Back to announcement
20260105_SMBR_Informasi Transaksi Afiliasi_32016725_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review SMBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 94
Page 1
LAPORAN
PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
PT SEMEN BATURAJA TBK
KA NTO R JA SA P ENILA I PUBLIK
Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1359/KM.1/2009, No. Izin 2.09.0074
Jakarta Branch Office :
Jl. Kendal No. 19, Menteng, Jakarta 10310, Indonesia
Telp. (021) 31908422, 3140626 Fax. (021) 31908421
Email : corsec@fastvalue.co.id, fast.kjpp@gmail.com
Page 2
Jakarta, 30 Desember 2025 No. Laporan: 00106/2.0074-02/BS/04/0097/1/XII/2025 Kepada Yth. Direksi PT SEMEN BATURAJA TBK Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati Palembang – 30258 Perihal: PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI Dengan hormat, Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan (“KJPP FAST”), sebagaimana yang tercantum dalam Purchase Order (PO) No. 4100016425, tanggal 18 Desember 2025 dari PT Semen Baturaja Tbk (“Perseroan”), dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah memberikan pendapat independen atas kewajaran rencana transaksi sentralisasi pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). LATAR BELAKANG Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-listed company), yang bergerak dalam bidang industri semen, termasuk produksi, distribusi dan jasa lainnya terkait industri semen. Berdasarkan informasi yang kami terima, dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah, efisiensi dan kinerja SIG secara grup, SIG sebagai pemegang saham terbanyak Perseroan dan sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semen menetapkan strategi sentralisasi kegiatan pengelolaan pengadaan bagi anak perusahaannya, termasuk Perseroan. Untuk itu, SIG selaku holding berencana memberikan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan kepada Perseroan (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”). STATUS PENILAI KJPP FAST merupakan persekutuan perdata (partnership) yang bergerak dalam bidang penilaian properti dan bisnis. KJPP FAST memiliki kompetensi sebagai penilai publik dengan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.09.0074 tanggal 8 Desember 2009, serta telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-865/BL/2010 tanggal 29 Januari 2010. Penilai Publik yang bertanggungjawab adalah Suzy Israwati, MAPPI (Cert.) dengan Izin Penilai No. B-1.09.00097, Register Menteri Keuangan (RMK) No. 2017.00098, Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-14/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Bisnis), dan STTD Profesi Penunjang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) No. 048/NB.122/STTD-P/2017, serta aktif mengikuti pelatihan pengembangan profesi (Continuing Professional Development/CPD) yang disyaratkan. Dalam penugasan ini kami bertindak sebagai penilai independen. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap objek yang dinilai yang bersifat material maupun benturan kepentingan baik aktual maupun bersifat potensial dan imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
Page 3
PEMBERI TUGAS Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan anak usaha dari SIG. Pemberi Tugas berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258, telepon: (0711) – 511261 dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id. PENGGUNA LAPORAN Laporan ini akan digunakan oleh Perseroan. TRANSAKSI AFILIASI Dalam kerangka Rencana Transaksi ini Perseroan dan SIG memiliki sifat hubungan afiliasi sebagai berikut: SIG adalah induk dari Perseroan (dengan kepemilikan 75,51% saham). Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa pelaksanaan Rencana Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun tidak langsung) dengan SIG yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”). Berdasarkan informasi dari Perseroan, Rencana Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi namun bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020. Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat Kewajaran (fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Rencana Transaksi yang disiapkan dan diterbitkan oleh pihak penilai independen. PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM RENCANA TRANSAKSI Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: Perseroan selaku pihak yang akan menggunakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan. SIG selaku pihak yang akan menyediakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat atas kewajaran (fairness opinion) (“Pendapat Kewajaran”) dari Rencana Transaksi tersebut. OBJEK RENCANA TRANSAKSI Objek Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi penyediaan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan oleh SIG kepada Perseroan. TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut adalah pada tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 30 Juni 2025. MASA BERLAKUNYA LAPORAN Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.
Page 4
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang
dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai dengan PO No. 4100016425, tanggal
18 Desember 2025.
PERNYATAAN PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian
Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas Pendapat
Kewajaran.
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan
penyusunan Pendapat Kewajaran dari Transaksi yang mengacu kepada:
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”),
Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”), dan
Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018, Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330
tanggal 1 Maret 2020 (“SPI Edisi VII-2018”).
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah menelaah,
mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan dan SG.
Laporan Kajian Penentuan Harga Transfer Atas Transaksi Penyerahan Jasa Intra-Grup SIG yang
dikeluarkan oleh PT Pratama Indomitra Konsultan (“PIK”) tanggal 30 Mei 2023.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan (“KAP LRXR”),
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00701/2.1460/AU.1/04/1672-3/1/IX/2025 tanggal 4
September 2025, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 yang telah diaudit KAP LRXR, sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00092/2.1460/AU.1/04/1672-2/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025, dengan opini wajar dalam semua
hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (“KAP IR”),
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00040/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal
7 Maret 2024, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
(“KAP AAMR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-
3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00026/2.1030/AU.1/04/1514-2/1/II/2022 tertanggal 15 Februari 2022 dengan opini wajar dalam
semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00068/2.1030/AU.1/1514-1/1/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua
hal yang material.
Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 atas Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Page 5
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi
selama periode 1 Juli 2025 hingga 31 Desember 2030, yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Laporan tahunan (annual report) 2024 dari Perseroan.
Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga tepercaya lain, yang
relevan dengan penugasan.
KONDISI PEMBATAS
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan.
Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan yang
digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau undang-undang
yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau wilayah di mana
Perseroan beroperasi.
2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang, dan
suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi secara material
kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada sumber
utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah diungkapkan.
5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari produk-
produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah diproyeksikan,
atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum dipenuhi.
10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-ketentuan yang
ada.
11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan seluruhnya
untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama periode proyeksi dan
tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
mempengaruhi operasi Perseroan.
13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain yang
terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, dimana Pendapat
Kewajaran tersebut akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses keterbukaan
informasi yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, untuk
kepentingan lain atau dicetak ulang, disebarluaskan, dikutip, atau dirujuk pada setiap saat, dengan
cara atau untuk tujuan apapun tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari kami. Pendapat Kewajaran
bukan merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk melakukan tindakan lainnya
dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh
pemegang saham.
15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami tidak
berkewajiban untuk memperbarui laporan ini atau untuk merevisi analisis dikarenakan kejadian dan
transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang digunakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025.
Page 6
ASUMSI-ASUMSI POKOK Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan evaluasi keuangan dan penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal laporan ini diterbitkan. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan. PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi dari hal-hal sebagai berikut: A. Analisis atas Rencana Transaksi; B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi; C. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi; dan D. Analisis atas faktor lain yang relevan. KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN Terjadi perubahan akta, berdasarkan akta No. 49 tanggal 29 Oktober 2025 dari notaris Aulia Taufan, S.H., dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU-0074780.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 07 November 2025, tentang Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Kejadian penting setelah tanggal penilaian tidak dapat digunakan untuk memutakhirkan nilai dan oleh karenanya pengungkapan atas kejadian penting setelah tanggal penilaian tersebut tidak mempengaruhi penentuan hasil analisis nilai pada saat tanggal penilaian.
Page 7
KESIMPULAN Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar. Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST. Hormat kami, KANTOR JASA PENILAI PUBLIK FIRMAN, SURYANTORO, SUGENG, SUZY, HARTOMO DAN REKAN Registered Business & Property Appraisers Rekan, Suzy Israwati, MAPPI (Cert.) Izin Penilai : B-1.09.00097 Kualifikasi Penilai : Penilai Bisnis STTD Pasar Modal : STTD.PB-14/PJ-1//PM.02/2023 STTD IKNB : 048/NB.122/STTD-P/2017 No. RMK : 2017.00098 No. MAPPI : 92-S-00215
Page 8
PERNYATAAN PENILAI
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi;
3. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian
(Cut-Off Date) 30 Juni 2025;
4. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
6. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi;
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8. Kesimpulan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan
kondisi pembatas; dan
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi diperoleh
dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Nomor Nama Tandatangan
1. Penanggung Jawab
Suzy Israwati, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai: B-1.09.00097
No. MAPPI: 92-S-00215
RMK-2017.00098 …………………………
2. Reviewer
Hanandewa, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai: B-1.19.00537
No. MAPPI: 03-S-01763 …………………………
RMK-2017.00801
3. Penilai
La Halufi
No. MAPPI: 21-P-11195
RMK-2022.04293 …………………………
i
Page 9
RINGKASAN EKSEKUTIF
1. Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah
bahwa (i) Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan dapat mendukung integrasi Perseroan dan
SIG, sebagai upaya untuk menciptakan nilai tambah grup, efisiensi biaya dan kinerja yang lebih
baik; dan (ii) Dengan adanya internalisasi biaya ke SIG, Perseroan memperoleh manfaat berupa
kemampuan untuk memfokuskan sumber daya dan manajemen pada kegiatan bisnis inti, sehingga
meningkatkan efektivitas dan nilai tambah operasional. Sementara risiko dari Rencana Transaksi
bagi Perseroan adalah bahwa sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan di SIG berpotensi
meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap SIG yang dapat mengurangi fleksibilitas serta
kemandirian Perseroan dalam pengambilan keputusan operasional.
2. Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Rencana Transaksi bagi
Perseroan adalah bahwa (i) Perseroan mampu meningkatkan efisiensi operasional yang dapat
diperoleh melalui internalisasi biaya-biaya di SIG; dan (ii) Penurunan biaya berpotensi memperbaiki
kondisi keuangan, persepsi kinerja, dan mendukung stabilitas arus kas sehingga Perseroan dapat
lebih fokus pada kegiatan operasional inti dan peningkatan pendapatan. Kerugian dari Rencana
Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa Perseroan masih harus mengeluarkan biaya tambahan
margin sebesar 8,2% kepada SIG atas beban proses jasa pengadaan.
3. Konsumsi semen kemasan pada tahun 2024 menurun sebesar 3,1%, sedangkan konsumsi semen
curah meningkat sebesar 4,4%. Secara nasional penjualan semen turun 0,9%, dengan permintaan
semen kemasan dan semen curah di Indonesia pada 2024 masing-masing sebesar 69% dan 31%.
Kapasitas terpasang industri semen nasional mencapai 119,9 juta ton per tahun. Tahun 2024,
volume penjualan semen domestik mencapai 64,9 juta ton, turun 0,9% dibandingkan dengan 65,5
juta ton yang terjual tahun 2023. Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 10,4% menjadi 11,9
juta ton. Penurunan penjualan semen disebabkan oleh melemahnya daya beli. Selain itu,
perlambatan permintaan semen juga disebabkan oleh pelemahan sektor konstruksi akibat
penurunanan proyek-proyek pemerintah di Jawa dan wilayah lain. Pasar semen utama, seperti
Jawa, mulai mengalami penurunan 0,1%, dengan volume mencapai 33,5 juta ton, hampir sama
dengan tahun 2023. Sementara itu, pada tahun 2024, pasar Kalimantan masih tumbuh sebesar
11,2%, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 22,1% pada tahun
2023. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi anggaran proyek
infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas konstruksi.
4. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat
profitabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat profitabilitas
historisnya mengalami peningkatan, kecuali marjin laba kotor yang mengalami penurunan. Secara
umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan
historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat
rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan setelah
Rencana Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas
ii
Page 10
historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana
Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan
rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas sebelum Rencana
Transaksi dan setelah Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
likuiditas historisnya, kecuali rasio kas yang mengalami penurunan. Secara umum tidak ada
indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan historis atas rasio
tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat solvabilitas antara rata-rata proyeksi
rasio tingkat solvabilitas setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata historisnya mengalami
perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER. Dan tidak ada indikasi
outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat
solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat disimpulkan
bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.
5. Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dari sisi
pengukuran profitabilitas, rata-rata marjin kotor, marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar 0,19%, 0,20%
dan 0,15%, berturut-turut. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on
equity), ROA (return on assets), dan ROIC (return on invested capital) antara tanpa dan dengan
Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,07% dan 0,08%,
berturut-turut. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick
ratio) antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing
sebesar 0,04x. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio)
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak mengalami perubahan. Sedangkan rata-rata
DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami penurunan
sebesar 0,01%. Sehingga dapat diindikasikan bahwa setelah Rencana Transaksi, posisi keuangan
Perseroan masih relatif baik.
6. Berdasarkan proforma laporan keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi, pengukuran tingkat
likuiditas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila
Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi
tidak dilakukan. Namun demikian, tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio
cepat dan rasio lancar apabila Rencana Transaksi dilakukan masih berada diatas 100%.
Sementara tingkat solvabilitas Perseroan relatif mengalami penurunan sebagaimana diindikasikan
dari DER dan DAR apabila Rencana Transaksi dilakukan dibandingkan apabila Rencana Transaksi
tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat rentabilitas Perseroan berubah sebagaimana
diindikasikan dari ROA dan ROE apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan
dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Kemudian, pengukuran tingkat
profitabilitas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari marjin laba kotor, marjin sebelum
pajak, dan marjin laba bersih apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan
dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum dapat
diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Rencana Transaksi dilakukan masih relatif
baik.
iii
Page 11
7. Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan Perseroan
menghasilkan laba bersih antara apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan dengan apabila
Rencana Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang sebesar
10,40%, nilai kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat
diindikasikan bahwa Rencana Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi
Perseroan.
iv
Page 12
DAFTAR ISI
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1-1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................... 1-1
1.2 Pemberi Tugas ..................................................................................................................... 1-1
1.3 Pengguna Laporan ............................................................................................................... 1-1
1.4 Transaksi Afiliasi .................................................................................................................. 1-1
1.5 Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi.......................................................... 1-2
1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................... 1-2
1.7 Objek Rencana Transaksi .................................................................................................... 1-2
1.8 Tanggal Efektif (Cut-Off Date) Pendapat Kewajaran ........................................................... 1-2
1.9 Masa Berlakunya Laporan ................................................................................................... 1-2
1.10 Independensi Penilai ............................................................................................................ 1-2
1.11 Pernyataan Penilai ............................................................................................................... 1-3
1.12 Ruang Lingkup ..................................................................................................................... 1-3
1.13 Data dan Informasi Yang Digunakan ................................................................................... 1-3
1.14 Kondisi Pembatas ................................................................................................................ 1-4
1.15 Asumsi-Asumsi Pokok ......................................................................................................... 1-6
1.16 Pendekatan dan Prosedur Analisis Kewajaran .................................................................... 1-6
1.17 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .................................................................................... 1-7
BAB 2. ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................................................... 2-1
2.1 Identifikasi dan Hubungan Para Pihak Bertransaksi ............................................................ 2-1
2.2 Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ........................... 2-1
2.3 Penilaian Atas Risiko dan Manfaat Dari Rencana Transaksi .............................................. 2-4
BAB 3. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................... 3-1
3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................................. 3-1
3.1.1 Perseroan ............................................................................................................................. 3-1
3.1.2 SIG ....................................................................................................................................... 3-4
3.2 Analisis Industri dan Lingkungan ......................................................................................... 3-5
3.2.1 Makro Ekonomi Indonesia.................................................................................................... 3-5
3.2.2 Industri Konstruksi ................................................................................................................ 3-9
3.2.3 Industri Semen ................................................................................................................... 3-13
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan................................................................. 3-18
3.3.1 Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................................ 3-18
3.3.2 Segmen Usaha dan Operasional Perseroan ..................................................................... 3-19
3.3.3 Strategi Perseroan ............................................................................................................. 3-25
3.3.4 Pemasaran Perseroan ....................................................................................................... 3-26
3.3.5 Prospek Perseroan ............................................................................................................ 3-29
v
Page 13
3.4 Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ......................................................................... 3-30
3.5 Penilaian Atas Keuntungan dan Kerugian Dari Rencana Transaksi ................................. 3-30
BAB 4. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI .................................................. 4-1
4.1 Penilaian Kinerja Historis ..................................................................................................... 4-1
4.1.1 Laporan Laba Rugi Komprehensif ....................................................................................... 4-1
4.1.2 Laporan Posisi Keuangan .................................................................................................... 4-3
4.1.3 Laporan Arus Kas ................................................................................................................ 4-8
4.1.4 Rasio Keuangan ................................................................................................................... 4-9
4.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................................. 4-10
4.3 Analisis Rasio Keuangan ................................................................................................... 4-11
4.4 Analisis Laporan Keuangan Proforma ............................................................................... 4-13
4.5 Analisis Inkremental ........................................................................................................... 4-15
4.5.1 Kontribusi Nilai Tambah ..................................................................................................... 4-15
4.5.2 Biaya dan Pendapatan Relevan......................................................................................... 4-18
4.5.3 Informasi Non Keuangan Relevan ..................................................................................... 4-18
4.5.4 Prosedur Pengambilan Keputusan .................................................................................... 4-18
4.5.5 Hal-Hal Material Lain .......................................................................................................... 4-18
4.6 Analisis Sensitivitas ............................................................................................................ 4-19
BAB 5. ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN .................................................................................. 5-1
5.1 Faktor Risiko ........................................................................................................................ 5-1
5.2 Tanggung Jawab Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Perseroan ...................................... 5-2
BAB 6. ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ................................................... 6-1
BAB 7. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 7-1
vi
Page 14
DAFTAR TABEL
Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................................. 3-1
Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham SIG........................................................................................ 3-4
Tabel 3-3: Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Usaha 2023-2024 (Rp Juta) ............................... 3-23
Tabel 3-4: Volume Penjualan Produk 2023-2024 (Ton) .................................................................... 3-24
Tabel 3-5: Volume Permintaan Semen Nasional (Ton) ..................................................................... 3-27
Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ............................ 4-3
Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ......................................... 4-5
Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ..................................................... 4-9
Tabel 4-4: Rasio Keuangan Perseroan.............................................................................................. 4-10
Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis ..................................................... 4-11
Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ................................... 4-12
Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi .................................................................... 4-12
Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ................................................................. 4-13
Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) .......... 4-14
Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu) ..................... 4-14
Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................ 4-15
Tabel 4-12: Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental (Rp Ribu) ........................................................... 4-18
Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan ..................................................... 4-20
vii
Page 15
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB ............................................................ 3-6
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi ....................................................................................... 3-7
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah ........................................................................................ 3-7
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah ............................................ 3-8
Gambar 3-5: Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha........................................................... 3-10
Gambar 3-6: Pasar Konstruksi Indonesia .......................................................................................... 3-11
Gambar 3-7: Pasar Konstruksi Indonesia Berdasarkan Sektor (2024) ............................................. 3-12
Gambar 3-8: Produsen Semen Terbesar beserta Kapasitas Pengolahan Klinker ............................ 3-14
Gambar 3-9: Ukuran Pasar Semen Indonesia ................................................................................... 3-16
Gambar 3-10: Pertumbuhan Pasar Semen Indonesia ....................................................................... 3-17
Gambar 3-11: Segmentasi Pasar Semen Indonesia Berdasarkan Wilayah ...................................... 3-17
Gambar 3-12: Proses Produksi Semen Perseroan ........................................................................... 3-21
Gambar 3-13: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan ............................................................... 3-23
Gambar 3-14: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan .............................................. 3-24
Gambar 3-15: Nilai Budaya Perseroan .............................................................................................. 3-26
viii
Page 16
DAFTAR ISTILAH DAN DEFINISI
Bapepam-LK Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
Republik Indonesia
DAR Debt to total asset ratio
DER Debt to equity ratio
KAP AAMR Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan
KAP IR Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
KAP LRXR Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan
KEPI Kode Etik Penilai Indonesia
KJPP FAST Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy,
Hartomo & Rekan
MAPPI Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
OJK Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Perseroan PT Semen Baturaja Tbk
PIK PT Pratama Indomitra Konsultan
POJK 35/2020 Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal
POJK 42/2020 Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
Rencana Transaksi Rencana Perseroan memperoleh penyediaan jasa pengadaan
dari SIG.
ROA Return on assets
ROE Return on equity
ROIC Return on invested capital
SEOJK 17/2020 Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
SIG PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
SPI Edisi VII-2018 Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018
ix
Page 17
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
listed company), didirikan pada tahun 1974. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
semen termasuk produksi, distribusi dan jasa-jasa lain yang terkait dengan industri semen.
Berdasarkan informasi yang kami terima, dalam rangka untuk meningkatkan nilai tambah,
efisiensi dan kinerja SIG secara grup, SIG sebagai pemegang saham terbanyak Perseroan dan
sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semen menetapkan strategi sentralisasi
kegiatan pengelolaan pengadaan bagi anak perusahaannya, termasuk Perseroan. Untuk itu,
SIG selaku holding berencana memberikan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi
pengadaan kepada Perseroan (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, KJPP FAST sebagai pihak yang
independen, telah ditunjuk oleh Perseroan untuk memberikan pendapat independen atas
kewajaran Rencana Transaksi, sesuai dengan PO No. 4100016425, tanggal 18 Desember
2025.
1.2 PEMBERI TUGAS
Pemberi Tugas yaitu Perseroan yang merupakan anak usaha dari SIG. Pemberi Tugas
berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258 | telepon (0711) –
511261 | fax (0711) 512126 | surel corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring:
www.semenbaturaja.co.id.
1.3 PENGGUNA LAPORAN
Laporan akan digunakan oleh Perseroan.
1.4 TRANSAKSI AFILIASI
Dalam kerangka Rencana Transaksi ini Perseroan dan SIG memiliki sifat hubungan afiliasi
sebagai berikut:
SIG adalah induk dari Perseroan (dengan kepemilikan 75,51% saham).
Mengingat sifat hubungan afiliasi tersebut di atas, maka Perseroan memandang bahwa
pelaksanaan Rencana Transaksi melibatkan atau berkaitan (baik secara langsung maupun
tidak langsung) dengan SIG yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dan karenanya
merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
1-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 18
Berdasarkan informasi dari Perseroan, Rencana Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi
namun bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK 42/2020.
Sesuai POJK 42/2020, Perseroan dipersyaratkan untuk memperoleh Laporan Pendapat
Kewajaran (fairness opinion) untuk menentukan kewajaran dari Rencana Transaksi yang
disiapkan dan diterbitkan oleh pihak penilai independen.
1.5 PARA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM RENCANA TRANSAKSI
Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
Perseroan selaku pihak yang akan menggunakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan
fungsi pengadaan.
SIG selaku pihak yang akan menyediakan jasa sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi
pengadaan.
1.6 MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020 di atas, Perseroan telah menunjuk KJPP FAST
sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi
tersebut.
1.7 OBJEK RENCANA TRANSAKSI
Objek Rencana Transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi penyediaan jasa
sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan oleh SIG kepada Perseroan.
1.8 TANGGAL EFEKTIF (CUT-OFF DATE) PENDAPAT KEWAJARAN
Tanggal efektif (cut-off date) atas Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut adalah
pada tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis
menggunakan data per tanggal 30 Juni 2025.
1.9 MASA BERLAKUNYA LAPORAN
Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Pendapat Kewajaran, yaitu selama 6 (enam)
bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Pendapat Kewajaran.
1.10 INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, KJPP FAST bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
1-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 19
KJPP FAST juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan. KJPP FAST hanya menerima imbalan sesuai
dengan PO No. 4100016425, tanggal 18 Desember 2025.
1.11 PERNYATAAN PENILAI
Dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran ini, perhitungan dan analisis dalam rangka
pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar. Penilai bertanggung jawab atas
Pendapat Kewajaran.
1.12 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran yang dilakukan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan penyusunan Pendapat Kewajaran dari Rencana Transaksi yang mengacu
kepada:
POJK 35/2020,
SEOJK 17/2020, dan
SPI Edisi VII-2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI),
dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
1.13 DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah menelaah,
mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai
berikut:
Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan antara Perseroan dan SIG.
Laporan Kajian Penentuan Harga Transfer Atas Transaksi Penyerahan Jasa Intra-Grup
SIG yang dikeluarkan oleh PIK tanggal 30 Mei 2023.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP LRXR, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00701/2.1460/AU.1/04/1672-3/1/IX/2025 tanggal 4 September 2025, dengan opini
wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit KAP LRXR, sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00092/2.1460/AU.1/04/1672-2/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025, dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit KAP IR, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00040/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal 7 Maret 2024, dengan opini wajar
dalam semua hal yang material.
1-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 20
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00129/2.1030/AU.1/04/1514-3/1/II/2023 tertanggal 7 Maret 2023 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00026/2.1030/AU.1/04/1514-2/1/II/2022 tertanggal 15 Februari 2022
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00068/2.1030/AU.1/1514-1/1/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
Proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 atas Rencana Transaksi yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Proyeksi laporan keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi selama
periode 1 Juli 2025 hingga 31 Desember 2030 yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Laporan tahunan (annual report) 2024 dari Perseroan.
Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
Dokumen-dokumen lain, berasal dari internal Perseroan maupun pihak ketiga tepercaya
lain, yang relevan dengan penugasan.
1.14 KONDISI PEMBATAS
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kami mendasarkan analisis kami terhadap proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi keuangan,
berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya
dan berdasarkan rencana manajemen Perseroan di masa yang akan datang. Di samping itu,
berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen Perseroan sehubungan
dengan perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan
juga turut menjadi bahan pertimbangan.
Berikut adalah pokok-pokok syarat pembatas yang kami asumsikan dalam proyeksi keuangan
yang digunakan dalam penelaahan atas Pendapat Kewajaran:
1. Tidak ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi, hukum atau
undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Perseroan, industri atau negara atau
wilayah di mana Perseroan beroperasi.
2. Tidak ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar mata uang,
dan suku bunga yang dipergunakan dalam asumsi proyeksi yang dapat mempengaruhi
secara material kinerja Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
3. Tidak ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perseroan atau pada
sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah diproyeksikan.
1-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 21
4. Tidak ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan, kecuali yang telah
diungkapkan.
5. Tidak ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri, atau
pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha
Perseroan.
