Skip to content
Back to announcement

20260105_SMBR_Informasi Transaksi Afiliasi_32016725_lamp6.pdf

Asset transaction Needs review SMBR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 94

Page 1
                                               LAPORAN
                           PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
                                     PT SEMEN BATURAJA TBK




                          KA NTO R JA SA               P ENILA I   PUBLIK




                   Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1359/KM.1/2009, No. Izin 2.09.0074




Jakarta Branch Office :
Jl. Kendal No. 19, Menteng, Jakarta 10310, Indonesia
Telp. (021) 31908422, 3140626 Fax. (021) 31908421
Email : corsec@fastvalue.co.id, fast.kjpp@gmail.com
Page 2
Jakarta, 30 Desember 2025

No. Laporan: 00106/2.0074-02/BS/04/0097/1/XII/2025


Kepada Yth.
Direksi
PT SEMEN BATURAJA TBK
Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati
Palembang – 30258


Perihal:         PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dengan hormat,

Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik Firman,
Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan (“KJPP FAST”), sebagaimana yang tercantum dalam
Purchase Order (PO) No. 4100016425, tanggal 18 Desember 2025 dari PT Semen Baturaja Tbk
(“Perseroan”), dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah memberikan pendapat independen atas
kewajaran rencana transaksi sentralisasi pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan dengan
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”).

LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-listed
company), yang bergerak dalam bidang industri semen, termasuk produksi, distribusi dan jasa lainnya
terkait industri semen.
Berdasarkan informasi yang kami terima, dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah, efisiensi dan
kinerja SIG secara grup, SIG sebagai pemegang saham terbanyak Perseroan dan sebagai holding
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semen menetapkan strategi sentralisasi kegiatan pengelolaan
pengadaan bagi anak perusahaannya, termasuk Perseroan. Untuk itu, SIG selaku holding berencana
memberikan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan kepada Perseroan (untuk
selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

STATUS PENILAI
KJPP FAST merupakan persekutuan perdata (partnership) yang bergerak dalam bidang penilaian
properti dan bisnis. KJPP FAST memiliki kompetensi sebagai penilai publik dengan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal 8 Desember 2009, serta telah
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010.
Penilai Publik yang bertanggungjawab adalah Suzy Israwati, MAPPI (Cert.) dengan Izin Penilai No.
B-1.09.00097, Register Menteri Keuangan (RMK) No. 2017.00098, Surat Tanda Terdaftar (STTD)
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-14/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Bisnis), dan STTD Profesi
Penunjang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) No. 048/NB.122/STTD-P/2017, serta aktif mengikuti
pelatihan pengembangan profesi (Continuing Professional Development/CPD) yang disyaratkan.
Dalam penugasan ini kami bertindak sebagai penilai independen. Kami tidak mempunyai kepentingan
terhadap objek yang dinilai yang bersifat material maupun benturan kepentingan baik aktual maupun
bersifat potensial dan imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
dilaporkan.
Page 3
PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan anak usaha dari SIG. Pemberi Tugas berkantor pusat
di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258, telepon: (0711) – 511261 dan situs jejaring:
www.semenbaturaja.co.id.

PENGGUNA LAPORAN
Laporan ini akan digunakan oleh Perseroan.

TRANSAKSI AFILIASI
Dalam kerangka Rencana Transaksi ini Perseroan dan SIG memiliki sifat hubungan afiliasi sebagai
berikut:
 SIG adalah induk dari Perseroan (dengan kepemilikan 75,51% saham).
Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa pelaksanaan
Rencana Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun tidak langsung) dengan
SIG yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Berdasarkan informasi dari Perseroan, Rencana Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi namun
bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat Kewajaran
(fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Rencana Transaksi yang disiapkan dan diterbitkan
oleh pihak penilai independen.

PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM RENCANA TRANSAKSI
Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
 Perseroan selaku pihak yang akan menggunakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi
   pengadaan.
 SIG selaku pihak yang akan menyediakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi
   pengadaan.

MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST sebagai
penilai independen untuk memberikan pendapat atas kewajaran (fairness opinion) (“Pendapat
Kewajaran”) dari Rencana Transaksi tersebut.

OBJEK RENCANA TRANSAKSI
Objek Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi penyediaan jasa sentralisasi kegiatan
pengelolaan fungsi pengadaan oleh SIG kepada Perseroan.

TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN
Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut adalah pada
tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan
data per tanggal 30 Juni 2025.

MASA BERLAKUNYA LAPORAN
Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.
Page 4
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang
dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai dengan PO No. 4100016425, tanggal
18 Desember 2025.

PERNYATAAN PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian
Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas Pendapat
Kewajaran.

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan
penyusunan Pendapat Kewajaran dari Transaksi yang mengacu kepada:
 Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”),
 Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
   Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”), dan
 Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018, Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330
   tanggal 1 Maret 2020 (“SPI Edisi VII-2018”).

DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah menelaah,
mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
 Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan dan SG.
 Laporan Kajian Penentuan Harga Transfer Atas Transaksi Penyerahan Jasa Intra-Grup SIG yang
    dikeluarkan oleh PT Pratama Indomitra Konsultan (“PIK”) tanggal 30 Mei 2023.
 Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni
    2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan (“KAP LRXR”),
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00701/2.1460/AU.1/04/1672-3/1/IX/2025 tanggal 4
    September 2025, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
 Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
    Desember 2024 yang telah diaudit KAP LRXR, sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
    00092/2.1460/AU.1/04/1672-2/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025, dengan opini wajar dalam semua
    hal yang material.
 Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2023 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (“KAP IR”),
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00040/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal
    7 Maret 2024, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
 Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
    (“KAP AAMR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-
    3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
 Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2021 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
    00026/2.1030/AU.1/04/1514-2/1/II/2022 tertanggal 15 Februari 2022 dengan opini wajar dalam
    semua hal yang material.
 Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2020 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
    00068/2.1030/AU.1/1514-1/1/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua
    hal yang material.
 Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 atas Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Page 5
   Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi
    selama periode 1 Juli 2025 hingga 31 Desember 2030, yang disusun oleh manajemen Perseroan.
   Laporan tahunan (annual report) 2024 dari Perseroan.
   Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
    hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
   Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga tepercaya lain, yang
    relevan dengan penugasan.

KONDISI PEMBATAS
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan.
Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang
digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau undang-undang
    yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau wilayah di mana
    Perseroan beroperasi.
2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang, dan
    suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi secara material
    kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada sumber
    utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah diungkapkan.
5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
    pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari produk-
    produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
    Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah diproyeksikan,
    atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau sebaliknya, piutang tak
    tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum dipenuhi.
10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-ketentuan yang
    ada.
11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan seluruhnya
    untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama periode proyeksi dan
    tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
    mempengaruhi operasi Perseroan.
13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain yang
    terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, dimana Pendapat
    Kewajaran tersebut akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses keterbukaan
    informasi yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, untuk
    kepentingan lain atau dicetak ulang, disebarluaskan, dikutip, atau dirujuk pada setiap saat, dengan
    cara atau untuk tujuan apapun tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari kami. Pendapat Kewajaran
    bukan merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk melakukan tindakan lainnya
    dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
    pemegang saham.
15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
    pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami tidak
    berkewajiban untuk memperbarui laporan ini atau untuk merevisi analisis dikarenakan kejadian dan
    transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang digunakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025.
Page 6
ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami
oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak
bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga tidak
memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan
kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan evaluasi keuangan dan
penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit,
atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam
laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum
bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini
diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
A. Analisis atas Rencana Transaksi;
B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
C. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi; dan
D. Analisis atas faktor lain yang relevan.

KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Terjadi perubahan akta, berdasarkan akta No. 49 tanggal 29 Oktober 2025 dari notaris Aulia Taufan,
S.H., dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No.
AHU-0074780.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 07 November 2025, tentang Pernyataan Keputusan
Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Kejadian penting setelah tanggal penilaian tidak dapat digunakan untuk memutakhirkan nilai dan oleh
karenanya pengungkapan atas kejadian penting setelah tanggal penilaian tersebut tidak
mempengaruhi penentuan hasil analisis nilai pada saat tanggal penilaian.
Page 7
KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi
pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat
bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.

Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.

Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST.


Hormat kami,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
FIRMAN, SURYANTORO, SUGENG, SUZY, HARTOMO DAN REKAN
Registered Business & Property Appraisers

Rekan,




Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai        : B-1.09.00097
Kualifikasi Penilai : Penilai Bisnis
STTD Pasar Modal : STTD.PB-14/PJ-1//PM.02/2023
STTD IKNB           : 048/NB.122/STTD-P/2017
No. RMK             : 2017.00098
No. MAPPI           : 92-S-00215
Page 8
                                  PERNYATAAN PENILAI

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah benar sesuai dengan
   pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi;
3. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian
   (Cut-Off Date) 30 Juni 2025;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
   Kewajaran atas Rencana Transaksi;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku;
6. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
   kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi;
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8. Kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan
   kondisi pembatas; dan
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi diperoleh
   dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.


  Nomor                              Nama                                    Tandatangan
    1.      Penanggung Jawab
            Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
            Izin Penilai: B-1.09.00097
            No. MAPPI: 92-S-00215
            RMK-2017.00098                                            …………………………


    2.      Reviewer
            Hanandewa, MAPPI (Cert.)
            Izin Penilai: B-1.19.00537
            No. MAPPI: 03-S-01763                                     …………………………
            RMK-2017.00801


    3.      Penilai
            La Halufi
            No. MAPPI: 21-P-11195
            RMK-2022.04293                                            …………………………




                                                i
Page 9
                                  RINGKASAN EKSEKUTIF

1. Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah
    bahwa (i) Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan dapat mendukung integrasi Perseroan dan
    SIG, sebagai upaya untuk menciptakan nilai tambah grup, efisiensi biaya dan kinerja yang lebih
    baik; dan (ii) Dengan adanya internalisasi biaya ke SIG, Perseroan memperoleh manfaat berupa
    kemampuan untuk memfokuskan sumber daya dan manajemen pada kegiatan bisnis inti, sehingga
    meningkatkan efektivitas dan nilai tambah operasional. Sementara risiko dari Rencana Transaksi
    bagi Perseroan adalah bahwa sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan di SIG berpotensi
    meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap SIG yang dapat mengurangi fleksibilitas serta
    kemandirian Perseroan dalam pengambilan keputusan operasional.

2. Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Rencana Transaksi bagi
    Perseroan adalah bahwa (i) Perseroan mampu meningkatkan efisiensi operasional yang dapat
    diperoleh melalui internalisasi biaya-biaya di SIG; dan (ii) Penurunan biaya berpotensi memperbaiki
    kondisi keuangan, persepsi kinerja, dan mendukung stabilitas arus kas sehingga Perseroan dapat
    lebih fokus pada kegiatan operasional inti dan peningkatan pendapatan. Kerugian dari Rencana
    Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa Perseroan masih harus mengeluarkan biaya tambahan
    margin sebesar 8,2% kepada SIG atas beban proses jasa pengadaan.

3. Konsumsi semen kemasan pada tahun 2024 menurun sebesar 3,1%, sedangkan konsumsi semen
    curah meningkat sebesar 4,4%. Secara nasional penjualan semen turun 0,9%, dengan permintaan
    semen kemasan dan semen curah di Indonesia pada 2024 masing-masing sebesar 69% dan 31%.
    Kapasitas terpasang industri semen nasional mencapai 119,9 juta ton per tahun. Tahun 2024,
    volume penjualan semen domestik mencapai 64,9 juta ton, turun 0,9% dibandingkan dengan 65,5
    juta ton yang terjual tahun 2023. Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 10,4% menjadi 11,9
    juta ton. Penurunan penjualan semen disebabkan oleh melemahnya daya beli. Selain itu,
    perlambatan permintaan semen juga disebabkan oleh pelemahan sektor konstruksi akibat
    penurunanan proyek-proyek pemerintah di Jawa dan wilayah lain. Pasar semen utama, seperti
    Jawa, mulai mengalami penurunan 0,1%, dengan volume mencapai 33,5 juta ton, hampir sama
    dengan tahun 2023. Sementara itu, pada tahun 2024, pasar Kalimantan masih tumbuh sebesar
    11,2%, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 22,1% pada tahun
    2023. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi anggaran proyek
    infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas konstruksi.

4. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat
    profitabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat profitabilitas
    historisnya mengalami peningkatan, kecuali marjin laba kotor yang mengalami penurunan. Secara
    umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan
    historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat
    rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan setelah
    Rencana Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas


                                                    ii
Page 10
   historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana
   Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan
   rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas sebelum Rencana
   Transaksi dan setelah Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
   likuiditas historisnya, kecuali rasio kas yang mengalami penurunan. Secara umum tidak ada
   indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan historis atas rasio
   tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat solvabilitas antara rata-rata proyeksi
   rasio tingkat solvabilitas setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata historisnya mengalami
   perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER. Dan tidak ada indikasi
   outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat
   solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat disimpulkan
   bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.

5. Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dari sisi
   pengukuran profitabilitas, rata-rata marjin kotor, marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih
   antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar 0,19%, 0,20%
   dan 0,15%, berturut-turut. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on
   equity), ROA (return on assets), dan ROIC (return on invested capital) antara tanpa dan dengan
   Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,07% dan 0,08%,
   berturut-turut. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick
   ratio) antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing
   sebesar 0,04x. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio)
   antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak mengalami perubahan. Sedangkan rata-rata
   DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami penurunan
   sebesar 0,01%. Sehingga dapat diindikasikan bahwa setelah Rencana Transaksi, posisi keuangan
   Perseroan masih relatif baik.

6. Berdasarkan proforma laporan keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi, pengukuran tingkat
   likuiditas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila
   Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi
   tidak dilakukan. Namun demikian, tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio
   cepat dan rasio lancar apabila Rencana Transaksi dilakukan masih berada diatas 100%.
   Sementara tingkat solvabilitas Perseroan relatif mengalami penurunan sebagaimana diindikasikan
   dari DER dan DAR apabila Rencana Transaksi dilakukan dibandingkan apabila Rencana Transaksi
   tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat rentabilitas Perseroan berubah sebagaimana
   diindikasikan dari ROA dan ROE apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan
   dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Kemudian, pengukuran tingkat
   profitabilitas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari marjin laba kotor, marjin sebelum
   pajak, dan marjin laba bersih apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan
   dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum dapat
   diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Rencana Transaksi dilakukan masih relatif
   baik.

                                                      iii
Page 11
7. Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan Perseroan
   menghasilkan laba bersih antara apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan dengan apabila
   Rencana Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang sebesar
   10,40%, nilai kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat
   diindikasikan bahwa Rencana Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi
   Perseroan.




                                              iv
Page 12
                                                           DAFTAR ISI


BAB 1.   PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1-1
1.1      Latar Belakang ..................................................................................................................... 1-1
1.2      Pemberi Tugas ..................................................................................................................... 1-1
1.3      Pengguna Laporan ............................................................................................................... 1-1
1.4      Transaksi Afiliasi .................................................................................................................. 1-1
1.5      Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi.......................................................... 1-2
1.6      Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................... 1-2
1.7      Objek Rencana Transaksi .................................................................................................... 1-2
1.8      Tanggal Efektif (Cut-Off Date) Pendapat Kewajaran ........................................................... 1-2
1.9      Masa Berlakunya Laporan ................................................................................................... 1-2
1.10     Independensi Penilai ............................................................................................................ 1-2
1.11     Pernyataan Penilai ............................................................................................................... 1-3
1.12     Ruang Lingkup ..................................................................................................................... 1-3
1.13     Data dan Informasi Yang Digunakan ................................................................................... 1-3
1.14     Kondisi Pembatas ................................................................................................................ 1-4
1.15     Asumsi-Asumsi Pokok ......................................................................................................... 1-6
1.16     Pendekatan dan Prosedur Analisis Kewajaran .................................................................... 1-6
1.17     Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .................................................................................... 1-7
BAB 2.   ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................................................... 2-1
2.1      Identifikasi dan Hubungan Para Pihak Bertransaksi ............................................................ 2-1
2.2      Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ........................... 2-1
2.3      Penilaian Atas Risiko dan Manfaat Dari Rencana Transaksi .............................................. 2-4
BAB 3.   ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................... 3-1
3.1      Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................................. 3-1
3.1.1    Perseroan ............................................................................................................................. 3-1
3.1.2    SIG ....................................................................................................................................... 3-4
3.2      Analisis Industri dan Lingkungan ......................................................................................... 3-5
3.2.1    Makro Ekonomi Indonesia.................................................................................................... 3-5
3.2.2    Industri Konstruksi ................................................................................................................ 3-9
3.2.3    Industri Semen ................................................................................................................... 3-13
3.3      Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan................................................................. 3-18
3.3.1    Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................................ 3-18
3.3.2    Segmen Usaha dan Operasional Perseroan ..................................................................... 3-19
3.3.3    Strategi Perseroan ............................................................................................................. 3-25
3.3.4    Pemasaran Perseroan ....................................................................................................... 3-26
3.3.5    Prospek Perseroan ............................................................................................................ 3-29



                                                                        v
Page 13
3.4      Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ......................................................................... 3-30
3.5      Penilaian Atas Keuntungan dan Kerugian Dari Rencana Transaksi ................................. 3-30
BAB 4.   ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI .................................................. 4-1
4.1      Penilaian Kinerja Historis ..................................................................................................... 4-1
4.1.1    Laporan Laba Rugi Komprehensif ....................................................................................... 4-1
4.1.2    Laporan Posisi Keuangan .................................................................................................... 4-3
4.1.3    Laporan Arus Kas ................................................................................................................ 4-8
4.1.4    Rasio Keuangan ................................................................................................................... 4-9
4.2      Penilaian Atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................................. 4-10
4.3      Analisis Rasio Keuangan ................................................................................................... 4-11
4.4      Analisis Laporan Keuangan Proforma ............................................................................... 4-13
4.5      Analisis Inkremental ........................................................................................................... 4-15
4.5.1    Kontribusi Nilai Tambah ..................................................................................................... 4-15
4.5.2    Biaya dan Pendapatan Relevan......................................................................................... 4-18
4.5.3    Informasi Non Keuangan Relevan ..................................................................................... 4-18
4.5.4    Prosedur Pengambilan Keputusan .................................................................................... 4-18
4.5.5    Hal-Hal Material Lain .......................................................................................................... 4-18
4.6      Analisis Sensitivitas ............................................................................................................ 4-19
BAB 5.   ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN .................................................................................. 5-1
5.1      Faktor Risiko ........................................................................................................................ 5-1
5.2      Tanggung Jawab Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Perseroan ...................................... 5-2
BAB 6.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ................................................... 6-1
BAB 7.   KESIMPULAN ...................................................................................................................... 7-1




                                                                     vi
Page 14
                                                    DAFTAR TABEL

Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................................. 3-1
Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham SIG........................................................................................ 3-4
Tabel 3-3: Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Usaha 2023-2024 (Rp Juta) ............................... 3-23
Tabel 3-4: Volume Penjualan Produk 2023-2024 (Ton) .................................................................... 3-24
Tabel 3-5: Volume Permintaan Semen Nasional (Ton) ..................................................................... 3-27
Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ............................ 4-3
Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ......................................... 4-5
Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ..................................................... 4-9
Tabel 4-4: Rasio Keuangan Perseroan.............................................................................................. 4-10
Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis ..................................................... 4-11
Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ................................... 4-12
Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi .................................................................... 4-12
Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ................................................................. 4-13
Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) .......... 4-14
Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ..................... 4-14
Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................ 4-15
Tabel 4-12: Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental (Rp Ribu) ........................................................... 4-18
Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan ..................................................... 4-20




                                                                 vii
Page 15
                                                  DAFTAR GAMBAR

Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB ............................................................ 3-6
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi ....................................................................................... 3-7
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah ........................................................................................ 3-7
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah ............................................ 3-8
Gambar 3-5: Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha........................................................... 3-10
Gambar 3-6: Pasar Konstruksi Indonesia .......................................................................................... 3-11
Gambar 3-7: Pasar Konstruksi Indonesia Berdasarkan Sektor (2024) ............................................. 3-12
Gambar 3-8: Produsen Semen Terbesar beserta Kapasitas Pengolahan Klinker ............................ 3-14
Gambar 3-9: Ukuran Pasar Semen Indonesia ................................................................................... 3-16
Gambar 3-10: Pertumbuhan Pasar Semen Indonesia ....................................................................... 3-17
Gambar 3-11: Segmentasi Pasar Semen Indonesia Berdasarkan Wilayah ...................................... 3-17
Gambar 3-12: Proses Produksi Semen Perseroan ........................................................................... 3-21
Gambar 3-13: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan ............................................................... 3-23
Gambar 3-14: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan .............................................. 3-24
Gambar 3-15: Nilai Budaya Perseroan .............................................................................................. 3-26




                                                                 viii
Page 16
                     DAFTAR ISTILAH DAN DEFINISI

Bapepam-LK                Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
                          Republik Indonesia

DAR                       Debt to total asset ratio

DER                       Debt to equity ratio

KAP AAMR                  Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
                          Rekan

KAP IR                    Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan

KAP LRXR                  Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan

KEPI                      Kode Etik Penilai Indonesia

KJPP FAST                 Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy,
                          Hartomo & Rekan

MAPPI                     Masyarakat Profesi Penilai Indonesia

OJK                       Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia

Perseroan                 PT Semen Baturaja Tbk

PIK                       PT Pratama Indomitra Konsultan

POJK 35/2020              Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
                          tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
                          Pasar Modal

POJK 42/2020              Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020
                          tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi         Rencana Perseroan memperoleh penyediaan jasa pengadaan
                          dari SIG.

ROA                       Return on assets

ROE                       Return on equity

ROIC                      Return on invested capital

SEOJK 17/2020             Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
                          tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
                          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal

SIG                       PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

SPI Edisi VII-2018        Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018




                                       ix
Page 17
BAB 1.          PENDAHULUAN


1.1    LATAR BELAKANG

       Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
       listed company), didirikan pada tahun 1974. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
       semen termasuk produksi, distribusi dan jasa-jasa lain yang terkait dengan industri semen.

       Berdasarkan informasi yang kami terima, dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah,
       efisiensi dan kinerja SIG secara grup, SIG sebagai pemegang saham terbanyak Perseroan dan
       sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semen menetapkan strategi sentralisasi
       kegiatan pengelolaan pengadaan bagi anak perusahaannya, termasuk Perseroan. Untuk itu,
       SIG selaku holding berencana memberikan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi
       pengadaan kepada Perseroan (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

       Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, KJPP FAST sebagai pihak yang
       independen, telah ditunjuk oleh Perseroan untuk memberikan pendapat independen atas
       kewajaran Rencana Transaksi, sesuai dengan PO No. 4100016425, tanggal 18 Desember
       2025.


1.2    PEMBERI TUGAS

       Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan anak usaha dari SIG. Pemberi Tugas
       berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258 | telepon (0711) –
       511261    |   fax     (0711)   512126   |   surel   corsec.smbr@sig.id   dan   situs   jejaring:
       www.semenbaturaja.co.id.


1.3    PENGGUNA LAPORAN

       Laporan akan digunakan oleh Perseroan.


1.4    TRANSAKSI AFILIASI

       Dalam kerangka Rencana Transaksi ini Perseroan dan SIG memiliki sifat hubungan afiliasi
       sebagai berikut:
          SIG adalah induk dari Perseroan (dengan kepemilikan 75,51% saham).

       Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa
       pelaksanaan Rencana Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun
       tidak langsung) dengan SIG yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya
       merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.




                                                                                                          1-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 18
       Berdasarkan informasi dari Perseroan, Rencana Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi
       namun bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
       POJK 42/2020.

       Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat
       Kewajaran (fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Rencana Transaksi yang
       disiapkan dan diterbitkan oleh pihak penilai independen.


1.5    PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM RENCANA TRANSAKSI

       Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
          Perseroan selaku pihak yang akan menggunakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan
           fungsi pengadaan.
          SIG selaku pihak yang akan menyediakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi
           pengadaan.


1.6    MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

       Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
       sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST
       sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi
       tersebut.


1.7    OBJEK RENCANA TRANSAKSI

       Objek Rencana Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi penyediaan jasa
       sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan oleh SIG kepada Perseroan.


1.8    TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN

       Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut adalah
       pada tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis
       menggunakan data per tanggal 30 Juni 2025.


1.9    MASA BERLAKUNYA LAPORAN

       Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam)
       bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.


1.10   INDEPENDENSI PENILAI

       Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen
       tanpa adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.



                                                                                                         1-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 19
       KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
       penugasan ini. Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
       merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak
       dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai
       dengan PO No. 4100016425, tanggal 18 Desember 2025.


1.11   PERNYATAAN PENILAI

       Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka
       pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas
       Pendapat Kewajaran.


1.12   RUANG LINGKUP

       Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
       hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi yang mengacu
       kepada:
          POJK 35/2020,
          SEOJK 17/2020, dan
          SPI Edisi VII-2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI),
           dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).


1.13   DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

       Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah menelaah,
       mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai
       berikut:
          Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan dan SIG.
          Laporan Kajian Penentuan Harga Transfer Atas Transaksi Penyerahan Jasa Intra-Grup
           SIG yang dikeluarkan oleh PIK tanggal 30 Mei 2023.
          Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP LRXR, sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 00701/2.1460/AU.1/04/1672-3/1/IX/2025 tanggal 4 September 2025, dengan opini
           wajar dalam semua hal yang material.
          Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit KAP LRXR, sebagaimana tertuang dalam
           laporannya No. 00092/2.1460/AU.1/04/1672-2/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025, dengan
           opini wajar dalam semua hal yang material.
          Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit KAP IR, sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 00040/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal 7 Maret 2024, dengan opini wajar
           dalam semua hal yang material.


                                                                                                   1-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 20
          Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam
           laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan
           opini wajar dalam semua hal yang material.
          Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam
           laporannya No. 00026/2.1030/AU.1/04/1514-2/1/II/2022 tertanggal 15 Februari 2022
           dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
          Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam
           laporannya No. 00068/2.1030/AU.1/1514-1/1/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021 dengan
           opini wajar dalam semua hal yang material.
          Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 atas Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
          Proyeksi laporan keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi selama
           periode 1 Juli 2025 hingga 31 Desember 2030 yang disusun oleh manajemen Perseroan.
          Laporan tahunan (annual report) 2024 dari Perseroan.
          Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang,
           dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
          Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga tepercaya
           lain, yang relevan dengan penugasan.


1.14   KONDISI PEMBATAS

       Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
       keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan,
       berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya
       dan berdasarkan rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu,
       berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan
       dengan perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan
       juga turut menjadi bahan pertimbangan.

       Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan
       yang digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
       1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau
           undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau
           wilayah di mana Perseroan beroperasi.
       2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang,
           dan suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi
           secara material kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
       3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada
           sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.

