman kerja, dan riwayat pendidikan Sekretaris Perusahaan BCA dapat
dilihat pada Profil Perusahaan halaman 61 Laporan Tahunan ini.
Program Pengembangan Kompetensi dan Pelatihan
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas, Sekretaris Perusahaan telah mengikuti beberapa program pengembangan
kompetensi dan pelatihan baik secara online maupun offline sepanjang tahun 2025, antara lain sebagai berikut:
Raymon Yonarto
No Program Pelatihan/Workshop Penyelenggara Tanggal Lokasi
1 Asia Forum 2025 Jefferies 18-19 Maret Hong Kong, Hong Kong
2 Mergers and Acquisitions The University of Chicago Booth 31 Maret - 4 April Chicago, Amerika Serikat
I Ketut Alam Wangsawijaya
1 BofA ASEAN Financials Forum 2025 BofA Securities 24 Juni Virtual
2 Citi's 2025 ASEAN C-Suite Citigroup Securities 27-28 Agustus Singapura, Singapura
Corporate Day
3 J.P. Morgan Indonesia Forum J.P. Morgan 3 September Jakarta, Indonesia
4 The 3rd OJK International Research OJK 6-7 Oktober Yogyakarta, Indonesia
Forum (IRF) 2025
5 CGSI 4th Regional Financials Virtual CGSI 2-3 Desember Virtual
Conference 2025
6 Strategic Thinking for Leader BTS (Bisnis Transformasi Solusi 8-9 Desember Bogor, Indonesia
Indonesia)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 361
Page 364
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Fungsi Sekretaris Perusahaan d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi
Fungsi Sekretaris Perusahaan BCA mengacu pada Pasal 5 dan/atau Dewan Komisaris; dan
POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan e. Pelaksanaan program orientasi terhadap BCA bagi
Emiten atau Perusahaan Publik, Pedoman Tata Kelola BCA anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
dan Surat Keputusan Direksi No.092/SK/DIR/2025 tanggal baru.
15 Mei 2025, antara lain: 4. Sebagai penghubung komunikasi yang baik antara
1. Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya BCA dengan pihak internal maupun eksternal BCA
peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang seperti pemegang saham BCA, OJK, dan pemangku
pasar modal; kepentingan lainnya;
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan 5. Menyediakan dan menatausahakan daftar khusus
Komisaris untuk mematuhi ketentuan peraturan kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan
perundang-undangan di bidang pasar modal; Komisaris;
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam 6. Menyediakan Daftar Pemegang Saham (DPS) per bulan
pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi: dan DPS per recording date untuk aksi korporasi BCA;
a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, 7. Bertanggung jawab dalam penyelenggaraan RUPS
termasuk ketersediaan informasi pada situs web BCA dan aksi korporasi lainnya yang diselenggarakan
BCA; oleh BCA;
b. Penyampaian laporan kepada OJK tepat waktu; 8. Membangun, mengelola citra perusahaan serta
c. Penyelenggaraan dan dokumentasi RUPS; bertanggung jawab atas fungsi hubungan investor,
kesekretariatan perusahaan & GCG terintegrasi, serta
keuangan berkelanjutan.
Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan Pada Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, Sekretaris Perusahaan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain sebagai
berikut:
No. Perihal Keterangan
1. Implementasi a. Mengoordinasikan pembagian dividen final tahun buku 2024 dan dividen interim tahun buku
ketentuan pasar 2025.
modal, bursa efek, b. Mengoordinasikan penyusunan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan
dan ketentuan c. Menyelenggarakan Black Out Period bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
lainnya d. Menyelenggarakan Public Expose Live tanggal 11 September 2025.
e. Menyelenggarakan Analyst Meeting tahun 2025 antara lain:
• Tanggal 23 Januari 2025 (posisi Triwulan IV - 2024).
• Tanggal 23 April 2025 (posisi Triwulan I - 2025).
• Tanggal 30 Juli 2025 (posisi Semester I -2025).
• Tanggal 20 Oktober 2025 (posisi Triwulan III -2025).
f. Melakukan Self-Assessment Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Semester I dan Semester II
tahun 2025.
g. Melakukan Self-Assessment Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi Semester I dan Semester II
tahun 2025.
2. Mengikuti sosialisasi a. Sosialisasi APOLO Laporan Insidental Perbankan.
atau perkembangan b. Sosialisasi POJK No. 9 Tahun 2025 tentang Dematerialisasi Efek Bersifat Ekuitas dan Pengelolaan
ketentuan terbaru Aset Yang Tidak Diklaim Di Pasar Modal.
khususnya peraturan c. Sosialisasi Pelaporan atas Implementasi POJK No. 4 Tahun 2024 dan SEOJK No. 10/
yang berlaku di SEOJK.04/2025 tentang Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham
bidang pasar modal Perusahaan Terbuka Dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
d. Sosialisasi Laporan Insidental BU, BUS, UUS Confirmation.
e. Sosialisasi POJK No. 45 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Emiten dan
Perusahaan Publik.
f. Sosialisasi Rancangan POJK tentang Pelaporan Bank Umum melalui Sistem Pelaporan OJK.
g. Sosialisasi POJK Transparansi dan Publikasi Laporan Bank.
h. Sosialisasi SEOJK No. 14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
i. Sosialisasi POJK No. 30 Tahun 2024 tentang Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan
3. Memberikan a. Memberi masukan/mengkaji transaksi afiliasi BCA.
masukan/opini untuk b. Memastikan pelaksanaan rapat dan pelatihan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
mematuhi peraturan c. Memberi masukan dan mengoordinasikan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).
perundang- d. Menindaklanjuti pemenuhan kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
undangan di bidang e. Melakukan review dan berkoordinasi dengan unit kerja terkait dalam penyusunan beberapa
pasar modal kebijakan antara lain piagam Komite Dewan Komisaris, piagam Komite Direksi, kebijakan
pengelolaan informasi website, kebijakan transaksi afiliasi, dan kebijakan Penyesuaian Prosedur
Penyampaian Laporan Data Penjaminan Simpanan Berbasis Nasabah.
362 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 365
No. Perihal Keterangan
4. Menyempurnakan a. Menyelenggarakan mapping tata kelola terintegrasi dalam konglomerasi keuangan BCA setiap
implementasi tata semester di tahun 2025.
kelola berdasarkan b. Melakukan focus group discussion dengan Perusahaan Anak setiap triwulan untuk membahas
peraturan/ketentuan implementasi terkait ESG antara lain cyber security dan data security, review pelaporan GCG
hukum yang berlaku dan update regulasi ESG di Indonesia terkait dengan LJK, dan penyelesaian sengketa pajak.
5. Keterbukaan a. Melakukan review dan menyempurnakan situs web BCA bagian Tata Kelola, Hubungan Investor
informasi kepada dan Keberlanjutan secara berkala (dengan mempertimbangkan UU Pelindungan Data Pribadi).
masyarakat, b. Menyediakan laporan keterbukaan informasi/berita investor baik kepada investor maupun
termasuk masyarakat. Laporan tersebut dapat diakses pada situs web BCA:
ketersediaan https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/hubungan-investor/berita-investor.
informasi pada Situs c. Menyediakan laporan BCA pada situs web BCA di antaranya:
web Emiten atau 1) Laporan Tahunan
Perusahaan Publik (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/hubungan-investor/laporan-presentasi/laporan-tahunan);
2) Laporan Keuangan Bulanan, Kuartal dan Tahunan
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/hubungan-investor/laporan-presentasi/laporan-keuangan);
3) Laporan Tata Kelola Perusahaan
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/laporan-acgs);
4) Laporan Tata Kelola Terintegrasi
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/laporan-acgs);
5) Laporan Keberlanjutan dan/atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/keberlanjutan/laporan-keberlanjutan).
d. Mengungkapkan Rencana Aksi (Recovery Plan) yang dapat diakses pada situs web BCA:
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg)
e. Mengelola penyelenggaraan penyertaan modal kepada perusahaan anak sebagaimana yang
telah disampaikan pada situs web BCA:
https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/hubungan-investor/berita-investor
f. Menyediakan Laporan Transaksi Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi melalui situs
web Bursa Efek Indonesia.
6. Penyampaian a. Menyampaikan Laporan Keuangan Audited.
laporan kepada OJK b. Menyampaikan laporan atau korespondensi terkait penyelenggaraan tata kelola dan pemenuhan
secara tepat waktu ketentuan pasar modal kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia antara lain namun tidak terbatas
pada laporan transaksi afiliasi, laporan bulanan registrasi pemegang efek, serta laporan
kepemilikan saham Dewan Komisaris dan Direksi sebagaimana diuraikan dalam bagian Akses
Informasi – Laporan Tahunan ini.
c. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik setiap tahun kepada OJK.
d. Menyampaikan Laporan atau korespondensi terkait penyelenggaraan tata kelola terintegrasi
kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia sebagaimana diuraikan dalam bagian Akses Informasi –
Laporan Tahunan ini.
e. Menyampaikan laporan lainnya terkait ketentuan pasar modal dan bursa efek.
7. Penyelenggaraan a. Menyelenggarakan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 pada tanggal 12 Maret 2025.
dan dokumentasi b. Mendokumentasikan data RUPS Tahunan BCA yang terdiri atas pengumuman, pemanggilan dan
Rapat Umum hasil keputusan RUPS Tahunan dengan baik antara lain melalui:
Pemegang Saham 1) Situs web BCA yang dapat diakses pada https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-
(RUPS) kelola/aksi-korporasi.
2) Data softcopy dan hardcopy dokumentasi dikelola oleh Biro Corporate Secretary &
Integrated GCG - Subdivisi Environmental, Social & Governance untuk dilakukan pendataan.
8. Penyelenggaraan Membuat notulensi dan menatausahakan risalah rapat Direksi dan/atau risalah rapat Dewan
dan dokumentasi Komisaris.
rapat Direksi
dan/atau Dewan
Komisaris
9. Penyelenggaraan a. Menyelenggarakan sosialisasi GCG principles.
sarana komunikasi b. Melakukan sosialisasi/edukasi terkait ESG melalui sarana komunikasi internal antara lain melalui
dan penyediaan sarana sharing session dengan cabang, TV plasma, portal internal, serta dalam pertemuan atau
event internal rapat dengan unit kerja.
10. Mengelola materi a. Memutakhirkan informasi pada bagian Tata Kelola Perusahaan, Hubungan Investor, dan ESG.
komunikasi BCA b. Mengelola dan melakukan pengkinian informasi dalam situs web BCA sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
c. Melakukan koordinasi dengan tim Humas untuk mempersiapkan materi siaran pers terkait dengan
kinerja dan perkembangan BCA. Laporan siaran pers 2025 diuraikan pada situs web BCA serta
Bagian Akses Informasi dan Data Perusahaan pada Laporan Tahunan ini.
d. Melakukan kegiatan roadshow, seminar, meeting dengan investor luar negeri.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 363
Page 366
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Laporan Keterbukaan Informasi 2. Aktivitas Hubungan Investor
Sepanjang tahun 2025, Sekretaris Perusahaan telah Investor Relations menjalankan fungsi komunikasi
menyampaikan berbagai informasi terkait BCA kepada dengan investor, calon investor, analis, komunitas
masyarakat baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa keuangan dan pasar modal agar mereka mendapatkan
Inggris melalui media massa, situs web BCA, dan situs pandangan yang tepat dan akurat mengenai kinerja,
web BEI. Sekretaris Perusahaan juga telah menyampaikan prospek usaha maupun informasi relevan yang
Laporan secara berkala maupun insidentil kepada, OJK diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Pasar Modal dan/atau OJK Pengawas Bank, BEI dan situs
e-reporting IDXnet dan SPEOJK. Laporan Keterbukaan BCA menyelenggarakan analyst meeting setiap
Informasi tersebut dapat dilihat pada bagian Akses triwulan dan public expose setiap 1 (satu) tahun sekali
Informasi dan Data Perusahaan halaman 399 pada Laporan untuk memaparkan hasil kinerja BCA selama satu
Tahunan ini. tahun. BCA aktif menghadiri conference baik virtual
maupun offline dan non-deal road show, kegiatan
FUNGSI HUBUNGAN INVESTOR yang diselenggarakan oleh perusahaan sekuritas
yang mempertemukan BCA dengan para investor
1. Tugas Pokok Hubungan Investor atau calon investor baik domestik maupun asing. BCA
Peran Hubungan Investor yaitu mewakili dan/atau juga senantiasa menjaga relasi dengan berbagai jenis
mendampingi Direksi dalam berhubungan dengan investor maupun calon investor baik retail maupun
komunitas investor dan komunitas pasar modal, dimana institusi.
tugas utamanya meliputi:
• Menyiapkan dan mengimplementasikan strategi Pada tahun 2025, pertemuan dengan analis dan investor
komunikasi. diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara daring
• Melakukan update kepada seluruh stakeholders maupun fisik. Secara total, aktivitas Hubungan Investor
termasuk investor (institusi maupun ritel), fund naik sebesar 0,96% secara YoY mencapai 417 (empat
manager dan analis terkait kinerja keuangan, ratus tujuh belas) pada tahun 2025. Dalam rangka
strategi dan pencapaian usaha. mempererat relasi khususnya dengan investor ritel,
• Menyampaikan informasi penting lainnya terkait Hubungan Investor bekerja sama dengan beberapa
aktivitas perseroan (corporate action) secara perusahaan asset management dan perusahaan
proporsional, akurat, tepat waktu, dan sesuai sekuritas untuk melaksanakan acara talkshow seputar
ketentuan hukum yang berlaku. investasi/update dinamika pasar yang telah diadakan
• Menjaga hubungan dengan komunitas keuangan sebanyak 2 (dua) kali selama 2025.
baik analis, investor, dan pihak eksternal lainnya
yang relevan. Hubungan Investor BCA juga berpartisipasi dalam acara
• Memonitor, menganalisa, dan melakukan riset Medan Investor Meeting & Connectivity 2025 yang
secara berkala terhadap perkembangan industri diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia pada
perbankan, industri keuangan, perkembangan tanggal 25 Juli 2025, bertujuan untuk mempromosikan
saham BCA, pasar modal (equity market) sebagai Perusahaan Tercatat sebagai pilihan investasi dan
masukan, pandangan dan rekomendasi kepada sebagai bentuk engagement activity dengan para
Direksi, Dewan Komisaris, unit kerja bisnis, investor. Peserta yang hadir dalam acara tersebut
perusahaan anak dan divisi lainnya. sebanyak 58 (lima puluh delapan) peserta yang terdiri
• Berpartisipasi dalam kegiatan road show & dari investor individual dan institusi (Dana Pensiun).
conference dan menyelenggarakan analyst
Statistik Aktivitas Hubungan Investor BCA
meeting & paparan kinerja, company visit serta tahun 2025 dan 2024
conference call untuk mempererat hubungan
2025 2024
dengan stakeholders.
• Menyampaikan update informasi di situs web Analyst Meeting dan Public 5 5
Expose1)
dan materi komunikasi lainnya untuk kepentingan
investor, serta mendukung penyusunan Laporan Investor & Analyst Calls & 274 267
Virtual & In-Person Meetings
Tahunan perseroan. (dalam dan luar negeri)2)
• Mengupayakan perolehan corporate ratings pada
Kunjungan Investor3) 138 141
level yang baik agar BCA mampu menjaga financial
reputation dan credibility dalam mengakses pasar Total 417 413
modal dan wholesale financial markets. Keterangan:
1) Paparan hasil kinerja keuangan dan non keuangan bagi investor,
• Mendukung dan/atau bekerja sama dengan divisi analyst, dan rekan-rekan media
lain terkait kegiatan aksi korporasi. 2) Pertemuan BCA dengan investor lokal/luar negeri serta analyst untuk
melakukan update kinerja dan strategi BCA, termasuk kepada retail
investors
3) Fasilitas yang diberikan oleh BCA bagi investor lokal/luar negeri untuk
melakukan pertemuan secara fisik dengan Direksi/Manajemen BCA
364 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 367
Sebanyak 994 (sembilan ratus sembilan puluh empat) partisipan hadir dalam konferensi, investor call dan meeting
baik daring maupun fisik, dengan komposisi berdasarkan asal negara sebagai berikut:
Hong Kong 13% Lainnya 17%
Amerika Serikat 9%
UK 15%
Indonesia 24%
Singapura 22%
Keterangan:
Lainnya berasal dari: Malaysia, Australia, India, Jepang, Thailand, China, Kanada, Switzerland,
Denmark, Uni Emirat Arab, Irlandia, Taiwan, Perancis, Finlandia, Swedia, Belanda, Afrika Selatan,
Belgia, Norwegia, Jerman.
Frekuensi Aktivitas Hubungan Investor Setiap Bulan pada Tahun 2025
53
48
41 43
39
38 35
33 32
27
20
8
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
Rata-rata frekuensi aktivitas Investor Relations pada tahun 2025 adalah 35 (tiga puluh lima) aktivitas per bulan.
Kontak Hubungan Investor
Hubungan Investor BCA dapat dihubungi melalui:
PT Bank Central Asia Tbk
Menara BCA Grand Indonesia Lt.20
Jl. M.H. Thamrin No.1, Jakarta
Tel. : +62 21 235 88000
E-mail : investor_relations@bca.co.id
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 365
Page 368
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
DIVISI AUDIT INTERNAL
Divisi Audit Internal (DAI) dibentuk untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam menciptakan, melindungi, dan
mempertahankan nilai BCA dengan memberikan assurance, advis (advice), wawasan (insight), dan pandangan ke
depan (foresight) yang independen, berbasis risiko, dan objektif, serta berperan sebagai mitra strategis manajemen
dalam membangun BCA sebagai lembaga perbankan yang sehat dan unggul. Pelaksanaan fungsi audit dilakukan DAI
dengan tujuan untuk menilai kecukupan dan efektivitas proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal
BCA serta berpedoman pada POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Internal pada Bank Umum
dan International Professional Practices Framework yang ditetapkan oleh The Institute of Internal Auditors sebagai
standar profesional audit intern.
Dalam melaksanakan peran sebagai lini ketiga, DAI secara berkelanjutan melakukan koordinasi dan komunikasi
dengan unit kerja/fungsi lini lainnya untuk berkolaborasi dalam menciptakan dan menjaga value yang selaras dengan
kepentingan stakeholders.
1. Struktur dan Kedudukan Divisi Audit Internal
Divisi Audit Internal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan objektif dengan dipimpin
oleh Kepala Divisi yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur dan dapat berkomunikasi secara
langsung dengan Dewan Komisaris serta Komite Audit. Kepala DAI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden
Direktur setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Audit
serta dilaporkan kepada OJK.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)
PRESIDEN DIREKTUR DEWAN KOMISARIS
DIREKTUR
WAKIL PRESIDEN KEPATUHAN DAN
DIREKTUR KOMITE AUDIT
DIREKTUR SUMBER DAYA
MANUSIA
DIREKTUR
DIVISI AUDIT
INTERNAL
SUB-DIVISI AUDIT SUB-DIVISI AUDIT PENGENDALIAN
SUB-DIVISI AUDIT
KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG MUTU DAN BIRO CREDIT
TEKNOLOGI
PERUSAHAAN DAN KANTOR PENGEMBANGAN REVIEW
INFORMASI
ANAK* WILAYAH AUDIT
Keterangan:
Jalur Pelaporan
Jalur Komunikasi
* Termasuk fungsi Audit Intern Terintegrasi
366 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 369
2. Profil Kepala Divisi Audit Internal
Keterangan Riwayat Jabatan Pendidikan dan Kualifikasi
Kepala Divisi Audit Internal adalah • Kepala Divisi Audit Internal • Sarjana Teknik Sipil dari Universitas
Bapak Leo Ariston sejak tahun (2024-sekarang) Katolik Parahyangan pada tahun 1996
2024, berdasarkan Surat Keputusan • Senior Vice President Subdivisi Audit
Pengangkatan Karyawan No. 0572/SK/ Teknologi Informasi (2017-2023)
HCM-KP/A/2024 tanggal 01 Februari • Senior Vice President Subdivisi Audit
2024. Kantor Cabang & Wilayah (2016-2017)
• Vice President Subdivisi Audit Kantor
Cabang & Wilayah (2011-2016)
Tabel pengembangan Kepala Divisi Audit Internal
No. Program Pengembangan Lembaga Penyelenggara Tanggal
1 Risk & Governance Summit 2025 Otoritas Jasa Keuangan 19 Agustus 2025
2 Indonesia Knowledge Forum XIV 2025 Bank Central Asia 28-29 Oktober 2025
3 The State of Artificial Intelligence ISACA 9 Desember 2025
3. Piagam Audit Internal DAI memiliki wewenang:
Dalam melaksanakan fungsinya, DAI berpedoman a. Kepala DAI diberi kebebasan dalam menetapkan
pada Piagam Audit Internal yang merupakan kerangka metodologi audit yang dilakukan sesuai dengan
acuan dalam melaksanakan tugas dan memuat tentang profesi dan standar audit intern.
misi, kedudukan dalam organisasi, independensi b. Mengakses seluruh data, personil, properti, dan
dan objektivitas, kewenangan, serta ruang lingkup sumber daya dari Perusahaan dan Perusahaan
pekerjaan. Piagam Audit Internal terakhir dikinikan Anak yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan
berdasarkan Surat Keputusan Direksi nomor 0192/ tanggung jawabnya.
SK/DIR/2024 tanggal 19 November 2024 dan telah c. Melakukan komunikasi secara langsung dengan
mendapat persetujuan Presiden Direktur dan Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit.
Komisaris, dengan mempertimbangkan rekomendasi d. Kepala DAI dapat menyelenggarakan rapat secara
Komite Audit. Penyusunan Piagam Audit Internal berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan
berpedoman pada POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Komisaris, dan Komite Audit.
Penerapan Fungsi Audit Internal pada Bank Umum dan e. Bekerja sama dan melakukan koordinasi dengan
International Professional Practices Framework yang Fungsi Audit intern Perusahaan Anak dan jika
ditetapkan oleh The Institute of Internal Auditors. diperlukan dapat berkomunikasi dengan Dewan
Komisaris pada Perusahaan Anak dalam rangka
4. Independensi & Objektivitas penerapan fungsi audit internal terintegrasi.
Kedudukan DAI independen terhadap satuan kerja f. Melakukan koordinasi kegiatan dengan auditor
operasional atau risk taking unit, dimana DAI tidak ekstern.
memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk g. Mengikuti rapat BCA yang bersifat strategis tanpa
melaksanakan kegiatan operasional di BCA dan memiliki hak suara.
Perusahaan Anak.
5. Standar Pelaksanaan Audit
Setiap auditor wajib membuat pernyataan tidak memiliki dan Pengendalian Mutu
hubungan keluarga/finansial/kepentingan lain terhadap Standar pelaksanaan fungsi audit oleh DAI berpedoman
objek audit dan/atau pihak yang akan diperiksa (auditee) kepada standar profesional audit intern, antara lain:
yang dapat memengaruhi objektivitas pemeriksaan. • POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan
Selama tahun 2025, DAI telah melaksanakan kegiatan Fungsi Audit Intern pada Bank Umum
audit secara independen dimana tidak terdapat • POJK No. 11/POJK.03/2022 tentang
benturan kepentingan, pembatasan cakupan dan Penyelenggaraan Teknologi informasi oleh Bank
akses terhadap data, personel/properti, serta sumber Umum
daya yang dapat memengaruhi independensi dan • POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata
objektivitas pelaksanaan audit. Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan
• International Professional Practices Framework
Rencana audit tahunan dan alokasi anggaran DAI telah yang ditetapkan The Institute of Internal Auditors
disetujui oleh Presiden Direktur dan Dewan Komisaris • Information Technology Audit Framework (ITAF)
dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite yang ditetapkan oleh Information System Audit
Audit. and Control Association (ISACA), sebagai acuan
best practices.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 367
Page 370
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Metodologi yang digunakan dalam penerapan fungsi 7. Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
audit adalah audit berbasis risiko (risk-based audit), Dalam melaksanakan fungsinya, tugas dan tanggung
mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan jawab Audit Internal antara lain:
pelaporan serta pemantauan tindak lanjut perbaikan. 1. Membantu tugas Presiden Direktur dan Dewan
Sejalan dengan perkembangan teknologi, DAI terus Komisaris dalam pengambilan keputusan dan
melakukan pengembangan pemanfaatan data, tools, melakukan pengawasan dengan cara menjabarkan
dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan secara operasional baik perencanaan, pelaksanaan,
efisiensi pelaksanaan audit, meningkatkan nilai tambah, maupun pemantauan hasil audit.
menyediakan early warning system bagi manajemen, 2. Menilai kecukupan dan efektivitas proses tata
serta mendeteksi indikasi terjadinya fraud, antara lain kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal
dengan implementasi Continuous Auditing, Robotic perusahaan.
Process Automation, Predictive Analytic Tools, dan 3. Mengevaluasi efektivitas penggunaan sumber daya
Machine Learning. dan anggaran.
4. Memberikan rekomendasi perbaikan dan informasi
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan audit, DAI yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada
telah menggunakan Audit Management System yang semua tingkatan manajemen.
terintegrasi mulai dari perencanaan audit, pelaksanaan 5. Berperan sebagai advisor bagi pihak internal
proses audit, hingga pemantauan tindak lanjut perusahaan yang membutuhkan, terutama yang
perbaikan yang dapat dipantau melalui dashboard. menyangkut ruang lingkup tugasnya.
6. Melakukan koordinasi dengan unit kerja yang
DAI memiliki unit Pengendalian Mutu dan Pengembangan melakukan fungsi pengendalian lain.
Audit yang bertugas antara lain memastikan kesesuaian 7. Melakukan fungsi audit internal terintegrasi.
dengan standar dan kode etik yang telah ditetapkan. Kaji
ulang oleh pihak eksternal yang merupakan bagian dari Fungsi Audit internal Terintegrasi dilaksanakan oleh DAI
pengendalian mutu yang independen telah dilakukan dengan berpedoman pada POJK No. 18/POJK.03/2014
setiap 3 (tiga) tahun sekali, terakhir dilaksanakan pada perihal Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi
tahun 2023 untuk periode pemeriksaan 1 Juli 2020 - 30 Konglomerasi Keuangan. Pelaksanaan audit internal
Juni 2023 dengan kesimpulan “generally conform” dan terintegrasi secara garis besar mencakup:
telah dilaporkan oleh BCA kepada OJK pada bulan • Pemantauan atas penerapan fungsi satuan kerja
Agustus 2023. audit internal di Perusahaan Anak dan pemberian
rekomendasi yang menjadi nilai tambah.
6. Etik dan Profesionalisme • Pemeriksaan/audit atas Perusahaan Anak.
Dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, • Dukungan pengembangan fungsi audit internal
auditor internal dituntut untuk patuh terhadap kode etik Perusahaan Anak.
dan profesionalisme auditor sebagai dasar pedoman
pemikiran, sikap dan perilaku dalam bekerja. Kode DAI telah menyampaikan laporan audit internal
etik dan profesionalisme auditor mengacu kepada terintegrasi kepada Dewan Komisaris, Komite Audit,
International Professional Practices Framework (IPPF)- dan Direksi setiap semester dan DAI turut hadir di dalam
The Institute of Internal Auditors (IIA), yang terdiri dari: setiap rapat Komite Tata Kelola Terintegrasi.
1. Mendemonstrasikan Integritas
Auditor internal mendemonstrasikan integritas 8. Komposisi Auditor dan
dalam pekerjaan dan perilaku mereka. Pengembangan Kompetensi
2. Mempertahankan Objektivitas Dalam melaksanakan fungsinya, Audit Internal didukung
Auditor internal mempertahankan sikap tidak oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki
memihak dan tidak bias ketika melakukan jasa audit kualifikasi yang memadai.
internal dan mengambil keputusan.
3. Mendemonstrasikan Kompetensi Berikut komposisi auditor internal BCA per 31 Desember
Auditor internal menerapkan pengetahuan, 2025:
keterampilan, dan kemampuan untuk memenuhi
peran dan tanggung jawabnya dengan baik. Jumlah Auditor
Jabatan
4. Menerapkan Kecermatan Profesional
Auditor internal menerapkan kecermatan Executive Vice President 1
profesional dalam merencanakan dan melaksanakan Senior Vice President 4
jasa audit internal. Vice President 16
5. Menjaga Kerahasiaan Assistant Vice President 36
Auditor internal menggunakan dan melindungi
Audit Officer 34
informasi dengan tepat.
Associate Audit Officer 50
Assistant Audit Officer 75
Untuk menjaga kepercayaan stakeholders, seluruh
auditor internal wajib membuat pernyataan kepatuhan Total 216
terhadap etik dan profesionalisme auditor setiap tahun.
368 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 371
Auditor internal BCA telah diikutsertakan dalam 1. Kegiatan Treasury.
berbagai program sertifikasi profesi dengan jumlah 2. Proses penanganan pengaduan serta operasional
sertifikasi yang dimiliki hingga per 31 Desember 2025: EDC.
3. Keandalan aplikasi yang menunjang operasional
Sertifikasi Jumlah1) bank, seperti aplikasi Mobile Banking & Kartu Kredit.
4. Keamanan Informasi dan Ketahanan Siber serta
CIA (Certified Internal Auditor) 2
Pelindungan Data Pribadi.
CISA (Certified Information Security Auditor) 6
5. Melakukan review kualitas kredit dan penyelamatan
CBIA level Auditor 53 kredit.
CBIA level Supervisor 53 6. Penerapan Manajemen Risiko.
IT Auditor 15 7. Meningkatkan cakupan pemeriksaan melalui
SMR Jenjang Kualifikasi 4 15 continuous auditing dan data analytic.
SMR Jenjang Kualifikasi 5 38
8. Meningkatkan fungsi audit internal terintegrasi.
SMR Jenjang Kualifikasi 6 2
Selama tahun 2025, DAI telah melakukan pertemuan
CFE (Certified Fraud Examiner) 3
dengan Presiden Direktur sebanyak 8 (delapan) kali,
ERMCP (Enterprise Risk Management 5 pertemuan dengan Komite Audit sebanyak 8 (delapan)
Certified Professional)
kali dan pertemuan dengan Dewan Komisaris sebanyak
ERMAP (Enterprise Risk Management 1
Associate Professional)
2 (dua) kali.
CGI (Certificate in General Insurance) 4
10.Kegiatan Advisori Divisi Audit
CLI (Certificate in Life Insurance) 1
Internal Tahun 2025
CA (Chartered Accountant) 1 Selama tahun 2025, DAI melakukan kegiatan advisori
Computer Hacking Forensic Investigator 2 terkait proses tata kelola, manajemen risiko, dan
(CHFI)
pengendalian Internal yang meliputi berbagai
Offensive Security Certified Professional 1 aspek seperti melakukan independent review, post
(OSCP)
Implementation review, memfasilitasi diskusi mengenai
COBIT 2019 Foundation Certificate 2
risiko dan kontrol, dan lain-lain.
Cybersecurity Audit 1
1) 1 auditor dapat memiliki lebih dari 1 sertifikasi Pada kegiatan advisori, audit memberikan advis tanpa
memberikan asuransi atau mengambil tanggung jawab
DAI melakukan skill assessment secara periodik untuk manajemen untuk menjaga objektivitas.
mengidentifikasi serta memetakan kompetensi
yang diperlukan oleh auditor dan hasilnya digunakan 11. Fokus Kegiatan Audit tahun 2026
sebagai dasar dalam melakukan pengembangan Fokus pemeriksaan audit tahun 2026 sesuai hasil risk
kompetensi auditor secara berkelanjutan (termasuk assessment terutama terkait risiko kredit, operasional,
memenuhi kebutuhan auditor spesialis). Pengembangan risiko pasar, dan risiko likuiditas, antara lain:
kompetensi dilakukan secara berkesinambungan baik 1. Keandalan aplikasi yang menunjang operasional
dengan cara memberikan pelatihan internal maupun bank, seperti Deposit & Loan System serta
eksternal. Auditor internal juga diberikan kesempatan Application Programming Interface (API)
untuk mengikuti seminar untuk menambah wawasan 2. Third Party Management, untuk menilai efektivitas
mengenai perkembangan bisnis, teknologi informasi, manajemen risiko atas pihak ketiga.
dan teknik audit. 3. Pemeriksaan terkait Sistem informasi, antara
lain: Enterprise Security serta Identity & Access
DAI juga mengikutsertakan Auditor internal dalam Management
berbagai perhimpunan profesi terkait audit, antara 4. Kegiatan Treasury dalam Transaksi Pasar Uang dan
lain The Institute of Internal Auditors (IIA), Information Valuta Asing
Systems Audit and Control Association (ISACA), Ikatan 5. Melakukan review kualitas kredit berikut cadangan
Auditor Internal Bank (IAIB), Ikatan Akuntan Indonesia kerugian penurunan nilainya.
(IAI), dan Association of Fraud Examiners (ACFE). 6. Pemantauan terhadap kegiatan konglomerasi
keuangan.
9. Pelaksanaan Tugas Divisi Audit 7. Penerapan atas Penerapan Program Anti Pencucian
Internal Tahun 2025 Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan
Pada tahun 2025, DAI telah melaksanakan audit Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
terhadap Kantor Cabang, Kantor Wilayah, Divisi/Unit Pemusnah Massal.
Kerja Kantor Pusat, dan Perusahaan Anak serta proses 8. Meningkatkan cakupan pemeriksaan melalui
bisnis sesuai dengan Rencana Audit Tahunan yang continuous auditing.
ditetapkan berdasarkan hasil risk assessment yang
dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan
berbagai faktor risiko terkini. Fokus pelaksanaan audit
tahun 2025, antara lain:
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 369
Page 372
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
AKUNTAN PUBLIK (AUDIT EKSTERNAL) a. Dokumen penunjukan AP dan/atau KAP antara lain
Ringkasan Risalah RUPS atau Risalah RUPS, Perjanjian
Dalam rangka memenuhi penerapan fungsi audit Kerja antara BCA dengan KAP.
eksternal sesuai dengan POJK No. 9 Tahun 2023 tentang b. Rekomendasi Komite Audit dan pertimbangan
Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan yang digunakan dalam memberikan rekomendasi
Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan dan SE OJK No.18/ penunjukan AP dan/atau KAP.
SEOJK.03/2023 tentang Tata Cara Penggunaan Jasa c. Hasil penilaian oleh AP terhadap pemenuhan
Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan pembatasan penggunaan jasa audit, dan masa jeda
Jasa Keuangan, maka: yang diberlakukan.
1. BCA menggunakan jasa Akuntan Publik (AP) dan/
atau Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melaksanakan Dengan mempertimbangkan usulan Dewan Komisaris dan
audit informasi keuangan historis tahunan berdasarkan memperhatikan rekomendasi Komite Audit serta peraturan
perjanjian kerja sama dengan KAP yang mencantumkan perundang-undangan yang berlaku, RUPS Tahunan pada
ruang lingkup audit. tanggal 12 Maret 2025 telah memutuskan hal-hal sebagai
2. AP dan/atau KAP yang ditunjuk adalah AP dan/atau KAP berikut:
yang terdaftar aktif di OJK dan memiliki kompetensi I. Menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis, Jumadi,
sesuai dengan kompleksitas usaha BCA. Rianto & Rekan (firma anggota dari jaringan global PwC),
3. Penggunaan jasa audit dari AP yang sama dibatasi dan sebagai Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas
paling lama untuk periode audit selama 7 (tujuh) tahun Jasa Keuangan untuk mengaudit atau memeriksa buku
kumulatif terhitung sejak tahun buku 2017. BCA dapat dan catatan BCA untuk tahun buku yang berakhir pada
menggunakan kembali jasa audit informasi keuangan tanggal 31 Desember 2025.
historis tahunan dari AP yang sama setelah masa jeda II. Menunjuk Bapak Eddy Rintis yang merupakan Akuntan
(cooling off period) 5 (lima) tahun buku pelaporan Publik yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik
berturut-turut. (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota dari
4. Penunjukan AP dan/atau KAP yang akan memberikan jaringan global PwC), dan merupakan Akuntan Publik
jasa audit atas informasi keuangan historis tahunan Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk mengaudit
wajib diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham atau memeriksa buku dan catatan BCA untuk tahun
(RUPS) dengan mempertimbangkan usulan Dewan buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Komisaris. Usulan dimaksud wajib memperhatikan III. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan
rekomendasi Komite Audit. Dalam hal RUPS tidak Komisaris untuk:
dapat memutuskan penunjukan tersebut, maka RUPS 1. Menunjuk Kantor Akuntan Publik pengganti, dalam hal
dapat mendelegasikan kewenangan dimaksud kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto &
Dewan Komisaris, disertai penjelasan mengenai alasan Rekan (firma anggota dari jaringan global PwC),karena
pelimpahan kewenangan dan kriteria atau batasan AP/ sebab apa pun tidak dapat menyelesaikan audit atau
KAP yang dapat ditunjuk. pemeriksaan buku dan catatan BCA untuk tahun buku
5. Dalam menyusun rekomendasi, Komite Audit yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025;
mempertimbangkan: 2. Menunjuk Akuntan Publik pengganti yang terdaftar di
a. Independensi AP, KAP, dan Orang Dalam KAP; Otoritas Jasa Keuangan dalam hal Bapak Eddy Rintis
b. Ruang lingkup audit; karena sebab apa pun tidak dapat menyelesaikan
c. Imbalan jasa audit; audit atau pemeriksaan buku dan catatan BCA untuk
d. Keahlian dan pengalaman AP, KAP, dan Tim Audit tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
dari KAP; 2025; dan
e. Metodologi, teknik, dan sarana audit yang digunakan 3. Melakukan hal-hal lain yang diperlukan sehubungan
KAP; dengan penunjukan dan/atau penggantian Kantor
f. Manfaat sudut pandang baru yang akan diperoleh Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik Terdaftar
melalui penggantian AP, KAP, dan Tim Audit dari di Otoritas Jasa Keuangan, termasuk tetapi tidak
KAP; terbatas pada menetapkan besarnya honorarium
g. Potensi risiko atas penggunaan jasa audit oleh KAP dan syarat lainnya sehubungan dengan penunjukan
yang sama secara berturut-turut untuk kurun waktu tersebut;
yang cukup panjang; dan
h. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pemberian jasa Nama AP
audit atas informasi keuangan historis tahunan oleh Eddy Rintis
AP dan KAP pada periode sebelumnya.
6. BCA melaporkan penunjukan AP dan/atau KAP dalam Nama KAP
rangka audit atas informasi keuangan historis tahunan KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
dengan menggunakan formulir yang terdapat pada firma anggota jaringan global PwC
lampiran SE OJK No.18/SEOJK.03/2023 tentang Tata WTC 3, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31, Jakarta 12920,
Cara Penggunaan Jasa AP dan KAP dalam Kegiatan Indonesia
Jasa Keuangan, dengan melampirkan: Tel. (62-21) 5099 2901, 3119 2901
Fax. (62-21) 5290 5555, 5290 5050
370 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 373
Periode Penugasan a. Kesesuaian pelaksanaan audit oleh AP dan/atau
1 Januari 2025 s/d 31 Desember 2025 KAP dengan standar audit yang berlaku;
b. Kecukupan waktu pekerjaan lapangan;
Pada tahun 2025, penunjukkan AP Eddy Rintis merupakan c. Pengkajian cakupan jasa yang diberikan dan
penugasan tahun ke-1 dan Kantor Akuntan Publik (KAP) kecukupan uji petik; dan
Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota dari jaringan d. Rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh AP
global PwC), untuk penugasan periode ke-9. dan/atau KAP.
Selama tahun 2025, tidak terdapat mantan anggota Direksi, Laporan hasil evaluasi Komite Audit disampaikan
jajaran manajerial, maupun pekerja BCA yang menjadi oleh Direksi BCA dengan menggunakan formulir yang
auditor eksternal BCA. terdapat pada lampiran SE OJK No.18/SEOJK.03/2023
tentang Tata Cara Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan
Atas penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan
Rianto & Rekan (firma anggota dari jaringan global PwC), dan ditandatangani oleh Komite Audit pada tanggal 4
BCA telah menyampaikan laporan kepada OJK melalui Februari 2025.
Surat Direksi No. 0985A/DIR/2025 tanggal 10 Juli 2025.
Hal ini telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam 2. Hubungan antara Bank, Akuntan
POJK No. 9 Tahun 2023 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik, dan Otoritas Jasa Keuangan
Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Dalam pelaksanaan audit, BCA senantiasa melakukan
Keuangan dan SE OJK No.18/SEOJK.13/2023 tentang Tata komunikasi dengan auditor eksternal terkait rencana
Cara Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan pelaksanaan audit, progress audit dan isu-isu penting
Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan. lainnya untuk mendukung kelancaran proses audit.
Laporan hasil audit disampaikan kepada OJK sesuai
Setiap tahun BCA menyampaikan laporan publikasi tahunan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
yang disertai dengan Surat Komentar (Management Letter)
atas audit laporan keuangan tahunan kepada OJK paling 3. Biaya Audit Tahun 2025
lambat 4 (empat) bulan setelah akhir tahun buku. Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto &
Rekan (firma anggota dari jaringan global PwC), ditunjuk
1. Efektivitas Pelaksanaan Audit Eksternal sebagai auditor BCA dan beberapa Perusahaan Anak
Komite Audit melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan BCA untuk melakukan audit atas laporan keuangan
pemberian jasa audit atas informasi keuangan historis untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
tahunan oleh AP dan/atau KAP yang paling sedikit Desember 2025, dengan perincian imbalan jasa yang
mencakup: dibebankan kepada masing-masing Perusahaan Anak
sesuai pada tabel di bawah ini:
No. Perusahaan Jasa yang Dilakukan pada Tahun 2025 Nilai Imbalan1)
1 PT Bank Central Asia Tbk Audit Rp9.364.066.000,00
2 PT BCA Finance Audit Rp1.200.000.000,00
3 PT BCA Sekuritas Audit Rp400.000.000,00
AUP Rekonsiliasi Buku Pembantu Efek2) Rp50.000.000,00
NAAE MKBD 2)
Rp65.000.000,00
Catatan:
1) Belum termasuk PPN.
2) Termasuk dalam biaya audit.
Berdasarkan ketentuan pengungkapan IESBA (International Ethics Standards Board for Accountants).
4. Jasa Selain Audit yang Diberikan oleh KAP/AP
Pada 2025, PwC Indonesia juga memberikan jasa selain audit kepada BCA sebagai berikut:
No. Jasa yang Dilakukan pada Tahun 2025 Nilai Imbalan1)
1 Kustodian AUP (Agreed Upon Procedures) 2)
Rp51.250.000,00
2 AUP VoNB Sharing for AIA (AUP for AIA, BCA sebagai pihak terinformasi) Rp185.000.000,00
Catatan:
1) Belum termasuk PPN.
2) Termasuk dalam biaya audit.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 371
Page 374
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
5. Historis KAP dan AP yang melakukan Audit
Informasi-informasi mengenai KAP dan AP yang melakukan audit BCA sejak tahun 2017 adalah sebagai berikut:
Tahun KAP AP
2025 KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) Eddy Rintis
2024 KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC, M. Jusuf Wibisana
sebelumnya bernama KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan)
2023 Lucy Luciana Suhenda
2022 Jimmy Pangestu
2021 Jimmy Pangestu
2020 Jimmy Pangestu
2019 Lucy Luciana Suhenda
2018 Lucy Luciana Suhenda
2017 Lucy Luciana Suhenda
FUNGSI KEPATUHAN
Dalam menjalankan fungsi kepatuhan sebagaimana diatur dalam POJK No. 46/POJK.03/2017 tentang Pelaksanaan
Fungsi Kepatuhan Bank Umum, BCA telah membentuk Compliance Division (DCP) yang berada di bawah Direktur
Kepatuhan sebagai unit kerja yang independen dan bebas pengaruh dari unit kerja lainnya. Selain itu, sebagai Entitas
Utama dalam Konglomerasi Keuangan BCA serta dalam rangka menerapkan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi
Keuangan, BCA telah menambahkan Fungsi Kepatuhan Terintegrasi dalam struktur organisasi DCP.
1. Struktur Organisasi DCP
Struktur organisasi DCP ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 247/SK/DIR/2022 tanggal 28 Desember
2022. DCP dipimpin oleh Head of Compliance Division yang pengangkatannya telah dilaporkan kepada OJK. DCP
bertanggung jawab langsung kepada Direktur Kepatuhan. Penunjukan dan pengangkatan Direktur Kepatuhan telah
memenuhi persyaratan yang berlaku dan dilaksanakan melalui proses sebagaimana ditentukan oleh OJK.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)
DEWAN KOMISARIS DIREKSI
DIREKTUR LAINNYA DIREKTUR KEPATUHAN
Unit Kerja Kantor
Kantor Wilayah Compliance Division
Pusat Lainnya
2. Tanggung Jawab DCP
Tanggung jawab DCP adalah sebagai berikut:
• Memantau tingkat kepatuhan BCA dalam memenuhi ketentuan OJK, BI, PPATK, maupun regulator lainnya. Hal ini
juga termasuk memastikan bahwa kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur, serta kegiatan usaha BCA telah
sesuai dengan ketentuan regulator.
• Mengoordinasikan Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM), termasuk di dalamnya bertanggung
jawab untuk melakukan penilaian risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
(TPPT), dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM) sesuai ketentuan dari regulator.
• Melaksanakan fungsi pengendalian Gratifikasi di lingkungan BCA.
372 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 375
3. Fungsi Kepatuhan Terintegrasi » kepatuhan terhadap pelepasan kredit
Dalam rangka penerapan Tata Kelola Terintegrasi sesuai korporasi, dan
dengan POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan » dokumen dalam rangka rencana penyertaan
Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, modal,
BCA sebagai Entitas Utama dalam Konglomerasi • melakukan uji kepatuhan terhadap pelaksanaan
Keuangan BCA juga telah menambahkan fungsi ketentuan di Kantor Cabang dan Kantor Wilayah,
kepatuhan terintegrasi dalam struktur organisasi DCP. bekerja sama dengan Pengawas Internal Cabang
Tugas utama fungsi kepatuhan terintegrasi dalam DCP dan Pengawas Internal Kantor Wilayah,
adalah memantau dan mengevaluasi pelaksanaan fungsi • melakukan pemantauan terhadap tingkat
kepatuhan dan tingkat kepatuhan pada masing-masing kepatuhan atas ketentuan regulator yang
Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam Konglomerasi berlaku terkait prinsip prudential banking, yaitu:
Keuangan BCA, termasuk penerapan Program APU, » Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
PPT, dan PPPSPM. (KPMM),
» Giro Wajib Minimum (GWM),
Dalam rangka memastikan pelaksanaan fungsi » Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM),
kepatuhan BCA, Direksi dan Dewan Komisaris juga telah » Posisi Devisa Neto (PDN),
melakukan pengawasan secara aktif dalam bentuk » Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK),
antara lain persetujuan atas kebijakan dan prosedur, » Non-Performing Loan (NPL),
pelaporan secara periodik, permintaan penjelasan, » Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM),
dan melalui pertemuan. » Liquidity Coverage Ratio (LCR),
» Net Stable Funding Ratio (NSFR),
4. Pelaksanaan Kerja Fungsi » Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial
Kepatuhan Selama Tahun 2025 (RPIM),
Selama tahun 2025, DCP telah menjalankan fungsinya • melakukan pemantauan terhadap pengenaan
sebagai berikut: sanksi/denda dari regulator,
a. Mendorong terciptanya budaya kepatuhan, yaitu: • melakukan penilaian risiko kepatuhan dan
• menyosialisasikan/menginformasikan ketentuan menyusun Laporan Profil Risiko Kepatuhan
baru dari regulator kepada Direksi, Dewan setiap triwulan, dalam rangka mengelola risiko
Komisaris, dan unit kerja, kepatuhan,
• menyediakan informasi peraturan OJK, BI, • menyusun Laporan Triwulanan Pemantauan
PPATK, dan peraturan perundangan lainnya Kepatuhan yang disampaikan kepada Direksi
dalam situs portal BCA yang dapat diakses oleh dan Dewan Komisaris,
unit kerja, • melakukan koordinasi dengan unit kerja dalam
• mengikutsertakan sumber daya manusia di DCP rangka penilaian Tingkat Kesehatan Bank
dalam berbagai pelatihan, seminar sosialisasi berbasis risiko,
peraturan dari regulator, serta sertifikasi • melakukan kolaborasi bersama Subdivisi
manajemen risiko, termasuk aktif berpartisipasi Environmental Social & Governance terkait
dalam kelompok kerja Forum Komunikasi penerapan Tata Kelola BCA dan Tata Kelola
Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP), Terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan BCA,
• melaksanakan fungsi konsultatif terkait dengan • melakukan pemanfaatan teknologi informasi
penerapan peraturan yang berlaku melalui atau yang dikenal dengan istilah Regulatory
pemberian saran/tanggapan atas pertanyaan- Technology (RegTech), untuk meningkatkan
pertanyaan dari unit kerja atau cabang. efisiensi dan efektivitas dalam proses
b. Memastikan kebijakan, ketentuan, sistem, dan pengelolaan ketentuan regulator, serta memiliki
prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh database ketentuan regulator yang terkini.
BCA telah sesuai dengan ketentuan, antara lain: c. Memastikan kepatuhan BCA terhadap komitmen
• mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang dibuat kepada regulator, antara lain:
kepatuhan, • memantau komitmen BCA kepada OJK, BI, dan
• melakukan gap analysis, menganalisis dampak regulator lainnya bersama dengan DAI,
ketentuan baru terhadap operasional BCA, dan • memantau dan menindaklanjuti permintaan
mengusulkan penyesuaian manual, kebijakan, informasi/data oleh OJK, BI, dan regulator
dan prosedur internal, lainnya dalam rangka pengawasan Bank.
• menyusun Compliance Matrix Diary sebagai d. Melaksanakan fungsi pengendalian gratifikasi,
sarana pemantauan untuk menjaga komitmen antara lain:
terhadap kewajiban pelaporan kepada regulator, • m e r u m u s k a n ke b i j a k a n d a n p ro se d u r
• melakukan review dan memberikan pendapat pengendalian gratifikasi,
untuk memastikan kesesuaiannya dengan • mengoordinasikan kegiatan sosialisasi atas
ketentuan regulator yang berlaku atas: ketentuan pengendalian gratifikasi kepada
» rencana produk dan aktivitas baru, seluruh Insan BCA dan pemangku kepentingan,
» rancangan ketentuan internal yang akan • menerima dan mengadministrasikan laporan
diterbitkan, gratifikasi dari Insan BCA,
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 373
Page 376
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
•
menyampaikan laporan pelaksanaan • melakukan koordinasi dengan unit kerja dalam
pengendalian gratifikasi kepada Direksi secara rangka penilaian Tingkat Kesehatan Bank
berkala, sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun Konsolidasi berbasis risiko,
sekali. • melakukan review dan memberikan pendapat
• Pemaparan atas Kebijakan Anti Korupsi dan untuk memastikan kesesuaiannya dengan
Pengendalian Gratifikasi terdapat pada halaman ketentuan regulator, terkait rencana Sinergi
385 dalam Laporan Tahunan ini. Kerja Sama BCA dengan Perusahaan Anak,
e. Memantau dan mengevaluasi fungsi kepatuhan • melakukan koordinasi dengan PIC Kepatuhan
baik secara terintegrasi dan pada masing-masing Perusahaan Anak dalam rangka penyusunan
Perusahaan Anak dalam Konglomerasi Keuangan Profil Risiko Kepatuhan Terintegrasi setiap
BCA, antara lain: semester,
• menyusun Laporan Kepatuhan Terintegrasi • melakukan komunikasi dengan Perusahaan
yang disampaikan kepada Direksi dan Dewan Anak dalam ruang lingkup pelaksanaan fungsi
Komisaris, kepatuhan.
5. Indikator Kepatuhan Tahun 2025
Indikator kepatuhan tahun 2025 sebagai bentuk komitmen dan tingkat kepatuhan BCA terhadap ketentuan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, adalah sebagai berikut:
Tabel Indikator Kepatuhan Tahun 2025
No. Indikator Kepatuhan Ketentuan yang Berlaku Pencapaian BCA Keterangan
1 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Min. 14% s.d <15% 29,76% Telah sesuai
dengan ketentuan
yang berlaku
2 Non-Performing Loan (NPL) Net Maks. 5% 0,67%
3 Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Maks. 10% dari total 5,46%
modal
4 Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah Min. 4,6% 5,61%
5 Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) Min. 4% 33,54%
6 Giro Wajib Minimum (GWM) Valuta Asing Min. 4% 4,27%
7 Posisi Devisa Neto (PDN) Maks. 20% 0,08%
8 Liquidity Coverage Ratio (LCR) Min. 100% 310,8%
9 Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) 84% - 94% 78,79% Sesuai dengan
Keterangan RIM
di bawah ini1)
10 Giro RIM Min. sesuai ketentuan 1,00% Sesuai dengan
Keterangan RIM
di bawah ini1)
11 Net Stable Funding Ratio (NSFR) Min. 100% 158,77% Telah sesuai
dengan ketentuan
12 Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Min. 21,75% 22,75%
yang berlaku
(RPIM)
Keterangan:
1) RIM Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) BCA Desember 2025 lebih kecil dari batas bawah RIM Target yang ditetapkan BI sebesar 84% dalam PADG
No. No. 23 Tahun 2025 tanggal 20 Oktober 2025 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi Bank Umum
Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, sehingga BCA wajib membentuk Giro RIM dalam Rupiah sebesar perhitungan antara Parameter
Disinsentif Bawah dengan selisih RIM BCA dan RIM Target terhadap DPK Rupiah.
Berdasarkan PADG No. 23 Tahun 2025 tanggal 20 Oktober 2025 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi
Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, Parameter Disinsentif Bawah terkait pemenuhan RIM untuk Bank dengan kondisi RIM
<84%, NPL <5% dan KPMM >19% ditetapkan sebesar 0,15.
6. Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
BCA berkomitmen untuk melaksanakan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM) sesuai dengan POJK No. 8 Tahun 2023 tentang
Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
Pemusnah Massal di Sektor Jasa Keuangan. Aktivitas terkait Penerapan Program APU, PPT, dan PPPSPM selama tahun 2025
adalah sebagai berikut:
• melaporkan secara berkala pelaksanaan program APU, PPT, dan PPPSPM kepada Direksi dan Dewan Komisaris,
• memantau transaksi keuangan mencurigakan dengan menggunakan aplikasi STIM (Suspicious Transaction Identification
Model) yang berbasis web, serta melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem dengan menggunakan teknologi
terkini dan pembaharuan parameter untuk dapat mendeteksi transaksi mencurigakan,
• mengoordinasikan pelaksanaan pengkinian data nasabah melalui penyusunan rencana, pemantauan realisasi dan
pelaporan kepada regulator,
374 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 377
• melakukan screening data nasabah dan transaksi • meningkatkan pemahaman terkait APU, PPT,
terhadap watchlist yang diterbitkan oleh otoritas dan PPPSPM secara berkesinambungan dengan
yang berwenang antara lain Daftar Terduga Teroris mengadakan pelatihan dan sosialisasi melalui
dan Organisasi Teroris (DTTOT), Daftar Pendanaan classroom training, online training, e-learning,
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (DPPSPM), The dan virtual/hybrid event maupun dalam forum
Office of Foreign Assets Control (OFAC) List, United internal seperti Rapat Koordinasi Wilayah dan Rapat
Nations (UN) List, dan European Union (EU) List, dan The Koordinasi Kepala Operasional Cabang dan Service
Office of Financial Sanctions Implementation (OFSI) List, Operations Forum,
termasuk pada saat terjadi perubahan daftar watchlist • melakukan pengembangan materi maupun sarana
tersebut, pelatihan Penerapan APU, PPT, dan PPPSPM,
• melakukan identifikasi dan penilaian risiko Tindak • melakukan review dan memberikan pendapat atas
Pidana Pencucian Uang (TPPU), Tindak Pidana rencana produk dan aktivitas baru serta rancangan
Pendanaan Terorisme (TPPT) dan Pendanaan ketentuan internal yang akan diterbitkan, untuk
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM) memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan APU,
dengan pendekatan berbasis risiko (Risk Based PPT, dan PPPSPM yang berlaku,
Approach) dengan memperhatikan faktor-faktor • mengikuti kegiatan yang diselenggarakan regulator,
terkait nasabah, negara atau area geografis, produk antara lain, pelaksanaan:
dan jasa serta jaringan distribusi, a. Financial Integrity Rating (FIR) PPATK tahun 2025,
• melakukan uji kepatuhan atas penerapan APU, PPT, b. Pilot Penilaian Indeks Efektivitas Kinerja Rezim
dan PPPSPM di Kantor Cabang bekerja sama dengan APU PPT Tahun 2025,
Pengawas Internal Cabang, c. Penilaian National Risk Assessment (NRA) TPPU,
• melaporkan transaksi keuangan mencurigakan, TPPT dan PPSPM tahun 2025,
transaksi keuangan tunai, dan transaksi keuangan d. Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko)
transfer dana dari dan ke luar negeri, serta PPATK terkait Tindak Pidana Siber Tahun 2025.
penyampaian data melalui Sistem Informasi
Pengguna Jasa Terpadu (SIPESAT) dan Sistem SISTEM MANAJEMEN RISIKO
Informasi Terduga Pendanaan Terorisme (SIPENDAR)
kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi BCA memiliki sistem manajemen risiko dan sistem
Keuangan (PPATK), pengendalian internal secara efektif yang disesuaikan
dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran, dan kompleksitas
kegiatan usaha BCA. Dewan Komisaris dan Direksi BCA
bertanggung jawab atas penerapan manajemen risiko
dan sistem pengendalian internal di BCA dan Perusahaan
Anak secara terintegrasi.
Dalam penerapan manajemen risiko, BCA berpedoman pada ketentuan regulator, dan international best practices.
Struktur Organisasi Manajemen Risiko
Risk Management
Business
Operational Risk Credit Risk Market Risk Enterprise Risk Cyber Security
Continuity & Crisis
Management Management Management Management Risk Management
Management
Gambaran Umum Sistem Manajemen Risiko
Dalam rangka pengelolaan risiko, BCA telah mengimplementasikan Kerangka Sistem Manajemen Risiko (Risk Management
Framework) secara terpadu. Kerangka tersebut digunakan sebagai sarana dalam penetapan strategi, organisasi,
kebijakan dan prosedur, serta infrastruktur manajemen risiko untuk memastikan seluruh risiko yang dihadapi BCA dapat
diidentifikasi, diukur, dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan dengan benar.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 375
Page 378
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Kerangka Sistem Manajemen Risiko
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)
Direksi Dewan Komisaris
Risk Management Direktur Manajemen Audit Internal Komite Komite
Committee Risiko (Terintegrasi) (Terintegrasi) Tata Kelola Pemantau
Terintegrasi Risiko
Integrated Risk Cakupan penerapan Manajemen Corporate-Wide
Management Committee Risiko Terintegrasi mengacu Risk Management
kepada peraturan regulator
antara lain namun tidak terbatas • Manajemen
pada: Risiko
• POJK No.17/POJK.03/2014 (Terintegrasi)
• POJK No.18/POJK.03/2014 • Kepatuhan
• POJK No.26/POJK.03/2015 (Terintegrasi) Panduan
• POJK No.18/POJK.03/2016 • Tata Kelola Kebijakan
• POJK No. 30 Tahun 2024 (Terintegrasi) Dasar
• SEOJK No.14/SEOJK/03/2015 • Permodalan
• SEOJK No.34/SEOJK/03/2016 (Terintegrasi)
Monitoring
Perusahaan
• Risk Anak
Management
Division
• Corporate
Strategy
& Planning Laporan
Division
• Environment
Social
Governance
Subdivision
Kerangka penerapan manajemen risiko BCA dan Adapun jenis risiko yang dihadapi oleh BCA baik secara
Terintegrasi menggambarkan kerangka kerja dan proses individu maupun terintegrasi terdiri dari:
manajemen risiko yang memiliki keterkaitan dan hubungan • Risiko Kredit
timbal balik, baik antara Dewan Komisaris, Direksi, Komite- • Risiko Pasar
komite penunjang di bawah Dewan Komisaris dan Direksi, • Risiko Likuiditas
antar unit kerja di BCA maupun dengan Perusahaan Anak. • Risiko Operasional
• Risiko Hukum
Penerapan manajemen risiko BCA mencakup: • Risiko Reputasi
• Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi • Risiko Stratejik
• Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko, • Risiko Kepatuhan
serta Penetapan Limit Risiko • Risiko Transaksi Intra-grup
• Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, • Risiko Asuransi
Pemantauan dan Pengendalian Risiko, serta Sistem
Informasi Manajemen Risiko Dalam rangka memitigasi risiko untuk mendukung
• Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh penerapan manajemen risiko di BCA, pengelolaan untuk
setiap jenis risiko selengkapnya disajikan pada halaman 98
Implementasi penerapan manajemen risiko BCA bagian Tinjauan Pendukung Bisnis pada Laporan Tahunan ini.
selengkapnya disajikan pada halaman 95 bagian Tinjauan
Pendukung Bisnis pada Laporan Tahunan ini. Tinjauan/Hasil Review atas Efektivitas Sistem
Manajemen Risiko
Jenis Risiko dan Pengelolaannya Berdasarkan hasil penilaian sendiri (self-assessment), pada
Mengacu pada POJK No. 18/POJK.03/2016 tentang tahun 2025 peringkat profil risiko BCA secara individu
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, BCA maupun secara terintegrasi dengan Perusahaan Anak
mengelola 8 (delapan) jenis risiko dan sesuai POJK adalah “low to moderate”.
No. 17/POJK.03/2014 tentang Penerapan Manajemen
Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, terdapat Peringkat profil risiko tersebut merupakan hasil penilaian
penambahan 2 (dua) jenis risiko yang harus dikelola BCA dari 10 (sepuluh) jenis risiko dengan peringkat tingkat risiko
selaku Entitas Utama Konglomerasi Keuangan BCA (KK sebagai berikut:
BCA), yaitu: • Risiko yang memiliki peringkat tingkat risiko “low”
adalah Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Hukum dan
Risiko Transaksi Intra-Grup.
376 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 379
• Risiko yang memiliki peringkat tingkat risiko “low to SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
moderate” adalah Risiko Kredit, Risiko Operasional, (INTERNAL CONTROL)
Risiko Reputasi, Risiko Stratejik, Risiko Kepatuhan dan
Risiko Asuransi. Sistem pengendalian internal merupakan suatu mekanisme
pengawasan yang ditetapkan oleh manajemen BCA secara
Peringkat profil risiko “low to moderate” ini dapat tercapai berkesinambungan (ongoing basis) yang disesuaikan
karena BCA dan Perusahaan Anak telah menerapkan proses dengan tujuan, ukuran, dan kompleksitas kegiatan usaha
manajemen risiko secara cukup efektif dan efisien pada BCA. Penerapan sistem pengendalian internal BCA
seluruh aktivitasnya. berpedoman kepada SE OJK No.35/SEOJK.03/2017
• Tren risiko inheren BCA dan terintegrasi adalah stabil tanggal 7 Juli 2017 tentang Pedoman Standar Sistem
karena diperkirakan tidak akan terjadi perubahan risiko Pengendalian Intern bagi Bank Umum.
inheren yang signifikan.
Kondisi makro ekonomi pada periode mendatang Tujuan penerapan sistem pengendalian internal yang
diperkirakan tidak berdampak buruk bagi BCA. Hal efektif yaitu untuk memastikan:
tersebut juga didukung oleh sinergi dan koordinasi 1. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk serta kebijakan/ketentuan internal yang berlaku.
mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi 2. tersedianya informasi keuangan dan manajemen yang
sesuai dengan kapasitas perekonomian nasional. lengkap, akurat, tepat guna, dan tepat waktu yang
Sejalan dengan kondisi tersebut, KK BCA terus berupaya diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan yang
untuk memaksimalkan performa bisnis dan pencapaian tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
kinerja dengan tetap mengelola risiko pada seluruh 3. efisiensi dan efektivitas dari kegiatan usaha BCA.
kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian. 4. efektivitas budaya risiko/risk culture pada organisasi
• Kualitas penerapan manajemen risiko terintegrasi akan BCA secara menyeluruh.
tetap kuat. Hal ini disebabkan karena KK BCA telah
menetapkan Integrated Risk Management Framework Kerangka Sistem Pengendalian Internal
yang terdiri dari strategi, organisasi, kebijakan dan BCA menerapkan kerangka three lines model untuk
prosedur, serta infrastruktur manajemen risiko dan mendukung terciptanya manajemen risiko dan tata kelola
secara terus menerus melakukan kaji ulang atas yang handal. Penerapan prinsip three lines model pada
pengelolaan manajemen risiko di semua aktivitasnya BCA adalah sebagai berikut:
untuk memastikan bahwa seluruh risiko yang dihadapi 1. Lini Pertama
KK BCA dapat diidentifikasi, diukur, dipantau, Lini pertama bertanggung jawab dalam penyediaan
dikendalikan,dan dilaporkan dengan benar. produk dan jasa kepada customer termasuk
pengelolaan risiko terkait.
Kebijakan manajemen risiko BCA dan Perusahaan Anak 2. Lini Kedua
senantiasa diperbarui sesuai dengan ketentuan regulator, Lini kedua berperan memberikan dukungan terkait
arah perkembangan penerapan Basel terkini, prudential pengelolaan risiko termasuk tanggung jawab atas
banking principle dan international best practices. Dalam enterprise risk management. Peran lini kedua dilakukan
menjalankan bisnisnya, KK BCA selalu memperhatikan oleh Direktur Kepatuhan, Direktur Manajemen Risiko,
situasi dan kondisi perekonomian serta perkembangan Risk Management Division (MRK), Compliance Division
perbankan dan lembaga jasa keuangan non-bank. (DCP) serta Operation Strategy and Development
Group (GPOL).
Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris atas 3. Lini Ketiga
Kecukupan serta Tinjauan atas Efektivitas Peran lini ketiga dilakukan oleh Divisi Internal Audit (DAI)
Sistem Manajemen Risiko untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam
BCA telah melakukan evaluasi atas sistem manajemen menciptakan, melindungi, dan mempertahankan nilai
risiko di tahun 2025 dimana: BCA dengan memberikan assurance, advis (advice),
• Direksi melakukan evaluasi atas efektivitas sistem wawasan (insight), dan pandangan ke depan (foresight)
manajemen risiko di BCA melalui peninjauan secara yang independen, berbasis risiko, dan objektif, serta
berkala atas kebijakan dan prosedur manajemen risiko, berperan sebagai mitra strategis manajemen dalam
kecukupan sistem informasi manajemen risiko, laporan membangun BCA menjadi lembaga perbankan yang
eksposur risiko, dan penilaian profil risiko BCA dan profil sehat melalui penilaian kecukupan dan efektivitas
risiko Terintegrasi. proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian
• Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pemantau internal perusahaan. DAI mengomunikasikan laporan
Risiko melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap hasil audit kepada Presiden Direktur, Dewan Komisaris,
penerapan sistem manajemen risiko yang telah dan Komite Audit.
dilakukan oleh Direksi.
Dalam menjalankan perannya, semua lini telah melakukan
Berdasarkan hasil evaluasi dan pengawasan yang dilakukan, komunikasi dan kolaborasi secara rutin serta berkontribusi
Dewan Komisaris menilai bahwa sistem manajemen risiko dalam menciptakan dan menjaga value yang selaras
di BCA telah memadai dan berjalan efektif. dengan kepentingan stakeholders.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 377
Page 380
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Dewan Komisaris dan komite di bawah koordinasinya 3. Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi
bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh pelaksanaan Berdasarkan kerangka kerja dan komponen
pengendalian internal dan memastikan antara lain: pengendalian internal yang telah disusun, BCA
• Struktur dan proses yang ada, telah memadai dan telah melaksanakan pengendalian internal untuk memastikan
tersedia untuk pelaksanaan pengendalian internal sebagai kecukupan pengendalian keuangan, efektivitas dan
bagian dari tata kelola yang efektif. efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap
• Tujuan dan aktivitas organisasi telah selaras dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang
kepentingan stakeholders. berlaku. Selain itu, penetapan kebijakan, manual, dan
prosedur operasional menjadi pedoman pelaksanaan
Komponen Utama Sistem Pengendalian Internal tugas dan pemisahan fungsi pada masing-masing
Pengendalian Internal BCA terdiri dari 5 (lima) komponen unit kerja agar setiap individu dalam jabatannya
utama sejalan dengan Internal Control Integrated Framework tidak memiliki peluang untuk melakukan kesalahan/
yang dikembangkan oleh The Committee of Sponsoring penyimpangan di dalam pelaksanaan tugas tersebut.
Organization of the Treadway Commission (COSO), meliputi:
1. Pengawasan oleh Manajemen dan Budaya Pengendalian Pemantauan dan pengujian atas pelaksanaan tugas dan
Direksi dan Dewan Komisaris sesuai perannya bertanggung fungsi tersebut dipantau oleh MRK dan DAI sebagai
jawab untuk menciptakan suatu budaya pengendalian. unit kerja yang independen pada lini kedua dan lini
Direksi telah menciptakan struktur dan memelihara sistem ketiga. Laporan Hasil Penilaian DAI atas kecukupan
pengendalian internal yang efektif serta telah memastikan dan efektivitas proses tata kelola, manajemen risiko,
bahwa sistem tersebut berjalan secara aman dan handal, dan pengendalian internal dilaporkan kepada Direksi,
antara lain dengan menerbitkan Pedoman Standar Sistem Dewan Komisaris dan Komite Audit.
pengendalian Internal BCA, kebijakan, dan prosedur
operasional. Pelaksanaan pengendalian internal antara lain meliputi:
a. Pengendalian Keuangan
Dewan Komisaris telah melakukan fungsi oversight Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan rencana
dan penilaian atas kecukupan pengendalian internal strategis yang mendukung perkembangan BCA,
melalui komite di bawah koordinasinya, yaitu Komite BCA telah menerapkan hal-hal berikut:
Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Tata Kelola 1) Direksi telah menyusun dan mendapat
Terintegrasi. Komite Audit membantu Dewan Komisaris persetujuan dari Dewan Komisaris atas rencana
melakukan oversight pengawasan atas hal-hal yang terkait stratejik dan Rencana Kerja dan Anggaran
dengan laporan keuangan, sistem pengendalian internal, Tahunan (RKAT) yang dituangkan ke dalam
pelaksanaan fungsi audit intern dan ekstern, implementasi Rencana Bisnis Bank (RBB) sebagai blueprint
good corporate governance (GCG) serta kepatuhan strategi bisnis 3 (tiga) tahunan serta telah
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. didistribusikan kepada pejabat BCA yang terkait
dalam rangka implementasi.
2. Identifikasi dan Penilaian Risiko 2) Penetapan strategi telah memperhitungkan
BCA telah memiliki mekanisme pengendalian internal dampak risiko stratejik terhadap permodalan
yang melekat pada masing-masing unit kerja, hal ini tidak BCA, antara lain proyeksi permodalan dan
lepas dari peran Direksi dalam rangka identifikasi, analisa Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
dan penilaian risiko yang dihadapi BCA untuk memastikan 3) Direksi secara aktif melakukan diskusi/
pencapaian target yang ditetapkan. Peran tersebut memberikan masukan serta memantau kondisi
dilakukan dengan membentuk MRK yang berfungsi untuk internal dan perkembangan faktor eksternal
meyakinkan BCA dan Perusahaan Anak secara terintegrasi yang secara langsung maupun tidak langsung
melakukan mitigasi risiko dengan benar melalui identifikasi, memengaruhi strategi bisnis BCA.
pengukuran, pemantauan, pengendalian dan pelaporan 4) BCA telah melaksanakan proses pengendalian
risiko sesuai kerangka kerja manajemen risiko, serta keuangan, baik terhadap BCA maupun terhadap
mampu menghadapi situasi darurat yang mengancam anggota Konglomerasi Keuangan BCA guna
kelangsungan usaha BCA. memantau pencapaian kinerja secara berkala
melalui Divisi Corporate Strategy and Planning
BCA telah melakukan identifikasi dan penilaian risiko untuk meningkatkan pertumbuhan dan kinerja
secara menyeluruh yang meliputi risiko kredit, risiko pasar, BCA serta Perusahaan Anak.
risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko 5) BCA telah memastikan seluruh kebijakan dan
reputasi, risiko stratejik, risiko kepatuhan, risiko asuransi, standar akuntansi diperbaharui secara berkala
dan risiko transaksi intra-grup. Selain itu, BCA juga secara sesuai dengan ketentuan dan peraturan
konsisten melakukan Risk Control Self-Assessment (RCSA) perundang-undangan yang berlaku.
guna melakukan kaji ulang atas risiko operasional yang
melekat pada fungsi pokok masing-masing unit kerja. b. Pengendalian Operasional
Untuk dapat mendukung pengendalian risiko
operasional secara menyeluruh, BCA telah
menerapkan hal-hal berikut:
378 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 381
1) Membentuk struktur organisasi BCA antara lain: 4) Strategi Manajemen Risiko Kepatuhan adalah
• Pemisahan fungsi agar tidak menimbulkan mempunyai kebijakan untuk senantiasa
conflict of Interest. mematuhi ketentuan yang berlaku yaitu secara
• Supervisor yang berfungsi mengawasi jalannya proaktif melakukan pencegahan (ex-ante) dalam
kontrol internal. rangka meminimalkan terjadinya pelanggaran
• Pengawasan Internal yang berfungsi meyakini dan melakukan tindakan kuratif (ex-post) dalam
pelaksanaan kontrol internal di unit kerja rangka perbaikan.
operasional.
• DAI yang independen terhadap risk taking unit d. Sistem Akuntansi, Informasi, dan Komunikasi
untuk mengevaluasi serta menilai kecukupan BCA telah memiliki sistem akuntansi, informasi,
dan efektivitas proses tata kelola, manajemen dan komunikasi yang memadai untuk mendukung
risiko, dan pengendalian internal perusahaan baik identifikasi masalah yang mungkin timbul serta
terhadap BCA maupun anggota Konglomerasi dapat digunakan sebagai sarana pertukaran
Keuangan BCA. informasi dalam rangka pelaksanaan tugas sesuai
• MRK dan DCP yang independen terhadap risk dengan tanggung jawabnya. Sistem akuntansi yang
taking unit. dimiliki telah menghasilkan informasi keuangan yang
• Biro Anti-Fraud untuk meningkatkan efektivitas akurat, tepat, dan konsisten karena BCA memiliki
penerapan strategi Anti-fraud atas seluruh kebijakan akuntansi sesuai prinsip/ketentuan
kegiatan perusahaan. yang berlaku dan didukung sistem pencatatan
2) Setiap transaksi operasional perbankan yang yang efektif dan proses rekonsiliasi yang
dilakukan di BCA telah mempunyai prosedur didokumentasikan dengan baik. Sistem informasi
kerja yang dituangkan dalam manual kerja, untuk yang dimiliki terus dikembangkan sejalan dengan
memastikan bahwa risiko operasional yang mungkin perkembangan bisnis bank dan teknologi agar dapat
ada pada aktivitas tersebut telah dimitigasi dengan mendukung seluruh aktivitas operasional BCA. BCA
baik. juga telah berkomunikasi dengan pihak eksternal
3) Memiliki kebijakan rotasi pekerja. seperti regulator,shareholders, serta menerapkan
4) Penetapan limit dan wewenang petugas dalam whistleblowing system.
melakukan suatu transaksi.
5) Penetapan kebijakan, standar, dan prosedur BCA juga telah melakukan kaji ulang yang dilakukan
sistem pengelolaan pengamanan informasi yang oleh pihak independen untuk memastikan sistem
diperlukan untuk melakukan pengamanan aset informasi yang dimiliki dapat menyediakan data dan
terkait penyelenggaraan dan penggunaan TI. informasi terkait kegiatan usaha, kondisi keuangan,
6) Evaluasi hasil kaji ulang dan pengujian atas Disaster dan penerapan manajemen risiko yang telah
Recovery Plan. memenuhi ketentuan, akurat, terkini, tepat waktu,
7) Penetapan kebijakan dan prosedur mengenai dan dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan
penggunaan pihak penyedia jasa TI. serta dilaporkan secara konsisten untuk mendukung
pelaksanaan tugas Direksi dan Dewan Komisaris.
c. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan
yang Berlaku 5. Kegiatan Pemantauan dan Tindakan Koreksi
Untuk memastikan kepatuhan BCA terhadap peraturan Penyimpangan
perundang-undangan yang berlaku, BCA telah BCA melakukan pemantauan secara terus menerus
menerapkan hal-hal berikut: terhadap efektivitas keseluruhan pelaksanaan
1) BCA memiliki komitmen mematuhi peraturan pengendalian internal. Pemantauan berfungsi
perundang-undangan yang berlaku dan mengambil sebagai evaluasi secara berkala, baik dilakukan oleh
langkah-langkah untuk memperbaiki kelemahan satuan-satuan kerja operasional maupun oleh DAI.
risiko ini, apabila terjadi. Apabila terdapat kelemahan dalam pengendalian
2) BCA telah membentuk unit kerja DCP yang bersifat internal, baik yang diidentifikasi oleh satuan kerja
independen terhadap dan bertanggung jawab untuk operasional (risk-taking unit), DAI, maupun pihak
memantau kepatuhan BCA dan Perusahaan Anak lainnya, maka akan dilaporkan tepat waktu kepada
secara terintegrasi. Pejabat dan atau Direksi yang berwenang untuk
3) BCA telah: ditindaklanjuti.
• melakukan pemantauan kepatuhan pelaporan
kepada BI/OJK/regulator lainnya; DAI juga melakukan kaji ulang atau langkah
• menyampaikan laporan kepatuhan BCA pemantauan lainnya yang memadai terhadap
termasuk Laporan Penerapan Program APU dan pelaksanaan tindak lanjut hasil audit dan segera
PPT kepada OJK setiap 6 (enam) bulan; melaporkan kepada Dewan Komisaris, Komite Audit,
• menyampaikan Laporan Pemantauan Kepatuhan dan Presiden Direktur dalam hal masih terdapat
terhadap Ketentuan Kehati-hatian BCA termasuk kelemahan yang belum diperbaiki atau rekomendasi
Laporan Pelaksanaan Program APU dan PPT tindakan korektif belum ditindaklanjuti.
kepada Dewan Komisaris, Presiden Direktur,
dan Wakil Presiden Direktur setiap 3 (tiga) bulan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 379
Page 382
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Evaluasi Sistem Pengendalian Internal • Menyediakan sistem informasi yang mendukung pelaporan
Direksi bertanggung jawab untuk memastikan penerapan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta
sistem pengendalian internal yang baik untuk mencapai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pencatatan
tujuan BCA. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, transaksi keuangan.
Komite Pemantau Risiko dan Komite Tata Kelola Terintegrasi
juga bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan Pernyataan Direksi atas Kecukupan dan
atas penyelenggaraan sistem pengendalian internal di BCA. Efektivitas Sistem Pengendalian Internal
dalam Proses Pelaporan Keuangan Bank
Untuk mengevaluasi kecukupan dan efektivitas sistem BCA telah merancang dan menetapkan kebijakan dan
pengendalian internal BCA tersebut, sepanjang tahun prosedur yang dapat memberikan keyakinan memadai atas
2025 telah dilakukan kegiatan pemantauan dan koreksi efektivitas penerapan pengendalian internal dalam proses
penyimpangan antara lain: pelaporan keuangan, dan mengevaluasi penerapannya,
1. BCA melakukan evaluasi dan pemantauan secara terus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk menyusun dan
menerus atas efektivitas keseluruhan pelaksanaan menyajikan secara wajar Laporan Keuangan yang bebas dari
pengendalian internal, termasuk jika terjadi perubahan salah saji material.
kondisi internal dan eksternal yang dapat memengaruhi
BCA dalam mencapai sasarannya. Sehubungan dengan Laporan Keuangan BCA untuk tahun buku
2. BCA memprioritaskan pemantauan terhadap risiko yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Direksi BCA
utama BCA sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari, dengan ini menyatakan bahwa:
termasuk evaluasi secara berkala untuk mendeteksi dan 1. Direksi BCA bertanggung jawab atas:
mencegah munculnya risiko baru, baik oleh unit kerja • Penyusunan dan penyajian Informasi Keuangan dan
operasional, unit kerja pemantau risiko, maupun oleh DAI. Laporan Keuangan;
3. DAI melakukan evaluasi atas kecukupan dan efektivitas • Kesesuaian penyusunan dan penyajian Laporan
sistem pengendalian internal secara independen dan Keuangan dengan standar akuntansi keuangan
objektif melalui pelaksanaan kegiatan audit yang dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai
berbasis risiko. Hasil evaluasi dan tindak lanjut dilaporkan pencatatan transaksi keuangan;
kepada Dewan Komisaris, Komite Audit, dan Direksi. • Kelengkapan dan kebenaran isi Laporan Keuangan; dan
• Penerapan pengendalian internal dalam proses
Pernyataan Dewan Komisaris atas Kecukupan pelaporan keuangan BCA.
dan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal 2. Direksi BCA telah menelaah dan melakukan penilaian atas
Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan dengan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada
Komite Audit atas laporan evaluasi yang disampaikan tanggal 31 Desember 2025, sesuai kriteria yang ditetapkan
oleh manajemen, Dewan Komisaris menilai bahwa sistem dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/
pengendalian internal BCA telah memadai dan berjalan SEOJK.03/2017 tentang Pedoman Standar Sistem
efektif. Pengendalian Intern bagi Bank Umum dan Internal Control
Framework yang diterbitkan Committee of Sponsoring
Laporan Pengendalian Internal Dalam Organizations of the Treadway Commission (COSO),
Proses Pelaporan Keuangan dengan hasil bahwa pengendalian internal dalam proses
BCA berkomitmen untuk menjaga integritas Laporan pelaporan keuangan BCA telah diterapkan secara efektif
Keuangan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas dan Laporan Keuangan telah menyajikan secara wajar
Jasa Keuangan No. 15 Tahun 2024 tanggal 2 Oktober 2024 semua hal yang material.
tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank. Untuk itu,
Direksi telah: PENERAPAN STRATEGI ANTI-FRAUD
• Menerbitkan Surat Keputusan Direksi No. 240/SK/ 1. Pengantar
DIR/2024 tanggal 30 Desember 2024 tentang Integritas BCA telah memiliki Pedoman Penerapan Strategi Anti-
Pelaporan Keuangan Bank. Fraud sebagaimana terakhir telah diperbaharui melalui
• Menyusun dan menetapkan kebijakan dan prosedur yang Surat Keputusan Direksi No. 009/SK/DIR/2025 tanggal 20
bertujuan untuk memastikan kebenaran, keakuratan, Januari 2025 tentang Penyesuaian Kebijakan Strategi Anti-
dan transparansi atas Informasi Keuangan dan Laporan Fraud (selanjutnya disebut “Pedoman Penerapan Strategi
Keuangan serta memastikan Laporan Keuangan telah Anti-Fraud“). Pedoman Penerapan Strategi Anti-Fraud
disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan mengacu pada POJK No. 12 Tahun 2024 perihal Penerapan
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pencatatan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan.
transaksi keuangan.
• Memastikan penerapan kebijakan dan prosedur Pedoman Penerapan Strategi Anti-Fraud merupakan
pengendalian internal dalam proses pelaporan keuangan wujud komitmen manajemen BCA dalam mencegah
Bank berjalan dengan efektif. terjadinya fraud dengan menerapkan suatu sistem
• Menunjuk Anti Fraud Bureau yang bertanggung jawab pengendalian fraud yang dijalankan secara efektif
untuk melakukan pencegahan kecurangan atau dan berkesinambungan. Sistem pengendalian fraud ini
manipulasi dalam Informasi Keuangan dan/atau Laporan mengarahkan BCA dalam menentukan langkah-langkah
Keuangan Bank. untuk mencegah, mendeteksi, investigasi, dan memantau
atas kejadian fraud.