6. Tidak terdapat perubahan-perubahan yang signifikan atas kondisi pasar dan harga dari
produk-produk serta jasa-jasa yang saat ini dihasilkan Perseroan, kecuali yang telah
diproyeksikan.
7. Tidak ada perubahan yang material terhadap struktur biaya maupun beban-beban lain atas
Perseroan, kecuali yang telah diproyeksikan.
8. Tidak ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
9. Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat, kecuali yang telah
diproyeksikan, atas kewajiban kontinjen atau arbitrase litigasi terhadap ancaman atau
sebaliknya, piutang tak tertagih yang luar biasa, kontrak atau aset lain yang belum
dipenuhi.
10. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
ketentuan yang ada.
11. Pencapaian kinerja keuangan Perseroan selama periode proyeksi akan digunakan
seluruhnya untuk pengembangan Perseroan sebagaimana telah diproyeksikan selama
periode proyeksi dan tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya.
12. Tidak terdapat penggunaan dana atau transaksi afiliasi yang secara signifikan dapat
mempengaruhi operasi Perseroan.
13. Rencana bisnis Perseroan berjalan sesuai yang telah direncanakan dan diproyeksikan.
14. Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan manajemen Perseroan, dan pihak lain
yang terkait secara langsung, dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, dimana
Pendapat Kewajaran tersebut akan digunakan untuk membantu manajemen dalam proses
keterbukaan informasi yang terkait dengan Rencana Transaksi, dan tidak untuk digunakan
oleh pihak lain, untuk kepentingan lain atau dicetak ulang, disebarluaskan, dikutip, atau
dirujuk pada setiap saat, dengan cara atau untuk tujuan apapun tanpa izin tertulis terlebih
dahulu dari kami. Pendapat Kewajaran bukan merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
15. Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran mungkin mempunyai
pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja Perseroan selama periode proyeksi. Kami
tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini atau untuk merevisi analisis dikarenakan
kejadian dan transaksi yang terjadi setelah tanggal efektif analisis yang digunakan, yaitu
tanggal 30 Juni 2025.
1-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 22
1.15 ASUMSI-ASUMSI POKOK
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum, dan kami tidak melakukan dan
karenanya tidak bertanggung jawab atas pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
evaluasi keuangan dan penilaian atas kewajaran (arms-length) dari Rencana Transaksi dan
bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, sebagai suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau
penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
yang ada untuk Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar, kondisi perekonomian, kondisi
umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal
laporan ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang
terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
1.16 PENDEKATAN DAN PROSEDUR ANALISIS KEWAJARAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:
A. Analisis atas Rencana Transaksi;
B. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
C. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi; dan
D. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 23
1.17 KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Terjadi perubahan akta, berdasarkan akta No. 49 tanggal 29 Oktober 2025 dari notaris Aulia
Taufan, S.H., dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan No. AHU-0074780.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 07 November 2025,
tentang Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Kejadian penting setelah tanggal penilaian tidak dapat digunakan untuk memutakhirkan nilai
dan oleh karenanya pengungkapan atas kejadian penting setelah tanggal penilaian tersebut
tidak mempengaruhi penentuan hasil analisis nilai pada saat tanggal penilaian.
1-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 24
BAB 2. ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1 IDENTIFIKASI DAN HUBUNGAN PARA PIHAK BERTRANSAKSI
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-
listed company), didirikan pada tahun 1974. Perseroan terutama bergerak di bidang industri
semen termasuk produksi, distribusi dan jasa-jasa lain yang terkait dengan industri semen.
Perseroan berdomisili dan berkantor pusat di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang
30258; telepon (0711) 511261, fax (0711) 512126, surel corsec.smbr@sig.id dan situs jejaring
www.semenbaturaja.co.id. Perseroan adalah anak usaha dari SIG, dimana SIG adalah
pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan langsung sebesar 75,51% saham.
SIG merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-listed
company), didirikan pada tahun 1953. SIG terutama bergerak di bidang industri semen,
termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam
industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan
industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.
SIG berdomisili dan berkantor pusat di South Quarter, Tower A, Lt 19-20 JI. R.A. Kartini Kav.8
Cilandak Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430; telepon (62-21) 5261 1745, fax (62-21)
5261 176, surel investor.relations@sig.id dan situs jejaring www.sig.id.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa transaksi jasa
sentralisasi kegiatan pengelolaan fungsi pengadaan antara Perseroan dan SIG.
2.2 PERJANJIAN DAN PERSYARATAN YANG DISEPAKATI DALAM RENCANA TRANSAKSI
Ringkasan mengenai pokok-pokok dan syarat ketentuan yang disepakati terkait Rencana
Transaksi, berdasarkan Draft Perjanjian Jasa Pengelolaan Fungsi Pengadaan adalah sebagai
berikut:
(i) Para pihak : SIG, dan Perseroan.
(ii) Maksud dan Tujuan : a. Perjanjian ini memiliki maksud untuk melandasi
pemberian Jasa Pengadaan.
b. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memadukan
pemberian layanan dari SIG selaku pemegang saham
seri B terbanyak Perseroan kepada Perseroan
sebagai wujud sentralisasi atas Tindakan Strategis
dan Operasional pada Perseroan agar dapat
dilakukan oleh SIG.
(iii) Ruang Lingkup : 1. Ruang lingkup pemberian Jasa Pengadaan oleh SIG
mencakup antara lain sebagai berikut:
2-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 25
a) Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam proses
pengadaan sesuai dengan kapasitasnya selaku
fungsi-fungsi yang diatur dalam pedoman
pengadaan barang dan/atau jasa yang berlaku di
SIG berikut dengan prosedur-prosedur
turunannya;
b) Penyusunan rencana kerja dan anggaran
pengadaan;
c) Pelaksanaan finalisasi, pembuatan, dan
penandatanganan kontrak barang yang masuk
dalam kriteria operational expenditure (“Opex”);
d) Pendaftaran calon penyedia;
e) Evaluasi, penonaktifan, dan pemberhentian
penyedia barang yang masuk dalam kriteria Opex;
f) Penonaktifkan dan pemberhentian penyedia
barang dan/atau jasa yang masuk dalam kriteria
capital expenditure dan jasa Opex berdasarkan
hasil evaluasi dari pejabat berwenang;
g) Pelaksanaan koordinasi dengan internal maupun
eksternal SIG terkait pengadaan;
h) Pemantauan dan evaluasi kinerja terkait dengan
tahap persiapan pemilihan penyedia dan
pelaksanaan pemilihan penyedia;
i) Pengelolaan proses perizinan, asuransi, pemilihan
transportasi dan bongkar/muat barang yang
masuk dalam kriteria Opex masuk sampai ke
gudang sesuai ketentuan kontrak;
j) Pelaksanaan proses inklaring untuk barang impor
yang masuk dalam kriteria Opex;
k) Pengelolaan master data terkait pengadaan (tidak
termasuk semifinished goods dan finished goods);
l) Penyusunan rencana kerja dan anggaran
persediaan barang yang masuk dalam kriteria
Opex;
m) Penyusunan dan penetapan prosedur dan
ketentuan lain terkait persediaan barang yang
masuk dalam kriteria Opex;
n) Pembuatan permintaan pengadaan barang
persediaan yang masuk dalam kriteria Opex,
beserta dokumen pendukung yang dibutuhkan;
2-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 26
o) Penetapan standardisasi bisnis proses, sistem
informasi, dan pelaporan terkait persediaan
barang yang masuk dalam kriteria Opex;
p) Pemantauan dan evaluasi kinerja pengendalian
persediaan barang yang masuk dalam kriteria
Opex;
q) Pembuatan dan penyampaian laporan kinerja
pengendalian persediaan barang yang masuk
dalam kriteria Opex;
r) Penyampaian laporan atas pelaksanaan Jasa
Pengadaan; dan
s) Pelaksanaan kegiatan dan/atau pengurusan lain
yang dianggap perlu oleh SIG terkait pengelolaan
pengadaan dan pengendalian persediaan barang
yang masuk dalam kriteria Opex.
2. Pelaksanaan Jasa Pengadaan dilakukan sesuai
dengan pedoman, prosedur, dan/atau kebijakan yang
ditetapkan oleh SIG.
3. SIG berhak menerbitkan surat Kebijakan Pemegang
Saham Seri B Terbanyak untuk mengubah ruang
lingkup sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal
ini.
4. Dalam hal SIG menerbitkan surat Kebijakan
Pemegang Saham Seri B Terbanyak sebagaimana
dimaksud dalam ayat (3) Pasal ini, maka Para Pihak
akan menuangkan substansi atas surat dimaksud
dalam suatu amendemen terhadap Perjanjian ini.
(iv) Biaya Jasa : 1. Perseroan akan membayar kepada SIG Biaya Jasa
Pengadaan, yang terdiri dari:
a) Biaya sumber daya manusia (SDM) dan
turunannya dihitung berdasarkan biaya-biaya di
bawah ini ditambah margin 8,2%.
i. Biaya gaji dan Kesejahteraan,
ii. Perjalanan Dinas,
iii. Tunjangan lainnya, dan
iv. Biaya lainnya yang berhubungan dengan
SDM
b) Biaya operasional dihitung berdasarkan biaya-
biaya operasional di bawah ini ditambah margin
8,2%.
2-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 27
i. Biaya jasa auditor,
ii. Biaya konsultan, dan
iii. Biaya operasional lainnya terkait dengan
pemberian jasa sesuai yang diatur dalam
Perjanjian ini.
2. Masing-masing Pihak akan bertanggung jawab atas
setiap pajak yang timbul dari Perjanjian ini sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku.
(v) Hak dan Kewajiban : 1) Perseroan:
a. Berhak menerima jasa pengadaan.
b. Wajib membayar fee sebesar biaya jasa yang
disepakati.
2) SIG:
a. Berhak menerima fee sebesar biaya jasa yang
disepakati.
b. Wajib menyediakan jasa pengadaan.
Secara umum dapat diindikasikan bahwa perjanjian ini
merupakan perjanjian yang berimbang bagi masing-
masing pihak.
(vi) Jangka Waktu Perjanjian : Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun
terhitung sejak tanggal penandatanganan
Perjanjian ini dan dapat diperpanjang berdasarkan
kesepakatan Para Pihak yang dituangkan dalam
bentuk amendemen atas Perjanjian ini.
(vii) Hukum yang berlaku dan : 1. Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan
penyelesaian perselisihan hukum Negara Republik Indonesia.
2. Apabila terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat
dalam penafsiran, pelaksanaan, atau segala sesuatu
yang berkaitan dengan Perjanjian ini, maka Para
Pihak sepakat akan menyelesaikan secara
musyawarah untuk mufakat.
2.3 PENILAIAN ATAS RISIKO DAN MANFAAT DARI RENCANA TRANSAKSI
Manfaat dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan dapat mendukung integrasi Perseroan dan SIG,
sebagai upaya untuk menciptakan nilai tambah grup, efisiensi biaya dan kinerja yang lebih
baik.
2-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 28
Dengan adanya internalisasi biaya ke SIG, Perseroan memperoleh manfaat berupa
kemampuan untuk memfokuskan sumber daya dan manajemen pada kegiatan bisnis inti,
sehingga meningkatkan efektivitas dan nilai tambah operasional.
Risiko dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan di SIG berpotensi meningkatkan ketergantungan
Perseroan terhadap SIG yang dapat mengurangi fleksibilitas serta kemandirian Perseroan
dalam pengambilan keputusan operasional.
2-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 29
BAB 3. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA
TRANSAKSI
3.1 RIWAYAT PERUSAHAAN DAN SIFAT KEGIATAN USAHA
3.1.1 Perseroan
3.1.1.1 Pendirian
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan dengan
nama PT Semen Baturaja berdasarkan Akta Pendirian No. 34 tanggal 14 November 1974,
dibuat di hadapan Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal, S.H., Notaris di Jakarta, yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sarkan Keputusan No. Y.A./5/422/18
tanggal 22 November 1974 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 15
Tahun 1975, Tambahan Lembaran Negara No. 2 tanggal 7 Januari 1975.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan anggaran
dasar terakhir berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan dengan Akta Notaris
Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, No. 69 tanggal 29 Mei 2024, mengenai persetujuan
perubahan anggaran dasar Perseroan Terbatas PT Semen Baturaja Tbk.
3.1.1.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-1: Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Rupiah) Saham
Modal Dasar
Saham Seri A (Dwiwarna) 1 100
Saham Seri B 29.999.999.999 2.999.999.999.900
Modal dasar 30.000.000.000 3.000.000.000.000
Saham Seri A (Dwiwarna):
Negara Republik Indonesia 1 100
Saham Seri B:
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 7.499.999.999 749.999.999.900 75,51%
PT Asuransi Jiwa IFG 834.028.900 83.402.890.000 8,40%
Suherman Yahya (Direksi) 16.098 1.609.800 0,00%
Taufik Ibrahaim (Direksi) 620 62.000 0,00%
Masyarakat 1.598.488.718 159.848.871.800 16,09%
Jumlah Modal Ditempatkan dan disetor penuh 9.932.534.336 993.253.433.600 100,00%
Jumlah saham dalam portapel 20.067.465.664 2.006.746.566.400
3-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 30
3.1.1.3 Pengurus dan Pengawasan
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Inosentius Samsul
Komisaris Independen : Feryzal Adham
Komisaris Independen : Chowadja Sanova
Komisaris : Dzulfikar Ahmad Tawalla
Direksi
Direktur Utama : Suherman Yahya
Direktur Keuangan dan SDM : Rahmat Hidayat
Direktur Operasi : Taufik
3.1.1.4 Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar, maksud dan tujuan
Perseroan adalah melakukan usaha di bidang persemenan dan industri kimia dasar lainnya
serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. Tujuannya dalam rangka
menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip
perseroan terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:
1. Aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya;
2. Industri semen;
3. Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi;
4. Industri barang dari semen, kapur, gips dan asbes lainnya;
5. Industri mortar atau beton siap pakai;
6. Pertambangan pasir besi;
7. Pertambangan bijih besi;
8. Penggalian batu kapur/gamping;
9. Penggalian tanah dan tanah liat;
10. Penggalian tras;
11. Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya;
12. Reparasi mesin untuk keperluan umum;
13. Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industry;
14. Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa;
15. Analisis dan uji teknis lainnya;
16. Pergudangan dan penyimpanan;
17. Pergudangan dan penyimpanan lainnya;
18. Penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia;
19. Perdagangan besar berbagai macam material bangunan;
3-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 31
20. Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
21. Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;
22. Treatment dan pembuangan Limbah berbahaya;
23. Sewa guna usaha tanpa hak opsi intelektual properti, bukan karya hak cipta; dan
24. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
kegiatan usaha penunjang/pendukung yang berhubungan dengan semen dalam rangka
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, untuk:
1. Pengumpulan air limbah berbahaya;
2. Pengumpulan air limbah tidak berbahaya;
3. Pengelolaan dan pembuangan air limbah tidak berbahaya;
4. Pengelolaan dan pembuangan air limbah berbahaya;
5. Industri barang dari plastik untuk pengemasan;
6. Aktivitas penunjang pengelolaan air;
7. Penyiapan lahan;
8. Jasa pengujian laboratorium;
9. Instalasi mekanikal;
10. Instalasi saluran air (plambing);
11. Aktivitas pelayanan kepelabuhanan sungai dan danau;
12. Perkebunan buah kelapa sawit;
13. Perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya;
14. Penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya;
15. Event organizer;
16. Pendidikan teknik swasta;
17. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
18. Fasilitas lapangan;
19. Fasilitas gelanggang/arena;
20. Fasilitas stadion;
21. Fasilitas pusat kebugaran/fitness center;
22. Fasilitas sirkuit; Kawasan industri;
23. Kedai makanan;
24. Aktivitas praktik dokter; dan
25. Perdagangan eceran barang dan obat farmasi untuk manusia di apotek.
Perseroan beroperasi di Baturaja, Palembang dan Panjang, serta memiliki kantor perwakilan
di Gedung Graha Irama Lantai 9 Ruang B-C, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 10, Jakarta Selatan.
Kantor pusat Perseroan berada di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang 30258,
telepon: (0711) – 511261 dan situs jejaring: www.semenbaturaja.co.id.
3-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 32
3.1.2 SIG
3.1.2.1 Pendirian
SIG pada mulanya didirikan dengan nama PT Semen Gresik (Persero) dengan Akta No. 81
tanggal 24 Oktober 1969 yang dibuat di hadapan Juliaan Nimrod Siregar, SH., Notaris di
Jakarta, dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. J.A.5/129/5 tanggal 18 November 1969 dan diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 95 tanggal 28 November 1969, Tambahan No.
255/1969.
SIG yang semula bernama PT Semen Gresik (Persero) berubah nama menjadi PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk sebagaimana dimuat dalam Akta No. 11 tanggal 20 Desember 2012
yang dibuat di hadapan Hana Tresna Widjaja, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Keputusan Nomor AHU-66304.AH.01.02.Tahun 2012 tentang Persetujuan Perubahan
Anggaran Dasar Perseroan, dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan surat Penerimaan Pemebritahuan Perubahan Anggaran
Dasar Nomor AHU-AH.01.10-46125 tanggal 28 Desember 2012.
SIG telah mengalami beberapa kali perubahan Anggaran Dasar sebagaimana Anggaran Dasar
Perubahan terakhir yang tertuang di dalam Akta No. 7 tanggal 3 Mei 2024, yang dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan. Pemberitahuan
perubahan ini telah diterima oleh Kementerian Hukum RI berdasarkan Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0117988 tanggal 22 Mei 2024.
Perubahan susunan pengurus SIG terakhir sebagaimana tertuang dalam Akta Notaris No. 100
tanggal 23 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta.
Pemberitahuan perubahan data SIG telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09- 0298946 tanggal 17 Juni 2025.
3.1.2.2 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SIG per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-2: Susunan Pemegang Saham SIG
Nilai Nominal Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Rp juta) Saham
Saham seri A Dwiwarna
Pemerintah Negara Republik Indonesia 1 0 0,00%
Saham seri B
PT Danantara Asset Management (Persero) 3.457.023.004 345.702 51,20%
Lydia Silvanna Djaman (Komisaris) 199.600 20 0,00%
Andriano Hosny P (Wakil Direktur Utama) 381.300 38 0,01%
Reni Wulandari (Direktur) 188.700 19 0,00%
Publik dibawah 5% 3.293.747.484 329.375 48,79%
Jumlah 6.751.540.089 675.154 100,00%
3-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 33
3.1.2.3 Pengurus dan Pengawasan
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SIG pada 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris
Independen : Sigit Widyawan
Komisaris : Christina Aryani
Komisaris : Lydia Silvanna Djaman
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris Independen : Agung Budi Mulyanto
Komisaris Independen : Ratna Irsana
Komisaris Independen : Saor Siagian
Direksi
Direktur Utama : Indrieffouny Indra
Wakil Direktur Utama : Andriano Hosny Panangian
Direktur : Dicky Saelan
Direktur : Dennis Pratistha
Direktur : Sigit Prastowo
Direktur : Hadi Setiadi
Direktur : Reni Wulandari
3.1.2.4 Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SIG menurut Anggaran Dasar adalah menjalankan usaha dalam
bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan
yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya, perdagangan, pemasaran dan
distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau
industri lainnya.
SIG berdomisili di South Quarter, Tower A, Lt 19-20, JI. R.A. Kartini Kav.8 Cilandak Barat,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430, dan memiliki beberapa pabrik semen dan entitas anak
berada Gresik dan Tuban di Jawa Timur, Rembang dan Cilacap di Jawa Tengah, Narogong di
Jawa Barat, Indarung di Sumatera Barat, Lhoknga di Aceh, Pangkep di Sulawesi Selatan,
Quang Ninh di Vietnam, Baturaja, Palembang dan Panjang di Lampung.
3.2 ANALISIS INDUSTRI DAN LINGKUNGAN
3.2.1 Makro Ekonomi Indonesia
Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pasca pengumuman kenaikan tarif efektif
resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang. Pertumbuhan
ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal
ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut. Kinerja ekonomi Tiongkok
3-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 34
juga diprakirakan belum kuat, di tengah berbagai strategi diversifikasi ekspor. Sementara itu,
kinerja perekonomian India diprakirakan tetap baik didukung permintaan domestik. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih belum kuat sekitar 3,0%.
Tekanan inflasi AS masih menurun sehingga mendorong tetap kuatnya ekspektasi arah
penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan. Sementara itu, pergeseran aliran modal keluar
dari AS ke Eropa dan negara berkembang, serta komoditas yang dianggap aman seperti emas,
terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal.
Perkembangan ini mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadap
mata uang negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY).
Gambar 3-1: Perkembangan dan Tingkat Pertumbuhan PDB
Sumber: Bank Indonesia
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah prospek
perekonomian global yang melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang
oleh investasi nonbangunan terkait kegiatan di sektor transportasi. Kinerja ekspor cukup baik
ditopang oleh ekspor berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara itu,
konsumsi rumah tangga masih perlu ditingkatkan, tecermin pada penjualan eceran yang
melambat. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) Pertanian tetap tumbuh ditopang oleh
kinerja subsektor LU Perkebunan dan dukungan program Pemerintah, sedangkan kinerja
beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi
dan Makan Minum belum kuat. Secara spasial, ekonomi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua
(Sulampua) diprakirakan tumbuh di atas 5%, sedangkan wilayah lainnya belum meningkat.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Neraca
perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS, meningkat dari
surplus April 2025 sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif pada neraca
perdagangan ini didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta besi dan baja. Kinerja
ekspor diprakirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
Pemerintah AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke instrumen portofolio domestik juga
terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal
hasil instrumen keuangan Indonesia, dan bergesernya aliran modal ke negara berkembang
termasuk Indonesia sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran masuk modal
3-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 35
asing ke SBN pada awal triwulan III 2025 (hingga 14 Juli 2025) mencatat net inflows sebesar
0,9 miliar dolar AS, melanjutkan net inflows pada triwulan II 2025 sebesar 1,6 miliar dolar AS.
Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap tinggi sebesar 152,6 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 3-2: Perkembangan IHK dan Inflasi
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan mendukung
stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy) ditopang inflasi inti
yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga
kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta
permintaan yang lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung
oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi
oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional
Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terkendali
1,34% (yoy), di tengah kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil tembakau.
Gambar 3-3: Perkembangan Inflasi Daerah
Sumber: Bank Indonesia
3-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 36
Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas dan
turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter terus dioptimalkan untuk
memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga. Di pasar uang, sejalan dengan
penurunan BI-Rate pada Mei 2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA
terus menurun menjadi 5,14% pada 15 Juli 2025 dari sebelum pengumuman penurunan BI
Rate pada Mei sebesar 5,77%. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun
dari masing-masing sebesar 6,40%, 6,44%, dan 6,47% sebelum penurunan BI-Rate pada Mei
2025 menjadi 5,85%; 5,86%; dan 5,87% pada tanggal 11 Juli 2025. Imbal hasil SBN untuk
tenor 2 tahun menurun dari 6,13% menjadi 5,86%, sementara untuk tenor 10 tahun menurun
dari 6,71% menjadi 6,56%. Namun demikian, suku bunga deposito 1 bulan meningkat, dari
4,81% pada Mei 2025 menjadi 4,85% pada Juni 2025, seiring dengan persaingan bank untuk
memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga masih tinggi, yaitu 9,16% pada
Juni 2025, tidak jauh berbeda dari 9,18% pada Mei 2025.
Kredit perbankan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kredit
perbankan pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,77% (yoy), menurun dibandingkan dengan
pertumbuhan Mei 2025 sebesar 8,43% (yoy). Dari sisi penawaran, perkembangan ini
dipengaruhi oleh perilaku bank yang cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit, di
tengah DPK yang tumbuh meningkat menjadi 6,96% (yoy) pada Juni 2025. Perkembangan ini
mengakibatkan bank cenderung menempatkan pada surat-surat berharga dan meningkatkan
standar penyaluran kredit (lending standard). Dari sisi permintaan, perkembangan kredit ini
juga dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi yang perlu terus didorong. Berdasarkan penggunaan,
kredit investasi, kredit konsumsi, dan kredit modal kerja masing-masing tumbuh sebesar
12,53% (yoy), 8,49% (yoy), dan 4,45% (yoy) pada Juni 2025. Berdasarkan sektor, kredit sektor
Perdagangan, Pertanian, dan Jasa Dunia Usaha perlu ditingkatkan untuk mendukung
pembiayaan ekonomi. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 8,37% (yoy), sedangkan
pertumbuhan kredit UMKM masih rendah sebesar 2,18% (yoy).
Gambar 3-4: Perkembangan Cadangan Devisa dan Nilai Tukar Rupiah
Sumber: Bank Indonesia
3-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 37
Ketahanan perbankan tetap kuat dan mendukung stabilitas sistem keuangan. Permodalan
terjaga pada level tinggi, sementara likuiditas perbankan tetap memadai dan risiko kredit
rendah. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
perbankan pada Mei 2025 tetap tinggi sebesar 25,48% sehingga masih mampu untuk
menyerap risiko. Sementara itu, likuiditas perbankan juga terjaga yang tecermin dari rasio Alat
Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,05% pada Juni 2025. Rasio kredit
bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah, sebesar 2,29% (bruto) dan
0,85% (neto) pada Mei 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang
terjaga.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2025 tetap baik didukung oleh
sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi transaksi, pembayaran digital pada
triwulan II 2025 tumbuh 30,51% (yoy) sehingga mencapai 11,67 miliar transaksi didukung oleh
peningkatan seluruh komponen. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet meningkat
masing-masing sebesar 32,16% (yoy) dan 6,95% (yoy), termasuk volume transaksi
pembayaran digital melalui QRIS yang tetap tumbuh tinggi sebesar 148,50% (yoy), didukung
oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel
yang diproses melalui BI-FAST tumbuh 42,87% (yoy) sehingga mencapai 1,12 miliar transaksi,
dengan nilai mencapai Rp2.788,31 triliun di sepanjang triwulan II 2025. Volume transaksi nilai
besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,32 juta transaksi dengan nilai
sebesar Rp47.481,04 triliun di sepanjang triwulan II 2025. Sementara dari sisi pengelolaan
uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,00% (yoy) menjadi Rp1.153,04
triliun pada triwulan II 2025.