                                                                                                      1-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 21
       4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah
           diungkapkan.
       5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
           pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha
           Perseroan.
       6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari
           produk-produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah
           diproyeksikan.
       7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
           Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
       8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
       9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah
           diproyeksikan, atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau
           sebaliknya, piutang tak tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum
           dipenuhi.
       10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
           ketentuan yang ada.
       11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan
           seluruhnya untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama
           periode proyeksi dan tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
       12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
           mempengaruhi operasi Perseroan.
       13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
       14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain
           yang terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, dimana
           Pendapat Kewajaran tersebut akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses
           keterbukaan informasi yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan tidak untuk digunakan
           oleh pihak lain, untuk kepentingan lain atau dicetak ulang, disebarluaskan, dikutip, atau
           dirujuk pada setiap saat, dengan cara atau untuk tujuan apapun tanpa izin tertulis terlebih
           dahulu dari kami. Pendapat Kewajaran bukan merupakan rekomendasi kepada pemegang
           saham untuk melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan
           tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
       15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
           pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami
           tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini atau untuk merevisi analisis dikarenakan
           kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang digunakan, yaitu
           tanggal 30 Juni 2025.




                                                                                                         1-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 22
1.15   ASUMSI-ASUMSI POKOK

       Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
       kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
       kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan
       karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-
       informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
       mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
       kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

       Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
       tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang
       kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
       evaluasi keuangan dan penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Rencana Transaksi dan
       bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.

       Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
       ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
       prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
       dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau
       penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
       mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
       yang ada untuk Perseroan.

       Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi
       umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal
       laporan ini diterbitkan.

       Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
       lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang
       terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
       dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi
       mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.


1.16   PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN

       Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
       analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi dari hal-hal sebagai
       berikut:
       A. Analisis atas Rencana Transaksi;
       B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
       C. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi; dan
       D. Analisis atas faktor lain yang relevan.




                                                                                                       1-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 23
1.17   KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN

       Terjadi perubahan akta, berdasarkan akta No. 49 tanggal 29 Oktober 2025 dari notaris Aulia
       Taufan, S.H., dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia dengan No. AHU-0074780.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 07 November 2025,
       tentang Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

       Kejadian penting setelah tanggal penilaian tidak dapat digunakan untuk memutakhirkan nilai
       dan oleh karenanya pengungkapan atas kejadian penting setelah tanggal penilaian tersebut
       tidak mempengaruhi penentuan hasil analisis nilai pada saat tanggal penilaian.




                                                                                                    1-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 24
BAB 2.            ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI


2.1    IDENTIFIKASI DAN HUBUNGAN PARA PIHAK BERTRANSAKSI

       Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
       listed company), didirikan pada tahun 1974. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
       semen termasuk produksi, distribusi dan jasa-jasa lain yang terkait dengan industri semen.
       Perseroan berdomisili dan berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang
       30258; telepon (0711) 511261, fax (0711) 512126, surel corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring
       www.semenbaturaja.co.id. Perseroan adalah anak usaha dari SIG, dimana SIG adalah
       pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan langsung sebesar 75,51% saham.

       SIG merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-listed
       company), didirikan pada tahun 1953. SIG terutama bergerak di bidang industri semen,
       termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam
       industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan
       industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
       SIG berdomisili dan berkantor pusat di South Quarter, Tower A, Lt 19-20 JI. R.A. Kartini Kav.8
       Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430; telepon (62-21) 5261 1745, fax (62-21)
       5261 176, surel investor.relations@sig.id dan situs jejaring www.sig.id.

       Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa transaksi jasa
       sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan dan SIG.


2.2    PERJANJIAN DAN PERSYARATAN YANG DISEPAKATI DALAM RENCANA TRANSAKSI

       Ringkasan mengenai pokok-pokok dan syarat ketentuan yang disepakati terkait Rencana
       Transaksi, berdasarkan Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan adalah sebagai
       berikut:
         (i)      Para pihak                :   SIG, dan Perseroan.
        (ii)      Maksud dan Tujuan         :   a. Perjanjian ini memiliki maksud untuk melandasi
                                                   pemberian Jasa Pengadaan.
                                                b. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memadukan
                                                   pemberian layanan dari SIG selaku pemegang saham
                                                   seri B terbanyak Perseroan kepada Perseroan
                                                   sebagai wujud sentralisasi atas Tindakan Strategis
                                                   dan   Operasional     pada     Perseroan   agar   dapat
                                                   dilakukan oleh SIG.
        (iii)     Ruang Lingkup             : 1. Ruang lingkup pemberian Jasa Pengadaan oleh SIG
                                                   mencakup antara lain sebagai berikut:




                                                                                                             2-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 25
                             a) Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam proses
                                pengadaan sesuai dengan kapasitasnya selaku
                                fungsi-fungsi     yang     diatur     dalam   pedoman
                                pengadaan barang dan/atau jasa yang berlaku di
                                SIG     berikut         dengan        prosedur-prosedur
                                turunannya;
                             b) Penyusunan        rencana     kerja     dan   anggaran
                                pengadaan;
                             c) Pelaksanaan        finalisasi,      pembuatan,      dan
                                penandatanganan kontrak barang yang masuk
                                dalam kriteria operational expenditure (“Opex”);
                             d) Pendaftaran calon penyedia;
                             e) Evaluasi,     penonaktifan,      dan     pemberhentian
                                penyedia barang yang masuk dalam kriteria Opex;
                             f) Penonaktifkan      dan    pemberhentian       penyedia
                                barang dan/atau jasa yang masuk dalam kriteria
                                capital expenditure dan jasa Opex berdasarkan
                                hasil evaluasi dari pejabat berwenang;
                             g) Pelaksanaan koordinasi dengan internal maupun
                                eksternal SIG terkait pengadaan;
                             h) Pemantauan dan evaluasi kinerja terkait dengan
                                tahap   persiapan        pemilihan      penyedia    dan
                                pelaksanaan pemilihan penyedia;
                             i) Pengelolaan proses perizinan, asuransi, pemilihan
                                transportasi dan bongkar/muat barang yang
                                masuk dalam kriteria Opex masuk sampai ke
                                gudang sesuai ketentuan kontrak;
                             j) Pelaksanaan proses inklaring untuk barang impor
                                yang masuk dalam kriteria Opex;
                             k) Pengelolaan master data terkait pengadaan (tidak
                                termasuk semifinished goods dan finished goods);
                             l) Penyusunan        rencana     kerja     dan   anggaran
                                persediaan barang yang masuk dalam kriteria
                                Opex;
                             m) Penyusunan        dan    penetapan       prosedur   dan
                                ketentuan lain terkait persediaan barang yang
                                masuk dalam kriteria Opex;
                             n) Pembuatan       permintaan       pengadaan       barang
                                persediaan yang masuk dalam kriteria Opex,
                                beserta dokumen pendukung yang dibutuhkan;


                                                                                          2-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 26
                                  o) Penetapan standardisasi bisnis proses, sistem
                                         informasi,    dan   pelaporan     terkait    persediaan
                                         barang yang masuk dalam kriteria Opex;
                                  p) Pemantauan dan evaluasi kinerja pengendalian
                                         persediaan barang yang masuk dalam kriteria
                                         Opex;
                                  q) Pembuatan dan penyampaian laporan kinerja
                                         pengendalian persediaan barang yang masuk
                                         dalam kriteria Opex;
                                  r) Penyampaian laporan atas pelaksanaan Jasa
                                         Pengadaan; dan
                                  s) Pelaksanaan kegiatan dan/atau pengurusan lain
                                         yang dianggap perlu oleh SIG terkait pengelolaan
                                         pengadaan dan pengendalian persediaan barang
                                         yang masuk dalam kriteria Opex.
                               2. Pelaksanaan Jasa Pengadaan dilakukan sesuai
                                  dengan pedoman, prosedur, dan/atau kebijakan yang
                                  ditetapkan oleh SIG.
                               3. SIG berhak menerbitkan surat Kebijakan Pemegang
                                  Saham Seri B Terbanyak untuk mengubah ruang
                                  lingkup sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal
                                  ini.
                               4. Dalam          hal   SIG   menerbitkan     surat     Kebijakan
                                  Pemegang Saham Seri B Terbanyak sebagaimana
                                  dimaksud dalam ayat (3) Pasal ini, maka Para Pihak
                                  akan menuangkan substansi atas surat dimaksud
                                  dalam suatu amendemen terhadap Perjanjian ini.
        (iv)   Biaya Jasa    : 1. Perseroan akan membayar kepada SIG Biaya Jasa
                                  Pengadaan, yang terdiri dari:
                                  a) Biaya         sumber    daya   manusia          (SDM)   dan
                                         turunannya dihitung berdasarkan biaya-biaya di
                                         bawah ini ditambah margin 8,2%.
                                           i. Biaya gaji dan Kesejahteraan,
                                          ii. Perjalanan Dinas,
                                          iii. Tunjangan lainnya, dan
                                         iv. Biaya lainnya yang berhubungan dengan
                                             SDM
                                  b) Biaya operasional dihitung berdasarkan biaya-
                                         biaya operasional di bawah ini ditambah margin
                                         8,2%.


                                                                                                   2-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 27
                                                          i. Biaya jasa auditor,
                                                          ii. Biaya konsultan, dan
                                                         iii. Biaya operasional lainnya terkait dengan
                                                              pemberian jasa sesuai yang diatur dalam
                                                              Perjanjian ini.
                                                  2. Masing-masing Pihak akan bertanggung jawab atas
                                                     setiap pajak yang timbul dari Perjanjian ini sesuai
                                                     dengan ketentuan hukum yang berlaku.
        (v)       Hak dan Kewajiban           :   1) Perseroan:
                                                       a. Berhak menerima jasa pengadaan.
                                                       b. Wajib membayar fee sebesar biaya jasa yang
                                                          disepakati.
                                                  2) SIG:
                                                       a. Berhak menerima fee sebesar biaya jasa yang
                                                          disepakati.
                                                       b. Wajib menyediakan jasa pengadaan.
                                                  Secara umum dapat diindikasikan bahwa perjanjian ini
                                                  merupakan perjanjian yang berimbang bagi masing-
                                                  masing pihak.
        (vi)      Jangka Waktu Perjanjian     :   Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun
                                                  terhitung       sejak    tanggal     penandatanganan
                                                  Perjanjian ini dan dapat diperpanjang berdasarkan
                                                  kesepakatan Para Pihak yang dituangkan dalam
                                                  bentuk amendemen atas Perjanjian ini.
        (vii)     Hukum yang berlaku dan      : 1. Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan
                  penyelesaian perselisihan          hukum Negara Republik Indonesia.
                                                  2. Apabila terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat
                                                     dalam penafsiran, pelaksanaan, atau segala sesuatu
                                                     yang berkaitan dengan Perjanjian ini, maka Para
                                                     Pihak    sepakat      akan    menyelesaikan   secara
                                                     musyawarah untuk mufakat.


2.3    PENILAIAN ATAS RISIKO DAN MANFAAT DARI RENCANA TRANSAKSI

       Manfaat dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
              Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan dapat mendukung integrasi Perseroan dan SIG,
               sebagai upaya untuk menciptakan nilai tambah grup, efisiensi biaya dan kinerja yang lebih
               baik.




                                                                                                            2-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 28
          Dengan adanya internalisasi biaya ke SIG, Perseroan memperoleh manfaat berupa
           kemampuan untuk memfokuskan sumber daya dan manajemen pada kegiatan bisnis inti,
           sehingga meningkatkan efektivitas dan nilai tambah operasional.

       Risiko dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
          Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan di SIG berpotensi meningkatkan ketergantungan
           Perseroan terhadap SIG yang dapat mengurangi fleksibilitas serta kemandirian Perseroan
           dalam pengambilan keputusan operasional.




                                                                                                    2-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 29
BAB 3. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA
                 TRANSAKSI


3.1       RIWAYAT PERUSAHAAN DAN SIFAT KEGIATAN USAHA

3.1.1     Perseroan

3.1.1.1 Pendirian

          Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan dengan
          nama PT Semen Baturaja berdasarkan Akta Pendirian No. 34 tanggal 14 November 1974,
          dibuat di hadapan Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal, S.H., Notaris di Jakarta, yang
          disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sarkan Keputusan No. Y.A./5/422/18
          tanggal 22 November 1974 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 15
          Tahun 1975, Tambahan Lembaran Negara No. 2 tanggal 7 Januari 1975.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan anggaran
          dasar terakhir berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan dengan Akta Notaris
          Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, No. 69 tanggal 29 Mei 2024, mengenai persetujuan
          perubahan anggaran dasar Perseroan Terbatas PT Semen Baturaja Tbk.



3.1.1.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

          Susunan pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:


                           Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                     Nilai Nominal      Persentase
                     Pemegang Saham               Jumlah Saham
                                                                        (Rupiah)          Saham
 Modal Dasar
      Saham Seri A (Dwiwarna)                                  1                 100
      Saham Seri B                                 29.999.999.999   2.999.999.999.900
 Modal dasar                                       30.000.000.000   3.000.000.000.000
 Saham Seri A (Dwiwarna):
  Negara Republik Indonesia                              1                       100
 Saham Seri B:
  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk                  7.499.999.999     749.999.999.900       75,51%
  PT Asuransi Jiwa IFG                                834.028.900      83.402.890.000        8,40%
  Suherman Yahya (Direksi)                                 16.098           1.609.800        0,00%
  Taufik Ibrahaim (Direksi)                                   620              62.000        0,00%
  Masyarakat                                        1.598.488.718     159.848.871.800       16,09%
 Jumlah Modal Ditempatkan dan disetor penuh         9.932.534.336     993.253.433.600      100,00%
 Jumlah saham dalam portapel                       20.067.465.664   2.006.746.566.400




                                                                                                      3-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 30
3.1.1.3 Pengurus dan Pengawasan

       Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                        : Inosentius Samsul
       Komisaris Independen                   : Feryzal Adham
       Komisaris Independen                   : Chowadja Sanova
       Komisaris                              : Dzulfikar Ahmad Tawalla

       Direksi
       Direktur Utama                         : Suherman Yahya
       Direktur Keuangan dan SDM              : Rahmat Hidayat
       Direktur Operasi                       : Taufik


3.1.1.4 Kegiatan Usaha

       Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar, maksud dan tujuan
       Perseroan adalah melakukan usaha di bidang persemenan dan industri kimia dasar lainnya
       serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. Tujuannya dalam rangka
       menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
       mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip
       perseroan terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
       melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:
       1. Aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya;
       2. Industri semen;
       3. Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi;
       4. Industri barang dari semen, kapur, gips dan asbes lainnya;
       5. Industri mortar atau beton siap pakai;
       6. Pertambangan pasir besi;
       7. Pertambangan bijih besi;
       8. Penggalian batu kapur/gamping;
       9. Penggalian tanah dan tanah liat;
       10. Penggalian tras;
       11. Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya;
       12. Reparasi mesin untuk keperluan umum;
       13. Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industry;
       14. Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa;
       15. Analisis dan uji teknis lainnya;
       16. Pergudangan dan penyimpanan;
       17. Pergudangan dan penyimpanan lainnya;
       18. Penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia;
       19. Perdagangan besar berbagai macam material bangunan;


                                                                                                    3-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 31
       20. Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
       21. Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;
       22. Treatment dan pembuangan Limbah berbahaya;
       23. Sewa guna usaha tanpa hak opsi intelektual properti, bukan karya hak cipta; dan
       24. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

       Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
       kegiatan usaha penunjang/pendukung yang berhubungan dengan semen dalam rangka
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, untuk:
       1. Pengumpulan air limbah berbahaya;
       2. Pengumpulan air limbah tidak berbahaya;
       3. Pengelolaan dan pembuangan air limbah tidak berbahaya;
       4. Pengelolaan dan pembuangan air limbah berbahaya;
       5. Industri barang dari plastik untuk pengemasan;
       6. Aktivitas penunjang pengelolaan air;
       7. Penyiapan lahan;
       8. Jasa pengujian laboratorium;
       9. Instalasi mekanikal;
       10. Instalasi saluran air (plambing);
       11. Aktivitas pelayanan kepelabuhanan sungai dan danau;
       12. Perkebunan buah kelapa sawit;
       13. Perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya;
       14. Penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya;
       15. Event organizer;
       16. Pendidikan teknik swasta;
       17. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
       18. Fasilitas lapangan;
       19. Fasilitas gelanggang/arena;
       20. Fasilitas stadion;
       21. Fasilitas pusat kebugaran/fitness center;
       22. Fasilitas sirkuit; Kawasan industri;
       23. Kedai makanan;
       24. Aktivitas praktik dokter; dan
       25. Perdagangan eceran barang dan obat farmasi untuk manusia di apotek.

       Perseroan beroperasi di Baturaja, Palembang dan Panjang, serta memiliki kantor perwakilan
       di Gedung Graha Irama Lantai 9 Ruang B-C, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 10, Jakarta Selatan.
       Kantor pusat Perseroan berada di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258,
       telepon: (0711) – 511261 dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id.




                                                                                                   3-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 32
3.1.2   SIG

3.1.2.1 Pendirian

        SIG pada mulanya didirikan dengan nama PT Semen Gresik (Persero) dengan Akta No. 81
        tanggal 24 Oktober 1969 yang dibuat di hadapan Juliaan Nimrod Siregar, SH., Notaris di
        Jakarta, dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
        berdasarkan Surat Keputusan No. J.A.5/129/5 tanggal 18 November 1969 dan diumumkan
        dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 95 tanggal 28 November 1969, Tambahan No.
        255/1969.

        SIG yang semula bernama PT Semen Gresik (Persero) berubah nama menjadi PT Semen
        Indonesia (Persero) Tbk sebagaimana dimuat dalam Akta No. 11 tanggal 20 Desember 2012
        yang dibuat di hadapan Hana Tresna Widjaja, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat
        persetujuan Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
        Keputusan Nomor AHU-66304.AH.01.02.Tahun 2012 tentang Persetujuan Perubahan
        Anggaran Dasar Perseroan, dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
        Republik Indonesia berdasarkan surat Penerimaan Pemebritahuan Perubahan Anggaran
        Dasar Nomor AHU-AH.01.10-46125 tanggal 28 Desember 2012.

        SIG telah mengalami beberapa kali perubahan Anggaran Dasar sebagaimana Anggaran Dasar
        Perubahan terakhir yang tertuang di dalam Akta No. 7 tanggal 3 Mei 2024, yang dibuat di
        hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan. Pemberitahuan
        perubahan ini telah diterima oleh Kementerian Hukum RI berdasarkan Penerimaan
        Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0117988 tanggal 22 Mei 2024.

        Perubahan susunan pengurus SIG terakhir sebagaimana tertuang dalam Akta Notaris No. 100
        tanggal 23 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta.
        Pemberitahuan perubahan data SIG telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
        Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09- 0298946 tanggal 17 Juni 2025.


3.1.2.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

        Susunan pemegang saham SIG per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:


                                 Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham SIG
                                                                     Nilai Nominal   Persentase
                    Pemegang Saham                  Jumlah Saham
                                                                       (Rp juta)       Saham

         Saham seri A Dwiwarna
          Pemerintah Negara Republik Indonesia                  1                0          0,00%
         Saham seri B
          PT Danantara Asset Management (Persero)    3.457.023.004         345.702         51,20%
          Lydia Silvanna Djaman (Komisaris)                199.600              20          0,00%
          Andriano Hosny P (Wakil Direktur Utama)          381.300              38          0,01%
          Reni Wulandari (Direktur)                        188.700              19          0,00%
          Publik dibawah 5%                          3.293.747.484         329.375         48,79%
         Jumlah                                      6.751.540.089         675.154        100,00%


                                                                                                    3-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 33
3.1.2.3 Pengurus dan Pengawasan

        Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SIG pada 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama/Komisaris
          Independen                     : Sigit Widyawan
        Komisaris                        : Christina Aryani
        Komisaris                        : Lydia Silvanna Djaman
        Komisaris                        : Satya Bhakti Parikesit
        Komisaris Independen             : Agung Budi Mulyanto
        Komisaris Independen             : Ratna Irsana
        Komisaris Independen             : Saor Siagian

        Direksi
        Direktur Utama                   : Indrieffouny Indra
        Wakil Direktur Utama             : Andriano Hosny Panangian
        Direktur                         : Dicky Saelan
        Direktur                         : Dennis Pratistha
        Direktur                         : Sigit Prastowo
        Direktur                         : Hadi Setiadi
        Direktur                         : Reni Wulandari


3.1.2.4 Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha SIG menurut Anggaran Dasar adalah menjalankan usaha dalam
        bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan
        yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan
        distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau
        industri lainnya.

        SIG berdomisili di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini Kav.8 Cilandak Barat,
        Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430, dan memiliki beberapa pabrik semen dan entitas anak
        berada Gresik dan Tuban di Jawa Timur, Rembang dan Cilacap di Jawa Tengah, Narogong di
        Jawa Barat, Indarung di Sumatera Barat, Lhoknga di Aceh, Pangkep di Sulawesi Selatan,
        Quang Ninh di Vietnam, Baturaja, Palembang dan Panjang di Lampung.


3.2     ANALISIS INDUSTRI DAN LINGKUNGAN

3.2.1   Makro Ekonomi Indonesia

        Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pasca pengumuman kenaikan tarif efektif
        resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang. Pertumbuhan
        ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal
        ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut. Kinerja ekonomi Tiongkok


                                                                                                      3-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 34
       juga diprakirakan belum kuat, di tengah berbagai strategi diversifikasi ekspor. Sementara itu,
       kinerja perekonomian India diprakirakan tetap baik didukung permintaan domestik. Bank
       Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih belum kuat sekitar 3,0%.
       Tekanan inflasi AS masih menurun sehingga mendorong tetap kuatnya ekspektasi arah
       penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan. Sementara itu, pergeseran aliran modal keluar
       dari AS ke Eropa dan negara berkembang, serta komoditas yang dianggap aman seperti emas,
       terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal.
       Perkembangan ini mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadap
       mata uang negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY).


                      Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB




                                            Sumber: Bank Indonesia


       Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah prospek
       perekonomian global yang melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang
       oleh investasi nonbangunan terkait kegiatan di sektor transportasi. Kinerja ekspor cukup baik
       ditopang oleh ekspor berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara itu,
       konsumsi rumah tangga masih perlu ditingkatkan, tecermin pada penjualan eceran yang
       melambat. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) Pertanian tetap tumbuh ditopang oleh
       kinerja subsektor LU Perkebunan dan dukungan program Pemerintah, sedangkan kinerja
       beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi
       dan Makan Minum belum kuat. Secara spasial, ekonomi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua
       (Sulampua) diprakirakan tumbuh di atas 5%, sedangkan wilayah lainnya belum meningkat.

       Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Neraca
       perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS, meningkat dari
       surplus April 2025 sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif pada neraca
       perdagangan ini didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta besi dan baja. Kinerja
       ekspor diprakirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
       Pemerintah AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke instrumen portofolio domestik juga
       terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal
       hasil instrumen keuangan Indonesia, dan bergesernya aliran modal ke negara berkembang
       termasuk Indonesia sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran masuk modal

                                                                                                        3-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 35
       asing ke SBN pada awal triwulan III 2025 (hingga 14 Juli 2025) mencatat net inflows sebesar
       0,9 miliar dolar AS, melanjutkan net inflows pada triwulan II 2025 sebesar 1,6 miliar dolar AS.
       Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap tinggi sebesar 152,6 miliar dolar AS, setara
       dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
       Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


                               Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi




                                            Sumber: Bank Indonesia


       Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan mendukung
       stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy) ditopang inflasi inti
       yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
       terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga
       kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta
       permintaan yang lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung
       oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi
       oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional
       Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terkendali
       1,34% (yoy), di tengah kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil tembakau.


                               Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah




                                            Sumber: Bank Indonesia


                                                                                                          3-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 36
       Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas dan
       turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter terus dioptimalkan untuk
       memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga. Di pasar uang, sejalan dengan
       penurunan BI-Rate pada Mei 2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA
       terus menurun menjadi 5,14% pada 15 Juli 2025 dari sebelum pengumuman penurunan BI
       Rate pada Mei sebesar 5,77%. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun
       dari masing-masing sebesar 6,40%, 6,44%, dan 6,47% sebelum penurunan BI-Rate pada Mei
       2025 menjadi 5,85%; 5,86%; dan 5,87% pada tanggal 11 Juli 2025. Imbal hasil SBN untuk
       tenor 2 tahun menurun dari 6,13% menjadi 5,86%, sementara untuk tenor 10 tahun menurun
       dari 6,71% menjadi 6,56%. Namun demikian, suku bunga deposito 1 bulan meningkat, dari
       4,81% pada Mei 2025 menjadi 4,85% pada Juni 2025, seiring dengan persaingan bank untuk
       memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga masih tinggi, yaitu 9,16% pada
       Juni 2025, tidak jauh berbeda dari 9,18% pada Mei 2025.

       Kredit perbankan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kredit
       perbankan pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,77% (yoy), menurun dibandingkan dengan
       pertumbuhan Mei 2025 sebesar 8,43% (yoy). Dari sisi penawaran, perkembangan ini
       dipengaruhi oleh perilaku bank yang cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit, di
       tengah DPK yang tumbuh meningkat menjadi 6,96% (yoy) pada Juni 2025. Perkembangan ini
       mengakibatkan bank cenderung menempatkan pada surat-surat berharga dan meningkatkan
       standar penyaluran kredit (lending standard). Dari sisi permintaan, perkembangan kredit ini
       juga dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi yang perlu terus didorong. Berdasarkan penggunaan,
       kredit investasi, kredit konsumsi, dan kredit modal kerja masing-masing tumbuh sebesar
       12,53% (yoy), 8,49% (yoy), dan 4,45% (yoy) pada Juni 2025. Berdasarkan sektor, kredit sektor
       Perdagangan, Pertanian, dan Jasa Dunia Usaha perlu ditingkatkan untuk mendukung
       pembiayaan ekonomi. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 8,37% (yoy), sedangkan
       pertumbuhan kredit UMKM masih rendah sebesar 2,18% (yoy).



                 Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah




                                           Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                      3-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 37
        Ketahanan perbankan tetap kuat dan mendukung stabilitas sistem keuangan. Permodalan
        terjaga pada level tinggi, sementara likuiditas perbankan tetap memadai dan risiko kredit
        rendah. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
        perbankan pada Mei 2025 tetap tinggi sebesar 25,48% sehingga masih mampu untuk
        menyerap risiko. Sementara itu, likuiditas perbankan juga terjaga yang tecermin dari rasio Alat
        Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,05% pada Juni 2025. Rasio kredit
        bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah, sebesar 2,29% (bruto) dan
        0,85% (neto) pada Mei 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
        perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang
        terjaga.