380 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 383
Sesuai dengan POJK tersebut, BCA mendefinisikan fraud Dalam menyusun dan menerapkan Strategi Anti-Fraud
sebagai tindakan penyimpangan dan/atau pembiaran yang efektif, BCA telah memperhatikan hal-hal sebagai
yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau berikut:
memanipulasi BCA, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi 1) kondisi lingkungan internal dan eksternal;
di lingkungan BCA dan/atau menggunakan sarana BCA 2) kompleksitas kegiatan usaha;
sehingga mengakibatkan BCA, nasabah, atau pihak lain 3) jenis fraud;
menderita kerugian dan/atau pelaku fraud dan/atau pihak 4) risiko terkait fraud; dan
lain memperoleh keuntungan secara langsung maupun 5) kecukupan sumber daya yang dibutuhkan.
tidak langsung.
Dalam mendukung pelaksanaan Strategi Anti-Fraud,
Jenis perbuatan yang tergolong fraud adalah: BCA telah membentuk Anti-Fraud Bureau yang bertugas
1) Korupsi meliputi: untuk melaksanakan fungsi penerapan Strategi Anti-
a. benturan kepentingan yang merugikan BCA dan/ Fraud di BCA. Anti-Fraud Bureau bersifat independen
atau nasabah; dan bertanggung jawab kepada Direktur Manajemen
b. penyuapan; Risiko. Anti-Fraud Bureau memiliki garis komunikasi dan
c. penerimaan tidak sah; dan/atau pelaporan kepada Dewan Komisaris serta memiliki garis
d. pemerasan; koordinasi dengan Head of Risk Management Division.
2) Penyalahgunaan aset meliputi:
a. penyalahgunaan uang tunai; 2. Tujuan
b. penyalahgunaan persediaan; dan/atau Penerapan kebijakan Anti-Fraud di BCA bertujuan untuk
c. penyalahgunaan aset lainnya; sebagai berikut :
3) Kecurangan laporan keuangan meliputi: • Menumbuhkan budaya Anti-Fraud pada seluruh
a. melebihkan kekayaan bersih dan/atau pendapatan jajaran organisasi BCA.
bersih; atau • Meningkatkan awareness dan kepedulian terhadap
b. mengurangi kekayaan bersih dan/atau pendapatan risiko fraud pada operasional BCA.
bersih; • Mengingatkan para pelaksana operasional BCA
4) Penipuan; agar senantiasa mematuhi prosedur dan ketentuan
5) Pembocoran informasi rahasia; yang berlaku.
6) Tindakan lain yang dapat dipersamakan dengan fraud
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Pilar dan Penerapan Strategi Anti-fraud
4 Pillar Strategi
Anti-Fraud
Investigasi, Pemantauan,
Pencegahan Deteksi Pelaporan, dan Evaluasi, dan Tindak
Sanksi Lanjut
Menggali informasi Memantau dan
Mengurangi Mengidentifikasi sistem pelaporan mengevaluasi
potensi terjadinya dan menemukan dan pengenaan kejadian fraud serta
fraud kejadian fraud sanksi atas kejadian tindak lanjut yang di
fraud perlukan
Anti-Fraud
Awareness Whistleblowing Investigasi Pemantauan
Identifikasi
Kerawanan Surprise Audit Pelaporan Evaluasi
Know Your Surveillance Pengenaan Sanksi Tindak Lanjut
Employee System
Surat Keputusan No. 009/SK/DIR/2025 tanggal 20 Januari 2025 tentang
Penyesuaian Kebijakan Strategi Anti-Fraud
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 381
Page 384
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Strategi Anti-Fraud terdiri dari 4 pilar sebagai berikut:
1) Pencegahan
Memuat perangkat-perangkat dalam rangka mengurangi potensi risiko terjadinya fraud, yang paling kurang
mencakup anti-Fraud awareness (seperti penyusunan dan sosialisasi deklarasi anti-fraud, program employee
awareness, program customer awareness), identifikasi kerawanan, dan know your employee.
2) Deteksi
Memuat perangkat-perangkat dalam rangka mengidentifikasi dan menemukan kejadian fraud dalam kegiatan
usaha BCA, yang paling sedikit mencakup kebijakan dan mekanisme whistleblowing, surprise audit, dan
surveillance system.
3) Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi
Memuat langkah untuk penyelidikan atau investigasi, sistem pelaporan, dan pengenaan sanksi terhadap kejadian
fraud yang paling sedikit mencakup investigasi, pelaporan, dan pengenaan sanksi.
4) Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut
Memuat langkah untuk melakukan pemantauan dan evaluasi serta menindaklanjuti fraud yang paling sedikit
mencakup pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut.
3. Penerapan dan Internalisasi Deklarasi Anti-Fraud
Sejalan dengan komitmen BCA dalam penerapan Strategi Anti-Fraud, BCA menyusun Deklarasi Anti-Fraud yang
menyatakan bahwa manajemen berkomitmen untuk menerapkan kebijakan “Zero Tolerance” terhadap fraud
melalui upaya membangun pilar-pilar yang kuat yang berfungsi untuk mencegah, mendeteksi, menginvestigasi,
dan memantau secara terus menerus terhadap risiko, indikasi, dan kejadian fraud yang ada.
Isi Deklarasi Anti-Fraud BCA (berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 127/SK/DIR/2025 tanggal 11 Juli 2025 perihal
Deklarasi Anti-Fraud dan Pakta Integritas) adalah sebagai berikut:
“Dalam rangka memperkuat sistem pengendalian internal, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, dan sebagai pelaksanaan
lebih lanjut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud Bagi Lembaga Jasa Keuangan, maka dengan ini
PT Bank Central Asia Tbk menyatakan berkomitmen untuk:
a. menjalankan bisnis secara adil, jujur, dan terbuka atau transparan;
b. menghindari berbisnis dengan pihak ketiga yang tidak berkomitmen sesuai dengan kebijakan perusahaan;
dan/atau
c. memberikan konsekuensi atas pelanggaran terhadap kebijakan dan komitmen.
Mari seluruh jajaran organisasi BCA, nasabah, dan mitra kerja bersama-sama membangun budaya anti-fraud dan
mewujudkan BCA yang bersih dan aman dari tindakan fraud.”
Sosialisasi dan Pelatihan terkait Anti-Fraud
Sosialisasi
BCA terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan karyawan BCA terhadap tindakan fraud.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi terkait Anti-Fraud baik dalam bentuk poster digital, video Anti-Fraud
Awareness. karyawan BCA juga memiliki kewajiban untuk mengisi Pakta Integritas setiap tahun, dengan cara
mengakses dokumen Pakta Integritas pada portal internal BCA.
382 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 385
Pelatihan
BCA secara berkelanjutan terus berupaya meningkatkan
kesadaran dan kewaspadaan pekerja BCA terhadap
tindakan fraud melalui program Anti-Fraud awareness
antara lain melalui e-learning, kelas tutor Anti-Fraud
Awareness bagi trainee untuk meningkatkan kontrol
operasional, dan sebagainya.
Seluruh karyawan BCA diwajibkan untuk mengikuti
e-Learning Anti-fraud Awareness yang dapat diakses
melalui portal internal MyBCA maupun Mobile Learning.
Data Pelatihan Anti-Fraud pada Tahun 2025 dan 2024
Media 2025 2024
e-learning 35.559 orang 35.299 orang
4. Data Pelanggaran Internal Fraud tahun 2025
Pengungkapan penyimpangan (internal fraud) dilakukan berdasarkan POJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi
Bank Umum dan Bab XXIII angka 5 SEOJK No.14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
Laporan penyimpangan tersebut terdiri atas bentuk penyimpangan (internal fraud), yaitu fraud yang dilakukan oleh
anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pegawai tetap, pegawai tidak tetap (honorer), dan/atau tenaga kerja alih
daya (outsourcing). Nominal penyimpangan yang diungkapkan adalah penyimpangan lebih dari Rp100.000.000,00
(seratus juta rupiah).
Tabel Data Pelanggaran Internal Fraud yang Dilakukan oleh Manajemen, Pegawai Tetap, dan Tidak Tetap
Anggota Direksi dan Pegawai Tidak Tetap dan
Penyimpangan Selama 1 Pegawai Tetap
Anggota Dewan Komisaris Tenaga Kerja Alih Daya
Tahun
2025 2024 2025 2024 2025 2024
Total Fraud - - 2 3 3 3
Telah diselesaikan - - 1 2 1 3
Dalam proses penyelesaian - - 1 1 - -
di internal BCA
Belum diupayakan - - - - - -
penyelesaian
Telah ditindaklanjuti melalui - - - - 2 -
proses hukum
5. Pelaporan 1. Tujuan Whistleblowing System
BCA menyampaikan Laporan Penerapan Strategi Penerapan whistleblowing system di BCA bertujuan:
Anti-Fraud kepada OJK setiap semester dan Laporan • Membangun kesadaran stakeholder (pekerja,
Insidentil dalam hal terdapat kejadian fraud berdampak nasabah, dan lainnya) untuk melaporkan tindakan
signifikan yang dapat mengganggu kegiatan fraud atau pelanggaran yang terjadi di internal BCA
operasional BCA sebagai wujud pemantauan atas tanpa rasa takut dan khawatir karena BCA akan
penerapan Strategi Anti-Fraud. memberikan perlindungan terhadap pelapor.
• Agar fraud atau pelanggaran dapat terdeteksi dan
WHISTLEBLOWING SYSTEM dicegah sedini mungkin melalui pengungkapan dari
pelapor (whistleblower).
BCA telah memiliki dan menerapkan Whistleblowing
System (sistem pengaduan pelanggaran) sejak tahun 2013. 2. Cara Penyampaian Laporan
Whistleblowing System merupakan sarana pelaporan yang A. Saluran Pelaporan
dapat digunakan oleh pihak internal dan pihak eksternal Pelapor dapat menyampaikan laporannya
BCA untuk melaporkan tindakan fraud atau pelanggaran melalui situs web BCA, yaitu www.bca.
yang dilakukan oleh pelaku di lingkungan internal BCA. co.id/whistleblowingsystem. Laporan yang
disampaikan akan diterima langsung oleh Pengelola
Whistleblowing System.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 383
Page 386
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
B. Kriteria Pelaporan yang Diterima f) Tindakan lain yang dapat dipersamakan
Untuk mempermudah dan mempercepat proses dengan fraud sesuai dengan ketentuan
tindak lanjut, pelapor wajib memastikan hal-hal peraturan perundang-undangan.
berikut dalam menyampaikan Laporan: 2. Perbuatan yang tergolong pelanggaran
1) Laporan harus didasari itikad baik dan bukan bisnis/kode etik, yaitu tindakan yang tidak
merupakan suatu keluhan pribadi ataupun didasari sesuai dengan budaya BCA yang telah
kehendak buruk/fitnah. dirumuskan berdasarkan nilai-nilai positif
2) Memberikan informasi mengenai identitas diri yang tumbuh dan berkembang di dalam
pelapor yang sekurang-kurangnya mencakup diri segenap Insan BCA, untuk mencapai
sebagai berikut: tujuan bersama dan juga sebagai acuan bagi
• Nama pelapor (diperbolehkan menggunakan Insan BCA dalam mengambil keputusan dan
anonim); bertindak.
• Nomor telepon/handphone atau alamat email 3. Perbuatan yang tergolong pelanggaran
yang dapat dihubungi. benturan kepentingan, yaitu tindakan
3) Memberikan indikasi awal yang dapat yang menyebabkan suatu kondisi di
dipertanggungjawabkan atas tindakan fraud atau mana seseorang dalam menjalankan
pelanggaran yang dilaporkan disertai dengan data tugas dan kewajibannya mempunyai
pendukung (jika ada), yang meliputi 4W1H sebagai kepentingan di luar kepentingan dinas,
berikut: baik yang menyangkut kepentingan pribadi,
• Tindakan/perbuatan yang dilaporkan (What); keluarga, maupun kepentingan pihak-
• Pihak yang terlibat (Who); pihak lain sehingga Insan BCA tersebut
• Waktu kejadian (When); dimungkinkan kehilangan objektivitasnya
• Tempat/lokasi kejadian (Where); dalam mengambil keputusan dan kebijakan
• Bagaimana kejadiannya (How). sesuai wewenang yang telah diberikan BCA
4) Jenis perbuatan yang dapat dilaporkan, antara kepadanya.
lain: 4. Perbuatan yang tergolong pelanggaran
1. Perbuatan yang tergolong fraud, yang terdiri hukum, yaitu tindakan atau perilaku
atas: seseorang yang bertentangan dengan
a) Korupsi meliputi: ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
i) benturan kepentingan yang merugikan
BCA dan/atau nasabah; 3. Perlindungan bagi Pelapor
ii) penyuapan; BCA akan memberikan perlindungan terhadap
iii) penerimaan tidak sah; dan/atau pelapor,meliputi sebagai berikut:
iv) pemerasan; • Jaminan kerahasiaan identitas pelapor dan isi
b) Penyalahgunaan aset meliputi: laporan yang disampaikan;
i) penyalahgunaan uang tunai; • Jaminan perlindungan terhadap perlakuan yang
ii) penyalahgunaan persediaan; dan/atau merugikan pelapor;
iii) penyalahgunaan aset lainnya. • Jaminan perlindungan kemungkinan adanya
c) Kecurangan laporan keuangan meliputi: tindakan ancaman, intimidasi, hukuman, ataupun
i) melebihkan kekayaan bersih dan/atau tindakan tidak menyenangkan dari pihak terlapor;
pendapatan bersih; atau • Larangan pembalasan kepada pelapor.
ii) mengurangi kekayaan bersih dan/atau
pendapatan bersih. 4. Alur Penanganan Pengaduan
d) Penipuan; Berikut ini merupakan alur penanganan pengaduan
e) Pembocoran informasi rahasia; dan/atau terkait whistleblowing system di BCA:
Pengelola Whistleblowing Unit Kerja:
system: • Melakukan investigasi atau
Anti-Fraud Bureau:
• Menerima laporan dan tindak lanjut
• Melakukan verifikasi dan
memastikan laporan sesuai • Menyerahkan hasil investigasi
analisis data
kriteria atau tindak lanjut kepada
• Melakukan koordinasi serta
• Meneruskan pengaduan pejabat pemutus (apabila
tindak lanjut dengan unit kerja
kepada Anti-Fraud Bureau terbukti fraud)
• Menginformasikan status ke
Anti-Fraud Bureau
384 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 387
5. Pihak yang Mengelola Pengaduan
Pengelolaan dan tindak lanjut atas pengaduan tersebut ditangani secara seksama oleh tim internal BCA yang
ditetapkan oleh manajemen BCA dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku di BCA dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia. Tim internal BCA yang dimaksud terdiri dari Pengelola Whistleblowing System,
Anti-Fraud Bureau, dan Unit Kerja.
6. Pengungkapan, Tindak Lanjut Pengaduan dan Sanksi atas Pengaduan
Melalui Whistleblowing System pada Tahun 2025
A. Jumlah Pengaduan melalui Whistleblowing System
Sampai dengan 31 Desember 2025, jumlah pengaduan yang diterima melalui whistleblowing system tercatat
sebanyak 56 laporan. terdiri dari:
• 9 laporan memenuhi kriteria untuk diinvestigasi
• 46 laporan tidak memenuhi kriteria pelaporan; dan
• 1 laporan masih dalam proses.
Dari 56 laporan:
9 laporan atau 16,07% sudah selesai diinvestigasi dengan hasil sebanyak 5 laporan terbukti, 4 laporan tidak
terbukti sedangkan 1 laporan masih dalam proses investigasi. Adapun rincian status laporan pada whistleblowing
system adalah sebagai berikut:
Status Jumlah Keterangan
Open 1 Dalam proses
(masih proses)
Closed 55 Terbukti: 5
(sudah selesai) Tidak terbukti: 4
Tidak Memenuhi Kriteria Pelaporan:
• Bersifat Informasi/Keluhan Nasabah (20)
• Data tidak lengkap dan Pelapor tidak memberikan
informasi/data tambahan yang diminta (26)
B. Sanksi dan Tindak Lanjut Pengaduan melalui Whistleblowing System
Apabila berdasarkan hasil investigasi terbukti terlapor melakukan fraud atau pelanggaran, maka pejabat pemutus
akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jenis Sanksi Jumlah Pelanggaran
Peringatan Lisan 1
Surat Teguran -
SP1 2
SP2 -
SP3 -
PHK 2
KEBIJAKAN ANTIKORUPSI DAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI
1. Latar Belakang
Kepercayaan masyarakat umum dan pelaku pasar terhadap BCA sangat dipengaruhi oleh etika perilaku seluruh
jajaran Insan BCA mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, jajaran manajemen sampai seluruh pekerjanya. Kepercayaan
ini sangat penting untuk membina dan memelihara hubungan bisnis dengan nasabah dan pihak ketiga lainnya yang
berhubungan dengan BCA.
Sehubungan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendukung Undang-Undang
No. 20 Tahun 2001 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi, Direksi BCA memandang perlu untuk menetapkan ketentuan mengenai antikorupsi dan
pengendalian gratifikasi, yang dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan
yang Baik serta memberikan pedoman bagi jajaran Insan BCA sebagai individu dalam berhubungan dengan nasabah,
rekanan, maupun sesama pekerja.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 385
Page 388
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2. Kebijakan Antikorupsi dan • Seluruh jajaran BCA dilarang meminta atau menerima,
Pengendalian Gratifikasi mengizinkan atau menyetujui untuk menerima
Sebagai komitmen untuk meningkatkan praktik dan budaya suatu hadiah atau imbalan dari pihak ketiga yang
antikorupsi dan pencegahan gratifikasi dalam lingkungan mendapatkan atau berusaha mendapatkan pekerjaan
BCA, BCA telah menetapkan beberapa kebijakan yang atau pesanan yang berkaitan dengan pengadaan
terkait dengan pencegahan korupsi dan pengendalian barang maupun jasa dari BCA.
gratifikasi, antara lain: • Dalam hal nasabah, rekanan, dan pihak-pihak lain
a. Surat Keputusan Direksi No. 219/SK/DIR/2003 tanggal memberikan bingkisan pada saat-saat tertentu, seperti
10 November 2003 perihal Ketentuan mengenai pada hari raya atau pada perayaan lainnya, yang mana:
Benturan Kepentingan. » akibat penerimaan bingkisan tersebut diyakini
b. Surat Keputusan Direksi No. 269/SK/DIR/2021 tanggal menimbulkan dampak negatif dan memengaruhi
31 Desember 2021 perihal Kebijakan Antikorupsi dan keputusan BCA, dan
Pengendalian Gratifikasi. » harga bingkisan tersebut di luar batas yang wajar
c. Surat Edaran No. 336/SE/POL/2022 tanggal 15
September 2022 tentang Pelaporan Pengendalian maka anggota jajaran BCA yang menerima bingkisan tersebut
Gratifikasi. harus segera mengembalikan bingkisan tersebut disertai
d. Kode Etik BCA yang berhubungan dengan Antikorupsi penjelasan secara sopan bahwa seluruh jajaran BCA tidak
(informasi lengkap dapat dilihat pada bagian Kode Etik diperkenankan menerima bingkisan.
halaman 411 Laporan Tahunan ini).
e. Pedoman Penerapan Strategi Anti-fraud (informasi Pokok-pokok kebijakan tersebut dapat dilihat pada situs
lengkap dapat dilihat pada Bagian Penerapan Strategi web BCA bagian Tata Kelola (https://www.bca.co.id/id/
Anti-fraud halaman 380 Laporan Tahunan ini). tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
f. Kebijakan Benturan Kepentingan (informasi lengkap
dapat dilihat pada bagian Transaksi Afiliasi dan 3. Implementasi Kebijakan Antikorupsi
Benturan Kepentingan halaman 388 Laporan Tahunan dan Pengendalian Gratifikasi
ini). BCA senantiasa berupaya untuk meningkatkan budaya
antikorupsi dan pengendalian gratifikasi dalam lingkungan
Kebijakan-kebijakan tersebut bersifat mengikat dan BCA, antara lain, melalui praktik-praktik sebagai berikut:
harus dipahami serta dilaksanakan sungguh-sungguh a. Annual Disclosure
oleh seluruh jajaran Insan BCA sebagai bagian dari Kode Sebagai bentuk upaya pencegahan korupsi dan
Etik dan dalam rangka mendukung pelaksanaan prinsip- pengendalian gratifikasi, seluruh anggota Dewan
prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Apabila terjadi Komisaris, anggota Direksi, dan Insan BCA wajib
pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap kebijakan membuat Pernyataan Tahunan (Annual Disclosure) yang
ini, maka setiap pelaku pelanggaran dikenai sanksi sesuai memuat semua keadaan atau situasi yang memungkinkan
dengan tingkat pelanggarannya. timbulnya benturan kepentingan. Informasi lengkap
Seluruh jajaran Insan BCA diwajibkan untuk: mengenai Annual Disclosure dapat dilihat pada bagian
a. mengetahui, memahami, dan melaksanakan Kebijakan Internalisasi halaman 237 Laporan Tahunan ini.
Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi dengan b. Pakta Integritas
penuh tanggung jawab dan tanpa pengecualian, dan Sebagai bentuk penerapan strategi anti-fraud berupa
b. mendukung pelaksanaan Kebijakan Antikorupsi dan pernyataan yang wajib disusun secara berkala tiap
Pengendalian Gratifikasi. tahunnya untuk seluruh jajaran Insan BCA, maka Insan BCA
diwajibkan untuk membuat pernyataan Pakta Integritas
Kebijakan antikorupsi yang terkandung dalam Kode Etik yang dapat diakses melalui sarana digital yang ada di
BCA, antara lain, meliputi: mybcaportal.
• menjaga agar kepentingan pribadi tidak bertentangan c. Sosialisasi serta Internalisasi Nilai-nilai Antikorupsi dan
dengan kepentingan BCA ataupun nasabah, Pengendalian Gratifikasi
• tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya Pelaksanaan sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai
untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, antikorupsi dan pengendalian gratifikasi dilakukan melalui
• tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat e-learning, sosialisasi/awareness antara lain melalui email
merugikan citra profesinya maupun citra BCA pada blast dan media sosial BCA.
umumnya. d. Pelaporan terkait Tindak Korupsi dan Pengendalian
Gratifikasi
Kebijakan Pengendalian Gratifikasi BCA, antara lain, Untuk mendukung implementasi kebijakan antikorupsi,
menetapkan bahwa: BCA telah memiliki saluran Whistleblowing System (WBS)
• Seluruh jajaran BCA dilarang meminta atau menerima, sebagai sarana pelaporan bagi internal BCA maupun
mengizinkan atau menyetujui untuk menerima pihak eksternal. Selama tahun 2025, tidak terdapat
suatu hadiah atau imbalan dari pihak ketiga yang laporan terkait pelanggaran korupsi yang diterima melalui
mendapatkan atau berusaha mendapatkan fasilitas Whistleblowing System. Informasi lengkap mengenai
dari BCA dalam bentuk fasilitas kredit ataupun fasilitas Kebijakan Penanganan Pengaduan melalui Whistleblowing
lainnya yang berkaitan dengan kegiatan operasional System dapat dilihat pada bagian Whistleblowing System
BCA. halaman 383 Laporan Tahunan ini.
386 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 389
Untuk mendukung implementasi pengendalian gratifikasi, Selain itu, BCA tidak pernah melakukan pemberian
BCA telah menunjuk Compliance Division (DCP) sebagai dana/kontribusi politik atau donasi sukarela yang
Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) dan menyediakan mengarah pada tindak korupsi atau penyuapan.
sarana pelaporan bagi internal BCA apabila menerima Ketentuan mengenai pemberian dana/sumbangan
gratifikasi. Selama tahun 2025, terdapat 6 laporan yang terkait aktivitas politik atau sosial telah diatur dalam
diterima melalui sarana ini. Pedoman Tata Kelola Perusahaan bagian Kode Etik
Perusahaan sebagai berikut:
4. Informasi Lain • Setiap partisipasi Insan BCA dalam aktivitas sosial
Sudah menjadi budaya BCA untuk tidak menerima dan/atau politik adalah atas nama pribadi dan tidak
pemberian atau imbalan dari nasabah, debitur, vendor, dapat mewakili BCA. Setiap pernyataan, sikap dan
rekanan, mitra kerja, dan pihak ketiga lainnya atas jasa tindakan yang dapat mencerminkan posisi BCA
yang diberikan oleh Insan BCA dalam menjalankan wajib mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
tugasnya. Terkait hal ini, Insan BCA juga harus mematuhi Direksi;
Kode Etik yang berhubungan dengan vendor. Kode • Pengeluaran dalam bentuk sumbangan atas nama
etik dimaksud tertuang dalam Pedoman Tata Kelola BCA yang dimaksudkan untuk aktivitas sosial dan/
BCA dan dapat dilihat pada bagian Kode Etik Laporan atau politik, wajib mendapat persetujuan terlebih
Tahunan ini. dahulu dari Direksi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 387
Page 390
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI 5. PT Central Capital Ventura
BENTURAN KEPENTINGAN 6. PT BCA Sekuritas
7. PT Asuransi Jiwa BCA
Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi 8. PT Bank Digital BCA
Benturan Kepentingan
BCA telah memiliki kebijakan transaksi afiliasi dan transaksi Informasi dan struktur kepemilikan saham terkait
benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Surat Perusahaan Anak BCA tersebut dapat dilihat dalam Laporan
Keputusan Direksi No. 151/SK/DIR/2023 tanggal 12 Tahunan ini pada halaman 420-423.
September 2023 perihal Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan serta Surat Edaran No. 155/SE/ 1. Transaksi Afiliasi
POL/2024 tanggal 15 Mei 2024 perihal Pelaksanaan Pengungkapan Transaksi Afiliasi dalam
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Laporan Tahunan Tahun Buku 2025
Pokok-pokok Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Pengungkapan Laporan Transaksi Afiliasi BCA dalam
Benturan Kepentingan dapat dilihat pada bagian Kebijakan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 memperhatikan
GCG situs web BCA (https://www.bca.co.id/id/tentang- ketentuan Pasal 22 POJK No. 42/POJK.04/2020 yaitu
bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg). dalam hal Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan dilakukan oleh Perusahaan Terkendali yang
BCA senantiasa memastikan kesesuaian kebijakan internal bukan merupakan Perusahaan Terbuka dan laporan
dengan perkembangan regulasi yang berlaku, mengingat keuangannya dikonsolidasikan dengan Perusahaan
telah diterbitkannya POJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Terbuka, maka Perusahaan Terbuka wajib melakukan
Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan prosedur sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/
Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”). BCA POJK.04/2020. Pada sub-bab ini yang dimaksud
melakukan sosialisasi secara berkala kepada perusahaan Perusahaan Terkendali adalah Perusahaan Anak BCA
anak, kantor-kantor cabang, unit-unit kerja terkait di kantor sebagaimana dijabarkan pada halaman 420 Laporan
wilayah dan kantor pusat mengenai transaksi afiliasi sesuai Tahunan ini, yang mana istilah Perusahaan Anak antara
dengan POJK No. 42/POJK.04/2020. lain didefinisikan pada POJK Penerapan Tata Kelola
Terintegrasi dan POJK Penerapan Manajemen Risiko
Pihak Terafiliasi BCA Terintegrasi.
Pihak Terafiliasi BCA adalah:
• Pekerja, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris Transaksi Afiliasi yang diungkapkan dalam Laporan
BCA. Tahunan 2025 ini adalah:
• Pemegang Saham Utama BCA, yaitu orang atau • Transaksi Afiliasi antara BCA dengan Perusahaan
perusahaan, baik yang secara langsung maupun tidak Anak BCA;
langsung memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua puluh • Transaksi antara BCA dengan Pihak Terafiliasi BCA
persen) hak suara dari seluruh saham yang mempunyai selain Perusahaan Anak BCA;
hak suara yang dikeluarkan oleh BCA atau jumlah yang • Transaksi Afiliasi antar Perusahaan Anak BCA; dan
lebih kecil dari itu sebagaimana ditetapkan oleh OJK. • Transaksi Afiliasi antara Perusahaan Anak BCA
• Perusahaan Terkendali dari BCA, baik secara langsung dengan Pihak Terafiliasi BCA (selain Perusahaan
maupun tidak langsung. Anak BCA).
• Perusahaan yang memiliki satu atau lebih anggota
Direktur atau Dewan Komisaris yang menjabat/ Mekanisme Review dan Persetujuan atas
merangkap jabatan sebagai anggota Direksi atau Transaksi Afiliasi dan/atau Benturan
anggota Dewan Komisaris BCA. Kepentingan
• Perusahaan yang dikendalikan secara langsung maupun Setiap unit kerja dan Perusahaan Anak yang akan
tidak langsung oleh Pemegang Saham Utama BCA. melakukan transaksi dengan Pihak Terafiliasi BCA
• Seseorang yang memiliki hubungan keluarga karena wajib menginformasikanya secara tertulis kepada
perkawinan maupun keturunan sampai dengan derajat Subdivisi Environmental Social Governance (ESG
kedua, baik secara horizontal maupun vertikal dengan Subdivision) disertai dengan data yang dibutuhkan.
anggota Direksi BCA, anggota Dewan Komisaris BCA, ESG Subdivision berkoordinasi dengan unit kerja terkait
dan/atau Pemegang Saham Utama BCA. melakukan analisis untuk menentukan tindak lanjut yang
perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Guna
Perusahaan Terkendali (Perusahaan Anak) BCA memastikan transaksi dilakukan untuk kepentingan
BCA memiliki Perusahaan Anak yang bukan merupakan terbaik Perseroan dan mencegah terjadinya potensi
Perusahaan Terbuka dan laporan keuangannya benturan kepentingan yang merugikan BCA, maka
dikonsolidasikan dengan BCA, yaitu: sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, Komite
1. BCA Finance Limited Audit akan menelaah dan memberikan saran kepada
2. PT BCA Finance Dewan Komisaris terkait adanya potensi benturan
3. PT Bank BCA Syariah kepentingan.
4. PT Asuransi Umum BCA
388 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 391
Alur Mekanisme Pelaporan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan di BCA
Atas informasi tertulis Unit Kerja Kantor Pusat/
Unit Kerja Kantor Pusat/Kantor Wilayah/Cabang/
Kantor Wilayah/Cabang/Perusahaan Anak, Grup
Perusahaan Anak melaporkan rencana Transaksi
ESG melakukan kajian untuk menentukan kategori
Afiliasi ke ESG Subdivision
Transaksi Afiliasi tersebut
Kategori 2 Kategori 3
Transaksi yang hanya wajib Transaksi yang wajib diungkapkan
Kategori 1
diungkapkan dalam laporan melalui keterbukaan informasi
Transaksi yang hanya wajib dilaporkan ke OJK yaitu transaksi
tahunan/laporan keuangan kepada publik adalah transaksi
yang memenuhi ketentuan Pasal 6 ayat 2 juncto ayat 1 POJK
adalah transaksi yang memenuhi yang memenuhi ketentuan Pasal
No. 42/POJK.04/2020
ketentuan Pasal 8 ayat 1 4 ayat 1 huruf b POJK No.42/
POJK No.42/POJK.04/2020 POJK.04/2020
Kriteria Transaksi Afiliasi yang masuk dalam Kategori 1 antara lain:
b. Transaksi antara:
1) Perusahaan Terbuka dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal yang disetor
Perusahaan Terkendali; Kriteria Transaksi Afiliasi yang Kriteria Transaksi Afiliasi yang
2) Sesama Perusahaan Terkendali dengan perusahaan yang masuk dalam Kategori 2 adalah: masuk dalam Kategori 3 adalah:
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% oleh Perusahaan Terbuka Transaksi yang merupakan kegiatan Transaksi yang tidak masuk dalam
dimaksud; atau usaha yang dijalankan dalam Kategori 1 dan Kategori 2.
3) Perusahaan Terkendali dengan perusahaan yang sahamnya rangka menghasilkan pendapatan
dimiliki Perusahaan Terkendali paling sedikit 99% dari modal usaha dan dijalankan secara rutin, Contohnya: transaksi dengan nilai
yang disetor perusahaan tersebut. berulang, dan/atau berkelanjutan, transaksi melebihi 0,5% dari modal
c. Transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi 0,5% dari modal disetor antara lain transaksi yang termasuk disetor Perusahaan Terbuka atau
Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah Rp5 miliar, digunakan dalam biaya operasional (Operation dengan jumlah lebih dari Rp5 miliar,
nilai yang lebih rendah; dan/atau Expenditure/OPEX) digunakan nilai yang lebih rendah.
d. Transaksi penambahan atau pengurangan modal untuk
mempertahankan persentase kepemilikannya setelah penyertaan
dimaksud dilakukan selama paling singkat 1 (satu) tahun.
Seluruh transaksi afiliasi dalam kategori 1, 2 dan 3 dipaparkan dalam Laporan Tahunan ini. Terhadap transaksi
Kategori 1 telah dilaporkan kepada OJK dan terhadap transaksi Kategori 3 telah dilakukan Keterbukaan Informasi.
Penyajian Transaksi Afiliasi Tahun 2025
Pasal 22 POJK No. 42/POJK.04/2020 mengatur bahwa dalam hal Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan dilakukan oleh Perusahaan Terkendali yang bukan merupakan Perusahaan Terbuka dan laporan
keuangannya dikonsolidasikan dengan Perusahaan Terbuka, maka Perusahaan Terbuka wajib melakukan prosedur
sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
Pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan dapat dikelompokkan:
• BCA dengan Perusahaan Anak dan Pihak Afiliasi BCA
• Perusahaan Anak dengan Perusahaan Anak dan Pihak Afiliasi BCA
Maka, guna memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tersebut di atas, berikut ini adalah pengungkapan atas Transaksi
Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan Kepentingan sesuai kategori dari masing-masing transaksi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 389
Page 392
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
1) Realisasi Transaksi Afiliasi yang dilakukan oleh BCA dengan Perusahaan Anak dan Pihak
Afiliasi BCA
(I.1) Kategori 1
Sepanjang tahun 2025, terdapat 27 Transaksi Afiliasi dengan total nilai Rp135.218.993.639,20 yang masuk
dalam Kategori 1, yaitu sebagai berikut:
Tanggal
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
Transaksi
1 17 Februari Penjualan Aset Tetap Tidak PT Abacus Dana Rp21.000.000,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Terpakai Pensiuntama perusahaan yang dikendalikan
oleh Dana Pensiun BCA
2 28 Februari Jual Beli Saham PT BCA BCA Finance Rp58.042.856.628,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Finance Limited Perusahaan Anak BCA
3 13 Maret Pembelian Hardware PT Akar Inti Rp2.858.831.640,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Solusi perusahaan yang dikendalikan
oleh pemegang saham utama
4 13 Maret Pemberian Jasa PT Akar Inti Rp580.970.670,00
BCA
2025 Pemeliharaan Hardware Solusi
5 17 Maret Pengadaan Tablet PT Global Digital Rp20.068.800,00
2025 Niaga Tbk
6 24 Maret Penjualan Server Bekas PT Asuransi Rp10.000.000,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Umum BCA Perusahaan Anak BCA
7 30 April Jual Beli Modul E-Learning PT Bank Digital Rp5.500.000,00
2025 BCA
8 9 Mei 2025 Sewa Menyewa Ruangan PT Bank Digital Rp182.896.920,00
BCA
9 23 Juni Pembelian Server PT Akar Inti Rp3.145.498.020,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Solusi perusahaan yang dikendalikan
oleh pemegang saham utama
10 4 Juli 2025 Pengadaan Camera Digital PT Global Digital Rp29.612.580,00
BCA
dan KVM Switch Niaga Tbk
11 11 Juli 2025 Pengadaan PC PT Global Digital Rp34.350.060,00
Niaga Tbk
12 25 Juli 2025 Pengadaan Projector PT Global Digital Rp13.169.040,00
Digital Niaga Tbk
13 4 Agustus Penyediaan Aplikasi PT Bank BCA Rp50.000.000,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Analisa Rekening Syariah Perusahaan Anak BCA
14 22 Agustus Pengadaan Tablet PT Global Digital Rp22.605.150,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Niaga Tbk perusahaan yang dikendalikan
oleh pemegang saham utama
15 25 Agustus Sewa Menyewa Ruangan PT Djarum Rp48.480.000,00
BCA
2025
16 04 Pengadaan Camera Digital PT Global Digital Rp26.884.200,00
September Niaga Tbk
2025
17 12 Pembelian Lisensi PT Akar Inti Rp2.408.700.000,00
September Software API Converter Solusi
2025 Tools SNAP
18 16 Sewa Menyewa Ruangan PT Dana Purna Rp178.677.721,20 Transaksi antara BCA dengan
September Investama perusahaan yang dikendalikan
2025 oleh Dana Pensiun BCA
19 30 Penjualan Meja Kerja Bekas PT Dana Purna Rp700.000,00
September Investama
2025
20 9 Oktober Penjualan Tanah PT BCA Finance Rp8.500.000.000,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Perusahaan Anak BCA
21 13 Oktober Pengadaan Mesin PT Akar Inti Rp18.315.000,00 Transaksi antara BCA dengan
2025 Penghitung Kartu Teknologi perusahaan yang dikendalikan
oleh pemegang saham utama
22 11 November Pembelian server PT Akar Inti Rp1.051.158.000,00
BCA
2025 Solusi
23 21 Jasa Pengembangan Fitur PT Akar Inti Rp1.177.027.200,00
November API Teknologi
2025
24 27 Penjualan Cash Recycle PT Abacus Dana Rp3.000.000,00 Transaksi antara BCA dengan
November Machine Bekas Pensiuntama perusahaan yang dikendalikan
2025 oleh Dana Pensiun BCA
25 10 Penjualan brangkas bekas PT Dana Purna Rp3.100.000,00
Desember Investama
2025
390 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 393
Tanggal
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
Transaksi
26 12 Penyediaan Layanan PT Bank BCA Rp64.592.010,00 Transaksi antara BCA dengan
Desember DevOps Syariah Perusahaan Anak BCA
2025
27 18 Pembelian saham PT PT Central Rp56.721.000.000,00
Desember Penyelesaian Transaksi Capital Ventura
2025 Elektronik Nasional
(I.2) Kategori 2
Sepanjang tahun 2025, terdapat 65 Transaksi Afiliasi yang masuk dalam Kategori 2 dan nilainya relatif besar (di
atas Rp1 Miliar), yaitu sebagai berikut:
No. Tanggal Transaksi Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat Hubungan
1 07 Januari 2025 Perpanjangan Layanan PT Darta Media Rp1.463.578.212,00 Transaksi antara
Amazon Web Services Indonesia BCA dengan
(AWS) perusahaan yang
dikendalikan oleh
pemegang saham
utama BCA
2 08 Januari 2025 Perjanjian Alih Daya PT Dana Purna Rp118.209.577.820,00 Transaksi antara
Pekerjaan Investama BCA dengan
perusahaan yang
dikendalikan oleh
Dana Pensiun BCA
3 03 Februari 2025 Sponsorship Promosi PT Grand Rp1.043.456.250,00 Transaksi antara
Indonesia BCA dengan
perusahaan yang
dikendalikan oleh
pemegang saham
utama BCA
4 04 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp1.147.416.082,00 Transaksi antara
Rekrutmen Nasabah & Insan Kreasi BCA dengan
Telemarketing Andalan perusahaan yang
dikendalikan oleh
5 05 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.295.248.221,00
Dana Pensiun BCA
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
6 11 Februari 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp12.795.509.346,00
Rekening Online MyBCA Insan Kreasi
& Mobile BCA Andalan
7 11 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp4.879.741.137,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
8 12 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp8.201.132.580,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
9 14 Februari 2025 Biaya Pekerjaan PT Danamas Rp1.142.067.900,00
Telemarketing Insan Kreasi
Andalan
10 18 Februari 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp5.297.661.019,00
Rekening Online MyBCA Insan Kreasi
& Mobile BCA Andalan
11 18 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.467.195.490,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
12 25 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.890.473.003,00
Layanan EDC dan Insan Kreasi
Biaya SPG Pembukaan Andalan
Rekening Online
13 26 Februari 2025 Sewa ruangan Hotel PT Grand Rp1.418.175.116,00 Transaksi antara
Indonesia Kempinski Indonesia BCA dengan
perusahaan yang
dikendalikan oleh
pemegang saham
utama BCA
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 391
Page 394
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Tanggal Transaksi Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat Hubungan
14 26 Februari 2025 Biaya Pemborongan PT Danamas Rp1.372.853.550,00 Transaksi antara
Telemarketing Insan Kreasi BCA dengan
Andalan perusahaan yang
dikendalikan oleh
15 28 Februari 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp1.764.864.682,00
Dana Pensiun BCA
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
16 03 Maret 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp4.687.637.822,00
Rekening Online Via Insan Kreasi
Aplikasi Andalan
17 05 Maret 2025 Jasa Rekrut Merchant PT Danamas Rp4.125.481.500,00
EDC & QR Insan Kreasi
Andalan
18 05 Maret 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp2.640.031.236,00
Rekening Online Via Insan Kreasi
Aplikasi Andalan
19 05 Maret 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.613.450.098,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
20 05 Maret 2025 Pembayaran Jasa PT Dana Purna Rp1.037.932.473,00
Pengelolaan EDC & QR Investama
21 07 Maret 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp3.815.471.076,00
Rekening dan Akuisisi Insan Kreasi
QRIS Andalan
22 11 Maret 2025 Jasa Rekrut Merchant PT Danamas Rp3.773.633.700,00
EDC & QR Insan Kreasi
Andalan
23 13 Maret 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp3.480.193.099,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
24 18 Maret 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp3.499.889.424,00
Rekening Online Via Insan Kreasi
Aplikasi Andalan
25 18 Maret 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp3.001.065.142,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
26 21 Maret 2025 Biaya Pekerjaan PT Danamas Rp1.049.049.900,00
Telemarketing Insan Kreasi
Andalan
27 10 April 2025 Jasa pengelolaan EDC PT Dana Purna Rp1.059.657.504,00
& QRIS Investama
28 14 April 2025 Undian Gebyar Hadiah PT Global Digital Rp5.001.519.000,00 Transaksi antara
BCA III Niaga Tbk BCA dengan
perusahaan yang
29 14 April 2025 Voucher Gebyar BCA III PT Global Digital Rp1.800.000.000,00
dikendalikan oleh
Niaga Tbk
pemegang saham
utama BCA
30 17 April 2025 Jasa Rekrut Merchant PT Danamas Rp4.429.599.300,00 Transaksi antara
EDC & QR Insan Kreasi BCA dengan
Andalan perusahaan yang
dikendalikan oleh
31 17 April 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp2.903.604.985,00
Dana Pensiun BCA
Rekening Online Via Insan Kreasi
Aplikasi Andalan
32 17 April 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp4.972.644.612,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
33 21 April 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp3.232.068.392,00
Rekening MyBCA & Insan Kreasi
Mobile BCA Andalan
34 21 April 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp3.083.826.755,00
Rekening Online Via Insan Kreasi
Aplikasi Andalan
35 21 April 2025 Pekerjaan PT Danamas Rp1.109.322.900,00
Telemarketing Insan Kreasi
Andalan
36 29 April 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp3.267.291.727,00
Rekening Online Insan Kreasi
Andalan
392 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 395
No. Tanggal Transaksi Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat Hubungan
37 29 April 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.959.224.180,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
38 30 April 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp3.049.134.688,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
39 02 Mei 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.805.499.269,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
40 06 Mei 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp5.762.933.046,00
Rekening Online Insan Kreasi
Andalan
41 06 Mei 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp4.772.196.771,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
42 08 Mei 2025 Jasa Rekrut Merchant PT Dana Purna Rp1.125.741.021,00
EDC & QR Investama
43 15 Mei 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.046.666.437,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
44 15 Mei 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp1.950.795.333,00
Rekening MyBCA & Insan Kreasi
Mobile BCA Andalan
45 19 Mei 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp2.222.928.204,00
Rekening Online Insan Kreasi
Andalan
46 23 Mei 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.436.958.081,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
47 28 Mei 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.864.404.951,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
48 05 Juni 2025 Project Kerja Sama PT Narasi Citra Rp2.086.800.000,00 Transaksi antara
Program KKN Bakti BCA Sahwahita BCA dengan
perusahaan yang
dikendalikan oleh
pemegang saham
utama BCA
49 12 Juni 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp7.824.445.928,00 Transaksi antara
Rekening Online Insan Kreasi BCA dengan
Andalan perusahaan yang
dikendalikan oleh
50 12 Juni 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp2.078.981.565,00
Dana Pensiun BCA
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
51 13 Juni 2025 Jasa Pengelolaan EDC PT Danamas Rp3.480.624.225,00
& QRIS Insan Kreasi
Andalan
52 13 Juni 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp3.074.736.832,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
53 17 Juni 2025 Jasa Pengelolaan EDC PT Dana Purna Rp1.135.680.849,00
& QRIS Investama
54 20 Juni 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp2.415.846.367,00
Rekening Online Insan Kreasi
Andalan
55 20 Juni 2025 Pembayaran Jasa PT Danamas Rp4.163.487.398,00
Rekrutmen Nasabah Insan Kreasi
Kartu Kredit Andalan
56 26 Juni 2025 Biaya SPG Pembukaan PT Danamas Rp2.406.341.732,00
Rekening Online Insan Kreasi
Andalan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 393
Page 396
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Tanggal Transaksi Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat Hubungan
57 01 Juli 2025 Kerja Sama BCA UMKM PT Global Digital Rp2.000.000.000,00 Transaksi antara
Fest 2025 Niaga Tbk BCA dengan
perusahaan yang
58 19 September 2025 Pengembangan PT Darta Media Rp3.000.000.000,00
dikendalikan oleh
Perangkat Lunak untuk Indonesia
pemegang saham
Solusi Digital
utama BCA
59 24 September 2025 Pekerjaan Subduct PT iForte Solusi Rp4.005.726.486,00
Bangun Jalur Exit Tol Infotek
60 19 Oktober 2025 Pemberian Fasilitas PT Darta Media Rp6.198.366.922,00
Berlangganan Layanan Indonesia
AWS
61 21 Oktober 2025 HUAWEI Watch Fit 4 PT Global Digital Rp1.994.670.000,00
dan Samsung Galaxy Niaga Tbk
S25 Ultra
62 21 November 2025 Pemberian Jasa PT Akar Inti Rp1.306.500.192,00
Pengembangan dan Teknologi
Implementasi Fitur API
SCF di Channel MyBCA
Bisnis
63 25 November 2025 API - Converter Tools PT Akar Inti Rp2.725.050.000,00
Integrasi SNAP Solusi
64 27 November 2025 PKS Kerja Sama Promosi PT Global Rp1.000.000.000,00
Teknologi Niaga
65 11 Desember 2025 Perjanjian Pemberian PT Global Rp46.626.642.579,00
Fasilitas Berlangganan Distribusi
Software Google Cloud Nusantara
Platform
1) Selain 65 Transaksi Afiliasi di atas, terdapat 622 transaksi lainnya dengan total nilai Rp54.310.586.438,29
yang tidak dipaparkan secara detail dalam Laporan Tahunan ini mengingat nilai dari setiap transaksi relatif
kecil (tidak material).
2) Selain Transaksi Afiliasi di atas, terdapat juga Transaksi Afiliasi berupa pinjaman, cerukan, penempatan dan/
atau simpanan dengan nilai posisi per 31 Desember 2025 yang dilakukan antara BCA dengan Perusahaan
Anak BCA dan Pihak Terafiliasi selain Perusahaan Anak BCA.
Transaksi Afiliasi dimaksud yang dilakukan BCA dengan Pihak Terafiliasi selain Perusahaan Anak BCA dapat
dilihat pada Laporan Keuangan Tahunan Catatan 45 halaman 579 pada Laporan Tahunan ini, sedangkan Transaksi
Afiliasi dimaksud yang dilakukan BCA dengan Perusahaan Anak BCA yaitu sebagai berikut:
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
1 Pinjaman yang diberikan - - Transaksi antara BCA dengan
Perusahaan Anak BCA
2 Pinjaman yang diterima - -
3 Cerukan (Overdraft) yang PT BCA Finance Rp239.969.614.680,00
diberikan
4 Cerukan yang diterima - -
5 Penempatan dana (berupa giro PT Bank BCA Syariah Rp166.871.131
deposito dan sejenisnya)
6 Simpanan dana (berupa giro, PT BCA Finance Rp30.090.417,00
deposito dan sejenisnya)
PT Bank BCA Syariah Rp8.175.579.860,47
PT Bank Digital BCA Rp91.519.261.086,00
PT Asuransi Umum Rp24.543.217.731,27
BCA
PT Asuransi Jiwa BCA Rp732.981.393,25
PT Central Capital
Ventura Rp25.249.840.320,18
PT BCA Sekuritas Rp9.349.048.117,00
394 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 397
(I.3) Kategori 3
Sepanjang tahun 2025 terdapat 1 (satu) Transaksi Afiliasi dengan total nilai Rp38.932.934.760,00 yang masuk
dalam Kategori 3, yaitu sebagai berikut:
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
1 Pengadaan Hardware TI berikut PT Akar Inti Solusi Rp38.932.934.760,00 Transaksi antara BCA dengan
instalasinya dan maintenance perusahaan yang dikendalikan
oleh Pemegang Saham
Pengendali BCA
2) Realisasi Transaksi Afiliasi yang dilakukan oleh Perusahaan Anak dengan Perusahaan Anak
dan Pihak Afiliasi BCA
(II.1) Kategori 1
Sepanjang tahun 2025, terdapat 1 Transaksi Afiliasi yang masuk dalam Kategori 1, yaitu sebagai berikut:
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
1 Jual beli saham BCA Finance Limited Rp136.872 Transaksi antar Perusahaan
dengan PT BCA Anak BCA
Sekuritas
(II.2) Kategori 2
1) Sepanjang tahun 2025, terdapat 1 Transaksi Afiliasi yang dilakukan oleh Perusahaan Anak BCA yang masuk
dalam Kategori 2 dan nilainya relatif besar (di atas Rp1 Miliar), yaitu sebagai berikut:
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
1 Jasa Konsultasi IT PT Akar Inti Teknologi Rp14.513.272.200 Transaksi antar Perusahaan
dengan PT Bank Anak BCA dengan Perusahaan
Digital BCA yang dikendalikan oleh
pemegang saham utama BCA
2) Selain 1 (satu) Transaksi Afiliasi di atas, terdapat 69 transaksi lainnya dengan total nilai Rp2.363.404.220,65
yang tidak dipaparkan secara detail dalam Laporan Tahunan ini mengingat nilai dari setiap transaksi relatif
kecil (tidak material).
3) Selain Transaksi Afiliasi di atas, terdapat juga Transaksi Afiliasi berupa pinjaman, cerukan, penempatan
dan/atau simpanan dengan nilai posisi per 31 Desember 2025 yang dilakukan antar Perusahaan Anak BCA.
Adapun Transaksi Afiliasi dimaksud adalah sebagai berikut:
No Jenis Transaksi Pihak Afiliasi Nilai Transaksi Sifat hubungan
1 Transaksi Pemberian/ - - Transaksi antar Perusahaan
Penerimaan Pinjaman Anak BCA
2 Transaksi Pemberian/ - -
Penerimaan Cerukan
3 Penempatan/simpanan dana PT Central Capital Ventura Rp22.956.900,92
(berupa giro deposito dan dengan PT Bank BCA Syariah
sejenisnya)
PT Central Capital Ventura Rp3.000.000,00
dengan PT BCA Sekuritas
PT BCA Sekuritas dengan Rp150.903.564.891,00
PT Bank BCA Syariah
PT BCA Sekuritas dengan Rp4.289.974.157,85
PT Bank Digital BCA
PT Asuransi Jiwa BCA Rp26.301.320.961,00
dengan PT Bank BCA Syariah
PT Asuransi Jiwa BCA Rp5.017.187.504
dengan PT Bank Digital BCA
PT BCA Finance dengan Rp1.951.359,05
PT Bank BCA Syariah
PT Asuransi Umum BCA Rp10.000.000.000,00
dengan PT Bank BCA Syariah
PT Asuransi Umum BCA Rp2.522.045.342,00
dengan PT Bank Digital BCA
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 395
Page 398
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
(II.3) Kategori 3 Kebijakan Benturan Kepentingan bagi
Sepanjang tahun 2025, tidak ada Transaksi Afiliasi Dewan Komisaris dan Direksi
yang masuk dalam Kategori 3. Ketentuan terkait benturan kepentingan bagi Dewan
Komisaris dan Direksi diatur dalam Pedoman Tata Kelola
Kewajaran Transaksi Perusahaan, antara lain mengatur hal-hal berikut:
Prinsip yang diperhatikan pada saat melakukan • Anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi
transaksi dengan pihak terafiliasi adalah sebagai yang memiliki benturan kepentingan dilarang
berikut: mengambil keputusan dan/atau tindakan dan/atau
• M e m p e r h a t i k a n p r i n s i p Ta t a K e l o l a terlibat dalam proses pelaksanaan transaksi yang
Perusahaan yang Baik yaitu keterbukaan dapat merugikan BCA atau mengurangi keuntungan
(transparency), akuntabilitas (accountability), BCA dan wajib mengungkapkan kondisi benturan
p e r t a n g g u n g j awa b a n ( responsibility ) , kepentingan dimaksud dalam tiap keputusan.
independensi (independency), dan kewajaran • Anggota Direksi tidak berwenang mewakili BCA
(fairness). dalam hal atau transaksi dimana anggota Direksi
• Memastikan kelayakan, kewajaran nilai, dan yang bersangkutan memiliki benturan kepentingan
persyaratan dari transaksi yang bersangkutan dengan BCA.
(arm’s length transaction).
Pihak Independen dalam Transaksi Afiliasi dan
Direksi menyatakan bahwa Transaksi Afiliasi yang Transaksi Benturan Kepentingan
telah dilaksanakan oleh BCA dan Perusahaan Anak Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan telah
BCA selama tahun 2025 telah melalui prosedur dituangkan dalam kebijakan internal BCA, jika terdapat
yang memadai untuk memastikan bahwa transaksi transaksi dengan pihak terafiliasi yang wajib dilakukan
afiliasi dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis keterbukaan informasi kepada masyarakat dan
yang berlaku umum antara lain dilakukan dengan dilaporkan kepada OJK, maka BCA akan menunjuk
memenuhi prinsip transaksi yang wajar (arms-length penilai independen untuk mengevaluasi kewajaran
principle). nilai transaksi tersebut.
2. Transaksi Benturan Kepentingan Dalam hal terdapat transaksi yang dilakukan BCA
Kebijakan terkait Benturan Kepentingan dengan pihak ketiga yang mengandung perbedaan
Sesuai dengan Kode Etik BCA, bahwa proses antara kepentingan ekonomis BCA dengan kepentingan
pengambilan keputusan tidak dipengaruhi pihak lain ekonomis anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris,
dan benturan kepentingan apa pun. Hasil pengambilan pemegang saham utama atau Pengendali yang dapat
keputusan dan benturan kepentingan yang ada, wajib merugikan BCA, BCA wajib menggunakan penilai
dicatat dan didokumentasikan sebagai bukti. independen untuk menentukan nilai wajar dari objek
transaksi dan/atau kewajaran transaksi tersebut serta
Kebijakan BCA terkait benturan kepentingan yang mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari para
tercantum dalam Surat Keputusan Direksi No. 0039/SK/ Pemegang Saham Independen BCA melalui RUPS
DIR/2025 tanggal 25 Februari 2025 perihal Pernyataan Independen.
Tahunan terkait Benturan Kepentingan telah mengatur
bahwa seluruh jajaran BCA harus mengetahui dan Transaksi Benturan Kepentingan pada Tahun
menyadari kegiatan-kegiatan yang memungkinkan 2025
timbulnya atau terjadinya benturan kepentingan serta Selama tahun 2025, anggota Dewan Komisaris dan
wajib menghindarinya. Sebagai salah satu bentuk anggota Direksi BCA telah melakukan pengelolaan atas
pengelolaan terhadap potensi benturan kepentingan, potensi terjadinya benturan kepentingan sebagaimana
BCA mewajibkan seluruh pekerja eselon 7 ke atas yang telah diatur pada ketentuan yang berlaku, antara
(termasuk anggota DIreksi dan Dewan Komisaris) lain jika anggota Dewan Komisaris atau anggota Direksi
mengisi Annual Disclosure secara digital (sebagaimana memiliki benturan kepentingan maka anggota Dewan
diungkapkan pada bagian Internalisasi bab Pendahuluan Komisaris atau anggota Direksi yang memiliki benturan
Tata Kelola pada Laporan Tahunan ini). kepentingan tersebut tidak ikut dalam pengambilan
keputusan. Sepanjang 2025, tidak ada transaksi
Dalam kaitannya dengan Tata Kelola Terintegrasi, Direksi benturan kepentingan yang dapat merugikan BCA atau
BCA juga memastikan bahwa penerapan manajemen mengurangi keuntungan BCA.
risiko transaksi intra-grup dalam Konglomerasi
Keuangan bebas dari benturan kepentingan antar-
individual Lembaga Jasa Keuangan.
Nama dan Jabatan
Nama dan Jabatan
Pihak yang Memiliki Jenis Transaksi Nilai Transaksi Keterangan
Pengambil Keputusan
Benturan Kepentingan
Belum ada transaksi Benturan Kepentingan pada tahun 2025
396 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 399
PERMASALAHAN HUKUM
Permasalahan hukum meliputi perkara pidana dan perkara perdata yang dihadapi oleh BCA selama tahun 2025, 2024,
dan 2023 dijabarkan sebagai berikut.
1. Permasalahan Hukum Pidana
Rincian permasalahan hukum pidana yang dihadapi oleh BCA selama tahun 2025, 2024, dan 2023 adalah sebagai
berikut:
Permasalahan Hukum Pidana 2025 2024 2023
Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan 6 6 13
hukum tetap)
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 1 1 4
Total 7 7 17
Selama tahun 2025, perkara pidana di Pengadilan atas laporan BCA terhadap nasabah, karyawan, atau pihak ketiga
lainnya meliputi perkara tentang dugaan tindak pidana informasi elektronik, penipuan, penggelapan, pencurian,
pemalsuan, penyerobotan tanah/pekarangan tertutup, dan perusakan barang, dimana tidak ada perkara dengan
nilai kerugian materiil di atas Rp1 miliar.
Sedangkan perkara pidana di Pengadilan atas laporan nasabah, karyawan, atau pihak ketiga lainnya terhadap BCA
tidak ada/nihil.
2. Permasalahan Hukum Perdata
Rincian permasalahan hukum perdata yang dihadapi oleh BCA selama tahun 2025, 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
Permasalahan Hukum Perdata 2025 2024 2023
Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan 222 203 155
hukum tetap)
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 200 216 219
Total 422 419 374
Perkara Perdata yang dihadapi dan/atau diajukan BCA antara lain terjadi karena:
1) Gugatan terkait rekening oleh ahli waris nasabah.
2) Gugatan/perlawanan nasabah terkait sita/blokir rekening yang dilakukan oleh BCA atas permintaan Pengadilan,
Kantor Pajak dan atau pihak ketiga lainnya.
3) Gugatan nasabah/pihak ketiga lainnya terkait transaksi pembayaran, transfer, saldo, dan pencairan rekening
dan/atau warkat.
4) Gugatan nasabah terkait penipuan rekening.
5) Gugatan terkait penggunaan, penagihan dan/atau pembayaran tagihan kartu kredit.
6) Gugatan pihak ketiga terkait sengketa tanah/bangunan kantor milik BCA.
7) Gugatan terkait rekening badan hukum sehubungan dengan sengketa pengurus badan hukum, yayasan dan/
atau perhimpunan.
8) Gugatan/perlawanan kepada BCA terkait pembayaran ganti rugi dan pemblokiran rekening.
9) Gugatan/bantahan debitur (suami/istri), pemilik agunan dan/atau pihak lain terkait sita eksekusi, lelang dan/
atau pengosongan terhadap agunan.
10) Gugatan/bantahan debitur (suami/istri) dan/atau pihak ketiga terkait kredit dan/atau agunan.
11) Gugatan wanprestasi yang diajukan oleh BCA terhadap debitur macet.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 397
Page 400
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Perkara Perdata BCA yang masih berjalan di tahun 2025 dengan nominal tuntutan di atas Rp50 milliar, namun nilai
perkaranya tidak material atau tidak berpengaruh terhadap kelangsungan usaha BCA, antara lain sebagai berikut:
Posisi Risiko Bagi
No. Nomor Perkara Pokok Gugatan Status Perkara
BCA Bank
1. 298/Pdt.G/2025/ Tergugat I Gugatan debitur terhadap lelang eksekusi hak Dalam proses Potensi
PN.Mdn tanggungan atas objek jaminan dengan alasan menurut banding pembayaran
debitur BCA telah melakukan PMH karena tidak ganti rugi
memberikan salinan dokumen terkait kredit, pengikatan (BCA menang
agunan serta pengumuman lelang kepada debitur, dan di tingkat
nilai limit lelang jauh dari rasa keadilan dan kemanusiaan. pertama)
2. 41/PDT.G/2022/ Turut Gugatan nasabah RDN BCA terhadap perusahaan efek Dalam proses Potensi
PN.JKT.SEL Tergugat II PT KS dengan alasan nasabah merasa telah diberikan kasasi. pembayaran
iming-iming keuntungan yang menyesatkan dan transaksi (BCA menang di ganti rugi
jual beli saham yang dilakukan oleh PT KS dilakukan tanpa tingkat banding
sepengetahuan/ persetujuan nasabah sehingga nasabah dan tingkat
mengalami kerugian atas transaksi tersebut. pertama)
3. 267/Pdt.G/2025/ Tergugat I Gugatan pemilik jaminan terhadap lelang eksekusi hak Dalam proses Potensi
PN.Ckr tanggungan atas objek jaminan dengan alasan BCA telah persidangan di pembayaran
melakukan PMH karena melaksanakan lelang atas harta tingkat pertama ganti rugi
pribadi penggugat secara sepihak dan nilai limit lelang
yang ditetapkan terlalu rendah karena dibawah harga
pasar.
4. 265/Pdt.G/2025/ Tergugat Gugatan debitur terhadap lelang eksekusi hak Dalam proses Potensi
PN.Smr tanggungan atas objek jaminan dengan alasan BCA persidangan di pembayaran
melakukan PMH karena tidak memenuhi permintaan tingkat pertama ganti rugi
restrukturisasi kredit yang diajukan oleh debitur dengan
maksud untuk melakukan tindakan lelang eksekusi secara
sepihak.
5. 630/Pdt.G/2022/ Tergugat I, Gugatan debitur terhadap tindakan BCA yang Dalam proses Potensi
PN.Jkt.Pst II, III mengirimkan surat-surat peringatan kepada debitur kasasi pembayaran
dengan alasan BCA melakukan PMH karena tidak ganti rugi
memberikan restrukturisasi kredit kepada debitur. (BCA menang di
tingkat banding
dan tingkat
pertama)
6. 32/Pdt.G/2025/ Tergugat I Gugatan debitur terhadap lelang eksekusi hak Dalam proses Potensi
PN.Mgg tanggungan terhadap objek jaminan dengan alasan persidangan di pembatalan
BCA melakukan PMH karena tidak memberikan tingkat pertama PK dan
restrukturisasi kredit kepada debitur selama covid-19 lelang serta
dan dirasa telah mempersulit proses penyelesaian utang pembayaran
debitur, serta nilai limit lelang yang ditetapkan terlalu ganti rugi
rendah karena dibawah harga pasar.
Sepanjang tahun 2025, BCA tidak menghadapi risiko yang signifikan terhadap permasalahan hukum yang ada
karena berdasarkan hasil penilaian sendiri (self-assessment), tingkat risiko hukum BCA berada di posisi “low”.
3. Permasalahan Hukum yang Dihadapi oleh Perusahaan Anak
Rincian permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi oleh Perusahaan Anak selama tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
Perusahaan Anak Status Perkara Perdata Pidana
PT BCA Finance Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 52 0
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 50 0
BCA Finance Ltd Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 0 0
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
PT Bank BCA Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 9 1
Syariah
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 9 0
PT Asuransi Umum Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 0 0
BCA
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
PT Asuransi Jiwa Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 2 0
BCA
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
398 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 401
Perusahaan Anak Status Perkara Perdata Pidana
PT BCA Sekuritas Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 0 0
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
PT Central Capital Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 0 0
Ventura
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
PT Bank Digital Perkara yang sudah selesai (sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap) 0 0
BCA
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
Perkara yang sedang dalam proses penyelesaian 0 0
PERKARA PENTING & SANKSI 5. Sanksi pelanggaran hukum terkait
ADMINISTRATIF masalah perburuhan/ketenagakerjaan/
kepailitan/persaingan atau lingkungan
1. Perkara Penting yang Dihadapi Sepanjang tahun 2025, BCA tidak pernah mendapatkan
oleh Anggota Direksi dan Anggota sanksi atas suatu putusan pengadilan yang telah
Dewan Komisaris BCA berkekuatan hukum tetap (inkracht) berkaitan dengan
Sepanjang tahun 2025, seluruh anggota Direksi maupun perkara perburuhan/ketenagakerjaan/kepailitan/
anggota Dewan Komisaris yang sedang menjabat persaingan atau lingkungan.
tidak pernah terlibat dalam perkara penting apa pun,
baik perkara pidana dan/atau perkara perdata, yang 6. Sanksi dari regulator terkait
melibatkan dirinya dalam kedudukannya masing- peristiwa penting
masing sebagai anggota Direksi dan anggota Dewan Sepanjang tahun 2025, BCA tidak pernah mendapatkan
Komisaris BCA. sanksi dari regulator yang disebabkan karena tidak
membuat pengumuman dalam jangka waktu yang
2. Perkara Penting yang Dihadapi oleh Anggota ditentukan untuk peristiwa penting.
Direksi dan Anggota Dewan Komisaris
Perusahaan Anak 7. Sanksi terkait peraturan pencatatan
Sepanjang tahun 2025, seluruh anggota Direksi dan Sepanjang tahun 2025, BCA tidak pernah mendapatkan
anggota Dewan Komisaris Perusahaan Anak yang sanksi yang terkait dengan pelanggaran atas peraturan
sedang menjabat tidak pernah terlibat dalam perkara pencatatan dari regulator. BCA selalu berupaya
penting apa pun, baik perkara pidana dan/atau perkara mematuhi aturan, regulasi, ketentuan dan/atau
perdata, yang melibatkan dirinya dalam kedudukannya peraturan pencatatan dari regulator serta SRO baik
sebagai anggota Direksi/anggota Dewan Komisaris aturan pengungkapan maupun aturan terkait lainnya.
Perusahaan Anak.
8. Sanksi terkait peraturan perpajakan
Dampak Permasalahan Hukum bagi BCA dan Dalam 3 (tiga) tahun terakhir, BCA tidak pernah
Perusahaan Anak mendapat sanksi terkait peraturan perpajakan.
Seluruh permasalahan hukum yang dihadapi BCA
dan Perusahaan Anak sepanjang tahun 2025 tidak AKSES INFORMASI DAN
berdampak secara material terhadap kedudukan dan DATA PERUSAHAAN
kelangsungan usaha BCA dan Perusahaan Anak.
BCA senantiasa membina komunikasi yang baik
3. Sanksi Administratif dari Otoritas Terkait dengan regulator, pemegang saham, nasabah, pekerja
Sepanjang tahun 2025, BCA, anggota Direksi dan/atau BCA, mitra kerja, maupun masyarakat luas sebagai
anggota Dewan Komisaris tidak pernah mendapatkan bentuk implementasi dari prinsip transparansi dan
sanksi administratif yang bersifat materiil maupun non- pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan.
materiil dari OJK atau regulator lainnya, yang dapat Hubungan baik BCA dengan pemangku kepentingan diatur
memengaruhi kelangsungan usaha BCA. dalam Kebijakan Komunikasi.
4. Sanksi atas ketidakpatuhan terhadap Kebijakan Komunikasi BCA diatur dalam Bab Fungsi
hukum atau peraturan terkait Komunikasi dan Informasi serta Bab Keterbukaan Informasi
dengan transaksi pihak berelasi dalam Pedoman Tata Kelola BCA. BCA menyediakan akses
yang signifikan atau material informasi dan data perusahaan kepada publik, antara lain
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus melalui sarana komunikasi yang dijelaskan lebih lanjut di
ketidakpatuhan terhadap hukum, aturan dan peraturan bawah ini.
yang berkaitan dengan transaksi dengan pihak berelasi
yang signifikan atau material yang terkait dengan BCA.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 399
Page 402
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
1. Sarana atau Saluran Komunikasi Pemangku Kepentingan
Pemangku kepentingan BCA adalah pihak-pihak yang berhubungan dengan kegiatan usaha BCA dan memengaruhi
keberlanjutan BCA secara signifikan.
PEMANGKU KEPENTINGAN
Media, Kelompok
Kepentingan dan Pekerja dan
Nasabah dan Klien Regulator Masyarakat Umum Serikat Pekerja
Investor dan Komunitas Mitra Bisnis/
Pemegang Saham Masyarakat Pemasok/Vendor
BCA bekerja sama dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan melalui proses formal dan sesuai dengan
keterlibatan yang diperlukan. Interaksi dengan pemangku kepentingan seperti regulator, investor, dan masyarakat
dikelola oleh Corporate Secretary - Investor Relations & Environmental Social Governance (ESG) Division dan Grup
Corporate Communication & Social Responsibility (CCR).
Selain itu, unit kerja terkait juga melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya.
Dalam menjalin interaksi dengan pemangku kepentingan, BCA telah menyediakan berbagai saluran komunikasi
untuk memastikan penyebaran informasi BCA dapat dilakukan secara intensif dan efektif.
Nama Pemangku
Kepentingan Sarana Komunikasi Frekuensi
Kepentingan
Nasabah dan Klien • Memberikan informasi mengenai produk • Contact center Halo BCA Setiap saat
dan layanan perbankan serta keamanan • Situs web BCA
privasi nasabah. • Media sosial
• Memberikan solusi perbankan terbaik bagi
para pemangku kepentingan.
• Memberikan solusi atas permasalahan
dalam bertransaksi, menggunakan produk
dan/atau layanan perbankan.
Investor atau Kinerja finansial, implementasi keberlanjutan/ • RUPS Tahunan dan/atau RUPS • Setahun
Pemegang Saham sustainability, dan pelaksanaan prinsip kehati- Luar Biasa sekali
hatian dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. • Laporan Tahunan dan Laporan • Insidental
Keberlanjutan • Triwulan
• Analyst Meeting • Setiap saat
• Public Expose
• Kontak Hubungan Investor:
• Telp:+62 21 235 88000
• E-mail: investor_relations@bca.
co.id
400 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 403
Nama Pemangku
Kepentingan Sarana Komunikasi Frekuensi
Kepentingan
Regulator dan SRO Kepatuhan dan pelaksanaan prinsip kehati- • Laporan Bulanan Sesuai regulasi
(OJK, IDX, KSEI dan hatian dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. • Laporan Triwulan (bulanan,
Bank Indonesia) • Keterbukaan informasi triwulan,
sehubungan dengan Transaksi semester,
Afiliasi tahunan dan
• Penjelasan informasi di media insidental)
massa
• Penyampaian bukti
pengumuman RUPST dan/
atau RUPSLB, Laporan Bulanan
Efek, Laporan Public Expose,
ringkasan Laporan Keuangan
Konsolidasi melalui sarana
elektronik dan/atau hardcopy
• Penyampaian press release
terkait Laporan Keuangan, dan
salinan keterangan Akta Risalah
RUPST dan/atau RUPSLB
• Penyampaian bukti
Pemanggilan RUPS dan/atau
RUPSLB
• Laporan dan pengumuman
jadwal pembagian dividen
• Laporan kepemilikan atau
perubahan kepemilikan saham
Komunitas Program dan peluang pemberdayaan melalui • Laporan Keberlanjutan Setahun sekali
Masyarakat program kemasyarakatan dan Corporate • Youtube Solusi BCA Setiap saat
Social Responsibility (CSR). • Instagram GoodLifeBCA
Media, Kelompok Informasi dan data BCA, antara lain mengenai • Siaran pers (press release) Jika diperlukan
Kepentingan dan kondisi finansial BCA, produk dan aksi melalui media cetak dan Setiap saat
Masyarakat Umum korporasi. elektronik
• Kontak corporate
communication BCA: corcom_
bca@bca.co.id
Mitra Bisnis/ • Kebijakan umum terkait pengadaan barang • Situs web BCA Jika diperlukan
Pemasok/vendor dan/atau jasa, jenis kebutuhan/spesifikasi, • Beauty Contest Setiap saat
informasi dan data BCA, proses menjadi • Kode etik yang berhubungan
rekanan. dengan vendor
• Masukan, saran dan informasi vendor/ • Kontak PIC Divisi Logistik
rekanan. (Aspek Pengadaan)
Pekerja dan Serikat Hubungan industrial dan hal-hal yang terkait Komunikasi internal melalui Setiap saat
Pekerja dengan kesejahteraan, hak, dan kewajiban e-magazine Info BCA, BCA
pekerja. Update, MyBCAPortal, sarana
audio visual, Halo SDM- call center
bagi pekerja BCA, sharing session,
artikel GCG series, layanan dan/
atau fasilitas perbankan
2. Informasi dan Transparansi Selain melalui sarana-sarana tersebut, BCA juga
Produk dan Layanan menyampaikan informasi produk dan layanannya
BCA telah memberikan informasi mengenai produk kepada nasabah secara langsung. Penyampaian
dan layanan BCA sesuai dengan ketentuan OJK dan informasi kepada nasabah dilakukan atas dasar
BI secara transparan, akurat, dan terkini. Adapun persetujuan nasabah yang telah diberikan pada saat
sarana-sarana yang BCA gunakan untuk mempermudah menandatangani kolom persetujuan kepada BCA
nasabah dalam mendapatkan informasi tersebut antara untuk melakukan penawaran produk/layanan BCA via
lain: sarana komunikasi pribadi pada formulir pembukaan
• Situs web resmi BCA dan akun media sosial resmi rekening. Publikasi informasi produk, layanan, dan/atau
BCA yang menyajikan informasi lengkap dan terkini fasilitas perbankan BCA dilakukan sesuai ketentuan
terkait segala produk, layanan, serta program BCA; regulator tentang Transparansi Informasi Produk Bank
• Leaflet, brosur, TV Plasma, atau bentuk tertulis lain dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.
di setiap kantor cabang BCA di seluruh Indonesia
yang memuat informasi produk bank untuk 3. Sarana Penyampaian Informasi
mempermudah pemahaman nasabah; dan Data Perusahaan
• Frontliner BCA, seperti Relationship Officer , Pengelolaan bisnis BCA tidak sekedar mengejar
Account Officer, dan Customer Service, di seluruh profitabilitas, namun juga mencakup upaya untuk
kantor cabang BCA yang antusias memberikan memberikan solusi perbankan terbaik bagi para
informasi produk/layanan serta solusi yang pemangku kepentingan. BCA senantiasa memberikan
dibutuhkan oleh nasabah. kemudahan bagi nasabah untuk mengakses informasi
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 401
Page 404
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
BCA. Solusi perbankan terbaik diberikan oleh BCA SOLA adalah menggali dan menindaklanjuti
melalui sarana komunikasi, yakni: kebutuhan serta keluhan nasabah, kemudian
a. haloBCA memberikan rekomendasi solusi yang
haloBCA merupakan pusat layanan informasi dan tepat sesuai dengan profil dan kebutuhan
pengaduan nasabah yang dapat diakses melalui nasabah. SOLA menghubungi nasabah
berbagai kanal komunikasi, antara lain: menggunakan Nomor Telepon haloBCA
• Telepon: 1500888 1500888 dan Nasabah dapat menghubungi
• WhatsApp: 0811 1500 998 SOLA melalui media komunikasi berikut:
• E-mail: halobca@bca.co.id 1) Nomor Telepon 1500118 dengan
• haloBCA Chat (Aplikasi haloBCA dan Webchat extension yang diinformasikan kepada
di www.bca.co.id). nasabah secara langsung.
• Video Call dan Video Banking terdapat di: 2) Whatsapp resmi Bank BCA di nomor 0811
» myBCA Store (Central Park, Emporium Pluit, 1500 998 dengan mengetik #HaloBCA
Kota Kasablanka, Ciputra World, myBCA di kolom chat.
Learning Institute); 3) E-mail korespondensi SOLA melalui
» myBCA Hybrid (Gandaria City, Menara alamat e-mail sola_doc@bca.co.id.
BCA, Pondok Indah Mall 2, Summarecon • Layanan Digital Lainnya
Mall Serpong, AEON Mall Sentul, UGM haloBCA juga mengelola beberapa layanan
Yogyakarta); digital, antara lain:
» myBCA Booth (Tangerang City Mall, » Pembukaan rekening secara online melalui:
Supermall Karawaci, Cibinong City Mall, BCA mobile, myBCA, dan marketplace
Royal Plaza, AEON Mall Deltamas, Cilegon (Blibli, DANA, MyCampus, Bayarind);
Center Mall, Sunrise Mall Mojokerto); » Pengajuan kartu kredit secara online melalui
» Tersedia juga di kantor cabang (KCU Alam video call;
Sutera, KCU Serpong, KCU Harapan Indah, » Verifikasi nasabah secara online melalui
KCU Bekasi, KCU Matraman, KCU Darmo, video call di myBCA;
KCU SCBD, KCP Sahid J-Walk, KCU Sunter,
KCU Hybrid Thamrin). Dalam upaya menjaga kualitas layanan, haloBCA
• Aplikasi haloBCA berkomitmen untuk menerima pelaporan
Aplikasi haloBCA merupakan layanan berbasis nasabah dan melakukan tindak lanjut atas
mobile yang dapat diunduh oleh nasabah BCA pengaduan nasabah dengan menetapkan
atau non nasabah BCA dari gawai (gadget) untuk standar waktu respond time sebagai berikut:
menghubungi haloBCA secara online melalui » Inbound call: 20 detik
Voice Over Internet Protocol/VoIP Call (tanpa » Whatsapp: 2 menit
biaya telepon), E-mail, Chat, Whatsapp dan akun » X: 25 menit
media sosial resmi BCA sehingga memudahkan » Halo BCA Chat: 2 menit
nasabah untuk mengakses layanan tanpa biaya » e-mail: 30 menit
komunikasi. BCA juga menambahkan fitur VoIP
Call pada aplikasi myBCA, sehingga nasabah b. Situs Web BCA
dapat menjangkau Layanan Telepon Halo Situs web resmi BCA www.bca.co.id, menjadi
BCA melalui aplikasi myBCA dengan mudah rujukan informasi terpercaya bagi nasabah dan
dan cepat. Selain itu, aplikasi haloBCA juga calon nasabah BCA serta bagi seluruh masyarakat.
memungkinkan nasabah untuk melakukan
pengkinian data, persetujuan digital, serta Melalui situs ini, BCA menghadirkan beragam
pengaturan fasilitas perbankan secara mandiri informasi tentang produk dan layanan perbankan,
(self-service), seperti buka blokir PIN Kartu promo terbaru, kabar terkini seputar BCA, laporan
Debit/ATM BCA dan Pengaturan Pengiriman riset ekonomi, dan berbagai informasi korporasi
Kode OTP. terkait BCA secara menyeluruh.
• Layanan Outbound Call
BCA juga mengembangkan layanan Outbound Saat ini, situs web resmi BCA telah berkembang
Call Services (1500888) yang meliputi: menjadi saluran digital yang mampu memenuhi
» Digital Relationship Officer (DRO) merupakan berbagai kebutuhan nasabah dengan menghadirkan
layanan outbound campaign Halo BCA yang formulir online (e-form) serta fitur tracking dan
bertujuan untuk menyampaikan informasi, checking yang semakin lengkap. Beragam e-form
melakukan verifikasi & konfirmasi transaksi, dan layanan pelacakan (tracking and checking)
telesurvey , customer retention , dan yang tersedia di www.bca.co.id meliputi:
penawaran produk solusi bisnis BCA kepada
nasabah sesuai dengan lead based. Pengajuan dan Registrasi, antara lain:
» Solution Assistant (SOLA) merupakan Agen • Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Khusus haloBCA yang didedikasikan untuk • Kartu Kredit BCA
kelompok nasabah terpilih. Peran utama • Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)
402 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 405
• Kredit Sepeda Motor (KSM) Hadirnya berbagai e-form , fitur tracking dan
• Asuransi BCA checking , serta akses unduh e-Banking di
• Kredit Usaha dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) www.bca.co.id, sejalan dengan komitmen BCA
• EDC BCA dalam memberikan kemudahan bagi nasabah
• Autopay BCA untuk mengakses beragam produk dan layanan
• API BCA perbankan yang didukung pemanfaatan teknologi
terkini.
Tracking dan Checking, antara lain:
• Pengiriman Uang (Firecash) Lebih lanjut, BCA konsisten menjaga transparansi
• Status Bank Garansi informasi untuk mendukung penerapan Tata
• Saldo Reward BCA Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
• Status Pengajuan KPR dan kelengkapan Governance), sesuai regulasi serta kebutuhan
dokumen informasi investor, pemegang saham, dan
masyarakat pasar modal. Transparansi tersebut
Laporan dari Masyarakat: diwujudkan melalui penyajian informasi seputar
• Whistleblowing System perusahaan, investor relations, tata kelola,
komitmen keberlanjutan, tanggung jawab
Dengan tersedianya berbagai e-form di situs korporasi, siaran berita terbaru terkait BCA,
web BCA ini, nasabah individu bisa mengajukan dan riset ekonomi di situs resmi BCA secara
KPR, Kartu Kredit, KKB, KSM, dan Asuransi BCA komprehensif.
secara daring dengan lebih praktis. Kehadiran fitur
tracking dan checking pun membantu nasabah Tidak hanya itu, investor dan publik juga dapat
dalam memantau saldo Reward BCA, status mengecek kinerja saham BCA secara realtime di
pengiriman uang (Firecash), Bank Garansi BCA, www.bca.co.id melalui laman Harga Kinerja Saham,
serta perkembangan pengajuan KPR termasuk memantau perkembangan obligasi pasar perdana
dokumen KPR yang masih kurang. dan pasar sekunder di laman Pilihan Produk Obligasi,
serta melakukan simulasi investasi reksa dana di
Bagi nasabah bisnis, situs resmi BCA menyediakan laman Simulasi Reksa Dana.
akses yang makin mudah ke layanan permodalan
berupa pengajuan Kredit Usaha secara online Terakhir, www.bca.co.id konsisten mengedukasi
di www.bca.co.id. Tidak hanya itu, nasabah nasabah serta masyarakat luas mengenai layanan,
dapat memanfaatkan fitur simulasi kredit guna produk, dan program terbaru BCA, melalui artikel
menghitung plafon, estimasi cicilan, dan jangka edukatif dan informatif dalam rubrik Berita BCA,
waktu, sehingga proses pengajuan bisa lebih tepat EdukaTips BCA, dan AwasModus. Untuk informasi
sasaran dan sesuai kebutuhan usaha. promosi terkini, BCA juga menghadirkan halaman
khusus, yaitu www.promo.bca.co.id sebagai pusat
Selanjutnya, untuk mendukung kelancaran informasi promo BCA yang selalu up-to-date.
operasional bisnis dan usaha, registrasi kerja sama
API (Application Programming Interface) BCA, dan c. Media Sosial BCA
pengajuan EDC, kini dapat dilakukan dengan mudah Melalui konten-konten informatif dan kreatif yang
melalui www.bca.co.id. disajikan secara konsisten di berbagai platform media
sosial, BCA berupaya membangun interaksi yang
Guna meningkatkan pengalaman nasabah ataupun solid khususnya dengan nasabah maupun dengan
calon nasabah dalam menggunakan layanan masyarakat pada umumnya. Langkah ini merupakan
e-Banking BCA, situs web BCA menyediakan akses perwujudan dari slogan “Senantiasa di Sisi Anda” untuk
untuk mengunduh aplikasi myBCA, aplikasi BCA menjadikan akun media sosial BCA sebagai salah satu
mobile, aplikasi eBranch BCA, aplikasi haloBCA, sumber informasi dan referensi terpercaya, sekaligus
aplikasi Merchant BCA, dan aplikasi Sakuku di setiap sumber inspirasi kreatif bagi semua kalangan di era
halaman informasi layanan dari aplikasi-aplikasi digital.
e-Banking BCA tersebut.