3.2.2 Industri Konstruksi
Pertumbuhan industri konstruksi nasional di tahun 2025 terus menunjukkan tren stabil yang
cenderung positif. Menurut proyeksi dari BCI Central, seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi
pasca pandemi dan pemilu serta peningkatan investasi di sektor infrastruktur, industri
konstruksi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5,48% dibandingkan tahun 2024. Proyek
sipil yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pada tahun 2025 adalah jalan dan jembatan,
pelabuhan, pekerjaan sipil, serta pembangkit listrik. Sektor bangunan diperkirakan meningkat
9.09% pada tahun 2025 mencapai Rp227.76 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme
terhadap sektor konstruksi nasional, didorong oleh sejumlah proyek strategis dan peningkatan
investasi di sektor infrastruktur seperti pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN),
pembangunan jalan tol, serta modernisasi pelabuhan dan bandara, diprediksi akan menjadi
pendorong utama pertumbuhan sektor konstruksi.
PDB dari Konstruksi di Indonesia turun menjadi Rp313.800 miliar pada kuartal pertama 2025
dari Rp333.596,80 miliar pada kuartal keempat 2024. PDB dari Konstruksi di Indonesia rata
rata sebesar Rp238.814,76 Miliar dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak tertinggi
3-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 38
sebesar Rp333.596,80 Miliar pada kuartal keempat tahun 2024 dan terendah sebesar
Rp149.919,00 Miliar pada kuartal pertama tahun 2010. Ekonomi Indonesia triwulan I-2025
terhadap triwulan I-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan terjadi pada
seluruh lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 1,23
persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 10,52 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 9,84 persen; Jasa Perusahaan
sebesar 9,27 persen; dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,01 persen. Sementara itu,
lapangan usaha Industri Pengolahan dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan tumbuh masing-masing
sebesar 4,55 persen dan 5,03 persen.
Gambar 3-5: Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2025
didominasi oleh lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 19,25 persen; diikuti oleh
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,22 persen;
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,66 persen; Konstruksi sebesar 9,84 persen;
serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,99 persen. Peranan kelima lapangan usaha
tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,96 persen.
Ukuran pasar konstruksi Indonesia diperkirakan mencapai USD 305,48 miliar pada tahun 2025,
dan diperkirakan akan mencapai USD 438,56 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat
pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,5% selama proyeksi (2025-2030).
3-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 39
Gambar 3-6: Pasar Konstruksi Indonesia
Sumber: Mordor Intelligence
Sektor konstruksi Indonesia sedang mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
investasi pemerintah yang besar dan kemitraan internasional. Perkembangan paling menonjol
terjadi pada 2023 ketika pemerintah AS dan Indonesia menandatangani kesepakatan investasi
senilai USD 649 juta melalui Millennium Challenge Corporation's Infrastructure and Finance
Compact, yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi dan
logistik. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan
pertumbuhan kritis, terutama dalam pembiayaan infrastruktur dan intermediasi pendapatan.
Kemitraan bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih kokoh untuk pengembangan
konstruksi infrastruktur sambil sekaligus mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah.
Lanskap infrastruktur terus berkembang dengan rencana pengembangan komprehensif di
berbagai sektor. Pemerintah telah merumuskan inisiatif pembangunan infrastruktur yang
ambisius, terutama didorong oleh sektor transportasi dan WASH (pengolahan limbah, pasokan
air). Pengembangan ini didukung oleh minat internasional yang semakin besar terhadap proyek
energi terbarukan berskala besar, terutama untuk potensi ekspor ke negara tetangga seperti
Singapura. Skala komitmen ini tecermin dari rencana investasi pemerintah sebesar Rp571
triliun untuk pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta, mencakup berbagai proyek
termasuk koridor kereta api ringan dan jaringan transportasi terintegrasi. Lanskap persaingan
industri konstruksi ditandai oleh partisipasi internasional yang kuat dan kemitraan strategis.
Kontraktor asing memegang posisi dominan dalam pipeline proyek, dengan pangsa 74% dari
total nilai proyek, di mana perusahaan Jepang memimpin segmen kontraktor asing dengan
pangsa 25% dari kontrak yang diberikan. Kehadiran internasional ini telah mendorong transfer
pengetahuan dan kemajuan teknologi di sektor ini, sementara perusahaan yang dikendalikan
negara terus memainkan peran krusial dalam menjaga kepentingan industri domestik. Struktur
industri ini mendorong pendekatan seimbang antara keahlian asing dan pengembangan
industri lokal, menciptakan lingkungan pasar konstruksi yang dinamis dan kompetitif.
Pasar konstruksi Indonesia sedang mengalami momentum yang signifikan, didorong oleh
inisiatif pengembangan infrastruktur besar-besaran di berbagai sektor. Pemerintah telah
3-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 40
menunjukkan komitmen yang kuat dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur terbesar
dalam lima tahun terakhir, sebesar IDR 422,7 triliun (USD 27,01 miliar) untuk proyek-proyek
konstruksi pada tahun 2024, yang mewakili peningkatan sebesar 5,8% dibandingkan anggaran
infrastruktur tahun 2023. Investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memfasilitasi
pengembangan infrastruktur transportasi, fasilitas industri, dan proyek utilitas kritis yang
mengubah lanskap bangunan Indonesia. Ruang lingkup pengembangan infrastruktur
mencakup berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan fasilitas pasokan air melalui
kemitraan publik-swasta (KPS) di Provinsi Jawa Barat. Proyek-proyek menonjol termasuk KPS
Pasokan Air Jatigede, yang melibatkan pembangunan fasilitas pengolahan air dengan
kapasitas 1.500 liter per detik yang melayani beberapa kabupaten. Selain itu, investasi
signifikan juga dilakukan dalam infrastruktur energi terbarukan, seperti kemitraan antara
Quantum Power Asia dan pengembang Jerman IB Vogt untuk membangun fasilitas tenaga
surya dan penyimpanan energi senilai USD 5 miliar di Kepulauan Riau, Indonesia, yang akan
menghasilkan lebih dari 3,5 GW tenaga surya dengan kapasitas penyimpanan energi 12 GWh.
Segmen konstruksi infrastruktur terus mendominasi pasar konstruksi Indonesia, dengan
pangsa pasar sekitar 35% tahun 2024, senilai USD 100,35 miliar. Posisi pasar yang signifikan
ini didorong oleh komitmen pemerintah yang berkelanjutan terhadap proyek-proyek
pengembangan infrastruktur besar (jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan laut).
Kekuatan segmen ini semakin diperkuat oleh investasi besar-besaran dalam infrastruktur
transportasi, terutama dalam rencana pengembangan Jakarta dan proyek relokasi ibu
kotanegara ke Kalimantan Timur. Dominasi segmen infrastruktur juga didukung oleh berbagai
inisiatif kemitraan publik-swasta dan kolaborasi internasional, terutama dalam pengembangan
jaringan transportasi berkelanjutan dan sistem infrastruktur perkotaan di seluruh kepulauan.
Gambar 3-7: Pasar Konstruksi Indonesia Berdasarkan Sektor (2024)
Sumber: Mordor Intelligence
Sektor konstruksi industri sedang berkembang menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat
di pasar konstruksi Indonesia, diperkirakan akan tumbuh sekitar 9% selama periode 2024-
2029. Pertumbuhan yang luar biasa ini didorong terutama oleh peningkatan investasi dalam
fasilitas manufaktur, khususnya di sektor baterai kendaraan listrik (EV), di mana Indonesia
berencana untuk menjadi pemain global utama. Pertumbuhan segmen ini didukung oleh
pengembangan kawasan industri baru, terutama di wilayah seperti Batang dan Kalimantan
3-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 41
Timur, yang menarik investasi asing yang signifikan. Pertumbuhan ini juga didorong oleh upaya
pemerintah dalam diversifikasi industri dan meningkatnya jumlah perusahaan internasional
yang mendirikan basis manufaktur di Indonesia, terutama di sektor-sektor lainnya.
Sektor konstruksi perumahan, konstruksi komersial, dan konstruksi energi dan utilitas masing
masing memainkan peran penting dalam membentuk lanskap pasar konstruksi Indonesia.
Segmen konstruksi perumahan didorong oleh pertumbuhan populasi perkotaan di negara ini
dan inisiatif perumahan pemerintah, sementara sektor konstruksi komersial berkembang
melalui ruang kantor, pengembangan ritel, dan fasilitas kesehatan. Segmen energi dan utilitas
tetap krusial bagi pengembangan infrastruktur Indonesia, dengan fokus pada pembangkit
listrik, jaringan transmisi, dan fasilitas energi terbarukan. Segmen-segmen ini mendapat
manfaat dari tren urbanisasi, peningkatan investasi langsung asing, dan komitmen pemerintah
untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan publik di seluruh kepulauan.
3.2.3 Industri Semen
Indonesia merupakan salah satu produsen semen terbesar di dunia namun hingga saat ini
Indonesia masih mengimpor semen dari berbagai negara. Berdasarkan data United States
Geological Survey (USGS), Indonesia duduk di peringkat kedelapan dunia dengan produksi
semen pada tahun 2024 sebesar 65 juta metrik ton. Selain itu, kapasitas pengolahan klinker
Indonesia juga merupakan salah satu yang terbesar di dunia, mencapai 79 juta metrik ton.
Klinker sendiri merupakan material yang dihasilkan saat proses produksi semen, lebih tepatnya
saat proses pengeringan atau pemanasan semen. Klinker umumnya akan digiling dan
digunakan sebagai perekat dalam produk semen.
Tiongkok merajai produksi semen dan klinker di dunia, pada tahun 2024 produksi semen dan
kapasitas pengolahan klinker yang dimiliki oleh Tiongkok menyentuh angka 1,9 miliar metrik
ton. India menyusul di peringkat kedua dengan total produksi sebesar 450 juta ton, dan
kapasitas pengolahan klinker sebesar 380 juta ton. Vietnam masuk dalam tiga besar dengan
produksi semen dan kapasitas klinker masing-masing di angka 110 juta metrik ton. Amerika
Serikat sebagai berada di peringkat keempat dengan produksi semen di angka 86 juta metrik
ton, dan kapasitas klinker hanya 100 juta metrik ton. Turki menutup lima besar dengan produksi
semen di angka 82 juta metrik ton, dan kapasitas klinker sebesar 92 juta metrik ton. Iran dan
Rusia merupakan dua negara terakhir yang berada di atas Indonesia, produksi semen Iran
berada di angka 72 juta metrik ton, dengan kapasitas klinker sebesar 85 juta metrik ton.
Sementara, Rusia memiliki produksi semen yang setara dengan Indonesia yakni di angka 65
juta metrik ton, namun dengan kapasitas klinker yang lebih besar yaitu 80 juta metrik ton. Korea
Selatan dan Arab Saudi menutup daftar sepuluh besar dengan produksi masing-masing di
angka 52 dan 50 juta metrik ton.
3-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 42
Gambar 3-8: Produsen Semen Terbesar beserta Kapasitas Pengolahan Klinker
Sumber: GoodStats
Industri semen nasional menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini dengan memperkuat
pasar ekspor dan fokus pada proyek konstruksi domestik. Asosiasi Semen Indonesia (ASI)
menyebutkan bahwa industri semen akan terus menghadapi tantangan rendahnya tingkat
utilisasi tahun ini. Namun, mengingat tren penjualan semen domestik, pertumbuhan masih
dianggap mungkin. ASI tetap optimis bahwa penjualan semen domestik akan tumbuh sebesar
1%-2% pada 2025, sementara ekspor diperkirakan tetap konsisten dengan angka tahun-tahun
sebelumnya. ASI menyebut bahwa faktor-faktor yang mendorong penjualan semen dalam
negeri termasuk Program Tiga Juta Rumah yang diluncurkan oleh pemerintah. ASI
memperkirakan penjualan semen tahun ini akan mencapai 77 juta ton, dengan tingkat utilisasi
sebesar 65%. Disisi lain, industri semen nasional mengalami penurunan pada akhir 2024
dibandingkan dengan 2023. Penjualan semen domestik turun 0,9%, dengan permintaan semen
kemasan dan semen curah di Indonesia pada 2024 masing-masing sebesar 69% dan 31%.
Sementara itu, konsumsi semen kemasan menurun sebesar 3,1%, sedangkan konsumsi
semen curah meningkat sebesar 4,4%. Tingkat utilisasi industri mencapai 56,5%, yang sedikit
lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 akibat peningkatan ekspor. Namun, angka ini tetap lebih
rendah dibandingkan tingkat utilisasi pada tahun 2019, sebelum pandemi.
Kapasitas terpasang industri semen nasional kini mencapai 119,9 juta ton per tahun. Tahun
2024, volume penjualan semen domestik mencapai 64,9 juta ton, turun 0,9% dibandingkan
dengan 65,5 juta ton yang terjual tahun 2023. Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 10,4%
menjadi 11,9 juta ton. Penurunan penjualan semen disebabkan oleh melemahnya daya beli.
Selain itu, sektor konstruksi melambat karena berkurangnya permintaan semen dari proyek
proyek pemerintah di Jawa dan wilayah lain, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara di
Kalimantan Timur. Menurut data ASI, beberapa pasar semen utama, seperti Jawa, mulai
mengalami penurunan 0,1%, dengan volume mencapai 33,5 juta ton, hampir sama dengan
3-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 43
tahun 2023. Sementara itu, pada tahun 2024, pasar Kalimantan masih tumbuh sebesar 11,2%,
meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 22,1% pada tahun 2023.
Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi anggaran proyek
infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas konstruksi.
Pada tahun 2024, Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan 3,3% dibandingkan tahun
2023, dengan penjualan semen di Bali meningkat 15,8% berkat proyek-proyek pendukung di
sektor pariwisata. Di sisi lain, wilayah lain seperti Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua
umumnya mengalami penurunan. Sementara itu, pasar ekspor diperkirakan tetap stabil
meskipun terjadi perlambatan ekonomi global tahun lalu. Produk semen Indonesia terus
mengandalkan pasar tradisional seperti Bangladesh, Australia, dan Taiwan. Pada akhir 2024,
total ekspor semen dan klinker meningkat sebesar 10,4%, mencapai volume 11,9 juta ton.
Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan tinggi akan klinker di pasar asing tradisional.
Pasar semen Indonesia, yang menjadi pemain utama dalam booming konstruksi di Asia
Tenggara, siap untuk pertumbuhan yang kuat. Meskipun angka pasti mengenai ukuran pasar
dan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) tidak disediakan, analisis pasar Asia
Tenggara yang terkait dan mempertimbangkan perkembangan infrastruktur Indonesia yang
cepat menunjukkan nilai pasar yang signifikan, berpotensi melebihi $10 miliar pada tahun 2025.
Faktor pendorong pertumbuhan ini meliputi inisiatif pemerintah yang berfokus pada
pengembangan infrastruktur, urbanisasi yang meningkat yang menyebabkan peningkatan
konstruksi perumahan, serta sektor industri yang berkembang pesat yang membutuhkan
semen untuk fasilitas manufaktur dan bangunan komersial. Pasar ini dibagi berdasarkan sektor
penggunaan akhir (komersial, industri dan institusional, infrastruktur, perumahan) dan jenis
produk (semen campuran, semen serat, semen Portland biasa, semen putih, dan lainnya).
Semen campuran dan semen Portland biasa kemungkinan mendominasi pangsa pasar,
mencerminkan efisiensi biaya dan aplikasi yang luas. Tren menunjukkan preferensi yang
semakin meningkat terhadap varietas semen berkelanjutan dan berperforma tinggi, didorong
oleh keprihatinan lingkungan dan kebutuhan akan bahan bangunan yang tahan lama. Namun,
hambatan meliputi volatilitas harga semen yang terkait dengan biaya bahan baku dan harga
energi global, serta regulasi lingkungan yang dapat mempengaruhi proses manufaktur dan
formulasi semen. Pemain utama seperti Anhui Conch Cement, Bosowa Semen, Heidelberg
Materials, dan beberapa produsen semen secara aktif bersaing, membentuk harga dan inovasi
produk di pasar yang dinamis ini.
Proyeksi tahun 2033, pasar semen Indonesia diperkirakan akan terus berkembang, meskipun
mungkin dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang moderat,
mencerminkan faktor-faktor seperti penyelesaian proyek infrastruktur besar dan fluktuasi
ekonomi yang potensial. Namun, urbanisasi yang terus berlanjut, pengembangan di wilayah
wilayah yang kurang berkembang, dan fokus yang berkelanjutan pada peningkatan
infrastruktur akan memastikan permintaan yang konsisten. Pasar kemungkinan akan
menyaksikan persaingan yang semakin ketat, dengan fokus pada inovasi teknologi semen,
3-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 44
praktik berkelanjutan, dan rantai pasok yang efisien. Perusahaan perlu beradaptasi dengan
kerangka regulasi yang terus berkembang dan preferensi pelanggan untuk mempertahankan
pangsa pasar dan keuntungan dalam lanskap kompetitif ini.
Gambar 3-9: Ukuran Pasar Semen Indonesia
Sumber: DiMarket
Pasar semen Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat selama periode
perkiraan (2025-2033), didorong oleh peningkatan investasi infrastruktur, urbanisasi yang
pesat, dan pertumbuhan populasi. Inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pengembangan
infrastruktur melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menjadi
pendorong utama, yang mendorong permintaan semen untuk berbagai proyek, termasuk jalan
raya, rel kereta api, bandara, dan pembangkit listrik. Sektor perumahan juga memberikan
kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pasar, seiring dengan meningkatnya kelas
menengah yang menuntut perumahan yang lebih baik. Selain itu, industrialisasi yang terus
berlanjut di seluruh negeri semakin mendukung konsumsi semen. Peningkatan belanja
pemerintah untuk proyek infrastruktur, terutama di daerah di luar Jawa, diperkirakan akan
menciptakan peluang pertumbuhan baru. Namun, tantangan potensial seperti fluktuasi harga
komoditas, ketidakstabilan ekonomi, dan masalah lingkungan perlu diatasi. Pasar
menunjukkan tren yang jelas menuju jenis semen berkualitas tinggi dan ramah lingkungan,
sejalan dengan tujuan keberlanjutan global dan regulasi pemerintah. Inovasi dalam metode
produksi semen, seperti penggunaan bahan pengikat tambahan, semakin umum diterapkan.
Landscaping persaingan juga dinamis, dengan pemain existing memperluas kapasitas dan
pemain baru berusaha merebut pangsa pasar.
3-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 45
Gambar 3-10: Pertumbuhan Pasar Semen Indonesia
Sumber: DiMarket
Proyek infrastruktur diperkirakan akan mendominasi pasar semen Indonesia selama periode
proyeksi. Investasi pemerintah yang signifikan dalam pengembangan infrastruktur, termasuk
jaringan transportasi, fasilitas energi, dan sistem pengelolaan air, akan terus mendorong
permintaan semen. Pembangunan dan perluasan proyek-proyek berskala besar ini akan
memastikan permintaan yang konsisten untuk volume semen yang tinggi. Dominasi segmen
ini semakin diperkuat oleh fokus pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan
pengembangan regional di seluruh kepulauan. Hal ini berarti adanya kebutuhan yang luas akan
semen dalam berbagai proyek infrastruktur, memastikan pertumbuhan yang luas dan
berkelanjutan untuk segmen ini. Pulau Jawa akan tetap menjadi konsumen semen terbesar
karena kepadatan penduduk yang tinggi, aktivitas industri yang terkonsentrasi, dan proyek
infrastruktur yang luas. Namun, wilayah lain seperti Sumatra dan Kalimantan mengalami
peningkatan permintaan yang didorong oleh inisiatif pengembangan infrastruktur yang sedang
berlangsung.
Gambar 3-11: Segmentasi Pasar Semen Indonesia Berdasarkan Wilayah
Sumber: DiMarket
3-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 46
3.3 ANALISIS OPERASIONAL DAN PROSPEK PERUSAHAAN
3.3.1 Kegiatan Usaha Perseroan
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
usaha di bidang persemenan dan industri kimia dasar lainnya serta optimalisasi pemanfaatan
sumber daya yang dimiliki Perseroan. Tujuannya dalam rangka menghasilkan barang dan/atau
jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapat/ mengejar keuntungan guna
meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Perseroan memiliki komitmen untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut dengan
melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut: Aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya; Industri semen; Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi;
Industri barang dari semen, kapur, gips dan asbes lainnya; Industri mortar atau beton siap
pakai; Pertambangan pasir besi; Pertambangan bijih besi; Penggalian batu kapur/gamping;
Penggalian tanah dan tanah liat; Penggalian tras; Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya;
Reparasi mesin untuk keperluan umum; Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industry;
Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa; Analisis dan uji teknis lainnya;
Pergudangan dan penyimpanan; Pergudangan dan penyimpanan lainnya; Penyediaan sumber
daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia; Perdagangan besar berbagai
macam material bangunan; Portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial;
Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu; Treatment dan pembuangan Limbah
berbahaya; dan Sewa guna usaha tanpa hak opsi intelektual properti, bukan karya hak cipta.
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
kegiatan usaha penunjang/pendukung yang berhubungan dengan semen dalam rangka
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: Pengumpulan air limbah
berbahaya; Pengumpulan air limbah tidak berbahaya; Treatment dan pembuangan air limbah
tidak berbahaya; Treatment dan pembuangan air limbah berbahaya; Industri barang dari plastik
untuk pengemasan; Aktivitas penunjang pengelolaan air; Penyiapan lahan; Jasa pengujian
laboratorium; Instalasi mekanikal; Instalasi saluran air (plambing); Aktivitas pelayanan
kepelabuhanan sungai, dan danau; Perkebunan buah kelapa sawit; Perkebunan karet dan
tanaman penghasil getah lainnya; Penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya; Jasa
penyelenggara event khusus (special event); Pendidikan teknik swasta; Real estate yang
dimiliki sendiri atau disewa; Fasilitas lapangan; Fasilitas gelanggang/arena; Fasilitas stadion;
Fasilitas pusat kebugaran/fitness center; Fasilitas sirkuit; Kawasan industri; Kedai makanan;
Aktivitas praktik dokter; dan Perdagangan eceran barang dan obat farmasi untuk manusia di
apotek.
3-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 47
3.3.2 Segmen Usaha dan Operasional Perseroan
PT Semen Baturaja Tbk memproduksi 4 (empat) tipe semen yang terdiri dari Ordinary Portland
Cement (OPC) Tipe I, Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe II, Ordinary Portland Cement
(OPC) Tipe V dan Portland Composite Cement (PCC). Selain produk semen, Perseroan juga
memproduksi produk derivative, berupa penjualan mortar dan white clay.
Jaringan bisnis dan wilayah operasional industri semen Perseroan tersebar di beberapa titik,
yaitu di Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung. Perseroan memiliki
keunggulan strategis berupa letak geografis pabrik yang mendekati wilayah pasar Sumatera
Bagian Selatan dan merupakan satu-satunya pabrik semen terintegrasi. Lokasi Perseroan
dekat dengan bahan baku, bahan penolong dan sumber energi serta bahan alternatif lainnya
untuk mendukung kegiatan operasional. Adapun jenis pelanggan yang dilayani adalah
Distributor dan Batching plant yang tersebar di berbagai wilayah tersebut.
3.3.2.1 Semen dan Terak
Perseroan memproduksi empat jenis semen, jenis semen tersebut adalah sebagai berikut:
Ordinary Portland Cement (OPC) Type I. Jenis Portland Tipe I digunakan untuk pemakaian
secara umum, tidak memerlukan persyaratan khusus seperti diprasyaratkan pada tipe lainnya
(gedung bertingkat, jalan, jembatan, dll). OPC Tipe I mempunyai keunggulan karena cepat
kering, memiliki daya rekat yang kuat, hasil adukan yang tidak mudah retak dan kekuatan tekan
yang baik. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Ordinary Portland Cement
(OPC) Type I (SNI 2049:2015 No. 031/BSKJI/Baristand-Palembang/ MS.1/III/2022) yang
berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2026) dan (SNI 2049-1:2020 No.
030/BSPJI Palembang/MS.1/V/2023) yang berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai 02 Mei 2027.
Ordinary Portland Cement (OPC) Type II. Jenis Portland Tipe II digunakan untuk pemakaian
yang membutuhkan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. OPC Tipe II biasanya
diaplikasikan pada bangunan yang letaknya di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi
dan bendungan. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Ordinary Portland
Cement (OPC) Type II (SNI 2049:2015 No. 032/BSKJI/ Baristand Palembang/MS.1/III/2022)
yang berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2026 dan (SNI 2049-1:2020 No.
031/BSPJI Palembang/MS.1/V/2023) yang berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai 02 Mei 2027.
Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe V. Jenis Portland Tipe V digunakan untuk pemakaian
yang membutuhkan ketahanan terhadap sulfat yang tinggi. OPC Tipe V biasanya diaplikasikan
pada bangunan konstruksi di bawah air, pelabuhan, terowongan, kawasan tambang, bangunan
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan project geothermal. Adapun sertifikat produk
penggunaan tanda SNI untuk Ordinary Portland Cement (OPC) Type V (SNI 2049:2015 No.
033/BSKJI/Baristand Palembang/MS.1/III/2022) yang berlaku mulai 22 Maret 2022 sampai
dengan 16 Juli 2026 dan (SNI 2049-1:2020 No. 031/BSPJI-Palembang/MS.1/V/2023) yang
berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai dengan 02 Mei 2027.