        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2025 tetap baik didukung oleh
        sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi transaksi, pembayaran digital pada
        triwulan II 2025 tumbuh 30,51% (yoy) sehingga mencapai 11,67 miliar transaksi didukung oleh
        peningkatan seluruh komponen. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet meningkat
        masing-masing sebesar 32,16% (yoy) dan 6,95% (yoy), termasuk volume transaksi
        pembayaran digital melalui QRIS yang tetap tumbuh tinggi sebesar 148,50% (yoy), didukung
        oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel
        yang diproses melalui BI-FAST tumbuh 42,87% (yoy) sehingga mencapai 1,12 miliar transaksi,
        dengan nilai mencapai Rp2.788,31 triliun di sepanjang triwulan II 2025. Volume transaksi nilai
        besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,32 juta transaksi dengan nilai
        sebesar Rp47.481,04 triliun di sepanjang triwulan II 2025. Sementara dari sisi pengelolaan
        uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,00% (yoy) menjadi Rp1.153,04
        triliun pada triwulan II 2025.


3.2.2   Industri Konstruksi

        Pertumbuhan industri konstruksi nasional di tahun 2025 terus menunjukkan tren stabil yang
        cenderung positif. Menurut proyeksi dari BCI Central, seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi
        pasca pandemi dan pemilu serta peningkatan investasi di sektor infrastruktur, industri
        konstruksi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5,48% dibandingkan tahun 2024. Proyek
        sipil yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pada tahun 2025 adalah jalan dan jembatan,
        pelabuhan, pekerjaan sipil, serta pembangkit listrik. Sektor bangunan diperkirakan meningkat
        9.09% pada tahun 2025 mencapai Rp227.76 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme
        terhadap sektor konstruksi nasional, didorong oleh sejumlah proyek strategis dan peningkatan
        investasi di sektor infrastruktur seperti pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN),
        pembangunan jalan tol, serta modernisasi pelabuhan dan bandara, diprediksi akan menjadi
        pendorong utama pertumbuhan sektor konstruksi.

        PDB dari Konstruksi di Indonesia turun menjadi Rp313.800 miliar pada kuartal pertama 2025
        dari Rp333.596,80 miliar pada kuartal keempat 2024. PDB dari Konstruksi di Indonesia rata
        rata sebesar Rp238.814,76 Miliar dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak tertinggi


                                                                                                          3-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 38
       sebesar Rp333.596,80 Miliar pada kuartal keempat tahun 2024 dan terendah sebesar
       Rp149.919,00 Miliar pada kuartal pertama tahun 2010. Ekonomi Indonesia triwulan I-2025
       terhadap triwulan I-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan terjadi pada
       seluruh lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 1,23
       persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       sebesar 10,52 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 9,84 persen; Jasa Perusahaan
       sebesar 9,27 persen; dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,01 persen. Sementara itu,
       lapangan usaha Industri Pengolahan dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran,
       Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan tumbuh masing-masing
       sebesar 4,55 persen dan 5,03 persen.


                      Gambar 3-5: Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha




                                        Sumber: Badan Pusat Statistik


       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2025
       didominasi oleh lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 19,25 persen; diikuti oleh
       Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,22 persen;
       Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,66 persen; Konstruksi sebesar 9,84 persen;
       serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,99 persen. Peranan kelima lapangan usaha
       tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,96 persen.

       Ukuran pasar konstruksi Indonesia diperkirakan mencapai USD 305,48 miliar pada tahun 2025,
       dan diperkirakan akan mencapai USD 438,56 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat
       pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,5% selama proyeksi (2025-2030).




                                                                                                     3-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 39
                                Gambar 3-6: Pasar Konstruksi Indonesia




                                          Sumber: Mordor Intelligence


       Sektor konstruksi Indonesia sedang mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
       investasi pemerintah yang besar dan kemitraan internasional. Perkembangan paling menonjol
       terjadi pada 2023 ketika pemerintah AS dan Indonesia menandatangani kesepakatan investasi
       senilai USD 649 juta melalui Millennium Challenge Corporation's Infrastructure and Finance
       Compact, yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi dan
       logistik. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan
       pertumbuhan kritis, terutama dalam pembiayaan infrastruktur dan intermediasi pendapatan.
       Kemitraan bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih kokoh untuk pengembangan
       konstruksi infrastruktur sambil sekaligus mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah.

       Lanskap infrastruktur terus berkembang dengan rencana pengembangan komprehensif di
       berbagai sektor. Pemerintah telah merumuskan inisiatif pembangunan infrastruktur yang
       ambisius, terutama didorong oleh sektor transportasi dan WASH (pengolahan limbah, pasokan
       air). Pengembangan ini didukung oleh minat internasional yang semakin besar terhadap proyek
       energi terbarukan berskala besar, terutama untuk potensi ekspor ke negara tetangga seperti
       Singapura. Skala komitmen ini tecermin dari rencana investasi pemerintah sebesar Rp571
       triliun untuk pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta, mencakup berbagai proyek
       termasuk koridor kereta api ringan dan jaringan transportasi terintegrasi. Lanskap persaingan
       industri konstruksi ditandai oleh partisipasi internasional yang kuat dan kemitraan strategis.
       Kontraktor asing memegang posisi dominan dalam pipeline proyek, dengan pangsa 74% dari
       total nilai proyek, di mana perusahaan Jepang memimpin segmen kontraktor asing dengan
       pangsa 25% dari kontrak yang diberikan. Kehadiran internasional ini telah mendorong transfer
       pengetahuan dan kemajuan teknologi di sektor ini, sementara perusahaan yang dikendalikan
       negara terus memainkan peran krusial dalam menjaga kepentingan industri domestik. Struktur
       industri ini mendorong pendekatan seimbang antara keahlian asing dan pengembangan
       industri lokal, menciptakan lingkungan pasar konstruksi yang dinamis dan kompetitif.

       Pasar konstruksi Indonesia sedang mengalami momentum yang signifikan, didorong oleh
       inisiatif pengembangan infrastruktur besar-besaran di berbagai sektor. Pemerintah telah

                                                                                                        3-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 40
       menunjukkan komitmen yang kuat dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur terbesar
       dalam lima tahun terakhir, sebesar IDR 422,7 triliun (USD 27,01 miliar) untuk proyek-proyek
       konstruksi pada tahun 2024, yang mewakili peningkatan sebesar 5,8% dibandingkan anggaran
       infrastruktur tahun 2023. Investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memfasilitasi
       pengembangan infrastruktur transportasi, fasilitas industri, dan proyek utilitas kritis yang
       mengubah lanskap bangunan Indonesia. Ruang lingkup pengembangan infrastruktur
       mencakup berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan fasilitas pasokan air melalui
       kemitraan publik-swasta (KPS) di Provinsi Jawa Barat. Proyek-proyek menonjol termasuk KPS
       Pasokan Air Jatigede, yang melibatkan pembangunan fasilitas pengolahan air dengan
       kapasitas 1.500 liter per detik yang melayani beberapa kabupaten. Selain itu, investasi
       signifikan juga dilakukan dalam infrastruktur energi terbarukan, seperti kemitraan antara
       Quantum Power Asia dan pengembang Jerman IB Vogt untuk membangun fasilitas tenaga
       surya dan penyimpanan energi senilai USD 5 miliar di Kepulauan Riau, Indonesia, yang akan
       menghasilkan lebih dari 3,5 GW tenaga surya dengan kapasitas penyimpanan energi 12 GWh.

       Segmen konstruksi infrastruktur terus mendominasi pasar konstruksi Indonesia, dengan
       pangsa pasar sekitar 35% tahun 2024, senilai USD 100,35 miliar. Posisi pasar yang signifikan
       ini didorong oleh komitmen pemerintah yang berkelanjutan terhadap proyek-proyek
       pengembangan infrastruktur besar (jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan laut).
       Kekuatan segmen ini semakin diperkuat oleh investasi besar-besaran dalam infrastruktur
       transportasi, terutama dalam rencana pengembangan Jakarta dan proyek relokasi ibu
       kotanegara ke Kalimantan Timur. Dominasi segmen infrastruktur juga didukung oleh berbagai
       inisiatif kemitraan publik-swasta dan kolaborasi internasional, terutama dalam pengembangan
       jaringan transportasi berkelanjutan dan sistem infrastruktur perkotaan di seluruh kepulauan.


                  Gambar 3-7: Pasar Konstruksi Indonesia Berdasarkan Sektor (2024)




                                          Sumber: Mordor Intelligence

       Sektor konstruksi industri sedang berkembang menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat
       di pasar konstruksi Indonesia, diperkirakan akan tumbuh sekitar 9% selama periode 2024-
       2029. Pertumbuhan yang luar biasa ini didorong terutama oleh peningkatan investasi dalam
       fasilitas manufaktur, khususnya di sektor baterai kendaraan listrik (EV), di mana Indonesia
       berencana untuk menjadi pemain global utama. Pertumbuhan segmen ini didukung oleh
       pengembangan kawasan industri baru, terutama di wilayah seperti Batang dan Kalimantan


                                                                                                      3-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 41
        Timur, yang menarik investasi asing yang signifikan. Pertumbuhan ini juga didorong oleh upaya
        pemerintah dalam diversifikasi industri dan meningkatnya jumlah perusahaan internasional
        yang mendirikan basis manufaktur di Indonesia, terutama di sektor-sektor lainnya.

        Sektor konstruksi perumahan, konstruksi komersial, dan konstruksi energi dan utilitas masing
        masing memainkan peran penting dalam membentuk lanskap pasar konstruksi Indonesia.
        Segmen konstruksi perumahan didorong oleh pertumbuhan populasi perkotaan di negara ini
        dan inisiatif perumahan pemerintah, sementara sektor konstruksi komersial berkembang
        melalui ruang kantor, pengembangan ritel, dan fasilitas kesehatan. Segmen energi dan utilitas
        tetap krusial bagi pengembangan infrastruktur Indonesia, dengan fokus pada pembangkit
        listrik, jaringan transmisi, dan fasilitas energi terbarukan. Segmen-segmen ini mendapat
        manfaat dari tren urbanisasi, peningkatan investasi langsung asing, dan komitmen pemerintah
        untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan publik di seluruh kepulauan.


3.2.3   Industri Semen

        Indonesia merupakan salah satu produsen semen terbesar di dunia namun hingga saat ini
        Indonesia masih mengimpor semen dari berbagai negara. Berdasarkan data United States
        Geological Survey (USGS), Indonesia duduk di peringkat kedelapan dunia dengan produksi
        semen pada tahun 2024 sebesar 65 juta metrik ton. Selain itu, kapasitas pengolahan klinker
        Indonesia juga merupakan salah satu yang terbesar di dunia, mencapai 79 juta metrik ton.
        Klinker sendiri merupakan material yang dihasilkan saat proses produksi semen, lebih tepatnya
        saat proses pengeringan atau pemanasan semen. Klinker umumnya akan digiling dan
        digunakan sebagai perekat dalam produk semen.

        Tiongkok merajai produksi semen dan klinker di dunia, pada tahun 2024 produksi semen dan
        kapasitas pengolahan klinker yang dimiliki oleh Tiongkok menyentuh angka 1,9 miliar metrik
        ton. India menyusul di peringkat kedua dengan total produksi sebesar 450 juta ton, dan
        kapasitas pengolahan klinker sebesar 380 juta ton. Vietnam masuk dalam tiga besar dengan
        produksi semen dan kapasitas klinker masing-masing di angka 110 juta metrik ton. Amerika
        Serikat sebagai berada di peringkat keempat dengan produksi semen di angka 86 juta metrik
        ton, dan kapasitas klinker hanya 100 juta metrik ton. Turki menutup lima besar dengan produksi
        semen di angka 82 juta metrik ton, dan kapasitas klinker sebesar 92 juta metrik ton. Iran dan
        Rusia merupakan dua negara terakhir yang berada di atas Indonesia, produksi semen Iran
        berada di angka 72 juta metrik ton, dengan kapasitas klinker sebesar 85 juta metrik ton.
        Sementara, Rusia memiliki produksi semen yang setara dengan Indonesia yakni di angka 65
        juta metrik ton, namun dengan kapasitas klinker yang lebih besar yaitu 80 juta metrik ton. Korea
        Selatan dan Arab Saudi menutup daftar sepuluh besar dengan produksi masing-masing di
        angka 52 dan 50 juta metrik ton.




                                                                                                           3-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 42
            Gambar 3-8: Produsen Semen Terbesar beserta Kapasitas Pengolahan Klinker




                                             Sumber: GoodStats


       Industri semen nasional menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini dengan memperkuat
       pasar ekspor dan fokus pada proyek konstruksi domestik. Asosiasi Semen Indonesia (ASI)
       menyebutkan bahwa industri semen akan terus menghadapi tantangan rendahnya tingkat
       utilisasi tahun ini. Namun, mengingat tren penjualan semen domestik, pertumbuhan masih
       dianggap mungkin. ASI tetap optimis bahwa penjualan semen domestik akan tumbuh sebesar
       1%-2% pada 2025, sementara ekspor diperkirakan tetap konsisten dengan angka tahun-tahun
       sebelumnya. ASI menyebut bahwa faktor-faktor yang mendorong penjualan semen dalam
       negeri termasuk Program Tiga Juta Rumah yang diluncurkan oleh pemerintah. ASI
       memperkirakan penjualan semen tahun ini akan mencapai 77 juta ton, dengan tingkat utilisasi
       sebesar 65%. Disisi lain, industri semen nasional mengalami penurunan pada akhir 2024
       dibandingkan dengan 2023. Penjualan semen domestik turun 0,9%, dengan permintaan semen
       kemasan dan semen curah di Indonesia pada 2024 masing-masing sebesar 69% dan 31%.
       Sementara itu, konsumsi semen kemasan menurun sebesar 3,1%, sedangkan konsumsi
       semen curah meningkat sebesar 4,4%. Tingkat utilisasi industri mencapai 56,5%, yang sedikit
       lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 akibat peningkatan ekspor. Namun, angka ini tetap lebih
       rendah dibandingkan tingkat utilisasi pada tahun 2019, sebelum pandemi.

       Kapasitas terpasang industri semen nasional kini mencapai 119,9 juta ton per tahun. Tahun
       2024, volume penjualan semen domestik mencapai 64,9 juta ton, turun 0,9% dibandingkan
       dengan 65,5 juta ton yang terjual tahun 2023. Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 10,4%
       menjadi 11,9 juta ton. Penurunan penjualan semen disebabkan oleh melemahnya daya beli.
       Selain itu, sektor konstruksi melambat karena berkurangnya permintaan semen dari proyek
       proyek pemerintah di Jawa dan wilayah lain, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara di
       Kalimantan Timur. Menurut data ASI, beberapa pasar semen utama, seperti Jawa, mulai
       mengalami penurunan 0,1%, dengan volume mencapai 33,5 juta ton, hampir sama dengan

                                                                                                      3-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 43
       tahun 2023. Sementara itu, pada tahun 2024, pasar Kalimantan masih tumbuh sebesar 11,2%,
       meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 22,1% pada tahun 2023.
       Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi anggaran proyek
       infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas konstruksi.

       Pada tahun 2024, Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan 3,3% dibandingkan tahun
       2023, dengan penjualan semen di Bali meningkat 15,8% berkat proyek-proyek pendukung di
       sektor pariwisata. Di sisi lain, wilayah lain seperti Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua
       umumnya mengalami penurunan. Sementara itu, pasar ekspor diperkirakan tetap stabil
       meskipun terjadi perlambatan ekonomi global tahun lalu. Produk semen Indonesia terus
       mengandalkan pasar tradisional seperti Bangladesh, Australia, dan Taiwan. Pada akhir 2024,
       total ekspor semen dan klinker meningkat sebesar 10,4%, mencapai volume 11,9 juta ton.
       Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan tinggi akan klinker di pasar asing tradisional.

       Pasar semen Indonesia, yang menjadi pemain utama dalam booming konstruksi di Asia
       Tenggara, siap untuk pertumbuhan yang kuat. Meskipun angka pasti mengenai ukuran pasar
       dan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) tidak disediakan, analisis pasar Asia
       Tenggara yang terkait dan mempertimbangkan perkembangan infrastruktur Indonesia yang
       cepat menunjukkan nilai pasar yang signifikan, berpotensi melebihi $10 miliar pada tahun 2025.
       Faktor pendorong pertumbuhan ini meliputi inisiatif pemerintah yang berfokus pada
       pengembangan infrastruktur, urbanisasi yang meningkat yang menyebabkan peningkatan
       konstruksi perumahan, serta sektor industri yang berkembang pesat yang membutuhkan
       semen untuk fasilitas manufaktur dan bangunan komersial. Pasar ini dibagi berdasarkan sektor
       penggunaan akhir (komersial, industri dan institusional, infrastruktur, perumahan) dan jenis
       produk (semen campuran, semen serat, semen Portland biasa, semen putih, dan lainnya).
       Semen campuran dan semen Portland biasa kemungkinan mendominasi pangsa pasar,
       mencerminkan efisiensi biaya dan aplikasi yang luas. Tren menunjukkan preferensi yang
       semakin meningkat terhadap varietas semen berkelanjutan dan berperforma tinggi, didorong
       oleh keprihatinan lingkungan dan kebutuhan akan bahan bangunan yang tahan lama. Namun,
       hambatan meliputi volatilitas harga semen yang terkait dengan biaya bahan baku dan harga
       energi global, serta regulasi lingkungan yang dapat mempengaruhi proses manufaktur dan
       formulasi semen. Pemain utama seperti Anhui Conch Cement, Bosowa Semen, Heidelberg
       Materials, dan beberapa produsen semen secara aktif bersaing, membentuk harga dan inovasi
       produk di pasar yang dinamis ini.

       Proyeksi tahun 2033, pasar semen Indonesia diperkirakan akan terus berkembang, meskipun
       mungkin dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang moderat,
       mencerminkan faktor-faktor seperti penyelesaian proyek infrastruktur besar dan fluktuasi
       ekonomi yang potensial. Namun, urbanisasi yang terus berlanjut, pengembangan di wilayah
       wilayah yang kurang berkembang, dan fokus yang berkelanjutan pada peningkatan
       infrastruktur akan memastikan permintaan yang konsisten. Pasar kemungkinan akan
       menyaksikan persaingan yang semakin ketat, dengan fokus pada inovasi teknologi semen,


                                                                                                        3-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 44
       praktik berkelanjutan, dan rantai pasok yang efisien. Perusahaan perlu beradaptasi dengan
       kerangka regulasi yang terus berkembang dan preferensi pelanggan untuk mempertahankan
       pangsa pasar dan keuntungan dalam lanskap kompetitif ini.


                             Gambar 3-9: Ukuran Pasar Semen Indonesia




                                             Sumber: DiMarket


       Pasar semen Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat selama periode
       perkiraan (2025-2033), didorong oleh peningkatan investasi infrastruktur, urbanisasi yang
       pesat, dan pertumbuhan populasi. Inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pengembangan
       infrastruktur melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menjadi
       pendorong utama, yang mendorong permintaan semen untuk berbagai proyek, termasuk jalan
       raya, rel kereta api, bandara, dan pembangkit listrik. Sektor perumahan juga memberikan
       kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pasar, seiring dengan meningkatnya kelas
       menengah yang menuntut perumahan yang lebih baik. Selain itu, industrialisasi yang terus
       berlanjut di seluruh negeri semakin mendukung konsumsi semen. Peningkatan belanja
       pemerintah untuk proyek infrastruktur, terutama di daerah di luar Jawa, diperkirakan akan
       menciptakan peluang pertumbuhan baru. Namun, tantangan potensial seperti fluktuasi harga
       komoditas, ketidakstabilan ekonomi, dan masalah lingkungan perlu diatasi. Pasar
       menunjukkan tren yang jelas menuju jenis semen berkualitas tinggi dan ramah lingkungan,
       sejalan dengan tujuan keberlanjutan global dan regulasi pemerintah. Inovasi dalam metode
       produksi semen, seperti penggunaan bahan pengikat tambahan, semakin umum diterapkan.
       Landscaping persaingan juga dinamis, dengan pemain existing memperluas kapasitas dan
       pemain baru berusaha merebut pangsa pasar.




                                                                                                   3-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 45
                             Gambar 3-10: Pertumbuhan Pasar Semen Indonesia




                                              Sumber: DiMarket


       Proyek infrastruktur diperkirakan akan mendominasi pasar semen Indonesia selama periode
       proyeksi. Investasi pemerintah yang signifikan dalam pengembangan infrastruktur, termasuk
       jaringan transportasi, fasilitas energi, dan sistem pengelolaan air, akan terus mendorong
       permintaan semen. Pembangunan dan perluasan proyek-proyek berskala besar ini akan
       memastikan permintaan yang konsisten untuk volume semen yang tinggi. Dominasi segmen
       ini semakin diperkuat oleh fokus pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan
       pengembangan regional di seluruh kepulauan. Hal ini berarti adanya kebutuhan yang luas akan
       semen dalam berbagai proyek infrastruktur, memastikan pertumbuhan yang luas dan
       berkelanjutan untuk segmen ini. Pulau Jawa akan tetap menjadi konsumen semen terbesar
       karena kepadatan penduduk yang tinggi, aktivitas industri yang terkonsentrasi, dan proyek
       infrastruktur yang luas. Namun, wilayah lain seperti Sumatra dan Kalimantan mengalami
       peningkatan permintaan yang didorong oleh inisiatif pengembangan infrastruktur yang sedang
       berlangsung.


               Gambar 3-11: Segmentasi Pasar Semen Indonesia Berdasarkan Wilayah




                                             Sumber: DiMarket




                                                                                                     3-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 46
3.3     ANALISIS OPERASIONAL DAN PROSPEK PERUSAHAAN

3.3.1   Kegiatan Usaha Perseroan

        Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
        usaha di bidang persemenan dan industri kimia dasar lainnya serta optimalisasi pemanfaatan
        sumber daya yang dimiliki Perseroan. Tujuannya dalam rangka menghasilkan barang dan/atau
        jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapat/ mengejar keuntungan guna
        meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

        Perseroan memiliki komitmen untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut dengan
        melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut: Aktivitas penunjang pertambangan dan
        penggalian lainnya; Industri semen; Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi;
        Industri barang dari semen, kapur, gips dan asbes lainnya; Industri mortar atau beton siap
        pakai; Pertambangan pasir besi; Pertambangan bijih besi; Penggalian batu kapur/gamping;
        Penggalian tanah dan tanah liat; Penggalian tras; Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya;
        Reparasi mesin untuk keperluan umum; Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industry;
        Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa; Analisis dan uji teknis lainnya;
        Pergudangan dan penyimpanan; Pergudangan dan penyimpanan lainnya; Penyediaan sumber
        daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia; Perdagangan besar berbagai
        macam material bangunan; Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
        Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;          Treatment dan pembuangan Limbah
        berbahaya; dan Sewa guna usaha tanpa hak opsi intelektual properti, bukan karya hak cipta.

        Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
        kegiatan usaha penunjang/pendukung yang berhubungan dengan semen dalam rangka
        optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: Pengumpulan air limbah
        berbahaya; Pengumpulan air limbah tidak berbahaya; Treatment dan pembuangan air limbah
        tidak berbahaya; Treatment dan pembuangan air limbah berbahaya; Industri barang dari plastik
        untuk pengemasan; Aktivitas penunjang pengelolaan air; Penyiapan lahan; Jasa pengujian
        laboratorium; Instalasi mekanikal; Instalasi saluran air (plambing); Aktivitas pelayanan
        kepelabuhanan sungai, dan danau; Perkebunan buah kelapa sawit; Perkebunan karet dan
        tanaman penghasil getah lainnya; Penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya; Jasa
        penyelenggara event khusus (special event); Pendidikan teknik swasta; Real estate yang
        dimiliki sendiri atau disewa; Fasilitas lapangan; Fasilitas gelanggang/arena; Fasilitas stadion;
        Fasilitas pusat kebugaran/fitness center; Fasilitas sirkuit; Kawasan industri; Kedai makanan;
        Aktivitas praktik dokter; dan Perdagangan eceran barang dan obat farmasi untuk manusia di
        apotek.




                                                                                                           3-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 47
3.3.2   Segmen Usaha dan Operasional Perseroan

        PT Semen Baturaja Tbk memproduksi 4 (empat) tipe semen yang terdiri dari Ordinary Portland
        Cement (OPC) Tipe I, Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe II, Ordinary Portland Cement
        (OPC) Tipe V dan Portland Composite Cement (PCC). Selain produk semen, Perseroan juga
        memproduksi produk derivative, berupa penjualan mortar dan white clay.

        Jaringan bisnis dan wilayah operasional industri semen Perseroan tersebar di beberapa titik,
        yaitu di Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung. Perseroan memiliki
        keunggulan strategis berupa letak geografis pabrik yang mendekati wilayah pasar Sumatera
        Bagian Selatan dan merupakan satu-satunya pabrik semen terintegrasi. Lokasi Perseroan
        dekat dengan bahan baku, bahan penolong dan sumber energi serta bahan alternatif lainnya
        untuk mendukung kegiatan operasional. Adapun jenis pelanggan yang dilayani adalah
        Distributor dan Batching plant yang tersebar di berbagai wilayah tersebut.


3.3.2.1 Semen dan Terak

        Perseroan memproduksi empat jenis semen, jenis semen tersebut adalah sebagai berikut:

        Ordinary Portland Cement (OPC) Type I. Jenis Portland Tipe I digunakan untuk pemakaian
        secara umum, tidak memerlukan persyaratan khusus seperti diprasyaratkan pada tipe lainnya
        (gedung bertingkat, jalan, jembatan, dll). OPC Tipe I mempunyai keunggulan karena cepat
        kering, memiliki daya rekat yang kuat, hasil adukan yang tidak mudah retak dan kekuatan tekan
        yang baik. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Ordinary Portland Cement
        (OPC) Type I (SNI 2049:2015 No. 031/BSKJI/Baristand-Palembang/ MS.1/III/2022) yang
        berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2026) dan (SNI 2049-1:2020 No.
        030/BSPJI Palembang/MS.1/V/2023) yang berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai 02 Mei 2027.

        Ordinary Portland Cement (OPC) Type II. Jenis Portland Tipe II digunakan untuk pemakaian
        yang membutuhkan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. OPC Tipe II biasanya
        diaplikasikan pada bangunan yang letaknya di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi
        dan bendungan. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Ordinary Portland
        Cement (OPC) Type II (SNI 2049:2015 No. 032/BSKJI/ Baristand Palembang/MS.1/III/2022)
        yang berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2026 dan (SNI 2049-1:2020 No.
        031/BSPJI Palembang/MS.1/V/2023) yang berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai 02 Mei 2027.

        Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe V. Jenis Portland Tipe V digunakan untuk pemakaian
        yang membutuhkan ketahanan terhadap sulfat yang tinggi. OPC Tipe V biasanya diaplikasikan
        pada bangunan konstruksi di bawah air, pelabuhan, terowongan, kawasan tambang, bangunan
        Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan project geothermal. Adapun sertifikat produk
        penggunaan tanda SNI untuk Ordinary Portland Cement (OPC) Type V (SNI 2049:2015 No.
        033/BSKJI/Baristand Palembang/MS.1/III/2022) yang berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai
        dengan 16 Juli 2026 dan (SNI 2049-1:2020 No. 031/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023) yang
        berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai dengan 02 Mei 2027.