Berikut ini daftar akun media sosial resmi BCA.
Kehadiran berbagai formulir online dan fitur • Akun X (@BankBCA, @HaloBCA, @XpresiBCA, @
tracking dan checking di www.bca.co.id ini sejalan GoodLifeBCA, @KartuKreditBCA)
dengan komitmen BCA yang senantiasa berupaya • Facebook (BankBCA, XpresiBCA, GoodLifeBCA,
memberikan kemudahan kepada setiap nasabah KartukreditBCA)
untuk bisa menikmati beragam produk dan layanan • YouTube (Solusi BCA)
perbankan BCA yang didukung oleh pemanfaatan • Linkedln PT Bank Central Asia Tbk
teknologi terkini. • Instagram (@GoodLifeBCA) dan (@LifeAtBCA)
• Line (Bank BCA)
• Tiktok (@BankBCA)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 403
Page 406
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Informasi lengkap terkait akun-akun resmi dan aktivitas 6. Kampanye terkait literasi bisnis khususnya untuk
media sosial BCA dapat diakses melalui https://www. para pengusaha UMKM;
bca.co.id/socialmedia. 7. Kampanye terkait edukasi keamanan dan
pelindungan data nasabah;
BCA juga terus berinovasi dengan menghadirkan 8. Kampanye terkait literasi keuangan;
chat-bot VIRA atau Virtual Assistant Chat Banking 9. Kampanye BCA “Bangga Lokal”; dan
BCA. VIRA dapat diakses di Facebook Messenger 10. Kampanye terkait kegiatan-kegiatan corporate
akun BankBCA, aplikasi chat LINE akun Bank BCA, dan share value BCA di bawah payung ”Bakti BCA”,
WhatsApp Bank BCA. Melalui Channel VIRA tersebut berikut dampaknya bagi masyarakat dan
nasabah dapat memperoleh informasi terkait promo, lingkungan.
cek saldo dan mutasi, kurs, info ATM, info kartu kredit,
serta akses perbankan lainnya. Selain itu, BCA juga
telah meluncurkan layanan chatting melalui aplikasi
FACEBOOK
Whatsapp dengan agen Halo BCA yang dapat diakses X
oleh nasabah selama 24 jam/7 hari.
Sepanjang tahun 2025, BCA terus aktif memanfaatkan
akun-akun media sosial-nya untuk mengampanyekan
berbagai materi komunikasi, antara lain: LINKEDIN
YOUTUBE
1. Kampanye terkait pemutakhiran produk perbankan
BCA, termasuk mengomunikasikan manfaat produk
perbankan BCA kepada potensi market;
2. Kampanye terkait edukasi transaksi perbankan
yang aman bagi masyarakat;
3. Kampanye terkait promo-promo dari BCA;
4. Kampanye terkait lowongan pekerjaan yang
tersedia di BCA; LINE INSTAGRAM TIKTOK
5. Kampanye terkait penawaran produk pinjaman
dari BCA;
d. Daftar Siaran Pers 2025
Siaran pers yang dilakukan BCA merupakan bagian dari penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik,
khususnya prinsip transparansi. Selama tahun 2025 terdapat 179 siaran pers yang dilakukan oleh BCA. Rincian
judul dan isi lengkap seluruh siaran pers dapat diakses di https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/media-riset/
pressroom/siaran-pers.
No. Tema Siaran Pers Jumlah Siaran Pers
1 Product & Business Activity 88
2 Financial Performance 7
3 Sustainability 84
e. Korespondensi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia
Korespondensi BCA kepada OJK dan BEI merupakan bagian dari penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang
Baik, khususnya prinsip transparansi dan pertanggungjawaban. Selama tahun 2025, korespondensi kepada OJK
dan BEI yang dilakukan oleh BCA adalah sebagai berikut:
Otoritas Jasa Keuangan
No Tanggal No. Dokumen Kepada Perihal
1 23 Januari 2025 0002/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Press Release terkait Informasi
Ringkasan Kinerja Keuangan Kuartal IV Tahun 2024
(audited) PT Bank Central Asia Tbk ("Perseroan")
2 24 Januari 2025 0003/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Bukti Pengumuman Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk
3 24 Januari 2025 0004/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Bukti Pengumuman Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk
4 24 Januari 2025 0005/ESG/2025 OJK Pasar Modal Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan
5 24 Januari 2025 0006/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Keuangan Kuartal IV Tahun
2024 (audited)
6 24 Januari 2025 0007/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Bukti Pengumuman Laporan Keuangan
Kuartal IV Tahun 2024
404 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 407
No Tanggal No. Dokumen Kepada Perihal
7 24 Januari 2025 0009/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Bukti Pengumuman Lap Keuangan
Kuartal IV Tahun 2024 PT BCA Tbk
8 12 Februari 2025 0014/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Laporan Tahunan TB 2024 dan Laporan
Keberlanjutan Tahun 2024 PT BCA Tbk
9 12 Februari 2025 0015/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Tahunan TB 2024 dan Laporan
Keberlanjutan Tahun 2024 PT BCA Tbk
10 12 Februari 2025 0017/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Pengendalian Internal
PT BCA Tbk
11 12 Februari 2025 0018/ESG/2025 OJK Pasar Modal Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan
12 13 Februari 2025 0019/ESG/2025 OJK DPBS2 penyampaian bukti pemanggilan RUPST PT BCA Tbk
13 13 Februari 2025 0020/ESG/2025 OJK Pasar Modal penyampaian bukti pemanggilan RUPST PT BCA Tbk
14 19 Februari 2025 0034/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
15 25 Februari 2025 0043/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
16 25 Februari 2025 0044/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
17 25 Februari 2025 0045/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
18 28 Februari 2025 0046/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Tahunan Pelaksanaan TKT KK
BCA TB 2024
19 28 Februari 2025 0047/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Tahunan Pelaksanaan Tata
Kelola BCA TB 2024
20 04 Maret 2025 0048/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
21 07 Maret 2025 0050/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Tahunan dan Laporan
Keuangan Entitas Anak
22 14 Maret 2025 0051/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
23 14 Maret 2025 0052/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
24 14 Maret 2025 0053/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Copy Surat Keterangan Notaris Terkait
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
PT Bank Central Asia Tbk (“Perseroan”)
25 14 Maret 2025 0054/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Copy Surat Keterangan Notaris Terkait
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
PT Bank Central Asia Tbk (“Perseroan”)
26 14 Maret 2025 0055/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Bukti Pengumuman Ringkasan Risalah
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank
Central Asia Tbk (“Perseroan”)
27 14 Maret 2025 0056/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Bukti Pengumuman Ringkasan Risalah
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank
Central Asia Tbk (“Perseroan”)
28 19 Maret 2025 0058/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
29 19 Maret 2025 0059/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
30 19 Maret 2025 0060/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
31 19 Maret 2025 0061/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
32 19 Maret 2025 0062/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
33 19 Maret 2025 0063/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
34 19 Maret 2025 0064/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
35 19 Maret 2025 0065/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
36 19 Maret 2025 0066/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 405
Page 408
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No Tanggal No. Dokumen Kepada Perihal
37 20 Maret 2025 0067/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
38 20 Maret 2025 0068/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
39 20 Maret 2025 0069/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
40 20 Maret 2025 0070/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
41 20 Maret 2025 0072/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
42 20 Maret 2025 0073/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
43 20 Maret 2025 0074/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
44 20 Maret 2025 0075/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
45 20 Maret 2025 0076/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
46 18 Maret 2025 0071/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan dan Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
47 25 Maret 2025 0077/ESG/2025 OJK Pasar Modal Keterbukaan Informasi terkait Pembelian Kembali
Saham pada Kondisi Signifikan
48 26 Maret 2025 0078/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
49 27 Maret 2025 0080/ESG/2025 OJK DPBS2 Keterbukaan Informasi Buyback
50 08 April 2025 0081/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
51 08 April 2025 0083/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
52 08 April 2025 0084/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
53 09 April 2025 0085/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Fotokopi Akta Berita Acara RUPST BCA
54 09 April 2025 0086/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Fotokopi Akta Berita Acara RUPST BCA
55 23 April 2025 0090/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Press Release AM Q 2025
56 24 April 2025 0091/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2025
(unaudited) BCA
57 24 April 2025 0092/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Bukti atas Pengumuman Laporan
Keuangan Kuartal I Tahun 2025 (unaudited) BCA
58 24 April 2025 0093/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Bukti atas Pengumuman Laporan
Keuangan Kuartal I Tahun 2025 (unaudited) BCA
59 24 April 2025 0094/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
60 28 April 2025 0095/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
61 29 April 2025 0096/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
62 30 April 2025 0104/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
63 02 Mei 2025 0105/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
64 05 Mei 2025 0107/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
65 05 Mei 2025 0108/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
66 06 Mei 2025 0109/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
67 08 Mei 2025 0110/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
68 14 Mei 2025 0111/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
69 15 Mei 2025 0112/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Informasi Fakta Material
70 15 Mei 2025 0113/ESG/2025 OJK DPBS2 Laporan Informasi atau Fakta Material
71 02 Juni 2025 0117/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Perubahan Susunan Pengurus
PT Bank Central Asia Tbk (“Perseroan”)
72 02 Juni 2025 0118/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Perubahan Susunan Pengurus
PT Bank Central Asia Tbk (“Perseroan”)
73 23 Juni 2025 0132/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
74 30 Juni 2025 0133/ESG/2025 OJK Pasar Modal Keterbukaan Informasi sehubungan Transaksi Afiliasi
75 30 Juni 2025 0134/ESG/2025 OJK Pasar Modal Bukti Keterbukaan Informasi dan Dokumen
Pendukung
76 08 Juli 2025 0137/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
406 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 409
No Tanggal No. Dokumen Kepada Perihal
77 14 Juli 2025 0142/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
78 28 Juli 2025 0145/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
79 29 Juli 2025 0147/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Perkembangan Pengalihan Saham Hasil
Buyback BCA
80 30 Juli 2025 0148/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Press Release terkait Informasi
Ringkasan Kinerja Keuangan Semester I Tahun 2025
(unaudited) PT Bank Central Asia Tbk ("Perseroan")
81 31 Juli 2025 0149/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Keuangan Kuartal II Tahun
2025 (unaudited) BCA
82 31 Juli 2025 0150/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Bukti atas Pengumuman Laporan
Keuangan Kuartal II Tahun 2025 (unaudited) BCA
83 31 Juli 2025 0151/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Bukti atas Pengumuman Laporan
Keuangan Kuartal II Tahun 2025 (unaudited) BCA
84 01 Agustus 2025 0152/ESG/2025 OJK Pasar Modal Materi Analyst Meeting
85 05 Agustus 2025 0187/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
86 15 Agustus 2025 0191/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
87 20 Agustus 2025 0197/ESG/2025 OJK Pasar Modal Pemberitahuan Pemenuhan Peraturan BEI No.I-E
terkait Permintaan Penjelasan atas Pemberitaan di
Media Massa
88 20 Agustus 2025 0198/ESG/2025 OJK DPBS2 Pemberitahuan Pemenuhan Peraturan BEI No.I-E
terkait Permintaan Penjelasan atas Pemberitaan di
Media Massa
89 25 Agustus 2025 0199/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
90 25 Agustus 2025 0200/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
91 02 September 0202/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
2025 Kepemilikan Saham BCA
92 02 September 0203/ESG/2025 OJK Pasar Modal Tanggapan Surat OJK Nomor S-1063/PM.211/2025
2025 tanggal 29 Agustus 2025 perihal Permintaan
Penjelasan dan Dokumen Pendukung
PT Bank Central Asia Tbk
93 09 September 0208/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
2025
94 10 September 2025 0209/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Perubahan Kepemilikan Saham
95 15 September 2025 0213/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
96 16 September 2025 0215/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
97 23 September 0224/ESG/2025 OJK Pasar Modal Tanggapan atas Surat Nomor S-1182/PM.211/2025
2025
98 02 Oktober 2025 0226/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
99 06 Oktober 2025 0230/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham BCA
100 13 Oktober 2025 0232/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Laporan Transaksi Afiliasi
101 15 Oktober 2025 0233/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Laporan Transaksi Afiliasi
102 20 Oktober 2025 0234/ESG/2025 OJK Pasar Modal Keterbukaan Informasi
103 21 Oktober 2025 0237/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Laporan Keuangan Kuartal III Tahun
2025 (unaudited) BCA
104 21 Oktober 2025 0238/ESG/2025 OJK DPBS2 Penyampaian Bukti atas Pengumuman Laporan
Keuangan Kuartal III Tahun 2025 (unaudited) BCA
105 21 Oktober 2025 0239/ESG/2025 OJK Pasar Modal Penyampaian Bukti atas Pengumuman Laporan
Keuangan Kuartal III Tahun 2025 (unaudited) BCA
106 21 Oktober 2025 0240/ESG/2025 OJK DPBS2 Keterbukaan Informasi
107 24 Oktober 2025 0242/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
108 27 Oktober 2025 0243/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
109 06 November 2025 0247/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
110 11 November 2025 0248/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
111 12 November 2025 0252/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
112 13 November 2025 0253/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 407
Page 410
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No Tanggal No. Dokumen Kepada Perihal
113 13 November 2025 0255/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
114 14 November 2025 0256/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
115 17 November 2025 0257/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
116 18 November 2025 0258/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
117 19 November 2025 0259/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
118 20 November 2025 0260/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
119 21 November 2025 0262/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
120 24 November 2025 0264/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
121 25 November 2025 0265/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
122 25 November 2025 0266/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buyback)
123 26 November 2025 0267/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
124 27 November 2025 0268/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
125 28 November 2025 0269/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
126 28 November 2025 0270/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
127 01 Desember 2025 0271/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
128 02 Desember 2025 0272/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
129 03 Desember 2025 0273/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
130 04 Desember 2025 0275/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
131 05 Desember 2025 0276/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
132 08 Desember 2025 0277/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
133 09 Desember 2025 0278/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
134 10 Desember 2025 0279/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
135 11 Desember 2025 0281/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
136 12 Desember 2025 0283/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
137 12 Desember 2025 0284/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
138 15 Desember 2025 0285/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
139 16 Desember 2025 0286/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
140 16 Desember 2025 0287/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
141 17 Desember 2025 0289/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
142 18 Desember 2025 0290/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
143 18 Desember 2025 0291/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Transaksi Afiliasi
144 18 Desember 2025 0292/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Informasi atau Fakta Material
145 19 Desember 2025 0293/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
146 22 Desember 2025 0294/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
147 22 Desember 2025 0295/ESG/2025 OJK Pasar Modal Pemberian Tanggapan atas Surat OJK
148 23 Desember 2025 0296/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
149 24 Desember 2025 0297/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
150 29 Desember 2025 0298/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
151 30 Desember 2025 0299/ESG/2025 OJK Pasar Modal Laporan Pembelian Kembali Saham (Buy Back)
Bursa Efek Indonesia
No Tanggal No. Dokumen Perihal
1 6 Januari 2025 0001/ESG/2025 Laporan Bulanan RegistrasI Pemegang Efek
2 5 Februari 2025 0011/ESG/2025 Laporan Bulanan RegistrasI Pemegang Efek
3 10 Februari 2025 0012/ESG/2025 Tanggapan Atas Surat BEI No. S-01248/BEI.PPU/02-2025 tanggal 7
Februari 2025 perihal Permintaan Penjelasan Atas Pemberitaan di Media
Massa
4 6 Maret 2025 0049/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
5 14 Maret 2025 0057/ESG/2025 Pengumuman Jadwal dan Tata Cara Pembagian Dividen Tunai Tahun Buku
2024
6 8 April 2025 0082/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
7 5 Mei 2025 0106/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
8 3 Juni 2025 0122/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
408 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 411
No Tanggal No. Dokumen Perihal
9 1 Juli 2025 0135/ESG/2025 Tanggapan atas Penerimaan Laporan kepada Bursa
10 2 Juli 2025 0136/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang efek
11 28 Juli 2025 0146/ESG/2025 Penyampaian Materi pada Acara Medan Investor Meeting & Connectivity
2025 ("MIMC 2025")
12 6 Agustus 2025 0188/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
13 20 Agustus 2025 0196/ESG/2025 Tanggapan atas Surat Bursa Efek Indonesia No. S-09602/BEI.PP2/08-2025
tanggal 19 Agustus 2025 perihal Permintaan Penjelasan Atas Pemberitaan
di media massa
14 27 Agustus 2025 0201/ESG/2025 Rencana Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2025
15 8 September 2025 0206/ESG/2025 Materi Public Expose
16 8 September 2025 0207/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
17 12 September 2025 0212/ESG/2025 Tanggapan atas Surat Bursa Efek Indonesia No. S-10536/BEI.PP2/09-
2025 tanggal 11 September 2025 perihal Permintaan Penjelasan atas
Pemberitaan di Media Massa
18 16 September 2025 0214/ESG/2025 Penyampaian Hasil Pelaksanaan PUBEX 2025 BCA
19 17 September 2025 0218/ESG/2025 Tanggapan atas Penerimaan Pengaduan
20 2 Oktober 2025 0227/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
21 20 Oktober 2025 0235/ESG/2025 Penyampaian Materi Presentasi Indonesia Day
22 20 Oktober 2025 0236/ESG/2025 Laporan Analyst Meeting (Siaran Pers)
23 6 November 2025 0244/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
24 24 November 2025 0263/ESG/2025 Pengumuman Dividen Interim
25 4 Desember 2025 0274/ESG/2025 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
f. Komunikasi Internal
Komunikasi internal menjadi faktor esensial untuk membangun karakter dan budaya BCA serta soliditas tim
kerja. Komunikasi internal yang lancar, intensif, dan efektif dalam menyebarkan informasi BCA akan mendorong
percepatan proses dan mekanisme di semua lini, sehingga berpengaruh terhadap pencapaian kinerja BCA
secara keseluruhan.
Muatan informasi dan media komunikasi menjadi kunci keberhasilan komunikasi internal. Keduanya menjadi satu
kesatuan yang saling melengkapi agar informasi yang disampaikan dapat sampai kepada pekerja dan mudah
dipahami serta ditindaklanjuti.
Mengingat jumlah pekerja BCA yang relatif besar dan tersebar di seluruh Indonesia, BCA menyadari perlunya
suatu strategi komunikasi internal yang efektif dan tepat sasaran untuk menciptakan hubungan yang harmonis
dengan seluruh pekerja sehingga visi misi BCA dapat tercapai.
Media komunikasi internal yang ada di BCA, meliputi:
1) Majalah Digital InfoBCA
Majalah yang diterbitkan dalam bentuk e-magazine ini menyajikan berbagai informasi tentang BCA, produk dan
layanan perbankan, serta informasi tentang jaringan, program internal, penghargaan, teknologi, manajemen,
dan informasi lainnya yang bermanfaat bagi Insan BCA dengan harapan dapat menjadi media edukasi,
sosialisasi, hiburan, dan sarana untuk saling berbagi pengetahuan serta pengalaman dan kegiatan BCA bagi
segenap pekerja. Majalah ini dapat diakses melalui portal internal MyBCA dan fitur highlight Instagram @
BCASemuaBeres.
2) MyBCAPortal
BCA juga memiliki portal komunikasi internal berbasis internet yang hanya dapat diakses oleh kalangan internal
BCA yaitu MyBCAPortal. Portal internal ini dikelola bersama-sama oleh Grup Strategi & Pengembangan
Operasi Layanan, Grup Teknologi Informasi, Grup Corporate Communication & Social Responsibility, dan unit
kerja lainnya di kantor pusat. Selain untuk sarana penyampaian informasi BCA, program unit kerja, sosialisasi
produk perbankan, layanan, pembelajaran dan informasi penting lainnya, MyBCAPortal telah dikembangkan
untuk layanan informasi dan administrasi ketenagakerjaan secara online, seperti biaya kesehatan, pengajuan
cuti, lembur, perjalanan dinas, data pekerja, kompensasi, appraisal, dan sebagainya.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 409
Page 412
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
3) LED Display e. Berbagai kegiatan sharing knowledge ,
LED Display atau Videotron, adalah media misalnya kegiatan COP ( Community of
komunikasi elektronik audio visual internal yang Practice), BCA Open Source
ditempatkan di lokasi strategis di gedung atau 7) Corporate Identity Manual
area kantor BCA. Media elektronik audio visual Merupakan panduan atau standardisasi bagi
ini berisi informasi tentang BCA, produk dan internal BCA, khususnya dalam penggunaan
layanan yang dipromosikan, aktivitas unit kerja, logo korporasi, beberapa implementasi, serta
dan informasi penting lainnya. materi korporasi.
4) E-mail 8) TikTok dan Instagram @BCASemuaBeres
BCA menggunakan e-mail untuk media Media komunikasi internal juga dikembangkan
komunikasi dan informasi internal. Komunikasi melalui penggunaan platform sosial media
internal lain yang dibangun melalui sarana e-mail Instagram & TikTok dengan nama akun @
adalah forum komunikasi manajemen. BCASemuaBeres. Kalangan internal yang telah
5) Microsoft Teams terdaftar sebagai follower saling terhubung
Melalui fasilitas Microsoft Teams, pekerja BCA satu sama lain dan dapat bertukar informasi
dapat melakukan kolaborasi dan komunikasi dan berbagi pengalaman.
lebih mudah dalam melakukan pekerjaannya, 9) Halo SDM
seperti: berbagi file, mengirimkan pesan Layanan call center bagi pekerja merupakan
(chatting) dan melakukan virtual meeting melalui sarana komunikasi untuk menjembatani
Personal Computer (PC), laptop, handphone dan informasi yang berkaitan dengan ketentuan-
device lainnya seperti pada gadget modern. ketentuan sumber daya manusia. Sarana ini
Fasilitas Microsoft Teams sangat bermanfaat diharapkan dapat memberikan kesempatan
untuk hal-hal yang bersifat mendesak, karena kepada setiap pekerja untuk lebih mengetahui,
pesan yang masuk langsung muncul di layar memahami, dan mengikuti ketentuan yang
monitor disertai tanda pesan masuk. Selain berlaku di BCA dengan lebih baik.
itu, Microsoft Teams dapat digunakan untuk
mengirimkan file atau data yang berukuran 4. Penyelesaian Penanganan Pengaduan
besar, host konferensi audio, video dan web Sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan
dengan siapapun di internal BCA maupun di layanan terbaik kepada nasabah, BCA secara konsisten
luar BCA. melakukan publikasi penanganan pengaduan nasabah
6) Event Internal dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun. Hal
Komunikasi internal juga dibangun melalui ini sesuai dengan SEOJK Nomor 17 /SE.OJK.07/2018
berbagai event internal, yang dilaksanakan tentang Pedoman Pelaksanaan Layanan Pengaduan
secara fisik/tatap muka maupun secara virtual, Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan. Adapun rincian
seperti: penanganan pengaduan berdasarkan jenis transaksi
a. Kegiatan peringatan HUT BCA; keuangan tahun 2025 adalah sebagai berikut:
b. Rapat Kerja Nasional;
c. Kegiatan Bakorseni;
d. Town Hall/Silahturahmi Manajemen dan
Karyawan; dan
Jenis Transaksi Selesai Dalam Proses Tidak Selesai Jumlah
No
Keuangan Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Pengaduan
1. Kartu ATM/Debit/ 318.749 96,90% 10.207 3,10% - 0,00% 328.956
Mesin ATM
2. Electronic Banking 295.948 97,61% 7.242 2,39% - 0,00% 303.190
3. Kartu Pra Bayar 160.850 99,63% 601 0,37% - 0,00% 161.451
4. Tabungan 154.108 95,85% 6.674 4,15% - 0,00% 160.782
5. Sistem Pembayaran 90.511 99,71% 260 0,29% - 0,00% 90.771
Lainnya1)
6. Kartu Kredit 85.808 98,88% 975 1,12% - 0,00% 86.783
7. Giro 6.774 98,82% 81 1,18% - 0,00% 6.855
8. RTGS 209 95,43% 10 4,57% - 0,00% 219
9. Produk Kerjasama 166 98,22% 3 1,78% - 0,00% 169
Lainnya2)
10. Kliring (Transfer)/ 95 100,00% - 0,00% - 0,00% 95
Remittance
11. Direct Debit 72 100,00% - 0,00% - 0,00% 72
12. Reksa Dana 12 100,00% - 0,00% - 0,00% 12
410 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 413
Jenis Transaksi Selesai Dalam Proses Tidak Selesai Jumlah
No
Keuangan Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Pengaduan
13. SMS Banking 6 85,71% 1 14,29% - 0,00% 7
14. Wealth Management 2 100,00% - 0,00% - 0,00% 2
Total 1.113.310 97,71% 26.054 2,29% - 0,00% 1.139.364
1) Data Mencakup Paylater dan BI - Fast
2) Data Mencakup Token Key, Majalah Prioritas dan Personal Loan
Sepanjang tahun 2025, BCA menerima sebanyak 1.139.364 pengaduan nasabah yang mencakup berbagai jenis
transaksi keuangan. BCA dalam memberikan pengalaman layanan yang optimal, telah menyelesaikan pengaduan
dengan tingkat penyelesaian pengaduan nasabah 97,71% dari total pengaduan seluruh tiket. BCA memastikan
bahwa seluruh pengaduan nasabah, termasuk pengaduan yang masih dalam proses tetap ditindaklanjuti secara
berkelanjutan hingga tercapai penyelesaian sesuai dengan ketentuan waktu penanganan yang diatur oleh regulator.
KODE ETIK Pokok-pokok Kode Etik BCA juga telah dimuat dalam
portal internal BCA (MyBCA) dan situs web BCA Bagian
BCA telah memiliki Kode Etik BCA yang merupakan Tata Kelola Perusahaan.
penjabaran dari budaya BCA dan dirumuskan berdasarkan
nilai-nilai positif yang tumbuh dan berkembang di dalam 2. Pemberlakuan Kode Etik
diri segenap Insan BCA untuk mencapai tujuan bersama Kode Etik BCA memberikan kerangka nilai-nilai dan
serta menjadi acuan bagi Insan BCA dalam mengambil standar etika yang wajib dipenuhi dan merupakan
keputusan, bertindak, dan menjalankan tugas dan tanggung tanggung jawab pribadi setiap Insan BCA.
jawab sehari-hari secara profesional dan beretika.
Kode Etik BCA berlaku bagi seluruh jenjang organisasi,
Kode Etik BCA tersebut merupakan pedoman bagi Insan meliputi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris,
BCA dalam menjalin hubungan dengan nasabah, pemegang dan seluruh pekerja BCA.
saham, pemasok/rekanan, pemerintah, serta masyarakat.
3. Kode Etik yang Berhubungan
Prinsip-prinsip utama dalam Kode Etik BCA adalah: dengan Antikorupsi
a. Profesional. BCA telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi No.
b. Integritas. 269/SK/DIR/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang
c. Tim yang unggul. Kebijakan Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi
d. Pelayanan prima. dan Surat Edaran No. 336/SE/POL/2022 tanggal 15
e. Kepedulian sosial. September 2022 tentang Pelaporan Pengendalian
Gratifikasi sebagai upaya pencegahan praktik korupsi
1. Pokok-Pokok Kode Etik BCA dan pengendalian gratifikasi di lingkungan BCA. BCA
Pokok-pokok isi Kode Etik BCA meliputi: mematuhi peraturan terkait antikorupsi, memastikan
a. Mematuhi dan menaati pada undang-undang dan kegiatan usaha BCA telah dijalankan dengan
peraturan yang berlaku. menerapkan prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan
b. Menjaga nama baik dan mengamankan harta prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
kekayaan bank. Seluruh Insan BCA berkomitmen menerapkan budaya
c. Menjaga kerahasiaan data nasabah dan bank. antikorupsi di seluruh aspek pekerjaan.
d. Menjaga agar kepentingan pribadi tidak Kebijakan antikorupsi yang terkandung dalam Kode Etik
bertentangan dengan kepentingan bank ataupun BCA antara lain meliputi:
nasabah. a. Menjaga agar kepentingan pribadi tidak
e. Mencatat secara benar semua transaksi sesuai bertentangan dengan kepentingan BCA ataupun
dengan ketentuan yang berlaku. nasabah.
f. Menjaga dan membina keharmonisan lingkungan b. Tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya
kerja dan persaingan yang sehat. untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya.
g. Tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya c. Tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat
untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya. merugikan citra profesinya maupun citra BCA pada
h. Tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat umumnya.
merugikan citra profesinya maupun citra bank pada
umumnya. 4. Kode Etik yang Berhubungan dengan Vendor
i. Menjauhkan diri dari segala bentuk perjudian atau BCA juga berupaya memperkuat tata kelola yang
tindakan spekulatif. baik, termasuk penghormatan terhadap hak kekayaan
j. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan intelektual, serta melakukan persaingan yang sehat dan
wawasannya dengan mengikuti perkembangan terbebas dari praktik monopoli.
industri perbankan pada khususnya dan dunia usaha
pada umumnya.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 411
Page 414
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Dalam kaitannya dengan penerapan budaya antikorupsi, e. Kode Etik BCA disosialisasikan melalui media
setiap pekerja BCA senantiasa memperhatikan Kode publikasi digital internal yang dapat dilihat oleh
Etik BCA yang berhubungan dengan vendor yaitu seluruh pekerja BCA di Kantor Pusat, Kantor
sebagai berikut: Wilayah, internal display di Kantor Cabang, dan
a. Harus menjaga nama baik dan reputasi BCA, antara juga diunggah di akun media sosial internal, akun
lain termasuk namun tidak terbatas pada: Instagram @bcasemuaberes.
1) Menjaga penampilan diri dan bertindak sesuai
etika dan tata krama yang baik (tindakan 6. Upaya Penegakan dan Sanksi
maupun ucapan). Pelanggaran Kode Etik
2) Tidak melakukan kompromi yang berlebihan Kode Etik BCA bersifat mengikat dan harus dipahami
dalam melakukan prakualifikasi vendor dan serta dilaksanakan secara sungguh-sungguh
verifikasi atas tagihan dari vendor. oleh seluruh Insan BCA dalam rangka mendukung
3) Menghindari pertemuan-pertemuan yang akan pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan
memengaruhi keputusan dalam tugas dan yang Baik. Sehubungan dengan hal tersebut, BCA
pekerjaannya. memiliki proses untuk memantau kepatuhan Insan BCA
b. Harus menghindari situasi-situasi dimana perilaku dalam menerapkan Kode Etik BCA, antara lain melalui
vendor dapat memberikan keuntungan pribadi dan/ hal-hal sebagai berikut:
atau menimbulkan kerugian bagi BCA. a. Seluruh pekerja BCA, anggota Dewan Komisaris,
c. Harus menjaga kerahasiaan informasi BCA maupun dan anggota Direksi wajib membuat Pernyataan
vendor yang didapat dalam menjalankan tugasnya Kode Etik secara digital melalui portal internal
dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan MyBCA (bagi karyawan tetap) dan e-Form
pribadi. (bagi pramukarya atau karyawan yang belum
d. Secara proaktif memberikan keterangan kepada mendapatkan/terkendala akses user domain)
manajemen atau pihak berwenang jika memiliki setiap tahun. Berdasarkan data tahun 2025,
hubungan keluarga atau afiliasi dengan pihak vendor seluruh pekerja BCA, anggota Dewan Komisaris,
yang berpotensi dapat memengaruhi objektivitas dan anggota Direksi telah melakukan pengisian
dalam melaksanakan pekerjaan. pernyataan Kode Etik.
e. Tidak boleh mengambil keuntungan atas kesalahan b. Pelanggaran Kode Etik BCA termasuk dalam
vendor. tindakan yang dapat dilaporkan melalui sarana
f. Tidak meminta atau menerima segala bentuk whistleblowing berdasarkan kebijakan penerapan
uang/hadiah/bingkisan/fasilitas jasa serta tidak Whistleblowing System BCA yang dimuat dalam
mengikatkan diri pada transaksi hutang piutang. Surat Keputusan Direksi No. 146/SK/DIR/2017
g. Wajib mengembalikan semua pemberian dalam tanggal 1 November 2017 sebagaimana telah
bentuk uang/hadiah/bingkisan/fasilitas jasa sesuai diubah dalam Surat Keputusan Direksi No. 009/
ketentuan yang berlaku dan dapat membuktikan SK/DIR/2025 tanggal 20 Januari 2025 perihal
pengembalian tersebut dengan surat yang Penyesuaian Kebijakan Strategi Anti Fraud.
ditandatangani oleh Pemimpin Unit Kerja dan Tanda c. Apabila terjadi pelanggaran atau ketidakpatuhan
Terima Pengembalian Barang. terhadap Kode Etik BCA, pelaku pelanggaran dikenai
h. Selalu mencegah adanya benturan kepentingan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya
dalam berhubungan dengan vendor. sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama
antara lain berupa:
5. Sosialisasi • Sanksi pokok dalam bentuk peringatan lisan,
BCA memastikan Kode Etik BCA dikomunikasikan surat teguran, surat peringatan, demosi, maupun
dan disebarluaskan kepada seluruh Insan BCA melalui pemutusan hubungan kerja.
sosialisasi Kode Etik BCA, yaitu antara lain: • Sanksi tambahan dalam bentuk pemindahan
a. Kode Etik BCA dibuat dalam bentuk Buku Saku dan jabatan (rotasi), penundaan kenaikan pangkat,
telah dibagikan kepada setiap pekerja BCA. penundaan kenaikan upah/gaji, pencabutan
b. Kode Etik BCA dibuat dalam bentuk e-learning yang fasilitas-fasilitas yang melekat pada jabatan
dapat diakses oleh setiap pekerja BCA, termasuk yang bersangkutan, pelepasan jabatan, maupun
pekerja first jobber maupun pro hire yang baru sanksi lainnya sesuai ketentuan hukum yang
bergabung dengan BCA. berlaku.
c. Kode Etik BCA telah dimuat dalam portal internal
BCA (MyBCA) dan situs web BCA Bagian Tata Kelola Keputusan yang diambil oleh BCA sehubungan dengan
Perusahaan. pelanggaran Kode Etik akan disesuaikan dengan jenis
d. Kode Etik BCA disosialisasikan melalui sharing dan keseriusan pelanggaran yang terjadi serta evaluasi
session atau COP (Community of Practice) di tiap- menyeluruh atas individu yang melakukan pelanggaran.
tiap Divisi/Satuan Kerja di BCA, antara lain terkait
ketentuan rahasia BCA, rahasia jabatan, fraud, dan
sebagainya.
412 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 415
7. Kasus Pelanggaran Kode 3. Pelatihan dan Sosialisasi Visi,
Etik BCA Tahun 2025 Misi, serta Tata Nilai
Selama tahun 2025, terdapat pelanggaran Kode Etik Selama tahun 2025, program sosialisasi Visi, Misi, dan Tata
BCA sebanyak 262 kasus, rekapitulasinya sebagai Nilai dilakukan dengan cara sebagai berikut:
berikut: a. Melakukan sosialisasi yang melibatkan seluruh unit
kerja dan seluruh pekerja BCA dalam event/kegiatan
Jumlah Penyelesaian Kasus Pelanggaran Kode
Etik BCA Pada Tahun 2025 antara lain:
Status
1) Community of Practice (COP), sharing session
Tahun Jenis Sanksi Jumlah team.
Penyelesaian
2025 SP I 209 Semua kasus 2) Sharing Session BCA Leader+.
telah selesai b. Memanfaatkan berbagai media dan kanal komunikasi
SP II 7 pada tahun perusahaan, antara lain:
SP III 46 2025
1) Komik Visi Misi dan Tata Nilai BCA.
Keterangan: SP = Surat Peringatan 2) Video pada portal internal BCA.
3) E - learning.
BUDAYA PERUSAHAAN 4) E - Magazine Info BCA (sosial media internal resmi
BCA).
BCA menekankan kepada seluruh insan BCA untuk 5) Training internal.
memahami dan menerapkan Visi dan Misi BCA serta Tata 6) Internal culture video clip pada TV Plasma yang
Nilai BCA sebagai budaya perusahaan yang harus dijaga tersebar di seluruh cabang BCA.
dan melekat dalam setiap insan BCA. Budaya perusahaan 7) Blims (Perpustakaan Digital Internal BCA)
tersebut meliputi: 8) Video animasi pada media sosial BCA.
c. Melalui program pelatihan/pengembangan kapasitas
1. Visi dan Misi BCA internal antara lain management development
Visi dan Misi BCA merupakan landasan, arah, dan program atau program pengembangan manajer,
panduan bagi segenap Insan BCA dalam menjalankan program pengembangan karier, forum-forum khusus
kegiatan usaha BCA. Visi dan Misi telah disetujui seperti forum Account Officer, dan grup-grup khusus
oleh Direksi dan Dewan Komisaris BCA melalui Surat seperti Project Management Office.
Keputusan No. 022/SK/DIR/2006 tertanggal 23
Februari 2006 perihal Visi dan Misi PT Bank Central Asia 4. Pengenalan Budaya bagi Pekerja Baru
Tbk. Visi dan Misi Perseroan dievaluasi secara berkala BCA memberikan pengenalan budaya kepada seluruh
atau sewaktu-waktu jika diperlukan. Pada tahun pekerja baru di BCA melalui program induction yang
2019, BCA telah menerbitkan visi dan misi penerapan meliputi pengenalan Visi, Misi, dan Tata Nilai BCA. Khusus
keuangan berkelanjutan. Dari hasil evaluasi tersebut, untuk pekerja baru yang merupakan generasi Y dan Z,
sampai dengan saat ini, Visi dan Misi tersebut masih pengenalan budaya diberikan dalam bentuk Induction
sesuai dengan arah strategis BCA. Uraian mengenai Class dengan konsep fun learning yang merupakan salah
Visi dan Misi BCA telah tercantum pada Bab Profil satu cara efektif untuk mengenalkan Visi, Misi, dan Tata
Perusahaan. Nilai BCA.
2. Tata Nilai BCA BCA juga melakukan penilaian dan program pemantauan
a. Fokus pada Nasabah (Customer Focus) agar seluruh level organisasi yang mencakup Direksi,
Perhatian/kepedulian yang diikuti dengan usaha Dewan Komisaris, serta seluruh karyawan memahami Tata
memberikan layanan untuk memenuhi harapan dan/ Nilai serta Kode Etik BCA, dan menerapkannya secara
atau kebutuhan nasabah secara spesifik. efektif untuk menghindari keterlibatan dalam perilaku
b. Integritas (Integrity) yang tidak tepat.
Sikap yang teguh dalam menjunjung tinggi kejujuran
dan keterbukaan, yang diikuti dengan tindakan 5. Pengenalan Budaya bagi Anggota Dewan
konsisten dan konsekuen pada peran/tugas dalam Komisaris dan/atau Direksi Baru
berbagai situasi dan kondisi untuk membangun Bagi anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi baru,
kepercayaan nasabah. pengenalan budaya diberikan melalui program orientasi
c. Kerja sama Tim (Teamwork) anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Metode orientasi
Interaksi, sinergi, dan kolaborasi yang didasari diberikan dalam bentuk antara lain:
atas pemahaman diri sendiri dan orang lain untuk • Pemaparan oleh Unit Kerja Kantor Pusat (UKKP) online
mencapai tujuan organisasi. dan/atau offline.
d. Berusaha Mencapai yang Terbaik (Continuous • Kunjungan ke berbagai lokasi kegiatan BCA.
Pursuit of Excellence) • Pertemuan dan diskusi online maupun offline dengan
Usaha berkelanjutan untuk mencapai yang terbaik anggota Dewan Komisaris dan Direksi lain untuk
guna memberikan nilai tambah bagi nasabah. mendiskusikan berbagai masalah BCA atau informasi
lain yang dibutuhkan.
• Pembelajaran berbagai informasi BCA yang tersedia
secara elektronik (online base).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 413
Page 416
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pembahasan program orientasi anggota Dewan Komisaris dan atau Direksi baru secara lengkap dapat dilihat pada
bab Dewan Komisaris dan Direksi dalam Laporan Tahunan ini.
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH MANAJEMEN DAN/
ATAU PEGAWAI MELALUI OPSI MSOP/ESOP
Selama tahun 2025, BCA tidak memiliki program pemberian opsi saham kepada Direksi, Dewan Komisaris, maupun
karyawan.
PEMBELIAN KEMBALI SAHAM
Pembelian kembali (buyback) saham atau obligasi adalah upaya mengurangi jumlah saham atau obligasi yang telah
diterbitkan oleh BCA dengan cara membeli kembali saham atau obligasi tersebut yang tata cara pembayarannya
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pembelian Kembali Saham
Pada tahun 2025, BCA telah melakukan pembelian kembali saham BCA yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI
(“Buyback”) dalam rangka mendukung upaya regulator untuk menjaga stabilitas harga saham di BEI.
Pelaksanaan Buyback merujuk pada ketentuan antara lain sebagai berikut:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal
Pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan (“POJK No. 13/2023”);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh
Perusahaan Terbuka (“POJK No. 29/2023”);
3. Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-17/D.04/2025 tanggal 18 Maret 2025 perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian
Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan
(“Surat OJK No. S-17/D.04/2025”); dan
4. Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-102/D.04/2025 tanggal 17 September perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian
Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan
(“Surat OJK No. S-102/D.04/2025”)
Buyback dilaksanakan sebanyak 2 periode dengan mekanisme sebagai berikut:
Keterangan Buyback Periode 1 Buyback Periode 21)
Periode Buyback Tanggal 26 Maret 2025 sampai dengan 15 Tanggal 22 Oktober 2025 sampai dengan
Mei 2025. 19 Januari 2026
Keterbukaan Informasi rencana Buyback Tanggal 25 Maret 2025 Tanggal 20 Oktober 2025
Nilai maksimal Buyback Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun
Rupiah) Rupiah)
Jumlah saham yang dibeli kembali 28.317.500 lembar 233.699.300 lembar
Rata-rata harga pembelian Rp8.828,19 Rp8.140,90
Keterangan:
1) per 31 Desember 2025
Berikut pergerakan dan posisi treasury stock per 31 Desember 2025:
Keterangan Jumlah Lembar Saham
Treasury Stock sampai dengan 31 Desember 2024 0
Pergerakan Treasury Stock selama tahun 2025 262.016.800
Treasury Stock sampai dengan 31 Desember 2025 262.016.800
Jumlah Saham Beredar 123.275.050.000
Jumlah Saham Beredar di luar Treasury Stocks per 31 Desember 123.013.033.200
2025
Pembelian Kembali Obligasi
Selama tahun 2025 BCA tidak melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi BCA.
414 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 417
AKSI KORPORASI LAINNYA meningkatkan independensi Direksi dan Dewan Komisaris BCA
terhadap potensi intervensi dari pihak terkait serta dilakukan
Pada tahun 2025, BCA melakukan aksi korporasi lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
dengan uraian sebagai berikut:
1. Kebijakan Penyediaan Dana
Pembelian Saham PT Penyelesaian kepada Pihak Terkait
Transaksi Elektronik Nasional (PTEN) Ketentuan limit penyediaan dana kepada pihak terkait
Pada tanggal 18 Desember 2025 Perseroan dan CCV telah adalah sebagai berikut:
menandatangani Akta Jual Beli Saham PT Penyelesaian a. Limit BMPK pihak terkait adalah sebesar 10% dari
Transaksi Elektronik Nasional Akta No. 68 tanggal 18 modal BCA.
Desember 2025 yang dibuat di hadapan Ashoya Ratam, SH., b. Limit penyediaan dana kepada pihak terkait dipantau
MKn., Notaris di Jakarta Selatan dalam rangka Perseroan oleh Satuan Kerja Kepatuhan.
membeli 3.500 saham PTEN yang dimiliki oleh CCV.
Wewenang memutus penyediaan dana kepada pihak
PTEN adalah lembaga services dalam ekosistem terkait wajib mendapat persetujuan dari Direksi dan
pembayaran GPN (Gerbang Pembayaran Nasional), suatu Dewan Komisaris. Penyediaan dana kepada pihak terkait
perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki bersama (baik harus dianalisa sesuai dengan ketentuan dan prosedur
secara langsung atau tidak langsung) oleh sejumlah bank perkreditan yang berlaku umum di BCA.
KBMI (Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti) IV dan
lembaga switching. 2. Kebijakan Penyediaan Dana Besar
Penyediaan dana besar adalah nominal penyediaan dana
Atas transaksi tersebut di atas, kepemilikan saham PTEN kepada satu peminjam atau satu kelompok peminjam
yang sebelumnya dimiliki secara tidak langsung, kini dimiliki selain Pihak Terkait sebesar 10% atau lebih dari modal
secara langsung oleh Perseroan. Persentase kepemilikan inti (Tier 1) BCA. Penyediaan dana besar harus dianalisa
saham PTEN oleh Perseroan yaitu sebesar 17,5% (tujuh kelayakannya minimum sama atau lebih berhati-hati
belas koma lima persen). (prudent) daripada penyediaan dana kepada debitur
umum. Syarat dan ketentuan penyediaan dana adalah
BCA telah melakukan Keterbukaan Informasi atas transaksi sesuai dengan ketentuan dan prosedur perkreditan yang
ini pada tanggal 19 Desember 2025 melalui situs web BCA berlaku di BCA.
dan situs web Bursa Efek (SPE IDX). Keterbukaan Informasi
dimaksud dapat diakses pada https://www.bca.co.id/id/ 3. Kebijakan Pemberian Pinjaman kepada
tentang-bca/hubungan-investor/berita-investor. Direksi dan Dewan Komisaris
BCA telah memiliki kebijakan terkait dengan pemberian
Sepanjang tahun 2025, BCA tidak melakukan aksi korporasi pinjaman kepada Direksi dan Dewan Komisaris yang
seperti penyertaan modal, pemecahan saham (stock split), diatur dalam:
penggabungan saham (reverse stock), dividen saham, • Pedoman Kredit Produktif dan Pedoman Kredit
saham bonus dan perubahan nilai nominal saham. BCA Konsumen;
juga tidak melakukan penerbitan Obligasi/Sukuk baru. • Kebijakan mengenai Mekanisme Persetujuan Kredit
Kepada Pihak Terkait; dan
PENYEDIAAN DANA KEPADA • Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (KDPB) BCA.
PIHAK TERKAIT (RELATED
PARTY) DAN PENYEDIAAN DANA Dalam Kebijakan Pemberian Pinjaman Kredit Direksi dan
BESAR (LARGE EXPOSURE) Dewan Komisaris diatur bahwa pinjaman kredit kepada
Direksi dan Dewan Komisaris diberikan secara wajar dan
Sesuai dengan POJK tentang Penerapan Tata Kelola Bank sesuai dengan prosedur umum penyediaan dana yang
Umum, BCA wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dalam berlaku.
penyediaan dana paling sedikit dengan menerapkan
penyebaran atau diversifikasi portofolio penyediaan dana 4. Implementasi Penyediaan Dana
yang diberikan. Pengungkapan penyediaan dana kepada kepada Pihak Terkait Tahun 2025
pihak terkait (individu atau kelompok, termasuk Direksi, Dewan Selama tahun 2025, BCA telah menjalankan kebijakan
Komisaris, Pejabat Eksekutif BCA, serta pihak terkait lainnya) penyediaan dana kepada pihak terkait, kebijakan
dan penyediaan dana besar (large exposure) mengacu pada SE penyediaan dana besar, dan kebijakan pemberian
OJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum bagian pinjaman kepada Direksi dan Dewan Komisaris sesuai
Transparansi Penerapan Tata Kelola. Dalam penyediaan dana dengan ketentuan yang berlaku, yang harus memenuhi
kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar, BCA selalu ketentuan antara lain:
menerapkan prinsip kehati-hatian antara lain melakukan • Penyediaan dana kepada pihak terkait dan rencana
penetapan batas penyediaan dana serta penyediaan dana pemberian kredit debitur besar tertentu harus
besar (large exposure) kepada pihak dan/atau kelompok diputuskan oleh pejabat pemutus kredit dan wajib
usaha tertentu bertujuan untuk menghindari kegagalan mendapat persetujuan Dewan Komisaris BCA secara
usaha BCA sebagai akibat konsentrasi penyediaan dana dan independen.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 415
Page 418
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
• Penyediaan dana kepada pihak terkait tidak boleh a. halaman 20-25 terkait Peranan Direksi dalam
bertentangan dengan ketentuan dan prosedur umum perumusan strategi dan kebijakan strategis Perusahaan,
pemberian kredit yang berlaku dan wajib tetap b. halaman 219-220 terkait Prospek, Prioritas Strategis,
memberikan keuntungan yang wajar bagi BCA. dan Proyeksi Tahun 2026,
• Kebijakan penetapan persyaratan kredit kepada pihak c. halaman 215 terkait Pencapaian Target Tahun 2025,
terkait, khususnya mengenai penetapan suku bunga d. halaman 219 terkait Prospek Perekonomian dan Sektor
kredit serta bentuk dan jenis agunan tetap mengikuti Perbankan Tahun 2026, dalam Laporan Tahunan ini.
ketentuan perkreditan yang berlaku umum pada BCA. Integritas Pelaporan dan Sistem Teknologi Informasi
Pelaporan rutin BMPK kepada OJK atau Bank Indonesia INTEGRITAS PELAPORAN DAN
dilakukan secara tepat waktu. Sepanjang tahun 2025, SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
tidak terdapat pelanggaran atas BMPK (Batas Maksimum
Pemberian Kredit). Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait BCA melaksanakan transparansi kondisi keuangan dan
(Related Party) dan kepada Debitur Inti Individu dan Grup non keuangan kepada Pemangku Kepentingan dengan
(Large Exposure) di BCA selama tahun 2025 adalah menyusun dan menyajikan laporan dengan tata cara, jenis,
sebagai berikut: dan cakupan sesuai dengan kebijakan serta prosedur
yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Jumlah mengenai transparansi dan publikasi laporan bank, antara
Penyediaan Dana lain:
Debitur/Grup Nominal
a. POJK No. 37/POJK.03/2019 tentang Transparansi dan
Kepada Pihak 742 14.726.311.948.729 Publikasi Laporan Bank sebagaimana telah dicabut
Terkait
dengan POJK No. 18 Tahun 2025 tentang Transparansi
Kepada Debitur Inti:
dan Publikasi Laporan Bank
1. Individu 50 270.776.036.688.293 b. POJK No. 45 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan
2. Grup 30 380.767.078.533.284 Penguatan Emiten dan Perusahaan Publik
c. POJK No. 15 Tahun 2024 tentang Integritas Pelaporan
Informasi detail yang berisi rincian atas transaksi terkait Keuangan Bank
Penyediaan Dana Pihak Terkait (Related Party) dapat d. POJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola
dilihat pada Laporan Keuangan Tahunan Catatan 45 Bank Umum
Halaman 579 dan halaman 217 pada Laporan Tahunan e. POJK No. 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan
ini. Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan
f. POJK No. 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian
RENCANA STRATEGIS Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan
Publik
Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa aktif membangun g. POJK No. 13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan
komunikasi dalam menyelaraskan pandangan atas strategi Produk Bank Umum
usaha perbankan BCA. Dewan Komisaris bertanggung h. POJK No. 63/POJK.03/2020 tentang Pelaporan Bank
jawab untuk mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi Umum Melalui Sistem Pelaporan OJK
pelaksanaan kebijakan strategis BCA serta memberikan i. POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
nasihat kepada Direksi sesuai dengan maksud dan tujuan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Anggaran Dasar BCA. Emiten, dan Perusahaan Publik
j. POJK No. 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan
Direksi bertanggung jawab dalam proses pengembangan, Emiten atau Perusahaan Publik
pelaksanaan termasuk peninjauan atas strategi BCA agar k. POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan
sesuai dengan kebijakan internal dan regulasi yang berlaku. atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau
Perusahaan Publik
Selama tahun 2025, Dewan Komisaris dan Direksi telah l. SE OJK NO 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan
meninjau, memantau dan mengawasi pelaksanaan strategi Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik
perusahaan salah satunya melalui Rapat Gabungan Direksi
dan Dewan Komisaris yang dihadiri oleh unit kerja terkait BCA juga memiliki saluran penyebaran informasi yang
yang relevan dengan mata acara rapat mengenai Rencana dapat diandalkan oleh pemangku kepentingan. Saluran
Strategis. atau sarana komunikasi bagi pemangku kepentingan dapat
dilihat pada Informasi kondisi keuangan dan non-keuangan
BCA telah menyusun dan menyampaikan rencana strategis BCA telah dituangkan secara jelas dan transparan dalam
dalam bentuk rencana korporasi dan rencana bisnis dengan beberapa laporan baik melalui media cetak maupun situs
tata cara sesuai dengan peraturan dan ketentuan terkait. web BCA antara lain sebagai berikut:
Keterangan selengkapnya mengenai pemaparan Rencana
Strategis BCA tercantum pada:
416 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 419
1. Transparansi Kondisi Keuangan 2. Transparansi Kondisi Non-Keuangan
BCA telah menyusun dan menyajikan laporan yang BCA telah menyusun dan menyajikan laporan yang
terkait dengan transparansi kondisi keuangan dengan terkait dengan transparansi kondisi non-keuangan
tata cara, jenis, dan cakupan sebagaimana diatur dalam dengan tata cara, jenis, dan cakupan sebagaimana
ketentuan POJK yang berlaku dan disampaikan setiap diatur dalam ketentuan POJK yang berlaku serta
periode bulanan, triwulanan, dan tahunan sesuai dengan menyediakan dan mempublikasikan informasi lainnya
jenis laporannya. terkait kondisi non-keuangan, antara lain sebagai
a. Laporan Tahunan berikut:
1) BCA setiap tahun selalu menyusun dan 1. mempublikasikan secara transparan kondisi
menyampaikan Laporan Tahunan kepada OJK, non-keuangan kepada stakeholders, antara lain
pemegang saham, dan lembaga-lembaga Pelaporan Rutin BMPK kepada OJK, informasi tata
lainnya yang dipersyaratkan ataupun yang kelola perusahaan melalui Laporan Pelaksanaan
dipandang perlu mendapatkannya. Laporan Tata Kelola BCA maupun yang dimuat pada situs
Tahunan berisi informasi antara lain: web BCA, serta informasi kondisi non-keuangan
2) Ikhtisar data keuangan penting termasuk lainnya yang juga ditransparansikan dalam Analyst
ikhtisar saham, laporan Dewan Komisaris, Meeting, Press Conference, Public Expose and
laporan Direksi, profil perusahaan, analisis dan Non-Deal Road Show, dan situs web BCA sesuai
pembahasan manajemen mengenai kinerja ketentuan yang berlaku,
bisnis dan keuangan, tata kelola perusahaan, 2. mengungkapkan transparansi Struktur Kepemilikan
tanggung jawab sosial perusahaan dan pada Laporan Tahunan dan situs web BCA,
keuangan berkelanjutan. 3. mengungkapkan informasi atau fakta penting dan
3) Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta
oleh AP dan KAP yang terdaftar di OJK, yang yang dapat memengaruhi harga efek pada Bursa
dibuat untuk 1 (satu) tahun buku dan disajikan Efek dan/atau keputusan investor, calon investor,
dengan perbandingan 1 (satu) tahun buku atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi
sebelumnya, serta permulaan dari tahun atau fakta tersebut. BCA senantiasa menyampaikan
komparatif terdahulu. laporan informasi atau fakta material melalui situs
4) Pernyataan tanggung jawab Dewan Komisaris web BCA dan Bursa Efek Indonesia,
dan Direksi atas kebenaran isi Laporan Tahunan. 4. BCA telah mempublikasikan informasi mengenai
Pernyataan tersebut dituangkan dalam lembar produk dan/atau layanan BCA secara jelas,
pernyataan yang dibubuhi tanda tangan oleh akurat dan terkini sesuai ketentuan OJK tentang
seluruh anggota Dewan Komisaris dan anggota Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan
Direksi. Data Pribadi Nasabah. Informasi tersebut dapat
5) Laporan Tahunan telah termuat pada situs web diperoleh secara mudah oleh nasabah, antara lain
BCA - www.bca.co.id. dalam leaflet, brosur atau bentuk tertulis lainnya di
6) Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit setiap kantor cabang BCA pada lokasi-lokasi yang
telah termuat pada situs web BCA www.bca. mudah diakses, dan/atau dalam bentuk informasi
co.id dan dipublikasikan melalui surat kabar secara elektronis yang disediakan melalui hotline
berbahasa Indonesia yang memiliki peredaran service/call center, situs web BCA, dan akun sosial
luas di Indonesia. resmi perusahaan,
b. Laporan Publikasi Triwulanan 5. BCA menyediakan dan menginformasikan tata
i. BCA telah mengumumkan Laporan Publikasi cara pengaduan nasabah dan penyelesaian
Triwulanan pada situs web BCA - www.bca. sengketa bagi nasabah sesuai ketentuan OJK
co.id, termasuk melaporkan Laporan Keuangan yang mengatur mengenai Pengaduan Nasabah
Publikasi Triwulanan kepada OJK atau pemangku dan Mediasi Perbankan, antara lain melalui situs
kepentingan sesuai dengan POJK yang berlaku. web BCA - www.bca.co.id. Selain itu, mediasi
ii. Pengumuman Laporan Publikasi Triwulanan dalam rangka penyelesaian pengaduan nasabah
pada situs web BCA berupa Laporan Keuangan BCA dilaksanakan melalui sarana pengaduan antara
Publikasi Triwulanan maupun laporan lainnya lain melalui Kantor Cabang BCA atau Halo BCA di
dipelihara paling kurang untuk 5 (lima) tahun 1500888, aplikasi haloBCA, atau e-mail halobca@
buku terakhir. bca.co.id,
c. Laporan Publikasi Bulanan 6. menyusun pelaporan internal yang telah dilakukan
i. BCA telah mengumumkan Laporan Publikasi dengan lengkap, akurat, dan tepat waktu dengan
Bulanan pada situs web BCA - www.bca.co.id, didukung oleh sistem informasi manajemen yang
termasuk melaporkan Laporan Keuangan memadai. BCA memiliki sistem informasi manajemen
Publikasi Bulanan kepada OJK sesuai dengan BCA yang handal dan didukung oleh sumber daya
POJK yang berlaku. manusia yang kompeten serta IT security system
ii. Pengumuman Laporan Publikasi Bulanan pada yang memadai dan mampu memberikan informasi
situs web BCA berupa Laporan Keuangan yang lengkap, akurat, dan tepat waktu kepada
Publikasi Bulanan dipelihara paling kurang untuk Direksi untuk digunakan dalam mendukung proses
5 (lima) tahun buku terakhir. pengambilan keputusan bisnis BCA,
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 417
Page 420
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
7. menyusun dan mempublikasikan Laporan Penerapan keuangan berkelanjutan termasuk penerapan
Keberlanjutan sesuai ketentuan yang berlaku, tanggung jawab sosial, antara lain informasi terkait dengan
ringkasan rencana aksi keuangan berkelanjutan yang telah
serta informasi lainnya yang bertujuan untuk diimplementasikan oleh BCA tercantum dalam Laporan
mendukung keterbukaan informasi, edukasi keuangan Keberlanjutan BCA yang dapat diakses oleh seluruh
dan layanan kepada masyarakat. stakeholders pada laman resmi BCA.
PENERAPAN KEUANGAN 1. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial
BERKELANJUTAN BCA senantiasa berinovasi untuk menghadirkan solusi
yang efektif dan relevan dalam menjawab tantangan
Sesuai dengan POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat.
penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa Tanggung jawab sosial dan lingkungan ini berlangsung
keuangan, emiten, dan perusahaan publik dan POJK No. secara komprehensif di bawah ‘payung’ Bakti BCA yang
17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank berfokus pada pengembangan individu, komunitas, dan
Umum, BCA wajib menerapkan keuangan berkelanjutan preservasi ekosistem.
dalam kegiatan usaha dan menyusun rencana aksi
keuangan berkelanjutan. Program kegiatan Bakti BCA difokuskan pada 5 (lima)
pilar utama, yaitu:
BCA selaku Bank wajib melaksanakan praktik bisnis dan • Bakti Pendidikan
strategi investasi dengan memperhatikan, menerapkan, • Bakti Kesehatan
dan mengintegrasikan nilai lingkungan, sosial, dan tata • Bakti Bisnis Unggul
kelola dalam mendukung paling sedikit: • Bakti Budaya
a. Ekosistem bisnis berkelanjutan, • Bakti Lingkungan
b. Pengembangan produk,
c. Transaksi, Selain program-program tersebut, BCA turut
d. Jasa pembiayaan kegiatan berkelanjutan dan berpartisipasi dalam pemberian sumbangan atau
pembiayaan transisi, donasi kepada lembaga sosial. Uraian selengkapnya
e. Pengembangan program keuangan berkelanjutan mengenai kegiatan sosial BCA dan total pemberian
serta pelaksanaan aktivitas operasional bank yang dana untuk kegiatan sosial yang dilakukan oleh BCA
berwawasan lingkungan, dan sepanjang tahun 2025 tercantum pada Laporan
f. Pemberdayaan sosial dan masyarakat, dalam Keberlanjutan BCA 2025 tersendiri yang merupakan
penerapan keuangan berkelanjutan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Laporan Tahunan ini. Laporan telah diunggah dan dapat
dilihat pada situs web BCA pada link https://www.bca.
co.id/id/tentang-bca/sustainability/laporan-dan-
kebijakan/unduh-laporan-kebijakan.
2. Pemberian Dana untuk Kegiatan Politik
BCA memiliki komitmen untuk tidak melakukan pemberian dana untuk kegiatan politik baik pada tahun 2025 maupun
pada tahun-tahun sebelumnya. BCA tidak melakukan kontribusi dan pengeluaran lainnya pada tahun 2025 terkait:
Jenis 2025 2024 2023 2022
Pelobian, representasi kepentingan atau sejenisnya 0 0 0 0
Referendum, kampanye, dan/atau pemungutan suara untuk pemilihan 0 0 0 0
anggota organisasi/kandidat politik baik lokal, regional, atau nasional
Kontribusi dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan kegiatan politik. 0 0 0 0
Keterangan:
Diungkapkan dalam satuan Rupiah
PENERAPAN TATA KELOLA TERINTEGRASI
Mengacu pada POJK Penerapan Tata Kelola Terintegrasi serta SE OJK No. 15/SEOJK.03/2015 tanggal 25 Mei 2015
tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, BCA sebagai Entitas Utama telah:
• Membentuk KTKT;
• Memiliki Piagam KTKT; dan
• Menambahkan fungsi kepatuhan terintegrasi, fungsi audit internal terintegrasi, dan fungsi manajemen risiko
terintegrasi dalam organ tata kelola BCA.
418 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 421
Selain itu BCA telah memiliki:
• Piagam Komite TKT berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 121/SK/KOM/2023.
• Piagam Korporasi berdasarkan POJK No. 45/POJK.03/2020 tanggal 14 Oktober 2020 tentang Konglomerasi
Keuangan sebagaimana telah dicabut oleh POJK No.30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan
Induk Konglomerasi Keuangan, yang telah ditandatangani oleh Direksi BCA selaku Entitas Utama dan Direksi LJK
anggota Konglomerasi Keuangan BCA.
Selama tahun 2025, BCA selaku Entitas Utama telah menerapkan Tata Kelola Terintegrasi dan menyusun laporan
Penilaian Sendiri Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi dengan mengacu pada SE OJK No. 15/SEOJK.03/2015 tentang
Penerapan Tata Kelola Terintegrasi.
1. Laporan Penilaian Sendiri Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi
Laporan Penilaian Sendiri (Self-Assessment) Pelaksanaan TKT Selama 1 (satu) Tahun Buku.
Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 44 dan 45 POJK Penerapan Tata Kelola Terintegrasi pada Bab VIII tentang
Pelaporan dan SE OJK No. 15/SEOJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi
Keuangan, BCA sebagai Entitas Utama wajib menyusun laporan penilaian pelaksanaan TKT secara berkala dan
menyampaikannya kepada OJK.
Penilaian pelaksanaan TKT dilakukan setiap semester (dua kali dalam setahun). Pada tahun 2025, BCA selaku Entitas
Utama telah melakukan penilaian sendiri pelaksanaan TKT periode Semester I dan Semester II. Penilaian tersebut
mencakup penilaian terhadap 3 (tiga) aspek TKT, yaitu Struktur, Proses, dan Hasil TKT.
Penilaian pelaksanaan TKT meliputi paling sedikit 7 (tujuh) faktor, yaitu:
1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi Entitas Utama;
2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Entitas Utama;
3. Tugas dan tanggung jawab Komite TKT;
4. Tugas dan tanggung jawab Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi;
5. Tugas dan tanggung jawab Satuan Kerja Audit Internal Terintegrasi;
6. Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi;
7. Penyusunan dan pelaksanaan Pedoman TKT.
Hasil kategori penilaian sendiri pelaksanaan TKT pada Semester I dan Semester II tahun 2025 adalah “Peringkat 1”
(“Sangat Baik”).
Hasil Penilaian Sendiri (Self-Assessment) Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi
Peringkat Definisi Peringkat
Semester I 1 Konglomerasi Keuangan telah melakukan penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum
sangat baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang sangat memadai atas penerapan prinsip
TKT. Apabila terdapat kelemahan dalam penerapan TKT, secara umum kelemahan tersebut tidak
signifikan dan dapat segera dilakukan perbaikan oleh Entitas Utama dan/atau LJK.
Semester II 1 Konglomerasi Keuangan telah melakukan penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum
sangat baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang sangat memadai atas penerapan prinsip
TKT. Apabila terdapat kelemahan dalam penerapan TKT, secara umum kelemahan tersebut tidak
signifikan dan dapat segera dilakukan perbaikan oleh Entitas Utama dan/atau LJK.
2. Struktur Konglomerasi Keuangan BCA
Pada 3 Maret 2025, komposisi kepemilikan saham PT BCA Finance mengalami perubahan, dari BCA sebesar 99,593%
dan BCA Finance Limited sebesar 0,407%, menjadi BCA sebesar 99,999999% dan BCA Finance Limited sebesar
0,000001%. Hal ini sesuai Akta No. 01 tanggal 3 Maret 2025 yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan
HAM RI sebagaimana tercantum dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0117027 tanggal 3
Maret 2025.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 419
Page 422
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Dengan demikian, Struktur Konglomerasi Keuangan BCA per 31 Desember 2025, sebagai berikut:
Struktur Konglomerasi Keuangan BCA per 31 Desember 2025
90% 99,9999975%
99,999999% 99,99995% 75% 99,99975% 100% 90%
PT Central
PT BCA PT BCA PT Bank PT Asuransi BCA Finance PT Asuransi PT Bank
Capital
Sekuritas Finance BCA Syariah Umum BCA Limited Jiwa BCA Digital BCA
Ventura
90% 100% 100% 100% 100% 90% 100%
100%
0,00005% 25% 0,00025%
0,000001% 0,0000025%
3. Struktur Kepemilikan Saham pada Konglomerasi Keuangan BCA
Per 31 Desember 2025, struktur kepemilikan saham pada Konglomerasi Keuangan BCA sebagai berikut:
Struktur Kepemilikan Saham PT Bank Central Asia Tbk
Robert Budi Hartono Bambang Hartono
(Pemegang Saham (Pemegang Saham
Pengendali Terakhir) Pengendali Terakhir)
51,00% 49,00%
PT Dwimuria
Masyarakat
Investama Andalan
45,06%1)
54,94%
Keterangan:
Pengendali
Jalur Pengendalian
1) Pada komposisi saham yang dimiliki
masyarakat per 31 Desember 2025, sebesar
2,49% dimiliki oleh pihak yang terafiliasi dengan
PT Dwimuria Investama Andalan. Komisaris (tidak
termasuk Komisaris Independen) dan Direksi
memiliki 0,062% saham BCA.
Struktur Kepemilikan Saham BCA Finance Limited
PT Bank Central Asia Tbk
100%
BCA Finance Limited
420 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 423
Struktur Kepemilikan Saham PT Bank BCA Syariah
PT Bank Central Asia Tbk
90%
99,99995% 99,999999% PT BCA Sekuritas
0,000001%
PT BCA Finance
0,00005%
PT Bank BCA Syariah
Struktur Kepemilikan Saham PT BCA Finance
1 Januari 2025 – 2 Maret 2025 3 Maret 2025 – 31 Desember 2025
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
100% 90%
99,593% 99,999999%
BCA Finance Limited PT BCA Sekuritas
0,407% 0,000001%
PT BCA Finance PT BCA Finance
Struktur Kepemilikan Saham PT Asuransi Umum BCA
PT Bank Central Asia Tbk
90%
99,999999% PT BCA Sekuritas
75%
0,000001%
PT BCA Finance
25%
PT Asuransi Umum BCA
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 421
Page 424
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Struktur Kepemilikan Saham PT Central Ventura
PT Bank Central Asia Tbk
90%
99,999999% PT BCA Sekuritas
99,99975%
0,000001%
PT BCA Finance
0,00025%
PT Central Capital Ventura
Struktur Kepemilikan Saham PT BCA Sekuritas
PT Bank Central Asia Tbk Chandra Adisusanto
90% 10%
PT BCA Sekuritas
Struktur Kepemilikan Saham PT Asuransi Jiwa BCA
PT Bank Central Asia Tbk Chandra Adisusanto
90% 10%
PT Asuransi Jiwa BCA
422 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 425
Struktur Kepemilikan Saham PT Bank Digital BCA
PT Bank Central Asia Tbk
90%
99,999999% PT BCA Sekuritas
99,9999975%
0,000001%
PT BCA Finance
0,0000025%
PT Bank Digital BCA
4. Struktur Kepengurusan dalam Konglomerasi Keuangan BCA
Struktur Kepengurusan pada Entitas Utama
Struktur Kepengurusan BCA (Entitas Utama)
DEWAN KOMISARIS
Jabatan Nama
Presiden Komisaris Djohan Emir Setijoso 1)
Presiden Komisaris Jahja Setiaatmadja2)
Komisaris Tonny Kusnadi
Komisaris Independen Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen Raden Pardede
Komisaris Independen Sumantri Slamet
Catatan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Komisaris efektif per tanggal 1 Juni 2025.
2) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
Direksi
Jabatan Nama
Presiden Direktur Jahja Setiaatmadja 1)
Presiden Direktur Gregory Hendra Lembong2)
Wakil Presiden Direktur 1 John Kosasih3)
Wakil Presiden Direktur 2 Armand Wahyudi Hartono
Direktur Tan Ho Hien/Subur atau Subur Tan
Direktur Rudy Susanto
Direktur (yang juga merupakan Direktur yang membawahkan Lianawaty Suwono
fungsi Kepatuhan)
Direktur Santoso
Direktur Vera Eve Lim
Direktur Haryanto T. Budiman
Direktur Frengky Chandra Kusuma
Direktur Antonius Widodo Mulyono
Direktur Hendra Tanumihardja4)
Catatan:
1) Berhenti menjabat sebagai Presiden Direktur efektif per tanggal 1 Juni 2025 dan efektif menjabat sebagai Presiden Komisaris per tanggal 1 Juni 2025.
2) sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur, efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025.
3) sebelumnya menjabat sebagai Direktur, efektif menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur sejak 1 Juni 2025.
4) efektif menjabat sejak 1 Juni 2025.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 423
Page 426
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Utama
1. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Entitas Utama
a. Melakukan pengawasan atas penerapan TKT, sekurang-kurangnya:
1) mengawasi penerapan tata kelola pada masing-masing Perusahaan Anak agar sesuai dengan Pedoman TKT;
2) mengawasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi Entitas Utama, serta memberikan arahan
atau nasihat kepada Direksi Entitas Utama atas pelaksanaan Pedoman TKT; dan
3) mengevaluasi Pedoman TKT dan mengarahkan dalam rangka penyempurnaan.
b. Menyelenggarakan rapat secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali setiap semester. Rapat dapat dilaksanakan
melalui video conference.
c. Menuangkan hasil rapat dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik, serta mencantumkan
perbedaan pendapat (dissenting opinion) yang terjadi dalam rapat secara jelas dalam risalah rapat beserta
alasan perbedaan pendapat.
d. Membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi.
2. Tugas dan tanggung jawab Direksi Entitas Utama
a. Memastikan penerapan TKT dalam Konglomerasi Keuangan, sekurang-kurangnya:
1) menyusun Pedoman TKT;
2) mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan Pedoman TKT; dan
3) menindaklanjuti arahan atau nasihat Dewan Komisaris Entitas Utama dalam rangka penyempurnaan
Pedoman TKT.
b. Memastikan bahwa temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Internal Terintegrasi, auditor
eksternal, hasil pengawasan OJK dan/atau hasil pengawasan otoritas lain telah ditindaklanjuti oleh Perusahaan
Anak.
Struktur Kepengurusan pada LJK dalam Konglomerasi Keuangan BCA
STRUKTUR KEPENGURUSAN BCA FINANCE LIMITED
DIREKTUR
Jabatan Nama
Direktur Andy Kwok Sau Lai
Direktur Fanny Surjadi
Direktur Janto Havianto
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT BCA FINANCE
Dewan Komisaris Direksi
Jabatan Nama Jabatan Nama
Presiden Komisaris Suwignyo Budiman 1)
Presiden Direktur Roni Haslim 2)
Presiden Komisaris Roni Haslim3) Presiden Direktur Petrus Santoso Karim4)
merangkap Komisaris
Independen
Komisaris David Hamdan Direktur Lim Handoyo
Komisaris Independen Sulistiyowati Direktur Sugito Lie
Direktur Liston Nainggolan
Direktur Tan, Widy Tarmizi
Direktur Herwandi Kuswanto
Direktur Hendrik Sia, ST, MM5)
1) menjabat hingga 7 Maret 2025.
2) menjabat hingga 26 Mei 2025.
3) efektif menjabat sejak 1 November 2025.
4) efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 26 Mei 2025
5) efektif menjabat sebagai Direktur sejak 1 Agustus 2025
424 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 427
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT BANK BCA SYARIAH
Dewan Komisaris Direksi
Jabatan Nama Jabatan Nama
Presiden Komisaris Ratna Yanti Presiden Direktur Yuli Melati Suryaningrum
Independen
Komisaris Rickyadi Widjaja Direktur yang Membawahkan Houda Muljanti1)
Fungsi Kepatuhan
Komisaris Independen Inge Setiawati Direktur yang Membawahkan Eduard Guntoro Purba2)
Fungsi Kepatuhan
Direktur Pranata
Direktur Lukman Hadiwijaya
Direktur Ina Widjaja
1) menjabat hingga 4 Maret 2025.
2) efektif menjabat sejak 4 Maret 2025.
Dewan Pengawas Syariah
Jabatan Nama
Ketua Prof. DR. H. Fathurrahman Djamil, MA
Anggota Sutedjo Prihatono
Anggota Nenny Kurnia Noersal1)
1) efektif menjabat sejak 4 Maret 2025.
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT ASURANSI UMUM BCA
Dewan Komisaris Direksi
Jabatan Nama Jabatan Nama
Komisaris Utama Petrus Santoso Karim Direktur Utama Hendro Hadinoto Wenan
Komisaris Jacobus Sindu Adisuwono Direktur Antonius
Komisaris Independen Gustiono Kustianto Direktur Sri Angraini
Komisaris Independen Gunawan Budi Santoso Direktur Erik Surjadi
Direktur Kepatuhan Arif Singgih Halim Wijaya
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT CENTRAL CAPITAL VENTURA
Jabatan Nama Jabatan Nama
Komisaris Jan Hendra Presiden Direktur Armand Widjaja
Direktur Adi Prasetyo Susilo
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT BCA SEKURITAS
Jabatan Nama Jabatan Nama
Komisaris Utama Dharwin Yuwono Direktur Utama Mardi Henko Sutanto
Komisaris Independen Ir. Hendra Iskandar Lubis Direktur Imelda Arismunandar
Direktur Ughary Yovvy Chandra1)
1) Efektif menjabat sejak 23 Desember 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 425
Page 428
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT ASURANSI JIWA BCA
Dewan Komisaris Direksi
Jabatan Nama Jabatan Nama
Presiden Komisaris Hariyanto 1)
Presiden Direktur Christina Wahjuni Setyabudhi1)
Presiden Komisaris Christina Wahjuni Setyabudhi2) Presiden Direktur Eva Agrayani, Tjong3)
Komisaris Mathilda Simon Direktur Yannes Chandra
Komisaris Independen Pudjianto Direktur Kepatuhan Sukawati Lubis
Komisaris Independen Hardjono Direktur Gunawan Prayogo2)
1) menjabat hingga 28 Februari 2025
2) efektif menjabat sejak 28 Februari 2025
3) sebelumnya menjabat sebagai Direktur, efektif menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 28 Februari 2025
STRUKTUR KEPENGURUSAN PT BANK DIGITAL BCA
Dewan Komisaris Direksi
Jabatan Nama Jabatan Nama
Komisaris Utama Theresia Endang Ratnawati 1)
Direktur Utama Lanny Budiati
Komisaris Utama Grace Putri Aju Dewijany2) Direktur Iman Sentosa3)
Komisaris Independen Ina Suwandi Direktur Nico Lukman4)
Komisaris Independen Daniel Gunawan Direktur Kepatuhan Nugroho Budiman
1) menjabat hingga 1 Oktober 2025.
2) efektif menjabat sejak 1 Oktober 2025.
3) menjabat hingga 1 Juli 2025.
4) efektif menjabat sejak 1 Juli 2025.
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah LJK dalam
Konglomerasi Keuangan BCA
1. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris LJK dalam Konglomerasi Keuangan BCA, meliputi paling sedikit:
a. melakukan pengawasan terhadap penerapan tata kelola, tugas, dan tanggung jawab Direksi dan tindak
lanjut hasil audit dari pihak internal dan eksternal,
b. membentuk komite atau menunjuk pihak untuk melaksanakan fungsi yang mendukung tugas dan tanggung
jawab Dewan Komisaris paling sedikit komite atau fungsi pemantauan audit, dan komite atau fungsi
pemantauan kepatuhan,
c. menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris yang paling sedikit mencakup frekuensi, kehadiran, dan tata
cara pengambilan keputusan, dan
d. menyusun tata tertib kerja Dewan Komisaris.
2. Tugas dan tanggung jawab Direksi LJK dalam Konglomerasi Keuangan BCA, meliputi paling sedikit:
a. melaksanakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Anak,
b. menindaklanjuti hasil audit oleh pihak internal dan eksternal,
c. menyusun tata tertib kerja, dan
d. menyelenggarakan rapat Direksi yang paling sedikit mencakup tata cara pengambilan keputusan dan
dokumentasi rapat.
3. Tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah LJK dalam Konglomerasi Keuangan BCA, meliputi paling
sedikit:
a. memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan Bank BCA Syariah agar sesuai
dengan Prinsip Syariah, dan
b. menyusun tata tertib kerja Dewan Pengawas Syariah.
426 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 429
Struktur Tata Kelola Terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan BCA
Entitas Komite TKT1) Fungsi Kepatuhan Fungsi Audit Internal Fungsi Manajemen Risiko
PT BCA Tbk (Entitas Utama) 2) √ √ √ √
BCA Finance Limited N/A √ √ √
PT BCA Finance N/A √ √ √
PT Bank BCA Syariah N/A √ √ √
PT Asuransi Umum BCA N/A √ √ √
PT Central Capital Ventura N/A √ √ √
PT BCA Sekuritas N/A √ √ √
PT Asuransi Jiwa BCA N/A √ √ √
PT Bank Digital BCA N/A √ √ √
1) Komite TKT hanya wajib dibentuk pada Entitas Utama dengan beranggotakan di antaranya perwakilan Komisaris Independen dan/atau anggota
Dewan Pengawas Syariah dari masing-masing LJK dalam Konglomerasi Keuangan BCA.
2) BCA selaku entitas utama telah memiliki fungsi Kepatuhan Terintegrasi, Fungsi Audit Internal Terintegrasi dan Fungsi Manajemen Risiko Terintegrasi.
Komite Tata Kelola Terintegrasi
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 037/SK/KOM/2015 tentang Pembentukan Komite Tata Kelola
Terintegrasi tanggal 26 Februari 2015, BCA telah membentuk KTKT yang beranggotakan perwakilan Komisaris
Independen BCA, Pihak Independen, dan seluruh perwakilan Komisaris Independen dan/atau Anggota Dewan
Pengawas Syariah Perusahaan Anak. KTKT bertugas untuk membantu Dewan Komisaris BCA sebagai Entitas Utama
dalam melakukan pengawasan atas penerapan TKT di Konglomerasi Keuangan BCA.
Pada tahun 2025, telah dilakukan penyesuaian anggota KTKT dikarenakan adanya perubahan susunan Dewan
Komisaris Perusahaan Anak.
Penjelasan lebih lanjut mengenai KTKT dapat dilihat pada halaman 332 bagian Komite Tata Kelola Terintegrasi
pada Laporan Tahunan ini.
• Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi
BCA sebagai Entitas Utama dalam Konglomerasi Keuangan BCA telah menambahkan fungsi kepatuhan terintegrasi
dalam organisasi Divisi Compliance Division (DCP) untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan fungsi
kepatuhan pada masing-masing LJK dalam Konglomerasi Keuangan BCA melalui koordinasi dengan fungsi
kepatuhan di masing-masing Perusahaan Anak.
DCP Terintegrasi memiliki tugas dan tanggung jawab, antara lain:
a. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan fungsi kepatuhan pada masing-masing Perusahaan Anak,
b. mengembangkan metode dan proses yang diperlukan dalam rangka penerapan manajemen risiko kepatuhan
terintegrasi,
c. menilai dan menyusun profil risiko kepatuhan terintegrasi dalam rangka penerapan manajemen risiko
terintegrasi, dan
d. menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepatuhan terintegrasi
kepada Direktur Kepatuhan Entitas Utama. Selanjutnya Direktur Kepatuhan Entitas Utama menyusun dan
menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepatuhan terintegrasi kepada Direksi dan
Dewan Komisaris Entitas Utama.
Selama tahun 2025, BCA telah melakukan beberapa aktivitas berikut terkait dengan pelaksanaan fungsi
kepatuhan terintegrasi, sebagaimana dimaksud pada halaman 373 bagian Pelaksanaan Kerja Fungsi Kepatuhan
selama Tahun 2025 Bab Fungsi Kepatuhan pada Laporan Tahunan ini.