3-19
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 48
Portland Composite Cement (PCC). Jenis PCC ditujukan untuk pemakaian secara umum dan
untuk semua mutu beton. Selain itu, juga digunakan untuk struktur bangunan bertingkat sampai
dengan gedung bertingkat tinggi, struktur bangunan di tepi pantai dan bangunan pada tanah
rawa/tanah berasam, struktur jembatan dan jalan beton, struktur bangunan irigasi, bata beton
(paving block), genteng beton, beton pracetak dll dan pengerjaan pasangan bata, plesteran
dan acian. PCC mempunyai keunggulan karena memiliki panas hidrasi lebih rendah sehingga
akan lebih mudah dalam proses pengerjaan dan dapat menghasilkan permukaan beton serta
plester yang lebih rapat dan halus. PCC juga memiliki daya rekat yang kuat, kedap air dan
kekuatan tekan yang baik. Adapun sertifikat produk penggunaan tanda SNI untuk Portland
Composite Cement (PCC) (SNI 7064:2014 No. 015/BSPJI-Palembang/MS.1/II/2023) yang
berlaku mulai 31 Mei 2021 sampai dengan 18 Juni 2025 dan (SNI 7064:2022 No. 005/BSPJI-
Palembang/MS.5/X/2023) yang berlaku mulai 03 Mei 2023 sampai dengan 02 Mei 2027.
3.3.2.2 White Clay
White Clay atau Tanah Liat Putih merupakan salah satu produk turunan yang dihasilkan oleh
Perseroan. White Clay diperoleh langsung dari proses penambangan di area milik Perseroan
dan digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatan keramik dan pupuk NPK.
White Clay
White Clay atau Tanah Liat Putih merupakan salah satu produk turunan yang dihasilkan
oleh Perseroan. Bahan baku White Clay diperoleh dari proses penambangan di area milik
Perseroan yang kemudian digiling dan dikeringkan. White Clay digunakan sebagai salah
satu bahan dalam proses pembuatan keramik dan pupuk NPK. Perseroan berhasil
mendapatkan hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Republik Indonesia atas Proses
Produksi White Clay sebagai bahan baku pupuk NPK dengan Nomor Paten:
IDP000090055.
Ground Limestone
Ground Limestone atau Batu Kapur pecah merupakan produk sampingan Perseroan yang
digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mengurangi emisi Sulfur
Dioksida (SOx) dari hasil pembakaran batu bara, serta dapat juga digunakan untuk
mengurangi keasaman dalam lingkungan dan air sebagai netralisasi limbah asam
tambang dan air asam.
3-20
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 49
Gambar 3-12: Proses Produksi Semen Perseroan
Sumber: Perseroan
3.3.2.3 Proses Produksi
Proses pembuatan semen yang dilakukan pada Perseroan menggunakan proses kering (dry
process). Proses produksi ini dimulai dari penyediaan bahan mentah, penggilingan bahan
mentah, pembakaran, pendinginan klinker, penggilingan klinker, dan pengantongan semen.
Secara garis besar, proses produksi semen adalah sebagai berikut:
1. Quarry
Tahap pertama dari pembuatan semen adalah dengan melakukan penambangan batu
kapur dan tanah liat sebagai bahan baku utama di quarry milik Perseroan. Penambangan
batu kapur dilakukan dengan cara peledakan dan surface miner, sedangkan untuk
memperoleh tanah liat dilakukan dengan cara pengerukan. Selanjutnya batu kapur dan
tanah liat diangkut ke crusher dengan dump truck.
2. Crusher
Di tahap ini, batu kapur dan tanah liat mengalami pengecilan ukuran sampai dengan 8 cm
untuk kemudian disimpan di stock pile (storage).
3. Storage
Hasil dari proses penambangan, yakni batu kapur dan tanah liat ditampung dalam storage,
selanjutnya dilakukan proses prehomogenisasi yang disebut reclaimer. Proses
prehomogenisasi di reclaimer adalah proses yang sangat penting untuk menjamin kualitas
dari produk yang dihasilkan baik dari raw meal hingga produk akhir yaitu semen.
3-21
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 50
4. Raw Mill
Batu kapur dan tanah liat yang ada di stock pile, kemudian dimasukkan ke dalam raw mill
ditambahkan pasir besi dan pasir silika untuk digiling dan dikeringkan menjadi raw meal.
Raw meal atau tepung baku adalah bahan baku untuk pembuatan terak (clinker). Raw meal
memiliki tekstur seperti powder yang fisiknya mempunyai kehalusan tertentu. Raw meal
mempunyai sifat fisika dan sifat kimia tertentu yang dijadikan parameter kontrol kualitas
produk. Sifat kimia digunakan sebagai pengatur proporsi bahan-bahan yang diumpankan
ke dalam proses. Raw meal dihasilkan dari sebuah sistem peralatan yaitu raw mill plant
yang terdiri dari alat-alat utama, sistem transportasi dan alat-alat separasi untuk kemudian
disimpan di raw meal silo.
5. Pemanasan dan Pembakaran (Kiln)
Raw meal yang sudah jadi, dan disimpan dalam CF Silo digunakan sebagai umpan kiln
(kiln feed) yang mengalami beberapa tahap proses sebelum akhirnya menjadi terak, yakni
melalui sistem pendinginan dan alat transportasi untuk disimpan di silo terak. Dalam tahap
ini, terjadi proses pembakaran yang menggunakan bahan bakar batu bara, yang telah
digiling dan dikeringkan melalui coal mill. Sebagian terak digunakan oleh cement mill
Baturaja dan juga finish mill di Palembang dan Panjang. Terak untuk finish mill di
Palembang diangkut dengan kereta api dan truk sedangkan terak untuk finish mill di
Panjang menggunakan angkutan truck dan kereta untuk diproses menjadi semen curah.
6. Penggilingan Clinker (Cement Mill)
Terak yang dikirim dari Silo Terak Baturaja digiling di cement mill dengan menambahkan
gypsum dan bahan ketiga. Material ini bersama-sama diumpankan ke cement mill
kemudian mengalami proses penggilingan dengan produk akhir berupa semen OPC Tipe
I dan PCC. Sementara itu, untuk memproduksi jenis OPC tipe II dan OPC tipe V, terak
hanya digiling dengan gypsum. Setelah didapat semen yang berkualitas maka semen
tersebut disimpan melalui silo semen kemudian dipindahkan ke bin semen melalui air slide,
belt conveyor, dan vibrating screen. Keluaran dari silo semen berupa semen curah, yang
sebagian dijual dalam bentuk semen curah dengan alat transportasi berupa mobil kapsul
dan gerbong kereta kapsul ke Palembang, Baturaja, dan Lampung dan sebagian dikemas
di Packing Plant.
7. Pengantongan Semen (Packing Plant)
Packing plant adalah sebuah kombinasi mesin dari alat angkut sampai ke packer. Packer
berfungsi untuk melakukan pembungkusan atau pengepakan semen bungkus atau zak
sesuai timbangan berat yang ditetapkan. Packer merupakan unit terakhir dari proses
produksi dari suatu pabrik semen di mana produk packer yang telah dikemas berupa
semen zak 50 kg, dan big bag 1 ton dipasarkan di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu,
Jambi dan Bangka Belitung.
3-22
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 51
Gambar 3-13: Teknologi Pembuatan Semen di Perseroan
Sumber: Perseroan
3.3.2.4 Kinerja Produksi dan Penjualan
Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan total pendapatan segmen usaha sejumlah Rp2,09
triliun, mengalami peningkatan sebesar 2,48% jika dibandingkan perolehan pendapatan di
tahun 2023 sejumlah Rp2,04 triliun. Peningkatan terhadap total pendapatan segmen usaha
disebabkan oleh kenaikan volume penjualan semen sebesar 3,43%.
Sementara itu, profitabilitas segmen usaha di tahun 2024 berdasarkan laba bersih yang
dibukukan mencapai Rp129,25 miliar, mengalami peningkatan sebesar 6,32% jika
dibandingkan profitabilitas di tahun 2023 mencapai Rp121,57 miliar. Peningkatan terhadap
profitabilitas segmen usaha disebabkan oleh kenaikan volume penjualan semen, penurunan
beban keuangan yang disebabkan oleh adanya percepatan pembayaran pokok pinjaman dan
efisiensi biaya operasional.
Tabel 3-3: Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Usaha 2023-2024 (Rp Juta)
3-23
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 52
Tahun 2024, total volume produksi semen yang dihasilkan Perseroan mencapai 2.235.191 ton,
mengalami peningkatan sebesar 4,22% jika dibandingkan perolehan di tahun 2023 mencapai
2.144.653 ton. Di tahun 2024, dari sisi volume penjualan produk semen mengalami
peningkatan sebesar 3,43% dari 2.160.725 ton menjadi 2.234.756 ton. Produk Ground
Limestone juga mengalami peningkatan sebesar 1.513,20% dari 212 ton menjadi 3.420 ton.
Tabel 3-4: Volume Penjualan Produk 2023-2024 (Ton)
Wilayah operasi dan distribusi produk Perseroan saat ini meliputi Sumatera Selatan, Jambi,
Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung. Perseroan memiliki beberapa fasilitas produksi
meliputi Integrated Plant I dan II serta Finish Mill dan Packing Unit. Finish Mill dan Packing Unit
di Palembang memiliki jarak kurang lebih 6 km dari Pelabuhan Palembang (Dermaga GMP),
sedangkan dari Gerbang Tol Kramasan yang menjadi akses keluar masuk Jalan Tol
Palembang-Indralaya berjarak kurang lebih 6,4 km. Sedangkan dari lokasi Integrated Plant I
dan II di Ogan Komering Ulu ke Finish Mill dan Packing Unit Palembang dapat diakses
menggunakan Jalan Raya Tiga Gajah, sementara ke Finish Mill dan Packing Unit Lampung
dapat diakses melalui jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung.
Gambar 3-14: Wilayah Operasi, Distribusi dan Lini Bisnis Perseroan
Sumber: Perseroan
3-24
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 53
Perseroan memiliki empat pabrik yang tersebar di wilayah Sumatera. Pabrik-pabrik tersebut
memiliki fungsi dan kapasitas produksi yang berbeda-beda yang terdiri dari:
Kantor Pusat dan Pabrik Palembang. Pabrik ini berfungsi untuk pabrik penggilingan dan
pengantongan semen dengan kapasitas 350.000 ton/tahun.
Pabrik Baturaja I. Pabrik ini memiliki dua fungsi yaitu pabrik terak dengan kapasitas
1.200.000 ton/tahun dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen dengan kapasitas
2.000.000 ton/tahun.
Pabrik Baturaja II. Pabrik Baturaja juga memiliki dua fungsi produksi yakni pabrik terak
dengan kapasitas 1.500.000 ton/ tahun dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen
dengan kapasitas 1.850.000 ton/tahun.
3.3.3 Strategi Perseroan
Budaya Perseroan (corporate culture) merupakan falsafah, nilai dan norma-norma yang harus
dijunjung oleh seluruh Insan Perseroan, dan memiliki tujuan untuk melengkapi setiap Insan
Perseroan dengan rasa (identitas) organisasi, serta menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai
yang dianut oleh Perseroan. Nilai-nilai yang dianut Perseroan diperkuat dengan visi, misi, dan
strategi Perseroan, yang akan menghasilkan budaya atau proses berpikir setiap Insan
Perseroan untuk meningkatkan citra Perseroan, yang pada akhirnya dapat memperkuat
reputasi Perseroan.
Perseroan yang merupakan bagian dari anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
telah menerapkan nilai budaya AKHLAK, sebagai budaya Perseroan yang harus ditaati oleh
seluruh Insan Perseroan, sebagaimana arahan Kementerian BUMN melalui Surat Edaran
Menteri BUMN No. SE-7/ MBU/07/2020 tentang Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya
Manusia Badan Usaha Milik Negara. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas dan perekat budaya
kerja untuk mendukung peningkatan kinerja BUMN secara berkelanjutan.
Perseroan menerapkan prinsip nilai budaya AKHLAK di lingkup Perseroan sebagai core values
Insan Perseroan. Informasi nilai budaya Perseroan adalah sebagai berikut:
Amanah. Perseroan memegang teguh kepercayaan yang diberikan, dengan: Memenuhi janji
dan komitmen; Bertanggung jawab atas tugas, keputusan dan tindakan yang dilakukan; dan
Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika.
Kompeten. Perseroan terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, dengan: Meningkatkan
kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah; Membantu orang lain belajar;
dan Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.
Harmonis. Perseroan saling peduli dan menghargai perbedaan, dengan: Menghargai setiap
orang, apa pun latar belakangnya; Suka menolong orang lain; dan Membangun lingkungan
kerja yang kondusif.
3-25
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 54
Loyal. Perseroan berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara, dengan:
Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN dan Negara; Rela berkorban untuk
mencapai tujuan yang lebih besar; dan Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan
dengan hukum dan etika.
Adaptif. Perseroan terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi
perubahan, dengan: Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik; Terus menerus
melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi; dan Bertindak proaktif.
Kolaboratif; Perseroan membangun kerja sama yang sinergis, dengan: Memberi kesempatan
pada semua pihak untuk berkontribusi; Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai
tambah; dan Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.
Budaya perusahaan (corporate culture) merupakan falsafah, nilai dan norma-norma yang
dijunjung oleh semua unsur dalam Perseroan. Skema alur pembentukan nilai hingga
menghasilkan reputasi Perseroan dijelaskan melalui gambar di bawah ini.
Gambar 3-15: Nilai Budaya Perseroan
Sumber: Laporan Tahunan 2024 Perseroan
Budaya perusahaan memiliki tujuan untuk melengkapi setiap anggota atau sumber daya
manusia Perseroan dengan rasa (identitas) organisasi serta menimbulkan komitmen terhadap
nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Sesuai dengan bagan di atas, nilai-nilai yang dianut
Perseroan diperkuat dengan visi, misi dan strategi Perseroan yang akan menghasilkan budaya
atau proses berpikir Perseroan yang kemudian membentuk citra Perseroan dan akhirnya
menghasilkan reputasi bagi Perseroan. Perseroan juga telah menyiapkan dan melakukan
beberapa inisiatif strategis terkait Integrasi IT dengan SIG. Upaya tersebut dilakukan untuk
menciptakan value bagi perusahaan melalui Integrasi sesuai dengan yang telah tertuang dalam
Buku Putih yang telah disusun. Informasi inisiatif strategi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Integrasi pengelolaan IT infrastruktur dengan Semen Indonesia.
2. Sinergi dengan Semen Indonesia terkait peningkatan security system.
3. Integrasi dengan aplikasi yang ada di Semen Indonesia agar satu dalam sistem layanan.
3.3.4 Pemasaran Perseroan
Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi sejumlah tantangan dan faktor risiko
pada 2025, berakibat pada tertahannya pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terlihat pada
proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 adalah
3-26
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 55
sebesar 5,8% dan kemudian mencapai rata-rata 6,2% pada tahun 2026-2027, tetap di bawah
rata-rata sebelum pandemi.
Di tengah tantangan pada ekonomi global, ekonomi Indonesia diperkirakan mampu
melanjutkan stabilitas pertumbuhan. Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan
membaik pada Semester II tahun 2025 dan secara keseluruhan, Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berada dalam kisaran 4,6–5,4%. Berbagai
respons kebijakan perlu terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik dari sisi
permintaan domestik maupun eksternal. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan bauran kebijakan moneter,
makroprudensial, dan sistem pembayaran, dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil
Pemerintah, termasuk implementasi program Asta Cita.
Dengan memperhatikan proyeksi ekonomi, baik pada lingkup global maupun nasional, industri
semen Indonesia diperkirakan berada pada kondisi yang positif. Prospek industri semen di
Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan tumbuh tipis, sekitar 2,3%, karena adanya
beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Faktor-faktor tersebut
meliputi perlambatan permintaan semen kantong dan semen curah, pemangkasan anggaran
infrastruktur pemerintah, serta potensi peningkatan permintaan dari program pembangunan
rumah. Selain itu, industri semen juga dihadapkan pada tantangan seperti oversupply dan
persaingan harga yang ketat. Industri semen di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)
menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat, terutama didorong oleh proyek infrastruktur dan
properti. Meskipun sempat mengalami oversupply pada akhir tahun 2024, pasar semen di
Sumbagsel diperkirakan akan pulih dan mengalami peningkatan permintaan.
Tabel 3-5: Volume Permintaan Semen Nasional (Ton)
Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang diprediksi mampu
melanjutkan stabilitas ekonomi di tengah tantangan global, serta didukung kelanjutan proyek
pembangunan infrastruktur terutama dalam mendukung konektivitas antar-wilayah dan potensi
peningkatan permintaan dari program pembangunan rumah.
Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Perseroan terus berupaya untuk menjangkau
pelanggan di seluruh wilayah pemasaran. Penjualan semen dilakukan di wilayah Sumbagsel
dengan fokus pada wilayah yang mampu memberikan kontribusi margin bagi kinerja
Perseroan. Di antara faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan mencakup
3-27
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 56
penjagaan atas kualitas produk serta kontinuitas pasokan. Dengan bergabungnya Perseroan
ke dalam grup SIG, maka fungsi pemasaran dan penjualan difokuskan kepada SIG selaku
Holding. SIG berperan dalam menetapkan strategi pemasaran yang diterapkan oleh Perseroan
selaku Operating Company (OpCo) dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
Strategi Multibrand and Dynamic Pricing. Di tengah kondisi industri yang oversupply
serta terkontraksinya permintaan semen segmen retail, SIG tetap menjalankan strategi
multibrand untuk dapat mengoptimalkan dan mempertahankan dominasi market share.
Perseroan menerapkan strategi multibrand dengan mengoptimalkan pemasaran produk
dengan merek premium SIG di masing-masing pasar utama, serta menggunakan merek
khusus secara selektif di area pasar dengan persaingan tinggi dari sisi jumlah pemain dan
selisih harga jual. Strategi ini dipandang tepat dan masih relevan untuk menjaga kondisi
industri tetap kondusif dengan tidak memicu perang harga di tengah permintaan pasar yang
terkontraksi. Penerapan strategi ini memungkinkan Perseroan untuk dapat
mempertahankan dominasi market share dari pesaing yang tergolong ke dalam economic
brand.
Strategi Micro Market. Di samping strategi multibrand, untuk mempertahankan market
share dan menjaga profitabilitas, SIG juga menerapkan strategi micro market di mana
kebijakan yang berhubungan dengan penjualan dan pemasaran didasarkan pada
karakteristik pasar untuk masing masing area yang berbeda sampai ke level distrik. Skema
ini memberikan manfaat untuk penerapan strategi yang lebih tepat sasaran sehingga
optimalisasi penjualan dapat tercapai baik dari sisi volume penjualan atau dari sisi
pencapaian pendapatan.
Digital Marketing. SIG terus meningkatkan pemasaran melalui channel digital marketing
dengan mengoptimalkan pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Platform AksesToko juga terus dikembangkan dan diperluas cakupannya untuk dapat
mendukung aktivitas para distributor dan toko ritel memasarkan produk produk SIG. Melalui
AksesToko, pengelola toko ritel dapat melakukan pemesanan barang secara online dengan
didukung oleh jasa keuangan guna memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam
bertransaksi. Pemanfaatan SIG Official Online Store di marketplace online juga terus
diperkuat sebagai solusi untuk pelanggan dalam memenuhi kebutuhan akan produk SIG
tanpa harus mengunjungi toko bangunan secara fisik.
Inovasi Produk. SIG menghadirkan Bata Interlock Presisi (BIP) sebagai inovasi konstruksi
cepat, hemat, dan ramah lingkungan. Dengan dimensi presisi, dan sistem pin pengunci, BIP
memungkinkan konstruksi rumah tipe T-36 selesai dalam 21-30 hari dengan biaya dinding
lebih hemat. Produk ini mendukung instalasi utilitas praktis melalui rongga bata tanpa perlu
merusak dinding. Perseroan sebagai anak usaha SIG juga mengembangkan produk
turunan Semen seperti White Clay dan Ground Limestone sebagai sumber pendapatan baru
selain produk Semen.
3-28
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 57
Komunikasi Pemasaran. SIG secara aktif melakukan komunikasi pemasaran untuk
mendukung keberhasilan implementasi strategi pemasaran yang dijalankan. Perseroan
telah menjalankan strategi komunikasi pemasaran yang terintegrasi, dimana Perseroan
menjalankan strategi komunikasi pemasaran yang bersifat lokal untuk memperkuat posisi
merek SIG yang dijual di masing-masing pasar, melalui membentuk, memperluas serta
meningkatkan awareness pelanggan maupun calon pelanggan di pasar lokal. SIG juga
berfokus melakukan komunikasi kepada aplikator produk, antara lain komunitas tukang,
mandor dan kontraktor. Hal ini dilakukan melalui program awareness dan seminar yang
ditujukan untuk komunitas tersebut dalam rangka mempertahankan loyalitas. Dengan
demikian, diharapkan posisi produk SIG dapat semakin kuat, terutama dalam menghadapi
bertambah agresifnya kompetitor, baik yang telah ada maupun kompetitor baru di industri.
Perseroan juga aktif melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial yang dikelola
secara profesional. Penggunaan media sosial yang kian masif memberikan peluang bagi
Perseroan untuk mengenalkan produk dan solusinya ke audiens yang lebih luas.
3.3.5 Prospek Perseroan
Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan global diperkirakan akan
cenderung tetap stabil, meski melambat dari 3,3% tahun 2024 menjadi 3% tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi global ini diperkirakan akan tetap tangguh, meskipun prospeknya
bervariasi di berbagai wilayah. Inflasi global masih cukup tinggi walaupun diperkirakan sedikit
melandai di tahun 2025 sebesar 2,5%.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 diperkirakan sebesar 5,2%
ditopang dengan permintaan domestik yang tetap kuat dan kebijakan fiskal yang akomodatif
dalam menjaga stabilitas ekonomi. Sementara itu, inflasi di tahun 2025 diperkirakan masih
tetap terjaga ditopang komitmen pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis dan
terkoordinasi baik ditingkat nasional maupun daerah.
Pada sektor industri bidang usaha Perseroan, Asosiasi Semen Indonesia mencatat tingkat
penjualan semen dalam negeri pada tahun 2025 diproyeksikan akan tumbuh sekitar 1%-2%,
dengan penjualan ekspor yang diperkirakan masih sama seperti capaian tahun-tahun
sebelumnya. Secara keseluruhan, total penjualan semen Indonesia pada tahun mendatang
mencapai sekitar 77 juta ton, dengan tingkat utilisasi mencapai 65%. Dari total tersebut, sekitar
70% adalah penjualan semen kantong, sementara 30% sisanya semen curah.
Proyeksi positif tersebut juga didukung oleh program pembangunan tiga juta rumah yang
dicanangkan pemerintah baru, yang mana diperkirakan konsumsi semen akan mengalami
peningkatan sebesar 15 juta ton setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya menjadi peluang bisnis
yang menjanjikan bagi Perseroan yang beroperasi di sektor industri semen.
Untuk memastikan keberhasilan Perseroan terhadap sejumlah peluang yang menjanjikan pada
tahun mendatang, Direksi telah menyusun inisiatif strategis yang diyakini dapat mendorong
pertumbuhan kinerja di tahun 2025. Salah satunya melalui pengembangan produk turunan
3-29
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 58
semen berupa precise interlock brick yang memberikan banyak keuntungan dalam
pembangunan rumah dibandingkan material konvensional, karena lebih efisien dalam
penggunaan material dan lebih mudah dalam pengaplikasian serta ramah lingkungan.
3.4 ALASAN DILAKUKANNYA RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan anak usaha SIG yang selama ini telah menjalankan bisnisnya secara
independen, dimana saat ini Perseroan berupaya untuk melakukan integrasi ekonomi dengan
menginternalisasikan biaya ke SIG untuk mencapai economics of scale. Untuk itu, maka
Perseroan memandang perlu mengambil langkah strategis yang akan berdampak positif pada
perkembangan usaha kedepannya. Sebagai upaya menerapkan langkah strategis tersebut
maka Perseroan melaksanakan Rencana Transaksi.
Perseroan selaku anak usaha SIG melakukan internalisasi biaya ke SIG berupa pelayanan jasa
information technology (IT) dan non-IT (jasa procurement barang dan jasa, dan jasa keuangan).
Dengan latar belakang tersebut maka Rencana Transaksi ini merupakan bagian integrasi SIG
dan Perseroan, yang dapat memberikan nilai tambah serta internalisasi biaya dengan
memindahkan fungsi-fungsi tertentu dari Perseroan ke SIG yang dapat meningkatkan efisiensi
operasional Perseroan.
3.5 PENILAIAN ATAS KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI RENCANA TRANSAKSI
Keuntungan dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
Perseroan mampu meningkatkan efisiensi operasional yang dapat diperoleh melalui
internalisasi biaya-biaya di SIG.
Penurunan biaya berpotensi memperbaiki kondisi keuangan, persepsi kinerja, dan
mendukung stabilitas arus kas sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada kegiatan
operasional inti dan peningkatan pendapatan.
Kerugian dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah sebagai berikut:
Perseroan masih harus mengeluarkan biaya tambahan margin sebesar 8,2% kepada SIG
atas beban proses jasa pengadaan.
3-30
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 59
BAB 4. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA
TRANSAKSI
4.1 PENILAIAN KINERJA HISTORIS
4.1.1 Laporan Laba Rugi Komprehensif
Pada 30 Juni 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1.093,61 miliar,
mengalami peningkatan Rp258,43 miliar atau 30,94% dibandingkan periode 30 Juni 2024
sebesar Rp835,17 miliar. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan semen pada
pihak berelasi sebesar Rp1.016,97 miliar atau meningkat sebesar 24,27% dari periode 30 Juni
2024 hanya mencapai Rp818,38 miliar.
Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan nilai pendapatan sejumlah Rp2,09 triliun.
Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,48% jika dibandingkan dengan perolehan
pendapatan di tahun 2023 sejumlah Rp2,04 triliun. Perubahan nilai pendapatan disebabkan
oleh kenaikan volume penjualan semen. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan
semen pada pihak berelasi sebesar Rp2,00 triliun atau meningkat sebesar 29,46% dari tahun
lalu yang hanya mencapai Rp1,55 triliun. Hingga 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan
laba tahun berjalan sejumlah Rp129,25 miliar. Laba tahun berjalan Perseroan mengalami
kenaikan sebesar 6,32% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun berjalan di tahun 2023
sejumlah Rp121,57 miliar. Perubahan nilai laba tahun berjalan disebabkan oleh peningkatan
volume penjualan semen, penurunan beban keuangan yang disebabkan oleh penurunan suku
bunga pinjaman dan biaya lainnya yang disebabkan efisiensi biaya operasional.
Pada 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
Rp1.881,77 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan penjualan semen kepada
pihak berelasi yaitu PT Semen Indonesia sebagai penerapan penjualan semen melalui mega
distributor dan penjualan intercompany kepada PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun
Indonesia serta juga dipengaruhi peningkatan penjualan white clay sebagai produk hilirisasi.
Pada 2023, penjualan bersih Perseroan adalah sebesar Rp2.040,68 miliar, mengalami
peningkatan Rp158,91 miliar atau 8,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang
sebesar Rp1.881,77 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan penjualan
semen sebesar Rp159,32 miliar atau 8,62% dari tahun sebelumnya. Selain itu terjadi juga
peningkatan penjualan white clay sebesar Rp32,91 miliar atau 3,44% dari tahun sebelumnya
sebesar Rp31,82 miliar.
Di tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp1.881,77 miliar,
mengalami peningkatan Rp130,18 miliar atau 7,43%, dibandingkan tahun sebelumnya yang
sebesar Rp1.751,59 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan volume dan harga
jual rata-rata penjualan semen sebesar 4% dari tahun 2021. Di tahun 2022, penjualan produk
4-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 60
semen bungkus tercatat sebesar Rp1.620,43 miliar, mengalami peningkatan Rp59,71 miliar
atau 3,83%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1.560,72 miliar. Sementara
penjualan produk semen curah mengalami peningkatan Rp75,72 miliar atau 49,84%, dari
Rp151,92 miliar di tahun 2021, menjadi Rp227,65 miliar di tahun 2022. Hal ini lebih dikarenakan
peningkatan volume penjualan semen sebesar 4% sedangkan dari sisi harga jual juga
mengalami peningkatan untuk semen sebesar 4%.
Adapun untuk tahun 2022 Perseroan tidak melakukan penjualan terak dikarenakan tidak ada
permintaan dari pelanggan. Penjualan produk mortar di tahun 2022, tercatat sebesar Rp14 juta,
mengalami penurunan Rp31 juta atau 68,89%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya
sebesar Rp45 juta. Hal ini dikarenakan adanya penurunan permintaan dari pelanggan.
Sedangkan penjualan white clay mengalami peningkatan Rp1,20 miliar atau 3,93%, dari
Rp30,61 miliar di tahun 2021, menjadi Rp31,82 miliar di tahun 2022. Peningkatan ini
disebabkan oleh oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan yang digunakan sebagai
bahan baku pembuatan pupuk. Sementara itu, pendapatan Perseroan dari jasa pengangkutan,
tercatat sebesar Rp1,86 miliar di tahun 2022, mengalami penurunan Rp2,87 miliar atau
60,66%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp4,73 miliar. Adapun pendapatan
lain-lain di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3 juta, mengalami penurunan Rp161 juta atau
98,17%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp164 juta.
Perseroan berhasil membukukan total penjualan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember
2021 sebesar Rp1,75 triliun, naik 2% atau sebesar Rp29,68 miliar dari posisi tahun buku 2020
yang mencapai Rp1,72 triliun. Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan penjualan semen,
white clay, terak dan juga mortar yang merupakan produk baru Perseroan. Selain itu jasa
pengangkutan juga mengalami peningkatan meskipun pendapatan lain-lain mengalami
penurunan. Komposisi penjualan semen bungkus mengalami peningkatan menjadi 91%
dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 87% dari total penjualan. Sementara penjualan
semen curah mengalami penurunan menjadi 9% dari tahun 2020 yang sebesar 13%.
Penjualan berdasarkan segmen geografis di tahun 2021 masih didominasi oleh wilayah
Sumatera Selatan dengan realisasi Rp1,0 triliun untuk semen, Rp30,6 miliar untuk white clay
dan Rp4,9 miliar untuk jasa angkutan. Segmen geografis yang mengalami penurunan
penjualan semen adalah Sumatera Selatan yang lebih rendah 2%, Jambi lebih rendah 0%, dan
Kalimantan Barat lebih rendah 1%. Pembangunan infrastruktur jalan Tol Trans Sumatera ruas
Palembang – Bengkulu yang masih berlanjut menjadi potensi untuk Perseroan meningkatkan
kinerja volume penjualan. Sedangkan untuk wilayah Jambi dan Kalimantan Barat, Perseroan
akan mengoptimalkan strategi penetrasi pasar dan melakukan pembenahan jaringan distribusi.
Sementara itu, peningkatan penjualan semen terjadi di wilayah Lampung, Bangka Belitung,
dan Bengkulu masing-masing sebesar 4%, 34%, dan 23%. Peningkatan penjualan semen di
wilayah tersebut disebabkan oleh naiknya volume penjualan baik dalam bentuk bulk maupun
zak.
4-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 61
Tabel 4-1: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23 31-Dec-24 30-Jun-25
Pendapatan 1.999.516.771 1.721.907.150 1.751.585.770 1.881.767.356 2.040.679.390 2.091.352.268 1.093.609.671
Beban pokok pendapatan -1.124.627.994 -1.001.749.360 -975.520.058 -1.112.848.157 -1.397.189.524 -1.492.901.105 -770.093.860
Laba (rugi) bruto 874.888.777 720.157.790 776.065.712 768.919.199 643.489.866 598.451.163 323.515.811
Beban penjualan -341.702.497 -315.425.347 -331.352.704 -248.745.467 -200.445.187 -161.319.928 -105.012.380
Beban umum & administrasi -309.922.401 -244.673.134 -237.082.953 -258.523.944 -230.848.497 -203.340.530 -97.302.278
Pendapatan keuangan 10.236.956 5.109.826 14.116.862 11.655.844 5.098.511 4.115.234 756.721
Beban keuangan -157.609.005 -183.779.596 -180.355.009 -162.645.800 -98.606.832 -78.853.176 -30.813.519
Pendapatan (beban) operasi lainnya 10.680.435 55.078.063 27.515.613 -8.579.101 43.895.517 12.739.958 9.933.343
Laba (rugi) sebelum beban pajak 86.572.265 36.467.602 68.907.521 102.080.731 162.583.378 171.792.721 101.077.698
Beban pajak penghasilan -56.498.410 -25.485.929 -22.201.630 -24.762.910 -41.010.873 -42.539.628 -24.144.014
Laba (rugi) tahun berjalan 30.073.855 10.981.673 46.705.891 77.317.821 121.572.505 129.253.093 76.933.684
Pendapatan (beban) komprehensif lain -2.480.677 -9.792.102 6.538.609 -8.077.848 -15.332.994 893.671 3.170.195
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 27.593.178 1.189.571 53.244.500 69.239.973 106.239.511 130.146.764 80.103.879
4.1.2 Laporan Posisi Keuangan
4.1.2.1 Aset
Pada 30 Juni 2025, total aset Perseroan adalah sejumlah Rp4.824,18 miliar, mengalami
kenaikan sebesar 2,52% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset di periode 30 Juni 2024
sejumlah Rp4.705,66 miliar. Adapun komposisi aset lancar Perseroan pada 30 Juni 2025
adalah sebesar 20,54%, dan komposisi aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 79,46%
pada 30 Juni 2025. Jumlah aset lancar Perseroan adalah sejumlah Rp986,50 miliar pada posisi
30 Juni 2025, mengalami kenaikan sebesar 40,93% jika dibandingkan dengan perolehan nilai
aset lancar di periode 30 Juni 2024 sejumlah Rp700,01 miliar. Jumlah aset tidak lancar
Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp3.837,68 miliar, mengalami penurunan
sebesar 4,19% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset tidak lancar di periode 30 Juni
2024 sejumlah Rp4.005,65 miliar.
Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai aset sejumlah Rp4,91 triliun, mengalami kenaikan
sebesar 1,05% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset di tahun 2023 sejumlah Rp4,86
triliun. Adapun komposisi aset lancar Perseroan pada tahun 2024 sebesar 20,39%, meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya dengan komposisi sebesar 16,82%. Sementara komposisi
aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 79,61%, menurun dibandingkan dari tahun
sebelumnya dengan komposisi sebesar 83,18%. Hingga 31 Desember 2024, jumlah aset
lancar Perseroan sejumlah Rp1,00 triliun, mengalami kenaikan sebesar 22,51% jika
dibandingkan dengan perolehan nilai aset lancar di tahun 2023 sejumlah Rp816,85 miliar.
Perubahan nilai aset lancar disebabkan oleh kenaikan pada piutang usaha pihak berelasi
sebesar Rp254,6 miliar, di mana perolehan di tahun 2024 mencapai Rp591,12 miliar atau
meningkat sebesar 75,69% jika dibandingkan perolehan di tahun 2023 mencapai Rp336,46
miliar. Hingga 31 Desember 2024, jumlah aset tidak lancar Perseroan sejumlah Rp3,91 triliun,
mengalami penurunan sebesar 3,29% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset lancar di
tahun 2023 sejumlah Rp4,04 triliun. Perubahan nilai aset tidak lancar disebabkan oleh
penurunan pada aset tetap sebagai dampak dari pembebanan rutin atas depresiasi aset tetap
Perseroan dengan metode garis lurus.
4-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 62
Pada 2023, total aset Perseroan adalah sejumlah Rp4.856,73 miliar, mengalami penurunan
Rp385,99 miliar atau 7,36%, jika dibandingkan pada 2022 yang sejumlah Rp5.242.72 miliar.
Adapun komposisi aset lancar Perseroan pada 2023 adalah sebesar 16,82%, menurun
dibanding tahun sebelumnya dengan komposisi sebesar 18,89%. Sementara komposisi aset
tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 83,18% pada 2023, meningkat dibanding tahun
sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,11%. Jumlah aset lancar Perseroan adalah
sejumlah Rp816,85 miliar pada posisi 31 Desember 2023, mengalami penurunan Rp173,45
miliar atau 17,51% jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar Rp990,30 miliar.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh kas dan setara kas yang turun 81,19% dari Rp522,92
miliar pada 2022 menjadi Rp98,39 miliar pada 2023, piutang usaha ke pihak ketiga turun naik
37,53% dari Rp196,12 miliar pada 2022 menjadi Rp122,51 miliar pada 2023, piutang Lain-lain
ke pihak berelasi naik 10,25% menjadi Rp3,13 miliar pada 2023 dan biaya dibayar di muka
turun 86,31% dari Rp23,29 miliar pada 2022 menjadi Rp3,19 miliar pada 2023. Jumlah aset
tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4.039,88 miliar, mengalami
penurunan Rp212,54 miliar atau 5%, jika dibandingkan dengan pada 2022 yang sebesar
Rp4.252,43 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aset tetap
berwujud, aset tak berwujud dan oleh pencairan deposito jaminan atas pinjaman bank entitas
anak Perseroan.
Di tahun 2022, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp5.211,25 miliar, mengalami penurunan
Rp60,70 miliar atau 1,15%, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp5.271,95
miliar. Adapun komposisi aset lancar Perseroan di tahun 2022 adalah sebesar 19,36%,
mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 17,45%. Sementara
komposisi aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar 80,64% di tahun 2022, mengalami
perubahan dibanding tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 82,55%. Jumlah aset
lancar Perseroan tercatat sebesar Rp1.008,81 miliar di tahun 2022, mengalami peningkatan
Rp88,95 miliar atau 9,67%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, sebesar Rp919,86 miliar.
Jumlah aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar Rp4.202,44 miliar, mengalami penurunan
Rp149,66 miliar atau 3,44%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar Rp4.352,10
miliar. Penurunan ini lebih disebabkan oleh penurunan aset tetap berwujud dan aset tak
berwujud atas depresiasi/amortisasi tahun berjalan.
Dengan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar 19%, dan penurunan pada aset tidak
lancar 3% maka jumlah aset Perseroan hingga akhir Desember 2021 mengalami peningkatan
sebesar 1% atau sebesar Rp80,57 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp5,74 triliun, di tahun
2021 menjadi Rp5,82 triliun. Hingga 31 Desember 2021, Perseroan mencatatkan aset lancar
sebesar Rp1,31 triliun, naik Rp210,23 miliar atau 19% dari periode yang sama tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,10 triliun. Hingga akhir tahun 2021, aset tidak lancar
Perseroan mengalami penurunan 3% atau sebesar Rp129,65 miliar dari Rp4,64 triliun pada
tahun 2020 menjadi Rp4,51 triliun pada tahun 2021. Penurunan tersebut terjadi karena
penambahan aset selama tahun 2021 lebih kecil dari pada nilai penyusutan aset selama tahun
2021, yaitu Aset tetap menurun 3% dari Rp4,24 triliun di tahun 2020 menjadi Rp4,13 triliun di
4-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 63
tahun 2021 disebabkan penambahan aset tetap tahun 2021 sebesar Rp59 miliar dan
penambahan biaya depresiasi tahun 2021 sebesar Rp169 miliar dan aset tak berwujud
menurun 15% dari Rp241,07 miliar di tahun 2020 menjadi Rp204,07 miliar di tahun 2021
disebabkan oleh penambahan biaya amortisasi tahun 2021 sebesar Rp 41,8 miliar.
Tabel 4-2: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23 31-Dec-24 30-Jun-25
Aset 5.571.270.204 5.737.175.560 5.321.005.660 5.242.724.933 4.856.730.638 4.907.686.845 4.824.182.822
Aset lancar 1.071.983.297 1.130.925.970 910.242.365 990.295.391 816.846.119 1.000.678.460 986.501.539
Kas & setara kas 185.648.846 362.469.101 484.703.777 522.918.100 98.386.875 29.843.338 13.450.849
Piutang usaha 480.633.738 450.222.169 173.434.588 204.537.414 458.969.398 702.479.939 676.392.543
Piutang lain-lain 3.069.629 8.345.194 618.433 3.190.286 3.136.628 13.113.229 2.929.104
Persediaan 340.862.066 249.819.117 233.053.625 226.319.841 245.899.971 236.268.032 275.216.258
Pajak lain-lain dibayar dimuka 15.307.071 6.316.693 6.200.944 2.953.546 3.883.268 12.932.166 6.919.374
Beban dibayar dimuka & uang muka 29.688.680 23.959.655 11.679.501 29.999.402 5.462.813 5.034.272 10.600.797
Aset keuangan lancar lainnya 16.773.267 29.794.041 551.497 376.802 1.107.166 1.007.484 992.614
Aset tidak lancar 4.499.286.907 4.606.249.590 4.410.763.295 4.252.429.542 4.039.884.519 3.907.008.385 3.837.681.283
Aset pajak tangguhan 0 0 14.256.152 12.626.248 11.473.518 9.758.910 9.965.547
Investasi pada entitas asosiasi 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset tetap & tanah pertambangan 4.171.966.909 4.242.524.144 4.163.222.503 4.081.841.325 3.955.399.358 3.830.013.987 3.753.539.573
Aset hak guna 176.911.702 241.077.027 27.897.065 20.186.318 12.193.521 9.182.025 7.718.072
Aset tidak lancar lainnya 150.383.296 122.623.419 205.362.575 137.750.651 60.793.122 58.028.463 66.433.091
Liabilitas & ekuitas 5.571.270.204 5.737.175.560 5.321.005.660 5.242.724.933 4.856.730.638 4.907.686.845 4.824.182.822
Liabilitas jangka pendek 468.526.329 850.138.636 436.747.850 588.138.938 731.493.137 822.078.827 801.220.829
Utang usaha 300.134.688 258.776.436 247.355.425 311.226.605 417.359.082 500.738.683 472.828.329
Utang lain-lain 2.643.838 1.923.640 40.318.181 67.345.779 50.049.730 21.324.264 15.669.160
Utang pajak 24.588.436 25.543.070 22.952.769 25.492.254 26.462.856 26.012.993 30.017.750
Beban yang masih harus dibayar 37.475.505 97.937.434 42.733.853 40.362.783 39.577.964 36.721.425 49.691.309
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0 548.170 9.658.431 41.199.654 13.723.795 24.729.644 10.565.379
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 72.041.272 425.523.681 58.854.644 99.666.150 175.000.000 210.000.000 220.000.000
Liabilitas sewa 31.642.590 39.886.205 14.874.547 2.845.713 9.319.710 2.551.818 2.448.902
Liabilitas jangka panjang 1.620.450.783 1.479.148.317 1.878.359.757 1.579.447.969 962.825.145 817.363.086 700.463.983
Liabilitas pajak tangguhan 109.724.414 126.760.409 72.700.163 93.554.801 128.019.117 166.289.452 175.317.233
Pinjaman bank jangka panjang 1.414.544.545 1.173.130.470 1.592.119.081 1.257.047.622 597.370.005 395.888.645 290.871.036
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 37.542.127 52.480.936 50.513.004 62.316.439 75.932.088 80.038.533 68.315.443
Provisi untuk restorasi 8.252.337 37.349.593 46.671.869 48.924.565 51.437.752 54.530.790 55.831.559
Liabilitas sewa 50.387.360 89.426.909 116.355.640 117.604.542 110.066.183 120.615.666 110.128.712
Ekuitas 3.482.293.092 3.407.888.607 3.005.898.053 3.075.138.026 3.162.412.356 3.268.244.932 3.322.498.010
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -49.534.082 -59.326.386 -54.477.126 -62.555.084 -77.888.186 -76.994.525 -73.824.330
Saldo laba 1.267.929.240 1.203.319.758 796.534.403 873.857.734 976.463.494 1.081.403.310 1.132.485.113
Kepentingan non-pengendali 37.715 35.016 -19.443 -24.843 -23.171 -24.072 -22.992
4.1.2.2 Liabilitas
Pada 30 Juni 2025, total liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp1.501,68 miliar, mengalami
penurunan Rp58,56 miliar atau 3,75% dibandingkan dengan pada 30 Juni 2024 yang sebesar
Rp1.560,24 miliar. Persentase liabilitas jangka pendek Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah
sebesar 53,34% dan persentase liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat sebesar 46,66%.
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp801,22 miliar,
mengalami peningkatan Rp133,78 miliar atau 20,05%, jika dibandingkan dengan 30 Juni 2024,
yang sebesar Rp667,43 miliar. Pada 30 Juni 2025, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
adalah sebesar Rp700,46 miliar, mengalami penurunan Rp192,35 miliar atau 21,54%,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp892,81 miliar.
Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai liabilitas sejumlah Rp1,64 triliun, mengalami
penurunan sebesar 3,24% jika dibandingkan dengan perolehan nilai liabilitas di tahun 2023
sejumlah Rp1,69 triliun. Perubahan nilai liabilitas disebabkan oleh penurunan pinjaman bank
yang memberi dampak bagi Perseroan berupa penurunan beban keuangan Perseroan.
Tahun 2024, Perseroan mencatatkan liabilitas jangka pendek sejumlah Rp822,08 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 12,38% jika dibandingkan dengan perolehan nilai aset lancar di
4-5
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 64
tahun 2023 sejumlah Rp731,49 miliar. Perubahan nilai liabilitas jangka pendek disebabkan oleh
kenaikan pada utang usaha pihak berelasi dan utang usaha pihak ketiga. Selain itu, terdapat
pula perubahan pada porsi Pinjaman Bank atas Kredit Sindikasi yang jatuh tempo dalam satu
tahun. Tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai liabilitas imbalan kerja jangka pendek
sejumlah Rp24,73 miliar, mengalami kenaikan sebesar 80,20% jika dibandingkan dengan nilai
perolehan di tahun 2023 sejumlah Rp13,72 miliar. Perubahan nilai liabilitas imbalan kerja
jangka pendek disebabkan oleh peningkatan tunjangan produktivitas karyawan.
Pada 31 Desember 2023, total liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp1.579,45 miliar,
mengalami penurunan Rp588,14 miliar atau 27,13% dibandingkan dengan pada tahun 2022
yang sebesar Rp2.167,59 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pinjaman bank
jangka Panjang perusahaan Kredit Sindikasi yang memberi dampak bagi Perseroan berupa
penurunan beban keuangan perusahaan. Persentase liabilitas jangka pendek Perseroan pada
31 Desember 2023 adalah sebesar 46,31%, mengalami peningkatan dibanding tahun
sebelumnya dengan persentase sebesar 27,13%. Sementara itu, persentase liabilitas jangka
panjang Perseroan tercatat sebesar 60,96% pada 2023, mengalami perubahan dibanding
tahun sebelumnya dengan persentase sebesar 72,87%.
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp731,49
miliar, mengalami peningkatan Rp143,35 miliar atau 24,37%, jika dibandingkan dengan tahun
2022, yang sebesar Rp588,14 miliar. Pada 2023, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
adalah sebesar Rp962,83 miliar, mengalami penurunan Rp616,62 miliar atau 39,04%,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.579.45 miliar.
Di tahun 2022, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp2.124,33 miliar, mengalami
penurunan Rp147,46 miliar atau 6,49%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, yang sebesar
Rp2.271,79 miliar. Adapun komposisi liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, adalah
sebesar 27,57%, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar
18,78%. Sementara komposisi liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat sebesar 72,43%, di
tahun 2022, mengalami perubahan tahun sebelumnya, dengan komposisi sebesar 81,22%.
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp585,59 miliar,
mengalami peningkatan Rp158,93 miliar atau 37,25%, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
yang sebesar Rp426,66 miliar. Di tahun 2022, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
tercatat sebesar Rp1.538,75 miliar, mengalami penurunan Rp306,38 miliar atau 16,60%,
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.845,13 miliar.
Hingga akhir tahun 2021, liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami kenaikan 27% atau
sebesar Rp399,24 miliar, dari Rp1,48 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp1,88 triliun pada tahun
2021. Perubahan itu disebabkan oleh (1) Pinjaman bank jangka panjang meningkat 36% dari
sebesar Rp1,17 triliun di tahun 2020 menjadi Rp1,59 triliun di tahun 2021. Hal ini diakibatkan
oleh adanya repackaging utang kredit investasi. Tahun 2021 Perseroan menerima tambahan
pinjaman atas repackaging utang kredit investasi sebesar Rp480 miliar yang akan digunakan
sebagai pembayaran utang medium term notes sebesar Rp400 miliar; dan (2) Liabilitas pajak
4-6
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 65
tangguhan meningkat 15% dari sebesar Rp126,76 miliar di tahun 2020 menjadi Rp145,14 miliar
di tahun 2021 atas penambahan beban pajak tangguhan tahun berjalan sebesar Rp18 miliar.
Sementara pos liabilitas jangka panjang yang mengalami penurunan, yaitu (1) Liabilitas sewa
jangka panjang menurun 12% dari sebesar Rp89,43 miliar di tahun 2020 menjadi Rp78,69
miliar di tahun 2021, yang disebabkan oleh reklasifikasi ke liabilitas sewa jangka pendek; (2)
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang menurun 4% dari sebesar Rp52,48 miliar di tahun 2020
menjadi Rp50,51 miliar di tahun 2021; dan (3) Utang development, provisi reklamasi dan pasca
tambang menurun 68% dari sebesar Rp37,35 miliar di tahun 2020 menjadi Rp11,92 miliar di
tahun 2021 atas reklasifikasi utang development tambang yang jatuh tempo dalam 1 (satu)
tahun ke liabilitas jangka pendek.
Dengan adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 44% dan peningkatan
liabilitas jangka panjang sebesar 27%, maka total liabilitas Perseroan hingga akhir Desember
2021 meningkat 1% atau sebesar Rp22,22 miliar. Jika pada tahun 2020 sebesar Rp2,33 triliun,
di tahun 2021 menjadi Rp2,35 triliun.
4.1.2.3 Ekuitas
Ekuitas Perseroan pada 30 Juni 2025 sebesar Rp3.322,49 miliar, mengalami peningkatan
Rp177,08 miliar atau 5,63% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.145 miliar.
Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai ekuitas sejumlah Rp3,27 triliun, mengalami
kenaikan sebesar 3,35% jika dibandingkan dengan perolehan nilai ekuitas di tahun 2023
sejumlah Rp3,16 triliun. Perubahan nilai ekuitas disebabkan oleh pengakuan laba periode
tahun 2024 sebesar Rp129,25 miliar.
Jumlah ekuitas Perseroan tahun 2023 adalah sebesar Rp3.162,41 miliar, mengalami
peningkatan Rp87,27 miliar atau 2,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
Rp3.075,14 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh pengakuan laba periode tahun 2023
sebesar Rp 121,5 miliar Peningkatan ini tidak memberi dampak bagi Perseroan.
Jumlah ekuitas Perseroan di tahun 2022, tercatat sebesar Rp3.086,92 miliar, mengalami
peningkatan Rp86,75 miliar atau 2,89%, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
Rp3.000,17 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh Perseroan mencatat laba tahun berjalan
sebesar Rp94.827,89 miliar dan mencatat penyesuaian atas pengukuran program imbalan
pasti sebesar Rp8.077,85 miliar.
Jumlah ekuitas Perseroan hingga akhir tahun 2021 mengalami peningkatan 2% atau sebesar
Rp58,36 miliar dari Rp3,41 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp3,47 triliun pada tahun 2021.
Peningkatan tersebut berasal dari penyesuaian pengukuran kembali program imbalan pasti
sebesar Rp6,54 miliar. Sementara itu terdapat juga kenaikan pada pos ekuitas dikarenakan
adanya pencapaian laba tahun berjalan sebesar Rp51,82 miliar.