                                                                                                          3-19
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 48
       Portland Composite Cement (PCC). Jenis PCC ditujukan untuk pemakaian secara umum dan
       untuk semua mutu beton. Selain itu, juga digunakan untuk struktur bangunan bertingkat sampai
       dengan gedung bertingkat tinggi, struktur bangunan di tepi pantai dan bangunan pada tanah
       rawa/tanah berasam, struktur jembatan dan jalan beton, struktur bangunan irigasi, bata beton
       (paving block), genteng beton, beton pracetak dll dan pengerjaan pasangan bata, plesteran
       dan acian. PCC mempunyai keunggulan karena memiliki panas hidrasi lebih rendah sehingga
       akan lebih mudah dalam proses pengerjaan dan dapat menghasilkan permukaan beton serta
       plester yang lebih rapat dan halus. PCC juga memiliki daya rekat yang kuat, kedap air dan
       kekuatan tekan yang baik. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Portland
       Composite Cement (PCC) (SNI 7064:2014 No. 015/BSPJI-Palembang/MS.1/II/2023) yang
       berlaku mulai 31 Mei 2021 sampai dengan 18 Juni 2025 dan (SNI 7064:2022 No. 005/BSPJI-
       Palembang/MS.5/X/2023) yang berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai dengan 02 Mei 2027.


3.3.2.2 White Clay

       White Clay atau Tanah Liat Putih merupakan salah satu produk turunan yang dihasilkan oleh
       Perseroan. White Clay diperoleh langsung dari proses penambangan di area milik Perseroan
       dan digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatan keramik dan pupuk NPK.

           White Clay
            White Clay atau Tanah Liat Putih merupakan salah satu produk turunan yang dihasilkan
            oleh Perseroan. Bahan baku White Clay diperoleh dari proses penambangan di area milik
            Perseroan yang kemudian digiling dan dikeringkan. White Clay digunakan sebagai salah
            satu bahan dalam proses pembuatan keramik dan pupuk NPK. Perseroan berhasil
            mendapatkan hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian
            Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Republik Indonesia atas Proses
            Produksi White Clay sebagai bahan baku pupuk NPK dengan Nomor Paten:
            IDP000090055.

           Ground Limestone
            Ground Limestone atau Batu Kapur pecah merupakan produk sampingan Perseroan yang
            digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mengurangi emisi Sulfur
            Dioksida (SOx) dari hasil pembakaran batu bara, serta dapat juga digunakan untuk
            mengurangi keasaman dalam lingkungan dan air sebagai netralisasi limbah asam
            tambang dan air asam.




                                                                                                      3-20
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 49
                       Gambar 3-12: Proses Produksi Semen Perseroan




                                         Sumber: Perseroan



3.3.2.3 Proses Produksi

       Proses pembuatan semen yang dilakukan pada Perseroan menggunakan proses kering (dry
       process). Proses produksi ini dimulai dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan
       mentah, pembakaran, pendinginan klinker, penggilingan klinker, dan pengantongan semen.
       Secara garis besar, proses produksi semen adalah sebagai berikut:

       1. Quarry
           Tahap pertama dari pembuatan semen adalah dengan melakukan penambangan batu
           kapur dan tanah liat sebagai bahan baku utama di quarry milik Perseroan. Penambangan
           batu kapur dilakukan dengan cara peledakan dan surface miner, sedangkan untuk
           memperoleh tanah liat dilakukan dengan cara pengerukan. Selanjutnya batu kapur dan
           tanah liat diangkut ke crusher dengan dump truck.
       2. Crusher
           Di tahap ini, batu kapur dan tanah liat mengalami pengecilan ukuran sampai dengan 8 cm
           untuk kemudian disimpan di stock pile (storage).
       3. Storage
           Hasil dari proses penambangan, yakni batu kapur dan tanah liat ditampung dalam storage,
           selanjutnya dilakukan proses prehomogenisasi yang disebut reclaimer. Proses
           prehomogenisasi di reclaimer adalah proses yang sangat penting untuk menjamin kualitas
           dari produk yang dihasilkan baik dari raw meal hingga produk akhir yaitu semen.

                                                                                                     3-21
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 50
       4. Raw Mill
           Batu kapur dan tanah liat yang ada di stock pile, kemudian dimasukkan ke dalam raw mill
           ditambahkan pasir besi dan pasir silika untuk digiling dan dikeringkan menjadi raw meal.
           Raw meal atau tepung baku adalah bahan baku untuk pembuatan terak (clinker). Raw meal
           memiliki tekstur seperti powder yang fisiknya mempunyai kehalusan tertentu. Raw meal
           mempunyai sifat fisika dan sifat kimia tertentu yang dijadikan parameter kontrol kualitas
           produk. Sifat kimia digunakan sebagai pengatur proporsi bahan-bahan yang diumpankan
           ke dalam proses. Raw meal dihasilkan dari sebuah sistem peralatan yaitu raw mill plant
           yang terdiri dari alat-alat utama, sistem transportasi dan alat-alat separasi untuk kemudian
           disimpan di raw meal silo.
       5. Pemanasan dan Pembakaran (Kiln)
           Raw meal yang sudah jadi, dan disimpan dalam CF Silo digunakan sebagai umpan kiln
           (kiln feed) yang mengalami beberapa tahap proses sebelum akhirnya menjadi terak, yakni
           melalui sistem pendinginan dan alat transportasi untuk disimpan di silo terak. Dalam tahap
           ini, terjadi proses pembakaran yang menggunakan bahan bakar batu bara, yang telah
           digiling dan dikeringkan melalui coal mill. Sebagian terak digunakan oleh cement mill
           Baturaja dan juga finish mill di Palembang dan Panjang. Terak untuk finish mill di
           Palembang diangkut dengan kereta api dan truk sedangkan terak untuk finish mill di
           Panjang menggunakan angkutan truck dan kereta untuk diproses menjadi semen curah.
       6. Penggilingan Clinker (Cement Mill)
           Terak yang dikirim dari Silo Terak Baturaja digiling di cement mill dengan menambahkan
           gypsum dan bahan ketiga. Material ini bersama-sama diumpankan ke cement mill
           kemudian mengalami proses penggilingan dengan produk akhir berupa semen OPC Tipe
           I dan PCC. Sementara itu, untuk memproduksi jenis OPC tipe II dan OPC tipe V, terak
           hanya digiling dengan gypsum. Setelah didapat semen yang berkualitas maka semen
           tersebut disimpan melalui silo semen kemudian dipindahkan ke bin semen melalui air slide,
           belt conveyor, dan vibrating screen. Keluaran dari silo semen berupa semen curah, yang
           sebagian dijual dalam bentuk semen curah dengan alat transportasi berupa mobil kapsul
           dan gerbong kereta kapsul ke Palembang, Baturaja, dan Lampung dan sebagian dikemas
           di Packing Plant.
       7. Pengantongan Semen (Packing Plant)
           Packing plant adalah sebuah kombinasi mesin dari alat angkut sampai ke packer. Packer
           berfungsi untuk melakukan pembungkusan atau pengepakan semen bungkus atau zak
           sesuai timbangan berat yang ditetapkan. Packer merupakan unit terakhir dari proses
           produksi dari suatu pabrik semen di mana produk packer yang telah dikemas berupa
           semen zak 50 kg, dan big bag 1 ton dipasarkan di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu,
           Jambi dan Bangka Belitung.




                                                                                                          3-22
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 51
                   Gambar 3-13: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan




                                         Sumber: Perseroan



3.3.2.4 Kinerja Produksi dan Penjualan

       Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan total pendapatan segmen usaha sejumlah Rp2,09
       triliun, mengalami peningkatan sebesar 2,48% jika dibandingkan perolehan pendapatan di
       tahun 2023 sejumlah Rp2,04 triliun. Peningkatan terhadap total pendapatan segmen usaha
       disebabkan oleh kenaikan volume penjualan semen sebesar 3,43%.

       Sementara itu, profitabilitas segmen usaha di tahun 2024 berdasarkan laba bersih yang
       dibukukan mencapai Rp129,25 miliar, mengalami peningkatan sebesar 6,32% jika
       dibandingkan profitabilitas di tahun 2023 mencapai Rp121,57 miliar. Peningkatan terhadap
       profitabilitas segmen usaha disebabkan oleh kenaikan volume penjualan semen, penurunan
       beban keuangan yang disebabkan oleh adanya percepatan pembayaran pokok pinjaman dan
       efisiensi biaya operasional.


             Tabel 3-3: Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Usaha 2023-2024 (Rp Juta)




                                                                                                  3-23
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 52
       Tahun 2024, total volume produksi semen yang dihasilkan Perseroan mencapai 2.235.191 ton,
       mengalami peningkatan sebesar 4,22% jika dibandingkan perolehan di tahun 2023 mencapai
       2.144.653 ton. Di tahun 2024, dari sisi volume penjualan produk semen mengalami
       peningkatan sebesar 3,43% dari 2.160.725 ton menjadi 2.234.756 ton. Produk Ground
       Limestone juga mengalami peningkatan sebesar 1.513,20% dari 212 ton menjadi 3.420 ton.


                          Tabel 3-4: Volume Penjualan Produk 2023-2024 (Ton)




       Wilayah operasi dan distribusi produk Perseroan saat ini meliputi Sumatera Selatan, Jambi,
       Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung. Perseroan memiliki beberapa fasilitas produksi
       meliputi Integrated Plant I dan II serta Finish Mill dan Packing Unit. Finish Mill dan Packing Unit
       di Palembang memiliki jarak kurang lebih 6 km dari Pelabuhan Palembang (Dermaga GMP),
       sedangkan dari Gerbang Tol Kramasan yang menjadi akses keluar masuk Jalan Tol
       Palembang-Indralaya berjarak kurang lebih 6,4 km. Sedangkan dari lokasi Integrated Plant I
       dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill dan Packing Unit Palembang dapat diakses
       menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara ke Finish Mill dan Packing Unit Lampung
       dapat diakses melalui jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung.


                  Gambar 3-14: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan




                                                Sumber: Perseroan

                                                                                                             3-24
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 53
        Perseroan memiliki empat pabrik yang tersebar di wilayah Sumatera. Pabrik-pabrik tersebut
        memiliki fungsi dan kapasitas produksi yang berbeda-beda yang terdiri dari:
           Kantor Pusat dan Pabrik Palembang. Pabrik ini berfungsi untuk pabrik penggilingan dan
            pengantongan semen dengan kapasitas 350.000 ton/tahun.
           Pabrik Baturaja I. Pabrik ini memiliki dua fungsi yaitu pabrik terak dengan kapasitas
            1.200.000 ton/tahun dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen dengan kapasitas
            2.000.000 ton/tahun.
           Pabrik Baturaja II. Pabrik Baturaja juga memiliki dua fungsi produksi yakni pabrik terak
            dengan kapasitas 1.500.000 ton/ tahun dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen
            dengan kapasitas 1.850.000 ton/tahun.


3.3.3   Strategi Perseroan

        Budaya Perseroan (corporate culture) merupakan falsafah, nilai dan norma-norma yang harus
        dijunjung oleh seluruh Insan Perseroan, dan memiliki tujuan untuk melengkapi setiap Insan
        Perseroan dengan rasa (identitas) organisasi, serta menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai
        yang dianut oleh Perseroan. Nilai-nilai yang dianut Perseroan diperkuat dengan visi, misi, dan
        strategi Perseroan, yang akan menghasilkan budaya atau proses berpikir setiap Insan
        Perseroan untuk meningkatkan citra Perseroan, yang pada akhirnya dapat memperkuat
        reputasi Perseroan.

        Perseroan yang merupakan bagian dari anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
        telah menerapkan nilai budaya AKHLAK, sebagai budaya Perseroan yang harus ditaati oleh
        seluruh Insan Perseroan, sebagaimana arahan Kementerian BUMN melalui Surat Edaran
        Menteri BUMN No. SE-7/ MBU/07/2020 tentang Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya
        Manusia Badan Usaha Milik Negara. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas dan perekat budaya
        kerja untuk mendukung peningkatan kinerja BUMN secara berkelanjutan.

        Perseroan menerapkan prinsip nilai budaya AKHLAK di lingkup Perseroan sebagai core values
        Insan Perseroan. Informasi nilai budaya Perseroan adalah sebagai berikut:

        Amanah. Perseroan memegang teguh kepercayaan yang diberikan, dengan: Memenuhi janji
        dan komitmen; Bertanggung jawab atas tugas, keputusan dan tindakan yang dilakukan; dan
        Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika.

        Kompeten. Perseroan terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, dengan: Meningkatkan
        kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah; Membantu orang lain belajar;
        dan Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.

        Harmonis. Perseroan saling peduli dan menghargai perbedaan, dengan: Menghargai setiap
        orang, apa pun latar belakangnya; Suka menolong orang lain; dan Membangun lingkungan
        kerja yang kondusif.



                                                                                                         3-25
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 54
        Loyal. Perseroan berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara, dengan:
        Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN dan Negara; Rela berkorban untuk
        mencapai tujuan yang lebih besar; dan Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan
        dengan hukum dan etika.

        Adaptif. Perseroan terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi
        perubahan, dengan: Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik; Terus menerus
        melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi; dan Bertindak proaktif.

        Kolaboratif; Perseroan membangun kerja sama yang sinergis, dengan: Memberi kesempatan
        pada semua pihak untuk berkontribusi; Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai
        tambah; dan Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.

        Budaya perusahaan (corporate culture) merupakan falsafah, nilai dan norma-norma yang
        dijunjung oleh semua unsur dalam Perseroan. Skema alur pembentukan nilai hingga
        menghasilkan reputasi Perseroan dijelaskan melalui gambar di bawah ini.


                               Gambar 3-15: Nilai Budaya Perseroan




                                  Sumber: Laporan Tahunan 2024 Perseroan



        Budaya perusahaan memiliki tujuan untuk melengkapi setiap anggota atau sumber daya
        manusia Perseroan dengan rasa (identitas) organisasi serta menimbulkan komitmen terhadap
        nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Sesuai dengan bagan di atas, nilai-nilai yang dianut
        Perseroan diperkuat dengan visi, misi dan strategi Perseroan yang akan menghasilkan budaya
        atau proses berpikir Perseroan yang kemudian membentuk citra Perseroan dan akhirnya
        menghasilkan reputasi bagi Perseroan. Perseroan juga telah menyiapkan dan melakukan
        beberapa inisiatif strategis terkait Integrasi IT dengan SIG. Upaya tersebut dilakukan untuk
        menciptakan value bagi perusahaan melalui Integrasi sesuai dengan yang telah tertuang dalam
        Buku Putih yang telah disusun. Informasi inisiatif strategi tersebut adalah sebagai berikut:
        1. Integrasi pengelolaan IT infrastruktur dengan Semen Indonesia.
        2. Sinergi dengan Semen Indonesia terkait peningkatan security system.
        3. Integrasi dengan aplikasi yang ada di Semen Indonesia agar satu dalam sistem layanan.


3.3.4   Pemasaran Perseroan

        Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi sejumlah tantangan dan faktor risiko
        pada 2025, berakibat pada tertahannya pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terlihat pada
        proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 adalah

                                                                                                        3-26
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 55
       sebesar 5,8% dan kemudian mencapai rata-rata 6,2% pada tahun 2026-2027, tetap di bawah
       rata-rata sebelum pandemi.

       Di tengah tantangan pada ekonomi global, ekonomi Indonesia diperkirakan mampu
       melanjutkan stabilitas pertumbuhan. Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan
       membaik pada Semester II tahun 2025 dan secara keseluruhan, Bank Indonesia
       memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berada dalam kisaran 4,6–5,4%. Berbagai
       respons kebijakan perlu terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik dari sisi
       permintaan domestik maupun eksternal. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi untuk
       mendorong     pertumbuhan    ekonomi   melalui   penguatan   bauran   kebijakan   moneter,
       makroprudensial, dan sistem pembayaran, dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil
       Pemerintah, termasuk implementasi program Asta Cita.

       Dengan memperhatikan proyeksi ekonomi, baik pada lingkup global maupun nasional, industri
       semen Indonesia diperkirakan berada pada kondisi yang positif. Prospek industri semen di
       Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan tumbuh tipis, sekitar 2,3%, karena adanya
       beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Faktor-faktor tersebut
       meliputi perlambatan permintaan semen kantong dan semen curah, pemangkasan anggaran
       infrastruktur pemerintah, serta potensi peningkatan permintaan dari program pembangunan
       rumah. Selain itu, industri semen juga dihadapkan pada tantangan seperti oversupply dan
       persaingan harga yang ketat. Industri semen di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)
       menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat, terutama didorong oleh proyek infrastruktur dan
       properti. Meskipun sempat mengalami oversupply pada akhir tahun 2024, pasar semen di
       Sumbagsel diperkirakan akan pulih dan mengalami peningkatan permintaan.


                         Tabel 3-5: Volume Permintaan Semen Nasional (Ton)




       Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang diprediksi mampu
       melanjutkan stabilitas ekonomi di tengah tantangan global, serta didukung kelanjutan proyek
       pembangunan infrastruktur terutama dalam mendukung konektivitas antar-wilayah dan potensi
       peningkatan permintaan dari program pembangunan rumah.

       Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Perseroan terus berupaya untuk menjangkau
       pelanggan di seluruh wilayah pemasaran. Penjualan semen dilakukan di wilayah Sumbagsel
       dengan fokus pada wilayah yang mampu memberikan kontribusi margin bagi kinerja
       Perseroan. Di antara faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan mencakup


                                                                                                     3-27
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 56
       penjagaan atas kualitas produk serta kontinuitas pasokan. Dengan bergabungnya Perseroan
       ke dalam grup SIG, maka fungsi pemasaran dan penjualan difokuskan kepada SIG selaku
       Holding. SIG berperan dalam menetapkan strategi pemasaran yang diterapkan oleh Perseroan
       selaku Operating Company (OpCo) dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

        Strategi Multibrand and Dynamic Pricing. Di tengah kondisi industri yang oversupply
          serta terkontraksinya permintaan semen segmen retail, SIG tetap menjalankan strategi
          multibrand untuk dapat mengoptimalkan dan mempertahankan dominasi market share.
          Perseroan menerapkan strategi multibrand dengan mengoptimalkan pemasaran produk
          dengan merek premium SIG di masing-masing pasar utama, serta menggunakan merek
          khusus secara selektif di area pasar dengan persaingan tinggi dari sisi jumlah pemain dan
          selisih harga jual. Strategi ini dipandang tepat dan masih relevan untuk menjaga kondisi
          industri tetap kondusif dengan tidak memicu perang harga di tengah permintaan pasar yang
          terkontraksi.   Penerapan    strategi   ini   memungkinkan      Perseroan    untuk    dapat
          mempertahankan dominasi market share dari pesaing yang tergolong ke dalam economic
          brand.

        Strategi Micro Market. Di samping strategi multibrand, untuk mempertahankan market
          share dan menjaga profitabilitas, SIG juga menerapkan strategi micro market di mana
          kebijakan yang berhubungan dengan penjualan dan pemasaran didasarkan pada
          karakteristik pasar untuk masing masing area yang berbeda sampai ke level distrik. Skema
          ini memberikan manfaat untuk penerapan strategi yang lebih tepat sasaran sehingga
          optimalisasi penjualan dapat tercapai baik dari sisi volume penjualan atau dari sisi
          pencapaian pendapatan.

        Digital Marketing. SIG terus meningkatkan pemasaran melalui channel digital marketing
          dengan mengoptimalkan pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
          Platform AksesToko juga terus dikembangkan dan diperluas cakupannya untuk dapat
          mendukung aktivitas para distributor dan toko ritel memasarkan produk produk SIG. Melalui
          AksesToko, pengelola toko ritel dapat melakukan pemesanan barang secara online dengan
          didukung oleh jasa keuangan guna memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam
          bertransaksi. Pemanfaatan SIG Official Online Store di marketplace online juga terus
          diperkuat sebagai solusi untuk pelanggan dalam memenuhi kebutuhan akan produk SIG
          tanpa harus mengunjungi toko bangunan secara fisik.

        Inovasi Produk. SIG menghadirkan Bata Interlock Presisi (BIP) sebagai inovasi konstruksi
          cepat, hemat, dan ramah lingkungan. Dengan dimensi presisi, dan sistem pin pengunci, BIP
          memungkinkan konstruksi rumah tipe T-36 selesai dalam 21-30 hari dengan biaya dinding
          lebih hemat. Produk ini mendukung instalasi utilitas praktis melalui rongga bata tanpa perlu
          merusak dinding. Perseroan sebagai anak usaha SIG juga mengembangkan produk
          turunan Semen seperti White Clay dan Ground Limestone sebagai sumber pendapatan baru
          selain produk Semen.



                                                                                                         3-28
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 57
         Komunikasi Pemasaran. SIG secara aktif melakukan komunikasi pemasaran untuk
           mendukung keberhasilan implementasi strategi pemasaran yang dijalankan. Perseroan
           telah menjalankan strategi komunikasi pemasaran yang terintegrasi, dimana Perseroan
           menjalankan strategi komunikasi pemasaran yang bersifat lokal untuk memperkuat posisi
           merek SIG yang dijual di masing-masing pasar, melalui membentuk, memperluas serta
           meningkatkan awareness pelanggan maupun calon pelanggan di pasar lokal. SIG juga
           berfokus melakukan komunikasi kepada aplikator produk, antara lain komunitas tukang,
           mandor dan kontraktor. Hal ini dilakukan melalui program awareness dan seminar yang
           ditujukan untuk komunitas tersebut dalam rangka mempertahankan loyalitas. Dengan
           demikian, diharapkan posisi produk SIG dapat semakin kuat, terutama dalam menghadapi
           bertambah agresifnya kompetitor, baik yang telah ada maupun kompetitor baru di industri.
           Perseroan juga aktif melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial yang dikelola
           secara profesional. Penggunaan media sosial yang kian masif memberikan peluang bagi
           Perseroan untuk mengenalkan produk dan solusinya ke audiens yang lebih luas.


3.3.5   Prospek Perseroan

        Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan global diperkirakan akan
        cenderung tetap stabil, meski melambat dari 3,3% tahun 2024 menjadi 3% tahun 2025.
        Pertumbuhan ekonomi global ini diperkirakan akan tetap tangguh, meskipun prospeknya
        bervariasi di berbagai wilayah. Inflasi global masih cukup tinggi walaupun diperkirakan sedikit
        melandai di tahun 2025 sebesar 2,5%.

        Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 diperkirakan sebesar 5,2%
        ditopang dengan permintaan domestik yang tetap kuat dan kebijakan fiskal yang akomodatif
        dalam menjaga stabilitas ekonomi. Sementara itu, inflasi di tahun 2025 diperkirakan masih
        tetap terjaga ditopang komitmen pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis dan
        terkoordinasi baik ditingkat nasional maupun daerah.

        Pada sektor industri bidang usaha Perseroan, Asosiasi Semen Indonesia mencatat tingkat
        penjualan semen dalam negeri pada tahun 2025 diproyeksikan akan tumbuh sekitar 1%-2%,
        dengan penjualan ekspor yang diperkirakan masih sama seperti capaian tahun-tahun
        sebelumnya. Secara keseluruhan, total penjualan semen Indonesia pada tahun mendatang
        mencapai sekitar 77 juta ton, dengan tingkat utilisasi mencapai 65%. Dari total tersebut, sekitar
        70% adalah penjualan semen kantong, sementara 30% sisanya semen curah.

        Proyeksi positif tersebut juga didukung oleh program pembangunan tiga juta rumah yang
        dicanangkan pemerintah baru, yang mana diperkirakan konsumsi semen akan mengalami
        peningkatan sebesar 15 juta ton setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya menjadi peluang bisnis
        yang menjanjikan bagi Perseroan yang beroperasi di sektor industri semen.

        Untuk memastikan keberhasilan Perseroan terhadap sejumlah peluang yang menjanjikan pada
        tahun mendatang, Direksi telah menyusun inisiatif strategis yang diyakini dapat mendorong
        pertumbuhan kinerja di tahun 2025. Salah satunya melalui pengembangan produk turunan

                                                                                                            3-29
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 58
       semen berupa precise interlock brick yang memberikan banyak keuntungan dalam
       pembangunan rumah dibandingkan material konvensional, karena lebih efisien dalam
       penggunaan material dan lebih mudah dalam pengaplikasian serta ramah lingkungan.



3.4    ALASAN DILAKUKANNYA RENCANA TRANSAKSI

       Perseroan merupakan anak usaha SIG yang selama ini telah menjalankan bisnisnya secara
       independen, dimana saat ini Perseroan berupaya untuk melakukan integrasi ekonomi dengan
       menginternalisasikan biaya ke SIG untuk mencapai economics of scale. Untuk itu, maka
       Perseroan memandang perlu mengambil langkah strategis yang akan berdampak positif pada
       perkembangan usaha kedepannya. Sebagai upaya menerapkan langkah strategis tersebut
       maka Perseroan melaksanakan Rencana Transaksi.

       Perseroan selaku anak usaha SIG melakukan internalisasi biaya ke SIG berupa pelayanan jasa
       information technology (IT) dan non-IT (jasa procurement barang dan jasa, dan jasa keuangan).
       Dengan latar belakang tersebut maka Rencana Transaksi ini merupakan bagian integrasi SIG
       dan Perseroan, yang dapat memberikan nilai tambah serta internalisasi biaya dengan
       memindahkan fungsi-fungsi tertentu dari Perseroan ke SIG yang dapat meningkatkan efisiensi
       operasional Perseroan.



3.5    PENILAIAN ATAS KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI RENCANA TRANSAKSI

       Keuntungan dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
          Perseroan mampu meningkatkan efisiensi operasional yang dapat diperoleh melalui
           internalisasi biaya-biaya di SIG.
          Penurunan biaya berpotensi memperbaiki kondisi keuangan, persepsi kinerja, dan
           mendukung stabilitas arus kas sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada kegiatan
           operasional inti dan peningkatan pendapatan.


       Kerugian dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
          Perseroan masih harus mengeluarkan biaya tambahan margin sebesar 8,2% kepada SIG
           atas beban proses jasa pengadaan.




                                                                                                       3-30
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 59
BAB 4.          ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA
                TRANSAKSI


4.1     PENILAIAN KINERJA HISTORIS

4.1.1   Laporan Laba Rugi Komprehensif

        Pada 30 Juni 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1.093,61 miliar,
        mengalami peningkatan Rp258,43 miliar atau 30,94% dibandingkan periode 30 Juni 2024
        sebesar Rp835,17 miliar. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan semen pada
        pihak berelasi sebesar Rp1.016,97 miliar atau meningkat sebesar 24,27% dari periode 30 Juni
        2024 hanya mencapai Rp818,38 miliar.

        Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan nilai pendapatan sejumlah Rp2,09 triliun.
        Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,48% jika dibandingkan dengan perolehan
        pendapatan di tahun 2023 sejumlah Rp2,04 triliun. Perubahan nilai pendapatan disebabkan
        oleh kenaikan volume penjualan semen. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan
        semen pada pihak berelasi sebesar Rp2,00 triliun atau meningkat sebesar 29,46% dari tahun
        lalu yang hanya mencapai Rp1,55 triliun. Hingga 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan
        laba tahun berjalan sejumlah Rp129,25 miliar. Laba tahun berjalan Perseroan mengalami
        kenaikan sebesar 6,32% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun berjalan di tahun 2023
        sejumlah Rp121,57 miliar. Perubahan nilai laba tahun berjalan disebabkan oleh peningkatan
        volume penjualan semen, penurunan beban keuangan yang disebabkan oleh penurunan suku
        bunga pinjaman dan biaya lainnya yang disebabkan efisiensi biaya operasional.

        Pada 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
        peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
        Rp1.881,77 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan penjualan semen kepada
        pihak berelasi yaitu PT Semen Indonesia sebagai penerapan penjualan semen melalui mega
        distributor dan penjualan intercompany kepada PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun
        Indonesia serta juga dipengaruhi peningkatan penjualan white clay sebagai produk hilirisasi.
        Pada 2023, penjualan bersih Perseroan adalah sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
        peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang
        sebesar Rp1.881,77 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan penjualan
        semen sebesar Rp159,32 miliar atau 8,62% dari tahun sebelumnya. Selain itu terjadi juga
        peningkatan penjualan white clay sebesar Rp32,91 miliar atau 3,44% dari tahun sebelumnya
        sebesar Rp31,82 miliar.

        Di tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp1.881,77 miliar,
        mengalami peningkatan Rp130,18 miliar atau 7,43%, dibandingkan tahun sebelumnya yang
        sebesar Rp1.751,59 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan volume dan harga
        jual rata-rata penjualan semen sebesar 4% dari tahun 2021. Di tahun 2022, penjualan produk

                                                                                                       4-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 60
       semen bungkus tercatat sebesar Rp1.620,43 miliar, mengalami peningkatan Rp59,71 miliar
       atau 3,83%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1.560,72 miliar. Sementara
       penjualan produk semen curah mengalami peningkatan Rp75,72 miliar atau 49,84%, dari
       Rp151,92 miliar di tahun 2021, menjadi Rp227,65 miliar di tahun 2022. Hal ini lebih dikarenakan
       peningkatan volume penjualan semen sebesar 4% sedangkan dari sisi harga jual juga
       mengalami peningkatan untuk semen sebesar 4%.

       Adapun untuk tahun 2022 Perseroan tidak melakukan penjualan terak dikarenakan tidak ada
       permintaan dari pelanggan. Penjualan produk mortar di tahun 2022, tercatat sebesar Rp14 juta,
       mengalami penurunan Rp31 juta atau 68,89%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya
       sebesar Rp45 juta. Hal ini dikarenakan adanya penurunan permintaan dari pelanggan.
       Sedangkan penjualan white clay mengalami peningkatan Rp1,20 miliar atau 3,93%, dari
       Rp30,61 miliar di tahun 2021, menjadi Rp31,82 miliar di tahun 2022. Peningkatan ini
       disebabkan oleh oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan yang digunakan sebagai
       bahan baku pembuatan pupuk. Sementara itu, pendapatan Perseroan dari jasa pengangkutan,
       tercatat sebesar Rp1,86 miliar di tahun 2022, mengalami penurunan Rp2,87 miliar atau
       60,66%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp4,73 miliar. Adapun pendapatan
       lain-lain di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3 juta, mengalami penurunan Rp161 juta atau
       98,17%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp164 juta.

       Perseroan berhasil membukukan total penjualan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember
       2021 sebesar Rp1,75 triliun, naik 2% atau sebesar Rp29,68 miliar dari posisi tahun buku 2020
       yang mencapai Rp1,72 triliun. Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan penjualan semen,
       white clay, terak dan juga mortar yang merupakan produk baru Perseroan. Selain itu jasa
       pengangkutan juga mengalami peningkatan meskipun pendapatan lain-lain mengalami
       penurunan. Komposisi penjualan semen bungkus mengalami peningkatan menjadi 91%
       dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 87% dari total penjualan. Sementara penjualan
       semen curah mengalami penurunan menjadi 9% dari tahun 2020 yang sebesar 13%.

       Penjualan berdasarkan segmen geografis di tahun 2021 masih didominasi oleh wilayah
       Sumatera Selatan dengan realisasi Rp1,0 triliun untuk semen, Rp30,6 miliar untuk white clay
       dan Rp4,9 miliar untuk jasa angkutan. Segmen geografis yang mengalami penurunan
       penjualan semen adalah Sumatera Selatan yang lebih rendah 2%, Jambi lebih rendah 0%, dan
       Kalimantan Barat lebih rendah 1%. Pembangunan infrastruktur jalan Tol Trans Sumatera ruas
       Palembang – Bengkulu yang masih berlanjut menjadi potensi untuk Perseroan meningkatkan
       kinerja volume penjualan. Sedangkan untuk wilayah Jambi dan Kalimantan Barat, Perseroan
       akan mengoptimalkan strategi penetrasi pasar dan melakukan pembenahan jaringan distribusi.
       Sementara itu, peningkatan penjualan semen terjadi di wilayah Lampung, Bangka Belitung,
       dan Bengkulu masing-masing sebesar 4%, 34%, dan 23%. Peningkatan penjualan semen di
       wilayah tersebut disebabkan oleh naiknya volume penjualan baik dalam bentuk bulk maupun
       zak.




                                                                                                         4-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 61
               Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
                     Uraian               31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23        31-Dec-24        30-Jun-25


Pendapatan                                 1.999.516.771    1.721.907.150    1.751.585.770    1.881.767.356    2.040.679.390    2.091.352.268    1.093.609.671

Beban pokok pendapatan                    -1.124.627.994   -1.001.749.360     -975.520.058   -1.112.848.157   -1.397.189.524   -1.492.901.105     -770.093.860

Laba (rugi) bruto                            874.888.777      720.157.790      776.065.712      768.919.199      643.489.866      598.451.163      323.515.811

Beban penjualan                             -341.702.497     -315.425.347     -331.352.704     -248.745.467     -200.445.187     -161.319.928     -105.012.380
Beban umum & administrasi                   -309.922.401     -244.673.134     -237.082.953     -258.523.944     -230.848.497     -203.340.530      -97.302.278
Pendapatan keuangan                           10.236.956        5.109.826       14.116.862       11.655.844        5.098.511        4.115.234          756.721
Beban keuangan                              -157.609.005     -183.779.596     -180.355.009     -162.645.800      -98.606.832      -78.853.176      -30.813.519
Pendapatan (beban) operasi lainnya            10.680.435       55.078.063       27.515.613       -8.579.101       43.895.517       12.739.958        9.933.343

Laba (rugi) sebelum beban pajak               86.572.265       36.467.602       68.907.521      102.080.731      162.583.378      171.792.721      101.077.698

Beban pajak penghasilan                      -56.498.410      -25.485.929      -22.201.630      -24.762.910      -41.010.873      -42.539.628      -24.144.014

Laba (rugi) tahun berjalan                    30.073.855       10.981.673       46.705.891       77.317.821      121.572.505      129.253.093       76.933.684

Pendapatan (beban) komprehensif lain          -2.480.677       -9.792.102        6.538.609       -8.077.848      -15.332.994         893.671         3.170.195

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan       27.593.178        1.189.571       53.244.500       69.239.973      106.239.511      130.146.764       80.103.879




4.1.2          Laporan Posisi Keuangan

4.1.2.1 Aset

               Pada 30 Juni 2025, total aset Perseroan adalah sejumlah Rp4.824,18 miliar, mengalami
               kenaikan sebesar 2,52% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset di periode 30 Juni 2024
               sejumlah Rp4.705,66 miliar. Adapun komposisi aset lancar Perseroan pada 30 Juni 2025
               adalah sebesar 20,54%, dan komposisi aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 79,46%
               pada 30 Juni 2025. Jumlah aset lancar Perseroan adalah sejumlah Rp986,50 miliar pada posisi
               30 Juni 2025, mengalami kenaikan sebesar 40,93% jika dibandingkan dengan perolehan nilai
               aset lancar di periode 30 Juni 2024 sejumlah Rp700,01 miliar. Jumlah aset tidak lancar
               Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp3.837,68 miliar, mengalami penurunan
               sebesar 4,19% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset tidak lancar di periode 30 Juni
               2024 sejumlah Rp4.005,65 miliar.

               Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai aset sejumlah Rp4,91 triliun, mengalami kenaikan
               sebesar 1,05% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset di tahun 2023 sejumlah Rp4,86
               triliun. Adapun komposisi aset lancar Perseroan pada tahun 2024 sebesar 20,39%, meningkat
               dibandingkan tahun sebelumnya dengan komposisi sebesar 16,82%. Sementara komposisi
               aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 79,61%, menurun dibandingkan dari tahun
               sebelumnya dengan komposisi sebesar 83,18%. Hingga 31 Desember 2024, jumlah aset
               lancar Perseroan sejumlah Rp1,00 triliun, mengalami kenaikan sebesar 22,51% jika
               dibandingkan dengan perolehan nilai aset lancar di tahun 2023 sejumlah Rp816,85 miliar.
               Perubahan nilai aset lancar disebabkan oleh kenaikan pada piutang usaha pihak berelasi
               sebesar Rp254,6 miliar, di mana perolehan di tahun 2024 mencapai Rp591,12 miliar atau
               meningkat sebesar 75,69% jika dibandingkan perolehan di tahun 2023 mencapai Rp336,46
               miliar. Hingga 31 Desember 2024, jumlah aset tidak lancar Perseroan sejumlah Rp3,91 triliun,
               mengalami penurunan sebesar 3,29% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset lancar di
               tahun 2023 sejumlah Rp4,04 triliun. Perubahan nilai aset tidak lancar disebabkan oleh
               penurunan pada aset tetap sebagai dampak dari pembebanan rutin atas depresiasi aset tetap
               Perseroan dengan metode garis lurus.



                                                                                                                                                                 4-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 62
       Pada 2023, total aset Perseroan adalah sejumlah Rp4.856,73 miliar, mengalami penurunan
       Rp385,99 miliar atau 7,36%, jika dibandingkan pada 2022 yang sejumlah Rp5.242.72 miliar.
       Adapun komposisi aset lancar Perseroan pada 2023 adalah sebesar 16,82%, menurun
       dibanding tahun sebelumnya dengan komposisi sebesar 18,89%. Sementara komposisi aset
       tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 83,18% pada 2023, meningkat dibanding tahun
       sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,11%. Jumlah aset lancar Perseroan adalah
       sejumlah Rp816,85 miliar pada posisi 31 Desember 2023, mengalami penurunan Rp173,45
       miliar atau 17,51% jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar Rp990,30 miliar.
       Penurunan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara kas yang turun 81,19% dari Rp522,92
       miliar pada 2022 menjadi Rp98,39 miliar pada 2023, piutang usaha ke pihak ketiga turun naik
       37,53% dari Rp196,12 miliar pada 2022 menjadi Rp122,51 miliar pada 2023, piutang Lain-lain
       ke pihak berelasi naik 10,25% menjadi Rp3,13 miliar pada 2023 dan biaya dibayar di muka
       turun 86,31% dari Rp23,29 miliar pada 2022 menjadi Rp3,19 miliar pada 2023. Jumlah aset
       tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4.039,88 miliar, mengalami
       penurunan Rp212,54 miliar atau 5%, jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar
       Rp4.252,43 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aset tetap
       berwujud, aset tak berwujud dan oleh pencairan deposito jaminan atas pinjaman bank entitas
       anak Perseroan.

       Di tahun 2022, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp5.211,25 miliar, mengalami penurunan
       Rp60,70 miliar atau 1,15%, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp5.271,95
       miliar. Adapun komposisi aset lancar Perseroan di tahun 2022 adalah sebesar 19,36%,
       mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 17,45%. Sementara
       komposisi aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 80,64% di tahun 2022, mengalami
       perubahan dibanding tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 82,55%. Jumlah aset
       lancar Perseroan tercatat sebesar Rp1.008,81 miliar di tahun 2022, mengalami peningkatan
       Rp88,95 miliar atau 9,67%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, sebesar Rp919,86 miliar.
       Jumlah aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar Rp4.202,44 miliar, mengalami penurunan
       Rp149,66 miliar atau 3,44%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar Rp4.352,10
       miliar. Penurunan ini lebih disebabkan oleh penurunan aset tetap berwujud dan aset tak
       berwujud atas depresiasi/amortisasi tahun berjalan.

       Dengan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar 19%, dan penurunan pada aset tidak
       lancar 3% maka jumlah aset Perseroan hingga akhir Desember 2021 mengalami peningkatan
       sebesar 1% atau sebesar Rp80,57 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp5,74 triliun, di tahun
       2021 menjadi Rp5,82 triliun. Hingga 31 Desember 2021, Perseroan mencatatkan aset lancar
       sebesar Rp1,31 triliun, naik Rp210,23 miliar atau 19% dari periode yang sama tahun
       sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,10 triliun. Hingga akhir tahun 2021, aset tidak lancar
       Perseroan mengalami penurunan 3% atau sebesar Rp129,65 miliar dari Rp4,64 triliun pada
       tahun 2020 menjadi Rp4,51 triliun pada tahun 2021. Penurunan tersebut terjadi karena
       penambahan aset selama tahun 2021 lebih kecil dari pada nilai penyusutan aset selama tahun
       2021, yaitu Aset tetap menurun 3% dari Rp4,24 triliun di tahun 2020 menjadi Rp4,13 triliun di

                                                                                                       4-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 63
                tahun 2021 disebabkan penambahan aset tetap tahun 2021 sebesar Rp59 miliar dan
                penambahan biaya depresiasi tahun 2021 sebesar Rp169 miliar dan aset tak berwujud
                menurun 15% dari Rp241,07 miliar di tahun 2020 menjadi Rp204,07 miliar di tahun 2021
                disebabkan oleh penambahan biaya amortisasi tahun 2021 sebesar Rp 41,8 miliar.


                         Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
                       Uraian                          31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23        31-Dec-24        30-Jun-25


Aset                                                    5.571.270.204    5.737.175.560    5.321.005.660    5.242.724.933    4.856.730.638    4.907.686.845    4.824.182.822

  Aset lancar                                           1.071.983.297    1.130.925.970      910.242.365      990.295.391      816.846.119    1.000.678.460      986.501.539
   Kas & setara kas                                       185.648.846      362.469.101      484.703.777      522.918.100       98.386.875       29.843.338       13.450.849
   Piutang usaha                                          480.633.738      450.222.169      173.434.588      204.537.414      458.969.398      702.479.939      676.392.543
   Piutang lain-lain                                        3.069.629        8.345.194          618.433        3.190.286        3.136.628       13.113.229        2.929.104
   Persediaan                                             340.862.066      249.819.117      233.053.625      226.319.841      245.899.971      236.268.032      275.216.258
   Pajak lain-lain dibayar dimuka                          15.307.071        6.316.693        6.200.944        2.953.546        3.883.268       12.932.166        6.919.374
   Beban dibayar dimuka & uang muka                        29.688.680       23.959.655       11.679.501       29.999.402        5.462.813        5.034.272       10.600.797
   Aset keuangan lancar lainnya                            16.773.267       29.794.041          551.497          376.802        1.107.166        1.007.484          992.614

  Aset tidak lancar                                     4.499.286.907    4.606.249.590    4.410.763.295    4.252.429.542    4.039.884.519    3.907.008.385    3.837.681.283
   Aset pajak tangguhan                                             0                0       14.256.152       12.626.248       11.473.518        9.758.910        9.965.547
   Investasi pada entitas asosiasi                             25.000           25.000           25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
   Aset tetap & tanah pertambangan                      4.171.966.909    4.242.524.144    4.163.222.503    4.081.841.325    3.955.399.358    3.830.013.987    3.753.539.573
   Aset hak guna                                          176.911.702      241.077.027       27.897.065       20.186.318       12.193.521        9.182.025        7.718.072
   Aset tidak lancar lainnya                              150.383.296      122.623.419      205.362.575      137.750.651       60.793.122       58.028.463       66.433.091

Liabilitas & ekuitas                                    5.571.270.204    5.737.175.560    5.321.005.660    5.242.724.933    4.856.730.638    4.907.686.845    4.824.182.822

  Liabilitas jangka pendek                                468.526.329      850.138.636      436.747.850      588.138.938      731.493.137      822.078.827      801.220.829
    Utang usaha                                           300.134.688      258.776.436      247.355.425      311.226.605      417.359.082      500.738.683      472.828.329
    Utang lain-lain                                         2.643.838        1.923.640       40.318.181       67.345.779       50.049.730       21.324.264       15.669.160
    Utang pajak                                            24.588.436       25.543.070       22.952.769       25.492.254       26.462.856       26.012.993       30.017.750
    Beban yang masih harus dibayar                         37.475.505       97.937.434       42.733.853       40.362.783       39.577.964       36.721.425       49.691.309
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          0          548.170        9.658.431       41.199.654       13.723.795       24.729.644       10.565.379
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun       72.041.272      425.523.681       58.854.644       99.666.150      175.000.000      210.000.000      220.000.000
    Liabilitas sewa                                        31.642.590       39.886.205       14.874.547        2.845.713        9.319.710        2.551.818        2.448.902

  Liabilitas jangka panjang                             1.620.450.783    1.479.148.317    1.878.359.757    1.579.447.969      962.825.145      817.363.086      700.463.983
    Liabilitas pajak tangguhan                            109.724.414      126.760.409       72.700.163       93.554.801      128.019.117      166.289.452      175.317.233
    Pinjaman bank jangka panjang                        1.414.544.545    1.173.130.470    1.592.119.081    1.257.047.622      597.370.005      395.888.645      290.871.036
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                37.542.127       52.480.936       50.513.004       62.316.439       75.932.088       80.038.533       68.315.443
    Provisi untuk restorasi                                 8.252.337       37.349.593       46.671.869       48.924.565       51.437.752       54.530.790       55.831.559
    Liabilitas sewa                                        50.387.360       89.426.909      116.355.640      117.604.542      110.066.183      120.615.666      110.128.712

  Ekuitas                                               3.482.293.092    3.407.888.607    3.005.898.053    3.075.138.026    3.162.412.356    3.268.244.932    3.322.498.010
   Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
   Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
   Komponen ekuitas lainnya                               -49.534.082      -59.326.386      -54.477.126      -62.555.084      -77.888.186      -76.994.525      -73.824.330
   Saldo laba                                           1.267.929.240    1.203.319.758      796.534.403      873.857.734      976.463.494    1.081.403.310    1.132.485.113
   Kepentingan non-pengendali                                  37.715           35.016          -19.443          -24.843          -23.171          -24.072          -22.992




4.1.2.2 Liabilitas

                Pada 30 Juni 2025, total liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp1.501,68 miliar, mengalami
                penurunan Rp58,56 miliar atau 3,75% dibandingkan dengan pada 30 Juni 2024 yang sebesar
                Rp1.560,24 miliar. Persentase liabilitas jangka pendek Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah
                sebesar 53,34% dan persentase liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat sebesar 46,66%.

                Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp801,22 miliar,
                mengalami peningkatan Rp133,78 miliar atau 20,05%, jika dibandingkan dengan 30 Juni 2024,
                yang sebesar Rp667,43 miliar. Pada 30 Juni 2025, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
                adalah sebesar Rp700,46 miliar, mengalami penurunan Rp192,35 miliar atau 21,54%,
                dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp892,81 miliar.

                Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai liabilitas sejumlah Rp1,64 triliun, mengalami
                penurunan sebesar 3,24% jika dibandingkan dengan perolehan nilai liabilitas di tahun 2023
                sejumlah Rp1,69 triliun. Perubahan nilai liabilitas disebabkan oleh penurunan pinjaman bank
                yang memberi dampak bagi Perseroan berupa penurunan beban keuangan Perseroan.

                Tahun 2024, Perseroan mencatatkan liabilitas jangka pendek sejumlah Rp822,08 miliar,
                mengalami kenaikan sebesar 12,38% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset lancar di

                                                                                                                                                                              4-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 64
       tahun 2023 sejumlah Rp731,49 miliar. Perubahan nilai liabilitas jangka pendek disebabkan oleh
       kenaikan pada utang usaha pihak berelasi dan utang usaha pihak ketiga. Selain itu, terdapat
       pula perubahan pada porsi Pinjaman Bank atas Kredit Sindikasi yang jatuh tempo dalam satu
       tahun. Tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai liabilitas imbalan kerja jangka pendek
       sejumlah Rp24,73 miliar, mengalami kenaikan sebesar 80,20% jika dibandingkan dengan nilai
       perolehan di tahun 2023 sejumlah Rp13,72 miliar. Perubahan nilai liabilitas imbalan kerja
       jangka pendek disebabkan oleh peningkatan tunjangan produktivitas karyawan.

       Pada 31 Desember 2023, total liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp1.579,45 miliar,
       mengalami penurunan Rp588,14 miliar atau 27,13% dibandingkan dengan pada tahun 2022
       yang sebesar Rp2.167,59 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pinjaman bank
       jangka Panjang perusahaan Kredit Sindikasi yang memberi dampak bagi Perseroan berupa
       penurunan beban keuangan perusahaan. Persentase liabilitas jangka pendek Perseroan pada
       31 Desember 2023 adalah sebesar 46,31%, mengalami peningkatan dibanding tahun
       sebelumnya dengan persentase sebesar 27,13%. Sementara itu, persentase liabilitas jangka
       panjang Perseroan tercatat sebesar 60,96% pada 2023, mengalami perubahan dibanding
       tahun sebelumnya dengan persentase sebesar 72,87%.

       Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp731,49
       miliar, mengalami peningkatan Rp143,35 miliar atau 24,37%, jika dibandingkan dengan tahun
       2022, yang sebesar Rp588,14 miliar. Pada 2023, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
       adalah sebesar Rp962,83 miliar, mengalami penurunan Rp616,62 miliar atau 39,04%,
       dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.579.45 miliar.

       Di tahun 2022, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp2.124,33 miliar, mengalami
       penurunan Rp147,46 miliar atau 6,49%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar
       Rp2.271,79 miliar. Adapun komposisi liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, adalah
       sebesar 27,57%, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar
       18,78%. Sementara komposisi liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat sebesar 72,43%, di
       tahun 2022, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,22%.
       Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp585,59 miliar,
       mengalami peningkatan Rp158,93 miliar atau 37,25%, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
       yang sebesar Rp426,66 miliar. Di tahun 2022, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
       tercatat sebesar Rp1.538,75 miliar, mengalami penurunan Rp306,38 miliar atau 16,60%,
       dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.845,13 miliar.

       Hingga akhir tahun 2021, liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami kenaikan 27% atau
       sebesar Rp399,24 miliar, dari Rp1,48 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp1,88 triliun pada tahun
       2021. Perubahan itu disebabkan oleh (1) Pinjaman bank jangka panjang meningkat 36% dari
       sebesar Rp1,17 triliun di tahun 2020 menjadi Rp1,59 triliun di tahun 2021. Hal ini diakibatkan
       oleh adanya repackaging utang kredit investasi. Tahun 2021 Perseroan menerima tambahan
       pinjaman atas repackaging utang kredit investasi sebesar Rp480 miliar yang akan digunakan
       sebagai pembayaran utang medium term notes sebesar Rp400 miliar; dan (2) Liabilitas pajak

                                                                                                        4-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 65
       tangguhan meningkat 15% dari sebesar Rp126,76 miliar di tahun 2020 menjadi Rp145,14 miliar
       di tahun 2021 atas penambahan beban pajak tangguhan tahun berjalan sebesar Rp18 miliar.

       Sementara pos liabilitas jangka panjang yang mengalami penurunan, yaitu (1) Liabilitas sewa
       jangka panjang menurun 12% dari sebesar Rp89,43 miliar di tahun 2020 menjadi Rp78,69
       miliar di tahun 2021, yang disebabkan oleh reklasifikasi ke liabilitas sewa jangka pendek; (2)
       Liabilitas imbalan kerja jangka panjang menurun 4% dari sebesar Rp52,48 miliar di tahun 2020
       menjadi Rp50,51 miliar di tahun 2021; dan (3) Utang development, provisi reklamasi dan pasca
       tambang menurun 68% dari sebesar Rp37,35 miliar di tahun 2020 menjadi Rp11,92 miliar di
       tahun 2021 atas reklasifikasi utang development tambang yang jatuh tempo dalam 1 (satu)
       tahun ke liabilitas jangka pendek.

       Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 44% dan peningkatan
       liabilitas jangka panjang sebesar 27%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
       2021 meningkat 1% atau sebesar Rp22,22 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun,
       di tahun 2021 menjadi Rp2,35 triliun.


4.1.2.3 Ekuitas

       Ekuitas Perseroan pada 30 Juni 2025 sebesar Rp3.322,49 miliar, mengalami peningkatan
       Rp177,08 miliar atau 5,63% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.145 miliar.

       Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai ekuitas sejumlah Rp3,27 triliun, mengalami
       kenaikan sebesar 3,35% jika dibandingkan dengan perolehan nilai ekuitas di tahun 2023
       sejumlah Rp3,16 triliun. Perubahan nilai ekuitas disebabkan oleh pengakuan laba periode
       tahun 2024 sebesar Rp129,25 miliar.

       Jumlah ekuitas Perseroan tahun 2023 adalah sebesar Rp3.162,41 miliar, mengalami
       peningkatan Rp87,27 miliar atau 2,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
       Rp3.075,14 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh pengakuan laba periode tahun 2023
       sebesar Rp 121,5 miliar Peningkatan ini tidak memberi dampak bagi Perseroan.

       Jumlah ekuitas Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3.086,92 miliar, mengalami
       peningkatan Rp86,75 miliar atau 2,89%, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
       Rp3.000,17 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh Perseroan mencatat laba tahun berjalan
       sebesar Rp94.827,89 miliar dan mencatat penyesuaian atas pengukuran program imbalan
       pasti sebesar Rp8.077,85 miliar.

       Jumlah ekuitas Perseroan hingga akhir tahun 2021 mengalami peningkatan 2% atau sebesar
       Rp58,36 miliar dari Rp3,41 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp3,47 triliun pada tahun 2021.
       Peningkatan tersebut berasal dari penyesuaian pengukuran kembali program imbalan pasti
       sebesar Rp6,54 miliar. Sementara itu terdapat juga kenaikan pada pos ekuitas dikarenakan
       adanya pencapaian laba tahun berjalan sebesar Rp51,82 miliar.

       Ekuitas Perseroan tahun 2020 mengalami penurunan 2% atau sebesar Rp74,40 miliar dari
       Rp3,48 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp3,41 triliun pada tahun 2020. Penurunan tersebut

                                                                                                        4-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 66
        berasal dari penyesuaian implementasi PSAK 71 sebesar Rp75,12 miliar, pembagian dividen
        sebesar Rp6,16 miliar dan pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar Rp9,79 miliar.
        Sementara itu terdapat juga kenaikan pada pos ekuitas dikarenakan adanya penyesuaian
        perpajakan sebesar Rp5,69 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp10,98 miliar.