• Satuan Kerja Audit Internal Terintegrasi
BCA telah memiliki fungsi satuan kerja audit internal terintegrasi yang dilakukan oleh Divisi Audit Internal dengan
berpedoman kepada POJK No. 1/POJK.03/2019 tanggal 28 Januari 2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern
Pada Bank Umum dan POJK Penerapan Tata Kelola Terintegrasi untuk menunjang Konglomerasi Keuangan BCA
yaitu untuk memantau penerapan fungsi audit internal pada masing-masing LJK dalam Konglomerasi Keuangan
BCA dan memberikan rekomendasi yang memiliki nilai tambah.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 427
Page 430
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Satuan kerja audit internal terintegrasi memiliki a. Wewenang dan tanggung jawab Dewan
tugas dan tanggung jawab, antara lain: Komisaris dalam penerapan manajemen risiko
a. menilai kecukupan dan efektivitas proses transaksi intra-grup, antara lain:
manajemen risiko, pengendalian internal dan 1) menyetujui kebijakan manajemen risiko
tata kelola Perusahaan Anak, serta memberikan transaksi intra-grup,
rekomendasi perbaikan, 2) mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi
b. memantau pelaksanaan audit internal pada dan memberikan arahan perbaikan atas
masing-masing Perusahaan Anak, pelaksanaan kebijakan manajemen risiko
c. memantau dan mengevaluasi kecukupan tindak transaksi intra-grup.
lanjut perbaikan atas hasil audit intern/ekstern/ b. Wewenang dan tanggung jawab Direksi dalam
regulator, serta melaporkannya kepada Direksi, manajemen risiko transaksi intra-grup, antara
Dewan Komisaris, dan Komite Audit Entitas lain:
Utama, 1) memahami risiko transaksi intra-grup yang
d. menyampaikan laporan audit internal terintegrasi melekat pada Konglomerasi Keuangan,
kepada Direktur yang ditunjuk untuk melakukan 2) menyusun dan menetapkan kebijakan
fungsi pengawasan terhadap Perusahaan Anak, manajemen risiko transaksi intra-grup,
Dewan Komisaris Entitas Utama serta Direktur 3) bertanggung jawab dalam penerapan
yang membawahkan fungsi kepatuhan Entitas manajemen risiko transaksi intra-grup,
Utama, dan 4) m e m a s t i k a n s e t i a p e n t i t a s d a l a m
e. memberikan dukungan kepada Perusahaan Anak Konglomerasi Keuangan menerapkan
dalam mengembangkan fungsi audit internal. manajemen risiko transaksi intra-grup,
Penerapan fungsi audit intern terintegrasi pada 5) memantau risiko transaksi intra-grup secara
konglomerasi keuangan BCA meliputi kegiatan berkala,
assurance, monitoring/alignment, dan support/ 6) mengembangkan budaya risiko sebagai
development yang dilaporkan melalui laporan bagian dari penerapan manajemen risiko
audit intern terintegrasi kepada Direktur yang transaksi intra-grup, dan
ditunjuk untuk melakukan fungsi pengawasan 7) memastikan penerapan manajemen risiko
terhadap LJK dalam Konglomerasi Keuangan dan transaksi intra-grup bebas dari benturan
Dewan Komisaris Entitas Utama serta Direktur yang kepentingan antara Konglomerasi Keuangan
membawahkan fungsi kepatuhan Entitas Utama. dengan individual LJK.
5. Risiko Transaksi Intra-Grup 2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan
Risiko transaksi intra-grup antara lain dapat timbul dari: Limit Risiko Transaksi Intra-Grup
a. Kepemilikan silang antar LJK dalam Konglomerasi Penetapan kebijakan, prosedur dan limit risiko
Keuangan, transaksi intra-grup, memperhatikan hal-hal berikut:
b. Sentralisasi manajemen likuiditas jangka pendek, a. Konglomerasi Keuangan harus memastikan
c. Jaminan, pinjaman, dan komitmen yang diberikan pemenuhan asas arm’s length (kewajaran
atau diperoleh suatu LJK dari LJK lain dalam transaksi) terkait transaksi intra-grup.
Konglomerasi Keuangan, b. Tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite)
d. Eksposur kepada pemegang saham pengendali, dan toleransi risiko (risk tolerance) harus sejalan
termasuk eksposur pinjaman dan off-balance sheet dengan strategi bisnis, profil risiko, dan rencana
seperti jaminan dan komitmen, permodalan Konglomerasi Keuangan.
e. Pembelian atau penjualan aset kepada LJK lain c. Kebijakan dan limit transaksi intra-grup sesuai
dalam satu Konglomerasi Keuangan, dengan ketentuan regulator.
f. Transfer risiko melalui reasuransi, dan d. Prosedur manajemen risiko transaksi intra- grup
g. Transaksi untuk mengalihkan eksposur risiko pihak paling sedikit memuat:
ketiga di antara LJK dalam Konglomerasi Keuangan. 1) Akuntabilitas dan jenjang delegasi
wewenang yang jelas dalam pelaksanaan
Ruang Lingkup Kebijakan Manajemen Risiko manajemen risiko transaksi intra-grup.
Transaksi Intra-Grup 2) Pelaksanaan kaji ulang terhadap prosedur
Penerapan manajemen risiko transaksi intra-grup di secara berkala.
Konglomerasi Keuangan mencakup: 3) Dokumentasi prosedur secara memadai,
1. Pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi yaitu dokumentasi secara tertulis, lengkap
Pengawasan oleh Dewan Komisaris dan Direksi dan memudahkan untuk dilakukan jejak audit
sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas (audit trail).
penerapan manajemen risiko transaksi intra-grup
dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
428 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 431
3. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, a. Mengacu pada kebijakan dan prosedur yang
Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem telah ditetapkan.
Informasi Manajemen Risiko Transaksi Intra-Grup b. Sistem pengendalian internal disusun untuk
BCA selaku Entitas Utama wajib melakukan memastikan:
proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, 1) Kepatuhan terhadap kebijakan atau
dan pengendalian risiko terhadap seluruh faktor ketentuan internal serta peraturan
risiko (risk factors) yang bersifat signifikan secara perundang-undangan.
terintegrasi, dengan memperhatikan faktor-faktor 2) Efektivitas budaya risiko ( risk culture )
berikut: Konglomerasi Keuangan secara menyeluruh
a. komposisi transaksi intra-grup dalam untuk mengidentifikasi kelemahan dan
Konglomerasi Keuangan, penyimpangan secara lebih dini dan menilai
b. dokumentasi dan kewajaran transaksi, kembali kewajaran kebijakan dan prosedur
c. memenuhi ketentuan hukum/regulator, yang ada pada Konglomerasi Keuangan
d. informasi signifikan lainnya. secara berkesinambungan.
c. Kaji ulang terhadap pengukuran risiko transaksi
Pelaksanaan tersebut juga didukung dengan sistem intra-grup, paling sedikit mencakup:
informasi manajemen risiko transaksi intra-grup 1) Kesesuaian kebijakan, struktur organisasi,
meliputi laporan profil risiko transaksi intra-grup alokasi sumber daya, desain proses
yang merupakan bagian dari Laporan Profil Risiko manajemen risiko transaksi intra-grup,
Terintegrasi. sistem informasi, dan pelaporan risiko sesuai
dengan kebutuhan bisnis Konglomerasi
4. Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh Keuangan, serta perkembangan peraturan
terhadap Penerapan Manajemen Risiko Transaksi dan praktik terbaik (best practice) terkait
Intra-Grup manajemen risiko transaksi intra-grup.
Proses penerapan manajemen risiko transaksi intra- 2) Dokumentasi secara lengkap dan memadai
grup yang efektif harus dilengkapi dengan sistem terhadap cakupan, prosedur operasional,
pengendalian internal yang menyeluruh. temuan audit, serta tanggapan pengurus
Konglomerasi Keuangan berdasarkan hasil
BCA wajib melaksanakan sistem pengendalian audit.
internal risiko transaksi intra-grup secara efektif
dengan ketentuan sebagai berikut:
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 429
Page 432
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
INFORMASI TERKAIT PEMENUHAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
1. SEOJK NO. 14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum
Dalam rangka implementasi SEOJK No. 14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum
(“SEOJK 14/2025”) maka BCA berupaya untuk selalu mewujudkan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik sebagaimana diatur dalam Pasal 2 SEOJK 14/2025 antara lain meliputi
sebagai berikut:
a. Pelaksanaan tugas, tanggung Dapat dilihat pada Bab Direksi halaman 271 Laporan Tahunan ini.
jawab, dan wewenang Direksi
b. Pelaksanaan tugas, tanggung Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris halaman 257 Laporan Tahunan ini.
jawab, dan wewenang Dewan
Komisaris
c. Kelengkapan dan pelaksanaan Dapat dilihat di bab Komite Dewan Komisaris dan Komite Eksekutif Direksi halaman 316
tugas komite dan 340 Laporan Tahunan ini.
d. Penanganan benturan kepentingan Anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, anggota komite, Pejabat Eksekutif, dan
karyawan BCA selalu berupaya menghindari segala bentuk benturan kepentingan
dalam pelaksanaan tugas pengelolaan dan pengawasan BCA.
Kebijakan terkait benturan kepentingan dipaparkan dalam Anggaran Dasar, Surat
Keputusan Direksi perihal Ketentuan mengenai Benturan Kepentingan dan Surat
Keputusan Direksi terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan,
serta dapat dilihat di bab Pendahuluan serta Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan di halaman 388 Laporan Tahunan ini.
e. Penerapan fungsi kepatuhan Dapat dilihat pada Bab Fungsi Kepatuhan halaman 372 Laporan Tahunan ini.
f. Penerapan fungsi audit intern Dapat dilihat pada Bab Unit Audit Internal halaman 366 Laporan Tahunan ini.
g. Penerapan fungsi audit ekstern Dapat dilihat pada Bab Akuntan Publik (Audit Eksternal) halaman 370 Laporan Tahunan
ini.
h. Penerapan manajemen risiko Dapat dilihat pada Bab Penerapan Manajemen Risiko halaman 375 Laporan Tahunan ini.
termasuk sistem pengendalian
intern
i. Pemberian remunerasi Dapat dilihat pada Bab Kebijakan Remunerasi halaman 309 Laporan Tahunan ini.
j. Penyediaan dana kepada pihak Dapat dilihat pada Bab Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan
terkait dan penyediaan dana besar Penyediaan Dana Besar (Large Exposure) halaman 415 Laporan Tahunan ini.
k. Integritas pelaporan dan sistem • BCA senantiasa melakukan transparansi kondisi keuangan dan non keuangan
teknologi informasi kepada Pemangku Kepentingan dengan menyusun dan menyajikan laporan
dengan tata cara dan cakupan sesuai dengan ketentuan OJK serta dengan sarana
penyampaian informasi yang dapat diandalkan BCA.
• BCA telah mempublikasikan informasi mengenai produk dan/atau layanan BCA
secara jelas, akurat dan terkini sesuai ketentuan OJK tentang Transparansi
Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.
• BCA telah menyusun Laporan Keberlanjutan yang dapat dengan mudah diakses
oleh masyarakat luas pada situs web BCA di link https://www.bca.co.id/id/
tentang-bca/sustainability/laporan-dan-kebijakan/unduh-laporan-kebijakan.
• BCA telah menyusun dan menyampaikan laporan terstruktur dan laporan tidak
terstruktur kepada OJK sesuai dengan POJK mengenai pelaporan bank umum
melalui sistem pelaporan OJK.
• BCA telah menyusun pelaporan internal secara lengkap, akurat, dan tepat waktu
dengan didukung oleh sistem informasi manajemen yang memadai. BCA memiliki
sistem informasi manajemen BCA yang handal dan didukung oleh sumber daya
manusia yang kompeten serta IT security system yang memadai dan mampu
memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu kepada Direksi untuk
digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan bisnis BCA.
• Pemaparan terkait transparansi keuangan dan transparansi non keuangan lebih
lanjut dapat dilihat pada Bab Integritas Pelaporan dan Sistem Teknologi Informasi.
l. rencana strategis Bank Dapat dilihat pada Bab Rencana Strategis Bank halaman 416 Laporan Tahunan ini.
430 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 433
m. aspek pemegang saham • BCA telah memiliki kebijakan dividen dan mengkomunikasikan kebijakan dividen
kepada pemegang saham dengan cara upload ke situs web BCA di link https://
www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg
• BCA memastikan perlakuan yang adil terhadap seluruh pemegang saham dan
melindungi hak pemegang saham serta memfasilitasi partisipasi pemegang saham
dan pemangku kepentingan serta mengelola komunikasi dalam pelaksanaannya.
Pemaparan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab RUPS halaman 243 Laporan Tahunan
ini.
• BCA memiliki kebijakan Transaksi Orang Dalam (Insider Trading)
• Dalam melakukan Aksi korporasi, BCA selalu melaksanakan sesuai dengan
ketentuan dan prosedur yang berlaku, dan memastikan transaksi terjadi secara
transparan dan wajar serta melindungi hak pemegang saham.
• BCA telah memiliki kebijakan internal terkait penyertaan modal.
n. penerapan strategi anti-fraud, Dapat dilihat pada bab Penerapan Strategi Anti-Fraud halaman 380 Laporan Tahunan
termasuk anti penyuapan ini.
o. penerapan keuangan • BCA telah menerapkan keuangan berkelanjutan dalam kegiatan usaha dan
berkelanjutan, termasuk menyusun rencana aksi keuangan berkelanjutan.
penerapan tanggung jawab sosial • BCA melaksanakan praktik bisnis dan strategi investasi dengan memperhatikan,
dan lingkungan menerapkan, dan mengintegrasikan nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola.
• Manajemen risiko iklim dipaparkan dalam Laporan Keberlanjutan BCA.
• Pemaparan terkait penerapan keuangan berkelanjutan, termasuk penerapan
tanggung jawab sosial dan lingkungan lebih lanjut dapat dilihat di Laporan
Keberlajutan dan dapat diakses di https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/
sustainability/laporan-dan-kebijakan/unduh-laporan-kebijakan.
p. penerapan tata kelola dalam Dapat dilihat pada Bab Penerapan Tata Kelola Terintegrasi halaman 418 Laporan
kelompok usaha Bank. Tahunan ini.
2. Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka
(rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015)
BCA telah memenuhi penerapan pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, sesuai dengan Pasal 3 POJK No. 21/
POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Pada Laporan Tahunan ini, BCA
mengungkapkan informasi mengenai penerapan rekomendasi dalam Pedoman Tata Kelola, sebagaimana dimaksud
pada SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, yakni sebagai berikut:
Pemenuhan Rekomendasi SE OJK No.32/SEOJK.04/2015
No. Rekomendasi Keterangan
A HUBUNGAN PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN PEMEGANG SAHAM DALAM MENJAMIN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM
Prinsip 1
Meningkatkan Nilai Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
1.1 Perusahaan Terbuka Implementasi: Sesuai
memiliki cara atau prosedur
teknis pengumpulan Teknis pengumpulan suara dalam RUPS BCA diatur dalam Tata Tertib RUPS (dibagikan
suara (voting), baik secara kepada pemegang saham atau kuasanya yang hadir dan dibacakan sebelum
terbuka maupun tertutup penyelenggaraan RUPS) serta dalam Anggaran Dasar untuk mengedepankan independensi
yang mengedepankan dan kepentingan pemegang saham. Sebagai bentuk transparansi, pemegang saham dan
independensi, dan masyarakat luas juga dapat mengunduh tata tertib RUPS BCA pada situs web BCA
kepentingan pemegang https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/aksi-korporasi bagian Tata Tertib
saham. RUPS.
Pada RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 2025, pemungutan suara
terkait setiap usul yang diajukan dalam setiap mata acara RUPS dilakukan secara terbuka
Sesuai tata cara yang disampaikan oleh Ketua Rapat, yaitu
a. Pemungutan suara bagi pemegang saham atau kuasanya yang hadir secara fisik dalam
Rapat dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
1) Pimpinan Rapat akan meminta pemegang saham atau kuasanya yang TIDAK
SETUJU atau ABSTAIN terhadap usul yang diajukan untuk mengangkat tangan dan
menyerahkan surat suara kepada petugas Rapat;
2) Bagi kuasa pemegang saham yang menerima kuasa dengan pilihan suara melalui
aplikasi eASY.KSEI, suara yang akan dihitung adalah suara yang diberikan oleh
pemegang saham melalui eASY.KSEI, dengan demikian kuasa pemegang saham
terkait tidak perlu mengangkat tangan dan menyerahkan surat suara kepada
petugas Rapat;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 431
Page 434
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pemenuhan Rekomendasi SE OJK No.32/SEOJK.04/2015
No. Rekomendasi Keterangan
b. Pemungutan suara bagi pemegang saham atau kuasanya yang hadir secara elektronik
melalui aplikasi eASY.KSEI dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
1) Proses pemungutan suara berlangsung di aplikasi eASY.KSEI pada menu E-Meeting
Hall, sub menu Live Broadcasting;
2) Pemegang saham yang hadir atau telah memberikan kuasa secara elektronik
dalam Rapat melalui aplikasi eASY.KSEI, namun belum menetapkan pilihan suara,
maka pemegang saham atau kuasanya tersebut memiliki kesempatan untuk
menyampaikan pilihan suaranya selama masa pemungutan suara dibuka oleh BCA
melalui layar E-Meeting Hall di aplikasi eASY.KSEI;
3) Selama proses pemungutan suara secara elektronik berlangsung akan terlihat
status “Voting for agenda item no [ ] has started” pada kolom ‘General Meeting
Flow Text’;
4) Pemungutan suara langsung secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI
dialokasikan maksimal selama 2 (dua) menit;
5) Pemegang saham yang telah memberikan suaranya sebelum Rapat dimulai dan
pemegang saham atau kuasanya yang telah melakukan registrasi melalui aplikasi
eASY.KSEI pada tanggal pelaksanaan Rapat akan dianggap sah menghadiri Rapat
walaupun tidak mengikuti jalannya Rapat sampai akhir karena alasan apapun;
6) Apabila pemegang saham atau kuasanya tidak memberikan pilihan suara hingga
status pelaksanaan Rapat yang terlihat pada kolom ‘General Meeting Flow Text’
berubah menjadi “Voting for agenda item no [ ] has ended”, maka pemegang
saham atau kuasanya tersebut akan dianggap memberikan suara ABSTAIN untuk
mata acara Rapat yang bersangkutan.
Selanjutnya suara yang diberikan oleh pemegang saham atau kuasanya baik secara
fisik maupun elektronik akan dihitung Biro Administrasi Efek Perseroan dan kemudian
diverifikasi oleh Notaris selaku pejabat umum yang independen
Info lebih lanjut pada halaman 243
1.2 Seluruh anggota Direksi dan Implementasi: Sesuai
anggota Dewan Komisaris
Perusahaan Terbuka hadir Kehadiran seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada saat dilaksanakannya RUPST
dalam RUPS Tahunan. tanggal 12 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris 100%
Direksi 100%
Info lebih lanjut pada halaman 246
1.3 Ringkasan risalah RUPS Implementasi: Sesuai
tersedia dalam Situs web
Perusahaan Terbuka paling BCA telah mempublikasikan ringkasan risalah RUPS Tahunan tanggal
sedikit selama 1 (satu) tahun. 12 Maret 2025 pada situs web BCA dan tersedia selama lebih dari 1 (satu) tahun.
Ringkasan risalah RUPS Tahunan 2025 serta ringkasan Risalah RUPS dalam 5 (lima) tahun
kebelakang dapat diunduh pada situs web BCA:
https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/aksi-korporasi bagian Rapat Umum
Pemegang Saham.
Info lebih lanjut pada halaman 245
Prinsip 2
Meningkatkan Kualitas Komunikasi Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham atau Investor.
2.1 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
suatu kebijakan komunikasi
dengan pemegang saham BCA memiliki kebijakan komunikasi dengan pemegang saham sebagaimana diatur dalam
atau investor. Pedoman Tata Kelola Perusahaan Bab Fungsi Komunikasi dan Informasi. BCA memiliki unit
kerja Investor Relations yang mendukung proses komunikasi antara BCA dengan pihak
komunitas pemegang saham dan masyarakat pasar modal lainnya. Bentuk komunikasi
tersebut termasuk dengan menyelenggarakan analyst meeting pemaparan kinerja, public
expose, conference call, serta menyampaikan informasi melalui situs web BCA bagian
Hubungan Investor. Berbagai informasi tersebut juga dapat diakses masyarakat luas
melalui situs web BCA: https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/hubungan-investor.
Info lebih lanjut pada halaman 364 dan 399
2.2 Perusahaan Terbuka Implementasi: Sesuai
mengungkapkan kebijakan
komunikasi Perusahaan BCA telah mengungkapkan kebijakan komunikasi dengan pemegang saham dalam situs
Terbuka dengan pemegang web BCA yang dapat dilihat pada:
saham atau investor dalam https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg kolom
Situs Web. Kebijakan terkait Tata Kelola bagian Kebijakan Komunikasi.
Info lebih lanjut pada halaman 256 dan 399
432 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 435
Pemenuhan Rekomendasi SE OJK No.32/SEOJK.04/2015
No. Rekomendasi Keterangan
B FUNGSI DAN PERAN DEWAN KOMISARIS
Prinsip 3
Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Dewan Komisaris.
3.1 Penentuan jumlah Implementasi: Sesuai
anggota Dewan Komisaris
mempertimbangkan kondisi BCA telah memenuhi ketentuan POJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum,
Perusahaan Terbuka. yaitu bank wajib memiliki anggota Dewan Komisaris dengan jumlah paling sedikit 3 (tiga)
orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi. Jumlah anggota Dewan
Komisaris BCA per 31 Desember 2025 adalah sebanyak 5 (lima) orang anggota, termasuk 3
(tiga) orang di antaranya adalah Komisaris Independen.
Jumlah dan komposisi anggota Dewan Komisaris ditentukan melalui Komite Remunerasi
dan Nominasi BCA yang memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk
kemudian dimintakan persetujuan kepada RUPS. Rekomendasi tersebut juga telah
memperhatikan peraturan/ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan kondisi,
kapasitas, pencapaian tujuan, dan pemenuhan kebutuhan BCA.
Info lebih lanjut pada halaman 262
3.2 Penentuan komposisi Implementasi: Sesuai
anggota Dewan
Komisaris memperhatikan KRN BCA bertugas antara lain menyusun dan memberikan rekomendasi kepada Dewan
keberagaman keahlian, Komisaris terkait:
pengetahuan, dan • Sistem dan prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan
pengalaman yang Direksi;
dibutuhkan. • Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
• Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi; dan
• Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
Kebijakan keberagaman komposisi Dewan Komisaris telah tertuang dalam ketentuan
terkait Komposisi dan Kriteria Dewan Komisaris Bab 3 Pedoman Tata Kelola BCA. Dalam
penentuan komposisi Dewan Komisaris, BCA telah memperhatikan keberagaman
anggotanya, baik dalam hal pendidikan (bidang studi), pengalaman kerja, usia, maupun
keahlian tanpa membedakan gender, suku, agama, dan ras. Keberagaman masing-
masing anggota Dewan Komisaris yang memiliki kompetensi tinggi mendukung
peningkatan kinerja BCA.
Info lebih lanjut pada halaman 304
Prinsip 4
Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris.
4.1 Dewan Komisaris mempunyai Implementasi: Sesuai
kebijakan penilaian sendiri
(self-assessment) untuk BCA memiliki kebijakan penilaian sendiri Dewan Komisaris sebagaimana tercantum dalam
menilai kinerja Dewan Bab 14 Pedoman Tata Kelola BCA. Kebijakan penilaian sendiri (self-assessment) Dewan
Komisaris. Komisaris merupakan suatu pedoman yang digunakan sebagai bentuk akuntabilitas atas
penilaian kinerja Dewan Komisaris.
Evaluasi atas self-assessment Dewan Komisaris, dilakukan oleh Dewan Komisaris
berdasarkan rekomendasi dari KRN.
Info lebih lanjut pada halaman 305
4.2 Kebijakan penilaian sendiri Implementasi: Sesuai
(self-assessment) untuk
menilai kinerja Dewan BCA telah mengungkapkan kebijakan penilaian sendiri kinerja Dewan Komisaris dalam
Komisaris, diungkapkan Laporan Tahunan ini.
melalui Laporan Tahunan
Perusahaan Terbuka. Info lebih lanjut pada halaman 305
4.3 Dewan Komisaris Implementasi: Sesuai
mempunyai kebijakan terkait
pengunduran diri anggota Kebijakan terkait pengunduran diri anggota Dewan Komisaris dari jabatannya apabila
Dewan Komisaris apabila terlibat dalam kejahatan keuangan telah diatur dalam Bab 3 Piagam Dewan Komisaris BCA
terlibat dalam kejahatan serta Pasal 14 Anggaran Dasar BCA.
keuangan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 433
Page 436
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pemenuhan Rekomendasi SE OJK No.32/SEOJK.04/2015
No. Rekomendasi Keterangan
4.4 Dewan Komisaris atau Implementasi: Sesuai
Komite yang menjalankan
Fungsi Nominasi dan KRN BCA bertugas menyusun kebijakan suksesi dalam proses nominasi anggota Direksi
Remunerasi menyusun sebagaimana dijelaskan pada Bab 3 Pedoman Tata Kelola BCA. Implementasi kebijakan
kebijakan suksesi dalam suksesi Direksi meliputi pemberian rekomendasi mengenai sistem, prosedur, dan calon
proses nominasi anggota Direksi pemilihan dan/atau penggantian anggota Direksi kepada Dewan Komisaris untuk
Direksi. disampaikan kepada RUPS.
Info lebih lanjut pada halaman 328
C FUNGSI DAN PERAN DIREKSI
Prinsip 5
Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Direksi.
5.1 Penentuan jumlah anggota Implementasi: Sesuai
Direksi mempertimbangkan
kondisi Perusahaan Terbuka BCA telah memenuhi ketentuan Pasal 2 POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan
serta efektivitas dalam Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, yaitu Direksi Emiten atau Perusahaan
pengambilan keputusan. Publik paling kurang terdiri dari 2 (dua) orang anggota Direksi. Jumlah anggota Direksi BCA
per 31 Desember 2025 adalah sebanyak 12 (dua belas) orang.
Penentuan jumlah dan komposisi anggota Direksi dilakukan melalui KRN BCA yang
bertugas memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk kemudian dimintakan
persetujuan kepada RUPS. BCA juga telah mempertimbangkan kondisi, kapasitas,
pencapaian tujuan, dan pemenuhan kebutuhan BCA dalam menentukan jumlah anggota
Direksi.
Info lebih lanjut pada halaman 276
5.2 Penentuan komposisi anggota Implementasi: Sesuai
Direksi memperhatikan,
keberagaman keahlian, KRN BCA bertugas antara lain menyusun dan memberikan rekomendasi kepada Dewan
pengetahuan, dan Komisaris terkait:
pengalaman yang dibutuhkan. • Sistem dan prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan
Direksi;
• Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
• Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi; dan
• Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
Melalui pelaksanaan tugas KRN tersebut, penentuan komposisi anggota Direksi BCA telah
memperhatikan keberagaman keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan.
Kebijakan keberagaman komposisi Direksi juga telah tertuang dalam ketentuan terkait
Komposisi dan Kriteria Direksi pada Bab 4 Pedoman Tata Kelola BCA, termasuk di
dalamnya memperhatikan keberagaman Direksi baik dari segi gender, usia, latar belakang
pendidikan, maupun keahlian.
Info lebih lanjut pada halaman 305
5.3 Anggota Direksi yang Implementasi: Sesuai
membawahi bidang
akuntansi atau keuangan Anggota Direksi yang membawahi bidang akuntansi dan keuangan memiliki pengalaman
memiliki keahlian dan/atau di bidang keuangan dan akuntansi.
pengetahuan di bidang
akuntansi. Info lebih lanjut pada halaman 47 (profil Ibu Vera Eve Lim).
Prinsip 6
Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi.
6.1 Direksi mempunyai kebijakan Implementasi: Sesuai
penilaian sendiri (self-
assessment) untuk menilai BCA memiliki kebijakan penilaian sendiri (self-assessment) terhadap Direksi, sebagaimana
kinerja Direksi. tercantum Bab 4 dalam Pedoman Tata Kelola BCA. Self-assessment dilakukan dengan
mengacu pada Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris.
Hasil self-assessment anggota Direksi (termasuk Presiden Direktur) dievaluasi oleh Dewan
Komisaris melalui rapat berdasarkan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi.
Info lebih lanjut pada halaman 306
434 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 437
Pemenuhan Rekomendasi SE OJK No.32/SEOJK.04/2015
No. Rekomendasi Keterangan
6.2 Kebijakan penilaian sendiri Implementasi: Sesuai
(self-assessment) untuk
menilai kinerja Direksi Penilaian kinerja Direksi telah diungkapkan pada Laporan Tahunan ini.
diungkapkan melalui laporan
tahunan Perusahaan Terbuka. Info lebih lanjut pada halaman 306
6.3 Direksi mempunyai kebijakan Implementasi: Sesuai
terkait pengunduran diri
anggota Direksi apabila Kebijakan terkait pengunduran diri anggota Direksi apabila terlibat dalam kejahatan
terlibat dalam kejahatan keuangan dalam Bab 4 Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, selain itu Pasal 11 Anggaran
keuangan. Dasar BCA telah mengatur ketentuan terkait pengunduran diri anggota Direksi.
D PARTISIPASI PEMANGKU KEPENTINGAN
Prinsip 7
Meningkatkan Aspek Tata Kelola Perusahaan melalui Partisipasi Pemangku Kepentingan.
7.1 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
kebijakan untuk mencegah
terjadinya insider trading. Kebijakan transaksi orang dalam (insider trading) BCA dimuat dalam Pedoman Tata Kelola
BCA. Pokok kebijakan perdagangan orang dalam (insider trading) telah diungkapkan dalam
situs web BCA bagian kebijakan terkait Tata Kelola:
https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg
bagian Kebijakan Insider Trading.
Info lebih lanjut pada halaman 235
7.2 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
kebijakan antikorupsi dan
anti-fraud. BCA telah memiliki:
Kebijakan antikorupsi sebagaimana diatur dalam:
a. Kode Etik
b. Surat Keputusan No.269/SK/DIR/2021 tentang Kebijakan Antikorupsi dan Pengendalian
Gratifikasi
c. Surat Edaran No.336/SE/POL/2022 tentang Pelaporan Pengendalian Gratifikasi
Sesuai dengan POJK No. 12 Tahun 2024 perihal Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi
Lembaga Jasa Keuangan, BCA telah memiliki Pedoman Penerapan Strategi Anti-Fraud
yang mengacu pada POJK tersebut. Pedoman Kebijakan tersebut telah diperbaharui
dalam Surat Keputusan Direksi No. 009/SK/DIR/2025 tanggal 20 Januari 2025 tentang
Penyesuaian Kebijakan Strategi Anti-Fraud.
Info lebih lanjut pada halaman 385 dan 380
Link: https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg
7.3 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
kebijakan tentang seleksi dan
peningkatan kemampuan BCA memiliki kebijakan ketentuan pengadaan barang dan jasa yang terkait dengan
pemasok atau vendor. logistik, gedung, dan teknologi informasi yang dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi
No. 130/SK/DIR/2017 tanggal 10 Oktober 2017 dan No. 089/SK/DIR/2018 tanggal 6 Juni
2018. Kebijakan tersebut mengatur tentang nilai transaksi pengadaan dan metode seleksi
yang digunakan (tender, perbandingan harga/pemilihan langsung, penunjukan langsung,
repeat order, sistem pembayaran, dan sebagainya), sehingga proses pengadaan di BCA
bersifat adil dan terbuka.
Info lebih lanjut pada halaman 411
7.4 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
kebijakan untuk pemenuhan
hak-hak kreditur. BCA menjamin pemenuhan hak-hak kreditur dalam:
• Hak untuk mendapat informasi yang jelas.
• Hak untuk menyampaikan saran/masukan, keluhan/pengaduan serta memperoleh
penyelesaiannya.
• Hak untuk menerima hak-hak kreditur sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
• Hak untuk mendapatkan akses Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan yang telah
diaudit.
• Hak untuk mendapatkan informasi dan kemudahan akses pengumuman, pemanggilan
dan hasil RUPS sesuai dengan tata cara yang diatur dalam regulasi terkait RUPS.
Dalam pelaksanaannya, BCA berkomitmen untuk selalu memenuhi hak-hak kreditur sesuai
dengan kebijakan yang telah diatur dalam ketentuan yang berlaku serta berdasarkan
kesepakatan yang ditetapkan bersama terkait hak-hak kreditur dalam hubungan antara
BCA dengan Kreditur.
Sepanjang tahun 2025, BCA telah melakukan pemenuhan hak-hak kreditur sesuai
ketentuan yang berlaku.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 435
Page 438
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Pemenuhan Rekomendasi SE OJK No.32/SEOJK.04/2015
No. Rekomendasi Keterangan
7.5 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
kebijakan sistem
whistleblowing. BCA telah memiliki Kebijakan Whistleblowing System yang tercantum dalam Surat
Keputusan Direksi No.146/SK/DIR/2017 tanggal 1 November 2017 tentang Penerapan
Whistleblowing System di BCA dan telah melaksanakan POJK No.12 Tahun 2024
tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan. Pokok sistem
whistleblowing telah diungkapkan dalam situs web BCA bagian kebijakan terkait Tata
Kelola: https://www.bca.co.id/id/Tentang-BCA/Tata-Kelola-Perusahaan/Tata-kelola
kolom Kebijakan terkait Tata Kelola bagian Kebijakan WBS (Whistleblowing System)
Info lebih lanjut pada halaman 383
7.6 Perusahaan Terbuka memiliki Implementasi: Sesuai
kebijakan pemberian insentif
jangka panjang kepada BCA telah mengungkapkan Kebijakan Pemberian Insentif kepada Direksi pada Laporan
Direksi dan karyawan. Tahunan ini. Kebijakan Pemberian Insentif kepada karyawan telah dituangkan dalam
Perjanjian Kerja Bersama dan Surat Keputusan Direksi No. 005/SK/DIR/2019 tentang
Kebijakan Pokok tentang Sistem Penilaian Prestasi, Jabatan/Kepangkatan, dan
Penggajian.
E KETERBUKAAN INFORMASI
Prinsip 8
Meningkatkan Pelaksanaan Keterbukaan Informasi.
8.1 Perusahaan Terbuka Implementasi: Sesuai
memanfaatkan penggunaan
teknologi informasi secara Penggunaan teknologi informasi sebagai media Keterbukaan Informasi BCA:
lebih luas selain Situs web a. Eksternal, antara lain:
sebagai media keterbukaan • Situs web (www.bca.co.id),
informasi. • HaloBCA,
• Akun X (@XpresiBCA, @GoodLifeBCA, @HaloBCA, @BankBCA, @KartuKreditBCA),
• Facebook (XpresiBCA, GoodLifeBCA, BankBCA, KartukreditBCA),
• Youtube (www.youtube.com/solusibca),
• Linkedln PT Bank Central Asia Tbk,
• Instagram (@GoodLifeBCA and @LifeAtBCA),
• Line (BankBCA),
• Tiktok (@BankBCA).
b. Internal
Media Keterbukaan Informasi internal melalui Portal Intranet MyBCA, grup Facebook
bagi karyawan (BCA Semua Beres), Instagram @bcasemuaberes, Majalah Info BCA, TV
Plasma dan Tiktok @BankBCA.
Info lebih lanjut pada halaman 409
8.2 Laporan Tahunan Perusahaan Implementasi: Sesuai
Terbuka mengungkapkan
pemilik manfaat akhir Laporan Tahunan BCA telah mengungkapkan:
dalam kepemilikan saham a. Daftar pemegang saham BCA yang memiliki saham BCA 5% atau lebih;
perusahaan terbuka paling b. Pemilik manfaat akhir dalam kepemilikan saham BCA; serta
sedikit 5% (lima persen), c. Pemegang saham utama/pengendali BCA.
selain pengungkapan
pemilik manfaat akhir Info lebih lanjut pada halaman 66
dalam kepemilikan saham
perusahaan terbuka melalui
pemegang saham utama atau
pengendali.
BCA telah melaksanakan seluruh rekomendasi Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka sesuai dengan
SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Hingga 31 Desember 2025, tidak
ada rekomendasi di atas yang belum dilaksanakan.
3. Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dari OECD oleh BCA adalah sebagai berikut:
No. Rekomendasi Keterangan
1. Kerangka Kerja Tata Kelola BCA memiliki kerangka kerja (framework) tata kelola BCA yang tercermin dari rencana
Perusahaan. tindak (action plan) dan struktur organisasi BCA.
2. Hak-hak Pemegang Saham. Sesuai dengan Tabel Pemenuhan Rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek
A (Hubungan Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham dalam Menjamin Hak-Hak
Pemegang Saham).
436 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 439
No. Rekomendasi Keterangan
3. Perlakuan yang setara Berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment), BCA memberikan
terhadap Para Pemegang kesempatan kepada seluruh pemegang saham untuk menyampaikan pendapat dan
Saham. akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.
4. Peran Para Pemangku Sesuai dengan Tabel Pemenuhan Rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek D
Kepentingan dalam Tata Kelola (Partisipasi Pemangku Kepentingan).
Perusahaan.
5. Pengungkapan dan Sesuai dengan Tabel Pemenuhan Rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek E
Transparansi. (Keterbukaan Informasi).
6. Peran dan Tanggung Jawab Sesuai dengan Tabel Pemenuhan Rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek B
Dewan Komisaris dan Direksi. (Fungsi dan Peran Dewan Komisaris) dan Aspek C (Fungsi dan Peran Direksi).
BCA telah menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang disusun oleh OECD. Hingga 31 Desember 2025,
tidak ada rekomendasi lain yang tidak dijalankan oleh BCA.
4. Prinsip Tata Kelola Perusahaan sesuai Guidelines of
Corporate Governance Principles for Banks
BCA menerapkan 12 (dua belas) prinsip tata kelola perusahaan sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh Basel
Committee in Banking Supervision. Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang disusun oleh Basel Committee
menjadi acuan dalam penerapan tata kelola perusahaan di perbankan.
No. Prinsip Penerapan BCA
1. Tanggung Jawab Dewan Komisaris Dalam Piagam Dewan Komisaris yang menjadi satu kesatuan dengan
Dewan Komisaris memiliki tanggung Pedoman Tata Kelola Perusahaan, telah diatur mengenai tanggung
jawab yang antara lain: persetujuan jawab Dewan Komisaris antara lain: memberikan arahan, memantau, dan
dan pengawasan terhadap penerapan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BCA; mereview visi dan misi
strategi bisnis, struktur dan mekanisme BCA secara berkala; serta memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good
governance dan budaya perusahaan. Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha BCA. Piagam Dewan
Komisaris dapat diunduh di bagian Struktur Organisasi pada situs web BCA
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
2. Kualifikasi dan Komposisi Dewan BCA telah memiliki kualifikasi dan komposisi Dewan Komisaris sesuai tugas
Komisaris dan tanggung jawabnya sesuai dengan Tabel Pemenuhan Rekomendasi
Anggota Dewan Komisaris harus memiliki SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek B (Fungsi dan Peran Dewan Komisaris)
kualitas sesuai dengan tugas dan Prinsip 3. Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Dewan Komisaris.
tanggung jawabnya, baik secara individu Kualifikasi dan komposisi Dewan Komisaris dapat dilihat di Piagam Dewan
maupun secara kolegial. Dewan Komisaris Komisaris yang dapat diunduh di bagian Struktur Organisasi pada situs web
harus memahami perannya dalam BCA
pengawasan dan penerapan corporate (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
governance, serta mampu melaksanakan
pengambilan keputusan secara sehat dan
objektif.
3. Struktur dan Mekanisme Dewan BCA telah memiliki struktur dan mekanisme Dewan Komisaris sesuai dengan
Komisaris Tabel Pemenuhan Rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek
Dewan Komisaris harus menetapkan B (Fungsi dan Peran Dewan Komisaris) prinsip 4. Meningkatkan Kualitas
struktur dan praktik governance yang Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris. Struktur dan
tepat dalam melaksanakan tugasnya dan mekanisme Dewan Komisaris dapat dilihat di Piagam Dewan Komisaris yang
secara periodik melakukan telaah atas dapat diunduh di bagian Struktur Organisasi pada situs web BCA
efektivitasnya. (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
4. Direksi Direksi BCA menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan
Di bawah arahan dan pengawasan Dewan strategi bisnis, selera risiko, kebijakan remunerasi dan kebijakan lainnya
Komisaris, Direksi mampu mengelola yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris sesuai dengan Tabel Pemenuhan
kegiatan Bank sesuai dengan strategi Rekomendasi SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek C (Fungsi dan Peran
bisnis, selera risiko, kebijakan remunerasi Direksi). Tugas dan tanggung jawab Direksi dapat dilihat di Piagam Direksi
dan kebijakan lainnya yang telah disetujui yang dapat diunduh di bagian Struktur Organisasi pada situs web BCA
oleh Dewan Komisaris. (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
5. Struktur Governance Kelompok Usaha BCA memiliki Pedoman Tata Kelola Terintegrasi yang penyempurnaannya
Dalam suatu kelompok usaha, Dewan telah berlaku sejak tanggal 18 November 2025. BCA juga telah membentuk
Komisaris perusahaan induk memiliki Komite Tata Kelola Terintegrasi yang diketuai oleh Komisaris Independen
tanggung jawab menyeluruh terhadap BCA sebagai Entitas Utama, yang bertugas mendukung Dewan Komisaris
kelompok usaha tersebut dan untuk Entitas Utama dalam melakukan pengawasan atas penerapan tata kelola
memastikan penetapan dan pelaksanaan pada Konglomerasi Keuangan BCA secara terintegrasi. Pedoman Tata Kelola
praktik governance yang bersih terkait Terintegrasi dapat diunduh pada bagian Kebijakan GCG situs web BCA
dengan struktur, bisnis, dan risiko (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
kelompok usaha dan entitas. Dewan
Komisaris dan Direksi harus memahami
struktur organisasi kelompok usaha dan
risiko yang dihadapi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 437
Page 440
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
No. Prinsip Penerapan BCA
6. Fungsi Manajemen Risiko Fungsi manajemen risiko di BCA dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen
Bank harus memiliki fungsi manajemen Risiko yang dipimpin oleh Direktur yang membawahkan fungsi Manajemen
risiko yang berkualitas, independen, Risiko. BCA juga telah memiliki Risk Management Committee dan
memiliki sumber daya yang berkualitas Integrated Risk Management Committee yang bertugas untuk memberikan
dan memiiki akses dengan Dewan rekomendasi kepada Direksi atas pelaksanaan manajemen risiko di BCA
Komisaris. dan Perusahaan Anak secara terintegrasi. Penerapan manajemen risiko di
BCA dikomunikasikan kepada Dewan Komisaris melalui Komite Pemantau
Risiko. Pokok-pokok Kebijakan Manajemen Risiko dapat diunduh pada bagian
Kebijakan GCG situs web BCA
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
Info lebih lanjut pada halaman 375
7. Identifikasi Pemonitoran dan BCA telah melakukan mitigasi risiko melalui identifikasi, pengukuran,
Pengendalian Risiko pemantauan, dan pengendalian risiko sesuai kerangka kerja manajemen
Risiko harus diidentifikasi, dimonitor risiko yang berlaku serta menyusun profil risiko secara berkala. Pokok-pokok
dan dikendalikan untuk seluruh kegiatan Kebijakan Manajemen Risiko dapat diunduh pada bagian Kebijakan GCG situs
aktivitas Bank. Kualitas dari infrastruktur web BCA
manajemen risiko dan pengendalian (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
internal harus mampu mengikuti
perubahan profil risiko Bank, kondisi risiko Info lebih lanjut pada halaman 375
eksternal dan praktik industri.
8. Komunikasi Risiko BCA senantiasa menyampaikan Laporan Profil Risiko BCA secara triwulan
Implementasi risk governance yang dan Laporan Profil Risiko Terintegrasi setiap semester kepada Direksi, Dewan
efektif membutuhkan komunikasi risiko Komisaris, dan OJK. Pokok-pokok Kebijakan Manajemen Risiko dapat diunduh
yang akurat dalam lingkungan Bank baik pada bagian Kebijakan GCG situs web BCA
antar organisasi maupun melalui pelaporan (https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
kepada Dewan Komisaris dan Direksi.
9. Kepatuhan Fungsi kepatuhan di BCA dilakukan oleh Compliance Division (DCP)
Dewan Komisaris bertanggung jawab yang dipimpin oleh Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan. DCP
dalam mengawasi manajemen terkait menjalankan fungsi kepatuhan di BCA serta memantau pelaksanaan fungsi
dengan risiko kepatuhan Bank. Dewan kepatuhan dan tingkat kepatuhan Perusahaan Anak secara terintegrasi.
Komisaris harus menetapkan fungsi Dewan Komisaris juga telah melakukan pengawasan secara aktif antara
kepatuhan dan memberikan persetujuan lain persetujuan atas kebijakan dan prosedur, Laporan Hasil Audit,
terhadap kebijakan dan proses pelaporan secara periodik, permintaan penjelasan, dan melalui presentasi.
identifikasi, penilaian, pemonitoran dan Pertanggungjawaban Dewan Komisaris tersebut dapat dilihat pada Pedoman
pelaporan, dan pemberian nasihat kepada dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris yang dapat diunduh di bagian Struktur
risiko kepatuhan. Organisasi pada situs web BCA
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur-Organisasi).
Info lebih lanjut pada halaman 372
10. Audit Internal Fungsi Audit Internal dijalankan oleh DAI yang bertugas melakukan
Fungsi audit internal harus melaporkan kegiatan assurance dan konsultasi secara independen dan objektif untuk
kegiatan independen assurance meningkatkan efektivitas dan memberikan nilai tambah terhadap proses
kepada Dewan Komisaris dan harus manajemen risiko, pengendalian internal dan tata kelola kegiatan BCA.
mendukung Dewan Komisaris dan Direksi DAI bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden Direktur dan
dalam mendorong penerapan proses berkomunikasi dengan Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Fungsi audit
governance yang efektif serta kesehatan internal dapat dilihat pada Piagam Audit Internal yang dapat diunduh pada
Bank dalam jangka panjang. bagian Kebijakan GCG situs web BCA
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
Info lebih lanjut pada halaman 366
438 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 441
No. Prinsip Penerapan BCA
11. Kompensasi BCA telah memiliki struktur remunerasi yang sesuai dengan POJK No. 45/
Struktur remunerasi Bank harus POJK.03/2015 Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi
mendukung penerapan corporate Bank Umum dan SE OJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata
governance dan risk management. Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. Evaluasi secara berkala
terhadap penerapan kebijakan remunerasi dilakukan oleh KRN. Terkait dengan
fungsi remunerasi KRN dapat diunduh pada bagian Struktur Organisasi situs
web BCA
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/struktur-organisasi).
Info lebih lanjut pada halaman 311
12. Pengungkapan dan Transparansi BCA telah melaksanakan pengungkapan dan transparansi sebagai penerapan
Penerapan governance dari Bank harus governance kepada Pemegang Saham, Depositor, Stakeholder relevan
dilaksanakan secara transparan kepada lainnya dan Partisipan Pasar sesuai dengan Tabel Pemenuhan Rekomendasi
Pemegang Saham, Depositor, Stakeholder SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 – Aspek E (Keterbukaan Informasi). Kebijakan
relevan lainnya, dan Partisipan Pasar. pengungkapan dan transparansi dapat dilihat pada Pedoman Tata Kelola yang
dapat diunduh pada bagian Kebijakan GCG situs web BCA
(https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/acgs/kebijakan-gcg).
5. Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
Pada tahun 2022, Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) telah memutakhirkan Pedoman Umum Governansi
Korporat Indonesia (PUGKI). Selaras dengan komitmen BCA untuk mewujudkan 4 (empat) pilar governansi korporat
yaitu perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan, maka BCA juga terus berupaya menjalankan
8 (delapan) prinsip governansi korporat Indonesia, antara lain sebagai berikut:
Prinsip 1: Peran dan Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris
1.1 Peran dan Tanggung Jawab Direksi
Rekomendasi Implementasi
1.1.1 Untuk mencapai penciptaan nilai yang berkelanjutan, Diterapkan (applied)
Direksi menjalankan peran kepemimpinannya dan 1.1.1 Direksi menjalankan peran kepemimpinannya, dan
berupaya mencapai hasil governansi sebagai berikut: tanggung jawabnya atas pelaksanaan tata kelola
a. berdaya saing dan berfokus ke kinerja jangka panjang; perusahaan yang berkelanjutan antara lain melalui
b. beretika dan bertanggung jawab dalam menjalankan penerapan kode etik dan tata nilai BCA.
bisnis; 1.1.2 Direksi memastikan visi misi tujuan sasaran strategi
c. berkontribusi positif terhadap masyarakat dan rencana tahunan dan jangka panjang dengan
lingkungan; serta memanfaatkan inovasi dan teknologi secara efektif.
d. berkemampuan dalam bertahan dan bertumbuh 1.1.3 Direksi memastikan bahwa BCA telah menerapkan
(corporate resilience) manajemen risiko dan sistem pengendalian internal
1.1.2 Direksi harus memastikan bahwa misi, visi, tujuan, secara tepat dan efektif yang disesuaikan dengan tujuan,
sasaran, strategi, dan rencana tahunan dan jangka kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas kegiatan usaha
menengah korporasi konsisten dengan tujuan jangka BCA.
panjang, dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi 1.1.4 Laporan Keuangan BCA disampaikan secara tepat waktu
secara efektif. dan akurat sesuai mekanisme dan tata cara yang diatur
1.1.3 Direksi memastikan bahwa korporasi menerapkan dalam regulasi bank umum maupun pasar modal.
manajemen risiko dan sistem pengendalian internal yang 1.1.5 Laporan Keberlanjutan BCA telah disusun sesuai dengan
tepat dan efektif yang selaras dengan visi, misi, tujuan, ketentuan regulasi tentang penerapan keuangan
sasaran, dan strategi korporasi serta mematuhi peraturan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan
perundang-undangan dan standar yang berlaku. perusahaan publik.
1.1.4 Direksi memastikan integritas akuntansi dan sistem 1.1.6 BCA memanfaatkan teknologi untuk mendorong
pelaporan keuangan korporasi dan pengungkapan yang inovasi, meningkatkan daya saing dan meningkatkan
tepat waktu dan akurat atas semua informasi material produktivitas, memperkuat kapabilitas infrastruktur
mengenai korporasi. TI, serta meningkatkan layanan dan aplikasi digital.
1.1.5 Direksi memastikan pelaporan keberlanjutan telah Untuk meminimalkan kemungkinan risiko operasional
disusun sebagaimana mestinya. yang timbul dari penggunaan teknologi informasi, BCA
1.1.6 Direksi membangun kerangka kerja untuk governansi memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Penggunaan
teknologi informasi (TI) korporasi yang selaras dengan Teknologi Informasi dan Kebijakan Pengamanan
kebutuhan dan prioritas bisnis korporasi, mendorong Informasi.
peluang dan kinerja bisnis, memperkuat manajemen 1.1.7 BCA tidak memiliki unit usaha syariah.
risiko, serta mendukung tujuan dan strategi korporasi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 439
Page 442
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
1.1.7 Bagi korporasi yang menjalankan kegiatan usaha 1.1.8 Piagam Direksi telah direview secara berkala, dan
berdasarkan prinsip Syariah, Direksi perlu memastikan diperbaharui pada 30 Juni 2021 dan tahun 2025 serta
kewenangan dan ketersediaan perangkat pendukung diunggah pada website www.bca.co.id. Pada tahun
yang memadai agar Dewan Pengawas Syariah dapat 2024, dilakukan update Piagam Direksi perihal ketentuan
menjalankan perannya dengan efektif. kuorum rapat.
1.1.8 Piagam Direksi secara periodik ditinjau. Piagam Pembidangan tugas dan tanggung jawab Direksi diatur
mencakup antara lain pembagian peran Direktur secara dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris, sedangkan
individual dapat diatur di Piagam Direksi atau dengan kebijakan tentang Wewenang Direksi dalam Memutus
surat keputusan Direksi. Transaksi dan Pengeluaran Biaya diatur dalam Surat
1.1.9 Direksi mempunyai kebijakan terkait pengunduran Keputusan Direksi.
diri anggota Direksi apabila terlibat dalam kejahatan 1.1.9 Kebijakan terkait pengunduran diri anggota Direksi
keuangan dan terbukti melakukan kesalahan apabila terlibat dalam kejahatan keuangan dan terbukti
melakukan kesalahan dituangkan dalam Pedoman Tata
Kelola BCA. Tata cara pengangkatan, penggantian,
pemberhentian, perubahan atau pengunduran diri
anggota Direksi mengacu pada Anggaran Dasar BCA.
1.2 Penilaian Kinerja - Direksi dan Anggotanya
Rekomendasi Implementasi
1.2.1 Dewan Komisaris melakukan evaluasi formal tahunan Diterapkan (applied)
secara obyektif dan independen untuk menentukan BCA memiliki kebijakan penilaian sendiri (self-assessment)
efektivitas Direksi dan setiap individu Direktur. terhadap Direksi baik secara individual maupun kolegial,
1.2.2 Dewan Komisaris dengan pertimbangan Komite Nominasi sebagaimana tercantum Bab 4 dalam Pedoman Tata Kelola
dan Remunerasi, bertanggung jawab menentukan kriteria BCA. Self-assessment Direksi termasuk Presiden Direktur
evaluasi kinerja dan menilai kinerja Direktur Utama dan dilakukan 1 (satu) kali dalam setahun. Hasil self-assessment
anggota Direksi lainnya. anggota Direksi (termasuk Presiden Direktur) dievaluasi oleh
Dewan Komisaris melalui rapat berdasarkan rekomendasi dari
Komite Remunerasi dan Nominasi.
1.3 Peran dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Rekomendasi Implementasi
1.3.1 Dewan Komisaris mereviu strategi korporasi paling Diterapkan (applied)
tidak setiap tahun dan menyetujui misi, visi dan strategi 1.3.1 Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk
korporasi yang dirumuskan oleh Direksi. Dewan Komisaris mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi
juga me review, memberikan saran dan menyetujui pelaksanaan kebijakan strategis BCA serta memberikan
rencana bisnis dan rencana keuangan jangka panjang nasihat kepada Direksi sesuai dengan maksud dan
dan rencana keuangan jangka pendek korporasi. Dewan tujuan Anggaran Dasar BCA. Rencana bisnis Bank dan
Komisaris memberikan advis dan melakukan pemantauan rencana Keuangan jangka panjang disetujui oleh Dewan
kepada Direksi atas pengelolaan implementasinya. Komisaris.
Direksi dan Dewan Komisaris terlibat dalam keputusan
yang sangat penting bagi korporasi, diatur dalam Dewan Komisaris dan Direksi telah meninjau, memantau
Anggaran Dasar korporasi. dan mengawasi pelaksanaan strategi perusahaan
1.3.2 Jenis keputusan yang memerlukan persetujuan Dewan melalui Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris
Komisaris harus diungkapkan dalam laporan tahunan. dengan agenda rapat mengenai Rencana Strategis yang
1.3.3 Dengan memperhatikan rekomendasi Komite Nominasi melibatkan unit kerja terkait.
dan Remunerasi, Dewan Komisaris mengusulkan kepada,
dan untuk diputuskan oleh, RUPS pengangkatan dan/ 1.3.2 Keputusan yang memerlukan persetujuan Dewan
atau pemberhentian anggota Direksi dan anggota Komisaris telah dipaparkan dalam Bab Dewan Komisaris
Dewan Komisaris. Dalam mengusulkan hal di atas, Bagian Kewenangan Dewan Komisaris pada Laporan
Dewan Komisaris memperhatikan keberagaman, unsur Tahunan ini.
nondiskriminatif dan memberikan kesempatan yang sama 1.3.3 Berdasarkan rekomendasi KRN, Dewan Komisaris
tanpa membedakan suku, agama, ras, antar golongan dan memutuskan untuk mengajukan calon Dewan Komisaris
jender. Dewan Komisaris memastikan proses pencalonan dan/atau Direksi melalui Surat Keputusan Dewan
dan pemilihan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris kepada Pemimpin RUPS untuk dimintakan
Komisaris adalah formal dan transparan. persetujuan pemegang saham dalam RUPS. Alur
1.3.4 Dewan Komisaris atau Komite yang menjalankan mekanisme nominasi anggota Direksi dan/atau Dewan
fungsi nominasi menyusun kebijakan suksesi dalam Komisaris telah dipaparkan dalam Bab Dewan Komisaris
proses nominasi anggota Direksi. Setiap tahun Dewan bagian Nominasi Anggota Dewan Komisaris dan Bab
Komisaris meninjau pelaporan pelaksanaan rencana Direksi bagian Nominasi Anggota Direksi pada Laporan
pengembangan dan suksesi yang disampaikan Direktur Tahunan ini. Proses pencalonan dan pemilihan dilakukan
Utama. secara transparan dengan mempertimbangkan
keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan Direksi.
1.3.4 Dewan Komisaris mengusulkan penetapan &
remunerasi kepada RUPS berdasarkan hasil evaluasi dan
rekomendasi kebijakan remunerasi dari KRN.
440 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 443
1.3.5 Dewan Komisaris a). mengajukan kepada RUPS, yang 1.3.5 BCA melalui Dewan Komisaris melakukan kaji ulang
dapat didahului oleh usulan dari Komite yang menjalankan atas kebijakan remunerasi secara berkala dengan
fungsi remunerasi, besaran remunerasi anggota Direksi menyesuaikan pada ketentuan serta best practice yang
dan anggota Dewan Komisaris yang selaras dengan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Komisaris
pengembangan korporasi yang berkelanjutan dan tentang Perubahan Kebijakan Remunerasi Direksi dan
kepentingan jangka panjang korporasi dan pemegang Dewan Komisaris.
saham; b). secara berkala mereviu sistem remunerasi 1.3.6 Dewan Komisaris mengawasi efektivitas kebijakan dan
Direksi dan Dewan Komisaris. implementasi governansi korporat dan memberikan
1.3.6 Dewan Komisaris mengawasi efektivitas kebijakan rekomendasi apabila diperlukan.
governansi korporat dan implementasinya serta 1.3.7 Dewan Komisaris secara berkala memantau
mengusulkan perubahan jika diperlukan. perkembangan profil risiko, parameter risiko, penerapan
1.3.7 Dewan Komisaris memantau dan mengarahkan agar manajemen risiko terintegrasi, dan tingkat permodalan
korporasi menerapkan manajemen risiko dan sistem bank. Dewan Komisaris memantau perkembangan profil,
pengendalian internal yang tepat dan efektif yang selaras parameter, dan batasan risiko-risiko strategis termasuk
dengan tujuan, sasaran, dan strategi korporasi serta potensi peningkatan risiko konsentrasi yang disebabkan
mematuhi peraturan perundang-undangan, kode perilaku oleh perubahan lingkungan usaha.
dan standar yang berlaku. 1.3.8 Dewan Komisaris melakukan pembahasan dalam rangka
1.3.8 Dewan Komisaris mengawasi dan mengarahkan agar kaji ulang kinerja audit internal, termasuk kemungkinan
tercapai integritas akuntansi dan sistem pelaporan diperlukannya beberapa penyesuaian butir pengendalian
keuangan korporat, serta independensi fungsi audit internal dalam rangka menyesuaikan perkembangan
internal dan eksternal. model bisnis bank.
1.3.9 Dewan Komisaris memantau, mereviu dan menyetujui 1.3.9 Dewan Komisaris memantau, melakukan review dan
laporan tahunan dan laporan keberlanjutan Korporasi menyetujui laporan tahunan dan laporan keberlanjutan
serta memastikan integritasnya, serta mengawasi proses serta bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
pengungkapan dan pengkomunikasian korporasi. Laporan Tahunan BCA.
1.3.10 Piagam Dewan Komisaris secara periodik ditinjau. 1.3.10 Piagam Dewan Komisaris di review secara berkala
1.3.11 Dewan Komisaris mempunyai kebijakan terkait sebagaimana terakhir diperbaharui pada 30 Juni 2021.
pengunduran diri anggota Dewan Komisaris apabila Pada tahun 2025, telah dilakukan update Piagam Dewan
terlibat dalam kejahatan keuangan dan terbukti Komisaris perihal ketentuan kuorum rapat.
melakukan kesalahan. 1.3.11 Kebijakan terkait pengunduran diri anggota Dewan
1.3.12 Komisaris independen sangat diharapkan untuk dapat Komisaris dituangkan dalam Pedoman Tata Kelola BCA.
berkontribusi dalam diskusi yang jujur, objektif, aktif dan Sedangkan Tata cara pengangkatan, penggantian,
konstruktif pada rapat Dewan Komisaris. pemberhentian, perubahan atau pengunduran diri
1.3.13 Komisaris Utama berperan sebagai koordinator Dewan anggota Dewan Komisaris mengacu pada Anggaran
Komisaris dan memastikan efektivitasnya. Komisaris Dasar BCA.
Utama mendorong budaya keterbukaan dan dialog 1.3.12 Komisaris Independen turut serta dan aktif dalam
konstruktif yang memungkinkan berbagai pandangan menyampaikan pandangan dan saran terkait kebijakan
diungkapkan, termasuk mengkoordinasi penetapan dan strategi melalui rapat Dewan Komisaris maupun
agenda rapat dewan yang tepat dan memastikan waktu memorandum.
yang cukup tersedia untuk mendiskusikan semua agenda. 1.3.13 Rincian tugas Presiden Komisaris diungkapkan dalam
Selain itu, juga harus ada kesempatan bagi Dewan Laporan Tahunan ini dan situs www.bca.co.id Tugas
Komisaris untuk bertemu dengan jajaran Direksi dan Presiden Komisaris antara lain mengkoordinasi
manajemen senior. pembagian peran pengawasan di antara para anggota
Dewan Komisaris, memimpin rapat Dewan Komisaris dan
mewakili Dewan Komisaris dalam urusan dengan pihak
luar Dewan Komisaris.
1.4 Pembentukan Komite
Rekomendasi Implementasi
1.4.1 Korporasi memiliki komite-komite di bawah Dewan Diterapkan (applied)
Komisaris sekurang-kurangnya terdiri dari: Komite Audit, 1.4.1 BCA memiliki Komite di bawah Dewan Komisaris yang
Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite Pemantau terdiri dari Komite Audit, Komite Pemantau Risiko,
Manajemen Risiko. Komite Remunerasi dan Nominasi dan Komite Tata Kelola
1.4.2 Dewan Komisaris memastikan bahwa anggota Komite Terintegrasi.
Audit seluruhnya independen dan komite lain yang 1.4.2 Anggota Komite Audit merupakan Komisaris Independen
dibentuk Dewan Komisaris adalah mayoritas dari pihak dan Pihak Independen. Ketua Komite Audit dijabat oleh
independen, serta semua anggota komite memiliki seorang Komisaris Independen yaitu Bapak Sumantri
kompetensi, berkomitmen, serta memiliki wewenang Slamet dan bukan Presiden Komisaris. Seluruh anggota
yang memadai untuk menjalankan perannya secara memiliki kompetensi, komitmen dan kewenangan yang
efektif dan independen. memadai untuk menjalankan tugas tanggung jawab
1.4.3 Untuk memastikan pemantauan atas pelaksanaan tugas komite.
Komite Audit berjalan objektif dan independen, Komisaris 1.4.3 Bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Komisaris
Utama tidak boleh menjadi ketua Komite Audit, kecuali tidak menjadi ketua ataupun anggota Komite Audit.
dalam keadaan luar biasa yang harus dijelaskan dalam
laporan tahunan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 441
Page 444
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
1.5 Penilaian Kinerja – Dewan Komisaris dan Anggotanya
Rekomendasi Implementasi
1.5.1 Dewan Komisaris melakukan evaluasi formal tahunan Diterapkan (applied)
secara objektif untuk menentukan efektivitas Dewan, 1.5.1 Pelaksanaan penilaian kinerja Dewan Komisaris dan
komitenya, dan setiap individu Komisaris. komite di bawah Dewan Komisaris dilakukan setiap 1
(satu) tahun sekali. Penilaian kinerja Dewan Komisaris
(termasuk Presiden Komisaris) dan komite di bawah
Dewan Komisaris menggunakan beberapa kriteria dan
indikator sebagaimana yang telah dipaparkan dalam
Laporan Tahunan ini.
1.6 Benturan Kepentingan
Rekomendasi Implementasi
1.6.1 Anggota Direksi yang mempunyai rangkap jabatan di luar Diterapkan (applied)
korporasi, harus mendapatkan persetujuan dari Dewan 1.6.1 Rangkap jabatan Direksi BCA dilakukan sesuai dengan
Komisaris. Seorang Komisaris memberi tahu Dewan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh
Komisaris dan ketua komite yang menjalankan fungsi Direktur BCA pada perusahaan anak. Rangkap jabatan
nominasi, sebelum menerima penunjukan baru sebagai dimaksud telah dilaporkan dan mendapat persetujuan
Direktur atau Komisaris dari korporasi terbuka, jabatan dari Dewan Komisaris.
Direktur lainnya atau posisi lain dengan komitmen waktu 1.6.2 Dewan Komisaris berkomitmen untuk menghindari
yang signifikan. terjadinya potensi benturan kepentingan. Terkait dengan
1.6.2 Dewan Komisaris memantau dan mengelola potensi benturan kepentingan, BCA telah memiliki kebijakan
benturan kepentingan manajemen, anggota Direksi, internal dan dalam Anggaran Dasar BCA mengatur antara
Dewan Komisaris dan pemegang saham, termasuk lain:
penyalahgunaan aset korporasi dan penyalahgunaan • Apabila Presiden Komisaris atau anggota Dewan
dalam transaksi pihak berelasi. Komisaris yang Komisaris yang ditunjuk untuk memimpin RUPS
memiliki benturan kepentingan tidak turut serta dalam mempunyai benturan kepentingan dengan mata
pemantauan dan pengambilan keputusan atas potensi acara yang akan diputuskan dalam RUPS, maka RUPS
benturan kepentingan yang melibatkan Komisaris atau dipimpin oleh anggota Dewan Komisaris lainnya yang
afiliasi Komisaris yang bersangkutan. tidak mempunyai benturan kepentingan yang ditunjuk
oleh Dewan Komisaris. Hal yang sama juga berlaku bagi
Direksi.
• Suatu transaksi yang mengandung benturan
kepentingan hanya dapat dilakukan oleh BCA jika
transaksi telah memperoleh persetujuan lebih dahulu
dari RUPS yang diselenggarakan sesuai ketentuan
dalam Anggaran Dasar dan regulasi terkait.
1.7 Peningkatan Kompetensi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Rekomendasi Implementasi
1.7.1 Dewan Komisaris memastikan bahwa anggota Direksi dan Diterapkan (applied)
Dewan Komisaris memahami peran dan tanggung jawab 1.7.1 Direksi dan Dewan Komisaris yang baru diangkat
mereka, karakteristik dan operasi korporasi, peraturan menerima program orientasi/pengenalan serta semua
perundang-undangan dan standar yang relevan serta informasi yang relevan dengan peran dan tanggung
kewajiban lain yang berlaku. Direksi melalui sekretaris jawab mereka. Program orientasi untuk Dewan Komisaris
korporasi mendukung semua anggota Direksi dan dan Direksi diatur dalam Pedoman Tata Kelola BCA dan
Dewan Komisaris dalam memperbarui dan menyegarkan
Surat Keputusan Direksi No. 189/SK/DIR/2020 tanggal
keterampilan dan pengetahuan mereka yang diperlukan
4 Desember 2020 perihal Pedoman Orientasi Anggota
untuk menjalankan peran mereka di Dewan.
Direksi dan Dewan Komisaris Baru PT Bank Central Asia
Tbk.
1.7.2 BCA memiliki kebijakan program pelatihan Dewan
Komisaris dan Direksi yang diatur dalam Piagam Dewan
Komisaris dan Direksi. BCA mewajibkan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi untuk mengikuti program pelatihan
paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun guna menunjang
pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Anggota Dewan
Komisaris dan Direksi secara teratur menerima program
pelatihan dan pengembangan pengetahuan yang
relevan, memadai dan berkelanjutan.
1.7.3 Rincian tentang progran orientasi dan pelatihan selama
2025 dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris dan Direksi
dalam Laporan Tahunan ini.
442 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 445
Prinsip 2: Komposisi dan Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris
2.1 Komposisi Direksi dan Dewan Komisaris
Rekomendasi Implementasi
2.1.1 Dalam menentukan kandidat calon Direktur, Dewan Diterapkan (applied)
Komisaris melalui Komite Nominasi dan Remunerasi 2.1.1 Dewan Komisaris meminta kepada KRN untuk membahas
tidak hanya mengandalkan rekomendasi dari usulan terkait nominasi Direksi dari pemegang saham/
Dewan Komisaris, manajemen atau pemegang Dewan Komisaris/Presiden Direktur. BCA juga dapat
saham mayoritas. Dewan Komisaris melalui Komite menggunakan jasa pihak ketiga dalam rangka melakukan
Nominasi dan Remunerasi dapat menggunakan pencarian kandidat Direksi. KRN memberikan rekomendasi
sumber independen untuk menentukan kandidat yang kepada Dewan Komisaris. Rekomendasi tersebut
memenuhi syarat. dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan KRN untuk
2.1.2 Dewan Komisaris memastikan bahwa kriteria dalam diajukan kepada Pemimpin RUPS. Uraian mekanisme
menyeleksi anggota Direksi mencakup paling tidak nominasi Direktur adalah sebagaimana yang telah
pengetahuan, kemampuan, dan keahlian yang dipaparkan dalam Bab Direksi Sub Bab Nominasi Anggota
dibutuhkan untuk memenuhi secara tepat peran Direksi Direksi pada Laporan Tahunan ini.
serta memperhatikan terpenuhinya keberagaman 2.1.2 Dalam pembahasan calon Direktur mempertimbangkan
Direksi. antara lain:
2.1.3 Kebijakan korporasi tentang keberagaman pada, a. Alasan dan/atau pertimbangan atas usulan (antara lain
Direksi dan Dewan Komisaris diungkapkan dalam berdasarkan hasil interview, kajian reputasi keuangan,
Laporan Tahunan. pengalaman rekam jejak, dan opini publik yang beredar
2.1.4 Dewan Komisaris memastikan bahwa kebijakan dan di berbagai media);
prosedur untuk seleksi dan nominasi Komisaris adalah b. Kriteria dan kualifikasi kandidat yang sesuai dengan
jelas dan transparan sehingga dapat menghasilkan strategi Bank;
komposisi Dewan yang diinginkan. Dewan Komisaris c. Kondisi internal dan eksternal perusahaan;
menggunakan sumber independen untuk menentukan d. Komunikasi dengan pemegang saham pengendali (jika
kandidat yang memenuhi syarat. usulan bukan dari pemegang saham pengendali).
2.1.5 Dewan Komisaris/Komite yang menjalankan fungsi 2.1.3 Kebijakan keberagaman dalam komposisi Direksi dan
nominasi menetapkan prosedur dan kriteria nominasi Dewan Komisaris dituangkan dalam Piagam Direksi dan
yang konsisten dengan matriks keahlian Dewan Piagam Dewan Komisaris serta dipaparkan dalam Bab
Komisaris yang telah disetujui Dewan Komisaris Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
dan memastikan bahwa profil kandidat memenuhi pada Laporan Tahunan ini.
persyaratan yang ditetapkan dalam matriks keahlian 2.1.4 Kebijakan dan prosedur seleksi dan nominasi Dewan
dan kriteria nominasi. Komisaris dilakukan secara jelas dan transparan. Informasi
2.1.6 Komposisi Dewan Komisaris harus dibentuk sedemikian tentang calon Dewan Komisaris diungkapkan dalam
rupa sehingga anggota-anggotanya secara kelompok proses pemilihan/pemilihan kembali dan tersedia sejak
mencerminkan keberagaman dalam hal kemampuan, tanggal dilakukannya pemanggilan RUPS sampai dengan
keahlian, pengetahuan, pengalaman, usia, latar penyelenggaraan RUPS serta dapat diunduh melalui situs
belakang budaya, dan jender yang dibutuhkan untuk web BCA dan/atau e-RUPS.
memenuhi secara tepat peran Dewan Komisaris. 2.1.5 KRN menjalankan fungsi nominasi berdasarkan prosedur
2.1.7 Untuk memampukan Dewan Komisaris dalam dan kriteria yang dilakukan secara benar, konsisten,
memberikan advis dan supervisi secara independen transparan antara lain dengan memastikan bahwa profil
kepada Direksi dan untuk peran-peran yang terdapat kandidat memenuhi persyaratan keahlian Dewan Komisaris.
potensi benturan kepentingan, Dewan Komisaris terdiri 2.1.6 Komposisi Dewan Komisaris mencerminkan keberagaman
dari Komisaris Independen yang cukup jumlahnya, dalam hal kemampuan, keahlian, pengetahuan,
dengan masa jabatan yang dibatasi dan terdapat pengalaman, usia, latar belakang budaya, dan sebagainya
pengungkapan jangka waktu keanggotaan Dewan sebagaimana yang dibutuhkan untuk memenuhi peran
Komisaris serta independensi mereka dari sudut Dewan Komisaris.
pandang korporasi. 2.1.7 Per 31 Desember 2025, Komisaris Independen BCA
2.1.8 Untuk memfasilitasi fungsi Direksi dan Dewan Komisaris berjumlah 3 (tiga) orang dari keseluruhan anggota Dewan
yang efektif dan guna meningkatkan kepercayaan Komisaris sebanyak 5 (lima) orang atau 60% (enam puluh
investor dan pemangku kepentingan, Komite Nominasi persen) dari total anggota Dewan Komisaris. Masa jabatan
dan Remunerasi memastikan bahwa terdapat proses Komisaris Independen mengikuti masa jabatan Dewan
yang formal, ketat dan transparan untuk penunjukan Komisaris secara umum. Komisaris Independen yang telah
dan pengangkatan anggota Direksi dan Dewan menjabat selama 2 (dua) periode masa jabatan berturut-
Komisaris. turut dapat diangkat kembali pada periode selanjutnya.
Pengungkapan dan pernyataan Komisaris Independen
dapat dilihat pada Bab Komisaris Independen dalam
Laporan Tahunan ini.
2.1.7 Tugas dan tanggung jawab KRN dituangkan dalam Piagam
Komite Remunerasi dan Nominasi. Untuk menjalankan
proses yang transparan dan bertanggung jawab, maka
KRN menyusun pelaporan kepada Dewan Komisaris terkait
pelaksanaan tugas, tanggung jawab dan prosedur Nominasi
Remunerasi yang dijalankan dan membuat laporan
pelaksanaan kegiatan yang diungkapkan dalam Laporan
Tahunan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 443
Page 446
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
2.2 Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris
Rekomendasi Implementasi
2.2.1 Kebijakan remunerasi anggota Direksi terdiri Diterapkan (applied)
atas struktur remunerasi yang berorientasi pada 2.2.1 Indikator dalam penerapan remunerasi dapat dilihat dalam
pengembangan korporasi yang berkelanjutan dan Bab Kebijakan Remunerasi pada Laporan Tahunan ini. KRN
mendorong pencapaian tujuan jangka panjang. menyampaikan kepada Dewan Komisaris tentang hasil
Remunerasi Direksi harus diusulkan, dapat dengan evaluasi dan rekomendasi kebijakan remunerasi Dewan
melalui Komite Nominasi dan Remunerasi, oleh Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS,
Dewan Komisaris untuk diputuskan oleh RUPS. Jumlah yang untuk selanjutnya rekomendasi penetapan remunerasi
remunerasi yang diusulkan kepada RUPS tersebut tersebut akan diusulkan oleh Dewan Komisaris kepada
ditetapkan dengan mempertimbangkan peran setiap RUPS untuk dimintakan persetujuan pemegang saham.
anggota Direksi dan situasi ekonomi serta kinerja Uraian Skema Pengusulan dan Penetapan Remunerasi
korporasi. dapat dilihat dalam Bab Kebijakan Remunerasi pada
2.2.2 Kebijakan remunerasi anggota Dewan Komisaris Laporan Tahunan ini.
terdiri atas struktur remunerasi yang berorientasi pada 2.2.2 Pertimbangan penetapan remunerasi dikaitkan dengan
pengembangan korporasi yang berkelanjutan dan Risiko dan Kinerja (termasuk dilakukan berdasarkan
mendorong pencapaian tujuan jangka panjang. Jumlah indikator pengukuran kinerja) serta dilakukan review setiap
remunerasi yang diusulkan Dewan Komisaris kepada 1 (satu) tahun sekali.
RUPS tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan 2.2.3 KRN wajib bertindak independen dan memastikan bahwa
peran setiap anggota Dewan Komisaris dan situasi kebijakan remunerasi telah sesuai dengan ketentuan
ekonomi serta kinerja korporasi. Di samping itu juga yang didasarkan atas risiko, kinerja, kewajaran peer
harus dipertimbangkan posisinya sebagai Komisaris group, sasaran, strategi jangka panjang BCA, dsb. Untuk
Utama dan ketua serta keanggotaannya dalam komite- menjalankan prosedur yang adil dan transparan KRN:
komite. • membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja
2.2.3 Untuk memastikan bahwa paket remunerasi ditentukan dengan kesesuaian remunerasi yang diterima anggota
berdasarkan prestasi, kualifikasi dan kompetensi Direksi dan Dewan Komisaris.
Direktur dan Komisaris dengan memperhatikan kinerja • menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi kepada
operasi korporasi, kinerja individu dan kondisi pasar, Dewan Komisaris tentang kebijakan remunerasi Dewan
Komite Nominasi dan Remunerasi memastikan bahwa Komisaris dan Direksi, struktur dan besaran remunerasi,
terdapat prosedur yang adil dan transparan untuk serta kebijakan remunerasi pejabat eksekutif dan
menetapkan kebijakan remunerasi anggota Direksi dan pegawai untuk disampaikan kepada Direksi.
Dewan Komisaris.
Prinsip 3: Hubungan Kerja antara Direksi dan Dewan Komisaris
3.1 Sifat Hubungan Kerja
Rekomendasi Implementasi
3.1.1 Terdapat diskusi yang terbuka antara Direksi dengan Diterapkan (applied)
Dewan Komisaris serta di antara para anggota Direksi dan 3.1.1 Diskusi Direksi dengan Dewan Komisaris dilakukan melalui
para anggota Dewan Komisaris. Namun, tetap penting rapat Dewan Komisaris bersama Direksi. Dalam rapat
menjaga kerahasiaan informasi agar tidak terjadi kebocoran tersebut antara lain membahas laporan kinerja keuangan,
informasi rahasia. laporan komite-komite di bawah Dewan Komisaris.
3.1.2 Sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing, Direksi 3.1.2 Direksi berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dewan
bekerjasama dengan Dewan Komisaris dalam merumuskan Komisaris dalam merumuskan visi, misi dan strategi korporasi
misi, visi dan strategi korporasi dan secara reguler serta implementasinya.
membahas pengimplementasiannya. 3.1.3 Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan diuraikan
3.1.3 Sekretaris Korporasi memiliki peran penting dalam dalam bab Sekretaris Perusahaan pada Laporan Tahunan
mendukung efektivitas hubungan kerja antara Direksi ini, antara lain mendorong praktek governansi korporat,
dengan Dewan komisaris, mendorong implementasi praktek membangun komunikasi yang efektif dengan pemangku
governansi korporat yang baik, termasuk komunikasi kepentingan, namun juga turut serta berperan dalam
yang efektif dengan pemegang saham dan pemangku memastikan arus informasi yang baik antara Dewan
kepentingan lainnya. Komisaris dengan komitenya dan antara Dewan Komisaris
dengan Direksi.
3.2 Akses informasi Dewan Komisaris
Rekomendasi Implementasi
3.2.1 Direksi bertanggung jawab untuk memastikan Dewan Diterapkan (applied)
Komisaris mendapatkan akses informasi yang akurat, 3.2.1 Selain dalam rapat gabungan Dewan Komisaris dengan
relevan dan tepat waktu. Dewan Komisaris sendiri Direksi, Direksi juga menyampaikan Laporan Direksi kepada
memastikan bahwa ia memperoleh informasi yang Dewan Komisaris secara triwulanan. Selain itu, Dewan
memadai. Direksi menyediakan informasi kepada Dewan Komisaris memiliki akses untuk dapat sewaktu-waktu
Komisaris secara teratur, tanpa penundaan dan secara meminta Direksi atau manajemen senior terkait untuk
komprehensif tentang semua masalah yang relevan dengan memberikan informasi tambahan terkait korporasi.
korporasi. Dewan Komisaris sewaktu-waktu dapat meminta
Direksi untuk memberikan informasi tambahan.
444 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 447
3.3 Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris atas Dampak Struktur Kepemilikan terhadap Korporasi
Rekomendasi Implementasi
3.3.1 Dampak struktur kepemilikan terhadap korporasi. Direksi Diterapkan (applied)
dan Dewan Komisaris mempertimbangkan tanggung 3.3.1 Direksi dan Dewan Komisaris memastikan bahwa struktur
jawabnya dalam konteks struktur kepemilikan saham dan kepemilikan pemegang saham dan hubungan antar-
hubungan antar-pemegang saham korporasi yang mungkin pemegang saham tidak memengaruhi pelaksanaan peran
berdampak terhadap pengelolaan dan operasi korporasi. dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris (termasuk
di antaranya dalam kaitannya dengan rencana suksesi
Direksi).
Dewan Komisaris juga memantau dan Direksi memastikan
bahwa informasi diungkapkan dengan benar ketika terdapat
kondisi yang berdampak pada pengendalian atas korporasi.
Prinsip 4: Perilaku Etis dan Bertanggung Jawab
4.1 Pedoman Etika dan Perilaku
Rekomendasi Implementasi
4.1.1 Pernyataan ini dituangkan dalam Pedoman Perilaku dan Diterapkan (applied)
Etika Usaha yang harus secara jelas mengungkapkan • BCA memiliki Kode Etik, Kebijakan Antikorupsi dan
harapan korporasi bahwa setiap anggota Direksi dan Pengendalian Gratifikasi serta Pedoman Penerapan
Dewan Komisaris serta karyawan akan: Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan
a. Bertindak untuk kepentingan terbaik korporasi; Terorisme yang dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan
b. Bertindak dengan jujur dan dengan integritas Direksi dan wajib dipatuhi oleh setiap Insan BCA termasuk
berstandar tinggi; Direksi dan Dewan Komisaris.
c. Bersikap independen dan bertindak berdasarkan • Etika kerja, kewenangan, tugas dan tanggung jawab,
informasi yang lengkap, dengan itikad baik, dengan uji larangan, dan sebagainya bagi Direksi dan Dewan
tuntas dan kehati-hatian. Komisaris telah diatur dalam Piagam Direksi dan Dewan
d. Mematuhi peraturan perundang-undangan yang Komisaris.
berlaku bagi korporasi dan operasinya; • Direksi dan Dewan Komisaris juga wajib membuat
e. Menghindari tindakan yang melanggar peraturan Pernyataan Annual Disclosure, Pakta Integritas dan Kode
perundang-undangan atau tindakan yang tidak etis Etik tiap tahunnya untuk mendukung implementasi GCG.
berdasarkan pedoman etika korporasi;
f. Tidak terlibat atau berpartisipasi dalam kegiatan
apapun yang akan menimbulkan benturan kepentingan
dengan kepentingan terbaik korporasi atau yang akan
berdampak negatif terhadap reputasi korporasi;
g. Tidak mengambil manfaat atas properti atau informasi
yang dimiliki korporasi, kepemilikan aset lainnya
atau pelanggannya untuk kepentingan pribadi atau
yang menyebabkan kerugian bagi korporasi dan
pelanggannya.
h. Tidak memanfaatkan jabatannya atau peluang yang
dihasilkan oleh jabatannya untuk kepentingan pribadi.
i. Menghindari perbuatan meminta atau menerima dari
pihak ketiga pembayaran, gratifikasi atau keuntungan
lain untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain yang
menimbulkan benturan kepentingan/memberikan
keuntungan kepada pihak ketiga secara melanggar
peraturan perundang-undangan.
j. Menghormati perbedaan pendapat dan hak-hak setiap
anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan karyawan.
k. Memastikan pengungkapan yang lengkap, adil, akurat,
tepat waktu, dan dapat dipahami dalam laporan dan
dokumen yang disampaikan korporasi kepada regulator
dan dalam komunikasi publik lainnya.
4.1.2 Direksi menetapkan kebijakan dan praktik anti pencucian
uang dan pendanaan terorisme, anti suap, antikorupsi,
antikecurangan (anti-fraud), keterlibatan dalam politik
dengan mengacu pada standar nasional atau internasional
mengenai anti pencucian uang, anti suap, antikorupsi,
antikecurangan atau standar terkait lainnya.