Ekuitas Perseroan tahun 2020 mengalami penurunan 2% atau sebesar Rp74,40 miliar dari
Rp3,48 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp3,41 triliun pada tahun 2020. Penurunan tersebut
4-7
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 66
berasal dari penyesuaian implementasi PSAK 71 sebesar Rp75,12 miliar, pembagian dividen
sebesar Rp6,16 miliar dan pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar Rp9,79 miliar.
Sementara itu terdapat juga kenaikan pada pos ekuitas dikarenakan adanya penyesuaian
perpajakan sebesar Rp5,69 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp10,98 miliar.
4.1.3 Laporan Arus Kas
Perseroan membukukan peningkatan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
sejumlah Rp64,04 miliar atau 88,37%, dari Rp72,46 miliar pada 30 Juni 2024 menjadi Rp136,51
miliar pada 30 Juni 2025. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
penerimaan kas dari pelanggan khususnya kepada pihak berelasi seiring dengan peningkatan
piutang usaha pihak berelasi. Arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami
peningkatan Rp1,03 miliar atau 6,95%, dari Rp14,96 miliar pada 30 Juni 2024 menjadi Rp16,01
miliar pada 30 Juni 2025. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembelian aset tetap
dan aset dalam pembangunan. Perseroan membukukan peningkatan arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan sejumlah Rp29,13 miliar atau 26,96%, dari Rp108,05
miliar pada 30 Juni 2024 menjadi Rp137,19 miliar. Peningkatan tersebut secara total utamanya
disebabkan oleh pembayaran pokok pinjaman bank sebesar Rp100 miliar.
Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai arus kas dari aktivitas operasi sejumlah Rp182,54
miliar, mengalami penurunan sebesar 38,43% jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2023
sejumlah Rp296,49 miliar. Perubahan nilai arus kas dari aktivitas operasi disebabkan oleh
peningkatan pada pembayaran kepada pemasok dan juga pembayaran kepada karyawan. Di
tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai arus kas dari aktivitas investasi sejumlah Rp51,95
miliar, mengalami penurunan sebesar 49,55% jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2023
sejumlah Rp102,98 miliar. Perubahan nilai arus kas dari aktivitas investasi disebabkan oleh
turunnya nilai investasi yang dilakukan Perseroan yang menyesuaikan dengan kondisi
keuangan Perseroan dan skala prioritas. Di tahun 2024, Perseroan mencatatkan nilai arus kas
dari aktivitas pendanaan sejumlah Rp200,02 miliar, mengalami penurunan sebesar 67,63% jika
dibandingkan dengan perolehan tahun 2023 sejumlah Rp617,98 miliar. Perubahan nilai arus
kas dari aktivitas pendanaan disebabkan oleh penurunan pada pembayaran pinjaman bank
setelah dilakukan refinancing pada tahun 2023.
Perseroan membukukan penurunan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
sejumlah Rp104,43 miliar atau 26,05%, dari Rp400,93 miliar pada 2022 menjadi Rp296,50
miliar pada 2023. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas
dari pelanggan khususnya kepada pihak berelasi seiring dengan peningkatan piutang usaha
pihak berelasi. Arus kas bersih Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami peningkatan
Rp50,33 miliar atau 95,60%, dari Rp52,65 miliar pada 2022 menjadi Rp102,98 pada 2023.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran investasi melalui utang usaha di
tahun 2022 yang baru di bayarkan di tahun 2023. Perseroan membukukan peningkatan arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sejumlah Rp307,88 miliar atau 99,28%,
4-8
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 67
dari Rp310,10 miliar pada 2022 menjadi Rp617,98 miliar. Peningkatan tersebut secara total
disebabkan oleh pembayaran pokok percepatan kredit sindikasi dalam rangka Refinancing
sebesar Rp442 miliar dan pembayan rutin pokok kredit sindikasi sebesar Rp100 miliar.
Kenaikan atau penurunan bersih kas dan setara kas merupakan akumulasi atas arus kas dari
aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan, yang
di tahun 2022, Perseroan mencatatkan penurunan bersih kas dan setara kas sebesar Rp38,18
miliar, turun Rp108,26 miliar atau 73,93%, dibandingkan tahun sebelumnya dengan kenaikan
bersih kas dan setara kas yang tercatat sebesar Rp146,44 miliar. Penurunan bersih kas dan
setara kas, disebabkan karena Perseroan melakukan percepatan pembayaran kredit sindikasi
ditahun 2022 sebesar Rp238 miliar.
Perseroan membukukan kas dan setara kas pada akhir tahun buku 2021 sebesar Rp534,83
miliar, naik 48% dibandingkan tahun buku 2020 yang sebesar Rp362,47 miliar. Perubahan
tersebut, antara lain didorong oleh kenaikan aktivitas operasi sebesar 6% dan penurunan
aktivitas investasi sebesar 52%.
Tabel 4-3: Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23 31-Dec-24 30-Jun-25
Arus kas dari aktivitas operasi 71.235.464 393.019.308 171.566.371 400.926.191 296.497.994 182.542.229 136.510.147
Penerimaan kas dari pelanggan 2.216.155.203 1.833.573.263 1.932.631.565 2.170.839.131 1.818.977.388 1.837.865.127 1.129.881.191
Pembayaran kas kepada pemasok -2.010.797.638 -1.281.048.347 -1.440.434.511 -1.453.627.596 -1.231.222.652 -1.386.231.229 -871.433.699
Pembayaran kas kepada karyawan -164.306.906 -175.189.724 -169.493.224 -166.581.593 -188.227.811 -211.525.166 -84.615.965
Pembayaran bunga pinjaman bank 0 0 -150.560.701 -162.929.766 -106.846.517 -70.334.536 -24.502.068
Pembayaran bunga medium term note 0 0 -9.000.000 0 0 0 0
Pembayaran bunga keuangan -10.879.103 0 -4.794.270 0 0 0 0
Penerimaan atas klaim 0 0 0 0 0 19.151.516 0
Penerimaan bunga 7.888.226 4.640.709 13.846.062 11.830.539 5.416.415 4.115.234 771.592
Penerimaan restitusi pajak 33.441.571 11.409.338 0 1.921.768 2.295.323 0 3.105.830
Pembayaran pajak penghasilan -265.889 -365.931 -628.550 -526.292 -3.894.152 -10.498.717 -16.696.734
Arus kas dari aktivitas investasi -342.993.040 -122.888.512 -39.535.312 -52.646.357 -102.976.371 -51.950.781 -16.007.434
Pembelian aset tetap -184.484.063 -75.075.807 -28.009.181 -20.047.948 -37.536.450 -17.157.915 -12.849.568
Penempatan deposito berjangka yang dibatasi pengg 0 0 0 0 0 -14.581.729 -1.416.381
Penjualan aset tetap 0 0 303.866 146.632 0 0 0
Pembelian aset takberwujud -22.662.639 -4.723.646 -485.600 -4.432.977 -5.566.827 -79.500 0
Aset dalam pembangunan -72.012.269 -42.765.869 -4.655.834 -28.312.064 -59.873.094 -20.131.637 -1.741.485
Pembelian lahan untuk pengembangan -63.834.069 -323.190 -6.688.563 0 0 0 0
Arus kas dari aktivitas pendanaan -17.220.792 -93.345.004 14.407.250 -310.100.341 -617.976.018 -200.022.908 -137.192.829
Penerimaan pinjaman bank 200.000.000 1.220.000.000 497.627.148 0 901.425.000 0 0
Pembayaran pokok pinjaman bank -36.020.638 -1.095.724.236 -41.394.229 -296.892.033 -1.496.986.458 -175.000.000 -100.000.000
Pembayaran pokok liabilitas sewa -27.685.611 -50.238.672 -33.675.693 -13.208.308 -3.449.379 -708.720 -11.342.028
Pembayaran bunga liabilitas sewa 0 -16.579.805 -8.149.976 0 0 0 0
Pembayaran pokok medium term note 0 0 -400.000.000 0 0 0 0
Pembayaran bunga medium term note -36.000.000 -36.000.000 0 0 0 0 0
Pembayaran dividen -18.971.143 -6.158.861 0 0 -18.965.181 -24.314.188 -25.850.801
Pembayaran bunga kredit investasi -98.543.400 -106.858.881 0 0 0 0 0
Pembayaran bunga keuangan 0 -1.784.549 0 0 0 0 0
Arus kas bersih -288.978.368 176.785.792 146.438.309 38.179.493 -424.454.395 -69.431.460 -16.690.116
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing -1.209.282 34.463 -24.203.633 34.830 -76.830 887.923 297.627
Kas & setara kas awal tahun 475.836.496 185.648.846 362.469.101 484.703.777 522.918.100 98.386.875 29.843.338
Kas & setara kas akhir tahun 185.648.846 362.469.101 484.703.777 522.918.100 98.386.875 29.843.338 13.450.849
4.1.4 Rasio Keuangan
Rasio likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar
dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya. Rata-rata rasio lancar untuk 31 Desember
2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 1,56x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat untuk
31 Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 1,51x.
4-9
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 68
Rasio solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas
dengan jumlah ekuitas. Rata-rata debt to equity ratio (DER) untuk 31 Desember 2019-2024
serta 30 Juni 2025 adalah 38,91%. Sedangkan rata-rata debt to total asset (DAR) untuk 31
Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 23,73%.
Rasio profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama 31 Desember 2019-2024 serta
30 Juni 2025 adalah 1,40%. Sementara return on equity (ROE) menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata tingkat
imbal hasil ekuitas periode 31 Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025 adalah 2,20%.
Selanjutnya, margin laba menunjukkan berapa persentase laba yang diperoleh dari setiap
penjualan. Periode 31 Desember 2019-2024 serta 30 Juni 2025, rata-rata marjin laba kotor,
laba sebelum pajak dan marjin laba bersih Perseroan adalah 37,21%, 5,89% dan 4,01%,
berturut-turut.
Tabel 4-4: Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23 31-Dec-24 30-Jun-25
Profitabilitas
Marjin laba kotor 43,76% 41,82% 44,31% 40,86% 31,53% 28,62% 29,58%
Marjin laba sebelum pajak 4,33% 2,12% 3,93% 5,42% 7,97% 8,21% 9,24%
Marjin laba bersih 1,50% 0,64% 2,67% 4,11% 5,96% 6,18% 7,03%
ROE (return on equity) 0,86% 0,32% 1,55% 2,51% 3,84% 3,95% 2,32%
ROA (return on assets) 0,54% 0,19% 0,88% 1,47% 2,50% 2,63% 1,59%
ROIC (return on invested capital) 0,60% 0,21% 0,98% 1,70% 3,00% 3,23% 1,95%
Likuiditas
Rasio kas 0,40 0,43 1,11 0,89 0,13 0,04 0,02
Rasio cepat 2,15 1,25 2,04 1,62 1,10 1,18 1,20
Rasio lancar 2,29 1,33 2,08 1,68 1,12 1,22 1,23
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 28,16% 30,12% 33,49% 28,18% 18,36% 14,86% 12,92%
DER (debt to equity ratio) 45,05% 50,70% 59,29% 48,04% 28,20% 22,31% 18,76%
4.2 PENILAIAN ATAS PROYEKSI KEUANGAN PERSEROAN
Proyeksi keuangan Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan, pada prinsipnya memiliki asumsi-asumsi yang sama, kecuali bahwa
dengan Rencana Transaksi, sebagai dampak dari perolehan jasa pengadaan yang disediakan
SIG akan mendorong efisiensi biaya pokok produksi dan beban umum dan administrasi
Perseroan dan terdapat pembebanan sebesar 8,2% atas biaya-biaya yang timbul terkait jasa
pengadaan.
Untuk menilai kewajaran proyeksi dapat dilakukan analisis outlier terhadap rata-rata rasio
keuangan historis, proyeksi tanpa Rencana Transaksi, dan proyeksi dengan Rencana
Transaksi, sebagai berikut:
4-10
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 69
Tabel 4-5: Perbandingan Rasio Keuangan Proyeksi dan Historis
Rata-rata Outlier
Uraian Proyeksi tanpa Proyeksi dengan
Historis Batas bawah IQR Batas atas
RT RT
Profitabilitas
Marjin laba kotor 37,21% 35,28% 35,47% 33,93% 0,96% 37,79%
Marjin laba sebelum pajak 5,89% 14,11% 14,31% 3,68% 4,21% 20,53%
Marjin laba bersih 4,01% 10,72% 10,87% 2,22% 3,43% 15,94%
ROE (return on equity) 2,20% 6,61% 6,69% 1,03% 2,25% 10,02%
ROA (return on assets) 1,40% 5,14% 5,21% 0,42% 1,90% 8,03%
ROIC (return on invested capital) 1,67% 6,27% 6,34% 0,46% 2,34% 9,81%
Likuiditas
Rasio kas 0,43 0,23 0,26 0,10 0,10 0,49
Rasio cepat 1,51 1,99 2,01 1,37 0,25 2,38
Rasio lancar 1,56 2,02 2,04 1,43 0,24 2,39
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 23,73% 5,16% 5,16% -8,77% 9,29% 28,37%
DER (debt to equity ratio) 38,91% 6,97% 6,95% -17,00% 15,98% 46,90%
FCC (fixed charge coverage) 2,27 22,08 16,05 -5,70 9,91 33,93
Keterangan:
1. RT : Rencana Transaksi,
2. IQR : interquartile range.
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan, dari perbandingan rasio tingkat
profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat profitabilitas sebelum dan setelah
Rencana Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat profitabilitas historisnya mengalami
peningkatan, kecuali marjin laba kotor yang mengalami penurunan. Secara umum tidak ada
indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan historis atas
rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan rasio tingkat rentabilitas,
terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan setelah Rencana
Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat likuiditas
historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan
rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya, kecuali rasio kas yang mengalami penurunan.
Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana
Transaksi dengan historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan
tingkat solvabilitas antara rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Rencana
Transaksi dengan rata-rata historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari
penurunan rasio DAR dan DER. Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan
setelah Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat solvabilitas Perseroan.
Berdasarkan analisis outlier tersebut sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proyeksi
keuangan yang ada adalah masih dalam kewajaran.
4.3 ANALISIS RASIO KEUANGAN
Dampak keuangan antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi dapat dianalisis melalui
perubahan proyeksi rasio keuangan antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi. Dari sisi
pengukuran profitabilitas, rata-rata marjin kotor, marjin laba sebelum pajak dan marjin laba
4-11
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 70
bersih antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar
0,19%, 0,20% dan 0,15%, berturut-turut. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi
ROE (return on equity), ROA (return on assets), dan ROIC (return on invested capital) antara
tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%,
0,07% dan 0,07%, berturut-turut. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio lancar (current
ratio) dan rasio cepat (quick ratio) antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami
peningkatan masing-masing sebesar 0,02x. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi
DAR (debt to total asset ratio) dan DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah
Rencana Transaksi mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,01%. Sehingga dapat
diindikasikan bahwa setelah Rencana Transaksi, posisi keuangan Perseroan masih relatif baik.
Tabel 4-6: Selisih Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 0,00% 0,28% 0,27% 0,20% 0,19% 0,17% 0,19%
Marjin laba sebelum pajak 0,00% 0,29% 0,29% 0,22% 0,21% 0,19% 0,20%
Marjin laba bersih 0,00% 0,22% 0,22% 0,16% 0,16% 0,15% 0,15%
ROE (return on equity) 0,00% 0,15% 0,13% 0,08% 0,07% 0,05% 0,08%
ROA (return on assets) 0,00% 0,11% 0,10% 0,07% 0,06% 0,05% 0,07%
ROIC (return on invested capital) 0,00% 0,13% 0,12% 0,08% 0,06% 0,05% 0,07%
Likuiditas
Rasio kas 0,00 0,01 0,02 0,03 0,04 0,04 0,02
Rasio cepat 0,00 0,01 0,02 0,03 0,04 0,04 0,02
Rasio lancar 0,00 0,01 0,02 0,03 0,04 0,04 0,02
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 0,00% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01%
DER (debt to equity ratio) 0,00% -0,02% -0,02% -0,01% -0,01% -0,02% -0,01%
Keterangan: kolom proyeksi adalah rata-rata proyeksi.
Tabel 4-7: Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 34,13% 35,28% 35,05% 35,06% 35,81% 36,38% 35,28%
Marjin laba sebelum pajak 10,68% 12,31% 13,46% 14,60% 16,22% 17,42% 14,11%
Marjin laba bersih 8,07% 9,36% 10,20% 11,07% 12,34% 13,25% 10,72%
ROE (return on equity) 2,67% 6,57% 6,98% 7,36% 7,91% 8,18% 6,61%
ROA (return on assets) 1,87% 4,86% 5,37% 5,82% 6,33% 6,59% 5,14%
ROIC (return on invested capital) 2,29% 5,98% 6,61% 7,13% 7,67% 7,94% 6,27%
Likuiditas
Rasio kas 0,04 0,09 0,21 0,25 0,33 0,48 0,23
Rasio cepat 1,40 1,69 1,93 2,30 2,33 2,26 1,99
Rasio lancar 1,43 1,72 1,96 2,34 2,37 2,30 2,02
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 11,82% 7,37% 4,35% 2,54% 2,47% 2,43% 5,16%
DER (debt to equity ratio) 16,88% 9,96% 5,65% 3,21% 3,09% 3,01% 6,97%
Keterangan: kolom proyeksi adalah rata-rata proyeksi.
4-12
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 71
Tabel 4-8: Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 Proyeksi
Profitabilitas
Marjin laba kotor 34,13% 35,56% 35,33% 35,26% 36,00% 36,56% 35,47%
Marjin laba sebelum pajak 10,68% 12,60% 13,74% 14,81% 16,43% 17,61% 14,31%
Marjin laba bersih 8,07% 9,59% 10,42% 11,24% 12,50% 13,40% 10,87%
ROE (return on equity) 2,67% 6,72% 7,11% 7,44% 7,98% 8,23% 6,69%
ROA (return on assets) 1,87% 4,97% 5,48% 5,89% 6,39% 6,63% 5,21%
ROIC (return on invested capital) 2,29% 6,11% 6,73% 7,21% 7,74% 7,99% 6,34%
Likuiditas
Rasio kas 0,04 0,10 0,23 0,28 0,37 0,52 0,26
Rasio cepat 1,40 1,70 1,95 2,33 2,37 2,31 2,01
Rasio lancar 1,43 1,73 1,98 2,37 2,41 2,34 2,04
Solvabilitas
DAR (debt to total assets ratio) 11,82% 7,36% 4,34% 2,53% 2,46% 2,42% 5,16%
DER (debt to equity ratio) 16,88% 9,95% 5,63% 3,20% 3,08% 3,00% 6,95%
Keterangan: kolom proyeksi adalah rata-rata proyeksi.
4.4 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PROFORMA
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam membentuk proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan adalah sebagai berikut:
Laporan posisi keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir 30
Juni 2025 telah diaudit oleh KAP LRXR dan digunakan sebagai dasar penyusunan
informasi keuangan proforma.
Perseroan akan mencatatkan penghematan pada beban pokok pendapatan, beban
penjualan dan beban umum dan administrasi akibat Rencana Transaksi.
Perseroan akan mencatatkan peningkatan pada kas akibat adanya penghematan dan
penurunan pada persediaan dan utang usaha akibat adanya penurunan biaya per unit
(harga beli per volume).
Berikut ini adalah proforma laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi.
4-13
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 72
Tabel 4-9: Proforma Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
30 Juni 2025
Uraian Tanpa Dengan Selisih Selisih
Rencana Transaksi Rencana Transaksi nilai %
Pendapatan 1.093.609.671 1.093.609.671 0 0,00%
Beban pokok pendapatan -770.093.860 -766.478.568 3.615.292 -0,47%
Laba (rugi) bruto 323.515.811 327.131.103 3.615.292 1,12%
Beban penjualan -105.012.380 -105.002.083 10.297 -0,01%
Beban umum & administrasi -97.302.278 -97.182.840 119.438 -0,12%
Pendapatan keuangan 756.721 756.721 0 0,00%
Beban keuangan -30.813.519 -30.813.519 0 0,00%
Pendapatan (beban) operasi lainnya 9.933.343 9.933.343 0 0,00%
Laba (rugi) sebelum beban pajak 101.077.698 104.822.726 3.745.028 3,71%
Beban pajak penghasilan -24.144.014 -24.144.014 0 0,00%
Laba (rugi) tahun berjalan 76.933.684 80.678.712 3.745.028 4,87%
Pendapatan (beban) komprehensif lain 3.170.195 3.170.195 0 0,00%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 80.103.879 83.848.907 3.745.028 4,68%
Tabel 4-10: Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Rp Ribu)
30 Juni 2025
Uraian Tanpa Dengan Selisih Selisih
Rencana Transaksi Rencana Transaksi nilai %
Aset 4.824.182.822 4.825.966.977 1.784.155 0,04%
Aset lancar 986.501.539 988.285.694 1.784.155 0,18%
Kas & setara kas 13.450.849 17.195.877 3.745.028 27,84%
Piutang usaha 676.392.543 676.392.543 0 0,00%
Piutang lain-lain 2.929.104 2.929.104 0 0,00%
Persediaan 275.216.258 273.255.386 -1.960.872 -0,71%
Pajak lain-lain dibayar dimuka 6.919.374 6.919.374 0 0,00%
Beban dibayar dimuka & uang muka 10.600.797 10.600.797 0 0,00%
Aset keuangan lancar lainnya 992.614 992.614 0 0,00%
Aset tidak lancar 3.837.681.283 3.837.681.283 0 0,00%
Aset pajak tangguhan 9.965.547 9.965.547 0 0,00%
Investasi pada entitas asosiasi 25.000 25.000 0 0,00%
Aset tetap & tanah pertambangan 3.753.539.573 3.753.539.573 0 0,00%
Aset hak guna 7.718.072 7.718.072 0 0,00%
Aset tidak lancar lainnya 66.433.091 66.433.091 0 0,00%
Liabilitas & ekuitas 4.824.182.822 4.825.966.977 1.784.155 0,04%
Liabilitas jangka pendek 801.220.829 799.259.957 -1.960.872 -0,24%
Utang usaha 472.828.329 470.867.457 -1.960.872 -0,41%
Utang lain-lain 15.669.160 15.669.160 0 0,00%
Utang pajak 30.017.750 30.017.750 0 0,00%
Beban yang masih harus dibayar 49.691.309 49.691.309 0 0,00%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 10.565.379 10.565.379 0 0,00%
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 220.000.000 220.000.000 0 0,00%
Liabilitas sewa 2.448.902 2.448.902 0 0,00%
Liabilitas jangka panjang 700.463.983 700.463.983 0 0,00%
Liabilitas pajak tangguhan 175.317.233 175.317.233 0 0,00%
Pinjaman bank jangka panjang 290.871.036 290.871.036 0 0,00%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 68.315.443 68.315.443 0 0,00%
Provisi untuk restorasi 55.831.559 55.831.559 0 0,00%
Liabilitas sewa 110.128.712 110.128.712 0 0,00%
Ekuitas 3.322.498.010 3.326.243.038 3.745.028 0,11%
Modal saham 993.253.434 993.253.434 0 0,00%
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 0 0,00%
Komponen ekuitas lainnya -73.824.330 -73.824.330 0 0,00%
Saldo laba 1.132.485.046 1.136.230.074 3.745.028 0,33%
Kepentingan non-pengendali -22.925 -22.925 0 0,00%
4-14
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 73
Berdasarkan proforma laporan keuangan di atas, pengukuran tingkat likuiditas Perseroan
berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila Rencana
Transaksi dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak
dilakukan. Namun demikian, tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio
cepat dan rasio lancar apabila Rencana Transaksi dilakukan masih berada diatas 100%.
Sementara tingkat solvabilitas Perseroan relatif mengalami penurunan sebagaimana
diindikasikan dari DER dan DAR apabila Rencana Transaksi dilakukan dibandingkan apabila
Rencana Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat rentabilitas Perseroan
berubah sebagaimana diindikasikan dari ROA dan ROE apabila Rencana Transaksi dilakukan
mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Kemudian,
pengukuran tingkat profitabilitas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari marjin
laba kotor, marjin sebelum pajak, dan marjin laba bersih apabila Rencana Transaksi dilakukan
mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Sehingga
secara umum dapat diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Rencana
Transaksi dilakukan masih relatif baik.
Tabel 4-11: Proforma Rasio Keuangan Perseroan
30 Juni 2025
Uraian Tanpa Dengan Selisih Selisih
Rencana Transaksi Rencana Transaksi nilai %
Rasio likuiditas
Rasio lancar (current ratio) 123,12% 123,65% 0,53% 0,43%
Rasio cepat (quick ratio) 2,04% 2,52% 0,47% 23,16%
Rasio solvabilitas
DER (total debt to equity ratio) 18,76% 18,74% -0,02% -0,11%
DAR (total debt to total asset ratio) 12,92% 12,92% 0,00% -0,04%
Rasio profitabilitas
ROA (return on asset) 1,66% 1,74% 0,08% 4,64%
ROE (return on equity) 2,41% 2,52% 0,11% 4,56%
Marjin laba kotor 29,58% 29,91% 0,33% 1,12%
Marjin laba sebelum pajak 9,24% 9,59% 0,34% 3,71%
Marjin laba bersih 7,32% 7,67% 0,34% 4,68%
4.5 ANALISIS INKREMENTAL
4.5.1 Kontribusi Nilai Tambah
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan (sebelum dan setelah Rencana Transaksi)
selama periode 1 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2030, dilakukan analisis nilai tambah
(inkremental) untuk melihat dampak terhadap arus kas bersih Perseroan apabila Rencana
Transaksi dilakukan dibandingkan dengan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan.