4.1.3   Laporan Arus Kas

        Perseroan membukukan peningkatan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
        sejumlah Rp64,04 miliar atau 88,37%, dari Rp72,46 miliar pada 30 Juni 2024 menjadi Rp136,51
        miliar pada 30 Juni 2025. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
        penerimaan kas dari pelanggan khususnya kepada pihak berelasi seiring dengan peningkatan
        piutang usaha pihak berelasi. Arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami
        peningkatan Rp1,03 miliar atau 6,95%, dari Rp14,96 miliar pada 30 Juni 2024 menjadi Rp16,01
        miliar pada 30 Juni 2025. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembelian aset tetap
        dan aset dalam pembangunan. Perseroan membukukan peningkatan arus kas bersih yang
        digunakan untuk aktivitas pendanaan sejumlah Rp29,13 miliar atau 26,96%, dari Rp108,05
        miliar pada 30 Juni 2024 menjadi Rp137,19 miliar. Peningkatan tersebut secara total utamanya
        disebabkan oleh pembayaran pokok pinjaman bank sebesar Rp100 miliar.

        Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai arus kas dari aktivitas operasi sejumlah Rp182,54
        miliar, mengalami penurunan sebesar 38,43% jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2023
        sejumlah Rp296,49 miliar. Perubahan nilai arus kas dari aktivitas operasi disebabkan oleh
        peningkatan pada pembayaran kepada pemasok dan juga pembayaran kepada karyawan. Di
        tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai arus kas dari aktivitas investasi sejumlah Rp51,95
        miliar, mengalami penurunan sebesar 49,55% jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2023
        sejumlah Rp102,98 miliar. Perubahan nilai arus kas dari aktivitas investasi disebabkan oleh
        turunnya nilai investasi yang dilakukan Perseroan yang menyesuaikan dengan kondisi
        keuangan Perseroan dan skala prioritas. Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai arus kas
        dari aktivitas pendanaan sejumlah Rp200,02 miliar, mengalami penurunan sebesar 67,63% jika
        dibandingkan dengan perolehan tahun 2023 sejumlah Rp617,98 miliar. Perubahan nilai arus
        kas dari aktivitas pendanaan disebabkan oleh penurunan pada pembayaran pinjaman bank
        setelah dilakukan refinancing pada tahun 2023.

        Perseroan membukukan penurunan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
        sejumlah Rp104,43 miliar atau 26,05%, dari Rp400,93 miliar pada 2022 menjadi Rp296,50
        miliar pada 2023. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas
        dari pelanggan khususnya kepada pihak berelasi seiring dengan peningkatan piutang usaha
        pihak berelasi. Arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami peningkatan
        Rp50,33 miliar atau 95,60%, dari Rp52,65 miliar pada 2022 menjadi Rp102,98 pada 2023.
        Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran investasi melalui utang usaha di
        tahun 2022 yang baru di bayarkan di tahun 2023. Perseroan membukukan peningkatan arus
        kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sejumlah Rp307,88 miliar atau 99,28%,


                                                                                                       4-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 67
               dari Rp310,10 miliar pada 2022 menjadi Rp617,98 miliar. Peningkatan tersebut secara total
               disebabkan oleh pembayaran pokok percepatan kredit sindikasi dalam rangka Refinancing
               sebesar Rp442 miliar dan pembayan rutin pokok kredit sindikasi sebesar Rp100 miliar.

               Kenaikan atau penurunan bersih kas dan setara kas merupakan akumulasi atas arus kas dari
               aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan, yang
               di tahun 2022, Perseroan mencatatkan penurunan bersih kas dan setara kas sebesar Rp38,18
               miliar, turun Rp108,26 miliar atau 73,93%, dibandingkan tahun sebelumnya dengan kenaikan
               bersih kas dan setara kas yang tercatat sebesar Rp146,44 miliar. Penurunan bersih kas dan
               setara kas, disebabkan karena Perseroan melakukan percepatan pembayaran kredit sindikasi
               ditahun 2022 sebesar Rp238 miliar.

               Perseroan membukukan kas dan setara kas pada akhir tahun buku 2021 sebesar Rp534,83
               miliar, naik 48% dibandingkan tahun buku 2020 yang sebesar Rp362,47 miliar. Perubahan
               tersebut, antara lain didorong oleh kenaikan aktivitas operasi sebesar 6% dan penurunan
               aktivitas investasi sebesar 52%.


                               Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
                     Uraian                           31-Dec-19        31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23        31-Dec-24        30-Jun-25


Arus kas dari aktivitas operasi                           71.235.464      393.019.308      171.566.371      400.926.191      296.497.994      182.542.229      136.510.147
  Penerimaan kas dari pelanggan                        2.216.155.203    1.833.573.263    1.932.631.565    2.170.839.131    1.818.977.388    1.837.865.127    1.129.881.191
  Pembayaran kas kepada pemasok                       -2.010.797.638   -1.281.048.347   -1.440.434.511   -1.453.627.596   -1.231.222.652   -1.386.231.229     -871.433.699
  Pembayaran kas kepada karyawan                        -164.306.906     -175.189.724     -169.493.224     -166.581.593     -188.227.811     -211.525.166      -84.615.965
  Pembayaran bunga pinjaman bank                                   0                0     -150.560.701     -162.929.766     -106.846.517      -70.334.536      -24.502.068
  Pembayaran bunga medium term note                                0                0       -9.000.000                0                0                0                0
  Pembayaran bunga keuangan                              -10.879.103                0       -4.794.270                0                0                0                0
  Penerimaan atas klaim                                            0                0                0                0                0       19.151.516                0
  Penerimaan bunga                                         7.888.226        4.640.709       13.846.062       11.830.539        5.416.415        4.115.234          771.592
  Penerimaan restitusi pajak                              33.441.571       11.409.338                0        1.921.768        2.295.323                0        3.105.830
  Pembayaran pajak penghasilan                              -265.889         -365.931         -628.550         -526.292       -3.894.152      -10.498.717      -16.696.734

Arus kas dari aktivitas investasi                       -342.993.040     -122.888.512      -39.535.312      -52.646.357     -102.976.371      -51.950.781      -16.007.434
  Pembelian aset tetap                                  -184.484.063      -75.075.807      -28.009.181      -20.047.948      -37.536.450      -17.157.915      -12.849.568
  Penempatan deposito berjangka yang dibatasi pengg                0                0                0                0                0      -14.581.729       -1.416.381
  Penjualan aset tetap                                             0                0          303.866          146.632                0                0                0
  Pembelian aset takberwujud                             -22.662.639       -4.723.646         -485.600       -4.432.977       -5.566.827          -79.500                0
  Aset dalam pembangunan                                 -72.012.269      -42.765.869       -4.655.834      -28.312.064      -59.873.094      -20.131.637       -1.741.485
  Pembelian lahan untuk pengembangan                     -63.834.069         -323.190       -6.688.563                0                0                0                0

Arus kas dari aktivitas pendanaan                        -17.220.792      -93.345.004       14.407.250     -310.100.341     -617.976.018     -200.022.908     -137.192.829
  Penerimaan pinjaman bank                               200.000.000    1.220.000.000      497.627.148                0      901.425.000                0                0
  Pembayaran pokok pinjaman bank                         -36.020.638   -1.095.724.236      -41.394.229     -296.892.033   -1.496.986.458     -175.000.000     -100.000.000
  Pembayaran pokok liabilitas sewa                       -27.685.611      -50.238.672      -33.675.693      -13.208.308       -3.449.379         -708.720      -11.342.028
  Pembayaran bunga liabilitas sewa                                 0      -16.579.805       -8.149.976                0                0                0                0
  Pembayaran pokok medium term note                                0                0     -400.000.000                0                0                0                0
  Pembayaran bunga medium term note                      -36.000.000      -36.000.000                0                0                0                0                0
  Pembayaran dividen                                     -18.971.143       -6.158.861                0                0      -18.965.181      -24.314.188      -25.850.801
  Pembayaran bunga kredit investasi                      -98.543.400     -106.858.881                0                0                0                0                0
  Pembayaran bunga keuangan                                        0       -1.784.549                0                0                0                0                0

Arus kas bersih                                         -288.978.368      176.785.792      146.438.309       38.179.493     -424.454.395      -69.431.460      -16.690.116

Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                   -1.209.282          34.463       -24.203.633          34.830           -76.830         887.923          297.627

Kas & setara kas awal tahun                              475.836.496      185.648.846      362.469.101      484.703.777      522.918.100       98.386.875       29.843.338

Kas & setara kas akhir tahun                             185.648.846      362.469.101      484.703.777      522.918.100       98.386.875       29.843.338       13.450.849




4.1.4          Rasio Keuangan

               Rasio likuiditas
               Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
               dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
               memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya. Rata-rata rasio lancar untuk 31 Desember
               2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 1,56x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat untuk
               31 Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 1,51x.



                                                                                                                                                                             4-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 68
            Rasio solvabilitas
            Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
            dengan jumlah ekuitas. Rata-rata debt to equity ratio (DER) untuk 31 Desember 2019-2024
            serta 30 Juni 2025 adalah 38,91%. Sedangkan rata-rata debt to total asset (DAR) untuk 31
            Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 23,73%.

            Rasio profitabilitas
            Tingkat imbal hasil aset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama 31 Desember 2019-2024 serta
            30 Juni 2025 adalah 1,40%. Sementara return on equity (ROE) menunjukkan kemampuan
            perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata tingkat
            imbal hasil ekuitas periode 31 Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 2,20%.
            Selanjutnya, margin laba menunjukkan berapa persentase laba yang diperoleh dari setiap
            penjualan. Periode 31 Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025, rata-rata marjin laba kotor,
            laba sebelum pajak dan marjin laba bersih Perseroan adalah 37,21%, 5,89% dan 4,01%,
            berturut-turut.


                                      Tabel 4-4: Rasio Keuangan Perseroan
                   Uraian             31-Dec-19     31-Dec-20     31-Dec-21     31-Dec-22     31-Dec-23     31-Dec-24     30-Jun-25


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                       43,76%        41,82%        44,31%        40,86%        31,53%        28,62%        29,58%
  Marjin laba sebelum pajak                4,33%         2,12%         3,93%         5,42%         7,97%         8,21%         9,24%
  Marjin laba bersih                       1,50%         0,64%         2,67%         4,11%         5,96%         6,18%         7,03%
  ROE (return on equity)                   0,86%         0,32%         1,55%         2,51%         3,84%         3,95%         2,32%
  ROA (return on assets)                   0,54%         0,19%         0,88%         1,47%         2,50%         2,63%         1,59%
  ROIC (return on invested capital)        0,60%         0,21%         0,98%         1,70%         3,00%         3,23%         1,95%

Likuiditas
  Rasio kas                                  0,40          0,43          1,11          0,89          0,13          0,04          0,02
  Rasio cepat                                2,15          1,25          2,04          1,62          1,10          1,18          1,20
  Rasio lancar                               2,29          1,33          2,08          1,68          1,12          1,22          1,23

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)         28,16%        30,12%        33,49%        28,18%        18,36%        14,86%        12,92%
 DER (debt to equity ratio)               45,05%        50,70%        59,29%        48,04%        28,20%        22,31%        18,76%




4.2         PENILAIAN ATAS PROYEKSI KEUANGAN PERSEROAN

            Proyeksi keuangan Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
            manajemen Perseroan, pada prinsipnya memiliki asumsi-asumsi yang sama, kecuali bahwa
            dengan Rencana Transaksi, sebagai dampak dari perolehan jasa pengadaan yang disediakan
            SIG akan mendorong efisiensi biaya pokok produksi dan beban umum dan administrasi
            Perseroan dan terdapat pembebanan sebesar 8,2% atas biaya-biaya yang timbul terkait jasa
            pengadaan.

            Untuk menilai kewajaran proyeksi dapat dilakukan analisis outlier terhadap rata-rata rasio
            keuangan historis, proyeksi tanpa Rencana Transaksi, dan proyeksi dengan Rencana
            Transaksi, sebagai berikut:



                                                                                                                                        4-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 69
                           Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis
                                                              Rata-rata                                          Outlier
                   Uraian                                  Proyeksi tanpa    Proyeksi dengan
                                         Historis                                               Batas bawah       IQR             Batas atas
                                                                RT                 RT


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                           37,21%               35,28%            35,47%           33,93%            0,96%           37,79%
  Marjin laba sebelum pajak                    5,89%               14,11%            14,31%            3,68%            4,21%           20,53%
  Marjin laba bersih                           4,01%               10,72%            10,87%            2,22%            3,43%           15,94%
  ROE (return on equity)                       2,20%                6,61%             6,69%            1,03%            2,25%           10,02%
  ROA (return on assets)                       1,40%                5,14%             5,21%            0,42%            1,90%            8,03%
  ROIC (return on invested capital)            1,67%                6,27%             6,34%            0,46%            2,34%            9,81%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,43              0,23              0,26             0,10              0,10            0,49
  Rasio cepat                                       1,51              1,99              2,01             1,37              0,25            2,38
  Rasio lancar                                      1,56              2,02              2,04             1,43              0,24            2,39

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)             23,73%                5,16%              5,16%           -8,77%          9,29%            28,37%
 DER (debt to equity ratio)                   38,91%                6,97%              6,95%          -17,00%         15,98%            46,90%
 FCC (fixed charge coverage)                     2,27                22,08              16,05            -5,70           9,91             33,93


            Keterangan:
            1. RT : Rencana Transaksi,
            2. IQR : interquartile range.

            Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat
            profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah
            Rencana Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami
            peningkatan, kecuali marjin laba kotor yang mengalami penurunan. Secara umum tidak ada
            indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan historis atas
            rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat rentabilitas,
            terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan setelah Rencana
            Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas
            historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
            Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
            perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
            sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan
            rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya, kecuali rasio kas yang mengalami penurunan.
            Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana
            Transaksi dengan historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan
            tingkat solvabilitas antara rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Rencana
            Transaksi dengan rata-rata historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari
            penurunan rasio DAR dan DER. Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan
            setelah Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat solvabilitas Perseroan.
            Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proyeksi
            keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.


4.3         ANALISIS RASIO KEUANGAN

            Dampak keuangan antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi dapat dianalisis melalui
            perubahan proyeksi rasio keuangan antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi. Dari sisi
            pengukuran profitabilitas, rata-rata marjin kotor, marjin laba sebelum pajak dan marjin laba


                                                                                                                                                  4-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 70
            bersih antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar
            0,19%, 0,20% dan 0,15%, berturut-turut. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi
            ROE (return on equity), ROA (return on assets), dan ROIC (return on invested capital) antara
            tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%,
            0,07% dan 0,07%, berturut-turut. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio lancar (current
            ratio) dan rasio cepat (quick ratio) antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami
            peningkatan masing-masing sebesar 0,02x. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi
            DAR (debt to total asset ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah
            Rencana Transaksi mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,01%. Sehingga dapat
            diindikasikan bahwa setelah Rencana Transaksi, posisi keuangan Perseroan masih relatif baik.



                  Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                   Uraian                    31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     31-Dec-29     31-Dec-30     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                               0,00%         0,28%         0,27%         0,20%         0,19%         0,17%         0,19%
  Marjin laba sebelum pajak                       0,00%         0,29%         0,29%         0,22%         0,21%         0,19%         0,20%
  Marjin laba bersih                              0,00%         0,22%         0,22%         0,16%         0,16%         0,15%         0,15%
  ROE (return on equity)                          0,00%         0,15%         0,13%         0,08%         0,07%         0,05%         0,08%
  ROA (return on assets)                          0,00%         0,11%         0,10%         0,07%         0,06%         0,05%         0,07%
  ROIC (return on invested capital)               0,00%         0,13%         0,12%         0,08%         0,06%         0,05%         0,07%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,00          0,01          0,02          0,03          0,04          0,04         0,02
  Rasio cepat                                       0,00          0,01          0,02          0,03          0,04          0,04         0,02
  Rasio lancar                                      0,00          0,01          0,02          0,03          0,04          0,04         0,02

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                 0,00%         -0,01%        -0,01%        -0,01%        -0,01%        -0,01%       -0,01%
 DER (debt to equity ratio)                       0,00%         -0,02%        -0,02%        -0,01%        -0,01%        -0,02%       -0,01%

                                           Keterangan: kolom proyeksi adalah rata-rata proyeksi.




                                      Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                   Uraian                    31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     31-Dec-29     31-Dec-30     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                              34,13%        35,28%        35,05%        35,06%        35,81%        36,38%        35,28%
  Marjin laba sebelum pajak                      10,68%        12,31%        13,46%        14,60%        16,22%        17,42%        14,11%
  Marjin laba bersih                              8,07%         9,36%        10,20%        11,07%        12,34%        13,25%        10,72%
  ROE (return on equity)                          2,67%         6,57%         6,98%         7,36%         7,91%         8,18%         6,61%
  ROA (return on assets)                          1,87%         4,86%         5,37%         5,82%         6,33%         6,59%         5,14%
  ROIC (return on invested capital)               2,29%         5,98%         6,61%         7,13%         7,67%         7,94%         6,27%

Likuiditas
  Rasio kas                                         0,04          0,09          0,21          0,25          0,33          0,48         0,23
  Rasio cepat                                       1,40          1,69          1,93          2,30          2,33          2,26         1,99
  Rasio lancar                                      1,43          1,72          1,96          2,34          2,37          2,30         2,02

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                11,82%         7,37%         4,35%         2,54%         2,47%         2,43%         5,16%
 DER (debt to equity ratio)                      16,88%         9,96%         5,65%         3,21%         3,09%         3,01%         6,97%

                                           Keterangan: kolom proyeksi adalah rata-rata proyeksi.




                                                                                                                                              4-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 71
                                      Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                   Uraian                     31-Dec-25     31-Dec-26     31-Dec-27     31-Dec-28     31-Dec-29     31-Dec-30     Proyeksi


Profitabilitas
  Marjin laba kotor                               34,13%        35,56%        35,33%        35,26%        36,00%        36,56%        35,47%
  Marjin laba sebelum pajak                       10,68%        12,60%        13,74%        14,81%        16,43%        17,61%        14,31%
  Marjin laba bersih                               8,07%         9,59%        10,42%        11,24%        12,50%        13,40%        10,87%
  ROE (return on equity)                           2,67%         6,72%         7,11%         7,44%         7,98%         8,23%         6,69%
  ROA (return on assets)                           1,87%         4,97%         5,48%         5,89%         6,39%         6,63%         5,21%
  ROIC (return on invested capital)                2,29%         6,11%         6,73%         7,21%         7,74%         7,99%         6,34%

Likuiditas
  Rasio kas                                          0,04          0,10          0,23          0,28          0,37          0,52         0,26
  Rasio cepat                                        1,40          1,70          1,95          2,33          2,37          2,31         2,01
  Rasio lancar                                       1,43          1,73          1,98          2,37          2,41          2,34         2,04

Solvabilitas
 DAR (debt to total assets ratio)                 11,82%         7,36%         4,34%         2,53%         2,46%         2,42%         5,16%
 DER (debt to equity ratio)                       16,88%         9,95%         5,63%         3,20%         3,08%         3,00%         6,95%

                                            Keterangan: kolom proyeksi adalah rata-rata proyeksi.



4.4         ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA

            Asumsi-asumsi yang digunakan dalam membentuk proforma laporan keuangan konsolidasian
            Perseroan adalah sebagai berikut:
                  Laporan posisi keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan
                   komprehensif lain konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir 30
                   Juni 2025 telah diaudit oleh KAP LRXR dan digunakan sebagai dasar penyusunan
                   informasi keuangan proforma.
                  Perseroan akan mencatatkan penghematan pada beban pokok pendapatan, beban
                   penjualan dan beban umum dan administrasi akibat Rencana Transaksi.
                  Perseroan akan mencatatkan peningkatan pada kas akibat adanya penghematan dan
                   penurunan pada persediaan dan utang usaha akibat adanya penurunan biaya per unit
                   (harga beli per volume).

            Berikut ini adalah proforma laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi.




                                                                                                                                               4-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 72
  Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
                                                             30 Juni 2025
                    Uraian                            Tanpa               Dengan        Selisih         Selisih
                                                 Rencana Transaksi Rencana Transaksi     nilai            %


Pendapatan                                            1.093.609.671     1.093.609.671              0              0,00%

Beban pokok pendapatan                                 -770.093.860      -766.478.568       3.615.292         -0,47%

Laba (rugi) bruto                                      323.515.811        327.131.103       3.615.292             1,12%

Beban penjualan                                        -105.012.380      -105.002.083          10.297             -0,01%
Beban umum & administrasi                               -97.302.278       -97.182.840         119.438             -0,12%
Pendapatan keuangan                                         756.721           756.721               0              0,00%
Beban keuangan                                          -30.813.519       -30.813.519               0              0,00%
Pendapatan (beban) operasi lainnya                        9.933.343         9.933.343               0              0,00%

Laba (rugi) sebelum beban pajak                        101.077.698        104.822.726       3.745.028             3,71%

Beban pajak penghasilan                                 -24.144.014       -24.144.014              0              0,00%

Laba (rugi) tahun berjalan                              76.933.684         80.678.712       3.745.028             4,87%

Pendapatan (beban) komprehensif lain                     3.170.195          3.170.195              0              0,00%

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                 80.103.879         83.848.907       3.745.028             4,68%




       Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
                                                             30 Juni 2025
                    Uraian                            Tanpa               Dengan        Selisih         Selisih
                                                 Rencana Transaksi Rencana Transaksi     nilai            %


Aset                                                  4.824.182.822     4.825.966.977       1.784.155             0,04%

  Aset lancar                                          986.501.539        988.285.694       1.784.155          0,18%
   Kas & setara kas                                     13.450.849         17.195.877       3.745.028         27,84%
   Piutang usaha                                       676.392.543        676.392.543               0          0,00%
   Piutang lain-lain                                     2.929.104          2.929.104               0          0,00%
   Persediaan                                          275.216.258        273.255.386      -1.960.872         -0,71%
   Pajak lain-lain dibayar dimuka                        6.919.374          6.919.374               0          0,00%
   Beban dibayar dimuka & uang muka                     10.600.797         10.600.797               0          0,00%
   Aset keuangan lancar lainnya                            992.614            992.614               0          0,00%

  Aset tidak lancar                                   3.837.681.283     3.837.681.283              0              0,00%
   Aset pajak tangguhan                                   9.965.547         9.965.547              0              0,00%
   Investasi pada entitas asosiasi                           25.000            25.000              0              0,00%
   Aset tetap & tanah pertambangan                    3.753.539.573     3.753.539.573              0              0,00%
   Aset hak guna                                          7.718.072         7.718.072              0              0,00%
   Aset tidak lancar lainnya                             66.433.091        66.433.091              0              0,00%

Liabilitas & ekuitas                                  4.824.182.822     4.825.966.977       1.784.155             0,04%

  Liabilitas jangka pendek                             801.220.829        799.259.957      -1.960.872         -0,24%
    Utang usaha                                        472.828.329        470.867.457      -1.960.872         -0,41%
    Utang lain-lain                                     15.669.160         15.669.160               0          0,00%
    Utang pajak                                         30.017.750         30.017.750               0          0,00%
    Beban yang masih harus dibayar                      49.691.309         49.691.309               0          0,00%
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek              10.565.379         10.565.379               0          0,00%
    Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1         220.000.000        220.000.000               0          0,00%
    Liabilitas sewa                                      2.448.902          2.448.902               0          0,00%

  Liabilitas jangka panjang                            700.463.983        700.463.983              0              0,00%
    Liabilitas pajak tangguhan                         175.317.233        175.317.233              0              0,00%
    Pinjaman bank jangka panjang                       290.871.036        290.871.036              0              0,00%
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang             68.315.443         68.315.443              0              0,00%
    Provisi untuk restorasi                             55.831.559         55.831.559              0              0,00%
    Liabilitas sewa                                    110.128.712        110.128.712              0              0,00%

  Ekuitas                                             3.322.498.010     3.326.243.038       3.745.028             0,11%
   Modal saham                                          993.253.434       993.253.434               0             0,00%
   Tambahan modal disetor                             1.270.606.785     1.270.606.785               0             0,00%
   Komponen ekuitas lainnya                             -73.824.330       -73.824.330               0             0,00%
   Saldo laba                                         1.132.485.046     1.136.230.074       3.745.028             0,33%
   Kepentingan non-pengendali                               -22.925           -22.925               0             0,00%



                                                                                                                           4-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 73
          Berdasarkan proforma laporan keuangan di atas, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan
          berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Rencana
          Transaksi dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak
          dilakukan. Namun demikian, tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio
          cepat dan rasio lancar apabila Rencana Transaksi dilakukan masih berada diatas 100%.
          Sementara tingkat solvabilitas Perseroan relatif mengalami penurunan sebagaimana
          diindikasikan dari DER dan DAR apabila Rencana Transaksi dilakukan dibandingkan apabila
          Rencana Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat rentabilitas Perseroan
          berubah sebagaimana diindikasikan dari ROA dan ROE apabila Rencana Transaksi dilakukan
          mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Kemudian,
          pengukuran tingkat profitabilitas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari marjin
          laba kotor, marjin sebelum pajak, dan marjin laba bersih apabila Rencana Transaksi dilakukan
          mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Sehingga
          secara umum dapat diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Rencana
          Transaksi dilakukan masih relatif baik.


                                   Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan
                                                        30 Juni 2025
                   Uraian                        Tanpa               Dengan       Selisih            Selisih
                                            Rencana Transaksi Rencana Transaksi    nilai               %


Rasio likuiditas
 Rasio lancar (current ratio)                        123,12%            123,65%             0,53%           0,43%
 Rasio cepat (quick ratio)                             2,04%              2,52%             0,47%          23,16%

Rasio solvabilitas
 DER (total debt to equity ratio)                     18,76%             18,74%             -0,02%             -0,11%
 DAR (total debt to total asset ratio)                12,92%             12,92%              0,00%             -0,04%

Rasio profitabilitas
 ROA (return on asset)                                 1,66%              1,74%             0,08%              4,64%
 ROE (return on equity)                                2,41%              2,52%             0,11%              4,56%
 Marjin laba kotor                                    29,58%             29,91%             0,33%              1,12%
 Marjin laba sebelum pajak                             9,24%              9,59%             0,34%              3,71%
 Marjin laba bersih                                    7,32%              7,67%             0,34%              4,68%




4.5       ANALISIS INKREMENTAL

4.5.1     Kontribusi Nilai Tambah

          Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan (sebelum dan setelah Rencana Transaksi)
          selama periode 1 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2030, dilakukan analisis nilai tambah
          (inkremental) untuk melihat dampak terhadap arus kas bersih Perseroan apabila Rencana
          Transaksi dilakukan dibandingkan dengan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan.