4.2 Nilai – nilai dan Budaya Organisasi
Rekomendasi Implementasi
4.2.1 Korporasi mengartikulasikan, menumbuhkan dan Diterapkan (applied)
mengungkapkan budaya dan nilai-nilai korporasi BCA memiliki Kode Etik yang berlaku bagi seluruh Insan BCA
4.3 Komunikasi dan Penegakan Pedoman Etika, Nilai-nilai dan dikomunikasikan secara efektif melalui sarana-sarana
dan Budaya yang mudah diakses karyawan seperti pemutaran video yang
dapat diakses oleh seluruh karyawan BCA dalam portal internal
Rekomendasi BCA (myVideo), pengisian pernyataan kode etik dan pakta
4.3.1 Pedoman perilaku dan kode etik korporasi integritas secara elektronik melalui portal internal BCA, dan
dikomunikasikan secara efektif kepada Direksi, Dewan blast e-mail reminder ke seluruh karyawan. Untuk karyawan
Komisaris, serta seluruh karyawan, diintegrasikan ke baru akan didampingi oleh buddy yang akan mengenalkan
dalam strategi dan operasi korporasi termasuk sistem lebih dalam tentang budaya korporasi, termasuk kode etik dan
manajemen risiko dan struktur remunerasi, serta kewajiban menyelesaikan e-learning Kode Etik bankir.
ditegakkan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 445
Page 448
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
Prinsip 5: Manajemen Risiko, Pengendalian Internal dan Kepatuhan
5.1 Pengendalian Internal dan Kepatuhan
Rekomendasi Implementasi
5.1.1 Direksi melakukan review secara berkala atas ketepatan Diterapkan (applied)
desain dan efektivitas operasional sistem governansi, 5.1.1 DAI yang berperan selaku lini ketiga memberikan
pengelolaan risiko, pengendalian internal dan kepatuhan assurance dan advice yang berbasis risiko, independen,
korporasi dan melaporkan pelaksanaan dan hasil reviu dan objektif mengenai kecukupan dan efektivitas proses
kepada para pemegang saham melalui laporan tahunan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal.
Korporasi. DAI mengkomunikasikan hasil audit kepada Direksi,
Komite Audit, dan Dewan Komisaris.
Dalam penerapan efektivitas operasional sistem governansi,
pengelolaan risiko dan pengendalian risiko.
Tanggung jawab Direksi mencakup peran lini pertama dan
kedua yang bertanggung jawab dalam penyediaan produk dan
jasa kepada pelanggan termasuk pengelolaan risikonya dan
berperan memberikan dukungan terkait pengelolaan risiko
termasuk bertanggung jawab atas enterprise risk management,
yang antara lain dicakup oleh Direktur Kepatuhan, Direktur
Manajemen Risiko, Risk Management Division, dan Compliance
Division.
5.2 Manajemen Risiko
Rekomendasi Implementasi
5.2.1 Strategi dan risiko merupakan satu kesatuan, Diterapkan (applied)
diungkapkan secara transparan, masuk ke dalam 5.2.1 Dewan Komisaris dan Direksi terlibat dalam pengawasan
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan aktif dalam penerapan manajemen risiko di BCA. Direksi
Dewan Komisaris, serta dalam diskusi di rapat Dewan juga secara aktif melakukan diskusi, memberikan
Komisaris dan Direksi. masukan serta memantau kondisi internal dan
5.2.2 Komite Pemantau Manajemen Risiko membantu perkembangan faktor eksternal yang secara langsung
pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dengan maupun tidak langsung memengaruhi strategi bisnis BCA.
menciptakan mekanisme yang transparan, fokus, dan Uraian terkait Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan
independen dalam pengawasan manajemen risiko Direksi dalam menerapkan manajemen risiko dapat dilihat
korporasi. dalam Bab Pengungkapan Manajemen Risiko dan Sistem
Manajemen Risiko pada Laporan Tahunan ini.
5.2.2 BCA memiliki Komite Pemantau risiko yang membantu
pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Peran, tanggung
jawab dan komposisi anggota Komite Pemantau Risiko
BCA dapat dilihat dalam Bab Komite-komite Dewan
Komisaris.
5.3 Integrasi Governansi, Manajemen Risiko dan Kepatuhan
Rekomendasi Implementasi
5.3.1 Direksi membangun sistem governansi, manajemen Diterapkan (applied)
risiko, dan kepatuhan (GRC) yang terintegrasi, dengan 5.3.1 BCA menerapkan kerangka three lines model untuk
menangani berbagai ketidakpastian secara terpadu dan mendukung terciptanya manajemen risiko dan tata kelola
dengan integritas yang tinggi, untuk meyakinkan bahwa yang handal.
korporasi dapat mencapai tujuannya.
5.3.2 Direksi memastikan bahwa bagian yang membawahi Lini pertama bertanggung jawab dalam penyediaan
fungsi kepatuhan tidak merangkap melaksanakan fungsi produk dan jasa kepada customer termasuk pengelolaan
yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan. risiko terkait.
Lini kedua berperan memberikan dukungan terkait
pengelolaan risiko termasuk tanggung jawab atas
enterprise risk management. Peran lini kedua dilakukan
oleh Direktur Kepatuhan, Direktur Manajemen Risiko, Risk
Management Division, dan Compliance Division.
Lini ketiga berperan memberikan asurans dan advis
yang berbasis risiko, independen, dan objektif
mengenai kecukupan dan efektivitas proses tata kelola,
manajemen risiko, dan pengendalian internal. Peran lini
ketiga dilaksanakan oleh Divisi Audit Internal yang akan
mengomunikasikan hasil audit kepada Direksi, Dewan
Komisaris, dan Komite Audit.
5.3.2 BCA memiliki pembidangan organisasi dengan tugas dan
tanggung jawab yang jelas sehingga Fungsi Kepatuhan
tidak merangkap dan melaksanakan fungsi yang
berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
446 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 449
5.4 Audit Internal
Rekomendasi Implementasi
5.4.1 Dewan Komisaris melalui Komite Audit memantau dan Diterapkan (applied)
memastikan bahwa fungsi audit internal membantu 5.4.1 Dewan Komisaris melalui Komite Audit memantau
korporasi untuk mencapai tujuannya dengan dan mengkaji efektivitas pelaksanaan audit internal
membawa pendekatan yang objektif dan disiplin untuk BCA termasuk memastikan DAI selaku lini ketiga yang
mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen berperan memberikan asurans dan advis yang berbasis
risiko, pengendalian internal, dan governansi korporat. risiko, independen, dan objektif mengenai kecukupan
dan efektivitas proses tata kelola, manajemen risiko,
dan pengendalian internal bekerja secara independen.
Peran, tanggung jawab dan komposisi anggota Komite
Audit BCA dapat dilihat dalam Bab Komite-Komite Dewan
Komisaris.
Prinsip 6: Pengungkapan dan Transparansi
6.1 Kebijakan Pengungkapan
Rekomendasi Implementasi
6.1.1 Korporasi memiliki kebijakan dan prosedur Diterapkan (applied)
pengungkapan dan transparansi yang memastikan BCA memiliki kebijakan terkait keterbukaan informasi yang
pengungkapan informasi material dan menjaga informasi dituangkan dalam Pedoman Tata Kelola dan memastikan
sensitif serta rahasia korporasi seluruh pemegang saham memiliki hak yang sama untuk
6.1.2 Hak pemegang saham untuk memperoleh secara teratur memperoleh informasi material secara benar, tepat waktu,
dan tepat waktu informasi material yang relevan tentang berkala sesuai dengan peraturan yang berlaku.
korporasi harus dipenuhi. Pelaksanaan Keterbukaan Informasi di BCA sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dengan tetap memastikan prinsip
kehati-hatian dan menjaga kerahasiaan perusahaan.
6.2 Laporan Keuangan dan Keberlanjutan
Rekomendasi Implementasi
6.2.1 Korporasi mengungkapkan sistem dan prosedur untuk Diterapkan (applied)
memastikan bahwa laporan keuangan interim yang tidak 6.2.1 Laporan Keuangan disajikan dan diungkapkan sesuai
diaudit atau di review oleh auditor eksternal secara dengan Peraturan Nomor VIII.G.7 (“Peraturan VIII.G.7”)
material adalah akurat, lengkap, dan memberikan tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
investor informasi yang tepat untuk membuat keputusan Emiten dan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
investasi yang tepat. yang diterbitkan oleh DSAK-IAI serta peraturan lain yang
6.2.2 Komite Audit memastikan kualitas audit laporan relevan dan telah dipaparkan kepada manajemen dan
keuangan yang dilaksanakan oleh auditor eksternal. komite audit untuk mendapatkan persetujuan.
Kegiatan ini termasuk merekomendasikan penunjukan, 6.2.2 Terkait dengan Laporan dan Informasi Keuangan, Komite
penunjukan kembali dan, jika perlu, pemberhentian dan Audit memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
remunerasi auditor eksternal. a. Menelaah informasi keuangan yang akan dikeluarkan
6.2.3 Laporan keberlanjutan harus disiapkan dan diungkapkan BCA kepada publik dan/atau pihak otoritas, dan laporan
dengan akurat dan disusun sesuai kerangka pelaporan lainnya terkait dengan informasi keuangan BCA.
keberlanjutan nasional atau internasional. b. Menelaah dan melaporkan kepada Dewan Komisaris
6.2.4 Korporasi menerbitkan laporan tahunan secara atas pengaduan yang berkaitan dengan proses
terintegrasi yang menempatkan kinerja historis ke akuntansi dan pelaporan keuangan BCA. Penunjukan AP
dalam konteks dan menggambarkan risiko, peluang, dan dan/atau KAP yang akan memberikan jasa audit atas
prospek korporasi di masa depan, sehingga membantu informasi keuangan historis tahunan wajib diputuskan
pemegang saham dan pemangku kepentingan oleh RUPS dengan mempertimbangkan usulan Dewan
memahami tujuan strategis korporasi dan kemajuannya Komisaris. Usulan dimaksud wajib memperhatikan
dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. rekomendasi Komite Audit.
6.2.3 Pedoman dan standar laporan keberlanjutan merujuk
pada:
• POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Keuangan
Berkelanjutan;
• Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021, yang
digunakan dalam kesesuaian “in accordance with the
GRI Standards”;
• GRI-G4 Sector Disclosures: Financial Sector
Supplement Disclosures (FSSS);
• Sustainability Accounting Standards Board (SASB)
kategori Bank Komersial (Commercial Banks);
• Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
Environmental, Social, and Governance (ESG)
Integration Pillars dari World Wide Fund for Nature
(WWF), yang mengukur integrasi aspek Lingkungan,
Sosial, dan Tata Kelola (LST); dan
• ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
BCA menggunakan pihak eksternal Bank untuk kualitas
laporan sesuai prinsip pelaporan keberlanjutan dan
standar yang digunakan.
6.2.4 Laporan Tahunan BCA disusun dengan mengacu pada
ketentuan terkait bentuk dan isi laporan tahunan emiten
atau perusahaan publik antara lain memuat laporan
kinerja, risiko, rencana strategis, sehingga membantu
pemangku kepentingan memahami arah strategis
perusahaan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 447
Page 450
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
6.3 Diseminasi Informasi
Rekomendasi Implementasi
6.3.1 Saluran penyebaran informasi harus menyediakan Diterapkan (applied)
akses yang setara, tepat waktu, dan relatif murah untuk 6.3.1 BCA memiliki situs web (https://www.bca.co.id/) yang
informasi yang relevan bagi pengguna. mudah diakses sewaktu-waktu bagi masyarakat luas.
6.3.2 Korporasi memastikan bahwa pernyataan tahunan BCA juga mengadakan analyst meeting tiap triwulan dan
terhadap penerapan Pedoman Umum Governansi public expose sekali dalam setahun untuk melakukan
Korporat Indonesia, termasuk penjelasan atas penerapan komunikasi dengan para analis keuangan, pemegang
atas masing-masing Rekomendasi dan Panduan tersedia saham dan masyarakat luas. Selain itu untuk menjamin
di situs web selama jangka waktu minimal lima tahun. kemudahan informasi, BCA juga menyediakan akses
6.3.3 Untuk korporasi yang terdaftar di pasar modal di informasi di berbagai media sosial antara lain X, facebook,
yurisdiksi selain yurisdiksi asal, peraturan perundang- YouTube, Linkedln, Instagram, Line, dan Tiktok.
undangan atas governansi korporat yang berlaku harus 6.3.2 Pernyataan tahunan terhadap penerapan Pedoman Umum
diungkapkan dengan jelas. Dalam hal cross listing, kriteria Governansi Korporat Indonesia termasuk penjelasannya
dan prosedur cross listing, kriteria dan prosedur untuk serta penerapan regulasi terkait tata kelola bank umum
mengakui persyaratan listing untuk listing utama harus maupun emiten tersedia dalam Laporan Tahunan yang
transparan dan didokumentasikan. diunggah dalam situs web BCA lebih dari 5 (lima) tahun.
6.3.3 Selain ketentuan terkait bank umum, BCA juga mematuhi
ketentuan pasar modal Indonesia.
Prinsip 7: Perlindungan terhadap Hak-Hak Pemegang Saham
7.1 Hak Pemegang Saham
Rekomendasi Implementasi
7.1.1 Korporasi memiliki suatu kebijakan komunikasi yang Diterapkan (applied)
memfasilitasi dan mendorong partisipasi pemegang 7.1.1 BCA menyadari pentingnya kebijakan komunikasi yang
saham atau investor. mengatur komunikasi antara BCA dengan para pemangku
7.1.2 Korporasi yang merupakan entitas induk memastikan kepentingan. BCA telah memiliki Kebijakan Komunikasi
bahwa kebijakan governansi korporatnya berlaku bagi dan Keterbukaan Informasi yang dituangkan dalam
entitas anak dan entitas pengendali yang di dalamnya Pedoman Tata Kelola untuk mendukung komunikasi yang
investasi korporasi adalah signifikan. transparan dan efektif dengan pemangku kepentingan.
7.1.3 Korporasi memiliki aturan dan prosedur yang mengatur Platform komunikasi antara lain RUPS, analyst meeting,
akuisisi, pengambilalihan, dan transaksi luar biasa seperti public expose, dan sebagainya.
merger dan penjualan aset korporasi yang substansial 7.1.2 BCA selaku entitas induk melakukan diskusi dan/atau
untuk memastikan transaksi terjadi secara transparan sharing session tiap triwulannya antara Tim GCG BCA
dan dalam kondisi yang wajar dan melindungi hak-hak dengan Tim Perusahaan Anak. Mengingat kompleksitas
semua pemegang saham sesuai dengan kelasnya. dan diversifikasi usaha Perusahaan Anak yang berbeda-
beda, BCA juga melakukan mapping tata kelola
terintegrasi sesuai dengan regulasi yang berlaku pada
masing-masing perusahaan anak untuk memastikan
implementasi tata kelola perusahaan yang baik dalam
konglomerasi keuangan.
7.1.3 BCA memiliki kebijakan terkait penyertaan modal
mencakup akuisisi dan pengambilalihan saham untuk
memastikan agar transaksi berjalan secara transparan
dan wajar serta melindungi hak-hak pemegang saham.
7.2 Perlakuan Adil terhadap Pemegang Saham
Rekomendasi Implementasi
7.2.1 Korporasi memiliki aturan dan prosedur yang Diterapkan (applied)
memastikan: 7.2.1 BCA hanya memiliki 1 (satu) seri saham. Semua pemegang
a) semua pemegang saham dari seri yang sama dalam saham memiliki hak suara yang sama dan mendapatkan
satu kelas saham harus diperlakukan setara, perlakuan yang sama dari BCA. BCA juga telah memiliki
b) pengungkapan aturan dan prosedur tersebut serta kebijakan dividen sebagai bagian dari transparansi hak
pengungkapan struktur modal dan pengaturan yang pemegang saham untuk memperoleh bagian dari laba.
memungkinkan pemegang saham tertentu memeroleh 7.2.2 BCA memiliki kebijakan transaksi dengan pihak berelasi
pengaruh atau kendali yang tidak proporsional dengan yang dilakukan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa
kepemilikan sahamnya. transaksi adalah adil dan wajar (arm’s length transaction).
7.2.2 Korporasi memiliki aturan dan prosedur yang memastikan Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi
transaksi pihak berelasi disetujui dan dilaksanakan tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
sedemikian rupa yang dapat meyakinkan bahwa Kepentingan.
benturan kepentingan telah dikelola dengan tepat, dan 7.2.3 BCA telah memiliki kebijakan transaksi orang dalam
melindungi kepentingan korporasi dan pemegang saham. (insider trading) untuk mencegah orang dalam/orang
7.2.3 Korporasi memiliki dan mengungkapkan kebijakan untuk yang memiliki informasi orang dalam untuk mendapat
mencegah terjadinya insider trading. Korporasi memiliki keuntungan dari informasi yang tidak atau belum tersedia
aturan yang jelas mengenai perdagangan apa pun dalam di publik.
saham korporasi yang dilakukan oleh direktur, komisaris,
dan orang dalam untuk memastikan bahwa siapapun
tidak boleh mendapatkan keuntungan secara langsung
atau tidak langsung dari informasi yang tidak/belum
tersedia di pasar.
448 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 451
7.3 Rapat Umum Pemegang Saham
Rekomendasi Implementasi
7.3.1 Korporasi melakukan panggilan RUPS dengan agenda Diterapkan (applied)
dan materi RUPS selengkap dan sedini mungkin (paling 7.3.1 BCA melakukan pemanggilan RUPS 28 (dua puluh
lambat 28 hari sebelum RUPS) untuk memberikan waktu delapan hari) sebelum penyelenggaraan RUPST BCA juga
dan materi yang cukup bagi pemegang saham untuk menyampaikan penjelasan untuk masing-masing mata
mempelajari dengan baik agenda rapat. Undangan rapat acara yang memerlukan persetujuan pemegang saham
dan seluruh informasi RUPS diungkapkan melalui sarana melalui situs web BCA sehingga masyarakat luas mudah
elektronik seperti melalui situs web korporasi. mengakses bahan RUPS.
7.3.2 Korporasi memiliki dan mengungkapkan aturan dan 7.3.2 Aturan dan prosedur RUPS dituangkan dalam Tata Tertib
prosedur yang memfasilitasi pemegang saham dalam dan Mekanisme Perhitungan Suara RUPS dan diupload
berpartisipasi dan memberikan suara secara efektif di dalam situs web BCA dan dibacakan serta ditayangkan
RUPS. pada saat dimulainya RUPS. Pemungutan suara untuk
7.3.3 Pemegang saham berpartisipasi efektif dalam masing-masing mata acara RUPS (untuk satu keputusan)
menetapkan penunjukan anggota Direksi dan Dewan dan BCA menunjukan PT Saham Raya Registra dan Notaris
Komisaris. Christina Sri Utami, SH, M.Hum, Mkn, untuk melakukan
7.3.4 Korporasi memastikan transparansi dan akuntabilitas perhitungan suara.
auditor eksternal di RUPS. 7.3.3 Pemegang saham turut serta berpartisipasi pada
7.3.5 Penyampaian hasil pemungutan suara dan ringkasan pemungutan suara dalam mata acara penunjukan anggota
risalah RUPS secara lengkap diumumkan ke publik pada Direksi dan Dewan Komisaris.
hari kerja berikutnya. 7.3.4 Penunjukan KAP Terdaftar (termasuk AP Terdaftar yang
tergabung dalam KAP Terdaftar) untuk mengaudit/
memeriksa laporan BCA dilakukan dalam mata acara
tersendiri untuk diputuskan dalam RUPS. Profil KAP dan AP
juga dipaparkan dalam pemanggilan RUPS.
7.3.5 Pokok-pokok keputusan RUPS diumumkan kepada
publik di hari yang sama setelah selesainya RUPS melalui
situs www.bca.co.id, hasil pemungutan suara dan
ringkasan risalah RUPS diumumkan kepada publik melalui
situs web BCA dalam 1 (satu) hari kerja setelah RUPST
diselenggarakan.
Prinsip 8: Pemangku Kepentingan Lainnya
8.1 Keterlibatan Pemangku Kepentingan Kunci (stakeholder engagement)
Rekomendasi Implementasi
8.1.1 Korporasi melalui Sekretaris Korporasi melaksanakan Diterapkan (applied)
komunikasi yang regular, transparan dan efektif dengan 8.1.1 Sekretaris Perusahaan menyediakan saluran komunikasi
pemangku kepentingan kunci serta melibatkan mereka untuk seluruh pemangku kepentingan BCA. BCA juga
untuk memahami harapan dan keluhan mereka serta selalu terbuka dalam menerima pendapat, masukan, saran
dampak korporasi terhadap mereka. maupun keluhan dari para pemangku kepentingan. Akses
atau sarana informasi bagi para pemangku kepentingan
dapat dilihat dalam Bab Akses Informasi pada Laporan
Tahunan ini.
8.2 Integrasi Keberlanjutan dalam Model Bisnis
Rekomendasi Implementasi
8.2.1 Dewan Komisaris bersama-sama dengan Direksi Diterapkan (applied)
bertanggung jawab, akuntabel dan transparan atas 8.2.1 Direksi memastikan bahwa strategi, prioritas dan target
governansi keberlanjutan, termasuk menetapkan keberlanjutan korporasi serta kinerja terhadap target ini
strategi, prioritas, dan target keberlanjutan korporasi. dikomunikasikan kepada para pemangku kepentingan.
Direksi dan Dewan Komisaris memasukkan pertimbangan Direksi dan Dewan Komisaris BCA senantiasa mengikuti
keberlanjutan ketika menjalankan perannya, termasuk dan memahami masalah keberlanjutan yang relevan bagi
antara lain dalam pengembangan dan implementasi korporasi.
strategi korporasi, rencana bisnis, rencana aksi utama,
dan manajemen risiko.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 449
Page 452
T a t a K e l o l a P e r u s a h a a n
8.3 Perlindungan terhadap Pemangku Kepentingan
Rekomendasi Implementasi
8.3.1 Direksi memastikan dan mengungkapkan bahwa operasi Diterapkan (applied)
korporasi mencerminkan penerapan standar etika, 8.3.1 BCA memiliki kebijakan tentang tanggung jawab
tanggung jawab sosial, dan lingkungan yang tinggi di korporasi kepada nasabah/pelanggan, vendor,
seluruh korporasi dan memastikan bahwa kebijakan dan pemegang saham, serta pemangku kepentingan
prosedur yang tepat diterapkan untuk menghormati lainnya termasuk dalam hal tanggung jawab sosial
serta mematuhi hak-hak pemangku kepentingan. dan lingkungan. Uraian terkait implementasi hak-hak
8.3.2 Direksi mendorong karyawan bekerja untuk kepentingan pemangku kepentingan dapat dilihat pada Bab Akses
jangka panjang korporasi dan mengedepankan Informasi pada Laporan Tahunan ini.
keberlanjutan. 8.3.2 Dalam rangka mengedepankan keberlanjutan, BCA
memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang
berupa insentif jangka panjang berbasis saham kepada
pekerja sebagai penghargaan dalam mempertahankan
dan meningkatkan kinerja kepada karyawan, yang
mendorong penciptaan nilai yang berkelanjutan. BCA
menggunakan hasil penilaian kinerja sebagai rekomendasi
pertimbangan promosi kenaikan jabatan serta
penyesuaian remunerasi, bonus, dan jenjang karier.
6. ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
Penerapan ACGS di BCA disampaikan lebih detail pada situs web BCA https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/
tata-kelola/acgs.
7. Pernyataan Bad Corporate Governance
BCA terus berupaya untuk menerapkan peraturan atau ketentuan terkait tata kelola perusahaan. Sepanjang tahun
2025, BCA tidak melakukan praktik bad corporate governance yang dapat mengganggu penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik sebagaimana ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
No. Keterangan Praktik
1 Adanya laporan sebagai perusahaan yang mencemari lingkungan Nihil
2 Perkara penting yang sedang dihadapi oleh perusahaan, entitas anak, anggota Direksi dan/atau Nihil
anggota Dewan Komisaris yang sedang menjabat yang tidak diungkapkan dalam Laporan Tahunan
3 Tidak terdapat pengungkapan segmen operasi pada perusahaan listed Nihil
4 Terdapat ketidaksesuaian antara Laporan Tahunan hardcopy dengan Laporan Tahunan softcopy Nihil
5 Ketidaksesuaian penyajian Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan dengan peraturan yang berlaku Nihil
dan SAK
450 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 453
Informasi kegiatan kami terkait tanggung jawab sosial dan
lingkungan (TJSL) disampaikan pada Laporan Keberlanjutan BCA
2025, yang diterbitkan dalam buku terpisah dan dalam waktu yang
bersamaan dengan Laporan Tahunan ini, sejalan dengan arahan
pada SEOJK 16/SEOJK.04/2021. Sebagian informasi ini disesuaikan
dengan panduan ISO26000, termasuk pengungkapan hak asasi
manusia, ketenagakerjaan, praktik usaha yang wajar, lingkungan,
layanan kepada pelanggan, serta pelibatan dan pemberdayaan
masyarakat. Secara umum, informasi dalam Laporan Tahunan ini dan
Laporan Keberlanjutan BCA 2025 saling melengkapi.
05
Tanggung Jawab
Sosial dan
Lingkungan
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 451
Page 454
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2025 PT Bank Central Asia Tbk Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Jakarta, Februari 2026 Anggota Dewan Komisaris Jahja Setiaatmadja Presiden Komisaris Tonny Kusnadi Cyrillus Harinowo Raden Pardede Sumantri Slamet Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Anggota Direksi Gregory Hendra Lembong Armand Wahyudi Hartono John Kosasih Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Subur Tan Rudy Susanto Lianawaty Suwono Direktur Direktur Direktur Santoso Vera Eve Lim Haryanto Tiara Budiman Direktur Direktur Direktur Frengky Chandra Kusuma Antonius Widodo Mulyono Hendra Tanumihardja Direktur Direktur Direktur
Page 455
06
Laporan
Keuangan
Page 456
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
Page 457
Page 458
Page 459
Page 460
Page 461
Page 462
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Catatan 2025 2024
ASET
2b,2g,4,37,
Kas 42,49 25.305.031 29.315.878
2b,2g,2i,5,37,
Giro pada Bank Indonesia 42,49 47.768.278 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 768 pada tanggal 31 Desember 2025 2b,2g,2i,6,37,
(31 Desember 2024: Rp 638) 42,49 5.331.638 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 2.510 2b,2g,2j,7,37,
pada tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 1.712) 42,49 9.813.541 15.714.884
2g,2k,8,37,42,
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 49 35.320.959 21.524.617
Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 200.313 pada tanggal 31 Desember 2025 2g,2l,9,37,42,
(31 Desember 2024: Rp 440.695) 49 9.494.630 9.621.047
Wesel tagih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 5.381 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 3.116) 2g,10,37,42,49 11.825.095 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 936 2g,2n,11,37,
pada tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 1.041) 42 5.285.513 1.449.562
Kredit yang diberikan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 29.752.034 pada tanggal 2g,2m,2ak,12,37,
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 32.624.643) 40,42,45,49 940.481.200 868,686,210
Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar Rp 512.511 pada tanggal
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 363.284) 2g,2o,13,37,42 8.953.987 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 2.327 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 513) 2g,2p,37,42 8.005 51.042
Aset dari transaksi syariah - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 492.699 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 510.590) 2g,2q 12.698.160 10.206.637
Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 625.742 pada tanggal 2g,2r,14,37,42,
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 552.566) 49 409.421.000 371.151.957
Biaya dibayar dimuka 15 1.713.699 969.926
Pajak dibayar dimuka 20a 77.001 1.562.175
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 11.880.570 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 9.899.706) 2h,2s,16 28.473.684 28.250.624
Aset takberwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp 1.123.847 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 917.036) 2e,2u,17 1.778.772 1.805.639
Aset pajak tangguhan - bersih 2ah,20h 5.852.206 5.495.208
Aset lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 1.978 pada tanggal 31 Desember 2025 2g,2h,2t,2ak
(31 Desember 2024: Rp 23.194) 2am,18,42,45,49 27.226.137 24.663.248
JUMLAH ASET 1.586.828.536 1.449.301.328
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
460 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 463
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/2
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Catatan 2025 2024
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER, DAN EKUITAS
LIABILITAS
2g,2v,2ak,
Simpanan dari nasabah 19,37,42,45,49 1.233.799.081 1.120.613.667
Dana simpanan syariah 2g,2w,42 4.727.157 3.511.679
Simpanan dari bank-bank lain 2g,2v,19,37, 42,49 3.966.077 3.656.298
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 2g,2k,8,37,42,49 97.406 257.613
Utang akseptasi 2g,2l,9,37,42,49 4.733.862 4.651.955
2g,2n,11,14,37,
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 42,46,49 - 1.330.996
Utang pajak 2ah,20b 2.943.190 626.355
Pinjaman yang diterima 2g,21,37,42,46,49 2.047.436 2.242.516
2g,2ab,2am,
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 22,42,49 2.866.909 2.975.187
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 2g,2ab,23,42,49 29.268.935 27.515.449
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2ag,38 9.993.233 9.097.709
Obligasi subordinasi 2g,2z,24,37,42,46 65.000 500.000
JUMLAH LIABILITAS 1.294.508.286 1.176.979.424
DANA SYIRKAH TEMPORER 2x 10.632.695 9.486.817
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per lembar
saham
Modal dasar: 440.000.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
123.275.050.000 lembar saham 1b,25 1.540.938 1.540.938
Tambahan modal disetor 1b,2e,2ad,26 5.492.318 5.548.977
Modal saham diperoleh kembali:
262.016.800 lembar saham, harga perolehan 1b,2al,25 (2.152.514) -
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 11.378.973 11.138.896
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 2f - 457.789
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain - bersih 2g,2r,7,14 2.108.873 273.214
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 36 4.268.903 3.720.540
Belum ditentukan penggunaannya 2ag 258.920.057 239.958.882
Komponen ekuitas lainnya 2e (91.070) 1.385
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 281.466.478 262.640.621
Kepentingan non-pengendali 1c,2e,44 221.077 194.466
JUMLAH EKUITAS 281.687.555 262.835.087
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 1.586.828.536 1.449.301.328
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 461
Page 464
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 2/1
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024*)
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga dan syariah 2ad,2aj,28,45
Pendapatan bunga 97.964.378 93.991.349
Pendapatan syariah 948.274 805.105
Jumlah pendapatan bunga dan syariah 98.912.652 94.796.454
Beban bunga dan syariah 2ad,2aj,29,45
Beban bunga (12.841.842) (12.137.180)
Beban syariah (522.653) (395.110)
Jumlah beban bunga dan syariah (13.364.495) (12.532.290)
PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH - BERSIH 85.548.157 82.264.164
Pendapatan asuransi 2am 2.003.240 3.110.733
Beban asuransi 2am (1.858.302) (1.753.761)
PENDAPATAN ASURANSI - BERSIH 144.938 1.356.972
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 2ae,30 19.660.107 17.979.919
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih 2af,31 4.007.144 2.854.529
Lain-lain 2.645.980 2.097.196
Jumlah pendapatan operasional lainnya 26.313.231 22.931.644
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset 2g,32 (4.011.047) (2.034.453)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban karyawan 2ag,2aj,33,38,45 (17.780.770) (17.444.242)
Beban umum dan administrasi 2aj,16,34,45 (16.780.115) (16.874.142)
Lain-lain (2.173.518) (1.982.093)
Jumlah beban operasional lainnya (36.734.403) (36.300.477)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 71.260.876 68.217.850
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2ah,20c (13.697.783) (13.366.576)
LABA BERSIH 57.563.093 54.851.274
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 2ag,38 (804.399) 71.872
Pajak penghasilan atas pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 2ah 152.651 (13.514)
(651.748) 58.358
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 252.056 238.886
(399.692) 297.244
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 2j,2r,14 2.273.789 (824.292)
Pajak penghasilan 2ah (426.944) 146.807
1.846.845 (677.485)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 2f - 35.287
Lain-lain (101.189) -
1.745.656 (642.198)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN,
SETELAH PAJAK PENGHASILAN 1.345.964 (344.954)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF (Dipindahkan) 58.909.057 54.506.320
*) Direklasifikasi, lihat Catatan 48
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
462 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 465
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 2/2
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF (Pindahan) 58.909.057 54.506.320
LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 57.537.287 54.836.305
Kepentingan non-pengendali 2e,44 25.806 14.969
57.563.093 54.851.274
LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 58.882.446 54.493.191
Kepentingan non-pengendali 2e,44 26.611 13.129
58.909.057 54.506.320
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK (nilai penuh) 2ac,35 467 445
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 463
Page 466
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 3/1
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas aset
keuangan
Selisih kurs yang diukur
karena pada nilai
penjabaran wajar melalui Jumlah
Modal laporan penghasilan ekuitas
ditempatkan Tambahan Modal saham Surplus keuangan komprehensif Saldo laba Komponen pemilik Kepentingan
dan disetor modal diperoleh revaluasi dalam valuta lain - Telah ditentukan Belum ditentukan ekuitas entitas non- Jumlah
Catatan penuh disetor kembali aset tetap asing bersih penggunaannya penggunaannya lainnya induk pengendali ekuitas
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.548.977 - 11.138.896 457.789 273.214 3.720.540 239.958.882 1.385 262.640.621 194.466 262.835.087
Laba tahun berjalan - - - - - - - 57.537.287 - 57.537.287 25.806 57.563.093
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 - - - 240.077 - - - 11.979 - 252.056 - 252.056
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 2j,2r,14 - - - - - 1.835.659 - - - 1.835.659 11.186 1.846.845
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih 2ag,2ah,38 - - - - - - - (651.486) - (651.486) (262) (651.748)
Komponen ekuitas lainnya - - - - - - - - (91.070) (91.070) (10.119) (101.189)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan - - - 240.077 - 1.835.659 - 56.897.780 (91.070) 58.882.446 26.611 58.909.057
Selisih transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali 2g,26 - (56.659) - - - - - - - (56.659) - (56.659)
Cadangan umum 36 - - - - - - 548.363 (548.363) - - - -
Dividen kas 36 - - - - - - - (37.595.047) - (37.595.047) - (37.595.047)
Modal saham diperoleh kembali,
harga perolehan 1b,2al,25 - - (2.152.514) - - - - - - (2.152.514) - (2.152.514)
Perubahan atas pelepasan
Entitas Anak - - - - (457.789) - - 206.805 (1.385) (252.369) - (252.369)
Saldo per 31 Desember 2025 1.540.938 5.492.318 (2.152.514) 11.378.973 - 2.108.873 4.268.903 258.920.057 (91.070) 281.466.478 221.077 281.687.555
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
464
Page 467
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 3/2
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas aset
keuangan
Selisih kurs yang diukur
karena pada nilai
penjabaran wajar melalui Jumlah
Modal laporan penghasilan ekuitas
ditempatkan Tambahan Surplus keuangan komprehensif Saldo laba Komponen pemilik Kepentingan
dan disetor modal revaluasi dalam valuta lain - Telah ditentukan Belum ditentukan ekuitas entitas non- Jumlah
Catatan penuh disetor aset tetap asing bersih penggunaannya penggunaannya lainnya induk pengendali ekuitas
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.548.977 10.936.462 422.502 948.627 3.234.149 219.723.216 1.385 242.356.256 181.337 242.537.593
Laba tahun berjalan - - - - - - 54.836.305 - 54.836.305 14.969 54.851.274
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 - - 202.434 - - - 36.452 - 238.886 - 238.886
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan dalam
valuta asing 2f - - - 35.287 - - - - 35.287 - 35.287
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas asset keuangan
yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 2j,2r,7,14 - - - - (675.413) - - - (675.413) (2.072) (677.485)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih 2ag,2ah,38 - - - - - - 58.126 - 58.126 232 58.358
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan - - 202.434 35.287 (675.413) - 54.930.883 - 54.493.191 13.129 54.506.320
Cadangan umum 36 - - - - - 486.391 (486.391) - - - -
Dividen kas 36 - - - - - - (34.208.826) - (34.208.826) - (34.208.826)
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.548.977 11.138.896 457.789 273.214 3.720.540 239.958.882 1.385 262.640.621 194.466 262.835.087
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
465
Page 468
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 4/1
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan pendapatan bunga dan syariah, asuransi, provisi, dan komisi 116.653.110 110.947.606
Pendapatan operasional lainnya 3.155.605 6.141.705
Pembayaran beban bunga dan syariah, asuransi, provisi, dan komisi (13.394.155) (12.578.014)
Pembayaran imbalan pasca-kerja 38 (1.552.406) (1.165.422)
Beban operasional lainnya (33.351.462) (33.961.074)
Pembayaran tantiem Dewan Komisaris dan Direksi 36 (887.700) (765.000)
Kenaikan (penurunan) lainnya yang mempengaruhi kas:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan (599.435) 696.624
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (11.008.328) (5.384.422)
Tagihan akseptasi 366.799 4.880.997
Wesel tagih (2.929.891) 1.718.437
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (3.835.846) 91.646.548
Kredit yang diberikan (75.158.559) (111.218.318)
Piutang pembiayaan konsumen (163.508) (1.075.617)
Piutang sewa pembiayaan - bersih 41.223 88.851
Aset dari transaksi syariah (2.502.671) (1.696.820)
Aset lain-lain (368.424) (138.657)
Simpanan dari nasabah 110.410.053 26.690.842
Dana simpanan syariah 1.215.478 309.709
Simpanan dari bank-bank lain 255.355 (6.480.950)
Utang akseptasi 81.907 (2.049.301)
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 2.448.145 (2.098.166)
Dana syirkah temporer 1.145.878 1.592.945
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
operasi sebelum pembayaran pajak penghasilan 90.021.168 66.102.503
Pembayaran pajak penghasilan (12.512.383) (12.282.274)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 77.508.785 53.820.229
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi (225.667.316) (216.097.218)
Penjualan efek-efek untuk tujuan investasi - 770.959
Penerimaan dari efek-efek tujuan investasi yang jatuh tempo
selama tahun berjalan 194.313.921 160.506.459
Penerimaan dividen kas dari efek-efek untuk tujuan investasi 107.764 38.095
Perolehan aset tetap (1.914.929) (3.565.731)
Perolehan aset hak guna (536.281) (607.448)
Hasil penjualan aset tetap 16 5.915 6.378
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (33.690.926) (58.948.506)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
466 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 469
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 4/2
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran efek-efek utang yang diterbitkan 24 (435.000) -
Penerimaan pinjaman yang diterima 46 60.800.000 73.287.728
Pembayaran pinjaman yang diterima 46 (60.995.080) (72.680.017)
Pembayaran dividen kas 36 (37.595.047) (34.208.826)
Saham yang diperoleh kembali 25 (2.152.514) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 46 - 559.231
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 46 (1.330.996) (286.805)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
pendanaan (41.708.637) (33.328.689)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 2.109.222 (38.456.966)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 85.482.530 124.395.987
PENGARUH FLUKTUASI KURS VALUTA ASING PADA
KAS DAN SETARA KAS (42.424) (456.491)
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 87.549.328 85.482.530
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 4 25.305.031 29.315.878
Giro pada Bank Indonesia 5 47.768.278 36.408.142
Giro pada bank-bank lain 6 5.332.406 4.097.837
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 7 9.143.613 15.660.673
Jumlah kas dan setara kas 87.549.328 85.482.530
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 467
Page 470
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/1
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum Bank
PT Bank Central Asia Tbk (“Bank”) didirikan di negara Republik Indonesia berdasarkan Akta
Pendirian No. 38 tanggal 10 Agustus 1955, dibuat di hadapan Raden Mas Soeprapto, Wakil
Notaris di Semarang dengan nama “N.V. Perseroan Dagang dan Industrie Semarang Knitting
Factory”. Akta ini memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman berdasarkan penetapan
No. J.A.5/89/19 tanggal 10 Oktober 1955 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 62 tanggal
3 Agustus 1956, Tambahan No. 595. Sejak pendiriannya, nama Bank telah diubah beberapa
kali, dan perubahan nama menjadi PT Bank Central Asia berdasarkan Akta perubahan
anggaran dasar No.144 tanggal 21 Mei 1974, dibuat di hadapan Wargio Suhardjo, S.H.,
pengganti Notaris Ridwan Suselo, Notaris di Jakarta. Nama Bank kemudian diubah menjadi
PT Bank Central Asia Tbk sehubungan dengan perubahan status Perseroan dari sebelumnya
perseroan tertutup menjadi perusahaan terbuka sebagaimana tercantum dalam Akta
Perubahan Anggaran Dasar No. 62 tanggal 29 Desember 1999, dibuat di hadapan Notaris
Hendra Karyadi, S.H., yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C-
21020 HT.01.04.TH.99 tanggal 31 Desember 1999 dan diumumkan dalam Berita Negara No.
30 tanggal 14 April 2000, Tambahan No. 1871.
Anggaran Dasar Bank telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
Nomor IX.J.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran
Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor Kep-179/BL/2008 tertanggal 14 Mei
2008 sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No 19, tanggal 15
Januari 2009, dibuat di hadapan Doktor Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang
telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Keputusannya No. AHU-
12512.AH.01.02.Tahun 2009, tanggal 14 April 2009.
Perubahan dan pernyataan kembali seluruh anggaran dasar Bank sebagaimana tercantum
dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 145, tanggal 24 Agustus 2020, dibuat di
hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat yang pemberitahuan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat
di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya
No. AHU-AH.01.03-0383825 tanggal 8 September 2020, dan perubahan terakhir anggaran
dasar Bank sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 218,
tanggal 27 September 2021, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn.,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang pemberitahuan perubahan anggaran
dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya
No. AHU-AH.01.03-0453543 tanggal 27 September 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 dari anggaran dasar Bank, maksud dan tujuan Bank ialah berusaha
sebagai suatu bank umum. Bank bergerak di bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya
sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Bank memperoleh izin untuk melakukan
usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 42855/U.M.II tanggal 14 Maret 1957. Bank memperoleh izin untuk melakukan kegiatan
usaha devisa berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 9/110/Kep/Dir/UD
tanggal 28 Maret 1977.
468 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 471
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/2
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum Bank (lanjutan)
Bank berkedudukan di Jakarta Pusat dengan kantor pusat di Jalan M.H. Thamrin No. 1. Pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank memiliki sejumlah cabang dan kantor perwakilan
sebagai berikut:
2025 2024
Cabang dalam negeri*) 1.270 1.264
Kantor perwakilan luar negeri 1 2
1.271 1.266
*) termasuk KCP Kas
Cabang-cabang dalam negeri berlokasi di berbagai pusat bisnis utama yang tersebar di
seluruh Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2025, kantor perwakilan luar negeri berlokasi
di Singapura (pada tanggal 31 Desember 2024, berlokasi di Hong Kong dan Singapura).
Entitas induk langsung Bank adalah PT Dwimuria Investama Andalan, yang didirikan di
Indonesia, yang merupakan pemegang 54,94% saham Bank pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024. Pemegang Saham Pengendali Terakhir (“PSPT”) Bank adalah Sdr. Robert Budi
Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
b. Aksi Korporasi
Berikut adalah aksi korporasi yang telah dilakukan oleh Bank:
Aksi Korporasi Tahun
Penawaran Umum Perdana sebanyak 662.400.000 lembar saham, 2000
dengan jumlah nilai nominal Rp 331.200 (harga penawaran Rp 1.400
(nilai penuh) per lembar saham) yang pemberitahuan efektif pernyataan
pendaftarannya sebagaimana tercantum dalam Surat dari Badan
Pengawas Pasar Modal No. S-1037/PM/2000 tanggal 11 Mei 2000*.
Pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split) dari Rp 500 (nilai 2001
penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham dengan nilai nominal
Rp 250 (nilai penuh) per lembar, serta persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham atas rencana penambahan modal disetor melalui
management stock option plan dengan jumlah tidak melebihi
Rp 73.599.650.000.
Penawaran Umum Kedua sebanyak 588.800.000 lembar saham dengan 2001
jumlah nilai nominal Rp 147.200 (harga penawaran Rp 900 (nilai penuh)
per lembar saham) yang pemberitahuan efektif pernyataan
pendaftarannya sebagaimana tercantum dalam Surat dari Badan
Pengawas Pasar Modal No. S-1611/PM/2001 tanggal 29 Juni 2001*.
Pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split) dari Rp 250 (nilai 2004
penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham Bank dengan nilai
nominal Rp 125 (nilai penuh) per saham.
Pembelian kembali saham Tahap I sebanyak 45.493.000 lembar (nominal 2006
Rp 125 (nilai penuh) per lembar saham) dengan total harga perolehan
sebesar Rp 190.996. dengan rata-rata harga pembelian Rp 4.198,-
(nilai penuh) per lembar saham.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 469
Page 472
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/3
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Aksi Korporasi (lanjutan)
Berikut adalah aksi korporasi yang telah dilakukan oleh Bank: (lanjutan)
Aksi Korporasi Tahun
Pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split) dari Rp 125 (nilai 2007
penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham Bank dengan nilai
nominal Rp 62,50 (nilai penuh) per saham.
Pembelian kembali saham Tahap II sebanyak 198.781.000 lembar 2008
(nominal Rp 62,5 (nilai penuh) per lembar saham) dengan total harga
perolehan sebesar Rp 617.589 dengan rata-rata harga pembelian
Rp 3.106,88 (nilai penuh) per lembar saham.
Penjualan saham hasil pembelian kembali sebanyak 90.986.000 lembar 2012
saham pada harga Rp 7.700 (nilai penuh) per lembar saham dengan nilai
total penjualan bersih sebesar Rp 691.492. Selisih antara harga perolehan
kembali dan harga jual kembali saham tresuri sebesar Rp 500.496 dicatat
sebagai “selisih modal dari transaksi saham tresuri”, yang merupakan
bagian dari tambahan modal disetor (Catatan 26).
Penjualan saham hasil pembelian kembali sebanyak 198.781.000 lembar 2013
saham pada harga Rp 9.900 (nilai penuh) per lembar saham dengan nilai
total penjualan bersih sebesar Rp 1.932.528. Selisih antara harga
perolehan kembali dan harga jual kembali saham tresuri sebesar
Rp 1.314.939 dicatat sebagai “selisih modal dari transaksi saham tresuri”,
yang merupakan bagian dari tambahan modal disetor (Catatan 26).
Penawaran Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap 2018
I 2018 pada nilai nominal dengan bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan yang pemberitahuan efektif pernyataan pendaftarannya
sebagaimana tercantum dalam Surat dari Bursa Efek Indonesia
No. S-03825/BEI.PP2/07-2018 tanggal 3 Juli 2018.
Pemecahan saham Bank (stock split) dari Rp 62,50 (nilai penuh) per 2021
saham dipecah menjadi 5 (lima) saham Bank masing-masing dengan nilai
nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per saham.
Pembelian kembali saham periode 26 Maret 2025 sampai dengan 2025
24 Juni 2025 sebanyak 28.317.500 lembar (nominal Rp 12,5 (nilai penuh)
per lembar saham) dengan total harga perolehan sebesar Rp 249.992
dengan rata-rata harga pembelian Rp 8.828,19 (nilai penuh) per lembar
saham.
Pembelian kembali saham periode 22 Oktober 2025 sampai dengan 2025
19 Januari 2026 sebanyak 233.699.300 lembar (nominal Rp 12,5 (nilai
penuh) per lembar saham) dengan total harga perolehan sebesar Rp
1.902.462 dengan rata-rata harga pembelian Rp 8.140,64 (nilai penuh) per
lembar saham. Dengan demikian total rata-rata harga pembelian periode
26 Maret 2025 sampai dengan 24 Juni 2025 dan periode 22 Oktober 2025
sampai dengan 19 Januari 2026 adalah sebesar Rp 8.214,95 (nilai penuh)
per lembar saham.
*catatan: Penawaran umum tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (kedua bursa ini telah digabung dan sekarang bernama Bursa Efek
Indonesia).
470 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 473
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/4
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak
Entitas Anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh Bank pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Dimulainya Persentase Jumlah
kegiatan Tempat kepemilikan efektif aset
Nama perusahaan komersial Bidang usaha kedudukan 2025 2024 2025 2024
PT BCA Finance 1981 Pembiayaan investasi, Jakarta 100% 100% 10.371.197 10.994.614
pembiayaan modal
kerja, pembiayaan
multiguna, sewa
operasi, kegiatan
pembiayaan lain
berdasarkan
persetujuan instansi
yang berwenang
BCA Finance Limited 1975 Money lending dan Hong Kong - 100% - 413.805
remittance
PT Bank BCA 1992 Perbankan syariah Jakarta 100% 100% 19.207.364 16.641.459
Syariah
PT BCA Sekuritas 1992 Perantara perdagangan Jakarta 90% 90% 2.518.673 1.431.658
efek dan penjamin
emisi efek
PT Asuransi Umum 1989 Asuransi umum atau Jakarta 100% 100% 3.454.384 3.355.033
BCA kerugian
PT Asuransi Jiwa 2014 Asuransi jiwa Jakarta 90% 90% 4.676.146 3.339.665
BCA
PT Central Capital 2017 Modal ventura Jakarta 100% 100% 468.985 496.706
Ventura
PT Bank Digital BCA 1965 Perbankan Jakarta 100% 100% 18.923.844 16.054.445
PT BCA Finance
PT BCA Finance melakukan penggabungan usaha dengan PT BCA Multi Finance yang
berkedudukan di Jakarta. Keputusan penggabungan usaha ini dituangkan dalam Akta No. 135
tanggal 15 Agustus 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum.,
M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, dan telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-
AH.01.09-0246700 pada tanggal 1 September 2024. PT BCA Finance bertindak sebagai
perusahaan penerima penggabungan.
BCA Finance Limited
Pada tanggal 31 Desember 2025, BCA Finance Limited telah menghentikan kegiatan
operasional. Pada tanggal 3 Januari 2026, BCA Finance Limited telah efektif dilikuidasi sesuai
dengan publikasi yang tercantum dalam situs web resmi Hong Kong Company Registry
(www.e-services.cr.gov.hk). Pelaksanaan likuidasi dijalankan oleh tim likuidator yang ditunjuk
oleh PT Bank Central Asia Tbk di Hong Kong dan dilaksanakan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Hong Kong.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 471
Page 474
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/5
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Jahja Setiaatmadja Djohan Emir Setijoso
Komisaris : Tonny Kusnadi Tonny Kusnadi
Komisaris Independen : Cyrillus Harinowo Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen : Raden Pardede Raden Pardede
Komisaris Independen : Sumantri Slamet Sumantri Slamet
Direksi
Presiden Direktur : Gregory Hendra Lembong Jahja Setiaatmadja
Wakil Presiden Direktur : Armand Wahyudi Hartono Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur : John Kosasih Gregory Hendra Lembong
Direktur : Tan Ho Hien / Subur Tan Tan Ho Hien/Subur Tan
Direktur : Rudy Susanto Rudy Susanto
Direktur (yang juga
merupakan Direktur
yang membawahkan fungsi
Kepatuhan) : Lianawaty Suwono Lianawaty Suwono
Direktur : Santoso Santoso
Direktur : Vera Eve Lim Vera Eve Lim
Direktur : Haryanto Tiara Budiman Haryanto Tiara Budiman
Direktur : Frengky Chandra Kusuma Frengky Chandra Kusuma
Direktur : Antonius Widodo Mulyono John Kosasih
Direktur : Hendra Tanumihardja Antonius Widodo Mulyono
e. Komite Audit
Komite Audit Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari:
Ketua : Sumantri Slamet
Anggota : Rallyati A. Wibowo
Anggota : Fanny Sagitadewi
f. Divisi Audit Internal dan Corporate Secretary
Kepala Divisi Audit Internal Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah Leo
Ariston.
Corporate Secretary Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah I Ketut Alam
Wangsawijaya dan Raymon Yonarto.
g. Jumlah karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank dan Entitas Anak mempunyai 27.937 dan
27.844 karyawan tetap.
Personel manajemen kunci Bank mencakup anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
472 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 475
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
h. Penyelesaian laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Bank bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini,
yang disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 26 Januari 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kebijakan-kebijakan akuntansi material yang diterapkan oleh Bank dan Entitas Anak (“Grup”)
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian diterapkan secara konsisten, dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun berakhir 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Bapepam-LK No. KEP-
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yaitu Peraturan No. VIII G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Pos – pos terkait transaksi syariah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
Syariah yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
b. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Bank. Kecuali dinyatakan secara khusus, informasi keuangan yang disajikan telah
dibulatkan menjadi jutaan Rupiah yang terdekat.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk
aset tetap - kelompok tanah, aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, dan aset dan liabilitas keuangan (termasuk instrumen derivatif) diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, yang diukur berdasarkan nilai wajar.
Laporan keuangan konsolidasian menggunakan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas
konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan, dan disusun dengan menggunakan metode langsung.
Untuk tujuan penyajian laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas meliputi kas, giro
pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain dengan jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang, sepanjang tidak digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
c. Penggunaan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan-pertimbangan, estimasi-estimasi, dan asumsi-
asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas,
pendapatan, dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin
berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 473
Page 476
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Penggunaan pertimbangan, estimasi, dan asumsi (lanjutan)
Estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan.
Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode di mana estimasi tersebut direvisi dan
periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat dan
jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara
terpisah.
Informasi mengenai hal-hal penting yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan
pertimbangan-pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki
dampak yang signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
dijelaskan di Catatan 3.
d. Perubahan kebijakan akuntansi
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah
menerbitkan amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2025 sebagai
berikut:
- PSAK 117 "Kontrak Asuransi";
- Amendemen PSAK 117 “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK
109 – Informasi Komparatif” ; dan
- Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”.
PSAK 117 dan PSAK 109
Entitas Anak telah menerapkan PSAK 117 tentang “Kontrak Asuransi” bersamaan dengan
penerapan PSAK 109 tentang “Instrumen Keuangan” mulai tahun berjalan.
Dikarenakan penerapan standar-standar ini tidak menimbulkan pengaruh yang material atas
jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan dan sebelumnya, Manajemen memutuskan untuk
mencatat dampak penerapan tersebut pada laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan.
STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
standar baru, amandemen dan interpretasi berikut, namun belum berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada 1 Januari 2025 sebagai berikut:
- Amandemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" terkait penghentian pengakuan liabilitas
keuangan, serta klarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk aset keuangan dengan fitur
ESG-linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat secara
kontraktual seperti tranche; dan
- Amandemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan : Pengungkapan” terkait persyaratan
pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan penambahan ketentuan terkait instrumen keuangan
dengan persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2026.
- PSAK 118 "Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan".
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027.
474 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 477
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/8
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
(lanjutan)
Pada saat penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mengevaluasi dampak yang
mungkin timbul dari penerapan standar baru tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan
konsolidasian Grup.
e. Prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Bank dan Entitas Anak.
Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup
mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi pengembalian tersebut melalui pengendaliannya atas entitas tersebut. Entitas
Anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada
Grup. Entitas Anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal di mana Grup kehilangan
pengendalian.
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan
untuk akuisisi suatu Entitas Anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang
diakui terhadap pemilik pihak yang diakuisisi sebelumnya termasuk aset atau liabilitas yang
timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh
Grup. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil
alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Grup mengakui kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar
nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan non-pengendali atas aset neto pihak
yang diakuisisi. Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Grup mencatat goodwill sebesar selisih dari imbalan yang dialihkan dengan jumlah
kepentingan non-pengendali, dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas
sebelumnya atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi. Jika jumlah tersebut kurang dari nilai
wajar aset bersih teridentifikasi dari bisnis yang diakuisisi, selisihnya diakui secara langsung
dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai wajar pada
tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui
sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 109 “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali
dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik, dan dinyatakan
sebesar proporsi pemegang saham non-pengendali atas laba Entitas Anak tahun berjalan dan
ekuitas yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali berdasarkan
persentase kepemilikan pemegang saham non-pengendali pada Entitas Anak tersebut.
Jika Grup kehilangan pengendalian pada Entitas Anak, maka Grup:
• Menghentikan pengakuan aset dan liabilitas Entitas Anak terdahulu dari laporan posisi
keuangan konsolidasian;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 475
Page 478
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/9
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Prinsip konsolidasian (lanjutan)
Jika Grup kehilangan pengendalian pada Entitas Anak, maka Grup: (lanjutan)
• Mengakui sisa investasi pada Entitas Anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap
jumlah terutang oleh atau kepada Entitas Anak terdahulu sesuai dengan standar
akuntansi keuangan yang relevan; dan
• Mengakui keuntungan atau kerugian terkait hilangnya pengendalian yang dapat
diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.
Perubahan yang mempengaruhi persentase kepemilikan dan ekuitas Entitas Anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas dan disajikan
sebagai komponen ekuitas lainnya dalam bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Untuk transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, yaitu berupa pengalihan bisnis yang
dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok
usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi,
sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi kelompok usaha
secara keseluruhan maupun entitas individual dalam kelompok usaha tersebut.
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, menurut PSAK 338, “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali”, diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan.
Seluruh transaksi, saldo, keuntungan dan kerugian intra kelompok usaha di dalam Grup yang
material telah dieliminasi.
f. Penjabaran transaksi dalam valuta asing
Item-item yang disertakan dalam laporan keuangan Grup diukur menggunakan mata uang
yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang
fungsional”).
Grup yang berdomisili di Indonesia menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah,
yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Grup. Transaksi-transaksi dalam valuta
asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Pada
tanggal pelaporan, saldo akhir tahun aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan
ke dalam Rupiah dengan kurs penutup yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan dalam valuta asing milik Entitas Anak yang
berdomisili di luar negeri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan dasar sebagai
berikut:
(1) Aset dan liabilitas, komitmen dan kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
15:00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan.
(2) Pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian merupakan akumulasi dari saldo laba rugi
bulanan selama tahun berjalan yang dijabarkan ke dalam Rupiah dengan rata-rata kurs
tengah Reuters untuk bulan yang bersangkutan.
(3) Akun ekuitas menggunakan kurs historis.
(4) Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 15:00 WIB pada tanggal
laporan posisi keuangan, kecuali akun-akun laba rugi menggunakan kurs tengah rata-rata
dan unsur-unsur ekuitas menggunakan kurs historis.
476 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 479
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/10
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Penjabaran transaksi dalam valuta asing (lanjutan)
Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan sebagai
“selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing” pada kelompok ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam valuta asing dan dari
penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing diakui dalam laba rugi konsolidasian
tahun berjalan.
Berikut ini adalah kurs valuta asing utama masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024, yang menggunakan kurs tengah Reuters pukul 15:00 WIB (Rupiah penuh):
Valuta asing 2025 2024
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.675,0 16.095,0
Dolar Australia (AUD) 11.152,2 10.013,5
Dolar Singapura (SGD) 12.965,1 11.844,6
Dolar Hong Kong (HKD) 2.142,3 2.073,1
Yuan China (CNH) 2.385,0 2.198,5
Poundsterling Inggris (GBP) 22.439,6 20.218,5
Yen Jepang (JPY) 106,5 103,0
Euro (EUR) 19.571,5 16.758,1
g. Aset dan liabilitas keuangan
g.1. Aset keuangan
Sesuai dengan PSAK 109, Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori
(a) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, (b) aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan (c) aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Grup menggunakan 2 (dua) dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan yaitu model
bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual
pembayaran pokok dan bunga (Solely Payment of Principal and Interest (“SPPI”)) dari
aset keuangan.
Penilaian model bisnis
Grup menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
bagaimana Grup mengelola kelompok aset keuangan yang dimiliki untuk mencapai
tujuan bisnisnya.
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor
yang dapat diamati seperti:
• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
• Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut
dikelola;
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 477
Page 480
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/11
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Penilaian model bisnis (lanjutan)
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor
yang dapat diamati seperti: (lanjutan)
• Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi
didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual
yang tertagih);
• Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek
penting dari penilaian Grup.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
Grup tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis
tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Grup menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Pokok pinjaman untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset
keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan
(misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian kredit biasanya adalah
pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian
SPPI, Grup menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan
seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku
bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis
atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar
pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo.
Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada nilai wajar.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi kedua
kondisi berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan untuk tujuan mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan
arus kas yang merupakan pembayaran pokok dan bunga semata dari jumlah pokok
terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai.
478 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 481
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/12
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan)
Pendapatan bunga dari aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui
sebagai “Pendapatan bunga”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai
diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat investasi dan diakui di dalam laporan keuangan
konsolidasian sebagai “Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan”.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, hanya jika
memenuhi kedua kondisi berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus
kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan
arus kas yang merupakan pembayaran pokok dan bunga semata dari jumlah pokok
terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya
diukur pada nilai wajarnya di mana keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi
komprehensif lain kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi selisih kurs, hingga
aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau
rugi yang sebelumnya diakui pada pendapatan (beban) komprehensif lainnya, diakui pada
laba rugi. Pendapatan bunga dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan
keuntungan atau kerugian yang timbul akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang
diklasifikasikan sebagai kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Grup mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Jika Grup telah memilih untuk
menyajikan keuntungan atau kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas dalam penghasilan
komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai wajar ke laba rugi
setelah penghentian pengakuan investasi tersebut.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Seluruh aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi atau aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebagaimana ketentuan di atas diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
Instrumen keuangan yang dikelompokkan ke dalam kategori ini diakui pada nilai wajarnya
pada saat pengakuan awal; biaya transaksi diakui secara langsung ke dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan instrumen keuangan diakui di dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dicatat masing--
masing sebagai “Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar instrumen keuangan”
dan “Keuntungan (kerugian) dari penjualan instrumen keuangan”. Pendapatan bunga dari
instrumen keuangan dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat
sebagai pendapatan bunga dalam kelompok pendapatan transaksi yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi - bersih.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 479
Page 482
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/13
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Modifikasi aset keuangan
Grup terkadang melakukan renegosiasi atau dalam hal lain modifikasi atas arus kas
kontraktual dari aset keuangan dalam bentuk pinjaman. Jika ini terjadi, Grup menilai
apakah syarat-syarat pinjaman yang baru berbeda secara substansial dibanding dengan
syarat-syarat pinjaman sebelumnya. Grup melakukan hal ini dengan mempertimbangkan,
antara lain, faktor-faktor di bawah ini:
• Jika peminjam berada dalam kesulitan keuangan, apakah modifikasi tersebut
mengurangi arus kas kontraktual ke nilai yang diharapkan dapat dibayarkan oleh
peminjam;
• Perpanjangan signifikan dari waktu pinjaman di mana peminjam tidak berada dalam
kesulitan keuangan;
• Perubahan signifikan dari suku bunga; dan
• Perubahan mata uang pinjaman.
Apabila syarat-syarat tersebut berbeda secara substansial, Grup menghentikan
pengakuan aset keuangan awal dan mengakui aset keuangan yang ‘baru’ pada nilai
wajarnya dan menghitung kembali suku bunga efektif yang baru untuk aset tersebut.
Tanggal renegosiasi syarat pinjaman dianggap sebagai tanggal pengakuan awal untuk
keperluan perhitungan penurunan nilai, termasuk untuk menentukan apakah terdapat
kenaikan signifikan risiko kredit. Namun, Grup juga menilai apakah aset keuangan baru
dianggap sebagai aset keuangan yang mengalami penurunan nilai pada pengakuan awal,
terutama dalam keadaan di mana renegosiasi didorong oleh peminjam yang tidak dapat
melakukan pembayaran yang sudah disetujui sebelumnya.
Apabila syarat-syarat tersebut tidak berbeda secara substansial, renegosiasi atau
modifikasi tidak menghasilkan penghentian pengakuan, dan Grup menghitung kembali nilai
tercatat bruto berdasarkan arus kas yang sudah dimodifikasi dari aset keuangan dan
mengakui laba atau rugi modifikasian di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. Nilai tercatat bruto yang baru dihitung kembali dengan mendiskontokan
arus kas yang telah dimodifikasi dengan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal.
Reklasifikasi aset keuangan
Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika
Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
operasional Grup seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
Grup akan mereklasifikasi seluruh aset keuangan yang terkena dampak dari perubahan
model bisnis. Perubahan tujuan model bisnis Grup harus berdampak sebelum tanggal
reklasifikasi.
480 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 483
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/14
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.2. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (a) liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi.
(a) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio
instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai
pola ambil untung dalam jangka pendek (short-term profit-taking) yang terkini.
Derivatif diklasifikasikan sebagai instrumen liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen
lindung nilai.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas
keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sebagai “Keuntungan (kerugian) dari perubahan
nilai wajar instrumen keuangan”. Beban bunga dari liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dicatat sebagai “Beban bunga” dalam kelompok pendapatan transaksi
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
(b) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika ada).
Setelah pengakuan awal, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
g.3. Pengakuan dan penghentian pengakuan
Pembelian dan penjualan aset keuangan yang lazim diakui pada tanggal perdagangan,
yaitu tanggal di mana Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut telah berakhir atau telah ditransfer dan Grup telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan.
g.4. Penentuan nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang
akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly
transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran di
pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan
di mana Grup memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan
risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan
harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 481
Page 484
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/15
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.4. Penentuan nilai wajar (lanjutan)
Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif jika harga kuotasi tersedia
secara berkala dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer),
perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service atau
regulatory agency), dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan
rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar
aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat
selisih yang besar antara harga penawaran dan permintaan atau kenaikan signifikan
dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi
terkini.
Untuk instrumen keuangan yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai wajar
ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang substansinya sama
atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan terhadap aset bersih efek-efek
tersebut.
Nilai wajar untuk semua instrumen keuangan lainnya ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian. Dengan teknik ini, nilai wajar merupakan suatu estimasi yang
dihasilkan dari data yang dapat diobservasi dari instrumen keuangan yang sama,
menggunakan model-model untuk mendapatkan estimasi nilai kini dari arus kas masa
depan yang diharapkan atau teknik penilaian lainnya menggunakan input yang tersedia
pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
g.5. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang
mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen
keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Kategori aset dan liabilitas keuangan Golongan (ditentukan oleh Subgolongan
Grup)
Efek-efek
Aset keuangan yang Penempatan pada bank-
diukur pada nilai wajar Aset keuangan yang diukur pada bank lain
melalui laba rugi nilai wajar melalui laba rugi
(“FVPL”) Aset derivatif
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Tagihan akseptasi
Wesel tagih
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Kredit yang diberikan
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Aset keuangan yang Aset dari transaksi syariah - piutang murabahah
diukur pada biaya Efek-efek untuk tujuan investasi
Aset perolehan diamortisasi
keuangan Pendapatan bunga yang
(Amortised cost) masih akan diterima
Piutang terkait dengan
transaksi ATM dan
kartu kredit
Wesel yang belum diaksep
Aset lain-lain Piutang atas transaksi
nasabah
Aset Kontrak Asuransi
Term Deposit Valas
Devisa Hasil Ekspor
Lain-lain
Aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar Penempatan pada Bank Indonesia Sertifikat deposito
melalui penghasilan dan bank-bank lain
komprehensif lain
(“FVOCI”)
Efek-efek untuk tujuan investasi
482 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 485
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/16
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.5. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
Golongan (ditentukan oleh
Kategori aset dan liabilitas keuangan Subgolongan
Grup)
Liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar Liabilitas keuangan yang diukur Liabilitas derivatif
melalui laba rugi pada nilai wajar melalui laba
(“FVPL”) rugi
Simpanan dari nasabah
Dana simpanan syariah
Liabilitas keuangan yang Simpanan dari bank-bank lain
diukur pada biaya Utang akseptasi
perolehan diamortisasi Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
(Amortised cost) Efek-efek utang yang diterbitkan
Pinjaman yang diterima
Transaksi komitmen dan kontinjensi
Liabilitas
Liabilitas lain-lain:
keuangan
- Beban bunga yang masih
harus dibayar
- Liabilitas terkait dengan
transaksi ATM dan kartu
Beban yang masih harus kredit
dibayar dan liabilitas - Liabilitas transaksi
lain-lain nasabah
- Liabilitas Kontrak Asuransi
- Liabilitas sewa
pembiayaan
- Term Deposit Valas
Devisa Hasil Ekspor
Obligasi subordinasi
Komitmen Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan
dan Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan
kontinjensi Bank garansi yang diterbitkan
g.6. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang saling hapus beserta nilai bersihnya
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui
tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan
liabilitasnya secara simultan. Dalam situasi tertentu, meskipun terdapat saling hapus
dalam perjanjian utama, keterbatasan dari niat manajemen untuk melakukan
penyelesaian dengan basis neto menghasilkan aset keuangan dan liabilitas keuangan
yang disajikan secara gross pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
g.7. Kontrak jaminan keuangan dan tagihan komitmen lainnya
Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mengharuskan penerbit untuk
melakukan pembayaran yang ditetapkan untuk mengganti uang pemegang kontrak atas
kerugian yang terjadi karena debitur tertentu gagal untuk melakukan pembayaran pada
saat jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan dari instrumen utang. Jaminan keuangan
tersebut diberikan kepada bank-bank, lembaga keuangan dan badan-badan lainnya
atas nama debitur untuk menjamin kredit dan fasilitas-fasilitas perbankan lainnya, dan
penyediaan dana yang belum ditarik.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 483
Page 486
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/17
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.7. Kontrak jaminan keuangan dan tagihan komitmen lainnya (lanjutan)
Jaminan keuangan awalnya diakui dalam laporan keuangan konsolidasian sebesar nilai
wajar pada tanggal jaminan diberikan. Nilai wajar dari jaminan keuangan pada saat
dimulainya transaksi pada umumnya sama dengan provisi yang diterima untuk jaminan
diberikan dengan syarat dan kondisi normal dan nilai wajar awal diamortisasi sepanjang
umur jaminan keuangan.
Setelah pengakuan awal kontrak, jaminan keuangan dicatat pada nilai yang lebih tinggi
antara nilai wajar amortisasi dengan nilai kerugian kredit ekspektasian sesuai PSAK
109.
g.8. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Grup menilai dengan dasar perkiraan masa yang akan datang kerugian kredit
ekspektasian (Expected Credit Loss/"ECL”) terkait dengan instrumen aset keuangan
yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain. Metodologi penurunan nilai tergantung kepada apakah terjadi
peningkatan risiko kredit yang signifikan untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain (“FVOCI”). Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas aset keuangan tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Grup akan mengukur
penyisihan kerugian untuk aset keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Jika risiko
kredit atas aset keuangan telah meningkat secara signifikan dari pengakuan awal,
maka Grup akan menyajikan penyisihan kerugian sejumlah ECL lifetime.
ECL 12 bulan dan ECL lifetime
ECL 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya
yang merepresentasikan ECL yang timbul dari peristiwa gagal bayar aset keuangan
yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan (atau periode yang
lebih pendek jika umur aset keuangan yang diharapkan kurang dari 12 bulan). ECL 12
bulan dibobot oleh probabilitas terjadinya default yang dimaksud.
ECL lifetime adalah kerugian yang diakibatkan dari semua kejadian default yang
mungkin terjadi selama perkiraan waktu umur aset keuangan.
Staging Criteria
Aset keuangan harus dialokasikan ke salah satu dari tiga tahap penurunan nilai (stage
1, stage 2, stage 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan atas aset keuangan sejak pengakuan awal atau apakah fasilitas tersebut
gagal bayar pada setiap tanggal pelaporan.
Stage 1: mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas
risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung.
Stage 2: mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit pada tanggal pelaporan, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang objektif.
Untuk aset ini, ECL lifetime dihitung. ECL lifetime adalah kerugian kredit yang
diharapkan yang dihasilkan dari semua kejadian default yang mungkin terjadi selama
perkiraan umur dari aset keuangan.
Stage 3: mencakup aset keuangan yang memiliki bukti objektif penurunan nilai pada
tanggal pelaporan. Untuk aset ini, berisi debitur yang telah default.
484 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 487
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/18
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.8. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Staging Criteria (lanjutan)
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan ECL 12 bulan
(stage 1) atau ECL lifetime (stage 2) disebut dengan kriteria peningkatan signifikan
dalam risiko kredit (Significant Increase on Credit Risk/"SICR"). Penentuan kriteria
SICR memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan pada setiap tanggal pelaporan.
PSAK 109 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat
ini dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian
kredit yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan
perubahan dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan
ECL ini membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss
Given Default (LGD) dan Exposure at Default (EAD).
Untuk komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, tanggal pada saat Grup
menjadi pihak dalam suatu komitmen yang tidak dapat dibatalkan merupakan tanggal
pengakuan awal untuk keperluan penerapan persyaratan penurunan nilai.
Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu di mana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Stage 1) atau
sepanjang umur/lifetime (Stage 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi
ekonomi masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada point in time
di mana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar
dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan (jika
ada) di mana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh
tempo dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. LGD diestimasikan
berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan mempertimbangkan asumsi
ekonomi di masa depan jika relevan.
Exposure at Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur kerugian pada saat gagal bayar dengan mempertimbangkan
perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa eksposur. Hal ini
menggabungkan dampak pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran
dipercepat, bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan jika relevan.
h. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas - misalnya goodwill atau aset
takberwujud yang belum siap digunakan - tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi diuji ketika terdapat
indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai diakui jika
nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Jumlah terpulihkan adalah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan
penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah di mana terdapat arus
kas masuk yang dapat diidentifikasi, yang sebagian besar tidak tergantung pada arus masuk
kas dari aset lain atau kelompok aset (unit penghasil kas). Aset non-keuangan selain goodwill
yang mengalami penurunan nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah
terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 485
Page 488
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/19
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
h. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Pemulihan rugi penurunan nilai, untuk aset selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak
pengujian penurunan nilai terakhir kali. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera
dalam laba rugi, kecuali aset yang disajikan pada jumlah revaluasian sesuai dengan PSAK
lain. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak akan di pulihkan lagi.
i. Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain disajikan sebesar nilai nominal atau nilai saldo
bruto, dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai, jika diperlukan. Giro pada Bank
Indonesia dan bank-bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
j. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain diklasifikasikan dalam kelompok aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, serta diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi serta diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain.
k. Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset dan liabilitas keuangan dalam kelompok
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Instrumen keuangan derivatif
Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan,
dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Nilai wajar didapatkan dari nilai pasar yang ada
dalam pasar aktif, termasuk transaksi yang baru terjadi di pasar dan teknik penilaian, termasuk
penggunaan analisis arus kas yang didiskonto dan penggunaan option pricing model. Derivatif
dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila memiliki
nilai wajar negatif.
Investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pada saat pengakuan awal, Grup mengakui investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi sebesar nilai wajar. Perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi
konsolidasian.
Nilai wajar investasi ditentukan dengan mengacu pada urutan sebagai berikut:
• harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif; atau
• input selain harga kuotasian di pasar aktif yang dapat diobservasi.
Investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi disajikan pada laporan
posisi keuangan konsolidasian sebagai bagian dari aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.
l. Tagihan dan utang akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, sementara utang akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
486 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 489
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/20
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Kredit sindikasi, kredit dalam rangka pembiayaan bersama (joint financing), dan kredit
penerusan (channeling loan) dinyatakan sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh
Grup dan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi.
Grup mencatat restrukturisasi kredit bermasalah berdasarkan jenis restrukturisasi. Dalam hal
restrukturisasi kredit bermasalah dilakukan dengan modifikasi persyaratan kredit,
pengurangan atau pengampunan sebagian saldo kredit dan/atau kombinasi dari keduanya,
Grup mencatat dampak restrukturisasi tersebut sesuai kebijakan akuntansi modifikasi aset
keuangan (Catatan 2g).
n. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai aset dalam
laporan keuangan konsolidasian sebesar harga jual kembali efek-efek yang disepakati
dikurangi selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati. Selisih antara harga
beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan metode suku bunga
efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dibeli hingga
dijual kembali (reverse repo). Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk
kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) disajikan sebagai kewajiban sebesar
harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi beban bunga yang belum diamortisasi.
Beban bunga yang belum diamortisasi merupakan selisih antara harga jual dan harga beli
kembali yang disepakati tersebut dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak
efek dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian karena secara substansi kepemilikan efek tetap berada pada
pihak Grup sebagai penjual. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan.
o. Piutang pembiayaan konsumen
Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian
pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan
kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. Pembiayaan konsumen
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat
Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok
pembiayaan, ditambah atau dikurangi biaya (pendapatan) transaksi yang belum diamortisasi,
yang akan diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak dengan menggunakan
metode suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen.
Biaya (pendapatan) transaksi yang belum diamortisasi adalah pendapatan administrasi
proses pembiayaan dan biaya transaksi yang timbul pertama kali yang terkait langsung
dengan pembiayaan konsumen tersebut.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan keuntungan yang timbul diakui dalam laba
rugi konsolidasian tahun berjalan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 487
Page 490
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/21
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Piutang pembiayaan konsumen (lanjutan)
Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 150
(seratus lima puluh) dan berdasarkan penelaahan manajemen atas kasus per kasus.
Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan dilakukan dengan
menyesuaikan akun cadangan, sedangkan penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan
pada periode sebelumnya diakui sebagai pendapatan lain-lain.
Pembiayaan bersama
Seluruh kontrak pembiayaan bersama yang dilakukan oleh Entitas Anak merupakan
pembiayaan bersama tanpa tanggung renteng (without recourse) di mana hanya porsi jumlah
angsuran piutang yang dibiayai Entitas Anak yang dicatat sebagai piutang pembiayaan
konsumen di laporan posisi keuangan konsolidasian (pendekatan neto). Pendapatan
pembiayaan konsumen disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak pihak-pihak lain yang
berpartisipasi pada transaksi pembiayaan bersama tersebut.
Piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali
Piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali merupakan piutang yang berasal
dari jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan konsumen,
yang disajikan sebagai bagian dari aset lain-lain.
Konsumen memberi kuasa kepada Grup untuk menjual kendaraan yang dijaminkan ataupun
melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan konsumen bila
terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan.
Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan aset yang dikuasakan kembali
dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang terjadi
dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun
berjalan.
Beban-beban yang berkaitan dengan perolehan dan pemeliharaan piutang dari jaminan
kendaraan yang dikuasakan kembali dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan pada saat terjadinya.
p. Piutang sewa pembiayaan
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang
mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah
pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut
memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Aset berupa piutang sewa pembiayaan diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa bersih. Penerimaan piutang sewa
diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan pendapatan sewa pembiayaan. Pengakuan
pendapatan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat
pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih Grup sebagai lessor dalam sewa
pembiayaan.
Piutang sewa pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari
150 (seratus lima puluh) hari dan berdasarkan penelaahan manajemen atas kasus per kasus.
Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan dilakukan dengan
menyesuaikan akun cadangan, sedangkan penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan
pada periode sebelumnya diakui sebagai pendapatan lain-lain.
488 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 491
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/22
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Aset dari transaksi syariah
Aset dari transaksi syariah adalah pembiayaan oleh PT Bank BCA Syariah, Entitas Anak,
berupa piutang murabahah, pinjaman qardh, pembiayaan mudharabah, pembiayaan
musyarakah, dan aset yang diperoleh untuk ijarah.
Penjelasan secara ringkas dari masing-masing jenis pembiayaan tersebut adalah sebagai
berikut:
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah
keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan tersebut
kepada pembeli. Piutang murabahah dinyatakan sebesar jumlah piutang setelah dikurangi
dengan “margin yang ditangguhkan” yang dapat direalisasikan dan cadangan kerugian
penurunan nilai.
Ijarah adalah sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik objek sewa
termasuk kepemilikan hak pakai atas objek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan
imbalan atas objek sewa yang disewakan. Ijarah muntahiyah bittamlik adalah sewa menyewa
antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang
disewakan dengan opsi perpindahan hak milik objek sewa baik dengan jual beli atau
pemberian (hibah) pada saat tertentu sesuai akad sewa. Aset ijarah muntahiyah bittamlik
dinyatakan sebesar harga perolehan dan dikurangi akumulasi penyusutan. Piutang ijarah
diakui pada saat jatuh tempo sebesar sewa yang belum diterima dan disajikan sebesar nilai
bersih yang dapat direalisasikan yakni saldo piutang dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai.
Mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana (malik, shahibul maal, atau bank
syariah) kepada pengelola dana (amil, mudharib, atau nasabah) untuk melakukan kegiatan
usaha tertentu, dengan menggunakan metode bagi untung (profit sharing) atau metode bagi
pendapatan (revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah
disepakati sebelumnya. Pembiayaan mudharabah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Musyarakah adalah penanaman dana dari para pemilik dana/modal untuk mencampurkan
dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan
nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua pemilik
dana/modal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing.
Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana setiap mitra
ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad. Musyarakah menurun
(musyarakah mutanaqisha) adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana salah satu
mitra akan dialihkan secara bertahap kepada mitra lainnya sehingga bagian dananya akan
menurun dan pada akhir masa akad mitra lain tersebut akan menjadi pemilik penuh usaha
tersebut. Pembiayaan musyarakah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai.
Entitas Anak menetapkan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan pembiayaan syariah
sesuai dengan kualitas pembiayaan berdasarkan penelaahan atas masing-masing saldo
tagihan pembiayaan, dengan mengacu pada ketentuan OJK, kecuali untuk piutang
murabahah. Sesuai dengan PSAK 402 "Akuntansi Murabahah" dan Pedoman Akuntansi
Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI Revisi 2013), Bank menghitung penurunan nilai
individual untuk piutang murabahah sesuai dengan ketentuan di ISAK No. 402 “Penurunan
Nilai Piutang Murabahah”. Bank mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset
keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Bank
menggunakan metode migration analysis yang merupakan suatu metode analisis statistik,
untuk menilai cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang yang diberikan secara kolektif.
Bank menggunakan data historis minimal 5 (lima) tahun dalam menghitung Probability of
Default (“PD”) dan Loss of Given Default (“LGD”).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 489
Page 492
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/23
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Efek-efek untuk tujuan investasi
Efek-efek untuk tujuan investasi terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan dari pasar uang
dan bursa efek seperti Obligasi Pemerintah, Sekuritas Rupiah dan Valas Bank Indonesia,
Sukuk Bank Indonesia, Sukuk, Obligasi Korporasi, Sertifikat Bank Indonesia, unit penyertaan
reksa dana, medium term notes, dan saham. Efek-efek untuk tujuan investasi diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain.
Investasi pada sukuk yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Grup menentukan klasifikasi investasi pada sukuk berdasarkan model usaha dengan
mengacu pada PSAK 410 “Akuntansi Sukuk” sebagai berikut:
• Surat berharga diukur pada biaya perolehan disajikan sebesar biaya perolehan
(termasuk biaya transaksi) yang disesuaikan dengan premi dan/atau diskonto yang
belum diamortisasi. Premi dan diskonto diamortisasi selama periode hingga jatuh tempo.
• Surat berharga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat
kenaikan atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan.
s. Aset tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk
pengeluaran-pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tersebut siap
digunakan. Kecuali tanah, setelah pengukuran awal, seluruh aset tetap diukur dengan model
biaya, yaitu biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
aset. Tanah tidak disusutkan.
Tanah disajikan sebesar nilai wajar, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai
independen eksternal yang telah terdaftar di OJK. Penilaian terhadap tanah dilakukan oleh
penilai yang memiliki kualifikasi profesional. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup
berkala untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset yang direvaluasi tidak berbeda secara
material dengan nilai wajarnya pada tanggal pelaporan.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dikreditkan pada “surplus revaluasi aset
tetap” sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lainnya. Akan tetapi, kenaikan tersebut
diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi
yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Penurunan yang menghapus nilai kenaikan yang sebelumnya atas aset yang
sama dibebankan terhadap “surplus revaluasi aset tetap” sebagai bagian dari laba komprehensif,
penurunan lainnya dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian.