Untuk mendiskonto laba bersih, maka tingkat diskonto yang relevan adalah biaya modal rata-
rata tertimbang (weighted average cost of capital/WACC). Adapun WACC ditentukan dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
4-15
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 74
∙ ∙ 1 ∙
dimana: WACC : biaya modal rata-rata tertimbang,
ke : biaya modal ekuitas/saham biasa,
kd : biaya modal hutang,
We : bobot ekuitas dalam struktur kapital,
Wd : bobot hutang dalam struktur kapital, dan
T : pajak penghasilan perusahaan.
Sebelum dapat menetapkan besarnya WACC, maka terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
perusahaan secara individual yang dalam hal ini meliputi biaya ekuitas dan biaya utang. Dalam
penilaian ini biaya hutang (kd) diasumsikan sebesar 8,96% (sebelum pajak) yang merupakan
rata-rata tingkat bunga kredit investasi dari bank milik pemerintah (persero) per tanggal
penilaian. Sedangkan biaya ekuitas dihitung menggunakan capital asset pricing model (CAPM)
dengan persamaan sebagai berikut:
∙
dimana: E(Ri) : balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
Rf : tingkat balikan yang tersedia untuk sekuritas bebas risiko (risk free
rate),
β : beta,
RPm : premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar (bebas risiko). Dalam penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
dapat digunakan adalah tingkat balikan obligasi pemerintah Republik Indonesia untuk jatuh
tempo selama 30 tahun yaitu sebesar 7,03% (sumber: IBPA). Angka tersebut selanjutnya kami
gunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).
RPm adalah selisih antara tingkat yield investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
dalam bentuk penyertaan ekuitas. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premium) seperti volatilitas harga saham
untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko
ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
pendek di pasar sekuritas. Dalam penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko ekuitas
(RPm) Indonesia yaitu sebesar 7,03% berdasarkan studi Prof. Aswath Damodaran dari New
York University yang diterbitkan pada Juli 2025 (sumber: www.damodaran.com).
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium atas Obyek Penilaian.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai yang akan digunakan dalam penilaian ini, kami
menggunakan beta pembanding dari hasil studi Prof. Aswath Damodaran, dimana beta
4-16
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 75
tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta perusahaan-perusahaan pembanding. Cara ini
dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
pembanding terhadap betanya. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap
perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung beta unlevered. Beta levered dari
perusahaan pembanding di-unlevered-kan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
1 1 ∙
dimana: T : tingkat pajak,
DER : debt to equity ratio,
βL : beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian perusahaan
terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
βU : beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham
yang diukur secara obyektif dari responsifitas pengembalian
perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh
hutang.
Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
ini kemudian di-relevered-kan kembali dengan mengunakan rata-rata tingkat leverage (DER)
dari perusahaan-perusahaan pembanding tersebut dengan formula sebagai berikut:
∙ 1 1 ∙
Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
pembanding yaitu sebesar 0,7172 dengan default spread sebesar 1,87% dan dengan DER
sebesar 39,44% maka didapatkan beta levered Perseroan adalah sebesar 0,9378. Selanjutnya
dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya modal ekuitas Perseroan adalah
sebesar 11,75%.
Setelah biaya secara individual dari masing-masing modal yang digunakan dalam Perseroan
dapat ditentukan dan dengan mengunakan DER rata-rata dari perusahaan pembanding yaitu
sebesar 39,44% tersebut maka, biaya modal rata-rata tertimbang Perseroan dapat dihitung
sebagai berikut:
∙ ∙ 1 ∙
Dengan demikian maka biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) yang akan digunakan
sebagai tingkat diskonto atas laba bersih Perseroan adalah sebesar 10,40%.
4-17
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 76
Hasil perhitungan nilai kini dari laba bersih inkremental Perseroan antara apabila Rencana
Transaksi dilakukan dengan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan, menunjukkan nilai
yang positif. Hal ini mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi berpotensi memberikan
dampak positif dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Tabel 4-12: Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental (Rp Ribu)
Uraian 30-Jun-25 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Arus kas bersih (tanpa Rencana Transaksi) 76.622.630 278.717.086 244.320.305 106.188.398 52.888.420 100.361.820
Laba bersih 91.219.994 240.276.693 274.380.412 311.980.057 364.403.610 410.165.480
Penyesuaian non-kas -73.425.336 161.728.905 161.971.498 162.214.455 162.457.777 162.701.464
Perubahan modal kerja -139.392.679 -87.981.083 41.965.190 -46.235.226 41.308.517 140.220.238
Manfaat bunga atas pajak 17.559.424 34.202.098 21.951.852 13.123.151 10.257.912 10.463.070
Perubahan investasi 180.661.228 -69.509.526 -255.948.647 -334.894.040 -525.539.396 -623.188.432
Nilai terminal 964.984.286
Arus kas bersih (dengan Rencana Transaksi) 76.622.630 286.207.142 250.244.894 110.418.557 57.595.814 104.808.963
Laba bersih 91.219.994 245.974.925 280.250.850 316.602.615 369.090.709 414.670.027
Penyesuaian non-kas -73.425.336 161.728.905 161.971.498 162.214.455 162.457.777 162.701.464
Perubahan modal kerja -139.392.679 -86.189.259 42.019.340 -46.627.625 41.328.812 140.162.834
Manfaat bunga atas pajak 17.559.424 34.202.098 21.951.852 13.123.151 10.257.912 10.463.070
Perubahan investasi 180.661.228 -69.509.526 -255.948.647 -334.894.040 -525.539.396 -623.188.432
Nilai terminal 1.007.743.806
Arus kas bersih inkremental 0 7.490.056 5.924.589 4.230.159 4.707.394 47.206.663
Faktor PV
Periode 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
Tingkat diskonto 10,40% 10,40% 10,40% 10,40% 10,40% 10,40%
Faktor diskonto 0,9517 0,8621 0,7809 0,7073 0,6407 0,5803
PV arus kas bersih inkremental (Rp ribuan) 0 6.456.978 4.626.281 2.991.989 3.015.875 27.394.644
NPV arus kas bersih inkremental (Rp ribuan) 44.485.767
4.5.2 Biaya dan Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya
atau pendapatan relevan lain yang signifikan terkait dengan Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
4.5.3 Informasi Non Keuangan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan tidak terdapat
informasi non keuangan relevan lain yang mempengaruhi Rencana Transaksi.
4.5.4 Prosedur Pengambilan Keputusan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur
Anggaran Dasar Perseroan. Setelah menentukan Rencana Transaksi, Direksi harus
memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Sebelum Direksi mengusulkan usulan Rencana
Transaksi, Direksi telah melalui tahapan proses analisis internal Perseroan. Dengan demikian,
manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
4.5.5 Hal-Hal Material Lain
Berdasarkan Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Penyerahan Jasa Intra-Group SIG
Tahun 2023 yang disusun oleh PIK mengenai kajian penentuan harga transfer untuk transaksi
4-18
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 77
penyerahan jasa intra-group kepada pihak afiliasi yang berlandaskan pada prinsip kewajaran
dan kelaziman usaha atau arm’s length principle (ALP), menggunakan profit level indicator
(PLI) adalah rasio full cost mark-up (FCMU), diketahui bahwa rasio FCMU perusahaan
pembanding menunjukkan rentangan kuartil berada di antara kuartil pertama 5,77% dan kuartil
ketiga 10,81% dengan nilai tengah (median) 8,55%. Sehingga, penetapan marjin 8,2% terkait
Rencana Transaksi masih dapat disebut sesuai prinsip kewajaran dan kelaziman usaha karena
berada dalam rentangan kuartil tersebut.
Selanjutnya, mempertimbangkan Kajian Penentuan Harga Transfer Transaksi Penyerahan
Jasa Intra-Group SIG oleh PIK disusun pada tahun 2023, maka dilakukan pemutakhiran atas
rasio FCMU yang sama menggunakan data terkini tidak lebih dari setahun sejak tanggal
penilaian. Berikut ini adalah rentangan kuartil dan nilai tengah (median) rasio FCMU
perusahaan pembanding dengan SIC Code 3241 (produsen semen):
Perusahaan-perusahaan pembanding di Indonesia, rentangan kuartil berada di antara
kuartil pertama 6,08% dan kuartil ketiga 12,31% dengan nilai tengah (median) 8,08%.
Perusahaan-perusahaan pembanding di ASEAN, rentangan kuartil berada di antara kuartil
pertama 6,65% dan kuartil ketiga 12,12% dengan nilai tengah (median) 7,58%.
Perusahaan-perusahaan pembanding di Asia (ASEAN, Pakistan, Korea Selatan, Taiwan,
dan Bangladesh), rentangan kuartil berada di antara kuartil pertama 4,35% dan kuartil
ketiga 13,16% dengan nilai tengah (median) 8,11%.
Berdasarkan pemutakhiran atas rasio FCMU di atas, menunjukkan bahwa penetapan marjin
8,2% terkait Rencana Transaksi masih dapat disebut sesuai prinsip kewajaran dan kelaziman
usaha karena berada dalam rentangan kuartil hasil pemutakhiran tersebut.
4.6 ANALISIS SENSITIVITAS
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dengan Rencana Transaksi selama
periode 1 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2030, dilakukan analisis sensitivitas terhadap
beberapa variabel untuk menguji variabel mana yang lebih sensitif memberikan dampak pada
EBIT Perseroan. Variabel tersebut meliputi perubahan atas pendapatan serta biaya pokok
pendapatan Perseroan.
Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa perubahan pada pendapatan Perseroan lebih
sensitif mengakibatkan perubahan pada EBIT Perseroan. Sebagaimana diindikasikan dari
peningkatan pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan EBIT sebesar 16,5%.
Sementara penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,5% mengakibatkan peningkatan
EBIT sebesar 10,7%.
4-19
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 78
Tabel 4-13: Sensitivitas Persentase Perubahan EBIT Perseroan
Perubahan pada HPP
0 -15,0% -12,5% -10,0% -7,5% -5,0% -2,5% 0,0% 2,5% 5,0% 7,5% 10,0% 12,5% 15,0%
15,0% 163,0% 152,3% 141,6% 131,0% 120,3% 109,7% 99,0% 88,3% 77,7% 67,0% 56,4% 45,7% 35,0%
Perubahan pada pendapatan
12,5% 146,5% 135,8% 125,1% 114,5% 103,8% 93,2% 82,5% 71,8% 61,2% 50,5% 39,9% 29,2% 18,5%
10,0% 130,0% 119,3% 108,6% 98,0% 87,3% 76,7% 66,0% 55,3% 44,7% 34,0% 23,4% 12,7% 2,0%
7,5% 113,5% 102,8% 92,1% 81,5% 70,8% 60,2% 49,5% 38,8% 28,2% 17,5% 6,9% -3,8% -14,5%
5,0% 97,0% 86,3% 75,6% 65,0% 54,3% 43,7% 33,0% 22,3% 11,7% 1,0% -9,6% -20,3% -31,0%
2,5% 80,5% 69,8% 59,1% 48,5% 37,8% 27,2% 16,5% 5,8% -4,8% -15,5% -26,1% -36,8% -47,5%
0,0% 64,0% 53,3% 42,6% 32,0% 21,3% 10,7% 0,0% -10,7% -21,3% -32,0% -42,6% -53,3% -64,0%
-2,5% 47,5% 36,8% 26,1% 15,5% 4,8% -5,8% -16,5% -27,2% -37,8% -48,5% -59,1% -69,8% -80,5%
-5,0% 31,0% 20,3% 9,6% -1,0% -11,7% -22,3% -33,0% -43,7% -54,3% -65,0% -75,6% -86,3% -97,0%
-7,5% 14,5% 3,8% -6,9% -17,5% -28,2% -38,8% -49,5% -60,2% -70,8% -81,5% -92,1% -102,8% -113,5%
-10,0% -2,0% -12,7% -23,4% -34,0% -44,7% -55,3% -66,0% -76,7% -87,3% -98,0% -108,6% -119,3% -130,0%
-12,5% -18,5% -29,2% -39,9% -50,5% -61,2% -71,8% -82,5% -93,2% -103,8% -114,5% -125,1% -135,8% -146,5%
-15,0% -35,0% -45,7% -56,4% -67,0% -77,7% -88,3% -99,0% -109,7% -120,3% -131,0% -141,6% -152,3% -163,0%
4-20
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 79
BAB 5. ANALISIS FAKTOR RELEVAN LAIN
5.1 FAKTOR RISIKO
Faktor risiko lain adalah faktor risiko pada Perseroan yang dapat berdampak pada faktor risiko
utama diatas yang secara garis besar adalah sebagai berikut:
Risiko Perizinan Tambang pada proses bisnis mengelola perencanaan penambangan,
dengan mitigasi risiko berupa melakukan rencana percepatan pekerjaan konstruksi
infrastruktur, percepatan pekerjaan akuisisi lahan dan percepatan pekerjaan pra
operasional.
Risiko Operasional Produksi, dengan mitigasi risiko berupa (a) Meningkatkan Predictive
Maintenance untuk menjaga keandalan peralatan Cement Mill 05 dan 06 untuk
mengurangi terjadinya Breakdown/kerusakan peralatan; (b) Menjaga keseimbangan
Stock material White Clay antar Plant; (c) Mengatur pola operasi dengan memaksimalkan
produksi semen di pabrik yang lebih efisien (PBR II); (d) Melakukan survei dan koordinasi
dengan penghasil Fly Ash; (e) Memastikan kontrak jumlah angkutan Fly Ash sesuai
dengan kebutuhan; (f) Pemantauan secara rutin terhadap kualitas Clinker; (g) Menjaga
keandalan peralatan di area Kiln agar tidak terjadi Breakdown tidak terencana; dan (h)
Melakukan koordinasi untuk meningkatkan suplai limbah biomass.
Risiko Mesin dan Peralatan Produksi, dengan mitigasi risiko berupa (a) Melakukan analisa
dan evaluasi serta pelaporan hasil inspeksi dan cek kondisi peralatan secara berkala; (b)
Meningkatkan condition monitoring kebutuhan drop test serta kalibrasi; (c) Melakukan
pembelian sparepart prioritas berdasarkan umur peralatan, kondisi peralatan dan
anggaran; (d) Meningkatkan kegiatan preventive dan corective maintenance pada
peralatan sampai scheduled shutdown dilakukan; (e) Meningkatkan Production Rate Kiln;
dan (f) Meningkatkan Production Rate Cement Mill.
Risiko Compliance Regulasi Lingkungan, Safety, Energi dan K3, dengan mitigasi risiko
berupa (1) Melakukan pemantauan dan pengukuran lingkungan (udara dan air) di sekitar
area perusahaan di 3 site secara rutin dan melakukan pelaporan pada dinas terkait untuk
mempertahankan kinerja Proper Hijau; (2) Melakukan penyusunan dokumen lingkungan
beyond compliance untuk mencapai kinerja Proper Hijau; (3) Penerapan program kerja
Zero Accident; dan (4) Penerapan program kerja pencegahan penanggulangan
kebakaran.
Risiko Internalisasi Corporate Culture, dengan mitigasi risiko berupa kegiatan sosialisasi
AKHLAK untuk seluruh karyawan pada tahun 2024, melakukan survei AKHLAK yang
diinisiasi oleh SIG pada tahun 2024 dan melakukan survei keterikatan karyawan.
Risiko kepatuhan pada regulasi, dengan mitigasi risiko berupa (1) Pembentukan
compliance partners di seluruh unit kerja sebagai upaya meningkatkan pemahaman
personel terkait regulasi berlaku dengan pununjukan mitra kupatuhan di setiap unit kerja;
5-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 80
identifikasi regulasi di setisp proses bisnis/unit kerja; identifikasi mandatory regulasi;
pemantauan pemenuhan kepatuhan; (2) Analisa reviu regulasi eksternal dan internal
termasuk analisa kepatuhan terhadap aksi korporasi agar sesuai dengan regulasi berlaku
dengan Identifikasi regulasi terkait dan perkembangan regulasi; analisis/kajian regulasi;
penyempurnaan kebijakan internal perusahaan/aksi korporasi; dan (3) Penyusunan
sistem kepatuhan hukum perusahaan berbasis digitalisasi dengan melibatkan konsultan
berpengalaman seperti persiapan pengadaan, proses pengadaan, FGD dangan
konsultan, dan pelaksanaan penyusunan sistem kepatuhan.
Risiko keuangan, dengan mitigasi risiko berupa (1) Memberikan informasi kepada unit
kerja pengguna anggaran terkait target RKAP yang telah disetejui untuk masing-masing
unit kerja pengguna anggaran; (2) Penyampaian atas pencapaian kinerja keuangan
bulanan kepada pengguna anggaran sebagai kontrol dalam merealisasikan angggaran
biaya yang akan digunakan; (3) Berkoordinasi dengan unit kerja pengguna anggaran atas
realisasi biaya yang telah digunakan; (4) Persiapan/proses pekerjaan: Membuat
perencanaan, mengidentifikasi hal-hal yang berhubungan perkiraan biaya, membuat list
apa saja yang diperlukan untuk perubahan, optimalisasi sumber daya dan tahapan
pelaksanaan pekerjaaan secara mandiri yang dilakukan oleh personil yang berkompeten
atau menggunakan jasa konsultan agar program Capex dapat berjalan sesuai yang telah
di rencanakan; dan (5) Anggaran/biaya: Menyiapkan kontingensi/cadangan anggaran,
negosiasi dan manajemen vendor untuk mendapatkan nilai proyek yang paling optimal
dan untuk meminimalisir terjadinya pekerjaan tambahan yang berdampak pada
bertambahnya biaya/anggaran.
Risiko sumber daya manusia (SD), dengan mitigasi risiko berupa melaksanakan pelatihan,
sertifikasi dan diklat lainnya terkait peningkatan kinerja karyawan yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran dan kompetansi karyawan dengan melaksanakan diklat,
coaching dan counseling serta mengubah mindset karyawan dari product driven menjadi
business driven.
5.2 TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN, SOSIAL DAN TATA KELOLA PERSEROAN
Sebagai bagian dari corporate citizen yang juga merupakan emiten publik, Perseroan memiliki
komitmen untuk turut berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan melalui program
kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengacu pada undang
undang dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, sebagai bagian dari BUMN, Perseroan
memiliki komitmen untuk senantiasa mengimplementasikan program dan kegiatan TJSL
secara sistematis dan terpadu untuk menjamin pelaksanaan, pencapaian keberhasilan serta
pengelolaan dampak program TJSL sesuai dengan prioritas dan/atau pencapaian dari tujuan
Program TJSL BUMN yang berpedoman pada rencana kerja, sebagaimana yang tertuang
dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-1/MBU/03/2023 Tahun 2023
tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan
Usaha Milik Negara.
5-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 81
Dalam mendukung kinerja keberlanjutan, Perseroan telah menetapkan sasaran untuk
mengurangi konsumsi energi thermal (thermal consumption) dan listrik (electrical comsumtion).
Target untuk penurunan konsumsi thermal ditetapkan menjadi 800 kcal/kg terak, sedangkan
konsumsi listrik ditargetkan mencapai 82,23 kWh/ton semen pada tahun 2024. Di samping itu,
Perseroan juga berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi tidak terbarukan dengan
menetapkan target Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 2,67% melalui pemanfaatan
bahan bakar alternatif sebagai pengganti batu bara, serta merealisasikan pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 22,98 kWp untuk menekan
penggunaan energi listrik. Hingga 31 Desember 2024, Perseroan juga merealisasi penyaluran
Program TJSL BUMN Semen Baturaja tercatat sebesar Rp2,4 miliar dan penyalurannya telah
dialokasikan keempat pilar dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau
Sustainable Development Goals (SDGs). Perseroan juga menyalurkan beberapa bantuan
seperti bantuan Sarana Prasarana Pemadam Kebakaran untuk Pemda OKU dan Kegiatan
Tanggap Bencana Banjir di Kabupaten OKU.
Dalam aspek sosial, demi memajukan perkembangan masyarakat di Indonesia, sekaligus
mengurangi masyarakat pengangguran, Perseroan mengutamakan perekrutan tenaga kerja
Indonesia dalam mendukung kegiatan operasionalnya. Selain itu, Perseroan senantiasa
berkomitmen menjalankan praktik yang bisnis yang bersih dan bebas dari potensi korupsi dan
suap serta mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Upaya untuk
mengatasi praktik korupsi, balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi di
lingkungan, Perseroan telah menetapkan berbagai kebijakan dan pedoman, yaitu Kebijakan
Anti Penyuapan, Pedoman GCG, Pedoman Perilaku dan Pedoman Pengendalian Gratifikasi.
Komitmen anti korupsi diwujudkan melalui penanda tanganan Surat Pernyataan Kepatuhan
Pedoman Perilaku dan Pakta Integritas oleh pengurus, karyawan serta mitra kebijakan
pendukung lainnya yaitu SOP Uji Kelayakan dan SOP Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing
System. Perseroan juga telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
(SMAP) sesuai dengan standar SNI ISO 37001:2016 sebagai wujud penerapan tata kelola
perusahaan yang baik. Langkah ini bertujuan untuk membangun lingkungan kerja yang bersih
dari praktik penyuapan dan korupsi.
Untuk memastikan efektivitas penerapan tata kelola yang baik, Perseroan mengukur efektivitas
tersebut secara rutin oleh SIG setiap tahunnya. Penilaian dilakukan menggunakan parameter
berdasarkan ASEAN Governance Scorecard (ACGS), tahun 2024 Perseroan memperoleh skor
sebesar 92,84 atau setara predikat “Very Good” yang mana mengalami peningkatan dari tahun
sebelumnya dengan skor 88,51. Peningkatan skor ini menandakan peluang baik bagi
Perseroan untuk terus meningkatkan kualitas implementasi GCG, dengan menerapkan tindak
lanjut terhadap rekomendasi-rekomendasi berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.
Untuk menjaga efisiensi dan efektivitas tata kelola, Perseroan terus memperkuat acuan dan
panduan pelaksanaan GCG, salah satunya melalui pembaruan dan penyusunan Soft Structure
GCG. Sepanjang tahun 2024, beberapa dokumen penting yang diperbarui dan disusun antara
5-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 82
lain: (1) Pedoman Tata Kelola Perseroan yang Baik (Good Corporate Governance) Nomor:
M/SMBR/GRC/001 Tanggal 25 Maret 2024; (2) Pedoman Perilaku Etika Nomor:
M/SMBR/GRC/004 Tanggal 25 Maret 2024; (3) Piagam Manajemen Risiko yang disahkan pada
Tanggal 1 Desember 2024; (4) Pedoman Manajemen Risiko Nomor: M/SMBR/GRC/006
Tanggal 2 Desember 2024; (5) Prosedur Penerapan Manajemen Risiko Nomor: P/SMBR/
GRC/001 Tanggal 1 April 2024; dan (6) Instruksi Kerja Pelaksanaan Reviu Dokumen Soft
Structure GCG Nomor: IK/SMBR/GRC/01 Tanggal 1 November 2024.
Selain itu, Perseroan juga secara aktif melakukan sosialisasi Soft Structure GCG melalui
berbagai media komunikasi internal, termasuk blasting email dan kanal informasi yang berlaku.
Komitmen terhadap kepatuhan GCG juga diperkuat dengan adanya penandatanganan surat
pernyataan kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku, yang juga diwajibkan bagi rekan bisnis.
Untuk meningkatkan pengendalian gratifikasi, Perseroan melaksanakan bimbingan teknis
mengenai pengendalian gratifikasi secara mandiri bagi karyawan melalui platform e-learning
www.aclc.kpk.go.id. Upaya ini juga didukung dengan pelaksanaan uji kelayakan terhadap
karyawan dan rekan bisnis, yang bertujuan memperkuat implementasi Sistem Manajemen Anti
Penyuapan (SMAP). Sebagai bentuk evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, Perseroan akan
melaksanakan Surveillance Audit SNI ISO 37001:2016 pada 21-22 November 2024.
Penerapan standar etika dan budaya kerja sesuai dengan ketentuan serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku menjadi faktor penting dalam peningkatan efektivitas GCG.
Perseroan meyakini bahwa implementasi tata kelola yang baik tidak hanya menciptakan
budaya tata kelola yang kuat, tetapi juga meningkatkan reputasi, kepercayaan, serta nilai
tambah bagi para pemangku kepentingan. Kepercayaan ini menjadi salah satu fondasi utama
dalam menjalankan bisnis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable
growth). Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja tata kelola yang diterapkan di
seluruh lini, Perseroan berhasil meraih penghargaan TOP GRC Award 2024 – 4 Stars serta
The Most Committed GRC Leader 2024 pada 11 September 2024.
5-4
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 83
BAB 6. ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA
TRANSAKSI
1) Berdasarkan analisis manfaat dan risiko, manfaat dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah
bahwa (i) Sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan dapat mendukung integrasi Perseroan dan
SIG, sebagai upaya untuk menciptakan nilai tambah grup, efisiensi biaya dan kinerja yang lebih
baik; dan (ii) Dengan adanya internalisasi biaya ke SIG, Perseroan memperoleh manfaat berupa
kemampuan untuk memfokuskan sumber daya dan manajemen pada kegiatan bisnis inti,
sehingga meningkatkan efektivitas dan nilai tambah operasional. Sementara risiko dari Rencana
Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa sentralisasi pengelolaan jasa pengadaan di SIG
berpotensi meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap SIG yang dapat mengurangi
fleksibilitas serta kemandirian Perseroan dalam pengambilan keputusan operasional.
2) Berdasarkan analisis keuntungan dan kerugian, keuntungan dari Rencana Transaksi bagi
Perseroan adalah bahwa (i) Perseroan mampu meningkatkan efisiensi operasional yang dapat
diperoleh melalui internalisasi biaya-biaya di SIG; dan (ii) Penurunan biaya berpotensi
memperbaiki kondisi keuangan, persepsi kinerja, dan mendukung stabilitas arus kas sehingga
Perseroan dapat lebih fokus pada kegiatan operasional inti dan peningkatan pendapatan.