          Untuk mendiskonto laba bersih, maka tingkat diskonto yang relevan adalah biaya modal rata-
          rata tertimbang (weighted average cost of capital/WACC). Adapun WACC ditentukan dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:




                                                                                                                        4-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 74
                                               ∙            ∙ 1      ∙

       dimana:     WACC        : biaya modal rata-rata tertimbang,
                   ke          : biaya modal ekuitas/saham biasa,
                   kd          : biaya modal hutang,
                   We          : bobot ekuitas dalam struktur kapital,
                   Wd          : bobot hutang dalam struktur kapital, dan
                   T           : pajak penghasilan perusahaan.

       Sebelum dapat menetapkan besarnya WACC, maka terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
       perusahaan secara individual yang dalam hal ini meliputi biaya ekuitas dan biaya utang. Dalam
       penilaian ini biaya hutang (kd) diasumsikan sebesar 8,96% (sebelum pajak) yang merupakan
       rata-rata tingkat bunga kredit investasi dari bank milik pemerintah (persero) per tanggal
       penilaian. Sedangkan biaya ekuitas dihitung menggunakan capital asset pricing model (CAPM)
       dengan persamaan sebagai berikut:

                                                            ∙

       dimana:     E(Ri)       : balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                   Rf          : tingkat balikan yang tersedia untuk sekuritas bebas risiko (risk free
                                 rate),
                   β           : beta,
                   RPm         : premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                                 premium)

       Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
       kemungkinan gagal bayar (bebas risiko). Dalam penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
       dapat digunakan adalah tingkat balikan obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk jatuh
       tempo selama 30 tahun yaitu sebesar 7,03% (sumber: IBPA). Angka tersebut selanjutnya kami
       gunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

       RPm adalah selisih antara tingkat yield investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
       dalam bentuk penyertaan ekuitas. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
       untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premium) seperti volatilitas harga saham
       untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko
       ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
       pendek di pasar sekuritas. Dalam penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko ekuitas
       (RPm) Indonesia yaitu sebesar 7,03% berdasarkan studi Prof. Aswath Damodaran dari New
       York University yang diterbitkan pada Juli 2025 (sumber: www.damodaran.com).

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
       dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium atas Obyek Penilaian.
       Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai yang akan digunakan dalam penilaian ini, kami
       menggunakan beta pembanding dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran, dimana beta

                                                                                                         4-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 75
       tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta perusahaan-perusahaan pembanding. Cara ini
       dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
       pembanding terhadap betanya. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
       memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap
       perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung beta unlevered. Beta levered dari
       perusahaan pembanding di-unlevered-kan dengan menggunakan formula sebagai berikut:



                                                  1     1       ∙

       dimana:     T           : tingkat pajak,
                   DER         : debt to equity ratio,
                   βL         :   beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                                  diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
                                  terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                                  dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
                   βU         :   beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham
                                  yang diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian
                                  perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
                                  apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh
                                  hutang.

       Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
       ini kemudian di-relevered-kan kembali dengan mengunakan rata-rata tingkat leverage (DER)
       dari perusahaan-perusahaan pembanding tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                                  ∙ 1       1       ∙

       Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
       pembanding yaitu sebesar 0,7172 dengan default spread sebesar 1,87% dan dengan DER
       sebesar 39,44% maka didapatkan beta levered Perseroan adalah sebesar 0,9378. Selanjutnya
       dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal ekuitas Perseroan adalah
       sebesar 11,75%.

       Setelah biaya secara individual dari masing-masing modal yang digunakan dalam Perseroan
       dapat ditentukan dan dengan mengunakan DER rata-rata dari perusahaan pembanding yaitu
       sebesar 39,44% tersebut maka, biaya modal rata-rata tertimbang Perseroan dapat dihitung
       sebagai berikut:

                                                  ∙             ∙ 1     ∙

       Dengan demikian maka biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) yang akan digunakan
       sebagai tingkat diskonto atas laba bersih Perseroan adalah sebesar 10,40%.




                                                                                                       4-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 76
               Hasil perhitungan nilai kini dari laba bersih inkremental Perseroan antara apabila Rencana
               Transaksi dilakukan dengan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan, menunjukkan nilai
               yang positif. Hal ini mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi berpotensi memberikan
               dampak positif dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.


                                     Tabel 4-12: Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental (Rp Ribu)
                     Uraian                   30-Jun-25        31-Dec-25         31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28         31-Dec-29         31-Dec-30


Arus kas bersih (tanpa Rencana Transaksi)                          76.622.630       278.717.086       244.320.305       106.188.398        52.888.420       100.361.820
  Laba bersih                                                      91.219.994       240.276.693       274.380.412       311.980.057       364.403.610       410.165.480
  Penyesuaian non-kas                                             -73.425.336       161.728.905       161.971.498       162.214.455       162.457.777       162.701.464
  Perubahan modal kerja                                          -139.392.679       -87.981.083        41.965.190       -46.235.226        41.308.517       140.220.238
  Manfaat bunga atas pajak                                         17.559.424        34.202.098        21.951.852        13.123.151        10.257.912        10.463.070
  Perubahan investasi                                             180.661.228       -69.509.526      -255.948.647      -334.894.040      -525.539.396      -623.188.432
  Nilai terminal                                                                                                                                            964.984.286

Arus kas bersih (dengan Rencana Transaksi)                         76.622.630       286.207.142       250.244.894       110.418.557        57.595.814       104.808.963
  Laba bersih                                                      91.219.994       245.974.925       280.250.850       316.602.615       369.090.709       414.670.027
  Penyesuaian non-kas                                             -73.425.336       161.728.905       161.971.498       162.214.455       162.457.777       162.701.464
  Perubahan modal kerja                                          -139.392.679       -86.189.259        42.019.340       -46.627.625        41.328.812       140.162.834
  Manfaat bunga atas pajak                                         17.559.424        34.202.098        21.951.852        13.123.151        10.257.912        10.463.070
  Perubahan investasi                                             180.661.228       -69.509.526      -255.948.647      -334.894.040      -525.539.396      -623.188.432
  Nilai terminal                                                                                                                                          1.007.743.806

Arus kas bersih inkremental                                                 0         7.490.056         5.924.589         4.230.159         4.707.394        47.206.663

Faktor PV
  Periode                                                                 0,50              1,50              2,50              3,50              4,50              5,50
  Tingkat diskonto                                                    10,40%            10,40%            10,40%            10,40%            10,40%            10,40%
  Faktor diskonto                                                      0,9517            0,8621            0,7809            0,7073            0,6407            0,5803

PV arus kas bersih inkremental (Rp ribuan)                                  0         6.456.978         4.626.281         2.991.989         3.015.875        27.394.644
NPV arus kas bersih inkremental (Rp ribuan)       44.485.767




4.5.2          Biaya dan Pendapatan Relevan

               Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya
               atau pendapatan relevan lain yang signifikan terkait dengan Transaksi, selain yang telah
               diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.


4.5.3          Informasi Non Keuangan Relevan

               Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan tidak terdapat
               informasi non keuangan relevan lain yang mempengaruhi Rencana Transaksi.


4.5.4          Prosedur Pengambilan Keputusan

               Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
               keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur
               Anggaran Dasar Perseroan. Setelah menentukan Rencana Transaksi, Direksi harus
               memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Sebelum Direksi mengusulkan usulan Rencana
               Transaksi, Direksi telah melalui tahapan proses analisis internal Perseroan. Dengan demikian,
               manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
               menentukan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.


4.5.5          Hal-Hal Material Lain

               Berdasarkan Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Penyerahan Jasa Intra-Group SIG
               Tahun 2023 yang disusun oleh PIK mengenai kajian penentuan harga transfer untuk transaksi

                                                                                                                                                                           4-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 77
       penyerahan jasa intra-group kepada pihak afiliasi yang berlandaskan pada prinsip kewajaran
       dan kelaziman usaha atau arm’s length principle (ALP), menggunakan profit level indicator
       (PLI) adalah rasio full cost mark-up (FCMU), diketahui bahwa rasio FCMU perusahaan
       pembanding menunjukkan rentangan kuartil berada di antara kuartil pertama 5,77% dan kuartil
       ketiga 10,81% dengan nilai tengah (median) 8,55%. Sehingga, penetapan marjin 8,2% terkait
       Rencana Transaksi masih dapat disebut sesuai prinsip kewajaran dan kelaziman usaha karena
       berada dalam rentangan kuartil tersebut.

       Selanjutnya, mempertimbangkan Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Penyerahan
       Jasa Intra-Group SIG oleh PIK disusun pada tahun 2023, maka dilakukan pemutakhiran atas
       rasio FCMU yang sama menggunakan data terkini tidak lebih dari setahun sejak tanggal
       penilaian. Berikut ini adalah rentangan kuartil dan nilai tengah (median) rasio FCMU
       perusahaan pembanding dengan SIC Code 3241 (produsen semen):
          Perusahaan-perusahaan pembanding di Indonesia, rentangan kuartil berada di antara
           kuartil pertama 6,08% dan kuartil ketiga 12,31% dengan nilai tengah (median) 8,08%.
          Perusahaan-perusahaan pembanding di ASEAN, rentangan kuartil berada di antara kuartil
           pertama 6,65% dan kuartil ketiga 12,12% dengan nilai tengah (median) 7,58%.
          Perusahaan-perusahaan pembanding di Asia (ASEAN, Pakistan, Korea Selatan, Taiwan,
           dan Bangladesh), rentangan kuartil berada di antara kuartil pertama 4,35% dan kuartil
           ketiga 13,16% dengan nilai tengah (median) 8,11%.

       Berdasarkan pemutakhiran atas rasio FCMU di atas, menunjukkan bahwa penetapan marjin
       8,2% terkait Rencana Transaksi masih dapat disebut sesuai prinsip kewajaran dan kelaziman
       usaha karena berada dalam rentangan kuartil hasil pemutakhiran tersebut.


4.6    ANALISIS SENSITIVITAS

       Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dengan Rencana Transaksi selama
       periode 1 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2030, dilakukan analisis sensitivitas terhadap
       beberapa variabel untuk menguji variabel mana yang lebih sensitif memberikan dampak pada
       EBIT Perseroan. Variabel tersebut meliputi perubahan atas pendapatan serta biaya pokok
       pendapatan Perseroan.

       Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa perubahan pada pendapatan Perseroan lebih
       sensitif mengakibatkan perubahan pada EBIT Perseroan. Sebagaimana diindikasikan dari
       peningkatan pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan EBIT sebesar 16,5%.
       Sementara penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan
       EBIT sebesar 10,7%.




                                                                                                      4-19
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 78
                                           Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan
                                                                                Perubahan pada HPP


                                   0   -15,0%   -12,5%   -10,0%    -7,5%    -5,0%    -2,5%     0,0%    2,5%    5,0%    7,5%   10,0%   12,5%   15,0%
                               15,0%   163,0%   152,3%   141,6%   131,0%   120,3%   109,7%    99,0%   88,3%   77,7%   67,0%   56,4%   45,7%   35,0%
  Perubahan pada pendapatan




                               12,5%   146,5%   135,8%   125,1%   114,5%   103,8%    93,2%    82,5%   71,8%   61,2%   50,5%   39,9%   29,2%   18,5%
                               10,0%   130,0%   119,3%   108,6%    98,0%    87,3%    76,7%    66,0%   55,3%   44,7%   34,0%   23,4%   12,7%    2,0%
                                7,5%   113,5%   102,8%    92,1%    81,5%    70,8%    60,2%    49,5%   38,8%   28,2%   17,5%    6,9%   -3,8% -14,5%
                                5,0%    97,0%    86,3%    75,6%    65,0%    54,3%    43,7%    33,0%   22,3%   11,7%    1,0%   -9,6% -20,3% -31,0%
                                2,5%    80,5%    69,8%    59,1%    48,5%    37,8%    27,2%    16,5%    5,8%   -4,8% -15,5% -26,1% -36,8% -47,5%
                                0,0%    64,0%    53,3%    42,6%    32,0%    21,3%    10,7%     0,0% -10,7% -21,3% -32,0% -42,6% -53,3% -64,0%
                               -2,5%    47,5%    36,8%    26,1%    15,5%     4,8%    -5,8%   -16,5% -27,2% -37,8% -48,5% -59,1% -69,8% -80,5%
                               -5,0%    31,0%    20,3%     9,6%    -1,0%   -11,7%   -22,3%   -33,0% -43,7% -54,3% -65,0% -75,6% -86,3% -97,0%
                               -7,5%    14,5%     3,8%    -6,9%   -17,5%   -28,2%   -38,8%   -49,5% -60,2% -70,8% -81,5% -92,1% -102,8% -113,5%
                              -10,0%    -2,0%   -12,7%   -23,4%   -34,0%   -44,7%   -55,3%   -66,0% -76,7% -87,3% -98,0% -108,6% -119,3% -130,0%
                              -12,5%   -18,5%   -29,2%   -39,9%   -50,5%   -61,2%   -71,8%   -82,5% -93,2% -103,8% -114,5% -125,1% -135,8% -146,5%
                              -15,0%   -35,0%   -45,7%   -56,4%   -67,0%   -77,7%   -88,3%   -99,0% -109,7% -120,3% -131,0% -141,6% -152,3% -163,0%




                                                                                                                                                      4-20
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 79
BAB 5.         ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN


5.1    FAKTOR RISIKO

       Faktor risiko lain adalah faktor risiko pada Perseroan yang dapat berdampak pada faktor risiko
       utama diatas yang secara garis besar adalah sebagai berikut:
           Risiko Perizinan Tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan,
            dengan mitigasi risiko berupa melakukan rencana percepatan pekerjaan konstruksi
            infrastruktur, percepatan pekerjaan akuisisi lahan dan percepatan pekerjaan pra
            operasional.
           Risiko Operasional Produksi, dengan mitigasi risiko berupa (a) Meningkatkan Predictive
            Maintenance untuk menjaga keandalan peralatan Cement Mill 05 dan 06 untuk
            mengurangi terjadinya Breakdown/kerusakan peralatan; (b) Menjaga keseimbangan
            Stock material White Clay antar Plant; (c) Mengatur pola operasi dengan memaksimalkan
            produksi semen di pabrik yang lebih efisien (PBR II); (d) Melakukan survei dan koordinasi
            dengan penghasil Fly Ash; (e) Memastikan kontrak jumlah angkutan Fly Ash sesuai
            dengan kebutuhan; (f) Pemantauan secara rutin terhadap kualitas Clinker; (g) Menjaga
            keandalan peralatan di area Kiln agar tidak terjadi Breakdown tidak terencana; dan (h)
            Melakukan koordinasi untuk meningkatkan suplai limbah biomass.
           Risiko Mesin dan Peralatan Produksi, dengan mitigasi risiko berupa (a) Melakukan analisa
            dan evaluasi serta pelaporan hasil inspeksi dan cek kondisi peralatan secara berkala; (b)
            Meningkatkan condition monitoring kebutuhan drop test serta kalibrasi; (c) Melakukan
            pembelian sparepart prioritas berdasarkan umur peralatan, kondisi peralatan dan
            anggaran; (d) Meningkatkan kegiatan preventive dan corective maintenance pada
            peralatan sampai scheduled shutdown dilakukan; (e) Meningkatkan Production Rate Kiln;
            dan (f) Meningkatkan Production Rate Cement Mill.
           Risiko Compliance Regulasi Lingkungan, Safety, Energi dan K3, dengan mitigasi risiko
            berupa (1) Melakukan pemantauan dan pengukuran lingkungan (udara dan air) di sekitar
            area perusahaan di 3 site secara rutin dan melakukan pelaporan pada dinas terkait untuk
            mempertahankan kinerja Proper Hijau; (2) Melakukan penyusunan dokumen lingkungan
            beyond compliance untuk mencapai kinerja Proper Hijau; (3) Penerapan program kerja
            Zero Accident; dan (4) Penerapan program kerja pencegahan penanggulangan
            kebakaran.
           Risiko Internalisasi Corporate Culture, dengan mitigasi risiko berupa kegiatan sosialisasi
            AKHLAK untuk seluruh karyawan pada tahun 2024, melakukan survei AKHLAK yang
            diinisiasi oleh SIG pada tahun 2024 dan melakukan survei keterikatan karyawan.

           Risiko kepatuhan pada regulasi, dengan mitigasi risiko berupa (1) Pembentukan
            compliance partners di seluruh unit kerja sebagai upaya meningkatkan pemahaman
            personel terkait regulasi berlaku dengan pununjukan mitra kupatuhan di setiap unit kerja;


                                                                                                         5-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 80
            identifikasi regulasi di setisp proses bisnis/unit kerja; identifikasi mandatory regulasi;
            pemantauan pemenuhan kepatuhan; (2) Analisa reviu regulasi eksternal dan internal
            termasuk analisa kepatuhan terhadap aksi korporasi agar sesuai dengan regulasi berlaku
            dengan Identifikasi regulasi terkait dan perkembangan regulasi; analisis/kajian regulasi;
            penyempurnaan kebijakan internal perusahaan/aksi korporasi; dan (3) Penyusunan
            sistem kepatuhan hukum perusahaan berbasis digitalisasi dengan melibatkan konsultan
            berpengalaman seperti persiapan pengadaan, proses pengadaan, FGD dangan
            konsultan, dan pelaksanaan penyusunan sistem kepatuhan.
           Risiko keuangan, dengan mitigasi risiko berupa (1) Memberikan informasi kepada unit
            kerja pengguna anggaran terkait target RKAP yang telah disetejui untuk masing-masing
            unit kerja pengguna anggaran; (2) Penyampaian atas pencapaian kinerja keuangan
            bulanan kepada pengguna anggaran sebagai kontrol dalam merealisasikan angggaran
            biaya yang akan digunakan; (3) Berkoordinasi dengan unit kerja pengguna anggaran atas
            realisasi biaya yang telah digunakan; (4) Persiapan/proses pekerjaan: Membuat
            perencanaan, mengidentifikasi hal-hal yang berhubungan perkiraan biaya, membuat list
            apa saja yang diperlukan untuk perubahan, optimalisasi sumber daya dan tahapan
            pelaksanaan pekerjaaan secara mandiri yang dilakukan oleh personil yang berkompeten
            atau menggunakan jasa konsultan agar program Capex dapat berjalan sesuai yang telah
            di rencanakan; dan (5) Anggaran/biaya: Menyiapkan kontingensi/cadangan anggaran,
            negosiasi dan manajemen vendor untuk mendapatkan nilai proyek yang paling optimal
            dan untuk meminimalisir terjadinya pekerjaan tambahan yang berdampak pada
            bertambahnya biaya/anggaran.
           Risiko sumber daya manusia (SD), dengan mitigasi risiko berupa melaksanakan pelatihan,
            sertifikasi dan diklat lainnya terkait peningkatan kinerja karyawan yang bertujuan untuk
            meningkatkan kesadaran dan kompetansi karyawan dengan melaksanakan diklat,
            coaching dan counseling serta mengubah mindset karyawan dari product driven menjadi
            business driven.



5.2    TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN, SOSIAL DAN TATA KELOLA PERSEROAN

       Sebagai bagian dari corporate citizen yang juga merupakan emiten publik, Perseroan memiliki
       komitmen untuk turut berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan melalui program
       kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengacu pada undang
       undang dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, sebagai bagian dari BUMN, Perseroan
       memiliki komitmen untuk senantiasa mengimplementasikan program dan kegiatan TJSL
       secara sistematis dan terpadu untuk menjamin pelaksanaan, pencapaian keberhasilan serta
       pengelolaan dampak program TJSL sesuai dengan prioritas dan/atau pencapaian dari tujuan
       Program TJSL BUMN yang berpedoman pada rencana kerja, sebagaimana yang tertuang
       dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-1/MBU/03/2023 Tahun 2023
       tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan
       Usaha Milik Negara.

                                                                                                         5-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 81
       Dalam mendukung kinerja keberlanjutan, Perseroan telah menetapkan sasaran untuk
       mengurangi konsumsi energi thermal (thermal consumption) dan listrik (electrical comsumtion).
       Target untuk penurunan konsumsi thermal ditetapkan menjadi 800 kcal/kg terak, sedangkan
       konsumsi listrik ditargetkan mencapai 82,23 kWh/ton semen pada tahun 2024. Di samping itu,
       Perseroan juga berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi tidak terbarukan dengan
       menetapkan target Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 2,67% melalui pemanfaatan
       bahan bakar alternatif sebagai pengganti batu bara, serta merealisasikan pembangunan
       Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 22,98 kWp untuk menekan
       penggunaan energi listrik. Hingga 31 Desember 2024, Perseroan juga merealisasi penyaluran
       Program TJSL BUMN Semen Baturaja tercatat sebesar Rp2,4 miliar dan penyalurannya telah
       dialokasikan keempat pilar dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau
       Sustainable Development Goals (SDGs). Perseroan juga menyalurkan beberapa bantuan
       seperti bantuan Sarana Prasarana Pemadam Kebakaran untuk Pemda OKU dan Kegiatan
       Tanggap Bencana Banjir di Kabupaten OKU.

       Dalam aspek sosial, demi memajukan perkembangan masyarakat di Indonesia, sekaligus
       mengurangi masyarakat pengangguran, Perseroan mengutamakan perekrutan tenaga kerja
       Indonesia dalam mendukung kegiatan operasionalnya. Selain itu, Perseroan senantiasa
       berkomitmen menjalankan praktik yang bisnis yang bersih dan bebas dari potensi korupsi dan
       suap serta mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Upaya untuk
       mengatasi praktik korupsi, balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi di
       lingkungan, Perseroan telah menetapkan berbagai kebijakan dan pedoman, yaitu Kebijakan
       Anti Penyuapan, Pedoman GCG, Pedoman Perilaku dan Pedoman Pengendalian Gratifikasi.

       Komitmen anti korupsi diwujudkan melalui penanda tanganan Surat Pernyataan Kepatuhan
       Pedoman Perilaku dan Pakta Integritas oleh pengurus, karyawan serta mitra kebijakan
       pendukung lainnya yaitu SOP Uji Kelayakan dan SOP Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing
       System. Perseroan juga telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
       (SMAP) sesuai dengan standar SNI ISO 37001:2016 sebagai wujud penerapan tata kelola
       perusahaan yang baik. Langkah ini bertujuan untuk membangun lingkungan kerja yang bersih
       dari praktik penyuapan dan korupsi.

       Untuk memastikan efektivitas penerapan tata kelola yang baik, Perseroan mengukur efektivitas
       tersebut secara rutin oleh SIG setiap tahunnya. Penilaian dilakukan menggunakan parameter
       berdasarkan ASEAN Governance Scorecard (ACGS), tahun 2024 Perseroan memperoleh skor
       sebesar 92,84 atau setara predikat “Very Good” yang mana mengalami peningkatan dari tahun
       sebelumnya dengan skor 88,51. Peningkatan skor ini menandakan peluang baik bagi
       Perseroan untuk terus meningkatkan kualitas implementasi GCG, dengan menerapkan tindak
       lanjut terhadap rekomendasi-rekomendasi berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.

       Untuk menjaga efisiensi dan efektivitas tata kelola, Perseroan terus memperkuat acuan dan
       panduan pelaksanaan GCG, salah satunya melalui pembaruan dan penyusunan Soft Structure
       GCG. Sepanjang tahun 2024, beberapa dokumen penting yang diperbarui dan disusun antara

                                                                                                       5-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 82
       lain: (1) Pedoman Tata Kelola Perseroan yang Baik (Good Corporate Governance) Nomor:
       M/SMBR/GRC/001 Tanggal 25 Maret 2024; (2) Pedoman Perilaku Etika Nomor:
       M/SMBR/GRC/004 Tanggal 25 Maret 2024; (3) Piagam Manajemen Risiko yang disahkan pada
       Tanggal 1 Desember 2024; (4) Pedoman Manajemen Risiko Nomor: M/SMBR/GRC/006
       Tanggal 2 Desember 2024; (5) Prosedur Penerapan Manajemen Risiko Nomor: P/SMBR/
       GRC/001 Tanggal 1 April 2024; dan (6) Instruksi Kerja Pelaksanaan Reviu Dokumen Soft
       Structure GCG Nomor: IK/SMBR/GRC/01 Tanggal 1 November 2024.

       Selain itu, Perseroan juga secara aktif melakukan sosialisasi Soft Structure GCG melalui
       berbagai media komunikasi internal, termasuk blasting email dan kanal informasi yang berlaku.
       Komitmen terhadap kepatuhan GCG juga diperkuat dengan adanya penandatanganan surat
       pernyataan kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku, yang juga diwajibkan bagi rekan bisnis.
       Untuk meningkatkan pengendalian gratifikasi, Perseroan melaksanakan bimbingan teknis
       mengenai pengendalian gratifikasi secara mandiri bagi karyawan melalui platform e-learning
       www.aclc.kpk.go.id. Upaya ini juga didukung dengan pelaksanaan uji kelayakan terhadap
       karyawan dan rekan bisnis, yang bertujuan memperkuat implementasi Sistem Manajemen Anti
       Penyuapan (SMAP). Sebagai bentuk evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, Perseroan akan
       melaksanakan Surveillance Audit SNI ISO 37001:2016 pada 21-22 November 2024.

       Penerapan standar etika dan budaya kerja sesuai dengan ketentuan serta peraturan
       perundang-undangan yang berlaku menjadi faktor penting dalam peningkatan efektivitas GCG.
       Perseroan meyakini bahwa implementasi tata kelola yang baik tidak hanya menciptakan
       budaya tata kelola yang kuat, tetapi juga meningkatkan reputasi, kepercayaan, serta nilai
       tambah bagi para pemangku kepentingan. Kepercayaan ini menjadi salah satu fondasi utama
       dalam menjalankan bisnis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable
       growth). Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja tata kelola yang diterapkan di
       seluruh lini, Perseroan berhasil meraih penghargaan TOP GRC Award 2024 – 4 Stars serta
       The Most Committed GRC Leader 2024 pada 11 September 2024.




                                                                                                       5-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 83
BAB 6.          ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA
                TRANSAKSI


1)   Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah
     bahwa (i) Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan dapat mendukung integrasi Perseroan dan
     SIG, sebagai upaya untuk menciptakan nilai tambah grup, efisiensi biaya dan kinerja yang lebih
     baik; dan (ii) Dengan adanya internalisasi biaya ke SIG, Perseroan memperoleh manfaat berupa
     kemampuan untuk memfokuskan sumber daya dan manajemen pada kegiatan bisnis inti,
     sehingga meningkatkan efektivitas dan nilai tambah operasional. Sementara risiko dari Rencana
     Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan di SIG
     berpotensi meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap SIG yang dapat mengurangi
     fleksibilitas serta kemandirian Perseroan dalam pengambilan keputusan operasional.

2)   Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Rencana Transaksi bagi
     Perseroan adalah bahwa (i) Perseroan mampu meningkatkan efisiensi operasional yang dapat
     diperoleh melalui internalisasi biaya-biaya di SIG; dan (ii) Penurunan biaya berpotensi
     memperbaiki kondisi keuangan, persepsi kinerja, dan mendukung stabilitas arus kas sehingga
     Perseroan dapat lebih fokus pada kegiatan operasional inti dan peningkatan pendapatan.
     Kerugian dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa Perseroan masih harus
     mengeluarkan biaya tambahan margin sebesar 8,2% kepada SIG atas beban proses jasa
     pengadaan.