Biaya pengurusan hak legal atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah. Biaya perpanjangan atau pembaruan hak legal atas tanah
dibebankan dalam laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya karena nilainya tidak material.
Golongan bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 (dua puluh) tahun. Aset tetap
lainnya disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomis 5 (lima) tahun. Pada tahun 2025, beberapa Entitas Anak mengubah
estimasi akuntansi terkait taksiran masa manfaat ekonomis untuk golongan aset tetap selain
bangunan. Pengaruh perbedaan metode penyusutan tersebut tidak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian. Untuk semua aset tetap, Grup menetapkan nilai residu nihil untuk
perhitungan penyusutan.
490 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 493
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/24
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
s. Aset tetap (lanjutan)
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai aset
yang terpisah, sebagaimana mestinya, hanya jika kemungkinan besar Grup mendapat manfaat
ekonomis dari pengeluaran tersebut di masa mendatang, berkenaan dengan aset tersebut dan
biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat dari komponen yang diganti
dihapuskan, biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam periode keuangan ketika biaya-biaya
tersebut terjadi.
Bangunan dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan
akan dipindahkan ke akun bangunan pada saat bangunan tersebut selesai dikerjakan dan siap
digunakan.
Apabila aset tetap dilepas, maka nilai harga perolehan dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian, dan keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Jika aset yang direvaluasi dijual,
jumlah yang dicatat di dalam ekuitas dipindahkan ke saldo laba.
Pada setiap tanggal pelaporan, nilai residu, masa manfaat, dan metode penyusutan dikaji
ulang, dan jika diperlukan, akan disesuaikan sesuai dengan ketentuan PSAK yang berlaku.
Jika nilai tercatat aset tetap yang diukur dengan model biaya lebih besar dari nilai estimasi
yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset tetap diturunkan menjadi sebesar nilai yang
dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai aset diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
t. Aset lain-lain
Aset lain-lain antara lain terdiri dari pendapatan bunga yang masih akan diterima, piutang,
agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, dan lain-lain.
Aset yang tidak digunakan (properti terbengkalai) adalah aset dalam bentuk properti yang
dimiliki Grup, di mana bagian properti tersebut secara mayoritas tidak digunakan untuk
kegiatan usaha operasional Grup.
Agunan yang diambil alih (AYDA) adalah aset yang diperoleh Bank dan Entitas Anak, baik
melalui pelelangan maupun diluar pelelangan berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh
pemilik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual diluar lelang dari pemilik agunan dalam
hal debitur tidak memenuhi liabilitasnya kepada Bank dan Entitas Anak.
Bank mengukur AYDA pada nilai lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah
dikurangi estimasi biaya untuk menjual AYDA tersebut. Selisih antara nilai bersih yang dapat
direalisasi dengan penjualan AYDA diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada tahun
berjalan pada saat dijual.
Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan AYDA dan properti terbengkalai
dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun
berjalan pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai
tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Lihat
Catatan 2h untuk kebijakan akuntansi atas penyisihan kerugian AYDA dan properti
terbengkalai.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 491
Page 494
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/25
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Aset takberwujud
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak dan goodwill.
Perangkat lunak
Perangkat lunak dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan
akumulasi rugi penurunan nilai aset. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh lisensi
perangkat lunak komputer dan mempersiapkan perangkat lunak tersebut sehingga siap untuk
digunakan dikapitalisasi. Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program perangkat lunak
diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang dapat secara langsung
diatribusikan kepada desain dan pengujian produk perangkat lunak yang dapat diidentifikasi
dan unik yang dikendalikan oleh Grup diakui sebagai perangkat lunak. Pengeluaran
pengembangan yang lain yang tidak memenuhi kriteria ini diakui sebagai beban pada saat
terjadinya. Biaya pengembangan yang sebelumnya diakui sebagai beban tidak dapat diakui
sebagai aset pada periode berikutnya.
Perangkat lunak diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset 5 (lima) tahun bagi Bank. Perangkat lunak
diamortisasi dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double-declining balance
method) bagi PT BCA Digital, sedangkan bagi Entitas Anak lainnya menggunakan metode
garis lurus (straight-line method) dengan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
yang berkisar antara 4 (empat) sampai dengan 8 (delapan) tahun. Amortisasi diakui dalam
laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Pengaruh perbedaan metode amortisasi tersebut tidak
material terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Pada tahun 2025, Entitas Anak mengubah kebijakan akuntansi terkait metode amortisasi dan
masa manfaat ekonomis untuk perangkat lunak, menjadi metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset 5 (lima) tahun bagi Entitas Anak.
Perubahan kebijakan akuntansi tersebut tidak material terhadap laporan keuangan
konsolidasian.
Goodwill
Kebijakan akuntansi Grup untuk goodwill dan kerugian penurunan nilai dibahas di Catatan 2e dan
2h.
v. Simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank-bank lain
Simpanan dari nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (di luar bank)
kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Termasuk dalam pos ini adalah giro,
tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito.
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri,
dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka dan inter-bank call money.
Simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dan simpanan dari bank
lain dikurangkan dari jumlah simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain. Lihat Catatan
2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
492 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 495
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/26
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
w. Dana simpanan syariah
Dana simpanan syariah merupakan simpanan pihak lain dalam bentuk giro wadiah dan
tabungan wadiah. Giro wadiah dapat digunakan sebagai instrumen pembayaran, dan dapat
ditarik setiap saat melalui cek dan bilyet giro. Giro wadiah serta tabungan wadiah
mendapatkan bonus sesuai kebijakan Entitas Anak. Simpanan dalam bentuk giro wadiah dan
tabungan wadiah dinyatakan sebesar nilai nominal simpanan nasabah. Dana simpanan
syariah diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
x. Dana syirkah temporer
Dana syirkah temporer merupakan investasi dengan akad mudharabah muthlaqah, yaitu
pemilik dana (shahibul maal) memberikan kebebasan kepada pengelola dana
(mudharib/Entitas Anak) dalam pengelolaan investasinya dengan tujuan dibagikan sesuai
dengan kesepakatan.
Dana syirkah temporer terdiri dari tabungan mudharabah, deposito mudharabah dan Sertifikat
Investasi Mudharabah Antarbank (“SIMA”). Dana ini diterima oleh Entitas Anak di mana
Entitas Anak mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana, baik sesuai
dengan kebijakan Entitas Anak atau kebijakan pembatasan dari pemilik dana, dengan
keuntungan dibagikan sesuai dengan kesepakatan. Dalam hal dana syirkah temporer
berkurang karena kerugian normal yang bukan akibat dari unsur kesalahan yang disengaja,
kelalaian, atau pelanggaran kesepakatan, Entitas Anak tidak berkewajiban mengembalikan
atau menutup kerugian atau kekurangan dana tersebut.
Tabungan mudharabah merupakan simpanan dana pihak lain yang mendapatkan imbalan
bagi hasil dari pendapatan atas penggunaan dana tersebut dengan nisbah yang ditetapkan
dan disetujui sebelumnya. Tabungan mudharabah dicatat sebesar nilai simpanan nasabah.
Deposito mudharabah merupakan simpanan pihak lain yang hanya bisa ditarik pada waktu
tertentu sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito mudharabah dengan Entitas
Anak. Deposito mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian
antara pemegang deposito mudharabah dengan Entitas Anak.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas. Hal ini karena Entitas Anak
tidak mempunyai liabilitas, ketika mengalami kerugian, untuk mengembalikan jumlah dana
awal dari pemilik dana kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi Entitas Anak. Dana syirkah
temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh tempo dan
pemilik dan tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham seperti
hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari aset lancar dan aset non-
investasi.
Dana syirkah temporer merupakan salah satu unsur laporan posisi keuangan konsolidasian,
hal tersebut sesuai dengan prinsip syariah yang memberi hak kepada Entitas Anak untuk
mengelola dana, termasuk untuk mencampur dana tersebut dengan dana lainnya.
Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan dan
menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian hasil
dana syirkah temporer dapat dilakukan dengan konsep bagi hasil atau bagi untung.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 493
Page 496
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/27
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
y. Efek-efek utang yang diterbitkan
Efek-efek utang yang diterbitkan oleh Entitas Anak, yang terdiri dari obligasi, diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan lainnya yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya
emisi sehubungan dengan penerbitan efek-efek utang diakui sebagai diskonto dan
dikurangkan langsung dari hasil emisi untuk menentukan hasil emisi bersih efek-efek utang
yang diterbitkan tersebut dan diamortisasi selama jangka waktu efek-efek utang dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Efek-efek utang yang diterbitkan diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan
2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
z. Obligasi subordinasi
Obligasi subordinasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
penerbitan obligasi subordinasi dikurangkan dari jumlah obligasi subordinasi yang diterima.
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
aa. Provisi
Provisi diakui jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, Grup memiliki kewajiban kini, baik
bersifat hukum maupun bersifat konstruktif yang dapat diestimasi secara andal, dan
kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi. Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi
terbaik manajemen atas pengeluaran yang diharapkan diperlukan untuk menyelesaikan
kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk
menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian
pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban.
ab. Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain
Beban yang masih harus dibayar terdiri atas beban bunga yang masih harus dibayar, liabilitas
terkait transaksi dengan nasabah dan asuransi, setoran jaminan, pendapatan diterima dimuka,
liabilitas sewa pembiayaan dan lain-lain.
ac. Laba per saham
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
beredar selama tahun berjalan setelah memperhitungkan pembelian kembali saham.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat instrumen dilusian. Oleh karena itu,
laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar.
ad. Pendapatan dan beban bunga & pendapatan dan beban syariah
Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dalam laba rugi konsolidasian tahun berjalan dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara
tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama
perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan (atau jika lebih tepat, digunakan periode yang
lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset atau liabilitas keuangan. Pada
saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas di masa datang dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang.
494 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 497
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/28
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ad. Pendapatan dan beban bunga & pendapatan dan beban syariah (lanjutan)
Pendapatan dan beban bunga (lanjutan)
Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi (Catatan 2g) dan seluruh
imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
Pendapatan dan beban bunga yang disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian meliputi:
• Bunga atas aset dan liabilitas keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
yang dihitung menggunakan suku bunga efektif;
• Bunga atas efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain yang dihitung menggunakan suku bunga efektif;
• Pendapatan bunga dari semua aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi dipandang bersifat incidental terhadap kegiatan perdagangan Grup dan disajikan
sebagai bagian dari pendapatan transaksi perdagangan-bersih; dan
• Pendapatan bunga atas aset keuangan yang mengalami penurunan nilai tetap diakui atas
dasar suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam
pengukuran kerugian penurunan nilai.
Pendapatan dan beban syariah
Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah (sewa), dan bagi
hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Pengakuan keuntungan transaksi murabahah dengan pembayaran tangguh atau secara
angsuran dilakukan selama periode akad sesuai dengan metode efektif (anuitas).
Pendapatan ijarah diakui selama masa akad secara merata dan net.
Pendapatan bagi hasil musyarakah yang menjadi hak mitra pasif diakui dalam periode
terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati.
Pendapatan bagi hasil mudharabah diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai
nisbah yang disepakati, dan tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil
usaha.
Beban syariah terdiri dari beban bagi hasil mudharabah dan beban bonus wadiah. Beban bagi
hasil untuk dana pihak ketiga dihitung dengan menggunakan prinsip bagi hasil berdasarkan
porsi bagi hasil (nisbah) yang telah disepakati sebelumnya berdasarkan pada prinsip
mudharabah mutlaqah.
ae. Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi
Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi yang merupakan bagian integral dari suku
bunga efektif atas aset atau liabilitas keuangan dimasukkan dalam perhitungan suku bunga
efektif.
Pendapatan provisi dan komisi lainnya, termasuk pendapatan provisi yang terkait kegiatan
bancassurance, ekspor-impor, manajemen kas, pendapatan provisi atas jasa dan/atau
kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu dan jumlahnya signifikan, diakui sebagai
pendapatan ditangguhkan/beban dibayar dimuka dan diamortisasi dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method) selama jangka waktunya, jika tidak, pendapatan
provisi dan komisi lainnya langsung diakui pada saat jasa diberikan. Pendapatan provisi atas
komitmen kredit diakui berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama jangka
waktu komitmen.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 495
Page 498
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/29
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ae. Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi (lanjutan)
Pendapatan komisi terkait transaksi kartu kredit dan debit dikurangi dengan biaya-biaya yang
berkaitan langsung dengan transaksi tersebut, disajikan secara net dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
af. Pendapatan bersih transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pendapatan bersih transaksi diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari keuntungan
atau kerugian bersih terkait dengan aset dan liabilitas keuangan yang dimiliki yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, termasuk pendapatan dan beban bunga dari semua instrumen
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan seluruh perubahan nilai wajar
yang direalisasi maupun yang belum direalisasi dan selisih kurs.
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja
ag.1. Kewajiban jangka pendek
Liabilitas untuk upah dan gaji, termasuk imbalan non-moneter dan akumulasi cuti sakit
yang akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan setelah akhir dari periode ketika pekerja
memberikan jasa yang berhubungan diakui hingga jasa yang diberikan hingga akhir dari
periode pelaporan dan dihitung pada jumlah yang diperkirakan akan dibayar ketika
liabilitas diselesaikan. Liabilitas dipresentasikan sebagai kewajiban imbalan kerja masa
kini pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
ag.2. Kewajiban pensiun
Entitas-entitas di dalam Grup mengoperasikan berbagai skema pensiun. Grup memiliki
program imbalan pasti dan iuran pasti. Program iuran pasti merupakan program pensiun
di mana Grup membayar sejumlah iuran tertentu kepada entitas (dana) yang terpisah.
Grup tidak memiliki kewajiban hukum atau konstruktif untuk membayar iuran lebih lanjut
jika entitas tersebut tidak memiliki aset yang cukup untuk membayar seluruh imbalan
atas jasa yang diberikan pekerja pada periode berjalan maupun periode lalu. Program
imbalan pasti merupakan program yang ditentukan berdasarkan jumlah imbalan
pensiun yang akan diterima seorang pekerja pada saat pensiun, biasanya tergantung
oleh satu faktor atau lebih, misalnya usia, masa bekerja dan kompensasi.
Sehubungan dengan program imbalan pasti, liabilitas diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode
pelaporan dikurangi nilai wajar aset program. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap
tahun oleh aktuaris yang independen dengan menggunakan metode projected unit
credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan arus kas
keluar yang diestimasi dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah
(dikarenakan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi perusahaan yang berkualitas
tinggi) yang didenominasikan dalam mata uang di mana imbalan akan dibayarkan dan
memiliki jangka waktu jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban pensiun.
Biaya bunga bersih dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo bersih
kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program. Biaya ini termasuk dalam beban
imbalan kerja dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Keuntungan dan kerugian atas pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan
perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui
penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian pada saat terjadinya. Keuntungan dan
kerugian ini termasuk didalam laba ditahan pada laporan perubahan ekuitas dan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan pasti yang timbul dari amandemen rencana
atau program kurtailmen diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian sebagai biaya jasa lalu pada saat terjadinya.
496 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 499
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/30
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
ag.2. Kewajiban pensiun (lanjutan)
Untuk program iuran pasti, Grup membayar iuran program pensiun baik karena
diwajibkan, berdasarkan kontrak atau sukarela. Namun karena Undang-Undang
Ketenagakerjaan mengharuskan entitas membayar jumlah tertentu kepada para pekerja
yang telah memasuki usia pensiun yang ditentukan berdasarkan masa kerja, Grup
rentan terhadap kemungkinan untuk membayar kekurangan apabila iuran kumulatif
kurang dari jumlah tertentu. Sebagai akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan,
program iuran pasti secara efektif diberlakukan seolah-olah sebagai program imbalan
pasti.
ag.3. Kewajiban pasca-kerja lainnya
Bank memberikan imbalan kesehatan pasca-kerja untuk karyawan. Imbalan ini
biasanya diberikan kepada karyawan yang tetap bekerja sampai usia pensiun dan
memenuhi masa kerja minimum. Biaya yang diharapkan timbul atas imbalan ini
dicadangkan selama masa kerja dengan menggunakan metode projected unit credit.
Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat.
ag.4. Pesangon pemutusan kontrak kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan hubungan
kerja sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima penawaran
mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon. Grup
mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja pada tanggal yang lebih awal antara (i)
ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut dan (ii) ketika Grup
mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK 237 dan
melibatkan pembayaran pesangon. Dalam hal menyediakan pesangon sebagai
penawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak
kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan yang diharapkan menerima penawaran
tersebut. Imbalan yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan
didiskontokan menjadi nilai kininya.
ah. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke
ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif
lain atau ekuitas.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang secara
substantif berlaku pada akhir periode pelaporan, di negara di mana entitas dalam Grup
beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik
mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) sehubungan
dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
otoritas pajak.
Pajak penghasilan tangguhan diakui sepenuhnya, dengan menggunakan metode liabilitas
untuk semua perbedaan temporer yang berasal dari selisih antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Namun,
liabilitas pajak penghasilan tangguhan tidak diakui jika berasal dari pengakuan awal goodwill.
Pajak penghasilan tangguhan juga tidak diperhitungkan jika pajak penghasilan tangguhan
tersebut timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang
bukan kombinasi bisnis yang pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun
laba kena pajak/rugi pajak.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 497
Page 500
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/31
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ah. Pajak penghasilan kini dan tangguhan (lanjutan)
Pajak penghasilan tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang sudah
diberlakukan atau secara substantif berlaku pada akhir periode pelaporan dan diekspektasi
akan digunakan ketika aset pajak tangguhan yang berhubungan direalisasi atau liabilitas pajak
tangguhan diselesaikan.
Aset pajak tangguhan diakui hanya jika kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa
depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang masih dapat
dimanfaatkan.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas
pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini atas masing-masing entitas
akan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
ai. Transaksi sewa - sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung
sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan
hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
dipertukarkan dengan imbalan. Grup dapat memilih untuk tidak mengakui aset hak guna dan
liabilitas sewa untuk:
- Sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang; dan
- Sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak
ini ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Aset hak
guna diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu
sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai
tingkat bunga diskonto.
498 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 501
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/32
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ai. Transaksi sewa - sebagai penyewa (lanjutan)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Grup menyajikan aset hak guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa sebagai
bagian dari “Liabilitas lain-lain” di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau
jika biaya perolehan aset hak guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka
Grup menyusutkan aset hak guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset
pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak guna dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa sewa.
Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya.
Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada
Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116 “Sewa”,
kecuali jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup
menerapkan PSAK 216 “Aset tetap”.
aj. Segmen operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait
dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji
ulang secara berkala oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, serta
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada
pengambil keputusan operasional termasuk komponen-komponen yang dapat diatribusikan
secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan dengan basis yang wajar.
Komponen yang tidak dapat dialokasikan terutama terdiri dari biaya kantor pusat, aset tetap,
dan aset/liabilitas pajak penghasilan, termasuk pajak kini dan pajak tangguhan.
Grup mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan
berdasarkan wilayah geografis dan produk. Beberapa wilayah yang memiliki karakteristik
serupa, diagregasikan dan dievaluasi secara berkala oleh manajemen. Laba/rugi dari masing-
masing segmen digunakan untuk menilai kinerja masing-masing segmen.
ak. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224 “Pengungkapan
Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak berelasi adalah orang atau entitas yang
berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama terhadap entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau
iii. personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 499
Page 502
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/33
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ak. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224 “Pengungkapan
Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak berelasi adalah orang atau entitas yang
berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut: (lanjutan)
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai berikut:
i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, di mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
suatu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor;
vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam butir (a);
vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap
entitas atau anggota manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
al. Modal saham
Ketika entitas Grup membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang
dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak
penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas
sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut
selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi
yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas.
am. Kontrak asuransi
Berdasarkan PSAK 117, kontrak asuransi dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok untuk
tujuan pengukuran. Kelompok kontrak asuransi ditentukan dengan mengidentifikasi portofolio
kontrak asuransi, di mana setiap portofolio terdiri dari kelompok kontrak dengan risiko yang
serupa yang dikelola bersama. Portofolio tersebut dibagi lebih lanjut berdasarkan profitabilitas
kontrak menjadi tiga kategori: kontrak yang merugikan, kontrak yang tidak memiliki risiko
signifikan untuk menjadi merugikan, dan kontrak yang tersisa. Kontrak asuransi juga
dikelompokkan menjadi kohort tahunan (yaitu berdasarkan tahun penerbitan). Portofolio
kontrak reasuransi yang dimiliki dinilai untuk agregasi secara terpisah dari portofolio kontrak
asuransi yang diterbitkan.
500 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 503
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/34
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN
Pengungkapan ini merupakan tambahan atas pembahasan tentang manajemen risiko keuangan
(Catatan 41).
Sumber utama atas ketidakpastian estimasi
1. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Sesuai dengan PSAK 109, pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain membutuhkan penggunaan model yang kompleks dan asumsi
signifikan terkait future economic conditions dan credit behaviour.
Estimasi signifikan dibutuhkan dalam menerapkan perhitungan cadangan kerugian
penurunan nilai berdasarkan PSAK 109, antara lain:
• Penentuan kriteria Significant Increase in Credit Risk;
• Menentukan model yang tepat dan asumsi untuk perhitungan cadangan kerugian
penurunan nilai;
• Menentukan jumlah dan pembebanan relatif atas skenario forward-looking untuk
masing-masing segmen/produk;
• Menentukan segmentasi aset keuangan yang sejenis untuk perhitungan cadangan
kerugian penurunan nilai;
• Estimasi arus kas debitur dalam perhitungan individual impairment.
Informasi mengenai manajemen risiko keuangan khususnya terkait pertimbangan dan
estimasi yang dibuat oleh Grup diungkapkan di Catatan 41.
2. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Nilai kini kewajiban pensiun bergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya
(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang.
Adanya perubahan pada asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban pensiun.
3. Perpajakan
Grup membutuhkan pertimbangan signifikan dalam menentukan provisi perpajakan. Grup
menentukan provisi perpajakan berdasarkan estimasi atas kemungkinan adanya tambahan
beban pajak. Jika hasil akhir dari hal ini berbeda dengan jumlah yang dicatat semula, maka
perbedaan tersebut akan berdampak terhadap laba rugi.
4. KAS
2025 2024
Rupiah 24.320.754 27.672.826
Valuta asing 984.277 1.643.052
25.305.031 29.315.878
Saldo kas dalam mata uang Rupiah termasuk jumlah kas pada Anjungan Tunai Mandiri (“ATM”)
masing-masing sebesar Rp 9.279.539 dan Rp 9.165.874 pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 501
Page 504
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/35
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK INDONESIA
2025 2024
Rupiah 43.991.552 32.928.703
Valuta asing 3.776.726 3.479.439
47.768.278 36.408.142
Informasi mengenai pemenuhan persyaratan Giro Wajib Minimum (“GWM”) serta Rasio
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”) diungkapkan pada Catatan 49.
6. GIRO PADA BANK-BANK LAIN
2025 2024
Rupiah 172.397 73.827
Valuta asing 5.160.009 4.024.010
Jumlah 5.332.406 4.097.837
Cadangan kerugian penurunan nilai
Rupiah (86) (117)
Valuta asing (682) (521)
(768) (638)
Jumlah - bersih 5.331.638 4.097.199
Grup tidak memiliki saldo giro pada bank-bank lain dari pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun giro pada bank-bank lain adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Rupiah 4,19% 4,25%
Valuta asing 2,49% 3,43%
Seluruh giro pada bank-bank lain tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak
pengakuan awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (638) - - (638)
Perubahan bersih pada eksposur (82) - - (82)
Selisih kurs (48) - - (48)
Saldo akhir (768) - - (768)
502 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 505
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/36
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. GIRO PADA BANK-BANK LAIN (lanjutan)
Seluruh giro pada bank-bank lain tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak
pengakuan awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank-bank lain adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (899) - - (899)
Perubahan bersih pada eksposur 271 - - 271
Selisih kurs (10) - - (10)
Saldo akhir (638) - - (638)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN
a. Berdasarkan jenis dan jangka waktu kontraktual
2025
Hingga >1-3 >3-6 > 6 - 12 Lebih dari
1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan Jumlah
Bank Indonesia 4.310.376 - - - - 4.310.376
Call money 3.861.506 83.375 166.750 - - 4.111.631
Deposito berjangka 489.565 398.791 48.738 5.000 - 942.094
Sertifikat deposito - - - - 451.950 451.950
Jumlah 8.661.447 482.166 215.488 5.000 451.950 9.816.051
Cadangan kerugian
penurunan nilai (2.510)
Jumlah - bersih 9.813.541
2024
Hingga >1-3 >3-6 > 6 - 12 Lebih dari
1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan Jumlah
Bank Indonesia 8.646.539 - - - - 8.646.539
Call money 5.101.180 1.153.069 - - - 6.254.249
Deposito berjangka 606.732 153.153 24.401 31.522 - 815.808
Jumlah 14.354.451 1.306.222 24.401 31.522 - 15.716.596
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.712)
Jumlah - bersih 15.714.884
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 503
Page 506
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/37
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 1.826.779 5.115.663
Valuta asing 7.989.272 10.600.933
Jumlah 9.816.051 15.716.596
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.510) (1.712)
Jumlah - bersih 9.813.541 15.714.884
Grup tidak memiliki saldo penempatan pada bank-bank lain ke pihak berelasi.
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari penempatan pada bank-bank lain
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Saldo awal - sebelum pajak penghasilan
tangguhan - (1.086)
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi selama tahun berjalan - bersih (3.742) 1.110
Keuntungan (kerugian) yang direalisasi selama
tahun berjalan - bersih - (24)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan (3.742) -
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) 711 -
Saldo akhir - bersih (3.031) -
Seluruh penempatan pada bank-bank lain tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit sejak pengakuan awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan
cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (1.712) - - (1.712)
Perubahan bersih pada eksposur (670) - - (670)
Selisih kurs (128) - - (128)
Saldo akhir (2.510) - - (2.510)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (684) - - (684)
Perubahan bersih pada eksposur (1.006) - - (1.006)
Selisih kurs (22) - - (22)
Saldo akhir (1.712) - - (1.712)
504 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 507
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/38
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Bank Indonesia dan call money:
Rupiah 4,87% 5,77%
Valuta asing 3,64% 4,43%
Deposito berjangka:
Rupiah 4,39% 5,89%
Valuta asing 3,00% 3,00%
Sertifikat deposito:
Rupiah 6,21% 6,47%
Kisaran tingkat suku bunga kontraktual setahun dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Deposito berjangka:
Rupiah 1,00% - 6,75% 2,00% - 7,55%
Valuta asing 0,50% - 3,75% 1,00% - 4,85%
Sertifikat deposito:
Rupiah 6,85% 6,53%
Tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang digunakan sebagai
jaminan transaksi perdagangan efek.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
8. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA
RUGI
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari:
2025 2024
Nilai nominal Nilai wajar Nilai nominal Nilai wajar
Aset keuangan:
Efek-efek
Sekuritas Rupiah dan
Valas Bank Indonesia 30.842.353 29.998.896 19.397.441 18.448.845
Obligasi pemerintah 875.114 894.070 2.023.959 1.977.974
Surat Perbendaharaan Negara 782.000 763.059 - -
Sukuk 730.376 740.168 465.904 454.796
Obligasi korporasi 634.000 650.705 33.000 32.636
Reksadana 541.378 561.835 120.237 127.688
Surat Perbendaharaan Negara
Syariah 521.618 513.861 - -
Penyertaan saham - 91.797 - 27.072
Medium-term notes 16.675 15.661 - -
Lain-lain 979.188 972.839 230.272 234.398
35.922.702 35.202.891 22.270.813 21.303.409
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 505
Page 508
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/39
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA
RUGI (lanjutan)
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari: (lanjutan)
2025 2024
Nilai nominal Nilai wajar Nilai nominal Nilai wajar
Aset keuangan: (lanjutan)
Aset derivatif
Forward 68.603 153.034
Swap 45.928 66.842
Spot 3.513 1.332
Lain-lain 24 -
118.068 221.208
Jumlah 35.320.959 21.524.617
Liabilitas keuangan:
Liabilitas derivatif
Forward 35.851 77.894
Swap 60.189 175.087
Spot 1.324 4.611
Lain-lain 42 21
Jumlah 97.406 257.613
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI
a. Rincian tagihan akseptasi
Berdasarkan jenis
2025 2024
Nasabah non-bank 9.222.508 9.519.812
Bank-bank lain 472.435 541.930
Jumlah 9.694.943 10.061.742
Cadangan kerugian penurunan nilai (200.313) (440.695)
Jumlah - bersih 9.494.630 9.621.047
Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 3.994.389 4.114.907
Valuta asing 5.700.554 5.946.835
Jumlah 9.694.943 10.061.742
Cadangan kerugian penurunan nilai (200.313) (440.695)
Jumlah - bersih 9.494.630 9.621.047
506 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 509
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/40
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI (lanjutan)
b. Rincian utang akseptasi
Berdasarkan jenis
2025 2024
Nasabah non-bank 689.204 736.591
Bank-bank lain 4.044.658 3.915.364
Jumlah 4.733.862 4.651.955
Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 1.209.980 1.321.089
Valuta asing 3.523.882 3.330.866
Jumlah 4.733.862 4.651.955
c. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (38.090) (98.434) (304.171) (440.695)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 62 (7.043) - (6.981)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (96) 13.630 - 13.534
Perubahan bersih pada eksposur (2.517) 17.769 232.381 247.633
Selisih kurs (1.475) (4.437) (7.892) (13.804)
Saldo akhir (42.116) (78.515) (79.682) (200.313)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (77.889) (25.439) (179.787) (283.115)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 9.187 (113.409) - (104.222)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 62 3.329 (7.684) (4.293)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (150) 25.681 - 25.531
Perubahan bersih pada eksposur 32.419 11.512 (110.040) (66.109)
Selisih kurs (1.719) (108) (6.660) (8.487)
Saldo akhir (38.090) (98.434) (304.171) (440.695)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Bank tidak memiliki saldo tagihan dan utang akseptasi ke dan dari pihak berelasi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 507
Page 510
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/41
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. WESEL TAGIH
a. Berdasarkan jenis
2025 2024
Nasabah non-bank 428.757 640.986
Bank-bank lain 11.401.719 8.253.899
Jumlah 11.830.476 8.894.885
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.381) (3.116)
Jumlah - bersih 11.825.095 8.891.769
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 3.894.193 3.497.781
Valuta asing 7.936.283 5.397.104
Jumlah 11.830.476 8.894.885
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.381) (3.116)
Jumlah - bersih 11.825.095 8.891.769
c. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai wesel tagih
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (3.116) - - (3.116)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (14) - - (14)
Perubahan bersih pada eksposur (1.582) (7) (581) (2.170)
Selisih kurs (88) 7 - (81)
Saldo akhir (4.800) - (581) (5.381)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (4.516) - - (4.516)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (75) - - (75)
Perubahan bersih pada eksposur 1.551 - 8 1.559
Selisih kurs (76) - (8) (84)
Saldo akhir (3.116) - - (3.116)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Bank tidak memiliki saldo wesel tagih ke pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun wesel tagih adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah 10,00% 8,31%
Valuta asing 4,66% 6,09%
508 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 511
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/42
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
Akun ini merupakan tagihan kepada Bank Indonesia, bank-bank lain dan pihak ketiga atas
pembelian efek-efek dengan janji dijual kembali dengan perincian sebagai berikut:
2025
Harga Pendapatan Cadangan
Rentang tanggal Rentang tanggal penjualan bunga yang kerugian
pembelian penjualan kembali belum diakui penurunan nilai Nilai tercatat
Transaksi dengan Bank Indonesia:
Instrumen yang mendasari:
Surat Perbendaharaan Negara 3 - 10 Des 25 4 - 11 Mar 26 2.203.570 (19.869) - 2.183.701
Obligasi pemerintah 8 Okt - 26 Nov 25 7 Jan - 25 Feb 26 1.646.866 (8.559) - 1.638.307
3.850.436 (28.428) - 3.822.008
Transaksi dengan bank-bank lain:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 2 - 31 Des 25 2 - 15 Jan 26 767.578 (646) - 766.932
Sekuritas Rupiah
Bank Indonesia 18 - 30 Des 25 2 - 13 Jan 26 447.280 (279) - 447.001
1.214.858 (925) - 1.213.933
Transaksi dengan pihak non-bank:
Instrumen yang mendasari:
Saham 3 Sep - 16 Des 25 19 Jan - 23 Nov 26 267.683 (23.672) (936) 243.075
Obligasi korporasi 3 Sep - 2 Des 25 5 Jan - 23 Nov 26 6.595 (98) - 6.497
274.278 (23.770) (936) 249.572
5.339.572 (53.123) (936) 5.285.513
2024
Harga Pendapatan Cadangan
Rentang tanggal Rentang tanggal penjualan bunga yang kerugian
pembelian penjualan kembali belum diakui penurunan nilai Nilai tercatat
Transaksi dengan Bank Indonesia:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 28 Nov 24 26 Feb 25 48.312 (503) - 47.809
48.312 (503) - 47.809
Transaksi dengan bank-bank lain:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 18 - 31 Des 24 2 - 13 Jan 25 932.726 (860) (91) 931.775
Sekuritas Rupiah
Bank Indonesia 16 - 30 Des 24 13 Jan 25 435.353 (938) - 434.415
1.368.079 (1.798) (91) 1.366.190
Transaksi dengan pihak non-bank:
Instrumen yang mendasari:
Saham 3 Okt - 16 Des 24 3 Jan - 16 Jun 25 38.273 (1.760) (950) 35.563
38.273 (1.760) (950) 35.563
1.454.664 (4.061) (1.041) 1.449.562
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (1.041) - - (1.041)
Perubahan bersih pada eksposur 105 - - 105
Saldo akhir (936) - - (936)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 509
Page 512
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/43
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (998) - - (998)
Perubahan bersih pada eksposur (43) - - (43)
Saldo akhir (1.041) - - (1.041)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Semua efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali adalah dalam mata uang Rupiah.
Grup tidak memiliki saldo efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ke pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali pada tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar 5,52%
dan 6,33%.
12. KREDIT YANG DIBERIKAN
Kredit yang diberikan terdiri dari:
a. Berdasarkan jenis
2025 2024
Modal kerja 433.323.451 405.477.821
Investasi 356.926.607 315.243.921
Konsumsi 157.017.105 159.153.796
Kartu kredit 19.744.975 18.222.967
Pinjaman karyawan 3.221.096 3.212.348
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 920.362.531 857.915.747
Valuta asing 49.870.703 43.395.106
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
510 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 513
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/44
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
c. Berdasarkan sektor ekonomi
2025 2024
Manufaktur 211.585.937 197.319.989
Perdagangan, restoran dan hotel 191.923.805 183.979.023
Jasa bisnis 175.106.749 154.653.535
Aktivitas rumah tangga 160.237.373 162.779.686
Konstruksi 43.221.971 38.598.617
Pengangkutan dan pergudangan 43.103.465 37.841.985
Pertanian dan sarana pertanian 42.479.686 38.159.778
Listrik, gas, dan air 37.231.613 32.858.454
Pertambangan 34.724.645 26.620.586
Jasa-jasa sosial/pelayanan masyarakat 10.872.082 10.689.585
Lain-lain 19.745.908 17.809.615
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
d. Berdasarkan jangka waktu
Kredit yang diberikan berdasarkan jangka waktu menurut perjanjian kredit:
2025 2024
Hingga 1 tahun 289.482.904 285.152.133
> 1 - 5 tahun 228.230.349 198.296.253
> 5 tahun 452.519.981 417.862.467
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
e. Berdasarkan staging
Berikut adalah perubahan jumlah kredit yang diberikan berdasarkan staging selama tahun
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 864.749.322 20.255.905 16.305.626 901.310.853
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (26.687.251) 29.960.239 (2.756.945) 516.043
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (689.582) (16.314.654) 16.207.076 (797.160)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 14.049.166 (12.859.917) (1.678.001) (488.752)
Perubahan bersih pada eksposur 81.522.764 (1.532.438) (4.215.899) 75.774.427
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - (7.734.297) (7.734.297)
Selisih kurs 1.511.642 73.916 66.562 1.652.120
Saldo akhir 934.456.061 19.583.051 16.194.122 970.233.234
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 511
Page 514
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
e. Berdasarkan staging (lanjutan)
Berikut adalah perubahan jumlah kredit yang diberikan berdasarkan staging selama tahun
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 757.146.891 20.089.525 14.960.298 792.196.714
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (24.386.823) 26.065.000 (1.745.561) (67.384)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (725.285) (12.634.512) 12.688.630 (671.167)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 11.067.999 (10.201.732) (1.473.483) (607.216)
Perubahan bersih pada eksposur 119.944.609 (3.185.859) (4.668.915) 112.089.835
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - (3.564.430) (3.564.430)
Selisih kurs 1.701.931 123.483 109.087 1.934.501
Saldo akhir 864.749.322 20.255.905 16.305.626 901.310.853
f. Berdasarkan kolektibilitas dan restrukturisasi
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian:
i. Berdasarkan kolektibilitas
2025 2024
Lancar 937.311.901 867.113.405
Dalam perhatian khusus 16.873.850 18.619.385
Kurang lancar 1.353.139 1.139.670
Diragukan 1.831.286 1.248.012
Macet 12.863.058 13.190.381
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
ii. Kredit yang direstrukturisasi
Restrukturisasi kredit dilakukan dengan modifikasi struktur fasilitas dan persyaratan kredit
antara lain penurunan suku bunga kredit, perpanjangan jangka waktu kredit, dan lain-lain.
2025 2024
Lancar 12.296.611 11.897.353
Dalam Perhatian Khusus 5.006.147 6.860.802
Kurang Lancar 421.506 386.834
Diragukan 350.589 221.515
Macet 7.776.226 9.420.098
Jumlah 25.851.079 28.786.602
512 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 515
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/46
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
g. Kredit sindikasi
Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur berdasarkan perjanjian
pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain. Kredit sindikasi dengan pembagian
risiko secara proporsional terhadap jumlah pendanaan Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Partisipasi Bank sebagai anggota berkisar antara
masing-masing sebesar 2,00% - 84,00% dan
2,00% - 81,49% untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024. 49.195.042 44.193.652
Partisipasi Bank sebagai arranger berkisar
antara masing-masing sebesar 21,43% - 75,00%
dan 10,00% - 75,00% untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024. 51.616.640 44.281.409
100.811.682 88.475.061
h. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (11.802.878) (9.807.519) (11.014.246) (32.624.643)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 1.153.917 (6.427.710) 1.038.143 (4.235.650)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 58.607 4.939.005 (6.303.521) (1.305.909)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (1.028.397) 3.257.277 514.546 2.743.426
Perubahan bersih pada eksposur (126.257) (140.832) (1.673.039) (1.940.128)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 7.734.297 7.734.297
Selisih kurs (25.536) (45.030) (52.861) (123.427)
Saldo akhir (11.770.544) (8.224.809) (9.756.681) (29.752.034)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (12.733.822) (10.303.493) (10.271.560) (33.308.875)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 1.793.010 (5.834.839) 686.359 (3.355.470)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 94.436 3.422.967 (4.883.438) (1.366.035)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (635.109) 1.754.524 412.258 1.531.673
Perubahan bersih pada eksposur (288.416) 1.226.107 (434.669) 503.022
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 3.564.430 3.564.430
Selisih kurs (32.977) (72.785) (87.626) (193.388)
Saldo akhir (11.802.878) (9.807.519) (11.014.246) (32.624.643)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk
telah memadai.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 513
Page 516
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/47
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
h. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, saldo cadangan kerugian penurunan nilai atas
aset dari kredit yang diberikan kepada pihak berelasi masing-masing adalah sebesar
Rp 81.879 dan Rp 56.052.
i. Pembiayaan bersama
Bank mengadakan perjanjian pemberian fasilitas pembiayaan bersama dengan PT BCA
Finance yang merupakan Entitas Anak, untuk membiayai kepemilikan kendaraan bermotor.
Segala risiko atas kerugian yang timbul sehubungan dengan fasilitas kredit yang diberikan
dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan bersama akan ditanggung secara bersama-
sama oleh kedua belah pihak secara proporsional sesuai bagian pembiayaan (partisipasi)
masing-masing pihak (tanpa tanggung renteng). Jumlah piutang pembiayaan bersama yang
merupakan bagian Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing
sebesar Rp 46.331.424 dan Rp 54.623.153.
j. Nilai tercatat dari kredit yang diberikan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Kredit yang diberikan 970.233.234 901.310.853
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 3.186.544 3.343.491
Cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 12g) (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 943.667.744 872.029.701
k. Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank tidak memiliki kredit yang diberikan yang
dijadikan sebagai jaminan.
Giro, tabungan, dan deposito berjangka yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan masing-
masing sebesar Rp 26.552.692 dan Rp 18.465.132 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Catatan 19).
Pinjaman karyawan adalah pinjaman yang diberikan kepada karyawan dengan tingkat bunga
sebesar 4% per tahun yang ditujukan untuk pembelian rumah, kendaraan, dan keperluan
lainnya dengan jangka waktu berkisar antara 8 tahun sampai dengan 20 tahun, khusus untuk
periode 2022 - 2026 Bank memberikan keringanan kepada karyawan dengan tingkat bunga
sebesar 3,5% per tahun. Pembayaran pokok pinjaman dan bunga dilunasi melalui
pemotongan gaji setiap bulan. Perbedaan suku bunga yang diberikan dengan suku bunga
pasar diperlakukan sebagai subsidi dan dicatat sebagai bagian dari aset lain-lain, serta
diamortisasi sepanjang umur kredit.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun kredit yang diberikan adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Rupiah 7,43% 7,68%
Valuta asing 5,26% 5,85%
Informasi mengenai rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank dan
rasio non-performing loan (“NPL”) diungkapkan pada Catatan 49.
514 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 517
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/48
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Biaya perolehan diamortisasi dari piutang pembiayaan konsumen Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Piutang pembiayaan konsumen
- Pembiayaan yang dibiayai sendiri oleh Entitas Anak 6.244.700 5.642.551
- Bagian pembiayaan yang dibiayai bersama pihak
berelasi tanpa tanggung renteng (without recourse) 8.902.189 11.067.888
Pendapatan administrasi yang belum diamortisasi - bersih (373.232) (514.472)
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui (5.307.159) (6.397.119)
Jumlah 9.466.498 9.798.848
Cadangan kerugian penurunan nilai (512.511) (363.284)
Jumlah - bersih 8.953.987 9.435.564
Suku bunga kontraktual setahun untuk pembiayaan konsumen selama tahun 2025 dan 2024
adalah masing-masing sebesar 3,59% - 49,98% dan 3,62% - 49,98%.
Entitas Anak memberikan kontrak pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda empat
dengan jangka waktu antara 3 (tiga) bulan sampai dengan 6 (enam) tahun, sedangkan
pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda dua dengan jangka waktu antara 1 (satu)
tahun sampai dengan 4 (empat) tahun.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen adalah sebagai
berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (127.718) (18.860) (216.706) (363.284)
Perubahan bersih pada eksposur (181.930) (10.155) (453.000) (645.085)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 495.858 495.858
Saldo akhir (309.648) (29.015) (173.848) (512.511)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (170.906) (17.819) (139.221) (327.946)
Perubahan bersih pada eksposur 43.188 (1.041) (395.649) (353.502)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 318.164 318.164
Saldo akhir (127.718) (18.860) (216.706) (363.284)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak ada piutang pembiayaan konsumen yang
dijadikan jaminan.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 515
Page 518
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/49
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI
Rincian efek-efek untuk tujuan investasi adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jenis
2025
Premi
(diskonto) Keuntungan Cadangan
yang belum (kerugian) yang kerugian
Keterangan Nilai nominal diamortisasi belum direalisasi penurunan nilai Nilai tercatat
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- rekapitalisasi 2.574.961 61.248 - - 2.636.209
- non-rekapitalisasi 161.805.139 2.294.104 - - 164.099.243
Sukuk 53.042.669 (446.062) - (111) 52.596.496
Unit penyertaan di reksadana 350.000 - - (3.500) 346.500
Obligasi korporasi 7.380.098 (10.903) - (22.329) 7.346.866
Surat Perbendaharaan Negara
Syariah 400.000 (4.586) - - 395.414
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 93.110.205 (2.852.789) - - 90.257.416
Lain-lain 26.433 (21.309) - (1) 5.123
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 32.909.778 730.432 1.380.113 (19) 35.020.304
Sukuk Bank Indonesia 568.902 - 32.153 - 601.055
Sukuk 13.109.940 (289.257) 315.703 (57.773) 13.078.613
Unit penyertaan di reksadana 16.719.767 - 483.161 (28.573) 17.174.355
Obligasi korporasi 25.171.613 132 422.343 (407.513) 25.186.575
Investasi dalam saham 712.062 - - (105.416) 606.646
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 20.000 (7) 2 - 19.995
Lain-lain 50.000 - 697 (507) 50.190
Jumlah 407.951.567 (538.997) 2.634.172 (625.742) 409.421.000
2024
Premi
(diskonto) Keuntungan Cadangan
yang belum (kerugian) yang kerugian
Keterangan Nilai nominal diamortisasi belum direalisasi penurunan nilai Nilai tercatat
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- rekapitalisasi 1.930.915 18.519 - - 1.949.434
- non-rekapitalisasi 123.250.385 1.528.190 - - 124.778.575
T-Bond USA 1.287.600 (3.077) - (97) 1.284.426
Sukuk 55.769.079 (615.025) - (75) 55.153.979
Unit penyertaan di reksadana 300.000 - - (3.000) 297.000
Obligasi korporasi 6.877.539 884 - (44.814) 6.833.609
Medium-term notes 3.000.000 - - (619) 2.999.381
Surat berharga pasar uang 775.000 - - (7.750) 767.250
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 81.121.216 (2.961.575) - - 78.159.641
Lain-lain 13.433 (5.002) - - 8.431
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 40.303.477 570.615 279.340 - 41.153.432
Sukuk Bank Indonesia 1.035.278 - 15.474 - 1.050.752
Sukuk 19.869.363 (302.959) 19.926 (21.316) 19.565.014
Unit penyertaan di reksadana 14.062.049 - 310.914 (12.538) 14.360.425
Obligasi korporasi 22.740.537 - (264.785) (357.097) 22.118.655
Investasi dalam saham 645.752 - - (105.260) 540.492
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 138.791 (6.800) (530) - 131.461
Jumlah 373.120.414 (1.776.230) 360.339 (552.566) 371.151.957
516 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 519
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/50
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian efek-efek untuk tujuan investasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 399.266.039 361.505.972
Valuta asing 10.154.961 9.645.985
Jumlah 409.421.000 371.151.957
Pada tanggal 31 Desember 2024, efek-efek untuk tujuan investasi termasuk obligasi pemerintah dan
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia masing-masing dengan nilai tercatat sebesar Rp 936.754 (nilai
nominal sebesar Rp 900.000) dan Rp 285.504 (nilai nominal sebesar Rp 300.000), yang sesuai
dengan perjanjian, Bank harus membeli kembali obligasi pemerintah tersebut pada tanggal 2 Januari
2025 dan 6 Januari 2025, serta untuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia pada tanggal 13 Januari
2025. Nilai tercatat atas kewajiban (“efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali”) pada laporan
posisi keuangan konsolidasian sebesar Rp 1.330.996 pada tanggal 31 Desember 2024.
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana dan
jumlah unit adalah sebagai berikut:
2025 2024
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana Jumlah unit tercatat Jumlah unit Tercatat
Reksa Dana Batavia Dana Kas Gebyar 388 1.572.862 137 528.923
Reksa Dana Tram Pundi Kas 2 671 1.065.308 350 528.250
Reksa Dana Terproteksi Syailendra Capital Protected
Fund 54 500 580.678 500 551.411
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi 2038 500 528.781 500 502.968
Reksa Dana Terproteksi Ashmore Dana Terproteksi
Nusantara IV 500 520.117 500 515.943
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 233 500 515.727 500 513.878
Reksa Dana Terproteksi Eastspring Bakti Proteksi 1 500 513.256 500 509.665
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Amarilis 500 511.139 500 509.826
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi 90 500 508.272 - -
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi 85 500 507.178 - -
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 227 500 507.040 500 506.898
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala 12 500 506.832 500 506.585
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi 103 500 506.754 500 502.991
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 62 500 506.673 500 506.140
Reksa Dana Terproteksi Schroder IDR Income Plan
VII 494 506.602 500 513.497
Reksa Dana Terproteksi Premier Proteksi XII 500 506.148 500 506.158
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Kamelia 500 505.737 500 505.233
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa 3 499 504.890 499 503.893
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VII 500 503.820 500 502.255
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VIII 500 503.728 - -
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 517
Page 520
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/51
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana dan
jumlah unit adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2025 2024
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana (lanjutan) Jumlah unit tercatat Jumlah unit tercatat
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VI 500 503.637 500 503.458
Reksa Dana Terproteksi Sucorinvest Proteksi 53 500 502.529 - -
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 51 460 470.167 500 510.296
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 232 407 420.015 500 514.010
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa 2 406 415.793 500 511.401
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 63 399 402.184 - -
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana
Berkala 17 375 379.985
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 66 318 320.805 - -
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina
Proteksi Rupiah 2 300 303.589 - -
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana
Berkala 11 258 273.524 500 517.211
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 50 255 264.750 500 513.715
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala 16 250 256.690 250 252.424
Reksa Dana Syariah Trimegah Kas Syariah 140 210.323 105 150.146
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina
Proteksi Rupiah 200 203.652 200 203.454
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi 108 200 202.451 - -
Reksa Dana Syariah Syailendra Money Market Fund 67 100.095 - -
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIII 100 100.000 100 100.000
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIV 100 100.000 100 100.000
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIX 100 100.000 - -
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 65 65 66.175 65 66.032
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XX 50 50.000 - -
Reksa Dana Syariah Majoris Pasar Uang Syariah
Indonesia 17 25.022 18 25.025
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi 2031 - - 500 510.130
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi 90 - - 500 507.718
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi 85 - - 500 505.896
Reksa Dana BNP Paribas Obligasi Berlian - - 222 223.828
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XII - - 100 100.000
Reksa Dana Bahana ABF Indonesia Bond Index
Fund - - 1 69.785
Reksa Dana Eastspring Syariah Fixed Income
Amanah Kelas A - - 7 10.322
Reksa Dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium - - 6 10.319
Reksa Dana BNP Paribas Prima II - - 9 10.232
Reksa Dana Schroder Prestasi Gebyar Indonesia II - - 3 10.232
518 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 521
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/52
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana dan
jumlah unit adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2025 2024
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana (lanjutan) Jumlah unit tercatat Jumlah unit tercatat
Reksa Dana Sucorinvest Sharia Sukuk Fund - - 8 10.007
Reksa Dana Bahana Pendapatan Tetap Makara
Prima Kelas I - - 9 10.005
Reksa Dana BNP Paribas Sri Kehati - - 9 9.686
Jumlah 17.552.928 14.672.963
Cadangan kerugian penurunan nilai (32.073) (15.538)
Jumlah - bersih 17.520.855 14.657.425
Rincian investasi dalam saham yang dimiliki Grup adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pihak lawan:
2025 2024
Pihak berelasi 17.600 8.471
Pihak ketiga 694.462 637.281
Jumlah 712.062 645.752
Cadangan kerugian penurunan nilai (105.416) (105.260)
Jumlah - bersih 606.646 540.492
b. Berdasarkan jenis usaha dan persentase kepemilikan:
2025 2024
Jenis Persentase Nilai Persentase Nilai
Nama Perusahaan usaha kepemilikan tercatat kepemilikan Tercatat
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk Perbankan 1,03% 366.478 1,03% 366.478
- PT Bank HSBC Indonesia Perbankan 1,00% 184.025 1,06% 184.025
- PT Bank DBS Indonesia Perbankan 1,00% 56.400 1,00% 56.400
- PT Digital Otomotif Indonesia Marketplace 20,00% 17.600 20,00% 8.471
- PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (“KPEI”) Pasar Modal 1,11% 20.000 1,11% 20.000
- PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional Jasa 17,50% 56.721 - -
- Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 8.000) Beragam 0,06% - 13,49% 10.838 0,06% - 13,49% 10.378
Jumlah 712.062 645.752
Cadangan kerugian penurunan nilai (105.416) (105.260)
Jumlah - bersih 606.646 540.492
c. Berdasarkan Staging:
2025 2024
Stage 1 710.292 643.982
Stage 3 1.770 1.770
Jumlah 712.062 645.752
Cadangan kerugian penurunan nilai (105.416) (105.260)
Jumlah - bersih 606.646 540.492
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 519
Page 522
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/53
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun efek-efek untuk tujuan investasi adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah (%) Valuta asing (%) Rupiah (%) Valuta asing (%)
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah 6,46 4,36 6,34 3,65
T-Bond USA - 4,67 - 4,22
Sukuk 6,49 2,48 6,19 1,46
Obligasi korporasi 7,98 7,94 8,04 -
Medium-term notes 6,99 - 6,85 -
Surat Perbendaharaan Negara 6,34 - - -
Surat Perbendaharaan Negara
Syariah 5,25 - - -
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 6,40 - 6,76 -
Sekuritas Valas Bank Indonesia - 4,38 - 5,50
Lain-lain 8,92 - 7,26 -
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah 7,22 4,51 7,16 3,87
Medium-term notes - - 6,26 -
Sukuk Bank Indonesia 6,95 - 7,24 -
Sukuk 7,49 4,43 7,13 4,29
Obligasi korporasi 7,87 6,91 7,81 -
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 5,30 - 7,46 -
Lain-lain 9,58 - - -
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek untuk tujuan investasi adalah sebagai
berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (450.796) - (101.770) (552.566)
Perubahan bersih pada eksposur (16.105) (37.632) (19.322) (73.059)
Selisih kurs (117) - - (117)
Saldo akhir (467.018) (37.632) (121.092) (625.742)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (442.710) - (101.770) (544.480)
Perubahan bersih pada eksposur (8.070) - - (8.070)
Selisih kurs (16) - - (16)
Saldo akhir (450.796) - (101.770) (552.566)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dbentuk telah
memadai.
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek-efek untuk tujuan investasi
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2025
Rupiah Valuta asing Jumlah
Saldo awal - sebelum pajak penghasilan tangguhan 353.608 (15.681) 337.927
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
selama tahun berjalan - bersih 2.167.766 12.616 2.180.382
Keuntungan (kerugian) direalisasi selama tahun
berjalan - bersih 88.369 5.941 94.310
Selisih kurs - (158) (158)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 2.609.743 2.718 2.612.461
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) (500.557)
Saldo akhir - bersih 2.111.904
520 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 523
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/54
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek-efek untuk tujuan investasi
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut: (lanjutan)
2024
Rupiah Valuta asing Jumlah
Saldo awal - sebelum pajak penghasilan tangguhan 1.193.549 (21.762) 1.171.787
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
selama tahun berjalan - bersih (881.245) 1.774 (879.471)
Keuntungan (kerugian) direalisasi selama tahun
berjalan - bersih 41.304 4.754 46.058
Selisih kurs - (447) (447)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 353.608 (15.681) 337.927
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) (64.713)
Saldo akhir - bersih 273.214
Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang dimiliki
Bank:
2025 2024
Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
Pemerintah Indonesia BBB Fitch BBB Fitch
Pemerintah Amerika Serikat - - AA+ Fitch
PT Astra Sedaya Finance AAA Fitch AAA Pefindo
PT Bank KB Indonesia Tbk AAA Fitch - -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Mandiri Taspen AAA Pefindo AA Fitch
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Pan Indonesia Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk AA- Pefindo - -
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Barat A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank SMBC Indonesia Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank SulutGo A Fitch A Fitch
PT Bank Syariah Indonesia Tbk AAA Pefindo - -
PT Barito Pacific Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT BFI Finance Indonesia Tbk AA- Fitch AA- Fitch
PT BRI Multifinance Indonesia AA Pefindo AA Pefindo
PT Bukit Makmur Mandiri Utama A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Bumi Resources Tbk A+ Pefindo - -
PT Bumi Serpong Damai Tbk AA Pefindo - -
PT Bussan Auto Finance AAA Fitch AAA Pefindo
PT Chandra Asri Pacific Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Dharma Satya Nusantara Tbk - - A Pefindo
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Federal Internasional Finance AAA Fitch AAA Pefindo
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Indonesia Infrastructure Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Indonesian Paradise Property Tbk AAA Pefindo - -
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 521
Page 524
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/55
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang dimiliki
Bank: (lanjutan)
2025 2024
Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
PT Indosat Tbk - - AAA Pefindo
PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance
Indonesia Tbk AA Fitch AA Fitch
PT Jasa Marga AA Pefindo - -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Lautan Luas Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry A Pefindo A Pefindo
PT Mandiri Tunas Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Mayora Indah Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Medco Energi International Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Merdeka Battery Materials Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Merdeka Copper Gold Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Oki Pulp & Paper Mills A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Unrated Unrated Unrated Unrated
PT Oto Multiartha AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Pegadaian AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Permodalan Nasional Madani AAA Pefindo AA+ Pefindo
PT Petrosea Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills A+ Pefindo - -
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk A Pefindo - -
PT Pos Indonesia (Persero) A Fitch A Fitch
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia - - AAA Fitch
PT Pupuk Indonesia (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sinar Mas Agro Resources and
Technology Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Summarecon Agung Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Surya Artha Nusantara Finance AA+ Fitch AA Pefindo
PT Tamaris Hidro AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk AA+ Fitch AA+ Fitch
PT Toyota Astra Financial Services AAA Fitch AAA Fitch
PT XL Axiata Tbk - - AAA Fitch
15. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
Sewa dibayar dimuka 421.211 129.415
Premi asuransi dibayar dimuka 8.597 33.816
Lain - lain 1.283.891 806.695
Jumlah 1.713.699 969.926
Tidak terdapat sewa dibayar dimuka kepada pihak berelasi.
522 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 525
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/56
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari:
2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Harga perolehan/nilai revaluasi
Pemilikan langsung
Tanah 15.848.370 2.425 (16.379) 59.448 263.707 16.157.571
Bangunan 7.768.626 24.918 (8.335) 89.137 - 7.874.346
Perlengkapan dan peralatan kantor 11.518.827 1.371.077 182.275 - - 13.072.179
Aset tetap dalam proses pembangunan 1.270.684 516.509 (179.097) (148.585) - 1.459.511
Aset hak guna
Tanah 103 68 (11) - - 160
Bangunan 1.743.720 536.213 (489.446) - - 1.790.487
38.150.330 2.451.210 (510.993) - 263.707 40.354.254
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan (3.294.788) (344.704) 5.403 - - (3.634.089)
Perlengkapan dan peralatan kantor (5.814.428) (1.648.961) 47.611 - - (7.415.778)
Aset hak guna
Tanah (37) (60) 11 - - (86)
Bangunan (790.453) (409.055) 368.891 - - (830.617)
(9.899.706) (2.402.780) 421.916 - - (11.880.570)
Nilai buku bersih 28.250.624 28.473.684
2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Harga perolehan/nilai revaluasi
Pemilikan langsung
Tanah 15.505.840 12.033 (30.266) 123.096 237.667 15.848.370
Bangunan 6.616.198 49.244 (25.167) 1.128.351 - 7.768.626
Perlengkapan dan peralatan kantor 10.248.439 2.940.835 (1.670.447) - - 11.518.827
Aset tetap dalam proses pembangunan 2.827.584 563.619 (869.072) (1.251.447) - 1.270.684
Aset hak guna
Tanah 107 4 (8) - - 103
Bangunan 1.698.558 607.444 (562.282) - - 1.743.720
Perlengkapan dan peralatan kantor 9.371 - (9.371) - - -
Kendaraan bermotor 18.770 - (18.770) - - -
36.924.867 4.173.179 (3.185.383) - 237.667 38.150.330
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan (3.004.164) (310.019) 19.395 - - (3.294.788)
Perlengkapan dan peralatan kantor (6.226.332) (1.250.634) 1.662.538 - - (5.814.428)
Aset hak guna
Tanah (13) (32) 8 - - (37)
Bangunan (842.043) (456.713) 508.303 - - (790.453)
Perlengkapan dan peralatan kantor (9.161) - 9.161 - - -
Kendaraan bermotor (18.410) - 18.410 - - -
(10.100.123) (2.017.398) 2.217.815 - - (9.899.706)
Nilai buku bersih 26.824.744 28.250.624
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, terdapat aset hak guna - bersih pada pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 230.160 dan Rp 243.940 (Catatan 45).
Aset tetap dalam proses pembangunan pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Tanah 1.089.275 1.087.045
Bangunan 175.907 79.850
Lain-lain 194.329 103.789
Jumlah 1.459.511 1.270.684
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 523
Page 526
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/57
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Aset tetap terdiri dari: (lanjutan)
Estimasi persentase tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing berkisar 1%-99%.
Revaluasi aset tanah
Bank melakukan revaluasi atas golongan tanah, yang dilakukan oleh penilai independen eksternal
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”), Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan
POJK No. 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar
Modal.
Selisih penilaian kembali tanah tahun 2024 dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan pada penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 238.934. Penurunan bersih nilai tercatat
yang timbul dari revaluasi tahun 2024 sebesar Rp 1.267 diakui dalam laba rugi konsolidasian.
Selisih penilaian kembali tanah tahun 2025 dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan pada penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 254.503. Kenaikan bersih nilai tercatat
yang timbul dari revaluasi tahun 2025 sebesar Rp 9.204 diakui dalam laba rugi konsolidasian.
Nilai wajar tanah ditentukan berdasarkan pendekatan pasar (market approach) dengan cara
membandingkan beberapa transaksi tanah yang sebanding yang telah terjadi maupun yang masih
dalam tahap penawaran penjualan dari suatu proses jual beli, dengan menyesuaikan perbedaan-
perbedaan di antara tanah yang dinilai dengan data pembanding dan catatan-catatan harga tanah
yang diperoleh. Perbandingan ini juga menyangkut faktor lokasi, hak atas properti, karakteristik
fisik, penggunaannya, dan elemen pembanding lainnya.
Pengukuran nilai wajar untuk tanah termasuk dalam hierarki nilai wajar level 2 berdasarkan input-
input dalam teknik penilaian yang digunakan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai tercatat tanah Bank seandainya tanah tersebut
dicatat dengan model biaya adalah masing-masing sebesar Rp 4.570.935 dan Rp 4.510.689.
Informasi lainnya
Bank tidak memiliki aset tetap yang dijadikan jaminan.
Termasuk dalam pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap dengan rincian sebagai
berikut:
2025 2024
Hasil penjualan 5.915 6.378
Nilai buku (11.210) (5.423)
Laba penjualan (5.295) 955
524 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 527
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/58
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Informasi lainnya (lanjutan)
Beban penyusutan masing-masing sejumlah Rp 2.411.177 dan Rp 2.017.399 untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 dibebankan ke dalam beban umum dan administrasi.
Laba atas penjualan aset tetap selama tahun berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar Rp 4.370 dan Rp 2.682 diakui sebagai bagian dari pendapatan operasional
lainnya.
Rugi atas penjualan aset tetap selama tahun berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar Rp 9.665 dan Rp 1.726 diakui sebagai bagian beban operasional lainnya.
Bank telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah) untuk menutupi
kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan bencana alam dengan nilai
pertanggungan asuransi pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 30.608.291, dan pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 27.220.336. Manajemen yakin bahwa nilai pertanggungan
tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi atas aset tetap yang
dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, harga perolehan dari aset tetap yang telah disusutkan
penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp 2.754.719 dan Rp 1.488.316.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank tidak mempunyai aset tetap yang tidak dipakai
sementara, maupun aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif yang tidak diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual.
Manajemen berkeyakinan, tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas aset tetap selama tahun
2025 dan 2024.
Hak Guna
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, liabilitas sewa pembiayaan dalam posisi keuangan
Grup adalah masing-masing sebesar Rp 283.587 dan Rp 302.470 dicatat sebagai beban yang
masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain (Catatan 23). Beban bunga atas liabilitas sewa
pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing sebesar Rp 21.553
dan Rp 21.495 dicatat sebagai bagian dari beban bunga dan syariah (Catatan 29).
17. ASET TAKBERWUJUD
2025 2024
Perangkat lunak 1.737.437 1.559.495
Goodwill 1.158.201 1.158.201
Lain-Lain 6.981 4.979
Jumlah 2.902.619 2.722.675
Amortisasi perangkat lunak (1.123.847) (917.036)
Jumlah - bersih 1.778.772 1.805.639
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 525
Page 528
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/59
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. ASET LAIN-LAIN
2025 2024
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 9.167.872 8.326.105
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit 3.499.738 3.906.220
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor 2.688.844 3.082.192
Agunan yang diambil alih 2.250.820 1.859.220
Aset kontrak asuransi 642.232 588.163
Piutang atas transaksi nasabah 612.303 341.152
Lain-lain 8.366.306 6.583.390
Jumlah 27.228.115 24.686.442
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.978) (23.194)
Jumlah - bersih 27.226.137 24.663.248
Pendapatan bunga yang masih akan diterima terdiri dari bunga yang masih akan diterima dari
penempatan, efek-efek, obligasi pemerintah, kredit yang diberikan, dan aset dari transaksi syariah.
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit terdiri dari tagihan atas transaksi ATM
dalam jaringan ATM Bersama, Prima dan Link dan terutama tagihan atas Visa dan Master Card
untuk transaksi kartu kredit.
Aset kontrak asuransi merupakan saldo yang timbul dari kegiatan asuransi/reasuransi pada
Entitas anak.
Piutang atas transaksi nasabah merupakan piutang yang timbul dari transaksi perdagangan efek
Entitas Anak.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor merupakan suatu instrumen di mana dana devisa hasil
ekspor dari rekening khusus eksportir ditempatkan pada Bank Indonesia melalui rekening Bank
sesuai mekanisme pasar.
Lain-lain terutama terdiri dari wesel yang belum diaksep, properti terbengkalai, rekening antar
kantor, piutang atas penjualan penyertaan, piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan
kembali, berbagai macam tagihan kepada pihak ketiga dalam rangka transaksi, antara lain
transaksi kliring dan lain-lain.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (3.135) (4.185) (15.874) (23.194)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) - 1.810 2.129 3.939
Perubahan bersih pada eksposur 1.219 2.375 13.745 17.339
Selisih kurs (62) - - (62)
Saldo akhir (1.978) - - (1.978)
526 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 529
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/60
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (3.021) - - (3.021)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) - 4.219 - 4.219
Perubahan bersih pada eksposur (180) (8.404) (15.874) (24.458)
Selisih kurs 66 - - 66
Saldo akhir (3.135) (4.185) (15.874) (23.194)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk
telah memadai.
Aset lain-lain dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
19. SIMPANAN DARI NASABAH DAN BANK-BANK LAIN
a. Simpanan dari nasabah
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Giro 385.281.724 45.728.791 431.010.515 318.448.085 40.987.264 359.435.349
Tabungan 585.468.736 22.650.819 608.119.555 540.349.411 19.272.715 559.622.126
Deposito berjangka 179.444.343 15.224.668 194.669.011 186.951.265 14.604.927 201.556.192
Jumlah 1.150.194.803 83.604.278 1.233.799.081 1.045.748.761 74.864.906 1.120.613.667
Simpanan dari nasabah dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
b. Simpanan dari bank-bank lain
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Giro 1.880.528 1.564.692 3.445.220 2.078.699 1.531.742 3.610.441
Deposito berjangka 35.857 - 35.857 45.857 - 45.857
Interbank call money 485.000 - 485.000 - - -
Jumlah 2.401.385 1.564.692 3.966.077 2.124.556 1.531.742 3.656.298
Bank tidak memiliki saldo simpanan dari bank-bank lain dari pihak berelasi.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 527
Page 530
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/61
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. SIMPANAN DARI NASABAH DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
c. Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun simpanan dari nasabah dan bank-bank
lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah (%) asing (%) Rupiah (%) asing (%)
Simpanan dari nasabah:
Giro 0,94 0,80 0,79 0,61
Tabungan 0,09 0,32 0,07 0,35
Deposito berjangka 3,02 2,02 3,13 2,12
Simpanan dari bank-bank lain:
Giro 0,40 0,01 0,46 0,01
Deposito berjangka 1,88 - 2,03 -
Interbank call money 5,24 - - -
d. Deposito berjangka berdasarkan jangka waktu:
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
1 bulan 130.683.773 12.428.813 143.112.586 123.359.199 11.201.103 134.560.302
3 bulan 42.770.510 1.871.894 44.642.404 57.585.594 2.337.650 59.923.244
6 bulan 3.407.849 660.453 4.068.302 3.482.289 786.232 4.268.521
12 bulan 2.618.068 263.508 2.881.576 2.570.040 279.942 2.849.982
Jumlah 179.480.200 15.224.668 194.704.868 186.997.122 14.604.927 201.602.049
e. Deposito berjangka menurut periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo:
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Hingga 1 bulan 145.403.078 13.067.647 158.470.725 142.376.626 11.923.673 154.300.299
> 1 - 3 bulan 30.265.412 1.666.777 31.932.189 40.873.549 2.138.306 43.011.855
> 3 - 6 bulan 2.345.750 361.696 2.707.446 2.284.886 395.052 2.679.938
> 6 - 12 bulan 1.465.960 128.548 1.594.508 1.462.061 147.896 1.609.957
Jumlah 179.480.200 15.224.668 194.704.868 186.997.122 14.604.927 201.602.049
f. Simpanan yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan Bank pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 (Catatan12) adalah sebagai berikut:
2025 2024
Giro 15.936.954 7.647.247
Tabungan 2.369.908 1.539.515
Deposito berjangka 8.245.830 9.278.370
Jumlah 26.552.692 18.465.132
20. PAJAK PENGHASILAN
a. Pajak dibayar dimuka
2025 2024
Bank 72.843 1.532.246
Entitas Anak 4.158 29.929
Jumlah 77.001 1.562.175
528 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 531
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/62
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
b. Utang pajak
2025 2024
Utang pajak kini
Bank:
Pajak penghasilan Badan - Pasal 25 1.056.339 -
Pajak penghasilan Badan - Pasal 29 657.897 -
Entitas Anak:
Pajak penghasilan Badan - Pasal 25/29 135.710 22.117
Jumlah utang pajak kini 1.849.946 22.117
Utang pajak lainnya
Bank:
Pajak penghasilan
Pasal 21 131.366 39.874
Pasal 23 351.070 347.122
Pasal 26 385.355 4.564
Lain-lain 125.864 102.008
Jumlah 993.655 493.568
Entitas Anak 99.589 110.670
Jumlah utang pajak lainnya 1.093.244 604.238
Jumlah utang pajak 2.943.190 626.355
c. Beban pajak penghasilan
2025 2024
Pajak kini:
Tahun berjalan
Bank*) 13.635.864 10.546.025
Entitas Anak 704.348 720.092
Jumlah pajak kini 14.340.212 11.266.117
Pajak tangguhan:
Pembentukan (pemulihan) perbedaan temporer
Bank (565.605) 2.165.591
Entitas Anak (76.824) (65.132)
Jumlah pajak tangguhan (642.429) 2.100.459
Jumlah beban pajak penghasilan 13.697.783 13.366.576
*) Termasuk dalam beban pajak kini, Bank melakukan pembetulan terhadap SPT tahun 2023 dan telah melakukan
pembayaran dengan total kurang bayar sebesar Rp 171.504 pada tahun buku 2025 (tahun buku 2024: SPT tahun
2020 dan 2022, dengan total kurang bayar sebesar Rp 254.764).
Grup tidak memiliki eksposur terkait ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 136 tahun 2024 yang diundangkan pada tanggal 31 Desember 2024 (“PMK-
136 tahun 2024 atau Pilar Dua”), yang mulai berlaku 1 Januari 2025.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 529
Page 532
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/63
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
d. Bank telah memenuhi persyaratan dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2021 tanggal 29
Oktober 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, untuk memperoleh penurunan tarif
PPh sebesar 3% (tiga persen) menjadi 19%.
Pemenuhan persyaratan tersebut dilakukan oleh Wajib Pajak Perseroan Terbuka dengan
menyampaikan laporan kepada Direktorat Jenderal Pajak, diantaranya: laporan bulanan
kepemilikan saham atas emiten atau perusahaan publik dan rekapitulasi yang telah dilaporkan
dari Biro Administrasi Efek ("BAE").
Pada tanggal 5 Januari 2026 dan 6 Januari 2025, Bank telah mendapatkan surat keterangan
dari BAE atas pemenuhan kriteria-kriteria di atas masing-masing untuk tahun pajak 2025 dan
2024.
e. Rekonsiliasi dari laba akuntansi konsolidasian sebelum pajak ke laba kena pajak Bank adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Laba akuntansi konsolidasian sebelum
pajak penghasilan 71.260.876 68.217.850
Eliminasi 2.162.533 2.445.861
Sebelum eliminasi 73.423.409 70.663.711
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan (3.253.952) (3.245.713)
Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan - Bank 70.169.457 67.417.998
Perbedaan permanen:
Kesejahteraan karyawan 95.550 71.802
Pendapatan sewa (45.919) (48.249)
Hasil dividen dari Entitas Anak (2.200.226) (2.402.602)
Pendapatan bunga atas obligasi pemerintah yang
diterbitkan di luar negeri (14.059) (25.840)
Beban (pendapatan) lain yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perhitungan pajak - bersih (116.617) 549.273
(2.281.271) (1.855.616)
Perbedaan temporer:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 70.553 133.855
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan 2.397.678 (12.316.400)
Cadangan kerugian penurunan nilai aset
non-keuangan 129.157 (523)
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 99.481 280.999
Rugi belum direalisasi atas efek-efek dan
penempatan pada bank-bank lain yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi (247.597) (72.198)
Pendapatan lain yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perhitungan pajak - bersih 527.594 576.422
2.976.866 (11.397.845)
Laba kena pajak 70.865.052 54.164.537
530 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 533
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/64
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
f. Rekonsiliasi antara laba akuntansi konsolidasian sebelum pajak dikali tarif pajak maksimum
yang berlaku dengan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba akuntansi konsolidasian sebelum
pajak penghasilan 71.260.876 68.217.850
Tarif pajak maksimum 22% 22%
15.677.393 15.007.927
Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22% - Bank (501.880) (408.237)
Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22%
- Entitas Anak 387.412 478.993
15.562.925 15.078.683
Penyesuaian tarif pajak penghasilan badan - Bank
(Catatan 20d) (2.036.646) (1.966.871)
Lainnya 171.504 254.764
Beban pajak penghasilan - konsolidasian 13.697.783 13.366.576
g. Perhitungan pajak kini dan liabilitas pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba kena pajak:
Bank 70.865.052 54.164.535
Entitas Anak 3.201.582 3.273.145
74.066.634 57.437.680
Pajak kini:
Bank 13.635.864 10.291.262
Entitas Anak 704.348 720.092
14.340.212 11.011.354
Pajak penghasilan dibayar dimuka:
Bank (11.921.628) (11.766.013)
Entitas Anak (568.638) (697.975)
(12.490.266) (12.463.988)
Selisih (lebih)/kurang bayar:
Bank 1.714.236 (1.474.751)
Entitas Anak 135.710 22.117
Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2025
belum dilaporkan. Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi di atas merupakan dasar dalam
pengisian SPT PPh Badan Bank untuk tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2025.
Perhitungan perpajakan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 adalah sesuai
dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Bank.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 531
Page 534
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/65
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2024 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2025
Aset Pajak Tangguhan
Entitas induk - Bank:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 831.186 13.405 - 844.591
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 2.004.014 458.485 - 2.462.499
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan 131.903 24.540 - 156.443
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 817.083 18.901 - 835.984
Penyusutan aset tetap (53.947) (68.817) (122.764)
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (65.882) - (381.257) (447.139)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pas ti 868.107 - 150.763 1.018.870
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (30.757) (47.044) - (77.801)
Koreksi fiskal terkait PSAK 116 17.549 (5.478) - 12.071
Lain-lain 661.920 171.613 - 833.533
Aset pajak tangguhan - bersih 5.181.176 565.605 (230.494) 5.516.287
Entitas Anak:
PT BCA Finance 59.552 36.365 (1.522) 94.395
PT BCA Sekuritas 13.220 1.824 (4.644) 10.400
PT Bank BCA Syariah 89.096 9.369 (22.866) 75.599
PT Asuransi Umum BCA 74.901 (7.084) (905) 66.912
PT Asuransi Jiwa BCA 34.848 4.286 (24.764) 14.370
PT Bank Digital BCA 35.507 31.820 (248) 67.079
PT Central Capital Ventura 6.908 244 12 7.164
Aset pajak tangguhan - bersih 314.032 76.824 (54.937) 335.919
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 5.495.208 642.429 (285.431) 5.852.206
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2023 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2024
Aset Pajak Tangguhan
Entitas induk - Bank:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 805.753 25.433 - 831.186
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 4.344.130 (2.340.116) - 2.004.014
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan 132.003 (100) - 131.903
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 763.693 53.390 - 817.083
Penyusutan aset tetap 9.868 (63.815) - (53.947)
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (219.058) - 153.176 (65.882)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pas ti 882.253 - (14.146) 868.107
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (17.039) (13.718) - (30.757)
Koreksi fiskal terkait PSAK 116 15.730 1.819 - 17.549
Lain-lain 490.404 171.516 - 661.920
Aset pajak tangguhan - bersih 7.207.737 (2.165.591) 139.030 5.181.176
Entitas Anak:
PT BCA Finance 39.838 22.991 (3.277) 59.552
PT BCA Sekuritas 2.568 7.973 2.679 13.220
PT Bank BCA Syariah 58.501 27.839 2.756 89.096
PT Asuransi Umum BCA 64.691 10.196 14 74.901
PT Asuransi Jiwa BCA 30.264 2.074 2.510 34.848
PT BCA Multi Finance 13.749 (15.529) 1.780 -
PT Bank Digital BCA 30.289 6.285 (1.067) 35.507
PT Central Capital Ventura 3.599 3.303 6 6.908
Aset pajak tangguhan - bersih 243.499 65.132 5.401 314.032
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 7.451.236 (2.100.459) 144.431 5.495.208
532 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 535
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/66
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Dalam jumlah aset pajak tangguhan Bank dan Entitas Anak, termasuk aset (liabilitas) pajak
tangguhan yang berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (Catatan 14) masing-masing sebesar Rp (447.850) dan Rp (46.677) pada
tanggal 31 Desember 2025, dan Rp (55.500) dan Rp 1.224 pada tanggal 31 Desember 2024.
Selain itu, dalam jumlah aset pajak tangguhan Bank, termasuk aset (liabilitas) pajak
tangguhan yang berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (Catatan 7) sebesar Rp 711 dan Rp nihil masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer
kemungkinan besar dapat direalisasi pada tahun-tahun mendatang.
i. Sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia, Grup yang berkedudukan di Indonesia
menghitung, menyetorkan dan melaporkan kewajiban perpajakannya untuk setiap
perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah (pelaporan pajak penghasilan
konsolidasian tidak diperbolehkan) berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat
menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan
ketentuan perpajakan yang berlaku.
j. Posisi pajak Grup mungkin dapat dilakukan pemeriksaan oleh fiskus. Namun manajemen akan
berusaha mempertahankan posisi pajak Grup yang diyakini secara teknis dan telah sesuai
dengan ketentuan perpajakan. Oleh karena itu, manajemen yakin bahwa akrual atas liabilitas
pajak telah memadai untuk semua tahun pajak berdasarkan evaluasi atas berbagai faktor,
termasuk interpretasi atas ketentuan perpajakan berlaku serta pengalaman sebelumnya.
Penilaian didasarkan pada estimasi, asumsi dan dapat melibatkan keputusan atas kejadian
mendatang. Informasi baru yang tersedia dapat menyebabkan perubahan keputusan oleh
manajemen atas kecukupan dari liabilitas pajak. Perubahan atas liabilitas pajak tersebut dapat
mempengaruhi beban pajak pada periode di mana keputusan itu dibuat.
k. Informasi Lainnya
1. Pemeriksaan Pajak
Tahun Fiskal 2021
Pada tanggal 10 September 2024, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2021 kepada Bank. Atas
pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2021 tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan
Surat Ketetapan Pajak ("SKP") dan Surat Tagihan Pajak ("STP") tanggal 15 Agustus 2025,
menetapkan kekurangan pembayaran pajak dengan perincian:
a. Pajak Penghasilan (termasuk PPh Badan) sebesar total Rp 754.660.
b. Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) sebesar total Rp 6.577.
Tahun Fiskal 2024
Pada tanggal 4 September 2025, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2024 kepada Bank.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 533
Page 536
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/67
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
k. Informasi Lainnya (lanjutan)
2. Keberatan Pajak
Tahun Fiskal 2021
Pada tanggal 12 September 2025, Bank telah melakukan pembayaran atas SKP dan STP
sejumlah Rp 761.237. Atas pembayaran ini, sejumlah Rp 76.548 tidak diajukan keberatan
dan dibebankan pada tahun 2025, sisanya sejumlah Rp 684.689 telah diajukan keberatan
tanggal 13 November 2025 dan dicatat sebagai aset lain-lain.
3. Banding Pajak dan Peninjauan Kembali
Tahun Fiskal 2016
Bank telah mengajukan banding atas pajak yang permohonan keberatannya tidak diterima
Direktorat Jenderal Pajak pada tanggal 7 Desember 2020, sejumlah Rp 735.407. Pada
tanggal 30 Agustus 2024, Pengadilan Pajak telah memutuskan untuk tidak menerima
banding Bank sejumlah Rp 48.774, sedangkan untuk sisanya belum diputuskan oleh
Pengadilan Pajak hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian. Atas
banding yang tidak diterima sejumlah Rp 48.774 tersebut telah diajukan Peninjauan
Kembali oleh Bank ke Mahkamah Agung pada tanggal 5 Desember 2024. Atas pajak yang
telah diajukan Peninjauan Kembali sejumlah Rp 48.774 tersebut, baru sejumlah Rp. 3.605
saja yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung dan telah diterima Bank tanggal 27
November 2025, dengan putusan diterima.
Tahun Fiskal 2017
Bank telah mengajukan banding atas pajak yang permohonan keberatannya tidak diterima
Direktorat pada tanggal 25 Februari 2022, sejumlah Rp 709.060. Pada tanggal 27
September 2024, Pengadilan Pajak telah memberikan keputusan atas sebagian banding
tersebut sejumlah Rp 47.724, sedangkan untuk sisanya belum diputuskan oleh Pengadilan
Pajak hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian. Dari jumlah yang telah
diputuskan tersebut, sebesar Rp 27.499 diterima, sedangkan Rp 20.225 tidak diterima dan
telah diajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung tanggal 10 Januari 2025.
Tahun Fiskal 2018
Bank telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak pada tanggal 19 Februari 2025 dan
14 Mei 2025 sejumlah Rp 77.362 dan Rp 392.940. Sampai dengan tanggal laporan
konsolidasian, hasil Pengadilan Pajak belum diputuskan.
21. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima oleh Grup adalah sebagai berikut:
Berdasarkan jenis dan mata uang:
2025 2024
(1) Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Rupiah:
Kredit Usaha Tani (“KUT”), jatuh tempo antara
13 Maret 2000 sampai dengan 22 September 2000,
masih dalam proses untuk penutupan perjanjian 577 577
534 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 537
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/68
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Pinjaman yang diterima oleh Grup adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Berdasarkan jenis dan mata uang: (lanjutan)
2025 2024
(2) Pinjaman dari bank-bank lain:
Rupiah:
Citibank, N.A. 650.000 -
MUFG Bank, Ltd 435.000 -
PT Bank Mizuho 360.000 750.000
PT Bank UOB Indonesia 300.000 -
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 200.000 -
PT Bank Nationalnobu Tbk 100.000 -
PT Bank KEB Hana Indonesia 334 10.556
PT Bank SMBC Indonesia Tbk - 700.000
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk - 285.779
PT Bank Ina Perdana Tbk - 200.000
2.045.334 1.946.335
Valuta asing:
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 252.509
2.045.334 252.509
2.045.334 2.198.844
2025 2024
(3) Lain-lain:
Valuta asing 1.525 43.095
1.525 43.095
Jumlah 2.047.436 2.242.516
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah 6,32% 5,49%
Valuta asing - 6,00%
Grup tidak memiliki saldo pinjaman dari bank-bank lain dari pihak berelasi.
(1) Kredit likuiditas Rupiah dari Bank Indonesia
Kredit likuiditas Rupiah dari Bank Indonesia merupakan fasilitas kredit yang diperoleh Bank
sebagai bank swasta nasional di Indonesia, untuk disalurkan kepada debitur-debitur di
Indonesia yang memenuhi persyaratan program fasilitas kredit yang bersangkutan.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 535
Page 538
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/69
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
(2) Pinjaman dari bank-bank lain
Merupakan pinjaman dari bank-bank lain untuk modal kerja Entitas Anak. Rincian fasilitas
pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut:
Tanggal jatuh tempo
Bank Jumlah fasilitas fasilitas
2025 2024 2025 2024
Rupiah:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 500.000 500.000 24-Mei-2026 24-Mei-2025
PT SMBC Indonesia Tbk 800.000 800.000 30-Mei-2026 31-Mei-2025
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk - 285.779 - 17-Jul-2027
PT Bank Danamon Indonesia Tbk *) 250.000 250.000 12-Nov-2026 24-Des-2024
PT Bank UOB Indonesia *) 475.000 475.000 21-Sep-2026 21-Sep-2025
PT Bank Mizuho Indonesia *) 750.000 750.000 22-Nov-2026 22-Nov-2025
PT Bank Pan Indonesia Tbk - 500.000 - 4-Agt-2025
PT Bank Ina Perdana Tbk 200.000 200.000 16-Des-2026 16-Des-2025
PT Bank Nationalnobu Tbk 100.000 100.000 24-Feb-2026 24-Feb-2025
PT Bank KEB Hana Indonesia 334 10.556 30-Jan-2026 30-Jan-2026
MUFG Bank, Ltd 500.000 - 20-Mar-2026 -
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 200.000 - 19-Nov-2026 -
Citibank, N.A. 940.000 - 20-Mar-2026 -
Valuta asing (nilai penuh):
Citibank, N.A. - Cabang Indonesia *) - USD 60.000.000 - 20-Mar-2025
*) Sebagian dapat dicairkan dalam Dolar Amerika Serikat/Rupiah
Grup tidak memiliki piutang pembiayaan konsumen yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman
dari bank-bank lain ini.
Seluruh perjanjian di atas mencakup adanya pembatasan-pembatasan tertentu yang
umumnya diharuskan untuk fasilitas-fasilitas kredit tersebut, antara lain, pembatasan untuk
melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi dengan pihak lain, mengadakan perjanjian
pinjaman dengan pihak lain selain yang timbul dalam kegiatan usaha yang normal atau
melakukan perubahan atas struktur modal dan/atau Anggaran Dasar tanpa adanya
pemberitahuan/persetujuan tertulis dari kreditur, dan mempertahankan rasio-rasio keuangan
tertentu.
Rasio-rasio keuangan yang dipersyaratkan antara lain:
2025 2024
Persyaratan Pemenuhan Persyaratan Pemenuhan
1. Total utang terhadap total ekuitas Maksimal 10 Kali < 1 Kali Maksimal 10 Kali < 1 Kali
2. Piutang terhadap total aset Minimal 40% 91,38% Minimal 40% 86,29%
3. Current ratio Minimal 1,1 kali 1,43 kali Minimal 1,1 kali 1,72 kali
4. Non performing financing ("NPF") Maksimal 5% 2,37% Maksimal 5% 2,88%
dari total piutang dari total piutang
Kisaran tingkat suku bunga kontraktual dari pinjaman yang diterima dari bank-bank lain adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah 4,75% - 8,25% 5,90% - 8,50%
Valuta asing - 5,90%
536 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 539
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/70
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi terdiri dari:
a. Berdasarkan jenis
2025 2024
Fasilitas kredit yang belum digunakan 2.814.844 2.898.326
Bank garansi yang diterbitkan 26.746 31.245
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan yang
tidak dapat dibatalkan 25.319 45.616
Jumlah 2.866.909 2.975.187
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 2.651.861 2.720.671
Valuta asing 215.048 254.516
Jumlah 2.866.909 2.975.187
c. Berdasarkan hubungan
2025 2024
Pihak berelasi 14.094 4.030
Pihak ketiga 2.852.815 2.971.157
Jumlah 2.866.909 2.975.187
d. Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 2.815.315 130.551 29.321 2.975.187
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (34.414) 201.469 - 167.055
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (1.196) (39.901) 276 (40.821)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 16.026 (61.948) - (45.922)
Perubahan bersih pada eksposur (60.312) (114.862) (22.040) (197.214)
Selisih kurs 7.088 993 543 8.624
Saldo akhir 2.742.507 116.302 8.100 2.866.909
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 3.181.093 148.170 42.411 3.371.674
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (27.752) 146.900 - 119.148
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (1.402) (37.003) 1.892 (36.513)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 17.879 (87.636) - (69.757)
Perubahan bersih pada eksposur (363.030) (41.276) (16.576) (420.882)
Selisih kurs 8.527 1.396 1.594 11.517
Saldo akhir 2.815.315 130.551 29.321 2.975.187
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 537
Page 540
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/71
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN LIABILITAS LAIN-LAIN
2025 2024
Liabilitas kontrak asuransi 4.666.685 3.638.450
Pendapatan diterima dimuka 3.989.879 3.758.457
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor 2.688.844 3.082.192
Liabilitas terkait dengan transaksi ATM dan
kartu kredit 2.418.312 2.411.852
Uang elektronik 1.494.432 1.369.505
Transaksi transfer nasabah 1.396.243 1.952.908
Liabilitas transaksi nasabah 856.449 207.610
Setoran jaminan 308.370 275.896
Liabilitas sewa pembiayaan (Catatan 16, 37) 283.587 302.470
Beban bunga yang masih harus dibayar 252.056 290.439
Lain-lain 10.914.078 10.225.670
Jumlah 29.268.935 27.515.449
Liabilitas terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit terdiri dari liabilitas atas transaksi ATM
dalam jaringan ATM Bersama, Prima, dan Link, dan liabilitas atas transaksi kartu kredit terutama
Master Card dan Visa.
Pendapatan diterima dimuka terutama merupakan pendapatan diterima dimuka atas komisi kredit.
Liabilitas kontrak asuransi merupakan saldo yang timbul dari kegiatan asuransi/reasuransi pada
Entitas Anak.
Uang elektronik merupakan liabilitas Bank atas uang yang disetor oleh nasabah kepada Bank
yang disimpan secara elektronik dan bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam
undang-undang mengenai perbankan.
Beban bunga yang masih harus dibayar terdiri dari bunga yang masih harus dibayar dari simpanan
nasabah dan bank-bank lain, derivatif, pinjaman yang diterima, efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali, dan obligasi subordinasi.
Liabilitas transaksi nasabah merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi perdagangan efek
Entitas Anak, yang terdiri dari liabilitas kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (“KPEI”)
terkait dengan transaksi beli efek dan deposit yang diserahkan Entitas Anak, serta liabilitas
nasabah terkait dengan transaksi jual efek yang jatuh tempo dalam waktu singkat, biasanya dalam
waktu 2 (dua) hari dari tanggal perdagangan.
Setoran jaminan terutama merupakan jaminan uang tunai yang disetorkan nasabah atas transaksi
ekspor impor dan penerbitan bank garansi.
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan liabilitas sewa terkait penerapan PSAK 116.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor merupakan suatu instrumen di mana dana devisa hasil
ekspor dari rekening khusus eksportir ditempatkan pada Bank Indonesia melalui rekening Bank
sesuai mekanisme pasar.
Transaksi transfer nasabah merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi kliring, inward
remittance, outward remittance yang belum dapat diselesaikan.
Lain-lain terutama terdiri dari liabilitas atas kewajiban jangka pendek kepada karyawan, rekening
antar kantor, titipan dan transaksi yang masih harus diselesaikan.
538 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 541
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/72
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. OBLIGASI SUBORDINASI
2025 2024
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I
Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 65.000 500.000
Jumlah 65.000 500.000
Rincian obligasi subordinasi adalah sebagai berikut:
Jumlah pokok
Tanggal efektif utang Jangka Tanggal Tingkat
Instrumen dan penerbitan Persetujuan subordinasi waktu jatuh tempo bunga
Obligasi Tanggal efektif No. S-03825/ Rp 435.000 7 Tahun 5 Juli 2025 7,75%
Subordinasi 26 Juni 2018 BEI.PP2/07-2018
Berkelanjutan I Tanggal
Bank Central Asia penerbitan
Tahap I Tahun 5 Juli 2018
2018 -
Seri A
Obligasi Tanggal efektif No. S-03825/ Rp 65.000 12 Tahun 5 Juli 2030 8,00%
Subordinasi 26 Juni 2018 BEI.PP2/07-2018
Berkelanjutan I Tanggal
Bank Central Asia penerbitan
Tahap I Tahun 5 Juli 2018
2018 -
Seri B
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 – Seri A telah jatuh
tempo pada tanggal 5 Juli 2025.
Bunga Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 - Seri A dan
B dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal Emisi, tanpa opsi percepatan pembayaran
Bunga Obligasi Subordinasi. Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan dibayarkan pada 5
Oktober 2018. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 - Seri
A dan B dapat diperhitungkan sebagai Modal Pelengkap (Tier 2) sesuai POJK
No. 11/POJK.03/2016 serta untuk meningkatkan struktur penghimpunan dana jangka panjang.
Hasil dari penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018
- Seri A dan B dipergunakan untuk pengembangan usaha terutama pemberian kredit.
Wali amanat untuk penerbitan obligasi subordinasi di atas adalah PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk yang bukan merupakan pihak berelasi dengan Bank.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang yang dilakukan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo), peringkat obligasi subordinasi adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Periode Periode
Keterangan Peringkat Peringkat Peringkat Peringkat
Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank
Central Asia Tahap I 3 Maret 2025 - 8 Maret 2024 -
Tahun 2018 idAA 1 Maret 2026 idAA 1 Maret 2025
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 539
Page 542
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/73
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan)
Perjanjian Perwaliamanatan mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank
antara lain, sebelum dilunasinya semua obligasi, Bank tanpa izin tertulis dari Wali Amanat tidak
diperkenankan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengagunkan sebagian besar maupun seluruh pendapatan atau harta kekayaan Bank yang
ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang di luar kegiatan usaha Bank, kecuali jika
tindakan tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan atau
pelaksanaan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pelaksanaan salah satu atau beberapa
opsi pemulihan dalam rencana aksi (recovery plan) Bank;
b. Melaksanakan perubahan bidang usaha utama;
c. Mengurangi modal dasar dan modal disetor kecuali jika pengurangan tersebut dilakukan atas
dasar permintaan/perintah dari Pemerintah Republik Indonesia dan/atau otoritas yang
berwenang (termasuk tetapi tidak terbatas pada BI, OJK, Menteri Keuangan Negara Republik
Indonesia dan/atau otoritas moneter maupun otoritas penyehatan di bidang perbankan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia);
d. Mengadakan penggabungan atau konsolidasi, dengan perusahaan lain yang menyebabkan
bubarnya Bank.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank telah mematuhi semua pembatasan-
pembatasan penting sehubungan dengan perjanjian obligasi subordinasi yang diterbitkan.
Pembayaran atas jumlah bunga yang jatuh tempo telah dilakukan secara tepat waktu.
25. MODAL SAHAM
Modal saham Bank masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Jumlah lembar Jumlah nilai Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal saham nominal
Modal dasar - nilai nominal Rp 12,50
(nilai penuh) per lembar saham 440.000.000.000 5.500.000 440.000.000.000 5.500.000
Belum ditempatkan (316.724.950.000) (3.959.062) (316.724.950.000) (3.959.062)
Saham beredar (ditempatkan dan
disetor penuh) 123.275.050.000 1.540.938 123.275.050.000 1.540.938
Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal %
PT Dwimuria Investama Andalan *)
67.729.950.000 846.624 54,94
Komisaris
Jahja Setiaatmadja 34.933.644 437 0,03
Tonny Kusnadi 7.502.058 94 0,01
Direksi
Gregory Hendra Lembong 1.531.282 19 0,00
Armand W. Hartono 4.256.065 53 0,00
John Kosasih 1.094.492 14 0,00
Subur Tan 11.169.044 140 0,01
Rudy Susanto 3.431.711 43 0,00
Lianawaty Suwono 2.840.417 35 0,00
Santoso 3.269.028 41 0,00
Vera Eve Lim 2.731.601 34 0,00
Haryanto Tiara Budiman 1.057.378 13 0,00
Frengky Chandra Kusuma 2.429.926 30 0,00
Antonius Widodo Mulyono 440.838 6 0,00
Hendra Tanumihardja 193.206 2 0,00
Pemegang saham publik**) 55.206.202.510 690.078 44,80
123.013.033.200 1.537.663 99,79
Modal saham diperoleh kembali, nilai nominal 262.016.800 3.275 0,21
Total 123.275.050.000 1.540.938 100,00
*) Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono, sehingga pemegang saham pengendali
terakhir PT Bank Central Asia Tbk adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
**) Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.
540 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 543
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/74
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. MODAL SAHAM (lanjutan)
Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
(lanjutan)
2024
Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal %
PT Dwimuria Investama Andalan *)
67.729.950.000 846.624 54,94
Komisaris
Djohan Emir Setijoso 106.824.845 1.335 0,09
Tonny Kusnadi 7.269.681 91 0,01
Direksi
Jahja Setiaatmadja 33.850.785 423 0,03
Armand W. Hartono 4.256.065 53 0,00
Gregory Hendra Lembong 977.547 12 0,00
Subur Tan 10.710.172 134 0,01
Rudy Susanto 2.908.127 36 0,00
Lianawaty Suwono 2.264.685 28 0,00
Santoso 2.690.902 34 0,00
Vera Eve Lim 2.212.324 28 0,00
Haryanto Tiara Budiman 776.099 10 0,00
Frengky Chandra Kusuma 2.107.984 26 0,00
John Kosasih 731.076 9 0,00
Antonius Widodo Mulyono 262.511 3 0,00
Pemegang saham publik**) 55.367.257.197 692.092 44,92
123.275.050.000 1.540.938 100,00
*) Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono, sehingga pemegang saham pengendali
terakhir PT Bank Central Asia Tbk adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
**) Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari:
2025 2024
Tambahan modal disetor dari pembayaran
modal saham 29.453.007 29.453.007
Eliminasi atas saldo rugi melalui kuasi reorganisasi
tanggal 31 Oktober 2000*) (25.853.162) (25.853.162)
Tambahan modal disetor dari eksekusi opsi saham 296.088 296.088
Selisih modal dari transaksi saham tresuri
(Catatan 1c) 1.815.435 1.815.435
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas
sepengendali (Catatan 2e) (219.050) (162.391)
5.492.318 5.548.977
*)
Pada tanggal 31 Oktober 2000, Bank menerapkan PSAK No. 51, “Akuntansi Kuasi Reorganisasi”, untuk mendapatkan laporan yang dimulai
dari “awal yang baik” (fresh start). Pelaporan fresh start mengharuskan penilaian kembali seluruh aset dan liabilitas yang tercatat dengan
menggunakan nilai wajarnya dan eliminasi atas saldo rugi (defisit). Dengan penerapan kuasi reorganisasi, saldo rugi Bank pada tanggal
31 Oktober 2000 sebesar Rp 25.853.162 telah dieliminasi ke akun tambahan modal disetor. Penerapan kuasi reorganisasi ini telah disetujui
oleh Bank Indonesia melalui surat No. 3/165/DPwB2/IDWB2 tanggal 21 Februari 2001 dan oleh para pemegang saham di dalam RUPSLB
tanggal 12 April 2001 (notulen rapat dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., dalam Akta No. 25).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 541
Page 544
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/75
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, komitmen dan kontinjensi Grup adalah sebagai berikut:
2025 2024
Jumlah Jumlah
dalam valuta Ekuivalen dalam valuta Ekuivalen
Jenis valuta asing*) Rupiah asing*) Rupiah
Komitmen
Tagihan komitmen:
Fasilitas kredit yang diterima dan
belum digunakan Rupiah 2.795.000 1.912.490
USD - - 60.000.000 965.700
2.795.000 2.878.190
Lainnya Rupiah 222.198 406.294
USD 1.700.196 28.351 7.329.059 117.961
250.549 524.255
3.045.549 3.402.445
Liabilitas komitmen:
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan - committed Rupiah 322.060.768 290.674.248
USD 1.595.628.925 26.607.112 1.663.976.586 26.781.703
Lainnya,
ekuivalen USD 44.072.712 734.912 46.672.341 751.191
349.402.792 318.207.142
Fasilitas kredit kepada bank-bank
lain yang belum digunakan - committed Rupiah 2.299.975 2.402.770
USD 555.556 9.264 555.556 8.942
2.309.239 2.411.712
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan
kepada nasabah yang tidak dapat
dibatalkan Rupiah 3.065.720 2.368.497
USD 307.726.997 5.131.348 385.002.020 6.196.608
Lainnya,
ekuivalen USD 120.471.876 2.008.869 92.600.368 1.490.403
10.205.937 10.055.508
Lainnya Rupiah 264.315 866.726
USD 4.277.517 71.327 13.960.128 224.688
335.642 1.091.414
362.253.610 331.765.776
Kontinjensi
Tagihan kontinjensi:
Bank garansi yang diterima Rupiah 604.625 529.573
604.625 529.573
Liabilitas kontinjensi:
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah Rupiah 22.351.401 21.381.921
USD 364.036.250 6.070.304 323.378.273 5.204.773
Lainnya,
ekuivalen USD 52.267.031 871.553 8.639.700 139.056
29.293.258 26.725.750
Lainnya Rupiah 89 89
29.293.347 26.725.839
*) Jumlah dalam nilai penuh.
542 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 545
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/76
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
Informasi tambahan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup memberikan fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan - uncommitted masing-masing sebesar Rp 100.451.029 dan
Rp 93.421.932.
Grup tidak memiliki fasilitas kredit yang tidak digunakan kepada Bank lain – uncommitted.
Bank menghadapi beberapa tuntutan hukum, pengurusan administrasi, dan klaim yang belum
terselesaikan, yang berhubungan dengan kegiatan usaha Bank adalah tidak mungkin untuk
memastikan apakah Bank akan memenangkan masalah atau tuntutan hukum tersebut, atau
dampaknya jika Bank kalah. Namun demikian, manajemen Bank yakin bahwa hasil keputusan
masalah atau tuntutan hukum tersebut tidak akan membawa dampak yang signifikan pada hasil
usaha, posisi keuangan, atau likuiditas Bank.
Komitmen dan kontinjensi dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
28. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH
Pendapatan bunga dan syariah berasal dari:
2025 2024
Pendapatan bunga
Kredit yang diberikan 67.446.394 63.092.902
Efek-efek untuk tujuan investasi 24.163.987 22.259.179
Piutang pembiayaan konsumen dan piutang
sewa pembiayaan 3.625.497 3.594.918
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 727.466 2.542.353
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain 633.824 711.706
Wesel tagih 525.723 691.152
Lain-lain 841.487 1.099.139
97.964.378 93.991.349
Pendapatan syariah
Bagi hasil syariah 948.274 805.105
Jumlah 98.912.652 94.796.454
Termasuk dalam pendapatan bunga dari kredit yang diberikan adalah bunga dari efek diskonto
aset keuangan syang mengalami penurunan nilai untuk tahun berakhir 31 Desember 2025 dan
2024, masing-masing sebesar Rp (4.135) dan Rp 11.364.
Pendapatan bunga dari kredit yang diberikan kepada pihak berelasi diungkapkan pada
Catatan 45.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 543
Page 546
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/77
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. BEBAN BUNGA DAN SYARIAH
Beban bunga dan syariah meliputi bunga dan beban syariah yang timbul dari:
2025 2024
Beban bunga
Simpanan dari nasabah 10.087.427 9.503.963
Premi penjaminan 2.386.381 2.251.915
Efek-efek utang yang diterbitkan 22.431 38.913
Simpanan dari bank-bank lain 58.559 82.919
Pinjaman yang diterima 82.708 87.713
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 182.783 150.262
Lain-lain 21.553 21.495
12.841.842 12.137.180
Beban syariah
Syariah 522.653 395.110
Jumlah beban bunga dan syariah 13.364.495 12.532.290
Beban bunga dan syariah atas simpanan dari nasabah kepada pihak berelasi diungkapkan pada
Catatan 45.
30. PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI - BERSIH
Merupakan provisi dan komisi sehubungan dengan:
2025 2024
Kredit 2.751.126 2.428.359
Trade 1.199.308 1.112.506
CASA dan Transactional 14.012.215 12.887.956
Wealth 998.149 863.046
Lain-lain 699.309 688.054
Jumlah 19.660.107 17.979.921
Beban provisi dan komisi - (2)
Pendapatan - bersih 19.660.107 17.979.919
Komisi dari CASA dan Transactional merupakan pendapatan komisi terkait transaksi kartu kredit
dan debit yang telah dikurangi dengan biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan transaksi
tersebut.
Provisi dan komisi dari kredit yang diberikan merupakan pendapatan provisi dan komisi yang
terkait dengan pemberian fasilitas kredit yang bukan merupakan bagian tak terpisahkan dari suku
bunga efektif.
544 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 547
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/78
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENDAPATAN TRANSAKSI YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA RUGI -
BERSIH
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih meliputi:
2025 2024
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi 206.719 254.702
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih 355.685 (223.207)
Keuntungan (kerugian) yang direalisasi atas
transaksi spot dan derivatif - bersih 1.210.453 1.300.521
Keuntungan (kerugian) atas penjualan aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih 2.234.287 1.522.513
4.007.144 2.854.529
32. BEBAN (PEMULIHAN) PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ASET
2025 2024
Kredit yang diberikan (Catatan 12h) 4.738.261 2.686.810
Piutang pembiayaan konsumen (Catatan 13) 645.085 353.502
Efek-efek untuk tujuan investasi (Catatan 14) 73.059 8.070
Pembiayaan syariah 11.147 80.802
Tagihan akseptasi (Catatan 9c) (254.186) 149.093
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (Catatan 22) (116.902) (408.004)
Lain-lain (16.633) 18.568
5.079.831 2.888.841
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan (1.068.784) (854.388)
Beban (pemulihan) penyisihan kerugian
penurunan nilai aset 4.011.047 2.034.453
33. BEBAN KARYAWAN
2025 2024
Gaji dan upah 9.074.991 9.066.310
Kesejahteraan dan kompensasi karyawan 6.292.477 6.291.396
Imbalan pasca-kerja (Catatan 2d) 1.643.533 1.319.538
Iuran dana pensiun 390.705 369.061
Pelatihan 379.064 397.937
17.780.770 17.444.242
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 545
Page 548
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/79
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Keperluan kantor 5.694.527 5.833.053
Perbaikan dan pemeliharaan 2.377.394 2.020.849
Penyusutan 2.402.780 2.017.454
Komunikasi 1.241.776 1.828.596
Promosi 1.596.938 1.657.278
Sewa 1.334.875 1.143.353
Jasa tenaga ahli 484.399 777.296
Air, listrik, dan bahan bakar 311.789 324.939
Biaya pajak final 240.707 262.826
Amortisasi aset takberwujud - perangkat lunak 199.255 150.095
Komputer dan perangkat lunak 74.841 128.701
Asuransi 86.722 64.510
Pengangkutan 58.701 59.903
Penelitian dan pengembangan 51.439 33.155
Keamanan 21.940 21.709
Lain-lain 602.032 550.425
16.780.115 16.874.142
35. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
Laba bersih per saham dasar dan dilusian dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar selama tahun berjalan, sebagai berikut:
2025 2024
Laba tahun berjalan 57.537.287 54.836.305
Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar di Bursa Efek Indonesia (satuan penuh) 123.244.982.342 123.275.050.000
Laba bersih per saham dasar (nilai penuh) 467 445
Tidak ada instrumen yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba bersih per
saham dilusian sama dengan laba bersih per saham dasar.
36. PENGGUNAAN LABA BERSIH
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 12 Maret 2025
(notulen dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dengan Berita Acara No. 86)
memutuskan penggunaan laba bersih 2024 sebagai berikut:
a. Laba bersih 2024 sebesar Rp 548.363 disisihkan untuk dana cadangan.
b. Membagi dividen tunai sejumlah Rp 36.982.515 (Rp 300 (nilai penuh) per saham) kepada
para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai. Jumlah dividen
tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 11 April 2025 sebesar Rp 30.818.763 (dividen
interim tahun buku 2024 telah dibayarkan pada tanggal 11 Desember 2024 sebesar Rp
6.163.752).
c. Menetapkan tantiem anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dalam dan
selama tahun buku 2024. Jumlah aktual tantiem yang dibayarkan sebesar Rp 887.700.
d. Menetapkan sisa laba bersih 2024 setelah dikurangi dividen sebagai laba ditahan.
546 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 549
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/80
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PENGGUNAAN LABA BERSIH (lanjutan)
Sesuai dengan Surat Keputusan Rapat Direksi tanggal 24 November 2025 No. 238 tentang
Pembagian Dividen Sementara (dividen interim) Tahun Buku 2025, Direksi menetapkan
bahwa Bank akan membayarkan dividen sementara (dividen interim) kepada pemegang
saham atas laba tahun 2025 sebesar Rp 55 (nilai penuh) per saham. Jumlah aktual dividen
interim yang dibayarkan sebesar Rp 6.776.284.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 14 Maret 2024
(notulen dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dengan Berita Acara No. 87)
memutuskan penggunaan laba bersih 2023 sebagai berikut:
a. Laba bersih 2023 sebesar Rp 486.391 disisihkan untuk dana cadangan.
b. Membagi dividen tunai sejumlah Rp 33.284.264 (Rp 270 (nilai penuh) per saham) kepada
para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai. Jumlah dividen
tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 4 April 2024 sebesar Rp 28.045.074 (dividen
interim Tahun Buku 2023 telah dibayarkan pada tanggal 20 Desember 2023 sebesar
Rp 5.239.190).
c. Menetapkan tantiem anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dalam dan
selama tahun buku 2023. Jumlah aktual tantiem yang dibayarkan sebesar Rp 765.000.
d. Menetapkan sisa laba bersih 2023 setelah dikurangi dividen sebagai laba ditahan.
Sesuai dengan Surat Keputusan Rapat Direksi tanggal 8 November 2024 No. 185 tentang
Pembagian Dividen Sementara (dividen interim) Tahun Buku 2024, Direksi menetapkan bahwa
Bank akan membayarkan dividen sementara (dividen interim) kepada pemegang saham atas laba
tahun 2024 sebesar Rp 50 (nilai penuh) per saham. Jumlah aktual dividen interim yang dibayarkan
sebesar Rp 6.163.752.
37. INSTRUMEN KEUANGAN
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Instrumen keuangan telah dikelompokkan berdasarkan klasifikasi masing-masing. Kebijakan
akuntansi yang material di Catatan 2g menjelaskan bagaimana kategori aset dan liabilitas
keuangan tersebut diukur dan bagaimana pendapatan dan beban, termasuk laba dan rugi atas
nilai wajar (perubahan nilai wajar instrumen keuangan) diakui.
Model penilaian instrumen keuangan
Grup mengukur nilai wajar dengan menggunakan hierarki dari metode berikut:
• Level 1: input yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk
instrumen yang identik yang dapat diakses Grup pada tanggal pengukuran;
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi,
baik secara langsung atau tidak langsung. Dalam kategori ini termasuk instrumen yang dinilai
dengan menggunakan: harga kuotasian untuk instrumen serupa di pasar aktif; harga
kuotasian untuk instrumen yang identik atau yang serupa di pasar yang tidak aktif; atau teknik
penilaian lainnya di mana seluruh input signifikan dapat diobservasi secara langsung maupun
tidak langsung dari data pasar;
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi. Dalam kategori ini termasuk semua instrumen di
mana teknik penilaiannya menggunakan input yang tidak dapat diobservasi dan input yang
tidak dapat diobservasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penilaian instrumen.
Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen yang dinilai berdasarkan harga kuotasian untuk
instrumen serupa yang memerlukan penyesuaian atau asumsi signifikan yang tidak dapat
diobservasi untuk mencerminkan perbedaan diantara instrumen tersebut.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 547
Page 550
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/81
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Model penilaian instrumen keuangan (lanjutan)
Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif
didasarkan pada kuotasi harga pasar. Untuk seluruh instrumen keuangan lainnya, Bank
menentukan nilai wajar menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih dan arus kas yang didiskontokan, perbandingan
dengan instrumen yang sejenis yang harga pasarnya tersedia dan dapat diobservasi, dan model
penilaian lainnya. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian termasuk suku bunga
bebas risiko (risk-free), suku bunga acuan, credit spread, dan variabel lainnya yang digunakan
dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs valuta asing, serta volatilitas, dan
korelasi harga yang diharapkan.
Tujuan dari teknik penilaian adalah untuk pengukuran nilai wajar yang mencerminkan harga yang
akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants)
pada tanggal pengukuran.
Grup menggunakan model penilaian yang diakui secara luas untuk menentukan nilai wajar atas
instrumen keuangan yang umum dan yang lebih sederhana, seperti swap suku bunga dan nilai
tukar yang hanya menggunakan data pasar yang dapat diobservasi dan membutuhkan sedikit
pertimbangan dan estimasi manajemen. Harga atau input model yang dapat diobservasi biasanya
tersedia di pasar untuk efek-efek utang yang tercatat di bursa dan derivatif over-the-counter yang
sederhana seperti swap suku bunga. Ketersediaan harga pasar dan input model yang dapat
diobservasi mengurangi kebutuhan pertimbangan dan estimasi manajemen dan juga mengurangi
ketidakpastian terkait penentuan nilai wajar. Ketersediaan harga pasar dan input yang dapat
diobservasi bervariasi tergantung pada produk dan pasar dan mudah berubah berdasarkan
kejadian tertentu dan kondisi umum di pasar keuangan.
Pertimbangan dan estimasi manajemen biasanya memerlukan pemilihan model yang sesuai untuk
digunakan, penentuan arus kas masa depan yang diharapkan pada instrumen keuangan yang
dinilai, penentuan probabilitas kegagalan pihak lawan, pembayaran dimuka dan pemilihan tingkat
diskonto yang tepat.
Kerangka penilaian
Penilaian aset keuangan dan liabilitas keuangan dikaji secara independen dari bisnis oleh
Accounting & Tax Division (“ATX”) dan Risk Management Division. ATX terutama bertanggung
jawab untuk memastikan bahwa penyesuaian penilaian telah dilakukan secara tepat. Risk
Management Division melakukan validasi harga secara independen untuk memastikan bahwa
Bank menggunakan data pasar yang dapat diandalkan dari sumber-sumber independen misalnya
harga perdagangan dan kuotasian pialang.
Model penilaian diajukan oleh Risk Management Division dan disetujui oleh manajemen. Risk
Management Division melakukan pengkajian secara berkala terhadap kelayakan sumber data
pasar yang digunakan dalam penilaian. Data pasar yang digunakan untuk validasi harga
mencakup pula sumber data perdagangan terkini yang melibatkan pihak lawan eksternal atau
pihak ketiga seperti Bloomberg, Reuters, pialang, dan pricing providers. Data pasar yang
digunakan harus sedapat mungkin mencerminkan pasar yang secara berkesinambungan dapat
berubah mengikuti perkembangan pasar dan instrumen keuangan. Untuk menentukan kualitas
dari input data pasar, faktor-faktor seperti independensi, relevansi, keandalan, ketersediaan
berbagai sumber data, dan metodologi yang digunakan oleh pricing providers juga
dipertimbangkan.
548 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 551
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/82
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Penilaian instrumen keuangan
Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar
Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar instrumen keuangan Grup, yang diukur pada
nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing level dalam
hierarki nilai wajar.
2025
Nilai tercatat Nilai wajar
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Diukur pada nilai penghasilan
wajar melalui komprehensif
laba rugi lain Jumlah Level 2
Aset keuangan
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain – bersih - 451.849 451.849 451.849
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar - bersih 35.320.959 - 35.320.959 35.320.959
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih - 91.131.087 91.131.087 91.131.087
35.320.959 91.582.936 126.903.895 126.903.895
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar 97.406 - 97.406 97.406
97.406 - 97.406 97.406
2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Diukur pada nilai penghasilan
wajar melalui komprehensif
laba rugi lain Jumlah Level 2
Aset keuangan
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar - bersih 21.524.617 - 21.524.617 21.524.617
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih - 98.379.739 98.379.739 98.379.739
21.524.617 98.379.739 119.904.356 119.904.356
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar 257.613 - 257.613 257.613
257.613 - 257.613 257.613
Nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dihitung menggunakan teknik penilaian berdasarkan model
internal Bank, yaitu metode diskonto arus kas. Input yang digunakan dalam teknik penilaian adalah
suku bunga pasar instrumen jangka pendek (money market instrument) yang memiliki karakteristik
kredit, jatuh tempo, dan yield yang serupa.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 549
Page 552
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/83
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Penilaian instrumen keuangan (lanjutan)
Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar efek-efek yang diklasifikasikan dalam
kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar efek-efek yang
diklasifikasikan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain adalah berdasarkan harga pasar yang dikeluarkan oleh pricing provider (Penilai Harga Efek
Indonesia/"PHEI"). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan
harga pasar kuotasian efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo, dan yield yang serupa.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak termasuk investasi dalam saham
masing-masing sebesar Rp 606.646 dan Rp 540.492 yang dinilai sebesar nilai perolehannya
dikarenakan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar
Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar instrumen keuangan Grup, yang tidak diukur
pada nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing level
dalam hierarki nilai wajar.
2025
Nilai tercatat Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi Jumlah Level 2 Level 3 Jumlah
Aset keuangan
Kredit yang diberikan - bersih 940.481.200 940.481.200 25.880.058 910.453.512 936.333.570
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 8.953.987 8.953.987 - 7.993.161 7.993.161
Piutang sewa pembiayaan - bersih 8.005 8.005 - 6.635 6.635
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 2.253.861 2.253.861 - 2.253.861 2.253.861
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 317.683.267 317.683.267 326.278.201 - 326.278.201
1.269.380.320 1.269.380.320 352.158.259 920.707.169 1.272.865.428
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah 1.233.799.081 1.233.799.081 1.233.799.081 - 1.233.799.081
Dana simpanan syariah 4.727.157 4.727.157 4.727.157 - 4.727.157
Liabilitas sewa pembiayaan 283.587 283.587 283.587 - 283.587
Simpanan dari bank-bank lain 3.966.077 3.966.077 3.966.077 - 3.966.077
Pinjaman yang diterima 2.047.436 2.047.436 2.049.293 - 2.049.293
Obligasi subordinasi 65.000 65.000 65.000 - 65.000
1.244.888.338 1.244.888.338 1.244.890.195 - 1.244.890.195
2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi Jumlah Level 2 Level 3 Jumlah
Aset keuangan
Kredit yang diberikan - bersih 868.686.210 868.686.210 25.116.622 852.431.302 877.547.924
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 9.435.564 9.435.564 - 9.135.934 9.135.934
Piutang sewa pembiayaan - bersih 51.042 51.042 - 48.459 48.459
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.924.884 1.924.884 - 1.924.884 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 272.231.726 272.231.726 271.130.953 - 271.130.953
1.152.329.426 1.152.329.426 296.247.575 863.540.579 1.159.788.154
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah 1.120.613.667 1.120.613.667 1.120.613.667 - 1.120.613.667
Dana simpanan syariah 3.511.679 3.511.679 3.511.679 - 3.511.679
Liabilitas sewa pembiayaan 302.470 302.470 302.470 - 302.470
Simpanan dari bank-bank lain 3.656.298 3.656.298 3.656.298 - 3.656.298
Pinjaman yang diterima 2.242.516 2.242.516 2.244.759 - 2.244.759
Obligasi subordinasi 500.000 500.000 500.000 - 500.000
1.130.826.630 1.130.826.630 1.130.828.873 - 1.130.828.873
550 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 553
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/84
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar (lanjutan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar, diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Instrumen keuangan berikut ini merupakan instrumen keuangan jangka pendek atau yang ditinjau
ulang menggunakan harga pasar secara berkala, dan karenanya, nilai wajar instrumen keuangan
tersebut mendekati nilai tercatatnya.
Aset keuangan:
- Kas
- Giro pada Bank Indonesia
- Giro pada bank-bank lain
- Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
- Tagihan akseptasi
- Wesel tagih
- Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
- Aset lain-lain
Liabilitas keuangan:
- Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
- Utang akseptasi
- Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
- Liabilitas lain-lain
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar kredit yang diberikan, piutang pembiayaan
konsumen, piutang sewa pembiayaan, dan pinjaman yang diterima dinilai menggunakan diskonto
arus kas berdasarkan tingkat suku bunga internal.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar, efek-efek untuk tujuan investasi yang
diklasifikasikan dalam kelompok biaya perolehan diamortisasi adalah berdasarkan harga pasar
yang dikeluarkan oleh pricing provider (Penilai Harga Efek Indonesia/"PHEI" dahulu Indonesia
Bond Pricing Agency/“IBPA"). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan
menggunakan harga pasar kuotasian efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo, dan yield
yang serupa.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar simpanan dari nasabah dan simpanan dari
bank-bank lain sama dengan nilai tercatatnya karena sifatnya dapat ditarik sewaktu-waktu
(payable on demand).
Perhitungan nilai wajar dilakukan hanya untuk kepentingan pengungkapan dan tidak berdampak
pada pelaporan posisi atau kinerja keuangan Grup. Nilai wajar yang dihitung oleh Grup mungkin
berbeda dengan jumlah aktual yang akan diterima atau dibayar pada saat penyelesaian atau jatuh
tempo instrumen keuangan. Karena terdapat instrumen keuangan tertentu yang tidak
diperdagangkan, maka perhitungan nilai wajar melibatkan pertimbangan dan estimasi manajemen.
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA
Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, Bank wajib
memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya pada saat pemutusan hubungan kerja
atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-kerja ini diberikan
berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja atau
selesainya masa kerja. Imbalan pasca-kerja ini merupakan program imbalan pasti.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 551
Page 554
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/85
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
Bank memiliki program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang memenuhi kriteria yang
ditetapkan Bank. Program pensiun iuran pasti ini dikelola dan diadministrasikan Dana Pensiun
BCA yang didirikan oleh Bank sebagai wadah untuk mengelola aset, memberikan penghasilan
investasi dan membayar imbalan pasca-kerja kepada karyawan Bank. Dana Pensiun BCA telah
disahkan pendiriannya oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. KEP-020/KM.17/1995 tanggal 25 Januari 1995. Iuran untuk dana pensiun dihitung
berdasarkan persentase tertentu dari gaji pokok karyawan di mana jumlah yang ditanggung oleh
karyawan dan Bank masing-masing sebesar 3% (tiga persen) dan 5% (lima persen). Selama tahun
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, akumulasi iuran Bank kepada dana pensiun tersebut
sebesar 2% (dua persen) dapat diperhitungkan sebagai pengurang dari liabilitas imbalan pasca-
kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan.
Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, Bank telah menyisihkan dana yang
akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pasca-kerja karyawan masing-
masing sebesar Rp 901.467 dan Rp 752.365. Dana yang disisihkan tersebut ditempatkan pada
beberapa perusahaan asuransi dalam bentuk program saving plan dan Dana Pensiun Lembaga
Keuangan (“DPLK”) dalam bentuk Dana Kompensasi Pasca Kerja (“DKPK”), yang memenuhi
kriteria untuk dicatat sebagai aset program.
Program pensiun imbalan pasti ini memberikan eksposur risiko aktuarial kepada Bank, seperti
risiko investasi, risiko tingkat suku bunga dan risiko inflasi.
Imbalan pasca-kerja yang diberikan oleh Bank mencakup pensiun, kompensasi jangka panjang
lainnya berupa penghargaan masa kerja, dan imbalan kesehatan pasca-kerja. Liabilitas imbalan
pasca-kerja pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dihitung oleh aktuaris independen Bank,
yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits dengan menggunakan metode projected-unit-
credit. Asumsi-asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris independen adalah sebagai berikut:
2025 2024
Asumsi ekonomi:
Tingkat diskonto per tahun
Program pensiun imbalan pasti 6,50% 7,15%
Kompensasi jangka panjang lainnya – Emas 6,55% 7,15%
Kompensasi jangka panjang lainnya – Non Emas 6,65% 7,15%
Imbalan kesehatan pasca-kerja – Self Insured 6,05% 7,05%
Imbalan kesehatan pasca-kerja – Asuransi 6,80% 7,15%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar per tahun 8,80% 9,00%
Tingkat klaim self-Insured per tahun 13,00% 11,60%
Tingkat tren biaya kesehatan 11,50% 11,50%
Tingkat diskonto digunakan dalam menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja pada
tanggal penilaian. Secara umum, tingkat diskonto mengacu pada imbal hasil atas obligasi
pemerintah berkualitas tinggi yang diperdagangkan di pasar modal aktif pada tanggal pelaporan.
Asumsi kenaikan penghasilan dasar di masa depan memproyeksikan liabilitas imbalan pasca-
kerja mulai dari tanggal penilaian sampai dengan usia pensiun normal. Tingkat kenaikan
penghasilan dasar pada umumnya ditentukan dengan menerapkan penyesuaian inflasi untuk
skala pembayaran dan dengan memperhitungkan masa kerja.
552 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 555
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/86
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 telah
sesuai dengan laporan aktuaris independen masing-masing tertanggal 6 Januari 2026 dan 6
Januari 2025.
a. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
Program pensiun imbalan pasti
dan kompensasi jangka Imbalan kesehatan
panjang lainnya pasca-kerja
2025 2024 2025 2024
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 12.440.880 11.736.185 288.958 183.746
Nilai wajar aset program (2.922.150) (2.976.290) - -
Liabilitas imbalan
pasca-kerja bersih - Bank 9.518.730 8.759.895 288.958 183.746
Liabilitas imbalan pasca-kerja Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang
tercatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian masing-masing sebesar Rp 185.545
dan Rp 154.068.
b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja
Program pensiun imbalan pasti
dan kompensasi jangka Imbalan kesehatan
panjang lainnya pasca-kerja
2025 2024 2025 2024
Perubahan liabilitas imbalan pasti
Liabilitas imbalan pasti, awal tahun - Bank 8.759.895 8.727.398 183.746 156.844
Termasuk dalam laba rugi
Beban jasa kini 810.050 796.911 14.452 13.799
Beban jasa lalu-amandemen - (159.411) 2.383 8.751
Beban bunga 575.689 545.010 12.716 12.221
Beban terminasi 181.116 37.523 - 8.298
Penyesuaian atas pengalaman
masa kerja lalu 1.820 4.543 91 19.558
Dampak atas perubahan metode atribusi
pada Laba Rugi - - - -
Termasuk dalam penghasilan
komprehensif lainnya
Keuntungan (kerugian) aktuarial
yang timbul atas:
Perubahan asumsi keuangan 761.629 (225.813) 95.676 (15.864)
Perubahan asumsi demografi - - - -
Penyesuaian pengalaman (101.789) 89.470 30.509 25.119
Imbal hasil atas aset program di luar
pendapatan bunga 7.467 52.632 - -
Dampak atas perubahan metode
atribusi pada PKL - - - -
Lain-lain
Penempatan dana pada perusahaan
asuransi (aset program) (901.467) (752.365) - -
Imbalan pasca-kerja yang dibayarkan
langsung oleh Bank (575.680) (356.003) (50.615) (44.980)
Liabilitas imbalan pasti, akhir tahun - Bank 9.518.730 8.759.895 288.958 183.746
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 553
Page 556
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/87
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
Beban imbalan pasca-kerja Entitas Anak tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 yang
tercatat dalam laba rugi masing-masing sebesar Rp 45.216 dan Rp 32.335.
Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, pembayaran imbalan pasca-kerja di
Entitas Anak masing-masing sebesar Rp 4.594 dan Rp 4.324, dan Entitas Anak telah
menyisihkan dana yang akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pasca-
kerja karyawan masing-masing sebesar Rp 20.050 dan Rp 7.750 dengan menempatkan pada
beberapa perusahaan asuransi, yang memenuhi kriteria untuk dicatat sebagai aset program.
c. Komposisi aset program
Komposisi aset program dari masing-masing dana pensiun pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
Persentase alokasi 31 Desember 2025 Persentase alokasi 31 Desember 2025
memiliki harga pasar kuotasian untuk memiliki harga pasar kuotasian untuk
program pesangon DPLK DKPK
AIA Allianz Manulife AIA Allianz Manulife
Saham 0,00% 0,00% 0,00% 13,70% 5,43% 7,42%
Obligasi 0,00% 18,87% 0,00% 69,91% 67,45% 54,92%
Properti 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas 100,00% 81,13% 100,00% 16,39% 27,12% 37,66%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Persentase alokasi 31 Desember 2024 Persentase alokasi 31 Desember 2024
memiliki harga pasar kuotasian untuk memiliki harga pasar kuotasian untuk
program pesangon DPLK DKPK
AIA Allianz Manulife AIA Allianz Manulife
Saham 0,00% 0,00% 0,00% 9,40% 9,79% 9,21%
Obligasi 0,00% 37,57% 0,00% 58,83% 59,21% 70,75%
Properti 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas 100,00% 62,43% 100,00% 31,77% 31,00% 20,04%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
d. Perubahan nilai wajar aset program untuk program pasca-kerja
2025 2024
Nilai wajar aset program, awal tahun - Bank 2.976.290 3.120.458
Penempatan dana pada perusahaan asuransi 901.467 752.365
Imbal hasil atas aset program di luar
pendapatan bunga (7.467) (52.632)
Pendapatan bunga dari aset program 203.849 202.203
Pembayaran imbalan pasca-kerja (1.151.989) (1.046.104)
Nilai wajar aset program, akhir tahun - Bank 2.922.150 2.976.290
554 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 557
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/88
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
e. Informasi historis - Bank:
31 Desember
2025 2024 2023 2022 2021 2020
Program pensiun imbalan pasti dan
kompensasi jangka panjang lainnya
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 12.440.880 11.736.185 11.847.856 11.225.855 11.800.914 12.966.647
Nilai wajar aset program (2.922.150) (2.976.290) (3.120.458) (3.952.724) (4.877.681) (3.664.581)
Defisit 9.518.730 8.759.895 8.727.398 7.273.131 6.923.233 9.302.065
Penyesuaian yang timbul pada
liabilitas program (101.789) 89.470 350.315 13.149 (159.362) (9.914)
Penyesuaian yang timbul pada
aset program 7.467 53.632 187.347 159.472 (440.474) 555.010
Imbalan kesehatan pasca-kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 288.958 183.746 156.844 137.462 197.102 214.570
Penyesuaian yang timbul pada
liabilitas program 30.509 25.119 29.185 14.093 (15.238) (15.955)
f. Analisis sensitivitas
Perubahan 1 (satu) persen asumsi aktuarial akan memiliki pengaruh sebagai berikut:
2025
Program pensiun Kompensasi jangka panjang Imbalan kesehatan
imbalan pasti lainnya pasca-kerja
Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan
Tingkat diskonto (1% pergerakan) (435.904) 489.807 (295.975) 344.200 (21.674) 30.106
Tingkat penghasilan dasar (1% pergerakan) 541.763 (491.512) 351.948 (308.837) - -
Tingkat biaya kesehatan (1% pergerakan) - - - - 24.773 (21.695)
2024
Program pensiun Kompensasi jangka panjang Imbalan kesehatan
imbalan pasti lainnya pasca-kerja
Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan
Tingkat diskonto (1% pergerakan) (397.170) 443.541 (255.558) 295.487 (13.688) 19.379
Tingkat penghasilan dasar (1% pergerakan) 495.259 (451.964) 305.338 (269.456) - -
Tingkat biaya kesehatan (1% pergerakan) - - - - 16.152 (14.049)
g. Analisis jatuh tempo
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun dan manfaat kesehatan pasca-
kerja yang tidak terdiskonto adalah sebagai berikut:
Selama 10
tahun ke
depan 10 - 20 tahun 20 tahun - dst
Imbalan pensiun 7.947.630 4.192.199 3.948.406
Kompensasi jangka panjang lainnya 3.487.993 1.762.496 2.048.926
Imbalan kesehatan pasca-kerja 223.879 136.585 179.642
h. Durasi rata-rata tertimbang dari program pensiun imbalan pasti, kompensasi jangka panjang
lainnya - non emas, kompensasi jangka panjang lainnya - emas, imbalan kesehatan pasca-
kerja - self insured dan imbalan kesehatan pasca-kerja - asuransi, pada tanggal 31 Desember
2025 adalah masing-masing 12,15 tahun; 12,82 tahun; 15,62 tahun; 6,68 tahun; dan 18,58
tahun (31 Desember 2024: 11,89 tahun; 12,51 tahun; 15,19 tahun; 6,54 tahun; dan 18,66
tahun).
39. JASA KUSTODIAN
Biro Jasa Kustodian Bank memperoleh izin untuk menyediakan jasa kustodian dari Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam, sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”)
berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-148/PM/1991 tanggal 13 November 1991.
Jasa-jasa yang diberikan oleh Biro Jasa Kustodian meliputi jasa penitipan saham, obligasi
pemerintah dan korporasi, deposito, administrasi reksadana dan kontrak pengelolaan dana,
termasuk di dalamnya penerimaan dividen, bunga dan hak – hak lainnya, menyelesaikan transaksi
efek serta mewakili pemegang rekening yang menjadi Nasabah.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 555
Page 558
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/89
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. JASA KUSTODIAN (lanjutan)
Aset yang diadministrasikan oleh Biro Jasa Kustodian terdiri dari saham, obligasi, deposito, surat
berharga pasar modal, dan pasar uang lainnya.
40. SEGMEN OPERASI
Grup mengungkapkan pelaporan segmen operasi informasi keuangan berdasarkan produk
sebagai berikut:
2025
Kredit Tresuri Lainnya Jumlah
Aset 940.481.200 524.766.024 121.581.312 1.586.828.536
Pendapatan bunga dan syariah 67.446.394 26.686.436 4.779.822 98.912.652
Pendapatan fee-based dan lainnya 3.533.241 619.672 18.153.174 22.306.087
2024
Kredit Tresuri Lainnya Jumlah
Aset 868.686.210 459.238.130 121.376.988 1.449.301.328
Pendapatan bunga dan syariah 63.092.902 26.955.707 4.747.845 94.796.454
Pendapatan fee-based dan lainnya 3.418.479 288.678 19.480.693 23.187.850
Operasional utama dari Grup dikelola di wilayah Indonesia. Segmen bisnis Bank terbagi atas 5
(lima) area geografis utama, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Indonesia bagian timur dan
operasi luar negeri.
Informasi yang berkaitan dengan segmen berdasarkan geografis dari Grup disajikan dalam tabel
di bawah ini:
2025
Indonesia
Sumatera Jawa Kalimantan bagian Timur Jumlah
Pendapatan bunga dan syariah 4.677.889 89.629.619 1.861.422 2.743.722 98.912.652
Beban bunga dan syariah (557.399) (12.269.210) (195.154) (342.732) (13.364.495)
Pendapatan bunga dan
syariah - bersih 4.120.490 77.360.409 1.666.268 2.400.990 85.548.157
Pendapatan asuransi - 2.003.240 - - 2.003.240
Beban asuransi - (1.858.302) - - (1.858.302)
Pendapatan asuransi - bersih - 144.938 - - 144.938
Pendapatan provisi dan
komisi - bersih 1.245.732 16.976.557 513.461 924.357 19.660.107
Pendapatan transaksi yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih 13.090 3.947.666 4.287 42.101 4.007.144
Pendapatan operasional lainnya 32.322 2.536.466 22.683 54.509 2.645.980
Total pendapatan segmen 5.411.634 100.966.036 2.206.699 3.421.957 112.006.326
Penyusutan dan amortisasi (41.782) (2.517.305) (15.492) (35.853) (2.610.432)
Unsur material non kas lainnya:
(Beban) pemulihan penyisihan
kerugian penurunan nilai aset (136.799) (3.487.531) (322.807) (63.910) (4.011.047)
Beban operasional lainnya (1.601.360) (30.827.583) (579.695) (1.115.333) (34.123.971)
Laba sebelum pajak penghasilan 3.631.693 64.133.617 1.288.705 2.206.861 71.260.876
Beban pajak penghasilan (13.697.783)
Laba tahun berjalan 57.563.093
Aset 100.740.319 1.383.382.831 38.447.409 64.257.977 1.586.828.536
Liabilitas 100.740.319 1.091.062.581 38.447.409 64.257.977 1.294.508.286
Kredit yang diberikan – bersih 42.184.312 854.083.225 18.659.728 25.553.935 940.481.200
Simpanan dari nasabah 99.740.302 1.032.245.004 38.178.652 63.635.123 1.233.799.081
Dana simpanan syariah - 4.727.157 - - 4.727.157
Dana syirkah temporer - 10.632.695 - - 10.632.695
556 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 559
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/90
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Informasi yang berkaitan dengan segmen berdasarkan geografis dari Grup disajikan dalam tabel
di bawah ini:
2024
Indonesia Operasi luar
Sumatera Jawa Kalimantan bagian timur negeri Jumlah
Pendapatan bunga dan syariah 4.427.250 86.036.942 1.711.892 2.582.953 37.417 94.796.454
Beban bunga dan syariah (565.890) (11.454.256) (195.103) (313.090) (3.951) (12.532.290)
Pendapatan bunga dan syariah - bersih 3.861.360 74.582.686 1.516.789 2.269.863 33.466 82.264.164
Pendapatan asuransi - 3.110.733 - - - 3.110.733
Beban asuransi - (1.753.761) - - - (1.753.761)
Pendapatan asuransi - bersih - 1.356.972 - - - 1.356.972
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 1.136.562 15.562.427 461.532 816.852 2.546 17.979.919
Pendapatan transaksi yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih (83.918) 2.906.754 5.075 42.112 (15.494) 2.854.529
Pendapatan operasional lainnya 37.737 2.008.107 12.275 45.528 (6.451) 2.097.196
Total pendapatan segmen 4.951.741 96.416.946 1.995.671 3.174.355 14.067 106.552.780
Penyusutan dan amortisasi (44.915) (2.060.098) (20.240) (37.266) (5.030) (2.167.549)
Unsur material non kas lainnya:
(Beban) pemulihan penyisihan
kerugian penurunan nilai aset 179.018 (2.423.564) 141.270 67.000 1.823 (2.034.453)
Beban operasional lainnya (1.536.804) (30.972.111) (546.303) (1.043.365) (34.345) (34.132.928)
Laba sebelum pajak penghasilan 3.549.040 60.961.173 1.570.398 2.160.724 (23.485) 68.217.850
Beban pajak penghasilan (13.366.576)
Laba tahun berjalan 54.851.274
Aset 93.995.732 1.262.486.824 34.992.548 57.473.797 352.427 1.449.301.328
Liabilitas 93.995.732 990.512.830 34.992.548 57.473.797 4.517 1.176.979.424
Kredit yang diberikan – bersih 38.739.422 788.949.509 16.219.497 24.777.782 - 868.686.210
Simpanan dari nasabah 92.838.676 936.118.359 34.725.741 56.930.891 - 1.120.613.667
Dana simpanan syariah - 3.511.679 - - - 3.511.679
Dana syirkah temporer - 9.486.817 - - - 9.486.817
41. MANAJEMEN RISIKO
Bank memiliki eksposur terhadap risiko kredit, likuiditas, pasar, operasional, dan konsolidasian.
Catatan di bawah ini menyampaikan informasi mengenai eksposur Bank terhadap setiap risiko di
atas, tujuan, kebijakan dan proses yang dilakukan oleh Bank dalam mengukur dan mengelola
risiko.
a. Kerangka manajemen risiko
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Bank berhadapan dengan risiko yang melekat
(inherent) pada instrumen keuangan, yaitu risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar atas nilai
tukar valuta asing, dan tingkat suku bunga, risiko operasional, serta risiko lainnya.
Dalam rangka mengendalikan risiko tersebut, Bank telah mengimplementasikan suatu
Kerangka Dasar Manajemen Risiko (Risk Management Framework) secara terpadu yang
dituangkan dalam Kebijakan Dasar Manajemen Risiko ("KDMR"). Kerangka tersebut
digunakan sebagai sarana untuk penetapan strategi, organisasi, kebijakan dan pedoman,
serta infrastruktur Bank sehingga dapat dipastikan bahwa semua risiko yang dihadapi Bank
dapat dikenali, diukur, dikendalikan, dan dilaporkan dengan baik.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 557
Page 560
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/91
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
a. Kerangka manajemen risiko (lanjutan)
Dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif, Bank telah memiliki Komite
Manajemen Risiko yang berfungsi untuk membahas permasalahan risiko yang dihadapi Bank
secara keseluruhan dan merekomendasikan kebijakan manajemen risiko kepada Direksi.
Selain komite di atas, Bank telah membentuk beberapa komite lain yang bertugas untuk
menangani risiko secara lebih spesifik antara lain: Komite Kebijakan Perkreditan, Komite
Kredit, serta Komite Aset dan Liabilitas (Asset and Liability Committee - “ALCO”).
Bank senantiasa melakukan kajian risiko secara menyeluruh atas rencana penerbitan produk
dan/atau aktivitas baru sesuai dengan jenis risiko yang terdapat di dalam Peraturan Bank
Indonesia (“PBI”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”), dan peraturan-peraturan lain
yang berlaku.
b. Manajemen risiko kredit
Organisasi perkreditan terus disempurnakan dengan penekanan kepada penerapan prinsip
“empat mata” (“four eyes principle”) di mana keputusan kredit diambil berdasarkan
pertimbangan dari 2 (dua) sisi, yaitu sisi pengembangan bisnis dan sisi analisis risiko kredit.
Bank telah memiliki Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (“KDPB”) yang terus mengalami
penyempurnaan sejalan dengan perkembangan Bank, PBI, dan POJK serta sesuai dengan
“International Best Practices”.
Bank telah mengembangkan sistem pemeringkat risiko debitur yang disebut Internal Credit
Risk Rating/Scoring System. Setiap debitur memiliki peringkat risiko yang dimaksudkan
sebagai masukan untuk membantu pejabat yang berwenang dalam menganalisa usulan kredit
dengan lebih baik dan tepat.
Untuk memastikan kualitas kredit tetap terjaga dengan baik, sesuai risk appetite bank dan
regulasi yang berlaku, dilakukan penetapan limit kredit dan pemantauan portofolio kredit
secara rutin, baik per kategori kredit maupun secara bankwide.
Bank telah mengembangkan pengelolaan risiko kredit dengan melakukan analisis stress
testing secara berkala dengan berbagai skenario yang relevan terhadap portofolio kredit serta
melakukan monitoring terhadap hasil stress testing tersebut. Stress testing bermanfaat bagi
Bank sebagai alat untuk memperkirakan besarnya dampak potensi risiko pada "stressful
condition" sehingga Bank dapat membuat strategi yang sesuai untuk memitigasi potensi risiko
tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan "contingency plan".
Dalam rangka pemantauan dan pengendalian risiko kredit yang terjadi di Entitas Anak, Bank
telah melakukan pemantauan risiko dan memastikan Entitas Anak telah memiliki Kebijakan
Manajemen Risiko Kredit yang baik dan efektif.
Dalam aset keuangan yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian, eksposur
maksimum terhadap risiko kredit sama dengan nilai tercatatnya. Untuk bank garansi yang
diterbitkan dan fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan, eksposur maksimum
terhadap risiko kredit adalah nilai yang harus dibayarkan oleh Bank jika kewajiban atas bank
garansi yang diterbitkan dan fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan terjadi atau
terealisasi. Untuk komitmen kredit, eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebesar
jumlah fasilitas yang belum ditarik dari nilai penuh fasilitas kredit yang telah disepakati
(committed) kepada nasabah.
558 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 561
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/92
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Grup atas instrumen keuangan
pada laporan posisi keuangan konsolidasian (on-balance sheet) dan rekening
administratif konsolidasian (off-balance sheet).
2025 2024
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia 47.768.278 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.331.638 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih 9.813.541 15.714.884
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 35.320.959 21.524.617
Tagihan akseptasi - bersih 9.494.630 9.621.047
Wesel tagih - bersih 11.825.095 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 5.285.513 1.449.562
Kredit yang diberikan - bersih 940.481.200 868.686.210
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 8.953.987 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan - bersih 8.005 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 2.253.861 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 409.421.000 371.151.957
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 9.167.872 8.326.105
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.499.738 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 28.554 163.769
Piutang transaksi nasabah 612.303 341.152
Aset kontrak asuransi 642.232 588.163
Lain-lain 361.373 390.568
1.500.269.779 1.362.672.854
Rekening administratif konsolidasian - bersih:
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum
digunakan - committed 346.587.948 315.308.816
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain yang
belum digunakan - committed 2.309.239 2.411.712
Fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat
dibatalkan 10.180.618 10.009.892
Bank garansi yang diterbitkan kepada nasabah 29.266.512 26.694.505
388.344.317 354.424.925
1.888.614.096 1.717.097.779
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 559
Page 562
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/93
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit
Sebagai upaya meminimalkan risiko kredit, Bank melakukan diversifikasi portofolio kredit
pada berbagai wilayah geografis, industri, dan produk kredit .
Konsentrasi kredit yang diberikan berdasarkan jenis kredit, mata uang, dan sektor
ekonomi diungkapkan pada Catatan 12.
Berdasarkan pihak lawan
Tabel berikut menyajikan konsentrasi risiko kredit Grup berdasarkan pihak lawan:
2025
Pemerintah dan
Korporasi Bank Indonesia Bank Perorangan Jumlah
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia - 47.768.278 - - 47.768.278
Giro pada bank-bank lain - - 5.332.406 - 5.332.406
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - 4.310.376 5.505.675 - 9.816.051
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 2.109.565 32.910.620 300.774 - 35.320.959
Tagihan akseptasi 9.220.676 - 472.435 1.832 9.694.943
Wesel tagih 428.757 - 11.401.719 - 11.830.476
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - 3.822.008 1.213.933 250.508 5.286.449
Kredit yang diberikan 677.443.474 4.366.975 25.880.058 262.542.727 970.233.234
Piutang pembiayaan konsumen 555.446 - 98 8.910.954 9.466.498
Piutang sewa pembiayaan 10.072 - - 260 10.332
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah 2.262.708 - - 12.996 2.275.704
Efek-efek untuk tujuan investasi 50.019.841 354.582.474 5.444.427 - 410.046.742
Aset lain-lain
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima 2.801.853 5.401.957 193.937 770.125 9.167.872
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.499.738 - - - 3.499.738
Wesel yang belum diaksep 28.649 - - - 28.649
Piutang transaksi nasabah 40.219 - - 572.084 612.303
Aset kontrak asuransi 642.232 - - - 642.232
Lain-lain 363.256 - - - 363.256
Jumlah 749.426.486 453.162.688 55.745.462 273.061.486 1.531.396.122
Cadangan kerugian penurunan nilai (31.126.343)
1.500.269.779
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki
risiko kredit:
Fasilitas kredit yang belum
digunakan - committed 287.540.483 1.133.025 2.358.761 60.679.762 351.712.031
Fasilitas Letter of Credit yang
tidak dapat dibatalkan 10.200.581 - - 5.356 10.205.937
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah 27.154.470 - 1.146.739 992.049 29.293.258
Jumlah 324.895.534 1.133.025 3.505.500 61.677.167 391.211.226
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.866.909)
388.344.317
560 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 563
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/94
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan)
Berdasarkan pihak lawan (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan konsentrasi risiko kredit Grup berdasarkan pihak lawan:
(lanjutan)
2024
Pemerintah dan
Korporasi Bank Indonesia Bank Perorangan Jumlah
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia - 36.408.142 - - 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - - 4.097.837 - 4.097.837
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - 8.646.539 7.070.057 - 15.716.596
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 555.573 20.804.466 164.578 - 21.524.617
Tagihan akseptasi 9.508.319 799 541.930 10.694 10.061.742
Wesel tagih 640.986 - 8.253.899 - 8.894.885
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - 47.809 1.366.281 36.513 1.450.603
Kredit yang diberikan 614.612.475 5.500.000 25.116.622 256.081.756 901.310.853
Piutang pembiayaan konsumen 633.718 - 165 9.164.965 9.798.848
Piutang sewa pembiayaan 50.660 - - 895 51.555
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah 820.454 - - 1.118.269 1.938.723
Efek-efek untuk tujuan investasi 46.780.829 317.652.887 7.270.807 - 371.704.523
Aset lain-lain
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima 2.846.813 4.483.982 203.850 791.460 8.326.105
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.906.220 - - - 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 164.760 - - - 164.760
Piutang transaksi nasabah 55.625 - - 285.527 341.152
Aset kontrak asuransi 526.773 - 25.015 36.375 588.163
Lain-lain 351.231 - - 61.540 412.771
Jumlah 681.454.436 395.544.624 54.111.041 267.587.994 1.396.698.095
Cadangan kerugian penurunan nilai (34.025.241)
1.362.672.854
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki
risiko kredit:
Fasilitas kredit yang belum
digunakan - committed 260.424.847 - 2.411.462 57.782.545 320.618.854
Fasilitas Letter of Credit yang
tidak dapat dibatalkan 10.053.228 - - 2.280 10.055.508
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah 24.926.592 - 807.284 991.874 26.725.750
Jumlah 295.404.667 - 3.218.746 58.776.699 357.400.112
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.975.187)
354.424.925
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 561
Page 564
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/95
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit
Tabel berikut menyajikan aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam stage 1, stage 2
dan stage 3:
2025
Nilai tercatat
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Diukur menggunakan biaya perolehan
diamortisasi:
Giro pada Bank Indonesia 47.768.278 - - 47.768.278
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.331.638 - - 5.331.638
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 9.361.592 - - 9.361.592
Tagihan akseptasi - bersih 9.440.141 33.339 21.150 9.494.630
Wesel tagih - bersih 11.825.010 - 85 11.825.095
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 5.285.513 - - 5.285.513
Kredit yang diberikan - bersih 922.685.517 11.358.242 6.437.441 940.481.200
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 317.683.267 - - 317.683.267
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih 8.752.114 83.521 118.352 8.953.987
Piutang sewa
pembiayaan - bersih 8.005 - - 8.005
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 2.206.601 - 47.260 2.253.861
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih
akan diterima 9.167.872 - - 9.167.872
Transaksi terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 3.499.738 - - 3.499.738
Wesel yang belum diaksep 28.554 - - 28.554
Piutang transaksi nasabah 612.303 - - 612.303
Aset kontrak asuransi 642.232 - - 642.232
Lain-lain 361.373 - - 361.373
1.354.659.748 11.475.102 6.624.288 1.372.759.138
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (FVPL):
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi 35.320.959 - - 35.320.959
35.320.959 - - 35.320.959
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI):
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain 451.949 - - 451.949
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 91.701.111 36.622 - 91.737.733
91.153.060 36.622 - 92.189.682
1.482.331.818 11.406.233 6.531.728 1.500.269.779
562 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 565
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/96
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam stage 1, stage 2
dan stage 3: (lanjutan)
2024
Nilai tercatat
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Diukur menggunakan biaya perolehan
diamortisasi:
Giro pada Bank Indonesia 36.408.142 - - 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 - - 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 15.714.884 - - 15.714.884
Tagihan akseptasi - bersih 9.619.854 905 288 9.621.047
Wesel tagih - bersih 8.891.768 - 1 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 1.449.562 - - 1.449.562
Kredit yang diberikan - bersih 852.946.444 10.448.386 5.291.380 868.686.210
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 272.215.470 16.256 - 272.231.726
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih 9.253.219 68.484 113.861 9.435.564
Piutang sewa
pembiayaan - bersih 48.774 81 2.187 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.897.288 22.348 5.248 1.924.884
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih 8.326.105 - - 8.326.105
akan diterima
Transaksi terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 3.906.220 - - 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 163.769 - - 163.769
Piutang transaksi nasabah 341.152 - - 341.152
Aset kontrak asuransi 588.163 - - 588.163
Lain-lain 350.180 11.315 29.073 390.568
1.226.218.193 10.567.775 5.442.038 1.242.228.006
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (FVPL):
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi 21.524.617 - - 21.524.617
21.524.617 - - 21.524.617
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI):
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 98.882.720 22.809 14.702 98.920.231
98.882.720 22.809 14.702 98.920.231
1.346.625.530 10.590.584 5.456.740 1.362.672.854
Klasifikasi Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan dilakukan berdasarkan model bisnis dan pengujian
karakteristik arus kas (Solely Payment of Principal & Interest (“SPPI”)). Aset keuangan
Bank diklasifikasikan sebagai berikut:
- Fair Value Through Profit/Loss ("FVPL")
- Fair Value Through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)
- Amortised Cost
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 563
Page 566
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/97
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Bank menghitung pencadangan sesuai PSAK 109 menggunakan metode kerugian
kredit ekspektasian untuk mengukur penurunan nilai instrumen keuangan. PSAK 109
mengharuskan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian setelah
pengakuan awal.
Bank menggunakan model seperti PD (Probability of Default), LGD (Loss Given
Default), dan EAD (Exposure at Default) untuk menghitung kerugian kredit
ekspektasian .
Staging Criteria
PSAK 109 mengharuskan entitas aset keuangan dikelompokkan ke dalam tiga tahapan
penurunan nilai (stage 1, stage 2, dan stage 3).
Bank mengukur cadangan kerugian sebesar kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
untuk aset keuangan dengan risiko kredit rendah (stage 1) dan kerugian sepanjang umur
untuk aset dengan peningkatan risiko kredit yang signifikan (stage 2).
Secara umum aset keuangan dengan tunggakan 30 hari atau lebih dan belum mengalami
penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan (“SICR”).
Forward-looking Information
Dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian, Bank mempertimbangkan proyeksi
makroekonomi dan probability weighted untuk kemungkinan terjadinya skenario makro.
Berbagai variabel makroekonomi (MEV) digunakan dalam permodelan PSAK 109
berdasarkan analisis statistik kesesuaian dengan data historis. Perhitungan kerugian
kredit ekspektasian dan proyeksi MEV direviu secara berkala. MEV yang digunakan
mencakup GDP, inflasi, nilai kurs, dan lainnya.
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai secara individual
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai secara individual adalah aset yang
signifikan dan telah menunjukkan bukti objektif penurunan nilai setelah pengakuan awal.
Pengukuran dilakukan dengan membandingkan seluruh arus kas kontraktual yang jatuh
tempo dengan arus kas yang diperkirakan diterima Bank (kekurangan kas), didiskontokan
dengan suku bunga efektif.
Aset keuangan yang tidak signifikan secara individual dan penurunan nilainya
dinilai secara kolektif
Aset keuangan yang nilainya tidak signifikan secara individual mencakup kredit dan
piutang kepada debitur segmen ritel, seperti Usaha Kecil Menengah (UKM), pembiayaan
konsumen, kredit pemilikan dan perbaikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kartu
kredit. Penurunan nilai aset keuangan ini dinilai secara kolektif dengan mengelompokkan
berdasarkan karakteristik risiko yang serupa. Pengukuran kolektif dilakukan secara
statistik menggunakan parameter PD (Probability of Default), LGD (Loss Given Default),
dan EAD (Exposure at Default).
564 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 567
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/98
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Aset keuangan yang lewat jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai
Tagihan yang jatuh tempo merupakan seluruh tagihan yang telah jatuh tempo lebih dari
90 (sembilan puluh) hari, baik atas pembayaran pokok dan/atau pembayaran bunga.
Sedangkan tagihan yang mengalami penurunan nilai/impairment adalah aset keuangan
yang memiliki nilai signifikan secara individual dan terdapat bukti objektif bahwa
penurunan nilai individual terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut.
Sesuai dengan kualitasnya, kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih
dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu high grade, standard grade, dan low
grade, berdasarkan estimasi internal Bank atas kemungkinan gagal bayar dari debitur-
debitur atau portofolio tertentu yang dinilai berdasarkan sejumlah faktor kualitatif dan
kuantitatif.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat risiko
internal RR1 sampai dengan RR7 sesuai dengan internal credit risk rating/scoring
system dimasukkan ke dalam kategori high grade. Kategori high grade adalah kredit
yang debiturnya memiliki kapasitas yang kuat dalam hal pembayaran kembali seluruh
kewajibannya secara tepat waktu karena didukung oleh faktor fundamental yang baik dan
tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat risiko
internal RR8 sampai dengan RR9 sesuai dengan internal credit risk rating/scoring
system dimasukkan ke dalam kategori standard grade. Kategori standard grade
adalah kredit yang debiturnya dianggap memiliki kapasitas yang memadai dalam hal
pembayaran bunga dan pokoknya, namun cukup peka terhadap perubahan kondisi
ekonomi yang kurang menguntungkan.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat risiko
internal RR10 dan Loss sesuai dengan internal credit risk rating/scoring system
dimasukkan ke dalam kategori low grade. Kategori low grade adalah kredit yang
debiturnya rentan dalam hal kapasitas pembayaran bunga dan pokoknya karena faktor
fundamental yang kurang mendukung dan/atau sangat peka terhadap kondisi ekonomi
yang kurang menguntungkan.
iv. Agunan
Agunan dipergunakan oleh Bank untuk memitigasi eksposur risiko kredit dan perihal jenis
agunan yang dapat diterima oleh Bank ditentukan dalam kebijakan mitigasi risiko kredit.
Bank membedakan jenis agunan berdasarkan likuiditas dan keberadaan agunan (agunan
solid dan non-solid). Agunan solid adalah agunan yang memiliki tingkat likuiditas relatif
tinggi dan/atau keberadaannya tetap (tidak berpindah-pindah tempat) seperti cash
collateral dan tanah/bangunan, sehingga dapat segera dicairkan atau diambil alih oleh
Bank pada saat pinjaman debitur/grup debitur masuk dalam kategori bermasalah. Agunan
non-solid adalah agunan yang memiliki tingkat likuiditas relatif rendah dan/atau
keberadaannya tidak tetap (berpindah-pindah tempat) seperti kendaraan bermotor, mesin,
persediaan, piutang, dan lain-lain. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank
memiliki agunan atas fasilitas kredit yang diberikan terutama dalam bentuk kas, properti
(tanah/bangunan), kendaraan bermotor, garansi, mesin, persediaan, efek-efek utang, dan
lain-lain.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 565
Page 568
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/99
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iv. Agunan (lanjutan)
Kebijakan Bank mengenai agunan sebagai mitigasi risiko kredit tergantung dari kategori
kredit atau fasilitas yang diberikan. Untuk kredit SME, seluruh kredit yang diberikan harus
ditunjang dengan agunan (collateral based lending) di mana setidaknya 50% (lima puluh
persen) merupakan agunan solid. Untuk kredit korporasi dan komersial, besarnya agunan
yang harus diserahkan, ditentukan berdasarkan analisis mengenai kelayakan masing-
masing debitur. Nilai agunan ditentukan berdasarkan nilai appraisal pada saat kredit
diberikan dan ditinjau ulang secara berkala.
Untuk fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (“KPR”), Bank mensyaratkan bahwa seluruh
fasilitas harus ditunjang dengan agunan properti (tanah/bangunan). Bank memberlakukan
aturan Loan-to-Value (“LTV”) berjenjang, dimulai dari fasilitas KPR pertama dan
seterusnya, sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh regulator. Nilai agunan untuk
KPR dihitung berdasarkan nilai agunan pada saat kredit diberikan dan diperbaharui setiap
30 (tiga puluh) bulan. Untuk fasilitas Kredit Kendaraan Bermotor (“KKB”), Bank
mensyaratkan bahwa seluruh fasilitas harus ditunjang dengan agunan kendaraan
bermotor. Bank memberlakukan aturan uang muka (down payment), sesuai dengan
aturan yang diberlakukan oleh regulator.
Piutang pembiayaan konsumen Entitas Anak dijamin dengan Buku Pemilik Kendaraan
Bermotor (“BPKB”) dari piutang pembiayaan konsumen kendaraan bermotor yang
dibiayai.
Untuk fasilitas transaksi valuta asing, baik spot maupun forward, Bank mensyaratkan
agunan tunai (cash) yang ditetapkan sebesar persentase tertentu dari fasilitas yang
diberikan. Bila debitur memiliki fasilitas kredit lain di Bank, debitur dapat menggunakan
agunan yang telah diberikan untuk dibuat saling mengikat. Kebijakan mengenai
persentase agunan tersebut akan ditinjau secara berkala seiring dengan fluktuasi dan
volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Rincian dari aset keuangan dan non-keuangan yang diperoleh Bank melalui
pengambilalihan kepemilikan agunan yang merupakan jaminan terhadap aset keuangan
yang dimiliki pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang disajikan sebesar nilai yang
lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih di akun aset lain-lain adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Tanah 171.126 169.858
Bangunan 1.612.242 1.454.484
Properti komersial lainnya 328.622 170.326
Nilai wajar 2.111.990 1.794.668
Pada umumnya, Bank tidak menggunakan agunan non-kas yang diambil alih untuk
keperluan operasional sendiri. Realisasi agunan yang diambil alih dilakukan dalam rangka
penyelesaian kredit.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, agunan yang diambil alih Entitas Anak
masing-masing adalah sebesar Rp 50.737 dan Rp 64.552.
566 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 569
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/100
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
v. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup memiliki aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi masing-masing pada nilai wajar sebesar Rp 35.320.959
dan Rp 21.524.617 (Catatan 8). Informasi tentang kualitas kredit dari eksposur maksimum
risiko kredit aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Surat berharga pemerintah:
Investment grade 32.910.054 20.799.789
Surat berharga korporasi:
Investment grade 666.366 114.462
Efek Beragun Aset:
Investment grade 764.269 -
Aset derivatif:
Pihak lawan Pemerintah Indonesia
dan Bank Indonesia 566 -
Pihak lawan bank-bank lain 43.927 2.289
Pihak lawan korporasi 73.575 218.919
Lainnya 862.202 389.158
Nilai wajar 35.320.959 21.524.617
vi. Efek-efek untuk tujuan investasi
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup memiliki efek-efek untuk tujuan investasi
masing-masing pada nilai tercatat sebesar Rp 409.421.000 dan
Rp 371.151.957 (Catatan 14). Informasi tentang kualitas kredit dari eksposur maksimum
risiko kredit efek-efek untuk tujuan investasi tersebut adalah sebagai berikut:
2025 2024
Surat berharga pemerintah:
Investment grade 355.566.254 322.134.558
Surat berharga korporasi:
Investment grade 35.655.911 33.407.575
Non-Investment grade 39.746 3.788
Lainnya 18.159.089 15.606.036
Nilai tercatat 409.421.000 371.151.957
c. Manajemen risiko likuiditas
Bank sangat mementingkan penjagaan kecukupan likuiditas dalam memenuhi komitmennya
kepada para nasabah dan pihak lainnya, baik dalam rangka pemberian kredit, pembayaran
kembali simpanan nasabah maupun untuk memenuhi kebutuhan likuiditas operasional.
Fungsi pengelolaan kebutuhan likuiditas secara keseluruhan dilakukan oleh ALCO dan secara
operasional oleh Divisi Tresuri.
Bank telah menjalankan ketentuan terkait dengan likuiditas sesuai ketentuan regulator
mengenai kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial (PLM). Selain itu Bank juga melakukan pemantauan terhadap rasio likuiditas
seperti Loan to Deposit Ratio (LDR), Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding
Ratio (NSFR).
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 567
Page 570
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/101
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan)
Entitas Anak, dalam rangka mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber pendanaan,
melakukan diversifikasi sumber dananya. Selain dari modal dan penerimaan dari pelanggan,
Entitas Anak memperoleh sumber dana dari pinjaman bank dan pasar modal berupa
penerbitan obligasi dan wesel bayar jangka menengah.
Tabel berikut ini menyajikan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan dari liabilitas
keuangan dan rekening administratif Grup berdasarkan periode tersisa sampai dengan
tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024:
2025
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Liabilitas keuangan non-derivatif
Simpanan dari nasabah (1.233.799.081) (1.234.027.465) (1.197.795.455) (31.930.057) (4.301.953) - -
Dana simpanan syariah (4.727.157) (4.727.348) (4.727.348) - - - -
Simpanan dari bank-bank lain (3.966.077) (3.966.147) (3.964.015) (2.132) - - -
Utang akseptasi (4.733.862) (4.733.862) (1.854.589) (1.937.405) (773.776) (168.092) -
Pinjaman yang diterima (2.047.436) (2.049.291) (1.399.291) (650.000) - - -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (2.866.909) (2.866.909) (233.752) (510.706) (1.519.858) (560.896) (41.697)
Beban yang masih harus dibayar dan
Liabilitas lain-lain (3.811.307) (3.811.307) (3.514.361) (9.256) (30.687) (207.313) (49.690)
Obligasi subordinasi (65.000) (66.242) (1.242) - - (65.000) -
(1.256.016.829) (1.256.248.571) (1.213.490.053) (35.039.556) (6.626.274) (1.001.301) (91.387)
Liabilitas keuangan derivatif
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi: (97.406)
Arus keluar (25.788.864) (18.551.296) (4.361.781) (2.791.262) (84.525) -
Arus masuk 25.677.471 18.483.767 4.337.530 2.772.799 83.375 -
(97.406) (111.393) (67.529) (24.251) (18.463) (1.150) -
Rekening administratif
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan - committed (349.402.792) (349.402.792) - - - -
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain
yang belum digunakan - committed (2.309.239) (2.309.239) - - - -
Fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan (10.205.937) (2.709.891) (5.496.410) (1.283.584) (716.052) -
Bank garansi yang diterbitkan kepada
nasabah (29.293.258) (2.806.863) (7.231.329) (14.047.001) (5.197.562) (10.503)
(391.211.226) (357.228.785) (12.727.739) (15.330.585) (5.913.614) (10.503)
(1.256.114.235) (1.647.571.190) (1.570.786.367) (47.791.546) (21.975.322) (6.916.065) (101.890)
2024
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Liabilitas keuangan non-derivatif
Simpanan dari nasabah (1.120.613.667) (1.120.871.522) (1.073.604.905) (42.976.722) (4.289.895) - -
Dana simpanan syariah (3.511.679) (3.511.776) (3.511.776) - - - -
Simpanan dari bank-bank lain (3.656.298) (3.656.327) (3.621.195) (35.132) - - -
Utang akseptasi (4.651.955) (4.651.955) (1.953.035) (1.784.655) (902.423) (11.842) -
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.330.996) (1.330.996) (1.330.996) - - - -
Pinjaman yang diterima (2.242.516) (2.244.833) (298.499) - (1.650.000) (296.334) -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (2.975.187) (2.975.187) (250.713) (534.449) (1.497.920) (636.589) -
Beban yang masih harus dibayar dan (55.516)
Liabilitas lain-lain (3.303.470) (3.303.470) (2.966.364) (23.549) (34.526) (232.750) (46.281)
Obligasi subordinasi (500.000) (500.296) (9.296) - (435.000) - (65.000)
(1.142.785.768) (1.143.055.362) (1.087.546.779) (45.354.507) (8.809.764) (1.177.515) (166.797)
Liabilitas keuangan derivatif
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi: (257.613)
Arus keluar (33.439.150) (26.618.772) (6.218.655) (601.723) - -
Arus masuk 33.152.453 26.411.154 6.151.332 589.967 - -
(257.613) (286.697) (207.618) (67.323) (11.756) - -
Rekening administratif
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan - committed (318.207.142) (318.207.142) - - - -
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain
yang belum digunakan - committed (2.411.712) (2.411.712) - - - -
Fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan (10.055.508) (2.902.168) (5.172.370) (1.850.411) (130.559) -
Bank garansi yang diterbitkan kepada
nasabah (26.725.750) (2.824.369) (6.462.513) (12.954.144) (4.477.494) (7.230)
(357.400.112) (326.345.391) (11.634.883) (14.804.555) (4.608.053) (7.230)
(1.143.043.381) (1.500.742.171) (1.414.099.788) (57.056.713) (23.626.075) (5.785.568) (174.027)
568 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 571
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/102
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan)
Tabel-tabel di atas disusun berdasarkan sisa jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan dan
fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan, dan untuk kontrak garansi yang
diterbitkan, serta fasilitas kredit yang belum digunakan - committed berdasarkan jatuh tempo
kontraktual paling awal yang mungkin terjadi. Ekspektasi Bank dan Entitas Anak atas arus kas
dari instrumen-instrumen tersebut bervariasi secara signifikan dari analisis di atas. Sebagai
contoh, giro dan tabungan diprediksi mempunyai saldo yang stabil atau meningkat, atau
fasilitas kredit kepada nasabah/bank-bank lain yang belum digunakan - committed tidak
seluruhnya diharapkan untuk segera digunakan.