Kerugian dari Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah bahwa Perseroan masih harus
mengeluarkan biaya tambahan margin sebesar 8,2% kepada SIG atas beban proses jasa
pengadaan.
3) Konsumsi semen kemasan pada tahun 2024 menurun sebesar 3,1%, sedangkan konsumsi semen
curah meningkat sebesar 4,4%. Secara nasional penjualan semen turun 0,9%, dengan permintaan
semen kemasan dan semen curah di Indonesia pada 2024 masing-masing sebesar 69% dan 31%.
Kapasitas terpasang industri semen nasional mencapai 119,9 juta ton per tahun. Tahun 2024,
volume penjualan semen domestik mencapai 64,9 juta ton, turun 0,9% dibandingkan dengan 65,5
juta ton yang terjual tahun 2023. Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 10,4% menjadi 11,9
juta ton. Penurunan penjualan semen disebabkan oleh melemahnya daya beli. Selain itu,
perlambatan permintaan semen juga disebabkan oleh pelemahan sektor konstruksi akibat
penurunanan proyek-proyek pemerintah di Jawa dan wilayah lain. Pasar semen utama, seperti
Jawa, mulai mengalami penurunan 0,1%, dengan volume mencapai 33,5 juta ton, hampir sama
dengan tahun 2023. Sementara itu, pada tahun 2024, pasar Kalimantan masih tumbuh sebesar
11,2%, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 22,1% pada tahun
2023. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi anggaran proyek
infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas konstruksi.
6-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 84
4) Berdasarkan perbandingan rasio tingkat profitabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio
tingkat profitabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata rasio tingkat
profitabilitas historisnya mengalami peningkatan, kecuali marjin laba kotor yang mengalami
penurunan. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana
Transaksi dengan historis atas rasio tingkat profitabilitas Perseroan. Berdasarkan perbandingan
rasio tingkat rentabilitas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat rentabilitas sebelum dan
setelah Rencana Transaksi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio tingkat
likuiditas historisnya. Secara umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah
Rencana Transaksi dengan historis atas rasio tingkat rentabilitas Perseroan. Berdasarkan
perbandingan rasio tingkat likuiditas, terlihat bahwa rata-rata proyeksi rasio tingkat likuiditas
sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan
rata-rata rasio tingkat likuiditas historisnya, kecuali rasio kas yang mengalami penurunan. Secara
umum tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan
historis atas rasio tingkat likuiditas Perseroan. Sementara perbandingan tingkat solvabilitas antara
rata-rata proyeksi rasio tingkat solvabilitas setelah Rencana Transaksi dengan rata-rata
historisnya mengalami perbaikan sebagaimana diindikasikan dari penurunan rasio DAR dan DER.
Dan tidak ada indikasi outlier antara proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi dengan
historis atas rasio tingkat solvabilitas Perseroan. Berdasarkan analisis outlier tersebut
sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proyeksi keuangan yang ada adalah masih dalam
kewajaran.
5) Berdasarkan proyeksi rasio keuangan antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dari sisi
pengukuran profitabilitas, rata-rata marjin kotor, marjin laba sebelum pajak dan marjin laba bersih
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami peningkatan sebesar 0,19%, 0,20%
dan 0,15%, berturut-turut. Sedangkan dari sisi rentabilitas, rata-rata proyeksi ROE (return on
equity), ROA (return on assets), dan ROIC (return on invested capital) antara tanpa dan dengan
Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,07% dan 0,08%,
berturut-turut. Dari sisi likuiditas, rata-rata proyeksi rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat
(quick ratio) antara tanpa dan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan masing-masing
sebesar 0,04x. Sementara dari sisi solvabilitas, rata-rata proyeksi DAR (debt to total asset ratio)
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak mengalami perubahan. Sedangkan rata-rata
DER (debt to equity ratio) antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami penurunan
sebesar 0,01%. Sehingga dapat diindikasikan bahwa setelah Rencana Transaksi, posisi keuangan
Perseroan masih relatif baik.
6) Berdasarkan proforma laporan keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi, pengukuran tingkat
likuiditas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari rasio cepat dan rasio lancar apabila
Rencana Transaksi dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi
tidak dilakukan. Namun demikian, tingkat likuiditas Perseroan ini masih relatif baik mengingat rasio
cepat dan rasio lancar apabila Rencana Transaksi dilakukan masih berada diatas 100%.
Sementara tingkat solvabilitas Perseroan relatif mengalami penurunan sebagaimana diindikasikan
6-2
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 85
dari DER dan DAR apabila Rencana Transaksi dilakukan dibandingkan apabila Rencana
Transaksi tidak dilakukan. Selanjutnya pengukuran tingkat rentabilitas Perseroan berubah
sebagaimana diindikasikan dari ROA dan ROE apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami
peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Kemudian, pengukuran
tingkat profitabilitas Perseroan berubah sebagaimana diindikasikan dari marjin laba kotor, marjin
sebelum pajak, dan marjin laba bersih apabila Rencana Transaksi dilakukan mengalami
peningkatan dibandingkan apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan. Sehingga secara umum
dapat diindikasikan bahwa posisi keuangan Perseroan apabila Rencana Transaksi dilakukan
masih relatif baik.
7) Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan
Perseroan menghasilkan laba bersih antara apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan dengan
apabila Rencana Transaksi dilakukan, serta tingkat diskonto biaya modal rata-rata tertimbang
sebesar 10,40%, nilai kini laba bersih inkremental menunjukkan nilai yang positif. Sehingga dapat
diindikasikan bahwa Rencana Transaksi tidak berpotensi memberikan dampak negatif bagi
Perseroan.
6-3
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 86
BAB 7. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan penugasan, ruang lingkup, data dan informasi yang digunakan, asumsi-asumsi
pokok, kondisi pembatas, pendekatan dan prosedur analisis kewajaran, analisis kewajaran Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan dalam analisa pendapat kewajaran di atas, KJPP FAST berpendapat
bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran.
Pendapat Kewajaran juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini.
Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran. Pendapat Kewajaran tidak sah
apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP FAST.
7-1
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Semen Baturaja Tbk
Page 87
LAMPIRAN 1) Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan sebelum Rencana Transaksi; 2) Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi; 3) Proyeksi laporan arus kas Perseroan sebelum Rencana Transaksi; 4) Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah Rencana Transaksi; 5) Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi; 6) Proyeksi laporan arus kas Perseroan setelah Rencana Transaksi; 7) Perhitungan tingkat diskonto Perseroan.
Page 88
1) Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Pendapatan 1.130.443.049 2.565.895.381 2.688.846.927 2.817.730.016 2.952.831.613 3.094.452.581
Beban pokok pendapatan -744.651.216 -1.660.640.347 -1.746.279.542 -1.829.970.170 -1.895.476.281 -1.968.573.798
Laba (rugi) bruto 385.791.833 905.255.034 942.567.384 987.759.846 1.057.355.332 1.125.878.783
Beban penjualan -138.211.015 -314.443.238 -317.908.848 -321.417.582 -324.970.075 -328.566.971
Beban umum & administrasi -109.858.333 -246.637.668 -250.793.922 -255.034.210 -259.402.227 -263.828.598
Pendapatan keuangan 2.201.782 2.377.385 2.538.911 2.798.037 4.644.481 4.065.620
Beban keuangan -22.512.081 -43.848.844 -28.143.400 -16.824.553 -13.151.169 -13.414.192
Pendapatan (beban) operasi lainnya 3.312.946 13.129.650 13.576.059 14.037.645 14.514.925 15.008.432
Laba (rugi) sebelum beban pajak 120.725.131 315.832.320 361.836.183 411.319.184 478.991.267 539.143.075
Beban pajak penghasilan -29.505.137 -75.555.627 -87.455.771 -99.339.126 -114.587.656 -128.977.595
Laba (rugi) tahun berjalan 91.219.994 240.276.693 274.380.412 311.980.057 364.403.610 410.165.480
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 91.219.994 240.276.693 274.380.412 311.980.057 364.403.610 410.165.480
Page 89
2) Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Aset 4.875.017.288 4.943.055.466 5.106.979.906 5.356.105.862 5.760.521.258 6.226.311.157
Aset lancar 1.139.014.178 1.299.821.107 1.370.318.590 1.447.315.976 1.489.201.590 1.495.057.181
Kas & setara kas 28.280.818 64.467.030 149.201.740 156.691.543 209.808.941 312.570.467
Piutang usaha 870.567.124 958.709.395 907.805.746 931.309.031 868.659.239 711.622.248
Piutang lain-lain 3.769.973 4.151.671 3.931.234 4.033.015 3.761.711 3.081.666
Persediaan 217.166.150 252.361.218 289.768.813 335.430.896 387.761.103 450.178.665
Pajak lain-lain dibayar dimuka 8.905.745 9.807.425 9.286.689 9.527.124 8.886.228 7.279.768
Beban dibayar dimuka & uang muka 9.440.408 9.440.408 9.440.408 9.440.408 9.440.408 9.440.408
Aset keuangan lancar lainnya 883.960 883.960 883.960 883.960 883.960 883.960
Aset tidak lancar 3.736.003.109 3.643.234.359 3.736.661.315 3.908.789.886 4.271.319.668 4.731.253.975
Aset pajak tangguhan 15.523.266 14.973.894 14.423.701 13.872.687 13.320.851 12.768.190
Investasi pada entitas asosiasi 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset tetap & tanah pertambangan 3.539.756.514 3.463.933.918 3.574.332.420 3.763.457.965 4.143.010.188 4.619.992.440
Aset hak guna 77.215.948 64.481.431 51.727.813 38.955.064 26.163.157 13.352.061
Aset tidak lancar lainnya 103.482.382 99.820.116 96.152.381 92.479.169 88.800.473 85.116.284
Liabilitas & ekuitas 4.875.017.288 4.943.055.466 5.106.979.906 5.356.105.862 5.760.521.258 6.226.311.157
Liabilitas jangka pendek 794.569.435 754.281.890 697.669.653 618.299.689 628.061.687 650.961.737
Utang usaha 456.816.230 449.308.068 439.742.960 445.203.518 451.239.808 459.829.308
Utang lain-lain 15.138.532 14.889.717 14.572.737 14.753.695 14.953.733 15.238.383
Utang pajak 30.071.895 49.649.593 59.742.955 69.822.076 82.755.442 94.960.575
Beban yang masih harus dibayar 35.905.046 47.879.452 60.138.613 60.138.613 60.138.613 60.138.613
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 29.743.597 30.488.311 31.233.024 23.041.175 15.403.729 16.881.882
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 220.000.000 155.000.000 85.000.000 0 0 0
Liabilitas sewa 6.894.136 7.066.749 7.239.363 5.340.611 3.570.362 3.912.976
Liabilitas jangka panjang 665.519.838 533.568.869 479.725.134 496.240.997 526.490.784 559.215.153
Liabilitas pajak tangguhan 176.326.342 187.797.851 201.076.144 216.158.670 233.556.360 253.138.856
Pinjaman bank jangka panjang 235.871.036 80.871.036 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 82.250.671 82.329.582 83.013.912 83.123.941 83.718.898 84.340.610
Provisi untuk restorasi 57.551.152 61.419.459 65.814.615 66.259.797 70.383.284 74.595.257
Liabilitas sewa 113.520.638 121.150.941 129.820.463 130.698.590 138.832.241 147.140.430
Ekuitas 3.414.928.014 3.655.204.707 3.929.585.119 4.241.565.176 4.605.968.786 5.016.134.267
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694
Saldo laba 1.223.705.040 1.463.981.733 1.738.362.144 2.050.342.201 2.414.745.812 2.824.911.292
Kepentingan non-pengendali -22.549 -22.549 -22.549 -22.549 -22.549 -22.549
Page 90
3) Proyeksi laporan arus kas Perseroan sebelum Rencana Transaksi;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): TANPA RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Arus kas dari aktivitas operasi -121.598.021 314.024.515 478.317.100 427.959.286 568.169.905 713.087.182
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 91.219.994 240.276.693 274.380.412 311.980.057 364.403.610 410.165.480
Depresiasi -73.425.336 161.728.905 161.971.498 162.214.455 162.457.777 162.701.464
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -194.174.581 -88.142.271 50.903.649 -23.503.285 62.649.792 157.036.992
Piutang lain-lain -840.869 -381.698 220.437 -101.780 271.304 680.045
Persediaan 58.050.108 -35.195.068 -37.407.595 -45.662.083 -52.330.207 -62.417.563
Pajak lain-lain dibayar dimuka -1.986.371 -901.680 520.735 -240.434 640.896 1.606.460
Beban dibayar dimuka 1.160.389 0 0 0 0 0
Aset lancar lainnya 108.654 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan -5.557.719 549.372 550.192 551.014 551.837 552.661
Utang usaha -16.012.099 -7.508.162 -9.565.107 5.460.557 6.036.290 8.589.501
Utang lain-lain -530.628 -248.815 -316.980 180.959 200.038 284.649
Utang pajak 54.145 19.577.698 10.093.362 10.079.121 12.933.366 12.205.133
Beban yang masih harus dibayar -13.786.263 11.974.406 12.259.161 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja 33.113.446 823.625 1.429.043 -8.081.820 -7.042.489 2.099.864
Liabilitas pajak tangguhan 1.009.109 11.471.510 13.278.293 15.082.526 17.397.690 19.582.495
Arus kas dari aktivitas investasi 180.661.228 -69.509.526 -255.948.647 -334.894.040 -525.539.396 -623.188.432
Aset tetap & tanah pertambangan 287.208.395 -85.906.310 -272.370.000 -351.340.000 -542.010.000 -639.683.716
Aset hak guna -69.497.876 12.734.516 12.753.618 12.772.749 12.791.908 12.811.096
Aset tidak lancar lainnya -37.049.291 3.662.267 3.667.735 3.673.211 3.678.696 3.684.189
Arus kas dari aktivitas pendanaan -44.233.238 -208.328.776 -137.633.743 -85.575.444 10.486.889 12.862.777
Pinjaman bank jangka panjang -55.000.000 -220.000.000 -150.871.036 -85.000.000 0 0
Liabilitas sewa 7.837.159 7.802.917 8.842.136 -1.020.625 6.363.401 8.650.804
Provisi untuk restorasi 1.719.593 3.868.307 4.395.157 445.181 4.123.488 4.211.973
Komponen ekuitas lainnya 1.209.636 0 0 0 0 0
Kepentingan non-pengendali 376 0 0 0 0 0
Arus kas bersih 14.829.969 36.186.212 84.734.709 7.489.803 53.117.398 102.761.526
Kas & setara kas awal tahun 13.450.849 28.280.818 64.467.030 149.201.740 156.691.543 209.808.941
Kas & setara kas akhir tahun 28.280.818 64.467.030 149.201.740 156.691.543 209.808.941 312.570.467
Page 91
4) Proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah Rencana Transaksi;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30
Pendapatan 1.130.443.049 2.565.895.381 2.688.846.927 2.817.730.016 2.952.831.613 3.094.452.581
Beban pokok pendapatan -744.651.216 -1.653.409.762 -1.738.910.218 -1.824.320.162 -1.889.826.273 -1.963.247.224
Laba (rugi) bruto 385.791.833 912.485.619 949.936.709 993.409.854 1.063.005.340 1.131.205.357
Beban penjualan -138.211.015 -314.422.644 -317.888.254 -321.398.184 -324.950.676 -328.547.572
Beban umum & administrasi -109.858.333 -246.398.791 -250.467.429 -254.627.482 -258.910.664 -263.253.556
Pendapatan keuangan 2.201.782 2.377.385 2.538.911 2.798.037 4.644.481 4.065.620
Beban keuangan -22.512.081 -43.848.844 -28.143.400 -16.824.553 -13.151.169 -13.414.192
Pendapatan (beban) operasi lainnya 3.312.946 13.129.650 13.576.059 14.037.645 14.514.925 15.008.432
Laba (rugi) sebelum beban pajak 120.725.131 323.322.375 369.552.596 417.395.317 485.152.236 545.064.088
Beban pajak penghasilan -29.505.137 -77.347.450 -89.301.746 -100.792.702 -116.061.527 -130.394.061
Laba (rugi) tahun berjalan 91.219.994 245.974.925 280.250.850 316.602.615 369.090.709 414.670.027
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 91.219.994 245.974.925 280.250.850 316.602.615 369.090.709 414.670.027
Page 92
5) Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi;
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-30 31-Dec-30
Aset 4.875.017.288 4.946.623.777 5.116.334.065 5.371.217.323 5.780.340.112 6.250.900.588
Aset lancar 1.139.014.178 1.303.389.418 1.379.672.750 1.462.427.437 1.509.020.444 1.519.646.613
Kas & setara kas 28.280.818 71.957.086 162.616.384 174.336.346 232.161.138 339.369.808
Piutang usaha 870.567.124 958.709.395 907.805.746 931.309.031 868.659.239 711.622.248
Piutang lain-lain 3.769.973 4.151.671 3.931.234 4.033.015 3.761.711 3.081.666
Persediaan 217.166.150 248.439.473 285.708.328 332.897.553 385.227.760 447.968.756
Pajak lain-lain dibayar dimuka 8.905.745 9.807.425 9.286.689 9.527.124 8.886.228 7.279.768
Beban dibayar dimuka & uang muka 9.440.408 9.440.408 9.440.408 9.440.408 9.440.408 9.440.408
Aset keuangan lancar lainnya 883.960 883.960 883.960 883.960 883.960 883.960
Aset tidak lancar 3.736.003.109 3.643.234.359 3.736.661.315 3.908.789.886 4.271.319.668 4.731.253.975
Aset pajak tangguhan 15.523.266 14.973.894 14.423.701 13.872.687 13.320.851 12.768.190
Investasi pada entitas asosiasi 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Aset tetap & tanah pertambangan 3.539.756.514 3.463.933.918 3.574.332.420 3.763.457.965 4.143.010.188 4.619.992.440
Aset hak guna 77.215.948 64.481.431 51.727.813 38.955.064 26.163.157 13.352.061
Aset tidak lancar lainnya 103.482.382 99.820.116 96.152.381 92.479.169 88.800.473 85.116.284
Liabilitas & ekuitas 4.875.017.288 4.946.623.777 5.116.334.065 5.371.217.323 5.780.340.112 6.250.900.588
Liabilitas jangka pendek 794.569.435 752.151.969 695.455.143 617.219.921 627.002.214 650.168.295
Utang usaha 456.816.230 447.246.466 437.599.483 444.158.385 450.214.319 459.061.316
Utang lain-lain 15.138.532 14.821.397 14.501.704 14.719.061 14.919.749 15.212.932
Utang pajak 30.071.895 49.649.593 59.742.955 69.822.076 82.755.442 94.960.575
Beban yang masih harus dibayar 35.905.046 47.879.452 60.138.613 60.138.613 60.138.613 60.138.613
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 29.743.597 30.488.311 31.233.024 23.041.175 15.403.729 16.881.882
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 1 tahun 220.000.000 155.000.000 85.000.000 0 0 0
Liabilitas sewa 6.894.136 7.066.749 7.239.363 5.340.611 3.570.362 3.912.976
Liabilitas jangka panjang 665.519.838 533.568.869 479.725.134 496.240.997 526.490.784 559.215.153
Liabilitas pajak tangguhan 176.326.342 187.797.851 201.076.144 216.158.670 233.556.360 253.138.856
Pinjaman bank jangka panjang 235.871.036 80.871.036 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 82.250.671 82.329.582 83.013.912 83.123.941 83.718.898 84.340.610
Provisi untuk restorasi 57.551.152 61.419.459 65.814.615 66.259.797 70.383.284 74.595.257
Liabilitas sewa 113.520.638 121.150.941 129.820.463 130.698.590 138.832.241 147.140.430
Ekuitas 3.414.928.014 3.660.902.939 3.941.153.789 4.257.756.404 4.626.847.114 5.041.517.141
Modal saham 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434 993.253.434
Tambahan modal disetor 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785 1.270.606.785
Komponen ekuitas lainnya -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694 -72.614.694
Saldo laba 1.223.705.040 1.469.679.964 1.749.930.814 2.066.533.430 2.435.624.139 2.850.294.166
Kepentingan non-pengendali -22.549 -22.549 -22.549 -22.549 -22.549 -22.549
Page 93
6) Proyeksi laporan arus kas Perseroan setelah Rencana Transaksi; dan
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (IDR RIBU): DENGAN RENCANA TRANSAKSI
Uraian 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-30 31-Dec-30
Arus kas dari aktivitas operasi -121.598.021 321.514.570 484.241.688 432.189.446 572.877.299 717.534.325
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 91.219.994 245.974.925 280.250.850 316.602.615 369.090.709 414.670.027
Depresiasi -73.425.336 161.728.905 161.971.498 162.214.455 162.457.777 162.701.464
Perubahan modal kerja
Piutang usaha -194.174.581 -88.142.271 50.903.649 -23.503.285 62.649.792 157.036.992
Piutang lain-lain -840.869 -381.698 220.437 -101.780 271.304 680.045
Persediaan 58.050.108 -31.273.323 -37.268.855 -47.189.225 -52.330.207 -62.740.997
Pajak lain-lain dibayar dimuka -1.986.371 -901.680 520.735 -240.434 640.896 1.606.460
Beban dibayar dimuka 1.160.389 0 0 0 0 0
Aset lancar lainnya 108.654 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan -5.557.719 549.372 550.192 551.014 551.837 552.661
Utang usaha -16.012.099 -9.569.764 -9.646.983 6.558.901 6.055.934 8.846.997
Utang lain-lain -530.628 -317.134 -319.693 217.357 200.689 293.183
Utang pajak 54.145 19.577.698 10.093.362 10.079.121 12.933.366 12.205.133
Beban yang masih harus dibayar -13.786.263 11.974.406 12.259.161 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja 33.113.446 823.625 1.429.043 -8.081.820 -7.042.489 2.099.864
Liabilitas pajak tangguhan 1.009.109 11.471.510 13.278.293 15.082.526 17.397.690 19.582.495
Arus kas dari aktivitas investasi 180.661.228 -69.509.526 -255.948.647 -334.894.040 -525.539.396 -623.188.432
Aset tetap & tanah pertambangan 287.208.395 -85.906.310 -272.370.000 -351.340.000 -542.010.000 -639.683.716
Aset hak guna -69.497.876 12.734.516 12.753.618 12.772.749 12.791.908 12.811.096
Aset tidak lancar lainnya -37.049.291 3.662.267 3.667.735 3.673.211 3.678.696 3.684.189
Arus kas dari aktivitas pendanaan -44.233.238 -208.328.776 -137.633.743 -85.575.444 10.486.889 12.862.777
Pinjaman bank jangka panjang -55.000.000 -220.000.000 -150.871.036 -85.000.000 0 0
Liabilitas sewa 7.837.159 7.802.917 8.842.136 -1.020.625 6.363.401 8.650.804
Provisi untuk restorasi 1.719.593 3.868.307 4.395.157 445.181 4.123.488 4.211.973
Komponen ekuitas lainnya 1.209.636 0 0 0 0 0
Kepentingan non-pengendali 376 0 0 0 0 0
Arus kas bersih 14.829.969 43.676.268 90.659.298 11.719.962 57.824.792 107.208.670
Kas & setara kas awal tahun 13.450.849 28.280.818 71.957.086 162.616.384 174.336.346 232.161.138
Kas & setara kas akhir tahun 28.280.818 71.957.086 162.616.384 174.336.346 232.161.138 339.369.808
Page 94
7) Perhitungan tingkat diskonto Perseroan.
PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL (WACC) AS AT 30 JUNE 2025
Description Return
Cost of debt (before tax) 8,96%
Risk-free rate (before tax) 7,03%
Beta unlevered 0,7172
Beta relevered 0,9378
Equity risk premium 7,03%
Default spread 1,87%
Cost of equity (before specific risk) 11,75%
Company specific risk premium 0,00%
Cost of equity (after size and company specific risks) 11,75%
DER 39,44%
Target for debt portion 28,28%
Target for equity portion 71,72%
WACC 10,40%
Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.1
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Firman
p.2 ×2
unresolved
org
Hartomo dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP FAST
p.2 ×17
unresolved
org
Milik Negara
p.2 ×4
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
PT Pratama Indomitra Konsultan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia
p.4 ×2
unresolved
org
LRXR
p.4 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.4 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
AAMR
p.4 ×7
unresolved
person
Aulia Taufan
p.6 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×4
unresolved
person
Penanggung Jawab Suzy Israwati
p.8 ×3
unresolved
person
Reviewer Hanandewa
p.8
unresolved
org
Kota Nusantara
p.9 ×5
unresolved
org
Bapepam-LK
p.16 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Republik Indonesia DAR
p.16
unresolved
org
Hartomo & Rekan
p.16
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal
· Notaris
p.29
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.29 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
· Notaris
p.29 ×4
unresolved
org
PT Semen Gresik (Persero)
p.32 ×2
unresolved
person
Juliaan Nimrod Siregar
· Notaris
p.32
unresolved
person
Hana Tresna Widjaja
· Notaris
p.32
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak
p.32
unresolved
org
Kementerian Hukum RI
p.32
unresolved
—
(Rp juta)
p.32
unresolved
org
Bank Indonesia
p.34 ×11
unresolved
org
Bank Indonesia Di
p.34
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen
p.35
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.38
unresolved
org
Millennium Challenge Corporation
p.39
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.48
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.53
unresolved
org
Menteri BUMN No. SE-
p.53
unresolved
org
Milik Negara. Nilai-nilai
p.53
unresolved
org
PT Semen Padang
p.59
unresolved
person
Prof. Aswath Damodaran
p.74 ×2
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-
p.80
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
6667 ms
12 Sep 2026 22:32
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'SERVICE',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi '
'penyediaan jasa sentralisasi kegiatan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran ini adalah transaksi penyediaan jasa '
'sentralisasi kegiatan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}