3)   Konsumsi semen kemasan pada tahun 2024 menurun sebesar 3,1%, sedangkan konsumsi semen
     curah meningkat sebesar 4,4%. Secara nasional penjualan semen turun 0,9%, dengan permintaan
     semen kemasan dan semen curah di Indonesia pada 2024 masing-masing sebesar 69% dan 31%.
     Kapasitas terpasang industri semen nasional mencapai 119,9 juta ton per tahun. Tahun 2024,
     volume penjualan semen domestik mencapai 64,9 juta ton, turun 0,9% dibandingkan dengan 65,5
     juta ton yang terjual tahun 2023. Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 10,4% menjadi 11,9
     juta ton. Penurunan penjualan semen disebabkan oleh melemahnya daya beli. Selain itu,
     perlambatan permintaan semen juga disebabkan oleh pelemahan sektor konstruksi akibat
     penurunanan proyek-proyek pemerintah di Jawa dan wilayah lain. Pasar semen utama, seperti
     Jawa, mulai mengalami penurunan 0,1%, dengan volume mencapai 33,5 juta ton, hampir sama
     dengan tahun 2023. Sementara itu, pada tahun 2024, pasar Kalimantan masih tumbuh sebesar
     11,2%, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 22,1% pada tahun
     2023. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi anggaran proyek
     infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas konstruksi.




                                                                                                      6-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 84
4)   Berdasarkan perbandingan rasio tingkat profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio
     tingkat profitabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat
     profitabilitas historisnya mengalami peningkatan, kecuali marjin laba kotor yang mengalami
     penurunan. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana
     Transaksi dengan historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan
     rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan
     setelah Rencana Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
     likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
     Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
     perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
     sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan
     rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya, kecuali rasio kas yang mengalami penurunan. Secara
     umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan
     historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat solvabilitas antara
     rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata
     historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER.
     Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan
     historis atas rasio tingkat solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut
     sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam
     kewajaran.

5)   Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dari sisi
     pengukuran profitabilitas, rata-rata marjin kotor, marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih
     antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar 0,19%, 0,20%
     dan 0,15%, berturut-turut. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on
     equity), ROA (return on assets), dan ROIC (return on invested capital) antara tanpa dan dengan
     Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,07% dan 0,08%,
     berturut-turut. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat
     (quick ratio) antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing
     sebesar 0,04x. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio)
     antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak mengalami perubahan. Sedangkan rata-rata
     DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami penurunan
     sebesar 0,01%. Sehingga dapat diindikasikan bahwa setelah Rencana Transaksi, posisi keuangan
     Perseroan masih relatif baik.

6)   Berdasarkan proforma laporan keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi, pengukuran tingkat
     likuiditas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila
     Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi
     tidak dilakukan. Namun demikian, tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio
     cepat dan rasio lancar apabila Rencana Transaksi dilakukan masih berada diatas 100%.
     Sementara tingkat solvabilitas Perseroan relatif mengalami penurunan sebagaimana diindikasikan


                                                                                                             6-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 85
     dari DER dan DAR apabila Rencana Transaksi dilakukan dibandingkan apabila Rencana
     Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat rentabilitas Perseroan berubah
     sebagaimana diindikasikan dari ROA dan ROE apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami
     peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Kemudian, pengukuran
     tingkat profitabilitas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari marjin laba kotor, marjin
     sebelum pajak, dan marjin laba bersih apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami
     peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum
     dapat diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Rencana Transaksi dilakukan
     masih relatif baik.

7)   Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan
     Perseroan menghasilkan laba bersih antara apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan dengan
     apabila Rencana Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang
     sebesar 10,40%, nilai kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat
     diindikasikan bahwa Rencana Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi
     Perseroan.




                                                                                                         6-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 86
BAB 7.         KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi
pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat
bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.


Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.


Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST.




                                                                                                    7-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 87
                                        LAMPIRAN

1) Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
2) Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
3) Proyeksi laporan arus kas Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
4) Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah Rencana Transaksi;
5) Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi;
6) Proyeksi laporan arus kas Perseroan setelah Rencana Transaksi;
7) Perhitungan tingkat diskonto Perseroan.
Page 88
1)   Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI


                          Uraian                  31-Dec-25         31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30


     Pendapatan                                     1.130.443.049    2.565.895.381    2.688.846.927    2.817.730.016    2.952.831.613    3.094.452.581

     Beban pokok pendapatan                          -744.651.216   -1.660.640.347   -1.746.279.542   -1.829.970.170   -1.895.476.281   -1.968.573.798

     Laba (rugi) bruto                               385.791.833       905.255.034      942.567.384      987.759.846    1.057.355.332    1.125.878.783

     Beban penjualan                                 -138.211.015     -314.443.238     -317.908.848     -321.417.582     -324.970.075     -328.566.971
     Beban umum & administrasi                       -109.858.333     -246.637.668     -250.793.922     -255.034.210     -259.402.227     -263.828.598
     Pendapatan keuangan                                2.201.782        2.377.385        2.538.911        2.798.037        4.644.481        4.065.620
     Beban keuangan                                   -22.512.081      -43.848.844      -28.143.400      -16.824.553      -13.151.169      -13.414.192
     Pendapatan (beban) operasi lainnya                 3.312.946       13.129.650       13.576.059       14.037.645       14.514.925       15.008.432

     Laba (rugi) sebelum beban pajak                 120.725.131       315.832.320      361.836.183      411.319.184      478.991.267      539.143.075

     Beban pajak penghasilan                          -29.505.137      -75.555.627      -87.455.771      -99.339.126     -114.587.656     -128.977.595

     Laba (rugi) tahun berjalan                       91.219.994       240.276.693      274.380.412      311.980.057      364.403.610      410.165.480

     Jumlah laba komprehensif tahun berjalan          91.219.994       240.276.693      274.380.412      311.980.057      364.403.610      410.165.480
Page 89
2)   Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI


                            Uraian                          31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30


     Aset                                                    4.875.017.288    4.943.055.466    5.106.979.906    5.356.105.862    5.760.521.258    6.226.311.157

       Aset lancar                                           1.139.014.178    1.299.821.107    1.370.318.590    1.447.315.976    1.489.201.590    1.495.057.181
        Kas & setara kas                                        28.280.818       64.467.030      149.201.740      156.691.543      209.808.941      312.570.467
        Piutang usaha                                          870.567.124      958.709.395      907.805.746      931.309.031      868.659.239      711.622.248
        Piutang lain-lain                                        3.769.973        4.151.671        3.931.234        4.033.015        3.761.711        3.081.666
        Persediaan                                             217.166.150      252.361.218      289.768.813      335.430.896      387.761.103      450.178.665
        Pajak lain-lain dibayar dimuka                           8.905.745        9.807.425        9.286.689        9.527.124        8.886.228        7.279.768
        Beban dibayar dimuka & uang muka                         9.440.408        9.440.408        9.440.408        9.440.408        9.440.408        9.440.408
        Aset keuangan lancar lainnya                               883.960          883.960          883.960          883.960          883.960          883.960

       Aset tidak lancar                                     3.736.003.109    3.643.234.359    3.736.661.315    3.908.789.886    4.271.319.668    4.731.253.975
        Aset pajak tangguhan                                    15.523.266       14.973.894       14.423.701       13.872.687       13.320.851       12.768.190
        Investasi pada entitas asosiasi                             25.000           25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
        Aset tetap & tanah pertambangan                      3.539.756.514    3.463.933.918    3.574.332.420    3.763.457.965    4.143.010.188    4.619.992.440
        Aset hak guna                                           77.215.948       64.481.431       51.727.813       38.955.064       26.163.157       13.352.061
        Aset tidak lancar lainnya                              103.482.382       99.820.116       96.152.381       92.479.169       88.800.473       85.116.284

     Liabilitas & ekuitas                                    4.875.017.288    4.943.055.466    5.106.979.906    5.356.105.862    5.760.521.258    6.226.311.157

       Liabilitas jangka pendek                                794.569.435      754.281.890      697.669.653      618.299.689      628.061.687      650.961.737
         Utang usaha                                           456.816.230      449.308.068      439.742.960      445.203.518      451.239.808      459.829.308
         Utang lain-lain                                        15.138.532       14.889.717       14.572.737       14.753.695       14.953.733       15.238.383
         Utang pajak                                            30.071.895       49.649.593       59.742.955       69.822.076       82.755.442       94.960.575
         Beban yang masih harus dibayar                         35.905.046       47.879.452       60.138.613       60.138.613       60.138.613       60.138.613
         Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 29.743.597       30.488.311       31.233.024       23.041.175       15.403.729       16.881.882
         Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun      220.000.000      155.000.000       85.000.000                0                0                0
         Liabilitas sewa                                         6.894.136        7.066.749        7.239.363        5.340.611        3.570.362        3.912.976

       Liabilitas jangka panjang                               665.519.838      533.568.869      479.725.134      496.240.997      526.490.784      559.215.153
         Liabilitas pajak tangguhan                            176.326.342      187.797.851      201.076.144      216.158.670      233.556.360      253.138.856
         Pinjaman bank jangka panjang                          235.871.036       80.871.036                0                0                0                0
         Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                82.250.671       82.329.582       83.013.912       83.123.941       83.718.898       84.340.610
         Provisi untuk restorasi                                57.551.152       61.419.459       65.814.615       66.259.797       70.383.284       74.595.257
         Liabilitas sewa                                       113.520.638      121.150.941      129.820.463      130.698.590      138.832.241      147.140.430

       Ekuitas                                               3.414.928.014    3.655.204.707    3.929.585.119    4.241.565.176    4.605.968.786    5.016.134.267
        Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
        Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
        Komponen ekuitas lainnya                               -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694
        Saldo laba                                           1.223.705.040    1.463.981.733    1.738.362.144    2.050.342.201    2.414.745.812    2.824.911.292
        Kepentingan non-pengendali                                 -22.549          -22.549          -22.549          -22.549          -22.549          -22.549
Page 90
3)   Proyeksi laporan arus kas Perseroan sebelum Rencana Transaksi;

     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI


                          Uraian                        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30


     Arus kas dari aktivitas operasi                      -121.598.021      314.024.515      478.317.100      427.959.286      568.169.905      713.087.182
       Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan       91.219.994      240.276.693      274.380.412      311.980.057      364.403.610      410.165.480
       Depresiasi                                          -73.425.336      161.728.905      161.971.498      162.214.455      162.457.777      162.701.464
       Perubahan modal kerja
         Piutang usaha                                    -194.174.581      -88.142.271       50.903.649      -23.503.285       62.649.792      157.036.992
         Piutang lain-lain                                    -840.869         -381.698          220.437         -101.780          271.304          680.045
         Persediaan                                         58.050.108      -35.195.068      -37.407.595      -45.662.083      -52.330.207      -62.417.563
         Pajak lain-lain dibayar dimuka                     -1.986.371         -901.680          520.735         -240.434          640.896        1.606.460
         Beban dibayar dimuka                                1.160.389                0                0                0                0                0
         Aset lancar lainnya                                   108.654                0                0                0                0                0
         Aset pajak tangguhan                               -5.557.719          549.372          550.192          551.014          551.837          552.661
         Utang usaha                                       -16.012.099       -7.508.162       -9.565.107        5.460.557        6.036.290        8.589.501
         Utang lain-lain                                      -530.628         -248.815         -316.980          180.959          200.038          284.649
         Utang pajak                                            54.145       19.577.698       10.093.362       10.079.121       12.933.366       12.205.133
         Beban yang masih harus dibayar                    -13.786.263       11.974.406       12.259.161                0                0                0
         Liabilitas imbalan kerja                           33.113.446          823.625        1.429.043       -8.081.820       -7.042.489        2.099.864
         Liabilitas pajak tangguhan                          1.009.109       11.471.510       13.278.293       15.082.526       17.397.690       19.582.495

     Arus kas dari aktivitas investasi                     180.661.228      -69.509.526     -255.948.647     -334.894.040     -525.539.396     -623.188.432
       Aset tetap & tanah pertambangan                     287.208.395      -85.906.310     -272.370.000     -351.340.000     -542.010.000     -639.683.716
       Aset hak guna                                       -69.497.876       12.734.516       12.753.618       12.772.749       12.791.908       12.811.096
       Aset tidak lancar lainnya                           -37.049.291        3.662.267        3.667.735        3.673.211        3.678.696        3.684.189

     Arus kas dari aktivitas pendanaan                     -44.233.238     -208.328.776     -137.633.743      -85.575.444       10.486.889       12.862.777
       Pinjaman bank jangka panjang                        -55.000.000     -220.000.000     -150.871.036      -85.000.000                0                0
       Liabilitas sewa                                       7.837.159        7.802.917        8.842.136       -1.020.625        6.363.401        8.650.804
       Provisi untuk restorasi                               1.719.593        3.868.307        4.395.157          445.181        4.123.488        4.211.973
       Komponen ekuitas lainnya                              1.209.636                0                0                0                0                0
       Kepentingan non-pengendali                                  376                0                0                0                0                0

     Arus kas bersih                                        14.829.969       36.186.212       84.734.709        7.489.803       53.117.398      102.761.526

     Kas & setara kas awal tahun                            13.450.849       28.280.818       64.467.030      149.201.740      156.691.543      209.808.941

     Kas & setara kas akhir tahun                           28.280.818       64.467.030      149.201.740      156.691.543      209.808.941      312.570.467
Page 91
4)   Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah Rencana Transaksi;

     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI


                          Uraian                   31-Dec-25        31-Dec-26         31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29        31-Dec-30


     Pendapatan                                     1.130.443.049     2.565.895.381    2.688.846.927    2.817.730.016    2.952.831.613    3.094.452.581

     Beban pokok pendapatan                          -744.651.216    -1.653.409.762   -1.738.910.218   -1.824.320.162   -1.889.826.273   -1.963.247.224

     Laba (rugi) bruto                                385.791.833      912.485.619       949.936.709      993.409.854    1.063.005.340    1.131.205.357

     Beban penjualan                                 -138.211.015      -314.422.644     -317.888.254     -321.398.184     -324.950.676     -328.547.572
     Beban umum & administrasi                       -109.858.333      -246.398.791     -250.467.429     -254.627.482     -258.910.664     -263.253.556
     Pendapatan keuangan                                2.201.782         2.377.385        2.538.911        2.798.037        4.644.481        4.065.620
     Beban keuangan                                   -22.512.081       -43.848.844      -28.143.400      -16.824.553      -13.151.169      -13.414.192
     Pendapatan (beban) operasi lainnya                 3.312.946        13.129.650       13.576.059       14.037.645       14.514.925       15.008.432

     Laba (rugi) sebelum beban pajak                  120.725.131      323.322.375       369.552.596      417.395.317      485.152.236      545.064.088

     Beban pajak penghasilan                          -29.505.137       -77.347.450      -89.301.746     -100.792.702     -116.061.527     -130.394.061

     Laba (rugi) tahun berjalan                        91.219.994      245.974.925       280.250.850      316.602.615      369.090.709      414.670.027

     Jumlah laba komprehensif tahun berjalan           91.219.994      245.974.925       280.250.850      316.602.615      369.090.709      414.670.027
Page 92
5)   Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi;
     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI


                            Uraian                          31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-30        31-Dec-30


     Aset                                                    4.875.017.288    4.946.623.777    5.116.334.065    5.371.217.323    5.780.340.112    6.250.900.588

       Aset lancar                                           1.139.014.178    1.303.389.418    1.379.672.750    1.462.427.437    1.509.020.444    1.519.646.613
        Kas & setara kas                                        28.280.818       71.957.086      162.616.384      174.336.346      232.161.138      339.369.808
        Piutang usaha                                          870.567.124      958.709.395      907.805.746      931.309.031      868.659.239      711.622.248
        Piutang lain-lain                                        3.769.973        4.151.671        3.931.234        4.033.015        3.761.711        3.081.666
        Persediaan                                             217.166.150      248.439.473      285.708.328      332.897.553      385.227.760      447.968.756
        Pajak lain-lain dibayar dimuka                           8.905.745        9.807.425        9.286.689        9.527.124        8.886.228        7.279.768
        Beban dibayar dimuka & uang muka                         9.440.408        9.440.408        9.440.408        9.440.408        9.440.408        9.440.408
        Aset keuangan lancar lainnya                               883.960          883.960          883.960          883.960          883.960          883.960

       Aset tidak lancar                                     3.736.003.109    3.643.234.359    3.736.661.315    3.908.789.886    4.271.319.668    4.731.253.975
        Aset pajak tangguhan                                    15.523.266       14.973.894       14.423.701       13.872.687       13.320.851       12.768.190
        Investasi pada entitas asosiasi                             25.000           25.000           25.000           25.000           25.000           25.000
        Aset tetap & tanah pertambangan                      3.539.756.514    3.463.933.918    3.574.332.420    3.763.457.965    4.143.010.188    4.619.992.440
        Aset hak guna                                           77.215.948       64.481.431       51.727.813       38.955.064       26.163.157       13.352.061
        Aset tidak lancar lainnya                              103.482.382       99.820.116       96.152.381       92.479.169       88.800.473       85.116.284

     Liabilitas & ekuitas                                    4.875.017.288    4.946.623.777    5.116.334.065    5.371.217.323    5.780.340.112    6.250.900.588

       Liabilitas jangka pendek                                794.569.435      752.151.969      695.455.143      617.219.921      627.002.214      650.168.295
         Utang usaha                                           456.816.230      447.246.466      437.599.483      444.158.385      450.214.319      459.061.316
         Utang lain-lain                                        15.138.532       14.821.397       14.501.704       14.719.061       14.919.749       15.212.932
         Utang pajak                                            30.071.895       49.649.593       59.742.955       69.822.076       82.755.442       94.960.575
         Beban yang masih harus dibayar                         35.905.046       47.879.452       60.138.613       60.138.613       60.138.613       60.138.613
         Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 29.743.597       30.488.311       31.233.024       23.041.175       15.403.729       16.881.882
         Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun      220.000.000      155.000.000       85.000.000                0                0                0
         Liabilitas sewa                                         6.894.136        7.066.749        7.239.363        5.340.611        3.570.362        3.912.976

       Liabilitas jangka panjang                               665.519.838      533.568.869      479.725.134      496.240.997      526.490.784      559.215.153
         Liabilitas pajak tangguhan                            176.326.342      187.797.851      201.076.144      216.158.670      233.556.360      253.138.856
         Pinjaman bank jangka panjang                          235.871.036       80.871.036                0                0                0                0
         Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                82.250.671       82.329.582       83.013.912       83.123.941       83.718.898       84.340.610
         Provisi untuk restorasi                                57.551.152       61.419.459       65.814.615       66.259.797       70.383.284       74.595.257
         Liabilitas sewa                                       113.520.638      121.150.941      129.820.463      130.698.590      138.832.241      147.140.430

       Ekuitas                                               3.414.928.014    3.660.902.939    3.941.153.789    4.257.756.404    4.626.847.114    5.041.517.141
        Modal saham                                            993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434      993.253.434
        Tambahan modal disetor                               1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785    1.270.606.785
        Komponen ekuitas lainnya                               -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694      -72.614.694
        Saldo laba                                           1.223.705.040    1.469.679.964    1.749.930.814    2.066.533.430    2.435.624.139    2.850.294.166
        Kepentingan non-pengendali                                 -22.549          -22.549          -22.549          -22.549          -22.549          -22.549
Page 93
6)   Proyeksi laporan arus kas Perseroan setelah Rencana Transaksi; dan

     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI


                          Uraian                        31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-30        31-Dec-30


     Arus kas dari aktivitas operasi                      -121.598.021      321.514.570      484.241.688      432.189.446      572.877.299      717.534.325
       Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan       91.219.994      245.974.925      280.250.850      316.602.615      369.090.709      414.670.027
       Depresiasi                                          -73.425.336      161.728.905      161.971.498      162.214.455      162.457.777      162.701.464
       Perubahan modal kerja
         Piutang usaha                                    -194.174.581      -88.142.271       50.903.649      -23.503.285       62.649.792      157.036.992
         Piutang lain-lain                                    -840.869         -381.698          220.437         -101.780          271.304          680.045
         Persediaan                                         58.050.108      -31.273.323      -37.268.855      -47.189.225      -52.330.207      -62.740.997
         Pajak lain-lain dibayar dimuka                     -1.986.371         -901.680          520.735         -240.434          640.896        1.606.460
         Beban dibayar dimuka                                1.160.389                0                0                0                0                0
         Aset lancar lainnya                                   108.654                0                0                0                0                0
         Aset pajak tangguhan                               -5.557.719          549.372          550.192          551.014          551.837          552.661
         Utang usaha                                       -16.012.099       -9.569.764       -9.646.983        6.558.901        6.055.934        8.846.997
         Utang lain-lain                                      -530.628         -317.134         -319.693          217.357          200.689          293.183
         Utang pajak                                            54.145       19.577.698       10.093.362       10.079.121       12.933.366       12.205.133
         Beban yang masih harus dibayar                    -13.786.263       11.974.406       12.259.161                0                0                0
         Liabilitas imbalan kerja                           33.113.446          823.625        1.429.043       -8.081.820       -7.042.489        2.099.864
         Liabilitas pajak tangguhan                          1.009.109       11.471.510       13.278.293       15.082.526       17.397.690       19.582.495

     Arus kas dari aktivitas investasi                     180.661.228      -69.509.526     -255.948.647     -334.894.040     -525.539.396     -623.188.432
       Aset tetap & tanah pertambangan                     287.208.395      -85.906.310     -272.370.000     -351.340.000     -542.010.000     -639.683.716
       Aset hak guna                                       -69.497.876       12.734.516       12.753.618       12.772.749       12.791.908       12.811.096
       Aset tidak lancar lainnya                           -37.049.291        3.662.267        3.667.735        3.673.211        3.678.696        3.684.189

     Arus kas dari aktivitas pendanaan                     -44.233.238     -208.328.776     -137.633.743      -85.575.444       10.486.889       12.862.777
       Pinjaman bank jangka panjang                        -55.000.000     -220.000.000     -150.871.036      -85.000.000                0                0
       Liabilitas sewa                                       7.837.159        7.802.917        8.842.136       -1.020.625        6.363.401        8.650.804
       Provisi untuk restorasi                               1.719.593        3.868.307        4.395.157          445.181        4.123.488        4.211.973
       Komponen ekuitas lainnya                              1.209.636                0                0                0                0                0
       Kepentingan non-pengendali                                  376                0                0                0                0                0

     Arus kas bersih                                        14.829.969       43.676.268       90.659.298       11.719.962       57.824.792      107.208.670

     Kas & setara kas awal tahun                            13.450.849       28.280.818       71.957.086      162.616.384      174.336.346      232.161.138

     Kas & setara kas akhir tahun                           28.280.818       71.957.086      162.616.384      174.336.346      232.161.138      339.369.808
Page 94
7)   Perhitungan tingkat diskonto Perseroan.

     PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
     WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL (WACC) AS AT 30 JUNE 2025


                                Description                       Return


     Cost of debt (before tax)                                          8,96%
     Risk-free rate (before tax)                                        7,03%
     Beta unlevered                                                     0,7172
     Beta relevered                                                     0,9378
     Equity risk premium                                                7,03%
     Default spread                                                     1,87%
     Cost of equity (before specific risk)                             11,75%
     Company specific risk premium                                      0,00%
     Cost of equity (after size and company specific risks)            11,75%
     DER                                                               39,44%
     Target for debt portion                                           28,28%
     Target for equity portion                                         71,72%
     WACC                                                              10,40%

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.36 MB
Published5 Jan 2026
Pages94
Characters295,082
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SEMEN BATURAJA TBK p.1 ×251
linked person Amir Abadi Jusuf p.4 ×2
linked org Jakarta Selatan, DKI Jakarta p.24 ×2
linked org PT Asuransi Jiwa IFG p.29
linked person Suherman Yahya p.29 ×2
linked person Inosentius Samsul p.30
linked person Feryzal Adham p.30
linked person Chowadja Sanova p.30
linked person Dzulfikar Ahmad p.30
linked person Rahmat Hidayat p.30
linked person Lydia Silvanna Djaman p.32 ×2
linked person Andriano Hosny P p.32
linked person Satya Bhakti Parikesit p.33
linked person Agung Budi Mulyanto p.33
linked person Andriano Hosny Panangian p.33
linked — Heidelberg Materials p.43
linked org PT Solusi Bangun Indonesia p.59
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.2 ×25
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.27 ×5
possible person Reni Wulandari p.32 ×2
possible person Sigit Widyawan p.33
possible person Christina Aryani p.33
possible person Ratna Irsana p.33
possible person Saor Siagian p.33
possible person Indrieffouny Indra p.33
possible person Dicky Saelan p.33
possible person Dennis Pratistha p.33
possible person Sigit Prastowo p.33
possible person Hadi Setiadi p.33
possible org pemerintah Republik Indonesia p.74
unresolved org Menteri Keuangan RI p.1
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Firman p.2 ×2
unresolved org Hartomo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP FAST p.2 ×17
unresolved org Milik Negara p.2 ×4
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PT Pratama Indomitra Konsultan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia p.4 ×2
unresolved org LRXR p.4 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.4 ×2
unresolved org Mawar & Rekan p.4 ×2
unresolved org AAMR p.4 ×7
unresolved person Aulia Taufan p.6 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.6 ×4
unresolved person Penanggung Jawab Suzy Israwati p.8 ×3
unresolved person Reviewer Hanandewa p.8
unresolved org Kota Nusantara p.9 ×5
unresolved org Bapepam-LK p.16 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Republik Indonesia DAR p.16
unresolved org Hartomo & Rekan p.16
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.16
unresolved person Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal · Notaris p.29
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.29 ×2
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani · Notaris p.29 ×4
unresolved org PT Semen Gresik (Persero) p.32 ×2
unresolved person Juliaan Nimrod Siregar · Notaris p.32
unresolved person Hana Tresna Widjaja · Notaris p.32
unresolved org Menteri Hukum dan Hak p.32
unresolved org Kementerian Hukum RI p.32
unresolved — (Rp juta) p.32
unresolved org Bank Indonesia p.34 ×11
unresolved org Bank Indonesia Di p.34
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen p.35
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.38
unresolved org Millennium Challenge Corporation p.39
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.48
unresolved org Kementerian BUMN p.53
unresolved org Menteri BUMN No. SE- p.53
unresolved org Milik Negara. Nilai-nilai p.53
unresolved org PT Semen Padang p.59
unresolved person Prof. Aswath Damodaran p.74 ×2
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- p.80

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 6667 ms 12 Sep 2026 22:32
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'SERVICE',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi '
                            'penyediaan jasa sentralisasi kegiatan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi penyediaan jasa '
                'sentralisasi kegiatan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result