Nilai nominal arus kas masuk dan keluar yang diungkapkan pada tabel di atas menyajikan
arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan terkait dengan nilai pokok dan bunga dari
liabilitas keuangan atau komitmen. Pengungkapan instrumen derivatif menunjukkan nilai bruto
arus kas masuk dan keluar derivatif yang diselesaikan secara bersamaan (sebagai contoh
kontrak forward valuta asing).
Analisis tentang nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan berdasarkan periode
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 disajikan pada Catatan 42.
d. Manajemen risiko pasar
i. Risiko nilai tukar valuta asing
Bank telah menjalankan perdagangan valuta asing sebagaimana diatur dalam ketentuan
dan kebijakan internal dan PBI mengenai Posisi Devisa Neto (“PDN”).
Kewajiban Bank dalam valuta asing terdiri dari simpanan dan pinjaman yang diterima
dalam Dolar Amerika Serikat dan valuta asing lainnya. Untuk memenuhi peraturan PDN,
Bank mempertahankan asetnya yang terdiri dari penempatan pada bank-bank lain dan
kredit yang diberikan dalam Dolar Amerika Serikat dan valuta asing lainnya.
Untuk mengukur risiko nilai tukar valuta asing pada trading book, Bank menggunakan
metode Value at Risk (“VaR”) dengan pendekatan Historical Simulation untuk kepentingan
pelaporan internal, sedangkan untuk perhitungan pelaporan Kebutuhan Pemenuhan
Modal Minimum (“KPMM”) Bank, Bank menggunakan metode standar OJK.
Sensitivitas Bank terhadap mata uang asing diperhitungkan dengan menggunakan
informasi Posisi Devisa Neto yang ditranslasikan ke dalam mata uang asing utama Bank,
yaitu USD. Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba sebelum pajak Bank atas
perubahan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024:
Pengaruh pada laba
sebelum pajak
+5% -5%
31 Desember 2025 11.027 (11.027)
31 Desember 2024 (32.644) 32.644
Informasi mengenai PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 diungkapkan
pada Catatan 49.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 569
Page 572
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/103
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga
Risiko Suku Bunga dalam Banking Book
Pengukuran IRRBB dengan menggunakan 2 (dua) metode yang mengacu pada SE OJK
No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko
Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in
The Banking Book) bagi Bank Umum:
a. Pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic
value of equity), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap nilai
ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. Pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest
income), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap rentabilitas
(earnings) Bank.
Untuk memitigasi IRRBB, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat
berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta strategi pricing.
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book
Pengukuran risiko dilakukan terhadap mata uang Rupiah dan valuta asing (USD) untuk
kemudian dilaporkan kepada Direksi/ALCO. Untuk pengukuran risiko suku bunga pada
trading book, Bank menggunakan metode VaR dengan pendekatan metode Historical
Simulation untuk kepentingan pelaporan internal, sedangkan untuk perhitungan pelaporan
KPMM Bank, Bank menggunakan metode standar OJK.
Entitas Anak memiliki eksposur risiko tingkat suku bunga yang timbul dari piutang
pembiayaan konsumen, tagihan anjak piutang, piutang lain-lain, dan penerbitan obligasi
dengan suku bunga tetap. Untuk memperkecil mismatch, Entitas Anak mengelola risiko
suku bunga dengan melakukan diversifikasi sumber dana dengan mencari tingkat suku
bunga tetap terbaik.
Tabel di bawah ini merangkum aset dan liabilitas keuangan Grup (tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi) pada nilai tercatat, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih
awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
2025
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Aset keuangan
Giro pada Bank Indonesia 35.003.465 - - - - 12.764.813 47.768.278
Giro pada bank-bank lain -
bersih 5.331.638 - - - - - 5.331.638
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih - - 9.317.853 43.738 451.950 - 9.813.541
Tagihan akseptasi - bersih 943.296 1.142.126 - - - 7.409.208 9.494.630
Wesel tagih - bersih - - 8.223.200 3.601.895 - - 11.825.095
Efek-efek yang dibeli
dengan janji
dijual kembali - bersih - - 5.077.533 207.980 - - 5.285.513
Kredit yang diberikan
- bersih 656.510.614 32.837.399 6.023.764 20.453.597 224.655.826 - 940.481.200
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih - - 921.566 3.283.174 4.749.247 - 8.953.987
Piutang sewa
pembiayaan - bersih - - 1.413 2.113 4.479 - 8.005
Aset dari transaksi syariah -
piutang murabahah - bersih - - 1.514.513 739.348 - - 2.253.861
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 17.202.927 - 8.846.073 132.592.763 250.172.591 606.646 409.421.000
Aset lain-lain - - 220.575 999 - 14.090.498 14.312.072
Jumlah 714.991.940 33.979.525 40.146.490 160.925.607 480.034.093 34.871.165 1.464.948.820
570 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 573
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/104
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum aset dan liabilitas keuangan Grup (tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi) pada nilai tercatat, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih
awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual: (lanjutan)
2025 (lanjutan)
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.039.130.070) - (190.183.523) (4.485.488) - - (1.233.799.081)
Dana simpanan syariah - - - - - (4.727.157) (4.727.157)
Simpanan dari bank-bank
lain (3.445.220) - (520.857) - - - (3.966.077)
Utang akseptasi - - - - - (4.733.862) (4.733.862)
Pinjaman yang diterima - - (2.047.436) - - - (2.047.436)
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - (2.866.909) (2.866.909)
Beban yang masih harus
dibayar dan Liabilitas
lain lain - - - (20.258) (4.940) (3.786.109) (3.811.307)
Obligasi subordinasi - - - - (65.000) - (65.000)
Jumlah (1.042.575.290) - (192.751.816) (4.505.746) (69.940) (16.114.037) (1.256.016.289)
Gap re-pricing suku bunga (327.583.350) 33.979.525 (152.605.326) 156.419.861 479.964.153 18.757.128 208.931.991
2024
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Aset keuangan
Giro pada Bank Indonesia 27.698.665 - - - - 8.709.477 36.408.142
Giro pada bank-bank lain -
bersih 4.097.199 - - - - - 4.097.199
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih - - 15.666.963 47.921 - - 15.714.884
Tagihan akseptasi - bersih 1.955.788 806.752 - - - 6.858.507 9.621.047
Wesel tagih - bersih - - 7.277.349 1.614.420 - - 8.891.769
Efek-efek yang dibeli
dengan janji
dijual kembali - bersih - - 1.419.546 30.016 - - 1.449.562
Kredit yang diberikan
- bersih 576.467.962 25.747.716 4.157.149 18.869.541 243.443.842 - 868.686.210
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih - - 1.128.167 3.396.858 4.910.539 - 9.435.564
Piutang sewa
pembiayaan - bersih - - 12.234 21.776 17.032 - 51.042
Aset dari transaksi syariah -
piutang murabahah - bersih - - 1.296.757 628.127 - - 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 14.372.963 - 13.387.463 121.488.798 221.362.242 540.491 371.151.957
Aset lain-lain - - 150.653 152.646 - 13.412.678 13.715.977
Jumlah 624.592.577 26.554.468 44.496.281 146.250.103 469.733.655 29.521.153 1.341.148.237
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (919.057.475) - (197.232.396) (4.323.796) - - (1.120.613.667)
Dana simpanan syariah - - - - - (3.511.679) (3.511.679)
Simpanan dari bank-bank
lain (3.610.441) - (45.857) - - - (3.656.298)
Utang akseptasi - - - - - (4.651.955) (4.651.955)
Efek-efek yang dijual
dengan janji
dibeli kembali - - (1.330.996) - - - (1.330.996)
Pinjaman yang diterima - - (1.946.182) - (296.334) - (2.242.516)
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - (2.975.187) (2.975.187)
Beban yang masih harus
dibayar dan Liabilitas
lain lain - - - - - (3.303.470) (3.303.470)
Obligasi subordinasi - - - - (500.000) - (500.000)
Jumlah (922.667.916) - (200.555.431) (4.323.796) (796.334) (14.442.291) (1.142.785.768)
Gap re-pricing suku bunga (298.075.339) 26.554.468 (156.059.150) 141.926.307 468.937.321 15.078.862 198.362.469
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 571
Page 574
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/105
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Reformasi mendasar atas acuan suku bunga utama sedang dilakukan secara global,
termasuk penggantian beberapa Interbank Offered Rates (“IBORs”) dengan suku bunga
alternatif (disebut sebagai 'reformasi IBOR'). Di Indonesia reformasi suku bunga JIBOR
sedang dilakukan penggantian dengan suku bunga alternatif yang ditetapkan adalah
Indonesia Overnight Index Average (“IndONIA”). Bank tidak memiliki eksposur transaksi
derivatif yang menggunakan JIBOR sebagai referensi.
Bank telah melakukan persiapan sistem, prosedur, valuasi, dan pengukuran risiko pasar
untuk mengakomodasi transaksi baru yang menggunakan IndONIA.
Risiko utama yang dihadapi Grup sebagai akibat dari reformasi IBOR adalah operasional.
Misalnya, renegosiasi kontrak pinjaman melalui negosiasi bilateral dengan nasabah,
pembaruan ketentuan kontrak, pembaruan sistem yang menggunakan kurva IBOR dan
revisi pengendalian operasional terkait reformasi. Penggunaan rate convention yang akan
digunakan akan mempertimbangkan karakteristik dari produk baik aset derivatif maupun
non-derivatif serta melihat masukan dan rekomendasi dari perwakilan asosiasi keuangan
maupun working group yang berlaku, untuk dapat memberikan harga yang akurat serta
memitigasi risiko yang timbul akibat adanya risiko suku bunga.
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian:
i. Manajemen risiko operasional
Dalam rangka mengendalikan risiko operasional, Bank melakukan pengelolaan terhadap
tiga aspek utama, yaitu People, Process, dan Technology. Pada aspek People, Bank
melakukan peningkatan awareness dan pengembangan kompetensi SDM terkait risiko.
Pada aspek Process, Bank menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko
operasional yang berlaku untuk operasional Bank, termasuk penetapan limit. Pada aspek
Technology, Bank menerapkan tata kelola, pengamanan informasi, dan manajemen risiko
teknologi informasi termasuk keamanan siber untuk memitigasi risiko yang timbul dari
pemanfaatan TI. Pengelolaan risiko operasional senantiasa direviu secara berkala dan
juga diselaraskan dengan ketentuan regulator.
Bank memiliki infrastruktur untuk mendukung penerapan manajemen risiko operasional,
yaitu aplikasi Operational Risk Management Information System (“ORMIS”), yang terdiri
dari Risk and Control Self Assessment (“RCSA”), Loss Event Database (“LED”) dan Key
Risk Indicator (“KRI”). Aplikasi ini berbasis web yang dapat digunakan oleh seluruh unit
kerja dalam mengelola risiko operasional. Bank senantiasa melakukan pengembangan
pada aplikasi ORMIS agar pelaksanaan manajemen risiko operasional lebih efektif dan
efisien serta sesuai dengan aktivitas operasional Bank terkini. Bank juga melakukan
proses risk assessment dalam pengembangan produk ataupun aktivitas yang akan
dijalankan oleh Bank.
Business Continuity Management (“BCM”)
Bank menerapkan Business Continuity Management (BCM) untuk memitigasi dampak
gangguan atau kegagalan akibat teknologi, bencana alam, maupun bencana lainnya
terhadap kegiatan operasional bisnis Bank. Pelaksanaan BCM didukung oleh Kebijakan
Manajemen Kelangsungan Bisnis (KMKB) dan Business Continuity Plan (BCP) yang
572 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 575
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/106
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
i. Manajemen risiko operasional (lanjutan)
Business Continuity Management (“BCM”) (lanjutan)
mencakup crisis management plan dan crisis communication, sosialisasi Business
Continuity awareness dan pengujian BCP secara berkala, serta ketersediaan Disaster
Recovery Center yang terhubung dengan dua Data Center utama, Secondary Work Place,
serta Command and Crisis Center.
Manajemen risiko terkait Keamanan Siber dan Pelindungan Data Pribadi (PDP)
Seiring pesatnya perkembangan Teknologi Informasi, Bank melakukan transformasi digital
untuk meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan kepada nasabah. Di sisi
lain, pemanfaatan TI juga meningkatkan risiko terkait teknologi, termasuk risiko gangguan
sistem, serangan siber, kebocoran data, dan social engineering. Untuk memitigasi risiko
tersebut, Bank menerapkan manajemen risiko TI dan keamanan siber yang didukung oleh
struktur organisasi yang mengacu pada ketentuan regulator. Bank mengidentifikasi,
mengukur, dan memantau risiko serta menerapkan kontrol guna memastikan kecukupan
penerapan manajemen risiko keamanan siber, seperti:
1. Bank memiliki kebijakan dan prosedur manajemen risiko keamanan siber dan
pengamanan informasi serta melakukan penilaian maturitas digital dan risiko
keamanan siber secara berkala.
2. Bank mengimplementasikan sistem/teknologi untuk memantau, mendeteksi, dan
memitigasi gangguan sistem / keamanan informasi siber serta memiliki Security
Monitoring Center (SMC) yang beroperasi 24/7 untuk memantau dan merespon
potensi gangguan tersebut.
3. Bank melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengembangkan budaya kesadaran
terhadap keamanan siber kepada seluruh karyawan, maupun kepada nasabah dan
pihak ketiga secara berkelanjutan dengan materi yang relevan.
Sehubungan dengan ketentuan PDP, serta penyediaan layanan digital yang
menyebabkan adanya kebutuhan atas pemrosesan data pribadi nasabah, Bank
menerapkan:
1. Kebijakan dan prosedur PDP yang mencakup penggunaan teknologi, pembaruan
sistem secara berkala
2. Pelatihan maupun awareness kepada karyawan
3. Evaluasi untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan sesuai dengan
perkembangan regulasi dan kebutuhan nasabah
4. Bank memiliki unit yang mengoordinasikan pemenuhan UU PDP serta menunjuk
DPO (Data Protection Officer) sesuai dengan ketentuan regulator
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 573
Page 576
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/107
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
ii. Manajemen risiko konsolidasian
Bank menerapkan manajemen risiko secara konsolidasi dan terintegrasi sesuai dengan:
• POJK No. 38/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Penerapan Manajemen
Risiko Secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian Terhadap
Perusahaan Anak.
• POJK No. 17/POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan
Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan.
Penerapan manajemen risiko tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan,
yang mencakup:
• Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi;
• Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit;
• Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko,
serta sistem informasi manajemen risiko; dan
• Sistem pengendalian internal yang menyeluruh.
Sesuai konsep penerapan manajemen risiko terintegrasi, pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab manajemen risiko terintegrasi merupakan salah satu fungsi dari Risk
Management Division yang berkoordinasi dengan satuan pelaksana fungsi Manajemen
Risiko pada masing-masing Lembaga Jasa Keuangan ("LJK") - Entitas Anak dalam
konglomerasi keuangan.
Entitas Anak juga menerapkan manajemen risiko sesuai ketentuan regulator dan telah
sejalan dengan penerapan manajemen risiko di Entitas Utama.
Dalam penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, Bank sebagai Entitas Utama telah:
1. Memiliki Direktur yang membawahkan fungsi Manajemen Risiko Terintegrasi;
2. Membentuk Integrated Risk Management Committee;
3. Menyesuaikan struktur organisasi Risk Management Division yang mencakup fungsi
manajemen risiko terintegrasi;
4. Menyusun Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Terintegrasi ("KDMRT") dan
beberapa kebijakan lainnya terkait dengan penerapan Manajemen Risiko
Terintegrasi;
5. Menyampaikan kepada OJK:
a. Laporan mengenai Entitas Utama dan LJK yang menjadi Anggota Konglomerasi
Keuangan;
b. Laporan Profil Risiko Terintegrasi;
c. Laporan Kecukupan Permodalan Terintegrasi;
d. Laporan mengenai Perubahan Anggota Konglomerasi Keuangan.
6. Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi yang digunakan
untuk mendukung pelaksanaan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko.
574 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 577
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/108
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
ii. Manajemen risiko konsolidasian (lanjutan)
Selain itu konglomerasi keuangan telah melakukan stress test terintegrasi untuk
memastikan bahwa permodalan dan likuiditas pada level tiap entitas maupun secara
terintegrasi masih memadai dalam menghadapi skenario kondisi yang terburuk (stress).
42. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan
Grup berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31
Desember 2025 dan 2024:
2025
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Aset keuangan
Kas - - - - - 25.305.031 25.305.031
Giro pada Bank Indonesia - - - - - 47.768.278 47.768.278
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.331.638 - - - - - 5.331.638
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 9.040.586 277.370 43.738 451.847 - - 9.813.541
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 2.898.848 2.059.015 27.551.188 842.214 1.877.897 91.797 35.320.959
Tagihan akseptasi - bersih 2.645.794 3.529.458 3.139.857 179.521 - - 9.494.630
Wesel tagih – bersih 2.518.692 5.887.133 3.419.270 - - - 11.825.095
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali – bersih 1.419.175 3.658.357 207.981 - - - 5.285.513
Kredit yang diberikan 57.393.520 80.163.792 227.970.594 291.542.414 313.162.914 - 970.233.234
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034)
Piutang pembiayaan konsumen – bersih 72.104 136.847 781.795 7.875.061 88.180 - 8.953.987
Piutang sewa pembiayaan – bersih 132 1.157 6.431 285 - - 8.005
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 766.281 748.232 739.348 - - - 2.253.861
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih 6.321.372 3.573.868 132.550.525 203.338.412 63.030.177 606.646 409.421.000
Aset lain-lain – bersih 4.399.849 415.414 1.494.916 4.889.038 2.449.821 663.034 14.312.072
92.807.991 100.450.643 397.905.643 509.118.792 380.608.989 74.434.786 1.525.574.810
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.197.567.071) (31.930.057) (4.301.953) - - - (1.233.799.081)
Dana simpanan syariah (4.727.157) - - - - - (4.727.157)
Simpanan dari bank-bank lain (3.963.945) (2.132) - - - - (3.966.077)
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (53.224) (25.170) (18.432) (580) - - (97.406)
Utang akseptasi (1.854.589) (1.937.405) (773.776) (168.092) - - (4.733.862)
Pinjaman yang diterima (1.397.436) (650.000) - - - - (2.047.436)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (233.752) (510.706) (1.519.858) (560.896) (41.697) - (2.866.909)
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain (3.514.361) (9.256) (30.687) (207.313) (49.690) - (3.811.307)
Obligasi subordinasi - - - (65.000) - - (65.000)
(1.213.311.535) (35.064.726) (6.644.706) (1.001.881) (91.387) - (1.256.114.235)
Posisi bersih (1.120.503.544) 65.385.917 391.260.937 508.116.911 380.517.602 74.434.786 269.460.575
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 575
Page 578
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/109
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan
Grup berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31
Desember 2025 dan 2024: (lanjutan)
2024
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Aset keuangan
Kas - - - - - 29.315.878 29.315.878
Giro pada Bank Indonesia - - - - - 36.408.142 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 - - - - - 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 15.516.794 150.169 47.921 - - - 15.714.884
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 739.047 277.077 18.003.066 864.695 1.613.660 27.072 21.524.617
Tagihan akseptasi - bersih 3.108.244 3.461.596 3.039.495 11.712 - - 9.621.047
Wesel tagih – bersih 2.915.617 4.363.069 1.613.083 - - - 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali – bersih 1.368.661 51.834 29.067 - - - 1.449.562
Kredit yang diberikan 43.784.733 65.293.004 212.886.628 289.307.914 290.038.574 - 901.310.853
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (33.308.875)
Piutang pembiayaan konsumen – bersih 152.256 516.518 1.007.550 7.516.496 242.744 - 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan – bersih 903 1.044 20.753 28.342 - - 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 512.710 784.048 628.126 - - - 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih 11.553.498 3.716.110 121.794.187 204.087.279 29.460.391 540.492 371.151.957
Aset lain-lain – bersih 4.641.823 379.403 1.257.897 5.202.181 1.799.609 435.064 13.715.977
88.391.485 78.993.872 360.327.773 507.018.619 323.154.978 66.726.648 1.391.304.500
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.073.347.050) (42.976.722) (4.289.895) - - - (1.120.613.667)
Dana simpanan syariah (3.511.679) - - - - - (3.511.679)
Simpanan dari bank-bank lain (3.621.166) (35.132) - - - - (3.656.298)
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (176.640) (68.348) (12.625) - - - (257.613)
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.330.996) - - - - - (1.330.996)
Utang akseptasi (1.953.035) (1.784.655) (902.423) (11.842) - - (4.651.955)
Pinjaman yang diterima (296.182) - (1.650.000) (296.334) - - (2.242.516)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (250.713) (534.449) (1.497.920) (636.589) (55.516) - (2.975.187)
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain (2.966.364) (23.549) (34.526) (232.750) (46.281) - (3.303.470)
Obligasi subordinasi - - (435.000) - (65.000) - (500.000)
(1.087.453.825) (45.422.855) (8.822.389) (1.177.515) (166.797) - (1.143.043.381)
Posisi bersih (999.062.340) 33.571.017 351.505.384 505.841.104 322.988.181 66.726.648 248.261.119
43. MANAJEMEN MODAL
Tujuan utama dari kebijakan Bank atas kebijakan pengelolaan modal adalah untuk memastikan
bahwa Bank memiliki modal yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha
Bank saat ini dan mempertahankan kelangsungan pengembangan di masa mendatang, dan untuk
memenuhi ketentuan kecukupan permodalan yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan
agar struktur permodalan Bank telah efisien.
Bank menyusun Rencana Permodalan berdasarkan penilaian dan penelaahan atas kebutuhan
kecukupan permodalan yang dipersyaratkan dan mengombinasikan dengan tinjauan
perkembangan ekonomi terkini dan hasil dari metode stress testing. Bank senantiasa akan
menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal terhadap risiko melalui proses
perencanaan modal dan stress testing, begitu pula dengan bisnis yang didasarkan pada
permodalan dan persyaratan likuiditas Bank.
Kebutuhan permodalan Bank juga direncanakan dan didiskusikan secara rutin yang didukung
dengan data-data analisis.
Rencana Permodalan disusun oleh Direksi sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank (“RBB”) dan
disetujui oleh Dewan Komisaris. Perencanaan ini diharapkan akan memastikan tersedianya modal
yang cukup dan terciptanya struktur permodalan yang optimal.
576 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 579
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/110
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. MANAJEMEN MODAL (lanjutan)
Berdasarkan PBI No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia
No. 8/27/DPNP tanggal 27 November 2006, Bank wajib memenuhi ketentuan Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”) untuk bank secara individual maupun secara
konsolidasian. Perhitungan rasio KPMM secara konsolidasian dilakukan dengan menghitung
modal dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (“ATMR”) dari laporan keuangan konsolidasian
sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.
Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009 mewajibkan bank-bank di
Indonesia dengan kualifikasi tertentu untuk memperhitungkan risiko operasional (operational risk)
dalam perhitungan rasio KPMM.
Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risiko pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember
2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 34/POJK.03/2016 tanggal 22 September 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tanggal 29 Januari 2016
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
Bank menghitung kebutuhan modal berdasarkan POJK yang berlaku, di mana modal yang
diwajibkan regulator terdiri atas dua Tier :
• Modal Inti (Tier 1), antara lain:
1. Modal Inti Utama (CET 1) meliputi modal disetor (setelah dikurangi saham tresuri),
cadangan tambahan modal, kepentingan non-pengendali yang dapat diperhitungkan, dan
faktor pengurang Modal Inti Utama.
2. Modal Inti Tambahan.
• Modal Pelengkap (Tier 2), antara lain meliputi instrumen modal dalam bentuk saham atau
lainnya yang memenuhi persyaratan, agio atau disagio yang berasal dari penerbitan instrumen
modal pelengkap, cadangan umum aset produktif (Penyisihan Penghapusan Aktiva) yang
wajib dibentuk (maksimal 1,25% ATMR Risiko Kredit), dan faktor pengurang modal Tier 2.
Informasi mengenai Rasio KPMM pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 diungkapkan pada
Catatan 49.
44. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Perubahan kepentingan non-pengendali atas kekayaan bersih Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Saldo, awal tahun 194.466 181.337
Bagian kepentingan non-pengendali atas laba bersih
Entitas Anak selama tahun berjalan 25.806 14.969
Kenaikan (penurunan) kepentingan non-pengendali dari
penghasilan komprehensif lain Entitas Anak selama
tahun berjalan 10.924 (1.840)
Komponen Ekuitas Lainnya (10.119) -
Saldo akhir 221.077 194.466
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 577
Page 580
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/111
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Dwimuria Investama Andalan Pemegang saham Simpanan nasabah
Dana Pensiun BCA Dana pensiun pemberi kerja Iuran dana pensiun, simpanan
nasabah
Dwi Cermat Pte. Ltd Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Konsorsium Iforte HTS Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Abadi Tambah Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Internasional akhir yang sama nasabah
PT Adiwisesa Mandiri Building Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Product Indonesia akhir yang sama nasabah
PT Agregasi Cermat Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Agro Sinarjaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Akar Inti Data Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Akar Inti Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Akar Inti Solusi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Akar Inti Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Alpha Merah Kreasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Altius Bahari Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Alto Halodigital International Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Alto Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Aman Cermat Cepat Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Andil Bangunsekawan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Aneka Bumi Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Angkasa Komunikasi Global Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
Utama akhir yang sama diberikan
PT Ardijaya Karya Appliances Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Product Manufacturing akhir yang sama
PT Arta Karya Adhiguna Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Dana Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Investa Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Mandiri Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
578 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 581
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/112
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Astama Loka Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bach Multi Global Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bahtera Maju Selaras Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bangun Loka Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bangun Media Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, letter of credit
PT Bangun Mustika Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Pratama akhir yang sama
PT Berjaya Agung Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bhumi Mahardika Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bit Teknologi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Broadband Wahana Asia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bukit Muria Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Bukit Muria Jaya Estate Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bumi Aman Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bumi Raya Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Caturguwiratna Sumapala Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Cermati Pialang Asuransi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Cipta Karya Bumi Indah Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Ciptakreasi Buana Persada Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Citra Teknologi Pintar Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Darta Media Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dasakreasi Anekacipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dekoruma Inovasi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dekoruma Niaga Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Digital Data Teknologi Terdepan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Digital Mebelindo Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Digital Otomotif Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Djarum Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 579
Page 582
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/113
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Djelas Tandatangan Bersama Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dwi Cermat Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dwi Putri Selaras Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dynamo Media Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Ecogreen Oleochemicals Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, letter of credit
PT Energi Batu Hitam Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, letter of credit
PT Eragraha Pirantimegah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fajar Surya Perkasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Farindo Investama Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fira Makmur Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Futami Food & Beverages Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Gajah Merah Terbang Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT General Buditekindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Astha Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Dairi Alami Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Danapati Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Digital Niaga Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan, letter of credit
PT Global Digital Prima Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Digital Ritelindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Distribusi Vitara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Paket Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Distribusi Pusaka Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Global Harapan Nawasena Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Indonesia Komunikatama Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
580 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 583
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/114
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Global Infrastruktur Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Inti Nawasena Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Investama Andalan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Kassa Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Media Visual Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Natura Produk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Poin Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Teknologi Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Telekomunikasi Prima Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Tiket Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Global Visi Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Visitama Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Globalnet Aplikasi Indotravel Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Globalnet Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Gonusa Prima Distribusi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Graha Padma Internusa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Grand Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, transaksi sewa
kantor
PT Grand Teknologi Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Griya Karya Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Griya Miesejati Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Griya Muria Kencana Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Halmahera Jaya Feronikel Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Hartono Istana Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, letter of credit
PT Hartono Plantation Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Harum Lumbung Bersama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 581
Page 584
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/115
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Hidup Bermakna Selamanya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Energi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Iforte Gilang Pertiwi Utama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Global Internet Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Payment Infrastructure Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Iforte Solusi Infotek Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Indah Bumi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Indo Paramita Sarana Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Indodana Multi Finance Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Intershop Prima Center Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Istana Kencana Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Jasa Semesta Utama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kalimusada Motor Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kartika Sanur Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Karya Muria Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kencana Muria Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Komet Infra Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Kudos Istana Furniture Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kumparan Kencana Electrindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kurio Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Legal Tekno Digital Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Legian Paradise Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Lingkarmulia Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Lintas Cipta Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Lunar Inovasi Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Mandala Pusaka Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
582 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 585
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/116
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Marga Sadhya Swasti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Margo Hotel Development Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Margo Property Development Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Mars Multi Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Media Digital Historia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Merah Cipta Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Merah Putih Colony Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Mitra Media Integrasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Momentum Global Pratama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Manis Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Mekar Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Sumba Manis Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muriafood Sapta Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Narasi Akal Jenaka Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Narasi Citra Sahwahita Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Natura Perisa Aroma Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Nava Samudra Ambara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Nova Digital Perkasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Orbit Abadi Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Peniti Sungai Purun Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pindaruma Casa Sentosa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pradipta Mustika Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pratama Nusantara Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Prema Gandharva Asia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 583
Page 586
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/117
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Prima Top Boga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Profesional Telekomunikasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Indonesia akhir yang sama nasabah
PT Promedia Punggawa Satu Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Promoland Indowisata Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Prosa Solusi Cerdas Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Bumi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Dibya Property Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Padma Management Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Puri Zuqni Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Quattro International Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Raharja Dipta Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Rajawali Inti Selular Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Remala Abadi Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Resinda Prima Entertama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sapta Adhikari Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sarana Kencana Mulya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, letter of
akhir yang sama credit
PT Sarana Menara Nusantara Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sasana Cipta Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Savoria Adi Rasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Savoria Kreasi Rasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi
akhir yang sama yang diberikan, letter of credit
PT Semesta Cipta Internasional Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Semesta Industri Pratama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Seminyak Mas Propertindo Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Sentral Investama Andalan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sewu Nayaga Tembaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sinergi Bumi Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
584 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 587
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/118
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Solusi Ruma Sentosa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Solusi Tunas Pratama Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Subang Artha Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Subang Sarana Investasi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Subang Sejahtera Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sumber Kopi Prima Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Supra Boga Lestari Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Supra Kreatif Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Supra Mas Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Centra Industri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Energi Parahita Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Surya Siti Indotama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Subang Smartpolitan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Suryacipta Swadaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Suryacipta Swadaya Infrastruktur Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Timur Persada Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tira Timur Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tricipta Mandhala Gumilang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Trigana Putra Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tunas Nusantara Persada Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Varnion Technology Semesta Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Verve Persona Estetika Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 585
Page 588
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/119
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Visinema Pictures Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Personil manajemen kunci Dewan Komisaris dan Direksi Kredit yang diberikan, simpanan
Bank nasabah, imbalan kerja
Perorangan pengendali Bank dan Pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
anggota keluarga nasabah
Dalam menjalankan kegiatan normal usahanya, Bank melakukan transaksi-transaksi dengan
pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi dengan
pihak-pihak berelasi telah dilakukan dengan kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama.
Perincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi yang tidak dikonsolidasikan
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, serta tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Persentase Persentase
dari jumlah dari jumlah
akun yang akun yang
Jumlah bersangkutan Jumlah bersangkutan
Kredit yang diberikan (Catatan 12)
*)
11.485.252 1,18% 7.230.509 0,80%
Aset hak guna - bersih**) (Catatan 16) 230.160 0,81% 243.940 0,86%
Aset lain-lain***) (Catatan 18) 9.835 0,04% 9.511 0,04%
Simpanan dari nasabah (Catatan 19) 3.121.310 0,25% 3.235.633 0,29%
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan (Catatan 27) 6.257.488 1,39% 3.941.255 0,96%
Fasilitas Letter of Credit yang
diberikan kepada nasabah (Catatan 27) 306.684 3,00% 811.681 8,07%
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah (Catatan 27) 322.047 1,10% 373.742 1,40%
Pendapatan bunga dan syariah (Catatan 28) 532.154 0,54% 487.674 0,51%
Beban bunga dan syariah (Catatan 29) 38.872 0,29% 42.367 0,34%
Iuran dana pensiun (Catatan 33) 310.369 79,44% 290.843 78,81%
Beban sewa (Catatan 34) 13.398 1,00% 13.398 1,17%
*)
Sebelum cadangan kerugian penurunan nilai.
**)
Merupakan aset hak guna kepada PT Grand Indonesia.
***)
Merupakan uang jaminan sewa kepada PT Grand Indonesia.
Kompensasi atas personil manajemen kunci Bank (Catatan 1e) adalah sebagai berikut:
2025 2024
Imbalan kerja jangka pendek (termasuk tantiem) 1.148.392 1.125.485
Imbalan kerja jangka panjang 42.593 40.680
Jumlah 1.190.985 1.166.165
Perjanjian sewa dengan PT Grand Indonesia
Pada tanggal 11 April 2006, Bank menandatangani perjanjian sewa-menyewa dengan
PT Grand Indonesia (pihak berelasi), di mana Bank menyewa secara jangka panjang dari
PT Grand Indonesia ruangan kantor seluruhnya seluas 28.166,88 m2 senilai USD 35.631.103,20
termasuk Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”), dengan hak opsi untuk juga menyewa secara jangka
panjang ruangan tambahan dengan luas 3.264,80 m2 senilai USD 4.129.972 termasuk
PPN. Transaksi sewa-menyewa tersebut telah mendapat persetujuan dari Direksi dan Pemegang
Saham melalui RUPSLB Bank pada tanggal 25 November 2005 (notulen dibuat oleh Notaris
Hendra Karyadi, S.H., dengan Akta No. 11). Perjanjian sewa-menyewa tersebut dimulai sejak
tanggal 1 Juli 2007 dan akan berakhir pada tanggal 30 September 2035.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset hak guna kepada PT Grand Indonesia adalah
masing-masing sebesar Rp 230.160 dan Rp 243.940, dari jumlah tersebut masing-masing sebesar
Rp 131.743 dan Rp 144.024 telah dibayarkan penuh. Kewajiban sewa pembiayaan kepada PT
Grand Indonesia yang tercatat pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing sebesar
Rp 100.105 dan Rp 103.298.
586 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 589
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/120
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. REKONSILIASI UTANG BERSIH
2025
Efek-efek
yang dijual
Efek-efek Pinjaman dengan janji
Obligasi utang yang yang dibeli
subordinasi diterbitkan diterima kembali
Utang bersih 31 Desember 2024 500.000 - 2.242.516 1.330.996
Arus kas:
Penerimaan pinjaman yang diterima - - 60.800.000 -
Pembayaran pinjaman yang diterima - - (60.995.080) -
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - (1.330.996)
Pembayaran obligasi subordinasi (435.000) - - -
Utang bersih 31 Desember 2025 65.000 - 2.047.436 -
2024
Efek-efek
yang dijual
Efek-efek Pinjaman dengan janji
Obligasi utang yang yang dibeli
subordinasi diterbitkan diterima kembali
Utang bersih 31 Desember 2023 500.000 - 1.629.626 1.054.780
Arus kas:
Penerimaan pinjaman yang diterima - - 73.287.728 -
Pembayaran pinjaman yang diterima - - (72.680.017) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 559.231
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - (286.805)
Perubahan non kas:
Penyesuaian valuta asing - - 5.179 3.790
Utang bersih 31 Desember 2024 500.000 - 2.242.516 1.330.996
47. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP LIABILITAS PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”) tanggal
22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2004, LPS dibentuk untuk menjamin
liabilitas tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku, yang besaran
nilai jaminannya dapat berubah jika memenuhi kriteria tertentu yang berlaku. Undang-undang
tersebut telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 3 tahun 2008,
yang mana telah ditetapkan menjadi Undang-undang sejak tanggal 13 Januari 2009 berdasarkan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 tahun 2009.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66/2008 tanggal 13 Oktober 2008
mengenai besarnya nilai simpanan yang dijamin LPS, pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp 2.000 untuk per nasabah
per bank.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank adalah peserta dari program penjaminan
tersebut.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 587
Page 590
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/121
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2024, telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun di laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025:
31 Desember 2024
Sebelum Setelah
reklasifikasi Reklasifikasi reklasifikasi
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Asuransi - 3.110.733 3.110.733
Beban Asuransi - (1.753.761) (1.753.761)
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Lain-lain 5.207.929 (3.110.733) 2.097.196
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Lain-lain (3.735.854) 1.753.761 (1.982.093)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian:
a. Giro Wajib Minimum (“GWM”) dan Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum
(“GWM”) dari Bank Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Rasio GWM Rupiah
dan Valuta asing serta Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”) yang harus
dipenuhi Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah
- GWM 4,60% 5,00%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata 9,00% 9,00%
(iii) Insentif pengurang GWM -4,40% -4,00%
- Giro RIM 1,00% 0,72%
- PLM 4,00% 5,00%
Valuta asing
- GWM 4,00% 4,00%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,00% 2,00%
GWM adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo
Rekening Giro pada Bank Indonesia. PLM adalah cadangan likuiditas minimum yang wajib
dipelihara oleh Bank berupa Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”), Sertifikat Deposito Bank
Indonesia (“SDBI”), Surat Berharga Negara (“SBN”), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
(“SRBI”) yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari
Dana Pihak Ketiga (“DPK”) Bank.
588 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 591
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/122
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
a. Giro Wajib Minimum (“GWM”) dan Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”)
(lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Rasio GWM Rupiah dan Valuta asing serta Rasio
PLM yang telah dipenuhi Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah
- GWM 4,62% 5,04%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata 4,62% 5,04%
- Giro RIM 1,00% 0,72%
- PLM 33,54% 30,56%
Valuta asing
- GWM 4,27% 4,22%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,27% 2,22%
b. Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank secara individu maupun konsolidasian telah
memenuhi Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”), baik untuk pihak berelasi maupun pihak
ketiga.
c. Rasio Kredit Usaha Kecil terhadap Jumlah Kredit
Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar 6,61% dan 6,24%.
d. Kredit yang diberikan
Non-Performing Loan
Kredit non-performing Bank (diklasifikasikan sebagai kurang lancar, diragukan, dan macet)
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 15.965.436 dan
Rp 15.498.016.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio non-performing loan (“NPL”) bruto dan rasio NPL neto
Bank masing-masing sebesar 1,71% dan 0,67% (2024: 1,78% dan 0,59%) yang dihitung sesuai
dengan POJK yang berlaku.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 589
Page 592
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/123
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
e. Aset Dan Liabilitas Moneter Dalam Valuta Asing
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
2025
Jumlah setara
USD JPY AUD SGD CNH Lain-lain*) Rupiah
Aset moneter
Kas 27.888 363.698 12.616 10.697 3.125 11.615 984.277
Giro pada Bank Indonesia 226.490 - - - - - 3.776.726
Giro pada bank-bank lain - bersih 107.508 7.140.717 29.975 53.646 143.293 74.038 5.159.327
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 287.505 - - 227.877 99.946 - 7.986.955
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 266.161 - 1.463 - 7.998 - 4.473.625
Tagihan akseptasi - bersih 215.906 1.029.424 - 149 582.237 26.994 5.550.561
Wesel tagih - bersih 460.243 - - - 106.595 145 7.931.191
Kredit yang diberikan - bersih 2.795.301 - 3.399 32.802 211.377 - 47.578.968
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 608.993 - - - - - 10.154.961
Aset lain-lain - bersih 47.591 1.821 29 223 1.724 104 802.852
5.043.586 8.535.660 47.482 325.394 1.156.295 112.896 94.399.443
Liabilitas moneter
Simpanan dari nasabah 4.257.137 12.431.916 71.902 487.862 706.088 148.815 83.604.278
Simpanan dari bank-bank lain 84.684 - 10.884 2.102 424 176 1.564.692
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 823 - - - - - 13.716
Utang akseptasi 124.707 702.415 - 150 480.096 13.350 3.523.882
Pinjaman yang diterima 91 - - - - - 1.525
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi 12.417 759 - 431 407 81 215.048
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 983 194.248 206 499 7.008 1.646 90.016
4.480.842 13.329.338 82.992 491.044 1.194.023 164.068 89.013.157
2024
Jumlah setara
USD JPY AUD SGD CNH Lain-lain*) Rupiah
Aset moneter
Kas 70.986 265.867 6.098 16.093 7.158 12.783 1.643.052
Giro pada Bank Indonesia 216.181 - - - - - 3.479.439
Giro pada bank-bank lain - bersih 74.914 10.807.107 32.095 63.270 110.917 24.210 4.023.489
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 534.394 - 49.973 59.999 124.998 31.829 10.599.225
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 22.847 - - - - - 367.726
Tagihan akseptasi - bersih 280.067 966.736 - 548 314.834 17.319 5.584.679
Wesel tagih - bersih 300.269 3.392 - - 253.504 - 5.394.469
Kredit yang diberikan - bersih 2.427.065 - 3.372 39.878 - - 39.569.708
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 599.316 - - - - - 9.645.985
Aset lain-lain - bersih 26.768 1.982 119 517 - 105 445.329
4.552.807 12.045.084 91.657 180.305 811.413 86.246 80.753.101
Liabilitas moneter
Simpanan dari nasabah 4.050.424 10.441.676 79.216 387.116 - 101.196 74.864.906
Simpanan dari bank-bank lain 86.153 - 12.547 1.592 - - 1.531.742
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 2.023 - - - - - 32.568
Utang akseptasi 152.697 587.406 - 548 - 14.193 3.330.866
Pinjaman yang diterima 17.747 - - - - - 295.604
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi 15.231 1.426 2 669 - 55 254.516
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 943 76.362 - 298 - 550 38.677
4.325.218 11.106.870 91.765 390.223 - 115.994 80.348.879
*) Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah yang setara dengan USD dengan menggunakan kurs pada akhir periode
pelaporan.
Posisi Devisa Neto (“PDN”)
Perhitungan Posisi Devisa Neto (“PDN”) Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dihitung berdasarkan peraturan Bank Indonesia yang berlaku. Berdasarkan peraturan
tersebut, bank-bank diwajibkan untuk memelihara PDN (termasuk semua kantor cabang
dalam dan luar negeri) secara keseluruhan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari
modal.
590 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 593
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/124
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
e. Aset Dan Liabilitas Moneter Dalam Valuta Asing (lanjutan)
Posisi Devisa Neto (“PDN”) (lanjutan)
PDN secara keseluruhan merupakan angka penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari
(i) selisih bersih aset dan liabilitas untuk setiap valuta asing dan (ii) selisih bersih tagihan dan
liabilitas, berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif (transaksi rekening
administratif) untuk setiap valuta asing, yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah. Sedangkan
PDN untuk laporan posisi keuangan, merupakan angka penjumlahan dari selisih bersih aset
dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan untuk setiap valuta asing yang semuanya
dinyatakan dalam Rupiah.
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
USD 8.181.355 (8.024.637) 156.718
SGD (2.161.613) 2.167.126 5.513
CNH (368.253) 371.295 3.042
MYR 4.853 (1.054) 3.799
CHF 561 - 561
JPY (531.325) 538.361 7.036
SEK 1.438 - 1.438
EUR (990.509) 987.870 2.639
HKD (3.058) 11.483 8.425
CAD 15.646 (16.634) 988
AUD (421.047) 415.867 5.180
GBP (12.243) 11.332 911
DKK 11.575 (8.316) 3.259
SAR 24.620 (23.380) 1.240
NZD 5.313 (4.813) 500
THB (3.305) (123) 3.428
Lainnya 15.860 - 15.860
Jumlah 220.537
Jumlah modal 268.244.808
Persentase PDN terhadap modal 0,08%
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 591
Page 594
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/125
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
e. Aset Dan Liabilitas Moneter Dalam Valuta Asing (lanjutan)
Posisi Devisa Neto (“PDN”) (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi
yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini
merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2024
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
USD 3.357.291 (3.912.311) 555.020
SGD (2.501.631) 2.506.155 4.524
CNH (951.871) 924.221 27.650
MYR 2.444 - 2.444
CHF 39.985 (32.337) 6.648
JPY 41.919 (30.225) 11.694
SEK (1) (3.187) 3.188
EUR (989.097) 999.677 10.580
HKD 7.535 - 7.535
CAD 14.590 (16.111) 1.521
AUD (47.807) 44.550 3.257
GBP (8.237) 15.164 6.927
DKK 8.999 (7.926) 1.073
SAR 12.415 (16.097) 3.682
NZD 22.059 (22.670) 611
THB 3.725 (454) 3.271
Lainnya 3.250 - 3.250
Jumlah 652.875
Jumlah modal 249.056.422
Persentase PDN terhadap modal 0,26 %
592 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 595
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/126
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
f. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”)
Rasio KPMM pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, dihitung sesuai dengan peraturan
yang berlaku dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional,
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Bank Konsolidasian Bank Konsolidasian
Modal Inti (Tier 1) 258.057.396 273.828.527 239.468.855 255.311.302
Modal Pelengkap (Tier 2) 10.187.412 10.523.248 9.587.567 9.886.723
Total Modal 268.244.808 284.351.775 249.056.422 265.198.025
Aset Tertimbang Menurut Risiko
ATMR Risiko Kredit 835.899.197 868.520.469 787.719.400 816.782.306
ATMR Risiko Pasar 10.892.413 14.623.797 8.559.151 9.849.977
ATMR Risiko Operasional 54.479.020 53.224.191 51.903.001 83.551.413
Total ATMR 901.270.630 936.368.457 848.181.552 910.183.696
Rasio KPMM Sesuai Profil Risiko 9,99% 9,99% 9,99% 9,99%
Rasio KPMM
Rasio CET 1 28,63% 29,24% 28,23% 28,05%
Rasio Tier 1 28,63% 29,24% 28,23% 28,05%
Rasio Tier 2 1,13% 1,12% 1,13% 1,09%
Rasio KPMM 29,76% 30,36% 29,36% 29,14%
CET 1 untuk Buffer 19,77% 20,37% 19,37% 19,15%
Alokasi Pemenuhan KPMM Sesuai
Profil Risiko
Dari CET 1 8,86% 8,87% 8,86% 8,90%
Dari AT 1 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari Tier 2 1,13% 1,12% 1,13% 1,09%
Persentase Buffer yang wajib
dipenuhi oleh Bank
Capital Conservation Buffer 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Countercyclical Buffer 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Capital Surcharge untuk Bank Sistemik 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
50. INFORMASI TAMBAHAN
Informasi yang disajikan pada lampiran 6/1 - 6/7 merupakan informasi keuangan tambahan PT
Bank Central Asia Tbk, (Entitas Induk), yang menyajikan investasi pada Entitas Anak berdasarkan
metode harga perolehan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian Grup.
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 593
Page 596
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/1
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (ENTITAS INDUK SAJA)
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ASET
Kas 25.275.044 29.285.819
Giro pada Bank Indonesia 46.370.465 35.165.855
Giro pada bank-bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 661 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 520) 5.092.741 4.019.739
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 2.419
pada tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 1.708) 8.479.787 14.246.183
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 33.656.979 21.044.715
Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 200.313 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 440.695) 9.494.630 9.621.047
Wesel tagih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 5.381 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 3.116) 11.825.095 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 4.430.617 862.849
Kredit yang diberikan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 29.390.498 pada tanggal
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 32.382.006) 932.513.007 862.530.076
Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 439.437 pada tanggal
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 374.454) 390.081.976 352.643.621
Biaya dibayar dimuka 1.356.605 617.971
Pajak dibayar dimuka 72.843 1.532.246
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 11.195.391 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp9.244.266) 27.577.419 27.347.687
Aset takberwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp 832.702 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 662.728) 531.926 586.410
Aset pajak tangguhan 5.516.287 5.181.176
Penyertaan saham - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 105.416 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 105.260) 10.260.951 10.245.537
Aset lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 95 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 991) 24.835.091 22.507.190
JUMLAH ASET 1.537.371.463 1.406.329.890
594 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 597
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/2
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (ENTITAS INDUK SAJA)
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Simpanan dari nasabah 1.219.567.546 1.108.908.832
Simpanan dari bank-bank lain 4.038.227 3.698.286
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 97.406 257.613
Utang akseptasi 4.733.862 4.651.955
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - 1.330.996
Utang pajak 2.707.891 493.568
Pinjaman yang diterima 2.102 43.672
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2.864.112 2.967.583
Liabilitas imbalan pasca-kerja 9.807.688 8.943.641
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 21.829.864 21.466.054
Obligasi subordinasi 65.000 500.000
JUMLAH LIABILITAS 1.265.713.698 1.153.262.200
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per lembar
saham
Modal dasar: 440.000.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
123.275.050.000 lembar saham 1.540.938 1.540.938
Tambahan modal disetor 5.711.368 5.711.368
Modal saham diperoleh Kembali:
262.016.800 lembar saham, harga perolehan (2.152.514) -
Surplus revaluasi aset tetap 11.247.358 11.003.529
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 1.906.225 280.866
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 4.268.903 3.720.540
Belum ditentukan penggunaannya 249.135.487 230.810.449
JUMLAH EKUITAS 271.657.765 253.067.690
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.537.371.463 1.406.329.890
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 595
Page 598
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/3
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 91.938.089 88.406.720
Beban bunga (12.303.405) (11.668.707)
PENDAPATAN BUNGA - BERSIH 79.634.684 76.738.013
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 19.304.304 17.891.823
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih 3.811.021 2.814.418
Lain-lain 3.920.343 3.582.854
Jumlah pendapatan operasional lainnya 27.035.668 24.289.095
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset (2.952.993) (1.273.883)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban karyawan (16.115.303) (15.454.514)
Beban umum dan administratif (15.422.474) (15.094.669)
Lain-lain (2.010.125) (1.786.044)
Jumlah beban operasional lainnya (33.547.902) (32.335.227)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 70.169.457 67.417.998
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (13.070.259) (12.711.616)
LABA BERSIH 57.099.198 54.706.382
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti (793.492) 74.456
Pajak penghasilan atas pengukuran
kembali liabilitas imbalan pasti 150.763 (14.146)
(642.729) 60.310
Surplus revaluasi aset tetap 255.808 238.391
(386.921) 298.701
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 2.006.616 (806.189)
Pajak penghasilan (381.257) 153.176
1.625.359 (653.013)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH
PAJAK PENGHASILAN 1.238.438 (354.312)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 58.337.636 54.352.070
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK (nilai penuh) 463 444
596 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 599
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/4
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas aset
keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui Saldo laba
Modal Modal saham Surplus penghasilan Telah Belum
ditempatkan dan Tambahan diperoleh revaluasi komprehensif ditentukan ditentukan Jumlah
disetor penuh modal disetor kembali aset tetap lain- bersih penggunaannya penggunaannya ekuitas
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.711.368 - 11.003.529 280.866 3.720.540 230.810.449 253.067.690
Laba tahun berjalan - - - - - - 57.099.198 57.099.198
Surplus revaluasi aset tetap - - - 243.829 - - 11.979 255.808
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - - 1.625.359 - - 1.625.359
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - - (642.729) (642.729)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - - 243.829 1.625.359 - 56.468.448 58.337.636
Cadangan umum - - - - - 548.363 (548.363) -
Dividen kas - - - - - - (37.595.047) (37.595.047)
Modal saham diperoleh kembali,
harga perolehan - - (2.152.514) - - - - (2.152.514)
Saldo per 31 Desember 2025 1.540.938 5.711.368 (2.152.514) 11.247.358 1.906.225 4.268.903 249.135.487 271.657.765
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
597
Page 600
598
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/5
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas aset
keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui Saldo laba
Modal Surplus penghasilan
ditempatkan dan Tambahan revaluasi komprehensif lain- Telah ditentukan Belum ditentukan
disetor penuh modal disetor aset tetap bersih penggunaannya penggunaannya Jumlah ekuitas
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.711.368 10.801.590 933.879 3.234.149 210.702.522 232.924.446
Laba tahun berjalan - - - - - 54.706.382 54.706.382
Surplus revaluasi aset tetap - - 201.939 - - 36.452 238.391
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - (653.013) - - (653.013)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - 60.310 60.310
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - 201.939 (653.013) - 54.803.144 54.352.070
Cadangan umum - - - - 486.391 (486.391) -
Dividen kas - - - - - (34.208.826) (34.208.826)
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.711.368 11.003.529 280.866 3.720.540 230.810.449 253.067.690
Page 601
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/6
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN ARUS KAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan pendapatan bunga, provisi dan komisi 109.263.724 105.037.385
Pendapatan operasional lainnya 2.686.577 2.010.746
Pembayaran beban bunga, provisi dan komisi (12.336.280) (11.720.323)
Pembayaran imbalan pasca-kerja (1.527.763) (1.153.347)
Beban operasional lainnya (30.348.737) (28.464.918)
Pembayaran tantiem Dewan Komisaris dan Direksi (887.700) (765.000)
Kenaikan (penurunan) lainnya yang mempengaruhi kas:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan (601.619) 210.000
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (10.629.685) (5.468.509)
Tagihan akseptasi 366.799 4.880.997
Wesel tagih (2.929.891) 1.718.437
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (3.567.768) 89.917.519
Kredit yang diberikan (72.854.316) (109.243.514)
Aset lain-lain (127.224) 172.726
Simpanan dari nasabah 107.884.745 23.900.650
Simpanan dari bank-bank lain 283.819 (6.515.643)
Utang akseptasi 81.907 (2.049.301)
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 967.397 (2.394.916)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
sebelum pembayaran pajak penghasilan 85.723.985 60.072.989
Pembayaran pajak penghasilan (11.921.627) (11.399.598)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 73.802.358 48.673.391
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi (194.532.003) (169.737.224)
Penerimaan dari efek-efek untuk tujuan investasi yang jatuh tempo
selama tahun berjalan 164.391.928 118.649.450
Penerimaan dividen kas dari efek-efek untuk tujuan investasi 2.200.226 2.402.602
Setoran modal pada Entitas Anak (58.044) -
Perolehan aset tetap (1.832.444) (3.450.738)
Perolehan aset hak guna (489.633) (532.867)
Hasil penjualan aset tetap 243 1.276
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (30.319.727) (52.667.501)
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 599
Page 602
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/7
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN ARUS KAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran efek-efek utang yang diterbitkan (435.000) -
Pembayaran pinjaman yang diterima (41.570) (16.805)
Pembayaran dividen kas (37.595.047) (34.208.826)
Pembelian saham tresuri (2.152.514) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - 358.462
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (1.330.996) -
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (41.555.127) (33.867.169)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 1.927.504 (37.861.279)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 82.719.824 121.044.773
PENGARUH FLUKTUASI KURS VALUTA ASING PADA
KAS DAN SETARA KAS (44.911) (463.670)
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 84.602.417 82.719.824
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 25.275.044 29.285.819
Giro pada Bank Indonesia 46.370.465 35.165.855
Giro pada bank-bank lain 5.093.402 4.020.259
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 7.863.506 14.247.891
Jumlah kas dan setara kas 84.602.417 82.719.824
600 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 603
Laporan Keuangan
PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN DAN ENTITAS ANAK
PT Dwimuria Investama Andalan dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(dalam jutaan Rupiah) (dalam jutaan Rupiah, kecuali laba bersih per saham)
Diaudit Diaudit Diaudit Diaudit
No. POS - POS No. POS - POS
31 Des 2025 31 Des 2024 31 Des 2025 31 Des 2024
ASET PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
1. Kas 25.305.051 29.315.883 Pendapatan bunga dan syariah
2. Giro pada Bank Indonesia 47.768.278 36.408.142 1. Pendapatan bunga 99.247.890 94.978.401
3. Giro pada bank-bank lain - setelah cadangan 8.088.573 6.550.871 2. Pendapatan syariah 946.017 805.105
4. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - Jumlah pendapatan bunga dan syariah 100.193.907 95.783.506
setelah cadangan 9.880.058 22.754.005
5. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 47.940.008 27.283.734 Beban bunga dan syariah
6. Tagihan akseptasi - setelah cadangan 9.494.630 9.621.047 3. Beban bunga (12.874.927) (12.134.967)
7. Wesel tagih - setelah cadangan 11.825.095 8.891.769 4. Beban syariah (509.258) (394.843)
8. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - Jumlah beban bunga dan syariah (13.384.185) (12.529.810)
setelah cadangan 5.285.513 1.449.562
9. Kredit yang diberikan - setelah cadangan 939.824.597 868.686.210 PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH - BERSIH 86.809.722 83.253.696
10. Piutang pembiayaan konsumen - setelah cadangan 11.941.292 9.435.564
11. Piutang sewa pembiayaan - setelah cadangan 8.005 51.042 5. Pendapatan asuransi 2.003.240 3.110.733
12. Aset dari transaksi syariah - setelah cadangan 12.698.160 10.206.637 6. Beban asuransi (1.858.302) (1.753.761)
13. Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah cadangan 413.374.089 372.085.027
14. Biaya dibayar dimuka 1.732.551 971.636 PENDAPATAN ASURANSI - BERSIH 144.938 1.356.972
15. Pajak dibayar dimuka 102.292 1.563.199
16. Aset tetap - setelah akumulasi penyusutan 28.484.750 28.253.506 PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
17. Aset takberwujud - setelah akumulasi amortisasi 128.032.813 126.411.162 7. Pendapatan provisi dan komisi - bersih 19.885.290 17.899.177
18. Aset pajak tangguhan - bersih 5.895.937 5.496.515 8. Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui
19. Aset lain-lain - setelah cadangan 29.242.291 26.921.808 laba rugi - bersih 3.178.374 1.500.163
9. Lain-lain 3.436.362 2.257.242
JUMLAH ASET 1.736.923.983 1.592.357.319 Jumlah pendapatan operasional lainnya 26.500.026 21.656.582
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER, DAN EKUITAS 10. Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset (4.447.207) (2.034.453)
LIABILITAS BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
1. Simpanan dari nasabah 1.233.759.331 1.119.987.754 11. Beban karyawan (18.030.907) (17.479.907)
2. Dana simpanan syariah 4.688.209 3.506.071 12. Beban umum dan administrasi (17.393.156) (16.901.953)
3. Simpanan dari bank-bank lain 3.966.077 3.656.298 13. Lain-lain (2.125.241) (1.986.650)
4. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 97.406 257.613 Jumlah beban operasional lainnya (37.549.304) (36.368.510)
5. Utang akseptasi 4.733.862 4.651.955
6. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - 1.330.996 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 71.458.175 67.864.287
7. Efek-efek utang yang diterbitkan - -
8. Utang Pajak 3.036.163 642.506 BEBAN PAJAK PENGHASILAN (13.791.350) (13.402.919)
9. Pinjaman yang diterima 3.245.144 2.242.516
10. Liabilitas pajak tangguhan - - LABA BERSIH 57.666.825 54.461.368
11. Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2.866.909 2.975.187
12. Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 30.053.522 27.621.306 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
13. Liabilitas imbalan pasca-kerja 10.019.068 9.099.608 14. Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
14. Obligasi subordinasi 65.000 500.000 a. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti (804.869) 71.847
JUMLAH LIABILITAS 1.296.530.691 1.176.471.810 b. Pajak penghasilan 152.755 (13.509)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - setelah
15. Dana syirkah temporer 10.632.695 9.486.817 pajak penghasilan (652.114) 58.338
c. Surplus revaluasi aset tetap 252.056 238.886
EKUITAS (400.058) 297.224
16. Modal saham 211.419.700 210.619.700 15. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
17. Tambahan modal disetor (24.751.655) (24.720.526) a. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset
18. Surplus revaluasi aset tetap 2.685.742 2.553.839 keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
19. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam penghasilan komprehensif lain 2.273.789 (824.292)
valuta asing (330.270) 58.948 b. Pajak penghasilan (426.944) 146.807
20. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 946.653 (61.897) penghasilan komprehensif lain - setelah pajak penghasilan 1.846.845 (677.485)
21. Saldo laba 113.150.871 98.952.584 c. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam
22. Komponen ekuitas lainnya (55.869) (5.073) valuta asing (137.793) 35.287
d. Lain-lain (101.189) -
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan 1.607.863 (642.198)
kepada pemilik entitas induk 303.065.172 287.397.575
23. Kepentingan non-pengendali 126.695.425 119.001.117 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH PAJAK
PENGHASILAN 1.207.805 (344.974)
JUMLAH EKUITAS 429.760.597 406.398.692
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 58.874.630 54.116.394
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER, DAN EKUITAS 1.736.923.983 1.592.357.319
LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 31.636.210 29.737.878
Kepentingan non-pengendali 26.030.615 24.723.490
57.666.825 54.461.368
LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 32.268.309 29.549.344
Kepentingan non-pengendali 26.606.321 24.567.050
58.874.630 54.116.394
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS
INDUK 149.637 141.192
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 601
Page 604
Laporan Keuangan
PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(dalam jutaan Rupiah)
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 (Diaudit)
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan (kerugian) yang
Modal Selisih kurs karena
POS-POS Surplus belum direalisasi atas aset Jumlah ekuitas Kepentingan
ditempatkan Tambahan penjabaran laporan Komponen Jumlah ekuitas
revaluasi aset keuangan yang diukur pada nilai Saldo Laba pemilik entitas non-pengendali
dan disetor modal disetor keuangan dalam ekuitas lainnya
tetap wajar melalui penghasilan induk
penuh valuta asing
komprehensif lain - bersih
Saldo per 31 Desember 2023 210.619.700 (24.720.821) 2.442.617 39.561 309.189 89.405.763 (5.073) 278.090.936 109.836.672 387.927.608
Laba tahun berjalan - - - - - 29.737.878 - 29.737.878 24.723.490 54.461.368
Surplus revaluasi aset tetap - - 111.222 - - 20.027 - 131.249 107.637 238.886
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam
valuta asing - - - 19.387 - - - 19.387 15.900 35.287
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - - (371.086) - - (371.086) (306.399) (677.485)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - bersih - - - - - 31.916 - 31.916 26.422 58.338
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - 111.222 19.387 (371.086) 29.789.821 - 29.549.344 24.567.050 54.116.394
Perubahan atas pelepasan Entitas Anak - 295 - - - - - 295 (1) 294
Setoran modal pada entitas anak - - - - - - - - 11.161 11.161
Dividen kas - - - - - (20.243.000) - (20.243.000) (15.413.765) (35.656.765)
Saldo per 31 Desember 2024 210.619.700 (24.720.526) 2.553.839 58.948 (61.897) 98.952.584 (5.073) 287.397.575 119.001.117 406.398.692
Saldo per 31 Desember 2024 210.619.700 (24.720.526) 2.553.839 58.948 (61.897) 98.952.584 (5.073) 287.397.575 119.001.117 406.398.692
Laba tahun berjalan - - - - - 31.636.210 - 31.636.210 26.030.615 57.666.825
Surplus revaluasi aset tetap - - 131.903 - - 6.581 - 138.484 113.572 252.056
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam
valuta asing - - - (137.699) - - - (137.699) (94) (137.793)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - - 1.008.550 - - 1.008.550 838.295 1.846.845
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - bersih - - - - - (358.127) - (358.127) (293.987) (652.114)
Komponen ekuitas lainnya - - - - - - (50.036) (50.036) (51.153) (101.189)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - 131.903 (137.699) 1.008.550 31.284.664 (50.036) 32.237.382 26.637.248 58.874.630
Setoran modal saham 800.000 - - - - - - 800.000 250 800.250
Selisih transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali - (31.129) - - - - - (31.129) (25.530) (56.659)
Perubahan kepentingan non-pengendali pada entitas anak - - - - - - - - 292.986 292.986
Dividen kas - - - - - (17.200.000) - (17.200.000) (16.937.414) (34.137.414)
Pembelian kembali saham oleh Entitas Anak - - - - - - - - (2.152.514) (2.152.514)
Perubahan atas pelepasan Entitas Anak - - - (251.519) - 113.623 (760) (138.656) (120.718) (259.374)
Saldo per 31 Desember 2025 211.419.700 (24.751.655) 2.685.742 (330.270) 946.653 113.150.871 (55.869) 303.065.172 126.695.425 429.760.597
Laporan Komitmen dan Kontinjensi Konsolidasian
Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(dalam jutaan Rupiah)
No. POS - POS Diaudit Diaudit
31 Des 2025 31 Des 2024
KOMITMEN
Tagihan komitmen:
1. Fasilitas pinjaman/pembiayaan yang belum ditarik 2.795.000 2.878.190
2. Posisi valas yang akan diterima dari transaksi
spot dan derivatif/forward 22.941.216 29.456.807
3. Lainnya 250.549 524.255
25.986.765 32.859.252
Liabilitas komitmen:
1. Fasilitas kredit/pembiayaan yang belum ditarik Jakarta, 6 Februari 2026
- Committed 351.712.031 320.618.854
- Uncommitted 100.451.029 93.421.932
2. Fasilitas Letter of Credit kepada nasabah yang tidak
dapat dibatalkan 10.205.937 10.055.508
3. Posisi valas yang akan diserahkan untuk transaksi
spot dan derivatif/forward 26.516.839 28.755.848
4. Lainnya 335.642 1.091.414
489.221.478 453.943.556
KONTINJENSI Honky Harjo Agus Santoso Suwanto
Tagihan kontinjensi: Direktur Utama Direktur
1. Garansi yang diterima 604.625 529.573
2. Lainnya - -
604.625 529.573
Liabilitas kontinjensi:
1. Garansi yang diberikan 29.293.258 26.725.750
2. Lainnya 89 89
29.293.347 26.725.839
602 Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk
Page 605
Laporan Tahunan 2025 | PT Bank Central Asia Tbk 603
Page 606
PT Bank Central Asia Tbk Kantor Pusat Menara BCA, Grand Indonesia Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta 10310, Indonesia Tel. : (+62 21) 2358 8000 Fax. : (+62 21) 2358 8300 www.bca.co.id
Names mentioned 313 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
linked
person
David Formula
· Executive Vice President Strategic Information Technology Group
p.43 ×2
unresolved
person
H. Thamrin
p.5 ×5
unresolved
person
Independensi
· Komisaris Independen
p.6
unresolved
person
Komite-Komite
· Komisaris
p.7
unresolved
—
Eksternal
· Akuntan Publik
p.7
unresolved
org
Bank Kepada Debitur
p.7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×22
unresolved
org
Bank Indonesia Award Trustworthy Companies
p.8
unresolved
org
Bank Indonesia Contactless Payment
p.11
unresolved
org
Bank Central Asia Tahap I Tahun
p.19 ×2
unresolved
org
BCA Sekuritas Indonesia (Persero) Tbk
p.19 ×2
unresolved
org
Koperasi Merah Putih
p.22
unresolved
org
Bank Sentral
p.22
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.22
unresolved
org
BCA
· Presiden Direktur
p.25 ×27
unresolved
person
SUWONO
· Direktur
p.26
unresolved
person
Setijoso
p.30
unresolved
person
Hendra Tanumihardja Sistem
p.30 ×3
unresolved
org
PT Dwimuria Raden Mas Soeprapto
p.35
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.35
unresolved
org
PT Dwimuria Investama Andalan. Bursa Efek
p.35
unresolved
org
PT Bank Central
p.35 ×3
unresolved
org
BCA Finance Asia Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
PT Bank BCA Syariah
p.35 ×7
unresolved
org
PT Bank Digital BCA Efek Indonesia.
p.35
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.35 ×6
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa BCA ISIN
p.35
unresolved
org
PT Central Capital Ventura ID
p.35
unresolved
org
BCA Finance Limited
p.35 ×7
unresolved
org
Bank Devisa.
p.38
unresolved
org
PT Telkom
p.38
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.38 ×3
unresolved
org
Bank Digital BCA
p.39 ×4
unresolved
org
Bank Royal
p.39 ×2
unresolved
org
PT AIA Financial BCA
p.39
unresolved
org
Bank Notes Health Protection Travellers’ Cheque Life Protection
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pasar Uang USD
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Pendapatan Tetap IDR EDC BCA Reksa Dana
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Indeks Pendapatan Tetap Tunai BCA Reksa Dana
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Saham IDR BCA
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Saham USD
p.40
unresolved
org
Reksa Dana Indeks Saham Internet Banking Reksa Dana Terproteksi
p.40
unresolved
org
Bank BCA Elektronik
p.40
unresolved
org
Bank Garansi
p.41
unresolved
org
Bank Digital BCA BCA Sekuritas Executive Vice
p.42
unresolved
org
Linus Ekabranko President Ltd.
p.42
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA Perjalanan
p.46
unresolved
org
PT Central Capital Ventura
p.46 ×3
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.46
unresolved
org
PT Bank Risjad Salim
p.46
unresolved
org
PT Bank Risjad Salim Internasional
p.46
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa BCA
p.48 ×5
unresolved
org
Penyehatan Perbankan
p.48
unresolved
org
Bank LTCB Central Asia
p.48 ×4
unresolved
org
San Francisco State Indonesia Tbk
p.48
unresolved
org
PT Abacus Cash Solution
p.49 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Adira Dinamika
p.49
unresolved
org
Dana Pensiun BCA
p.49
unresolved
org
Danamon Indonesia Tbk
p.49 ×2
unresolved
org
PT MBF Leasing
p.49
unresolved
org
Musyawarah Perbankan Daerah Jawa Timur
p.50
unresolved
org
PT McKinsey
p.50
unresolved
org
Yayasan Pendidikan Ujung Pandang
p.50
unresolved
org
PT Bank DKI
p.51
unresolved
org
PT Cipta Karya Bumi Indah
p.52
unresolved
org
PT Sarana Kencana Mulya
p.52
unresolved
org
PT Tamara Indah
p.52
unresolved
org
PT Indomobil
p.52
unresolved
org
Menteri Perdagangan
p.53
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.53
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.53
unresolved
org
Departemen Perindustrian RI
p.53
unresolved
org
PT Pupuk Kujang
p.53
unresolved
org
PT Danakita Investama
p.54
unresolved
org
Trimegah Securities Tbk
p.54 ×2
unresolved
org
PT Bank Internasional Indonesia
p.54 ×3
unresolved
—
Tahun Sumantri Slamet
· Ketua Komite Audit
p.55 ×6
unresolved
org
WOM Finance Tbk
p.55 ×2
unresolved
org
PT Indospec Asia
p.55
unresolved
org
PT Tugu Pratama Indonesia
p.55
unresolved
org
PT Sewu New York Life
p.55
unresolved
org
Drs. Hadi Sutanto dan Rekan
p.55
unresolved
person
Drs. Hadi Sutanto
p.55
unresolved
—
Tahun Cyrillus Harinowo
· Ketua
p.56 ×9
unresolved
org
Legislasi DPR-RI
p.56
unresolved
org
PT Putera Lintas Kemas
p.56
unresolved
org
PT. Abacus Dana Pensiuntama
p.57
unresolved
org
PT. Zeals Digital Asia
p.57
unresolved
org
PT Abacus Teknika Solusindo
p.57
unresolved
org
PT Bina Analisindo Semesta
p.57
unresolved
—
Tahun Raden Pardede
· Ketua
p.58 ×6
unresolved
org
Sarjana Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universit
· Anggota
p.58
unresolved
person
Trisakti
· Anggota
p.58
unresolved
org
PT BCA Finance Perjalanan Karir
p.59
unresolved
org
Yayasan Akuntansi Indonesia
p.59
unresolved
org
Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan
p.59
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA Perjalanan Karir
p.60
unresolved
org
Indonesia Air Transport Tbk
p.60 ×2
unresolved
org
PT Global Transport Service
p.60
unresolved
org
Broadband Multimedia Tbk
p.60 ×2
unresolved
org
PT Askes
p.60 ×3
unresolved
org
Tri Polyta Indonesia Tbk
p.60 ×2
unresolved
org
PT Chandra Asri
p.60
unresolved
org
Asuransi Kesehatan Indonesia Pacific Tbk
p.60 ×2
unresolved
org
Bank Restructuring Unit BPPN
p.60
unresolved
org
Bank Tiara Asia Tbk
p.60 ×2
unresolved
org
Danamon Tbk
p.60
unresolved
org
PT Bank BCA Syariah Perjalanan
p.61
unresolved
org
PT Bank BCA Indonesia
p.61
unresolved
org
Bank Muamalat Indonesia Tbk
p.61 ×2
unresolved
org
Independen BCA Finance Limited
p.62
unresolved
org
Hasnur International Shipping Tbk
p.62 ×4
unresolved
org
PT Central Sudirman Development
p.62
unresolved
org
PT Rabobank Indonesia
p.62
unresolved
org
PT Bank Credit Agricole Indonesia
p.62
unresolved
org
Bank Bali
p.62 ×2
unresolved
org
PT Pefindo Riset Konsultasi
p.62
unresolved
org
PT OSK
p.62
unresolved
org
PT Catunilai Finans Adhinarya
p.62
unresolved
org
Bank Restructuring
p.62
unresolved
org
PT Bank Digital BCA Perjalanan
p.62
unresolved
org
Bank Vice President Cards Portfolio
p.63
unresolved
—
HIANNI
· Kepala Kantor Wilayah I, Bandung
p.64
unresolved
—
ANDREAS ANDY CHRISTIANTO
· Kepala Kantor Wilayah II, Semarang
p.64
unresolved
—
WIDJAJA STEPHEN
· Kepala Kantor Wilayah III, Surabaya
p.64
unresolved
—
HARIJANTO
· Kepala Kantor Wilayah IV, Makassar
p.64
unresolved
—
OMAR
· Kepala Kantor Wilayah V, Medan
p.64
unresolved
—
SUHARDJO MOELIADI
· Kepala Kantor Wilayah VI, Palembang
p.64
unresolved
—
LINDAWATI SUSANTO
· Kepala Kantor Wilayah VII, Malang
p.64
unresolved
—
LILIANA
· Kepala Kantor Wilayah VIII, Pondok Indah, Jakarta
p.64
unresolved
—
SEWAKA KOSASIH MULJADI
· Kepala Kantor Wilayah IX, Matraman, Jakarta
p.64
unresolved
—
JUNIARTA
· Kepala Kantor Wilayah X, Pluit, Jakarta
p.64
unresolved
—
TITIANI
· Kepala Kantor Wilayah XII, Wisma Asia, Jakarta
p.64
unresolved
—
WIRA CHANDRA
· Executive Vice President Grup Corporate Banking, Transaction & Finance
p.64
unresolved
—
LINUS EKABRANKO WINDOE
· Executive Vice President Treasury Division & International Banking Division
p.64
unresolved
—
LILIK WINARNI SOEDARSO
· Executive Vice President Operation Strategy & Development Group
p.64
unresolved
—
DEDDY MULJADI HENDRAWINATA
· Executive Vice President Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
HERA FENDAYANI HARYN
· Head Of Corporate Communication & Social Responsibility - CSR
p.64
unresolved
—
LEO ARISTON
· Kepala Divisi Audit Internal
p.64
unresolved
—
FREDDY IMAN
· Head of Commercial & SME Banking Division
p.64
unresolved
—
TJHONG WELLY YANDOKO
· Head of Consumer Credit Division
p.64
unresolved
—
TJOE ANIEK SUSILOWATI
· Kepala Divisi Cash Management
p.64
unresolved
—
JAYAPRAWIRYA DIAH
· Kepala Divisi Corporate Strategy & Planning
p.64
unresolved
—
ALRIANTO DJUNAIDI
· Head of Human Capital Management Division
p.64
unresolved
—
DODY SANTOSA ISWAN
· Head of Individual Customer Business Development Division
p.64
unresolved
—
RUBY PURWADI
· Kepala Divisi Logistik dan Gedung
p.64
unresolved
—
IWAN SANTOSO NARTO
· Kepala Divisi Manajemen Jaringan & Pengembangan Wilayah
p.64
unresolved
—
TJOE HENNY
· Head of International Banking Division
p.64
unresolved
—
JUNITA GRACE
· Head of Treasury Division
p.64
unresolved
—
INDRAWAN B
· Kepala Divisi Wealth Management
p.64
unresolved
—
ANDI AGUS SALIM
· Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
p.64 ×2
unresolved
—
EDY GUNAWAN
· Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
TAN TESIEN TANUDJAJA
· Head of Corporate Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
SHIRLEY MAGDALENA
· Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
SUSANTO UTOMO
· Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
BUDI MULIA ADISENTANA
· Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
SIANNE DHALIA WINATA
· Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
HENRIETTA SOESILO
· Head of SME & Commercial Credit Risk Analysis Group
p.64
unresolved
—
INGE SETIAWATY
· Head of Corporate Transaction Group
p.65
unresolved
—
SYLNA
· Kepala Grup Corporate Banking
p.65
unresolved
—
YAYI MUSTIKA PUDYANTI
· Kepala Grup Corporate Banking
p.65
unresolved
—
KRISTIAN MARBUN
· Kepala Grup Corporate Banking
p.65
unresolved
—
DENNY HARYANTO
· Kepala Grup Corporate Banking
p.65
unresolved
—
HERU WIRAWAN CHANDRA
· Kepala Grup Corporate Banking
p.65
unresolved
—
R. MARTHIN JOEL OPPUSUNGGU
· Kepala Grup Corporate Banking
p.65
unresolved
—
WINNY HARIANTO
· Kepala Corporate Support & Data Analytics
p.65
unresolved
—
MARIA JASHINTA FRANSISKA
· Kepala Grup Corporate Finance
p.65
unresolved
—
LILIANI KURNIAWAN
· Kepala Kantor Cabang Korporasi
p.65
unresolved
—
EVANS CHARLES BENNY H.
· Head of Digital Innovation Solutions Group
p.65
unresolved
—
INDRA TJAHAJA
· Head of IT Infrastructure & Operation Group
p.65
unresolved
—
LILY WONGSO
· Head of Enterprise IT Architecture, Data Management & Service Quality Group
p.65
unresolved
—
THOMAS ARMAND LAHEY
· Head of Application Management Group
p.65
unresolved
—
FERDINAN MARLIM H. S.
· Head of IT Security Group
p.65
unresolved
—
PAULINE
· Head of Modernization Group
p.65
unresolved
—
NORISA
· Kepala Divisi Pengembangan Bisnis & Pemasaran Transaksi Perbankan
p.65
unresolved
—
JAN HENDRA
· Head of Transaction Banking Product Development Division
p.65
unresolved
—
WILSON KARIMUN
· Kepala Sentra Layanan dan Pendukung Bisnis Perbankan Transaksi
p.65
unresolved
—
MARTINUS ROBERT WINATA
· Head of Wholesale Transaction Banking Product Development
p.65
unresolved
—
TOMMY KURNIAWAN
· *
p.65
unresolved
—
FELIX IVANATA DARMASETIA
· Head of Accounting and Tax Division
p.65
unresolved
—
SUSANWATI
· Head of Experience Design - Consumer & Wholesale Banking Group
p.65
unresolved
—
BONIFACIA WISNI ARISUSANTI
· Head of Experience Design - Branch & Shared Service Group
p.65
unresolved
—
ANDRY SANTOSO
· Head of Experience Design - Loan Operation and Credit Process Group
p.65
unresolved
—
I MADE SUCITA
· Head of Application & User Acceptance Test Group
p.65
unresolved
—
THAN THANDY ANTHONY
· Head of E-Channel & Settlement Services
p.65
unresolved
—
LANNY TANZANIA
· Head of Compliance Division
p.65
unresolved
—
FAMIATI DAUN
· Head of Risk Management Division
p.65
unresolved
—
EDY UNTUNG
· Head of Credit Recovery Group
p.65
unresolved
—
RADIMAN ALI ROHIM
· Head of Global Trade & Payment Services
p.65
unresolved
—
ADRIANUS WAGIMIN WANG
· Head of Contact Center & Digital Services
p.65
unresolved
—
WIWIN WIELIANTI
· Kepala Sentra Layanan Kredit
p.65
unresolved
—
SUZI TANZINO
· Head of Legal Operation & Litigation Group
p.65
unresolved
—
RIEKA
· Head of Legal Operation & Litigation Group
p.65
unresolved
—
DAVID ERENST SUMUAL
· Head of Economic & Industry Research
p.65
unresolved
—
AGNES YINNY BOEN
· Head of Anti Fraud Bureau
p.65
unresolved
org
PT DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN
p.68 ×4
unresolved
org
PT TRICIPTA MANDHALA GUMILANG
p.68 ×2
unresolved
org
PT CATURGUWIRATNA SUMAPALA
p.68 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.69
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.69 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Indonesia
p.70
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.70
unresolved
org
Jiwa Limited
p.72
unresolved
org
PT CSML
p.72
unresolved
org
PT UIB
p.72
unresolved
org
PT Bank Royal Indonesia
p.72
unresolved
org
PT CSI
p.72
unresolved
org
PT BCA Sekuritas Menara BCA
p.72
unresolved
org
PT DUJ
p.72
unresolved
org
PT Central Capital Ventura Berdiri
p.72
unresolved
org
Rintis
p.73
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.73
unresolved
org
Wali Amanat Fitch Ratings Ltd
p.73
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia
p.73
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.73
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.73
unresolved
person
K.H. Zainul Arifin
p.73
unresolved
org
Hadinoto & Partners
p.73
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.75 ×2
unresolved
org
Bank Swasta Terbaik Mitra Collecting Agent
p.75
unresolved
org
Bank Euromoney
p.76
unresolved
org
Bank KBMI IV Bisnis Indonesia Financial Award
p.76
unresolved
org
Bank KBMI IV Excellence
p.76
unresolved
org
Bank Digital PR
p.76
unresolved
org
Bank In Customer Loyalty The Best KBMI IV
p.76
unresolved
org
Bank In Digital Brand
p.76
unresolved
org
Bank Analyst Favourite Listed
p.76
unresolved
org
Bank Awards
p.77
unresolved
org
Bank Umum KBMI
p.77
unresolved
org
Bank Award XIX Property
p.77
unresolved
org
Bank Implementasi KEJAR Terbaik
p.77
unresolved
org
Bank KEJAR Award
p.77
unresolved
org
Kementerian Pariwisata
p.77
unresolved
org
Bank Investor Trust Emission Reduction Awards
p.77
unresolved
org
Bank Sector ESG Award
p.77
unresolved
org
Bank CSR Awards
p.77
unresolved
person
Vera Eve Lim IDN Times Inspiring News
p.78 ×8
unresolved
org
Bank Award
p.79
unresolved
org
Jahja Property
p.79
unresolved
org
Bank XIX
p.79
unresolved
org
Bank Indonesia Award
p.79
unresolved
org
Bank The Best E-money Business
p.79
unresolved
org
Bank Sistemik
p.97
unresolved
org
Bank Umum Rencana Resolusi
p.97
unresolved
person
I.A. Pengawasan Aktif
· Komisaris
p.97
unresolved
person
H. Pengungkapan Eksposur Risiko Kepatuhan
p.106
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.